        Judul Asli: Manhaj Ishlâh wa Al Taghyîr ‘Inda Jamâ’atil Ikhwân Al Muslimîn Dirâsatan fi Rasâil

al Imâm al Syahîd Judul Terjemah: Konsep Reformasi Dalam Perspektif Ikhwanul Muslimin Studi Pembelajaran Terhadap Risalah Pergerakan Imam Syahid Hasan Al Banna Penerbit: Daruttauzi’i Wa Al Nasyr al Islamy Cetakan Pertama Tahun 2006 Penulis: DR. Muhammad Abdurrahman Mursy Ramadan

Pengantar: Ir. Muhammad Khairat Syatir Kata Pengantar Ir. Muhammad Khairat Syatir Konsep dakwah yang dibawa oleh Imam Syahid Hasan Al Banna adalah konsep dakwah yang komprehensif dan universal, yang mencakup seluruh sudut pemahaman Islam dan mampu menjawab realiti kehidupan nyata. Ia seperti sinar fajar pagi yang menyingkap tabir pekat yang menutupi kehidupan umat Islam, ia benar-benar adalah Pembaharu Islam abad ke- 20. Imam Syahid mampu mencantumkan pemahaman terhadap nilai-nilai Al Quran dan petunjuk Rasulullah Saw, secara benar dan menyeluruh dengan pembacaan dan renungannya yang mendalam terhadap fakta-fakta sejarah
1

dan sunah Allah dalam menempatkan sebuah kekuasaan atau kewujudan di muka bumi, termasuk kemampuannya untuk melihat secara fleksibel dan saksama realiti kehidupan umat Islam, mengesan penyakit umat dan mengetahui cara penyembuhannya serta skala keutamaannya. Sebelum kedatangan Imam Syahid, sebenarnya telah banyak dilakukan usaha- usaha perbaikan dan reformasi di tubuh umat, namun usaha- usaha tersebut cenderung hanya sementara dan jangka pendek. Beberapa diantaranya belum membawa konsep pemahaman Islam yang benar- benar menyeluruh, atau pemahaman yang mendalam terhadap realiti kehidupan, atau tidak menjaga sunah (ketentuan) Allah dalam proses penetapan kewujudan, atau kerana terjadinya penyelewengan seiring dengan pergantian zaman, atau kerana perpindahan ke generasi berikutnya dan generasi itu tak mampu memikulnya, atau kerana reaksi-reaksi yang terhad atau teori serta simbol-simbol hampa tanpa adanya bangunan dakwah yang kuat dan gerakan yang terus menerus. Kaedah ilmu yang dibawa Imam Syahid sangat khas, kaedah tersebut mampu mengubah teori dan mimpi-mimpi menjadi kenyataan yang nyata, hal ini kemudian disokong dengan kemampuannya dalam mengorganisasi dan mengatur secara baik, yang membuatnya mampu –dengan izin Allahmemimpin dan mendirikan sebuah jamaah yang membawa panji-panji Islam, dengan asas yang kuat yang tak mudah hilang dan dihancurkan. Bangunan yang kuat dan berkesinambungan ini menunjukkan sebagian dari mahakarya Imam Syahid Hasan Al Banna. Suatu hari dia pernah ditanyakan suatu hal, “Mengapa anda tidak menulis ilmu yang luarbiasa ini dan melahirkan buku-buku? Dia menjawab, “Sesungguhnya aku membina dan menciptakan para pejuang yang membawa kebenaran.” Imam Syahid Hasan Al Banna adalah orang pertama yang menyedari keadaan reality kehidupan umat, dia mengetahui kadar kerosakan yang dideritai masyarakat, serta kadar kemunduran yang dideritanya. Kerosakan umat tidak hanya terhad pada runtuhnya kekhalifahan dan hilangnya
2

persatuan umat, permasalahannya tidak hanya terhad pada penjajahan tentera asing terhadap negeri-negeri muslim, atau terhad pada kemunduran teknologi dalam segala bidang. Untuk pertama kalinya keadaan kemunduran umat telah sampai pada titik sifar yang sangat membahayakan. Umat dan tapak penyokongnya telah berada jauh di luar kawasan keberadaan dan kewujudannya. Permasalahannya telah sampai pada titik-titik penting dan asas dasar berdirinya sebuah masyarakat dan negara. Masalah di tubuh umat tidak akan dapat dihilangkan dengan perbaikan yang hanya sebahagian, atau pembinaan semula pada beberapa aspeknya sahaja, atau hanya dengan melakukan reformasi di sebagian bidang-bidangnya dan dengan menggunakan suntikan-suntikan penenang; masalah umat jauh lebih dalam dari semua ini. Keadaan umat telah sampai kepada lubang pertama dalam proses pembinaan dan pembelaannya, negara Islam telah sirna sama sekali, kekuasaannya yang hakiki telah hilang untuk pertama kalinya sejak pendirian negara Islam di Madinah. Oleh kerana itu projek kebangkitan dan rekonstruksi harus dimulakan sesuai dengan langkah-langkah yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Bermula dengan pembinaan peribadi muslim secara individu, lalu pembinaan keluarga, pembinaan komuniti muslim hingga pembinaan sebuah masyarakat, sampai akhirnya tiba pada fasa penetapan keberadaan dan pendirian sebuah negara dan terus berlanjutan hingga memimpin dunia seisinya. Pengetahuan Imam Syahid terhadap keadaan realiti umat yang begitu mendalam, jelas dan terperinci, membuatnya mampu –dengan izin Allahmenciptakan sebuah konsep praktikal dengan beberapa fasa dan dengan tujuan dan sasaran yang saling berkaitan, serta mengarah kepada langkahlangkah yang ditempuh Rasulullah Saw. ketika memulai dakwah Islam yang pertama dan asas negara yang menjadi model dan teladan. Imam Syahid memiliki kebijaksanaan berpolitik dan fleksibiliti yang luarbiasa dalam menghadapi krisis dan rancangan- rancangan jahat, oleh kerana itu tidak ada jalan lain bagi para penyeru kebatilan selain membunuh dan melenyapkannya. Mereka lupa bahwa bahawa dakwah yang dipimpinnya
3

akan terus berlanjutan, dan sesungguhnya itu adalah dakwah Allah yang akan terus maju dan mendapat kemenangan dengan izin Allah. Dia (Imam Syahid) –semoga Allah meridhainya-, sangat memelihara salafiyah dakwah, dengan mengikuti sunah dan tidak membuat bid’ah, dengan pemahaman yang sungguh mendalam terhadap Islam dan sunnah Rasulullah Saw. Dia berkali-kali mengulang dan menegaskan hal ini di dalam risalahnya, dia menulis dalam risalahnya ‘Ila Ayyi Syai-in Nad’u an Nâs’ dengan mengatakan, “Wahai kaum, sesungguhnya kami berdakwah kepada kalian dengan Al Quran di tangan kanan dan Sunnah di tangan kiri, dan perbuatan para Salaful Ummah dari umat ini merupakan sumber kekuatan kami, kami mengajak kalian kepada Islam, nilai-nilai Islam, hukum dan petunjuk Islam.” Dan diantara perkara yang sangat dijaga oleh Imam Syahid Hasan Al Banna dalam membangunkan jemaah dan membentuk personaliti seorang al akh muslim adalah implementasi rukun Tajarrud (menyucikan diri) dan tidak bergantung kepada seseorang tokoh atau lembaga, namun seharusnya ikatan seorang al akh yang hakiki dan kesetiaan tertingginya hanya kepada Allah -azza wajalla-. Ketika Imam Syahid menghadiri sebuah majlis yang besar, salah seorang peserta yang hadir berdiri menyambutnya dan member tabik kepada beliau – hal ini sebagaimana dilakukan kepada setiap pembesar dan pemimpin politik – namun Hasan Al Banna menolak perlakuan tersebut dan tidak mendiamkannya, dia berkata, “Sesungguhnya hari dimana diserukan nama Hasan Al Banna tidak akan pernah terjadi, seharusnya seruan kita adalah, “Allah ghayatuna (Allah tujuan kami), Al Rasul Dza’imuna (Rasulullah pemimpin kami), Al Quran Dusturuna (Al Quran pedoman kami), Al Jihad Sabiluna (Jihad adalah jalan juang kami), Al Maut fi Sabilillah asma amanina (Mati di jalan Allah adalah Cita-cita kami tertinggi), Allah Maha Besar dan pujian kesempurnaan hanya milik Allah.

4

Dia juga menegaskan di dalam risalah ta’lim, “Setiap orang diambil dan ditolak perkataannya, kecuali al Ma’shum Rasulllah Saw., dan setiap yang datang dari salaful Ummah –semoga Allah meredhai mereka-, yang sesuai dengan kitabullah dan sunnah Rasulullah, maka kami akan menerimanya.” Sesungguhnya personaliti Imam Syahid merupakan contoh dalam hal ini. Sebahagian Ikhwan mendebatkan dan memberikan pendapat terhadap idea dan pemikiran-pemikirannya, sebahagian yang lain berbeza atau bahkan menegurnya. Dia juga berkata, “Sesungguhnya keikhlasan adalah dasar sebuah kejayaan dan sesungguhnya ditangan Allah-lah semua urusan. Sesungguhnya para pendahulu kalian yang mulia tidak mencapai kemenangan kecuali dengan kekuatan iman mereka, kesucian jiwa dan kebersihan diri, serta keikhlasan hati dan amal mereka dari ikatan apapun atau fikiran. Mereka menjadikan segala sesuatu bersesuaian dengan nilai-nilai keikhlasan tersebut, sehingga jiwa mereka menyatu dengan akidah, dan akidah mereka menyatu dengan jiwa-jiwa mereka. Merekalah sesungguhnya gagasan itu, dan gagasan itulah mereka. Jika kalian demikian maka fikirkanlah, sesungguhnya Allah mengilhamkan kepada kalian kecerdasan dan kebenaran, maka amalkanlah dan sesungguhnya Allah membantu kalian dengan kekuatan dan kejayaan, namun jika diantara kalian ada yang menghidap penyakit hati, yang tujuan hidupnya berpenyakit, yang kehilangan harapan dan keinginan, yang memiliki luka masa lalu, maka keluarkanlah dia dari barisan kalian, kerana sesungguhnya dia adalah penghalang turunnya rahmat, yang terkurung tanpa ada taufik (petunjuk).” Sesungguhnya Ikhwan –sebagaimana yang dibina oleh Hasan Al Banna dengan nilai-nilai Islam-, tidak mengidolakan seseorang dan tidak menyembah mereka. Mereka mengetahui benar kedudukan para tokoh dan menempatkan mereka pada tempatnya secara wajar, dan selalu menjaga adab-adab Islam dan petunjuk Rasulullah Saw. dalam melakukan interaksi dengan para pemimpin dan imam mereka.

5

Imam Syahid Hasan Al Banna –semoga Allah meridhai mereka-, meyakini kebenaran jalan yang dilaluinya dan kebenaran manhaj, serta dengan pertolongan Allah –azza wajalla- terhadap dakwahya. Dia menjelajahi buana menyerukan agama Allah, menyedarkan jutaan manusia dari kelalaian, dan dia diikuti oleh banyak lapisan masyarakat. Dia pernah bertemu dengan seseorang yang bertanya kepadanya, “Adakah engkau akan melihat buah kemenangan dari usaha yang engkau lakukan? Imam Syahid menjawab dengan tenang dan penuh keyakinan, “Kemenangan itu tidak akan terlihat di generasiku dan digenerasimu, tapi akan tampak di generasi yang akan datang.” Imam Syahid memberikan perincian yang jelas tentang tugas dan peranan seorang muslim serta persiapan yang harus dimiliki, dia mengatakan, (“Tugas kita adalah memimpin dunia dan memberikan petunjuk kepada manusia seluruhnya kepada aturan Islam yang benar dan ajaran-ajarannya yang tiada ajaran lain yang dapat membahagiakan manusia selain ajaranajarannya.” Dakwah kita adalah, keimanan yang mendalam, kuat dan yang paling abadi ..

• •

Kepada Allah, pertolongan dan kemenangan dari-Nya Kepada pemimpin Rasulullah Saw., kejujuran dan amanahnya Kepada manhaj, keistimewaan dan kelayakannya Kepada persaudaraan, kewajipan dan kesuciaannya Kepada balasan, kebesaran, dan kemuliaannya Kepada diri mereka sendiri .. mereka adalah sebuah jamaah yang diberikan kekuatan untuk menyelamatkan dunia seisinya.”)

• •

Imam Syahid sangat member perhatian kepada pemuda, dan berjaya menjadikan mereka sebagai darah segar yang mengalir di tubuh umat Islam, yang mampu membangkitkan dan menggerakkannya. Di akhir kehidupannya, sekitar dua minggu sebelum kesyahidannya,

-keadaan pada saat itu sangat genting-, salah seorang berkata, “Wahai
6

Ustadz, banyak berita yang tersebar tentang engkau, dan tentang apa yang terjadi terhadap engkau. Imam Syahid berkata, “Apa yang akan terjadi? Adakah pembunuhan? Sesungguhnya kami mengetahui bahawa perkara itu adalah kesyahidan, dan itu adalah cita-cita kami. Seseorang bertanya lagi, “Bagaimana dengan dakwah? Imam menjawab, “Aku telah menyelesaikan tugasku dan aku telah meninggalkan para rijal (pejuang) dan aku melihat mereka dengan mataku bahawa mereka benar-benar rijal, maka aku akan mati dengan penuh ketenangan, dan yang aku inginkan adalah mati sebagai syahid.” Cita-cita itu benar-benar terwujud, dia mendapatkan syahadah. Setiap orang yang mempelajari pemikiran Imam Hasan Al Banna, maka dia akan mendapati bahawa fikiran-fikiran tokoh ini mempunyai ciri khas yang sangat sepadan dengan realiti kehidupan dan mengacu kepada dasar-dasar agama, yang jauh dari sikap berlebih-lebihan (ekstrimisme) maupun sifat meremehkan. Pemikiran-pemikirannya mampu bertahan dan berkomunikasi dengan alam fikiran manusia dan tidak dibenci oleh jiwa, pemikiranpemikiran yang diterima secara baik yang tidak mengenal kekerasan dan terorisme. Dasarnya berpijak kepada Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah Saw. serta amalan para ulama terdahulu yang soleh. Imam Al Banna adalah seorang pembaharu urusan agama ini pada masa dan generasinya, dia dan para pembaharu lainnya. Dia menyeru manusia untuk beriman kepada Allah dan kembali kepada ajaran Rasulullah Saw. Dia menempuh jalan yang pernah dijalani para ulama-ulama terdahulu. Dia menyeru dakwahnya dan mengembalikan konsep berfikir Islami yang benar yang berasaskan kepada: Pertama, Membebaskan akidah dari tipuan-tipuan kejumudan dan yang terkandung di dalamnya berupa khayalan dan syubhat, sebagai perbaikan penggambaran yang benar seorang muslim terhadap kewujudan alam semesta, manusia dan kehidupan, untuk mewujudkan keseimbangan dan keadilan, agar akidah (keyakinan) dapat memberikan pengaruh dalam melahirkan para pejuang, agar dapat melahirkan kembali personaliti muslim yang berakhlak yang pernah dibangun dan dibina Rasulullah Saw. di Darul
7

Arqam bin Abi Arqam. Kemudian membangun dengan personaliti- personality ini –baik lelaki mahupun wanita- batu bata yang akan menyusun sebuah keluarga yang nantinya mampu melahirkan para pejuang, yang menciptakan sebuah umat yang berdiri di atas budi pekerti dan akhlak yang mulia sebelum ia berdiri di atas sebuah negara. Kedua, menyucikan akal seorang muslim dari fikiran-fikiran yang terpecahbelah terhadap Islam, kerana hal itu hanya akan memperbesarkan perbezaan dalam masalah-masalah furu’ dan separa- separa, dan meniadakan pola berfikir yang universal terhadap Islam. Ketiga, Menghancurkan kejumudan yang dialami oleh akal akibat ditutupnya pintu ijtihad, yang sebenarnya mematikan kecerdasan untuk menciptakan dan member pandangan dan akhirnya menjatuhkannya pada lubang taklid buta yang tercela. Ini juga menghalangi umat Islam menikmati penyelesaianpenyelesaian konsep pemikiran dalam Islam terhadap problematika dan permasalahan hari ini yang jauh dari alam berfikir yang banyak bertentangan dengan ketetapan prinsip-prinsip agama. Maka untuk mengembalikan konsep berfikir yang baik dan benar, diperlukan sebuah bingkai pandangan yang universal terhadap Islam, -dan pandangan ini dimiliki oleh Imam Hasan Al Banna-, dan yang dimiliki oleh para pendahulunya, iaitu para pejuang yang mengambil ajaran ini dari konsep yang diajarkan Rasulullah Saw.. Dengan konsep tersebut, mereka kemudian membangunkan sebuah tamadun , mendirikan sebuah pemerintahan, dan merekapun memimpin tamadun di muka bumi. Ia adalah sebuah konsep yang sempurna dan universal yang mengajak saudara-saudaranya ikut bersama menjadi sebahagian untuk membangun sebuah jama’ah, yang memberikan darah dan jiwanya untuk menegakkan kalimat Allah di muka bumi, dan membuat panji-panji kejahatan menjadi hina dan tercela, demikian juga yang dilakukan oleh Imam Al Banna. Jama’ah Ikhwanul Muslimin membawa konsep pemahaman ini, dan menyeru kepadanya. Ia teguh menahan akibatnya demi mempasakkan nilai tersebut di
8

tengah masyarakat. Telah berapa banyak pejuang yang gugur demi memperjuangkannya? Imam Syahid Hasan Al Banna adalah yang paling hadapan dalam Jama’ah Ikhwanul Muslimin yang membuktikan pengorbanan tersebut – semoga Allah membalas apa yang telah dia berikan untuk Umat Islam dengan balasan yang sebaik-baiknya-. Telah berapa banyak darah yang ditumpahkan? Sudah berapa banyak anak-anak menjadi yatim? Telah berapa banyak wanita yang kehilangan anaknya? –Kita menabungnya menjadi kebaikan di akhirat-, Hingga pemahaman benar-benar terpasak kuat dan menjadi sesuatu yang lumrah yang tidak ada perbezaan di dalamnya, walau dengan banyaknya fitnah dan ujian serta tersebarnya syubhat dan tuduhantuduhan palsu dan bantahan. Apa yang dibawa oleh Imam Hasan Al Banna adalah sebuah pembaharuan, walaupun sebenarnya Imam Syahid hanya memperbaharui sesuatu yang lama yang hampir dilupakan. Kecelaruan yang dihadapi umat tidaklah semudah seperti yang diyakini oleh sebahagian orang. Apa yang telah merasuki fikiran berupa kemelut, kebingungan dan pencerobohan pemikiran, pada gilirannya akan menghalang terwujudnya tujuan yang hendak dicapai, dan menghalang misi yang dibela. Permasalahan ini tidak mungkin disembuhkan dalam waktu sehari semalam, atau dengan penyampaian kuliah dari seorang pakar, atau dengan pelajaran di beberapa tempat dari seorang pemikir muslim, ataupun dengan nasihat-nasihat secara kerap dari salah seorang ulama tersohor, atau dengan lembaran-lembaran yang diedarkan kemudian hilang tanpa kesan seiring berakhirnya bacaan, atau dengan buku-buku yang dihafal teks atau naskahnya. Ia sesungguhnya adalah penderitaan yang telah berlangsung lama, yang memerlukan tarbiyah dan usaha yang gigih, agar kita dapat mewarisi para rijal (pejuang) bukan mewarisi buku saja, kerana kita ingin mendirikan agama yang tegak di atasnya negara dan tamadun, serta menyedarkan umat yang akan memimpin dunia. Sesungguhnya manhaj yang mampu melahirkan para pejuang dan yang mampu memenuhi ikrarnya kepada Allah, memerlukan beberapa hal berikut, Pemahaman yang benar (Al Fahm Al Shahih), pembentukan yang sangat cermat, keimanan, ketulusan cinta, pengorganisasian yang rapi, agar kita
9

dapat membuat jalinan jama’ah yang di serukan Allah dengan panggilan, “wahai orang-orang yang beriman,” iaitu orang-orang yang sentiasa memiliki hubungan yang baik dengan Allah. Agar mereka menjadi ahli ibadah terlebih dahulu sebelum menjadi pemimpin, maka dengan ibadah mereka akan dihantarkan untuk memimpin dengan sebaik-sebaiknya, hal itu tentunya dilakukan dengan manhaj yang jelas, amalan yang terus menerus, budi pekerti yang tinggi, nafas yang panjang, kesabaran dengan sebaiksebaiknya, nasihat kebaikan, perbincangan yang bijak, dan kesedaran, serta evaluasi yang sangat cermat. Mengapa demikian? Kerana manhaj perbaikan apapun yang digunakan untuk keperluan manusia, dan dakwah kebenaran apapun yang idea dasar dan pemahamannya tidak bersandar pada nilai-nilai ini, dan tidak menurut Al Quran dan Sunnah Rasulullah Saw. maka ia adalah dakwah yang rapuh dan akan tercabut akarnya dari permukaan bumi. Namun jika ia bersatu dengan sumber gizi, kekuatan dan kehidupannya maka akarnya tertancap kuat dan dahannya menjulang ke langit dan akan memberikan buah di setiap waktu dengan izin Allah. Imam Hasan Al Banna telah menjelaskan nilai-nilai ini dengan sangat jelas tanpa ada kesamaran dan keraguan, baik dari segi kejelasan idea, kesatuan pandangan dan etika, kesatuan target dan tujuan dan kesatuan visi serta kesamaan untuk prasarana yang mewujudkannya. dan Imam Hasan Al Banna untuk mengetahui bahawa masyarakat sangat memerlukan penjelasan pemahaman memperkemaskan gerakan, penjelasan pandangan menyamakan barisan, serta penjelasan idea agar dapat berjalan secara benar dan mewujudkan cita-cita yang diharapkan. Kita sangat menghargai budaya dialog, perbincangan dan bertukar

pandangan .. Kami katakan kepada mereka yang berbeza pendapat dengan kami,  Ertinya: “Marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu .. “ (Q.S Ali Imran: 65)   

10

Kepada mereka yang mendebat kami, kami katakan,              Ertinya: “Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar. “ (Q.S Al Baqarah: 111) Kepada mereka yang membangkang, kami katakan:             Ertinya: “Dan Sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata. “ (Q.S Saba: 24) Kerana sesungguhnya syiar setiap da’I yang meyerukan agama Allah adalah,        Ertinya: “Serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, ..” (Q.S Al Baqarah: 83) Buat para penyeru dakwah Islam yang berbeza pandangan dengan kami, maka kami katakan kepada mereka, “Mari kita saling tolong menolong dalam perkara yang kita sepakati dan saling memberitahu dan memaafkan dalam perkara-perkara yang tidak kita sepakati.” Namun jika mereka mengabaikan seruan itu, maka kami akan katakan, “Semoga keselamatan selalu dilimpahkan kepada kalian dan kami tidak menginginkan apapun kecuali ikatan cinta kerana Allah. “ Kajian dalam buku ini memaparkan pandangan yang jelas dan menyeluruh terhadap manhaj perubahan dan konsep merealisasikan tujuantujuannya. Di dalamnya juga terdapat jawapan terhadap pertanyaanpertanyaan yang banyak diutarakan, serta penjelasan permasalahan yang banyak mengandungi perbezaan, mahupun perbedaan pikiran. Ini merupakan

11

Ramadan 1426 H/Oktober 2005 IR. namun bersilih ganti masa sinarnya meredup dan padam. Cairo. Ini merupakan tambahan rujukan yang ditulis dan diedarkan oleh aktivis dakwah Ikhwan. untuk menjelaskan dakwah mereka dan menjawab syubhat-syubhat. penulisnya adalah salah seorang yang dibina dalam barisan dakwah.langkah serius yang dilakukan untuk menjelaskan pandangan dan manhaj dakwah Ikhwanul Muslimin serta tujuan-tujuannya. Mula-mula cahayanya terang benderang selama beberapa waktu. kumpulan.kumpulan penyeru perbaikan lahir dan berkembang subur. atau menyimpang dari prinsip-prinsipnya. Muhammad Khairat Syathir Wakil Mursyid ‘Am Ikhwanul Muslimin Pendahuluan Pendahuluan Sepanjang perjalanan sejarah. atau arusnya berubah dan 12 . Dan kita mengagungkan seseorang yang merupakan hak Allah. menyandang dan teguh di atas prinsip-prinsip jama’ah.

usianya waku itu sekitar 22 tahun. dan bahkan berada di penjaga terdepan di medan perjuangan antara Islam dan kebatilan. Perubahan dan kelemahan pada kumpulan. dia tetap berjalan di atas prinsip-prinsip dan misi yang diperjuangkannya.akhirnya dikendalikan oleh peristiwa dan perkembangan zaman. untuk kembali mengembalikan kemuliaan Islam di persada bumi. Kita melihat dakwahnya begitu kuat dan tegar. kemudian gugur syahid pada usia yang masih muda tahun 1949 M .kumpulan tersebut kita saksikan terjadi setelah satu atau dua generasi berikutnya atau setelah terjadinya rentetan peristiwa tragis yang menimpa. Kita juga mengetahui kekuatan pembangunan yang menjadi batu asas dakwah ini. Setelah berlalu beberapa generasi dan menyatu bersama dakwah ini. tekanan dan penyeksaan. walaupun kita sebenarnya tidak berhak memastikan kesucian seseorang di atas ketentuan Allah-. tidak ada perubahan dan penyimpangan. dan persiapan para rijal di dalam jama’ah melalui pembinaan yang dilakukan Imam Syahid Hasan Al Banna dan generasi pertama dakwah ini. Dengan izin Allah dia menjadi harapan baru bagi umat Islam di Timur dan Barat. Kita melihat hal itu dengan penuh keyakinan.. iaitu tarbiyah. 13 .. berjalan di atas jalan dan manhaj yang sama. Kita melihat ada sesuatu yang berbeza . Namun sekarang kita berada di hadapan dakwah Ikhwanul Muslimin yang didirikan oleh Imam Syahid Hasan Al Banna – kita berbaik sangka dengan mengatakan beliau gugur sebagai syahid. serta pelbagai rintangan. dan akhirnya ia menjadi memori di halaman sejarah. dakwahnya mengalir selama lebih kurang 77 tahun. pada bulan Dzulqa’dah 1347 H/ Maret 1928 M. dan kitapun benar. kurnia dan pengawalan-Nya terhadap kelangsungan dakwah ini.benar mengetahui bahawa hal itu terwujud tiada lain adalah berkat izin Allah. padam apinya atau koyak layarnya. meskipun harus berhadapan dengan beragam ujian dan konspirasi.

14 . Semoga Allah memberikan ganjaran setimpal terhadap apa yang telah dia persembahkan untuk kita. Dengan menitikberatkan kajian terhadap tulisan-tulisan Imam Syahid. kami juga mengambil beberapa bagian dari muruid-murid beliau. terhadap sunnah perubahan di alam semesta. kami juga berupaya untuk mengumpulkan perkataan-perkataan Imam yang terpisahpisah ke dalam sebuah tema atau pembahasan. Dalam pembahasan ini juga terdapat pengulangan ucapan-ucapan Imam Syahid di beberapa bab dan fasal. Dengan kajian ini kita dapat mengetahui konsep Imam Syahid dalam perbaikan dan perubahan serta target tertinggi yang ingin dicapai dengan dakwah yang diserukannya. bukan untuk membatasi atau mempersempit cakerawala berfikir.kata Imam Syahid. saya lebih memilih mengulang ucapanucapannya berbanding memberikan isyarat kepada pembaca untuk merujuk kepada perkataan-perkataannya. beliau telah menulis dan menyampaikan seruan kepada para da’I dengan pemahamannya yang mendalam terhadap Al Quran dan Sunnah Rasulullah Saw. rentetan peristiwa dan pengalaman-pengalaman dakwah sebelumnya.. Warisan berharga yang telah ditinggalkan oleh Imam Syahid ini sangat memerlukan kajian-kajian intensif dan pembahasan. hal ini dimaksudkan untuk mempermudahkan para pembaca untuk memahami makna-makna yang terkandung dalam bab tersebut. agar kita dapat memahami secara lebih dekat pemahaman Imam Syahid secara menyeluruh. Selain memperbanyakkan pengulangan kata.Kajian ini merupakan kumpulan risalah-risalah Imam Syahid dan beberapa penyampaiannya yang asalnya adalah sebuah usaha persendirian yang tentunya terdapat kebenaran dan kekeliruan. hal ini untuk menambah penjelasan dan perincian dari risalah-risalahnya. Islam dan keluarganya.

Wallahu min warâ-il Qashdi wa huwa yahdi al sabîl Manshurah. dan berkenan memberikan doa untuk kebaikan. Ramadan 1426 H/ Oktober 2005 Penulis Dr. Muhammad Abdurrahman al Mursy Ramadan 15 .Saya juga berharap kepada para pembaca untuk bertoleransi dan memaklumkan jika menemui perbezaan-perbezaan dan kekeliruan di dalam buku ini.

” Perbezaan antara kami dan kaum kami – setelah persamaan keimananbahawa mereka memiliki keimanan yang statik dan cepat tertidur.17 16 . Hal. Halangan dan inisiatif kejayaan Keempat. ia tidak terbatas untuk perkara-perkara ibadah atau kerohanian . memaparkan di hadapan mereka kaedah kami. 2 Kutipan ringkas dari Majmu’atu Rasa-il Imam Syahid Hasan al Banna. sementara keimanan yang bersemayam di dalam jiwa Ikhwanul Muslimin adalah keimanan yang kuat membara. Dasar pemikiran Kedua.16. Bahkan lebih terang dari sinar mentari. Realiti Ketiga. yang sejatinya mengatur seluruh urusan dunia dan akhirat..Bab I Mengenal Konsep Dakwah Ikhwanul Muslimin Pertama. walaupun kita sebenarnya tidak berhak memastikan kesucian seseorang di atas ketentuan Allah. dan lebih benderang dari putihnya siang. dan membimbing mereka menuju dakwah kami. Dakwatuna . 13. Semuanya terang.. lebih jelas dari cahaya fajar. Kami memahami Islam dengan pemahaman yang luas dan integral.kabur. “2 1 kita berbaik sangka dengan mengatakan beliau gugur sebagai syahid. keistimewaan dan ciri khas Dakwah Mengenal Konsep Dakwah Ikhwanul Muslimin Pertama. Dasar pemikiran Dakwah Islam adalah Projek Kebangkitan: Imam Syahid1 berkata di dalam risalahnya ‘Dakwah kami’: “Kami ingin berterus terang kepada semua orang tentang tujuan kami. Di sini tidak ada yang samar dan kabur.

Sesungguhnya dakwah. fasa. hal.”4 3 Teliti perkataan Imam Syahid. amal yang berterusan. berpaling dari ketergantungan kepada makhluk. Tidak pula panjang lebar dan berbasa-basi. ia tidak terbatas hanya pada satu aspek tanpa aspek yang lain. serta sangat menjaga keaslian rujukannya kepada Islam yang suci dan jernih sebagaimana yang dibawa oleh Rasulullah Saw. Rabithah ‘Ilmiyah tsaqafiyah. Jama’ah Riyadhiyah: kerana mereka sangat memerhatikan masalah fizikal dan sangat memahami bahawa seorang mukmin yang kuat itu lebih baik daripada seorang mukmin yang lemah. dan tidak mengatakan. Thariqah Suniyah: kerana mereka membawa jiwa untuk beramal dengan sunah yang suci-khususnya dalam masalah akidah dan ibadah. usaha penyembuhan dan kaedahnya: “Ia adalah Dakwah salafiyah. “jalannya adalah sufiyah. dan syiarsyiarnya sangat jelas dan terperinci. dan keterikatan kepada kebaikan. dan ulamaulama terdahulu –semoga Allah meredhai mereka-. cadangan. dan menjaga identitinya. Ia mengenal jalan yang dilaluinya secara jelas. atau memiliki sifat tanpa sifat yang lain. Jama’ah riyadhiyah. mentarbiyah bangsa agar memilih izzah. Fikrah ijtima’iyah. “hakikatnya adalah hakikat sufiyah”. dan seluruh tujuannya. Muktamar al Khamis. Tidak ada kesangsian dan keraguan. Syarikah Iqtishadiyah.” 4 Risalah. penyakit dan penyebabnya. hai’ah siyasiyah. Hai’ah Siyasiyah: kerana mereka menuntut perbaikan dari dalam terhadap hukum pemerintahan. meluruskan persepsi yang berkaitan dengan hubungan umat Islam terhadap bangsa-bangsa lain diluar negara. Sebagaimana dakwah mampu mewujudkan dan mencakup seluruh aspeknya dengan segenap realisasi amal dan sifat-sifat dakwah Islam. 123 Dakwah salafiyah: Kerana mereka berdakwah untuk mengajak kembali (bersama Islam) kepada sumbernya yang jernih dari kitab Allah dan sunah Rasul-Nya. kaedah. 17 . dan seluruh segmen perbaikan. kejernihan hati. Thariqah suniyah. Hakikat Sufiyah: kerana mereka memahami bahawa asas kebaikan adalah kesucian jiwa. hakikat sufiyah3. Dakwah ini juga sangat menguasai secara mendalam keadaan dan realiti kehidupan umat serta bahaya dan halangan yang dihadapinya. mengikuti kaedah para sahabat. mahhabah fillah.semaksimum mungkin sesuai dengan kemampuan mereka. celupannya Islam. Ia disampaikan secara terbuka dan tidak ditutup-tutupi atau dirahsiakan. Dasar dan rujukannya adalah Islam.. dan tujuannya adalah Allah –azza wa jalla-.

Syarikah Iqtishadiyah: kerana Islam sangat memerhatikan pemerolehan harta dan pembahagiannya. “Projek dakwah Islam sesuai dengan dengan manhaj nabawi” untuk kebangkitan umat.Dengan ungkapan yang lain sesungguhnya kita membawa. Ini bermakna bahawa sesungguhnya kami bukan hanya parti politik yang dimiliki sebuah komuniti muslim yang memiliki misi memperbaiki Islam.                                                                              Rabithah ‘Ilmiyah tsaqafiyah: kerana Islam menjadikan thalabul ‘ilmi sebagai kewajipan bagi setiap muslim dan muslimah. Ia merupakan projek yang berkaitan erat dengan peranan umat Islam di dalam kehidupan. Pentj. sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah. 18 . namun lebih dari itu kami memiliki sebuah projek perbaikan Islami yang merupakan bahagian yang tidak terlepas dari rekonstruksi (celupan) Islam yang menyeluruh yang dengannya kita mendapatkan celupan serta obsesi yang kita miliki.

kami bukanlah parti politik. walaupun bersukan secara fizikal dan rohani menjadi salah satu bahagian terpenting dalam dakwah kami. 4 19 . dan kami bukanlah kelab sukan. yang tidak dihalangi oleh batas-batas geografi. dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini.S Al Hajj: 57-58)5 Imam Syahid berkata: “Wahai Ikhwanul Muslimin. Kami bukanlah bentuk-bentuk yang disebutkan di atas. wahai seluruh umat manusia . Maka Dirikanlah sembahyang.              “Hai orang-orang yang beriman. supaya kamu mendapat kemenangan. “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenarbenarnya. ruku'lah kamu.baik penolong. dia Telah memilih kamu dan dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. dia (Allah) Telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu[993].” (Q. hal. walaupun politik yang bersendikan ajaran Islam merupakan inti fikrah kami. dan tidak dibatasi oleh jenis tertentu. dan kami bukanlah lembaga sosial kemasyarakatan. tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan. supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. kerana hal itu semua dapat dipergunakan oleh tujuan-tujuan tertentu. sementara kami wahai umat manusia adalah fikrah dan akidah. sujudlah kamu. Al Ustadz Musthafa Masyhur.. serta dalam waktu yang tertentu pula.. ia tidak akan berhenti pada sebuah urusan sehingga Allah 5 Risalah Wudhu al Ru’yah. dia adalah Pelindungmu. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Maka dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik. walaupun amal-amal kebaikan dan sosial merupakan target terbesar kami. aturan dan manhaj yang tidak dibatasi oleh wilayah tertentu.

namun dakwah tetap memanfaatkan lembaga-lembaga ini dan halangan. Dan tentunya ia tidak menjadi sesuatu yang menggantikan jama’ah. Maka janganlah merasa kecil dengan diri kalian sendiri sehingga kalian membandingkannya dengan orang-orang selain kalian.”6 Walaupun dakwah ini tidak terhad pada parti politik atau lembaga sosial kemasyarakatan.kelab sukan dan parti politik (yang memiliki ideologi Islam di dalam konsep dasarnya atau memiliki kaedah perbaikan tertentu. Dalam menghadapi rintangan-rintangan ini maka nama dan simbol tidak menjadi begitu penting. hal.mewariskan bumi dan seluruh isinya. Atau kalian melakukan dakwah di atas jalan kaum bukan 6 Risalah Al Ikhwan tahta Rayat Al Quran (Risalah Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran) . serta melakukan kerjasama dengan orang lain dalam mewujudkan target-target tersebut. Sebagaimana ia juga mampu berjalan dan memainkan peranan dan tugasnya dengan usaha.197 20 .halangan yang dihadapinya sebagai usaha untuk menyebarkan dakwah serta mewujudkan misi-misi Islam dan menerjemahkan nilai-nilai keIslaman ke dalam masyarakat. Semua langkahlangkah ini merupakan usaha yang akan membantu dakwah serta menjadi langkah untuk mengaspirasikan target tertentu dari gerakan dakwah dan tidak bertentangan dengan konsep universaliti dakwah dan prinsippsinsipnya yang tetap. universalitasi manhaj dan pembentukannya. atau tidak terbatas pada hal itu saja. “Ini adalah posisi kalian. serta tidak terdapat penyelewengan dari prinsip-prinsip Islam dan akidah yang benar. atau sebuah lembaga yang memiliki tujuan-tujuan tertentu. kelab. sesungguhnya ia adalah hukum dari Allah Yang Maha Mencipta alam semesta. Maka sudah selayaknya ia mendirikan lembaga-lembaga kebaikan dan sosial. atau parti politik yang mampu menyampaikan misi jama’ah dan aspirasi politiknya). selama tujuan dan target-targetnya jelas dan terperinci. serta batasan-batasan yang benar dapat diwujudkan. serta merupakan manhaj RasulNya yang dipercayai.usaha konsitusi dan perjuangan hukum.

kita dapat meringkaskan misi-misi jama’ah yang ingin diwujudkan adalah. terutama sesuai dengan pemahaman yang benar terhadap Islam sebagaimana yang disebutkan dalam Risalah Ta’alim secara khusus dan di dalam rukun pertama ‘Al Fahm’ secara khusus. menjadikan kita wajib melakukan amalamal kolektif untuk menunaikan kewajipan-kewajipan syariah secara umum serta untuk meninggikan kalimat Allah Swt. ((“Melakukan amal-amal untuk meninggikan 7 Risalah: Al Ikhwan tahta Rayat Al Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran).198 8 Risalah: Hal Nahnu Qaumum ‘Amaliyyun? (Apakah Kita Para Aktivis)? hal.” Imam Syahid telah memberikan isyarat tentang fasa yang sedang dihadapi oleh umat dan ini menjadi sebuah kewajipan baginya: “Telah tiba saatnya kita harus menghadapi kekeliruan masa lalu. 69 21 . serta pemenuhan kewajiban pada hari perhitungan. Keperluan kita terhadap jama’ah akan terus berlaku kewajipankewajipan yang menjadi dasar kewajipannya masih ada).tidak menjadi tujuan atau usaha. kita harus membaiki yang pecah. dan hendaknya kerja-kerja kolektif – termasuk jama’ah. di muka bumi. hal. Misi dan Tujuan Obsesi yang sebenarnya dalam menghidupkan dakwah tercermin dalam.”7 Obsesi. namun ia merupakan kewajipan.”8 Dengan demikian. mengembalikan keperkasaan dan kemuliaan yang kita miliki. “(Keyakinan yang kuat bahawasanya redha Allah Swt. membangunkan peradaban dan mengajarkan agama kita. dan akhirnya lenyap bersama peredaran peristiwa dan hari.muslim atau kalian berupaya untuk melakukan penyeimbangan antara dakwah yang kalian ambil cahayanya dari Allah dan Rasul-nya dengan yang dakwah-dakwah lain yang banyak dilperbolehkan oleh kondisi-kondisi darurat. menyelamatkan diri dan anakanak kita. menyambung yang terputus. serta kita harus menyelamatkan umat dari bahaya yang mengancamnya. Dan hendaknya obsesi ini menjadi dasar yang mendorong realisasi amalamal kolektif tumbuh dari tapak ibadah.

Pembentuk individu muslim 2.S Al Anfal: 39) Hal itu dilakukan dengan kebangkitan bersama umat Islam. umat yang adil dan pilihan[95] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu …” (Q.S Al Baqarah: 143) Dan saling tolong menolong sesama muslim untuk melaksanakan tugas dan kewajipan-kewajipan syariat yang dibebankan kepada kita.                     Ertinya: “Dan demikian (pula) kami Telah menjadikan kamu (umat Islam). Membebaskan negeri dari seluruh penguasa asing 22 . Rumah tangga Islami 3. supaya jangan ada fitnah[611] dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah …” (Q. agar nilai-nilai Islam dan syariatnya menjadi hukum tertinggi dan menguasai satu perempat dunia.              Ertinya: “Dan perangilah mereka.”) Target-target tersebut diatas dapat diringkaskan dalam beberapa hal berikut ini: 1. agar ia mampu memimpin dunia dan menjalankan peranannya sebagai saksi terhadap alam semesta.kalimat Allah di muka bumi. Masyarakat muslim 4.

Mengembalikan kewujudan negara Islam Antarabangsa untuk seluruh umat Islam dengan membebaskan negeri-negeri mereka. dan dapat mencukupkan keperluan hidupnya sehari-hari. Menghimpun kaum muslimin secara amali kedalam prinsipprinsip Islam dengan khidmat dari memperbaharui kepada kehebatan dan dan pengaruhnya di dalam jiwa. Memberikan masyarakat penyakit. kefakiran.keadah praktikal yang menerangkan tentang maksudmaksudnya. agar kebaikan dan keindahannya dapat diungkap serta menjawab syubhat-syubhat dan kebatilan. Islam sangat mengambil berat aspek ini. 4. Mendirikan pemerintahan Islam dan mengadakan perbaikan 6. membersihkannya kebodohan. Memperbaiki pemahaman kaum muslimin terhadap agama mereka dan menjelaskan tentang dakwah Al Quran. mewujudkan persatuan dan kesatuan. 3. bahagian bahkan menempatkannya 23 . 7. tidak bergantung kepada orang lain. kecuali jika dia dapat menikmati rasa kenyang. Memimpin dunia dengan menyebarkan dakwah Islam di satu perempat dunia. serta memberikan sokongan untuk kebaikan dan manfaat umum dalam pelbagai bentuk. Seseorang tidak akan berasa memiliki kehormatan. beliau berkata: “Tujuan dan target kalian adalah target-target Islam yang hanif. oleh kerana itu ia tidak melupakan perbaikan menjadi aspek ekonomi Islam utama dan yang tidak akan meremehkan mengukuhkan kewangan.5. menyampaikannya kepada masyarakat dengan cara yang baik serta sesuai dengan konteks masa kini. adapun maksud-maksudnya adalah: 1. 2. mendirikan khilafah yang hilang dan mengembalikan wilayah-wilayah Islam yang dirampas. Imam Syahid menjelaskan tujuan-tujuan dakwah dan pelaksanaannya dalam kaedah. dan kemuliaan.

sesungguhnya Allah Swt. 7. Adalah tidak dapat dielakkan jika sebahagian dari tujuan-tujuan kalian –sebagai dakwah Islam yang benar dan menyeluruh.persatuan status dan kesatuan dan umat. baik secara individu mahupun secara kolektif. berfirman:                  Ertinya: “Dan kami tidak mengutus kamu.S Saba: 28) 24 . Dakwah Islam yang hanif tidak terbatas pada satu bangsa tanpa bangsa yang lain. hukum dan ajaranajarannya. kerabat dan putera-puteri mereka. Jika tujuan-tujuan ini tidak dapat diwujudkan kecuali dengan berdirinya sebuah negara.” (Q. Terjaminnya rasa keadilan sosial secara benar dan terpenuhinya peluang yang sama bagi setiap individu. 6. atau pada satu kawasan tanpa kawasan yang lain. melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan.seperti membebaskan lembah Nil. 5. negara-negara Arab dan negara-negara Islam dengan seluruh wilayah bahagiannya dari tangan orang asing. tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui. Syaratnya adalah kebebasan dan kemerdekaan sepenuhnya. Sehingga dapat meningkatkan sosial merapatkan jurang kelas-kelas masyarakat serta menenangkan setiap individu masyarakat terhadap dirinya sendiri. maka sudah seharusnya kita meminta hak untuk mendirikan sebuah pemerintahan Islam yang mengambil berat nilai-nilai.

S Al Furqan: 1)                              Ertinya: “Alif. (Ini adalah) Kitab yang kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gelita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka. dengan menunjukkan kepada mereka kebaikan dan keindahan agama kalian. mengagungkan prinsip dan ajaran-ajarannya kepada mereka. laam raa.” (Q. serta memberikannya kepada mereka. 25 . Itulan tujuan dan target dakwah kalian. Dan hendaknya dakwah kalian wahai saudara-saudaraku tercinta mengusahakan agar terciptanya perdamaian dunia dan pembinaan kehidupan baru untuk manusia. tak selembar rambutpun yang keluar dari batasan tersebut. (iaitu) menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.” (Q.             Ertinya: “Maha Suci Allah yang Telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya. agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. semuanya bersumber dari nilai-nilai Islam yang hanif.S Ibrahim: 1) Ini adalah dasar pertama aspek rohani dan amal yang diletakkan di bumi ini sebagai medium penyatuan dunia.

Realiti Ciri Fasa Dakwah dan Hakikat Perselisihan: Jelasnya pandangan dalam tujuan dan target dakwah tidak akan sempurna kecuali dengan jelasnya pandangan dalam melihat cirri. serta pengenalan terhadap bentuk-bentuk tentangan agar dakwah dapat berjalan sesuai dengan petunjuk dan pengetahuan. -ia harus berhadapan dengan realiti kehidupan umat yang sangat sukar.ciri jalan dakwah yang panjang dan sulit yang senantiasa memerlukan kesungguhan dan perjuangan. 249 26 . hal.S Al A’raf: 43)9 Kedua. Begitupula halnya dengan dakwah Ikhwanul Muslimin.ciri dakwah dan hakikat perselisihan. Keadaan dakwah Islam di abad kontemporari sebagaimana dakwah-dakwah penyeru perbaikan lainnya yang dipimpin oleh para Nabi –semoga selawat dan salam tercurahkan kepada mereka semua. yang adal. ia bahkan harus menghadapi kesulitan dan tentangan. peluh dan darah. dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk.                Ertinya: “Segala puji bagi Allah yang Telah menunjukkan kami kepada (syurga) ini. dan keikhlasan semata-mata hanya kepada Allah.ah tidak mengejutkan merupakan akumulasi masalah yang selama ini bersarang di 9 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). yang menuntut ketegaran.tentangan. Seorang da’i sudah semestinya mengetahui cirri. “ (Q.tidak mendapat ruang yang dapat membantu mempermudahkan realisasi amal-amalnya. jalan-jalannya dipenuhi duri.

Dimana kita menemui ramai orang yang sangat menjaga dan memelihara ibadah solat lima waktu. namun rutin spiritual tersebut tidak memberikan pengaruh yang ketara terhadap akhlak.halangan tersebut: a. Disibukkan dengan perkara-perkara yang furu’ (cabang) dalam Islam dan hal-hal yang memecahkan persatuan umat. dan budi pekerti mereka. dan memberikan alternatif baru berupa konsep dan nilai-nilai dari luar masyarakat muslim. fikiran yang jumud dan berlembut di hadapan kemodenan.tengah masyarakat. ia mengenal benar keadaan ini. 5. dan memenjarakan pemahaman keIslaman hanya sebatas ibadah dan rutin spiritual sahaja serta beberapa akhlak dan budi pekerti. serta adanya permusuhan dan kebencian di antara mereka. 27 . Hilangnya refleksi ibadah dari akhlak dan budi pekerti. Bentuk-bentuknya sebagai berikut: 1. Penyelewengan dan kejumudan. Keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap Islam serta ketidak tahuan mereka terhadap dakwah Ikhwanul Muslimin. yang menyerang nilai-nilai dasar Islam. puasa. Kemerosotan keadaan masyarakat dan lembaga-lembaga perbaikannya. Diantara halangan. rintangan yang berada di jalannya serta perwatakan musuh yang akan dihadapinya. b. 4. berupa keruntuhan dan jauhnya umat dari tuntunan Allah dan pelaksanaan syariat Allah. yang kemudian mendapat sambutan dan sokongan dari dalam mahupun dari luar kawasan. Kepelbagaian kaedah dan gagasan para penyeru dakwah Islam. Keberadaan kelompok-kelompok dan pemikiran menyimpang dari pemahaman Islam dan akidah yang sesungguhnya. Keterasingan Para ulama tradisional dan orang-orang selain mereka terhadap nilai-nilai ajaran Islam. seperti: 1. dan solat berjemaah di masjid serta ibadah-ibadah yang lain. 3. kadar beban yang akan dipikulnya. kekacauan dan dominasi musuh terhadap umat-. 2.

Rosaknya Undang-undang. baik dalam bidang pendidikan. Kemerosotan peranan lembaga-lembaga kemasyarakatan. Lenyapnya kebebasan politik dan sirnanya perasaan dan aspirasi rakyat.2. serta tersebarnya iklim diktatorisme politik di dalam pemerintahan. 6. Rosaknya hukum dan lenyapnya iklim politik yang sihat Gambarannya antara lain: 1. dan memberikan kepercayaan mereka kepada para pemimpin tersebut. Hilangnya obsesi dan tujuan-tujuan nasionalisme serta kemerosotan semangat. Tersebarnya kerosakan dan para perosak serta pencuri yang melahap harta rakyat tanpa pengawasan dan perhitungan. hukum. 2. keberanian. 4. bekerja kekuatan-kekuatan 28 . keterbatasan. statik serta lemahnya keperibadian yang baik dan produktif. 4. yang menyimpang dari dasar dan prinsip-prinsip ajaran Islam. perpecahan. kontradiksi dan tumpangtindih satu sama lain. saling mencela. ekonomi. Leburnya keperibadian muslim di tengah masyarakat dan lemahnya aset-aset kemanusiaan dari unsur-unsur yang mencetuskan kejayaan. 3. kemajuan. termasuk kemunduran keilmuan dan peradaban sehingga membuat kita cenderung mengikuti (apa saja) tanpa mengenal kebebasan. Dominasi yang organisasi-organisasi memanfaatkan perosak terhadap aset-aset ini untuk kerajaan yang bekerjasama dengan kekuatan tertentu dari luar. c. lalu merekapun bertindak sewenang. Masyarakat terpedaya oleh para Dajjal dan penipu dari para panglima dan pemimpin.wenangnya. Melekatnya adat dan kebiasaan buruk yang diwarisi dari generasi ke generasi. 3. Reaksi yang muncul dari keterpedayaan ini adalah lahirnya rasa curiga dan kebencian masyarakat terhadap para da’i. serta tidak adanya penghormatan terhadap undang-undang. 5. media dan lain sebagainya. cita-cita untuk mengalahkan egoisme. berupa kesungguhan.

2.masalah lainnya yang sengaja diciptakan oleh para penjajah. 3.cita tinggi serta kaum munafik di dalam setiap segi kehidupan yang berupaya melumpuhkan dakwah. Konspirasi dari dalam dan luar negeri terhadap dakwah Islam dan umat. Pendirian negara Israel di jantung negara Arab merupakan sebahagian dari rantai konspirasi tersebut. Hal ini menjadikan kerosakannya semakin kritikal 29 . 1.mengukuhkan kedudukannya di tengah rakyat. penghasut. serta adanya usaha untuk menjauhkan nilai-nilainya dari kehidupan masyarakat dan umat manusia. Kewujudan para pendengki. Kekuatan atheisme dan konspirasi terhadap Islam yang berasal dari kelompok-kelompok tertentu di masyarakat yang berupaya melakukan penghancuran dan menjauhkan masyarakat dari nilainilai keIslaman. d. menghulurkan tangannya untuk menyakiti serta melakukan pendekatan dan bekerjasama dengan para penguasa. Perpecahan dan perseteruan antara negara-negara Islam. dan konflik dalam negeri setiap kawasan. bagi mewujudkan citacita dan keinginan mereka mendapatkan keuntungan dari negara-negara Islam di dunia. Konspirasi luar yang berasal dari pelbagai kekuatan penjajah asing terhadap Islam dan kaum muslimin. serta mengalahkan kekuatan dan pengaruh apapun yang membahayakan posisinya di kerusi pemerintahan. serta masalah. 4. Situasi masyarakat bahkan telah sampai pada tahap hilangnya pusat dan unsur-unsur pembangun masyarakat dan umat serta lenyapnya kepemimpinan yang hakiki terhadap agama Allah di muka bumi. Hilangnya penerapan yang benar dan menyeluruh terhadap syariat Islam. 6. yang kemudian menjadikannya sebagai alat dan usaha untuk melumpuhkan kebangkitan Islam dan umat. Bentuk-bentuknya antara lain. 5. orang-orang yang bercita.

musuh-musuh Islam bahkan menganggap Islam sebagai musuh pertama yang ditakuti. Walaupun demikian.ternyata tidak memiliki kebebasan dan kekuatan untuk menetapkan keputusan sendiri. Di pentas politik. Siapa saja yang meneliti perseteruan antara umat Islam dan musuhmusuhnya yang berasal dari luar. • Di bidang keilmuan (konsep) dan praktikal. walaupun umat Islam telah menikmati kekayaan alam negerinya yang melimpah ruah. namun sesungguhnya mereka tidak memiliki autonomi dalam ekonomi dan sebenarnya mereka tidak menguasai dan memiliki kekayaan negerinya dengan kepemilikan yang sebenar. maka akan menyangka bahawa perseteruan yang terjadi berjalan tidak seimbang. Jika melihat kemajuan pembangunan fizikal yang dimiliki musuh-musuh Islam terhadap kaum muslimin: • • Terdapat kesempatan besar untuk menguasai sebab-sebab kekuatan ketenteraan antara kaum muslimin dan musuh-musuhnya. potensi dan kekuatan umat Islam tetap diperhitungkan. 30 . • Di bidang ekonomi. sesungguhnya untuk melihat jarak besar antara kita (umat Islam) dengan musuh-musuh agama ini bukanlah sesuatu yang sukar.dan tidak mungkin diperbaiki secara sebahagiannya saja. Perubahan dan perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh dan melakukan langkah-langkah bertahap sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Sebenarnya kita sedang didera oleh ekonomi yang tidak autonomi. kerana mereka mengetahui benar bahwa mereka belum menemui pertempuran dan perseteruan yang sebenarbenarnya sampai sekarang dan belum mampu melumpuhkannya. kewujudan politik yang menghimpun kaum muslimin –di seluruh hamparan muka bumi.benarnya. Kerana itu mereka akan terus menggempur umat Islam hingga dapat menaklukkannya.

Oleh kerana itu. ciri khas. dengan akhlak dan kebiasaan-kebiasaannya. Musuh-musuh Islam benar-benar mengetahui bahawa setiap muslim masih berpotensi dan berpeluang membawa Islam secara sempurna pada suatu hari. Namun ketika mereka merasakan kegagalan dalam usahanya mengeluarkan muslim dari agamanya. pembinaan dan pembentukan (sibghah) Islami. Sesungguhnya medan pertempuran antara kita dengan mereka adalah perwatakan. politik. cemerlang dan deras di pelbagai segmen kehidupan Mesir. musuh-musuh Islam telah mampu menyingkirkan refleksi keIslaman individu dan masyarakat muslim. kelimuan. maka kemudian mereka membuat lubang pada wadah (keperibadian muslim) agar tidak dapat digunakan untuk memelihara nilainilai keIslaman dan tidak mampu bergerak ke masa depan.Dalam kadar tertentu. namun ia kerap berhadapan dengan rintangan jika wujudnya seorang muslim yang benar-benar memegang komitmen keIslaman di waktu yang lain. yang penuh. Dengan demikian. Imam Syahid menjelaskan tentang keadaan umat dan masyarakat. baik secara individu. keluarga dan masyarakat. “Dari sini tampaklah refleksi keIslaman yang kuat. dengan hanya mendapatkan kesempatan. Nama-nama yang digunakan 31 . maka pertempuran yang sesungguhnya adalah terhadap: Pembentukan individu dan masyarakat muslim. ekonomi dan lain-lain. namun mereka juga memasukkan rasa takut ke dalam jiwa umat Islam. Musuh-musuh Islam tidak puas hanya dengan ruang peradaban di bidang ketenteraan. Sesungguhnya musuh senantiasa berupaya melakukan kerosakan terhadap kewujudan muslim dan melenyapkan dari dirinya sendi-sendi rukun Islam dan menggantikannya dengan nilai-nilai yang lain. tempat pertempuran sebenaryang dijadikan musuh sebagai medan melakukan gempuran terhadap Islam adalah medan kewujudan muslim.

politik.”11 10 11 Risalah: Dakwatuna fi Thaur Jadid (Dakwah kami di zaman baru) . kita hidup dengan kehidupan yang bergoncang dan saling berselisihan. kemewahan dan kesenangan. 152 32 .menggunakan bahasa Arab. hal. Dengan begitu. Hal.” Namun ketamadunan Barat telah menggempur kita dengan gempuran yang kuat dan luar biasa melalui ilmu pengetahuan. beliau mengatakan. perpecahan –semoga memusnahkannya-. sehingga kita kagum dan tunduk di hadapannya. bahasanya Arab. 238 Risalah: Al Mu’tamar al Khamis (Muktamar Ke V). yang akhirnya membuatkan kita berusaha mengubah keadaan kita dan mencelupnya dengan celupan Eropah.. “Lemahnya akhlak dan kehilangan teladan tertinggi. yang tak pernah kita kenal sebelumnya. Kehidupan Barat dengan segala gemerlap dan fitnahnya serta dengan segala tampilan kekuatan fizikal berupaya menguasai dan mendominasi di seluruh sudut kehidupan kita. seluruhnya merupakan kebenaran. darinya terdengar seruan kebenaran setiap pagi dan petang.”10 Imam Syahid menggambarkan penyakit yang semakin kritikal dalam tubuh umat. serta menjauhkannya satu sama lain dengan jarak yang sangat jauh. dan merobohkan naungan pemikiran Islam tentang kehidupan sosial masyarakat Mesir dalam pelbagai bidang. dan memisahkannya dari urusan-urusan kehidupan duniawi. Gempuran ini telah memberikan pengaruh yang sangat besar. masjid-masjid yang besar ini disebutkan di dalamnya nama Allah. harta. tidak berani menghadapi kebenaran dan lari ketika penyembuhan. permainan dan pelbagai kenikmatan yang melenakan. Kita kemudian memenjarakan kekuasaan Islam di dalam hati dan tempat-tempat ibadah. kita memiliki perasaan yang tidak bergetar seperti getarnya terhadap Islam dan apa yang berhubungan dengan Islam. menjalani merebaknya terapi budaya mementingkan serta diri sendiri berbanding Allah kepentingan umum. Inilah sebenarnya penyakit umat.

Maka jangan jadikan ancaman musuh dari luar ini sebagai lilin untuk menutupi kesalahan dan kekurangan kita. Untuk itu Islam harus diperangi. kerana kekuatan Arab bertaut erat dengan kekuatan Islam. Untuk itu. Moro Berger mengatakan di dalam bukunya ‘Quwaa al Syar al Mutahâlifah’. 16 33 . atau sebagai alasan ketika kita gagal melaksanakan tugas. keperkasaan dan penyebarannya. Musuh-musuh Islam berkerjasama bersama orang-orang bodoh dan mereka yang tertipu dari kaum muslimin. dan tidak pula meremehkan permasalahannya. untuk melenyapkan jati diri dan 12 Dikutip dari Akhbar Afaq Arabiyyah. tidak hanya matlamat ekonomi atau perdagangan –walaupun ini merupakan bagian dari matlamat mereka. dengan tetap meyakini adanya musuh dan peranan mereka. Untuk dihancurkan tanpa persatuan bangsa Arab yang merupakan kunci kekuatan Arab.”12 Namun bahaya luar ini tidak berbentuk titik yang sangat berbahaya atau ancaman yang luarbiasa terhadap Islam. Asas utamanya adalah sebesar mana kekuatan kita berpegang teguh terhadap manhaj dan tujuan-tujuan Islam. kita harus mengambil jalan pertengahan. yang diatur oleh keseimbangan dan sunnah Allah di dalam perubahan dan penempatan. sekuat mana kekuatan barisan kita serta ketegaran di atas visi dan misinya. iaitu tidak berlebihan menghadapi pengaruh dan marabahaya ancaman musuh dari luar ini. namun disebabkan Islam. seperti alat dan para hakim yang menjual akhirat mereka dengan dunia. Sesungguhnya dakwah yang kita serukan adalah dakwah rabbani yang mempunyai sumber dan mendapat pertolongan dari Allah Sang Pemilik semesta.target utama mereka adalah perlawanan terhadap nilai-nilai keIslaman yang lengkap dan peradabannya yang sempurna. yang terbit pada 30 Juni 2005 M. “Rasa takut terhadap Arab dan perhatian kami terhadap bangsa Arab bukan kerana minyak dan gas yang dimiliki Arab.• Sesungguhnya permusuhan Barat dan Zionis terhadap dunia Islam – atau dengan projek kebangkitan Islam-. hal.

Tentang kewajiban dakwah dan dengan hasil apapun.usaha penyempitan gerakan atau semakin besarnya jarak antara cita-cita dan realiti yang kita hadapi. medan tarbiyah. baik secara teori mahupun praktikal untuk mewujudkan kebatilan mereka dengan melalui media. maka pandangan yang kami miliki sangat jelas ketika kami bertekad untuk melakukan jihad dan perjuangan di medan pertempuran yang sebenarnya. 2. Jika kita mendapatkan kemenangan sebagaimana yang kita harapkan untuk umat berupa kebaikan dan hidayah maka itulah yang kita peroleh.identiti muslim dan penghancuran terhadap proses pembentukan peribadiperibadi muslim. pembentukan diri dan pemeliharaan identiti muslim. tidak seharusnya kita lemah dan putus asa. dan hal itu berkat kekuatan dan pertolongan Allah. telah sampai pada tahap menjual akhirat secara fizikal dengan dunia. pendidikan. Tentang Kewajipan Dakwah Walaupun kita dikepung oleh usaha. maka cukuplah bagi kita menjadi jambatan yang akan menghubungkan dakwah dan petunjuk ini kepada mereka yang memiliki kekuatan yang lebih besar untuk melakukan misi dakwah ini. Untuk itu. Mereka juga menggunakan kaki tangannya dari beberapa kawasan dan daerah untuk memerangi kita. Atau dengan ungkapan yang lain. Kaki tangan mereka ini tiada lain adalah talitali yang mereka miliki yang dikhayalkan di hadapan kita seolah-olah benda hidup. atau menjadikan hal ini sebagai alasan untuk meninggalkan dakwah. iaitu dunia orang-orang bodoh dan para pemimpin. Dan mereka menggunakan segala macam cara dan kemudahan. cukuplah bagi kita menjadi rantai 34 . Sesungguhnya dakwah adalah sebuah kewajipan yang berada di bahu kita. krisis ekonomi dan sosial.. Imam Syahid mengatakan: 1. adapun tangan-tangan keji yang digunakan musuh untuk melawan kita yang merupakan perpanjangan dari kekuatan mereka. Jika tidak.

Dikutip dari buku. maka cukuplah bagi kita meminta maaf kepada Allah. dan sesungguhnya Allah selalu bersama kalian. 246 35 . lalu menunaikan amanah dan melakukan apa yang menjadi kewajipan. sesungguhnya masa depan adalah milik kalian. Seorang da’i. dan tidak ada keraguan dalam hal itu jika syarat-syaratnya telah dipenuhi. persiapkanlah diri kalian. “Sesungguhnya seorang da’I bekerja untuk menunaikan kewajipannya merupakan hal yang pertama.13 Imam Syahid juga mengatakan kepada Ikhwan.antara penyeru dakwah yang telah mendahului kita dengan generasi yang akan datang berikutnya.”14 Beliau berkata. Al Imam Syahid Hasan Al Banna. dan supaya mereka bertakwa. dan Dia tak akan meninggalkan usaha kalian. Sementara 13 Dari Makalah: Al Dakwah Ila Allah. yang tertinggi adalah yang pertama. dan tidak menerima alasan ataupun belas kasihan. yang kedua adalah untuk mendapatkan pahala di akhirat. “Ingatlah nikmat Allah yang telah diberikan-Nya kepada kalian. Majalah Dakwah. hal. jika dia melakukan dakwah maka dia telah menunaikan kewajipannya dan akan mendapat pahala dari Allah. Vol. Imam Syahid. dan yang ketiga untuk memberikan sumbangan. 14 Risalah Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemuan Ketua-ketua Wilayah). persiapkan dakwah. Renungkanglah firman Allah dalam Al Quran:           Ertinya: “Mereka menjawab: "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu.” (Q. untuk menjelaskan kepada kita tentang kewajipan dakwah yang tak mungkin ditinggalkan kecuali memenuhinya. 3. Jika hal itupun tidak mampu kita lakukan.S Al A’raf: 164) • Demikianlah tiga tingkatan yang menjadi tujuan dakwah. dan sampaikan berita gembira. karya Fuad Al Hajarsi.82 Februari 1999.

hati-hati yang lengah. 20 (rangkuman) 36 . dan hendaknya dia berupaya untuk mewujudkan target-targetnya tersebut hingga dia sampai kepada tujuan yang diinginkan. maka bukanlah termasuk jalan orang-orang mukmin. Sejumlah usaha untuk melemahkan peranan kepemimpinan gerakan Islam antarabangsa. Adapun mereka yang dilanda kelalaian dan kebingungan. karakteristik setiap fasa. untuk serta dalam mewujudkan melakukan kebiasaan projek-projek menguasai aset-aset perubahan keseluruhan bidang ekonomi. Hal. dan hakikat perselisihan –sebagaimana yang kita sebutkan sebelumnya. maka urusannya kembali kepada Allah. Usaha- usaha memasukkan dan projek Barat secara dan Zionis umat.”16 Ketiga: Halangan dan Faktor-Faktor Kejayaan Halangan dan rintangan yang dihadapi dakwah: Realiti di lapangan dakwah. “Telah tiba waktunya. hal. 2. Musthafa Masyhur.merupakan halangan terbesar yang akan kita hadapi. dimana seorang muslim harus mengetahui tujuannya. 15 16 17 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). baik dalam proses pembentukan individu mahupun masyarakat muslim. hal. Pada fasa ini. dan menentukan targetnya. permainan dan gurauan.15 Risalah: Wudhuh Ru'yah .untuk manfaat. maka dia akan menerima dosa atas kelalaian tersebut dan dia kehilangan kesempatan mendapatkan pahala jihad dan tentu tidak dapat memberikan sumbangan.54 Risalah: Da'watuna (Dakwah kami). dakwah menghadapi pelbagai rintangan di setiap tahap.”15 Beliau juga berkata. berbeza jika dia memilih berhenti meninggalkan pekerjaan. politik dan sosial kemasyarakatan.19. Rintangan-rintangan tersebut tergambar dalam tiga usaha berikut17: 1. Suatu waktu kesempatan datang dan tak diperhitungkan yang membuat pekerjaannya membuahkan hasil yang lebih berkat.

duhai seandainya aku dapat bersama mendampingimu ketika engkau diusir oleh kaummu. dan kalian masih mudah menyerukan dakwah. berkata.masing.”Dia adalah malaikat yang turun kepada Nabi Musa.3. bahawasanya dakwah yang kalian serukan masih sangat asing di kebanyakan masyarakat.” “Kebodohan penduduk negeri terhadap hakikat Islam akan menjadi halangan di hadapan dakwah yang kalian serukan. Waraqah berkata kepada Rasulullah Saw. Penyingkiran ini sama seperti sebagaimana yang dikatakan oleh Waraqah bin Naufal ketika peristiwa turunnya wahyu kepada Rasulullah Saw. serta target-target dakwah. Rintangan yang ada di jalan dakwah kita: “Aku ingin berterus terang kepada kalian.” Nabi Muhammad Saw.” “Kalian masih belum dikenali. kalian akan berhadapan dengan bermacam halangan. Dan pada hari di mana mereka mengetahui dan mengenal tujuan. dan kalian akan bersiap-siap memenuhi tuntutan dakwah untuk berjihad dan berjuang. “Apakah mereka akan mengeluarkannya? Warawah menjawab. Usaha untuk menyingkirkan kita dari penyebaran pengaruh dalam masyarakat serta menghapuskan peranan umat Islam dari seluruh sektor awam di kawasan masing.”18 Imam Syahid menjelaskan halangan dan rintangan yang akan dihadapi oleh para da’i. melainkan akan diusir oleh kaumnya. Dan kalian akan menemui bagaimana para ulama dan orang-orang yang tampak berkomitmen tinggi memegang nilai-nilai Islam masih berasa 18 Dikutip dari sirah nabawiyah. Kalian akan menemui di hadapan kalian pelbagai beban berat.. maka pada saat itulah sebenarnya kalian telah menempuh perjalanan para da’i. “Tiada seorangpun yang membawa risalah sepertimana yang engkau bawa. karya Ibnu Hisyam 37 . maka kalian akan menerima dendam dan permusuhan..

... dan tangan-tangan yang terjulur kepada mereka dengan permintaan. Para pemimpin. Orang-orang akan menunjukkan jarinya kepada kalian di sekitar dakwah yang kalian bawa dengan debu-debu syubhat dan tuduhan-tuduhan yang keji. Seluruh pemerintah akan berdiri di hadapan kalian dengan sikap yang sama. pembesar negeri dan para pemilik kekuasaan akan mendengki kalian. dengan menggunakan kekuatan yang mereka miliki serta harta dan kekayaan yang mereka miliki..                    38 .asing dan takjub terhadap pemahaman Islam yang kalian bawa dan mereka akan mengingkari jihad kalian. Orang-orang tersebut akan berupaya menutup setiap peluang kebangkitan kalian dan mematikan cahaya dakwah kalian.. Untuk melakukan hal itu mereka memanfaatkan pemerintahan yang lemah. serta kepada kalian dengan penganiyaan dan permusuhan. akhlak yang semakin runtuh.... Mereka akan berupaya mencari celah-celah kekurangan. dan menunjukkannya kepada manusia dalam bentuk yang sangat buruk. dan setiap pemerintah tersebut akan berupaya melumpuhkan kegiatan kalian dan akan meletakkan rintangan di jalan kalian.

Walaupun demikian.” (Q. Imam Syahid Hasan Al Banna menjelaskan bahawa jalan dakwah adalah jalan panjang yang dipenuhi perjuangan dan pengorbanan. kalian akan ditangkap dan dijerumuskan ke dalam penjara. sedang mereka tidak diuji lagi? (Q..kala akan berjalan cukup lama. hal. walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Allah menjanjikan kepada kalian kemenangan untuk para pejuang serta ganjaran yang berlipat ganda untuk mereka yang berbuat kebaikan. 109 39 . kalian akan dibuang negeri dan terusir. firman Allah:              Ertinya: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami Telah beriman". dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayanya. kesabaran dan ketegaran. kalian akan mendapatkan kesukaran dan kehilangan pekerjaan. dan rumah-rumah kalian akan digeledah..S Al Taubah:32) Maka kalian akan masuk ke wilayah fitnah dan ujian. Masa ujian yang menimpa kalian ini kadang. jalan ini merupakan jalan yang satu-satunya dan tidak ada jalan lain: 19 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini).S AL Ankabut:2) Akan tetapi setelah ujian dan fitnah itu. Apakah kalian tetap bertahan untuk menjadi para penolong agama Allah?” 19 Yang mulia.Ertinya: “Mereka berkemahuan memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan.ucapan) mereka.

menjaga keseimbangan di seluruh fasa-fasanya. hal. keyakinan dan harapan terhadap pertolongan Allah Swt. yang akan melindunginya dari serangan musuh-musuh. 127 40 . namun tidak ada jalan lain yang menjadi pilihan. atau ingin memetik kembang sebelum waktunya. • Imam Syahid telah menegaskan bahawa asas dasar dakwah dalam menghadapi rintangan.“Jalan dakwah ini adalah jalan panjang.” Siapa saja yang ingin cepat menikmati buah sebelum masanya. pembinaan dan menghidupkan umat dan memaksimumkan potensi-potensi yang dimilikinya..” 20 Bekal Kita Menghadapi rintangan: • Ikhwanul Muslimin menghadapi rintangan-rintangan ini dengan perspektif yang menyeluruh dan kaedah yang komprehensif untuk perbaikan. senantiasa berbaik sangka kepada Allah. pembinaan yang teliti. dan tugas yang berkesinambungan. dengan menguatkan komitmen terhadap rukun-rukun baiat pada setiap individu dalam barisan dakwah. dan yang akan menjadi sandaran dalam mewujudkan tujuan-tujuan dakwah. • Kaedah Ikhwanul Muslimin dalam menciptakan perbaikan dalam masyarakat adalah memusatkan perhatiannya terhadap kesedaran setiap individu. 20 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). diantaranya adalah keimanan yang mendalam. maka aku tidak menjadi sebahagian darinya dan sebaiknya dia keluar dari dakwah ini dan memilih jalan dakwah yang lain. dan tidak akan meremehkan langkah-langkah dan fasa-fasa tersebut. serta melakukan hubungan dan kerjasama dengan orang-orang ikhlas yang lain untuk menciptakan kemaslahatan dakwah dan mendorong perpaduan kalimat dan persatuan barisan masyarakat. ia akan menempuh kaedah membangunkan bukan menghancurkan. untuk kemenangan dakwah.

2. kemurnian tujuan kita dan pertolongan dari Allah. dan kami tidak bekerja kecuali untuk mendapatkan reda Allah Swt.cita peribadi. Imam Syahid berkata. “Jika ada seorang muslim yang benar. azam yang kuat dan benar. dan perlunya manusia terhadapnya. maka janganlah engkau takut pada selain Allah dan merasa gentar pada selain-Nya. dan dengan melakukan tarbiyah yang tepat dan benar. Berimanlah kepada Allah dan banggalah dengan pengetahuan tentang-Nya serta bersandarlah kepada-Nya. Hal ini merupakan langkah kejayaan yang tak mampu dihalangi oleh akibat dan rintangan. “Tidak ada bekal apapun yang dimiliki umat dalam perjalanan berbahaya ini kecuali jiwa seorang mukmin. 4. 69 41 . maka padanya terdapat punca. sesungguhnya kami bebas dari cita.• Titik tolak untuk mewujudkan hal ini adalah.” Beliau berkata. 3. ikatan dengan kitab-Nya yang mulia. maka dia akan kalah dalam urusannya. dan jauh dari egoisme. Segala puji bagi Allah. Kekuatan dakwah kita. serta tetap maju walaupun di saat-saat lemah. Tunaikanlah kewajipan dan jauhi larangan-larangannya. Namun jika menggunakan selain itu.”21 Imam Syahid menunjukkan beberapa sudut penting yang menjadi langkah kejayaan di hadapan tentangan-tentangan ini: 1. hal. sehingga akan terwujudlah kesatuan barisan dan manhaj. 21 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. kami tidak menginginkan apapun selain keredaan Allah dan kebaikan untuk manusia. Sesungguhnya kami menunggununggu pertolongan dari Allah dan kemenangan dari-Nya. maka tidak ada yang mampu mengalahkannya. Barangsiapa yang dimenangkan oleh Allah.punca kejayaan. dan kegagalan akan menyertai generasinya. kedermawanan untuk melakukan pengorbanan. keimanan kepada Allah. Kekuatan keyakinan dan cita-cita.

Nantikan pertolongan dan kemenangan dari Allah. Bacalah Al Quran dan tadaburi makna-maknanya. 8. “Sesungguhnya dakwah kalian ini tidak akan mencapai kemenangan kecuali dengan jihad. serta jiwa-jiwa yang bergembira pada hari pertemuannya dengan Allah sebagai syahid di jalan-Nya. maka tiada lain kerana mereka banyak berdebat. keimanan yang tak tergoncang. Tetaplah tegar hingga Allah memberikan kemenangan antara kalian dengan kaum.5. Berilah hadiah sesama kalian dan peliharalah ikatan di antara kalian. Jadilah orang-orang yang bekerja dan bukan orang-orang yang banyak berdebat. sesungguhnya kesempatan tersebut akan datang tanpa ada keraguan. keyakinan kepada Allah yang tak lemah. kerana hal itu adalah simbol fikrah kalian dan menjadi usaha penghubung antara kalian. pengorbanan jiwa 22 23 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Semalam dan Hari ini). Sesungguhnya jika Allah menginginkan kebaikan untuk suatu kaum maka Dia akan memberikan mereka anugerah amalan (kesempatan untuk melakukan). 10. kerana itu merupakan rahsia kekuatan dan kejayaan kalian. serta ingatlah selalu sirah perjalanan Rasulullah Saw. pengorbanan. 179 42 . 11. 9. namun jika ada suatu kaum yang tersesat setelah mereka mendapatkan petunjuk. dalam hal yang disukai mahupun yang tidak disukai. 7. hal. hal. Dengar dan taatlah kepada pemimpin kalian dalam waktu senang dan sukar. 6.22 Imam Syahid berkata.”23 Beliau berkata. Jadilah orang-orang yang kuat dengan budi pekerti mereka. Hiasi diri dengan sifat-sifat mulia dan sopan santun serta berpegang teguhlah dengan ketinggian akhlak. amal yang tak berhenti. dan bangga terhadap apa yang telah diberikan Allah kepadanya berupa keperkasaan dan kemuliaan orang-orang yang bertakwa. usaha. 109-111 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). dan sesungguhnya Dia adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. “Kami telah mempersiapkan diri untuk itu.

kecuali sesuatu yang telah ditetapkan Allah. atau jika kalian tercerai. serahkan roh-roh kalian. dan bukan pula kerana konspirasi musuh terhadap kalian.” Namun jika kalian berpadu dalam satu hati menuju Allah Swt. maka berikanlah jiwa-jiwa kalian. “Saya telah dan masih selalu mengatakan hal ini kepada Ikhwan dalam setiap kesempatan bahawa sesungguhnya kalian tidak akan dikalahkan selamanya dengan sedikitnya jumlah kalian.”24 Beliau berkata. Allah firman:            Ertinya: 24 Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). 194 25 Ibid 43 .”25 Imam Syahid juga mengatakan. dan berjihadlah di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. “Jika kalian merosakkan hati kalian.. dan Allah tidak memperbaiki urusan kalian. tidak pula kerana lemahnya kelengkapan yang kalian miliki.. serta berjalan di atas jalan keredaan-Nya. hal. dan tidak pula dengan besarnya jumlah musuh kalian.dan jihad adalah menjadi sebahagian dari persiapan kami. walaupun seluruh penduduk bumi bersatu. Namun kalian akan dikalahkan dengan kekalahan yang sangat dahsyat dan kalian akan kehilangan semua kemudahan untuk mewujudkan kemenangan dengan sebab. dan dalam ketaatan kepada-Nya.dan harta.berai dan pendapat kalian berbeza. sesungguhnya mereka tidak akan dapat melumpuhkan kalian. “.

Pada hari dimana hal ini dapat dipenuhi maka tidak akan ada satupun rintangan di hadapan kita. perjuangan dengan perjuangan. dan –dengan izin Allah. hal. kesetiaan yang kuat yang tak dikotori oleh kepura-puraan dan pengkhianatan. berat dan berkesinambungan. jika kamu orang-orang yang beriman. Maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampun kepada mereka. keyakinan dan penghormatan terhadap dasar tersebut yang akan menjaga dari kesalahan dan penyelewengan.S Ali Imran: 135)                    Ertinya: “Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah Kemudian mereka mati dalam keadaan kafir. pengorbanan besar yang tak dihalangi oleh ketamakan dan kebakhilan. peristiwa dan perubahan-perubahan ini dengan: “Kemahuan yang kuat yang tak tersentuh oleh kelemahan. arah yang benar menuju petunjuk kebaikan. perasaan yang mengumpulkan hatihati kita.“Janganlah kamu bersikap lemah. dengan pengetahuan terhadap dasar perjuangan. 45 44 .” (Q. dan hal ini tak mungkin dilakukan kecuali dengan persatuan. padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya). Imam Syahid berkata.S Muhammad: 35) Kita menghadapi keadaan. pahit.kita harus mendapatkan hak-hak kita dalam waktu yang singkat.” (Q. begitupula istiqamah terhadap manhaj kebenaran. dan janganlah (pula) kamu bersedih hati. atau tertipu dengan yang lain. “Diperlukan sebuah perjuangan yang panjang. ukhuwah yang menyeluruh.”26 Begitupula halnya terhadap permasalahan bangsa dan usaha untuk mendapatkan kemerdekaan serta membebaskan diri dari penjajahan dan mampu mendapatkan kebebasan rakyat dan hak-hak mereka. Keimanan dan cinta menyatu menjadi satu 26 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia).

dan medan jihad bukanlah medan amal.kesatuan yang hakiki. cucuran darah dan harga kepentingan mereka. dan itu adalah sesuatu yang sangat kita perlukan sekarang. dan mereka memahami sungguh makna firman Allah dalam Al Quran:          27 28    Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).” “Jangan melanggar ketentuan alam.” Sesungguhnya sejak hari mereka memikul beban dakwah ini mereka mengetahui sungguh bahawa dakwah tersebut paling tidak akan mengorbankan darah dan harta. 186 45 . gunakan.. Oleh kerana itu mereka mengorbankan semua yang miliki untuk Allah.”28 Beliau juga menjelaskan. “Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin tidak bakhil terhadap dakwah yang mereka pikul.. serta yang melimpah dari perbelanjaan mereka . hal.”27 “Kendalikan gejolak perasaan dengan pertimbangan. sesungguhnya waktu kemenangan sudah semakin dekat. dan medan amal bukanlah medan kata-kata. adakah mungkin ada jalan untuk mewujudkannya. 128 Ibid.. “Sesungguhnya medan kata-kata bukanlah medan khayalan.. alihkan arusnya.pertimbangan akal. hal. dan medan jihad yang sebenar bukanlah medan jihad yang keliru. namun tundukkanlah. dan mintalah pertolongan sebahagiannya dengan sebahagian yang lain. walau dengan makanan puteraputeri mereka. kerana hal itu adalah sebuah kekalahan.” “Dan nantikanlah saat kemenangan.” Imam Syahid juga berkata.

dan kemudian menghasilkan hasil yang banyak. 187 46 . Injil dan Al Quran. dan Itulah kemenangan yang besar.” (Q. dan meyakini bahawa sesungguhnya seluruh keutamaan hanya milik Allah.”29 Beliau berkata pada kesukaran. mereka berperang pada jalan Allah. (Itu Telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat. lalu mereka membunuh atau terbunuh. hal.kesukaran yang kita hadapi: “Wahai Ikhwan. kemudian Allah menganugerahkan kepada mereka berkat bagi yang sedikit.” Mereka mencukupkan diri dengan yang mereka miliki atas apa yang dimiliki orang lain. sikap yang sebetulnya di hadapan rintang-rintangan ini adalah kita 29 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).                                  Ertinya: “Sesungguhnya Allah Telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang Telah kamu lakukan itu.S Al Taubah: 111) Mereka menerima jual beli tersebut dan memberikan dagangannya dengan penuh kerelaan jiwa.

Imam Syahid mengarahkan Ikhwan kepada rukun-rukun ini. dan ia merupakan sebaik-sebaik fikrah. Menjaga rukun-rukun tersebut dengan tidak menguranginya b.S Al Baqarah:138) Seluruh alam sangat memerlukan dakwah ini.109 47 . Dan siapakah yang lebih baik sibghahnya dari pada Allah? dan Hanya kepada-Nya-lah kami menyembah. ditambah dengan apa yang telah beliau sebutkan di dalam karakteristik dakwah. dan meminta mereka untuk: a.”30 Faktor-faktor Kejayaan Dakwah: Imam Syahid menyampaikan tentang langkah.langkah kejayaan dakwah dan tiang.tiang penyokong dakwah yang benar yang tidak akan berjaya tanpa tiangtiang tersebut. hal. Beliau menyebutkan kewajipankewajipan di jalan dakwah. yang kita yakini dan yang akan membimbing kita menuju kejayaan dan kemenangan dengan izin Allah. dan ia adalah sebaik-sebaiknya dakwah.” (Q. dan kita memberikan kepada manusia syariat Al Quran dan ia merupakan syariat yang paling adil:                 Ertinya: “Sibghah Allah. Kita menyerukan fikrah Islam. namun ia tetap berkesinambungan dan tumbuh bersama mereka. serta bertambah kekuatan dan pengaruhnya. 30 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). dan seluruh yang ada di dalamnya memudahkan dan mempersiapkan jalannya. persenjataan dan perbekalan yang harus disiapkan. dan itu merupakan manhaj yang mendidik. Bahawa rukun-rukun tersebut tidak berhenti pada satu fasa. memahami serta menjaganya.harus ingat bahawasanya kita berdakwah dengan dakwah Allah.

dan hal ini tidak bertentangan dengan sikap bangga terhadap rukun-rukun tersebut dan senantiasa mengingatnya. pemahaman. diuji dan dipilih hingga menambah keteguhan mereka. pertolongan dan pengorbanan. dan oleh kerana kalian itu berusahalah menjaganya secara dan hendaklah selalu menambah kekuatan keteguhannya di dalam jiwa-jiwa kalian.c. bukan untuk kesombongan dan bukan pula untuk berbangga diri. Imam Syahid mengingatkan tentang tiang. “Ingatlah hal ini baik-baik wahai Ikhwan. Sifat-sifat tersebut merupakan tiang. dan ini tidak Dia tuliskan pada dakwah-dakwah lain yang diuaruarkan di pasar-pasar. benarnya. e.tiang penyokong tersebut dengan mengatakan. hingga benarbenar kuat dan tegar. d. serta mengembalikan seluruh keutamaan dan anugerah hanya kepada Allah dalam setiap urusan dan kejayaan. Bersikap tawadhu dan menghindarkan diri dari sikap sombong dan ujub.tiang penyokong dakwah yang sebenaroptimum.. Terbinanya diri di setiap fasa pembinaan. serta ingatlah bahawa kalian tidak memiliki keutamaan dan anugerah apapun dalam hal itu:                  48 . Hendaknya rukun-rukun tersebut memberikan pengaruh yang kuat di jiwa-jiwa mereka serta pengaruh-pengaruh praktikal dan spiritual. akan tetapi agar kalian mengetahui bahawa sesungguhnya Allah telah menuliskan kepada dakwah kalian keimanan dan keikhlasan. perpaduan. yang memiliki semboyan yang tinggi dan memiliki penampilan yang mewah.

" (Q. Pemahaman yang nyata terhadap sunah-sunah Allah dalam proses kemenangan di muka bumi. 4. Kefahaman yang benar dan menyeluruh. ia tidak menerima alternatif lain selain Islam.S Al Hujurat: 17)31 Kita dapat menyimpulkan usaha dan tiang.tiang dasar tersebut di atas dengan beberapa isi berikut: 1. Membina kekuatan iman dan kebesaran jiwa 3. 204 49 . 6. pengorbanan dan kesabaran. Keikhlasan dan penyucian diri (tajarud) hanya untuk Allah 2. hukum-hukum perubahan. manhaj dan tujuan-tujuannya. 31 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Pembangunan dan pembinaan individu yang baik 5. aturanaturan semesta serta pemanfaatan yang baik terhadap sunahsunah tersebut. Sebenarnya Allah. baik syiarnya. jihad yang terus menerus. Amal yang berkesinambungan. Kekuatan ikatan dan pengorganisasian serta ketahanan bangunan internal. hal. 7. dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar.     Ertinya: “Mereka merasa Telah memberi nikmat kepadamu dengan keIslaman mereka. prinsip-prinsipnya. Keistimewaan dan ciri khas dakwah Dakwah Kami adalah Islam yang kukuh Dakwah Ikhwanul Muslimin adalah dakwah Islamiyah yang berkesinambungan dalam segala sesuatu. Keempat. serta jelasnya pandangan dan tujuan. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa Telah memberi nikmat kepadaku dengan keIslamanmu.

Konsep dan muatan dakwah yang digunakan merupakan refleksi dari pemahaman Islam yang benar dan menyeluruh. serta tidak ditinggalkan dengan alasan kerana kekuatan atau situasi yang tidak kondusif. “Ketahuilah. dan tidak condong ke salah satu corak pemikiran yang dikenali manusia. baik dalam tujuan. parti politik. “Ia tidak dinodai oleh warna lain selain Islam. hal. Untuk menjelaskan hal ini.yang tidaklah mengejutkan merupakan sebahagian dari ajaran Islam. Akan tetapi ia adalah seruan dakwah Islam yang mencakup urusan agama dan dunia yang bertujuan untuk menegakkan syariat Islam secara praktikal dan sempurna serta mewujudkan nilai-nilai keIslaman dan tujuan-tujuannya secara menyeluruh –dan tidak mengapa ia mengadaptasi projek-projek perbaikan tersebut. garapan dan batasan-batasannya. namun sebagai sebahagian dari projek dan tujuan-tujuan Islam yang dideklarasikan dan diserukannya. hal.”33 32 33 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). ia tentu tidak hanya menjadi seruanseruan politik yang mengambil berat urusan-urusan keadilan. Namun tentunya seruan jama’ah yang melekat dengan nama dan kewujudannya haruslah merupakan seruan Islam yang menyeluruh. seperti yayasan-yayasan dalam pelbagai bidang. Imam Syahid mengatakan. pembanterasan kerosakan serta norma-norma lain –unsich. dengan tetap menjadikan Islam sebagai rujukan. target-targetnya. persamaan. Jika dakwah memiliki institusi yang berbeza dan usaha.usaha yang pelbagai yang bergerak dalam masyarakat. maka setiap bidangbidang tersebut memiliki segmen-segmen dakwah tersendiri serta bidangbidang garapan tertentu. -semoga Allah memberikan pemahaman kepadamuyang pertama bahawa sesungguhnya dakwah Ikhwanul Muslimin merupakan dakwah yang umum yang tidak bersangkutan kepada sebuah kelompok tertentu.”32 Sebagai dakwah yang universal. ia justeru mengarah kepada keteguhan agama dan dasar ajarannya. 25 50 .213 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). kelab dan asosiasi-asosiasi tertentu.

Kerana diantara karakteristik dakwah adalah persatuan.”39 34 35 36 37 38 39 Ibid. maka sesungguhnya dia telah hidup bersama dakwah.aspeknya dan menunaikan seluruh tuntutan dakwah berupa jiwa. dan dakwah hidup bersamanya. mendakwa memperbesar-besarkannya. hal. Dakwah kita adalah dakwah yang mencakup seluruh karakteristik Islam yang disifatkan padanya. serta sirah kaum muslimin terdahulu.”36 • • Sesungguhnya (prinsip). yang menjawab seluruh urusan-urusannya.”34 • Kami dunia memahami dan Islam dan dengan kami pemahaman tidak yang hal luas ini dan atau menyeluruh sebagai aturan yang mengatur seluruh aspek kehidupan akhirat. namun hal ini adalah sesuatu yang kami fahami dari kitab Allah dan sunnah Rasulullah Saw. 18 Ibid Ibid Ibid. waktu dan kesihatan. harta. dan tidak diam berpangku tangan di hadapan masalah kehidupan yang senantiasa berganti serta badan. dakwah kami adalah dakwah Islam dengan seluruh muatan makna yang dikandung kalimat ini.”38 • Dakwah ini tidak menerima persekutuan. dan ia juga menetapkan aturan-aturan yang sangat cermat dan teliti. makna yang lebih luas dari makna yang dipahami oleh kebanyakan manusia.”37 dakwah Ikhwanul Muslimin adalah dakwah nilai Sesungguhnya dakwah ini tidak sesuai kecuali bagi mereka yang telah menguasai seluruh aspek. maka selanjutnya fahamilah bersesuaian dengan keinginanmu. Kami meyakini bahawa makna Islam yang sesungguhnya mencakup dan mengatur seluruh urusan kehidupan.badan keadilan yang diperlukan untuk perbaikan manusia. hal 16 51 . dan ketahuilah bahawa pemahamanmu dibatasi oleh kitab Allah dan sunnah Rasulullah Saw. Barangsiapa yang telah bersedia menerima hal tersebut.• Dengarlah wahai saudaraku. serta sirah orang-orang soleh dari kaum muslimin.”35 • Benar. 17 Ibid Ibid. hal.

. Kalian memahami Islam dengan pemahaman yang menyeluruh. 247 37 41 42 43 52 .tunjang kebangkitan Islam.”43 • Kalian telah mendeklarasikan sejak hari pertama bahawa dakwah yang kalian serukan adalah dakwah Islam yang murni yang bersandarkan kepada Islam . nilai-nilai Islam. dan kalian meyakininya sebagai sebuah sistem kehidupan sosial yang sempurna aspeknya. hal. dan mereka meyakini bahawa setiap tampilan kebangkitan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam atau bertentangan dengan hukum-hukum Al Quran maka hal itu merupakan percubaan yang rosak dan gagal.”42 • Ikhwanul kawasan Muslimin Islam tidak mengkhususkan kawasan yang dakwah lain.. hukum-hukum Islam. 47 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). peribadatan kepada Allah. Ibid. 43 Ibid. dan sunnah Rasulullah di tangan kiri. hal. sebagai asas kebangkitan dunia Timur di setiap barisan kehidupan.”40 • Wahai kaum muslimin. maka mereka meminta manusia untuk menjadi tunjang. Kami mengajak kalian kepada Islam. hal. yang memperbaiki keadaan masyarakat di setiap 40 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). jihad di jalan serta memperkuatkan syariat agama Allah di muka bumi merupakan tugas kalian dalam kehidupan. pada sebuah mereka tanpa namun mengumandangkan seruan dakwah hingga sampai ke telinga para pemimpin dan panglima di setiap kutub bumi yang para penduduk negerinya memeluk agama Islam. amal perbuatan orang-orang soleh dari umat ini adalah teladan kami.”41 • Jika Ikhwanul Muslimin meyakini hal tersebut. hal. sesungguhnya kami berdakwah kepada kalian dengan AlQuran di tangan kanan.• Wahai kaum kami. petunjuk Islam. Jika seandainya hal ini merupakan siasah (politik) maka sesungguhnya hal ini adalah politik kami.

Kemudian kalian bangkit wahai Ikhwanul Muslimin untuk membebaskan diri kalian dan manusia dari kesempitan pemikiran. sifat lemah dan keputusasaan. Kalian juga meyakini bahawa hal itu merupakan sesuatu yang mungkin dan mudah jika kaum muslimin menginginkannya.”44 • Dalam tiga hal ini. di antara mereka masih banyak yang memahami bahawa Islam tidak lebih dari akidah atau sebuah keyakinan yang benar atau yang salah. kecilnya perasaan optimis serta rasa putus asa yang melanda jiwa. Dan masih banyak yang memahami bahawa jihad untuk memperjuangkan Islam adalah sesuatu yang akan berakhir dan berlalu waktunya.. ibadah yang sempurna ataupun yang tidak sempurna. banyak manusia yang menyerah dan berguguran di hadapan kenyataan ini. hingga ia mampu menguasai komponen masyarakat seluruhnya dan mengambil posisinya di tengah masyarakat sebagaimana yang telah Allah sediakan baginya untuk kehidupan manusia. bersatu dan berusaha untuk mewujudkannya. Dengan keterbatasan pemahaman ini. dan masih banyak yang memahami bahawa rintangan yang berada di hadapan para mujahid untuk mewujudkan cita-cita Islam terlalu besar untuk disingkirkan. 44 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). dan mereka berfikir bahawa perkara itu akan membebaskan mereka dari kehinaan di dunia dan seksaan di akhirat.Kalian juga meyakini bahawa di antara kewajipan muslim adalah berjuang untuk Islam. serta menantikan kemenangan yang telah dijanjikan Allah kepada kalian. boleh jadi ada perbezaan pandangan di antara kalian atau di antara kelompok kaum muslimin. 47 53 . hal.

kecuali Kerana mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjidmasjid. tentulah Telah dirobohkan biara-biara Nasrani. Sesungguhnya Allah 54 . gereja-gereja. dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain. yang di dalamnya banyak disebut nama Allah.                                                                           Ertinya: “(iaitu) orang-orang yang Telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar.

“Kami adalah para pendakwah Al Quran dan kebenaran yang mencakupi: Thariqah Shufiyah naqiyyah. dan siapakah kalian wahai Ikhwanul Muslimin? Apakah kalian adalah penganut Tarikat Sufi? Atau lembaga sosial? Atau lembaga kemasyarakatan? Atau parti politik? Maka jawapan kita kepada yang bertanya itu adalah. membantu yang tertimpa musibah. 247 55 . serta mendamaikan orang-orang yang bermusuhan. menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar. menjadi wadah aspirasi dan terbebas dari cita. hal. Mu’assasah Ijtima’iyyah Qa’imah. (iaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi nescaya mereka mendirikan sembahyang. 45 Risalah Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemuan Ketua-ketua Wilayah)... untuk memperbaiki jiwa dan menyucikan hati serta menghimpun hati-hati manusia kepada Allah yang Maha Besar dan Maha Tinggi.” (Q. yang mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. berlaku baik kepada orang-orang fakir dan miskin. Jam’iyyah Khairiyyah Nafi’ah. yang memiliki target tertentu serta menguasai kemahiran memimpin dan mengarahkan . “Apakah maksud perkara ini. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.S Al Hajj: 40-41)45 Siapakah kalian? Apa sifat kalian? Dan manusia akan berkata.pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya.. Hizb Siyasi nazhif.. dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.cita dan kepentingan. penyakit dan kehinaan dalam pelbagai bentuk . yang memerangi kebodohan. menunaikan zakat. kemiskinan.

yang mereka gunakan sebagai timbangan diri dan mereka akan mengetahui dimana mereka berada berdasarkan timbangan tersebut. “Apakah usaha dan langkah-langkah nyata yang dilakukan? Maka sayapun akan menjawabnya dengan sangat jelas. 388 Ibid 56 . 46 47 48 49 Ibid. Al La-Ihah Al ‘Alamiyah lil Ikhwan Al Muslimin Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Adakah Kita Para Aktivis)?.Kami adalah Islam itu sendiri wahai manusia. sesungguhnya urusan umat terakhir ini tidak akan baik kecuali jika mengikuti contoh kebaikan yang dilakukan oleh para pendahulunya. Tidak mengapa jika mereka melakukan kaijan dan penelitian ilmiah dalam masalah-masalah furu’. tarbiyah dan jihad dengan segenap makna yang mencakupnya tiga hal tersebut. hal. bahawa prinsip dasarnya adalah prinsip dasar yang dibawa Al Quran.”47 Imam Syahid juga mengatakan. Jika anda mengatakan. “Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin memiliki kaedah tertentu yang diikuti sebagai petunjuk jalan. • Mereka juga tidak melemparkan celaan kepada orang-orang yang tidak sepandangan dengan mereka. dan tidak menyibukkan diri untuk membantah orang-orang yang mengkritik mereka. “Dakwah. “Usaha dan langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. tanpa menyibukkan dirinya hanya pada masalah furu’ tersebut atau justeru mempengaruhi perbezaan tersebut hingga menjadi taufan kebencian terhadap orang lain hingga menerima pandangannya. maka akan mengenal kami.”48 Jika anda bertanya kepada mereka tentang prinsip dasar ini secara teori? Maka saya akan menjawabnya secara jelas. barangsiapa yang memahaminya. hal..”49 • Ikhwanul Muslimin tidak menyibukkan diri dalam masalah-masalah furu’.”46 Diantara identiti Jama’ah Ikhwanul Muslimin adalah. 252 Lihat.

gagasan yang saling berseteru. ketinggian tujuan dan cakupannya. kedudukan dan obsesi tertentu. yang memperkaya dan membantu jaemaah dalam membuat keputusan. Nasihat dan musyawarah merupakan perkara yang selalu dilakukan terus menerus serta tidak terputus. atau pandangan yang sempit. • Memahami secara sedar dan penuh perhitungan terhadap jalan dan cabaran yang akan dihadapinya. tidak menakutkan dan tidak pula ditakuti. • Ciri khas mereka adalah komitmen terhadap prinsip-prinsip dasar yang mereka yakini. kelemahan dan rasa putus asa. Menguasai realiti medan dan rintangan di sekitarnya. mampu berpegang teguh terhadap prinsip-prinsip dakwah dengan penuh komitmen. yang tidak dihinggapi oleh perubahan. komuniti dan perkumpulan yang lain. atau terhadap lembagalembaga. • Tidak bergantung kepada tokoh tertentu.• Tidak terobsesi terhadap kecetekan amal dan menyelam di belakang segala sesuatu dan peristiwa untuk mengetahui tujuan dan kemana arahnya. dan hal itu menjadi sebahagian dari proses pembentukan dan tarbiyah yang dilakukan. namun justeru sangat menjaga pembangunan amal dan proses pembentukan secara cermat dan teliti. namun tidak terdapat aliran pemikiran. Mereka justeru bertumpu kepada dakwah dan sangat menjaganya. Langkah-langkah mereka seimbang dan dengan izin Allah mampu mengalahkan usaha. kesabaran dan kesungguhan. kepastian terhadap hakikat segala sesuatu serta penerimaan hasil dengan tanpa tergesa-gesa memetik buahnya. • Ikhwanul Muslimin adalah sebuah jama’ah yang setiap individunya memiliki cara pandang dan aspirasi yang pelbagai. sesuatu yang tidak pernah wujud dalam sejarah kelompok manapun di abad ini. berkesinambungan dan mendarah daging antara generasi. dengan keyakinan bahawa 57 . Mereka juga tidak bereaksi berlebihan dan tidak terpancing oleh pengaruh-pengaruh tertentu. serta perbezaan-perbezaan lain sebagaimana lazim terjadi di setiap parti.usaha konspirasi dan pelumpuhan. pemikiran kanan mahupun pemikiran kiri. • Mereka tidak percaya dengan lompatan-lompatan di atas kebenaran.

namun hal itu tidak menggoyahkan dan tidak memberikan pengaruh yang besar bagi bangunan dakwah mereka. berlaku ikhlas dan terdidik di dalam pangkuan dakwah. 50 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). kerana sesungguhnya pahala dan ganjaran hanya dari Allah di akhirat. “Mana bahagianku? Mana hakku? • Dalam beberapa waktu. pangkat dan kekayaan. 272 58 . namun optimisme terpancar terhadap kemenangan Allah. Dan tak seorangpun dari mereka yang mengatakan. seluruhnya adalah pengorbanan dan taruhan. oleh kerana itu tidak sukar bagi mereka mengorbankan makanan anak-anak dan keperluan mereka sendiri demi memperjuangkan dakwah dan jihad mereka. sebahagian mereka tertinggal di belakang rombongan dakwah atau keluar dari gerabak disebabkan kelemahan individu atau berkurangnya rasa sabar atau kerana penyimpangan pemahaman dan kelemahan komitmen.”50 Mereka menganggap bahwa sesungguhnya dakwah seluruhnya adalah kewajipan. hingga terwujudnya target dan cita-cita yang diharapkan dengan izin Allah. Imam Syahid berkata.kemenangan dan tujuannya tidak akan terwujud dalam satu generasi. mereka tidak menantikan kedudukan. “Ikwanul Muslimin tiada lain adalah anak-anak dakwah yang meyakini dakwah. kebosanan atau kelesuan. Apa yang mereka lakukan berupa usaha untuk menggerakkan dan menyedarkan umat Islam dengan izin Allah menjadi menara terhadap kesungguhan usaha dan peranan mereka. sebuah panji yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. • Mereka tidak dilemahkan oleh rasa putus asa. namun merupakan suatu usaha yang berlanjutan dan terus menerus. hal. yang terlebih dahulu diketahui musuh sebelum teman.

4. peluang dan kerosakan. Berapa banyak tindakan-tindakan dan gerakan yang mempergunakan nama ‘syariat’ memberikan implikasi buruk terhadap dakwah kerana tidak didasari oleh pengetahuan dan pemahaman terhadap kenyataan dan realiti. Yang mendorong bersikap baik. fasa-fasa yang akan dilalui dakwah konsekuensi apa saja yang berlaku baik berupa kebaikan maupun • Rentetan peristiwa dan badai yang melanda umat Islam adalah sebagai langkah untuk menguji kebenaran manhaj. • Ikhwanul Muslimin adalah gerakan Islam yang integral menyeluruh. dan memberikan nasihat dengan santun kepada siapa yang berbuat buruk. Yang meyakini kepentingan kesatuan umat dan menjauhkannya dari pertentangan demi mewujudkan kemaslahatan umum.strategi tersebut sepatutnya harus memenuhi keadilan syar’i dan keadilan harakah yang adalah tidak mengejutkan merupakan sebahagian dari keseimbangan syariat ketika berhadapan dengan realiti. Maka strategi. dalam yang tidak harakah hanya yang serta keadilan urusan-urusan membuatnya mengambil tindakan tanpa memperhitungkan hokum realiti.strategi dakwah mereka sangat mengambil berat hukum realiti dan keadaan yang berlaku dengan ilmu dan pengetahuan.• Dalam melakukan gerakan dan strategi. dengan tetap bercermin kepada prinsip-prinsip memenuhi syariat dan syar’i tujuan-tujuannya. dan dengan izin Allah mereka menjadi harapan umat Islam untuk mengembalikan kemuliaan dan keagungannya. Sumber rujukannya adalah syariat Islam 2. 59 . Usaha untuk meraih kekuasaan bukan semata-mata menjadi tujuan. 3. 51 Diambil perkataan Al Ustadz Musthafa Masyhur pada acara peringatan kesyahidan Imam Hasan Al Banna. yang mencurahkan perhatiannya pada perbaikan dan pembengan:51 1. kekuatan dan kekukuhan bangunan dakwah.

Kami adalah kaum muslimin dan cukuplah demikian. di antara mereka ada yang beriman.5. menuju kepada yang Allah sebutkan dalam Al Quran:                            Ertinya: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. menyuruh kepada yang ma'ruf. dan cukuplah demikian. sekiranya ahli Kitab beriman. dan beriman kepada Allah. hal. dan mencegah dari yang munkar. dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. tentulah itu lebih baik bagi mereka. keluarga dan masyarakat. dan cukuplah demikian.199 60 .S Ali Imran: 110) Imam Syahid berkata di dalam memoarnnya. (Q. Namun lebih kepada kerjasama untuk mendirikan Negara Islam yang urusannya dikembalikan kepada Allah. akidah kami bersumber dari kitab Allah dan sunnah Rasulullah Saw. manhaj kami adalah manhaj Rasulullah Saw. “Wahai generasi umat yang kami banggakan dan yang kami cintai. perbaikan individu muslim.”52 Diantara Karakteristik Dakwah Ikhwanul Muslimin 52 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna).

“Kami telah membiasakan hal ini sejak permulaan dakwah. hingga tak seorangpun dari mereka dapat memanfaatkan dakwah untuk kepentingan lain yang bukan merupakan tujuan dakwah.a. “Cukuplah manusia itu berhimpun atas sesuatu yang menjadikan seorang muslim itu muslim.” Beliau juga berkata. sebagaimana dikatakan oleh Zaid r. Imam Syahid berkata. “Bukanlah termasuk aib dan cela. bahkan hal itu merupakan sebuah kemestian dan tidak selayaknya kita menghalanginya dan menjadikan perbezaan sebagai titik yang memisahkan dan membezakan. apabila kita berbeza pendapat. Menjauhi Dominasi Tokoh dan Pembesar Ini juga merupakan prinsip dasar sejak awal pertumbuhan dakwah.”53 2.124 Ibid 61 . “Persepsi demikian ini penting bagi sebuah jemaah yang ingin menebarkan fikrahnya di suatu negeri yang tidak pernah reda gelora khilafiyah atas hal-hal yang sebenarnya tidak beguna untuk diperdebatkan dan diperselisihkan. agar warnanya yang jernih tidak bercampur dengan warna-warna dakwah lain yang diusung dan digembargemburkan oleh para tokoh dan pembesar. Menjauhi Titik-titik khilafiyah Ikhwan meyakini tentang kebolehan berbeza pandangan dalam masalah-masalah furu’iyyah. hal.” Beliau menambahkan.Diantara ciri khas dakwah Ikhwanul Muslimin dan yang membezakannya dari dakwah-dakwah yang lain adalah: 1.”54 53 54 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Namun yang merupakan aib dan cela adalah sifat ta’ashshub (fanatik) dengan satu pendapat dan membatasi ruang lingkup berfikir manusia. Imam Syahid berkata.

Namun setelah dakwah tumbuh kuat. serta berjalan di atas manhaj Islam yang lurus. dan organisasi untuk bergabung. hal.”55 55 Ibid. sehingga mampu mengarahkan dan bukan diarahkan. Pada saat yang sama mereka harus mahu meninggalkan kebanggaankebanggaan kosong yang tidak bermakna. 3. ia akhirnya mampu menguasai kelompok tersebut dan mengarahkan mereka untuk memperjuangkan dakwah. mempengaruhi dan menjadikan mereka bekerja untuk kepentingan dakwah. sehingga pada saatnya mereka akan terkepung dan hilanglah apa saja yang ada di tangan mereka. walau mereka dahulunya menjadi tokoh penentang utamanya.125 62 . sehingga tabir itu akan terkuak dan manusia akan mengetahui segala hakikat yang tersembunyi. tak menjadi masalah bagi kami untuk menunggu sejenak sementara memohon pertolongan ke hadrat Allah. Hal ini juga merupakan karakteristik dakwah sejak awal. golongan. mempengaruhi dan bukan dipengaruhi. “Oleh kerana itu kami lebih mengutamakan menjauhi semuanya dan bersabar atas segala kekurangan kerana mempertahankan unsurunsur yang soleh. Pada akhirnya mahu tidak mahu mereka harus beramal demi dakwah dengan penuh kerendahan hati. tiang penyangganya semakin kukuh.citaa dan konflik antara parti. meniti jalan dan beraktiviti bersama kami. bersatu di bawah panji Al Quran yang agung dan bernaung di bawah naungan Rasulullah yang teduh.” “Sekarang. maka kita persilakan dengan penuh hormat kepada para tokoh. Imam juga berkata. agar ia terhindar dari cita. Pada akhirnya mereka akan kembali kepada khitah utama dan hati mereka dipenuhi oleh oleh rasa yakin dan percaya.. Menjauhi hubungan dengan parti-parti dan golongan-golongan. Imam Syahid berkata. “Namun jika mereka menolak. pembesar. dan prinsip-prinsip dasarnya semakin kukuh. ketika alat dakwah semakin kuat.

“Di insaniyah (kemanusiaan). hal. Mengutamakan kerja daripada seruan dan propaganda 6. 226 63 . (fase penyampaian. 123 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). hal.4. Insaniyah (kemanusiaan).”57 8. Ia menembus segenap penjuru bandar dan perkampungan dan memaksa kami menanganinya dengan serius serta memenuhi tuntutannya.”58 56 57 58 Ibid. fasa Tanfidz (fase pelaksanaan) merupakan ciri-ciri istimewa yang dimiliki dakwah. Imam berkata. Rabbaniyah (berprinsip ketuhanan). 125-126 Ibid. Sambutan pemuda kepada dakwah 7. Rabbaniyah (berprinsip Syahid ketuhahan). meskipun untuk itu kami harus menghadapi pelbagai persoalan berat yang sangat memenatkan. dakwah dan ‘alamiyah adalah (universal). antara karakteristik kami rabbaniyah dan ‘alamiyah. pengenalan dan penyebaran fikrah).56 5. Diantara karakteristik dakwah Ikhwanul Muslimin adalah. Cepat berkembang di desa dan bandar Imam Syahid berkata. Tadaruj (Bertahap dalam melangkah) Tadaruj (bertahap dalam melangkah) dan bertumpu pada tarbiyah. namun kini laju dakwah tersebut justeru bergerak lebih cepat dan mendahului kami. dan ‘Alamiyah (universal). hal. “Dahulu kami berusaha kuat memacu laju dakwah dan memaksimumkan penyebarannya. kejelasan langkah dakwah Ikhwanul Muslimin dan penetapan tiga fasa dakwah. Fasa Takwin (fase pembentukan dan pembinaan). yang menyatukan aspek spiritual dan akal manusia. Fase Ta’rif.

bersabda: ‫ليس منا من دعاالى عصبية . Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang lelaki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa . Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. hal. dan bukan termasuk dalam golonganku orang yang mati kerana membela fanatisme golongan. dakwah Ikhwan dikatakan bercirikan rabbaniyah (berorientasi ketuhanan) sekaligus insaniyah (peduli terhadap aspekaspek kemanusiaan). 227 64 .. Allah berfirman dalam Al Quran:                            Ertinya: “Hai manusia.Inilah sebabnya.S Al Hujurat: 13) Rasulullah Saw. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu.bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenalmengenal.” (HR. Ahmad)59 59 Ibid.” (Q. وليس منا من مات على عصبية‬ Ertinya: “Bukan termasuk golonganku orang yang menyeru kepada ashabiyah (fanatisme golongan).

S Thaha:114) 65 . kenabian.                 Ertinya: “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarahpun." (Q. “Bahawa sebuah masyarakat manusia tidak akan menjadi baik kecuali jika ada keyakinan hati yang bangkit dari dalam jiwa hingga merasa selalu diawasi oleh Allah Swt.         Ertinya: “Dan Katakanlah: "Ya Tuhanku. berkarya serta melakukan berbagai eksplorasi atas sumber daya alam demi mendapatkan manfaat yang sebanyak-banyaknya. (Q. mengetahui. tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan. dan merasa terhormat dengan ma’rifah kepada-Nya.S Al Zalzalah:7-8) Di saat inilah. nescaya dia akan melihat (balasan)nya. nescaya dia akan melihat (balasan)nya pula. dan kepada hari pembalasan. Oleh kerana itu. kehidupan akhirat. Yakni dimana pada saat itu Allah akan membalas seluruh perbuatan manusia selama kehidupannya di dunia. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarahpun. di saat seluruh manusia dituntut untuk pantas bangkit dengan potensi akal fikirannya untuk belajar.Imam Syahid juga berkata. wajib bagi manusia untuk kembali beriman kepada Allah.

“Ikhwan juga sangat menghindari fanatisme terhadap nama atau sebutan. Imam Syahid berkata. maka Ikhwan berusaha menuju sisi-sisi itu semuanya.”60 9. tercermin dalam namanya. Pemahaman Islam yang komprehensif. kerana mereka telah disatukan oleh Islam yang integral. dan kefahaman amal serta mencakup seluruh aspekaspeknya.”63 60 61 62 63 Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). “Demikianlah kita dapat melihat bahawa kesempurnaan makna kandungan Islam telah menyatu dengan fikrah kami. Kesempurnaan yang menyentuh semua aspek pembaharuan. dan aktiviti Ikhwan mengarah kepada pemenuhan semua aspek ini. dengan kesempurnaan keIslamannya Ikhwan berusaha sekuat tenaga untuk menghindari dan menjauhi setiap sisi kekurangan dan kelemahan yang mengundang fitnah. Diantara karakteristik dakwah Ikhwan adalah. IKhwan memahami bahawa Islam memang menuntut mereka memberikan perhatian kepada semua sisi tersebut.”61 Walaupun demikian. Pada saat orang-orang selain mereka hanya menggarap satu sisi dengan mengabaikan sisi-sisi yang lainnya. Hal. Al Ikhwan al Muslimun.”62 10.123 ibid ibid 66 .Oleh sebab itu kami menyeru umat manusia kepada warna pemikiran yang memadukan antara keimanan pada yang ghaib dan optimalisasi fungsi akal.

Jilid I. tahun 1998) 69 Maksudnya mereka memahami bahawa Islam menjadikan thalabul ‘Ilmi (menuntut ilmu) sebagai kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah. Era Intermedia. hal. Jilid I. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. Era Intermedia.227. Imam Syahid mengatakan. Peka dan berlemah lembut Imam Syahid berkata.” Dalam mengikuti manhaj konstruktif dan bukan destruktif. kecintaan karena Allah dan keterikatan kepada kebaikan. diantaranya adalah. hal. thariqah sunniyah65. Jilid I. hal. tahun 1998) 66 Maksudnya mereka memahami bahawa asas kebaikan adalah kesucian jiwa. karakteristik dakwah Ikhwan yang saya yakini ada beberapa hal. kejernihan hati. dan ia melakukannya dengan penuh kepekaan. Era Intermedia.228.”72 11. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. Era Intermedia. Jilid I.228. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin.228. Hakikat shufiyah66. hal. Jilid I.228.semaksimum mungkin sesuai dengan kemampuan mereka(Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. amal yang berterusan. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. hal. rabithah ‘ilmiyah tsaqafiyah69. Konstruksi (pembangunan). Jilid I.227. Jilid I. hal. 123 73 Memoar Dakwah dan Para Da’i 67 . Era Intermedia. Era Intermedia.227. mendidik bangsa agar memiliki ‘izzah dan menjaga identitinya. “Setiap dakwah memiliki karakteristik73. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. syirkah iqtishadiyah70 dan fikrah ijtima’iyah71. jama’ah riyadhiyah68. Era Intermedia. “Selagi kalian selalu mempersiapkan diri kalian untuk 64 Maksudnya adalah mereka berdakwah untuk mengajak kembali (bersama Islam) kepada sumbernya yang jernih dari Kitab Allah dan Sunah Rasul-Nya. maka kami adalah orang yang harus melakukannya sebelum segala yang lain. tahun 1998) 71 Maksudnya mereka sangat menaruh perhatian pada segala penyakit yang ada dalam masyarakat Islam dan berusaha mengubati dan menyembuhkannya. Dakwah kami adalah dakwah yang membangun dan bukan menghancurkan.Dakwah Ikhwan adalah dakwah salafiyah64. hal. tahun 1998) 67 Maksudnya mereka menuntut perbaikan dari dalam terhadap hukum pemerintahan.228. hal. tahun 1998) 70 Mereka memahami bahawa Islam sangat memandang berat pemerolehan harta dan pembahagiannya. hal. Era Intermedia. Hai’ah siyasiyah67. Jilid I. berpaling dari ketergantungan kepada makhluk. tahun 1998) 65 Maksudnya mereka membawa jiwa untuk beramal dengan sunah yang suci -khususnya dalam masalah akidah dan ibadah. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. meluruskan persepsi yang terkait dengan hubungan umat Islam terhadap bangsabangsa lain di luar negeri. tahun 1998) 68 Maksudnya mereka sangat mengambil berat masalah fizikal dan memahami benar bahawa seorang mukmin yang kuat itu lebih baik daripada seorang mukmin yang lemah. tahun 1998) 72 Risalah Pergerakan: Muktamar ke V.

maka aku wasiatkan kepada kalian untuk selalu bersikap konstruktif dan bukan destruktif. cukuplah apa yang terdapat di dalamnya. tinggalkanlah dahulu permusuhan dan kebencian. 12. 74 75 Hasan Al Banna. dan pada saat itu kalian harus berfikir bagaimana menciptakan lapangan kerja sosial dan merealisasikan layanan terhadap Islam. kerana sesungguhnya melakukan usaha. Kisah-kisah Dakwah dan Tarbiyah.berkontribusi terhadap amal-amal Islam di segenap lapangan. dan kami mengikuti apa yang kami katakan.usaha pembangunan jauh lebih baik dan berharga seribu kali daripada tindakan penghancuran. iaitu dengan senantiasa berzikir dan berdoa dengan doa-doa yang ma’tsur –terdapat banyak doa ma’tsur di dalam Risalah Ikhwan. Abbas Asisi. Senantiasa berkumpul (berjama’ah) Kami selalu berkumpul dan merindukan pertemuan serta merasakan hak-hak berukhuwah. Semangat perjuangan Kami menggadaikan diri untuk dakwah dan melapangkan hati untuk melakukan segala sesuatu untuk dakwah.147 Maksud beliau adalah Al Quran Dusturuna (Al Quran sebagai pedoman kami) 68 . hal. Rabbaniyah (berprinsip ketuhanan) Kami senantiasa menjalin hubungan dengan Allah dengan segenap kemampuan yang kami miliki.”74 Diantara karakteristiknya yang lain adalah: Kesepadanan antara perkataan dan perbuatan Maka kita harus mempelajari undang-undang (hukum)75 yang kita miliki.

yang ringkasannya adalah. 76 77 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). muslimin. “Wahai al Ikhwan al Muslimun. Jum’ah Amin.”77 kerana berputus asa tidak termasuk akhlak kaum 12. • • Salafiyah dalam pemikiran.”76 Perkara-perkara umum ini telah kalian ketahui perinciannya secara keseluruhan.Imam Syahid berkata. Manhajnya integral dan menyeluruh Dakwah universal Mengutamakan musyawarah mufakat dalam mengambil keputusan Memberikan perlawanan terhadap orang-orang yang menzalimi dan memeranginya.124 69 . janganlah kalian berputus asa. Ia adalah dakwah yang boleh kita sifatkan dengan beberapa sifat berikut ini:78 • Rabbaniyah al Mashdar Rabbaniyah al Mashdar (berprinsip ketuhanan) Sumber rujukannya adalah wahyu Allah Swt. serta tidak membenci siapa saja yang ingin mengikutinya. Al Tsawabit wa al Mutgayyirat. hal. paradigma dan akidah Dakwah yang logik dan diterima masyarakat. maka bekerjalah.262 (Dikutip dari perkataan Imam Syahid di majalah Ikhwanul Muslimin. • • • • • • Mengutamakan akhlak dan kesantunan dalam tujuan-tujuannya. • • Wasatiyah (sifat pertengahan) Sifat peka dan positif terhadap alam. 125 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). misi dan langkah yang digunakan. awal tahun ke 5) 78 Manhaj Imam Al Banna. manusia dan kehidupan Realistik ketika berinteraksi dengan individu dan masyarakat serta dengan orang lain. hal. hal. Dr. Pembangunan dan pekerjaan.

