        Judul Asli: Manhaj Ishlâh wa Al Taghyîr ‘Inda Jamâ’atil Ikhwân Al Muslimîn Dirâsatan fi Rasâil

al Imâm al Syahîd Judul Terjemah: Konsep Reformasi Dalam Perspektif Ikhwanul Muslimin Studi Pembelajaran Terhadap Risalah Pergerakan Imam Syahid Hasan Al Banna Penerbit: Daruttauzi’i Wa Al Nasyr al Islamy Cetakan Pertama Tahun 2006 Penulis: DR. Muhammad Abdurrahman Mursy Ramadan

Pengantar: Ir. Muhammad Khairat Syatir Kata Pengantar Ir. Muhammad Khairat Syatir Konsep dakwah yang dibawa oleh Imam Syahid Hasan Al Banna adalah konsep dakwah yang komprehensif dan universal, yang mencakup seluruh sudut pemahaman Islam dan mampu menjawab realiti kehidupan nyata. Ia seperti sinar fajar pagi yang menyingkap tabir pekat yang menutupi kehidupan umat Islam, ia benar-benar adalah Pembaharu Islam abad ke- 20. Imam Syahid mampu mencantumkan pemahaman terhadap nilai-nilai Al Quran dan petunjuk Rasulullah Saw, secara benar dan menyeluruh dengan pembacaan dan renungannya yang mendalam terhadap fakta-fakta sejarah
1

dan sunah Allah dalam menempatkan sebuah kekuasaan atau kewujudan di muka bumi, termasuk kemampuannya untuk melihat secara fleksibel dan saksama realiti kehidupan umat Islam, mengesan penyakit umat dan mengetahui cara penyembuhannya serta skala keutamaannya. Sebelum kedatangan Imam Syahid, sebenarnya telah banyak dilakukan usaha- usaha perbaikan dan reformasi di tubuh umat, namun usaha- usaha tersebut cenderung hanya sementara dan jangka pendek. Beberapa diantaranya belum membawa konsep pemahaman Islam yang benar- benar menyeluruh, atau pemahaman yang mendalam terhadap realiti kehidupan, atau tidak menjaga sunah (ketentuan) Allah dalam proses penetapan kewujudan, atau kerana terjadinya penyelewengan seiring dengan pergantian zaman, atau kerana perpindahan ke generasi berikutnya dan generasi itu tak mampu memikulnya, atau kerana reaksi-reaksi yang terhad atau teori serta simbol-simbol hampa tanpa adanya bangunan dakwah yang kuat dan gerakan yang terus menerus. Kaedah ilmu yang dibawa Imam Syahid sangat khas, kaedah tersebut mampu mengubah teori dan mimpi-mimpi menjadi kenyataan yang nyata, hal ini kemudian disokong dengan kemampuannya dalam mengorganisasi dan mengatur secara baik, yang membuatnya mampu –dengan izin Allahmemimpin dan mendirikan sebuah jamaah yang membawa panji-panji Islam, dengan asas yang kuat yang tak mudah hilang dan dihancurkan. Bangunan yang kuat dan berkesinambungan ini menunjukkan sebagian dari mahakarya Imam Syahid Hasan Al Banna. Suatu hari dia pernah ditanyakan suatu hal, “Mengapa anda tidak menulis ilmu yang luarbiasa ini dan melahirkan buku-buku? Dia menjawab, “Sesungguhnya aku membina dan menciptakan para pejuang yang membawa kebenaran.” Imam Syahid Hasan Al Banna adalah orang pertama yang menyedari keadaan reality kehidupan umat, dia mengetahui kadar kerosakan yang dideritai masyarakat, serta kadar kemunduran yang dideritanya. Kerosakan umat tidak hanya terhad pada runtuhnya kekhalifahan dan hilangnya
2

persatuan umat, permasalahannya tidak hanya terhad pada penjajahan tentera asing terhadap negeri-negeri muslim, atau terhad pada kemunduran teknologi dalam segala bidang. Untuk pertama kalinya keadaan kemunduran umat telah sampai pada titik sifar yang sangat membahayakan. Umat dan tapak penyokongnya telah berada jauh di luar kawasan keberadaan dan kewujudannya. Permasalahannya telah sampai pada titik-titik penting dan asas dasar berdirinya sebuah masyarakat dan negara. Masalah di tubuh umat tidak akan dapat dihilangkan dengan perbaikan yang hanya sebahagian, atau pembinaan semula pada beberapa aspeknya sahaja, atau hanya dengan melakukan reformasi di sebagian bidang-bidangnya dan dengan menggunakan suntikan-suntikan penenang; masalah umat jauh lebih dalam dari semua ini. Keadaan umat telah sampai kepada lubang pertama dalam proses pembinaan dan pembelaannya, negara Islam telah sirna sama sekali, kekuasaannya yang hakiki telah hilang untuk pertama kalinya sejak pendirian negara Islam di Madinah. Oleh kerana itu projek kebangkitan dan rekonstruksi harus dimulakan sesuai dengan langkah-langkah yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Bermula dengan pembinaan peribadi muslim secara individu, lalu pembinaan keluarga, pembinaan komuniti muslim hingga pembinaan sebuah masyarakat, sampai akhirnya tiba pada fasa penetapan keberadaan dan pendirian sebuah negara dan terus berlanjutan hingga memimpin dunia seisinya. Pengetahuan Imam Syahid terhadap keadaan realiti umat yang begitu mendalam, jelas dan terperinci, membuatnya mampu –dengan izin Allahmenciptakan sebuah konsep praktikal dengan beberapa fasa dan dengan tujuan dan sasaran yang saling berkaitan, serta mengarah kepada langkahlangkah yang ditempuh Rasulullah Saw. ketika memulai dakwah Islam yang pertama dan asas negara yang menjadi model dan teladan. Imam Syahid memiliki kebijaksanaan berpolitik dan fleksibiliti yang luarbiasa dalam menghadapi krisis dan rancangan- rancangan jahat, oleh kerana itu tidak ada jalan lain bagi para penyeru kebatilan selain membunuh dan melenyapkannya. Mereka lupa bahwa bahawa dakwah yang dipimpinnya
3

akan terus berlanjutan, dan sesungguhnya itu adalah dakwah Allah yang akan terus maju dan mendapat kemenangan dengan izin Allah. Dia (Imam Syahid) –semoga Allah meridhainya-, sangat memelihara salafiyah dakwah, dengan mengikuti sunah dan tidak membuat bid’ah, dengan pemahaman yang sungguh mendalam terhadap Islam dan sunnah Rasulullah Saw. Dia berkali-kali mengulang dan menegaskan hal ini di dalam risalahnya, dia menulis dalam risalahnya ‘Ila Ayyi Syai-in Nad’u an Nâs’ dengan mengatakan, “Wahai kaum, sesungguhnya kami berdakwah kepada kalian dengan Al Quran di tangan kanan dan Sunnah di tangan kiri, dan perbuatan para Salaful Ummah dari umat ini merupakan sumber kekuatan kami, kami mengajak kalian kepada Islam, nilai-nilai Islam, hukum dan petunjuk Islam.” Dan diantara perkara yang sangat dijaga oleh Imam Syahid Hasan Al Banna dalam membangunkan jemaah dan membentuk personaliti seorang al akh muslim adalah implementasi rukun Tajarrud (menyucikan diri) dan tidak bergantung kepada seseorang tokoh atau lembaga, namun seharusnya ikatan seorang al akh yang hakiki dan kesetiaan tertingginya hanya kepada Allah -azza wajalla-. Ketika Imam Syahid menghadiri sebuah majlis yang besar, salah seorang peserta yang hadir berdiri menyambutnya dan member tabik kepada beliau – hal ini sebagaimana dilakukan kepada setiap pembesar dan pemimpin politik – namun Hasan Al Banna menolak perlakuan tersebut dan tidak mendiamkannya, dia berkata, “Sesungguhnya hari dimana diserukan nama Hasan Al Banna tidak akan pernah terjadi, seharusnya seruan kita adalah, “Allah ghayatuna (Allah tujuan kami), Al Rasul Dza’imuna (Rasulullah pemimpin kami), Al Quran Dusturuna (Al Quran pedoman kami), Al Jihad Sabiluna (Jihad adalah jalan juang kami), Al Maut fi Sabilillah asma amanina (Mati di jalan Allah adalah Cita-cita kami tertinggi), Allah Maha Besar dan pujian kesempurnaan hanya milik Allah.

4

Dia juga menegaskan di dalam risalah ta’lim, “Setiap orang diambil dan ditolak perkataannya, kecuali al Ma’shum Rasulllah Saw., dan setiap yang datang dari salaful Ummah –semoga Allah meredhai mereka-, yang sesuai dengan kitabullah dan sunnah Rasulullah, maka kami akan menerimanya.” Sesungguhnya personaliti Imam Syahid merupakan contoh dalam hal ini. Sebahagian Ikhwan mendebatkan dan memberikan pendapat terhadap idea dan pemikiran-pemikirannya, sebahagian yang lain berbeza atau bahkan menegurnya. Dia juga berkata, “Sesungguhnya keikhlasan adalah dasar sebuah kejayaan dan sesungguhnya ditangan Allah-lah semua urusan. Sesungguhnya para pendahulu kalian yang mulia tidak mencapai kemenangan kecuali dengan kekuatan iman mereka, kesucian jiwa dan kebersihan diri, serta keikhlasan hati dan amal mereka dari ikatan apapun atau fikiran. Mereka menjadikan segala sesuatu bersesuaian dengan nilai-nilai keikhlasan tersebut, sehingga jiwa mereka menyatu dengan akidah, dan akidah mereka menyatu dengan jiwa-jiwa mereka. Merekalah sesungguhnya gagasan itu, dan gagasan itulah mereka. Jika kalian demikian maka fikirkanlah, sesungguhnya Allah mengilhamkan kepada kalian kecerdasan dan kebenaran, maka amalkanlah dan sesungguhnya Allah membantu kalian dengan kekuatan dan kejayaan, namun jika diantara kalian ada yang menghidap penyakit hati, yang tujuan hidupnya berpenyakit, yang kehilangan harapan dan keinginan, yang memiliki luka masa lalu, maka keluarkanlah dia dari barisan kalian, kerana sesungguhnya dia adalah penghalang turunnya rahmat, yang terkurung tanpa ada taufik (petunjuk).” Sesungguhnya Ikhwan –sebagaimana yang dibina oleh Hasan Al Banna dengan nilai-nilai Islam-, tidak mengidolakan seseorang dan tidak menyembah mereka. Mereka mengetahui benar kedudukan para tokoh dan menempatkan mereka pada tempatnya secara wajar, dan selalu menjaga adab-adab Islam dan petunjuk Rasulullah Saw. dalam melakukan interaksi dengan para pemimpin dan imam mereka.

5

Imam Syahid Hasan Al Banna –semoga Allah meridhai mereka-, meyakini kebenaran jalan yang dilaluinya dan kebenaran manhaj, serta dengan pertolongan Allah –azza wajalla- terhadap dakwahya. Dia menjelajahi buana menyerukan agama Allah, menyedarkan jutaan manusia dari kelalaian, dan dia diikuti oleh banyak lapisan masyarakat. Dia pernah bertemu dengan seseorang yang bertanya kepadanya, “Adakah engkau akan melihat buah kemenangan dari usaha yang engkau lakukan? Imam Syahid menjawab dengan tenang dan penuh keyakinan, “Kemenangan itu tidak akan terlihat di generasiku dan digenerasimu, tapi akan tampak di generasi yang akan datang.” Imam Syahid memberikan perincian yang jelas tentang tugas dan peranan seorang muslim serta persiapan yang harus dimiliki, dia mengatakan, (“Tugas kita adalah memimpin dunia dan memberikan petunjuk kepada manusia seluruhnya kepada aturan Islam yang benar dan ajaran-ajarannya yang tiada ajaran lain yang dapat membahagiakan manusia selain ajaranajarannya.” Dakwah kita adalah, keimanan yang mendalam, kuat dan yang paling abadi ..

• •

Kepada Allah, pertolongan dan kemenangan dari-Nya Kepada pemimpin Rasulullah Saw., kejujuran dan amanahnya Kepada manhaj, keistimewaan dan kelayakannya Kepada persaudaraan, kewajipan dan kesuciaannya Kepada balasan, kebesaran, dan kemuliaannya Kepada diri mereka sendiri .. mereka adalah sebuah jamaah yang diberikan kekuatan untuk menyelamatkan dunia seisinya.”)

• •

Imam Syahid sangat member perhatian kepada pemuda, dan berjaya menjadikan mereka sebagai darah segar yang mengalir di tubuh umat Islam, yang mampu membangkitkan dan menggerakkannya. Di akhir kehidupannya, sekitar dua minggu sebelum kesyahidannya,

-keadaan pada saat itu sangat genting-, salah seorang berkata, “Wahai
6

Ustadz, banyak berita yang tersebar tentang engkau, dan tentang apa yang terjadi terhadap engkau. Imam Syahid berkata, “Apa yang akan terjadi? Adakah pembunuhan? Sesungguhnya kami mengetahui bahawa perkara itu adalah kesyahidan, dan itu adalah cita-cita kami. Seseorang bertanya lagi, “Bagaimana dengan dakwah? Imam menjawab, “Aku telah menyelesaikan tugasku dan aku telah meninggalkan para rijal (pejuang) dan aku melihat mereka dengan mataku bahawa mereka benar-benar rijal, maka aku akan mati dengan penuh ketenangan, dan yang aku inginkan adalah mati sebagai syahid.” Cita-cita itu benar-benar terwujud, dia mendapatkan syahadah. Setiap orang yang mempelajari pemikiran Imam Hasan Al Banna, maka dia akan mendapati bahawa fikiran-fikiran tokoh ini mempunyai ciri khas yang sangat sepadan dengan realiti kehidupan dan mengacu kepada dasar-dasar agama, yang jauh dari sikap berlebih-lebihan (ekstrimisme) maupun sifat meremehkan. Pemikiran-pemikirannya mampu bertahan dan berkomunikasi dengan alam fikiran manusia dan tidak dibenci oleh jiwa, pemikiranpemikiran yang diterima secara baik yang tidak mengenal kekerasan dan terorisme. Dasarnya berpijak kepada Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah Saw. serta amalan para ulama terdahulu yang soleh. Imam Al Banna adalah seorang pembaharu urusan agama ini pada masa dan generasinya, dia dan para pembaharu lainnya. Dia menyeru manusia untuk beriman kepada Allah dan kembali kepada ajaran Rasulullah Saw. Dia menempuh jalan yang pernah dijalani para ulama-ulama terdahulu. Dia menyeru dakwahnya dan mengembalikan konsep berfikir Islami yang benar yang berasaskan kepada: Pertama, Membebaskan akidah dari tipuan-tipuan kejumudan dan yang terkandung di dalamnya berupa khayalan dan syubhat, sebagai perbaikan penggambaran yang benar seorang muslim terhadap kewujudan alam semesta, manusia dan kehidupan, untuk mewujudkan keseimbangan dan keadilan, agar akidah (keyakinan) dapat memberikan pengaruh dalam melahirkan para pejuang, agar dapat melahirkan kembali personaliti muslim yang berakhlak yang pernah dibangun dan dibina Rasulullah Saw. di Darul
7

Arqam bin Abi Arqam. Kemudian membangun dengan personaliti- personality ini –baik lelaki mahupun wanita- batu bata yang akan menyusun sebuah keluarga yang nantinya mampu melahirkan para pejuang, yang menciptakan sebuah umat yang berdiri di atas budi pekerti dan akhlak yang mulia sebelum ia berdiri di atas sebuah negara. Kedua, menyucikan akal seorang muslim dari fikiran-fikiran yang terpecahbelah terhadap Islam, kerana hal itu hanya akan memperbesarkan perbezaan dalam masalah-masalah furu’ dan separa- separa, dan meniadakan pola berfikir yang universal terhadap Islam. Ketiga, Menghancurkan kejumudan yang dialami oleh akal akibat ditutupnya pintu ijtihad, yang sebenarnya mematikan kecerdasan untuk menciptakan dan member pandangan dan akhirnya menjatuhkannya pada lubang taklid buta yang tercela. Ini juga menghalangi umat Islam menikmati penyelesaianpenyelesaian konsep pemikiran dalam Islam terhadap problematika dan permasalahan hari ini yang jauh dari alam berfikir yang banyak bertentangan dengan ketetapan prinsip-prinsip agama. Maka untuk mengembalikan konsep berfikir yang baik dan benar, diperlukan sebuah bingkai pandangan yang universal terhadap Islam, -dan pandangan ini dimiliki oleh Imam Hasan Al Banna-, dan yang dimiliki oleh para pendahulunya, iaitu para pejuang yang mengambil ajaran ini dari konsep yang diajarkan Rasulullah Saw.. Dengan konsep tersebut, mereka kemudian membangunkan sebuah tamadun , mendirikan sebuah pemerintahan, dan merekapun memimpin tamadun di muka bumi. Ia adalah sebuah konsep yang sempurna dan universal yang mengajak saudara-saudaranya ikut bersama menjadi sebahagian untuk membangun sebuah jama’ah, yang memberikan darah dan jiwanya untuk menegakkan kalimat Allah di muka bumi, dan membuat panji-panji kejahatan menjadi hina dan tercela, demikian juga yang dilakukan oleh Imam Al Banna. Jama’ah Ikhwanul Muslimin membawa konsep pemahaman ini, dan menyeru kepadanya. Ia teguh menahan akibatnya demi mempasakkan nilai tersebut di
8

tengah masyarakat. Telah berapa banyak pejuang yang gugur demi memperjuangkannya? Imam Syahid Hasan Al Banna adalah yang paling hadapan dalam Jama’ah Ikhwanul Muslimin yang membuktikan pengorbanan tersebut – semoga Allah membalas apa yang telah dia berikan untuk Umat Islam dengan balasan yang sebaik-baiknya-. Telah berapa banyak darah yang ditumpahkan? Sudah berapa banyak anak-anak menjadi yatim? Telah berapa banyak wanita yang kehilangan anaknya? –Kita menabungnya menjadi kebaikan di akhirat-, Hingga pemahaman benar-benar terpasak kuat dan menjadi sesuatu yang lumrah yang tidak ada perbezaan di dalamnya, walau dengan banyaknya fitnah dan ujian serta tersebarnya syubhat dan tuduhantuduhan palsu dan bantahan. Apa yang dibawa oleh Imam Hasan Al Banna adalah sebuah pembaharuan, walaupun sebenarnya Imam Syahid hanya memperbaharui sesuatu yang lama yang hampir dilupakan. Kecelaruan yang dihadapi umat tidaklah semudah seperti yang diyakini oleh sebahagian orang. Apa yang telah merasuki fikiran berupa kemelut, kebingungan dan pencerobohan pemikiran, pada gilirannya akan menghalang terwujudnya tujuan yang hendak dicapai, dan menghalang misi yang dibela. Permasalahan ini tidak mungkin disembuhkan dalam waktu sehari semalam, atau dengan penyampaian kuliah dari seorang pakar, atau dengan pelajaran di beberapa tempat dari seorang pemikir muslim, ataupun dengan nasihat-nasihat secara kerap dari salah seorang ulama tersohor, atau dengan lembaran-lembaran yang diedarkan kemudian hilang tanpa kesan seiring berakhirnya bacaan, atau dengan buku-buku yang dihafal teks atau naskahnya. Ia sesungguhnya adalah penderitaan yang telah berlangsung lama, yang memerlukan tarbiyah dan usaha yang gigih, agar kita dapat mewarisi para rijal (pejuang) bukan mewarisi buku saja, kerana kita ingin mendirikan agama yang tegak di atasnya negara dan tamadun, serta menyedarkan umat yang akan memimpin dunia. Sesungguhnya manhaj yang mampu melahirkan para pejuang dan yang mampu memenuhi ikrarnya kepada Allah, memerlukan beberapa hal berikut, Pemahaman yang benar (Al Fahm Al Shahih), pembentukan yang sangat cermat, keimanan, ketulusan cinta, pengorganisasian yang rapi, agar kita
9

dapat membuat jalinan jama’ah yang di serukan Allah dengan panggilan, “wahai orang-orang yang beriman,” iaitu orang-orang yang sentiasa memiliki hubungan yang baik dengan Allah. Agar mereka menjadi ahli ibadah terlebih dahulu sebelum menjadi pemimpin, maka dengan ibadah mereka akan dihantarkan untuk memimpin dengan sebaik-sebaiknya, hal itu tentunya dilakukan dengan manhaj yang jelas, amalan yang terus menerus, budi pekerti yang tinggi, nafas yang panjang, kesabaran dengan sebaiksebaiknya, nasihat kebaikan, perbincangan yang bijak, dan kesedaran, serta evaluasi yang sangat cermat. Mengapa demikian? Kerana manhaj perbaikan apapun yang digunakan untuk keperluan manusia, dan dakwah kebenaran apapun yang idea dasar dan pemahamannya tidak bersandar pada nilai-nilai ini, dan tidak menurut Al Quran dan Sunnah Rasulullah Saw. maka ia adalah dakwah yang rapuh dan akan tercabut akarnya dari permukaan bumi. Namun jika ia bersatu dengan sumber gizi, kekuatan dan kehidupannya maka akarnya tertancap kuat dan dahannya menjulang ke langit dan akan memberikan buah di setiap waktu dengan izin Allah. Imam Hasan Al Banna telah menjelaskan nilai-nilai ini dengan sangat jelas tanpa ada kesamaran dan keraguan, baik dari segi kejelasan idea, kesatuan pandangan dan etika, kesatuan target dan tujuan dan kesatuan visi serta kesamaan untuk prasarana yang mewujudkannya. dan Imam Hasan Al Banna untuk mengetahui bahawa masyarakat sangat memerlukan penjelasan pemahaman memperkemaskan gerakan, penjelasan pandangan menyamakan barisan, serta penjelasan idea agar dapat berjalan secara benar dan mewujudkan cita-cita yang diharapkan. Kita sangat menghargai budaya dialog, perbincangan dan bertukar

pandangan .. Kami katakan kepada mereka yang berbeza pendapat dengan kami,  Ertinya: “Marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu .. “ (Q.S Ali Imran: 65)   

10

Kepada mereka yang mendebat kami, kami katakan,              Ertinya: “Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar. “ (Q.S Al Baqarah: 111) Kepada mereka yang membangkang, kami katakan:             Ertinya: “Dan Sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata. “ (Q.S Saba: 24) Kerana sesungguhnya syiar setiap da’I yang meyerukan agama Allah adalah,        Ertinya: “Serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, ..” (Q.S Al Baqarah: 83) Buat para penyeru dakwah Islam yang berbeza pandangan dengan kami, maka kami katakan kepada mereka, “Mari kita saling tolong menolong dalam perkara yang kita sepakati dan saling memberitahu dan memaafkan dalam perkara-perkara yang tidak kita sepakati.” Namun jika mereka mengabaikan seruan itu, maka kami akan katakan, “Semoga keselamatan selalu dilimpahkan kepada kalian dan kami tidak menginginkan apapun kecuali ikatan cinta kerana Allah. “ Kajian dalam buku ini memaparkan pandangan yang jelas dan menyeluruh terhadap manhaj perubahan dan konsep merealisasikan tujuantujuannya. Di dalamnya juga terdapat jawapan terhadap pertanyaanpertanyaan yang banyak diutarakan, serta penjelasan permasalahan yang banyak mengandungi perbezaan, mahupun perbedaan pikiran. Ini merupakan

11

namun bersilih ganti masa sinarnya meredup dan padam. Mula-mula cahayanya terang benderang selama beberapa waktu. penulisnya adalah salah seorang yang dibina dalam barisan dakwah. Ramadan 1426 H/Oktober 2005 IR. atau menyimpang dari prinsip-prinsipnya. Ini merupakan tambahan rujukan yang ditulis dan diedarkan oleh aktivis dakwah Ikhwan. Dan kita mengagungkan seseorang yang merupakan hak Allah. menyandang dan teguh di atas prinsip-prinsip jama’ah. Muhammad Khairat Syathir Wakil Mursyid ‘Am Ikhwanul Muslimin Pendahuluan Pendahuluan Sepanjang perjalanan sejarah. Cairo. kumpulan. atau arusnya berubah dan 12 .langkah serius yang dilakukan untuk menjelaskan pandangan dan manhaj dakwah Ikhwanul Muslimin serta tujuan-tujuannya. untuk menjelaskan dakwah mereka dan menjawab syubhat-syubhat.kumpulan penyeru perbaikan lahir dan berkembang subur.

berjalan di atas jalan dan manhaj yang sama.akhirnya dikendalikan oleh peristiwa dan perkembangan zaman. Kita melihat hal itu dengan penuh keyakinan. kurnia dan pengawalan-Nya terhadap kelangsungan dakwah ini. dakwahnya mengalir selama lebih kurang 77 tahun. Kita melihat ada sesuatu yang berbeza . iaitu tarbiyah. Perubahan dan kelemahan pada kumpulan. tidak ada perubahan dan penyimpangan. Setelah berlalu beberapa generasi dan menyatu bersama dakwah ini. dan kitapun benar. Namun sekarang kita berada di hadapan dakwah Ikhwanul Muslimin yang didirikan oleh Imam Syahid Hasan Al Banna – kita berbaik sangka dengan mengatakan beliau gugur sebagai syahid. kemudian gugur syahid pada usia yang masih muda tahun 1949 M . walaupun kita sebenarnya tidak berhak memastikan kesucian seseorang di atas ketentuan Allah-. tekanan dan penyeksaan. dan akhirnya ia menjadi memori di halaman sejarah. Kita juga mengetahui kekuatan pembangunan yang menjadi batu asas dakwah ini. dan persiapan para rijal di dalam jama’ah melalui pembinaan yang dilakukan Imam Syahid Hasan Al Banna dan generasi pertama dakwah ini. serta pelbagai rintangan.kumpulan tersebut kita saksikan terjadi setelah satu atau dua generasi berikutnya atau setelah terjadinya rentetan peristiwa tragis yang menimpa. Kita melihat dakwahnya begitu kuat dan tegar. pada bulan Dzulqa’dah 1347 H/ Maret 1928 M. dia tetap berjalan di atas prinsip-prinsip dan misi yang diperjuangkannya.benar mengetahui bahawa hal itu terwujud tiada lain adalah berkat izin Allah. 13 . Dengan izin Allah dia menjadi harapan baru bagi umat Islam di Timur dan Barat. usianya waku itu sekitar 22 tahun. untuk kembali mengembalikan kemuliaan Islam di persada bumi... padam apinya atau koyak layarnya. meskipun harus berhadapan dengan beragam ujian dan konspirasi. dan bahkan berada di penjaga terdepan di medan perjuangan antara Islam dan kebatilan.

Dalam pembahasan ini juga terdapat pengulangan ucapan-ucapan Imam Syahid di beberapa bab dan fasal. rentetan peristiwa dan pengalaman-pengalaman dakwah sebelumnya. agar kita dapat memahami secara lebih dekat pemahaman Imam Syahid secara menyeluruh. 14 . Dengan menitikberatkan kajian terhadap tulisan-tulisan Imam Syahid. beliau telah menulis dan menyampaikan seruan kepada para da’I dengan pemahamannya yang mendalam terhadap Al Quran dan Sunnah Rasulullah Saw.. bukan untuk membatasi atau mempersempit cakerawala berfikir.kata Imam Syahid. terhadap sunnah perubahan di alam semesta. saya lebih memilih mengulang ucapanucapannya berbanding memberikan isyarat kepada pembaca untuk merujuk kepada perkataan-perkataannya.Kajian ini merupakan kumpulan risalah-risalah Imam Syahid dan beberapa penyampaiannya yang asalnya adalah sebuah usaha persendirian yang tentunya terdapat kebenaran dan kekeliruan. kami juga mengambil beberapa bagian dari muruid-murid beliau. Dengan kajian ini kita dapat mengetahui konsep Imam Syahid dalam perbaikan dan perubahan serta target tertinggi yang ingin dicapai dengan dakwah yang diserukannya. Islam dan keluarganya. Warisan berharga yang telah ditinggalkan oleh Imam Syahid ini sangat memerlukan kajian-kajian intensif dan pembahasan. hal ini untuk menambah penjelasan dan perincian dari risalah-risalahnya. kami juga berupaya untuk mengumpulkan perkataan-perkataan Imam yang terpisahpisah ke dalam sebuah tema atau pembahasan. Selain memperbanyakkan pengulangan kata. hal ini dimaksudkan untuk mempermudahkan para pembaca untuk memahami makna-makna yang terkandung dalam bab tersebut. Semoga Allah memberikan ganjaran setimpal terhadap apa yang telah dia persembahkan untuk kita.

Wallahu min warâ-il Qashdi wa huwa yahdi al sabîl Manshurah. Muhammad Abdurrahman al Mursy Ramadan 15 . dan berkenan memberikan doa untuk kebaikan.Saya juga berharap kepada para pembaca untuk bertoleransi dan memaklumkan jika menemui perbezaan-perbezaan dan kekeliruan di dalam buku ini. Ramadan 1426 H/ Oktober 2005 Penulis Dr.

Dasar pemikiran Dakwah Islam adalah Projek Kebangkitan: Imam Syahid1 berkata di dalam risalahnya ‘Dakwah kami’: “Kami ingin berterus terang kepada semua orang tentang tujuan kami. Hal. keistimewaan dan ciri khas Dakwah Mengenal Konsep Dakwah Ikhwanul Muslimin Pertama. walaupun kita sebenarnya tidak berhak memastikan kesucian seseorang di atas ketentuan Allah. ia tidak terbatas untuk perkara-perkara ibadah atau kerohanian . “2 1 kita berbaik sangka dengan mengatakan beliau gugur sebagai syahid. yang sejatinya mengatur seluruh urusan dunia dan akhirat.17 16 . dan membimbing mereka menuju dakwah kami. Realiti Ketiga.. Bahkan lebih terang dari sinar mentari..” Perbezaan antara kami dan kaum kami – setelah persamaan keimananbahawa mereka memiliki keimanan yang statik dan cepat tertidur. Kami memahami Islam dengan pemahaman yang luas dan integral.Bab I Mengenal Konsep Dakwah Ikhwanul Muslimin Pertama. lebih jelas dari cahaya fajar. Semuanya terang. Halangan dan inisiatif kejayaan Keempat. 2 Kutipan ringkas dari Majmu’atu Rasa-il Imam Syahid Hasan al Banna. Dakwatuna .kabur. 13. Dasar pemikiran Kedua. sementara keimanan yang bersemayam di dalam jiwa Ikhwanul Muslimin adalah keimanan yang kuat membara.16. memaparkan di hadapan mereka kaedah kami. dan lebih benderang dari putihnya siang. Di sini tidak ada yang samar dan kabur.

Jama’ah riyadhiyah. Thariqah suniyah. cadangan. Thariqah Suniyah: kerana mereka membawa jiwa untuk beramal dengan sunah yang suci-khususnya dalam masalah akidah dan ibadah. mahhabah fillah. hai’ah siyasiyah. 17 . Rabithah ‘Ilmiyah tsaqafiyah. dan seluruh segmen perbaikan. dan keterikatan kepada kebaikan.. Tidak ada kesangsian dan keraguan. “jalannya adalah sufiyah. Muktamar al Khamis. kejernihan hati. Fikrah ijtima’iyah. “hakikatnya adalah hakikat sufiyah”. kaedah. Tidak pula panjang lebar dan berbasa-basi. celupannya Islam. meluruskan persepsi yang berkaitan dengan hubungan umat Islam terhadap bangsa-bangsa lain diluar negara. dan ulamaulama terdahulu –semoga Allah meredhai mereka-. hakikat sufiyah3. mengikuti kaedah para sahabat. amal yang berterusan. dan menjaga identitinya.semaksimum mungkin sesuai dengan kemampuan mereka.” 4 Risalah. usaha penyembuhan dan kaedahnya: “Ia adalah Dakwah salafiyah. fasa. Dasar dan rujukannya adalah Islam. atau memiliki sifat tanpa sifat yang lain. Ia disampaikan secara terbuka dan tidak ditutup-tutupi atau dirahsiakan.Sesungguhnya dakwah. Jama’ah Riyadhiyah: kerana mereka sangat memerhatikan masalah fizikal dan sangat memahami bahawa seorang mukmin yang kuat itu lebih baik daripada seorang mukmin yang lemah. Sebagaimana dakwah mampu mewujudkan dan mencakup seluruh aspeknya dengan segenap realisasi amal dan sifat-sifat dakwah Islam.”4 3 Teliti perkataan Imam Syahid. Ia mengenal jalan yang dilaluinya secara jelas. dan tujuannya adalah Allah –azza wa jalla-. dan tidak mengatakan. berpaling dari ketergantungan kepada makhluk. serta sangat menjaga keaslian rujukannya kepada Islam yang suci dan jernih sebagaimana yang dibawa oleh Rasulullah Saw. hal. penyakit dan penyebabnya. Hakikat Sufiyah: kerana mereka memahami bahawa asas kebaikan adalah kesucian jiwa. mentarbiyah bangsa agar memilih izzah. 123 Dakwah salafiyah: Kerana mereka berdakwah untuk mengajak kembali (bersama Islam) kepada sumbernya yang jernih dari kitab Allah dan sunah Rasul-Nya. ia tidak terbatas hanya pada satu aspek tanpa aspek yang lain. dan syiarsyiarnya sangat jelas dan terperinci. Syarikah Iqtishadiyah. Hai’ah Siyasiyah: kerana mereka menuntut perbaikan dari dalam terhadap hukum pemerintahan. Dakwah ini juga sangat menguasai secara mendalam keadaan dan realiti kehidupan umat serta bahaya dan halangan yang dihadapinya. dan seluruh tujuannya.

namun lebih dari itu kami memiliki sebuah projek perbaikan Islami yang merupakan bahagian yang tidak terlepas dari rekonstruksi (celupan) Islam yang menyeluruh yang dengannya kita mendapatkan celupan serta obsesi yang kita miliki. sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah.Dengan ungkapan yang lain sesungguhnya kita membawa. Ini bermakna bahawa sesungguhnya kami bukan hanya parti politik yang dimiliki sebuah komuniti muslim yang memiliki misi memperbaiki Islam. 18 .                                                                              Rabithah ‘Ilmiyah tsaqafiyah: kerana Islam menjadikan thalabul ‘ilmi sebagai kewajipan bagi setiap muslim dan muslimah. Syarikah Iqtishadiyah: kerana Islam sangat memerhatikan pemerolehan harta dan pembahagiannya. “Projek dakwah Islam sesuai dengan dengan manhaj nabawi” untuk kebangkitan umat. Pentj. Ia merupakan projek yang berkaitan erat dengan peranan umat Islam di dalam kehidupan.

yang tidak dihalangi oleh batas-batas geografi. ruku'lah kamu. dan kami bukanlah lembaga sosial kemasyarakatan. sujudlah kamu. Maka Dirikanlah sembahyang. kerana hal itu semua dapat dipergunakan oleh tujuan-tujuan tertentu. walaupun bersukan secara fizikal dan rohani menjadi salah satu bahagian terpenting dalam dakwah kami. serta dalam waktu yang tertentu pula. tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. dia adalah Pelindungmu. ia tidak akan berhenti pada sebuah urusan sehingga Allah 5 Risalah Wudhu al Ru’yah. kami bukanlah parti politik.. dia Telah memilih kamu dan dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.baik penolong. supaya kamu mendapat kemenangan.              “Hai orang-orang yang beriman. wahai seluruh umat manusia . walaupun politik yang bersendikan ajaran Islam merupakan inti fikrah kami. “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenarbenarnya. Kami bukanlah bentuk-bentuk yang disebutkan di atas. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim.. dan kami bukanlah kelab sukan. dia (Allah) Telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu[993].S Al Hajj: 57-58)5 Imam Syahid berkata: “Wahai Ikhwanul Muslimin. hal. sementara kami wahai umat manusia adalah fikrah dan akidah. dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini. Al Ustadz Musthafa Masyhur.” (Q. walaupun amal-amal kebaikan dan sosial merupakan target terbesar kami. Maka dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik. supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. aturan dan manhaj yang tidak dibatasi oleh wilayah tertentu. dan tidak dibatasi oleh jenis tertentu. 4 19 . sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan.

selama tujuan dan target-targetnya jelas dan terperinci. atau tidak terbatas pada hal itu saja.197 20 . Dan tentunya ia tidak menjadi sesuatu yang menggantikan jama’ah. Dalam menghadapi rintangan-rintangan ini maka nama dan simbol tidak menjadi begitu penting. Atau kalian melakukan dakwah di atas jalan kaum bukan 6 Risalah Al Ikhwan tahta Rayat Al Quran (Risalah Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran) . namun dakwah tetap memanfaatkan lembaga-lembaga ini dan halangan. serta tidak terdapat penyelewengan dari prinsip-prinsip Islam dan akidah yang benar. universalitasi manhaj dan pembentukannya. kelab.”6 Walaupun dakwah ini tidak terhad pada parti politik atau lembaga sosial kemasyarakatan. Sebagaimana ia juga mampu berjalan dan memainkan peranan dan tugasnya dengan usaha.mewariskan bumi dan seluruh isinya. Maka janganlah merasa kecil dengan diri kalian sendiri sehingga kalian membandingkannya dengan orang-orang selain kalian. serta melakukan kerjasama dengan orang lain dalam mewujudkan target-target tersebut.halangan yang dihadapinya sebagai usaha untuk menyebarkan dakwah serta mewujudkan misi-misi Islam dan menerjemahkan nilai-nilai keIslaman ke dalam masyarakat. hal. Semua langkahlangkah ini merupakan usaha yang akan membantu dakwah serta menjadi langkah untuk mengaspirasikan target tertentu dari gerakan dakwah dan tidak bertentangan dengan konsep universaliti dakwah dan prinsippsinsipnya yang tetap. serta batasan-batasan yang benar dapat diwujudkan.kelab sukan dan parti politik (yang memiliki ideologi Islam di dalam konsep dasarnya atau memiliki kaedah perbaikan tertentu. “Ini adalah posisi kalian. sesungguhnya ia adalah hukum dari Allah Yang Maha Mencipta alam semesta. serta merupakan manhaj RasulNya yang dipercayai.usaha konsitusi dan perjuangan hukum. atau parti politik yang mampu menyampaikan misi jama’ah dan aspirasi politiknya). Maka sudah selayaknya ia mendirikan lembaga-lembaga kebaikan dan sosial. atau sebuah lembaga yang memiliki tujuan-tujuan tertentu.

serta kita harus menyelamatkan umat dari bahaya yang mengancamnya. ((“Melakukan amal-amal untuk meninggikan 7 Risalah: Al Ikhwan tahta Rayat Al Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). menyambung yang terputus. 69 21 . mengembalikan keperkasaan dan kemuliaan yang kita miliki.muslim atau kalian berupaya untuk melakukan penyeimbangan antara dakwah yang kalian ambil cahayanya dari Allah dan Rasul-nya dengan yang dakwah-dakwah lain yang banyak dilperbolehkan oleh kondisi-kondisi darurat. terutama sesuai dengan pemahaman yang benar terhadap Islam sebagaimana yang disebutkan dalam Risalah Ta’alim secara khusus dan di dalam rukun pertama ‘Al Fahm’ secara khusus. menjadikan kita wajib melakukan amalamal kolektif untuk menunaikan kewajipan-kewajipan syariah secara umum serta untuk meninggikan kalimat Allah Swt.”8 Dengan demikian.198 8 Risalah: Hal Nahnu Qaumum ‘Amaliyyun? (Apakah Kita Para Aktivis)? hal.tidak menjadi tujuan atau usaha.” Imam Syahid telah memberikan isyarat tentang fasa yang sedang dihadapi oleh umat dan ini menjadi sebuah kewajipan baginya: “Telah tiba saatnya kita harus menghadapi kekeliruan masa lalu. Keperluan kita terhadap jama’ah akan terus berlaku kewajipankewajipan yang menjadi dasar kewajipannya masih ada). dan akhirnya lenyap bersama peredaran peristiwa dan hari. hal. Misi dan Tujuan Obsesi yang sebenarnya dalam menghidupkan dakwah tercermin dalam. kita dapat meringkaskan misi-misi jama’ah yang ingin diwujudkan adalah. kita harus membaiki yang pecah. di muka bumi. Dan hendaknya obsesi ini menjadi dasar yang mendorong realisasi amalamal kolektif tumbuh dari tapak ibadah. membangunkan peradaban dan mengajarkan agama kita. “(Keyakinan yang kuat bahawasanya redha Allah Swt. serta pemenuhan kewajiban pada hari perhitungan. dan hendaknya kerja-kerja kolektif – termasuk jama’ah. namun ia merupakan kewajipan.”7 Obsesi. menyelamatkan diri dan anakanak kita.

S Al Anfal: 39) Hal itu dilakukan dengan kebangkitan bersama umat Islam.              Ertinya: “Dan perangilah mereka. agar nilai-nilai Islam dan syariatnya menjadi hukum tertinggi dan menguasai satu perempat dunia.”) Target-target tersebut diatas dapat diringkaskan dalam beberapa hal berikut ini: 1. Pembentuk individu muslim 2. agar ia mampu memimpin dunia dan menjalankan peranannya sebagai saksi terhadap alam semesta. supaya jangan ada fitnah[611] dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah …” (Q. Masyarakat muslim 4.kalimat Allah di muka bumi. Rumah tangga Islami 3.                     Ertinya: “Dan demikian (pula) kami Telah menjadikan kamu (umat Islam). Membebaskan negeri dari seluruh penguasa asing 22 . umat yang adil dan pilihan[95] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu …” (Q.S Al Baqarah: 143) Dan saling tolong menolong sesama muslim untuk melaksanakan tugas dan kewajipan-kewajipan syariat yang dibebankan kepada kita.

kefakiran. Memberikan masyarakat penyakit. 7. 2. Mengembalikan kewujudan negara Islam Antarabangsa untuk seluruh umat Islam dengan membebaskan negeri-negeri mereka. bahagian bahkan menempatkannya 23 . 3. mewujudkan persatuan dan kesatuan. dan dapat mencukupkan keperluan hidupnya sehari-hari. Memimpin dunia dengan menyebarkan dakwah Islam di satu perempat dunia. agar kebaikan dan keindahannya dapat diungkap serta menjawab syubhat-syubhat dan kebatilan. adapun maksud-maksudnya adalah: 1. beliau berkata: “Tujuan dan target kalian adalah target-target Islam yang hanif. oleh kerana itu ia tidak melupakan perbaikan menjadi aspek ekonomi Islam utama dan yang tidak akan meremehkan mengukuhkan kewangan. Memperbaiki pemahaman kaum muslimin terhadap agama mereka dan menjelaskan tentang dakwah Al Quran. tidak bergantung kepada orang lain. menyampaikannya kepada masyarakat dengan cara yang baik serta sesuai dengan konteks masa kini. Seseorang tidak akan berasa memiliki kehormatan. Mendirikan pemerintahan Islam dan mengadakan perbaikan 6. dan kemuliaan. Menghimpun kaum muslimin secara amali kedalam prinsipprinsip Islam dengan khidmat dari memperbaharui kepada kehebatan dan dan pengaruhnya di dalam jiwa. serta memberikan sokongan untuk kebaikan dan manfaat umum dalam pelbagai bentuk.keadah praktikal yang menerangkan tentang maksudmaksudnya. Imam Syahid menjelaskan tujuan-tujuan dakwah dan pelaksanaannya dalam kaedah. membersihkannya kebodohan.5. kecuali jika dia dapat menikmati rasa kenyang. Islam sangat mengambil berat aspek ini. mendirikan khilafah yang hilang dan mengembalikan wilayah-wilayah Islam yang dirampas. 4.

Syaratnya adalah kebebasan dan kemerdekaan sepenuhnya. Jika tujuan-tujuan ini tidak dapat diwujudkan kecuali dengan berdirinya sebuah negara. baik secara individu mahupun secara kolektif. 7. Dakwah Islam yang hanif tidak terbatas pada satu bangsa tanpa bangsa yang lain. kerabat dan putera-puteri mereka. Terjaminnya rasa keadilan sosial secara benar dan terpenuhinya peluang yang sama bagi setiap individu. hukum dan ajaranajarannya. maka sudah seharusnya kita meminta hak untuk mendirikan sebuah pemerintahan Islam yang mengambil berat nilai-nilai.persatuan status dan kesatuan dan umat. 5. sesungguhnya Allah Swt. Adalah tidak dapat dielakkan jika sebahagian dari tujuan-tujuan kalian –sebagai dakwah Islam yang benar dan menyeluruh. atau pada satu kawasan tanpa kawasan yang lain. berfirman:                  Ertinya: “Dan kami tidak mengutus kamu.S Saba: 28) 24 . tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui.seperti membebaskan lembah Nil. 6. Sehingga dapat meningkatkan sosial merapatkan jurang kelas-kelas masyarakat serta menenangkan setiap individu masyarakat terhadap dirinya sendiri. melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan.” (Q. negara-negara Arab dan negara-negara Islam dengan seluruh wilayah bahagiannya dari tangan orang asing.

Dan hendaknya dakwah kalian wahai saudara-saudaraku tercinta mengusahakan agar terciptanya perdamaian dunia dan pembinaan kehidupan baru untuk manusia. Itulan tujuan dan target dakwah kalian.” (Q.” (Q.             Ertinya: “Maha Suci Allah yang Telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya. semuanya bersumber dari nilai-nilai Islam yang hanif. dengan menunjukkan kepada mereka kebaikan dan keindahan agama kalian.S Al Furqan: 1)                              Ertinya: “Alif. 25 . serta memberikannya kepada mereka. mengagungkan prinsip dan ajaran-ajarannya kepada mereka. (Ini adalah) Kitab yang kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gelita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka. tak selembar rambutpun yang keluar dari batasan tersebut. laam raa. (iaitu) menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.S Ibrahim: 1) Ini adalah dasar pertama aspek rohani dan amal yang diletakkan di bumi ini sebagai medium penyatuan dunia.

Realiti Ciri Fasa Dakwah dan Hakikat Perselisihan: Jelasnya pandangan dalam tujuan dan target dakwah tidak akan sempurna kecuali dengan jelasnya pandangan dalam melihat cirri. jalan-jalannya dipenuhi duri. Keadaan dakwah Islam di abad kontemporari sebagaimana dakwah-dakwah penyeru perbaikan lainnya yang dipimpin oleh para Nabi –semoga selawat dan salam tercurahkan kepada mereka semua.ah tidak mengejutkan merupakan akumulasi masalah yang selama ini bersarang di 9 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah).ciri dakwah dan hakikat perselisihan.tentangan.S Al A’raf: 43)9 Kedua. Seorang da’i sudah semestinya mengetahui cirri. peluh dan darah. hal. dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. “ (Q.                Ertinya: “Segala puji bagi Allah yang Telah menunjukkan kami kepada (syurga) ini. serta pengenalan terhadap bentuk-bentuk tentangan agar dakwah dapat berjalan sesuai dengan petunjuk dan pengetahuan. Begitupula halnya dengan dakwah Ikhwanul Muslimin. dan keikhlasan semata-mata hanya kepada Allah. yang adal. yang menuntut ketegaran. ia bahkan harus menghadapi kesulitan dan tentangan. -ia harus berhadapan dengan realiti kehidupan umat yang sangat sukar.ciri jalan dakwah yang panjang dan sulit yang senantiasa memerlukan kesungguhan dan perjuangan.tidak mendapat ruang yang dapat membantu mempermudahkan realisasi amal-amalnya. 249 26 .

2. Hilangnya refleksi ibadah dari akhlak dan budi pekerti. b.tengah masyarakat. Keberadaan kelompok-kelompok dan pemikiran menyimpang dari pemahaman Islam dan akidah yang sesungguhnya. fikiran yang jumud dan berlembut di hadapan kemodenan. serta adanya permusuhan dan kebencian di antara mereka. yang menyerang nilai-nilai dasar Islam. puasa. 27 . dan solat berjemaah di masjid serta ibadah-ibadah yang lain. Kepelbagaian kaedah dan gagasan para penyeru dakwah Islam. dan budi pekerti mereka. dan memberikan alternatif baru berupa konsep dan nilai-nilai dari luar masyarakat muslim. Kemerosotan keadaan masyarakat dan lembaga-lembaga perbaikannya. dan memenjarakan pemahaman keIslaman hanya sebatas ibadah dan rutin spiritual sahaja serta beberapa akhlak dan budi pekerti. 3. Dimana kita menemui ramai orang yang sangat menjaga dan memelihara ibadah solat lima waktu. kekacauan dan dominasi musuh terhadap umat-. yang kemudian mendapat sambutan dan sokongan dari dalam mahupun dari luar kawasan. seperti: 1. kadar beban yang akan dipikulnya.halangan tersebut: a. Diantara halangan. berupa keruntuhan dan jauhnya umat dari tuntunan Allah dan pelaksanaan syariat Allah. namun rutin spiritual tersebut tidak memberikan pengaruh yang ketara terhadap akhlak. Keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap Islam serta ketidak tahuan mereka terhadap dakwah Ikhwanul Muslimin. Bentuk-bentuknya sebagai berikut: 1. 4. Keterasingan Para ulama tradisional dan orang-orang selain mereka terhadap nilai-nilai ajaran Islam. 5. rintangan yang berada di jalannya serta perwatakan musuh yang akan dihadapinya. Penyelewengan dan kejumudan. ia mengenal benar keadaan ini. Disibukkan dengan perkara-perkara yang furu’ (cabang) dalam Islam dan hal-hal yang memecahkan persatuan umat.

serta tidak adanya penghormatan terhadap undang-undang. 3. 3.2. termasuk kemunduran keilmuan dan peradaban sehingga membuat kita cenderung mengikuti (apa saja) tanpa mengenal kebebasan. cita-cita untuk mengalahkan egoisme. 4. Masyarakat terpedaya oleh para Dajjal dan penipu dari para panglima dan pemimpin. ekonomi. 2.wenangnya. Kemerosotan peranan lembaga-lembaga kemasyarakatan. Lenyapnya kebebasan politik dan sirnanya perasaan dan aspirasi rakyat. Hilangnya obsesi dan tujuan-tujuan nasionalisme serta kemerosotan semangat. 6. statik serta lemahnya keperibadian yang baik dan produktif. 5. c. Tersebarnya kerosakan dan para perosak serta pencuri yang melahap harta rakyat tanpa pengawasan dan perhitungan. berupa kesungguhan. keterbatasan. serta tersebarnya iklim diktatorisme politik di dalam pemerintahan. keberanian. 4. kontradiksi dan tumpangtindih satu sama lain. Melekatnya adat dan kebiasaan buruk yang diwarisi dari generasi ke generasi. media dan lain sebagainya. Reaksi yang muncul dari keterpedayaan ini adalah lahirnya rasa curiga dan kebencian masyarakat terhadap para da’i. Rosaknya hukum dan lenyapnya iklim politik yang sihat Gambarannya antara lain: 1. baik dalam bidang pendidikan. hukum. bekerja kekuatan-kekuatan 28 . lalu merekapun bertindak sewenang. Leburnya keperibadian muslim di tengah masyarakat dan lemahnya aset-aset kemanusiaan dari unsur-unsur yang mencetuskan kejayaan. perpecahan. dan memberikan kepercayaan mereka kepada para pemimpin tersebut. kemajuan. Rosaknya Undang-undang. yang menyimpang dari dasar dan prinsip-prinsip ajaran Islam. saling mencela. Dominasi yang organisasi-organisasi memanfaatkan perosak terhadap aset-aset ini untuk kerajaan yang bekerjasama dengan kekuatan tertentu dari luar.

bagi mewujudkan citacita dan keinginan mereka mendapatkan keuntungan dari negara-negara Islam di dunia. serta mengalahkan kekuatan dan pengaruh apapun yang membahayakan posisinya di kerusi pemerintahan.mengukuhkan kedudukannya di tengah rakyat. penghasut. dan konflik dalam negeri setiap kawasan. Bentuk-bentuknya antara lain. Hilangnya penerapan yang benar dan menyeluruh terhadap syariat Islam. Perpecahan dan perseteruan antara negara-negara Islam. orang-orang yang bercita. yang kemudian menjadikannya sebagai alat dan usaha untuk melumpuhkan kebangkitan Islam dan umat. Situasi masyarakat bahkan telah sampai pada tahap hilangnya pusat dan unsur-unsur pembangun masyarakat dan umat serta lenyapnya kepemimpinan yang hakiki terhadap agama Allah di muka bumi. Pendirian negara Israel di jantung negara Arab merupakan sebahagian dari rantai konspirasi tersebut. 2. 3. Hal ini menjadikan kerosakannya semakin kritikal 29 .cita tinggi serta kaum munafik di dalam setiap segi kehidupan yang berupaya melumpuhkan dakwah. serta masalah.masalah lainnya yang sengaja diciptakan oleh para penjajah. Kewujudan para pendengki. 6. Konspirasi dari dalam dan luar negeri terhadap dakwah Islam dan umat. serta adanya usaha untuk menjauhkan nilai-nilainya dari kehidupan masyarakat dan umat manusia. 5. Kekuatan atheisme dan konspirasi terhadap Islam yang berasal dari kelompok-kelompok tertentu di masyarakat yang berupaya melakukan penghancuran dan menjauhkan masyarakat dari nilainilai keIslaman. menghulurkan tangannya untuk menyakiti serta melakukan pendekatan dan bekerjasama dengan para penguasa. 1. Konspirasi luar yang berasal dari pelbagai kekuatan penjajah asing terhadap Islam dan kaum muslimin. d. 4.

Perubahan dan perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh dan melakukan langkah-langkah bertahap sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. • Di bidang ekonomi. kewujudan politik yang menghimpun kaum muslimin –di seluruh hamparan muka bumi. • Di bidang keilmuan (konsep) dan praktikal.dan tidak mungkin diperbaiki secara sebahagiannya saja. Siapa saja yang meneliti perseteruan antara umat Islam dan musuhmusuhnya yang berasal dari luar. musuh-musuh Islam bahkan menganggap Islam sebagai musuh pertama yang ditakuti. Walaupun demikian. sesungguhnya untuk melihat jarak besar antara kita (umat Islam) dengan musuh-musuh agama ini bukanlah sesuatu yang sukar.benarnya. 30 . Jika melihat kemajuan pembangunan fizikal yang dimiliki musuh-musuh Islam terhadap kaum muslimin: • • Terdapat kesempatan besar untuk menguasai sebab-sebab kekuatan ketenteraan antara kaum muslimin dan musuh-musuhnya. maka akan menyangka bahawa perseteruan yang terjadi berjalan tidak seimbang. namun sesungguhnya mereka tidak memiliki autonomi dalam ekonomi dan sebenarnya mereka tidak menguasai dan memiliki kekayaan negerinya dengan kepemilikan yang sebenar. Kerana itu mereka akan terus menggempur umat Islam hingga dapat menaklukkannya. Sebenarnya kita sedang didera oleh ekonomi yang tidak autonomi.ternyata tidak memiliki kebebasan dan kekuatan untuk menetapkan keputusan sendiri. kerana mereka mengetahui benar bahwa mereka belum menemui pertempuran dan perseteruan yang sebenarbenarnya sampai sekarang dan belum mampu melumpuhkannya. potensi dan kekuatan umat Islam tetap diperhitungkan. Di pentas politik. walaupun umat Islam telah menikmati kekayaan alam negerinya yang melimpah ruah.

Dengan demikian. ciri khas. “Dari sini tampaklah refleksi keIslaman yang kuat. Musuh-musuh Islam tidak puas hanya dengan ruang peradaban di bidang ketenteraan. pembinaan dan pembentukan (sibghah) Islami. namun ia kerap berhadapan dengan rintangan jika wujudnya seorang muslim yang benar-benar memegang komitmen keIslaman di waktu yang lain. dengan hanya mendapatkan kesempatan. Oleh kerana itu.Dalam kadar tertentu. politik. tempat pertempuran sebenaryang dijadikan musuh sebagai medan melakukan gempuran terhadap Islam adalah medan kewujudan muslim. ekonomi dan lain-lain. keluarga dan masyarakat. baik secara individu. maka kemudian mereka membuat lubang pada wadah (keperibadian muslim) agar tidak dapat digunakan untuk memelihara nilainilai keIslaman dan tidak mampu bergerak ke masa depan. yang penuh. musuh-musuh Islam telah mampu menyingkirkan refleksi keIslaman individu dan masyarakat muslim. namun mereka juga memasukkan rasa takut ke dalam jiwa umat Islam. Imam Syahid menjelaskan tentang keadaan umat dan masyarakat. Sesungguhnya musuh senantiasa berupaya melakukan kerosakan terhadap kewujudan muslim dan melenyapkan dari dirinya sendi-sendi rukun Islam dan menggantikannya dengan nilai-nilai yang lain. dengan akhlak dan kebiasaan-kebiasaannya. Namun ketika mereka merasakan kegagalan dalam usahanya mengeluarkan muslim dari agamanya. Musuh-musuh Islam benar-benar mengetahui bahawa setiap muslim masih berpotensi dan berpeluang membawa Islam secara sempurna pada suatu hari. kelimuan. maka pertempuran yang sesungguhnya adalah terhadap: Pembentukan individu dan masyarakat muslim. cemerlang dan deras di pelbagai segmen kehidupan Mesir. Sesungguhnya medan pertempuran antara kita dengan mereka adalah perwatakan. Nama-nama yang digunakan 31 .

238 Risalah: Al Mu’tamar al Khamis (Muktamar Ke V). menjalani merebaknya terapi budaya mementingkan serta diri sendiri berbanding Allah kepentingan umum. “Lemahnya akhlak dan kehilangan teladan tertinggi. bahasanya Arab. kita hidup dengan kehidupan yang bergoncang dan saling berselisihan.” Namun ketamadunan Barat telah menggempur kita dengan gempuran yang kuat dan luar biasa melalui ilmu pengetahuan. dan merobohkan naungan pemikiran Islam tentang kehidupan sosial masyarakat Mesir dalam pelbagai bidang.. Dengan begitu. hal. yang tak pernah kita kenal sebelumnya. masjid-masjid yang besar ini disebutkan di dalamnya nama Allah. Kehidupan Barat dengan segala gemerlap dan fitnahnya serta dengan segala tampilan kekuatan fizikal berupaya menguasai dan mendominasi di seluruh sudut kehidupan kita. yang akhirnya membuatkan kita berusaha mengubah keadaan kita dan mencelupnya dengan celupan Eropah. Gempuran ini telah memberikan pengaruh yang sangat besar. politik. Inilah sebenarnya penyakit umat. beliau mengatakan. darinya terdengar seruan kebenaran setiap pagi dan petang.”11 10 11 Risalah: Dakwatuna fi Thaur Jadid (Dakwah kami di zaman baru) . permainan dan pelbagai kenikmatan yang melenakan. kemewahan dan kesenangan. seluruhnya merupakan kebenaran. Hal. sehingga kita kagum dan tunduk di hadapannya.menggunakan bahasa Arab. Kita kemudian memenjarakan kekuasaan Islam di dalam hati dan tempat-tempat ibadah.”10 Imam Syahid menggambarkan penyakit yang semakin kritikal dalam tubuh umat. tidak berani menghadapi kebenaran dan lari ketika penyembuhan. 152 32 . dan memisahkannya dari urusan-urusan kehidupan duniawi. harta. perpecahan –semoga memusnahkannya-. kita memiliki perasaan yang tidak bergetar seperti getarnya terhadap Islam dan apa yang berhubungan dengan Islam. serta menjauhkannya satu sama lain dengan jarak yang sangat jauh.

keperkasaan dan penyebarannya. dengan tetap meyakini adanya musuh dan peranan mereka. yang terbit pada 30 Juni 2005 M.”12 Namun bahaya luar ini tidak berbentuk titik yang sangat berbahaya atau ancaman yang luarbiasa terhadap Islam.• Sesungguhnya permusuhan Barat dan Zionis terhadap dunia Islam – atau dengan projek kebangkitan Islam-. Sesungguhnya dakwah yang kita serukan adalah dakwah rabbani yang mempunyai sumber dan mendapat pertolongan dari Allah Sang Pemilik semesta. sekuat mana kekuatan barisan kita serta ketegaran di atas visi dan misinya. Maka jangan jadikan ancaman musuh dari luar ini sebagai lilin untuk menutupi kesalahan dan kekurangan kita. hal. tidak hanya matlamat ekonomi atau perdagangan –walaupun ini merupakan bagian dari matlamat mereka. 16 33 . kerana kekuatan Arab bertaut erat dengan kekuatan Islam. iaitu tidak berlebihan menghadapi pengaruh dan marabahaya ancaman musuh dari luar ini. yang diatur oleh keseimbangan dan sunnah Allah di dalam perubahan dan penempatan. Moro Berger mengatakan di dalam bukunya ‘Quwaa al Syar al Mutahâlifah’. Musuh-musuh Islam berkerjasama bersama orang-orang bodoh dan mereka yang tertipu dari kaum muslimin. atau sebagai alasan ketika kita gagal melaksanakan tugas. Untuk itu Islam harus diperangi. Untuk dihancurkan tanpa persatuan bangsa Arab yang merupakan kunci kekuatan Arab. Asas utamanya adalah sebesar mana kekuatan kita berpegang teguh terhadap manhaj dan tujuan-tujuan Islam. Untuk itu. namun disebabkan Islam. kita harus mengambil jalan pertengahan. seperti alat dan para hakim yang menjual akhirat mereka dengan dunia. untuk melenyapkan jati diri dan 12 Dikutip dari Akhbar Afaq Arabiyyah.target utama mereka adalah perlawanan terhadap nilai-nilai keIslaman yang lengkap dan peradabannya yang sempurna. dan tidak pula meremehkan permasalahannya. “Rasa takut terhadap Arab dan perhatian kami terhadap bangsa Arab bukan kerana minyak dan gas yang dimiliki Arab.

maka pandangan yang kami miliki sangat jelas ketika kami bertekad untuk melakukan jihad dan perjuangan di medan pertempuran yang sebenarnya. krisis ekonomi dan sosial. maka cukuplah bagi kita menjadi jambatan yang akan menghubungkan dakwah dan petunjuk ini kepada mereka yang memiliki kekuatan yang lebih besar untuk melakukan misi dakwah ini. medan tarbiyah. atau menjadikan hal ini sebagai alasan untuk meninggalkan dakwah. Untuk itu. adapun tangan-tangan keji yang digunakan musuh untuk melawan kita yang merupakan perpanjangan dari kekuatan mereka. cukuplah bagi kita menjadi rantai 34 . Tentang Kewajipan Dakwah Walaupun kita dikepung oleh usaha. pendidikan. Atau dengan ungkapan yang lain. pembentukan diri dan pemeliharaan identiti muslim. tidak seharusnya kita lemah dan putus asa. telah sampai pada tahap menjual akhirat secara fizikal dengan dunia. 2.identiti muslim dan penghancuran terhadap proses pembentukan peribadiperibadi muslim. Mereka juga menggunakan kaki tangannya dari beberapa kawasan dan daerah untuk memerangi kita.usaha penyempitan gerakan atau semakin besarnya jarak antara cita-cita dan realiti yang kita hadapi. dan hal itu berkat kekuatan dan pertolongan Allah. Kaki tangan mereka ini tiada lain adalah talitali yang mereka miliki yang dikhayalkan di hadapan kita seolah-olah benda hidup. Jika kita mendapatkan kemenangan sebagaimana yang kita harapkan untuk umat berupa kebaikan dan hidayah maka itulah yang kita peroleh. baik secara teori mahupun praktikal untuk mewujudkan kebatilan mereka dengan melalui media. iaitu dunia orang-orang bodoh dan para pemimpin. Sesungguhnya dakwah adalah sebuah kewajipan yang berada di bahu kita. Dan mereka menggunakan segala macam cara dan kemudahan. Imam Syahid mengatakan: 1. Tentang kewajiban dakwah dan dengan hasil apapun.. Jika tidak.

dan yang ketiga untuk memberikan sumbangan. dan tidak menerima alasan ataupun belas kasihan. Sementara 13 Dari Makalah: Al Dakwah Ila Allah. yang kedua adalah untuk mendapatkan pahala di akhirat. 246 35 . dan tidak ada keraguan dalam hal itu jika syarat-syaratnya telah dipenuhi. persiapkanlah diri kalian. maka cukuplah bagi kita meminta maaf kepada Allah.82 Februari 1999. dan Dia tak akan meninggalkan usaha kalian. “Sesungguhnya seorang da’I bekerja untuk menunaikan kewajipannya merupakan hal yang pertama. lalu menunaikan amanah dan melakukan apa yang menjadi kewajipan. Dikutip dari buku. “Ingatlah nikmat Allah yang telah diberikan-Nya kepada kalian. Imam Syahid. karya Fuad Al Hajarsi. persiapkan dakwah. dan supaya mereka bertakwa. Al Imam Syahid Hasan Al Banna. Majalah Dakwah. 3. Vol.”14 Beliau berkata. Renungkanglah firman Allah dalam Al Quran:           Ertinya: “Mereka menjawab: "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu. Jika hal itupun tidak mampu kita lakukan. dan sampaikan berita gembira. untuk menjelaskan kepada kita tentang kewajipan dakwah yang tak mungkin ditinggalkan kecuali memenuhinya.13 Imam Syahid juga mengatakan kepada Ikhwan. sesungguhnya masa depan adalah milik kalian.” (Q.S Al A’raf: 164) • Demikianlah tiga tingkatan yang menjadi tujuan dakwah. jika dia melakukan dakwah maka dia telah menunaikan kewajipannya dan akan mendapat pahala dari Allah. 14 Risalah Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemuan Ketua-ketua Wilayah). Seorang da’i. dan sesungguhnya Allah selalu bersama kalian. yang tertinggi adalah yang pertama. hal.antara penyeru dakwah yang telah mendahului kita dengan generasi yang akan datang berikutnya.

“Telah tiba waktunya. hati-hati yang lengah.merupakan halangan terbesar yang akan kita hadapi. untuk serta dalam mewujudkan melakukan kebiasaan projek-projek menguasai aset-aset perubahan keseluruhan bidang ekonomi.54 Risalah: Da'watuna (Dakwah kami). politik dan sosial kemasyarakatan. Pada fasa ini.”16 Ketiga: Halangan dan Faktor-Faktor Kejayaan Halangan dan rintangan yang dihadapi dakwah: Realiti di lapangan dakwah. dan menentukan targetnya. Rintangan-rintangan tersebut tergambar dalam tiga usaha berikut17: 1. 20 (rangkuman) 36 . dakwah menghadapi pelbagai rintangan di setiap tahap.15 Risalah: Wudhuh Ru'yah . 15 16 17 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). 2. Adapun mereka yang dilanda kelalaian dan kebingungan.untuk manfaat. dan hendaknya dia berupaya untuk mewujudkan target-targetnya tersebut hingga dia sampai kepada tujuan yang diinginkan. baik dalam proses pembentukan individu mahupun masyarakat muslim. hal. Hal. hal. maka dia akan menerima dosa atas kelalaian tersebut dan dia kehilangan kesempatan mendapatkan pahala jihad dan tentu tidak dapat memberikan sumbangan. Sejumlah usaha untuk melemahkan peranan kepemimpinan gerakan Islam antarabangsa. Suatu waktu kesempatan datang dan tak diperhitungkan yang membuat pekerjaannya membuahkan hasil yang lebih berkat.”15 Beliau juga berkata. maka bukanlah termasuk jalan orang-orang mukmin. maka urusannya kembali kepada Allah. Usaha- usaha memasukkan dan projek Barat secara dan Zionis umat. karakteristik setiap fasa. Musthafa Masyhur. dan hakikat perselisihan –sebagaimana yang kita sebutkan sebelumnya. dimana seorang muslim harus mengetahui tujuannya.19. berbeza jika dia memilih berhenti meninggalkan pekerjaan. permainan dan gurauan.

karya Ibnu Hisyam 37 . bahawasanya dakwah yang kalian serukan masih sangat asing di kebanyakan masyarakat. maka kalian akan menerima dendam dan permusuhan. serta target-target dakwah. “Tiada seorangpun yang membawa risalah sepertimana yang engkau bawa.” Nabi Muhammad Saw. kalian akan berhadapan dengan bermacam halangan.masing. duhai seandainya aku dapat bersama mendampingimu ketika engkau diusir oleh kaummu. Dan pada hari di mana mereka mengetahui dan mengenal tujuan. Penyingkiran ini sama seperti sebagaimana yang dikatakan oleh Waraqah bin Naufal ketika peristiwa turunnya wahyu kepada Rasulullah Saw.”18 Imam Syahid menjelaskan halangan dan rintangan yang akan dihadapi oleh para da’i. Kalian akan menemui di hadapan kalian pelbagai beban berat.3.” “Kebodohan penduduk negeri terhadap hakikat Islam akan menjadi halangan di hadapan dakwah yang kalian serukan. maka pada saat itulah sebenarnya kalian telah menempuh perjalanan para da’i.”Dia adalah malaikat yang turun kepada Nabi Musa. dan kalian masih mudah menyerukan dakwah. “Apakah mereka akan mengeluarkannya? Warawah menjawab.. Waraqah berkata kepada Rasulullah Saw. Usaha untuk menyingkirkan kita dari penyebaran pengaruh dalam masyarakat serta menghapuskan peranan umat Islam dari seluruh sektor awam di kawasan masing. berkata.” “Kalian masih belum dikenali. Rintangan yang ada di jalan dakwah kita: “Aku ingin berterus terang kepada kalian. dan kalian akan bersiap-siap memenuhi tuntutan dakwah untuk berjihad dan berjuang. melainkan akan diusir oleh kaumnya. Dan kalian akan menemui bagaimana para ulama dan orang-orang yang tampak berkomitmen tinggi memegang nilai-nilai Islam masih berasa 18 Dikutip dari sirah nabawiyah..

Orang-orang akan menunjukkan jarinya kepada kalian di sekitar dakwah yang kalian bawa dengan debu-debu syubhat dan tuduhan-tuduhan yang keji.                    38 . akhlak yang semakin runtuh. Para pemimpin.. Untuk melakukan hal itu mereka memanfaatkan pemerintahan yang lemah. pembesar negeri dan para pemilik kekuasaan akan mendengki kalian.. Mereka akan berupaya mencari celah-celah kekurangan...asing dan takjub terhadap pemahaman Islam yang kalian bawa dan mereka akan mengingkari jihad kalian... Seluruh pemerintah akan berdiri di hadapan kalian dengan sikap yang sama. serta kepada kalian dengan penganiyaan dan permusuhan. dan tangan-tangan yang terjulur kepada mereka dengan permintaan. dan setiap pemerintah tersebut akan berupaya melumpuhkan kegiatan kalian dan akan meletakkan rintangan di jalan kalian. dan menunjukkannya kepada manusia dalam bentuk yang sangat buruk... Orang-orang tersebut akan berupaya menutup setiap peluang kebangkitan kalian dan mematikan cahaya dakwah kalian. dengan menggunakan kekuatan yang mereka miliki serta harta dan kekayaan yang mereka miliki.

Walaupun demikian. dan rumah-rumah kalian akan digeledah..” (Q.S AL Ankabut:2) Akan tetapi setelah ujian dan fitnah itu.kala akan berjalan cukup lama. sedang mereka tidak diuji lagi? (Q. kalian akan ditangkap dan dijerumuskan ke dalam penjara. Masa ujian yang menimpa kalian ini kadang. kesabaran dan ketegaran. Imam Syahid Hasan Al Banna menjelaskan bahawa jalan dakwah adalah jalan panjang yang dipenuhi perjuangan dan pengorbanan. kalian akan dibuang negeri dan terusir. Apakah kalian tetap bertahan untuk menjadi para penolong agama Allah?” 19 Yang mulia. Allah menjanjikan kepada kalian kemenangan untuk para pejuang serta ganjaran yang berlipat ganda untuk mereka yang berbuat kebaikan.Ertinya: “Mereka berkemahuan memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan. jalan ini merupakan jalan yang satu-satunya dan tidak ada jalan lain: 19 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini).S Al Taubah:32) Maka kalian akan masuk ke wilayah fitnah dan ujian. 109 39 .. firman Allah:              Ertinya: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami Telah beriman". walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. hal.ucapan) mereka. dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayanya. kalian akan mendapatkan kesukaran dan kehilangan pekerjaan.

• Kaedah Ikhwanul Muslimin dalam menciptakan perbaikan dalam masyarakat adalah memusatkan perhatiannya terhadap kesedaran setiap individu. 20 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dengan menguatkan komitmen terhadap rukun-rukun baiat pada setiap individu dalam barisan dakwah. pembinaan dan menghidupkan umat dan memaksimumkan potensi-potensi yang dimilikinya. diantaranya adalah keimanan yang mendalam. namun tidak ada jalan lain yang menjadi pilihan. dan yang akan menjadi sandaran dalam mewujudkan tujuan-tujuan dakwah.. serta melakukan hubungan dan kerjasama dengan orang-orang ikhlas yang lain untuk menciptakan kemaslahatan dakwah dan mendorong perpaduan kalimat dan persatuan barisan masyarakat. keyakinan dan harapan terhadap pertolongan Allah Swt.” Siapa saja yang ingin cepat menikmati buah sebelum masanya. maka aku tidak menjadi sebahagian darinya dan sebaiknya dia keluar dari dakwah ini dan memilih jalan dakwah yang lain. pembinaan yang teliti.” 20 Bekal Kita Menghadapi rintangan: • Ikhwanul Muslimin menghadapi rintangan-rintangan ini dengan perspektif yang menyeluruh dan kaedah yang komprehensif untuk perbaikan. yang akan melindunginya dari serangan musuh-musuh. dan tidak akan meremehkan langkah-langkah dan fasa-fasa tersebut. menjaga keseimbangan di seluruh fasa-fasanya. senantiasa berbaik sangka kepada Allah.“Jalan dakwah ini adalah jalan panjang. hal. 127 40 . untuk kemenangan dakwah. atau ingin memetik kembang sebelum waktunya. dan tugas yang berkesinambungan. • Imam Syahid telah menegaskan bahawa asas dasar dakwah dalam menghadapi rintangan. ia akan menempuh kaedah membangunkan bukan menghancurkan.

“Jika ada seorang muslim yang benar. serta tetap maju walaupun di saat-saat lemah. “Tidak ada bekal apapun yang dimiliki umat dalam perjalanan berbahaya ini kecuali jiwa seorang mukmin.”21 Imam Syahid menunjukkan beberapa sudut penting yang menjadi langkah kejayaan di hadapan tentangan-tentangan ini: 1. dan perlunya manusia terhadapnya. dan dengan melakukan tarbiyah yang tepat dan benar. 2. dan kami tidak bekerja kecuali untuk mendapatkan reda Allah Swt. maka dia akan kalah dalam urusannya. maka janganlah engkau takut pada selain Allah dan merasa gentar pada selain-Nya. kedermawanan untuk melakukan pengorbanan. dan jauh dari egoisme. Hal ini merupakan langkah kejayaan yang tak mampu dihalangi oleh akibat dan rintangan. maka tidak ada yang mampu mengalahkannya. Barangsiapa yang dimenangkan oleh Allah. kami tidak menginginkan apapun selain keredaan Allah dan kebaikan untuk manusia. hal. 21 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. Berimanlah kepada Allah dan banggalah dengan pengetahuan tentang-Nya serta bersandarlah kepada-Nya. keimanan kepada Allah.• Titik tolak untuk mewujudkan hal ini adalah. Sesungguhnya kami menunggununggu pertolongan dari Allah dan kemenangan dari-Nya.cita peribadi. Kekuatan dakwah kita. dan kegagalan akan menyertai generasinya. Imam Syahid berkata. kemurnian tujuan kita dan pertolongan dari Allah. sehingga akan terwujudlah kesatuan barisan dan manhaj. Segala puji bagi Allah. Tunaikanlah kewajipan dan jauhi larangan-larangannya. sesungguhnya kami bebas dari cita. Kekuatan keyakinan dan cita-cita. Namun jika menggunakan selain itu.punca kejayaan.” Beliau berkata. 4. 3. ikatan dengan kitab-Nya yang mulia. azam yang kuat dan benar. maka padanya terdapat punca. 69 41 .

maka tiada lain kerana mereka banyak berdebat. pengorbanan. 7. hal. Berilah hadiah sesama kalian dan peliharalah ikatan di antara kalian. dalam hal yang disukai mahupun yang tidak disukai. 6. 8.5. 11. serta ingatlah selalu sirah perjalanan Rasulullah Saw. 10. serta jiwa-jiwa yang bergembira pada hari pertemuannya dengan Allah sebagai syahid di jalan-Nya. amal yang tak berhenti. Jadilah orang-orang yang kuat dengan budi pekerti mereka. Bacalah Al Quran dan tadaburi makna-maknanya. Sesungguhnya jika Allah menginginkan kebaikan untuk suatu kaum maka Dia akan memberikan mereka anugerah amalan (kesempatan untuk melakukan). Hiasi diri dengan sifat-sifat mulia dan sopan santun serta berpegang teguhlah dengan ketinggian akhlak. “Kami telah mempersiapkan diri untuk itu. keimanan yang tak tergoncang. namun jika ada suatu kaum yang tersesat setelah mereka mendapatkan petunjuk. sesungguhnya kesempatan tersebut akan datang tanpa ada keraguan. Tetaplah tegar hingga Allah memberikan kemenangan antara kalian dengan kaum. Nantikan pertolongan dan kemenangan dari Allah.”23 Beliau berkata. Dengar dan taatlah kepada pemimpin kalian dalam waktu senang dan sukar. keyakinan kepada Allah yang tak lemah. dan bangga terhadap apa yang telah diberikan Allah kepadanya berupa keperkasaan dan kemuliaan orang-orang yang bertakwa. 109-111 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda).22 Imam Syahid berkata. 179 42 . Jadilah orang-orang yang bekerja dan bukan orang-orang yang banyak berdebat. hal. kerana itu merupakan rahsia kekuatan dan kejayaan kalian. usaha. dan sesungguhnya Dia adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. pengorbanan jiwa 22 23 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Semalam dan Hari ini). 9. “Sesungguhnya dakwah kalian ini tidak akan mencapai kemenangan kecuali dengan jihad. kerana hal itu adalah simbol fikrah kalian dan menjadi usaha penghubung antara kalian.

“Jika kalian merosakkan hati kalian. maka berikanlah jiwa-jiwa kalian. 194 25 Ibid 43 . Namun kalian akan dikalahkan dengan kekalahan yang sangat dahsyat dan kalian akan kehilangan semua kemudahan untuk mewujudkan kemenangan dengan sebab.. tidak pula kerana lemahnya kelengkapan yang kalian miliki. “. dan Allah tidak memperbaiki urusan kalian. “Saya telah dan masih selalu mengatakan hal ini kepada Ikhwan dalam setiap kesempatan bahawa sesungguhnya kalian tidak akan dikalahkan selamanya dengan sedikitnya jumlah kalian. serta berjalan di atas jalan keredaan-Nya.berai dan pendapat kalian berbeza.. sesungguhnya mereka tidak akan dapat melumpuhkan kalian. serahkan roh-roh kalian. atau jika kalian tercerai. Allah firman:            Ertinya: 24 Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran).dan jihad adalah menjadi sebahagian dari persiapan kami. dan tidak pula dengan besarnya jumlah musuh kalian. dan dalam ketaatan kepada-Nya. kecuali sesuatu yang telah ditetapkan Allah. walaupun seluruh penduduk bumi bersatu. hal. dan berjihadlah di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. dan bukan pula kerana konspirasi musuh terhadap kalian.dan harta.” Namun jika kalian berpadu dalam satu hati menuju Allah Swt.”25 Imam Syahid juga mengatakan.”24 Beliau berkata.

ukhuwah yang menyeluruh. dan –dengan izin Allah. Keimanan dan cinta menyatu menjadi satu 26 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). begitupula istiqamah terhadap manhaj kebenaran. dan hal ini tak mungkin dilakukan kecuali dengan persatuan. padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya).” (Q. pengorbanan besar yang tak dihalangi oleh ketamakan dan kebakhilan. berat dan berkesinambungan. dengan pengetahuan terhadap dasar perjuangan. perasaan yang mengumpulkan hatihati kita. pahit.“Janganlah kamu bersikap lemah. perjuangan dengan perjuangan. jika kamu orang-orang yang beriman. Imam Syahid berkata. “Diperlukan sebuah perjuangan yang panjang.S Muhammad: 35) Kita menghadapi keadaan. Maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampun kepada mereka. arah yang benar menuju petunjuk kebaikan.” (Q. atau tertipu dengan yang lain.kita harus mendapatkan hak-hak kita dalam waktu yang singkat.S Ali Imran: 135)                    Ertinya: “Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah Kemudian mereka mati dalam keadaan kafir. Pada hari dimana hal ini dapat dipenuhi maka tidak akan ada satupun rintangan di hadapan kita. keyakinan dan penghormatan terhadap dasar tersebut yang akan menjaga dari kesalahan dan penyelewengan. dan janganlah (pula) kamu bersedih hati.”26 Begitupula halnya terhadap permasalahan bangsa dan usaha untuk mendapatkan kemerdekaan serta membebaskan diri dari penjajahan dan mampu mendapatkan kebebasan rakyat dan hak-hak mereka. hal. 45 44 . kesetiaan yang kuat yang tak dikotori oleh kepura-puraan dan pengkhianatan. peristiwa dan perubahan-perubahan ini dengan: “Kemahuan yang kuat yang tak tersentuh oleh kelemahan.

walau dengan makanan puteraputeri mereka. “Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin tidak bakhil terhadap dakwah yang mereka pikul.kesatuan yang hakiki..”28 Beliau juga menjelaskan. hal.. gunakan. dan mintalah pertolongan sebahagiannya dengan sebahagian yang lain. hal.pertimbangan akal.”27 “Kendalikan gejolak perasaan dengan pertimbangan. cucuran darah dan harga kepentingan mereka.” “Dan nantikanlah saat kemenangan. dan medan jihad yang sebenar bukanlah medan jihad yang keliru.” “Jangan melanggar ketentuan alam. dan mereka memahami sungguh makna firman Allah dalam Al Quran:          27 28    Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). 128 Ibid. dan medan jihad bukanlah medan amal. sesungguhnya waktu kemenangan sudah semakin dekat.. Oleh kerana itu mereka mengorbankan semua yang miliki untuk Allah. dan medan amal bukanlah medan kata-kata. dan itu adalah sesuatu yang sangat kita perlukan sekarang.” Imam Syahid juga berkata. namun tundukkanlah. “Sesungguhnya medan kata-kata bukanlah medan khayalan. serta yang melimpah dari perbelanjaan mereka . 186 45 .” Sesungguhnya sejak hari mereka memikul beban dakwah ini mereka mengetahui sungguh bahawa dakwah tersebut paling tidak akan mengorbankan darah dan harta. alihkan arusnya. kerana hal itu adalah sebuah kekalahan.. adakah mungkin ada jalan untuk mewujudkannya.

                                  Ertinya: “Sesungguhnya Allah Telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah.” (Q. sikap yang sebetulnya di hadapan rintang-rintangan ini adalah kita 29 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).kesukaran yang kita hadapi: “Wahai Ikhwan. (Itu Telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat. 187 46 .” Mereka mencukupkan diri dengan yang mereka miliki atas apa yang dimiliki orang lain.S Al Taubah: 111) Mereka menerima jual beli tersebut dan memberikan dagangannya dengan penuh kerelaan jiwa. dan Itulah kemenangan yang besar. kemudian Allah menganugerahkan kepada mereka berkat bagi yang sedikit. hal. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang Telah kamu lakukan itu. dan meyakini bahawa sesungguhnya seluruh keutamaan hanya milik Allah. dan kemudian menghasilkan hasil yang banyak. lalu mereka membunuh atau terbunuh. Injil dan Al Quran.”29 Beliau berkata pada kesukaran.

persenjataan dan perbekalan yang harus disiapkan. dan kita memberikan kepada manusia syariat Al Quran dan ia merupakan syariat yang paling adil:                 Ertinya: “Sibghah Allah. yang kita yakini dan yang akan membimbing kita menuju kejayaan dan kemenangan dengan izin Allah. Beliau menyebutkan kewajipankewajipan di jalan dakwah.tiang penyokong dakwah yang benar yang tidak akan berjaya tanpa tiangtiang tersebut. 30 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). Kita menyerukan fikrah Islam.109 47 .harus ingat bahawasanya kita berdakwah dengan dakwah Allah. serta bertambah kekuatan dan pengaruhnya. dan meminta mereka untuk: a. ditambah dengan apa yang telah beliau sebutkan di dalam karakteristik dakwah. namun ia tetap berkesinambungan dan tumbuh bersama mereka. Imam Syahid mengarahkan Ikhwan kepada rukun-rukun ini.” (Q. Dan siapakah yang lebih baik sibghahnya dari pada Allah? dan Hanya kepada-Nya-lah kami menyembah. dan seluruh yang ada di dalamnya memudahkan dan mempersiapkan jalannya. Menjaga rukun-rukun tersebut dengan tidak menguranginya b. dan itu merupakan manhaj yang mendidik. Bahawa rukun-rukun tersebut tidak berhenti pada satu fasa. hal.”30 Faktor-faktor Kejayaan Dakwah: Imam Syahid menyampaikan tentang langkah. memahami serta menjaganya.S Al Baqarah:138) Seluruh alam sangat memerlukan dakwah ini. dan ia merupakan sebaik-sebaik fikrah.langkah kejayaan dakwah dan tiang. dan ia adalah sebaik-sebaiknya dakwah.

benarnya. yang memiliki semboyan yang tinggi dan memiliki penampilan yang mewah. diuji dan dipilih hingga menambah keteguhan mereka. Sifat-sifat tersebut merupakan tiang. akan tetapi agar kalian mengetahui bahawa sesungguhnya Allah telah menuliskan kepada dakwah kalian keimanan dan keikhlasan. “Ingatlah hal ini baik-baik wahai Ikhwan.. dan hal ini tidak bertentangan dengan sikap bangga terhadap rukun-rukun tersebut dan senantiasa mengingatnya.c. e. dan oleh kerana kalian itu berusahalah menjaganya secara dan hendaklah selalu menambah kekuatan keteguhannya di dalam jiwa-jiwa kalian.tiang penyokong tersebut dengan mengatakan. serta mengembalikan seluruh keutamaan dan anugerah hanya kepada Allah dalam setiap urusan dan kejayaan. dan ini tidak Dia tuliskan pada dakwah-dakwah lain yang diuaruarkan di pasar-pasar. Bersikap tawadhu dan menghindarkan diri dari sikap sombong dan ujub. perpaduan. pertolongan dan pengorbanan. d. hingga benarbenar kuat dan tegar. bukan untuk kesombongan dan bukan pula untuk berbangga diri. pemahaman. Terbinanya diri di setiap fasa pembinaan. serta ingatlah bahawa kalian tidak memiliki keutamaan dan anugerah apapun dalam hal itu:                  48 . Hendaknya rukun-rukun tersebut memberikan pengaruh yang kuat di jiwa-jiwa mereka serta pengaruh-pengaruh praktikal dan spiritual. Imam Syahid mengingatkan tentang tiang.tiang penyokong dakwah yang sebenaroptimum.

Katakanlah: "Janganlah kamu merasa Telah memberi nikmat kepadaku dengan keIslamanmu. Pembangunan dan pembinaan individu yang baik 5. 4. manhaj dan tujuan-tujuannya. 7. Sebenarnya Allah. baik syiarnya. 204 49 . Kefahaman yang benar dan menyeluruh. serta jelasnya pandangan dan tujuan. jihad yang terus menerus. Amal yang berkesinambungan. Membina kekuatan iman dan kebesaran jiwa 3. dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar. 31 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Keistimewaan dan ciri khas dakwah Dakwah Kami adalah Islam yang kukuh Dakwah Ikhwanul Muslimin adalah dakwah Islamiyah yang berkesinambungan dalam segala sesuatu. ia tidak menerima alternatif lain selain Islam. Keempat.     Ertinya: “Mereka merasa Telah memberi nikmat kepadamu dengan keIslaman mereka. hukum-hukum perubahan. Kekuatan ikatan dan pengorganisasian serta ketahanan bangunan internal. 6. Keikhlasan dan penyucian diri (tajarud) hanya untuk Allah 2." (Q. pengorbanan dan kesabaran. aturanaturan semesta serta pemanfaatan yang baik terhadap sunahsunah tersebut.S Al Hujurat: 17)31 Kita dapat menyimpulkan usaha dan tiang. hal. prinsip-prinsipnya. Pemahaman yang nyata terhadap sunah-sunah Allah dalam proses kemenangan di muka bumi.tiang dasar tersebut di atas dengan beberapa isi berikut: 1.

”32 Sebagai dakwah yang universal.usaha yang pelbagai yang bergerak dalam masyarakat. pembanterasan kerosakan serta norma-norma lain –unsich.Konsep dan muatan dakwah yang digunakan merupakan refleksi dari pemahaman Islam yang benar dan menyeluruh. “Ketahuilah. garapan dan batasan-batasannya. “Ia tidak dinodai oleh warna lain selain Islam. namun sebagai sebahagian dari projek dan tujuan-tujuan Islam yang dideklarasikan dan diserukannya. seperti yayasan-yayasan dalam pelbagai bidang. dengan tetap menjadikan Islam sebagai rujukan. -semoga Allah memberikan pemahaman kepadamuyang pertama bahawa sesungguhnya dakwah Ikhwanul Muslimin merupakan dakwah yang umum yang tidak bersangkutan kepada sebuah kelompok tertentu. maka setiap bidangbidang tersebut memiliki segmen-segmen dakwah tersendiri serta bidangbidang garapan tertentu. ia justeru mengarah kepada keteguhan agama dan dasar ajarannya.”33 32 33 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). kelab dan asosiasi-asosiasi tertentu. 25 50 . parti politik. hal. Imam Syahid mengatakan.yang tidaklah mengejutkan merupakan sebahagian dari ajaran Islam. serta tidak ditinggalkan dengan alasan kerana kekuatan atau situasi yang tidak kondusif. ia tentu tidak hanya menjadi seruanseruan politik yang mengambil berat urusan-urusan keadilan. Jika dakwah memiliki institusi yang berbeza dan usaha. Namun tentunya seruan jama’ah yang melekat dengan nama dan kewujudannya haruslah merupakan seruan Islam yang menyeluruh. target-targetnya. hal. persamaan. dan tidak condong ke salah satu corak pemikiran yang dikenali manusia. Akan tetapi ia adalah seruan dakwah Islam yang mencakup urusan agama dan dunia yang bertujuan untuk menegakkan syariat Islam secara praktikal dan sempurna serta mewujudkan nilai-nilai keIslaman dan tujuan-tujuannya secara menyeluruh –dan tidak mengapa ia mengadaptasi projek-projek perbaikan tersebut. baik dalam tujuan.213 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). Untuk menjelaskan hal ini.

”35 • Benar. dan ketahuilah bahawa pemahamanmu dibatasi oleh kitab Allah dan sunnah Rasulullah Saw. Kerana diantara karakteristik dakwah adalah persatuan.”38 • Dakwah ini tidak menerima persekutuan. harta.”34 • Kami dunia memahami dan Islam dan dengan kami pemahaman tidak yang hal luas ini dan atau menyeluruh sebagai aturan yang mengatur seluruh aspek kehidupan akhirat. maka selanjutnya fahamilah bersesuaian dengan keinginanmu. hal. makna yang lebih luas dari makna yang dipahami oleh kebanyakan manusia. namun hal ini adalah sesuatu yang kami fahami dari kitab Allah dan sunnah Rasulullah Saw. dan dakwah hidup bersamanya. waktu dan kesihatan. yang menjawab seluruh urusan-urusannya. Kami meyakini bahawa makna Islam yang sesungguhnya mencakup dan mengatur seluruh urusan kehidupan. mendakwa memperbesar-besarkannya. dan ia juga menetapkan aturan-aturan yang sangat cermat dan teliti. dakwah kami adalah dakwah Islam dengan seluruh muatan makna yang dikandung kalimat ini. serta sirah kaum muslimin terdahulu. Barangsiapa yang telah bersedia menerima hal tersebut.badan keadilan yang diperlukan untuk perbaikan manusia.”39 34 35 36 37 38 39 Ibid. 17 Ibid Ibid. hal.• Dengarlah wahai saudaraku.”37 dakwah Ikhwanul Muslimin adalah dakwah nilai Sesungguhnya dakwah ini tidak sesuai kecuali bagi mereka yang telah menguasai seluruh aspek. maka sesungguhnya dia telah hidup bersama dakwah.”36 • • Sesungguhnya (prinsip). dan tidak diam berpangku tangan di hadapan masalah kehidupan yang senantiasa berganti serta badan. hal 16 51 . Dakwah kita adalah dakwah yang mencakup seluruh karakteristik Islam yang disifatkan padanya. 18 Ibid Ibid Ibid.aspeknya dan menunaikan seluruh tuntutan dakwah berupa jiwa. serta sirah orang-orang soleh dari kaum muslimin.

tunjang kebangkitan Islam. jihad di jalan serta memperkuatkan syariat agama Allah di muka bumi merupakan tugas kalian dalam kehidupan. dan sunnah Rasulullah di tangan kiri. hukum-hukum Islam. 43 Ibid. hal.”41 • Jika Ikhwanul Muslimin meyakini hal tersebut. dan mereka meyakini bahawa setiap tampilan kebangkitan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam atau bertentangan dengan hukum-hukum Al Quran maka hal itu merupakan percubaan yang rosak dan gagal. Kalian memahami Islam dengan pemahaman yang menyeluruh. sebagai asas kebangkitan dunia Timur di setiap barisan kehidupan.. peribadatan kepada Allah. hal. yang memperbaiki keadaan masyarakat di setiap 40 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia).”40 • Wahai kaum muslimin.”42 • Ikhwanul kawasan Muslimin Islam tidak mengkhususkan kawasan yang dakwah lain. maka mereka meminta manusia untuk menjadi tunjang. Ibid. petunjuk Islam.• Wahai kaum kami. hal. 47 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). pada sebuah mereka tanpa namun mengumandangkan seruan dakwah hingga sampai ke telinga para pemimpin dan panglima di setiap kutub bumi yang para penduduk negerinya memeluk agama Islam.. dan kalian meyakininya sebagai sebuah sistem kehidupan sosial yang sempurna aspeknya.”43 • Kalian telah mendeklarasikan sejak hari pertama bahawa dakwah yang kalian serukan adalah dakwah Islam yang murni yang bersandarkan kepada Islam . Jika seandainya hal ini merupakan siasah (politik) maka sesungguhnya hal ini adalah politik kami. hal. amal perbuatan orang-orang soleh dari umat ini adalah teladan kami. 247 37 41 42 43 52 . Kami mengajak kalian kepada Islam. sesungguhnya kami berdakwah kepada kalian dengan AlQuran di tangan kanan. nilai-nilai Islam.

dan mereka berfikir bahawa perkara itu akan membebaskan mereka dari kehinaan di dunia dan seksaan di akhirat. 44 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). dan masih banyak yang memahami bahawa rintangan yang berada di hadapan para mujahid untuk mewujudkan cita-cita Islam terlalu besar untuk disingkirkan. di antara mereka masih banyak yang memahami bahawa Islam tidak lebih dari akidah atau sebuah keyakinan yang benar atau yang salah. serta menantikan kemenangan yang telah dijanjikan Allah kepada kalian. banyak manusia yang menyerah dan berguguran di hadapan kenyataan ini. Kalian juga meyakini bahawa hal itu merupakan sesuatu yang mungkin dan mudah jika kaum muslimin menginginkannya. 47 53 . hal. sifat lemah dan keputusasaan. Kemudian kalian bangkit wahai Ikhwanul Muslimin untuk membebaskan diri kalian dan manusia dari kesempitan pemikiran. ibadah yang sempurna ataupun yang tidak sempurna. bersatu dan berusaha untuk mewujudkannya. kecilnya perasaan optimis serta rasa putus asa yang melanda jiwa. Dan masih banyak yang memahami bahawa jihad untuk memperjuangkan Islam adalah sesuatu yang akan berakhir dan berlalu waktunya.. boleh jadi ada perbezaan pandangan di antara kalian atau di antara kelompok kaum muslimin. Dengan keterbatasan pemahaman ini.”44 • Dalam tiga hal ini. hingga ia mampu menguasai komponen masyarakat seluruhnya dan mengambil posisinya di tengah masyarakat sebagaimana yang telah Allah sediakan baginya untuk kehidupan manusia.Kalian juga meyakini bahawa di antara kewajipan muslim adalah berjuang untuk Islam.

dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain. gereja-gereja. kecuali Kerana mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". tentulah Telah dirobohkan biara-biara Nasrani. rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjidmasjid.                                                                           Ertinya: “(iaitu) orang-orang yang Telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar. Sesungguhnya Allah 54 . yang di dalamnya banyak disebut nama Allah.

yang memiliki target tertentu serta menguasai kemahiran memimpin dan mengarahkan . “Kami adalah para pendakwah Al Quran dan kebenaran yang mencakupi: Thariqah Shufiyah naqiyyah. yang mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Hizb Siyasi nazhif. menunaikan zakat. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. membantu yang tertimpa musibah. dan siapakah kalian wahai Ikhwanul Muslimin? Apakah kalian adalah penganut Tarikat Sufi? Atau lembaga sosial? Atau lembaga kemasyarakatan? Atau parti politik? Maka jawapan kita kepada yang bertanya itu adalah.” (Q. “Apakah maksud perkara ini. yang memerangi kebodohan. serta mendamaikan orang-orang yang bermusuhan. penyakit dan kehinaan dalam pelbagai bentuk . berlaku baik kepada orang-orang fakir dan miskin.S Al Hajj: 40-41)45 Siapakah kalian? Apa sifat kalian? Dan manusia akan berkata. dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. Jam’iyyah Khairiyyah Nafi’ah... menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar. hal.. untuk memperbaiki jiwa dan menyucikan hati serta menghimpun hati-hati manusia kepada Allah yang Maha Besar dan Maha Tinggi. 45 Risalah Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemuan Ketua-ketua Wilayah). kemiskinan. Mu’assasah Ijtima’iyyah Qa’imah.pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya..cita dan kepentingan. (iaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi nescaya mereka mendirikan sembahyang. 247 55 . menjadi wadah aspirasi dan terbebas dari cita.

hal. bahawa prinsip dasarnya adalah prinsip dasar yang dibawa Al Quran.. tarbiyah dan jihad dengan segenap makna yang mencakupnya tiga hal tersebut.Kami adalah Islam itu sendiri wahai manusia.”47 Imam Syahid juga mengatakan.”48 Jika anda bertanya kepada mereka tentang prinsip dasar ini secara teori? Maka saya akan menjawabnya secara jelas. Al La-Ihah Al ‘Alamiyah lil Ikhwan Al Muslimin Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Adakah Kita Para Aktivis)?. “Usaha dan langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. “Apakah usaha dan langkah-langkah nyata yang dilakukan? Maka sayapun akan menjawabnya dengan sangat jelas. “Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin memiliki kaedah tertentu yang diikuti sebagai petunjuk jalan. yang mereka gunakan sebagai timbangan diri dan mereka akan mengetahui dimana mereka berada berdasarkan timbangan tersebut. 388 Ibid 56 . 46 47 48 49 Ibid. 252 Lihat.”49 • Ikhwanul Muslimin tidak menyibukkan diri dalam masalah-masalah furu’. • Mereka juga tidak melemparkan celaan kepada orang-orang yang tidak sepandangan dengan mereka. Jika anda mengatakan. “Dakwah. Tidak mengapa jika mereka melakukan kaijan dan penelitian ilmiah dalam masalah-masalah furu’. dan tidak menyibukkan diri untuk membantah orang-orang yang mengkritik mereka. tanpa menyibukkan dirinya hanya pada masalah furu’ tersebut atau justeru mempengaruhi perbezaan tersebut hingga menjadi taufan kebencian terhadap orang lain hingga menerima pandangannya. barangsiapa yang memahaminya. sesungguhnya urusan umat terakhir ini tidak akan baik kecuali jika mengikuti contoh kebaikan yang dilakukan oleh para pendahulunya. hal.”46 Diantara identiti Jama’ah Ikhwanul Muslimin adalah. maka akan mengenal kami.

pemikiran kanan mahupun pemikiran kiri. serta perbezaan-perbezaan lain sebagaimana lazim terjadi di setiap parti. mampu berpegang teguh terhadap prinsip-prinsip dakwah dengan penuh komitmen. yang tidak dihinggapi oleh perubahan. dengan keyakinan bahawa 57 . • Memahami secara sedar dan penuh perhitungan terhadap jalan dan cabaran yang akan dihadapinya. komuniti dan perkumpulan yang lain. ketinggian tujuan dan cakupannya. • Ciri khas mereka adalah komitmen terhadap prinsip-prinsip dasar yang mereka yakini. kesabaran dan kesungguhan. gagasan yang saling berseteru.• Tidak terobsesi terhadap kecetekan amal dan menyelam di belakang segala sesuatu dan peristiwa untuk mengetahui tujuan dan kemana arahnya. sesuatu yang tidak pernah wujud dalam sejarah kelompok manapun di abad ini. • Mereka tidak percaya dengan lompatan-lompatan di atas kebenaran. atau pandangan yang sempit. kedudukan dan obsesi tertentu. dan hal itu menjadi sebahagian dari proses pembentukan dan tarbiyah yang dilakukan. tidak menakutkan dan tidak pula ditakuti. Nasihat dan musyawarah merupakan perkara yang selalu dilakukan terus menerus serta tidak terputus.usaha konspirasi dan pelumpuhan. • Ikhwanul Muslimin adalah sebuah jama’ah yang setiap individunya memiliki cara pandang dan aspirasi yang pelbagai. namun justeru sangat menjaga pembangunan amal dan proses pembentukan secara cermat dan teliti. Menguasai realiti medan dan rintangan di sekitarnya. Mereka justeru bertumpu kepada dakwah dan sangat menjaganya. Langkah-langkah mereka seimbang dan dengan izin Allah mampu mengalahkan usaha. Mereka juga tidak bereaksi berlebihan dan tidak terpancing oleh pengaruh-pengaruh tertentu. atau terhadap lembagalembaga. kepastian terhadap hakikat segala sesuatu serta penerimaan hasil dengan tanpa tergesa-gesa memetik buahnya. • Tidak bergantung kepada tokoh tertentu. berkesinambungan dan mendarah daging antara generasi. kelemahan dan rasa putus asa. yang memperkaya dan membantu jaemaah dalam membuat keputusan. namun tidak terdapat aliran pemikiran.

“Mana bahagianku? Mana hakku? • Dalam beberapa waktu. Imam Syahid berkata.”50 Mereka menganggap bahwa sesungguhnya dakwah seluruhnya adalah kewajipan. berlaku ikhlas dan terdidik di dalam pangkuan dakwah. namun merupakan suatu usaha yang berlanjutan dan terus menerus. Dan tak seorangpun dari mereka yang mengatakan. sebahagian mereka tertinggal di belakang rombongan dakwah atau keluar dari gerabak disebabkan kelemahan individu atau berkurangnya rasa sabar atau kerana penyimpangan pemahaman dan kelemahan komitmen. mereka tidak menantikan kedudukan.kemenangan dan tujuannya tidak akan terwujud dalam satu generasi. seluruhnya adalah pengorbanan dan taruhan. Apa yang mereka lakukan berupa usaha untuk menggerakkan dan menyedarkan umat Islam dengan izin Allah menjadi menara terhadap kesungguhan usaha dan peranan mereka. 272 58 . pangkat dan kekayaan. 50 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). oleh kerana itu tidak sukar bagi mereka mengorbankan makanan anak-anak dan keperluan mereka sendiri demi memperjuangkan dakwah dan jihad mereka. sebuah panji yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. kerana sesungguhnya pahala dan ganjaran hanya dari Allah di akhirat. yang terlebih dahulu diketahui musuh sebelum teman. namun optimisme terpancar terhadap kemenangan Allah. hingga terwujudnya target dan cita-cita yang diharapkan dengan izin Allah. namun hal itu tidak menggoyahkan dan tidak memberikan pengaruh yang besar bagi bangunan dakwah mereka. hal. “Ikwanul Muslimin tiada lain adalah anak-anak dakwah yang meyakini dakwah. kebosanan atau kelesuan. • Mereka tidak dilemahkan oleh rasa putus asa.

dan memberikan nasihat dengan santun kepada siapa yang berbuat buruk. kekuatan dan kekukuhan bangunan dakwah. • Ikhwanul Muslimin adalah gerakan Islam yang integral menyeluruh. 3. Yang mendorong bersikap baik. peluang dan kerosakan. dalam yang tidak harakah hanya yang serta keadilan urusan-urusan membuatnya mengambil tindakan tanpa memperhitungkan hokum realiti. 51 Diambil perkataan Al Ustadz Musthafa Masyhur pada acara peringatan kesyahidan Imam Hasan Al Banna. Sumber rujukannya adalah syariat Islam 2. Berapa banyak tindakan-tindakan dan gerakan yang mempergunakan nama ‘syariat’ memberikan implikasi buruk terhadap dakwah kerana tidak didasari oleh pengetahuan dan pemahaman terhadap kenyataan dan realiti.• Dalam melakukan gerakan dan strategi. 59 . Maka strategi. dan dengan izin Allah mereka menjadi harapan umat Islam untuk mengembalikan kemuliaan dan keagungannya.strategi dakwah mereka sangat mengambil berat hukum realiti dan keadaan yang berlaku dengan ilmu dan pengetahuan. Usaha untuk meraih kekuasaan bukan semata-mata menjadi tujuan.strategi tersebut sepatutnya harus memenuhi keadilan syar’i dan keadilan harakah yang adalah tidak mengejutkan merupakan sebahagian dari keseimbangan syariat ketika berhadapan dengan realiti. yang mencurahkan perhatiannya pada perbaikan dan pembengan:51 1. 4. fasa-fasa yang akan dilalui dakwah konsekuensi apa saja yang berlaku baik berupa kebaikan maupun • Rentetan peristiwa dan badai yang melanda umat Islam adalah sebagai langkah untuk menguji kebenaran manhaj. Yang meyakini kepentingan kesatuan umat dan menjauhkannya dari pertentangan demi mewujudkan kemaslahatan umum. dengan tetap bercermin kepada prinsip-prinsip memenuhi syariat dan syar’i tujuan-tujuannya.

sekiranya ahli Kitab beriman. keluarga dan masyarakat. dan mencegah dari yang munkar. Kami adalah kaum muslimin dan cukuplah demikian. dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. Namun lebih kepada kerjasama untuk mendirikan Negara Islam yang urusannya dikembalikan kepada Allah.”52 Diantara Karakteristik Dakwah Ikhwanul Muslimin 52 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna).S Ali Imran: 110) Imam Syahid berkata di dalam memoarnnya. di antara mereka ada yang beriman. menyuruh kepada yang ma'ruf. hal.5. (Q. manhaj kami adalah manhaj Rasulullah Saw. akidah kami bersumber dari kitab Allah dan sunnah Rasulullah Saw. dan cukuplah demikian. dan beriman kepada Allah. tentulah itu lebih baik bagi mereka.199 60 . dan cukuplah demikian. perbaikan individu muslim. “Wahai generasi umat yang kami banggakan dan yang kami cintai. menuju kepada yang Allah sebutkan dalam Al Quran:                            Ertinya: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia.

hal. “Kami telah membiasakan hal ini sejak permulaan dakwah.” Beliau juga berkata. “Bukanlah termasuk aib dan cela.a.”54 53 54 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Imam Syahid berkata. “Cukuplah manusia itu berhimpun atas sesuatu yang menjadikan seorang muslim itu muslim.124 Ibid 61 .” Beliau menambahkan. sebagaimana dikatakan oleh Zaid r. Menjauhi Dominasi Tokoh dan Pembesar Ini juga merupakan prinsip dasar sejak awal pertumbuhan dakwah. Menjauhi Titik-titik khilafiyah Ikhwan meyakini tentang kebolehan berbeza pandangan dalam masalah-masalah furu’iyyah. Namun yang merupakan aib dan cela adalah sifat ta’ashshub (fanatik) dengan satu pendapat dan membatasi ruang lingkup berfikir manusia. agar warnanya yang jernih tidak bercampur dengan warna-warna dakwah lain yang diusung dan digembargemburkan oleh para tokoh dan pembesar. Imam Syahid berkata.Diantara ciri khas dakwah Ikhwanul Muslimin dan yang membezakannya dari dakwah-dakwah yang lain adalah: 1.”53 2. apabila kita berbeza pendapat. bahkan hal itu merupakan sebuah kemestian dan tidak selayaknya kita menghalanginya dan menjadikan perbezaan sebagai titik yang memisahkan dan membezakan. “Persepsi demikian ini penting bagi sebuah jemaah yang ingin menebarkan fikrahnya di suatu negeri yang tidak pernah reda gelora khilafiyah atas hal-hal yang sebenarnya tidak beguna untuk diperdebatkan dan diperselisihkan. hingga tak seorangpun dari mereka dapat memanfaatkan dakwah untuk kepentingan lain yang bukan merupakan tujuan dakwah.

“Oleh kerana itu kami lebih mengutamakan menjauhi semuanya dan bersabar atas segala kekurangan kerana mempertahankan unsurunsur yang soleh. sehingga mampu mengarahkan dan bukan diarahkan.. tiang penyangganya semakin kukuh. mempengaruhi dan menjadikan mereka bekerja untuk kepentingan dakwah. hal. sehingga pada saatnya mereka akan terkepung dan hilanglah apa saja yang ada di tangan mereka. dan prinsip-prinsip dasarnya semakin kukuh. ia akhirnya mampu menguasai kelompok tersebut dan mengarahkan mereka untuk memperjuangkan dakwah.” “Sekarang. “Namun jika mereka menolak.citaa dan konflik antara parti. Pada saat yang sama mereka harus mahu meninggalkan kebanggaankebanggaan kosong yang tidak bermakna. walau mereka dahulunya menjadi tokoh penentang utamanya. mempengaruhi dan bukan dipengaruhi. Imam juga berkata. Hal ini juga merupakan karakteristik dakwah sejak awal. Menjauhi hubungan dengan parti-parti dan golongan-golongan. maka kita persilakan dengan penuh hormat kepada para tokoh. Imam Syahid berkata. ketika alat dakwah semakin kuat. sehingga tabir itu akan terkuak dan manusia akan mengetahui segala hakikat yang tersembunyi. pembesar.Namun setelah dakwah tumbuh kuat. Pada akhirnya mahu tidak mahu mereka harus beramal demi dakwah dengan penuh kerendahan hati. meniti jalan dan beraktiviti bersama kami.”55 55 Ibid. 3. dan organisasi untuk bergabung. tak menjadi masalah bagi kami untuk menunggu sejenak sementara memohon pertolongan ke hadrat Allah. bersatu di bawah panji Al Quran yang agung dan bernaung di bawah naungan Rasulullah yang teduh.125 62 . Pada akhirnya mereka akan kembali kepada khitah utama dan hati mereka dipenuhi oleh oleh rasa yakin dan percaya. golongan. agar ia terhindar dari cita. serta berjalan di atas manhaj Islam yang lurus.

”57 8. Sambutan pemuda kepada dakwah 7. fasa Tanfidz (fase pelaksanaan) merupakan ciri-ciri istimewa yang dimiliki dakwah. Ia menembus segenap penjuru bandar dan perkampungan dan memaksa kami menanganinya dengan serius serta memenuhi tuntutannya. dakwah dan ‘alamiyah adalah (universal). hal. Insaniyah (kemanusiaan). dan ‘Alamiyah (universal). Imam berkata. hal.4.”58 56 57 58 Ibid.56 5. Tadaruj (Bertahap dalam melangkah) Tadaruj (bertahap dalam melangkah) dan bertumpu pada tarbiyah. kejelasan langkah dakwah Ikhwanul Muslimin dan penetapan tiga fasa dakwah. Fase Ta’rif. hal. Diantara karakteristik dakwah Ikhwanul Muslimin adalah. antara karakteristik kami rabbaniyah dan ‘alamiyah. Mengutamakan kerja daripada seruan dan propaganda 6. Rabbaniyah (berprinsip ketuhanan). pengenalan dan penyebaran fikrah). 123 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). 125-126 Ibid. 226 63 . “Di insaniyah (kemanusiaan). Cepat berkembang di desa dan bandar Imam Syahid berkata. yang menyatukan aspek spiritual dan akal manusia. Fasa Takwin (fase pembentukan dan pembinaan). Rabbaniyah (berprinsip Syahid ketuhahan). (fase penyampaian. meskipun untuk itu kami harus menghadapi pelbagai persoalan berat yang sangat memenatkan. namun kini laju dakwah tersebut justeru bergerak lebih cepat dan mendahului kami. “Dahulu kami berusaha kuat memacu laju dakwah dan memaksimumkan penyebarannya.

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. وليس منا من مات على عصبية‬ Ertinya: “Bukan termasuk golonganku orang yang menyeru kepada ashabiyah (fanatisme golongan). bersabda: ‫ليس منا من دعاالى عصبية . Allah berfirman dalam Al Quran:                            Ertinya: “Hai manusia. dakwah Ikhwan dikatakan bercirikan rabbaniyah (berorientasi ketuhanan) sekaligus insaniyah (peduli terhadap aspekaspek kemanusiaan). dan bukan termasuk dalam golonganku orang yang mati kerana membela fanatisme golongan.bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenalmengenal. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. hal. 227 64 .Inilah sebabnya. Ahmad)59 59 Ibid..S Al Hujurat: 13) Rasulullah Saw.” (HR. Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang lelaki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa .” (Q.

Yakni dimana pada saat itu Allah akan membalas seluruh perbuatan manusia selama kehidupannya di dunia. nescaya dia akan melihat (balasan)nya pula.S Al Zalzalah:7-8) Di saat inilah. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarahpun. mengetahui. dan merasa terhormat dengan ma’rifah kepada-Nya.                 Ertinya: “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarahpun. di saat seluruh manusia dituntut untuk pantas bangkit dengan potensi akal fikirannya untuk belajar.         Ertinya: “Dan Katakanlah: "Ya Tuhanku. “Bahawa sebuah masyarakat manusia tidak akan menjadi baik kecuali jika ada keyakinan hati yang bangkit dari dalam jiwa hingga merasa selalu diawasi oleh Allah Swt.S Thaha:114) 65 . dan kepada hari pembalasan. berkarya serta melakukan berbagai eksplorasi atas sumber daya alam demi mendapatkan manfaat yang sebanyak-banyaknya.Imam Syahid juga berkata. kenabian. Oleh kerana itu. kehidupan akhirat. nescaya dia akan melihat (balasan)nya. (Q. wajib bagi manusia untuk kembali beriman kepada Allah." (Q. tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.

123 ibid ibid 66 . tercermin dalam namanya.”63 60 61 62 63 Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).”61 Walaupun demikian. dengan kesempurnaan keIslamannya Ikhwan berusaha sekuat tenaga untuk menghindari dan menjauhi setiap sisi kekurangan dan kelemahan yang mengundang fitnah. IKhwan memahami bahawa Islam memang menuntut mereka memberikan perhatian kepada semua sisi tersebut. Pemahaman Islam yang komprehensif.Oleh sebab itu kami menyeru umat manusia kepada warna pemikiran yang memadukan antara keimanan pada yang ghaib dan optimalisasi fungsi akal. Al Ikhwan al Muslimun. “Demikianlah kita dapat melihat bahawa kesempurnaan makna kandungan Islam telah menyatu dengan fikrah kami. dan kefahaman amal serta mencakup seluruh aspekaspeknya. Imam Syahid berkata. Pada saat orang-orang selain mereka hanya menggarap satu sisi dengan mengabaikan sisi-sisi yang lainnya. maka Ikhwan berusaha menuju sisi-sisi itu semuanya. Kesempurnaan yang menyentuh semua aspek pembaharuan. “Ikhwan juga sangat menghindari fanatisme terhadap nama atau sebutan. dan aktiviti Ikhwan mengarah kepada pemenuhan semua aspek ini. kerana mereka telah disatukan oleh Islam yang integral. Diantara karakteristik dakwah Ikhwan adalah.”62 10. Hal.”60 9.

Jilid I. hal. Jilid I. dan ia melakukannya dengan penuh kepekaan. “Setiap dakwah memiliki karakteristik73. hal. Hakikat shufiyah66. Era Intermedia.228. tahun 1998) 69 Maksudnya mereka memahami bahawa Islam menjadikan thalabul ‘Ilmi (menuntut ilmu) sebagai kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah. jama’ah riyadhiyah68. tahun 1998) 68 Maksudnya mereka sangat mengambil berat masalah fizikal dan memahami benar bahawa seorang mukmin yang kuat itu lebih baik daripada seorang mukmin yang lemah. Dakwah kami adalah dakwah yang membangun dan bukan menghancurkan.”72 11. Peka dan berlemah lembut Imam Syahid berkata.semaksimum mungkin sesuai dengan kemampuan mereka(Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. Era Intermedia. tahun 1998) 66 Maksudnya mereka memahami bahawa asas kebaikan adalah kesucian jiwa.227.” Dalam mengikuti manhaj konstruktif dan bukan destruktif. hal. rabithah ‘ilmiyah tsaqafiyah69.228.228. tahun 1998) 65 Maksudnya mereka membawa jiwa untuk beramal dengan sunah yang suci -khususnya dalam masalah akidah dan ibadah. syirkah iqtishadiyah70 dan fikrah ijtima’iyah71. Era Intermedia. Hai’ah siyasiyah67. Jilid I. Konstruksi (pembangunan). Era Intermedia. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. “Selagi kalian selalu mempersiapkan diri kalian untuk 64 Maksudnya adalah mereka berdakwah untuk mengajak kembali (bersama Islam) kepada sumbernya yang jernih dari Kitab Allah dan Sunah Rasul-Nya. Jilid I. Era Intermedia. tahun 1998) 70 Mereka memahami bahawa Islam sangat memandang berat pemerolehan harta dan pembahagiannya. maka kami adalah orang yang harus melakukannya sebelum segala yang lain. diantaranya adalah.227. meluruskan persepsi yang terkait dengan hubungan umat Islam terhadap bangsabangsa lain di luar negeri. tahun 1998) 71 Maksudnya mereka sangat menaruh perhatian pada segala penyakit yang ada dalam masyarakat Islam dan berusaha mengubati dan menyembuhkannya.227. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin.Dakwah Ikhwan adalah dakwah salafiyah64. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. kecintaan karena Allah dan keterikatan kepada kebaikan. tahun 1998) 72 Risalah Pergerakan: Muktamar ke V. hal. tahun 1998) 67 Maksudnya mereka menuntut perbaikan dari dalam terhadap hukum pemerintahan. hal. hal. Jilid I.228. Jilid I. thariqah sunniyah65. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin.228. Era Intermedia. mendidik bangsa agar memiliki ‘izzah dan menjaga identitinya. Jilid I. Era Intermedia. hal. hal. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. amal yang berterusan. berpaling dari ketergantungan kepada makhluk. 123 73 Memoar Dakwah dan Para Da’i 67 . kejernihan hati. karakteristik dakwah Ikhwan yang saya yakini ada beberapa hal. Jilid I. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. hal. Era Intermedia. Imam Syahid mengatakan.

dan pada saat itu kalian harus berfikir bagaimana menciptakan lapangan kerja sosial dan merealisasikan layanan terhadap Islam. Kisah-kisah Dakwah dan Tarbiyah. maka aku wasiatkan kepada kalian untuk selalu bersikap konstruktif dan bukan destruktif. kerana sesungguhnya melakukan usaha. 74 75 Hasan Al Banna. hal. Semangat perjuangan Kami menggadaikan diri untuk dakwah dan melapangkan hati untuk melakukan segala sesuatu untuk dakwah.”74 Diantara karakteristiknya yang lain adalah: Kesepadanan antara perkataan dan perbuatan Maka kita harus mempelajari undang-undang (hukum)75 yang kita miliki.berkontribusi terhadap amal-amal Islam di segenap lapangan. Rabbaniyah (berprinsip ketuhanan) Kami senantiasa menjalin hubungan dengan Allah dengan segenap kemampuan yang kami miliki. 12. dan kami mengikuti apa yang kami katakan. cukuplah apa yang terdapat di dalamnya. Abbas Asisi.usaha pembangunan jauh lebih baik dan berharga seribu kali daripada tindakan penghancuran. Senantiasa berkumpul (berjama’ah) Kami selalu berkumpul dan merindukan pertemuan serta merasakan hak-hak berukhuwah. tinggalkanlah dahulu permusuhan dan kebencian.147 Maksud beliau adalah Al Quran Dusturuna (Al Quran sebagai pedoman kami) 68 . iaitu dengan senantiasa berzikir dan berdoa dengan doa-doa yang ma’tsur –terdapat banyak doa ma’tsur di dalam Risalah Ikhwan.

262 (Dikutip dari perkataan Imam Syahid di majalah Ikhwanul Muslimin. yang ringkasannya adalah. maka bekerjalah. Jum’ah Amin.Imam Syahid berkata. “Wahai al Ikhwan al Muslimun.124 69 . manusia dan kehidupan Realistik ketika berinteraksi dengan individu dan masyarakat serta dengan orang lain. misi dan langkah yang digunakan. hal. Manhajnya integral dan menyeluruh Dakwah universal Mengutamakan musyawarah mufakat dalam mengambil keputusan Memberikan perlawanan terhadap orang-orang yang menzalimi dan memeranginya. Ia adalah dakwah yang boleh kita sifatkan dengan beberapa sifat berikut ini:78 • Rabbaniyah al Mashdar Rabbaniyah al Mashdar (berprinsip ketuhanan) Sumber rujukannya adalah wahyu Allah Swt. awal tahun ke 5) 78 Manhaj Imam Al Banna. Pembangunan dan pekerjaan. janganlah kalian berputus asa. muslimin. paradigma dan akidah Dakwah yang logik dan diterima masyarakat. hal. • • Salafiyah dalam pemikiran.”77 kerana berputus asa tidak termasuk akhlak kaum 12. • • Wasatiyah (sifat pertengahan) Sifat peka dan positif terhadap alam.”76 Perkara-perkara umum ini telah kalian ketahui perinciannya secara keseluruhan. Dr. 125 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). • • • • • • Mengutamakan akhlak dan kesantunan dalam tujuan-tujuannya. Al Tsawabit wa al Mutgayyirat. serta tidak membenci siapa saja yang ingin mengikutinya. hal. 76 77 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).

Jamaah tidak mengambil pemahaman fikih tertentu dalam masalah-masalah furu’ yang diperdebatkan para ulama. Dari permasalahan-permasalahan furu’ dan separa. persatuan nilai dan keseimbangan. Dari ucapan dan perdebatan menuju amal dan perbuatan 3. hal itu merupakan aturan untuk mewujudkan persatuan pemahaman. selagi hal itu tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar jamaah maka hal itu tetap menjadi pendapat peribadi dan jamaah tidak menjadikannya sebagai pandangan. dan tidak berjalan sesuai dengan kemasalahatan sementara atau matlamat sesaat dan pandangan yang sempit. Dari sifat berlemah lembut dan berterabur menuju program kerja yang terencana (Dari mimpi menuju dunia nyata). Jamaah ini bergerak sesuai dengan tonggak dasar dan prinsip-prinsip dakwah.separa menuju permasalahan mendasar dan universal (Dari ibadahibadah sunah menuju ibadah-ibadah wajib dengan tetap memelihara keduanya). Dalam banyak situasi. Adapun pendapat peribadi. Namun ia merupakan mainstream yang memberikan kebebasan berfikir dalam kerangka umum dakwah Islam. Dari kesamaran menuju terang 2. Oleh sebab itu. 4. ideologi Ikhwan dan prinsip-prinsipnya. Karakteristik Manhaj Tarbiyah di Masyarakat: Diantara karakteristik manhaj Ikhwan dalam mentarbiyah masyarakat dan mengarahkannya.Jamaah ini bukan merupakan parti politik yang usaha politiknya nya mendapat bias dari golongan dan aliran pemikiran tertentu. serta dalam komunikasi-komunikasi dakwah adalah bahawa manhaj tersebut lahir dari: 1. 5. yang membiarkannya berjalan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. serta sesuai dengan hasil musyawarah dalam meluruskan dan mengembangkan. Dari perbezaan menuju kesepakatan 70 .

9. Imam Syahid berkata tentang tonggak. Dari kesukaran dan ancaman menuju kemudahan dan khabar gembira. Dari fanatisme golongan dan insklusif menuju toleransi dan keterbukaan. 7. dan keyakinan mereka dengan jiwa-jiwa mereka. Dari perpecahan dan perseteruan menuju persatuan dan perpaduan. maka 79 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). 8. Dari sifat ekstrim dan berlebih-lebihan menuju sifat sederhana dan seimbang. sesungguhnya pedangpedang kalian yang kuat tak akan meraih kemenangan kecuali dengan keimanan yang dibawanya. “Sesungguhnya keikhlasan adalah dasar • kejayaan.6. raga dan harta untuk memenangkan kebenaran. “Wahai Al Ikhwan al Muslimun. 152 71 . Hal. hingga jiwa-jiwa mereka bersatu dengan keyakinan mereka. dan di tangan Allah-lah segala urusan. Pengorbanan dengan jiwa. kebersihan hati dan keikhlasan serta amal dari keyakinan dan ketenangan.tonggak yang menopang berdirinya agama ini di bumi.79 Beliau juga berkata. Agama ini telah dimenangkan oleh perjuangan pedang-pedang kalian yang bersandar terhadap tonggak. dan hal itu yang akan membuat segala sesuatu senantiasa sesuai dengannya. Cinta terhadap kematian di jalan Allah Berada di atas perjuangan tersebut dengan berpedoman kepada Al Quran yang mulia. kesucian jiwa.tonggak berikut ini: • • • • Keimanan kepada Allah Zuhud terhadap harta kekayaan dunia dan mengutamakan kenikmatan akhirat. Jika kalian telah menjadi seperti itu maka fikirkanlah: Sesungguhnya Allah telah mengilhamkan kepada kalian kecerdasan dan kebenaran. dan pada saat itu mereka adalah ideologi dan ideologi adalah mereka.

beliau berkata. “Sesungguhnya dalam pembinaan umat dan tarbiyah bangsabangsa. umat ini memerlukan kekuatan jiwa yang besar yang tergambar dalam beberapa hal berikut: • Keinginan yang kuat yang tidak dihinggapi kelemahan Kesetiaan yang tinggi yang tidak diwarnai oleh pengkhianatan dan kepura-puraan. yang menutup turunnya pertolongan dan taufik dari Allah. maka keluarkan dia dari barisan kalian. yang kehilangan orientasi. Fuad Al Hajarsy. hal. besar yang tidak dihalangi oleh ketamakan dan • • Pengetahuan terhadap tonggak- tonggak dasar dan keyakinan terhadapnya serta penghargaan terhadap tonggak. “Dengan tiga keyakinan. atau paling tidak para pemimpin dan para pembawa perbaikannya. bangga kerana meyakininya serta optimis 80 81 Lihat buku Imam Syahid. keimanan terhadap kebesaran risalah dakwah ini. kerana dia akan menjadi penghalang turunnya rahmat.tonggak tersebut yang akan menjaganya dari kesalahan dan penyimpangan atau tertipu dengan yang lain. Setiap bangsa telah kehilangan keempat sifat ini. ia adalah bangsa yang kecundang dan membimbangkan yang tidak akan sampai kepadanya kebaikan dan tak mampu mewujudkan cita-cita.kerjakanlah.”81 Beliau berkata. tidak memiliki obsesi dan terluka masa lalunya. 136 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia).”80 Imam Syahid menjelaskan tentang kepentingan kekuatan jiwa dalam membina umat dan para penyeru dakwah serta pemusatan kekuatan dalam keimanan yang sempurna dan pengorbanan dalam perjuangan. hal. sesungguhnya Allah membantu kalian dengan kekuatan dan kemenangan. 45 72 . • Pengorbanan kebakhilan. JIka diantara barisan kalian ada seseorang yang berpenyakit hatinya.

“83 Beliau juga berkata. persepsi dan pembentukan. 121 84 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). serta membentenginya dari penyimpangan. dan kami akan melakukannya dengan kebenaran. yang didorong oleh keimanan dan dikuatkan oleh cita-cita. menunjukkannya kearah kesempurnaan dan keutamaan. kita tidak mendahului peristiwa dan tidak dilemahkan oleh panjangnya perjuangan. Islam kemudian memberikan pengenalan bagi jiwa manusia tentang ubat-ubat mujarab yang mampu menyucikan hawa nafsu.”84 “dan kami akan bekerja dengan keyakinan-keyakinan ini. membersihkannya dari nodanoda kepentingan Peribadi. dakwah menaruh perhatian besar terhadap perkembangan jiwa dan pembersihannya. 269 85 Ibid. 270 73 . hal. hal.terhadap pertolongan Allah adalah tiga hal yang dihidupkan Rasulullah Saw. penyelewengan dan permusuhan. “Sesungguhnya kita memiliki senjata yang tak lekang dimakan malam dan perjalanan hari iaitu kebenaran. di dalam hati para sahabatnya dengan izin Allah. ketakwaan.Islam sangat menaruh perhatian untuk memberikan terapi kejiwaan kepada manusia. “Guna menjamin kebenaran dan ketepatan dalam pelaksanaannya –atau minimum mendekati tepat. serta membangun pengawasan peribadi dan hati yang hidup.”85 82 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). selain ketiga senjata tersebut kita masih memiliki senjata lain. bahan pemikiran. dan setelah itu kita juga memiliki senjata keimanan dan cita-cita. iaitu bahawa kita tidak berputus asa dan tidak tergesa-gesa. 234. Imam Syahid berkata. 235 83 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).”82 Untuk menjamin kebenaran dan ketepatan setiap individu dalam menjalankan manhaj Islam. rendah hati dan rasa takut kepada Allah. yakni sumber aturan. hal. hal.

: 1. suci dan abadi terhadap Allah. pengorbanan Sebagaimana yang dilakukan para sahabat Rasulullah Saw. sebuah pemikiran itu akan berjaya diwujudkan jika. 194. keperkasaan dan ganjaran-Nya. kelebihan dan kebenarannya Persaudaraan. kemenangan dan pertolonganNya. c. Kuat rasa keyakinan kepadanya 86 Syahid serta memusatkan perhatian yang terhadap harus makna-makna beliau keimanan ini iaitu asas amal dan jihad.” • b. Dan terhadap diri mereka sendiri. Risalah Pergerakan: Ikhwan di bawah panji Al Quran. besarnya pengorbanan dan kerja keras. keagungan. maka kami juga berupaya untuk melakukannya. berkata: “Sesungguhnya. a. yang meyakini kebenaran jihad.”86 Imam pengorbanan. serta keyakinan terhadap pertolongan Allah. 193. JIhad * Mereka telah mengetahui dengan sebenar-benarnya dan seyakinbahawa dakwah yang mereka serukan tidak dan akan kerja meraih keras. hak-hak dan kesuciaannya Terhadap pembalasan.. jihad dan pengorbanan. yang kuat. “Lalu apakah persiapan kita untuk mewujudkan manhaj ini?! Jawapan terhadap pertanyaan tersebut adalah. dan mereka adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia.Beliau juga mengatakan. yakinnya kemenangan kecuali dengan jihad. kepentingan kerja keras dan kewajipan-kewajipan dipenuhi. 74 . Keimanan. • • • Terhadap manhaj. Keimanan: • Mereka telah meyakini dengan sedalam-dalamnya keimanan. “Kami pun meyakini pertolongan dan kemenangan dari Allah. Mereka adalah sebuah jamaah yang dipilih untuk menyelamatkan alam semesta. hal.

1.langkah utama yang menopang dakwah.2. 5. baik 87 88 89 90 91 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Amal yang berkesinambungan. maka Imam Syahid mengatakan. Keimanan yang mendalam 2. Kesediaan untuk beramal dan berkorban untuk mewujudkannya. Pembinaan yang sangat teliti 3. hal. 240 75 . Iman. mahabbah dan ukhuwah. Semakin bersemangat dalam merealisasikannya 4.69 Ibid. difahami. maka kita tidak akan mampu memberikan langkah apapun terhadap umat. perkasa dan kuat.langkah umum yang dimiliki dakwah tidak akan berubah dan berganti serta tidak keluar dari tiga hal berikut. “Sesungguhnya dakwah ini tidak akan mampu dipikul kecuali oleh orangorang melebur dan memberikan apa saja yang kelak dituntut olehnya. amal.”90 Sesungguhnya langkah untuk penanaman nilai dalam setiap seruan dakwah –kiranya sudah dimaklumi. hal. hal.108 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). dan terbaca bagi siapa saja yang punya perhatian kepada sejarah jama’ah-jamaah– secara global terangkum dalam empat kata.”88 “Tanpa kekuatan roh dan pembaharuan jiwa. jujur dan dermawan dalam melakukan pengorbanan dan perjuangan di tengah kemelut. jika tidak maka ia akan dikalahkan dan kegagalanlah yang akan dirasakan oleh generasi mudanya.”91 Beliau juga menegaskan tentang kepentingan pemusatan perhatian setiap individu terhadap dakwah dan menguasai seluruh aspek-aspeknya. “langkah. hal. Beramal untuk mewujudkannya. Ikhlas dalam berjuang di jalannya 3.”89 Tentang langkah. hal. 70 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini).174 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?.”87 “Dalam menempuh perjalanan yang penuh marabahaya ini Umat tidak memiliki apapun kecuali jiwa yang beriman.

” Imam Syahid berkata.cirri kejayaan dalam dirinya.tiang keimanan yang kuat kepada Allah. kesihatan.waktu. “Untuk melakukan misi dakwah. selalu memberikan apa yang diberikan kepada mereka dengan hati yang senantiasa merasa takut kepada Allah. pengorbanan dengan jiwa. raga dan harta untuk memenangkan kebenaran. “JIka didapatkan seorang muslim yang baik. Sesungguhnya ini adalah dakwah yang tak menerima penyekutuan. maka akan terdapat cirri. dan merelakan dirinya untuk memikul beban perjalanan. Maka dengan tiang. Beliau berkata. 37 76 .”93 Beliau berkata. dan mereka selalu kembali kepada Tuhan-Nya. “Beban dakwah tidak akan mampu dipikul kecuali oleh mereka yang telah menggadaikan dirinya untuk dakwah. bangunlah kebangkitan kalian. hal. serta bimbinglah umat ini menuju kebaikan. amalan yang tidak berhenti. yang senantiasa cepat menjemput kebaikan.”92 Imam Syahid berkata. serta berjalan di atas pentas perjuangan dengan berpedoman kepada Al Quran yang mulia. yang mengoptimumkan kerja mereka dengan harapan amalan tersebut diterima.”95 92 93 94 95 Risalah: Risalah: Risalah: Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). “Wahai Al Ikhwan al Muslimun. cinta terhadap kematian di jalan Allah. baiki diri dan pusatkan perhatian terhadap dakwah kalian. serta jiwa yang senantiasa bahagia jika suatu hari ia menemui Allah dalam keadaan syahid. keyakinan kepada Allah yang tak lemah. Agama ini berdiri tegak dengan perjuangan pedang-pedang kalian yang bersandar terhadap tiang. Zuhud terhadap harta kekayaan dunia yang fana dan mengutamakan kenikmatan kehidupan akhirat.”94 Beliau kemudian meringkaskan hal itu dalam sebuah kalimat.tiang ini. hal. kerana diantara cirinya adalah persatuan. kami telah mempersiapkan keimanan yang tidak tergoncang. hal.16 Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).179 Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). harta bahkan jiwa.152 Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). hal.

namun merupakan risalah penutup kenabian untuk seluruh umat manusia. Syiar-syiar yang senantiasa kami serukan adalah: Allah tujuan kami. Imam Syahid berkata. melainkan untuk mendapatkan keredaan Allah dan memenuhi kewajipan serta memberikan petunjuk dan pembinaan terhadap manusia.usaha tersebut. Kita tidak mengharapkan balasan apapun dari usaha. Ia tidak terikat dengan suatu masa tertentu atau suatu kawasan tertentu. Islam adalah manhaj yang sempurna dan menyeluruh serta 96 97 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). kami akan mengajak manusia semua untuk menyambut seruan dakwah. “tonggak utama dalam menjalankan langkah-langkah ini adalah Al Quran yang tidak dicampuri oleh kebatilan apapun baik dari kedua tangannya mahupun dari belakang. dan kami akan bekerja keras selama kami hidup. kemudian sunnah yang benar dan terjamin dari Rasulullah Saw. Muhammad pemimpin dan tauladan kami. Al Quran adalah pedoman kami.. serta sirah yang mulia para ulama-ulama terdahulu.”96 Tentang kadar kekuatan komitmen Ikhwan terhadap dakwah dan syiarsyiar yang diperjuangkannya. hingga kami hidup mulia atau mati sebagai syuhada. hal.176 Ibid 77 .Imam berkata di dalam rujukan utama manhaj ini. Ia adalah sebuah manhaj yang diturunkan Allah dari langit untuk meninggikan darjatnya yang kemudian dilaksanakan demi mendapatkan kebaikan di dunia dan kenikmatan di akhirat. dan kami akan mengorbankan apa saja untuk mewujudkannya. “Kami akan berjihad untuk mewujudkan fikrah kami. dan mati di jalan adalah cita-cita kami tertinggi. jihad adalah jalan juang kami.”97 Bab II Mekanisme Perubahan • Pengantar Agama Islam sebagai suatu manhaj yang memiliki perbezaan asas dengan manhaj-manhaj konvensional lainnya.

• Realiti dan manhaj perubahan Berbicara tentang manhaj perubahan pada saat dan realiti kehidupan terkini terhadap umat dan manhaj apapun. menetukan 98 Coba lihat kembali bab sebelumnya untuk menambah penjelasan dalam pembahasan ini 78 . serta oleh keterbatasan dan kelemahan manusia. terikat dengan tempat dan tabiat tertentu. Hal ini yang membuat para pemeluknya dapat memanfaatkan dan menggunakan percubaan-percubaan dan ijtihad manusia dalam setiap sisi kehidupan sesuai dengan perspektif Islam dan epistemiologi keIslaman. serta keanjalan dalam menerima segala bentuk ijtihad manusia dengan mainstream yang telah ditetapkan untuk hak itu. Adapun manhaj konvensional buatan manusia. Di dalam agama Islam terdapat seluruh unsur yang mendukung kehidupan dan tonggak. untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi dan menghadapi urusan-urusan mereka. keadaan. Ia bersifat terbatas dan terikat dengan zaman dan jenis tertentu.tonggak mendasar yang membuatnya mampu beradaptasi dalam menghadapi segala bentuk perubahan. sesuai dengan pandangan. yang mencakup seluruh sisi kehidupan dan pelbagai aspek-aspeknya. adalah suatu manhaj yang diciptakan oleh kelompok manusia tertentu dan di sebuah komuniti tertentu. zaman dan tabiat mereka secara khusus. yang didominasi oleh nafsu dan kecenderungan manusia. maka sepatutnya harus menentukan keadaan realiti dan penyakitnya secara teliti98. Agama yang membuat manusia menghadapkan seluruh wajahnya kepada Allah dengan berserah diri sepenuhnya dan semata-mata untuk beribadah kepada-Nya dengan penuh rasa takut dan kecintaan pada zat-Nya serta harapan untuk mendapat pahala dari-Nya.sesuai dengan setiap zaman dan tempat yang mampu mengendalikan seluruh syariat yang diturunkan sebelumnya.

“Dengan demikian. fanatisme kelompok dan kehancuran pada generasi mudanya.tanda kelemahan dan penyebab kerosakan yang dideritai umat Islam di dalam beberapa risalahnya.101 Imam Syahid berkata tentang kerosakan yang tersebar di tubuh umat dengan mengatakan. pada aspek politik oleh penjajahan musuh-musuhnya. permusuhan. Menuju Cahaya. hal.100 Imam Syahid telah menemukan secara jelas dan terperinci tanda. Dalam aspek ekonomi. risalah dalam muktamar para ketua kawasan. perpecahan. Muktamar ke V. hingga kami sampai ke tujuan yang hendak dicapai. serta atheisme yang menghancurkan keyakinan dan memusnahkan teladan utama di dalam jiwa generasi mudanya. Imam Syahid berkata.target dan tujuan-tujuan tertentu. Antara kemaren dan hari ini. 99 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Walaupun konsep dakwah telah sangat jelas dan mencakup segala hal sejak awal penyebarannya. Kepada Apa Kita Mengajak Manusia. 232 Lihat kembali karakteristik dakwah pada bab sebelumnya 101 Lihat risalah-risalah sebelumnya.”99 Dan hal ini didahului sebelumnya oleh: Dasar pegangan dan sibghah (celupan) yang akan mengarahkan perspektif dan manhaj tersebut. dengan penyebaran amalan riba di setiap kelas masyarakat serta hegemoni perusahaan-perusahaan asing atas aset dan kekayaan negerinya. 100 79 . Ia juga menderita pada aspek pemikiran iaitu dengan kehampaan dan kerosakan. serta risalahnya dalam muktamar para pelajar Ikhwan. namun dalam pelaksanaannya dakwah memiliki beberapa fasa dan tahapan yang akan dilalui. “Sesungguhnya ia sedang menderita. tahap-tahap serta langkah untuk mewujudkan target-target tersebut. Dakwah kami. kemudian menetapkan koridor yang akan dilalui. dakwah ini memiliki fasa dan tahapan tertentu yang kami harapkan dapat diikuti dan ditempuh bersama-sama.

serta manhaj. serta sifat pengecut yang memalukan. baik sebagai dasar pegangan. kebakhilan dan egoisme yang menghalangi diri dari kerja keras.”103 “Kami meyakini bahwa di dalam manhaj Islam terkandung seluruh konsep yang diperlukan umat dan kebangkitannya.tiangnya sebagaimana tertera dalam Al Quran. dan menjadi dinding dari pengorbanan. kehinaan. yang akhirnya mengeluarkan umat ini dari barisan para pejuang ke barisan orang-orang lalai dan para kecundang. 82 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? Hal. Begitupula kehampaan dalam pendidikan dan tarbiyah masyarakat yang kemudian menghalangi pengarahan yang benar terhadap pertumbuhan dan masa depan generasi mudanya serta para pembawa amanah kebangkitan umat. 90 80 . beliau berkata. visi dan tujuan. “Manhaj kami adalah Islam. kemalasan yang sangat kritikal. tidak akan mampu membetulkan orang-orang yang melampaui batas serta tidak akan mampu menolak kezaliman. iaitu dengan keputusasaan yang sangat membimbangkan. Dalam aspek kejiwaan.Dalam aspek sosial kemasyarakatan. tiang. langkah dan strategi kami adalah panduan yang kami dapatkan dari Rasulullah Saw. dengan melenyapkan akhlak dan budi pekerti serta sifat-sifat luhur kemanusiaan yang diwarisi dari orangorang soleh terdahulu dengan mengikuti budaya Barat. yang akhirnya mengalir dalam dirinya seperti aliran racun ular berbisa yang meracuni darah dan mengotori kesucian jiwa dengan hukum-hukum konvensional buatan Barat yang tidak akan mencegah para pelaku kejahatan.” 102 103 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). hal.”102 Imam Syahid telah menentukan pegangan dan tujuan dakwahnya iaitu Islam.

di atas Islam fikrah itu tegak.”106 Sumber yang menentukan tujuan-tujuan ini adalah Islam. kepada Islam fikrah itu bersandar. ada Al Quran di tangan kanan kami dan sunah di tangan kiri kami. Kita tidak mungkin mengganti Islam dengan sistem yang lain.47 Ibid Ibid Ibid 81 . dan ia sebagaimana tertuang jelas di dalam Al Quran dan sunah Rasulullah Saw. dan tidak akan taat kepada yang lain sebagai landasan hukum. tidak rela menjadikan yang selain Islam sebagai imam. hal.       104 105 106 107 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia).”105 Wahai kaum kami.”104 Kami juga meyakini bahwa semua bentuk kebangkitan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam dan berlanggaran dengan hukumhukum Al Quran adalah sebuah usaha yang rosak dan akan menemui kegagalan. Kami menyeru kalian kepada Islam. fikarh kami adalah Islam semata.“Oleh sebab itu. demi Islam fikrah itu berjihad. kepada hukumhukum dan kepada petunjuknya. serta jejak kaum salaf yang soleh dari putera-puteri terbaik umat ini adalah teladan kami. sungguh ketika kami menyeru kalian. kami harus membangunkan kebangkitan dunia Timur sesuai dengan tonggak dan prinsip-prinsip dasar Islam dalam setiap aspek kehidupan.”107 “Oleh sebab itu. kepada ajaran-ajarannya. dan demi meninggikan kalimatnya fikrah itu berbuat dan beramal.

Dengan demikian. dan Allah telah meletakkan sebuah manhaj tertentu yang mesti dilalui generasi pertama kaum muslimin –semoga keredaan Allah tercurah kepada mereka semua-. yang bertindak untuk mencelup umat dengan celupan Islam yang sempurna dalam setiap aspek kehidupannya. iaitu: 1. dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. selesai sudah langkah pertama dalam manhaj dakwah. 3. Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Dakwah secara sembunyi-sembunyi 2. dalam berdakwah. hal. Kemudian melakukan perjuangan dan berpaling dari kebatilan menuju kebenaran. “Langkah-langkah tersebut sangat jelas dalam langkah perjuangan yang ditempuh dakwah Islam generasi pertama.”109 Imam Syahid merangkumkan garis perjuangan Rasulullah Saw. 99 Risalah. baik syariat maupun penerapannya.    Ertinya: “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam. yang merupakan gambaran yang diberikan oleh Rasulullah Saw. 108 109 Risalah. 88 82 . kemudian mempersaudarakan antara jiwa-jiwa tersebut dan menempatkan singgahsana keimanan di hati-hati mereka. Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya. hal.. Kemudian dakwah secara terbuka serta upaya memperjuangkannya tanpa rasa bosan. beliau berkata.S Ali Imran: 85)108 “Seungguhnya tujuan Ikhwan terletak pada pembinaan generasi baru dari kaum muslimin dengan ajaran-ajaran Islam yang benar. Lalu hijrah menuju hati-hati yang subur dan jiwa-jiwa yang sedia menerima hidayah. Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda).” (Q. 4.

83 . “Sesungguhnya kalian adalah para da’i tarbiyah. 89. Ini adalah tugas dan peranan kalian yang oleh manusia dilihat masih sangat jauh. serta bertahun lamanya umat tenggelam dalam genangan kerosakan yang merebak ke setiap tempat. Imam Syahid berkata. para sahabat dan tabi’in kemudian meneruskan model dakwah ini secara lengkap di tanah Arab dan hingga tersebar ke negeri-negeri yang lain. Adakah kalian berfikir atau manusia menyangka hal ini adalah masalah yang ringan? Bahkan tujuan kalian lebih luas dari ini.110 Tentang jauhnya target perubahan yang hendak dicapai serta peranan yang ingin diwujudkan. amal yang berkesinambungan. kecilnya cita-cita dan pemutusan silaturahim. penyakit. meyakinkan dan membangkitkan kesedarannya dari segala aspek terhadap prinsip-prinsip agama Islam. Dan hal ini merupakan tujuan yang tak mungkin dicapai dalam hitungan hari dan tahun. buta huruf. ia akan berhadapan dengan barisan pasukan kebodohan. ajaran dan nilai-nilai dasarnya. namun dalam pandangan kalian dan Islam yang telah mewajibkannya sebagai sebuah kewajipan sebagai sesuatu yang dekat ataupun jauh?        110 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. dan kalian menginginkan dari bangsabangsa ini sebuah persatuan Islam yang akan membawa misi kemanusiaan menuju ajaran Islam. tonggak.. Sepeninggalan Rasulullah Saw. kedengkian dan kebencian.5. kalian menginginkan umat ini menjadi model umat muslim masa depan yang akan menjadi teladan semua negara-negara Timur. Memahamkan bangsa ini.tonggak kemenangan kalian adalah. kemiskinan. 88. namun ia adalah jihad yang terus menerus. hal.

hal.”113 111 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). hal. untuk itu Ikhwan membuat diri mereka melaksanakan apa yang mereka fahami dari agama Allah dalam bentuk amal dan tanpa melibatkan perasaan dan kelembutan. Ikhwan mendapatkannya di dalam kitab Allah dan sunah Rasul-Nya Saw.”112 Dalam terapi pengubatan yang kami gunakan terdapat tiga perkara yang merupakan bahagian dari fikrah Ikhwan.34 113 Ibid. dan seorang pakar yang mahir mengubatinya hingga melalui tangannya Allah memberikan kesembuhan dan kemenangan. mengetahui tempat penyakit. 268 112 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). sabar terhadap rasa sakit ketika pengobatan berlangsung.S Al Anbiya: 109)111 Imam Syahid menggambarkan permasalahan umat sebagaimana permasalahan individu muslim dengan mengatakan. Yang kedua.        Ertinya: “Jika mereka berpaling. hal. Ikhwan juga telah menemukainya..” (Q. Manhaj yang benar. Para pekerja yang mukmin.267. 37 84 . Maka Katakanlah: "Aku Telah menyampaikan kepada kamu sekalian (ajaran) yang sama (antara kita) dan Aku tidak mengetahui apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh?. Yang ketiga. “Hingga dengan rahmat Allah yang mampu menghadirkan seorang doktor yang mahir dan seorang pakar yang sangat pandai yang mengetahui tempat luka dan mampu mengidentifikasi. Pengubatannya terdiri dari tiga perkara. Yang pertama. mengenal tempat penyakit dan mampu menyembuhkannya. Kepemimpinan yang kuat dan dipercayai. dan mereka sangat mematuhi dan taat bekerja di bawah panjinya.

Membatasinya dengan koridor dan tuntutan-tuntutan syariat yang dibawa Islam. kemudian di hati orangorang yang meyakininya. maka pertama-tama yang harus dipenuhi adalah: a. c. Penyebaran nilai-nilai keIslaman dan syariat mesti menjadi hakikat yang terlihat. namun ia memerlukan perjuangan dan keseriusan semua lembaga-lembaga khusus dan umum yang ada. Perubahan ini adalah persoalan agama. namun harus dilakukan dengan keinginan. Ia adalah: 1. lalu pada keperluan alam terhadap dakwah tersebut. 2. Keyakinan terhadap kemampuan manhaj pilihan tersebut.Imam Syahid menjelaskan bahawa kekuatan dakwah bergantung kepada: “Kekuatan seruan-seruan dakwah itu sendiri. oleh sebab itu tidak semestinya dilakukan secara paksa dan kekerasan. karakteristik dan sifatsifatnya. dan tidak terbatas pada penampilan dan simbol semata-mata. Perubahan yang menyeluruh dan mendalam terhadap individu dan masyarakat. Kejelasan terhadap manhaj perubahan b. pilihan dan keimanan. Untuk mengawal peranan-peranan tersebut tidak hanya dilakukan oleh beberapa individu masyarakat atau lembaga keadilan tertentu. kemudian pertolongan dari Allah bila.”114 • Tabiat Perubahan dan Karakteristiknya: Sebelum membicarakan tentang tabiat perubahan. Ia tidak hanya dianggap sebagai usaha mengganti pemerintah dengan pemerintah yang lain yang akan meninggikan syiar-syiarnya atau 114 Ibid 85 .bila sahaja yang Dia kehendaki dan menampakkan kekuatan-Nya.

                              Ertinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri.” Ia adalah perubahan tingkat bawah yang memiliki pintu masuk masyarakat dan pintu institusi.menetapkan sebuah keputusan. Imam Al Hudaibi berkata. Sebuah perubahan mendalam dan bukan perubahan pada tingkat atas. kerana sejatinya pada ia dilakukan dengan melahirkan keyakinan setiap komponen masyarakat untuk berpegang teguh terhadap syariat Islam. Perubahan dari bawah berbeza halnya dengan perubahan cara dari atas. Perubahan dari bawah Hal ini menuntut sebuah perubahan dari bawah sesuai dengan manhaj perubahan yang dipilih. namun ia bersandar kepada keyakinan dan keimanan manusia dan permintaan mereka terhadap perubahan tersebut. Maka tak ada yang dapat menolaknya. dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.tolak dari dalam institusi-institusi tersebut dan bukan sebaliknya.” (Q. masyarakat dan tidak yang kemudian dengan dilakukan ke dimulai penguasaan pemerintah untuk melakukan perubahan. “Dirikanlah Negara Islam di hati kalian. maka ia akan tegak di bumi kalian. 3. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum. Ia bermula dari individu-individu institusi-institusi. kerana ia bermula dari lingkup individu masyarakat dan institusi-institusinya yang kemudian bertitik.S Al Ra’d: 11) 86 .

maka langkahnya bukan kekuatan dan kekerasan. Perubahan yang bertahap ‘Sesungguhnya orang yang bercita. namun kami akan menundukkan. Perubahan Universal 87 .” Kerana ia adalah perubahan bertahap dan bukan perubahan radikal. mengendalikan dan mengalihkan arusnya serta menjadikannya sebagai penolong satu sama lain.cita yang ingin menguasai sesuatu akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkannya. “Barangsiapa yang tergesa-gesa ingin menikmati buahnya sebelum matang atau hendak memetik kembang sebelum waktunya maka sebaiknya dia keluar dari barisan dakwah ini ke dakwah yang lain. atas asas kematangan dan kesempurnaan serta kemampuan menghadapi persoalan. Imam Syahid berkata. dari satu tangga ke tangga berikutnya.” Dan kami tidak akan melanggar undang-undang alam semesta kerana hal itu adalah kekalahan. sesuatu yang mustahil dapat dibuka oleh pukulan tongkat.” Oleh sebab itu. kemudian ia mampu mengetuk pintu-pintu hati yang tertutup.’ Maka proses perubahan ini bersandar kepada tahapan dan perpindahan dari satu fasa ke fasa berikutnya. kami mengikat gelora perasaan dengan kecerdasan akal. krisis dan permasalahan. 5. atau dengan kilatan mata pedang dan tombak.4. sesungguhnya dakwah yang benar adalah yang mampu berkomunikasi dengan jiwa. dan menjadikan khayalan sepadan dengan hakikat dan kenyataan.

carik serta mudah ditelan oleh para penceroboh. yang telah dimusnahkan oleh kepentingan Negara-negara Eropah. untuk itu kami tidak akan pernah mengakui perkongsian politik apapun dan kami tidak akan menerima kesepakatan-kesepakatan tersebut.” 6.S Saba:28) Dakwah ini adalah dakwah universal sejak ia dilahirkan. firman Allah:              Ertinya: “Dan kami tidak mengutus kamu. tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui.penceroboh itu. Perubahan yang kami inginkan adalah perubahan yang tenang dan berkesinambungan. yang tidak dibatasi oleh kawasan tertentu dan tidak pula dibatasi oleh daerah tertentu. memimpin dan memberikan peranan pada kekuatan-kekuatan perubahan secara keseluruhan serta mengkoordinasikan kerjasamanya demi mewujudkan keyakinan dan penerimaannya terhadap halanganhalangan perubahan. yang tidak tergugat dan tidak bersifat sementara. yang telah menjadikan dunia Islam berubah menjadi negeri-negeri kecil yang lemah dan tercarik. untuk itu kita wajib melakukan tarbiyah. untuk itu “Kami telah menggambungkan semua elemen dalam setiap ceruk negeri kami yang telah dipisahpisahkan oleh politik Barat.” (Q.Isyarat-isyarat ini sebagaimana telah ditetapkan sejak fajar pertama dakwah. 88 . melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan.

perubahan di tingkat bawah dan bukan di tingkat atas. iaitu umat Islam di dunia secara keseluruhan. namun ia merupakan proses pembentukan yang sangat cermat dan teliti serta merupakan perbaikan individu yang lengkap. Proses tarbiyah tidak berjalan dalam waktu yang ringkas atau hanya dengan pelajaran beberapa saat. yang berkesinambungan dan tidak sementara. dan ia memiliki kekuatan politik yang handal iaitu rakyat negara. yang memiliki kekuatan yang menyokongnya iaitu. Lalu akan datang ujian.ansur dan tidak tergesa-gesa. Al Ustadz Musthafa Masyhur. perubahan universal dan tidak di kawasan tertentu. dan institusi ini memiliki kekuatan yang mendukungnya. Perubahan memiliki kekuatan kawalan terdepan yang memegang kepemimpinan.7. Ia adalah perubahan yang sangat dalam dan tidak dangkal. cubaan dan rintangan untuk menyaring dan memilih. Dan persiapan di dalam kelompok ini berdasarkan pada proses tarbiyah Islamiyah yang sempurna agar Islam dapat dikenali dari keperibadiannya. yang bersifat beransur. hal. dalam amal dan setiap gerakannya. pemahaman dan akhlaknya. yang pada akhirnya akan memperlihatkan daya tahannya menanggung tekanan untuk tetap tegar dan tidak menyimpang. institusi-institusi masyarakat.31 89 . 115 Risalah: Wudhuh Ru'yah.”115 Sesungguhnya pelaksanaan manhaj Islam secara sempurna dan menyeluruh serta projek pembangunannya di tengah masyarakat tidak hanya terbatas pada perspektif yang benar atau pemahaman yang universal. kami akan memimpin umat ke arah ini dan tidak akan mewakilkan mereka dengan yang lain. namun juga memerlukan proses tarbiyah dan persiapan orang-orang yang akan memikul amanah pelaksanaannya dan memimpin setiap individu bangsa.

umat Islam dan dunia antarabangsa. Ia juga harus benarbenar sedar dan penuh perhitungan. yang merupakan pendukung dan batu batanya. akhlak. Dan tujuan ini lebih besar dan lebih jauh dibanding perubahan sistem semata. sebuah bangunan yang kukuh dan kuat yang akan memikul tekanan-tekanan dan berhadapan dengan segala rintangan. baik pemahaman. dan sudah semestinya ia mendapatkan tarbiyah. Bangunan yang kukuh ini dengan tapak dan bebannya tidak hanya berada di tempat terbatas dan kawasan tertentu saja. untuk kemudian diwarnai dengan Islam. Ia justeru bermaksud untuk menyusun dan merancang bangunan Islam yang sempurna dan integral di tengah masyarakat dan umat dengan segenap asasnya secara keseluruhan. Konstruksi ini mencakup bangsa dan masyarakat. serta tidak tertipu dengan 90 .Hilangnya titik-titik konsentrasi ini atau kelemahannya dalam pelbagai lapangan kehidupan masayarakat akan menyebabkan melemahnya tarbiyah masyarakat dan pelaksanaan yang benar terhadap manhaj Islam. persiapan dan kesedaran. Ia juga harus mengetahui hakhaknya dan bagaimana menjaga hak-hak tersebut serta bagaimana berkorban untuk memeliharanya. Sesungguhnya kita berniat untuk mendirikan dan menghidupkan umat Islam serta pembinaan negaranya secara universal. budi pekerti. nilai dan adat istiadat. namun ia adalah bangunan yang disediakan mampu memikul tanggungjawab bangsa Arab. Sesungguhnya Ikhwan tidak pernah bermaksud menghancurkan sistem atau merubah kebatilan semata lalu menggantikannya dengan sistem yang lain atau merubah kebatilan dengan kebatilan yang lebih kecil penyimpangannya.

Mengapa mereka mengeksekusiku? Komentar ini beliau tulis sebelum proses eksekusi pada pagi Senin. kerana pada fasa tersebut ia dituntut untuk mampu menghadapi halangan dan tentangan serta tekanan-tekanan baik internal mahupun eksternal. 29 Agustus 1966. Bahkan dengan keadaan tersebut komponen masyarakatnya tidak akan bersedia menerima beban fasa tersebut. namun ia merupakan bangunan akidah Islam sejak mula berdiri. Imam Syahid Sayyid Quthb berkata. “Maka sudah semestinya sebuah gerakan Islam dimulakan dari tapak dasarnya. iaitu pendirian sebuah Negara Islam. sebab masyarakat tersebutlah yang akan meminta sistem pemerintahan Islam kerana mereka mengetahui hakikatnya dan menginginkan. yang dipublikasikan lewat Koran dengan tema.tiang keIslaman di tengah masyarakat. perkataan yang disampaikan Imam Syahid Sayyid Quthb. 91 . memberikan pengorbanan. yang akar dan pembinaannya bersumber dari manhaj Allah dan 116 Lihat Koran Al Muslimun.para penjual simbol dan syiar-syiar para penyeru perbaikan. serta tarbiyah terhadap orang-orang yang menerima dakwah dan pemahaman ini dengan tarbiyah Islam yang benar. serta dengan tidak memaksa sebuah sistem Islam dengan cara menguasai pemerintahan sebelum kukuhnya tiang.”116 Sesungguhnya bangunan (masyarakat) yang dicita-citakan oleh Ikhwan bukan bangunan masyarakat biasa sebagaimana Negaranegara di dunia. memberikan toleransi terhadap manhaj dan dakwahnya atau berpaling darinya. Tanpa persiapan dan tarbiyah terhadap suatu bangsa maka bangunan masyarakatnya akan rapuh dan lemah serta terjadinya perlanggaran antara satu sama lain di dalam satu komuniti masyarakat. semakin setia dan komited terhadap jama’ah. semenjak hari pertama pembangunannya. iaitu membangunkan bimbingan akidah Islam di hati dan fikiran.

iaitu lapangan dakwah dan harakah yang merupakan kekuatan penyokong. dan ia bukan deklarasi moral dan akhlak semata.waktu yang memerlukan kesedaran. akademik. iaitu Islam secara keseluruhan. Kemudian juga tersedia ruang universal dengan segenap arus.akan berhadapan dengan tentangan dalam setiap apsek. peradaban dan ketenteraan. serta waktu. dan kami tidak bermaksud untuk mengumpulkan 92 . Semuanya memerlukan perhitungan Sesungguhnya Negara Islam sejak awal berdiri –dengan izin Allah. Di sana juga terdapat ruang universal yang merupakan aset umat. Disamping itu juga dan dan terdapat sunah untuk alam dalam proses cara akan perubahan. baik umat. perseteruan dan langkah-langkah yang ingin menguasai kawasan Arab dan dunia Islam. Ia akan lahir di tengah badai dan gelombang. masyarakat. hal ini tentu memerlukan kekuatan dan kekukuhan bangunan untuk membentengi dan mewujudkan projek-projek besar Islam. misi dan peradabannya. kewaspadaan memenangkan dihadapi. baik sosial kemasyarakatan. Dalam proses rekonstruksi ini kami tidak terpisah dari kemampuan bersiap memanfaatkan. Namun ia justeru merupakan sebuah bangunan yang memiliki pelan konstruksi yang jelas dan tiang.Sunah Rasul-Nya Saw. atau hanya seruan-seruan reformasi yang diserukan banyak pihak.tiang yang sempurna. keadaan yang menanti masyarakat. walaupun ini merupakan komponen ringkas dari bangunan yang dimaksudkan. Negara dan pemerintah.

profesionalisme. visi dan tujuan. namun peranan kami yang menjadi dasarnya adalah sebagai penyeru dakwah dan kesedaran umat. Akan tetapi kotak-kotak suara pilihan raya hanyalah alat untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dan bungkusan bagi dakwah serta menjadi alat untuk menghubungkannya ke lembaga dan yayasan-yayasan tertentu. Sebuah bangsa yang proses tarbiyahnya telah berjalan dengan sempurna dan baik adalah jaminan dan yang mengawal bangunan ini. saling membantu dan bekerjasama dengan segenap warga masyarakat yang mencintai dan ikhlas berjuang untuk negaranya. Pilihan raya politik. namun ia tidak mendidik sebuah masyarakat dan tidak membangunkan sebuah tapak yang kukuh. parlimen. yang merupakan alat pembantu untuk mewujudkan manhaj jamaah muslim.seluruh kekuatan perbaikan dan perjalanannya. Oleh sebab itu maka tarbiyah dan pembinaan masyarakat sangat penting dan mentarbiyahnya sesuai dengan manhaj Ikhwan. mengawasi dan mengubah jika terjadi penyimpangan. Sesungguhnya tarbiyah masyarakat dan pengetahuan mereka terhadap hak-haknya serta komitmen merupakan elemen dasar dan pengawasan yang sangat efektif pada setiap sistem yang akan memimpinnya. dewan perwakilan dan yang lain merupakan sebahagian dari perjuangan konstitusi. ia mampu meneliti. sementara hal ini merupakan hal yang mendasari proses perubahan dan perbaikan. Bahkan kemajuan dalam proses dan pembangunan tonggaktonggak masyarakat 93 . sehingga ia tidak akan menyimpang dan tertipu dengan slogan-slogan dan simbol-simbol yang tidak sesuai dengannya. sehingga pada akhirnya kami sampai kepada kesamaan manhaj.

sempurna agar sesuai dengan perspektif pembangunan yang mampu menciptakan penyelesaian konkrit terhadap masalah. Al Ustadz Musthafa Masyhur. pembinaan dan pencelupannya dengan celupan Islam adalah asas utama yang tak dapat digantikan.tarbiyah yang sempurna akan memberikan buah dan hasil dalam pelaksaan pilihan raya. Iaitu dengan melakukan perubahan terhadap keadaan realiti lembaga-lembaga kemasyarakatan dan individualnya (baik lelaki mahupun wanita). hal. Setelah itu terwujud. Juga terdapat peranan lain dalam mengupayakan kepemilikan umat terhadap usaha. kemudian dilanjutkan dengan usaha.117 117 Risalah: Wudhuh Ru'yah. kerana penyelesaian tersebut merupakan pemberian Allah. sedangkan tarbiyah masyarakat. zat yang menciptakan manusia dan yang Maha Mengetahui kebaikan dan manfaat untuk manusia. Sesungguhnya pembangunan tapak dasar yang kuat dan tiangtiang yang kukuh dan tersebar di semua tempat adalah yang mewujudkan akidah dan persatuan. sebuah penyelesaian yang menjadi kemestian.usaha dan kemudahan lain yang akan membantu. Al Islam huwa al Hall (Islam adalah penyelesaian) sesuai dengan programprogram yang terperinci yang mampu memberikan penyelesaian terhadap permasalahan dan kegundahan manusia. Kita menginginkan pengubatan tersebut berlangsung dengan jelas dan meyakinkan bahawa tidak ada alternatif lain selain penyelesaian yang diberikan Islam. 38 94 .usaha kekuatan di tengah masyarakat yang memberikan peluang baginya untuk mewujudkan visi dan misinya. menyempurnakan dan mendukung terwujudnya target-target tersebut.masalah terkini dan masa depan yang menyatu dalam satu syiar.

kemudian melakukan perbaikan di semua institusi dan tahap kehidupan menuju titik berpijak yang sebenarnya. kuatnya perjuangan serta pengorbanan yang harus diberikan tidak akan menggoyahkan kami dari manhaj kami.Had minimumnya adalah paling tidak kami memiliki perspektif yang jelas dan integral dalam permasalahan tersebut. reaktif dan emosional kadang-kadang menjadi orang yang paling mudah tergoncang. kerana ia mengetahui bahawa orang yang sangat bersemangat.alat kekuatan untuk kemudian mengoptimumkan usaha. Sebuah kerajaan muslim akan berdiri kukuh setelah terpenuhinya tonggak dasar perbaikan dan pembangunan di masyarakat serta keyakinan masyarakat yang kuat terhadap kepentingan solusi Islam dalam kehidupan dan perkembangannya. Panjangnya perjalanan. serta dengan menguasai alat. kerana bangunan yang dicita-citakan sangat besar dan agung. lalu kita meluruskan kerosakan yang terjadi dan mengubati sebab-sebab kelemahan. Kejayaan yang hakiki dan kemenangan yang sebenarnya adalah ketegaran di atas manhaj ini serta dengan mewujudkan bangunan ini dengan pertolongan Allah Swt. dorongan dan semangat yang luar biasa secara umum berasal dari beberapa hal berikut: 95 . Kepemimpinan yang bijak dan mengarahkan Semangat Perubahan ini dinakhodai oleh kepemimpinan yang bijak dan tidak bertentangan dengan undang-undang semesta dalam perubahan serta tidak tertipu dengan semangat yang membara. Motivasi. menguatkan bangunan serta mewujudkan tujuantujuannya secara sempurna.usaha tersebut dalam sebuah payung pemerintahan Islam yang mampu menyempurnakan proses perbaikan. larut dan kalah ketika berhadapan dengan kesulitan dan realiti di lapangan.

1. Tidak mengetahui hakikat beban

2. Kadang- kala berasal dari kecilnya kemungkinan untuk
bertemu kesukaran dan kekalahan, yang kemudian mendorongnya untuk melakukan gerakan, perlawanan dan kemenangan dengan segala bentuk tanpa mengukur beban gerakan, perlawanan dan kemenangan tersebut. Sehingga ketika ia berhadapan dengan beban-beban tersebut yang ternyata lebih berat dari perhitungan mereka, serta-merta mereka menjadi orang-orang di barisan pertama yang mengalami kegoncangan dan kegentaran. Firman Allah:

              

   

   

    

  

         



        

      
Ertinya:

96

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka[317]: "Tahanlah tanganmu (dari berperang), Dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!" setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. mereka berkata: "Ya Tuhan kami, Mengapa Engkau wajibkan berperang kepada Kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajipan berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?" Katakanlah: "Kesenangan di dunia Ini Hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orangorang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.” (Q.S An Nisa:77)118 Imam Syahid berkata, “Aku berharap kalian bijak dalam mengambil langkah, dan hendaknya kalian meluruskan jalan kalian dengan akal dan perasaan secara bersamaan, jangan biarkan bara semangat memandu kalian menuju jalan yang tidak bermanfaat untuk kepentingan dakwah.”119 Dalam hal ini beliau juga mengatakan, “Mereka (Ikhwan) lebih memilih sikap perlahan-lahan namun bijak demi meraih kemenangan yang gemilang.”120 Adapun dalam menolak marabahaya atau berpegang teguh dengan dakwah, maka sesungguhnya, “sikap perlahan-lahan dan tenang akan menghentikan gerak maju dan merenggut kemenangan mereka, dan pada saat itu merekapun mengetahui bagaimana mempertahankan dakwah mereka..”121 Ringkasan Prasarana Perubahan
118 119

Ibid, hal. 33 Hasan Al Banna, momen-momen dakwah dan tarbiyah, Abbas Asisi, hal.147 120 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna), hal. 266 121 Ibid

97

Prasarana Perubahan dalam manhaj Ikhwan mempunyai titik berat pada tiga rukun:

1. 2. 3.

Komitmen terhadap Islam dengan pemahaman yang benar, baik ilmu dan pengamalan serta jihad. Kepentingan jama’ah dan kemestian adanya barisan kaum muslimin yang tersusun rapi di bawah satu kepemimpinan. Tarbiyah dan pembentukan dalam menyediakan individu muslim dan dan membangunkan generasi baru muslim, serta memberikan perhatian terhadap bangsa dan masyarakat mengoptimumkan peranan-peranannya mencelupkannya dengan celupan Islam.

Dan hal tersebut di atas diringkaskan dalam langkah-langkah berikut: 1. Pembangunan dan pembinaan generasi baru Dan ini mengalir dan menyebar di tengah masyarakat dan di tubuh umat, yang akan memberikan pengaruh dalam menyedarkan umat dan memperbaiki keadaannya. Generasi ini akan menjadi tiang dasar berdirinya sebuah pemerintah dan Negara Islam. Imam Syahid berkata, “Sesungguhnya dakwah Ikhwan secara khusus ditujukan untuk membentuk generasi baru kaum muslimin dengan nilai-nilai ajaran Islam yang benar, yang bekerja dengan celupan Islam yang sempurna dalam segala tahap kehidupan.”122 Generasi baru ini adalah tapak kukuh dan inti yang akan mendukung berdirinya kerajaan Islam dan yang akan memikul beban dan serta memimpin umat di atas manhajnya. Imam berkata, “Dan dengan urgensi kelahiran generasi baru ini, maka perbaikilah dakwah dan maksimumkan proses pembentukannya, ajarkan kepadanya kebebasan jiwa dan hati, serta kebebasan pemikiran dan akal, kebebasan jihad dan amal.
122

Risalah: P Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal. 188

98

Penuhilah jiwa yang liar dengan keagungan Islam dan keindahan Al Quran, serta latihlah ia menjadi perajurit di bawah bendera dan panji Nabi Muhammad.”123

2. Tonggak- tonggak generasi mukmin ini harus memenuhi beberapa
hal berikut:

a.

Hendaknya jumlahnya memadai dan sesuai dengan target serta beban yang akan dipikul tatkala mendirikan sebuah Negara dan menghadapi pelbagai tentangan. Hal ini tentunya adalah sesuatu yang selalu berubah sesuai dengan situasi dan kenyataan yang berlaku. Pada tahun 1935 M, saat penduduk Mesir masih berjumlah 16 juta, Imam Syahid berkata, “Dan di saat jumlah kalian -wahai Ihkwanul Muslimin- telah mencapai 300 katibah (yaitu 12 ribu), dan setiap katibah telah mempersiapkan dirinya secara spiritual dengan iman dan akidah, secara intelektual dengan ilmu dan tsaqafah, dan secara fizikal dengan aneka latihan dan rekreasi, maka pada saat itu ajaklah aku mengharungi kedalaman samudera, menembus ketinggian langit dan berperang bersama kalian melawan tirani dan penguasa zalim, maka
124

aku

benar-benar

akan

melakukannya insya Allah.”

b.

Dan hendaknya tonggak- tonggak ini tersebar di seluruh kawasan, daerah, perkampungan, yayasan, dan lembagalembaga sosial dengan jumlah yang memungkinnya memberikan pengaruh dan warna serta mengarahkan komunititersebut kepada syariat Allah. Tempat yang tidak ditempati oleh tonggaktonggak

mukmin ini, atau hanya ditempati oleh komuniti mukmin
123

Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran), hal. 197 124 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal. 181

99

yang lemah, maka ia akan menjadi kawasan lemah yang memberikan implikasi buruk terhadap kekuasaan dan ikatan kepemimpinan umat Islam serta model penerapan syariat Islam dan tarbiyah masyarakat. Sesungguhnya semangat, sambutan baik dan penerimaan ketika kemenangan Islam tidak menjadi ukuran atau pengganti proses pembentukan yang mendalam terhadap tonggaktonggak mukmin ini.

c.

Dan hendaknya kekuatan utama ini sampai pada taraf keimanan dan tarbiyah yang sesuai dengan beban yang ada, kemudian melalui ujian dan proses penyaringan, serta menjalani cubaan, bencana yang beraneka ragam hingga terbebas dan membersihkan dirinya dari batu bata yang lembik serta menambah kekuatan dan keteguhan.

d.

Dan hendaknya kekuatan utama ini berada dalam satu saf yang kuat dan di bawah satu kepemimpinan, serta memiliki langkah kemenangan iman dan menjauhkannya dari kekalahan dan kehinaan. Asas kekuatan barisan terdapat dalam kekuatan akidah, kekuatan persatuan dan kekuatan ikatan sebelum kekuatan otot dan senjata.

e.

Perhimpunan

atau

pembentukan

kekuatan

inti

tidak

berdasarkan propaganda yang membabi buta atau hanya dengan propaganda umum, perasaan yang membara atau dengan gerakan tambahan dan penyebaran yang sangat cepat, namun ia dilakukan dengan kepiawaian menyucikan alat- alat yang baik dan sesuai (Manusia ibarat seratus unta yang tak memiliki pengembala), tarbiyahnya, pembentukan

100

dan penanaman rukun-rukun baiat, serta pembaharuan iman dengan agama dan dakwah. 3. Menyebarkan dakwah, pengenalan dan tarbiyah masyarakat: Seiring dengan penyucian dan pembentukan tonggak- tonggak utama ini, juga pada masa yang sama dilakukan usaha- usaha penyebaran dakwah, pengenalan (sosialisasi dakwah) dan tarbiyah masyarakat sesuai dengan pemahaman Islam, mencelupkannya dengan celupan Islam dan menghadapi sisi-sisi kerosakan yang ada serta mewujudkan sifat-sifat yang diinginkan seperti kepekaan, kesedaran dan pengorbanan dll. Sehingga para pendukung dan dan yang bersimpati terhadap dakwah semakin bertambah banyak, dan nilai-nilai dakwah menjadi pegangan umum di tengah masyarakat, serta didukung dan ditopang oleh tokoh-tokoh masyarakat. Imam Syahid berkata, “Sesungguhnya khutbah dan perkataan, tulisan dan pelajaran, seminar, identifikasi penyakit dan ubatnya, semuanya tidak akan memberikan manfaat apapun dan tidak akan mewujudkan tujuan apapun serta tidak akan menghubungkan da’i kepada target yang diharapkan..”125 “Tidak demikian wahai Ikhwan, bukan ini yang kita inginkan. Di antara yang kita inginkan adalah keredaan Allah, adapun tujuan Ikhwan yang paling utama, target Ikhwan yang paling tinggi, perbaikan yang diinginkan oleh Ikhwan dan yang disiapkannya adalah perbaikan yang integral dan menyeluruh yang didukung oleh kekuatan umat secara keseluruhan.126 Maka hal ini menuntut: 1. Iman Yang mendalam

2. Pembentukan yang teliti
125 126

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal.108 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.205

101

3. Amal yang berkesinambungan “Maka yakinlah terhadap fikrah kalian dan
127

berkumpullah

di

sekelilingnya, bekerjalah untuknya dan teguhlah.”

“Akan tiba masanya prinsip-prinsip Ikhwan akan menyebar dan mendominasi, mengutamakan Peribadi.”
128

dan

rakyat

akan

belajar

bagaimana

mereka

kemaslahatan

umum

berbanding

kemaslahatan

Tentang penyebaran dakwah di pelbagai tempat, kawasan dan komuniti masyarakat, Imam Syahid menegaskan tentang wujudnya tujuan ini, “Untuk itu kami berusaha agar dakwah kami sampai ke setiap rumah dan agar suara kami terdengar ke segenap penjuru.”129 Yang mana hal ini kemudian memerlukan inovasi dan langkah yang bervariasi dalam menggunakan mediummedium dakwah dan kontemporari, keterbukaan terhadap masyarakat, ramah

komunikatif, serta sosialisasi dakwah, gagasan dan sikap-sikapnya dalam setiap majlis, muktamar, peristiwa dan krisis. Jamaah juga menggunakan segala medium dakwah serta ditambah dengan pengaruh positif dari para tokoh dakwah di masyarakat. Dakwah tidak hanya dalam terbatas bentuk pada satu alat tertentu sosial, namun dikembangkan lembaga-lembaga yayasan,

asosiasi, yang merupakan sebahagian dari lembaga-lembaga dakwah dan yang mampu berinteraksi dengan masyarakat dalam setiap segmen serta bekerja untuk menyedarkan umat dan menyatukannya di bawah naungan Islam.

127 128 129

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal.108 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.137 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda), hal.177

102

4. Jamaah juga menempuh cara perjuangan konstitusi sebagai
sebahagian dari projek perbaikan dan gerakan di tengah masyarakat. Kerana jamaah kerap harus berhadapan dengan situasi yang sempit dan sukar yang menghalanginya dari mediummedium yang layak untuk dakwah, serta dari perjuangan konstitusi sebagai sebahagian dari hak asasinya, namun kemudian ia menghadapinya dengan penuh kesabaran, dan sikap positif, perhatian terhadap dakwah fardiyah dan pengaruh dalam masyarakat dengan kerja dan teladan yang baik, menggunakan medium- medium yang sesuai untuk menyampaikan dakwah dan tarbiyah individu, tidak melepaskannya dari manhaj, cara, dan prinsip-prinsip dakwah serta tidak bersandar kepada kekerasan dan tetap bertahan menghadapi tekanan tersebut walaupun ujian datang menghadang.

5. Sampainya jamaah dakwah ini ke fasa kepemimpinan masyarakat,
hingga dakwah dan jamaah itu benar-benar menjadi harapan umat dan mampu memenuhi tuntutan masyarakat, menanamkan prinsip-prinsip Islam dan tujuan-tujuannya, menyerukan Islam kepada umat dan berpegang teguh padanya, serta munculnya para aktivis dakwah sebagai tokoh-tokoh masyarakat di pelbagai bidang, dan menjadi perhatian dan ikutan umum. Kemudian terjalinnya kerjasama dengan setiap orang yang

menyerukan perbaikan serta melakukan penyatuan antara para pejuang-pejuang yang ikhlas dan para penyeru reformasi baik personal maupun kolektif dengan tetap menyampaikan dakwah kepada mereka untuk. Lalu kita tunggu bagaimana kemudian putaran waktu akan membuat mereka meyakini bahawa dakwah ini adalah dakwah yang sangat integral dan sempurna, hingga mereka mengikuti dan bernaung di bawah panjinya jika mereka menginginkan, dan akhirnya dakwah Ikhwan menjadi jantung umat, akal dan cita-citanya.

103

6. Ketika hal ini dapat diwujudkan sesuai dengan yang direncanakan,
dan bersama terwujudnya jarak internasional terhadap dakwah berupa bantuan moral dari umat Islam dan kekuatan perbaikan di dalamnya, maka pada saat itu dakwah melakukan langkah penting dan membuat pemerintah eksekutif130 condong kepadanya dalam situasi rakyat dan institusi pemerintahan yang memerlukan Islam dan yang mendukung jamaah. Kecondongan pemerintah kepada manhaj Islam dan aspirasi masyarakat yang diarahkan oleh dakwah dengan izin Allah akan terwujud, baik dengan pilihannya sendiri atau kerana kecondongan amal nyata terhadap pemerintah tanpa kekerasan. Sesungguhnya kerja politik, intelektual, sosial, pelayanan, tarbiyah dan dakwah di akan setiap komuniti masyarakat dan institusiumum institusinya membuat pandangan masyarakat

menjurus kepada jamaah dan dakwah, dan kemudian jamaah akan mendapatkan kepercayaan dan sokongan majoriti. Yang pada akhirnya secara praktikal membuat cenderung pula orang-orang di jalan, daerah, perkampungan, yayasan-yayasan, lembaga, asosiasi, lembaga profesion dan politik, dan akan membuat pemerintah setempat akan juga cenderung kepada pandangan masyarakat umum, sehingga urusannya akan diserahkan kepada jamaah yang didukung oleh masyarakat. Jamaah dakwah kemudian menjadi corong yang akan mengarahkan, berpengaruh dan menjadi pelaku, bersatu dan bekerjasama dengan seluruh kelompok dan kalangan masyarakat. Jika pemerintah maka eksekutif hal itu menolak merupakan dan menekan keinginan dan

masyarakat, lalu menyakiti dan melakukan tekanan-tekanan dan bantahan, penindasan
130

bentuk Saat

kezaliman itulah

terhadap

kehendak

rakyat.

jamaah

Untuk menambah keterangan tentang hal ini, silakan lihat: Bab IX, Pemerintahan Islam, yang merupakan bagian dari buku yang berjudul: Bagaimana keberpihakan dengan pemerintah eksekutif.

104

berkewajipan melakukan penolakan terhadap tindak kezaliman tersebut –yang bukannya tindak kezaliman pertama, namun ia akan tetap bersabar-, ia akan melakukan pembelaan masyarakat dan pilihannya terhadap manhaj Islam. Imam Syahid berkata, “AKu berkata kepada orang-orang yang bertanya, bahawa sesungguhnya Ikhwan akan menggunakan kekuatan dimana tidak ada yang lain yang bermanfaat, dimana mereka meyakini bahwa mereka telah menyempurnakan persiapan iman dan persatuan. Dan ketika mereka menggunakan kekuatan ini, maka mereka menjadi orang-orang mulia dan bebas serta akan memberi memberikan peringatan lebih dulu, lalu menunggu untuk kemudian datang dengan penuh kehormatan dan keperkasaan, dan akan memikul seluruh akibat sikap-sikap mereka dengan penuh keredaan dan kelapangan hati.”131 Beliau juga mengatakan, “Kami adalah penyeru kebenaran dan kedamaian, kami meyakini dan bangga dengannya, jika kalian menghadang dan menghalangi jalan dakwah kami, maka sesungguhnya Allah telah mengizinkan kami untuk membela diri. Sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang jahat dan zalim.”132 Imam berkata, “Kami tidak akan berputus asa, dan sesungguhnya kami memiliki cita-cita yang lebih agung di sisi Allah.”



  

 





 
Ertinya:

131 132

Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.136 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim), hal.136

105

“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. (Q.S Yusuf;21)133 • Prasarana masyarakat: pembentukan, tarbiyah untuk individu dan

1.

Proses persiapan untuk barisan ini serta tonggak- tonggak yang disebut di atas tidak mungkin dapat diwujudkan dalam waktu sehari semalam, namun memerlukan tarbiyah yang mendalam, dan ia wajib mendapatkan tarbiyah yang mendalam, pembentukan yang teliti agar sampai ke tahap keimanan yang berhak mendapatkan kemenangan dari Allah, dan hendaknya mampu mengembang beban berat dan tekanan-tekanan setelah kemenangan.

2.

Pembentukan ini tidak terpisah dari kenyataan dan gerakan – hingga salah seorang mengaku bahawasanya hal itu dilakukan dengan memencilkan diri-, padahal gerakan dakwah, interaksi dan sikap positif dengan realiti merupakan bahagian asasi dari dakwah. Bersama reality dan perjalanan gerakan ini maka akan menciptakan kematangan Peribadi dan kedewasaan akhlak, “Gerakan kami terikat dengan keyakinan kami, dan keyakinan kami terikat dengan gerakan kami.”134

3.

Penyucian dan pembentukan tonggak- tonggak ini adalah tugas yang berkesinambungan. Ia tidak terhenti pada fasa tertentu atau hingga berdirinya sebuah Negara –namun ia akan terus berlanjutan selama keberlanjutan jamaah demi mewujudkan tujuan yang lebih besar, hingga seluruh dunia dapat dikuasai, dan hal itu merupakan target penting yang harus dipelihara.

4.

Diperlukan interaksi dan kesinambungan antara tonggak- tonggak yang baru lahir dengan tonggak- tonggak lama demi mewujudkan kesinambungan, kesatuan dan persatuan. Dengan demikian maka

133 134

Risalah: P Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Semalam dan Hari ini), hal.110 Dari perkataan Imam Syahid Sayyid Quthb. Kami menyangkanya demikian dan kami tidak mengganggap suci seseorang di atas kewenangan Allah.

106

hingga menyatunya antara individu dan kesatuan saf. Permasalahan tidak hanya terhenti pada pembentukan individu. Pertumbuhan saf dan interaksi antara tonggak. namun harus pula dilakukan tarbiyah masyarakat dan mencelupnya dengan celupan Islam serta menyatukannya dengan pemikiran Islam.39 107 . Al Ustadz Musthafa Masyhur –semoga Allah merahmatinyaberkata.kesinambungan generasi akan tetap terpelihara dan terlaksananya pewarisan dakwah secara terus menerus dan istiqamah sesuai manhaj tanpa ada penyimpangan. Al Ustadz Musthafa Masyhur.tonggak ini merupakan tugas yang terus menerus dan tidak terputus. kerjasama dan produktiviti yang diberkati. menjaga dan melindunginya. yang serta akan terlaksanannya penyediaan umat menghadapi fasa ini. Bahawa manhaj tarbiyah dan pembentukan dalam barisan dakwah tidak dapat digantikan dengan yang lain. Sesungguhnya tarbiyah adalah peranan dasar yang diinginkan dari kita dan untuk kita. “Perjalanan waktu dan hari telah membuktikan bahawa perhatian terhadap tarbiyah akan mengekalkan keaslian gerakan Islam. hingga ia sampai pada tahap keimanan yang diinginkan saat itu. yang Allah sedia akan menerima kemenangan. hal. kesinambungan dan pertumbuhannya. baik sebelum mahupun setelah kemenangan.”135 6. maka sebenarnya urusan tersebut belum selesai. 135 Risalah: Wudhuh Ru'yah. jalan-jalan dan perkampungan.tiangnya di segenap tempat. berkomunikasi dan berinteraksi dengannya. 5. termasuk tonggaktonggak tersebut. Tanpa melakukan persiapan masyarakat dan komunitinya yang beraneka ragam serta tanpa penyebaran dakwah dan tiang. Maka pada memberikan faktor-faktor memberkati dalam setiap langkahnya sehingga berdirinya Negara. menjadikannya sebagai medium kemenangan dakwah dan membuatnya bersedia mendirikan pemerintah Islam.

tempat kerja. perkotaan.Sesungguhnya Ikhwan bersabar dan menahan dirinya dari hanya mengambil tugas dalam pemerintahan sementara jiwa-jiwa masyarakat masih dalam keadaan demikian. masjid-masjid. Maka diperlukan waktu untuk penyebaran dan mendominasinya prinsip-prinsip Ikhwan. kelab. ibu kota. hal.”136 “Wahai Ikhwan. tempat-tempat umum dan khusus. jalan-jalan. perusahaan-perusahaan.warung. janganlah kalian tergesa-gesa. sekolah dan lain-lain.”137 “Pencukupan dan penyebaran dakwah dengan menggunakan pelbagai medium hingga ia difahami oleh masyarakat umum. lalu masyarakat akan belajar bagaimana ia akhirnya lebih mengutamakan Peribadi. dusundusun.kelab Al Quran di setiap pedalaman. hal. 212 139 Diantara nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan. di perkampungan. 138 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). menjaga sumber-sumber kekuatan serta 136 137 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). hal. 140 Ibid 108 . Oleh sebab itu bangsa ini harus berusaha mewujudkan persatuan dan kesatuannya. Fuad Al Hajarsy. lalu memenangkannya dengan keyakinan dan keimanan. di kedaikedai. Hal.”139 “Buatlah kelompok-kelompok Ikhwan di setiap jalan. yang memberikan kalimat-kalimat kalian dan berbaiat dengan baiat kalian. panji-panji Muhammad di bandar. 263 138 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). warung.”138 “Sebarkanlah dakwah di setiap lokasi engkau berada. taman-taman. dan di setiap penjuru bumi seorang Al Akh yang akan menyerukan prinsip-prinsip dakwah dan ajaran-ajaran kalian. Diambil dari buku Imam Syahid.”140 kepentingan umum di atas kepentingan 7. rumah-rumah. 111. di hadapan kalian masih terdapat waktu yang luas.

kesetiaan. fasa Takwin (Pembentukan) Pada fasa ini dilakukan pemiliha terhadap aktivis yang sudah direkrut. pengetahuan yang benar terhadap prinsip dan meyakininya. Kedua. Dan hendaknya ia disokong oleh individu-individu dan tokoh-tokoh yang memiliki rasa cinta dan kesetiaan yang tinggi.membantu dakwah dengan penuh pemahaman dan keyakinan. Fasa tanfidz Merupakan tahap pelaksanan amal menuju produktiviti kerja dakwah yang optimum. kerana melihat pentingnya kesatuan dakwah dan saling keterkaitan 141 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). berpegang teguh dan tegar di atasnya. memperoleh pendukung dari pelbagai lapangan. serta mewarnai diri dengan akhlak-akhlak yang mulia dan sifat-sifat keberanian. pembinaan dan persiapan. Ketiga. dengan amal dan pelaksanaan yang bersandarkan pada garis dan petunjuk yang jelas. Hal. mengkoordinasikan. Lalu fasa-fasa ini akan berjalan dengan proses pengenalan dan perkumpulan. pengorbanan yang mulia. Fasa Ta’rif Yakni fasa pengenalan dan penyebaran fikrah sehingga dia mampu sampai kepada khalayak dari segala tingkat sosial. Dengan demikian maka proses pembinaan terhadap tonggaktonggak ini berjalan seimbang dengan amal dan aktiviti umum. “Setiap dakwah harus memiliki tiga fasa: Pertama. Kadang-kadang ketiga faae ini berjalan secara bersamaan. 45 109 . Imam Syahid berkata. membangunkan keinginan yang kuat. Dilakukannya pengubatan terhadap petanda.”141 8. dan mengumpulkan untuk berinteraksi dengan objek dakwah. penyampaian dakwah.petanda negatif dan kelemahan. tarbiyah masyarakat.

dan pada saat yang bersamaan dia melakukan amal dan tanfidz sekaligus. tidak dapat disangkal bahawa hasil akhir yang sempurna itu tidak mungkin fikrah. baik pujian mahupun celaan.” Namun.”142 9. serta jangan menyibukkan diri untuk memikirkan komentar-komentar tersebut sehingga memalingkan kalian dari pekerjaan yang telah menjadi tugas kalian. Sering kali kita menjumpai seorang da’I berdakwah.”144 142 143 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). banyaknya pendukung dan kukuhnya pembinaan. hal. Jika pembicaraan tersebut menyebut-nyebut kebaikan kalian maka bersyukur terhadap hal itu dan jangan sampai kalian terpedaya dengan hakikat kalian. pada saat yang sama dia juga seorang murabbi yang menyaring para aktivis yang ada di bawahnya. namun jika mereka menyebut sebaliknya maka maafkanlah mereka. Dan hendaknya kalian tidak disibukkan oleh orang lain tentang tanggapan terhadap diri kalian. “Namun tidak diragukan lagi bahawa tujuan akhir atau hasil sempurna yang kita inginkan takkan terwujud kecuali setelah melakukan perkumpulan umum. “Kalian akan mendengar beberapa pihak akan memperkatakan kalian. 143 dirasakan banyaknya kecuali setelah dan tersebarnya kemapanan pengenalan Takwiniyah. 126 Ibid 144 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). hal. dan jangan membalas dosa dengan dosa yang serupa. Imam Syahid berkata. tunggu hingga zaman mengungkap hakikat semuanya. 10.antara ketiga fasa tersebut.” aktivis. 263 110 .

Sabar dan bertakwalah kerana sesungguhnya hal itu merupakan kewajipan. Dan pengalaman telah membuktikan teori ini. hal.            Ertinya: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keredhaan) kami. “Sesungguhnya jalan ini walaupun panjang namun tidak ada jalan yang lain dalam membangunkan kebangkitan dengan bangunan yang benar.benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan 145 146 147 Ibid Ibid Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). Kita sangat memerlukan persiapan yang banyak dan penyatuan. dan aku sampaikan kepada orang-orang yang duduk di antara kalian untuk bangkit dan bekerja. 54 111 .”147 Imam Syahid berkata. benar.“Yakinlah bahawa tak seorangpun yang dapat memalingkan kalian dan takkan mencelakai kalian. “Aku sampaikan kepada orang-orang yang bersemangat di antara kalian agar bersabar menunggu putaran zaman. kerana sesungguhnya jihad tidak mengenal istirahat. Kita tidak memiliki banyak waktu untuk melihat dan sibuk menguruskan orang lain.”146 Beliau juga berkata. banyak umat dan lapangan-lapangan dakwah yang masih kosong yang sangat memerlukan jundi-jundi dakwah dan perjuangan.”145 Sebaik-baiknya jalan yang kita jalani adalah tidak membuat diri kita sibuk memperhatikan orang lain dan tidak memperhatikan diri kita.

kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. Semoga Allah memberikan hidayah-Nya kepada kami dan kepada kalian. Namun jika kalian mengabaikannya. lemah dan goncang. Waspadalah terhadap fitnah besar yang akan menimpa. Ya Allah. (Q. Tidakkah kalian berhenti dan menarik tangan kalian demi keinginan rakyat dan berhenti demi keinginan mereka untuk perbaikan. “Hendaknya kalian bersabar di atas jalan jihad dan pengorbanan. Tidak ada lagi rasa malas. namun harus diganti dengan kesedaran. dan demi Allah kalian akan dipertanggungjawabkan semuanya di hadapan Allah. Al Ustadz Mahdi Akif berkata kepada pemerintah dan organisasi-organisasi yang banyak menghambat gerakan dakwah. sesungguhnya kami telah menyampaikannya maka saksikanlah!”149 Beliau juga memberikan nasihat kepada Ikhwan dalam menghadapi rintangan tersebut. hal.S Al Ankabut: 69) Dan aku mengajak untuk selalu maju ke depan. April 2005 112 . dan kami akan tetap berjalan di atas jalan kami dan kalian akan menunggu hingga Allah membukakan kebenaran di antara kita dan sesungguhnya Allah adalah Sebaik-baiknya pembuka. kami menjaga ibadah kepada Allah di dalam umat dan di tengah kalian. kerana kami sangat memandang berat kemaslahatan negeri. takut. optimis dan keinginan yang kuat terhadap 148 149 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). berada di atas semuanya Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat. memikul tanggung jawab ini di hadapan Allah dan di hadapan umat. dakwah dan risalah. maka sesungguhnya Allah Swt. semangat. “Dengan izin Allah tak seorang pun yang mampu melumpuhkan dakwah Ikhwanul Muslimin.”148 Mursyid Am Ikwanul Muslimin. 153 Dari risalah Mursyid Am ‘Ikhwanul Muslimin. senantiasa menggunakan cara-cara hikmah dan prinsip perdamaian dalam setiap aktivitinya.

”150 Target-target Tarbiyah Masyarakat Sebagai Prasyarat Mendirikan Negara: Kami ingin menegaskan dan menyusun kembali hal ini dalam beberapa perkara: . Pemikiran yang cenderung terhadap syariat Islam 5.kebenaran. serta semakin bertambah kedekatannya dengan Al Quran dan masjid. mendapatkan dan memeliharanya. keyakinan dan cinta. sehingga dia tidak terpedaya dengan slogan dan simbol-simbol palsu. Selalu berada di sekeliling jamaah dan tokoh-tokohnya serta membantunya dengan sepenuh pemahaman. 6. bagaimana dia meminta. 7. pemerintah yang baik dan perbaikan yang dicitacitakan. namun pengaruh dakwahnya membentang ke seluruh lapisan masyarakat dan kelompok-kelompok 150 Ibid 113 . Tarbiyah dan pendidikan yang merupakan haknya. Sesungguhnya jamaah ini tidak terbatas gerakannya pada jumlah komunitas muslim yang mayoritas. ibadah. 2. Belajar berkorban dan bersabar dalam memperjuangkan prinsip yang diyakininya.Bahawa Persiapan dan tarbiyah yang diinginkan harus mencakup beberapa hal berikut: 1. interaktif dengan target-target jamaah dan mampu bekerjasama dalam setiap projek perbaikan di masyarakat. 3. 4. Ia yakin menjadi bagian dari umat Islam sehingga dia turut merasakan masalahnya dan berupaya membantunya. Mendapat sibghah Islam dalam akhlak.personality yang buruk dan para pemikul obsesi Peribadi. budi pekerti dan muamalahnya.personaliti yang ikhlas dengan personality. DIa mampu membezakan antara tokoh dan personality.

yang takkan pernah bertemu dengan tujuan-tujuan Islam dan kemaslahatan umat. bahkan sampai pada tahap tekanan dan perang fisik yang keras. Dan hal ini akan memberikan implikasi kepada setiap individu masyarakat. Seperti yang dikatakan oleh Imam Syahid. tokoh dan para pemimpinnya dengan penuh keyakinan dan rasa cinta serta membelanya dalam menghadapi konspirasi dalam dan luar negeri.minoritas. Hal ini tiada lain adalah demi mewujudkan perdamaian social dan persatuan nasional yang merupakan bagian dari prinsip dasar ajaran Islam. Ia juga merupakan jaminan untuk keteguhan pemerintah dan ketenangannya. Persiapan dan tarbiyah yang diinginkan untuk masyarakat inilah yang akan menjadi jaminan utama yang dapat mencegah terjadi penyimpangan penguasa atau kelompok manapun yang menguasai pemerintahan yang berupaya melakukan penipuan dengan simbolsimbol atau berusaha melenyapkan hak-hak. tegar dan loyal terhadap janjinya. serta 114 . Sesungguhnya pendirian sebuah pemerintahan Islam di tengah umat – dengan supremasi hukum yang sebenar-benarnyatidak akan mendapatkan sambutan baik dari kekuatan intelegen dan penjajah Barat di dunia internasional. prinsip dan mendustai keinginan masyarakat. “Terpenuhinya keinginan dan kemauan yang kuat terhadap apa yang diyakini. Mereka juga harus memiliki kewaspadaan dan pengetahuan serta semakin meningkatkan perkumpulan dengan pemerintah Islam. memberikan pengorbanan dengan sepenuh dirinya -sebagaimana seharusnya-. karena cepat atau lambat tujuan-tujuan Islam akan berbenturan dengan ambisi dan obsesi-obsesi mereka. Pemerintah Islam akan berhadapan dengan tekanan luarbiasa. seperti embargo ekonomi dan politik. memberikan untuk itu mereka serta diminta ketegaran untuk bersabar dan pengorbanan dalam menghadapi pelbagai bentuk kesulitan. pembunuhan karakter dan penciptaan keragu-raguan terhadap Islam.

menerima tawaran atau menyimpang dari prinsip dan keyakinannya. Beramal untuk menyebarkan dakwah dan menjelaskannya dengan menggunakan pelbagai sarana serta prasarana untuk menyampaikannya ke seluruh tempat dan pelosok. khilafah dan penguasaan dunia. mengikhlaskan diri hanya kepada Allah dan melepaskan diri dari segala bentuk kesombongan dan keangkuhan.tentang kekuatan dakwah yang harus dimiliki demi mewujudkan target-target dakwah di masyarakat. satu hati. kesadaran dan pengetahuan terhadap prinsip dan jalan yang akan dilalui. yaitu mendirikan pemerintah. ia telah 115 . maka ia takkan terpedaya dan dipengaruhi oleh mobilisasi yang memiliki kepentingan tertentu. Berkorban dan bersabar terhadap kendala dan rintangan yang dihadapi serta meniatkannya sebagai perjuangan di jalan Allah. Hendaknya kita menjadi model dan teladan yang baik terhadap nilai-nilai yang kita serukan kepada manusia. 5. diantaranya: 1. terpenuhinya ilmu. serta menjaga kesatuan hati di masyarakat. Takaran keimanan terhadap dakwah dan target-targetnya 2. Imam Syahid tidak menunggu fase pertama ini berakhir kemudian memulai fase berikutnya. 4. satu tujuan. kesatuan kalimat dan kesatuan umat. serta interaksi yang baik terhadapnya. Hendaknya kita berada dalam satu barisan yang saling bertaut. namun sejak awal mula ketika melakukan pembinaan individu dan masyarakat muslim. tarbiyah masyarakat dan umat maka ketentraman pemerintah Islam dan jaminan ketentramannya hanya akan menjadi sesuatu yang diragukan terwujudnya ketika berhadapan dengan musuh dan mendapat ancaman sejak hari pertama.pengorbanan dan kesabaran untuk memperjuangkannya walaupun berat. Imam Syahid menegaskan –di dalam beberapa tempat. beliau telah berupaya memuluskan terwujudnya tujuan-tujuan dakwah yang tinggi. dalam satu kesatuan. 3. Tanpa proses persiapan. serta berpegang teguh kepada kitab Allah dan berusaha mengamalkannya.

niat yang benar. dan yang tak gentar menghadapi rintangan dan kesalahan. Maka ketika tiba waktu untuk mewujudkannya. serta menyusun strategi yang baik untuk masa depan. Urgensi Strategi dan Evaluasi: Imam Syahid menjelaskan tentang urgensi melakukan perhitungan diri. mengambil langkahlangkah praktis untuk menyelesaikan beberapa kekeliruan. hingga akar-akarnya menyebar dan tumbuh bersama dengan gerakan dakwah. baik berupa kejernihan hati. rasa cinta dan ukhuwah (persaudaraan). 116 . pada saat itu ia telah mendirikan pilar-pilar dan pondasi dasar dalam setiap individu dan masyarakat. miliu saling menasehati dan saling memaafkan. ruh keyakinan dan cita-cita terhadap bantuan dan kemenangan dari Allah. mengevaluasi diri dan gerakan. menyingkirkan kendala-kendala dan memperbaiki apa yang telah berlalu. terhadap manhaj dan tujuan. Imam Syahid juga menegaskan tentang urgensi miliu dalam menyempurnakan amal-amal dakwah yakni. dengan mempertimbangkan kondisi dan perkembangan yang berlaku. keinginan yang kuat yang tak lemah di hadapan rintangan. baik secara personal maupun kolektif. menyandarkan diri hanya kepada-Nya dan meminta pertongan kepada-Nya. Dan hendaknya seorang Al Akh tetap berpegang teguh kepada Allah –azza wajalla-. ruh kepercayaan terhadap pemimpin. yang tak goyah menghadapi tekanan. dan secara bertahap ia telah melakukan proses pembangunan dengan langkahlangkah yang berkesinambungan dan dengan sarana-sarana yang gradual. Termasuk urgensi persiapan diri dan mental di dalam melakukan evaluasi atau perhituangan terhadap strategi. segera melakukan amal dan penyusunan strategi.menanamkan benih-benih dan pilar-pilar dasar untuk tujuan-tujuan tersebut sebagai prasarana dalam mewujudkan individu dan masyarakat muslim. toleransi.

”151 Al Ustadz Musthafa Masyhur –semoga Allah merahmatinya. antara sesuatu yang berlalu. Al Ustdaz Ahmad Rasyid 117 . Masih ada peluang yang tersisa dan waktu yang lapang untuk melakukan perbaikan. dan tidak terjadi secara kebetulan atau secara reaksioner. “Secara alami upaya untuk mewujudkan kekuasaan agama Allah di muka bumi akan berjalan dengan pendirian khilafah Islamiyah sesuai dengan strategi yang sangat cermat.berkata. niat yang tulus. sementara ia tidak mengetahui apa yang dilakukan Allah untuknya. sebelum datang masa perhitungan. 151 Dikutip dari buku Al Masar. amal shalih. menyingkirkan rintangan. Hati yang jernih. Target-target besar diurai dalam beberapa target-target secara bertahap. antara sesuatu yang akan terjadi dan masih tersisa. sesungguhnya ia benar-benar akan datang. menentukan waktu yang tepat untuk melaksanakan dan melakukan spekulasi terhadap kemungkinankemungkinan yang akan terjadi dan bagaimana cara menghadapinya. Dan untuk mewujudkan hal ini dibutuhkan pencermatan terhadap kondisi dan mengenal kemungkinan dan peluang-peluag yang ada serta menentukan figur-figur yang akan melaksanakannya. dan keinginan yang kuat untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan. dan dibuatnya langkah-langkah strategis pada setiap target pencapaian dengan sarana-sarana yang dibutuhkan kemudian langkah-langkah untuk merealisasikannya. Sesungguhnya seorang mukmin –selamanya. Terhadap masa lalu: maka hendaknya kita menyesali kesalahan diri. meluruskan yang masih bengkok dan memperbaiki yang telah berlalu.selalu berada dalam dua rasa takut. “Hendaknya kita senantiasa mengevaluasi diri kita terhadap masa lalu dan yang akan datang.Imam Syahid berkata. Terhadap masa depan: Maka kita harus mempersiapkan bekal berupa. sementara ia tidak mengetahui apa yang ditakdirkan Allah untuknya.

ini semua bergantung dengan taufik dan pertolongan dari Allah.” Selama hal itu masih berada dalam koridor ajaran Islam dan adabadabnya. Sekali waktu kita mendapatkan hati-hati yang mudah terbuka dan dan sebagiannya sulit. Sesungguhnya segala urusan 118 .” Islam juga membuka pintu yang selebar-lebarnya untuk optimalisasi amal: ‫الحكمة ضالة المؤمن أنى وجدها فهو أحق بها‬ Artinya: “Hikmah adalah barang yang hilang seorang mukmin. dimanapun ia mendapatkannya maka ia adalah orang yang paling berhak mengambilnya. ‫من عمل عمل ليس عليه أمرنا فهو رد‬ Artinya: “Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak kami perintahkan.‫إن ال يحب إذا عمل أحدكم عمل أن يتقنه‬ Artinya: “Sesungguhnya Allah sangat menyukai seorang yang melakukan suatu pekerjaan dan melakukannya dengan baik. Terkadang Allah menjadikan kebaikan yang melimpah di tangan seseorang dan terkadang tidak bisa diwujudkan di tangan orang lain. dan sesungguhnya urusan hati berada di tangan Allah. ‫إن ال كتب الحسان على كل شيء‬ Artinya: “Sesungguhnya Allah mewajibkan ihsan di dalam setiap urusan.” Dan hendaknya kita memahami ketika menjalankan peran dalam merancang dan melakukan inovasi managerial di medan-medan dakwah bahwasanya kita sedang berinteraksi dengan hati dan jiwa-jiwa manusia.” Inovasi dan pembaharuan adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan dan dianjurkan oleh Islam demi meningkatkan metode kerja dan sarana kehidupan. maka amalan tersebut ditolak.

Maka janganlah seseorang mengira bahwa rancangan dan strategi kerja bertentangan dengan keyakinan bahwa segala urusan berada di tangan Allah. sehingga sebiji benih tampak seperti kubah dan semut tampak seperti gajah. Strategi dan perencanaan adalah upaya menggunakan sebab-sebab.berada di tangan Allah. hal. Karena sesungguhnya Allah memerintahkan kita untuk bekerja dan menggunakan segenap sebab-sebab. kecerdasan dalam mengkritik namun gagal dalam bekerja. dan kita melakukannya dengan bertawakkal kepada Allah. Mereka menolak manhaj keputusasaan dan kegagalan yang diangkat oleh sejumlah orang dengan alasan bahwa tidak terwujudnya keberhasilan dan bertambahnya fenomena kebatilan. Wudhuh Ru'yah.” Obsesi terbesar mereka adalah mencari-cari kesalahan dan kealpaan para aktivis dakwah serta mengumpulkannya dari pelbagai arah. Yusuf Al Qaradlawy menggambarkan tipikal kelompok dengan mengatakan.41 119 .40. mereka ingin memulai pekerjaan dengan sempurna (perfect). 152 Risalah. memiliki semangat tinggi untuk menghancurkan namun tak memiliki kemampuan membangun. Atau manhaj para pemimpin yang bodoh dan idealis dalam bekerja dan berdakwah. kemudian melakukan sorotan dengan menggunakan kaca pembesar. adapun hasilnya diserahkan sepenuhnya kepada Allah. Dan tawakkal adalah kita menggunakan segenap usaha dan tidak menggantungkan diri pada upaya semata dan menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah. Dr. Musthafa Masyhur. b. “Semua yang mereka miliki adalah lisan yang panjang sementara lengan mereka pendek.”152 Ikhwan dan Manhaj-manhaj yang lain: Dengan manhaj yang paripurna Ikhwan menolak dan bangkit dari indikasi-indikasi kerusakan yang terdapat di beberapa individu dan gagasan sejumlah tokoh dalam kebangkitan Islam: a.

tidak penting apakah kita harus bekerja. Kita tidak bekerja sebelum tiba waktunya dan kita tidak menunda pekerjaan dari waktu yang telah ditetapkan. Majalah Al Risalah. Mereka adalah saudara-saudara kita yang baik yang terpedaya. Karena hal itu bertentang dengan manhaj tarbiyah dan pembinaan. Kalian mendapatkan mereka seolah-olah tidak pernah melakukan kesalahan. Dr. Diantara bentuk ihsan dalam amal adalah mendahulukan suatu pekerjaan yang harus didahulukan dan menunda pekerjaan yang harus ditunda. Adapun diantara bentuk ihsan dalam amal adalah kita melakukan sesuatu dengan ilmu dan sesuai dengan tempatnya.”153 c. Bagi kelompok ini yang terpenting adalah bekerja dan berjihad dengan segala bentuk pekerjaan dan jihad tanpa ada koridor dan persiapan. Dari hal ini kita mengetahui hikmah mengapa Islam sangat memperhatikan pengaturan waktu dalam shalat dan puasa. “Padahal lapangan perkataan bukanlah lapangan kerja”. serta menempatkan setiap pekerjaan sesuai dengan kedudukan yang telah ditetapkan oleh syariat Islam.Kelompok dengan tipikal seperti ini tidak memberikan sedikitpun kata maaf untuk para aktivis dan mereka biasanya tidak memiliki prasangka baik dan tidak memaklumi kondisi-kondisi tertentu yang dihadapi para aktivis. yang paling utama adalah bagaimana kita bekerja dengan baik dan berupaya untuk melakukan pekerjaan yang paling baik. mereka tidak pernah menganggap bahwa dalam kondisi darurat tertentu terdapat beberapa pengecualian hukum. Yusuf Al Qaradlawy. Mereka terpedaya oleh angan-angan dan berharap kepada Allah dengan angan-angan. I 120 . Maka menjadi kewajiban bagi kita memahami bahwa bekerja untuk dunia dengan menggunakan segala upaya dan kekuatan untuk 153 Makalah Tentang Kebangkitan Islam. hal itu karena mereka tidak melakukan apa-apa. Vol. Ramadan 1422 H/Desember 2001. karena kesalahan sebenarnya adalah hasil dari sebuah ijtihad. Ikhwan juga menolak manhaj Al Isti’jal (terburu-buru).

mampu membangun dan memberi. maka kita takkan mendapatkan agama. d. Jika kita kehilangan dunia. bahkan merupakan prasyarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu. ibadahnya sesuai tuntunan. f. Terdapat juga kelompok al Muntadzirun al Qa’idun (Yang menunggu dan hanya duduk). Oleh karena itu maka dibutuhkan proses pembinaan mendasar secara massif dan serius yang akan menyokong aktivitas politik Islam dan mendorong lahirnya keinginan terhadap sebuah pemerintahan sesuai dengan hukum Allah. Dan diantara kelompok-kelompok ini adalah mereka yang hanya melakukan aktivitas politik praktis dengan penuh ambisi dan melupakan sisi-sisi lain yang jauh lebih penting. memiliki kesholehan Pribadi dan masyarakat. Kelompok ini tidak melakukan apapun. memiliki akhlak dan budi pekerti luhur. Sebagaimana dibutuhkannya pilar-pilar tarbiyah dan barisan yang kokoh yang akan memimpin masyarakat untuk terjun ke dalam kancah politik. Padahal ajaran Islam yang benar atau pembentukan pemerintahan Islam di tengah masyarakat takkan dapat dilakukan dengan aksi-aksi kekerasan. e.mewujudkannya merupakan bagian dari pengamalan agama. berakidah yang benar. Padahal hal ini tak dapat dipisahkan dari aktivitas politik. tidak ada 121 . Adapula kelompok yang hanya melihat kekuatan-kekuatan militer sebagai obsesi yang paling besar untuk melenyapkan kebatilan. serta aktivitas-aktivitas pemikiran dan sosial. tarbiyah. seluruh tipe-tipe tersebut merupakan prasyarat untuk menyukseskan aktivitas politik. yakni memulai dengan pembinaan. dibutuhkan pula tarbiyah dan proses pembentukan sebuah generasi muslim yang memiliki kesadaran terhadap agama dan memahami dunianya.

”156 Ikhwan menolak manhaj kudeta dan revolusi serta model manhaj memberontak terhadap pemerintah. kecuali jika mereka melakukan perdebatan. Dr. dan ia berkata Hadist Hasan. 156 Makalah Tentang Kebangkitan Islam. Dr.154 Dr. Vol. Yusuf Al Qaradlawy.dakwah dan gerakan. masalah-masalah furu’ (masalah-masalah cabang). “Beliau sangat memperhatikan dengan sangat serius agar kader dan para pendukung dakwahnya tidak hidup di dalam teori-teori semata. dan menjadikannya terbagi dalam beberapa segmen. Mereka menghentikan setiap aliran dan membekukan setiap gerakan hingga berdirinya Negara Islam. I 122 . agar mereka tidak digilas oleh perdebatan dalam gagasan. atau ikhwan yang bekerja). Vol. Ramadan 1422 H/Desember 2001. Yusuf Al Qaradlawy. dan permasalahan khilaf yang tidak akan habis. Beliau memilih menggunakan kalimat Al Amal dari kalimat-kalimat yang lain. Dalam pandangan mereka tak perlu ada upayaupaya perbaikan di masyarakat kecuali setelah berdirinya Negara Islam. yang sebagian dilakukan oleh seorang Al Akh Muslim secara pribadi dan sebagiannya dilakukan dalam kapasitasnya sebagai anggota di jamaah. ‫ما ضل قوم بعد هدى كانوا عليه إل أوتوا الجدل‬ Artinya: “Tidaklah tersesat suatu kaum setelah mereka mendapatkan petunjuk dariku. Hal ini bukan manhaj Ikhwan dan tidak sesuai dengan tipikal tarbiyah yang mereka lakukan 154 Makalah Tentang Kebangkitan Islam. Ramadan 1422 H/Desember 2001.”155 Oleh karena itu ia menjadikan al ‘Amal (bekerja) merupakan salah satu rukun baiat. Majalah Al Risalah. Majalah Al Risalah. Tarmidzi dari Abu Umamah. Beliau sering mengulang-ulang haidts Rasulullah Saw. I 155 HR. hingga beliau menamakan shaf-shaf kader dan para pengusung dakwahnya dengan sebutan Al Ikhwan Al ‘Amilin (Aktivis Ikhwan. Yusuf Al qaradlawy berkata tentang Imam Syahid Hasan Al Banna ketika menggambarkan dakwahnya.

Dan pada akhirnya yang terjadi adalah pergantian pemerintah dan individu-individunya tanpa ada pembangunan yang nyata dan perbaikan yang signifikan. tidak bersandar padanya dan tidak meyakini manfaat dan hasilnya. tiada lain hanyalah usaha perbaikan parsial semata. sebenarnya merupakan klaim yang tidak realistis. Imam Syahid berkata. 157 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Bahkan hal ini akan mengarah kepada kekuasan semu dan ambisi yang tinggi terhadap kursi kekuasaan. Dasar yang mana yang akan diletakkan yang akan dijadikan tempat pembinaan rakyat? Karena sesungguhnya sebagaimana keberhasilan suatu kelompok menguasai kursi pemerintahan maka suatu saat ia akan digulingkan oleh kelompok yang lain. “Adapun revolusi. 123 . walaupun dikuatkan dengan propaganda besar namun tak mampu melakukan pembinaan dan tarbiyah terhadap rakyat. dekonstruksi dan kekerasan. sesungguhnya membuktikan bahwa perbedaan antara kelompok revolusi dalam menguasai rakyat dengan obsesi mereka merebut kekuasaan.terhadap umat dan masyarakat. Upayaupaya namun revolusi walaupun realita diperkuat dengan slogan tidak dan ada propagandanya. masyarakat. semua ini hanya melumpuhkan umat masyarakat membangun apapun dan tidak menegakkan dakwah. Adapun klaim yang mengatakan bahwa hal itu dapat dilakukan setelah revolusi.”157 Sesungguhnya metode revolusi yang dilakukan dengan aksi penggulingan pemerintah oleh sekelompok orang. 136. maka Ikhwan Muslimin tidak pernah memikirkannya. hal. Dan pada gilirannya yang akan menggulingkan pemerintah dan menguasainya adalah orang-orang yang memiliki kecenderungan dan kekuatan paling besar dalam menghadapi ombak dan persaingan. tersulutnya serta tidak dan meledaknya potensi permusuhan dan pemberontakan antar kelompok. Cara-cara dekonstruksi akan revolusi dan kekerasan titik-titik dan terhadap tekanan.

Pemahaman Seputar Sarana-sarana Dakwah: Target-target besar terbagi dalam beberapa target-target kecil. yang kemudian menjadi sarana-sarana untuk mewujudkan targettarget besar. Demikian hingga kami sampai pada susunan targettarget dan tujuan yang paripurna serta sarana-sarana yang saling terkait. maka yang paling penting adalah sebagai berikut: a. 124 . Ikhwan juga menolak aksi-aksi kekerasan dan penumpahan darah terhadap penduduk negeri apapun alasannya.dan dengan Al Quran. serta mencari simpatisan dan individu-individu yang akan mendukung dakwah di setiap tempat dan organisasi. Jika menyebutkan beberapa sarana umum yang paling mendasar.Sesungguhnya pengalaman masa lalu dan sekarang yang pahit telah menegaskan kebenaran perspektif dan kedalaman pandangan Ikhwan. adapun peristiwa dan krisis yang terjadi. Sejarah Ikhwan membuktikan hal itu. Tarbiyah yang serius terhadap individu muslim dan lingkungan yang ada di sekitar kita. menggerakkan hati dan mengikatnya dengan Allah –azza wajalla. hal itu adalah persoalan-persoalan individu tertentu yang dengan hal itu jamaah telah mengambil sikap yang tegas sebagai pengingkaran terhadap hal tersebut. Menyebarkan dakwah dengan hikmah dan dengan nasehat kebaikan. memberikan pemahaman yang mendalam terhadap Islam dan akhlak-akhlak Islami. Demikian sebagaimana penjelasan Imam Syahid Hasan Al Banna. dan orang-orang yang melakukan aksi-aksi tersebut bukan bagian dari Ikhwan dan bukan termasuk kaum muslimin. Menghidupkan simpati dan perasaan. karena hal itu merupakan tindakan yang telah keluar dari khitah dan manhaj Ikhwan. b. c.

Tafahum (saling memahami). dan takaful (saling menanggung beban). serta sangat memperhatikan proses pembentukan dan tarbiyah individu kader dakwah. Hal ini sebagaimana yang dilakukan dengan menggunakan program dan cara-cara yang beragam dan terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan kondisi dan kebutuhan serta sesuai dengan perkembangan zaman dan kemajuan dakwah. Begitupula perhatian yang mendalam terhadap keberlangsungan generasi dan penanaman nilai-nilai dakwah di dalam jiwa. yang berjalan dalam langkah dan strategi dari satu tubuh dan satu kerangka –walaupun ia memiliki banyak cabang dan satuan-. dalam koridor dan batasbatas yang tertentu. Perangkat dan sarana-sarana ini bekerja dalam satu susunan. Sarana-sarana umum ini kemudian ditopang dengan saranasarana lain dalam pelbagai corak serta dengan perangkat-perangkat yang beraneka ragam yang membantu mewujudkan target-target umum dan target-target tertentu. manhaj dan rujukan dalam setiap urusan kita. serta spesialisasi dan tujuan-tujuan amal praktis. e. yang tidak berbeda dan tidak bertentangan. Yang di dalam setiap satuan-satuannya yang beraneka ragam. Kegiatan-kegiatan perbaikan terhadap lembaga-lembaga sosial. yang saling berhubungan dan terkait satu sama lain dan berada di bawah satu kepemimpinan. pembenahan dan pemilikan asset-aset kekuatan. terwujudnya sendi-sendi Ta’aruf (saling mengenal). Perjuangan konstitusi dan kegiatan-kegiatan di kelembagaan sosial dengan pelbagai bentuk dan segmentasi. Sesungguhnya syariat Islam adalah pedoman. Yang notabenenya menghimpun antara tugas personalia dakwah dengan tugas-tugas kolektif. dan untuk setiap sarana yang kita 125 . Jika terdapat seorang Pribadi mukmin yang benar maka bersamanya terdapat sebab-sebab kesuksesan.d.

Dakwah yang benar adalah yang dilakukan dengan mengetuk jiwa terlebih dahulu. yang dengannya sudah pasti akan tegak agama Allah dan dakwahnya menggema ke seluruh penjuru. dan kami menolak segala bentuk upaya pelecehan terhadap kehormatan tersebut dengan alasan dan hujjah apapun. sehingga mereka putus asa dan semakin terpuruk. Jadilah jamaah mereka sebagai jamaah percontohan. 240 126 . berupaya menghimpun hati-hati mereka dalam naungan mahabbah dan ukhuwah. dan berlaku ekstrim terhadap mereka dengan pengingkaran dan ancaman. sebagaimana wasiat Rasulullah Saw. kehormatan dan harta. Bukankah yang dilakukan oleh Rasulullah Saw.”158 Kami juga menolak mengkafirkan manusia. membisikkan hati-hati manusia. salaf Sholeh dalam perjuangan dan gerakan dakwah. dan membuka tabir-tabir penutup jiawa. hal. sarana untuk penanaman nilai dalam setiap seruan dakwah –kiranya sudah dimaklumi dan dipahami. Imam Syahid berkata tentang penyebaran dakwah dan pengumpulangan dukungan. Namun kami berupaya 158 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Kami menolak cara-cara kekerasan. amal. yang kita dapatkan dari sirah para nabi dan Rasulullah Saw. Iman. mahabbah dan ukhuwah. sehingga menjelmalah kekuatan akidah menjadi kekuatan wihdah. Kami meyakini keharaman darah. “Adapun sarana untuk mewujudkan citacita ini tidak dilakukan dengan uang. meski ditentang oleh seluruh penduduk bumi. Sesungguhnya. Mustahil dakwah ini akan eksis jika mendahulukan pukulan cemeti atau lemparan anak panah. dalam menanamkan nilai-nilai dakwah kepada generasi pertama dari sahabat beliau tidak lebih dari ajakan kepada keimanan dan amal? Kemudian beliau Saw. dan tidak pula menggunakan kekuatan fisik. kepada umat Islam. dan penggunaan kekuatan dan cara-cara teroris terhadap orang lain. yang terangkum dalam empat kata.miliki.

seperti yayasan. yang memiliki tujuan dan sarana-sarana yang jelas. Kami juga memanfaatkan setiap kesempatan dan peluang yang ada serta bantuan orang lain. yayasan ekonomi. berbuat baik kepada mereka. Siapapun membantu aktivitas tersebut sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. karena intinya adalah kandungan program. maka dakwah menyambut baik tawaran tersebut. Kami tidak tergesa-gesa mengharapkan hasil usaha. Termasuk tidak ada pertentangan antara posisi aktivis dakwah dengan ikatan mereka terhadap jamaah. partai politik dll. dan melakukan perbaikan secara bertahap. serta dengan setiap sukarelawan yang ikhlas yang berjuang untuk kemaslahatan negeri. adalah organisasi yang memiliki tatanan sarana yang tersusun rapi dan perjuangan konstitusi. bekerjasama dan melakukan koordinasi dengan mereka. yang merupakan penyempurna dari aktivitas dakwah. dan tidak disyaratkan pencantumam nama jamaah atau kalimat-kalimat Islami di lembaga tersebut. club-club sosial dan olah raga. bersabar dan tegar di hadapan setiap rintangan. yang bekerja untuk kemaslahatan jamaah atau merupakan bagian darinya. kami selalu berusaha menyatukan hati dan persatuan umat. yang dan ingin program-program bergabung. Lembaga-lembaga ini juga didirikan sesuai dengan undang-undang dan aturan sosial yang berlaku di masyarakat. Tak peduli apapun nama dan gelarnya. Sesungguhnya lembaga dan wadah-wadah yang didirikan oleh jamaah. lembaga sosial kemasyarakatan (LSM). serta elastis menggunakan sarana-sarana yang ada. Rujukan ini harus jelas dan terperinci 127 . bekerja yang dan tersosialisasikan. serta tidak menyulut kebencian dan permusuhan di antara mereka.menjadi qudwah. rujukan mereka terhadap jamaah serta usaha-usaha mereka untuk mewujudkan tujuan-tujuan dakwah secara keseluruhan.

maka hal itu merupakan salah satu sarana kerja-kerja sosial dakwah dalam koridor dan lingkup perjuangan konstitusi yang terbuka untuk setiap individu dan civitas di tengah masyarakat. atau terdapat pelanggaran undang-undang di dalamnya. Prinsip partisipasi dalam sebuah lembaga adalah untuk melakukan perbaikan.. Menghormati aturan dan undang-undang kerja yang berlaku di setiap lembaga-lembaga tersebut serta tidak ikut campur dalam urusan-urusan privasi lembaga –atau dalam satuan-satuan jamaah yang lain-. kecuali hanya berupa nasehat kebaikan dan mempersiapkan tenaga-tenaga profesional. Tidak menimbun (harta atau kekayaan) Jamaah justru melakukan kerjasama dan saling bantu dengan orang lain. Ia juga senantiasa menjungjung tinggi ketentuan finansial dan undangundang yang berlaku. perbaikan dimana di diantara lini tujuan kehidupan kami adalah melakukan termasuk setiap masyarakat. Diantara prinsip jamaah adalah saling membantu dan bekerjasama dengan orang lain dalam setiap sesuatu yang baik dan bermanfaat. dan tidak bermaksud mengambil keuntungan materi. Terbuka dengan keberadaan dan gerakan kita. 3. 2.serta tidak boleh keluar dari target dakwah atau melenceng dalam prilaku dan aktivitasnya. yaitu: 1. Lembaga-lembaga sosial dengan skala nasional bukan barang timbunan yang dimiliki perseorangan. dan jamaah ikut berperan di dalamnya baik melalui para aktivis maupun melalui proyek dan program-program yang mendukung jamaah. 4. 5. dalam dakwah dan dan kalimat kita. 128 . Keikutsertaan dan partisifasi dakwah dalam wadah-wadah dan lembaga ini semata-mata hanya mengharap keridhaan Allah Swt. walaupun jumlah mereka mayoritas. Adapun lembaga-lembaga yang didirikan di masyarakat. Jamaah memiliki metode tersendiri dalam memainkan peran ini.

Sesungguhnya kewajiban dakwah dalam fase ini adalah ketegaran dan keteguhan. menguasai dan membekukannya. dan yang kegiatansemakin kegiatannya. yang kemudian menjadi titik tolak yang kuat. keterikatan dan kesatuan. Hingga mereka mengenal dan mengetahui bahwa manhaj Islam sangat komprehensif dan mencakup segala sesuatu. begitupula dengan proyek-proyek yang dihasilkannya. Menerima kritikan dan selalu intropeksi diri. penghormatan mereka terhadap undang-undang dan ketentuan masyarakat. sehingga masyarakat memberikan kepercayaannya kepada para da’I dan penyeru perbaikan. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan jamaah di beberapa lembaga dan civitas merupakan bukti nyata kemajuan dan perbaikan yang dilakukan Ikhwan. Sebagian mereka mungkin mengira bahwa hal itu akan melemahkan jamaah sebagai tersebut akibat dengan ruh dari embargo terhadap yang jihad. aktivitas luarbiasa ketegaran.menyampaikan dakwah kepada setiap kelompok masyarakat dan institusinya. namun dakwah tetap berkembang pada masa-masa perkembangan dan semangat menguatkan pengorbanan. dakwah terkadang harus menghadapi tekanan. embargo dan penyiksaan di balik jeruji-jeruji penjara. mengakui kesalahan dan melakukan evaluasi. Kami bahkan mendapatkan bahwa pemerintah yang berwenang dan orang-orang yang memiliki jiwa-jiwa yang sakitlah yang melakukan pelanggaran terhadap undang-undang dan menghalanghalangi aktivitas lembaga-lembaga ini. namun dengan perbaikan. 129 . serta cocok untuk setiap lini kehidupan. serta meminta kepada masyarakat untuk membantu dan membenahi kesalahan-kesalahan kami. Kami juga menghormati pandangan mereka dan mengalah untuk beberapa keinginan mereka. 6. qudwah dan pelaksanaan program-program Islami. Jika suatu masa dakwah menghadapi tekanan dan embargo. Dalam beberapa waktu. menghentikan. Yang tentunya tidak hanya menyampaikan teori-teori melalui perkataan semata.

dan condongnya opini publik terhadap. 2. yang setiap komponennya saling bertautan satu sama lain dengan jumlah dan kualitas yang sama. yang mampu memenuhi setiap lapangan dan lembaga. yang memiliki kekayaan kemampuan dan sejumlah figur yang dibutuhkan. Pembangunan pilar dasar yang beriman dan memiliki kekokohan dan kekuatan akidah. kekuatan mayoritas di parlemen adalah merupakan salah satu langkah-langkah penyempurna dan peran untuk mendapatkan kecenderungan dan perlindungan pemerintah terhadap masyarakat. perkampungan dan perkotaan.maka pada saat itulah ia akan berkembang. kawasan dan jalan-jalan. diantaranya parlemen. tumbuh dan menyebar ke pelbagai penjuru. serta mendukungnya dengan penuh keyakinan dan rasa cinta. di setiap perkampungan. hal itu justru semata hanya 130 . Ia juga berdiri di atas pembinaan dan tarbiyah masyarakat. dan berkumpul di sekitar jamaah dan figur-figurnya. setiap tempat dan kawasan. namun bukan merupakan langkah satu-satunya atau yang paling utama dalam melakukan proses perubahan di masyarakat dan pemerintah Islam. Secara alami. Namun jika semata-mata hanya mewujudkan suara mayoritas di parlemen tanpa memenuhi sisi-sisi penting yang disebut di atas. sehingga lembaga dan institusi-institusi masyarakat akan condong kepada jamaah. Hal ini merupakan konsekueksi logis dari kekuatan dakwah dan penyebarannya di setiap lini kehidupan. jamaah akan menjadi kekuatan mayoritas dan diperhitungkan di setiap lembaga pemilihan. 3. dimana pondasi dasarnya adalah: 1. maka tidak akan mengarah kepada berdirinya pemerintahan Islam sebagaimana yang diinginkan Ikhwan. Kotak Pemilu Tentang kotak pemilu. sehingga tershibghah dengan nilai-nilai Islam dalam prilaku dan kebiasaannya sehar-hari.

kemudian sekelompok orang yang bekerja dalam manhaj tersebut. hingga terciptanya kesinambungan antar generasi dalam menempuh jalan ini untuk sampai pada tujuannya. atau besarnya kekuatan dukungan dan kekuatan lobi. Imam Syahid berkata. Maka besarnya tantangan dan tanggungjawab yang dihadapi dakwah. Tentang Waktu yang diperlukan: Sebuah target yang besar untuk mewujudkan kemenangan dakwah. Sebagaimana mayoritas parlemen dapat diwujudkan dengan baiknya pengaturan strategi dalam pemilu. atau melakukan lompatan-lompatan di atas fase-fase dakwah yang telah ditetapkan. atau membuat kita tergesa-gesa melangkah. membutuhkan kebersinambungan generasi yang terus menerus. Oleh karena itu. jangan sampai kita terpedaya dengan hasil pemilu. serta dengan masih lemahnya capaian-capaian yang mampu kita laksanakan dalam kurun waktu yang sangat panjang dikarenakan kekeliruan dan penyimpangan hingga penyakit tersebut semakin akut. “Harus ada manhaj tertentu yang kita inginkan. maka hal itupun tidak selamanya merupakan indikasi terpenuhinya pembinaan dan penahapan yang diinginkan di dalam jamaah dan masyarakat. atau kita menjadikan kotak suara dalam pemilu adalah tujuan utama dalam setiap langkah dan target-target kita. serta masa yang tidak sedikit.”159 159 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? 131 . Hal itu karena agungnya tujuan dan besarnya bangunan dakwah yang kita inginkan.mengantar kepada kursi kekuasaan di kementerian. yang hanya mewujudkan beberapa langkah-langkah perbaikan yang parsial. hadir bersama keyakinan yang kuat terhadap pertolongan dan kemenangan dari Allah.

Oleh karena itu.Imam Syahid pernah ditanya oleh seorang pemuda pada akhir tahun 40-an. kesungguhan dan kontiunitas amal.mungkin saja mampu mempersingkar masa itu. dengarkanlah seruan dariku yang tinggi dan menggema dari atas mimbar ini di muktamar kalian yang besar ini. beliau menjawab. pertajam kepahaman mereka dengan materi-materi. jika kalian benar-benar membulatkan tekad dan mengerahkan semua potensi. sehingga salah dalam perhitungan dan tidak sesuai dengan hasil yang diprediksikan (diperkirakan). bahwa ia adalah jalan yang paling aman dan selamat untuk sampai ke tujuan. bentuklah segera katibah dan kelompok-kelompok.127 132 .” Imam Syahid menolak cara-cara yang gegabah atau lompatanlompatan di atas fase-fase dakwah yang telah ditetapkan. sebarkah dakwah kalian ke medan-medan yang belum pernah 160 Risalah Pergerakan. yakinlah pada diri kalian akan beratnya tugas. “Kemenangan itu tidak terwujud pada generasiku dan generasimu. Barangsiapa yang tergesa-gesa mendapatkan buahnya sebelum matang atau memetik kembang sebelum waktunya maka saya tidak mendukungnya sedikitpun. jalan ini mungkin terasa panjang. Ya. ketabahan. “Dan kalian –wahai para wakil Ikhwan. “Kapankah tiba waktu kemenangan yang dicitacitakan?. Sesungguhnya kejantanan dan keberanian akan teruji dengan dengan kesabaran. bahwa sesungguhnya khitah perjalanan kalian telah tergambar langkah-langkahnya dan telah jelas batas-batasnya. Muktamar Ke V.”160 Beliau juga berkata. ia berkata. Atau mungkin kalian lengah. “Wahai Ikhwanul Muslimin. bersegeralah untuk berkiprah (di lapangan). namun tidak ada jalan alternatif lain untuk sampai ke tujuan. hal. Saya tidak ingin melanggar batas-batas yang telah saya yakini dengan sepenuh keyakinan. namun akan terwujud pada generasi yang akan datang –dengan izin Allah-. terutama orang-orang yang bersemangat dan tergesa-gesa diantara kalian.

127 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. 36 Ibid 133 .”161 Maka hal ini sangat tergantung kepada. hal. dan jangan sesekali kalian sia-siakan waktu meski hanya semenit tanpa diisi dengan amal. “Setiap langkah ditempatkan pada waktu yang tepat. dengan kedalaman tarbiyah dan keluasannya. dan pengaruh yang tergantung dengan segenap tujuan dan optimalisasi peluang.”163 Imam Syahid berkata. yang mereka gunakan sebagai timbangan diri dan mereka akan mengetahui dimana mereka dari timbangan tersebut.”164 Ikhwan Setelah Berdirinya Negara Sesungguhnya jamaah ini berdiri dan tetap eksis hingga tercapainya seluruh target-targetnya yang besar. maka tarbiyah Ikhwan akan semakin luas dan membentang hingga mencakup seluruh lapisan masyarakat dan umat Islam secara keseluruhan. pendirian bangunan. kesungguhan dalam beramal. dan soliditas Takwiniyah. serta ikatan pertautan antar individunya. Setelah berdirinya Negara. Hal. “Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin memiliki metode tertentu yang diikuti sebagai petunjuk jalan. terpenuhinya syarat-syarat. peningkatan marhalah. Imam Syahid berkata.tersentuh oleh dakwah. namun pada saat itu ia tidak hanya berupa kelompok tertentu saja. dan akan terus menjaganya. yang 161 162 163 164 Ibid Ibid. banyaknya aktivis. batasan-batasan. Sehingga terjadi pembaharuan dalam darahnya dan meluasnya pilar-pilar dasar serta berkesinambungannya generasi. “Bahwa hasil akhir yang sempurna itu tidak mungkin dirasakan kecuali setelah tersebarnya pengenalan fikrah.”162 Ia juga berkata.

baik muslim maupun nonmuslim tanpa ada tekanan atau permusuhan. . selama mereka masih berada dalam norma yang diyakini masyarakat serta tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Islam. .kemudian terwujudnya kekuatan bangunan dan kemampuan untuk mewujudkan tujuan-tujuannya yang tinggi dan memeliharanya. Mereka memiliki hak yang sama. dan menjaga hak-hak mereka sebagaimana yang dianugerahkan Allah berupa kebebasan yang mereka yakini.Pengalaman pahit yang telah dirasakan oleh negeri kami yang tercinta dikarenakan oleh segelintir orang atau kekuatan yang berupaya merusak pemerintah yang sah hingga terjadi kehancuran. maka ini menguatkan bahwa Islam dan tarbiyah umat merupakan jaminan yang hakiki 134 . atau mengkhususkan hal itu pada diri mereka.Dakwah Ikhwan tidak memonopoli ladang dakwah dan tarbiyah di masyarakat. Penyimpangan yang dilakukan tidak diputuskan kecuali oleh peradilan yang adil dan independent yang tidak tunduk kepada kekuatan pemerintah yang berkuasa. Dakwah Ikhwan menjunjung tinggi keinginan umat walaupun berbeda dengan pandangan Ikhwan.Dakwah Ikhwan menghormati aspirasi umat dengan sebenar-benarnya. . pemalsuan dan .Dakwah Ikhwan menerima keberadaan orang lain walaupun memiliki perbedaan dengannya. maka Ikhwan memilih mengalah dan berjalan beriring bersama umat dengan cara yang bijak dan nasehat kepada kebaikan. yang menolak segala bentuk pelecehan terhadap keinginan mereka. Medan dakwah terbuka luas untuk setiap kekuatan dan golongan. dan itu merupakan salah satu rukun pemerintahan penipuan.

”165 Jihad adalah Jalan Dakwah Imam Syahid menjelaskan makna jihad yang merupakan salah rukun bai’at: “Yang dimaksud dengan jihad adalah sebuah kewajiban yang tetap hukumnya hingga hari kiamat. Ini merupakan kandungan dari apa yang disabdakan oleh Rasulullah Saw: ‫من مات ولم يغزو ولم ينو الغزو: مات ميتة جاهلية‬ Artinya: “Barangsiapa mati. kecuali dengan jihad. “Tidaklah dakwah menjadi hidup. Sedangkan antara keduanya terdapat jihad dengan lisan. pena. 135 . Pemerintah Muslim. dan peringkat terakhirnya adalah pernang di jalan Allah. tangan dan kata-kata yang benar di hadapan penguasa yang zhalim.yang akan mencegah terjadinya kehancuran tersebut.” Peringkat pertama jihad adalah pengingkaran dengan hati. sementara ia belum pernah berperang atau belum pernah berniat untuk berperang. Kadar ketinggian dakwah dan keluasan bentangan ufuknya adalah penentu 165 Lihat kembali pembahasan ini dalam bab. ia mati dalam keadaan jahiliyah. Hal ini sebagaimana yang dilakukan umat Islam dalam mengawasi pemimpin mereka Umar Bin Khattab –semoga Allah meridhainya-. yang akan melindungi hak-hak umat. ‫وال لو رأينا فيك اعوجاجا لقومناه بسيوفنا‬ Artinya: “Demi Allah. kalau seandainya kami melihat engkau melaksanakan kesalahan. dan yang akan mengawasi para pemimpin negeri. maka kami akan meluruskanmu dengan pedang-pedang kami.

” (Q. kesehatan.S Al Hajj:78)166 Jihad membutuhkan totalitas keikhlasan dan pengorbanan tanpa batas: Imam Syahid berkata. harta bahkan darah.           Artinya: “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. hal.361 136 .bagi sejauhmana keagungan jihad di jalan-Nya dan sejauhmana pula harga yang harus ditebus untuk mendukungnya. bahwa beban dakwah ini hanya bisa dipikul oleh mereka yang telah memahami dan bersedia memberikan apa saja yang kelak dituntut olehnya. Sedangkan keagungan pahalanya diberikan kepada para mujahid.                        166          Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). “Kami ingin mengatakan kepada kaum kami. baik waktu.

ia terhalang dari pahala besar mujahid dan tertinggal bersama orang-orang yang duduk-duduk. barangsiapa yang lemah dalam memikul beban ini. Siapa yang bersedia untuk itu.16 137 . isteri-isteri. anak-anak .                :Artinya “Katakanlah: "Jika bapa-bapa . Beliau berkata dalam Risalah Pergerakan.S Al Taubah: 24) “Dakwah ini tidak mengenal sikap ganda. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. Apakah Kita Para Aktivis?: “Apa yang mereka inginkan –dari diri mereka dan orang laindari jihad di jalan Allah: 167 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). hal. saudara-saudara. Sebaliknya. harta kekayaan yang kamu usahakan. adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya.”167 Imam Syahid menjelaskan tentang tingkatan jihad bahwa hendaknya seorang muslim mengambil bagian dari perjuangan suci ini.” (Q. Ia hanya mengenal satu sikap totalitas. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan Keputusan NYA". maka ia harus hidup bersama dakwah dan dakwahpun akan melebur dalam dirinya. dan tempat tinggal yang kamu sukai. kaum keluargamu. perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya.

- Sabagian dari makna jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. sebagian harta. - Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. dan engkau mengajak kepada agama Allah dengan hikmah dan nesehat kebaikan. adalah anda menjadi prajurit Allah. adalah menjadikan duka cita atas kondisi yang mengitari itu sebagai pemicu dalam berpikir secara sungguh-sungguh bagaimana mendapatkan jalan keluar. sebagian tuntutan pribadimu untuk kebaikan Islam dan putra-putri kaum muslimin. dan memutuskan siapa saja yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya. - Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. jamuan makan maupun jamuan minum. serta memberikan nasehat kepada para pemimpin Islam dan masyarakatnya. dalam merenung panjang dan mendalam bagaimana memilih jalan-jalan amal dan cara-cara penyelesaian. yang mengaliri gelora cinta untuk meraih kembali kehormatan dan kejayaan Islam. tidak ada interaksi. adalah munculnya emosi yang dinamis dan kuat. menaati Allah. anda harus menjadi orang pertama kali 138 . Hendaknya anda tidak menjalin hubungan apapun dengan mereka. - Sebagian dari makna jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. yang membisikkan gejolak rindu untuk menggapai kekuasaan dan kekuatannya.- Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. Untuk-Nya jangan sisakan milik anda sedikitpun. adalah anda menyisihkan dari sebagian waktu. - Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. adalah anda mengingkari siapa saja yang mengingkari agama-Nya. yang menangisi duka lara dan meratapi nasib kaum muslimin yang lemah. mengikuti Rasul-Nya. anda melindungi agamaNya dengan jiwa dan harta anda. Jika kejayaan dan kehormatan Islam terancam dan gema kebangkitan diserukan. adalah anda memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar. mengamalkan kitab-Nya.

adalah –jika anda tidak dapat melakukan itu semuahendaklah anda memberikan cinta anda kepada para mujahid dari relung hati yang paling dalam dan memberikan masukan nasehat kepada mereka dengan buah pikiran anda yang jernih. lalu dimanakah posisi Ikhwanul Muslimin di antara tingkatan-tingkatan ini?168 Imam Syahid menyimpulkan hal itu dengan mengatakan. meluruskan tindak kezaliman. “Wahai kaum muslimin. Janganlah sekali-kali anda menjadi orang selainnya. adalah anda bekerja demi menegakkan timbangan keadilan. niscaya adalah kalian misi akan kalian dalam kehidupan ini.menyambut seruan itu dan menjadi orang yang pertama yang maju ke medan jihad. Jika kalian melaksanakannya dengan memperoleh kemenangan. dan mencegah tangan pelakunya seberapapun kekuatan dan kekuasaannya. Allah Swt. telah mencatat untuk anda pahala dan telah melepaskan anda dari tanggung jawab. sehingga hati anda akan dikunci dan dituntut dengan sepedih-pedihnya siksa. - Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. Demikian inilah sebagian dari tingkatan-tingkatan jihad dalam Islam. - Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. Tapi jika kalian hanya melaksanakan sebagiannya atau bahkan melalaikan semuanya. maka biarkahlah ku baca ayat berikut ini. melakukan perbaikan urusan seluruh makhluk. beribadah kepada tuhan. Dengan begitu. 83 139 . hal. berjihad menegakkan agama dan meninggikan-Nya baik. 168 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?.

kaum muslimin segera bertebaran di segenap penjuru bumi.” Imam Syahid menggambarkan jihad mereka sebagai upaya untuk menguasai dunia dan melakukan perbaikan. 43 140 . “Wahai kaum muslimin.S Al Mukminun: 115-116)169 Sebagai wujud dari kepahaman terhadap makna yang diisyaratkan oleh ayat di atas. –sebagai generasi pilihan Allah. dan pedang-pedang mereka senantiasa terhunus dalam 169 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). Tuhan (yang mempunyai) 'Arsy yang mulia. dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah.                            :Artinya “Maka apakah kamu mengira. beliau berkata.” (Q. para sahabat Rasulullah Saw.tampil dengan julukan. bahwa Sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main (saja). rumah-rumah mereka ibarat pelana-pelana kuda. untuk itulah –setelah Rasulullah Saw. tidak ada Tuhan selain Dia. dan penunggang kuda di siang hari. hal. “layaknya rahib-rahib di malam hari. Al Quran ada dalam dada mereka. raja yang Sebenarnya. kembali ke haribaan Allah.

Siapa yang membayar jizyah –sementara ia tetap dalam kekafirannya-. Dari lisan mereka mengalir deras hujjah-hujjah yang terang. maka ia akan menjadi saudara kaum muslimin dengan menyandang hak dan kewajiban yang sama. maka ia berada di bawah perlindungan dan perjanjian dengan kaum muslimin. hal. supaya jangan ada fitnah[611] dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah[612]. berkenan memenangkan hamba-hamba-Nya. Tapi bila ia tetap enggan. 44 141 . dimana kaum muslimin akan memenuhi janji dan melaksanakan semua kewajibannya. 43. jika mereka berhenti (dari kekafiran). apalagi karena nafsu imperialisme.” (Q. Muhammad Saw. Jizyah.S Al Anfal: 39)170 170 Ibid. Islam. Maka Sesungguhnya Allah Maha melihat apa yang mereka kerjakan.genggaman. menyeru manusia kepada salah satu dari tiga pilihan.                          Artinya: “Dan perangilah mereka. bukan pula untuk memburu harta dan popularitas. Mereka keluar semata-mata untuk menunaikan satu misi suci sebagaimana telah diwasiatkan nabi mereka. Sebuah amanat yang mengharuskan mereka berjihad di jalan Allah Swt. atau perang. maka kaum muslimin akan memerangi mereka sampai Allah Swt. Siapa yang memilih Islam.” Jadi mereka keluar dari rumah-rumah mereka bukan karena ambisi kekuasaan.

35 142 . terwujud pengajaran dalam dan bimbingan kepada seluruh umat manusia. yang bentuk imperialisme dan penindasan?172 Imam Syahid menjawab orang-orang yang mencela kewajiban jihad. Imam Syahid berkata. yang ada justru orang-orang yang beriman dan menerima seruan agama Allah. Dengan demikian cairlah sudah fikrah kesukuan dan kelompok di hadapan fikrah ukhuwah Islamiyah. Harian Afaq Arabiyah. Jadi sebenarnya tidak ada panglima yang menang dan musuh yang kalah. hal. Al Ustad Fuad Al Hajarsy. Samakah ini dengan dominasi sekarang. rahmat dan kelembutan. hal. Sehingga pembebasan Islam berarti juga pembebasan Barat peradaban. kerusakan dan fitnah di muka bumi. 19 Nopember 1998 M. Ia berkata. atau hidup bernaung di bawah panjinya dengan penuh rasa aman dan terlindungi dari setiap kezhaliman dan kesewenang-wenangan.Sesunguhnya ekspansi Islam merupakan upaya untuk membangkitkan keimanan di dalam hati manusia dan untuk meninggikan kalimat kebenaran di muka bumi.171 Mereka berjuang dengan dakwah mereka untuk melenyapkan seluruh bentuk penindasan. 172 Risalah Pergerakan. menghapus kezhaliman. cahaya. “Akan datang suatu masa dimana terdapat sekelompok manusia yang mencela Islam karena kewajiban jihad dan kewajiban berperang. 176. kemajuan. Kepada Apa Kita Menyeru Manusia.masuk kedalam agama Allah.” 171 Diantara kalimat Imam Syahid. Lihat juga. agar manusia terbebas dan memilih –jika mereka menginginkannya. sehingga semuanya benar-benar menjadi saudara yang Saling mencintai satu sama lain. dikutip dari buku Al Imam Syahih Hasan Al Banna Pengusung Panji dakwah Abad 20. Edisi 284. hidayah. “Dengan demikian seorang pejuang muslim adalah juga seorang guru yang memiliki semua sifat yang semestinya ada pada seorang guru.

Oleh karena itu maka kaum muslimin harus dipersiapkan untuk sabar dalam 173 Risalah Pergerakan.173 Tentang makna jihad dan yang untuk sempurna. kezhaliman. “Allah Swt telah mewajibkan jihad kepada kaum muslimin bukan sebagai alat permusuhan atau sarana bagi kepentingan Pribadi.” Agar kita sampai ke tingkatan jihad dan perjuangan. ancaman. Jihad. dan semakin aksi-aksi kekerasan. Beliau mengatakan. 424 143 .Beliau menjelaskan dengan perkataannya. mempersiapkannya agar tidak mengalami kegoncangan ketika menghadapi musibah. “Kondisi meningkatnya alam hari ini –setelah seluruh kekuatan kejahatan bersatu di bawah satu kepemimpinan. maka kita harus melakukan tarbiyah jiwa dengan tarbiyah yang mendalam. membangun urgensi rukun- mempersiapkannya upaya rukunnya di dalam jiwa serta patuh terhadap batasan dan hukum-hukumnya. itulah keteguhan dan ketabahan sehingga hilang semua cobaan dan musibah dan Allah mengganti kesulitan dengan kemudahan. dan pembantaian. keyakinan dan menyandarkan diri kepada-Nya. Ia adalah harapan kepada Allah. selain sebagai sarana untuk menunaikan misi (risalah) agung yang dipikulkan di pundak kaum muslimin. pembunuhan. agar ia tidak gentar di hadapan kesulitan. penangkapan. tetapi sebagai perlindungan bagi dakwah dan jaminan bagi perdamaian. Mursyid ‘Am sebelumnya Musthafa Masyhur menegaskan tentang kebutuhan umat terhadap persiapan jihad.menegaskan kepada kita tentang urgensi untuk membangkitkan ruh jihad Islam sebagai solusi tanpa harus mematikan eksistensi umat dan peradaban Islam. misi hidayah bagi manusia untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. hal.

Yang mempunyai kekuasaan di langit dan di bumi. dan apa yang ada pada Allah akan kekal selamanya. Berusahalah untuk senantiasa meneguhkan komitmen kalian dan memurnikan hati kalian. keyakinan dan ketenangan yang stabil.”174 Imam Syahid berkata. Penuhilah kewajiban. kesucian dan kejernihan.kalian untuk terus berkorban dengan harta dan kesungguhan. ia adalah kesabaran yang akan membuat umat Islam bangkit menjalankan kewajiban dan tanggungjawabnya dengan penuh ketabahan. arahkanlah keremajaan. emosi dan perasaan kalian kepada kemuliaan. Imam Syahid Hasan Al Banna berkata. kesabaran menghadapi tipudaya kesabaran dalam jihad dan kepungan. jagalah waktu dan jangan membuangnya pada sesuatu yang tidak bermanfaat. serta janganlah meremehkan apapun bentuknya. “Kewajiban ini menunut adanya jiwa yang dipenuhi keimanan dan hati yang luhur. Bersiaplah dan singsingkanlah lengan baju kalian. Kewajiban ini menuntut –dan akan selalu menuntut. jangan sampai ada satu detik waktu yang berlalu tanpa diisi dengan amalan yang baik dan usaha yang berkah. 174 Dari perkataan Musthafa Masyhur. evaluasi dirimu dengan evaluasi yang cermat.kondisi berat dan sulit dan ketika menghadapi musuh-musuh cobaan. lawanlah bisikan nafsu yang menyesatkan. jadikan hati dan perasaan kalian senantiasa berhubungan dengan Allah. lakukanlah ketaatan dan jauhilah dosa. bersihkan diri kalian dari kemaksiatan. Dimana Hati Kaum Muslimin Terhadap Penumpahan Darah Umat Islam? 144 . Sesungguhnya apa yang ada pada kalian akan pupus habis. berjuang menundukkan jiwa adalah kewajiban kita yang pertama. “Wahai Ikhwan. lawanlah kemalasan dan kelemahan. maka berjihadlah menundukkan jiwa-jiwa kalian dan giringlah ia menuju ajaran Islam dan hukum-hukumnya. Allah.