Dari perbezaan menuju kesepakatan 70 . Dari sifat berlemah lembut dan berterabur menuju program kerja yang terencana (Dari mimpi menuju dunia nyata). Karakteristik Manhaj Tarbiyah di Masyarakat: Diantara karakteristik manhaj Ikhwan dalam mentarbiyah masyarakat dan mengarahkannya. hal itu merupakan aturan untuk mewujudkan persatuan pemahaman.separa menuju permasalahan mendasar dan universal (Dari ibadahibadah sunah menuju ibadah-ibadah wajib dengan tetap memelihara keduanya). Dalam banyak situasi. Dari permasalahan-permasalahan furu’ dan separa. selagi hal itu tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar jamaah maka hal itu tetap menjadi pendapat peribadi dan jamaah tidak menjadikannya sebagai pandangan. ideologi Ikhwan dan prinsip-prinsipnya. Oleh sebab itu. serta sesuai dengan hasil musyawarah dalam meluruskan dan mengembangkan. persatuan nilai dan keseimbangan. dan tidak berjalan sesuai dengan kemasalahatan sementara atau matlamat sesaat dan pandangan yang sempit. Dari ucapan dan perdebatan menuju amal dan perbuatan 3.Jamaah ini bukan merupakan parti politik yang usaha politiknya nya mendapat bias dari golongan dan aliran pemikiran tertentu. 5. yang membiarkannya berjalan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Namun ia merupakan mainstream yang memberikan kebebasan berfikir dalam kerangka umum dakwah Islam. Dari kesamaran menuju terang 2. Jamaah tidak mengambil pemahaman fikih tertentu dalam masalah-masalah furu’ yang diperdebatkan para ulama. 4. Jamaah ini bergerak sesuai dengan tonggak dasar dan prinsip-prinsip dakwah. serta dalam komunikasi-komunikasi dakwah adalah bahawa manhaj tersebut lahir dari: 1. Adapun pendapat peribadi.

tonggak yang menopang berdirinya agama ini di bumi. Agama ini telah dimenangkan oleh perjuangan pedang-pedang kalian yang bersandar terhadap tonggak. Dari kesukaran dan ancaman menuju kemudahan dan khabar gembira. sesungguhnya pedangpedang kalian yang kuat tak akan meraih kemenangan kecuali dengan keimanan yang dibawanya. dan keyakinan mereka dengan jiwa-jiwa mereka. 8.6.tonggak berikut ini: • • • • Keimanan kepada Allah Zuhud terhadap harta kekayaan dunia dan mengutamakan kenikmatan akhirat. raga dan harta untuk memenangkan kebenaran. 152 71 . Imam Syahid berkata tentang tonggak. maka 79 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dan hal itu yang akan membuat segala sesuatu senantiasa sesuai dengannya. Dari fanatisme golongan dan insklusif menuju toleransi dan keterbukaan. Cinta terhadap kematian di jalan Allah Berada di atas perjuangan tersebut dengan berpedoman kepada Al Quran yang mulia. dan di tangan Allah-lah segala urusan.79 Beliau juga berkata. Jika kalian telah menjadi seperti itu maka fikirkanlah: Sesungguhnya Allah telah mengilhamkan kepada kalian kecerdasan dan kebenaran. 9. kebersihan hati dan keikhlasan serta amal dari keyakinan dan ketenangan. “Wahai Al Ikhwan al Muslimun. hingga jiwa-jiwa mereka bersatu dengan keyakinan mereka. Hal. dan pada saat itu mereka adalah ideologi dan ideologi adalah mereka. “Sesungguhnya keikhlasan adalah dasar • kejayaan. Dari perpecahan dan perseteruan menuju persatuan dan perpaduan. kesucian jiwa. Dari sifat ekstrim dan berlebih-lebihan menuju sifat sederhana dan seimbang. 7. Pengorbanan dengan jiwa.

kerana dia akan menjadi penghalang turunnya rahmat.kerjakanlah. yang kehilangan orientasi. atau paling tidak para pemimpin dan para pembawa perbaikannya. hal. umat ini memerlukan kekuatan jiwa yang besar yang tergambar dalam beberapa hal berikut: • Keinginan yang kuat yang tidak dihinggapi kelemahan Kesetiaan yang tinggi yang tidak diwarnai oleh pengkhianatan dan kepura-puraan. “Dengan tiga keyakinan. JIka diantara barisan kalian ada seseorang yang berpenyakit hatinya. maka keluarkan dia dari barisan kalian. hal. • Pengorbanan kebakhilan. besar yang tidak dihalangi oleh ketamakan dan • • Pengetahuan terhadap tonggak- tonggak dasar dan keyakinan terhadapnya serta penghargaan terhadap tonggak. bangga kerana meyakininya serta optimis 80 81 Lihat buku Imam Syahid. 136 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). tidak memiliki obsesi dan terluka masa lalunya. keimanan terhadap kebesaran risalah dakwah ini. Fuad Al Hajarsy. ia adalah bangsa yang kecundang dan membimbangkan yang tidak akan sampai kepadanya kebaikan dan tak mampu mewujudkan cita-cita.”80 Imam Syahid menjelaskan tentang kepentingan kekuatan jiwa dalam membina umat dan para penyeru dakwah serta pemusatan kekuatan dalam keimanan yang sempurna dan pengorbanan dalam perjuangan. “Sesungguhnya dalam pembinaan umat dan tarbiyah bangsabangsa. Setiap bangsa telah kehilangan keempat sifat ini. sesungguhnya Allah membantu kalian dengan kekuatan dan kemenangan. beliau berkata. 45 72 .”81 Beliau berkata. yang menutup turunnya pertolongan dan taufik dari Allah.tonggak tersebut yang akan menjaganya dari kesalahan dan penyimpangan atau tertipu dengan yang lain.

hal. 235 83 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). “Guna menjamin kebenaran dan ketepatan dalam pelaksanaannya –atau minimum mendekati tepat. hal.”82 Untuk menjamin kebenaran dan ketepatan setiap individu dalam menjalankan manhaj Islam. serta membangun pengawasan peribadi dan hati yang hidup. yakni sumber aturan. bahan pemikiran. 121 84 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). hal. iaitu bahawa kita tidak berputus asa dan tidak tergesa-gesa. Islam kemudian memberikan pengenalan bagi jiwa manusia tentang ubat-ubat mujarab yang mampu menyucikan hawa nafsu.”84 “dan kami akan bekerja dengan keyakinan-keyakinan ini. kita tidak mendahului peristiwa dan tidak dilemahkan oleh panjangnya perjuangan. ketakwaan. Imam Syahid berkata. 270 73 . dakwah menaruh perhatian besar terhadap perkembangan jiwa dan pembersihannya.terhadap pertolongan Allah adalah tiga hal yang dihidupkan Rasulullah Saw. persepsi dan pembentukan. selain ketiga senjata tersebut kita masih memiliki senjata lain.”85 82 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). hal. menunjukkannya kearah kesempurnaan dan keutamaan. “Sesungguhnya kita memiliki senjata yang tak lekang dimakan malam dan perjalanan hari iaitu kebenaran. penyelewengan dan permusuhan. yang didorong oleh keimanan dan dikuatkan oleh cita-cita.“83 Beliau juga berkata. dan setelah itu kita juga memiliki senjata keimanan dan cita-cita.Islam sangat menaruh perhatian untuk memberikan terapi kejiwaan kepada manusia. rendah hati dan rasa takut kepada Allah. 269 85 Ibid. dan kami akan melakukannya dengan kebenaran. membersihkannya dari nodanoda kepentingan Peribadi. di dalam hati para sahabatnya dengan izin Allah. 234. serta membentenginya dari penyimpangan.

sebuah pemikiran itu akan berjaya diwujudkan jika. 194. Kuat rasa keyakinan kepadanya 86 Syahid serta memusatkan perhatian yang terhadap harus makna-makna beliau keimanan ini iaitu asas amal dan jihad. yang kuat.. c. a. hak-hak dan kesuciaannya Terhadap pembalasan.: 1.” • b. Dan terhadap diri mereka sendiri. Keimanan: • Mereka telah meyakini dengan sedalam-dalamnya keimanan. berkata: “Sesungguhnya. pengorbanan Sebagaimana yang dilakukan para sahabat Rasulullah Saw. 193. JIhad * Mereka telah mengetahui dengan sebenar-benarnya dan seyakinbahawa dakwah yang mereka serukan tidak dan akan kerja meraih keras. maka kami juga berupaya untuk melakukannya. jihad dan pengorbanan. kemenangan dan pertolonganNya. “Lalu apakah persiapan kita untuk mewujudkan manhaj ini?! Jawapan terhadap pertanyaan tersebut adalah. yakinnya kemenangan kecuali dengan jihad.Beliau juga mengatakan. besarnya pengorbanan dan kerja keras. kepentingan kerja keras dan kewajipan-kewajipan dipenuhi. keagungan. serta keyakinan terhadap pertolongan Allah. hal. Keimanan. suci dan abadi terhadap Allah. 74 . Risalah Pergerakan: Ikhwan di bawah panji Al Quran. yang meyakini kebenaran jihad. dan mereka adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Mereka adalah sebuah jamaah yang dipilih untuk menyelamatkan alam semesta. “Kami pun meyakini pertolongan dan kemenangan dari Allah. keperkasaan dan ganjaran-Nya. • • • Terhadap manhaj. kelebihan dan kebenarannya Persaudaraan.”86 Imam pengorbanan.

jika tidak maka ia akan dikalahkan dan kegagalanlah yang akan dirasakan oleh generasi mudanya. “langkah.69 Ibid. Semakin bersemangat dalam merealisasikannya 4.”88 “Tanpa kekuatan roh dan pembaharuan jiwa. dan terbaca bagi siapa saja yang punya perhatian kepada sejarah jama’ah-jamaah– secara global terangkum dalam empat kata. “Sesungguhnya dakwah ini tidak akan mampu dipikul kecuali oleh orangorang melebur dan memberikan apa saja yang kelak dituntut olehnya.langkah umum yang dimiliki dakwah tidak akan berubah dan berganti serta tidak keluar dari tiga hal berikut. hal.”90 Sesungguhnya langkah untuk penanaman nilai dalam setiap seruan dakwah –kiranya sudah dimaklumi. amal. baik 87 88 89 90 91 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Keimanan yang mendalam 2.”89 Tentang langkah.108 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).2. perkasa dan kuat. Pembinaan yang sangat teliti 3. 5. Beramal untuk mewujudkannya. Kesediaan untuk beramal dan berkorban untuk mewujudkannya. hal. hal. difahami. 240 75 . 1.langkah utama yang menopang dakwah. 70 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). Ikhlas dalam berjuang di jalannya 3. Iman. hal. hal.174 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. jujur dan dermawan dalam melakukan pengorbanan dan perjuangan di tengah kemelut. Amal yang berkesinambungan. mahabbah dan ukhuwah. maka Imam Syahid mengatakan.”91 Beliau juga menegaskan tentang kepentingan pemusatan perhatian setiap individu terhadap dakwah dan menguasai seluruh aspek-aspeknya.”87 “Dalam menempuh perjalanan yang penuh marabahaya ini Umat tidak memiliki apapun kecuali jiwa yang beriman. maka kita tidak akan mampu memberikan langkah apapun terhadap umat.

serta berjalan di atas pentas perjuangan dengan berpedoman kepada Al Quran yang mulia. yang senantiasa cepat menjemput kebaikan.179 Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). bangunlah kebangkitan kalian. “JIka didapatkan seorang muslim yang baik. cinta terhadap kematian di jalan Allah. amalan yang tidak berhenti. kami telah mempersiapkan keimanan yang tidak tergoncang. dan merelakan dirinya untuk memikul beban perjalanan. pengorbanan dengan jiwa.152 Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). kesihatan. “Untuk melakukan misi dakwah. hal. yang mengoptimumkan kerja mereka dengan harapan amalan tersebut diterima.”94 Beliau kemudian meringkaskan hal itu dalam sebuah kalimat. Beliau berkata. kerana diantara cirinya adalah persatuan. harta bahkan jiwa.waktu. keyakinan kepada Allah yang tak lemah. maka akan terdapat cirri. serta jiwa yang senantiasa bahagia jika suatu hari ia menemui Allah dalam keadaan syahid.”95 92 93 94 95 Risalah: Risalah: Risalah: Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami).” Imam Syahid berkata. dan mereka selalu kembali kepada Tuhan-Nya.cirri kejayaan dalam dirinya.tiang ini. “Wahai Al Ikhwan al Muslimun. hal. Sesungguhnya ini adalah dakwah yang tak menerima penyekutuan. raga dan harta untuk memenangkan kebenaran. 37 76 . Agama ini berdiri tegak dengan perjuangan pedang-pedang kalian yang bersandar terhadap tiang.”92 Imam Syahid berkata.tiang keimanan yang kuat kepada Allah. hal. Zuhud terhadap harta kekayaan dunia yang fana dan mengutamakan kenikmatan kehidupan akhirat. hal. baiki diri dan pusatkan perhatian terhadap dakwah kalian.16 Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).”93 Beliau berkata. “Beban dakwah tidak akan mampu dipikul kecuali oleh mereka yang telah menggadaikan dirinya untuk dakwah. Maka dengan tiang. selalu memberikan apa yang diberikan kepada mereka dengan hati yang senantiasa merasa takut kepada Allah. serta bimbinglah umat ini menuju kebaikan.

Imam Syahid berkata.Imam berkata di dalam rujukan utama manhaj ini.”97 Bab II Mekanisme Perubahan • Pengantar Agama Islam sebagai suatu manhaj yang memiliki perbezaan asas dengan manhaj-manhaj konvensional lainnya. serta sirah yang mulia para ulama-ulama terdahulu. hingga kami hidup mulia atau mati sebagai syuhada. Ia adalah sebuah manhaj yang diturunkan Allah dari langit untuk meninggikan darjatnya yang kemudian dilaksanakan demi mendapatkan kebaikan di dunia dan kenikmatan di akhirat. Ia tidak terikat dengan suatu masa tertentu atau suatu kawasan tertentu. Kita tidak mengharapkan balasan apapun dari usaha. kemudian sunnah yang benar dan terjamin dari Rasulullah Saw. Syiar-syiar yang senantiasa kami serukan adalah: Allah tujuan kami. Islam adalah manhaj yang sempurna dan menyeluruh serta 96 97 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). melainkan untuk mendapatkan keredaan Allah dan memenuhi kewajipan serta memberikan petunjuk dan pembinaan terhadap manusia. “Kami akan berjihad untuk mewujudkan fikrah kami.. Al Quran adalah pedoman kami. jihad adalah jalan juang kami. “tonggak utama dalam menjalankan langkah-langkah ini adalah Al Quran yang tidak dicampuri oleh kebatilan apapun baik dari kedua tangannya mahupun dari belakang. dan kami akan bekerja keras selama kami hidup. kami akan mengajak manusia semua untuk menyambut seruan dakwah. Muhammad pemimpin dan tauladan kami. dan kami akan mengorbankan apa saja untuk mewujudkannya.”96 Tentang kadar kekuatan komitmen Ikhwan terhadap dakwah dan syiarsyiar yang diperjuangkannya.usaha tersebut. dan mati di jalan adalah cita-cita kami tertinggi. hal. namun merupakan risalah penutup kenabian untuk seluruh umat manusia.176 Ibid 77 .

keadaan. terikat dengan tempat dan tabiat tertentu. yang didominasi oleh nafsu dan kecenderungan manusia. menetukan 98 Coba lihat kembali bab sebelumnya untuk menambah penjelasan dalam pembahasan ini 78 . untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi dan menghadapi urusan-urusan mereka.sesuai dengan setiap zaman dan tempat yang mampu mengendalikan seluruh syariat yang diturunkan sebelumnya. Agama yang membuat manusia menghadapkan seluruh wajahnya kepada Allah dengan berserah diri sepenuhnya dan semata-mata untuk beribadah kepada-Nya dengan penuh rasa takut dan kecintaan pada zat-Nya serta harapan untuk mendapat pahala dari-Nya. • Realiti dan manhaj perubahan Berbicara tentang manhaj perubahan pada saat dan realiti kehidupan terkini terhadap umat dan manhaj apapun. Ia bersifat terbatas dan terikat dengan zaman dan jenis tertentu. Di dalam agama Islam terdapat seluruh unsur yang mendukung kehidupan dan tonggak. yang mencakup seluruh sisi kehidupan dan pelbagai aspek-aspeknya. Hal ini yang membuat para pemeluknya dapat memanfaatkan dan menggunakan percubaan-percubaan dan ijtihad manusia dalam setiap sisi kehidupan sesuai dengan perspektif Islam dan epistemiologi keIslaman. sesuai dengan pandangan. serta keanjalan dalam menerima segala bentuk ijtihad manusia dengan mainstream yang telah ditetapkan untuk hak itu. Adapun manhaj konvensional buatan manusia. serta oleh keterbatasan dan kelemahan manusia. adalah suatu manhaj yang diciptakan oleh kelompok manusia tertentu dan di sebuah komuniti tertentu. maka sepatutnya harus menentukan keadaan realiti dan penyakitnya secara teliti98. zaman dan tabiat mereka secara khusus.tonggak mendasar yang membuatnya mampu beradaptasi dalam menghadapi segala bentuk perubahan.

100 79 . risalah dalam muktamar para ketua kawasan. Kepada Apa Kita Mengajak Manusia. hingga kami sampai ke tujuan yang hendak dicapai. Dakwah kami. 232 Lihat kembali karakteristik dakwah pada bab sebelumnya 101 Lihat risalah-risalah sebelumnya. Ia juga menderita pada aspek pemikiran iaitu dengan kehampaan dan kerosakan. 99 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Walaupun konsep dakwah telah sangat jelas dan mencakup segala hal sejak awal penyebarannya.target dan tujuan-tujuan tertentu. Antara kemaren dan hari ini. namun dalam pelaksanaannya dakwah memiliki beberapa fasa dan tahapan yang akan dilalui. Imam Syahid berkata. permusuhan. tahap-tahap serta langkah untuk mewujudkan target-target tersebut.tanda kelemahan dan penyebab kerosakan yang dideritai umat Islam di dalam beberapa risalahnya.”99 Dan hal ini didahului sebelumnya oleh: Dasar pegangan dan sibghah (celupan) yang akan mengarahkan perspektif dan manhaj tersebut. serta atheisme yang menghancurkan keyakinan dan memusnahkan teladan utama di dalam jiwa generasi mudanya.101 Imam Syahid berkata tentang kerosakan yang tersebar di tubuh umat dengan mengatakan. “Sesungguhnya ia sedang menderita. Muktamar ke V. dengan penyebaran amalan riba di setiap kelas masyarakat serta hegemoni perusahaan-perusahaan asing atas aset dan kekayaan negerinya. pada aspek politik oleh penjajahan musuh-musuhnya. Dalam aspek ekonomi. “Dengan demikian.100 Imam Syahid telah menemukan secara jelas dan terperinci tanda. Menuju Cahaya. fanatisme kelompok dan kehancuran pada generasi mudanya. kemudian menetapkan koridor yang akan dilalui. hal. perpecahan. serta risalahnya dalam muktamar para pelajar Ikhwan. dakwah ini memiliki fasa dan tahapan tertentu yang kami harapkan dapat diikuti dan ditempuh bersama-sama.

hal. dan menjadi dinding dari pengorbanan. kehinaan. beliau berkata. baik sebagai dasar pegangan. iaitu dengan keputusasaan yang sangat membimbangkan. dengan melenyapkan akhlak dan budi pekerti serta sifat-sifat luhur kemanusiaan yang diwarisi dari orangorang soleh terdahulu dengan mengikuti budaya Barat. 82 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? Hal. “Manhaj kami adalah Islam. tidak akan mampu membetulkan orang-orang yang melampaui batas serta tidak akan mampu menolak kezaliman. yang akhirnya mengeluarkan umat ini dari barisan para pejuang ke barisan orang-orang lalai dan para kecundang. serta sifat pengecut yang memalukan.tiangnya sebagaimana tertera dalam Al Quran. Dalam aspek kejiwaan.”102 Imam Syahid telah menentukan pegangan dan tujuan dakwahnya iaitu Islam.” 102 103 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). serta manhaj.Dalam aspek sosial kemasyarakatan. yang akhirnya mengalir dalam dirinya seperti aliran racun ular berbisa yang meracuni darah dan mengotori kesucian jiwa dengan hukum-hukum konvensional buatan Barat yang tidak akan mencegah para pelaku kejahatan. visi dan tujuan. kebakhilan dan egoisme yang menghalangi diri dari kerja keras.”103 “Kami meyakini bahwa di dalam manhaj Islam terkandung seluruh konsep yang diperlukan umat dan kebangkitannya. langkah dan strategi kami adalah panduan yang kami dapatkan dari Rasulullah Saw. 90 80 . Begitupula kehampaan dalam pendidikan dan tarbiyah masyarakat yang kemudian menghalangi pengarahan yang benar terhadap pertumbuhan dan masa depan generasi mudanya serta para pembawa amanah kebangkitan umat. kemalasan yang sangat kritikal. tiang.

”105 Wahai kaum kami. tidak rela menjadikan yang selain Islam sebagai imam. dan tidak akan taat kepada yang lain sebagai landasan hukum. dan ia sebagaimana tertuang jelas di dalam Al Quran dan sunah Rasulullah Saw.”104 Kami juga meyakini bahwa semua bentuk kebangkitan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam dan berlanggaran dengan hukumhukum Al Quran adalah sebuah usaha yang rosak dan akan menemui kegagalan. dan demi meninggikan kalimatnya fikrah itu berbuat dan beramal. Kita tidak mungkin mengganti Islam dengan sistem yang lain. kepada hukumhukum dan kepada petunjuknya.”106 Sumber yang menentukan tujuan-tujuan ini adalah Islam. di atas Islam fikrah itu tegak. serta jejak kaum salaf yang soleh dari putera-puteri terbaik umat ini adalah teladan kami. hal. kami harus membangunkan kebangkitan dunia Timur sesuai dengan tonggak dan prinsip-prinsip dasar Islam dalam setiap aspek kehidupan. fikarh kami adalah Islam semata. demi Islam fikrah itu berjihad.47 Ibid Ibid Ibid 81 . sungguh ketika kami menyeru kalian. ada Al Quran di tangan kanan kami dan sunah di tangan kiri kami.       104 105 106 107 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). Kami menyeru kalian kepada Islam. kepada Islam fikrah itu bersandar.“Oleh sebab itu. kepada ajaran-ajarannya.”107 “Oleh sebab itu.

88 82 . Kemudian melakukan perjuangan dan berpaling dari kebatilan menuju kebenaran. dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. iaitu: 1. dan Allah telah meletakkan sebuah manhaj tertentu yang mesti dilalui generasi pertama kaum muslimin –semoga keredaan Allah tercurah kepada mereka semua-. yang bertindak untuk mencelup umat dengan celupan Islam yang sempurna dalam setiap aspek kehidupannya.. hal. 108 109 Risalah. dalam berdakwah.S Ali Imran: 85)108 “Seungguhnya tujuan Ikhwan terletak pada pembinaan generasi baru dari kaum muslimin dengan ajaran-ajaran Islam yang benar. “Langkah-langkah tersebut sangat jelas dalam langkah perjuangan yang ditempuh dakwah Islam generasi pertama.” (Q.”109 Imam Syahid merangkumkan garis perjuangan Rasulullah Saw. kemudian mempersaudarakan antara jiwa-jiwa tersebut dan menempatkan singgahsana keimanan di hati-hati mereka. 4. Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Dengan demikian. Dakwah secara sembunyi-sembunyi 2. 3. selesai sudah langkah pertama dalam manhaj dakwah.    Ertinya: “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam. yang merupakan gambaran yang diberikan oleh Rasulullah Saw. baik syariat maupun penerapannya. Lalu hijrah menuju hati-hati yang subur dan jiwa-jiwa yang sedia menerima hidayah. Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya. Kemudian dakwah secara terbuka serta upaya memperjuangkannya tanpa rasa bosan. beliau berkata. hal. 99 Risalah.

Imam Syahid berkata. kalian menginginkan umat ini menjadi model umat muslim masa depan yang akan menjadi teladan semua negara-negara Timur. namun dalam pandangan kalian dan Islam yang telah mewajibkannya sebagai sebuah kewajipan sebagai sesuatu yang dekat ataupun jauh?        110 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. amal yang berkesinambungan. Memahamkan bangsa ini. kemiskinan.110 Tentang jauhnya target perubahan yang hendak dicapai serta peranan yang ingin diwujudkan. serta bertahun lamanya umat tenggelam dalam genangan kerosakan yang merebak ke setiap tempat. penyakit. 83 . Ini adalah tugas dan peranan kalian yang oleh manusia dilihat masih sangat jauh. ia akan berhadapan dengan barisan pasukan kebodohan. Adakah kalian berfikir atau manusia menyangka hal ini adalah masalah yang ringan? Bahkan tujuan kalian lebih luas dari ini. dan kalian menginginkan dari bangsabangsa ini sebuah persatuan Islam yang akan membawa misi kemanusiaan menuju ajaran Islam. 88. “Sesungguhnya kalian adalah para da’i tarbiyah. Sepeninggalan Rasulullah Saw. 89. namun ia adalah jihad yang terus menerus.5. buta huruf.tonggak kemenangan kalian adalah. kedengkian dan kebencian. meyakinkan dan membangkitkan kesedarannya dari segala aspek terhadap prinsip-prinsip agama Islam. Dan hal ini merupakan tujuan yang tak mungkin dicapai dalam hitungan hari dan tahun. para sahabat dan tabi’in kemudian meneruskan model dakwah ini secara lengkap di tanah Arab dan hingga tersebar ke negeri-negeri yang lain. kecilnya cita-cita dan pemutusan silaturahim. hal. tonggak.. ajaran dan nilai-nilai dasarnya.

34 113 Ibid. Pengubatannya terdiri dari tiga perkara. dan mereka sangat mematuhi dan taat bekerja di bawah panjinya. sabar terhadap rasa sakit ketika pengobatan berlangsung.”113 111 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). hal. Maka Katakanlah: "Aku Telah menyampaikan kepada kamu sekalian (ajaran) yang sama (antara kita) dan Aku tidak mengetahui apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh?. dan seorang pakar yang mahir mengubatinya hingga melalui tangannya Allah memberikan kesembuhan dan kemenangan. Manhaj yang benar. “Hingga dengan rahmat Allah yang mampu menghadirkan seorang doktor yang mahir dan seorang pakar yang sangat pandai yang mengetahui tempat luka dan mampu mengidentifikasi. Ikhwan mendapatkannya di dalam kitab Allah dan sunah Rasul-Nya Saw. Ikhwan juga telah menemukainya.267. Yang kedua. Para pekerja yang mukmin. Yang pertama. mengenal tempat penyakit dan mampu menyembuhkannya. hal. Kepemimpinan yang kuat dan dipercayai.S Al Anbiya: 109)111 Imam Syahid menggambarkan permasalahan umat sebagaimana permasalahan individu muslim dengan mengatakan.        Ertinya: “Jika mereka berpaling. 268 112 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). 37 84 . untuk itu Ikhwan membuat diri mereka melaksanakan apa yang mereka fahami dari agama Allah dalam bentuk amal dan tanpa melibatkan perasaan dan kelembutan.” (Q. Yang ketiga. hal.”112 Dalam terapi pengubatan yang kami gunakan terdapat tiga perkara yang merupakan bahagian dari fikrah Ikhwan.. mengetahui tempat penyakit.

dan tidak terbatas pada penampilan dan simbol semata-mata. c. maka pertama-tama yang harus dipenuhi adalah: a.bila sahaja yang Dia kehendaki dan menampakkan kekuatan-Nya. Perubahan ini adalah persoalan agama. kemudian di hati orangorang yang meyakininya. Kejelasan terhadap manhaj perubahan b. Untuk mengawal peranan-peranan tersebut tidak hanya dilakukan oleh beberapa individu masyarakat atau lembaga keadilan tertentu. oleh sebab itu tidak semestinya dilakukan secara paksa dan kekerasan. Keyakinan terhadap kemampuan manhaj pilihan tersebut. namun ia memerlukan perjuangan dan keseriusan semua lembaga-lembaga khusus dan umum yang ada. namun harus dilakukan dengan keinginan. karakteristik dan sifatsifatnya. Penyebaran nilai-nilai keIslaman dan syariat mesti menjadi hakikat yang terlihat. 2. Ia adalah: 1. Perubahan yang menyeluruh dan mendalam terhadap individu dan masyarakat.”114 • Tabiat Perubahan dan Karakteristiknya: Sebelum membicarakan tentang tabiat perubahan. Ia tidak hanya dianggap sebagai usaha mengganti pemerintah dengan pemerintah yang lain yang akan meninggikan syiar-syiarnya atau 114 Ibid 85 .Imam Syahid menjelaskan bahawa kekuatan dakwah bergantung kepada: “Kekuatan seruan-seruan dakwah itu sendiri. Membatasinya dengan koridor dan tuntutan-tuntutan syariat yang dibawa Islam. kemudian pertolongan dari Allah bila. pilihan dan keimanan. lalu pada keperluan alam terhadap dakwah tersebut.

Ia bermula dari individu-individu institusi-institusi. kerana sejatinya pada ia dilakukan dengan melahirkan keyakinan setiap komponen masyarakat untuk berpegang teguh terhadap syariat Islam.” Ia adalah perubahan tingkat bawah yang memiliki pintu masuk masyarakat dan pintu institusi. Imam Al Hudaibi berkata.S Al Ra’d: 11) 86 .menetapkan sebuah keputusan. Perubahan dari bawah Hal ini menuntut sebuah perubahan dari bawah sesuai dengan manhaj perubahan yang dipilih. kerana ia bermula dari lingkup individu masyarakat dan institusi-institusinya yang kemudian bertitik. Sebuah perubahan mendalam dan bukan perubahan pada tingkat atas. namun ia bersandar kepada keyakinan dan keimanan manusia dan permintaan mereka terhadap perubahan tersebut. dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. “Dirikanlah Negara Islam di hati kalian. Perubahan dari bawah berbeza halnya dengan perubahan cara dari atas. maka ia akan tegak di bumi kalian. 3.                               Ertinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum.tolak dari dalam institusi-institusi tersebut dan bukan sebaliknya.” (Q. Maka tak ada yang dapat menolaknya. masyarakat dan tidak yang kemudian dengan dilakukan ke dimulai penguasaan pemerintah untuk melakukan perubahan.

’ Maka proses perubahan ini bersandar kepada tahapan dan perpindahan dari satu fasa ke fasa berikutnya. kemudian ia mampu mengetuk pintu-pintu hati yang tertutup. kami mengikat gelora perasaan dengan kecerdasan akal. 5. dan menjadikan khayalan sepadan dengan hakikat dan kenyataan. atau dengan kilatan mata pedang dan tombak. atas asas kematangan dan kesempurnaan serta kemampuan menghadapi persoalan. “Barangsiapa yang tergesa-gesa ingin menikmati buahnya sebelum matang atau hendak memetik kembang sebelum waktunya maka sebaiknya dia keluar dari barisan dakwah ini ke dakwah yang lain.” Oleh sebab itu. Perubahan yang bertahap ‘Sesungguhnya orang yang bercita. namun kami akan menundukkan.” Dan kami tidak akan melanggar undang-undang alam semesta kerana hal itu adalah kekalahan. sesuatu yang mustahil dapat dibuka oleh pukulan tongkat.” Kerana ia adalah perubahan bertahap dan bukan perubahan radikal. krisis dan permasalahan.4. maka langkahnya bukan kekuatan dan kekerasan. mengendalikan dan mengalihkan arusnya serta menjadikannya sebagai penolong satu sama lain. sesungguhnya dakwah yang benar adalah yang mampu berkomunikasi dengan jiwa.cita yang ingin menguasai sesuatu akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkannya. Perubahan Universal 87 . Imam Syahid berkata. dari satu tangga ke tangga berikutnya.

88 .carik serta mudah ditelan oleh para penceroboh.” (Q. melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Perubahan yang kami inginkan adalah perubahan yang tenang dan berkesinambungan.S Saba:28) Dakwah ini adalah dakwah universal sejak ia dilahirkan. memimpin dan memberikan peranan pada kekuatan-kekuatan perubahan secara keseluruhan serta mengkoordinasikan kerjasamanya demi mewujudkan keyakinan dan penerimaannya terhadap halanganhalangan perubahan. yang telah dimusnahkan oleh kepentingan Negara-negara Eropah. yang telah menjadikan dunia Islam berubah menjadi negeri-negeri kecil yang lemah dan tercarik. firman Allah:              Ertinya: “Dan kami tidak mengutus kamu. untuk itu “Kami telah menggambungkan semua elemen dalam setiap ceruk negeri kami yang telah dipisahpisahkan oleh politik Barat.penceroboh itu.” 6. yang tidak dibatasi oleh kawasan tertentu dan tidak pula dibatasi oleh daerah tertentu. tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui. untuk itu kita wajib melakukan tarbiyah. untuk itu kami tidak akan pernah mengakui perkongsian politik apapun dan kami tidak akan menerima kesepakatan-kesepakatan tersebut. yang tidak tergugat dan tidak bersifat sementara.Isyarat-isyarat ini sebagaimana telah ditetapkan sejak fajar pertama dakwah.

Lalu akan datang ujian.”115 Sesungguhnya pelaksanaan manhaj Islam secara sempurna dan menyeluruh serta projek pembangunannya di tengah masyarakat tidak hanya terbatas pada perspektif yang benar atau pemahaman yang universal. Proses tarbiyah tidak berjalan dalam waktu yang ringkas atau hanya dengan pelajaran beberapa saat. namun juga memerlukan proses tarbiyah dan persiapan orang-orang yang akan memikul amanah pelaksanaannya dan memimpin setiap individu bangsa.7. iaitu umat Islam di dunia secara keseluruhan. pemahaman dan akhlaknya. dan ia memiliki kekuatan politik yang handal iaitu rakyat negara. yang memiliki kekuatan yang menyokongnya iaitu. cubaan dan rintangan untuk menyaring dan memilih. perubahan di tingkat bawah dan bukan di tingkat atas. Ia adalah perubahan yang sangat dalam dan tidak dangkal. Dan persiapan di dalam kelompok ini berdasarkan pada proses tarbiyah Islamiyah yang sempurna agar Islam dapat dikenali dari keperibadiannya. kami akan memimpin umat ke arah ini dan tidak akan mewakilkan mereka dengan yang lain. yang bersifat beransur. namun ia merupakan proses pembentukan yang sangat cermat dan teliti serta merupakan perbaikan individu yang lengkap.31 89 . hal. yang berkesinambungan dan tidak sementara. Al Ustadz Musthafa Masyhur. dan institusi ini memiliki kekuatan yang mendukungnya. dalam amal dan setiap gerakannya. yang pada akhirnya akan memperlihatkan daya tahannya menanggung tekanan untuk tetap tegar dan tidak menyimpang. 115 Risalah: Wudhuh Ru'yah.ansur dan tidak tergesa-gesa. Perubahan memiliki kekuatan kawalan terdepan yang memegang kepemimpinan. institusi-institusi masyarakat. perubahan universal dan tidak di kawasan tertentu.

umat Islam dan dunia antarabangsa. untuk kemudian diwarnai dengan Islam.Hilangnya titik-titik konsentrasi ini atau kelemahannya dalam pelbagai lapangan kehidupan masayarakat akan menyebabkan melemahnya tarbiyah masyarakat dan pelaksanaan yang benar terhadap manhaj Islam. Sesungguhnya Ikhwan tidak pernah bermaksud menghancurkan sistem atau merubah kebatilan semata lalu menggantikannya dengan sistem yang lain atau merubah kebatilan dengan kebatilan yang lebih kecil penyimpangannya. Ia juga harus mengetahui hakhaknya dan bagaimana menjaga hak-hak tersebut serta bagaimana berkorban untuk memeliharanya. sebuah bangunan yang kukuh dan kuat yang akan memikul tekanan-tekanan dan berhadapan dengan segala rintangan. Ia juga harus benarbenar sedar dan penuh perhitungan. Konstruksi ini mencakup bangsa dan masyarakat. Bangunan yang kukuh ini dengan tapak dan bebannya tidak hanya berada di tempat terbatas dan kawasan tertentu saja. budi pekerti. persiapan dan kesedaran. Dan tujuan ini lebih besar dan lebih jauh dibanding perubahan sistem semata. namun ia adalah bangunan yang disediakan mampu memikul tanggungjawab bangsa Arab. yang merupakan pendukung dan batu batanya. akhlak. baik pemahaman. nilai dan adat istiadat. serta tidak tertipu dengan 90 . Ia justeru bermaksud untuk menyusun dan merancang bangunan Islam yang sempurna dan integral di tengah masyarakat dan umat dengan segenap asasnya secara keseluruhan. Sesungguhnya kita berniat untuk mendirikan dan menghidupkan umat Islam serta pembinaan negaranya secara universal. dan sudah semestinya ia mendapatkan tarbiyah.

para penjual simbol dan syiar-syiar para penyeru perbaikan. memberikan pengorbanan. Imam Syahid Sayyid Quthb berkata. iaitu pendirian sebuah Negara Islam. 91 . memberikan toleransi terhadap manhaj dan dakwahnya atau berpaling darinya. Bahkan dengan keadaan tersebut komponen masyarakatnya tidak akan bersedia menerima beban fasa tersebut.tiang keIslaman di tengah masyarakat. semakin setia dan komited terhadap jama’ah. yang akar dan pembinaannya bersumber dari manhaj Allah dan 116 Lihat Koran Al Muslimun. namun ia merupakan bangunan akidah Islam sejak mula berdiri. “Maka sudah semestinya sebuah gerakan Islam dimulakan dari tapak dasarnya. serta dengan tidak memaksa sebuah sistem Islam dengan cara menguasai pemerintahan sebelum kukuhnya tiang. iaitu membangunkan bimbingan akidah Islam di hati dan fikiran. Mengapa mereka mengeksekusiku? Komentar ini beliau tulis sebelum proses eksekusi pada pagi Senin.”116 Sesungguhnya bangunan (masyarakat) yang dicita-citakan oleh Ikhwan bukan bangunan masyarakat biasa sebagaimana Negaranegara di dunia. perkataan yang disampaikan Imam Syahid Sayyid Quthb. yang dipublikasikan lewat Koran dengan tema. semenjak hari pertama pembangunannya. kerana pada fasa tersebut ia dituntut untuk mampu menghadapi halangan dan tentangan serta tekanan-tekanan baik internal mahupun eksternal. sebab masyarakat tersebutlah yang akan meminta sistem pemerintahan Islam kerana mereka mengetahui hakikatnya dan menginginkan. serta tarbiyah terhadap orang-orang yang menerima dakwah dan pemahaman ini dengan tarbiyah Islam yang benar. Tanpa persiapan dan tarbiyah terhadap suatu bangsa maka bangunan masyarakatnya akan rapuh dan lemah serta terjadinya perlanggaran antara satu sama lain di dalam satu komuniti masyarakat. 29 Agustus 1966.

walaupun ini merupakan komponen ringkas dari bangunan yang dimaksudkan.tiang yang sempurna. atau hanya seruan-seruan reformasi yang diserukan banyak pihak. Dalam proses rekonstruksi ini kami tidak terpisah dari kemampuan bersiap memanfaatkan. keadaan yang menanti masyarakat.waktu yang memerlukan kesedaran. Semuanya memerlukan perhitungan Sesungguhnya Negara Islam sejak awal berdiri –dengan izin Allah. Disamping itu juga dan dan terdapat sunah untuk alam dalam proses cara akan perubahan. iaitu Islam secara keseluruhan. iaitu lapangan dakwah dan harakah yang merupakan kekuatan penyokong. Kemudian juga tersedia ruang universal dengan segenap arus. Negara dan pemerintah. perseteruan dan langkah-langkah yang ingin menguasai kawasan Arab dan dunia Islam.akan berhadapan dengan tentangan dalam setiap apsek. serta waktu. peradaban dan ketenteraan. masyarakat. Namun ia justeru merupakan sebuah bangunan yang memiliki pelan konstruksi yang jelas dan tiang. Ia akan lahir di tengah badai dan gelombang. Di sana juga terdapat ruang universal yang merupakan aset umat. dan kami tidak bermaksud untuk mengumpulkan 92 . kewaspadaan memenangkan dihadapi. misi dan peradabannya.Sunah Rasul-Nya Saw. akademik. baik sosial kemasyarakatan. baik umat. dan ia bukan deklarasi moral dan akhlak semata. hal ini tentu memerlukan kekuatan dan kekukuhan bangunan untuk membentengi dan mewujudkan projek-projek besar Islam.

mengawasi dan mengubah jika terjadi penyimpangan. parlimen. sehingga pada akhirnya kami sampai kepada kesamaan manhaj.seluruh kekuatan perbaikan dan perjalanannya. sementara hal ini merupakan hal yang mendasari proses perubahan dan perbaikan. Oleh sebab itu maka tarbiyah dan pembinaan masyarakat sangat penting dan mentarbiyahnya sesuai dengan manhaj Ikhwan. sehingga ia tidak akan menyimpang dan tertipu dengan slogan-slogan dan simbol-simbol yang tidak sesuai dengannya. visi dan tujuan. ia mampu meneliti. yang merupakan alat pembantu untuk mewujudkan manhaj jamaah muslim. Sebuah bangsa yang proses tarbiyahnya telah berjalan dengan sempurna dan baik adalah jaminan dan yang mengawal bangunan ini. Akan tetapi kotak-kotak suara pilihan raya hanyalah alat untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dan bungkusan bagi dakwah serta menjadi alat untuk menghubungkannya ke lembaga dan yayasan-yayasan tertentu. namun peranan kami yang menjadi dasarnya adalah sebagai penyeru dakwah dan kesedaran umat. dewan perwakilan dan yang lain merupakan sebahagian dari perjuangan konstitusi. Sesungguhnya tarbiyah masyarakat dan pengetahuan mereka terhadap hak-haknya serta komitmen merupakan elemen dasar dan pengawasan yang sangat efektif pada setiap sistem yang akan memimpinnya. namun ia tidak mendidik sebuah masyarakat dan tidak membangunkan sebuah tapak yang kukuh. Bahkan kemajuan dalam proses dan pembangunan tonggaktonggak masyarakat 93 . profesionalisme. saling membantu dan bekerjasama dengan segenap warga masyarakat yang mencintai dan ikhlas berjuang untuk negaranya. Pilihan raya politik.

sempurna agar sesuai dengan perspektif pembangunan yang mampu menciptakan penyelesaian konkrit terhadap masalah. zat yang menciptakan manusia dan yang Maha Mengetahui kebaikan dan manfaat untuk manusia. Setelah itu terwujud.usaha kekuatan di tengah masyarakat yang memberikan peluang baginya untuk mewujudkan visi dan misinya. sedangkan tarbiyah masyarakat. menyempurnakan dan mendukung terwujudnya target-target tersebut.usaha dan kemudahan lain yang akan membantu.117 117 Risalah: Wudhuh Ru'yah. 38 94 . pembinaan dan pencelupannya dengan celupan Islam adalah asas utama yang tak dapat digantikan. Sesungguhnya pembangunan tapak dasar yang kuat dan tiangtiang yang kukuh dan tersebar di semua tempat adalah yang mewujudkan akidah dan persatuan. Juga terdapat peranan lain dalam mengupayakan kepemilikan umat terhadap usaha. Al Islam huwa al Hall (Islam adalah penyelesaian) sesuai dengan programprogram yang terperinci yang mampu memberikan penyelesaian terhadap permasalahan dan kegundahan manusia. Iaitu dengan melakukan perubahan terhadap keadaan realiti lembaga-lembaga kemasyarakatan dan individualnya (baik lelaki mahupun wanita). Kita menginginkan pengubatan tersebut berlangsung dengan jelas dan meyakinkan bahawa tidak ada alternatif lain selain penyelesaian yang diberikan Islam. sebuah penyelesaian yang menjadi kemestian.masalah terkini dan masa depan yang menyatu dalam satu syiar. kemudian dilanjutkan dengan usaha. kerana penyelesaian tersebut merupakan pemberian Allah. Al Ustadz Musthafa Masyhur. hal.tarbiyah yang sempurna akan memberikan buah dan hasil dalam pelaksaan pilihan raya.

kemudian melakukan perbaikan di semua institusi dan tahap kehidupan menuju titik berpijak yang sebenarnya.usaha tersebut dalam sebuah payung pemerintahan Islam yang mampu menyempurnakan proses perbaikan. Sebuah kerajaan muslim akan berdiri kukuh setelah terpenuhinya tonggak dasar perbaikan dan pembangunan di masyarakat serta keyakinan masyarakat yang kuat terhadap kepentingan solusi Islam dalam kehidupan dan perkembangannya. kuatnya perjuangan serta pengorbanan yang harus diberikan tidak akan menggoyahkan kami dari manhaj kami. larut dan kalah ketika berhadapan dengan kesulitan dan realiti di lapangan. dorongan dan semangat yang luar biasa secara umum berasal dari beberapa hal berikut: 95 .alat kekuatan untuk kemudian mengoptimumkan usaha. kerana bangunan yang dicita-citakan sangat besar dan agung. kerana ia mengetahui bahawa orang yang sangat bersemangat. serta dengan menguasai alat. reaktif dan emosional kadang-kadang menjadi orang yang paling mudah tergoncang.Had minimumnya adalah paling tidak kami memiliki perspektif yang jelas dan integral dalam permasalahan tersebut. menguatkan bangunan serta mewujudkan tujuantujuannya secara sempurna. Panjangnya perjalanan. lalu kita meluruskan kerosakan yang terjadi dan mengubati sebab-sebab kelemahan. Kejayaan yang hakiki dan kemenangan yang sebenarnya adalah ketegaran di atas manhaj ini serta dengan mewujudkan bangunan ini dengan pertolongan Allah Swt. Kepemimpinan yang bijak dan mengarahkan Semangat Perubahan ini dinakhodai oleh kepemimpinan yang bijak dan tidak bertentangan dengan undang-undang semesta dalam perubahan serta tidak tertipu dengan semangat yang membara. Motivasi.

1. Tidak mengetahui hakikat beban

2. Kadang- kala berasal dari kecilnya kemungkinan untuk
bertemu kesukaran dan kekalahan, yang kemudian mendorongnya untuk melakukan gerakan, perlawanan dan kemenangan dengan segala bentuk tanpa mengukur beban gerakan, perlawanan dan kemenangan tersebut. Sehingga ketika ia berhadapan dengan beban-beban tersebut yang ternyata lebih berat dari perhitungan mereka, serta-merta mereka menjadi orang-orang di barisan pertama yang mengalami kegoncangan dan kegentaran. Firman Allah:

              

   

   

    

  

         



        

      
Ertinya:

96

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka[317]: "Tahanlah tanganmu (dari berperang), Dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!" setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. mereka berkata: "Ya Tuhan kami, Mengapa Engkau wajibkan berperang kepada Kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajipan berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?" Katakanlah: "Kesenangan di dunia Ini Hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orangorang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.” (Q.S An Nisa:77)118 Imam Syahid berkata, “Aku berharap kalian bijak dalam mengambil langkah, dan hendaknya kalian meluruskan jalan kalian dengan akal dan perasaan secara bersamaan, jangan biarkan bara semangat memandu kalian menuju jalan yang tidak bermanfaat untuk kepentingan dakwah.”119 Dalam hal ini beliau juga mengatakan, “Mereka (Ikhwan) lebih memilih sikap perlahan-lahan namun bijak demi meraih kemenangan yang gemilang.”120 Adapun dalam menolak marabahaya atau berpegang teguh dengan dakwah, maka sesungguhnya, “sikap perlahan-lahan dan tenang akan menghentikan gerak maju dan merenggut kemenangan mereka, dan pada saat itu merekapun mengetahui bagaimana mempertahankan dakwah mereka..”121 Ringkasan Prasarana Perubahan
118 119

Ibid, hal. 33 Hasan Al Banna, momen-momen dakwah dan tarbiyah, Abbas Asisi, hal.147 120 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna), hal. 266 121 Ibid

97

Prasarana Perubahan dalam manhaj Ikhwan mempunyai titik berat pada tiga rukun:

1. 2. 3.

Komitmen terhadap Islam dengan pemahaman yang benar, baik ilmu dan pengamalan serta jihad. Kepentingan jama’ah dan kemestian adanya barisan kaum muslimin yang tersusun rapi di bawah satu kepemimpinan. Tarbiyah dan pembentukan dalam menyediakan individu muslim dan dan membangunkan generasi baru muslim, serta memberikan perhatian terhadap bangsa dan masyarakat mengoptimumkan peranan-peranannya mencelupkannya dengan celupan Islam.

Dan hal tersebut di atas diringkaskan dalam langkah-langkah berikut: 1. Pembangunan dan pembinaan generasi baru Dan ini mengalir dan menyebar di tengah masyarakat dan di tubuh umat, yang akan memberikan pengaruh dalam menyedarkan umat dan memperbaiki keadaannya. Generasi ini akan menjadi tiang dasar berdirinya sebuah pemerintah dan Negara Islam. Imam Syahid berkata, “Sesungguhnya dakwah Ikhwan secara khusus ditujukan untuk membentuk generasi baru kaum muslimin dengan nilai-nilai ajaran Islam yang benar, yang bekerja dengan celupan Islam yang sempurna dalam segala tahap kehidupan.”122 Generasi baru ini adalah tapak kukuh dan inti yang akan mendukung berdirinya kerajaan Islam dan yang akan memikul beban dan serta memimpin umat di atas manhajnya. Imam berkata, “Dan dengan urgensi kelahiran generasi baru ini, maka perbaikilah dakwah dan maksimumkan proses pembentukannya, ajarkan kepadanya kebebasan jiwa dan hati, serta kebebasan pemikiran dan akal, kebebasan jihad dan amal.
122

Risalah: P Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal. 188

98

Penuhilah jiwa yang liar dengan keagungan Islam dan keindahan Al Quran, serta latihlah ia menjadi perajurit di bawah bendera dan panji Nabi Muhammad.”123

2. Tonggak- tonggak generasi mukmin ini harus memenuhi beberapa
hal berikut:

a.

Hendaknya jumlahnya memadai dan sesuai dengan target serta beban yang akan dipikul tatkala mendirikan sebuah Negara dan menghadapi pelbagai tentangan. Hal ini tentunya adalah sesuatu yang selalu berubah sesuai dengan situasi dan kenyataan yang berlaku. Pada tahun 1935 M, saat penduduk Mesir masih berjumlah 16 juta, Imam Syahid berkata, “Dan di saat jumlah kalian -wahai Ihkwanul Muslimin- telah mencapai 300 katibah (yaitu 12 ribu), dan setiap katibah telah mempersiapkan dirinya secara spiritual dengan iman dan akidah, secara intelektual dengan ilmu dan tsaqafah, dan secara fizikal dengan aneka latihan dan rekreasi, maka pada saat itu ajaklah aku mengharungi kedalaman samudera, menembus ketinggian langit dan berperang bersama kalian melawan tirani dan penguasa zalim, maka
124

aku

benar-benar

akan

melakukannya insya Allah.”

b.

Dan hendaknya tonggak- tonggak ini tersebar di seluruh kawasan, daerah, perkampungan, yayasan, dan lembagalembaga sosial dengan jumlah yang memungkinnya memberikan pengaruh dan warna serta mengarahkan komunititersebut kepada syariat Allah. Tempat yang tidak ditempati oleh tonggaktonggak

mukmin ini, atau hanya ditempati oleh komuniti mukmin
123

Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran), hal. 197 124 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal. 181

99

yang lemah, maka ia akan menjadi kawasan lemah yang memberikan implikasi buruk terhadap kekuasaan dan ikatan kepemimpinan umat Islam serta model penerapan syariat Islam dan tarbiyah masyarakat. Sesungguhnya semangat, sambutan baik dan penerimaan ketika kemenangan Islam tidak menjadi ukuran atau pengganti proses pembentukan yang mendalam terhadap tonggaktonggak mukmin ini.

c.

Dan hendaknya kekuatan utama ini sampai pada taraf keimanan dan tarbiyah yang sesuai dengan beban yang ada, kemudian melalui ujian dan proses penyaringan, serta menjalani cubaan, bencana yang beraneka ragam hingga terbebas dan membersihkan dirinya dari batu bata yang lembik serta menambah kekuatan dan keteguhan.

d.

Dan hendaknya kekuatan utama ini berada dalam satu saf yang kuat dan di bawah satu kepemimpinan, serta memiliki langkah kemenangan iman dan menjauhkannya dari kekalahan dan kehinaan. Asas kekuatan barisan terdapat dalam kekuatan akidah, kekuatan persatuan dan kekuatan ikatan sebelum kekuatan otot dan senjata.

e.

Perhimpunan

atau

pembentukan

kekuatan

inti

tidak

berdasarkan propaganda yang membabi buta atau hanya dengan propaganda umum, perasaan yang membara atau dengan gerakan tambahan dan penyebaran yang sangat cepat, namun ia dilakukan dengan kepiawaian menyucikan alat- alat yang baik dan sesuai (Manusia ibarat seratus unta yang tak memiliki pengembala), tarbiyahnya, pembentukan

100

dan penanaman rukun-rukun baiat, serta pembaharuan iman dengan agama dan dakwah. 3. Menyebarkan dakwah, pengenalan dan tarbiyah masyarakat: Seiring dengan penyucian dan pembentukan tonggak- tonggak utama ini, juga pada masa yang sama dilakukan usaha- usaha penyebaran dakwah, pengenalan (sosialisasi dakwah) dan tarbiyah masyarakat sesuai dengan pemahaman Islam, mencelupkannya dengan celupan Islam dan menghadapi sisi-sisi kerosakan yang ada serta mewujudkan sifat-sifat yang diinginkan seperti kepekaan, kesedaran dan pengorbanan dll. Sehingga para pendukung dan dan yang bersimpati terhadap dakwah semakin bertambah banyak, dan nilai-nilai dakwah menjadi pegangan umum di tengah masyarakat, serta didukung dan ditopang oleh tokoh-tokoh masyarakat. Imam Syahid berkata, “Sesungguhnya khutbah dan perkataan, tulisan dan pelajaran, seminar, identifikasi penyakit dan ubatnya, semuanya tidak akan memberikan manfaat apapun dan tidak akan mewujudkan tujuan apapun serta tidak akan menghubungkan da’i kepada target yang diharapkan..”125 “Tidak demikian wahai Ikhwan, bukan ini yang kita inginkan. Di antara yang kita inginkan adalah keredaan Allah, adapun tujuan Ikhwan yang paling utama, target Ikhwan yang paling tinggi, perbaikan yang diinginkan oleh Ikhwan dan yang disiapkannya adalah perbaikan yang integral dan menyeluruh yang didukung oleh kekuatan umat secara keseluruhan.126 Maka hal ini menuntut: 1. Iman Yang mendalam

2. Pembentukan yang teliti
125 126

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal.108 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.205

101

3. Amal yang berkesinambungan “Maka yakinlah terhadap fikrah kalian dan
127

berkumpullah

di

sekelilingnya, bekerjalah untuknya dan teguhlah.”

“Akan tiba masanya prinsip-prinsip Ikhwan akan menyebar dan mendominasi, mengutamakan Peribadi.”
128

dan

rakyat

akan

belajar

bagaimana

mereka

kemaslahatan

umum

berbanding

kemaslahatan

Tentang penyebaran dakwah di pelbagai tempat, kawasan dan komuniti masyarakat, Imam Syahid menegaskan tentang wujudnya tujuan ini, “Untuk itu kami berusaha agar dakwah kami sampai ke setiap rumah dan agar suara kami terdengar ke segenap penjuru.”129 Yang mana hal ini kemudian memerlukan inovasi dan langkah yang bervariasi dalam menggunakan mediummedium dakwah dan kontemporari, keterbukaan terhadap masyarakat, ramah

komunikatif, serta sosialisasi dakwah, gagasan dan sikap-sikapnya dalam setiap majlis, muktamar, peristiwa dan krisis. Jamaah juga menggunakan segala medium dakwah serta ditambah dengan pengaruh positif dari para tokoh dakwah di masyarakat. Dakwah tidak hanya dalam terbatas bentuk pada satu alat tertentu sosial, namun dikembangkan lembaga-lembaga yayasan,

asosiasi, yang merupakan sebahagian dari lembaga-lembaga dakwah dan yang mampu berinteraksi dengan masyarakat dalam setiap segmen serta bekerja untuk menyedarkan umat dan menyatukannya di bawah naungan Islam.

127 128 129

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal.108 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.137 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda), hal.177

102

4. Jamaah juga menempuh cara perjuangan konstitusi sebagai
sebahagian dari projek perbaikan dan gerakan di tengah masyarakat. Kerana jamaah kerap harus berhadapan dengan situasi yang sempit dan sukar yang menghalanginya dari mediummedium yang layak untuk dakwah, serta dari perjuangan konstitusi sebagai sebahagian dari hak asasinya, namun kemudian ia menghadapinya dengan penuh kesabaran, dan sikap positif, perhatian terhadap dakwah fardiyah dan pengaruh dalam masyarakat dengan kerja dan teladan yang baik, menggunakan medium- medium yang sesuai untuk menyampaikan dakwah dan tarbiyah individu, tidak melepaskannya dari manhaj, cara, dan prinsip-prinsip dakwah serta tidak bersandar kepada kekerasan dan tetap bertahan menghadapi tekanan tersebut walaupun ujian datang menghadang.

5. Sampainya jamaah dakwah ini ke fasa kepemimpinan masyarakat,
hingga dakwah dan jamaah itu benar-benar menjadi harapan umat dan mampu memenuhi tuntutan masyarakat, menanamkan prinsip-prinsip Islam dan tujuan-tujuannya, menyerukan Islam kepada umat dan berpegang teguh padanya, serta munculnya para aktivis dakwah sebagai tokoh-tokoh masyarakat di pelbagai bidang, dan menjadi perhatian dan ikutan umum. Kemudian terjalinnya kerjasama dengan setiap orang yang

menyerukan perbaikan serta melakukan penyatuan antara para pejuang-pejuang yang ikhlas dan para penyeru reformasi baik personal maupun kolektif dengan tetap menyampaikan dakwah kepada mereka untuk. Lalu kita tunggu bagaimana kemudian putaran waktu akan membuat mereka meyakini bahawa dakwah ini adalah dakwah yang sangat integral dan sempurna, hingga mereka mengikuti dan bernaung di bawah panjinya jika mereka menginginkan, dan akhirnya dakwah Ikhwan menjadi jantung umat, akal dan cita-citanya.

103

6. Ketika hal ini dapat diwujudkan sesuai dengan yang direncanakan,
dan bersama terwujudnya jarak internasional terhadap dakwah berupa bantuan moral dari umat Islam dan kekuatan perbaikan di dalamnya, maka pada saat itu dakwah melakukan langkah penting dan membuat pemerintah eksekutif130 condong kepadanya dalam situasi rakyat dan institusi pemerintahan yang memerlukan Islam dan yang mendukung jamaah. Kecondongan pemerintah kepada manhaj Islam dan aspirasi masyarakat yang diarahkan oleh dakwah dengan izin Allah akan terwujud, baik dengan pilihannya sendiri atau kerana kecondongan amal nyata terhadap pemerintah tanpa kekerasan. Sesungguhnya kerja politik, intelektual, sosial, pelayanan, tarbiyah dan dakwah di akan setiap komuniti masyarakat dan institusiumum institusinya membuat pandangan masyarakat

menjurus kepada jamaah dan dakwah, dan kemudian jamaah akan mendapatkan kepercayaan dan sokongan majoriti. Yang pada akhirnya secara praktikal membuat cenderung pula orang-orang di jalan, daerah, perkampungan, yayasan-yayasan, lembaga, asosiasi, lembaga profesion dan politik, dan akan membuat pemerintah setempat akan juga cenderung kepada pandangan masyarakat umum, sehingga urusannya akan diserahkan kepada jamaah yang didukung oleh masyarakat. Jamaah dakwah kemudian menjadi corong yang akan mengarahkan, berpengaruh dan menjadi pelaku, bersatu dan bekerjasama dengan seluruh kelompok dan kalangan masyarakat. Jika pemerintah maka eksekutif hal itu menolak merupakan dan menekan keinginan dan

masyarakat, lalu menyakiti dan melakukan tekanan-tekanan dan bantahan, penindasan
130

bentuk Saat

kezaliman itulah

terhadap

kehendak

rakyat.

jamaah

Untuk menambah keterangan tentang hal ini, silakan lihat: Bab IX, Pemerintahan Islam, yang merupakan bagian dari buku yang berjudul: Bagaimana keberpihakan dengan pemerintah eksekutif.

104

berkewajipan melakukan penolakan terhadap tindak kezaliman tersebut –yang bukannya tindak kezaliman pertama, namun ia akan tetap bersabar-, ia akan melakukan pembelaan masyarakat dan pilihannya terhadap manhaj Islam. Imam Syahid berkata, “AKu berkata kepada orang-orang yang bertanya, bahawa sesungguhnya Ikhwan akan menggunakan kekuatan dimana tidak ada yang lain yang bermanfaat, dimana mereka meyakini bahwa mereka telah menyempurnakan persiapan iman dan persatuan. Dan ketika mereka menggunakan kekuatan ini, maka mereka menjadi orang-orang mulia dan bebas serta akan memberi memberikan peringatan lebih dulu, lalu menunggu untuk kemudian datang dengan penuh kehormatan dan keperkasaan, dan akan memikul seluruh akibat sikap-sikap mereka dengan penuh keredaan dan kelapangan hati.”131 Beliau juga mengatakan, “Kami adalah penyeru kebenaran dan kedamaian, kami meyakini dan bangga dengannya, jika kalian menghadang dan menghalangi jalan dakwah kami, maka sesungguhnya Allah telah mengizinkan kami untuk membela diri. Sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang jahat dan zalim.”132 Imam berkata, “Kami tidak akan berputus asa, dan sesungguhnya kami memiliki cita-cita yang lebih agung di sisi Allah.”



  

 





 
Ertinya:

131 132

Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.136 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim), hal.136

105

“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. (Q.S Yusuf;21)133 • Prasarana masyarakat: pembentukan, tarbiyah untuk individu dan

1.

Proses persiapan untuk barisan ini serta tonggak- tonggak yang disebut di atas tidak mungkin dapat diwujudkan dalam waktu sehari semalam, namun memerlukan tarbiyah yang mendalam, dan ia wajib mendapatkan tarbiyah yang mendalam, pembentukan yang teliti agar sampai ke tahap keimanan yang berhak mendapatkan kemenangan dari Allah, dan hendaknya mampu mengembang beban berat dan tekanan-tekanan setelah kemenangan.

2.

Pembentukan ini tidak terpisah dari kenyataan dan gerakan – hingga salah seorang mengaku bahawasanya hal itu dilakukan dengan memencilkan diri-, padahal gerakan dakwah, interaksi dan sikap positif dengan realiti merupakan bahagian asasi dari dakwah. Bersama reality dan perjalanan gerakan ini maka akan menciptakan kematangan Peribadi dan kedewasaan akhlak, “Gerakan kami terikat dengan keyakinan kami, dan keyakinan kami terikat dengan gerakan kami.”134

3.

Penyucian dan pembentukan tonggak- tonggak ini adalah tugas yang berkesinambungan. Ia tidak terhenti pada fasa tertentu atau hingga berdirinya sebuah Negara –namun ia akan terus berlanjutan selama keberlanjutan jamaah demi mewujudkan tujuan yang lebih besar, hingga seluruh dunia dapat dikuasai, dan hal itu merupakan target penting yang harus dipelihara.

4.

Diperlukan interaksi dan kesinambungan antara tonggak- tonggak yang baru lahir dengan tonggak- tonggak lama demi mewujudkan kesinambungan, kesatuan dan persatuan. Dengan demikian maka

133 134

Risalah: P Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Semalam dan Hari ini), hal.110 Dari perkataan Imam Syahid Sayyid Quthb. Kami menyangkanya demikian dan kami tidak mengganggap suci seseorang di atas kewenangan Allah.

106

kesinambungan dan pertumbuhannya.kesinambungan generasi akan tetap terpelihara dan terlaksananya pewarisan dakwah secara terus menerus dan istiqamah sesuai manhaj tanpa ada penyimpangan. hingga menyatunya antara individu dan kesatuan saf. Bahawa manhaj tarbiyah dan pembentukan dalam barisan dakwah tidak dapat digantikan dengan yang lain. jalan-jalan dan perkampungan. baik sebelum mahupun setelah kemenangan. “Perjalanan waktu dan hari telah membuktikan bahawa perhatian terhadap tarbiyah akan mengekalkan keaslian gerakan Islam.”135 6. Al Ustadz Musthafa Masyhur –semoga Allah merahmatinyaberkata. Permasalahan tidak hanya terhenti pada pembentukan individu. 135 Risalah: Wudhuh Ru'yah. termasuk tonggaktonggak tersebut. menjadikannya sebagai medium kemenangan dakwah dan membuatnya bersedia mendirikan pemerintah Islam.tonggak ini merupakan tugas yang terus menerus dan tidak terputus. Maka pada memberikan faktor-faktor memberkati dalam setiap langkahnya sehingga berdirinya Negara. menjaga dan melindunginya. Pertumbuhan saf dan interaksi antara tonggak. Sesungguhnya tarbiyah adalah peranan dasar yang diinginkan dari kita dan untuk kita. 5. hingga ia sampai pada tahap keimanan yang diinginkan saat itu.39 107 . yang Allah sedia akan menerima kemenangan. berkomunikasi dan berinteraksi dengannya. hal. namun harus pula dilakukan tarbiyah masyarakat dan mencelupnya dengan celupan Islam serta menyatukannya dengan pemikiran Islam. maka sebenarnya urusan tersebut belum selesai. kerjasama dan produktiviti yang diberkati. Al Ustadz Musthafa Masyhur. Tanpa melakukan persiapan masyarakat dan komunitinya yang beraneka ragam serta tanpa penyebaran dakwah dan tiang. yang serta akan terlaksanannya penyediaan umat menghadapi fasa ini.tiangnya di segenap tempat.

Diambil dari buku Imam Syahid. di perkampungan. Hal. Maka diperlukan waktu untuk penyebaran dan mendominasinya prinsip-prinsip Ikhwan. di kedaikedai.”140 kepentingan umum di atas kepentingan 7.”136 “Wahai Ikhwan. di hadapan kalian masih terdapat waktu yang luas.warung. masjid-masjid. tempat-tempat umum dan khusus. taman-taman. 263 138 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). warung. panji-panji Muhammad di bandar. kelab. Fuad Al Hajarsy. lalu masyarakat akan belajar bagaimana ia akhirnya lebih mengutamakan Peribadi. tempat kerja.”138 “Sebarkanlah dakwah di setiap lokasi engkau berada. sekolah dan lain-lain. 212 139 Diantara nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan. dan di setiap penjuru bumi seorang Al Akh yang akan menyerukan prinsip-prinsip dakwah dan ajaran-ajaran kalian.”139 “Buatlah kelompok-kelompok Ikhwan di setiap jalan. rumah-rumah.kelab Al Quran di setiap pedalaman. hal.”137 “Pencukupan dan penyebaran dakwah dengan menggunakan pelbagai medium hingga ia difahami oleh masyarakat umum. 140 Ibid 108 . ibu kota. perusahaan-perusahaan. Oleh sebab itu bangsa ini harus berusaha mewujudkan persatuan dan kesatuannya. 111. janganlah kalian tergesa-gesa.Sesungguhnya Ikhwan bersabar dan menahan dirinya dari hanya mengambil tugas dalam pemerintahan sementara jiwa-jiwa masyarakat masih dalam keadaan demikian. menjaga sumber-sumber kekuatan serta 136 137 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). hal. yang memberikan kalimat-kalimat kalian dan berbaiat dengan baiat kalian. 138 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). dusundusun. hal. jalan-jalan. lalu memenangkannya dengan keyakinan dan keimanan. perkotaan.

pengetahuan yang benar terhadap prinsip dan meyakininya. penyampaian dakwah. Fasa tanfidz Merupakan tahap pelaksanan amal menuju produktiviti kerja dakwah yang optimum. “Setiap dakwah harus memiliki tiga fasa: Pertama. Kedua. Dengan demikian maka proses pembinaan terhadap tonggaktonggak ini berjalan seimbang dengan amal dan aktiviti umum. Fasa Ta’rif Yakni fasa pengenalan dan penyebaran fikrah sehingga dia mampu sampai kepada khalayak dari segala tingkat sosial. dan mengumpulkan untuk berinteraksi dengan objek dakwah. membangunkan keinginan yang kuat. pembinaan dan persiapan. Dilakukannya pengubatan terhadap petanda. kerana melihat pentingnya kesatuan dakwah dan saling keterkaitan 141 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). memperoleh pendukung dari pelbagai lapangan. tarbiyah masyarakat. Ketiga. mengkoordinasikan. fasa Takwin (Pembentukan) Pada fasa ini dilakukan pemiliha terhadap aktivis yang sudah direkrut. 45 109 . kesetiaan. Lalu fasa-fasa ini akan berjalan dengan proses pengenalan dan perkumpulan.”141 8. Imam Syahid berkata.petanda negatif dan kelemahan. serta mewarnai diri dengan akhlak-akhlak yang mulia dan sifat-sifat keberanian. Kadang-kadang ketiga faae ini berjalan secara bersamaan. dengan amal dan pelaksanaan yang bersandarkan pada garis dan petunjuk yang jelas. Dan hendaknya ia disokong oleh individu-individu dan tokoh-tokoh yang memiliki rasa cinta dan kesetiaan yang tinggi.membantu dakwah dengan penuh pemahaman dan keyakinan. berpegang teguh dan tegar di atasnya. Hal. pengorbanan yang mulia.

“Kalian akan mendengar beberapa pihak akan memperkatakan kalian. 126 Ibid 144 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). pada saat yang sama dia juga seorang murabbi yang menyaring para aktivis yang ada di bawahnya. namun jika mereka menyebut sebaliknya maka maafkanlah mereka. hal. baik pujian mahupun celaan. serta jangan menyibukkan diri untuk memikirkan komentar-komentar tersebut sehingga memalingkan kalian dari pekerjaan yang telah menjadi tugas kalian. tidak dapat disangkal bahawa hasil akhir yang sempurna itu tidak mungkin fikrah. tunggu hingga zaman mengungkap hakikat semuanya. Jika pembicaraan tersebut menyebut-nyebut kebaikan kalian maka bersyukur terhadap hal itu dan jangan sampai kalian terpedaya dengan hakikat kalian. 10.” aktivis.” Namun. Dan hendaknya kalian tidak disibukkan oleh orang lain tentang tanggapan terhadap diri kalian. hal. 263 110 . Sering kali kita menjumpai seorang da’I berdakwah. Imam Syahid berkata. dan jangan membalas dosa dengan dosa yang serupa. banyaknya pendukung dan kukuhnya pembinaan. 143 dirasakan banyaknya kecuali setelah dan tersebarnya kemapanan pengenalan Takwiniyah. “Namun tidak diragukan lagi bahawa tujuan akhir atau hasil sempurna yang kita inginkan takkan terwujud kecuali setelah melakukan perkumpulan umum.”142 9.antara ketiga fasa tersebut.”144 142 143 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dan pada saat yang bersamaan dia melakukan amal dan tanfidz sekaligus.

“Yakinlah bahawa tak seorangpun yang dapat memalingkan kalian dan takkan mencelakai kalian. “Aku sampaikan kepada orang-orang yang bersemangat di antara kalian agar bersabar menunggu putaran zaman.”146 Beliau juga berkata. “Sesungguhnya jalan ini walaupun panjang namun tidak ada jalan yang lain dalam membangunkan kebangkitan dengan bangunan yang benar. 54 111 . Kita tidak memiliki banyak waktu untuk melihat dan sibuk menguruskan orang lain. Sabar dan bertakwalah kerana sesungguhnya hal itu merupakan kewajipan. Dan pengalaman telah membuktikan teori ini. hal. benar. dan aku sampaikan kepada orang-orang yang duduk di antara kalian untuk bangkit dan bekerja.benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan 145 146 147 Ibid Ibid Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). banyak umat dan lapangan-lapangan dakwah yang masih kosong yang sangat memerlukan jundi-jundi dakwah dan perjuangan. Kita sangat memerlukan persiapan yang banyak dan penyatuan.            Ertinya: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keredhaan) kami.”147 Imam Syahid berkata. kerana sesungguhnya jihad tidak mengenal istirahat.”145 Sebaik-baiknya jalan yang kita jalani adalah tidak membuat diri kita sibuk memperhatikan orang lain dan tidak memperhatikan diri kita.

optimis dan keinginan yang kuat terhadap 148 149 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). (Q. 153 Dari risalah Mursyid Am ‘Ikhwanul Muslimin. dan demi Allah kalian akan dipertanggungjawabkan semuanya di hadapan Allah. semangat. sesungguhnya kami telah menyampaikannya maka saksikanlah!”149 Beliau juga memberikan nasihat kepada Ikhwan dalam menghadapi rintangan tersebut. Tidakkah kalian berhenti dan menarik tangan kalian demi keinginan rakyat dan berhenti demi keinginan mereka untuk perbaikan. Waspadalah terhadap fitnah besar yang akan menimpa. Tidak ada lagi rasa malas. namun harus diganti dengan kesedaran. “Hendaknya kalian bersabar di atas jalan jihad dan pengorbanan. Namun jika kalian mengabaikannya. senantiasa menggunakan cara-cara hikmah dan prinsip perdamaian dalam setiap aktivitinya. dan kami akan tetap berjalan di atas jalan kami dan kalian akan menunggu hingga Allah membukakan kebenaran di antara kita dan sesungguhnya Allah adalah Sebaik-baiknya pembuka. “Dengan izin Allah tak seorang pun yang mampu melumpuhkan dakwah Ikhwanul Muslimin. hal.”148 Mursyid Am Ikwanul Muslimin. berada di atas semuanya Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat. lemah dan goncang. April 2005 112 . kami menjaga ibadah kepada Allah di dalam umat dan di tengah kalian. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. dakwah dan risalah. Ya Allah.S Al Ankabut: 69) Dan aku mengajak untuk selalu maju ke depan. maka sesungguhnya Allah Swt. memikul tanggung jawab ini di hadapan Allah dan di hadapan umat. Al Ustadz Mahdi Akif berkata kepada pemerintah dan organisasi-organisasi yang banyak menghambat gerakan dakwah.kami. Semoga Allah memberikan hidayah-Nya kepada kami dan kepada kalian. takut. kerana kami sangat memandang berat kemaslahatan negeri.

4. budi pekerti dan muamalahnya. ibadah. Selalu berada di sekeliling jamaah dan tokoh-tokohnya serta membantunya dengan sepenuh pemahaman. 6. bagaimana dia meminta. Belajar berkorban dan bersabar dalam memperjuangkan prinsip yang diyakininya. Mendapat sibghah Islam dalam akhlak. Pemikiran yang cenderung terhadap syariat Islam 5. pemerintah yang baik dan perbaikan yang dicitacitakan. 2. keyakinan dan cinta. Sesungguhnya jamaah ini tidak terbatas gerakannya pada jumlah komunitas muslim yang mayoritas. Tarbiyah dan pendidikan yang merupakan haknya.kebenaran. sehingga dia tidak terpedaya dengan slogan dan simbol-simbol palsu. serta semakin bertambah kedekatannya dengan Al Quran dan masjid. interaktif dengan target-target jamaah dan mampu bekerjasama dalam setiap projek perbaikan di masyarakat. 7.Bahawa Persiapan dan tarbiyah yang diinginkan harus mencakup beberapa hal berikut: 1. Ia yakin menjadi bagian dari umat Islam sehingga dia turut merasakan masalahnya dan berupaya membantunya. DIa mampu membezakan antara tokoh dan personality. 3. mendapatkan dan memeliharanya.”150 Target-target Tarbiyah Masyarakat Sebagai Prasyarat Mendirikan Negara: Kami ingin menegaskan dan menyusun kembali hal ini dalam beberapa perkara: .personality yang buruk dan para pemikul obsesi Peribadi. namun pengaruh dakwahnya membentang ke seluruh lapisan masyarakat dan kelompok-kelompok 150 Ibid 113 .personaliti yang ikhlas dengan personality.

karena cepat atau lambat tujuan-tujuan Islam akan berbenturan dengan ambisi dan obsesi-obsesi mereka. prinsip dan mendustai keinginan masyarakat. memberikan untuk itu mereka serta diminta ketegaran untuk bersabar dan pengorbanan dalam menghadapi pelbagai bentuk kesulitan. Pemerintah Islam akan berhadapan dengan tekanan luarbiasa. Dan hal ini akan memberikan implikasi kepada setiap individu masyarakat. tokoh dan para pemimpinnya dengan penuh keyakinan dan rasa cinta serta membelanya dalam menghadapi konspirasi dalam dan luar negeri. Ia juga merupakan jaminan untuk keteguhan pemerintah dan ketenangannya. Mereka juga harus memiliki kewaspadaan dan pengetahuan serta semakin meningkatkan perkumpulan dengan pemerintah Islam. seperti embargo ekonomi dan politik. pembunuhan karakter dan penciptaan keragu-raguan terhadap Islam. Sesungguhnya pendirian sebuah pemerintahan Islam di tengah umat – dengan supremasi hukum yang sebenar-benarnyatidak akan mendapatkan sambutan baik dari kekuatan intelegen dan penjajah Barat di dunia internasional. yang takkan pernah bertemu dengan tujuan-tujuan Islam dan kemaslahatan umat. bahkan sampai pada tahap tekanan dan perang fisik yang keras.minoritas. Hal ini tiada lain adalah demi mewujudkan perdamaian social dan persatuan nasional yang merupakan bagian dari prinsip dasar ajaran Islam. Seperti yang dikatakan oleh Imam Syahid. serta 114 . memberikan pengorbanan dengan sepenuh dirinya -sebagaimana seharusnya-. Persiapan dan tarbiyah yang diinginkan untuk masyarakat inilah yang akan menjadi jaminan utama yang dapat mencegah terjadi penyimpangan penguasa atau kelompok manapun yang menguasai pemerintahan yang berupaya melakukan penipuan dengan simbolsimbol atau berusaha melenyapkan hak-hak. tegar dan loyal terhadap janjinya. “Terpenuhinya keinginan dan kemauan yang kuat terhadap apa yang diyakini.

diantaranya: 1. 3. beliau telah berupaya memuluskan terwujudnya tujuan-tujuan dakwah yang tinggi. Tanpa proses persiapan. satu tujuan. Hendaknya kita menjadi model dan teladan yang baik terhadap nilai-nilai yang kita serukan kepada manusia. menerima tawaran atau menyimpang dari prinsip dan keyakinannya. Imam Syahid menegaskan –di dalam beberapa tempat. serta menjaga kesatuan hati di masyarakat. ia telah 115 . serta interaksi yang baik terhadapnya. terpenuhinya ilmu. Berkorban dan bersabar terhadap kendala dan rintangan yang dihadapi serta meniatkannya sebagai perjuangan di jalan Allah. Takaran keimanan terhadap dakwah dan target-targetnya 2. Beramal untuk menyebarkan dakwah dan menjelaskannya dengan menggunakan pelbagai sarana serta prasarana untuk menyampaikannya ke seluruh tempat dan pelosok. 5.tentang kekuatan dakwah yang harus dimiliki demi mewujudkan target-target dakwah di masyarakat. mengikhlaskan diri hanya kepada Allah dan melepaskan diri dari segala bentuk kesombongan dan keangkuhan. Imam Syahid tidak menunggu fase pertama ini berakhir kemudian memulai fase berikutnya. namun sejak awal mula ketika melakukan pembinaan individu dan masyarakat muslim. maka ia takkan terpedaya dan dipengaruhi oleh mobilisasi yang memiliki kepentingan tertentu. satu hati. dalam satu kesatuan.pengorbanan dan kesabaran untuk memperjuangkannya walaupun berat. yaitu mendirikan pemerintah. khilafah dan penguasaan dunia. kesatuan kalimat dan kesatuan umat. kesadaran dan pengetahuan terhadap prinsip dan jalan yang akan dilalui. 4. serta berpegang teguh kepada kitab Allah dan berusaha mengamalkannya. tarbiyah masyarakat dan umat maka ketentraman pemerintah Islam dan jaminan ketentramannya hanya akan menjadi sesuatu yang diragukan terwujudnya ketika berhadapan dengan musuh dan mendapat ancaman sejak hari pertama. Hendaknya kita berada dalam satu barisan yang saling bertaut.

dan secara bertahap ia telah melakukan proses pembangunan dengan langkahlangkah yang berkesinambungan dan dengan sarana-sarana yang gradual. ruh kepercayaan terhadap pemimpin. Imam Syahid juga menegaskan tentang urgensi miliu dalam menyempurnakan amal-amal dakwah yakni. hingga akar-akarnya menyebar dan tumbuh bersama dengan gerakan dakwah. mengambil langkahlangkah praktis untuk menyelesaikan beberapa kekeliruan. niat yang benar. toleransi. baik berupa kejernihan hati. pada saat itu ia telah mendirikan pilar-pilar dan pondasi dasar dalam setiap individu dan masyarakat. menyingkirkan kendala-kendala dan memperbaiki apa yang telah berlalu. miliu saling menasehati dan saling memaafkan. keinginan yang kuat yang tak lemah di hadapan rintangan. Termasuk urgensi persiapan diri dan mental di dalam melakukan evaluasi atau perhituangan terhadap strategi. ruh keyakinan dan cita-cita terhadap bantuan dan kemenangan dari Allah. terhadap manhaj dan tujuan.menanamkan benih-benih dan pilar-pilar dasar untuk tujuan-tujuan tersebut sebagai prasarana dalam mewujudkan individu dan masyarakat muslim. dengan mempertimbangkan kondisi dan perkembangan yang berlaku. rasa cinta dan ukhuwah (persaudaraan). baik secara personal maupun kolektif. mengevaluasi diri dan gerakan. 116 . Dan hendaknya seorang Al Akh tetap berpegang teguh kepada Allah –azza wajalla-. yang tak goyah menghadapi tekanan. Maka ketika tiba waktu untuk mewujudkannya. menyandarkan diri hanya kepada-Nya dan meminta pertongan kepada-Nya. Urgensi Strategi dan Evaluasi: Imam Syahid menjelaskan tentang urgensi melakukan perhitungan diri. segera melakukan amal dan penyusunan strategi. serta menyusun strategi yang baik untuk masa depan. dan yang tak gentar menghadapi rintangan dan kesalahan.

Sesungguhnya seorang mukmin –selamanya. niat yang tulus. Target-target besar diurai dalam beberapa target-target secara bertahap. Masih ada peluang yang tersisa dan waktu yang lapang untuk melakukan perbaikan. amal shalih.Imam Syahid berkata. Al Ustdaz Ahmad Rasyid 117 .berkata. meluruskan yang masih bengkok dan memperbaiki yang telah berlalu. sesungguhnya ia benar-benar akan datang. 151 Dikutip dari buku Al Masar. “Hendaknya kita senantiasa mengevaluasi diri kita terhadap masa lalu dan yang akan datang. sementara ia tidak mengetahui apa yang dilakukan Allah untuknya. dan tidak terjadi secara kebetulan atau secara reaksioner. “Secara alami upaya untuk mewujudkan kekuasaan agama Allah di muka bumi akan berjalan dengan pendirian khilafah Islamiyah sesuai dengan strategi yang sangat cermat. Terhadap masa lalu: maka hendaknya kita menyesali kesalahan diri. dan dibuatnya langkah-langkah strategis pada setiap target pencapaian dengan sarana-sarana yang dibutuhkan kemudian langkah-langkah untuk merealisasikannya. menyingkirkan rintangan. Dan untuk mewujudkan hal ini dibutuhkan pencermatan terhadap kondisi dan mengenal kemungkinan dan peluang-peluag yang ada serta menentukan figur-figur yang akan melaksanakannya.selalu berada dalam dua rasa takut.”151 Al Ustadz Musthafa Masyhur –semoga Allah merahmatinya. antara sesuatu yang berlalu. antara sesuatu yang akan terjadi dan masih tersisa. menentukan waktu yang tepat untuk melaksanakan dan melakukan spekulasi terhadap kemungkinankemungkinan yang akan terjadi dan bagaimana cara menghadapinya. sementara ia tidak mengetahui apa yang ditakdirkan Allah untuknya. sebelum datang masa perhitungan. Hati yang jernih. Terhadap masa depan: Maka kita harus mempersiapkan bekal berupa. dan keinginan yang kuat untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan.

” Dan hendaknya kita memahami ketika menjalankan peran dalam merancang dan melakukan inovasi managerial di medan-medan dakwah bahwasanya kita sedang berinteraksi dengan hati dan jiwa-jiwa manusia. Sesungguhnya segala urusan 118 . maka amalan tersebut ditolak. ini semua bergantung dengan taufik dan pertolongan dari Allah. Sekali waktu kita mendapatkan hati-hati yang mudah terbuka dan dan sebagiannya sulit. Terkadang Allah menjadikan kebaikan yang melimpah di tangan seseorang dan terkadang tidak bisa diwujudkan di tangan orang lain.” Islam juga membuka pintu yang selebar-lebarnya untuk optimalisasi amal: ‫الحكمة ضالة المؤمن أنى وجدها فهو أحق بها‬ Artinya: “Hikmah adalah barang yang hilang seorang mukmin.‫إن ال يحب إذا عمل أحدكم عمل أن يتقنه‬ Artinya: “Sesungguhnya Allah sangat menyukai seorang yang melakukan suatu pekerjaan dan melakukannya dengan baik.” Selama hal itu masih berada dalam koridor ajaran Islam dan adabadabnya. dimanapun ia mendapatkannya maka ia adalah orang yang paling berhak mengambilnya.” Inovasi dan pembaharuan adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan dan dianjurkan oleh Islam demi meningkatkan metode kerja dan sarana kehidupan. dan sesungguhnya urusan hati berada di tangan Allah. ‫من عمل عمل ليس عليه أمرنا فهو رد‬ Artinya: “Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak kami perintahkan. ‫إن ال كتب الحسان على كل شيء‬ Artinya: “Sesungguhnya Allah mewajibkan ihsan di dalam setiap urusan.

40. kemudian melakukan sorotan dengan menggunakan kaca pembesar.41 119 . sehingga sebiji benih tampak seperti kubah dan semut tampak seperti gajah. Yusuf Al Qaradlawy menggambarkan tipikal kelompok dengan mengatakan. b. Strategi dan perencanaan adalah upaya menggunakan sebab-sebab.” Obsesi terbesar mereka adalah mencari-cari kesalahan dan kealpaan para aktivis dakwah serta mengumpulkannya dari pelbagai arah. 152 Risalah. Atau manhaj para pemimpin yang bodoh dan idealis dalam bekerja dan berdakwah. mereka ingin memulai pekerjaan dengan sempurna (perfect). Dr. dan kita melakukannya dengan bertawakkal kepada Allah. Dan tawakkal adalah kita menggunakan segenap usaha dan tidak menggantungkan diri pada upaya semata dan menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah.”152 Ikhwan dan Manhaj-manhaj yang lain: Dengan manhaj yang paripurna Ikhwan menolak dan bangkit dari indikasi-indikasi kerusakan yang terdapat di beberapa individu dan gagasan sejumlah tokoh dalam kebangkitan Islam: a. “Semua yang mereka miliki adalah lisan yang panjang sementara lengan mereka pendek.berada di tangan Allah. memiliki semangat tinggi untuk menghancurkan namun tak memiliki kemampuan membangun. Musthafa Masyhur. Mereka menolak manhaj keputusasaan dan kegagalan yang diangkat oleh sejumlah orang dengan alasan bahwa tidak terwujudnya keberhasilan dan bertambahnya fenomena kebatilan. Wudhuh Ru'yah. Karena sesungguhnya Allah memerintahkan kita untuk bekerja dan menggunakan segenap sebab-sebab. Maka janganlah seseorang mengira bahwa rancangan dan strategi kerja bertentangan dengan keyakinan bahwa segala urusan berada di tangan Allah. kecerdasan dalam mengkritik namun gagal dalam bekerja. adapun hasilnya diserahkan sepenuhnya kepada Allah. hal.

Karena hal itu bertentang dengan manhaj tarbiyah dan pembinaan. karena kesalahan sebenarnya adalah hasil dari sebuah ijtihad. Maka menjadi kewajiban bagi kita memahami bahwa bekerja untuk dunia dengan menggunakan segala upaya dan kekuatan untuk 153 Makalah Tentang Kebangkitan Islam. Kalian mendapatkan mereka seolah-olah tidak pernah melakukan kesalahan. Mereka terpedaya oleh angan-angan dan berharap kepada Allah dengan angan-angan. Kita tidak bekerja sebelum tiba waktunya dan kita tidak menunda pekerjaan dari waktu yang telah ditetapkan. Bagi kelompok ini yang terpenting adalah bekerja dan berjihad dengan segala bentuk pekerjaan dan jihad tanpa ada koridor dan persiapan. mereka tidak pernah menganggap bahwa dalam kondisi darurat tertentu terdapat beberapa pengecualian hukum. yang paling utama adalah bagaimana kita bekerja dengan baik dan berupaya untuk melakukan pekerjaan yang paling baik. Majalah Al Risalah. tidak penting apakah kita harus bekerja. Adapun diantara bentuk ihsan dalam amal adalah kita melakukan sesuatu dengan ilmu dan sesuai dengan tempatnya. Ikhwan juga menolak manhaj Al Isti’jal (terburu-buru). Yusuf Al Qaradlawy. Dari hal ini kita mengetahui hikmah mengapa Islam sangat memperhatikan pengaturan waktu dalam shalat dan puasa.”153 c. Dr.Kelompok dengan tipikal seperti ini tidak memberikan sedikitpun kata maaf untuk para aktivis dan mereka biasanya tidak memiliki prasangka baik dan tidak memaklumi kondisi-kondisi tertentu yang dihadapi para aktivis. Vol. serta menempatkan setiap pekerjaan sesuai dengan kedudukan yang telah ditetapkan oleh syariat Islam. Diantara bentuk ihsan dalam amal adalah mendahulukan suatu pekerjaan yang harus didahulukan dan menunda pekerjaan yang harus ditunda. I 120 . “Padahal lapangan perkataan bukanlah lapangan kerja”. Ramadan 1422 H/Desember 2001. hal itu karena mereka tidak melakukan apa-apa. Mereka adalah saudara-saudara kita yang baik yang terpedaya.

seluruh tipe-tipe tersebut merupakan prasyarat untuk menyukseskan aktivitas politik. Adapula kelompok yang hanya melihat kekuatan-kekuatan militer sebagai obsesi yang paling besar untuk melenyapkan kebatilan. tarbiyah. Terdapat juga kelompok al Muntadzirun al Qa’idun (Yang menunggu dan hanya duduk). ibadahnya sesuai tuntunan. Jika kita kehilangan dunia. Dan diantara kelompok-kelompok ini adalah mereka yang hanya melakukan aktivitas politik praktis dengan penuh ambisi dan melupakan sisi-sisi lain yang jauh lebih penting. maka kita takkan mendapatkan agama. Sebagaimana dibutuhkannya pilar-pilar tarbiyah dan barisan yang kokoh yang akan memimpin masyarakat untuk terjun ke dalam kancah politik. Padahal hal ini tak dapat dipisahkan dari aktivitas politik. tidak ada 121 . e. dibutuhkan pula tarbiyah dan proses pembentukan sebuah generasi muslim yang memiliki kesadaran terhadap agama dan memahami dunianya. bahkan merupakan prasyarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu. f. mampu membangun dan memberi. memiliki akhlak dan budi pekerti luhur. memiliki kesholehan Pribadi dan masyarakat. Padahal ajaran Islam yang benar atau pembentukan pemerintahan Islam di tengah masyarakat takkan dapat dilakukan dengan aksi-aksi kekerasan. serta aktivitas-aktivitas pemikiran dan sosial. berakidah yang benar.mewujudkannya merupakan bagian dari pengamalan agama. Oleh karena itu maka dibutuhkan proses pembinaan mendasar secara massif dan serius yang akan menyokong aktivitas politik Islam dan mendorong lahirnya keinginan terhadap sebuah pemerintahan sesuai dengan hukum Allah. d. yakni memulai dengan pembinaan. Kelompok ini tidak melakukan apapun.

Yusuf Al qaradlawy berkata tentang Imam Syahid Hasan Al Banna ketika menggambarkan dakwahnya. Majalah Al Risalah. Hal ini bukan manhaj Ikhwan dan tidak sesuai dengan tipikal tarbiyah yang mereka lakukan 154 Makalah Tentang Kebangkitan Islam. Beliau memilih menggunakan kalimat Al Amal dari kalimat-kalimat yang lain. hingga beliau menamakan shaf-shaf kader dan para pengusung dakwahnya dengan sebutan Al Ikhwan Al ‘Amilin (Aktivis Ikhwan. I 122 . Beliau sering mengulang-ulang haidts Rasulullah Saw. Ramadan 1422 H/Desember 2001. kecuali jika mereka melakukan perdebatan. “Beliau sangat memperhatikan dengan sangat serius agar kader dan para pendukung dakwahnya tidak hidup di dalam teori-teori semata. agar mereka tidak digilas oleh perdebatan dalam gagasan. Dr. Tarmidzi dari Abu Umamah. Mereka menghentikan setiap aliran dan membekukan setiap gerakan hingga berdirinya Negara Islam. Dr. ‫ما ضل قوم بعد هدى كانوا عليه إل أوتوا الجدل‬ Artinya: “Tidaklah tersesat suatu kaum setelah mereka mendapatkan petunjuk dariku. masalah-masalah furu’ (masalah-masalah cabang). Vol. dan menjadikannya terbagi dalam beberapa segmen. yang sebagian dilakukan oleh seorang Al Akh Muslim secara pribadi dan sebagiannya dilakukan dalam kapasitasnya sebagai anggota di jamaah. dan ia berkata Hadist Hasan.”156 Ikhwan menolak manhaj kudeta dan revolusi serta model manhaj memberontak terhadap pemerintah.154 Dr. Ramadan 1422 H/Desember 2001.dakwah dan gerakan. Dalam pandangan mereka tak perlu ada upayaupaya perbaikan di masyarakat kecuali setelah berdirinya Negara Islam. atau ikhwan yang bekerja).”155 Oleh karena itu ia menjadikan al ‘Amal (bekerja) merupakan salah satu rukun baiat. Majalah Al Risalah. Yusuf Al Qaradlawy. Vol. I 155 HR. 156 Makalah Tentang Kebangkitan Islam. Yusuf Al Qaradlawy. dan permasalahan khilaf yang tidak akan habis.

sesungguhnya membuktikan bahwa perbedaan antara kelompok revolusi dalam menguasai rakyat dengan obsesi mereka merebut kekuasaan. hal. tiada lain hanyalah usaha perbaikan parsial semata. Dan pada akhirnya yang terjadi adalah pergantian pemerintah dan individu-individunya tanpa ada pembangunan yang nyata dan perbaikan yang signifikan. 157 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). tidak bersandar padanya dan tidak meyakini manfaat dan hasilnya. Adapun klaim yang mengatakan bahwa hal itu dapat dilakukan setelah revolusi. Upayaupaya namun revolusi walaupun realita diperkuat dengan slogan tidak dan ada propagandanya.terhadap umat dan masyarakat. Dasar yang mana yang akan diletakkan yang akan dijadikan tempat pembinaan rakyat? Karena sesungguhnya sebagaimana keberhasilan suatu kelompok menguasai kursi pemerintahan maka suatu saat ia akan digulingkan oleh kelompok yang lain. semua ini hanya melumpuhkan umat masyarakat membangun apapun dan tidak menegakkan dakwah.”157 Sesungguhnya metode revolusi yang dilakukan dengan aksi penggulingan pemerintah oleh sekelompok orang. tersulutnya serta tidak dan meledaknya potensi permusuhan dan pemberontakan antar kelompok. sebenarnya merupakan klaim yang tidak realistis. 136. walaupun dikuatkan dengan propaganda besar namun tak mampu melakukan pembinaan dan tarbiyah terhadap rakyat. Imam Syahid berkata. Dan pada gilirannya yang akan menggulingkan pemerintah dan menguasainya adalah orang-orang yang memiliki kecenderungan dan kekuatan paling besar dalam menghadapi ombak dan persaingan. 123 . “Adapun revolusi. Bahkan hal ini akan mengarah kepada kekuasan semu dan ambisi yang tinggi terhadap kursi kekuasaan. dekonstruksi dan kekerasan. masyarakat. maka Ikhwan Muslimin tidak pernah memikirkannya. Cara-cara dekonstruksi akan revolusi dan kekerasan titik-titik dan terhadap tekanan.

dan dengan Al Quran. Tarbiyah yang serius terhadap individu muslim dan lingkungan yang ada di sekitar kita. Pemahaman Seputar Sarana-sarana Dakwah: Target-target besar terbagi dalam beberapa target-target kecil. b. hal itu adalah persoalan-persoalan individu tertentu yang dengan hal itu jamaah telah mengambil sikap yang tegas sebagai pengingkaran terhadap hal tersebut. c. memberikan pemahaman yang mendalam terhadap Islam dan akhlak-akhlak Islami. Menyebarkan dakwah dengan hikmah dan dengan nasehat kebaikan. Sejarah Ikhwan membuktikan hal itu. yang kemudian menjadi sarana-sarana untuk mewujudkan targettarget besar. Ikhwan juga menolak aksi-aksi kekerasan dan penumpahan darah terhadap penduduk negeri apapun alasannya. Menghidupkan simpati dan perasaan. dan orang-orang yang melakukan aksi-aksi tersebut bukan bagian dari Ikhwan dan bukan termasuk kaum muslimin. Demikian sebagaimana penjelasan Imam Syahid Hasan Al Banna. adapun peristiwa dan krisis yang terjadi.Sesungguhnya pengalaman masa lalu dan sekarang yang pahit telah menegaskan kebenaran perspektif dan kedalaman pandangan Ikhwan. 124 . maka yang paling penting adalah sebagai berikut: a. serta mencari simpatisan dan individu-individu yang akan mendukung dakwah di setiap tempat dan organisasi. Demikian hingga kami sampai pada susunan targettarget dan tujuan yang paripurna serta sarana-sarana yang saling terkait. karena hal itu merupakan tindakan yang telah keluar dari khitah dan manhaj Ikhwan. Jika menyebutkan beberapa sarana umum yang paling mendasar. menggerakkan hati dan mengikatnya dengan Allah –azza wajalla.

Begitupula perhatian yang mendalam terhadap keberlangsungan generasi dan penanaman nilai-nilai dakwah di dalam jiwa. Tafahum (saling memahami). yang saling berhubungan dan terkait satu sama lain dan berada di bawah satu kepemimpinan. Yang notabenenya menghimpun antara tugas personalia dakwah dengan tugas-tugas kolektif. yang berjalan dalam langkah dan strategi dari satu tubuh dan satu kerangka –walaupun ia memiliki banyak cabang dan satuan-. Sesungguhnya syariat Islam adalah pedoman. dalam koridor dan batasbatas yang tertentu. terwujudnya sendi-sendi Ta’aruf (saling mengenal). Sarana-sarana umum ini kemudian ditopang dengan saranasarana lain dalam pelbagai corak serta dengan perangkat-perangkat yang beraneka ragam yang membantu mewujudkan target-target umum dan target-target tertentu. manhaj dan rujukan dalam setiap urusan kita. Jika terdapat seorang Pribadi mukmin yang benar maka bersamanya terdapat sebab-sebab kesuksesan.d. pembenahan dan pemilikan asset-aset kekuatan. Hal ini sebagaimana yang dilakukan dengan menggunakan program dan cara-cara yang beragam dan terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan kondisi dan kebutuhan serta sesuai dengan perkembangan zaman dan kemajuan dakwah. Perjuangan konstitusi dan kegiatan-kegiatan di kelembagaan sosial dengan pelbagai bentuk dan segmentasi. e. serta spesialisasi dan tujuan-tujuan amal praktis. dan takaful (saling menanggung beban). yang tidak berbeda dan tidak bertentangan. dan untuk setiap sarana yang kita 125 . serta sangat memperhatikan proses pembentukan dan tarbiyah individu kader dakwah. Yang di dalam setiap satuan-satuannya yang beraneka ragam. Kegiatan-kegiatan perbaikan terhadap lembaga-lembaga sosial. Perangkat dan sarana-sarana ini bekerja dalam satu susunan.

Iman.miliki. yang dengannya sudah pasti akan tegak agama Allah dan dakwahnya menggema ke seluruh penjuru. kepada umat Islam. dan membuka tabir-tabir penutup jiawa. dan tidak pula menggunakan kekuatan fisik. sarana untuk penanaman nilai dalam setiap seruan dakwah –kiranya sudah dimaklumi dan dipahami. berupaya menghimpun hati-hati mereka dalam naungan mahabbah dan ukhuwah. kehormatan dan harta. dalam menanamkan nilai-nilai dakwah kepada generasi pertama dari sahabat beliau tidak lebih dari ajakan kepada keimanan dan amal? Kemudian beliau Saw. 240 126 . hal. Mustahil dakwah ini akan eksis jika mendahulukan pukulan cemeti atau lemparan anak panah.”158 Kami juga menolak mengkafirkan manusia. Jadilah jamaah mereka sebagai jamaah percontohan. yang terangkum dalam empat kata. sehingga menjelmalah kekuatan akidah menjadi kekuatan wihdah. Kami meyakini keharaman darah. amal. “Adapun sarana untuk mewujudkan citacita ini tidak dilakukan dengan uang. Bukankah yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. mahabbah dan ukhuwah. dan penggunaan kekuatan dan cara-cara teroris terhadap orang lain. salaf Sholeh dalam perjuangan dan gerakan dakwah. membisikkan hati-hati manusia. dan kami menolak segala bentuk upaya pelecehan terhadap kehormatan tersebut dengan alasan dan hujjah apapun. sebagaimana wasiat Rasulullah Saw. sehingga mereka putus asa dan semakin terpuruk. Namun kami berupaya 158 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Imam Syahid berkata tentang penyebaran dakwah dan pengumpulangan dukungan. meski ditentang oleh seluruh penduduk bumi. yang kita dapatkan dari sirah para nabi dan Rasulullah Saw. Kami menolak cara-cara kekerasan. Dakwah yang benar adalah yang dilakukan dengan mengetuk jiwa terlebih dahulu. dan berlaku ekstrim terhadap mereka dengan pengingkaran dan ancaman. Sesungguhnya.

karena intinya adalah kandungan program. yayasan ekonomi. bekerjasama dan melakukan koordinasi dengan mereka. Termasuk tidak ada pertentangan antara posisi aktivis dakwah dengan ikatan mereka terhadap jamaah. dan tidak disyaratkan pencantumam nama jamaah atau kalimat-kalimat Islami di lembaga tersebut. serta elastis menggunakan sarana-sarana yang ada. Kami juga memanfaatkan setiap kesempatan dan peluang yang ada serta bantuan orang lain. Sesungguhnya lembaga dan wadah-wadah yang didirikan oleh jamaah. Rujukan ini harus jelas dan terperinci 127 . seperti yayasan. yang merupakan penyempurna dari aktivitas dakwah. Lembaga-lembaga ini juga didirikan sesuai dengan undang-undang dan aturan sosial yang berlaku di masyarakat. Tak peduli apapun nama dan gelarnya. bersabar dan tegar di hadapan setiap rintangan. club-club sosial dan olah raga. dan melakukan perbaikan secara bertahap. yang memiliki tujuan dan sarana-sarana yang jelas. maka dakwah menyambut baik tawaran tersebut. yang dan ingin program-program bergabung. serta tidak menyulut kebencian dan permusuhan di antara mereka. rujukan mereka terhadap jamaah serta usaha-usaha mereka untuk mewujudkan tujuan-tujuan dakwah secara keseluruhan. yang bekerja untuk kemaslahatan jamaah atau merupakan bagian darinya. partai politik dll. adalah organisasi yang memiliki tatanan sarana yang tersusun rapi dan perjuangan konstitusi. lembaga sosial kemasyarakatan (LSM). berbuat baik kepada mereka. Siapapun membantu aktivitas tersebut sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.menjadi qudwah. serta dengan setiap sukarelawan yang ikhlas yang berjuang untuk kemaslahatan negeri. kami selalu berusaha menyatukan hati dan persatuan umat. Kami tidak tergesa-gesa mengharapkan hasil usaha. bekerja yang dan tersosialisasikan.

. dalam dakwah dan dan kalimat kita. 2. yaitu: 1. Adapun lembaga-lembaga yang didirikan di masyarakat. Menghormati aturan dan undang-undang kerja yang berlaku di setiap lembaga-lembaga tersebut serta tidak ikut campur dalam urusan-urusan privasi lembaga –atau dalam satuan-satuan jamaah yang lain-. kecuali hanya berupa nasehat kebaikan dan mempersiapkan tenaga-tenaga profesional. walaupun jumlah mereka mayoritas. 4. dan jamaah ikut berperan di dalamnya baik melalui para aktivis maupun melalui proyek dan program-program yang mendukung jamaah. Ia juga senantiasa menjungjung tinggi ketentuan finansial dan undangundang yang berlaku. maka hal itu merupakan salah satu sarana kerja-kerja sosial dakwah dalam koridor dan lingkup perjuangan konstitusi yang terbuka untuk setiap individu dan civitas di tengah masyarakat.serta tidak boleh keluar dari target dakwah atau melenceng dalam prilaku dan aktivitasnya. Terbuka dengan keberadaan dan gerakan kita. dan tidak bermaksud mengambil keuntungan materi. Lembaga-lembaga sosial dengan skala nasional bukan barang timbunan yang dimiliki perseorangan. Jamaah memiliki metode tersendiri dalam memainkan peran ini. Prinsip partisipasi dalam sebuah lembaga adalah untuk melakukan perbaikan. Diantara prinsip jamaah adalah saling membantu dan bekerjasama dengan orang lain dalam setiap sesuatu yang baik dan bermanfaat. atau terdapat pelanggaran undang-undang di dalamnya. 128 . 5. Tidak menimbun (harta atau kekayaan) Jamaah justru melakukan kerjasama dan saling bantu dengan orang lain. Keikutsertaan dan partisifasi dakwah dalam wadah-wadah dan lembaga ini semata-mata hanya mengharap keridhaan Allah Swt. perbaikan dimana di diantara lini tujuan kehidupan kami adalah melakukan termasuk setiap masyarakat. 3.

begitupula dengan proyek-proyek yang dihasilkannya.menyampaikan dakwah kepada setiap kelompok masyarakat dan institusinya. Kami bahkan mendapatkan bahwa pemerintah yang berwenang dan orang-orang yang memiliki jiwa-jiwa yang sakitlah yang melakukan pelanggaran terhadap undang-undang dan menghalanghalangi aktivitas lembaga-lembaga ini. serta meminta kepada masyarakat untuk membantu dan membenahi kesalahan-kesalahan kami. penghormatan mereka terhadap undang-undang dan ketentuan masyarakat. Sebagian mereka mungkin mengira bahwa hal itu akan melemahkan jamaah sebagai tersebut akibat dengan ruh dari embargo terhadap yang jihad. menguasai dan membekukannya. dakwah terkadang harus menghadapi tekanan. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan jamaah di beberapa lembaga dan civitas merupakan bukti nyata kemajuan dan perbaikan yang dilakukan Ikhwan. yang kemudian menjadi titik tolak yang kuat. Yang tentunya tidak hanya menyampaikan teori-teori melalui perkataan semata. namun dengan perbaikan. Kami juga menghormati pandangan mereka dan mengalah untuk beberapa keinginan mereka. menghentikan. embargo dan penyiksaan di balik jeruji-jeruji penjara. 6. Jika suatu masa dakwah menghadapi tekanan dan embargo. keterikatan dan kesatuan. mengakui kesalahan dan melakukan evaluasi. 129 . aktivitas luarbiasa ketegaran. sehingga masyarakat memberikan kepercayaannya kepada para da’I dan penyeru perbaikan. qudwah dan pelaksanaan program-program Islami. Menerima kritikan dan selalu intropeksi diri. Hingga mereka mengenal dan mengetahui bahwa manhaj Islam sangat komprehensif dan mencakup segala sesuatu. Dalam beberapa waktu. serta cocok untuk setiap lini kehidupan. dan yang kegiatansemakin kegiatannya. namun dakwah tetap berkembang pada masa-masa perkembangan dan semangat menguatkan pengorbanan. Sesungguhnya kewajiban dakwah dalam fase ini adalah ketegaran dan keteguhan.

sehingga lembaga dan institusi-institusi masyarakat akan condong kepada jamaah. diantaranya parlemen. kawasan dan jalan-jalan. setiap tempat dan kawasan. maka tidak akan mengarah kepada berdirinya pemerintahan Islam sebagaimana yang diinginkan Ikhwan. Kotak Pemilu Tentang kotak pemilu. 3. jamaah akan menjadi kekuatan mayoritas dan diperhitungkan di setiap lembaga pemilihan. tumbuh dan menyebar ke pelbagai penjuru. yang mampu memenuhi setiap lapangan dan lembaga. Namun jika semata-mata hanya mewujudkan suara mayoritas di parlemen tanpa memenuhi sisi-sisi penting yang disebut di atas.maka pada saat itulah ia akan berkembang. Pembangunan pilar dasar yang beriman dan memiliki kekokohan dan kekuatan akidah. Hal ini merupakan konsekueksi logis dari kekuatan dakwah dan penyebarannya di setiap lini kehidupan. namun bukan merupakan langkah satu-satunya atau yang paling utama dalam melakukan proses perubahan di masyarakat dan pemerintah Islam. sehingga tershibghah dengan nilai-nilai Islam dalam prilaku dan kebiasaannya sehar-hari. serta mendukungnya dengan penuh keyakinan dan rasa cinta. kekuatan mayoritas di parlemen adalah merupakan salah satu langkah-langkah penyempurna dan peran untuk mendapatkan kecenderungan dan perlindungan pemerintah terhadap masyarakat. yang memiliki kekayaan kemampuan dan sejumlah figur yang dibutuhkan. dan berkumpul di sekitar jamaah dan figur-figurnya. dimana pondasi dasarnya adalah: 1. dan condongnya opini publik terhadap. di setiap perkampungan. Ia juga berdiri di atas pembinaan dan tarbiyah masyarakat. hal itu justru semata hanya 130 . yang setiap komponennya saling bertautan satu sama lain dengan jumlah dan kualitas yang sama. perkampungan dan perkotaan. Secara alami. 2.

atau membuat kita tergesa-gesa melangkah. hingga terciptanya kesinambungan antar generasi dalam menempuh jalan ini untuk sampai pada tujuannya.mengantar kepada kursi kekuasaan di kementerian. yang hanya mewujudkan beberapa langkah-langkah perbaikan yang parsial. Imam Syahid berkata. hadir bersama keyakinan yang kuat terhadap pertolongan dan kemenangan dari Allah. atau kita menjadikan kotak suara dalam pemilu adalah tujuan utama dalam setiap langkah dan target-target kita. maka hal itupun tidak selamanya merupakan indikasi terpenuhinya pembinaan dan penahapan yang diinginkan di dalam jamaah dan masyarakat. atau melakukan lompatan-lompatan di atas fase-fase dakwah yang telah ditetapkan.”159 159 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? 131 . Tentang Waktu yang diperlukan: Sebuah target yang besar untuk mewujudkan kemenangan dakwah. jangan sampai kita terpedaya dengan hasil pemilu. serta masa yang tidak sedikit. Hal itu karena agungnya tujuan dan besarnya bangunan dakwah yang kita inginkan. kemudian sekelompok orang yang bekerja dalam manhaj tersebut. Maka besarnya tantangan dan tanggungjawab yang dihadapi dakwah. membutuhkan kebersinambungan generasi yang terus menerus. “Harus ada manhaj tertentu yang kita inginkan. Sebagaimana mayoritas parlemen dapat diwujudkan dengan baiknya pengaturan strategi dalam pemilu. Oleh karena itu. atau besarnya kekuatan dukungan dan kekuatan lobi. serta dengan masih lemahnya capaian-capaian yang mampu kita laksanakan dalam kurun waktu yang sangat panjang dikarenakan kekeliruan dan penyimpangan hingga penyakit tersebut semakin akut.

“Wahai Ikhwanul Muslimin. “Kemenangan itu tidak terwujud pada generasiku dan generasimu. sebarkah dakwah kalian ke medan-medan yang belum pernah 160 Risalah Pergerakan.127 132 . terutama orang-orang yang bersemangat dan tergesa-gesa diantara kalian. beliau menjawab. dengarkanlah seruan dariku yang tinggi dan menggema dari atas mimbar ini di muktamar kalian yang besar ini.mungkin saja mampu mempersingkar masa itu. bahwa ia adalah jalan yang paling aman dan selamat untuk sampai ke tujuan. namun akan terwujud pada generasi yang akan datang –dengan izin Allah-.”160 Beliau juga berkata. Ya. Saya tidak ingin melanggar batas-batas yang telah saya yakini dengan sepenuh keyakinan. Barangsiapa yang tergesa-gesa mendapatkan buahnya sebelum matang atau memetik kembang sebelum waktunya maka saya tidak mendukungnya sedikitpun. ia berkata.Imam Syahid pernah ditanya oleh seorang pemuda pada akhir tahun 40-an. bentuklah segera katibah dan kelompok-kelompok.” Imam Syahid menolak cara-cara yang gegabah atau lompatanlompatan di atas fase-fase dakwah yang telah ditetapkan. bahwa sesungguhnya khitah perjalanan kalian telah tergambar langkah-langkahnya dan telah jelas batas-batasnya. hal. ketabahan. “Dan kalian –wahai para wakil Ikhwan. Muktamar Ke V. pertajam kepahaman mereka dengan materi-materi. Atau mungkin kalian lengah. namun tidak ada jalan alternatif lain untuk sampai ke tujuan. yakinlah pada diri kalian akan beratnya tugas. Oleh karena itu. Sesungguhnya kejantanan dan keberanian akan teruji dengan dengan kesabaran. kesungguhan dan kontiunitas amal. “Kapankah tiba waktu kemenangan yang dicitacitakan?. jalan ini mungkin terasa panjang. sehingga salah dalam perhitungan dan tidak sesuai dengan hasil yang diprediksikan (diperkirakan). jika kalian benar-benar membulatkan tekad dan mengerahkan semua potensi. bersegeralah untuk berkiprah (di lapangan).

yang mereka gunakan sebagai timbangan diri dan mereka akan mengetahui dimana mereka dari timbangan tersebut. yang 161 162 163 164 Ibid Ibid. dengan kedalaman tarbiyah dan keluasannya. banyaknya aktivis. “Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin memiliki metode tertentu yang diikuti sebagai petunjuk jalan. peningkatan marhalah.”161 Maka hal ini sangat tergantung kepada. “Setiap langkah ditempatkan pada waktu yang tepat. dan soliditas Takwiniyah. maka tarbiyah Ikhwan akan semakin luas dan membentang hingga mencakup seluruh lapisan masyarakat dan umat Islam secara keseluruhan.tersentuh oleh dakwah. pendirian bangunan. Hal. batasan-batasan. “Bahwa hasil akhir yang sempurna itu tidak mungkin dirasakan kecuali setelah tersebarnya pengenalan fikrah. dan akan terus menjaganya. Setelah berdirinya Negara. terpenuhinya syarat-syarat. dan jangan sesekali kalian sia-siakan waktu meski hanya semenit tanpa diisi dengan amal.”164 Ikhwan Setelah Berdirinya Negara Sesungguhnya jamaah ini berdiri dan tetap eksis hingga tercapainya seluruh target-targetnya yang besar.”163 Imam Syahid berkata. serta ikatan pertautan antar individunya. dan pengaruh yang tergantung dengan segenap tujuan dan optimalisasi peluang. Imam Syahid berkata. Sehingga terjadi pembaharuan dalam darahnya dan meluasnya pilar-pilar dasar serta berkesinambungannya generasi. 36 Ibid 133 . hal.”162 Ia juga berkata. 127 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. kesungguhan dalam beramal. namun pada saat itu ia tidak hanya berupa kelompok tertentu saja.