” (Q. mempersembahkan darah dan nyawanya sebagai tebusan bagi akidahnya dan demi menegakkan hidayah bagi seluruh umat manusia. yang luasnya seluas langit dan bumi. 261 45 176 145 . dan yang bertawakkallah Maha ia kepada lagi Allah. hal. demi ketenaran. Risalah: Al Jihad (Risalah Jihad).”175 Imam Syahid berkata tentang perdamaian. demi meraup ghanimah. berjihad agar kalimat Allah menjadi yang tertinggi. Semua itu haram baginya. demi harta. Maka condonglah kepadanya dialah muslim. dengan memberikan balasan berupa surga.”176 175 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). Allah Swt. Yang halal hanyalah satu urusan. demi pangkat. Maha Sesungguhnya Seorang mendengar keluar Mengetahui. atau demi memenangkan peperangan tanpa peduli dengan kebenaran. “Sesungguhnya Islam sebagaimana ia mewajibkan perang.Sesungguhnya Allah telah membeli dari kaum muslimin jiwa dan harta benda mereka. ia juga sangat memperhatikan masalah perdamaian. berfirman:                  :Artinya “Dan jika mereka condong kepada perdamaian. Agamanya pun melarang ia mencampuri niat yang suci ini dengan maksud-maksud lain. hal. dibenaknya hanya ada satu pikiran.S Al Anfal:61) tatkala untuk berjihad.

Jika jihad dalam Islam memiliki tujuan yang sangat mulia. (Q.S Al Baqarah: 190) Allah Swt. maka sarananya pun adalah sarana yang paling utama. meskipun kepada musuh. Karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dia berfirman:                   :Artinya “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu. juga memerintahkan untuk berlaku adil. mengharamkan permusuhan. Allah Swt. Firman-Nya:                                  146  . (tetapi) janganlah kamu melampaui batas.

261 147 . tidak merampok harta. dan tidak membuat derita. Karena adil itu lebih dekat kepada takwa.                             :Artinya “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orangorang yang selalu menegakkan (kebenaran) Karena Allah.” (Q. berlaku adillah. mereka adalah sebaik-baiknya pasukan perang. tidak mencuri. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Di kala perang. tidak menyiksa tubuh manusia. dan di kala damai. menjadi saksi dengan adil. membimbing kaum muslimin mennuju kasih saying yang paripurna. Mereka ketika berperang tidak melampaui batas.177 177 Ibid. tidak melukai kehormatan. mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum. tidak bertindak aniaya.S Al Maidah: 8) Allah Swt. hal. mereka adalah sebaik-baiknya pelaku perdamaian. dan bertakwalah kepada Allah.

ia juga merupakan salah satu bagian dari eksistensi kaum muslimin dan akidah mereka. maka kalian akan masuk surga Rabb kalian dengan penuh kedamaian.Jihad Islam dengan makna dan batasan-batasannya tidak terpisah dari prinsip-prinsip perdamaian dalam agama Islam.” Dalam hadits lain Rasulullah Saw. memimpin mereka menuju satu tujuan yang dengannya mereka diciptakan. Umat Islam mencintai kehidupan dan mengajak manusia kepadanya. hingga mereka mendapatkan ketenangan dalam hidup dan berbahagia dengan menaati Rabbnya. Mursyid ‘Am sebelumnya. Hal ini sangat jelas dan lebih jelas dari cahaya matahari. Dan salah satu nama yang dimiliki Allah Swt. Musthafa Masyhur mengatakan. sementara kalimat perang hanya disebut dalam Al Quran di 6 ayat saja. dan ucapan salam yang digunakan kaum muslimin sebagai pemersatu hati dan pengikat hati individuindividu masyarakatnya satu sama lain adalah As Salam. asas dan salah satu kewajiban dalam Islam.” Kalimat perdamaian dan beberapa derivasi kalimatnya disebutkan dalam Al Quran tidak kurang di 133 tempat. adalah As Salam (Perdamaian). bersabda: ‫أفشوا السلم وأطعموا الطعام وألينوا الكلم تدخلوا جنة ربكم بسلم‬ Artinya: “Sebarkanlah salam dan berikan makanan. mengatakan: ‫إن ال جعل السلم تحية لمنتا وأمانا لهل ذمتنا‬ Artinya: 148 . lembutkanlah perkataan. “Perdamaian merupakan salah satu prinsip dasar dalam Islam. Rasulullah Saw.

Perdamaian adalah tujuan mulia dalam Islam. ia bahkan tidak diizinkan berperang kecuali dengan tujuan yang sangat mulia dari perdamaian dan ketenangan. kelaliman dan persengketaan. Thabrani 149 .”178 Seorang muslim juga diwajibkan –sewaktu berdoa kepada Rabbnyauntuk menyampaikan salam (doa keselamatan) kepada Rasulullah Saw. kepada dirinya dan kepada hambahamba Allah yang shalih. maka pada saat itu Islam tidak meridai perdamaian yang berdiri di atas permusuhan. atau kelaliman terhadap hak dan kewajiban-kewajiban umum. tanpa kezhaliman. namun perdamaian tanpa ada penindasan di dalamnya. seperti kebebasan memeluk agama dan beribadah.“Sesungguhnya Allah menjadikan As Salam sebagai ucapan salam untuk umat kami dan menjadi rasa aman bagi ahli dzimmah kami (nonmuslim).. Seorang muslim tidak menjadikan perang sebagai obsesi yang sebenarnya. Adapun ketika terjadi kelaliman dan permusuhan terhadap sendi-sendi kemanusiaan. Allah Swt berfirman:                           178 HR.

bukan pula kemuliaan perang yang menjadi obsesi umat Islam. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid. dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain. yang di dalamnya banyak disebut nama Allah.” (Q.S Al Hajj: 40) Perang dalam Islam bukan hawa nafsu kaum muslimin. kecuali Karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.                   Artinya: “(yaitu) orang-orang yang Telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar.masjid. Firman Allah:                      150 . bukan upaya untuk mengalahkan orang lain dengan tujuan dan target tertentu. gereja-gereja. tentulah Telah dirobohkan biara-biara Nasrani. Justru terwujudnya kebaikan dan keadilan itulah tujuan perang yang sesungguhnya dalam Islam.

kedamaian dan untuk kebebasan. perhatian jaminan keadilan. maka ketika itulah kita mengingat kemenangan. kesiapan berkorban dan terhadap upaya-upaya kebaikan kemanusiaan. ketika orang-orang bathil merasa bosan menyerukan kebatilannya. dan mengancam perlakukan buruk terhadapnya dengan siksaan dan balasan yang pedih. 179 Dari perkataan Al Ustadz Musthafa Masyhur. dan sahabatnya sewaktu mereka berada di goa Tsaur. Al Ustadz Musthafa Masyhur berkata.Artinya: “(yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang. kemampuan mencipta. “Ketika kalimat Allah meninggi dimuka bumi dan musuh-musuh Allah gagal memalingkan kita dari tugas atau membelokkan kita dari keyakinan kita. menunaikan zakat.” (Q.S Al Hajj: 41) Agama Islam adalah rahmat yang luas hingga kepada hewan. menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar. kemampuan menghadapi tantangan. dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. Islam telah lebih dahulu memberikan kasih terhadap hewan sejak 14 abad yang lalu. kemenangan yang diberikan kepada Rasulullah Saw. Inilah Islam yang menganugerahkan kepada umatnya sumber dan sebab-sebab kekuatan. Ia menjadikan perlakukan baik terhadap hewan adalah sebagian dari sendi keimanan. Tipuan dan celaan terhadap Islam dan pemeluknya 151 . persamaan.”179 Makna Al Nashr (Kemenangan) dan Bentuknya yang Variatif Tentang makna Al Nashr (Kemenangan) dengan bentukbentuknya yang variatif.

kendati demikian kemenangan itu akhirnya terwujud. sahabatnya Rasulullah Saw. benar-benar tidak memiliki kekuatan. kekuatan sementara materi musuh-musuhnya bersama banyak. berfirman:                                                  Artinya: “Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) Maka Sesungguhnya Allah Telah menolongnya (yaitu) ketika orang- 152 . keluar tanpa teman seorangpun selain As Shiddiq (Abu Bakar As Shiddiq). Allah Swt. ia tidak apapun. kekuatan mereka jauh berada di atas kekuatannya. tanpa ada bala tentara dan tanpa memiliki perbekalan.ketika beliau Saw.

ketika keyakinan mengalahkan kehidupan. Namun kemudian Allah memberikan kemenangan dengan kekuasaan. dan kalimat Allah Itulah yang Tinggi. ketika api keimanan melawan fitnah." Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya. Firman Allah:     153  . dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir Itulah yang rendah. Kemudian kemenangan itu kembali terulang kepada Ashabul Ukhdud. Sesungguhnya Allah beserta kita. Penguasa tersebut akhirnya dapat membunuh ghulam tersebut setelah menyebut nama Tuhannya sementara ia sangat membenci nama itu.S Al Taubah:40) Ia adalah kemenangan yang diberikan Allah kepada seorang Ghulam Abdullah bin Tsamir ketika suatu hari ia meminta kepada penguasa zhalim untuk dipanah di hadapan manusia dengan syarat menyebut nama yang sangat dibenci oleh penguasa zhalim tersebut agar ia dapat membunuhnya. di waktu dia Berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita. namun manusia yang menyaksikan pemandangan itu serta merta mengimani Tuhan yang diyakini ghulam dan mereka menyerukan bahwa kalimat Allah adalah yang tertinggi. Walaupun ghulam itu mati. (Q.orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua. beriman sementara mereka menguasai jasad-jasad sesungguhnya itu adalah kemenangan tanpa kekuasaan. ketika para penguasa lalim kelelahan menghadapi jiwa-jiwa yang mereka. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana[643].

                                                                   154 .

S Al Nur: 55)                    Artinya: 155 . sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. tiada dan mempersekutukan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu. sebagaimana dia Telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka.” (Q.              Artinya: “Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguhsungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi. Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik. mereka tetap menyembahku-Ku sesuatu apapun dengan dengan Aku. dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk mereka.

Melaksanakan pertama. yaitu: a. menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar. Tafahum (saling memahami).“(yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang. hal. manhaj dan dari ikatan yang menyatukannya dengan asas Ta’aruf (saling mengenal). 180 Risalah: Wudhuh Ru'yah. Ustadz Musthafa Masyhur.”180 Bab III Pemahaman Tarbiyah Dalam Proses Pembinaan Pemahaman Tarbiyah Dalam Proses Pembinaan Gambaran-gambaran Pembinaan Tarbawi dan Ciri-cirinya: Pembinaan tarbawi dilakukan dengan dua rukun yang mendasar. menunaikan zakat. “Melakukan pembinaan diri adalah kewajiban kita yang b. 46 156 . dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (Q.S Al Hajj: 41) Akan datang suatu hari di mana khilafah Islam berdiri. dan kedamaian tersebar di bumi. Komitmen terhadap tarbiyah kolektif yang diberikan jamaah. saat itu panji-panji kebenaran ditinggikan dan keadilan merata ke seluruh negeri. Takaful (Saling melengkapi).” Tarbiyah terhadap setiap individu.

Sesungguhnya kewajiban ini membutuhkan jiwa-jiwa yang mukmin dan hati-hati yang selamat. jiwa-jiwa yang optimis. keimanan. dan tangguh. Kami menginginkan hati-hati yang segar. proses pembinaan personal. yang penuh cita-cita dan bervitalitas tinggi. Urgensi Pemahaman Yang Komprehensif Terhadap Dakwah: Maka Imam Syahid menetapkan 20 prinsip dasar. diantara adalah Al Fahm (Paham atau pemahaman) sebagai salah satu rukun dasar dari rukun baiat. hal. 233 Risalah. 356:359 157 . 197 184 Lihat Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). hal. kuat. Hal. Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). membara. Al Ikhwan Al Shadiqin (Ikhwan Yang Benar).”182 Ia juga berkata.184 Dengan demikian sangat jelas bahwa Imam Syahid memberikan perhatian yang sangat besar terhadap rukun Al Fahm bagi 181 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). “Maka yang pertama yang kami inginkan adalah terbangunnya jiwa-jiwa yang hidup.”183 2. 44 182 183 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). “Penuhilah jiwa yang liar dengan keagungan Islam dan keindahan Al Quran. “Wahai umat Islam sekarang adalah masa pembinaan. dan memiliki semangat yang berkobar. Hal. serta latihlah ia menjadi prajurit di bawah bendera dan panji Nabi Muhammad. Beliau berkata.”181 Dalam 1. memperhatikan beberapa sisi berikut: Urgensi membangkitkan memperbaharui kekuatan hati dan perasaan sebagai dasar untuk maju dan eksis: Beliau berkata. Imam Syahid sangat jiwa.Imam Syahid menyebut orang-orang yang komitmen terhadap Kewajiban seorang Aktivis dan melaksakannya dengan sebutan. maka binalah diri kalian dengan demikian kalian telah membina umat.

dan salafus soleh (jalan hidup pendahulu yang shalih) dari kaum muslimin. 16 158 . Sunnah Rasulullah Saw. Kitab Allah adalah adalah sumber dasar ajaran Islam. “Dakwah kami adalah dakwah Islamiyah dengan segala makna yang tercakup dalam kata itu. Imam Syahid berkata. Pahamilah apa saja yang anda ingin anda pahami dari kata itu dengan tetap berpedoman pada kitab Allah. hal.”186 3. Beliau juga menjelaskan tentang batasan-batasan dan prinsip-prinsip dasar yang menjadi pijakan dalam rukun ini di dalam Al Ushul Al Isyrin yang bersumber dari dari Al Quran dan Al Sunnah. 186 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami).seorang al Akh. Kewajiban bekerja untuk kepentingan dakwah dan berkorban di jalannya. sunnah Rasulullah Saw. yang dimulai dengan memperbaiki diri sendiri hingga kepemimpinan dunia.” 4. 17 187 Ibid. Urgensi Loyalitas yang paripurna terhadap dakwah dan keikhlasan. harta bahkan darah. “Dakwah ini tidak menerima perserikatan. ia hanya merupakan pembatasan makna pemahaman yang benar bagi seorang muslim. “Bahwa beban dakwah ini hanya bisa dipikul oleh mereka yang telah memahami dan bersedia memberikan apa saja yang kelak dituntut olehnya.”187 Kemudian beliau menjadikan al ‘Amal terdiri dari 7 tingkatan. Dan hal ini tentunya tidak hanya sebatas perkataan dan slogan. adalah penjelas dari kitab tersebut. Sebenarnya ia bukan ushul dalam Islam. hal. baik waktu. 185 Imam Syahid mengkhususkan rukun Al Fahm sebagai salah satu dari 20 Prinsip Dasar Ikhwan.185 Imam Syahid juga menjelaskan hal ini dengan mengatakan. yang merupakan bagian dari manhaj dan makna Islam itu sendiri. sedang sirah kaum salaf adalah contoh aplikatif dari perintah Allah dan ajaran Islam. kesehatan.

ia adalah senjata yang paling ampuh yang kalian miliki. 6. perhatian akan dan pembatasan redup. 111 159 . Persatuan dan ikatan kalian adalah senjata utama. Urgensi Pemusatan dan Tidak melakukan lompatan “Oleh karena itu maka perlu dilakukan pembatasan. Fuad Al Hajarsy. dari buku Al Imam Syahid. 233 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). dan berkumpullah di sekelilingnya. hal. Urgensi Kesatuan Barisan dan Ikatan Imam Syahid berkata. “Yakinlah kepada fikrah kalian. dan hendaknya seluruh jiwa dan perasaan dikumpulkan. dan akan menggunakan pelbagai sarana tarbawi untuk mewujudkan target-target tarbiyah. Tanpa pemusatan sahara.5. lemah dan nasib tidak kebangkitan umat hanya akan seperti lilin kecil di tengah gulita Nyalanya 188 terasa bertenaga. 108 190 Nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan.” Proses pembinaan ini sangat memperhatian gradualitas dan prioritas dalam pembentukan. maka jagalah persatuan itu. Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Hal. jangan kalian berselisih dengan saudara-saudara kalian dalam sebuah permasalahan.”189 “Wahai Ikhwan. harus ada pemusatan hingga ia benar-benar menjadi keyakinan yang kokoh yang tidak goyak oleh keraguan dan kebimbangan. Ia mempersiapkan lingkungan dan iklim yang cocok untuk pembinaan ini. bekerjalah untuknya dan teguhlah di atas jalannya. serta melihat seseorang dengan pandangan yang menyeluruh.”190 188 189 Risalah. jangan sampai kalian terpisah dikarenakan urusan-urusan yang sepele dan oleh kebimbangan yang mematikan. hal. senantiasalah berada dalam barisan jamaah. sasaran.

keyakinan penghormatan terhadap dasar tersebut yang akan menjaga dari kesalahan dan penyimpangan. perseteruan dan permasalahan. bangga dalam memeluknya. saling nasehat-menasehati. maka hal itu akan memberikan dampak langsung kepada jamaah. “Kemauan yang keras yang tak tersentuh oleh kelemahan. kesetiaan yang kuat yang tak dikotori oleh kepura-puraan dan pengkhianatan. Kepada Apa Kami Menyeru Manusia. bahkan semua pengarahan tidak akan bermanfaat apa-apa. Semoga Allah melindungi kita dari semua itu. Maka kepada tiga keyakinan ini kami mengajak manusia. telah berhasil menghidupkan –dengan izin Allahiman dalam hati dan jiwa kaum muslimin dari generasi pertama para sahabat. hal.”191 8. Imam Syahid berkata. 45 160 . sehingga tumbuh di dalamnya celah-celah keretakan. saling memaafkan. keterbukaan dan keterusterangan antar individu. pengorbanan besar yang tak dihalangi oleh ketamakan dasar dan kebakhilan. kelapangan hati. yakni beriman kepada kebenaran risalah. interaksi. “Dengan berbekal tiga keyakinan. Jika iklim ini dinodai oleh sebuah kerusakan. atau tertipu dengan yang lain. dan setiap program dan sarana yang digunakan tidak akan memberikan hasil apapun. kebersihan jiwa. Urgensi Membangkitkan Ruh Optimis dan Keyakinan kepada Pertolongan dan Kemenangan dari Allah untuk dakwah.Termasuk urgensi kondisi yang mendukung di dalam shaf jamaah di setiap jenjangnya. hal. 235 Risalah Pergerakan. dan optimis dengan akan datangnya pertolongan Allah.”192 191 192 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). iklim saling percaya dengan seluruh maknanya. dengan dan pengetahuan terhadap perjuangan. -maka Rasulullah Saw. Teguh Di atas Jalan Dakwah Imam Syahid menegaskan. baik berupa iklim cinta. 7.

Hendaknya ia seorang kader dakwah tabah menjalani ujian ini. sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Syahid di dalam Risalah Ta’alim. “Dan kita -al hamdulillah. “Ia berbuat dengan seluruh perkataan dan perbuatan hanya mengharap keridaan Allah. maka tak seorangpun yang bisa mengalahkannya. menyepuh dan mengokohkan pembinaan ini. bertahan menghadapi proses tarbiyah dan pembinaannya dengan penuh kesabaran dan keridhaan. Kita tidak menginginkan kecuali keridhaan Allah dan kemaslahatan manusia. cobaan dan kesabaran dalam mengarungi pahit getir jalan dakwah merupakan wadah yang akan menyaring.Ujian. popularitas. hendaknya ia benar-benar menjadi jundi dakwah baik akidah maupun fikrah. Urgensi Ikhlas Imam Syahid berkata. Barangsiapa yang dimenangkan oleh-Nya. Menjalaninya dengan penuh keyakinan dan selalu ingat target besar yang hendak diwujudkan. Imam Syahid juga berkata. Kita tidak akan beramal kecuali hanya ingin meraih ridha-Nya. dan gelar. Kita menantikan pertolongan dan kemenangan hanya dari Allah. tidak melihat pada ghanimah yang akan didapatkan.             :Artinya “Yang demikian itu Karena Sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan 161 .berlepas diri dari ambisi-ambisi dan jauh dari kepentingan Pribadi. 9.

kehilangan obsesi. serta yang akan menangkalnya dari penyimpangan. namun usaha untuk menyempurnakan keduanya merupakan tuntutan syariat. 109 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). yaitu. atau keahlian dan semangat dalam gerak dan 193 194 195 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). dan luka masa lalu maka keluarkanlah ia dari sisi kalian. meskipun dengan kadar tuntutan masing-masing berbeda.” integral.S Muhammad: 11)193 “Jika seandainya diantara kalian ada seseorang yang memiliki hati yang sakit. hal. Jihad. Urgensi Rukun-rukun Bai’at 10 rukun baiat yang ditetapkan oleh Imam Syahid merupakan prinsip dasar dalam proses pembinaan peserta tarbiyah. 393 Ibid 162 . paripurna dan Perubahan dan pembinaan individu ini tidak hanya berupa perubahan bentuk atau reaksi perasaan semata. Taat (kepatuhan). Tsabat (keteguhan).”194 11. Ia adalah perubahan yang mendalam.” (Q. dan aktivitas hati lebih penting daripada aktivitas fisik. Ikhlas. Tajarrud (kemurnian).Karena Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai Pelindung.” 10. Amal (aktivitas). 12. 195 Ukhuwah dan Tsiqah (kepercayaan). karena ia menjadi penghalang turunnya rahmat dan menjadi hijab turunnya pertolongan Allah. “Akidah adalah pondasi aktivitas. perubahan dan kelemahan. Urgensi Akidah dan Aktivitas Hati Imam Syahid berkata. Fahm (pemahaman). Tadhiyah (pengorbanan. kehilangan orientasi hidup. hal.

seolaholah hal itu merupakan bagian dari rukun iman atau prinsip-prinsip dasar Islam dan Ihsan. namun tidak baik jika menjadikan hal ini segalanya dalam agama. Realitas pengalaman Bahwa dalam mewujudkan membaca. prilaku dan amal. “Kita harus mengubah perhatian kita menuju anasir inti dan ruh sebagai ganti perhatian kita terhadap sisi fisik semata. hanya perubahan Dr. Barangsiapa yang kehilangan tauhid dan keyakinan. walaupun ia berpegang teguh dengan bentuk dan fisik. Dan juga tidak 163 . maka sesungguhnya ia telah kehilangan inti ajaran Islam.pelaksanaan. ukhuwah dalam hubungan. 13. namun ia adalah perubahan yang mendalam dan integral terhadap diri seseorang. ikhlas dalam beribadah.. baik pemahaman dan keyakinan. itqan dalam bekerja. dalam dakwah dan ibadah. sifat kasih. qaradlway menjelaskan hal ini dengan mengatakan. jujur dalam mu’amalah. adil. gerakan dan tindakan. ketinggian cita rasa dalam sastra. “Kebanyakan orang merasa bangga bahwa mereka menjaga dan memperhatikan sunnah mereka Rasulullah lebih Saw. Memang baik menjaga sunnah secara simbiolis dan penampilan fisik seperti memanjangkan jenggot dan meninggikan pakaianmu di atas mata kaki dll. namun sesungguhnya simbiolis menjaga sunnah secara ketimbang menjaganya secara esensial. namun realitas kesuksesan. berdasarkan semata-semata atau kepada perubahan Yusuf merupakan pengalaman. bersifat fisik. ia tidak yang Al bergantung pengetahuan. Beliau juga berkata. begitupula di dalam penampilan.

demikian halnya dengan tarbiyah yang mencakup dua sisi individu dan masyarakat dalam sebuah kesatuan yang paripurna dan keseimbangan yang mendalam. Sebagaimana keimanan. iman yang lemah. Pembinaan tarbawi tidak terbentuk jauh dari realitas kehidupan atau terkurung dalam bilik-bilik penyepian.”196 14. atau mengikuti jalan orang-orang nonmuslim. aktivitas dan interaksi dengan masyarakat. Yusuf Al Qaradlawy. sebagaimana kita 196 Tulisan Dr. Majalah Risalah.” Padahal hal ini merupakan (tahsinat) kebaikan yang sangat dianjurkan namun bukan merupakan (daruriyat) kewajiban. Keseimbangan dan Integralitas antara Harakah dan Pembinaan. adapun secara praktek pembagian ini sebenarnya tidak ada. Kita tidak mungkin memisahkan kedua sisi tersebut. namun ia senantiasa diwarnai dengan harakah (gerakan).baik jika anda mengklaim setiap orang yang tidak memelihara sunnah secara simbiolis dengan iman yang rapuh. yakni sesuatu yang tertanam dalam hati dan dibenarkan dengan amalan. Edisi I 164 . Pembagian amal dan pembinaan dalam dua tahap. tahapan gerakan di masyarakat dan tahapan tarbiyah individu tiada lain merupakan pembagian secara normatif saja. Al Shahwah al Islamiyah. serta gerakan dengan target-target dakwah yang merupakan sarana pertumbuhan dan perkembangan dalam proses tarbiyah. dan bukan merupakan (hajiyat) kebutuhan sebagaimana yang dijelaskan oleh para ahli fiqih dan ushul.

terwujudnya kepemimpian dan tertinggi: hal timbangannya menciptakan fenomena adalah. posisi seorang guru dalam memberikan pengajaran 197 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). keinginan dan gerakan. mendorong aktivitas dan memberikan penyembuhan. Tidak ada tarbiyah tanpa gerakan. karena semuanya berada dalam makna pemahaman tarbiyah. meneliti mencermati yang tampak. 399 165 . pembangunan pilar-pilar yang menopangnya. akhlak. hal. prilaku. lemahnya terhadap pembinaan internal. dan keinginan di seluruh aspek kehidupan. Dengan semakin banyaknya amal. Maka pelbagai sisi seperti. spirit. Pembinaan 197 Tarbawi adalah Dasar Tanggungjawab -dakwah dalam barisan.tidak mungkin memisahkan tubuh manusia dari unsurunsur esensialnya. merupakan sisi-sisi yang saling terpaut dan interaktif. pemahaman. keseimbangan. serta keseimbangan antara gerakan dengan aspek-aspek tetap proses amal. aktivitas. 15. sulit untuk memisahkan sisi-sisi tersebut. kegiatan terkadang dan kita beragamnya atau segmentasi perhatian kehilangan konsentrasi dan pemusatan perhatian. Imam Syahid berkata.menduduki posisi orang tua dalam ikatan hati. maju Dan dan memberikan melakukan dan perhatian gerakan–dengan terhadap pembinaan sebagai ini akan setiap individu. “Kepemimpinan Ikhwan. Untuk itu dibutuhkan perspektif yang jelas dan penguasaan yang komprehensif terhadap targettarget dakwah dalam setiap fase. keyakinan. perasaan. strategi kecermatan.

mengatur Munazhamun fi Syu’unihi Linasihi Ghairihi (terorganisir seluruh urusannya). Qadirun Alal Kasbi (mampu (Cermat (kuat berekonomi). Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya). Mujahidun Nafi’un Li kesungguhan (Bermanfaat bagi selainnya). penguasaan dan pengamalannya Imam Syahid menitik beratkan pembinaan seorang Al Akh dalam hal. dan posisi seorang syaikh dalam aspek pendidikan rohani. perbaikan diri dan dakwah kepada orang lain. hal. Harishun Ala waqtihi waktunya). Jika tidak maka dalam barisan orang-orang yang duduk dan para pemalas masih terdapat kursi-kursi yang kosong. Rukun Amal. “Cengkeramlah dengan sungguh-sungguh bimbingan-bimbingan ini.” “Saya yakin. shahihul Ibadah (benar ibadahnya).ilmu. Engkau bagian dari kami dan kami bagian dari dirimu. Jika 198 Ibid. Ijtihad seorang kader. Imam Syahid berkata. jiwanya). Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya). Beliau mengarahkan tentang aspek-aspek amal yang dibutuhkan dalam pembinaan seorang Al Akh hingga ia memiliki sifat-sifat berikut: Salimul Akidah (bersih akidahnya). 198 terhadap manhaj tarbiyah. maka balasanmu adalah kehormatan hidup di dunia dan kebajikan serta ridha di akhirat. 394 166 .” 16. Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). jika engkau mengetahuinya dengan baik dan engkau menjadikannya cita-cita dan orientasi hidupmu. dan posisi seorang pemimpin dalam menentukan kebijakan-kebijakan politik secara umum dalam dakwah.

1. 4. Jika engkau seseorang yang biasa berada di depan majelis kita. 369 167 . 3. 5. kami).engkau berpaling darinya lalu duduk-duduk santai saja. 2. 4. hal. 3. As Syahadah Umniyyatuna (Mati syahid adalah cita-cita 4. Hal. 5. berikut: 1. 5. 2. 369 Ibid.”199 17. maka dudukmu akan dihisab Allah dengan seberat-beratnya hisab. Kesederhanaan Tilawah Shalat Keprajuritan Akhlak Iman yang kuat Pemahaman yang benar Pembinaan yang cermat Cinta yang dipercaya Amal yang berkesinambungan Slogan prinsip-prinsip ini termaktub dalam 5 (lima) kata: Bentuk Pembinaan ini Terhimpun dalam 5 (lima) kata Kemudian hal ini disimpulkan dalam 5 (lima) point berikut: 1. 3. 2. dan kau tampak begitu menonjol di antara kita. maka tiada lagi hubungan antara kita. Allah Ghayatuna (Allah adalah tujuan kami) Ar Rasul Qudqatuna (Rasul adalah teladan kami) Al Qur’an Syir’atuna (Al Quran adalah Undang-undang Al Jihad Sabiluna (Jihad adalah jalan juang kami). kami). di pundakmu tertempel gelar-gelar mentereng.200 199 200 Ibid.

pemahamannya juga jauh dari teori-teori ilmu filsafat dan bentuk-bentuk perbedaan yang dilahirkan oleh para ahli kalam.Manhaj Imam Hasan Al Banna dalam Tarbiyah Akidah Adapun manhaj Imam Syahid Hasan Al Banna dalam pemahaman akidah sangat jauh dari Ilmu Kalam dan istilah-istilah yang dibuat oleh para ulama yang pakar di bidang ini. Kedua. . berpegang teguh dengan Al Kitab dan As Sunnah dalam menyampaikan pemahaman akidah kedalam hati dan penanamannya di dalam jiwa dan perasaan.Sebagian mereka ada yang melihat dan mencermati sehingga keimanannya bertambah dan keyakinannya semakin kuat. sehingga cahaya hidayah menyinari hati-hati mereka. Imam Syahid memiliki manhaj baru yang disimpulkan dalam 2 (dua) hal mendasar: Pertama. Imam Syahid berkata. Memanfaatkan penjelasan lewat tanda-tanda akidah tersebut di dalam diri dan memberikan muslim standar ukuran untuk mengetahui kadar realisasi dan pelaksanaannya. “Ketauhilah bahwa dalam perkara akidah manusia terbagi dalam beberapa kelompok: Sebagian mereka mendapatkannya melalui pengajaran dan meyakininya sebagai sebuah adapt. Kelompok ini sangat mudah terpengaruh jika berhadapan dengan beberapa syubhat dalam akidah. menggunakan pikiran. menjalankan perintah-perintah-Nya dan beramal dengan sebaik-baiknya. dan mereka bisa melihat dengan mata hati kesempurnaan iman dan keyakinannya. serta ketetapan jiwanya. Firman Allah: 168 . dan meminta pertolongan kepada Allah dengan ibadah. Sebagian mereka ada yang masih terus mencermati. Hal ini sebagaimana jalan yang dilakukan oleh para ulama salaf.

        :Artinya “Dan oraang-orang yang mau menerima petunjuk. 416. Imam Syahid tidak menggunakan pembagianpembagian teoritis dan studi akademis. mematuhi batasan-batasannya.”202 Beliau berkata tentang manhaj ini. yang tidak melenceng seujung rambutpun dari kedua sumber tersebut. maka kita harus senantiasa menjaga hubungan kita dengan 201 Risalah Al Aqa-‘id hal.. Imam Syahid menyimpulkan beberapa kewajiban.” (Q. jelas dan mudah untuk dilaksanakan. “Saya meyakini bahwa manhaj ini adalah sarana praktis dalam melaksanakan tarbiyah diri dan memperbaiki akhlak. dan mematuhi perjanjianperjanjiannya. 202 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. 73 203 Ibid 169 . rukunrukun dasar dalam sebuah model praktis dengan tema “Aku meyakini dan aku berjanji”. Hal. Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketaqwaannya.”203 Tentang sifat rabbani (berorientasi ketuhanan) dan pemusatannya pada individu muslim. “Dan di antara sifat-sifat khas seorang muslim adalah rabbaniyah. yang disimpulkan dari Al Quran dan sunnah Rasulullah Saw. sederhana. beliau justru memberikan metode praktis yang membekas.S Muhammad: 17)201 Dalam menerapkan proses perbaikan diri dan penanaman keyakinan akidah dalam hati. Lihat juga tulisan Al Ustadz Musthafa Masyhur – dalam rangka memperingati kesyahidan Imam Hasan Al Banna. melaksanakan nash-nashnya. Beliau meminta Ikhwan untuk menghapal konsep tersebut. Beliau berkata.

perlahan. Mereka menyampaikan hal itu dengan penuh kesabaran. kemudian kepada keluarga. dan di setiap fase-fase dakwah akan menyaring barisan dakwah ini dan membersihkannya dari batu-batu bangunan yang rapuh dan lemah. Di dalam Risalah Al Ma’tsurat banyak sekali zikir dan doa-doa. dan hendaknya kita menjadi qudwah dalam melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar. “Mereka juga melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar. anda paham sekarang. “Wahai saudaraku muslim. sehingga ia semakin kuat dan kokoh. 262 205 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?.akan didera oleh setiap individu maupun jamaah ini dalam pelbagai bentuk. untuk itu jadilah teladan ihsan dalam shalatmu. –baik Ujian-ujian yang berasal dari dalam dan dari luar. dengan hikmah dan nasehat-nasehat kebaikan. rumah-rumah mereka. kerabat dekat dan teman-teman mereka. Hal.”204 Beliau juga menunjukkan agar kita memulai proses perbaikan tersebut dengan memperbaki shalat dan ibadah-ibadah kita. serta yakinlah bahwa langkah pertama sebelum segela aktivitas kita adalah memperbaiki shalat. hal. dan sudah memulainya dari diri mereka sendiri. Firman Allah:            204 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). yaitu dengan cara melakukan zikir dan doa. Imam Syahid berkata. 76 206 Ibid 170 .Allah semampunya.”205 Beliau juga berkata.”206 Ujian dan Cobaan adalah Sebuah Kemestian dalam Dakwah Dalam proses pembinaan dan di dalam shaf dakwah ini pasti terjadi ujian dan penyeleksian.

dan diawasi. niscaya akan terjadi permusuhan dan penentangan dari mereka. dan ini akan menjadi ukuran ketegaran. pemimpin dan pengambil kebijakan akan menaruh kebencian kalian.”208 207 208 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Setiap rezim (penguasa) akan berusaha melumpuhkan aktivitas kalian dan menebar duri-duri penghalang di jalan Kepentingan-kepentingan kalian akan dikebiri. diusir dan dideportasi. Para penguasa. hal.”207 Ia berkata. 213 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini).S Al Ankabut:2) Kami berdoa kepada Allah kesehatan dan kekuatan. Di depan kalian akan terbentang berbagai kesulitan dan kalian akan menemui banyak kendala. Sesungguhnya demikianlah tabiat jalan dakwah ini. ini adalah sunnah Allah Swt. 109 171 . kebenaran. “Tidak ada dakwah tanpa jihad. Ujian dan cobaan ini kemungkinan akan sangat panjang waktunya. dan rumah-rumah kalian akan digeledah. sedang mereka tidak diuji lagi? (Q. Kalian akan dipenjara dan ditahan. terhadap dakwah-dakwah kebenaran. hal.:Artinya “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami Telah beriman". Saat itu berarti kalian telah memulai meniti jalan para aktivis dakwah yang sesungguhnya. kemajuan dan keberhasilannya. Imam Syahid berkata. di saat mereka telah mengetahui dan memahami tujuan dan sasarannya. Nanti. terhadap kalian. dan tidak ada jihad tanpa tekanan. “Saya ingin berterus terang kepada kalian bahwa dakwah yang kita emban ini belum banyak diketahui orang. kalian akan diberhentikan dari pekerjaan.

“Wahai Ikhwanul Muslimin. kandungan dan programnya tidak terbatas pada rutinitas pertemuan berkala semata. yang dapat membimbing mereka kepada puncak keteladanan. mengokohkan ikatan hatinya. saling nasehatmenasehati. Imam Syahid berkata. dan Takaful (saling melengkapi) antara kader dakwah.usahakan agar dirimu menjadi batu bata yang baik bagi bangunan (Islam) ini. dan sesungguhnya pahala kebajikan hanya untuk orang-orang yang bertakwa. 209 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Tafahum (saling memahami). dari kata-kata dan teori menuju realita dan amal nyata. Karena itu –wahai saudaraku. dimana hal ini berlangsung di lingkungan yang penuh rasa cinta. Usrah adalah wadah utama dalam proses tarbiyah. “Islam menekankan perlunya pembentukan usar (usrah-usrah) dari pengikut-pengikutnya.Beliau juga berkata dalam menghadapi ujian-ujian ini. Sesungguhnya kemenangan ada bersama kesabaran. keterbukaan dan keterusterangan. ia adalah ikatan yang kokoh dan interaksi yang serius. pengorganisasian aktivitas dan gerakan.”209 Al Usar Tarbawiyah (Usrah-usrah Tarbiyah/Pembinaan) Usrah-usrah tarbiyah dan katibah-katibah Ikhwan merupakan salah satu sarana tarbiyah dan termasuk hal yang tsawabit (prinsipil) dalam jamaah. dimana terlaksananya proses pembinaan dan pengarahan. hal. saling memaafkan. yang membantu proses pembentukan bangunan jamaah sehingga terwujudnya. Ia juga merupakan sarana untuk membentuk sebuah wadah pembinaan iman dan program-program tarbiyah. 201 172 . kelapangan hati. Ta’aruf (saling mengenal). keberhasilan ada bersama ketegaran. kasih. dan mengangkat derajat ukhuwahnya.

segeralah memberikan pertolongan selama ada jalan untuk itu.S Al Hujurat:10) 2. Jika didapatkan padanya kesulitan. hadirkanlah selalu bayangan ayat-ayat Al Quran dan hadits-hadits yang mulia di benakmu.”210 210 Risalah: Nizamul Usar. (Q. Takaful (Saling menanggung bebang) Ia adalah pilar ketiga. istiqamahlah kalian dalam manhaj yang benar. hafalkan dan usahakan untuk mewujudkannya. Ta’aruf (Saling mengenal) Ia adalah awal dari pilar-pilar ini. Demikian itulah fenomena sebagian iman dari dan kalian intisari ukhuwah. Hendaklah sebagian dari kalian memikul beban sebagian yang lain. 373.Sedangkan pilar-pilar ikatan ini ada tiga. Evaluasilah dirimu dengan evaluasi yang cermat dalam hal ketaatan dan kemaksiatan. tunaikan dan yang diperintahkan yang kepadamu. Hal. Letakkan di pelupuk matamu kandungan ayat-ayat berikut:       :Artinya “Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sehingga ia tidak hanya menjadi beban berat yang kering tanpa ruh: 1. Hayatilah makna ukhuwah yang benar dan utuh di antara kalian. Allah karenanya. apa-apa dilarang. berusahalah agar tidak ada sesuatupun yang menodai ikatan kalian. 3. karenannya saling mengenallah dan saling berkasih sayanglah kalian dengan ruhullah. 374 173 . Tafahum (Saling memahami) Ia adalah pilar kedua apa-apa tinggalkan dari pilar-pilar sistem ini. Hendaklah kepada senantiasa bertanya sebagian yang lain (tentang kondisi kehidupannya).

menetapkan keputusan-Nya.Imam Syahid menjelaskan bahwa ta’aruf. Hendaklah seorang Al Akh menerima nasehat saudaranya denan penuh rasa suka cita dan ucapkan terima kasih padanya. kecuali kepada pemimpin usrah saja. meski seujung rambut apapun. interaksi dan koordinasi antara kader dakwah satu sama lain. Setelah itu. 174 . meski hanya sepotong rambut. Jangan sampai ia merasakan adanya kekuarangan pada sasaran nasehat. serta hendaknya batas-batas demi terwujudnya pertautan dan kesatuan. biarkanlah selama kurang lebih sebulan penuh. waspadalah jangan sampai engkau berubah sikap. lalu janganlah diceritakan aib yang ia lihat itu. menjadi keras hati kepada Al Akh yang menasehati. Ia justru merupakan pengenalan yang mendalam. Kalau ia merasa tidak mampu memperbaikinya. tidak semata pengetahuan dangkal terhadap nama dan kepribadian seseorang. Bahwa sifat ekstrim dan keras hanya akan menjadi kerikil terhadap ukhuwah dan hendaknya ia upaya memiliki untuk saling memahami tertentu ini berjalan terus menerus di setiap waktu dan kondisi. sedangkan nasehat adalah pilar agama itu. Imam Syahid berkata. tafahum dan takaful. tetaplah dalam keadaan mencintai dan menghargainya. Sedangkan untuk Al Akh yang dinasehati. hendaknya berhati-hati. lalu menganggap bahwa dirinya lebih utama darinya. jangan sampai hatimu –yang secara ikhlas ingin memberi nasehat kepada saudaramu. “Setelah itu hendaknylah setiap kalian bersedia menasehati saudaranya yang lain begitu aib tampak padanya.itu berubah niat. Untuk Al Akh yang menasehati. sehingga Allah Swt. Kenapa demikian? Karena mahabbah fillah (cinta karena Allah) adalah setinggi-tinggi martabat dalam agama.

212 Ruh ukhuwah dan mahabbah inilah yang berusaha kita upayakan agar tersebar di masyarakat dan terpadukannya hati-hati umat. dan memalingkan tipu daya setan dari kami dan kalian semua. itu pun harus dengan memperhatikan batas-batas etika dengan keutuhan sikap saling menghargai dari seluruh anggota. 374 ibid ibid 175 . Naqib (pembimbing untuk usrah) hendaklah menampungnya kemudian menyampaikannya kepada pemimpin. perang mulut. atau pelampiasan emosi dengan mengangkat suara tinggi-tinggi.“Sesungguhnya agama adalah nasehat.telah (hanya) menjadi kata-kata yang menghias bibir kaum muslimin semata dan khayalan belaka di benak mereka. “Perintah-perintah Allah dan taujih-taujih Nabi ini – setelah berlalu generasi pertama umat Islam. Hal.” Allah Swt. sampai kalian datang wahai Ikhwan yang saling mengenal. Itu semua haram hukumnya menurut fiqih usrah.211 Islam Syahid.”213 211 212 213 Ibid. dan kalian inginkan kembalinya ikatan umat yang saling bersaudara dengan jiwa ukhuwah Islamiyah. Yang dibenarkan adalah penjelasan dan minta penjelasan. Jika ada suatu usulan atau complain. juga sangat ada memperhatikan sebagai di tempat majelis prinsip-prinsip Imam bagi usrah interaksi antara “Tidak individu. Kalian telah berusaha untuk menerapkannya di masyarakat kalian. memuliakanmu dengan ketaatan kepada-Nya. Imam Syahid berkata. penjelasan perdebatan. melindungi sebagian kalian dari (kejahatan) sebagian yang lain.

memberikan solusi terhadap permasalahanpermasalahan mereka. serta tahapan-tahapan pembinaan lain dalam proses pembentukan kader dakwah. posisi seorang guru dalam memberikan pengajaran ilmu. hal ini tiada lain adalah untuk menjelaskan kepada kita bahwa hubungan antara naqib dan anggota usrah bukan hubungan kekuasaan. sementara yang lain ikut terlibat membahas dan mencari 176 . maka Imam Syahid menyebutkan beberapa hal berikut: 1. Adapun agenda-agenda usrah. menggali potensi dan kemampuan mereka. dan posisi seorang pemimpin dalam menentukan kebijakankebijakan politik secara umum dalam dakwah. ia tidak hanya menjalankan programprogram usrah dan perintah-perintah tertentu. namun lebih kepada hubungan tarbiyah dan pengarahan. Ia juga harus berperan dalam meningkatkan semangat anggota usrah dan mentransfer ketinggian semangatnya kepada anggota usrah. serta mengikat mereka untuk senantiasa bersama jamaah. dan posisi seorang syaikh dalam aspek pendidikan rohani. Setiap al Akh menyampaikan persoalannya. beliau tidak hanya membatasinya dengan kegiatan belajar sebagai rutinitas pertemuan. Seorang Naqib selayaknya memiliki kemampuan dan pengaruh yang kuat untuk memainkan perannya sesuai yang diinginkan.Imam Syahid menyebut pembimbing usrah sebagai Naqib. namun juga mencakup 10 sifat. Imam Syahid memberikan perhatian yang sangat besar terhadap program-program usrah. Mereka menduduki posisi orang tua dalam ikatan hati.

dan kerjasama dalam melakukan gerakan dan aktivitas dakwah. dilakukan pencermatan pada setiap materi yang dipelajari. 375 177 . wawasan keilmuan.214 Dengan metode Imam Syahid menginginkan terwujudnya perhatian yang serius terhadap kondisi para kader dakwah. 374. pengetahuan fiqih. maka hal inipun termasuk salah satu dari tiga rukun penting dalam yang usar. profesi. telah namun metode oleh dan takarannya demi diserahkan sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan ditetapkan jamaah. saling nasehat. Telaah seputar persoalan Islam dan membaca risalah dan taujihat yang ditelorkan oleh pemimpin umum yang ditujukan untuk usar. masukan. sosial kemasyarakatan. 3. 2. dan saling memberikan Pertemuan usar juga memberikan perhatian yang Ibid. gerakan dan aktivitas mereka. mewujudkan pembinaan kader yang paripurna dari pelbagai sisi. Pada setiap pertemuan. Proses belajar di dalam usar sangat berkaitan dengan seluruh individu dalam sebuah usar. didiskusikan sesuai dengan pengetahuan setiap individu di usar dan kemanfaatannya mengingatkan 214 bagi semua anggota. dll. serta mengikutsertakan mereka dalam memberikan solusi. Begitupula halnya dengan sisi belajar.penyelesaiannya. Semua itu dalam suasana ukhuwah yang tulus dan orientasi yang jernih hanya bagi Allah Swt. Studi terhadap berbagai buku yang berguna. Pada yang demikian itu ada proses peneguhan tsiqah dan pengokohan ikatan hati. mengevaluasi beberapa tugas yang diberikan kepada mereka. baik politik. hal.

berupa kegiatan rihlah. saling menasehati untuk melakukan shalat malam dan shalat berjamaah di mesjid. Indikasi keberhasilan sebuah usrah dalam mewujudkan target-targetnya dapat dilihat dari halhal berikut: 1. serta upaya untuk cinta dan kasih antar anggotanya. 5. 3. yang akan menambah ikatan dan kekuatan usar. serta peningkatan kemampuan mereka. 7. doa. 2. menyelesaikannya. mabit. ifthor jama’i. semangat yang tinggi. terutama shalat Shubuh dan shalat Isya. 6. Sejauhmana kesehatan suasana usrah dari rasa Sejauhmana terpenuhinya ruh yang kuat dan Sejauhmana percepatan aktivitas dan gerakan Sejauhmana tersalurnya kebutuhan dan potensi Sejauhmana tingkat perhatian terhadap kondisi problematika anggota usrah. ukhuwah dan tertentu. Imam Syahid juga memberikan perhatian terhadap proses pembinaan di dalam usrah dari sisi praktek amali. Begitupula dalam dalam ketidak yang mewujudkan makna keadaan- menanyakan memperhatikan seseorang. serta beberapa aktivitas lain dari bentukbentuk keadaan hadiran kehidupan darurat berjamaah. dan anggota usrah. zikir.besar terhadap perenungan ayat-ayat Al Quran. terputus (kehadirannya). puasa. dalam dakwah. Dasar hubungan antara naqib dan anggota usrah 178 . 4. Sejauhmana antusias anggota di dalam usrah. Optimalisasi peran dan tugas naqib terhadap anggota usrah.

maka teratasilah semua kesulitan. Mahabbah insijam (keharmonisan). kekuatan ikatan dan persatuan. Kekuatan akidah dengan keparipurnaannya Kekuatan persatuan dan pengorganisasian dalam barisan dakwah. dan terbukalah hati.adalah tsiqah (kepercayaan). Sesungguhnya kekokohan barisan dakwah dan kekuatannya akan terwujud dengan ukhuwah dan ikatan antara personal-personal dakwah. Dan hal ini harus terpenuhi sebelum barisan dakwah melakukan langkah selanjutnya untuk berjihad dan menghadapi problematika dakwah yang lain. hilanglah seluruh beban. kemampuan dan keahlian praktis. Hal ini kemudian yang akan memproteksi mereka dari segala upaya penyusupan dan konspirasi yang merongrong mereka dari dalam. dan dengan semangat syura (musyawarah) yang merupakan manhaj yang mereka pelajari di dalam shaf dakwah. Dengan demikian. Imam Syahid berkata. serta dengan ujian dan cobaan. Kekuatan para pemimpin dalam kuantitas tertentu yang memiliki . (saling ulfah (kecintaan). “Wahai Ikhwan. yang dapat terlihat dari hal-hal berikut: a. Persatuan dan ikatan kalian adalah senjata utama. dan hendaknya hal itu mencakup barisan dakwah dan dengan kuantitas yang sesuai dengan realita yang ada. b. maka barisan dakwah akan sampai pada tahap kekuatan yang diinginkan. dan mutabadalah berkasih sayang). serta keberhimpunan mereka di sekitar para pemimpinnya dengan penuh kepercayaan. ia adalah senjata yang paling ampuh yang kalian 179 c. serta kemampuan dalam jihad dan persiapannya. Jadi yang pertama adalah terwujudnya kekuatan akidah dalam kadar yang memadai. Makna kekuatan Yang diinginkan Barisan Dakwah Melalui pembinaan yang cermat dan mendalam.

jangan kalian berselisih dengan saudara-saudara kalian dalam sebuah permasalahan. yang berupa: akhlak yang mulia.miliki.”215 Beliau juga berkata. “Hendaklah kalian saling mencintai satu sama lain. selektifitas dakwah. sampai Allah membukakan Al Haq di antara kalian dan di tengah kalian. dari dua hal kemudian akan terwujud persatuan. Fuad Al Hajarsy. Edisi 82. 216 180 . karena ia merupakan rahasia kekuatan dan penentu keberhasilan kalian. Firman Allah: 215 Nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan. “Sebelum kekuatan fisik. dalam keadaan giat ataupun malas. pengorbanan untuk sebuah kewajiban. Dia-lah sebaik-baiknya pembuka (pemberi kemenangan). kami berdakwah dan kami berjihad dengan dakwah kami. Teguhlah dalam prinsip. Dengar dan taatilah qiyadah (pemimpin) kalian dalam kondisi sulit maupun mudah. dan penyebaran yang seimbang. merupakan penyimpangan dari batasa-batasan yang benar. kehancuran dan kegoncangan. kesetiaan yang lahir dari kepercayaan dan kesolidan. maka jagalah persatuan itu. kami meminta umat untuk melakukan penyucian jiwa dan perbaikan akhlak yang berlandaskan Al Quran. hal. Imam Syahid berkata. menguatkan jiwa dan meluruskan budi pekerti. Itulah syiar dan simbol fikrah kalian dan mata rantai hubungan di antara kalian. 111. Yang kemudian dipublikasikan kembali lewat Majalah Dakwah. yang tidak akan mendatangkan apapun kecuali kekalahan.”216 Sesungguhnya ketergesa-gesaan dalam berperang atau menghadapi musuh secara totalitas tanpa persiapan tarbawi. dari buku Al Imam Syahid. Syawal 1419 H/ Januari dan Februari 1999 M. yang lebih penting dan krusial adalah kekuatan rohani. Jagalah selalu persaudaraan dan kesatuan. keinginan yang kuat. senantiasalah berada dalam barisan jamaah. Untuk itu kami berupaya untuk menyucikan ruh-ruh kami. keimanan dan pengenalan terhadap hak. jangan sampai kalian terpisah dikarenakan urusanurusan yang sepele dan oleh kebimbangan yang mematikan.

ikatan kerjasama. dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. 132 46 218 181 . sistem. hal.” (Q. dan ikatan kesetiaan persaudaraan di atas jalan dakwah. ‘Tidak ada dakwah tanpa ada qiyadah (kepemimpinan)’. serta membuat beberapa norma dan batasan-batasan yang mengikatnya. Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dengan tetap mengoptimalkan penyebaran institusi-institusi dan figur-figur Ikhwan di kota dan perkampungan yang saling bertautan dan saling menyokong selayaknya seperti bangunan yang saling menopang satu sama lain. Risalah. dalam memaknai hakikat tujuan. hal. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum. Namun. Disamping itu juga ikatan kesatuan total untuk bersama-sama menanggung beban derita perjuangan. Maka tak ada yang dapat menolaknya. ikatan kasih saying. ia adalah ikatan total dalam segala aspeknya.                                  Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. dan langkah-langkah kerja yang nyata. Imam Syahid berkata.”218 217 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). “Ikatan yang ada antara cabang-cabang Ikhwan bukan sekedar ikatan nama atau tujuan secara global. namun juga harus dilanjutkan dengan pengaturan shaf dan pengorganisasian dakwah. ikatan kesucian amal.S Al Ra’d: 11)217 Kerapian Shaf dan Hubungan Antara Komponennya Permasalahannya kemudian tidak hanya terhenti pada proses pembinaan pilar-pilar dakwah dan perekrutan dukungan.

dimana terjadi saling kunjung-mengunjungi di antara mereka. tidak berarti akan berhenti atau lemah pada satu fase tertentu setelah diraihnya kekuasaan. Dimana di dalam dakwah Ikhwan senantiasa patuh mendengarkan qiyadah-qiyadah mereka dengan hati-hati mereka. Imam Syahid juga menjelaskan tentang urgensi organisasi-organisasi umum (wajihah ‘ammah). tetapi ia adalah ikatan yang lebih dari itu. maupun urusan yang lain. kekuatan persatuan. menegaskan tentang hakikat tarbiyah dalam jamaah Ikhwan. bukan pula hubungan administrative antara pekerja dengan pengawas semata. lalu ikatan kekeluargaan. perbaikan diri dan pembentukannya sesuai dengan manhaj yang lurus.”219 Keberlangsungan Tarbiyah Proses pembinaan dan tarbiyah demi mewujudkan kekuatan akidah. Para Da’I Ikhwan saling mengunjungi antar sesamanya dan berinteraksi secara kental sehingga saling mengetahui apa-apa yang mendesak mereka butuhkan. Selain itu hubungan antara kantor pusat dengan cabang-cabang dan organisasi-organisasi yang ada di bawahnya bukanlah hubungan atasan dan bawahan. Disini berlaku ikatan rohani sebagai pondasinya. sebelum mereka mendengarkannya dengan teling-telinga mereka. namun justru ia merupakan sebuah kemestian yang akan terus berlanjut hingga terealisinya 7 (tujuh) target dan 219 ibid 182 . keluarga. baik urusan Pribadi. “Yaitu organisasi-organisasi yang bekerja dan memberikan pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat umum. Dan aktivitasnya tidak melulu melaksanakan program yang diinstruksikan dari Kantor Pusat Jamaah yang ada di Kairo saja. dan merupakan aktivitas yang berkesinambungan dengan hasil yang nyata.Ikatan terhadap qiyadah (kepemimpinan) dari setiap komponenkomponen dakwah dan diantara mereka.

maka akan semakin meningkat pula rintanga yang dihadapi. atau tergesa-gesa memasuki medan tantangan. ia akan menggoncang shaf dari dalam. serta semakin meningkatkan pemusatan pembinaan. di tengah semakin padatnya aktivitas dakwah dan tantangan-. sehingga sampai pada tahap kader dimana dan beberapa masul peristiwa dan problematika dakwah. “Jika aku telah melangkah maju maka aku pantang surut kembali. maka hal ini merupakan sebuah kewajaran. yang demikian itu akan semakin memperkuat jiwa dan mengokohkan iman. serta dengan tidak sampai menjauhkan jamaah dari pengaruh dan kontribusinya di masyarakat. Dengan semakin luasnya lapangan amal dan aktivitas dakwah. persiapan dan pembentukan. namun aku akan kembali 183 . dan akan terus tumbuh bersama realita dan kendala yang dihadapi. dan kita akan mengetahui bahwa ujian dan cobaan juga berjalan seiring dengan perjalanan hidupnya. Hal ini juga dilakukan dengan tetap memperhatikan keseimbangan kuantitas dan kualitas antar kader dakwah di setiap jenjang tarbiyah dengan lapangan gerakan dan aktivitas. dakwah sesuatu turut yang menyingkap beberapa celah dan kelemahan tarbiyah pada beberapa individu para (penanggungjawab) sebelumnya tidak terlihat. Proses pembinaan akan terus berlanjut sepanjang perjalanan jamaah dan kehidupan kader dakwah. Imam Syahid menjelaskan tentang hal ini –terutama ketika ia mendapatkan beberapa titik kelemahan tarbiyah di beberapa mas’ul dakwah. karena sesungguhnya sebuah gerakan dakwah dengan pelbagai tekanan yang menderanya secara tidak langsung akan menjadi medan penyeleksian dan pemilahan. serta tidak tergesa-gesa dalam proses pemindahan jenjang tarbiyah dari satu fase ke fase berikutnya. Jika hal ini ditemukan.sehingga Allah mewariskan bumi dan seluruh isinya kepada orang-orang beriman. Hal ini kemudian menuntut jamaah dakwah untuk terus melakukan evalusi yang terus-menerus terhadap kondisi tarbiyah individual kader dakwah.

dan akan terbuka kesempatan untuk yang bangun dan bersiap-siap tarbiyah. Namun hendaknya mereka mengetahui bahwa perjalanan dakwah sangat panjang dan membutuhkan banyak generasi (untuk memperjuangkannya). dan penyebaran dakwah. untuk mengambil manfaat darinya. sehingga bangunan benar-benar sempurna dan kuat. maka setiap individu kader dakwah menjadi malaikat sepanjang siang dan malam. Karena sesungguhnya tujuan dan cita-cita yang besar memerlukan kekokohan dan kekuatan dasar pijakan serta persiapan yang matang. Mereka tidak melakukan dosa besar dan tidak melakukan maksiat secara terang-terangan. dan di waktu yang sama mereka juga memperbaiki dirinya sendiri. namun mereka justru tetap menjadi bagian dari komunitas masyarakat yang menerima seruan dakwah dan bersemayamnya iman di hati-hati mereka. namun tetap ada standarisasi yang sangat bergantung dengan jenjang pembinaan dan Tentang Realitas Kader Dakwah • Tidak berarti dengan tingginya manhaj dan nilai-nilai tarbiyah.kepada dakwah sebagaimana mulanya. maka sebesar itupula ia akan menghabiskan dan menggunakan waktu. tarbiyah dan pembinaan. sehingga terjadi percepatan dan peningkatan persentase pertumbuhan kader-kader dakwah dan penyebarannya. Sewaktu-waktu datang masa-masa penuh berkah atas izin Allah. dimana dakwah semakin diterima di tengah masyarakat. yang memikul beban dakwah. Walaupun mereka mampu melakukan maksiat. ‘Perbaiki dirimu dan berdakwahlah kepada orang lain’. namun mereka segera menyesali perbuatannya dan bertobat 184 .” Sebesar apa upaya yang dikerahkan oleh setiap orang dalam menerapkan ajaran Islam. menguatkan tarbiyah dan pembinaan serta membaca Ma’tsurat.

selama masih takut kepada Allah. salang seorang ulama dari Suriah. walaupun mereka tampak seperti orang-orang yang baik. Karena ia tidak mempunyai harapan lagi untuk diperbaiki. yaitu orang yang tidak memiliki keyakinan agama. dan jangan sekali-kali mengikutkan mereka dalam gerbong dakwah. “Dengarlah baik-baik. yaitu orang baik yang tidak menghormati undang-undang dan peraturan serta tidak mengenal makna ketaatan.kepada Allah. janganlah engkau merasa resah dengan bergabungnya kedalam dakwah orang-orang yang banyak melakukan kekurangan dalam ketaatan dan melakukan kemaksiatan. “Kami sesungguhnya tidak berputus asa dengan diri kami. Beliau selalu mengatakan kepada saya. Imam Syahid berkata. beliau menyampaikan nasehat yang diberikan oleh Syaikh Muhsin Sa’id Al Urfy. dan tidak ada yang tersisa di barisan mereka orangorang yang kehilangan orientasi dan keinginan. karena mereka akan bertobat dalam waktu dekat. sampai ia benar-benar bertobat dan kembali kepada agama.” Di dalam buku “Memoar Imam Syahid Hasan Al Banna. “Agar kami senantiasa mengukur kadar diri kami apa adanya. Saat itu bertepatan dengan acara peresmian Ma’had Hurra Al Islamy di Ismailiyah pada era pertama dakwah. maka janganlah anda tutup pintu dakwah di hadapan wajah mereka. Sesungguhnya bahtera dakwah ini laksana rumah sakit yang di dalamnya terdapat dokter yang memberikan obat dan pasien yang membutuhkan pengobatan.” Beliau juga menasehatkan. Yang kedua. pertama adalah mulhid (atheis). dan berusaha melakukan ketaatan dengan baik. dan ia sangat jauh dari kalian dengan dasar ideologi. menghormati undang-undang. Tipikal seperti ini 185 . Namun hendaknya engkau waspada dengan dua kelompok dengan kewaspadaan yang tinggi.

beliau memberikan nasehat kepada Imam Syahid. hal. karena harus diakui kita masih lemah dalam mewujudkan manhaj dakwah secara sempurna di dalam diri kita. Karena hal ini lebih menjadi otokritik agar kita berupaya untuk mewujudkan kesempurnaan. 108. dan sayapun tidak akan beralasan bahwa sebenarnya kelemahan ini lebih banyak disebabkan oleh kondisi dibanding oleh disebabkan oleh pelaku dakwah. maka lakukanlah. Saya membenarkan pendapat ini. Andai engkau bisa mengambil manfaat darinya sementara ia jauh dari shaf jamaah.bisa bermanfaat untuk dirinya sendiri dan menghasilkan kerja. Namun jika tidak.”220 • Begitupula dari tipikal kelompok orang-orang yang suka menyebar fitnah dan menyimpan ambisi-ambisinya. beliau adalah salah satu generasi pertama yang mendirikan jamaah dakwah ini bersama dengan Imam Syahid. hal. maka ia akan merusak dan menggoyahkan barisan dakwah. namun ia akan merusak kekokohan jamaah. “Mereka tidak memiliki kebaikan sedikitpun. dan melakukan fitnah. Berkata Syaikh Hamid Askariyah –semoga Allah merahmatinya-. dan kepada Allah tempat meminta pertolongan. Ketika dakwah berhadapan dengan sekelompok orang yang keluar dari jamaah. 137 186 . 109 221 Ibid.”221 • Beliau juga menjelaskan tentang tidak terwujudnya manhaj dakwah secara sempurna di beberapa personal. bahwa kalian tidak menerapkan manhaj dakwah secara sempurna di dalam diri kalian. Ia akan mendekati jamaah untuk kepentingan pribadinya dan akan meninggalkannya jika berbeda. mereka telah kehilangan ketaatan terhadap qiyadah (pemimpin). mereka telah kehilangan kesadaran terhadap keagungan dakwah ini. maka hati-hatilah terhadap mereka dan teruslah berjalan di atas jalanmu. sesungguhnya mereka tidak memberikan kebaikan apapun terhadap barisan dakwah kita. dan tidak 220 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). “Sekelompok manusia memvonis kalian terhadap dakwah yang kalian serukan.

Mereka mengira bahwa jamaah itu sesuatu sedangkan individu adalah sesuatu yang lain. “Demikianlah orang banyak tertipu dalam memahami hakikat jamaah dan individu.”223 222 223 Ibid. Untuk itu.maksudkan untuk membela kelemahan. “Maka dimanakah jamaah itu sebenarnya? Apa yang telah aku berikan untuk jamaah? Beliau mengatakan. akan terus berjalan untuk melakukan penyempurnaan hingga mereka mendapatkan bagian yang telah ditetapkan Allah untuk mereka. hal. disebabkan oleh kebiasaan kita bersikap kurang bertanggungjawab. Padahal jamaah itu. dan tidak kunjung melangkah lebih maju. Maka haramlah hukumnya bagi orang semacam ini untuk tertinggal dari kafilah dakwah. 63 187 . kita sering melimpahkan beban tanggung jawab hanya pada pundak seseorang. Apabila komponen-komponen itu bercerai-berai dan setiap mereka bertanya dengan pertanyaan. tidak tahan uji menghadapi keadaan. dan individuindividu itu adalah komponen bangunan jamaah itu sendiri. 266. maka saya ingin berseru kepada putra-putri Islam yang memiliki semangat bahwa sesungguhnya seluruh jamaah Islam di masa kini sangat membutuhkan munculnya pribadi aktivis sekaligus pemikir dan anasir produktivitas yang pemberani. bahwa Ikhwan merasakan kekurangan ini dan mengakuinya. Namun saya ingin menegaskan tentang perbedaan antara Ikhwan dengan komunitas lain adalah dalam hal.”222 • Imam Syahid juga menolak orang-orang yang malas dan orang yang banyak bertanya dengan mengatakan. meskipun sesaat. Ikhwan dengan pengakuan ini. 267 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. “lalu dimanakah jamaah itu? Siapa yang bertanya dan siapa yang ditanya? Kita sering memahami hal ini secara keliru. Berikutnya lahirnya sifat masa bodoh. tiada lain adalah kumpulan dari individu-individu. sementara orang lain akan menggunakan alasan dan bersembunyi di balik keindahan kata-kata. hal.

namun di sana terdapat perbedaan manusiawi. dan orang yang berjihad berbeda dengan orang yang berjihad dengan bijak yang produktif menghasilkan keuntungan besar dengan pengorbanan yang sedikit. dan ini adalah manhaj yang membedakan antara khayalan. tapi lebih bertujuan menghasilkan kepribadian yang aktif dan produktif. hal. dan orang yang beramal berbeda dengan orang yang berjihad. Pluralitas dan keberagaman yang menjadi karakter setiap individu ini merupakan hal yang positif.”225 • Bahwa dakwah juga tidak membiarkan seseorang mengembangkan manhaj individual yang bersemangat tapi tidak terkontrol dan terarah.“Tidakkah seorang Al Akh memahami bahwa sesungguhnya jamaah adalah tempat individu-individu berkumpul. • Pembentukan ini diupayakan agar tidak menghasilkan model produk yang teoritis dan filosofis semata. namun tentu dakwah harus beradaptasi dengan perbedaan-perbedaan ini. dan jihad yang bijaksana. kemudian ia akan tumbuh bersama mereka dan memberikan apa saja yang mereka butuhkan.”224 • Setiap individu dalam shaf dakwah tidak diproduksi dalam satu cetakan. “Sesungguhnya seseorang yang berbicara itu berbeda dengan orang yang beramal. ia akan menjadi aset dan modal bagi jamaah untuk belajar mengendalikannya dan memberikan peran yang tepat. baik dalam kemampuan maupun karakter. Imam Syahid berkata. Jamaah dakwah menerima setiap individu dengan segala kondisi yang ada. 129 188 . “Kekanglah rasa ketergesaan kalian dengan 224 225 ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). mengendalikannya dengan segenap kendala yang ada. mengarahkannya untuk beraktivitas dan memperbaiki apa saja yang bisa diperbaiki. Walaupun dakwah telah menetapkan standar minimal dan dasar yang sama. atau dalam satu naskah yang digandakan. slogan dan ucapan dengan kesungguhan amal.

hal 127 189 .S Al Nahl: 125) Allah Swt.”226 • Imam Syahid berkata. ketika mengajarkan metode penyampaian dakwah kepada :nabi-Nya. mereka mengklaim kalian dengan mengatakan bahwa kalian loyo dan lemah dalam semangat. kalian dan memahami bahwa akan jika Ikhwan mengetahui bahwa ketergesa-gesaan akan memberikan keberhasilan persentase kebijaksanaan memberikan persentase keberhasilan 100%. dan singkaplah hakikat itu dengan benderangnya angan yang rasional nan cemerlang. Beranganlah dengan kejujuran hakikat dan kenyataan. maka mereka akan memilih untuk mengambil langkah perlahan yang bijak demi mewujudkan kesuksesan yang sempurna. kasar dan keras. berfirman             :Artinya “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. dengan Dan hendaklah 99%. “Berapa banyak ketergesa-gesaan yang justru menghambat jalan.” (Q.” Allah Swt. dan itu adalah perintah Allah yang diturunkan kepada kalian. dan terangilah kecemerlangan akal pikiran dengan gelora perasaan yang mengharu biru penuh semangat. Maka ingatkanlah mereka dengan satu kalimat yang mengatakan. tidak mengatakan untuk berdakwah dengan tergesa-gesa. orang lamban di era yang serba cepat. “Sebagian orang mengatakan bahwa kalian adalah orang-orang yang tenang dan tidak agresif.pandangan dan pemikiran yang jernih. 226 Ibid.

tempat tinggal. makanan. Namun mereka berpandangan bahwa jika datang waktu untuk melakukan penyegeraan.S Rum: 60) • Manhaj Tarbiyah sangat memperhatikan terwujudnya kebersihan hati. interaksi. pikiran. pakaian. perkataan dan perbuatan. badan. baik jiwa. dalam berjalan. maka pada saat itu mereka tahu apa yang harus dilakukan untuk menambah bekal dakwah dan bagaimana mewujudkan kematian yang mulia dalam mencapai tujuan yang agung. Dalam sebuah hadits yang shahih disebutkan: 190 . Imam Syahid berkata dalam wasiatnya kepada Ikhwan: “Jika saya khususkan apa yang hendak saya sampaikan kepada kalian dalam kesempata ini. penampilan.Dan hal ini adalah ijtihad mereka. atau akan merenggut kemenangan mereka. pikiran.                    :Artinya “Dan Bersabarlah kamu. keikhlasan. Sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu. sementara mereka mengetahui bahwa kelambatan dan ketenangan justru akan menghambat kemajuan mereka.” Begitu indah dan tingginya bahwa ajaran fiqih yang pertama dalam ibadah kita adalah Thaharah (kebersihan). kepada umatnya adalah: Senantiasalah bersih hingga kalian tampak seperti tahi lalat di antara bangsa-bangsa. maka hendaknya syiar kita adalah kebersihan. dan kemurniaan diri untuk dakwah. (Q. minuman.” Dan diantara wasiat Rasulullah Saw. dalam perjalanan. lisan.

S Al baqarah:222)227 • Imam Syahid menekankan tentang urgensi keimanan dan ketakwaan. 16 Januari 1951 M.” “Hendaklah engkau senantiasa merasa diawasi oleh Allah. mengingat akhirat. Beliau berkata di dalam Risalah Ta’alim.” Maha benar Allah yang berfirman:               Artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.‫مفتاح الجنة الصلة. puasa tiga hari –minimal. dan bersiap-siap untuk menjemputnya. 367 191 . Hal ini dimaksudkan agar kita terbiasa melakukan evaluasi diri dan pembaharuan niat yang baik serta taubat yang benar dari segala 227 Bagian dari risalah terakhir yang ditulis Imam Syahid untuk Ikhwan. ومفتاح الصلة الطهور‬ Artinya: “Kunci surga adalah shalat. memperbanyak zikir hati dan lisan. mendekatkan diri kepada-Nya dengan ibadah sunah. “Dan hendaklah engkau menempuh perjalan menuju Allah dengan penuh semangat dan keinginan. hal. (Q. 228 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). dan kunci shalat adalah thaharah. Kewajiban Aktivis Dakwah. serta bagaimana cara untuk mewujudkannya. Diterbitkan oleh Majah Al Mabahits. mengambil jalan pintas untuk menuju ridha Allah dengan tekad yang kuat. dan berusaha mengamalkan doa yang diajarkan pada setiap kesempatan. seperti shalat malam.”228 Imam Syahid juga mewasiatkan kepada para aktivis dakwah untuk melakukan muhasaban rutin setiap hari dan setiap pekan.setiap bulan.

dan bersandar pada kejelasan. namun untuk proses peningkatan kualitas tarbiyah setiap kader di segala aspek. serta hendaknya individu. karena sewaktuwaktu ia akan dihinggapi oleh kelemahan dan permasalahan. dan harus dilakukan melalui pencermatan yang teliti. dan sarana-saran yang beragam untuk tarbiyah. dengan demikian hal ini menegaskan kepada kita tentang urgensi 192 . ketaatan. yang tidak berdasarkan jumlah yang dihasilkan semata. Adapun pada kondisi-kondisi biasa dan tenang. keterbukaan. Maka melalui kondisi-kondisi tersebut akan tampak hakikat perubahan yang terjadi. serta untuk menutupi celah-celah kerusakan dan kelemahannya. • Proses evaluasi tarbiyah atau pembersihan hati ini merupakan hal yang tetap dan akan terus berlangsung. maka tidak menjadi standar dan tidak menjadi ujian terhadap kekokohan tarbiyah seseorang. dan pencapaiannya terhadap satu sifat tertentu.bentuk kemaksiatan. serta penjelasan tentang pengaruh-pengaruh konkretnya terhadap individu peserta tarbiyah. • Hakikat dari refleksi nilai-nilai tarbiyah tentunya tidak akan tampak kecuali pada saat-saat sempit dan tertekan yang dialami oleh masingmasing individu. dan tidak berdasarkan pada isu-isu yang tersebar. yang tidak berhenti pada suatu jenjang atau fase tertentu. dan agar kita dapat mengetahui permasalahan dengan cepat. Pentingnya Refleksi Nilai-nilai Tarbiyah • Dalam proses tarbiyah sangat dibutuhkan perhatian yang besar terhadap refleksi nilai-nilai ibadah. keterus-terangan dan apa adanya. Maka perubahan akan terus terjadi pada setiap individu di setiap waktu. • Proses evaluasi dan perbaikan harus dilakukan dengan berinteraksi langsung dalam setiap kondisi. memperhatikan kondisi-kondisi tertentu masing-masing Tujuannya tidak untuk klasifikasi dan melemahkan. perkataan dan perkiraan. terkadang tidak berlangsung lama.

2. TIdak ada evaluasi dari murabbi terhadap refleksi dan pengaruh instrumen tarbiyah pada masing-masing peserta tarbiyah. 7. 5. baik murabbi atau individu-individu yang melaksanakannya. lemahnya hubungan antara sesama peserta tarbiyah. dan tidak adanya teguran kepada mereka ketika terjadi kelemahan dan permasalahan. Rusaknya iklim untuk mengoptimalkan fungsi sarana-sarana tarbiyah. 193 . dan upaya yang keras. Diantara sebab-sebab umum adalah: 1. Hilangnya naluri tarbiyah dari setiap peserta tarbiyah. • Terkadang kelemahan refleksi tarbiyah pada diri seseorang disebabkan oleh beberapa sebab umum maupun khusus. dan tidak jelasnya manhaj tarbiyah yang mereka miliki. serta usaha untuk menghilangkan kendala-kendalanya. mengevalusi dan mengawasi pengaruhnya terhadap diri mereka. dan sesama murabbi dan mas’ul. Lemahnya kualitas tarbiyah murrabi dan kepiawaian mereka dalam menggunakan sarana-sarana tarbiyah yang beraneka beragam. Tidak memahami dan menguasai sarana-sarana tarbiyah yang beraneka ragam dengan pemahaman yang benar. baik di jenjang individu peserta tarbiyah maupun mas’ul. dan tidak melalui penjelasanpenjelasan teoritis. yang hal ini menuntut sebuah pencermatan yang serius. 6. Kurang optimalnya dorongan pada setiap peserta tarbiyah untuk berinteraksi langsung dengan sarana-sarana tarbiyah tersebut. Lemah atau hilangnya kekuatan spirit dan semangat yang tinggi. Pengalaman dan keahlian dalam menggunakan sarana-sarana tarbiyah diwariskan melalui interaksi langsung dari satu jenjang ke jenjang yang lain. dan keterbatasan kemampuan pada jumlah sarana tarbiyah yang sangat sedikit. yang kemudian mengakibatkan terjadinya kerusakan dalam penerapannya. yang bermula dari mas’ul kemudian berpindah ke peserta tarbiyah.dilakukannya evaluasi dan penyegaran. 3. 4.

Yang berhubungan langsung dengan diri mas’ul 194 . zikir. Berikut beberapa sisi-sisi penting yang sangat diperhatikan dalam tarbiyah para mas’ul: a. Selain itu terdapat permasalahan-permasalahan khusus yang berkaitan dengan individu-individu tertentu. sosial. serta dominasi dosa dan maksiat. memperbanyak ikatan dengan Al Quran. Hal ini merupakan dasar yang akan membantunya dalam menjalankan tugas sesuai dengan kemampuannya. shalat malam dan sedekah adalah ibadah yang dapat membersihkan dan menyucikan hati. 10. Untuk mengatasi hal ini. Kerasnya hati. Sedikitnya zikir dan doa kepada Allah. begitupula dengan persiapan tarbawi. yang menyebabkan kemalasan dan terbebani. doa. Istighfar. mempersiapkan kemampuan dan kemahiran di bidang yang digelutinya. diperlukan evaluasi yang cermat terhadap setiap individu kader dan melakukan upaya penyembuhan yang cocok untuk itu. baik masalah finansial. pekerjaan (profesi). Tarbiyah Mas’ul Dakwah dan Struktur Kepengurusan Sesungguhnya dakwah memberikan perhatian khusus terhadap tarbiyah para mas’ul.8. Banyak dan melimpahnya tugas dan kewajiban tanpa keteraturan (analisa beban dan pendelegasian tugas). atau penyimpangan dalam pikiran dan prilaku. baik skala personal maupun kolektif (jamaah). dengan tetap memahami bahwa proses penyembuhan hati bukan permasalahan yang mudah. 9.

Tidak tergantung dengan kedudukan. 3. dan bukan dengan figuritasnya. sebagaimana yang dilakukan oleh Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya-.1. sama halnya ia dikedepankan atau dikebelakangkan. sum’ah (ingin selalu dipuji). Rasa tanggung jawab yang tinggi seorang mas’ul di hadapan Allah Swt. serta selalu menguatkan semangat jundiyah (militansi dan kepatuhan terhadap pemimpin). Menerima nasehat dari siapapun 195 . 6. 6. semangat yang selalu membara. dan menghindari sifat-sifat ujub. Yang berhubungan dengan tugasnya: 1. 2. Lebih mengutamakan kerja. mengutamakan hal-hal yang substabsial. 5. b. serta berupaya untuk mendapatkan beberapa keahlian yang dibutuhkan. yang dengannya ia mendapatkan bekal ruhi. dan bukan jamaah yang membutuhkannya.. Mengembangakan potensi dan kemampuan diri. dan menjauhkan diri dari cara-cara yang gaduh dan suara yang tinggi. serta selalu berupaya merasakan bahwa ia sangat membutuhkan jamaah ini. 5. 4. Dan hendaknya ia selalu memiliki kekuatan spiritual yang tinggi. meminta dan menyandarkan diri kepada Allah. Hendaknya ia memiliki bekal khusus dari ibadah dan ketaatan. Amanah dalam pengiriman dan penyampaian 3. dan menjadikannya sebagai sarana untuk meminta taufik dari Allah. Senantiasa memuhasabah dirinya. 4. 2. riya. angkuh. dan ia akan memikul amanah tersebut di hadapan-Nya. Selalu menggunakan cara-cara musyawarah dan prosedural kerja. memperbanyak doa. serta tidak menghalangi siapa saja yang bersamanya dari anggota kelompok dan jamaah. Kemurnian yang paripurna. senantiasa tawakkal kepada Allah. sebagaimana lebih baik baginya memiliki buku tanpa judul dari pada memiliki judul tanpa buku. dan tekad yang kuat. Selalu ikhlas dalam setiap amal. yaitu dengan mengikat setiap anggota tarbiyah dengan jamaah.

8. Mewujudkan makna-makna Ta’aruf. 10. berinteraksi dengan mereka. dan hendaknya tegas dan mampu mengambil keputusan. Tafahum. 3. tipikal dan kondisi setiap anggota 5. dan berada di garda terdepan bersama mereka. kedisiplinan dan dalam berbagai hal. mentransfer pengalaman dan kemampuan kepada orang-orang yang bersamanya.7. serta menebar iklim kasih. Menjaga keadilan dan kesamaan dalam hubungan sosialnya. berbaik sangka dan percaya terhadap ikhwah yang lain. 7. mampu memperhitungkan dan memutuskan sesuatu secara tepat. 9. karena mereka adalah turut berperan bersamanya untuk memikul tanggungjawab. karena ia bertanggungjawab terhadap mereka. menghadapi problematika dan permasalahan-permasalahannya. 2. Mampu mengkondisikan suasana. serta bekerja keras dalam mewariskan dakwah dan pembentukan simpatisan dakwah. Hendaknya ia Menjadi teladan bagi siapa saja yang bersamanya dalam hal ketaatan. Menerima masukan. Memperhatikan adab-adab muhasabah dan evaluasi. serta bersandar pada kebenaran dan bukti. Tidak menyembunyikan ilmu. 11. Menjaga hubungan dan komunikasi yang baik dengan orang yang lebih senior dan yang junior dari mereka. Mengenal karakter. Memiliki kemahiran tarbiyah dalam menyampaikan taujih (pengarahan) dan materi-materi tarbiyah. 196 . mengembangkan potensi yang mereka miliki dan pendelegasian yang tepat. Memiliki kemampuan untuk menguasai anggota. dengan makna yang sempurna di antara anggota. Yang berhubungan dengan interaksinya dengan anggota tarbiyah 1. Lapang dada. Saling berhubungan dengan ikhwah yang lain. 6. persaudara dan saling memikul beban. 8. dan Takaful. permintaan dan evaluasi c. 4.

namun hal ini hanya bisa terwujud dengan ketekunan. Kepengurusan dalam dakwah kami. ia tidak semata mengikuti sebuah manhaj studi atau gagasan yang disampaikan di pelatihan-pelatihan managerial. Kita tidak mengatakan bahwa seorang mas’ul dalam segala sisi telah memiliki dan menyempurnakan karakter-karakter ini. bangga terhadap diri sendiri. lemahnya kedisiplinan terhadap jamaah dan condong kepada figuritas dan mengikuti pandangan individu dan nafsu. tidak memiliki loyalitas. tidak menerima kritikan dan masukan (terutama dalam hal penyimpangan finansial dan akhlak). dan pengarahan yang berkesinambungan. akhlak dan batasan-batasannya dalam hubungan dan interaksi langsung yang terjalin antara anggota tarbiyah dengan 197 memberikan tanggungjawab tersebut. namun paling tidak ada standar minimal untuk kita memulai. Praktek kepengurusan pada dasarnya merupakan praktek nilai-nilai tarbiyah dan ia memiliki bentuk dan sarana yang beragam. latihan. walaupun ia memiliki banyak karakter positif . dll. tidak terpisah dari tarbiyah dan pembinaan.Muwashafat tarbawiyah (karakteristik kader tarbiyah) ini tentunya tidak mungkin dilahirkan dalam waktu sehari-semalam. Diantara permasalahan-permasalahan tersebut adalah sebagai berikut: Lemahnya makna jundiyah (militansi dan ketaatan kepada qiyadah). Yang kemudian penyempurnaan. latihan. Adab-adab Islam. atau dengan mengadakan lompatan-lompatan tertentu. karena keduanya adalah sebuah kemestian. dan kita tidak boleh meremehkan permasalahan itu. maka kita harus berhenti sejenak sebelum yang lain. namun lebih kepada praktek. latihan dan peningkatan kualitas tarbiyah akan dilanjutkan dengan menggunakan sarana-sarana tarbiyah yang beraneka ragam. bergantung dengan kedudukan dan posisi serta tidak siap untuk meninggalkannya jika diminta. keras hati dan kasar terhadap orang lain. dengan tetap mengetahui bahwa jika seorang kader yang hendak diberikan tanggungjawab ternyata memiliki sebuah cela yang bisa merusak. interaksi dan pelatihan anggota tarbiyah oleh mas’ul.

kalangan profesional.batasan-batasan kerja itu sendiri. Terkadang. dan hendaknya aktivitas dan peristiwa yang terjadi tidak menggangu proses pembinaan tarbawi dan pembinaan terhadap aset dan tokoh-tokoh jamaah. Hendaknya juga dilakukan upaya keras untuk mengobati titik-titik cela dan kelemahan yang ada. dakwah tentu tidak bisa berdiri dan mematung hingga sempurna untuk seluruh potensi dan kemampuan yang ada. Tidak mengapa jika struktur kepengurusan tersebut berupa kepanitiaan atau tim-tim khusus yang bekerja dan bergerak di masingmasing bidang dan divisi tertentu. ia berusaha menggali memusatkan perhatian menyiapkan pembinaanpembinaan tarbawi dan keahlian untuk para tokoh di dalam jamaah. serikat para pekerja. Namun selayaknya pada waktu itu. pedagang. beberapa peristiwa menimbulkan gerakan tertentu terhadap jamaah. Proses penyiapan kader-kader handal yang memiliki kemampuan paripurna dalam pelbagai sisi baik tarbawi maupun keahlian 198 . dan bukan struktur kelompok yang hanya melakukan kerja-kerja nisbi yang terpisah di beberapa sekat yang berbedabeda. pelajar dan kaum wanita. Struktur-struktur itu misalnya. sementara ia belum memiliki kesiapan yang sempurna dengan kemampuan dan ketersediaan tenaga-tenaga ahli. ulama. justru mereka berada dalam satu barisan melihat yang saling bertautan di erat yang mereka membentuk bekerja. kesamaan mereka tanggungjawab. baik melalui pemilihan atau penetapan dari anggota tanpa sekat-sekat bidang tempat lalu menyelesaikan tugas dan kepentingan mereka secara kolektif. baik kuantitas maupun kualitas yang mumpuni. atau persatuan para guru. Dengan pelbagai jenjang tanggungjawab yang ada di internal struktur kepengurusan tersebut. Dalam kondisi seperti ini. Struktur kepengurusan di dalam jamaah pada dasarnya merupakan sebuah fase tarbiyah dimana ada saling keterkaitan dan kesatuan dalam menjalankan tanggungjawab. petani. merupakan asas tarbiyah dan mahhaj praktis yang akan mewujudkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai. pegawai.

ketaatan dan ruh militansi. Yang kemudian menyebabkan timbulnya sifat liar. takjub dengan pendapat sendiri. loyalitas. baik sebagian maupun seluruhnya. dan menyandarkan seluruh urusan dan bertawakkal kepada-Nya. Sesungguhnya kader-kader dakwah yang menonjol. dan hal itu sudah barang tentu memberikan dampak terhadap kondisi ruhi dan tarbiyah mereka. dan hanya loyal untuk kepentingan diri dan kemaslahatannya sendiri. memberikan imunitas kepada mereka dari fitnah dan penyimpangan. yang kemudian menyebabkan terjadinya fitnah dan penyimpangan. serta kantor-kantor tempat mereka bekerja akan menguras banyak waktu yang mereka miliki. Hal ini bahkan sampai pada penolakan terhadap taujih (seruan atau himbauan jamaah) dan pelanggaran terhadap rukunrukun bai’at. kami menegaskan tentang pentingnya persiapan tarbiyah yang baik dan berkualitas terhadap figur-figur kader yang menonjol dan tokoh-tokoh dakwah yang beraktivitas sebelum diterjunkan ke pelbagai lapangan. baik pikiran. dan gema suara mikropon terkadang memberikan implikasi yang cukup besar terhadap jiwa dan memberikan pengaruh yang negatif. walaupun sesuatu 199 . tokoh-tokoh. dan kader-kader yang menjadi figur-figur politik dan sosial. Sebagaimana sorotan publik. dan senantiasa menerapkan budaya musarahah (berterus terang) dan taujih-taujih tarbawi. serta memberikan perhatian yang besar terhadap bentuk-bentuk penyimpangan sejak mula. Untuk itu.tertentu merupakan proyek besar yang membutuhkan waktu yang relatif panjang. Sesungguhnya pertolongan Allah akan datang setelah dikerahkannya seluruh kemampuan manusia secara optimal. serta melanjutkan pembinaan tarbawi secara terus menerus dan berkesinambungan. sangat membutuhkan perhatian tarbawi dan evaluasi yang cermat dan terus-menerus. kemilau kedudukan. kedisiplinan. pers. karena karakter gerakan dan aktivitas mereka.

Jamaah ini bukan pula sebuah kelompok rahasia yang masing-masing individunya tidak mengenal individu yang lain kecuali tugasnya.yang kecil dan sederhana. Prinsip jamaah ini adalah saling hidup bersama dan saling mengenal antara labinah (batu bata) dalam barisan dakwah. Demikian itulah fenomena iman dan intisari ukhuwah.” “Hendaklah sebagian dari kalian memikul beban sebagian yang lain. dan saling memikul beban satu sama lain. serta yakin kepada pemimpinnya dan seluruh kemampuan dan keikhlasan yang dimilikinya. Jika didapatkan padanya kesulitan. bersatu dan saling mengasihi. dan yang paling tinggi adalah al ‘Itsar (mendahulukan kepentingan saudaranya dari kepentingannya sendiri). segeralah memberikan pertolongan selama ada jalan untuk itu. yang kemudian melahirkan rasa cinta.” 200 . yang komitmennya yang paling rendah adalah salamatul Shadr (lapang dada). yang setiap individunya hidup bersama yang lain dan saling mengunjungi. Imam Syahid berkata.” “Hendaklah selalu ada ikatan ruh dan amal dengan qiyadah.” “Dan hendaklah ia mengenal dan mengetahui seluruh kondisinya. “Kenalilah siapa saja yang engkau temui dari saudara-saudaramu. namun adalah sebuah barisan yang saling bertautan erat. Tentang Kitman (Menyembunyikan) dan Sirriyah (kerahasiaan) Jamaah ini bukan sesuatu yang rahasia dan tertutup. dan hendaknya jamaah selalu tegas dan disiplin dalam menerapkan hal ini. Hendaklah sebagian dari kalian senantiasa bertanya kepada sebagian yang lain (tentang kondisi kehidupannya). penghormatan dan ketaatan. yang saling bertaut.

dan mereka juga melakukan perjuangan konstitusi dan aktivitas politik. dan mereka memiliki izzah dengan dakwah yang mereka ikuti. Ini semua termasuk adab-adab Islam dan akhlaknya. risalah dan selebaranselebarannya diumumkan. -yang berlandaskankan manhaj Islam. Sesungguhnya dakwah. Adapun penutupan beberapa sisi dalam strategi gerakan di barisan dakwah. Kewajiban Aktivis Dakwah.“Hendaklah engkau mengetahui anggota katibahmu satu persatu dengan pengetahuan yang lengkap. kader dan tokoh-tokohnya hidup dan berbaur dengan masyarakat. hal.” Termasuk menjaga lisan dan menyimpan amanah majlis. mereka ada di mesjid-mesjid.”229 Hal ini tidak bertolak belakang dengan mainstream dan prinsip harakah. dan merupakan kewajiban jamaah dan kerapian shaf dakwah. terdapat prinsip-prinsip dipublikasikan dan ada prinsip yang disembunyikan. serta konsentrasinya untuk mendalami pengetahuan yang khusus dan bermanfaat untuknya. kegiatan dan aktivitas mereka di tengah masyarakat terbuka dan dapat diketahui. target-target. bersama masyarakat di setiap tempat dan waktu. visi dan misinya disampaikan.prinsip-prinsipnya disampaikan secara terbuka. fase dan tahapantahapan dakwahnya telah ditetapkan dan diketahui. Terdapat sesuatu yang perbedaan besar antara atau kerahasiaan gerakan dan yang kerahasiaan prinsip dalam dakwah. Rasulullah Saw. lembaga-lembaga sosial. bersabda: ‫( )من حسن إسلم المرء تركه ماليعنيه‬ Artinya: “Diantara tanda baiknya keIslaman seseorang adalah meninggalkan apa saja yang tidak bermanfaat baginya. Di dalam dakwah tidak ada rahasia atau disembunyikan. maka hal itu lebih kepada upaya memproteksi dakwah akibat 229 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). 368 201 . juga kenalkan dirimu kepeda mereka dengan selengkapnya.

: ‫( ) استعينوا على قضاء حوائجكم بالكتمان‬ Artinya: “Jadikanlah kitman (upaya untuk menutupi sesuatu) sebagai penolong dalam memenuhi beberapa kebutuhan kalian. dan ia memiliki dasar pijakan yang berlandaskan kepada 202 . Jadi tidak benar pendapat orang yang mengatakan bahwa dakwah ini awal mula lahir sebagai gerakan dakwah tasawuf dan akhlak. dan hal ini tidak bertentangan dengan hakikat bahwa strategi dakwah dalam melaksanakan dan menerapkan memiliki tahapan dan fase-fase tertentu sebagaimana yang dijelaskan dan diarahkan oleh Imam Syahid. dari risalah yang pertama hingga risalah yang terakhir yang disampaikan kepada Ikhwan memiliki manhaj dan prinsip yang sama.tekanan dan konspirasi musuh-musuh Allah. dan kalian akan terus memegang teguh dan tegar hingga Allah mewujudkan janji-Nya –insya Allah-. kemudian berubah menjadi gerakan politik. Imam Syahid berkata dalam Muktamar Para Pemimpin Wilayah dakwah pada tahun 1945 M: “Telah ditetapkan kepada kalian asas pertama dakwah sejak bulan Dzulqa’dah 1347 H/1928 M). Universalitas dakwah dan kesempurnaannya telah ditetapkan. dan ini sesuai dengan sunnah Rasulullah Saw. Risalah-risalah Imam Syahid. Jamaah dakwah.” Yang Tsabit (prinsipil) dan Mutagayyir (relatif) dalam dakwah Sesungguhnya dakwah memiliki keistimewaan dengan prinsip- prinsipnya dan tujuannya yang tetap. harus memegang teguh prinsip-prinsip yang khusus baginya dalam gerakan dan pengorganisasian. sejak awal mula kelahiran dakwah.” Sesungguhnya prinsip-prinsip jamaah adalah prinsip-prinsip Islam itu sendiri. engkau tidak bisa menyimpangkannya. jelas dan dideklarasikan sejak dakwah ini diserukan.

Dr. namun ia terbuka untuk yang lain sesuai dengan pemahaman Islam yang komprehensif dan mengajak 230 Imam Syahid Hasan Al Banna. karena ia bukan jama’atul al Muslimin (kelompok kaum muslimin) yang siapa saja meninggalkan dan berbeda dengannya maka telah keluar dari agama Islam. Hasan al Hudhaibi 203 . 231 Kami adalah Para Da’I bukan hakim. “Kami adalah para da’I.”231 Jamaah tidak berdiri di atas mazhab tertentu. Al Ustadz Fuad Al Hajarsy.230 jamaah yang menetapkan syura dan nota-nota Tentang Rasa Kepemilikan Terhadap Islam Jamaah tidak memonopoli sifat Islam untuk dirinya semata. Jumah Amin. Meskipun sarana-sarana dakwah dan aktivitas-aktivitas yang menyokong misi dakwah semakin berkembang. sebagaimana yang dipahami dan diyakini sebagai jalan yang benar dan tidak ada jalan yang lain. dan bukan hakim yang menghukumi. Lihat pula: Al Tsabit wa al Mutaghayyir. namun dakwah tetap berada dalam prinsip dan poros yang tidak berubah. namun ia merupakan jama’atul minal muslimin (sebuah kelompok dari kaum muslimin) yang berdiri demi mewujudkan tujuan-tujuan Islam sesuai dengan ideologi dan manhaj yang berlandaskan Al Quran dan Sunnah. hal. “Untuk itu kami harus menegaskan lagi bahwa.syariat Allah. 164. Sementara sarana-sarana dakwah akan terus berubah dan berkembang sesuai dengan kondisi dan keadaan. hanya Allah semata yang berhak menetapkan hukuman terhadap mereka. dakwah dan jamaah yang terorganisir. sesungguhnya tarbiyah. Perubahan dan inovasi pada sarana dan kegiatan-kegiatan dakwah memiliki batasan-batasan dan prinsip yang harus dipenuhi serta melalui institusi-institusi kesepakatan. dan menapikannya dari kelompok-kelompok yang lain. Jamaah tidak menetapkan sebuah hukum (ketetapan) terhadap orang lain. merupakan prinsip dan ketetapan yang tidak akan berubah.

dan mengajak untuk bekerjasama untuk mengembalikan kemulian umat Islam dan mewujudkan tujuan-tujuan Islam seluruhnya. namun ia bersama kami. jika engkau mengetahuinya dengan baik dan engkau menjadikannya sebagai cita-cita dan orientasi hidupmu. Hal. di pundakmu tertempel gelar-gelar mentereng.” Beliau juga berkata tentang kewajiban dakwah dan ajaran-ajarannya: “Cengkeramlah dengan sungguh-sungguh bimbingan-bimbingan ini. walaupun ia sebagai prajurit dakwah yang berada di akhir barisan. Imam Syahid berkata. namun sesungguhnya ia tidak bersama kami. serta ketaatannya terhadap prinsip-prinsip dakwah. Jika engkau seseorang yang biasa berada di depan majelis kita. dan ada beberapa orang yang tidak berada di barisan kami. Sejauhmana sesesorang mengambil dan menerapkan nilai-nilai dakwah dan tarbiyah. 369 204 .kepadanya. Hujjah Jamaah dan prinsip-prinsipnya merupakan hujjah bagi kader-kader dakwah. Jika tidak maka dalam barisan orang-orang yang duduk dan para pemalas masih terdapat kursi-kursi yang kosong. maka sebesar itu pula ia berperan sebagai representasi dakwah ini. “Ada beberapa orang yang ada di barisan kami.” “Saya yakin.”232 Jadi yang merepresentasikan jamaah dan menyampaikan sikapsikapnya secara langsung. Engkau bagian dari kami dan kami bagian dari dirimu. Jika engkau berpaling darinya lalu duduk-duduk santai saja. yang disebut 232 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). maka tiada lagi hubungan antara kita. maka balasanmu adalah kehormatan hidup di dunia dan kebajikan serta ridha di akhirat. dan kau tampak begitu menonjol di antara kita. maka dudukmu akan dihisab Allah dengan seberat-beratnya hisab. dan bukan kader yang menjadi hujjah baginya. adalah qiyadah (pemimpin) tertinggi.

Mursyid ‘am. maka akan didapatkan sarana-sarana kesuksesan dalam dirinya. -dengan tetap berada dalam satu kesatuan dan ideologi yang sama-. selama tidak keluar dari batasa-batasan syariat. prinsip dan sikap-sikap jamaah. yakni pembinaan umat yang mengantarkannya menuju kepribadian yang utama dan mentalitas yang 233 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). Bab IV Proses Pembentukan Personal Kader Dakwah (Perbaikan Diri) Pemahaman Tarbiyah Dalam Proses Pembinaan Imam Syahid berkata. maka setiap orang berhak memiliki pandangan.”234 “Maka ketauhilah bahwa tujuan pertama yang digariskan oleh Ikhwanul Muslimin adalah tarbiyah shahihah.”233 “Mentalitas kita –hari-hari inisungguh sangat membutuhkan pengobatan yang serius dan penyembuhan yang total. Kita memerlukan pencairan bagi perasaan yang telah keras membeku. Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. kita membutuhkan perbaikan bagi akhlak yang telah rusak binasa. hal. kita tidak mungkin melangkah ke depan walau hanya selangkah. ijtihad. dan kita juga membutuhkan penyadaran atas penyakit bakhil yang telah demikian akut. atau siapa yang dipercayakan sebagai juru bicara atas nama jamaah dan menyampaikan pandangan-pandangannya. 70 37 234 205 . Adapun individu dalam jamaah dakwah dan siapa saja yang bergabung dengan jamaah ini. dan interpretasi dalam pemikiran dan dakwah Islam. Tanpa proses ulang pembaharuan mentalitas dan pembangunan jiwa ini. hal. “JIka didapatkan seorang muslim yang baik.

sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Syahid di dalam risalah dan penyampaian-penyampaiannya. yaitu: ibid Hal ini sebagaimana yang disebutkan Imam Syahid di dalam Risalah Pergerakan. Poros keimanan dan ibadah 2. maka kita akan mendapatkan gambaran yang lebih dekat tentang frofil muslim paripurna yang diinginkan. serta sesuai dengan keberagaman sarana dan jenjang-jenjang tarbiyah yang ditentukan jamaah.itu ditegakkan dalam rangka merebut kembali kemuliaan dan kejayaan umat dan untuk memikul beban tanggung jawab di jalan yang mengantarkan kepada tujuan. • • Ia mencakup ikhwan dan akhwat dalam dua poros yaitu. Dakwah Kami di Zaman Baru. Pembinaan –untuk membangun jiwa yang dinamis.luhur. serta apa saja yang disampaikan Imam di dalam tujuan-tujuan dakwah dan klasifikasi amal. adalah dengan cara mengumpulkan dan menyusun kewajiban dan sifat-sifat tersebut.236 Adapun dalam poros gerakan –dalam beberapa hal tertentu. dan batasan-batasan yang diperlukan untuk mewujudkannya. Poros akhlak dan budi pekerti 3. 236 206 . Poros dakwah dan gerakan • Untuk merealisasikan poros-poros di atas dibutuhkan proses pembinaan secara gradual dan membaginya ke dalam fase-fase dan jenjang yang berbeda dalam proses pembentukan. yang merupakan satu kesatuan yang saling terpadu: 1.terdapat perbedaan antara ikhwan dan akhwat. poros keimanan dan akhlak. Kita dapat mengklasifikasikan sifat-sifat di atas dalam 3 (tiga) poros utama.”235 Untuk mengetahui gambaran tentang sifat-sifat pembentukan pribadi di dalam jamaah. Dimana ia berupa aktualisasi amal tarbawi melalui program-program amali dan manhaj tertentu. • 235 236 Tarbiyah ini berlandaskan pada dua titik penting. yaitu dalam hal karakteristik peran dan tugas yang diberikan. hal.

Menghidupkan tarbiyah diri di dalam setiap personal kader. jiwa dan perasaan. namun ia adalah tujuan yang besar dan dalam. “Yakinlah kepada fikrah kalian. Tujuan-tujuan itu bermula dari Ishlahul fardy (proses perbaikan diri) hingga ustaziyatul ‘alam (kepemimpinan dunia). kendati demikian hal ini adalah bentuk totalitas kepercayaan kepada manhaj Allah Swt. dan berkumpullah di sekelilingnya. Hal ini tidak mungkin dapat diwujudkan kecuali dengan melalui manhaj yang panjang 237 238 Dari petuah Imam Syahid Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). yang cinta kuat. Konsisten mengikuti tarbiyah kolektif yang diberikan oleh jamaah dan manhaj-manhajnya. 108 207 .”238 Sesungguhnya tujuan yang diinginkan oleh dakwah bukanlah tujuan yang sederhana dan terbatas. • Pembentukan pemahaman ini yang berdiri benar.a. meskipun dengan kadar tuntutan masing-masing berbeda. • Aktivitas hati lebih penting daripada aktivitas fisik. serta melalui ikatan yang menghimpunnya yang berlandaskan pada ta’aruf. Meskipun di antara tujuan-tujuan tersebut dengan realita yang ada terdapat kendala yang sangat besar. tidak melakukan lompatam-lompatan. dan kita harus mengupayakannya. Ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Syahid di dalam risalahnya. kemenangan dan taufik dari-Nya. yang pembinaan dipercaya. • Dibutuhkannya pemusatan perhatian terhadap dakwah. • Imam Syahid menegaskan tentang urgensi membangkitkan keimanan dan memperbaharui ruh. dan amal yang berkesinambungan. serta urgensi kesatuan barisan. bekerjalah untuknya dan teguhlah di atas jalannya. yang Iman cermat. namun usaha untuk menyempurnakan keduanya merupakan tuntutan syariat. merupakan kewajiban kita yang pertama. tafahum dan takaful. di atas asas-asas. sebagai asas untuk bergerak dan terus eksis. Imam Syahid berkata. Hal. pertolongan. “Melakukan tarbiyah untuk diri sendiri.”237 b..

Adapun 10 sifat mukmin sejati dan rukun-rukun baiat. dan targettarget ini tidak mungkin dapat diwujudkan dengan melakukan penyerangan. wawasan keilmuan dan kemahiran. seimbang.. 208 . dan sunnah Allah dalam perubahan dan kejayaan. menguatkan konsep ini dan Manhaj yang dipilih dan disusun oleh Imam Syahid yang berlandaskan kepada sunah Rasulullah Saw. manhaj dan pemusatan terhadap program-program amali untuk mendapatkan akhlak-akhlak Islami dan petunjuk-petunjuknya dalam membangun dan memperbaiki manusia. atau melakukan lompatan-lompatan terhadap sunah Allah dalam perubahan. dan menghindari kesalahan-kesalahan yang mereka jatuh kedalamnya. Pembangunan yang dicita-citakan demikian besarnya. berbudi pekerti dan beradab Islami dalam bingkai pemahaman yang teliti. dan mumpuni untuk kebutuhan zaman sekarang. yang berpedoman kepada sunnah Rasulullah Saw. yang mencakup pengalaman-pengalaman orang lain. Karakteristik Pembinaan Diri Imam Syahid sangat memperhatikan upaya pembinaan diri yang paripurna dan gradual terhadap personal. dari sisi normatif teoritis menuju sisi praktis-realistis. tiada lain adalah pengantar. dengan tetap memberikan perhatian besar untuk proses pembinaan kader dan tarbiyahnya. yang berakhlak. tarbiyah dan pembangunan. yang berlangsung secara terus menerus dari generasi ke generasi berikutnya.dalam proses pembinaan. dengan tetap menjaga perbedaan tabiat alami setiap orang dan pemenuhan kebutuhan spiritual. menyelesihi atau meremehkannya. kudeta. Pengalaman sejarah yang pernah dilakukan oleh gerakan-gerakan reformis klasik dan kontemporer. karena hal ini merupakan asas pijakan. dan petunjuknya dalam perbaikan dan pembinaan. yang bertujuan terciptanya bangunan Islam yang komprehensif dalam melahirkan karakteristik mukmin sejati.

ta’aruf. diantara kader dakwah dan diantara unit-unit shaf dan labinah dakwah yang lain. Imam Syahid menyebut penanggungjawab unit-unit usrah ini dengan ‘Naqib’. Imam Syahid menjelaskan sisi pembinaan ini dengan mengatakan. dan seluruh barisan dakwah. menjadikan tingkatan ukhuwah yang paling rendah adalah salamatu shard (berlapang dada). “Kepemimpinan –dalam dakwah Ikhwan. ia adalah sebuah ladang pembinaan dan tarbiyah yang akan mewujudkan. baik dalam hal menetapkan mas’ul. atau hubungan dengannya. yaitu cinta karena Allah. dan posisi seorang syaikh dalam aspek pendidikan rohani.• Imam Syahid menegaskan bahwa sesungguhnya titik tolak pembinaan diri seorang mukmin sejati adalah dari dalam diri. Ini adalah iklim dan suasana yang di dalamnya terdapat kebersihan dengan seluruh maknanya yang luas. • Dengan tersedianya program-program yang cocok dan sarana-sarana pembinaan yang sesuai dengan kader-kader dakwah dan realitas yang ada –dan dengan memperhatikan setiap perkembangan dan kemajuan-. persaudaraan. dan posisi seorang pemimpin dalam menentukan 209 . Imam Syahid juga memperhatikan iklim (suasana) yang harus memenuhi komunitas pembinaan. kesucian dan kemuliaan.menduduki posisi orang tua dalam ikatan hati. yaitu Usrah. dan menjadikan seluruh anggota usrah untuk bersama-sama dengan naqib melakukan pembinaan tarbawi dan meningkatkan kualitas tarbiyah dan perbaikan diri. posisi seorang guru dalam memberikan pengajaran ilmu. saling memaafkan. – adalah membangun jamaah. membersihkan (wadah usrah jiwa dan menguatkan praktis dasar untuk dalam keinginan. Kemudian beliau menambahkan untuk proses pembinaan sebuah kerangka hadhanah jamaahpembinaan) labinah menghayati dan menerapkan proses pembinaan ini. yaitu dengan membangun tersebut Dalam keimanan. tafahum dan takaful. labinah-labinah. • Menjadikan pembinaan tarbawi sebagai sesuatu yang asasi (mendasar) dalam dakwah. maupun dalam melaksanakan peran pengelolaannya.

”240 Maknanya adalah: - Poros keimanan dan ibadah. Tetapi ia adalah sebuah pembentukan yang sempurna dan saling terkait dan memberikan pengaruh satu sama lain. Keprajuritan. Poros dakwah dan gerakan. pembinaan yang mendalam. • Refleksi pembentukan ini dan intinya tergambar dalam 5 (lima) hal: “Kesederhanaan. inti adalah tilawah dan shalat. hal. Al Maut Fi Sabilillah tertinggi). aktivitas dan pengaruh kader di tengah masyarakat. hal. Al Qur’an Dusturuna (Al Quran adalah Undang-undang kami). akhlak. perhatian Beliau yang besar terhadap antara kesempurnaan dan keparipurnaan pembentukan dan pembinaan kader-kader tidak memisahkan pembinaan diri dengan pencapaian sifat-sifat. Ar Rasul Qudqatuna (Rasul adalah teladan kami). intinya adalah kesederhanaan. -Slogan pembentukan ini. Dan dakwah mengumpulkan seluruh makna ini. Risalah Ta’alim. Risalah Ta’alim. intinya adalah akhlak Karakter manhaj dan pembentukan sarana. yang digambarkan oleh Imam Syahid terdiri dari: “Pemahaman yang teliti. antara gerakan. (Syahid di jalan Allah adalah cita-cita kami 239 240 Risalah Pergerakan. Ia bukanlah perubahan yang dangkal atau hanya sebagai jembatan untuk mendapatkan beberapa adab dan muwashafat tarbiyah. karena ia digambarkan dengan kalimat Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya). Poros budi pekerti. 369 210 . tilawah. Kewajiban Aktivis Dakwah. dan amal yang berkesinambungan. Allah Ghayatuna (Allah adalah tujuan kami). intinya adalah keprajuritan. Shalat.”239 • Imam tarbawi Syahid memberikan dakwah. Al Jihad Sabiluna (Jihad adalah jalan juang kami).kebijakan-kebijakan politik secara umum dalam dakwah. 364 Risalah Pergerakan. Rukun-rukun Bai’at. dan ia adalah bagian yang mendasar dari pembentukan ini.

hal.bersifat tasawuf murni dalam tataran ruhani. bimbingan.”242 kepada sistem dan prinsip-prinsip umum 241 242 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim).tidaklah dituntut. Tidak dapat dikerjakan oleh seseorang kecuali yang memiliki kesiapan secara benar untuk memikul beban jihad yang panjang masanya dan berat tantangannya. Slogan utama dalam persiapan ini adalah: Totalitas ketaatan. hal 397 211 . 397 Ibid.”241 • Hal ini berbeda jauh dari pengenalan dakwah dan lebih dekat ke dalam karakteristik pembentukan dan tarbiyah. bahkan tidak lazim. Imam Syahid berkata.• Imam Syahid ini menggambarkan dan tentang kedalaman dalam proses pembentukan tingkatan-tingkatannya memenuhi tuntutan-tuntutan dakwah. Sistem dakwah –pada tahapan ini. Urgensinya adalah kerja social bagi kepentingan umum. Tahap pengenalan. dalam tahapan ini dakwah dilakukan dengan dengan menyebarkan fikrah Islam di tengah masyarakat. beliau berkata: “Dalam tahapan ini dakwah ditegakkan dengan melakukan seleksi terhadap anasir-anasir positif untuk memikul beban jihad dan untuk menghimpun berbagai bagian yang ada. Slogan untuk dua aspek ini adalah: perintah dan taat. Tingkatannya seiring dengan kadar penghormatannya jamaah. Ketaatan tanpa reserve –pada tahapan ini. Dakwah pada tahapan ini bersifat khusus. dan beberapa cara lain. yang kemudian disebut sebagai. tanpa ragu dan bimbang. sedangkan medianya adalah nasihat. jihad dan dalam mengemban beban dakwah yang berat. dengan kesempurnaannya di pelbagai sisi perbaikan. Tentang hal ini. “Jamaah menjalin hubungan dengan orang yang ingin memberikan kontribusi bagi aktivitasnya dan ingin ikut menjaga prinsip-prinsip ajarannya. dan bersifat militer dalam tataran operasional. yang sesuai dengan keinginan dan target yang ingin dicapai.

sebagaimana Rasulullah Saw. kita cukup mengimaninya sebagimana adanya tanpa ta’wil. dan para sahabatnya mencukupkan diri dengannya. Qiyam Lail. dan hendaknya 243 244 245 Ibid. • Imam Syahid sangat memperhatikan urgensi kebenaran akidah dalam proses pembentukan dan perbaikan diri seorang muslim. Kita mencukupkan diri dengan keterangan yang ada. 357 Ibid. yaitu lapangan perbaikan umum. serta tidak memperuncing perbedaan yang terjadi di antara para ulama. hal. sedangkan mengenai ayat-ayat sifat dan hadits-hadits shahih tentangnya. 358 Ibid.243 “Setiap bid’ah dalam agama Allah yang tidak ada pijakannya tetapi dianggap baik oleh hawa nafsu manusia. hal.Ikhwan melakukan kerjasama dengan orang-orang yang ikhlas yang berkerja di lapangan ini. adalah kesesatan yang wajib diperangi dan dihancurkan dengan menggunakan cara yang terbaik. serta berbagai keterangan mutasyabihat yang berhubungan dengannya. dan ta’thil.”245 Sebagaimana yang disebutkan Imam Syahid bahwa seorang al Akh seharusnya: memiliki kekuatan hubungan dengan kitab Allah. hal. “Al Quran yang mulia dan sunnah yang suci adalah referensi utama setiap muslim untuk mengenal hukum-hukum dalam agama Islam. mesjid dan perhatian yang besar terhadap shalat. baik berupa penambahan maupun pengurangan. 356 212 . yang tidak justru menimbulkan bid’ah yang lain yang lebih parah.”244 Beliau juga berkata. Beliau berkata. mengenalkan Islam dan kebangkitannya di tengah masyarakat. “Ma’rifah kepada Allah –Yang Maha Tinggi dan Maha Muliadengan sikap tauhid dan penyucian (Dzat)-nya adalah setinggi-tinggi tingkatan dalam akidah Islam.

menghapal. serta dalam amal dan prilakunya. walaupun berbeda bentuk dan programnya. hal. menghayati dan mentadabburinya. Imam Syahid berkata. “Dan dengan urgensi generasi perbaikilah maksimalkan proses pembentukannya. Penuhilah jiwa yang liar dengan keagungan Islam dan keindahan Al Quran. akhlak. “Seluruh jamaah Islam di masa kini sangat membutuhkan munculnya pribadi aktivis sekaligus pemikir dan anasir produktivitas yang pemberani. baik wirid tilawah. 197 248 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. kehidupan dunia dan akhirat.memiliki wirid harian bacaan Al Quran. Semuanya memiliki satu pijakan dasar. kami menginginkan seorang yang muslim dalam pola piker dan akidahnya. anakanak maupun orangtua.246 • Imam Syahid menjadikan dasar pembinaan dalam tarbiyah berlandaskan manhaj Islam. serta anasir-anasir 246 247 10 wasiat Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). yang titik tolaknya adalah perbaikan dan mencakup segala aspek kemanusiaan.”248 Dakwah ini tidak membutuhkan kepada jiwa-jiwa yang tidak konsisten dan kaku. maka terhadap masyarakat dakwah dan dan pembangunan Negara. maka kalian akan menyaksikan kelahiran seorang pemimpin muslim yang berjihad dengan dirinya dan membahagiakan orang lain. serta kebebasan pemikiran dan akal.”247 Imam Syahid berkata. Ini merupakan salah satu upaya pembentukan individu mukmin dalam dakwah kami. 63 213 .” Beliau juga berkata. hal. dalam moralitas dan perasaannya. kebebasan jihad dan amal. ajarkan kepadanya kebebasan jiwa dan hati. baik kepribadiaan. Hal ini merupakan rukun pertama kelahiran dalam manhaj baru perbaikan ini. serta latihlah ia menjadi prajurit di bawah bendera dan panji Nabi Muhammad. Beliau juga tidak membedakan dalam urgensi dan integralitas pembinaan ini antara lelaki dan wanita. pertama-tama. mendengarkan.

” “Untuk itu. yaitu sebagai poros penyempurna. Munazhamun fi Syu’unihi (terorganisir seluruh urusannya). Qadirun Alal Kasbi (mampu berekonomi). Jihad. Nafi’un Li Ghairihi (Bermanfaat bagi selainnya).250 • Imam Syahid juga menetapkan rukun-rukun baiat berikut. 356. Kami juga memperhatikan anakanak sebagaimana perhatian kami kepada pemuda. 359 Ibid 214 . Ikhlas. 177 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). • Imam Syahid menetapkan muwashafat yang harus dipenuhi oleh seorang muslim di dalam kehidupannya. Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya). dengan tetap menjaga beberapa perbedaan aspek harakah dan peran-peran khusus mereka. Amal (aktivitas). yang akan berjalan beriringan dengan 10 sifat yang lain. Unsur ini yang kemudian terbagi dalam beberapa tujuan dan poros-poros yang 249 250 251 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Taat (kepatuhan). Ukhuwah dan Tsiqah (kepercayaan).dakwah yang tertutup dan kepribadian yang senang menyendiri. Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). yaitu. Fahm (pemahaman). Tadhiyah (pengorbanan). hal. Tajarrud (kemurnian). kami juga memperhatikan kaum wanita sebagaimana perhatian kami kepada kaum pria.”249 Kaum wanita memikul tanggungjawab yang sama dalam dakwah dan beraktivitas untuk mewujudkan tujuan yang sama pula.”251 sebagai poros-poros pembentukan utama bagi para pembawa risalah dakwah dan yang komitmen terhadap jamaah ini. Tsabat (keteguhan). shahihul Ibadah (benar ibadahnya). Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya). yang memiliki jiwa yang keropos. yang menyatu dan membentuk satu dasar pijakan dalam pembentukan ini. yaitu: Salimul Akidah (bersih akidahnya). Mujahidun Linasihi (kuat kesungguhan jiwanya). yang mencakup manhaj tarbawi dan takwini. Harishun Ala waqtihi (Cermat mengatur waktunya). hal.

seorang kader dakwah membutuhkan rukun Tsabat (keteguhan). Karena rukun-rukun baiat ini saling berkaitan erat. kemudian mempersiapkannya agar mampu mewujudkan dan berupaya untuk melaksanakannya.diwujudkan dengan program-program pendidikan dan kegiatan- kegiatan tarbiyah. • Imam Syahid menetapkan tujuan-tujuan tertinggi dalam jamaah –yang berupa tingkatan-tingkatan amal-. Amal (aktivitas). kami membutuhkan rukun-rukun berikut ini. yaitu: 215 . demi membentuk labinah-labinah dakwah yang kuat dalam satu barisan: Dalam aspek harakah. baiat dan komitmennya terhadap jamaah. Dalam aspek pengorganisasi dan barisan dakwah. dan tsabat di atas prinsip-prinsip. yaitu arah dan wadah yang membatasi aspek-aspek pembentukan dan beban dakwah. yang berasal dari dalam diri setiap individu. Imam Syahid menyebutkan tingkatan amal yang dituntut dari seorang al akh yang tulus. Amal (aktivitas). Rukun-rukun baiat ini menunjukkan nilai-nilai tarbiyah yang dibutuhkan oleh individu dan jamaah dakwah. maka kelemahan dan kerusakan dalam salah satu rukun-rukunnya akan menyebabkan kelemahan terhadap baiat-baiatnya yang lain. Kemudian dalam seluruh aspek-aspek di atas. kami membutuhkan Fahm (pemahaman). Ikhlas. kami membutuhkan Taat (kepatuhan). Jihad. dan Tajarrud (kemurnian). Dalam aspek keyakinan. Tadhiyah (pengorbanan). agar dapat mewujudkan semua rukun-rukun baiat. Ukhuwah dan Tsiqah (kepercayaan).

Perbaikan diri sendiri 2. 6. atau membatasi satu tujuan tanpa tujuan yang lain. 7. sesuai dengan masing-masing tujuan. Pembentukan keluarga muslim 3. Sebagaimana ia juga memiliki pengaruh nyata dan nilai-nilai tarbawi dan haraki yang terwujud secara gradual. Bimbingan masyarakat 4. dengan tetap menjaga perbedaan antara individu kader. dan di dalam sarana-sarana tarbiyah yang digunakan. Empat yang terakhir ini wajib ditegakkan oleh jamaah dan oleh setiap akh sebagai anggota dalam jamaah itu. namun fleksibel dan dinamis. Mengembalikan kekuasaan khilafah yang telah hilang dan terwujudnya persatuan yang diimpikan bersama. sehingga menjadi pemerintah Islam yang baik. dengan tetap jenjang dakwah yang dilalui. 252 Ibid. Memperbaiki keadaan pemerintah. tanpa membedakan atau memisahkan antara tujuan-tujuan tersebut. 361 216 . Pembebasan tanah air 5. yang mencakup seluruh aspek tarbawi. hal.1. 359. Program-program ini –baik teori maupun praktektidak terpisah. Penegakan kepemimpinan dunia dengan penyebaran dakwah Islam di seantero negeri. dalam rangka memperhatikan mewujudkan tingkatan-tingkatan dan tujuan-tujuan yang tinggi itu. namun saling menyempurnakan satu sama lain. dan dengan memanfaatkan setiap sarana dan instrumen yang baru. karakteristik dan target-target utama. Program dan sarana-sarana tarbiyah yang digunakan tidak kaku dan statis.”252 Tingkatan dan tujuan-tujuan ini memiliki refleksifitas dan perwujudannya di dalam program-program penyiapan individu. Ia juga memelihara target.

Komitmen dengan aturan dan adab-adab Islam dalam tata cara makan. Ketika wanita. ia tidak sama hanya dalam memperuntukkannya bagi kaum laki-laki dan meninggalkan kaum melainkan keduanya kedudukan pandangan Islam. minum. oleh karena itu.254 253 254 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). 3. Ukhti Muslimah. untuk mewujudkan kemauan yang kuat dan tekad yang membaja. 2. Tubuh yang sehat yang yang siap mulia. 4. hal. Beribadah kepada Allah dengan melaksanakan perintah-perintahNya. hal. 235 Ibid. “Sesungguhnya. Menghiasi dirinya dengan akhlak Islami. untuk mengasah kepekaan nurani dan kehalusan perasaan. Islam menginginkan dalam diri setiap mukmin. agar ia dipelihara oleh Allah dari ancaman pelbagai penyakit.Imam Syahid menjelaskan beberapa aspek penting di atas di dalam proses pembentukan individu serta kesinambungannya. 2. 4.”253 Dengan demikian.hendaklah selalu dalam kehalusan nurani. Melakukan kegiatan belajar dengan kemampuannya untuk meningkatkan intelektualitas dan wawasan keilmuannya. Sebuah keinginan kuat yang tidak akan pernah melemah dalam membela kebenaran. -sebagaimana kami nasehatkan kepada al akh Mulsim. keluasan cakrawala berpikir. kesempurnaan akhlak dan kesehatan badan. 236 217 . Perasaan dan nurani yang peka. maka kewajiban seorang akh adalah: 1. mengemban mampu berbagai tugas misi kemanusiaan secara baik. 3. dan tidur. sehingga dapat membedakan antara kebaikan dan keburukan. dan menjadi perangkat yang layak untuk mewujudkan cita-cita mengegolkan kebenaran dan kebajikan. Islam menetapkan kaidah-kaidah memiliki ini. Islam juga menginginkan sebuah pandangan yang benar dalam memahami sesuatu itu benar atau salah. 1.

atau tertipu dengan yang lain. 45 218 . 255 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia).”255 Target-Target Tarbiyah Manhaj tarbiyah dalam melakukan pembinaan dan perbaikan diri menurut pandangan jamaah. menunaikan risalah dakwah di muka bumi. Umum adalah. maka ia menjadi garda depan di barisan para mujahid yang tulus dalam mengemban risalah dakwah dan teguh di atas jalannya. serta melaksanakan apa saja yang untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut. menjalankan tugas dan tujuan-tujuan dakwahnya. hal. Dengan pemenuhan dua hal ini. yaitu. mencakup seluruh aspek umum dalam proses pembentukan kepribadian dan individu muslim. Ia memiliki satu target yang ingin diwujudkan. Sifat-sifat terbut adalah: “Kemauan yang keras yang tak tersentuh oleh kelemahan. kesetiaan yang kuat yang tak dikotori oleh kepura-puraan dan pengkhianatan. dan beliau menjelaskan bahwa sifat-sifat tersebut merupakan nilai-nilai dasar dalam diri individu muslim dan umat Islam untuk bangkit mengemban dan memikul risalah dakwah. pengorbanan besar yang tak dihalangi oleh ketamakan dan kebakhilan. keyakinan dan penghormatan terhadap dasar tersebut yang akan menjaga dari kesalahan dan penyimpangan. berlandaskan dan bertitik tolak dari shibghah Islam dan manhajnya yang mulia. Ini adalah persiapan umum dan khusus. mempersiapkannya untuk melaksanakan tugas yang diwajibkan kepadanya. dengan pengetahuan terhadap dasar perjuangan. Khusus adalah.Imam Syahid menyebutkan 4 sifat yang wajib dipenuhi untuk membangun kekuatan diri. Mewujudkan kesempurnaan ibadah kepada Allah.

Asas manhaj yang merupakan susunan target-target tarbiyah ini. Memiliki kekuatan jiwa yang luarbiasa 3.Kami menginginkan pembentukan yang khusus terhadap anggota jamaah muslim. Yang berjuang keras dalam melaksanakan dakwah dan mewujudkan target dan tujuan-tujuannya di seluruh permukaan bumi. visi. dan target-target dakwah yang tinggi yang ingin diwujudkan. Yang terbagi dalam target-target marhalah anak-anak dan dewasa. tergambar dalam hal-hal berikut: 10 sifat untuk membentuk kepribadian mukmin yang baik Rukun-rukun baiat dalam rangka mempersiapkannya untuk berjihad. • Target Umum: dan para pengemban risalah dakwah. yang kemudian akan dibagikan dalam jenjang-jenjang yang berbeda sebagaimana telah ditetapkan dalam setiap fase. terus meningkat dan menyempurnakan pembentukan umum yang diharapkan dari setiap manusia 1. Tujuan-tujuan yang telah tersusun ini berlandaskan pada hal-hal berikut ini: 219 . yang kemudian terbagi dalam beberapa target yang sesuai dengan berbagai tahapan usia dan jenjang tarbiyah yang berbeda antara individu di dalam jamaah. Dari asas ini. Tingkatan-tingkatan amal. 2. Menyempurnakan persiapan iman dan jihad 5. terwujudlah simpul utama terhadap tujuan-tujuan pembentukan tarbawi. Kepribadian mukmin yang baik 2. Teguh di atas jalan dakwah hingga ia menemui Allah • 1. akhwat dan anggota usar. 4. Asas-asas ini berlandaskan dorongan. dan peran yang telah ditetapkan berdasarkan manhaj Islam dan petunjuknya. 3.