Islam.Dakwah Ikhwan menerima keberadaan orang lain walaupun memiliki perbedaan dengannya. Dakwah Ikhwan menjunjung tinggi keinginan umat walaupun berbeda dengan pandangan Ikhwan. selama mereka masih berada dalam norma yang diyakini masyarakat serta tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. maka Ikhwan memilih mengalah dan berjalan beriring bersama umat dengan cara yang bijak dan nasehat kepada kebaikan. pemalsuan dan . yang menolak segala bentuk pelecehan terhadap keinginan mereka. .Dakwah Ikhwan tidak memonopoli ladang dakwah dan tarbiyah di masyarakat. baik muslim maupun nonmuslim tanpa ada tekanan atau permusuhan. dan itu merupakan salah satu rukun pemerintahan penipuan. Medan dakwah terbuka luas untuk setiap kekuatan dan golongan.Pengalaman pahit yang telah dirasakan oleh negeri kami yang tercinta dikarenakan oleh segelintir orang atau kekuatan yang berupaya merusak pemerintah yang sah hingga terjadi kehancuran. maka ini menguatkan bahwa Islam dan tarbiyah umat merupakan jaminan yang hakiki 134 .Dakwah Ikhwan menghormati aspirasi umat dengan sebenar-benarnya. Penyimpangan yang dilakukan tidak diputuskan kecuali oleh peradilan yang adil dan independent yang tidak tunduk kepada kekuatan pemerintah yang berkuasa. atau mengkhususkan hal itu pada diri mereka. .kemudian terwujudnya kekuatan bangunan dan kemampuan untuk mewujudkan tujuan-tujuannya yang tinggi dan memeliharanya. . dan menjaga hak-hak mereka sebagaimana yang dianugerahkan Allah berupa kebebasan yang mereka yakini. Mereka memiliki hak yang sama.

maka kami akan meluruskanmu dengan pedang-pedang kami. dan peringkat terakhirnya adalah pernang di jalan Allah. Pemerintah Muslim. ia mati dalam keadaan jahiliyah. pena. yang akan melindungi hak-hak umat.yang akan mencegah terjadinya kehancuran tersebut. “Tidaklah dakwah menjadi hidup. Kadar ketinggian dakwah dan keluasan bentangan ufuknya adalah penentu 165 Lihat kembali pembahasan ini dalam bab. dan yang akan mengawasi para pemimpin negeri. Sedangkan antara keduanya terdapat jihad dengan lisan. ‫وال لو رأينا فيك اعوجاجا لقومناه بسيوفنا‬ Artinya: “Demi Allah. tangan dan kata-kata yang benar di hadapan penguasa yang zhalim. Ini merupakan kandungan dari apa yang disabdakan oleh Rasulullah Saw: ‫من مات ولم يغزو ولم ينو الغزو: مات ميتة جاهلية‬ Artinya: “Barangsiapa mati.” Peringkat pertama jihad adalah pengingkaran dengan hati. Hal ini sebagaimana yang dilakukan umat Islam dalam mengawasi pemimpin mereka Umar Bin Khattab –semoga Allah meridhainya-. sementara ia belum pernah berperang atau belum pernah berniat untuk berperang. kalau seandainya kami melihat engkau melaksanakan kesalahan. kecuali dengan jihad. 135 .”165 Jihad adalah Jalan Dakwah Imam Syahid menjelaskan makna jihad yang merupakan salah rukun bai’at: “Yang dimaksud dengan jihad adalah sebuah kewajiban yang tetap hukumnya hingga hari kiamat.

” (Q. bahwa beban dakwah ini hanya bisa dipikul oleh mereka yang telah memahami dan bersedia memberikan apa saja yang kelak dituntut olehnya. kesehatan.bagi sejauhmana keagungan jihad di jalan-Nya dan sejauhmana pula harga yang harus ditebus untuk mendukungnya. hal. Sedangkan keagungan pahalanya diberikan kepada para mujahid.           Artinya: “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. harta bahkan darah. baik waktu. “Kami ingin mengatakan kepada kaum kami.361 136 .S Al Hajj:78)166 Jihad membutuhkan totalitas keikhlasan dan pengorbanan tanpa batas: Imam Syahid berkata.                        166          Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim).

Sebaliknya. Siapa yang bersedia untuk itu. barangsiapa yang lemah dalam memikul beban ini. Ia hanya mengenal satu sikap totalitas. kaum keluargamu. isteri-isteri. dan tempat tinggal yang kamu sukai. harta kekayaan yang kamu usahakan.”167 Imam Syahid menjelaskan tentang tingkatan jihad bahwa hendaknya seorang muslim mengambil bagian dari perjuangan suci ini. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan Keputusan NYA". adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya.                :Artinya “Katakanlah: "Jika bapa-bapa . maka ia harus hidup bersama dakwah dan dakwahpun akan melebur dalam dirinya. anak-anak .16 137 . ia terhalang dari pahala besar mujahid dan tertinggal bersama orang-orang yang duduk-duduk. Beliau berkata dalam Risalah Pergerakan. saudara-saudara. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.S Al Taubah: 24) “Dakwah ini tidak mengenal sikap ganda. Apakah Kita Para Aktivis?: “Apa yang mereka inginkan –dari diri mereka dan orang laindari jihad di jalan Allah: 167 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami).” (Q. perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya. hal.

yang menangisi duka lara dan meratapi nasib kaum muslimin yang lemah. - Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. dan engkau mengajak kepada agama Allah dengan hikmah dan nesehat kebaikan. adalah menjadikan duka cita atas kondisi yang mengitari itu sebagai pemicu dalam berpikir secara sungguh-sungguh bagaimana mendapatkan jalan keluar. Untuk-Nya jangan sisakan milik anda sedikitpun. adalah anda mengingkari siapa saja yang mengingkari agama-Nya. adalah anda menyisihkan dari sebagian waktu. menaati Allah. sebagian tuntutan pribadimu untuk kebaikan Islam dan putra-putri kaum muslimin. dan memutuskan siapa saja yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya. serta memberikan nasehat kepada para pemimpin Islam dan masyarakatnya. jamuan makan maupun jamuan minum. - Sebagian dari makna jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. anda melindungi agamaNya dengan jiwa dan harta anda.- Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. dalam merenung panjang dan mendalam bagaimana memilih jalan-jalan amal dan cara-cara penyelesaian. - Sabagian dari makna jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. mengikuti Rasul-Nya. adalah anda menjadi prajurit Allah. Hendaknya anda tidak menjalin hubungan apapun dengan mereka. anda harus menjadi orang pertama kali 138 . sebagian harta. Jika kejayaan dan kehormatan Islam terancam dan gema kebangkitan diserukan. adalah anda memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar. yang membisikkan gejolak rindu untuk menggapai kekuasaan dan kekuatannya. tidak ada interaksi. mengamalkan kitab-Nya. adalah munculnya emosi yang dinamis dan kuat. - Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. yang mengaliri gelora cinta untuk meraih kembali kehormatan dan kejayaan Islam. - Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta.

lalu dimanakah posisi Ikhwanul Muslimin di antara tingkatan-tingkatan ini?168 Imam Syahid menyimpulkan hal itu dengan mengatakan. 168 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. meluruskan tindak kezaliman. berjihad menegakkan agama dan meninggikan-Nya baik. beribadah kepada tuhan. Jika kalian melaksanakannya dengan memperoleh kemenangan. “Wahai kaum muslimin. adalah –jika anda tidak dapat melakukan itu semuahendaklah anda memberikan cinta anda kepada para mujahid dari relung hati yang paling dalam dan memberikan masukan nasehat kepada mereka dengan buah pikiran anda yang jernih.menyambut seruan itu dan menjadi orang yang pertama yang maju ke medan jihad. telah mencatat untuk anda pahala dan telah melepaskan anda dari tanggung jawab. 83 139 . Janganlah sekali-kali anda menjadi orang selainnya. - Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. niscaya adalah kalian misi akan kalian dalam kehidupan ini. melakukan perbaikan urusan seluruh makhluk. dan mencegah tangan pelakunya seberapapun kekuatan dan kekuasaannya. - Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. adalah anda bekerja demi menegakkan timbangan keadilan. sehingga hati anda akan dikunci dan dituntut dengan sepedih-pedihnya siksa. Allah Swt. Demikian inilah sebagian dari tingkatan-tingkatan jihad dalam Islam. hal. Tapi jika kalian hanya melaksanakan sebagiannya atau bahkan melalaikan semuanya. Dengan begitu. maka biarkahlah ku baca ayat berikut ini.

rumah-rumah mereka ibarat pelana-pelana kuda. dan penunggang kuda di siang hari.                            :Artinya “Maka apakah kamu mengira.tampil dengan julukan. raja yang Sebenarnya.” Imam Syahid menggambarkan jihad mereka sebagai upaya untuk menguasai dunia dan melakukan perbaikan.kaum muslimin segera bertebaran di segenap penjuru bumi. “Wahai kaum muslimin. hal. Tuhan (yang mempunyai) 'Arsy yang mulia. 43 140 . para sahabat Rasulullah Saw. Al Quran ada dalam dada mereka. tidak ada Tuhan selain Dia. beliau berkata. kembali ke haribaan Allah. “layaknya rahib-rahib di malam hari.” (Q. –sebagai generasi pilihan Allah. dan pedang-pedang mereka senantiasa terhunus dalam 169 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia).S Al Mukminun: 115-116)169 Sebagai wujud dari kepahaman terhadap makna yang diisyaratkan oleh ayat di atas. dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah. untuk itulah –setelah Rasulullah Saw. bahwa Sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main (saja).

apalagi karena nafsu imperialisme. Siapa yang memilih Islam. hal. Siapa yang membayar jizyah –sementara ia tetap dalam kekafirannya-. 43. menyeru manusia kepada salah satu dari tiga pilihan. dimana kaum muslimin akan memenuhi janji dan melaksanakan semua kewajibannya. berkenan memenangkan hamba-hamba-Nya. Jizyah.genggaman. jika mereka berhenti (dari kekafiran). supaya jangan ada fitnah[611] dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah[612]. Sebuah amanat yang mengharuskan mereka berjihad di jalan Allah Swt. atau perang.” Jadi mereka keluar dari rumah-rumah mereka bukan karena ambisi kekuasaan. bukan pula untuk memburu harta dan popularitas. maka ia akan menjadi saudara kaum muslimin dengan menyandang hak dan kewajiban yang sama. Maka Sesungguhnya Allah Maha melihat apa yang mereka kerjakan. Tapi bila ia tetap enggan. Mereka keluar semata-mata untuk menunaikan satu misi suci sebagaimana telah diwasiatkan nabi mereka. maka ia berada di bawah perlindungan dan perjanjian dengan kaum muslimin.S Al Anfal: 39)170 170 Ibid.” (Q. Islam. maka kaum muslimin akan memerangi mereka sampai Allah Swt. 44 141 .                          Artinya: “Dan perangilah mereka. Dari lisan mereka mengalir deras hujjah-hujjah yang terang. Muhammad Saw.

hal.171 Mereka berjuang dengan dakwah mereka untuk melenyapkan seluruh bentuk penindasan. menghapus kezhaliman. Kepada Apa Kita Menyeru Manusia. dikutip dari buku Al Imam Syahih Hasan Al Banna Pengusung Panji dakwah Abad 20. Edisi 284. kemajuan. rahmat dan kelembutan. agar manusia terbebas dan memilih –jika mereka menginginkannya. Al Ustad Fuad Al Hajarsy. Jadi sebenarnya tidak ada panglima yang menang dan musuh yang kalah. atau hidup bernaung di bawah panjinya dengan penuh rasa aman dan terlindungi dari setiap kezhaliman dan kesewenang-wenangan. terwujud pengajaran dalam dan bimbingan kepada seluruh umat manusia. “Dengan demikian seorang pejuang muslim adalah juga seorang guru yang memiliki semua sifat yang semestinya ada pada seorang guru.masuk kedalam agama Allah. yang ada justru orang-orang yang beriman dan menerima seruan agama Allah. “Akan datang suatu masa dimana terdapat sekelompok manusia yang mencela Islam karena kewajiban jihad dan kewajiban berperang. 172 Risalah Pergerakan. Samakah ini dengan dominasi sekarang. yang bentuk imperialisme dan penindasan?172 Imam Syahid menjawab orang-orang yang mencela kewajiban jihad. 19 Nopember 1998 M. Imam Syahid berkata. hal. Sehingga pembebasan Islam berarti juga pembebasan Barat peradaban. cahaya. 176. Dengan demikian cairlah sudah fikrah kesukuan dan kelompok di hadapan fikrah ukhuwah Islamiyah. hidayah. kerusakan dan fitnah di muka bumi. 35 142 .Sesunguhnya ekspansi Islam merupakan upaya untuk membangkitkan keimanan di dalam hati manusia dan untuk meninggikan kalimat kebenaran di muka bumi. Harian Afaq Arabiyah. Lihat juga.” 171 Diantara kalimat Imam Syahid. sehingga semuanya benar-benar menjadi saudara yang Saling mencintai satu sama lain. Ia berkata.

” Agar kita sampai ke tingkatan jihad dan perjuangan. Mursyid ‘Am sebelumnya Musthafa Masyhur menegaskan tentang kebutuhan umat terhadap persiapan jihad. Beliau mengatakan. itulah keteguhan dan ketabahan sehingga hilang semua cobaan dan musibah dan Allah mengganti kesulitan dengan kemudahan. hal. tetapi sebagai perlindungan bagi dakwah dan jaminan bagi perdamaian. agar ia tidak gentar di hadapan kesulitan. penangkapan. kezhaliman. misi hidayah bagi manusia untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Ia adalah harapan kepada Allah.173 Tentang makna jihad dan yang untuk sempurna. selain sebagai sarana untuk menunaikan misi (risalah) agung yang dipikulkan di pundak kaum muslimin. keyakinan dan menyandarkan diri kepada-Nya. Oleh karena itu maka kaum muslimin harus dipersiapkan untuk sabar dalam 173 Risalah Pergerakan. “Kondisi meningkatnya alam hari ini –setelah seluruh kekuatan kejahatan bersatu di bawah satu kepemimpinan. dan semakin aksi-aksi kekerasan. maka kita harus melakukan tarbiyah jiwa dengan tarbiyah yang mendalam. membangun urgensi rukun- mempersiapkannya upaya rukunnya di dalam jiwa serta patuh terhadap batasan dan hukum-hukumnya. pembunuhan. ancaman. mempersiapkannya agar tidak mengalami kegoncangan ketika menghadapi musibah. 424 143 .Beliau menjelaskan dengan perkataannya. Jihad. “Allah Swt telah mewajibkan jihad kepada kaum muslimin bukan sebagai alat permusuhan atau sarana bagi kepentingan Pribadi. dan pembantaian.menegaskan kepada kita tentang urgensi untuk membangkitkan ruh jihad Islam sebagai solusi tanpa harus mematikan eksistensi umat dan peradaban Islam.

kesabaran menghadapi tipudaya kesabaran dalam jihad dan kepungan. jadikan hati dan perasaan kalian senantiasa berhubungan dengan Allah.”174 Imam Syahid berkata.kalian untuk terus berkorban dengan harta dan kesungguhan. serta janganlah meremehkan apapun bentuknya. lakukanlah ketaatan dan jauhilah dosa. Bersiaplah dan singsingkanlah lengan baju kalian. maka berjihadlah menundukkan jiwa-jiwa kalian dan giringlah ia menuju ajaran Islam dan hukum-hukumnya. Yang mempunyai kekuasaan di langit dan di bumi. evaluasi dirimu dengan evaluasi yang cermat. jagalah waktu dan jangan membuangnya pada sesuatu yang tidak bermanfaat. lawanlah kemalasan dan kelemahan. emosi dan perasaan kalian kepada kemuliaan. “Kewajiban ini menunut adanya jiwa yang dipenuhi keimanan dan hati yang luhur. Dimana Hati Kaum Muslimin Terhadap Penumpahan Darah Umat Islam? 144 . dan apa yang ada pada Allah akan kekal selamanya. kesucian dan kejernihan. arahkanlah keremajaan.kondisi berat dan sulit dan ketika menghadapi musuh-musuh cobaan. ia adalah kesabaran yang akan membuat umat Islam bangkit menjalankan kewajiban dan tanggungjawabnya dengan penuh ketabahan. Berusahalah untuk senantiasa meneguhkan komitmen kalian dan memurnikan hati kalian. 174 Dari perkataan Musthafa Masyhur. lawanlah bisikan nafsu yang menyesatkan. Allah. Imam Syahid Hasan Al Banna berkata. “Wahai Ikhwan. bersihkan diri kalian dari kemaksiatan. keyakinan dan ketenangan yang stabil. Penuhilah kewajiban. Kewajiban ini menuntut –dan akan selalu menuntut. Sesungguhnya apa yang ada pada kalian akan pupus habis. jangan sampai ada satu detik waktu yang berlalu tanpa diisi dengan amalan yang baik dan usaha yang berkah. berjuang menundukkan jiwa adalah kewajiban kita yang pertama.

hal. hal. Agamanya pun melarang ia mencampuri niat yang suci ini dengan maksud-maksud lain. Allah Swt. mempersembahkan darah dan nyawanya sebagai tebusan bagi akidahnya dan demi menegakkan hidayah bagi seluruh umat manusia. demi meraup ghanimah. berjihad agar kalimat Allah menjadi yang tertinggi. berfirman:                  :Artinya “Dan jika mereka condong kepada perdamaian. 261 45 176 145 .”176 175 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia).”175 Imam Syahid berkata tentang perdamaian. dengan memberikan balasan berupa surga. ia juga sangat memperhatikan masalah perdamaian. “Sesungguhnya Islam sebagaimana ia mewajibkan perang. Maka condonglah kepadanya dialah muslim. atau demi memenangkan peperangan tanpa peduli dengan kebenaran. demi pangkat. Semua itu haram baginya. Maha Sesungguhnya Seorang mendengar keluar Mengetahui. demi ketenaran. demi harta. dan yang bertawakkallah Maha ia kepada lagi Allah. Risalah: Al Jihad (Risalah Jihad).Sesungguhnya Allah telah membeli dari kaum muslimin jiwa dan harta benda mereka. yang luasnya seluas langit dan bumi.S Al Anfal:61) tatkala untuk berjihad. Yang halal hanyalah satu urusan. dibenaknya hanya ada satu pikiran.” (Q.

mengharamkan permusuhan.Jika jihad dalam Islam memiliki tujuan yang sangat mulia. meskipun kepada musuh. (tetapi) janganlah kamu melampaui batas. Allah Swt. Karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dia berfirman:                   :Artinya “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu. (Q.S Al Baqarah: 190) Allah Swt. maka sarananya pun adalah sarana yang paling utama. Firman-Nya:                                  146  . juga memerintahkan untuk berlaku adil.

” (Q.177 177 Ibid. Mereka ketika berperang tidak melampaui batas. tidak bertindak aniaya. dan bertakwalah kepada Allah. tidak merampok harta. mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. hal.S Al Maidah: 8) Allah Swt. mereka adalah sebaik-baiknya pelaku perdamaian. tidak menyiksa tubuh manusia. Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. 261 147 . tidak melukai kehormatan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.                             :Artinya “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orangorang yang selalu menegakkan (kebenaran) Karena Allah. mereka adalah sebaik-baiknya pasukan perang. berlaku adillah. tidak mencuri. Di kala perang. dan di kala damai. membimbing kaum muslimin mennuju kasih saying yang paripurna. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum. menjadi saksi dengan adil. dan tidak membuat derita.

mengatakan: ‫إن ال جعل السلم تحية لمنتا وأمانا لهل ذمتنا‬ Artinya: 148 .Jihad Islam dengan makna dan batasan-batasannya tidak terpisah dari prinsip-prinsip perdamaian dalam agama Islam.” Dalam hadits lain Rasulullah Saw. “Perdamaian merupakan salah satu prinsip dasar dalam Islam.” Kalimat perdamaian dan beberapa derivasi kalimatnya disebutkan dalam Al Quran tidak kurang di 133 tempat. Musthafa Masyhur mengatakan. sementara kalimat perang hanya disebut dalam Al Quran di 6 ayat saja. maka kalian akan masuk surga Rabb kalian dengan penuh kedamaian. hingga mereka mendapatkan ketenangan dalam hidup dan berbahagia dengan menaati Rabbnya. ia juga merupakan salah satu bagian dari eksistensi kaum muslimin dan akidah mereka. Hal ini sangat jelas dan lebih jelas dari cahaya matahari. memimpin mereka menuju satu tujuan yang dengannya mereka diciptakan. adalah As Salam (Perdamaian). dan ucapan salam yang digunakan kaum muslimin sebagai pemersatu hati dan pengikat hati individuindividu masyarakatnya satu sama lain adalah As Salam. Umat Islam mencintai kehidupan dan mengajak manusia kepadanya. Rasulullah Saw. asas dan salah satu kewajiban dalam Islam. Dan salah satu nama yang dimiliki Allah Swt. Mursyid ‘Am sebelumnya. lembutkanlah perkataan. bersabda: ‫أفشوا السلم وأطعموا الطعام وألينوا الكلم تدخلوا جنة ربكم بسلم‬ Artinya: “Sebarkanlah salam dan berikan makanan.

”178 Seorang muslim juga diwajibkan –sewaktu berdoa kepada Rabbnyauntuk menyampaikan salam (doa keselamatan) kepada Rasulullah Saw. tanpa kezhaliman. kelaliman dan persengketaan. kepada dirinya dan kepada hambahamba Allah yang shalih. Thabrani 149 . maka pada saat itu Islam tidak meridai perdamaian yang berdiri di atas permusuhan. Seorang muslim tidak menjadikan perang sebagai obsesi yang sebenarnya. Perdamaian adalah tujuan mulia dalam Islam. Allah Swt berfirman:                           178 HR. ia bahkan tidak diizinkan berperang kecuali dengan tujuan yang sangat mulia dari perdamaian dan ketenangan.“Sesungguhnya Allah menjadikan As Salam sebagai ucapan salam untuk umat kami dan menjadi rasa aman bagi ahli dzimmah kami (nonmuslim). namun perdamaian tanpa ada penindasan di dalamnya. atau kelaliman terhadap hak dan kewajiban-kewajiban umum. Adapun ketika terjadi kelaliman dan permusuhan terhadap sendi-sendi kemanusiaan. seperti kebebasan memeluk agama dan beribadah..

S Al Hajj: 40) Perang dalam Islam bukan hawa nafsu kaum muslimin. bukan pula kemuliaan perang yang menjadi obsesi umat Islam. Justru terwujudnya kebaikan dan keadilan itulah tujuan perang yang sesungguhnya dalam Islam. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. kecuali Karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah".                   Artinya: “(yaitu) orang-orang yang Telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar. tentulah Telah dirobohkan biara-biara Nasrani. yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid.” (Q. Firman Allah:                      150 .masjid. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. gereja-gereja. bukan upaya untuk mengalahkan orang lain dengan tujuan dan target tertentu. dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain.

kesiapan berkorban dan terhadap upaya-upaya kebaikan kemanusiaan. dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. “Ketika kalimat Allah meninggi dimuka bumi dan musuh-musuh Allah gagal memalingkan kita dari tugas atau membelokkan kita dari keyakinan kita. dan sahabatnya sewaktu mereka berada di goa Tsaur. 179 Dari perkataan Al Ustadz Musthafa Masyhur. maka ketika itulah kita mengingat kemenangan. kemampuan mencipta. kemenangan yang diberikan kepada Rasulullah Saw. perhatian jaminan keadilan. kedamaian dan untuk kebebasan. Islam telah lebih dahulu memberikan kasih terhadap hewan sejak 14 abad yang lalu. Al Ustadz Musthafa Masyhur berkata. menunaikan zakat. Tipuan dan celaan terhadap Islam dan pemeluknya 151 . Inilah Islam yang menganugerahkan kepada umatnya sumber dan sebab-sebab kekuatan.Artinya: “(yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang. Ia menjadikan perlakukan baik terhadap hewan adalah sebagian dari sendi keimanan.”179 Makna Al Nashr (Kemenangan) dan Bentuknya yang Variatif Tentang makna Al Nashr (Kemenangan) dengan bentukbentuknya yang variatif. ketika orang-orang bathil merasa bosan menyerukan kebatilannya.S Al Hajj: 41) Agama Islam adalah rahmat yang luas hingga kepada hewan. kemampuan menghadapi tantangan. persamaan.” (Q. menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar. dan mengancam perlakukan buruk terhadapnya dengan siksaan dan balasan yang pedih.

benar-benar tidak memiliki kekuatan. kekuatan sementara materi musuh-musuhnya bersama banyak. kendati demikian kemenangan itu akhirnya terwujud. Allah Swt. keluar tanpa teman seorangpun selain As Shiddiq (Abu Bakar As Shiddiq). ia tidak apapun. sahabatnya Rasulullah Saw. tanpa ada bala tentara dan tanpa memiliki perbekalan. kekuatan mereka jauh berada di atas kekuatannya.ketika beliau Saw. berfirman:                                                  Artinya: “Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) Maka Sesungguhnya Allah Telah menolongnya (yaitu) ketika orang- 152 .

ketika api keimanan melawan fitnah. Kemudian kemenangan itu kembali terulang kepada Ashabul Ukhdud.S Al Taubah:40) Ia adalah kemenangan yang diberikan Allah kepada seorang Ghulam Abdullah bin Tsamir ketika suatu hari ia meminta kepada penguasa zhalim untuk dipanah di hadapan manusia dengan syarat menyebut nama yang sangat dibenci oleh penguasa zhalim tersebut agar ia dapat membunuhnya. beriman sementara mereka menguasai jasad-jasad sesungguhnya itu adalah kemenangan tanpa kekuasaan. Walaupun ghulam itu mati. ketika para penguasa lalim kelelahan menghadapi jiwa-jiwa yang mereka. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana[643]. Namun kemudian Allah memberikan kemenangan dengan kekuasaan. (Q. dan kalimat Allah Itulah yang Tinggi. Firman Allah:     153  . namun manusia yang menyaksikan pemandangan itu serta merta mengimani Tuhan yang diyakini ghulam dan mereka menyerukan bahwa kalimat Allah adalah yang tertinggi. Penguasa tersebut akhirnya dapat membunuh ghulam tersebut setelah menyebut nama Tuhannya sementara ia sangat membenci nama itu. Sesungguhnya Allah beserta kita." Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya. ketika keyakinan mengalahkan kehidupan. di waktu dia Berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita. dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir Itulah yang rendah.orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua.

                                                                   154 .

Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik. dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka.              Artinya: “Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguhsungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi. sebagaimana dia Telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. tiada dan mempersekutukan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu.” (Q. sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa.S Al Nur: 55)                    Artinya: 155 . mereka tetap menyembahku-Ku sesuatu apapun dengan dengan Aku. dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk mereka.

menunaikan zakat. menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar. Tafahum (saling memahami).S Al Hajj: 41) Akan datang suatu hari di mana khilafah Islam berdiri. 180 Risalah: Wudhuh Ru'yah. Ustadz Musthafa Masyhur. 46 156 . manhaj dan dari ikatan yang menyatukannya dengan asas Ta’aruf (saling mengenal). hal. Komitmen terhadap tarbiyah kolektif yang diberikan jamaah. Melaksanakan pertama. yaitu: a.”180 Bab III Pemahaman Tarbiyah Dalam Proses Pembinaan Pemahaman Tarbiyah Dalam Proses Pembinaan Gambaran-gambaran Pembinaan Tarbawi dan Ciri-cirinya: Pembinaan tarbawi dilakukan dengan dua rukun yang mendasar. saat itu panji-panji kebenaran ditinggikan dan keadilan merata ke seluruh negeri. dan kedamaian tersebar di bumi.“(yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang.” Tarbiyah terhadap setiap individu. dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (Q. “Melakukan pembinaan diri adalah kewajiban kita yang b. Takaful (Saling melengkapi).

356:359 157 .Imam Syahid menyebut orang-orang yang komitmen terhadap Kewajiban seorang Aktivis dan melaksakannya dengan sebutan. proses pembinaan personal. Kami menginginkan hati-hati yang segar. Imam Syahid sangat jiwa. 233 Risalah. “Wahai umat Islam sekarang adalah masa pembinaan. 197 184 Lihat Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). “Penuhilah jiwa yang liar dengan keagungan Islam dan keindahan Al Quran. membara. Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). serta latihlah ia menjadi prajurit di bawah bendera dan panji Nabi Muhammad. Sesungguhnya kewajiban ini membutuhkan jiwa-jiwa yang mukmin dan hati-hati yang selamat. “Maka yang pertama yang kami inginkan adalah terbangunnya jiwa-jiwa yang hidup. dan tangguh. jiwa-jiwa yang optimis. kuat. Hal. hal. diantara adalah Al Fahm (Paham atau pemahaman) sebagai salah satu rukun dasar dari rukun baiat. yang penuh cita-cita dan bervitalitas tinggi. dan memiliki semangat yang berkobar.”182 Ia juga berkata.184 Dengan demikian sangat jelas bahwa Imam Syahid memberikan perhatian yang sangat besar terhadap rukun Al Fahm bagi 181 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). maka binalah diri kalian dengan demikian kalian telah membina umat. Urgensi Pemahaman Yang Komprehensif Terhadap Dakwah: Maka Imam Syahid menetapkan 20 prinsip dasar. Al Ikhwan Al Shadiqin (Ikhwan Yang Benar).”183 2. memperhatikan beberapa sisi berikut: Urgensi membangkitkan memperbaharui kekuatan hati dan perasaan sebagai dasar untuk maju dan eksis: Beliau berkata. keimanan. hal.”181 Dalam 1. Hal. Beliau berkata. 44 182 183 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).

hal. sunnah Rasulullah Saw. Sunnah Rasulullah Saw. 185 Imam Syahid mengkhususkan rukun Al Fahm sebagai salah satu dari 20 Prinsip Dasar Ikhwan. yang merupakan bagian dari manhaj dan makna Islam itu sendiri.”186 3. baik waktu.” 4. Beliau juga menjelaskan tentang batasan-batasan dan prinsip-prinsip dasar yang menjadi pijakan dalam rukun ini di dalam Al Ushul Al Isyrin yang bersumber dari dari Al Quran dan Al Sunnah. kesehatan. “Dakwah kami adalah dakwah Islamiyah dengan segala makna yang tercakup dalam kata itu. Dan hal ini tentunya tidak hanya sebatas perkataan dan slogan. hal.”187 Kemudian beliau menjadikan al ‘Amal terdiri dari 7 tingkatan.185 Imam Syahid juga menjelaskan hal ini dengan mengatakan. Kewajiban bekerja untuk kepentingan dakwah dan berkorban di jalannya. harta bahkan darah. Imam Syahid berkata.seorang al Akh. yang dimulai dengan memperbaiki diri sendiri hingga kepemimpinan dunia. adalah penjelas dari kitab tersebut. Sebenarnya ia bukan ushul dalam Islam. 17 187 Ibid. “Dakwah ini tidak menerima perserikatan. Kitab Allah adalah adalah sumber dasar ajaran Islam. Urgensi Loyalitas yang paripurna terhadap dakwah dan keikhlasan. sedang sirah kaum salaf adalah contoh aplikatif dari perintah Allah dan ajaran Islam. dan salafus soleh (jalan hidup pendahulu yang shalih) dari kaum muslimin. Pahamilah apa saja yang anda ingin anda pahami dari kata itu dengan tetap berpedoman pada kitab Allah. 186 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). ia hanya merupakan pembatasan makna pemahaman yang benar bagi seorang muslim. 16 158 . “Bahwa beban dakwah ini hanya bisa dipikul oleh mereka yang telah memahami dan bersedia memberikan apa saja yang kelak dituntut olehnya.

perhatian akan dan pembatasan redup. Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). ia adalah senjata yang paling ampuh yang kalian miliki. dan akan menggunakan pelbagai sarana tarbawi untuk mewujudkan target-target tarbiyah. hal. “Yakinlah kepada fikrah kalian. harus ada pemusatan hingga ia benar-benar menjadi keyakinan yang kokoh yang tidak goyak oleh keraguan dan kebimbangan. Tanpa pemusatan sahara.” Proses pembinaan ini sangat memperhatian gradualitas dan prioritas dalam pembentukan. Urgensi Kesatuan Barisan dan Ikatan Imam Syahid berkata. maka jagalah persatuan itu. lemah dan nasib tidak kebangkitan umat hanya akan seperti lilin kecil di tengah gulita Nyalanya 188 terasa bertenaga. jangan kalian berselisih dengan saudara-saudara kalian dalam sebuah permasalahan. senantiasalah berada dalam barisan jamaah. bekerjalah untuknya dan teguhlah di atas jalannya.”190 188 189 Risalah. hal. dari buku Al Imam Syahid. 6. 111 159 . Hal. Urgensi Pemusatan dan Tidak melakukan lompatan “Oleh karena itu maka perlu dilakukan pembatasan. sasaran. Ia mempersiapkan lingkungan dan iklim yang cocok untuk pembinaan ini. 108 190 Nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan. dan hendaknya seluruh jiwa dan perasaan dikumpulkan. Fuad Al Hajarsy.5. 233 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). serta melihat seseorang dengan pandangan yang menyeluruh.”189 “Wahai Ikhwan. jangan sampai kalian terpisah dikarenakan urusan-urusan yang sepele dan oleh kebimbangan yang mematikan. Persatuan dan ikatan kalian adalah senjata utama. dan berkumpullah di sekelilingnya.

Semoga Allah melindungi kita dari semua itu. yakni beriman kepada kebenaran risalah. dan setiap program dan sarana yang digunakan tidak akan memberikan hasil apapun.”192 191 192 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). sehingga tumbuh di dalamnya celah-celah keretakan. kelapangan hati. “Dengan berbekal tiga keyakinan. atau tertipu dengan yang lain. -maka Rasulullah Saw. bangga dalam memeluknya. interaksi. perseteruan dan permasalahan. kesetiaan yang kuat yang tak dikotori oleh kepura-puraan dan pengkhianatan. keyakinan penghormatan terhadap dasar tersebut yang akan menjaga dari kesalahan dan penyimpangan. 45 160 . pengorbanan besar yang tak dihalangi oleh ketamakan dasar dan kebakhilan. saling memaafkan. kebersihan jiwa. telah berhasil menghidupkan –dengan izin Allahiman dalam hati dan jiwa kaum muslimin dari generasi pertama para sahabat. hal. Kepada Apa Kami Menyeru Manusia. keterbukaan dan keterusterangan antar individu. hal. Teguh Di atas Jalan Dakwah Imam Syahid menegaskan. iklim saling percaya dengan seluruh maknanya.”191 8. 7. 235 Risalah Pergerakan. dan optimis dengan akan datangnya pertolongan Allah. Jika iklim ini dinodai oleh sebuah kerusakan. saling nasehat-menasehati. Urgensi Membangkitkan Ruh Optimis dan Keyakinan kepada Pertolongan dan Kemenangan dari Allah untuk dakwah. dengan dan pengetahuan terhadap perjuangan. bahkan semua pengarahan tidak akan bermanfaat apa-apa. Imam Syahid berkata. baik berupa iklim cinta. maka hal itu akan memberikan dampak langsung kepada jamaah. Maka kepada tiga keyakinan ini kami mengajak manusia. “Kemauan yang keras yang tak tersentuh oleh kelemahan.Termasuk urgensi kondisi yang mendukung di dalam shaf jamaah di setiap jenjangnya.

tidak melihat pada ghanimah yang akan didapatkan. Kita tidak menginginkan kecuali keridhaan Allah dan kemaslahatan manusia. cobaan dan kesabaran dalam mengarungi pahit getir jalan dakwah merupakan wadah yang akan menyaring. Imam Syahid juga berkata. Kita tidak akan beramal kecuali hanya ingin meraih ridha-Nya. “Ia berbuat dengan seluruh perkataan dan perbuatan hanya mengharap keridaan Allah. “Dan kita -al hamdulillah. Urgensi Ikhlas Imam Syahid berkata. Hendaknya ia seorang kader dakwah tabah menjalani ujian ini. menyepuh dan mengokohkan pembinaan ini. Barangsiapa yang dimenangkan oleh-Nya. hendaknya ia benar-benar menjadi jundi dakwah baik akidah maupun fikrah.             :Artinya “Yang demikian itu Karena Sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan 161 . popularitas. Menjalaninya dengan penuh keyakinan dan selalu ingat target besar yang hendak diwujudkan. bertahan menghadapi proses tarbiyah dan pembinaannya dengan penuh kesabaran dan keridhaan. Kita menantikan pertolongan dan kemenangan hanya dari Allah.Ujian. dan gelar. maka tak seorangpun yang bisa mengalahkannya.berlepas diri dari ambisi-ambisi dan jauh dari kepentingan Pribadi. sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Syahid di dalam Risalah Ta’alim. 9.

Tsabat (keteguhan). Tadhiyah (pengorbanan.S Muhammad: 11)193 “Jika seandainya diantara kalian ada seseorang yang memiliki hati yang sakit. meskipun dengan kadar tuntutan masing-masing berbeda. 109 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). Taat (kepatuhan). yaitu. “Akidah adalah pondasi aktivitas. Amal (aktivitas).”194 11. 195 Ukhuwah dan Tsiqah (kepercayaan). hal. perubahan dan kelemahan. 12. hal. Tajarrud (kemurnian). 393 Ibid 162 . paripurna dan Perubahan dan pembinaan individu ini tidak hanya berupa perubahan bentuk atau reaksi perasaan semata. Ia adalah perubahan yang mendalam. kehilangan orientasi hidup.” integral. karena ia menjadi penghalang turunnya rahmat dan menjadi hijab turunnya pertolongan Allah. namun usaha untuk menyempurnakan keduanya merupakan tuntutan syariat. dan aktivitas hati lebih penting daripada aktivitas fisik. Jihad. Urgensi Rukun-rukun Bai’at 10 rukun baiat yang ditetapkan oleh Imam Syahid merupakan prinsip dasar dalam proses pembinaan peserta tarbiyah.” (Q. Ikhlas.Karena Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai Pelindung. kehilangan obsesi. atau keahlian dan semangat dalam gerak dan 193 194 195 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). dan luka masa lalu maka keluarkanlah ia dari sisi kalian. Fahm (pemahaman). Urgensi Akidah dan Aktivitas Hati Imam Syahid berkata. serta yang akan menangkalnya dari penyimpangan.” 10.

sifat kasih. gerakan dan tindakan. “Kebanyakan orang merasa bangga bahwa mereka menjaga dan memperhatikan sunnah mereka Rasulullah lebih Saw. namun sesungguhnya simbiolis menjaga sunnah secara ketimbang menjaganya secara esensial. dalam dakwah dan ibadah. namun realitas kesuksesan. berdasarkan semata-semata atau kepada perubahan Yusuf merupakan pengalaman. ia tidak yang Al bergantung pengetahuan. “Kita harus mengubah perhatian kita menuju anasir inti dan ruh sebagai ganti perhatian kita terhadap sisi fisik semata. namun tidak baik jika menjadikan hal ini segalanya dalam agama..pelaksanaan. walaupun ia berpegang teguh dengan bentuk dan fisik. adil. Barangsiapa yang kehilangan tauhid dan keyakinan. prilaku dan amal. maka sesungguhnya ia telah kehilangan inti ajaran Islam. bersifat fisik. jujur dalam mu’amalah. Realitas pengalaman Bahwa dalam mewujudkan membaca. Memang baik menjaga sunnah secara simbiolis dan penampilan fisik seperti memanjangkan jenggot dan meninggikan pakaianmu di atas mata kaki dll. ikhlas dalam beribadah. seolaholah hal itu merupakan bagian dari rukun iman atau prinsip-prinsip dasar Islam dan Ihsan. ukhuwah dalam hubungan. 13. itqan dalam bekerja. Dan juga tidak 163 . namun ia adalah perubahan yang mendalam dan integral terhadap diri seseorang. begitupula di dalam penampilan. hanya perubahan Dr. Beliau juga berkata. baik pemahaman dan keyakinan. ketinggian cita rasa dalam sastra. qaradlway menjelaskan hal ini dengan mengatakan.

namun ia senantiasa diwarnai dengan harakah (gerakan). Edisi I 164 . atau mengikuti jalan orang-orang nonmuslim. serta gerakan dengan target-target dakwah yang merupakan sarana pertumbuhan dan perkembangan dalam proses tarbiyah. aktivitas dan interaksi dengan masyarakat. Al Shahwah al Islamiyah. tahapan gerakan di masyarakat dan tahapan tarbiyah individu tiada lain merupakan pembagian secara normatif saja. Kita tidak mungkin memisahkan kedua sisi tersebut. Majalah Risalah. demikian halnya dengan tarbiyah yang mencakup dua sisi individu dan masyarakat dalam sebuah kesatuan yang paripurna dan keseimbangan yang mendalam. Pembinaan tarbawi tidak terbentuk jauh dari realitas kehidupan atau terkurung dalam bilik-bilik penyepian. Keseimbangan dan Integralitas antara Harakah dan Pembinaan.baik jika anda mengklaim setiap orang yang tidak memelihara sunnah secara simbiolis dengan iman yang rapuh. dan bukan merupakan (hajiyat) kebutuhan sebagaimana yang dijelaskan oleh para ahli fiqih dan ushul. Yusuf Al Qaradlawy.”196 14. yakni sesuatu yang tertanam dalam hati dan dibenarkan dengan amalan.” Padahal hal ini merupakan (tahsinat) kebaikan yang sangat dianjurkan namun bukan merupakan (daruriyat) kewajiban. sebagaimana kita 196 Tulisan Dr. iman yang lemah. adapun secara praktek pembagian ini sebenarnya tidak ada. Pembagian amal dan pembinaan dalam dua tahap. Sebagaimana keimanan.

hal. Dengan semakin banyaknya amal. 399 165 . meneliti mencermati yang tampak. “Kepemimpinan Ikhwan. Maka pelbagai sisi seperti. lemahnya terhadap pembinaan internal. karena semuanya berada dalam makna pemahaman tarbiyah. Imam Syahid berkata. Tidak ada tarbiyah tanpa gerakan. prilaku. kegiatan terkadang dan kita beragamnya atau segmentasi perhatian kehilangan konsentrasi dan pemusatan perhatian. serta keseimbangan antara gerakan dengan aspek-aspek tetap proses amal. terwujudnya kepemimpian dan tertinggi: hal timbangannya menciptakan fenomena adalah. keyakinan.menduduki posisi orang tua dalam ikatan hati. keinginan dan gerakan. maju Dan dan memberikan melakukan dan perhatian gerakan–dengan terhadap pembinaan sebagai ini akan setiap individu. keseimbangan. perasaan. 15. strategi kecermatan. pembangunan pilar-pilar yang menopangnya. Pembinaan 197 Tarbawi adalah Dasar Tanggungjawab -dakwah dalam barisan. Untuk itu dibutuhkan perspektif yang jelas dan penguasaan yang komprehensif terhadap targettarget dakwah dalam setiap fase. akhlak. posisi seorang guru dalam memberikan pengajaran 197 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). sulit untuk memisahkan sisi-sisi tersebut. aktivitas. dan keinginan di seluruh aspek kehidupan. mendorong aktivitas dan memberikan penyembuhan.tidak mungkin memisahkan tubuh manusia dari unsurunsur esensialnya. pemahaman. merupakan sisi-sisi yang saling terpaut dan interaktif. spirit.

Mujahidun Nafi’un Li kesungguhan (Bermanfaat bagi selainnya). hal. “Cengkeramlah dengan sungguh-sungguh bimbingan-bimbingan ini. 198 terhadap manhaj tarbiyah. perbaikan diri dan dakwah kepada orang lain. Rukun Amal. dan posisi seorang syaikh dalam aspek pendidikan rohani.” “Saya yakin. mengatur Munazhamun fi Syu’unihi Linasihi Ghairihi (terorganisir seluruh urusannya). jika engkau mengetahuinya dengan baik dan engkau menjadikannya cita-cita dan orientasi hidupmu. Jika 198 Ibid. shahihul Ibadah (benar ibadahnya). Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya). Harishun Ala waqtihi waktunya). Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya). Ijtihad seorang kader. 394 166 . jiwanya). Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). Beliau mengarahkan tentang aspek-aspek amal yang dibutuhkan dalam pembinaan seorang Al Akh hingga ia memiliki sifat-sifat berikut: Salimul Akidah (bersih akidahnya). Qadirun Alal Kasbi (mampu (Cermat (kuat berekonomi). Imam Syahid berkata. Jika tidak maka dalam barisan orang-orang yang duduk dan para pemalas masih terdapat kursi-kursi yang kosong.” 16. Engkau bagian dari kami dan kami bagian dari dirimu. dan posisi seorang pemimpin dalam menentukan kebijakan-kebijakan politik secara umum dalam dakwah. maka balasanmu adalah kehormatan hidup di dunia dan kebajikan serta ridha di akhirat. penguasaan dan pengamalannya Imam Syahid menitik beratkan pembinaan seorang Al Akh dalam hal.ilmu.

2. Hal. 5. As Syahadah Umniyyatuna (Mati syahid adalah cita-cita 4.engkau berpaling darinya lalu duduk-duduk santai saja. maka tiada lagi hubungan antara kita.200 199 200 Ibid. Allah Ghayatuna (Allah adalah tujuan kami) Ar Rasul Qudqatuna (Rasul adalah teladan kami) Al Qur’an Syir’atuna (Al Quran adalah Undang-undang Al Jihad Sabiluna (Jihad adalah jalan juang kami). 369 167 . 2. kami). kami). dan kau tampak begitu menonjol di antara kita. 4. berikut: 1. 2. Jika engkau seseorang yang biasa berada di depan majelis kita. 5. 3. maka dudukmu akan dihisab Allah dengan seberat-beratnya hisab. 3.”199 17. 4. 369 Ibid. hal. 1. Kesederhanaan Tilawah Shalat Keprajuritan Akhlak Iman yang kuat Pemahaman yang benar Pembinaan yang cermat Cinta yang dipercaya Amal yang berkesinambungan Slogan prinsip-prinsip ini termaktub dalam 5 (lima) kata: Bentuk Pembinaan ini Terhimpun dalam 5 (lima) kata Kemudian hal ini disimpulkan dalam 5 (lima) point berikut: 1. 3. 5. di pundakmu tertempel gelar-gelar mentereng.

“Ketauhilah bahwa dalam perkara akidah manusia terbagi dalam beberapa kelompok: Sebagian mereka mendapatkannya melalui pengajaran dan meyakininya sebagai sebuah adapt. Imam Syahid memiliki manhaj baru yang disimpulkan dalam 2 (dua) hal mendasar: Pertama. Hal ini sebagaimana jalan yang dilakukan oleh para ulama salaf. sehingga cahaya hidayah menyinari hati-hati mereka. Imam Syahid berkata. dan mereka bisa melihat dengan mata hati kesempurnaan iman dan keyakinannya. serta ketetapan jiwanya. Memanfaatkan penjelasan lewat tanda-tanda akidah tersebut di dalam diri dan memberikan muslim standar ukuran untuk mengetahui kadar realisasi dan pelaksanaannya. . berpegang teguh dengan Al Kitab dan As Sunnah dalam menyampaikan pemahaman akidah kedalam hati dan penanamannya di dalam jiwa dan perasaan.Sebagian mereka ada yang melihat dan mencermati sehingga keimanannya bertambah dan keyakinannya semakin kuat. pemahamannya juga jauh dari teori-teori ilmu filsafat dan bentuk-bentuk perbedaan yang dilahirkan oleh para ahli kalam. menggunakan pikiran. Kedua. Kelompok ini sangat mudah terpengaruh jika berhadapan dengan beberapa syubhat dalam akidah. Firman Allah: 168 . menjalankan perintah-perintah-Nya dan beramal dengan sebaik-baiknya. dan meminta pertolongan kepada Allah dengan ibadah. Sebagian mereka ada yang masih terus mencermati.Manhaj Imam Hasan Al Banna dalam Tarbiyah Akidah Adapun manhaj Imam Syahid Hasan Al Banna dalam pemahaman akidah sangat jauh dari Ilmu Kalam dan istilah-istilah yang dibuat oleh para ulama yang pakar di bidang ini.

S Muhammad: 17)201 Dalam menerapkan proses perbaikan diri dan penanaman keyakinan akidah dalam hati. Beliau berkata. melaksanakan nash-nashnya. rukunrukun dasar dalam sebuah model praktis dengan tema “Aku meyakini dan aku berjanji”. dan mematuhi perjanjianperjanjiannya. yang tidak melenceng seujung rambutpun dari kedua sumber tersebut. Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketaqwaannya. maka kita harus senantiasa menjaga hubungan kita dengan 201 Risalah Al Aqa-‘id hal. Hal. 202 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. sederhana. 416. jelas dan mudah untuk dilaksanakan.”203 Tentang sifat rabbani (berorientasi ketuhanan) dan pemusatannya pada individu muslim. “Saya meyakini bahwa manhaj ini adalah sarana praktis dalam melaksanakan tarbiyah diri dan memperbaiki akhlak.. Lihat juga tulisan Al Ustadz Musthafa Masyhur – dalam rangka memperingati kesyahidan Imam Hasan Al Banna. Imam Syahid tidak menggunakan pembagianpembagian teoritis dan studi akademis. Imam Syahid menyimpulkan beberapa kewajiban. yang disimpulkan dari Al Quran dan sunnah Rasulullah Saw. “Dan di antara sifat-sifat khas seorang muslim adalah rabbaniyah. 73 203 Ibid 169 . beliau justru memberikan metode praktis yang membekas.        :Artinya “Dan oraang-orang yang mau menerima petunjuk.” (Q. Beliau meminta Ikhwan untuk menghapal konsep tersebut. mematuhi batasan-batasannya.”202 Beliau berkata tentang manhaj ini.

”204 Beliau juga menunjukkan agar kita memulai proses perbaikan tersebut dengan memperbaki shalat dan ibadah-ibadah kita. “Mereka juga melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar. dengan hikmah dan nasehat-nasehat kebaikan. 262 205 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. yaitu dengan cara melakukan zikir dan doa. kerabat dekat dan teman-teman mereka.akan didera oleh setiap individu maupun jamaah ini dalam pelbagai bentuk. sehingga ia semakin kuat dan kokoh. dan sudah memulainya dari diri mereka sendiri. dan hendaknya kita menjadi qudwah dalam melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar. kemudian kepada keluarga.”206 Ujian dan Cobaan adalah Sebuah Kemestian dalam Dakwah Dalam proses pembinaan dan di dalam shaf dakwah ini pasti terjadi ujian dan penyeleksian. Di dalam Risalah Al Ma’tsurat banyak sekali zikir dan doa-doa.”205 Beliau juga berkata. rumah-rumah mereka. Mereka menyampaikan hal itu dengan penuh kesabaran. 76 206 Ibid 170 . dan di setiap fase-fase dakwah akan menyaring barisan dakwah ini dan membersihkannya dari batu-batu bangunan yang rapuh dan lemah. serta yakinlah bahwa langkah pertama sebelum segela aktivitas kita adalah memperbaiki shalat. perlahan. –baik Ujian-ujian yang berasal dari dalam dan dari luar. “Wahai saudaraku muslim. untuk itu jadilah teladan ihsan dalam shalatmu.Allah semampunya. Imam Syahid berkata. hal. Firman Allah:            204 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). anda paham sekarang. Hal.

:Artinya “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami Telah beriman". dan rumah-rumah kalian akan digeledah. 109 171 . Saat itu berarti kalian telah memulai meniti jalan para aktivis dakwah yang sesungguhnya. niscaya akan terjadi permusuhan dan penentangan dari mereka. “Saya ingin berterus terang kepada kalian bahwa dakwah yang kita emban ini belum banyak diketahui orang. Kalian akan dipenjara dan ditahan. Para penguasa. Sesungguhnya demikianlah tabiat jalan dakwah ini. hal. hal. terhadap dakwah-dakwah kebenaran. kalian akan diberhentikan dari pekerjaan. Ujian dan cobaan ini kemungkinan akan sangat panjang waktunya. terhadap kalian. kemajuan dan keberhasilannya. sedang mereka tidak diuji lagi? (Q. “Tidak ada dakwah tanpa jihad. di saat mereka telah mengetahui dan memahami tujuan dan sasarannya. dan diawasi. 213 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini).”207 Ia berkata. kebenaran. Imam Syahid berkata. Nanti. dan ini akan menjadi ukuran ketegaran.”208 207 208 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). diusir dan dideportasi.S Al Ankabut:2) Kami berdoa kepada Allah kesehatan dan kekuatan. ini adalah sunnah Allah Swt. pemimpin dan pengambil kebijakan akan menaruh kebencian kalian. Setiap rezim (penguasa) akan berusaha melumpuhkan aktivitas kalian dan menebar duri-duri penghalang di jalan Kepentingan-kepentingan kalian akan dikebiri. dan tidak ada jihad tanpa tekanan. Di depan kalian akan terbentang berbagai kesulitan dan kalian akan menemui banyak kendala.

keberhasilan ada bersama ketegaran. Ia juga merupakan sarana untuk membentuk sebuah wadah pembinaan iman dan program-program tarbiyah. 201 172 . mengokohkan ikatan hatinya. 209 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). “Wahai Ikhwanul Muslimin. saling memaafkan. dan mengangkat derajat ukhuwahnya. dan sesungguhnya pahala kebajikan hanya untuk orang-orang yang bertakwa. kelapangan hati. Imam Syahid berkata.Beliau juga berkata dalam menghadapi ujian-ujian ini. Sesungguhnya kemenangan ada bersama kesabaran. Usrah adalah wadah utama dalam proses tarbiyah. “Islam menekankan perlunya pembentukan usar (usrah-usrah) dari pengikut-pengikutnya. saling nasehatmenasehati. hal. pengorganisasian aktivitas dan gerakan. Ta’aruf (saling mengenal). dimana terlaksananya proses pembinaan dan pengarahan. dari kata-kata dan teori menuju realita dan amal nyata. yang membantu proses pembentukan bangunan jamaah sehingga terwujudnya. Tafahum (saling memahami). Karena itu –wahai saudaraku. dan Takaful (saling melengkapi) antara kader dakwah. yang dapat membimbing mereka kepada puncak keteladanan.usahakan agar dirimu menjadi batu bata yang baik bagi bangunan (Islam) ini. kandungan dan programnya tidak terbatas pada rutinitas pertemuan berkala semata.”209 Al Usar Tarbawiyah (Usrah-usrah Tarbiyah/Pembinaan) Usrah-usrah tarbiyah dan katibah-katibah Ikhwan merupakan salah satu sarana tarbiyah dan termasuk hal yang tsawabit (prinsipil) dalam jamaah. dimana hal ini berlangsung di lingkungan yang penuh rasa cinta. keterbukaan dan keterusterangan. ia adalah ikatan yang kokoh dan interaksi yang serius. kasih.

374 173 . Hendaklah sebagian dari kalian memikul beban sebagian yang lain. hadirkanlah selalu bayangan ayat-ayat Al Quran dan hadits-hadits yang mulia di benakmu. sehingga ia tidak hanya menjadi beban berat yang kering tanpa ruh: 1. Demikian itulah fenomena sebagian iman dari dan kalian intisari ukhuwah. 3. Hayatilah makna ukhuwah yang benar dan utuh di antara kalian. Jika didapatkan padanya kesulitan. Tafahum (Saling memahami) Ia adalah pilar kedua apa-apa tinggalkan dari pilar-pilar sistem ini. Takaful (Saling menanggung bebang) Ia adalah pilar ketiga. Letakkan di pelupuk matamu kandungan ayat-ayat berikut:       :Artinya “Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara.Sedangkan pilar-pilar ikatan ini ada tiga. Evaluasilah dirimu dengan evaluasi yang cermat dalam hal ketaatan dan kemaksiatan. Hal. apa-apa dilarang. Ta’aruf (Saling mengenal) Ia adalah awal dari pilar-pilar ini. segeralah memberikan pertolongan selama ada jalan untuk itu. 373. hafalkan dan usahakan untuk mewujudkannya. Hendaklah kepada senantiasa bertanya sebagian yang lain (tentang kondisi kehidupannya). istiqamahlah kalian dalam manhaj yang benar.”210 210 Risalah: Nizamul Usar. (Q. tunaikan dan yang diperintahkan yang kepadamu. Allah karenanya. karenannya saling mengenallah dan saling berkasih sayanglah kalian dengan ruhullah.S Al Hujurat:10) 2. berusahalah agar tidak ada sesuatupun yang menodai ikatan kalian.

meski hanya sepotong rambut. Kalau ia merasa tidak mampu memperbaikinya.Imam Syahid menjelaskan bahwa ta’aruf. serta hendaknya batas-batas demi terwujudnya pertautan dan kesatuan. sehingga Allah Swt. waspadalah jangan sampai engkau berubah sikap. sedangkan nasehat adalah pilar agama itu. Ia justru merupakan pengenalan yang mendalam. menetapkan keputusan-Nya. Kenapa demikian? Karena mahabbah fillah (cinta karena Allah) adalah setinggi-tinggi martabat dalam agama. hendaknya berhati-hati. meski seujung rambut apapun. Hendaklah seorang Al Akh menerima nasehat saudaranya denan penuh rasa suka cita dan ucapkan terima kasih padanya. 174 . Sedangkan untuk Al Akh yang dinasehati. menjadi keras hati kepada Al Akh yang menasehati. lalu janganlah diceritakan aib yang ia lihat itu. Bahwa sifat ekstrim dan keras hanya akan menjadi kerikil terhadap ukhuwah dan hendaknya ia upaya memiliki untuk saling memahami tertentu ini berjalan terus menerus di setiap waktu dan kondisi. tidak semata pengetahuan dangkal terhadap nama dan kepribadian seseorang. Jangan sampai ia merasakan adanya kekuarangan pada sasaran nasehat.itu berubah niat. tetaplah dalam keadaan mencintai dan menghargainya. kecuali kepada pemimpin usrah saja. lalu menganggap bahwa dirinya lebih utama darinya. jangan sampai hatimu –yang secara ikhlas ingin memberi nasehat kepada saudaramu. biarkanlah selama kurang lebih sebulan penuh. Imam Syahid berkata. Setelah itu. Untuk Al Akh yang menasehati. “Setelah itu hendaknylah setiap kalian bersedia menasehati saudaranya yang lain begitu aib tampak padanya. tafahum dan takaful. interaksi dan koordinasi antara kader dakwah satu sama lain.

memuliakanmu dengan ketaatan kepada-Nya. Imam Syahid berkata. Hal. atau pelampiasan emosi dengan mengangkat suara tinggi-tinggi. itu pun harus dengan memperhatikan batas-batas etika dengan keutuhan sikap saling menghargai dari seluruh anggota. Yang dibenarkan adalah penjelasan dan minta penjelasan.telah (hanya) menjadi kata-kata yang menghias bibir kaum muslimin semata dan khayalan belaka di benak mereka. dan memalingkan tipu daya setan dari kami dan kalian semua.212 Ruh ukhuwah dan mahabbah inilah yang berusaha kita upayakan agar tersebar di masyarakat dan terpadukannya hati-hati umat. Naqib (pembimbing untuk usrah) hendaklah menampungnya kemudian menyampaikannya kepada pemimpin. Itu semua haram hukumnya menurut fiqih usrah. melindungi sebagian kalian dari (kejahatan) sebagian yang lain. “Perintah-perintah Allah dan taujih-taujih Nabi ini – setelah berlalu generasi pertama umat Islam. perang mulut. penjelasan perdebatan. Kalian telah berusaha untuk menerapkannya di masyarakat kalian. 374 ibid ibid 175 .“Sesungguhnya agama adalah nasehat.211 Islam Syahid. juga sangat ada memperhatikan sebagai di tempat majelis prinsip-prinsip Imam bagi usrah interaksi antara “Tidak individu.” Allah Swt. sampai kalian datang wahai Ikhwan yang saling mengenal. dan kalian inginkan kembalinya ikatan umat yang saling bersaudara dengan jiwa ukhuwah Islamiyah.”213 211 212 213 Ibid. Jika ada suatu usulan atau complain.

menggali potensi dan kemampuan mereka.Imam Syahid menyebut pembimbing usrah sebagai Naqib. Mereka menduduki posisi orang tua dalam ikatan hati. serta tahapan-tahapan pembinaan lain dalam proses pembentukan kader dakwah. Adapun agenda-agenda usrah. dan posisi seorang syaikh dalam aspek pendidikan rohani. dan posisi seorang pemimpin dalam menentukan kebijakankebijakan politik secara umum dalam dakwah. ia tidak hanya menjalankan programprogram usrah dan perintah-perintah tertentu. posisi seorang guru dalam memberikan pengajaran ilmu. Imam Syahid memberikan perhatian yang sangat besar terhadap program-program usrah. beliau tidak hanya membatasinya dengan kegiatan belajar sebagai rutinitas pertemuan. Ia juga harus berperan dalam meningkatkan semangat anggota usrah dan mentransfer ketinggian semangatnya kepada anggota usrah. maka Imam Syahid menyebutkan beberapa hal berikut: 1. namun juga mencakup 10 sifat. serta mengikat mereka untuk senantiasa bersama jamaah. namun lebih kepada hubungan tarbiyah dan pengarahan. Seorang Naqib selayaknya memiliki kemampuan dan pengaruh yang kuat untuk memainkan perannya sesuai yang diinginkan. sementara yang lain ikut terlibat membahas dan mencari 176 . Setiap al Akh menyampaikan persoalannya. hal ini tiada lain adalah untuk menjelaskan kepada kita bahwa hubungan antara naqib dan anggota usrah bukan hubungan kekuasaan. memberikan solusi terhadap permasalahanpermasalahan mereka.

sosial kemasyarakatan.penyelesaiannya. gerakan dan aktivitas mereka. mengevaluasi beberapa tugas yang diberikan kepada mereka. Semua itu dalam suasana ukhuwah yang tulus dan orientasi yang jernih hanya bagi Allah Swt. 3. dilakukan pencermatan pada setiap materi yang dipelajari. 2. mewujudkan pembinaan kader yang paripurna dari pelbagai sisi. masukan. saling nasehat. Telaah seputar persoalan Islam dan membaca risalah dan taujihat yang ditelorkan oleh pemimpin umum yang ditujukan untuk usar. Proses belajar di dalam usar sangat berkaitan dengan seluruh individu dalam sebuah usar. 375 177 . hal. maka hal inipun termasuk salah satu dari tiga rukun penting dalam yang usar. dan kerjasama dalam melakukan gerakan dan aktivitas dakwah. wawasan keilmuan. dan saling memberikan Pertemuan usar juga memberikan perhatian yang Ibid. dll. Pada yang demikian itu ada proses peneguhan tsiqah dan pengokohan ikatan hati. Begitupula halnya dengan sisi belajar. telah namun metode oleh dan takarannya demi diserahkan sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan ditetapkan jamaah. serta mengikutsertakan mereka dalam memberikan solusi. Pada setiap pertemuan. 374. profesi. pengetahuan fiqih.214 Dengan metode Imam Syahid menginginkan terwujudnya perhatian yang serius terhadap kondisi para kader dakwah. baik politik. didiskusikan sesuai dengan pengetahuan setiap individu di usar dan kemanfaatannya mengingatkan 214 bagi semua anggota. Studi terhadap berbagai buku yang berguna.

ifthor jama’i. terputus (kehadirannya). doa. dan anggota usrah. zikir. serta upaya untuk cinta dan kasih antar anggotanya.besar terhadap perenungan ayat-ayat Al Quran. 4. 5. mabit. Imam Syahid juga memberikan perhatian terhadap proses pembinaan di dalam usrah dari sisi praktek amali. Begitupula dalam dalam ketidak yang mewujudkan makna keadaan- menanyakan memperhatikan seseorang. Indikasi keberhasilan sebuah usrah dalam mewujudkan target-targetnya dapat dilihat dari halhal berikut: 1. 7. 3. 2. yang akan menambah ikatan dan kekuatan usar. puasa. serta peningkatan kemampuan mereka. terutama shalat Shubuh dan shalat Isya. Optimalisasi peran dan tugas naqib terhadap anggota usrah. saling menasehati untuk melakukan shalat malam dan shalat berjamaah di mesjid. dalam dakwah. Sejauhmana kesehatan suasana usrah dari rasa Sejauhmana terpenuhinya ruh yang kuat dan Sejauhmana percepatan aktivitas dan gerakan Sejauhmana tersalurnya kebutuhan dan potensi Sejauhmana tingkat perhatian terhadap kondisi problematika anggota usrah. berupa kegiatan rihlah. semangat yang tinggi. Sejauhmana antusias anggota di dalam usrah. menyelesaikannya. serta beberapa aktivitas lain dari bentukbentuk keadaan hadiran kehidupan darurat berjamaah. ukhuwah dan tertentu. Dasar hubungan antara naqib dan anggota usrah 178 . 6.

dan hendaknya hal itu mencakup barisan dakwah dan dengan kuantitas yang sesuai dengan realita yang ada. Imam Syahid berkata. Persatuan dan ikatan kalian adalah senjata utama. Makna kekuatan Yang diinginkan Barisan Dakwah Melalui pembinaan yang cermat dan mendalam. serta kemampuan dalam jihad dan persiapannya. maka barisan dakwah akan sampai pada tahap kekuatan yang diinginkan. (saling ulfah (kecintaan). Jadi yang pertama adalah terwujudnya kekuatan akidah dalam kadar yang memadai. kemampuan dan keahlian praktis. Kekuatan para pemimpin dalam kuantitas tertentu yang memiliki . kekuatan ikatan dan persatuan.adalah tsiqah (kepercayaan). serta dengan ujian dan cobaan. Mahabbah insijam (keharmonisan). hilanglah seluruh beban. Dan hal ini harus terpenuhi sebelum barisan dakwah melakukan langkah selanjutnya untuk berjihad dan menghadapi problematika dakwah yang lain. dan terbukalah hati. maka teratasilah semua kesulitan. Kekuatan akidah dengan keparipurnaannya Kekuatan persatuan dan pengorganisasian dalam barisan dakwah. Dengan demikian. Hal ini kemudian yang akan memproteksi mereka dari segala upaya penyusupan dan konspirasi yang merongrong mereka dari dalam. “Wahai Ikhwan. serta keberhimpunan mereka di sekitar para pemimpinnya dengan penuh kepercayaan. ia adalah senjata yang paling ampuh yang kalian 179 c. dan mutabadalah berkasih sayang). yang dapat terlihat dari hal-hal berikut: a. Sesungguhnya kekokohan barisan dakwah dan kekuatannya akan terwujud dengan ukhuwah dan ikatan antara personal-personal dakwah. dan dengan semangat syura (musyawarah) yang merupakan manhaj yang mereka pelajari di dalam shaf dakwah. b.

Yang kemudian dipublikasikan kembali lewat Majalah Dakwah. karena ia merupakan rahasia kekuatan dan penentu keberhasilan kalian. Firman Allah: 215 Nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan. kehancuran dan kegoncangan. pengorbanan untuk sebuah kewajiban. Jagalah selalu persaudaraan dan kesatuan. dari buku Al Imam Syahid. dari dua hal kemudian akan terwujud persatuan. “Hendaklah kalian saling mencintai satu sama lain. Dengar dan taatilah qiyadah (pemimpin) kalian dalam kondisi sulit maupun mudah. yang tidak akan mendatangkan apapun kecuali kekalahan. “Sebelum kekuatan fisik. Syawal 1419 H/ Januari dan Februari 1999 M. menguatkan jiwa dan meluruskan budi pekerti. dan penyebaran yang seimbang. selektifitas dakwah. sampai Allah membukakan Al Haq di antara kalian dan di tengah kalian. Teguhlah dalam prinsip. merupakan penyimpangan dari batasa-batasan yang benar.miliki. keimanan dan pengenalan terhadap hak. maka jagalah persatuan itu. Dia-lah sebaik-baiknya pembuka (pemberi kemenangan). Edisi 82. keinginan yang kuat. Fuad Al Hajarsy.”216 Sesungguhnya ketergesa-gesaan dalam berperang atau menghadapi musuh secara totalitas tanpa persiapan tarbawi. kami berdakwah dan kami berjihad dengan dakwah kami. Untuk itu kami berupaya untuk menyucikan ruh-ruh kami. jangan sampai kalian terpisah dikarenakan urusanurusan yang sepele dan oleh kebimbangan yang mematikan. hal. dalam keadaan giat ataupun malas. 216 180 . kami meminta umat untuk melakukan penyucian jiwa dan perbaikan akhlak yang berlandaskan Al Quran. Itulah syiar dan simbol fikrah kalian dan mata rantai hubungan di antara kalian.”215 Beliau juga berkata. Imam Syahid berkata. 111. senantiasalah berada dalam barisan jamaah. kesetiaan yang lahir dari kepercayaan dan kesolidan. yang lebih penting dan krusial adalah kekuatan rohani. yang berupa: akhlak yang mulia. jangan kalian berselisih dengan saudara-saudara kalian dalam sebuah permasalahan.

Namun. dan ikatan kesetiaan persaudaraan di atas jalan dakwah. Imam Syahid berkata. dan langkah-langkah kerja yang nyata. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum. serta membuat beberapa norma dan batasan-batasan yang mengikatnya. “Ikatan yang ada antara cabang-cabang Ikhwan bukan sekedar ikatan nama atau tujuan secara global. dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.                                  Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. dengan tetap mengoptimalkan penyebaran institusi-institusi dan figur-figur Ikhwan di kota dan perkampungan yang saling bertautan dan saling menyokong selayaknya seperti bangunan yang saling menopang satu sama lain. ikatan kesucian amal. Disamping itu juga ikatan kesatuan total untuk bersama-sama menanggung beban derita perjuangan. hal. ia adalah ikatan total dalam segala aspeknya. ikatan kasih saying. Risalah. Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).”218 217 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). ‘Tidak ada dakwah tanpa ada qiyadah (kepemimpinan)’. hal. sistem.S Al Ra’d: 11)217 Kerapian Shaf dan Hubungan Antara Komponennya Permasalahannya kemudian tidak hanya terhenti pada proses pembinaan pilar-pilar dakwah dan perekrutan dukungan. Maka tak ada yang dapat menolaknya. dalam memaknai hakikat tujuan. namun juga harus dilanjutkan dengan pengaturan shaf dan pengorganisasian dakwah. 132 46 218 181 .” (Q. ikatan kerjasama.

Para Da’I Ikhwan saling mengunjungi antar sesamanya dan berinteraksi secara kental sehingga saling mengetahui apa-apa yang mendesak mereka butuhkan. dan merupakan aktivitas yang berkesinambungan dengan hasil yang nyata.”219 Keberlangsungan Tarbiyah Proses pembinaan dan tarbiyah demi mewujudkan kekuatan akidah. Selain itu hubungan antara kantor pusat dengan cabang-cabang dan organisasi-organisasi yang ada di bawahnya bukanlah hubungan atasan dan bawahan. tetapi ia adalah ikatan yang lebih dari itu.Ikatan terhadap qiyadah (kepemimpinan) dari setiap komponenkomponen dakwah dan diantara mereka. namun justru ia merupakan sebuah kemestian yang akan terus berlanjut hingga terealisinya 7 (tujuh) target dan 219 ibid 182 . Disini berlaku ikatan rohani sebagai pondasinya. baik urusan Pribadi. keluarga. kekuatan persatuan. bukan pula hubungan administrative antara pekerja dengan pengawas semata. maupun urusan yang lain. Dimana di dalam dakwah Ikhwan senantiasa patuh mendengarkan qiyadah-qiyadah mereka dengan hati-hati mereka. Dan aktivitasnya tidak melulu melaksanakan program yang diinstruksikan dari Kantor Pusat Jamaah yang ada di Kairo saja. menegaskan tentang hakikat tarbiyah dalam jamaah Ikhwan. dimana terjadi saling kunjung-mengunjungi di antara mereka. lalu ikatan kekeluargaan. sebelum mereka mendengarkannya dengan teling-telinga mereka. perbaikan diri dan pembentukannya sesuai dengan manhaj yang lurus. tidak berarti akan berhenti atau lemah pada satu fase tertentu setelah diraihnya kekuasaan. “Yaitu organisasi-organisasi yang bekerja dan memberikan pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat umum. Imam Syahid juga menjelaskan tentang urgensi organisasi-organisasi umum (wajihah ‘ammah).

dan kita akan mengetahui bahwa ujian dan cobaan juga berjalan seiring dengan perjalanan hidupnya. dakwah sesuatu turut yang menyingkap beberapa celah dan kelemahan tarbiyah pada beberapa individu para (penanggungjawab) sebelumnya tidak terlihat. karena sesungguhnya sebuah gerakan dakwah dengan pelbagai tekanan yang menderanya secara tidak langsung akan menjadi medan penyeleksian dan pemilahan. serta tidak tergesa-gesa dalam proses pemindahan jenjang tarbiyah dari satu fase ke fase berikutnya. Imam Syahid menjelaskan tentang hal ini –terutama ketika ia mendapatkan beberapa titik kelemahan tarbiyah di beberapa mas’ul dakwah. Hal ini juga dilakukan dengan tetap memperhatikan keseimbangan kuantitas dan kualitas antar kader dakwah di setiap jenjang tarbiyah dengan lapangan gerakan dan aktivitas. Hal ini kemudian menuntut jamaah dakwah untuk terus melakukan evalusi yang terus-menerus terhadap kondisi tarbiyah individual kader dakwah. maka akan semakin meningkat pula rintanga yang dihadapi. serta semakin meningkatkan pemusatan pembinaan. maka hal ini merupakan sebuah kewajaran. serta dengan tidak sampai menjauhkan jamaah dari pengaruh dan kontribusinya di masyarakat. persiapan dan pembentukan. sehingga sampai pada tahap kader dimana dan beberapa masul peristiwa dan problematika dakwah. Jika hal ini ditemukan. namun aku akan kembali 183 . di tengah semakin padatnya aktivitas dakwah dan tantangan-. dan akan terus tumbuh bersama realita dan kendala yang dihadapi. “Jika aku telah melangkah maju maka aku pantang surut kembali. ia akan menggoncang shaf dari dalam. Proses pembinaan akan terus berlanjut sepanjang perjalanan jamaah dan kehidupan kader dakwah. atau tergesa-gesa memasuki medan tantangan. Dengan semakin luasnya lapangan amal dan aktivitas dakwah. yang demikian itu akan semakin memperkuat jiwa dan mengokohkan iman.sehingga Allah mewariskan bumi dan seluruh isinya kepada orang-orang beriman.

namun mereka segera menyesali perbuatannya dan bertobat 184 . dan akan terbuka kesempatan untuk yang bangun dan bersiap-siap tarbiyah. Karena sesungguhnya tujuan dan cita-cita yang besar memerlukan kekokohan dan kekuatan dasar pijakan serta persiapan yang matang. Namun hendaknya mereka mengetahui bahwa perjalanan dakwah sangat panjang dan membutuhkan banyak generasi (untuk memperjuangkannya). namun tetap ada standarisasi yang sangat bergantung dengan jenjang pembinaan dan Tentang Realitas Kader Dakwah • Tidak berarti dengan tingginya manhaj dan nilai-nilai tarbiyah. maka sebesar itupula ia akan menghabiskan dan menggunakan waktu. sehingga bangunan benar-benar sempurna dan kuat. Sewaktu-waktu datang masa-masa penuh berkah atas izin Allah. untuk mengambil manfaat darinya. yang memikul beban dakwah. ‘Perbaiki dirimu dan berdakwahlah kepada orang lain’. tarbiyah dan pembinaan. maka setiap individu kader dakwah menjadi malaikat sepanjang siang dan malam.” Sebesar apa upaya yang dikerahkan oleh setiap orang dalam menerapkan ajaran Islam. sehingga terjadi percepatan dan peningkatan persentase pertumbuhan kader-kader dakwah dan penyebarannya. Mereka tidak melakukan dosa besar dan tidak melakukan maksiat secara terang-terangan. dimana dakwah semakin diterima di tengah masyarakat. dan penyebaran dakwah.kepada dakwah sebagaimana mulanya. namun mereka justru tetap menjadi bagian dari komunitas masyarakat yang menerima seruan dakwah dan bersemayamnya iman di hati-hati mereka. Walaupun mereka mampu melakukan maksiat. dan di waktu yang sama mereka juga memperbaiki dirinya sendiri. menguatkan tarbiyah dan pembinaan serta membaca Ma’tsurat.

sampai ia benar-benar bertobat dan kembali kepada agama. Sesungguhnya bahtera dakwah ini laksana rumah sakit yang di dalamnya terdapat dokter yang memberikan obat dan pasien yang membutuhkan pengobatan. menghormati undang-undang. Saat itu bertepatan dengan acara peresmian Ma’had Hurra Al Islamy di Ismailiyah pada era pertama dakwah.” Beliau juga menasehatkan. dan ia sangat jauh dari kalian dengan dasar ideologi. Imam Syahid berkata. yaitu orang yang tidak memiliki keyakinan agama. yaitu orang baik yang tidak menghormati undang-undang dan peraturan serta tidak mengenal makna ketaatan. dan berusaha melakukan ketaatan dengan baik. Beliau selalu mengatakan kepada saya. Karena ia tidak mempunyai harapan lagi untuk diperbaiki.” Di dalam buku “Memoar Imam Syahid Hasan Al Banna. karena mereka akan bertobat dalam waktu dekat. beliau menyampaikan nasehat yang diberikan oleh Syaikh Muhsin Sa’id Al Urfy. selama masih takut kepada Allah.kepada Allah. “Kami sesungguhnya tidak berputus asa dengan diri kami. pertama adalah mulhid (atheis). Namun hendaknya engkau waspada dengan dua kelompok dengan kewaspadaan yang tinggi. maka janganlah anda tutup pintu dakwah di hadapan wajah mereka. Tipikal seperti ini 185 . “Dengarlah baik-baik. janganlah engkau merasa resah dengan bergabungnya kedalam dakwah orang-orang yang banyak melakukan kekurangan dalam ketaatan dan melakukan kemaksiatan. salang seorang ulama dari Suriah. “Agar kami senantiasa mengukur kadar diri kami apa adanya. dan jangan sekali-kali mengikutkan mereka dalam gerbong dakwah. Yang kedua. walaupun mereka tampak seperti orang-orang yang baik. dan tidak ada yang tersisa di barisan mereka orangorang yang kehilangan orientasi dan keinginan.

”220 • Begitupula dari tipikal kelompok orang-orang yang suka menyebar fitnah dan menyimpan ambisi-ambisinya. Namun jika tidak. bahwa kalian tidak menerapkan manhaj dakwah secara sempurna di dalam diri kalian. maka lakukanlah. dan sayapun tidak akan beralasan bahwa sebenarnya kelemahan ini lebih banyak disebabkan oleh kondisi dibanding oleh disebabkan oleh pelaku dakwah. “Mereka tidak memiliki kebaikan sedikitpun. mereka telah kehilangan kesadaran terhadap keagungan dakwah ini. Karena hal ini lebih menjadi otokritik agar kita berupaya untuk mewujudkan kesempurnaan. hal. sesungguhnya mereka tidak memberikan kebaikan apapun terhadap barisan dakwah kita.”221 • Beliau juga menjelaskan tentang tidak terwujudnya manhaj dakwah secara sempurna di beberapa personal. Berkata Syaikh Hamid Askariyah –semoga Allah merahmatinya-. hal. 137 186 . Ketika dakwah berhadapan dengan sekelompok orang yang keluar dari jamaah. Ia akan mendekati jamaah untuk kepentingan pribadinya dan akan meninggalkannya jika berbeda. maka hati-hatilah terhadap mereka dan teruslah berjalan di atas jalanmu. beliau memberikan nasehat kepada Imam Syahid. dan kepada Allah tempat meminta pertolongan. Andai engkau bisa mengambil manfaat darinya sementara ia jauh dari shaf jamaah. karena harus diakui kita masih lemah dalam mewujudkan manhaj dakwah secara sempurna di dalam diri kita. dan tidak 220 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). “Sekelompok manusia memvonis kalian terhadap dakwah yang kalian serukan. 109 221 Ibid.bisa bermanfaat untuk dirinya sendiri dan menghasilkan kerja. 108. mereka telah kehilangan ketaatan terhadap qiyadah (pemimpin). dan melakukan fitnah. namun ia akan merusak kekokohan jamaah. beliau adalah salah satu generasi pertama yang mendirikan jamaah dakwah ini bersama dengan Imam Syahid. maka ia akan merusak dan menggoyahkan barisan dakwah. Saya membenarkan pendapat ini.

“Maka dimanakah jamaah itu sebenarnya? Apa yang telah aku berikan untuk jamaah? Beliau mengatakan.”223 222 223 Ibid. 63 187 .”222 • Imam Syahid juga menolak orang-orang yang malas dan orang yang banyak bertanya dengan mengatakan. hal. Apabila komponen-komponen itu bercerai-berai dan setiap mereka bertanya dengan pertanyaan. Mereka mengira bahwa jamaah itu sesuatu sedangkan individu adalah sesuatu yang lain.maksudkan untuk membela kelemahan. 267 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. Ikhwan dengan pengakuan ini. Berikutnya lahirnya sifat masa bodoh. Untuk itu. “lalu dimanakah jamaah itu? Siapa yang bertanya dan siapa yang ditanya? Kita sering memahami hal ini secara keliru. disebabkan oleh kebiasaan kita bersikap kurang bertanggungjawab. akan terus berjalan untuk melakukan penyempurnaan hingga mereka mendapatkan bagian yang telah ditetapkan Allah untuk mereka. kita sering melimpahkan beban tanggung jawab hanya pada pundak seseorang. tiada lain adalah kumpulan dari individu-individu. Namun saya ingin menegaskan tentang perbedaan antara Ikhwan dengan komunitas lain adalah dalam hal. Padahal jamaah itu. dan tidak kunjung melangkah lebih maju. dan individuindividu itu adalah komponen bangunan jamaah itu sendiri. hal. sementara orang lain akan menggunakan alasan dan bersembunyi di balik keindahan kata-kata. Maka haramlah hukumnya bagi orang semacam ini untuk tertinggal dari kafilah dakwah. maka saya ingin berseru kepada putra-putri Islam yang memiliki semangat bahwa sesungguhnya seluruh jamaah Islam di masa kini sangat membutuhkan munculnya pribadi aktivis sekaligus pemikir dan anasir produktivitas yang pemberani. meskipun sesaat. tidak tahan uji menghadapi keadaan. bahwa Ikhwan merasakan kekurangan ini dan mengakuinya. “Demikianlah orang banyak tertipu dalam memahami hakikat jamaah dan individu. 266.

mengarahkannya untuk beraktivitas dan memperbaiki apa saja yang bisa diperbaiki. 129 188 . tapi lebih bertujuan menghasilkan kepribadian yang aktif dan produktif. Walaupun dakwah telah menetapkan standar minimal dan dasar yang sama. atau dalam satu naskah yang digandakan. namun di sana terdapat perbedaan manusiawi. dan ini adalah manhaj yang membedakan antara khayalan. Pluralitas dan keberagaman yang menjadi karakter setiap individu ini merupakan hal yang positif. kemudian ia akan tumbuh bersama mereka dan memberikan apa saja yang mereka butuhkan. namun tentu dakwah harus beradaptasi dengan perbedaan-perbedaan ini. baik dalam kemampuan maupun karakter. “Sesungguhnya seseorang yang berbicara itu berbeda dengan orang yang beramal. ia akan menjadi aset dan modal bagi jamaah untuk belajar mengendalikannya dan memberikan peran yang tepat.“Tidakkah seorang Al Akh memahami bahwa sesungguhnya jamaah adalah tempat individu-individu berkumpul. Imam Syahid berkata. dan orang yang beramal berbeda dengan orang yang berjihad. dan orang yang berjihad berbeda dengan orang yang berjihad dengan bijak yang produktif menghasilkan keuntungan besar dengan pengorbanan yang sedikit.”224 • Setiap individu dalam shaf dakwah tidak diproduksi dalam satu cetakan. mengendalikannya dengan segenap kendala yang ada. Jamaah dakwah menerima setiap individu dengan segala kondisi yang ada. dan jihad yang bijaksana. • Pembentukan ini diupayakan agar tidak menghasilkan model produk yang teoritis dan filosofis semata. hal. “Kekanglah rasa ketergesaan kalian dengan 224 225 ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).”225 • Bahwa dakwah juga tidak membiarkan seseorang mengembangkan manhaj individual yang bersemangat tapi tidak terkontrol dan terarah. slogan dan ucapan dengan kesungguhan amal.

dan terangilah kecemerlangan akal pikiran dengan gelora perasaan yang mengharu biru penuh semangat. dan itu adalah perintah Allah yang diturunkan kepada kalian.” (Q.” Allah Swt. maka mereka akan memilih untuk mengambil langkah perlahan yang bijak demi mewujudkan kesuksesan yang sempurna. ketika mengajarkan metode penyampaian dakwah kepada :nabi-Nya. “Berapa banyak ketergesa-gesaan yang justru menghambat jalan.”226 • Imam Syahid berkata. mereka mengklaim kalian dengan mengatakan bahwa kalian loyo dan lemah dalam semangat.S Al Nahl: 125) Allah Swt. dengan Dan hendaklah 99%. kasar dan keras. tidak mengatakan untuk berdakwah dengan tergesa-gesa. Beranganlah dengan kejujuran hakikat dan kenyataan. “Sebagian orang mengatakan bahwa kalian adalah orang-orang yang tenang dan tidak agresif.pandangan dan pemikiran yang jernih. dan singkaplah hakikat itu dengan benderangnya angan yang rasional nan cemerlang. kalian dan memahami bahwa akan jika Ikhwan mengetahui bahwa ketergesa-gesaan akan memberikan keberhasilan persentase kebijaksanaan memberikan persentase keberhasilan 100%. berfirman             :Artinya “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. 226 Ibid. Maka ingatkanlah mereka dengan satu kalimat yang mengatakan. hal 127 189 . orang lamban di era yang serba cepat.

Dan hal ini adalah ijtihad mereka.” Dan diantara wasiat Rasulullah Saw. Namun mereka berpandangan bahwa jika datang waktu untuk melakukan penyegeraan. dalam perjalanan. baik jiwa. sementara mereka mengetahui bahwa kelambatan dan ketenangan justru akan menghambat kemajuan mereka. dalam berjalan. pikiran.                    :Artinya “Dan Bersabarlah kamu.” Begitu indah dan tingginya bahwa ajaran fiqih yang pertama dalam ibadah kita adalah Thaharah (kebersihan). badan. keikhlasan. Imam Syahid berkata dalam wasiatnya kepada Ikhwan: “Jika saya khususkan apa yang hendak saya sampaikan kepada kalian dalam kesempata ini. minuman. maka hendaknya syiar kita adalah kebersihan. (Q. makanan. kepada umatnya adalah: Senantiasalah bersih hingga kalian tampak seperti tahi lalat di antara bangsa-bangsa. atau akan merenggut kemenangan mereka. tempat tinggal. Sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu. dan kemurniaan diri untuk dakwah. penampilan. pakaian.S Rum: 60) • Manhaj Tarbiyah sangat memperhatikan terwujudnya kebersihan hati. Dalam sebuah hadits yang shahih disebutkan: 190 . maka pada saat itu mereka tahu apa yang harus dilakukan untuk menambah bekal dakwah dan bagaimana mewujudkan kematian yang mulia dalam mencapai tujuan yang agung. lisan. pikiran. interaksi. perkataan dan perbuatan.

”228 Imam Syahid juga mewasiatkan kepada para aktivis dakwah untuk melakukan muhasaban rutin setiap hari dan setiap pekan. mendekatkan diri kepada-Nya dengan ibadah sunah. seperti shalat malam.” “Hendaklah engkau senantiasa merasa diawasi oleh Allah. Kewajiban Aktivis Dakwah. dan kunci shalat adalah thaharah. mengingat akhirat. Beliau berkata di dalam Risalah Ta’alim. serta bagaimana cara untuk mewujudkannya.setiap bulan. 228 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). Hal ini dimaksudkan agar kita terbiasa melakukan evaluasi diri dan pembaharuan niat yang baik serta taubat yang benar dari segala 227 Bagian dari risalah terakhir yang ditulis Imam Syahid untuk Ikhwan. ومفتاح الصلة الطهور‬ Artinya: “Kunci surga adalah shalat. hal.S Al baqarah:222)227 • Imam Syahid menekankan tentang urgensi keimanan dan ketakwaan. “Dan hendaklah engkau menempuh perjalan menuju Allah dengan penuh semangat dan keinginan. dan bersiap-siap untuk menjemputnya. puasa tiga hari –minimal.‫مفتاح الجنة الصلة. (Q.” Maha benar Allah yang berfirman:               Artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. 367 191 . dan berusaha mengamalkan doa yang diajarkan pada setiap kesempatan. Diterbitkan oleh Majah Al Mabahits. mengambil jalan pintas untuk menuju ridha Allah dengan tekad yang kuat. 16 Januari 1951 M. memperbanyak zikir hati dan lisan.

perkataan dan perkiraan. serta hendaknya individu. karena sewaktuwaktu ia akan dihinggapi oleh kelemahan dan permasalahan. serta untuk menutupi celah-celah kerusakan dan kelemahannya. namun untuk proses peningkatan kualitas tarbiyah setiap kader di segala aspek. memperhatikan kondisi-kondisi tertentu masing-masing Tujuannya tidak untuk klasifikasi dan melemahkan. Adapun pada kondisi-kondisi biasa dan tenang. keterus-terangan dan apa adanya. dan harus dilakukan melalui pencermatan yang teliti. • Proses evaluasi dan perbaikan harus dilakukan dengan berinteraksi langsung dalam setiap kondisi. Pentingnya Refleksi Nilai-nilai Tarbiyah • Dalam proses tarbiyah sangat dibutuhkan perhatian yang besar terhadap refleksi nilai-nilai ibadah. serta penjelasan tentang pengaruh-pengaruh konkretnya terhadap individu peserta tarbiyah. yang tidak berdasarkan jumlah yang dihasilkan semata. dengan demikian hal ini menegaskan kepada kita tentang urgensi 192 . dan tidak berdasarkan pada isu-isu yang tersebar. dan bersandar pada kejelasan. dan pencapaiannya terhadap satu sifat tertentu. • Hakikat dari refleksi nilai-nilai tarbiyah tentunya tidak akan tampak kecuali pada saat-saat sempit dan tertekan yang dialami oleh masingmasing individu. Maka melalui kondisi-kondisi tersebut akan tampak hakikat perubahan yang terjadi. Maka perubahan akan terus terjadi pada setiap individu di setiap waktu. dan sarana-saran yang beragam untuk tarbiyah. keterbukaan. yang tidak berhenti pada suatu jenjang atau fase tertentu. dan agar kita dapat mengetahui permasalahan dengan cepat. • Proses evaluasi tarbiyah atau pembersihan hati ini merupakan hal yang tetap dan akan terus berlangsung. ketaatan. terkadang tidak berlangsung lama.bentuk kemaksiatan. maka tidak menjadi standar dan tidak menjadi ujian terhadap kekokohan tarbiyah seseorang.

Lemahnya kualitas tarbiyah murrabi dan kepiawaian mereka dalam menggunakan sarana-sarana tarbiyah yang beraneka beragam. 193 . Lemah atau hilangnya kekuatan spirit dan semangat yang tinggi. Tidak memahami dan menguasai sarana-sarana tarbiyah yang beraneka ragam dengan pemahaman yang benar. serta usaha untuk menghilangkan kendala-kendalanya. 7. • Terkadang kelemahan refleksi tarbiyah pada diri seseorang disebabkan oleh beberapa sebab umum maupun khusus. dan upaya yang keras. Kurang optimalnya dorongan pada setiap peserta tarbiyah untuk berinteraksi langsung dengan sarana-sarana tarbiyah tersebut. Rusaknya iklim untuk mengoptimalkan fungsi sarana-sarana tarbiyah. 6. lemahnya hubungan antara sesama peserta tarbiyah. 3. dan keterbatasan kemampuan pada jumlah sarana tarbiyah yang sangat sedikit. Diantara sebab-sebab umum adalah: 1. baik di jenjang individu peserta tarbiyah maupun mas’ul. TIdak ada evaluasi dari murabbi terhadap refleksi dan pengaruh instrumen tarbiyah pada masing-masing peserta tarbiyah. 5. mengevalusi dan mengawasi pengaruhnya terhadap diri mereka. Pengalaman dan keahlian dalam menggunakan sarana-sarana tarbiyah diwariskan melalui interaksi langsung dari satu jenjang ke jenjang yang lain. 4. 2. dan sesama murabbi dan mas’ul. Hilangnya naluri tarbiyah dari setiap peserta tarbiyah. yang hal ini menuntut sebuah pencermatan yang serius. dan tidak jelasnya manhaj tarbiyah yang mereka miliki. dan tidak melalui penjelasanpenjelasan teoritis.dilakukannya evaluasi dan penyegaran. dan tidak adanya teguran kepada mereka ketika terjadi kelemahan dan permasalahan. yang kemudian mengakibatkan terjadinya kerusakan dalam penerapannya. yang bermula dari mas’ul kemudian berpindah ke peserta tarbiyah. baik murabbi atau individu-individu yang melaksanakannya.

Selain itu terdapat permasalahan-permasalahan khusus yang berkaitan dengan individu-individu tertentu. baik skala personal maupun kolektif (jamaah). atau penyimpangan dalam pikiran dan prilaku. pekerjaan (profesi). dengan tetap memahami bahwa proses penyembuhan hati bukan permasalahan yang mudah. baik masalah finansial. doa. Berikut beberapa sisi-sisi penting yang sangat diperhatikan dalam tarbiyah para mas’ul: a. 9. Untuk mengatasi hal ini. Hal ini merupakan dasar yang akan membantunya dalam menjalankan tugas sesuai dengan kemampuannya.8. yang menyebabkan kemalasan dan terbebani. Tarbiyah Mas’ul Dakwah dan Struktur Kepengurusan Sesungguhnya dakwah memberikan perhatian khusus terhadap tarbiyah para mas’ul. shalat malam dan sedekah adalah ibadah yang dapat membersihkan dan menyucikan hati. sosial. Istighfar. memperbanyak ikatan dengan Al Quran. begitupula dengan persiapan tarbawi. Sedikitnya zikir dan doa kepada Allah. 10. Banyak dan melimpahnya tugas dan kewajiban tanpa keteraturan (analisa beban dan pendelegasian tugas). serta dominasi dosa dan maksiat. diperlukan evaluasi yang cermat terhadap setiap individu kader dan melakukan upaya penyembuhan yang cocok untuk itu. Kerasnya hati. Yang berhubungan langsung dengan diri mas’ul 194 . mempersiapkan kemampuan dan kemahiran di bidang yang digelutinya. zikir.

serta tidak menghalangi siapa saja yang bersamanya dari anggota kelompok dan jamaah. Amanah dalam pengiriman dan penyampaian 3. sebagaimana yang dilakukan oleh Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya-. mengutamakan hal-hal yang substabsial. 5. Tidak tergantung dengan kedudukan. Rasa tanggung jawab yang tinggi seorang mas’ul di hadapan Allah Swt. yang dengannya ia mendapatkan bekal ruhi.. Dan hendaknya ia selalu memiliki kekuatan spiritual yang tinggi. 5. Kemurnian yang paripurna. serta berupaya untuk mendapatkan beberapa keahlian yang dibutuhkan. dan tekad yang kuat. memperbanyak doa. serta selalu berupaya merasakan bahwa ia sangat membutuhkan jamaah ini. semangat yang selalu membara. 6. senantiasa tawakkal kepada Allah. dan menghindari sifat-sifat ujub. Menerima nasehat dari siapapun 195 . serta selalu menguatkan semangat jundiyah (militansi dan kepatuhan terhadap pemimpin). 4. meminta dan menyandarkan diri kepada Allah. Senantiasa memuhasabah dirinya. 2. dan bukan dengan figuritasnya. 2. dan menjadikannya sebagai sarana untuk meminta taufik dari Allah. dan menjauhkan diri dari cara-cara yang gaduh dan suara yang tinggi. dan ia akan memikul amanah tersebut di hadapan-Nya. sebagaimana lebih baik baginya memiliki buku tanpa judul dari pada memiliki judul tanpa buku. Selalu ikhlas dalam setiap amal. sama halnya ia dikedepankan atau dikebelakangkan. b. Mengembangakan potensi dan kemampuan diri. 6. 4. Selalu menggunakan cara-cara musyawarah dan prosedural kerja. angkuh. Yang berhubungan dengan tugasnya: 1. dan bukan jamaah yang membutuhkannya.1. 3. Lebih mengutamakan kerja. Hendaknya ia memiliki bekal khusus dari ibadah dan ketaatan. yaitu dengan mengikat setiap anggota tarbiyah dengan jamaah. sum’ah (ingin selalu dipuji). riya.

berinteraksi dengan mereka. kedisiplinan dan dalam berbagai hal. Memiliki kemahiran tarbiyah dalam menyampaikan taujih (pengarahan) dan materi-materi tarbiyah. Memperhatikan adab-adab muhasabah dan evaluasi. persaudara dan saling memikul beban. Mengenal karakter. 10. karena ia bertanggungjawab terhadap mereka. serta bekerja keras dalam mewariskan dakwah dan pembentukan simpatisan dakwah. dan Takaful. Mampu mengkondisikan suasana. Yang berhubungan dengan interaksinya dengan anggota tarbiyah 1. Hendaknya ia Menjadi teladan bagi siapa saja yang bersamanya dalam hal ketaatan. Menjaga keadilan dan kesamaan dalam hubungan sosialnya. 4. Saling berhubungan dengan ikhwah yang lain. permintaan dan evaluasi c. Memiliki kemampuan untuk menguasai anggota. Menerima masukan. Mewujudkan makna-makna Ta’aruf. 8. 3. 8. mengembangkan potensi yang mereka miliki dan pendelegasian yang tepat. Menjaga hubungan dan komunikasi yang baik dengan orang yang lebih senior dan yang junior dari mereka. 11. 9. karena mereka adalah turut berperan bersamanya untuk memikul tanggungjawab. 6. dengan makna yang sempurna di antara anggota. dan berada di garda terdepan bersama mereka. mampu memperhitungkan dan memutuskan sesuatu secara tepat. mentransfer pengalaman dan kemampuan kepada orang-orang yang bersamanya. menghadapi problematika dan permasalahan-permasalahannya. berbaik sangka dan percaya terhadap ikhwah yang lain. 7. 2. Tafahum. serta bersandar pada kebenaran dan bukti. Tidak menyembunyikan ilmu. serta menebar iklim kasih. tipikal dan kondisi setiap anggota 5. Lapang dada.7. dan hendaknya tegas dan mampu mengambil keputusan. 196 .

interaksi dan pelatihan anggota tarbiyah oleh mas’ul. Yang kemudian penyempurnaan. keras hati dan kasar terhadap orang lain. dan kita tidak boleh meremehkan permasalahan itu.Muwashafat tarbawiyah (karakteristik kader tarbiyah) ini tentunya tidak mungkin dilahirkan dalam waktu sehari-semalam. Kita tidak mengatakan bahwa seorang mas’ul dalam segala sisi telah memiliki dan menyempurnakan karakter-karakter ini. namun paling tidak ada standar minimal untuk kita memulai. ia tidak semata mengikuti sebuah manhaj studi atau gagasan yang disampaikan di pelatihan-pelatihan managerial. maka kita harus berhenti sejenak sebelum yang lain. Diantara permasalahan-permasalahan tersebut adalah sebagai berikut: Lemahnya makna jundiyah (militansi dan ketaatan kepada qiyadah). tidak terpisah dari tarbiyah dan pembinaan. atau dengan mengadakan lompatan-lompatan tertentu. Adab-adab Islam. dll. walaupun ia memiliki banyak karakter positif . bergantung dengan kedudukan dan posisi serta tidak siap untuk meninggalkannya jika diminta. namun lebih kepada praktek. namun hal ini hanya bisa terwujud dengan ketekunan. tidak memiliki loyalitas. bangga terhadap diri sendiri. dan pengarahan yang berkesinambungan. karena keduanya adalah sebuah kemestian. tidak menerima kritikan dan masukan (terutama dalam hal penyimpangan finansial dan akhlak). Praktek kepengurusan pada dasarnya merupakan praktek nilai-nilai tarbiyah dan ia memiliki bentuk dan sarana yang beragam. latihan dan peningkatan kualitas tarbiyah akan dilanjutkan dengan menggunakan sarana-sarana tarbiyah yang beraneka ragam. Kepengurusan dalam dakwah kami. latihan. akhlak dan batasan-batasannya dalam hubungan dan interaksi langsung yang terjalin antara anggota tarbiyah dengan 197 memberikan tanggungjawab tersebut. latihan. lemahnya kedisiplinan terhadap jamaah dan condong kepada figuritas dan mengikuti pandangan individu dan nafsu. dengan tetap mengetahui bahwa jika seorang kader yang hendak diberikan tanggungjawab ternyata memiliki sebuah cela yang bisa merusak.

justru mereka berada dalam satu barisan melihat yang saling bertautan di erat yang mereka membentuk bekerja. pedagang. ia berusaha menggali memusatkan perhatian menyiapkan pembinaanpembinaan tarbawi dan keahlian untuk para tokoh di dalam jamaah. Struktur-struktur itu misalnya. baik melalui pemilihan atau penetapan dari anggota tanpa sekat-sekat bidang tempat lalu menyelesaikan tugas dan kepentingan mereka secara kolektif. beberapa peristiwa menimbulkan gerakan tertentu terhadap jamaah. serikat para pekerja. Namun selayaknya pada waktu itu. petani. dan hendaknya aktivitas dan peristiwa yang terjadi tidak menggangu proses pembinaan tarbawi dan pembinaan terhadap aset dan tokoh-tokoh jamaah. Dengan pelbagai jenjang tanggungjawab yang ada di internal struktur kepengurusan tersebut. Hendaknya juga dilakukan upaya keras untuk mengobati titik-titik cela dan kelemahan yang ada. Struktur kepengurusan di dalam jamaah pada dasarnya merupakan sebuah fase tarbiyah dimana ada saling keterkaitan dan kesatuan dalam menjalankan tanggungjawab. merupakan asas tarbiyah dan mahhaj praktis yang akan mewujudkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Dalam kondisi seperti ini. dakwah tentu tidak bisa berdiri dan mematung hingga sempurna untuk seluruh potensi dan kemampuan yang ada. kalangan profesional. atau persatuan para guru. pegawai.batasan-batasan kerja itu sendiri. dan bukan struktur kelompok yang hanya melakukan kerja-kerja nisbi yang terpisah di beberapa sekat yang berbedabeda. Terkadang. pelajar dan kaum wanita. kesamaan mereka tanggungjawab. Tidak mengapa jika struktur kepengurusan tersebut berupa kepanitiaan atau tim-tim khusus yang bekerja dan bergerak di masingmasing bidang dan divisi tertentu. baik kuantitas maupun kualitas yang mumpuni. Proses penyiapan kader-kader handal yang memiliki kemampuan paripurna dalam pelbagai sisi baik tarbawi maupun keahlian 198 . sementara ia belum memiliki kesiapan yang sempurna dengan kemampuan dan ketersediaan tenaga-tenaga ahli. ulama.

serta melanjutkan pembinaan tarbawi secara terus menerus dan berkesinambungan. serta memberikan perhatian yang besar terhadap bentuk-bentuk penyimpangan sejak mula. pers. yang kemudian menyebabkan terjadinya fitnah dan penyimpangan.tertentu merupakan proyek besar yang membutuhkan waktu yang relatif panjang. baik pikiran. walaupun sesuatu 199 . kami menegaskan tentang pentingnya persiapan tarbiyah yang baik dan berkualitas terhadap figur-figur kader yang menonjol dan tokoh-tokoh dakwah yang beraktivitas sebelum diterjunkan ke pelbagai lapangan. Hal ini bahkan sampai pada penolakan terhadap taujih (seruan atau himbauan jamaah) dan pelanggaran terhadap rukunrukun bai’at. dan hal itu sudah barang tentu memberikan dampak terhadap kondisi ruhi dan tarbiyah mereka. Sebagaimana sorotan publik. takjub dengan pendapat sendiri. loyalitas. Sesungguhnya pertolongan Allah akan datang setelah dikerahkannya seluruh kemampuan manusia secara optimal. kemilau kedudukan. memberikan imunitas kepada mereka dari fitnah dan penyimpangan. sangat membutuhkan perhatian tarbawi dan evaluasi yang cermat dan terus-menerus. Untuk itu. Sesungguhnya kader-kader dakwah yang menonjol. dan gema suara mikropon terkadang memberikan implikasi yang cukup besar terhadap jiwa dan memberikan pengaruh yang negatif. serta kantor-kantor tempat mereka bekerja akan menguras banyak waktu yang mereka miliki. dan senantiasa menerapkan budaya musarahah (berterus terang) dan taujih-taujih tarbawi. karena karakter gerakan dan aktivitas mereka. tokoh-tokoh. baik sebagian maupun seluruhnya. kedisiplinan. dan kader-kader yang menjadi figur-figur politik dan sosial. dan menyandarkan seluruh urusan dan bertawakkal kepada-Nya. Yang kemudian menyebabkan timbulnya sifat liar. dan hanya loyal untuk kepentingan diri dan kemaslahatannya sendiri. ketaatan dan ruh militansi.

yang saling bertaut. Jamaah ini bukan pula sebuah kelompok rahasia yang masing-masing individunya tidak mengenal individu yang lain kecuali tugasnya. Imam Syahid berkata. bersatu dan saling mengasihi. penghormatan dan ketaatan. “Kenalilah siapa saja yang engkau temui dari saudara-saudaramu. dan saling memikul beban satu sama lain. dan yang paling tinggi adalah al ‘Itsar (mendahulukan kepentingan saudaranya dari kepentingannya sendiri). yang kemudian melahirkan rasa cinta. yang komitmennya yang paling rendah adalah salamatul Shadr (lapang dada). Jika didapatkan padanya kesulitan.yang kecil dan sederhana.” “Hendaklah selalu ada ikatan ruh dan amal dengan qiyadah.” “Hendaklah sebagian dari kalian memikul beban sebagian yang lain.” 200 . segeralah memberikan pertolongan selama ada jalan untuk itu. Hendaklah sebagian dari kalian senantiasa bertanya kepada sebagian yang lain (tentang kondisi kehidupannya). Tentang Kitman (Menyembunyikan) dan Sirriyah (kerahasiaan) Jamaah ini bukan sesuatu yang rahasia dan tertutup. serta yakin kepada pemimpinnya dan seluruh kemampuan dan keikhlasan yang dimilikinya. yang setiap individunya hidup bersama yang lain dan saling mengunjungi. Prinsip jamaah ini adalah saling hidup bersama dan saling mengenal antara labinah (batu bata) dalam barisan dakwah. namun adalah sebuah barisan yang saling bertautan erat. dan hendaknya jamaah selalu tegas dan disiplin dalam menerapkan hal ini.” “Dan hendaklah ia mengenal dan mengetahui seluruh kondisinya. Demikian itulah fenomena iman dan intisari ukhuwah.

hal. fase dan tahapantahapan dakwahnya telah ditetapkan dan diketahui. mereka ada di mesjid-mesjid. juga kenalkan dirimu kepeda mereka dengan selengkapnya. Rasulullah Saw. dan mereka juga melakukan perjuangan konstitusi dan aktivitas politik. kader dan tokoh-tokohnya hidup dan berbaur dengan masyarakat. visi dan misinya disampaikan.“Hendaklah engkau mengetahui anggota katibahmu satu persatu dengan pengetahuan yang lengkap. terdapat prinsip-prinsip dipublikasikan dan ada prinsip yang disembunyikan. dan mereka memiliki izzah dengan dakwah yang mereka ikuti. target-target. Sesungguhnya dakwah.”229 Hal ini tidak bertolak belakang dengan mainstream dan prinsip harakah. bersabda: ‫( )من حسن إسلم المرء تركه ماليعنيه‬ Artinya: “Diantara tanda baiknya keIslaman seseorang adalah meninggalkan apa saja yang tidak bermanfaat baginya. -yang berlandaskankan manhaj Islam.prinsip-prinsipnya disampaikan secara terbuka. lembaga-lembaga sosial. Adapun penutupan beberapa sisi dalam strategi gerakan di barisan dakwah. kegiatan dan aktivitas mereka di tengah masyarakat terbuka dan dapat diketahui. Kewajiban Aktivis Dakwah. bersama masyarakat di setiap tempat dan waktu. risalah dan selebaranselebarannya diumumkan.” Termasuk menjaga lisan dan menyimpan amanah majlis. 368 201 . Di dalam dakwah tidak ada rahasia atau disembunyikan. serta konsentrasinya untuk mendalami pengetahuan yang khusus dan bermanfaat untuknya. dan merupakan kewajiban jamaah dan kerapian shaf dakwah. maka hal itu lebih kepada upaya memproteksi dakwah akibat 229 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). Terdapat sesuatu yang perbedaan besar antara atau kerahasiaan gerakan dan yang kerahasiaan prinsip dalam dakwah. Ini semua termasuk adab-adab Islam dan akhlaknya.

dan ini sesuai dengan sunnah Rasulullah Saw. jelas dan dideklarasikan sejak dakwah ini diserukan. engkau tidak bisa menyimpangkannya. dan kalian akan terus memegang teguh dan tegar hingga Allah mewujudkan janji-Nya –insya Allah-. kemudian berubah menjadi gerakan politik. Risalah-risalah Imam Syahid. dari risalah yang pertama hingga risalah yang terakhir yang disampaikan kepada Ikhwan memiliki manhaj dan prinsip yang sama. dan hal ini tidak bertentangan dengan hakikat bahwa strategi dakwah dalam melaksanakan dan menerapkan memiliki tahapan dan fase-fase tertentu sebagaimana yang dijelaskan dan diarahkan oleh Imam Syahid.” Yang Tsabit (prinsipil) dan Mutagayyir (relatif) dalam dakwah Sesungguhnya dakwah memiliki keistimewaan dengan prinsip- prinsipnya dan tujuannya yang tetap. dan ia memiliki dasar pijakan yang berlandaskan kepada 202 .” Sesungguhnya prinsip-prinsip jamaah adalah prinsip-prinsip Islam itu sendiri. Jadi tidak benar pendapat orang yang mengatakan bahwa dakwah ini awal mula lahir sebagai gerakan dakwah tasawuf dan akhlak. Universalitas dakwah dan kesempurnaannya telah ditetapkan. harus memegang teguh prinsip-prinsip yang khusus baginya dalam gerakan dan pengorganisasian.: ‫( ) استعينوا على قضاء حوائجكم بالكتمان‬ Artinya: “Jadikanlah kitman (upaya untuk menutupi sesuatu) sebagai penolong dalam memenuhi beberapa kebutuhan kalian. Imam Syahid berkata dalam Muktamar Para Pemimpin Wilayah dakwah pada tahun 1945 M: “Telah ditetapkan kepada kalian asas pertama dakwah sejak bulan Dzulqa’dah 1347 H/1928 M). Jamaah dakwah. sejak awal mula kelahiran dakwah.tekanan dan konspirasi musuh-musuh Allah.

hal. namun ia merupakan jama’atul minal muslimin (sebuah kelompok dari kaum muslimin) yang berdiri demi mewujudkan tujuan-tujuan Islam sesuai dengan ideologi dan manhaj yang berlandaskan Al Quran dan Sunnah. dan bukan hakim yang menghukumi. hanya Allah semata yang berhak menetapkan hukuman terhadap mereka. Jamaah tidak menetapkan sebuah hukum (ketetapan) terhadap orang lain. Lihat pula: Al Tsabit wa al Mutaghayyir.syariat Allah. dakwah dan jamaah yang terorganisir. karena ia bukan jama’atul al Muslimin (kelompok kaum muslimin) yang siapa saja meninggalkan dan berbeda dengannya maka telah keluar dari agama Islam. namun dakwah tetap berada dalam prinsip dan poros yang tidak berubah. Sementara sarana-sarana dakwah akan terus berubah dan berkembang sesuai dengan kondisi dan keadaan. dan menapikannya dari kelompok-kelompok yang lain. 164. Dr. namun ia terbuka untuk yang lain sesuai dengan pemahaman Islam yang komprehensif dan mengajak 230 Imam Syahid Hasan Al Banna. “Untuk itu kami harus menegaskan lagi bahwa. “Kami adalah para da’I.230 jamaah yang menetapkan syura dan nota-nota Tentang Rasa Kepemilikan Terhadap Islam Jamaah tidak memonopoli sifat Islam untuk dirinya semata. Perubahan dan inovasi pada sarana dan kegiatan-kegiatan dakwah memiliki batasan-batasan dan prinsip yang harus dipenuhi serta melalui institusi-institusi kesepakatan. sesungguhnya tarbiyah. 231 Kami adalah Para Da’I bukan hakim. Meskipun sarana-sarana dakwah dan aktivitas-aktivitas yang menyokong misi dakwah semakin berkembang. Al Ustadz Fuad Al Hajarsy. Jumah Amin. merupakan prinsip dan ketetapan yang tidak akan berubah.”231 Jamaah tidak berdiri di atas mazhab tertentu. sebagaimana yang dipahami dan diyakini sebagai jalan yang benar dan tidak ada jalan yang lain. Hasan al Hudhaibi 203 .

dan bukan kader yang menjadi hujjah baginya. Hal. maka sebesar itu pula ia berperan sebagai representasi dakwah ini. Hujjah Jamaah dan prinsip-prinsipnya merupakan hujjah bagi kader-kader dakwah. dan kau tampak begitu menonjol di antara kita. dan mengajak untuk bekerjasama untuk mengembalikan kemulian umat Islam dan mewujudkan tujuan-tujuan Islam seluruhnya. yang disebut 232 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). maka dudukmu akan dihisab Allah dengan seberat-beratnya hisab. serta ketaatannya terhadap prinsip-prinsip dakwah.kepadanya. adalah qiyadah (pemimpin) tertinggi. 369 204 .”232 Jadi yang merepresentasikan jamaah dan menyampaikan sikapsikapnya secara langsung. Jika tidak maka dalam barisan orang-orang yang duduk dan para pemalas masih terdapat kursi-kursi yang kosong. namun sesungguhnya ia tidak bersama kami. “Ada beberapa orang yang ada di barisan kami. jika engkau mengetahuinya dengan baik dan engkau menjadikannya sebagai cita-cita dan orientasi hidupmu. maka balasanmu adalah kehormatan hidup di dunia dan kebajikan serta ridha di akhirat. di pundakmu tertempel gelar-gelar mentereng. Engkau bagian dari kami dan kami bagian dari dirimu.” “Saya yakin. maka tiada lagi hubungan antara kita. dan ada beberapa orang yang tidak berada di barisan kami. Jika engkau berpaling darinya lalu duduk-duduk santai saja. Imam Syahid berkata. Jika engkau seseorang yang biasa berada di depan majelis kita.” Beliau juga berkata tentang kewajiban dakwah dan ajaran-ajarannya: “Cengkeramlah dengan sungguh-sungguh bimbingan-bimbingan ini. namun ia bersama kami. walaupun ia sebagai prajurit dakwah yang berada di akhir barisan. Sejauhmana sesesorang mengambil dan menerapkan nilai-nilai dakwah dan tarbiyah.

Bab IV Proses Pembentukan Personal Kader Dakwah (Perbaikan Diri) Pemahaman Tarbiyah Dalam Proses Pembinaan Imam Syahid berkata. maka setiap orang berhak memiliki pandangan. hal. kita membutuhkan perbaikan bagi akhlak yang telah rusak binasa. Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?.”234 “Maka ketauhilah bahwa tujuan pertama yang digariskan oleh Ikhwanul Muslimin adalah tarbiyah shahihah. Kita memerlukan pencairan bagi perasaan yang telah keras membeku. maka akan didapatkan sarana-sarana kesuksesan dalam dirinya. “JIka didapatkan seorang muslim yang baik.Mursyid ‘am. selama tidak keluar dari batasa-batasan syariat. kita tidak mungkin melangkah ke depan walau hanya selangkah. prinsip dan sikap-sikap jamaah.”233 “Mentalitas kita –hari-hari inisungguh sangat membutuhkan pengobatan yang serius dan penyembuhan yang total. 70 37 234 205 . dan kita juga membutuhkan penyadaran atas penyakit bakhil yang telah demikian akut. -dengan tetap berada dalam satu kesatuan dan ideologi yang sama-. yakni pembinaan umat yang mengantarkannya menuju kepribadian yang utama dan mentalitas yang 233 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). ijtihad. Adapun individu dalam jamaah dakwah dan siapa saja yang bergabung dengan jamaah ini. dan interpretasi dalam pemikiran dan dakwah Islam. hal. atau siapa yang dipercayakan sebagai juru bicara atas nama jamaah dan menyampaikan pandangan-pandangannya. Tanpa proses ulang pembaharuan mentalitas dan pembangunan jiwa ini.

poros keimanan dan akhlak. yaitu dalam hal karakteristik peran dan tugas yang diberikan.itu ditegakkan dalam rangka merebut kembali kemuliaan dan kejayaan umat dan untuk memikul beban tanggung jawab di jalan yang mengantarkan kepada tujuan. • • Ia mencakup ikhwan dan akhwat dalam dua poros yaitu. Kita dapat mengklasifikasikan sifat-sifat di atas dalam 3 (tiga) poros utama. serta apa saja yang disampaikan Imam di dalam tujuan-tujuan dakwah dan klasifikasi amal. adalah dengan cara mengumpulkan dan menyusun kewajiban dan sifat-sifat tersebut. Poros dakwah dan gerakan • Untuk merealisasikan poros-poros di atas dibutuhkan proses pembinaan secara gradual dan membaginya ke dalam fase-fase dan jenjang yang berbeda dalam proses pembentukan. Pembinaan –untuk membangun jiwa yang dinamis. sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Syahid di dalam risalah dan penyampaian-penyampaiannya.”235 Untuk mengetahui gambaran tentang sifat-sifat pembentukan pribadi di dalam jamaah. 236 206 .236 Adapun dalam poros gerakan –dalam beberapa hal tertentu. Poros keimanan dan ibadah 2. Poros akhlak dan budi pekerti 3.terdapat perbedaan antara ikhwan dan akhwat. Dakwah Kami di Zaman Baru. • 235 236 Tarbiyah ini berlandaskan pada dua titik penting. dan batasan-batasan yang diperlukan untuk mewujudkannya. hal.luhur. yang merupakan satu kesatuan yang saling terpadu: 1. maka kita akan mendapatkan gambaran yang lebih dekat tentang frofil muslim paripurna yang diinginkan. serta sesuai dengan keberagaman sarana dan jenjang-jenjang tarbiyah yang ditentukan jamaah. yaitu: ibid Hal ini sebagaimana yang disebutkan Imam Syahid di dalam Risalah Pergerakan. Dimana ia berupa aktualisasi amal tarbawi melalui program-program amali dan manhaj tertentu.

jiwa dan perasaan. namun usaha untuk menyempurnakan keduanya merupakan tuntutan syariat. • Dibutuhkannya pemusatan perhatian terhadap dakwah.a. Ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Syahid di dalam risalahnya.”238 Sesungguhnya tujuan yang diinginkan oleh dakwah bukanlah tujuan yang sederhana dan terbatas. “Melakukan tarbiyah untuk diri sendiri.. Hal ini tidak mungkin dapat diwujudkan kecuali dengan melalui manhaj yang panjang 237 238 Dari petuah Imam Syahid Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). Imam Syahid berkata. di atas asas-asas. • Pembentukan pemahaman ini yang berdiri benar. kemenangan dan taufik dari-Nya. Tujuan-tujuan itu bermula dari Ishlahul fardy (proses perbaikan diri) hingga ustaziyatul ‘alam (kepemimpinan dunia). pertolongan. Menghidupkan tarbiyah diri di dalam setiap personal kader. • Aktivitas hati lebih penting daripada aktivitas fisik. Hal. dan kita harus mengupayakannya. serta urgensi kesatuan barisan. “Yakinlah kepada fikrah kalian. serta melalui ikatan yang menghimpunnya yang berlandaskan pada ta’aruf. namun ia adalah tujuan yang besar dan dalam. dan amal yang berkesinambungan. 108 207 . tafahum dan takaful. tidak melakukan lompatam-lompatan. • Imam Syahid menegaskan tentang urgensi membangkitkan keimanan dan memperbaharui ruh. Meskipun di antara tujuan-tujuan tersebut dengan realita yang ada terdapat kendala yang sangat besar. Konsisten mengikuti tarbiyah kolektif yang diberikan oleh jamaah dan manhaj-manhajnya. kendati demikian hal ini adalah bentuk totalitas kepercayaan kepada manhaj Allah Swt. bekerjalah untuknya dan teguhlah di atas jalannya. yang cinta kuat. yang pembinaan dipercaya. dan berkumpullah di sekelilingnya. sebagai asas untuk bergerak dan terus eksis. merupakan kewajiban kita yang pertama. meskipun dengan kadar tuntutan masing-masing berbeda. yang Iman cermat.”237 b.

Pembangunan yang dicita-citakan demikian besarnya. dari sisi normatif teoritis menuju sisi praktis-realistis. Karakteristik Pembinaan Diri Imam Syahid sangat memperhatikan upaya pembinaan diri yang paripurna dan gradual terhadap personal. dan petunjuknya dalam perbaikan dan pembinaan. dan mumpuni untuk kebutuhan zaman sekarang. wawasan keilmuan dan kemahiran. atau melakukan lompatan-lompatan terhadap sunah Allah dalam perubahan. Pengalaman sejarah yang pernah dilakukan oleh gerakan-gerakan reformis klasik dan kontemporer. yang bertujuan terciptanya bangunan Islam yang komprehensif dalam melahirkan karakteristik mukmin sejati. Adapun 10 sifat mukmin sejati dan rukun-rukun baiat. menguatkan konsep ini dan Manhaj yang dipilih dan disusun oleh Imam Syahid yang berlandaskan kepada sunah Rasulullah Saw. menyelesihi atau meremehkannya. yang berpedoman kepada sunnah Rasulullah Saw. dengan tetap memberikan perhatian besar untuk proses pembinaan kader dan tarbiyahnya. yang berlangsung secara terus menerus dari generasi ke generasi berikutnya. seimbang. yang mencakup pengalaman-pengalaman orang lain. yang berakhlak. dan sunnah Allah dalam perubahan dan kejayaan. dan targettarget ini tidak mungkin dapat diwujudkan dengan melakukan penyerangan. karena hal ini merupakan asas pijakan.dalam proses pembinaan. tarbiyah dan pembangunan. tiada lain adalah pengantar. 208 . dan menghindari kesalahan-kesalahan yang mereka jatuh kedalamnya. dengan tetap menjaga perbedaan tabiat alami setiap orang dan pemenuhan kebutuhan spiritual. manhaj dan pemusatan terhadap program-program amali untuk mendapatkan akhlak-akhlak Islami dan petunjuk-petunjuknya dalam membangun dan memperbaiki manusia. kudeta. berbudi pekerti dan beradab Islami dalam bingkai pemahaman yang teliti..

labinah-labinah. Imam Syahid juga memperhatikan iklim (suasana) yang harus memenuhi komunitas pembinaan. dan seluruh barisan dakwah. yaitu dengan membangun tersebut Dalam keimanan. baik dalam hal menetapkan mas’ul.• Imam Syahid menegaskan bahwa sesungguhnya titik tolak pembinaan diri seorang mukmin sejati adalah dari dalam diri. saling memaafkan. dan menjadikan seluruh anggota usrah untuk bersama-sama dengan naqib melakukan pembinaan tarbawi dan meningkatkan kualitas tarbiyah dan perbaikan diri. Ini adalah iklim dan suasana yang di dalamnya terdapat kebersihan dengan seluruh maknanya yang luas.menduduki posisi orang tua dalam ikatan hati. maupun dalam melaksanakan peran pengelolaannya. atau hubungan dengannya. Kemudian beliau menambahkan untuk proses pembinaan sebuah kerangka hadhanah jamaahpembinaan) labinah menghayati dan menerapkan proses pembinaan ini. dan posisi seorang pemimpin dalam menentukan 209 . ta’aruf. ia adalah sebuah ladang pembinaan dan tarbiyah yang akan mewujudkan. persaudaraan. dan posisi seorang syaikh dalam aspek pendidikan rohani. “Kepemimpinan –dalam dakwah Ikhwan. tafahum dan takaful. • Menjadikan pembinaan tarbawi sebagai sesuatu yang asasi (mendasar) dalam dakwah. diantara kader dakwah dan diantara unit-unit shaf dan labinah dakwah yang lain. – adalah membangun jamaah. Imam Syahid menyebut penanggungjawab unit-unit usrah ini dengan ‘Naqib’. kesucian dan kemuliaan. posisi seorang guru dalam memberikan pengajaran ilmu. membersihkan (wadah usrah jiwa dan menguatkan praktis dasar untuk dalam keinginan. • Dengan tersedianya program-program yang cocok dan sarana-sarana pembinaan yang sesuai dengan kader-kader dakwah dan realitas yang ada –dan dengan memperhatikan setiap perkembangan dan kemajuan-. menjadikan tingkatan ukhuwah yang paling rendah adalah salamatu shard (berlapang dada). yaitu Usrah. Imam Syahid menjelaskan sisi pembinaan ini dengan mengatakan. yaitu cinta karena Allah.

dan amal yang berkesinambungan. -Slogan pembentukan ini. Poros dakwah dan gerakan. perhatian Beliau yang besar terhadap antara kesempurnaan dan keparipurnaan pembentukan dan pembinaan kader-kader tidak memisahkan pembinaan diri dengan pencapaian sifat-sifat. Risalah Ta’alim. dan ia adalah bagian yang mendasar dari pembentukan ini. hal. Ia bukanlah perubahan yang dangkal atau hanya sebagai jembatan untuk mendapatkan beberapa adab dan muwashafat tarbiyah. tilawah. 364 Risalah Pergerakan.kebijakan-kebijakan politik secara umum dalam dakwah. Dan dakwah mengumpulkan seluruh makna ini. Allah Ghayatuna (Allah adalah tujuan kami). Shalat. Tetapi ia adalah sebuah pembentukan yang sempurna dan saling terkait dan memberikan pengaruh satu sama lain. Ar Rasul Qudqatuna (Rasul adalah teladan kami). Risalah Ta’alim. • Refleksi pembentukan ini dan intinya tergambar dalam 5 (lima) hal: “Kesederhanaan. Al Maut Fi Sabilillah tertinggi).”240 Maknanya adalah: - Poros keimanan dan ibadah. akhlak.”239 • Imam tarbawi Syahid memberikan dakwah. hal. intinya adalah keprajuritan. yang digambarkan oleh Imam Syahid terdiri dari: “Pemahaman yang teliti. Keprajuritan. pembinaan yang mendalam. aktivitas dan pengaruh kader di tengah masyarakat. 369 210 . intinya adalah akhlak Karakter manhaj dan pembentukan sarana. antara gerakan. intinya adalah kesederhanaan. Rukun-rukun Bai’at. Kewajiban Aktivis Dakwah. Al Jihad Sabiluna (Jihad adalah jalan juang kami). karena ia digambarkan dengan kalimat Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya). Al Qur’an Dusturuna (Al Quran adalah Undang-undang kami). Poros budi pekerti. (Syahid di jalan Allah adalah cita-cita kami 239 240 Risalah Pergerakan. inti adalah tilawah dan shalat.

beliau berkata: “Dalam tahapan ini dakwah ditegakkan dengan melakukan seleksi terhadap anasir-anasir positif untuk memikul beban jihad dan untuk menghimpun berbagai bagian yang ada.”241 • Hal ini berbeda jauh dari pengenalan dakwah dan lebih dekat ke dalam karakteristik pembentukan dan tarbiyah. sedangkan medianya adalah nasihat.tidaklah dituntut. Slogan untuk dua aspek ini adalah: perintah dan taat. jihad dan dalam mengemban beban dakwah yang berat. Tahap pengenalan. 397 Ibid. Ketaatan tanpa reserve –pada tahapan ini. Sistem dakwah –pada tahapan ini. bimbingan. Slogan utama dalam persiapan ini adalah: Totalitas ketaatan. dalam tahapan ini dakwah dilakukan dengan dengan menyebarkan fikrah Islam di tengah masyarakat. bahkan tidak lazim. Tingkatannya seiring dengan kadar penghormatannya jamaah. dan beberapa cara lain. Urgensinya adalah kerja social bagi kepentingan umum. yang kemudian disebut sebagai. Imam Syahid berkata. Dakwah pada tahapan ini bersifat khusus. hal 397 211 . tanpa ragu dan bimbang. Tidak dapat dikerjakan oleh seseorang kecuali yang memiliki kesiapan secara benar untuk memikul beban jihad yang panjang masanya dan berat tantangannya. “Jamaah menjalin hubungan dengan orang yang ingin memberikan kontribusi bagi aktivitasnya dan ingin ikut menjaga prinsip-prinsip ajarannya. hal.”242 kepada sistem dan prinsip-prinsip umum 241 242 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim).bersifat tasawuf murni dalam tataran ruhani. dengan kesempurnaannya di pelbagai sisi perbaikan. yang sesuai dengan keinginan dan target yang ingin dicapai. Tentang hal ini.• Imam Syahid ini menggambarkan dan tentang kedalaman dalam proses pembentukan tingkatan-tingkatannya memenuhi tuntutan-tuntutan dakwah. dan bersifat militer dalam tataran operasional.

”244 Beliau juga berkata. 356 212 . dan hendaknya 243 244 245 Ibid. hal. Qiyam Lail.243 “Setiap bid’ah dalam agama Allah yang tidak ada pijakannya tetapi dianggap baik oleh hawa nafsu manusia. • Imam Syahid sangat memperhatikan urgensi kebenaran akidah dalam proses pembentukan dan perbaikan diri seorang muslim. Kita mencukupkan diri dengan keterangan yang ada. serta tidak memperuncing perbedaan yang terjadi di antara para ulama. mesjid dan perhatian yang besar terhadap shalat. sebagaimana Rasulullah Saw. baik berupa penambahan maupun pengurangan. 357 Ibid. Beliau berkata. 358 Ibid. hal. mengenalkan Islam dan kebangkitannya di tengah masyarakat. “Ma’rifah kepada Allah –Yang Maha Tinggi dan Maha Muliadengan sikap tauhid dan penyucian (Dzat)-nya adalah setinggi-tinggi tingkatan dalam akidah Islam.Ikhwan melakukan kerjasama dengan orang-orang yang ikhlas yang berkerja di lapangan ini. adalah kesesatan yang wajib diperangi dan dihancurkan dengan menggunakan cara yang terbaik. dan para sahabatnya mencukupkan diri dengannya. hal. dan ta’thil.”245 Sebagaimana yang disebutkan Imam Syahid bahwa seorang al Akh seharusnya: memiliki kekuatan hubungan dengan kitab Allah. kita cukup mengimaninya sebagimana adanya tanpa ta’wil. “Al Quran yang mulia dan sunnah yang suci adalah referensi utama setiap muslim untuk mengenal hukum-hukum dalam agama Islam. serta berbagai keterangan mutasyabihat yang berhubungan dengannya. sedangkan mengenai ayat-ayat sifat dan hadits-hadits shahih tentangnya. yang tidak justru menimbulkan bid’ah yang lain yang lebih parah. yaitu lapangan perbaikan umum.

walaupun berbeda bentuk dan programnya. anakanak maupun orangtua. serta latihlah ia menjadi prajurit di bawah bendera dan panji Nabi Muhammad. serta kebebasan pemikiran dan akal. baik wirid tilawah. menghapal. “Seluruh jamaah Islam di masa kini sangat membutuhkan munculnya pribadi aktivis sekaligus pemikir dan anasir produktivitas yang pemberani. menghayati dan mentadabburinya.memiliki wirid harian bacaan Al Quran.” Beliau juga berkata. kami menginginkan seorang yang muslim dalam pola piker dan akidahnya. Beliau juga tidak membedakan dalam urgensi dan integralitas pembinaan ini antara lelaki dan wanita. yang titik tolaknya adalah perbaikan dan mencakup segala aspek kemanusiaan. baik kepribadiaan. maka terhadap masyarakat dakwah dan dan pembangunan Negara.246 • Imam Syahid menjadikan dasar pembinaan dalam tarbiyah berlandaskan manhaj Islam. mendengarkan. serta anasir-anasir 246 247 10 wasiat Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). Ini merupakan salah satu upaya pembentukan individu mukmin dalam dakwah kami. Hal ini merupakan rukun pertama kelahiran dalam manhaj baru perbaikan ini. akhlak. serta dalam amal dan prilakunya.”248 Dakwah ini tidak membutuhkan kepada jiwa-jiwa yang tidak konsisten dan kaku. kebebasan jihad dan amal. maka kalian akan menyaksikan kelahiran seorang pemimpin muslim yang berjihad dengan dirinya dan membahagiakan orang lain. Imam Syahid berkata. kehidupan dunia dan akhirat. 197 248 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. pertama-tama. “Dan dengan urgensi generasi perbaikilah maksimalkan proses pembentukannya. ajarkan kepadanya kebebasan jiwa dan hati.”247 Imam Syahid berkata. Semuanya memiliki satu pijakan dasar. Penuhilah jiwa yang liar dengan keagungan Islam dan keindahan Al Quran. hal. 63 213 . hal. dalam moralitas dan perasaannya.

Taat (kepatuhan). 359 Ibid 214 . Unsur ini yang kemudian terbagi dalam beberapa tujuan dan poros-poros yang 249 250 251 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya). Ikhlas. hal. Tadhiyah (pengorbanan). yang mencakup manhaj tarbawi dan takwini. yaitu: Salimul Akidah (bersih akidahnya). yaitu. 177 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). Amal (aktivitas).”251 sebagai poros-poros pembentukan utama bagi para pembawa risalah dakwah dan yang komitmen terhadap jamaah ini. Harishun Ala waqtihi (Cermat mengatur waktunya). • Imam Syahid menetapkan muwashafat yang harus dipenuhi oleh seorang muslim di dalam kehidupannya. Munazhamun fi Syu’unihi (terorganisir seluruh urusannya). hal. dengan tetap menjaga beberapa perbedaan aspek harakah dan peran-peran khusus mereka. yang menyatu dan membentuk satu dasar pijakan dalam pembentukan ini. Qadirun Alal Kasbi (mampu berekonomi). kami juga memperhatikan kaum wanita sebagaimana perhatian kami kepada kaum pria. Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya). Mujahidun Linasihi (kuat kesungguhan jiwanya). Jihad. Ukhuwah dan Tsiqah (kepercayaan). yang memiliki jiwa yang keropos.dakwah yang tertutup dan kepribadian yang senang menyendiri. Kami juga memperhatikan anakanak sebagaimana perhatian kami kepada pemuda.”249 Kaum wanita memikul tanggungjawab yang sama dalam dakwah dan beraktivitas untuk mewujudkan tujuan yang sama pula. yang akan berjalan beriringan dengan 10 sifat yang lain. yaitu sebagai poros penyempurna. Fahm (pemahaman). Tajarrud (kemurnian).” “Untuk itu. Tsabat (keteguhan). shahihul Ibadah (benar ibadahnya).250 • Imam Syahid juga menetapkan rukun-rukun baiat berikut. 356. Nafi’un Li Ghairihi (Bermanfaat bagi selainnya).

demi membentuk labinah-labinah dakwah yang kuat dalam satu barisan: Dalam aspek harakah. seorang kader dakwah membutuhkan rukun Tsabat (keteguhan). Rukun-rukun baiat ini menunjukkan nilai-nilai tarbiyah yang dibutuhkan oleh individu dan jamaah dakwah. Imam Syahid menyebutkan tingkatan amal yang dituntut dari seorang al akh yang tulus. yaitu arah dan wadah yang membatasi aspek-aspek pembentukan dan beban dakwah. Ukhuwah dan Tsiqah (kepercayaan). dan Tajarrud (kemurnian). Dalam aspek keyakinan. Ikhlas. yaitu: 215 . • Imam Syahid menetapkan tujuan-tujuan tertinggi dalam jamaah –yang berupa tingkatan-tingkatan amal-. Kemudian dalam seluruh aspek-aspek di atas. kami membutuhkan Taat (kepatuhan). kemudian mempersiapkannya agar mampu mewujudkan dan berupaya untuk melaksanakannya. Dalam aspek pengorganisasi dan barisan dakwah. maka kelemahan dan kerusakan dalam salah satu rukun-rukunnya akan menyebabkan kelemahan terhadap baiat-baiatnya yang lain. agar dapat mewujudkan semua rukun-rukun baiat. Amal (aktivitas). Tadhiyah (pengorbanan). Jihad. Karena rukun-rukun baiat ini saling berkaitan erat. yang berasal dari dalam diri setiap individu. Amal (aktivitas). baiat dan komitmennya terhadap jamaah. kami membutuhkan rukun-rukun berikut ini.diwujudkan dengan program-program pendidikan dan kegiatan- kegiatan tarbiyah. kami membutuhkan Fahm (pemahaman). dan tsabat di atas prinsip-prinsip.

361 216 . dengan tetap menjaga perbedaan antara individu kader. 252 Ibid. dan dengan memanfaatkan setiap sarana dan instrumen yang baru. sehingga menjadi pemerintah Islam yang baik. Mengembalikan kekuasaan khilafah yang telah hilang dan terwujudnya persatuan yang diimpikan bersama. Perbaikan diri sendiri 2. Penegakan kepemimpinan dunia dengan penyebaran dakwah Islam di seantero negeri. namun fleksibel dan dinamis. karakteristik dan target-target utama. Ia juga memelihara target. Memperbaiki keadaan pemerintah. sesuai dengan masing-masing tujuan. atau membatasi satu tujuan tanpa tujuan yang lain. hal. dan di dalam sarana-sarana tarbiyah yang digunakan. 359. 6. Pembebasan tanah air 5. Program dan sarana-sarana tarbiyah yang digunakan tidak kaku dan statis. dalam rangka memperhatikan mewujudkan tingkatan-tingkatan dan tujuan-tujuan yang tinggi itu. Empat yang terakhir ini wajib ditegakkan oleh jamaah dan oleh setiap akh sebagai anggota dalam jamaah itu. Pembentukan keluarga muslim 3. yang mencakup seluruh aspek tarbawi. Bimbingan masyarakat 4.”252 Tingkatan dan tujuan-tujuan ini memiliki refleksifitas dan perwujudannya di dalam program-program penyiapan individu. Sebagaimana ia juga memiliki pengaruh nyata dan nilai-nilai tarbawi dan haraki yang terwujud secara gradual. 7. Program-program ini –baik teori maupun praktektidak terpisah.1. namun saling menyempurnakan satu sama lain. dengan tetap jenjang dakwah yang dilalui. tanpa membedakan atau memisahkan antara tujuan-tujuan tersebut.

Komitmen dengan aturan dan adab-adab Islam dalam tata cara makan. 3. 2. hal. minum. Ketika wanita. Islam menetapkan kaidah-kaidah memiliki ini.Imam Syahid menjelaskan beberapa aspek penting di atas di dalam proses pembentukan individu serta kesinambungannya. 235 Ibid. dan tidur. Melakukan kegiatan belajar dengan kemampuannya untuk meningkatkan intelektualitas dan wawasan keilmuannya. keluasan cakrawala berpikir. -sebagaimana kami nasehatkan kepada al akh Mulsim.”253 Dengan demikian. Menghiasi dirinya dengan akhlak Islami. agar ia dipelihara oleh Allah dari ancaman pelbagai penyakit. mengemban mampu berbagai tugas misi kemanusiaan secara baik. Beribadah kepada Allah dengan melaksanakan perintah-perintahNya. maka kewajiban seorang akh adalah: 1.hendaklah selalu dalam kehalusan nurani. 4. oleh karena itu. Perasaan dan nurani yang peka. Sebuah keinginan kuat yang tidak akan pernah melemah dalam membela kebenaran. “Sesungguhnya. dan menjadi perangkat yang layak untuk mewujudkan cita-cita mengegolkan kebenaran dan kebajikan.254 253 254 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). untuk mengasah kepekaan nurani dan kehalusan perasaan. Ukhti Muslimah. 1. untuk mewujudkan kemauan yang kuat dan tekad yang membaja. Tubuh yang sehat yang yang siap mulia. ia tidak sama hanya dalam memperuntukkannya bagi kaum laki-laki dan meninggalkan kaum melainkan keduanya kedudukan pandangan Islam. 3. kesempurnaan akhlak dan kesehatan badan. sehingga dapat membedakan antara kebaikan dan keburukan. Islam menginginkan dalam diri setiap mukmin. 4. hal. 2. Islam juga menginginkan sebuah pandangan yang benar dalam memahami sesuatu itu benar atau salah. 236 217 .

dan beliau menjelaskan bahwa sifat-sifat tersebut merupakan nilai-nilai dasar dalam diri individu muslim dan umat Islam untuk bangkit mengemban dan memikul risalah dakwah. menjalankan tugas dan tujuan-tujuan dakwahnya. mempersiapkannya untuk melaksanakan tugas yang diwajibkan kepadanya. 255 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). Mewujudkan kesempurnaan ibadah kepada Allah.”255 Target-Target Tarbiyah Manhaj tarbiyah dalam melakukan pembinaan dan perbaikan diri menurut pandangan jamaah. mencakup seluruh aspek umum dalam proses pembentukan kepribadian dan individu muslim.Imam Syahid menyebutkan 4 sifat yang wajib dipenuhi untuk membangun kekuatan diri. serta melaksanakan apa saja yang untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut. berlandaskan dan bertitik tolak dari shibghah Islam dan manhajnya yang mulia. atau tertipu dengan yang lain. dengan pengetahuan terhadap dasar perjuangan. yaitu. Sifat-sifat terbut adalah: “Kemauan yang keras yang tak tersentuh oleh kelemahan. keyakinan dan penghormatan terhadap dasar tersebut yang akan menjaga dari kesalahan dan penyimpangan. Khusus adalah. Dengan pemenuhan dua hal ini. kesetiaan yang kuat yang tak dikotori oleh kepura-puraan dan pengkhianatan. maka ia menjadi garda depan di barisan para mujahid yang tulus dalam mengemban risalah dakwah dan teguh di atas jalannya. Ia memiliki satu target yang ingin diwujudkan. pengorbanan besar yang tak dihalangi oleh ketamakan dan kebakhilan. Umum adalah. menunaikan risalah dakwah di muka bumi. Ini adalah persiapan umum dan khusus. 45 218 . hal.

Menyempurnakan persiapan iman dan jihad 5. visi. Tujuan-tujuan yang telah tersusun ini berlandaskan pada hal-hal berikut ini: 219 . yang kemudian akan dibagikan dalam jenjang-jenjang yang berbeda sebagaimana telah ditetapkan dalam setiap fase. Asas-asas ini berlandaskan dorongan. Asas manhaj yang merupakan susunan target-target tarbiyah ini. yang kemudian terbagi dalam beberapa target yang sesuai dengan berbagai tahapan usia dan jenjang tarbiyah yang berbeda antara individu di dalam jamaah.Kami menginginkan pembentukan yang khusus terhadap anggota jamaah muslim. tergambar dalam hal-hal berikut: 10 sifat untuk membentuk kepribadian mukmin yang baik Rukun-rukun baiat dalam rangka mempersiapkannya untuk berjihad. 4. dan target-target dakwah yang tinggi yang ingin diwujudkan. Dari asas ini. 2. Teguh di atas jalan dakwah hingga ia menemui Allah • 1. akhwat dan anggota usar. dan peran yang telah ditetapkan berdasarkan manhaj Islam dan petunjuknya. 3. Yang berjuang keras dalam melaksanakan dakwah dan mewujudkan target dan tujuan-tujuannya di seluruh permukaan bumi. terus meningkat dan menyempurnakan pembentukan umum yang diharapkan dari setiap manusia 1. Tingkatan-tingkatan amal. Memiliki kekuatan jiwa yang luarbiasa 3. • Target Umum: dan para pengemban risalah dakwah. terwujudlah simpul utama terhadap tujuan-tujuan pembentukan tarbawi. Kepribadian mukmin yang baik 2. Yang terbagi dalam target-target marhalah anak-anak dan dewasa.

• 1. Aspek keilmuan 2. Ia akan berhadapan dengan banyak kendala dan perubahan dalam kehidupan manusia. serta aspek akhlak harus terlihat dalam diri setiap individu. 2. Visi dan misi. sebagai acuan dan rujukan kebutuhan manusia secara umum. yang memiliki permulaan namun tidak memiliki akhir. Hifzu Nasl (menjaga keturunan). 4. Karakteristik Target(keistimewaan tujuan-tujuan tarbiyah): Ia adalah tujuan yang berkesinambungan. Oleh karena itu refleksi aspek keilmuan. 220 . yaitu. Hifzu Mal (menjaga harta). yakni yang disebut sebagai landasan filosofis dalam perbaikan dan pembentukan. tahsinat (kebutuhan pelengkap). Hifzu Din (Menjaga agama). kemudian beberapa hal berupa takmilat (kebutuhan penyempurna). Aspek perasaan dan kepekaan jiwa 3. Aspek akhlak Aspek-aspek melengkapi. perasaan dan kepekaan jiwa. Para ulama Ushul Fiqh meletakkan kebutuhan pokok dalam Daruriyyat al Khams. 3. 3. ini satu dan sama lain saling pada menyempurnakan salah satunya dan akan Kelemahan kekurangan menyebabkan kelemahan pada aspek-aspek yang lain. Hifzu Nafs (menjaga jiwa/kehormatan jiwa).1. hingga ia 2. Pertumbuhannya berkesinambungan dan mengiringi setiap individu dalam setiap aspek. memiliki tiga aspek penting: 1. Setiap tujuan tarbiyah. Tujuan-tujuan tertinggi dalam Islam dan dakwah Karakteristik individu dan kebutuhannya Pandangan masyarakat dan tujuan-tujuan yang hendak diwujudkan. Hifzu Aql (menjaga akal). yang membuatnya butuh ketegaran.

maka dapat dipahami bahwa target-target cabang tertentu (target jangka pendek) dalam aktivitas tarbiyah yang berkesinambungan merupakan sarana untuk mewujudkan target besar atau target jangka panjang. serta dilakukannya proses evaluasi dan pengulangan. tanpa menyandarkan diri kepada pertolongan Allah. Sarana tanpa sasaran dan target maka akan mengarah kepada kesia-siaan. target dan sarana-sarana tertentu. Ia mencakup semua kebutuhan masyarakat dan dunia 221 . 5. Syumuliyah (komprehensif) dalam setiap aspek kehidupan manusia. Ia berusaha menggabungkan antara upaya manusia dengan taufik dan hidayah dari Allah. Ia adalah tujuan-tujuan yang saling berhubungan. Sebab-sebab kelemahan dan kendala yang akan dihadapi sangat besar. • Ciri-ciri Dalam Target Tarbiyah 1. Manhaj tarbawi harus memiliki tujuan. 4. Tujuan tanpa sarana untuk mewujudkannya maka hanya akan menjadi gagasan idealis yang tidak realistis. memiliki pengaruh yang akumulatif dengan tidak adanya pemisahan. kemudian menjadikannya sebagai dasar tempat bergantungnya hati dan memurnikan diri. serta dengan realitas keberadaan jiwa lawwamah (mengajak kepada keburukan). penyucian jiwa dan muraqabatullah. yang sangat memperhatikan sisi gradualitas dalam proses dan tidak melakukan lompatan-lompatan. Sebagaimana terdapat target-target jangka panjang dan targettarget jangka pendek. dan jiwa yang hidup. Ia bersandar pada upaya untuk membangkitkan ruh. maka perbaikan yang diinginkan tidak akan terwujud.bisa kokoh dan eksis dalam mewujudkan target-target yang diinginkan.

dalam menerapkan manhaj tarbiyah juga dibutuhkan fleksibelitas. sesuai dengan realitas yang dihadapi. yang berupa tingkatan minimal yang cukup untuk melakukan aktivitas atau mewujudkan sebuah tujuan tertentu. maka targettarget cabang membutuhkan inovasi dan pengembangan. kemudian terus meningkat menuju tingkatan Al Kafaah. Inovasi. dan kebutuhannya masing-masing. 5. jika target-target utama dalam tarbiyah memiliki keistimewaan tsabat (kekokohan) dan kekuatan. • Tingkatan Target Tarbiyah Tujuan-tujuan tarbiyah tidak berada dalam satu tingkatan saja. Begitupula keseimbangan dalam menerapkan tarbiyah kolektif dan tarbiyah individu. Tujuan-tujuannya saling menopang 4. Eksistensi dan kesinambungan 6. dengan tetap menjaga realita dan kemampuan. Termasuk keseimbangan antara kebutuhan Pribadi dengan lingkungan yang mengitarinya. namun memiliki beberapa tingkatan. yang merupakan tingkatan 222 . 2. yang dimulai dari tingkatan Al Kifayah. Individu – masyarakat – dunia (kemanusiaan) – alam semesta. yang masing-masingnya saling menyempurnakan. 7.serta hubungannya terhadap alam semesta. Fleksibelitas. TIdak ada pertentangan satu sama lain 3. Keseimbangan. termasuk kebutuhan personal setiap individu. begitupula dengan perbedaan antara individu. antara tujuan-tujuan tarbiyah dengan keseimbangan yang dibatasi oleh timbangan relatif terhadap target-target dan skala prioritas.

remaja dan pelajar. Dengan demikian maka pembagian tujuan-tujuan tarbiyah dan pengenalannya dimula sejak masa kanan-kanak. namun dalam 223 . yang mencakup pengulangan materi dalam beberapa waktu tertentu. Jika ia sudah meranjak dewasa. Contohnya dalam mempelajari sirah atau ayat Al Quran. harus mampu mewujudkan tingkatan Itqon. maka bermula dari hingga kehidupannya. atau mempelajari kembali suatu materi tarbiyah secara lebih dalam. dan penghayatannya tidak berhenti pada tujuan-tujuan tersebut. kemudian setiap kali meningkat jenjang tarbiyah seseorang. kesinambungan dan penerapannya menggunakan bentuk yang beragam dan secara gradual sesuai dengan kedalaman dan proses penerimaan peserta tarbiyah. ia akan mengulangi proses pembelajarannya secara lebih dalam dan cermat. pembelajaran. cermat dan lebih luas. Sebagaimana dalam tujuan tarbiyah. mengingatnya dalam beberapa kondisi dan peristiwa. Tingkatan terakhir ini juga merupakan tingkatan yang panjang dan tidak terbatas.tertinggi dalam mewujudkan tujuan-tujuan ini. • Urgensi Pembangunan yang benar dan Keterikatan antar target-target tarbiyah: dan Karena tujuan-tujuan tarbiyah merupakan satu kesatuan. atau mengkaji salah satu aspeknya secara khusus. sejalan dengan peningkatan tarbiyah dan penerapannya. atau lebih meningkatkan penerapannya secara praktek. bentuk pembelajarannya mungkin sangat sederhana. bahkan dimulai sejak masa balita melalui kedua orangtuanya. Demikian keterikatan. mengajarkannya kepada orang lain. Target-target tarbiyah dalam pandangan Islam. begitupula halnya dalam ibadah dan ketaatan. kemudian meningkat kepada tingkatan Shidq kemudian kepada tingkatan Ihsan. memiliki pengaruh ia yang akumulatif masa dalam kecil kehidupan akhir manusia. di jenjang pemula dalam proses pembentukan.

jika di dalam pembinaan umum terdapat kerusakan atau kelemahan. Adapun pembinaan khusus. Shahihul fahm (benar pemahamannya) dan Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya). Sebagaimana tidak terdapat pemisahan antara pembinaan umum dan pembinaan khusus. maka ia menyempurnakannya pada fase-fase partisifasi dakwah. yang dengannya seorang muslim meningkatkan dirinya secara terus menerus dan mewujudkan ibadahnya kepada Allah. dan akan terus berlangsung sepanjang kehidupannya. Maksud dari pembinaan umum adalah. tumbuh dan berkembang dengan nilai-nilai tersebut.pertumbuhannya ia belum mendapat pembinaan tarbiyah yang cukup atau belum melewati masa pembentukan pada periode tersebut. pembinaan dasar-dasar tarbiyah. Shahihul Ibadah (benar ibadahnya). 224 . 2. Hal ini juga berlandaskan kepada manhaj Islam. dan kuat imannya. pendukung. dan merupakan pelengkap dan berkaitan secara terus menerus dengan asas pembinaan umum. dan jenjang-jenjang tarbiyah berikutnya. dan tak akan memberikan buahnya. • Poros-poros simpul utama dalam Target-target Tarbiyah Kita dapat menyimpulkan poros-poros beberapa tujuan tarbiyah berikut: simpul utama ini dalam 1. yang mencakup segala aspek kehidupan manusia. atau menguatkan bangunan di dalam diri setiap individu. kemandegan atau kemandulan. yang dimulai dari jenjang simpatisan. Salimul Akidah (bersih akidahnya) 3. dan merupakan tingkatan tertinggi dalam jihad dan pengorbanan. adalah mempersiapkan seorang muslim untuk menjalankan tugas yang penting.

10. Interaktif dengan alam di sekitarnya. Mujahidun Linasihi (kuat kesungguhan jiwanya). 13. Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya) dan peka perasaannya. Inovatif dalam mengembangkan kemampuan dan potensinya. keyakinan 225 . 3. permusuhan terhadap syetan. Nafi’un Li Ghairihi (Bermanfaat bagi selainnya). Harishun Ala waqtihi (Cermat mengatur waktunya). serta tujuan-tujuan dasar yang terkandung di dalamnya: Poros-Poros utama Dalam Pembinaan tarbawi terhadap individu 1.4. Qadirun Alal Kasbi (mampu berekonomi). 6. dan komitmen terhadap jamaahnya. Berhubungan dengan umatnya. 11. dan hendaknya indikasinya dapat terlihat dalam kehidupan dan kepribadiaannya. 9. 5. dan mampu memainkan perannya secara optimal di tengah masyarakat. Hendaknya Allah menjadi tujuannya semata. Memahami dan mengetahui tujuan penciptaannya. dan Munazhamun fi Syu’unihi (terorganisir seluruh urusannya). tabiat kehidupan dunia. Hendaknya akidah adalah pendorong dan penggerak dalam kehidupan dan prilakunya. Mampu memainkan peran dalam mendirikan rumah tangga muslim. Bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan dakwahnya. dan berusaha untuk kemaslahatan kemanusiaan dan kedamaian manusia. 7. Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). Kita dapat memaparkan beberapa perincian poros dan tujuantujuan umum dalam proses pembentukan ini. dan senantiasa berupaya untuk mengembalikan kepemimpinan khilafah Islam. Salimul Akidah (bersih akidahnya): 1. 4. 8. 12. Dari aspek pemahaman yang benar dan akidah salaf 2. dan memiliki tubuh yang sehat.

Terhadap pemimpin dan jamaahnya 7. 2. memahami. 3. Terhadap dakwah dan tujuan-tujuannya d. 2. menghapal dan mengamalkannya. iman terhadap hari kiamat. Mengutamakan sunnah yang benar. Memiliki hubungan erat dengan Al Quran. kitab-kitabNya. serta tabiat hubungan dengan mereka. 5. timbangan keutamaan antara anak-anak manusia. Rasul-rasul-Nya. Mampu mewujudkan dasar bangunan Islam dan rukun-rukun iman (Iman kepada Allah. dan kuat imannya: 1. Terhadap AlQuran dan kemuliaannya c. Mewujudkan makna ibadah secara total di dalam kehidupan dan dakwahnya. pluralitas bangsa dan suku. saling melengkapi antara lelaki dan wanita serta karakter masingmasing. Terhadap kemenangan dan pertolongan-Nya e. Berupaya menjalankan tingkatan-tingkatan keimanan dan sifat orang-orang yang beriman sebagaimana yang tertera di dalam AL Quran dan sunnah. 226 . baik ketentuan baik maupun ketentuan buruk. malaikat-malaikat-Nya. 6. 4. Melaksanakan kewajiban dan mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan sunnah dan ketaatan. serta mengambil fiqh dan ilmu yang sesuai.terhadap hari kebangkitan dan hari pembalasan. Terhadap kebenaran manhaj dan jalannya f. Shahihul Ibadah (benar ibadahnya). Mencintai shalat dan mengerjakannya secara optimal dan senantiasa menjaganya. 8. Terhadap Islam dan risalahnya b. Terikat hatinya dengan mesjid 9. serta iman terhadap ketentuan-Nya. baik membacanya. Memiliki kekuatan iman dalam seluruh aspek-aspek berikut: a.

Seperti. 7. Seperti. sabar. cinta di jalan Allah. 6. baik prilakunya terhadap kedua yang orangtua. Mengetahui hak-hak orang lain dan memberikannya. baik hubungannya terhadap orang lain. Memiliki semangat yang tinggi. dan memiliki tubuh yang sehat: 227 . Memperhatikan adab-adab Islami dalam setiap waktu dan kesempatan. Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya) dan peka perasaannya: 1. dan mampu mempengaruhi orang-orang di sekitarnya. 5. Melengkapi diri dengan akhlak-akhlak keimanan dalam harakah dan dakwah. baik dalam perkataan. 4. Menjadi teladan bagi orang lain. ukhuwah. lapang dada. Memperbaiki kepekaan hati yang telah mati. muda. sombong dan riya. peka mata hatinya. 2. halus perasaannya. teguh. dan serta menghilangkan menghilangkan sikap ujub. 4. Komitmen terhadap manhaj Islam. 8. Menghiasi diri dengan seluruh akhlak prilaku yang yang mulia. memaafkan. menyayangi. yang mampu membedakan antara yang baik dan yang buruk. dermawan. mulia nuraninya. Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). dll. muamalat dan prilakunya. memperbaharui perasaan dan membangun kekuatan diri yang besar serta kemauan yang kuat. menghormati dan berbuat yang baik tua. nasehat-menasehati. buruk. budaya musyawarah. pada menyayangi tetangganya.3. 3. itsar (mengutamakan kepentingan saling orang lain dari saling kepentingannya sendiri).

mengenak kadar kekuatannya dan mengarahkannya ke arah yang benar dan bermanfaat. 2. 5. Diantaranya nafsu untuk mempertahankan diri. 2. dan Munazhamun fi Syu’unihi (terorganisir seluruh urusannya). Dimulai dari kerapian pakaian. Mampu menentukan pekerjaan yang cocok pada waktu yang sesuai. Mengekang syahwat dan nafsu diri agar sesuai dengan manhaj Islam. menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang berpengaruh negatif terhadap kesehatannya. penampilan. 3. Melakukan 4. 5. 3. dan mampu melakukan apa yang ia butuhkan. dan pindah dari alam khayalan dan perkataan menuju alam realita dan 228 . dan mampu mewujudkan keseimbangan dalam perhatian dan tuntutan pelaksanaan. serta mengawasi dirinya dalam hal itu. serta menggunakan sarana untuk pencegahan dan pengobatan. akal dan keturunan. dan tidak menyia-nyiakannya pada hal-hal yang tidak bermanfaat. Mampu mengikuti langkah-langkah strategis. 4. Teratur dan bersih dalam setiap urusannya. Harishun Ala waqtihi (Cermat mengatur waktunya). sehat. rapi dalam setiap kondisi. Melengkapi olahraga yang bermanfaat. keseharian dan pekerjaannya. Memiliki fisik yang kuat. 5. menetapkan skala prioritas. kekuatan dan fisik berupaya sesuai mendapatkan beberapa keahlian yang diperlukan. Menjaga kesehatan dan keburagannya. 1. menggunakan manhaj pertengahan dan menghindari sikap berlebih-lebihan. Mampu mengatur seluruh urusannya. Memanfaatkan waktunya. sarana-sarana dan kemampuannya.1.

5. dan berupaya untuk melakukannya. Mencari ilmu dan keahlian yang dibutuhkan untuk bidang tersebut. 3. Mengenal nilai harta dan pekerjaan sesuai dengan pandangan Islam. dengan memiliki keahlian dan pengembangan dirinya dalam hal itu. dan untuk manusia dan cara kemanusiaan. 6. 4. Senatiasa 2. bertawakkal kepada Allah dalam segala 6. Selalu berupaya untuk mendapatkan penghasilan yang halal. baik dalam konsentrasi maupun sewaktu melaksanakan. Amanah dan jujur dalam pekerjaan. bakhil dan tamak. serta menghindarkan diri dari sifat ujub. 6. dan mampu memainkan perannya secara optimal di tengah masyarakat: 1.amal nyata. menggunakan perbaikan bukan mencela atau menghancurkan. serta senantiasa mengeluarkan zakat fitrah dan zakat mal. 2. 229 . Nafi’un Li Ghairihi (Bermanfaat bagi selainnya). serta selalu menjaga adab-adab nasehat terhadap individu dan para mas’ul dakwah. 7. merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Senantiasa berharap berlaku kebaikan positif. sesuai dengan batasa-batasan syariat dalam mendapatkan rezeki. Melakukan ibadah kepada Allah dengan pekerjaannya dan senaniasa bertawakal kepada-Nya. Menyisihkan pendapatannya untuk orang-orang fakir dan miskin. Senantiasa aktivitasnya. Qadirun Alal Kasbi (mampu berekonomi): 1. 7. Mampu mandiri secara ekonomi yang cukup dan sesuai dengan kondisinya.

serta memberikan hidayah dan petunjuk kepada orang lain. serta berupaya untuk memberikan saham kebaikan dan pelayanan umum. 10. 4. Memiliki keahlian dan kemahiran komunikasi. Berprilaku dengan adan-adab dakwah dan seorang da’I. Bermanfaat bagi selainnya. Yaitu mewujudkan dan realita prilaku yang positif. menjaga kemandirian dan persatuannya. Mengikuti dan menunaikan tugas-tugas yang diberikan jamaah dalam aktivitas-aktivitas dakwah. dengan melakukan kerjasama dalam kebaikan dan kebajikan dengan orang lain. Berusaha menyebarkan dakwah dan akhlak-akhlak mulia di tengah masyarakat. serta berusaha bekerja untuk melakukan perbaikan dan pengembangan masyarakatnya dalam pekerjaan dan profesinya. serta memahami seni berbeda dalam pandangan. keilmuan dan ekonominya. dihadapi mempengaruhi dan melakukan perbaikan di dalamnya. Berupaya untuk membangun negerinya. serta nasehat terhadap para mas’ul dan orang-orang selain mereka. 7. mampu berkomunikasi dengan orang lain dan memberikan pengaruh pada mereka. 11. 9. 8. 230 . berdialog serta berinteraksi dengan orang lain dan dengan masyarakat umum. 5. mendukung perkembangan politik. Mengenal problematika masyarakatnya. Menguasai batasan-batasan dalam menjalankan amar ma’ruf nahi munkar. serta fenomena kerusakan pemikiran dan perbuatan dengan sarana yang paling baik dan mudah. serta melepaskannya dari segala bentuk tekanan dan intimidasi Negara asing.3. 6. Berupaya untuk memperbaiki prilaku-prilaku buruk dan kebiasaan yang tidak baik. baik individu maupun lembaga. serta mengetahui secara cermat undang-undang dan prosedur yang berlaku.

kekuatan). serta berupaya untuk mewujudkan ketakwaan kepada Allah dan rasa takut pada-Nya. Inovatif dalam mengembangkan kemampuan dan potensinya. 4. Berusaha menguasai keahlian di bidang tekhnologi mutakhir. 3. Senantiasa berupaya melakukan zikir kepada Allah dalam berbagai bentuk. Mujahidun Linasihi (kuat kesungguhan jiwanya). serta mampu menetapkan hukum yang benar terhadapnya dan mampu berintekasi dengannya. Benar pemahaman agama dan dakwahnya. 9. 1. menahannya dari perkara-perkara yang haram. Shahihul fahm (benar pemahamannya) dan Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya). luas cakrawala pengetahuannya. 2. 6. istighfar. mengembangkan keahliannya. Senantiasa merasakan pengawasan dari Allah. dan tokoh-tokoh sebab-sebab utamanya. 5. Memiliki kemampuan melakukan interaksi sosial dengan masyarakat dan institusi-institusinya. dan taubat kepada-Nya. Berupaya untuk menggali potensi yang dimilikinya. Mampu menguasai bisikan-bisikan nafsu. Mengetahui sejarah umat-umatnya yang terdahulu (seperti beberapa peristiwa bersejarah. dan menjauhkannya dari halhal yang syubhat. Selalu melakukan perbaikan akhlak untuk mewujudkan tarbiyah diri dan kemauan yang keras. Berwawasan pemikirannya. 8. mengenal disiplin-disiplin ilmu dan aliran-aliran pemikiran dunia. 2. Senantiasa melakukan evaluasi diri. terhadap tugas dan perannya dalam kehidupan. 3. 231 . dan meningkatkan 7. sebab-sebab kelemahan. kemampuan.12. 1. untuk menekan pengarus bisikan-bisikan hati yang buruk.

serta mengetahui problematika kontemporer. 5. Mengikuti segala bentuk perkembangan kontemporer untuk mengambil manfaatnya. 10. Menjalankan perannya dalam mendirikan rumah tangga muslim: 1. Merasa bangga dengan bahasa Arab. pengalaman yang cocok untuk kehidupan dan profesinya. dan persiapannya untuk menunaikannya. Mengenal dan menguasai hak dan kewajibannya. perannya dalam mendirikan rumah tangga muslim. untuk menjadi petunjuk dalam gerakan dan fikrahnya. Mengenal musuh dan bahaya-bahaya yang mengancam umat Islam. serta sarana apa saja yang dibutuhkan untuk menciptakan kemajuan dan kesuksesan. dan berupaya untuk meningkatkan diri sesuai dengan kemampuannya. Mengenal dan menguasai sejarah dakwah dan jamaahnya (tujuan-tujuannya. dan hal itu merupakan sebagian dari sejarah umatnya. kewajiban-kewajibannya.Maksud umat-umatnya yang terdahulu adalah: negerinya. Berusaha keras untuk mendapatkan ilmu-ilmu syar’I dan mengenal hukum-hukum sesuai dengan kemampuan yang sesuai dengannya. Mempelajari sirah Rasulullah Saw. bangsa Arab dan umat Islam. 232 . ciri-ciri dan realitanya). 7. 6. senantiasa menjaga. Senantiasa belajar untuk mendapatkan ilmu dan wawasan yang bermanfaat. 9. serta meningkatkan pengetahuan dalam hal itu sesuai kemampuannya. 10. 8. 4. dan sirah para orangorang terdahulu yang baik. serta apa yang dibutuhkan untuk dakwahnya. serta mempelajari kaidah-kaidahnya. Mempelajari sumber-sumber dan risalah yang ditulis tentang hal itu. dan mengambil keteladanan mereka sebagai nilai dan model yang menerangi.

dan senantiasa berupaya untuk mengembalikan kepemimpinan khilafah Islam: 1.2. Menyiapkan rumahnya untuk tuntutan-tuntutan jihad dan tabiat marhalah dakwah. 7. selalu menyambung hubungan silaturahim dengan sauadara-saudaranya. keluarga. Menjaga dan memeliharanya dari pengaruh-pengaruh buruk dan negative. Mewujudkan penampilan Islam dalam rumah tangga. setia terhadap tuntutan-tuntutan agama dan umatnya serta kebutuhan-kebutuhan mereka secara Pribadi. 233 . 4. Berusaha untuk menyebarkan Islam di seluruh penjuru dunia. Memberikan perhatian terhadap proses penyiapan generasi muslim. terpengeruh dan mengikutinya. 5. serta merasakan ikatan dan tanggungjawab terhadap setiap jengkal tanah yang di atasnya panji tauhid di tinggikan. 8. Senantiasa berhubungan dengan umatnya. 3. Mengetahui problematika umat dan permasahan- permasalahan terkini dunia Islam. di tengah karib kerabat dan tetangganya. dan mewujudkan makna takaful (saling memikul beban) dan rasa kasih terhadap mereka. serta menghormati fikrah-fikrah Islam dan komitmen terhadapnya. Berupaya untuk menciptakan model rumah tangga muslim. anak-anak terhadap nilai-nilai Islam. yang membuat mereka menghormati fikrah-fikrah Islamnya. Mengoptimalkan proses pertumbuhan dan tarbiyah terhadap keluarga. 11. meningkatkan dan menumbuhkan potensi dan kemampuan mereka. 6. dan hendaknya ia memiliki peran nyata di masyarakat. 2. tetangga. Menjadi teladan yang berpengaruh terhadap tetangga dan karib kerabatnya. baik dalam kebiasaan dan kehidupan sehari-hari.

4. meyakini kepemimpinan dunia dan hal itu akan terwujud sesuai dengan janji Allah dan keutamaan-Nya. dan keselamatan semesta sesuai dengan pemahaman Islam. mengetahui hubungan yang baik dengan alam. Mengenal peradaban Islam dan merasa bangga kepadanya dan kepada kontribusi yang telah manusia terhadapnya. kemajuan dan 12. 8. Menyokong persatuan Arab dan Islam. Meyakini khilafah dan berupaya untuk mengembalikannya. Interaktif dengan alam di sekitarnya. Mentadabburi tanda-tanda kebesaran Allah di alam. yang mencakup hal-hal sebagai berikut: 1. untuk dan kemaslahatan berusaha manusia sesuai hikmah kebutuhan. 2. serta mengenal misi umat Islam dan kebutuhan 7. dan berusaha untuk kemaslahatan kemanusiaan dan kedamaian manusia. 234 . terutama permasalahan Palestina.3. Mengenal makhluk-makhluk ciptaan Allah di alam dan memanfaatkannya dengan penciptaannya. Menjaga produksi dalam negeri dan Negara-negara muslim dan menyokong produktivitasnya. Merasakan keterikatan jiwa dan raga. hubungan dan bantuan terhadap problematika yang dihadapinya. 6. serta merasakan fenomena keagungan-Nya. serta tanggungjawab keimanan terhadap dunia Islam dan setiap jengkal tanah yang dihuni oleh seorang muslim. Mewujudkan hubungan kerjasama. 5. diberikannya untuk manusia. Menjaga kebersihan lingkungan. mengenal 3. eksistensi umat Islam. dan sesungguhnya Allah telah menundukkannya untuk umat manusia sesuai dengan ketentuan yang terbatas. serta berusaha untuk mengembalikan keagungannya.

dan Tajarrud (kemurnian). 6. dakwahnya. Taat Amal (kepatuhan). kendala-kendala yang dihadapi serta terhadap peraturan dan ketentuan jamaahnya. Membantu penegakan nilai-nilai kebenaran. keadilan dan perbaikan. Dalam aspek harakah. 13. usrahnya murni (dalam ta’aruf. keadilan dan menolak kezaliman. 7. Disiplin dalam rukun-rukun gerakannya. Dalam (pemahaman). persiapan jihad. komitmen terhadapnya. 8. dan komitmen terhadap jamaahnya. tafahum dan takaful). produktif 235 . senantiasa berpedoman pada para qiyadahnya. Amal (aktivitas). Fahm dan barisan dakwah. Dalam aspek aspek pengorganisasi keyakinan. serta ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia.4. dan setiap orang bekerja di bidangnya masing-masing. Jihad. Meningkatkan Profesionalitas keahlian untuk melakukan hubungan tersebut. Bekerjasama dengan orang lain dalam setiap kebaikan. beraktivitas untuknya. 2. dalam dalam dakwahnya. Saling berhubungan dengan manusia dan bangsa-bangsa di dunia. 5. 1. Disiplin dalam shaf dan jamaahnya. mengenal problematika yang dihadapinya dan peristiwa-peristiwa besar yang mempengaruhinya. tujuan sarananya. baik berupa dan ilmu. Melaksanakan 4. Ikhlas. 3. Ikut serta untuk memberikan kontribusi dalam memakmurkan bumi dan memperbaikinya. Menyempurnakan pemahaman. saranmengenal realitasnya. Tadhiyah (pengorbanan). dan menunaikan rukun-rukun baiatnya. (aktivitas). Kemudian Tsabat (keteguhan) dalam setiap rukun-rukun tersebut. Ukhuwah dan Tsiqah (kepercayaan). Bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan dakwahnya.

6. fikrah. politik. dan sarana-sarana 236 . Memiliki dan mengoptimalkan kemahiran-kemahiran yang cocok untuknya dalam menyampaikan dan menyebarkan dakwah. mulai dari syaikh murabbi. 7. gerakan. kemajuan dan pencapaian target-targetnya. dunia internasional. kekuatan dan ikatannya. dan pendidikan keamanan (intelegensia). serta perangkat yang ia butuhkan berupa ilmu dan persiapan. dialog. dakwah. 9. dll. semangat keprajuritan. akhlak. profesionalitas. serta memusatkan proses pembinaan dengan mengarahkannya pada realitas amal. teladan amal. Dari pemaparan di atas.melaksanakan ketaatan. Termasuk dalam realitasnya. undang-undang. strategi dan target-target mereka. Diantara ilmu rijal (mengenal identitas seseorang). berkorban untuk dakwah karena mengharapkan keridhaan Allah. Memahami timbangan perseteruan antara hak dan batil. Ia tidak hanya terbatas pada program pendidikan secara normatif semata. maka jelaslah manhaj Ikhwan yang komprehensif. ikhlas dalam dakwah. ekonomi. Menguasai kemahiran tertentu untuk memudahkan tugas dan peran-peran yang diberikan jamaah. yang mencakup seluruh aspek pembinaan. 5. yang dengannya seorang individu bergerak dan memberikan pengaruh pada masyarakat. Mengenal musuh-musuh dakwah dan karakteristik mereka. pengorganisasian. sosial. keamanan. olahraga. dan penahapan dalam tingkatan yang berbeda-beda. 8. evaluasi dengan pengarahan dan perbaikan. mulai dari pembinaan iman. Menjaga keselamatan jamaahnya. interaksi. serta sunnah perubahan dan kejayaan. serta komitmen terhadap syura sebagaimana makhluk yang hidup dengannya. namun ia menghimpun seluruh sarana pembentukan dan tarbiyah.

kejelasan dan keterus-terangan.yang lain dalam lingkup dan komitmen terhadap batasan-batasan Islam. Secara yang umum sama. menunaikan urusan dengan penuh kesungguhan dan perhatian. metode perbaikan. kendala-kendala yang dihadapinya. Hendaknya ia memiliki motivasi dan dorongan. dan berupaya untuk terus meningkatkan kualitas tarbiyahnya. Termasuk menggunakan metode amal dalam pembangunan umat dan tarbiyah. hasilhasilnya. juga dituntut keterbukaan. trik dan cara mengobatinya. sehingga masing-masing individu menguasai targettarget yang harus diwujudkan dan dilaksanakan. pengarahan. Pertama. Ia juga dituntut untuk menciptakan iklim yang sehat dan komitmen terhadap adab-adab Islam dalam menyampaikan nasehat.akan melahirkan generasi kuat dan kokoh. sisi-sisi kerusakan yang terlihat. kami atau menyampaikannya dengan ungkapan kalimat meringkas maknanya sebagaimana yang beliau maksudkan. Dalam manhaj ini. yang akan mengemban risalah dakwah dan menjaganya. perbaikan. Pengarahan dan Wasiat Kami menyampaikan di sini pengarahan Imam Syahid Hasan Al Banna –baik dalam risalah maupun dalam perkataan-perkataannyatentang nilai-nilai dan sifat-sifat yang harus dimiliki Ikhwan (termasuk diantaranya kewajiban aktivis dakwah). serta dalam lingkup persaudaraan dan cinta di jalan Allah. Dalam aspek akidah dan ibadah: 237 . baik pada jenjang tarbiyah yang akan dilaluinya dan jenjang tarbiyah yang sedang dijalaninya. dan dalam kehidupannya sebagai teladan dan bisa memberikan pengaruh dan pembentukan –yang dengan izin Allah. pengobatan dan menutup aib. dan hendaklah jelas baginya kemampuan untuk menegaskan atau melemahkan serta konsekuensi keduanya.

dan haji. Mempelajari risalah dalam prinsip-prinsip akidah.1. Menyampaikan tentang urgensi kekuatan akidah dan cakupannya terhadap semua aspek. mengamalkan sunnahnya yang suci. 11. dan pengamalan serta kembali bersama Islam menuju tujuannya yang murni. Maka janganlah takut pada sesuatu yang lain dan jangan gentar selain kepada-Nya. puasa. Membangun keimanan kepada Allah. 7. 8. yaitu dengan menghapalnya. 5. serta mengikuti manhaj salaf dalam pemahaman. 9. Tergantung dengan Al Quran dan berkaitan dengannya. dan berdoa kepada Allah sementara orang lain tidur. rukun-rukunnya. baik petunjuk maupun hadits-haditsnya. menunaikan rukun-rukunya serta mengutamakan sunah yang suci. Allah. menghapal dan mengamalkannya. mengesakan dan serta bangga dengan dan ini keagungan Islam dan keindahan Al Quran. Terwujudnya ketergantungan kepada Allah dan menyandarkan diri kepada-Nya. mendengarkan. melalui shalat. merupakan keyakinan Islam yang paling tinggi. serta merasa bangga dengan keimanannya (terwujudnya rabbaniyah. membacanya dengan baik. 10. 238 . zakat. Melaksanakan 12. Menghidupkan sunnah Rasulullah Saw. 6. 2. 4. mempelajari sirah dan memahaminya. Mengenal menyucikannya. melalui tadabbur terhadap makna-maknanya. Terwujudnya hubungan hati dan jiwa yang terus menerus terhadap Allah (indikasi-indikasi yang diinginkan adalah. memperbanyak zikir. yaitu untuk mewujudkan sifat shahihul Ibadah (benar ibadahnya). Lahirnya keimanan terhadap keagungan risalah agama Islam. dan merasa bangga karena memeluknya. agar menjadi petunjuk jalan. 3. Mempelajari risalah tentang ikhlas kewajiban-kewajiban dalam Islam dan tidak melalaikannya. berprinsip ketuhanan). Menyampaikan tentang rukun-rukun iman dan mengingatkan akhirat.

tujuan dan sarana-sarananya. serta selalu menyisihkan bagian dari hartanya untuk fakir miskin. gelar. Menanamkan keimanan dan keyakinan pada pertolongan dan kemenangan dari Allah terhadap dakwah (yakin dan tsiqoh terhadap pertolongan Allah). Pencegahan dari penyimpangan keikhlasan yang berupa: ujub. Selalu merasa pengawasan oleh Allah dan senantiasa mengingat akhirat. tidak melihat pada harta. keimanan terhadap dakwah. shalat malam.13. Kedua. memperbanyak bekalnya berupa. tadabbur dan menghayati ayat-ayat Allah dan sunah-sunah-Nya. Berdoa kepada Allah di saat manusia tidur 15. riya. berdoa kepada Allah sementara manusia sedang tidur. membaca doa-doa ma’tsur dan azkar pagi dan sore. 4. 2. Menekatkan diri kepada Allah dengan ibadah-ibadah sunnah dan senantiasa melakukan ketaatan. berapapun penghasilannya. Indikasi pencapaian keikhlasan adalah: selalu berharap ridha Allah dalam setiap perkataan dan perbuatannya. dalam aspek nurani. adalah dengan menjadi seorang prajurit 5. kemajuan atau kemunduran. dan kepekaan iman: 1. berdoa di waktu sahur. 239 . berpuasa. prinsip-prinsip. Mewujudkan keimanan terhadap fikrah Islam dan rasa bangga terhadap dakwah serta keagungan tugasnya. zikir hati dan lisan (senantiasa memperbanyak zikir). Senantiasa memperbaharui tobat dan istighfar 16. memburu popularitas. penampilan. dan sombong. 3. Mewujudkan keimanan terhadap manhaj dan kebenarannya serta menanamkan tsiqoh di dalam diri. 14. memberik sedekah. Menumbuhkan keikhlasan yang paripurna di jalan Allah dan ketenangan terhadap tujuan yang hendak dicapai. Menanamkan keyakinan terhadap balasan dan ganjaran pahala di sisi Allah.

menguatkan diri. serta menyerah pada kondisi dan realita. 10. dan membangun kekuatan diri yang besar). Melahirkan perasaan cemburu yang selalu membara (keimanan yang membara yang membangkitkan kekuatan dalam jiwa). Memiliki semangat yang tinggi dan berupaya menyembuhkan rasa pesimis. bergelora dan penuh vitalitas. (senantiasa melakukan pembersihan jiwa. 14. Memiliki perasaan yang peka dan sensitif. 7. “Kekanglah gejolak perasaan dengan pandangan dan pemikiran yang jernih. Mengetahui kemuliaan dakwah. Memperbaiki kepekaan hati yang mati. keluasan cakupannya. Totalitas keyakinan terhadap kesuksesan sarana dakwah. dan memenuhinya dengan nilai-nilai keimanan dan akidah. c. rela berkorban. Totalitas keyakinan terhadap kemuliaan tujuan dakwah. gelora semangat. serta meluruska jiwa secara total. dan kerja keras di jalan dakwah dan tujuan-tujuannya. 8. serta besarnya harga yang harus dibayar untuk menyokongnya dan ganjaran pahala untuk orang-orang yang berjuang karena Allah semata. dengan tetap mengendalikan bara semangat ini. Memahami dakwah secara benar dan merasa bangga dengannya: a. Mewujudkan kebangkitan yang hakiki dalam jiwa dan nurani. Selalu menguatkan dan memperbaharui jiwa. 12. b. 13. keagungan jihad di jalannya. 11. dan terangilah kecemerlangan akal pikiran dengan gelora perasaan yang mengharu biru penuh semangat. 6. Keyakinan yang tinggi bahwa jalan ini adalah jalan yang paling selamat (sebagaimana yang telah digariskan oleh 240 . Senantiasa menyertakan ruh jihad. putus asa dalam jiwa. agar dapat melahirkan jiwa yang hidup.–fikrah dan akidahnya- dengan mengembalikan seluruh keutamaan kepada Allah semata. yang bisa membedakan antara kebaikan dan keburukan.” 9.

dan membutuhkan: kesabaran. serta rasa tanggungjawab terhadap setiap jengkal tanah yang dihuni oleh seorang muslim. kesungguhan. 4. optimis terhadap memanfaatkan makhluk-makhluk ciptaan Allah di alam membenturkannya.Imam Syahid dan ditetapkan strateginya). Mewujudkan sifat lapang dada. dan kejernihan hati (untuk mewujudkan hakikat shufiyah). benci dan semua perasaan yang dapat merusaknya. pertolongan Allah dan senantiasa menantikan saat-saat kemenangan. Keyakinan bahwa jalan ini sangat panjang. e. dan tidak ada jalan yang lain. 7. Ketiga. Cinta di jalan Allah dan ikatan dalam kebaikan. Meyakini persaudaraan dan kemuliaan ikatan ukhuwah 2. Kebersihan hati dari rasa dengki. penuh tahapan. Timbangan yang benar terhadap diri sendiri (ukurlah diri kalian). kesinambungan semesta tanpa aktivitas. Diantara indikasinya adalah: 241 . 15. Tekad dan perasaan yang kuat terjadap ukhuwah Islamiyah. dalam aspek cinta dan ukhuwah: 1. serta timbangan yang benar terhadap qiyadah. d. dan ikut merasakan sakit dan tersentuh terhadap semua peristiwa yang menimpa mereka. serta pertautan hati dan jiwa. kebersihan jiwa. tidak tergesa-gesa. 8. 3. tsiqoh terhadap pertolongan Allah. ketegaran. 6. Memelihara persatuan dan ikatan (ukhuwah di jalan Allah). 5. Mencintai kebaikan terhadap umat dan keinginan untuk memberikan hidayah kepada mereka. terhadap ukhuwah dan barisan dakwah. Hidup bersama dakwah dan memperjuangkannya. Kepekaan terhadap persaudaraan kemanusiaan secara umum dan memahaminya secara benar.

ta’ashshub. Menguasai dalam fiqh nasehat dan dan dari adab-adabnya. tidak berubah hatinya. (mendahulukan ia tidak kepentingan merusak saudaranya dari kepentingannya sendiri). arah manapun. Hendaknya kesucian hubungan persaudaraan dengan obsesi tertentu. segeralah memberikan pertolongan selama ada jalan untuk itu. Persaudaraan dan saling mencintai karena Allah. b. usrah dan katibah-nya. menerima nasehat segala bentuk menasehati. f. Terwujudnya sifat lapang dada. Menanyakan saudara-saudara yang ghaib (tidak hadir). 10. Jika didapatkan padanya kesulitan. d. h. dan kecurigaan yang mematikan. 9. e. tafahum dan takaful. berjanji untuk saling membantu dalam kebaikan. 242 . bantuan dan sifat itsar. tidak meninggalkan mereka kecuali karena udzur tertentu. Melepaskan diri dari hubungan karena figuritas tertentu. Senantiasa berada dalam jamaah. 11. sehingga mencapai derajat itsar c. Tidak menyelesihi urusan saudara-saudaranya Tidak dipisahkan oleh permasalahan-permasalahan sepele. atau fanatisme kepartaian di dalam barisan dakwah. satu persatu dan dengan pengenalan yang mendalam (menunaikan hak saudara-saudaranya berupa cinta dan penghormatan. mengobati Bagi yang ketergelinciran lidah. pengahayatan makna dan urgensinya. saling memikul beban saudaranya. g. Mewujudkan indikasi-indikasi persatuan di dalam ta’aruf.a. hendaknya menyampaikan nasehat sebagaimana seharusnya. Mengenal saudara-saudaranya. tidak mendahului dan tidak berada di belakangnya.

mendengarkan dan berdialog e. tidak bermaksiat secara terang-terangan. gelora dan terangilah yang selalu kecemerlangan akal perasaan dan mengharu biru penuh semangat). kehilangan obsesi. Meninggalkan meninggalkan kemaksiatan dosa. luka masa lalu. 6. 2. kehilangan orientasi hidup. 243 . menjauhkan diri dari syubhat hingga ia tidak terjebah dalam perkara-perkara haram. Mengontrol dorongan-dorongan syahwat mengarahkannya kepada hal-hal yang halal. Menahan diri dari syahwat. menjauhi dosa-dosa besar. Menguatkan kesungguhan jiwanya dan mengarahkannya sesuai dengan ajaran-ajaran Islam. 5. menjauhkan diri dari dosa-dosa kecil. Menjaga amanah majelis Keempat. Adab bercanda f. melepaskan diri dari kemaksiatan dan pelanggaran. Dalam aspek Menahan Diri: 1. hasrat dan kebiasaannya 3. 4. bertobat dan menyesal jika melakukan maksiat. dan ia belum membersihkannya. Membentengi diri dari hal-hal yang haram 7. menghindari larangan-larangan Allah. Membiasakan diri untuk melakukan muhasabah dan evaluasi diri dengan sangat cermat (diantaranya melakukan muhasabah sebelum tidur). serta mampu bersikap terhadap: tujuan hidup yang sakit. hadir secara rutin di majelis b. Hendaknya ia selalu menjaga adab-adab majelis terhadap saudarasaudaranya: a.12. d. Menjaga adab berbicara. membersihkan kemaksiatan. (selalu bertobat diri dari dan istighfar. Menahan gejolak perasaan (Kekanglah gejolak perasaan dengan pandangan dan pemikiran pikiran yang dengan jernih. Selalu menjaga indikasi kesungguhan tanpa kebimbangan. Tidak menimbulkan keributan dan kegaduhan c.

Loyal. Kejujuran. memiliki rasa malu. merundukkan kepala dan lunak. tidak memungkiri dan menyelisihinya. Menghiasi diri dengan akhlak-akhlak berikut: a. peka perasaannya terhadap kebaikan dan keburukan. hingga kita menjadi kuat dengan akhlak dan menjadi teladan dalam hal itu. dan ia belum membersihkannya secara sempurna. dan tidak terang-terangan berbuat keburukan. menyimpan rahasia. d. dan kebersihan hati dari kedengkian dan kebencian). sensitive perasaannya. Adil dan seimbang. dan perkataan. tujuan hidup yang cacat. tempat kerja. mengakui kesalahan dan kelemahan diri. mengutamakan sunah yang suci dalam segala hal dan penerapan fiqh yang benar.Kelima. (rendah hati). Bersih dan suci dalam segala hal (tempat tinggal. Tenang. tanpa merendahkan diri. ketenangan mempengaruhi kesungguhan Rasa malu. kuat daya tahannya. kehilangan orientasi hidup. Dalam Aspek Akhlak dan kepribadian yang baik: 1. Tawadhu penakut. sederhana dan tidak h. f. lisan. g. pakaian. Berani. e. 3. Peningkatan akhlak: selalu menghiasi diri dengan akhlak-akhlak yang mulia. hendaknya ia menetapi janji. tidak 244 . kehilangan obsesi. jujur perkataannya. 2. Sebaik-baiknya keberanian adalah: berterus-terang dalam kebenaran. mampu menahan diri ketika marah. berpegang teguh dengan kesempurnaan. dan mematikan adat-adat asing dalam setiap aspek kehidupan. badan. 4. Perbaikan menyeluruh terhadap diri dan mengobati prilaku-prilaku buruk dan ketamakan (melepaskan diri dari hati yang sakit. adil dalam menetapkan hukum secara benar. tidak melupakan kebaikan karena kemurkaan. luka masa lalu. Berupaya semampunya untuk menghidupkan adat-adat Islami. makanan. b. c.

Melakukan tarbiyah diri. dan orang yang paling dekatnya meskipun hal itu pahit. dan hendaknya menjadi aktivis yang produktif. 245 . tidak cepat marah. j. e. 5. k. lembut hatinya dan belas kasih terhadap terhadap sesama manusia. dan nasehat kebaikan (latihan memberikan tanggapan terhadap perkaraperkara syubhat yang dilemparkan.dikuasai permusuhan sehingga melupakan kebaikan. objektif dalam menimbang kebaikan dan keburukan serta mengambil sisi kebaikan dari segala sesuatu. i. Menunaikan kewajiban dalam persaudara kemanusiaan secara umum. Baik interaksinya. Penyayang. Menunaikan kewajiban dalam persaudara Islam secara umum. Menjadi iffah (kehormatan diri). selama tidak bertentangan dengan dakwah. dan pencapaian takwa dalam setiap amal. budi pekertinya. Meninggalkan perdebatan dan pertentangan. dan ikut andil dalam perdamaian dunia. Mampu berinteraksi secara baik dengan orang lain: b. dan menyebarkan fikrah). c. dan menjaga lisannya terhadap orang lain. tidak berkata kotor. dan mampu berinteraksi dengan mereka. berkata benar kepada dirinya. d. lembut. memaafkan. Menambah kemampuan dialog dengan hikmah. f. Berlapang dada dengan orang-orang yang menyelesihinya. dan meletakkan kemuliaan dirinya di atas segala tujuan dan tujuan-tujuan yang hina. Mampu bekerjasama dengan orang lain dalam hal-hal yang disepakati pada tataran umum dan Islam. dermawan dan toleran. 6. a. dan melupakan keburukan dengan kebaikan.

g.

Bermanfaat terhadap orang lain, baik dalam memberikan nasehat, menebarkan kebaikan, dan memberikan layanan umum.

7.

Seimbang dan adil dalam urusan dunia; tidak berlebihan dalam beribadah, tidak berlebihan dalam kezuhudan, dan idak menzalimi dunianya hanya karena mengejar akhirat.

8.

Membentuk keinginan yang kuat yang tidak dihinggapi kelemahan; yaitu dengan melawan kemalasan, menghilangkan indikasi kelemahan dalam keinginan (seperti, kegentaran, kelemahan, kaku, menyerah, keragu-raguan, dll), melawan kebiasaan, adat dan syahwat.

9.

Munazhamun fi Syu’unihi (terorganisir seluruh urusannya); yakni konsentarsi, menetapkan skala prioritas dan kemampuan secara tertib, baik dalam melaksakannya, yaitu dengan mencermati segala urusan sesuai dengan kondisinya kemudian memilih jalan yang paling utama.

10. Harishun

Ala

waqtihi

(Cermat

mengatur

waktunya):

tidak

menggunakan waktunya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, menjauhkan diri dari debat kusir dan teori-teori filsafat, dan berupaya membentuk kepribadian aktivis yang produktif.

11. Menjauhkan diri dari penampilan-penampilan mewah dan kaya
raya. 12. Mewujudkan makna kelelakian (keberanian) sejati Keenam, Dalam aspek kesehatan fisik:

1.
2.

Melakukan General Check tahunan untuk kesehatan fisik dan mengobati penyakit. Menggunakan Menjauhkan sarana-sarana diri dari pencegahan dan perlindungan fisik. Seperti kesehatan fisik, dan tidak berlebihan.

3.

sebab-sebab

kelemahan

menjauhkan diri dari minum khamr dan minuman keras, tidak merokok dan yang sejenis, tidak berlebihan mengkonsumsi susu

246

dan teh, serta menjauhkan seluruh jenis makanan dan minuman yang dapat melemahkan fisik dan akal, seperti rokok, obat-obatan terlarang dll. 4. Menggunakan terus-menerus. sarana-sarana kekuatan, seperti melakukan olahraga yang bermanfaat dan menumbuhkan vitalitas fisik yang

5.

Menggunakan kekuatan fisik untuk melaksanakan peran dan tugas-tugas dakwah, seperti menunaikan kewajiban kemanusiaan dengan sebaik-baiknya, hendaknya menyiapkan sarana yang baik untuk mewujudkan keinginan yang baik, menggunakan kekuatan fisik untuk memenangkan kebaikan dan kebenaran, menunaikan tugas dan kewajiban yang dibutuhkan dakwah sesuai dengan jenjang tarbiyah yang dilaluinya.

Ketujuh, Dalam aspek usaha dan pekerjaan:

1.

Memiliki kemampuan untuk mendapatkan hasil usaha yang halal, memiliki kemahiran untuk profesi tertentu, yaitu dengan mewujudkan beberapa indikasi berikut:

a.

Mencari pekerjaan dan usaha dengan penuh izzah, serta dengan jelasnya pemahaman terhadap permasalahan rezeki dengan penuh keimanan.

b. c.

Menjalankan aktivitas ekonomi, dan melakukan pekerjaan yang bebas, dengan segenap kemampuan yang dimilikinya. Memahami bahwa pekerjaan sebagai pegawai negeri merupakan pintu rezeki yang paling sempit dan sulit, maka jangan membatasi diri hanya dengan pekerjaan tersebut, dan tidak menolak jika kesempatan itu diberikan kepadanya, serta tidak pula berhenti sebagai pegawai negeri, kecuali jika ia bertentangan dengan kewajibankewajiban dakwah.

d.

Selalu

berupaya yang

menunaikan ditekuninya

profesinya secara

dan

setiap dan

pekerjaan

profesional,

hendaknya ia menjadi teladan dalam pekerjaan tersebut,

247

yaitu dengan tidak berbuat curang, menetapi janji, dan loyal terhadap sumpah dan janji. e. Mendalami ilmu dan kemahirannya secara optimal, dan selalu meningkatkan potensi dan kemampuannya untuk kepentingan dakwah. f. Hendaknya yang menjadi titik tolak dan landasannya adalah dakwah, oleh karena itu jangan sampai ia melupakan dan menyia-nyiakannya. 2. Terwujudnya batas-batas interaksi materi

a.
b. c.

Menjauhkan diri dari perjudian dan sarana-sarana usaha yang haram, meskipun keuntungannya sangat besar. Menjauhkan diri sejauh-jauhnya dari praktek riba dan membersihkan diri secara total. Berupaya mencari usaha yang halal dan menjauhkan diri dari perkara-perkara syubhat (Menghindari syubhat, agar tidak terjerumus di dalamnya).

d.

Ekonomis dan hemat menggunakan harta untuk masa depan, serta menyisihkan (menabung) beberapa bagian dari penghasilan untuk keperluan-keperluan darurat, meskipun hanya sedikit.

e.

Tidak berlebihan dalam kebutuhan-kebutuhan skunder Hendaklah ia menjadi qudwah dalam interaksinya terhadap uang (harta): Dalam menetapinya Dalam memutuskan, memberikan dan menetapkan Cermat dalam mengelolanya Menunaikan pamrih. hak-hak manusia secara optimal tanpa

f.

g. h.

Tidak ambisius terhadap apa yang dimiliki orang lain. Seimbang dan adil dalam urusan-urusan dunia, serta zuhud terhadap harta kekayaan dunia yang fana, mengutamakan

248

kekekalan kehidupan akhirat, serta tidak menggantungkan dirinya kepada harta perhiasan dunia.

i.

Memberikan bantuan terhadap harta kekayaan dan asetaset Islam secara umum, yaitu dengan:

- Mendorong berdirinya perusahaan-perusahaan ekonomi
Islam.

- TIdak

menggunakan

sandang

dan

pangan

kecuali

produksi Negerinya dan Islam.

- Selalu berupaya untuk memberikan setiap qirsy256 yang
dimilikinya untuk penduduk negerinya yang muslim dan umat Islam secara umum sesuai kemampuannya. j. Menunaikan hak harta Menunaikan kewajiban zakat, untuk kepentingan dakwah, serta untuk kebutuhan-kebutuhannya yang dibenarkan dalam syariah. Menunaikan hak fakir dan miskin, berapapun penghasilan yang ia dapatkan. Berpartisipasi untuk aktivitas dakwah dengan memberikan bagian tertentu dari hartanya. Berjihad dengan harta

k.

Menjaga

adab-adab

Islami

dan

norma-norma

kemasyarakatan; menyayangi yang muda, menghormati yang tua, berlapang-lapang dalam majelis, tidak tajassus dan ghibah, tidak menimbulkan kegaduhan, meminta izin ketika masuk dan keluar suatu tempat, menjaga lisan, dll. l. m. Menunaikan hak-hak tetangga dan senantiasa menjaganya. Menghindari teman-teman yang buruk, rekan-rekan yang mengajak kepada kerusakan serta tempat-tempat maksiat dan dosa.

256

Satuan terkecil mata uang Mesir

249

n.
o.

Memutuskan hubungan dengan kelompok-kelompok dan institusi yang bertentangan dengan fikrahnya. Melepaskan diri dari berhubungan dengan organisasi dan kelompok apapun yang tidak mendatangkan kemaslahatan terhadap dakwahnya, dengan dengan terutama jika diminta untuk dalam meninggalkannya.

p.

Komitmen berinteraksi tertentu.

prinsip-prinsip organisasi

dakwahnya

dan

personal-personal

Kedelapan, dalam aspek masyarakat dan rumah tangga:

1.

Terhadap kerabat dekat dan anggota keluarga, dimana kita melakukan tarbiyah terhadap keluarga, sehingga menjadi rumah tangga muslim; a. Yang mampu mengarahkan anggota keluarga dan kerabat untuk menghormati fikrah dan menyebarkannya di tengah keluarga. b. c. Mampu memilih istri yang sholehah, dan mengarahkan untuk menunaikan hak dan kewajibannya. Baik interaksinya terhadap anggota keluarga, anak-anak dan pembantu. Baik dalam memberikan tarbiyah kepada anak-anak,

d.

pembantu, dan membangun lingkungan keluarga dengan prinsip-prinsip Islam.

e. f.

Menjaga adab-adab Islami dalam setiap aktivitas dan kesibukan rumah tangga. Menjaga silaturahim, dan selalu memenuhi kebutuhan serta berupaya untuk kemaslahatan anggota keluarga, dan kebutuhan mereka terhadap Islam.

g.

Membantu dakwah dan menyokongnya dari belakang keluarga untuk mengambil andil dalam pembinaan

2. Melatih

masyarakat, yang mencakup hal-hal sebagai berikut:

250

a. b.

Meningkatkan kemampuannya Mempelajari ilmu yang bermanfaat dan cocok Menggunakan sarana-sarana yang dibutuhkan Menciptakan teladan untuk hal tersebut Menggunakan metode bertahap dan hikmah serta memanfaatkan sarana-sarana yang paling baik.

c.
d. e.

f.

Memiliki aktivitas yang banyak, yang berupa gerakangerakan diri dan tanggap dalam beramal.

Target-targetnya adalah: a. Mendorong nilai-nilai keutamaan b. Menyebarkan dakwah kebaikan c. Semangat amar ma’ruf d. Memerangi kehinaan

e. Melatihnya untuk melakukan pelayanan umum terhadap
masyarakat dan tanggap untuk melakukan kebaikan dan kebajikan.

f.

Memberikan

kontribusi

dalam

mewarnai

kehidupan

masyarakat umum dengan fikrah-fikrah keIslaman.

g. Berupaya untuk menghidupkan adat-adat Islami yang hilang,
serta memberikan pencerahan keimanan terhadap adat-adat Islami dan menghilangkan aib-aib yang masih ada. h. Ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia, menyebarkan kebaikan dan kebajikan untuk manusia, serta tanggap dalam melakukan amal-amal kebaikan.

i.

Ikut memberikan peran dalam menciptakan perbaikan, dan menolak kerusakan di tengah masyarakat melalui upayaupaya konstitusional.

j.

Menjaga unsur-unsur penyokong kekuatan, perbaikan, dan pembangunan di tengah masyarakat, dan melawan sikap masa bodoh, upaya-upaya kehancuran, dekonstruksi, serta ikut serta dalam mengarahkan dan mengoptimalkan potensi masyarakat.

251

k. Menyebarkan semangat persatuan dan kerjasama antara
kita, bangsa-bangsa Arab, dan masyarakat Islam, serta memerangi perpecahan dan penyimpangan. Kesembilan, dalam aspek dakwah:

1.
2.

Kemampuan

menyebarkan

dakwah

dan

menjadikan

fikrah

Islamiyah sebagai opini umum di masyarakat. Kemampuan dalam menghimpun manusia kepada kitab Allah, dan membangkitkan keimanan dari dalam hati, serta memilih orang-orang yang mengusung risalah dakwah.

3.

Latihan untuk memimpin masyarakat menuju kebaikan, dan hendaknya di antara bangsa-bangsa ini kita bergerak untuk menyadarkan, membimbing dan mengarahkan mereka, serta mengenal kondisi dan problematika yang mereka hadapi.

4.

Berupaya untuk menyadarkan umat, menjelaskan kepada mereka tentang realita kehidupan umat Islam, tentang apa yang sedang terjadi, tentang bahaya dan konspirasi yang berada di sekeliling mereka, dan mengajarkan kepada mereka bahwa Islam tidak rela terhadap mereka pengecilan harus hak-hak kebebasan dengan dan kemandirian, dan harta-, termasuk tentang kejayaan dan panggilang jihad –walaupun memenuhinya darah memberikan ruh optimisme dan memerangi keputus-asaan dan kegagalan.

5. 6. 7.

Fiqh (seni) menghadapi problematika dan batasan-batasannya Fiqh (seni) menyampaikan amar ma’ruf nahi munkar Menguasai fiqh jihad, yaitu:

a.
b.

Mengorbankan diri, harta dan waktu untuk mewujudkan citacita. Gambaran-gambaran jihad yang berbeda-beda dan bagaimana menjalankannya.

c.

Senantiasa istishhab niyyatil Jihad (menyertakan niat jihad), kecintaan terhadap mati syahid dan pengorbanan di jalan Allah.

252

d.

Berupaya melahirkan mujahid-mujahid yang produktif dan bijak, yang bisa mewujudkan keuntungan besar dengan pengorbanan yang sedikit.

e.

Sikap kami terhadap kekerasan dan terorisme, adalah dirasah syar’iyyah (tinjauan syariat), dan dirasah tarikhiyyah (tinjauan empiris).

f.

Tidak

melakukan

sebuah

aktivitas

yang

memberikan

pengaruh yang signifikakn, kecuali dengan izin. 8. Mengenal undang-undang perbaikan masyarakat, menjaga

keseimbangan ekosistem dan tidak melalaikannya. Kesepuluh, Dalam aspek jamaah:

1. Menguasai fiqh syuro, baik teori, penerapan dan praktek:
a. b. c. Urgensi kelembagaan dakwah Jauh dari dominasi perorangan Adab dalam ikhtilaf

2. Penguasaan terhadap fiqh keputusan (nota-nota kesepahaman)
dan batas-batas setiap hubungan, baik dalam lingkup ukhuwah dan rasa cinta sesama aktivis dakwah, yang seyogyanya bukan pertentangan dan permusuhan, maupun dalam lingkup pandangan yang komprehensif dalam memperhatikan dan memahami urusanurusan dakwah.

3. Tsiqoh terhadap qiyadah dan taat kepadanya, mengenal secara
sempurna dan berkumpul di sekitarnya: a. b. c. d. Selalu memiliki keterikatan hati dan amal dengan qiyadah. Mengenal mereka Memberikan nasehat dan masukan kepada qiyadah Memposisikan qiyadah secara benar dan interaksi tarbiyah yang sempurna dengannya, demi mewujudkan: 1. Posisi orang tua dalam ikatan hati

253

2. Posisi seorang guru dalam memberikan pengajaran ilmu. 3. Posisi seorang syaikh dalam aspek pendidikan rohani. 4. Posisi dakwah. e. Hendaknya qiyadah memiliki hak memberikan keputusan antara kemaslahatannya Pribadi dan kemaslahatan dakwah secara umum. f. Hendaknya qiyadah memiliki rujukan dan evalusi seorang pemimpin politik dalam secara menentukan umum dalam kebijakan-kebijakan

4. Mewujudkan batas-batas gerakan yang dibutuhkan:

a. Terwujudnya semangat keprajuritan yang terus menerus
(kesiapan dan kesiagaan), dimana seorang jundi dakwah senantiasa merasakan dirinya sebagai prajurit yang berada di barak-barak militer yang sedang menunggu perintah, apapun jenjang tarbiyahnya. b. Menguasai adab-adab evaluasi dan komitmennya terhadap adab-adab tersebut. c. Dipercaya dalam menyampaikan, yaitu dengan kejujuran, amanah terhadap perkataan, amanah dalam memindahkan –baik uang maupun barang-, memurnikan diri dari syahwat. d. Menguasai kesiapan sarana-sarana meletakkan tarbiyah dan penerapannya; di bawah kondisi kesehariannya

kondisi dakwah. 5. Fiqh dakwah dan batas-batas fiqh pelaksanaan, memilih pendukung dakwah dan mentarbiyah mereka, dan melakukan aktivitas-aktivitas produktif. 6. 7. Menjaga fiqh prioritas Mengupayakan terwujudnya kemurnian jamaah dari ketergantungan terhadap prinsip-prinsip, figuritas, dan organisasi tertentu, dan hendaknya ia komitmemn terhadap timbangan

254

dakwah dalam berinteraksi dan berhubungan dengan masyarakat dan organisasi-organisasi lain. 8. Interaksi yang benar terhadap instruksi-instruksi qiyadah, yang terlihat dari hal-hal berikut: a. Cara menerima perintah dan melaksanakannya

b. Sam’an wa tha’atan, dalam keadaan giat maupun malas,
dalam keadaan sulit maupun mudah, selama perintah tersebut bukan kemaksiatan. c. Segera menunaikan perintah d. Menyampaikan nasehat dan mengerahkan kesungguhan untuk itu, sesuai dengan arah perjalanannya yang benar. e. Tidak ada tempat untuk keraguan, perdebatan, menjelekjelekkan, saling bantah, sungkan atau keraguan.

f. Menanamkan

keyakinan

bahwa

pandangan

dirinya

berpeluang keliru dan pandangan qiyadah adalah kebenaran dalam perkara-perkara ijtihadiyah, yang tidak terdapat nash atau hukumnya. Tidak mengapa meminta penjelasan terhadap sesuatu yang belum dipahami dengan tetap mengedepankan semangat sam’an wa tha’atan.

Bab V

Membangun Keluarga Muslim

Membangun Keluarga Muslim • Urgensi Membangun Rumah Tangga Rumah tangga adalah kawasan kedua pada tingkatan amal dan targettargetnya dalam dakwah Ikhwan. Ia merupakan bagian dasar dari struktur bangunan masyarakat dan perbaikannya. Tidak hanya karena

255

peran rumah tangga dan seorang akh dalam mendukung proyekproyek dakwah, tapi juga karena keluarga merupakan batu pijakan dasar yang orisinil yang tidak ada gantinya dalam membangun sebuah masyarakat. Masyarakat tidak akan baik, kecuali dengan baiknya bangunan keluarga. Tidak pernah tergambar bahwa terdapat sebuah masyarakat muslim yang mulia dan menegakkan prinsip-prinsip Islam, sementara rumah tangga dan keluarganya lemah dan sangat jauh dari indikasi dan gambaran masyarakat yang menerapkan manhaj Allah. Imam Syahid berkata, “Apabila sudah terbangun keluarga yang shalih, maka umatpun akan menjadi shalih, karena umat merupakan kumpulan keluarga. Dengan kata lain, sesungguhnya keluarga adalah miniature umat, sementara umat adalah keluarga yang besar.”257 Beliau juga berkata, “Kami menginginkan kebangkitan laki-laki dan perempuan secara bersama-sama, mengumumkan adanya takaful dan emansipasi serta menetapkan tugas masing-msing secara rinci.”258 “Untuk itu, kami juga memperhatikan kaum wanita sebagaimana perhatian kami kepada kaum pria. Kami juga memperhatikan anakanak sebagaimana perhatian kami kepada pemuda.”259 Imam Syahid memberikan beberapa gambaran dalam pembentukan keluarga, yang terus menerus ditingkatkan dari batas minimal hingga menjadi model yang diinginkan, yakni dari; menghargai fikrahnya, hingga pembinaan kelaurga muslim teladan dalam setiap aspek kehidupan. Imam Syahid berkata, “Pembentukan kelurga muslim, yaitu dengan mengkondisikan keluarga agar menghargai fikrahnya, menjaga etika Islam dalam setiap aktivitas kehidupan rumah tangganya, memilih istri
257 258 259

Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru), hal. 236 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal. 94 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda), hal. 177

256

namun ia lebih luas dan mencakup seluruh anggota keluarga dan karib kerabat.”261 Dalam melakukan perbaikan untuk skala individu. mendidik anak-anak dan pembantunya dengan didikan yang baik.yang baik dan menjelaskan kepadanya hak dan kewajibannya. baik laki-laki maupun wanita. Perasaan dan nurani yang peka 2. 360 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Tubuh yang sehat 5. serta membimbing mereka dengan prinsip-prinsip Islam. Keinginan yang kuat 4. maka perhatian untuk membentuk rumah tangga muslim harus diberikan sejak dini. Pengarahan yang benar untuk melaksanakan tugas dengan benar.maka mereka akan bisa membangun sebuah keluarga ideal. sesuai dengan model yang telah dituntunkan oleh secara proporsional oleh Islam.”260 Rumah tangga yang dimaksudkan adalah tidak hanya sebuah rumah tangga yang kecil yang terdiri dari pasangan suami isteri serta anakanak. dan mempersiapkan mereka untuk membangun rumah tangga dan memilih istri yang baik. • Urgensi Perbaikan Diri Setiap individu adalah labinah dalam keluarga. Dengan demikian. 260 261 Risalah. hal. Pandangan yang benar 3. “Perbaikan dalam skala individu akan berpengaruh bagi perbaikan keluarga. Imam Syahid menyebutkan beberapa hal yang harus dipenuhi dan dilaksanakan: 1. yaitu dengan mempersiapkan setiap individu. karena keluarga merupakan kumpulan individu. Imam Syahid berkata. memperbaikinya merupakan langkah mendasar untuk memperbaiki rumah tangga. Ta'alim (Risalah Ta'alim). Jika anggota keluarga yang laki-laki shalih dan yang perempuan shalihah –keduanya merupakan pilar keluarga. hal. 236 257 .

hendaklah selalu dalam kehalusan nurani. keluasan cakrawala berpikir. “Sesungguhnya. dan tidur sehingga Allah senantiasa menjaganya dari marabahaya. dan kesehatan badan. Islam menginginkan dalam diri setip mukmin perasaan dan nurani yang peka. mampu mengegolkan misi kebenaran dan kebajikan. Imam Syahid berkata. melainkan keduanya memiliki kedudukan yang sama dalam pandangan Islam.”262 Dan hal ini bisa diwujudkan dengan menerapkan manhaj Islam dalam aspek-aspek berikut: “Oleh karena itu.”263 262 263 Ibid. minum. Oleh karena itu.Imam Syahid menyebutkan 10 sifat –selain beberapa sisi lain dalam pembentukan Pribadi.yang akan mewujudkan pribadi aktivis sekaligus pemikir dan anasir produktivitas yang pemberani. 235 Ibid 258 . berakhlak Islami untuk menguatkan keinginannya. sehingga dapat membedakan antara kebaikan dan keburukan. Islam juga menginginkan sebuah pandangan yang benar dalam memahami sesuatu itu ‘benar’ atau ‘salah’. belajar apa saja yang memungkinkan dipelajari untuk memperluas cakrawala berpikirnya.” Kaidah-kaidah ini tidak hanya diperuntukkan bagi laki-laki dan meninggalkan kaum wanita. dan komitmen dengan tata aturan Islam dalam hal makan. yang memiliki keistimewaan dalam aspek-aspek mendasar ini. sebuah keinginan yang kuat yang tidak akan pernah melemah dalam membela kebenaran. kesempurnaan akhlak. kami sangat menganjurkan kepada setiap akh agar beribadah sebagaimana yang diperintahkan Allah untuk meningkatkan kualitas ruhiyahnya. hal. ukhti muslimah – sebagaimana kami nasehatkan kepada al akh muslim. dan menjadi perangkat yang layak untuk mewujudkan cita-cita mulia. tubuh yang sehat yang siap mengemban berbagai tugas kemanusiaan secara baik.

Berupaya untuk melahirkan dan menumbuhkan mawadah (rasa cinta) dan rahmah. mengantisipasi apa saja yang bisa menghadang kehidupan rumah tangga dari berbagai problem secara tepat dan cermat. b. sebagai berikut: Komiten dengan prinsip-prinsip syariat dalam membangun rumah tangga muslim. c. Mampu menyelesaikan setiap persoalan keluarga dan konflik suami isteri dengan baik. (mulai dari memilih calon pasangan hidup). Membangun rumah tangga muslim dari pasangan suami istri yang muslim dan shalih-shalihah. yang mencakup hal-hal berikut: a.• Kaidah dan Tujuan Pembinaan keluarga Muslim Imam Syahid menjelaskan tentang kaidah dan tujuan umum dalam pembentukan keluarga muslim: “Islam telah membimbing kita dalam membangun rumah tangga. d. dan mengambil jalan pertengahan dalam setiap permasalahan. tidak berlebihan dan tidak meremehkan. e. 2.”264 Kita 1. Satu sama lain bekerjasama dalam melaksanakan tugas masing-masing. mewajibkan mereka untuk menjaga buah pernikahan ini sampai matang tanpa cacat dan cela. serta hubungan yang romantis di dalam keluarga. menentukan hak dan kewajiban mereka. dengan sebaik-baiknya bimbingan. Kemampuan pendidikan ayah dalam memberikan dan tarbiyah dan serta terhadap anak-anak pembantu 264 ibid 259 . Dia juga mengikat suami istri dengan ikatan yang kokoh. dapat meringkas target-target umum dan khusus dari pembentukan keluarga muslim. Masing-masing pasangan menunaikan kewajiban dalam rumah tangga.

Nafi’un Li Ghairihi (Bermanfaat bagi 2. Mujahidun Linasihi (kuat kesungguhan jiwanya).masa menyusui – Anak usia dini – balita – dan remaja). dengan tetap menjaga karakteristik setiap fase pertumbuhan anak (Sejak dilahirkan . menghormati yang tua.mengkondisikan mereka dengan nuansa keluarga yang Islami: a. nikmat-nikmat dan Allah. kebersihan. memberikan nasehat. Kaum ayah mampu menggunakan metode dan saranasarana tarbiyah yang benar terhadap anak-anak. Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). mencintai bershalawat Rasulullah senantiasa 260 . Harishun Ala waqtihi (Cermat mengatur waktunya). setiap melalui target-target dan prosedur khusus berikut: 1. c. menutup aurat atau berhijab. Komitmen dengan norma dan adab-adab Islam dalam setiap aspek kehidupan. seluruh Munazhamun Syu’unihi (terorganisir urusannya). serta norma-norma sosial penting yang lain. Seperti ketika makan. Membiasakannya untuk mencintai Allah dan rasulNya. tidur. Mewujudkan pertumbuhan Salimul Akidah (bersih akidahnya). minum. shahihul Ibadah (benar ibadahnya). berbicara. bercanda. Qadirun Alal fi Kasbi (mampu berekonomi). Mampu berinteraksi dengan anak-anak secara baik di setiap fase pertumbuhan mereka. Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya). b. Mampu mengatasi problematika muslim sifat yang yang dalam ditemui selama yaitu masa mendidik anak-anak. 3. meminta izin. lembut terhadap hewan. mengenal Saw. Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya). d. menyayangi yang muda. zikir. selainnya). Membentuk kepribadian 10 paripurna.

mengenal kontribusi yang diberikan Islam kepada dunia. komputer. seperti. dan disiplin vitalitas. bangga Islam dan peradabannya.kepadanya. dan riset ilmiah. Menyalurkan bakat dan kemampuannya. mencintai memiliki shalat dan senantiasa dengan Al menunaikannya. Menyadarkan khurafat Islam. mempelajari beberapa bahasa asing. serta memberikan keahlian tertentu. Menggali dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. agar penerapan dan pelaksanaannya selalu benar. ruh kesabaran keberanian. dll. dan bangga dengan bahasa Arab dan kemahiran menggunakannya. dan membenci kehinaan. dari berprestasi dan istimewa sebagai target. keterikatan Quran dan selalu menjaganya. serta membentuk standar akhlak dan budi pekerti yang luhur. skala serta keselamatan dan dalam minimal. 8. 4. membaca. 10. dalam permainan yang bermanfaat dan permainan olahraga yang bermanfaat. Pembangunan rasa cinta dan hubungan yang baik ini sangat penting. psikologi. 6. Memperhatikan aspek-aspek pendidikan. dan memproteksi anak-anak kebohongan-kebohongan terhadap 11. Menanamkan loyalitas terhadap Islam. 9. kesehatan mewujudkan dan pertumbuhan anak-anak. membangun timbangan yang benar untuk membedakan antara yang baik dan salah. Mengutamakan pemberian model dan qudwah Membiasakan produktif. 7. Membangun sifat mawas diri Membiasakannya untuk selallu menyukai kebaikan (kemuliaan). 261 . e. 5. Menumbuhkan kesungguhan.

takaful dan jalinan hubungan yang baik dengan mereka (suami istri berupaya menunaikan kewajiban tersebut). Terlaksananya rukun-rukun rumah tangga antara anggotanya. dididik untuk untuk menjalankan peran sosial mereka di masyarakat. d. Mengkondisikan keluarga agar menghargai fikrahnya Menjaga etika Islam dalam setiap aktivitas kehidupan rumah tangganya. Melatih dan mengajarkan mereka bagaimana menjalin hubungan baik dengan orang lain. teman-temannya. Ta’aruf. Baik dengan orangtua. maka hendaklah mereka c. saudari wanitanya. b. a. tafahum dan takaful.f. keterikatan dan kesepahaman. dan hal itu tercakup dalam beberapa hal berikut: 1. Selalu bersikap positif dalam berhubungan dengan masyarakat: Melatih perbaikan dan di mengajaknya masyarakat untuk sesuai melakukan dengan kemampuannya. 262 . Menjalankan peran sosial rumah tangga: a. Mengajarkannya beberapa keahlian dan profesi tertentu. karib kerabat dan tetangga dengan mengenal hak-hak mereka serta menunaikannya. g. 4. Adapun terhadap anak-anak. Mengenalkan kebutuhan-kebutuhan pokok manusia. Interaksi yang baik dengan anggota keluarga. 3. 2. karib kerabat. dan hendaknya bersama-sama mewujudkan persatuan. agar bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk mandiri secara ekonomi. yang tua dan yang muda. dan menjaga keseimbangan antara dorongan syahwat dengan pemahaman Islam. tetangga.

serta d. undang-undang. untuk itu. Seperti menguasai keahlian-keahlian kemampuan yang dibutuhkan hadits. kemampuan berinterkasi dengan problematikanya sesuai dengan pandangan Islam. Kita juga memperhatikan agar mereka pendidikan memiliki anak-anak perempuan mereka kemahiran yang butuhkan nanti dalam menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga. Memiliki perhatian dan terhadap negerinya. managemen. bahasa. 7. ibu rumah tangga. problematika keluarga. 6. Mengenal ragam tipikal manusia. Mempersiapkan diri untuk kepentingan masa depan. Ikut serta dalam melakukan kebaikan dan aktivitas sosial. dan hubungannya dengan seluruh anak manusia di dunia.b. 5. begitupula halnya dengan anak laki-laki. internet. 4. dll. ilmu kesehatan. Mengajarkannya adab-adab melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar. hubungan antara keduanya. perkembangan. c. maka mereka juga harus dididik agar siap menunaikan kewajiban 263 . melalui saranasarana dan maslahat kehidupan. dan menekuni profesi tertentu yang bermanfaat. kemajuannya. Mempelajari norma-norma hubungan dan kerjasama sosial serta metode yang benar dalam interaksi dengan orang lain. dan kepribadian yang mampu berdikari. Memiliki kemampuan dalam interaksi dengan masyarakat dan seluruh instansinya. khutbah. kekonstitusian. serta apa saja yang ia butuhkan untuk hal itu. serta peran laki-laki dan wanita dalam kehidupan. seperti persiapan menjadi seorang ayah.

8. Mewujudkan Mengurangi berlebihan. dan hendaknya kaum wanita mendapatkan semua hak-haknya. pendidikan. 6. bekerjasama dengan kaum wanita. ekonomi. Keluarga yang mampu keluarga budaya mengatur yang dan kehidupan dan ekonomi mendorong yang rumah tangga: a. Imam Syahid telah mendirikan sebuah divisi akhwat muslimat. b. bangga dengan sejarah dan peradabannya. dan hendaknya mereka mendapatkan bantuan dan dukungan dalam mewujudkan keseimbangan terhadap perannya di segenap aspek. kecuali pada kondisi-kondidi darurat. Kaum wanita juga tidak boleh menerima perlakukan kasar dan kekerasan. 5. produktif. serta dalam menjalankan peran mereka terhadap keluarga dan dakwah. baik partisipasi politik.mereka sebagai kepala rumah tangga. fenomena usaha-usaha mandiri dalam rumah tangga. hal ini menunjukkan besarnya perhatian beliau terhadap pembinaan dan kemajuan kaum wanita. hubungannya dengan umat Islam. 264 . Memberikan perhatian yang besar terhadap peran wanita. yang peka dan segenap problematika dan permasalahannya. Mewujudkan hubungan antara keluarga dan umat Islam secara umum. konsumtif dan memerangi pemborosan kebiasaan berhutang. begitupula perannya di tengah masyarakat. tarbiyah dan pembinaannya: Hendaknya menyiapkan ia menjalankan yang perannya kuat dan yang penting dalam generasi membangun keluarga muslim. sosial dan lain-lain.

Menjaga keseimbangan ekonomi keluarga dan cermat dalam mengelola dan memanage keuangan. Hendaknya keluarga –dengan seluruh anggotanya- memberikan kontribusi sebagai warga Negara: (Terutama bagi keluarga besar). namun ia adalah sebuah kehidupan dan praktek nyata terhadap semua aspek Islam yang beragam. melalui beberapa jenjang yang berbeda-beda. Melindungi keluarga dari unsur-unsur perusak. d.c. 7. 8. menjaga kemandiriannya. Berpartisipasi dalam dakwah untuk agama Allah. bukanlah semata proyek mata kuliah yang bisa dibaca oleh anggota keluarga. baik dari dalam maupun dari luar. serta kerja keras untuk mewujudkan rumah tangga muslim yang ideal. Proyek ini juga tidak terbatas pada rumah tangga Ikhwan saja -walaupun ini merupakan dasar utama proyek ini-. Proyek pembentukan keluarga muslim. yaitu dengan menggunakan program-program yang variatif dan publikasi yang baik dan 265 . keadilan dan persamaan hak. maka hendaknya ia mampu berinteraksi dengan problematika keumatan. kemudian secara perlahanlahan bertambah dalam dan luas. Hal ini dilakukan dengan tetap memperhatikan penahapan dalam menerapkan target-target ini. kemajuan. Memanfaatkan pengalaman-pengalaman keluarga yang sukses serta saling membantu antar keluarga. dan bukan pula jadwal pelajaran. mempersiapkan keluarga agar mampu memikul beban dakwah dan sabar di atas jalannya. namun untuk seluruh rumah tangga di masyarakat. Maka kami memulainya dengan yang paling mudah dan dengan metode yang sederhana. 9. serta nilai-nilai kebebasan.

studi problematika rumah tangga dan solusi-solusinya. Termasuk hal yang penting dalam hal ini adalah menghidupkan nuansa takaful dan tolong-menolong antar keluarga dan rumah tangga. perhatian besar keberadaan basis-basis dakwah di dalam setiap keluarga. serta membantu mereka untuk memilih pasangan hidup yang sesuai dan baik. baik laki-laki dan wanita dalam membentuk keluarga muslim. dan hendaknya sebuah keluarga muslim menjadi basis dakwah dalam himpunan keluarga yang besar. jika kita mampu memanfaatkan dan mengoptimalkannya. namun ia hanya bisa diselesaikan dengan kepekaan dan tanggapan positif. 266 . yang menyalurkan terhadap pengaruh-pengaruh dakwah. Keluarga dan masyarakat saling memberikan pengaruh satu sama lain. Permasalahan tidak akan dapat diselesaikan dengan menutup diri. memanfaatkan hari-hari besar Islam dan kegiatan-kegiatan publik dalam memperbaiki perspektif masyarakat. kami selalu berupaya untuk mendapatkan hasil final yang positif. yang akan memainkan perannya melalui pengarahan dan bimbingan yang benar. Sebuah rumah tangga muslim tidak menyendiri dalam sebuah komunitas dan terpisah dari problematika dan permasalahan masyarakat. dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan keluarga.terarah. memberikan contoh nyata model rumah tangga muslim ideal. dan memberikan pengaruh positif seperti yang diharapkan. Oleh karena itu. Kita juga dituntut untuk memberikan perhatian yang besar terhadap pembinaan pemuda. Seluruh sarana yang ada di masyarakat. dan basis-basis dakwah ini bisa jadi adalah salah satu anggota keluarga. baik dalam pembinaan keluarga maupun masyarakat.

tanpa meninggalkan kaidah-kaidah rinci. nasehat kepada kebenaran. yang disodorkan oleh Islam adalah upaya(pencegahan) terhadap menyebabkan 267 . diantara: a. Islam menetapkan metode penerapan Dakwah dilakukan dengan penuh hikmah. “Setelah meletakkan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat. Meletakkan kaidah-kaidah umum yang global. Pertama. sehingga dapat menyentuh semua umat manusia.Bab VI Bekerja Bersama Masyarakat Bekerja Bersama Masyarakat • Manhaj Islam dalam Membangun Masyarakat Manhaj Islam dalam membangun masyarakat dan menjaga keselamatannya. b. e. c. dengan keyakinan bahwa setiap permasalahan yang didera ada obatnya. Mencegah kesulitan. adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Syahid berdasarkan kepada nilai-nilai yang telah ditetapkan. d. f. upaya preventif Islam berupaya mengantisipasi hal-hal berbagai yang macam problematika sosial. dan penerapan yang baik. Menjadikan asas kesembuhan dan obat pertama dalam setiap perbaikan masyarakat adalah shalihnya jiwa dan eratnya ikatan sosial antar anggota masyarakat. g. dan yang mengarah kepada kesukaran. Imam Syahid berkata. Mencegah dari permasalahan dan sebab-sebab kehancuran Mendeteksi penyakit-penyakit sosial di masyarakat dari akarnya.

S Al Anbiya: 107) Jika keyakinan terhadap apa yang kami paparkan di atas mulai menguat dan menuju pencapaian hasil yang telah kami gariskan –sehingga sistem Islam yang terkait dengan individu. yang berdiri di atas prinsip-prinsip ini dalam Islam: 265 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. Islam melingkupi semuanya. Ia tidak mengajak manusia meniti jalan kesulitan.timbulnya masalah.” (Q. sekaligus menjelaskan cara-cara penerapannya. Setiap penyakit pasti ada obatnya. hal. Obat pertama dalam setiap perbaikan masyarakat adalah shalihnya jiwa dan eratnya ikatan sosial antar anggota masyarakat. dan masyarakat terlaksana-. 237 268 . Tidak ada permasalahan yang tak ada jalan keluarnya menurut Islam. Penyebaran dakwahpun harus sampai menyentuh semua kalangan manusia. Oleh karena itu.”265 Sebagaimana Imam Syahid juga menjelaskan tentang ikatan dan hubungan antara anggota masyarakat. Islam menghendaki kemudahan bukannya kesulitan. dan dakwah kami mendapat sambutan dari umat. Hal itu berarti fikrah kami telah diterima masyarakat. Islam juga memberikan jalan keluar yang bersifat kuratif (pengobatan). maka risalahpun akan sampai ke setiap telinga dan hati manusia.      Artinya:                 “Dan tiadalah kami mengutus kamu. Islam merupakan syariat yang sesuai dengan dimensi ruang dan waktu. Islam meletakkan kaidah yang bersifat global tanpa meninggalkan hal-hal yang berifat rinci. dan yang mengarah kepada kesukaran. Islam juga memerintahkan zaman dan waktu untuk menjalankan perannya. Terhadap masalah-masalah yang terlanjur muncul. keluarga. sehingga terwujudlah apa yang difirmankan oleh Allah.

Islam pun mengikat antar individu dalam umat ini dengan ikatan ukhuwah dan menjadikannya sebagai konsekuensi dari keimanan yang tertanam dalam dada mereka. kewajiban. keutamaan masyarakat persamaan hak di hadapan hukum. atau majikan dengan budaknya. demikian juga ibu. oleh karena itu Islam juga menjelaskan tentang kaidah-kaidah hubungan luar negeri. 5. Batas-batas hak dan kewajiban antara anggota masyarakat. dan Islam telah menghilangkan seluruh anasir yang dapat melemahkan ikatan ini. serta mengikis habis apa saja yang bisa memporakporandakan ikatan ini. Ikatan ukhuwah dan cinta antara anggota masyarakat. serta solidaritas sosial antara anak manusia. 3. “Islam telah memberi tuntunan kepada umat ini berupa kaidah hubungan sosial untuk mewujudkan kesejahteraan. Seorang bapak dalam rumah tangga mempunyai hak dan kewajiban tertentu. dengan tidak menjadikan yang satu lebih utama dari yang lain. 4. serta hak penguasa dan rakyatnya secara cermat. kerjasama dalam kebaikan dan kebajikan. 6. dan kerabatnya. Menetapkan batas-batas hubungan antara Negara. anak. Setiap mukmin harus senantiasa meningkatkan kualitas ukhuwah ini menuju terwujudnya mahabbah (saling mencintai). Semua manusia di 269 . Menjelaskan tentang peran pemerintah dan yang diperintah. Dalam kehidupan bernegara. Islam memerinci tugas. 2. Islam juga tidak melebihkan pemimpin dengan yang dipimpin. 7. Imam Syahid berkata.1. bahkan sampai pada itsar (mendahulukan kepentingan saudaranya). Ia menjelaskan pola interaksi antar pihak secara detail. hak dan kewajiban masing-masing. Menetapkan Menetapkan batasan-batasan standar muamalah di dan interaksi serta umum dengan sangat jelas. kecuali oleh takwanya. Menjadikan prinsip dasar hubungan umat Islam dengan umat-umat yang lain adalah Dakwah. Islam juga menentukan hak dan kewajiban setiap anggota masyarakat.

Pembentukan Pribadi muslim dan rumah tangga muslim merupakan unsur mendasar dalam pembentukan masyarakat muslim. hal. “JIka tujuan-tujuan ini –perbaikan individu dan masyarakat muslim. strata dan kelompok-kelompoknya. nilai-nilai dan ajaran Islam. Islam juga menggariskan tata aturan dalam hubungan antar bangsa. Yang membedakan antara satu dengan yang lain adalah ketakwaan dan amal shalihnya.tidak bisa diwujudkakn kecuali di bawah naungan sebuah pemerintah yang shalih. Imam Syahid menetapkan target dan aspek-aspek perbaikan secara gradual di masyarakat.sisi Allah sama derajatnya. di terus diserukan kepada penguasa dalam berbagai tingkatannya. maka kalian harus menuntut dengan hak Islam untuk mendirikan sebuah pemerintah yang memperhatikan prinsip. dan ini merupakan fase perbaikan selanjutnya. sampai masalah yang sekecil-kecilnya. biak laki-laki maupun wanita. anak-anak.267 Imam Syahid berkata. termasuk gerakan dakwah di dalamnya. layaknya gigi sisir yang sama rata. pelajar. dan hal ini dengan pengetahun yang mendalam bahwa: Perubahan secara total terhadap masyarakat. menjelaskan hak dan kewajibannya masing-masing. remaja. mencakup semua elemen masyarakat.” 266 267 Ibid. namun ini tidak menghentikan proyek perbaikan di masyarakat. 236 Lihat: Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya) 270 . menyampaikan nasehat dan mensosialisasikan manhajmanhaj Islam dalam setiap aspek kehidupan masyarakat. membutuhkan kecenderungan penguasa terhadap Islam dan syariatnya.266 • Urgensi Bekerja Bersama dengan masyarakat Bersinergi dengan masyarakat untuk membentuk sebuah masyarakat muslim dalam tampilan dan shibghahnya. keduanya tidak mungkin dipisahkan. dewasa dan orangtua.

namun hal ini harus tetap berada dalam koridor syariat. hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Syahid. “Tidak ada kebangkitan umat tanpa di dasari akhlak. berkumpulnya dalam barisan dakwah dan syariat Islam serta dan memintanya. dengan tujuan membantu mereka dalam merealisasikan aspirasi Ikhwan. kami tetap akan berada pada posisi orang-orang yang memberi nasehat. “Walaupun demikian. jika suatu umat mampu mengokohkan semangat jihad dan 268 269 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna) Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Maka adalah sebuah keharusan menyiapkan dan mentarbiyah bangsa dan anggota masyarakat. sehingga tiba masanya terbentuk sebuah pemerintah Islam. Ikhwan tetap akan memberikan nasehat.”269 Oleh karena itu perbaikan masyarakat dan menshibghahnya dengan shibghah Islam merupakan sebuah kemestian. Karena konsep perbaikan ini juga kadang-kadang disampaikan kepada masyarakat nonmuslim. Imam Syahid berkata. maka adab dan seni penyampaian juga harus dijaga dan tanpa perasaan rendah diri sebagaimana yang diajarkan Islam. sehingga Allah membukakan kebenaran antara kami dan kaum kami dan sesungguhnya Allah adalah Sebaik-baiknya pembuka (pemberi kemenangan). dan dengan tetap menjaga adab dan upaya untuk menarik hati. terpenuhinya aspek-aspek akhlak dan norma-norma dakwah yang diinginkan.Ikhwanul Muslimin menyampaikan program-program perbaikan kepada pemerintah yang berkuasa. 214 271 . sehingga mereka tidak ikut serta dalam melakukan kemungkaran dengan dalih politik. hal.268 Walaupun tidak mendapat sambutan baik dari pemerintah yang berkuasa. Sebagaimana yang disampaikan Ikhwanul Muslimin kepada pemerintah dengan lisannya.

sehingga seorang da’I membutuhkan kekuatan dan kesadaran yang luarbiasa.S Al Syams: 9-10)271 Tentang metode dan manhaj perbaikan. lari dari persoalan dan tidak berusaha untuk mengantisipasinya.             Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu.pengorbanan. serta mencari tampilan-tampilan keIslaman diantara aliran yang menghanyutkan ini. Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. namun ia 270 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). yakni perbaikan jiwa. mampu mengekang dorongan hawa nafsu dan syahwatnya. Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). mendahulukan kepentingan Pribadi di atas kepentingan umum. maka ia mampu menjemput kemenangan.”270 Imam Syahid juga menjelaskan tentang penyakit yang didera oleh masyarakat. Bersinergi dengan masyarakat dalam upaya mempersiapkan dan mentarbiyahnya. “Prilaku buruk dan fenomena kehidupan tidak Islami telah merajalela dalam kehidupan kita. Inilah penyakitnya dan obatnya adalah dengan satu kalimat saja. 157 271 Risalah. tidak semata-mata merupakan tahapan pertama untuk memudahkan berdirinya Negara Islam. hal. ia tidak berhenti dan mengendor hanya dengan berdirinya Negara. 152 272 . yang merupakan lawan dari sifat-sifat buruk ini. hilangnya standar nilai yang agung. Imam Syahid berkata. hal. Upaya yang harus kita tempuh tidak lain adalah mengobati jiwa manusia dan meluruskan moral bangsa. serta perpecahan –semoga Allah menghancurkannya-. bersikap pengecut dan takut menghadapi kenyataan. (Q. “Dekadensi moral. namun ia adalah proyek yang berkesinambungan dan terus-menerus untuk membangun kebangkitan umat.

“Hendaknya tarbiyah menjadi penopang utama kebangkitan. 48 273 .272 Imam Syahid menjelaskan tentang tarbiyah secara lebih mendalam dengan mengatakan.adalah jalan panjang dari proyek tarbiyah dan menyempurnakan kebangkitan umat. ada dua hal yang harus dipenuhi. maka harus dipilih dan ditentukan secara cermat. kemudian ditarbiyah untuk meyakininya. Maka bangsa-bangsa Islam di Timur harus menjadikan seluruh rangkaian fenomena kehidupan sosial itu sejalan dengan etika dan ajaran Islam. lalu mempelajari metode untuk mendapatkan hak-hak tersebut.” Oleh karena itu. dan setiap umat yang berupaya melanggar batas-batas tabiat tersebut maka ia tidak akan mendapatkan apa-apa. Untuk mewujudkan hal ini dibutuhkan waktu yang sangat panjang. “Setiap umat memiliki wajah kehidupan sosial yang dengan sadar diayomi oleh pemerintah. ia belajar manhaj kebangkitan secara teori. bisa dipraktekkan. dan menyebarkan kekuatan iman di hatinya. diatur oleh sistem hukum. Imam Syahid berkata. dan perjuangan yang panjang. praktek dan spirit. Adapun manhaj. maka umat harus menanamnya dengan penuh kesabaran. hingga ketika sampai pada tahap tsiqah ia ditaati dan didukung. dan dilindungi oleh penguasa. maka materi-materinya harus sedikit sesuai dengan kemampuan. maka yang pertama adalah umat mendapatkan tarbiyah dan memahami haknya secara sempurna. yakni manhaj dan kepemimpinan. dan hasilnya dapat dirasakan langsung. Adapun kepemimpinan. kesulitan. ia 272 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). walaupun sedikit. Dalam ungkapan yang lain. karena ia adalah manhaj yang dipelajari oleh umat. hal.

lalu menurun dan akhirnya lenyap seperti tak terjadi apa-apa. yang menjadikan kebangkitan kita akan terjadi secara tiba-tiba dan langsung menguat seiring dengan kuatnya pengaruh waktu. bukan pemimpin yang diciptakan oleh kondisi darurat. Setiap aktivis harus menurunkan kadar emosinya agar ia bisa mengambil manfaat dari apa yang dikerjakan pendahulunya. atau dilahirkan oleh peristiwa. atau menjadi pemimpin karena tidak adanya pemimpin. Kedua. beliau menjelaskan hal ini dengan mengatakan.” 273 Dalam menetapkan langkah-langkah dakwah.juga harus merupakan pemimpin yang dididik untuk menjadi pemimpin. Jika saja tujuan perjuangan kita dipahami orang banyak. namun juga terkadang kurang darinya atau bisa juga lebih banyak. maka itu adalah khayalan dan tipuan emosi belaka. umat tidak pernah sampai kepada tujuan akhir. “Saya mencatat bahwa kita memiliki watak-watak tergesa-gesa dan mudah terpengaruh serta emosional. saya masih yakin akan adanya dua faktor yang menyertai pemahaman tersebut. baik sosial maupun nonsosial. terputusnya hubungan secara total antara generasi pendahulu dan generasi penerus. karena putusnya hubungan antara keduanya. bahkan mungkin dipahami secara kontradiktif oleh masing-masing mereka dan kita tidak merasakannya. Pertama. Imam Syahid menghindari bahaya dan ketergelinciran yang pernah dilakukan oleh orangorang terdahulu. namun generasi berikutnya tidak meneruskannya estafeta perjuangan tersebut. Mungkin generasi pendahulu telah sampai di pertengahan jalan. terkadang mereka bisa mencapai hasil sebagaimana yang dicapai oleh pendahulunya. Juga watak-watak yang lain. Kalau kita berpikir bahwa satu orang dapat mewujudkan seluruh keinginan umat. Yang jelas. sarana-sarananya tidak dikenal dan tidak tertentu. 273 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). karena umur individual itu sangat terbatas bila dibanding dengan usia kebangkitan dan umur umat. Lalu generasi penerus memulai kembali dari awal. 274 .

serta terwujudnya sikap positif di tengah-tengah mereka.”274 Beliau juga berkata. keagungan Islam dan petunjuk Rasulullah Saw. Ikhwanul Muslimin menyerukan bahwa bahwa asas yang menjadi tumpuan kebangkitan kita adalah ‘Tauhid’. 3. selama sesuai dengan kaidah-kaidah agama.Imam Syahid berkata. dan juga menyatukan segala fenomena kehidupan dalam diri bangsa ini di atas asas Islam dengan segenap kaidahnya. “Oleh karena itu.”275 • Poros-poros Sinergisitas kerja dengan masyarakat Sinergisitas dengan masyarakat muslim berada dalam tiga poros berikut–yang masing-masing poros menyokong satu sama lain-: 1. perubahan atau prilaku. Makna keimanan harus benar-benar tertanam terlebih dahulu. Menyebarkan dakwah dan prinsip-prinsipnya. “Kami berharap semoga Mesir kembali kepada ajaran dan prinsip-prinsip Islam. hal. norma kehidupan dan kebutuhan masyarakat kita. Tidak mengapa umat Islam mengambil nilai-nilai kebaikan dari manapun. keilmuan dan politik). akhlak. kebangkitan iman ini kemudian diiringi dengan komitmen ibadah dan keyakinan terhadap rukun-rukun Islam serta menjalankan kewajiban-kewajibannya. 2. yakni mengesakan Allah sebagai satu-satunya sesembahan. • Asas-asas Utama Perbaikan Sosial 274 275 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). serta mendapatkan pendukung.. tidak ada larangan bagi kita untuk mengambil hal-hal yang bermanfaat dari orang lain dan menerapkannya. 239 Ibid 275 . bersandar padanya dan membangun sebuah peradaban baru. Menyadarkan masyarakat dan mentarbiyahnya (baik prilaku. ia dihimpun oleh keindahan ayat-ayat Al Quran. Membangkitkan keimanan dan memperbaharui ruh Ini merupakan asas pijakan sebelum membicarakan tentang apapun.

serta menentukan sumbersumber penghasilan. Antara Kemaren dan Hari ini 276 . Penentuan dua macam gharizah jiwa (kecenderungan). dan memelihara kecenderungan untuk memelihara keturunan serta mengatur berbagai tuntutan yang terkait dengan makanan dan pemenuhan kebutuhan seksual. pengajaran dan keamanan bagi setiap individu. yang mencakup pelbagai aspek kehidupan masyarakat. 11. kebebasan. bertanggungjawab masyarakat sasaran-sasarannya mentransformasikannya kepada sekalian manusia. 6. seperti yang dibawa oleh Islam. lapangan kerja. Tegas dalam memerangi berbagai tindak criminal dan pelanggaran hak-hak asasi manusia. kesehatan.Imam Syahid meringkas dasar-dasar perbaikan sosial secara sempurna. Penegasan terhadap keyakinan akan adanya jaza’ (balasan) atas setiap amal. Penegasan akan pentingnya wihdatul umat dan mengikis habis semua bentuk perpecahan. 9. • Tahapan-tahapan amal sosial dan titik tolaknya: Peluang dan lahan amal bersama dengan masyarakat semakin luas dan berjenjang. Rabbaniyah (berprinsip ketuhanan). 3. 10. 8. 4. dan 276 Risalah Pergerakan. 7. Jaminan kepada masyarakat akan adanya hidup. Bangkitnya laki-laki dan wanita takaful secara dan bersama-sama. Menjadikan perwujudan mewujudkan daulah dan sebagai sarana sebagai di sarana bagi dan pemeliharaan fikrah. serta mengumumkan adanya emansipasi menetapkan tugas masing-masing secara rinci. 2. pemilikan. sebagaimana berikut276: 1. Mewajibkan umat untuk berjihad memperjuangkan prinsipprinsip al haq yang digariskan oleh sistem ini. Deklarasi ukhuwan antar sesama manusia 5. Ketinggian kualitas jiwa manusia.