Para ulama Ushul Fiqh meletakkan kebutuhan pokok dalam Daruriyyat al Khams. Visi dan misi. hingga ia 2. Pertumbuhannya berkesinambungan dan mengiringi setiap individu dalam setiap aspek. memiliki tiga aspek penting: 1. yaitu. kemudian beberapa hal berupa takmilat (kebutuhan penyempurna). sebagai acuan dan rujukan kebutuhan manusia secara umum. yang memiliki permulaan namun tidak memiliki akhir. • 1. Ia akan berhadapan dengan banyak kendala dan perubahan dalam kehidupan manusia. Hifzu Aql (menjaga akal). Karakteristik Target(keistimewaan tujuan-tujuan tarbiyah): Ia adalah tujuan yang berkesinambungan. Hifzu Din (Menjaga agama). 4. Setiap tujuan tarbiyah. serta aspek akhlak harus terlihat dalam diri setiap individu. Aspek keilmuan 2.1. Tujuan-tujuan tertinggi dalam Islam dan dakwah Karakteristik individu dan kebutuhannya Pandangan masyarakat dan tujuan-tujuan yang hendak diwujudkan. Hifzu Mal (menjaga harta). Hifzu Nafs (menjaga jiwa/kehormatan jiwa). ini satu dan sama lain saling pada menyempurnakan salah satunya dan akan Kelemahan kekurangan menyebabkan kelemahan pada aspek-aspek yang lain. Hifzu Nasl (menjaga keturunan). yang membuatnya butuh ketegaran. yakni yang disebut sebagai landasan filosofis dalam perbaikan dan pembentukan. 220 . 3. Aspek akhlak Aspek-aspek melengkapi. 3. tahsinat (kebutuhan pelengkap). Oleh karena itu refleksi aspek keilmuan. perasaan dan kepekaan jiwa. 2. Aspek perasaan dan kepekaan jiwa 3.

target dan sarana-sarana tertentu. Sebab-sebab kelemahan dan kendala yang akan dihadapi sangat besar. penyucian jiwa dan muraqabatullah. yang sangat memperhatikan sisi gradualitas dalam proses dan tidak melakukan lompatan-lompatan. maka perbaikan yang diinginkan tidak akan terwujud. • Ciri-ciri Dalam Target Tarbiyah 1. Ia bersandar pada upaya untuk membangkitkan ruh. memiliki pengaruh yang akumulatif dengan tidak adanya pemisahan. Manhaj tarbawi harus memiliki tujuan. kemudian menjadikannya sebagai dasar tempat bergantungnya hati dan memurnikan diri. dan jiwa yang hidup. serta dengan realitas keberadaan jiwa lawwamah (mengajak kepada keburukan). Ia adalah tujuan-tujuan yang saling berhubungan. Sebagaimana terdapat target-target jangka panjang dan targettarget jangka pendek. Tujuan tanpa sarana untuk mewujudkannya maka hanya akan menjadi gagasan idealis yang tidak realistis. Syumuliyah (komprehensif) dalam setiap aspek kehidupan manusia. maka dapat dipahami bahwa target-target cabang tertentu (target jangka pendek) dalam aktivitas tarbiyah yang berkesinambungan merupakan sarana untuk mewujudkan target besar atau target jangka panjang. Ia mencakup semua kebutuhan masyarakat dan dunia 221 . Sarana tanpa sasaran dan target maka akan mengarah kepada kesia-siaan. Ia berusaha menggabungkan antara upaya manusia dengan taufik dan hidayah dari Allah. serta dilakukannya proses evaluasi dan pengulangan.bisa kokoh dan eksis dalam mewujudkan target-target yang diinginkan. 5. tanpa menyandarkan diri kepada pertolongan Allah. 4.

sesuai dengan realitas yang dihadapi. yang dimulai dari tingkatan Al Kifayah. dengan tetap menjaga realita dan kemampuan. 5. dan kebutuhannya masing-masing. yang berupa tingkatan minimal yang cukup untuk melakukan aktivitas atau mewujudkan sebuah tujuan tertentu. maka targettarget cabang membutuhkan inovasi dan pengembangan. Inovasi. begitupula dengan perbedaan antara individu. Termasuk keseimbangan antara kebutuhan Pribadi dengan lingkungan yang mengitarinya.serta hubungannya terhadap alam semesta. TIdak ada pertentangan satu sama lain 3. yang merupakan tingkatan 222 . • Tingkatan Target Tarbiyah Tujuan-tujuan tarbiyah tidak berada dalam satu tingkatan saja. dalam menerapkan manhaj tarbiyah juga dibutuhkan fleksibelitas. Begitupula keseimbangan dalam menerapkan tarbiyah kolektif dan tarbiyah individu. namun memiliki beberapa tingkatan. antara tujuan-tujuan tarbiyah dengan keseimbangan yang dibatasi oleh timbangan relatif terhadap target-target dan skala prioritas. Individu – masyarakat – dunia (kemanusiaan) – alam semesta. yang masing-masingnya saling menyempurnakan. Tujuan-tujuannya saling menopang 4. 2. 7. Fleksibelitas. Eksistensi dan kesinambungan 6. termasuk kebutuhan personal setiap individu. kemudian terus meningkat menuju tingkatan Al Kafaah. jika target-target utama dalam tarbiyah memiliki keistimewaan tsabat (kekokohan) dan kekuatan. Keseimbangan.

sejalan dengan peningkatan tarbiyah dan penerapannya. di jenjang pemula dalam proses pembentukan. namun dalam 223 . kesinambungan dan penerapannya menggunakan bentuk yang beragam dan secara gradual sesuai dengan kedalaman dan proses penerimaan peserta tarbiyah. kemudian setiap kali meningkat jenjang tarbiyah seseorang. bahkan dimulai sejak masa balita melalui kedua orangtuanya. • Urgensi Pembangunan yang benar dan Keterikatan antar target-target tarbiyah: dan Karena tujuan-tujuan tarbiyah merupakan satu kesatuan. ia akan mengulangi proses pembelajarannya secara lebih dalam dan cermat. yang mencakup pengulangan materi dalam beberapa waktu tertentu. atau lebih meningkatkan penerapannya secara praktek. Tingkatan terakhir ini juga merupakan tingkatan yang panjang dan tidak terbatas. maka bermula dari hingga kehidupannya. harus mampu mewujudkan tingkatan Itqon. bentuk pembelajarannya mungkin sangat sederhana. mengingatnya dalam beberapa kondisi dan peristiwa. Contohnya dalam mempelajari sirah atau ayat Al Quran. atau mengkaji salah satu aspeknya secara khusus. atau mempelajari kembali suatu materi tarbiyah secara lebih dalam. dan penghayatannya tidak berhenti pada tujuan-tujuan tersebut. memiliki pengaruh ia yang akumulatif masa dalam kecil kehidupan akhir manusia. Jika ia sudah meranjak dewasa. cermat dan lebih luas. Target-target tarbiyah dalam pandangan Islam.tertinggi dalam mewujudkan tujuan-tujuan ini. Sebagaimana dalam tujuan tarbiyah. begitupula halnya dalam ibadah dan ketaatan. pembelajaran. remaja dan pelajar. Demikian keterikatan. Dengan demikian maka pembagian tujuan-tujuan tarbiyah dan pengenalannya dimula sejak masa kanan-kanak. mengajarkannya kepada orang lain. kemudian meningkat kepada tingkatan Shidq kemudian kepada tingkatan Ihsan.

yang mencakup segala aspek kehidupan manusia. dan tak akan memberikan buahnya. pembinaan dasar-dasar tarbiyah. yang dengannya seorang muslim meningkatkan dirinya secara terus menerus dan mewujudkan ibadahnya kepada Allah. Hal ini juga berlandaskan kepada manhaj Islam. Shahihul fahm (benar pemahamannya) dan Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya). dan jenjang-jenjang tarbiyah berikutnya. yang dimulai dari jenjang simpatisan. dan merupakan pelengkap dan berkaitan secara terus menerus dengan asas pembinaan umum. pendukung. kemandegan atau kemandulan. 2. Maksud dari pembinaan umum adalah. 224 . dan akan terus berlangsung sepanjang kehidupannya. • Poros-poros simpul utama dalam Target-target Tarbiyah Kita dapat menyimpulkan poros-poros beberapa tujuan tarbiyah berikut: simpul utama ini dalam 1. jika di dalam pembinaan umum terdapat kerusakan atau kelemahan. Shahihul Ibadah (benar ibadahnya). Sebagaimana tidak terdapat pemisahan antara pembinaan umum dan pembinaan khusus. atau menguatkan bangunan di dalam diri setiap individu.pertumbuhannya ia belum mendapat pembinaan tarbiyah yang cukup atau belum melewati masa pembentukan pada periode tersebut. adalah mempersiapkan seorang muslim untuk menjalankan tugas yang penting. tumbuh dan berkembang dengan nilai-nilai tersebut. maka ia menyempurnakannya pada fase-fase partisifasi dakwah. Salimul Akidah (bersih akidahnya) 3. Adapun pembinaan khusus. dan kuat imannya. dan merupakan tingkatan tertinggi dalam jihad dan pengorbanan.

tabiat kehidupan dunia. Mujahidun Linasihi (kuat kesungguhan jiwanya). Bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan dakwahnya. 6. Qadirun Alal Kasbi (mampu berekonomi). Nafi’un Li Ghairihi (Bermanfaat bagi selainnya). Berhubungan dengan umatnya. 3. Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). Harishun Ala waqtihi (Cermat mengatur waktunya). 11. dan berusaha untuk kemaslahatan kemanusiaan dan kedamaian manusia. Salimul Akidah (bersih akidahnya): 1. Dari aspek pemahaman yang benar dan akidah salaf 2. 9. Memahami dan mengetahui tujuan penciptaannya. dan memiliki tubuh yang sehat. dan Munazhamun fi Syu’unihi (terorganisir seluruh urusannya). 7. permusuhan terhadap syetan. Mampu memainkan peran dalam mendirikan rumah tangga muslim. dan hendaknya indikasinya dapat terlihat dalam kehidupan dan kepribadiaannya. Interaktif dengan alam di sekitarnya.4. dan komitmen terhadap jamaahnya. 12. 5. serta tujuan-tujuan dasar yang terkandung di dalamnya: Poros-Poros utama Dalam Pembinaan tarbawi terhadap individu 1. Hendaknya Allah menjadi tujuannya semata. Inovatif dalam mengembangkan kemampuan dan potensinya. dan senantiasa berupaya untuk mengembalikan kepemimpinan khilafah Islam. 10. Kita dapat memaparkan beberapa perincian poros dan tujuantujuan umum dalam proses pembentukan ini. 4. 8. dan mampu memainkan perannya secara optimal di tengah masyarakat. keyakinan 225 . 13. Hendaknya akidah adalah pendorong dan penggerak dalam kehidupan dan prilakunya. Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya) dan peka perasaannya.

Shahihul Ibadah (benar ibadahnya). 3. baik ketentuan baik maupun ketentuan buruk. Rasul-rasul-Nya. timbangan keutamaan antara anak-anak manusia. saling melengkapi antara lelaki dan wanita serta karakter masingmasing. 2. serta iman terhadap ketentuan-Nya. Terikat hatinya dengan mesjid 9. Terhadap pemimpin dan jamaahnya 7. Mengutamakan sunnah yang benar. Memiliki hubungan erat dengan Al Quran. Mampu mewujudkan dasar bangunan Islam dan rukun-rukun iman (Iman kepada Allah. serta mengambil fiqh dan ilmu yang sesuai. memahami. 226 . Memiliki kekuatan iman dalam seluruh aspek-aspek berikut: a. serta tabiat hubungan dengan mereka. baik membacanya. kitab-kitabNya. 2. iman terhadap hari kiamat. Terhadap AlQuran dan kemuliaannya c. 4. Terhadap dakwah dan tujuan-tujuannya d. Berupaya menjalankan tingkatan-tingkatan keimanan dan sifat orang-orang yang beriman sebagaimana yang tertera di dalam AL Quran dan sunnah. 5. Terhadap Islam dan risalahnya b. Mencintai shalat dan mengerjakannya secara optimal dan senantiasa menjaganya. menghapal dan mengamalkannya. Terhadap kemenangan dan pertolongan-Nya e. dan kuat imannya: 1.terhadap hari kebangkitan dan hari pembalasan. Melaksanakan kewajiban dan mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan sunnah dan ketaatan. 8. Mewujudkan makna ibadah secara total di dalam kehidupan dan dakwahnya. 6. Terhadap kebenaran manhaj dan jalannya f. pluralitas bangsa dan suku. malaikat-malaikat-Nya.

dermawan. dan serta menghilangkan menghilangkan sikap ujub. Seperti. memaafkan. memperbaharui perasaan dan membangun kekuatan diri yang besar serta kemauan yang kuat. menghormati dan berbuat yang baik tua. 4. Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). baik dalam perkataan. muda. peka mata hatinya. Menjadi teladan bagi orang lain. ukhuwah. Memperbaiki kepekaan hati yang telah mati. nasehat-menasehati. baik hubungannya terhadap orang lain. Memiliki semangat yang tinggi. Mengetahui hak-hak orang lain dan memberikannya. 7. muamalat dan prilakunya. 6. dan memiliki tubuh yang sehat: 227 . Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya) dan peka perasaannya: 1. teguh. lapang dada. dan mampu mempengaruhi orang-orang di sekitarnya. halus perasaannya. pada menyayangi tetangganya. dll. sombong dan riya. Melengkapi diri dengan akhlak-akhlak keimanan dalam harakah dan dakwah. baik prilakunya terhadap kedua yang orangtua. Komitmen terhadap manhaj Islam. 2. 5. yang mampu membedakan antara yang baik dan yang buruk. menyayangi. 3. mulia nuraninya. cinta di jalan Allah.3. buruk. Memperhatikan adab-adab Islami dalam setiap waktu dan kesempatan. 4. budaya musyawarah. Seperti. 8. itsar (mengutamakan kepentingan saling orang lain dari saling kepentingannya sendiri). sabar. Menghiasi diri dengan seluruh akhlak prilaku yang yang mulia.

Mengekang syahwat dan nafsu diri agar sesuai dengan manhaj Islam. Mampu mengatur seluruh urusannya. Mampu mengikuti langkah-langkah strategis. dan mampu mewujudkan keseimbangan dalam perhatian dan tuntutan pelaksanaan. sehat. 3. 5. serta mengawasi dirinya dalam hal itu. 1. mengenak kadar kekuatannya dan mengarahkannya ke arah yang benar dan bermanfaat. rapi dalam setiap kondisi. 4. 5. 3. akal dan keturunan. menetapkan skala prioritas.1. dan tidak menyia-nyiakannya pada hal-hal yang tidak bermanfaat. keseharian dan pekerjaannya. kekuatan dan fisik berupaya sesuai mendapatkan beberapa keahlian yang diperlukan. Teratur dan bersih dalam setiap urusannya. serta menggunakan sarana untuk pencegahan dan pengobatan. Diantaranya nafsu untuk mempertahankan diri. Mampu menentukan pekerjaan yang cocok pada waktu yang sesuai. dan mampu melakukan apa yang ia butuhkan. dan pindah dari alam khayalan dan perkataan menuju alam realita dan 228 . 5. Dimulai dari kerapian pakaian. Melengkapi olahraga yang bermanfaat. sarana-sarana dan kemampuannya. Melakukan 4. Menjaga kesehatan dan keburagannya. menggunakan manhaj pertengahan dan menghindari sikap berlebih-lebihan. Harishun Ala waqtihi (Cermat mengatur waktunya). 2. menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang berpengaruh negatif terhadap kesehatannya. 2. penampilan. Memiliki fisik yang kuat. dan Munazhamun fi Syu’unihi (terorganisir seluruh urusannya). Memanfaatkan waktunya.

dan untuk manusia dan cara kemanusiaan. Mencari ilmu dan keahlian yang dibutuhkan untuk bidang tersebut. dengan memiliki keahlian dan pengembangan dirinya dalam hal itu. 6. 7. 5.amal nyata. Nafi’un Li Ghairihi (Bermanfaat bagi selainnya). Mampu mandiri secara ekonomi yang cukup dan sesuai dengan kondisinya. Senantiasa berharap berlaku kebaikan positif. 229 . 6. Mengenal nilai harta dan pekerjaan sesuai dengan pandangan Islam. 3. Melakukan ibadah kepada Allah dengan pekerjaannya dan senaniasa bertawakal kepada-Nya. baik dalam konsentrasi maupun sewaktu melaksanakan. Amanah dan jujur dalam pekerjaan. Menyisihkan pendapatannya untuk orang-orang fakir dan miskin. Selalu berupaya untuk mendapatkan penghasilan yang halal. dan berupaya untuk melakukannya. menggunakan perbaikan bukan mencela atau menghancurkan. sesuai dengan batasa-batasan syariat dalam mendapatkan rezeki. 4. Qadirun Alal Kasbi (mampu berekonomi): 1. 2. Senatiasa 2. dan mampu memainkan perannya secara optimal di tengah masyarakat: 1. merasa cukup dengan apa yang dimiliki. serta menghindarkan diri dari sifat ujub. 7. Senantiasa aktivitasnya. bertawakkal kepada Allah dalam segala 6. bakhil dan tamak. serta selalu menjaga adab-adab nasehat terhadap individu dan para mas’ul dakwah. serta senantiasa mengeluarkan zakat fitrah dan zakat mal.

serta melepaskannya dari segala bentuk tekanan dan intimidasi Negara asing. 11. berdialog serta berinteraksi dengan orang lain dan dengan masyarakat umum. serta memahami seni berbeda dalam pandangan. Berprilaku dengan adan-adab dakwah dan seorang da’I. 10. 5. 230 . serta berusaha bekerja untuk melakukan perbaikan dan pengembangan masyarakatnya dalam pekerjaan dan profesinya. 7. serta mengetahui secara cermat undang-undang dan prosedur yang berlaku. Yaitu mewujudkan dan realita prilaku yang positif. Berupaya untuk membangun negerinya. Berupaya untuk memperbaiki prilaku-prilaku buruk dan kebiasaan yang tidak baik. Menguasai batasan-batasan dalam menjalankan amar ma’ruf nahi munkar. dengan melakukan kerjasama dalam kebaikan dan kebajikan dengan orang lain. 8. serta berupaya untuk memberikan saham kebaikan dan pelayanan umum. 4. baik individu maupun lembaga. mampu berkomunikasi dengan orang lain dan memberikan pengaruh pada mereka. 6. serta memberikan hidayah dan petunjuk kepada orang lain. Memiliki keahlian dan kemahiran komunikasi. dihadapi mempengaruhi dan melakukan perbaikan di dalamnya. 9. serta fenomena kerusakan pemikiran dan perbuatan dengan sarana yang paling baik dan mudah. menjaga kemandirian dan persatuannya.3. Bermanfaat bagi selainnya. Mengikuti dan menunaikan tugas-tugas yang diberikan jamaah dalam aktivitas-aktivitas dakwah. serta nasehat terhadap para mas’ul dan orang-orang selain mereka. Mengenal problematika masyarakatnya. mendukung perkembangan politik. keilmuan dan ekonominya. Berusaha menyebarkan dakwah dan akhlak-akhlak mulia di tengah masyarakat.

6. 1. Senantiasa melakukan evaluasi diri. 3. mengenal disiplin-disiplin ilmu dan aliran-aliran pemikiran dunia. terhadap tugas dan perannya dalam kehidupan. luas cakrawala pengetahuannya. menahannya dari perkara-perkara yang haram. Senantiasa merasakan pengawasan dari Allah. Mengetahui sejarah umat-umatnya yang terdahulu (seperti beberapa peristiwa bersejarah. 231 .12. 2. serta mampu menetapkan hukum yang benar terhadapnya dan mampu berintekasi dengannya. dan menjauhkannya dari halhal yang syubhat. 1. Berusaha menguasai keahlian di bidang tekhnologi mutakhir. kekuatan). Berwawasan pemikirannya. 5. Benar pemahaman agama dan dakwahnya. Selalu melakukan perbaikan akhlak untuk mewujudkan tarbiyah diri dan kemauan yang keras. sebab-sebab kelemahan. Inovatif dalam mengembangkan kemampuan dan potensinya. 4. 9. dan taubat kepada-Nya. mengembangkan keahliannya. dan tokoh-tokoh sebab-sebab utamanya. istighfar. Shahihul fahm (benar pemahamannya) dan Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya). untuk menekan pengarus bisikan-bisikan hati yang buruk. Berupaya untuk menggali potensi yang dimilikinya. Mujahidun Linasihi (kuat kesungguhan jiwanya). Memiliki kemampuan melakukan interaksi sosial dengan masyarakat dan institusi-institusinya. 2. serta berupaya untuk mewujudkan ketakwaan kepada Allah dan rasa takut pada-Nya. Senantiasa berupaya melakukan zikir kepada Allah dalam berbagai bentuk. 8. 3. dan meningkatkan 7. Mampu menguasai bisikan-bisikan nafsu. kemampuan.

Mengikuti segala bentuk perkembangan kontemporer untuk mengambil manfaatnya. 4. Mempelajari sumber-sumber dan risalah yang ditulis tentang hal itu. 7. bangsa Arab dan umat Islam.Maksud umat-umatnya yang terdahulu adalah: negerinya. pengalaman yang cocok untuk kehidupan dan profesinya. 6. untuk menjadi petunjuk dalam gerakan dan fikrahnya. 10. Mengenal dan menguasai sejarah dakwah dan jamaahnya (tujuan-tujuannya. serta mengetahui problematika kontemporer. 9. Mengenal musuh dan bahaya-bahaya yang mengancam umat Islam. ciri-ciri dan realitanya). dan persiapannya untuk menunaikannya. 232 . dan hal itu merupakan sebagian dari sejarah umatnya. Mempelajari sirah Rasulullah Saw. Menjalankan perannya dalam mendirikan rumah tangga muslim: 1. 10. dan mengambil keteladanan mereka sebagai nilai dan model yang menerangi. 8. dan berupaya untuk meningkatkan diri sesuai dengan kemampuannya. dan sirah para orangorang terdahulu yang baik. Merasa bangga dengan bahasa Arab. senantiasa menjaga. Senantiasa belajar untuk mendapatkan ilmu dan wawasan yang bermanfaat. serta sarana apa saja yang dibutuhkan untuk menciptakan kemajuan dan kesuksesan. kewajiban-kewajibannya. serta mempelajari kaidah-kaidahnya. Mengenal dan menguasai hak dan kewajibannya. serta apa yang dibutuhkan untuk dakwahnya. perannya dalam mendirikan rumah tangga muslim. serta meningkatkan pengetahuan dalam hal itu sesuai kemampuannya. 5. Berusaha keras untuk mendapatkan ilmu-ilmu syar’I dan mengenal hukum-hukum sesuai dengan kemampuan yang sesuai dengannya.

keluarga. Mengoptimalkan proses pertumbuhan dan tarbiyah terhadap keluarga. Berusaha untuk menyebarkan Islam di seluruh penjuru dunia. 2. meningkatkan dan menumbuhkan potensi dan kemampuan mereka. Mengetahui problematika umat dan permasahan- permasalahan terkini dunia Islam. anak-anak terhadap nilai-nilai Islam. Senantiasa berhubungan dengan umatnya. baik dalam kebiasaan dan kehidupan sehari-hari. terpengeruh dan mengikutinya. tetangga. 3. 233 . Menjaga dan memeliharanya dari pengaruh-pengaruh buruk dan negative. Mewujudkan penampilan Islam dalam rumah tangga. dan senantiasa berupaya untuk mengembalikan kepemimpinan khilafah Islam: 1. 11. dan hendaknya ia memiliki peran nyata di masyarakat. 7. 4. setia terhadap tuntutan-tuntutan agama dan umatnya serta kebutuhan-kebutuhan mereka secara Pribadi. 6. serta merasakan ikatan dan tanggungjawab terhadap setiap jengkal tanah yang di atasnya panji tauhid di tinggikan. yang membuat mereka menghormati fikrah-fikrah Islamnya. 5. serta menghormati fikrah-fikrah Islam dan komitmen terhadapnya. di tengah karib kerabat dan tetangganya. selalu menyambung hubungan silaturahim dengan sauadara-saudaranya. Memberikan perhatian terhadap proses penyiapan generasi muslim. Menyiapkan rumahnya untuk tuntutan-tuntutan jihad dan tabiat marhalah dakwah. Berupaya untuk menciptakan model rumah tangga muslim.2. Menjadi teladan yang berpengaruh terhadap tetangga dan karib kerabatnya. 8. dan mewujudkan makna takaful (saling memikul beban) dan rasa kasih terhadap mereka.

Menyokong persatuan Arab dan Islam. Mengenal makhluk-makhluk ciptaan Allah di alam dan memanfaatkannya dengan penciptaannya. yang mencakup hal-hal sebagai berikut: 1. serta tanggungjawab keimanan terhadap dunia Islam dan setiap jengkal tanah yang dihuni oleh seorang muslim. Merasakan keterikatan jiwa dan raga. serta merasakan fenomena keagungan-Nya. serta berusaha untuk mengembalikan keagungannya. serta mengenal misi umat Islam dan kebutuhan 7. Mengenal peradaban Islam dan merasa bangga kepadanya dan kepada kontribusi yang telah manusia terhadapnya. dan berusaha untuk kemaslahatan kemanusiaan dan kedamaian manusia. 8. dan keselamatan semesta sesuai dengan pemahaman Islam. Menjaga produksi dalam negeri dan Negara-negara muslim dan menyokong produktivitasnya. Mewujudkan hubungan kerjasama. kemajuan dan 12. mengenal 3. 2. 5. diberikannya untuk manusia. hubungan dan bantuan terhadap problematika yang dihadapinya. 4. Menjaga kebersihan lingkungan. mengetahui hubungan yang baik dengan alam. Interaktif dengan alam di sekitarnya. eksistensi umat Islam. meyakini kepemimpinan dunia dan hal itu akan terwujud sesuai dengan janji Allah dan keutamaan-Nya. Meyakini khilafah dan berupaya untuk mengembalikannya. untuk dan kemaslahatan berusaha manusia sesuai hikmah kebutuhan. terutama permasalahan Palestina. 234 .3. dan sesungguhnya Allah telah menundukkannya untuk umat manusia sesuai dengan ketentuan yang terbatas. 6. Mentadabburi tanda-tanda kebesaran Allah di alam.

Menyempurnakan pemahaman. 1. Taat Amal (kepatuhan). baik berupa dan ilmu. keadilan dan perbaikan. (aktivitas).4. Disiplin dalam rukun-rukun gerakannya. komitmen terhadapnya. saranmengenal realitasnya. 5. Ikhlas. 13. tujuan sarananya. kendala-kendala yang dihadapi serta terhadap peraturan dan ketentuan jamaahnya. Ikut serta untuk memberikan kontribusi dalam memakmurkan bumi dan memperbaikinya. Ukhuwah dan Tsiqah (kepercayaan). dan Tajarrud (kemurnian). Dalam aspek harakah. Bekerjasama dengan orang lain dalam setiap kebaikan. Bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan dakwahnya. Disiplin dalam shaf dan jamaahnya. Meningkatkan Profesionalitas keahlian untuk melakukan hubungan tersebut. Melaksanakan 4. beraktivitas untuknya. Dalam aspek aspek pengorganisasi keyakinan. Amal (aktivitas). serta ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia. 2. Jihad. dalam dalam dakwahnya. keadilan dan menolak kezaliman. Kemudian Tsabat (keteguhan) dalam setiap rukun-rukun tersebut. tafahum dan takaful). Saling berhubungan dengan manusia dan bangsa-bangsa di dunia. dan komitmen terhadap jamaahnya. produktif 235 . 7. senantiasa berpedoman pada para qiyadahnya. Fahm dan barisan dakwah. 6. Tadhiyah (pengorbanan). Dalam (pemahaman). dakwahnya. Membantu penegakan nilai-nilai kebenaran. dan menunaikan rukun-rukun baiatnya. usrahnya murni (dalam ta’aruf. 8. 3. persiapan jihad. mengenal problematika yang dihadapinya dan peristiwa-peristiwa besar yang mempengaruhinya. dan setiap orang bekerja di bidangnya masing-masing.

fikrah. dunia internasional. kekuatan dan ikatannya. undang-undang. 6. Menjaga keselamatan jamaahnya. Mengenal musuh-musuh dakwah dan karakteristik mereka. Memahami timbangan perseteruan antara hak dan batil. evaluasi dengan pengarahan dan perbaikan. dan penahapan dalam tingkatan yang berbeda-beda. ikhlas dalam dakwah. keamanan. gerakan.melaksanakan ketaatan. dan sarana-sarana 236 . yang dengannya seorang individu bergerak dan memberikan pengaruh pada masyarakat. serta memusatkan proses pembinaan dengan mengarahkannya pada realitas amal. dll. serta sunnah perubahan dan kejayaan. kemajuan dan pencapaian target-targetnya. maka jelaslah manhaj Ikhwan yang komprehensif. dialog. strategi dan target-target mereka. namun ia menghimpun seluruh sarana pembentukan dan tarbiyah. profesionalitas. Memiliki dan mengoptimalkan kemahiran-kemahiran yang cocok untuknya dalam menyampaikan dan menyebarkan dakwah. Diantara ilmu rijal (mengenal identitas seseorang). politik. yang mencakup seluruh aspek pembinaan. olahraga. serta komitmen terhadap syura sebagaimana makhluk yang hidup dengannya. sosial. Ia tidak hanya terbatas pada program pendidikan secara normatif semata. interaksi. 9. mulai dari pembinaan iman. berkorban untuk dakwah karena mengharapkan keridhaan Allah. pengorganisasian. 5. semangat keprajuritan. serta perangkat yang ia butuhkan berupa ilmu dan persiapan. teladan amal. akhlak. dakwah. mulai dari syaikh murabbi. Menguasai kemahiran tertentu untuk memudahkan tugas dan peran-peran yang diberikan jamaah. 7. ekonomi. dan pendidikan keamanan (intelegensia). 8. Termasuk dalam realitasnya. Dari pemaparan di atas.

dan hendaklah jelas baginya kemampuan untuk menegaskan atau melemahkan serta konsekuensi keduanya. perbaikan. kendala-kendala yang dihadapinya. kejelasan dan keterus-terangan. kami atau menyampaikannya dengan ungkapan kalimat meringkas maknanya sebagaimana yang beliau maksudkan. dan dalam kehidupannya sebagai teladan dan bisa memberikan pengaruh dan pembentukan –yang dengan izin Allah. baik pada jenjang tarbiyah yang akan dilaluinya dan jenjang tarbiyah yang sedang dijalaninya. Dalam manhaj ini. Dalam aspek akidah dan ibadah: 237 . menunaikan urusan dengan penuh kesungguhan dan perhatian. sehingga masing-masing individu menguasai targettarget yang harus diwujudkan dan dilaksanakan. Pertama. hasilhasilnya. Pengarahan dan Wasiat Kami menyampaikan di sini pengarahan Imam Syahid Hasan Al Banna –baik dalam risalah maupun dalam perkataan-perkataannyatentang nilai-nilai dan sifat-sifat yang harus dimiliki Ikhwan (termasuk diantaranya kewajiban aktivis dakwah). metode perbaikan. Termasuk menggunakan metode amal dalam pembangunan umat dan tarbiyah. yang akan mengemban risalah dakwah dan menjaganya. Secara yang umum sama. sisi-sisi kerusakan yang terlihat. Hendaknya ia memiliki motivasi dan dorongan.akan melahirkan generasi kuat dan kokoh. dan berupaya untuk terus meningkatkan kualitas tarbiyahnya. pengobatan dan menutup aib. pengarahan. Ia juga dituntut untuk menciptakan iklim yang sehat dan komitmen terhadap adab-adab Islam dalam menyampaikan nasehat. trik dan cara mengobatinya. juga dituntut keterbukaan. serta dalam lingkup persaudaraan dan cinta di jalan Allah.yang lain dalam lingkup dan komitmen terhadap batasan-batasan Islam.

yaitu untuk mewujudkan sifat shahihul Ibadah (benar ibadahnya). Maka janganlah takut pada sesuatu yang lain dan jangan gentar selain kepada-Nya. puasa. mengamalkan sunnahnya yang suci.1. 3. 4. Menghidupkan sunnah Rasulullah Saw. Menyampaikan tentang rukun-rukun iman dan mengingatkan akhirat. Mempelajari risalah tentang ikhlas kewajiban-kewajiban dalam Islam dan tidak melalaikannya. Mempelajari risalah dalam prinsip-prinsip akidah. 9. membacanya dengan baik. Terwujudnya ketergantungan kepada Allah dan menyandarkan diri kepada-Nya. Tergantung dengan Al Quran dan berkaitan dengannya. serta mengikuti manhaj salaf dalam pemahaman. berprinsip ketuhanan). Lahirnya keimanan terhadap keagungan risalah agama Islam. serta merasa bangga dengan keimanannya (terwujudnya rabbaniyah. mendengarkan. rukun-rukunnya. baik petunjuk maupun hadits-haditsnya. mempelajari sirah dan memahaminya. yaitu dengan menghapalnya. dan haji. merupakan keyakinan Islam yang paling tinggi. dan berdoa kepada Allah sementara orang lain tidur. Mengenal menyucikannya. 6. dan merasa bangga karena memeluknya. Membangun keimanan kepada Allah. dan pengamalan serta kembali bersama Islam menuju tujuannya yang murni. 5. 2. 10. Allah. memperbanyak zikir. melalui shalat. menunaikan rukun-rukunya serta mengutamakan sunah yang suci. zakat. mengesakan dan serta bangga dengan dan ini keagungan Islam dan keindahan Al Quran. Terwujudnya hubungan hati dan jiwa yang terus menerus terhadap Allah (indikasi-indikasi yang diinginkan adalah. Melaksanakan 12. 238 . 8. menghapal dan mengamalkannya. melalui tadabbur terhadap makna-maknanya. agar menjadi petunjuk jalan. 11. Menyampaikan tentang urgensi kekuatan akidah dan cakupannya terhadap semua aspek. 7.

2. Menumbuhkan keikhlasan yang paripurna di jalan Allah dan ketenangan terhadap tujuan yang hendak dicapai. Mewujudkan keimanan terhadap fikrah Islam dan rasa bangga terhadap dakwah serta keagungan tugasnya. Senantiasa memperbaharui tobat dan istighfar 16. Menekatkan diri kepada Allah dengan ibadah-ibadah sunnah dan senantiasa melakukan ketaatan. memperbanyak bekalnya berupa. Pencegahan dari penyimpangan keikhlasan yang berupa: ujub. tujuan dan sarana-sarananya. gelar. berpuasa. membaca doa-doa ma’tsur dan azkar pagi dan sore. memburu popularitas. Indikasi pencapaian keikhlasan adalah: selalu berharap ridha Allah dalam setiap perkataan dan perbuatannya. memberik sedekah. shalat malam. 4. Berdoa kepada Allah di saat manusia tidur 15. Menanamkan keimanan dan keyakinan pada pertolongan dan kemenangan dari Allah terhadap dakwah (yakin dan tsiqoh terhadap pertolongan Allah). dalam aspek nurani. 3. penampilan. zikir hati dan lisan (senantiasa memperbanyak zikir).13. dan kepekaan iman: 1. Kedua. Menanamkan keyakinan terhadap balasan dan ganjaran pahala di sisi Allah. adalah dengan menjadi seorang prajurit 5. dan sombong. serta selalu menyisihkan bagian dari hartanya untuk fakir miskin. berdoa kepada Allah sementara manusia sedang tidur. tadabbur dan menghayati ayat-ayat Allah dan sunah-sunah-Nya. berdoa di waktu sahur. 239 . tidak melihat pada harta. kemajuan atau kemunduran. Selalu merasa pengawasan oleh Allah dan senantiasa mengingat akhirat. berapapun penghasilannya. prinsip-prinsip. riya. 14. Mewujudkan keimanan terhadap manhaj dan kebenarannya serta menanamkan tsiqoh di dalam diri. keimanan terhadap dakwah.

–fikrah dan akidahnya- dengan mengembalikan seluruh keutamaan kepada Allah semata. putus asa dalam jiwa. 6. 11. 12. Mewujudkan kebangkitan yang hakiki dalam jiwa dan nurani. Memiliki perasaan yang peka dan sensitif. keagungan jihad di jalannya. Totalitas keyakinan terhadap kemuliaan tujuan dakwah. dan memenuhinya dengan nilai-nilai keimanan dan akidah. b. Memiliki semangat yang tinggi dan berupaya menyembuhkan rasa pesimis. gelora semangat. (senantiasa melakukan pembersihan jiwa. serta meluruska jiwa secara total. serta menyerah pada kondisi dan realita. 14. serta besarnya harga yang harus dibayar untuk menyokongnya dan ganjaran pahala untuk orang-orang yang berjuang karena Allah semata. menguatkan diri. dan kerja keras di jalan dakwah dan tujuan-tujuannya. Mengetahui kemuliaan dakwah. Memahami dakwah secara benar dan merasa bangga dengannya: a. dan terangilah kecemerlangan akal pikiran dengan gelora perasaan yang mengharu biru penuh semangat. dengan tetap mengendalikan bara semangat ini. rela berkorban. keluasan cakupannya. 13. 7. agar dapat melahirkan jiwa yang hidup. Senantiasa menyertakan ruh jihad. 10.” 9. Melahirkan perasaan cemburu yang selalu membara (keimanan yang membara yang membangkitkan kekuatan dalam jiwa). Keyakinan yang tinggi bahwa jalan ini adalah jalan yang paling selamat (sebagaimana yang telah digariskan oleh 240 . 8. c. Totalitas keyakinan terhadap kesuksesan sarana dakwah. Memperbaiki kepekaan hati yang mati. dan membangun kekuatan diri yang besar). Selalu menguatkan dan memperbaharui jiwa. yang bisa membedakan antara kebaikan dan keburukan. bergelora dan penuh vitalitas. “Kekanglah gejolak perasaan dengan pandangan dan pemikiran yang jernih.

4. 5. Timbangan yang benar terhadap diri sendiri (ukurlah diri kalian). optimis terhadap memanfaatkan makhluk-makhluk ciptaan Allah di alam membenturkannya. 15. dalam aspek cinta dan ukhuwah: 1. Diantara indikasinya adalah: 241 . serta rasa tanggungjawab terhadap setiap jengkal tanah yang dihuni oleh seorang muslim. Ketiga. ketegaran. Mencintai kebaikan terhadap umat dan keinginan untuk memberikan hidayah kepada mereka. benci dan semua perasaan yang dapat merusaknya. 7. Keyakinan bahwa jalan ini sangat panjang. serta timbangan yang benar terhadap qiyadah. tsiqoh terhadap pertolongan Allah. serta pertautan hati dan jiwa. penuh tahapan. Meyakini persaudaraan dan kemuliaan ikatan ukhuwah 2. kesungguhan. dan tidak ada jalan yang lain. Kebersihan hati dari rasa dengki.Imam Syahid dan ditetapkan strateginya). Tekad dan perasaan yang kuat terjadap ukhuwah Islamiyah. pertolongan Allah dan senantiasa menantikan saat-saat kemenangan. e. dan ikut merasakan sakit dan tersentuh terhadap semua peristiwa yang menimpa mereka. Kepekaan terhadap persaudaraan kemanusiaan secara umum dan memahaminya secara benar. kesinambungan semesta tanpa aktivitas. Memelihara persatuan dan ikatan (ukhuwah di jalan Allah). Hidup bersama dakwah dan memperjuangkannya. 8. Cinta di jalan Allah dan ikatan dalam kebaikan. d. tidak tergesa-gesa. 3. kebersihan jiwa. dan kejernihan hati (untuk mewujudkan hakikat shufiyah). 6. dan membutuhkan: kesabaran. terhadap ukhuwah dan barisan dakwah. Mewujudkan sifat lapang dada.

Mengenal saudara-saudaranya. mengobati Bagi yang ketergelinciran lidah. Jika didapatkan padanya kesulitan. 11. hendaknya menyampaikan nasehat sebagaimana seharusnya. Menanyakan saudara-saudara yang ghaib (tidak hadir). bantuan dan sifat itsar. ta’ashshub. 10. Terwujudnya sifat lapang dada. b. segeralah memberikan pertolongan selama ada jalan untuk itu. tidak mendahului dan tidak berada di belakangnya. d. e. saling memikul beban saudaranya. pengahayatan makna dan urgensinya. 9. Tidak menyelesihi urusan saudara-saudaranya Tidak dipisahkan oleh permasalahan-permasalahan sepele. Senantiasa berada dalam jamaah. dan kecurigaan yang mematikan. Mewujudkan indikasi-indikasi persatuan di dalam ta’aruf. tidak meninggalkan mereka kecuali karena udzur tertentu. sehingga mencapai derajat itsar c. menerima nasehat segala bentuk menasehati. 242 . arah manapun. Persaudaraan dan saling mencintai karena Allah. Melepaskan diri dari hubungan karena figuritas tertentu. tidak berubah hatinya. atau fanatisme kepartaian di dalam barisan dakwah. Menguasai dalam fiqh nasehat dan dan dari adab-adabnya. usrah dan katibah-nya. Hendaknya kesucian hubungan persaudaraan dengan obsesi tertentu. h. f. satu persatu dan dengan pengenalan yang mendalam (menunaikan hak saudara-saudaranya berupa cinta dan penghormatan. g. tafahum dan takaful. berjanji untuk saling membantu dalam kebaikan. (mendahulukan ia tidak kepentingan merusak saudaranya dari kepentingannya sendiri).a.

Dalam aspek Menahan Diri: 1. Meninggalkan meninggalkan kemaksiatan dosa. Tidak menimbulkan keributan dan kegaduhan c. Mengontrol dorongan-dorongan syahwat mengarahkannya kepada hal-hal yang halal. tidak bermaksiat secara terang-terangan. kehilangan orientasi hidup. d. hasrat dan kebiasaannya 3. mendengarkan dan berdialog e. Menjaga amanah majelis Keempat. menjauhi dosa-dosa besar. melepaskan diri dari kemaksiatan dan pelanggaran. 6. Membiasakan diri untuk melakukan muhasabah dan evaluasi diri dengan sangat cermat (diantaranya melakukan muhasabah sebelum tidur). Menahan gejolak perasaan (Kekanglah gejolak perasaan dengan pandangan dan pemikiran pikiran yang dengan jernih. Selalu menjaga indikasi kesungguhan tanpa kebimbangan. 243 . Menahan diri dari syahwat.12. kehilangan obsesi. Membentengi diri dari hal-hal yang haram 7. 2. dan ia belum membersihkannya. menghindari larangan-larangan Allah. gelora dan terangilah yang selalu kecemerlangan akal perasaan dan mengharu biru penuh semangat). 5. bertobat dan menyesal jika melakukan maksiat. serta mampu bersikap terhadap: tujuan hidup yang sakit. Menjaga adab berbicara. (selalu bertobat diri dari dan istighfar. membersihkan kemaksiatan. Hendaknya ia selalu menjaga adab-adab majelis terhadap saudarasaudaranya: a. menjauhkan diri dari dosa-dosa kecil. 4. Adab bercanda f. hadir secara rutin di majelis b. menjauhkan diri dari syubhat hingga ia tidak terjebah dalam perkara-perkara haram. luka masa lalu. Menguatkan kesungguhan jiwanya dan mengarahkannya sesuai dengan ajaran-ajaran Islam.

Tawadhu penakut. tidak melupakan kebaikan karena kemurkaan. Berupaya semampunya untuk menghidupkan adat-adat Islami. kuat daya tahannya. dan kebersihan hati dari kedengkian dan kebencian). dan tidak terang-terangan berbuat keburukan. 3. d. memiliki rasa malu. tidak memungkiri dan menyelisihinya.Kelima. Menghiasi diri dengan akhlak-akhlak berikut: a. dan ia belum membersihkannya secara sempurna. Peningkatan akhlak: selalu menghiasi diri dengan akhlak-akhlak yang mulia. Loyal. c. tanpa merendahkan diri. ketenangan mempengaruhi kesungguhan Rasa malu. adil dalam menetapkan hukum secara benar. Adil dan seimbang. Dalam Aspek Akhlak dan kepribadian yang baik: 1. mengutamakan sunah yang suci dalam segala hal dan penerapan fiqh yang benar. mengakui kesalahan dan kelemahan diri. hingga kita menjadi kuat dengan akhlak dan menjadi teladan dalam hal itu. menyimpan rahasia. kehilangan obsesi. makanan. badan. hendaknya ia menetapi janji. kehilangan orientasi hidup. 4. (rendah hati). Kejujuran. berpegang teguh dengan kesempurnaan. sederhana dan tidak h. luka masa lalu. g. Sebaik-baiknya keberanian adalah: berterus-terang dalam kebenaran. Tenang. Berani. pakaian. Bersih dan suci dalam segala hal (tempat tinggal. tujuan hidup yang cacat. jujur perkataannya. tidak 244 . lisan. peka perasaannya terhadap kebaikan dan keburukan. sensitive perasaannya. dan mematikan adat-adat asing dalam setiap aspek kehidupan. mampu menahan diri ketika marah. merundukkan kepala dan lunak. 2. f. dan perkataan. tempat kerja. e. b. Perbaikan menyeluruh terhadap diri dan mengobati prilaku-prilaku buruk dan ketamakan (melepaskan diri dari hati yang sakit.

dan meletakkan kemuliaan dirinya di atas segala tujuan dan tujuan-tujuan yang hina. dan mampu berinteraksi dengan mereka. Menunaikan kewajiban dalam persaudara Islam secara umum. tidak berkata kotor. dermawan dan toleran. dan ikut andil dalam perdamaian dunia. Menjadi iffah (kehormatan diri). i. Mampu bekerjasama dengan orang lain dalam hal-hal yang disepakati pada tataran umum dan Islam. budi pekertinya. c. dan orang yang paling dekatnya meskipun hal itu pahit. Meninggalkan perdebatan dan pertentangan. d. Penyayang. dan hendaknya menjadi aktivis yang produktif. Mampu berinteraksi secara baik dengan orang lain: b. f. dan menjaga lisannya terhadap orang lain. Baik interaksinya. objektif dalam menimbang kebaikan dan keburukan serta mengambil sisi kebaikan dari segala sesuatu. 5. lembut hatinya dan belas kasih terhadap terhadap sesama manusia. j. Menunaikan kewajiban dalam persaudara kemanusiaan secara umum. Melakukan tarbiyah diri. selama tidak bertentangan dengan dakwah. berkata benar kepada dirinya. dan menyebarkan fikrah). 6. dan melupakan keburukan dengan kebaikan. e. lembut. a. memaafkan. tidak cepat marah. Menambah kemampuan dialog dengan hikmah. dan pencapaian takwa dalam setiap amal. 245 . dan nasehat kebaikan (latihan memberikan tanggapan terhadap perkaraperkara syubhat yang dilemparkan. Berlapang dada dengan orang-orang yang menyelesihinya.dikuasai permusuhan sehingga melupakan kebaikan. k.

g.

Bermanfaat terhadap orang lain, baik dalam memberikan nasehat, menebarkan kebaikan, dan memberikan layanan umum.

7.

Seimbang dan adil dalam urusan dunia; tidak berlebihan dalam beribadah, tidak berlebihan dalam kezuhudan, dan idak menzalimi dunianya hanya karena mengejar akhirat.

8.

Membentuk keinginan yang kuat yang tidak dihinggapi kelemahan; yaitu dengan melawan kemalasan, menghilangkan indikasi kelemahan dalam keinginan (seperti, kegentaran, kelemahan, kaku, menyerah, keragu-raguan, dll), melawan kebiasaan, adat dan syahwat.

9.

Munazhamun fi Syu’unihi (terorganisir seluruh urusannya); yakni konsentarsi, menetapkan skala prioritas dan kemampuan secara tertib, baik dalam melaksakannya, yaitu dengan mencermati segala urusan sesuai dengan kondisinya kemudian memilih jalan yang paling utama.

10. Harishun

Ala

waqtihi

(Cermat

mengatur

waktunya):

tidak

menggunakan waktunya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, menjauhkan diri dari debat kusir dan teori-teori filsafat, dan berupaya membentuk kepribadian aktivis yang produktif.

11. Menjauhkan diri dari penampilan-penampilan mewah dan kaya
raya. 12. Mewujudkan makna kelelakian (keberanian) sejati Keenam, Dalam aspek kesehatan fisik:

1.
2.

Melakukan General Check tahunan untuk kesehatan fisik dan mengobati penyakit. Menggunakan Menjauhkan sarana-sarana diri dari pencegahan dan perlindungan fisik. Seperti kesehatan fisik, dan tidak berlebihan.

3.

sebab-sebab

kelemahan

menjauhkan diri dari minum khamr dan minuman keras, tidak merokok dan yang sejenis, tidak berlebihan mengkonsumsi susu

246

dan teh, serta menjauhkan seluruh jenis makanan dan minuman yang dapat melemahkan fisik dan akal, seperti rokok, obat-obatan terlarang dll. 4. Menggunakan terus-menerus. sarana-sarana kekuatan, seperti melakukan olahraga yang bermanfaat dan menumbuhkan vitalitas fisik yang

5.

Menggunakan kekuatan fisik untuk melaksanakan peran dan tugas-tugas dakwah, seperti menunaikan kewajiban kemanusiaan dengan sebaik-baiknya, hendaknya menyiapkan sarana yang baik untuk mewujudkan keinginan yang baik, menggunakan kekuatan fisik untuk memenangkan kebaikan dan kebenaran, menunaikan tugas dan kewajiban yang dibutuhkan dakwah sesuai dengan jenjang tarbiyah yang dilaluinya.

Ketujuh, Dalam aspek usaha dan pekerjaan:

1.

Memiliki kemampuan untuk mendapatkan hasil usaha yang halal, memiliki kemahiran untuk profesi tertentu, yaitu dengan mewujudkan beberapa indikasi berikut:

a.

Mencari pekerjaan dan usaha dengan penuh izzah, serta dengan jelasnya pemahaman terhadap permasalahan rezeki dengan penuh keimanan.

b. c.

Menjalankan aktivitas ekonomi, dan melakukan pekerjaan yang bebas, dengan segenap kemampuan yang dimilikinya. Memahami bahwa pekerjaan sebagai pegawai negeri merupakan pintu rezeki yang paling sempit dan sulit, maka jangan membatasi diri hanya dengan pekerjaan tersebut, dan tidak menolak jika kesempatan itu diberikan kepadanya, serta tidak pula berhenti sebagai pegawai negeri, kecuali jika ia bertentangan dengan kewajibankewajiban dakwah.

d.

Selalu

berupaya yang

menunaikan ditekuninya

profesinya secara

dan

setiap dan

pekerjaan

profesional,

hendaknya ia menjadi teladan dalam pekerjaan tersebut,

247

yaitu dengan tidak berbuat curang, menetapi janji, dan loyal terhadap sumpah dan janji. e. Mendalami ilmu dan kemahirannya secara optimal, dan selalu meningkatkan potensi dan kemampuannya untuk kepentingan dakwah. f. Hendaknya yang menjadi titik tolak dan landasannya adalah dakwah, oleh karena itu jangan sampai ia melupakan dan menyia-nyiakannya. 2. Terwujudnya batas-batas interaksi materi

a.
b. c.

Menjauhkan diri dari perjudian dan sarana-sarana usaha yang haram, meskipun keuntungannya sangat besar. Menjauhkan diri sejauh-jauhnya dari praktek riba dan membersihkan diri secara total. Berupaya mencari usaha yang halal dan menjauhkan diri dari perkara-perkara syubhat (Menghindari syubhat, agar tidak terjerumus di dalamnya).

d.

Ekonomis dan hemat menggunakan harta untuk masa depan, serta menyisihkan (menabung) beberapa bagian dari penghasilan untuk keperluan-keperluan darurat, meskipun hanya sedikit.

e.

Tidak berlebihan dalam kebutuhan-kebutuhan skunder Hendaklah ia menjadi qudwah dalam interaksinya terhadap uang (harta): Dalam menetapinya Dalam memutuskan, memberikan dan menetapkan Cermat dalam mengelolanya Menunaikan pamrih. hak-hak manusia secara optimal tanpa

f.

g. h.

Tidak ambisius terhadap apa yang dimiliki orang lain. Seimbang dan adil dalam urusan-urusan dunia, serta zuhud terhadap harta kekayaan dunia yang fana, mengutamakan

248

kekekalan kehidupan akhirat, serta tidak menggantungkan dirinya kepada harta perhiasan dunia.

i.

Memberikan bantuan terhadap harta kekayaan dan asetaset Islam secara umum, yaitu dengan:

- Mendorong berdirinya perusahaan-perusahaan ekonomi
Islam.

- TIdak

menggunakan

sandang

dan

pangan

kecuali

produksi Negerinya dan Islam.

- Selalu berupaya untuk memberikan setiap qirsy256 yang
dimilikinya untuk penduduk negerinya yang muslim dan umat Islam secara umum sesuai kemampuannya. j. Menunaikan hak harta Menunaikan kewajiban zakat, untuk kepentingan dakwah, serta untuk kebutuhan-kebutuhannya yang dibenarkan dalam syariah. Menunaikan hak fakir dan miskin, berapapun penghasilan yang ia dapatkan. Berpartisipasi untuk aktivitas dakwah dengan memberikan bagian tertentu dari hartanya. Berjihad dengan harta

k.

Menjaga

adab-adab

Islami

dan

norma-norma

kemasyarakatan; menyayangi yang muda, menghormati yang tua, berlapang-lapang dalam majelis, tidak tajassus dan ghibah, tidak menimbulkan kegaduhan, meminta izin ketika masuk dan keluar suatu tempat, menjaga lisan, dll. l. m. Menunaikan hak-hak tetangga dan senantiasa menjaganya. Menghindari teman-teman yang buruk, rekan-rekan yang mengajak kepada kerusakan serta tempat-tempat maksiat dan dosa.

256

Satuan terkecil mata uang Mesir

249

n.
o.

Memutuskan hubungan dengan kelompok-kelompok dan institusi yang bertentangan dengan fikrahnya. Melepaskan diri dari berhubungan dengan organisasi dan kelompok apapun yang tidak mendatangkan kemaslahatan terhadap dakwahnya, dengan dengan terutama jika diminta untuk dalam meninggalkannya.

p.

Komitmen berinteraksi tertentu.

prinsip-prinsip organisasi

dakwahnya

dan

personal-personal

Kedelapan, dalam aspek masyarakat dan rumah tangga:

1.

Terhadap kerabat dekat dan anggota keluarga, dimana kita melakukan tarbiyah terhadap keluarga, sehingga menjadi rumah tangga muslim; a. Yang mampu mengarahkan anggota keluarga dan kerabat untuk menghormati fikrah dan menyebarkannya di tengah keluarga. b. c. Mampu memilih istri yang sholehah, dan mengarahkan untuk menunaikan hak dan kewajibannya. Baik interaksinya terhadap anggota keluarga, anak-anak dan pembantu. Baik dalam memberikan tarbiyah kepada anak-anak,

d.

pembantu, dan membangun lingkungan keluarga dengan prinsip-prinsip Islam.

e. f.

Menjaga adab-adab Islami dalam setiap aktivitas dan kesibukan rumah tangga. Menjaga silaturahim, dan selalu memenuhi kebutuhan serta berupaya untuk kemaslahatan anggota keluarga, dan kebutuhan mereka terhadap Islam.

g.

Membantu dakwah dan menyokongnya dari belakang keluarga untuk mengambil andil dalam pembinaan

2. Melatih

masyarakat, yang mencakup hal-hal sebagai berikut:

250

a. b.

Meningkatkan kemampuannya Mempelajari ilmu yang bermanfaat dan cocok Menggunakan sarana-sarana yang dibutuhkan Menciptakan teladan untuk hal tersebut Menggunakan metode bertahap dan hikmah serta memanfaatkan sarana-sarana yang paling baik.

c.
d. e.

f.

Memiliki aktivitas yang banyak, yang berupa gerakangerakan diri dan tanggap dalam beramal.

Target-targetnya adalah: a. Mendorong nilai-nilai keutamaan b. Menyebarkan dakwah kebaikan c. Semangat amar ma’ruf d. Memerangi kehinaan

e. Melatihnya untuk melakukan pelayanan umum terhadap
masyarakat dan tanggap untuk melakukan kebaikan dan kebajikan.

f.

Memberikan

kontribusi

dalam

mewarnai

kehidupan

masyarakat umum dengan fikrah-fikrah keIslaman.

g. Berupaya untuk menghidupkan adat-adat Islami yang hilang,
serta memberikan pencerahan keimanan terhadap adat-adat Islami dan menghilangkan aib-aib yang masih ada. h. Ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia, menyebarkan kebaikan dan kebajikan untuk manusia, serta tanggap dalam melakukan amal-amal kebaikan.

i.

Ikut memberikan peran dalam menciptakan perbaikan, dan menolak kerusakan di tengah masyarakat melalui upayaupaya konstitusional.

j.

Menjaga unsur-unsur penyokong kekuatan, perbaikan, dan pembangunan di tengah masyarakat, dan melawan sikap masa bodoh, upaya-upaya kehancuran, dekonstruksi, serta ikut serta dalam mengarahkan dan mengoptimalkan potensi masyarakat.

251

k. Menyebarkan semangat persatuan dan kerjasama antara
kita, bangsa-bangsa Arab, dan masyarakat Islam, serta memerangi perpecahan dan penyimpangan. Kesembilan, dalam aspek dakwah:

1.
2.

Kemampuan

menyebarkan

dakwah

dan

menjadikan

fikrah

Islamiyah sebagai opini umum di masyarakat. Kemampuan dalam menghimpun manusia kepada kitab Allah, dan membangkitkan keimanan dari dalam hati, serta memilih orang-orang yang mengusung risalah dakwah.

3.

Latihan untuk memimpin masyarakat menuju kebaikan, dan hendaknya di antara bangsa-bangsa ini kita bergerak untuk menyadarkan, membimbing dan mengarahkan mereka, serta mengenal kondisi dan problematika yang mereka hadapi.

4.

Berupaya untuk menyadarkan umat, menjelaskan kepada mereka tentang realita kehidupan umat Islam, tentang apa yang sedang terjadi, tentang bahaya dan konspirasi yang berada di sekeliling mereka, dan mengajarkan kepada mereka bahwa Islam tidak rela terhadap mereka pengecilan harus hak-hak kebebasan dengan dan kemandirian, dan harta-, termasuk tentang kejayaan dan panggilang jihad –walaupun memenuhinya darah memberikan ruh optimisme dan memerangi keputus-asaan dan kegagalan.

5. 6. 7.

Fiqh (seni) menghadapi problematika dan batasan-batasannya Fiqh (seni) menyampaikan amar ma’ruf nahi munkar Menguasai fiqh jihad, yaitu:

a.
b.

Mengorbankan diri, harta dan waktu untuk mewujudkan citacita. Gambaran-gambaran jihad yang berbeda-beda dan bagaimana menjalankannya.

c.

Senantiasa istishhab niyyatil Jihad (menyertakan niat jihad), kecintaan terhadap mati syahid dan pengorbanan di jalan Allah.

252

d.

Berupaya melahirkan mujahid-mujahid yang produktif dan bijak, yang bisa mewujudkan keuntungan besar dengan pengorbanan yang sedikit.

e.

Sikap kami terhadap kekerasan dan terorisme, adalah dirasah syar’iyyah (tinjauan syariat), dan dirasah tarikhiyyah (tinjauan empiris).

f.

Tidak

melakukan

sebuah

aktivitas

yang

memberikan

pengaruh yang signifikakn, kecuali dengan izin. 8. Mengenal undang-undang perbaikan masyarakat, menjaga

keseimbangan ekosistem dan tidak melalaikannya. Kesepuluh, Dalam aspek jamaah:

1. Menguasai fiqh syuro, baik teori, penerapan dan praktek:
a. b. c. Urgensi kelembagaan dakwah Jauh dari dominasi perorangan Adab dalam ikhtilaf

2. Penguasaan terhadap fiqh keputusan (nota-nota kesepahaman)
dan batas-batas setiap hubungan, baik dalam lingkup ukhuwah dan rasa cinta sesama aktivis dakwah, yang seyogyanya bukan pertentangan dan permusuhan, maupun dalam lingkup pandangan yang komprehensif dalam memperhatikan dan memahami urusanurusan dakwah.

3. Tsiqoh terhadap qiyadah dan taat kepadanya, mengenal secara
sempurna dan berkumpul di sekitarnya: a. b. c. d. Selalu memiliki keterikatan hati dan amal dengan qiyadah. Mengenal mereka Memberikan nasehat dan masukan kepada qiyadah Memposisikan qiyadah secara benar dan interaksi tarbiyah yang sempurna dengannya, demi mewujudkan: 1. Posisi orang tua dalam ikatan hati

253

2. Posisi seorang guru dalam memberikan pengajaran ilmu. 3. Posisi seorang syaikh dalam aspek pendidikan rohani. 4. Posisi dakwah. e. Hendaknya qiyadah memiliki hak memberikan keputusan antara kemaslahatannya Pribadi dan kemaslahatan dakwah secara umum. f. Hendaknya qiyadah memiliki rujukan dan evalusi seorang pemimpin politik dalam secara menentukan umum dalam kebijakan-kebijakan

4. Mewujudkan batas-batas gerakan yang dibutuhkan:

a. Terwujudnya semangat keprajuritan yang terus menerus
(kesiapan dan kesiagaan), dimana seorang jundi dakwah senantiasa merasakan dirinya sebagai prajurit yang berada di barak-barak militer yang sedang menunggu perintah, apapun jenjang tarbiyahnya. b. Menguasai adab-adab evaluasi dan komitmennya terhadap adab-adab tersebut. c. Dipercaya dalam menyampaikan, yaitu dengan kejujuran, amanah terhadap perkataan, amanah dalam memindahkan –baik uang maupun barang-, memurnikan diri dari syahwat. d. Menguasai kesiapan sarana-sarana meletakkan tarbiyah dan penerapannya; di bawah kondisi kesehariannya

kondisi dakwah. 5. Fiqh dakwah dan batas-batas fiqh pelaksanaan, memilih pendukung dakwah dan mentarbiyah mereka, dan melakukan aktivitas-aktivitas produktif. 6. 7. Menjaga fiqh prioritas Mengupayakan terwujudnya kemurnian jamaah dari ketergantungan terhadap prinsip-prinsip, figuritas, dan organisasi tertentu, dan hendaknya ia komitmemn terhadap timbangan

254

dakwah dalam berinteraksi dan berhubungan dengan masyarakat dan organisasi-organisasi lain. 8. Interaksi yang benar terhadap instruksi-instruksi qiyadah, yang terlihat dari hal-hal berikut: a. Cara menerima perintah dan melaksanakannya

b. Sam’an wa tha’atan, dalam keadaan giat maupun malas,
dalam keadaan sulit maupun mudah, selama perintah tersebut bukan kemaksiatan. c. Segera menunaikan perintah d. Menyampaikan nasehat dan mengerahkan kesungguhan untuk itu, sesuai dengan arah perjalanannya yang benar. e. Tidak ada tempat untuk keraguan, perdebatan, menjelekjelekkan, saling bantah, sungkan atau keraguan.

f. Menanamkan

keyakinan

bahwa

pandangan

dirinya

berpeluang keliru dan pandangan qiyadah adalah kebenaran dalam perkara-perkara ijtihadiyah, yang tidak terdapat nash atau hukumnya. Tidak mengapa meminta penjelasan terhadap sesuatu yang belum dipahami dengan tetap mengedepankan semangat sam’an wa tha’atan.

Bab V

Membangun Keluarga Muslim

Membangun Keluarga Muslim • Urgensi Membangun Rumah Tangga Rumah tangga adalah kawasan kedua pada tingkatan amal dan targettargetnya dalam dakwah Ikhwan. Ia merupakan bagian dasar dari struktur bangunan masyarakat dan perbaikannya. Tidak hanya karena

255

peran rumah tangga dan seorang akh dalam mendukung proyekproyek dakwah, tapi juga karena keluarga merupakan batu pijakan dasar yang orisinil yang tidak ada gantinya dalam membangun sebuah masyarakat. Masyarakat tidak akan baik, kecuali dengan baiknya bangunan keluarga. Tidak pernah tergambar bahwa terdapat sebuah masyarakat muslim yang mulia dan menegakkan prinsip-prinsip Islam, sementara rumah tangga dan keluarganya lemah dan sangat jauh dari indikasi dan gambaran masyarakat yang menerapkan manhaj Allah. Imam Syahid berkata, “Apabila sudah terbangun keluarga yang shalih, maka umatpun akan menjadi shalih, karena umat merupakan kumpulan keluarga. Dengan kata lain, sesungguhnya keluarga adalah miniature umat, sementara umat adalah keluarga yang besar.”257 Beliau juga berkata, “Kami menginginkan kebangkitan laki-laki dan perempuan secara bersama-sama, mengumumkan adanya takaful dan emansipasi serta menetapkan tugas masing-msing secara rinci.”258 “Untuk itu, kami juga memperhatikan kaum wanita sebagaimana perhatian kami kepada kaum pria. Kami juga memperhatikan anakanak sebagaimana perhatian kami kepada pemuda.”259 Imam Syahid memberikan beberapa gambaran dalam pembentukan keluarga, yang terus menerus ditingkatkan dari batas minimal hingga menjadi model yang diinginkan, yakni dari; menghargai fikrahnya, hingga pembinaan kelaurga muslim teladan dalam setiap aspek kehidupan. Imam Syahid berkata, “Pembentukan kelurga muslim, yaitu dengan mengkondisikan keluarga agar menghargai fikrahnya, menjaga etika Islam dalam setiap aktivitas kehidupan rumah tangganya, memilih istri
257 258 259

Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru), hal. 236 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal. 94 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda), hal. 177

256

maka mereka akan bisa membangun sebuah keluarga ideal.”261 Dalam melakukan perbaikan untuk skala individu. Pandangan yang benar 3. 236 257 . Imam Syahid berkata. namun ia lebih luas dan mencakup seluruh anggota keluarga dan karib kerabat. “Perbaikan dalam skala individu akan berpengaruh bagi perbaikan keluarga. Perasaan dan nurani yang peka 2. 260 261 Risalah.yang baik dan menjelaskan kepadanya hak dan kewajibannya. Keinginan yang kuat 4. Pengarahan yang benar untuk melaksanakan tugas dengan benar. • Urgensi Perbaikan Diri Setiap individu adalah labinah dalam keluarga.”260 Rumah tangga yang dimaksudkan adalah tidak hanya sebuah rumah tangga yang kecil yang terdiri dari pasangan suami isteri serta anakanak. Tubuh yang sehat 5. Ta'alim (Risalah Ta'alim). Jika anggota keluarga yang laki-laki shalih dan yang perempuan shalihah –keduanya merupakan pilar keluarga. hal. Imam Syahid menyebutkan beberapa hal yang harus dipenuhi dan dilaksanakan: 1. Dengan demikian. maka perhatian untuk membentuk rumah tangga muslim harus diberikan sejak dini. memperbaikinya merupakan langkah mendasar untuk memperbaiki rumah tangga. hal. 360 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). sesuai dengan model yang telah dituntunkan oleh secara proporsional oleh Islam. karena keluarga merupakan kumpulan individu. dan mempersiapkan mereka untuk membangun rumah tangga dan memilih istri yang baik. serta membimbing mereka dengan prinsip-prinsip Islam. baik laki-laki maupun wanita. yaitu dengan mempersiapkan setiap individu. mendidik anak-anak dan pembantunya dengan didikan yang baik.

hendaklah selalu dalam kehalusan nurani. sebuah keinginan yang kuat yang tidak akan pernah melemah dalam membela kebenaran. dan kesehatan badan. berakhlak Islami untuk menguatkan keinginannya. kami sangat menganjurkan kepada setiap akh agar beribadah sebagaimana yang diperintahkan Allah untuk meningkatkan kualitas ruhiyahnya.”262 Dan hal ini bisa diwujudkan dengan menerapkan manhaj Islam dalam aspek-aspek berikut: “Oleh karena itu. dan menjadi perangkat yang layak untuk mewujudkan cita-cita mulia. Islam menginginkan dalam diri setip mukmin perasaan dan nurani yang peka.” Kaidah-kaidah ini tidak hanya diperuntukkan bagi laki-laki dan meninggalkan kaum wanita. sehingga dapat membedakan antara kebaikan dan keburukan. Islam juga menginginkan sebuah pandangan yang benar dalam memahami sesuatu itu ‘benar’ atau ‘salah’. Imam Syahid berkata. 235 Ibid 258 . Oleh karena itu. dan tidur sehingga Allah senantiasa menjaganya dari marabahaya. belajar apa saja yang memungkinkan dipelajari untuk memperluas cakrawala berpikirnya. keluasan cakrawala berpikir. dan komitmen dengan tata aturan Islam dalam hal makan.Imam Syahid menyebutkan 10 sifat –selain beberapa sisi lain dalam pembentukan Pribadi.”263 262 263 Ibid. minum. ukhti muslimah – sebagaimana kami nasehatkan kepada al akh muslim. hal. tubuh yang sehat yang siap mengemban berbagai tugas kemanusiaan secara baik. mampu mengegolkan misi kebenaran dan kebajikan. yang memiliki keistimewaan dalam aspek-aspek mendasar ini.yang akan mewujudkan pribadi aktivis sekaligus pemikir dan anasir produktivitas yang pemberani. “Sesungguhnya. melainkan keduanya memiliki kedudukan yang sama dalam pandangan Islam. kesempurnaan akhlak.

yang mencakup hal-hal berikut: a. mengantisipasi apa saja yang bisa menghadang kehidupan rumah tangga dari berbagai problem secara tepat dan cermat. dapat meringkas target-target umum dan khusus dari pembentukan keluarga muslim. mewajibkan mereka untuk menjaga buah pernikahan ini sampai matang tanpa cacat dan cela. sebagai berikut: Komiten dengan prinsip-prinsip syariat dalam membangun rumah tangga muslim. c. dengan sebaik-baiknya bimbingan.”264 Kita 1. Masing-masing pasangan menunaikan kewajiban dalam rumah tangga. Satu sama lain bekerjasama dalam melaksanakan tugas masing-masing. b. Membangun rumah tangga muslim dari pasangan suami istri yang muslim dan shalih-shalihah. Mampu menyelesaikan setiap persoalan keluarga dan konflik suami isteri dengan baik. serta hubungan yang romantis di dalam keluarga. d. dan mengambil jalan pertengahan dalam setiap permasalahan. Dia juga mengikat suami istri dengan ikatan yang kokoh. Berupaya untuk melahirkan dan menumbuhkan mawadah (rasa cinta) dan rahmah. (mulai dari memilih calon pasangan hidup).• Kaidah dan Tujuan Pembinaan keluarga Muslim Imam Syahid menjelaskan tentang kaidah dan tujuan umum dalam pembentukan keluarga muslim: “Islam telah membimbing kita dalam membangun rumah tangga. tidak berlebihan dan tidak meremehkan. 2. Kemampuan pendidikan ayah dalam memberikan dan tarbiyah dan serta terhadap anak-anak pembantu 264 ibid 259 . e. menentukan hak dan kewajiban mereka.

mengkondisikan mereka dengan nuansa keluarga yang Islami: a. mengenal Saw. Membiasakannya untuk mencintai Allah dan rasulNya. Harishun Ala waqtihi (Cermat mengatur waktunya). menghormati yang tua. setiap melalui target-target dan prosedur khusus berikut: 1. Membentuk kepribadian 10 paripurna. c. nikmat-nikmat dan Allah. memberikan nasehat. Mampu mengatasi problematika muslim sifat yang yang dalam ditemui selama yaitu masa mendidik anak-anak. dengan tetap menjaga karakteristik setiap fase pertumbuhan anak (Sejak dilahirkan . Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya). bercanda. Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). mencintai bershalawat Rasulullah senantiasa 260 . d. 3. serta norma-norma sosial penting yang lain. menyayangi yang muda. lembut terhadap hewan. zikir. Komitmen dengan norma dan adab-adab Islam dalam setiap aspek kehidupan. Nafi’un Li Ghairihi (Bermanfaat bagi 2. b. Qadirun Alal fi Kasbi (mampu berekonomi). Mewujudkan pertumbuhan Salimul Akidah (bersih akidahnya). Mujahidun Linasihi (kuat kesungguhan jiwanya). Mampu berinteraksi dengan anak-anak secara baik di setiap fase pertumbuhan mereka.masa menyusui – Anak usia dini – balita – dan remaja). meminta izin. Kaum ayah mampu menggunakan metode dan saranasarana tarbiyah yang benar terhadap anak-anak. berbicara. Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya). minum. seluruh Munazhamun Syu’unihi (terorganisir urusannya). kebersihan. shahihul Ibadah (benar ibadahnya). tidur. selainnya). Seperti ketika makan. menutup aurat atau berhijab.

dari berprestasi dan istimewa sebagai target. 10. serta membentuk standar akhlak dan budi pekerti yang luhur. 5. dan membenci kehinaan. bangga Islam dan peradabannya. seperti. 9. keterikatan Quran dan selalu menjaganya. agar penerapan dan pelaksanaannya selalu benar. Menyalurkan bakat dan kemampuannya. mengenal kontribusi yang diberikan Islam kepada dunia. 7. mempelajari beberapa bahasa asing. dan disiplin vitalitas. Menggali dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. skala serta keselamatan dan dalam minimal. 8. Menumbuhkan kesungguhan. Mengutamakan pemberian model dan qudwah Membiasakan produktif. komputer. 6. membaca. psikologi. e. Pembangunan rasa cinta dan hubungan yang baik ini sangat penting. dan memproteksi anak-anak kebohongan-kebohongan terhadap 11.kepadanya. membangun timbangan yang benar untuk membedakan antara yang baik dan salah. Menyadarkan khurafat Islam. Menanamkan loyalitas terhadap Islam. 4. serta memberikan keahlian tertentu. dan bangga dengan bahasa Arab dan kemahiran menggunakannya. kesehatan mewujudkan dan pertumbuhan anak-anak. dll. Membangun sifat mawas diri Membiasakannya untuk selallu menyukai kebaikan (kemuliaan). dalam permainan yang bermanfaat dan permainan olahraga yang bermanfaat. mencintai memiliki shalat dan senantiasa dengan Al menunaikannya. dan riset ilmiah. Memperhatikan aspek-aspek pendidikan. 261 . ruh kesabaran keberanian.

Terlaksananya rukun-rukun rumah tangga antara anggotanya. dididik untuk untuk menjalankan peran sosial mereka di masyarakat. dan hal itu tercakup dalam beberapa hal berikut: 1. Adapun terhadap anak-anak. d. 262 . Mengkondisikan keluarga agar menghargai fikrahnya Menjaga etika Islam dalam setiap aktivitas kehidupan rumah tangganya. a. tetangga.f. maka hendaklah mereka c. Menjalankan peran sosial rumah tangga: a. karib kerabat dan tetangga dengan mengenal hak-hak mereka serta menunaikannya. Interaksi yang baik dengan anggota keluarga. g. takaful dan jalinan hubungan yang baik dengan mereka (suami istri berupaya menunaikan kewajiban tersebut). yang tua dan yang muda. dan menjaga keseimbangan antara dorongan syahwat dengan pemahaman Islam. 4. Selalu bersikap positif dalam berhubungan dengan masyarakat: Melatih perbaikan dan di mengajaknya masyarakat untuk sesuai melakukan dengan kemampuannya. tafahum dan takaful. 3. Baik dengan orangtua. agar bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk mandiri secara ekonomi. saudari wanitanya. b. Melatih dan mengajarkan mereka bagaimana menjalin hubungan baik dengan orang lain. Mengenalkan kebutuhan-kebutuhan pokok manusia. Ta’aruf. teman-temannya. karib kerabat. Mengajarkannya beberapa keahlian dan profesi tertentu. 2. keterikatan dan kesepahaman. dan hendaknya bersama-sama mewujudkan persatuan.

Mengajarkannya adab-adab melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar. kemajuannya. kemampuan berinterkasi dengan problematikanya sesuai dengan pandangan Islam. 5. serta apa saja yang ia butuhkan untuk hal itu. khutbah. seperti persiapan menjadi seorang ayah. begitupula halnya dengan anak laki-laki. ilmu kesehatan. kekonstitusian. melalui saranasarana dan maslahat kehidupan. untuk itu. serta d. internet. dan kepribadian yang mampu berdikari. hubungan antara keduanya. problematika keluarga. Mengenal ragam tipikal manusia. Ikut serta dalam melakukan kebaikan dan aktivitas sosial. Kita juga memperhatikan agar mereka pendidikan memiliki anak-anak perempuan mereka kemahiran yang butuhkan nanti dalam menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga. 6. c. bahasa. serta peran laki-laki dan wanita dalam kehidupan. perkembangan. dll. Mempersiapkan diri untuk kepentingan masa depan. Memiliki perhatian dan terhadap negerinya. ibu rumah tangga. undang-undang. maka mereka juga harus dididik agar siap menunaikan kewajiban 263 .b. managemen. dan menekuni profesi tertentu yang bermanfaat. Mempelajari norma-norma hubungan dan kerjasama sosial serta metode yang benar dalam interaksi dengan orang lain. Seperti menguasai keahlian-keahlian kemampuan yang dibutuhkan hadits. 4. 7. dan hubungannya dengan seluruh anak manusia di dunia. Memiliki kemampuan dalam interaksi dengan masyarakat dan seluruh instansinya.

hubungannya dengan umat Islam. begitupula perannya di tengah masyarakat. 264 . hal ini menunjukkan besarnya perhatian beliau terhadap pembinaan dan kemajuan kaum wanita. yang peka dan segenap problematika dan permasalahannya. Keluarga yang mampu keluarga budaya mengatur yang dan kehidupan dan ekonomi mendorong yang rumah tangga: a. ekonomi. pendidikan. kecuali pada kondisi-kondidi darurat. bangga dengan sejarah dan peradabannya. konsumtif dan memerangi pemborosan kebiasaan berhutang.mereka sebagai kepala rumah tangga. Memberikan perhatian yang besar terhadap peran wanita. 8. b. tarbiyah dan pembinaannya: Hendaknya menyiapkan ia menjalankan yang perannya kuat dan yang penting dalam generasi membangun keluarga muslim. dan hendaknya kaum wanita mendapatkan semua hak-haknya. produktif. baik partisipasi politik. 5. fenomena usaha-usaha mandiri dalam rumah tangga. Mewujudkan Mengurangi berlebihan. serta dalam menjalankan peran mereka terhadap keluarga dan dakwah. Imam Syahid telah mendirikan sebuah divisi akhwat muslimat. Kaum wanita juga tidak boleh menerima perlakukan kasar dan kekerasan. sosial dan lain-lain. Mewujudkan hubungan antara keluarga dan umat Islam secara umum. 6. bekerjasama dengan kaum wanita. dan hendaknya mereka mendapatkan bantuan dan dukungan dalam mewujudkan keseimbangan terhadap perannya di segenap aspek.

Melindungi keluarga dari unsur-unsur perusak. Proyek pembentukan keluarga muslim. Hendaknya keluarga –dengan seluruh anggotanya- memberikan kontribusi sebagai warga Negara: (Terutama bagi keluarga besar).c. menjaga kemandiriannya. kemajuan. serta nilai-nilai kebebasan. baik dari dalam maupun dari luar. keadilan dan persamaan hak. 9. Berpartisipasi dalam dakwah untuk agama Allah. namun ia adalah sebuah kehidupan dan praktek nyata terhadap semua aspek Islam yang beragam. Menjaga keseimbangan ekonomi keluarga dan cermat dalam mengelola dan memanage keuangan. bukanlah semata proyek mata kuliah yang bisa dibaca oleh anggota keluarga. namun untuk seluruh rumah tangga di masyarakat. 7. 8. dan bukan pula jadwal pelajaran. yaitu dengan menggunakan program-program yang variatif dan publikasi yang baik dan 265 . Proyek ini juga tidak terbatas pada rumah tangga Ikhwan saja -walaupun ini merupakan dasar utama proyek ini-. Memanfaatkan pengalaman-pengalaman keluarga yang sukses serta saling membantu antar keluarga. kemudian secara perlahanlahan bertambah dalam dan luas. Hal ini dilakukan dengan tetap memperhatikan penahapan dalam menerapkan target-target ini. serta kerja keras untuk mewujudkan rumah tangga muslim yang ideal. melalui beberapa jenjang yang berbeda-beda. Maka kami memulainya dengan yang paling mudah dan dengan metode yang sederhana. d. maka hendaknya ia mampu berinteraksi dengan problematika keumatan. mempersiapkan keluarga agar mampu memikul beban dakwah dan sabar di atas jalannya.

perhatian besar keberadaan basis-basis dakwah di dalam setiap keluarga. Permasalahan tidak akan dapat diselesaikan dengan menutup diri. baik dalam pembinaan keluarga maupun masyarakat. serta membantu mereka untuk memilih pasangan hidup yang sesuai dan baik. dan basis-basis dakwah ini bisa jadi adalah salah satu anggota keluarga. Sebuah rumah tangga muslim tidak menyendiri dalam sebuah komunitas dan terpisah dari problematika dan permasalahan masyarakat. Kita juga dituntut untuk memberikan perhatian yang besar terhadap pembinaan pemuda. yang menyalurkan terhadap pengaruh-pengaruh dakwah. yang akan memainkan perannya melalui pengarahan dan bimbingan yang benar. Oleh karena itu. kami selalu berupaya untuk mendapatkan hasil final yang positif. studi problematika rumah tangga dan solusi-solusinya. Termasuk hal yang penting dalam hal ini adalah menghidupkan nuansa takaful dan tolong-menolong antar keluarga dan rumah tangga. 266 . namun ia hanya bisa diselesaikan dengan kepekaan dan tanggapan positif. jika kita mampu memanfaatkan dan mengoptimalkannya. Seluruh sarana yang ada di masyarakat. dan memberikan pengaruh positif seperti yang diharapkan. dan hendaknya sebuah keluarga muslim menjadi basis dakwah dalam himpunan keluarga yang besar. Keluarga dan masyarakat saling memberikan pengaruh satu sama lain. baik laki-laki dan wanita dalam membentuk keluarga muslim. memberikan contoh nyata model rumah tangga muslim ideal. memanfaatkan hari-hari besar Islam dan kegiatan-kegiatan publik dalam memperbaiki perspektif masyarakat. dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan keluarga.terarah.

“Setelah meletakkan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat. Islam menetapkan metode penerapan Dakwah dilakukan dengan penuh hikmah. Mencegah kesulitan. c. adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Syahid berdasarkan kepada nilai-nilai yang telah ditetapkan. d. g. Mencegah dari permasalahan dan sebab-sebab kehancuran Mendeteksi penyakit-penyakit sosial di masyarakat dari akarnya. dan penerapan yang baik. diantara: a. dengan keyakinan bahwa setiap permasalahan yang didera ada obatnya. b. tanpa meninggalkan kaidah-kaidah rinci. Imam Syahid berkata. yang disodorkan oleh Islam adalah upaya(pencegahan) terhadap menyebabkan 267 . sehingga dapat menyentuh semua umat manusia.Bab VI Bekerja Bersama Masyarakat Bekerja Bersama Masyarakat • Manhaj Islam dalam Membangun Masyarakat Manhaj Islam dalam membangun masyarakat dan menjaga keselamatannya. f. nasehat kepada kebenaran. dan yang mengarah kepada kesukaran. Pertama. Menjadikan asas kesembuhan dan obat pertama dalam setiap perbaikan masyarakat adalah shalihnya jiwa dan eratnya ikatan sosial antar anggota masyarakat. upaya preventif Islam berupaya mengantisipasi hal-hal berbagai yang macam problematika sosial. Meletakkan kaidah-kaidah umum yang global. e.

sehingga terwujudlah apa yang difirmankan oleh Allah. Islam merupakan syariat yang sesuai dengan dimensi ruang dan waktu. Ia tidak mengajak manusia meniti jalan kesulitan. Islam menghendaki kemudahan bukannya kesulitan. hal. Oleh karena itu. Terhadap masalah-masalah yang terlanjur muncul. Tidak ada permasalahan yang tak ada jalan keluarnya menurut Islam. sekaligus menjelaskan cara-cara penerapannya. Islam juga memberikan jalan keluar yang bersifat kuratif (pengobatan). Islam meletakkan kaidah yang bersifat global tanpa meninggalkan hal-hal yang berifat rinci. keluarga. Setiap penyakit pasti ada obatnya. 237 268 .” (Q. dan masyarakat terlaksana-. melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. Obat pertama dalam setiap perbaikan masyarakat adalah shalihnya jiwa dan eratnya ikatan sosial antar anggota masyarakat. yang berdiri di atas prinsip-prinsip ini dalam Islam: 265 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).”265 Sebagaimana Imam Syahid juga menjelaskan tentang ikatan dan hubungan antara anggota masyarakat. maka risalahpun akan sampai ke setiap telinga dan hati manusia. dan yang mengarah kepada kesukaran. Islam juga memerintahkan zaman dan waktu untuk menjalankan perannya. Hal itu berarti fikrah kami telah diterima masyarakat.S Al Anbiya: 107) Jika keyakinan terhadap apa yang kami paparkan di atas mulai menguat dan menuju pencapaian hasil yang telah kami gariskan –sehingga sistem Islam yang terkait dengan individu. dan dakwah kami mendapat sambutan dari umat.      Artinya:                 “Dan tiadalah kami mengutus kamu. Penyebaran dakwahpun harus sampai menyentuh semua kalangan manusia. Islam melingkupi semuanya.timbulnya masalah.

7. 5.1. Islam juga menentukan hak dan kewajiban setiap anggota masyarakat. bahkan sampai pada itsar (mendahulukan kepentingan saudaranya). Islam memerinci tugas. Imam Syahid berkata. “Islam telah memberi tuntunan kepada umat ini berupa kaidah hubungan sosial untuk mewujudkan kesejahteraan. Ikatan ukhuwah dan cinta antara anggota masyarakat. keutamaan masyarakat persamaan hak di hadapan hukum. demikian juga ibu. Dalam kehidupan bernegara. anak. atau majikan dengan budaknya. serta mengikis habis apa saja yang bisa memporakporandakan ikatan ini. Seorang bapak dalam rumah tangga mempunyai hak dan kewajiban tertentu. Batas-batas hak dan kewajiban antara anggota masyarakat. Semua manusia di 269 . Menetapkan Menetapkan batasan-batasan standar muamalah di dan interaksi serta umum dengan sangat jelas. kecuali oleh takwanya. 2. serta solidaritas sosial antara anak manusia. Setiap mukmin harus senantiasa meningkatkan kualitas ukhuwah ini menuju terwujudnya mahabbah (saling mencintai). kerjasama dalam kebaikan dan kebajikan. 3. dengan tidak menjadikan yang satu lebih utama dari yang lain. Ia menjelaskan pola interaksi antar pihak secara detail. 4. Islam juga tidak melebihkan pemimpin dengan yang dipimpin. hak dan kewajiban masing-masing. serta hak penguasa dan rakyatnya secara cermat. dan Islam telah menghilangkan seluruh anasir yang dapat melemahkan ikatan ini. 6. Menjadikan prinsip dasar hubungan umat Islam dengan umat-umat yang lain adalah Dakwah. Islam pun mengikat antar individu dalam umat ini dengan ikatan ukhuwah dan menjadikannya sebagai konsekuensi dari keimanan yang tertanam dalam dada mereka. Menetapkan batas-batas hubungan antara Negara. dan kerabatnya. Menjelaskan tentang peran pemerintah dan yang diperintah. kewajiban. oleh karena itu Islam juga menjelaskan tentang kaidah-kaidah hubungan luar negeri.

Imam Syahid menetapkan target dan aspek-aspek perbaikan secara gradual di masyarakat. Pembentukan Pribadi muslim dan rumah tangga muslim merupakan unsur mendasar dalam pembentukan masyarakat muslim. biak laki-laki maupun wanita. hal. keduanya tidak mungkin dipisahkan. pelajar. dan ini merupakan fase perbaikan selanjutnya. membutuhkan kecenderungan penguasa terhadap Islam dan syariatnya. layaknya gigi sisir yang sama rata. termasuk gerakan dakwah di dalamnya. 236 Lihat: Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya) 270 . “JIka tujuan-tujuan ini –perbaikan individu dan masyarakat muslim. Islam juga menggariskan tata aturan dalam hubungan antar bangsa. sampai masalah yang sekecil-kecilnya.267 Imam Syahid berkata. di terus diserukan kepada penguasa dalam berbagai tingkatannya.266 • Urgensi Bekerja Bersama dengan masyarakat Bersinergi dengan masyarakat untuk membentuk sebuah masyarakat muslim dalam tampilan dan shibghahnya. Yang membedakan antara satu dengan yang lain adalah ketakwaan dan amal shalihnya.” 266 267 Ibid. nilai-nilai dan ajaran Islam. remaja. dan hal ini dengan pengetahun yang mendalam bahwa: Perubahan secara total terhadap masyarakat. strata dan kelompok-kelompoknya. menjelaskan hak dan kewajibannya masing-masing.sisi Allah sama derajatnya. mencakup semua elemen masyarakat. namun ini tidak menghentikan proyek perbaikan di masyarakat.tidak bisa diwujudkakn kecuali di bawah naungan sebuah pemerintah yang shalih. anak-anak. dewasa dan orangtua. menyampaikan nasehat dan mensosialisasikan manhajmanhaj Islam dalam setiap aspek kehidupan masyarakat. maka kalian harus menuntut dengan hak Islam untuk mendirikan sebuah pemerintah yang memperhatikan prinsip.

jika suatu umat mampu mengokohkan semangat jihad dan 268 269 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna) Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). “Tidak ada kebangkitan umat tanpa di dasari akhlak. berkumpulnya dalam barisan dakwah dan syariat Islam serta dan memintanya. 214 271 . hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Syahid.Ikhwanul Muslimin menyampaikan program-program perbaikan kepada pemerintah yang berkuasa. Imam Syahid berkata. Ikhwan tetap akan memberikan nasehat. dan dengan tetap menjaga adab dan upaya untuk menarik hati.”269 Oleh karena itu perbaikan masyarakat dan menshibghahnya dengan shibghah Islam merupakan sebuah kemestian.268 Walaupun tidak mendapat sambutan baik dari pemerintah yang berkuasa. Maka adalah sebuah keharusan menyiapkan dan mentarbiyah bangsa dan anggota masyarakat. kami tetap akan berada pada posisi orang-orang yang memberi nasehat. terpenuhinya aspek-aspek akhlak dan norma-norma dakwah yang diinginkan. sehingga tiba masanya terbentuk sebuah pemerintah Islam. sehingga mereka tidak ikut serta dalam melakukan kemungkaran dengan dalih politik. maka adab dan seni penyampaian juga harus dijaga dan tanpa perasaan rendah diri sebagaimana yang diajarkan Islam. Karena konsep perbaikan ini juga kadang-kadang disampaikan kepada masyarakat nonmuslim. “Walaupun demikian. dengan tujuan membantu mereka dalam merealisasikan aspirasi Ikhwan. sehingga Allah membukakan kebenaran antara kami dan kaum kami dan sesungguhnya Allah adalah Sebaik-baiknya pembuka (pemberi kemenangan). hal. namun hal ini harus tetap berada dalam koridor syariat. Sebagaimana yang disampaikan Ikhwanul Muslimin kepada pemerintah dengan lisannya.

“Dekadensi moral. Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. sehingga seorang da’I membutuhkan kekuatan dan kesadaran yang luarbiasa. ia tidak berhenti dan mengendor hanya dengan berdirinya Negara. Bersinergi dengan masyarakat dalam upaya mempersiapkan dan mentarbiyahnya. (Q. hal. bersikap pengecut dan takut menghadapi kenyataan. Upaya yang harus kita tempuh tidak lain adalah mengobati jiwa manusia dan meluruskan moral bangsa. hal. mendahulukan kepentingan Pribadi di atas kepentingan umum.S Al Syams: 9-10)271 Tentang metode dan manhaj perbaikan. serta mencari tampilan-tampilan keIslaman diantara aliran yang menghanyutkan ini.             Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. tidak semata-mata merupakan tahapan pertama untuk memudahkan berdirinya Negara Islam. Inilah penyakitnya dan obatnya adalah dengan satu kalimat saja. 157 271 Risalah. serta perpecahan –semoga Allah menghancurkannya-. yang merupakan lawan dari sifat-sifat buruk ini. mampu mengekang dorongan hawa nafsu dan syahwatnya. namun ia adalah proyek yang berkesinambungan dan terus-menerus untuk membangun kebangkitan umat. “Prilaku buruk dan fenomena kehidupan tidak Islami telah merajalela dalam kehidupan kita. maka ia mampu menjemput kemenangan. yakni perbaikan jiwa. Imam Syahid berkata.pengorbanan. 152 272 . namun ia 270 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). lari dari persoalan dan tidak berusaha untuk mengantisipasinya. hilangnya standar nilai yang agung.”270 Imam Syahid juga menjelaskan tentang penyakit yang didera oleh masyarakat.

maka umat harus menanamnya dengan penuh kesabaran. praktek dan spirit. 48 273 . maka harus dipilih dan ditentukan secara cermat. dan menyebarkan kekuatan iman di hatinya. dan perjuangan yang panjang. karena ia adalah manhaj yang dipelajari oleh umat. diatur oleh sistem hukum. Adapun manhaj. Imam Syahid berkata. ia belajar manhaj kebangkitan secara teori. Adapun kepemimpinan.” Oleh karena itu. hal. maka materi-materinya harus sedikit sesuai dengan kemampuan. dan setiap umat yang berupaya melanggar batas-batas tabiat tersebut maka ia tidak akan mendapatkan apa-apa. ada dua hal yang harus dipenuhi. bisa dipraktekkan. maka yang pertama adalah umat mendapatkan tarbiyah dan memahami haknya secara sempurna. dan dilindungi oleh penguasa. Dalam ungkapan yang lain. yakni manhaj dan kepemimpinan.adalah jalan panjang dari proyek tarbiyah dan menyempurnakan kebangkitan umat.272 Imam Syahid menjelaskan tentang tarbiyah secara lebih mendalam dengan mengatakan. dan hasilnya dapat dirasakan langsung. “Setiap umat memiliki wajah kehidupan sosial yang dengan sadar diayomi oleh pemerintah. ia 272 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). “Hendaknya tarbiyah menjadi penopang utama kebangkitan. hingga ketika sampai pada tahap tsiqah ia ditaati dan didukung. lalu mempelajari metode untuk mendapatkan hak-hak tersebut. kesulitan. Maka bangsa-bangsa Islam di Timur harus menjadikan seluruh rangkaian fenomena kehidupan sosial itu sejalan dengan etika dan ajaran Islam. walaupun sedikit. kemudian ditarbiyah untuk meyakininya. Untuk mewujudkan hal ini dibutuhkan waktu yang sangat panjang.

umat tidak pernah sampai kepada tujuan akhir. baik sosial maupun nonsosial. bahkan mungkin dipahami secara kontradiktif oleh masing-masing mereka dan kita tidak merasakannya. “Saya mencatat bahwa kita memiliki watak-watak tergesa-gesa dan mudah terpengaruh serta emosional. Setiap aktivis harus menurunkan kadar emosinya agar ia bisa mengambil manfaat dari apa yang dikerjakan pendahulunya. Kedua. Juga watak-watak yang lain. Pertama. Kalau kita berpikir bahwa satu orang dapat mewujudkan seluruh keinginan umat. terputusnya hubungan secara total antara generasi pendahulu dan generasi penerus. Imam Syahid menghindari bahaya dan ketergelinciran yang pernah dilakukan oleh orangorang terdahulu.juga harus merupakan pemimpin yang dididik untuk menjadi pemimpin. Mungkin generasi pendahulu telah sampai di pertengahan jalan. atau menjadi pemimpin karena tidak adanya pemimpin.” 273 Dalam menetapkan langkah-langkah dakwah. 274 . yang menjadikan kebangkitan kita akan terjadi secara tiba-tiba dan langsung menguat seiring dengan kuatnya pengaruh waktu. karena umur individual itu sangat terbatas bila dibanding dengan usia kebangkitan dan umur umat. 273 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). namun generasi berikutnya tidak meneruskannya estafeta perjuangan tersebut. atau dilahirkan oleh peristiwa. namun juga terkadang kurang darinya atau bisa juga lebih banyak. lalu menurun dan akhirnya lenyap seperti tak terjadi apa-apa. bukan pemimpin yang diciptakan oleh kondisi darurat. Yang jelas. Jika saja tujuan perjuangan kita dipahami orang banyak. beliau menjelaskan hal ini dengan mengatakan. karena putusnya hubungan antara keduanya. saya masih yakin akan adanya dua faktor yang menyertai pemahaman tersebut. sarana-sarananya tidak dikenal dan tidak tertentu. terkadang mereka bisa mencapai hasil sebagaimana yang dicapai oleh pendahulunya. maka itu adalah khayalan dan tipuan emosi belaka. Lalu generasi penerus memulai kembali dari awal.

ia dihimpun oleh keindahan ayat-ayat Al Quran. bersandar padanya dan membangun sebuah peradaban baru. yakni mengesakan Allah sebagai satu-satunya sesembahan. akhlak. Tidak mengapa umat Islam mengambil nilai-nilai kebaikan dari manapun.”274 Beliau juga berkata. selama sesuai dengan kaidah-kaidah agama. “Oleh karena itu. serta mendapatkan pendukung. hal. “Kami berharap semoga Mesir kembali kepada ajaran dan prinsip-prinsip Islam. serta terwujudnya sikap positif di tengah-tengah mereka. keilmuan dan politik). Menyadarkan masyarakat dan mentarbiyahnya (baik prilaku. 239 Ibid 275 .”275 • Poros-poros Sinergisitas kerja dengan masyarakat Sinergisitas dengan masyarakat muslim berada dalam tiga poros berikut–yang masing-masing poros menyokong satu sama lain-: 1. dan juga menyatukan segala fenomena kehidupan dalam diri bangsa ini di atas asas Islam dengan segenap kaidahnya. 3. 2. keagungan Islam dan petunjuk Rasulullah Saw. Membangkitkan keimanan dan memperbaharui ruh Ini merupakan asas pijakan sebelum membicarakan tentang apapun. Ikhwanul Muslimin menyerukan bahwa bahwa asas yang menjadi tumpuan kebangkitan kita adalah ‘Tauhid’. Menyebarkan dakwah dan prinsip-prinsipnya.Imam Syahid berkata. norma kehidupan dan kebutuhan masyarakat kita. • Asas-asas Utama Perbaikan Sosial 274 275 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). tidak ada larangan bagi kita untuk mengambil hal-hal yang bermanfaat dari orang lain dan menerapkannya.. kebangkitan iman ini kemudian diiringi dengan komitmen ibadah dan keyakinan terhadap rukun-rukun Islam serta menjalankan kewajiban-kewajibannya. perubahan atau prilaku. Makna keimanan harus benar-benar tertanam terlebih dahulu.

serta menentukan sumbersumber penghasilan. 2. yang mencakup pelbagai aspek kehidupan masyarakat. bertanggungjawab masyarakat sasaran-sasarannya mentransformasikannya kepada sekalian manusia. 10. lapangan kerja. Deklarasi ukhuwan antar sesama manusia 5. seperti yang dibawa oleh Islam. pemilikan. pengajaran dan keamanan bagi setiap individu. kebebasan. Antara Kemaren dan Hari ini 276 . 11. 9. serta mengumumkan adanya emansipasi menetapkan tugas masing-masing secara rinci. sebagaimana berikut276: 1. dan memelihara kecenderungan untuk memelihara keturunan serta mengatur berbagai tuntutan yang terkait dengan makanan dan pemenuhan kebutuhan seksual. Jaminan kepada masyarakat akan adanya hidup. Penegasan terhadap keyakinan akan adanya jaza’ (balasan) atas setiap amal. 6. Penegasan akan pentingnya wihdatul umat dan mengikis habis semua bentuk perpecahan. 7.Imam Syahid meringkas dasar-dasar perbaikan sosial secara sempurna. 8. • Tahapan-tahapan amal sosial dan titik tolaknya: Peluang dan lahan amal bersama dengan masyarakat semakin luas dan berjenjang. dan 276 Risalah Pergerakan. Bangkitnya laki-laki dan wanita takaful secara dan bersama-sama. kesehatan. Menjadikan perwujudan mewujudkan daulah dan sebagai sarana sebagai di sarana bagi dan pemeliharaan fikrah. Mewajibkan umat untuk berjihad memperjuangkan prinsipprinsip al haq yang digariskan oleh sistem ini. Rabbaniyah (berprinsip ketuhanan). Tegas dalam memerangi berbagai tindak criminal dan pelanggaran hak-hak asasi manusia. 3. Penentuan dua macam gharizah jiwa (kecenderungan). 4. Ketinggian kualitas jiwa manusia.

eksistensi dan titik tolak sosialnya tidak berlandaskan kepada undanga-undang. 2. menyebarkan pemahaman dan adab-adab Islam di dalam masyarakat. Maka pengaruh sosial yang sudah dibangun oleh dakwah tidak mungkin bisa dihentikan atau ditekan oleh undang-undang. maka mencakup tiga jenjang atau aspek di masyarakat: 1. club-club. Dalam tataran aktivitas sosial. Membentuk perkumpulan-perkumpulan. Jadi. yang dalam pembentukannya tetap menggunakan prosedur undang-undang yang berlaku di masyarakat. dimanapun ada seorang muslim. Dalam aspek individual. serta simpul-simpul sosial yang memberikan andil terhadap kebaikan dan kebajikan. yakni dengan menggerakkan para aktivis jamaah untuk melakukan dakwah dan berbaur dengan anggota masyarakat dalam kehidupan dan kondisi yang mereka hadapi. Wadah-wadah sosial ini berbentuk lembaga-lembaga yang beragam. Untuk melakukan hal ini. serta menjadi model teladan bagi dakwah. yang melakukan aktivitas sosial dan amal 277 . namun landasannya bertitik tolak dari dakwah dan eksistensinya yang nyata dan rill di masyarakat. lembaga. maka dakwah akan bergerak bersamanya. Dakwah akan mendidiknya agar melakukan gerakan sosial di masyarakat. atau perjuangan konstitusi (sebagaimana namanya yang diberikan Imam Syahid). legalitas pemerintah atau anugerah dari orang lain. mewarnai mereka dengan perkataan dan perbuatan.hal itu dilakukan sesuai dengan kondisi dan peluang yang memungkinkan bagi dakwah dan aktivis dakwah. dakwah meminta bantuan dan memanfaatkan orangorang ikhlas dari anggota masyarakat dan para simpatisan. Jamaah ini. Sesungguhnya dakwah akan menghadapi kendalan dan tantangan ini dengan penuh kesabaran dan kebijakan.

lembaga-lembaga dewan pengawasan. Berakivitas di lembaga-lembaga dan yayasan yang ada di masyarakat. (DPR). hal. aktivitas-aktivitas dan di yayasan-yayasan sebagai anggota kemasyarakatan. asosiasi. dan tidak mesti harus menggunakan label nama Ikhwanul Muslimin. masuk kedalamnya dan menyebarkan tokoh-tokoh dakwah dalam berbagai aspek. perhimpunan. mencari pendukung. perwakilan rakyat lembaga-lembaga • 277 Sifat dan Karakteristik Amal bersama masyarakat Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna. politik. Maka boleh saja dakwah itu berupa sekolah-sekolah al Anshor. karena kami tidak bertujuan selain untuk perbaikan diri dan menghaluskan jiwa. “Tidak menjadi sebuah kemestian sebuah gerakan dakwah dinamakan dengan Jam’iyyah Ikhwanul Muslimin. Karena bisa jadi ia menggunakan nama-nama dan label yang beraneka ragam sesuai dengan karakter undang-undang dan kegiatan yang berlaku. atau club-club perkenalan. dll. dengan tetap menjunjung tinggi undang-undang dan konstitusi yang berlaku di masyarakat. 152 278 . Lalu dilakukan usaha penyampaian dakwah dan manhajmanhaj perbaikan ke segenap lembaga dan yayasanyayasan tersebut. Imam Syahid menegaskan hal ini dengan mengatakan. baik di bidang ekonomi.”277 3. ma’ahid-ma’ahid (pondokpondok) Hurra. sosial. pendidikan.kebaikan yang beraneka ragam pula. partisipasi politik dalam pemilu. Sebagai contoh. profesi. dll. eksekutif.

betapa kami mencintai dapat memberikan pengorbanan untuk kemuliaan mereka jika hal itu dibutuhkan. Sebagaimana perkataan Imam Syahid.Aktivitas umum dalam dakwah bersama masyarakat memiliki sifat dan karakteristik sendiri. Ruh mencintai mayarakat dan menginginkan kebaikan untuk mereka: Hendaknya ruh itu benar-benar yang mendominasi dan mendorong dalam setiap aktivitas dakwah terhadap masyarakat. Sungguh sangat luarbiasa bagi kami menyaksikan apa yang dialami oleh kaum kami. Untuk itu kami berbuat untuk manusia di jalan Allah.” Kami tidak meninggikan diri di atas masyarakat atau membanggakan diri lebih tinggi derajatnya di atas mereka. atau meremehkan mereka –kami berlindung kepada Allah dari hal itu-. Hal itu mencakup: 1. Kami serukanlah kepada kaum kami. kami justru bangga dengan dakwah Islam. “Mereka melempar kami dengan batu..” Sikap kami terhadap masyarakat adalah seperti yang digambarkan oleh Imam Syahid. maka kami akan melempar mereka dengan buah.” Hal ini tiada lain adalah karena kepekaan yang telah meluluhkan dan menguasai seluruh perasaan kami. lalu kemudian kami menyerah kepada kehinaan atau merelakan kesia-siaan. yang senantiasa dijaga oleh dakwah dan diajarkan kepada kader-kadernya. bukan untuk orang lain. “Bahwa sesungguhnya kami adalah untuk kalian. bahwa mereka sangat kami cintai lebih dari diri kami sendiri. dan kami tidak akan pernah menjadi musuh kalian sampai kapanpun. “Kami berharap agar kaum kami mengetahui. dan berharap agar 279 .

Kemaren. di toko-toko. agar undang-undang dan konstitusi tersebut sesuai dengan prinsip dan syariat Islam. Maka adalah wajib bagi para pengemban misi dakwah ini untuk (juga) menguasai semua sarana tersebut agar dakwah mereka membuahkan hasil yang memuaskan. namun dengan tetap menyampaikan aspirasi kami untuk perbaikan dan perubahan. panggung teater. Koran. serta mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. yakni dengan untuk memanfaatkan hadapannya. pertemuan. baik pria maupun wanita. propaganda disebarkan melalui khutbah. Menghadapi Rintangan dan tekanan dengan perjuangan konstitusi: Kami menghormati undang-undang dan konstitusi yang berlaku di masyarakat. Sarana-sarana itu telah berhasil semua jalan menuju akal dan hati khalayak. di rumah-rumah. “Sarana-sarana propaganda saat inipun berbeda dengan sebelumnya. film. Baik Memanfaatkan segala sarana yang ada: secara individual maupun dan kolektif. atau surat menyurat. di pabrik-pabrik. 2. hal. kami tidak akan melakukan upaya-upaya pemberontakan atau kudeta.seluruh anggota masyarakat ikut bersama kami. bahkan di sawah-sawah mereka. begitupula dengan undang-undang yang menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah atau yang 278 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). tidak justru membenturkan atau kaku di 3.”278 undang-undang memanfaatkannya kemaslahatan dakwah. Bahkan kami sangat menentang upaya-upaya pelecehan terhadap penerapan undang-undang. Tapi sekarang seruan atau propaganda kepada isme-isme itu disebarkan melalui penerbitan majalah. 22 280 . radio. dan media-media lain yang beragam. Imam Syahid berkata.

Eksistensi dan Legalitas Jamaah adalah dari Allah Jamaah ini mendapatkan eksistenssi dan legalitas bukan dari keputusan lembaga.secara jelas bertentangan dengan syariat Islam. serta dengan tabiat seluruh perangkat konstitusi. kehendak pemerintah atau penguasa. jamaah melakukan kegiatan dan dan berbaur dengan anggota dakwah masyarakat. “Menyebarkan dakwah dengan pelbagai sarana publikasi hingga dakwah dipahami oleh khalayak. dengan demikian ia telah mendapatkan legalitas rill di tengah masyarakat. kami akan menghadapi upaya-upaya penyempitan dan tekanan terhadap dakwah dengan tetap teguh dan melakukan perlawanan konstitusi dan berpegang teguh terhadap hak-hak kami secara konstitusional. menyebarkan tokoh-tokoh kemudian masyarakat berkumpul di sekitar dakwah dan memperjuangkannya. kami akan menyerukan perbaikan dan berkomitmen terhadap konsep dakwah yang memperjuangkan hak. hal. dari dakwah dan dari kebenaran yang diyakini dan dianutnya. maka kami akan menghadapinya. “Hukum dan pemerintah yang berkuasa yang memerangi dakwah berupaya untuk melenyapkan nama jamaah ini beserta tokoh-tokoh sosial dan politiknya. kemudian melalukan perjuangan konstitusi agar suara dakwah menembus ruang-ruang birokrasi dan menarik simpati pemerintah eksekutif. 212 281 . pelayanan 279 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Kemudian melakukan penyaringan anasir-anasir yang baik untuk menjadi tonggak penopang yang kuat terhadap fikrah perbaikan ini.”279 4. namun ia berasal dari Tuhannya. Imam Syahid berkata. Dalam aspek kerja-kerja untuk perbaikan. lalu memperjuangkannya dengan akidah dan keimanan. karena keterikatan nama jamaah dan para tokoh-tokohnya dengan kontribusi dan pengorbanan. di sana.

280 281 Risalah: Wudhuh Ru'yah. segala upaya maka kita menolak tuduhan segala bentuk upaya pendeskreditan jamaah yang diusung oleh organisasi pers dan melemparkan terhadap aktivis-aktivis jamaah. hal. terhadap qiyadah dan selalu siap berkorban dan berkontribusi. dan kembali harus menyodorkan ide-ide segar dalam setiap problematika yang bergulir dengan cara yang diterima oleh masyarakat. maka kita akan dan senantiasa eksis dalam kehidupan umat dan tidak akan pudar. serta melancarkan syubhat terhadap mereka. kelembutan terhadap manusia dan menolak kekerasan. 22 Ibid 282 . keadilan. namun pada saat yang sama ia juga tidak pernah kompromi terhadap prinsip-prinsipnya atau berhenti melakukan aktivitas dan proyek-proyek perbaikan serta upaya penyadaran dan tarbiyah terhadap masyarakat.”280 Kita harus melanjutkan langkah perjuangan kita untuk berdakwah kepada Allah meskipun dengan pelbagai tekanan. Mustafa Masyhur. ia akan bersabar dan memikul apa saja yang akan ia temui untuk melaksanakan hal itu. selama shaf dakwah ini senantiasa gilirannya dukungan menjaga secara keteguhan komitmennya tumbuh kita. Dengan legalitas rill ini serta dengan interaksi aktif dengan elemen masyarakat. Kita harus menciptakan metode baru agar dapat menyampaikan dakwah kepada kaum kita. Ia tidak konfrontatif dan tidak dikonfrontasi.”281 Jamaah ini tidak pernah berupaya melakukan konfrontasi. Dan pada perlahan-lahan akan pemahaman dan terhadap fikrah kita dan kelembutan dengan gerakan kita.umum. serta terhadap akivitas-akitivitas menyokong membela jika kita disakiti. kesucian dan kepekaan terhadap kebaikan. Ust.” Dengan demikian. kebersihan.

hal ini tiada lain hanya akan menimbulkan implikasi buruk yang lebih besar dibanding manfaatnya. jauh keras kepada mereka sebelum melakukannya. Menolak Cara kekerasan. sampailah kita pada maksud yang kita inginkan.5. terorisme. Imam Syahid justru melihat bahwa untuk menyikapi hal ini dibutuhkan cara-cara hikmah dan kondisi yang tepat serta dengan menggunakan sarana-sarana konstitusi untuk melakukan pressure. Haruslah dipilih waktu yang tepat untuk itu dengan menempuh cara yang sebijak mungkin. Tentang penggunaan kekuatan dan melakukan tindak kekerasan di jalan-jalan dengan slogan amar ma’ruf nahi munkar. dengan organisasi atau musuh-musuh yang lain. terorisme. Jamaah lebih memilih menahan perlakuan zalim dan menyerahkan urusan kepada Allah. Karena. pemaksaan dan kebencian: Jamaah menolak cara-cara kekerasan. serta menolak perlakukan tersebut dengan sarana-sarana yang baik. seperti menghancurkan kedai-kedai minuman keras. dengan tetap berusaha mencari penyebab munculnya kerusakan ini. Dengan demikian. maka Imam Syahid menolak cara-cara yang tidak menggunakan fiqh syar’I dan pandangan terhadap realitas masyarakat. Memang dalam hal 283 . sesungguhnya pemerintahlah yang telah menyengsarakan bangsanya dalam hal ini. serta berupaya untuk menyembuhkannya. Oleh karena itu kami yakin bahwa tindakan menentang arus (menghancurkan kedai-kedai minuman) seperti ini belum saatnya. Imam Syahid berkata. “Bisa dimaklumi bahwa tidak ada satu pun orang yang punya kepedulian di Mesir ini ingin melihat ada kedai minuman keras di sini. sehingga dalam pelaksanaannya dapat menekan bahaya yang seringan-ringannya. pemaksaan dan kebencian. baik kepada pemerintah yang sedang berkuasa. Ikhwan sendiri –sebagai salah satu bentuk kepedulianpemerintah telah tentang memberikan masalah peringatan ini.

6. Hal ini dilakukan setelah membangkitkan keimanan di hatinya. dan terangilah kecemerlangan akal pikiran dengan gelora perasaan yang mengharu biru penuh semangat. Ikhwan justru lebih memilih menggunakan cara-cara untuk ‘memuaskan’ hingga masyarakat umum memahami dan mendukungnya dengan akidah dan keimanan. kebijakan dan nasehat. “Kekanglah gejolak perasaan dengan pandangan dan pemikiran yang jernih. 149 Ibid. Hal. Yakni 282 283 284 285 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). hal. 127 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). dan upaya-upaya pemberian aspek-asppek kebaikan dan kebajikan. hal. 240 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. tarbiyah Islam. “Sarana untuk mewujudkan cita-cita ini bukanlah harta dan bukan pula kekuatan fisik. Dakwah yang haq akan mengarahkan pembicaraan kepada ruh. Menggunakan manhaj amal implementatif Masyarakat sangat membutuhkan kepada yang membimbing tangannya. 84 284 . memperbaiki kerusakan dan dekadensi. ketegaran. hal. dan hal ini membutuhkan manhaj amal implementatif.ini pandangan pemerintah harus mengarah kepada kewajiban Islaminya. dan membuka tabir-tabir penutup jiwa.282 Ikhwan mengontrol semangat dan menimbang gejolak perasaan dengan kejernihan pikiran.”283 Imam Syahid berkata. menyeru kepada hati. “Mereka melakukan hal ini dengan penuh kesabaran.”285 Ikhwan sangat menghindari penggunaan tindak kekerasan dan paksaan dalam mengajak masyarakat untuk melaksanakan prinsipprinsip Islam dan menanamkan nilai-nilai akhlaknya. mengoptimalkan keterikatan jiwanya dengan Al Quran dan penyandarannya kepada Allah.”284 Beliau juga berkata.

7. Jama’ah riyadhiyah. “Dakwah salafiyah. Syarikah Iqtishadiyah. warna atau kelompok tertentu. Rabithah ‘Ilmiyah tsaqafiyah. namun ia mencakup semua kalangan dengan pemahaman Islamnya yang paripurna. Fikrah ijtima’iyah. kita bahkan harus membangkitkan keimanan dan menguatkan keinginan mereka. Ia Menghimpun seluruh makna perbaikan Karena landasannya adalah pemahaman Islam yang komprehensif. yang tidak terbatas pada aspek tertentu tanpa aspek yang lain. Ini adalah tantangan di segala komunitas masyarakat. Universalitas Dakwah Ikhwan Imam Syahid berkata.”288 9. 286 287 288 Ia tidak terbatas pada aspek aktivitas umum Risalah: Dakwah Kami (Dakwah Kami). kelompok dan lembaga-lembaganya. 356 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). ia mengarah pada orisinalitas agama dan kedalamannya.”286 Ia adalah dakwah yang tidak terbatas pada pandangan-pandangan parsial. karakteristik dan pengikut yang khas. Hakikat sufiyah.dengan berjuang bersama masyarakat menghadapi problematika dan krisis.”287 8. takaful dan ta’awun. hal. hal. yang tidak dinisbahkan kepada kelompok tertentu dan tidak condong pada adat apapun di masyarakat dengan warna yang khas. ia bahkan tidak terbatas pada satu kawasan saja tanpa kawasan yang lain. hai’ah siyasiyah. 122 285 . 25 Risalah: Ta’alim (Risalah Ta'alim). memberikan mereka apa saja yang bisa kita berikan berupa kebaikan dan pelayanan umum. “Dakwah Ikhwanul Muslimin adalah dakwah umum. Ia adalah. hal. serta mengikat mereka kepada Islam dengan ikatan yang mulia. menyebarluaskan contoh-contok kebaikan. dan hendaknya kita tidak berhenti sampai di situ saja. yang ditetapkan dalam 20 rukun prinsip pemahaman. thariqah suniyah.

Pembentukan yang cermat 3.Amal yang berkesinambungan “Maka yakilah terhadap fikrah kalian dan berkumpullah 289 di sekelilingnya. “Namun sekali-kali tidak wahai Ikhwan. dan perubahan yang dikehendaki Ikhwan adalah perubahan secar total dan integral.” Namun hal ini membutuhkan: 1.” Setelah menyebutkan beberapa bentuk dan aspek kebaikan dan aktivitas sosial yang dilakukan oleh Ikhwan.205 286 . tujuan luhur. Tujuan dakwah ini lebih luas dari itu semua.290 289 290 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). semuanya tidak akan memberikan manfaat apapun dan tidak akan mewujudkan tujuan apapun serta tidak akan mengantarkan da’i kepada target yang diharapkan. sebenarnya hal ini bukan segalanya yang kita inginkan. bekerjalah untuknya dan teguhlah. hal.” Tujuan asasi.108 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). seluruh kekuatan umat bersinergi bahu membahu. atau hanya melakukan perbaikan parsial di masyarakat. hal. Imam Syahid berkata. bersatu patu untuk menghadapi dan mengadakan perubahan dan reformasi. manhaj-manhaj ishlah dalam berbagai membentuk pusat-pusat kegiatan keimanan dan tidak membatasi dakwah umum hanya melalui khutbah dan ceramah-ceramah. Imam Syahid berkata. seminar.Dakwah justru berupaya mengumpulkan hati-hati manusia kepada Al Quran dan aspek mengedepankan kehidupan. “Sesungguhnya khutbah dan perkataan.Iman Yang mendalam 2. identifikasi penyakit dan obatnya. yang kita inginkan adalah keridhaan Allah. tulisan dan pelajaran.

tentang peradilan dan hukum. nurani yang peka. ruh yang hidup. terlebih dahulu kami akan berbicara tentang hati yang hidup. “Wahai manusia. hal 129 293 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). jiwa yang tanggap. serta aturan-aturan dalam muamalah. yakni dengan cara mengeluarkan dari umat yang mati. namun bangunlah untuk mereka istanaistana akidah yang mulia. 149 Dari buku: Dr. Imam Syahid berkata. Menghidupkan rasa optimis di tengah masyarakat. maka jangan kalian hancurkan gubuk-gubuk mereka. yang melakukan pembangunan sebelum kehancuran: “Ikhwan tidak suka mencampur adukkan antara pembangunan dan upaya penghancuran.”293 Beliau juga berkata. dan iman yang dalam. yakni menghilangkan rasa persimis dan putus asa. setelah membangkitkan keimanan mereka: Ini merupakan hal yang mendasar dalam sarana melakukan aktivitas sosial. 277 287 . sebelum kami berbicara kepada kalian tentang shalat. “Sesungguhnya manusia hidup dalam gubuk-gubuk akidah yang lusuh. semangat. Menggunakan Metode Perbaikan yang positif. cita-cita dan tekad. suatu umat yang semuanya adalah kehidupan. kemudian membangkitkan keimanan dan rasa optimis. hal. “Umat yang bangkit membutuhkan rasa optimis yang tinggi dan luas.”291 Imam Syahid juga berkata. Ikhwanul Muslimin adalah Gerakan Islam Terbesar.”292 11. Al Quran memerintahkan umatumatnya agar memiliki perasaan ini. 291 292 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Taufik Wa’I.10. maka mereka pasti akan meninggalkan gubuk-gubuk tersebut dan pindah ke istana-istana yang kalian bangun. dan puasa. tentang tradisi dan ibadah. hal.

ia selalu memelihara setiap yang memiliki kemampuan.205 288 . Bangga dalam memeluk agama Islam 3. 179 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). dan pimpinlah umat menuju kebaikan. hal. 294 295 296 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Jamaah dengan manhaj perbaikannya bukan sebagai pengganti masyarakat: Jamaah justru bersinergi dan bekerjasama dengan segenap kekuatan yang mengupayakan perbaikan. Apakah kalian sudah beriman?294 12.”295 “Perubahan yang dikehendaki Ikhwan adalah perubahan secara total dan integral. agar lahir dari mereka sebuah bangsa yang muslim. “Kami akan mentarbiyah bangsa kami. Yakin akan datangnya dukungan dan pertolongan Allah. 235 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). hal. seluruh kekuatan umat bersinergi bahu membahu. konsentrasilah pada dakwah kalian.Semua itu bisa terwujud dengan ketiga rukun ini: 1. “Kita saling tolong menolong dalam hal-hal yang kita sepakati. Imam Syahid berkata. dan kami akan menjadi bagian dari bangsa muslim itu. dan saling memahami dalam hal yang kita perselisihkan. Iman dengan keagungan risalah Islam 2. hal. bersatu padu menghadapi dan mengadakan perubahan dan reformasi. Dakwah dan jamaah melakukan aktivitas penyadaran dalam masyarakat dan bekerjasama dengan segenap kelompok-kelompok yang ikhlas.296 Perbaikilah diri kalian.” Jamaah juga tidak mengklaim bahwa upaya perbaikan hanya miliknya sendiri atau membatasi kebaikan pada dirinya sendiri. mengarahkan dan menunjukkan mereka kepada kebaikan.

Murni dan ikhlas karena Allah dalam berdakwah dan bekerja Ia harus murni dari nafsu dan ambisi Pribadi. dan jauh dari egoisme. bersih dari kepentingan dunia. karena kami membutuhkan kekuatan dan kesungguhan yang mereka gunakan untuk permusuhan. “Bahwa dakwah (Ikhwanul Muslimin) membawa misi dakwah yang bersih dan suci. ghurur (terpedaya). dan mengembalikan seluruh urusan kepada Allah semata. sesungguhnya kami terbebas dari ambisiambisi pribadi.”297 Kesadaran itulah yang membuat dada mereka lebih lapang dalam menghadapi orang-orang yang menyelisihi mereka. serta senantiasa berusaha menemukan kebenaran.”299 “Segala puji bagi Allah.27 Ibid. dan bersih dari hawa nafsu.13. kemudian membawa masyarakat kepada kebenaran itu dengan cara yang baik dan sikap yang lemah lembut. hal. “Kami tidak menyerang mereka. 215 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). Ikhwanul Muslimin membolehkan adanya perbedaan dan membenci sikap fanatisme terhadap pendapat sendiri. terbebas dari ujub. Imam Syahid berkata. 13 289 .298 14. hal. kami tidak menginginkan 297 298 299 Ibid. bersih dari ambisi Pribadi. serta cara-cara politik (golongan) dalam dan tidak memasuki wilayah konflik perseteruan dengan kelompok yang lain: Imam Syahid berkata. Menghindari bekerja. hal.

apapun selain keridaan Allah dan kebaikan untuk manusia. hal.S Al Hujurat: 17) 15. Bangga dengan dengan dakwah dan mendeklarasikannya di tengah segenap kekuatan dan kejelasan menjamurnya kelompok-kelompok dakwah: 300 Risalah Pergerakan. Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari in)i. dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar.”300 Dakwah Ikhwanul Muslimin adalah dakwah yang putih. hal. yang menyukai perkumpulan dan membenci penyimpangan. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa Telah memberi nikmat kepadaku dengan keIslamanmu. 109 301 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami)." (Q. dan kami tidak bekerja kecuali untuk mendapatkan rida Allah Swt. ia selalu bersama kebenaran dimanapun berada. maka kami sama sekali tidak menganggap itu keutamaan diri kami.                           :Artinya “Mereka merasa Telah memberi nikmat kepadamu dengan keIslaman mereka. suci dan murni. 25 290 . Sebenarnya Allah. yang tidak terwarnai (dengan warna lain). Kami hanya percaya kepada firman Allah Swt.”301 “Andaikan yang kami lakukan ini adalah sebuah keutamaan.

edisi 16 Januari 1951 M. maka kalian berkewajiban untuk mendeklarasikan hakikat (kebenaran dakwah) dengan jelas.” • Mempersiapkan masyarakat: kader dakwah untuk bersinergi dengan Dakwah mempersiapkan kader-kadernya melalui tarbiyah. Dan sekarang. latihan dan pemahaman yang benar. lalu pada kebutuhan dunia padanya. kita harus mengajak kepada manhaj kita yang Islami dengan penuh kekuatan. untuk bersinergi dengan masyarakat dan memberikan perlayanan umum untuk manusia. Karena personal kader-kader tarbiyah merupakan titik tolak untuk melakukan aktivitas sosial dan dakwah. dan itu merupakan bagian mendasar dalam dakwah dan tarbiyahnya. diterbitkan oleh Majalah Al Mabahits. Ia dipersiapkan agar memenuhi hal-hal berikut: 302 Bagian terakhir dari risalah yang ditulis oleh Imam Syahid untuk Ikhwanul Muslimin. masing-masing kader dalam barisan (dakwah) tetap diminta untuk memberikan kontribusinya. sesuai kondisi dan persiapan mereka secara personal.Imam Syahid berkata. target dan mainstream dakwah hingga diperkenalkan dengan kondisi rill di lapangan dan kendala-kendalanya. kapan 302 saja ia berkenan menunjukkan kehendak dan kekuatannya. di tangan kalian ada botol obat penawar yang berasal dari wahyu langit. lalu pada hati orangorang yang meyakininya. 291 . berada pada posisi saling tarik-menarik antara Komunis Rusia dan Demokrasi Amerika. Dengan segenap perbedaan jenjang dan kualitas masing-masing kader tarbiyah. kita tidak perlu takut karena kita tidak memiliki negara atau kekuatan. ia merasakan kegoncangan dan kebingungan serta tak satupun dari dua jalan itu yang dapat mengantarkannya kepada ketenangan dan keselamatan. dari penguasaan dan pemahaman terhadap tujuan-tujuan dakwah. maka ia harus dipersiapkan dan terus menerus dibina. “Sesungguh dunia sekarang ini. kemudian pada pertolongan Allah. karena sesungguhnya kekuatan dakwah terletak pada dakwah itu sendiri.

baik muamalahnya. Imam Syahid berkata. adil. Peka terhadap persoalan-persoalan Islam. menjauhkan diri dari ghibah dan namimah. tidak berpegang kepada persangkaan. benar membuat keputusan perkara. yang terlatih untuk memberikan layanan umum. amanah. toleran dan lembut terhadap sesama. dermawan. ia 303 diharuskan menyucikan jiwa. tidak melupakan jasa baik karena permusuhan. tidak membuat gaduh atau keributan. menjadi teladan dalam muamalah maliyah (masalah keuangan) dan sosial. 5. Memiliki sikap positif dalam harakah (dakwah) Memiliki semangat yang tinggi dan aktivitas yang luas. meluruskan tingkah laku. itqon (professional) dalam pekerjaan dan aktivitasnya.303 7. Mengetahui dan mengenal secara jelas dan sadar terhadap peran sosialnya di masyarakat. mengasihi yang muda dan menghormati yang tua. 4. tegar dan tabah menghadapi tekanan dan aksi teror. melepaskan diri dari ambisi. 3. “Ketika seorang akh bergabung dengan Ikhwan. Cepat dan tanggap dalam memberikan perlayanan umum dan proyek-proyek kebaikan kepada masyarakat. 6. Memiliki rasa cinta dan kepekaan terhadap masyarakat dan seluruh civitasnya. dan tahu bagaimana bermuamalah dan bekerjasama dengan mereka.1. 2. jujur dalam janji dan ucapan. berlapang dada terhadap orang-orang yang berbeda dengannya. mengatakan yang benar walaupun terhadap diri sendiri atau orang yang paling dekatnya walaupun kebenaran itu pahit. tidak melupakan kebaikan dengan kemarahannya. yaitu: Menjaga lisan. beradab dan berakhlak Islami. dan itu merupakan bagian dari dakwahnya. nafsu dan makna-makna ujub dan takabbur. diantara kewajiban Aktivis 292 . yang kemudian dapat mencerna dan memberikan keputusan terhadap persoalan tersebut dengan muatan-muatan dakwah.

”306 “Saya pun berbicara kepada kepada mereka yang malas agar segera bangkit dan bergerak.”304 “Telah tiba waktunya. dan menentukan arahnya. dakwah hidayah. Kesempatan-kesempatan itu akan terbuka untuk sebuah kerja besar.”305 Beliau juga mengatakan. dakwah keberuntungan. serta menjaga batas-batas perintah dan larangan Allah dan Rasul-Nya.205 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). dan kedamaian untuk membebaskan manusia dari semua penderitaan. teman sejawat. jiwa dan raganya untuk jihad dan perjuangan panjang di masa yang akan datang. karena jihad tidak mungkin dilakukan dengan santai. masa akan mengeluarkan saripatinya yang banyak dari peristiwa-peristiwa yang dialaminya. Dunia akan menanti dakwah kalian. kemudian bekerja untuk arah yang ditujunya agar sampai pada tujuannya. Kemudian ia dituntut untuk menyebarkan ruh (semangat) ini kepada keluarga. benar. hal. 304 305 306 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Sekaranglah giliran kalian untuk memimpin umat dan membimbing bangsa. hal. dan masyarakatnya. kerabat. Seorang akh belumlah dikatakan sebagai seorang muslim yang benar hingga ia menerapkan hukum dan akhlak Islam pada dirinya. 15 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) 293 .”               :Artinya “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami. “Sesungguhnya.mempersiapkan akal.benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. seorang muslim harus mengetahui tujuannya.

undang-undang dan lain-lain. yang mulai dari dirinya sendiri kemudian menyebar dan memberikan pengaruh di lingkungan sosialnya. adat. dan distrik). yang dalam pembentukannya mencakup: rumah tangga. baik ekonomi. poros-poros dan tujuan amal bersama masyarakat.dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. baik dalam skala individu. politik. Memperhatikan rumah tangga sebagai basis dasar dalam membina masyarakat308: 307 308 Ibid Untuk Menambah keterangan. (Q. yang tujuan-tujuan antara lain: 1. rujuk kembali ke Bab V. opini umum. institusi (negeri. kota-kota. resmi dan tanfidziyah (eksekutif pemerintah)) di seluruh jenjangnya serta seluruh unsur-unsur yang mempengaruhinya. komunitas (perkampungan. atau masyarakat. rumah tangga. pers.S Al Ankabut: 69)307 Bab VII Tujuan dan Aspek Amal Bersama Keluarga dan Masyarakat Tujuan dan Aspek Amal Bersama Keluarga dan Masyarakat • Poros-poros dan Tujuan Amal Bersama Masyarakat Kami akan menyampaikan secara ringkas –dari Risalah-risalah Imam Syahid dan pengarahan-pengarahannya-. 294 . Pembentukan Keluarga Muslim. Hal ini kemudian menjadikan shaf Ikhwan termasuk bagian dari masyarakat.

telah mereka mulai dari diri mereka sendiri. serta menjaga nilai-nilai Islam dalam setiap aktivitas dan kesibukan rumah tangga. kerabat dekat dan teman-teman mereka. hal. “Kami menginginkan kebangkitan laki-laki dan perempuan secara bersama-sama. peran wanita dan hak-haknya: 309 310 311 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). Imam Syahid berkata. hal.”309 Titik permulaannya adalah: a. Keluarga-keluarga dakwah dan pendukungnya.Imam Syahid berkata. kemudian kepada keluarga. 94 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). baik pikiran maupun akidahnya. mendapatkan dukungan terhadap fikrah-fikrah Islam dan dakwah. membimbing mereka dengan prinsip-prinsip Islam. Memberikan pengaruh di keluarga-keluarga yang ada di masyarakat dengan pelbagai sarana untuk menyemarakkan fenomena kehidupan Islam. hal. 84 295 . dan membina generasinya dengan nilai-nilai Islam. mempersiapkan mereka untuk membina rumah tangga muslim.”310 b. C. “Aktivitas amar ma’ruf dan nahi munkar. rumah-rumah mereka. kerabat dekat. dimana ia mampu mengajak keluarganya untuk menghargai fikrahnya. “Kami meninginkan rumah tangga muslim. baik akhlak maupun nuraninya. dalam aktivitas dan prilakunya. penuhperhitungan. dengan hikmah dan nasehat-nasehat kebaikan. menyebarkan nilai-nilai Islam di tengan-tengah mereka. 101 Risalah: P Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. mengumumkan adanya takaful dan emansipasi serta menetapkan tugas masing-masing secara rinci. mendidik anak-anak dan pembantunya dengan didikan yang baik. Mereka menyampaikan hal itu dengan penuh kesabaran. Memberikan perhatian terhadap lapangan usia yang berbedabeda. Kemudian lokasi dakwah meluas ke anggota keluarga. yang dimulai dengan memilih suami atau istri yang baik.”311 2.

“Untuk itu.”313 Beliau juga berkata. mengumumkan adanya takaful dan emansipasi serta menetapkan tugas masing-masing secara rinci. 94 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). permainan dan gurauan. Seperti. dengan mengatakan. dan lain-lain. mesjid. hati-hati yang lengah. 177 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). terutama dari Universitas Al Azhar. mengikat mereka dengan ajaran Islam dan mendidik mereka dengan pendidikan yang benar. laki-laki maupun wanita. Adapun mereka yang dilanda kelalaian dan kebingungan. serta mengarahkannya untuk perbaikan. hal.”314 3. Imam Syahid juga memberikan perhatian yang sama terhadap kaum wanita.15 296 . dimana seorang muslim harus mengetahui tujuannya.”315 312 313 314 315 Lihat Risalah Pergerakan. club-cluc. hal. lembaga. yaitu dengan melengkapinya dengan sarana-sarana dan penjelasan terhadap ajaran Islam. mahasiswa. Kami juga memperhatikan anak-anak sebagaimana perhatian kami kepada pemuda. serta memberikan perhatian dan peran yang istimewa terhadap para pemuda312. Kepada Para Pemuda Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). maka bukan termasuk jalan orang-orang mukmin. “Kami menginginkan kebangkitan laki-laki dan perempuan secara bersama-sama. Optimalisasi Organisasi dan Para Aktivis Dakwah Untuk Kepentingan Agama Islam: Baik dari dalam shaf dakwah maupun dari luar shaf. khutbah. berkoordinasi dan bekerjasama. dan hendaknya ia berupaya untuk mewujudkan target-targetnya tersebut hingga ia sampai kepada tujuan yang diinginkan.Baik perhatian kepada remaja. “Telah tiba waktunya. dan menentukan targetnya. kami juga memperhatikan kaum wanita sebagaimana perhatian kami kepada kaum pria. hal.

Quran.dengan ayat-ayatnya. memperkuat keimanan dan melakukan tarbiyah secara bertahap.”316 “Ketauhilah bahwa Ikhwanul Muslimin berupaya dengan sungguh- sungguh untuk mengembalikan mereka kepada kitabullah. memperbanyak membacanya (tilawah).”317 “Dan kalian meyakini bahwa kewajiban muslim yang haq adalah berjuang untuk Islam sehingga menguasai kehidupan masyarakat seutuhnya.4. meminta kepada manusia untuk menerapkan hukum-hukumnya.86 Ibid Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). beribadah dengan membacanya. yang merupakan semuliamulia tujuan seorang muslim dalam hidupnya. Menjadikannya sebagai sumber hukum-hukum agama dan syariat. hal.”318 316 317 318 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. hal. dan menjelaskan keagungan dan mukjizatnya serta berinteraksi dengannya. yang harus dipetik nilai-nilainya dan diterapkan dalam realitas kehidupan. Memberikan pengarahan kepada masyarakat. yaitu: Pertama. dan menyeru mereka bersama-sama untuk mewujudkan tujuan ini. Menjadikannya sebagai dasar undang-undang di dunia. dengan langkah-langkah berikut: a. mengambil cahayanya –dalam memahami kata-kata para pemimpin umat. Imam Syahid berkata. Membangkitkan keimanan di dalam hati manusia terhadap Al Yang sangat urgen adalah mengenalkan Al Quran kepada masyarakat. Kedua. 237 297 . dan mendekatkan diri kepada Allah dengan Al Quran. mereka beribadah dengan tilawahnya. “Saya berkeyakinan bahwa tujuan paling penting dari diturunkannya Al Quran yang wajib ditunaikan oleh umat Islam ada tiga perkara. Ketiga.

adalah sunnah yang disyariatkan dengan cara-cara memohon dengat 319 320 321 yang diajarkan Rasulullah (baik Saw. dan semisalnya. Memperkuat akhlak.. baik berupa penambahan maupun pengurangan.”321 d. memperkuat akhlak. penyingkapan perkara ghaib. dan kemungkaran dengan bijak dan penuh hikmah. adalah kemungkaran yang harus diperangi. ramalan. mengusapnya (untuk Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). yang tidak justru menimbulkan bid’ah yang lain yang lebih parah. guna-guna. diantaranya: “Jimat.”319 “Dengan tetap mengedepankan kesabaran. Melakukan amar ma’ruf nahi munkar. mantra. pemenuhan satir. memerangi kehinaan. akan tetapi meminta dari pertolongan kepada penghuni kubur siapun mereka. membangun kuburnya. pembaharuan jiwa.” “Setiap bid’ah yang dalam agama Allah yang tidak ada pijakannya tetapi dianggap baik oleh hawa nafsu manusia. dan menumbuhkan keberanian yang sesungguhnya. perhitungan.B. kebijaksanaan dan nasehat. “Maka tujuan pertama yang digariskan oleh Ikhwanul Muslimin adalah tarbiyah shahihah. Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? Ibid 298 . perdukunan. kecuali mantra dari ayat Al Quran atau ada riwayat dari Rasulullah Saw. hajat dari jarak dekat maupun kejauhan). “Kita mengajak manusia untuk menerapkan hal itu dengan cara-cara yang lembut dan penuh cinta. berdoa kepadanya.”320 c. adalah kesesatan yang wajib diperangi dan dihancurkan dengan menggunakan cara yang terbaik. menutupinya memberikan penerangan. serta berupaya untuk mengamalkan sunnah Rasulullah Saw. Menghidupkan Adat-adat Islami dan menghilangkan adat-adat asing dalam setiap aspek kehidupan.” “Ziarah kubur –kubur siapapun. bernadzar untuknya.

235 299 . Yakin akan datangnya dukungan dan pertolongan Allah. Imam Syahid berkata. dan membangun jiwa yang hidup dan penuh vitalitas. dan bagaimana menuntut haknya: 322 323 324 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). dan segala sesuatu yang serupa dengannya adalaj bid’ah besar yang wajib diperangi. Risalah Wudhuh Ru'yah. 358 Al Ustadz Mushthafa Masyhur.”322 e. serta memperjuangkannya dengan penuh keyakinan dan keimanan. 16 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).”324 6. hal. demi menutup pintu fitnah yang lebih besar. merasakan keindahan dan keagungan Al Quran. bangga dalam memeluk agama Islam.”323 5. “Dengan Tiga spirit. di hati para sahabatnya.mendapatkan berkah). hal. spirit yang dihidupkan oleh pembawa pertama risalah dakwah ini. yang dengan hal itu ia memahami dakwah dan agamanya. Iman dengan keagungan risalah Islam. Membangkitkan Ruh Optimisme dan Keimanan serta Menguatkan Kepekaan: Harus ada upaya untuk membangkitkan ruh. hal. maka kepada spirit itu kami menyeru manusia. Menshibgahah kehidupan masyarakat dengan shibghah Islam “Kami berupaya untuk membina umat Islam dalam kondisi yang memudahkan mereka untuk benar-benar menjadi muslim. Juga janganlah mencari ta’wil (pembenaran) terhadap berbagai prilaku itu. bersumpah dengan selain Allah. yang merasa izzah dengan Islam. Nabi Muhammad Saw. Membina masyarakat untuk bersungguh-sungguh dan mengembangkan sikap positif. serta mengutamakan kemaslahatan umum dari kemaslahatan Pribadi.

Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. Dekadensi moral 2. “Mendirikan komunitas-komunitas kebaikan di tengah masyarakat dan yang komitmen terhadap ajaran-ajaran Islam sebagai manhaj kehidupan dan berupaya untuk menyebarkannya. hal. dan obat adalah satu kata yang menjadi solusinya. dan menshibghah masyarakat dengan shibghah Islam: Imam Syahid menyebutkan sisi penting dari penyakit yang diderita oleh masyarakat. 152 300 . Lari dari proses pengobatan 6. Upaya yang harus kita tempuh tidak lain adalah mengobati jiwa manusia dan meluruskan moral bangsa. Mengutamakan kepentingan Pribadi dari kepentingan umum 4. lalu masyarakat akan belajar bagaimana ia lebih mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan Pribadi. yang merupakan lawan dari sifat-sifat buruk ini. Takut menghadapi kenyataan 5.S Al Syams: 9-10)326 325 326 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). yang membutuhkan upaya perbaikan dan penyembuhan. Perpecahan –semoga Allah menghancurkannyaInilah penyakitnya. Kehilangan keteladanan tertinggi 3. hal. yakni: 1.           Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu.” 7.”325 Dan hendaknya kita berusaha. 137 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). yakni perbaikan jiwa. Meluruskan akhlak dan jiwa. (Q.“Maka akan datang waktu tersebar dan mendominasinya prinsipprinsip Ikhwan.

membangun sekolah. mengikis tindak criminal. dan mengurusnya. tenaga dan harta."328 Jamaah ini berkhidmat kepada masyarakat untuk memberikan pelayanan dan bantuan-bantuan sosial. menggalang sukarelawan. penyakit kemiskinan. sesuai dengan kemampuan dan kondisi yang memungkinkan. maupun sukarelawan untuk mendukung proyek-proyek semacam itu. rekruitmen peserta. Hal.8. hal.”327 Adapun tentang sarana yang membantu proyek ini adalah sebagaimana yang dikatakan Imam Syahid. Memberikan pelayakan dan kepada masyarakat dan memerangi usaha-usaha kebodohan. mengadakan peringatan-peringatan hari besar Islam yang terkait dengan kebesaran dan kemuliaannya. dan kemudian melakukan pengelolaan terhadap apa saja yang dibutuhkan oleh proyek-proyek yang ada. melakukan ishlah (perbaikan) terhadap hubungan social antara anggota masyarakat yang untuk keperluan itu tentunya menyita banyak waktu. "Seperti membangun membangun mesjid dan memakmurkannya. “Sasaran kalian adalah berbuat untuk membenahi kurikulum pendidikan dan pengajaran. 240 301 . Hal ini sebagaimana yang diisyaratkan oleh Imam Syahid. baik menyangkut masalah harta (pembiayaan). kebodohan dan memberantas penyakit. menjembatani hubungan antara orang-orang kaya yang alpa dengan orang-orang miskin yang membutuhkan uluran tangan mereka. serta memberikan bantuan pada saat musibah dan bencana: Imam Syahid berkata. dan meminta bantuan kepada para pakar di bidang-bidang masing-masing. dengan cara mengumpulkan 327 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). 108. dan membentuk masyarakat ideal yang loyal kepada syariat Islam. mendorong kebaikan dan kemaslahatan umum dalam pelbagai bentuk. lihat juga: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. kantor-kantor mendirikan lembaga-lembaga social dan membimbing serta memelihara kelangsungannya. memerangi kemiskinan. "Sarana-sarana yang digunakan Ikhwan dalam medan seperti ini adalah melakukan perngorganisasian. 152 328 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). hal.

mendamaikan orang-orang yang bermusuhan. balai pengobatan."330 Kemudian agar manusia tidak menganggap bahwa dakwah hanya terbatas untuk hal ini saja. Imam Syahid menambahkan. Jamaah ini juga mendirikan yayasan kemampuan dan kondisi yang ada. dan perubahan yang dikehendaki Ikhwan adalah perubahan secar total dan integral.331 yang bermanfaat. 205 Ibid Risalah: Wudhuh Ru'yah. serta antara terhadap ruh bangsaproblematika persatuan Islam. seluruh kekuatan umat bersinergi bahu membahu. “Namun sekali-kali tidak wahai Ikhwan. bersatu patu untuk menghadapi dan mengadakan perubahan dan reformasi. ma'had. seperti madrasah. dan mesjid-mesjid sesuai dengan 8. menghidupkan tolong-menolong bangsa Arab dan Islam dan melawan perpecahan dan penyimpangan: "Hingga kita bisa menanamkan kesadaran di setiap orang masyarakat Mesir tentang urgensi perubahan yang Islami. Hal. sebenarnya hal ini bukan segalanya yang kita inginkan. Tujuan asasi. Ustadz Musthafa Masyhur 302 . mengajarkan hukum-hukum agama kepada manusia. "Jamaah ini terdiri dari para akh yang menjadikan lembaga-lembaga sebagai tempat aktivitas mengajar orang-orang yang buta huruf. serta menyalurkan sedekah kepada orang-orang yang membutuhkan. yang kita inginkan adalah keridhaan Allah."329 Beliau juga berkata.shadaqah untuk dibagikan pada waktu-waktu tertentu dan ketika hari raya dan hari-hari besar lainnya. memberikan nasehat dan bimbingan. Menyadarkan umat dan anggota masyarakat tentang peran dan kewajiban umat dan mereka. tujuan luhur."332 329 330 331 332 Ibid Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI).

menjelaskan dakwah Al Quran dengan sejelasjelasnya dan menyampaikannya dengan cara yang baik dan sesuai dengan konteks kekinian (kontemporer). Membangkitkan kepekaan umat Islam serta kewajibannya terhadap saudara-saudaranya seagama. "Cukuplah rasa sakit ini ada di dalam penjelasan ini. terutama Palestina.Aspek ini mencakup hal-hal sebagai berikut: a. serta menolak syubhat dan kebatilan darinya. meski itu harus mereka bayar dengan jiwa dan harta mereka. kalian harus menjelaskannya kepada khalayak dan mengajarkan kepada mereka bahwa Islam tidak pernah rela sedikitpun jika sampai dikurangi dari pemeluknya kebebasan dan kemerdekaannya. Imam Syahid berkata. Memperbaharui pengaruh (Al Quran) yang luarbiasa terhadap jiwa. Namun. Menyadarkan umat terhadap kondisi umat Islam. Memulai dengan memperbaiki pemahaman kaum muslimin terhadap agama mereka. dan memberikan perhatian terhadap problematika yang menimpanya. "Seyogyanya kita harus senantiasa mengingat musibah-musibah ini dan membacanya di setiap pagi dan petang. ancaman dan konspirasi yang menyelimutinya. karena rangkaian (konspirasi) itu ternyata tidak akan pernah berakhir. hal. c. Mereka senantiasa siap jika harus memimpin dan mengumandangkan jihad."333 Beliau juga berkata.151 303 . dan melakukan gerakan-gerakan positif untuk menghadang konspirasi yang meliputinya. mengungkap keindahan dan kecantikan yang terdapat di dalamnya. serta terus menerus berupaya memberikan bantuan dan pertolongan terhadap negeri-negeri muslim yang tertindas. dan kalian tahu akan hal ini. sehingga remaja-remaja kita tumbuh dewasa dan mengetahui secara benar 333 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). serta menyampaikannnya kepada rekan-rekan dalam pelbagai pertemuan. isteri dan saudara-saudara kita. b. menghidupkan rasa optimisme dan keyakinan terhadap pertolongan Allah Swt. musibah-musibah yang menimpanya. d. mengajarkannya kepada putera-puteri kita.

Hal. dan yang telah meninggalkan Allah sebagai muslim menentangnya. Fuad al Hajarsi. Imam buku: Imam Syahid. seandainya mereka sanggup." (Q. agar mereka tidak tertipu dan tidak ditimpa (musibah) seperti yang pernah menimpa kita. Hal. 334 Makalah dengan Syahid tahun 1931 335 Makalah dengan Syahid tahun 1931 judul (dari judul (dari Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya. Menyadarkan umat terhadap tipikal musuh serta agar tidak terpedaya dengan tipu dayanya: "Sehingga remaja-remaja kita tumbuh dewasa dan mengetahui secara benar musuh-musuh mereka.S Al Baqarah: 217) Ingatlah selalu bahwa ular (musuh) pertama umat Islam adalah generasinya identitasnya yang tertipu dan terpedaya. dan meminta pemerintah untuk membantu upaya ini dan memberikan prasarana yang dibutuhkan. sementara Allah telah menggambarkan kaum tersebut dalam Al Quran dengan mengatakan:            Artinya: "Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran). Imam buku: Imam Syahid. cukuplah kelalaian dan persangkaan baik." 334 e. kemudian memusnahkan orang-orang yang tidak beragama dari putera-puteri Islam. Membangun persatuan Arab dan Islam. agar mereka tidak tertipu dan tidak ditimpa (musibah) seperti yang pernah menimpa kita. 10. 117 Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya." 335 "Jangan kalian terpedaya oleh diri kalian sendiri wahai umat Islam. 117 304 .musuh-musuh mereka. Fuad al Hajarsi.

"338 Dan hendaknya mereka mengenal sejauh mana keberlepasan dan kejauhan pemerintah dari syariat Al Quran: 336 337 338 Risalah dalam muktamar para pelajar dan mahasiswa Ikhwanul Muslimin Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). "Hendaknya makna-makna ini wahai saudarasaudara yang saya muliakan tersebar di antara kita."337 "Kami meyakini bahwa di dalam manhaj Islam terdapat segala prinsip dan perangkat-perangkat untuk kehidupan dan kebangkitan umat. dengan menunjukkan kepada mereka bentuk-bentuk riil kebaikan agama kalian. dan kita sebarkan di kalangan manusia.Maka ingatlah wahai Ikhwanul Muslimin. Dengan demikian ia berkaitan erat dengan tujuan Islam yang tinggi. sehingga ia menjadi tuntutan publik yang diserukan dan didukung oleh segenap masyarakat."336 "Diantara bentuk dakwah kalian wahai ikhwah yang saya cintai. dunia mengembalikan kepemimpinan (Ustaziyatul 'Alam): Imam Syahid berkata. keluarga." 11. serta menyampaikannya kepada mereka. hal. 251 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia) 305 . menjelaskan tentang prinsip-prinsip dan ajarannya. Masih banyak yang memahami makna undang-undang Islam secara tidak tepat dengan yang sebenarnya. menolak syubhat dan menunjukkan kebenarannya yang cemerlang. serta kunci kebahagiaan baik untuk skala individu. bahwa orang-orang yang mulhid (kufur) dari umat Islam adalah musuh pertama kalian. khilafah membebaskan dan memimpin negeri. adalah kalian turut andil memberikan kontribusi untuk perdamaian dunia dan membangun kehidupan yang baru untuk manusia. Melakukan penyadaran secara terus-menerus seputar manhaj dan syariat Islam. dari mendirikan pemerintah Islam secara totalitas. masyarakat dan Negara.

menegaskan keberhakannya bagi setiap individu dan masyarakat dengan kandungan nilai yang utama."Dalam kaitan ini. Kata-kata Umar bin Khattab kepada 'Amr bin Ash kiranya masih terngiang di telinga kita. dan izzah. bahwa politik. 339 340 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V)."339 12. 257 306 . baik politik maupun sosial. maka ia bukan termasuk golonganku. merupakan bagian dari ajaran Al Quran. serta hak mendapatkan kebebasan dan keamanan. Masyarakat hendaknya memahami hal ini dan menuntut kepeda pemerintah untuk mendapatkan hak-hak keIslamannya. 137 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah).yang bisa mengemban amanat dan menunjukkan kesiapannya untuk menegakkan nilai-nilai Islam. menyerukan kepada mereka agar merasa terhormat dengan kemerdekaan itu. Ajaran Islam sama sekali tidak membolehkan suatu bangsa menguasai dan memaksakan kehendaknya kepada bangsa lain. untuk kemudian memeliharanya. membangkitkan semangat kebangsaan yang tulus dan mengarahkannya agar sesuai dengan pandangan Islam: Imam Syahid berkata. hal. kebebasan. ada satu hal yang ingin saya katakana bahwa Ikhwanul Muslimin belum melihat suatu pemerintahan –baik pemerintahan yang sekarang maupun yang lalu. Dan Ikhwan-lah yang bekerja untuk itu." Islam memerangi penindasan internasional yang mereka menamakannya penjajahan dengan semua praktek kekuatan yang dilakukan. hal. Menyadarkan umat tentang hak-haknya."340 "Islam yang hanif ini telah mendeklarasikan sekaligus menganggap sakral kemerdekaan tersebut. Rasulullah Saw. "Kita harus menyadarkan manusia. bersabda: ‫(( )) من أعطى الذلة من نفسه طائعا غير مكره فليس مني‬ Artinya: "Barangsiapa yang menghinakan dirinya dengan sukarela tanpa dipaksa. dan mencintai bangsa (nasionalisme) merupakan sebagian dari keimanan.

Tanpa ini semua. 342 Ibid 343 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?."Sejak kapan kalian memperbudak manusia. kemuliaan dan cinta kemerdekaan."342 Kita juga bertujuan untuk mempersiapkan umat dan masyarakat untuk menyiapkan dirinya demi mengemban tugas dan perjuangan yang panjang. dan hendaknya umat dan masyarakat mengetahui bahwa jihad (perjuangan) ini merupakan bagian dari kesungguhan. harus dibangkitkan semangat untuk meraih izzah. Imam Syahid berkata. "Sistem Islam bukanlah slogan dan julukan semata. dan kesungguhan itu adalah kelelahan dan kesulitan. hasrat yang kuat dan kemauan yang keras. umat akan hancur. dan nasib tak menentu bakal menimpa generasinya. antara maslahah dan mafsadah."343 Dalam mentarbiyah dan membina umat. 69 307 . Bagi umat. serta kesiapan terjun ke medan juang pada waktunya. serta untuk menghadapi perseteruan yang sengit antara kebenaran dan kebatilan. antara para da'i yang tulus dengan para pengklaim yang palsu. antara penempuh jalan yang lurus dan yang menyimpang."341 Dalam bidang sosial. Ikhwanul Muslimin sangat memperhatikan sisi kesadaran kebangsaan dan kematangan politik yang dimiliki umat. sikap murah hati dan kesediaan berkorban. perjuangan senantiasa menuai kegagalan. selama kaidah-kaidah pokok di atas tadi bisa diwujudkan (dimana tidak mungkin suatu hukum akan tegak tanpanya) dan diterapkan secara tepat hingga dapat menjaga keseimbangan dalam berbagai situasinya (yang 341 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). sementara sang ibu telah melahirkan mereka dalam keadaan mereka. tidak ada bekal yang dapat digunakan untuk menghadapi situasi yang buas ini kecuali hati yang sarat iman. hal. antara pemilik kebenaran dan yang merampasnya.

"344 13. hal. karya Fuad Al Hajarsi 347 Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). yang di belakangnya tiada lain adalah upaya merusak bangsa Timur dan melenyapkan persatuan Islam. hal.masing-masing bagian tidak mendominasi bagian yang lain. menarik mundur derita. menghalangi dunia dari bimbingannya. sehingga dapat dibedakan antara para pemimpin yang tulus dengan para pengobral slogan dan nafsu: Imam Syahid berkata. (penerjemah mencantumkan redaksi yang ditulis Imam Syahid secara lengkap) 345 Dari makalah. yang berupa kebangkitan sektor materi dan peradaban kelezatan serta syahwat. menjauhkan mereka dari kepemimpinan Nabi Saw. dan hidayah Al Quran. 114 308 . Keseimbangan ini tidak mungkin bisa terpelihara tanpa adanya nurani yang selalu terjaga dan perasaan yang tulus akan kesakralan ajaran ini. dan siapa saja yang telah membius otot-otot kami dengan pemikiran-pemikiran palsu dan kalimat-kalimat rayuan. diambil dari buku. "Umat kita harus bisa membedakan antara orang-orang berakidah yang berjuang dan para pecundang dari politikus dan militer. Mihnatul Islam. Kewajiban dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya. Ustadz Fuad Al Hajarsi. 55 346 Dari makalah."345 "Merupakan kewajiban kami untuk merubah tanpa terjangkit wabah pemikiran mereka yang telah akut. Imam Syahid. hal. Melawan aliran-aliran yang merusak dan menghancurkan umat serta yang memusuhi Islam. menahan siapa saja yang berbaik sangka terhadap musuh."346 "Secara umum dapat dikatakan bahwa kita sedang berhadapan dengan gelombang materialisme. menyadarkan masyarakat. Ikhwanul Muslimin dan Permasalahan Palestina."347 peradabannya ke masa ratusan tahun silam sehingga kita terbelenggu di negeri sendiri dan membiarkan masyarakat bergulat dengan 344 Risalah: Sistem Pemerintahan. dari buku. mereka tidak jauh berbeda dengan orang-orang Eropa. yang mana ia telah memerosotkan moral bangsa-bangsa Islam. Imam Syahid tahun 1931. 319.

hal."348 "Ikhwanul Muslimin tidak percaya pada kebangsaan (nasionalisme) dalam makna-makna buruk di atas (kebangsaan permusuhan dan kebangsaan jahiliyah). serta mendorong para mas'ul di pelbagai tempat: Dan hendaknya kita berusaha. hal. "Adapun jika yang mereka maksudkan dengan nasionalisme itu adalah memilah umat Islam dan Arab menjadi kelompokkelompok yang saling bermusuhan dan berseteru satu sama lain. Risalah: Wudhuh Ru'yah. atau Sirianisme. Ustadz Musthafa Masyhur 57 351 309 . Feniqisme.Beliau juga berkata. maka kami menolaknya. 20 Ibid."349 "Kami meyakini bahwa semua bentuk kebangkitan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam dan berbenturan dengan hukum-hukum Al Quran adalah sebuah upaya yang rusak dan akan menemui kegagalan. baik muslim maupun nonmuslim dari anak-anak negeri ini. “Mendirikan komunitas-komunitas kebaikan di tengah masyarakat dan yang komitmen terhadap ajaran-ajaran Islam sebagai manhaj kehidupan dan berupaya untuk menyebarkannya.”351 Termasuk pula membantu kelompok-kelompok manapun dari umat ini yang bertujuan melakukan kebaikan serta bekerjasama dengannya. Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). dan yang lain-lain. serta bekerjasama dengan seluruh kekuatan yang tulus. Arabisme. Kami tidak pernah menyerukan ungkapan Firaunisme. Tidak juga kepada semua nama dan gelar yang selama ini digembar-gemborkan orang. hal.”350 14. bahkan mereka yang tidak menggunakan symbol-sombol Islam sama sekali. atau membagi-baginya dengan batas-batas geografi yang sempit. Memelihara faktor-faktor kekuatan dan kebaikan yang ada di masyarakat dan melawan faktor-faktor kemalasan dan kerusakan. 23 Risalah. Dalam kisah 348 349 350 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami).

177 355 Diantara nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan. Fuad Al Hajarsy. fikrah kami bisa dipahami dengan mudah. serta bisa menerobos ke seluruh penjuru desa. “Pemuasan dan penyebaran dakwah dengan menggunakan pelbagai sarana hingga ia dipahami oleh masyarakat umum. dusun-dusun. hal.”355 “Buatlah kelompok-kelompok Ikhwan di setiap jalan.”354 “Sebarkanlah dakwah di setiap lokasi engkau berada. hal.353 “Untuk itu kami berupaya agar dakwah kami sampai ke setiap rumah dan agar suara kami terdengar ke segenap penjuru. lalu memenangkannya dengan keyakinan dan keimanan. terdapat banyak contoh sikap-sikapnya yang menegaskan tentang hal ini. Menyebarkan Fikrah Ikhwanul Muslimin dan prinsip-prinsipnya: Hal ini dilakukan baik dalam skala individu maupun dalam skala kolektif dan dengan menggunakan pelbagai sarana yang memungkinkan untuk itu. sekolah dan lainlain.perjalanan Imam Syahid. 310 . mesjid-mesjid. di perkampungan. perkotaan. kota dan pusat-pusat kegiatan dan tempat-tempat pertemuan. tempat-tempat umum dan khusus. tempat kerja. 111. ibu kota. 15. Diambil dari buku Imam Syahid. Untuk itu kami tidak akan menyia-nyiakan potensi dan sarana yang ada. 126 354 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda).”352 "Kami akan terus berdakwah. perusahaan-perusahaan. 212 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). rumah-rumah. taman-taman. dan akan terus melakukannya hingga tak ada seorangpun yang tidak sampai kepadanya dakwah Ikhwanul Muslimin sesuai dengan hakikatnya yang cemerlang dan benar. club-club Al Quran di setiap pedesaan. panji-panji Muhammad di perkotaan. jalan-jalan. Imam Syahid berkata. hal. di took-toko. cafe-cafe. Hal. dan di setiap penjuru bumi seorang Al Akh yang akan menyerukan prinsip-prinsip dakwah 352 353 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI).

baik titik tolak eksistensinya. "Mendapatkan legalitas politik dan legalitas sosial di atas realitas kehidupan. "Sudah saatnya kalian menjelaskan kepada masyarakat tentang misi dan sarana-sarana dakwah kalian. "Namun tujuan Ikhwan tidak hanya untuk aktivitas sosial semata. yang memberikan kalimat-kalimat kalian dan berbaiat dengan baiat kalian. gerakan. jamaah dan indivudunya. yang tidak menghormati supremasi hukum dan perundang-undangan. namun inti dakwah kalian adalah fikrah dan 356 357 358 Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Setelah menyebutkan aspek-aspek garapan Ikhwanul Muslimin dalam aktivitas sosial. serta kedekatan mereka dengan masyarakat dan kelompok-kelompoknya. Mendapatkan opini umum terhadap fikrah Islam dan dakwah (jamaah Ikhwanul Muslimin) dan berkumpulnya mereka di sekitar jamaah dan tokoh-tokohnya: Yaitu dengan melakukan pembentukan pondasi-pondasi kemasyarakatan yang mendalam yang mampu membantu aktivitas politik Islam dan mendukung upaya menuntut undang-undang yang sesuai dengan Al Quran dan sunnah. yang merupakan haknya. Ustadz Musthafa Masyhur 311 . Termasuk melakukan pembebasan para cendekiawan dari ghazwul fikri yang ditanam oleh penjajahan budaya. hal. hak yang tidak diberikan oleh pemerintahnya yang zhalim. tanpa menunggu atau tergantung dengan aspek hukum."357 16.”356 Beliau juga berkata. 129 Risalah: Wudhuh Ru'yah. serta batasanbatasan fikrah dan manhaj amal kalian.358 Upaya untuk mendapatkan dukungan publik dan mengikatnya dengan Islam berjalan seimbang dengan aktivitas-aktivitas kebaikan dan sosial. beliau menyebutkan.dan ajaran-ajaran kalian.

”360 17. terutama terhadap peristiwa-peristiwa yang bergulir. 240 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI)."359 Beliau juga berkata. Menetapkan manuver-manuver dakwah dan pandangannya. Melakukan upaya-upaya untuk mendukung ekonomi bangsa. Itulah sebenarnya target utama dan proyek Islam dalam setiap aspek kehidupan. dengan bersandar pada syariat Islam dan maslahat umum. hal. hal. sikap-sikap dan aliran-aliran yang beraneka ragam. Walaupun akhirnya proyek-proyek ini 359 360 361 teks-teks yang rancu (ambigu) dalam UUD Mesir dan memperbaiki metode yang digunakan untuk menerapkannya di dalam Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Oleh karena itu maka sebuah jamaah –dalam kondisi seperti ini. Melakukan Upaya perbaikan hukum dan undang-undang "Ikhwanul Muslimin bekerja keras dalam rangka memberi kejelasan pengertian negeri. Mendirikan proyek-proyek. lalu memenangkannya dengan keyakinan dan keimanan. yang diadopsi oleh masyarakat: Ini merupakan kewajiban harakah umum dan interaksi dengan komunitas masyarakat. yaitu dengan cara: a. Jamaah Ikhwanul Muslimin telah banyak memberikan kontribusi dengan mendirikan proyek-proyek ekonomi sepanjang sejarahnya (baik atas nama jamaah Ikhwanul Muslimin maupun melalui individu-individu jamaah). “Hingga ia dipahami oleh masyarakat umum.harus maju dan menyampaikan sikapnya. 19. 212 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). agar masyarakat mendapatkan tarbiyahnya. mengimani dengan hati dan berkumpulnya hati-hati mereka di sekeliling dakwah. 139 312 ."361 18.akidah yang disemai di hati masyarakat. hal.

b. "Diantara prinsip Ikhwanul Muslimin adalah.290. Selalu berupaya menjaga setiap qirsy363 yang dimilikinya agar tidak diberikan pada nonmuslim. 338 (Agenda Persoalan Kita Dalam Kaca Mata Sistem Islam). Menuju Cahaya. tidak menggunakan sandang dan pangan kecuali produksi Negerinya dan Islam."362 Imam Syahid berkata. Mendorong usaha-usaha kerajinan rumah yang sederhana d. Imam Syahid memberikan dua persyaratan: 362 Lihat kembali."364 Beliau juga berkata. 363 Satuan terkecil mata uang Mesir 364 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). 282 313 . c. Mendorong individu-individu jamaah dan yang lain untuk mendirikan proyek-proyek nasional. Sistem Ekonomi. hal. dan mengoptimalkan siklus dan pendistribusiannya sesuai dengan tuntunan syariat.dikuasai dan dibekukan oleh pemerintah yang zhalim. "Memberikan bantuan terhadap harta kekayaan dan aset-aset Islam secara umum."365 Tentang kontribusi jamaah Ikhwanul Muslimin atau individu- individunya dalam aktivitas ekonomi dan proyek-proyek yang bermanfaat dalam memelihara aset-aset umat Islam. dan Risalah Pergerakan. Mengutamakan pertumbuhan aset-aset umat Islam sesuai dengan asas Islam yang benar. hal. Memerangi segala sumber-sumber penghasilan haram dan yang melanggar syariah. f. proyek-proyek seperti ini sangat tergantung dengan kondisi-kondisi yang ada di sekitar dakwah. kewajiban Aktivis Muslim. 367 365 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Mengutamakan produk dalam negeri muslim di atas produk-produk Barat serta memboikot seluruh produk-produk musuh dalam pelbagai bentuknya. Risalah Pergerakan. yaitu dengan mendorong berdirinya perusahaan-perusahaan ekonomi Islam. hal. g. hal. Dengan demikian. Menghidupkan realisasi rukun zakat. Memerangi praktek riba dalam pelbagai bentuknya e.

dimana ia tidak mampu melaksanakannya sendiri atau melakukannya secara sempurna. Kedua. dll. 258 314 . namun tidak semua yang diiginkan seseorang dapat ia wujudkan. adalah sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. sarana dan metode yang berbeda. Membantu ekonominya orang-orang adalah. dan dimana hal itu merupakan tugas pemerintah: "Tujuan ilmiahnya adalah.367 Walaupun jamaah tidak memiliki kemampuan yang dimiliki pemerintah dalam menciptakan perbaikan. yang terkena musibah aset-aset dan bencana. baik dari dekat maupun jauh. TIdak mencampur antara kegiatan dakwah dengan kegiatan ekonomi. walaupun keduanya saling menyokong satu sama lain. namun keduanya memiliki warna.366 Proyek ekonomi pertama Jamaah Ikhwanul Muslimin adalah. dan aktivitas ekonomi adalah sesuatu yang lain. untuk menjaga kepribadian saya. waktu dan usaha saya. menumbuhkan dan memeliharanya. menjelaskan tentang dakwah Islam dan mengungkap keindahan dan kecantikan ajarannya. yang kadang-kadang ia berada dalam 366 367 Ibid Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). dan menuntut kerja keras. tujuan sosialnya adalah.Pertama. hal. • Penjelasan Imam Syahid menjelaskan bahwa kontribusi jamaah Ikhwanul Muslimin dalam memberikan pelayanan umum dan menumbuhkan aset-aset umat Islam. Dakwah adalah sesuatu. baik dalam bentuk maupun label. Syarikah Muamalat Islamiyah Musahamah (Serikat Muamalat Islam). saya tidak memiliki hubungan apapun dengan aktivitas-aktivitas ini. tujuan menyelamatkan kekayaan nasional. dan kegiatan tersebut memiliki sistem perhitungan materi yang tidak tercampur dengan perasaan atau kealpaan. Setiap tujuan-tujuan ini akan menghabiskan dan menyita waktu kita. Kita ingin menerapkan kaidah-kaidah Islam yang hanif. maka hendaknya nama proyeknya tidak dengan nama jamaah Ikhwanul Muslimin.

namun seyogyanya ia harus berupaya memberikan segenap kemampuan yang dimilikinya dalam aspekaspek politik. Diantara wasiat terakhir Imam Syahid kepada Ikhwanul Muslimin368 di medan dakwah dan aktivitas perbaikan masyarakat. e. Misorientasi dan kehilangan perhatian untuk mewujudkannya. dan menghindari hal-hal sebagai berikut: a. yakni. Tindakan pemblokiran dan spekulasi c. Pengurasan tenaga b. Memperdaya dan konfrontatif d.tekanan masyarakat yang meminta lebih. Poros dan tahapan-tahapan dalam proses sinergisitas bersama masyarakat di pelbagai aspek ini. hilangnya pandangan yang jelas terhadap jalan dan tahapan-tahapannya. Terlibat dalam permusuhan yang sengit dengan orang lain. Semuanya dilakukan dengan tetap memperhatikan keseimbangan. f. serta kelompok opurtunis yang sangat tergantung dengan pembayaran dan yang suka menjual slogan-slogan. "Sesungguhnya 368 Makalah Imam Syahid. dan sempurna pulalah proses perbaikan yang diinginkan –dengan izin Allah dan keutamaan-Nya-. akan dijalani oleh dakwah dan akan terus berlangsung setelah berpihaknya pemerintah tanfidziyyah kepadanya. dipublikasikan oleh Majalah al Mabahits. dan tidak terlepas dari strategi yang paripurna. dan hendaknya ia selalu berada di garda depan dalam setiap peristiwa dan kondisi-kondisi darurat. 315 . Januari 1951 M. dan aktivitas-aktivitas kebaikan yang lain. Masuknya orang-orang yang ambisius kedalam shaf dakwah dengan cara yang membabi buta tanpa penyeleksian. g. sosial. untuk kemudian disempurnakan apa yang telah dimulainya. Sibuk dengan perkara-perkara furu' (parsial) dan melupakan hal-hal yang prinsipil.

S Al Hajj: 40) 316 .Allah telah memilih kalian dengan bergabung bersama kafilah dakwah ini. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. serta berjihad dengan jiwa dan harta." (Q. Perbanyaklah tilawah Al Quran 9. Kemudian tunggulah pertolongan Allah dan taufik dan kemenangan dari-Nya. Perbaikilah amal kalian 4. 7. Bersiap-siap melakukan kerja keras dan memikul beban. Adab-adab dakwah dan syiar-syiarnya di antara manusia 2. Bekerjalah dengan ikhlas karena Allah semata 11. Istiqamah terhadap perintah-perintah Allah 5. Mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran 6. Memelihara shalat jamaah 10. Perbaikilah jiwa-jiwa kalian 3. firman Allah:            Artinya: "Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Memberikan nasehat dengan penuh kelembutan kepada manusia. maka peliharalah selalu: 1. 8.

dapat menyaksikan zaman dimana kekuatan Yahudi Internasional menantang bangsa-bangsa 369 370 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). 298 317 . dan pada saat itu Ikhwanul Muslimin telah mempersiapkan diri dengan sempurna untuk menambah persediaan negeri ini dengan seluruh kemampuan yang dimilikinya. jiwa. baik politik. dan jiwa. dan itu merupakan hal yang mudah dengan target pembinaan masyarakat muslim merupakan bagian utama di dalamnya. ekonomi. Imam Syahid berkata."370 Beliau juga berkata tentang skala peperangan dan tantangan yang akan dihadapi. "Jika kami dizalimi oleh Negara manapun –dan kami berada di negeri sendiri. Imam Syahid menjadikan pembebasan negeri dan memerdekakannya secara total. 394 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). hal. jiwa dan raga."369 Dengan demikian. serta mengusir penjajah dari negeri-negeri muslim merupakan kewajiban dan tujuan politik yang diupayakan oleh jamaah sebelum mewujudkan pendirian pemerintah Islam. harta dan putera-puteri negeri ini. hal.maka setiap jengkal dari tanah Mesir yang mahal akan ditebus dengan darah. "Adalah bagian yang baik untuk kita.Bab VIII Tentang Tujuan Pembebasan Negeri dan Kemerdekaannya Tentang Tujuan Pembebasan Negeri dan Kemerdekaannya • Mukadimah Imam Syahid menjelaskan tentang urutan-urutan amal dan targettarget jamaah. "Membebaskan negeri dan melepaskannya dari segala bentuk penjajahan asing (nonmuslim).

dan diterbitkan kembali oleh Majalah Dakwah. dalam bab khusus tentang pertempuran Ikhwanul Muslimin melawan penjajah Inggris. kemudian bagaimana beliau mampu membangkitkan semangat perlawanan rakyat. berat dan berkelanjutan. katibah-katibahnya yang menghadapi barisan penjajah Inggris. pidato dan khutbah yang membangkar semangat. "(Untuk membebaskan dan memerdekaan negeri) Dibutuhkan jihad yang panjang. dan mereka telah mengoreskan lembar-lembar peristiwa monumental yang belum banyak yang terungkap oleh sejarah hingga hari ini372."371 Terhadap permasalahan negeri dan upaya mendapatkan kemerdekaan. dan dengan izin Allah kita akan sampai ke tujuan dalam waktu yang singkat. dan hal ini tidak akan terwujud kecuali dengan persatuan yang paripurna dan totalitas ukhuwah. pada Januari 1951 M. memberikan pengorbanan yang besar dalam Perang Suez. Pembawa Panji Dakwah Abad 20. saat dimana banyak orang hanya memperhatikan sloganslogan. yang terakhir ditulisnya. kesungguhan dan istiqamah di atas manhaj kebenaran dan arah yang tepat menuju kebaikan. Dipublikasikan oleh Majalah al Mabahits. 371 Dari makalah Imam Syahid. pahit.Arab dan Islam dan menodai kesuciannya dengan besi dan api. maka kita akan menerima tantangan ini dengan keyakinan bahwa Allah yang maha tinggi dan maha mulia telah memberikan kepada kita keutamaan dan kelebihan untuk melakukan perlawanan terhadap musuh dan melumpuhkannya. Keimanan dan cinta akan melahirkan persatuan yang hakiki. 372 Lihat: Imam Syahid. Fuad Al Hajarsi. Di saat hal ini bisa diwujudkan maka tak satupun rintangan yang akan menghalangi jalan kita. dan kita sangat membutuhkannya sekarang ini. 318 . perasaan yang terhimpun dari hati ke hati. beliau berkata. Apakah kita dapat mewujudkan kedua hal itu? Sebagaimana kita saksikan bahwa Imam Syahid menyiapkan Ikhwanul Muslimin untuk menghadapi penjajah Inggris. Imam Syahid mengisyaratkan beberapa gambaran konsep dan manhaj yang dapat mewujudkan hal itu. januari/Februari 1999 M. membebaskannya dari penjajah dan upaya untuk mendapatkan kebebasan politik serta hak-haknya.

tidak hanya kemerdekaan parsial atau hanya penarikan pasukan semata. Kemerdekaan adalah terbebas dari seluruh bentuk penjajahan pihak asing.Imam Syahid menginginkan kemerdekaan yang total dan hakiki di setiap aspek."373 Ketika menetapkan hal ini." Islam memerangi penindasan internasional yang mereka menamakannya penjajahan dengan semua praktek kekuatan yang dilakukan. maka ia bukan termasuk golonganku. 373 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). atau yang dikenal sebagai penjajah asing (non muslim) dengan segala kandungan budaya. visi dan misi. itu. Imam Syahid meyakini bahwa kebebasan adalah kewajiban suci yang tak seorangpun yang berhak melepaskannya. 308. menyerukan kepada mereka agar merasa terhormat dengan kemerdekaan bersabda: ‫(( )) من أعطى الذلة من نفسه طائعا غير مكره فليس مني‬ Artinya: "Barangsiapa yang menghinakan dirinya dengan sukarela tanpa dipaksa. hal. dll. 319 . menegaskan keberhakannya bagi setiap individu dan masyarakat dengan kandungan nilai yang utama. Targetnya adalah kebebasan yang hakiki dengan segala kandungan dan muatannya. politik. Tentang masalah kenegaraan. Maka di wajibkanlah atas mereka untuk berjihad dengan harta dan jiwa. sosial. ekonomi. "Islam yang hanif ini telah mendeklarasikan sekaligus menganggap sakral kemerdekaan tersebut. bukan slogan-slogan kosong semata. atau mengganti penjajah dengan penjajah yang lain dengan nama dan baju yang berbeda. untuk kemudian memeliharanya. Jihad merupakan fardhu kifayah ketika dia dilaksanakan untuk menjamin kelangsungan dakwah. pemikiran. Imam Syahid berkata. budaya. Ajaran Islam sama sekali tidak membolehkan suatu bangsa menguasai dan memaksakan kehendaknya kepada bangsa lain. Islam juga menegaskan aspek-aspek operasional dalam menjaga nilai-nilai kemerdekaan. Rasulullah Saw.

namun. serta kenikmatan abadi di akhirat. dengan mengatakan. firman Allah:                          Artinya: "Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta. Bahkan Islam mendeklasikan bahwa jihad adalah amalan yang paling utama setelah iman. dan Itulah orang-orang yang mendapat kemenangan." (Q. menjanjikan kepada para mujahid kemenangan dan dukungan di dunia. 205 320 ."375 Imam Syahid menjelaskan perbedaan antara penindasan penjajah dan gerakan ekspansi Islam (futuhat) sepanjang perjalanan. Muktamar ke V. benda dan diri mereka.S Al Taubah: 20)374 "Dari sinilah Ikhwanul Muslimin berkeyakinan bahwa setiap Negara yang memusuhi dan berusaha menginvasi wilayah-wilayah muslim adalah Negara yang zalim dan harus dihalangi gerak langkahnya. adalah lebih Tinggi derajatnya di sisi Allah. Dalam hal ini kaum muslimin harus segera mempersiapkan diri dan menjalin kerjasama untuk melepaskan diri dari cengkeraman kaum imperialis. ia menjadi fardhu 'ain bagi umat manakala ditujukan untuk menghalau intervensi pihak luar terhadap umat Islam. hal. "Ketika seorang penakluk muslim dengan pedang terhunus di tangannya pergi ke medan jihad di jalan Allah. hal. Islam juga menjadikan mati syahid sebagai derajat keimanan tertinggi. 309 375 Risalah Pergerakan. maka tidaklah ia mengharap keuntungan 374 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam).

meski tanpa disengaja di tangannya telah penuh dengan semua itu. budaya dan ekonomi. tidak pula mengintai kekayaan bangsa lain untuk dirampasnya.khususnya terkait dengan penuaian amanat. serta menjaga nilainilai kebenaran.dunia. yang dia yakini adalah dakwah dan mengemban risalah. keadilan dan kedamaian. Di dunia mereka menempati posisi al ustadziyah (pemandu) –kami tidak mengatakan posisi pengendali.S An Nisa: 141)377 Upaya untuk mewujudkan kemerdekaan dan mengusir kekuatan penjajah dari negeri merupakan langkah utama sebelum mendirikan pemerintah muslim. 376 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). Oleh karenanya umat Islam tidak diperkenankan menghinakan atau memperbudak manusia lain. (Q. demi mewujudkan kemerdekaan yang paripurna dan kemajuan yang dicitacitakan. firman Allah:            Artinya: "Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. adapun untuk sisi-sisi kebebasan dan kemerdekaan yang paripurna dalam pelbagai aspeknya. Sebaliknya. 308 377 Ibid 321 . baik sosial. maka umat harus menempuh jalan yang bisa membuatnya berdiri secara mandiri. mereka juga tidak diperkenankan bersikap lunak kepada para penindas atau tunduk kepada para perampas yang melampaui batas. dan akan bangkit bersama umat di pelbagai aspek kehidupan. maka hal itu akan menjadi pondasi dasar. Ketika saat mendirikan sebuah pemerintah Islam."376 Pada saat yang sama Islam juga menganggap kaum muslimin adalah kaum yang mengemban amanah risalah Allah di muka bumi. hal. Akan tetapi.

karya Fuad Al Hajarsi.• Strategi Mengusir Penjajah Imam Syahid menggariskan poros-poros umum dan strategi yang cocok untuk mengusir penjajah dari negeri-negeri muslim –waktu ia beliau membuktikannya ketika berhadapan dengan penjajah Inggris di Mesir: 1. mereka tidak jauh berbeda dengan orang-orang Eropa. 117 322 . "Kami menyebarkan buletin dan keteranganketerangan yang menjelaskan kepada masyarakat tentang hak-hak mereka yang tersembunyi dan apa yang ditutupi dari cela para pecundang dan mereka yang terpedaya. Imam Syahid menggunakan pelbagai sarana personal dan kolektif untuk membangkitkan dan mempersiapkan masyarakat. dan siapa saja yang telah membius otot-otot kami dengan pemikiran-pemikiran palsu dan kalimat-kalimat rayuan. diambil dari buku. menahan siapa saja yang berbaik sangka terhadap musuh. Hal. yang di belakangnya tiada lain adalah upaya merusak bangsa Timur dan melenyapkan persatuan Islam."378 "Merupakan kewajiban kami untuk merubah tanpa terjangkit wabah pemikiran mereka yang telah akut. serta mengkoordinasikan strategi untuk itu: 378 379 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemuan Ketua-ketua Wilayah) Dari makalah. Kewajiban dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya. begitupula membongkar cela para pecundang dan orang-orang yang tertipu. Imam Syahid berkata. sehingga hal ini benar-benar menjadi sesuatu yang diyakini secara kuat dan tertanam."379 2. Imam Syahid tahun 1931. Imam Syahid. kami akan menghimpun masyarakat dalam satu kata di pelbagai pertemuan dan muktamar. Membangkitkan umat dan menyadarkan dan mempersiapkannya untuk menghadapi penjajah: Hal ini tentunya merupakan pancaran dari pemahaman Islam dan apa yang diwajibkan kepada pemeluknya. Menghimpun kalimat masyarakat dan menyatukan kekuatan dan usaha. menjadi rujukan dan yang diserukan oleh masyarakat.

kita berada di depan berbagai situasi internasional yang baru. yakni penyempurnaan kebebasan dan kemerdekaan. 117 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam)."381 3."383 –baik pemerintah maupun masyarakatuntuk menjelaskan problematika yang dihadapi serta mencari dukungan 380 381 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). yang hampir sama dengan masalah yang sedang kita hadapi. 229 382 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). hal. hal. Kita harus kembali pada apa yang telah diwajibkan oleh Islam (kepada semua pengikutnya) sejak pertama ia diturunkan. 270 323 . yakni ketika Islam menjadikah wihdah sebagai salah satu makna dari sekian kandungan makna iman. Menggunakan kekuatan pers untuk memberi tekanan dalam skala internasional untuknya: "Kami akan mengirimkan saudara-saudara kami ke segenap penjuru Negara-negara asing. hal. "Jika hal ini tidak memberikan faedah apa-apa dan kami tidak mendapat bagian apapun dari dunia baru."380 "Sekarang. kita harus bersekutu dan bersatu. 270 383 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). serta menghancurkan semua belenggu penindasan dan imperialisme. dan meyakini bahwa pada dasarnya tergantung kepada diri sendiri. Semua itu pada hakikatnya adalah satu masalah saja."382 "Walaupun dengan tekanan pers terhadap Negara-negara asing dan terhadap organisasi-organisasi dunia."Kami akan menyerukan penyelenggaraan muktamar Arab-Islam untuk menyatukan kekuatan dan mengkoordinasikan strategi. hal. maka kami akan tahu bagaimana meneguhkan diri kami dan membuat benteng yang kokoh antara kami (orang-orang yang beriman) dan orang-orang zhalim itu. yang akan mempegaruhi rakyat dan pemerintahnya terhadap permasalahan nasional Islam. namun Imam Syahid mengetahui kadar relativitas aspek-aspek tersebut.

Imam Syahid tahun 1931. bahkan tidak bermanfaat sama sekali. Kewajiban dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya. Islam menyambut baik adanya cara-cara yang konstruktif untuk mengakhiri pemusuhan. "Sesungguhnya faktor utama yang merusak tatanan kehidupan masyarakat Mesir. Menghadapi kelemahan pemerintah dan intervensi asing dengan menggunakan opini publik untuk melakukan tekanan dalam rangka menghadapi kerusakan ini: Imam Syahid berkata. Karena jika tidak. agar masyarakat terbebas dari dua imperialis."Yang saya inginkan adalah agar umat Islam meyakini bahwa aksi protes saja tidak cukup. Hal. Imam Syahid. "Kendati demikian. Imam Syahid berkata."384 4. Perdamaian dengan penjajah Imam Syahid membatasi bentuk-bentuk perdamaian dengan para penjajah. 258 324 . karya Fuad Al Hajarsi. negeri-negeri Arab dan Islam adalah intervensi pemerintah asing. jika cara384 Dari makalah."385 5. maka tidak benar kalau hanya menyandarkan diri pada aksi protes semata. karena aksi protes tidak mampu menghilangkan beban dan tidak dianggap telah memenuhi kewajiban. maka seluruh upaya akan sia-sia belaka. Cara ini tidak dilarang untuk digunakan dan dimanfaatkan dengan syarat bahwa pemberian hak harus dilakukan secara total. jangan sampai ada hak kita yang dirampas atau kebebasan kita yang terpasung. atau yang membuat kita terpaksa melepaskan beberapa bagian dari hak kita. sehingga seluruh keinginan dan pelaksanaan pemerintah adalah sesuai dengan keinginannya. hal. Maka pintu pertama proses perbaikan ini adalah kita melawan dua fenomena ini. diambil dari buku. baik sebagai duta besar atau sebagai dalang. 117 385 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). seperti perjanjian dan pemberlakuan hukum sebagai sarana untuk mengusir mereka. atau sebagai sarana untuk memperpanjang usia penjajahan. dan ini merupakan kelemahan yang tidak seharusnya terjadi di dalam pemerintah.

Seperti 386 sikap Imam Syahid menolak keputusan PBB terkait dengan Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). sendiri pernah melakukan genjatan senjata dengan orang kafir dalam Perjanjian Hudaibiyah. selama di dalamnya terdapat kemaslahatan dan tidak merugikan kaum muslimin sendiri. atau salah satu khulafaaur Rasyidin yang rela dengan hukum orang kafir.cara itu pada akhirnya mengakui akan kebenaran bagi yang berhak. 224 325 . selama hal itu bukan masalah yang haram. firman Allah:                  Artinya: "Dan jika mereka condong kepada perdamaian. maka hal itu tidak bisa diterima apapun alasannya.386 Adapun pemberlakuan hukum yang didasari oleh keuntungan dan ambisi Negara. Diantara jenis perdamaian yang lain adalah mau berhukum dengan hukum orang lain.S Al Anfal: 61) Rasulullah tidak memilih antara dua perkara kecuali yang paling mudah. Maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Meski dalam hal ini kita tidak pernah menjumpai bahwa Rasulullah Saw. (Q. Sesungguhnya dialah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. Rasulullah Saw. Islampun tidak melarangnya apabila hal itu terjadi antara kaum muslimin dengan non muslim. Di antara jenis perdamaian adalah genjatan senjata. Akan tetapi hal itu bisa dibenarkan jika dilihat dari konteks ayat dan keharusan untuk bersepakat atas kebaikan. hal. yaitu bermaksud mengurangi (merampas) hak umat Islam – sebagaimana dapat kita lihat dari keputusan-keputusan PBB atau organisasiorganisasi dunia lainnya-. jika hal itu bisa mengarah pada pencapaian kebenaran yang sempurna. jika hal itu akan mengantarkan kepada kebenaran.

Namun. "Seorang penulis terkemuka pernah menuliskan. beliau menentang keputusan tersebut dengan segenap kemampuan yang dimilikinya. "Jika usaha-usaha seperti ini menemui jalan buntu. sesungguhnya kita telah memperoleh keuntungan moral yang besar dengan diumumkannya problem-problem kita secara besar-besaran di hadapan dunia internasional. Imam Syahid berkata. Hal ini benar. Imam Syahid berkata. sarananya. "kami telah melakukan genjatan senjata. Imam Syahid tidak tertipu dengan gembar-gembor pers tentang perjanjian dan keuntungan yang kami ambil. karena dikalahkan oleh berbagai kepentingan internasional dan ambisi kolonial. 225 388 Ibid 326 . wilayah Arab dan wilayah Yahudi. karena kita masih tetap bersama Inggris. Diperlukan pernyataan sikap perlawanan dan membatalkan semua kesepakatan dan keterikatan: Imam Syahid berkata. kelicikan dan tipu daya penjajah Inggris. Hal ini karena kebandelan. kondisi stagnan itu akan semakin mengakibatkan kegundahan dan ketidakmenentuan. hal. yakni mengumumkan permusuhan (peperangan).pembagian wilayah Palestina menjadi dua. yang dengan itu kita tidak akan bisa maju selangkah pun." 387 kemudian segera melakukan jihad dengan pelbagai 388 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). namun kita juga tidak memperoleh hasil apapun. keuntungan moral itu sama permasalahan mendasar. Kita juga telah melakukan adopsi hukum. Slogan-slogan kosong dan katakata tidak membuatnya lengah terhadap kebenaran. maka prinsip Islam telah jelas. namun kita tidak mendapatkan apa-apa. Bahkan. mengungkapnya dari hanya sekedar saling memahami sekali tidak secara sempit kepada sebuah cukup untuk mengantisipasi pernyataan yang memiliki yang paling legitimasi di tingkat global."387 6.

pemerintahlah yang harus menjadi penanggungjawab yang pertama dan terakhir. kita mendeklarasikan kepada mereka untuk mencabut semua ikatan dan kesepakatan antara kita dengan mereka. rakyat harus diberikan pendidikan dan latihan militer. Di atas asas inilah kondisi sosial akan berubah.Beliau juga berkata. Pada saat yang sama.391 Oleh karena itu. "tidak ada jalan lain bagi kita kecuali mencabut perjanjian genjatan senjata itu dan mengumumkan perang terbuka. kita harus merasa cukup (dan sementara membatasi diri) dengan apa yang ada di negeri kita dan di negeri saudarasaudara kita dari bangsa Arab dan kaum muslimin (tidak perlu minta bantuan ke Negara yang lain. persis sebagaimana sebuah bangsa ketika menghadapi perang yang sesungguhnya. Dalam bidang ekonomi. Dalam bidang operasional kemiliteran. kemuliaan dan cinta kemerdekaan. Imam Syahid maju dan menyampaikan gagasan perbaikan ini kepada pemerintah. harus dibangkitkan semangat untuk meraih izzah. Namun. sambil menunggu datangnya kesempatan dari Allah (sampai dating waktunya untuk berperang dengan mereka). Dari situlah kita akan mulai mengatur kehidupan kita sendiri tanpa campur tangan mereka.390 Kerja keras ini bukan tidak mungkin bisa ditangani oleh individu atau lembaga tertentu.) Dalam bidang sosial. serta mengumumkan bahwa kita dalam kondisi perang.389 Harus dipersiapkan pula moralitas bangsa untuk hal itu dengan berbagai penerangan dan sosialisasi besar-besaran. mengajaknya untuk menunaikan tugas 389 390 391 Ibid Ibid Ibid 327 .

yakni sebuah nilai lain dari nilai-nilai kekuatan yang tidak lain adalah persatuan dan kesatuan). minimal pemerintah memberikan perlindungan. budaya."392 "boikot adat budaya dan produk-produk yang tidak Islami. Imam Syahid. sosial."393 "Dunia Islam dengan segenap jiwanya telah memberikan kepada kita kepekaan perasaan. karya Fuad Al Hajarsi. diambil dari buku."394 "Dengan cara ini (yang dengan sendirinya akan menambah perbendaharaan sarana khusus kita bagi setiap umat mencabut perjanjian damai dan jihad tadi. 117 394 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). Dari makalah. "Mereka akan menyaksikan bahwa senjata negatif ini akan menghilangkan keinginan mereka dan mengembalikan permusuhan itu kepada diri mereka sendiri. hal. sehingga kita menyaksikan sebuah jalinan yang demikian kuat antara kita dengan Islam.dengan segala sarana dan prasarana. dan dukungan terhadap aktivitas militer rakyat untuk melawan penjajah. dan produk-produknya. 7. serta merasa bangga dengan ketimurannya (keIslamannya). baik boikot ekonomi. kelemah-lembutan dan dukungan. baik kebiasaan. 275 328 ." "Boikot segala sesuatu yang tidak berasal dari Timur (Islam). Boikot Diantara sarana konvensional yang diserukan oleh Imam Syahid dalam rangka memberikan perlawanan kepada penjajah adalah melakukan boikot. Kewajiban dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya. Hal. kita akan bisa terbebas dan mampu menjadi lawan yang seimbang bagi bangsa-bangsa yang rakus di 392 393 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). pers dan boikot-boikot yang lain. budaya. yang keduanya saling memberi dukungan dan saling menghormati. memberi tekanan hingga pemerinatah mengambil langkah konkret untuk mengentaskannya. Imam Syahid tahun 1931.

tetapi hanya untuk sebuah tujuan yang jelas. Perlawanan total dalam menghadapi penjajah membutuhkan persiapan dan pengorbanan. 258 329 . memberikan pengorbanan dan jiwa para syuhada dalam pertempuran sengit di Terusan 395 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam)."398 dalam perlawanan militer terhadap penjajah. Bab khusus tentang pertempuran Ikhwanul Muslimin melawan Inggris. Ustadz Fuad Al Jaharsi. 398 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). hal. untuk itu perlu persiapan jiwa untuk melakukannya: "Rakyat sangat siap untuk berkorban. 311 397 Lihat. Jamaah Ikhwanul Muslimin memberikan kontribusi luarbiasa Suez. 314 396 Ibid. dan Negara-negara yang saling berkompetisi untuk memperebutkan materi dan kepentingan. Al Ustadz Kamil Syarif b. kami tidak menggantungkan jihad pada kekuatan senjata. a.dunia ini. Perlawanan rahasia di Terusan Suez. hal."396 9. dan kami merasakan dengan rasa yang mendalam terhadap rantai yang membelengu tangan dan kami kami. Partisipasi jamaah dalam memberikan perlawanan militer terhadap penjajah: Imam Syahid benar dalam strateginya dan sukses dalam penyiapan jamaah dan masyarakat. Imam Syahid.397 Imam Syahid berkata. hal. kami menyadari bahwa kami lebih lemah dari itu semua. dimana pada akhirnya ia berhasil mengusir penjajah setelah kesyahidannya."395 8. "Saat kami beriman dan berjuang. Pengusung panji dakwah abad 20. banyaknya pasukan dan armada perang. Tujuan yang mengarah pada kemenangan atau mati syahid.

begitupula mempersiapkan jamaah ini untuk berperan di bidang tersebut. mempersembahkan syuhada. dan dengan pandangan yang komprehensif dan luas. Bahwasanya diperlukan persiapan yang hakiki terhadap umat dan menyadarkannya. Dimana jamaah berada di garda terdepan umat yang akan memimpin perjuangan. 270 330 . Imam Syahid menolak perlawanan yang asal-asalan. dan menjaga agar tidak terjadi benturan dan singgungan antara visi-visi tersebut satu sama lain. Kemerdekaan dan kebebasan bukanlah visi satu-satunya. atau hanya menjadi petualangan militer semata. sebagaimana dapat kita lihat dalam siasat Imam Syahid: a. tanpa persiapan dan strategi yang jelas dan menyeluruh. b. atau jamaah hanya membatasi tujuannya hanya pada target-target ini –walaupun target tersebut sangat penting-. hal. atau hanya terbatas pada visi-visi yang parsial. sementara masyarakat di sekitarnya menerima."Kami akan bekerja dengan landasan spirit perasaan ini: Kami akan menegakkan kebenaran. dan di dorong oleh keimanan dan diarahkan oleh cita-cita. namun ia merupakan bagai dari satu susunan sempurna dari visi dan strategi. Beliau juga menolak penghentian peran dan aktivitas jamaah ketika terwujudnya kemerdekaan dan kebebasan saja. membantu dan memperjuangkannya. c. atau menjadi bagian yang terpisah dari umat dan masyarakat. memberikan pengorbanan. 399 Ibid."399 Perlawanan ini dilakukan dengan berpedoman kepada prinsip-prinsip dakwah. Jamaah menjadi sarana untuk mewujudkan seluruh visi dan misinya. oleh karena itu maka kerja yang harus dilakukah adalah membentuk sistem khusus untuk melatih dan mempersiapkannya pada hari pembebasan.

keberlangsungan dan upaya mewujudkan visi-visinya berjalan seimbang dengan target pembebasan dan kemerdekaan. pengorbanan menghadapi rintangan dan kepungan musuh. Adapun unsur utama yang sangat dibutuhkan dalam segmen ini adalah al fard (individu muslim) yang akan disiapkan dan ditarbiyah. namun segala puji bagi Allah. namun ia juga mencakup pemenuhan yang terus menerus terhadap kebutuhan. sesuai dengan perkembangan peristiwa dan beban-bebannya. hari itu dinamakan sebagai Yaum Dam (hari berdarah). dan dengan keutamaan Allah terlihatlah kemampuannya untuk tetap eksis dan memproteksi dakwah. Musuh telah berupaya untuk memukul mundur jihad Ikhwanul Muslimin di Palestina dan Terusan Suez. Kami melihat bahwa jamaah telah maju kehadapan. ia mampu memikul beban dakwah segenap dengan penuh ketegaran dan dengan dan jiwa menghadapinya syuhada yang dengan gugur. melawan penjajah Inggris dan mengusirnya keluar dari negeri Mesir. sementara penempatan (kader) yang dilakukan terkadang belum mengalami pematangan dalam persiapan tarbawi dan yang akan berperan sebagai unsur pemimpin. proses eksistensi. dengan mengarahkan serangan-serangan yang mematikan. Persiapan ini tidak hanya dengan mempersiapkan kuantitas pasukan yang sesuai dengan persiapan yang sempurna.Oleh karena itu kita melihat pembangunan jamaah. hal ini 331 . e. untuk melanjutkan aktivitas dakwah secara sempurna. setelah melakukan persiapan dan pada waktu yang tepat. dan keluar dari pertempuran dengan kekuatan yang semakin membaja. dimana peperangan banyak menelan pentolan-pentolan dakwah dan unsurunsur yang berkualitas. Ikhwanul Muslimin mampu menghadapi serang-serangan itu. dan Imam Syahid telah mempersiapkan sarana untuk Ikhwanul Muslimin dan masyarakat dengan persiapan yang sempurna dalam pelbagai aspek dengan berbagai mengantarkan kepada kemerdekaan negeri. d.

dikarenakan cepatnya perputaran peristiwa dan tekanan yang terjadi. Imam Syahid berkata. Sehingga setiap umat Islam wajib saling bahu membahu dan bekerjasama mewujudkan kebebasan dan kemerdekaan di setiap negeri-negeri muslim. sehingga menyebabkan sedikitnya basis-basis shaf tarbiyah dan banyaknya unsur-unsur yang bersemangat yang telah ditempatkan tanpa melalui persiapan tarbiyah yang matang. hal. bahwa sesungguhnya Negara Islam merupakan satu kesatuan yang tidak terbagi-bagi. merupakan kejahatan yang tak bisa dimaafkan. "Saya ingin menuntaskan permasalahan ini. Hal ini yang kemudian membuatnya terancam fitnah."401 Imam Syahid menegaskan bahwa tidak ada sikap mengalah atau penyepelean terhadap penjajah. 170 332 . walaupun dalam waktu yang panjang. • Makna Negara Islam dan sikap terhadap permasalahan Palestina: Imam Syahid meluaskan pengertian Negara Islam hingga mencakup seluruh Negara Islam. Ini yang sebenarnya yang diinginkan dari makna Islam dan persatuan umat Islam. hal. namun sayangnya pembinaan tarbiyahnya masih lemah. sehingga mereka menjadi pentolan-pentolan jihad dan pemimpin nasional. 204 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). sebagai akibat dari perseteruan dan pengorbanannya. atau kerusakan struktural di jamaah dan tarbiyah. dan penyimpangan pemikiran."400 "Kelaliman yang dilakukan di setiap jengkal tanah yang dihuni seorang muslim. atau karena sedikitnya waktu yang tersedia. dan kurang menguasai aspek-aspek dakwah dan rukunrukunya. harus 400 401 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). permusuhan terhadap salah satu bagiannya merupakan permusuhan terhadap bagian-bagian yang lain. Dengan demikian kita sampai kepada shaf yang pondasi dan bangunan utamanya mengalami kelemahan.

Imam Syahid berkata. firman Allah:                     Artinya: "Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran). 151 333 . dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'. tanpa ada satupun yang dikurangi. dan hari ini termasuk dalam kelompok mereka Rusia. hal. India dll. jika bagian dari tujuan kalian -sebagai dakwah Islam yang benar dan paripurna. "Setelah itu perhitungan kita dengan pihak Inggris adalah perihal daerah-daerah muslim yang didudukinya. Begitupula dengan Perancis dan Italia. Sungguh akan tiba suatu hari dimana akan terbayar semua perhitungan ini. "Perhitungan kita dengan Italia tidaklah lebih sedikit daripada Perancis.adalah membebaskan 402 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).S Ali Imran: 140)402 "Maka merupakan hal yang alami. (Q. Beliau berkata tentang hal ini. dimana Islam telah mewajibkan kepada setiap penduduk di setiap wilayah tersebut – dan kita juga tentunyauntuk berusaha menyelamatkan dan membebaskannya dari cengkeraman musuh. 150. Dan Allah tidak menyukai orangorang yang zalim.ada pengembalian hak-hak kita secara sempurna. Amerika.

14 406 Ibid 334 . hal. dll. sekretaris jendral Liga Arab ketika itu.yaitu dalam pertempuran antara Islam melawan Barat. 405 Ikhwanul Muslimin dan Permasalahan Palestina. Imam Syahid meminta. beberapa kalimat dan pengarahan yang dberikan oleh Imam Syahid terkait dengan hal itu."406 403 404 Risalah. Seperti perannya terhadap permasalahan Palestina. Ustdadz Kamil Syarif.Lembah Nil. bangsa Arab dan negeri-negeri muslim dengan seluruh bagiannya dari penjajahan bangsa asing. hal. 251 Diantaranya: Ikhwanul Muslimin dan Perang Palestina. Fuad Al Hajarsi.404 Imam Syahid berkata."403 Hal ini sebagaimana peran yang dilakukan oleh Imam Syahid dalam membebaskan negeri-negeri muslim. "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin tidak ada cara lain untuk membebaskan Palestina kecuali dengan kekuatan." Sebagaimana yang beliau tulis dalam suratnya kepada Abdurrahman Azzam. Kami akan menyampaikan secara ringkas.405 Imam Syahid menyampaikan seruan kepada Negara-negara Arab dan Islam untuk segera menarik diri dari PBB. silakan untuk merujuk kepada referensi-referensi khusus tentang hal itu. Bagi yang ingin memperluas dan mendalami lebih jauh perkataan-perkataan beliau. dan merupakan contoh yang sangat jelas terhadap perampasan negeri kaum muslimin. dan mengajak seluruh bangsabangsa Arab dan Islam untuk bangkit membela Palestina. "Membersihkan Zionisme dari negeri-negeri Islam. Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). hal ini sebagai bentuk penolakan terhadap ketetapan yang dikeluarkan oleh PBB tentang pembagian wilayah Palestina menjadi dua bagian dan pengakuan terhadap eksistensi Israel sebagai Negara yang sah di Palestina. Ikhwanul Muslimin dan Permasalahan Palestina. dengan syarat mengembalikan setiap penduduk Yahudi ke negeri asalnya setelah Perang Dunia I. Fuad Al Hajarsi. atau menyetujui Yahudi untuk hidup berdampingan dengan bangsa Arab di bawah pemerintah Palestina yang merdeka. Dalam memoar yang beliau sampaikan kepada Biro Politik Liga Arab. -sebagai tempat yang memiliki keistimewaan.

Sesungguhnya Israel akan berdiri. dan dalam memobilisasi umat Islam. hal. namun Imam Syahid tetap ikut serta dalam jihad melawan Yahudi. orangorang asing. mereka telah mempersembahkan darahnya dalam perjuangan di jalan Allah dalam peperangan yang dikuasai oleh kaum yang tidak memperdulikan Islam (maksudnya para pemimpin Mesir pada waktu itu. darah suci dan mulia yang tertumpah tidak akan ada gantinya. panjang dan menakutkan. 407 Ibid. Adapun Israel. "Mereka adalah orang-orang yang tidak berdosa yang berada di sisi Allah. orang-orang asing. Imam Syahid berkata. Sesungguhnya kita adalah pembawa risalah dakwah yang menolak cita-cita palsu dalam setiap manuver politik yang tidak dipimpin oleh Islam. Jalan yang akan kalian lalui sangat panjang. seperti raja Faruq dan lain-lain). serta besarnya kekuatan permusuhan yang berada di belakang Yahudi. Ini adalah jalan kita yang tidak boleh kita lewatkan sebagai pertempuran dan pembuktian kepahlawanan. Dalam ucapan belasungkawa untuk para syuhada jamaah yang gugur di Palestina. "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin akan mengerahkan seluruh jiwa dan harta mereka demi menjaga keutuhan setiap jengkal tanah palestina yang Arab dan Islam. sebagaimana Islam menghancurkan yang lainnya."407 Dengan segala keterbatasan kemampuan jamaah serta marabahaya yang senantiasa mengintai.Dalam memoar yang ditulis kepada Dubes Inggris. Demikianlah sikap beliau terhadap pelbagai permasalahan umat Islam. 40 335 . Imam Syahid menyampaikan. akan tegak berdiri dan akan tetap eksis hingga Islam menghancurkannya. karena gerakannya adalah gerakan ideologi. sebagaimana disebut dalam makalahnya yang berjudul Mihnatul Islam. hingga Allah mewariskan bumi dan seluruh isinya. dan jamaah Ikhwanul Muslimin masih dalam tahap pembinaan. mereka adalah orang-orang asing. Walaupun dengan segala konsekuensi dan perkembangan yang akan terjadi.

yang kehilangan cahaya sehingga tidak ada setitik cahayapun yang tampak dari cahaya kebenaran. Hal. hal.409: "Wahai umat Islam. dalam makalahnya yang berjudul. yaitu melenyapkan Islam dan kaum muslimin. Fuad al Hajarsi. Mihnatul Islam. mereka tidak mendapatkan solusi lain selain dengan membunuhnya. 117 336 . Imam Syahid tahun 1931 (dari buku: Imam Syahid. Ustadz Fuad Al Hajarsi. dan menjalin hubungan dengan musuh-musuh kalian. sementara hati mereka telah membeku dan membatu. yang kemudian membuat mereka berprilaku buas dan gila. dan semoga ini menjadi peringatan bagi umat. sementara mereka telah berkumpul di sekeliling kalian dan bersepakat untuk menteror kalian. Imam Syahid berkata pada tahun 1931 M. atau lebih keras dari itu. Merupakan sebuah kesia-siaan kalian menanti belas kasihan dari hari-hati mereka. merupakan kesia-siaan kalian berupaya menjadikan musuh sebagai pemimpin. 15 409 Makalah: Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya. Merupakan kesia-siaan kalian berharap mendengarkan kalimat-kalimat lembut dan santun dari kelompok mereka. Ikhwanul Muslimin dan Permasalahan Palestina. Umat kita harus bisa membedakan antara orang-orang berakidah yang berjuang dan para pecundang dari politikus dan militer. akhirnya memberikan anugerah syahadah kepadanya. Kewajiban Dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya. Hal itu tiada lain adalah intrik pasukan Salib dan manuver politik yang sudah terbelakang. jika peringatan itu bermanfaat. Walaupun mereka berbeda ambisi dan keinginan. sehingga Allah Swt. dari buku. Oleh karena itu. namun ada satu hal yang menyatukan mereka dan mereka bersumpah untuk menunaikannya. 408 Dari makalah. Kita meminta maaf kepada Allah terhadap darah syuhada yang telah tertumpah.408 • Mengenal dengan baik Karakter musuh Imam Syahid sangat berbeda (istimewa) dengan pengetahuan dan pengenalannya yang mendalam terhadap musuh. serta tidak tertipu dan lalai ketika berhubungan dengan mereka.dan setiap jihad yang tidak dipimpin oleh kalimat Allah. menjadi lebih gelap dari kegelapan malam.

(Q. Maka ia berkata: "Sesungguhnya Aku berlepas diri dari kamu. Karena Sesungguhnya Aku takut kepada Allah.S Al Baqarah: 217) Allah juga berkata kepada Nabi-Nya Muhammad Saw. cukuplah sudah kelalaian dan berbaik sangka yang sudah berlangsung lama. bahwa mereka tidak merelakan apapun untuk mereka kecuali kemurtadan dan perbudakan. bahwa orang-orang mulhid dari kaum muslimin adalah musuh pertama kalian. Allah telah menggambarkan karakter kaum itu kepada kalian melalui firman-Nya:          Artinya. Rabb semesta alam". seandainya mereka sanggup. dan sesungguhnya 337 . mereka juga memiliki kedengkian yang lama yang ingin mereka tebus dari kalian. Maka tatkala manusia itu Telah kafir.S Al Hasyr: 16) "Ingatlah kalian wahai Ikhwanul Muslimin.Jangan kalian terpedaya wahai kaum muslimin. (Q. Selain itu. firman Allah:                          Artinya: "(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia Berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu". dengan kalimat yang lebih jelas. "Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran).

yang di belakangnya tiada lain adalah upaya merusak bangsa Timur dan melenyapkan persatuan Islam. janganlah kamu mengambil orang- orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu). Maka Sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. (Q. Barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka ia akan mendapatkan dosanya dan dosa orang-orang yang melakukannya sampai hari kiamat. mereka tidak jauh berbeda dengan orang-orang Eropa. Barangsiapa yang loyal terhadap suatu kaum."410 410 Makalah ini kembali dipublikasikan di Majalah Dakwah.mereka memiliki saham besar terhadap musibah yang menimpa negerinegeri muslim. sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. firman Allah:                             Artinya: "Hai orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. 338 . menahan siapa saja yang berbaik sangka terhadap musuh. edisi 82 Syawal 1419 H/ Januari-Februari 1999 M. dan siapa saja yang telah membius otot-otot kami dengan pemikiran-pemikiran palsu dan kalimat-kalimat rayuan.S Al Maidah: 51). barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin. maka ia termasuk ke dalam golongan mereka. tanpa mengurangi sedikitpun dari dosa mereka. Merupakan kewajiban kami untuk merubah tanpa terjangkit wabah pemikiran mereka yang telah akut.

berdiri dengan penuh kemantapan. Dipublikasikan oleh Majalah al Mabahits."411 Imam Syahid juga sangat mengenal secara mendalam proyek-proyek Barat-Zionis yang ingin menguasai umat Islam. hal. hingga ketika menghadapi bahaya kita telah memiliki kesiapan yang sempurna. beliau berkata. "Adalah bagian yang baik untuk kita. oleh karena itu beliau menganggap perlawanan terhadap proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari tujuan jamaah. Ali Mahir pada tahun 1939 M. Beliau mengirimkan surat kepada kepala pemerintah Mesir. dan diterbitkan kembali oleh Majalah Dakwah. dapat menyaksikan zaman dimana kekuatan Yahudi Internasional menantang bangsa-bangsa Arab dan Islam dan menodai kesuciannya dengan besi dan api. namun kita harus mempersiapkan diri dengan sempurna. dan kita akan berjuang untuk mempersiapkannya.Imam Syahid mengenal benar karakter dan tipikal Negara-negara Barat. yang terakhir ditulisnya. walaupun mereka berupaya menunjukkan kelembutan dan belas kasih namun sesungguhnya mereka menyimpan sesuatu yang tidak mereka perlihatkan. siasat dan ambisinya. maka kita akan menerima tantangan ini dengan keyakinan bahwa Allah yang maha tinggi dan maha mulia telah memberikan kepada kita keutamaan dan kelebihan untuk melakukan perlawanan terhadap musuh dan melumpuhkannya. yaitu setelah deklarasi perang dunia I. ia tidak akan ragu untuk membohongi dirinya sendiri (dengan berpura-pura) jika ia mendapatkan kepentingan dan kemaslahatan dalam berbohong. 298 412 Dari makalah Imam Syahid. dan dengan penuh semangat."412 411 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). mengingatkannya untuk berhati-hati agar tidak mengekor di belakang mereka. 339 . januari/Februari 1999 M. Maka kewajiban kita adalah tidak tunduk kepada mereka.apapun warnanya tidak memiliki perjanjian dan perlindungan. pada Januari 1951 M. "Sesungguhnya Negara-negara Barat –wahai bapak kepala Negara yang mulia.

Ia menolak pemisahan antara agama dan politik."414 413 414 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Dahulu. Ikhwanul Muslimin selalu melaluinya dengan di bawah cahaya hidayah Islam yang hanif ini. Adapun perincian undang-undang dan peraturannya serta apa saja yang terkait dengannya. Inilah yang mereka pahami sebagaimana telah dijelaskan pada awal tulisan ini. Lihat kembali Risalah Akidah Thahawiyah. Yang dimaksud Imam Syahid adalah bahwa pemberlakuan hukum dengan Al Quran dan mendirikan pemerintah Islam merupakan sesuatu yang asasi dan mendasar. Allah mencegah dengan kekuasaan sesuatu yang tidak bisa dicegah dengan Al Quran. hal. Agama Islam. hal. pemimpin. dan penetapan target. "Islam datang sebagai aturan. Negara. 136.Bab IX Tentang Tujuan Membentuk Pemerintah Islam Tentang Tujuan Membentuk Pemerintah Muslim • Mukadimah Imam Syahid menetapkan bahwa pendirian pemerintah Islam merupakan bagian asasi dari manhaj Islam. ia dianggap sebagai sesuatu yang prinsipil dalam Islam. Imam Syahid berkata. maka telah disebutkan di dalam buku-buku fikih dan buku-buku cabang. Khalifah yang ketiga (Utsman bin Affan) berkata. "Sesungguhnya. 206 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). langkah kerja. namun harus diwujudkan dalam realitas kehidupan. 340 . Beliau juga menjelaskan bahwa pengaturan kehidupan dan Islam merupakan asas keimanan dan keyakinan terhadap syariat Islam. agama. syariat dan pelaksanaan. Ia tidak hanya menjadi alat pengarah dan nasehat."413 "Dalam setiap perencanaan. yang telah diyakini oleh Ikwan telah menjadikan pemerintahan sebagai salah satu pilar bangunannya.

"Islam yang hanif ini mengharuskan pemerintahannya tegak di atas kaidah sistem sosial yang telah digariskan oleh Allah untuk umat manusia. Imam Syahid menjadikan politik menjadi bagian dari tujuan utama yang diupayakan oleh jamaah. dan menyampaikan dakwahnya yang bijak kepada seluruh manusia."415 Oleh karena itu. dan membentuk pemerintah Islam di atas system ini. 177 417 Ibid. Barangsiapa yang beranggapan bahwa agama –terlebih lagi Islam. 178 341 . atau para penjajah durjana. Agar tegak di Negara ini sebuah daulah Islamiyah merdeka yang menerapkan hukum Islam. dan diupayakan oleh seluruh kaum muslimin. Selama daulah ini belum Agung. hal. Hal itu merupakan hak asasi manusia. merealisasikan sistem sosialnya. Beliau menyebutkan dalam tingkatan amal dan tujuan jamaah. mendeklarasikan prinsip-prinspinya yang lurus. hal. 415 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). kareka maka seluruh kaum muslimin untuk berdosa. Tidak ada yang mengingkarinya kecuali orang yang zalim lagi durhaka. 317 416 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). hal."417 Imam Syahid menjelaskan tentang dua asas utama. maka sungguh ia telah menganiaya diri sendiri dan pengetahuannya. tegak. beliau berkata. "Setelah itu kita menginginkan pemerintah muslim yang bisa membimbing anggota masyarakatnya ke mesjid."416 "Kami akan bekerja untuk menghidupkan sistem pemerintah Islam dengan seluruh wujudnya. Mereka dan bertanggungjawab di hadapan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha pengabaian mereka menegakkannya keengganan mereka untuk mewujudkannya.tidak mengungkap masalah politik atau bahwa politik tidak termasuk dalam agenda pembahasannya. "perhatikanlah selalu terhadap dua hal utama yang ingin kita capai: Agar Negara muslim merdeka dari setiap dominasi asing.

Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). hal. agar terbentuk Negara Islam baru yang menegakkan dan menjalankan hukum-hukum ini terhadap umat manusia yang didukung oleh umat Islam.418 "Maka kalian harus menuntut dengan hak Islam untuk mendirikan sebuah pemerintah yang memperhatikan prinsip. di Negara-negara Arab. 251 Risalah."419 “JIka tujuan-tujuan ini –perbaikan individu dan masyarakat muslim.tidak bisa diwujudkakn kecuali di bawah naungan sebuah pemerintah yang shalih. firman Allah:                 Artinya: 418 419 420 Risalah.Kita ingin merealisasikan dua sasaran ini di Lembah Sungai Nil (baca Mesir). kemasyarakatan. dan menyaratkan kebebasan dan kemerdekaan yang sempurna. karena Islam merupakan agama. maka kalian harus menuntut dengan hak Islam untuk mendirikan sebuah pemerintah yang memperhatikan prinsip. dan di setiap Negara-negara Arab. dan di setiap Negara yang telah disejahterakan oleh Allah dengan akidah Islamiyah. dan akidah yang mempersatukan seluruh pemeluknya. nilai-nilai dan ajaran Islam. hal. nilai-nilai dan ajaran Islam. Kehidupan mereka diatur oleh tuntunan syariah berdasarkan wahyu yang diturunkan Allah kepada Nabi-Nya. Nahwa an Nur (Menuju Cahaya) 342 . 107 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah).”420 "Ikhwanul Muslimin berusaha agar sistem Islami didukung oleh para penguasa.

jika Ikhwan mendapati di tengah umat terdapat orang yang siap memikul beban. Menghormati kewajiban dan syariat Islam. riba dengan segala sesuatu yang berhubungan dengannya dari al Qimar 421 422 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). 3. "Ikhwanul Muslimin tidak menuntut tegaknya pemerintahan untuk kepentingan dirinya dan kelompoknya. zina dan segala sesuatu yang mengarah kepadanya. Maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak Mengetahui. dan menggariskan kepada mereka jalan dan langkah yang dibutuhkan untuk itu. pembela dan penolongnya. Mendeklarasikan bahwasanya ia adalah pemerintah Islam yang menerapkan fikrah Islam sebagai asas Negara secara resmi."422 Mereka adalah para duat prinsip dan akidah. 206 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) 343 . maka mereka siap menajdi tentara. menunaikan amanat dan berhukum kepada sistem yang sesuai dengan manhaj Islam dan Al Quran."Kemudian kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu). yang berdakwah dengan penuh keikhlasan kepada pemerintah untuk kembali kepada manhaj Islam. "Untuk itu pertama-tama kami meminta kepada pemerintah Mesir.S Al Jatsiyah: 18)421 • Ikhwanul Muslimin Tidak Ambisi Kekuasaan dan Tidak bermaksud menguasai pemerintahan: Imam Syahid berkata. setiap pegawai dan pekerjanya komitmen dalam melaksanakannya. 2. hal. seperti Khamr (minuman keras) dan yang sejenisnya. yang indikasi konkretnya antara lain: 1. (Q. dan hendaknya orang tua diantara mereka menjadi qudwah bagi yang lain. Imam Syahid berkata. kemudian kepada pemerintah Arab dan Islam untuk mengembalikan sistem kehidupan dan peradabannya kepada sistem Islam. Menghindari al Mu'biqat (perbuatan maksiat yang merusak) yang telah diharamkan oleh Islam.

sementara pelaksanaannya berada di lembah yang lain. Menjadikan syariat Islam sebagai referensi utama undang-undang. memberikan perhatian yang besar kepada pendidikan bahasa Arab dan sejarah. 268 424 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Oleh karena itu. yang dapat membentuk tabiat pelajar dengan nilai-nilai Islam dan membekali mereka dengan hukumhukum dan hikmah.(Judi). Imam Syahid menyebut tidak diberlakukannya syariat atau terlambatnya pemberlakukan syariat sebagai kejahatan dan pelanggaran terhadap hak kaum muslimin. sehingga beban yang dipikul oleh jamaah bertambah berat. pemerintah belum menerapkan syariat Islam dengan benar. 267. Inilah hak Islam terhadap kita. Syariat Islam seolah-olah berada di suatu lembah. Ia sebagaimana yang anda lihat. 4. Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Namun. dan hendaknya pemerintah menjadi qudwah dalam hal ini. dan kami telah menyampaikannya.424 423 Risalah. 5. yang mengharuskannya mampu mewujudkan tujuan utama ini. dengan tidak membolehkan praktek-praktek seperti ini dan tidak melindungi pelakunya dengan kekuatan hukum. kenyataannya kini tidaklah demikian. dimana terdapat pendidikan tarbiyah Islamiyah nasional. 6. serta tidak berhubungan dengan masyarakat dengan cara-cara ribawi. harta haram. 138 344 . Memperbaharui kurikulum pendidikan. hal. hal.423 • Keterlambatan Pemerintah (dalam menerapkan syariat Islam) Namun realitanya. diamnya para pembaharu Islam dari tuntutan diberlakukannya hukum Islam adalah dosa besar yang tidak terampuni kecuali dengan mengambil alih pemerintahan dari tangan mereka yang tidak mau menegakkannya. Ya Allah saksikanlah. Menjadikan ajaran Islam sebagai landasan dalam setiap sikap dan kebijakan.

maka tetaplah pemerintahan itu menjadi bagian dari manhaj Ikhwan.427 Jika ada seorang pembaharu muslim yang sudah merasa puas hanya menjadi seorang ahli ilmu dan penasehat. dan kalimat ini bukan dating dari kami sendiri. dengan keyakinan dan perbuatan mereka yang menjauhkan antara petunjuk agama dan muatan politik. Masyarakat hendaknya memahami hal ini dan menuntut kepada pemerintah untuk mendapatkan hak-hak keIslamannya. Mereka akan terus bekerja dalam rangka membersihkannya dari tangan-tangan penguasa yang tidak mau melaksanakan hukum Allah. namun ternyata ketetapan ini tidak cukup bisa menghalangi para petinggi pemerintahan dan para tokoh politik untuk merusak citra Islam dalam persepsi dan pikiran khalayak. menggelar kajian ushul fiqih dan Fiqih praktisnya. Sesungguhnya Ikhwan belum melihat suatu pemerintahan –baik pemerintahan yang sekarang maupun yang lalu. Kami hanya mempertegas apa-apa yang telah ditetapkan hukum Islam itu sendiri. 345 . tentang Sistem pemerintahan.426 Merupakan kesalahan yang fatal ketika kita melupakan akar pemikiran ini. sehingga dalam prakteknya kita sering memisahkan agama dari urusan politik (meski secara teorotis kita mengingkari pemisahan seperti ini).Ini adalah kalimat yang telah jelas.425 Namun.yang bisa mengemban amanat dan menunjukkan kesiapannya untuk menegakkan nilai-nilai Islam. menetapkan keputusan hukum. 317. Ini merupakan kelemahan pertama dan awal mula kerusakan. hal. Dan Ikhwanlah yang selama ini bekerja untuk itu. Kita tetapkan dalam UUDa kita bahwa agama resmi Negara adalah Islam. sementara ia biarkan pemerintah memberlakukan hukum yang tidak diridhai oleh Allah. dan 425 426 Ibid Ibid 427 Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). serta merusak keindahan Islam dalam realitas kehidupan. jika ternyata Ikhwan tidak mendapatkannya.

Kesetiaan ini juga akan mengembalikan ketenangan dan ketentraman ke dalam hati dan jiwa. serta mengumandangkan dengan lantang bahwa lembah Nil adalah pengemban. Namun. hal itu menuntut kita untuk secepatnya mengubah berbagai sudut pandang dan situasi.428 Imam Syahid juga menjelaskan tentang kondisi realita yang sesungguhnya. maka suara sang pembaharu tadi laksana teriakan di tengah lembah. "Berterus teranglah dalam menjawab pertanyaan tersebut. yakni dengan jauhnya mereka dari penerapan manhaj Islam. Seluruh aturan yang engkau jadikan pijakan dalam setiap urusan hidupmu adalah aturan buatan manusia belaka."429 Beliau juga menunjukkan tentang pengkhianatan pemerintah terhadap janji dan amanat yang dipikulnya. Mereka juga harus menepati janji sosialnya dengan bangsa ini ketika menetapkan undang-undang dan menyuarakan bahwa agama resmi Negara adalah Islam. dan partai-partai politik di Mesir kecuali harus menepati janji syar'inya kepada Allah dan Rasul-Nya. Sudah bukan waktunya lagi untuk menipu dan memperdaya. niscaya kamu jumpai hakikat yang jelas di hadapanmu. Jika tidak. di saat mereka mengucapkan dua kalimat syahadat. hal. "Maka tidak ada jalan lain bagi pemerintah Mesir. yang tidak ada hubungannya dengan Islam. Kemudian. Pemerintah harus berterus terang kepada rakyat untuk menentukan sikapnya terhadap rakyat dan sikap rakyat terhadap pemerintah. Kesetiaan ini akan melindungi negara dari berbagai ancaman sosial yang bertubi-tubi. 428 429 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). mereka mesti komitmen dengan ajaran Islam. tidak digali dari sumber nilai Islam dan tidak pula disandarkan kepadanya. 188 346 . dengan mengatakan. maka berarti mereka telah ingkar janji dan mengkhianati amanat Allah dan amanat manusia.mendorong rakyatnya untuk melanggar perintah-perintah-Nya.

hal. rumah tangganya serta urusan hidupnya. sehingga mengakibatkan tersebarnya penyakit di badan-badan 430 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). tidak kuasa untuk menyerukan nilai-nilai dakwah yang bertentangan dengan sasaran yang diseru. mereka demikian antusias mengikuti jalan hidupnya. yang menghimpun berbagai sisi positif yang ada di seluruh aliran ideologi dan membuang sisi negatifnya. Seperti ungkapan 'Orang yang tidak memiliki sesuatu tidak dapat memberikan apaapa'. 303 431 Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). Lalu ia persembahkan itu kepada seluruh bangsa sebagai ideology alternative dunia yang memberi solusi yang benar dan jelas bagi seluruh persoalan umat manusia. dan mereka berlomba menjilat untuk mendapatkan keridhaannya. Akan tetapi.432 Adapun yang bertanggung jawab dalam kondisi ini adalah pemerintah dan rakyat. dimanakah gerangan para pemimpin negeri kita ini? Mereka semua telah dididik di sarang pendidikan asing."431 "orang-orang yang jiwanya.pembela. Sungguh. mereka telah tunduk kepada pola pikirnya. dan penyeru risalah Islamiyah. Penguasalah yang memudahkan jalan dan menyerahkan kepemimpinan kepada penjajah serta lebih mementingkan dirinya dari pada rakyatnya. tentu tidak mampu mengalirkannya kepada orang lain. hal."430 • Tentang Tabiat Pemerintah terhadap Islam: "Namun kita tidak mendapatkan tegaknya suatu pemerin Islam yang bekerja untuk menegakkan kewajiban dakwah kepada Islam. 196. 197 432 Ibid 347 . baik yang pribadi maupun sosial telah kehilangan ruh Islamnya. kata-kata saja tidaklah berguna jika tidak disertai dengan amal.

hal."434 Adapun Ikhwanul Muslimin.435 433 434 435 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Al Quran dan Sunah Nabi-Nya. dan kerancuan. Sistem sosial yang dijadikan asas dan dijaga oleh pemerintah. Pemerintah yang berjuang dan bekerja untuk menyelamatkan rakyatnya dan rakyatpun mendukungnya dengan kesatuan kalimat. serta kehilangan kekuatan iman dan kekuatan jamaah. Jika umat-umat lain kehilangan pelita hidayah di masa-masa transisi. 140 Ibid 348 . 212 Risalah: l Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dan rakyat yang senang terhadap kehinaan. Marilah kita keluar dari kondisi yang bobrok ini dan menggantikannya dengan sistem sosial yang lebih baik. jawabnya adalah dengan jihad dan perjuangan. silau dengan kebatilan. 211. sehingga mereka menjadi mangsa santapan orangorang yang rakus dan ambisius. mereka sekali-kali tidak akan pernah rela dan menyetujui undang-undang seperti ini. Undang-undang wadh'i (ciptaan manusia). mengikuti hawa nafsu. ketidakadilan. di samping bertentangan dengan agama. Hidup tak boleh putus asa dan putus asa tak boleh ada dalam hidup ini. serta kekuatan tekad dan iman. ketidakberdayaan. Imam Syahid berkata. riswah (suap).433 Sedangkan tentang undang-undang yang menyimpang dari syariat Islam. melalaikan kewajiban. Mereka senantiasa bekerja dengan segala cara dalam rangka mengganti undang-undang semacam itu dengan syariat Islam yang adil dan utama. bermalas-malasan. di semua sisi perundangundangan. hal. maka kita masih memiliki Islam sebagai pelita dan cahaya yang membimbing kita. Bagaimana keluar dari kondisi ini. "suatu hal yang aneh dan tidak masuk akal jika undang-undang yang berlaku untuk umat Islam bertentangan dengan ajaran agamanya.pemerintah Mesir dan bahayanya melanda seluruh manusia: egoisme. teks-teksnya juga bertentangan dengan UUD Mesir itu sendiri yang menyebutkan bahwa agama Negara adalah Islam.

"437 "Sesungguhnya faktor utama yang merusak tatanan kehidupan masyarakat Mesir. "Namun kita menginginkan agar fikrah Islam mendominasi dan mempengaruhi semua kondisi.205 349 . maka seluruh upaya akan sia-sia belaka. seluruh kekuatan umat bersinergi bahu membahu."438 Tujuan asasi. 251 Ibid. mewarnainya dengan shibghah Islam.• Perbaikan pemerintah yang komprehensif Mendirikan pemerintah Islam tidak mungkin dapat diwujudkan kecuali setelah membangun basis-basis yang menjadi pondasinya. 258 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). hal. negeri-negeri Arab dan Islam adalah intervensi pemerintah asing. tujuan luhur.439 Sesungguhnya Ikhwan bersabar dan menahan dirinya dari hanya mengambil peran di pemerintahan sementara jiwa-jiwa masyarakat masih 436 437 438 439 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). dan mewujudkan kebebasan dan kemerdekaan negeri dari seluruh intervensi asing. hal. Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). melakukan perbaikan masyarakat dan menyiapkan mereka untuk menerima pemerintah tersebut dan membangkitan umat untuk meminta hal itu. karena kalau tidak maka kita tidak akan mendapatkan apapun. dan perubahan yang dikehendaki Ikhwan adalah perubahan secar total dan integral. Imam Syahid berkata. hal. Maka pintu pertama proses perbaikan ini adalah kita melawan dua fenomena ini."436 "Syaratnya adalah kebebasan dan kemerdekaan. agar masyarakat terbebas dari dua imperialis. sehingga seluruh keinginan dan pelaksanaan pemerintah adalah sesuai dengan keinginannya. bersatu patu untuk menghadapi dan mengadakan perubahan dan reformasi. hal. Karena jika tidak. dan ini merupakan kelemahan yang tidak seharusnya terjadi di dalam pemerintah. baik sebagai duta besar atau sebagai dalang. 237 Risalah.

mereka sekali-kali tidak akan pernah rela dan menyetujui undang-undang seperti ini. 140 Ibid 350 . hal.dalam keadaan demikian. serta keinginan masyarakat kepada pemerintah untuk menerapkan syariat Allah. hal. 138 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda).”440 Dengan demikian."442 Diantara sarana untuk mengadakan perbaikan undang-undang adalah: dengan menyampaikan catatan kepada menteri keadilan. maka mereka tidak akan tergesa-gesa untuk mendirikan pemerintah Islam. • Sikap Terhadap pemerintah Sikap Ikhwanul Muslimin terhadap pemerintah yang tidak menerapkan syariat Allah dan menyimpang dari manhaj Islam adalah sebagai berikut: Tidak setuju dan tidak mengakui manhaj dan politiknya yang bertentang dengan syariat Islam dan Al Quran. Imam Syahid berkata. hal. kecuali setelah memenuhi faktor-faktor dan rukun-rukun syariatnya. dan para pemimpin Negara. Maka diperlukan waktu untuk penyebaran dan mendominasinya prinsip-prinsip Ikhwan. serta setelah sempurnanya fase-fase dan strategi. serta menolak semua undungundang yang bertentangan dengan Islam.443 440 441 442 443 Ibid. lalu masyarakat akan belajar bagaimana ia akhirnya lebih mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan Pribadi."441 "Adapun Ikhwanul Muslimin.177 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). "Kami tidak mengakui undang-undang apapun yang tidak berlandaskan prinsip-prinsip Islam dan tidak mengacu padanya.

Imam Syahid menulis di pembukaan edisi pertama dari Majalah Al Nadzir tahun 1938 M. Kami akan mendeklarasikan permusuhan yang tidak ada perdamaian dan tidak ada belas kasih. dan mereka akan berupaya untuk membebaskannya dari tangan pemerintah yang tidak menjalankan perintah Allah. perincian pemikiran. "Kami akan memerangi setiap pemimpin partai atau organisasi yang tidak berjuang untuk Islam dan tidak memudahkan jalan untuk Islam untuk mengembalikan hukum dan kemuliaan Islam. bukan tawar menawar atau diam terhadap penyimpangan terhadap syariat Allah. 164 446 Ibid."444 Dan hal itu dilakukan dengan menyebarkan dakwah.Imam Syahid juga berkata. hal. Imam Syahid menyebutkan tabiat dalam menghadapi dan menyikapi setiap yang menyimpang dari manhaj Islam dan mengadopsi syariat yang lain. hingga Allah membukakan kebenaran di antara kita dan sesungguhnya Allah adalah Sebaik-baiknya pembuka. jika mereka tidak menyambut dakwah kalian dan menjadikan ajaran Islam sebagai manhaj yang mereka jalani dan yang mereka amalkan. konfrontasi politik. mentarbiyah masyarakat. Semuanya berada dalam koridor Islam. 163. nasehat dan maaf kepada Allah. menyadarkan umat."445 Beliau juga berkata. bukan perjanjian damai. bukan pertemuan di tengah jalan. "Kekuasaan merupakan bagian dari manhaj mereka. atau membiarkan mereka. Imam Syahid menyebutnya dengan. hal 138 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). perjuangan melalui konstitusi. "Kalian akan memusuhi mereka semua di pemerintahan dan di luar pemerintah dengan permusuhan yang luarbiasa. 164 351 . fase kifah siyasy (perjuangan politik). membentuk shaf mukmin yang kuat. hingga pemerintah yang berkuasa condong kepada mereka. yakni dengan menetapkan dan menjelaskan kepada mereka dengan jelas dan terperinci. perjuangan politik. hal."446 444 445 Ibid.

jamaah Ikhwanul Muslimin maju dengan memberikan nasehat yang tulus." Untuk itu. 214 352 . Adapun para rijal yang akan melaksanakan proyek perbaikan ini haruslah mereka yang dikenal menghormati dan menghargai fikrah ini.Sikap Ikhwanul Muslimin terhadap perlawanan dan pemisahan menggunakan sikap sebagai seorang pemberi nasehat yang mengasihi pemerintah dan organisasinya: "Sikap kami terhadap pemerintah Mesir dengan berbagai coraknya. menjelaskan tentang pandangan Ikhwanul Muslimin dalam perbaikan. Spirit yang harus terkandung dalam fikrah perbaikan ini adalah bersandar kepada prinsip-prinsip dan dasar ajaran Islam. baik dari Barat maupun dari Timur yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan terdapat banyak kemaslahatan di dalamnya. Ia berkata. Dalam risalah Imam Syahid yang beliau kirimkan kepada Mahir Basya (kepala pemerintahan waktu itu. Mudah-mudahan Allah memperbaiki kerusakan ini. serta bekerjasama dengan segenap kekuatan masyarakat untuk melakukan perbaikan umat dan mewujudkan kemajuan dan kemerdekaannya. mengambil sari-sari penting dari fikrah yang lama dan yang baru. hal. Karena sesungguhnya undang- 447 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). adalah dengan mengembalikan negeri Mesir kepada ajaran Islam dan menerapkan prinsip-prinsip Islam dengan penerapan yang baik. meskipun dari pengalaman saya kami kehendaki berseberangan dengan mereka. bagaikan berbagai sikap seorang penasehat yakin 447 yang bahwa mengingkan apa yang kebaikan dan kelurusan. tahun 1939). Pemilihan rijal yang akan melaksanakan proyek ishlah ini lebih penting dan lebih utama dari proyek ishlah itu sendiri. "Ikhwanul Muslimin meyakini bahwa jalan satu-satunya untuk melakukan perbaikan. dengan program dan proyek-proyek perbaikan di pelbagai aspek.

"Kami telah membuat beberapa manhaj Ishlah untuk pemerintah Mesir dan menyampaikan beberapa catatan murni dalam banyak perkara yang menyentuh kehidupan masyarakat Mesir. Imam Syahid berkata. 299 449 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). kami akan tetap berada posisi memberikan nasehat hingga Allah membukakan antara kami dan kaum kami kebenaran. Walaupun Ikhwanul Muslimin mengetahui bahwa pemerintah tidak menyambut seruan ishlah. kadar disiplin dan keimanan mereka. Begitupula terhadap rijal yang akan melaksanakan dan menjalankan proyek ishlah tersebut. serta kadar keikhlasannya. Setelah itu. namun mereka tetap memberikan nasehat. dan melanjutkan perjalanan dakwah yang telah mereka tetapkan arah dan tujuannya demi mewujudkan masyarakat muslim dan pemerintah muslim. kemudian dilanjutkan dengan penetapan nama dan muatannya. Kemudian apa manfaatnya? Tidak ada Apa yang telah dihasilkan? Tidak ada Dan jawaban akan selalu sama setiap kali ditanyakan. dll. Walaupun demikian. termasuk kemampuan menerjemahkan perkataan dan slogan-slogan dalam kerja-kerja konkret dan realisasi amal serta kadar pertentangan atau kedekatannya dengan fikrah Islamiyah. dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baiknya pembuka (pemberi kemenangan). hal.undang pada hakekatnya adalah tergantung bagaimana hakim yang menjalankan dan menegakkan hukum-hukum tersebut."448 Standar yang digunakan Ikhwanul Muslimin terhadap dakwah Ishlah ini –sebagaimana yang dijelaskan Imam Syahid.bergantung dengan spirit yang menjiwai dakwah tersebut. hal. 214 353 ."449 448 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna).

karena terdapat kerusakan di sebagian besar atau beberapa pasal-pasalnya atau keringnya dari nilai-nilai Islam dan ajarannya. potensi. hal. silakan merujuk Risalah Pergerakan. Oleh karena itu ia melakukan hubungan dan interaksi dengan pemerintah. namun hal ini tidak berarti kami menerima dengan ridha setiap kesalahan yang ada di dalamnya. dengan mentarbiyah masyarakat dan menyadarkan khalayak. kecuali jika undang-undang yang berlaku adalah maksiat dan penyimpangan syariat secara jelas. memberikan nasehat. Dengan menyerukan reformasi dan perbaikan undang-undang. kami justru akan melakukan perbaikan dan perubahan dengan menggunakan perjuangan secara konstitusi dan perjuangan politik.450 Jika anda ingin mendapatkan perincian. Menuju Cahaya dan Agenda Persoalan Kita dalam kacamata Sistem Islam. dan seluruh kemampuan yang kami miliki di bawah organisasi atau pemerintah apapun yang bermaksud melangkah bersama umat Islam menuju ketinggian dan kemajuan. Jamaah Ikhwanul Muslimin –sesuai dengan prinsip dakwahnya- berinteraksi dengan realita dengan tetap berupaya melakukan perubahan dan pengembangan kea rah yang lebih baik. memberikan kerjasama demi mengupayakan kebaikan untuk 450 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). maka tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam melakukan maksiat kepada sang pencipta. 294 354 . kami akan menjawab seruan tersebut dan menjadi jaminan.Kami akan menempatkan diri. Kami menerima undang-undang dan peraturan yang berlaku di masyarakat dan komitmen terhadap undang-undang tersebut. tidak serta merta kemudian melakukan revolusi atau kudeta. menyampaikan gagasan-gagasan perbaikan. sebagaimana undang-undang juga menetapkan bahwa Islam adalah agama Negara dan sumber utama konsitusi. untuk mendapatkan contoh dan model proyek perbaikakn Ikhwanul Muslimin.

membawa dakwah dan menyebarkannya dengan pelbagai sarana. pertama. karena jamaah ini lebih mengutamakan nasehat daripada popularitas atau mendeskreditkan. Kerjasama dan sinergi jamaah dalam pelbagai kesempatan tidak berarti ridha dan rela terhadap semua manhaj dan aturan yang bertentangan dengan syariat Islam dan yang tidak menerapkan prinsip dan ajaranajarannya. Jamaah Ikhwanul Muslimin juga melakukan dialog sebagai sarana untuk saling memahami dan bekerjasama. melakukan usaha-usaha perubahan kondisi yang terjadi dan mempersiapkan proses berdirinya Negara Islam.masyarakat dan setiap bahaya yang mengancamnya. Imam Syahid menjelaskan tentang aspek-aspek hubungan terhadap pemerintah. namun jika pemerintah membenci Islam dan membuat konspirasi terhadapnya. Yang kedua. dan sebaik-baiknya yang mengokohkan kekuatannya dan yang menolongnya untuk Islam. mentarbiyah masyarakat dan bangsa. maka apakah seorang muslim –jika ia menjadi tertuduh. membina individunya dan membentuknya sesuai dengan manhaj Al Quran. pada waktu yang sama ia pun berupaya untuk menwujudkan visi-misinya. "Adalah salah besar orang yang menuduh bahwa kalian memusuhi pemerintah Islam atau lembaga sosial tertentu. menyerukan dakwah Islam. mengutamakan perdamaian dan cinta dari pada perseteruan dan peperangan.akan menjadi lawan atau menjadi kawan? Ikhwanul Muslimin memiliki kelebihan dari masyarakat pada umumnya. kami adalah penolongnya pendukungnya yang paling tulus. dan berusaha untuk menghilangkan setiap keragu-raguan dan syubhat seputar dakwah. mengutamakan argument dan 355 . jika ia bekerja dengan maka Islam dan untuk Islam sesuai yang kondisi pertama dan dan kemampuannya. sesungguhnya sikap terhadap pemerintah-pemerintah ini tidak keluar dari dua hal.

bahwa berapa kali kami telah menyampaikan kalimat kebenaran yang tinggi membahana.perkataan yang lembut daripada kekerasan dan anarkis. sesungguhnya Allah memperbaiki umat dengan satu orang dari mereka –jika Allah memperbaikinya-. kami (sahabat Rasulullah Saw. Ini merupakan ajaran Allah kepada para rasul-Nya. menyampaikan dan mengenalkannya kepada mereka adalah sebaik-baiknya cara untuk mewujudkan dan sampai pada tujuan-tujuan dakwah dan menjadi jalan yang paling dekat untuk itu. kitab-Nya.           Artinya: "Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut. kami tidak takut selain kepada Allah. Kalian tentu tahu perkataan Rasulullah Saw. Hasan Al Bashri berkata. untuk siapa yang Rasulullah? Beliau menjawab. karena sesungguhnya Allah memperbaiki banyak makhluknya dengan kebaikan pemimpinnya.) bertanya. Mudah-mudahan ia ingat atau takut". Agama adalah nasehat. sedikitpun kami tidak berpaling dari hal itu. cukuplah Dia sebagai wali dan penolong kami. (Q. aku pasti menjadikannya untuk para pemimpin. "Dengan demikian kami meyakini bahwa dakwah terhadap para pemimpin. "Jika seandainya aku memiliki dakwah yang diterima. "Untuk Allah. Kami menganggap bahwa kita tidak senantiasa harus memusuhi pemerintah dalam setiap keadaan atau mengeluarkan mereka dari Islam. para pemimpin muslim dan masyarakatnya. beliau berkata. 356 .S Thaha: 44) Imam Syahid menjelaskan bahwa manhaj jamaah terhadap pemerintah adalah manhaj dakwah dan nasehat. Rasul-Nya." Seluruh manusia telah mengetahui –termasuk para pemimpin. kendati kami harus menerima tekanan dan kesengsaraan.

272 357 . kami ingin menyampaikan beberapa hakikat penting yang menjadi prinsip. yang menghalangi aktivitas mereka. hal. hal. Abbas Asisi. Mustahil kami bergabung di bawah panji golongan tertentu. tidak berharap terhadap apa yang ada di tangan orang-orang kaya. siapapun itu. "para pembaca mungkin bertanya-tanya. para politikus. daripada menjadikan mereka sebagai musuh dan rival para da'I. karena sejak awal dakwah telah memperhitungkan bahwa mereka akan menjadi orang pertama yang menjadi musuh. Apa sikap Ikhwanul Muslimin terhadap pemerintah baru (Parlemen Ali Mahir Basya)? Sebelum menjawab pertanyaan ini. Kedua."452 Imam Syahid menyebutkan di dalam memoarnya. yaitu bahwa 451 Hasan Al Banna. edisi 27. siapapun adanya. maka adalah sebuah kebodohan dan bukan bagian dari ajaran agama jika kaum muslimin mencela orang-orang yang ikut berperan menghalangi musuh mewujudkan ambisi mereka. melalui makalah yang ditulis oleh Ustadz Shalih Asymawy di Majalah Nazhir. partai politik adalah sikap para da'I bukan sikap golongan tertentu. tidak melihat atau berpikir atau bersandar kepada bantuan pemerintah."451 Imam Syahid berkata. -sebagai contohtentang sikap terhadap pemerintah Ali Mahir Basya. Maka akan lebih baik jika para pemimpin bisa menjadi partner Ikhwanul Muslimin untuk mentarbiyah masyarakat dan mengarahkannya dengan ajaran-ajaran Islam yang produktif.146 452 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Yaitu pertama. atau di bawah pemimin tertentu. 145.karena kadang-kadang pemerintah ikut berperan menghadapi musuh-musuh Islam yang kuat dan menggagalkan tujuannya. murid-murid penjajah dan para makelar-makelar perusahaan asing. Sikap kami terhadap pemerintah. "Para pendiri dakwah Ikhwanul Muslimin telah menetapkan di kedua mata mereka dua hakikat yang mereka pegang dan laksanakan serta manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sikap-sikap dalam dakwah dan tarbiyah. yang menggambarkan tentang sikap Ikhwanul Muslimin. karena masing memiliki pandangan dan jalan yang berbeda.

hal. Barang siapa yang mendukung fikrah Islam. maka kami akan menjadi musuh baginya. dan menjadikan Al Quran sebagai undang-undangnya."453 Jadi sikap kami terhadap parlemen Ali Mahir Basya adalah sama halnya sikap kami terhadap parlemen atau pemerintahan yang lain. wa Muhammad rasulullah (Tiada tuhan selain Allah."454 453 454 Ibid. bekerja untuknya dan komitmen di atas nilai-nilainya di dalam diri dan di rumahnya serta berpegang teguh terhadap Al Quran di dalam kehidupan pribadi dan sosialnya. Yang terakhir yaitu menebarkan Islam. dan di dalam dua kondisi tersebut. hal. yang memiliki program yang jelas dan terperinci. 292 Ibid. dan menshibghah masyarakat Mesir dengan shibghah Islam. dan kami tidak akan menetapkan sikap dan mengeluarkan keputusan kecuali terhadap pekerjaan. dan agama sepenuhnya adalah milik Allah. jelas arahnya. tidak bekerja untuknya dan justru menghadang jalannya atau berupaya melumpuhkannya. sosial. baik syariat. serta menebarkan ajaran-ajaran Islam di seluruh aspek kehidupannya. Ia juga bertujuan untuk membebaskan setiap jengkal tanah yang selalu terulang kalimat La Ilaha Illallaah. sebagai qudwahnya. 292. kami membenci dan mencintai semata-mata karena Allah. dan Nabi Muhammad adalah rasulullah). Namun barangsiapa yang menentang dakwah Islam. sikap lama yang tidak akan berubah dengan pergantian parlemen dan tidak berubah dengan pergantian menteri.Ikhwanul Muslimin bukanlah partai politik yang mendukung dan menolak pemerintah sesuai dengan maslahat dan kepentingan partainya atau sesuai dengan ambisi pribadi. politik dan ekonomi. bukan perkataan. 293 358 . Dan seyogyanya seorang muslim berprasangka baik terhadap saudaranya. namun sebagaimana kami diajarkan oleh pengalaman untuk tidak percaya begitu saja dengan janji dan ucapan. maka kami juga akan mendukung dan mendorongnya. yang mengarah kepada pembaharuan Islam. meninggikan panji Al Quran di setiap tempat hingga tidak ada lagi fitnah. dan tidak ada yang menghalangi kami untuk berprasangka baik terhadap pemerintahan Mahir Ali Basya dan menteri-menterinya. namun Ikhwanul Muslimin merupakan dakwah Islam yang menjadikan Allah sebagai tujuannya dan Nabi Muhammad Saw.

359 .S An Nisa: 94) • Asas Pendirian Negara Imam Syahid menjelaskan tentang dasar yang menjadi pijakan berdirinya Negara dan pemerintahan dalam Islam. ketauhilah bahwa sesungguhnya syariah adalah pondasi. Maka telitilah. sesuatu yang tidak memiliki pondasi maka ia akan hancur. "Sungguh indah kata-kata Imam al Ghazali –semoga Allah meridhainya-."                                   Artinya: "Dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu: "Kamu bukan seorang mukmin" (lalu kamu membunuhnya). dan raja adalah pengawalnya. kami menginginkan kebaikan untuknya dan kami selalu memberikan maaf kepadanya. Beliau berkata. Karena di sisi Allah ada harta yang banyak. "Sikap kami terhadap seluruh organisasi adalah. kami tidak menuntut dan tidak menolak. dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia. lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu. sesuatu yang tidak memiliki pengawal maka akan hilang." (Q. begitu jugalah keadaan kamu dahulu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.Imam Syahid juga berkata.

sebuah undang-undang tak akan berguna jika tidak ada seorang hakim –yang adil dan bersih.Daulah Islamiyah tidak akan tegak kecuali bertumpu di atas pondasi dakwah.yang memelopori penerapannya. Demikian juga. Demikian pula dakwah yang tidak akan mungkin tegak kecuali ada jaminan dan perlindungan. atau kematangan politik. Inilah yang dalam istilah politik modern kita kenal sebagai kesadaran politik. kaku dan gersang tanpa ruh di dalamnya. keyakinan akan kelayakan sistem dan rasa kepedulian untuk menjaganya. menjaganya. selama kaidah-kaidah pokok di atas tadi bisa diwujudkan (dimana tidak mungkin suatu hukum akan tegak tanpanya) dan diterapkan secara tepat sehingga dapat menjaga keseimbangan dalam berbagai situasinya (yang masing-masing bagian tidak mendominasi bagian yang lain). Keseimbangan ini tidak mungkin bisa dipelihara tanpa adanya nurani yang selalu terjaga dan perasaan yang tulus akan kesakralan ajaran ini. bukan sekedar bagan struktural. 319 360 . atau pendidikan politik. dan bukan pula pemerintah yang materialistis. hal. atau istilah-istilah sejenis yang semua itu bermuara pada satu hakikat. sehingga ia menjadi sebuah pemerintahan yang mengusung suatu misi (risalah Islam)."455 Beliau juga berkata. menyebarkan mengokohkannya. "Islam bukanlah slogan dan julukan semata.adab-adab Islami ketika berhadapan 455 456 dan berbicara dengan para pemimpin dan pembesar Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam) Ibid. Teks-teks ajaran saja tidaklah cukup untuk membangkitkan umat. Dengan memelihara dan menjaganya akan tergapailah keberuntungan di dunia dan keselamatan di akhirat."456 • Adab-adab Ikhwanul Muslimin dalam Melakukan konfrontasi Politik: Jamaah Ikhwanul Muslimin sangat menjaga dan memperhatikan – dengan tetap memberikan nasehat dan perlawanan terhadap segala sesuatu yang bertentangan dan keluar dari ajaran Islam.

dan mereka tidak akan bekerja selain untuk dakwah yang mereka bawa. Ikhwanul Muslimin sangat istimewa dengan sikapnya yang menjaga persatuan nasional dan perdamaian dalam negeri. dan mengarahkan mereka menuju kebaikan dan kebenaran.457 Gerakan politik dan sikap-sikap reformis Ikhwanul Muslimin di dalam masyarakat tidak berlandaskan kepada perlawanan dan penentangan kepada pemerintah semata. menjaga kedamaian dan ketenangan kondisi politik serta terciptanya iklim kebebasan. yang lebih diutamakan dari kemaslahatan dan kepentingannya pribadi. hal. Kebebasan dan kemerdekaan negeri merupakan salah satu target utama yang selalu diusung dan diperjuangkan oleh Ikhwanul Muslimin. 361 . karena goncangan dan fitnah akan menimbulkan pengaruh negatif terhadap masyarakat dan melemahkan persatuannya. "Demikianlah kami mengajak manusia. Tujuan mereka adalah Allah. Ikhwanul Muslimin bekerja secara independen dan terlepas dari segala kekuatan yang mempengaruhinya. karena yang akan mengalami kerugian dalam hal ini adalah rakyat dan mayarakat. namun metode dan manhajnya lembut dan santun serta bijak dengan adab-adab Islam. karena hal itu merupakan bagian dari kemaslahatan Islam. menutup seluruh pintupintu fitnah. sebagaimana yang dicontohkan oleh Imam Syahid. 457 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). 217 lihat surat Imam Syahid kepada Nuhas Basya dan Raja Fuad. memberikan nasehat dan berupaya untuk tidak menyebabkan perpecahan dan menyulut perseteruan. sebagai bukti kepada Allah bahwa dakwah telah sampai kepada mereka. Jamaah Ikhwanul Muslimin sangat menjaga kemaslahatan Negara dalam banyak sikap dan prinsip-prinsipnya. serta akan berimplikasi buruk terhadap penyebaran dakwah dan kemajuannya.pemerintahan. sekuat apapun beban dan tekanan yang mereka dapatkan.