Wadah-wadah sosial ini berbentuk lembaga-lembaga yang beragam. legalitas pemerintah atau anugerah dari orang lain. Untuk melakukan hal ini. yang dalam pembentukannya tetap menggunakan prosedur undang-undang yang berlaku di masyarakat. dimanapun ada seorang muslim. menyebarkan pemahaman dan adab-adab Islam di dalam masyarakat. serta menjadi model teladan bagi dakwah. maka dakwah akan bergerak bersamanya. Sesungguhnya dakwah akan menghadapi kendalan dan tantangan ini dengan penuh kesabaran dan kebijakan. Jamaah ini. Dalam tataran aktivitas sosial.hal itu dilakukan sesuai dengan kondisi dan peluang yang memungkinkan bagi dakwah dan aktivis dakwah. Jadi. club-club. mewarnai mereka dengan perkataan dan perbuatan. yakni dengan menggerakkan para aktivis jamaah untuk melakukan dakwah dan berbaur dengan anggota masyarakat dalam kehidupan dan kondisi yang mereka hadapi. maka mencakup tiga jenjang atau aspek di masyarakat: 1. Dalam aspek individual. yang melakukan aktivitas sosial dan amal 277 . 2. Membentuk perkumpulan-perkumpulan. Dakwah akan mendidiknya agar melakukan gerakan sosial di masyarakat. eksistensi dan titik tolak sosialnya tidak berlandaskan kepada undanga-undang. atau perjuangan konstitusi (sebagaimana namanya yang diberikan Imam Syahid). namun landasannya bertitik tolak dari dakwah dan eksistensinya yang nyata dan rill di masyarakat. Maka pengaruh sosial yang sudah dibangun oleh dakwah tidak mungkin bisa dihentikan atau ditekan oleh undang-undang. lembaga. dakwah meminta bantuan dan memanfaatkan orangorang ikhlas dari anggota masyarakat dan para simpatisan. serta simpul-simpul sosial yang memberikan andil terhadap kebaikan dan kebajikan.

pendidikan. politik.”277 3. (DPR). ma’ahid-ma’ahid (pondokpondok) Hurra. perhimpunan. “Tidak menjadi sebuah kemestian sebuah gerakan dakwah dinamakan dengan Jam’iyyah Ikhwanul Muslimin. hal. lembaga-lembaga dewan pengawasan. karena kami tidak bertujuan selain untuk perbaikan diri dan menghaluskan jiwa. perwakilan rakyat lembaga-lembaga • 277 Sifat dan Karakteristik Amal bersama masyarakat Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna. baik di bidang ekonomi. Maka boleh saja dakwah itu berupa sekolah-sekolah al Anshor. asosiasi. partisipasi politik dalam pemilu. Berakivitas di lembaga-lembaga dan yayasan yang ada di masyarakat. dan tidak mesti harus menggunakan label nama Ikhwanul Muslimin. eksekutif. dll. Lalu dilakukan usaha penyampaian dakwah dan manhajmanhaj perbaikan ke segenap lembaga dan yayasanyayasan tersebut. Karena bisa jadi ia menggunakan nama-nama dan label yang beraneka ragam sesuai dengan karakter undang-undang dan kegiatan yang berlaku. 152 278 . dll. dengan tetap menjunjung tinggi undang-undang dan konstitusi yang berlaku di masyarakat. profesi. masuk kedalamnya dan menyebarkan tokoh-tokoh dakwah dalam berbagai aspek. Imam Syahid menegaskan hal ini dengan mengatakan.kebaikan yang beraneka ragam pula. atau club-club perkenalan. mencari pendukung. aktivitas-aktivitas dan di yayasan-yayasan sebagai anggota kemasyarakatan. sosial. Sebagai contoh.

kami justru bangga dengan dakwah Islam. Ruh mencintai mayarakat dan menginginkan kebaikan untuk mereka: Hendaknya ruh itu benar-benar yang mendominasi dan mendorong dalam setiap aktivitas dakwah terhadap masyarakat. Untuk itu kami berbuat untuk manusia di jalan Allah. dan kami tidak akan pernah menjadi musuh kalian sampai kapanpun. bahwa mereka sangat kami cintai lebih dari diri kami sendiri. “Kami berharap agar kaum kami mengetahui. lalu kemudian kami menyerah kepada kehinaan atau merelakan kesia-siaan.” Kami tidak meninggikan diri di atas masyarakat atau membanggakan diri lebih tinggi derajatnya di atas mereka. Sungguh sangat luarbiasa bagi kami menyaksikan apa yang dialami oleh kaum kami.Aktivitas umum dalam dakwah bersama masyarakat memiliki sifat dan karakteristik sendiri. dan berharap agar 279 . bukan untuk orang lain. Sebagaimana perkataan Imam Syahid. betapa kami mencintai dapat memberikan pengorbanan untuk kemuliaan mereka jika hal itu dibutuhkan.” Hal ini tiada lain adalah karena kepekaan yang telah meluluhkan dan menguasai seluruh perasaan kami. Hal itu mencakup: 1. Kami serukanlah kepada kaum kami.. atau meremehkan mereka –kami berlindung kepada Allah dari hal itu-. maka kami akan melempar mereka dengan buah.” Sikap kami terhadap masyarakat adalah seperti yang digambarkan oleh Imam Syahid. “Mereka melempar kami dengan batu. yang senantiasa dijaga oleh dakwah dan diajarkan kepada kader-kadernya. “Bahwa sesungguhnya kami adalah untuk kalian.

atau surat menyurat.”278 undang-undang memanfaatkannya kemaslahatan dakwah. di toko-toko. yakni dengan untuk memanfaatkan hadapannya.seluruh anggota masyarakat ikut bersama kami. propaganda disebarkan melalui khutbah. Sarana-sarana itu telah berhasil semua jalan menuju akal dan hati khalayak. film. Maka adalah wajib bagi para pengemban misi dakwah ini untuk (juga) menguasai semua sarana tersebut agar dakwah mereka membuahkan hasil yang memuaskan. dan media-media lain yang beragam. kami tidak akan melakukan upaya-upaya pemberontakan atau kudeta. serta mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Tapi sekarang seruan atau propaganda kepada isme-isme itu disebarkan melalui penerbitan majalah. begitupula dengan undang-undang yang menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah atau yang 278 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). hal. namun dengan tetap menyampaikan aspirasi kami untuk perbaikan dan perubahan. di rumah-rumah. Koran. Menghadapi Rintangan dan tekanan dengan perjuangan konstitusi: Kami menghormati undang-undang dan konstitusi yang berlaku di masyarakat. 2. Baik Memanfaatkan segala sarana yang ada: secara individual maupun dan kolektif. “Sarana-sarana propaganda saat inipun berbeda dengan sebelumnya. 22 280 . tidak justru membenturkan atau kaku di 3. baik pria maupun wanita. Kemaren. Imam Syahid berkata. pertemuan. panggung teater. bahkan di sawah-sawah mereka. agar undang-undang dan konstitusi tersebut sesuai dengan prinsip dan syariat Islam. Bahkan kami sangat menentang upaya-upaya pelecehan terhadap penerapan undang-undang. radio. di pabrik-pabrik.

kami akan menyerukan perbaikan dan berkomitmen terhadap konsep dakwah yang memperjuangkan hak. kami akan menghadapi upaya-upaya penyempitan dan tekanan terhadap dakwah dengan tetap teguh dan melakukan perlawanan konstitusi dan berpegang teguh terhadap hak-hak kami secara konstitusional. namun ia berasal dari Tuhannya. Dalam aspek kerja-kerja untuk perbaikan. Eksistensi dan Legalitas Jamaah adalah dari Allah Jamaah ini mendapatkan eksistenssi dan legalitas bukan dari keputusan lembaga. “Hukum dan pemerintah yang berkuasa yang memerangi dakwah berupaya untuk melenyapkan nama jamaah ini beserta tokoh-tokoh sosial dan politiknya. di sana. dari dakwah dan dari kebenaran yang diyakini dan dianutnya. “Menyebarkan dakwah dengan pelbagai sarana publikasi hingga dakwah dipahami oleh khalayak. 212 281 . serta dengan tabiat seluruh perangkat konstitusi. pelayanan 279 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). menyebarkan tokoh-tokoh kemudian masyarakat berkumpul di sekitar dakwah dan memperjuangkannya. lalu memperjuangkannya dengan akidah dan keimanan. jamaah melakukan kegiatan dan dan berbaur dengan anggota dakwah masyarakat. karena keterikatan nama jamaah dan para tokoh-tokohnya dengan kontribusi dan pengorbanan. kemudian melalukan perjuangan konstitusi agar suara dakwah menembus ruang-ruang birokrasi dan menarik simpati pemerintah eksekutif. maka kami akan menghadapinya. Imam Syahid berkata. Kemudian melakukan penyaringan anasir-anasir yang baik untuk menjadi tonggak penopang yang kuat terhadap fikrah perbaikan ini. kehendak pemerintah atau penguasa.secara jelas bertentangan dengan syariat Islam.”279 4. dengan demikian ia telah mendapatkan legalitas rill di tengah masyarakat. hal.

280 281 Risalah: Wudhuh Ru'yah. keadilan.”280 Kita harus melanjutkan langkah perjuangan kita untuk berdakwah kepada Allah meskipun dengan pelbagai tekanan. kelembutan terhadap manusia dan menolak kekerasan. Mustafa Masyhur. serta terhadap akivitas-akitivitas menyokong membela jika kita disakiti. Ia tidak konfrontatif dan tidak dikonfrontasi. selama shaf dakwah ini senantiasa gilirannya dukungan menjaga secara keteguhan komitmennya tumbuh kita. Dengan legalitas rill ini serta dengan interaksi aktif dengan elemen masyarakat.” Dengan demikian. maka kita akan dan senantiasa eksis dalam kehidupan umat dan tidak akan pudar. serta melancarkan syubhat terhadap mereka. Dan pada perlahan-lahan akan pemahaman dan terhadap fikrah kita dan kelembutan dengan gerakan kita. hal.umum.”281 Jamaah ini tidak pernah berupaya melakukan konfrontasi. kesucian dan kepekaan terhadap kebaikan. namun pada saat yang sama ia juga tidak pernah kompromi terhadap prinsip-prinsipnya atau berhenti melakukan aktivitas dan proyek-proyek perbaikan serta upaya penyadaran dan tarbiyah terhadap masyarakat. ia akan bersabar dan memikul apa saja yang akan ia temui untuk melaksanakan hal itu. segala upaya maka kita menolak tuduhan segala bentuk upaya pendeskreditan jamaah yang diusung oleh organisasi pers dan melemparkan terhadap aktivis-aktivis jamaah. Ust. terhadap qiyadah dan selalu siap berkorban dan berkontribusi. dan kembali harus menyodorkan ide-ide segar dalam setiap problematika yang bergulir dengan cara yang diterima oleh masyarakat. 22 Ibid 282 . kebersihan. Kita harus menciptakan metode baru agar dapat menyampaikan dakwah kepada kaum kita.

Ikhwan sendiri –sebagai salah satu bentuk kepedulianpemerintah telah tentang memberikan masalah peringatan ini.5. jauh keras kepada mereka sebelum melakukannya. Imam Syahid justru melihat bahwa untuk menyikapi hal ini dibutuhkan cara-cara hikmah dan kondisi yang tepat serta dengan menggunakan sarana-sarana konstitusi untuk melakukan pressure. Haruslah dipilih waktu yang tepat untuk itu dengan menempuh cara yang sebijak mungkin. Menolak Cara kekerasan. serta berupaya untuk menyembuhkannya. sampailah kita pada maksud yang kita inginkan. pemaksaan dan kebencian: Jamaah menolak cara-cara kekerasan. sesungguhnya pemerintahlah yang telah menyengsarakan bangsanya dalam hal ini. Oleh karena itu kami yakin bahwa tindakan menentang arus (menghancurkan kedai-kedai minuman) seperti ini belum saatnya. hal ini tiada lain hanya akan menimbulkan implikasi buruk yang lebih besar dibanding manfaatnya. seperti menghancurkan kedai-kedai minuman keras. dengan tetap berusaha mencari penyebab munculnya kerusakan ini. Tentang penggunaan kekuatan dan melakukan tindak kekerasan di jalan-jalan dengan slogan amar ma’ruf nahi munkar. “Bisa dimaklumi bahwa tidak ada satu pun orang yang punya kepedulian di Mesir ini ingin melihat ada kedai minuman keras di sini. pemaksaan dan kebencian. terorisme. sehingga dalam pelaksanaannya dapat menekan bahaya yang seringan-ringannya. Imam Syahid berkata. Karena. Dengan demikian. Jamaah lebih memilih menahan perlakuan zalim dan menyerahkan urusan kepada Allah. terorisme. Memang dalam hal 283 . baik kepada pemerintah yang sedang berkuasa. dengan organisasi atau musuh-musuh yang lain. serta menolak perlakukan tersebut dengan sarana-sarana yang baik. maka Imam Syahid menolak cara-cara yang tidak menggunakan fiqh syar’I dan pandangan terhadap realitas masyarakat.

hal. dan hal ini membutuhkan manhaj amal implementatif. Hal. menyeru kepada hati. dan upaya-upaya pemberian aspek-asppek kebaikan dan kebajikan. ketegaran.”284 Beliau juga berkata. 6. “Sarana untuk mewujudkan cita-cita ini bukanlah harta dan bukan pula kekuatan fisik. Menggunakan manhaj amal implementatif Masyarakat sangat membutuhkan kepada yang membimbing tangannya. kebijakan dan nasehat.ini pandangan pemerintah harus mengarah kepada kewajiban Islaminya. dan membuka tabir-tabir penutup jiwa. 84 284 . Yakni 282 283 284 285 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Hal ini dilakukan setelah membangkitkan keimanan di hatinya. hal. memperbaiki kerusakan dan dekadensi.”283 Imam Syahid berkata. 149 Ibid. hal. Ikhwan justru lebih memilih menggunakan cara-cara untuk ‘memuaskan’ hingga masyarakat umum memahami dan mendukungnya dengan akidah dan keimanan. “Mereka melakukan hal ini dengan penuh kesabaran. 127 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).”285 Ikhwan sangat menghindari penggunaan tindak kekerasan dan paksaan dalam mengajak masyarakat untuk melaksanakan prinsipprinsip Islam dan menanamkan nilai-nilai akhlaknya. dan terangilah kecemerlangan akal pikiran dengan gelora perasaan yang mengharu biru penuh semangat. 240 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. tarbiyah Islam. “Kekanglah gejolak perasaan dengan pandangan dan pemikiran yang jernih.282 Ikhwan mengontrol semangat dan menimbang gejolak perasaan dengan kejernihan pikiran. mengoptimalkan keterikatan jiwanya dengan Al Quran dan penyandarannya kepada Allah. Dakwah yang haq akan mengarahkan pembicaraan kepada ruh.

yang tidak terbatas pada aspek tertentu tanpa aspek yang lain. menyebarluaskan contoh-contok kebaikan. hai’ah siyasiyah. Jama’ah riyadhiyah. namun ia mencakup semua kalangan dengan pemahaman Islamnya yang paripurna. yang tidak dinisbahkan kepada kelompok tertentu dan tidak condong pada adat apapun di masyarakat dengan warna yang khas. Ia Menghimpun seluruh makna perbaikan Karena landasannya adalah pemahaman Islam yang komprehensif.”286 Ia adalah dakwah yang tidak terbatas pada pandangan-pandangan parsial. “Dakwah salafiyah. hal. 286 287 288 Ia tidak terbatas pada aspek aktivitas umum Risalah: Dakwah Kami (Dakwah Kami).”287 8.”288 9. dan hendaknya kita tidak berhenti sampai di situ saja. 7. Fikrah ijtima’iyah. Syarikah Iqtishadiyah. Ia adalah. hal.dengan berjuang bersama masyarakat menghadapi problematika dan krisis. 122 285 . serta mengikat mereka kepada Islam dengan ikatan yang mulia. 25 Risalah: Ta’alim (Risalah Ta'alim). kelompok dan lembaga-lembaganya. memberikan mereka apa saja yang bisa kita berikan berupa kebaikan dan pelayanan umum. karakteristik dan pengikut yang khas. yang ditetapkan dalam 20 rukun prinsip pemahaman. ia mengarah pada orisinalitas agama dan kedalamannya. takaful dan ta’awun. thariqah suniyah. hal. Rabithah ‘Ilmiyah tsaqafiyah. “Dakwah Ikhwanul Muslimin adalah dakwah umum. Ini adalah tantangan di segala komunitas masyarakat. kita bahkan harus membangkitkan keimanan dan menguatkan keinginan mereka. Hakikat sufiyah. ia bahkan tidak terbatas pada satu kawasan saja tanpa kawasan yang lain. 356 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). warna atau kelompok tertentu. Universalitas Dakwah Ikhwan Imam Syahid berkata.

” Tujuan asasi. yang kita inginkan adalah keridhaan Allah. tujuan luhur.” Setelah menyebutkan beberapa bentuk dan aspek kebaikan dan aktivitas sosial yang dilakukan oleh Ikhwan. atau hanya melakukan perbaikan parsial di masyarakat.Pembentukan yang cermat 3. seminar.205 286 . hal.290 289 290 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). Tujuan dakwah ini lebih luas dari itu semua. bekerjalah untuknya dan teguhlah. dan perubahan yang dikehendaki Ikhwan adalah perubahan secar total dan integral.108 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). “Namun sekali-kali tidak wahai Ikhwan. bersatu patu untuk menghadapi dan mengadakan perubahan dan reformasi. sebenarnya hal ini bukan segalanya yang kita inginkan. Imam Syahid berkata. seluruh kekuatan umat bersinergi bahu membahu. semuanya tidak akan memberikan manfaat apapun dan tidak akan mewujudkan tujuan apapun serta tidak akan mengantarkan da’i kepada target yang diharapkan. “Sesungguhnya khutbah dan perkataan. manhaj-manhaj ishlah dalam berbagai membentuk pusat-pusat kegiatan keimanan dan tidak membatasi dakwah umum hanya melalui khutbah dan ceramah-ceramah. identifikasi penyakit dan obatnya. hal.Amal yang berkesinambungan “Maka yakilah terhadap fikrah kalian dan berkumpullah 289 di sekelilingnya. tulisan dan pelajaran.Iman Yang mendalam 2. Imam Syahid berkata.Dakwah justru berupaya mengumpulkan hati-hati manusia kepada Al Quran dan aspek mengedepankan kehidupan.” Namun hal ini membutuhkan: 1.

terlebih dahulu kami akan berbicara tentang hati yang hidup. hal. yakni dengan cara mengeluarkan dari umat yang mati. dan iman yang dalam.”292 11. Imam Syahid berkata. semangat. 149 Dari buku: Dr. Menghidupkan rasa optimis di tengah masyarakat. suatu umat yang semuanya adalah kehidupan. namun bangunlah untuk mereka istanaistana akidah yang mulia. maka mereka pasti akan meninggalkan gubuk-gubuk tersebut dan pindah ke istana-istana yang kalian bangun. hal. sebelum kami berbicara kepada kalian tentang shalat. “Sesungguhnya manusia hidup dalam gubuk-gubuk akidah yang lusuh. yang melakukan pembangunan sebelum kehancuran: “Ikhwan tidak suka mencampur adukkan antara pembangunan dan upaya penghancuran. serta aturan-aturan dalam muamalah. setelah membangkitkan keimanan mereka: Ini merupakan hal yang mendasar dalam sarana melakukan aktivitas sosial. tentang tradisi dan ibadah. nurani yang peka. “Wahai manusia. ruh yang hidup. 291 292 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).10. yakni menghilangkan rasa persimis dan putus asa. jiwa yang tanggap. Menggunakan Metode Perbaikan yang positif. kemudian membangkitkan keimanan dan rasa optimis. tentang peradilan dan hukum. Taufik Wa’I.”291 Imam Syahid juga berkata. “Umat yang bangkit membutuhkan rasa optimis yang tinggi dan luas.”293 Beliau juga berkata. maka jangan kalian hancurkan gubuk-gubuk mereka. cita-cita dan tekad. Al Quran memerintahkan umatumatnya agar memiliki perasaan ini. Ikhwanul Muslimin adalah Gerakan Islam Terbesar. hal 129 293 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). dan puasa. 277 287 .

Imam Syahid berkata. mengarahkan dan menunjukkan mereka kepada kebaikan. 294 295 296 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). konsentrasilah pada dakwah kalian. “Kami akan mentarbiyah bangsa kami. 179 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). seluruh kekuatan umat bersinergi bahu membahu. Jamaah dengan manhaj perbaikannya bukan sebagai pengganti masyarakat: Jamaah justru bersinergi dan bekerjasama dengan segenap kekuatan yang mengupayakan perbaikan. hal.296 Perbaikilah diri kalian. Apakah kalian sudah beriman?294 12. Yakin akan datangnya dukungan dan pertolongan Allah.”295 “Perubahan yang dikehendaki Ikhwan adalah perubahan secara total dan integral. agar lahir dari mereka sebuah bangsa yang muslim. Bangga dalam memeluk agama Islam 3. Dakwah dan jamaah melakukan aktivitas penyadaran dalam masyarakat dan bekerjasama dengan segenap kelompok-kelompok yang ikhlas. dan saling memahami dalam hal yang kita perselisihkan. ia selalu memelihara setiap yang memiliki kemampuan. dan kami akan menjadi bagian dari bangsa muslim itu. bersatu padu menghadapi dan mengadakan perubahan dan reformasi. “Kita saling tolong menolong dalam hal-hal yang kita sepakati. Iman dengan keagungan risalah Islam 2. dan pimpinlah umat menuju kebaikan.Semua itu bisa terwujud dengan ketiga rukun ini: 1. hal. hal.205 288 . 235 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda).” Jamaah juga tidak mengklaim bahwa upaya perbaikan hanya miliknya sendiri atau membatasi kebaikan pada dirinya sendiri.

bersih dari ambisi Pribadi. terbebas dari ujub.”299 “Segala puji bagi Allah. Menghindari bekerja. dan mengembalikan seluruh urusan kepada Allah semata. hal. 13 289 . bersih dari kepentingan dunia. “Kami tidak menyerang mereka. hal. sesungguhnya kami terbebas dari ambisiambisi pribadi. kemudian membawa masyarakat kepada kebenaran itu dengan cara yang baik dan sikap yang lemah lembut.27 Ibid.298 14. 215 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). Ikhwanul Muslimin membolehkan adanya perbedaan dan membenci sikap fanatisme terhadap pendapat sendiri. dan jauh dari egoisme. karena kami membutuhkan kekuatan dan kesungguhan yang mereka gunakan untuk permusuhan. Murni dan ikhlas karena Allah dalam berdakwah dan bekerja Ia harus murni dari nafsu dan ambisi Pribadi. kami tidak menginginkan 297 298 299 Ibid. hal. ghurur (terpedaya). “Bahwa dakwah (Ikhwanul Muslimin) membawa misi dakwah yang bersih dan suci. Imam Syahid berkata. serta cara-cara politik (golongan) dalam dan tidak memasuki wilayah konflik perseteruan dengan kelompok yang lain: Imam Syahid berkata. dan bersih dari hawa nafsu.13. serta senantiasa berusaha menemukan kebenaran.”297 Kesadaran itulah yang membuat dada mereka lebih lapang dalam menghadapi orang-orang yang menyelisihi mereka.

25 290 . Sebenarnya Allah. Bangga dengan dengan dakwah dan mendeklarasikannya di tengah segenap kekuatan dan kejelasan menjamurnya kelompok-kelompok dakwah: 300 Risalah Pergerakan. hal. 109 301 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). maka kami sama sekali tidak menganggap itu keutamaan diri kami. suci dan murni. yang tidak terwarnai (dengan warna lain).”300 Dakwah Ikhwanul Muslimin adalah dakwah yang putih.”301 “Andaikan yang kami lakukan ini adalah sebuah keutamaan. ia selalu bersama kebenaran dimanapun berada. hal.apapun selain keridaan Allah dan kebaikan untuk manusia. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa Telah memberi nikmat kepadaku dengan keIslamanmu. yang menyukai perkumpulan dan membenci penyimpangan.                           :Artinya “Mereka merasa Telah memberi nikmat kepadamu dengan keIslaman mereka." (Q. Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari in)i. dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar. Kami hanya percaya kepada firman Allah Swt.S Al Hujurat: 17) 15. dan kami tidak bekerja kecuali untuk mendapatkan rida Allah Swt.

dan itu merupakan bagian mendasar dalam dakwah dan tarbiyahnya. berada pada posisi saling tarik-menarik antara Komunis Rusia dan Demokrasi Amerika.” • Mempersiapkan masyarakat: kader dakwah untuk bersinergi dengan Dakwah mempersiapkan kader-kadernya melalui tarbiyah. “Sesungguh dunia sekarang ini. lalu pada kebutuhan dunia padanya. Dan sekarang. maka ia harus dipersiapkan dan terus menerus dibina. untuk bersinergi dengan masyarakat dan memberikan perlayanan umum untuk manusia. kapan 302 saja ia berkenan menunjukkan kehendak dan kekuatannya. edisi 16 Januari 1951 M. latihan dan pemahaman yang benar. target dan mainstream dakwah hingga diperkenalkan dengan kondisi rill di lapangan dan kendala-kendalanya. Dengan segenap perbedaan jenjang dan kualitas masing-masing kader tarbiyah. 291 . masing-masing kader dalam barisan (dakwah) tetap diminta untuk memberikan kontribusinya. maka kalian berkewajiban untuk mendeklarasikan hakikat (kebenaran dakwah) dengan jelas. lalu pada hati orangorang yang meyakininya. kemudian pada pertolongan Allah. Karena personal kader-kader tarbiyah merupakan titik tolak untuk melakukan aktivitas sosial dan dakwah. Ia dipersiapkan agar memenuhi hal-hal berikut: 302 Bagian terakhir dari risalah yang ditulis oleh Imam Syahid untuk Ikhwanul Muslimin. ia merasakan kegoncangan dan kebingungan serta tak satupun dari dua jalan itu yang dapat mengantarkannya kepada ketenangan dan keselamatan. kita tidak perlu takut karena kita tidak memiliki negara atau kekuatan. di tangan kalian ada botol obat penawar yang berasal dari wahyu langit. kita harus mengajak kepada manhaj kita yang Islami dengan penuh kekuatan. diterbitkan oleh Majalah Al Mabahits. dari penguasaan dan pemahaman terhadap tujuan-tujuan dakwah. karena sesungguhnya kekuatan dakwah terletak pada dakwah itu sendiri.Imam Syahid berkata. sesuai kondisi dan persiapan mereka secara personal.

303 7. tidak melupakan kebaikan dengan kemarahannya. beradab dan berakhlak Islami. tegar dan tabah menghadapi tekanan dan aksi teror. 6. nafsu dan makna-makna ujub dan takabbur. diantara kewajiban Aktivis 292 . dermawan. Memiliki sikap positif dalam harakah (dakwah) Memiliki semangat yang tinggi dan aktivitas yang luas. toleran dan lembut terhadap sesama. 2.1. baik muamalahnya. mengatakan yang benar walaupun terhadap diri sendiri atau orang yang paling dekatnya walaupun kebenaran itu pahit. yang kemudian dapat mencerna dan memberikan keputusan terhadap persoalan tersebut dengan muatan-muatan dakwah. melepaskan diri dari ambisi. dan itu merupakan bagian dari dakwahnya. amanah. tidak membuat gaduh atau keributan. Mengetahui dan mengenal secara jelas dan sadar terhadap peran sosialnya di masyarakat. yang terlatih untuk memberikan layanan umum. tidak berpegang kepada persangkaan. Imam Syahid berkata. tidak melupakan jasa baik karena permusuhan. Cepat dan tanggap dalam memberikan perlayanan umum dan proyek-proyek kebaikan kepada masyarakat. jujur dalam janji dan ucapan. adil. 3. Memiliki rasa cinta dan kepekaan terhadap masyarakat dan seluruh civitasnya. dan tahu bagaimana bermuamalah dan bekerjasama dengan mereka. menjauhkan diri dari ghibah dan namimah. itqon (professional) dalam pekerjaan dan aktivitasnya. ia 303 diharuskan menyucikan jiwa. menjadi teladan dalam muamalah maliyah (masalah keuangan) dan sosial. meluruskan tingkah laku. Peka terhadap persoalan-persoalan Islam. 5. 4. berlapang dada terhadap orang-orang yang berbeda dengannya. benar membuat keputusan perkara. yaitu: Menjaga lisan. mengasihi yang muda dan menghormati yang tua. “Ketika seorang akh bergabung dengan Ikhwan.

”               :Artinya “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami.”306 “Saya pun berbicara kepada kepada mereka yang malas agar segera bangkit dan bergerak.mempersiapkan akal. dan masyarakatnya. teman sejawat.”305 Beliau juga mengatakan. karena jihad tidak mungkin dilakukan dengan santai. jiwa dan raganya untuk jihad dan perjuangan panjang di masa yang akan datang. benar. serta menjaga batas-batas perintah dan larangan Allah dan Rasul-Nya.205 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). “Sesungguhnya. seorang muslim harus mengetahui tujuannya. Dunia akan menanti dakwah kalian.benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan kedamaian untuk membebaskan manusia dari semua penderitaan. dakwah keberuntungan. masa akan mengeluarkan saripatinya yang banyak dari peristiwa-peristiwa yang dialaminya. Kemudian ia dituntut untuk menyebarkan ruh (semangat) ini kepada keluarga. kemudian bekerja untuk arah yang ditujunya agar sampai pada tujuannya. 304 305 306 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). dan menentukan arahnya. Seorang akh belumlah dikatakan sebagai seorang muslim yang benar hingga ia menerapkan hukum dan akhlak Islam pada dirinya. Sekaranglah giliran kalian untuk memimpin umat dan membimbing bangsa. dakwah hidayah. hal. 15 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) 293 . hal.”304 “Telah tiba waktunya. Kesempatan-kesempatan itu akan terbuka untuk sebuah kerja besar. kerabat.

rujuk kembali ke Bab V. adat. yang dalam pembentukannya mencakup: rumah tangga. institusi (negeri.dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. komunitas (perkampungan. opini umum. (Q. atau masyarakat. yang mulai dari dirinya sendiri kemudian menyebar dan memberikan pengaruh di lingkungan sosialnya. yang tujuan-tujuan antara lain: 1. politik. resmi dan tanfidziyah (eksekutif pemerintah)) di seluruh jenjangnya serta seluruh unsur-unsur yang mempengaruhinya. kota-kota.S Al Ankabut: 69)307 Bab VII Tujuan dan Aspek Amal Bersama Keluarga dan Masyarakat Tujuan dan Aspek Amal Bersama Keluarga dan Masyarakat • Poros-poros dan Tujuan Amal Bersama Masyarakat Kami akan menyampaikan secara ringkas –dari Risalah-risalah Imam Syahid dan pengarahan-pengarahannya-. poros-poros dan tujuan amal bersama masyarakat. dan distrik). Memperhatikan rumah tangga sebagai basis dasar dalam membina masyarakat308: 307 308 Ibid Untuk Menambah keterangan. 294 . baik dalam skala individu. undang-undang dan lain-lain. Pembentukan Keluarga Muslim. rumah tangga. pers. baik ekonomi. Hal ini kemudian menjadikan shaf Ikhwan termasuk bagian dari masyarakat.

kerabat dekat dan teman-teman mereka. serta menjaga nilai-nilai Islam dalam setiap aktivitas dan kesibukan rumah tangga. Imam Syahid berkata. Memberikan perhatian terhadap lapangan usia yang berbedabeda. 84 295 . dan membina generasinya dengan nilai-nilai Islam. 101 Risalah: P Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. 94 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda).”309 Titik permulaannya adalah: a. hal. baik pikiran maupun akidahnya. Keluarga-keluarga dakwah dan pendukungnya. Kemudian lokasi dakwah meluas ke anggota keluarga. kerabat dekat. membimbing mereka dengan prinsip-prinsip Islam. mendapatkan dukungan terhadap fikrah-fikrah Islam dan dakwah. rumah-rumah mereka. dalam aktivitas dan prilakunya. penuhperhitungan.Imam Syahid berkata. dimana ia mampu mengajak keluarganya untuk menghargai fikrahnya. Memberikan pengaruh di keluarga-keluarga yang ada di masyarakat dengan pelbagai sarana untuk menyemarakkan fenomena kehidupan Islam. telah mereka mulai dari diri mereka sendiri. hal. hal. “Kami menginginkan kebangkitan laki-laki dan perempuan secara bersama-sama. mendidik anak-anak dan pembantunya dengan didikan yang baik.”311 2. “Kami meninginkan rumah tangga muslim. baik akhlak maupun nuraninya. menyebarkan nilai-nilai Islam di tengan-tengah mereka. yang dimulai dengan memilih suami atau istri yang baik. “Aktivitas amar ma’ruf dan nahi munkar. kemudian kepada keluarga.”310 b. mempersiapkan mereka untuk membina rumah tangga muslim. mengumumkan adanya takaful dan emansipasi serta menetapkan tugas masing-masing secara rinci. dengan hikmah dan nasehat-nasehat kebaikan. Mereka menyampaikan hal itu dengan penuh kesabaran. peran wanita dan hak-haknya: 309 310 311 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). C.

hal. 177 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). dan menentukan targetnya. lembaga. Seperti. laki-laki maupun wanita. kami juga memperhatikan kaum wanita sebagaimana perhatian kami kepada kaum pria. mahasiswa. berkoordinasi dan bekerjasama. mengumumkan adanya takaful dan emansipasi serta menetapkan tugas masing-masing secara rinci. Optimalisasi Organisasi dan Para Aktivis Dakwah Untuk Kepentingan Agama Islam: Baik dari dalam shaf dakwah maupun dari luar shaf. dan lain-lain. hati-hati yang lengah. mengikat mereka dengan ajaran Islam dan mendidik mereka dengan pendidikan yang benar. maka bukan termasuk jalan orang-orang mukmin. “Untuk itu. Imam Syahid juga memberikan perhatian yang sama terhadap kaum wanita.Baik perhatian kepada remaja. “Kami menginginkan kebangkitan laki-laki dan perempuan secara bersama-sama. dimana seorang muslim harus mengetahui tujuannya.”314 3. Kami juga memperhatikan anak-anak sebagaimana perhatian kami kepada pemuda. club-cluc.”315 312 313 314 315 Lihat Risalah Pergerakan. hal. khutbah. serta mengarahkannya untuk perbaikan. hal. serta memberikan perhatian dan peran yang istimewa terhadap para pemuda312. 94 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). mesjid. permainan dan gurauan. dan hendaknya ia berupaya untuk mewujudkan target-targetnya tersebut hingga ia sampai kepada tujuan yang diinginkan. Adapun mereka yang dilanda kelalaian dan kebingungan. yaitu dengan melengkapinya dengan sarana-sarana dan penjelasan terhadap ajaran Islam. terutama dari Universitas Al Azhar. dengan mengatakan. “Telah tiba waktunya. Kepada Para Pemuda Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda).15 296 .”313 Beliau juga berkata.

yaitu: Pertama. “Saya berkeyakinan bahwa tujuan paling penting dari diturunkannya Al Quran yang wajib ditunaikan oleh umat Islam ada tiga perkara. mengambil cahayanya –dalam memahami kata-kata para pemimpin umat. meminta kepada manusia untuk menerapkan hukum-hukumnya.”316 “Ketauhilah bahwa Ikhwanul Muslimin berupaya dengan sungguh- sungguh untuk mengembalikan mereka kepada kitabullah. yang merupakan semuliamulia tujuan seorang muslim dalam hidupnya. hal.86 Ibid Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Membangkitkan keimanan di dalam hati manusia terhadap Al Yang sangat urgen adalah mengenalkan Al Quran kepada masyarakat.”317 “Dan kalian meyakini bahwa kewajiban muslim yang haq adalah berjuang untuk Islam sehingga menguasai kehidupan masyarakat seutuhnya. memperkuat keimanan dan melakukan tarbiyah secara bertahap. Kedua. dan menjelaskan keagungan dan mukjizatnya serta berinteraksi dengannya. hal. Menjadikannya sebagai sumber hukum-hukum agama dan syariat.”318 316 317 318 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. 237 297 . Imam Syahid berkata. dan menyeru mereka bersama-sama untuk mewujudkan tujuan ini. dan mendekatkan diri kepada Allah dengan Al Quran. dengan langkah-langkah berikut: a. Menjadikannya sebagai dasar undang-undang di dunia. yang harus dipetik nilai-nilainya dan diterapkan dalam realitas kehidupan.dengan ayat-ayatnya. Memberikan pengarahan kepada masyarakat. Quran. Ketiga. memperbanyak membacanya (tilawah).4. mereka beribadah dengan tilawahnya. beribadah dengan membacanya.

”320 c. akan tetapi meminta dari pertolongan kepada penghuni kubur siapun mereka.B. Menghidupkan Adat-adat Islami dan menghilangkan adat-adat asing dalam setiap aspek kehidupan.” “Ziarah kubur –kubur siapapun. adalah kesesatan yang wajib diperangi dan dihancurkan dengan menggunakan cara yang terbaik. dan menumbuhkan keberanian yang sesungguhnya. memperkuat akhlak. berdoa kepadanya.. yang tidak justru menimbulkan bid’ah yang lain yang lebih parah. “Kita mengajak manusia untuk menerapkan hal itu dengan cara-cara yang lembut dan penuh cinta. memerangi kehinaan. pembaharuan jiwa. membangun kuburnya. Memperkuat akhlak. adalah kemungkaran yang harus diperangi. dan kemungkaran dengan bijak dan penuh hikmah. menutupinya memberikan penerangan. penyingkapan perkara ghaib. serta berupaya untuk mengamalkan sunnah Rasulullah Saw. Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? Ibid 298 . mantra. dan semisalnya. baik berupa penambahan maupun pengurangan. bernadzar untuknya. mengusapnya (untuk Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). kecuali mantra dari ayat Al Quran atau ada riwayat dari Rasulullah Saw. Melakukan amar ma’ruf nahi munkar. guna-guna.adalah sunnah yang disyariatkan dengan cara-cara memohon dengat 319 320 321 yang diajarkan Rasulullah (baik Saw. ramalan. hajat dari jarak dekat maupun kejauhan). “Maka tujuan pertama yang digariskan oleh Ikhwanul Muslimin adalah tarbiyah shahihah. pemenuhan satir. perhitungan.”319 “Dengan tetap mengedepankan kesabaran.”321 d. perdukunan. kebijaksanaan dan nasehat.” “Setiap bid’ah yang dalam agama Allah yang tidak ada pijakannya tetapi dianggap baik oleh hawa nafsu manusia. diantaranya: “Jimat.

demi menutup pintu fitnah yang lebih besar. dan membangun jiwa yang hidup dan penuh vitalitas. 235 299 .”322 e. dan segala sesuatu yang serupa dengannya adalaj bid’ah besar yang wajib diperangi. bersumpah dengan selain Allah. merasakan keindahan dan keagungan Al Quran. yang dengan hal itu ia memahami dakwah dan agamanya. 16 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Risalah Wudhuh Ru'yah. hal. Nabi Muhammad Saw. serta mengutamakan kemaslahatan umum dari kemaslahatan Pribadi. “Dengan Tiga spirit.”324 6. dan bagaimana menuntut haknya: 322 323 324 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim).mendapatkan berkah). bangga dalam memeluk agama Islam. 358 Al Ustadz Mushthafa Masyhur. hal. di hati para sahabatnya. Imam Syahid berkata. yang merasa izzah dengan Islam. Membina masyarakat untuk bersungguh-sungguh dan mengembangkan sikap positif. spirit yang dihidupkan oleh pembawa pertama risalah dakwah ini. Menshibgahah kehidupan masyarakat dengan shibghah Islam “Kami berupaya untuk membina umat Islam dalam kondisi yang memudahkan mereka untuk benar-benar menjadi muslim. Yakin akan datangnya dukungan dan pertolongan Allah. maka kepada spirit itu kami menyeru manusia. hal. serta memperjuangkannya dengan penuh keyakinan dan keimanan. Iman dengan keagungan risalah Islam.”323 5. Juga janganlah mencari ta’wil (pembenaran) terhadap berbagai prilaku itu. Membangkitkan Ruh Optimisme dan Keimanan serta Menguatkan Kepekaan: Harus ada upaya untuk membangkitkan ruh.

hal.” 7. Kehilangan keteladanan tertinggi 3. Lari dari proses pengobatan 6. yang merupakan lawan dari sifat-sifat buruk ini. (Q. yang membutuhkan upaya perbaikan dan penyembuhan. Meluruskan akhlak dan jiwa. hal.           Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. 137 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dan menshibghah masyarakat dengan shibghah Islam: Imam Syahid menyebutkan sisi penting dari penyakit yang diderita oleh masyarakat. yakni perbaikan jiwa. dan obat adalah satu kata yang menjadi solusinya. 152 300 . Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. Mengutamakan kepentingan Pribadi dari kepentingan umum 4.”325 Dan hendaknya kita berusaha.S Al Syams: 9-10)326 325 326 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).“Maka akan datang waktu tersebar dan mendominasinya prinsipprinsip Ikhwan. yakni: 1. Takut menghadapi kenyataan 5. lalu masyarakat akan belajar bagaimana ia lebih mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan Pribadi. Upaya yang harus kita tempuh tidak lain adalah mengobati jiwa manusia dan meluruskan moral bangsa. “Mendirikan komunitas-komunitas kebaikan di tengah masyarakat dan yang komitmen terhadap ajaran-ajaran Islam sebagai manhaj kehidupan dan berupaya untuk menyebarkannya. Dekadensi moral 2. Perpecahan –semoga Allah menghancurkannyaInilah penyakitnya.

sesuai dengan kemampuan dan kondisi yang memungkinkan. dan membentuk masyarakat ideal yang loyal kepada syariat Islam. maupun sukarelawan untuk mendukung proyek-proyek semacam itu. menjembatani hubungan antara orang-orang kaya yang alpa dengan orang-orang miskin yang membutuhkan uluran tangan mereka. melakukan ishlah (perbaikan) terhadap hubungan social antara anggota masyarakat yang untuk keperluan itu tentunya menyita banyak waktu. Memberikan pelayakan dan kepada masyarakat dan memerangi usaha-usaha kebodohan. dan kemudian melakukan pengelolaan terhadap apa saja yang dibutuhkan oleh proyek-proyek yang ada. 152 328 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). lihat juga: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. kebodohan dan memberantas penyakit. memerangi kemiskinan.”327 Adapun tentang sarana yang membantu proyek ini adalah sebagaimana yang dikatakan Imam Syahid. mengikis tindak criminal. “Sasaran kalian adalah berbuat untuk membenahi kurikulum pendidikan dan pengajaran. kantor-kantor mendirikan lembaga-lembaga social dan membimbing serta memelihara kelangsungannya. serta memberikan bantuan pada saat musibah dan bencana: Imam Syahid berkata. mengadakan peringatan-peringatan hari besar Islam yang terkait dengan kebesaran dan kemuliaannya.8. baik menyangkut masalah harta (pembiayaan). hal. 108. membangun sekolah. "Sarana-sarana yang digunakan Ikhwan dalam medan seperti ini adalah melakukan perngorganisasian. penyakit kemiskinan. dan mengurusnya. tenaga dan harta. mendorong kebaikan dan kemaslahatan umum dalam pelbagai bentuk. dengan cara mengumpulkan 327 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). 240 301 . "Seperti membangun membangun mesjid dan memakmurkannya. Hal. rekruitmen peserta."328 Jamaah ini berkhidmat kepada masyarakat untuk memberikan pelayanan dan bantuan-bantuan sosial. dan meminta bantuan kepada para pakar di bidang-bidang masing-masing. Hal ini sebagaimana yang diisyaratkan oleh Imam Syahid. menggalang sukarelawan. hal.

"330 Kemudian agar manusia tidak menganggap bahwa dakwah hanya terbatas untuk hal ini saja. yang kita inginkan adalah keridhaan Allah. seluruh kekuatan umat bersinergi bahu membahu. Ustadz Musthafa Masyhur 302 . dan perubahan yang dikehendaki Ikhwan adalah perubahan secar total dan integral. menghidupkan tolong-menolong bangsa Arab dan Islam dan melawan perpecahan dan penyimpangan: "Hingga kita bisa menanamkan kesadaran di setiap orang masyarakat Mesir tentang urgensi perubahan yang Islami. Imam Syahid menambahkan. Menyadarkan umat dan anggota masyarakat tentang peran dan kewajiban umat dan mereka. 205 Ibid Risalah: Wudhuh Ru'yah."332 329 330 331 332 Ibid Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). "Jamaah ini terdiri dari para akh yang menjadikan lembaga-lembaga sebagai tempat aktivitas mengajar orang-orang yang buta huruf. Hal.331 yang bermanfaat.shadaqah untuk dibagikan pada waktu-waktu tertentu dan ketika hari raya dan hari-hari besar lainnya. mendamaikan orang-orang yang bermusuhan. Tujuan asasi. serta menyalurkan sedekah kepada orang-orang yang membutuhkan. serta antara terhadap ruh bangsaproblematika persatuan Islam. sebenarnya hal ini bukan segalanya yang kita inginkan. dan mesjid-mesjid sesuai dengan 8. Jamaah ini juga mendirikan yayasan kemampuan dan kondisi yang ada. seperti madrasah."329 Beliau juga berkata. memberikan nasehat dan bimbingan. mengajarkan hukum-hukum agama kepada manusia. ma'had. balai pengobatan. bersatu patu untuk menghadapi dan mengadakan perubahan dan reformasi. “Namun sekali-kali tidak wahai Ikhwan. tujuan luhur.

Namun. Memperbaharui pengaruh (Al Quran) yang luarbiasa terhadap jiwa. c. b. Memulai dengan memperbaiki pemahaman kaum muslimin terhadap agama mereka. hal."333 Beliau juga berkata. menghidupkan rasa optimisme dan keyakinan terhadap pertolongan Allah Swt.Aspek ini mencakup hal-hal sebagai berikut: a. dan melakukan gerakan-gerakan positif untuk menghadang konspirasi yang meliputinya. mengungkap keindahan dan kecantikan yang terdapat di dalamnya. meski itu harus mereka bayar dengan jiwa dan harta mereka. dan kalian tahu akan hal ini. Imam Syahid berkata. sehingga remaja-remaja kita tumbuh dewasa dan mengetahui secara benar 333 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). menjelaskan dakwah Al Quran dengan sejelasjelasnya dan menyampaikannya dengan cara yang baik dan sesuai dengan konteks kekinian (kontemporer). dan memberikan perhatian terhadap problematika yang menimpanya. Membangkitkan kepekaan umat Islam serta kewajibannya terhadap saudara-saudaranya seagama. musibah-musibah yang menimpanya.151 303 . kalian harus menjelaskannya kepada khalayak dan mengajarkan kepada mereka bahwa Islam tidak pernah rela sedikitpun jika sampai dikurangi dari pemeluknya kebebasan dan kemerdekaannya. serta menyampaikannnya kepada rekan-rekan dalam pelbagai pertemuan. mengajarkannya kepada putera-puteri kita. isteri dan saudara-saudara kita. "Cukuplah rasa sakit ini ada di dalam penjelasan ini. karena rangkaian (konspirasi) itu ternyata tidak akan pernah berakhir. ancaman dan konspirasi yang menyelimutinya. d. serta terus menerus berupaya memberikan bantuan dan pertolongan terhadap negeri-negeri muslim yang tertindas. terutama Palestina. "Seyogyanya kita harus senantiasa mengingat musibah-musibah ini dan membacanya di setiap pagi dan petang. Mereka senantiasa siap jika harus memimpin dan mengumandangkan jihad. serta menolak syubhat dan kebatilan darinya. Menyadarkan umat terhadap kondisi umat Islam.

agar mereka tidak tertipu dan tidak ditimpa (musibah) seperti yang pernah menimpa kita. Menyadarkan umat terhadap tipikal musuh serta agar tidak terpedaya dengan tipu dayanya: "Sehingga remaja-remaja kita tumbuh dewasa dan mengetahui secara benar musuh-musuh mereka. Hal. 10. Fuad al Hajarsi. cukuplah kelalaian dan persangkaan baik. agar mereka tidak tertipu dan tidak ditimpa (musibah) seperti yang pernah menimpa kita. 334 Makalah dengan Syahid tahun 1931 335 Makalah dengan Syahid tahun 1931 judul (dari judul (dari Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya. sementara Allah telah menggambarkan kaum tersebut dalam Al Quran dengan mengatakan:            Artinya: "Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran). 117 Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya.S Al Baqarah: 217) Ingatlah selalu bahwa ular (musuh) pertama umat Islam adalah generasinya identitasnya yang tertipu dan terpedaya. Fuad al Hajarsi. Imam buku: Imam Syahid." 334 e. Membangun persatuan Arab dan Islam. dan yang telah meninggalkan Allah sebagai muslim menentangnya. kemudian memusnahkan orang-orang yang tidak beragama dari putera-puteri Islam. Hal." (Q. Imam buku: Imam Syahid. dan meminta pemerintah untuk membantu upaya ini dan memberikan prasarana yang dibutuhkan. 117 304 .musuh-musuh mereka. seandainya mereka sanggup." 335 "Jangan kalian terpedaya oleh diri kalian sendiri wahai umat Islam.

Melakukan penyadaran secara terus-menerus seputar manhaj dan syariat Islam. Dengan demikian ia berkaitan erat dengan tujuan Islam yang tinggi."338 Dan hendaknya mereka mengenal sejauh mana keberlepasan dan kejauhan pemerintah dari syariat Al Quran: 336 337 338 Risalah dalam muktamar para pelajar dan mahasiswa Ikhwanul Muslimin Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). keluarga. dunia mengembalikan kepemimpinan (Ustaziyatul 'Alam): Imam Syahid berkata. dan kita sebarkan di kalangan manusia. serta menyampaikannya kepada mereka. sehingga ia menjadi tuntutan publik yang diserukan dan didukung oleh segenap masyarakat. dari mendirikan pemerintah Islam secara totalitas." 11. khilafah membebaskan dan memimpin negeri."337 "Kami meyakini bahwa di dalam manhaj Islam terdapat segala prinsip dan perangkat-perangkat untuk kehidupan dan kebangkitan umat. 251 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia) 305 ."336 "Diantara bentuk dakwah kalian wahai ikhwah yang saya cintai. bahwa orang-orang yang mulhid (kufur) dari umat Islam adalah musuh pertama kalian. dengan menunjukkan kepada mereka bentuk-bentuk riil kebaikan agama kalian. serta kunci kebahagiaan baik untuk skala individu. Masih banyak yang memahami makna undang-undang Islam secara tidak tepat dengan yang sebenarnya. hal. menjelaskan tentang prinsip-prinsip dan ajarannya. menolak syubhat dan menunjukkan kebenarannya yang cemerlang. "Hendaknya makna-makna ini wahai saudarasaudara yang saya muliakan tersebar di antara kita.Maka ingatlah wahai Ikhwanul Muslimin. masyarakat dan Negara. adalah kalian turut andil memberikan kontribusi untuk perdamaian dunia dan membangun kehidupan yang baru untuk manusia.

untuk kemudian memeliharanya. membangkitkan semangat kebangsaan yang tulus dan mengarahkannya agar sesuai dengan pandangan Islam: Imam Syahid berkata. baik politik maupun sosial. Dan Ikhwan-lah yang bekerja untuk itu. 137 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). menegaskan keberhakannya bagi setiap individu dan masyarakat dengan kandungan nilai yang utama. "Kita harus menyadarkan manusia."Dalam kaitan ini. Masyarakat hendaknya memahami hal ini dan menuntut kepeda pemerintah untuk mendapatkan hak-hak keIslamannya. Menyadarkan umat tentang hak-haknya. merupakan bagian dari ajaran Al Quran. hal. dan mencintai bangsa (nasionalisme) merupakan sebagian dari keimanan. serta hak mendapatkan kebebasan dan keamanan."339 12. 339 340 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). maka ia bukan termasuk golonganku. dan izzah. bahwa politik." Islam memerangi penindasan internasional yang mereka menamakannya penjajahan dengan semua praktek kekuatan yang dilakukan.yang bisa mengemban amanat dan menunjukkan kesiapannya untuk menegakkan nilai-nilai Islam. Ajaran Islam sama sekali tidak membolehkan suatu bangsa menguasai dan memaksakan kehendaknya kepada bangsa lain. Rasulullah Saw. Kata-kata Umar bin Khattab kepada 'Amr bin Ash kiranya masih terngiang di telinga kita. bersabda: ‫(( )) من أعطى الذلة من نفسه طائعا غير مكره فليس مني‬ Artinya: "Barangsiapa yang menghinakan dirinya dengan sukarela tanpa dipaksa. menyerukan kepada mereka agar merasa terhormat dengan kemerdekaan itu. 257 306 . hal. ada satu hal yang ingin saya katakana bahwa Ikhwanul Muslimin belum melihat suatu pemerintahan –baik pemerintahan yang sekarang maupun yang lalu. kebebasan."340 "Islam yang hanif ini telah mendeklarasikan sekaligus menganggap sakral kemerdekaan tersebut.

hasrat yang kuat dan kemauan yang keras. harus dibangkitkan semangat untuk meraih izzah."343 Dalam mentarbiyah dan membina umat. Bagi umat. antara maslahah dan mafsadah."342 Kita juga bertujuan untuk mempersiapkan umat dan masyarakat untuk menyiapkan dirinya demi mengemban tugas dan perjuangan yang panjang. dan kesungguhan itu adalah kelelahan dan kesulitan. tidak ada bekal yang dapat digunakan untuk menghadapi situasi yang buas ini kecuali hati yang sarat iman."Sejak kapan kalian memperbudak manusia. hal."341 Dalam bidang sosial. kemuliaan dan cinta kemerdekaan. sikap murah hati dan kesediaan berkorban. antara pemilik kebenaran dan yang merampasnya. "Sistem Islam bukanlah slogan dan julukan semata. serta untuk menghadapi perseteruan yang sengit antara kebenaran dan kebatilan. antara para da'i yang tulus dengan para pengklaim yang palsu. sementara sang ibu telah melahirkan mereka dalam keadaan mereka. dan nasib tak menentu bakal menimpa generasinya. umat akan hancur. perjuangan senantiasa menuai kegagalan. dan hendaknya umat dan masyarakat mengetahui bahwa jihad (perjuangan) ini merupakan bagian dari kesungguhan. antara penempuh jalan yang lurus dan yang menyimpang. selama kaidah-kaidah pokok di atas tadi bisa diwujudkan (dimana tidak mungkin suatu hukum akan tegak tanpanya) dan diterapkan secara tepat hingga dapat menjaga keseimbangan dalam berbagai situasinya (yang 341 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). Tanpa ini semua. serta kesiapan terjun ke medan juang pada waktunya. Imam Syahid berkata. 342 Ibid 343 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. 69 307 . Ikhwanul Muslimin sangat memperhatikan sisi kesadaran kebangsaan dan kematangan politik yang dimiliki umat.

yang di belakangnya tiada lain adalah upaya merusak bangsa Timur dan melenyapkan persatuan Islam. Mihnatul Islam. Imam Syahid. 319. karya Fuad Al Hajarsi 347 Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). menahan siapa saja yang berbaik sangka terhadap musuh. 114 308 . menyadarkan masyarakat."346 "Secara umum dapat dikatakan bahwa kita sedang berhadapan dengan gelombang materialisme. Keseimbangan ini tidak mungkin bisa terpelihara tanpa adanya nurani yang selalu terjaga dan perasaan yang tulus akan kesakralan ajaran ini. diambil dari buku."345 "Merupakan kewajiban kami untuk merubah tanpa terjangkit wabah pemikiran mereka yang telah akut. hal. Ikhwanul Muslimin dan Permasalahan Palestina."344 13."347 peradabannya ke masa ratusan tahun silam sehingga kita terbelenggu di negeri sendiri dan membiarkan masyarakat bergulat dengan 344 Risalah: Sistem Pemerintahan. 55 346 Dari makalah. hal. hal. Melawan aliran-aliran yang merusak dan menghancurkan umat serta yang memusuhi Islam. dan hidayah Al Quran. dan siapa saja yang telah membius otot-otot kami dengan pemikiran-pemikiran palsu dan kalimat-kalimat rayuan. yang berupa kebangkitan sektor materi dan peradaban kelezatan serta syahwat.masing-masing bagian tidak mendominasi bagian yang lain. (penerjemah mencantumkan redaksi yang ditulis Imam Syahid secara lengkap) 345 Dari makalah. menghalangi dunia dari bimbingannya. Imam Syahid tahun 1931. "Umat kita harus bisa membedakan antara orang-orang berakidah yang berjuang dan para pecundang dari politikus dan militer. yang mana ia telah memerosotkan moral bangsa-bangsa Islam. Ustadz Fuad Al Hajarsi. menjauhkan mereka dari kepemimpinan Nabi Saw. menarik mundur derita. dari buku. sehingga dapat dibedakan antara para pemimpin yang tulus dengan para pengobral slogan dan nafsu: Imam Syahid berkata. Kewajiban dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya. mereka tidak jauh berbeda dengan orang-orang Eropa.

hal. hal."348 "Ikhwanul Muslimin tidak percaya pada kebangsaan (nasionalisme) dalam makna-makna buruk di atas (kebangsaan permusuhan dan kebangsaan jahiliyah). 20 Ibid. Kami tidak pernah menyerukan ungkapan Firaunisme. Risalah: Wudhuh Ru'yah. serta bekerjasama dengan seluruh kekuatan yang tulus. atau membagi-baginya dengan batas-batas geografi yang sempit. Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia)."349 "Kami meyakini bahwa semua bentuk kebangkitan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam dan berbenturan dengan hukum-hukum Al Quran adalah sebuah upaya yang rusak dan akan menemui kegagalan.”350 14. "Adapun jika yang mereka maksudkan dengan nasionalisme itu adalah memilah umat Islam dan Arab menjadi kelompokkelompok yang saling bermusuhan dan berseteru satu sama lain. baik muslim maupun nonmuslim dari anak-anak negeri ini. maka kami menolaknya. Memelihara faktor-faktor kekuatan dan kebaikan yang ada di masyarakat dan melawan faktor-faktor kemalasan dan kerusakan. Tidak juga kepada semua nama dan gelar yang selama ini digembar-gemborkan orang. atau Sirianisme. Ustadz Musthafa Masyhur 57 351 309 . hal.Beliau juga berkata. bahkan mereka yang tidak menggunakan symbol-sombol Islam sama sekali. serta mendorong para mas'ul di pelbagai tempat: Dan hendaknya kita berusaha. Dalam kisah 348 349 350 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). “Mendirikan komunitas-komunitas kebaikan di tengah masyarakat dan yang komitmen terhadap ajaran-ajaran Islam sebagai manhaj kehidupan dan berupaya untuk menyebarkannya. 23 Risalah. dan yang lain-lain.”351 Termasuk pula membantu kelompok-kelompok manapun dari umat ini yang bertujuan melakukan kebaikan serta bekerjasama dengannya. Feniqisme. Arabisme.

rumah-rumah. jalan-jalan.perjalanan Imam Syahid.”355 “Buatlah kelompok-kelompok Ikhwan di setiap jalan. di took-toko. hal.177 355 Diantara nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan. perkotaan. taman-taman. 310 . 15. hal. Imam Syahid berkata.353 “Untuk itu kami berupaya agar dakwah kami sampai ke setiap rumah dan agar suara kami terdengar ke segenap penjuru. terdapat banyak contoh sikap-sikapnya yang menegaskan tentang hal ini. Untuk itu kami tidak akan menyia-nyiakan potensi dan sarana yang ada. dusun-dusun. kota dan pusat-pusat kegiatan dan tempat-tempat pertemuan. Fuad Al Hajarsy. 126 354 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). tempat kerja. Menyebarkan Fikrah Ikhwanul Muslimin dan prinsip-prinsipnya: Hal ini dilakukan baik dalam skala individu maupun dalam skala kolektif dan dengan menggunakan pelbagai sarana yang memungkinkan untuk itu. lalu memenangkannya dengan keyakinan dan keimanan. “Pemuasan dan penyebaran dakwah dengan menggunakan pelbagai sarana hingga ia dipahami oleh masyarakat umum. sekolah dan lainlain. tempat-tempat umum dan khusus. ibu kota. serta bisa menerobos ke seluruh penjuru desa.”352 "Kami akan terus berdakwah. 111. dan di setiap penjuru bumi seorang Al Akh yang akan menyerukan prinsip-prinsip dakwah 352 353 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Diambil dari buku Imam Syahid. dan akan terus melakukannya hingga tak ada seorangpun yang tidak sampai kepadanya dakwah Ikhwanul Muslimin sesuai dengan hakikatnya yang cemerlang dan benar. perusahaan-perusahaan. hal. mesjid-mesjid. cafe-cafe. panji-panji Muhammad di perkotaan. di perkampungan. Hal. fikrah kami bisa dipahami dengan mudah. club-club Al Quran di setiap pedesaan.”354 “Sebarkanlah dakwah di setiap lokasi engkau berada. 212 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).

gerakan. jamaah dan indivudunya. baik titik tolak eksistensinya. Ustadz Musthafa Masyhur 311 . "Mendapatkan legalitas politik dan legalitas sosial di atas realitas kehidupan."357 16. beliau menyebutkan.dan ajaran-ajaran kalian. hak yang tidak diberikan oleh pemerintahnya yang zhalim. hal. Mendapatkan opini umum terhadap fikrah Islam dan dakwah (jamaah Ikhwanul Muslimin) dan berkumpulnya mereka di sekitar jamaah dan tokoh-tokohnya: Yaitu dengan melakukan pembentukan pondasi-pondasi kemasyarakatan yang mendalam yang mampu membantu aktivitas politik Islam dan mendukung upaya menuntut undang-undang yang sesuai dengan Al Quran dan sunnah. Setelah menyebutkan aspek-aspek garapan Ikhwanul Muslimin dalam aktivitas sosial. yang merupakan haknya. serta batasanbatasan fikrah dan manhaj amal kalian. serta kedekatan mereka dengan masyarakat dan kelompok-kelompoknya.358 Upaya untuk mendapatkan dukungan publik dan mengikatnya dengan Islam berjalan seimbang dengan aktivitas-aktivitas kebaikan dan sosial. Termasuk melakukan pembebasan para cendekiawan dari ghazwul fikri yang ditanam oleh penjajahan budaya.”356 Beliau juga berkata. yang memberikan kalimat-kalimat kalian dan berbaiat dengan baiat kalian. tanpa menunggu atau tergantung dengan aspek hukum. yang tidak menghormati supremasi hukum dan perundang-undangan. "Sudah saatnya kalian menjelaskan kepada masyarakat tentang misi dan sarana-sarana dakwah kalian. namun inti dakwah kalian adalah fikrah dan 356 357 358 Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). 129 Risalah: Wudhuh Ru'yah. "Namun tujuan Ikhwan tidak hanya untuk aktivitas sosial semata.

dengan bersandar pada syariat Islam dan maslahat umum. agar masyarakat mendapatkan tarbiyahnya. terutama terhadap peristiwa-peristiwa yang bergulir.akidah yang disemai di hati masyarakat. Mendirikan proyek-proyek. hal. Melakukan Upaya perbaikan hukum dan undang-undang "Ikhwanul Muslimin bekerja keras dalam rangka memberi kejelasan pengertian negeri. mengimani dengan hati dan berkumpulnya hati-hati mereka di sekeliling dakwah. “Hingga ia dipahami oleh masyarakat umum. 240 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). 19."359 Beliau juga berkata. Itulah sebenarnya target utama dan proyek Islam dalam setiap aspek kehidupan.”360 17. hal. Oleh karena itu maka sebuah jamaah –dalam kondisi seperti ini."361 18. Walaupun akhirnya proyek-proyek ini 359 360 361 teks-teks yang rancu (ambigu) dalam UUD Mesir dan memperbaiki metode yang digunakan untuk menerapkannya di dalam Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). yang diadopsi oleh masyarakat: Ini merupakan kewajiban harakah umum dan interaksi dengan komunitas masyarakat. Jamaah Ikhwanul Muslimin telah banyak memberikan kontribusi dengan mendirikan proyek-proyek ekonomi sepanjang sejarahnya (baik atas nama jamaah Ikhwanul Muslimin maupun melalui individu-individu jamaah). 139 312 . sikap-sikap dan aliran-aliran yang beraneka ragam. Melakukan upaya-upaya untuk mendukung ekonomi bangsa. 212 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Menetapkan manuver-manuver dakwah dan pandangannya.harus maju dan menyampaikan sikapnya. lalu memenangkannya dengan keyakinan dan keimanan. yaitu dengan cara: a. hal.

Mengutamakan produk dalam negeri muslim di atas produk-produk Barat serta memboikot seluruh produk-produk musuh dalam pelbagai bentuknya. Memerangi praktek riba dalam pelbagai bentuknya e. g. 338 (Agenda Persoalan Kita Dalam Kaca Mata Sistem Islam). proyek-proyek seperti ini sangat tergantung dengan kondisi-kondisi yang ada di sekitar dakwah. kewajiban Aktivis Muslim. 367 365 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna)."365 Tentang kontribusi jamaah Ikhwanul Muslimin atau individu- individunya dalam aktivitas ekonomi dan proyek-proyek yang bermanfaat dalam memelihara aset-aset umat Islam. Imam Syahid memberikan dua persyaratan: 362 Lihat kembali.dikuasai dan dibekukan oleh pemerintah yang zhalim. tidak menggunakan sandang dan pangan kecuali produksi Negerinya dan Islam."362 Imam Syahid berkata. Sistem Ekonomi. Menghidupkan realisasi rukun zakat. b. Risalah Pergerakan. Selalu berupaya menjaga setiap qirsy363 yang dimilikinya agar tidak diberikan pada nonmuslim. dan Risalah Pergerakan. Menuju Cahaya. c. yaitu dengan mendorong berdirinya perusahaan-perusahaan ekonomi Islam. Mengutamakan pertumbuhan aset-aset umat Islam sesuai dengan asas Islam yang benar. hal. 363 Satuan terkecil mata uang Mesir 364 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). hal. "Diantara prinsip Ikhwanul Muslimin adalah. Mendorong usaha-usaha kerajinan rumah yang sederhana d.290. "Memberikan bantuan terhadap harta kekayaan dan aset-aset Islam secara umum. 282 313 . hal."364 Beliau juga berkata. hal. dan mengoptimalkan siklus dan pendistribusiannya sesuai dengan tuntunan syariat. f. Memerangi segala sumber-sumber penghasilan haram dan yang melanggar syariah. Dengan demikian. Mendorong individu-individu jamaah dan yang lain untuk mendirikan proyek-proyek nasional.

dan kegiatan tersebut memiliki sistem perhitungan materi yang tidak tercampur dengan perasaan atau kealpaan. hal. menjelaskan tentang dakwah Islam dan mengungkap keindahan dan kecantikan ajarannya. menumbuhkan dan memeliharanya.Pertama. dll. namun keduanya memiliki warna.367 Walaupun jamaah tidak memiliki kemampuan yang dimiliki pemerintah dalam menciptakan perbaikan. yang kadang-kadang ia berada dalam 366 367 Ibid Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). TIdak mencampur antara kegiatan dakwah dengan kegiatan ekonomi. Kedua. dan dimana hal itu merupakan tugas pemerintah: "Tujuan ilmiahnya adalah. waktu dan usaha saya. baik dalam bentuk maupun label. tujuan sosialnya adalah. Kita ingin menerapkan kaidah-kaidah Islam yang hanif. Dakwah adalah sesuatu. 258 314 . adalah sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. namun tidak semua yang diiginkan seseorang dapat ia wujudkan. Setiap tujuan-tujuan ini akan menghabiskan dan menyita waktu kita. Syarikah Muamalat Islamiyah Musahamah (Serikat Muamalat Islam). tujuan menyelamatkan kekayaan nasional. untuk menjaga kepribadian saya. sarana dan metode yang berbeda. yang terkena musibah aset-aset dan bencana. maka hendaknya nama proyeknya tidak dengan nama jamaah Ikhwanul Muslimin. baik dari dekat maupun jauh. walaupun keduanya saling menyokong satu sama lain. • Penjelasan Imam Syahid menjelaskan bahwa kontribusi jamaah Ikhwanul Muslimin dalam memberikan pelayanan umum dan menumbuhkan aset-aset umat Islam. dan menuntut kerja keras. dimana ia tidak mampu melaksanakannya sendiri atau melakukannya secara sempurna. dan aktivitas ekonomi adalah sesuatu yang lain. saya tidak memiliki hubungan apapun dengan aktivitas-aktivitas ini. Membantu ekonominya orang-orang adalah.366 Proyek ekonomi pertama Jamaah Ikhwanul Muslimin adalah.

dan aktivitas-aktivitas kebaikan yang lain. Diantara wasiat terakhir Imam Syahid kepada Ikhwanul Muslimin368 di medan dakwah dan aktivitas perbaikan masyarakat. g. Semuanya dilakukan dengan tetap memperhatikan keseimbangan. akan dijalani oleh dakwah dan akan terus berlangsung setelah berpihaknya pemerintah tanfidziyyah kepadanya. Misorientasi dan kehilangan perhatian untuk mewujudkannya. "Sesungguhnya 368 Makalah Imam Syahid. Pengurasan tenaga b. Januari 1951 M. Sibuk dengan perkara-perkara furu' (parsial) dan melupakan hal-hal yang prinsipil. Memperdaya dan konfrontatif d. dan hendaknya ia selalu berada di garda depan dalam setiap peristiwa dan kondisi-kondisi darurat. yakni. Tindakan pemblokiran dan spekulasi c. 315 . hilangnya pandangan yang jelas terhadap jalan dan tahapan-tahapannya. serta kelompok opurtunis yang sangat tergantung dengan pembayaran dan yang suka menjual slogan-slogan. dipublikasikan oleh Majalah al Mabahits. e. sosial.tekanan masyarakat yang meminta lebih. Poros dan tahapan-tahapan dalam proses sinergisitas bersama masyarakat di pelbagai aspek ini. dan sempurna pulalah proses perbaikan yang diinginkan –dengan izin Allah dan keutamaan-Nya-. Terlibat dalam permusuhan yang sengit dengan orang lain. dan menghindari hal-hal sebagai berikut: a. namun seyogyanya ia harus berupaya memberikan segenap kemampuan yang dimilikinya dalam aspekaspek politik. dan tidak terlepas dari strategi yang paripurna. untuk kemudian disempurnakan apa yang telah dimulainya. f. Masuknya orang-orang yang ambisius kedalam shaf dakwah dengan cara yang membabi buta tanpa penyeleksian.

Bersiap-siap melakukan kerja keras dan memikul beban. Bekerjalah dengan ikhlas karena Allah semata 11. Mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran 6. Memelihara shalat jamaah 10. Perbaikilah amal kalian 4." (Q. firman Allah:            Artinya: "Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Perbaikilah jiwa-jiwa kalian 3. Adab-adab dakwah dan syiar-syiarnya di antara manusia 2.S Al Hajj: 40) 316 . Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. serta berjihad dengan jiwa dan harta. Istiqamah terhadap perintah-perintah Allah 5. Perbanyaklah tilawah Al Quran 9. maka peliharalah selalu: 1.Allah telah memilih kalian dengan bergabung bersama kafilah dakwah ini. Memberikan nasehat dengan penuh kelembutan kepada manusia. 7. 8. Kemudian tunggulah pertolongan Allah dan taufik dan kemenangan dari-Nya.

harta dan putera-puteri negeri ini. dan itu merupakan hal yang mudah dengan target pembinaan masyarakat muslim merupakan bagian utama di dalamnya. 394 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna)."370 Beliau juga berkata tentang skala peperangan dan tantangan yang akan dihadapi. Imam Syahid berkata. serta mengusir penjajah dari negeri-negeri muslim merupakan kewajiban dan tujuan politik yang diupayakan oleh jamaah sebelum mewujudkan pendirian pemerintah Islam. 298 317 . "Jika kami dizalimi oleh Negara manapun –dan kami berada di negeri sendiri. dan jiwa. hal. ekonomi."369 Dengan demikian. dapat menyaksikan zaman dimana kekuatan Yahudi Internasional menantang bangsa-bangsa 369 370 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). jiwa. jiwa dan raga.maka setiap jengkal dari tanah Mesir yang mahal akan ditebus dengan darah. Imam Syahid menjadikan pembebasan negeri dan memerdekakannya secara total. hal. "Adalah bagian yang baik untuk kita. "Membebaskan negeri dan melepaskannya dari segala bentuk penjajahan asing (nonmuslim). dan pada saat itu Ikhwanul Muslimin telah mempersiapkan diri dengan sempurna untuk menambah persediaan negeri ini dengan seluruh kemampuan yang dimilikinya. baik politik.Bab VIII Tentang Tujuan Pembebasan Negeri dan Kemerdekaannya Tentang Tujuan Pembebasan Negeri dan Kemerdekaannya • Mukadimah Imam Syahid menjelaskan tentang urutan-urutan amal dan targettarget jamaah.

dan diterbitkan kembali oleh Majalah Dakwah. januari/Februari 1999 M.Arab dan Islam dan menodai kesuciannya dengan besi dan api. saat dimana banyak orang hanya memperhatikan sloganslogan. Keimanan dan cinta akan melahirkan persatuan yang hakiki. Fuad Al Hajarsi. berat dan berkelanjutan. beliau berkata."371 Terhadap permasalahan negeri dan upaya mendapatkan kemerdekaan. Di saat hal ini bisa diwujudkan maka tak satupun rintangan yang akan menghalangi jalan kita. dan hal ini tidak akan terwujud kecuali dengan persatuan yang paripurna dan totalitas ukhuwah. pidato dan khutbah yang membangkar semangat. memberikan pengorbanan yang besar dalam Perang Suez. yang terakhir ditulisnya. dan mereka telah mengoreskan lembar-lembar peristiwa monumental yang belum banyak yang terungkap oleh sejarah hingga hari ini372. maka kita akan menerima tantangan ini dengan keyakinan bahwa Allah yang maha tinggi dan maha mulia telah memberikan kepada kita keutamaan dan kelebihan untuk melakukan perlawanan terhadap musuh dan melumpuhkannya. "(Untuk membebaskan dan memerdekaan negeri) Dibutuhkan jihad yang panjang. pada Januari 1951 M. Dipublikasikan oleh Majalah al Mabahits. 372 Lihat: Imam Syahid. dalam bab khusus tentang pertempuran Ikhwanul Muslimin melawan penjajah Inggris. dan dengan izin Allah kita akan sampai ke tujuan dalam waktu yang singkat. kesungguhan dan istiqamah di atas manhaj kebenaran dan arah yang tepat menuju kebaikan. 371 Dari makalah Imam Syahid. perasaan yang terhimpun dari hati ke hati. katibah-katibahnya yang menghadapi barisan penjajah Inggris. membebaskannya dari penjajah dan upaya untuk mendapatkan kebebasan politik serta hak-haknya. 318 . dan kita sangat membutuhkannya sekarang ini. Pembawa Panji Dakwah Abad 20. pahit. Apakah kita dapat mewujudkan kedua hal itu? Sebagaimana kita saksikan bahwa Imam Syahid menyiapkan Ikhwanul Muslimin untuk menghadapi penjajah Inggris. kemudian bagaimana beliau mampu membangkitkan semangat perlawanan rakyat. Imam Syahid mengisyaratkan beberapa gambaran konsep dan manhaj yang dapat mewujudkan hal itu.

Targetnya adalah kebebasan yang hakiki dengan segala kandungan dan muatannya. sosial. "Islam yang hanif ini telah mendeklarasikan sekaligus menganggap sakral kemerdekaan tersebut. bukan slogan-slogan kosong semata. hal. 308. menegaskan keberhakannya bagi setiap individu dan masyarakat dengan kandungan nilai yang utama. visi dan misi. budaya. maka ia bukan termasuk golonganku. Ajaran Islam sama sekali tidak membolehkan suatu bangsa menguasai dan memaksakan kehendaknya kepada bangsa lain. Imam Syahid berkata. Tentang masalah kenegaraan. dll. Islam juga menegaskan aspek-aspek operasional dalam menjaga nilai-nilai kemerdekaan. itu.Imam Syahid menginginkan kemerdekaan yang total dan hakiki di setiap aspek. Jihad merupakan fardhu kifayah ketika dia dilaksanakan untuk menjamin kelangsungan dakwah. tidak hanya kemerdekaan parsial atau hanya penarikan pasukan semata. Maka di wajibkanlah atas mereka untuk berjihad dengan harta dan jiwa."373 Ketika menetapkan hal ini. menyerukan kepada mereka agar merasa terhormat dengan kemerdekaan bersabda: ‫(( )) من أعطى الذلة من نفسه طائعا غير مكره فليس مني‬ Artinya: "Barangsiapa yang menghinakan dirinya dengan sukarela tanpa dipaksa. atau yang dikenal sebagai penjajah asing (non muslim) dengan segala kandungan budaya. ekonomi. 373 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). Rasulullah Saw. pemikiran. Kemerdekaan adalah terbebas dari seluruh bentuk penjajahan pihak asing. Imam Syahid meyakini bahwa kebebasan adalah kewajiban suci yang tak seorangpun yang berhak melepaskannya." Islam memerangi penindasan internasional yang mereka menamakannya penjajahan dengan semua praktek kekuatan yang dilakukan. untuk kemudian memeliharanya. 319 . atau mengganti penjajah dengan penjajah yang lain dengan nama dan baju yang berbeda. politik.

Islam juga menjadikan mati syahid sebagai derajat keimanan tertinggi.namun. maka tidaklah ia mengharap keuntungan 374 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam)." (Q. benda dan diri mereka. serta kenikmatan abadi di akhirat. 205 320 . adalah lebih Tinggi derajatnya di sisi Allah. hal. Muktamar ke V.S Al Taubah: 20)374 "Dari sinilah Ikhwanul Muslimin berkeyakinan bahwa setiap Negara yang memusuhi dan berusaha menginvasi wilayah-wilayah muslim adalah Negara yang zalim dan harus dihalangi gerak langkahnya. Dalam hal ini kaum muslimin harus segera mempersiapkan diri dan menjalin kerjasama untuk melepaskan diri dari cengkeraman kaum imperialis. ia menjadi fardhu 'ain bagi umat manakala ditujukan untuk menghalau intervensi pihak luar terhadap umat Islam. firman Allah:                          Artinya: "Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta. menjanjikan kepada para mujahid kemenangan dan dukungan di dunia. Bahkan Islam mendeklasikan bahwa jihad adalah amalan yang paling utama setelah iman. dan Itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. 309 375 Risalah Pergerakan."375 Imam Syahid menjelaskan perbedaan antara penindasan penjajah dan gerakan ekspansi Islam (futuhat) sepanjang perjalanan. hal. dengan mengatakan. "Ketika seorang penakluk muslim dengan pedang terhunus di tangannya pergi ke medan jihad di jalan Allah.

tidak pula mengintai kekayaan bangsa lain untuk dirampasnya.S An Nisa: 141)377 Upaya untuk mewujudkan kemerdekaan dan mengusir kekuatan penjajah dari negeri merupakan langkah utama sebelum mendirikan pemerintah muslim. 308 377 Ibid 321 .khususnya terkait dengan penuaian amanat. Di dunia mereka menempati posisi al ustadziyah (pemandu) –kami tidak mengatakan posisi pengendali. dan akan bangkit bersama umat di pelbagai aspek kehidupan. demi mewujudkan kemerdekaan yang paripurna dan kemajuan yang dicitacitakan. yang dia yakini adalah dakwah dan mengemban risalah. budaya dan ekonomi. mereka juga tidak diperkenankan bersikap lunak kepada para penindas atau tunduk kepada para perampas yang melampaui batas. maka hal itu akan menjadi pondasi dasar. serta menjaga nilainilai kebenaran. firman Allah:            Artinya: "Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. (Q. maka umat harus menempuh jalan yang bisa membuatnya berdiri secara mandiri. meski tanpa disengaja di tangannya telah penuh dengan semua itu. keadilan dan kedamaian.dunia. Sebaliknya. adapun untuk sisi-sisi kebebasan dan kemerdekaan yang paripurna dalam pelbagai aspeknya. Akan tetapi."376 Pada saat yang sama Islam juga menganggap kaum muslimin adalah kaum yang mengemban amanah risalah Allah di muka bumi. 376 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). Oleh karenanya umat Islam tidak diperkenankan menghinakan atau memperbudak manusia lain. hal. Ketika saat mendirikan sebuah pemerintah Islam. baik sosial.

• Strategi Mengusir Penjajah Imam Syahid menggariskan poros-poros umum dan strategi yang cocok untuk mengusir penjajah dari negeri-negeri muslim –waktu ia beliau membuktikannya ketika berhadapan dengan penjajah Inggris di Mesir: 1. Membangkitkan umat dan menyadarkan dan mempersiapkannya untuk menghadapi penjajah: Hal ini tentunya merupakan pancaran dari pemahaman Islam dan apa yang diwajibkan kepada pemeluknya. begitupula membongkar cela para pecundang dan orang-orang yang tertipu. "Kami menyebarkan buletin dan keteranganketerangan yang menjelaskan kepada masyarakat tentang hak-hak mereka yang tersembunyi dan apa yang ditutupi dari cela para pecundang dan mereka yang terpedaya. Imam Syahid menggunakan pelbagai sarana personal dan kolektif untuk membangkitkan dan mempersiapkan masyarakat. Menghimpun kalimat masyarakat dan menyatukan kekuatan dan usaha. menjadi rujukan dan yang diserukan oleh masyarakat. mereka tidak jauh berbeda dengan orang-orang Eropa. kami akan menghimpun masyarakat dalam satu kata di pelbagai pertemuan dan muktamar. menahan siapa saja yang berbaik sangka terhadap musuh. yang di belakangnya tiada lain adalah upaya merusak bangsa Timur dan melenyapkan persatuan Islam. sehingga hal ini benar-benar menjadi sesuatu yang diyakini secara kuat dan tertanam. Kewajiban dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya. Hal."379 2. serta mengkoordinasikan strategi untuk itu: 378 379 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemuan Ketua-ketua Wilayah) Dari makalah. dan siapa saja yang telah membius otot-otot kami dengan pemikiran-pemikiran palsu dan kalimat-kalimat rayuan. Imam Syahid berkata. Imam Syahid. karya Fuad Al Hajarsi. diambil dari buku. 117 322 . Imam Syahid tahun 1931."378 "Merupakan kewajiban kami untuk merubah tanpa terjangkit wabah pemikiran mereka yang telah akut.

"380 "Sekarang. Menggunakan kekuatan pers untuk memberi tekanan dalam skala internasional untuknya: "Kami akan mengirimkan saudara-saudara kami ke segenap penjuru Negara-negara asing. hal. Semua itu pada hakikatnya adalah satu masalah saja."382 "Walaupun dengan tekanan pers terhadap Negara-negara asing dan terhadap organisasi-organisasi dunia. "Jika hal ini tidak memberikan faedah apa-apa dan kami tidak mendapat bagian apapun dari dunia baru. Kita harus kembali pada apa yang telah diwajibkan oleh Islam (kepada semua pengikutnya) sejak pertama ia diturunkan. yakni penyempurnaan kebebasan dan kemerdekaan. 229 382 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah)."383 –baik pemerintah maupun masyarakatuntuk menjelaskan problematika yang dihadapi serta mencari dukungan 380 381 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah)."Kami akan menyerukan penyelenggaraan muktamar Arab-Islam untuk menyatukan kekuatan dan mengkoordinasikan strategi. dan meyakini bahwa pada dasarnya tergantung kepada diri sendiri."381 3. 117 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). yang hampir sama dengan masalah yang sedang kita hadapi. hal. kita berada di depan berbagai situasi internasional yang baru. hal. namun Imam Syahid mengetahui kadar relativitas aspek-aspek tersebut. maka kami akan tahu bagaimana meneguhkan diri kami dan membuat benteng yang kokoh antara kami (orang-orang yang beriman) dan orang-orang zhalim itu. kita harus bersekutu dan bersatu. hal. serta menghancurkan semua belenggu penindasan dan imperialisme. yang akan mempegaruhi rakyat dan pemerintahnya terhadap permasalahan nasional Islam. yakni ketika Islam menjadikah wihdah sebagai salah satu makna dari sekian kandungan makna iman. 270 383 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). 270 323 .

Cara ini tidak dilarang untuk digunakan dan dimanfaatkan dengan syarat bahwa pemberian hak harus dilakukan secara total. 117 385 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). bahkan tidak bermanfaat sama sekali. karena aksi protes tidak mampu menghilangkan beban dan tidak dianggap telah memenuhi kewajiban. sehingga seluruh keinginan dan pelaksanaan pemerintah adalah sesuai dengan keinginannya. Imam Syahid. hal. atau yang membuat kita terpaksa melepaskan beberapa bagian dari hak kita. maka seluruh upaya akan sia-sia belaka. atau sebagai sarana untuk memperpanjang usia penjajahan."385 5."384 4. Maka pintu pertama proses perbaikan ini adalah kita melawan dua fenomena ini. jika cara384 Dari makalah. Perdamaian dengan penjajah Imam Syahid membatasi bentuk-bentuk perdamaian dengan para penjajah. jangan sampai ada hak kita yang dirampas atau kebebasan kita yang terpasung. dan ini merupakan kelemahan yang tidak seharusnya terjadi di dalam pemerintah. Karena jika tidak. Imam Syahid tahun 1931. maka tidak benar kalau hanya menyandarkan diri pada aksi protes semata."Yang saya inginkan adalah agar umat Islam meyakini bahwa aksi protes saja tidak cukup. agar masyarakat terbebas dari dua imperialis. seperti perjanjian dan pemberlakuan hukum sebagai sarana untuk mengusir mereka. Imam Syahid berkata. diambil dari buku. "Sesungguhnya faktor utama yang merusak tatanan kehidupan masyarakat Mesir. baik sebagai duta besar atau sebagai dalang. Islam menyambut baik adanya cara-cara yang konstruktif untuk mengakhiri pemusuhan. negeri-negeri Arab dan Islam adalah intervensi pemerintah asing. karya Fuad Al Hajarsi. Hal. 258 324 . Menghadapi kelemahan pemerintah dan intervensi asing dengan menggunakan opini publik untuk melakukan tekanan dalam rangka menghadapi kerusakan ini: Imam Syahid berkata. "Kendati demikian. Kewajiban dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya.

S Al Anfal: 61) Rasulullah tidak memilih antara dua perkara kecuali yang paling mudah. selama hal itu bukan masalah yang haram. atau salah satu khulafaaur Rasyidin yang rela dengan hukum orang kafir. firman Allah:                  Artinya: "Dan jika mereka condong kepada perdamaian. yaitu bermaksud mengurangi (merampas) hak umat Islam – sebagaimana dapat kita lihat dari keputusan-keputusan PBB atau organisasiorganisasi dunia lainnya-. Rasulullah Saw. Sesungguhnya dialah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. sendiri pernah melakukan genjatan senjata dengan orang kafir dalam Perjanjian Hudaibiyah. Akan tetapi hal itu bisa dibenarkan jika dilihat dari konteks ayat dan keharusan untuk bersepakat atas kebaikan. Islampun tidak melarangnya apabila hal itu terjadi antara kaum muslimin dengan non muslim. Meski dalam hal ini kita tidak pernah menjumpai bahwa Rasulullah Saw. jika hal itu bisa mengarah pada pencapaian kebenaran yang sempurna. jika hal itu akan mengantarkan kepada kebenaran. Diantara jenis perdamaian yang lain adalah mau berhukum dengan hukum orang lain. 224 325 . Seperti 386 sikap Imam Syahid menolak keputusan PBB terkait dengan Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). hal. Di antara jenis perdamaian adalah genjatan senjata.cara itu pada akhirnya mengakui akan kebenaran bagi yang berhak. maka hal itu tidak bisa diterima apapun alasannya. selama di dalamnya terdapat kemaslahatan dan tidak merugikan kaum muslimin sendiri.386 Adapun pemberlakuan hukum yang didasari oleh keuntungan dan ambisi Negara. (Q. Maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah.

Hal ini karena kebandelan. Diperlukan pernyataan sikap perlawanan dan membatalkan semua kesepakatan dan keterikatan: Imam Syahid berkata. Imam Syahid berkata. sesungguhnya kita telah memperoleh keuntungan moral yang besar dengan diumumkannya problem-problem kita secara besar-besaran di hadapan dunia internasional. maka prinsip Islam telah jelas. Kita juga telah melakukan adopsi hukum. Namun. "Jika usaha-usaha seperti ini menemui jalan buntu. yang dengan itu kita tidak akan bisa maju selangkah pun. kelicikan dan tipu daya penjajah Inggris." 387 kemudian segera melakukan jihad dengan pelbagai 388 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). "kami telah melakukan genjatan senjata. 225 388 Ibid 326 . namun kita tidak mendapatkan apa-apa. Slogan-slogan kosong dan katakata tidak membuatnya lengah terhadap kebenaran. mengungkapnya dari hanya sekedar saling memahami sekali tidak secara sempit kepada sebuah cukup untuk mengantisipasi pernyataan yang memiliki yang paling legitimasi di tingkat global. hal. namun kita juga tidak memperoleh hasil apapun. Imam Syahid tidak tertipu dengan gembar-gembor pers tentang perjanjian dan keuntungan yang kami ambil. karena dikalahkan oleh berbagai kepentingan internasional dan ambisi kolonial. "Seorang penulis terkemuka pernah menuliskan.pembagian wilayah Palestina menjadi dua. Imam Syahid berkata. beliau menentang keputusan tersebut dengan segenap kemampuan yang dimilikinya. keuntungan moral itu sama permasalahan mendasar. kondisi stagnan itu akan semakin mengakibatkan kegundahan dan ketidakmenentuan. Bahkan."387 6. wilayah Arab dan wilayah Yahudi. Hal ini benar. yakni mengumumkan permusuhan (peperangan). sarananya. karena kita masih tetap bersama Inggris.

Dalam bidang operasional kemiliteran.391 Oleh karena itu. sambil menunggu datangnya kesempatan dari Allah (sampai dating waktunya untuk berperang dengan mereka). Imam Syahid maju dan menyampaikan gagasan perbaikan ini kepada pemerintah. Dari situlah kita akan mulai mengatur kehidupan kita sendiri tanpa campur tangan mereka. "tidak ada jalan lain bagi kita kecuali mencabut perjanjian genjatan senjata itu dan mengumumkan perang terbuka.) Dalam bidang sosial. harus dibangkitkan semangat untuk meraih izzah. pemerintahlah yang harus menjadi penanggungjawab yang pertama dan terakhir. kita harus merasa cukup (dan sementara membatasi diri) dengan apa yang ada di negeri kita dan di negeri saudarasaudara kita dari bangsa Arab dan kaum muslimin (tidak perlu minta bantuan ke Negara yang lain. mengajaknya untuk menunaikan tugas 389 390 391 Ibid Ibid Ibid 327 . Pada saat yang sama.Beliau juga berkata. kita mendeklarasikan kepada mereka untuk mencabut semua ikatan dan kesepakatan antara kita dengan mereka.390 Kerja keras ini bukan tidak mungkin bisa ditangani oleh individu atau lembaga tertentu.389 Harus dipersiapkan pula moralitas bangsa untuk hal itu dengan berbagai penerangan dan sosialisasi besar-besaran. rakyat harus diberikan pendidikan dan latihan militer. Di atas asas inilah kondisi sosial akan berubah. persis sebagaimana sebuah bangsa ketika menghadapi perang yang sesungguhnya. kemuliaan dan cinta kemerdekaan. serta mengumumkan bahwa kita dalam kondisi perang. Namun. Dalam bidang ekonomi.

memberi tekanan hingga pemerinatah mengambil langkah konkret untuk mengentaskannya. 275 328 . diambil dari buku. baik boikot ekonomi. Imam Syahid tahun 1931."393 "Dunia Islam dengan segenap jiwanya telah memberikan kepada kita kepekaan perasaan. Dari makalah. karya Fuad Al Hajarsi. Hal. "Mereka akan menyaksikan bahwa senjata negatif ini akan menghilangkan keinginan mereka dan mengembalikan permusuhan itu kepada diri mereka sendiri. yang keduanya saling memberi dukungan dan saling menghormati. baik kebiasaan. minimal pemerintah memberikan perlindungan.dengan segala sarana dan prasarana. budaya. sehingga kita menyaksikan sebuah jalinan yang demikian kuat antara kita dengan Islam."394 "Dengan cara ini (yang dengan sendirinya akan menambah perbendaharaan sarana khusus kita bagi setiap umat mencabut perjanjian damai dan jihad tadi. pers dan boikot-boikot yang lain. kelemah-lembutan dan dukungan. budaya. Imam Syahid. Kewajiban dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya. 117 394 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). sosial. yakni sebuah nilai lain dari nilai-nilai kekuatan yang tidak lain adalah persatuan dan kesatuan). dan produk-produknya. serta merasa bangga dengan ketimurannya (keIslamannya). 7. hal."392 "boikot adat budaya dan produk-produk yang tidak Islami. dan dukungan terhadap aktivitas militer rakyat untuk melawan penjajah." "Boikot segala sesuatu yang tidak berasal dari Timur (Islam). kita akan bisa terbebas dan mampu menjadi lawan yang seimbang bagi bangsa-bangsa yang rakus di 392 393 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Boikot Diantara sarana konvensional yang diserukan oleh Imam Syahid dalam rangka memberikan perlawanan kepada penjajah adalah melakukan boikot.

tetapi hanya untuk sebuah tujuan yang jelas. 398 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). a. untuk itu perlu persiapan jiwa untuk melakukannya: "Rakyat sangat siap untuk berkorban. 314 396 Ibid. Al Ustadz Kamil Syarif b. dimana pada akhirnya ia berhasil mengusir penjajah setelah kesyahidannya."395 8. 311 397 Lihat.397 Imam Syahid berkata. hal.dunia ini. Tujuan yang mengarah pada kemenangan atau mati syahid. Perlawanan total dalam menghadapi penjajah membutuhkan persiapan dan pengorbanan. kami menyadari bahwa kami lebih lemah dari itu semua. Ustadz Fuad Al Jaharsi. Imam Syahid."398 dalam perlawanan militer terhadap penjajah. kami tidak menggantungkan jihad pada kekuatan senjata. dan Negara-negara yang saling berkompetisi untuk memperebutkan materi dan kepentingan."396 9. Jamaah Ikhwanul Muslimin memberikan kontribusi luarbiasa Suez. Partisipasi jamaah dalam memberikan perlawanan militer terhadap penjajah: Imam Syahid benar dalam strateginya dan sukses dalam penyiapan jamaah dan masyarakat. dan kami merasakan dengan rasa yang mendalam terhadap rantai yang membelengu tangan dan kami kami. banyaknya pasukan dan armada perang. Bab khusus tentang pertempuran Ikhwanul Muslimin melawan Inggris. memberikan pengorbanan dan jiwa para syuhada dalam pertempuran sengit di Terusan 395 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). Pengusung panji dakwah abad 20. "Saat kami beriman dan berjuang. hal. hal. Perlawanan rahasia di Terusan Suez. 258 329 .

399 Ibid. dan dengan pandangan yang komprehensif dan luas. b. begitupula mempersiapkan jamaah ini untuk berperan di bidang tersebut. oleh karena itu maka kerja yang harus dilakukah adalah membentuk sistem khusus untuk melatih dan mempersiapkannya pada hari pembebasan. dan menjaga agar tidak terjadi benturan dan singgungan antara visi-visi tersebut satu sama lain. c."399 Perlawanan ini dilakukan dengan berpedoman kepada prinsip-prinsip dakwah. Jamaah menjadi sarana untuk mewujudkan seluruh visi dan misinya. dan di dorong oleh keimanan dan diarahkan oleh cita-cita. atau hanya terbatas pada visi-visi yang parsial. atau jamaah hanya membatasi tujuannya hanya pada target-target ini –walaupun target tersebut sangat penting-. hal. membantu dan memperjuangkannya. Kemerdekaan dan kebebasan bukanlah visi satu-satunya. Imam Syahid menolak perlawanan yang asal-asalan. tanpa persiapan dan strategi yang jelas dan menyeluruh. memberikan pengorbanan. atau menjadi bagian yang terpisah dari umat dan masyarakat."Kami akan bekerja dengan landasan spirit perasaan ini: Kami akan menegakkan kebenaran. sementara masyarakat di sekitarnya menerima. namun ia merupakan bagai dari satu susunan sempurna dari visi dan strategi. Dimana jamaah berada di garda terdepan umat yang akan memimpin perjuangan. sebagaimana dapat kita lihat dalam siasat Imam Syahid: a. Beliau juga menolak penghentian peran dan aktivitas jamaah ketika terwujudnya kemerdekaan dan kebebasan saja. mempersembahkan syuhada. 270 330 . atau hanya menjadi petualangan militer semata. Bahwasanya diperlukan persiapan yang hakiki terhadap umat dan menyadarkannya.

proses eksistensi. Musuh telah berupaya untuk memukul mundur jihad Ikhwanul Muslimin di Palestina dan Terusan Suez. d. Ikhwanul Muslimin mampu menghadapi serang-serangan itu. dengan mengarahkan serangan-serangan yang mematikan. keberlangsungan dan upaya mewujudkan visi-visinya berjalan seimbang dengan target pembebasan dan kemerdekaan. dan dengan keutamaan Allah terlihatlah kemampuannya untuk tetap eksis dan memproteksi dakwah. namun segala puji bagi Allah. dan Imam Syahid telah mempersiapkan sarana untuk Ikhwanul Muslimin dan masyarakat dengan persiapan yang sempurna dalam pelbagai aspek dengan berbagai mengantarkan kepada kemerdekaan negeri. pengorbanan menghadapi rintangan dan kepungan musuh. dan keluar dari pertempuran dengan kekuatan yang semakin membaja. Adapun unsur utama yang sangat dibutuhkan dalam segmen ini adalah al fard (individu muslim) yang akan disiapkan dan ditarbiyah. dimana peperangan banyak menelan pentolan-pentolan dakwah dan unsurunsur yang berkualitas. Persiapan ini tidak hanya dengan mempersiapkan kuantitas pasukan yang sesuai dengan persiapan yang sempurna.Oleh karena itu kita melihat pembangunan jamaah. Kami melihat bahwa jamaah telah maju kehadapan. ia mampu memikul beban dakwah segenap dengan penuh ketegaran dan dengan dan jiwa menghadapinya syuhada yang dengan gugur. setelah melakukan persiapan dan pada waktu yang tepat. e. hal ini 331 . sesuai dengan perkembangan peristiwa dan beban-bebannya. sementara penempatan (kader) yang dilakukan terkadang belum mengalami pematangan dalam persiapan tarbawi dan yang akan berperan sebagai unsur pemimpin. untuk melanjutkan aktivitas dakwah secara sempurna. hari itu dinamakan sebagai Yaum Dam (hari berdarah). namun ia juga mencakup pemenuhan yang terus menerus terhadap kebutuhan. melawan penjajah Inggris dan mengusirnya keluar dari negeri Mesir.

"401 Imam Syahid menegaskan bahwa tidak ada sikap mengalah atau penyepelean terhadap penjajah. 170 332 . Imam Syahid berkata. hal. permusuhan terhadap salah satu bagiannya merupakan permusuhan terhadap bagian-bagian yang lain. merupakan kejahatan yang tak bisa dimaafkan. walaupun dalam waktu yang panjang. hal. namun sayangnya pembinaan tarbiyahnya masih lemah. "Saya ingin menuntaskan permasalahan ini. 204 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Hal ini yang kemudian membuatnya terancam fitnah. sehingga mereka menjadi pentolan-pentolan jihad dan pemimpin nasional. sehingga menyebabkan sedikitnya basis-basis shaf tarbiyah dan banyaknya unsur-unsur yang bersemangat yang telah ditempatkan tanpa melalui persiapan tarbiyah yang matang. dan kurang menguasai aspek-aspek dakwah dan rukunrukunya. Sehingga setiap umat Islam wajib saling bahu membahu dan bekerjasama mewujudkan kebebasan dan kemerdekaan di setiap negeri-negeri muslim. Ini yang sebenarnya yang diinginkan dari makna Islam dan persatuan umat Islam. bahwa sesungguhnya Negara Islam merupakan satu kesatuan yang tidak terbagi-bagi. atau kerusakan struktural di jamaah dan tarbiyah. dan penyimpangan pemikiran. atau karena sedikitnya waktu yang tersedia. Dengan demikian kita sampai kepada shaf yang pondasi dan bangunan utamanya mengalami kelemahan. harus 400 401 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). sebagai akibat dari perseteruan dan pengorbanannya. • Makna Negara Islam dan sikap terhadap permasalahan Palestina: Imam Syahid meluaskan pengertian Negara Islam hingga mencakup seluruh Negara Islam.dikarenakan cepatnya perputaran peristiwa dan tekanan yang terjadi."400 "Kelaliman yang dilakukan di setiap jengkal tanah yang dihuni seorang muslim.

Sungguh akan tiba suatu hari dimana akan terbayar semua perhitungan ini. dimana Islam telah mewajibkan kepada setiap penduduk di setiap wilayah tersebut – dan kita juga tentunyauntuk berusaha menyelamatkan dan membebaskannya dari cengkeraman musuh.ada pengembalian hak-hak kita secara sempurna. 150. 151 333 . Dan Allah tidak menyukai orangorang yang zalim. jika bagian dari tujuan kalian -sebagai dakwah Islam yang benar dan paripurna. firman Allah:                     Artinya: "Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran). India dll. Imam Syahid berkata. Amerika. hal. dan hari ini termasuk dalam kelompok mereka Rusia. "Setelah itu perhitungan kita dengan pihak Inggris adalah perihal daerah-daerah muslim yang didudukinya.S Ali Imran: 140)402 "Maka merupakan hal yang alami. Begitupula dengan Perancis dan Italia. "Perhitungan kita dengan Italia tidaklah lebih sedikit daripada Perancis. dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'.adalah membebaskan 402 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). (Q. Beliau berkata tentang hal ini. tanpa ada satupun yang dikurangi.

Bagi yang ingin memperluas dan mendalami lebih jauh perkataan-perkataan beliau. Fuad Al Hajarsi. Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). dan merupakan contoh yang sangat jelas terhadap perampasan negeri kaum muslimin.yaitu dalam pertempuran antara Islam melawan Barat. dan mengajak seluruh bangsabangsa Arab dan Islam untuk bangkit membela Palestina."406 403 404 Risalah. atau menyetujui Yahudi untuk hidup berdampingan dengan bangsa Arab di bawah pemerintah Palestina yang merdeka. dll. beberapa kalimat dan pengarahan yang dberikan oleh Imam Syahid terkait dengan hal itu. Ikhwanul Muslimin dan Permasalahan Palestina."403 Hal ini sebagaimana peran yang dilakukan oleh Imam Syahid dalam membebaskan negeri-negeri muslim. Fuad Al Hajarsi. dengan syarat mengembalikan setiap penduduk Yahudi ke negeri asalnya setelah Perang Dunia I. bangsa Arab dan negeri-negeri muslim dengan seluruh bagiannya dari penjajahan bangsa asing. "Membersihkan Zionisme dari negeri-negeri Islam.Lembah Nil. 14 406 Ibid 334 .405 Imam Syahid menyampaikan seruan kepada Negara-negara Arab dan Islam untuk segera menarik diri dari PBB. sekretaris jendral Liga Arab ketika itu. silakan untuk merujuk kepada referensi-referensi khusus tentang hal itu. Kami akan menyampaikan secara ringkas. Imam Syahid meminta. 405 Ikhwanul Muslimin dan Permasalahan Palestina.404 Imam Syahid berkata. hal. -sebagai tempat yang memiliki keistimewaan. Ustdadz Kamil Syarif." Sebagaimana yang beliau tulis dalam suratnya kepada Abdurrahman Azzam. 251 Diantaranya: Ikhwanul Muslimin dan Perang Palestina. hal. Dalam memoar yang beliau sampaikan kepada Biro Politik Liga Arab. Seperti perannya terhadap permasalahan Palestina. "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin tidak ada cara lain untuk membebaskan Palestina kecuali dengan kekuatan. hal ini sebagai bentuk penolakan terhadap ketetapan yang dikeluarkan oleh PBB tentang pembagian wilayah Palestina menjadi dua bagian dan pengakuan terhadap eksistensi Israel sebagai Negara yang sah di Palestina.

hingga Allah mewariskan bumi dan seluruh isinya."407 Dengan segala keterbatasan kemampuan jamaah serta marabahaya yang senantiasa mengintai. Imam Syahid menyampaikan. orangorang asing. "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin akan mengerahkan seluruh jiwa dan harta mereka demi menjaga keutuhan setiap jengkal tanah palestina yang Arab dan Islam. orang-orang asing. sebagaimana Islam menghancurkan yang lainnya. 40 335 . panjang dan menakutkan. Sesungguhnya Israel akan berdiri. Sesungguhnya kita adalah pembawa risalah dakwah yang menolak cita-cita palsu dalam setiap manuver politik yang tidak dipimpin oleh Islam. 407 Ibid. namun Imam Syahid tetap ikut serta dalam jihad melawan Yahudi. sebagaimana disebut dalam makalahnya yang berjudul Mihnatul Islam. Ini adalah jalan kita yang tidak boleh kita lewatkan sebagai pertempuran dan pembuktian kepahlawanan. akan tegak berdiri dan akan tetap eksis hingga Islam menghancurkannya. Jalan yang akan kalian lalui sangat panjang. serta besarnya kekuatan permusuhan yang berada di belakang Yahudi. dan dalam memobilisasi umat Islam. Imam Syahid berkata. Adapun Israel. dan jamaah Ikhwanul Muslimin masih dalam tahap pembinaan. mereka adalah orang-orang asing. darah suci dan mulia yang tertumpah tidak akan ada gantinya. karena gerakannya adalah gerakan ideologi.Dalam memoar yang ditulis kepada Dubes Inggris. "Mereka adalah orang-orang yang tidak berdosa yang berada di sisi Allah. Demikianlah sikap beliau terhadap pelbagai permasalahan umat Islam. hal. mereka telah mempersembahkan darahnya dalam perjuangan di jalan Allah dalam peperangan yang dikuasai oleh kaum yang tidak memperdulikan Islam (maksudnya para pemimpin Mesir pada waktu itu. Dalam ucapan belasungkawa untuk para syuhada jamaah yang gugur di Palestina. Walaupun dengan segala konsekuensi dan perkembangan yang akan terjadi. seperti raja Faruq dan lain-lain).

15 409 Makalah: Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya. menjadi lebih gelap dari kegelapan malam.408 • Mengenal dengan baik Karakter musuh Imam Syahid sangat berbeda (istimewa) dengan pengetahuan dan pengenalannya yang mendalam terhadap musuh. 408 Dari makalah. Ustadz Fuad Al Hajarsi. Mihnatul Islam. Fuad al Hajarsi. Oleh karena itu. Imam Syahid berkata pada tahun 1931 M. Umat kita harus bisa membedakan antara orang-orang berakidah yang berjuang dan para pecundang dari politikus dan militer. sementara hati mereka telah membeku dan membatu. Merupakan sebuah kesia-siaan kalian menanti belas kasihan dari hari-hati mereka. dan semoga ini menjadi peringatan bagi umat. mereka tidak mendapatkan solusi lain selain dengan membunuhnya. Kewajiban Dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya. Imam Syahid tahun 1931 (dari buku: Imam Syahid. 117 336 . Walaupun mereka berbeda ambisi dan keinginan. Hal.dan setiap jihad yang tidak dipimpin oleh kalimat Allah. dalam makalahnya yang berjudul. jika peringatan itu bermanfaat.409: "Wahai umat Islam. hal. dari buku. akhirnya memberikan anugerah syahadah kepadanya. sementara mereka telah berkumpul di sekeliling kalian dan bersepakat untuk menteror kalian. sehingga Allah Swt. yaitu melenyapkan Islam dan kaum muslimin. yang kemudian membuat mereka berprilaku buas dan gila. Ikhwanul Muslimin dan Permasalahan Palestina. Kita meminta maaf kepada Allah terhadap darah syuhada yang telah tertumpah. Hal itu tiada lain adalah intrik pasukan Salib dan manuver politik yang sudah terbelakang. atau lebih keras dari itu. Merupakan kesia-siaan kalian berharap mendengarkan kalimat-kalimat lembut dan santun dari kelompok mereka. dan menjalin hubungan dengan musuh-musuh kalian. serta tidak tertipu dan lalai ketika berhubungan dengan mereka. namun ada satu hal yang menyatukan mereka dan mereka bersumpah untuk menunaikannya. yang kehilangan cahaya sehingga tidak ada setitik cahayapun yang tampak dari cahaya kebenaran. merupakan kesia-siaan kalian berupaya menjadikan musuh sebagai pemimpin.

Maka tatkala manusia itu Telah kafir. Karena Sesungguhnya Aku takut kepada Allah. (Q. (Q. bahwa mereka tidak merelakan apapun untuk mereka kecuali kemurtadan dan perbudakan. Rabb semesta alam".Jangan kalian terpedaya wahai kaum muslimin. mereka juga memiliki kedengkian yang lama yang ingin mereka tebus dari kalian. firman Allah:                          Artinya: "(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia Berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu". seandainya mereka sanggup. "Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran).S Al Hasyr: 16) "Ingatlah kalian wahai Ikhwanul Muslimin. Selain itu. Allah telah menggambarkan karakter kaum itu kepada kalian melalui firman-Nya:          Artinya. cukuplah sudah kelalaian dan berbaik sangka yang sudah berlangsung lama. dengan kalimat yang lebih jelas. Maka ia berkata: "Sesungguhnya Aku berlepas diri dari kamu.S Al Baqarah: 217) Allah juga berkata kepada Nabi-Nya Muhammad Saw. dan sesungguhnya 337 . bahwa orang-orang mulhid dari kaum muslimin adalah musuh pertama kalian.

Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. Barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka ia akan mendapatkan dosanya dan dosa orang-orang yang melakukannya sampai hari kiamat.mereka memiliki saham besar terhadap musibah yang menimpa negerinegeri muslim. yang di belakangnya tiada lain adalah upaya merusak bangsa Timur dan melenyapkan persatuan Islam. tanpa mengurangi sedikitpun dari dosa mereka."410 410 Makalah ini kembali dipublikasikan di Majalah Dakwah. Barangsiapa yang loyal terhadap suatu kaum. sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. dan siapa saja yang telah membius otot-otot kami dengan pemikiran-pemikiran palsu dan kalimat-kalimat rayuan. menahan siapa saja yang berbaik sangka terhadap musuh. janganlah kamu mengambil orang- orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu). firman Allah:                             Artinya: "Hai orang-orang yang beriman. 338 .S Al Maidah: 51). edisi 82 Syawal 1419 H/ Januari-Februari 1999 M. maka ia termasuk ke dalam golongan mereka. Merupakan kewajiban kami untuk merubah tanpa terjangkit wabah pemikiran mereka yang telah akut. barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin. (Q. mereka tidak jauh berbeda dengan orang-orang Eropa. Maka Sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.

Beliau mengirimkan surat kepada kepala pemerintah Mesir. Dipublikasikan oleh Majalah al Mabahits. walaupun mereka berupaya menunjukkan kelembutan dan belas kasih namun sesungguhnya mereka menyimpan sesuatu yang tidak mereka perlihatkan.Imam Syahid mengenal benar karakter dan tipikal Negara-negara Barat. "Adalah bagian yang baik untuk kita."411 Imam Syahid juga sangat mengenal secara mendalam proyek-proyek Barat-Zionis yang ingin menguasai umat Islam. ia tidak akan ragu untuk membohongi dirinya sendiri (dengan berpura-pura) jika ia mendapatkan kepentingan dan kemaslahatan dalam berbohong. 339 . pada Januari 1951 M. hingga ketika menghadapi bahaya kita telah memiliki kesiapan yang sempurna. siasat dan ambisinya. beliau berkata. 298 412 Dari makalah Imam Syahid. dan diterbitkan kembali oleh Majalah Dakwah. namun kita harus mempersiapkan diri dengan sempurna. mengingatkannya untuk berhati-hati agar tidak mengekor di belakang mereka. hal. oleh karena itu beliau menganggap perlawanan terhadap proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari tujuan jamaah. "Sesungguhnya Negara-negara Barat –wahai bapak kepala Negara yang mulia. maka kita akan menerima tantangan ini dengan keyakinan bahwa Allah yang maha tinggi dan maha mulia telah memberikan kepada kita keutamaan dan kelebihan untuk melakukan perlawanan terhadap musuh dan melumpuhkannya. Ali Mahir pada tahun 1939 M. yaitu setelah deklarasi perang dunia I. januari/Februari 1999 M. Maka kewajiban kita adalah tidak tunduk kepada mereka. dapat menyaksikan zaman dimana kekuatan Yahudi Internasional menantang bangsa-bangsa Arab dan Islam dan menodai kesuciannya dengan besi dan api. dan dengan penuh semangat. dan kita akan berjuang untuk mempersiapkannya."412 411 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). yang terakhir ditulisnya.apapun warnanya tidak memiliki perjanjian dan perlindungan. berdiri dengan penuh kemantapan.

"Sesungguhnya. 136. Ia tidak hanya menjadi alat pengarah dan nasehat. maka telah disebutkan di dalam buku-buku fikih dan buku-buku cabang. Yang dimaksud Imam Syahid adalah bahwa pemberlakuan hukum dengan Al Quran dan mendirikan pemerintah Islam merupakan sesuatu yang asasi dan mendasar. Khalifah yang ketiga (Utsman bin Affan) berkata. 206 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). namun harus diwujudkan dalam realitas kehidupan. 340 . Lihat kembali Risalah Akidah Thahawiyah. ia dianggap sebagai sesuatu yang prinsipil dalam Islam. syariat dan pelaksanaan. Allah mencegah dengan kekuasaan sesuatu yang tidak bisa dicegah dengan Al Quran. "Islam datang sebagai aturan. Adapun perincian undang-undang dan peraturannya serta apa saja yang terkait dengannya. pemimpin. agama. langkah kerja. Negara."414 413 414 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Dahulu. Agama Islam. Ikhwanul Muslimin selalu melaluinya dengan di bawah cahaya hidayah Islam yang hanif ini. Ia menolak pemisahan antara agama dan politik. yang telah diyakini oleh Ikwan telah menjadikan pemerintahan sebagai salah satu pilar bangunannya. Inilah yang mereka pahami sebagaimana telah dijelaskan pada awal tulisan ini. hal."413 "Dalam setiap perencanaan.Bab IX Tentang Tujuan Membentuk Pemerintah Islam Tentang Tujuan Membentuk Pemerintah Muslim • Mukadimah Imam Syahid menetapkan bahwa pendirian pemerintah Islam merupakan bagian asasi dari manhaj Islam. hal. dan penetapan target. Imam Syahid berkata. Beliau juga menjelaskan bahwa pengaturan kehidupan dan Islam merupakan asas keimanan dan keyakinan terhadap syariat Islam.

Mereka dan bertanggungjawab di hadapan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha pengabaian mereka menegakkannya keengganan mereka untuk mewujudkannya. Imam Syahid menjadikan politik menjadi bagian dari tujuan utama yang diupayakan oleh jamaah. Selama daulah ini belum Agung. 415 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). atau para penjajah durjana. hal. kareka maka seluruh kaum muslimin untuk berdosa.tidak mengungkap masalah politik atau bahwa politik tidak termasuk dalam agenda pembahasannya. "Setelah itu kita menginginkan pemerintah muslim yang bisa membimbing anggota masyarakatnya ke mesjid."415 Oleh karena itu. 178 341 ."416 "Kami akan bekerja untuk menghidupkan sistem pemerintah Islam dengan seluruh wujudnya. Agar tegak di Negara ini sebuah daulah Islamiyah merdeka yang menerapkan hukum Islam. maka sungguh ia telah menganiaya diri sendiri dan pengetahuannya. dan membentuk pemerintah Islam di atas system ini. dan menyampaikan dakwahnya yang bijak kepada seluruh manusia. tegak. "perhatikanlah selalu terhadap dua hal utama yang ingin kita capai: Agar Negara muslim merdeka dari setiap dominasi asing."Islam yang hanif ini mengharuskan pemerintahannya tegak di atas kaidah sistem sosial yang telah digariskan oleh Allah untuk umat manusia. dan diupayakan oleh seluruh kaum muslimin. 177 417 Ibid. hal. Barangsiapa yang beranggapan bahwa agama –terlebih lagi Islam. hal."417 Imam Syahid menjelaskan tentang dua asas utama. beliau berkata. merealisasikan sistem sosialnya. Hal itu merupakan hak asasi manusia. mendeklarasikan prinsip-prinspinya yang lurus. Tidak ada yang mengingkarinya kecuali orang yang zalim lagi durhaka. 317 416 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Beliau menyebutkan dalam tingkatan amal dan tujuan jamaah.

hal. 251 Risalah. dan menyaratkan kebebasan dan kemerdekaan yang sempurna.418 "Maka kalian harus menuntut dengan hak Islam untuk mendirikan sebuah pemerintah yang memperhatikan prinsip. maka kalian harus menuntut dengan hak Islam untuk mendirikan sebuah pemerintah yang memperhatikan prinsip. dan akidah yang mempersatukan seluruh pemeluknya. hal. nilai-nilai dan ajaran Islam."419 “JIka tujuan-tujuan ini –perbaikan individu dan masyarakat muslim. nilai-nilai dan ajaran Islam.”420 "Ikhwanul Muslimin berusaha agar sistem Islami didukung oleh para penguasa. firman Allah:                 Artinya: 418 419 420 Risalah. Nahwa an Nur (Menuju Cahaya) 342 . dan di setiap Negara-negara Arab. dan di setiap Negara yang telah disejahterakan oleh Allah dengan akidah Islamiyah. karena Islam merupakan agama. agar terbentuk Negara Islam baru yang menegakkan dan menjalankan hukum-hukum ini terhadap umat manusia yang didukung oleh umat Islam. 107 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah).tidak bisa diwujudkakn kecuali di bawah naungan sebuah pemerintah yang shalih. kemasyarakatan.Kita ingin merealisasikan dua sasaran ini di Lembah Sungai Nil (baca Mesir). Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). di Negara-negara Arab. Kehidupan mereka diatur oleh tuntunan syariah berdasarkan wahyu yang diturunkan Allah kepada Nabi-Nya.

(Q. setiap pegawai dan pekerjanya komitmen dalam melaksanakannya. hal. Imam Syahid berkata. "Ikhwanul Muslimin tidak menuntut tegaknya pemerintahan untuk kepentingan dirinya dan kelompoknya. riba dengan segala sesuatu yang berhubungan dengannya dari al Qimar 421 422 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI).S Al Jatsiyah: 18)421 • Ikhwanul Muslimin Tidak Ambisi Kekuasaan dan Tidak bermaksud menguasai pemerintahan: Imam Syahid berkata."Kemudian kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu). 2. Menghindari al Mu'biqat (perbuatan maksiat yang merusak) yang telah diharamkan oleh Islam. kemudian kepada pemerintah Arab dan Islam untuk mengembalikan sistem kehidupan dan peradabannya kepada sistem Islam. Maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak Mengetahui."422 Mereka adalah para duat prinsip dan akidah. 3. Menghormati kewajiban dan syariat Islam. pembela dan penolongnya. yang berdakwah dengan penuh keikhlasan kepada pemerintah untuk kembali kepada manhaj Islam. Mendeklarasikan bahwasanya ia adalah pemerintah Islam yang menerapkan fikrah Islam sebagai asas Negara secara resmi. yang indikasi konkretnya antara lain: 1. dan hendaknya orang tua diantara mereka menjadi qudwah bagi yang lain. zina dan segala sesuatu yang mengarah kepadanya. maka mereka siap menajdi tentara. jika Ikhwan mendapati di tengah umat terdapat orang yang siap memikul beban. dan menggariskan kepada mereka jalan dan langkah yang dibutuhkan untuk itu. seperti Khamr (minuman keras) dan yang sejenisnya. "Untuk itu pertama-tama kami meminta kepada pemerintah Mesir. 206 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) 343 . menunaikan amanat dan berhukum kepada sistem yang sesuai dengan manhaj Islam dan Al Quran.

Syariat Islam seolah-olah berada di suatu lembah. Menjadikan syariat Islam sebagai referensi utama undang-undang. hal. dimana terdapat pendidikan tarbiyah Islamiyah nasional.(Judi). pemerintah belum menerapkan syariat Islam dengan benar. harta haram. kenyataannya kini tidaklah demikian. Ia sebagaimana yang anda lihat. serta tidak berhubungan dengan masyarakat dengan cara-cara ribawi. 138 344 . Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). sementara pelaksanaannya berada di lembah yang lain. 4. Inilah hak Islam terhadap kita. 6. Ya Allah saksikanlah. yang dapat membentuk tabiat pelajar dengan nilai-nilai Islam dan membekali mereka dengan hukumhukum dan hikmah. memberikan perhatian yang besar kepada pendidikan bahasa Arab dan sejarah.424 423 Risalah.423 • Keterlambatan Pemerintah (dalam menerapkan syariat Islam) Namun realitanya. dan hendaknya pemerintah menjadi qudwah dalam hal ini. sehingga beban yang dipikul oleh jamaah bertambah berat. Memperbaharui kurikulum pendidikan. Namun. 267. dan kami telah menyampaikannya. 268 424 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Oleh karena itu. hal. yang mengharuskannya mampu mewujudkan tujuan utama ini. dengan tidak membolehkan praktek-praktek seperti ini dan tidak melindungi pelakunya dengan kekuatan hukum. Menjadikan ajaran Islam sebagai landasan dalam setiap sikap dan kebijakan. 5. diamnya para pembaharu Islam dari tuntutan diberlakukannya hukum Islam adalah dosa besar yang tidak terampuni kecuali dengan mengambil alih pemerintahan dari tangan mereka yang tidak mau menegakkannya. Imam Syahid menyebut tidak diberlakukannya syariat atau terlambatnya pemberlakukan syariat sebagai kejahatan dan pelanggaran terhadap hak kaum muslimin.

namun ternyata ketetapan ini tidak cukup bisa menghalangi para petinggi pemerintahan dan para tokoh politik untuk merusak citra Islam dalam persepsi dan pikiran khalayak. 317.427 Jika ada seorang pembaharu muslim yang sudah merasa puas hanya menjadi seorang ahli ilmu dan penasehat. sehingga dalam prakteknya kita sering memisahkan agama dari urusan politik (meski secara teorotis kita mengingkari pemisahan seperti ini). dengan keyakinan dan perbuatan mereka yang menjauhkan antara petunjuk agama dan muatan politik. Mereka akan terus bekerja dalam rangka membersihkannya dari tangan-tangan penguasa yang tidak mau melaksanakan hukum Allah. 345 . maka tetaplah pemerintahan itu menjadi bagian dari manhaj Ikhwan. dan kalimat ini bukan dating dari kami sendiri.Ini adalah kalimat yang telah jelas. dan 425 426 Ibid Ibid 427 Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam).426 Merupakan kesalahan yang fatal ketika kita melupakan akar pemikiran ini. Ini merupakan kelemahan pertama dan awal mula kerusakan. Kita tetapkan dalam UUDa kita bahwa agama resmi Negara adalah Islam. Dan Ikhwanlah yang selama ini bekerja untuk itu. menggelar kajian ushul fiqih dan Fiqih praktisnya. serta merusak keindahan Islam dalam realitas kehidupan.425 Namun. jika ternyata Ikhwan tidak mendapatkannya. Masyarakat hendaknya memahami hal ini dan menuntut kepada pemerintah untuk mendapatkan hak-hak keIslamannya. sementara ia biarkan pemerintah memberlakukan hukum yang tidak diridhai oleh Allah. tentang Sistem pemerintahan. menetapkan keputusan hukum. Kami hanya mempertegas apa-apa yang telah ditetapkan hukum Islam itu sendiri. Sesungguhnya Ikhwan belum melihat suatu pemerintahan –baik pemerintahan yang sekarang maupun yang lalu.yang bisa mengemban amanat dan menunjukkan kesiapannya untuk menegakkan nilai-nilai Islam. hal.

maka suara sang pembaharu tadi laksana teriakan di tengah lembah. Kemudian. Sudah bukan waktunya lagi untuk menipu dan memperdaya. "Berterus teranglah dalam menjawab pertanyaan tersebut. hal. Kesetiaan ini akan melindungi negara dari berbagai ancaman sosial yang bertubi-tubi. Jika tidak. dengan mengatakan. 188 346 . di saat mereka mengucapkan dua kalimat syahadat. hal itu menuntut kita untuk secepatnya mengubah berbagai sudut pandang dan situasi. "Maka tidak ada jalan lain bagi pemerintah Mesir."429 Beliau juga menunjukkan tentang pengkhianatan pemerintah terhadap janji dan amanat yang dipikulnya. Mereka juga harus menepati janji sosialnya dengan bangsa ini ketika menetapkan undang-undang dan menyuarakan bahwa agama resmi Negara adalah Islam. niscaya kamu jumpai hakikat yang jelas di hadapanmu. tidak digali dari sumber nilai Islam dan tidak pula disandarkan kepadanya. mereka mesti komitmen dengan ajaran Islam.428 Imam Syahid juga menjelaskan tentang kondisi realita yang sesungguhnya. Pemerintah harus berterus terang kepada rakyat untuk menentukan sikapnya terhadap rakyat dan sikap rakyat terhadap pemerintah. yakni dengan jauhnya mereka dari penerapan manhaj Islam. 428 429 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). Seluruh aturan yang engkau jadikan pijakan dalam setiap urusan hidupmu adalah aturan buatan manusia belaka. Kesetiaan ini juga akan mengembalikan ketenangan dan ketentraman ke dalam hati dan jiwa. serta mengumandangkan dengan lantang bahwa lembah Nil adalah pengemban. maka berarti mereka telah ingkar janji dan mengkhianati amanat Allah dan amanat manusia. Namun. dan partai-partai politik di Mesir kecuali harus menepati janji syar'inya kepada Allah dan Rasul-Nya. yang tidak ada hubungannya dengan Islam.mendorong rakyatnya untuk melanggar perintah-perintah-Nya.

kata-kata saja tidaklah berguna jika tidak disertai dengan amal. hal. dimanakah gerangan para pemimpin negeri kita ini? Mereka semua telah dididik di sarang pendidikan asing. mereka demikian antusias mengikuti jalan hidupnya.432 Adapun yang bertanggung jawab dalam kondisi ini adalah pemerintah dan rakyat. sehingga mengakibatkan tersebarnya penyakit di badan-badan 430 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). Akan tetapi. dan mereka berlomba menjilat untuk mendapatkan keridhaannya. Sungguh. baik yang pribadi maupun sosial telah kehilangan ruh Islamnya. hal. rumah tangganya serta urusan hidupnya. dan penyeru risalah Islamiyah."431 "orang-orang yang jiwanya.pembela. 197 432 Ibid 347 . yang menghimpun berbagai sisi positif yang ada di seluruh aliran ideologi dan membuang sisi negatifnya. Lalu ia persembahkan itu kepada seluruh bangsa sebagai ideology alternative dunia yang memberi solusi yang benar dan jelas bagi seluruh persoalan umat manusia. 303 431 Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). Penguasalah yang memudahkan jalan dan menyerahkan kepemimpinan kepada penjajah serta lebih mementingkan dirinya dari pada rakyatnya. 196. Seperti ungkapan 'Orang yang tidak memiliki sesuatu tidak dapat memberikan apaapa'. tidak kuasa untuk menyerukan nilai-nilai dakwah yang bertentangan dengan sasaran yang diseru."430 • Tentang Tabiat Pemerintah terhadap Islam: "Namun kita tidak mendapatkan tegaknya suatu pemerin Islam yang bekerja untuk menegakkan kewajiban dakwah kepada Islam. mereka telah tunduk kepada pola pikirnya. tentu tidak mampu mengalirkannya kepada orang lain.

jawabnya adalah dengan jihad dan perjuangan. serta kekuatan tekad dan iman. ketidakadilan. Bagaimana keluar dari kondisi ini. Mereka senantiasa bekerja dengan segala cara dalam rangka mengganti undang-undang semacam itu dengan syariat Islam yang adil dan utama. dan kerancuan. Sistem sosial yang dijadikan asas dan dijaga oleh pemerintah. hal. Imam Syahid berkata.433 Sedangkan tentang undang-undang yang menyimpang dari syariat Islam. hal. Al Quran dan Sunah Nabi-Nya. 140 Ibid 348 . ketidakberdayaan. silau dengan kebatilan. "suatu hal yang aneh dan tidak masuk akal jika undang-undang yang berlaku untuk umat Islam bertentangan dengan ajaran agamanya. Pemerintah yang berjuang dan bekerja untuk menyelamatkan rakyatnya dan rakyatpun mendukungnya dengan kesatuan kalimat. Jika umat-umat lain kehilangan pelita hidayah di masa-masa transisi. sehingga mereka menjadi mangsa santapan orangorang yang rakus dan ambisius. 212 Risalah: l Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). melalaikan kewajiban. serta kehilangan kekuatan iman dan kekuatan jamaah. Marilah kita keluar dari kondisi yang bobrok ini dan menggantikannya dengan sistem sosial yang lebih baik. dan rakyat yang senang terhadap kehinaan. di semua sisi perundangundangan. Undang-undang wadh'i (ciptaan manusia). bermalas-malasan. mengikuti hawa nafsu.pemerintah Mesir dan bahayanya melanda seluruh manusia: egoisme. maka kita masih memiliki Islam sebagai pelita dan cahaya yang membimbing kita. teks-teksnya juga bertentangan dengan UUD Mesir itu sendiri yang menyebutkan bahwa agama Negara adalah Islam. 211. Hidup tak boleh putus asa dan putus asa tak boleh ada dalam hidup ini."434 Adapun Ikhwanul Muslimin. riswah (suap). di samping bertentangan dengan agama. mereka sekali-kali tidak akan pernah rela dan menyetujui undang-undang seperti ini.435 433 434 435 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI).

251 Ibid. dan ini merupakan kelemahan yang tidak seharusnya terjadi di dalam pemerintah. maka seluruh upaya akan sia-sia belaka. bersatu patu untuk menghadapi dan mengadakan perubahan dan reformasi. Imam Syahid berkata. Maka pintu pertama proses perbaikan ini adalah kita melawan dua fenomena ini. dan mewujudkan kebebasan dan kemerdekaan negeri dari seluruh intervensi asing. baik sebagai duta besar atau sebagai dalang."438 Tujuan asasi."437 "Sesungguhnya faktor utama yang merusak tatanan kehidupan masyarakat Mesir.• Perbaikan pemerintah yang komprehensif Mendirikan pemerintah Islam tidak mungkin dapat diwujudkan kecuali setelah membangun basis-basis yang menjadi pondasinya. negeri-negeri Arab dan Islam adalah intervensi pemerintah asing. Karena jika tidak.439 Sesungguhnya Ikhwan bersabar dan menahan dirinya dari hanya mengambil peran di pemerintahan sementara jiwa-jiwa masyarakat masih 436 437 438 439 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). "Namun kita menginginkan agar fikrah Islam mendominasi dan mempengaruhi semua kondisi. Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). dan perubahan yang dikehendaki Ikhwan adalah perubahan secar total dan integral. 237 Risalah. tujuan luhur. agar masyarakat terbebas dari dua imperialis. mewarnainya dengan shibghah Islam. karena kalau tidak maka kita tidak akan mendapatkan apapun."436 "Syaratnya adalah kebebasan dan kemerdekaan.205 349 . hal. melakukan perbaikan masyarakat dan menyiapkan mereka untuk menerima pemerintah tersebut dan membangkitan umat untuk meminta hal itu. hal. 258 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). sehingga seluruh keinginan dan pelaksanaan pemerintah adalah sesuai dengan keinginannya. seluruh kekuatan umat bersinergi bahu membahu. hal. hal.

dan para pemimpin Negara. lalu masyarakat akan belajar bagaimana ia akhirnya lebih mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan Pribadi.dalam keadaan demikian. 140 Ibid 350 . "Kami tidak mengakui undang-undang apapun yang tidak berlandaskan prinsip-prinsip Islam dan tidak mengacu padanya. Maka diperlukan waktu untuk penyebaran dan mendominasinya prinsip-prinsip Ikhwan.177 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).443 440 441 442 443 Ibid. hal. maka mereka tidak akan tergesa-gesa untuk mendirikan pemerintah Islam. serta setelah sempurnanya fase-fase dan strategi. hal. serta keinginan masyarakat kepada pemerintah untuk menerapkan syariat Allah."441 "Adapun Ikhwanul Muslimin. mereka sekali-kali tidak akan pernah rela dan menyetujui undang-undang seperti ini.”440 Dengan demikian. Imam Syahid berkata. 138 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda)."442 Diantara sarana untuk mengadakan perbaikan undang-undang adalah: dengan menyampaikan catatan kepada menteri keadilan. hal. kecuali setelah memenuhi faktor-faktor dan rukun-rukun syariatnya. • Sikap Terhadap pemerintah Sikap Ikhwanul Muslimin terhadap pemerintah yang tidak menerapkan syariat Allah dan menyimpang dari manhaj Islam adalah sebagai berikut: Tidak setuju dan tidak mengakui manhaj dan politiknya yang bertentang dengan syariat Islam dan Al Quran. serta menolak semua undungundang yang bertentangan dengan Islam.

bukan perjanjian damai. mentarbiyah masyarakat. perjuangan melalui konstitusi. dan mereka akan berupaya untuk membebaskannya dari tangan pemerintah yang tidak menjalankan perintah Allah. Semuanya berada dalam koridor Islam."444 Dan hal itu dilakukan dengan menyebarkan dakwah. yakni dengan menetapkan dan menjelaskan kepada mereka dengan jelas dan terperinci. hingga pemerintah yang berkuasa condong kepada mereka. 164 351 . Kami akan mendeklarasikan permusuhan yang tidak ada perdamaian dan tidak ada belas kasih. bukan pertemuan di tengah jalan. 164 446 Ibid. "Kalian akan memusuhi mereka semua di pemerintahan dan di luar pemerintah dengan permusuhan yang luarbiasa. "Kekuasaan merupakan bagian dari manhaj mereka. perincian pemikiran. perjuangan politik. "Kami akan memerangi setiap pemimpin partai atau organisasi yang tidak berjuang untuk Islam dan tidak memudahkan jalan untuk Islam untuk mengembalikan hukum dan kemuliaan Islam. membentuk shaf mukmin yang kuat. atau membiarkan mereka. bukan tawar menawar atau diam terhadap penyimpangan terhadap syariat Allah. 163. Imam Syahid menyebutkan tabiat dalam menghadapi dan menyikapi setiap yang menyimpang dari manhaj Islam dan mengadopsi syariat yang lain."445 Beliau juga berkata. hal. hal 138 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). konfrontasi politik. hal. Imam Syahid menulis di pembukaan edisi pertama dari Majalah Al Nadzir tahun 1938 M. nasehat dan maaf kepada Allah. Imam Syahid menyebutnya dengan. jika mereka tidak menyambut dakwah kalian dan menjadikan ajaran Islam sebagai manhaj yang mereka jalani dan yang mereka amalkan."446 444 445 Ibid. fase kifah siyasy (perjuangan politik).Imam Syahid juga berkata. menyadarkan umat. hingga Allah membukakan kebenaran di antara kita dan sesungguhnya Allah adalah Sebaik-baiknya pembuka.

meskipun dari pengalaman saya kami kehendaki berseberangan dengan mereka. bagaikan berbagai sikap seorang penasehat yakin 447 yang bahwa mengingkan apa yang kebaikan dan kelurusan. Dalam risalah Imam Syahid yang beliau kirimkan kepada Mahir Basya (kepala pemerintahan waktu itu. jamaah Ikhwanul Muslimin maju dengan memberikan nasehat yang tulus. Karena sesungguhnya undang- 447 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). hal. 214 352 ." Untuk itu. Spirit yang harus terkandung dalam fikrah perbaikan ini adalah bersandar kepada prinsip-prinsip dan dasar ajaran Islam. Adapun para rijal yang akan melaksanakan proyek perbaikan ini haruslah mereka yang dikenal menghormati dan menghargai fikrah ini. adalah dengan mengembalikan negeri Mesir kepada ajaran Islam dan menerapkan prinsip-prinsip Islam dengan penerapan yang baik. Mudah-mudahan Allah memperbaiki kerusakan ini. baik dari Barat maupun dari Timur yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan terdapat banyak kemaslahatan di dalamnya. dengan program dan proyek-proyek perbaikan di pelbagai aspek. tahun 1939). "Ikhwanul Muslimin meyakini bahwa jalan satu-satunya untuk melakukan perbaikan. menjelaskan tentang pandangan Ikhwanul Muslimin dalam perbaikan.Sikap Ikhwanul Muslimin terhadap perlawanan dan pemisahan menggunakan sikap sebagai seorang pemberi nasehat yang mengasihi pemerintah dan organisasinya: "Sikap kami terhadap pemerintah Mesir dengan berbagai coraknya. serta bekerjasama dengan segenap kekuatan masyarakat untuk melakukan perbaikan umat dan mewujudkan kemajuan dan kemerdekaannya. Pemilihan rijal yang akan melaksanakan proyek ishlah ini lebih penting dan lebih utama dari proyek ishlah itu sendiri. mengambil sari-sari penting dari fikrah yang lama dan yang baru. Ia berkata.

dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baiknya pembuka (pemberi kemenangan). Walaupun demikian. hal. Walaupun Ikhwanul Muslimin mengetahui bahwa pemerintah tidak menyambut seruan ishlah. "Kami telah membuat beberapa manhaj Ishlah untuk pemerintah Mesir dan menyampaikan beberapa catatan murni dalam banyak perkara yang menyentuh kehidupan masyarakat Mesir.bergantung dengan spirit yang menjiwai dakwah tersebut. kadar disiplin dan keimanan mereka. dan melanjutkan perjalanan dakwah yang telah mereka tetapkan arah dan tujuannya demi mewujudkan masyarakat muslim dan pemerintah muslim. termasuk kemampuan menerjemahkan perkataan dan slogan-slogan dalam kerja-kerja konkret dan realisasi amal serta kadar pertentangan atau kedekatannya dengan fikrah Islamiyah. kami akan tetap berada posisi memberikan nasehat hingga Allah membukakan antara kami dan kaum kami kebenaran. Setelah itu. hal."449 448 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna)."448 Standar yang digunakan Ikhwanul Muslimin terhadap dakwah Ishlah ini –sebagaimana yang dijelaskan Imam Syahid. dll. 214 353 . serta kadar keikhlasannya. Imam Syahid berkata.undang pada hakekatnya adalah tergantung bagaimana hakim yang menjalankan dan menegakkan hukum-hukum tersebut. Begitupula terhadap rijal yang akan melaksanakan dan menjalankan proyek ishlah tersebut. kemudian dilanjutkan dengan penetapan nama dan muatannya. Kemudian apa manfaatnya? Tidak ada Apa yang telah dihasilkan? Tidak ada Dan jawaban akan selalu sama setiap kali ditanyakan. namun mereka tetap memberikan nasehat. 299 449 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI).

Menuju Cahaya dan Agenda Persoalan Kita dalam kacamata Sistem Islam. kecuali jika undang-undang yang berlaku adalah maksiat dan penyimpangan syariat secara jelas. silakan merujuk Risalah Pergerakan. dan seluruh kemampuan yang kami miliki di bawah organisasi atau pemerintah apapun yang bermaksud melangkah bersama umat Islam menuju ketinggian dan kemajuan. untuk mendapatkan contoh dan model proyek perbaikakn Ikhwanul Muslimin. Oleh karena itu ia melakukan hubungan dan interaksi dengan pemerintah. maka tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam melakukan maksiat kepada sang pencipta. menyampaikan gagasan-gagasan perbaikan. karena terdapat kerusakan di sebagian besar atau beberapa pasal-pasalnya atau keringnya dari nilai-nilai Islam dan ajarannya. kami justru akan melakukan perbaikan dan perubahan dengan menggunakan perjuangan secara konstitusi dan perjuangan politik. Kami menerima undang-undang dan peraturan yang berlaku di masyarakat dan komitmen terhadap undang-undang tersebut. hal. Jamaah Ikhwanul Muslimin –sesuai dengan prinsip dakwahnya- berinteraksi dengan realita dengan tetap berupaya melakukan perubahan dan pengembangan kea rah yang lebih baik. memberikan kerjasama demi mengupayakan kebaikan untuk 450 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya).Kami akan menempatkan diri. potensi. kami akan menjawab seruan tersebut dan menjadi jaminan. 294 354 . Dengan menyerukan reformasi dan perbaikan undang-undang. dengan mentarbiyah masyarakat dan menyadarkan khalayak. sebagaimana undang-undang juga menetapkan bahwa Islam adalah agama Negara dan sumber utama konsitusi. namun hal ini tidak berarti kami menerima dengan ridha setiap kesalahan yang ada di dalamnya.450 Jika anda ingin mendapatkan perincian. memberikan nasehat. tidak serta merta kemudian melakukan revolusi atau kudeta.

masyarakat dan setiap bahaya yang mengancamnya. dan berusaha untuk menghilangkan setiap keragu-raguan dan syubhat seputar dakwah. jika ia bekerja dengan maka Islam dan untuk Islam sesuai yang kondisi pertama dan dan kemampuannya. Kerjasama dan sinergi jamaah dalam pelbagai kesempatan tidak berarti ridha dan rela terhadap semua manhaj dan aturan yang bertentangan dengan syariat Islam dan yang tidak menerapkan prinsip dan ajaranajarannya. "Adalah salah besar orang yang menuduh bahwa kalian memusuhi pemerintah Islam atau lembaga sosial tertentu. menyerukan dakwah Islam. maka apakah seorang muslim –jika ia menjadi tertuduh. mentarbiyah masyarakat dan bangsa. membawa dakwah dan menyebarkannya dengan pelbagai sarana. dan sebaik-baiknya yang mengokohkan kekuatannya dan yang menolongnya untuk Islam. pertama. membina individunya dan membentuknya sesuai dengan manhaj Al Quran. namun jika pemerintah membenci Islam dan membuat konspirasi terhadapnya. karena jamaah ini lebih mengutamakan nasehat daripada popularitas atau mendeskreditkan.akan menjadi lawan atau menjadi kawan? Ikhwanul Muslimin memiliki kelebihan dari masyarakat pada umumnya. kami adalah penolongnya pendukungnya yang paling tulus. pada waktu yang sama ia pun berupaya untuk menwujudkan visi-misinya. sesungguhnya sikap terhadap pemerintah-pemerintah ini tidak keluar dari dua hal. Yang kedua. Jamaah Ikhwanul Muslimin juga melakukan dialog sebagai sarana untuk saling memahami dan bekerjasama. melakukan usaha-usaha perubahan kondisi yang terjadi dan mempersiapkan proses berdirinya Negara Islam. Imam Syahid menjelaskan tentang aspek-aspek hubungan terhadap pemerintah. mengutamakan argument dan 355 . mengutamakan perdamaian dan cinta dari pada perseteruan dan peperangan.

) bertanya. Kalian tentu tahu perkataan Rasulullah Saw. sesungguhnya Allah memperbaiki umat dengan satu orang dari mereka –jika Allah memperbaikinya-. Mudah-mudahan ia ingat atau takut". Rasul-Nya. menyampaikan dan mengenalkannya kepada mereka adalah sebaik-baiknya cara untuk mewujudkan dan sampai pada tujuan-tujuan dakwah dan menjadi jalan yang paling dekat untuk itu. kami (sahabat Rasulullah Saw." Seluruh manusia telah mengetahui –termasuk para pemimpin. para pemimpin muslim dan masyarakatnya.S Thaha: 44) Imam Syahid menjelaskan bahwa manhaj jamaah terhadap pemerintah adalah manhaj dakwah dan nasehat.perkataan yang lembut daripada kekerasan dan anarkis.bahwa berapa kali kami telah menyampaikan kalimat kebenaran yang tinggi membahana. "Jika seandainya aku memiliki dakwah yang diterima. Agama adalah nasehat. 356 . Kami menganggap bahwa kita tidak senantiasa harus memusuhi pemerintah dalam setiap keadaan atau mengeluarkan mereka dari Islam. kitab-Nya.           Artinya: "Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut. karena sesungguhnya Allah memperbaiki banyak makhluknya dengan kebaikan pemimpinnya. kendati kami harus menerima tekanan dan kesengsaraan. Hasan Al Bashri berkata. cukuplah Dia sebagai wali dan penolong kami. untuk siapa yang Rasulullah? Beliau menjawab. "Dengan demikian kami meyakini bahwa dakwah terhadap para pemimpin. (Q. kami tidak takut selain kepada Allah. beliau berkata. sedikitpun kami tidak berpaling dari hal itu. Ini merupakan ajaran Allah kepada para rasul-Nya. "Untuk Allah. aku pasti menjadikannya untuk para pemimpin.

Abbas Asisi. "para pembaca mungkin bertanya-tanya. yang menghalangi aktivitas mereka. karena sejak awal dakwah telah memperhitungkan bahwa mereka akan menjadi orang pertama yang menjadi musuh.146 452 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna)."451 Imam Syahid berkata. para politikus. yaitu bahwa 451 Hasan Al Banna. daripada menjadikan mereka sebagai musuh dan rival para da'I. maka adalah sebuah kebodohan dan bukan bagian dari ajaran agama jika kaum muslimin mencela orang-orang yang ikut berperan menghalangi musuh mewujudkan ambisi mereka.karena kadang-kadang pemerintah ikut berperan menghadapi musuh-musuh Islam yang kuat dan menggagalkan tujuannya. "Para pendiri dakwah Ikhwanul Muslimin telah menetapkan di kedua mata mereka dua hakikat yang mereka pegang dan laksanakan serta manfaatkan dengan sebaik-baiknya. partai politik adalah sikap para da'I bukan sikap golongan tertentu. edisi 27. yang menggambarkan tentang sikap Ikhwanul Muslimin. Sikap kami terhadap pemerintah. -sebagai contohtentang sikap terhadap pemerintah Ali Mahir Basya. kami ingin menyampaikan beberapa hakikat penting yang menjadi prinsip. siapapun itu. Maka akan lebih baik jika para pemimpin bisa menjadi partner Ikhwanul Muslimin untuk mentarbiyah masyarakat dan mengarahkannya dengan ajaran-ajaran Islam yang produktif. Apa sikap Ikhwanul Muslimin terhadap pemerintah baru (Parlemen Ali Mahir Basya)? Sebelum menjawab pertanyaan ini. tidak berharap terhadap apa yang ada di tangan orang-orang kaya. atau di bawah pemimin tertentu. hal. tidak melihat atau berpikir atau bersandar kepada bantuan pemerintah. Kedua. 272 357 . hal. 145. Sikap-sikap dalam dakwah dan tarbiyah. murid-murid penjajah dan para makelar-makelar perusahaan asing. melalui makalah yang ditulis oleh Ustadz Shalih Asymawy di Majalah Nazhir. Yaitu pertama."452 Imam Syahid menyebutkan di dalam memoarnya. Mustahil kami bergabung di bawah panji golongan tertentu. karena masing memiliki pandangan dan jalan yang berbeda. siapapun adanya.

meninggikan panji Al Quran di setiap tempat hingga tidak ada lagi fitnah. 293 358 .Ikhwanul Muslimin bukanlah partai politik yang mendukung dan menolak pemerintah sesuai dengan maslahat dan kepentingan partainya atau sesuai dengan ambisi pribadi."454 453 454 Ibid. dan menjadikan Al Quran sebagai undang-undangnya. Namun barangsiapa yang menentang dakwah Islam. serta menebarkan ajaran-ajaran Islam di seluruh aspek kehidupannya. tidak bekerja untuknya dan justru menghadang jalannya atau berupaya melumpuhkannya. kami membenci dan mencintai semata-mata karena Allah. dan tidak ada yang menghalangi kami untuk berprasangka baik terhadap pemerintahan Mahir Ali Basya dan menteri-menterinya. dan menshibghah masyarakat Mesir dengan shibghah Islam. namun Ikhwanul Muslimin merupakan dakwah Islam yang menjadikan Allah sebagai tujuannya dan Nabi Muhammad Saw."453 Jadi sikap kami terhadap parlemen Ali Mahir Basya adalah sama halnya sikap kami terhadap parlemen atau pemerintahan yang lain. 292 Ibid. bekerja untuknya dan komitmen di atas nilai-nilainya di dalam diri dan di rumahnya serta berpegang teguh terhadap Al Quran di dalam kehidupan pribadi dan sosialnya. dan agama sepenuhnya adalah milik Allah. sosial. Ia juga bertujuan untuk membebaskan setiap jengkal tanah yang selalu terulang kalimat La Ilaha Illallaah. politik dan ekonomi. yang mengarah kepada pembaharuan Islam. Barang siapa yang mendukung fikrah Islam. dan kami tidak akan menetapkan sikap dan mengeluarkan keputusan kecuali terhadap pekerjaan. sebagai qudwahnya. maka kami akan menjadi musuh baginya. 292. Dan seyogyanya seorang muslim berprasangka baik terhadap saudaranya. wa Muhammad rasulullah (Tiada tuhan selain Allah. dan Nabi Muhammad adalah rasulullah). maka kami juga akan mendukung dan mendorongnya. dan di dalam dua kondisi tersebut. Yang terakhir yaitu menebarkan Islam. hal. baik syariat. hal. bukan perkataan. jelas arahnya. sikap lama yang tidak akan berubah dengan pergantian parlemen dan tidak berubah dengan pergantian menteri. yang memiliki program yang jelas dan terperinci. namun sebagaimana kami diajarkan oleh pengalaman untuk tidak percaya begitu saja dengan janji dan ucapan.

S An Nisa: 94) • Asas Pendirian Negara Imam Syahid menjelaskan tentang dasar yang menjadi pijakan berdirinya Negara dan pemerintahan dalam Islam. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Maka telitilah. dan raja adalah pengawalnya. sesuatu yang tidak memiliki pengawal maka akan hilang. kami menginginkan kebaikan untuknya dan kami selalu memberikan maaf kepadanya. lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu."                                   Artinya: "Dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu: "Kamu bukan seorang mukmin" (lalu kamu membunuhnya). Karena di sisi Allah ada harta yang banyak. 359 ." (Q. begitu jugalah keadaan kamu dahulu. kami tidak menuntut dan tidak menolak. ketauhilah bahwa sesungguhnya syariah adalah pondasi.Imam Syahid juga berkata. "Sikap kami terhadap seluruh organisasi adalah. "Sungguh indah kata-kata Imam al Ghazali –semoga Allah meridhainya-. Beliau berkata. sesuatu yang tidak memiliki pondasi maka ia akan hancur. dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia.

selama kaidah-kaidah pokok di atas tadi bisa diwujudkan (dimana tidak mungkin suatu hukum akan tegak tanpanya) dan diterapkan secara tepat sehingga dapat menjaga keseimbangan dalam berbagai situasinya (yang masing-masing bagian tidak mendominasi bagian yang lain)."456 • Adab-adab Ikhwanul Muslimin dalam Melakukan konfrontasi Politik: Jamaah Ikhwanul Muslimin sangat menjaga dan memperhatikan – dengan tetap memberikan nasehat dan perlawanan terhadap segala sesuatu yang bertentangan dan keluar dari ajaran Islam. sebuah undang-undang tak akan berguna jika tidak ada seorang hakim –yang adil dan bersih.Daulah Islamiyah tidak akan tegak kecuali bertumpu di atas pondasi dakwah. bukan sekedar bagan struktural. kaku dan gersang tanpa ruh di dalamnya. Demikian pula dakwah yang tidak akan mungkin tegak kecuali ada jaminan dan perlindungan. dan bukan pula pemerintah yang materialistis. menjaganya. atau kematangan politik. menyebarkan mengokohkannya. keyakinan akan kelayakan sistem dan rasa kepedulian untuk menjaganya. hal. "Islam bukanlah slogan dan julukan semata.yang memelopori penerapannya. Keseimbangan ini tidak mungkin bisa dipelihara tanpa adanya nurani yang selalu terjaga dan perasaan yang tulus akan kesakralan ajaran ini. atau pendidikan politik. Dengan memelihara dan menjaganya akan tergapailah keberuntungan di dunia dan keselamatan di akhirat. Teks-teks ajaran saja tidaklah cukup untuk membangkitkan umat. sehingga ia menjadi sebuah pemerintahan yang mengusung suatu misi (risalah Islam). 319 360 ."455 Beliau juga berkata.adab-adab Islami ketika berhadapan 455 456 dan berbicara dengan para pemimpin dan pembesar Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam) Ibid. Demikian juga. atau istilah-istilah sejenis yang semua itu bermuara pada satu hakikat. Inilah yang dalam istilah politik modern kita kenal sebagai kesadaran politik.

dan mereka tidak akan bekerja selain untuk dakwah yang mereka bawa. dan mengarahkan mereka menuju kebaikan dan kebenaran. serta akan berimplikasi buruk terhadap penyebaran dakwah dan kemajuannya. menutup seluruh pintupintu fitnah. namun metode dan manhajnya lembut dan santun serta bijak dengan adab-adab Islam. sekuat apapun beban dan tekanan yang mereka dapatkan.457 Gerakan politik dan sikap-sikap reformis Ikhwanul Muslimin di dalam masyarakat tidak berlandaskan kepada perlawanan dan penentangan kepada pemerintah semata. Kebebasan dan kemerdekaan negeri merupakan salah satu target utama yang selalu diusung dan diperjuangkan oleh Ikhwanul Muslimin. "Demikianlah kami mengajak manusia. 361 . karena yang akan mengalami kerugian dalam hal ini adalah rakyat dan mayarakat. karena goncangan dan fitnah akan menimbulkan pengaruh negatif terhadap masyarakat dan melemahkan persatuannya. Ikhwanul Muslimin bekerja secara independen dan terlepas dari segala kekuatan yang mempengaruhinya.pemerintahan. 217 lihat surat Imam Syahid kepada Nuhas Basya dan Raja Fuad. karena hal itu merupakan bagian dari kemaslahatan Islam. Jamaah Ikhwanul Muslimin sangat menjaga kemaslahatan Negara dalam banyak sikap dan prinsip-prinsipnya. sebagaimana yang dicontohkan oleh Imam Syahid. menjaga kedamaian dan ketenangan kondisi politik serta terciptanya iklim kebebasan. yang lebih diutamakan dari kemaslahatan dan kepentingannya pribadi. Tujuan mereka adalah Allah. 457 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). sebagai bukti kepada Allah bahwa dakwah telah sampai kepada mereka. Ikhwanul Muslimin sangat istimewa dengan sikapnya yang menjaga persatuan nasional dan perdamaian dalam negeri. hal. memberikan nasehat dan berupaya untuk tidak menyebabkan perpecahan dan menyulut perseteruan.

Mereka tidak tergiur dengan tahta dan kedudukan. hal."458 "Hari dimana Ikhwanul Muslimin menjadi tempat mewujudkan tujuan orang lain. Hendaklah hal itu diketahui oleh siapa saja yang belum mengetahui. Mereka tidak takut pada siapun kecuali kepada Allah."459 Ikhwanul Muslimin tidak bisa digiring dengan kesenangan atau ancaman. baik dari Ikhwan maupun dari yang lain. tidak akan pernah terjadi. 216 362 . Mereka menghendaki keridhaan Allah dan pahala-Nya di akhirat. "Bukan sepenuhnya salah jika sebagian orang menyangka bahwa Ikhwanul Muslimin pada suatu masa dari fase-fase dakwahnya tempat mengikuti arus pemerintahan yang ada. tidak 458 459 memperjuangkan dakwah yang bukan dakwah mereka. Sesungguhnya Aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu. Setiap langkah mereka mencerminkan firman Allah:            Artinya: "Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. 191 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI).Imam Syahid berkata. (Q. atau menjadi alat suatu manhaj yang bukan manhajnya. hal. dan jiwa mereka tidak tergantung pada kesenangan dunia yang fana ini. atau mewujudkan tujuan yang bukan tujuannya dan bekerja untuk manhaj yang bukan manhajnya. tidak mengedepankan kepentingan pribadi dan duniawi. tidak Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). "Mereka tidak disibukkan oleh manhaj yang bukan manhaj mereka.S Az Zariyat: 50) Mereka meninggalkan berbagai pamrih dan ambisi menuju satu tujuan yaitu keridhaan Allah Swt.

dan janganlah kalian menjadikan hal itu bagian dari target dan manhaj kalian. 187 363 . Maktab Al Irsyad tidak pernah mendapatkan perhatian apapun dari pemerintah. Dengan begitu ia dapat memainkakn perannya sebagai pelayan umat dan pekerja yang bekerja demi kemaslahatan mereka. yang berdiri di atas basis dan rukun-rukun yang harus terpenuhi pula.tershibghah dengan warna selain Islam. sehingga menjadi pemerintah Islam yang baik. dan konsisten menerapkan hukum-hukum serta ajaran Islam. Imam Syahid menggambarkan pemerintah Islam yang dicita-citakan oleh dakwah adalah: "Memperbaiki keadaan pemerintah."461 • Karakteristik Pemerintah Islam yang dicita-citakan Pemerintah Islam bukan hanya slogan dan julukan semata. baik bagi yang menjalankannya maupun manhaj dan metode yang akan digunakan. hal. 213 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). namun ia memiliki karakteristik dan sifat-sifat yang harus dipenuhi. Pemerintah Islam adalah pemerintah yang anggotanya terdiri dari kaum muslimin yang menunaikan kewajiban-kewajiban Islam. sedikitpun kami tidak bergantung kepada pemerintah."460 "Sampai sekarang wahai Ikhwanul Muslimin. dan dan hal inilah yang kami harapkan. jangan bekerja untuknya dan mintalah keutamaan dan kemurahan kepada Allah. 460 461 Ibid. tidak terangterangan dengan kemaksiatan. kami tidak menerima siapun kecuali anggota atau simpatisan Ikhwan. kami berlindung kepada Allah di suatu masa menjadi kelompok yang menyerukan selain Al Quran dan ajaran Islam. hal. jangan melihatnya.

"463 "Dan hendaknya daulah Islamiyah bisa ditegakkan di Negara merdeka ini.bisa diterapkan pemecatan dan pengusiran. tidak tamak terhadap kekayaan Negara. Beberapa kewajiban yang harus ditunaikan antara lain: menjaga keamanan. menyebarkan nilai-nilai ajaran. "Setelah itu kami juga meninginkan pemerintah yang bisa membimbing masyarakat menuju mesjid. serta menyebarkan dakwah. seperti Abu Bakar Shiddiq dan Umar bin Khattab. mengokohkan mentalitas.antara lain loyalitas dan ketaatan. sebagaimana para ulama juga membolehkan pelimpahan beberapa jabatan di lembaga eksekutif. Apabila ia mengabaikan kewajibannya. melindungi keamanan umum. sebagai para sahabat Rasulullah Saw. menjaga kesehatan. Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada khaliq. hal. Tidaklah mengapa menggunakan orang-orang nonmuslim –jika keadaan darurat. yang menerapkan undang-undang Islam dan menerapkan aturan462 463 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim) Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). maka berhak atasnya nasehat dan bimbingan. mempersiapkan kekuatan. membawa masyarakatnya. 101 364 . Beberapa haknya –tentu. menerapkan undang-undang. dan ekonomis dalam penggunaannya. selama sesuai dengan kaidah umum dalam sistem undang-undang Islam462. mengembangkan investasi dan menjaga kekayaan. serta pertolongan terhadap jiwa dan hartanya. jika telah ditunaikan kewajibannya. lalu –jika tidak ada perubahan.Beberapa sifat yang dibutuhkan antara lain: rasa tanggung jawab. adil terhadap semua orang. kasih saying kepada rakyat.asalkan bukan untuk posisi dan jabatan strategis. maka hal itu dibolehkan. Imam Syahid juga berkata. dan mengajak manusia menuju petunjuk Islam. Tidak terlalu penting mengenai bentuk dan nama jabatan itu.

hal. berjuang untuk kebaikan mereka. dan menyampaikan dakwahnya kepada masyarakat dengan penuh hikmah. "Daulah Islamiyah tidak akan tegak kecuali bertumpu di atas pondasi dakwah. sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama semuanya milik Allah. Imam Syahid berkata. Dakwah Kami di zaman baru. menyatukan seluruh potensi bangsa Arab. hal. 160 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam) 466 Risalah Pergerakan. kaku dan gersang tanpa ruh di dalamnya.aturannya."465 Tentang peran pemerintah Islam dalam skala internasional."466 • Tiang-tiang Penyangga Sistem pemerintahan Islam dan undang-undang konstitusi: 464 465 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). "Kami berharap Mesir bisa menjadi Negara muslim yang mendukung setiap upaya dakwah Islamiyah. diri. Beliau juga berkata."464 "Dan hendaknya pemerintah ini melanjutkan manhaj dakwah dan mentarbiyah masyarakat dengan nilai-nilai Islam. dan bukan pula pemerintah yang materialistis. melindungi kaum muslimin di seluruh penjuru bumi dari segala bentuk permusuhan. dan menebarkan kalimat Allah serta menyampaikan risalah-Nya. sehingga ia menjadi sebuah pemerintahan yang mengusung suatu misi (risalah Islam). bukan sekedar bagan struktural. dalam pelbagai urusan kehidupan. 232 365 . menyempurnakan mewujudkan kemandiriannya ilmu. menyebarkan dan mengokohkannya. dan kemajuan membangun kekuatan mempersiapkannya untuk memikul risalah dakwah Islam dan tujuantujuannya yang mulia di seluruh alam. dan melanjutkan perbaikan individu dan rumah tangga di masyarakat dalam pelbagai aspeknya. yang akan menjaganya. Demikian pula dakwah tidak mungkin tegak kecuali ada jaminan perlindungan. mendeklarasikank prinsip-prinsipnya yang mulia.

"Umat Islam adalah umat yang satu. 318. 319 366 . Apa yang sudah ada nashnya tidak perlu dilakukan ijtihad terhadapnya. perbedaan dalam hal furu' (cabang) tidaklah membahayakan. Di kalangan umat Islam tidak terdapat perbedaan dan persoalanpersoalan prinsip-prinsip antara satu dengan yang lain. Rasa tanggung jawab pemerintah Kesatuan masyarakat Sikap menghargai aspirasi rakyat Imam Syahid menjelaskan tentang kewajiban representasi umat dan keikutsertaan mereka dalam membina pemerintah secara benar dan keberadaan Majelis Permusyawaran (yang terdiri dari ahlul halli wal 'aqd).adalah salah satu landasan iman. permusuhan.Imam Syahid menyebutkan bahwa terdapat tiga pilar utama yang merupakan kerangka pokok sistem pemerintahan Islam. Sementara itu. Beliau berkata. Tidak ada kesempurnaan iman kecuali dengan ukhuwah. 467 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam). Al Quran dan sunnah Rasulullah Saw. dan tidak akan terealisir iman kecuali dengan menegakkannya. karena sistem sosial yang mereka yakini adalah satu. yaitu. yakni al Islam yang telah dikenal luas oleh mereka. tidak akan menyebabkan kebencian."467 Ikhwanul Muslimin juga mendukung pemerintah yang menggunakan perangkat undang-undang konstitusi yang bersumber dari undang-undang Islam yang kekal. dan fanatisme golongan. karena ukhuwah –yang dengannya Islam telah mempersatukan hati mereka. atau dari yang besar kepada yang kecil. dan mampu mewujudkan musyawarah (syuro) Islam. hal. Namun hal itu tidak berarti menghalangi kebebasan menyatakan pendapat dan menyampaikan nasehat dari yang kecil kepada yang besar.

membutuhkan ketelitian dan penjelasan terhadap teks-teksnya yang memungkinkan adanya interpretasi yang beragam. Imam Syahid menjelaskan tentang Fiqih Islam.469 Masalah ini –UUD. namun mereka tetap mengambil manfaat dan segala sesuatu yang berguna dari undang-undang yang ada selama tidak bertentangan dengan hukum-hukum Islam. dan semua ini sangat relevan dengan ajaran Islam dalam format undang-undang. "Prinsip-prinsip UUD Mesir bermuara para perlindungan terhadap kebebasan individu dengan segala variasinya. Mereka tak hendak mengganti dengan sistem lain. Oleh karenanya Ikhwanul Muslimin berkeyakinan bahwa sistem UUD Mesir ini adalah sistem yang paling dekat dengan Islam disbanding dengan sistem UUD yang manapun di dunia ini.Mereka menganggap bahwa undang-undang konsitusi yang dikenal di dunia sekarang merupakan undang-undang yang sangat dekat dengan prinsip-prinsip pemerintah Islam dan nilai-nilainya yang mulia. begitupula pola penerapannyan secara praktis. Ikhwanul Muslimin tidak merelakan jika Islam dan prinsip-prinsip pemerintah Islam diganti dengan yang lain. Ikhwanul Muslimin bekerja keras dalam rangka memberi kejelasan pengertian teks- 468 469 Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). pada musyawarah dan ketundukan penguasa pada kehendak rakyat."468 Imam Syahid berkata. Oleh karena itu. pada tanggung jawab pemerintah kepada rakyat dan control mereka kepada program yang dijalankan. hal 138 367 . dan pada penjelasan akan batasan-batasan kekuasaan. "Ia sangat luas dan fleksibel yang mencakup pelbagai bentuk dan ragam konsitusi dalam aktivitas politik.

"Sebagaimana yang diyakini oleh Imam Syahid bahwa terdapat perbedaan antara kebebasan berpendapat. permusuhan dan konflik partai yang dapat menghancurkan persatuan umat dan menjadikannya seperti kelompokkelompok yang saling bermusuhan.470 "Kami menerima prinsip-prinsip yang ada pada UUD tersebut karena ternyata sesuai dengan Islam dan bahkan bersumber darinya. pemikiran."471 Imam Syahid menegaskan tentang kebebasan menyampaikan pemikiran dan mendirikan organisasi. lembaga dan partai politik serta menyampaikan nasehat dan menuntut perbaikan kepada pemerintah. ia menamakannya sebagai partai politik yang buta. terutama jika bisa disandingkan dengan semangat saling toleransi dan keluasan perspektif.teks yang rancu dalam UUD Mesir dan memperbaiki metode yang digunakan untuk menerapkannya dalam negeri. 146 368 . Imam Syahid berkata. syuro dan nasehat –yang merupakan kewajiban dalam Islam."472 Dalam risalah Ikhwanul Muslimin (maret 1994 M) –yang berpegang terhadap syuro dan multipartai. 470 471 472 Ibid Ibid Ibid. walaupun begitu ia menolak perseteruan.dengan ta'ashshub terhadap pemikiran tertentu atau keluar dari jamaah serta melakukan hal-hal yang semakin memperluas jurang perbedaan antar umat. adapun perbedaan pandangan cara yang merupakan sangat bentuk kesempurnaan dalam dan keberagaman pandang dibutuhkan mengungkap kebenaran dan sampai kepada sesuatu yang lebih baik dan lebih bermanfaat. Yang dilarang adalah pertentangan yang mengarah kepada kegagalan dan kelemahan. hal.juga dijelaskan. sementara yang kita kritisi selama ini adalah kerancuan teks dan pola penerapannya. serta jauh dari sikap fanatik dan sempitnya pandangan. Beliau menganggap perbedaan merupakan hal yang lumrah.

dan tentang tidak perlu adanya pembatasan dari pemerintah terkait dengan kegiatan dan aktivitas kelompok dan partai politik. hal. Pusat Studi Islam. selama manhaj Islam tetap menjadi aturan yang tertinggi. yang notabenenya merupakan pilar-pilar penopang masyarakat. lembaga. Hak ini –pendirian partai. dan itu merupakan hak utama yang dimiliki oleh setiap individu masyarakat. Pemerintah sebaiknya membiarkan masing-masing partai untuk bergerak dan menyerukan dan menjelaskan proyeknya masing-masing.dijamin untuk setiap penduduk negeri dan untuk setiap kelompok. Undang-undang yang dijalankan seyogyanya dijalankan oleh hakim yang independen. Masyarakat memelihara juga seyogyanya serta harus dibina untuk untuk menjaga dan dan haknya berjuang mendapatkan menyempurnakan kekurangannya. serta teruji secara pemikiran.Oleh karena itu. dan ini merupakan jaminan utama. perlindungannya. dan khulafaur Rasyidin terdapat banyak keterangan yang menguatkan keterangan ini. terlindungi dan jauh dari pengaruh penguasa atau pihak manapun. baik muslim maupun nonmuslim. 39 369 . karena hal itu akan menjadi jaminan terhadap keselamatan masyarakat dan keistiqamahannya di atas jalan yang benar. Di dalam sirah Rasulullah Saw. laki-laki dan wanita tanpa ada perbedaan. 38. dan club-club serta pengumuman kepada khalayak dan dakwah kepadanya. kami meyakini keberagaman partai di tengah masyarakat muslim. 473 Pandangan Ikhwan tentang multipartai dan wanita. kemudian menggunakan prosedur syar'I yang sesuai terhadap siapa saja yang keluar dari prinsip-prinsip dasar yang tidak ada perbedaan antara para ulama dan ahli fiqih.473 Ikhwanul Muslimin menegaskan dalam pandangan dan manhaj mereka tentang urgensi terpenuhinya kebebasan masing-masing anggota masyarakat. ilmu. serta persamaan hak di antara seluruh anggota masyarakat. fiqih dan wawasan.

sedangkan rakyat adalah tuannya. Imam Syahid berkata. hingga tidak terjadi kehancuran individu atau kelompok dari masyarakat dengan melakukan sesuatu yang melibatkan khalayak ramai. Pemerintah adalah pelayan dan pekerja. 318 370 ."475 Disebutkan di dalam risalah Ikhwanul Muslimin. ia merupakan sebuah kemestian bagi seorang kepala pemerintahan sedangkan umat merupakan sumber kekuatan pelaksanaan Negara. atau dengan slogan apapun. Diantara kewajiban umat adalah mengawasi kepala pemerintahan dan memberikan catatan padanya. Ikhwanul Muslimin menggunakan syuro sebagai asas dalam pemerintahan. dan mereka melakukan muyawarah dalan setiap urusan mereka yang umum dan yang khusus demi mewujudkan keadilan dan melaksanakan hukum Allah serta kemaslahatan manusia."474 Beliau juga berkata. hal. "Perintahkanlah kaum muslimin untuk bermusyawarah di antara mereka. Pengawasan umat terhadap para pemimpin merupakan hal utama di dalam manhaj Islam dalam pemerintahan. Sedangkan pemerintah hendaknya bermusyawarah aspirasinya. Maknanya adalah bahwa umat adalah sumber kekuasaan. "Pemerintah dalam menjalankan tugasnya dengan rakyat dengan rakyat dan menghargai bertanggung jawab kepada Allah dan rakyatnya. merekalah yang memberikan amanah kepemimpinan kepada siapa saja yang mereka 474 475 kemaslahatan umum dari Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam). 319 Ibid. hal. "Diantara hak umat Islam adalah melakukan kontrol terhadap pemerintah denga secermat-cermatnya dan menasehatinya jika dirasa hal ini membawa kebaikan. dan memberikan implikasi buruk terhadap masyarakat muslimi.sehingga tidak ada penguasa yang menyimpang atau merampas hak ini darinya dengan hujjah apapun.

hal. Jika ia memilih seorang wali untuk menjalankan keperluannya. "Diantara kewajiban setiap individu muslim adalah meluruskan jika kepala Negara melakukan kesalahan. sesuatu yang tidak memiliki pengawal maka akan hilang. 33 478 Pandangan Ikhwanul Muslimin tentang Syuro. 34 371 . dan penguasa adalah pengawalnya. atau untuk kemaslahatan manusia pada sesuatu yang diperbolehkan477. hal. mulitipartai dan wanita. pengalaman. hal.yakini agama dan amanahnya.478 476 477 Syuro dan multipartai. ilmu. karena ia tidak boleh mendelegasikan sesuatu terhadap sesuatu yang tidak dimilikinya dan bukan haknya. meyakini bahwa manusia tidak memiliki kekuasaan selain apa yang telah diturunkan Allah kepada mereka. 31 Ibid. Batas ketaatan rakyat kepada pemimpin adalah selama perintahnya bukan maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya. Dengan demikian. yaitu apa-apa yang telah ditentukan berupa pekerjaan yang harus dilaksanakan dengan penuh keadilan. Pusat Studi Islam. namun justru dalam rangka melaksanakan hukum Allah dan syariat Islam. Penugasan yang diberikan umat Islam dijalankan hukumnya dan dibatasi oleh syariat Allah. potensi dan kemampuannya. sesuatu yang tidak memiliki pondasi maka ia akan hancur. bahkan meluruskan penyimpangan-penyimpangannya walaupun harus menggunakan pedang sekalipun. maka seluruh urusan harus diluruskan sesuai dengan muatan dan tuntunan hukum-hukum agama. menyucikan hukum-hukum Al Quran dan sunah Rasulullah yang mulia. semua ini harus berada dalam koridor dan batasan yang telah ditetapkan syariat. yaitu sesuai dengan kandungan dan tuntunan syariat Islam. ihsan dan insaf. karena sesungguhnya agama adalah pondasi.476 Tidak boleh ada kepala Negara yang mengklaim ishmah (terjaga dari kesalahan) dan terlepas dari kemungkinan-kemungkinan keliru. "Umat Islam melakukan ibadah hanya kepada Allah semata. maka umat Islam tidak berhak memberikan tugas kepemimpinan suatu urusan kecuali terhadap sesuatu yang telah ditetapkan oleh syariat.

Sebagaimana kami melihat bahwa kepala Negara (presiden) tiada lain adalah wakil rakyat. Dalam kerangka undang-undang Islam. Sebagaimana undang-undang Islam juga harus memuat prinsip-prinsip dan hukum-hukum yang memelihara dan menjaga kebebasan umum dan khusus setiap individu masyarakat. hal ini untuk menjamin tidak terjadinya kelaliman pemerintah. menjadikan pemerintah adalah permusyawaratan yang berlandaskan pemerintahan rakyat. yang tidak boleh diperbaharui kecuali untuk waktu yang terbatas. Hal ini tentunya membutuhkan keberadaan sebuah majelis perwakilan yang memiliki kekuatan legislatif dan pengawasan. bahkan mengganti mereka jika hal itu diperlukan. yang memiliki keputusan yang mengikat dan harus dilaksanakan. walaupun itu adalah sesuatu yang tersebar di kalangan manusia. yang merepresentasikan keinginan dan aspirasi rakyat melalui pemilihan umum yang bebas dan bersih. Undang-undang Islami inilah yang kemudian memberikan legalitas dan alasan atas setiap sistem pemerintahan atau politik apapun. hal. baik muslim maupun non muslim. pelurusan dan pembenaran kebengkokan mereka dengan cara yang baik dan sukses.479 479 Ibid. Oleh karena itu. yang tidak menerima pembangkangan terhadap syariat Islam dan prinsip-prinsipnya. harus terwujud keseimbangan antara kekhususan (wilayah kerja) di pelbagai lembaga yang dikelola oleh Negara. maka kepemimpinan Negara harus dibatasi dalam batas waktu tertentu.Dengan demikian keseimbangan syariat Islam yang terpancar dari nilai-nilai ajaran Al Quran dan sunnah Rasulullah merupakan konstitusi tertinggi dalam pemerintahan Islam. sehingga masing-masing lembaga itu tidak berbuat lalim satu sama lain. kami meyakini bahwa umat harus memiliki undang-undang tertulis yang sesuai dengan prinsipprinsip dan tujuan syariat Islam. 36. yang membatasi dan menentukan tanggung jawab kepala Negara di hadapan rakyat serta metode evaluasi. 37 372 .

tokoh masyarakat. yang pertama melakukan jaring aspirasi setiap individu masyarakat dalam setiap permasalahan."481 480 481 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam). Beliau menyebutkan. Islam tidak menolak sistem ini. 328 Ibid 373 . yaitu melalui ahlul Halli wal 'aqdi. Mereka inilah yang boleh dimasukkan dalam kelompok Ahlul Halli wal 'aqdi. kita tahu bahwa orang yang memungkinkan untuk menjadi ahlul halli wal 'aqdi itu ada pada tiga golongan di bawah ini: 1. hal. Imam Syahid berkata. Para pakar dalam masalah-masalah yang bersifat integral 3. ini yang dikenal dalam istilah perpolitikan modern sebagai referendum. Yang kedua. seperti tetua suku. dimana pendapat-pendapat mereka dalam fatwa dan istinbath hukum diperhitungkan umat.Imam Syahid menyebutkan bahwa penghargaan terhadap aspirasi rakyat serta kewajiban mengikutsertakan mereka dalam pemerintahan dengan optimal dan benar merupakan bagian dari rukun sistem untuk pemerintahan Islam. "Sistem parlemen modern telah melapangkan jalan kea rah pembentukan ahlul halli wal 'aqdi dengan sistem pemilu (dengan segala variasinya) yang telah dirumuskan oleh pakar hukum. Yang jelas dari pendapat para ahli fiqih. Mereka yang mempunyai posisi kepemimpinan di tengah masyarakat.480 Kemudian juga termasuk bagian dari mereka adalah masyarakat yang memilih mereka untuk berperan sebagai wakil dan mengawasi jalannya pemerintah eksekutif. selama benar-benar mengarah kepada pemilihan ahlul Halli wal 'aqdi. Para ahli fiqih yang mujtahid. dan pemimpin organisasi. "Terdapat dua cara melakukan hal ini. Sesungguhnya. dan Islam menyerahkan kepada umat untuk memilih bentuk dan sarana yang bisa merepresentasikan kelompok-kelompok ini. 2.

Beliau berkata. Dan keseimbangan ini tidak mungkin bisa dijaga kecuali dengan nurani yang senantiasa hidup. Syahid tidak juga terpaku menegaskan pada tentang urgensi metode kaku. Imam Syahid meyakini tentang urgensitas pengaturan pemilu dan peletakan beberapa aturan yang menjamin kesehatan dan kebersihan jalannya pemilu untuk merepresentasikan aspirasi rakyat. keyakinan akan kelayakan sistem dan rasa kepedulian untuk menjaganya. Imam penerapannya. atau istilah-istilah sejenis yang semua itu bermuara pada satu hakikat.482 Begitupula dengan peran dan posisi wanita di parlemen. dan tidak memonopoli hanya untuk dirinya."483 Ikhwanul Muslimin tidak membatasi pemerintah hanya pada kelompoknya. selama kaidah-kaidah pokok di atas bisa diwujudkan (dimana tidak mungkin suatu hukum akan tegak tanpanya) dan diterapkan secara tepat sehingga dapat menjaga keseimbangan dalam berbagai situasinya (yang masingmasing tidak mendominasi bagian yang lain). hal. 319 Ibid. "Inilah yang dalam istilah politik modern kita kenal sebagai kesadaran politik. teks-teks peraturan secara menetapkan hukum dengan hal-hal mendasar dan prinsipil dengan pelbagai perubahan bentuk dan model.Sistem Islam dalam hal ini bukanlah slogan dan julukan semata. sehingga ia benar-benar sampai pada derajat kekuatan dan kesadaran yang tinggi. hingga kondisinya tidak berubah menjadi realitas yang serba palsu karena banyaknya politikus yang bermain dan membohongi masyarakat. Imam Syahid sangat memperhatikan pembinaan kesadaran politik dan kematangan politik umat. dan kepekaan perasaan terhadap kesucian nilai-nilai ajaran ini. atau pendidikan politik. atau kematangan politik. Ikhwan berupaya mendirikan sebuah pemerintah Islam yang sesuai dengan karakteristik dan 482 483 Ibid. 374 .

Rakyat bebas memilih siapa saja yang mereka ridhai untuk menjadi pemimpin sesuai dengan manhaj Islam dan syariatnya demi mewujudkan peran umat Islam. serta tidak keluar dari prinsip-prinsip dasar dan tujuannya. yaitu melalui pemilu secara regular 484. Mereka bersama masyarakat adalah pengawal dan pemberi nasehat kepada para pemimpin.demi mewujudkan kemaslahatan Negara dan umat. Ia mengajak dan melakukan perjanjian dengan pelbagai simpul kekuatan Negara dan aliran yang beraneka ragam untuk mewujudkan dan menerapkan apa yang diinginkan oleh masyarakat. ia justru berupaya untuk mengikutsertakan orang lain dari masyarakat. Dan hal ini membuktikan kadar keluasan tingkat toleransi 484 Pandangan Ikhwanul Muslimin tentang Syuro. bukan untuk kepentingan segmen tertentu. dimana Ikhwanul Muslimin mengajak untuk mendirikan kesepakatan nasional untuk menghadapi penjajahan Inggris terhadap Mesir. bukan sesuai dengan hawa nafsu dan ambisi serta keluar dari syariat Allah. Sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Islam dan koridor-koridornya yang berlaku.sifat-sifat yang ditetapkan oleh syariat. Ikhwanul Muslimin melihat nilai positif terhadap meluasnya wilayah kerjasama dan kesepakatan antara aliran dan kelompok-kelompok yang beraneka ragam –terlepas dari perbedaan-perbedaan yang terjadi. Diantara manhaj Ikhwanul Muslimin adalah. selama hal itu sesuai dan tidak melanggar hukum-hukum Islam dan syariatnya. selalu menjaga untuk tidak sendiri memikirkan problem umat yang besar dan kemaslahatan Negara. hal. 39 375 . Barang siapa yang keluar darinya maka telah keluar dari manhaj Islam dan undang-undang Negara. Pusat Studi Islam. mulitipartai dan wanita. Ikhwanul Muslimin menerima pergantian kepemimpinan Negara antara kelompok dan partai politik. Seperti yang terjadi pada tahun 1948 M. Dan hal ini terjadi pada abad modern ini secara berulang-ulang. begitupula dalam memberikan bantuan dan dukungan terhadap permasalahan Palestina dan menghadapi penjajahan Yahudi di buminya.

yang menjadikan kekuasan di dalam sistem pemerintahan Islam menjadi tiga wilayah. maka hal itu adalah yang paling dekat untuk mewujudkan batas yang menyekat antara wilayah kekuasaan dalam pemerintahan. Seorang pemikir muslim. hal ini karena hak legalitas dalam membuat undang-undang. yaitu dengan menjadikan kekuasaan legislatif di atas Negara. Dengan demikian. sebagai ganti dari tiga kawasan. tahun 2004 M. Adapun independensi kekuasaan yang khusus menangani ijtihad dan perundang-undangan dengan tetap komitmen terhadap hak legislatif. terdapat sekat yang jelas antara pemerintah legislatif dan pemerintah eksekutif. kekuasaan peradilan. Dr. Hal ini sesuai dengan gambaran para ulama tentang Ahlul halli wal 'aqdi.Ikhwanul Muslimin terhadap orang lain dan upaya mereka untuk menjaga persatuan umat dan keutuhan bangsa. dan kekuasaan yudikatif (peradilan). kekuasaan eksekutif. 376 . Beliau berkata. Muhammad Imarah menyebutkan tentang perbedaan ini di dalam manhaj permusyawaratan Islam. Muhammad Imarah yang dipublikasikan oleh Koran Al Akhbar tentang Konsep Syuro dalam Islam. yaitu: Kekuasaan legislative (pembuat undang-undang). dan di atas itu semua.485 485 Diantara tulisan Dr. kekuasan eksekutif. sistem pemerintahan ini mampu mewujudkan sekat yang jelas antara wilayah kekuasan dalam pemerintahan. "Perbedaan antara kekuasaan hasil ijtihad fiqih dalam sistem syuro Islam dengan kekuasaan pengawasan. kekuasan pengawasan. dan lebih optimal dalam meningkatkan supremasi hukum terhadap wilayah-wilayah kekuasaan yang lain. dengan keberagaman bentuk dan wilayahnya. • Gambaran Sistem Politik Islam Fiqih Islam menjadikan pembagian kekuasaan Negara menjadi 4 (empat) kekuasaan. Hal ini yang kemudian dapat membebaskan undang-undang dari rezim pemerintahan dan nafsu manusia.

keterwakilan rakyat di dalamnya. baik dalam setiap perkara kecil dan besar. Ia tidak membiarkan kebebasan yang terbentuk adalah kebebasan secara simbiolis dimana kekuasaan eksekutif memonopoli hak legislasi. yang menguatkan tentang perbedaan sistem politik Islam dan kadar perhatiannya terhadap partisipasi umat dan pengawasannya terhadap pemerintah.yang memisahkan antara kekuasaan yudikatif. mengawasi dan menghukumi. bagaimana ia memuhasabah. Abu Bakar Shiddiq –semoga Allah meridhainya. Imam Syahid telah menjelaskan hal itu di dalam risalahnya Sistem Pemerintahan Islam. pengawasan umat terhadap pemerintah. kekuasaan pengawasan dan kekuasaan yudikatif.ketika ia dibaiat menjadi pemimpin kaum muslimin. pengkhususan ahlul halli wal 'Aqdi dengan wilayah kekuasaan eksekutif. Partai atau kelompok apapun yang berhasil menduduki kursi pemerintahan eksekutif sesuai dengan keinginan rakyat. rasa tanggungjawab di hadapan. "Amma 377 . Diantara asas sistem pemerintah Islam adalah. Sejarah Khulafaur Rasyidin menjelaskan bagaimana kekuasaan legislative dan yudikatif berbeda dengan kekuasaan eksekutif (khalifah) dalam pandangan dan ijtihadnya. serta meletakkan perlindungan dan penjagaan pelaku dan institusinya dari pengaruh dan tekanan apapun dari kekuasaan eksekutif. dengan kekuasaan eksekutif. sebagaimana beliau juga menjelaskan tentang dasar pemisah antara kekuasaan yang mengakar dan terlihat secara jelas pada masa khalifah Amirul Mukminin Umar bin Khattab – semoga Allah meridahinya.Pembahasan ini merupakan masalah ijtihad fiqih yang sangat luas. tidak berarti kekuasaan-kekuasaan yang lain kehilangan kebebasan dan kesatuannya dalam menjalankan tugasnya. namun pada akhirnya keberagaman ijtihad ini pada akhirnya akan bermuara pada nilai-nilai yang tetap. Sistem pemerintahan Islam meletakkan jaminan yang menjamin kebebasan kekuasaan legislatif (ahlul halli wal 'aqdi). lalu pekerjaan itu terus berlanjut. dan memuhasabah pemerintah. pengawasan dan penelitiaan. Seperti yang dikatakan oleh Khalifah pertama.

Sesungguhnya aku telah dipilih untuk memimpin kalian sementara aku bukan yang terbaik di antara kalian. Seorang pemimpin justru merupakan wakil rakyat dalam tugas dasarnya secara syar'I." Umar mengucapkan syukur kepada Allah. baik kecil maupun besar. Kekuasaan ijtihad dan legislatif (Ahlul Halli wal 'aqdi) terdiri dari orangorang yang memiliki spesialisasi dan sifat-sifat keahlian khusus di pelbagai 378 . bukan berarti ia menjadi wakil Allah dalam kedudukannya sebagai pemimpin Negara. Taatlah kepadaku selama aku mentaati Allh. Seorang pemimpin pemerintah dalam syariat Islam adalah representasi dari umat dalam mendirikan syariah. namun jika kalian melihat aku dalam kebatilan maka tegur dan perbaikilah aku. yang legalitasnya mengacu pada keinginana rakyat yang memiliki hak mengawasi dan mengontrolnya bahkan memecatnya jika ia keluar dari keinginan rakyat dan manhaj Allah.ba'du. yang terpelihara dari kesalahan.untuk melaksanakan fungsi-fungsi pengawasan tersebut. (karena kepemimpinan di bumi merupakan amanah untuk seluruh manusia). Hal ini semakin menguatkan tentang tanggung jawab pemerintah di hadapan rakyatnya. serta bangkit bersama umat dalam pelbagai aspek serta menegakkan kebenaran dan keadilan di dalamnya. Jika kalian melihat aku berada dalam kebenaran maka bantulah aku. bukan pula menikmati hak Allah. untuk dirinya sendiri dan untuk umat. salah seorang penduduk berkata kepadanya. dan mengawasinya dalam masalah keuangan Negara. Penduduknya selalu meminta kepadanya dan memberikan evaluasi kepadanya tentang pelbagai hal." Begitu pula pada masa Khalifah Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya-. serta menggunakan pelbagai sarana-prasarana yang sesuai –dengan kondisi zaman dan waktu. mereka memiliki hak untuk mengawasi dan mengontrol. jika kami melihat engkau melakukan penyimpangan maka kami akan meluruskanmu dengan pedang-pedang kami. namun jika aku membangkang kepada-Nya maka tidak ada ketaatan kalian kepadaku. "Demi Allah.

karena di dalam Islam tidak ada istilah pemuka agama. Ketika terjadi perbedaan. Hal ini sebagaimana dibenarkan oleh Fiqih Islam dan penerapannya sepanjangan sejarah khulafaur Rasyidin dalam bentuk pembagian kekuasaan antara lembaga-lembaga kenegaraan. demi mewujudkan pemilu yang bersih dan kesatuan pemerintah eksekutif. serta jaminan untuk aspirasi umat dan menghormati keinginan mereka. Anggota lembaga pengawasan (parlemen) ditetapkan melalui pemilihan langsung dari rakyat. Namun mereka dipilih oleh rakyat melalui pemilu. dan mereka tidak memiliki wilayah kekuasaan terhadap lembaga kekuasaan yang lain. Slogan dan julukan tidak penting. Hal ini berbeda sekali dengan konsep Wilayatul Faqih –konsep ini termasuk yang ditolak oleh Ikhwanul Muslimin. Agama Islam memberikan peluang yang luas untuk berijtihad seputar sarana-prasarana dalam pelaksanaan pemilu yang sesuai dengan tuntutan zaman. Kekuasaan ini tidak terdiri dari rijal ad din (para pemuka agama). dan cara pemilihan mereka diserahkan sepenuhnya kepada rakyat dengan sarana yang mereka tentukan sendiri. Lembaga pengawasan memiliki hak tersendiri. ia boleh mengadakan interplasi dan mengkritik dengan sebab-sebab tertentu terhadap apa saja yang diputuskan oleh lembaga legislatif. yang paling mendasar adalah terpenuhinya kaidah-kaidah pokok dan rukun-rukun dalam ajaran Islam.bidang.kekuasaan di sini adalah milik rakyat sepenuhnya. yang masing-masing memiliki spesialisasi tersendiri dengan sifat-sifat tertentu. baik fiqih maupun spesialisasi khusus di bidang-bidang tertentu dalam kehidupan. Seperti pemisahan antara lembaga yudikatif 379 . sebagaimana yang ada dalam ideologi Barat-Kristen. serta mengelola usulan dan saran apa saja yang masuk dari lembaga eksekutif dan lembaga pengawasan (parlemen) untuk kemudian disiakan menjadi undangundang yang diinginkan. maka perkara akan diputuskan oleh lembaga yudikatif yang independen dan memiliki spesialisasi khusus di bidang tersebut. menyampaikan gagasan-gagasannya. lembaga legislatif bertigas menyusun legislasi perundang-undangan yang dibutuhkan di parlemen.

dan selalu menyerang kelompok-kelompok minoritas yang berseberangan dengannya. kebebasan memilih pemimpin. tanpa ada tekanan atau paksaan.dan lembaga eksekutif. Ia merupakan rukun dasar dalam sistem politik Islam. terbinanya jalinan ukhuwah dan rasa cinta antara sesama anak-anak bangsa. Demikian pula halnya pembagian antara lembaga pengawasan (dalam bahasa politik modern dikenal dengan parlemen) dan lembaga eksekutif. sama seperti ibadah sholat dan puasa. Namun tetap dalam koridor adab-adab Islami. dimana seorang hakim menetapkan hukum kepada khalifah. ini adalah konsep kehidupan yang dipelajari oleh seluruh individu masyarakat dalam pelbagai aspek. Konsep syuro dalam Islam merupakan sesuatu yang diharuskan. sehingga penerapannya berjalan bersih dan terhindar dari faktor-faktor kebencian dan permusuhan serta perseteruan partai. Dimulai dari keluarga kecil dan berakhir ke kepemimpinan tertinggi Negara. Seseorang yang menerapkannya di lembaga-lembaga politik di kehidupannya. Islam bahkan menambahnya dengan jaminan dan adab-adab yang 380 . sesuai dengan apa yang diyakininya. adalah sesuai dengan ajaran Islam dan sistem politiknya. komitmen terhadap pendapat mayoritas dan menerimanya sebagai pendapat sendiri. Adanya sifat saling menghargai pendapat satu sama lain. bukan peraturan atau hak semata. Hal ini tidak seperti yang terjadi dalam demokrasi Barat. Demokrasi dengan makna politiknya atau apa yang diperankan berupa partisipasi rakyat. ia adalah kewajiban dan ibadah kepada Allah. yaitu adanya penentangan sejak kesempatan pertama atau membangkang melaksanakan tugas. Dimana seseorang menyampaikan pandangan dan gagasan dengan sangat jujur. bahkan mungkin berbeda dengan pandangan partai atau kelompoknya. dan penghormatan terhadap aspirasinya. menunaikan dan melaksanakan segenap keputusan yang dihasilkan. ia bukan sesuatu yang asing atau yang diadopsi dari orang lain.

Kami mengambil pendapat yang moderat sesuai dengan dalil dan hujjah. dengan tetap membuka pintu ijtihad disertai koridor-koridornya. Umatlah yang memilih pemerintah di masyarakat. Umat adalah sumber kekuasaan di dalam manhaj Islam. terkecuali untuk jabatan kepemimpinan Negara. Mereka mendapatkan apa yang kita dapatkan dan mereka memikul kewajiban sebagaimana kewajiban yang kita pikul sesuai dengan kaidah fiqih. yang memiliki kewajiban khusus terhadap agama Islam sebagaimana yang disebutkan para fuqaha. di dalamnya terdapat seorang pemimpin. agar sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman. Kelompok minoritas non muslim memiliki hak penduduk negeri secara sempurna di masyarakat. dan hal ini tidak bertentangan dengan sumber utama di dalam hukum dan prinsipprinsip Islam. maka para fuqaha membolehkan dari kelomok minoritas nonmuslim. Tidak ada perbedaan antara kita. Islam tidak melarang penggunaan nama dan istilah-istilah modern. legislative dan yudikatif. selama hal itu tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam. serta demi membantu pemahaman dan penjelasannya kepada masyarakat dengan tetap mengupayakan penggunakan nama dan istilah-istilah dalam Islam dan ajarannya. yang bertugas mengontrol konstitusi dan dan memecat pembuatan kepala pemerintah. undang-undang yang berijtihad dalam dalam 381 yang diperlukakn . sesuai dengan manhaj Islam dan undang-undangnya. mereka mendapatkan hak politik yang sama sebagaimana yang diberikan kepada setiap penduduk. semuanya memiliki persamaan di hadapan hukum. Adapun untuk jabatan di kementerian eksekutif. maka hal itu ditentukan berdasarkan mayoritas penduduk yang muslim. pengawasan.memperluas wilayahnya dan demi mewujudkan keinginan yang dicitacitakan. baik pemerintah eksekutif. dengan tidak mengeyampingkan atau menggantinya. Perincian hal ini terdapat di buku-buku fiqih. begitu pula dengan kementerian delegasi (untuk misi perjanjian). yang banyak membahas tentang sistem ini. mereka mendapatkan hak yang sama seperti penduduk lainnya.

Hubungan mereka dengan masyarakat dan orang-orang yang berbeda pandangan dengannya. Hal ini semakin menegaskan tentang pergantian kekuasaan yang diyakini Ikhwanul Muslimin. termasuk bagi kelompok 382 .kehidupan dan urusan-urusan pemerintah. atau memonopoli kebebasan dan pengakuan di masyarakat hanya pada dirinya. atau ia merupakan ketetapan yang hanya dimonopoli oleh seseorang yang mengklaim ishmah (ma'shum) dari kesalahan. berlandaskan atas asas cinta. Ia juga mengklaim dirinya sebagai penasehat umat. Pembicaraan tentang hukum Islam bukan hak yang bisa dimonopoli oleh seseorang. mereka tidak memenangkan pendapat yang mengatakan kepemimpinan Negara adalah seumur hidup. Ikhwan telah menetapkan sikapnya ini di dalam nota baru mereka terkait dengan kerangka internal. walaupun hal itu berbeda dengan pandangan dan apa yang diputuskan oleh jamaah. serta menghormati pilihannya yang merupakan prinsip dasar dalam sistem pemerintahan Islam. Ikhwanul Muslimin meyakini kebebasan mendirikan lembaga-lembaga. ia justru merupakan hak bagi setiap individu muslim dengan koridor dan kaidah-kaidahnya yang baku di dalam Islam. terhadap pemenuhan keinginan umat. Setiap muslim bertanggung jawab di hadapan Allah terhadap masyarakat Islam dan agama Islam. dan ini merupakan jaminan dan pengawasan yang efektif di setiap sistem atau pemerintahan. Sebagaimana Ikhwanul Muslimin juga sangat meyakini bahwa menghormati aspirasi rakyat dan memenuhi tuntutannya merupakan bagian dari rukun sistem politik Islam. Ikhwanul Muslimin juga meyakini tentang batas maksimal kepemimpinan seorang kepala Negara. dalam koridor hukum dan prinsipprinsip ajaran Islam serta koridor ijtihad. mereka menjadikan rakyat sebagai hakim yang memutuskan siapa yang mereka pilih untuk memimpin Negara. partai politik bagi setiap kekuatan dan aliran. satu atau dua periode. saling memahami serta menyampaikan dakwah dengan kebijakan dan hikmah.

minoritas dan kaum wanita tanpa ada halangan. jumlah mereka sekitar 70 orang. serta mengirimkan utusan kepada Rasulullah Saw. Coba lihat bagaimana kaum wanita Madinah berkumpul dan mempelajari beberapa permasalahan mereka. untuk menyampaikan keinginan mereka –dan Rasulullah memenuhi permintaan tersebutIni merupakan lembaga kewanitaan pertama dalam Islam. mereka adalah para Qurra (Ashab Bi'ru Ma'unah). dan ini hanyat terbatas untuk kaum laki-laki. yang memiliki dasar pijakan secara syar'I. karena dalam kepemimpinan tertinggi tersebut juga terdapat kepemipinan dalam shalat. dan beberapa hal lain yang dijelaskan oleh para fuqaha. Diantaranya adalah muktamar yang mereka lakukan di salah satu rumah. Begitupula dengan kebebasan beraspirasi dengan pelbagai sarana (baik dengan menerbitkan Koran dan media-media pers lainnya) di tengah masyarakat Islam. perincian pekerjaan dan akitvitas mereka banyak diceritakan dalam buku-buku sirah. juga mendirikan lembaga kebajikan dan dakwah. dan jaminan itu diberikan kepada umat sejak masa Rasulullah Saw. kecuali untuk jabatan kepemimpinan tertinggi Negara (Imamatun 'Uzhma). Islam memberikan kaum wanita hak politik yang sama dengan kaum laki-laki. dimana salah seorang Yahudi menolak perkataan Abu Bakar ketika ia menjelaskan secara panjang lebar tentang hakikat Allah. Kebebasan sosial dan politik ini diatur oleh Islam dengan sistem yang sangat baik. 383 . Masyarakat Yahudi juga memiliki hak mendirikan lembaga dan muktamar. La dharara wala dhirar (mudharat tidak bisa ditolak dengan mudharat yang lain). yang merupakan pengambil keputusan ketika sarana-sarana tersebut memberikan dampak negatif terhadap masyarakat. Para sahabat Rasulullah Saw. dan dihadiri oleh Abu Bakar Shiddiq –semoga Allah meridhainya-. dengan keberadaan lembaga kehakiman yang adil dan independen. atau keluar dari yang disepakati oleh masyarakat (dari kaidah-kaidah keutamaan dan akidah umat).

Sebagian besar masyarakat Madinah menyetujuinya. dan suara terbanyak menetapkan Utsman sebagai khalifah berikutnya. dua nama muncul sebagai calon khalifah. lalu dilakukan proses baiat secara umum di mesjid. yaitu Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya-. Abu Balar lalu menetapkan satu orang sebagai penggantinya.untuk menetapkan calon khalifah diantara mereka. di Madinah. dari kelompok Muhajirin dan Anshor dalam sebuah pertemuan singkat di kediaman Bani Sa'idah. Seperti dalam proses pemilihan Khalifah Abu Bakar Shiddiq. panitia pemilu dan menetapkan Ali bin Abi Thalib –yang termasuk ahlul halli wal 'aqdi. Dalam prosesi penetapan khalifah yang ketiga. yaitu Abu Bakar Shiddiq dan Umar bin Khattab –semoga Allah meridhai mereka berdua-. Setelah melakukan musyawarah dengan ahlul Halli wal 'aqdi. juga menggunakan pelbagai saranaprasarana dalam memilih khalifah yang akan memimpin umat setelah Rasulullah Saw. parlemen Madinah yang terdiri dari sahabat Rasulullah Saw. dan akhirnya mereka memilih dua calon khalifah.Para sahabat Rasulullah Saw. dan pilihan terakhir dengan suara terbanyak menetapkan Abu Bakar Shiddiq sebagai khalifah yang menggantikan kepemimpinan Rasulullah Saw. yang pertama Sayyida Utsman bin Affan dan yang kedua.dan di tengah sakit menjelang wafat. Sayyida Ali bin Abi Thalib –semoga Allah meridhai mereka-. Kemudian hal ini disampaikan kepada penduduk Madinah dan meminta memberikan tanggapan dan baiat. Abdurrahman bin Auf juga meminta kepada kedua calon khalifah untuk memaparkan dan 384 . hanya beberapa orang saja yang menolak karena sebabsebab tertentu. Lalu dalam pemilihan khalifah yang kedua. Abu Bakar Shiddiq –semoga Allah meridhainya. Setelah disampaikan kepada khalayak dan mereka menyetujuinya. Ia berdiri di jalan-jalan dan menghampiri beberapa rumah untuk meminta suara masyarakat. Kemudian Abdurrahman bin Auf berdiri untuk menyampaikan dua calon tersebut kepada masyarakat termasuk kepada kaum wanita dan para budak. namun tetap berada dalam koridor dan dasar-dasar syuro. Setelah penetapan pemilihan suara selesai.

Persis sebagaimana yang dilakukan kaum muslimin pada masa daulah Islamiyah dengan sistem administrasi yang mereka adopsi dari Negara Paris dan Romawi setelah melakukan futuhat (ekspansi). Terkandang ia mengambil sebagian dari konsep-konsep tersebut dan mengamandemen beberapa diantaranya. betapa pun keadaannya. dan menegaskan tentang sikap mereka yang menghargai aspirasi rakyat. Setiap khalifah yang terpilih selalu menyampaikan program- programnya secara rinci. "Adapun perihal tanggung jawab pemerintah menurut sistem Islam. "Bahwa kaidah sistem pemerintahan dalam Islam sangat sempurna. meskipun kedudukan presiden dalam pandangan Islam memiliki wewenang yang terbatas. Dia punya hak untuk melakukan apa saja untuk kemudian menyerahkan penilaian prilakunya kepada masyarakat. pada dasarnya yang memiliki adalah presiden (kepala pemerintahan). Kemudian dilakukan pemilihan terakhir untuk mendapatkan suara masyoritas ahlul halli wal 'aqdi serta masyarakara umum. namun model-model pemerintah yang lain secara umum tidak bertentangan dengan manhaj Islam. jika ia baik. Dasar delegasi tidak akan mengurangi wewenang dan kekuasaannya. rakyat wajib mendukungnya. selama berkesesuaian dengan prinsip-prinsip Islam dan tidak bertentangan dengan manhajnya. lalu dilakukan baiat secara missal di mesjid. Lalu bentuk pemerintah yang manakah yang paling ideal? Pemerintah terpimpin? Parlementer? Atau menggabung dua sistem ini? Maka kami katakana. komprehensif.menjelaskan program-program dan perencanaan mereka dalam pemerintahan. dan ia bertanggung jawab secara penuh terhadap jalannya pemerintahan. Imam Syahid berkata. Sistem pemerintahan Islam menerima dan mencakup semua konsep-konsep tersebut di atas. namun sebaliknya. jelas dan sangat istimewa. Walaupun sejarah penerapan sistem pemerintahan Islam lebih dekat kepada model pemerintah terpimpin (presidentil). jika 385 .

dan Khulafaur Rasyidin. yaitu Al Quran dan Sunnah Rasul-Nya. Islam tidak melarang seorang presiden melimpahkan wewenang eksekutifnya kepada yang lain untuk mengemban tanggung jawab ini. pemahaman mereka yang washathiyah dan komprehensif. bahkan hal ini merupakan kebutuhan manusia sepanjang zaman. sebenarnya tidak berbeda dengan agama-agama yang ada. dan mereka tidak memikul beban kesalahan yang dilakukan oleh orang lain atau yang disebabkan oleh manhaj orang lain. komitmen mereka yang cermat terhadap syariat Islam. dan tidak menyelami kehidupan pada masa Rasulullah Saw. maka rakyat harus meluruskannya. Koridor dan kerangka yang ditetapkan oleh Islam untuk keselamatan masyarakat berupaka kaidah-kaidah keutamaan dan kaidah-kaidah yang lain.ia tidak baik. hal. Ikhwanul Muslimin tidak bertanggung jawab terhadap penerapan sistem pemerintahan dari orang lain yang mengangkat slogan-slogan Islam. Diantara sarana yang digunakan Ikhwanul Muslimin dalam melakukan perjuangan konstitusi dan gerakan politik adalah mendirikan partai politik 486 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam). Para ulama fiqih telah memberi dispensasi atas masalah ini dan membolehkan sepanjang tetap berada dalam kerangka menegakkan kemaslahatan umum."486 Sesungguhnya orang-orang yang ketakutan terhadap syariat Islam sebenarnya belum mengenal Islam secara baik. pandangan mereka bahkan hanya terbatas fase-fase terjadinya penyimpangan dalam menerapkan syariat Islam secara benar dan menyeluruh sepanjang sejarah. Dimana manhaj Islam bersumber pada sumber utama. 323 386 . Karena sesungguhnya Ikhwanul Muslimin memiliki manhaj yang jelas dan berbeda dengan manhaj-manhaj yang lain. sebagaimana dalam pemerintahan Islam masa lalu dikenal dengan Wizaratut Tafwidh (maksudnya kurang lebih sama dengan sistem cabinet parlementer yang dipimpin oleh seorang perdana menteri sekarang ini). 322. dan hal ini menjadi rujukan dan standar untuk setiap sistem pemerintahan dan penerapannya.

namun untuk menegaskan tentang kedalaman dan keaslian sistem politik Islam."487 Beliau menghadapi tekanan dari pemerintah. Adapun mengenai revolusi. tindak aniaya karena dakwah yang dibawanya. 487 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). walaupun secara praktek dan penerapannya sesuai dengan kaidah-kaidah Islam dan koridornya.modern. dan Ikhwanul Muslimin tidak tergesa-gesa melangkah dan menyimpang dari jalan yang telah digariskan oleh Imam Syahid. maka Ikhwan memandang masalah ini secara hati-hati dan memperhitungkannya hingga detail. Ikhwan tidak memikirkan. dan istilah-istilah ini belum pernah digunakan sebelumnya di dalam buku-buku fiqih dan sejarah-sejarah klasik. yang menetapkan bahwa Islam merupakan sumber utama dalam perundang-undangan. tiada lain adalah disebabkan karena penggunaan istilah-istilah politik kontemporer dan konteks-konteksnya yang terkini. dengan penuh kesabaran. dan untuk menjelaskan aspek-aspek mendasar yang menjadi pijakannya. Kami bersandar sampai sejauh ini. • Menolak cara-cara kekerasan. "Revolusi adalah bentuk penggunaan kekuatan yang paling keras. dan hal ini sesuai dengan dustur (peraturan) yang ada dan tidak keluar dari koridor-koridornya. 136 387 . Revolusi dan kudeta Ketika pemerintah eksekutif condong kepada jamaah. Ikhwanul Muslimin menolak cara-cara kekerasan dalam pelbagai bentuknya dan menolak revolusi serta sarana-sarana kudeta terhadap pemerintah. Ketidakjelasan yang terjadi dalam beberapa hal. apalagi meyakini manfaatnya. ini akan memudahkan berdirinya pemerintah Islam dan sistem pemerintahan Islam. hal. serta penangkapan. walaupun hal ini bukan pada tempatnya. Imam Syahid berkata. mengandalkan. yang program-programnya berlandaskan dari prinsip-prinsip syariat Islam dan tidak keluar dari undang-undang dan koridor yang dibuat oleh masyarakat.

akidahnya lemah. Ia tidak pernah menggunakan senjata dan tidak meneteskan darah manusia muslim. lalu kekuatan fisik dan senjata. Imam Syahid berkata. jihad politik dan upaya-upaya yang berkesinambungan. apakah ia memberi batasan dan syarat-syarat serta memberi arahan dalam penggunaannya? Sesungguhnya pengobatan adalah kekuatan dengan bukanlah obat pertama yang dapat apakah menyelesaikan masalah. (maksudnya adalah penggunaan kekuatan itu sendiri merupakan solusi awal atau alternative terakhir?). yang penting diketahui sebelum menggunakan kekuatan adalah mempertimbangkan dampak positif dan dampak negatif dari penggunaan 388 .ketegaran dan perjuangan secara konstitusi. sistemnya guncang. "Pola pikir dan cara pandang Ikhwanul Muslimin jauh lebih dalam dan lebih luas dari sekedar memandang kerja dan pemikiran secara formal. yang tidak menukik pada kedalamannya. kemudian kekuatan kesatuan dan ikatan persaudaraan. dan cahaya imannya padam. maka bisa dipastikan bahwa kesudahan akhirnya adalah kehancuran dan kebinasaan. Dalam pepatah Arab "Alternatif terakhir dalam menyetrika". Mereka memahami bahwa peringkat pertama kekuatan adalah antara produk yang dihasilkan dengan target yang kekuatan akidah dan iman. "Apakah ajaran Islam memerintahkan umatnya untuk menggunakan kekuatan pada situasi dan kondisi? Atau. sementara ia dalam kondisi sel-selnya berserakan. dan tidak pula menjadi hakim yang membagi-bagikan hukum kepada umat manusia. dan tidak membandingkan ditetapkan. Manakala sebuah jamaah mempergunakan kekuatan fisik dan senjata.

seluruh kekuatan dan kemurkaan harus disimpang hingga tiba waktunya yaitu Yaum Dam (hari berdarah). kemudian membangun pilar dasar kendati tidak bisa mencakup seluruh masyarakat. serta apa saja situasi. Seorang jurnalis. karena sesungguhnya menuntut pendirian Negara Islam dan perberlakukan syariat Islam bukan merupakan langkah pertama. dan sikap Ikhwanul Muslimin terhadap cara-cara kekerasan. "Kemudian Syaikh (Imam Syahid) akhirnya mendengar kabar bahwa beberapa demonstran yang ikut dalam aksi tersebut mendapat cidera fisik. namun terlebih dahulu memindahkan komunitas masyarakat menuju pemahaman Islam yang benar. Muhammad Tabi'I menulis dalam majalah Akhir Sa'ah (detik-detik terakhir) yang menggambarkan sikap Imam Syahid. adalah ketika beliau menggelar sebuah demonstrasi yang menuntut pengusiran penjajah dari negeri Mesir dan Palestina. namun beliau meyakini bahwa belum saatnya berjuang dengan mengorbankan darah. Ini adalah manhaj dalam perubahan. dan beberapa orang demonstran mendapat cidera. "Kami telah bersepakat atas komitmen untuk tidak menggunakan kekuatan untuk menggulingkan pemerintah dan mendirikan sistem pemerintah Islam dari atas. dan kudeta dan tidak satupun Ikhwan yang menyimpang dari sikap ini. hal. revousi. Yaitu saat menghadapi penjajah Inggris dalam perang pembebasan negeri. Kemudian terjadi bentrokan dengan pihak kepolisian dan keamanan Mesir.kekuatan itu. bukan karena meyakini bahwa hak rakyat Mesir akan didapatkan dengan demonstrasi damai semata. konsekuensi dan resiko yang mungkin timbul.488 Dalam salah satu sikap Imam Syahid yang direkam oleh sejarah. beliau sangat menyayangkan kejadian tersebut. padahal ia menginginkan demonstrasi damai. 189 Kami berbaik sangka demikian kepada beliau 389 . paling tidak mencakup unsur-unsur dan kelompok yang memiliki potensi dan 488 489 Ibid. Inilah Syahid Sayyid Quthb489 menggambarkan kelompok yang ia bina ketika dipenjara tahun 1965 M.

"Sungguh. janganlah kalian asal-asalan dalam menyalurkan potensi. 237. segala puji kepada Allah Rabb alam semesta. Oleh karena itu. tidak tergesa-gesa dan tidak mempercepat peristiwa. hal. 127 492 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Berbuatlah. janganlah terlalu spekulatif dengan slogan-slogan keberhasilan. pengalaman masa silam dan masa kini telah membuktikan bahwa tidak ada kebaikan selain jalan dakwah yang kalian lalui.pengaruh dalam mengarahkan seluruh masyarakat agar tertarik dan mau beramal dalam mendirikan sistem pemerintah Islam. 269 390 . hal.                          Artinya: "Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu.490 Imam Syahid juga menegaskan tentang urgensi kesabaran. (Q.S Al Baqarah: 143)491 "Kami tidak putus asa."492 Hal itu karena segala sarana yang kami butuhkan memerlukan persiapan yang matang. keberuntungan hanya milik orang-orang yang mau beramal. Tidak ada ketepatan langkah kecuali pada yang kalian perbuat. akivitas dan kesadara.           490 Syubhat seputar pemikiran Islam kontemporer. Sungguh. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. Konsultan Salim al Bahnasawy. Darul Wafa 491 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). peluang waktu dan detik-detik untuk melaksanakan. semuanya diperhitungkan dengan waktu. hal. Tidak ada produktivitas kecuali yang sesuai dengan khitah kalian. dan semangat kami tidak akan lemah. Allah akan beserta kalian dan Allah tidak akan menyia-nyiakan amal kalian.

205 495 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah).Artinya: "Katakanlah: "Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat. baiknya persiapan dan pembentukan. banyaknya pendukung."494 "Ia adalah saat-saat menentukan dalam sejarah kalian. hal. maka pikirkanlah. dimana ia mengungkapkan kekagumannya terhadap Kamal At Turk. maka dengan demikian akan terwujudlah kecondongan pemerintah terhadap gerakan dakwah. matangnya pembentukan. sabarlah. 493 494 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). betapa banyak orangorang berpakaian lusuh jika bersumpah (berdoa) kepada Allah dikabulkan. yang terlihat di dalam penyampaiannya objektivitas. 391 . kerjakan.496 • Tentang Metode Terwujudnya kecondongan pemerintah terhadap dakwah: Yaitu sejauh mana propaganda. 363 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). menyebarnya basis-basis dakwah. hal.S Al Isra: 51)493 "Target jangka panjang membutuhkan kesabaran untuk menanti peluang. bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. persiapan dan keberterimaan masyarakat. bersiap-siagalah. kokohkan kesabaran."495 Imam Syahid senantiasa mengingatkan mereka untuk menyandarkan diri kepada Allah. 270 496 Bagian dari surat Imam Syahid kepada Nahas Basya dalam jumpa pers yang beliau sampaikan kepada beberapa media. mengingatkan mereka terhadap pentingnya doa-doa di waktu sahur (sebelum fajar). memberikan shibghah Islamiyah di pelbagai fenomena. putuskan." (Q. dan pengaruhnya terhadap lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan dan pemerintah di pelbagai level. hal. kokohkan. bertawakkal kepadanya. Ini adalah surat yang dipublikasikan oleh Koran Ikhwanul Muslimin. dukungan dan sokongan mayoritas masyarakat terhadap dakwah. adab penyampaian dan perhatian terhadap urgensi hal yang ingin beliau sampaikan.

Imam Syahid tidak membatasi gambaran konkret dan rinci tentang kecondongan tersebut; karena waktunya sangat tergantung pada kondisi dan peristiwa yang terjadi. Namun beliau meletakkan kaidah-kaidah dan batasan umum

sebagaimana di dalam disebutkan dalam risalah Muktamar Ke V. Proses terwujudnya kecondongan tersebut memiliki beberap kemungkinan: Hal mungkin bisa terwujud dengan keberpihakan pemerintah dalam beberapa poros utamanya serta keberadaan basis-basis strategis di bawah tekanan masyarakat. lalu jamaah tampil untuk menguasai beberapa sarana pengarah (yaitu dengan tekanan masyarakat secara damai, pengaruh basisbasis dakwah di lembaga-lembaga pemerintahan, kecondongan dan keberterimaannya terhadap kepemimpinan jamaah). Kemudian bisa jadi dengan kecondongan periodik (sementara), yaitu dengan sampainya para simpatisan dan pendukung jamaah di lembagalembaga strategis, diantaranya parlemen. Yang akhirnya mengantarkan kepada totalitas kecondongan dan keberpihakan pemerintah terhadap dakwah. Dan mungkin bisa terjadi penolakan dari beberapa penguasa untuk condong terhadap dakwah dan memenuhi permintaan masyarakat. Saat itu mereka akan berdiri di dalam lubang yang terpisah untuk melawan dan menekan rakyat. Sikap jamaah terhadap penolakan ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Syahid adalah dengan tetap menggunakan cara-cara elegan dengan perjuangan damai dan cara-cara konstitusi untuk menyingkirkan rintangan ini. Jika kelompok yang sedikit ini menggunakan kekerasan dan

penganiyaan terhadap kekuatan rakyat, maka sebagaimana arahan Imam Syahid bahwa jamaah tidak akan memulai penggunaan kekuatan, ia akan tetap menjaga setiap tetes darah setiap muslim dan selalu berupaya untuk menciptakan kecondongan pemerintah terhadap dakwah dengan cara damai, dan dalam kondisi seperti ini jamaah tidak akan melakukan reaksi terhadap
392

tindakan tersebut, kecuali setelah seluruh sarana-prasarana telah digunakan. Sebagaimana pepatah Arab, 'Obat penyembuh terakhir adalah setrika.' Imam Syahid berkata, "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin akan unjuk kekuatan ketika cara lain tidak lagi mampu berbuat banyak dan ketika mereka benar-benar yakin telah menyempurnakan iman dan kesatuan barisannya. Dengan demikian, tatkala menggunakan kekuatan ini mereka dalam keadaan terhormat dan penuh izzah, dan saat mereka siap menanggung resiko apapun dengan lapang dada sebagai konsekuensinya."497 • Sikap perbaikan: Tentang kekuatan dan individu yang duduk di pemerintahan dan menginginkan perbaikan; jika salah seorang dari mereka memimpin Negara dan menyampaikan keinginannya untuk melakukan perbaikan dan menerapkan syariat Islam, maka Ikhwanul Muslimin akan membantu dan menyokongnya, selama ia komitmen terhadap janjinya. Ikhwan akan memberikan nasehat dan menganggap hal itu sebagai salah satu jalan menuju perbaikan, dengan tetap mengetahui dan meyakini bahwa jalan yang benar untuk membina umat Islam adalah jalan yang panjang, jalan yang fase dan langkah-langkahnya jelas dan tertata dengan rapi, begitupula dengan metode mendirikan dan membangun Negara Islam. Oleh karena itu bantuan yang diberikan Ikhwanul Muslimin merupakan bagian dari perbaikan dan kerjasama dalam kebaikan, tanpa mundurnya jamaah dari dakwah, jalan dan misinya yang agung. Dengan segenap upaya untuk melakukan perbaikan dan memberikan bantuan kepada orang lain, jamaah juga tidak lengah dan tertipu oleh sloganslogan atau sikap-sikap yang menipu, propaganda-propaganda yang membawa kepentingan tertentu atau peristiwa-peristiwa yang direkayasa. Jamaah akan menyelami hakikat segala sesuatu, menimbangnya dengan
497

terhadap

kekuatan

pemerintah

yang

menginginkan

Lihat kembali Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal. 135

393

timbangan syariat dan melihatnya dari berbagai sisi. Sejarah yang dekat penuh dengan contoh dan model yang menunjukkan hal itu. Untuk memberikan dukungan atau pertolongan kepada siapa saja yang berupaya untuk melakukan perubahan secara parsial demi menghilangkan kerusakan serta menjalankan perbaikan sesuai dengan gambaran dan metodenya, memiliki syarat-syarat tertentu. Ibnu Qayyim menyebutkan kaidah syar'I dalam hal ini: Inkarul Munkar (proses menghapus kemungkaran) terbagi dalam empat derajat:

- Pertama: hilangnya kemungkaran sama sekali dan diganti
dengan kebaikan.

- Kedua:
-

berkurang,

jika

belum

bisa

dihilangkan

secara

keseluruhan. Menggantinya dengan kemungkaran serupa Menggantinya dengan kemungkaran yang lebih buruk

Dua derajat pertama: disyariatkan dalam Islam, derajat ketiga: merupakan ijtihad, keempat: diharamkan.498 Standar untuk setiap derajat ini dan hasilnya terkadang hanya bersandar pada perkiraan semata jika belum sepenuhnya yakin, dengan syarat hal itu tidak bertentangan dengan prinsip dakwah dan batasanbatasannya serta dengan kemaslahatan Negara, yaitu dengan menundukkan segala fasilitas yang digunakan dalam melakukan inkar munkar sesuai dengan timbangan syariat dan hukum-hukumnya. Begitupula dengan dukungan dan sikap-sikap jamaah dalam

membantu orang lain juga memiliki beberapa derajat, yang bermula dari sikap diam atau menolak hingga dukungan moril dan pernyataan sikap untuk memberikan dukungan tertentu sesuai syarat-syarat, baik dukungan langsung maupun tidak langsung, atau dukungan umum (solidaritas).

498

I'lam Muwaqqi'in, Ibnu Qayyim, 3/4

394

Ikhwan tidak bertujuan mendirikan pemerintah Islam melalui cara kudeta atau revolusi; hal ini bertentangan dengan manhaj mereka, baik dengan instruksi dari pemerintah bahkan melalui partisipasi sejumlah menteri atau dengan dukungan kuat dari parlemen. Maka tidak ada cara lain selain melakukan upaya untuk sampai ke lembaga-lembaga eksekutif untuk menyebarkan dakwah, memberikan pengaruh, berperan sebagai sarana perbaikan dan mengurung kerusakan, yang dapat membantu memudahkan proyek persiapan pendirian pemerintah Islam dengan perspektif yang komprehensif dan menyeluruh. Upaya mendirikan Negara Islam dan mewujudkan pemerintah Islam membutuhkan persiapan yang panjang, tarbiyah masyarakat, membina dan mentarbiyah pilar-pilar yang menopangnya, serta basis-basis yang menjadi pijakan pemerintah dan bangunannya yang kokoh, luasnya propaganda, serta tersebarnya basis-basis dan pendukung di pelbagai lembaga-lembaga strategis di masyarakat, dukungan dan bantuan dari masyarakat umum dan masyarakat muslim, waktu yang tepat dan cocok, serta persiapan khusus terhadap barisan dakwah hingga ia mampu mendirikan bangunan ini, memimpin dan melindunginya. Tanpa strategi dan langkah-langkah yang disempurnakan secara cermat, maka kita tidak akan sampai kepada tujuan yang dicita-citakan, alternatif atau jalan lain tidak akan mengantarkan pada tujuan, maka hanya akan berupa slogan-slogan dan selebaran tanpa ada bangunan hakiki yang akan membawa misi dakwah untuk mewujudkan target-target yang lain.

Kaidah-kaidah sistem Sosial dalam Islam Tentang manhaj ishlah sosial dalam Islam, Imam Syahid berkata, "Al

Quran adalah kitab yang sarat dengan asas-asas perbaikan sosial yang syamil (utuh dan menyeluruh). Asas-asas perbaikan itu adalah sebagai berikut: 1. Rabbaniyah;

395

2. Ketinggian kualitas jiwa manusia;

3. Penegasan terhadap keyakinan akan adanya jaza'(balasan) atas
setiap amal; 4. Deklarasi ukhuwah antar sesame manusia;

5. Bangkitnya

laki-laki

dan

wanita

secara

bersama-sama,

mengumumkan adanya takaful dan emansipasi serta menetapkan tugas masing-masing secara rinci; 6. Jaminan kepada masyarakat akan adanya hak hidup, pemilikan, lapangan kerja, kesehatan, kebebasan, pengajaran dan keamanan bagi setiap individu, serta menentukan sumber-sumber penghasilan;

7. Penentuan dua macam gharizah (kecenderungan): kecenderungan
untuk memelihara jiwa dan memelihara keturunan serta mengatur berbagai tuntutan yang terkait dengan makanan dan pemenuhan kebutuhan seksual; 8. Tegas dalam memerangi berbagai tindak criminal dan pelanggaran hak-hak asasi manusia;

9. Penegasan akan pentingnya wihdatul ummah dan mengikis habis
semua bentuk perpecahan; 10. Mewajibkan umat untuk berjihad memperjuangkan prinsip-prinsip Al haq yang digariskan oleh sistem ini;

11. Menjadikan

daulah

sebagai

sarana

bagi

perwujudan

dan

pemeliharaan fikrah, bertanggungjawab mewujudkan sasaransasarannya di masyarakat, dan mentrasformasikannya kepada sekalian manusia499;

12. Secara

sosial,
500

mendorong

ruh

izzah,

kemuliaan

dan

cinta

kebebasan.

Islam tidak membiarkan prinsip-prinsip dan ajarannya hanya menjadi teori, namun ia berupya menerjemahkannya dalam bentuk amalan nyata, yang dilakukan dan dipelihara oleh umat manusia.
499 500

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal.94 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam); Tentang masalah kenegaraan, hal. 310

396

Imam Syahid berkata, "Islam telah mewajibkan umat yang yakin dan percaya untuk menjaga amal-amal fardhu yang tidak ada alas an untuk menyia-nyiakannya. Amal-amal fardhu terpenting yang oleh sistem ini dijadikan sebagai pijakan untuk menanamkan prinsip-prinsipnya adalah: 1. Shalat, dzikir, taubat, istighfar dan yang sejenisnya;

2. Shaum, 'iffah, dan hati-hati menjaga diri dari kemewahan;
3. Zakat, shadaqah, dan infak di jalan kebaikan;

4. Haji, siyahah, rihlah, mengungkap dan menganalisa maklukmakhluk ciptaan Allah; 5. Mencari penghasilan, bekerja, dan diharamkan meminta-minta; 6. Jihad, perang, menyiapkan para tentara, dan merawat keluarga serta kepentingan mereka setelah mereka menemui ajal;

7. Amru bil ma'ruf dan memberikan nasehat; 8. Nahyu 'anil munkar dan memboikot pelaku kemungkaran;
9. Berbekal ilmu dan pengetahuan bagi setiap muslim dan muslimah dalam berbagai sisi kehidupan sesuai dengan kondisi; 10. Melakukan muamalah yang baik dan menjaga kesempurnaan prilaku dengan akhlak yang utama; 11. Memperhatikan kesehatan tubuh dan menjaga kebaikan indra;

12. Solidaritas sosial (yang timbal balik) antara pemimpin dan rakyat,
berupa ri'ayah (dari sang pemimpin) dan ketaatan (dari rakyat) pada waktu bersamaan.501 Oleh karena itu, seorang muslim dituntut untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban ini dan bangkit dengannya. Kewajiban-kewajiban ini telah diungkap dalam Al Quran, dijelaskan dengan sederhana dan praktis502, untuk memberikan manfaat dan atsar-atsarnya kepada manusia.

Kaidah Sistem Ekonomi dalam Islam

501 502

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal.95 Ibid

397

Imam syahid berbicara tentang warna dan corak ekonomi yang menyokong di zaman sekarang, baik kapitalis, sosialis, komunis, dan lain-lain. Beliau menjelaskan tentang keaslian dan keistimewaan sistem ekonomi Islam, dengan mengatakan, "Sebaiknya umat Islam segera melepaskan diri dari semua corak ekonomi tersebut, lalu memusatkan kehidupan ekonominya kepada tatanan Islam dan arahan-arahannya yang baik, serta menjadikannya sebagai acuan." Beliau juga berkata, "Sistem ekonomi Islam yang sangat penting teringkas sebagai berikut:

1.
2.

Islam memegang harta yang baik sebagai pilar kehidupan yang harus dipelihara, diatur dan dimanfaatkan. Kewajiban bekerja dan berprofesi bagi setiap orang yang mampu. Islam mewajibkan menguak semua sumber daya alam dan memanfaatkan semesta. semua potensi yang tersedia di alam

3.

4.
5. 6.

Islam mengharamkan semua profesi yang tidak terpuji. Mendekatkan jarak antara tingkatan sosial yang pada akhirnya menutup jurang antara si kaya dan si miskin. Jaminan sosial bagi setiap warga Negara, asuransi bagi kehidupan, dan upaya untuk mensejahterakan mereka. Islam menganjurkan infak pada semua lahan kebaikan, terciptanya kepedulian sesama warga Negara, serta saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa.

7.

8.

Menjunjung tinggi nilai harta dan menghormati hak milik pribadi selama tidak bertentangan dengan kepentingan umum.

9.

Mengatur transaksi permodalan dengan undang-undang yang adil dan santun, serta melakukan pengawasan yang ketat terhadap modal.

398

10.

Penegasan

terhadap

tanggung

jawab

Negara

untuk

melindungi sistem ini.503 Imam Syahid menegaskan tentang urgensi kebebasan negeri, dan kekuasaannya terhadap aset-aset ekonomi, dan beliau menolak dengan keras dominasi penjajah asing terhadap sumber-sumber kekayaan negeri. Imam Syahid berkata, "Mereka telah menancapkan cakar-cakarnya pada sumber-sumber kekayaan negeri, baik secara berserikat maupun sendirisendiri. Industri dan perdagangan, perusahaan-perusahaan umum, serta badan-badan usaha vital lainnya sebetulnya telah berada di tangan orang asing-asing. Mereka adalah orang-orang asing yang mendapatkan kewarganegaraan Mesir sebagai simbol, padahal mereka masih mencintai negerinya dan memboyong banyak keuntungan ke negerinya.504 Imam Syahid mengungkapkan tentang kekayaan dan sumber alam negeri jika penggunaannya bisa dioptimalkan, "Sesungguhnya, negeri ini tidak miskin. Bahkan bisa jadi negeri ini adalah negeri paling kaya dengan kekayaan alam dan hasil bumi yang bermacam-macam, yakni yang dihasilkan oleh pertanian, laut, peternakan, pertambangan, serta sungai nil yang menakjubkan dengan lembahnya yang sangat subur. Semua itu merupakan karunia Allah Swt. kepada Mesir dan penduduknya sejak dahulu." Beliau juga mengingatkan tentang bahaya krisis ekonomi, dengan mengatakan, "Tidak ada sesuatu yang dapat menggerakkan batin, menyibukkan pikiran, dan menyakitkan perasaan, selain keterhimpitan materi. Problem ini dapat mencekik rakyat dan menghalanginya dari mendapatkan kebutuhan hidup yang bersifat primer, apalagi yang skunder. Tidak ada problematika ekonomi yang yang lebih pelik daripada problem roti. Tidak ada bencana yang lebih berat dirasakan daripada bencana kelaparan dan kemiskinan. Tidak ada keperluan hidup yang lebih mendesak daripada kebutuhan akan bahan makanan pokok."505
503

Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam), hal. 340 504 Risalah Pergerakan, Sistem Ekonomi, hal. 338 505 Ibid, hal. 337

399

Imam Syahid menjelaskan tentang urgensi jaminan sosial untuk setiap warga negara, ia mengatakan, "Islam telah menetapkan bahwa setiap warga Negara berhak mendapatkan jaminan sosial, ketenangan, dan penghidupan yang layak; bagaimanapun kondisinya, baik ketika dia mampu melaksanakan kewajibannya sebagai warga Negara, maupun ketika tidak mampu melaksanakan kewajibannya dikarenakan halangan tertentu. Begitupula pembangunan berkewajiban halnya dengan tanggung Imam rakyat jawab Syahid dengan Negara terhadap "Islam

sistem

ekonomi

Islam.

berkata,

menegaskan tanggung jawab Negara untuk melindungi sistem ini. Negara menggunakan kekayaan sebaik-baiknya, memungut dengan cara yang baik dan menggunakannya dengan cara yang baik pula, serta adil dalam menggalinya. Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya- pernah berkata yang maksudnya adalah sebagai berikut, "Sesungguhnya harta ini adalah milik Allah, sedangkan kalian adalah hambahambanya." Imam Syahid menegaskan tentang urgensi independensi mata uang dan pengaturan transaksi harta benda, ia berkata, "Islam mensyariatkan pengaturan atas transaksi harta benda dalam batas kepentingan pribadi dan masyarakat, menghormati semua perjanjian dan kesepakatan, serta pengawasan yang ketat terhadap masalah uang dan penggunaannya. Bahkah, fiqih Islam membahas masalah ini dalam bab tersendiri, yakni mengharamkan tindakan 'main-main' dengan uang, misalnya sharf506 dang yang sejenis." "Fenomena ketertipuan yang jelas, terlihat pada bangsa Mesir yang bersedia menyerahkan tenaga dan kekayaan mereka dengan imbalan beberapa lembar kertas yang tiada berharga kecuali dengan jaminan dari Inggris."

506

Sharf adalah pertukaran antara dua mata uang dengan aturan tertentu. Hal ini bisa didapatkan dalam kitab-kitab Fiqih.

400

"Jika Mesir membulatkan tekad dan mengatur semua anggaran belanjanya, tidak diragukan lagi ia akan mendapatkan kemandirian mata uangnya." "Kita telah melepaskan diri dari mata uang Pound (sterling), kita juga telah memikirkan perihal dominasi bank swasta, dan kita juga telah menuntut pemerintah Inggris untuk segera mengembalikan pinjamannya kepada kita. Semua ini merupakan proyek pengamanan terhadap uang Mesir."507 Imam Syahid juga berkata, "Prinsip-prinsip yang kita ajukan ini mengendaki adanya perhatian secara serius terhadap perlunya nasionalisasi perusahaan-perusahaan tangan-tangan asing dan penggantian modal asing dengan modal bisa nasional, selama hal itu memungkinkan dan membersihkan diri dari dominasi terhadap sarana-sarana umum kita. Tidak dibenarkan sama sekali jika tanah, bangunan, angkutan air, penerangan, transportasi dalam dan luar negeri, sampai garam dan soda, semua dimiliki oleh perusahaan-perusahaan asing yang modal dan keuntungannya mencapai jutaan pound. Sementara penduduk pribumi tidak mendapatkan apa-apa kecuali hanya kesengsaraan semata."508 Begitupula dengan mengutamakan dan mendorong perusahaan-

perusahaan dalam negeri Islam. Imam Syahid berkata, "Dalam bidang ekonomi, kita harus merasa cukup (dan sementara membatasi diri) dengan apa yang ada di negeri kita dan di negeri saudara-saudara kita dari bangsa Arab dan kaum muslimin (tidak perlu minta bantuan ke Negara lain)."509 Diantara kaidah sistem ekonomi Islam adalah memerangi kerusakan dalam pelbagai bentuknya. "Sebagaimana Islam mengingatkan umat dalam memanfaatkan kekuasaan pemerintah dan wewenang, melaknat orang-orang
507 508

Risalah Pergerakan, Sistem Ekonomi, hal. 345 Ibid, hal. 346 509 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam); Tentang masalah kenegaraan, hal. 347.