Imam Syahid berkata. Mereka menghendaki keridhaan Allah dan pahala-Nya di akhirat. "Bukan sepenuhnya salah jika sebagian orang menyangka bahwa Ikhwanul Muslimin pada suatu masa dari fase-fase dakwahnya tempat mengikuti arus pemerintahan yang ada. hal. Mereka tidak tergiur dengan tahta dan kedudukan. tidak akan pernah terjadi. dan jiwa mereka tidak tergantung pada kesenangan dunia yang fana ini. Sesungguhnya Aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu. "Mereka tidak disibukkan oleh manhaj yang bukan manhaj mereka.S Az Zariyat: 50) Mereka meninggalkan berbagai pamrih dan ambisi menuju satu tujuan yaitu keridhaan Allah Swt. tidak 458 459 memperjuangkan dakwah yang bukan dakwah mereka."458 "Hari dimana Ikhwanul Muslimin menjadi tempat mewujudkan tujuan orang lain. atau menjadi alat suatu manhaj yang bukan manhajnya. tidak mengedepankan kepentingan pribadi dan duniawi. (Q. baik dari Ikhwan maupun dari yang lain."459 Ikhwanul Muslimin tidak bisa digiring dengan kesenangan atau ancaman. hal. Hendaklah hal itu diketahui oleh siapa saja yang belum mengetahui. atau mewujudkan tujuan yang bukan tujuannya dan bekerja untuk manhaj yang bukan manhajnya. 216 362 . Setiap langkah mereka mencerminkan firman Allah:            Artinya: "Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. tidak Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Mereka tidak takut pada siapun kecuali kepada Allah. 191 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI).

187 363 . kami berlindung kepada Allah di suatu masa menjadi kelompok yang menyerukan selain Al Quran dan ajaran Islam. dan konsisten menerapkan hukum-hukum serta ajaran Islam. sehingga menjadi pemerintah Islam yang baik. Dengan begitu ia dapat memainkakn perannya sebagai pelayan umat dan pekerja yang bekerja demi kemaslahatan mereka. baik bagi yang menjalankannya maupun manhaj dan metode yang akan digunakan. jangan melihatnya. sedikitpun kami tidak bergantung kepada pemerintah.tershibghah dengan warna selain Islam. hal. tidak terangterangan dengan kemaksiatan. Maktab Al Irsyad tidak pernah mendapatkan perhatian apapun dari pemerintah. hal. dan dan hal inilah yang kami harapkan."461 • Karakteristik Pemerintah Islam yang dicita-citakan Pemerintah Islam bukan hanya slogan dan julukan semata. 460 461 Ibid. Pemerintah Islam adalah pemerintah yang anggotanya terdiri dari kaum muslimin yang menunaikan kewajiban-kewajiban Islam. Imam Syahid menggambarkan pemerintah Islam yang dicita-citakan oleh dakwah adalah: "Memperbaiki keadaan pemerintah. 213 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dan janganlah kalian menjadikan hal itu bagian dari target dan manhaj kalian. kami tidak menerima siapun kecuali anggota atau simpatisan Ikhwan. yang berdiri di atas basis dan rukun-rukun yang harus terpenuhi pula. jangan bekerja untuknya dan mintalah keutamaan dan kemurahan kepada Allah. namun ia memiliki karakteristik dan sifat-sifat yang harus dipenuhi."460 "Sampai sekarang wahai Ikhwanul Muslimin.

menyebarkan nilai-nilai ajaran. dan mengajak manusia menuju petunjuk Islam. seperti Abu Bakar Shiddiq dan Umar bin Khattab. maka berhak atasnya nasehat dan bimbingan. melindungi keamanan umum. maka hal itu dibolehkan. 101 364 .Beberapa sifat yang dibutuhkan antara lain: rasa tanggung jawab. "Setelah itu kami juga meninginkan pemerintah yang bisa membimbing masyarakat menuju mesjid. jika telah ditunaikan kewajibannya. hal. dan ekonomis dalam penggunaannya. Imam Syahid juga berkata. adil terhadap semua orang. sebagaimana para ulama juga membolehkan pelimpahan beberapa jabatan di lembaga eksekutif. sebagai para sahabat Rasulullah Saw. yang menerapkan undang-undang Islam dan menerapkan aturan462 463 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim) Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Tidaklah mengapa menggunakan orang-orang nonmuslim –jika keadaan darurat.bisa diterapkan pemecatan dan pengusiran. tidak tamak terhadap kekayaan Negara."463 "Dan hendaknya daulah Islamiyah bisa ditegakkan di Negara merdeka ini. mengokohkan mentalitas. Apabila ia mengabaikan kewajibannya. serta pertolongan terhadap jiwa dan hartanya. kasih saying kepada rakyat. membawa masyarakatnya. mengembangkan investasi dan menjaga kekayaan. selama sesuai dengan kaidah umum dalam sistem undang-undang Islam462. serta menyebarkan dakwah. Tidak terlalu penting mengenai bentuk dan nama jabatan itu. mempersiapkan kekuatan. Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada khaliq.antara lain loyalitas dan ketaatan. menjaga kesehatan. lalu –jika tidak ada perubahan. Beberapa haknya –tentu. Beberapa kewajiban yang harus ditunaikan antara lain: menjaga keamanan. menerapkan undang-undang.asalkan bukan untuk posisi dan jabatan strategis.

dalam pelbagai urusan kehidupan. dan kemajuan membangun kekuatan mempersiapkannya untuk memikul risalah dakwah Islam dan tujuantujuannya yang mulia di seluruh alam. dan menebarkan kalimat Allah serta menyampaikan risalah-Nya.aturannya. hal. melindungi kaum muslimin di seluruh penjuru bumi dari segala bentuk permusuhan. yang akan menjaganya. menyebarkan dan mengokohkannya. Demikian pula dakwah tidak mungkin tegak kecuali ada jaminan perlindungan. sehingga ia menjadi sebuah pemerintahan yang mengusung suatu misi (risalah Islam). berjuang untuk kebaikan mereka. Beliau juga berkata. dan melanjutkan perbaikan individu dan rumah tangga di masyarakat dalam pelbagai aspeknya. kaku dan gersang tanpa ruh di dalamnya. Dakwah Kami di zaman baru. hal. dan menyampaikan dakwahnya kepada masyarakat dengan penuh hikmah. "Kami berharap Mesir bisa menjadi Negara muslim yang mendukung setiap upaya dakwah Islamiyah."464 "Dan hendaknya pemerintah ini melanjutkan manhaj dakwah dan mentarbiyah masyarakat dengan nilai-nilai Islam. 232 365 . diri. "Daulah Islamiyah tidak akan tegak kecuali bertumpu di atas pondasi dakwah. Imam Syahid berkata. menyempurnakan mewujudkan kemandiriannya ilmu."465 Tentang peran pemerintah Islam dalam skala internasional. sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama semuanya milik Allah. 160 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam) 466 Risalah Pergerakan. bukan sekedar bagan struktural. menyatukan seluruh potensi bangsa Arab."466 • Tiang-tiang Penyangga Sistem pemerintahan Islam dan undang-undang konstitusi: 464 465 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). mendeklarasikank prinsip-prinsipnya yang mulia. dan bukan pula pemerintah yang materialistis.

Di kalangan umat Islam tidak terdapat perbedaan dan persoalanpersoalan prinsip-prinsip antara satu dengan yang lain. hal. Sementara itu. Beliau berkata. karena ukhuwah –yang dengannya Islam telah mempersatukan hati mereka. Namun hal itu tidak berarti menghalangi kebebasan menyatakan pendapat dan menyampaikan nasehat dari yang kecil kepada yang besar. dan fanatisme golongan. 318. karena sistem sosial yang mereka yakini adalah satu. dan mampu mewujudkan musyawarah (syuro) Islam. perbedaan dalam hal furu' (cabang) tidaklah membahayakan. Tidak ada kesempurnaan iman kecuali dengan ukhuwah. Al Quran dan sunnah Rasulullah Saw. yakni al Islam yang telah dikenal luas oleh mereka."467 Ikhwanul Muslimin juga mendukung pemerintah yang menggunakan perangkat undang-undang konstitusi yang bersumber dari undang-undang Islam yang kekal. yaitu. dan tidak akan terealisir iman kecuali dengan menegakkannya. 467 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam). atau dari yang besar kepada yang kecil. 319 366 .adalah salah satu landasan iman. Apa yang sudah ada nashnya tidak perlu dilakukan ijtihad terhadapnya.Imam Syahid menyebutkan bahwa terdapat tiga pilar utama yang merupakan kerangka pokok sistem pemerintahan Islam. tidak akan menyebabkan kebencian. "Umat Islam adalah umat yang satu. Rasa tanggung jawab pemerintah Kesatuan masyarakat Sikap menghargai aspirasi rakyat Imam Syahid menjelaskan tentang kewajiban representasi umat dan keikutsertaan mereka dalam membina pemerintah secara benar dan keberadaan Majelis Permusyawaran (yang terdiri dari ahlul halli wal 'aqd). permusuhan.

dan semua ini sangat relevan dengan ajaran Islam dalam format undang-undang. Ikhwanul Muslimin bekerja keras dalam rangka memberi kejelasan pengertian teks- 468 469 Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). "Prinsip-prinsip UUD Mesir bermuara para perlindungan terhadap kebebasan individu dengan segala variasinya."468 Imam Syahid berkata. Oleh karenanya Ikhwanul Muslimin berkeyakinan bahwa sistem UUD Mesir ini adalah sistem yang paling dekat dengan Islam disbanding dengan sistem UUD yang manapun di dunia ini. begitupula pola penerapannyan secara praktis.membutuhkan ketelitian dan penjelasan terhadap teks-teksnya yang memungkinkan adanya interpretasi yang beragam. pada musyawarah dan ketundukan penguasa pada kehendak rakyat. hal 138 367 . "Ia sangat luas dan fleksibel yang mencakup pelbagai bentuk dan ragam konsitusi dalam aktivitas politik.469 Masalah ini –UUD. namun mereka tetap mengambil manfaat dan segala sesuatu yang berguna dari undang-undang yang ada selama tidak bertentangan dengan hukum-hukum Islam. pada tanggung jawab pemerintah kepada rakyat dan control mereka kepada program yang dijalankan. Oleh karena itu. Mereka tak hendak mengganti dengan sistem lain. Imam Syahid menjelaskan tentang Fiqih Islam. dan pada penjelasan akan batasan-batasan kekuasaan.Mereka menganggap bahwa undang-undang konsitusi yang dikenal di dunia sekarang merupakan undang-undang yang sangat dekat dengan prinsip-prinsip pemerintah Islam dan nilai-nilainya yang mulia. Ikhwanul Muslimin tidak merelakan jika Islam dan prinsip-prinsip pemerintah Islam diganti dengan yang lain.

walaupun begitu ia menolak perseteruan. terutama jika bisa disandingkan dengan semangat saling toleransi dan keluasan perspektif. adapun perbedaan pandangan cara yang merupakan sangat bentuk kesempurnaan dalam dan keberagaman pandang dibutuhkan mengungkap kebenaran dan sampai kepada sesuatu yang lebih baik dan lebih bermanfaat. "Sebagaimana yang diyakini oleh Imam Syahid bahwa terdapat perbedaan antara kebebasan berpendapat. Imam Syahid berkata. 470 471 472 Ibid Ibid Ibid.juga dijelaskan. sementara yang kita kritisi selama ini adalah kerancuan teks dan pola penerapannya."472 Dalam risalah Ikhwanul Muslimin (maret 1994 M) –yang berpegang terhadap syuro dan multipartai. pemikiran. Yang dilarang adalah pertentangan yang mengarah kepada kegagalan dan kelemahan. ia menamakannya sebagai partai politik yang buta. serta jauh dari sikap fanatik dan sempitnya pandangan.470 "Kami menerima prinsip-prinsip yang ada pada UUD tersebut karena ternyata sesuai dengan Islam dan bahkan bersumber darinya. hal. syuro dan nasehat –yang merupakan kewajiban dalam Islam."471 Imam Syahid menegaskan tentang kebebasan menyampaikan pemikiran dan mendirikan organisasi.dengan ta'ashshub terhadap pemikiran tertentu atau keluar dari jamaah serta melakukan hal-hal yang semakin memperluas jurang perbedaan antar umat. permusuhan dan konflik partai yang dapat menghancurkan persatuan umat dan menjadikannya seperti kelompokkelompok yang saling bermusuhan. Beliau menganggap perbedaan merupakan hal yang lumrah.teks yang rancu dalam UUD Mesir dan memperbaiki metode yang digunakan untuk menerapkannya dalam negeri. 146 368 . lembaga dan partai politik serta menyampaikan nasehat dan menuntut perbaikan kepada pemerintah.

Di dalam sirah Rasulullah Saw. serta persamaan hak di antara seluruh anggota masyarakat. serta teruji secara pemikiran. karena hal itu akan menjadi jaminan terhadap keselamatan masyarakat dan keistiqamahannya di atas jalan yang benar. dan khulafaur Rasyidin terdapat banyak keterangan yang menguatkan keterangan ini. Hak ini –pendirian partai. Pusat Studi Islam. fiqih dan wawasan. 39 369 . kami meyakini keberagaman partai di tengah masyarakat muslim. 38. terlindungi dan jauh dari pengaruh penguasa atau pihak manapun. dan club-club serta pengumuman kepada khalayak dan dakwah kepadanya. dan itu merupakan hak utama yang dimiliki oleh setiap individu masyarakat. selama manhaj Islam tetap menjadi aturan yang tertinggi. laki-laki dan wanita tanpa ada perbedaan.473 Ikhwanul Muslimin menegaskan dalam pandangan dan manhaj mereka tentang urgensi terpenuhinya kebebasan masing-masing anggota masyarakat.Oleh karena itu. Pemerintah sebaiknya membiarkan masing-masing partai untuk bergerak dan menyerukan dan menjelaskan proyeknya masing-masing. lembaga. kemudian menggunakan prosedur syar'I yang sesuai terhadap siapa saja yang keluar dari prinsip-prinsip dasar yang tidak ada perbedaan antara para ulama dan ahli fiqih. dan ini merupakan jaminan utama. perlindungannya. dan tentang tidak perlu adanya pembatasan dari pemerintah terkait dengan kegiatan dan aktivitas kelompok dan partai politik.dijamin untuk setiap penduduk negeri dan untuk setiap kelompok. baik muslim maupun nonmuslim. ilmu. hal. Undang-undang yang dijalankan seyogyanya dijalankan oleh hakim yang independen. Masyarakat memelihara juga seyogyanya serta harus dibina untuk untuk menjaga dan dan haknya berjuang mendapatkan menyempurnakan kekurangannya. yang notabenenya merupakan pilar-pilar penopang masyarakat. 473 Pandangan Ikhwan tentang multipartai dan wanita.

"Diantara hak umat Islam adalah melakukan kontrol terhadap pemerintah denga secermat-cermatnya dan menasehatinya jika dirasa hal ini membawa kebaikan. hal. Pemerintah adalah pelayan dan pekerja. sedangkan rakyat adalah tuannya. atau dengan slogan apapun. dan mereka melakukan muyawarah dalan setiap urusan mereka yang umum dan yang khusus demi mewujudkan keadilan dan melaksanakan hukum Allah serta kemaslahatan manusia. "Perintahkanlah kaum muslimin untuk bermusyawarah di antara mereka.sehingga tidak ada penguasa yang menyimpang atau merampas hak ini darinya dengan hujjah apapun. dan memberikan implikasi buruk terhadap masyarakat muslimi. Diantara kewajiban umat adalah mengawasi kepala pemerintahan dan memberikan catatan padanya. 319 Ibid. Pengawasan umat terhadap para pemimpin merupakan hal utama di dalam manhaj Islam dalam pemerintahan."475 Disebutkan di dalam risalah Ikhwanul Muslimin. Sedangkan pemerintah hendaknya bermusyawarah aspirasinya. ia merupakan sebuah kemestian bagi seorang kepala pemerintahan sedangkan umat merupakan sumber kekuatan pelaksanaan Negara. hingga tidak terjadi kehancuran individu atau kelompok dari masyarakat dengan melakukan sesuatu yang melibatkan khalayak ramai. hal. merekalah yang memberikan amanah kepemimpinan kepada siapa saja yang mereka 474 475 kemaslahatan umum dari Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam). Ikhwanul Muslimin menggunakan syuro sebagai asas dalam pemerintahan. Maknanya adalah bahwa umat adalah sumber kekuasaan. Imam Syahid berkata. 318 370 ."474 Beliau juga berkata. "Pemerintah dalam menjalankan tugasnya dengan rakyat dengan rakyat dan menghargai bertanggung jawab kepada Allah dan rakyatnya.

Dengan demikian. hal. 34 371 . Batas ketaatan rakyat kepada pemimpin adalah selama perintahnya bukan maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya. sesuatu yang tidak memiliki pengawal maka akan hilang. maka seluruh urusan harus diluruskan sesuai dengan muatan dan tuntunan hukum-hukum agama.yakini agama dan amanahnya.478 476 477 Syuro dan multipartai. 33 478 Pandangan Ikhwanul Muslimin tentang Syuro. semua ini harus berada dalam koridor dan batasan yang telah ditetapkan syariat. yaitu apa-apa yang telah ditentukan berupa pekerjaan yang harus dilaksanakan dengan penuh keadilan. atau untuk kemaslahatan manusia pada sesuatu yang diperbolehkan477. Penugasan yang diberikan umat Islam dijalankan hukumnya dan dibatasi oleh syariat Allah. "Diantara kewajiban setiap individu muslim adalah meluruskan jika kepala Negara melakukan kesalahan. hal. hal. Pusat Studi Islam. sesuatu yang tidak memiliki pondasi maka ia akan hancur. karena sesungguhnya agama adalah pondasi. pengalaman. menyucikan hukum-hukum Al Quran dan sunah Rasulullah yang mulia. karena ia tidak boleh mendelegasikan sesuatu terhadap sesuatu yang tidak dimilikinya dan bukan haknya. namun justru dalam rangka melaksanakan hukum Allah dan syariat Islam. dan penguasa adalah pengawalnya. mulitipartai dan wanita. "Umat Islam melakukan ibadah hanya kepada Allah semata. 31 Ibid. meyakini bahwa manusia tidak memiliki kekuasaan selain apa yang telah diturunkan Allah kepada mereka. ilmu. potensi dan kemampuannya.476 Tidak boleh ada kepala Negara yang mengklaim ishmah (terjaga dari kesalahan) dan terlepas dari kemungkinan-kemungkinan keliru. bahkan meluruskan penyimpangan-penyimpangannya walaupun harus menggunakan pedang sekalipun. maka umat Islam tidak berhak memberikan tugas kepemimpinan suatu urusan kecuali terhadap sesuatu yang telah ditetapkan oleh syariat. Jika ia memilih seorang wali untuk menjalankan keperluannya. yaitu sesuai dengan kandungan dan tuntunan syariat Islam. ihsan dan insaf.

yang merepresentasikan keinginan dan aspirasi rakyat melalui pemilihan umum yang bebas dan bersih. Sebagaimana undang-undang Islam juga harus memuat prinsip-prinsip dan hukum-hukum yang memelihara dan menjaga kebebasan umum dan khusus setiap individu masyarakat. 36. Sebagaimana kami melihat bahwa kepala Negara (presiden) tiada lain adalah wakil rakyat. yang tidak boleh diperbaharui kecuali untuk waktu yang terbatas. hal ini untuk menjamin tidak terjadinya kelaliman pemerintah. Hal ini tentunya membutuhkan keberadaan sebuah majelis perwakilan yang memiliki kekuatan legislatif dan pengawasan. bahkan mengganti mereka jika hal itu diperlukan. walaupun itu adalah sesuatu yang tersebar di kalangan manusia. Oleh karena itu.479 479 Ibid. hal. harus terwujud keseimbangan antara kekhususan (wilayah kerja) di pelbagai lembaga yang dikelola oleh Negara. yang membatasi dan menentukan tanggung jawab kepala Negara di hadapan rakyat serta metode evaluasi. yang memiliki keputusan yang mengikat dan harus dilaksanakan. 37 372 . kami meyakini bahwa umat harus memiliki undang-undang tertulis yang sesuai dengan prinsipprinsip dan tujuan syariat Islam. Dalam kerangka undang-undang Islam. yang tidak menerima pembangkangan terhadap syariat Islam dan prinsip-prinsipnya.Dengan demikian keseimbangan syariat Islam yang terpancar dari nilai-nilai ajaran Al Quran dan sunnah Rasulullah merupakan konstitusi tertinggi dalam pemerintahan Islam. menjadikan pemerintah adalah permusyawaratan yang berlandaskan pemerintahan rakyat. baik muslim maupun non muslim. pelurusan dan pembenaran kebengkokan mereka dengan cara yang baik dan sukses. maka kepemimpinan Negara harus dibatasi dalam batas waktu tertentu. sehingga masing-masing lembaga itu tidak berbuat lalim satu sama lain. Undang-undang Islami inilah yang kemudian memberikan legalitas dan alasan atas setiap sistem pemerintahan atau politik apapun.

"481 480 481 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam). Islam tidak menolak sistem ini. dan pemimpin organisasi. 2. yaitu melalui ahlul Halli wal 'aqdi.480 Kemudian juga termasuk bagian dari mereka adalah masyarakat yang memilih mereka untuk berperan sebagai wakil dan mengawasi jalannya pemerintah eksekutif. Yang jelas dari pendapat para ahli fiqih. selama benar-benar mengarah kepada pemilihan ahlul Halli wal 'aqdi. hal. seperti tetua suku.Imam Syahid menyebutkan bahwa penghargaan terhadap aspirasi rakyat serta kewajiban mengikutsertakan mereka dalam pemerintahan dengan optimal dan benar merupakan bagian dari rukun sistem untuk pemerintahan Islam. tokoh masyarakat. Sesungguhnya. Mereka yang mempunyai posisi kepemimpinan di tengah masyarakat. "Sistem parlemen modern telah melapangkan jalan kea rah pembentukan ahlul halli wal 'aqdi dengan sistem pemilu (dengan segala variasinya) yang telah dirumuskan oleh pakar hukum. Para pakar dalam masalah-masalah yang bersifat integral 3. "Terdapat dua cara melakukan hal ini. Yang kedua. Mereka inilah yang boleh dimasukkan dalam kelompok Ahlul Halli wal 'aqdi. 328 Ibid 373 . Para ahli fiqih yang mujtahid. ini yang dikenal dalam istilah perpolitikan modern sebagai referendum. Imam Syahid berkata. yang pertama melakukan jaring aspirasi setiap individu masyarakat dalam setiap permasalahan. Beliau menyebutkan. dan Islam menyerahkan kepada umat untuk memilih bentuk dan sarana yang bisa merepresentasikan kelompok-kelompok ini. dimana pendapat-pendapat mereka dalam fatwa dan istinbath hukum diperhitungkan umat. kita tahu bahwa orang yang memungkinkan untuk menjadi ahlul halli wal 'aqdi itu ada pada tiga golongan di bawah ini: 1.

Ikhwan berupaya mendirikan sebuah pemerintah Islam yang sesuai dengan karakteristik dan 482 483 Ibid. atau pendidikan politik. Imam penerapannya. atau istilah-istilah sejenis yang semua itu bermuara pada satu hakikat.Sistem Islam dalam hal ini bukanlah slogan dan julukan semata. 319 Ibid. Beliau berkata. hingga kondisinya tidak berubah menjadi realitas yang serba palsu karena banyaknya politikus yang bermain dan membohongi masyarakat. teks-teks peraturan secara menetapkan hukum dengan hal-hal mendasar dan prinsipil dengan pelbagai perubahan bentuk dan model. Dan keseimbangan ini tidak mungkin bisa dijaga kecuali dengan nurani yang senantiasa hidup. atau kematangan politik. 374 ."483 Ikhwanul Muslimin tidak membatasi pemerintah hanya pada kelompoknya. Imam Syahid sangat memperhatikan pembinaan kesadaran politik dan kematangan politik umat. Imam Syahid meyakini tentang urgensitas pengaturan pemilu dan peletakan beberapa aturan yang menjamin kesehatan dan kebersihan jalannya pemilu untuk merepresentasikan aspirasi rakyat. keyakinan akan kelayakan sistem dan rasa kepedulian untuk menjaganya. dan tidak memonopoli hanya untuk dirinya. Syahid tidak juga terpaku menegaskan pada tentang urgensi metode kaku.482 Begitupula dengan peran dan posisi wanita di parlemen. sehingga ia benar-benar sampai pada derajat kekuatan dan kesadaran yang tinggi. selama kaidah-kaidah pokok di atas bisa diwujudkan (dimana tidak mungkin suatu hukum akan tegak tanpanya) dan diterapkan secara tepat sehingga dapat menjaga keseimbangan dalam berbagai situasinya (yang masingmasing tidak mendominasi bagian yang lain). dan kepekaan perasaan terhadap kesucian nilai-nilai ajaran ini. "Inilah yang dalam istilah politik modern kita kenal sebagai kesadaran politik. hal.

Barang siapa yang keluar darinya maka telah keluar dari manhaj Islam dan undang-undang Negara. yaitu melalui pemilu secara regular 484. Ia mengajak dan melakukan perjanjian dengan pelbagai simpul kekuatan Negara dan aliran yang beraneka ragam untuk mewujudkan dan menerapkan apa yang diinginkan oleh masyarakat. selalu menjaga untuk tidak sendiri memikirkan problem umat yang besar dan kemaslahatan Negara. Diantara manhaj Ikhwanul Muslimin adalah. Mereka bersama masyarakat adalah pengawal dan pemberi nasehat kepada para pemimpin. Pusat Studi Islam. Sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Islam dan koridor-koridornya yang berlaku. Dan hal ini terjadi pada abad modern ini secara berulang-ulang. Seperti yang terjadi pada tahun 1948 M. Ikhwanul Muslimin melihat nilai positif terhadap meluasnya wilayah kerjasama dan kesepakatan antara aliran dan kelompok-kelompok yang beraneka ragam –terlepas dari perbedaan-perbedaan yang terjadi. ia justru berupaya untuk mengikutsertakan orang lain dari masyarakat. Dan hal ini membuktikan kadar keluasan tingkat toleransi 484 Pandangan Ikhwanul Muslimin tentang Syuro. begitupula dalam memberikan bantuan dan dukungan terhadap permasalahan Palestina dan menghadapi penjajahan Yahudi di buminya. dimana Ikhwanul Muslimin mengajak untuk mendirikan kesepakatan nasional untuk menghadapi penjajahan Inggris terhadap Mesir.demi mewujudkan kemaslahatan Negara dan umat. selama hal itu sesuai dan tidak melanggar hukum-hukum Islam dan syariatnya. Ikhwanul Muslimin menerima pergantian kepemimpinan Negara antara kelompok dan partai politik.sifat-sifat yang ditetapkan oleh syariat. bukan untuk kepentingan segmen tertentu. serta tidak keluar dari prinsip-prinsip dasar dan tujuannya. mulitipartai dan wanita. 39 375 . Rakyat bebas memilih siapa saja yang mereka ridhai untuk menjadi pemimpin sesuai dengan manhaj Islam dan syariatnya demi mewujudkan peran umat Islam. bukan sesuai dengan hawa nafsu dan ambisi serta keluar dari syariat Allah. hal.

Hal ini yang kemudian dapat membebaskan undang-undang dari rezim pemerintahan dan nafsu manusia. tahun 2004 M. sebagai ganti dari tiga kawasan. kekuasan eksekutif. • Gambaran Sistem Politik Islam Fiqih Islam menjadikan pembagian kekuasaan Negara menjadi 4 (empat) kekuasaan. hal ini karena hak legalitas dalam membuat undang-undang. Beliau berkata. maka hal itu adalah yang paling dekat untuk mewujudkan batas yang menyekat antara wilayah kekuasaan dalam pemerintahan. Adapun independensi kekuasaan yang khusus menangani ijtihad dan perundang-undangan dengan tetap komitmen terhadap hak legislatif. dan di atas itu semua. dengan keberagaman bentuk dan wilayahnya. kekuasaan peradilan. Hal ini sesuai dengan gambaran para ulama tentang Ahlul halli wal 'aqdi. dan lebih optimal dalam meningkatkan supremasi hukum terhadap wilayah-wilayah kekuasaan yang lain. kekuasaan eksekutif. Dr.485 485 Diantara tulisan Dr. yaitu: Kekuasaan legislative (pembuat undang-undang). Muhammad Imarah yang dipublikasikan oleh Koran Al Akhbar tentang Konsep Syuro dalam Islam. "Perbedaan antara kekuasaan hasil ijtihad fiqih dalam sistem syuro Islam dengan kekuasaan pengawasan. sistem pemerintahan ini mampu mewujudkan sekat yang jelas antara wilayah kekuasan dalam pemerintahan. yaitu dengan menjadikan kekuasaan legislatif di atas Negara. kekuasan pengawasan. Muhammad Imarah menyebutkan tentang perbedaan ini di dalam manhaj permusyawaratan Islam. Dengan demikian. yang menjadikan kekuasan di dalam sistem pemerintahan Islam menjadi tiga wilayah. terdapat sekat yang jelas antara pemerintah legislatif dan pemerintah eksekutif. dan kekuasaan yudikatif (peradilan). Seorang pemikir muslim. 376 .Ikhwanul Muslimin terhadap orang lain dan upaya mereka untuk menjaga persatuan umat dan keutuhan bangsa.

Seperti yang dikatakan oleh Khalifah pertama.ketika ia dibaiat menjadi pemimpin kaum muslimin. Diantara asas sistem pemerintah Islam adalah.yang memisahkan antara kekuasaan yudikatif. Sistem pemerintahan Islam meletakkan jaminan yang menjamin kebebasan kekuasaan legislatif (ahlul halli wal 'aqdi). yang menguatkan tentang perbedaan sistem politik Islam dan kadar perhatiannya terhadap partisipasi umat dan pengawasannya terhadap pemerintah. dengan kekuasaan eksekutif. "Amma 377 . kekuasaan pengawasan dan kekuasaan yudikatif. keterwakilan rakyat di dalamnya. baik dalam setiap perkara kecil dan besar. pengawasan dan penelitiaan. lalu pekerjaan itu terus berlanjut. bagaimana ia memuhasabah. namun pada akhirnya keberagaman ijtihad ini pada akhirnya akan bermuara pada nilai-nilai yang tetap. dan memuhasabah pemerintah. Sejarah Khulafaur Rasyidin menjelaskan bagaimana kekuasaan legislative dan yudikatif berbeda dengan kekuasaan eksekutif (khalifah) dalam pandangan dan ijtihadnya. sebagaimana beliau juga menjelaskan tentang dasar pemisah antara kekuasaan yang mengakar dan terlihat secara jelas pada masa khalifah Amirul Mukminin Umar bin Khattab – semoga Allah meridahinya. rasa tanggungjawab di hadapan.Pembahasan ini merupakan masalah ijtihad fiqih yang sangat luas. pengkhususan ahlul halli wal 'Aqdi dengan wilayah kekuasaan eksekutif. tidak berarti kekuasaan-kekuasaan yang lain kehilangan kebebasan dan kesatuannya dalam menjalankan tugasnya. Imam Syahid telah menjelaskan hal itu di dalam risalahnya Sistem Pemerintahan Islam. pengawasan umat terhadap pemerintah. Abu Bakar Shiddiq –semoga Allah meridhainya. mengawasi dan menghukumi. serta meletakkan perlindungan dan penjagaan pelaku dan institusinya dari pengaruh dan tekanan apapun dari kekuasaan eksekutif. Partai atau kelompok apapun yang berhasil menduduki kursi pemerintahan eksekutif sesuai dengan keinginan rakyat. Ia tidak membiarkan kebebasan yang terbentuk adalah kebebasan secara simbiolis dimana kekuasaan eksekutif memonopoli hak legislasi.

dan mengawasinya dalam masalah keuangan Negara. namun jika aku membangkang kepada-Nya maka tidak ada ketaatan kalian kepadaku. Jika kalian melihat aku berada dalam kebenaran maka bantulah aku. yang terpelihara dari kesalahan.ba'du. namun jika kalian melihat aku dalam kebatilan maka tegur dan perbaikilah aku." Umar mengucapkan syukur kepada Allah. baik kecil maupun besar. bukan pula menikmati hak Allah. yang legalitasnya mengacu pada keinginana rakyat yang memiliki hak mengawasi dan mengontrolnya bahkan memecatnya jika ia keluar dari keinginan rakyat dan manhaj Allah. jika kami melihat engkau melakukan penyimpangan maka kami akan meluruskanmu dengan pedang-pedang kami. Taatlah kepadaku selama aku mentaati Allh. bukan berarti ia menjadi wakil Allah dalam kedudukannya sebagai pemimpin Negara. serta bangkit bersama umat dalam pelbagai aspek serta menegakkan kebenaran dan keadilan di dalamnya. Sesungguhnya aku telah dipilih untuk memimpin kalian sementara aku bukan yang terbaik di antara kalian." Begitu pula pada masa Khalifah Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya-.untuk melaksanakan fungsi-fungsi pengawasan tersebut. serta menggunakan pelbagai sarana-prasarana yang sesuai –dengan kondisi zaman dan waktu. Penduduknya selalu meminta kepadanya dan memberikan evaluasi kepadanya tentang pelbagai hal. (karena kepemimpinan di bumi merupakan amanah untuk seluruh manusia). "Demi Allah. Seorang pemimpin justru merupakan wakil rakyat dalam tugas dasarnya secara syar'I. untuk dirinya sendiri dan untuk umat. Kekuasaan ijtihad dan legislatif (Ahlul Halli wal 'aqdi) terdiri dari orangorang yang memiliki spesialisasi dan sifat-sifat keahlian khusus di pelbagai 378 . salah seorang penduduk berkata kepadanya. mereka memiliki hak untuk mengawasi dan mengontrol. Seorang pemimpin pemerintah dalam syariat Islam adalah representasi dari umat dalam mendirikan syariah. Hal ini semakin menguatkan tentang tanggung jawab pemerintah di hadapan rakyatnya.

karena di dalam Islam tidak ada istilah pemuka agama.kekuasaan di sini adalah milik rakyat sepenuhnya. maka perkara akan diputuskan oleh lembaga yudikatif yang independen dan memiliki spesialisasi khusus di bidang tersebut. yang masing-masing memiliki spesialisasi tersendiri dengan sifat-sifat tertentu. menyampaikan gagasan-gagasannya. Anggota lembaga pengawasan (parlemen) ditetapkan melalui pemilihan langsung dari rakyat. sebagaimana yang ada dalam ideologi Barat-Kristen. serta mengelola usulan dan saran apa saja yang masuk dari lembaga eksekutif dan lembaga pengawasan (parlemen) untuk kemudian disiakan menjadi undangundang yang diinginkan. demi mewujudkan pemilu yang bersih dan kesatuan pemerintah eksekutif. ia boleh mengadakan interplasi dan mengkritik dengan sebab-sebab tertentu terhadap apa saja yang diputuskan oleh lembaga legislatif. Lembaga pengawasan memiliki hak tersendiri. Seperti pemisahan antara lembaga yudikatif 379 . Slogan dan julukan tidak penting. Hal ini sebagaimana dibenarkan oleh Fiqih Islam dan penerapannya sepanjangan sejarah khulafaur Rasyidin dalam bentuk pembagian kekuasaan antara lembaga-lembaga kenegaraan. serta jaminan untuk aspirasi umat dan menghormati keinginan mereka. lembaga legislatif bertigas menyusun legislasi perundang-undangan yang dibutuhkan di parlemen. Kekuasaan ini tidak terdiri dari rijal ad din (para pemuka agama). dan cara pemilihan mereka diserahkan sepenuhnya kepada rakyat dengan sarana yang mereka tentukan sendiri. yang paling mendasar adalah terpenuhinya kaidah-kaidah pokok dan rukun-rukun dalam ajaran Islam. dan mereka tidak memiliki wilayah kekuasaan terhadap lembaga kekuasaan yang lain. Namun mereka dipilih oleh rakyat melalui pemilu.bidang. Hal ini berbeda sekali dengan konsep Wilayatul Faqih –konsep ini termasuk yang ditolak oleh Ikhwanul Muslimin. Agama Islam memberikan peluang yang luas untuk berijtihad seputar sarana-prasarana dalam pelaksanaan pemilu yang sesuai dengan tuntutan zaman. Ketika terjadi perbedaan. baik fiqih maupun spesialisasi khusus di bidang-bidang tertentu dalam kehidupan.

dan selalu menyerang kelompok-kelompok minoritas yang berseberangan dengannya. bahkan mungkin berbeda dengan pandangan partai atau kelompoknya. Islam bahkan menambahnya dengan jaminan dan adab-adab yang 380 . Ia merupakan rukun dasar dalam sistem politik Islam. sama seperti ibadah sholat dan puasa. bukan peraturan atau hak semata. ia bukan sesuatu yang asing atau yang diadopsi dari orang lain. Konsep syuro dalam Islam merupakan sesuatu yang diharuskan. tanpa ada tekanan atau paksaan. Demokrasi dengan makna politiknya atau apa yang diperankan berupa partisipasi rakyat. Dimana seseorang menyampaikan pandangan dan gagasan dengan sangat jujur. dimana seorang hakim menetapkan hukum kepada khalifah.dan lembaga eksekutif. sesuai dengan apa yang diyakininya. Demikian pula halnya pembagian antara lembaga pengawasan (dalam bahasa politik modern dikenal dengan parlemen) dan lembaga eksekutif. ia adalah kewajiban dan ibadah kepada Allah. dan penghormatan terhadap aspirasinya. Hal ini tidak seperti yang terjadi dalam demokrasi Barat. Seseorang yang menerapkannya di lembaga-lembaga politik di kehidupannya. Namun tetap dalam koridor adab-adab Islami. menunaikan dan melaksanakan segenap keputusan yang dihasilkan. komitmen terhadap pendapat mayoritas dan menerimanya sebagai pendapat sendiri. Adanya sifat saling menghargai pendapat satu sama lain. ini adalah konsep kehidupan yang dipelajari oleh seluruh individu masyarakat dalam pelbagai aspek. terbinanya jalinan ukhuwah dan rasa cinta antara sesama anak-anak bangsa. Dimulai dari keluarga kecil dan berakhir ke kepemimpinan tertinggi Negara. yaitu adanya penentangan sejak kesempatan pertama atau membangkang melaksanakan tugas. adalah sesuai dengan ajaran Islam dan sistem politiknya. sehingga penerapannya berjalan bersih dan terhindar dari faktor-faktor kebencian dan permusuhan serta perseteruan partai. kebebasan memilih pemimpin.

Kami mengambil pendapat yang moderat sesuai dengan dalil dan hujjah. legislative dan yudikatif. dan hal ini tidak bertentangan dengan sumber utama di dalam hukum dan prinsipprinsip Islam. di dalamnya terdapat seorang pemimpin. Kelompok minoritas non muslim memiliki hak penduduk negeri secara sempurna di masyarakat.memperluas wilayahnya dan demi mewujudkan keinginan yang dicitacitakan. yang banyak membahas tentang sistem ini. mereka mendapatkan hak politik yang sama sebagaimana yang diberikan kepada setiap penduduk. yang memiliki kewajiban khusus terhadap agama Islam sebagaimana yang disebutkan para fuqaha. dengan tetap membuka pintu ijtihad disertai koridor-koridornya. serta demi membantu pemahaman dan penjelasannya kepada masyarakat dengan tetap mengupayakan penggunakan nama dan istilah-istilah dalam Islam dan ajarannya. Tidak ada perbedaan antara kita. agar sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman. Umat adalah sumber kekuasaan di dalam manhaj Islam. terkecuali untuk jabatan kepemimpinan Negara. baik pemerintah eksekutif. selama hal itu tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam. Mereka mendapatkan apa yang kita dapatkan dan mereka memikul kewajiban sebagaimana kewajiban yang kita pikul sesuai dengan kaidah fiqih. maka para fuqaha membolehkan dari kelomok minoritas nonmuslim. undang-undang yang berijtihad dalam dalam 381 yang diperlukakn . pengawasan. Adapun untuk jabatan di kementerian eksekutif. mereka mendapatkan hak yang sama seperti penduduk lainnya. Islam tidak melarang penggunaan nama dan istilah-istilah modern. maka hal itu ditentukan berdasarkan mayoritas penduduk yang muslim. begitu pula dengan kementerian delegasi (untuk misi perjanjian). dengan tidak mengeyampingkan atau menggantinya. yang bertugas mengontrol konstitusi dan dan memecat pembuatan kepala pemerintah. sesuai dengan manhaj Islam dan undang-undangnya. semuanya memiliki persamaan di hadapan hukum. Umatlah yang memilih pemerintah di masyarakat. Perincian hal ini terdapat di buku-buku fiqih.

Setiap muslim bertanggung jawab di hadapan Allah terhadap masyarakat Islam dan agama Islam. termasuk bagi kelompok 382 . serta menghormati pilihannya yang merupakan prinsip dasar dalam sistem pemerintahan Islam. terhadap pemenuhan keinginan umat. partai politik bagi setiap kekuatan dan aliran. Ia juga mengklaim dirinya sebagai penasehat umat. dalam koridor hukum dan prinsipprinsip ajaran Islam serta koridor ijtihad. Ikhwanul Muslimin juga meyakini tentang batas maksimal kepemimpinan seorang kepala Negara. ia justru merupakan hak bagi setiap individu muslim dengan koridor dan kaidah-kaidahnya yang baku di dalam Islam. berlandaskan atas asas cinta. atau ia merupakan ketetapan yang hanya dimonopoli oleh seseorang yang mengklaim ishmah (ma'shum) dari kesalahan. saling memahami serta menyampaikan dakwah dengan kebijakan dan hikmah. Hubungan mereka dengan masyarakat dan orang-orang yang berbeda pandangan dengannya. atau memonopoli kebebasan dan pengakuan di masyarakat hanya pada dirinya. Pembicaraan tentang hukum Islam bukan hak yang bisa dimonopoli oleh seseorang. Ikhwanul Muslimin meyakini kebebasan mendirikan lembaga-lembaga. satu atau dua periode. dan ini merupakan jaminan dan pengawasan yang efektif di setiap sistem atau pemerintahan. Hal ini semakin menegaskan tentang pergantian kekuasaan yang diyakini Ikhwanul Muslimin. Ikhwan telah menetapkan sikapnya ini di dalam nota baru mereka terkait dengan kerangka internal. mereka menjadikan rakyat sebagai hakim yang memutuskan siapa yang mereka pilih untuk memimpin Negara. Sebagaimana Ikhwanul Muslimin juga sangat meyakini bahwa menghormati aspirasi rakyat dan memenuhi tuntutannya merupakan bagian dari rukun sistem politik Islam. walaupun hal itu berbeda dengan pandangan dan apa yang diputuskan oleh jamaah. mereka tidak memenangkan pendapat yang mengatakan kepemimpinan Negara adalah seumur hidup.kehidupan dan urusan-urusan pemerintah.

yang memiliki dasar pijakan secara syar'I. serta mengirimkan utusan kepada Rasulullah Saw. perincian pekerjaan dan akitvitas mereka banyak diceritakan dalam buku-buku sirah. Begitupula dengan kebebasan beraspirasi dengan pelbagai sarana (baik dengan menerbitkan Koran dan media-media pers lainnya) di tengah masyarakat Islam. dan jaminan itu diberikan kepada umat sejak masa Rasulullah Saw. dengan keberadaan lembaga kehakiman yang adil dan independen. mereka adalah para Qurra (Ashab Bi'ru Ma'unah). atau keluar dari yang disepakati oleh masyarakat (dari kaidah-kaidah keutamaan dan akidah umat). Coba lihat bagaimana kaum wanita Madinah berkumpul dan mempelajari beberapa permasalahan mereka. Diantaranya adalah muktamar yang mereka lakukan di salah satu rumah. jumlah mereka sekitar 70 orang. Islam memberikan kaum wanita hak politik yang sama dengan kaum laki-laki. dimana salah seorang Yahudi menolak perkataan Abu Bakar ketika ia menjelaskan secara panjang lebar tentang hakikat Allah. 383 . untuk menyampaikan keinginan mereka –dan Rasulullah memenuhi permintaan tersebutIni merupakan lembaga kewanitaan pertama dalam Islam. dan beberapa hal lain yang dijelaskan oleh para fuqaha. Masyarakat Yahudi juga memiliki hak mendirikan lembaga dan muktamar. dan ini hanyat terbatas untuk kaum laki-laki. kecuali untuk jabatan kepemimpinan tertinggi Negara (Imamatun 'Uzhma). yang merupakan pengambil keputusan ketika sarana-sarana tersebut memberikan dampak negatif terhadap masyarakat.minoritas dan kaum wanita tanpa ada halangan. Para sahabat Rasulullah Saw. karena dalam kepemimpinan tertinggi tersebut juga terdapat kepemipinan dalam shalat. juga mendirikan lembaga kebajikan dan dakwah. dan dihadiri oleh Abu Bakar Shiddiq –semoga Allah meridhainya-. La dharara wala dhirar (mudharat tidak bisa ditolak dengan mudharat yang lain). Kebebasan sosial dan politik ini diatur oleh Islam dengan sistem yang sangat baik.

lalu dilakukan proses baiat secara umum di mesjid. namun tetap berada dalam koridor dan dasar-dasar syuro. dan pilihan terakhir dengan suara terbanyak menetapkan Abu Bakar Shiddiq sebagai khalifah yang menggantikan kepemimpinan Rasulullah Saw. Kemudian hal ini disampaikan kepada penduduk Madinah dan meminta memberikan tanggapan dan baiat. Sebagian besar masyarakat Madinah menyetujuinya. dua nama muncul sebagai calon khalifah.Para sahabat Rasulullah Saw. Sayyida Ali bin Abi Thalib –semoga Allah meridhai mereka-. Setelah penetapan pemilihan suara selesai. Dalam prosesi penetapan khalifah yang ketiga. yang pertama Sayyida Utsman bin Affan dan yang kedua. dan suara terbanyak menetapkan Utsman sebagai khalifah berikutnya. Abu Balar lalu menetapkan satu orang sebagai penggantinya. Setelah disampaikan kepada khalayak dan mereka menyetujuinya. Setelah melakukan musyawarah dengan ahlul Halli wal 'aqdi. Ia berdiri di jalan-jalan dan menghampiri beberapa rumah untuk meminta suara masyarakat.dan di tengah sakit menjelang wafat. Lalu dalam pemilihan khalifah yang kedua. Abdurrahman bin Auf juga meminta kepada kedua calon khalifah untuk memaparkan dan 384 . hanya beberapa orang saja yang menolak karena sebabsebab tertentu.untuk menetapkan calon khalifah diantara mereka. dan akhirnya mereka memilih dua calon khalifah. juga menggunakan pelbagai saranaprasarana dalam memilih khalifah yang akan memimpin umat setelah Rasulullah Saw. yaitu Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya-. parlemen Madinah yang terdiri dari sahabat Rasulullah Saw. dari kelompok Muhajirin dan Anshor dalam sebuah pertemuan singkat di kediaman Bani Sa'idah. Seperti dalam proses pemilihan Khalifah Abu Bakar Shiddiq. yaitu Abu Bakar Shiddiq dan Umar bin Khattab –semoga Allah meridhai mereka berdua-. Abu Bakar Shiddiq –semoga Allah meridhainya. di Madinah. panitia pemilu dan menetapkan Ali bin Abi Thalib –yang termasuk ahlul halli wal 'aqdi. Kemudian Abdurrahman bin Auf berdiri untuk menyampaikan dua calon tersebut kepada masyarakat termasuk kepada kaum wanita dan para budak.

"Bahwa kaidah sistem pemerintahan dalam Islam sangat sempurna. jika ia baik. Dasar delegasi tidak akan mengurangi wewenang dan kekuasaannya. komprehensif. Sistem pemerintahan Islam menerima dan mencakup semua konsep-konsep tersebut di atas. Imam Syahid berkata. Lalu bentuk pemerintah yang manakah yang paling ideal? Pemerintah terpimpin? Parlementer? Atau menggabung dua sistem ini? Maka kami katakana. jelas dan sangat istimewa. jika 385 . selama berkesesuaian dengan prinsip-prinsip Islam dan tidak bertentangan dengan manhajnya. Setiap khalifah yang terpilih selalu menyampaikan program- programnya secara rinci. Kemudian dilakukan pemilihan terakhir untuk mendapatkan suara masyoritas ahlul halli wal 'aqdi serta masyarakara umum. meskipun kedudukan presiden dalam pandangan Islam memiliki wewenang yang terbatas. namun model-model pemerintah yang lain secara umum tidak bertentangan dengan manhaj Islam. Dia punya hak untuk melakukan apa saja untuk kemudian menyerahkan penilaian prilakunya kepada masyarakat. dan menegaskan tentang sikap mereka yang menghargai aspirasi rakyat. rakyat wajib mendukungnya. dan ia bertanggung jawab secara penuh terhadap jalannya pemerintahan. "Adapun perihal tanggung jawab pemerintah menurut sistem Islam. Walaupun sejarah penerapan sistem pemerintahan Islam lebih dekat kepada model pemerintah terpimpin (presidentil). Terkandang ia mengambil sebagian dari konsep-konsep tersebut dan mengamandemen beberapa diantaranya.menjelaskan program-program dan perencanaan mereka dalam pemerintahan. namun sebaliknya. betapa pun keadaannya. lalu dilakukan baiat secara missal di mesjid. pada dasarnya yang memiliki adalah presiden (kepala pemerintahan). Persis sebagaimana yang dilakukan kaum muslimin pada masa daulah Islamiyah dengan sistem administrasi yang mereka adopsi dari Negara Paris dan Romawi setelah melakukan futuhat (ekspansi).

Diantara sarana yang digunakan Ikhwanul Muslimin dalam melakukan perjuangan konstitusi dan gerakan politik adalah mendirikan partai politik 486 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam). 322. dan tidak menyelami kehidupan pada masa Rasulullah Saw. dan hal ini menjadi rujukan dan standar untuk setiap sistem pemerintahan dan penerapannya. pemahaman mereka yang washathiyah dan komprehensif. sebenarnya tidak berbeda dengan agama-agama yang ada. Islam tidak melarang seorang presiden melimpahkan wewenang eksekutifnya kepada yang lain untuk mengemban tanggung jawab ini. Para ulama fiqih telah memberi dispensasi atas masalah ini dan membolehkan sepanjang tetap berada dalam kerangka menegakkan kemaslahatan umum. Ikhwanul Muslimin tidak bertanggung jawab terhadap penerapan sistem pemerintahan dari orang lain yang mengangkat slogan-slogan Islam.ia tidak baik. maka rakyat harus meluruskannya. 323 386 . dan Khulafaur Rasyidin. sebagaimana dalam pemerintahan Islam masa lalu dikenal dengan Wizaratut Tafwidh (maksudnya kurang lebih sama dengan sistem cabinet parlementer yang dipimpin oleh seorang perdana menteri sekarang ini). Karena sesungguhnya Ikhwanul Muslimin memiliki manhaj yang jelas dan berbeda dengan manhaj-manhaj yang lain. Dimana manhaj Islam bersumber pada sumber utama. pandangan mereka bahkan hanya terbatas fase-fase terjadinya penyimpangan dalam menerapkan syariat Islam secara benar dan menyeluruh sepanjang sejarah. yaitu Al Quran dan Sunnah Rasul-Nya."486 Sesungguhnya orang-orang yang ketakutan terhadap syariat Islam sebenarnya belum mengenal Islam secara baik. Koridor dan kerangka yang ditetapkan oleh Islam untuk keselamatan masyarakat berupaka kaidah-kaidah keutamaan dan kaidah-kaidah yang lain. dan mereka tidak memikul beban kesalahan yang dilakukan oleh orang lain atau yang disebabkan oleh manhaj orang lain. komitmen mereka yang cermat terhadap syariat Islam. hal. bahkan hal ini merupakan kebutuhan manusia sepanjang zaman.

apalagi meyakini manfaatnya. dan Ikhwanul Muslimin tidak tergesa-gesa melangkah dan menyimpang dari jalan yang telah digariskan oleh Imam Syahid. Ketidakjelasan yang terjadi dalam beberapa hal. dengan penuh kesabaran. serta penangkapan. dan hal ini sesuai dengan dustur (peraturan) yang ada dan tidak keluar dari koridor-koridornya. Adapun mengenai revolusi. Kami bersandar sampai sejauh ini. namun untuk menegaskan tentang kedalaman dan keaslian sistem politik Islam. walaupun hal ini bukan pada tempatnya. • Menolak cara-cara kekerasan. mengandalkan. yang program-programnya berlandaskan dari prinsip-prinsip syariat Islam dan tidak keluar dari undang-undang dan koridor yang dibuat oleh masyarakat. ini akan memudahkan berdirinya pemerintah Islam dan sistem pemerintahan Islam. dan istilah-istilah ini belum pernah digunakan sebelumnya di dalam buku-buku fiqih dan sejarah-sejarah klasik."487 Beliau menghadapi tekanan dari pemerintah. tiada lain adalah disebabkan karena penggunaan istilah-istilah politik kontemporer dan konteks-konteksnya yang terkini. Ikhwanul Muslimin menolak cara-cara kekerasan dalam pelbagai bentuknya dan menolak revolusi serta sarana-sarana kudeta terhadap pemerintah. dan untuk menjelaskan aspek-aspek mendasar yang menjadi pijakannya. maka Ikhwan memandang masalah ini secara hati-hati dan memperhitungkannya hingga detail. walaupun secara praktek dan penerapannya sesuai dengan kaidah-kaidah Islam dan koridornya. Revolusi dan kudeta Ketika pemerintah eksekutif condong kepada jamaah. tindak aniaya karena dakwah yang dibawanya.modern. Imam Syahid berkata. 487 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). "Revolusi adalah bentuk penggunaan kekuatan yang paling keras. hal. Ikhwan tidak memikirkan. yang menetapkan bahwa Islam merupakan sumber utama dalam perundang-undangan. 136 387 .

lalu kekuatan fisik dan senjata. Manakala sebuah jamaah mempergunakan kekuatan fisik dan senjata.ketegaran dan perjuangan secara konstitusi. Mereka memahami bahwa peringkat pertama kekuatan adalah antara produk yang dihasilkan dengan target yang kekuatan akidah dan iman. yang tidak menukik pada kedalamannya. "Pola pikir dan cara pandang Ikhwanul Muslimin jauh lebih dalam dan lebih luas dari sekedar memandang kerja dan pemikiran secara formal. sementara ia dalam kondisi sel-selnya berserakan. (maksudnya adalah penggunaan kekuatan itu sendiri merupakan solusi awal atau alternative terakhir?). dan cahaya imannya padam. dan tidak pula menjadi hakim yang membagi-bagikan hukum kepada umat manusia. "Apakah ajaran Islam memerintahkan umatnya untuk menggunakan kekuatan pada situasi dan kondisi? Atau. dan tidak membandingkan ditetapkan. apakah ia memberi batasan dan syarat-syarat serta memberi arahan dalam penggunaannya? Sesungguhnya pengobatan adalah kekuatan dengan bukanlah obat pertama yang dapat apakah menyelesaikan masalah. Ia tidak pernah menggunakan senjata dan tidak meneteskan darah manusia muslim. akidahnya lemah. yang penting diketahui sebelum menggunakan kekuatan adalah mempertimbangkan dampak positif dan dampak negatif dari penggunaan 388 . maka bisa dipastikan bahwa kesudahan akhirnya adalah kehancuran dan kebinasaan. Imam Syahid berkata. sistemnya guncang. Dalam pepatah Arab "Alternatif terakhir dalam menyetrika". kemudian kekuatan kesatuan dan ikatan persaudaraan. jihad politik dan upaya-upaya yang berkesinambungan.

Ini adalah manhaj dalam perubahan. 189 Kami berbaik sangka demikian kepada beliau 389 . seluruh kekuatan dan kemurkaan harus disimpang hingga tiba waktunya yaitu Yaum Dam (hari berdarah). namun beliau meyakini bahwa belum saatnya berjuang dengan mengorbankan darah.488 Dalam salah satu sikap Imam Syahid yang direkam oleh sejarah. beliau sangat menyayangkan kejadian tersebut. bukan karena meyakini bahwa hak rakyat Mesir akan didapatkan dengan demonstrasi damai semata. Yaitu saat menghadapi penjajah Inggris dalam perang pembebasan negeri. Inilah Syahid Sayyid Quthb489 menggambarkan kelompok yang ia bina ketika dipenjara tahun 1965 M. dan sikap Ikhwanul Muslimin terhadap cara-cara kekerasan. dan kudeta dan tidak satupun Ikhwan yang menyimpang dari sikap ini. Muhammad Tabi'I menulis dalam majalah Akhir Sa'ah (detik-detik terakhir) yang menggambarkan sikap Imam Syahid. paling tidak mencakup unsur-unsur dan kelompok yang memiliki potensi dan 488 489 Ibid. karena sesungguhnya menuntut pendirian Negara Islam dan perberlakukan syariat Islam bukan merupakan langkah pertama. adalah ketika beliau menggelar sebuah demonstrasi yang menuntut pengusiran penjajah dari negeri Mesir dan Palestina. revousi. "Kami telah bersepakat atas komitmen untuk tidak menggunakan kekuatan untuk menggulingkan pemerintah dan mendirikan sistem pemerintah Islam dari atas. hal.kekuatan itu. Seorang jurnalis. "Kemudian Syaikh (Imam Syahid) akhirnya mendengar kabar bahwa beberapa demonstran yang ikut dalam aksi tersebut mendapat cidera fisik. konsekuensi dan resiko yang mungkin timbul. kemudian membangun pilar dasar kendati tidak bisa mencakup seluruh masyarakat. namun terlebih dahulu memindahkan komunitas masyarakat menuju pemahaman Islam yang benar. Kemudian terjadi bentrokan dengan pihak kepolisian dan keamanan Mesir. serta apa saja situasi. padahal ia menginginkan demonstrasi damai. dan beberapa orang demonstran mendapat cidera.

"Sungguh. 127 492 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah).                          Artinya: "Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. janganlah terlalu spekulatif dengan slogan-slogan keberhasilan. hal. Darul Wafa 491 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Allah akan beserta kalian dan Allah tidak akan menyia-nyiakan amal kalian. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. Berbuatlah. Konsultan Salim al Bahnasawy. 237.S Al Baqarah: 143)491 "Kami tidak putus asa. pengalaman masa silam dan masa kini telah membuktikan bahwa tidak ada kebaikan selain jalan dakwah yang kalian lalui. Oleh karena itu. (Q. 269 390 ."492 Hal itu karena segala sarana yang kami butuhkan memerlukan persiapan yang matang. segala puji kepada Allah Rabb alam semesta. Tidak ada ketepatan langkah kecuali pada yang kalian perbuat. peluang waktu dan detik-detik untuk melaksanakan. dan semangat kami tidak akan lemah. keberuntungan hanya milik orang-orang yang mau beramal.           490 Syubhat seputar pemikiran Islam kontemporer. semuanya diperhitungkan dengan waktu. akivitas dan kesadara. janganlah kalian asal-asalan dalam menyalurkan potensi. Tidak ada produktivitas kecuali yang sesuai dengan khitah kalian.490 Imam Syahid juga menegaskan tentang urgensi kesabaran. hal. Sungguh. tidak tergesa-gesa dan tidak mempercepat peristiwa. hal.pengaruh dalam mengarahkan seluruh masyarakat agar tertarik dan mau beramal dalam mendirikan sistem pemerintah Islam.

270 496 Bagian dari surat Imam Syahid kepada Nahas Basya dalam jumpa pers yang beliau sampaikan kepada beberapa media. baiknya persiapan dan pembentukan. yang terlihat di dalam penyampaiannya objektivitas. maka dengan demikian akan terwujudlah kecondongan pemerintah terhadap gerakan dakwah."494 "Ia adalah saat-saat menentukan dalam sejarah kalian. Ini adalah surat yang dipublikasikan oleh Koran Ikhwanul Muslimin. 493 494 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). persiapan dan keberterimaan masyarakat. hal. hal. dukungan dan sokongan mayoritas masyarakat terhadap dakwah.496 • Tentang Metode Terwujudnya kecondongan pemerintah terhadap dakwah: Yaitu sejauh mana propaganda. kerjakan." (Q. menyebarnya basis-basis dakwah. bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. maka pikirkanlah. bertawakkal kepadanya. dimana ia mengungkapkan kekagumannya terhadap Kamal At Turk. kokohkan kesabaran. bersiap-siagalah.205 495 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah)."495 Imam Syahid senantiasa mengingatkan mereka untuk menyandarkan diri kepada Allah. hal. dan pengaruhnya terhadap lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan dan pemerintah di pelbagai level. matangnya pembentukan.S Al Isra: 51)493 "Target jangka panjang membutuhkan kesabaran untuk menanti peluang. memberikan shibghah Islamiyah di pelbagai fenomena. betapa banyak orangorang berpakaian lusuh jika bersumpah (berdoa) kepada Allah dikabulkan. banyaknya pendukung. putuskan. adab penyampaian dan perhatian terhadap urgensi hal yang ingin beliau sampaikan. 391 . mengingatkan mereka terhadap pentingnya doa-doa di waktu sahur (sebelum fajar). 363 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). sabarlah.Artinya: "Katakanlah: "Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat. kokohkan.

Imam Syahid tidak membatasi gambaran konkret dan rinci tentang kecondongan tersebut; karena waktunya sangat tergantung pada kondisi dan peristiwa yang terjadi. Namun beliau meletakkan kaidah-kaidah dan batasan umum

sebagaimana di dalam disebutkan dalam risalah Muktamar Ke V. Proses terwujudnya kecondongan tersebut memiliki beberap kemungkinan: Hal mungkin bisa terwujud dengan keberpihakan pemerintah dalam beberapa poros utamanya serta keberadaan basis-basis strategis di bawah tekanan masyarakat. lalu jamaah tampil untuk menguasai beberapa sarana pengarah (yaitu dengan tekanan masyarakat secara damai, pengaruh basisbasis dakwah di lembaga-lembaga pemerintahan, kecondongan dan keberterimaannya terhadap kepemimpinan jamaah). Kemudian bisa jadi dengan kecondongan periodik (sementara), yaitu dengan sampainya para simpatisan dan pendukung jamaah di lembagalembaga strategis, diantaranya parlemen. Yang akhirnya mengantarkan kepada totalitas kecondongan dan keberpihakan pemerintah terhadap dakwah. Dan mungkin bisa terjadi penolakan dari beberapa penguasa untuk condong terhadap dakwah dan memenuhi permintaan masyarakat. Saat itu mereka akan berdiri di dalam lubang yang terpisah untuk melawan dan menekan rakyat. Sikap jamaah terhadap penolakan ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Syahid adalah dengan tetap menggunakan cara-cara elegan dengan perjuangan damai dan cara-cara konstitusi untuk menyingkirkan rintangan ini. Jika kelompok yang sedikit ini menggunakan kekerasan dan

penganiyaan terhadap kekuatan rakyat, maka sebagaimana arahan Imam Syahid bahwa jamaah tidak akan memulai penggunaan kekuatan, ia akan tetap menjaga setiap tetes darah setiap muslim dan selalu berupaya untuk menciptakan kecondongan pemerintah terhadap dakwah dengan cara damai, dan dalam kondisi seperti ini jamaah tidak akan melakukan reaksi terhadap
392

tindakan tersebut, kecuali setelah seluruh sarana-prasarana telah digunakan. Sebagaimana pepatah Arab, 'Obat penyembuh terakhir adalah setrika.' Imam Syahid berkata, "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin akan unjuk kekuatan ketika cara lain tidak lagi mampu berbuat banyak dan ketika mereka benar-benar yakin telah menyempurnakan iman dan kesatuan barisannya. Dengan demikian, tatkala menggunakan kekuatan ini mereka dalam keadaan terhormat dan penuh izzah, dan saat mereka siap menanggung resiko apapun dengan lapang dada sebagai konsekuensinya."497 • Sikap perbaikan: Tentang kekuatan dan individu yang duduk di pemerintahan dan menginginkan perbaikan; jika salah seorang dari mereka memimpin Negara dan menyampaikan keinginannya untuk melakukan perbaikan dan menerapkan syariat Islam, maka Ikhwanul Muslimin akan membantu dan menyokongnya, selama ia komitmen terhadap janjinya. Ikhwan akan memberikan nasehat dan menganggap hal itu sebagai salah satu jalan menuju perbaikan, dengan tetap mengetahui dan meyakini bahwa jalan yang benar untuk membina umat Islam adalah jalan yang panjang, jalan yang fase dan langkah-langkahnya jelas dan tertata dengan rapi, begitupula dengan metode mendirikan dan membangun Negara Islam. Oleh karena itu bantuan yang diberikan Ikhwanul Muslimin merupakan bagian dari perbaikan dan kerjasama dalam kebaikan, tanpa mundurnya jamaah dari dakwah, jalan dan misinya yang agung. Dengan segenap upaya untuk melakukan perbaikan dan memberikan bantuan kepada orang lain, jamaah juga tidak lengah dan tertipu oleh sloganslogan atau sikap-sikap yang menipu, propaganda-propaganda yang membawa kepentingan tertentu atau peristiwa-peristiwa yang direkayasa. Jamaah akan menyelami hakikat segala sesuatu, menimbangnya dengan
497

terhadap

kekuatan

pemerintah

yang

menginginkan

Lihat kembali Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal. 135

393

timbangan syariat dan melihatnya dari berbagai sisi. Sejarah yang dekat penuh dengan contoh dan model yang menunjukkan hal itu. Untuk memberikan dukungan atau pertolongan kepada siapa saja yang berupaya untuk melakukan perubahan secara parsial demi menghilangkan kerusakan serta menjalankan perbaikan sesuai dengan gambaran dan metodenya, memiliki syarat-syarat tertentu. Ibnu Qayyim menyebutkan kaidah syar'I dalam hal ini: Inkarul Munkar (proses menghapus kemungkaran) terbagi dalam empat derajat:

- Pertama: hilangnya kemungkaran sama sekali dan diganti
dengan kebaikan.

- Kedua:
-

berkurang,

jika

belum

bisa

dihilangkan

secara

keseluruhan. Menggantinya dengan kemungkaran serupa Menggantinya dengan kemungkaran yang lebih buruk

Dua derajat pertama: disyariatkan dalam Islam, derajat ketiga: merupakan ijtihad, keempat: diharamkan.498 Standar untuk setiap derajat ini dan hasilnya terkadang hanya bersandar pada perkiraan semata jika belum sepenuhnya yakin, dengan syarat hal itu tidak bertentangan dengan prinsip dakwah dan batasanbatasannya serta dengan kemaslahatan Negara, yaitu dengan menundukkan segala fasilitas yang digunakan dalam melakukan inkar munkar sesuai dengan timbangan syariat dan hukum-hukumnya. Begitupula dengan dukungan dan sikap-sikap jamaah dalam

membantu orang lain juga memiliki beberapa derajat, yang bermula dari sikap diam atau menolak hingga dukungan moril dan pernyataan sikap untuk memberikan dukungan tertentu sesuai syarat-syarat, baik dukungan langsung maupun tidak langsung, atau dukungan umum (solidaritas).

498

I'lam Muwaqqi'in, Ibnu Qayyim, 3/4

394

Ikhwan tidak bertujuan mendirikan pemerintah Islam melalui cara kudeta atau revolusi; hal ini bertentangan dengan manhaj mereka, baik dengan instruksi dari pemerintah bahkan melalui partisipasi sejumlah menteri atau dengan dukungan kuat dari parlemen. Maka tidak ada cara lain selain melakukan upaya untuk sampai ke lembaga-lembaga eksekutif untuk menyebarkan dakwah, memberikan pengaruh, berperan sebagai sarana perbaikan dan mengurung kerusakan, yang dapat membantu memudahkan proyek persiapan pendirian pemerintah Islam dengan perspektif yang komprehensif dan menyeluruh. Upaya mendirikan Negara Islam dan mewujudkan pemerintah Islam membutuhkan persiapan yang panjang, tarbiyah masyarakat, membina dan mentarbiyah pilar-pilar yang menopangnya, serta basis-basis yang menjadi pijakan pemerintah dan bangunannya yang kokoh, luasnya propaganda, serta tersebarnya basis-basis dan pendukung di pelbagai lembaga-lembaga strategis di masyarakat, dukungan dan bantuan dari masyarakat umum dan masyarakat muslim, waktu yang tepat dan cocok, serta persiapan khusus terhadap barisan dakwah hingga ia mampu mendirikan bangunan ini, memimpin dan melindunginya. Tanpa strategi dan langkah-langkah yang disempurnakan secara cermat, maka kita tidak akan sampai kepada tujuan yang dicita-citakan, alternatif atau jalan lain tidak akan mengantarkan pada tujuan, maka hanya akan berupa slogan-slogan dan selebaran tanpa ada bangunan hakiki yang akan membawa misi dakwah untuk mewujudkan target-target yang lain.

Kaidah-kaidah sistem Sosial dalam Islam Tentang manhaj ishlah sosial dalam Islam, Imam Syahid berkata, "Al

Quran adalah kitab yang sarat dengan asas-asas perbaikan sosial yang syamil (utuh dan menyeluruh). Asas-asas perbaikan itu adalah sebagai berikut: 1. Rabbaniyah;

395

2. Ketinggian kualitas jiwa manusia;

3. Penegasan terhadap keyakinan akan adanya jaza'(balasan) atas
setiap amal; 4. Deklarasi ukhuwah antar sesame manusia;

5. Bangkitnya

laki-laki

dan

wanita

secara

bersama-sama,

mengumumkan adanya takaful dan emansipasi serta menetapkan tugas masing-masing secara rinci; 6. Jaminan kepada masyarakat akan adanya hak hidup, pemilikan, lapangan kerja, kesehatan, kebebasan, pengajaran dan keamanan bagi setiap individu, serta menentukan sumber-sumber penghasilan;

7. Penentuan dua macam gharizah (kecenderungan): kecenderungan
untuk memelihara jiwa dan memelihara keturunan serta mengatur berbagai tuntutan yang terkait dengan makanan dan pemenuhan kebutuhan seksual; 8. Tegas dalam memerangi berbagai tindak criminal dan pelanggaran hak-hak asasi manusia;

9. Penegasan akan pentingnya wihdatul ummah dan mengikis habis
semua bentuk perpecahan; 10. Mewajibkan umat untuk berjihad memperjuangkan prinsip-prinsip Al haq yang digariskan oleh sistem ini;

11. Menjadikan

daulah

sebagai

sarana

bagi

perwujudan

dan

pemeliharaan fikrah, bertanggungjawab mewujudkan sasaransasarannya di masyarakat, dan mentrasformasikannya kepada sekalian manusia499;

12. Secara

sosial,
500

mendorong

ruh

izzah,

kemuliaan

dan

cinta

kebebasan.

Islam tidak membiarkan prinsip-prinsip dan ajarannya hanya menjadi teori, namun ia berupya menerjemahkannya dalam bentuk amalan nyata, yang dilakukan dan dipelihara oleh umat manusia.
499 500

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal.94 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam); Tentang masalah kenegaraan, hal. 310

396

Imam Syahid berkata, "Islam telah mewajibkan umat yang yakin dan percaya untuk menjaga amal-amal fardhu yang tidak ada alas an untuk menyia-nyiakannya. Amal-amal fardhu terpenting yang oleh sistem ini dijadikan sebagai pijakan untuk menanamkan prinsip-prinsipnya adalah: 1. Shalat, dzikir, taubat, istighfar dan yang sejenisnya;

2. Shaum, 'iffah, dan hati-hati menjaga diri dari kemewahan;
3. Zakat, shadaqah, dan infak di jalan kebaikan;

4. Haji, siyahah, rihlah, mengungkap dan menganalisa maklukmakhluk ciptaan Allah; 5. Mencari penghasilan, bekerja, dan diharamkan meminta-minta; 6. Jihad, perang, menyiapkan para tentara, dan merawat keluarga serta kepentingan mereka setelah mereka menemui ajal;

7. Amru bil ma'ruf dan memberikan nasehat; 8. Nahyu 'anil munkar dan memboikot pelaku kemungkaran;
9. Berbekal ilmu dan pengetahuan bagi setiap muslim dan muslimah dalam berbagai sisi kehidupan sesuai dengan kondisi; 10. Melakukan muamalah yang baik dan menjaga kesempurnaan prilaku dengan akhlak yang utama; 11. Memperhatikan kesehatan tubuh dan menjaga kebaikan indra;

12. Solidaritas sosial (yang timbal balik) antara pemimpin dan rakyat,
berupa ri'ayah (dari sang pemimpin) dan ketaatan (dari rakyat) pada waktu bersamaan.501 Oleh karena itu, seorang muslim dituntut untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban ini dan bangkit dengannya. Kewajiban-kewajiban ini telah diungkap dalam Al Quran, dijelaskan dengan sederhana dan praktis502, untuk memberikan manfaat dan atsar-atsarnya kepada manusia.

Kaidah Sistem Ekonomi dalam Islam

501 502

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal.95 Ibid

397

Imam syahid berbicara tentang warna dan corak ekonomi yang menyokong di zaman sekarang, baik kapitalis, sosialis, komunis, dan lain-lain. Beliau menjelaskan tentang keaslian dan keistimewaan sistem ekonomi Islam, dengan mengatakan, "Sebaiknya umat Islam segera melepaskan diri dari semua corak ekonomi tersebut, lalu memusatkan kehidupan ekonominya kepada tatanan Islam dan arahan-arahannya yang baik, serta menjadikannya sebagai acuan." Beliau juga berkata, "Sistem ekonomi Islam yang sangat penting teringkas sebagai berikut:

1.
2.

Islam memegang harta yang baik sebagai pilar kehidupan yang harus dipelihara, diatur dan dimanfaatkan. Kewajiban bekerja dan berprofesi bagi setiap orang yang mampu. Islam mewajibkan menguak semua sumber daya alam dan memanfaatkan semesta. semua potensi yang tersedia di alam

3.

4.
5. 6.

Islam mengharamkan semua profesi yang tidak terpuji. Mendekatkan jarak antara tingkatan sosial yang pada akhirnya menutup jurang antara si kaya dan si miskin. Jaminan sosial bagi setiap warga Negara, asuransi bagi kehidupan, dan upaya untuk mensejahterakan mereka. Islam menganjurkan infak pada semua lahan kebaikan, terciptanya kepedulian sesama warga Negara, serta saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa.

7.

8.

Menjunjung tinggi nilai harta dan menghormati hak milik pribadi selama tidak bertentangan dengan kepentingan umum.

9.

Mengatur transaksi permodalan dengan undang-undang yang adil dan santun, serta melakukan pengawasan yang ketat terhadap modal.

398

10.

Penegasan

terhadap

tanggung

jawab

Negara

untuk

melindungi sistem ini.503 Imam Syahid menegaskan tentang urgensi kebebasan negeri, dan kekuasaannya terhadap aset-aset ekonomi, dan beliau menolak dengan keras dominasi penjajah asing terhadap sumber-sumber kekayaan negeri. Imam Syahid berkata, "Mereka telah menancapkan cakar-cakarnya pada sumber-sumber kekayaan negeri, baik secara berserikat maupun sendirisendiri. Industri dan perdagangan, perusahaan-perusahaan umum, serta badan-badan usaha vital lainnya sebetulnya telah berada di tangan orang asing-asing. Mereka adalah orang-orang asing yang mendapatkan kewarganegaraan Mesir sebagai simbol, padahal mereka masih mencintai negerinya dan memboyong banyak keuntungan ke negerinya.504 Imam Syahid mengungkapkan tentang kekayaan dan sumber alam negeri jika penggunaannya bisa dioptimalkan, "Sesungguhnya, negeri ini tidak miskin. Bahkan bisa jadi negeri ini adalah negeri paling kaya dengan kekayaan alam dan hasil bumi yang bermacam-macam, yakni yang dihasilkan oleh pertanian, laut, peternakan, pertambangan, serta sungai nil yang menakjubkan dengan lembahnya yang sangat subur. Semua itu merupakan karunia Allah Swt. kepada Mesir dan penduduknya sejak dahulu." Beliau juga mengingatkan tentang bahaya krisis ekonomi, dengan mengatakan, "Tidak ada sesuatu yang dapat menggerakkan batin, menyibukkan pikiran, dan menyakitkan perasaan, selain keterhimpitan materi. Problem ini dapat mencekik rakyat dan menghalanginya dari mendapatkan kebutuhan hidup yang bersifat primer, apalagi yang skunder. Tidak ada problematika ekonomi yang yang lebih pelik daripada problem roti. Tidak ada bencana yang lebih berat dirasakan daripada bencana kelaparan dan kemiskinan. Tidak ada keperluan hidup yang lebih mendesak daripada kebutuhan akan bahan makanan pokok."505
503

Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam), hal. 340 504 Risalah Pergerakan, Sistem Ekonomi, hal. 338 505 Ibid, hal. 337

399

Imam Syahid menjelaskan tentang urgensi jaminan sosial untuk setiap warga negara, ia mengatakan, "Islam telah menetapkan bahwa setiap warga Negara berhak mendapatkan jaminan sosial, ketenangan, dan penghidupan yang layak; bagaimanapun kondisinya, baik ketika dia mampu melaksanakan kewajibannya sebagai warga Negara, maupun ketika tidak mampu melaksanakan kewajibannya dikarenakan halangan tertentu. Begitupula pembangunan berkewajiban halnya dengan tanggung Imam rakyat jawab Syahid dengan Negara terhadap "Islam

sistem

ekonomi

Islam.

berkata,

menegaskan tanggung jawab Negara untuk melindungi sistem ini. Negara menggunakan kekayaan sebaik-baiknya, memungut dengan cara yang baik dan menggunakannya dengan cara yang baik pula, serta adil dalam menggalinya. Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya- pernah berkata yang maksudnya adalah sebagai berikut, "Sesungguhnya harta ini adalah milik Allah, sedangkan kalian adalah hambahambanya." Imam Syahid menegaskan tentang urgensi independensi mata uang dan pengaturan transaksi harta benda, ia berkata, "Islam mensyariatkan pengaturan atas transaksi harta benda dalam batas kepentingan pribadi dan masyarakat, menghormati semua perjanjian dan kesepakatan, serta pengawasan yang ketat terhadap masalah uang dan penggunaannya. Bahkah, fiqih Islam membahas masalah ini dalam bab tersendiri, yakni mengharamkan tindakan 'main-main' dengan uang, misalnya sharf506 dang yang sejenis." "Fenomena ketertipuan yang jelas, terlihat pada bangsa Mesir yang bersedia menyerahkan tenaga dan kekayaan mereka dengan imbalan beberapa lembar kertas yang tiada berharga kecuali dengan jaminan dari Inggris."

506

Sharf adalah pertukaran antara dua mata uang dengan aturan tertentu. Hal ini bisa didapatkan dalam kitab-kitab Fiqih.

400

"Jika Mesir membulatkan tekad dan mengatur semua anggaran belanjanya, tidak diragukan lagi ia akan mendapatkan kemandirian mata uangnya." "Kita telah melepaskan diri dari mata uang Pound (sterling), kita juga telah memikirkan perihal dominasi bank swasta, dan kita juga telah menuntut pemerintah Inggris untuk segera mengembalikan pinjamannya kepada kita. Semua ini merupakan proyek pengamanan terhadap uang Mesir."507 Imam Syahid juga berkata, "Prinsip-prinsip yang kita ajukan ini mengendaki adanya perhatian secara serius terhadap perlunya nasionalisasi perusahaan-perusahaan tangan-tangan asing dan penggantian modal asing dengan modal bisa nasional, selama hal itu memungkinkan dan membersihkan diri dari dominasi terhadap sarana-sarana umum kita. Tidak dibenarkan sama sekali jika tanah, bangunan, angkutan air, penerangan, transportasi dalam dan luar negeri, sampai garam dan soda, semua dimiliki oleh perusahaan-perusahaan asing yang modal dan keuntungannya mencapai jutaan pound. Sementara penduduk pribumi tidak mendapatkan apa-apa kecuali hanya kesengsaraan semata."508 Begitupula dengan mengutamakan dan mendorong perusahaan-

perusahaan dalam negeri Islam. Imam Syahid berkata, "Dalam bidang ekonomi, kita harus merasa cukup (dan sementara membatasi diri) dengan apa yang ada di negeri kita dan di negeri saudara-saudara kita dari bangsa Arab dan kaum muslimin (tidak perlu minta bantuan ke Negara lain)."509 Diantara kaidah sistem ekonomi Islam adalah memerangi kerusakan dalam pelbagai bentuknya. "Sebagaimana Islam mengingatkan umat dalam memanfaatkan kekuasaan pemerintah dan wewenang, melaknat orang-orang
507 508

Risalah Pergerakan, Sistem Ekonomi, hal. 345 Ibid, hal. 346 509 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam); Tentang masalah kenegaraan, hal. 347.

401

yang menyuap dan yang disuap, mengharamkan hadiah atau upeti kepada kepala kepala pemerintah atau para pemimpin. Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya- mengambil kelebihan harta kekayaan yang dimiliki oleh para pegawainya, dan berkata kepada salah seorang dari mereka, "dari mana kalian mendapatkan ini? Sesungguhnya kalian telah mengumpulkan api dan mewarisi kehinaan, seorang wali tidak boleh mengambil kekayaan umat, kecuali hanya sedikit sesuai dengan kebutuhannya. Imam Hasan Al Banna menjelaskan tentang bangunan sosial yang kuat dalam pertumbuhan ekonomi, begitupula dengan terwujudnya keamanan dan ketenangan untuk setiap warga Negara. Beliau berkata, "Tidak ada yang aneh dalam hal ini, sesungguhnya fenomena kehidupan tidak terbagi-bagi, kekuatan adalah kekuatan yang terdapat di dalamnya secara keseluruhan, dan kelemahan adalah kelemahan yang terdapat di dalamnya secara keseluruhan."510 Imam Syahid juga sangat memperhatikan tentang nasionalisasi perusahaan-perusahaan dalam negeri, sebagaimana ia juga mendorong industri-industri rumah tangga, serta memberikan perhatian terhadap proyek-proyek nasional dan membuat basis produksi yang kuat serta memberikan perhatian terhadap produksi senjata dan mandiri dalam mengelolanya. Imam Syahid berkata, "Mendorongnya berdirinya industriindustri rumah tangga dan mengurangi kebutuhan-kebutuhan skunder." Beliau juga berkata, "Memanfaatkan sumber daya alam secara cepat dan produktif, dan memberikan perhatian terhadap proyek-proyek ekonomi nasional, perubahan menuju era industri -hal ini merupakan bagian dari ruh Islam- mendirikan pabrik-pabrik senjata dan mandiri dalam mengelolanya."511 Imam Syahid menyerukan untuk mengadakan pengelolaan terhadap usaha pertanian dan perpajakan, demi mewujudkan keadilan dan kesejahteraan di tengah masyarakat. Beliau berkata, "kami membatasi
510 511

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal. 106 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam); hal. 347-349

402

tentu kita akan memperoleh banyak manfaat dan kebaikan. diantara karakteristik agama Islam adalah relevan bersama perjalanan zaman dan umat. Apabila kita mau menjadikannya sebagai pedoman dan berjalan bersama sinarnya. Beliau juga berkata. hal. Setiap kaidah dari kaidah-kaidah tersebut membutuhkan perincian yang dapat ditulis dalam berjilid-jilid buku. yang semakin luas sesuai keingianan dan tuntutan. "Penertiban pajak sosial. "Oleh karena itu."512 Demikianlah hakikat sistem ekonomi Islam dan beberapa ringkasan dari kaidah-kaidah yang ada padanya. Islam juga tidak mengabaikan untuk mengambil manfaat dari beragam sistem yang baik yang tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah Islam dan prinsip-prinsipnya."513 512 513 Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Semua saya rangkum dalam penjelasan yang sangat ringkas. yang pertama adalah zakat dan memerangi praktek riba.pemilik modal besar. dan menggatikan mereka dengan yang lebih berhak di masyarakat dan mendorong pemilik modal kecil. 121 403 .

"Setiap jengkal tanah yang di atasnya ada seorang muslim yang mengucapkan Tiada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad rasulullah. maka kami akan menuntut kemerdekaan dan membebaskannya dari imperialis asing yang zhalim.Bab X Tentang Tujuan Pembebasan Negeri-negeri Muslim Mengembalikan Eksistensi Negara Mendirikan Khilafah Memimpin Dunia Tentang Tujuan Pembebasan Negeri-negeri Muslim Mengembalikan Eksistensi Negara Mendirikan Khilafah Memimpin Dunia • Urgensi Khilafah dan Upaya Mendirikannya Kembali Imam Syahid berkata. Negara yang membentang dari 404 . adalah bagian dari Negara kami (Islam). kami akan berjuang untuk memperjuangan hal itu dengan sepenuh kekuatan yang kami miliki.

dan gradual. sampai mereka menyelesaikan tugas tersebut (memilih khilafah) dan menyelesaikannya dengan mantap. harus menikmati udara kemerdekaan. para sahabat lebih mendahulukan mengurus masalah kekhilafahan daripada mengurus jenazah Rasulullah Saw.perbatasan Negara Indonesia di sebelah Timur hingga ke perbatasan gedung putih di sebelah barat. variatif. Hingga dating hidayah Islam sebagai agamanya. Langkah-langkah yang diambil berupa langkah-langkah sangat beragam. persatuan dan kedamaian. 144. sistem dan kondisi yang telah ditetapkan Al Quranul karim. penjelasan tentang hukum-hukum imamah. (ketika beliau wafat). Ikhwanul Muslimin menjadikan fikrah tentang khilafah dan upaya mengembalikan eksistensinya sebagai agenda utama dalam manhajnya. dan perincian segala sesuatu yang terkait dengannya adalah bukti nyata bahwa diantara kewajiban kaum muslimin ialah menaruh perhatian serius untuk memikirkan masalah khilafah. sejak manhaj khilafah itu digulirkan sampai kemudian terbengkalai seperti sekarang ini. 145 405 . walaupun hasilnya secara kasat mata belum begitu terlihat jelas. dan persiapan panjangan yang sedang 514 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V)."514 Ikhwanul Muslimin juga turut berjuang mengembalikan eksitensi Negara untuk umat Islam dan berupaya mewujudkan kemajuan dan perkembangan di tengah umat. Oleh karena itu. di bawah naungan ikatan. Ia merupakan identitas Islam yang mana kaum muslimin wajib memikirkan dan menaruh perhatian dalam merealisasikannya. karena besarnya tujuan dan target yang ingin dicapai. "Ikhwan berkeyakinan bahwa khilafah adalah lambing kesatuan Islam dan bentuk formal dari ikatan antar bangsa muslim. sistem dan syariatnya. akidah." "Khalifah adalah tempat rujukan bagi pemberlakuan hukum Islam. dan memiliki andil positif di dunia internasional. hal. Banyaknya hadits yang menyebutkan tentang kewajiban mengangkat imam." "Oleh karena itu. Ada target besar yang ingin dicapai.

berjuang untuk kebaikan mereka. hal.diupayakan. • Fase-fase utama untuk mewujudkan tujuan: Imam Syahid telah menetapkan peta perjalanan untuk mewujudkan hal ini. Setelah berdirinya Negara-negara Islam di beberapa negeri kaum muslimin dan diterapkannya sistem pemerintahan Islam dan masyarakat Islam sesuai dengan manhaj dan koridor yang telah beliau jelaskan. melindungi kaum muslimin di seluruh penjuru bumi dari segala bentuk permusuhan. Betapapun berat rintangan yang menghalang. dan kami menganggap Mesir adalah negera Islam. bahkan pemimpin Negara-negara Islam. "Kendati demikian. hal. Beliau berkata: "Kami berharap Mesir bisa menjadi Negara muslim yang mendukung setiap upaya dakwah Islamiyah. namun hal itu tidak berpengaruh terhadap keimanan dan upaya mereka untuk mewujudkan tujuan mulia ini. hal. menyatukan seluruh potensi bangsa Arab. sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama semua hanya milik Allah"515 "Sesungguhnya kami semua meyakini bahwa Islam yang hanif adalah Negara dan agama. dan menebarkan kalimat Allah serta menyampaikan risalah-Nya. Ikhwan juga meyakini bahwa semua itu membutuhkan banyak persiapan yang harus diwujudkan."517 Imam Syahid berkata. Langkah 515 516 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). sehingga kepadanya harapan dan cita-cita disandarkan. 302 517 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). yaitu dengan bertaut eratnya persatuan diantara mereka dan loyalitas mereka terhadap Daulatul Umm (Negara induk) atau Negara yang memimpin – maksud beliau adalah Negara Mesir sebagai Negara induk umat Islam yang akan memimpin seluruh Negara-negara muslim yang lain. 237 406 ."516 "Kepada Mesir-lah pusat kepemimpinan adab dan sosial.232 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam).

Hijaz. 145 Risalah. pemersatu. dan mempersatukan antara satu dengan lainnya. membebaskan. Setelah itu membentuk persekutuan dan koalisi di antara mereka untuk mendirikan lembaga-lembaga keumatan dan mengadakan muktamar antar Negara.untuk mengembalikan eksistensi khilafah harus didahului oleh langkahlangkah berikut: 1. dan perantara bagi naungan Allah di muka bumi. Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Mauritania. 2. penentram hati. Kami berusaha untut memerdekakan. semua itu adalah Negara Islam raya. Mesir."519 518 519 Risalah. sosial. dimana ia merupakan penengah. "setelah itu. akan dihasilkan sebuah kesepakatan untuk mengangkat 518 imam yang satu. hal. hal. dan peradaban Islam secara umum. kami menginginkan agar setiap jengkal dari negeri-negeri kami yang muslim bergabung bersama kami" "oleh karena itu. menyangkut masalah politik. karena hal itu semualah yang telah menjadikan Negara Islam yang besar ini terpecah menjadi Negara-negara kecil yang lemah. Al Jazair. kami tidak mengakui adanya pembagian-pembagian territorial yang bersifat politis dan berbagi kesepakatan internasional yang ada setelahnya. ekonomi. pertahanan keamanan. 177 407 . Irak. dan setiap jengkal tanah yang di dalamnya terdapat seorang muslim yang berseru "laailaaha illallah". menyelamatkan. Jika hal itu bisa diwujudkan dengan sempurna. Tunisia. Setelah itu mewujudkan Persekutuan bangsa-bangsa Muslim. Harus ada konsolidasi antara bangsa-bangsa muslim. 3. Libya. sehingga mudah dikuasai oleh penjajah" "Kami tidak akan tinggal diam terhadap proyek pemberangusan kemerdekaan bangsa dan membiarkan mereka menjdi budak bagi bangsa lainnya. Suriah. Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda).

membangun kejayaannya. budaya dan sosial. "Pengembalian eksistensi Negara Islam dilakukan dengan cara membebaskan seluruh negeri. serta kewibawaan dan kontribusinya di kancah internasional. dengan menyempurnakan proses pembebasan Negara-negara Islam yang lain. dan ditinggikannya kumandang azan. serta demi membebaskan seluruh negerinegeri muslim dan mendirikan Negara Islam di atasnya. kemudian ustaziyatul 'alam (kepemipinan dunia). dan menyatukan katan-katanya sehingga dapat mengembalikan tegaknya kekuasaan khilafah yang telah hilang dan terwujudnya persatuan yang diimpikan bersama. untuk kemudian pada tahap akhir adalah mendeklarasikan berdirinya khilafah Islamiyah yang mulia. dan mendirikannya. 408 . mewujudkan hubungan dan kerjasama di bidang ekonomi." Dengan demikian terbentuklah cikal bakal khilafah Islamiyah yang menyokong kekuatan persatuan antara umat Islam dan mendukung kemajuan dan perkembangannya. Fase ini dilakukan dengan cara melakukan pendekatan antara Negaranegara Islam. memperkokoh persatuan secara konkret dalam pelbagai aspek. kerakyatan dan kelembagaan. Kemudian yang tersisa adalah upaya untuk mengembalikan umat Islam ke negeri-negerinya yang pernah dirampas. bertambahnya kerjasama. memanfaatkan faktor-faktor kebangkitan dan sumber-sumber kekuatan. mendekatkan peradabannya. sehingga kita bisa mengembalikan posisi secara nasional-internasional.Pengembalian eksistensi Negara untuk umat Islam sangat berperan sebagai bagian dari proses persiapan yang sangat penting sebelum pendeklarasian khilafah. Imam Syahid berkata. Maka wilayah Islam akan semakin luas. dimana hari itu mereka merasakan kedamaian di bawah panji Islam. dan terwujudnya persatuan antara Negara-negara Islam.

S Rum: 4-5) Imam Syahid berkata tentang tujuan ini. Karena pertolongan Allah. 308 409 . semuanya adalah Negara-negara muslim yang terjajah yang harus kita kembalikan ke pangkuan Islam. yaitu tentang peran internasional. sebagai proses ustaziyaul alam."521 520 521 Ibid. sebagaimana dahulu.                               Artinya: "Dalam beberapa tahun lagi[1164]. "Islam dianggap mampu mengemban risalah Allah di muka bumi.Imam Syahid berkata tentang pengembalian negeri-negeri muslim. Italia Barat. bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). "Andalusia. oleh karena itu ia mampu memimpin dunia. dia menolong siapa yang dikehendakiNya. dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman. (Q. Balkan. hal. dan dialah Maha Perkasa lagi Penyayang. pulau-pulau di Laut Romawi. kita harus mengembalikan Laut Putih dan Laut Merah sebagai dua kolam yang dimiliki umat Islam."520 Begitu pula halnya dengan Negara-negara muslim yang terjajah dan umat Islam secara keseluruhan –di seluruh fase-fasenya. Shaqlia.mereka harus bahu membahu menyebarkan dakwah dan menjelaskan tentang kemuliaan agama Islam dan keindahan manhajnya di seluruh belahan dunia dan dengan menggunakan pelbagai sarana. 178 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). hal.

" (Q. bekerja untuk kemuliaan manusia. agar ia terhindar dari sifat ghurur (lupa diri). yang menyebarkan pilar-pilar kebenaran. dan beliau menulis surat kepada rajaraja dan pemimpin Arab."Islam menetapkan kepemimpinan umat Islam dan kekuasaannya di bumi di banyak ayat dalam Al Quran. kerjasama dan saling tolong menolong. Imam Syahid menyebutkan tentang kawasan yang sangat luas yang mencakup seluruh Negara-negara Timur dalam menghadapi Negara-negara imperalis Barat. 312. koordinasi dan himpunan dari pelbagai Negara-negara di dunia.522 Dengan himpunan Negara-negara Islam dan persatuannya. dan menebarkan cahaya hidayah. meninggalkan keadilan dan menghancurkan hak-hak. kerjasama." Kemudian Islam mewajibkan kepada umat untuk menjaga kepemimpinan ini dan memerintahkan untuk mempersiapkan kekuatan. serta menghadapi ambisi Negara-negara imperialis. persamaan. sehingga kebenaran dipayungi oleh keagungan kekuasaan.S Al Anfal: 60) Dan hendaknya ia tidak lupa dengan peringatan Al Quran dalam Surat Al Nasr. Dengan demikian maka terbangun sebuah kawasan yang sangat luas yang memiliki pengaruh. hal.         Artinya: "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi. Iskandaria 410 . dan inti dari perhimpunan dan kepemimpinan di tangan umat Islam. Imam Syahid adalah orang pertama yang menyerukan tentang politik ketidakberpihakan terhadap penjajah. cetakan Darul dakwah. 522 Risalah dalam Muktamar mahasiswa Ikhwanul Muslimin.

kezhaliman. kerjasama. Ikhwanul Muslimin juga bermaksud mengadakan perbaikan dan ishlah terhadap organisasi-organisasi dunia. dan ambisi Negara-negara raksasa. serta menghimpun semua Negara yang menerima kerjasama. namun banyak manusia yang tidak mengetahuinya. serta menjalankan hubungannya atas asas keadilan dan persamaan. Tentu dalam hal ini mereke 411 . Saya menduga bahwa tidak mungkin benih propaganda ini merasuki orang-orang yang mempercayainya kecualiakibat fanatisme orangorang Barat terhadap bangsa-bangsa Timur.Himpunan Negara-negara internasional Islam ini bukan bermaksud melakukan perang. "Ada sebagian orang yang menyerukan kesatuan ketimuran. agar seluruh umat manusia bisa menikmatinya. imperialis dan Yahudi yang telah memandulkan peran-peran strategisnya dan menjadikannya sebagai alat untuk memenuhi kepentingan dan nafsu Amerika dan Yahudi. Dewan Keamanan PBB dan organisasi-organisasi dunia yang lain. ia hanyalah ikatan emosional. dimana Islam meletakkan nilai dan prinsip-prinsipnya di muka bumi. serta melindungi Negara-negara lemah. tujuannya adalah untuk perdamaian dunia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan keadilan. seperti PBB. pertumbuhannya dan dalam rangka membangun peradaban manusia internasional. agar ia bisa dikeluarkan dari dominasi penjajah. Kita juga harus mendirikan lembaga-lembaga dan instansi yang bisa menyampaikan nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Pada fase internasional. dan sesungguhnya Allah menguasai seluruh urusannya. Imam Syahid menjelaskan tentang sikaf dakwah terhadap perseteruan antara Barat dan Timur. serta melawan semua jenis permusuhan. dan pada saat itu maka himpunan Negara-negara Islam akan memiliki sarana-prasarana yang memungkinkannya melakukan perubahan Negara yang diinginkan. Ikatan negara-negara Timur bukan sebuah himpunan poros yang memusuhi Barat.

kecuali sekedar ekspresi dari perasaan senasib karena sama-sama dijajah bangsa Barat. dalam upaya menghadapi bangsa Barat. dan mereka menjuluki kita denga sebutan bangsa Timur. Latar belakang inilah yang memaksa bangsa-bangsa Timur menyatukan diri mereka menjadi sebuah kubu. ia semata-mata 523 524 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Ikhwan tidak memandang manusia kecuali dengan standar ini. Ikhwanul Muslimin tidak melihat adanya kesatuan ketimuran. Bagi Ikhwan. niscaya akan hilang pula fanatisme yang temporer tersebut dan diganti dengan sebuah fikrah kerjasama antar bangsa. Barat adalah Barat."524 Imam Syahid kembali menegaskan bahwa sesungguhnya himpunan Negara-negara Arab bukanlah sebuah kubu permusuhan. "Paham ketimuran juga mempunyai tempat tersendiri dalam dakwah kami. Jika orang-orang Barat tetap dengan pendirian ini. Tidak mungkin keduanya akan bersatu. sampaisampai salah seorang penyair mereka dengan arogan berucap. mereka membagi belahan dunia ini menjadi dua: Barat dan Timur. hal. kendati makna yang menyatukan antar perasaan manusia yang ada di dalamnya adalah makna yang bersifat temporer dan incidental. Mereka terus-menerus mempropagandakan pemilahan ini. jika Barat (pada saatnya nanti) mau bersikap objektif. Namun. Makna yang tersirat dari istilah tersebut. 143 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). kelahirannya dipicu oleh kepongahan Barat dengan peradaban materialisnya. Timur adalah Timur. hal. serta meninggalkan sikap pertentangan dan kolonialnya. Timur dan Barat sama saja jika keduanya lurus dalam bersikap terhadap Islam. serta sikap keterlaluan mereka dalam mempromosikan kemajuan dan kemodernan masyarakatnya. Pada saat yang sama. 231 412 .salah."523 Imam Syahid berkata. maka hal itu akan menjerumuskan mereka kepada kepedihan dan kesengsaraan. demi kebaikan dan peningkatan kemakmuran bersama. Barat berusaha mengambil jarak dari bangsabangsa kita.

sesungguhnya Tuhan itu satu. Diriwayatkan oleh Al Hafidz Ibnu Asakir dengan sanad dari Malik. "Diriwayatkan oleh Ibnu Katsir dari Mu'adz bin Jabal –semoga Allah meridhainya-: ‫إن العربية اللسان.untuk kemaslahatan kemanusiaan dan kemaslahatan dunia Islam. sesungguhnya Arab adalah bahasa. والب واحد. "Kami meyakini bahwa sesungguhnya ketika kami bekerja untuk kemaslahatan Arab. وإن الدين واحد. 142 413 . bapak itu satu. dimana beliau memaknainya sebagai bahasa dan lisan. Arab itu adalah lisan (bahasa).‫ياأيهاالناس. و إنما هي اللسان‬ ‫."527 525 526 527 Ibid Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V)."525 Imam Syahid mengenalkan bangsa Arab dengan mengatakan. dia adalah orang Arab. hal. إن الرب واحد. Sesungguhnya. maka barangsiapa yang berbicara dengan bahasa Arab.فمن تكلم بالعربية فهو عربي‬ Artinya: "wahai sekalian manusia. sesunguhnya Arab itu adalah bahasa. bahwa Rasulullah Saw."526 Imam Syahid juga berkata. maka sesungguhnya di waktu yang sama kami bekerja untuk kebaikan Islam dan dunia seluruhnya. إن العربية اللسان‬ Artinya: "Ingatlah. tentang makna Arab. وليست العربية بأحدكم من أب ول أم. "Di antara ungkapan yang paling menakjubkan dalam masalah ini adalah apa yang telah dikemukan oleh Rasulullah Saw. Beliau berkata. Bukanlah Arab itu di kalangan kamu berasal dari bapak atau ibu (yang berkebangsaan Arab). dan agama itu satu. bersabda: .

3. mendirikan himpunan-himpunan kerjasama untuk saling tolong-menolong dan koordinasi. terutama di lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan. Membantu pers."528 • Contoh dan model-modelnya di bidang ini: Untuk merealisasikan proyek-proyek yang tersebut di atas. Mendorong dan membantu pelbagai bentuk kerjasama antara bangsa dan Negara-negara Islam. tegaknya daulah dan kehormatan kekuasaannya. maka wujud kesatuan Arab adalah suatu keharusan demi mengembalikan kejayaan Islam. Menjalin ikatan. kerjasama keilmuan.Dari sinilah. baik di skala swasta maupun pemerintah. baik di skala masyarakat maupun di skala pemerintah. Menghidupkan pikiran di dalam jiwa dan menghilangkan syubhatsyubhat dan tuduhan yang mengotorinya. 5. Bekerja di skala masyarakat dan lembaga-lembaga masyarakat perkotaan. Bekerja di skala Negara 2. termasuk menghadapi ambisiambisi Barat yang ingin menggunakan wadah ini untuk melayani kepentingan Barat dan bukan untuk kepentingan dunia Islam. 3. 4. Bekerja di wadah-wadah publik yang telah ada dan proyek-proyek yang ada di antara Negara-negara Islam. Bekerja di skala para da'I dan yayasan-yayasan keIslaman. 2. yang mencakup: 1. mendorong dan menyembuhkan kelemahan dan kerusakan yang ada di dalamnya. maka bisa ditempuh dalam pelbagai tahapan berikut: 1. kegiatannya. dengan mengoptimalkan perannya. Hal itu kemudian ditempuh dalam beberapa langkah utama. memberikan arahan pikiran untuk saling membantu dan menguatkan makna persatuan dan kesatuan. terutama di bidang ekonomi. 528 Ibid 414 .

himpunan. parlemen dan para eksekutif. memperhatikan problema Negara-negara Islam. 5. utusan-utusan dari Negara-negara Islam. dan lain-lain. mengenal pemimpin dan tokoh-tokoh. serta berupaya untuk bekerja dalam sebuah struktur yang rapi. 415 . 2. kerjasama dan pers. Organisasi Negara-negara Islam. 9. Mengenal dan mempelajari sejarah penyebaran dakwah Islam di dunia serta kontribusi dan peradaban yang dipersembahkan untuk Negaranegara dunia sepanjang sejarah.Langkah-langkah di atas bisa berupa kerja-kerja konkret berikut: 1. organisasi dan yayasan-yayasan kebajikan antara negera-negara Islam. berupaya untuk mengoptimalkan sesuai kemampuan. termasuk lembaga-lembaga ekonomi. Memberikan perhatian besar terhadap peran Al Azhar dan mendukungnya untuk kemaslahatan dunia Islam. 7. serta meningkatkan hubungan kerjasama dan persatuan hingga ke tingkat yang lebih tinggi. muktamar-muktamar regular. Mulai dari Liga Arab. dan mengoptimalkan badan-badan kerjasama yang telah ada. termasuk bidang pariwisata. universitas. kegiatan politik. Memperhatikan duta-duta bangsa. Koordinasi antara asosiasi. sosial. Menjalin hubungan dan koordinasi dengan organisasi-organisasi Islam yang bergerak di bidang dakwah dan tidak menyimpang dari prinsipprinsip dan ajaran Islam. Rabitah Alam Islami. dan bisa menentukan sikap positif bersamanya. Mengenal Negara-negara di dunia. mengoptimalkan keberlangsungan. ikut memperhatikan problematikanya. Mendorong produksi dalam negeri. 3. 6. Mendorong pemerintah untuk menghilangkan semua kendala. baik dengan partai parpol. 4. 8. mengikuti berita-berita dan perkembangannya. Mendorong pemerintah untuk mendirikan ikatan-ikatan dan faktafakta dagang dan politik dengan Negara-negara Islam di dunia yang telah membutuhkan himpunan. hingga meningkat sampai ke tarap ikatan dan himpunan-himpunan organisasi.

416 . namun ia tidak akan sirna sesaatpun dari proyek besar Islam kita. Pernyataan ini merupakan wujud dari sikap inferior (minder) akut. yang tentunya membutuhkan kesabaran yang panjang. dan mengikuti peradabannya? Namun. mengadopsi warna kehidupannya. dan mengeruk harta kekayaan kita. picik pandanga. pekerjaan yang berkesinambungan. dan kita tidak akan lupa membantu dan menyusun strategi untuk itu. Pekerjaan berat ini membutuhkan waktu yang panjang. kemudian mereka pun melakukan muktamar atau konferensi internasional untuk merampas hak-hak kita.Seluruh sarana-sarana ini dan yang lain merupakan bagian dari cara mewujudkan tujuan ini. dan mereka akan melakukan konspirasi terhadap kita dan akan berkoalisi menyerang kita. mana hasilnya? Apakah dengan mengikuti peradabannya kita bisa menghalau makarnya? Apa dengan begitu kita bisa menghalanginya untuk tidak kembali menjajah negeri kita. menabur problem di wilayah kita. serta membutuhkan realisasi gerakan dan amal. "Berterus-terang untuk kembali kepada sistem Islam akan membuat Negara-negara asing dan bangsa Barat ketakutan. estafeta generasi yang silih berganti. Beliau berkata. dan berkelanjutan. bukankah kita sudah melaksanakan sistem Negara-negara tersebut. tenang. Dan kita tidak akan mampu untuk menghadapinya. merampas kemerdekaan kita. sehingga mereka akan membuat konspirasi untuk menyerang kita. "Mungkin juga ada yang mengatakan. • Jawaban terhadap klaim bahwa Barat telah mengepung kita: Imam Syahid membantah klaim yang mengatakan bahwa perhimpunan Negara-negara Islam dan menghidupkan kembali Negara Islam akan menimbulkan ketakutan Negara-negara Barat. sehingga setumpuk kesulitan dan rintangan di depan mata kita? Itu tidak lain hanyalah demi menjaga kondisi dan kepentingannya saja. dan sempit wawasan. Cobalah kita melihat lebih jauh.

"530 • Bagaimana mewujudkan Ustaziyatul 'Alam (kepemimpinan dunia) Imam memaparkan target-target dalam fase terakhir ini dengan isyarat yang sangat umum dan tidak terperinci. dan telah diterapkan di beberapa Negara muslim. dan akhirnya membuat kita tidak berdaya. Jika kita jauh dari mengakses ruhiyahnya dan merealisasikan hukum-hukumnya. Realitas yang ada sangat mudah berubah sesuai dengan zamannya. yang dengan begitu eksistensi kita akan hancur. "Akan tetapi. yang telah menggunakan manhaj Islam di dalam pemerintahan. dan tidak mungkin dapat diperinci. kita bisa melihat bagaimana mereka melumat habis sebagian kita dengan sebagian yang lain. terpecah-belah.Satu hal yang lebih penting lagi bahwa mereka melakukan semuanya itu karena mereka adalah Nashrani. maka kitalah sesungguhnya yang akan bingung. 306 530 Ibid 417 . dengan demikian ia menjadi pondasi inti untuk berdirinya Negara khilafah Islamiyah. Lihatlah bagaimana mereka (orang-orang Nashrani) juga bersekutu dengan Zionisme. menghindar dari Islam akan menjadi sebuah bencana besar dalam konteks keberadaan kita sendiri. mereka semua adalah Nashrani. padahal ia adalah musuh bebuyutan bagi mereka. Yang pertama dalam target terakhir ini adalah munculnya Daulah Namuzajy (Negara model). Mereka bisa bersatu karena dipersatukan oleh kepentingan materi dan ambisi imperialisme. karena ini merupakan fase pertama. 529 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). hal. dan telah berhimpun di seputar Negara inti atau Negara induk yang berperan sebagai sarana penghubung."529 Beliau menambahkan. Dan ini adalah sesuatu yang sudah dipahami dalam percaturan politik Barat. Pada perang yang lalu (maksudnya PD I dan II).

418 . keluasan dan kekuatannya. dan lain-lain. yaitu khilafah Islamiyah.Kemudian dilakukan upaya mengembalikan eksistensi Negara Islam. yang akan menumpas kezhaliman dan membantu kemerdekaan dan mendapatkan hak-haknya kembali. Dengan jangkauan. budaya. Selanjutnya kesatuan umat Islam ini akan mendapatkan jalan mewujudkan kemajuan keilmuan. dan menjadi dakwah untuk seluruh umat manusia. Dengan demikian terwujudlah persatuan Islam antara kawasan dan Negara-negara Islam di seluruh belahan dunia di bawah satu komando kepemimpinan. Dan hal itu berada di bawah tuntutan dan tekanan masyarakat muslim yang sadar. ia akan melakukan peran dakwahnya secara sempurna. menyampaikan keindahan Islam dan manhajnya. dengan menggunakan pelbagai sarana yang bisa mewujudkan persatuan dan penyatuan di seluruh strata kehidupan. Lalu Negara-negara muslim yang lain bergabung di bawah satu naungan –yaitu naungan khilafah. khilafah Islamiyah akan menjadi pusat penting di dunia internasional. keilmuan. meningkatkan dan memajukannya di pelbagai aspek kehidupan. dan itu akan menjadi penyokong dan pelindung. sosial. baik ekonomi. yang akan menyingkirkan kendala dan keragu-raguan.dan hal itu dilakukan dengan metode dakwah dan tarbiyah masyarakat. politik. Negara khilafah akan tegak dengan perhatian dan dukungan seluruh masyarakat dan minoritas muslim yang tertindas. serta saling kerjasama dalam menyebarkan dakwah Islam dan menebar keindahannya di masyarakat. dan terwujudlah hubungan dengan seluruh kaum muslimin di dunia yang akan mewujudkan kesatuan yang dicita-citakan. serta mengedepankan realisasi amal-amal praktis dan hasil-hasilnya dalam kehidupan manusia. peradaban dan memiliki semua potensi kekuatan di pelbagai bidang.

Hal itu secara konkret akan menciptakan penyebaran Islam dan masuknya sejumlah besar orang-orang ke dalam Islam yang berasal dari berbagai Negara. Jadi sejauhmana pengamalan.tidak akan mampu bertahan lama di hadapan cahaya Islam dan petunjuknya yang mulia. Dengan itu. Umat manusia akan berlindung di bawah naungannya. menikmati kebebasan. serta merupakan ketinggian nilai yang dicita-citakan manusia.Umat Islam akan membangun makna keadilan. Jika terjadi penindasan dari pemerintah atau Negara manapun terhadap hakhak kebebasan ini atau terhadap kaum muslimin untuk berpegang teguh terhadap agama mereka. dan masa khulafaur Rasyidin terhadap warga negaranya. realitas hadarah Islamiyah (peradaban Islam) sepanjang sejarah. Khilafah Islamiyah memberikan kebebasan kepada seluruh umat manusia untuk memeluk Islam dan mengambil petunjuk dari ajaranajarannya. Hasil konkret dari penerapan manhaj rabbani ini terhadap umat Islam adalah. akan menjadi penopang peradaban dunia dan kesempurnaan nilai-nilai kemanusiaan. yang tidak ada tandingannya oleh manhaj atau dakwah manapun di atas permukaan dunia. baik yang sudah beriman maupun yang belum beriman. persamaan dan kebebasan. sebagaimana hidayah Islam pada masa Rasulullah Saw. serta memelihara kekebasan tersebut di seluruh belahan dunia. keadilan dan persamaan hak. membela orang-orang dizhalimi dan membimbing orang-orang yang zhalim. baik 419 .. maka khilafah Islamiyah akan andil memberikan perlindungan dan menolak penindasan dan kezhaliman ini. realisasi dan komitmennya terhadap agama. Dengan begitu peradaban Barat –yang banyak menciptakan kerusakan dan kesengsaraan. Kita harus memahami secara jelas bahwa nilai-nilai ajaran Islam. prinsip-prinsip dan manhajnya yang diturunkan Allah Swt. maka terwujudlah ustaziyatul 'alam (kepemimpinan dunia) dan Islam menjadi soko guru dengan agama dan manhajnya di seperempat dunia.

penerapan.pemahaman. satu tujuan. kecuali jika kalian menjadi qudwah yang shalih terhadap nilai-nilai yang kalian serukan. (Q. "wahai kaum muslimin. 420 . sehati dan sejiwa. Beliau berkata. maka akan semakin mendekatkannya kepada model peradaban Islam yang sempurna. ingatlah bahwa dunia tidak akan mendengarkan kalian dan tidak akan menyambut seruan kalian. Kemajuan keilmuan yang sesuai di segala zaman. dakwah dan harakah. karena Islam adalah persatuan dan kemanunggalan. dan tidak ada yang lain. namun ia tidak akan mampu merealisasikan kebahagiaan dan kemenangan untuk umat manusia kecuali dengan manhaj Islam. serta mengamalkan manhaj yang mulia ini. merupakan corak yang beragam dari penerapan manhaj.                         Artinya: "Yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya. Ia adalah hasil yang bisa dihasilkan oleh siapa saja yang mampu menggunakan faktor-faktor dan ketentuannya yang ada. Imam Syahid menyebutkan tentang faktor-faktor kesuksesan umat Islam dalam mengajak umat manusia menuju peradaban Islam.S Fushilat: 42) Dan kalian bersama-sama bahu membahu. yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. ketenangan dan kesejahteraan manusia. yakni kitab Allah yang telah diturunkan kepada manusia.

dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan. lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah. serta komitmen untuk menerapkan syariat Islam di dalam diri mereka sendiri sebelum mendakwahkannya kepada orang lain.S Ali Imran: 103) Sabda Rasulullah Saw. dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka. • Umat Islam dan Perang peradaban 421 . lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya." Imam Syahid turut menegaskan dalam hal ini tentang urgensi persatuan umat dan kesatuan kalimat.Sesungguhnya persatuan. dan umat Islam adalah umat yang satu. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu. Maka Allah mempersatukan hatimu. agar kamu mendapat petunjuk. perpaduan hati adalah intisari Islam yang sesungguhnya –tidak diragukan lagi-. (Q. di dalam ikatan ukhuwah Islamiyah. orangorang yang bersaudara.                          Artinya: "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah. kesatuan kalimat.. dan cukuplah bagi kita dengan kenangan sejarah yang mulia tentang peradaban Islam. "Kalian tidak akan beriman sehingga kalian saling mencintai. dan janganlah kamu bercerai berai.

yang memiliki kelayakan dan kepantasan memimpin dan menguasai secara sempurna di peradaban yang lain harus berlandaskan kepada hal-hal berikut: yaitu dakwah dan menyampaikan risalah Islam kepada seluruh umat manusia. mendorong kerjasama dan saling mengenal antar sesama. Islam menimbang aset. maka demikian pula kematangan dan pencapaiannya hingga ke puncak peradaban. yang memberikan hak kepada setiap orang. dan ia merupakan peradaban bumi. titik tolaknya adalah keimanan. tanpa ada tekanan dari orang lain. Islam memandang hubungan dan interaksi dengan peradabanmodel yang paripurna. mencelupkannya dengan shibghah Islam. Peradaban Islam memiliki kelapangan hati terhadap seluruh bangsabangsa di dunia. maka ia akan berkembang dan mencapai kemerlangan hingga saat ini. menciptakan pertautan antar bangsa-bangsa di dunia sesuai dengan nilai-nilai keadilan dan prinsip-prinsip kemanusiaan yang mulia. 422 . adapun yang bertentangan maka ia akan menyampaikan sikapnya.Jika kita berbicara tentang peradaban Islam. terhadap peradaban dan nilai-nilai yang dimilikinya secara khusus. namun jika ia melanggar dan menyepelekannya. maka ia akan hancur dan punah. apa saja yang sesuai dengan prinsipprinsip Islam maka ia menerimanya. dan mengarahkannya dengan pengarahannya yang bermanfaat untuk kemaslahatan manusia. tujuannya adalah Allah yang maha tinggi. dan ia akan mengambil apa saja yang bermanfaat berupa pemakmuran bumi dan alam semesta.. dan diantara haknya adalah masing-masing berhak merasa bangga dengan kebangsaannya. Setiap peradaban di setiap Negara memiliki timbangan rabbany (ketuhanan) dan sunnah alam yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. peninggalan dan peradaban masing-masing bangsa dengan timbangan Islam dan nilai-nilainya. Peradaban hakikat yang sempurna adalah yang berdiri di atas prinsip-prinsip Islam dan syariatnya. maka hal itu sangat ditentukan sekali oleh bagaimana penerapan konsepnya secara praktis atau peradaban Islam yang berkesesuaian dengan manhaj Allah dan pengamalannya. jika Umat manusia menggunakannya.

telah menjelaskan kepada kita tentang karakter perseteruan dan tahapan-tahapannya. melawan dan menghentikan kezhalimannya. bumi. Umat Islam menyadari pengalaman sejarah dan mengenal baik terhadap kekuatan yang menghadang dakwah dan karakteristiknya sejak hari pertama. syaithan dan bala tentaranya dalam memerangi cahaya kebenaran dan manhaj Islam. Al Quran dan hadits Rasulullah Saw. serta orang-orang yang mengusungnya.yang berperan di dalam dakwah dan memberikan hidayah kepada manusia serta sampainya umat manusia kepada ketinggian nilai peradaban keimanan. Sesungguhnya itu tiada lain adalah upaya kebatilan. Umat Islam memandang konflik peradaban sebagai konflik yang diciptakan oleh pengusung kebatilan. Islam mengajak manusia untuk bersepakat mengganti konsep tersebut dengan nilai-nilai kemanusiaan. maka ia akan menerimanya. menjadikan peradaban manusia bertitik tolak dari keimanan. serta menolak segala bentuk penindasan dan kezhaliman di . suatu umat yang memikul dan membenarkan prinsip-prinsipnya.Umat Islam juga meyakini sunnah pertentangan di alam semesta. serta peradaban Islam –yang merupakan model petunjuk yang bersumber dari syariat rabbaniyah. barangsiapa yang memusuhi dan menindasnya maka ia menolak penindasan tersebut. akhlak dan tidak menyembah selain kepada Allah. penguasa zhalim dan kediktatoran. dan bukan sesuatu yang mustahil bahwa kebatilan akan hancur dan musnah -sesuai dengan janji Allah dan ketentuannya. 423 yang memberikan kebebasan dan perlindungan kepadanya.jika kita menggunakan faktor-faktor keteguhan dan kemenangan sebagaimana yang Allah tetapkan. Umat Islam meletakkan standar hubungan yang sama dengan dengan bangsa-bangsa yang lain. barangsiapa yang menerima. Dengan begitu merupakan sebuah kemestian adanya sekelompok da'I yang mengusung kebenaran. dan memelihara kemuliaan dan izzah yang dimilikinya.

berlaku adillah. dan dengan begitu nilai-nilai kebenaran dan keadilan akan tertanam kokoh ketika menghadapi kebatilan di muka bumi.S Al Maidah: 8) Allah Swt. Perseteruan dimulai pada saat pengusung kebenaran masih sangat sedikit.             Artinya: "Dan Katakanlah: "Yang benar Telah datang dan yang batil Telah lenyap". dan bertakwalah kepada Allah. pada waktu yang sama di hadapan mereka terdapat pengusung kebatilan yang sangat banyak dan memiliki pelbagai 424 . tidak memiliki sarana dan kemampuan yang memadai. (Q.S Al Isra: 81) Namun pertempuran sengit ini. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q. menetapkan perseteruan antara hak dan batil ini tiada lain adalah untuk menyaring antara yang baik dengan yang buruk. Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. lalim dan melakukan penindasan. sementara mereka harus memikul beban dan pengorbanan yang tidak sedikit.                       Artinya: "Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum. tidak membuat umat Islam menjadi beringas. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.

yang membuatnya layak memimpin umat manusia dan memimpin alam seluruhnya (ustaziyatul a'alam). sebagaimana dalam firman Allah: 425 . dan mereka akan dikalahkan.S Al Anfal: 36) Berikut kami sampaikan petikan pemahaman dalam pembahasan ini. 2. dan mereka (pengusung kebatilan) akan mengerahkan seluruh kemampuan yang mereka miliki. dan realitas empiriknya di lapangan: 1. meski demikian mereka tidak akan pernah berhasil atau memenangkan pertempuran. firman Allah:                            Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Ia sesuai dengan ketentuan alam dan fitrah manusia dan mempunyai keunggulan hakiki di segala sisi. dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan. Peradaban ini bediri di atas manhaj Rabbani (berprinsip ketuhanan) yaitu Islam. (Q. Peradaban Islam adalah peradaban yang hakiki dan mencakup materi dan ruhi secara bersamaan. mereka akan menafkahkan harta itu. Kemudian menjadi sesalan bagi mereka. Ini adalah anugerah bagi umat Islam.sarana-sarana material.

hal. Imam Syahid berkata."532 Imam Syahid mengingatkan dari penyimpangan dalam melaksanakan kepemimpinan ini. "Ini artinya. "Islam telah menetapkan kepemimpinan umat Islam terhadap alam semesta dalam banyak ayat dalam Al-Quran. hal. (Q.163 532 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). bukan anugerah golongan. untuk peradaban Islam dan bukan peradaban materialisme Barat. 531 Risalah: Mu'tamar Thalabatul Ikhwan al Muslimin (Mukmatar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin. Dengan demikian maka kepemimpinan ini adalah hak kita dan bukan hak Barat.                     Artinya: "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi" [Al-Anfal:6]531 Beliau juga berkata.35 426 . suku atau fanatisme.S Ali Imran:110) Syaratnya adalah dengan mengikuti manhaj Allah dan menjalankan risalah Islam. "Janganlah lalai dari peringatan (yang Allah Swt.       Artinya:                          "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. kemudian mewajibkan umat ini untuk menjaga kepemimpinan yang ada dan memerintahkannya untuk mempersiapkan bekal serta menyempurnakan kekuatan sehingga kebenaran akan berjalan seiring dengan kekuatan pemerintah dan bersinar dengan cahaya hidayah. Al-Quran Al-Karim menempatkan kaum muslimin sebagai pemimpin bagi manusia dan memberikan mereka hak kekuasaan dan kepemimpinan atas dunia demi menjalankan kepemimpinan yang mulia ini. Ia adalah anugerah dakwah dan manhaj.

ruh dan kehidupan. dan mengubah petunjuknya di segala sisi kehidupan"535 Beliau juga berkata. seperti tersebarnya perselisihan politik dan fanatisme golongan. syahwat dan kediktatoran pemerintah.96-97 535 Ibid. perselisihan mazhab dan konflik agama. Umat yang sedang down ini menyangka bahwa kesempatan itu telah tiba untuk mengambil bagian dan menghancurkan daulah Islamiyah yang pernah membuka kawasan tersebut sebelumnya. dan dengan peradaban Islam yang ada ia dapat memimpin dunia. Namun ada satu hal yang mereka sepakati dan mereka berbagi untuk melaksanakannya. yaitu tumbuhnya rasa bangga diri (angkuh). kemegahan. yaitu menghancurkan Islam dan kaum muslimin. 533 3. Inilah dendam salibis dan 533 Risalah: Mu'tamar Thalabatul Ikhwan al Muslimin (Mukmatar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin. menyebabkan bersambungnya episode kelemahan dan kejatuhan dalam tubuh umat Islam. "Dan mereka (para musuh Islam) pun berpecah belah dalam kepentingan dan berselisih dalam permusuhan. Imam Syahid menjelaskan benih permusuhan dan perang terhadap umat Islam ini. Kemudian datanglah -dengan kondisi umat yang seperti itu-upaya musuh-musuh Allah untuk menghancurkan umat Islam.sampaikan) dalam surat Al Nasr. Ini adalah misi dan kepentingan yang dibawa oleh umat Islam setelah Rasulullah Saw. tertipu dengan sarana musuh dan orang-orang munafik serta menyepelekan ilmu-ilmu praktis dan pengetahuan alam"534 4.163 534 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). "Upaya-upaya ini mulai dilakukan di dalam tubuh daulah Islamiyah dan umat Islam. perebutan kepemimpinan dan jabatan. tenggelam dalam kemewahan. Imam Syahid menjelaskan bahwa sikap jauh dari agama dan substansinya dan tidak mengambil sebab-sebab kekuatan. dan apa saja yang membuatnya jauh dari keadilan dan pelanggaran hak. hal. hal 98 427 . berpaling dari agama sebagai pilar aqidah. hal.

"Orang-orang Eropa telah berusah dengan sungguh-sungguh untuk memenuhi bumi dengan paham materialisme ini. Allah berfirman:                            Artinya: "Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran). Orang-orang Eropa berhasil dalam fase ini menyebarkan peradaban materialismenya. dengan penampilannya yang rusak dan virus yang membunuh. ke seluruh negara-negara Islam yang bermitra dengan mereka.S. 536 5. Imam Syahid tahun 1931 (dari buku: Imam Syahid. seandainya mereka sanggup. Dan di balik semua itu. memanfaatkan kecerdikan politik 536 Makalah dengan judul Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya. mereka juga berusaha untuk menghalangi umat lainnya dari unsur-unsur kebaikan dan kekuatan yang berupa ilmu dan pengetahuan perindustrian serta tatanan kehidupan yang bermanfaat. Cukup sudah kelalaian yang ada dan prasangka baik terhadap hari-hari yang ada. Sesungguhnya Allah sudah menjelaskan sifat mereka kepadamu dalam kitabNya. Mereka tidak akan puas kecuali jika kalian murtad dan tunduk. 117. mereka memendam perasaan dengki yang mendorong adanya permusuhan terhadap kalian. Selain umat Islam. Imam Syahid berkata." [Q.politik raj'iyyah (timbal balik) yang mendorong mereka untuk melakukan aksi yang gila dan menakutkan" Jangan kalian menipu diri sendiri. Al-Baqarah: 217] Dan Dia (Allah) bahkan telah menjelaskan kepada nabi-Nya yang lebih jelas dari itu. Mereka mengatur taktik perang sosial ini dengan sangat teliti. Hal. wahai kaum muslimin. 428 . Fuad al Hajarsi.

Kita terdorong untuk mengubah prinsip dan mewarnainya dengan warna Eropa. dengan segenap penampilannya yang materialistis mencoba untuk menguasai bagian vital kehidupan kita yang tersisa"538 Beliau juga berkata. dan kita memisahkannya dari praktek kehidupan. Tidak ada yang aneh dalam hal ini. Beliau juga berkata. kita membatasi kekuasaan dalam kehidupan dalam hati dan mihrab-mihrab. ketetapan dan pendidikan. sehingga apa yang mereka inginkan dapat tercapai. 238 429 . "Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)" [Q. "Namun peradaban barat ini telah memerangi kita dengan kuat dan ganas. Ekspresi kehidupan adalah sesuatu yang tak terpisahkan. kekuatan militer yang mereka punyai. kesenangan. Kekuatan adalah kekuatan di dalam fenomena kehidupan itu semuanya dan kelemahan juga demikian halnya. hal. hal. keyakinan dan akal kaum muslimin sendiri. sebagaimana mereka juga telah menang di bidang politik dan militer. 14) 537 538 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). hukum dan kebudayaan dengan warna murni mereka di negara Islam terkuat537. politik. dan dalam perang dahsyat yang lokasinya adalah diri.yang mereka miliki. dan mewarnai tatanan politik. Kehidupan barat yang diliputi fatamorgana dan fitnah ini. permainan dan pola kehidupan yang menggiurkan. dengan pendidikan. jiwa.S.                Artinya. 104 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). peradaban barat dengan pondasi materislistiknya telah memenangkan perang sosial ini atas peradaban Islam yang mempunyai pondasi kuat dan mencakup materi dan ruhi di kawasan Islam sendiri. "Setelah itu kita mampu berkata. Setelah itu mereka mampu mengubah aturan hukum. Ali Imran. kemewahan. ekonomi.

S. dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. memancarkan cahaya dakwah kalian di tengah kegelapan ini dan mempersiapkan kalian untuk meninggikan kalimat-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa" [Q. Sebab ia adalah Al Haq. pilar Islam tetap kuat. wahai saudara-saudara sekalian. tetap memikat dengan segala keindahannya. dan kehidupan manusia tidak tegak berdiri dengan sempurna tanpanya. walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai" [Q. Al-Taubah: 32) 7. menegakkan syariat-Nya dan kembali mendirikan daulah Islamiah. sebab ia juga adalah ketentuan Allah dan selalu berada dalam penjagaannya. Bagaimanapun kuatnya serangan. Kini menjadi kewajiban mengembalikan kembali peran kita dan menegakkan kebangkitan dan peradaban. "Demikianlah. Al-Hijr: 9)                     Artinya: "Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya.S." [Q. "Pilar Islam dan pendidikannya tetap kuat. dan akan tetap seperti itu.               Artinya: "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran. AlHajj: 40) 430 ."                Artinya: "Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya. Allah menginginkan kita untuk mewarisi peninggalan yang berat ini dengan komitmen. Imam Syahid berkata. terus memberikan kesuburan dan kehidupan.S.6.

kesiapan berkorban. hal. Al-Ikhwan Al-Muslimun mengajak untuk menjadikan asas kebangkitan adalah menyatukan pola kehidupan praktis dalam umat ini atas dasar Islam dan tata aturannya"540. Umat ini haruslah tahu bahwa jihad itu berarti bekerja keras.Beliau juga berkata. menyelamatkan diri dan anak-anak kita. Kemudian Allah Swt. hendaklah kita bisa kembali mengikat yang bercerai berai. Bagi umat ini ada jalan panjang membentang untuk mewujudkan keinginan ini.69 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). 239 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? hal. "Untuk itu. umat ini akan terkalahkan dan akan melahirkan kegagalan"541 9. keberanian menghadapi resiko. menjelaskan bahwa seorang mukmin dalam menempuh tujuan mulia ini telah menjual diri dan hartanya untuk Allah.69 431 . antara pihak yang benar dan yang mencoba untuk mengotorinya. dan merasakan kepahitannya. dan menghidupkan peradaban dan pendidikan agama kita"539 8. mengembalikan kehormatan dan kemuliaan kita. hal. perang yang sengit antara al haq dan kebatilan. antara yang menempuh jalan kebenaran dan yang menyimpang darinya. Namun. Tidak ada bagian untuk dirinya sedikitpun. antara manfaat dan bahaya. "Kewajiban umat ini hanyalah mempersiapkan diri untuk sebuah pengorbanan yang panjang. Tiadalah persiapan umat ini dalam perjalanan yang menakutkan ini selain jiwa yang beriman. Ia semata-mata berbuat untuk keberhasilan dakwah ini dan menyampaiakannya ke hati-hati umat manusia 539 540 541 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. keinginan kuat yang kokoh dan benar. dan kerja keras itu adalah lelah dan susah payah. antara yang ikhlas dan bersemangat dengan yang mengaku-ngaku dan pura-pura. Tanpa itu. "Kondisi ini memaksa kita terpaksa harus menelan kesalahan masa lalu. menambal pecahan.

kemajuan. ahli-ahli ibadah dan para penghapal AlQuran. tidak puas dengan kemerdekaan negeri mereka sendiri."543 542 543 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia)?. hal 316. hidayah. namun mereka berpindah ke belahan bumi yang lain.35 Risalah: Muktamar Pelajar Ikhwan Muslimin. berjalan ke segenap penjuru negeri menjadi pembuka kawasan dan guru. Cet. "Dari sini. Dar."542 Asas tegaknya kesatuan internasional Imam Syahid berkata.                     Artinya: "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. wahai saudara-saudara sekalian. Samakah ini dengan dominasi Barat sekarang. Mereka tidak ekstrim. Sehingga pembebasan Islam berarti juga pembebasan demi peradaban. tidak menzhalimi orang lain. kita bisa melihat sahabat-sahabat mesjid. bahkan putera-puteri salaful umah -semoga Allah meridhai mereka-. Itu pula sebabnya seorang pejuang muslim adalah juga seorang guru yang memiliki semua sifat yang semestinya ada pada seorang guru. pengajaran dan bimbingan kepada seluruh umat manusia. cahaya. [Q. tidak berkhianat. tidak bermusuhan. DakwahIskandariah 432 .S. yang mewujud dalam bentuk imperialise dan penindasan. At-Taubah. dan menuntun mereka kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. memberi mereka petunjuk dengan cahaya Allah sebagaimana mereka telah beroleh petunjuk. 111] Itulah sebabnya setiap muslim menjadikan dunianya sebagai wakaf bagi dakwahnya agar ia bisa mendapatkan akhirat sebagai balasan dari Allah atas pengorbanannya. Mereka ikut berjuang memerdekakan umat-umat sebagaimana mereka telah merdeka.hal. dan memperhambakan manusia yang dilahirkan oleh ibunya dalam keadaan merdeka. rahmat dan kelembutan.

hal. 231 433 . Berfirman:                         Artinya: "Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan. Maka satukanlah akidah terlebih dahulu. dalam dan luar negeri. menjamin hak-hak non muslim sepenuhnya. Al-Anfal: 58] Dia juga berfirman:                                  Kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah Mengadakan Perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi 544 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).S. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat. Sebab kemuliaan Islam yang integral adalah kemuliaan kemuliaan paling suci yang dikenal oleh sejarah. [Q. kemudian tata aturannya dan setelah itu realisasi amal"544 "Saya benar-benar ingin menegaskan kepada para hadirin sekalian bahwa politik Islam. baik itu hak internasional maupun hak dalam negeri para minoritas non muslim."Kesatuan intenasional ini tegak di atas manhaj Islam dan pondasinya. kepada kepemimpinan umat Islam yang berpegang teguh terhadap ajaranajaran agamanya dan untuk seluruh dunia. Allah Swt. Maka kembalikanlah Perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sungguh Islam telah mendesain jalan ini untuk dunia.

At-Taubah: 04] "Islam menjamin hak-hak minoritas dengan nash Al-Quran. untuk mereka kita akan berdamai dengan mereka selama mereka berdamai dengan kita. kita menempuh jalan dan sarana yang telah ditentukan oleh agama.S. Kita wajib mengajak mereka kepada apa yang kita rasakan saat ini sebab itu adalah kebaikan untuk manusia seluruhnya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa.kamu. Sesungguhnya Allah menyukai orangorang yang berlaku adil. Maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya[629]. Siapa yang memusuhi kita maka akan kita 434 . (Q. yaitu firman Allah:                                     Artinya: "Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu Karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Untuk kesuksesan dakwah ini. Tentang hal ini beliau berkata: "Dan kaum yang tidak demikian (non muslim) kita tidak terikat dengan mereka dengan ikatan ini (Islam).S Mumtahanah:8) Imam Syahid juga mengisyaratkan bahwa hubungan antara suku dan bangsa lainnya tegak di atas pilar dakwah dan saling tolong menolong untuk kebaikan kemanusiaan. kita senang berbuat baik kepada mereka selama mereka tidak memusuhi kita. [Q. Kita yakin bahwa antara kita dan mereka terdapat ikatan. yaitu ikatan dakwah.

”Adapun universalitas dan kemanusiaan.”547 Beliau mengisyaratkan bahwa perkembangan bangsa dan masa akan mengawali pemikiran universal ini: “Semua itu adalah awal pemulaan berkuasanya pemikiran universal untuk kemudian menggantikan pemikiran nasionalisme dan kesukuan. Beliau berkata. tujuan kita yang agung dan episode penutup dalam serial perbaikan. Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI) Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru) Ibid.”545 “Kita menginginkan perdamaian untuk seluruh alam.balas permusuhan ini dengan yang lebih baik dari apa yang dilakukan oleh kelompok yang bermusuhan. hal.” Peran yang dapat kita lakukan pada fase ini untuk mencapai cita-cita kita tertinggi Imam Syahid berkata. Kita berharap semua fase ini akan terwujud dengan konsisten dan kita bisa menyelesaikan seluruhnya. Kita letakkan batu bata dalam bangunan kemanusiaan ini tanpa harus menunggu bangunan ini sempurna.”546 “Kita cinta dan saling tolong menolong dengan pihak lain.” “Sesungguhnya Ikhwan Muslimin menginginkan kebaikan untuk seluruh alam. kemudian setelah itu kita bisa sampai kepada target yang dituju.”549 545 546 547 548 549 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Setiap sesuatu itu ada ketentuanya. "Cukuplah darinya kita menjadikan tujuan dan meletakannya di depan mata.”548 “Dari sini ada beberapa fase.232 435 . maka itu adalah cita-cita kita tertinggi.

individu. 251 436 . turut berperan dalam kedamaian universal dan membangun hidup yang baru bagi manusia. wahai saudara-saudara tercinta. Sesungguhnya hal ini membutuhkan waktu yang panjang dan banyak fase kehidupan. usaha yang sungguh-sungguh. hal. dan selalu menghidupkan perasaan terhadapnya di dalam jiwa. maka membangun dan mengerjakan fase-fase dan tujuan semula membentuk planning-planning dasar untuk mencapai dan mewujudkan tujuan akhir ini. Tahapan dengan bentuk seperti ini ke tingkatan yang lebih tinggi dari ikatan dan saling tolong menolong adalah awalan untuk mengkristalkan mabda’ ini di kalangan bangsabangsa. Menguatkan keimanan terhadapnya. Tidak melupakan dan melalaikannya. yayasan-yayasan. dan bahwa ia akan terlaksana seperti apa yang telah diberitakan oleh Nabi Muhammad Saw. kemuliaan dasar dan pendidikannya”550 Dengan adanya gambaran yang sempurna seputar seluruh tujuan ini. lembaga-lembaga. Hal-hal yang kita perlukan dalam fase pertama pembinaan untuk mencapai tujuan mulia ini. Mengambil sarana-sarana awal dalam mewujudkannya. meningkatkan ikatannya dengan segala jalan dan sarana yang ada untuk seluruh tingkatan. 2. berupa saling menyempurnakan dan tolong menolong diantara masyarakatmasyarakat Islam. juga merupakan awalan di setiap sisinya dan mendirikan kekhalifahan.“Merupakan bagian dari dakwah kalian. 550 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). bangsa-bangsa dan segenap penjuru dunia. Berusaha untuk mengembalikan bentuk eksistensi universal untuk umat Islam dan beramal untuk meninggikan dan memajukannya. dengan menunjukkan kepada mereka kebaikan agama kalian. 3. Kejelasan pandangan seputar tujuan dan peran. tercermin dalam: 1. Keimanan dan keyakinan untuk bisa mewujudkannya. 4.

mengumumkan aktivitas dan nama: Pada dasarnya. sehingga nantinya kita bisa sampai kepada apa yang kita inginkan dari kesatuan dan adanya ikatan. 437 . Ikhwan mendukung seluruh kerja kolektif dan seluruh bentuk tolong-menolong dan bekerja sama diantara bangsa dan negara di dunia Islam. Imam Syahid berkata tentang mendahulukan sisi amaliah dibanding propaganda dan iklan. Takut bercampur dengan riya. mewujudkan tujuan setiap fase. Ketelitian untuk mewujudkan langkah-langkah ini. Oleh karena itu. Fase ini bertahap. karena beberapa hal: 1. Keengganan sebagian Ikhwan bergantungnya orang-orang kepada propaganda dan iklan bohong yang tanpa amalan konkret. dengan tetap memperhatikan syarat dan ketentuan syariat. sehingga menyebabkan amalan itu hancur dan rusak. dan tidak terburu-buru dengan berlebihan dan melompat terlalu jauh.5. Bab XI Penjelasan seputar Sikap Dakwah dan Politik Jamaah • Seputar permasalah propaganda. 2. walaupun bentuknya tidak lengkap dan sedikit memberi hasil. maka persoalan propaganda menjadi sesuatu yang perlu diperhatikan. namun realita dakwah dan kewajiban untuk menjelaskannya kepada khalayak serta untuk menolak tuduhan-tuduhan yang diarahkan kepadanya. pengumuman itu tidak dilakukan.

Apa yang ditakutkan oleh Ikhwanul Muslimin sebagai akibat dari dakwah yang tergesa-gesa. ketika dakwah kalian telah tampak pesat. 127. dipaksa oleh dakwah untuk keluar dari sekat-sekat menuju ruang lingkup yang lebih luas. propaganda-propaganda kalian tetap dalam adab yang sempurna dan akhlak yang mulia. Pengumuman akan hal ini kepada manusia tidak dimaksudkan untuk berbangga dengannya tapi untuk memberi petunjuk kepada manfaat dan kebaikan umat Hendaklah kalian berusaha untuk jujur dan tidak melampaui batas dari yang sebenarnya. 129 438 . dan tetap berusaha untuk menyatukan hati dan jiwa. suruhan untuk melakukannya. akan timbulnya konflik permusuhan yang sengit atau koalisi berbahaya. sedikit yang bisa sempurna kecuali bila ada taufik. Namun hal ini tetap dalam keseimbangan yang teliti dan adanya pemahaman tentang dakwah dan kerja-kerjanya serta apa yang diperlukan untuk eksistensi kelompok sosial ini ketika berhadapan dengan masalah dan membantah hal-hal yang gambarannya masih kabur.3. saranasarana. cermatilah bahwa kalian pada saat ini. bahwa semua ini adalah bagian dari karunia Allah:                                551 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dan konsep ideologi dan sistem kerja. dan bersegera dalam mengumumkannya. hal. Hendaklah kalian merasa. Kewajiban kalian menjelaskan kepada manusia tentang tujuan kalian. “Keseimbangan diantara hal ini dengan apa yang ada dalam penyampaian kebenaran. yang menyebabkan terhambatnya perjalanan atau menyimpang dari tujuan."551 “Namun. adalah perkara yang rumit.

Mereka yang berbeda dalam permasalahan prinsipil 552 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). hal.Artinya: "Maka adalah kesudahan keduanya. Nabi Yusuf As.128. berharap jabatan atau bergantung dengan pujian. bahwa Sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka. 129 439 . telah memberikan teladan atas hal tersebut. Seandainya mereka ingin mendapatkan jabatan dan bersenang-senang. Dakwah ini membutuhkan naungan yang dapat melindunginya dari tekanan dan teror yang berasal dari pelbagai arah dan melalui sarana yang beragam. adalah semata-mata untuk perjuangan di jalan Allah dan di jalan dakwah. tentu mereka akan meningalkan jalan dakwah yang berat dan bergabung dengan kelompok-kelompok dunia dan para pemilik kekuasaan agar lekas sampai dari jalan yang tercepat dibanding jalan para dai yang penuh dengan jihad dan pengorbanan. 2. Demikianlah balasan orang-orang yang zalim. tanpa ada keinginan untuk menjadi populer. Al-Hujurat: 17)”552 Pengumuman dan pemunculan beberapa tokoh jamaah sebagai fublik figur. Mereka yang berbeda dalam permasalahan furu’ dan sarana dakwah. Sikap Jamaah Terhadap Individu dan organisasi-organisasi Yang Berbuat Untuk Kebaikan dan agama Islam: Kelompok-kelompok dalam lingkup ini terbagi kepada tiga bagian: 1.S. maka adanya pengumuman ini adalah sebagai reaksi konkret atas usaha-usaha mereka ini dan untuk menyatukan hati-hati manusia ke arah Islam dan manhajnya. Ia tidak mengambil hak yang bukan miliknya dan tidak pula mengaku-ngaku untuk sesuatu yang palsu dan dusta. serta trik-trik yang berupaya untuk menjauhkan masyarakat dari jamaah. [Q. mereka kekal di dalamnya. Inilah ketentuan dari jama’ah yang mengiklankan dirinya dan menggunakan haknya dalam undang-undang dan ketentuan hukum.

bahkan itu bertentangan dengan ketentuan agama itu sendiri. mencela dan memerangi dakwah 1. tidak statis dan ekstrim” Kami meyakini hal ini. Hendaklah kita dan juga mereka bisa memahami makna Islam yang hakiki dengan lebih baik dan meluas. Sesungguhnya yang Allah inginkan dari agama ini agar ia kekal dan sesuai dengan zaman. 26 440 . untuk itu kami selalu berupaya memahami dan memaafkan mereka yang berbeda dengan kami dalam permasalah furu’ agama.3. hal. Bukankah kita adalah muslim dan mereka pun demikian? Bukankah kita senang membuat putusan yang bisa memberi ketenangan hati dan mereka pun demikian? Bukankah kita dituntut untuk mencintai saudara kita sebagaimana kita mencintai diri sendiri? Kalau begitu. pendapat dan mazhab. Dengan demikian hal ini menjadi hal yang mudah dan lunak.25 Ibid. Mereka yang berbeda dalam permasalahan furu’ dan sarana dakwah: Imam Syahid berkata: ”Terhadap kelompok ini kita yakin bahwa perbedaan dalam masalah furu’ agama adalah sesuatu yang mesti ada dan tidak mungkin kita menentang dalam permasalahan furu’. hal. karena sebab-sebab yang beragam.”553 ”Semua sebab ini menjadikan kita yakin bahwa sepakat dalam satu permasalahan yang menjadi bagian dari furu’ agama adalah hal yang mustahil. Mereka yang menyerang. Kita melihat bahwa perbedaan selamanya tidak menjadi penghalang untuk terikatnya hati dan saling mencintai serta tolong menolong dalam kebaikan. maka dimanakah perbedaan? Mengapa pendapat kita menjadi sebuah poin pertimbangan bagi mereka sebagaimana pendapat mereka bagi kita? Mengapa kita tidak saling memahami dalam atmosfir ketulusan dan kecintaan apabila ada hal yang menuntut kita untuk saling paham?554 553 554 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami).

”Sikap kita dalam berdakwah di negeri ini. Setiap kelompok berada dalam medan masing-masing dan Allah bersama orangorang yang beriman.” “Ikhwan membolehkan untuk berbeda dan tidak menyukai sikap fanatik terhadap satu pendapat.sesuai dengan tabiat dakwah kita – satu sikap yang saya yakini: kita berharap semuanya mendapatkan kebaikan dan berdoa agar memperoleh taufik dari Allah Swt. Mereka mencari kebenaran itu dan mengambilnya serta mencoba dengan lembut dan tenang memberi penjelasan kepada mereka yang berbeda ini sesuai dengan pandangan mereka. Umat kita ini dan lahan-lahan kosong yang ada di dalamnya membutuhkan jundi-jundi dan jihad. ekonomi. Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita dan mereka. 27 Ibid 557 Mudzakkiratud Dakwah wad Da’iyah (makalah imam syahid pada tahun kelima dalam majalah “Al-Ikhwan Al-Muslimun” 441 . hingga nanti Allah memutuskan yang benar antara kita dan kaum kita.”557 555 556 Ibid. ada kebenaran dan kebatilan dalam setiap dakwah. hal. Sesungguhnya sebaikbaik jalan yang kita tempuh tidak menjadikan kita lebih banyak menoleh kepada orang lain dibanding memperhatikan diri sendiri. Kita perlu banyak persiapan dan amunisi. Untuk hal ini. Sementara waktu tidak cukup untuk memperhatikan orang lain dan sibuk dengan urusannya. keagamaan. Namun bila tidak. maka itulah yang diharapkan.”556 Beliau berkata lagi. mereka adalah orang yang paling lapang dada terhadap orang-orang yang berbeda dengan mereka. sosial. Bila mereka puas. maka mereka adalah saudara seagama.“Ikhwan Muslimin mengetahui akan sudut pandang ini.”555 Beliau juga berkata: “Itulah manhaj Ikhwan Muslimin saat berhadapan dengan kelompok yang berbeda dengannya dalam masalah-masalah agama. Mereka berusaha mencapai kebenaran dan membawa manusia ke arah itu dengan cara yang paling lembut dan penuh cinta. dan politik . Mereka melihat bahwa ada ilmu dalam setiap kelompok.

permusuhan. dan saling menghormati. Mencintai kesepakatan dan membenci keraguan. maka bersikaplah lebih toleran.”558 Imam syahid sangat menginginkan adanya kelompok yang bekerja untuk menolong Islam dan memperbaiki masyarakat dari berbagai kekuatan dan kelompok yang bermacam-macam. Jangan menghadapi dosa ini dengan dosa yang serupa dan jangan pula sibuk dengan membantahnya sehingga melalaikan kamu dari jalan yang kamu tempuh. maka hendaklah dirimu bersyukurlah dan jangan sampai kamu tertipu dari hakikat dirimu yang sebenarnya. 264 442 . Tentang hal ini. Sesungguhya 558 Ibid.” Bukanlah bagian dari mahaj ikhwan menguasai publik dan memonopolinya. Imam Syahid berkata: “Ikhwan Muslimin melihat kelompok-kelompok ini – dengan lahan garapan yang berbeda-beda – bekerja untuk menolong Islam. Ia mengajak mereka untuk bekerja sama dan berkoordinasi diantara mereka . hal.Beliau berkata: ”Kelak kalian akan mendengar suatu kelompok akan membicarakan kalian. Imam Syahid mengajak kepada persatuan dan menghindari perpecahan. Namun bila yang ada selain itu. Mereka berharap semuanya beroleh kesuksesan. mereka selalu mendapat tekanan dari orang lain sejak kemunculannya. “Dakwah ikhwan adalah dakwah yang putih bersih tidak tercampur dengan warna apapun dan selalu bersama kebenaran dimana saja berada. rintangan. dan tunggulah hingga waktu menyingkap kebenaran. Mereka tidak berpikir untuk melakukan pendekatan dan berusaha untuk menyatukannya seputar pemikiran umum. Apabila pembicaraan itu baik. Walaupun dalam realita sejarah. dan berharap mereka mendapatkan taufiq dan kesuksesan. Namun manhaj mereka –yang selalu mereka usahakan– adalah manhaj musyarakah (partispasi). kerja sama. dan kedengkian atas kesuksesan yang telah mereka capai.

cobaan terbesar kaum muslimin adalah perpecahan dan perbedaan, dan asas kemenangan mereka adalah cinta dan persatuan”559 “Sesungguhnya ia adalah dakwah yang bebas dan bersih. Begitu bersihnya sehingga melewati batas ambisi personal dan tidak peduli dengan dengan manfaat materialisme, dan meninggalkan hawa nafsu dan kepentingan di belakangnya.”560 Beliau berkata dalam muktamar ke enam, “Adapun sikap kita terhadap kelompok-kelompok Islam yang berbeda-beda adalah sikap cinta dan persaudaraan, kerja sama dan tolong menolong. Kami mencintai mereka dan bekerja sama, dan kami berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendekatkan pemahaman dan melakukan kesepakatan diantara pemikiran yang berbeda, yang dengannya kebenaran dapat menang di bawah payung kerja sama dan cinta. Adanya pendapat fiqih dan perbedaan mazhab tidak menjadikan kita jauh. Agama Allah itu mudah dan tidak seorang pun yang berhak memberat-beratkannya kecuali ia akan kalah. Kita yakin akan datang suatu hari dimana nama, gelar, kelompok formalitas dan sekat-sekat cara pandang itu akan hilang dan akan digantikan dengan kesatuan kerja yang dapat mengumpulkan laskar umat Muhammad Saw. Pada saat itu tidak ada lagi selain muslim-muslim yang bersaudara, mereka bekerja untuk agama dan di jalan Allah mereka berjuang.”561 “Sesungguhnya waktu itu, dimana saat itu tampak seluruh kelompok Islam adalah satu kesatuan, saya yakin tidak lama lagi. Waktulah yang menjamin semua itu. Insya Allah.”562

559 560

Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.145 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna), hal. 25
561 562

Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI), hal 216 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal 146

443

“Biarkanlah zaman melaksanakan tugasnya dan dialah sebaik-baik penanggung jawab kebersihan dan keistimewaan.”563 Dengan ini, Imam Syahid telah meletakkan manhaj interaksi dengan kelompok dan individu yang bekerja untuk Islam, atau bahkan untuk kebaikan negeri dalam satu sisi dan berbeda dengan jamaah dalam persoalan furu’. Namun ia tidak keluar dari pijakan dasar syariat dan pilar asasinya. Imam Syahid telah memberi isyarat kepada: 1. Cinta, persaudaraan, dan kerja sama terhadap sesuatu yang membawa kebaikan untuk dakwah dan masyarakat 2. Kita mencoba dengan sungguh-sungguh untuk mendekatkan dan menyamakan persepsi diantara beragam cara pandang demi kebenaran, dalam payung kerja sama dan cinta 3. Pendapat fiqih –dalam masalah-masalah furu– dan perbedaan mazhab jangan sampai menjauhkan jarak diantara kita. 4. Kita berusaha menyampaikan kebenaran dengan gaya bahasa yang santun ketika kita diskusi dengan mereka dan menjawab pertanyaanpertanyaan.

5. Ikhwan berupaya melakukan koordinasi dengan pelbagai usaha di
bidang dakwah dan amal kebaikan sehingga tidak ada benturan satu sama lain. Imam Syahid telah meletakan kaidah kerja sama dan koordinasi terhadap apa yang disepakati dalam urusan kaum muslimin, dan bertoleransi terhadap apa-apa yang berbeda dari permasalah furu’ dan persoalan ijtihad.

6. Ikhwan lebih meningkatan hubungan kepada perencanaan yang lebih
besar dari koordinasi, yaitu kepada kerja sama, saling melengkapi dan pemberdayaan. Pemberdayaan ini akan ada dilakukan melalui hubungan kerjasama antara keduanya, saling memahami dan terikat oleh rasa kasih, dan hal ini juga dilakukan melalui pengarahan dan penjelasan kepada setiap elemen masyarakat, selama kelompokkelompok tersebut atau individu-individu tersebut berada dalam
563

Ibid, hal 148

444

koridor amal Islam dengan segenap sarananya, serta komitmen dengan ketentuan-ketentuan syariat dan tidak melalui jalan yang berbahaya bagi dakwah. Adanya hubungan dan koordinasi dengan mereka saat terjadi ketimpangan akan menyebabkan kekacauan dan kegelisahan dalam individu-individu masyarakat dan memberi kesempata kepada para musuh untuk mendeskreditkan dakwah. Kewajiban kita kepada mereka adalah memberi nasihat dan bimbingan agar mereka mendapat petunjuk.

7. Dalam berinteraksi, jama’ah ini juga hendaknya bisa bertoleransi dan
bersikap bijak dengan pribadi-pribadi yang ingin menonjol dan mencari pamor. Pada beberapa waktu, kondisi dan kejadian, jamaah ini bisa meninggalkannya ketika tampak perbedaan antara yang baik dan buruk. Perbedaan ini dapat menyingkap hal-hal seperti ini, yang mungkin bersinar di satu waktu kemudian meredup dan akhirnya hilang sama sekali.

8. Hendaklah jamaah ini bersabar dan membiarkan waktu berjalan
hingga datangnya suatu hari dimana saat itu tampaklah kebenaran manhaj dan jalan (kebenaran). Akan datang suatu hari dimana kelompok-kelompok formalitas dan rintangan-rintangan pemikiran akan punah dan digantikan dengan kesatuan kerja di bawah bendera “Ikhwan Muslimin”.

9. Pada saat itu, dengan kesadaran penuh, akan ada tahapan-tahapan
usaha yang dilakukan oleh musuh Islam untuk mengadu domba antar jamaah keIslaman yang ada. Dengan adanya kerja sama dan koordinasi ini, akan tampak jelas manjah dakwah dan kemerdekaannya yang sempurna. Imam Syahid berkata, “Wajib diketahui bahwa Ikhwan Muslimin berpegang teguh dengan dakwahnya dan tegak di atasnya. Mereka tidak beramal untuk dakwah orang lain dan bukan pada manhaj yang bukan manhaj mereka.” “Mereka tidak terwarnai dengan warna selain Islam."

445

“Kami berlindung kepada Allah dari suatu hari kita tidak berdakwah dengan manhaj Al-Quran dan nilai-nilai Islam.”564 “Kejadian masa lalu dan masa sekarang sudah menetapkan bahwa tidak ada kebaikan kecuali di jalan kalian ini, tidak ada hasil kecuali dengan perencanaan dan tidak ada ketepatan kecuali pada apa yang kalian amalkan.”565 Lebih lanjut, beliau menjelaskan, “Kelak kalian akan mendengar ada suatu kaum yang ingin berhubungan dengan kalian dan kalian ingin berhubungan dengan mereka dari para aktivis, baik yang bersunggguh-sungguh dengan keinginannya maupun yang tidak. Maka saya ingin menyatakan kepada kalian yang berada disini dengan jelas bahwa: dakwah yang kalian jalani ini adalah dakwah paling unggul yang pernah dikenal oleh umat manusia. Sesungguhnya kalian adalah ahli waris Rasulullah Saw. dan dan yang akan mengemban risalah Al Quran, yang akan mengawal syariatnya. Bahwa sesungguhnya kalian adalah penolong-penolong yang akan tegak menghidupkan Islam pada saat dimana hawa nafsu dan syubhat merajalela, dan beban muatan semakin berat. Apabila kalian demikian, maka dakwah kalian paling pantas didatangi oleh manusia. Sebab ia adalah kumpulan kebaikan, sementara yang lain tidak luput dari kekurangan. Maka berkonsentrasilah pada manhaj kalian dan jangan tawar menawar dalam manhaj, dan tawarkanlah manhaj ini kepada manusia dengan kemuliaan dan kekuatan. Siapa yang menyambut seruan kalian maka selamat datang dalam benderangnya cahaya pagi, semburat fajar dan terangnya siang. Saudara kalian yang akan bersama kalian percaya dengan keyakinan kalian dan siap melaksanakan pengarahan yang kalian berikan. Siapa yang enggan maka kelak Allah akan datangkan suatu kaum Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya.

564 565

Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI), hal.213 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.127

446

Saudara-saudara sekalian. Jangan tergesa-gesa. Waktu di depanmu masih luas membentang. Kalian akan menjadi orang-orang yang akan diminta dan bukan yang meminta. Kemuliaan seluruhnya milik Allah dan kelak akan kalian ketahui kabarnya pada suatu ketika. Maka saya melihat bahwa sesuatu yang wajib dari sikap kita terhadap semua kelompok: kita menginginkan kebaikan, toleransi, tidak meminta pamrih, tidak membantah, dan janganlah kalian mengatakan kepada orang yang menawarkan kedamaian; kamu bukan orang beriman.”566 Apabila bagian kelompok dan individu ini sudah melewati batas dalam berdiskusi dengan kita, maka yang kita lakukan adalah mengajak mereka apabila mereka mau menerima ajakan ini. Kita berdiskusi tanpa perlu berdebat, kita jangan berprasangka terhadap keikhlasan mereka, tidak membalas permusuhan mereka, tidak meninggalkan manhaj dakwah kita dan kita bermohon semoga Allah memberi petunjuk kepad kita dan mereka. “Bahkan menjadi sebuah kegembiraan bagi kita bila setiap pelaku kebaikan dan untuk kebaikan diberi taufik. Ikhwan tidak suka membangun sambil meruntuhkan, dan medan jihad cukup luas untuk seluruhnya.”567

2. Kelompok Yang Manhajnya Keluar dari prinsip-prinsip Syariat
Adapun kelompok yang manhajnya keluar dari Prinsip-prinsip utama syariat, seperti penyimpangan dalam paham dan keyakinan -walaupun ia mengangkat jargon keIslaman– atau dalam sarana dan gaya bahasa, seperti mengkafirkan manusia, menghalalkan darah, berpegang kepada kekerasan, maka bagi mereka tidak ada kerja sama atas dasar ini. Yang ada adalah melepaskan mereka dari persoalan dakwah, memberikan nasehat dan petunjuk agar mereka kembali.

566

Makalah dengan judul Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya, Imam Syahid tahun 1931 (dari buku: Imam Syahid, Fuad al Hajarsi. Hal. 117 567 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.149

447

Kita menghadapi pemikiran dengan pemikiran, dakwah dengan dakwah dan tidak tergesa-gesa mengkafirkan atau menyeru untuk memutuskan hubungan dengan mereka, atau mendukung kezaliman. Ini bukanlah uslub dakwah. Kita tetap mengikuti rambu-rambu syariat dalam hal ini. Kita adalah dai’ dan bukan hakim. Dalam proses interaksi dengan kelompok ini, kita tidak menuduh pribadi dengan prasangka, tidak melakukan cara-cara konspirasi dan permusuhan dengan mereka yang berbeda dan menyerang kita. Kita menilai manusia hanya secara lahiriah saja, sesuai dengan perkataan dan perbuatan mereka. Hendaklah yang menjadi dasar pijakan adalah timbangan dan ketentuan syariat. Hendaklah kita bersungguh-sungguh menghadapi pemikiran yang menyimpang ini dengan sungguh-sungguh dan jangan sampai kita sedih dan menyesal, walaupun mereka tetap bersandar padanya. Kita biarkan orag lain yang menghukumi mereka. Hal ini menuntut jamaah untuk memiliki pengetahuan fsikologi seseorang, melihat dengan pikiran, membuat planning tandingan dan caracara untuk menghadapinya. Apabila mereka memusuhi dakwah Islam dan memutarbalikkan fakta yang ada, dan membangun pemikiran yang dapat melemahkan umat, maka merekalah musuh kita dan kita melawan pemikiran ini dengan pemikiran, memberi jawaban yang memuaskan dan menanamkan kesadaran kepada umat sehingga mereka tidak tertipu. Imam Syahid berkata, “Ingatkan diri kalian selalu wahai Ikhwanul Muslimin, bahwa 'atheis' muslim adalah musuh terdepan kalian. Merekalah yang paling bertanggung jawab terhadap konflik dan problematika yang menimpa dunia-dunia Islam." "Merupakan kewajiban kami untuk merubah tanpa terjangkit wabah pemikiran mereka yang telah akut, menahan siapa saja yang berbaik sangka terhadap musuh, dan siapa saja yang telah membius otot-otot kami dengan
448

pemikiran-pemikiran palsu dan kalimat-kalimat rayuan, yang di belakangnya tiada lain adalah upaya merusak bangsa Timur dan melenyapkan persatuan Islam, mereka tidak jauh berbeda dengan orang-orang Eropa.”568 3. Kepada Mereka Yang Menghadapi Dengan Tuduhan-Tuduhan Keji Dan Perbuatan Buruk Terhadap Dakwah Kita menyatakan kepada mereka:" ittaqullah!! (takutlah kalian kepada Allah) dan jangan mangatakan sesuatu yang kalian tidak mengetahuinya."569 Kita menjelaskan kepada mereka hakikat sebenarnya tanpa perlu masuk kepada perdebatan dan permusuhan. Kita tidak menyerang mereka dan tidak menyibukkan diri kita dengan hal itu: "Kita tidak menyerang mereka sebab kita butuh memerlukan kesungguhan yang kita gunakan dalam permusuhan itu"570 Imam Syahid menamakan kesungguhan dan usaha yang digunakan untuk membantah mereka dengan "kesungguhan negatif". Sebagai ganti, kita menyampaikan dakwah ini kepada mereka, semoga mereka menerimanya dan kembali kepada manhaj Islam yang mulia. Dalam berinteraksi dengan pelbagai elemen masyarakat, Ikhwan berusaha untuk menghindari tajrih (pendeskreditan) terhadap kelompok atau individu tertentu, walau bagaimanapun tingkat perbedaan yang ada. Bagi Ikhwan, ekspresi ini bukanlah bagian dari manhaj kita dan tidak sesuai dengan adab dakwah dan kemuliaanya. Jama'ah Ikhwan mendukung segala seruan untuk perbaikan Jama'ah ikhwan tidak menolak seluruh perbaikan yang parsial dengan alasan karena perbaikan itu tidak secara keseluruhan (universal), atau ia berasal dari orang lain yang tidak mengikuti manhajnya. Namun ia menganggap bahwa perbaikan ini sebagai langkah positif dalam arena
568

Makalah dengan judul Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya, Imam Syahid tahun 1931 (dari buku: Imam Syahid, Fuad al Hajarsi. Hal. 117 569 Risalah, Al-Muktamar As-Sadis, hal. 216 570 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI), hal. 215

449

perbaikan, dan ia adalah arena yang luas untuk seluruh usaha kebaikan. Jamaah Ikhwanul Muslimin mendukung seluruh usaha ini. Bahkan ia sudah membantunya secara nyata dan berkoordinasi dengannya apabila kondisinya sesuai, dengan tetap memeperhatikan etika tolong-menolong dan kerja sama dengan orang lain. Hal ini tidak menghalangi usaha ikhwan untuk terus melakukan perbaikan secara menyeluruh dan mempersiapkan segalanya. Jamaah Ikhwan tidak diam menyaksikan segala kejadian yang menimpa umat Islam dan realita sulit yang berlalu dengan alasan sibuk melakukan penyempurnaan dan tarbiyah individu mereka, namun aksi, pergerakan dan dukungan terhadap permasalahan umat, usaha dan inisiatif perbaikan adalah bagian prinsipil dari manhaj, pergerakan dan tarbiyah mereka. Inilah ucapan Mursyid 'Am, Musthafa Masyhur ketika menegaskan manhaj yang telah digariskan oleh Imam Syahid. Ustadz Musthafa Masyhur menegaskan, "Sesungguhnya umat Islam adalah umat yang besar. Mereka memiliki faktor-faktor kebangkitan dan kepemimpinan. Mereka memiliki kemampuan, sumber daya manusia, kawasan, sumber daya alam, ditambah lagi peninggalan peradaban dan risalah abadi yang sangat diperlukan oleh dunia saat ini.. Hal ini sudah menjadi keharusan bagi kita untuk memiliki sebuah keputusan. Untuk mencapai itu semua, kita harus melewati dua jalan: Pertama: Memberantas sebab-sebab kelemahan dan kehinaan yang tercermin dalam: 1. Perbedaan dan permusuhan yang sampai bersekongkol dengan musuh untuk saling melindungi antara satu dengan yang lain. Pemerintahan diktator yang menghegemoni di negara-negara Islam, sehingga melahirkan permusuhan antara rakyat dan pemerintah, atau mendorong rakyat melakukan hal negatif dan tidak peduli.

2.

450

3. 4.

Kesenjangan sosial yang menggiring rakyat ke arah permusuhan antar golongan yang dikendalikan oleh kedengkian dan kebencian. Rusaknya sistem perekonomian, akhlak, dan pers yang kian membusuk dalam Negara, yang menghambat perkembangan dan mendorongnya untuk bergantung dan meminta bantuan kepada musuh-musuh negara.

5.

Keterbelakangan dalam pendidikan, riset ilmiah, dan teknologi yang menjadikan kondisi dunia Islam sangat memprihatinkan dibanding Negara-negara yang lain.

6.

Melupakan risalah (agama), menggandrungi kehidupan dunia dan kekekalan di bumi, mengumbar syahwat, dan meniru gaya hidup Barat.

Kedua: Berproses menuju kekuatan 1. Kekuatan maknawi dengan tarbiyah imaniyah, yang mencetak seorang Mukmin yang rela berkorban di jalan Allah dengan segala yang dimiliki, mendahulukan orientasi akhirat daripada dunia, dan mendamba syahid di jalan Allah.

2.

Membentuk keluarga Muslim setelah terbentuknya pribadi Muslim, untuk menciptakan masyarakat Muslim yang benar. Hidup dengan arah yang jelas, yaitu menegakkan kebenaran dan keadilan dengan menerapkan syariat Islam, dan membawa misi: Sebarkan dakwah di seluruh dunia.

3.

Normalisasi hubungan antara pemerintah dan rakyat dengan memberikan kebebasan, menghormati hak, menuruti keinginan rakyat, dan senantiasa transparansi dalam setiap keputusan.

4.

Normalisasi hubungan antara pemerintah dengan rakyat Muslim, bekerjasama dalam segala segmen politik, ekonomi, sains, militer, dan pers, sebagai pengantara sebuah persatuan.

5.

Bergantung kepada manhaj pengembangan diri dan bergantung kepada diri sendiri dalam internal dunia Islam, berinteraksi dengan dunia luar dengan asas kerjasama di atas prinsip persamaan, bukan meminta pertolongan dan pinjaman hutang.

451

6.

Memperhatikan produksi pembuatan senjata, termasuk senjata permusnah masal dengan maksud pembelaan diri; di mana saat ini kita hidup di tengah hutan, kekuatan di atas kebenaran. Apa yang terjadi saat ini seperti Yahudi tidak henti-hentinya memusuhi rakyat Palestina, Suriah, Lebanon dan negara lain, meremehkan dan mengancam seluruh tanah Arab, tidak lain kerena Yahudi mempunyai senjata pemusnah massal, sedangkan Arab tidak. Jika negara-negara Arab meilikinya, maka logat dan gerak langkah akan berubah, dan memungkinkan untuk mengambil kembali hak-hak.571 Perspektif Ikhwan terhadap perbaikan umat menegaskan akan urgensi

pembentukan manusia dan terpenuhinya kebebasan politik dan ekonomi untuk mewujudkan keamanan dan perdamaian, "Kita percaya bahwa manusia adalah salah satu dari poros semesta. Ia adalah sarana untuk mewujudkan pembangunan dan kemajuan. Untuk itu harus dilakukan pemurnian aspek yang menyebabkan naiknya kemanusiaan manusia, meningkatnya karakteristik dan keistimwewaannya dari makhluk-makhluk yang lain. Dimana keimanan terhadap rukun dan kaidah-kaidahnya (baca; ajaran Islam), akhlak dan budi pekerti yang luhur merupakan nilai tertinggi yang dimiliki oleh umat manusia. Maka tidak ada keraguan bagi siapapun yang menghendaki perbaikan, harus berusaha membersihkan jiwanya, membangun kembali jiwanya atas dasar: iman, istiqamah, dan akhlak. Jika tidak, maka perbaikan itu ibarat orang mengukir di atas air dan membangun di udara.572 Jamaah menjaga kesinambungan eksistensi dan keteguhannya dalam setiap interaksi dengan orang lain dan dalam setiap momen yang terjadi. Ia tidak lebur dalam komunitas yang lain, atau melakukan hal-hal di luar arah tujuan jamaah yang sempurna dan jelas, atau berada di bawah panji selain panji dakwah yang memproklamirkan dan menjunjungnya. Jamaah juga

571

Risalatu-l Ikhwan, Edisi 228, Muharram 1422 H-20 April 2001 M, Makalah: (AlHaqqu Laa budda an tahmiyahu al-quwwah) punya Mursyid Aam Ustadz Mushthafa Masyhuur. 572 Min mubaadarati-l Ikhwan li-l Ishlaah

452

bukan binatang tunggangan bagi arus tertentu atau terpengaruh dengan hawa nafsu. Imam Syahid berkata, "Harus jelas bahwa Ikhwanul Muslimin berpegang teguh dengan dakwah mereka, berdiri di atasnya, tidak bekerja untuk dakwah selain dakwah mereka, tidak untuk manhaj selain manhaj mereka, dan tidak terwarnai oleh warna selain Islam. Na'uzubillah jika suatu saat kita tidak mendakwahkan al-Quran dan ajaran-ajaran Islam."573 Jamaah membaca Konstelasi Politik dengan baik: Sejarah perjalanan gerakan Ikhwan, interaksi dan sikapnya terdahap fenomena yang terjadi tampak jelas pandangannya yang jauh dan tidak terpedaya dengan tampilan luar yang menyilaukan, atau promosi-promosi palsu atau usaha pemalingan perhatian dalam beberapa proyek yang gagal. Ia mengenal dengan kesadaran dan mendalam akan kadar kekuatan, tujuan, target, aturan main beserta dimensinya, sisi yang terlihat dan tersembunyi, baik lokal maupun internasional. Kami tahu bahwa siapa yang memiliki hak memberikan peluang kepada kami untuk ikut serta dalam kerja eksekutif dan masyarakat juga memiliki hak untuk melarang kami melakukannya, maka suasana tenang tidak akan menipu kami dan kami tidak akan terkejut dengan perubahan mendadak. Dengan demikian pemanfaatan dan turut serta di dalamnya bukanlah peluang positif bagi kami, kecuali jika atas kehendak kami dan berada dalam aturan kerja yang diperankan secara aktif oleh seluruh kaderkader jamaah, demi mewujudkan target yang diinginkan. Sebenarnya perspektif yang salah dalam hal ini adalah bahwa: kemungkinan kami menyingkat waktu, menerjang realita, masa bodoh dengan target dan rencana orang lain, mengasumsikan kebenaran mereka tanpa bukti jelas, kemudian setelah itu kita menganggap bahwa di sana ada kesempatan bagi jamaah. Perspektif seperti ini memandegkan rencana dan merusak waktu. Kita semua harus mengetahui bahwa jamaah dengan segala
573

Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI), hal. 213

453

muslimin maupun non muslim. dan penguasaan terhadap tuntutan marhalah—marhalah apapun—. pengalaman yang diakui. (Q. dan berinteraksi terhadap setiap perubahan tanpa menyentuh pondasi prinsipnya. dengan karunia Allah akan mampu bergerak bersama dengan realita yang ada. akan tetapi sikap kita masih dan tetap —dengan pertolongan Allah— dibangun di atas syariat dan prinsipprinsip kita. Kami tidak membangun pemikiran dan perspektif kita di atas hawa nafsu dan kecenderungan individu yang tertolak. Syariat Islam mencakup hak asasi manusia seluruhnya.S Al Anbiya: 108) 454 . yaitu pondasi dasar Islam. aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. berupa kemampuan pemikiran dan kelambagaan. Maha suci Allah. semua ini atas karunia dan kehendak Allah. dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik".                                Artinya: "Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku.           Artinya: "Dan Tiadalah Kami mengutus kamu. Dengan demikian secara jelas tidak ada permusuhan dengan siapapun dan tidak ada penghilangan hak.kemampuan yang dimilikinya. dan segala kemampuannya dengan kesungguhan para aktivisnya yang saling melengkapi berupa penelitian. melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. pendalaman. (Yusuf: 108) Sepanjang sejarah Jamaah —dengan karunia dan izin Allah—tidak seorangpun mampu menggiringnya sesuai dengan ambisi individu atau mengikuti hawa nafsu.

orang-orang yang takut mereka. membantu dan menyokongnya dengan segala kemampuan yang kami miliki. Untuk itu kami tidak pernah rela dengan kezaliman. jamaah dari kaum Muslimin. Dalam hal ini kita tidak melegalkan terorisme dan tidak pula sepakat dengan pengaliran darah manusia tanpa alasan yang haq. Kita mohon kepada Allah dalam memperjuangkan itu semua. membawa panji Islam dan memperjuangkannya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Berlaku adillah. berusaha memanipulasi pandangan Islam. kejujuran dan keikhlasan dalam setiap perkataan dan perbuatan.S Ibrahim: 46) Kita juga tidak boleh melupakan hakikat Zionis. dan bertakwalah kepada Allah. mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil.                        Artinya: "Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum. dan sekelompok lain yang berada di sekeliling kita. memperjuangkan hak. 455 . Amerika. berarti memusuhi kita dan busur panahnya mengarah kepada kita. karena adil itu lebih dekat kepada takwa. para dai rabbani. dan berjalan bersama siapapun yang memperjuangkan haknya. tidak tinggal diam menyaksikan kezaliman. melanggar kesuciannya. Kami adalah bagian dari para dai kebenaran. (Q. orang yang memanfaatkan keberadaan mereka. Kami —atas karunia Allah— adalah para penyeru perdamaian. para pendukungnya. yang bekerja di dunia manusia karena Allah dan atas petunjuk Rasulullah Saw. Kami menganggap bahwa siapapun yang menyerang Islam.

memiliki sarana dan rencana dan sarana. bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim.Kami tidak akan tunduk dan menyerah kepada musuh                        Artinya: "Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira.S Ibrahim:42) Kami adalah para pengusung proyek kebaikan untuk kemanusiaan seluruhnya. dan kami tidak akan menjadi pengusung proyek yang lain. .Kami menjunjung tinggi nilai kemanusiaan seperti yang Allah gariskan dalam firman-Nya:       Artinya: "Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam. dan kami sesungguhnya bukan para propagandis perang dan bukan pula penumpah darah. yang memiliki target dan tujuan yang jelas. dan perjuangan ini akan menghabiskan waktu yang panjang –sesuai kehendak Allah-. Kami selalu siap untuk berdialog dengan seluruh umat manusia dan bekerjasama dengan seluruh penyeru kebaikan." (Al-Isra': 70) Kita adalah pemilik proyek Islami untuk perbaikan. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. Institusi dan Anggotanya: 456 . dan tentunya juga memiliki musuh serta orang-orang yang akan melumpuhkannya. Permusuhan terhadap Dakwah. (Q.

menyatukan komitmen. Tidak terpancing melakukan tindakan konfrontatif atau sibuk mengurusi konflik yang tidak substansial. Sembari merapatkan barisan. Sementara bila pemerintah dan institusinya yang menggelar permusuhan. Mereka lebih berkonsentrasi membina anggotanya dengan menanamkan kesabaran dan kesanggupan memikul beban. Menempuh sarana damai melalui jalur hukum untuk menghindari kekerasan. atau lembaga kemasyarakatan dan aliran pemikiran terhadap eksistensi dakwah dengan segala aktivitasnya sudah pernah diproyeksikan oleh Imam Syahid bakal terjadi. dan aktivitasnya. makanya perlu memohon pertolongan kepada Allah Swt. Pembelaan ini pun hanya mereka upayakan saat iklim permusuhan melanda. Penyelesaiannya mesti berdasarkan bahwa proses pembelaan itu benar secara hukum. dan patuh terhadap pemimpin. Antusias menciptakan dan menjaga iklim aman bagi perjalanan dakwah. Kita bisa meneladani 457 . Alternatif damai tersebut bahkan mereka kawal dengan memelihara beberapa pointer. tidak lebih. Dalam hal pembelaan diri. ujar beliau. ruang-ruang gerak. berikut: 1. Ikhwanul Muslimin memilih menyikapi penyiksaan dan intimidasi dengan bersabar.Gelombang permusuhan. juga atas pertimbangan akan membawa kemaslahatan bagi dakwah. Mereka berkomitmen tidak menempuh kekerasan dalam sistem dan pola pergerakannya. Membela diri dan menyikapi permusuhan individual hanya ketika terjadinya penyiksaan fisik demi menampik adanya bahaya. 2. berkomitmen akan meneruskan perjuangan dakwah meskipun semua itu akan melahirkan benturan konstitusi dan pergulatan politik. dalam rangka menghadapi segala tantangan tersebut. 5. intimidasi dan perselisihan yang muncul dari sebagian individu. "Kita akan menghadapi permusuhan dan penentangan dahsyat dari mereka". 3. Dan. Ikhwanul Muslimin lebih memilih mengambil jalur hukum ketimbang konfrontasi fisik. 4. Mereka memahami bahwa itulah tabiat dakwah yang mesti dilalui.

menciptakan aktivitas yang bisa menjauhkan masyarakat dari aktivitas dakwah dan hal itu sebenarnya tidak bermanfaat bagi masyarakat. mereka tetap berusaha memperjuangkan nilai-nilai kebaikan dan proses perbaikan seelastis mungkin. Imam Syahid menolak aksi kekerasan dalam menghadapi kepongahan rezim penguasa. "Terkadang beberapa organisasi melakukan beberapa kegiatan yang mirip dengan aktivitas dakwah atau menciptakan alternatif untuk menggantikan kegiatan dakwah dengan baju yang beragam. Yang keluar dari koridor ini –melakukan tindakan kekerasan. kita harus memboikotnya dan menjauhkan masyarakat 458 . atau hendak menyaingi kegiatankegiatan dakwah. Seperti mendirikan beberapa club-club pelajar dan asosiasi tertentu. Walaupun sampai pemerintah turun tangan memusuhi dan melakukan kebiri. tapi juga melihat kepentingan negara dan dakwah secara utuh. Maka hal itu tidak perlu dipermasalahkan. "Mereka bukan sebagai Ikhwan dan bukan seorang muslim". pengekangan aktivitas jamaah.beliau nyatakan secara tegas. dan lain-lain. dan penangkapan anggotanya. dengan tujuan menjauhkan masyarakat dari dakwah. Demikian yang beliau klarifikasikan kepada publik terkait merebaknya isu bahwa ada sebagian oknum Ikhwanul Muslimin yang melakukan aksi kekerasan. Kegiatan ini secara umum terbagi dalam dua hal: Pertama.Rasulullah Saw. Ini karena mereka tidak sebatas mempertimbangkan kepentingan jamaah saja. kompetisi dalam kebaikan. dan lainlain dalam rangka menghancurkan identitas sebagai muslim. yang berupa kegiatan-kegiatan alternatif yang baik dan bermanfaat. Kedua. proyek-proyek Takaful. walaupun dengan niat ingin berkompetisi dengan kegiatan dakwah atau hendak membekukan peran kita. beserta para sahabatnya terkait pola penyikapan seperti ini. Maka untuk kegiatan kedua ini. seperti shalat 'Id. menyesuaikannya dengan denyut kondisi yang tengah berkembang.

Imam Syahid mengatakan –terkait mengenai barometer interaksi seorang saudara seiman dengan saudaranya yang lain. Namun. bahwa rumor (desas-desus) dan dusta tak boleh dibalas dengan perlakuan yang sama."575 Persaudaraan dalam Perspektif Ikhwan Ikhwanul Muslimin memposisikan Islam dan hukum-hukumnya sebagai landasan dalam membangun interaksi sosial sesama manusia dengan beragam warnanya. elegan dan menggunakan nasehat kebenaran.darinya. maka isu yang baru akan menggeser isu yang lama. akivitas-aktivitas positif dan bermanfaat yang dapat mengalihkan pandangan dan membuat banyak yang membicarakan. manusia terbagi dalam enam prototipe. dan tentunya dengan cara-cara yang baik. tipe muslim pendosa. 21 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). hendaknya disikapi dengan melakukan perbuatan sebaliknya. dan kafir yang memerangi Islam. 369 459 . yang merupakan kebatilan. "Bagi seorang Akh. "Saya mendapatkan manfaat yang banyak dari sirah dakwah dan aktivitas sosial di masyarakat. kafir netral. tipe muslim pejuang. 95 576 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). orang kafir yang mendapat jaminan perjanjian."574 Imam Syahid Hasan Al-Banna pernah mengatakan hal senada dalam Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Musthafa Masyhur. hlm. tipe muslim apatis.576 574 575 Risâlah: Ru`yah Wâdhihah. hlm. Aplikasi itu didukung oleh kematangan pemahaman terhadap Islam dan pengejawantahannya secara bijak." Adapun Islam telah menetapkan pola (hukum) bagaimana seorang muslim berinteraksi dengan tiap prototipe tersebut. Melalui pertimbangan pembagian tipe manusia seperti inilah seseorang akan diukur loyalitasnya dan konfrontasinya terhadap Islam. hlm.

Termasuk dalam kategori apatis. jadi bukan dilumuri oleh tendensi personal. Seperti. Sampai kepada loyalitasnya kepada orangorang zalim dan membantu menciptakan makar terhadap Islam dan umatnya. bila model manusianya begini. Tipe muslim pendosa: pengkategoriannya disesuaikan dengan besarkecilnya dosa dan maksiat yang ia kerjakan. tidak menjadikannya seolah sebagai hakim bagi kepribadian orang lain. ia digolongkan sebagai muslim pendosa. padahal ia tidak memiliki uzur yang menghalanginya melakukan itu. Dari permasalahan amal ibadah. Nah. Yang ia lakukan hanya melihat. Dengan catatan bahwa ia tidak sampai terjerumus kepada maksiat dan dosa dengan perantaraan ijtihadnya tadi. Usaha menjauhi praktek vonis subyektif ini demi menjaga agar tidak terjadi kerunyaman dalam memandang persoalan.Tipe muslim pejuang: tercakup juga orang yang berijtihad kemudian salah memutuskan langkah atau prosesnya. memusuhi. bahwa barometer cinta dan benci karena Allah berpagut hanya kepada perbuatan dan kesalahannya saja. Apakah ijtihad tersebut dalam tatanan akidah atau amalan. mengamati secara lahiriah saja. Contohnya. seorang muslim yang sampai berpendapat bahwa darah dan kehormatan umat Islam hukumnya halal. kerusakan akidahnya. kelewat batas. umat Islam yang awam terhadap agamanya sehingga tidak bisa memberi sumbangsih apapun bagi kemenangan Islam. Apa yang terlihat tersebut kemudian akan digunakan sebagai pertimbangan dalam pola interaksinya terhadap mereka. Tipe muslim apatis: golongan yang ini adalah muslim yang hanya maunya berpangku tangan tidak turut berkontribusi memperjuangkan Islam dan melakukan perbaikan. 460 . pelanggaran hak asasi manusia misalnya perlakuan zalim. ● Berdasarkan hukum Islam dan perspektifnya dalam memandang pola interaksi seorang saudara muslim dengan sesama manusia.

kami akan merespon permusuhan tersebut dengan respon terbaik577. 577 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). dan mengimaninya. kaum yang meyakini Allah. berbuat demi kemaslahatan mereka.● Dengan batasan yang jelas dan pertimbangan yang matang melihat kepribadian seseorang. 24. Kami akan hidup damai berdampingan. jika mereka melakukan hal serupa. Kami akan menyukai kebaikan mereka. 461 . Di bumi manapun mereka tinggal. Hubungan sosial tersebut sifatnya lentur. kitab–Nya. bila mereka berkenan mengekang hasrat permusuhan. Kami akan mengajak mereka untuk mengimani apa yang kami sedang perjuangkan. yaitu ikatan akidah. Kami akan berjalan mencapai kesuksesan dakwah menggunakan bermacam cara dan sarana yang tidak bertentangan dengan Islam. hal. Mereka adalah saudara terdekat kami. Mereka juga beriman kepada Rasulullah Saw. siap mengayomi mereka. Kami mengikat mereka dengan ikatan suci. kaum yang sama sekali tidak beriman. dari keturunan siapapun mereka berasal. maka Islam atas nama dakwah tidak pernah melarang seorang muslim mengadakan interaksi dengan semua prototipe manusia ini. Kedua. Siapa pun yang menyulut api permusuhan. Kami akan selalu bersama mereka. ikatan akidah lebih suci ketimbang hubungan darah dan tanah air. sebab yang kami bawa merupakan kemaslahatan bagi seluruh manusia. Sebab ia adalah motor (penggerak) dakwah yang memang bertujuan untuk mendakwahi mereka melalui sarana interaksi. "Ketahuilah —semoga Allah Swt. kami tidak mengikat mereka dengan ikatan akidah. Ikatan antara kami dengan mereka adalah ikatan dakwah. dan apa yang disampaikannya. Bagi kami. dan mengorbankan harta bahkan jiwa kami. menguatkanmu— bahwa Ikhwanul Muslimin memandang manusia berdasarkan kemanusiaannya menjadi dua bagian: Pertama. Imam Syahid mengatakan.

dan menempa diri menjadi suri tauladan bagi sesama sebagaimana layaknya pribadi muslim ideal. saling membantu dalam kebaikan. mampu pengertian. sembari mengontrolnya agar tidak sembrono. dan mengendur dalam mengaktualisasikan pedoman dakwah. konsisten mengaplikasikan etika Islam dalam membina hubungan sosial. dan tidak arogan. selalu membalas dengan yang lebih baik. tidak membalas keburukan dengan keburukan serupa. menahan emosi dan lapang dada. tentang bagaimana Nabi Muhammad Saw. bahkan etika-etika tersebut justru merupakan bagian dari dakwah sekaligus penopangnya. memberikan keteladanan. 462 . Kita juga berusaha agar ucapan kita selalu jujur dan tepercaya.Kalau pun kami memberikan pengecualian dalam hal interaksi dengan orang-orang yang memerangi Islam. Sebab. plin-plan. tidak obral janji. santun bertutur-kata. tapi kami mengharap kepada kelompok yang lain sekalipun itu bersebrangan dengan Ikhwan agar tetap menciptakan hubungan baik dengan mereka melalui dialog. menjauhi segala bentuk kekeliruan. ● Seorang Akh mestilah berupaya menghiasi diri dengan prilaku dakwah dan akhlak seorang dai. Ini sama sekali tidak menimbulkan kontradiksi antara penguatan dakwah dan keyakinan terhadap kebenarannya. tidak berburuk sangka. yang tercermin misalnya: menjadi pendengar budiman bagi orang lain. seksama dan bijak menilai orang lain. yang menjajah negeri-negeri Islam dan rakyatnya. tidak menjadikan selisih dan perselisihan sebagai kaidah interaksi. menyampaikan dakwah dengan sebaik-baiknya. Semua ini merupakan tuntutan. berbicara dengan bahasa hati supaya juga mengena ke hati. keteladanan. yang merampas hak-hak kemanusiaannya. dan nasehat yang baik. semua itu merupakan modal untuk mencintai kebaikan pada orang lain. membudidayakan pemuliaan terhadap orang lain. berinteraksi dengan Fir`aun. dan seterusnya. Kita memiliki cerminan terkait terma di atas yang termaktub di dalam Alquran tentang bagaimana Nabi Musa as.

Imam Syahid pernah berpesan tentang hal itu: "Saya ingin menjelaskan kepada kalian secara gamblang bahwa dakwah kalian ini adalah dakwah terbaik yang mengakui hakikat kemanusiaan.mengusahakan agar kebaikan demi kebaikan itu sampai kepada mereka. ● Dalam proses pembinaan dan pembentukan individu butuh pada tiga cakupan. Kalian merupakan pewaris Rasulullah Saw.hlm. Jadi. dan tidak menyibukkan diri dengan hal itu. menggairahkan kepekaan akan ketinggian nilai dakwah sehingga menjadi pemicu bagi peluhuran moralitas mereka. serta sisi moral dan perilaku. kaum yang mereka cinta kepada Allah dan Allah pun mencintai mereka"578. karena ia merupakan akumulasi semua kebaikan. ia menjadi patner kerjamu. Siapa yang mendukung perjuangan kalian. yakinlah bahwa Allah pasti akan mendatangkan satu kaum menggantikan mereka. yaitu: sisi pemahaman dan akidah. Penerus khalifahnya yang memegang Alquran sebagai landasan hidup. dengan penuh suka–cita ia menjadi saudaramu. dan membantu menyebarkan ajaranmu. ia akan turut memelihara stabilitas keimananmu. Serta penerus yang berkomitmen akan menghidupkan Islam kembali di saat manusia tengah mabuk diperbudak nafsu dan tidak kuasa memikul tanggung jawab ini. Kepercayaannya untuk menjalankan syariat Islam. Jika kalian mampu seperti itu. tunjukkan kepada manusia seluruhnya dengan kemuliaan dan kekuatan. 578 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Kemudian tidak mudah terpengaruh oleh penolakan orang lain. 363 463 . sisi jiwa dan perasaan. dan tidak ada lagi orang lain yang akan menyampaikannya. Jika ada yang menolak. terimalah dakwah sebagai kewajiban kalian. maka dakwah kalianlah yang paling berhak sampai kepada manusia. dan dakwah selain Islam masih terselubungi oleh beragam ketidaksempurnaan. Dakwah itu sesungguhnya sudah sangat memadai. tidak ada yang bakal menyamai dakwah kalian.

eksperimen kelompok. atau bahkan bimbang sekali. dan dari pihakpihak yang bersebrangan dengan kita. Memenuhi jiwanya dengan keyakinan bahwa Allah Swt. Nah. Mengenai tujuan. bukan pada hal-hal yang bersifat paten (qath`i) dari Allah Swt. tidak keliru. 464 . Ia berusaha mendarahdagingkan penjiwaan tentang hakikat seorang da'i dalam bentuk cinta dan antusiasnya terhadap dakwah dengan sesungguh–sungguhnya. Ia mampu peka membedakan yang baik dan buruk berdasarkan keseimbangan dan batasan fiqih. tidak memberat–beratkan atau meringan– ringankannya. bahwa keberhasilan dan kebenaran tidak akan tercapai kecuali dengan menapaki jalan. ijtihad personal. dakwah mulia. Menerima segala hal yang sesuai dengan tunjukan syariat Islam dan kebenaran walaupun itu datang dari selain kita. kaidah asal. tanpa sampai menyombongkan diri. Sementara berkaitan adanya kebenaran absolut dan relatif. dan tujuannya— seorang Akh mesti benar-benar yakin bahwa itu merupakan sesuatu yang hak dan benar. pasti akan membantunya meskipun rentang waktunya belum diketahui. dan lembut kepribadiannya tanpa sampai merasa lemah. keberimanannya terhadap dakwah. tertanam kebencian terhadap segala bentuk kemaksiatan dan penyimpangan syariat. Untuk sisi jiwa dan perasaan. acuan dasar dalam Islam dan dakwah Ikhwan. Adapun pada tataran ikhtilaf. siapa yang mendapatkannya. mampu memahami secara jelas dan konsisten. Mengekang jiwanya agar selalu selaras dengan aturan Islam. di medan ikhtilaf dan ijtihad ini tidak ada seorang pun yang dinobatkan sebagai manusia suci. konsistensinya. berkarakter dai. seorang Akh harus meyakininya. ragu-ragu.Untuk sisi pemahaman dan akidah —beranjak dari akidah Islam. maka "Hikmah adalah milik orang beriman. ini hanya dilegalisasi pada hal-hal yang sifatnya parsial di seputar permasalahan ijtihad. dasar acuan. ialah yang paling berhak mengambilnya". Siapa yang bersebrangan dengan ketetapan dimaksud maka ia telah menjauhi kebenaran. tujuan dan manhaj ini. seorang Akh di dalam hatinya mesti merasakan kemuliaan dengan dakwah ini. berbesar jiwa. menahan amarah. terpelihara dari dosa dan kesalahan.

Maka benar tidak ada paksaan dalam agama. Sebagaimana yang telah kami kemukakan pada halaman sebelumnya. dan seterusnya. baik dalam tutur–kata. Allah Swt. dan barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir". atau bahkan 465 . Semua yang ada tersebut dari tiga cakupan tadi harus dimiliki oleh seorang Akh muslim. (Q. Sesungguhnya Telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. sesungguhnya Islam memang memberikan kebebasan bagi mereka untuk berkeyakinan sesuai kehendak mereka. ● Terkait dengan pembahasan lain yaitu masalah dakwah kebatilan.S Al Baqarah: 256)       Atinya: "Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman.S Al Kahfi: 29) Tetapi saya tidak akan mengatakan bahwa mereka berhak atas kebenaran atau supaya saya bisa cenderung menerima kekufuran mereka. (Q. keberterimaan. bahkan mendakwahkan keyakinan tersebut.Untuk sisi moral dan prilaku: itu semua meliputi adab-adab Islami yang mesti diaplikasikan seorang dai ketika berhubungan dengan orang lain. dan keridaan. tidak.                    Artinya: "Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). antara berinteraksi secara baik–baik. dan tujuannya. telah berfirman. landasan. bila salah satunya mengalami gangguan maka hal itu akan membawa pengaruh bagi ketidakmaksimalan seorang Akh berinteraksi dengan orang lain. perbuatan. baik dari konteks akidah. Sebab disana ada perbedaan yang kontras antara kebenaran dengan kebebasan.

Di dalam Islam sudah ada hukum (peraturan) yang dijelaskan oleh para ulama fiqih untuk memberikan batasan menyangkut bentuk-bentuk akidah ini. dan menemukan padanya kebaikan yang menenangkan jiwanya. 466 . Imam Syahid telah menjelaskan bagaimana cara berinteraksi dengan keempat tipologi ini. membaca tulisan-tulisan kami dan apa saja yang terkait dengan kami –baik dari jauh maupun dari dekat-. Kepada orang seperti ini kami mengajak untuk segera bergabung dan bekerjasama bersama kami agar jumlah mujahid semakin banyak. biarkanlah mereka bersama keraguannya. sembari disarankan agar mereka tetap berhubungan dengan kami lebih dekat lagi. Karena memang ada kebebasan sebebas-bebasnya bagi manusia untuk meyakini apa yang ia cenderungi yang kemudian ia akan menerima hasil dari keyakinan yang menjadi pilihannya. oportunis (golongan yang mencari manfaat). percaya kepada perkataan kami. yang menjadi pengikut para rasul di zaman dahulu. yaitu: golongan mukmin (yang meyakini). dan agar dengan tambahan suara mereka. maka tiap-tiap orang itu memiliki salah satu dari empat tipologi dalam perspektif kami: Pertama. mengagumi prinsip-prinsip kami. golongan yang ragu-ragu. Setelah itu insya Allah hati mereka akan tenteram dan dapat menerima kami. Begitulah juga tabiat golongan manusia peragu. Kedua. Golongan Mukmin: Mereka adalah orang yang meyakini kebenaran dakwah kami. suara para da'i akan semakin meninggi. Mereka bimbang dan ragu. ● Manusia sebagai obyek dakwah Ikhwan terbagi kepada empat penggolongan."pemaksaan" agar menganut agama Islam. mengunjungi klub-klub kami dan berkenalan dengan saudara-saudara kami. Akan halnya golongan ini. dan golongan yang berprasangka buruk. "Apa saja yang kami obsesikan dari orang lain. Golongan Yang Ragu-ragu: Boleh jadi mereka adalah orang-orang yang belum mengetahui secara jelas hakikat kebenaran dan belum mengenal makna keikhlasan serta manfaat di balik ucapan-ucapan kami.

dunia. pada diri. dengan segala kemurahan hati mereka akan mengorbankan seluruh hartanya demi memperoleh balasan Allah di akhirat kelak. Kami percaya. Bila kelak Allah menyingkap tabir kegelapan dari hati mereka dan menghilangkan kabut keserakahan dari jiwanya. kecuali dengan pembicaraan yang sinis. kami hanya ingin mengatakan. kesinisan.Ketiga. Dia-lah sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong. hidup dan matinya. akhirat. dan surga-Nya jika ia melihat ada kebaikan di hatimu. Oportunis (Golongan Yang mencari keuntungan): Boleh jadi mereka adalah kelompok yang tidak ingin memberikan dukungan kami sebelum mereka mengetahui keuntungan materi yang dapat mereka peroleh sebagai imbalannya. harta. Andaikan tidak demikian. Adapun kami. Kecongkakan telah mendorong mereka terus berada pada keraguan. Saat itu. Ada yang ada padamu (manusia) akan habis musnah. dengan harapan bahwa Allah akan meridhai. agar berkenan memperlihatkan kepada kami dan kepada mereka kebenaran 467 . hal itu akan mendorongnya bergabung dengan barisan Allah. Mereka selalu melihat kami dengan kaca mata hitam pekat. dan apa yang ada di sisi Allah akan abadi. Semua yang kami lakukan adalah pengorbanan dengan apa yang ada di tangan kami dan dengan segenap kemampuan yang ada pada kami. kami memohon kepada Allah Swt. "Menjauhlah! Di sini hanya ada pahala dari Allah jika kamu memang benarbenar ikhlas. Bagi kelompok macam ini. Kepada mereka ini. sungguh Allah tidak membutuhkan orang yang tidak melihat hak Allah-lah yang pertama harus ditunaikan. dan gambaran negatif tentang kami. dan tidak berbicara tentang kami. kami adalah orang-orang yang miskin harta dan popularitas. dengan harapan bahwa kami dan dengan segenap kemampuan yang ada pada kami. Keempat. niscaya mereka akan tahu bahwa sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah itu jauh lebih baik dan lebih kekal. Golongan yang Berprasangka buruk: barangkali mereka adalah orang-orang yang selalu berprasangka buruk kepada kami dan hatinya diliputi keraguan atas kami.

Orang yang suka menghina. Tipe Banyak Tanya dan Kritis terhadap Dakwah Imam Syahid mengklasifikasikan tipe banyak bertanya dan suka mengklaim buruk terhadap dakwah kepada lima kategori. 2. Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. 468 . hlm. kepada orang lain. Memang hanya Allah-lah yang dapat menunjuki mereka.sebagai kebenaran dan memberi kekuatan kepada kami untuk mengikutinya. 15. yaitu: 1. "Kami melihat mereka beragam. dan orang-orang yang melakukan perbaikan. dakwah. sembrono yang hanya mementing urusannya sendiri dan kalau tidak mengurusi dirinya ia akan mencemooh jamaah. 579 580 60 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami)."580. pembohong. hlm. ide. Agar berkenan menunjuki mereka. dan keyakinan. diresume. sesungguhnya mereka belum mengetahui. berwarna– warni. Walaupun begitu. kmai tetap mencintai mereka dan berharap bahwa suatu saat mereka akan sadar dan percaya pada dakwah kami. serta memperlihatkan kebatilan sebagai kebatilan dan memberi kekuatan kepada kami untuk menjauhinya. Orang yang lalai terhadap dirinya. ‫أللهم اغفر لقومي فإنهم ل يعلمون‬ "Ya Allah Swt. bermacam-macam. Agar berkenan menunjuki kami dan mereka ke jalan yang lurus. Kami memohon kepada Allah Allah Swt."579 Beliau juga mengatakan. Terhadap mereka kami menggunakan semboyan yang pernah diajarkan oleh Rasulullah Saw. ampunilah kaumku. dan kami juga berdoa kepada Allah Swt. sarana. ia tidak punya obsesi. yang kemudian membuat hati tidak cenderung kepada mereka. Kami akan selalu mendakwahi mereka jika mereka mau menerima.

Keingintahuan yang membuncah dari kalbunya. 469 . ia melakukan semua itu demi menutupi segala kekurangan dan kelemahannya di mata manusia. yang kuantitasnya sangat sedikit. 4. dan sebagai sarana untuk cari muka (pendekatan) kepada penguasa dan pemerintah].581 581 61 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. Kami tidak memiliki kecenderungan terhadap keempat tipikal manusia ini. Ia melakukan segala hal dengan cermat. ia akan mengerjakannya jika memang ia sudah mengerti dan memahami langkah-langkahnya. kami tidak memiliki jawaban apa-apa untuk mereka kecuali cukup mengatakan: Kesejahteraan semoga tercurah kepada kalian. 5. Orang yang acapkali ingin melemahkan orang yang mengajaknya kepada kebaikan. Ada satu kelompok yang lain di antara manusia.3. mereka akan mengajukan pertanyaan penuh keingintahuan dan keikhlasan. dia serba hebat. orang yang apabila didakwahi. kami tidak menginginkan orang-orang yang bodoh. memperindah penampilan. padahal ia tahu bahwa ia telah mendustai dirinya sendiri. ia akan berkenan meluruskan. [Masuk juga dalam kategori ini orang yang sengaja menyerang dakwah demi meraup materi duniawi. tidak ada yang ia lakukan kecuali dua hal: turut mengerjakannya dengan kesungguhan atau bersikap lemah–lembut. Kami yakin jika terdengar di telinganya seruan dakwah kami. Yaitu. harapan yang dinantikan. jika ia kemudian menemukan kebaikan ia akan memberikan support. hlm. sehingga dengan kemenangannya itu ia jadikan sebagai justifikasi penolakannya terhadap dakwah dan penentangannya. dimana ia akan mencobanya dan tidak mau stagnan. supaya dibilang orang: dia berilmu. Golongan ini adalah generasi yang hilang. Orang yang mengelabui dengan kata-kata manis. sebaliknya jika ia mendapati ada sesuatu yang melenceng.

kebudayaan. ungkapan yang keliru. dimana kita hanya merujuknya untuk menyelesaikan sebagian problema. kita bisa menjadi masyarakat Islam yang mampu mewujudkan tatanan kota dan peradaban ideal dengan beragam pemaknaannya. Islam yang kami serukan bukan agama pendeta. dan perkumpulan. dan negara adalah bagian dari Islam. Sebagian pihak ada yang menaruh curiga terhadap tujuan dan landasan dasar Ikhwan. Supaya dengan begitu. kekuatan. Ia adalah pandangan hidup yang komprehensif. padahal di dalam Islam sesuatu itu 470 . tapi ia adalah sebuah sistem (dasar) yang integral. sebab semua umat Islam adalah pemuka agama. Demikian pula dengan istilah dan kalimat yang bertendensi penggolongan pemikiran.Tipuan Kata-kata dan Istilah Ikhwan menolak memakai istilah yang tidak jelas. Jadi. dsb. Islam itu merupakan negara dan tanah air. tidak sekadar masyarakat sipil yang menganut referensi umum Islam. ia yang mencetak karakter seluruhnya dengan karakter kebertuhanan. Golongan kanan dan kiri. Kita hidup dan membina masyarakat sesuai landasan Islam dan karakternya. Pemahaman yang mendudukkan Islam hanya sekadar sebuah referensi saja. seperti: kekuatan modernisme dan konvensionalime. Semua kalimat dan terma tersebut tidak memiliki standarisasi. dan bukan sebagai pengganti dari masyarakat sipil (civil society). Islam juga berobsesi memajukan umatnya hingga kuasa mendunia agar dengan proses tersebut dapat memberikan kontribusi rillnya berupa perbaikan (reformasi) hakiki di alam ini. Ikhwan tidak pernah mengklaim diri akan mendirikan sebuah negara teokratik. menurut yang digariskan oleh Islam. pemerintahan dan rakyat. karena masyarakat sipil. tempat bersatunya umat. Oleh karena itu kami tidak sependapat dengan istilah "pemuka agama". tidak stagnan apalagi radikal. dan melalui cara tertentu. Maka kami nyatakan bahwa sesungguhnya Islam lebih luas dari sekadar sebuah referensi.

disebut memonopoli Islam atau membatasi orang lain. Bukan berarti orang yang menyerukan hal itu —landasan Islam— sebagai syiar atau menempatkannya sebagai percontohan dari Islam menurut kapasitas pemahamannya. masalah benar dan salah sesungguhnya terbuka bagi pendapat dan program siapa pun. perdebatan. Akan halnya substansinya akan terbatas pada realitas. baik bagi Ikhwan sendiri ataupun bagi yang lain. 471 . Islam membentang lebar-lebar masalah tersebut kepada umatnya dan Islam sudah memahat kode etik legal yang memelihara kebebasan berpendapat dan berkeyakinan. Dan. Dan. Demikian pula seseorang dilarang untuk menisbatkan diri berislam dengan alasan orang lain tidak ada yang marah dengan perlakuan tersebut. dan penunjukan bukti serta dalil merupakan media pem-filter antara yang benar dan yang salah. Sanggahan terhadap Klaim Monopoli. Ikhwan tidak membuat klaim kesucian bagi anggotanya. Imam Syahid sangat mewanti-wanti agar kita jangan sampai mencoba berekayasa kata untuk mengelabui sebuah kenyataan yang berlaku. tidak juga memberi sesuatu yang buruk bagi mereka. karena yang menjadi standar adalah Islam. tidak menuntut untuk berkelit-kelit kata atau memutar balik klaim. dan Apakah Jaminannya ● Ikhwan juga menolak seseorang memonopoli Islam atau mencabutnya dari orang lain atau ia memposisikan dirinya sebagai seorang pewasiat absolut. Tidak ada seorang pun yang boleh mengklaim diri sebagai orang suci setelah Rasul Saw. dan kroni— kroninya secara berkesinambungan diarahkan kepada Ikhwan … dilema tersebut tidak akan pernah berhenti. ● Beragam tuduhan palsu dan klaim batil dari penguasa. Pembatasan seperti ini tidak dibenarkan dalam etika kebebasan.distandarkan menurut tunjukan syariat. Mengimani bahwa perbedaan (ikhtilaf) pendapat akan selalu ada dalam konteks kefiqihan. yang demikian itu tidak berhasil mengguncang Ikhwan. Dialog.

umat. Prinsip Kami Menghadapi Permusuhan dan Persaingan Politik 472 . dan anggota jamaah —sebagai bagian dari rakyat— maka tujuan dan target Ikhwan tidak akan pernah terwujud dalam rangka membangun masyarakat Islam. Tanpa pembinaan masyarakat. yang malah setelah berkuasa belangnya akan terungkap. Ikhwan tidak memakai slogan palsu untuk menutupi kedok sebenarnya. lalu bagaimana proses penerjemahannya agar tidak kelewat batas. menyadarkan makna hakiki sebuah hak. memantapkan keberpahaman mereka. dimana hal ini terjadi pada banyak gerakan revolusi. Kita dapat mengaca pada sejarah. dan kepada penguasa. Pihak-pihak yang bersebrangan dengan Ikhwan terus saja melemparkan tuduhan terebut. dan program perbaikannya begitu ideal sehingga dengan sendirinya mampu menampik segala tuduhan dan klaim yang mendera. mereka menargetkan pencapaian awal untuk membina masyarakat. walaupun mereka sendiri tidak memahami dengan jelas bagaimana sesungguhnya dakwah Ikhwan itu. gerakan yang rapi.ini karena apa yang Ikhwan serukan adalah dakwah yang jelas. maka Ikhwan dalam pola perbaikannya tidak menggunakan jalur revolusi atau berkonfrontasi menggulingkan pemerintah. tidak dari bagian atas. Salah satu bentuk tuduhan yang diarahkan kepada Ikhwan adalah: bahwa jika kelak mereka sudah memiliki power mereka akan melakukan revolusi besar-besaran. Maka pembinaan dalam pandangan Ikhwan harus memulainya dari dasar (bawah). Dalam rangka mewujudkan jaminan pengawasan. kepada selain mereka. Ada pun dakwahnya Ikhwan. maka Ikhwan berusaha untuk mengetengahkan program-program dan target mereka demi mentarbiyah individu dan masyarakat. Demikian itu sebenarnya merupakan sebuah jaminan dan pengawasan langsung terhadap Ikhwan. dan sampai sekarang belum ada jaminan bahwa mereka akan tetap memelihara pengaplikasian musyawarah dan kebebasan. Ikhwan belum akan mau memegang tampuk kekuasaan sebelum memadainya pembinaan masyarakat dan terealisasinya target mereka.

215 584 Ibid. dan tidak memicu perdebatan pemikiran dan pergolakan politik. Dan. "… dalam masalah ini kami tidak akan mengambil hak-hak mereka …"584. sebab kami yakin bahwa keabadian hanya milik yang terbaik"583. 473 . namun kami berusaha menyerukan saling bantu-membantu untuk memperbaiki masyarakat dan tanah air. Imam Syahid telah menegaskan hal itu. Anggota kami yang masuk sebagai kandidat dalam persaingan politik merupakan model bagi keteladanan berislam. Mengumandangkan dakwah mereka 582 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). hlm 266 583 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). b." "Dengan demikian. Dakwah kami akan selalu tertuju kepada mereka dan kami akan serukan mereka beramal atas landasan Islam. mereka —Ikhwan— melihat seluruh partai politik yang ada dengan satu penilaian. dan apa yang telah mereka usahakan untuk perbaikan bangsa. tapi kalian itu penegak sebuah sistem. dan landasan”582.a. Tidak fanatik terhadap sebuah ide. d. karena kami memfokuskan energi untuk menampilkan kerja positif di tengah iklim permusuhan. c. "Prinsip kami terkait partai politik. kami juga tidak melebur mengusung sebuah partai … namun kami menyerukan mereka semua untuk mempedomani Islam. merupakan pengusung landasan yang lurus. perbaikan. hlm. Persaingan dan keikutsertaan di pentas politik hanya menjadi sarana bagi kami. kami mengistimewakan antara satu dengan lainnya. memperlihatkan persaingan sehat di tengah persaingan kotor. kami hanya menyerahkan masalah mereka kepada waktu. "Kami tidak akan menghantam mereka. Kami dipinta agar moderat dalam menghadapi permasalahan. kami tidak akan merampas hak para penguasa —yang bersebrangan dengan kami—. "Kalian bukan pencari kekuasaan.

" (QS. Imam Syahid mengatakan: "Permusuhan antara kalian dengan orang lain bukan atas dasar permusuhan pribadi. Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna).                        Artinya: "jika mereka bertaubat. kita akan sedia menerima mereka dengan lapang dada. 585 586 (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui. akan tetapi permusuhan atas dasar akidah dan sistem. Dalam menjawab tuduhan terkait partai politik. Bila satu hari nanti mereka yang paling kuat menyuarakan permusuhan kepada kalian memutuskan untuk bergabung dengan kalian. Ikhwan berharap bila kebenaran tersebut dapat diterima. Dan. mendirikan salat. dan komitmen untuk berpegang pada satu sistem dalam rangka memperbaiki kondisi dan mewujudkan obsesi. dan menunaikan zakat. hingga mereka menyatakan sepakat. Imam Syahid mengatakan: "Sebagian pentolan partai politik menyangka bahwa kami dengan ajaran-ajaran ini bermaksud menghancurkan eksistensi mereka. Kita bisa temukan hal itu dalam firman Allah Swt.— ke seluruh partai politik dan tokohnya secara jelas. hlm 266 (Kalimat yang beliau utarakan dalam sebuah kegiatan). maka 11)586. At-Taubah: Ibid. Maka yang akan membentang di hadapan mereka hanya manhaj (metode) Ikhwan. bahkan lebih dari itu adalah petunjuk dari Allah Swt"585.—dakwah warisan Rasulullah Saw. karena kita menyadari apa yang berada di balik ini lebih baik dari yang terlihat di luarnya. 474 .

walaupun tuduhan tersebut hampir merata di kalangan partai politik dan pentolan-pentolannya. Konsep yang ditawarkan beliau adalah menyoroti pandangan umum tentang perbaikan secara menyeluruh. dan 587 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Saya tidak bermaksud ingin berdalil dan mengatakan kesalahan persangkaan ini. 475 . serta seluruh raja dan kepala-kepala negara dunia Islam seluruhnya. Imam Syahid menutup konsep perbaikan tersebut dengan ungkapannya: "Dan seterusnya. Ikhwan dan Sejarah Reformasi Mesir 1. juga kepada Musthafa An-Nuhas. Kedua: sektor sosial dan keilmuan yang mencakup tiga puluh item. pengadilan. sembari menerangkan beberapa klaim miring tentang Islam. Ketiga: sektor perekonomian yang mencakup sebanyak sepuluh item. Kepala Pemerintahan Mesir kala itu. Imam Syahid mengajukan konsep perbaikan (ishlah) kepada Sultan Faruq. kemudian beliau menjelaskan bagaimana perspektif Islam dan kapabilitasnya untuk mampu menyelesaikan problematika global umat. Saya hanya ingin menegaskan kepada saudara-saudaraku di parpol yang ada: "Sesungguhnya hari dimana Ikhwanul Muslimin mempersembahkan geraknya kepada selain fikrah Islamiyah yang telah diyakininya itu tidak mungkin terjadi. dan hanya mencari manfaat tertentu. Setidaknya kalau dirangkumkan maka konsep ishlah yang ditulis Imam Syahid mencakup kepada tiga hal: Pertama: sektor politik. kami mempersembahkan diri. Tahun 1936. ini adalah risalah dari Ikhwanul Muslimin yang kami usulkan kepada anda. apapun alasannya. tanggung jawab pemikulan amanah."587. menyingkap kebobrokan peradaban Material Barat dan segala kepalsuannya. Ikhwan juga tidak akan mendeskreditkan partai tertentu. Raja Mesir dan Sudan —waktu itu—.berkhidmat kepada selain partai yang lain. donasi. dan administrasi yang meliputi sepuluh item.

"588. Imam Syahid kemudian merumuskan mengenai pokok-pokok perbaikan yang akan diserukan oleh Ikhwanul Muslimin. yaitu terkait: hukum. tetapi sudah merambah kepada tataran aplikasi. pertahanan dan militer. Jadilah setiap promotor perubahan menemukan yang dicita-citakannya di dalam konsep Ikhwan. ide-ide perbaikan (reformasi) Ikhwanul Muslimin menjadi sesuatu yang begitu istimewa karena dimensinya yang integral dan menyeluruh. pendidikan. 2. 3. juga kepada para anggota parlemen. Hal itu agar seluruh lembaga dan pelbagai organisasi memperolehnya. Ikhwan bahkan mampu mengungguli seluruh elemen penggerak perubahan.semua yang kami miliki untuk membantu instansi atau pemerintah yang berniat mengantarkan umat Islam kepada kejayaan dan kegemilangan. tidak sebatas retorika belaka. kepada kepala-kepala instansi milik negara. Dengan begitu terasa menciptakan warna baru di masyarakat. dan rumah tangga. Imam Syahid kembali melayangkan banyak surat ke beberapa instansi pemerintah yang berisi inisiatif. Sebagian yang termaktub dalam risalahnya. dan seterusnya. keluarga. Imam Syahid mengungkapkan: "Hasil dari kepahaman komprehensif Ikhwanul Muslimin terhadap Islam adalah bahwa fikrah Ikhwan telah menyentuh segala titik perbaikan di tubuh umat. tokoh masyarakat. Pada risalah Muktamar ke-5. pemuka politik. hubungan internasional. Di awal tahun 40-an. Maka timbullah pecinta perbaikan yang mengerti bagaimana proses aplikasinya"589. antara lain: Problematika kita dalam perspektif hukum Islam. pengadilan dan perundang-undangan. Risalah tersebut dikirimkan kepada perdana menteri sebagai penanggung jawab pertama. kebudayaan. Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. 588 589 Lihat: Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). bersamaan adanya pergantian pemerintahan. sistem ekonomi. Kami serukan sebuah panggilan dan kami siap berkorban. dan kepada orang-orang yang menaru perhatian terhadap kebaikan bersama. 476 . Melalui cara itu.

Kami juga menyertakan catatan tambahan di beberapa departemen yang konsen mengurusi induk kebutuhan rakyat Mesir. mengirimkan surat seruan perbaikan. b. Pada bulan Maret 1952.4. Mursyid Am Ikhwanul Muslimin. dan memenjarakan sejumlah aktivisnya. c. Ustadz Hasan Hudaibi. pemudahan urusan publik. Dalam Risalah Muktamar ke-6. perfilman. yaitu: sistem pengajaran. serta mengadili oknum yang melakukan pelanggaran. tapi perang yang dikoordinasi rapi oleh 477 . kami mengajukan kepada pemerintahan anda untuk mengadakan urun-rembuk yang benar dalam rangka menemukan solusi terbaik terhadap permasalahan di dalam maupun di luar negeri. Kelanjutan dari proses ini maka dakwah IM semakin melambung tinggi sampai satu saat pemerintah Jamal Abdul Naser mengambil keputusan memblokade kegiatan mereka. di antaranya: penyeleksian pegawai." Surat tersebut memuat komentar Ikhwan tentang problematika luar negeri. Mengharuskan pembenahan pada perangkat pemerintahan. konsentrasi kerja. Perubahan di sektor kebudayaan dengan mengevaluasi kembali beberapa hal. dan radio. memobilisasi pasukan tempur. urgensi mengakhiri ketegangan dengan Inggris. melakukan penangkapan. dan penentuan langkahnya. proses meretas kemuliaan dan persatuan diperoleh. lembaga sensor pers. Ustadz Hudaibi mengatakan: "Hanya dengan perang. Seruan reformasi kemudian ditujukan ke pemerintah Mesir. wahai pemimpin negara. pengadaan tunjangan dan jaminan. tahun 1941. buku. Seruan tersebut terbagi ke sekian pointer. Amandemen perundang-undangan dengan berpedoman kepada syariat Islam. menginventarisir kekurangan di beberapa sarana tersebut. "Atas pertimbangan itu. konser. yaitu: a. Imam Syahid waktu itu mengatakan: "Kami telah merumuskan manhaj reformasi kepada pemerintah Mesir. untuk kemudian dilakukan perbaikan. 5.

Kepolisian Sebagai epilog penyampaian seruan. Ikhwan dalam seruannya itu mengusung tujuh hal yang perlu segera diperbaiki: a. Perbaikan moral dan etika c.". Perbaikan ekonomi f. Perbaikan perundang-undangan d. Pembersihan menyeluruh b. Ikhwan juga menjelaskan prinsipnya terkait program pemerintah yang akan menerapkan aksi "pembersihan" dalam waktu dekat590. 27 Maret 1952. pembebasan tahanan dari sel. Majalah Ikhwanul Muslimin (IM). Paska terjadinya kudeta —militer— Ikhwanul Muslimin menyebarkan ide dan inisiatif perbaikan kepada setiap individu dan masyarakat yang dimuat dalam koran. Perbaikan sosial kemasyarakatan e. kita mesti memandang ke masa depan. 478 . sebagai berikut: 590 Lihat. Selain kedua masalah besar tersebut. Dan. Kemudian mengenai permasalah dalam negeri. Ikhwanul Muslimin memberikan tiga masukan penting untuk meluruskan urusan umat. kita tidak perlu berpestapora menikmati kemenangan ini. Seruan tersebut dibuka dengan ungkapan: "Kini. 6. Kalau kita tidak lakukan itu.penguasa dan rakyatnya. terbitan 02 Agustus 1952. sementara di saat yang sama kita telah dituntut untuk segera memulai mempersiapkan langkah-langkah besar. perbaikan total. sehingga rakyat dapat merasakan bahwa mereka sudah berpindah dari satu orde ke orde berikutnya. maka sama sekali tidak ada faidah gerakan revolusi ini dilakukan". Pendidikan militer g. Edisi ke-5. ia bergerak dalam lingkup skala prioritas antara persoalan besar dan kecil. yang perlu diprioritaskan adalah bagaimana menghapus hukum adat.

mengubah kondisi yang memberikan kesempatan lahirnya kezaliman. dan kelompoknya. sebagaimana penting mengembalikan kepemilikan harta. 479 . 8. Ustdaz Umar Tilmisani. Menciptakan stabilitas keamanan. menyeret oknum yang berbuat zhalim ke meja hijau. Ust. 7. Mengembalikan hak-hak orang yang teraniaya. Kedua.Pertama. memberikan udara kebebasan bagi para tahanan politik. hlm. Mempersiapkan pasukan yang tangguh untuk memerangi Israel yang telah merampas wilayah Palestina. dan meraup harta haram untuk kepentingan pribadi. menodai kesucian umat dengan praktek kebohongan. 107 592 Ibid. melayangkan surat kepada Jamal Abdul Naser memintanya agar melakukan perubahan. mengembalikan setiap hak kepada pemiliknya. Menghapus kondisi darurat dan hukum adat. dan hegemoni pecundang politik. Menerapkan kebebasan penuh592. Tanggal 4 Mei 1954. Ketiga. melepaskan rakyat dari belenggu kemiskinan. b. arogansi status quo. tanah yang terampas kepada yang berhak. b. Pengejewantahan dua pointer tersebut lebih disederhanakan lagi kepada: a. dan mengharuskan perubahan itu menyentuh seluruh sendi di masyarakat yang sudah terkontaminasi oleh perlakuan oknum yang zalim591. diantaranya: a. Pada masa kepemimpinan Mursyid Am. Vol. Ikhwanul Muslimin banyak mengirimkan surat-surat inisiatif kepada Presiden 591 Al-Ikhwanul Al-Muslimun … Ahdâts Shana`atun Al-Târikh. Hasan Hudaibi. dengan dakwaan: merenggut kehormatan. III. merampas kebebasan. Menghidupkan lembaga perwakilan. Mursyid Am. negara dijadikan arena pemuas nafsu. c.

Musthafa Masyhur. yang disepakati oleh Ikhwan dan seluruh simpul-simpul kekuatan nasional Mesir. edisi pertama. Atau. Protes tersebut mengakibatkan penangkapan besar-besaran aktivis IM dan pembredelan majalah Dakwah. Edisi 228. dan 594 Majalah 595 Majalah silahkan merujuk kembali ke majalah dakwah terbitan tahun 1977. pengelabuan melalui pembentukan Dewan Perwakilan Rakyat berdasarkan pemilu yang tidak aspiratif (dusta). kalian memilih manhaj Allah atau Kehancuran. Bulan Januari 1979. Dakwah. 9. 12. Mursyid 'Am IM. tahun 1987 M. demikian juga pelaksanaan perjanjian damai Mesir dengan Israel tahun 1979. bulan Muharram 1422 H/ 20 April 2001. IM mengajukan menyampaikan tuntutan nasional. yang menyoroti masalah perbaikan dan pemberian hak kebebasan593. kembali Ustadz Umar Tilmisani melayangkan surat kepada Presiden Ahmad Sadat dan sebagian pemimpin negara Islam.99%) produk rekayasa.Ahmad Sadat. sampai segala bentuk kezaliman yang dilakukan penguasa. Surat dengan mengangkat tema: "Wahai Pemimpin Umat Islam. Al-Basyir. tahun 1977. rakyat yang lebih pantas disebut rakyat yang dipecundang melalui pelaksanaan referendum (99. yang menawarkan jalan keluar mendiagnosa penyebab kelemahan umat. 10. 11. 593 Pembaca 1976."595. "Hukum yang berlaku bagi rakyat sekarang. menulis tentang persoalan pemalsuan dan rezim penguasa."594. Ikhwanul Muslimin bahkan mengajukan protes keras terkait lawatan Presiden Ahmad Sadat ke kota Al-Quds. Demikian juga surat Mursyid 'Am. edisi: 32. Ustadz Musthafa Masyhur. 480 . dan anjuran untuk menaati faktor-faktor pembangkit kekuatan: Ini disampaikan melalui Risalah Ikhwan. Masalah ini telah kami jelaskan sebelumnya.

di antaranya: a. di setiap waktu dan peristiwa. Ikhwan menolak dengan sangat segala bentuk hegemoni pemerintah. keadilan. negara-negara Arab dan dunia Islam. dan musyawarah. Bahwa kemaslahatan umum sebuah negara yang mesti diperjuangkan dengan bersungguh-sungguh hanya menanti waktu perwujudannya.13. c. rakyatlah yang paling berhak menyuarakan inisiatif menerapkan perbaikan yang bertujuan untuk menciptakan kehidupan mulia. elemen pemikiran dan budaya. Ini merupakan tanggung jawab yang besar yang membutuhkan dukungan dan bantuan semua pihak. Proses perbaikan tidak dipikul oleh salah satu pihak. kerusakan kondisi sosial. Inisiatif tersebut dibuka dengan menyebutkan beberapa hal. Reformasi menyeluruh merupakan tuntutan rakyat. yaitu: stagnan politik. nasional. tidak menerima intervesi pihak asing dalam urusan dalam negeri Mesir. b. d. Memang ada tiga tipikal penghancur dalam umat kita. bahwa sudah waktu telah mengharuskan peran aktif seluruh kekuatan politik. Permintaan Ikhwanul Muslimin untuk mengadakan ishlah belum juga berhenti.demi mewujudkan perbaikan bagi bangsa dan kemaslahatan umum. Dalam perspektif Ikhwan. Semua bagian ini agar saling bekerja sama mengerjakan perkara-perkara yang disepakati —dan itu banyak sekali— dan toleran terhadap hal-hal yang tidak disepakati –dan hal itu sangat sedikit. persamaan. sampai kepada pengajuan surat inisiatif di tahun 2004 lalu. Dimana Mursyid 'Am Ikhwan. Ketiga 481 . Perbaikan harus dimulai dengan perbaikan politik. semua yang memiliki kecendrungan terhadap persoalan bersama bisa mulai bergerak menggarap hal-hal asasi di masyarakat. kebangkitan kolektif. Ustadz Muhammad Mahdi Akif menyatakan hal itu dalam konferensi pers. dan keterbelakangan ilmu dan skill. Dan. kebebasan. dan Islam. dari titik itulah perubahan itu beranjak untuk selanjutnya mengadakan perbaikan pada bidang-bidang yang lain.

baik politik. kantong-kantong layanan umum. pusat kajian dan penelitian. yayasan. Bentuk-bentuk Proyek Perbaikan ● Dakwah Ikhwan adalah dakwah integral. Aksi mereka dipadamkan pemerintah dengan memenjarakan sekitar 3000 aktivisnya. perindustrian. mempertemukan simbol-simbol kekuatan rakyat. dakwah mereka selalu menggunakan banyak media. sekaligus penegasan bahwa dakwah sesungguhnya menyentuh semua lini kehidupan. perkumpulan seni dan sastra. adab. seni. 482 . dan menggagas lahirnya aliansi rakyat untuk reformasi. 14. Dakwah Ikhwan tidak memperhatikan satu bidang saja lantas meninggalkan bidang yang lain. kondisi rakyatnya. atau amalan baik. Sarana-sarana tersebut dipakai karena sangat berpotensi bagi pengembangan dakwah.tipikal kronis ini sekarang benar-benar tengah mengancam Mesir. Ikhwan dengan dakwahnya akan memanfaatkan segala sarana dan prasarana untuk bergerak dan mengembangkan tujuan. sosial. bergerak demi kemaslahatan umat. pendidikan dan kesehatan. gelanggang olah raga. olahraga. puluhan orang menderita cedera serius. seperti: partai politik. dan peran Mesir di kancah internasional. bahkan di antara mereka ada yang syahid. budaya. dalam bidang keamanan dalam negerinya. atau ia dipahami hanya melalui satu sudut pandang yang sempit. dan layanan umum. Oleh karena dakwahnya integral. dan lain sebagainya. eksplorasi Islam. berjalan dengan lentur. ilmu. Ikhwanul Muslimin memprakarsai dan memimpin muktamar dan demonstrasi menuntut reformasi. lembaga kedaerahan. ekonomi. yayasan. dan lain-lain. sebagai konsekuensi dari sikap Ikhwanul Muslimin yang mengusung perbaikan. Atas pertimbangan itu. seminar umum. Dan. Pada tahun 2005. sementara ia melupakan masalah yang lain. maka tak mungkin akan terbatas mengurusi satu masalah. korps massal yang meliputi seluruh segmen.

Imam Syahid sudah pernah menyinggung masalah ini. disinilah bisa dipahami bahwa sifatnya luas dan menyentuh seluruh aspek berkehidupan. maka seruan itu disebut "seruan mandul". Membangkitkan ruh keimanan dan kembali kepada Islam.Kondisi dakwah terkadang memang meminta pemusatan dakwah pada satu bidang. dan melejitkan potensi skillnya. tidak bisa produktif menghasilkan buah dari aktivitas yang dilakukannya. 483 . sasaran pertama dari dakwah ini adalah mengajak manusia untuk membangun kembali hubungan spiritual transedental yang mengikat mereka dengan Allah tabaraka wa ta'ala. Jiwa yang hidup merupakan kemenangan hakiki sukma dan hati." 596 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Kalau seruan perbaikan tidak mencakup dan memelihara dua hal di atas. tetapi bukan maksudnya menganaktirikan permasalahan lain. ● Perbaikan dipahami dengan dua pengertian: 1. maka Allah pun melupakan mereka. "Yang kami inginkan pertama sekali adalah membangkitkan ruh. Perbaikan individu. jaminan hidupnya. Kami tidak mementingkan membicarakan soalan dakwah dalam perbaikan yang sifatnya parsial dari pelbagai jenis aktivitisnya. hlm 233. atau dakwah memporsir diri pada satu permasalahan. Ini karena menyangkut masalah prioritas berdasarkan waktu dan kondisi. 2. yang kami pentingkan adalah pengkonsentrasian terhadap jiwa demi menanamkan fikrah ini. yang umumnya manusia sudah melupakannya."596. Beliau juga mengatakan: "Maka dari itu. katanya. tapi bukan berarti melupakan bidang lainnya.

5. Mendayagunakan kekuatan dan kesungguhan. 4. Mesti ada sarana realisasi untuk melaksanakan perbaikan. (Q. 597 Ibid. 484 . dan memiliki vitalitas tinggi. Orang-orang yang tengah menegakkan perbaikan diminta bersungguhsungguh. sembahlah Tuhanmu yang Telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu. yang berdampak negatif.S Al Baqarah:21) Inilah sesungguhnya kunci pertama untuk memecahkan serangkaian masalah kemansiaan yang disebabkan oleh tirani materialisme yang mengangkanginya. dan menyepakati perbaikan tersebut. Bekerja sembari melenyapkan gangguan yang menghambat proses perbaikan. hlm 226. 3. ● Sebagaimana kesungguhan dan pertimbangan di dakwah untuk perbaikan berdiri di atas sokongan: 1. 7. dan meminta komitmennya untuk menyerukan perbaikan serta mematuhi penanggungjawab perbaikan. Tanpa adanya kunci ini. Orientasi dan target yang jelas dari penerapan perbaikan.      Artinya:             "Hai manusia. 6. tidak mungkin upaya perbaikan dapat ditegakkan. Memilih iklim yang pas untuk melakukan perbaikan. Mencari dukungan dari pemimpin masyarakat. 2. yang mereka tidak mampu melepaskan diri dari cengkeramannya. dan tidak ada yang boleh memonopoli salah satunya saja."597. agar kamu bertakwa.

undangundang masih ambigu dan kabur. dan saling bahu-membahu. Hasan Al-Banna). yang bertujuan mengelabui rakyat. Ikhwan di hadapan krisis seperti ini tampil 'beda' dengan manhajnya. kami tidak sedang menunggu fase penerapan pemerintahan Islam. ● Tujuan perubahan yang diboyong oleh Ikhwan. beragam 485 . Atau. tertata. tuntutan awal tertuju pada masalah tersebut karena ia merupakan bagian terpenting dari proses perbaikan dan kebangkitan bangsa. atau sekadar panas dengan suhu perpolitikan. berpijak pada landasan asasi. dan belum ada yang mampu menerjemahkannya dalam realitas kehidupan. dan ia hanya merusak lingkungan. adalah: ada hukum tertulis. ada usaha penggemukan kemaslahatan bagi penguasa dan hakim. Saat ini. Kami akan saling menggalang kekuatan dengan pihakpihak lain dalam rangka mewujudkan hal itu. sebab perbaikan tidak dapat dilakukan sekejap mata. yang disepakati oleh umat. Maka Ikhwan menawarkan amandemen UU dalam mengusung reformasi ini. Imam Syahid sudah memberikan contoh tentang masalah tersebut pada bahasan itu (lihat: Risalah pergerakan.Kita telah menyaksikan sepanjang sejarah ada saja penyeru perbaikan. menutupi kebenaran dan bukti. dan berjalan sesuai akidah dan sejarahnya. dan lebih maju dalam pelaksanaan perbaikan. ia hanya sekadar ingin memberikan 'sensasional' demi kemaslahatan partai atau penguasa. integral dan jelas. ● Terkait masalah perundang-udangan yang tampak sekali butuh dikoreksi dan amandemen. atau hanya sekadar slogan-slogan kosong tanpa mengandung muatan. Imam Syahid bahkan semasa hidupnya telah banyak memberikan masukan terhadap perubahan undang-undang dan perbaikannya. Dan. mengajak seluruh kekuatan untuk bekerja secara benar.

pendirian pabrik-pabrik sipil. IM bukan hanya memotifasi diri sendiri tetapi juga mengajak pihak lain untuk saling bahu-membahu. mengokohkan bangunan iman ini sekuat mungkin. tidak sebatas memberikan catatan terhadap kekurangan orang lain. atau dengan ungkapan lain mempelajari kurikulum sebuah kebangkitan dari tataran normatif. dan reaktif. ● Imam Syahid mengatakan: "Sebuah kebangkitan mesti berpijak pada. aplikatif. perubahan dalam masyarakat. dan penempaan jiwa. fokus dalam bidang produksi. Ikhwan bahkan dalam bidang ekonomi ini telah mendirikan beberapa pabrik percontohan. Dan.sektor vital yang lain. Oleh karena itu 486 . perbaikan pemenuhan barang-barang konsumtif. namun berikan catatan dan apresiasi. Terkait prinsip beliau yang menilai positif pendirian Persatuan Liga Arab. ini dilakukan dalam rangka memperlihatkan manfaat rill langkah pembinaan itu. yang di kemudian hari justeru dikuasai oleh pemerintah revolusi. dan pengajuan kritikan konstruktif bagi kebaikan bersama. memahamkan tentang hak mereka. mengetahui sarana apa saja yang bisa mengejewantahkan hak mereka. ● Imam Syahid memberi wejangan agar selalu memandang positif segala kejadian. mewarnai. Disusul kemudian pembinaan kerja nyata dan proses aplikasi. ● Imam Syahid menjelaskan sumber pijakan bagaimana seharusnya kebangkitan perbaikan itu terjadi di masyarakat. serta urgensi penanaman manhaj pembinaan dan kepemimpinan yang sesungguhnya. IM berhasil memerankan kontribusi rill bagaimana membangun basis perekonomian yang tangguh. tarbiyah iman. tarbiyah (pembinaan) itu yang diprioritaskan. Dengan pola begitu dakwah akan berdampak positif. Tapi. sayangnya tidak seluruh gagasan Ikhwan diambil oleh mereka. dan beberapa masukannya yang mengkritisi piagam deklarasi Liga Arab —ini yang banyak dibahas— tanpa memandang proses pendiriannya. ● Demikian juga kontribusi Ikhwan di sektor ekonomi.

Serta merupakan jaminan bagi kekuatan rakyat. maka tidak boleh adanya penundaan dan pengurangan dengan alasan apa pun. Semua itu adalah manhaj pembelajaran bagi umat ini. dan pendidikan. bisa ditaati dan diteladani. dalam pencapaian perbaikan dan kemajuan umat. Imam Syahid menegaskan kembali: "Oleh sebab itu.membutuhkan waktu yang panjang. seperti: kebudayaan. Ikhwan pun mengungkapkan bahwa kemerdekaan berpolitik merupakan tuntutan pokok dan kebutuhan mendasar. Ikhwan menyatakan perlu melakukan pembinaan individu dan penempaannya secara benar. dan rentang waktu perjuangan yang lama. Ikhwan telah melakukan gebrakan-gebrakan baru 598 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). mendahulukan hasil (produk) meskipun sekecil apapun. Seorang pemimpin yang benarbenar pemimpin. Kalau tidak demikian. Ikhwan begitu antusias sekali melakukan perbaikan masyarakat pada bidang-bidang penting. 599 Risalah: Dakwatuna fi Thur Jadid.158-159 (secara ringkas). Untuk kepemimpinan: mesti memilih dan menempatkan pemimpin yang terpercaya. Kurun waktu terakhir ini. dan fokuskan pada upaya konkret. sama artinya ada seorang pemimpin tetapi ia bukan berkepribadian pemimpin"598. Untuk manhaj: sumbernya menurut kebutuhan saja. cermat. hal. Ikhwan menawarkan asas kebangkitan itu berpijak pada: penyatuan kondisi rill masyarakat berlandaskan kaidah Islam"599. hlm 239 487 . bukan sekadar pemimpin yang ada karena kondisi darurat saja. kemasyakatan. yaitu: manhaj dan kepemimpinan. Atas pertimbangan itulah maka penting memelihara dua hal. ● Dalam usaha perbaikan masyarakat dan kebangkitan umat. maka mereka mesti sanggup bersabar.

Beberapa hal yang disoroti adalah: "Kasus pengadaan air dan sterilisasi sumber-sumber air sungai Nil. pengamanan laut Merah. bahwa Imam Syahid sudah memaparkan sekian banyak asumsi dalam rangka membenahi sektor ekonomi. penyempurnaan kemerdekaan hakiki Mesir di seluruh aspek. Hal itu mereka tujukan itu kepada penguasa. karena Pemerintah Revolusi kemudian melakukan proses kapitalisasi segala aset Ikhwan. menyatukan delta Nil (Mesir dan Sudan). laut Arab mesti dikuasai pemanfaatannya oleh Bangsa Arab. dan kekuatan-kekuatan politik guna dipelajari. kebebasan mengkritisi. Sinai dan Palestina. eksplorasi Bangsa Arab dan perealisasian obsesi mereka.melalui ide di bidang-bidang garapan tersebut. dan dimanfaatkan demi merealisasikan penyatuan obsesi dan langkah. Beliau memberikan perhatian yang besar terhadap problematika ekonomi dan stabilitas keamanan Mesir. dan beliau bahkan menggagas pendirian beberapa serikat mandiri nasional untuk mengimbangi hegemoni Inggris. ● Ikhwan menaruh perhatian pada perbaikan ekonomi yang berjalan seimbang dan saling melengkapi dengan perbaikan politik. di antaranya: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). meskipun eksistensinya tidak bertahan lama. dan berbagai persoalan penting lainnya. Masalah tersebut termaktub dalam beberapa risalah Imam. di samping saling menopang antara sama lain. semangat terhadap penyatuan umat dan penyatuan persepsi. Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). produksi senjata. dan pengamanan Timur Mesir. dan 488 . dan mengingatkan pentingnya penyatuan Bangsa Arab dan negara Islam untuk meningkatkan pencapaian independensi ekonomi dan memulai mengambil langkah-langkah brilian. Usulan yang diajukan Ikhwan dalam bidang ekonomi adalah merealisasikan independensi ekonomi di seluruh ruang lingkupnya. ● Seperti yang sudah kami jelaskan. dan perwujudan kemerdekaan perpolitikan.

Kita dapat merujuk kembali ke beberapa risalah Imam Syahid. Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy 600 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). juga secara pasti meredam beberapa klaim sepihak yang mendiskreditkan Ikhwan. Contoh sederhana saja dari ungkapan di atas. seperti: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). Risalah-risalah tersebut selain menelurkan ide-ide cemerlang. mencermati perkataan Imam Syahid: "Sungai Nil. Mashu`. Sampai kemudian terjadi perampasan wilayah secara zalim"600.lain-lain yang menunjukkan kematangan berpikir. hewan ternak. Kalau Mesir butuh terhadap Sudan untuk memelihara Sungai Nil — sebagai sumber kehidupan— maka Sudan sesungguhnya lebih butuh kepada Mesir untuk menjamin keberlangsungan kehidupan mereka.. manusia— berhulu dari Sudan. 364 489 . seperti juga halnya bumi sebelah utara. dan yang memakmurkannya dulu adalah bangsa Mesir. Keduanya merupakan bagian yang saling melengkapi. dan aktivitas sungai Nil. serta pandangan integral. Harar. tanaman. dengan sungai dan segala yang dikandungnya bermanfaat bagi bumi selatan. wilayah tersebut merupakan bagian yang juga menjadi tempat tumpahnya darah Amr bin Ash ra. mana program perbaikan yang Ikhwan tawarkan dan apa kontribusi mereka terhadap masyarakat? Banyak kemudian bermunculan di negeri kita gerakan-gerakan reformasi yang mengklaim diri memiliki manhaj dan tujuan jelas. padahal realitanya mereka hanya punya konsep dan lampiran apa adanya. Misalnya dengan melempar wacana. hlm 361. dimana kehidupan Mesir bergantung disana — tanah. Yang kami inginkan selanjutnya adalah menciptakan keamanan di perbatasan selatan Mesir dan memelihara hak-hak kita terhadap Eriteria. sangat tidak sebanding dengan konsep perbaikan kompleks yang dipunyai dan ditawarkan Ikhwan. Zaila`.

sekaligus model pembinaan publik. kita semua adalah muslim. sebagai bagian dari pembumian syariat Islam. Semua orang dan aliran berhak untuk menyatakan apa yang kami serukan. Sebagaimana halnya kami yang mengajukan inisiatif perbaikan berlandaskan Islam. pemusatan langkah. ● Dakwah kepada kebebasan. Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). ● Konteks seruan yang terus dikumandangkan Ikhwan bila ditinjau dari sisi landasan dan tujuan masih konsisten dan sejalan semenjak dari masa Imam Syahid. Kami tidak melakukan monopoli terhadap Islam. Kami akan selalu berpegang teguh dengan dakwah Islam di pelbagai aspeknya. tidak bermaksud menjadikannya sebagai rujukan bagi dakwah Islam. elastisitas waktu. hanya sarana dan prasana saja yang kerap mengalami perubahan dan kemajuan. dan beberapa peluang yang mungkin dimanfaatkan. slogan kebebasan masuk dalam slogan itu. ● Bidang-bidang perbaikan ini —yang telah kami paparkan— merupakan model bagi pelaksanaan perubahan yang sifatnya sangat krusial dalam tubuh masyarakat. bukanlah sebagai bentuk pemonopolian. Hal itu pun disesuaikan dengan kapabilitas dan daya tampung jamaah. dan setiap urusan ditimbang berlandaskan nilai kemungkinan kebangkitan itu akan diperoleh. Ia merupakan dasar yang sempurna. dan kita tidak dapat menolak 490 . Maka slogan yang kami pakai adalah: al Islam huwa al Hall (Islam adalah solusi). dan mengangkat yel-yel bernafaskan Islam. Adapun langkah-langkah kerja akan diaplikasikan menurut kemampuan dan peluangnya.(Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). bagi yang ingin memperoleh informasi tambahan. Dimana kebebasan merupakan penjelasan dari pengajaran Islam. karena kami saat ini menyerukan Islam dan juga kebebasan sebagai sebuah kewajiban.

ekonomi. Menggantikan ruang-ruang penjara yang pengap. menduduki jabatan dan mengambil kedudukan pasti kami akan menggunakan langkah lain. Kami akan menanggalkan slogan dan manhaj yang telah didengungkan. bergerak dalam kerangka keseimbangan. yang siap istiqamah dengan izin Allah. kami adalah aktivis dakwah universal yang bersedia mengorbankan diri untuk mewujudkan cita-cita itu. Namun. Kami menyeru kepada bangsa kami dengan penuh hikmah.keberislaman orang lain atau tak berhak mengklaim bahwa orang yang berbeda dengan pendapat kita telah menohok Islam dan murtad. mengikutsertakan rakyat dalam kerja tersebut. meninjau kemampuan dan target. Ikhwan tidak ingin hanya bergabung menyelesaikan permasalahan kenegaraan dan nasionalisme saja. di seluruh sendi kehidupan: sosial. pengenalan terhadap kondisi dan situasi. atau rujukan. akan tetapi akan benar-benar mencurahkan perhatian untuk mengurusi hal itu. tetapi juga menjadi taklif bagi muslim dan muslimat semua. Mereka lebih banyak bekerja dari pada berbicara. Pembangkitan kembali syariat Islam yang kami lakukan dan menyerukannya bukanlah semata merupakan semata taklif (tanggung jawab) kami. nasehat baik. memikul cobaan dan beban dengan sabar dan tabah. dan tidak berkonsentrasi pada satu masalah. politik. Kalau kami mau mengeksploitasi. dan semua prasana yang sah digunakan berdasarkan atas legitimasi hukum dan perundang-undangan. Demikian juga Perang di 491 . dan perlu diketahui bahwa hal itu bukan merupakan taktik partai sebagai bentuk dukungan. atau beraktivitas tanpa tujuan. lalu kami akan menunggangi kendaraan parpol untuk mendapatkan kedudukan. pembelaan. bekerja maksimal. siap melakukan pengorbanan. teratur. arif. Menjalaninya memakai kaidah yang santun. memberikan arahan terhadap langkah yang akan ditempuh. Kita bisa saksikan responsibilitas tersebut dalam kasus Palestina. penyiksaan yang keji dan seterusnya. Kami telah menetapkan komitmen seperti ini. bagaimana mereka menggugah umat untuk menaruh kepedulian terhadap kezaliman dan penjajahan yang berlaku disana.