401

yang menyuap dan yang disuap, mengharamkan hadiah atau upeti kepada kepala kepala pemerintah atau para pemimpin. Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya- mengambil kelebihan harta kekayaan yang dimiliki oleh para pegawainya, dan berkata kepada salah seorang dari mereka, "dari mana kalian mendapatkan ini? Sesungguhnya kalian telah mengumpulkan api dan mewarisi kehinaan, seorang wali tidak boleh mengambil kekayaan umat, kecuali hanya sedikit sesuai dengan kebutuhannya. Imam Hasan Al Banna menjelaskan tentang bangunan sosial yang kuat dalam pertumbuhan ekonomi, begitupula dengan terwujudnya keamanan dan ketenangan untuk setiap warga Negara. Beliau berkata, "Tidak ada yang aneh dalam hal ini, sesungguhnya fenomena kehidupan tidak terbagi-bagi, kekuatan adalah kekuatan yang terdapat di dalamnya secara keseluruhan, dan kelemahan adalah kelemahan yang terdapat di dalamnya secara keseluruhan."510 Imam Syahid juga sangat memperhatikan tentang nasionalisasi perusahaan-perusahaan dalam negeri, sebagaimana ia juga mendorong industri-industri rumah tangga, serta memberikan perhatian terhadap proyek-proyek nasional dan membuat basis produksi yang kuat serta memberikan perhatian terhadap produksi senjata dan mandiri dalam mengelolanya. Imam Syahid berkata, "Mendorongnya berdirinya industriindustri rumah tangga dan mengurangi kebutuhan-kebutuhan skunder." Beliau juga berkata, "Memanfaatkan sumber daya alam secara cepat dan produktif, dan memberikan perhatian terhadap proyek-proyek ekonomi nasional, perubahan menuju era industri -hal ini merupakan bagian dari ruh Islam- mendirikan pabrik-pabrik senjata dan mandiri dalam mengelolanya."511 Imam Syahid menyerukan untuk mengadakan pengelolaan terhadap usaha pertanian dan perpajakan, demi mewujudkan keadilan dan kesejahteraan di tengah masyarakat. Beliau berkata, "kami membatasi
510 511

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal. 106 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam); hal. 347-349

402

"Oleh karena itu. dan menggatikan mereka dengan yang lebih berhak di masyarakat dan mendorong pemilik modal kecil. hal. Semua saya rangkum dalam penjelasan yang sangat ringkas. Islam juga tidak mengabaikan untuk mengambil manfaat dari beragam sistem yang baik yang tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah Islam dan prinsip-prinsipnya. Beliau juga berkata."513 512 513 Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). tentu kita akan memperoleh banyak manfaat dan kebaikan. Apabila kita mau menjadikannya sebagai pedoman dan berjalan bersama sinarnya."512 Demikianlah hakikat sistem ekonomi Islam dan beberapa ringkasan dari kaidah-kaidah yang ada padanya. Setiap kaidah dari kaidah-kaidah tersebut membutuhkan perincian yang dapat ditulis dalam berjilid-jilid buku.pemilik modal besar. "Penertiban pajak sosial. diantara karakteristik agama Islam adalah relevan bersama perjalanan zaman dan umat. 121 403 . yang pertama adalah zakat dan memerangi praktek riba. yang semakin luas sesuai keingianan dan tuntutan.

"Setiap jengkal tanah yang di atasnya ada seorang muslim yang mengucapkan Tiada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad rasulullah. maka kami akan menuntut kemerdekaan dan membebaskannya dari imperialis asing yang zhalim. Negara yang membentang dari 404 . kami akan berjuang untuk memperjuangan hal itu dengan sepenuh kekuatan yang kami miliki. adalah bagian dari Negara kami (Islam).Bab X Tentang Tujuan Pembebasan Negeri-negeri Muslim Mengembalikan Eksistensi Negara Mendirikan Khilafah Memimpin Dunia Tentang Tujuan Pembebasan Negeri-negeri Muslim Mengembalikan Eksistensi Negara Mendirikan Khilafah Memimpin Dunia • Urgensi Khilafah dan Upaya Mendirikannya Kembali Imam Syahid berkata.

Oleh karena itu. sampai mereka menyelesaikan tugas tersebut (memilih khilafah) dan menyelesaikannya dengan mantap." "Oleh karena itu. akidah.perbatasan Negara Indonesia di sebelah Timur hingga ke perbatasan gedung putih di sebelah barat. Hingga dating hidayah Islam sebagai agamanya. variatif. harus menikmati udara kemerdekaan. Ada target besar yang ingin dicapai. hal. dan memiliki andil positif di dunia internasional. penjelasan tentang hukum-hukum imamah. Ikhwanul Muslimin menjadikan fikrah tentang khilafah dan upaya mengembalikan eksistensinya sebagai agenda utama dalam manhajnya. karena besarnya tujuan dan target yang ingin dicapai. walaupun hasilnya secara kasat mata belum begitu terlihat jelas. 145 405 . "Ikhwan berkeyakinan bahwa khilafah adalah lambing kesatuan Islam dan bentuk formal dari ikatan antar bangsa muslim. di bawah naungan ikatan. dan persiapan panjangan yang sedang 514 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dan perincian segala sesuatu yang terkait dengannya adalah bukti nyata bahwa diantara kewajiban kaum muslimin ialah menaruh perhatian serius untuk memikirkan masalah khilafah. persatuan dan kedamaian. Ia merupakan identitas Islam yang mana kaum muslimin wajib memikirkan dan menaruh perhatian dalam merealisasikannya. sejak manhaj khilafah itu digulirkan sampai kemudian terbengkalai seperti sekarang ini. sistem dan syariatnya. sistem dan kondisi yang telah ditetapkan Al Quranul karim."514 Ikhwanul Muslimin juga turut berjuang mengembalikan eksitensi Negara untuk umat Islam dan berupaya mewujudkan kemajuan dan perkembangan di tengah umat. (ketika beliau wafat). 144. Banyaknya hadits yang menyebutkan tentang kewajiban mengangkat imam. Langkah-langkah yang diambil berupa langkah-langkah sangat beragam." "Khalifah adalah tempat rujukan bagi pemberlakuan hukum Islam. para sahabat lebih mendahulukan mengurus masalah kekhilafahan daripada mengurus jenazah Rasulullah Saw. dan gradual.

bahkan pemimpin Negara-negara Islam. hal. sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama semua hanya milik Allah"515 "Sesungguhnya kami semua meyakini bahwa Islam yang hanif adalah Negara dan agama. hal. 237 406 . 302 517 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). namun hal itu tidak berpengaruh terhadap keimanan dan upaya mereka untuk mewujudkan tujuan mulia ini. berjuang untuk kebaikan mereka. Beliau berkata: "Kami berharap Mesir bisa menjadi Negara muslim yang mendukung setiap upaya dakwah Islamiyah. dan menebarkan kalimat Allah serta menyampaikan risalah-Nya. Betapapun berat rintangan yang menghalang."516 "Kepada Mesir-lah pusat kepemimpinan adab dan sosial. yaitu dengan bertaut eratnya persatuan diantara mereka dan loyalitas mereka terhadap Daulatul Umm (Negara induk) atau Negara yang memimpin – maksud beliau adalah Negara Mesir sebagai Negara induk umat Islam yang akan memimpin seluruh Negara-negara muslim yang lain. sehingga kepadanya harapan dan cita-cita disandarkan. melindungi kaum muslimin di seluruh penjuru bumi dari segala bentuk permusuhan.232 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam).diupayakan. "Kendati demikian. • Fase-fase utama untuk mewujudkan tujuan: Imam Syahid telah menetapkan peta perjalanan untuk mewujudkan hal ini. menyatukan seluruh potensi bangsa Arab. hal."517 Imam Syahid berkata. Setelah berdirinya Negara-negara Islam di beberapa negeri kaum muslimin dan diterapkannya sistem pemerintahan Islam dan masyarakat Islam sesuai dengan manhaj dan koridor yang telah beliau jelaskan. Ikhwan juga meyakini bahwa semua itu membutuhkan banyak persiapan yang harus diwujudkan. dan kami menganggap Mesir adalah negera Islam. Langkah 515 516 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).

145 Risalah. 177 407 . Al Jazair. kami menginginkan agar setiap jengkal dari negeri-negeri kami yang muslim bergabung bersama kami" "oleh karena itu."519 518 519 Risalah. Jika hal itu bisa diwujudkan dengan sempurna. 2. menyangkut masalah politik. dan perantara bagi naungan Allah di muka bumi. Irak. sosial. Setelah itu mewujudkan Persekutuan bangsa-bangsa Muslim. penentram hati. pemersatu. Hijaz. "setelah itu. hal. membebaskan. Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda).untuk mengembalikan eksistensi khilafah harus didahului oleh langkahlangkah berikut: 1. dimana ia merupakan penengah. kami tidak mengakui adanya pembagian-pembagian territorial yang bersifat politis dan berbagi kesepakatan internasional yang ada setelahnya. karena hal itu semualah yang telah menjadikan Negara Islam yang besar ini terpecah menjadi Negara-negara kecil yang lemah. ekonomi. Setelah itu membentuk persekutuan dan koalisi di antara mereka untuk mendirikan lembaga-lembaga keumatan dan mengadakan muktamar antar Negara. pertahanan keamanan. 3. Harus ada konsolidasi antara bangsa-bangsa muslim. sehingga mudah dikuasai oleh penjajah" "Kami tidak akan tinggal diam terhadap proyek pemberangusan kemerdekaan bangsa dan membiarkan mereka menjdi budak bagi bangsa lainnya. menyelamatkan. akan dihasilkan sebuah kesepakatan untuk mengangkat 518 imam yang satu. dan peradaban Islam secara umum. semua itu adalah Negara Islam raya. Suriah. dan mempersatukan antara satu dengan lainnya. Mesir. Tunisia. dan setiap jengkal tanah yang di dalamnya terdapat seorang muslim yang berseru "laailaaha illallah". Mauritania. Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). hal. Kami berusaha untut memerdekakan. Libya.

dan ditinggikannya kumandang azan. Fase ini dilakukan dengan cara melakukan pendekatan antara Negaranegara Islam. serta demi membebaskan seluruh negerinegeri muslim dan mendirikan Negara Islam di atasnya. untuk kemudian pada tahap akhir adalah mendeklarasikan berdirinya khilafah Islamiyah yang mulia. mendekatkan peradabannya. memanfaatkan faktor-faktor kebangkitan dan sumber-sumber kekuatan. budaya dan sosial.Pengembalian eksistensi Negara untuk umat Islam sangat berperan sebagai bagian dari proses persiapan yang sangat penting sebelum pendeklarasian khilafah. dan menyatukan katan-katanya sehingga dapat mengembalikan tegaknya kekuasaan khilafah yang telah hilang dan terwujudnya persatuan yang diimpikan bersama. sehingga kita bisa mengembalikan posisi secara nasional-internasional. Kemudian yang tersisa adalah upaya untuk mengembalikan umat Islam ke negeri-negerinya yang pernah dirampas. "Pengembalian eksistensi Negara Islam dilakukan dengan cara membebaskan seluruh negeri. mewujudkan hubungan dan kerjasama di bidang ekonomi. dengan menyempurnakan proses pembebasan Negara-negara Islam yang lain. 408 . Maka wilayah Islam akan semakin luas. kerakyatan dan kelembagaan. memperkokoh persatuan secara konkret dalam pelbagai aspek. dimana hari itu mereka merasakan kedamaian di bawah panji Islam. membangun kejayaannya. kemudian ustaziyatul 'alam (kepemipinan dunia). bertambahnya kerjasama. serta kewibawaan dan kontribusinya di kancah internasional. dan terwujudnya persatuan antara Negara-negara Islam." Dengan demikian terbentuklah cikal bakal khilafah Islamiyah yang menyokong kekuatan persatuan antara umat Islam dan mendukung kemajuan dan perkembangannya. dan mendirikannya. Imam Syahid berkata.

"Islam dianggap mampu mengemban risalah Allah di muka bumi."521 520 521 Ibid. Shaqlia. Italia Barat.mereka harus bahu membahu menyebarkan dakwah dan menjelaskan tentang kemuliaan agama Islam dan keindahan manhajnya di seluruh belahan dunia dan dengan menggunakan pelbagai sarana. semuanya adalah Negara-negara muslim yang terjajah yang harus kita kembalikan ke pangkuan Islam. oleh karena itu ia mampu memimpin dunia. 308 409 . yaitu tentang peran internasional. Balkan. "Andalusia. Karena pertolongan Allah. (Q. pulau-pulau di Laut Romawi.Imam Syahid berkata tentang pengembalian negeri-negeri muslim. 178 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman. bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). dia menolong siapa yang dikehendakiNya. sebagaimana dahulu.                               Artinya: "Dalam beberapa tahun lagi[1164]."520 Begitu pula halnya dengan Negara-negara muslim yang terjajah dan umat Islam secara keseluruhan –di seluruh fase-fasenya. hal. hal. kita harus mengembalikan Laut Putih dan Laut Merah sebagai dua kolam yang dimiliki umat Islam.S Rum: 4-5) Imam Syahid berkata tentang tujuan ini. sebagai proses ustaziyaul alam. dan dialah Maha Perkasa lagi Penyayang.

yang menyebarkan pilar-pilar kebenaran." Kemudian Islam mewajibkan kepada umat untuk menjaga kepemimpinan ini dan memerintahkan untuk mempersiapkan kekuatan.S Al Anfal: 60) Dan hendaknya ia tidak lupa dengan peringatan Al Quran dalam Surat Al Nasr. meninggalkan keadilan dan menghancurkan hak-hak. agar ia terhindar dari sifat ghurur (lupa diri). serta menghadapi ambisi Negara-negara imperialis. cetakan Darul dakwah. 522 Risalah dalam Muktamar mahasiswa Ikhwanul Muslimin." (Q. koordinasi dan himpunan dari pelbagai Negara-negara di dunia. sehingga kebenaran dipayungi oleh keagungan kekuasaan. dan inti dari perhimpunan dan kepemimpinan di tangan umat Islam. 312.         Artinya: "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi. Dengan demikian maka terbangun sebuah kawasan yang sangat luas yang memiliki pengaruh. hal. kerjasama. dan beliau menulis surat kepada rajaraja dan pemimpin Arab. kerjasama dan saling tolong menolong."Islam menetapkan kepemimpinan umat Islam dan kekuasaannya di bumi di banyak ayat dalam Al Quran. Imam Syahid menyebutkan tentang kawasan yang sangat luas yang mencakup seluruh Negara-negara Timur dalam menghadapi Negara-negara imperalis Barat. dan menebarkan cahaya hidayah.522 Dengan himpunan Negara-negara Islam dan persatuannya. Iskandaria 410 . bekerja untuk kemuliaan manusia. persamaan. Imam Syahid adalah orang pertama yang menyerukan tentang politik ketidakberpihakan terhadap penjajah.

serta melindungi Negara-negara lemah. serta melawan semua jenis permusuhan. Pada fase internasional. serta menjalankan hubungannya atas asas keadilan dan persamaan. dimana Islam meletakkan nilai dan prinsip-prinsipnya di muka bumi. imperialis dan Yahudi yang telah memandulkan peran-peran strategisnya dan menjadikannya sebagai alat untuk memenuhi kepentingan dan nafsu Amerika dan Yahudi. agar ia bisa dikeluarkan dari dominasi penjajah. Tentu dalam hal ini mereke 411 . Imam Syahid menjelaskan tentang sikaf dakwah terhadap perseteruan antara Barat dan Timur. agar seluruh umat manusia bisa menikmatinya. kezhaliman. dan pada saat itu maka himpunan Negara-negara Islam akan memiliki sarana-prasarana yang memungkinkannya melakukan perubahan Negara yang diinginkan. ia hanyalah ikatan emosional. pertumbuhannya dan dalam rangka membangun peradaban manusia internasional. seperti PBB.Himpunan Negara-negara internasional Islam ini bukan bermaksud melakukan perang. Dewan Keamanan PBB dan organisasi-organisasi dunia yang lain. tujuannya adalah untuk perdamaian dunia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan keadilan. dan sesungguhnya Allah menguasai seluruh urusannya. Ikatan negara-negara Timur bukan sebuah himpunan poros yang memusuhi Barat. namun banyak manusia yang tidak mengetahuinya. serta menghimpun semua Negara yang menerima kerjasama. kerjasama. Kita juga harus mendirikan lembaga-lembaga dan instansi yang bisa menyampaikan nilai-nilai kebenaran dan keadilan. dan ambisi Negara-negara raksasa. "Ada sebagian orang yang menyerukan kesatuan ketimuran. Saya menduga bahwa tidak mungkin benih propaganda ini merasuki orang-orang yang mempercayainya kecualiakibat fanatisme orangorang Barat terhadap bangsa-bangsa Timur. Ikhwanul Muslimin juga bermaksud mengadakan perbaikan dan ishlah terhadap organisasi-organisasi dunia.

dan mereka menjuluki kita denga sebutan bangsa Timur. "Paham ketimuran juga mempunyai tempat tersendiri dalam dakwah kami.salah. maka hal itu akan menjerumuskan mereka kepada kepedihan dan kesengsaraan."524 Imam Syahid kembali menegaskan bahwa sesungguhnya himpunan Negara-negara Arab bukanlah sebuah kubu permusuhan. 143 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Barat adalah Barat. Bagi Ikhwan. Namun. demi kebaikan dan peningkatan kemakmuran bersama. jika Barat (pada saatnya nanti) mau bersikap objektif. Pada saat yang sama. Ikhwan tidak memandang manusia kecuali dengan standar ini. Tidak mungkin keduanya akan bersatu. kecuali sekedar ekspresi dari perasaan senasib karena sama-sama dijajah bangsa Barat. mereka membagi belahan dunia ini menjadi dua: Barat dan Timur."523 Imam Syahid berkata. Latar belakang inilah yang memaksa bangsa-bangsa Timur menyatukan diri mereka menjadi sebuah kubu. hal. serta sikap keterlaluan mereka dalam mempromosikan kemajuan dan kemodernan masyarakatnya. Makna yang tersirat dari istilah tersebut. kelahirannya dipicu oleh kepongahan Barat dengan peradaban materialisnya. hal. Timur dan Barat sama saja jika keduanya lurus dalam bersikap terhadap Islam. Jika orang-orang Barat tetap dengan pendirian ini. Timur adalah Timur. kendati makna yang menyatukan antar perasaan manusia yang ada di dalamnya adalah makna yang bersifat temporer dan incidental. Ikhwanul Muslimin tidak melihat adanya kesatuan ketimuran. Barat berusaha mengambil jarak dari bangsabangsa kita. sampaisampai salah seorang penyair mereka dengan arogan berucap. niscaya akan hilang pula fanatisme yang temporer tersebut dan diganti dengan sebuah fikrah kerjasama antar bangsa. 231 412 . ia semata-mata 523 524 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Mereka terus-menerus mempropagandakan pemilahan ini. serta meninggalkan sikap pertentangan dan kolonialnya. dalam upaya menghadapi bangsa Barat.

dimana beliau memaknainya sebagai bahasa dan lisan. إن العربية اللسان‬ Artinya: "Ingatlah. Bukanlah Arab itu di kalangan kamu berasal dari bapak atau ibu (yang berkebangsaan Arab)."526 Imam Syahid juga berkata. maka sesungguhnya di waktu yang sama kami bekerja untuk kebaikan Islam dan dunia seluruhnya. bapak itu satu.‫ياأيهاالناس. Sesungguhnya. sesunguhnya Arab itu adalah bahasa. "Di antara ungkapan yang paling menakjubkan dalam masalah ini adalah apa yang telah dikemukan oleh Rasulullah Saw.untuk kemaslahatan kemanusiaan dan kemaslahatan dunia Islam. maka barangsiapa yang berbicara dengan bahasa Arab. bahwa Rasulullah Saw. sesungguhnya Arab adalah bahasa. والب واحد. 142 413 ."527 525 526 527 Ibid Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dia adalah orang Arab. hal. "Kami meyakini bahwa sesungguhnya ketika kami bekerja untuk kemaslahatan Arab. Arab itu adalah lisan (bahasa)."525 Imam Syahid mengenalkan bangsa Arab dengan mengatakan. و إنما هي اللسان‬ ‫. dan agama itu satu. وليست العربية بأحدكم من أب ول أم. sesungguhnya Tuhan itu satu. وإن الدين واحد. "Diriwayatkan oleh Ibnu Katsir dari Mu'adz bin Jabal –semoga Allah meridhainya-: ‫إن العربية اللسان. Beliau berkata.فمن تكلم بالعربية فهو عربي‬ Artinya: "wahai sekalian manusia. إن الرب واحد. Diriwayatkan oleh Al Hafidz Ibnu Asakir dengan sanad dari Malik. tentang makna Arab. bersabda: .

terutama di bidang ekonomi. 3. memberikan arahan pikiran untuk saling membantu dan menguatkan makna persatuan dan kesatuan.Dari sinilah. mendorong dan menyembuhkan kelemahan dan kerusakan yang ada di dalamnya. Menghidupkan pikiran di dalam jiwa dan menghilangkan syubhatsyubhat dan tuduhan yang mengotorinya. 5. 3. Bekerja di skala masyarakat dan lembaga-lembaga masyarakat perkotaan. baik di skala masyarakat maupun di skala pemerintah. 4. kegiatannya. maka bisa ditempuh dalam pelbagai tahapan berikut: 1. dengan mengoptimalkan perannya. Mendorong dan membantu pelbagai bentuk kerjasama antara bangsa dan Negara-negara Islam. kerjasama keilmuan. maka wujud kesatuan Arab adalah suatu keharusan demi mengembalikan kejayaan Islam. Hal itu kemudian ditempuh dalam beberapa langkah utama. baik di skala swasta maupun pemerintah. terutama di lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan."528 • Contoh dan model-modelnya di bidang ini: Untuk merealisasikan proyek-proyek yang tersebut di atas. termasuk menghadapi ambisiambisi Barat yang ingin menggunakan wadah ini untuk melayani kepentingan Barat dan bukan untuk kepentingan dunia Islam. mendirikan himpunan-himpunan kerjasama untuk saling tolong-menolong dan koordinasi. Membantu pers. tegaknya daulah dan kehormatan kekuasaannya. Bekerja di wadah-wadah publik yang telah ada dan proyek-proyek yang ada di antara Negara-negara Islam. 2. Bekerja di skala para da'I dan yayasan-yayasan keIslaman. yang mencakup: 1. 528 Ibid 414 . Menjalin ikatan. Bekerja di skala Negara 2.

mengikuti berita-berita dan perkembangannya. Memperhatikan duta-duta bangsa. serta berupaya untuk bekerja dalam sebuah struktur yang rapi. Mulai dari Liga Arab. Mengenal dan mempelajari sejarah penyebaran dakwah Islam di dunia serta kontribusi dan peradaban yang dipersembahkan untuk Negaranegara dunia sepanjang sejarah. dan lain-lain. memperhatikan problema Negara-negara Islam. baik dengan partai parpol. Mendorong produksi dalam negeri. kerjasama dan pers. himpunan. hingga meningkat sampai ke tarap ikatan dan himpunan-himpunan organisasi. berupaya untuk mengoptimalkan sesuai kemampuan. muktamar-muktamar regular. Organisasi Negara-negara Islam. utusan-utusan dari Negara-negara Islam. Koordinasi antara asosiasi. Mendorong pemerintah untuk menghilangkan semua kendala. 8. dan bisa menentukan sikap positif bersamanya. 3. Mendorong pemerintah untuk mendirikan ikatan-ikatan dan faktafakta dagang dan politik dengan Negara-negara Islam di dunia yang telah membutuhkan himpunan. parlemen dan para eksekutif. kegiatan politik.Langkah-langkah di atas bisa berupa kerja-kerja konkret berikut: 1. serta meningkatkan hubungan kerjasama dan persatuan hingga ke tingkat yang lebih tinggi. mengenal pemimpin dan tokoh-tokoh. universitas. termasuk lembaga-lembaga ekonomi. organisasi dan yayasan-yayasan kebajikan antara negera-negara Islam. 6. 4. ikut memperhatikan problematikanya. Mengenal Negara-negara di dunia. 415 . termasuk bidang pariwisata. 7. 2. 5. dan mengoptimalkan badan-badan kerjasama yang telah ada. sosial. mengoptimalkan keberlangsungan. 9. Menjalin hubungan dan koordinasi dengan organisasi-organisasi Islam yang bergerak di bidang dakwah dan tidak menyimpang dari prinsipprinsip dan ajaran Islam. Rabitah Alam Islami. Memberikan perhatian besar terhadap peran Al Azhar dan mendukungnya untuk kemaslahatan dunia Islam.

menabur problem di wilayah kita. sehingga mereka akan membuat konspirasi untuk menyerang kita. sehingga setumpuk kesulitan dan rintangan di depan mata kita? Itu tidak lain hanyalah demi menjaga kondisi dan kepentingannya saja. "Berterus-terang untuk kembali kepada sistem Islam akan membuat Negara-negara asing dan bangsa Barat ketakutan. serta membutuhkan realisasi gerakan dan amal.Seluruh sarana-sarana ini dan yang lain merupakan bagian dari cara mewujudkan tujuan ini. Pekerjaan berat ini membutuhkan waktu yang panjang. pekerjaan yang berkesinambungan. picik pandanga. dan mereka akan melakukan konspirasi terhadap kita dan akan berkoalisi menyerang kita. dan mengikuti peradabannya? Namun. • Jawaban terhadap klaim bahwa Barat telah mengepung kita: Imam Syahid membantah klaim yang mengatakan bahwa perhimpunan Negara-negara Islam dan menghidupkan kembali Negara Islam akan menimbulkan ketakutan Negara-negara Barat. yang tentunya membutuhkan kesabaran yang panjang. bukankah kita sudah melaksanakan sistem Negara-negara tersebut. tenang. mengadopsi warna kehidupannya. merampas kemerdekaan kita. dan kita tidak akan lupa membantu dan menyusun strategi untuk itu. dan berkelanjutan. Dan kita tidak akan mampu untuk menghadapinya. Beliau berkata. dan sempit wawasan. dan mengeruk harta kekayaan kita. Pernyataan ini merupakan wujud dari sikap inferior (minder) akut. kemudian mereka pun melakukan muktamar atau konferensi internasional untuk merampas hak-hak kita. 416 . estafeta generasi yang silih berganti. Cobalah kita melihat lebih jauh. mana hasilnya? Apakah dengan mengikuti peradabannya kita bisa menghalau makarnya? Apa dengan begitu kita bisa menghalanginya untuk tidak kembali menjajah negeri kita. "Mungkin juga ada yang mengatakan. namun ia tidak akan sirna sesaatpun dari proyek besar Islam kita.

Jika kita jauh dari mengakses ruhiyahnya dan merealisasikan hukum-hukumnya. Mereka bisa bersatu karena dipersatukan oleh kepentingan materi dan ambisi imperialisme. Dan ini adalah sesuatu yang sudah dipahami dalam percaturan politik Barat.Satu hal yang lebih penting lagi bahwa mereka melakukan semuanya itu karena mereka adalah Nashrani. kita bisa melihat bagaimana mereka melumat habis sebagian kita dengan sebagian yang lain. menghindar dari Islam akan menjadi sebuah bencana besar dalam konteks keberadaan kita sendiri. dan tidak mungkin dapat diperinci. yang telah menggunakan manhaj Islam di dalam pemerintahan. 306 530 Ibid 417 . dan telah berhimpun di seputar Negara inti atau Negara induk yang berperan sebagai sarana penghubung. yang dengan begitu eksistensi kita akan hancur. padahal ia adalah musuh bebuyutan bagi mereka. karena ini merupakan fase pertama. maka kitalah sesungguhnya yang akan bingung."529 Beliau menambahkan."530 • Bagaimana mewujudkan Ustaziyatul 'Alam (kepemimpinan dunia) Imam memaparkan target-target dalam fase terakhir ini dengan isyarat yang sangat umum dan tidak terperinci. "Akan tetapi. mereka semua adalah Nashrani. Realitas yang ada sangat mudah berubah sesuai dengan zamannya. Lihatlah bagaimana mereka (orang-orang Nashrani) juga bersekutu dengan Zionisme. Yang pertama dalam target terakhir ini adalah munculnya Daulah Namuzajy (Negara model). Pada perang yang lalu (maksudnya PD I dan II). dengan demikian ia menjadi pondasi inti untuk berdirinya Negara khilafah Islamiyah. dan telah diterapkan di beberapa Negara muslim. 529 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). dan akhirnya membuat kita tidak berdaya. hal. terpecah-belah.

Negara khilafah akan tegak dengan perhatian dan dukungan seluruh masyarakat dan minoritas muslim yang tertindas.Kemudian dilakukan upaya mengembalikan eksistensi Negara Islam. peradaban dan memiliki semua potensi kekuatan di pelbagai bidang. keilmuan. khilafah Islamiyah akan menjadi pusat penting di dunia internasional. serta saling kerjasama dalam menyebarkan dakwah Islam dan menebar keindahannya di masyarakat. Dengan jangkauan. dan menjadi dakwah untuk seluruh umat manusia. dengan menggunakan pelbagai sarana yang bisa mewujudkan persatuan dan penyatuan di seluruh strata kehidupan. budaya. yang akan menumpas kezhaliman dan membantu kemerdekaan dan mendapatkan hak-haknya kembali. keluasan dan kekuatannya. Dengan demikian terwujudlah persatuan Islam antara kawasan dan Negara-negara Islam di seluruh belahan dunia di bawah satu komando kepemimpinan. Lalu Negara-negara muslim yang lain bergabung di bawah satu naungan –yaitu naungan khilafah. menyampaikan keindahan Islam dan manhajnya. 418 .dan hal itu dilakukan dengan metode dakwah dan tarbiyah masyarakat. serta mengedepankan realisasi amal-amal praktis dan hasil-hasilnya dalam kehidupan manusia. baik ekonomi. Selanjutnya kesatuan umat Islam ini akan mendapatkan jalan mewujudkan kemajuan keilmuan. yang akan menyingkirkan kendala dan keragu-raguan. yaitu khilafah Islamiyah. dan itu akan menjadi penyokong dan pelindung. ia akan melakukan peran dakwahnya secara sempurna. politik. Dan hal itu berada di bawah tuntutan dan tekanan masyarakat muslim yang sadar. meningkatkan dan memajukannya di pelbagai aspek kehidupan. dan terwujudlah hubungan dengan seluruh kaum muslimin di dunia yang akan mewujudkan kesatuan yang dicita-citakan. dan lain-lain. sosial.

sebagaimana hidayah Islam pada masa Rasulullah Saw. menikmati kebebasan. maka terwujudlah ustaziyatul 'alam (kepemimpinan dunia) dan Islam menjadi soko guru dengan agama dan manhajnya di seperempat dunia. prinsip-prinsip dan manhajnya yang diturunkan Allah Swt. Dengan itu.tidak akan mampu bertahan lama di hadapan cahaya Islam dan petunjuknya yang mulia. Kita harus memahami secara jelas bahwa nilai-nilai ajaran Islam.. Umat manusia akan berlindung di bawah naungannya. Jika terjadi penindasan dari pemerintah atau Negara manapun terhadap hakhak kebebasan ini atau terhadap kaum muslimin untuk berpegang teguh terhadap agama mereka.Umat Islam akan membangun makna keadilan. baik yang sudah beriman maupun yang belum beriman. realitas hadarah Islamiyah (peradaban Islam) sepanjang sejarah. serta merupakan ketinggian nilai yang dicita-citakan manusia. Dengan begitu peradaban Barat –yang banyak menciptakan kerusakan dan kesengsaraan. persamaan dan kebebasan. yang tidak ada tandingannya oleh manhaj atau dakwah manapun di atas permukaan dunia. membela orang-orang dizhalimi dan membimbing orang-orang yang zhalim. Jadi sejauhmana pengamalan. maka khilafah Islamiyah akan andil memberikan perlindungan dan menolak penindasan dan kezhaliman ini. Hal itu secara konkret akan menciptakan penyebaran Islam dan masuknya sejumlah besar orang-orang ke dalam Islam yang berasal dari berbagai Negara. baik 419 . dan masa khulafaur Rasyidin terhadap warga negaranya. Khilafah Islamiyah memberikan kebebasan kepada seluruh umat manusia untuk memeluk Islam dan mengambil petunjuk dari ajaranajarannya. realisasi dan komitmennya terhadap agama. keadilan dan persamaan hak. serta memelihara kekebasan tersebut di seluruh belahan dunia. Hasil konkret dari penerapan manhaj rabbani ini terhadap umat Islam adalah. akan menjadi penopang peradaban dunia dan kesempurnaan nilai-nilai kemanusiaan.

S Fushilat: 42) Dan kalian bersama-sama bahu membahu. Ia adalah hasil yang bisa dihasilkan oleh siapa saja yang mampu menggunakan faktor-faktor dan ketentuannya yang ada. karena Islam adalah persatuan dan kemanunggalan. Kemajuan keilmuan yang sesuai di segala zaman. yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. serta mengamalkan manhaj yang mulia ini. satu tujuan. maka akan semakin mendekatkannya kepada model peradaban Islam yang sempurna. dakwah dan harakah. Beliau berkata. Imam Syahid menyebutkan tentang faktor-faktor kesuksesan umat Islam dalam mengajak umat manusia menuju peradaban Islam. (Q. sehati dan sejiwa. ingatlah bahwa dunia tidak akan mendengarkan kalian dan tidak akan menyambut seruan kalian. ketenangan dan kesejahteraan manusia.                         Artinya: "Yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya. penerapan. yakni kitab Allah yang telah diturunkan kepada manusia. dan tidak ada yang lain. namun ia tidak akan mampu merealisasikan kebahagiaan dan kemenangan untuk umat manusia kecuali dengan manhaj Islam. "wahai kaum muslimin. 420 . kecuali jika kalian menjadi qudwah yang shalih terhadap nilai-nilai yang kalian serukan.pemahaman. merupakan corak yang beragam dari penerapan manhaj.

Maka Allah mempersatukan hatimu. dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan.                          Artinya: "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah. dan janganlah kamu bercerai berai. (Q. serta komitmen untuk menerapkan syariat Islam di dalam diri mereka sendiri sebelum mendakwahkannya kepada orang lain. dan umat Islam adalah umat yang satu. dan cukuplah bagi kita dengan kenangan sejarah yang mulia tentang peradaban Islam.Sesungguhnya persatuan.. perpaduan hati adalah intisari Islam yang sesungguhnya –tidak diragukan lagi-. dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka. agar kamu mendapat petunjuk. di dalam ikatan ukhuwah Islamiyah.S Ali Imran: 103) Sabda Rasulullah Saw. • Umat Islam dan Perang peradaban 421 . "Kalian tidak akan beriman sehingga kalian saling mencintai. lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. kesatuan kalimat. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu." Imam Syahid turut menegaskan dalam hal ini tentang urgensi persatuan umat dan kesatuan kalimat. lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah. orangorang yang bersaudara.

Jika kita berbicara tentang peradaban Islam. maka hal itu sangat ditentukan sekali oleh bagaimana penerapan konsepnya secara praktis atau peradaban Islam yang berkesesuaian dengan manhaj Allah dan pengamalannya. Peradaban hakikat yang sempurna adalah yang berdiri di atas prinsip-prinsip Islam dan syariatnya. dan mengarahkannya dengan pengarahannya yang bermanfaat untuk kemaslahatan manusia. maka demikian pula kematangan dan pencapaiannya hingga ke puncak peradaban. maka ia akan berkembang dan mencapai kemerlangan hingga saat ini. Islam memandang hubungan dan interaksi dengan peradabanmodel yang paripurna. mendorong kerjasama dan saling mengenal antar sesama. dan ia akan mengambil apa saja yang bermanfaat berupa pemakmuran bumi dan alam semesta. dan ia merupakan peradaban bumi. dan diantara haknya adalah masing-masing berhak merasa bangga dengan kebangsaannya. tujuannya adalah Allah yang maha tinggi. Peradaban Islam memiliki kelapangan hati terhadap seluruh bangsabangsa di dunia. maka ia akan hancur dan punah. apa saja yang sesuai dengan prinsipprinsip Islam maka ia menerimanya. yang memberikan hak kepada setiap orang. peninggalan dan peradaban masing-masing bangsa dengan timbangan Islam dan nilai-nilainya. 422 . Islam menimbang aset. adapun yang bertentangan maka ia akan menyampaikan sikapnya. Setiap peradaban di setiap Negara memiliki timbangan rabbany (ketuhanan) dan sunnah alam yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. tanpa ada tekanan dari orang lain. titik tolaknya adalah keimanan. jika Umat manusia menggunakannya. menciptakan pertautan antar bangsa-bangsa di dunia sesuai dengan nilai-nilai keadilan dan prinsip-prinsip kemanusiaan yang mulia. yang memiliki kelayakan dan kepantasan memimpin dan menguasai secara sempurna di peradaban yang lain harus berlandaskan kepada hal-hal berikut: yaitu dakwah dan menyampaikan risalah Islam kepada seluruh umat manusia. terhadap peradaban dan nilai-nilai yang dimilikinya secara khusus.. namun jika ia melanggar dan menyepelekannya. mencelupkannya dengan shibghah Islam.

Umat Islam memandang konflik peradaban sebagai konflik yang diciptakan oleh pengusung kebatilan. akhlak dan tidak menyembah selain kepada Allah. Umat Islam meletakkan standar hubungan yang sama dengan dengan bangsa-bangsa yang lain. dan bukan sesuatu yang mustahil bahwa kebatilan akan hancur dan musnah -sesuai dengan janji Allah dan ketentuannya. melawan dan menghentikan kezhalimannya. Umat Islam menyadari pengalaman sejarah dan mengenal baik terhadap kekuatan yang menghadang dakwah dan karakteristiknya sejak hari pertama. barangsiapa yang memusuhi dan menindasnya maka ia menolak penindasan tersebut.Umat Islam juga meyakini sunnah pertentangan di alam semesta. Dengan begitu merupakan sebuah kemestian adanya sekelompok da'I yang mengusung kebenaran. syaithan dan bala tentaranya dalam memerangi cahaya kebenaran dan manhaj Islam.yang berperan di dalam dakwah dan memberikan hidayah kepada manusia serta sampainya umat manusia kepada ketinggian nilai peradaban keimanan. serta orang-orang yang mengusungnya. 423 yang memberikan kebebasan dan perlindungan kepadanya. dan memelihara kemuliaan dan izzah yang dimilikinya. penguasa zhalim dan kediktatoran. menjadikan peradaban manusia bertitik tolak dari keimanan. telah menjelaskan kepada kita tentang karakter perseteruan dan tahapan-tahapannya. serta peradaban Islam –yang merupakan model petunjuk yang bersumber dari syariat rabbaniyah. suatu umat yang memikul dan membenarkan prinsip-prinsipnya. Sesungguhnya itu tiada lain adalah upaya kebatilan.jika kita menggunakan faktor-faktor keteguhan dan kemenangan sebagaimana yang Allah tetapkan. Islam mengajak manusia untuk bersepakat mengganti konsep tersebut dengan nilai-nilai kemanusiaan. serta menolak segala bentuk penindasan dan kezhaliman di . maka ia akan menerimanya. bumi. Al Quran dan hadits Rasulullah Saw. barangsiapa yang menerima.

menetapkan perseteruan antara hak dan batil ini tiada lain adalah untuk menyaring antara yang baik dengan yang buruk.                       Artinya: "Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum. mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. berlaku adillah.S Al Isra: 81) Namun pertempuran sengit ini. sementara mereka harus memikul beban dan pengorbanan yang tidak sedikit. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q. tidak membuat umat Islam menjadi beringas.S Al Maidah: 8) Allah Swt. tidak memiliki sarana dan kemampuan yang memadai. Perseteruan dimulai pada saat pengusung kebenaran masih sangat sedikit. (Q. dan bertakwalah kepada Allah. dan dengan begitu nilai-nilai kebenaran dan keadilan akan tertanam kokoh ketika menghadapi kebatilan di muka bumi.             Artinya: "Dan Katakanlah: "Yang benar Telah datang dan yang batil Telah lenyap". Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. lalim dan melakukan penindasan. pada waktu yang sama di hadapan mereka terdapat pengusung kebatilan yang sangat banyak dan memiliki pelbagai 424 . Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.

yang membuatnya layak memimpin umat manusia dan memimpin alam seluruhnya (ustaziyatul a'alam). dan mereka (pengusung kebatilan) akan mengerahkan seluruh kemampuan yang mereka miliki. dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan. firman Allah:                            Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. dan mereka akan dikalahkan. Kemudian menjadi sesalan bagi mereka. Ia sesuai dengan ketentuan alam dan fitrah manusia dan mempunyai keunggulan hakiki di segala sisi. Ini adalah anugerah bagi umat Islam. (Q. meski demikian mereka tidak akan pernah berhasil atau memenangkan pertempuran. dan realitas empiriknya di lapangan: 1. Peradaban ini bediri di atas manhaj Rabbani (berprinsip ketuhanan) yaitu Islam. 2. sebagaimana dalam firman Allah: 425 .S Al Anfal: 36) Berikut kami sampaikan petikan pemahaman dalam pembahasan ini. Peradaban Islam adalah peradaban yang hakiki dan mencakup materi dan ruhi secara bersamaan. mereka akan menafkahkan harta itu.sarana-sarana material.

"Islam telah menetapkan kepemimpinan umat Islam terhadap alam semesta dalam banyak ayat dalam Al-Quran. hal. kemudian mewajibkan umat ini untuk menjaga kepemimpinan yang ada dan memerintahkannya untuk mempersiapkan bekal serta menyempurnakan kekuatan sehingga kebenaran akan berjalan seiring dengan kekuatan pemerintah dan bersinar dengan cahaya hidayah.35 426 .S Ali Imran:110) Syaratnya adalah dengan mengikuti manhaj Allah dan menjalankan risalah Islam.163 532 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). suku atau fanatisme. Imam Syahid berkata. (Q."532 Imam Syahid mengingatkan dari penyimpangan dalam melaksanakan kepemimpinan ini.                     Artinya: "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi" [Al-Anfal:6]531 Beliau juga berkata. Al-Quran Al-Karim menempatkan kaum muslimin sebagai pemimpin bagi manusia dan memberikan mereka hak kekuasaan dan kepemimpinan atas dunia demi menjalankan kepemimpinan yang mulia ini. Dengan demikian maka kepemimpinan ini adalah hak kita dan bukan hak Barat.       Artinya:                          "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. hal. untuk peradaban Islam dan bukan peradaban materialisme Barat. "Janganlah lalai dari peringatan (yang Allah Swt. bukan anugerah golongan. "Ini artinya. 531 Risalah: Mu'tamar Thalabatul Ikhwan al Muslimin (Mukmatar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin. Ia adalah anugerah dakwah dan manhaj.

dan mengubah petunjuknya di segala sisi kehidupan"535 Beliau juga berkata. 533 3. Imam Syahid menjelaskan benih permusuhan dan perang terhadap umat Islam ini. syahwat dan kediktatoran pemerintah. "Dan mereka (para musuh Islam) pun berpecah belah dalam kepentingan dan berselisih dalam permusuhan. Inilah dendam salibis dan 533 Risalah: Mu'tamar Thalabatul Ikhwan al Muslimin (Mukmatar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin. Kemudian datanglah -dengan kondisi umat yang seperti itu-upaya musuh-musuh Allah untuk menghancurkan umat Islam. ruh dan kehidupan. menyebabkan bersambungnya episode kelemahan dan kejatuhan dalam tubuh umat Islam. tenggelam dalam kemewahan. kemegahan. tertipu dengan sarana musuh dan orang-orang munafik serta menyepelekan ilmu-ilmu praktis dan pengetahuan alam"534 4. Namun ada satu hal yang mereka sepakati dan mereka berbagi untuk melaksanakannya. Umat yang sedang down ini menyangka bahwa kesempatan itu telah tiba untuk mengambil bagian dan menghancurkan daulah Islamiyah yang pernah membuka kawasan tersebut sebelumnya. berpaling dari agama sebagai pilar aqidah. "Upaya-upaya ini mulai dilakukan di dalam tubuh daulah Islamiyah dan umat Islam.sampaikan) dalam surat Al Nasr. yaitu tumbuhnya rasa bangga diri (angkuh). hal. Imam Syahid menjelaskan bahwa sikap jauh dari agama dan substansinya dan tidak mengambil sebab-sebab kekuatan.163 534 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). seperti tersebarnya perselisihan politik dan fanatisme golongan.96-97 535 Ibid. dan apa saja yang membuatnya jauh dari keadilan dan pelanggaran hak. perebutan kepemimpinan dan jabatan. Ini adalah misi dan kepentingan yang dibawa oleh umat Islam setelah Rasulullah Saw. perselisihan mazhab dan konflik agama. yaitu menghancurkan Islam dan kaum muslimin. dan dengan peradaban Islam yang ada ia dapat memimpin dunia. hal 98 427 . hal.

Dan di balik semua itu. Sesungguhnya Allah sudah menjelaskan sifat mereka kepadamu dalam kitabNya. Mereka tidak akan puas kecuali jika kalian murtad dan tunduk. wahai kaum muslimin. Mereka mengatur taktik perang sosial ini dengan sangat teliti. mereka juga berusaha untuk menghalangi umat lainnya dari unsur-unsur kebaikan dan kekuatan yang berupa ilmu dan pengetahuan perindustrian serta tatanan kehidupan yang bermanfaat. Cukup sudah kelalaian yang ada dan prasangka baik terhadap hari-hari yang ada.politik raj'iyyah (timbal balik) yang mendorong mereka untuk melakukan aksi yang gila dan menakutkan" Jangan kalian menipu diri sendiri. Imam Syahid tahun 1931 (dari buku: Imam Syahid. mereka memendam perasaan dengki yang mendorong adanya permusuhan terhadap kalian. Selain umat Islam. 536 5. memanfaatkan kecerdikan politik 536 Makalah dengan judul Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya.S. Allah berfirman:                            Artinya: "Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran). Imam Syahid berkata." [Q. seandainya mereka sanggup. Fuad al Hajarsi. 428 . Al-Baqarah: 217] Dan Dia (Allah) bahkan telah menjelaskan kepada nabi-Nya yang lebih jelas dari itu. ke seluruh negara-negara Islam yang bermitra dengan mereka. Hal. 117. "Orang-orang Eropa telah berusah dengan sungguh-sungguh untuk memenuhi bumi dengan paham materialisme ini. Orang-orang Eropa berhasil dalam fase ini menyebarkan peradaban materialismenya. dengan penampilannya yang rusak dan virus yang membunuh.

hal.yang mereka miliki. dengan segenap penampilannya yang materialistis mencoba untuk menguasai bagian vital kehidupan kita yang tersisa"538 Beliau juga berkata. jiwa. peradaban barat dengan pondasi materislistiknya telah memenangkan perang sosial ini atas peradaban Islam yang mempunyai pondasi kuat dan mencakup materi dan ruhi di kawasan Islam sendiri. Ekspresi kehidupan adalah sesuatu yang tak terpisahkan. hukum dan kebudayaan dengan warna murni mereka di negara Islam terkuat537. dan dalam perang dahsyat yang lokasinya adalah diri. dan mewarnai tatanan politik. kemewahan. politik. "Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)" [Q. 104 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). dan kita memisahkannya dari praktek kehidupan. Kita terdorong untuk mengubah prinsip dan mewarnainya dengan warna Eropa.S. Setelah itu mereka mampu mengubah aturan hukum. kesenangan. permainan dan pola kehidupan yang menggiurkan. "Setelah itu kita mampu berkata. Kekuatan adalah kekuatan di dalam fenomena kehidupan itu semuanya dan kelemahan juga demikian halnya. hal. ekonomi. dengan pendidikan. "Namun peradaban barat ini telah memerangi kita dengan kuat dan ganas. ketetapan dan pendidikan. Ali Imran. sehingga apa yang mereka inginkan dapat tercapai. 14) 537 538 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). Kehidupan barat yang diliputi fatamorgana dan fitnah ini. Beliau juga berkata.                Artinya. kekuatan militer yang mereka punyai. Tidak ada yang aneh dalam hal ini. keyakinan dan akal kaum muslimin sendiri. 238 429 . sebagaimana mereka juga telah menang di bidang politik dan militer. kita membatasi kekuasaan dalam kehidupan dalam hati dan mihrab-mihrab.

Bagaimanapun kuatnya serangan. walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai" [Q.S.S. sebab ia juga adalah ketentuan Allah dan selalu berada dalam penjagaannya." [Q.6. Imam Syahid berkata. wahai saudara-saudara sekalian. Kini menjadi kewajiban mengembalikan kembali peran kita dan menegakkan kebangkitan dan peradaban."                Artinya: "Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya. Allah menginginkan kita untuk mewarisi peninggalan yang berat ini dengan komitmen. tetap memikat dengan segala keindahannya. Sebab ia adalah Al Haq. dan kehidupan manusia tidak tegak berdiri dengan sempurna tanpanya.S. dan akan tetap seperti itu. Al-Hijr: 9)                     Artinya: "Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya. Al-Taubah: 32) 7. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa" [Q. menegakkan syariat-Nya dan kembali mendirikan daulah Islamiah. pilar Islam tetap kuat. AlHajj: 40) 430 . memancarkan cahaya dakwah kalian di tengah kegelapan ini dan mempersiapkan kalian untuk meninggikan kalimat-Nya. dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. terus memberikan kesuburan dan kehidupan.               Artinya: "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran. "Demikianlah. "Pilar Islam dan pendidikannya tetap kuat.

dan merasakan kepahitannya. Al-Ikhwan Al-Muslimun mengajak untuk menjadikan asas kebangkitan adalah menyatukan pola kehidupan praktis dalam umat ini atas dasar Islam dan tata aturannya"540. Bagi umat ini ada jalan panjang membentang untuk mewujudkan keinginan ini. antara manfaat dan bahaya. Tidak ada bagian untuk dirinya sedikitpun. Kemudian Allah Swt. menyelamatkan diri dan anak-anak kita. mengembalikan kehormatan dan kemuliaan kita. umat ini akan terkalahkan dan akan melahirkan kegagalan"541 9. antara yang menempuh jalan kebenaran dan yang menyimpang darinya. perang yang sengit antara al haq dan kebatilan. Namun. dan menghidupkan peradaban dan pendidikan agama kita"539 8. "Kondisi ini memaksa kita terpaksa harus menelan kesalahan masa lalu. keinginan kuat yang kokoh dan benar. menambal pecahan. hendaklah kita bisa kembali mengikat yang bercerai berai. hal.69 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini).69 431 . Tanpa itu. menjelaskan bahwa seorang mukmin dalam menempuh tujuan mulia ini telah menjual diri dan hartanya untuk Allah. "Untuk itu. Ia semata-mata berbuat untuk keberhasilan dakwah ini dan menyampaiakannya ke hati-hati umat manusia 539 540 541 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. "Kewajiban umat ini hanyalah mempersiapkan diri untuk sebuah pengorbanan yang panjang. antara pihak yang benar dan yang mencoba untuk mengotorinya. hal. Tiadalah persiapan umat ini dalam perjalanan yang menakutkan ini selain jiwa yang beriman. Umat ini haruslah tahu bahwa jihad itu berarti bekerja keras. antara yang ikhlas dan bersemangat dengan yang mengaku-ngaku dan pura-pura. kesiapan berkorban. 239 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? hal. dan kerja keras itu adalah lelah dan susah payah. keberanian menghadapi resiko.Beliau juga berkata.

Itu pula sebabnya seorang pejuang muslim adalah juga seorang guru yang memiliki semua sifat yang semestinya ada pada seorang guru. tidak berkhianat. dan memperhambakan manusia yang dilahirkan oleh ibunya dalam keadaan merdeka. dan menuntun mereka kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. kemajuan."542 Asas tegaknya kesatuan internasional Imam Syahid berkata. hal 316.S."543 542 543 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia)?. Cet. bahkan putera-puteri salaful umah -semoga Allah meridhai mereka-. memberi mereka petunjuk dengan cahaya Allah sebagaimana mereka telah beroleh petunjuk. DakwahIskandariah 432 . kita bisa melihat sahabat-sahabat mesjid. namun mereka berpindah ke belahan bumi yang lain. At-Taubah.hal. [Q. rahmat dan kelembutan. hidayah. wahai saudara-saudara sekalian. berjalan ke segenap penjuru negeri menjadi pembuka kawasan dan guru. yang mewujud dalam bentuk imperialise dan penindasan. ahli-ahli ibadah dan para penghapal AlQuran. Samakah ini dengan dominasi Barat sekarang. 111] Itulah sebabnya setiap muslim menjadikan dunianya sebagai wakaf bagi dakwahnya agar ia bisa mendapatkan akhirat sebagai balasan dari Allah atas pengorbanannya. tidak menzhalimi orang lain. pengajaran dan bimbingan kepada seluruh umat manusia. Mereka tidak ekstrim.                     Artinya: "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Dar. cahaya.35 Risalah: Muktamar Pelajar Ikhwan Muslimin. tidak bermusuhan. "Dari sini. Sehingga pembebasan Islam berarti juga pembebasan demi peradaban. Mereka ikut berjuang memerdekakan umat-umat sebagaimana mereka telah merdeka. tidak puas dengan kemerdekaan negeri mereka sendiri.

[Q. 231 433 . baik itu hak internasional maupun hak dalam negeri para minoritas non muslim. menjamin hak-hak non muslim sepenuhnya. Sungguh Islam telah mendesain jalan ini untuk dunia. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat. Maka kembalikanlah Perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sebab kemuliaan Islam yang integral adalah kemuliaan kemuliaan paling suci yang dikenal oleh sejarah."Kesatuan intenasional ini tegak di atas manhaj Islam dan pondasinya.S. kepada kepemimpinan umat Islam yang berpegang teguh terhadap ajaranajaran agamanya dan untuk seluruh dunia. Allah Swt.hal. kemudian tata aturannya dan setelah itu realisasi amal"544 "Saya benar-benar ingin menegaskan kepada para hadirin sekalian bahwa politik Islam. Al-Anfal: 58] Dia juga berfirman:                                  Kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah Mengadakan Perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi 544 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Maka satukanlah akidah terlebih dahulu. dalam dan luar negeri. Berfirman:                         Artinya: "Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan.

(Q. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa. [Q. Untuk kesuksesan dakwah ini. untuk mereka kita akan berdamai dengan mereka selama mereka berdamai dengan kita. At-Taubah: 04] "Islam menjamin hak-hak minoritas dengan nash Al-Quran. yaitu ikatan dakwah. Kita wajib mengajak mereka kepada apa yang kita rasakan saat ini sebab itu adalah kebaikan untuk manusia seluruhnya.S Mumtahanah:8) Imam Syahid juga mengisyaratkan bahwa hubungan antara suku dan bangsa lainnya tegak di atas pilar dakwah dan saling tolong menolong untuk kebaikan kemanusiaan. Maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya[629]. kita senang berbuat baik kepada mereka selama mereka tidak memusuhi kita.S. Kita yakin bahwa antara kita dan mereka terdapat ikatan. Sesungguhnya Allah menyukai orangorang yang berlaku adil. yaitu firman Allah:                                     Artinya: "Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu Karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Tentang hal ini beliau berkata: "Dan kaum yang tidak demikian (non muslim) kita tidak terikat dengan mereka dengan ikatan ini (Islam). kita menempuh jalan dan sarana yang telah ditentukan oleh agama.kamu. Siapa yang memusuhi kita maka akan kita 434 .

Beliau berkata.”549 545 546 547 548 549 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). kemudian setelah itu kita bisa sampai kepada target yang dituju. hal.” “Sesungguhnya Ikhwan Muslimin menginginkan kebaikan untuk seluruh alam. "Cukuplah darinya kita menjadikan tujuan dan meletakannya di depan mata. maka itu adalah cita-cita kita tertinggi. ”Adapun universalitas dan kemanusiaan.”548 “Dari sini ada beberapa fase.”546 “Kita cinta dan saling tolong menolong dengan pihak lain. Setiap sesuatu itu ada ketentuanya.” Peran yang dapat kita lakukan pada fase ini untuk mencapai cita-cita kita tertinggi Imam Syahid berkata. Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI) Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru) Ibid.balas permusuhan ini dengan yang lebih baik dari apa yang dilakukan oleh kelompok yang bermusuhan.”547 Beliau mengisyaratkan bahwa perkembangan bangsa dan masa akan mengawali pemikiran universal ini: “Semua itu adalah awal pemulaan berkuasanya pemikiran universal untuk kemudian menggantikan pemikiran nasionalisme dan kesukuan. Kita letakkan batu bata dalam bangunan kemanusiaan ini tanpa harus menunggu bangunan ini sempurna.232 435 .”545 “Kita menginginkan perdamaian untuk seluruh alam. Kita berharap semua fase ini akan terwujud dengan konsisten dan kita bisa menyelesaikan seluruhnya. tujuan kita yang agung dan episode penutup dalam serial perbaikan.

“Merupakan bagian dari dakwah kalian. 2. yayasan-yayasan. 251 436 . usaha yang sungguh-sungguh. kemuliaan dasar dan pendidikannya”550 Dengan adanya gambaran yang sempurna seputar seluruh tujuan ini. tercermin dalam: 1. 3. meningkatkan ikatannya dengan segala jalan dan sarana yang ada untuk seluruh tingkatan. turut berperan dalam kedamaian universal dan membangun hidup yang baru bagi manusia. maka membangun dan mengerjakan fase-fase dan tujuan semula membentuk planning-planning dasar untuk mencapai dan mewujudkan tujuan akhir ini. berupa saling menyempurnakan dan tolong menolong diantara masyarakatmasyarakat Islam. Kejelasan pandangan seputar tujuan dan peran. hal. Sesungguhnya hal ini membutuhkan waktu yang panjang dan banyak fase kehidupan. dan bahwa ia akan terlaksana seperti apa yang telah diberitakan oleh Nabi Muhammad Saw. bangsa-bangsa dan segenap penjuru dunia. Tidak melupakan dan melalaikannya. Mengambil sarana-sarana awal dalam mewujudkannya. 4. Tahapan dengan bentuk seperti ini ke tingkatan yang lebih tinggi dari ikatan dan saling tolong menolong adalah awalan untuk mengkristalkan mabda’ ini di kalangan bangsabangsa. Hal-hal yang kita perlukan dalam fase pertama pembinaan untuk mencapai tujuan mulia ini. wahai saudara-saudara tercinta. dan selalu menghidupkan perasaan terhadapnya di dalam jiwa. juga merupakan awalan di setiap sisinya dan mendirikan kekhalifahan. Menguatkan keimanan terhadapnya. dengan menunjukkan kepada mereka kebaikan agama kalian. individu. lembaga-lembaga. Berusaha untuk mengembalikan bentuk eksistensi universal untuk umat Islam dan beramal untuk meninggikan dan memajukannya. 550 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Keimanan dan keyakinan untuk bisa mewujudkannya.

Imam Syahid berkata tentang mendahulukan sisi amaliah dibanding propaganda dan iklan. karena beberapa hal: 1. sehingga nantinya kita bisa sampai kepada apa yang kita inginkan dari kesatuan dan adanya ikatan. namun realita dakwah dan kewajiban untuk menjelaskannya kepada khalayak serta untuk menolak tuduhan-tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ketelitian untuk mewujudkan langkah-langkah ini. Keengganan sebagian Ikhwan bergantungnya orang-orang kepada propaganda dan iklan bohong yang tanpa amalan konkret. 2. Takut bercampur dengan riya. walaupun bentuknya tidak lengkap dan sedikit memberi hasil. dengan tetap memperhatikan syarat dan ketentuan syariat. Oleh karena itu. mengumumkan aktivitas dan nama: Pada dasarnya. sehingga menyebabkan amalan itu hancur dan rusak. dan tidak terburu-buru dengan berlebihan dan melompat terlalu jauh. Fase ini bertahap.5. mewujudkan tujuan setiap fase. Bab XI Penjelasan seputar Sikap Dakwah dan Politik Jamaah • Seputar permasalah propaganda. pengumuman itu tidak dilakukan. 437 . maka persoalan propaganda menjadi sesuatu yang perlu diperhatikan. Ikhwan mendukung seluruh kerja kolektif dan seluruh bentuk tolong-menolong dan bekerja sama diantara bangsa dan negara di dunia Islam.

yang menyebabkan terhambatnya perjalanan atau menyimpang dari tujuan. dan bersegera dalam mengumumkannya. adalah perkara yang rumit. “Keseimbangan diantara hal ini dengan apa yang ada dalam penyampaian kebenaran. dipaksa oleh dakwah untuk keluar dari sekat-sekat menuju ruang lingkup yang lebih luas. dan tetap berusaha untuk menyatukan hati dan jiwa. Namun hal ini tetap dalam keseimbangan yang teliti dan adanya pemahaman tentang dakwah dan kerja-kerjanya serta apa yang diperlukan untuk eksistensi kelompok sosial ini ketika berhadapan dengan masalah dan membantah hal-hal yang gambarannya masih kabur. akan timbulnya konflik permusuhan yang sengit atau koalisi berbahaya. cermatilah bahwa kalian pada saat ini.3. bahwa semua ini adalah bagian dari karunia Allah:                                551 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). suruhan untuk melakukannya. Hendaklah kalian merasa. dan konsep ideologi dan sistem kerja. propaganda-propaganda kalian tetap dalam adab yang sempurna dan akhlak yang mulia. saranasarana. Apa yang ditakutkan oleh Ikhwanul Muslimin sebagai akibat dari dakwah yang tergesa-gesa. sedikit yang bisa sempurna kecuali bila ada taufik. hal. Pengumuman akan hal ini kepada manusia tidak dimaksudkan untuk berbangga dengannya tapi untuk memberi petunjuk kepada manfaat dan kebaikan umat Hendaklah kalian berusaha untuk jujur dan tidak melampaui batas dari yang sebenarnya. 129 438 . Kewajiban kalian menjelaskan kepada manusia tentang tujuan kalian. ketika dakwah kalian telah tampak pesat. 127."551 “Namun.

Sikap Jamaah Terhadap Individu dan organisasi-organisasi Yang Berbuat Untuk Kebaikan dan agama Islam: Kelompok-kelompok dalam lingkup ini terbagi kepada tiga bagian: 1. mereka kekal di dalamnya. Mereka yang berbeda dalam permasalahan prinsipil 552 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). berharap jabatan atau bergantung dengan pujian. Demikianlah balasan orang-orang yang zalim. 129 439 .128. Dakwah ini membutuhkan naungan yang dapat melindunginya dari tekanan dan teror yang berasal dari pelbagai arah dan melalui sarana yang beragam. hal. 2. telah memberikan teladan atas hal tersebut. Inilah ketentuan dari jama’ah yang mengiklankan dirinya dan menggunakan haknya dalam undang-undang dan ketentuan hukum. maka adanya pengumuman ini adalah sebagai reaksi konkret atas usaha-usaha mereka ini dan untuk menyatukan hati-hati manusia ke arah Islam dan manhajnya. tanpa ada keinginan untuk menjadi populer. tentu mereka akan meningalkan jalan dakwah yang berat dan bergabung dengan kelompok-kelompok dunia dan para pemilik kekuasaan agar lekas sampai dari jalan yang tercepat dibanding jalan para dai yang penuh dengan jihad dan pengorbanan. Al-Hujurat: 17)”552 Pengumuman dan pemunculan beberapa tokoh jamaah sebagai fublik figur.S.Artinya: "Maka adalah kesudahan keduanya. bahwa Sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka. Nabi Yusuf As. Ia tidak mengambil hak yang bukan miliknya dan tidak pula mengaku-ngaku untuk sesuatu yang palsu dan dusta. Mereka yang berbeda dalam permasalahan furu’ dan sarana dakwah. adalah semata-mata untuk perjuangan di jalan Allah dan di jalan dakwah. serta trik-trik yang berupaya untuk menjauhkan masyarakat dari jamaah. Seandainya mereka ingin mendapatkan jabatan dan bersenang-senang. [Q.

Sesungguhnya yang Allah inginkan dari agama ini agar ia kekal dan sesuai dengan zaman. Hendaklah kita dan juga mereka bisa memahami makna Islam yang hakiki dengan lebih baik dan meluas. pendapat dan mazhab. karena sebab-sebab yang beragam. bahkan itu bertentangan dengan ketentuan agama itu sendiri.”553 ”Semua sebab ini menjadikan kita yakin bahwa sepakat dalam satu permasalahan yang menjadi bagian dari furu’ agama adalah hal yang mustahil. Bukankah kita adalah muslim dan mereka pun demikian? Bukankah kita senang membuat putusan yang bisa memberi ketenangan hati dan mereka pun demikian? Bukankah kita dituntut untuk mencintai saudara kita sebagaimana kita mencintai diri sendiri? Kalau begitu.25 Ibid. untuk itu kami selalu berupaya memahami dan memaafkan mereka yang berbeda dengan kami dalam permasalah furu’ agama. tidak statis dan ekstrim” Kami meyakini hal ini. hal. maka dimanakah perbedaan? Mengapa pendapat kita menjadi sebuah poin pertimbangan bagi mereka sebagaimana pendapat mereka bagi kita? Mengapa kita tidak saling memahami dalam atmosfir ketulusan dan kecintaan apabila ada hal yang menuntut kita untuk saling paham?554 553 554 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). Mereka yang menyerang. 26 440 . Kita melihat bahwa perbedaan selamanya tidak menjadi penghalang untuk terikatnya hati dan saling mencintai serta tolong menolong dalam kebaikan.3. Dengan demikian hal ini menjadi hal yang mudah dan lunak. hal. Mereka yang berbeda dalam permasalahan furu’ dan sarana dakwah: Imam Syahid berkata: ”Terhadap kelompok ini kita yakin bahwa perbedaan dalam masalah furu’ agama adalah sesuatu yang mesti ada dan tidak mungkin kita menentang dalam permasalahan furu’. mencela dan memerangi dakwah 1.

ada kebenaran dan kebatilan dalam setiap dakwah.“Ikhwan Muslimin mengetahui akan sudut pandang ini. Sementara waktu tidak cukup untuk memperhatikan orang lain dan sibuk dengan urusannya. Setiap kelompok berada dalam medan masing-masing dan Allah bersama orangorang yang beriman. dan politik . Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita dan mereka. maka itulah yang diharapkan. Kita perlu banyak persiapan dan amunisi. ”Sikap kita dalam berdakwah di negeri ini. Mereka melihat bahwa ada ilmu dalam setiap kelompok. hal. 27 Ibid 557 Mudzakkiratud Dakwah wad Da’iyah (makalah imam syahid pada tahun kelima dalam majalah “Al-Ikhwan Al-Muslimun” 441 . Namun bila tidak. hingga nanti Allah memutuskan yang benar antara kita dan kaum kita. Umat kita ini dan lahan-lahan kosong yang ada di dalamnya membutuhkan jundi-jundi dan jihad.sesuai dengan tabiat dakwah kita – satu sikap yang saya yakini: kita berharap semuanya mendapatkan kebaikan dan berdoa agar memperoleh taufik dari Allah Swt.”555 Beliau juga berkata: “Itulah manhaj Ikhwan Muslimin saat berhadapan dengan kelompok yang berbeda dengannya dalam masalah-masalah agama. ekonomi.” “Ikhwan membolehkan untuk berbeda dan tidak menyukai sikap fanatik terhadap satu pendapat. keagamaan. Sesungguhnya sebaikbaik jalan yang kita tempuh tidak menjadikan kita lebih banyak menoleh kepada orang lain dibanding memperhatikan diri sendiri.”556 Beliau berkata lagi. sosial. maka mereka adalah saudara seagama.”557 555 556 Ibid. mereka adalah orang yang paling lapang dada terhadap orang-orang yang berbeda dengan mereka. Mereka berusaha mencapai kebenaran dan membawa manusia ke arah itu dengan cara yang paling lembut dan penuh cinta. Mereka mencari kebenaran itu dan mengambilnya serta mencoba dengan lembut dan tenang memberi penjelasan kepada mereka yang berbeda ini sesuai dengan pandangan mereka. Bila mereka puas. Untuk hal ini.

Sesungguhya 558 Ibid. mereka selalu mendapat tekanan dari orang lain sejak kemunculannya.”558 Imam syahid sangat menginginkan adanya kelompok yang bekerja untuk menolong Islam dan memperbaiki masyarakat dari berbagai kekuatan dan kelompok yang bermacam-macam. Jangan menghadapi dosa ini dengan dosa yang serupa dan jangan pula sibuk dengan membantahnya sehingga melalaikan kamu dari jalan yang kamu tempuh. Mereka berharap semuanya beroleh kesuksesan. Tentang hal ini. Namun bila yang ada selain itu. permusuhan. maka hendaklah dirimu bersyukurlah dan jangan sampai kamu tertipu dari hakikat dirimu yang sebenarnya.Beliau berkata: ”Kelak kalian akan mendengar suatu kelompok akan membicarakan kalian. Imam Syahid mengajak kepada persatuan dan menghindari perpecahan.” Bukanlah bagian dari mahaj ikhwan menguasai publik dan memonopolinya. Mencintai kesepakatan dan membenci keraguan. kerja sama. Apabila pembicaraan itu baik. Walaupun dalam realita sejarah. dan kedengkian atas kesuksesan yang telah mereka capai. Mereka tidak berpikir untuk melakukan pendekatan dan berusaha untuk menyatukannya seputar pemikiran umum. Namun manhaj mereka –yang selalu mereka usahakan– adalah manhaj musyarakah (partispasi). Ia mengajak mereka untuk bekerja sama dan berkoordinasi diantara mereka . dan tunggulah hingga waktu menyingkap kebenaran. rintangan. Imam Syahid berkata: “Ikhwan Muslimin melihat kelompok-kelompok ini – dengan lahan garapan yang berbeda-beda – bekerja untuk menolong Islam. dan saling menghormati. 264 442 . maka bersikaplah lebih toleran. “Dakwah ikhwan adalah dakwah yang putih bersih tidak tercampur dengan warna apapun dan selalu bersama kebenaran dimana saja berada. hal. dan berharap mereka mendapatkan taufiq dan kesuksesan.

cobaan terbesar kaum muslimin adalah perpecahan dan perbedaan, dan asas kemenangan mereka adalah cinta dan persatuan”559 “Sesungguhnya ia adalah dakwah yang bebas dan bersih. Begitu bersihnya sehingga melewati batas ambisi personal dan tidak peduli dengan dengan manfaat materialisme, dan meninggalkan hawa nafsu dan kepentingan di belakangnya.”560 Beliau berkata dalam muktamar ke enam, “Adapun sikap kita terhadap kelompok-kelompok Islam yang berbeda-beda adalah sikap cinta dan persaudaraan, kerja sama dan tolong menolong. Kami mencintai mereka dan bekerja sama, dan kami berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendekatkan pemahaman dan melakukan kesepakatan diantara pemikiran yang berbeda, yang dengannya kebenaran dapat menang di bawah payung kerja sama dan cinta. Adanya pendapat fiqih dan perbedaan mazhab tidak menjadikan kita jauh. Agama Allah itu mudah dan tidak seorang pun yang berhak memberat-beratkannya kecuali ia akan kalah. Kita yakin akan datang suatu hari dimana nama, gelar, kelompok formalitas dan sekat-sekat cara pandang itu akan hilang dan akan digantikan dengan kesatuan kerja yang dapat mengumpulkan laskar umat Muhammad Saw. Pada saat itu tidak ada lagi selain muslim-muslim yang bersaudara, mereka bekerja untuk agama dan di jalan Allah mereka berjuang.”561 “Sesungguhnya waktu itu, dimana saat itu tampak seluruh kelompok Islam adalah satu kesatuan, saya yakin tidak lama lagi. Waktulah yang menjamin semua itu. Insya Allah.”562

559 560

Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.145 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna), hal. 25
561 562

Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI), hal 216 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal 146

443

“Biarkanlah zaman melaksanakan tugasnya dan dialah sebaik-baik penanggung jawab kebersihan dan keistimewaan.”563 Dengan ini, Imam Syahid telah meletakkan manhaj interaksi dengan kelompok dan individu yang bekerja untuk Islam, atau bahkan untuk kebaikan negeri dalam satu sisi dan berbeda dengan jamaah dalam persoalan furu’. Namun ia tidak keluar dari pijakan dasar syariat dan pilar asasinya. Imam Syahid telah memberi isyarat kepada: 1. Cinta, persaudaraan, dan kerja sama terhadap sesuatu yang membawa kebaikan untuk dakwah dan masyarakat 2. Kita mencoba dengan sungguh-sungguh untuk mendekatkan dan menyamakan persepsi diantara beragam cara pandang demi kebenaran, dalam payung kerja sama dan cinta 3. Pendapat fiqih –dalam masalah-masalah furu– dan perbedaan mazhab jangan sampai menjauhkan jarak diantara kita. 4. Kita berusaha menyampaikan kebenaran dengan gaya bahasa yang santun ketika kita diskusi dengan mereka dan menjawab pertanyaanpertanyaan.

5. Ikhwan berupaya melakukan koordinasi dengan pelbagai usaha di
bidang dakwah dan amal kebaikan sehingga tidak ada benturan satu sama lain. Imam Syahid telah meletakan kaidah kerja sama dan koordinasi terhadap apa yang disepakati dalam urusan kaum muslimin, dan bertoleransi terhadap apa-apa yang berbeda dari permasalah furu’ dan persoalan ijtihad.

6. Ikhwan lebih meningkatan hubungan kepada perencanaan yang lebih
besar dari koordinasi, yaitu kepada kerja sama, saling melengkapi dan pemberdayaan. Pemberdayaan ini akan ada dilakukan melalui hubungan kerjasama antara keduanya, saling memahami dan terikat oleh rasa kasih, dan hal ini juga dilakukan melalui pengarahan dan penjelasan kepada setiap elemen masyarakat, selama kelompokkelompok tersebut atau individu-individu tersebut berada dalam
563

Ibid, hal 148

444

koridor amal Islam dengan segenap sarananya, serta komitmen dengan ketentuan-ketentuan syariat dan tidak melalui jalan yang berbahaya bagi dakwah. Adanya hubungan dan koordinasi dengan mereka saat terjadi ketimpangan akan menyebabkan kekacauan dan kegelisahan dalam individu-individu masyarakat dan memberi kesempata kepada para musuh untuk mendeskreditkan dakwah. Kewajiban kita kepada mereka adalah memberi nasihat dan bimbingan agar mereka mendapat petunjuk.

7. Dalam berinteraksi, jama’ah ini juga hendaknya bisa bertoleransi dan
bersikap bijak dengan pribadi-pribadi yang ingin menonjol dan mencari pamor. Pada beberapa waktu, kondisi dan kejadian, jamaah ini bisa meninggalkannya ketika tampak perbedaan antara yang baik dan buruk. Perbedaan ini dapat menyingkap hal-hal seperti ini, yang mungkin bersinar di satu waktu kemudian meredup dan akhirnya hilang sama sekali.

8. Hendaklah jamaah ini bersabar dan membiarkan waktu berjalan
hingga datangnya suatu hari dimana saat itu tampaklah kebenaran manhaj dan jalan (kebenaran). Akan datang suatu hari dimana kelompok-kelompok formalitas dan rintangan-rintangan pemikiran akan punah dan digantikan dengan kesatuan kerja di bawah bendera “Ikhwan Muslimin”.

9. Pada saat itu, dengan kesadaran penuh, akan ada tahapan-tahapan
usaha yang dilakukan oleh musuh Islam untuk mengadu domba antar jamaah keIslaman yang ada. Dengan adanya kerja sama dan koordinasi ini, akan tampak jelas manjah dakwah dan kemerdekaannya yang sempurna. Imam Syahid berkata, “Wajib diketahui bahwa Ikhwan Muslimin berpegang teguh dengan dakwahnya dan tegak di atasnya. Mereka tidak beramal untuk dakwah orang lain dan bukan pada manhaj yang bukan manhaj mereka.” “Mereka tidak terwarnai dengan warna selain Islam."

445

“Kami berlindung kepada Allah dari suatu hari kita tidak berdakwah dengan manhaj Al-Quran dan nilai-nilai Islam.”564 “Kejadian masa lalu dan masa sekarang sudah menetapkan bahwa tidak ada kebaikan kecuali di jalan kalian ini, tidak ada hasil kecuali dengan perencanaan dan tidak ada ketepatan kecuali pada apa yang kalian amalkan.”565 Lebih lanjut, beliau menjelaskan, “Kelak kalian akan mendengar ada suatu kaum yang ingin berhubungan dengan kalian dan kalian ingin berhubungan dengan mereka dari para aktivis, baik yang bersunggguh-sungguh dengan keinginannya maupun yang tidak. Maka saya ingin menyatakan kepada kalian yang berada disini dengan jelas bahwa: dakwah yang kalian jalani ini adalah dakwah paling unggul yang pernah dikenal oleh umat manusia. Sesungguhnya kalian adalah ahli waris Rasulullah Saw. dan dan yang akan mengemban risalah Al Quran, yang akan mengawal syariatnya. Bahwa sesungguhnya kalian adalah penolong-penolong yang akan tegak menghidupkan Islam pada saat dimana hawa nafsu dan syubhat merajalela, dan beban muatan semakin berat. Apabila kalian demikian, maka dakwah kalian paling pantas didatangi oleh manusia. Sebab ia adalah kumpulan kebaikan, sementara yang lain tidak luput dari kekurangan. Maka berkonsentrasilah pada manhaj kalian dan jangan tawar menawar dalam manhaj, dan tawarkanlah manhaj ini kepada manusia dengan kemuliaan dan kekuatan. Siapa yang menyambut seruan kalian maka selamat datang dalam benderangnya cahaya pagi, semburat fajar dan terangnya siang. Saudara kalian yang akan bersama kalian percaya dengan keyakinan kalian dan siap melaksanakan pengarahan yang kalian berikan. Siapa yang enggan maka kelak Allah akan datangkan suatu kaum Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya.

564 565

Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI), hal.213 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.127

446

Saudara-saudara sekalian. Jangan tergesa-gesa. Waktu di depanmu masih luas membentang. Kalian akan menjadi orang-orang yang akan diminta dan bukan yang meminta. Kemuliaan seluruhnya milik Allah dan kelak akan kalian ketahui kabarnya pada suatu ketika. Maka saya melihat bahwa sesuatu yang wajib dari sikap kita terhadap semua kelompok: kita menginginkan kebaikan, toleransi, tidak meminta pamrih, tidak membantah, dan janganlah kalian mengatakan kepada orang yang menawarkan kedamaian; kamu bukan orang beriman.”566 Apabila bagian kelompok dan individu ini sudah melewati batas dalam berdiskusi dengan kita, maka yang kita lakukan adalah mengajak mereka apabila mereka mau menerima ajakan ini. Kita berdiskusi tanpa perlu berdebat, kita jangan berprasangka terhadap keikhlasan mereka, tidak membalas permusuhan mereka, tidak meninggalkan manhaj dakwah kita dan kita bermohon semoga Allah memberi petunjuk kepad kita dan mereka. “Bahkan menjadi sebuah kegembiraan bagi kita bila setiap pelaku kebaikan dan untuk kebaikan diberi taufik. Ikhwan tidak suka membangun sambil meruntuhkan, dan medan jihad cukup luas untuk seluruhnya.”567

2. Kelompok Yang Manhajnya Keluar dari prinsip-prinsip Syariat
Adapun kelompok yang manhajnya keluar dari Prinsip-prinsip utama syariat, seperti penyimpangan dalam paham dan keyakinan -walaupun ia mengangkat jargon keIslaman– atau dalam sarana dan gaya bahasa, seperti mengkafirkan manusia, menghalalkan darah, berpegang kepada kekerasan, maka bagi mereka tidak ada kerja sama atas dasar ini. Yang ada adalah melepaskan mereka dari persoalan dakwah, memberikan nasehat dan petunjuk agar mereka kembali.

566

Makalah dengan judul Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya, Imam Syahid tahun 1931 (dari buku: Imam Syahid, Fuad al Hajarsi. Hal. 117 567 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.149

447

Kita menghadapi pemikiran dengan pemikiran, dakwah dengan dakwah dan tidak tergesa-gesa mengkafirkan atau menyeru untuk memutuskan hubungan dengan mereka, atau mendukung kezaliman. Ini bukanlah uslub dakwah. Kita tetap mengikuti rambu-rambu syariat dalam hal ini. Kita adalah dai’ dan bukan hakim. Dalam proses interaksi dengan kelompok ini, kita tidak menuduh pribadi dengan prasangka, tidak melakukan cara-cara konspirasi dan permusuhan dengan mereka yang berbeda dan menyerang kita. Kita menilai manusia hanya secara lahiriah saja, sesuai dengan perkataan dan perbuatan mereka. Hendaklah yang menjadi dasar pijakan adalah timbangan dan ketentuan syariat. Hendaklah kita bersungguh-sungguh menghadapi pemikiran yang menyimpang ini dengan sungguh-sungguh dan jangan sampai kita sedih dan menyesal, walaupun mereka tetap bersandar padanya. Kita biarkan orag lain yang menghukumi mereka. Hal ini menuntut jamaah untuk memiliki pengetahuan fsikologi seseorang, melihat dengan pikiran, membuat planning tandingan dan caracara untuk menghadapinya. Apabila mereka memusuhi dakwah Islam dan memutarbalikkan fakta yang ada, dan membangun pemikiran yang dapat melemahkan umat, maka merekalah musuh kita dan kita melawan pemikiran ini dengan pemikiran, memberi jawaban yang memuaskan dan menanamkan kesadaran kepada umat sehingga mereka tidak tertipu. Imam Syahid berkata, “Ingatkan diri kalian selalu wahai Ikhwanul Muslimin, bahwa 'atheis' muslim adalah musuh terdepan kalian. Merekalah yang paling bertanggung jawab terhadap konflik dan problematika yang menimpa dunia-dunia Islam." "Merupakan kewajiban kami untuk merubah tanpa terjangkit wabah pemikiran mereka yang telah akut, menahan siapa saja yang berbaik sangka terhadap musuh, dan siapa saja yang telah membius otot-otot kami dengan
448

pemikiran-pemikiran palsu dan kalimat-kalimat rayuan, yang di belakangnya tiada lain adalah upaya merusak bangsa Timur dan melenyapkan persatuan Islam, mereka tidak jauh berbeda dengan orang-orang Eropa.”568 3. Kepada Mereka Yang Menghadapi Dengan Tuduhan-Tuduhan Keji Dan Perbuatan Buruk Terhadap Dakwah Kita menyatakan kepada mereka:" ittaqullah!! (takutlah kalian kepada Allah) dan jangan mangatakan sesuatu yang kalian tidak mengetahuinya."569 Kita menjelaskan kepada mereka hakikat sebenarnya tanpa perlu masuk kepada perdebatan dan permusuhan. Kita tidak menyerang mereka dan tidak menyibukkan diri kita dengan hal itu: "Kita tidak menyerang mereka sebab kita butuh memerlukan kesungguhan yang kita gunakan dalam permusuhan itu"570 Imam Syahid menamakan kesungguhan dan usaha yang digunakan untuk membantah mereka dengan "kesungguhan negatif". Sebagai ganti, kita menyampaikan dakwah ini kepada mereka, semoga mereka menerimanya dan kembali kepada manhaj Islam yang mulia. Dalam berinteraksi dengan pelbagai elemen masyarakat, Ikhwan berusaha untuk menghindari tajrih (pendeskreditan) terhadap kelompok atau individu tertentu, walau bagaimanapun tingkat perbedaan yang ada. Bagi Ikhwan, ekspresi ini bukanlah bagian dari manhaj kita dan tidak sesuai dengan adab dakwah dan kemuliaanya. Jama'ah Ikhwan mendukung segala seruan untuk perbaikan Jama'ah ikhwan tidak menolak seluruh perbaikan yang parsial dengan alasan karena perbaikan itu tidak secara keseluruhan (universal), atau ia berasal dari orang lain yang tidak mengikuti manhajnya. Namun ia menganggap bahwa perbaikan ini sebagai langkah positif dalam arena
568

Makalah dengan judul Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya, Imam Syahid tahun 1931 (dari buku: Imam Syahid, Fuad al Hajarsi. Hal. 117 569 Risalah, Al-Muktamar As-Sadis, hal. 216 570 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI), hal. 215

449

perbaikan, dan ia adalah arena yang luas untuk seluruh usaha kebaikan. Jamaah Ikhwanul Muslimin mendukung seluruh usaha ini. Bahkan ia sudah membantunya secara nyata dan berkoordinasi dengannya apabila kondisinya sesuai, dengan tetap memeperhatikan etika tolong-menolong dan kerja sama dengan orang lain. Hal ini tidak menghalangi usaha ikhwan untuk terus melakukan perbaikan secara menyeluruh dan mempersiapkan segalanya. Jamaah Ikhwan tidak diam menyaksikan segala kejadian yang menimpa umat Islam dan realita sulit yang berlalu dengan alasan sibuk melakukan penyempurnaan dan tarbiyah individu mereka, namun aksi, pergerakan dan dukungan terhadap permasalahan umat, usaha dan inisiatif perbaikan adalah bagian prinsipil dari manhaj, pergerakan dan tarbiyah mereka. Inilah ucapan Mursyid 'Am, Musthafa Masyhur ketika menegaskan manhaj yang telah digariskan oleh Imam Syahid. Ustadz Musthafa Masyhur menegaskan, "Sesungguhnya umat Islam adalah umat yang besar. Mereka memiliki faktor-faktor kebangkitan dan kepemimpinan. Mereka memiliki kemampuan, sumber daya manusia, kawasan, sumber daya alam, ditambah lagi peninggalan peradaban dan risalah abadi yang sangat diperlukan oleh dunia saat ini.. Hal ini sudah menjadi keharusan bagi kita untuk memiliki sebuah keputusan. Untuk mencapai itu semua, kita harus melewati dua jalan: Pertama: Memberantas sebab-sebab kelemahan dan kehinaan yang tercermin dalam: 1. Perbedaan dan permusuhan yang sampai bersekongkol dengan musuh untuk saling melindungi antara satu dengan yang lain. Pemerintahan diktator yang menghegemoni di negara-negara Islam, sehingga melahirkan permusuhan antara rakyat dan pemerintah, atau mendorong rakyat melakukan hal negatif dan tidak peduli.

2.

450

3. 4.

Kesenjangan sosial yang menggiring rakyat ke arah permusuhan antar golongan yang dikendalikan oleh kedengkian dan kebencian. Rusaknya sistem perekonomian, akhlak, dan pers yang kian membusuk dalam Negara, yang menghambat perkembangan dan mendorongnya untuk bergantung dan meminta bantuan kepada musuh-musuh negara.

5.

Keterbelakangan dalam pendidikan, riset ilmiah, dan teknologi yang menjadikan kondisi dunia Islam sangat memprihatinkan dibanding Negara-negara yang lain.

6.

Melupakan risalah (agama), menggandrungi kehidupan dunia dan kekekalan di bumi, mengumbar syahwat, dan meniru gaya hidup Barat.

Kedua: Berproses menuju kekuatan 1. Kekuatan maknawi dengan tarbiyah imaniyah, yang mencetak seorang Mukmin yang rela berkorban di jalan Allah dengan segala yang dimiliki, mendahulukan orientasi akhirat daripada dunia, dan mendamba syahid di jalan Allah.

2.

Membentuk keluarga Muslim setelah terbentuknya pribadi Muslim, untuk menciptakan masyarakat Muslim yang benar. Hidup dengan arah yang jelas, yaitu menegakkan kebenaran dan keadilan dengan menerapkan syariat Islam, dan membawa misi: Sebarkan dakwah di seluruh dunia.

3.

Normalisasi hubungan antara pemerintah dan rakyat dengan memberikan kebebasan, menghormati hak, menuruti keinginan rakyat, dan senantiasa transparansi dalam setiap keputusan.

4.

Normalisasi hubungan antara pemerintah dengan rakyat Muslim, bekerjasama dalam segala segmen politik, ekonomi, sains, militer, dan pers, sebagai pengantara sebuah persatuan.

5.

Bergantung kepada manhaj pengembangan diri dan bergantung kepada diri sendiri dalam internal dunia Islam, berinteraksi dengan dunia luar dengan asas kerjasama di atas prinsip persamaan, bukan meminta pertolongan dan pinjaman hutang.

451

6.

Memperhatikan produksi pembuatan senjata, termasuk senjata permusnah masal dengan maksud pembelaan diri; di mana saat ini kita hidup di tengah hutan, kekuatan di atas kebenaran. Apa yang terjadi saat ini seperti Yahudi tidak henti-hentinya memusuhi rakyat Palestina, Suriah, Lebanon dan negara lain, meremehkan dan mengancam seluruh tanah Arab, tidak lain kerena Yahudi mempunyai senjata pemusnah massal, sedangkan Arab tidak. Jika negara-negara Arab meilikinya, maka logat dan gerak langkah akan berubah, dan memungkinkan untuk mengambil kembali hak-hak.571 Perspektif Ikhwan terhadap perbaikan umat menegaskan akan urgensi

pembentukan manusia dan terpenuhinya kebebasan politik dan ekonomi untuk mewujudkan keamanan dan perdamaian, "Kita percaya bahwa manusia adalah salah satu dari poros semesta. Ia adalah sarana untuk mewujudkan pembangunan dan kemajuan. Untuk itu harus dilakukan pemurnian aspek yang menyebabkan naiknya kemanusiaan manusia, meningkatnya karakteristik dan keistimwewaannya dari makhluk-makhluk yang lain. Dimana keimanan terhadap rukun dan kaidah-kaidahnya (baca; ajaran Islam), akhlak dan budi pekerti yang luhur merupakan nilai tertinggi yang dimiliki oleh umat manusia. Maka tidak ada keraguan bagi siapapun yang menghendaki perbaikan, harus berusaha membersihkan jiwanya, membangun kembali jiwanya atas dasar: iman, istiqamah, dan akhlak. Jika tidak, maka perbaikan itu ibarat orang mengukir di atas air dan membangun di udara.572 Jamaah menjaga kesinambungan eksistensi dan keteguhannya dalam setiap interaksi dengan orang lain dan dalam setiap momen yang terjadi. Ia tidak lebur dalam komunitas yang lain, atau melakukan hal-hal di luar arah tujuan jamaah yang sempurna dan jelas, atau berada di bawah panji selain panji dakwah yang memproklamirkan dan menjunjungnya. Jamaah juga

571

Risalatu-l Ikhwan, Edisi 228, Muharram 1422 H-20 April 2001 M, Makalah: (AlHaqqu Laa budda an tahmiyahu al-quwwah) punya Mursyid Aam Ustadz Mushthafa Masyhuur. 572 Min mubaadarati-l Ikhwan li-l Ishlaah

452

bukan binatang tunggangan bagi arus tertentu atau terpengaruh dengan hawa nafsu. Imam Syahid berkata, "Harus jelas bahwa Ikhwanul Muslimin berpegang teguh dengan dakwah mereka, berdiri di atasnya, tidak bekerja untuk dakwah selain dakwah mereka, tidak untuk manhaj selain manhaj mereka, dan tidak terwarnai oleh warna selain Islam. Na'uzubillah jika suatu saat kita tidak mendakwahkan al-Quran dan ajaran-ajaran Islam."573 Jamaah membaca Konstelasi Politik dengan baik: Sejarah perjalanan gerakan Ikhwan, interaksi dan sikapnya terdahap fenomena yang terjadi tampak jelas pandangannya yang jauh dan tidak terpedaya dengan tampilan luar yang menyilaukan, atau promosi-promosi palsu atau usaha pemalingan perhatian dalam beberapa proyek yang gagal. Ia mengenal dengan kesadaran dan mendalam akan kadar kekuatan, tujuan, target, aturan main beserta dimensinya, sisi yang terlihat dan tersembunyi, baik lokal maupun internasional. Kami tahu bahwa siapa yang memiliki hak memberikan peluang kepada kami untuk ikut serta dalam kerja eksekutif dan masyarakat juga memiliki hak untuk melarang kami melakukannya, maka suasana tenang tidak akan menipu kami dan kami tidak akan terkejut dengan perubahan mendadak. Dengan demikian pemanfaatan dan turut serta di dalamnya bukanlah peluang positif bagi kami, kecuali jika atas kehendak kami dan berada dalam aturan kerja yang diperankan secara aktif oleh seluruh kaderkader jamaah, demi mewujudkan target yang diinginkan. Sebenarnya perspektif yang salah dalam hal ini adalah bahwa: kemungkinan kami menyingkat waktu, menerjang realita, masa bodoh dengan target dan rencana orang lain, mengasumsikan kebenaran mereka tanpa bukti jelas, kemudian setelah itu kita menganggap bahwa di sana ada kesempatan bagi jamaah. Perspektif seperti ini memandegkan rencana dan merusak waktu. Kita semua harus mengetahui bahwa jamaah dengan segala
573

Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI), hal. 213

453

          Artinya: "Dan Tiadalah Kami mengutus kamu. akan tetapi sikap kita masih dan tetap —dengan pertolongan Allah— dibangun di atas syariat dan prinsipprinsip kita. dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik". berupa kemampuan pemikiran dan kelambagaan. Kami tidak membangun pemikiran dan perspektif kita di atas hawa nafsu dan kecenderungan individu yang tertolak. Maha suci Allah. dengan karunia Allah akan mampu bergerak bersama dengan realita yang ada. aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata.S Al Anbiya: 108) 454 . semua ini atas karunia dan kehendak Allah. dan segala kemampuannya dengan kesungguhan para aktivisnya yang saling melengkapi berupa penelitian. (Yusuf: 108) Sepanjang sejarah Jamaah —dengan karunia dan izin Allah—tidak seorangpun mampu menggiringnya sesuai dengan ambisi individu atau mengikuti hawa nafsu. yaitu pondasi dasar Islam. Syariat Islam mencakup hak asasi manusia seluruhnya.                                Artinya: "Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku. dan berinteraksi terhadap setiap perubahan tanpa menyentuh pondasi prinsipnya. melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. muslimin maupun non muslim. dan penguasaan terhadap tuntutan marhalah—marhalah apapun—. pengalaman yang diakui. pendalaman. Dengan demikian secara jelas tidak ada permusuhan dengan siapapun dan tidak ada penghilangan hak. (Q.kemampuan yang dimilikinya.

Dalam hal ini kita tidak melegalkan terorisme dan tidak pula sepakat dengan pengaliran darah manusia tanpa alasan yang haq. (Q. Kami —atas karunia Allah— adalah para penyeru perdamaian. orang yang memanfaatkan keberadaan mereka. memperjuangkan hak. berarti memusuhi kita dan busur panahnya mengarah kepada kita. Untuk itu kami tidak pernah rela dengan kezaliman. yang bekerja di dunia manusia karena Allah dan atas petunjuk Rasulullah Saw. Kami adalah bagian dari para dai kebenaran. para dai rabbani. membawa panji Islam dan memperjuangkannya. 455 . tidak tinggal diam menyaksikan kezaliman. orang-orang yang takut mereka.                        Artinya: "Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum. melanggar kesuciannya. jamaah dari kaum Muslimin. dan sekelompok lain yang berada di sekeliling kita.S Ibrahim: 46) Kita juga tidak boleh melupakan hakikat Zionis. kejujuran dan keikhlasan dalam setiap perkataan dan perbuatan. Amerika. Kita mohon kepada Allah dalam memperjuangkan itu semua. berusaha memanipulasi pandangan Islam. membantu dan menyokongnya dengan segala kemampuan yang kami miliki. mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil. para pendukungnya. dan berjalan bersama siapapun yang memperjuangkan haknya. dan bertakwalah kepada Allah. karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Berlaku adillah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Kami menganggap bahwa siapapun yang menyerang Islam.

dan tentunya juga memiliki musuh serta orang-orang yang akan melumpuhkannya. dan perjuangan ini akan menghabiskan waktu yang panjang –sesuai kehendak Allah-. yang memiliki target dan tujuan yang jelas. dan kami sesungguhnya bukan para propagandis perang dan bukan pula penumpah darah.Kami menjunjung tinggi nilai kemanusiaan seperti yang Allah gariskan dalam firman-Nya:       Artinya: "Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam. dan kami tidak akan menjadi pengusung proyek yang lain.Kami tidak akan tunduk dan menyerah kepada musuh                        Artinya: "Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira. Permusuhan terhadap Dakwah. bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. (Q.S Ibrahim:42) Kami adalah para pengusung proyek kebaikan untuk kemanusiaan seluruhnya. Kami selalu siap untuk berdialog dengan seluruh umat manusia dan bekerjasama dengan seluruh penyeru kebaikan. Institusi dan Anggotanya: 456 . ." (Al-Isra': 70) Kita adalah pemilik proyek Islami untuk perbaikan. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. memiliki sarana dan rencana dan sarana.

Ikhwanul Muslimin memilih menyikapi penyiksaan dan intimidasi dengan bersabar. menyatukan komitmen. Penyelesaiannya mesti berdasarkan bahwa proses pembelaan itu benar secara hukum. Ikhwanul Muslimin lebih memilih mengambil jalur hukum ketimbang konfrontasi fisik. ujar beliau. berkomitmen akan meneruskan perjuangan dakwah meskipun semua itu akan melahirkan benturan konstitusi dan pergulatan politik. Membela diri dan menyikapi permusuhan individual hanya ketika terjadinya penyiksaan fisik demi menampik adanya bahaya. Mereka lebih berkonsentrasi membina anggotanya dengan menanamkan kesabaran dan kesanggupan memikul beban. Menempuh sarana damai melalui jalur hukum untuk menghindari kekerasan. ruang-ruang gerak. dan aktivitasnya. Pembelaan ini pun hanya mereka upayakan saat iklim permusuhan melanda. berikut: 1. Antusias menciptakan dan menjaga iklim aman bagi perjalanan dakwah. dalam rangka menghadapi segala tantangan tersebut. atau lembaga kemasyarakatan dan aliran pemikiran terhadap eksistensi dakwah dengan segala aktivitasnya sudah pernah diproyeksikan oleh Imam Syahid bakal terjadi. Dan. juga atas pertimbangan akan membawa kemaslahatan bagi dakwah. 2. Mereka berkomitmen tidak menempuh kekerasan dalam sistem dan pola pergerakannya. Dalam hal pembelaan diri. Tidak terpancing melakukan tindakan konfrontatif atau sibuk mengurusi konflik yang tidak substansial. intimidasi dan perselisihan yang muncul dari sebagian individu. "Kita akan menghadapi permusuhan dan penentangan dahsyat dari mereka".Gelombang permusuhan. Sementara bila pemerintah dan institusinya yang menggelar permusuhan. makanya perlu memohon pertolongan kepada Allah Swt. dan patuh terhadap pemimpin. 5. Mereka memahami bahwa itulah tabiat dakwah yang mesti dilalui. Kita bisa meneladani 457 . Sembari merapatkan barisan. tidak lebih. 4. Alternatif damai tersebut bahkan mereka kawal dengan memelihara beberapa pointer. 3.

Maka hal itu tidak perlu dipermasalahkan. yang berupa kegiatan-kegiatan alternatif yang baik dan bermanfaat. tapi juga melihat kepentingan negara dan dakwah secara utuh. mereka tetap berusaha memperjuangkan nilai-nilai kebaikan dan proses perbaikan seelastis mungkin. Walaupun sampai pemerintah turun tangan memusuhi dan melakukan kebiri. beserta para sahabatnya terkait pola penyikapan seperti ini.Rasulullah Saw. seperti shalat 'Id. "Terkadang beberapa organisasi melakukan beberapa kegiatan yang mirip dengan aktivitas dakwah atau menciptakan alternatif untuk menggantikan kegiatan dakwah dengan baju yang beragam. "Mereka bukan sebagai Ikhwan dan bukan seorang muslim". Maka untuk kegiatan kedua ini. Ini karena mereka tidak sebatas mempertimbangkan kepentingan jamaah saja. proyek-proyek Takaful. Yang keluar dari koridor ini –melakukan tindakan kekerasan. atau hendak menyaingi kegiatankegiatan dakwah. pengekangan aktivitas jamaah. menciptakan aktivitas yang bisa menjauhkan masyarakat dari aktivitas dakwah dan hal itu sebenarnya tidak bermanfaat bagi masyarakat. dan penangkapan anggotanya. kompetisi dalam kebaikan. Demikian yang beliau klarifikasikan kepada publik terkait merebaknya isu bahwa ada sebagian oknum Ikhwanul Muslimin yang melakukan aksi kekerasan. dan lainlain dalam rangka menghancurkan identitas sebagai muslim.beliau nyatakan secara tegas. Kedua. kita harus memboikotnya dan menjauhkan masyarakat 458 . Imam Syahid menolak aksi kekerasan dalam menghadapi kepongahan rezim penguasa. Kegiatan ini secara umum terbagi dalam dua hal: Pertama. dan lain-lain. walaupun dengan niat ingin berkompetisi dengan kegiatan dakwah atau hendak membekukan peran kita. menyesuaikannya dengan denyut kondisi yang tengah berkembang. dengan tujuan menjauhkan masyarakat dari dakwah. Seperti mendirikan beberapa club-club pelajar dan asosiasi tertentu.

21 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). hlm. tipe muslim pejuang."574 Imam Syahid Hasan Al-Banna pernah mengatakan hal senada dalam Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). dan tentunya dengan cara-cara yang baik. orang kafir yang mendapat jaminan perjanjian. Imam Syahid mengatakan –terkait mengenai barometer interaksi seorang saudara seiman dengan saudaranya yang lain. hlm. yang merupakan kebatilan. tipe muslim pendosa.darinya." Adapun Islam telah menetapkan pola (hukum) bagaimana seorang muslim berinteraksi dengan tiap prototipe tersebut. akivitas-aktivitas positif dan bermanfaat yang dapat mengalihkan pandangan dan membuat banyak yang membicarakan. elegan dan menggunakan nasehat kebenaran. Musthafa Masyhur. Melalui pertimbangan pembagian tipe manusia seperti inilah seseorang akan diukur loyalitasnya dan konfrontasinya terhadap Islam. maka isu yang baru akan menggeser isu yang lama. tipe muslim apatis. 369 459 ."575 Persaudaraan dalam Perspektif Ikhwan Ikhwanul Muslimin memposisikan Islam dan hukum-hukumnya sebagai landasan dalam membangun interaksi sosial sesama manusia dengan beragam warnanya. bahwa rumor (desas-desus) dan dusta tak boleh dibalas dengan perlakuan yang sama. "Bagi seorang Akh. Namun. kafir netral. hendaknya disikapi dengan melakukan perbuatan sebaliknya.576 574 575 Risâlah: Ru`yah Wâdhihah. 95 576 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). Aplikasi itu didukung oleh kematangan pemahaman terhadap Islam dan pengejawantahannya secara bijak. "Saya mendapatkan manfaat yang banyak dari sirah dakwah dan aktivitas sosial di masyarakat. dan kafir yang memerangi Islam. hlm. manusia terbagi dalam enam prototipe.

kerusakan akidahnya. pelanggaran hak asasi manusia misalnya perlakuan zalim. Nah. Usaha menjauhi praktek vonis subyektif ini demi menjaga agar tidak terjadi kerunyaman dalam memandang persoalan. Tipe muslim pendosa: pengkategoriannya disesuaikan dengan besarkecilnya dosa dan maksiat yang ia kerjakan. padahal ia tidak memiliki uzur yang menghalanginya melakukan itu. ia digolongkan sebagai muslim pendosa. kelewat batas. bila model manusianya begini. Seperti. seorang muslim yang sampai berpendapat bahwa darah dan kehormatan umat Islam hukumnya halal. Contohnya. tidak menjadikannya seolah sebagai hakim bagi kepribadian orang lain. Termasuk dalam kategori apatis. bahwa barometer cinta dan benci karena Allah berpagut hanya kepada perbuatan dan kesalahannya saja. Tipe muslim apatis: golongan yang ini adalah muslim yang hanya maunya berpangku tangan tidak turut berkontribusi memperjuangkan Islam dan melakukan perbaikan. Apa yang terlihat tersebut kemudian akan digunakan sebagai pertimbangan dalam pola interaksinya terhadap mereka. Yang ia lakukan hanya melihat. jadi bukan dilumuri oleh tendensi personal. 460 . Sampai kepada loyalitasnya kepada orangorang zalim dan membantu menciptakan makar terhadap Islam dan umatnya. mengamati secara lahiriah saja.Tipe muslim pejuang: tercakup juga orang yang berijtihad kemudian salah memutuskan langkah atau prosesnya. ● Berdasarkan hukum Islam dan perspektifnya dalam memandang pola interaksi seorang saudara muslim dengan sesama manusia. memusuhi. Dari permasalahan amal ibadah. Apakah ijtihad tersebut dalam tatanan akidah atau amalan. Dengan catatan bahwa ia tidak sampai terjerumus kepada maksiat dan dosa dengan perantaraan ijtihadnya tadi. umat Islam yang awam terhadap agamanya sehingga tidak bisa memberi sumbangsih apapun bagi kemenangan Islam.

Kami akan hidup damai berdampingan. Mereka adalah saudara terdekat kami. menguatkanmu— bahwa Ikhwanul Muslimin memandang manusia berdasarkan kemanusiaannya menjadi dua bagian: Pertama. Kami mengikat mereka dengan ikatan suci. kitab–Nya. yaitu ikatan akidah. Di bumi manapun mereka tinggal. siap mengayomi mereka. Hubungan sosial tersebut sifatnya lentur. Imam Syahid mengatakan. dan apa yang disampaikannya. dari keturunan siapapun mereka berasal. sebab yang kami bawa merupakan kemaslahatan bagi seluruh manusia. 577 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). jika mereka melakukan hal serupa. Mereka juga beriman kepada Rasulullah Saw. Kami akan selalu bersama mereka. Kami akan menyukai kebaikan mereka. Kami akan mengajak mereka untuk mengimani apa yang kami sedang perjuangkan. kami akan merespon permusuhan tersebut dengan respon terbaik577. berbuat demi kemaslahatan mereka. ikatan akidah lebih suci ketimbang hubungan darah dan tanah air. Ikatan antara kami dengan mereka adalah ikatan dakwah. Sebab ia adalah motor (penggerak) dakwah yang memang bertujuan untuk mendakwahi mereka melalui sarana interaksi. 24.● Dengan batasan yang jelas dan pertimbangan yang matang melihat kepribadian seseorang. Siapa pun yang menyulut api permusuhan. Bagi kami. Kedua. dan mengorbankan harta bahkan jiwa kami. maka Islam atas nama dakwah tidak pernah melarang seorang muslim mengadakan interaksi dengan semua prototipe manusia ini. hal. "Ketahuilah —semoga Allah Swt. 461 . kaum yang meyakini Allah. kaum yang sama sekali tidak beriman. Kami akan berjalan mencapai kesuksesan dakwah menggunakan bermacam cara dan sarana yang tidak bertentangan dengan Islam. kami tidak mengikat mereka dengan ikatan akidah. bila mereka berkenan mengekang hasrat permusuhan. dan mengimaninya.

tidak obral janji. ● Seorang Akh mestilah berupaya menghiasi diri dengan prilaku dakwah dan akhlak seorang dai. santun bertutur-kata. tapi kami mengharap kepada kelompok yang lain sekalipun itu bersebrangan dengan Ikhwan agar tetap menciptakan hubungan baik dengan mereka melalui dialog. dan tidak arogan. dan mengendur dalam mengaktualisasikan pedoman dakwah. semua itu merupakan modal untuk mencintai kebaikan pada orang lain. yang menjajah negeri-negeri Islam dan rakyatnya. dan nasehat yang baik. tidak membalas keburukan dengan keburukan serupa. 462 . saling membantu dalam kebaikan. dan seterusnya. Semua ini merupakan tuntutan. Sebab. menahan emosi dan lapang dada. tentang bagaimana Nabi Muhammad Saw. plin-plan. yang tercermin misalnya: menjadi pendengar budiman bagi orang lain.Kalau pun kami memberikan pengecualian dalam hal interaksi dengan orang-orang yang memerangi Islam. tidak menjadikan selisih dan perselisihan sebagai kaidah interaksi. menyampaikan dakwah dengan sebaik-baiknya. yang merampas hak-hak kemanusiaannya. mampu pengertian. berinteraksi dengan Fir`aun. Kita juga berusaha agar ucapan kita selalu jujur dan tepercaya. Kita memiliki cerminan terkait terma di atas yang termaktub di dalam Alquran tentang bagaimana Nabi Musa as. konsisten mengaplikasikan etika Islam dalam membina hubungan sosial. membudidayakan pemuliaan terhadap orang lain. selalu membalas dengan yang lebih baik. memberikan keteladanan. Ini sama sekali tidak menimbulkan kontradiksi antara penguatan dakwah dan keyakinan terhadap kebenarannya. bahkan etika-etika tersebut justru merupakan bagian dari dakwah sekaligus penopangnya. dan menempa diri menjadi suri tauladan bagi sesama sebagaimana layaknya pribadi muslim ideal. menjauhi segala bentuk kekeliruan. tidak berburuk sangka. berbicara dengan bahasa hati supaya juga mengena ke hati. sembari mengontrolnya agar tidak sembrono. seksama dan bijak menilai orang lain. keteladanan.

yaitu: sisi pemahaman dan akidah. ● Dalam proses pembinaan dan pembentukan individu butuh pada tiga cakupan. kaum yang mereka cinta kepada Allah dan Allah pun mencintai mereka"578. tunjukkan kepada manusia seluruhnya dengan kemuliaan dan kekuatan.mengusahakan agar kebaikan demi kebaikan itu sampai kepada mereka. Jadi. Kepercayaannya untuk menjalankan syariat Islam. karena ia merupakan akumulasi semua kebaikan. dan membantu menyebarkan ajaranmu. Serta penerus yang berkomitmen akan menghidupkan Islam kembali di saat manusia tengah mabuk diperbudak nafsu dan tidak kuasa memikul tanggung jawab ini. Kemudian tidak mudah terpengaruh oleh penolakan orang lain. dan tidak ada lagi orang lain yang akan menyampaikannya. sisi jiwa dan perasaan. dan dakwah selain Islam masih terselubungi oleh beragam ketidaksempurnaan. Kalian merupakan pewaris Rasulullah Saw.hlm. Jika ada yang menolak. maka dakwah kalianlah yang paling berhak sampai kepada manusia. ia menjadi patner kerjamu. yakinlah bahwa Allah pasti akan mendatangkan satu kaum menggantikan mereka. tidak ada yang bakal menyamai dakwah kalian. serta sisi moral dan perilaku. Dakwah itu sesungguhnya sudah sangat memadai. Siapa yang mendukung perjuangan kalian. terimalah dakwah sebagai kewajiban kalian. Imam Syahid pernah berpesan tentang hal itu: "Saya ingin menjelaskan kepada kalian secara gamblang bahwa dakwah kalian ini adalah dakwah terbaik yang mengakui hakikat kemanusiaan. Jika kalian mampu seperti itu. menggairahkan kepekaan akan ketinggian nilai dakwah sehingga menjadi pemicu bagi peluhuran moralitas mereka. dengan penuh suka–cita ia menjadi saudaramu. ia akan turut memelihara stabilitas keimananmu. 363 463 . dan tidak menyibukkan diri dengan hal itu. Penerus khalifahnya yang memegang Alquran sebagai landasan hidup. 578 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna).

dasar acuan. Ia berusaha mendarahdagingkan penjiwaan tentang hakikat seorang da'i dalam bentuk cinta dan antusiasnya terhadap dakwah dengan sesungguh–sungguhnya. dan tujuannya— seorang Akh mesti benar-benar yakin bahwa itu merupakan sesuatu yang hak dan benar. Menerima segala hal yang sesuai dengan tunjukan syariat Islam dan kebenaran walaupun itu datang dari selain kita. terpelihara dari dosa dan kesalahan. berbesar jiwa. kaidah asal. acuan dasar dalam Islam dan dakwah Ikhwan. Memenuhi jiwanya dengan keyakinan bahwa Allah Swt. ini hanya dilegalisasi pada hal-hal yang sifatnya parsial di seputar permasalahan ijtihad. eksperimen kelompok.Untuk sisi pemahaman dan akidah —beranjak dari akidah Islam. maka "Hikmah adalah milik orang beriman. 464 . tanpa sampai menyombongkan diri. dan dari pihakpihak yang bersebrangan dengan kita. ragu-ragu. bahwa keberhasilan dan kebenaran tidak akan tercapai kecuali dengan menapaki jalan. Ia mampu peka membedakan yang baik dan buruk berdasarkan keseimbangan dan batasan fiqih. di medan ikhtilaf dan ijtihad ini tidak ada seorang pun yang dinobatkan sebagai manusia suci. tujuan dan manhaj ini. berkarakter dai. Nah. Sementara berkaitan adanya kebenaran absolut dan relatif. pasti akan membantunya meskipun rentang waktunya belum diketahui. Siapa yang bersebrangan dengan ketetapan dimaksud maka ia telah menjauhi kebenaran. mampu memahami secara jelas dan konsisten. bukan pada hal-hal yang bersifat paten (qath`i) dari Allah Swt. seorang Akh harus meyakininya. menahan amarah. Mengenai tujuan. tidak memberat–beratkan atau meringan– ringankannya. dakwah mulia. Adapun pada tataran ikhtilaf. keberimanannya terhadap dakwah. tertanam kebencian terhadap segala bentuk kemaksiatan dan penyimpangan syariat. tidak keliru. atau bahkan bimbang sekali. seorang Akh di dalam hatinya mesti merasakan kemuliaan dengan dakwah ini. ijtihad personal. ialah yang paling berhak mengambilnya". siapa yang mendapatkannya. konsistensinya. Untuk sisi jiwa dan perasaan. Mengekang jiwanya agar selalu selaras dengan aturan Islam. dan lembut kepribadiannya tanpa sampai merasa lemah.

dan keridaan. Sebab disana ada perbedaan yang kontras antara kebenaran dengan kebebasan. baik dari konteks akidah. (Q. perbuatan. dan tujuannya. atau bahkan 465 . dan seterusnya. baik dalam tutur–kata. landasan. sesungguhnya Islam memang memberikan kebebasan bagi mereka untuk berkeyakinan sesuai kehendak mereka. keberterimaan. telah berfirman. Sesungguhnya Telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. (Q. tidak. bila salah satunya mengalami gangguan maka hal itu akan membawa pengaruh bagi ketidakmaksimalan seorang Akh berinteraksi dengan orang lain. dan barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir". Semua yang ada tersebut dari tiga cakupan tadi harus dimiliki oleh seorang Akh muslim. ● Terkait dengan pembahasan lain yaitu masalah dakwah kebatilan.                    Artinya: "Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam).S Al Baqarah: 256)       Atinya: "Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman. Sebagaimana yang telah kami kemukakan pada halaman sebelumnya. antara berinteraksi secara baik–baik. bahkan mendakwahkan keyakinan tersebut.S Al Kahfi: 29) Tetapi saya tidak akan mengatakan bahwa mereka berhak atas kebenaran atau supaya saya bisa cenderung menerima kekufuran mereka.Untuk sisi moral dan prilaku: itu semua meliputi adab-adab Islami yang mesti diaplikasikan seorang dai ketika berhubungan dengan orang lain. Allah Swt. Maka benar tidak ada paksaan dalam agama.

membaca tulisan-tulisan kami dan apa saja yang terkait dengan kami –baik dari jauh maupun dari dekat-. Imam Syahid telah menjelaskan bagaimana cara berinteraksi dengan keempat tipologi ini. biarkanlah mereka bersama keraguannya. Setelah itu insya Allah hati mereka akan tenteram dan dapat menerima kami. sembari disarankan agar mereka tetap berhubungan dengan kami lebih dekat lagi. Kedua. yaitu: golongan mukmin (yang meyakini). mengunjungi klub-klub kami dan berkenalan dengan saudara-saudara kami. suara para da'i akan semakin meninggi. Mereka bimbang dan ragu. oportunis (golongan yang mencari manfaat). maka tiap-tiap orang itu memiliki salah satu dari empat tipologi dalam perspektif kami: Pertama. dan agar dengan tambahan suara mereka. Karena memang ada kebebasan sebebas-bebasnya bagi manusia untuk meyakini apa yang ia cenderungi yang kemudian ia akan menerima hasil dari keyakinan yang menjadi pilihannya. Golongan Mukmin: Mereka adalah orang yang meyakini kebenaran dakwah kami."pemaksaan" agar menganut agama Islam. percaya kepada perkataan kami. mengagumi prinsip-prinsip kami. golongan yang ragu-ragu. Akan halnya golongan ini. dan golongan yang berprasangka buruk. 466 . ● Manusia sebagai obyek dakwah Ikhwan terbagi kepada empat penggolongan. yang menjadi pengikut para rasul di zaman dahulu. Di dalam Islam sudah ada hukum (peraturan) yang dijelaskan oleh para ulama fiqih untuk memberikan batasan menyangkut bentuk-bentuk akidah ini. Golongan Yang Ragu-ragu: Boleh jadi mereka adalah orang-orang yang belum mengetahui secara jelas hakikat kebenaran dan belum mengenal makna keikhlasan serta manfaat di balik ucapan-ucapan kami. dan menemukan padanya kebaikan yang menenangkan jiwanya. "Apa saja yang kami obsesikan dari orang lain. Begitulah juga tabiat golongan manusia peragu. Kepada orang seperti ini kami mengajak untuk segera bergabung dan bekerjasama bersama kami agar jumlah mujahid semakin banyak.

hidup dan matinya. kami adalah orang-orang yang miskin harta dan popularitas. agar berkenan memperlihatkan kepada kami dan kepada mereka kebenaran 467 . akhirat. Golongan yang Berprasangka buruk: barangkali mereka adalah orang-orang yang selalu berprasangka buruk kepada kami dan hatinya diliputi keraguan atas kami. Kami percaya. "Menjauhlah! Di sini hanya ada pahala dari Allah jika kamu memang benarbenar ikhlas. dan tidak berbicara tentang kami. kami memohon kepada Allah Swt. Oportunis (Golongan Yang mencari keuntungan): Boleh jadi mereka adalah kelompok yang tidak ingin memberikan dukungan kami sebelum mereka mengetahui keuntungan materi yang dapat mereka peroleh sebagai imbalannya.Ketiga. harta. dengan harapan bahwa Allah akan meridhai. kecuali dengan pembicaraan yang sinis. sungguh Allah tidak membutuhkan orang yang tidak melihat hak Allah-lah yang pertama harus ditunaikan. hal itu akan mendorongnya bergabung dengan barisan Allah. Ada yang ada padamu (manusia) akan habis musnah. kesinisan. dan apa yang ada di sisi Allah akan abadi. Kecongkakan telah mendorong mereka terus berada pada keraguan. Saat itu. Adapun kami. dengan harapan bahwa kami dan dengan segenap kemampuan yang ada pada kami. dan gambaran negatif tentang kami. dengan segala kemurahan hati mereka akan mengorbankan seluruh hartanya demi memperoleh balasan Allah di akhirat kelak. Semua yang kami lakukan adalah pengorbanan dengan apa yang ada di tangan kami dan dengan segenap kemampuan yang ada pada kami. Kepada mereka ini. Bagi kelompok macam ini. kami hanya ingin mengatakan. Dia-lah sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong. dunia. niscaya mereka akan tahu bahwa sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah itu jauh lebih baik dan lebih kekal. Mereka selalu melihat kami dengan kaca mata hitam pekat. Andaikan tidak demikian. dan surga-Nya jika ia melihat ada kebaikan di hatimu. pada diri. Keempat. Bila kelak Allah menyingkap tabir kegelapan dari hati mereka dan menghilangkan kabut keserakahan dari jiwanya.