Realitanya. pada tanggung jawab pemerintah kepada rakyat dan kontrol mereka kepada program yang dijalankan. Hanya saja ada dua hal yang harus diperhatikan. mereka —atas pertolongan Allah— tetap kuasa mewujudkan sejumlah obsesi besar. Kedua. ketika seorang pengamat melihat prinsip undang-undang dasar Mesir yang bermuara pada perlindungan terhadap kebebasan individu dengan segala variasinya. Meskipun begitu. Model Perbaikan Hukum dan Perundang-udangan Imam Syahid Hasan Al Banna berkata. praktek penerapan. meskipun ia sendiri terjaga kebenarannya. dan pada penjelasan akan batasan-batasan kekuasaan. intimidasi mereka alami sepanjang waktu. pada musyawarah dan ketundukan penguasa kepada kehendak rakyat. yang itu merupakan interpretasi terhadap teks-teks tersebut. Inilah peran yang mereka sumbangkan kepada umat menurut kapasitas mereka. bukan sebatas di Mesir saja akan tetapi menyeluruh ke segenap penjuru dunia Islam. 492 . meskipun di kanan-kiri gelombang penderitaan. Di samping itu. Oleh karenanya Ikhwanul Muslimin berkeyakinan bahwa sistem UU Mesir ini adalah sistem yang paling dekat dengan Islam dibanding dengan sistem UUD yang manapun di dunia. pada kasus kebebasan dan perbaikan perpolitikan.Terusan Suez melawan pasukan Inggris. Mereka tak hendak mengganti dengan sistem yang lain. teks yang dipakai untuk menuangkan prinsip-prinsip tadi. dan banyak lagi problematika kompleks dunia Islam lainnya. pasti sangat jelas bagi pengamat tersebut bahwa semua itu sangat relevan dengan ajaran Islam dalam format undang-undang. Pertama. Prinsip yang benar bisa saja dituangkan dengan kalimat yang membingungkan dan rancu. sehingga terbuka kemungkinan untuk dipermainkan. makar.

sebuah teks yang jelas untuk sebuah prinsip yang benar masih memungkinkan juga terjadinya penerapan yang keliru karena dipengaruhi oleh dorongan hawa nafsu. telah terbukti –oleh pengalaman. karena di samping sejalan. yang kemudian melahirkan undangundang.gagal. dan berperan menciptakan chaos di parlemen. sehingga hilanglah nilai manfaatnya. dalam praktek penerapan UUD. Jika demikian halnya. Penghargaan terhadap aspirasi umat 601 602 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Kesatuan umat c. Ia masih membutuhkan pembatasan-pembatasan dan penjelasan lebih lanjut. serta memungkinkan adanya interpretasi subjektif dari masing-masing pihak. juga berlandaskan sistem hukum Islam."602. penerapannya yang buruk. sementara yang kami kritisi adalah ketidakjelasan dan mekanisme pelaksanaannya. maka Ikhwanul Muslimin berpendapat bahwa: Pertama. Tanggung jawab penguasa b. Imam Syahid menambahkan. sebagian teks UUD Mesir itu rancu dan membingungkan. Imam Syahid Hasan Al-Banna mengisyaratkan adanya tiga landasan sistem hukum Islam: "Pedoman bagi tegaknya sistem hukum Islam terbagi kepada tiga hal: a. 493 . Kedua. "Kami ingin berterus-terang bahwa ada kekurangan dalam beberapa teks undang-undang."601. sehingga dapat mewujudkan apa yang diinginkan. ia sangat membutuhkan perbaikan dan koreksi. semua itu mengkhawatirkan akan mengarah kepada kerusakan. dan masyarakat tidak memetik hasil darinya kecuali mudharat. Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata Sistem Pemerintahan). "Kami menerima landasan asasi untuk membentuk sebuah perundang-udangan. Oleh karenanya. dan lemah dalam memelihara keterjagaan landasan asasi yang sesuai dengan Islam dalam penerapannya di dalam hukum.

tidak jelas dan tidak rinci. 604 Dustur. kewajiban-kewajiban penguasa. Hasan Al-Banna. yang melindungi hak-hak moral maupun material. sementara undang-undang yang sekarang lebih buruk lagi tepatnya di konteks ini. "Ini merupakan kaidah sistem hukum Islam –dan sekaligus sistem parlementer. telah dijelaskan pula tentang sikap Ikhwan terhadap dustur Mesir. baik dalam teori maupun praktek.dalam hal tanggung jawab pemerintah". teks-teksnya juga bertentangan 603 Risalah: Nizhamul Hukmi Imam Syahid mengkritisi undang-udang tahun 1936.Imam Syahid. baik perdata maupun pidana. Lantas apa yang kita lakukan di Mesir? Kita berada di persimpangan jalan."603. Sekarang akan saya jelaskan di hadapan kalian tentang sikap Ikhwan terhadap undang-undang Mesir. Dalam kaitan ini UUD kita rancu. Al Quran dan Sunah Nabi-Nya. baik hukum perdangan maupun hukum kenegaraan. dimana telah terjadi pemandulan beberapa kekuasaan lain. Islam tidak diturunkan dalam keadaan tanpa undangundang. dan meminta dirumuskannya bentuk undang-udang yang baru yang mampu memelihara dan menjamin kaidah dan batasan-batasan tersebut. adalah peraturan yang mengatur hubungan antara individu yang satu dengan yang lain. Imam Syahid. 494 .pentj 605 Qanun. kendali pemerintah dipegang penuh oleh presiden. ia telah menjelaskan banyak hal tentang asas-asas perundangan dan perincian hukum.-pentj. "Telah dijelaskan di muka bahwa dustur604 berbeda dengan Qanun605." "Sesungguhnya. disamping bertentangan dengan agama. berkata. Padahal ia merupakan perangkat terpenting untuk menentukan corak kehidupan parlemen dan pemerintah yang islami. Bahkan. dan tata hubungannya dengan masyarakat. Suatu hal yang aneh dan tidak masuk akal jika undang-undang yang berlaku untuk umat Islam bertentangan dengan ajaran agamanya. adalah aturan pemerintah yang bersifat global yang mengatus batas-batas kekuasaan. dan yang mengontrol apa-apa yang mereka kerjakan dalam pelaksaan undang-undang. Ikhwan pernah mengajukan kritik terhadap kasus tersebut dan beberapa konteks undang-undang yang lain. "Undang-undang wadh'i (ciptaan manusia)." Beliau juga berkata. Sebaliknya.

mereka sekali-kali tidak akan pernah rela dan menyetujui undang-undang seperti ini. "Saya ingin menegaskan bahwa ada perbedaan antara UUD Mesir sebagai sesuatu yang ideal. Maka bagaimanakah sikap seorang muslim menghadapi dua hal yang jelas-jelas bertentangan ini? "Adapun Ikhwanul Muslimin.dengan UUD Mesir itu sendiri yang menyebutkan bahwa agama negara adalah Islam. Mereka senantiasa bekerja dengan segala cara dalam rangka mengganti undang-undang semacam itu dengan syariat Islam yang adil dan utama. dengan undang-undang yang digunakan sebagai pijakan dalam sistem peradilan dalam prakteknya."607. Beliau berkata."606. Namun. mendukung riba. Sungguh. namun ternyata ketetapan ini tidak cukup 606 607 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Pemerintahan) 495 . Kita tetapkan dalam UUD kita bahwa agama resmi Negara adalah Islam. dan mengatur perjudian. sementara itu undang-undang melindungi pezina. telah mengharamkan perbuatan zina. Kata Imam Syahid." Kata Imam Syahid. melarang minum khamar." Ikhwan pernah menghadap kepada Menteri Kehakiman dengan menyodorkan tulisan tentang ini dan memperingatkan pemerintah tentang akhir kisahnya yang pahit. "Jika Allah dan Rasul Saw. membenarkan khamr. "Merupakan kesalahan yang fatal ketika kita melupakan akar pemikiran ini. di semua sisi perundangundangan. akidah adalah barang yang paling mahal harganya di alam dunia ini dan Ikhwan akan terus menggelindingkan bola. Banyak dari undang-undang yang menjadi pijakan peradilan ini secara terang-terangan bertentangan dengan Islam. sehingga dalam prakteknya kita sering memisahkan agama dari urusan politik (meski secara teorotis kita mengingkari pemisahan seperti ini). semua itu bukanlah akhir dari kerja keras mereka. memerangi perjudian.

karena masalah peraturan ini sering dipermaikan oleh ambisi partai tertentu dan kepentingan pemerintah pada waktu-waktu belakangan ini."608. 496 . dengan keyakinan dan perbuatan mereka yang menjauhkan antara petunjuk agama dan muatan politik. Peraturan-peraturan itu. disamping juga adanya pemaksaan dalam memilih. rumah atau individu yang tidak termasuk dalam kriteria kelayakan untuk pemilihan. Menjelaskan peraturan-peraturan tentang tema kampanye pemilu dan menetapkan sanksi bagi siapa saja yang melanggarnya.bisa menghalangi para petinggi pemerintahan dan para tokoh politik untuk merusak citra Islam dalam persepsi dan pikiran khalayak. tetapi berkisar pada metode dan langkah-langkah pembaharuan. yakni memilih orang-orang yang shalih (terbaik) untuk menjadi wakil rakyat di parlemen. Menyebutkan kriteria-kriteria khusus bagi calon anggota legislatif. Memperbaiki aturan pelaksanaan pemilu dan sosialisasinya. Memberikan sanksi yang berat kepada setiap pemyimpangan dalam pelaksanaan dan praktek suap dalam pemilihan."609. maka organisasi itu harus mempunyai program yang jelas dan sasaran program yang rinci. Ini merupakan kelemahan pertama dan awal mula kerusakan. Ungkapnya: "Semua orang merasakan ketidakmampuan sistem pemilu yang berlaku sekarang untuk merealisasikan tujuan yang telah digariskan. serta merusak keindahan Islam dalam realitas kehidupan. 608 609 Ibid. beliau mengajak untuk melakukan perbaikan. Tuntutan Perbaikan Undang-undang Pemilu ● Imam Syahid memberikan kritik terhadap undang-undang pemilu. Jika mereka adalah wakil organisasi. Beliau berkata: "Harus segera dilakukan upaya perbaikan terhadap undang-undang pemilu. 4. hendaknya tidak menyangkut masalah keluarga. 3. Sisi-sisi yang mendesak untuk dilakukan perbaikan adalah sebagai berikut: 1. 2. Ibid.

kemuliaan. sehingga para calon legislatif tidak bisa memaksa para pemilihnya dan kepentingan umum akan bisa diletakkan di atas kepentingan pribadi dalam menilai dan berhubungan dengan para caleg. menjaga kesehatan badan dan kekuatan tubuh. Tuntutan Membina Umat yang Kuat Menimbang perhatian Imam Syahid terhadap bidang industrialisasi. dan anjuran untuk memelihara kesehatan.329. ini termasuk pada sektor ekonomi. Mengenai cara yang diterapkan guna perbaikan itu memang banyak ragamnya.330. memelihara diri dari penyakit. Urgensi jiwa nasionalisme. pertanian. jundiyah (keprajuritan). Penyuluhan berolah raga. beliau ternyata juga memusatkan perhatian pada manhaj perubahan dalam rangka menguatkan pembinaan masyarakat."610. hal. Yang disebutkan tadi adalah sebagian saja. dan berkebangsaan. niscaya akan terbuka jalan menuju kesana. Misalnya: 1. 497 . maka itu lebih baik. rela dan berusaha lari dari upaya perbaikan. Jika pemilihan dilakukan dengan memilih tanda gambar dan bukan memilih orang. pemberian perhatian kesehatan tersebut secara massal.5. pengembangan kekayaan alam. Demikian pula menguasai faktor-faktor penyebab kekuatan. Jika sebuah keinginan diupayakan dengan jujur dan sungguh-sungguh. "Semua ini menjelaskan bagaimana Islam berbicara tentang masalah kesehatan umat secara umum. Imam Syahid mengatakan. Berlapang dada 610 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Pemerintahan). dan sosial sebagaimana yang telah kami ungkapkan sebelumnya. 3. Merupakan sebuah kesalahan besar jika kita hanya terpaku dengan kondisi sekarang ini. tanpa terlalu keras atau radikal. Menaruh perhatian pada kesehatan umum dimulai dari balita. Semua itu secara jelas sudah tercakup dalam ruh Islam dan manhajnya. 2. tanpa pengecualian.

hlm 283 614 Setiap partai punya hak untuk menjalin hubungan dengan kekuatan nasional lainnya. misalnya bahwa dialog itu dilakukan dengan santun dan lembut614. Kata Imam Syahid. hlm 282-283 613 Ibid. dan bercita-cita tinggi. karena itu menjadi bagian terpenting dalam mewujudkan umat yang kuat. hlm 281 Ibid. 5. menjadikan kemaslahatan negara sebagai asas utama dialog. Urgensi menanamkan akhlak yang luhur dan membina umat untuk mencapainya. Imam Syahid berkata."612 Beliau lebih lanjut memaparkan tentang urgensi semua ilmu. berjiwa besar. Ia juga berhak menyatakannya ataupun tidak. Perhatian terhadap ilmu pengetahuan dan perbaikan pendidikan. 498 . Dialog yang dimaksudkan mesti memiliki acuan (kode etik) jelas.terhadap segala hal yang memberi kemanfaatan dan kebahagian untuknya"611. Dialog pun dapat 611 612 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). "Umat yang sedang bangkit sangat memerlukan akhlak. mengandung tujuan positif. bahkan menganjurkan agar mengambil dua-duanya. Dan. tidak ada maksud mengadakan makar dari satu kelompok terhadap kelompok lain. Pembicaraan kali ini hanya terkait dialog tentang masalah nasional dan cara koordinasi penyelesaiannya. "Islam tidak jengah dengan ilmu pengetahuan. akhlak luhur yang mempunyai kekuatan."613. 4. tetapi malah menjadikannya sebuah kewajiban sebagai penguat dan selanjutnya Islam banyak mensugesti hal ini … Alquran tidak pernah membedakan antara ilmu dunia dengan ilmu agama. Seputar Koordinasi dan Aliansi Jamaah Ikhwanul Muslimin dengan senang hati membuka dialog kepada semua kekuatan politik dan nasional.

Yang bermula dari kesepakatan untuk menghormati setiap prinsip. terpedaya. atau sekadar gelombang yang hanya melewati sebagian kelompok. namun dalam beberapa hal bisa saja terwujud kesepakatan terhadap slogan-slogan dan mekanisme. lintas perselisihan. namun bukan berarti ia membiarkan perampasan hak-haknya. serta tanggung jawabnya. Selanjutnya disana mesti ada penegasan yang menjamin koordinasi dan aliansi ini. karena kesepakatan lintas nasional memiliki batasan terendah yang mungkin disepakati. dan tugas setiap kelompok. Pengkondisian ini bukan merupakan penjenjangan bagi perbedaan dan peleburannya. Pembatasan mekanisme kerja. atau memanfaatkannya demi mewujudkan ambisi dan kemaslahatan pribadi. 2. yaitu: memelihara karakteristik setiap kelompok. selama hal itu tidak bertentangan dengan nilai dan prinsip-prinsip dakwah. Tansiq (koordinasi) bukan berarti jamaah Ikhwanul Muslimin melepaskan slogan. Pembatasan tuntutan kesepakatan. kecenderungan kerjanya. atau kewajiban dari pandangan personal terhadap kelompok. dan membentuk aliansi dengan beragam kekuatan. timbangan relatif setiap sudut pandang. Pembatasan prioritas 3. Dalam masalah kesepakatan bernegara yang bertujuan untuk menjalin koordinasi kerja secara baik. Jamaah Ikhwanul Muslimin berhubungan dengan semua elemen dengan jelas dan terbuka serta dengan kelapangan hati dan kebijakan. atau hal yang senada. setiap kelompok bisa komitmen terhadap segala hal yang menjadi kesepakatan. kemudian tentang koordinasi kerja dan mekanismenya. 499 . atau ia membiarkan bahunya diinjak oleh orang lain. dan membentuk aliansi terkait satu persoalan atau problema nasional. diharuskan menjelaskan batasannya terlebih dahulu yakni tiga hal: 1.meningkat untuk mewujudkan kesepahaman bernegara. identitas dan prinsip-prinsipnya.

berdialog dengan semua golongan dan membudayakannya. Pemerintah yang diktator yang menganggap bahwa dirinya adalah yang paling benar dan menghadapi pemikiran-pemikiran yang berseberangan dengannya dengan penangkapan dan penjara. dan mengajak untuk menjalin hubungan dengan Zionisme. dan mengungkap rencana dan proyek-proyek konspirasinya. meninggalkan tuduhan-tuduhan dan uslub perdebatan dan penipuan.Iklim yang dibutuhkan adalah. tidak angkuh dan besar kepala terhadap orang lain. jamaah tidak memiliki standar ganda. Begitu pula dengan kelompok-kelompok yang memiliki hubungan dengan Zionisme. Jamaah Ikhwanul Muslimin memiliki satu sikap terhadap semua kelompok (artinya. Dan 500 . Maka kami memperingatkan dari hal ini. komitmen terhadap etika-etika dialog. kemerdekaan dan komitmennya. diantaranya kemaslahatan Negara. ia justru mengajaknya untuk meninggalkan cara-cara yang menyimpang dari syariat Islam dan prinsip-prinsipnya tersebut. kelompok atau kekuatan politik sesuai dengan konsep dan proyek yang ditawarkan. Kelompok manapun –Mesir maupun non Mesir. Jamaah Ikhwanul Muslimin memperhatikan strategi umum dan prinsip-prinsip kerja yang dimilikinya. Dalam gerakan dan sikap-sikap politiknya. pentj). menerima kritikan dan masukan dengan kelapangan hati serta menganggap hal itu sebagai doa yang mulia. namun jamaah memberikan nasehat dan mengajaknya kepada prinsipprinsip keadilan dan kebebasan.yang menjadikan kekerasan dan penumpahan darah sebagai sarana perubahan. kesepakatan dan koordinasi dengan beberapa kelompok berikut. kemudian mengambalikan kepada masyarakat untuk mendukung dan memilih salah satu dakwah. Namun jamaah tidak melakukan dialog. 2. 1. 3. menghindari pendeskreditan seseorang dan tidak menuduh nasionalisme seseorang dan keikhlasannya dalam bekerja. Dalam gerakan politiknya.

Persimpangan jalan juga tidak selalu kerjasama dan koordinasi. namun target dan sarana yang kita inginkan adalah target yang menyatu dengan kaidah-kaidah syariat dan hukum-hukumnya. kadang-kadang juga ikut serta dalam targettarget dakwah. integral dan saling terkait. dan kadang-kadang bayak pihak yang diuntungkan dalam hal ini. 615 Maksud dari 'orang lain' adalah. walaupun target-target dakwah Ikhwan lebih luas dan lebih mendalam. Jika terdapat jalinan kerjasama di persimpangan ini. Target yang kita inginkan adalah target yang tidak menghalalkan segala cara. genjatan senjata. atau terkadang harus memikul beban dan rintangan. keikutsertaan dalam efektifisasi. dimana target kami adalah Islam yang kokoh. Namun sarana yang kita inginkan adalah yang tunduk kepada prinsipprinsip Islam dan berkaitan erat dengan target. perjanjian. seperti pembebasan. Persimpangan Jalan Terkadang terdapat persimpangan jalan antara jamaah dengan kekuatan dan aliran-aliran non muslim yang lain. atau diam (absten) terhadap sesuatu hal demi kemaslahatan yang lebih besar. kelompok dan aliran-aliran yang tidak bekerja untuk kemaslahatan Islam atau kemaslahatan bangsa. 501 . Adapun para nasionalis muslim. namun ia merupakan salah satu sarana dalam mewujudkan beberapa target-target parsial dan praktis –bukan target-target prinsipil-. yang berupa susunan yang saling terikat dan eksis sepanjang sejarah. dan lain-lain yang merupakan bagian dari siasat Islam dan fiqih konstitusi. kesepahaman tentang prioritas. terkadang kita akan terlibat bersama dengan orang lain615. maka henaknya sejalan dengan hukum-hukum Islam dan kaidah-kaidahnya. atau jamaah memilih salah satu sarana dan mekanisme yang tidak memberikan implikasi terhadap kemaslahatan Negara dan strategi jamaah di dalam gerakan dan dakwah. bahkan dengan kelompokkelompok yang menyimpang dari fikrah islamiyah dan memusuhinya. bantuan bersyarat.dalam mewujudkan hal ini. jamaah terkadang harus mengorbankan pengeluaran khusus. adapun sarana.

Begitupula menahan kezaliman tanpa perlawanan atau diam terhadap suatu kerusakan demi mewujudkan kemaslahatan yang lebih besar. meskipun secara parsial. atau dalam rangka menjalankan kewajiban yang utama yang dibutuhkan oleh umat dan pada waktu itu Negara sedang dipimpin oleh pemerintah yang zhalim. Sesungguhnya sejarah jamaah dan perjalanannya sangat panjang. dilepaskan. ia tidak melanggar sunah alam dan tidak melawan arus. Semua hal ini. dimana hal ini membutuhkan pengalaman dan kecermatan dari qiyadah –dengan taufik dari Allah. maka mereka akan menyakiti penduduk dan merampas milik rakyat negeri itu. yaitu larangan Imam Ibnu Taimiyyah untuk tidak membangunkan pasukan Tatar yang mabuk dan sedang tertidur di jalan-jalan Baghadad. Urgensi Pengamanan terhadap Dakwah Mengawal dakwah dan melindungi keselamatan dan kekokohan rukunrukunnya merupakan tujuan mendasar yang tidak boleh ada tawar-menawar. dan hal ini tidak bertentangan dengan pemanfaatan kesempatan dan kelenturannya dalam menghadapi beberapa peristiwa.Kami akan menunjukkan salah satu contoh untuk menjelaskan hal ini. dilupakan atau diremehkan. Bahkan Allah Allah terkadang memenangkan agama ini melalui seorang lelaki pendosa.dalam menghadapi tekanan. melindungi dan memindahkan jamaah ini dari satu fase ke fase berikutnya. menguatkan basis pengawalan dakwah dan penjagaan terhadap prinsip-prinsipnya: 502 . marabahaya dan peristiwa-peristiwa menakutkan. atau menghindari bahaya dan mafsadah yang lebih besar. karena jika mereka bangun. serta apa saja yang pernah dihadapinya menjelaskan tentang sejauh mana taufik Allah terhadap qiyadah jamaah dalam mengawal. Namun berupaya menguasai dan mengalihkan arusnya serta memanfaatkan untuk kepentingan dakwah. dan Ibnu Taimiyyah telah menjelaskan beberapa batasan terkait dengan hal ini.

Kemudian beliau dipindahkan ke Qana pada 9 Mei 1941 M. beliau menyebarkan dakwah dengan tenang dan hikmah. 2. 3. termasuk wakil Jamaah Ikhwanul Muslimin juga dipindahkan ke Dimyath.616 Ketika Inggris mencium 'bahaya' dakwahnya. dan menutup Majalah Ikhwan (Majalah Al Manar dan Majalah Ta'aruf). Memahami dan mengetahui jalan orang-orang beriman dan jalan para pendosa. lalu akhirnya ia berhadapan dengan tekanan Inggris tahun 1941 M. Mengembalikan semua urusan kepada Allah dan mengetuk pintu kemuharan-Nya. sehingga mereka sibuk mengurus peperangan. atau tanpa disadari para penyusup.dengan tenang. Kerekatan shaf dakwah terhadap para qiyadah dan tsiqah yang tinggi terhadapnya. 503 . begitupula halnya para Mursyid yang mengemban amanah itu setelah beliau –semoga Allah meridhai mereka semua-. Beliau berhasil menyeberangkan dakwah di tengah konflik yang bergejolak dan kondisi yang sangat sulit. mereka meminta Perdana Menteri Mesir waktu itu.1. Husein Basya untuk mengisolir Imam Syahid ke pedalaman Mesir. dan Imam Syahid merupakan model ideal yang menjadi contoh untuk pemahaman tersebut. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh Imam Syahid. Hal-hal tersebut di atas merupakan faktor-faktor yang membantu pengawalan terhadap dakwah. Beliau kemudian memanfaatkan keberadaannya di 616 LIhat kembali: Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Imam Syahid menghadapi dengan tenang dan bijak. 5. 4. sebagaimana yang diajarkan oleh Imam Syahid. pada saat yang sama PD II baru dimulai. Kekuatan ukhuwah dan cinta antara kader dakwah Selalu berpegang teguh terhadap ushul dan prinsip-prinsip jamaah. Imam Syahid mampu membangun dakwah –dengan seluruh manhaj dan tujuannya yang syamil. serta menguatkan asas jamaah tanpa menimbulkan goncangan.

Namun Inggris menolak hal itu dengan keras dan menekan pemerintah Mesir melalui PM. Imam Syahid menerima tuntutan itu setelah menimbang dengan cermat berbagai akibat dan kemungkinan yang akan terjadi. 504 .perkampungan itu untuk menyebarkan dakwah di sana. tidak lama setelah itu. Nahas Basya untuk mengancam dan memaksanya membatalkan diri sebagai calon. wakil Jamaah dan sekretaris umum. Ia kemudian mencalonkan dirinya sebagai calon untuk daerah pemilihan Ismailiyah tahun 1942 M. Mesir. Imam Syahid kemudian melakukan tekanan dengan cara yang tenang melalui beberapa menteri dari kelompok-kelompok independent yang duduk di parlemen. Gerakan Imam Syahid kemudian berkonsentarsi terhadap masalah Palestina. Pada tahun 1948 M. mereka terpaksa melepaskan Imam Syahid. Inggris mendirikan sebuah jamaah baru untuk menyaingi dan menyerang kelompok Ikhwanul Muslimin. kemudian di penjarakan di Zaitun. Karena mendapat tekanan politik dan kecaman dari pelbagai media serta kondisi PD II. Imam Syahid lalu berupaya menggunakan kesempatan untuk ikut berperan di parlemen Mesir. yang membongkar kejahatan Inggris dan Yahudi. lalu dilakukan penangkapan terhadap Imam Syahid. lalu beberapa kelompok dan kekuatan mengeluhkan keberadaannya di sana. mereka menamakannya Ikhwanul Hurriyah. serta dengan interaktif di parlemen melalui Ustadz Muhammad Nashir tentang sebab pemindahan Imam Syahid ke perkampuangan Mesir. mencetak dan menyebarkan buku yang berjudul Al Dimar wa Al Nar (Kehancuran dan api) di Palestina. beliau justru semakin mengkonsentrasikan diri untuk menyebarkan dakwah dan gerakannya dengan memanfaatkan kondisi yang ada pada waktu itu. Namun Imam Syahid tidak menghiraukan dan tidak menyibukkan dirinya dalam konflik tersebut. mereka kemudian meminta pemerintah untuk memenjarakan Imam Syahid. Imam Syahid dikembalikan ke Kairo.

terdapat pada hal-hal berikut: 1. Jamaah Ikhwanul Muslimin dipimpin oleh al Ustadz Hudhaibi untuk menghadapi gelombang ujian dengan penuh kesabaran dan keteguhan. jamaah ini tidak menyimpang atau dikuasai oleh musuh. beliau mengetahui sejauh mana konspirasi yang dilancarkan musuh. kekuatan dan kekokohannya. Lalu terjadi konflik Palestina –yang merupakan bagian dari strategi dakwah Ikhwanul Muslimin yang tidak mungkin dilepaskan-. Imam Syahid mengambil manfaat dari kejadian ini dan beliau tidak bersikeras melakukan perlawanan.telah mengamankan dakwah dan meletakkan rukun dan pondasinya sehingga ia mampu bertahan menghadapi musuh. Naqrasyi mengeluarkan keputusan pembubaran jamaah dan menangkap seluruh anggota Ikhwanul Muslimin. Kekuatan ikatan dan kekokohan antar satuan-satuan shaf dan kader-kader jamaah. Sepeninggal Imam Syahid.Kemudian pada tahun 1945 M.617 Lalu pada 8 Desember 1948 M. dan konspirasi dan upaya pelumpuhan. Bangunan ini yang kemudian menghancurkan setiap usaha penghancuran. Sesungguhnya pengamanan dakwah harus dimulai dari dalam bangunan. 3. 505 . namun beliau – semoga Allah merahmatinya. Kejelasan orientasi dan keteguhan pemahaman yang dimiliki oleh masing-masing individu jamaah terhadap target dan 617 LIhat kembali pembahasan tentang hal ini pada bab Pembebasan Negeri-negeri muslim. namun Inggris memanipulasi hasil pemilu dengan pemalsuan yang sangat jelas. dan makalah yang berjudul Mihnatul Islam. Dengan keutamaan Allah dan taufik dariNya. panah-panah musuh. Tsiqah kepada qiyadah dan selalu berhimpun bersama mereka. 2. Faktor-faktor yang mampu mengawal bangunan jamaah –setelah taufik Allah yang Maha Tinggi tentunya-. serta pembunuhan Imam Syahid pada 12 Februari 1949 M. beliau kembali mencalonkan dirinya di daerah pemilihan yang sama.

keterbukaan. Imam Syahid menghadapi realita buruk dalam pertumbuhan kelompok-kelompok di Mesir. 5. serta penerapannya yang menyebabkan kemunduran di tubuh umat. tidak tenang. begitupula kebutuhan umat manusia terhadapnya. kondisi yang gelap dan ketidakstabilan jasad. "bahwa barisan shaf Ikhwan dalam pelbagai aspek dan sisinya adalah shaf malaikat dan shaf paling ideal. Imam Syahid dan pembentukan partai-partai 1. ruh dan pengorganisasian. Hubungan yang erat antara qiyadah (pemimpin) dan Qaidah (jundi-jundi dakwah). digoncang. perseteruan dan melegalkan permusuhan antara individu masyarakat. cinta. dihancurkan apalagi dilobangi. yaitu kelompokkelompok yang tidak memiliki agenda yang jelas. 4. Yang pada 506 . Kehancuran tidak akan terjadi kecuali pada kondisi yang goncang. komitmen terhadap ketentuan jamaah serta berpegang teguh terhadap adan dan akhlak. maka shaf jamaah akan sangat sulit ditembus. Iklim yang baik di dalam dalam jamaah. serta tingginya tingkat kebutuhan mereka terhadap jamaah dan dakwah. Dengan terpenuhinya semua faktor-faktor di atas. Kami tidak mengatakan. Kami hanya menyampaikan secara umum bagaimana mengupayakan dan mentarbiyahnya hingga sampai pada tahap keimanan yang tinggi. saling menghormati. semata-mata hanya fanatisme pemimpin atau ketokohan seseorang. terlebih penerapannya yang berdiri di atas kebencian. Termasuk prilaku individu atau sikap-sikap yang dilakukan oleh anggota jamaah. tidak akan terlepas dari tahapan ini dan tidak kehilangan sifat tsabat (keteguhan) dan quwwah (kokoh dan kuat).sarana. berupa kejelasan (orientasi). serta antar generasi dakwah.

167 507 . hingga kini belum dapat menentukan program dan manhajnya secara pasti. dan rakyat tidak akan mendapatkan apa-apa selain perampasan kemuliaan dan kemerdekaan. 146 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). Imam Syahid meyakini kerusakan partai-partai Mesir sudah mencapai taraf politik tambal sulam atau semata-mata perbaikan yang dangkal. hal. dan 618 619 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). kalian semua mengetahuinya. Sistem kepartaian ini walaupun bisa mengantarkan salah satu kelompok meraih kemenangan. bahwa campur tangan asing terhadap urusan umat tidak ada maksud lain kecuali untuk permusuhan dan perseteruan. merusak akhlak."619 2. Sebagian besar didorong oleh ambisi pribadi.akhirnya membuka pintu masuknya orang-orang asing untuk bermain terhadap masyarakat. Sebagai bukti akan hal itu. bukan demi kemaslahatan umum. Imam Syahid berkata. dan memporak-porandakan kesatuan umat. Ikhwan juga berkeyakinan bahwa hizbiyyah (sistem kepartaian) seperti ini akan merusak seluruh tatanan kehidupan."618 Beliau juga berkata. Ikhwan juga berkeyakinan bahwa partai-partai yang ada. "Saya meyakini wahai tuan-tuan. "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin berkeyakinan akan mandulnya sistem koalisi antar partai. hal. "Ikhwanul Muslimin berkeyakinan bahwa partai-partai politik yang ada di Mesir didirikan dalam suasana yang tidak kondusif. memberangus kemaslahatan. Mereka akan berdiri seperti seekor kera di hadapan dua ekor kucing. namun permusuhan akan senantiasa mengintai dan mencari musuh berikutnya. Imam Syahid berkata.

hal. Wahai Ikhwanul Muslimin. Adapun obat yang paling mujarab adalah hendaknya partai-partai ini dihilangkan. 322 623 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Imam Syahid tetap berpandangan tentang urgensi kebebasan beraspirasi dan mendirikan partai politik yang benar. bukan obat yang sesungguhnya. Karena. 148 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). "Ikhwan berkeyakinan bahwa ada perbedaan prinsip antara kebebasan pendapat. berpikir dan 620 621 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). maka tidak ada syarat harus mendirikan partai politik. Imam Syahid berkata. "Apa saja yang disebabkan oleh sistem kepartaian ini. betapa cepatnya orang-orang yang berkoalisi itu bubar dan kembali melakukan perang satu sama lain dengan peperangan yang lebih dasyat daripada sebelum berkoalisi."621 Khusus untuk sistem perwakilan parlementer –yang secara prinsip dan kaidah sangat dekat dengan sistem pemerintah Islam. hal."620 Beliau juga berkata. "Karena sistem ini sangat mungkin diterapkan tanpa ada sistem kepartaian. telah banyak aspirasi yang menyuarakan untuk menghapus sistem kepartaian di Mesir. 168 622 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam). persaingan dan kebencian adalah sesuatu yang dibenci oleh Islam. karena mereka mungkin telah selesai memainkan perannya dan kondisi pun sudah tidak lagi membutuhkannya. dan tanpa harus melepaskan kaidah-kaidahnya yang orisinil. Kendati demikian.koalisi semacam ini hanya merupakan obat penenang yang bersifat sementara."623 3. hal. hal. Beliau mengatakan. berupa pertentangan."622 "Ikhwan juga berkeyakinan bahwa sistem perwakilan atau bahkan parlemen itu tidak membutuhkan sistem kepartaian dengan bentuknya seperti yang ada di Mesir sekarang.146 508 .

"625 4. yang sejak awal pertumbuhan membutuhkan kerja keras dan persatuan."624 Beliau juga berkata. dan nasehat –sebagaimana digariskan oleh Islam. "Sesungguhnya kami wahai Ikhwan. dan partai-partai politik telah berubah menjadi sesuatu yang merusak dengan kegiatan dan tokoh-tokohnya.bersuara. Dimana setelah jelasnya suatu perkara. serta dengan proses penyeleksian urusan terhadap suatu perkara untuk mencari kebenaran. dengan kebebasan pandangan yang dibolehkan dalam Islam dan dianjurkan. yang menyebabkan terjadinya perpecahan di tubuh umat. dan perpecahan dalam ide dan pandangan umum serta apa yang berasal dari keduanya. kecuali dengan persatuan dan bahu membahu. baik mengikuti suara mayoritas atau dengan kesepakatan. berekspresi. musyawarah. Tidak mungkin kemerdekaan ini dapat diraih dan tidak mungkin menyingkirkan ambisi-ambisi tersebut.dengan fanatisme terhadap pendapat. beliau berpandangan untuk menghilangkan sistem kepartaian. kami masih berada dalam timbangan. 168 509 . dan masih dikelilingi oleh banyak ambisi di setiap tempat. maka seluruhnya menerima dan menyetujuinya sebagai sebuah keputusan. "Terdapat perbedaan wahai Ikhwanul Muslimin antara partai politik yang slogannya adalah perbedaan. Oleh karena itu. Jika setiap 624 625 Ibid Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). hal. yang belum mendapatkan kemerdekaannya secara totalitas. Imam Syahid menjelaskan tentang kondisi masyarakat Mesir. menafsirkan sesuatu. adalah umat yang belum mendapatkan kemerdekaan secara sempurna. keluar dari lingkaran jamaah. berusaha terusmenerus untuk memperluas jurang perpecahan di kalangan umat dan mengguncang kekuasaan pemerintahan yang resmi. Imam Syahid berkata.

"628 Beliau juga berkata.telah menggerakkan saya untuk berterus-terang dan menyampaikannya kepada manusia. maka hal itu tidak mungkin bisa diwujudkan di tengah umat yang baru tumbuh. maka bukan berarti saya sedang menawarkan sebuah partai kepada masyarakat tanpa partai yang lain. saya juga tidak ingin menyembunyikan dari mereka. bahwa sistem partai politik walaupun dibolehkan di beberapa Negara. dan saya tidak ingin memaksakannya kepada orang lain.bangsa yang telah mendapatkan kemerdekaannya secara sempurna dan telah menyelesaikan pembinaan dirinya. 166 628 Ibid 510 ."626 Imam Syahid berkata. hal. "Saya juga ingin mengatakan bahwa bahwa ketika saya berbicara tentang partai politik. dan bisa jadi ia mengamalami perubahan pada masa-masa yang akan datang. atau saya menjelek-jelekkan salah satunya dan merekomendasikan yang lain. diperbolehkan berbeda dan mendirikan partai-partai di dalam beberapa hal. atau saya menguatkan salah satunya tanpa yang lain. 626 627 Ibid Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). Walaupun demikian. Imam Syahid menegaskan bahwa hal ini merupakan pandangannya sendiri dalam menghadapi kondisi dan keadaan pada fase ini. Imam Syahid berkata. karena hal itu merupakan pandangan saya sendiri bukan untuk orang lain."627 5. dan saya melihat bahwa kewajiban memberikan nasehat kepada umat manusia –terutama pada kondisi-kondisi seperti ini. hal itu bukan menjadi kepentinganku. namun ia tidak dibolehkan di semua Negara. "Sesungguhnya saya memiliki pandangan sendiri terhadap masalah partai politik. "Saya meyakini wahai tuan-tuan.

" Beliau juga berkata. politik merupakan bagian dari manhaj Islam. yang mengatur kehidupan pribadi. urgensi kebebasan. budaya dan undang-undang. Pertama. Negara dan kewarganegaraan. manhaj dan auran kehidupan sesuai dengan syariat Islam. saya membiarkan keputusan terhadap partai politik kepada sejarah dan opini khalayak."629 6. Tentang Aktivitas POlitik: 1. Imam Syahid berkata. syuro dan menghormati aspirasi rakyat. serta toleransi dan kekuatan. dan sesungguhnya pembalasan yang benar adalah di sisi Allah semata. Ikhwanul Muslimin memberikan pandangannya yang universal yang berlandaskan asas dan pondasi yang dibuat oleh Imam Syahid tentang sistem pemerintahan. "Namun mereka meyakini Islam sebagai akidah dan ibadah. maka Ikhwanul Muslimin menuntut kebebasan mendirikan partai. "Mereka meyakini bahwa Islam sebagai sistem paripurna yang melingkupi seluruh aspek kehidupan.Namun saya ingin mengambil sebuah sikap yaitu. yang beliau tetapkan secara temporer sesuai dengan kondisi yang dihadapi oleh umat. Imam Syahid menegaskan dengan keyakinan yang kuat bahwa. dan hendaknya ada lembaga hukum yang independent dan adil yang menangani pelaksanakan dan penerapannya. masyarakat. Dengan pandangan khusus Imam Syahid ini. Negara dan seluruh alam. akhlak dan materi. dan hendaknya sistem politik. Mereka yakin bahwa Islam adalah sistem operasional 629 Ibid 511 . perhimpunan dan deklarasi sikap dan pandangan. mengatur perkara dunia sebagaimana dia mengatur perkara akhirat.

komunisme. hal.160 633 Ibid. sekaligus menghindarkan manusia dari semua kemungkinan buruk yang bisa timbul dalam proses menuju kesana."632 "Terdapat perbedaan wahai Ikhwan. 104 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah).168 634 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). kebebasan."631 "Dan Allah mengetahui bahwa Ikhwanul Muslimin tidak pernah sama sekali menjadi tidak berpolitik. serta apa yang menjadi dari keduanya. kapitalisme."633 "Tema-tema besar seperti semacam universalisme. nasionalisme.sekaligus spiritual. mushaf dan pedang. hal.56 512 . distribusi kekayaan. hubungan antara produsen dan konsumen. Sebab Islam telah meletakkan suatu sistem bagi dunia yang membuka pintu bagi pendayagunaan dan pemanfaatan semua sumber kebaikan. hal. Islam menurut mereka adalah agama dan daulah. dan izzah adalah bagian dari ajaran Al Quran."634 630 631 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). antara partai yang memiliki slogan perbedaan dan perpecahan dalam perspektif dan pandangan umum. hal. serta berbagai masalah yang terkait dengan tema ini –yang kini memenuhi kepala para pemimpin dan pakar ilmu sosial modernkami yakin telah diselam begitu dalam oleh Islam. sosialisme. dengan kebebasan pikiran yang dibolehkan oleh Islam dan dianjurkan. Ia tidak akan memisahkan dakwahnya antara politik dan agama. atau tidak akan sama sekali menjadi tidak muslim. 632 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin)."630 "Bahwa politik. dan manusia tidak akan melihat mereka sebagai pengusung partai. perang.

Bagi mereka yang ingin mengalihkan kami dari manhaj ini hendaklah menjauh dari kami karena ia adalah musuh bagi Islam atau orang yang tidak mengetahui tentang Islam. hal. menyempurnakan segala jenis kebebasan dan kemerdekaan bagi tanah air.Ia berkata. beliau berkata. dalam arti kami memiliki perhatian terhadap umat kita. Oleh karena itu.339 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). membina dan memimpin masyarakat."635 2. Kami meyakini bahwa kebebasan politik dan kehormatan nasionalisme adalah 635 636 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). "Oleh karena itu. hal. "Adapun kalau kami dikatakan sebagai politikus. 179 513 . Imam Syahid berkata. dilanjutkan dengan menyebarkan prinsip-prinsip Islam dalam masalah politik dan pemerintahan. "Kita menilai bahwa pemisahan antara agama dan politik bukanlah bagian dari ajaran Islam yang hanif. Dalam hal ini Ikhwan mengambil berbagai bentuk kegiatan yang disesuaikan dengan kemamampuan jamaah dan kondisi yang berkembang di sekelilingnya. Ikhwanul Muslimin mengajak agar asas kebangkitan kita hendaknya merupakan. mengetengahkan program-program perbaikan yang berbasis Al-Quran. maka kegiatan politik adalah bagian dari agenda dakwah Ikhwan yang sempurna. Tidak ada baginya jalan kecuali dua hal ini. menuntut kebebasan berpolitik dan nasionalisme.636 3. memperbaiki lembaga pemerintahan. menyatukan fenomena kehidupan nyata di tengah umat sesuai dengan asas Islam dan kaidah-kaidahnya. kaum muslimin yang mengerti dan memahami ruh dan ajaran Islam secara benar tidak mengenal hal ini. penyadaran masyarakat terhadap hak-haknya serta membimbing. Agenda ini memiliki fase-fase dan lahannya tersendiri yang diawali dengan penjelasan pandangan Islam terhadap suatu peristiwa atau masalah. Imam Syahid menolak tegas orang yang memisahkan antara dan politik. kami yakin bahwa kekuatan tanfidziyyah termasuk bagian ajaran dan hukum Islam.

dan tidak akan ada jihad tanpa adanya tekanan. Imam Syahid membantah pendapat yang mengatakan bahwa meninggalkan kegiatan politik dan memfokuskan diri kepada kegiatan sosial dan moral akan menyelamatkan dakwah dari rintangan dan hambatan. kebebasan dan nasionalisme merupakan bagian dari perintah Al-Quran. Maka dari sekarang kita berkewajiban untuk mengarahkan jiwa yang sedang terheranheran dan membimbing perasaan yang sedang menggelora untuk melangkah bersama jalan ini. Dalam hal ini beliau mengatakan."638 637 638 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Dalam muktamar yang dihadiri oleh Ketua-ketua Wilayah. Kami kira kami tidak mendatangkan sesuatu yang baru. karena Islam tidak hanya menyuruh umatnya untuk berjihad dan berjuang. maka memang demikianlah kami. Apa yang kami lakukan tidak lain dari merealisasikan tujuan-tujuan di atas dan kami tidak keluar dari dakwah Islam sama sekali. "Wahai saudaraku! Untuk hal ini kami telah menghabiskan waktu selama 17 tahun dalam rangka mempersiapkan dan memahamkan masyarakat tentang hakikat politik yang sebenarnya. Semua hal ini menyebabkan saya meyakini bahwa tidak ada lagi pilihan yang tersedia bagi kita. hal. Tidak ada lagi lembaga yang diyakini dan diharapkan masyarakat untuk mewujudkan cita-cita suci ini selain dari Ikhwan. Atau karena kami berjuang untuk menyempurnakan kemerdekaan dan memperbaiki badan pemerintahan. "Tidak ada dakwah tanpa jihad. Wallâhu Al-Musta'ân."637 4.213 Ibid 514 .bagian dari rukun dan kewajiban Islam. dan mencintai tanah air adalah bagian dari keimanan. Dalam hal ini beliau juga menjelaskan. Kesemuanya itu adalah adalah hal-hal yang biasa dipahami oleh setiap muslim yang mempelajari Islam dengan benar.

Maka tidak ada dosanya bagi kita ketika politik menjadi bagian dari agama ini. 165 640 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini) 641 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). Akan tetapi yang ada hanyalah: kaisar dan segala hak miliknya adalah kepunyaan Allah Yang Maha Perkasa. Tidak ada dalam Islam slogan yang mengatakan: “Berikan kepada Kaisar apa yang menjadi haknya dan berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak-Nya. Agenda dakwah dan politik yang kami miliki mempunyai landasan dan aturan-aturan. "Tidak akan ada hari bahwa mereka adalah orang-orang yang berada di luar Islam. serta kebebasan adalah diantara kewajibannya. dan Islam mencakup hakim dan orang-orang yang dikenai hukuman.”640 Beliau juga mengatakan tentang dakwah kita. Dan juga tidak boleh bagi kami untuk mengakhirkan konsep syariat dan berdakwah kepadanya dengan mengedepankan konsep perbaikan yang merupakan bagian darinya."641 639 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna).Beliau mengatakan –seraya menyebutkan fase-fase dakwah dan tahapan-tahapan dalam kegiatan politik-. dan pemerintahan adalah bagian darinya. titik tolaknya adalah Islam dan pelaksanaan syariat Allah. Imam Syahid mengatakan. hal. Setiap tujuan perbaikan yang ada bertolak dari sini dan ter-shibghah dengannya.”639 5.Akan tetapi. hal. 160 515 . Agenda perbaikan ini hanyalah bagian dan pelengkap baginya dan bukanlah sebagai ganti. dengan hal ini kita melangkah ke fase yang kedua dari perjalanan dan rencana kita yang berlandaskan Al-Quran. dan tidak menyimpang dari jalan kita serta tidak pula menukar rute perjalanan dengan terjun ke dunia politik –seperti yang dikatakan mereka yang tidak memahaminya. "Dalam hal ini kita tidak menyalahi rencana kita. Agenda perbaikan dalam bidang politik dan kemasyarakatan tidak boleh dijadikan ganti dari tujuan utama ini.. "Jika ditanyakan kepada kalian: Kemana kalian mengajak? Maka jawablah: kami menyeru kepada agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw.

Ats-sabat yang sejati dalam jamaah ini berdiri di atas landasan: komitmen dan keteguhan dalam menjaga ats-sawabit (hal-hal prinsipil dalam jamaah). 6. mengembalikan segala perkara kepada Al-Quran dan perbekalan keimanan. Akan tetapi ini akan teruji dan tampak ketika berhadapan dengan kondisi-kondisi sulit dan peristiwa-peristiwa yang menggoncangkan serta dalam menghadapi tantangan yang datang. Kita berkewajiban mencari sebab-sebab yang cocok dan bersungguhsungguh dalam proses tarbiyah dan pengkaderan. dan tidak pula dia lebih diprioritaskan darinya. jamaah dalam agenda politiknya dan hubungan dengan partai-partai politik tidak memihak kepada salah satu partai manapun. Tingkatan keistiqamahan dan kesuksesan kita sangat tergantung kepada tingkat ibadah kita kepada-Nya dan keterlepasan dari segala kekuatan. senantiasa memohon pertolongan dan keistiqamahan dari Allah. "ketika terjun dalam dunia politik kita kita tidak akan pernah cenderung dan berpihak kepada salah satu partai politik. kekuatan tanzhim. dan berusaha untuk mengajak mereka mengamalkan manhaj Islam (sebagaimana yang disebutkan dalam halaman sebelumnya). Hal ini tidak akan tampak dalam peristiwa-peristiwa biasa dengan sekedar berkaca kepada teori. keteguhan pribadi-pribadinya yang bersandar kepada akidah dan ikatan persatuan.Maka seruan untuk perbaikan dalam bidang politik dan sosial adalah bagian dari bentuk dakwah kita kepada Islam dan bukanlah sebagai gantinya. Imam Syahid mengatakan. tingkatan ke-tsiqah-an dan ketaatan dalam kondisi malas dan giat dan serta tajarrud."642 642 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI) 516 . berharap kepada-Nya serta bertawakal kepada-Nya.

Memberikan kepada setiap individu haknya sesuai dengan sumbangsihnya terhadap Islam. Kita akan menolak bekerjasama dengan organisasi lain yang semata-mata hanya berjuang untuk kepentingan organisasinya yang berkedok perbaikan. Dia senantiasa bekerjasama dan berkoordinasi dengan organisasi lain dalam rangka mewujudkan kemaslahatan dakwah dan tanah air." Jamaah dengan karakteristik yang ada dalam manhajnya dengan tidak menggunakan sistem partai. Jamaah akan memenuhi kata-katanya dan komitmen dengan keputusan yang telah dibuat. Jamaah akan berinteraksi dengan seluruh kalangan dan menujukan dakwah untuk seluruh lapisan." Jamaah juga tidak akan menjalin kerjasama dengan pihak manapun dengan menggadaikan dakwah atau prinsip-prinsip Islam. yang berkata kepada seseorang yang telah melakukan suatu kebaikan. "Anda telah berbuat kebaikan. Kita juga akan menolak bentuk kerjasama yang tidak berlandaskan asas 517 ." Sementara kepada eorang yang melakukan kesalahan dikatakan. Kita menerima berbagai bentuk partisipasi yang berdasarkan prinsip persamaan dalam kerjasama dan koordinasi demi menciptakan perbaikan umat dan menyeleseikan berbagai macam problematikannya. Selain itu tingkat interaksi jamaah juga sangat variatif. Akan tetapi dia tidak menafikan keberadaan organisasi lain. kerjasama dan berbagai bentuk hubungan lainnya. Ada yang hanya sekedar interaksi secara umum. Akan tetapi itu semuanya tentu saja sesuai dengan undang-undang yang ada dalam jamaah dan batasan-batasan yang ada dalam syariat. "Anda telah berbuat salah. Akan tetapi kami tidak akan tertipu dengan berbagai manuver politik dan janji-janji kosong."Sangat salah orang yang menyangka bahwa Al-Ikhwan Al-Muslimun bekerja untuk sebuah lembaga diantara lembaga yang ada atau ia bergantung kepada salah jama'ah diantara jama'ah yang ada. berdasarkan asas yang jelas dan berlandaskan syariat. atau ada yang sampai kepada saling membantu. ada yang sampai kepada tingkat koordinasi dalam beberapa agenda kerja.

dan menjadikannya satu-satu standar antara dirinya dengan organisasi lainnya. d. setiap organisasi yang mewujudkan salah satu sisi manhaj Ikhwan harus didukung oleh setiap akh. Imam Syahid telah meletakkan standar sendiri untuk hal ini. dan Ikhwan meyakini sepenuhnya bahwa rasa cinta adalah asas utama untuk membangunkan kesadaran kaum muslimin. g. Sudah menjadi kemestian bagi Ikhwan Muslimin jika mendukung sebuah lembaga. seperti bekas-bekas kebangkitan dunia timur (Islam).persamaan. c. terlebih dahulu memastikan bahwa lembaga tersebut tidak bertentangan dengan tujuan dan target jamaah. setiap manhaj yang tidak menguatkan Islam dan berpedoman kepadan dasar-dasarnya tidak akan mengantarkan kepada kesuksesan.643 8. Dimulai dengan 643 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). e. Karena hal ini dapat merusak citra jamaah dan merupakan bentuk penyimpangan dari rencana dan tujuannya semula. Dalam Majelis Syura yang ketiga pada tanggal 11 zulhijjah tahun 1353 H dikeluarkan keputusan yang menjelaskan sudut pandang Ikhwan Muslimin terhadap organisasi lain berdasarkan asas dan aturan-aturan yang ada dalam jamaah: a. Dan mendukung ide penyatuan Islam. Bentuk dari kegiatan politik bisa beraneka ragam disesuaikan dengan kemampuan jamaah dan kondisi yang ada. b.219-220 518 . lembaga-lembaga yang bermanfaat diarahkan kepada tujuannya dengan memberikan dukungan kepadanya dan tidak melemahkannya. h. hal. Ikhwan menentang setiap lembaga yang melakukan penyimpangan dari nilai-nilai Islam seperti Bahaiyyah dan Qadiyaniyyah. diwajibkan bagi setiap akh untuk mengenal tujuan secara mendalam. f. Ikhwan berusaha untuk melakukan pendekatan antar organisasi dengan berbagai sarana yang tersedia. Ikhwan menerima setiap ide yang diberikan demi menyatukan segala usaha kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. 7.

Dalam menentukan sikap terhadap kejadian dan peristiwa. jamaah selalu membedakan antara khayalan. Kemudian sampai kepada kepemimpinan dalam kegiatan politik dan khalayak. hal. "berdasarkan asas ini. Ia memiliki ilmu fsiklogi (untuk mengenal gejala-gejala di sekitarnya) sehingga 644 645 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Imam Syahid berkata. hal 181 519 .pengumuman pandangan terhadap partisipasi politik dan mengetengahkan program-program yang bersifat menunjang dan membantu. dan arena kerja bukanlah arena kata-kata.                       Artinya: "Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya. dan apabila dating waktu yang tepat akan tampil mewakili umat di DPR."645 Jamaah dia tidak gegabah dan reaktif terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi. dan dia tidak tertipu dengan perkara yang tampak lahiriah saja. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. 212 Ibid. slogan dan kata-kata. dan arena jihad bukanlah arena kerja dan arena jihad yang benar bukanlah arena jihad yang salah. calon-calon Ikhwan akan maju. demikian juga dengan memunculkan kader-kader politik dan masuk dalam Pemilu.S Al Hajj: 40)644 9. Percayalah dengan pertolongan Allah selama tujuan kita adalah mencari ridha Allah Swt. tanpa melakuan check and recheck dan mengetahui selukbeluknya." (Q. dengan kerja keras dan jihad: "Sesungguhnya arena kata-kata bukanlah arena khayalan.

dan akan tetap berpegang teguh terhadap dakwah meskipun dengan berbagai bujukan dan ancaman. 127 520 . Di pentas politik dan hal-hal yang menjadi kemestian di dalamnya seperti pernyataan sikap. maka ia tidak pernah lupa terhadap kemaslahatan dakwah atau kondisinya dari satu waktu ke waktu lainnya. 10. Ia benar-benar memahami fase pembinaan dan kondisi yang sedang dilalui umat Islam serta musuh-musuh yang menghadang mereka. maka ia senantiasa menggunakan pandangan yang menyeluruh dalam melihat sebuah pertarungan. "Janganlah kamu mempertaruhkan usaha dan kerja kerasmu dan jangan pula bertaruh dengan syiar kesuksesanmu!"646 Jamaah tidak absen dalam pelbagai even dan peristiwa yang terjadi. hal. melenyapkannya. maka dakwah selalu menimbang sebab-akibat serta implikasinya terhadap jamaah dan gerakan dakwah. Dengan pertolongan Allah. 646 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Oleh karena itulah maka jamaah lebih mengedepankan kerja.tidak tertipu dengan berbagai slogan yang memperdagangkan kata-kata dan kalimat. jamaah bisa selamat dari segala tipu daya dan konspirasi yang ditujukan untuk melemahkan. muatannya lebih kuat dari penampilannya. dan memalingkannya dari manhajnya. Sejarah menjadi saksi akan keberhasilan jamaah dengan metode yang dipakainya. dan bantuan. perjanjian. dan senantiasa meletakkan di depan matanya "Memproteksi eksistensi dakwah dan kekuatan barisan". atau dari satu tempat ke tempat lain. baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Jamaah juga sangat memahami bahwa ia menjadi incaran musuh dalam skala regional dan internasional. di waktu yang sama ia juga memiliki agenda politik sendiri yang memilik pandangan mendalam.

syura dan prinsip-prinsip dakwah. dan perjalanan sirahnya yang mulia. dan hal itu dilakukan melalui lembaga dakwah. Dalam hal ini kita berpedoman kepada Rasulullah Saw. Demikian pula dalam kaidah pengucilan dan pembuangan. jamaah senantiasa menggunakan Fiqih harakah dan siyasah syar'iyyah. ikrah (kondisi terpaksa). serta jelasnya perbedaan urutan amal seperti jaiz (boleh). Bagi yang memperhatikan sirah Imam Syahid dan pandanganpandangannya akan mendapatkan bahwasanya beliau adalah seorang yang berpandangan tajam dan memiliki pemahaman yang mendalam.Ikhwan sengaja berdiri netral dengan tidak memberikan bantuan dan dukungan kepada salah satu diantaranya. Dalam suratnya yang diutujukan kepada pemimpin pemerintahan Mesir kala itu beliau mengatakan. dan beberapa kaidah-kaidah lain yang termasuk dalam kaidah dan standar syar'i dalam mengatur amal dan pergerakan. Kemudian pembagian tujuan syariat. dan mengukur kondisi dharurah (daurat). berupa kebutuhan primer. sekunder dan tersier. Ikhwan berusaha untuk menjauh dari perkara ini dan berupaya menyampaikan nasihat kepada seluruh pihak yang bertikai. Ikhwan sangat memahami bahwa mentarbiyah masyarakat dan 521 . dan mengakhirkan maslahat yang paling sedikit. “Dalam hal yang berkaitan dengan kementerian sebelumnya -termasuk di dalamnya kementerian Anda sebelumnya. fardu (wajib). makruh dan haram. Ia tidak memiliki keinginan atau ambisi untuk meraih kursi kementerian atau mengambil keuntungan di balik peristiwa itu.Qiyadah dalam jamaah memiliki hak komparasi terhadap aktivitas politik yang diperbolehkan. Untuk itu. Ketika terjadi konflik antar partai politik dalam memperebutkan kursi kementerian. sebagaima ia juga tidak akan pernah meminta atau menerima bantuan dari salah satu diantaranya. seperti: mendahulukan menolak madharat daripada mengambil manfaat. mengambil sesuatu yang paling sedikit madharatnya. mandhub (sunnah). dan tarjih untuk menguatkan salah satu pendapat ketika terjadi perbedaaan mashlahat.

11. dan tidak masuk dalam arena ini serta berusaha untuk menjauh dari pertikaian ini."647 Ikhwan tidak termasuk dalam pihak yang bertikai tentang masalah kepartaian. 297 522 . Dengan prinsip akidah yang sangat jelas. Ikhwan tidak ingin untuk memonopoli salah satu bidang yang ada dalam masyarakat atau politik ataupun bidang-bidang lainnya. hal. dengan mengedepankan titik temu dan mengenyampingkan sebab-sebab yang mendatangkan perbedaan dan perpecahan. sebaliknya tetap serius dan komitmen memberikan pengabdian terhadap masyarakat dengan tarbiyah dan proses penyadaran.menyebarkan ide-ide perbaikan kepada mereka jauh lebih agung dan bermanfaat daripada berhubungan dengan pemerintahan yang sekarang lebih disibukkan dengan permasalahan pertentangan dan persaingan antar partai. "Kita saling bantu dalam hal yang kita sepakati dan saling toleran dalam permasalahan yang kita 647 Ibid. beroposisi dan memberikan penjelasan kepada yang salah. Mereka tidak disibukkan dengan kegiatan politik dan pertikaian antar partai. Sejarah menjadi saksi bagaimana usaha Imam Syahid di usia muda beliau dalam mengumpulkan para ulama dan siapa saja yang menginginkan perbaikan ketika ia mendirikan Jam’iyyah Syubbân Al-Muslimîn. komitmen dan intergralitas manhaj yang mencakup semua aspek. dan beliau pun termasuk salah seorang anggotanya dan antusias dalam memotivasi dan bekerjasama dengannya. Ia berupaya menyampaikan nasihat dan pemahaman kepada setiap golongan dan memberikan dukungan kepada yang lebih dekat kepada kebenaran. Langkah strategis ini sangat berperan dalam rangka menjauhkan Ikhwan dari keterombang-ambingan antara partai dan pemerintahan. padahal ketika itu beliau juga mengemban proyek gerakan paripurna dalam rangka mewujudkan kebangkitan umat dengan nama Ikhwan Muslimin. Ikhwan tetap membuka diri bekerja sama dengan segenap kekuatan dan kelompok yang ada. Akan tetapi Ikhwan menyambut baik partisipasi pihak lain dan mengajak mereka untuk terjun dalam lapangan dan mengerahkan segenap tenaga dalam proses perbaikan.

demi 523 .perselisihkan”. Jika mereka mau menerima seruan kami dan menempuh jalan ini. Namun jika mereka lebih cenderung untuk melakukan kebohongan dan penipuan dan bersembunyi di belakang berbagai alasan bohong. para menterinya. Oleh karena itu mereka menyampaikan dakwah kepada siapa saja dengan penuh ketulusan dan kejelasan tanpa diiringi perasaan merasa lebih. memiliki sikap yang jelas. dan menilai seluruh elemen yang ada sesuai dengan neraca keislaman. selama kita semua berkenan untuk menghormati hal yang sudah pasti dalam syariat dan bekerja untuk kepentingan tanah air. Tentang partisipasinya dalam perjuangan politik. menepati kata-kata dan janji. dengan penuh kejelasan tanpa adanya kesamaran. maka kami akan mendukung mereka. sombong dan takabur. Imam Syahid menjelaskan fase yang ditempuh dalam perjuangan politik yang dimasuki jamaah dalam rangka menyeimbangi kekuatan politik dan berbagai aliran yang ada. karena waktu tidak tersedia untuk melakukan kebohongan. sesepuh dan segenap partai yang ada. maka Ikhwanul Muslimin telah menyampaikan tujuan-tujuan dan sudut pandangnya secara jelas jelas. 12. Ikhwan meyakini bahwa lahan jihad itu terbuka untuk siapa saja. para pembesar. Pada pengantar editorial edisi perdana majalah An Nadzir yang terbit tahun 1938 M (Rabi’ Al-Awwal 1357 H). dan mampu memadukan antara pemahaman syariat dengan fiqih realitas. dari sekedar dakwah dengan perkataan kepada dakwah yang diiringi kerja keras dan perjuangan. maka kita akan mengumandangkan permusuhan kepada setiap pemimpin partai atau lembaga yang tidak bergerak untuk kepentingan Islam dan tidak berjalan di atas landasan Islam. tanpa dusta dan kebohongan. kemerdekaan dan kemajuannya. Kita akan menyampaikan dakwah ini kepada segenap tokoh yang ada di negeri ini. “Kita akan beralih dari sebaik-baik dakwah umum kepada sebaik-baik dakwah khusus. Kita akan mengajak mereka semua kepada manhaj yang kita yakini kebenarannya dan menjelaskan kepada mereka berbagai agenda kami dan meminta kepada mereka untuk berjalan di negeri kami ini sesuai dengan nilai dan ajaran Islam dengan penuh keberanian tanpa ada rasa ragu.

Kita akan umumkan permusuhan terhadap mereka. jika mereka tidak menjadikan ajaran Islam sebagai manhaj yang harus diikuti dan diamalkan. hal. dan jihad ini membutuhkan harga dan pengorbanan. 162 524 . baik di dalam maupun di luar ketika dakwah telah mecapai usia sepuluh tahun. dengan hal ini kita melangkah ke fase yang kedua dari perjalanan dan rencana kita yang berlandaskan Al-Quran. pandangan. "Wahai Ikhwanul Muslimin. bahkan lebih dari tekanan.mengembalikan pemerintahan dan kejayaan Islam. baik di dalam pemerintahan maupun di luarnya. orang-orang yang tidak 648 649 Ibid. 164 Ibid 650 Ibid 651 Ibid. yang bermula dari partisipasi mereka dalam perjuangan politik. dan agenda ketika harus melakukan konfrontasi. saya umumkan kepada kalian langkah ini melalui lembar-lembar koran kalian edisi perdana ini. hal. “Mereka semua akan melancarkan permusuhan yang besar kepada kita. “Telah tampak dengan jelas arah nasionalisme Ikhwan. dan Dia adalah sebaik-baik pemberi pembuka (pemberi kemenangan). para pegawai di antara kalian akan menerima tekanan.”649 "Dalam hal ini kita tidak menyalahi rencana kita.648 Imam Syahid menyebutkan metode perjuangan politik yang berkaitan dengan tujuan.Akan tetapi. saya mengajak kalian untuk melakukan jihad amal. setelah dakwah dengan perkataan.”651 Di akhir perkataannya Imam Syahid berkata tentang beban perjuangan ini. dan tidak menyimpang dari jalan kita serta tidak pula menukar rute perjalanan dengan terjun ke dunia politik –seperti yang dikatakan mereka yang tidak memahaminya.”650 Dan beliau juga mengatakan tentang fase ini sebagaimana yang beliau sebutkan dalam majalah An-Nadzir. sebuah permusuhan yang tidak mengenal kata damai dan gencatan senjata sampai Allah memberikan keputusan tentang kebenaran antara kita dan bangsa kita.

Jamaah menetapkan bahwa titik tolaknya adalah Islam. Misalnya. 165 525 . Maka Sesungguhnya orang itu termasuk golonganku. Dalam pernyataan pers dan sikap politiknya. jamaah menolak mengatakan bahwa ia adalah bagian dari kekuatan kelompok kanan. maka bersiap-siaplah untuk menghadapi hal itu. dan barangsiapa yang mendurhakai aku. atau kiri atau misalnya ia menolak keterbukaan atau sangat terbuka. orang-orang kaya dan sejahtera di antara kalian akan dijebloskan ke penjara. sehingga risalah dan pandangan Islam. Maka Sesungguhnya Engkau. walaupun dalam beberapa sikap-sikapnya kadang-kadang sama dengan sikap-sikap orang lain. dan dengan izin Allah kita akan bertemu di medan kemenangan. Sesungguhnya Allah akan memenangkan orang-orang yang memenangkan agamanya.bersalah di antara kalian akan menerima perlakuan kasar. hal. ia menolak membuat sikap-sikap dan pandangannya dengan standar orang lain. keseimbangan dan 652 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). yang memiliki cara pandang yang jelas untuk itu. dan lain-lain. kalian akan diuji dengan harta dan jiwa kalian. baik ia adalah bagian dari syu'bah (kelompok) Ikhwan atau salah seorang dari anggota jamaah ini.S Ibrahim: 36)652 13. namun barangsiapa yang kondisinya tidak memungkinkan atau merasa berat dengan beban jihad yang akan dipikul. atau dalam koridor himpunan dan sikap-sikap mereka. Kemerdekaan cara pandang. sikap dan keseimbangan ini membuat perbedaan jamaah sangat jelas di publik. dan saya tidak mengatakan kepada kalian kecuali dengan apa yang dikatakan oleh Ibrahim:                            Artinya: "Maka barangsiapa yang mengikutiku. maka hendaklah ia menyingkir dari jalan ini dan membiarkan katibah Allah ini berjalan. (Q. barangsiapa yang tetap bertahan bersama kami di atas jalan ini. Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

"653 "Sebagaimana kami menghindari manupulasi kata-kata di pelbagai aspek kehidupan dunia. atau plin-plan dalam sikap-sikap dasarnya. atau terlepas sama sekali dari kekuatan dan organisasi apapun di lapangan. Tamayyuz dakwah (perbedaan dakwah dengan yang lain). tetapi sesungguhnya kami adalah kaum muslimin. "Sesungguhnya kami wahai Ikhwanul Muslimin bukanlah komunis.nilai-nilai Islam bisa menjadi alternatif yang menggantikan nilai dan cara pandang Barat. Dakwah yang jujur dalam sikap dan perkataannya 653 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). yaitu melalui fiqih-nya yang mencakup realita dan kemaslahatan dakwah dan bangsa. dengan tidak mengalah dari prinsip-prinsip dan tujuannya. Dalam aktivitas politik. Jamaah telah menentukan sikapnya sesuai dengan pandangan dan koridorkoridor syariat. b. c. yang ditetapkan dengan kaidah dan batasa-batasan yang dijelaskan oleh Imam Syahid di dalam risalahnya: a. ia bergerak dan berupaya menjalin hubungan dengan semua elemen dan menyampaikan dakwah kepada mereka. jamaah selalu menggunakan cara-cara yang sesuai dengan syariat. Ia tidak bekerja untuk kepentingan seseorang atau ambisi kelompok tertentu. bukan demokratis dan bukan apapun seperti yang mereka kira. d. atau untuk memenangkan suatu kelompok melalui jalur partai politik. Sikap-sikapnya sesuai dengan koridor dan batasan-batasan syariat. jamaah tidak memisahkan diri dengan kondisi dan realitas yang terjadi. baik dukungan. kesepakatan dan perjanjian dengan kekuatan apapun. 654 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim) 526 . atau keluar dari realitas tersebut. Dalam mengeluarkan sikap."654 14. sesungguhnya hakikat sesuatu terletak pada substansi bukan pada nama atau slogan.

atau organisasi tertentu yang memiliki tujuan-tujuan tertentu pula. namun justru mengarahkan dan memberikan pengaruh. Kami bukan yayasan sosial dan perbaikan. walaupun dalam tataran praktis ia bisa berbentuk lembaga yang bergerak di bidang sosial. Imam Syahid berkata. dan ia tidak membatasi aktivitas pada lembaga-lembaga ini saja. Yakni. Semua itu tiada lain adalah sarana-prasarana yang digunakan untuk membantunya dalam menjalankan aktivitas dan gerakan di pelbagai bidang. atau lembaga kebajikan yang melakukan amalamal kebajikan di berbagai aspeknya. namun ia adalah Islam dengan kesempurnaannya di pelbagai sisi dan sisi-sisi yang lain. meskipun olah raga dan lah rohani 527 . bahwa dakwah bukanlah partai politik yang memiliki rujukan atau ambisi islam. dan organisasi-organisasi tertentu. demi mewujudkan tujuan-tujuan Islam secara keseluruhan sesuai dengan proyek Islam dan persfektif yang sempurna. Tawakkal kepada Allah dan selalu menyandarkan diri dalam setiap langkah-langkahnya. atau yayasan kemasyarakat yang memperhatikan sisi-sisi perbaikan di masyarakat. yayasan. meskipun kerja sosial dan perbaikan adalah bagian dari maksud besar kami. jamaah memiliki yang lebih dalam dan lebih luas dari itu semua. "Wahai Ikhwanul Muslimin! Wahai manusia seluruhnya! Kami bukanlah partai politik. Agar orang lain tidak menganggap bahwa dakwah adalah partai politik –walaupun sisi ini juga sangat penting-. atau berupa partai politik.e. untuk menghidupkan kembali kebangkitan umat Islam. Imam Syahid membatasi karakteristik dakwah dan integralisasinya dengan batasan yang sangat jelas dan tegas.bertolak dari dasar dan pemahaman tersebut di atas. yang menggunakan pelbagai macam sarana dan fasilitas untuk beraktivitas. Jamaah ini –dalam kelahiran dan perjalanannya. yang beraktivitas di semua bidang. serikat. Kami bukan club olah raga. f. 15. meskipun partai politik sebagai salah satu pilar Islam adalah prinsip kami. Sadar dan selalu waspada. atau menjadi titik tolaknya. Sesungguhnya dakwah bukan termasuk bentuk-bentuk ini. tidak tertipu dan dipecundangi.

Bahkan terkadang tidak dibuat kecuali sekedar menuruti perasaan sesaat. ia bahkan mengetahui substansi dan muatannya. Perjalanan kami tidak pernah berhenti sehingga Allah Swt. dan menghindar dari sisi-sisi yang mengandung bahaya. yang tidak dibatasi oleh terma. Namun wahai sekalian manusia. dan ajaran milik Rasul-Nya yang terpercaya. bahkan ia sampai pada tahap menyadarkan umat terhadap apa yang sedang mengancam dan yang dihadapinya. namun ia menghadapinya dengan sangat jelas dan berpegang teguh dengan nilai-nilai Islam. dan menetapkan sikap jamaah dengan landasan ini."655 Sikap Jamaah terhadap mazhab-mazhab dan aliran-aliran: Imam Syahid menghadapi slogan-slogan. serta bersandar pada sisi kemanfaatan. termasuk menolak para penganut aliran-aliran tersebut dan berupaya memuaskan mereka dengan pemahaman dan manhaj Islam. Kami bukan kelompokkelompok macam itu semua. beliau tidak memandang remeh hal itu. aliaran dan mazhab-mazhab pemikiran yang tersebar di masyarakat. dan ini merupakan asas dan titik tolak dalam setiap urusan atau pemikiran: a. atau hanya mengekor di belakangnya. dan tidak berdiri di hadapan dengan batas geografis. karena ia adalah sistem milik Rabb. dimana ia mampu menyebutkan sisi positif dan sisi negatifnya. ingin membuat organisasi. hal. mewariskan bumi ini dengan segala isinya kepada kami. penguasa alam semesta. kami adalah pemikiran dan akidah. ia tidak terpedaya dengan ucapan-ucapan dan istilah yang menipu. 197 528 . tidak diikat oleh jenis suku bangsa. lalu dihias dengan berbagai slogan dan sebutan kelembagaan yang mulukmuluk. untuk masa yang terbatas pula. hukum dan sistem. karena itu semua diciptakan untuk tujuan parsial dan terbatas. Terhadap Nasionalisme dan Kesukuan: 655 Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran).menjadi salah satu perangkat terpenting kami.

dalam rangka mempertahankan kehormatan yang rabbani ini. 277 529 . mestinya kita pula yang paling pantas untuk mempersembahkan pengorbanan –dengan dunia dan seisinya. hal. sehingga kebanggaan ini akan ternanam pula dalam jiwa generasi penerusnya. Imam Syahid berkata. dan hal itu dalam koridor ajaran Islam. merasa bangga dengan kebangsaannya.S Ali Imron: 110) Oleh karena itu. Kita (umat Islam) adalah bangsa yang mengetahui secara persis bahwa kehormatan dan kemuliaan kita disakralkan Allah melalui ilmuNya dan diabadikan dalam Al Quran dengan firman-Nya:                Artinya: "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. keutamaan. Mereka siap berkarya nyata demi kejayaan tanah airnya. bangga sebagai umat yang utama dan mulia.Ikhwanul Muslimin adalah orang yang paling kuat menjaga negerinya. dan kelembutan perasaannyatidak kita dapatkan pada ideology manapun kecuali dalam Islam yang hanif ini. Imam Syahid kadang-kadang membatasi dan kadangkadang meluaskan makna kebangsaan dan makna bangsa. Doktrin 'rasa bangga' terhadap bangsa yang seperti ini –dengan keadilan. mereka siap mempertahankan kehormatan bangsanya serta siap menebusnya meski dengan mengalirkan darah dan mengorbankan nyawa. Dengan kebanggaan itu.656 656 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). serta menciptakan kebahagiaan masyarakatnya. "Umat yang tengah bangkit membutuhkan rasa bangga terhadap bangsa-nya. yang memiliki berbagai keistimewaan dan perjalanan sejarahnan indah. mempertahankan kehormatannya. (Q. Beliau juga memaparkan sisi-sisi yang keliru dan menyimpang dari ajaran Islam dan memperingatkan dari hal itu: 1.

dan anggota masyarakatnya. dan mencegah dari yang munkar. dia hanya sampai pada batas doktrin tersebut. dan beriman kepada Allah. para tokoh.S Ali Imran: 110)657 Ayat ini mengandung maksud: dukungan kita terhadap keutamaan. bangsa-bangsa modern zaman ini telah pula berhasil menanamkan doktrin semacam ini kepada jiwa para pemuda. pernyataan perang terhadap setiap kehinaan.2. berfirman: "                       Artinya: "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Akan halnya rasa kebanggaan mereka. Namun ada perbedaan yang menyolok antara masyarakat yang terpola oleh nilai-nilai Islam dengan masyarakat yang didoktrin oleh slogan-slogan seperti ini. hal. Lebih dari itu Islam memberikan batasan bagi tujuan diciptakannya perasaan ini. Imam Syahid menjelaskan. Ia adalah rasa bangga sebagai pemimpin dan pemandu dunia menuju kehidupan yang baik dan sejahtera. 274 530 . yakni rasa kebanggaan orang muslim merupakan perasaan yang melambung tinggi sehingga menyatu dengan Allah Swt. sehingga mendorong kuatnya komitmen padanya dan menjelaskan bahwa ia bukan fanatisme buta atau kebanggaan yang semu. menyuruh kepada yang ma'ruf. (Q. "Sebenarnya. Karena firman Allah Swt. Adapun tentang perbedaan antara kebangsaan dalam Islam dengan yang lain. penghormatan etrhadap 657 Ibid.

kebebasan. 170 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Imam Syahid berkata. kebanggaan mereka justru membangkitkan sikap permusuhan dari bangsa-bangsa lain yang lemah. hal. Imam Syahid berkata. hal. "Adapun pemahaman Ikhwanul Muslimin terhadap nasionlaisme. "Jika kami dizalimi oleh Negara manapun –dan kami berada di negeri sendiri. serta komitmen untuk selalu melakukan control atas setiap aktivitas. Oleh karenanya. kebanggaan adalah bagian dari perintah Al Quran dan sesungguhnya mencintai tanah air adalah bagian dari keimanan. mendapatkan keselamatan dari Allah.maka setiap jengkal dari tanah Mesir 658 659 660 661 Ibid Ibid Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). merupakan kejahatan yang tak bisa dimaafkan."661 Mereka menebus tanah airnya dengan harta dan jiwa mereka. ia tidak memiliki batasan tujuan yang jelas kecuali fanatisme yang rancu."660 Dan kita wajib "Memahamkan manusia bahwa politik. kecuali dengan menunaikan hal ini. 270 531 . maka cukuplah anda mengetahuinya dengan membaca kalimat berikut: Bahwa mereka meyakini dengan seyakinyakinya bahwa mengabaikan sejengkal tanah milik seorang muslim yang terjajah. hingga kita mampu mengembalikannya Dan mereka atau tidak binasa akan karena mempertahankannya. jiwa kepemimpinan bangsa muslim terdahulu berhasil menciptakan sikap adil dan kasih saying yang sempurna dan paling ideal. yang pernah dilahirkan oleh sebuah umat.659 3. dan selalu menjaga kebebasan dan kemerdekaannya.nilai-nilai yang luhur. Adapun prinsip-prinsip kepemimpinan yang tertanam di jiwa bangsabangsa Barat.658 Karena itu.

jiwa. 662 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Oleh karenanya. hal."662 4.yang mahal akan ditebus dengan darah."663 Merupakan kesalahan jika ada yang menyangka bahwa Ikhwanul Muslimin apatis terhadap masalah kenegaraan dan nasionalisme. dan menghormati siapa saja yang mau berjuang dengan ikhlas dalam membelanya. Perasaan (anggapan) seperti ini tidak hanya terhadap Mesir saja. Namun. dan bahkan banyak dari mereka yang gugur dalam perjuangan ini. Anda tahu sampai sebatas mana mereka paham tentang nasionalisme mereka dan kemuliaan macam apakah yang mereka inginkan untuk umatnya. tapi juga untuk seluruh bumi Islam. Imam Syahid berkata. dan mengutamakan negerinya dari yang lain. dan pada saat itu Ikhwanul Muslimin telah mempersiapkan diri dengan sempurna untuk menambah persediaan negeri ini dengan seluruh kemampuan yang dimilikinya. dan mereka tidak melihat kecelaan bagi siapa saja yang bekerja untuk tanah airnya. harta dan putera-puteri negeri ini. karena bagi mereka Mesir ini adalah bumi Islam dan pemimpin umat-umatnya. perbedaan prinsipil antara kaum muslimin dengan kaum yang lainnya dari para penyeru nasionalisme murni adalah asas bahwa asas nasionalisme Islam itu akidah islamiyah. mau berkhidmat kepadanya. 198 532 . mereka pun beraktivitas untuk Negara seperti Mesir. 298 663 Risalah: Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). hal. Kaum muslimin adalah orang-orang yang paling ikhlas berkorban bagi Negara. berjuang dan berkorban demi eksistensinya. "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin sangat menghormati kebangsaan sebagai landasan utama untuk mewujudkan kebangkitan yang dicita-citakan. jiwa dan raga. untuk seluruh negeri kaum muslimin.

hal. atau ingin mengejar prestise. Mereka berbuat bukan karena kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah atas hamba-hamba-Nya. menuju prinsip-prinsip yang mulia dan akidah yang murni dan benar. bagi kami adalah ikatan yang paling suci dari ikatan darah dan ikatan se-tanah air. atau ambisi ingin meraih popularitas."667 Setiap muslim meyakini bahwa setiap jengkal tanah di bumi yang terdapat seorang akh yang memegang Al Quran di tangannya. atau kepentingan tertentu yang lain. 180 Ibid Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami).664 Imam Syahid menegaskan bahwa akidah Islam merupakan asas nasionalisme dan rasialisme.Sementara penyeru nasionalisme murni berhenti hanya sebatas negaranya saja. "Islam telah memperluas batasan "tanar air Islam". dan mewasiatkan kepada putera-puterinya agar berkarya demi kebaikannya serta siap berkorban demi mempertahankan kemerdekaan dan kehormatannya. yang menembus sekat wilayah dan batas-batas geografis. Tanah air dalam pengertian Islam menyangkut hal-hal sebagai berikut: 664 665 666 667 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). dan beliau menegaskannya secara berulang-ulang. Ia tidak pernah merasakan adanya kewajiban membela Negara sekedar taklid kepada pendahulu. hal. 24 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). faktor kebangsaan lebih kuat dari ikatan keimanan. merupakan bagian dari bumi Islam."665 "Ikatan akidah. yang setiap putera-puterinya diwajibkan oleh Islam untuk menjaga dan memakmurkannya. Ibid 52 668 533 . Ia berkata. "Tidak dibolehkan di dalam Islam."668 5. hal."666 Kawasan dunia Islam sangat luas. Imam Syahid menambahkan penjelasannya dengan mengatakan.

a. Tidakkah kalian mendengar ketika Allah Swt. mengapa tidak ada perjuangan untuk mengembalikannya? d. berfirman:                                Artinya: "Dan perangilah mereka. kebaikannya demi mewujudkan kesejahteraan umat 534 . Lalu melebar ke berbagai bekas wilayah daulah Islamiyah. jika mereka berhenti (dari kekafiran). c. supaya jangan ada fitnah[611] dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah[612]. yang pernah diperjuangkan dengan darah dan nyawa para pendahulu sehingga berhasil menegakkan panji-panji ilahiyah di sana." (Q. dengan segala puncak manusia. Islam memadukan antara perasaan cinta tanah air secara khusus dan cinta tanah air secara umum.S Al Anfal: 39) Dengan demikian. Kemudian meluas ke berbagai negeri Islam. Meluas ke berbagai negeri kaum muslimin sehingga mencakup dunia seluruhnya. Peninggalan sejarah masih mencatat kejayaan dan kegelimangan yang pernah mereka raih pada masa lalu. Maka Sesungguhnya Allah Maha melihat apa yang mereka kerjakan. karena bagi setiap muslim negeri-negeri itu adalah tanah air dan kampung halamannya. Wilayah geografis secara khusus b. sehingga setiap muslim akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan mahkamah ilahi tentang wilayah ini.

Tidak menjadi masalah jika setiap orang beraktivitas untuk kemaslahatan negaranya. karena itu merupakan asas pertama untuk menuju kebangkitan yang didambakan.S Al Hujurat: 13)669 b. "Ikhwanul Muslimin sangat menghormati nasionalisme yang khusus bagi mereka. (Q. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.                                 Artinya: "Hai manusia. Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. "Setelah penjelasan ini. saya tidak segan-segan untuk mengatakan bahwa tidak ada yang bertentangan antara berbagai kesatuan di atas 669 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). hal. Tentang persatuan Arab Islam: Imam Syahid berkata. karena ia merupakan rangkaian sempurna bagi munculnya Negara Islam yang integral. Ikhwan juga mendukung kesatuan Arab. Kemudian. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. 278 535 . Karena dia merupakan mata rantai kedua dalam mewujudkan kesatuan Islam.

Namun. "Kami meyakini bahwa sesungguhnya ketika kami bekerja untuk kemaslahatan Arab. Kita harus kembali pada apa yang telah diwajibkan oleh Islam (kepada semua pengikutnya) sejak pertama diturunkan. hal. sampai tercipta sebuah 670 671 672 Risalah: Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). yang hampir sama dengan masalah yang sedang kita hadapi. Oleh karena itu. yakni penyempurnaan kebebasan dan kemerdekaan. dimana beliau memaknainya sebagai bahasa dan lisan."671 "Di antara ungkapan yang paling menakjubkan dalam masalah ini adalah apa yang telah dikemukan oleh Rasulullah Saw. bagaiman pun juga ia merupakan benih yang mulia dan penuh berkah. maka dia adalah Arab. Maka barang siapa yang berbicara dengan bahasa Arab. kita berada internasional yang baru. memperkuat. 230 536 . maka sesungguhnya di waktu yang sama kami bekerja untuk kebaikan Islam dan dunia seluruhnya. hal. di depan berbagai serta situasi menjadikannya sebagai inti dan titik tolak persatuan Islam yang sempurna. kita harus membantunya. Semua itu pada hakikatnya adalah satu masalah saja. 231 Ibid. 144 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). hal."670 Imam Syahid berkata. kita harus berusaha untuk memperluas wilayah cakupannya. Kita harus bersekutu dan bersatu. dan membebaskannya dari segala faktor kelemahan dan kerapuhan. kendati ia belum mapan dengan sempurna. Kita telah memulai dengan membentuk Liga Arab. tentang makna Arab. yakni ketika Islam menjadikan wihdah sebagai salah satu makna dari sekian kandungan makna iman. mendukung Beliau keberadaan Liga Arab dan mengoptimalkannya. berkata.dengansudut pandang seperti ini. Setelah itu. Setiap kesatuan itu memperkuat posisi kesatuan yang lain dan turut mewujudkan tujuannya."672 Imam Syahid mendukung persatuan dalam pelbagai bentuknya. "Sekarang. serta menghancurkan semua belenggu penindasan dan imperialisme.

314 674 Ibid 675 Risalah: Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). atau melemahkan ikatan antar umat Islam serta menjauhkannya dari manhaj Islam. "JIka ada sekelompok kaum yang ingin menjadikan nasionalisme Negara sebagai senjata untuk mematikan nasionalisme yang lain. dan melepaskan diri dari ikatan Islam dan pertautannya dengan dalih nasionalisme. tetapi sesungguhnya kami adalah kaum muslimin." "Ikhwanul Muslimin tidak percaya pada kebangsaan dalam maknamakna buruk di atas (kebangsaan permusuhan dan kebangsaan jahiliyah).ikatan bangsa-bangsa muslim. yaitu ia adalah ikatan Islam saja dan bukan yang lain. bukan demokratis dan bukan apapun seperti yang mereka kira. Inilah barangkali perbedaan antara kami dengan manusia-manusia yang lain. Arabisme. maka hal ini tidak memiliki hakikat dan tidak memiliki arti sama sekali. hal."674 c. beliau berkata. Kami tidak pernah menyerukan Fir'aunisme. hal. Saat itulah. Waspada dari pengaruh dakwah-dakwah yang merusak dan upaya memecah belah umat Islam: Imam Syahid menolak menjadikan seruan-seruan ini sebagai sarana untuk memecah belah umat Islam." "Jika yang dimaksud dengan kebangsaan itu adalah membanggabanggakan etnis sampai pada tingkat melecehkan dan memusuhi etnis lain. Feniqisme. dengan izin Allah akan terbebntuk perserikatan umat Islam. maka hal ini yang kami tolak. Atau 673 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). 144 537 . "Sesungguhnya kami wahai Ikhwanul Muslimin bukanlah komunis.675 "Tapi jika yang dimaksud dengan kebangsaan adalah menghidupkan tradisi jahiliyah."673 Beliau juga membatasi ikatan yang menghimpun umat Islam. baik Arab maupun non Arab. maka Ikhwan tidak akan sependapat dengan mereka.

bahwa Islam mengikis habis fanatisme kejahiliyahan dan kebanggaan 678 yang berlebihan terhadap suku. Bahkan kalau perlu kami akan memerangi segala warisan ideologi Firaun (Fir'aunisme) dengan seluruh kekuatan kami jika masih ada pihak-pihak yang meyakininya sebagai ideology bangsa Mesir dan mengajak menerapkannya. serta membebaskannya dari apa saja yang mewarnai sejarahnya dari daki-daki Paganisme. atau hanya sebatas batasbatas wilayah geografi yang sempit. Di sisi lain." Beliau berbicara tentang Fir'aunisme. hal. "Adapun jika yang mereka maksudkan dengan nasionalisme itu adalah memilah umat menjadi kelompok-kelompok yang saling bermusuhan dan berseteru satu sama lain. hal. maka hal ini yang kami tolak. 313 679 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru)."679 Imam Syahid juga menolak yang menjadikan nasionalisme dan kebangsaan sebagai pembenar untuk menjauhkan umat dari agamanya. menambah kemuliaan dan kejayaannya melebihi apa yang pernah diraihnya sebelum ini. menerangi bashirah-nya. "Di satu sisi kami tidak bisa menutup mata dari sejarah Mesir yang di dalamnya terdapat kejayaan peradaban dan kemajuan ilmu pengetahuan. 230 538 . 23 Ibid. kami mempunyai komitmen untuk meluruskan penyimpangan."677 "Ada lagi virus jahat yang telah mengacaubalaukan pemikiran dan perasaan kaum muslimin."676 Beliau juga berkata. hal. 20 678 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). Dia adalah nasionalisme dan rasialisme. hal. Tidak juga kepada semua nama dan gelar yang selama ini digembar-gemborkan orang. noda-nida syirik.Siariaisme dan lain-lain semacamnya. warna kulit dan garis keturunan. Setiap bangsa dari mereka bangga dengan kebangsaannya dan lupa akan ajaran yang dibawa oleh Islam. dan berbagai tradiri jahiliyah. kemudian merusak bumi dan negeri mereka. 676 677 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). Padahal Allah telah memberikan hidayah kepada bangsa ini dengan ajaran Islam. melapangkan dadanya.

kalaupun benar. bukan karena agamanya. bekerjasama dengan para perampas hak rakyat. istilah 'tokoh agama' yang sudah demikian popular di masyarakat kita adalah istilah serapan dan taklid buta yang tidak sesuai dengan tradisi kita."Salah satu alasan pembenar yang dipakai oleh orang-orang yang berpikir dengan kerangka piker model Barat –dalam rangka menyudutkan Islamadalah mereka senantiasa mengembor-gemborkan prilaku para tokoh agama di kalangan kaum muslimin. dengan mengabaikan kemaslahatan Negara dan masyarakat. Bukankah merupakan sesuatu yang bermanfaat bagi umat jika anda memperbaiki para tokoh agama tersebut (sekiranya dia memang salah) atau menuntut kebaikan dari mereka. bukan malah menyikapinya dengan sikap yang membinasakan? Lagi pula. Mereka menjelaskan makna hakikat kepada para penguasa tersebut. adalah karena bobroknya mentalitas para tokoh agama itu sendiri. mencegah. 288 539 . dimana sikap mereka senantiasa kontraproduktif terhadap kebangkitan bangsa mereka sendiri. serta membagi-bagikan kedudukan dan keuntungan materi. berani memerintah. hal. maka dalam tradisi 680 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). tuduhan-tuduhan itu di atas seharusnya menjadi alasan untuk memalingkan umat dari ajaran agamanya atas nama nasionalisme murni. memberikan kepada mereka (para perampas) perlakuan yang istimewa. Kalaupun hal ini dibenarkan dalam persepsi Barat dengan Aklerus. menyampaikan tuntutan-tuntutan umat. Mereka (para tokoh agama) senantiasa menindas warganya. Tuduhan semacam itu."680 "Oleh karenanya. dimana mereka menghinakan para raja dan penguasa di pagar dan di pintu istana mereka? Mereka dengan sangat tegar dank eras menunjukkan sikapnya. bahkan lebih dari itu mereka senantiasa siap memanggul senjata jika menghadapi berbagai tindak kezhaliman. bahkan menolak hadiah-hadiah dari para penguasa dan raja-raja itu. Lagi pula apakah pantas agama ini memerintahkan demikian? Tidakkah anda menyimak kisah.

dimana sebuah anggota keluarga seseorang dan umatnya adalah orang yang paling berhak mendapatkan kebaikan dan kebajikannya. maka disinipun kami sepakat dengan mereka. Sikap Imam Syahid terhadap gerakan-gerakan separatis di beberapa komunitas masyarakat Muslim: Tentang sikap Imam Syahid terhadap gerakan-gerakan separatis di beberapa komunitas masyarakat muslim dengan dalil bahwa mereka terancam tindakan kezaliman dari pemerintah dan dianggap sebagai 681 682 juga berkata. atau jika yang dimaksud dengan kebangsaan adalah kebangsaan umat." "Jika yang mereka maksudkan adalah dengan nasionalisme adalah memperkuat ikatan kekeluargaan antar anggota masyarakat atau warga Negara serta menunjukkan kepada mereka cara-cara memanfaatkan ikatan itu untuk mencapai kepentingan bersama. hal. Baik orang muslim biasa maupun tokohnya. 289 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). dan kecemerlangan. "Jika yang dimaksudkan oleh para tokohnya adalah bahwa generasi penerus harus mengikuti jejak para pendahulunya dalam mencapai kejayaan. "Jika yang mereka makna maksudkan dengan dan nasionalisme adalah adalah keharusan berjuang membebaskan tanah air dari imperialisme. 540 ."681 Adapun tentang beberapa pemahaman yang sesuai dengan Islalm. hal.23 683 Lihat makalah Ustadz Muhammad Ahmad Rasyid. 22. maka kamipun sepakat tentang Ibid. tahun 2002. adalah tokoh agama."682 Beliau cengkeraman itu. kebesaran. menanamkan kehormatan kebebasan dalam jiwa putera-puteri bangsa.Islam meliputi seluruh muslim."683 d. Imam Syahid menyebutkan. Dirasah syar'iyyah dan siyasiyah lil qadiyyah al iraqiyyah. dan ini merupakan kebenaran dan makna yang baik yang tidak dilupakan oleh Islam. dan yang paling berhak menerima perlakukan baiknya. Islam bahkan menganggap itu sebagai kewajiban.

maka ia juga memiliki tempat di dalam dakwah Ikhwanul Muslimin. dan menetapkan bagian yang cocok dan seimbang. maka mereka semua bersaudara dan wajib untuk saling tolong-menolong. menyingkirkan kezhaliman. Pada pertengangan tahun 1945 M. Kelompok separatis ini cenderung menggunakan senjata. politik. Imam Syahid berkata. aset negeri untuk bangsa Kurdi. mewujudkan persamaan. dan ia menolak melakukannya dengan menggunakan senjata dan pemukul. Manusia itu dari Adam. bukan melalui senjata atau besi. Imam Syahid mengirimkan surat kilat kepada pemerintah Irak (yang dipublikasikan oleh majalah Ikhwanul Muslimin pada waktu itu). Sikap Terhadap perdamaian internasional dan kemanusiaan Seputar sikap terhadap perdamaian internasional dan kemanusiaan. bahasa.684 e. Hal ini berpijak dari pemahaman syari'I tentang urgensi persatuan umat dan dengan ketetapan pemberian hak. struktural. namun di waktu yang sama ia juga melihat harus disertai dengan pemberian dan pengembalian hak kepada setiap orang. atau mengalirkan darah seorang muslim. ia menyerukan persatuan dunia Islam dan memproteksinya.masyarakat kelas dua. Dalam menyikapi hal ini Imam Syahid memiliki sudut pandang politik yang dalam. sewaktu terjadi Revolusi Barzaniyah Kurdiyah melawan pemerintah Irak. beliau menghimbau agar krisis Kurdi diselesaikan dengan jalan dialog. "Kemanusiaan memiliki dua pondasi utama. 684 Ibid 541 . berdamai dan berkasih saying serta saling menasehati dalam kebaikan. kalau kemanusiaan ditegakkan di atas keduanya maka akan tinggilah nilai kemanusiaan hingga ke ketinggian langit: 1.

Maka hendaklah kamu berserah diri (kepada-Nya)". 75 542 . Imam Syahid berkata. hal. karena hal ini merupakan tujuan Islam dan makna dari firman Allah Swt. menjelaskan tentang prinsip-prinsip dan ajarannya. (Q. dan sesungguhnya bumi dan seluruh isinya adalah lapangan dakwah. hal. Adanya perbedaan di antara mereka adalah atas dasar amal. 251 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). dakwah kepada kebenaran dan cahaya. hal. 24 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah).                     Artinya: "Katakanlah: "Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah: "Bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan yang Esa.685 "Diantara bentuk dakwah kalian wahai ikhwah yang saya cintai. yang ditebar dengan hikmah dan nasehat kebenaran. "Secara umum dapat dikatakan bahwa kita berhadapan dengan 685 686 687 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). adalah kalian turut andil memberikan kontribusi untuk perdamaian dunia dan membangun kehidupan yang baru untuk manusia. serta menyampaikannya kepada mereka.S Al Anbiya: 108) Beliau juga berkata.2. dan mereka menyerukan persatuan internasional."687 "Ikhwanul Muslimin menyerukan perdamaian internasional yang tegak di atas asas dan prinsip-prinsip yang dibawa Islam."686 "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin menginginkan kebaikan untuk seluruh dunia. dengan menunjukkan kepada mereka bentuk-bentuk riil kebaikan agama kalian. Maka setiap mereka harus berusaha keras mengangkat harkat kemanusiaan. "Kemudian negeri muslim akan semakin mekar hingga menaungi seluruh dunia.

Kita tak boleh tinggal diam di hadapan ini semua. menarik mundur derita. dan kebangkitannya serta bagaimana memperbantukannya untuk kehidupan individu. yang mana ia telah memerosotkan moral bangsa-bangsa Islam. yang berupa kebangkitan sector materi dan peradaban kelezatan serta syahwat.”689 "Kami meyakini bahwa di dalam manhaj Islam terdapat dasar-dasar yang diperlukan untuk kehidupan bangsa-bangsa. hal."688 Imam Syahid berkata. 114 689 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). keluarga."690 Walaupun Islam telah menetapkan kaidah-kaidah umum. dengan demikian maka kebangkitan dunia timur terkini harus menggunakan kaidh-kaidah Islam dan prinsip-prinsipnya dalam setiap lini kehidupan. 57 690 Ibid 543 . namun harus kita hadapi mereka di tempatnya dan siap bertempur di bumi dimana ia bercokol. yang tidak bertentangan dengan ushul-ushul Islam dan tujuan-tujuannya. dan Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). masyarakat dan Negara. dan ia memberikan ganjaran pahala terhadap setiap ijtihad yang disertai dengan syarat-syaratnya. dan hidayah Quran. menjauhkan mereka dari kepemimpinan Nabi Saw.gelombang materialisme. "Kami meyakini bahwa semua bentuk peradabannya ke masa ratusan tahun silam sehingga kita terbelenggu di negeri sendiri dan membiarkan masyarakat bergulat dengan kebangkitan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam dan berbenturan dengan hukum-hukum Al Quran adalah sebuah upaya yang rusak dan akan menemui kegagalan. namun ia masih meninggalkan ruang yang sangat luas bagi seorang muslim dalam mengambil manfaat dari pelbagai syariat yang bermanfaat. hingga dunia seluruhnya menyuarakan dakwah atas nama Nabi Saw. hal. 688 menetapkan kaidah mashalihul mursalah. menghalangi dunia dari bimbingannya.

kecuali dengan berdirinya umat Islam dan memimpin dunia secara keseluruhan (ustaziyatul Alam). maka itu merupakan kewajiban kita.menganggap urf (kebiasaan). 317 692 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam)."692 "Ikhwanul Muslimin mendeklarasikan di setiap waktu-waktu mereka bahwa seorang muslim harus menjadi imam (pemimpin) dalam berbagai hal. hal. 180 544 . undang-undang dan hukum. semua kaidah-kaidah ini menjadikan syariat Islam berada pada puncak kemuliaan di antara syariat-syariat." "Terbelakang dalam berbagai hal akan berpengaruh buruk terhadap pikiran kita dan bertentangan dengan agama kita."693 Seputar konflik internasional: "Komunis sangat keras berupaya menyebarkan ajarannya kepada masyarakat. hal. di tangan kita ada secercah cahaya dan botol obat penawar yang bisa kita gunakan untuk memperbaiki diri kita dan mengajak orang lain. dan di antara 691 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). dan ia tidak rela jika tidak mendapatkan kepemimpinan. yang akan mencurahkan kesehatan kepada dunia dan kedamaian kepada kemanusiaan. 299 693 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). aktivitas. "Jika belum berdiri di dunia sebuah umat dakwah yang baru (umat Islam) yang akan mengemban risalah kebenaran dan perdamaian. demokrasi imperialis yang hina juga berusaha melawan dari sisi yang lain."691 Imam Syahid memandang perdamaian internasional. sedangkan ditengah mereka ada kelompok sosialis. tidak akan terwujud secara benar dan sesuai dengan prinsip keadilan. menghormati pendapat para imam. jihad dan terdepan dalam segala hal. hal.

namun yang keluar dari kerongkongan kami –kami adalah umat Islam. 545 . dan yang dilapalkan adalah kata kasih dan perdamaian:              Artinya: 694 695 Ibid. Membatasi dasar-dasar kerjasama bilateral: Imam Syahid berkata. Dan sekarang.suara pertama yang kami serukan. ia merasakan kegoncangan dan kebingungan serta tak satupun dari dua jalan itu yang dapat mengantarkannya kepada ketenangan dan keselamatan. kita harus mengajak kepada manhaj kita yang islami dengan penuh kekuatan. diterbitkan oleh Majalah Al Mabahits. 301 Bagian terakhir dari risalah yang ditulis oleh Imam Syahid untuk Ikhwanul Muslimin."694 Imam Syahid juga berkata. edisi 16 Januari 1951 M. berada pada posisi saling tarik-menarik antara Komunis Rusia dan Demokrasi Amerika. "Kami tidak lengah dan lemah pemahaman dengan meyakini bahwa kami mampu hidup menyendiri dari manusia. lalu pada hati orangorang yang meyakininya. dan terpisah dari persatuan internasional.mereka semua ada umat Islam yang kokoh dan tegar di dalam hati selama 14 abad. hal. karena sesungguhnya kekuatan dakwah terletak pada dakwah itu sendiri. kita tidak perlu takut karena kita tidak memiliki negara atau kekuatan. kapan saja ia berkenan menunjukkan kehendak dan kekuatannya. di tangan kalian ada botol obat penawar yang berasal dari wahyu langit. “Sesungguh dunia sekarang ini.”695 f. maka kalian berkewajiban untuk mendeklarasikan hakikat (kebenaran dakwah) dengan jelas. kemudian pada pertolongan Allah. lalu pada kebutuhan dunia padanya.

kami mengetahui bersiap bahwa untuk dunia sangat membutuhkan ini dan kerjasama dan tolong-menolong serta saling memberikan maslahat dan Kami telah membantu kerjasama mewujudkannya di bawah naungan yang tinggi dan mulia yang menjamin hak-hak dan kebebasan. "Namun ketika Barat insaf dan meninggalkan cara-cara penindasan dan menahan dirinya maka akan sirnalah fanatisme yang membabi-buta dan digantikan oleh fikrah yang jernih.S Al Anbiya: 108) Namun manfaat. dengan tetap mawas diri dan jangan tertipu atau terlalu menggantungkan diri kepadanya. yang kuat membantu yang lemah hingga bisa bangkit. hal. hal. "Perang Dunia II telah usai. Kekuatan intenasional ini hanya bekerja untuk kemaslahatannya saja dan berhimpun melawan hak-hak kita sebagai warga Negara dan menipu kita dalam pelbagai permasalahan penting. yang ada 696 697 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Maka hendaklah kamu berserah diri (kepada-Nya)". Fasisme Italia. sebenarnya bisa dimanfaatkan sesuai dengan kemampuan. (Q."Katakanlah: "Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah: "Bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan yang Esa."697 Tentang organisasi-organisasi Negara dan optimalisasinya dalam perdamaian internasional: Imam Syahid mengenal benar karakter kegiatan ini. yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk bersatu dan bersekutu. kita melihat persatuan Negara-negara Eropa. namun hendaknya bersandar kepada diri dan kemampuan kita sendiri. Orang-orang yang memiliki kepentingan yang berada di belakangnya menutupi diri mereka dengan slogan-slogan dan seruan-seruan yang memukau. Perang inilah yang berhasil mengikis rasialisme di Eropa. 231 546 . kepongahan Nazi Jerman. Setelah itu."696 Beliau juga berkata. yaitu fikrah kerjasama antara bangsa dalam kebaikan dan kemajuan. Pengetahuan dan kesadaran ini.260 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).

baik yang diungkap di Dewan Keamanan maupun di Majelis umum PBB sendiri. Mereka mengabaikan masalah-masalah esensial kita. dan kita Al hamdulillah. Rusia menghimpun Ras Sicilia dengan segenap bangsanya di bawah panji Uni Soviet. pemerintah Barat dan Negaranegaranya. dan tidak ada yang dilaksanakan kecuali yang mereka inginkan saja dan yang memberikan kemaslahatan kepada mereka. namun sayang kita harus kehilangan semua cita-cita itu dan kehilangan kepercayaan kepada pemerintah yang keras dan sesat itu.kalanya dengan atas nama nasionalisme. 313. 314 699 Diantara penjelasan Imam Syahid dalam Muktamar rakyat untuk solidaritas Palestina di Mesjid Al Azhar.698 "Bahkan mereka hanya mencukupkan dengan keputusan-keputusan saja. kedua Negara itu membagi-bagi berbagai bangsa didunia dengan dasar kemaslahatan bersama dan kepentingan hidup." Imam Syahid juga menjelaskan tentang sikap organisasiorganisasi ini terhadap permasalahan Palestina: "Dulu kita memiliki harapan kepada naruni dan simpati dunia. memiliki kekuatan materil dan spiritual untuk sampai kepada kemenangan –dengan izin Allah-. Kemudian. dan pada saat yang lain atas nama kepentingan bersama. sebagaimana persoalan yang berhubungan dengan Mesir. Inggris dan Amerika membentuk koalisi dengan mengatasnamakan suku bangsa dan bahasa. Palestina. hal. dan Indonesia. persaingan antar kedua Negara ini dibungkus dengan mendirikan PBB. Lalu. untuk mengelabui masyarakat dunia dengan menganggap bahwa mereka bekerja untuk kemaslahatan seluruh umat manusia. Sebagaimana kita saksikan bahwa Negara-negara itu ternyata bersatu padu jika menghadapi hak-hak kebangsaan kita. tahun 1948 547 .699 Partner Negara dan sikap terhadap orang-orang asing: 698 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam).

bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. (Q. mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan kita. Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa . Warga Negara non muslim. sebagaimana firman Allah:      548 .Pertama: Partner Negara Imam Syahid membatasi hubungan-hubungan ini dengan jelas dan terpusat pada syariat Islam dan manhaj Rasulullah Saw. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. "Sesungguhnya Islam sangat mensucikan persatuan kemanusiaan sebagaimana dalam Al Quran:                        Artinya: "Hai manusia. dan ia adalah ibadah yang akan diperhitungkan oleh Allah. Imam Syahid berkata. adalah partner kita di Negara.S Al Hujurat: 13) Kemudian. Persatuan nasional ini dibangun oleh Islam hingga ke tingkat kesuciaan agama. Islam mensakralkan kesatuan agama sehingga ia memotong akar-akar fanatisme buta dan mewajibkan kepada puteraputerinya untuk beriman kepada seluruh agama langit secara keseluruhan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.

karena Islam yang diturunkan oleh Dzat Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui –yang memahami benar apa yang terjadi pada umat manusia. 285 549 . 286 Ibid.tidak menciptakan sebuah sistem yang suci dan arif kecuali pasti mencakup perlindungan terhadap masyarakat minoritas di dalam teksteks wahyu-Nya yang demikian jelas. baik di masa lalu. masa kini. ia bahkan menganggap persatuan sebagai salah sesuatu yang dijunjung tinggi oleh agam. supaya kamu mendapat rahmat. hal. damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah.dan tidak mungkin mencetak pengikut menjadi biang perpecahan dan perselisihan. Jika orang ingin mengetahui lebih jelas. padahal sesungguhnya ia merupakan pilar yang kokoh di antara pilar-pilar penyangga kebangkitan umat. yang pengetahuan-Nya menguasai berbagai persoalan umat masa lalu.701 Prasangka tersebut jelas tidak benar.S Al Hujurat: 10) Ajaran Islam ini –yang membangun prinsipnya di atas keseimbangan dan keadilan yang sempurna. lihatlah ayat berikut ini: 700 701 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). Sebaliknya. (Q. dan masa mendatang. tidak ada kerancuan dan campur aduk di dalamnya. ketika (selama ini) kekuatan 700 persatuan hanya berlandaskan pada teks-teks kesepakatan belaka.          "Orang-orang beriman itu Artinya: sebab itu Sesungguhnya bersaudara. hal. Banyak orang berprasangka bahwa komitmen terhadap Islam dan menjadikannya sebagai pondasi bagi bangunan kehidupan berarti menolak keberadaan kelompok minoritas non muslim dalam masyarakat Islam dan menolak adanya kesatuan berbagai kelompok masyarakat.

22 550 . adalah agama persatuan dan persamaan. Dan agama yang demikian itu tentunya jauh dari membeda-bedakan hati dan membelah-belah dada. 702 ini tidak hanya berbicara mengenai perlindungan saja.S Mumtahanah: 8) "Ayat mereka. (Q. Sesungguhnya Allah menyukai orangorang yang berlaku adil.                                 Artinya: "Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu Karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. kami menyatakan bahwa Islam adalah agama yang sangat menekankan kepada pemeluknya untuk menghormati kesatuan kemanusiaan secara umum. yang menjamin kebaikan."702 "Sesungguhnya Islam. Islam dating untuk mewujudkan kebaikan bagi sekalian manusia dan rahmatan lil 'alamin. hal. melainkan juga berbicara mengenai anjuran agar berbuat baik kepada ikatan di antara semua elemen selama kerjasama untuk Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami)." Tidak benar jika ada yang menyangka bahwa Ikhwanul Muslimin adalah kumpulan para propagandis rasialisme yang membeda-bedakan status sosial di antara anggota masyarakat.

704 703 704 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.cukuplah untuk mengungkap secara jelas tentang hal di atas. Karena adil itu lebih dekat kepada takwa.S Al Maidah: 8) "Islam bermuamalah memahami ini juga memerintahkan baik kepada kami maka kepada tidak kita untuk kafir 703    berbuat dzimmi. 105 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). sebaiknya kita mencatat penduduk negeri yang mulia ini. hal. pernah mengajak kepada perselisihan antar kelompok ataupun fanatisme golongan. Memang. hal. (Q. sampai-sampai dalam keadaan marah dan benci sekalipun. dan Kami secara orang-orang semua." Minoritas non muslim di negeri ini sangat paham bagaimana mereka berhasil mendapatkan ketenangan. Sejarah panjang yang bercerita tentang hubungan baik antara penduduk negeri ini semuanya –baik yang muslim maupun non muslim. bahwa mereka mampu yang mengekspresikan makna-makna ajaran dalam berbagai kesempatan. 302 551 . Berbicara tentang hal ini sepertinya tidak akan ada habisnya. berfirman:               Artinya: "Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum.Islam telah mengharamkan permusuhan. Mereka menganggap bahwa Islam adalah satu di antara makna nasionalisme mereka. berlaku adillah. meski hukum dan ajarannya belum menjadi keyakinan mereka. keadilan serta emansipasi yang utuh pada setiap ajaran dan hukumnya yang ada pada agama ini. keamanan. Maka Allah Swt.

"705 Al Ustadz Musthafa Masyhur. kemuliaan. Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. dan melakukan jihad dengan harta dan jiwanya. Sungguh kemuliaan itu bagi Allah. namun juga mencakup seluruh kelompok minoritas non muslim yang telah hidup bersama komunitas muslim. budaya. menolak setiap penindasan. ras. Ustadz Musthafa Masyhur. kebangsaan. Maka barang siapa yang berusaha dengan yang selain itu. bahasa dan peradabannya. syariah. dan kami juga tidak akan pernah mengorbankan kemaslahatan kaum muslimin demi terwujudnya kesatuan yang semua. Kami hanya akan membeli kesatuan ini dengan kebenaran dan keadilan. tidak berhenti hanya pada orang-orang yang komitmen terhadap agama Islam di dunia Islam. 25 552 . yang kemudian membelanya. baik ras. dan cukuplah itu bagi kami. sama halnya dengan warga Negara muslim dalam aspek-aspek tersebut secara sama.105 Risalah: Wudhuh Ru'yah. sejarah dan warisan turats di bidang pemikiran dan undang-undang. tidak akan melakukan tawar-menawar dalam masalah akidah untuk merealisasikannya. identitas Islam tercermin dalam diri seorang muslim yang berupa: akidah. akidah. "Namun demikian kami juga tidak akan membeli kesatuan ini dengan iman kami." Idenitas Islam ini. Dengan demikian. beliau katakana. semakin luas jangkauannya. peradaban. maka hal ini merupakan penyimpangan dan penindasan terhadap Islam. menjelaskan bahwa persatuan nasional mencakup makna Islam itu sendiri. peradaban dan kebangsaan. "Negara Mesir menyatu bersama Islam dengan sepenuh dirinya. hal.Namun Imam Syahid menjelaskan dan memperingatkan jangan sampai seruan persatuan nasional ini dijadikan benih untuk menghadang dakwah Islam dan penyebaran prinsip-prinsipnya serta pendirian masyarakat muslim. Imam Syahid berkata. hal. niscaya kami akan menghentikannya dan akan kami jelaskan mengenai kesalahan yang dilakukannya.706 705 706 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda).

Prinsip Islam dalam menyikapi umat lain adalah prinsip perdamaian dan persahabatan.Kedua: Sikap Islam terhadao orang-orang asing: Imam Syahid juga menjelaskan tentang hal ini dengan mengatakan. baik dalam maupun luar negeri menjamin kesempurnahan pemenuhan hak non muslim. sepanjang mereka berprilaku lurus dan berhati bersih. "Saya ingin menegaskan kepada kalian wahai tuan-tuan sekalian dengan ketegasan yang pasti bahwa politik Islam. baik hak kenegaraan."707 "Inilah sikap Islam terhadap kelompok minoritas non muslim. Al Quran pun menggariskan sikap tegas dengan firmannya. jika hati mereka rusak dan kejahatan mereka merajalela.                                          707  Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin).316 553 . sangat jelas dan sama sekali tidak aniaya.kemuliaan yang paling suci sepanjang sejarah. Namun. hal itu karena kemuliaan Islam –di tingkat internasional. hal. atau hak kewarganegaraan yang minoritas non muslim.

                               Artinya: "Hai orang-orang yang beriman.S Ali Imron: 118-119) Islam telah menentukan secara cermat tentang siapa saja yang harus kita boikot. dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. dan apabila mereka menyendiri. apabila mereka menjumpai kamu. padahal mereka tidak menyukai kamu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang. mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu. (Q. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. jika kamu memahaminya. berlepas diri darinya dan tidak berhubungan dengan mereka:                    554 . sungguh Telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami). mereka Berkata "Kami beriman". di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka. Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu Karena kemarahanmu itu". Beginilah kamu. kamu menyukai mereka.

sebelumnya berjalan harmonis. sebenarnya para juru bicara dan para politisi 708 Ibid. jika saja mereka dengan tulus mau memberikan kepercayaannya kepada kita. Akan halnya Negara-negara itu. dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. "Ada sebagian orang menuduh bahwa sistem Islam (dalam alam kehidupan modern) menjauhkan politik kita dari Negara-negara dengan Barat dan yang mengeruhkan hubungan antara kita mereka. dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan. Adapun perhitungan kita adalah terhadap pemerintah Barat yang memperbudak Negara-negara Islam.   Artinya:  "Sesungguhnya Allah Hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu Karena agama dan mengusir kamu dari negerimu. Maka mereka Itulah orangorang yang zalim. memang begitulah jalan pikiran mereka. kalau mereka tetap berburuk sangka kepada kita. (Q. Imam Syahid menolak orang-orang yang menjadikan orang-orang asing sebagai hujjah dan kendala utama dalam menerapkan syariat Islam di masyarakat. baik kita mengikuti Islam maupun tidak. hal. 287 555 . Namun.S Mumtahanah: 9) Tidak ada satu pun orang bijak yang dapat memaksakan kepada suatu bangsa untuk rela di dalam tubuhnya ada orang yang sifatnya seperti tersebut pada ayat di atas. Sesunguhnya manusia dengan statusnya sebagai manusia dihimpun oleh pertautan kemanusiaan. yang hanya akan menciptakan kerusakan dan mengacaukan sistem hidupnya (bangsa itu). merampas tanahnya dan membantu penindas untuk melakukan penindasan. Tuduhan itu tentu saja tanpa dasar dan merupakan lamunan belaka.708 Kami tidak memusuhi bangsa Barat di belahan dunia manapun.

mereka jga sering berkata lantang bahwa setiap Negara itu bebas menentukan sistem ideology yang akan dijadikan pijakannya. adalah dasar-dasar ideology paling kokoh yang pernah dikenal manusia. 287 556 . dimana terdapat kebaikan dan kemaslahatan.709 Penutup Walaupun jarak antara realita atau titik tolak dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai begitu luas dan membutuhkan generasi-generasi yang terus berganti. dan Al Quran. serta apa saja yang membantu perwujudan kejayaan. sebagai sesuatu pembenaran janji Rasulullah Saw. mengalirkan pemahaman dan kaidah-kaidahnya di dalam hati. Mereka berupaya melakukan: 709 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). Para pemimpin politik Negara-negara itu seharusnya paham bahwa Islam sebagai sistem kenegaraan adalah sistem paling mulia lagi sakral yang pernah dikenal oleh sejarah. Walaupun kita mungkin tidak sempat menyaksikannya. hal. sepanjang tidak merampas hak-hak bangsa lain. namun Ikhwanul Muslimin meyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa hal itu akan terwujud. Sedangkan dasar-dasar ideology yang diletakkan oleh Islam yang bertujuan untuk melindungi dan menjaga kemuliaannya. Yang memelihara dakwahnya dan yang membuat Takdir dari setiap peristiwa. Mereka (Ikhwanul Muslimin) berupaya menghidupkan tujuan-tujuan ini di jiwa. dan sesungguhnya segala urusan berada di tangan Allah. tanpa ada keraguan dan kebimbangan.

• Tidak menunggu hingga berdirinya Negara Islam untuk mewujudkan persatuan Negara-negara Islam. kepekaan. Memberikan perhatian yang besar terhadap problematika dunia Islam. yakni jalan Rasulullah Saw. kesatuan loyalitas. serta dengan bertawakkal kepada Allah dengan penuh kesempurnaan. kesabaran dan tidak menyimpang dari jalan dan manhaj. 557 . dan tidak membatasi pada kawasan tertentu saja. mendukung dan membantunya demi tercapainya kesatuan pemahaman. Allahu akbar wa lillah al Hamd 710 kita berbaik sangka dengan mengatakan beliau gugur sebagai syahid. dengan perspektif yang jelas dan integral. baik dalam skala masyarakat atau skala kolektif. keterkaitannya dengan akidah umat dan persatuannya. manhaj Islam dan syariatnya. • Dan kami menyimak dari perkataan Imam Syahid710 di dalam rislahrisalahnya. kesatuan hubungan. • • Berupaya membangkitkan ruh yang satu di tubuh umat di pelbagai belahan dunia. maupun melalui organisasi untuk mendekatkan bangsa-bangsa dan pendirian jalinan kerjasama yang baik. menjelaskan tentang urgensinya. bahwasanya semua tujuan-tujuan tersebut dilakukan secara bersamaan dengan langkah-langkah yang gradual hingga ia bisa menyempurnakan garis putarannya. • Sampai kemudian ia bisa diterjemahkan dalam realitas yang sempurna dengan mendirikan pemerintah Islam yang komitmen dengan syariat Allah.. walaupun kita sebenarnya tidak berhak memastikan kesucian seseorang di atas ketentuan Allah. mengenalkannya kepada masyarakat. mengarahkannya. dan saling menopang dalam menghadapi segala marabahaya dan perkembangan kemampuan dan Negara. perannya.• Menghidupkan fikrah khilafah. dan dengan menyatukan antar Negara-negara muslim sesuai dengan manhaj Islam dan tujuan-tujuannya. Namun mereka berupaya melakukan perjuangan ini.

Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru) Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). 2. Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya) Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Majmu'atu Rasail. Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). Lil Imam Syahid Hasan al Banna • • • • • • • • • • • • • • • • • • Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). Risalah: Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami) Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI) Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim) Risalah: Al 'Aqaid (Risalah akidah) Risalah: Al Jihad (Risalah Jihad) Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda) Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam) Risalah: Al Usrah (Usrah) Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). 558 . Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini) Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin).Referensi dan Daftar Pustaka 1.

28. Edisi 82. 14. Mushthafa Masyhur 12. 16. Yusuf Al Qaradlway. 15. tahun 1948 M. Ustadz Kamil Syarif. Muhammad Ahmad Rasyid. Wanita. Perspektif Ikhwan seputar: Syuro. Manhajul Imam al Banna. Artikel dengan judul Al Ikhwanul Muslimun Da'watun wa risalah. Al Muqawamah al Sirriyah fi Qanat Suwais. Al Masar. edisi perdana. Ini adalah surat yang dipublikasikan oleh Koran Ikhwanul Muslimin. Al Ikhwan al Muslimun wal Qadiyah Filastiniyah. 27. 6. 19. Koran Ikhwanul Muslimin. Ramadan 1422 H/Desember 2001 M. Ustadz Jum'ah Amin.Bagian terakhir dari risalah yang ditulis oleh Imam Syahid untuk Ikhwanul Muslimin. Ustadz Muhammad Mahdi Akif. dimana ia mengungkapkan kekagumannya terhadap Kamal At-Turk. 10. 9. Dirasah Syar'iyyah wa Siyasiyah Lil Qadiyyah al 'Iraqiyyah tahun 2002 M. Diantara penjelasan Imam Syahid dalam Muktamar rakyat untuk solidaritas Palestina di Mesjid Al Azhar. 13. Mawaqif Fi Da'wah wa Tarbiyah. Multipartai. Yang kemudian dipublikasikan kembali lewat Majalah Dakwah. 8. 18. Artikel dengan judul. 5. Dr. Al Tsawabit wal Mutaghayyirat. Al Ikhwanul Muslimun wa Harb Filastin. Hasan Al Banna. Ustadz Kamil Syarif. Al Fiqh al Siyasy 'inda al Imam al Syahid Hasan al Banna. 29. Dr. Ustadz Fuad Hajarsi. Ustadz Abbas Asisi. hal. Salim al Bahnasawy. Bagian dari surat Imam Syahid kepada Nahas Basya dalam jumpa pers yang ia sampaikan kepada beberapa media. Oktober 1965 M. Al Shahwah al Islamiyah. Muhammad Abdul Qadir Abu Faris. Fuad Al Hajarsy. al Laihah al 'Alamiyah lil Ikhwan al Muslimin (Tata Tertib Internasional Ikwanul Muslimin). Darul Basyir-Thanta. Syubhat Haula al Fikri al Islamy al Mu'ashir. 4. 24. 21. 3. 23. 22. limadza a'damuni? Ustadz Sayyid Quthb. Ustadz Muhammad Ahmad Rasyid 26. 7. 20. Artikel dengan judul. 25. Artikel dengan judul. edisi 16 Januari 1951 M. Syawal 1419 H/ Januari dan Februari 1999 M. Taufik Wa'i. Mubadarah al Ikhwan lil Ishlah 11. 17. diterbitkan oleh Majalah Al Mabahits. Artikel yang ditulis oleh Al Ustadz Musthafa Masyhur dalam peringatan kesyahidan Imam Hasan Al Banna. dari buku Al Imam Syahid. Majalah Risalah. Risalah Ru'yah Wadhihah. Artikel dengan judul Al Haqqu la Budda an Tahmihi al Quwwah. Pusat Studi Islam. Musthafa Masyhur. Dr. Nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan. Artikel dengan judul Aina Qalbu l-Muslimin min Dima al Muslimin? Ustadz Musthafa Masyhur. Ustadz Fuad Hajarsi. 559 . Al Ikhwan al Muslimun Kubra al Harakat al Islamiyah. al Imam al Syahid Hasan Al Banna Hamil Liwa al Da'wah Fil Qarni al 'Isyrin. Artikel dengan judul Kaidun Mafduh Lil Islam wa ahlih. Dua'tun La Qudhat lil Hasan al Hudhaibi (Kami adalah Da'I bukan para hakim). Ustadz Musthafa Masyhur.

Al Da'wah. 19 Nopember 1998 M. Misi dan Tujuan Kedua. Majalah. 27 Maret 1952 M 33. Dr. Majalah. Ahdats shana'at Tharikh. Al Ikhwanul Muslimun. Realitas Karakteristik Fase Dakwah dan Hakikat Perseteruan 560 . Ibnu Qayyim 38. Koran tentang Konsep Syuro Islam tahun 2004 M. Afaq 'Arabiyah. al Sirah Al Nabawiyah. Al Da'wah. edisi 283 36. Ustadz Mahmud Abdul Halim. Koran. 30 Oktober 2005 M 37. Edisi ke V. Koran. Koran. Artikel dengan judul. Ibnu Hisyam 30. Afaq 'Arabiyah. 31. Bi Yaumiyyat al Akhbar. Daftar Isi Daftar Isi: Pengantar Pendahuluan Bab I Mengenal Konsep Dakwah Ikhwanul Muslimin Pertama.Al Ikhwanul Muslimun. Muhammad 'Imarah. Dasar pemikiran Dakwah Islam adalah Proyek Kebangkitan Obsesi. 32. I'lam al Muwaqqi'in. edisi 32 34. tahun 1976 dan tahun 1977 M 35.

Tentang Kewajiban Dakwah Ketiga: Kendala dan Faktor-faktor Kesuksesan Kendala dan rintangan yang dihadapi oleh dakwah Bekal Kita Menghadapi rintangan Faktor-faktor Kesuksesan Dakwah Keempat: Keistimewaan dan ciri khas dakwah Dakwah Kami adalah Islam yang kokoh Siapakah kalian? Apa sifat kalian? Diantara Karakteristik Dakwah Ikhwanul Muslimin Bab II Mekanisme Perubahan Pengantar Realita dan manhaj perubahan Tabiat Perubahan dan Karakteristiknya Kepemimpinan yang bijak dan mengarahkan Semangat Ringkasan Prasarana Perubahan Prasarana pembentukan. tarbiyah untuk individu dan masyarakat. Target-target Tarbiyah Masyarakat Sebagai Prasyarat Mendirikan Negara. Urgensi Strategi dan Evaluasi Ikhwan dan Manhaj-manhaj yang lain Pemahaman Seputar Sarana-sarana Dakwah Kotak Pemilu Tentang Waktu yang diperlukan Ikhwan Setelah Berdirinya Negara Jihad adalah Jalan Dakwah Makna Al Nashr (Kemenangan) dan Bentuknya yang Variatif Bab III Pemahaman Tarbiyah Dalam Proses Pembinaan 561 .

Tentang Rasa Kepemilikan Terhadap Islam Hujjah Bab IV Proses Pembentukan Individu Kader Dakwah (Perbaikan Diri). Poros-poros simpul utama dalam Target-target Tarbiyah Poros-Poros utama dalam Pembinaan tarbawi terhadap individu Pengarahan dan Wasiat.Gambaran-gambaran Pembinaan Tarbawi dan Ciri-cirinya Manhaj Imam Hasan Al Banna dalam Tarbiyah Akidah Ujian dan Cobaan adalah Sebuah Kemestian dalam Dakwah Makna kekuatan Yang diinginkan Barisan Dakwah Kerapian Shaf dan Hubungan Antara Komponennya Keberlangsungan Tarbiyah Tentang Realitas Kader Dakwah Pentingnya Refleksi Nilai-nilai Tarbiyah Tarbiyah Mas’ul Dakwah dan Struktur Kepengurusan Tentang Kitman (Menyembunyikan) dan Sirriyah (kerahasiaan) dalam Dakwah. dan Kepekaan Iman Ketiga. Pertama. Dalam Aspek Cinta dan Ukhuwah 562 . Dalam Aspek Nurani. Yang Tsabit (prinsipil) dan Mutagayyir (relatif) dalam dakwah. Dalam Aspek Akidah dan Ibadah Kedua. Pengantar Karakteristik Pembinaan Diri Target-Target Tarbiyah Target Umum Asas manhaj Karakteristik Target (keistimewaan tujuan-tujuan tarbiyah) Ciri-ciri Dalam Target Tarbiyah Tingkatan Target Tarbiyah Urgensi Pembangunan yang benar dan Keterikatan antar target-target tarbiyah.

Dalam Aspek Menahan Diri Kelima. Dalam Aspek Usaha dan Pekerjaan Kedelapan. Dalam Aspek Dakwah Kesepuluh.Keempat. Bab VII Tujuan dan Aspek Amal Bersama Keluarga dan Masyarakat Poros-poros dan Tujuan Amal Bersama Masyarakat Penjelasan Bab VIII 563 . Dalam Aspek Jamaah Bab V Membangun Keluarga Muslim Urgensi Membangun Rumah Tangga Urgensi Perbaikan Diri Kaidah dan Tujuan Pembinaan keluarga Muslim Bab VI Bekerja Bersama Masyarakat Manhaj Islam dalam Membangun Masyarakat Urgensi Bekerja Bersama dengan masyarakat Poros-poros Sinergisitas kerja dengan masyarakat Asas-asas Utama Perbaikan Sosial Tahapan-tahapan amal sosial dan titik tolaknya Sifat dan Karakteristik Amal bersama masyarakat Mempersiapkan kader dakwah untuk bersinergi dengan masyarakat. Dalam Aspek Kesehatan Fisik Ketujuh. Dalam Aspek Masyarakat dan Rumah Tangga Kesembilan. Dalam Aspek Akhlak dan Kepribadian yang baik Keenam.

Keterlambatan Pemerintah (dalam menerapkan syariat Islam) Tentang Tabiat Pemerintah terhadap Islam: Perbaikan pemerintah yang komprehensif Sikap Terhadap pemerintah Asas Pendirian Negara Adab-adab Ikhwanul Muslimin dalam Melakukan konfrontasi Politik. Karakteristik Pemerintah Islam yang dicita-citakan Tiang-tiang Penyangga Sistem pemerintahan Islam dan undang-undang konstitusi Gambaran Sistem Politik Islam Menolak cara-cara kekerasan. Mendirikan Khilafah. Sikap terhadap kekuatan pemerintah yang menginginkan perbaikan. Revolusi dan kudeta Tentang dakwah.Tentang Tujuan Pembebasan Negeri dan Kemerdekaannya Mukadimah Strategi Mengusir Penjajah Makna Negara Islam dan sikap terhadap permasalahan Palestina. Memimpin Dunia 564 . Kaidah-kaidah sistem Sosial dalam Islam Kaidah Sistem Ekonomi dalam Islam Metode Terwujudnya kecondongan pemerintah terhadap Bab X Tentang Tujuan Pembebasan Negeri-negeri Muslim Mengembalikan Eksistensi Negara. Mengenal dengan baik Karakter musuh Bab IX Tentang Tujuan Membentuk Pemerintah Islam Mukadimah Ikhwanul Muslimin Tidak Ambisi Kekuasaan dan Tidak bermaksud menguasai pemerintahan.

Sikap Jamaah Terhadap Individu dan organisasi-organisasi Yang Berbuat Untuk Kebaikan dan agama Islam. dan Apakah Jaminannya Prinsip Kami Menghadapi Permusuhan dan Persaingan Politik Ikhwan dan Sejarah Reformasi Mesir Bentuk-bentuk Proyek Perbaikan Model Perbaikan Hukum dan Perundang-udangan Tuntutan Perbaikan Undang-undang Pemilu Seputar Koordinasi dan Aliansi Persimpangan Jalan Urgensi Pengamanan terhadap Dakwah Imam Syahid dan pembentukan partai-partai Tentang Aktivitas POlitik Sikap Jamaah terhadap mazhab-mazhab dan aliran-aliran Partner Negara dan sikap terhadap orang-orang asing 565 . mengumumkan aktivitas dan nama. Institusi dan Anggotanya Persaudaraan dalam Perspektif Ikhwan Tipe Banyak Tanya dan Kritis terhadap Dakwah Rekayasa Kata-kata dan Istilah Sanggahan terhadap Klaim Monopoli.Urgensi Khilafah dan bagaimana mendirikannya kembali Fase-fase utama untuk mewujudkan tujuan Contoh dan Model Jawaban terhadap klaim bahwa Barat telah mengepung kita Bagaimana mewujudkan Ustaziyatul 'Alam (kepemimpinan dunia) Umat Islam dan Perang peradaban Asas tegaknya kesatuan internasional Peran yang dapat kita lakukan Bab XI Penjelasan seputar Sikap Dakwah dan Politik Jamaah Seputar permasalah propaganda. Jama'ah Ikhwan mendukung segala seruan untuk perbaikan Jamaah membaca Konstelasi Politik dengan baik Permusuhan terhadap Dakwah.

Penutup Referensi dan Daftar Pustaka Daftar Isi 566 .