‫أللهم اغفر لقومي فإنهم ل يعلمون‬ "Ya Allah Swt. dan orang-orang yang melakukan perbaikan. Agar berkenan menunjuki mereka. Terhadap mereka kami menggunakan semboyan yang pernah diajarkan oleh Rasulullah Saw. sembrono yang hanya mementing urusannya sendiri dan kalau tidak mengurusi dirinya ia akan mencemooh jamaah. ampunilah kaumku. kepada orang lain. 2. Walaupun begitu. 15. "Kami melihat mereka beragam."579 Beliau juga mengatakan. yang kemudian membuat hati tidak cenderung kepada mereka. dakwah. hlm. Orang yang suka menghina. sarana. Agar berkenan menunjuki kami dan mereka ke jalan yang lurus. Tipe Banyak Tanya dan Kritis terhadap Dakwah Imam Syahid mengklasifikasikan tipe banyak bertanya dan suka mengklaim buruk terhadap dakwah kepada lima kategori. yaitu: 1. Memang hanya Allah-lah yang dapat menunjuki mereka."580. pembohong. hlm. sesungguhnya mereka belum mengetahui. ide. Orang yang lalai terhadap dirinya. 468 . dan keyakinan. ia tidak punya obsesi. kmai tetap mencintai mereka dan berharap bahwa suatu saat mereka akan sadar dan percaya pada dakwah kami. Kami memohon kepada Allah Allah Swt. serta memperlihatkan kebatilan sebagai kebatilan dan memberi kekuatan kepada kami untuk menjauhinya. 579 580 60 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). diresume.sebagai kebenaran dan memberi kekuatan kepada kami untuk mengikutinya. berwarna– warni. Kami akan selalu mendakwahi mereka jika mereka mau menerima. Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. bermacam-macam. dan kami juga berdoa kepada Allah Swt.

dimana ia akan mencobanya dan tidak mau stagnan.3. kami tidak memiliki jawaban apa-apa untuk mereka kecuali cukup mengatakan: Kesejahteraan semoga tercurah kepada kalian. Ada satu kelompok yang lain di antara manusia. yang kuantitasnya sangat sedikit. Orang yang mengelabui dengan kata-kata manis. sehingga dengan kemenangannya itu ia jadikan sebagai justifikasi penolakannya terhadap dakwah dan penentangannya. 469 . jika ia kemudian menemukan kebaikan ia akan memberikan support. tidak ada yang ia lakukan kecuali dua hal: turut mengerjakannya dengan kesungguhan atau bersikap lemah–lembut. ia akan berkenan meluruskan. Keingintahuan yang membuncah dari kalbunya. padahal ia tahu bahwa ia telah mendustai dirinya sendiri. supaya dibilang orang: dia berilmu. Ia melakukan segala hal dengan cermat. orang yang apabila didakwahi. mereka akan mengajukan pertanyaan penuh keingintahuan dan keikhlasan. memperindah penampilan. Orang yang acapkali ingin melemahkan orang yang mengajaknya kepada kebaikan. Kami tidak memiliki kecenderungan terhadap keempat tipikal manusia ini. ia melakukan semua itu demi menutupi segala kekurangan dan kelemahannya di mata manusia. [Masuk juga dalam kategori ini orang yang sengaja menyerang dakwah demi meraup materi duniawi. Golongan ini adalah generasi yang hilang. ia akan mengerjakannya jika memang ia sudah mengerti dan memahami langkah-langkahnya. kami tidak menginginkan orang-orang yang bodoh.581 581 61 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. Yaitu. 4. hlm. harapan yang dinantikan. 5. dan sebagai sarana untuk cari muka (pendekatan) kepada penguasa dan pemerintah]. sebaliknya jika ia mendapati ada sesuatu yang melenceng. Kami yakin jika terdengar di telinganya seruan dakwah kami. dia serba hebat.

dan perkumpulan. dan negara adalah bagian dari Islam. Golongan kanan dan kiri. Maka kami nyatakan bahwa sesungguhnya Islam lebih luas dari sekadar sebuah referensi. dsb. Ikhwan tidak pernah mengklaim diri akan mendirikan sebuah negara teokratik. sebab semua umat Islam adalah pemuka agama. Supaya dengan begitu. Islam itu merupakan negara dan tanah air. dimana kita hanya merujuknya untuk menyelesaikan sebagian problema. dan bukan sebagai pengganti dari masyarakat sipil (civil society). tapi ia adalah sebuah sistem (dasar) yang integral. pemerintahan dan rakyat. tempat bersatunya umat. kekuatan. Demikian pula dengan istilah dan kalimat yang bertendensi penggolongan pemikiran. Pemahaman yang mendudukkan Islam hanya sekadar sebuah referensi saja. seperti: kekuatan modernisme dan konvensionalime. tidak sekadar masyarakat sipil yang menganut referensi umum Islam. tidak stagnan apalagi radikal. Kita hidup dan membina masyarakat sesuai landasan Islam dan karakternya. Semua kalimat dan terma tersebut tidak memiliki standarisasi.Tipuan Kata-kata dan Istilah Ikhwan menolak memakai istilah yang tidak jelas. ungkapan yang keliru. dan melalui cara tertentu. karena masyarakat sipil. Oleh karena itu kami tidak sependapat dengan istilah "pemuka agama". kebudayaan. Jadi. Sebagian pihak ada yang menaruh curiga terhadap tujuan dan landasan dasar Ikhwan. ia yang mencetak karakter seluruhnya dengan karakter kebertuhanan. Islam yang kami serukan bukan agama pendeta. Ia adalah pandangan hidup yang komprehensif. menurut yang digariskan oleh Islam. padahal di dalam Islam sesuatu itu 470 . Islam juga berobsesi memajukan umatnya hingga kuasa mendunia agar dengan proses tersebut dapat memberikan kontribusi rillnya berupa perbaikan (reformasi) hakiki di alam ini. kita bisa menjadi masyarakat Islam yang mampu mewujudkan tatanan kota dan peradaban ideal dengan beragam pemaknaannya.

yang demikian itu tidak berhasil mengguncang Ikhwan. perdebatan. dan penunjukan bukti serta dalil merupakan media pem-filter antara yang benar dan yang salah.distandarkan menurut tunjukan syariat. Tidak ada seorang pun yang boleh mengklaim diri sebagai orang suci setelah Rasul Saw. Dan. tidak juga memberi sesuatu yang buruk bagi mereka. dan kroni— kroninya secara berkesinambungan diarahkan kepada Ikhwan … dilema tersebut tidak akan pernah berhenti. Dan. dan Apakah Jaminannya ● Ikhwan juga menolak seseorang memonopoli Islam atau mencabutnya dari orang lain atau ia memposisikan dirinya sebagai seorang pewasiat absolut. Dialog. Mengimani bahwa perbedaan (ikhtilaf) pendapat akan selalu ada dalam konteks kefiqihan. Sanggahan terhadap Klaim Monopoli. Bukan berarti orang yang menyerukan hal itu —landasan Islam— sebagai syiar atau menempatkannya sebagai percontohan dari Islam menurut kapasitas pemahamannya. karena yang menjadi standar adalah Islam. masalah benar dan salah sesungguhnya terbuka bagi pendapat dan program siapa pun. Pembatasan seperti ini tidak dibenarkan dalam etika kebebasan. ● Beragam tuduhan palsu dan klaim batil dari penguasa. baik bagi Ikhwan sendiri ataupun bagi yang lain. Demikian pula seseorang dilarang untuk menisbatkan diri berislam dengan alasan orang lain tidak ada yang marah dengan perlakuan tersebut. Islam membentang lebar-lebar masalah tersebut kepada umatnya dan Islam sudah memahat kode etik legal yang memelihara kebebasan berpendapat dan berkeyakinan. Akan halnya substansinya akan terbatas pada realitas. tidak menuntut untuk berkelit-kelit kata atau memutar balik klaim. Imam Syahid sangat mewanti-wanti agar kita jangan sampai mencoba berekayasa kata untuk mengelabui sebuah kenyataan yang berlaku. Ikhwan tidak membuat klaim kesucian bagi anggotanya. disebut memonopoli Islam atau membatasi orang lain. 471 .

memantapkan keberpahaman mereka. maka Ikhwan dalam pola perbaikannya tidak menggunakan jalur revolusi atau berkonfrontasi menggulingkan pemerintah. dimana hal ini terjadi pada banyak gerakan revolusi. mereka menargetkan pencapaian awal untuk membina masyarakat. Ikhwan belum akan mau memegang tampuk kekuasaan sebelum memadainya pembinaan masyarakat dan terealisasinya target mereka. walaupun mereka sendiri tidak memahami dengan jelas bagaimana sesungguhnya dakwah Ikhwan itu. Pihak-pihak yang bersebrangan dengan Ikhwan terus saja melemparkan tuduhan terebut. maka Ikhwan berusaha untuk mengetengahkan program-program dan target mereka demi mentarbiyah individu dan masyarakat. Ikhwan tidak memakai slogan palsu untuk menutupi kedok sebenarnya. gerakan yang rapi. umat. Maka pembinaan dalam pandangan Ikhwan harus memulainya dari dasar (bawah). Prinsip Kami Menghadapi Permusuhan dan Persaingan Politik 472 . dan sampai sekarang belum ada jaminan bahwa mereka akan tetap memelihara pengaplikasian musyawarah dan kebebasan. Kita dapat mengaca pada sejarah. Demikian itu sebenarnya merupakan sebuah jaminan dan pengawasan langsung terhadap Ikhwan. menyadarkan makna hakiki sebuah hak.ini karena apa yang Ikhwan serukan adalah dakwah yang jelas. Salah satu bentuk tuduhan yang diarahkan kepada Ikhwan adalah: bahwa jika kelak mereka sudah memiliki power mereka akan melakukan revolusi besar-besaran. kepada selain mereka. Dalam rangka mewujudkan jaminan pengawasan. Ada pun dakwahnya Ikhwan. yang malah setelah berkuasa belangnya akan terungkap. Tanpa pembinaan masyarakat. tidak dari bagian atas. dan kepada penguasa. lalu bagaimana proses penerjemahannya agar tidak kelewat batas. dan anggota jamaah —sebagai bagian dari rakyat— maka tujuan dan target Ikhwan tidak akan pernah terwujud dalam rangka membangun masyarakat Islam. dan program perbaikannya begitu ideal sehingga dengan sendirinya mampu menampik segala tuduhan dan klaim yang mendera.

Persaingan dan keikutsertaan di pentas politik hanya menjadi sarana bagi kami. d. Dan. b. hlm. "Kalian bukan pencari kekuasaan. 215 584 Ibid. merupakan pengusung landasan yang lurus. Dakwah kami akan selalu tertuju kepada mereka dan kami akan serukan mereka beramal atas landasan Islam. Anggota kami yang masuk sebagai kandidat dalam persaingan politik merupakan model bagi keteladanan berislam. Kami dipinta agar moderat dalam menghadapi permasalahan. karena kami memfokuskan energi untuk menampilkan kerja positif di tengah iklim permusuhan. kami hanya menyerahkan masalah mereka kepada waktu. perbaikan. 473 . kami juga tidak melebur mengusung sebuah partai … namun kami menyerukan mereka semua untuk mempedomani Islam. sebab kami yakin bahwa keabadian hanya milik yang terbaik"583.a. Tidak fanatik terhadap sebuah ide. dan landasan”582. dan tidak memicu perdebatan pemikiran dan pergolakan politik. "Prinsip kami terkait partai politik. Imam Syahid telah menegaskan hal itu. tapi kalian itu penegak sebuah sistem. "Kami tidak akan menghantam mereka. memperlihatkan persaingan sehat di tengah persaingan kotor. kami tidak akan merampas hak para penguasa —yang bersebrangan dengan kami—. kami mengistimewakan antara satu dengan lainnya. "… dalam masalah ini kami tidak akan mengambil hak-hak mereka …"584." "Dengan demikian. c. namun kami berusaha menyerukan saling bantu-membantu untuk memperbaiki masyarakat dan tanah air. hlm 266 583 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Mengumandangkan dakwah mereka 582 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). dan apa yang telah mereka usahakan untuk perbaikan bangsa. mereka —Ikhwan— melihat seluruh partai politik yang ada dengan satu penilaian.

dan komitmen untuk berpegang pada satu sistem dalam rangka memperbaiki kondisi dan mewujudkan obsesi. At-Taubah: Ibid. bahkan lebih dari itu adalah petunjuk dari Allah Swt"585. mendirikan salat. Kita bisa temukan hal itu dalam firman Allah Swt.                        Artinya: "jika mereka bertaubat. Imam Syahid mengatakan: "Sebagian pentolan partai politik menyangka bahwa kami dengan ajaran-ajaran ini bermaksud menghancurkan eksistensi mereka. akan tetapi permusuhan atas dasar akidah dan sistem." (QS. karena kita menyadari apa yang berada di balik ini lebih baik dari yang terlihat di luarnya. maka 11)586. dan menunaikan zakat.— ke seluruh partai politik dan tokohnya secara jelas. 585 586 (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. 474 . Ikhwan berharap bila kebenaran tersebut dapat diterima. Maka yang akan membentang di hadapan mereka hanya manhaj (metode) Ikhwan. Dalam menjawab tuduhan terkait partai politik. Dan. hlm 266 (Kalimat yang beliau utarakan dalam sebuah kegiatan). Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna).—dakwah warisan Rasulullah Saw. Bila satu hari nanti mereka yang paling kuat menyuarakan permusuhan kepada kalian memutuskan untuk bergabung dengan kalian. kita akan sedia menerima mereka dengan lapang dada. Imam Syahid mengatakan: "Permusuhan antara kalian dengan orang lain bukan atas dasar permusuhan pribadi. kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui. hingga mereka menyatakan sepakat.

Setidaknya kalau dirangkumkan maka konsep ishlah yang ditulis Imam Syahid mencakup kepada tiga hal: Pertama: sektor politik. menyingkap kebobrokan peradaban Material Barat dan segala kepalsuannya. donasi. tanggung jawab pemikulan amanah. Kepala Pemerintahan Mesir kala itu. dan 587 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Ikhwan juga tidak akan mendeskreditkan partai tertentu. kemudian beliau menjelaskan bagaimana perspektif Islam dan kapabilitasnya untuk mampu menyelesaikan problematika global umat. dan hanya mencari manfaat tertentu. pengadilan. Konsep yang ditawarkan beliau adalah menyoroti pandangan umum tentang perbaikan secara menyeluruh. Imam Syahid mengajukan konsep perbaikan (ishlah) kepada Sultan Faruq. Raja Mesir dan Sudan —waktu itu—. Tahun 1936. Ikhwan dan Sejarah Reformasi Mesir 1. Imam Syahid menutup konsep perbaikan tersebut dengan ungkapannya: "Dan seterusnya. ini adalah risalah dari Ikhwanul Muslimin yang kami usulkan kepada anda. apapun alasannya. juga kepada Musthafa An-Nuhas. kami mempersembahkan diri. serta seluruh raja dan kepala-kepala negara dunia Islam seluruhnya. sembari menerangkan beberapa klaim miring tentang Islam. Ketiga: sektor perekonomian yang mencakup sebanyak sepuluh item.berkhidmat kepada selain partai yang lain. Saya tidak bermaksud ingin berdalil dan mengatakan kesalahan persangkaan ini. Kedua: sektor sosial dan keilmuan yang mencakup tiga puluh item. Saya hanya ingin menegaskan kepada saudara-saudaraku di parpol yang ada: "Sesungguhnya hari dimana Ikhwanul Muslimin mempersembahkan geraknya kepada selain fikrah Islamiyah yang telah diyakininya itu tidak mungkin terjadi. 475 ."587. walaupun tuduhan tersebut hampir merata di kalangan partai politik dan pentolan-pentolannya. dan administrasi yang meliputi sepuluh item.

Kami serukan sebuah panggilan dan kami siap berkorban. Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. Maka timbullah pecinta perbaikan yang mengerti bagaimana proses aplikasinya"589. pengadilan dan perundang-undangan. keluarga.semua yang kami miliki untuk membantu instansi atau pemerintah yang berniat mengantarkan umat Islam kepada kejayaan dan kegemilangan. antara lain: Problematika kita dalam perspektif hukum Islam. Ikhwan bahkan mampu mengungguli seluruh elemen penggerak perubahan. tetapi sudah merambah kepada tataran aplikasi. bersamaan adanya pergantian pemerintahan. Imam Syahid kembali melayangkan banyak surat ke beberapa instansi pemerintah yang berisi inisiatif. Dengan begitu terasa menciptakan warna baru di masyarakat. Imam Syahid mengungkapkan: "Hasil dari kepahaman komprehensif Ikhwanul Muslimin terhadap Islam adalah bahwa fikrah Ikhwan telah menyentuh segala titik perbaikan di tubuh umat."588. yaitu terkait: hukum. 2. dan kepada orang-orang yang menaru perhatian terhadap kebaikan bersama. Melalui cara itu. Di awal tahun 40-an. pemuka politik. Sebagian yang termaktub dalam risalahnya. dan rumah tangga. Risalah tersebut dikirimkan kepada perdana menteri sebagai penanggung jawab pertama. pendidikan. hubungan internasional. tokoh masyarakat. Jadilah setiap promotor perubahan menemukan yang dicita-citakannya di dalam konsep Ikhwan. 476 . 588 589 Lihat: Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). tidak sebatas retorika belaka. kebudayaan. Pada risalah Muktamar ke-5. ide-ide perbaikan (reformasi) Ikhwanul Muslimin menjadi sesuatu yang begitu istimewa karena dimensinya yang integral dan menyeluruh. sistem ekonomi. 3. Imam Syahid kemudian merumuskan mengenai pokok-pokok perbaikan yang akan diserukan oleh Ikhwanul Muslimin. juga kepada para anggota parlemen. dan seterusnya. kepada kepala-kepala instansi milik negara. pertahanan dan militer. Hal itu agar seluruh lembaga dan pelbagai organisasi memperolehnya.

pengadaan tunjangan dan jaminan. proses meretas kemuliaan dan persatuan diperoleh. dan radio. konsentrasi kerja. Ustadz Hudaibi mengatakan: "Hanya dengan perang. dan penentuan langkahnya.4. wahai pemimpin negara. menginventarisir kekurangan di beberapa sarana tersebut. Dalam Risalah Muktamar ke-6. kami mengajukan kepada pemerintahan anda untuk mengadakan urun-rembuk yang benar dalam rangka menemukan solusi terbaik terhadap permasalahan di dalam maupun di luar negeri. yaitu: sistem pengajaran. Kami juga menyertakan catatan tambahan di beberapa departemen yang konsen mengurusi induk kebutuhan rakyat Mesir. yaitu: a. lembaga sensor pers. melakukan penangkapan. Ustadz Hasan Hudaibi. urgensi mengakhiri ketegangan dengan Inggris. Amandemen perundang-undangan dengan berpedoman kepada syariat Islam. c. b. untuk kemudian dilakukan perbaikan. Mursyid Am Ikhwanul Muslimin. perfilman. "Atas pertimbangan itu. Imam Syahid waktu itu mengatakan: "Kami telah merumuskan manhaj reformasi kepada pemerintah Mesir. konser. buku. Mengharuskan pembenahan pada perangkat pemerintahan. dan memenjarakan sejumlah aktivisnya." Surat tersebut memuat komentar Ikhwan tentang problematika luar negeri. tapi perang yang dikoordinasi rapi oleh 477 . Perubahan di sektor kebudayaan dengan mengevaluasi kembali beberapa hal. mengirimkan surat seruan perbaikan. pemudahan urusan publik. tahun 1941. Seruan tersebut terbagi ke sekian pointer. Pada bulan Maret 1952. Kelanjutan dari proses ini maka dakwah IM semakin melambung tinggi sampai satu saat pemerintah Jamal Abdul Naser mengambil keputusan memblokade kegiatan mereka. 5. Seruan reformasi kemudian ditujukan ke pemerintah Mesir. di antaranya: penyeleksian pegawai. serta mengadili oknum yang melakukan pelanggaran. memobilisasi pasukan tempur.

yang perlu diprioritaskan adalah bagaimana menghapus hukum adat. Perbaikan moral dan etika c. Selain kedua masalah besar tersebut. Ikhwanul Muslimin memberikan tiga masukan penting untuk meluruskan urusan umat. Edisi ke-5. Majalah Ikhwanul Muslimin (IM). Paska terjadinya kudeta —militer— Ikhwanul Muslimin menyebarkan ide dan inisiatif perbaikan kepada setiap individu dan masyarakat yang dimuat dalam koran. sementara di saat yang sama kita telah dituntut untuk segera memulai mempersiapkan langkah-langkah besar. ia bergerak dalam lingkup skala prioritas antara persoalan besar dan kecil. Perbaikan ekonomi f.". Ikhwan juga menjelaskan prinsipnya terkait program pemerintah yang akan menerapkan aksi "pembersihan" dalam waktu dekat590. Perbaikan perundang-undangan d. Seruan tersebut dibuka dengan ungkapan: "Kini. Perbaikan sosial kemasyarakatan e. Kepolisian Sebagai epilog penyampaian seruan. kita tidak perlu berpestapora menikmati kemenangan ini. Kalau kita tidak lakukan itu. perbaikan total. sehingga rakyat dapat merasakan bahwa mereka sudah berpindah dari satu orde ke orde berikutnya. terbitan 02 Agustus 1952. 478 . Pendidikan militer g. 27 Maret 1952. 6. Pembersihan menyeluruh b. kita mesti memandang ke masa depan. Kemudian mengenai permasalah dalam negeri. maka sama sekali tidak ada faidah gerakan revolusi ini dilakukan".penguasa dan rakyatnya. pembebasan tahanan dari sel. Dan. Ikhwan dalam seruannya itu mengusung tujuh hal yang perlu segera diperbaiki: a. sebagai berikut: 590 Lihat.

Tanggal 4 Mei 1954. III. Pengejewantahan dua pointer tersebut lebih disederhanakan lagi kepada: a. dan kelompoknya. 8. Hasan Hudaibi. dengan dakwaan: merenggut kehormatan. sebagaimana penting mengembalikan kepemilikan harta. Ust. Mursyid Am. tanah yang terampas kepada yang berhak. melepaskan rakyat dari belenggu kemiskinan. dan meraup harta haram untuk kepentingan pribadi. diantaranya: a. dan hegemoni pecundang politik. 479 . dan mengharuskan perubahan itu menyentuh seluruh sendi di masyarakat yang sudah terkontaminasi oleh perlakuan oknum yang zalim591. mengembalikan setiap hak kepada pemiliknya. Ketiga. memberikan udara kebebasan bagi para tahanan politik. b. Menciptakan stabilitas keamanan. Mempersiapkan pasukan yang tangguh untuk memerangi Israel yang telah merampas wilayah Palestina. negara dijadikan arena pemuas nafsu. Vol.Pertama. Menghidupkan lembaga perwakilan. 107 592 Ibid. melayangkan surat kepada Jamal Abdul Naser memintanya agar melakukan perubahan. menyeret oknum yang berbuat zhalim ke meja hijau. Ustdaz Umar Tilmisani. menodai kesucian umat dengan praktek kebohongan. c. Menerapkan kebebasan penuh592. Pada masa kepemimpinan Mursyid Am. b. arogansi status quo. Mengembalikan hak-hak orang yang teraniaya. Kedua. hlm. mengubah kondisi yang memberikan kesempatan lahirnya kezaliman. Ikhwanul Muslimin banyak mengirimkan surat-surat inisiatif kepada Presiden 591 Al-Ikhwanul Al-Muslimun … Ahdâts Shana`atun Al-Târikh. merampas kebebasan. Menghapus kondisi darurat dan hukum adat. 7.

10. sampai segala bentuk kezaliman yang dilakukan penguasa. 480 . yang menyoroti masalah perbaikan dan pemberian hak kebebasan593. 12. dan anjuran untuk menaati faktor-faktor pembangkit kekuatan: Ini disampaikan melalui Risalah Ikhwan. "Hukum yang berlaku bagi rakyat sekarang. Dakwah. Demikian juga surat Mursyid 'Am. Al-Basyir. kalian memilih manhaj Allah atau Kehancuran. rakyat yang lebih pantas disebut rakyat yang dipecundang melalui pelaksanaan referendum (99. 593 Pembaca 1976. yang menawarkan jalan keluar mendiagnosa penyebab kelemahan umat.99%) produk rekayasa. Masalah ini telah kami jelaskan sebelumnya. Bulan Januari 1979. 9. menulis tentang persoalan pemalsuan dan rezim penguasa. kembali Ustadz Umar Tilmisani melayangkan surat kepada Presiden Ahmad Sadat dan sebagian pemimpin negara Islam. Musthafa Masyhur. Atau. Protes tersebut mengakibatkan penangkapan besar-besaran aktivis IM dan pembredelan majalah Dakwah. edisi pertama. 11. Surat dengan mengangkat tema: "Wahai Pemimpin Umat Islam. Ustadz Musthafa Masyhur."595. yang disepakati oleh Ikhwan dan seluruh simpul-simpul kekuatan nasional Mesir. demikian juga pelaksanaan perjanjian damai Mesir dengan Israel tahun 1979. Edisi 228. Mursyid 'Am IM. Ikhwanul Muslimin bahkan mengajukan protes keras terkait lawatan Presiden Ahmad Sadat ke kota Al-Quds. IM mengajukan menyampaikan tuntutan nasional."594. edisi: 32.Ahmad Sadat. tahun 1977. pengelabuan melalui pembentukan Dewan Perwakilan Rakyat berdasarkan pemilu yang tidak aspiratif (dusta). tahun 1987 M. bulan Muharram 1422 H/ 20 April 2001. dan 594 Majalah 595 Majalah silahkan merujuk kembali ke majalah dakwah terbitan tahun 1977.

Memang ada tiga tipikal penghancur dalam umat kita.demi mewujudkan perbaikan bagi bangsa dan kemaslahatan umum. keadilan. bahwa sudah waktu telah mengharuskan peran aktif seluruh kekuatan politik. semua yang memiliki kecendrungan terhadap persoalan bersama bisa mulai bergerak menggarap hal-hal asasi di masyarakat. Reformasi menyeluruh merupakan tuntutan rakyat. elemen pemikiran dan budaya. persamaan. nasional. sampai kepada pengajuan surat inisiatif di tahun 2004 lalu. tidak menerima intervesi pihak asing dalam urusan dalam negeri Mesir. yaitu: stagnan politik. kebebasan. di antaranya: a. Ikhwan menolak dengan sangat segala bentuk hegemoni pemerintah. Semua bagian ini agar saling bekerja sama mengerjakan perkara-perkara yang disepakati —dan itu banyak sekali— dan toleran terhadap hal-hal yang tidak disepakati –dan hal itu sangat sedikit. Dimana Mursyid 'Am Ikhwan. Bahwa kemaslahatan umum sebuah negara yang mesti diperjuangkan dengan bersungguh-sungguh hanya menanti waktu perwujudannya. kebangkitan kolektif. Perbaikan harus dimulai dengan perbaikan politik. di setiap waktu dan peristiwa. negara-negara Arab dan dunia Islam. dan keterbelakangan ilmu dan skill. Inisiatif tersebut dibuka dengan menyebutkan beberapa hal. Ini merupakan tanggung jawab yang besar yang membutuhkan dukungan dan bantuan semua pihak. Proses perbaikan tidak dipikul oleh salah satu pihak. kerusakan kondisi sosial. dan musyawarah. Dalam perspektif Ikhwan. dan Islam. Ketiga 481 . dari titik itulah perubahan itu beranjak untuk selanjutnya mengadakan perbaikan pada bidang-bidang yang lain. d. c. Dan. b. rakyatlah yang paling berhak menyuarakan inisiatif menerapkan perbaikan yang bertujuan untuk menciptakan kehidupan mulia. Ustadz Muhammad Mahdi Akif menyatakan hal itu dalam konferensi pers.13. Permintaan Ikhwanul Muslimin untuk mengadakan ishlah belum juga berhenti.

sementara ia melupakan masalah yang lain. baik politik. Atas pertimbangan itu. korps massal yang meliputi seluruh segmen. ekonomi. Oleh karena dakwahnya integral. dan menggagas lahirnya aliansi rakyat untuk reformasi. Dakwah Ikhwan tidak memperhatikan satu bidang saja lantas meninggalkan bidang yang lain. Pada tahun 2005. bergerak demi kemaslahatan umat. berjalan dengan lentur. Aksi mereka dipadamkan pemerintah dengan memenjarakan sekitar 3000 aktivisnya. dan layanan umum. kantong-kantong layanan umum. maka tak mungkin akan terbatas mengurusi satu masalah. sosial. seni. lembaga kedaerahan. atau amalan baik. sekaligus penegasan bahwa dakwah sesungguhnya menyentuh semua lini kehidupan. dan peran Mesir di kancah internasional. Ikhwan dengan dakwahnya akan memanfaatkan segala sarana dan prasarana untuk bergerak dan mengembangkan tujuan. budaya. olahraga. Ikhwanul Muslimin memprakarsai dan memimpin muktamar dan demonstrasi menuntut reformasi. gelanggang olah raga. 482 . dalam bidang keamanan dalam negerinya. puluhan orang menderita cedera serius. pusat kajian dan penelitian. eksplorasi Islam.tipikal kronis ini sekarang benar-benar tengah mengancam Mesir. ilmu. dan lain-lain. yayasan. sebagai konsekuensi dari sikap Ikhwanul Muslimin yang mengusung perbaikan. dakwah mereka selalu menggunakan banyak media. Sarana-sarana tersebut dipakai karena sangat berpotensi bagi pengembangan dakwah. 14. Dan. pendidikan dan kesehatan. perindustrian. kondisi rakyatnya. adab. mempertemukan simbol-simbol kekuatan rakyat. atau ia dipahami hanya melalui satu sudut pandang yang sempit. bahkan di antara mereka ada yang syahid. seminar umum. yayasan. Bentuk-bentuk Proyek Perbaikan ● Dakwah Ikhwan adalah dakwah integral. seperti: partai politik. perkumpulan seni dan sastra. dan lain sebagainya.

disinilah bisa dipahami bahwa sifatnya luas dan menyentuh seluruh aspek berkehidupan. 2. Membangkitkan ruh keimanan dan kembali kepada Islam. sasaran pertama dari dakwah ini adalah mengajak manusia untuk membangun kembali hubungan spiritual transedental yang mengikat mereka dengan Allah tabaraka wa ta'ala. yang kami pentingkan adalah pengkonsentrasian terhadap jiwa demi menanamkan fikrah ini." 596 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). 483 . ● Perbaikan dipahami dengan dua pengertian: 1. atau dakwah memporsir diri pada satu permasalahan.Kondisi dakwah terkadang memang meminta pemusatan dakwah pada satu bidang. maka seruan itu disebut "seruan mandul". maka Allah pun melupakan mereka. yang umumnya manusia sudah melupakannya. Imam Syahid sudah pernah menyinggung masalah ini. hlm 233. "Yang kami inginkan pertama sekali adalah membangkitkan ruh. tidak bisa produktif menghasilkan buah dari aktivitas yang dilakukannya. tapi bukan berarti melupakan bidang lainnya."596. Beliau juga mengatakan: "Maka dari itu. Perbaikan individu. jaminan hidupnya. Jiwa yang hidup merupakan kemenangan hakiki sukma dan hati. dan melejitkan potensi skillnya. tetapi bukan maksudnya menganaktirikan permasalahan lain. Ini karena menyangkut masalah prioritas berdasarkan waktu dan kondisi. Kalau seruan perbaikan tidak mencakup dan memelihara dua hal di atas. Kami tidak mementingkan membicarakan soalan dakwah dalam perbaikan yang sifatnya parsial dari pelbagai jenis aktivitisnya. katanya.

Memilih iklim yang pas untuk melakukan perbaikan. 4. Mencari dukungan dari pemimpin masyarakat.S Al Baqarah:21) Inilah sesungguhnya kunci pertama untuk memecahkan serangkaian masalah kemansiaan yang disebabkan oleh tirani materialisme yang mengangkanginya. (Q. Mesti ada sarana realisasi untuk melaksanakan perbaikan. yang mereka tidak mampu melepaskan diri dari cengkeramannya. Tanpa adanya kunci ini. dan menyepakati perbaikan tersebut.      Artinya:             "Hai manusia. Orientasi dan target yang jelas dari penerapan perbaikan. Mendayagunakan kekuatan dan kesungguhan. hlm 226. dan meminta komitmennya untuk menyerukan perbaikan serta mematuhi penanggungjawab perbaikan. 2. Bekerja sembari melenyapkan gangguan yang menghambat proses perbaikan. Orang-orang yang tengah menegakkan perbaikan diminta bersungguhsungguh. 7. sembahlah Tuhanmu yang Telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu. 3."597. dan memiliki vitalitas tinggi. 484 . ● Sebagaimana kesungguhan dan pertimbangan di dakwah untuk perbaikan berdiri di atas sokongan: 1. dan tidak ada yang boleh memonopoli salah satunya saja. tidak mungkin upaya perbaikan dapat ditegakkan. 597 Ibid. agar kamu bertakwa. 5. yang berdampak negatif. 6.

integral dan jelas. mengajak seluruh kekuatan untuk bekerja secara benar. tertata. Imam Syahid bahkan semasa hidupnya telah banyak memberikan masukan terhadap perubahan undang-undang dan perbaikannya. Kami akan saling menggalang kekuatan dengan pihakpihak lain dalam rangka mewujudkan hal itu. Maka Ikhwan menawarkan amandemen UU dalam mengusung reformasi ini. dan lebih maju dalam pelaksanaan perbaikan.Kita telah menyaksikan sepanjang sejarah ada saja penyeru perbaikan. Hasan Al-Banna). ada usaha penggemukan kemaslahatan bagi penguasa dan hakim. ia hanya sekadar ingin memberikan 'sensasional' demi kemaslahatan partai atau penguasa. yang bertujuan mengelabui rakyat. atau sekadar panas dengan suhu perpolitikan. kami tidak sedang menunggu fase penerapan pemerintahan Islam. Ikhwan di hadapan krisis seperti ini tampil 'beda' dengan manhajnya. Saat ini. beragam 485 . berpijak pada landasan asasi. dan saling bahu-membahu. dan berjalan sesuai akidah dan sejarahnya. menutupi kebenaran dan bukti. Atau. Dan. sebab perbaikan tidak dapat dilakukan sekejap mata. dan belum ada yang mampu menerjemahkannya dalam realitas kehidupan. Imam Syahid sudah memberikan contoh tentang masalah tersebut pada bahasan itu (lihat: Risalah pergerakan. undangundang masih ambigu dan kabur. yang disepakati oleh umat. atau hanya sekadar slogan-slogan kosong tanpa mengandung muatan. ● Tujuan perubahan yang diboyong oleh Ikhwan. adalah: ada hukum tertulis. ● Terkait masalah perundang-udangan yang tampak sekali butuh dikoreksi dan amandemen. tuntutan awal tertuju pada masalah tersebut karena ia merupakan bagian terpenting dari proses perbaikan dan kebangkitan bangsa. dan ia hanya merusak lingkungan.

IM berhasil memerankan kontribusi rill bagaimana membangun basis perekonomian yang tangguh. mewarnai. fokus dalam bidang produksi. Disusul kemudian pembinaan kerja nyata dan proses aplikasi. perubahan dalam masyarakat. IM bukan hanya memotifasi diri sendiri tetapi juga mengajak pihak lain untuk saling bahu-membahu. namun berikan catatan dan apresiasi. mengetahui sarana apa saja yang bisa mengejewantahkan hak mereka. dan penempaan jiwa. ● Imam Syahid memberi wejangan agar selalu memandang positif segala kejadian. Ikhwan bahkan dalam bidang ekonomi ini telah mendirikan beberapa pabrik percontohan. ini dilakukan dalam rangka memperlihatkan manfaat rill langkah pembinaan itu. Dengan pola begitu dakwah akan berdampak positif. sayangnya tidak seluruh gagasan Ikhwan diambil oleh mereka. tarbiyah iman. memahamkan tentang hak mereka. perbaikan pemenuhan barang-barang konsumtif. ● Imam Syahid menjelaskan sumber pijakan bagaimana seharusnya kebangkitan perbaikan itu terjadi di masyarakat. tidak sebatas memberikan catatan terhadap kekurangan orang lain. yang di kemudian hari justeru dikuasai oleh pemerintah revolusi. Dan. atau dengan ungkapan lain mempelajari kurikulum sebuah kebangkitan dari tataran normatif. dan reaktif. ● Demikian juga kontribusi Ikhwan di sektor ekonomi. tarbiyah (pembinaan) itu yang diprioritaskan. serta urgensi penanaman manhaj pembinaan dan kepemimpinan yang sesungguhnya.sektor vital yang lain. aplikatif. dan beberapa masukannya yang mengkritisi piagam deklarasi Liga Arab —ini yang banyak dibahas— tanpa memandang proses pendiriannya. dan pengajuan kritikan konstruktif bagi kebaikan bersama. pendirian pabrik-pabrik sipil. Terkait prinsip beliau yang menilai positif pendirian Persatuan Liga Arab. Oleh karena itu 486 . Tapi. mengokohkan bangunan iman ini sekuat mungkin. ● Imam Syahid mengatakan: "Sebuah kebangkitan mesti berpijak pada.

dalam pencapaian perbaikan dan kemajuan umat. maka tidak boleh adanya penundaan dan pengurangan dengan alasan apa pun. ● Dalam usaha perbaikan masyarakat dan kebangkitan umat. cermat. Kalau tidak demikian. 599 Risalah: Dakwatuna fi Thur Jadid. Ikhwan pun mengungkapkan bahwa kemerdekaan berpolitik merupakan tuntutan pokok dan kebutuhan mendasar. hal. Semua itu adalah manhaj pembelajaran bagi umat ini. Seorang pemimpin yang benarbenar pemimpin. Ikhwan telah melakukan gebrakan-gebrakan baru 598 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Kurun waktu terakhir ini. dan pendidikan.158-159 (secara ringkas). seperti: kebudayaan. Imam Syahid menegaskan kembali: "Oleh sebab itu.membutuhkan waktu yang panjang. yaitu: manhaj dan kepemimpinan. hlm 239 487 . Ikhwan begitu antusias sekali melakukan perbaikan masyarakat pada bidang-bidang penting. dan fokuskan pada upaya konkret. Untuk manhaj: sumbernya menurut kebutuhan saja. maka mereka mesti sanggup bersabar. Atas pertimbangan itulah maka penting memelihara dua hal. sama artinya ada seorang pemimpin tetapi ia bukan berkepribadian pemimpin"598. mendahulukan hasil (produk) meskipun sekecil apapun. bisa ditaati dan diteladani. kemasyakatan. bukan sekadar pemimpin yang ada karena kondisi darurat saja. Ikhwan menyatakan perlu melakukan pembinaan individu dan penempaannya secara benar. Ikhwan menawarkan asas kebangkitan itu berpijak pada: penyatuan kondisi rill masyarakat berlandaskan kaidah Islam"599. Untuk kepemimpinan: mesti memilih dan menempatkan pemimpin yang terpercaya. dan rentang waktu perjuangan yang lama. Serta merupakan jaminan bagi kekuatan rakyat.

● Ikhwan menaruh perhatian pada perbaikan ekonomi yang berjalan seimbang dan saling melengkapi dengan perbaikan politik. meskipun eksistensinya tidak bertahan lama.melalui ide di bidang-bidang garapan tersebut. dan 488 . bahwa Imam Syahid sudah memaparkan sekian banyak asumsi dalam rangka membenahi sektor ekonomi. di samping saling menopang antara sama lain. ● Seperti yang sudah kami jelaskan. dan kekuatan-kekuatan politik guna dipelajari. Usulan yang diajukan Ikhwan dalam bidang ekonomi adalah merealisasikan independensi ekonomi di seluruh ruang lingkupnya. produksi senjata. menyatukan delta Nil (Mesir dan Sudan). dan perwujudan kemerdekaan perpolitikan. dan dimanfaatkan demi merealisasikan penyatuan obsesi dan langkah. dan berbagai persoalan penting lainnya. Beliau memberikan perhatian yang besar terhadap problematika ekonomi dan stabilitas keamanan Mesir. dan beliau bahkan menggagas pendirian beberapa serikat mandiri nasional untuk mengimbangi hegemoni Inggris. Masalah tersebut termaktub dalam beberapa risalah Imam. Sinai dan Palestina. eksplorasi Bangsa Arab dan perealisasian obsesi mereka. penyempurnaan kemerdekaan hakiki Mesir di seluruh aspek. Beberapa hal yang disoroti adalah: "Kasus pengadaan air dan sterilisasi sumber-sumber air sungai Nil. dan pengamanan Timur Mesir. Hal itu mereka tujukan itu kepada penguasa. pengamanan laut Merah. semangat terhadap penyatuan umat dan penyatuan persepsi. laut Arab mesti dikuasai pemanfaatannya oleh Bangsa Arab. dan mengingatkan pentingnya penyatuan Bangsa Arab dan negara Islam untuk meningkatkan pencapaian independensi ekonomi dan memulai mengambil langkah-langkah brilian. Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). di antaranya: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). kebebasan mengkritisi. karena Pemerintah Revolusi kemudian melakukan proses kapitalisasi segala aset Ikhwan.

wilayah tersebut merupakan bagian yang juga menjadi tempat tumpahnya darah Amr bin Ash ra. Zaila`.lain-lain yang menunjukkan kematangan berpikir. sangat tidak sebanding dengan konsep perbaikan kompleks yang dipunyai dan ditawarkan Ikhwan. mana program perbaikan yang Ikhwan tawarkan dan apa kontribusi mereka terhadap masyarakat? Banyak kemudian bermunculan di negeri kita gerakan-gerakan reformasi yang mengklaim diri memiliki manhaj dan tujuan jelas. serta pandangan integral. Contoh sederhana saja dari ungkapan di atas. Sampai kemudian terjadi perampasan wilayah secara zalim"600. Misalnya dengan melempar wacana. Kita dapat merujuk kembali ke beberapa risalah Imam Syahid. dan yang memakmurkannya dulu adalah bangsa Mesir. Harar. Yang kami inginkan selanjutnya adalah menciptakan keamanan di perbatasan selatan Mesir dan memelihara hak-hak kita terhadap Eriteria. padahal realitanya mereka hanya punya konsep dan lampiran apa adanya. Kalau Mesir butuh terhadap Sudan untuk memelihara Sungai Nil — sebagai sumber kehidupan— maka Sudan sesungguhnya lebih butuh kepada Mesir untuk menjamin keberlangsungan kehidupan mereka. dimana kehidupan Mesir bergantung disana — tanah. Mashu`. Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy 600 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). manusia— berhulu dari Sudan. Keduanya merupakan bagian yang saling melengkapi. mencermati perkataan Imam Syahid: "Sungai Nil. juga secara pasti meredam beberapa klaim sepihak yang mendiskreditkan Ikhwan. seperti juga halnya bumi sebelah utara. hewan ternak. hlm 361. dengan sungai dan segala yang dikandungnya bermanfaat bagi bumi selatan. dan aktivitas sungai Nil. seperti: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). Risalah-risalah tersebut selain menelurkan ide-ide cemerlang. 364 489 . tanaman..

Sebagaimana halnya kami yang mengajukan inisiatif perbaikan berlandaskan Islam. Kami akan selalu berpegang teguh dengan dakwah Islam di pelbagai aspeknya. Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). ● Konteks seruan yang terus dikumandangkan Ikhwan bila ditinjau dari sisi landasan dan tujuan masih konsisten dan sejalan semenjak dari masa Imam Syahid. Hal itu pun disesuaikan dengan kapabilitas dan daya tampung jamaah. Dimana kebebasan merupakan penjelasan dari pengajaran Islam. dan beberapa peluang yang mungkin dimanfaatkan. ● Dakwah kepada kebebasan. dan mengangkat yel-yel bernafaskan Islam. tidak bermaksud menjadikannya sebagai rujukan bagi dakwah Islam. kita semua adalah muslim. karena kami saat ini menyerukan Islam dan juga kebebasan sebagai sebuah kewajiban. hanya sarana dan prasana saja yang kerap mengalami perubahan dan kemajuan. sekaligus model pembinaan publik. pemusatan langkah. slogan kebebasan masuk dalam slogan itu. Adapun langkah-langkah kerja akan diaplikasikan menurut kemampuan dan peluangnya. Semua orang dan aliran berhak untuk menyatakan apa yang kami serukan. ● Bidang-bidang perbaikan ini —yang telah kami paparkan— merupakan model bagi pelaksanaan perubahan yang sifatnya sangat krusial dalam tubuh masyarakat. bagi yang ingin memperoleh informasi tambahan. sebagai bagian dari pembumian syariat Islam. dan setiap urusan ditimbang berlandaskan nilai kemungkinan kebangkitan itu akan diperoleh.(Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). Maka slogan yang kami pakai adalah: al Islam huwa al Hall (Islam adalah solusi). Ia merupakan dasar yang sempurna. elastisitas waktu. Kami tidak melakukan monopoli terhadap Islam. dan kita tidak dapat menolak 490 . bukanlah sebagai bentuk pemonopolian.

mengikutsertakan rakyat dalam kerja tersebut. atau beraktivitas tanpa tujuan. meninjau kemampuan dan target. memikul cobaan dan beban dengan sabar dan tabah. bagaimana mereka menggugah umat untuk menaruh kepedulian terhadap kezaliman dan penjajahan yang berlaku disana. Kami akan menanggalkan slogan dan manhaj yang telah didengungkan. Demikian juga Perang di 491 . Namun. Kami telah menetapkan komitmen seperti ini. Kalau kami mau mengeksploitasi. pembelaan. akan tetapi akan benar-benar mencurahkan perhatian untuk mengurusi hal itu. dan perlu diketahui bahwa hal itu bukan merupakan taktik partai sebagai bentuk dukungan. Kami menyeru kepada bangsa kami dengan penuh hikmah. pengenalan terhadap kondisi dan situasi. Kita bisa saksikan responsibilitas tersebut dalam kasus Palestina. ekonomi. tetapi juga menjadi taklif bagi muslim dan muslimat semua. penyiksaan yang keji dan seterusnya. Menjalaninya memakai kaidah yang santun. dan semua prasana yang sah digunakan berdasarkan atas legitimasi hukum dan perundang-undangan. politik. teratur. lalu kami akan menunggangi kendaraan parpol untuk mendapatkan kedudukan. Pembangkitan kembali syariat Islam yang kami lakukan dan menyerukannya bukanlah semata merupakan semata taklif (tanggung jawab) kami. dan tidak berkonsentrasi pada satu masalah. Ikhwan tidak ingin hanya bergabung menyelesaikan permasalahan kenegaraan dan nasionalisme saja. yang siap istiqamah dengan izin Allah. menduduki jabatan dan mengambil kedudukan pasti kami akan menggunakan langkah lain. bergerak dalam kerangka keseimbangan. arif. nasehat baik. kami adalah aktivis dakwah universal yang bersedia mengorbankan diri untuk mewujudkan cita-cita itu. Menggantikan ruang-ruang penjara yang pengap. atau rujukan. bekerja maksimal. di seluruh sendi kehidupan: sosial.keberislaman orang lain atau tak berhak mengklaim bahwa orang yang berbeda dengan pendapat kita telah menohok Islam dan murtad. memberikan arahan terhadap langkah yang akan ditempuh. siap melakukan pengorbanan. Mereka lebih banyak bekerja dari pada berbicara.

Meskipun begitu. Realitanya. Prinsip yang benar bisa saja dituangkan dengan kalimat yang membingungkan dan rancu. Kedua. makar. meskipun di kanan-kiri gelombang penderitaan. ketika seorang pengamat melihat prinsip undang-undang dasar Mesir yang bermuara pada perlindungan terhadap kebebasan individu dengan segala variasinya.Terusan Suez melawan pasukan Inggris. pada kasus kebebasan dan perbaikan perpolitikan. Oleh karenanya Ikhwanul Muslimin berkeyakinan bahwa sistem UU Mesir ini adalah sistem yang paling dekat dengan Islam dibanding dengan sistem UUD yang manapun di dunia. Hanya saja ada dua hal yang harus diperhatikan. teks yang dipakai untuk menuangkan prinsip-prinsip tadi. 492 . dan pada penjelasan akan batasan-batasan kekuasaan. meskipun ia sendiri terjaga kebenarannya. Di samping itu. Mereka tak hendak mengganti dengan sistem yang lain. praktek penerapan. Model Perbaikan Hukum dan Perundang-udangan Imam Syahid Hasan Al Banna berkata. intimidasi mereka alami sepanjang waktu. dan banyak lagi problematika kompleks dunia Islam lainnya. pada tanggung jawab pemerintah kepada rakyat dan kontrol mereka kepada program yang dijalankan. bukan sebatas di Mesir saja akan tetapi menyeluruh ke segenap penjuru dunia Islam. mereka —atas pertolongan Allah— tetap kuasa mewujudkan sejumlah obsesi besar. sehingga terbuka kemungkinan untuk dipermainkan. Inilah peran yang mereka sumbangkan kepada umat menurut kapasitas mereka. pasti sangat jelas bagi pengamat tersebut bahwa semua itu sangat relevan dengan ajaran Islam dalam format undang-undang. Pertama. pada musyawarah dan ketundukan penguasa kepada kehendak rakyat. yang itu merupakan interpretasi terhadap teks-teks tersebut.

semua itu mengkhawatirkan akan mengarah kepada kerusakan. juga berlandaskan sistem hukum Islam. "Kami ingin berterus-terang bahwa ada kekurangan dalam beberapa teks undang-undang. maka Ikhwanul Muslimin berpendapat bahwa: Pertama. karena di samping sejalan. yang kemudian melahirkan undangundang. Kedua. dan lemah dalam memelihara keterjagaan landasan asasi yang sesuai dengan Islam dalam penerapannya di dalam hukum. Tanggung jawab penguasa b. sebagian teks UUD Mesir itu rancu dan membingungkan. penerapannya yang buruk."601.gagal. serta memungkinkan adanya interpretasi subjektif dari masing-masing pihak. telah terbukti –oleh pengalaman. sehingga dapat mewujudkan apa yang diinginkan. Imam Syahid menambahkan. 493 . sehingga hilanglah nilai manfaatnya. sementara yang kami kritisi adalah ketidakjelasan dan mekanisme pelaksanaannya. dan berperan menciptakan chaos di parlemen. Penghargaan terhadap aspirasi umat 601 602 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dan masyarakat tidak memetik hasil darinya kecuali mudharat. "Kami menerima landasan asasi untuk membentuk sebuah perundang-udangan. Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata Sistem Pemerintahan). dalam praktek penerapan UUD. Kesatuan umat c. Imam Syahid Hasan Al-Banna mengisyaratkan adanya tiga landasan sistem hukum Islam: "Pedoman bagi tegaknya sistem hukum Islam terbagi kepada tiga hal: a. Ia masih membutuhkan pembatasan-pembatasan dan penjelasan lebih lanjut.sebuah teks yang jelas untuk sebuah prinsip yang benar masih memungkinkan juga terjadinya penerapan yang keliru karena dipengaruhi oleh dorongan hawa nafsu. Oleh karenanya."602. Jika demikian halnya. ia sangat membutuhkan perbaikan dan koreksi.

"Telah dijelaskan di muka bahwa dustur604 berbeda dengan Qanun605. Hasan Al-Banna. telah dijelaskan pula tentang sikap Ikhwan terhadap dustur Mesir. "Undang-undang wadh'i (ciptaan manusia)." Beliau juga berkata. Islam tidak diturunkan dalam keadaan tanpa undangundang." "Sesungguhnya. baik perdata maupun pidana. Dalam kaitan ini UUD kita rancu.Imam Syahid. disamping bertentangan dengan agama.dalam hal tanggung jawab pemerintah". dimana telah terjadi pemandulan beberapa kekuasaan lain. yang melindungi hak-hak moral maupun material. ia telah menjelaskan banyak hal tentang asas-asas perundangan dan perincian hukum. Lantas apa yang kita lakukan di Mesir? Kita berada di persimpangan jalan. baik dalam teori maupun praktek. Sekarang akan saya jelaskan di hadapan kalian tentang sikap Ikhwan terhadap undang-undang Mesir. baik hukum perdangan maupun hukum kenegaraan. Imam Syahid. Ikhwan pernah mengajukan kritik terhadap kasus tersebut dan beberapa konteks undang-undang yang lain. dan yang mengontrol apa-apa yang mereka kerjakan dalam pelaksaan undang-undang. Al Quran dan Sunah Nabi-Nya. Sebaliknya. dan meminta dirumuskannya bentuk undang-udang yang baru yang mampu memelihara dan menjamin kaidah dan batasan-batasan tersebut. adalah peraturan yang mengatur hubungan antara individu yang satu dengan yang lain. 494 . Suatu hal yang aneh dan tidak masuk akal jika undang-undang yang berlaku untuk umat Islam bertentangan dengan ajaran agamanya.-pentj. tidak jelas dan tidak rinci. Bahkan. "Ini merupakan kaidah sistem hukum Islam –dan sekaligus sistem parlementer. sementara undang-undang yang sekarang lebih buruk lagi tepatnya di konteks ini. dan tata hubungannya dengan masyarakat. 604 Dustur. teks-teksnya juga bertentangan 603 Risalah: Nizhamul Hukmi Imam Syahid mengkritisi undang-udang tahun 1936. kendali pemerintah dipegang penuh oleh presiden. kewajiban-kewajiban penguasa. adalah aturan pemerintah yang bersifat global yang mengatus batas-batas kekuasaan.pentj 605 Qanun."603. berkata. Padahal ia merupakan perangkat terpenting untuk menentukan corak kehidupan parlemen dan pemerintah yang islami.

sehingga dalam prakteknya kita sering memisahkan agama dari urusan politik (meski secara teorotis kita mengingkari pemisahan seperti ini). Namun. "Saya ingin menegaskan bahwa ada perbedaan antara UUD Mesir sebagai sesuatu yang ideal. Maka bagaimanakah sikap seorang muslim menghadapi dua hal yang jelas-jelas bertentangan ini? "Adapun Ikhwanul Muslimin. mendukung riba." Kata Imam Syahid. telah mengharamkan perbuatan zina. "Jika Allah dan Rasul Saw. mereka sekali-kali tidak akan pernah rela dan menyetujui undang-undang seperti ini. dan mengatur perjudian. namun ternyata ketetapan ini tidak cukup 606 607 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Pemerintahan) 495 . semua itu bukanlah akhir dari kerja keras mereka. memerangi perjudian. akidah adalah barang yang paling mahal harganya di alam dunia ini dan Ikhwan akan terus menggelindingkan bola. Beliau berkata. di semua sisi perundangundangan. Kata Imam Syahid. Mereka senantiasa bekerja dengan segala cara dalam rangka mengganti undang-undang semacam itu dengan syariat Islam yang adil dan utama."606. Kita tetapkan dalam UUD kita bahwa agama resmi Negara adalah Islam. Banyak dari undang-undang yang menjadi pijakan peradilan ini secara terang-terangan bertentangan dengan Islam." Ikhwan pernah menghadap kepada Menteri Kehakiman dengan menyodorkan tulisan tentang ini dan memperingatkan pemerintah tentang akhir kisahnya yang pahit."607. membenarkan khamr. Sungguh. dengan undang-undang yang digunakan sebagai pijakan dalam sistem peradilan dalam prakteknya.dengan UUD Mesir itu sendiri yang menyebutkan bahwa agama negara adalah Islam. "Merupakan kesalahan yang fatal ketika kita melupakan akar pemikiran ini. melarang minum khamar. sementara itu undang-undang melindungi pezina.

maka organisasi itu harus mempunyai program yang jelas dan sasaran program yang rinci. Ungkapnya: "Semua orang merasakan ketidakmampuan sistem pemilu yang berlaku sekarang untuk merealisasikan tujuan yang telah digariskan. Ini merupakan kelemahan pertama dan awal mula kerusakan. rumah atau individu yang tidak termasuk dalam kriteria kelayakan untuk pemilihan. Jika mereka adalah wakil organisasi. Memberikan sanksi yang berat kepada setiap pemyimpangan dalam pelaksanaan dan praktek suap dalam pemilihan. 496 . Menjelaskan peraturan-peraturan tentang tema kampanye pemilu dan menetapkan sanksi bagi siapa saja yang melanggarnya. disamping juga adanya pemaksaan dalam memilih."608. Tuntutan Perbaikan Undang-undang Pemilu ● Imam Syahid memberikan kritik terhadap undang-undang pemilu. tetapi berkisar pada metode dan langkah-langkah pembaharuan. 3."609.bisa menghalangi para petinggi pemerintahan dan para tokoh politik untuk merusak citra Islam dalam persepsi dan pikiran khalayak. Memperbaiki aturan pelaksanaan pemilu dan sosialisasinya. Beliau berkata: "Harus segera dilakukan upaya perbaikan terhadap undang-undang pemilu. Menyebutkan kriteria-kriteria khusus bagi calon anggota legislatif. Peraturan-peraturan itu. dengan keyakinan dan perbuatan mereka yang menjauhkan antara petunjuk agama dan muatan politik. yakni memilih orang-orang yang shalih (terbaik) untuk menjadi wakil rakyat di parlemen. hendaknya tidak menyangkut masalah keluarga. beliau mengajak untuk melakukan perbaikan. 2. Sisi-sisi yang mendesak untuk dilakukan perbaikan adalah sebagai berikut: 1. serta merusak keindahan Islam dalam realitas kehidupan. 608 609 Ibid. 4. Ibid. karena masalah peraturan ini sering dipermaikan oleh ambisi partai tertentu dan kepentingan pemerintah pada waktu-waktu belakangan ini.

Mengenai cara yang diterapkan guna perbaikan itu memang banyak ragamnya. 497 . hal. 3. Penyuluhan berolah raga. rela dan berusaha lari dari upaya perbaikan. pengembangan kekayaan alam. Imam Syahid mengatakan. memelihara diri dari penyakit. "Semua ini menjelaskan bagaimana Islam berbicara tentang masalah kesehatan umat secara umum. Tuntutan Membina Umat yang Kuat Menimbang perhatian Imam Syahid terhadap bidang industrialisasi. Semua itu secara jelas sudah tercakup dalam ruh Islam dan manhajnya. sehingga para calon legislatif tidak bisa memaksa para pemilihnya dan kepentingan umum akan bisa diletakkan di atas kepentingan pribadi dalam menilai dan berhubungan dengan para caleg. beliau ternyata juga memusatkan perhatian pada manhaj perubahan dalam rangka menguatkan pembinaan masyarakat. menjaga kesehatan badan dan kekuatan tubuh. Menaruh perhatian pada kesehatan umum dimulai dari balita. ini termasuk pada sektor ekonomi. dan sosial sebagaimana yang telah kami ungkapkan sebelumnya. tanpa pengecualian. Misalnya: 1. jundiyah (keprajuritan). Urgensi jiwa nasionalisme.5. kemuliaan. niscaya akan terbuka jalan menuju kesana. Jika sebuah keinginan diupayakan dengan jujur dan sungguh-sungguh.329. dan berkebangsaan. Demikian pula menguasai faktor-faktor penyebab kekuatan.330. Berlapang dada 610 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Pemerintahan). pertanian. pemberian perhatian kesehatan tersebut secara massal."610. Yang disebutkan tadi adalah sebagian saja. Jika pemilihan dilakukan dengan memilih tanda gambar dan bukan memilih orang. Merupakan sebuah kesalahan besar jika kita hanya terpaku dengan kondisi sekarang ini. dan anjuran untuk memelihara kesehatan. 2. maka itu lebih baik. tanpa terlalu keras atau radikal.

karena itu menjadi bagian terpenting dalam mewujudkan umat yang kuat. akhlak luhur yang mempunyai kekuatan."612 Beliau lebih lanjut memaparkan tentang urgensi semua ilmu. tidak ada maksud mengadakan makar dari satu kelompok terhadap kelompok lain. hlm 281 Ibid. hlm 283 614 Setiap partai punya hak untuk menjalin hubungan dengan kekuatan nasional lainnya. Dialog yang dimaksudkan mesti memiliki acuan (kode etik) jelas. tetapi malah menjadikannya sebuah kewajiban sebagai penguat dan selanjutnya Islam banyak mensugesti hal ini … Alquran tidak pernah membedakan antara ilmu dunia dengan ilmu agama. misalnya bahwa dialog itu dilakukan dengan santun dan lembut614.terhadap segala hal yang memberi kemanfaatan dan kebahagian untuknya"611. Pembicaraan kali ini hanya terkait dialog tentang masalah nasional dan cara koordinasi penyelesaiannya."613. Ia juga berhak menyatakannya ataupun tidak. mengandung tujuan positif. menjadikan kemaslahatan negara sebagai asas utama dialog. Dan. bahkan menganjurkan agar mengambil dua-duanya. 4. Imam Syahid berkata. Kata Imam Syahid. 498 . "Islam tidak jengah dengan ilmu pengetahuan. Urgensi menanamkan akhlak yang luhur dan membina umat untuk mencapainya. dan bercita-cita tinggi. Dialog pun dapat 611 612 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). hlm 282-283 613 Ibid. 5. Seputar Koordinasi dan Aliansi Jamaah Ikhwanul Muslimin dengan senang hati membuka dialog kepada semua kekuatan politik dan nasional. Perhatian terhadap ilmu pengetahuan dan perbaikan pendidikan. berjiwa besar. "Umat yang sedang bangkit sangat memerlukan akhlak.

atau ia membiarkan bahunya diinjak oleh orang lain. dan membentuk aliansi dengan beragam kekuatan. atau sekadar gelombang yang hanya melewati sebagian kelompok. Pembatasan mekanisme kerja. karena kesepakatan lintas nasional memiliki batasan terendah yang mungkin disepakati. atau memanfaatkannya demi mewujudkan ambisi dan kemaslahatan pribadi. namun bukan berarti ia membiarkan perampasan hak-haknya. serta tanggung jawabnya. Selanjutnya disana mesti ada penegasan yang menjamin koordinasi dan aliansi ini. dan tugas setiap kelompok. namun dalam beberapa hal bisa saja terwujud kesepakatan terhadap slogan-slogan dan mekanisme. Pengkondisian ini bukan merupakan penjenjangan bagi perbedaan dan peleburannya. selama hal itu tidak bertentangan dengan nilai dan prinsip-prinsip dakwah. 2. Pembatasan prioritas 3.meningkat untuk mewujudkan kesepahaman bernegara. Yang bermula dari kesepakatan untuk menghormati setiap prinsip. dan membentuk aliansi terkait satu persoalan atau problema nasional. diharuskan menjelaskan batasannya terlebih dahulu yakni tiga hal: 1. setiap kelompok bisa komitmen terhadap segala hal yang menjadi kesepakatan. Jamaah Ikhwanul Muslimin berhubungan dengan semua elemen dengan jelas dan terbuka serta dengan kelapangan hati dan kebijakan. atau kewajiban dari pandangan personal terhadap kelompok. Dalam masalah kesepakatan bernegara yang bertujuan untuk menjalin koordinasi kerja secara baik. yaitu: memelihara karakteristik setiap kelompok. identitas dan prinsip-prinsipnya. Tansiq (koordinasi) bukan berarti jamaah Ikhwanul Muslimin melepaskan slogan. Pembatasan tuntutan kesepakatan. 499 . kemudian tentang koordinasi kerja dan mekanismenya. atau hal yang senada. lintas perselisihan. kecenderungan kerjanya. terpedaya. timbangan relatif setiap sudut pandang.

menghindari pendeskreditan seseorang dan tidak menuduh nasionalisme seseorang dan keikhlasannya dalam bekerja. 3. diantaranya kemaslahatan Negara. Dan 500 . namun jamaah memberikan nasehat dan mengajaknya kepada prinsipprinsip keadilan dan kebebasan. 2.Iklim yang dibutuhkan adalah. Namun jamaah tidak melakukan dialog. berdialog dengan semua golongan dan membudayakannya. tidak angkuh dan besar kepala terhadap orang lain. komitmen terhadap etika-etika dialog. kemerdekaan dan komitmennya. Jamaah Ikhwanul Muslimin memiliki satu sikap terhadap semua kelompok (artinya. kemudian mengambalikan kepada masyarakat untuk mendukung dan memilih salah satu dakwah. dan mengungkap rencana dan proyek-proyek konspirasinya. 1. kelompok atau kekuatan politik sesuai dengan konsep dan proyek yang ditawarkan. Jamaah Ikhwanul Muslimin memperhatikan strategi umum dan prinsip-prinsip kerja yang dimilikinya. Dalam gerakan politiknya. Pemerintah yang diktator yang menganggap bahwa dirinya adalah yang paling benar dan menghadapi pemikiran-pemikiran yang berseberangan dengannya dengan penangkapan dan penjara. Dalam gerakan dan sikap-sikap politiknya. pentj). jamaah tidak memiliki standar ganda. ia justru mengajaknya untuk meninggalkan cara-cara yang menyimpang dari syariat Islam dan prinsip-prinsipnya tersebut. dan mengajak untuk menjalin hubungan dengan Zionisme. Kelompok manapun –Mesir maupun non Mesir. Maka kami memperingatkan dari hal ini. menerima kritikan dan masukan dengan kelapangan hati serta menganggap hal itu sebagai doa yang mulia.yang menjadikan kekerasan dan penumpahan darah sebagai sarana perubahan. meninggalkan tuduhan-tuduhan dan uslub perdebatan dan penipuan. kesepakatan dan koordinasi dengan beberapa kelompok berikut. Begitu pula dengan kelompok-kelompok yang memiliki hubungan dengan Zionisme.

Persimpangan jalan juga tidak selalu kerjasama dan koordinasi. kelompok dan aliran-aliran yang tidak bekerja untuk kemaslahatan Islam atau kemaslahatan bangsa. Target yang kita inginkan adalah target yang tidak menghalalkan segala cara. kesepahaman tentang prioritas. atau terkadang harus memikul beban dan rintangan. keikutsertaan dalam efektifisasi. perjanjian. 501 . Jika terdapat jalinan kerjasama di persimpangan ini. namun target dan sarana yang kita inginkan adalah target yang menyatu dengan kaidah-kaidah syariat dan hukum-hukumnya. maka henaknya sejalan dengan hukum-hukum Islam dan kaidah-kaidahnya. dan kadang-kadang bayak pihak yang diuntungkan dalam hal ini. integral dan saling terkait. bahkan dengan kelompokkelompok yang menyimpang dari fikrah islamiyah dan memusuhinya. 615 Maksud dari 'orang lain' adalah. Persimpangan Jalan Terkadang terdapat persimpangan jalan antara jamaah dengan kekuatan dan aliran-aliran non muslim yang lain. namun ia merupakan salah satu sarana dalam mewujudkan beberapa target-target parsial dan praktis –bukan target-target prinsipil-. Adapun para nasionalis muslim. yang berupa susunan yang saling terikat dan eksis sepanjang sejarah. kadang-kadang juga ikut serta dalam targettarget dakwah. genjatan senjata. Namun sarana yang kita inginkan adalah yang tunduk kepada prinsipprinsip Islam dan berkaitan erat dengan target.dalam mewujudkan hal ini. seperti pembebasan. atau jamaah memilih salah satu sarana dan mekanisme yang tidak memberikan implikasi terhadap kemaslahatan Negara dan strategi jamaah di dalam gerakan dan dakwah. adapun sarana. dimana target kami adalah Islam yang kokoh. walaupun target-target dakwah Ikhwan lebih luas dan lebih mendalam. dan lain-lain yang merupakan bagian dari siasat Islam dan fiqih konstitusi. bantuan bersyarat. jamaah terkadang harus mengorbankan pengeluaran khusus. terkadang kita akan terlibat bersama dengan orang lain615. atau diam (absten) terhadap sesuatu hal demi kemaslahatan yang lebih besar.

yaitu larangan Imam Ibnu Taimiyyah untuk tidak membangunkan pasukan Tatar yang mabuk dan sedang tertidur di jalan-jalan Baghadad. atau menghindari bahaya dan mafsadah yang lebih besar. dilupakan atau diremehkan. marabahaya dan peristiwa-peristiwa menakutkan. meskipun secara parsial. karena jika mereka bangun. Begitupula menahan kezaliman tanpa perlawanan atau diam terhadap suatu kerusakan demi mewujudkan kemaslahatan yang lebih besar. ia tidak melanggar sunah alam dan tidak melawan arus.Kami akan menunjukkan salah satu contoh untuk menjelaskan hal ini. Semua hal ini. dimana hal ini membutuhkan pengalaman dan kecermatan dari qiyadah –dengan taufik dari Allah. menguatkan basis pengawalan dakwah dan penjagaan terhadap prinsip-prinsipnya: 502 . maka mereka akan menyakiti penduduk dan merampas milik rakyat negeri itu. Sesungguhnya sejarah jamaah dan perjalanannya sangat panjang. dan hal ini tidak bertentangan dengan pemanfaatan kesempatan dan kelenturannya dalam menghadapi beberapa peristiwa. atau dalam rangka menjalankan kewajiban yang utama yang dibutuhkan oleh umat dan pada waktu itu Negara sedang dipimpin oleh pemerintah yang zhalim. Urgensi Pengamanan terhadap Dakwah Mengawal dakwah dan melindungi keselamatan dan kekokohan rukunrukunnya merupakan tujuan mendasar yang tidak boleh ada tawar-menawar. Namun berupaya menguasai dan mengalihkan arusnya serta memanfaatkan untuk kepentingan dakwah.dalam menghadapi tekanan. dan Ibnu Taimiyyah telah menjelaskan beberapa batasan terkait dengan hal ini. Bahkan Allah Allah terkadang memenangkan agama ini melalui seorang lelaki pendosa. serta apa saja yang pernah dihadapinya menjelaskan tentang sejauh mana taufik Allah terhadap qiyadah jamaah dalam mengawal. melindungi dan memindahkan jamaah ini dari satu fase ke fase berikutnya. dilepaskan.

atau tanpa disadari para penyusup. dan menutup Majalah Ikhwan (Majalah Al Manar dan Majalah Ta'aruf). Mengembalikan semua urusan kepada Allah dan mengetuk pintu kemuharan-Nya. begitupula halnya para Mursyid yang mengemban amanah itu setelah beliau –semoga Allah meridhai mereka semua-. 4.dengan tenang. 503 . mereka meminta Perdana Menteri Mesir waktu itu. lalu akhirnya ia berhadapan dengan tekanan Inggris tahun 1941 M. pada saat yang sama PD II baru dimulai. serta menguatkan asas jamaah tanpa menimbulkan goncangan.616 Ketika Inggris mencium 'bahaya' dakwahnya. sebagaimana yang diajarkan oleh Imam Syahid. 2. beliau menyebarkan dakwah dengan tenang dan hikmah. Memahami dan mengetahui jalan orang-orang beriman dan jalan para pendosa. Hal-hal tersebut di atas merupakan faktor-faktor yang membantu pengawalan terhadap dakwah. sehingga mereka sibuk mengurus peperangan. 3. termasuk wakil Jamaah Ikhwanul Muslimin juga dipindahkan ke Dimyath. Kerekatan shaf dakwah terhadap para qiyadah dan tsiqah yang tinggi terhadapnya. dan Imam Syahid merupakan model ideal yang menjadi contoh untuk pemahaman tersebut. Kekuatan ukhuwah dan cinta antara kader dakwah Selalu berpegang teguh terhadap ushul dan prinsip-prinsip jamaah. Imam Syahid mampu membangun dakwah –dengan seluruh manhaj dan tujuannya yang syamil. Husein Basya untuk mengisolir Imam Syahid ke pedalaman Mesir. 5. Beliau berhasil menyeberangkan dakwah di tengah konflik yang bergejolak dan kondisi yang sangat sulit.1. Imam Syahid menghadapi dengan tenang dan bijak. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh Imam Syahid. Kemudian beliau dipindahkan ke Qana pada 9 Mei 1941 M. Beliau kemudian memanfaatkan keberadaannya di 616 LIhat kembali: Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna).

tidak lama setelah itu. beliau justru semakin mengkonsentrasikan diri untuk menyebarkan dakwah dan gerakannya dengan memanfaatkan kondisi yang ada pada waktu itu. lalu beberapa kelompok dan kekuatan mengeluhkan keberadaannya di sana. Mesir. kemudian di penjarakan di Zaitun. Karena mendapat tekanan politik dan kecaman dari pelbagai media serta kondisi PD II. Inggris mendirikan sebuah jamaah baru untuk menyaingi dan menyerang kelompok Ikhwanul Muslimin. Imam Syahid menerima tuntutan itu setelah menimbang dengan cermat berbagai akibat dan kemungkinan yang akan terjadi. Nahas Basya untuk mengancam dan memaksanya membatalkan diri sebagai calon. mereka terpaksa melepaskan Imam Syahid. Pada tahun 1948 M. mereka kemudian meminta pemerintah untuk memenjarakan Imam Syahid. Namun Inggris menolak hal itu dengan keras dan menekan pemerintah Mesir melalui PM. yang membongkar kejahatan Inggris dan Yahudi. Gerakan Imam Syahid kemudian berkonsentarsi terhadap masalah Palestina. Imam Syahid kemudian melakukan tekanan dengan cara yang tenang melalui beberapa menteri dari kelompok-kelompok independent yang duduk di parlemen. mereka menamakannya Ikhwanul Hurriyah. 504 . wakil Jamaah dan sekretaris umum. Imam Syahid lalu berupaya menggunakan kesempatan untuk ikut berperan di parlemen Mesir. serta dengan interaktif di parlemen melalui Ustadz Muhammad Nashir tentang sebab pemindahan Imam Syahid ke perkampuangan Mesir. lalu dilakukan penangkapan terhadap Imam Syahid. Ia kemudian mencalonkan dirinya sebagai calon untuk daerah pemilihan Ismailiyah tahun 1942 M.perkampungan itu untuk menyebarkan dakwah di sana. Namun Imam Syahid tidak menghiraukan dan tidak menyibukkan dirinya dalam konflik tersebut. mencetak dan menyebarkan buku yang berjudul Al Dimar wa Al Nar (Kehancuran dan api) di Palestina. Imam Syahid dikembalikan ke Kairo.

Imam Syahid mengambil manfaat dari kejadian ini dan beliau tidak bersikeras melakukan perlawanan. beliau kembali mencalonkan dirinya di daerah pemilihan yang sama. Lalu terjadi konflik Palestina –yang merupakan bagian dari strategi dakwah Ikhwanul Muslimin yang tidak mungkin dilepaskan-. beliau mengetahui sejauh mana konspirasi yang dilancarkan musuh. dan konspirasi dan upaya pelumpuhan. Faktor-faktor yang mampu mengawal bangunan jamaah –setelah taufik Allah yang Maha Tinggi tentunya-. Kekuatan ikatan dan kekokohan antar satuan-satuan shaf dan kader-kader jamaah. kekuatan dan kekokohannya. Tsiqah kepada qiyadah dan selalu berhimpun bersama mereka. jamaah ini tidak menyimpang atau dikuasai oleh musuh.617 Lalu pada 8 Desember 1948 M. terdapat pada hal-hal berikut: 1. namun beliau – semoga Allah merahmatinya. namun Inggris memanipulasi hasil pemilu dengan pemalsuan yang sangat jelas. 3.telah mengamankan dakwah dan meletakkan rukun dan pondasinya sehingga ia mampu bertahan menghadapi musuh. Jamaah Ikhwanul Muslimin dipimpin oleh al Ustadz Hudhaibi untuk menghadapi gelombang ujian dengan penuh kesabaran dan keteguhan. Sepeninggal Imam Syahid. 2. Kejelasan orientasi dan keteguhan pemahaman yang dimiliki oleh masing-masing individu jamaah terhadap target dan 617 LIhat kembali pembahasan tentang hal ini pada bab Pembebasan Negeri-negeri muslim. serta pembunuhan Imam Syahid pada 12 Februari 1949 M. panah-panah musuh. Dengan keutamaan Allah dan taufik dariNya. Naqrasyi mengeluarkan keputusan pembubaran jamaah dan menangkap seluruh anggota Ikhwanul Muslimin. 505 . Sesungguhnya pengamanan dakwah harus dimulai dari dalam bangunan. dan makalah yang berjudul Mihnatul Islam. Bangunan ini yang kemudian menghancurkan setiap usaha penghancuran.Kemudian pada tahun 1945 M.

saling menghormati. Yang pada 506 . berupa kejelasan (orientasi). yaitu kelompokkelompok yang tidak memiliki agenda yang jelas. kondisi yang gelap dan ketidakstabilan jasad. semata-mata hanya fanatisme pemimpin atau ketokohan seseorang. cinta. tidak tenang. Imam Syahid dan pembentukan partai-partai 1. serta tingginya tingkat kebutuhan mereka terhadap jamaah dan dakwah. komitmen terhadap ketentuan jamaah serta berpegang teguh terhadap adan dan akhlak. serta antar generasi dakwah. digoncang. begitupula kebutuhan umat manusia terhadapnya. 4. Kami hanya menyampaikan secara umum bagaimana mengupayakan dan mentarbiyahnya hingga sampai pada tahap keimanan yang tinggi. tidak akan terlepas dari tahapan ini dan tidak kehilangan sifat tsabat (keteguhan) dan quwwah (kokoh dan kuat). serta penerapannya yang menyebabkan kemunduran di tubuh umat. Dengan terpenuhinya semua faktor-faktor di atas. terlebih penerapannya yang berdiri di atas kebencian. Hubungan yang erat antara qiyadah (pemimpin) dan Qaidah (jundi-jundi dakwah). perseteruan dan melegalkan permusuhan antara individu masyarakat.sarana. Kami tidak mengatakan. 5. Kehancuran tidak akan terjadi kecuali pada kondisi yang goncang. Iklim yang baik di dalam dalam jamaah. Termasuk prilaku individu atau sikap-sikap yang dilakukan oleh anggota jamaah. maka shaf jamaah akan sangat sulit ditembus. keterbukaan. ruh dan pengorganisasian. dihancurkan apalagi dilobangi. "bahwa barisan shaf Ikhwan dalam pelbagai aspek dan sisinya adalah shaf malaikat dan shaf paling ideal. Imam Syahid menghadapi realita buruk dalam pertumbuhan kelompok-kelompok di Mesir.

dan rakyat tidak akan mendapatkan apa-apa selain perampasan kemuliaan dan kemerdekaan. bahwa campur tangan asing terhadap urusan umat tidak ada maksud lain kecuali untuk permusuhan dan perseteruan."619 2. Imam Syahid berkata. Ikhwan juga berkeyakinan bahwa hizbiyyah (sistem kepartaian) seperti ini akan merusak seluruh tatanan kehidupan. hingga kini belum dapat menentukan program dan manhajnya secara pasti.akhirnya membuka pintu masuknya orang-orang asing untuk bermain terhadap masyarakat. "Saya meyakini wahai tuan-tuan. hal. namun permusuhan akan senantiasa mengintai dan mencari musuh berikutnya. memberangus kemaslahatan. merusak akhlak."618 Beliau juga berkata. hal. Ikhwan juga berkeyakinan bahwa partai-partai yang ada. "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin berkeyakinan akan mandulnya sistem koalisi antar partai. Sebagai bukti akan hal itu. dan 618 619 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Imam Syahid berkata.167 507 . dan memporak-porandakan kesatuan umat. kalian semua mengetahuinya. bukan demi kemaslahatan umum. Sebagian besar didorong oleh ambisi pribadi. Mereka akan berdiri seperti seekor kera di hadapan dua ekor kucing. 146 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). Imam Syahid meyakini kerusakan partai-partai Mesir sudah mencapai taraf politik tambal sulam atau semata-mata perbaikan yang dangkal. "Ikhwanul Muslimin berkeyakinan bahwa partai-partai politik yang ada di Mesir didirikan dalam suasana yang tidak kondusif. Sistem kepartaian ini walaupun bisa mengantarkan salah satu kelompok meraih kemenangan.

hal. "Apa saja yang disebabkan oleh sistem kepartaian ini. Imam Syahid tetap berpandangan tentang urgensi kebebasan beraspirasi dan mendirikan partai politik yang benar."621 Khusus untuk sistem perwakilan parlementer –yang secara prinsip dan kaidah sangat dekat dengan sistem pemerintah Islam. Karena. Adapun obat yang paling mujarab adalah hendaknya partai-partai ini dihilangkan. berpikir dan 620 621 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V)."620 Beliau juga berkata."623 3.146 508 . telah banyak aspirasi yang menyuarakan untuk menghapus sistem kepartaian di Mesir. Beliau mengatakan. Imam Syahid berkata. 322 623 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). persaingan dan kebencian adalah sesuatu yang dibenci oleh Islam. bukan obat yang sesungguhnya. maka tidak ada syarat harus mendirikan partai politik. Kendati demikian. "Karena sistem ini sangat mungkin diterapkan tanpa ada sistem kepartaian. dan tanpa harus melepaskan kaidah-kaidahnya yang orisinil. hal.koalisi semacam ini hanya merupakan obat penenang yang bersifat sementara. berupa pertentangan. Wahai Ikhwanul Muslimin. hal. "Ikhwan berkeyakinan bahwa ada perbedaan prinsip antara kebebasan pendapat. 148 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). karena mereka mungkin telah selesai memainkan perannya dan kondisi pun sudah tidak lagi membutuhkannya. 168 622 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam)."622 "Ikhwan juga berkeyakinan bahwa sistem perwakilan atau bahkan parlemen itu tidak membutuhkan sistem kepartaian dengan bentuknya seperti yang ada di Mesir sekarang. betapa cepatnya orang-orang yang berkoalisi itu bubar dan kembali melakukan perang satu sama lain dengan peperangan yang lebih dasyat daripada sebelum berkoalisi. hal.

yang belum mendapatkan kemerdekaannya secara totalitas. dan partai-partai politik telah berubah menjadi sesuatu yang merusak dengan kegiatan dan tokoh-tokohnya. dan perpecahan dalam ide dan pandangan umum serta apa yang berasal dari keduanya. adalah umat yang belum mendapatkan kemerdekaan secara sempurna. Imam Syahid berkata."624 Beliau juga berkata. berusaha terusmenerus untuk memperluas jurang perpecahan di kalangan umat dan mengguncang kekuasaan pemerintahan yang resmi. dan nasehat –sebagaimana digariskan oleh Islam. dengan kebebasan pandangan yang dibolehkan dalam Islam dan dianjurkan. 168 509 . Imam Syahid menjelaskan tentang kondisi masyarakat Mesir. musyawarah. kecuali dengan persatuan dan bahu membahu. yang menyebabkan terjadinya perpecahan di tubuh umat. Jika setiap 624 625 Ibid Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). berekspresi. Tidak mungkin kemerdekaan ini dapat diraih dan tidak mungkin menyingkirkan ambisi-ambisi tersebut. yang sejak awal pertumbuhan membutuhkan kerja keras dan persatuan. beliau berpandangan untuk menghilangkan sistem kepartaian. baik mengikuti suara mayoritas atau dengan kesepakatan."625 4. keluar dari lingkaran jamaah. menafsirkan sesuatu. hal.bersuara. Oleh karena itu. "Terdapat perbedaan wahai Ikhwanul Muslimin antara partai politik yang slogannya adalah perbedaan. serta dengan proses penyeleksian urusan terhadap suatu perkara untuk mencari kebenaran. dan masih dikelilingi oleh banyak ambisi di setiap tempat. maka seluruhnya menerima dan menyetujuinya sebagai sebuah keputusan. Dimana setelah jelasnya suatu perkara. "Sesungguhnya kami wahai Ikhwan.dengan fanatisme terhadap pendapat. kami masih berada dalam timbangan.

saya juga tidak ingin menyembunyikan dari mereka. karena hal itu merupakan pandangan saya sendiri bukan untuk orang lain."626 Imam Syahid berkata. dan saya melihat bahwa kewajiban memberikan nasehat kepada umat manusia –terutama pada kondisi-kondisi seperti ini.bangsa yang telah mendapatkan kemerdekaannya secara sempurna dan telah menyelesaikan pembinaan dirinya. "Saya meyakini wahai tuan-tuan. "Saya juga ingin mengatakan bahwa bahwa ketika saya berbicara tentang partai politik. namun ia tidak dibolehkan di semua Negara. "Sesungguhnya saya memiliki pandangan sendiri terhadap masalah partai politik. dan bisa jadi ia mengamalami perubahan pada masa-masa yang akan datang.telah menggerakkan saya untuk berterus-terang dan menyampaikannya kepada manusia. 166 628 Ibid 510 ."627 5. hal itu bukan menjadi kepentinganku."628 Beliau juga berkata. Imam Syahid berkata. Walaupun demikian. 626 627 Ibid Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). hal. atau saya menjelek-jelekkan salah satunya dan merekomendasikan yang lain. maka hal itu tidak mungkin bisa diwujudkan di tengah umat yang baru tumbuh. diperbolehkan berbeda dan mendirikan partai-partai di dalam beberapa hal. Imam Syahid menegaskan bahwa hal ini merupakan pandangannya sendiri dalam menghadapi kondisi dan keadaan pada fase ini. bahwa sistem partai politik walaupun dibolehkan di beberapa Negara. maka bukan berarti saya sedang menawarkan sebuah partai kepada masyarakat tanpa partai yang lain. atau saya menguatkan salah satunya tanpa yang lain. dan saya tidak ingin memaksakannya kepada orang lain.

manhaj dan auran kehidupan sesuai dengan syariat Islam. dan hendaknya ada lembaga hukum yang independent dan adil yang menangani pelaksanakan dan penerapannya. Imam Syahid menegaskan dengan keyakinan yang kuat bahwa. maka Ikhwanul Muslimin menuntut kebebasan mendirikan partai. politik merupakan bagian dari manhaj Islam. Pertama. Ikhwanul Muslimin memberikan pandangannya yang universal yang berlandaskan asas dan pondasi yang dibuat oleh Imam Syahid tentang sistem pemerintahan." Beliau juga berkata. "Namun mereka meyakini Islam sebagai akidah dan ibadah."629 6. Negara dan seluruh alam. urgensi kebebasan. "Mereka meyakini bahwa Islam sebagai sistem paripurna yang melingkupi seluruh aspek kehidupan. syuro dan menghormati aspirasi rakyat. Dengan pandangan khusus Imam Syahid ini. saya membiarkan keputusan terhadap partai politik kepada sejarah dan opini khalayak. Tentang Aktivitas POlitik: 1. budaya dan undang-undang. akhlak dan materi. Negara dan kewarganegaraan. mengatur perkara dunia sebagaimana dia mengatur perkara akhirat. masyarakat. dan hendaknya sistem politik. dan sesungguhnya pembalasan yang benar adalah di sisi Allah semata. serta toleransi dan kekuatan. yang mengatur kehidupan pribadi. Mereka yakin bahwa Islam adalah sistem operasional 629 Ibid 511 . Imam Syahid berkata. perhimpunan dan deklarasi sikap dan pandangan.Namun saya ingin mengambil sebuah sikap yaitu. yang beliau tetapkan secara temporer sesuai dengan kondisi yang dihadapi oleh umat.

160 633 Ibid. dengan kebebasan pikiran yang dibolehkan oleh Islam dan dianjurkan. dan izzah adalah bagian dari ajaran Al Quran. 632 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). hal. hal."634 630 631 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). 104 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). sekaligus menghindarkan manusia dari semua kemungkinan buruk yang bisa timbul dalam proses menuju kesana. dan manusia tidak akan melihat mereka sebagai pengusung partai. hal."633 "Tema-tema besar seperti semacam universalisme. kapitalisme. kebebasan.sekaligus spiritual. nasionalisme. hal. Islam menurut mereka adalah agama dan daulah.168 634 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). atau tidak akan sama sekali menjadi tidak muslim. perang. serta apa yang menjadi dari keduanya."632 "Terdapat perbedaan wahai Ikhwan. distribusi kekayaan. sosialisme.56 512 . serta berbagai masalah yang terkait dengan tema ini –yang kini memenuhi kepala para pemimpin dan pakar ilmu sosial modernkami yakin telah diselam begitu dalam oleh Islam. komunisme."630 "Bahwa politik. hubungan antara produsen dan konsumen."631 "Dan Allah mengetahui bahwa Ikhwanul Muslimin tidak pernah sama sekali menjadi tidak berpolitik. antara partai yang memiliki slogan perbedaan dan perpecahan dalam perspektif dan pandangan umum. Sebab Islam telah meletakkan suatu sistem bagi dunia yang membuka pintu bagi pendayagunaan dan pemanfaatan semua sumber kebaikan. Ia tidak akan memisahkan dakwahnya antara politik dan agama. mushaf dan pedang.

maka kegiatan politik adalah bagian dari agenda dakwah Ikhwan yang sempurna. penyadaran masyarakat terhadap hak-haknya serta membimbing. membina dan memimpin masyarakat. Dalam hal ini Ikhwan mengambil berbagai bentuk kegiatan yang disesuaikan dengan kemamampuan jamaah dan kondisi yang berkembang di sekelilingnya.Ia berkata. kaum muslimin yang mengerti dan memahami ruh dan ajaran Islam secara benar tidak mengenal hal ini. Oleh karena itu. "Oleh karena itu. memperbaiki lembaga pemerintahan. dilanjutkan dengan menyebarkan prinsip-prinsip Islam dalam masalah politik dan pemerintahan. "Kita menilai bahwa pemisahan antara agama dan politik bukanlah bagian dari ajaran Islam yang hanif. Imam Syahid menolak tegas orang yang memisahkan antara dan politik. menyatukan fenomena kehidupan nyata di tengah umat sesuai dengan asas Islam dan kaidah-kaidahnya. 179 513 . hal. mengetengahkan program-program perbaikan yang berbasis Al-Quran.636 3. beliau berkata. Kami meyakini bahwa kebebasan politik dan kehormatan nasionalisme adalah 635 636 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru)."635 2. menuntut kebebasan berpolitik dan nasionalisme. "Adapun kalau kami dikatakan sebagai politikus. Ikhwanul Muslimin mengajak agar asas kebangkitan kita hendaknya merupakan. hal. kami yakin bahwa kekuatan tanfidziyyah termasuk bagian ajaran dan hukum Islam. Imam Syahid berkata. Agenda ini memiliki fase-fase dan lahannya tersendiri yang diawali dengan penjelasan pandangan Islam terhadap suatu peristiwa atau masalah. Bagi mereka yang ingin mengalihkan kami dari manhaj ini hendaklah menjauh dari kami karena ia adalah musuh bagi Islam atau orang yang tidak mengetahui tentang Islam.339 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Tidak ada baginya jalan kecuali dua hal ini. menyempurnakan segala jenis kebebasan dan kemerdekaan bagi tanah air. dalam arti kami memiliki perhatian terhadap umat kita.

Semua hal ini menyebabkan saya meyakini bahwa tidak ada lagi pilihan yang tersedia bagi kita. maka memang demikianlah kami. Dalam muktamar yang dihadiri oleh Ketua-ketua Wilayah. dan mencintai tanah air adalah bagian dari keimanan. Apa yang kami lakukan tidak lain dari merealisasikan tujuan-tujuan di atas dan kami tidak keluar dari dakwah Islam sama sekali. Dalam hal ini beliau juga menjelaskan. karena Islam tidak hanya menyuruh umatnya untuk berjihad dan berjuang. Dalam hal ini beliau mengatakan. kebebasan dan nasionalisme merupakan bagian dari perintah Al-Quran. Kesemuanya itu adalah adalah hal-hal yang biasa dipahami oleh setiap muslim yang mempelajari Islam dengan benar. "Wahai saudaraku! Untuk hal ini kami telah menghabiskan waktu selama 17 tahun dalam rangka mempersiapkan dan memahamkan masyarakat tentang hakikat politik yang sebenarnya."637 4. hal. Atau karena kami berjuang untuk menyempurnakan kemerdekaan dan memperbaiki badan pemerintahan."638 637 638 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI).213 Ibid 514 . Kami kira kami tidak mendatangkan sesuatu yang baru. Imam Syahid membantah pendapat yang mengatakan bahwa meninggalkan kegiatan politik dan memfokuskan diri kepada kegiatan sosial dan moral akan menyelamatkan dakwah dari rintangan dan hambatan. Maka dari sekarang kita berkewajiban untuk mengarahkan jiwa yang sedang terheranheran dan membimbing perasaan yang sedang menggelora untuk melangkah bersama jalan ini. "Tidak ada dakwah tanpa jihad. Tidak ada lagi lembaga yang diyakini dan diharapkan masyarakat untuk mewujudkan cita-cita suci ini selain dari Ikhwan. Wallâhu Al-Musta'ân.bagian dari rukun dan kewajiban Islam. dan tidak akan ada jihad tanpa adanya tekanan.

. dengan hal ini kita melangkah ke fase yang kedua dari perjalanan dan rencana kita yang berlandaskan Al-Quran. Imam Syahid mengatakan. Agenda perbaikan ini hanyalah bagian dan pelengkap baginya dan bukanlah sebagai ganti. Maka tidak ada dosanya bagi kita ketika politik menjadi bagian dari agama ini. dan Islam mencakup hakim dan orang-orang yang dikenai hukuman. 160 515 ."641 639 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna).Beliau mengatakan –seraya menyebutkan fase-fase dakwah dan tahapan-tahapan dalam kegiatan politik-. Tidak ada dalam Islam slogan yang mengatakan: “Berikan kepada Kaisar apa yang menjadi haknya dan berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak-Nya. Akan tetapi yang ada hanyalah: kaisar dan segala hak miliknya adalah kepunyaan Allah Yang Maha Perkasa. serta kebebasan adalah diantara kewajibannya.Akan tetapi. "Tidak akan ada hari bahwa mereka adalah orang-orang yang berada di luar Islam. Agenda perbaikan dalam bidang politik dan kemasyarakatan tidak boleh dijadikan ganti dari tujuan utama ini. hal. "Jika ditanyakan kepada kalian: Kemana kalian mengajak? Maka jawablah: kami menyeru kepada agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw. dan tidak menyimpang dari jalan kita serta tidak pula menukar rute perjalanan dengan terjun ke dunia politik –seperti yang dikatakan mereka yang tidak memahaminya. dan pemerintahan adalah bagian darinya. Dan juga tidak boleh bagi kami untuk mengakhirkan konsep syariat dan berdakwah kepadanya dengan mengedepankan konsep perbaikan yang merupakan bagian darinya. Agenda dakwah dan politik yang kami miliki mempunyai landasan dan aturan-aturan.”639 5. titik tolaknya adalah Islam dan pelaksanaan syariat Allah. Setiap tujuan perbaikan yang ada bertolak dari sini dan ter-shibghah dengannya. "Dalam hal ini kita tidak menyalahi rencana kita. 165 640 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini) 641 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin).”640 Beliau juga mengatakan tentang dakwah kita. hal.

Tingkatan keistiqamahan dan kesuksesan kita sangat tergantung kepada tingkat ibadah kita kepada-Nya dan keterlepasan dari segala kekuatan. jamaah dalam agenda politiknya dan hubungan dengan partai-partai politik tidak memihak kepada salah satu partai manapun. 6. dan tidak pula dia lebih diprioritaskan darinya. tingkatan ke-tsiqah-an dan ketaatan dalam kondisi malas dan giat dan serta tajarrud."642 642 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI) 516 . Hal ini tidak akan tampak dalam peristiwa-peristiwa biasa dengan sekedar berkaca kepada teori. keteguhan pribadi-pribadinya yang bersandar kepada akidah dan ikatan persatuan. Imam Syahid mengatakan. kekuatan tanzhim. Kita berkewajiban mencari sebab-sebab yang cocok dan bersungguhsungguh dalam proses tarbiyah dan pengkaderan. berharap kepada-Nya serta bertawakal kepada-Nya. Akan tetapi ini akan teruji dan tampak ketika berhadapan dengan kondisi-kondisi sulit dan peristiwa-peristiwa yang menggoncangkan serta dalam menghadapi tantangan yang datang. dan berusaha untuk mengajak mereka mengamalkan manhaj Islam (sebagaimana yang disebutkan dalam halaman sebelumnya). senantiasa memohon pertolongan dan keistiqamahan dari Allah. mengembalikan segala perkara kepada Al-Quran dan perbekalan keimanan. Ats-sabat yang sejati dalam jamaah ini berdiri di atas landasan: komitmen dan keteguhan dalam menjaga ats-sawabit (hal-hal prinsipil dalam jamaah). "ketika terjun dalam dunia politik kita kita tidak akan pernah cenderung dan berpihak kepada salah satu partai politik.Maka seruan untuk perbaikan dalam bidang politik dan sosial adalah bagian dari bentuk dakwah kita kepada Islam dan bukanlah sebagai gantinya.

"Anda telah berbuat kebaikan." Jamaah dengan karakteristik yang ada dalam manhajnya dengan tidak menggunakan sistem partai."Sangat salah orang yang menyangka bahwa Al-Ikhwan Al-Muslimun bekerja untuk sebuah lembaga diantara lembaga yang ada atau ia bergantung kepada salah jama'ah diantara jama'ah yang ada. Jamaah akan memenuhi kata-katanya dan komitmen dengan keputusan yang telah dibuat. Jamaah akan berinteraksi dengan seluruh kalangan dan menujukan dakwah untuk seluruh lapisan. Selain itu tingkat interaksi jamaah juga sangat variatif. Kita menerima berbagai bentuk partisipasi yang berdasarkan prinsip persamaan dalam kerjasama dan koordinasi demi menciptakan perbaikan umat dan menyeleseikan berbagai macam problematikannya. Memberikan kepada setiap individu haknya sesuai dengan sumbangsihnya terhadap Islam. yang berkata kepada seseorang yang telah melakukan suatu kebaikan." Sementara kepada eorang yang melakukan kesalahan dikatakan. Kita juga akan menolak bentuk kerjasama yang tidak berlandaskan asas 517 . kerjasama dan berbagai bentuk hubungan lainnya. Akan tetapi dia tidak menafikan keberadaan organisasi lain. berdasarkan asas yang jelas dan berlandaskan syariat. atau ada yang sampai kepada saling membantu. ada yang sampai kepada tingkat koordinasi dalam beberapa agenda kerja. Dia senantiasa bekerjasama dan berkoordinasi dengan organisasi lain dalam rangka mewujudkan kemaslahatan dakwah dan tanah air. Akan tetapi itu semuanya tentu saja sesuai dengan undang-undang yang ada dalam jamaah dan batasan-batasan yang ada dalam syariat." Jamaah juga tidak akan menjalin kerjasama dengan pihak manapun dengan menggadaikan dakwah atau prinsip-prinsip Islam. Akan tetapi kami tidak akan tertipu dengan berbagai manuver politik dan janji-janji kosong. Kita akan menolak bekerjasama dengan organisasi lain yang semata-mata hanya berjuang untuk kepentingan organisasinya yang berkedok perbaikan. "Anda telah berbuat salah. Ada yang hanya sekedar interaksi secara umum.

Karena hal ini dapat merusak citra jamaah dan merupakan bentuk penyimpangan dari rencana dan tujuannya semula.643 8. b. diwajibkan bagi setiap akh untuk mengenal tujuan secara mendalam.219-220 518 . setiap organisasi yang mewujudkan salah satu sisi manhaj Ikhwan harus didukung oleh setiap akh. setiap manhaj yang tidak menguatkan Islam dan berpedoman kepadan dasar-dasarnya tidak akan mengantarkan kepada kesuksesan. dan Ikhwan meyakini sepenuhnya bahwa rasa cinta adalah asas utama untuk membangunkan kesadaran kaum muslimin.persamaan. f. dan menjadikannya satu-satu standar antara dirinya dengan organisasi lainnya. 7. c. g. lembaga-lembaga yang bermanfaat diarahkan kepada tujuannya dengan memberikan dukungan kepadanya dan tidak melemahkannya. Ikhwan menerima setiap ide yang diberikan demi menyatukan segala usaha kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Bentuk dari kegiatan politik bisa beraneka ragam disesuaikan dengan kemampuan jamaah dan kondisi yang ada. h. d. seperti bekas-bekas kebangkitan dunia timur (Islam). Imam Syahid telah meletakkan standar sendiri untuk hal ini. Ikhwan berusaha untuk melakukan pendekatan antar organisasi dengan berbagai sarana yang tersedia. Ikhwan menentang setiap lembaga yang melakukan penyimpangan dari nilai-nilai Islam seperti Bahaiyyah dan Qadiyaniyyah. Dimulai dengan 643 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). terlebih dahulu memastikan bahwa lembaga tersebut tidak bertentangan dengan tujuan dan target jamaah. Dalam Majelis Syura yang ketiga pada tanggal 11 zulhijjah tahun 1353 H dikeluarkan keputusan yang menjelaskan sudut pandang Ikhwan Muslimin terhadap organisasi lain berdasarkan asas dan aturan-aturan yang ada dalam jamaah: a. hal. Sudah menjadi kemestian bagi Ikhwan Muslimin jika mendukung sebuah lembaga. Dan mendukung ide penyatuan Islam. e.

hal. Dalam menentukan sikap terhadap kejadian dan peristiwa. calon-calon Ikhwan akan maju. Imam Syahid berkata. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa."645 Jamaah dia tidak gegabah dan reaktif terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi. tanpa melakuan check and recheck dan mengetahui selukbeluknya. dan arena jihad bukanlah arena kerja dan arena jihad yang benar bukanlah arena jihad yang salah." (Q. jamaah selalu membedakan antara khayalan. 212 Ibid. Kemudian sampai kepada kepemimpinan dalam kegiatan politik dan khalayak. hal 181 519 . Ia memiliki ilmu fsiklogi (untuk mengenal gejala-gejala di sekitarnya) sehingga 644 645 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). dengan kerja keras dan jihad: "Sesungguhnya arena kata-kata bukanlah arena khayalan.pengumuman pandangan terhadap partisipasi politik dan mengetengahkan program-program yang bersifat menunjang dan membantu. Percayalah dengan pertolongan Allah selama tujuan kita adalah mencari ridha Allah Swt. dan dia tidak tertipu dengan perkara yang tampak lahiriah saja. "berdasarkan asas ini. dan apabila dating waktu yang tepat akan tampil mewakili umat di DPR. slogan dan kata-kata. demikian juga dengan memunculkan kader-kader politik dan masuk dalam Pemilu.S Al Hajj: 40)644 9. dan arena kerja bukanlah arena kata-kata.                       Artinya: "Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya.

646 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). atau dari satu tempat ke tempat lain.tidak tertipu dengan berbagai slogan yang memperdagangkan kata-kata dan kalimat. maka dakwah selalu menimbang sebab-akibat serta implikasinya terhadap jamaah dan gerakan dakwah. Ia benar-benar memahami fase pembinaan dan kondisi yang sedang dilalui umat Islam serta musuh-musuh yang menghadang mereka. maka ia tidak pernah lupa terhadap kemaslahatan dakwah atau kondisinya dari satu waktu ke waktu lainnya. "Janganlah kamu mempertaruhkan usaha dan kerja kerasmu dan jangan pula bertaruh dengan syiar kesuksesanmu!"646 Jamaah tidak absen dalam pelbagai even dan peristiwa yang terjadi. 10. 127 520 . melenyapkannya. baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. dan akan tetap berpegang teguh terhadap dakwah meskipun dengan berbagai bujukan dan ancaman. Oleh karena itulah maka jamaah lebih mengedepankan kerja. perjanjian. Dengan pertolongan Allah. hal. Sejarah menjadi saksi akan keberhasilan jamaah dengan metode yang dipakainya. jamaah bisa selamat dari segala tipu daya dan konspirasi yang ditujukan untuk melemahkan. maka ia senantiasa menggunakan pandangan yang menyeluruh dalam melihat sebuah pertarungan. di waktu yang sama ia juga memiliki agenda politik sendiri yang memilik pandangan mendalam. muatannya lebih kuat dari penampilannya. dan senantiasa meletakkan di depan matanya "Memproteksi eksistensi dakwah dan kekuatan barisan". Jamaah juga sangat memahami bahwa ia menjadi incaran musuh dalam skala regional dan internasional. Di pentas politik dan hal-hal yang menjadi kemestian di dalamnya seperti pernyataan sikap. dan bantuan. dan memalingkannya dari manhajnya.

Demikian pula dalam kaidah pengucilan dan pembuangan. Dalam hal ini kita berpedoman kepada Rasulullah Saw. mandhub (sunnah). dan tarjih untuk menguatkan salah satu pendapat ketika terjadi perbedaaan mashlahat. Dalam suratnya yang diutujukan kepada pemimpin pemerintahan Mesir kala itu beliau mengatakan. fardu (wajib). dan mengukur kondisi dharurah (daurat).Ikhwan sengaja berdiri netral dengan tidak memberikan bantuan dan dukungan kepada salah satu diantaranya. dan hal itu dilakukan melalui lembaga dakwah. Ikhwan sangat memahami bahwa mentarbiyah masyarakat dan 521 . berupa kebutuhan primer. makruh dan haram. Kemudian pembagian tujuan syariat. dan perjalanan sirahnya yang mulia. dan mengakhirkan maslahat yang paling sedikit. Ia tidak memiliki keinginan atau ambisi untuk meraih kursi kementerian atau mengambil keuntungan di balik peristiwa itu.Qiyadah dalam jamaah memiliki hak komparasi terhadap aktivitas politik yang diperbolehkan. sekunder dan tersier. Ikhwan berusaha untuk menjauh dari perkara ini dan berupaya menyampaikan nasihat kepada seluruh pihak yang bertikai. jamaah senantiasa menggunakan Fiqih harakah dan siyasah syar'iyyah. Ketika terjadi konflik antar partai politik dalam memperebutkan kursi kementerian. seperti: mendahulukan menolak madharat daripada mengambil manfaat. dan beberapa kaidah-kaidah lain yang termasuk dalam kaidah dan standar syar'i dalam mengatur amal dan pergerakan. Untuk itu. “Dalam hal yang berkaitan dengan kementerian sebelumnya -termasuk di dalamnya kementerian Anda sebelumnya. Bagi yang memperhatikan sirah Imam Syahid dan pandanganpandangannya akan mendapatkan bahwasanya beliau adalah seorang yang berpandangan tajam dan memiliki pemahaman yang mendalam. syura dan prinsip-prinsip dakwah. mengambil sesuatu yang paling sedikit madharatnya. serta jelasnya perbedaan urutan amal seperti jaiz (boleh). ikrah (kondisi terpaksa). sebagaima ia juga tidak akan pernah meminta atau menerima bantuan dari salah satu diantaranya.

dan beliau pun termasuk salah seorang anggotanya dan antusias dalam memotivasi dan bekerjasama dengannya. sebaliknya tetap serius dan komitmen memberikan pengabdian terhadap masyarakat dengan tarbiyah dan proses penyadaran. 297 522 . Mereka tidak disibukkan dengan kegiatan politik dan pertikaian antar partai.menyebarkan ide-ide perbaikan kepada mereka jauh lebih agung dan bermanfaat daripada berhubungan dengan pemerintahan yang sekarang lebih disibukkan dengan permasalahan pertentangan dan persaingan antar partai. beroposisi dan memberikan penjelasan kepada yang salah. hal. Ia berupaya menyampaikan nasihat dan pemahaman kepada setiap golongan dan memberikan dukungan kepada yang lebih dekat kepada kebenaran. 11. "Kita saling bantu dalam hal yang kita sepakati dan saling toleran dalam permasalahan yang kita 647 Ibid. Sejarah menjadi saksi bagaimana usaha Imam Syahid di usia muda beliau dalam mengumpulkan para ulama dan siapa saja yang menginginkan perbaikan ketika ia mendirikan Jam’iyyah Syubbân Al-Muslimîn. Dengan prinsip akidah yang sangat jelas. Akan tetapi Ikhwan menyambut baik partisipasi pihak lain dan mengajak mereka untuk terjun dalam lapangan dan mengerahkan segenap tenaga dalam proses perbaikan. dengan mengedepankan titik temu dan mengenyampingkan sebab-sebab yang mendatangkan perbedaan dan perpecahan. komitmen dan intergralitas manhaj yang mencakup semua aspek. Ikhwan tidak ingin untuk memonopoli salah satu bidang yang ada dalam masyarakat atau politik ataupun bidang-bidang lainnya. dan tidak masuk dalam arena ini serta berusaha untuk menjauh dari pertikaian ini. Ikhwan tetap membuka diri bekerja sama dengan segenap kekuatan dan kelompok yang ada."647 Ikhwan tidak termasuk dalam pihak yang bertikai tentang masalah kepartaian. padahal ketika itu beliau juga mengemban proyek gerakan paripurna dalam rangka mewujudkan kebangkitan umat dengan nama Ikhwan Muslimin. Langkah strategis ini sangat berperan dalam rangka menjauhkan Ikhwan dari keterombang-ambingan antara partai dan pemerintahan.

karena waktu tidak tersedia untuk melakukan kebohongan. dan menilai seluruh elemen yang ada sesuai dengan neraca keislaman. tanpa dusta dan kebohongan. dengan penuh kejelasan tanpa adanya kesamaran. memiliki sikap yang jelas. Pada pengantar editorial edisi perdana majalah An Nadzir yang terbit tahun 1938 M (Rabi’ Al-Awwal 1357 H). Kita akan menyampaikan dakwah ini kepada segenap tokoh yang ada di negeri ini. 12. Oleh karena itu mereka menyampaikan dakwah kepada siapa saja dengan penuh ketulusan dan kejelasan tanpa diiringi perasaan merasa lebih. Namun jika mereka lebih cenderung untuk melakukan kebohongan dan penipuan dan bersembunyi di belakang berbagai alasan bohong. selama kita semua berkenan untuk menghormati hal yang sudah pasti dalam syariat dan bekerja untuk kepentingan tanah air. Tentang partisipasinya dalam perjuangan politik. Imam Syahid menjelaskan fase yang ditempuh dalam perjuangan politik yang dimasuki jamaah dalam rangka menyeimbangi kekuatan politik dan berbagai aliran yang ada. maka kita akan mengumandangkan permusuhan kepada setiap pemimpin partai atau lembaga yang tidak bergerak untuk kepentingan Islam dan tidak berjalan di atas landasan Islam. sombong dan takabur. “Kita akan beralih dari sebaik-baik dakwah umum kepada sebaik-baik dakwah khusus.perselisihkan”. dari sekedar dakwah dengan perkataan kepada dakwah yang diiringi kerja keras dan perjuangan. para menterinya. maka Ikhwanul Muslimin telah menyampaikan tujuan-tujuan dan sudut pandangnya secara jelas jelas. Ikhwan meyakini bahwa lahan jihad itu terbuka untuk siapa saja. maka kami akan mendukung mereka. Jika mereka mau menerima seruan kami dan menempuh jalan ini. kemerdekaan dan kemajuannya. sesepuh dan segenap partai yang ada. menepati kata-kata dan janji. para pembesar. Kita akan mengajak mereka semua kepada manhaj yang kita yakini kebenarannya dan menjelaskan kepada mereka berbagai agenda kami dan meminta kepada mereka untuk berjalan di negeri kami ini sesuai dengan nilai dan ajaran Islam dengan penuh keberanian tanpa ada rasa ragu. dan mampu memadukan antara pemahaman syariat dengan fiqih realitas. demi 523 .

setelah dakwah dengan perkataan. Kita akan umumkan permusuhan terhadap mereka. baik di dalam pemerintahan maupun di luarnya. yang bermula dari partisipasi mereka dalam perjuangan politik. “Mereka semua akan melancarkan permusuhan yang besar kepada kita. dan jihad ini membutuhkan harga dan pengorbanan.mengembalikan pemerintahan dan kejayaan Islam. orang-orang yang tidak 648 649 Ibid. hal. "Wahai Ikhwanul Muslimin. sebuah permusuhan yang tidak mengenal kata damai dan gencatan senjata sampai Allah memberikan keputusan tentang kebenaran antara kita dan bangsa kita.”651 Di akhir perkataannya Imam Syahid berkata tentang beban perjuangan ini.”650 Dan beliau juga mengatakan tentang fase ini sebagaimana yang beliau sebutkan dalam majalah An-Nadzir. “Telah tampak dengan jelas arah nasionalisme Ikhwan. bahkan lebih dari tekanan. hal.648 Imam Syahid menyebutkan metode perjuangan politik yang berkaitan dengan tujuan. 162 524 . pandangan.Akan tetapi.”649 "Dalam hal ini kita tidak menyalahi rencana kita. saya mengajak kalian untuk melakukan jihad amal. dan tidak menyimpang dari jalan kita serta tidak pula menukar rute perjalanan dengan terjun ke dunia politik –seperti yang dikatakan mereka yang tidak memahaminya. saya umumkan kepada kalian langkah ini melalui lembar-lembar koran kalian edisi perdana ini. dan agenda ketika harus melakukan konfrontasi. dengan hal ini kita melangkah ke fase yang kedua dari perjalanan dan rencana kita yang berlandaskan Al-Quran. baik di dalam maupun di luar ketika dakwah telah mecapai usia sepuluh tahun. dan Dia adalah sebaik-baik pemberi pembuka (pemberi kemenangan). jika mereka tidak menjadikan ajaran Islam sebagai manhaj yang harus diikuti dan diamalkan. 164 Ibid 650 Ibid 651 Ibid. para pegawai di antara kalian akan menerima tekanan.

S Ibrahim: 36)652 13. maka hendaklah ia menyingkir dari jalan ini dan membiarkan katibah Allah ini berjalan. 165 525 . (Q. Jamaah menetapkan bahwa titik tolaknya adalah Islam.bersalah di antara kalian akan menerima perlakuan kasar. dan barangsiapa yang mendurhakai aku. atau dalam koridor himpunan dan sikap-sikap mereka. sikap dan keseimbangan ini membuat perbedaan jamaah sangat jelas di publik. Kemerdekaan cara pandang. namun barangsiapa yang kondisinya tidak memungkinkan atau merasa berat dengan beban jihad yang akan dipikul. Maka Sesungguhnya Engkau. yang memiliki cara pandang yang jelas untuk itu. Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Misalnya. maka bersiap-siaplah untuk menghadapi hal itu. Dalam pernyataan pers dan sikap politiknya. Maka Sesungguhnya orang itu termasuk golonganku. dan saya tidak mengatakan kepada kalian kecuali dengan apa yang dikatakan oleh Ibrahim:                            Artinya: "Maka barangsiapa yang mengikutiku. barangsiapa yang tetap bertahan bersama kami di atas jalan ini. dan lain-lain. baik ia adalah bagian dari syu'bah (kelompok) Ikhwan atau salah seorang dari anggota jamaah ini. Sesungguhnya Allah akan memenangkan orang-orang yang memenangkan agamanya. hal. atau kiri atau misalnya ia menolak keterbukaan atau sangat terbuka. walaupun dalam beberapa sikap-sikapnya kadang-kadang sama dengan sikap-sikap orang lain. jamaah menolak mengatakan bahwa ia adalah bagian dari kekuatan kelompok kanan. dan dengan izin Allah kita akan bertemu di medan kemenangan. keseimbangan dan 652 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). orang-orang kaya dan sejahtera di antara kalian akan dijebloskan ke penjara. ia menolak membuat sikap-sikap dan pandangannya dengan standar orang lain. kalian akan diuji dengan harta dan jiwa kalian. sehingga risalah dan pandangan Islam.

b. atau terlepas sama sekali dari kekuatan dan organisasi apapun di lapangan.nilai-nilai Islam bisa menjadi alternatif yang menggantikan nilai dan cara pandang Barat."654 14. "Sesungguhnya kami wahai Ikhwanul Muslimin bukanlah komunis. dengan tidak mengalah dari prinsip-prinsip dan tujuannya. ia bergerak dan berupaya menjalin hubungan dengan semua elemen dan menyampaikan dakwah kepada mereka. tetapi sesungguhnya kami adalah kaum muslimin. Ia tidak bekerja untuk kepentingan seseorang atau ambisi kelompok tertentu. atau untuk memenangkan suatu kelompok melalui jalur partai politik. Dakwah yang jujur dalam sikap dan perkataannya 653 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). Dalam mengeluarkan sikap. 654 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim) 526 . Tamayyuz dakwah (perbedaan dakwah dengan yang lain). d. yaitu melalui fiqih-nya yang mencakup realita dan kemaslahatan dakwah dan bangsa. bukan demokratis dan bukan apapun seperti yang mereka kira. baik dukungan. kesepakatan dan perjanjian dengan kekuatan apapun. yang ditetapkan dengan kaidah dan batasa-batasan yang dijelaskan oleh Imam Syahid di dalam risalahnya: a. jamaah tidak memisahkan diri dengan kondisi dan realitas yang terjadi. c. sesungguhnya hakikat sesuatu terletak pada substansi bukan pada nama atau slogan. Dalam aktivitas politik. Jamaah telah menentukan sikapnya sesuai dengan pandangan dan koridorkoridor syariat. atau keluar dari realitas tersebut."653 "Sebagaimana kami menghindari manupulasi kata-kata di pelbagai aspek kehidupan dunia. Sikap-sikapnya sesuai dengan koridor dan batasan-batasan syariat. jamaah selalu menggunakan cara-cara yang sesuai dengan syariat. atau plin-plan dalam sikap-sikap dasarnya.

yang beraktivitas di semua bidang. Imam Syahid membatasi karakteristik dakwah dan integralisasinya dengan batasan yang sangat jelas dan tegas. namun justru mengarahkan dan memberikan pengaruh.e. dan ia tidak membatasi aktivitas pada lembaga-lembaga ini saja. "Wahai Ikhwanul Muslimin! Wahai manusia seluruhnya! Kami bukanlah partai politik. atau yayasan kemasyarakat yang memperhatikan sisi-sisi perbaikan di masyarakat. demi mewujudkan tujuan-tujuan Islam secara keseluruhan sesuai dengan proyek Islam dan persfektif yang sempurna.bertolak dari dasar dan pemahaman tersebut di atas. dan organisasi-organisasi tertentu. untuk menghidupkan kembali kebangkitan umat Islam. Agar orang lain tidak menganggap bahwa dakwah adalah partai politik –walaupun sisi ini juga sangat penting-. Sadar dan selalu waspada. meskipun kerja sosial dan perbaikan adalah bagian dari maksud besar kami. tidak tertipu dan dipecundangi. atau berupa partai politik. atau organisasi tertentu yang memiliki tujuan-tujuan tertentu pula. Tawakkal kepada Allah dan selalu menyandarkan diri dalam setiap langkah-langkahnya. jamaah memiliki yang lebih dalam dan lebih luas dari itu semua. Sesungguhnya dakwah bukan termasuk bentuk-bentuk ini. serikat. Jamaah ini –dalam kelahiran dan perjalanannya. Semua itu tiada lain adalah sarana-prasarana yang digunakan untuk membantunya dalam menjalankan aktivitas dan gerakan di pelbagai bidang. atau lembaga kebajikan yang melakukan amalamal kebajikan di berbagai aspeknya. meskipun partai politik sebagai salah satu pilar Islam adalah prinsip kami. yang menggunakan pelbagai macam sarana dan fasilitas untuk beraktivitas. meskipun olah raga dan lah rohani 527 . Imam Syahid berkata. Yakni. namun ia adalah Islam dengan kesempurnaannya di pelbagai sisi dan sisi-sisi yang lain. walaupun dalam tataran praktis ia bisa berbentuk lembaga yang bergerak di bidang sosial. 15. yayasan. f. atau menjadi titik tolaknya. Kami bukan club olah raga. Kami bukan yayasan sosial dan perbaikan. bahwa dakwah bukanlah partai politik yang memiliki rujukan atau ambisi islam.

ingin membuat organisasi. ia tidak terpedaya dengan ucapan-ucapan dan istilah yang menipu. beliau tidak memandang remeh hal itu. penguasa alam semesta. Kami bukan kelompokkelompok macam itu semua. yang tidak dibatasi oleh terma. karena itu semua diciptakan untuk tujuan parsial dan terbatas. dan ini merupakan asas dan titik tolak dalam setiap urusan atau pemikiran: a. termasuk menolak para penganut aliran-aliran tersebut dan berupaya memuaskan mereka dengan pemahaman dan manhaj Islam. Perjalanan kami tidak pernah berhenti sehingga Allah Swt. dan tidak berdiri di hadapan dengan batas geografis. Bahkan terkadang tidak dibuat kecuali sekedar menuruti perasaan sesaat."655 Sikap Jamaah terhadap mazhab-mazhab dan aliran-aliran: Imam Syahid menghadapi slogan-slogan. 197 528 . hal. namun ia menghadapinya dengan sangat jelas dan berpegang teguh dengan nilai-nilai Islam. Namun wahai sekalian manusia. aliaran dan mazhab-mazhab pemikiran yang tersebar di masyarakat.menjadi salah satu perangkat terpenting kami. bahkan ia sampai pada tahap menyadarkan umat terhadap apa yang sedang mengancam dan yang dihadapinya. atau hanya mengekor di belakangnya. lalu dihias dengan berbagai slogan dan sebutan kelembagaan yang mulukmuluk. ia bahkan mengetahui substansi dan muatannya. hukum dan sistem. dan menetapkan sikap jamaah dengan landasan ini. dimana ia mampu menyebutkan sisi positif dan sisi negatifnya. Terhadap Nasionalisme dan Kesukuan: 655 Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). serta bersandar pada sisi kemanfaatan. dan ajaran milik Rasul-Nya yang terpercaya. tidak diikat oleh jenis suku bangsa. untuk masa yang terbatas pula. karena ia adalah sistem milik Rabb. dan menghindar dari sisi-sisi yang mengandung bahaya. mewariskan bumi ini dengan segala isinya kepada kami. kami adalah pemikiran dan akidah.

yang memiliki berbagai keistimewaan dan perjalanan sejarahnan indah. keutamaan. Mereka siap berkarya nyata demi kejayaan tanah airnya. Kita (umat Islam) adalah bangsa yang mengetahui secara persis bahwa kehormatan dan kemuliaan kita disakralkan Allah melalui ilmuNya dan diabadikan dalam Al Quran dengan firman-Nya:                Artinya: "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Dengan kebanggaan itu. dan hal itu dalam koridor ajaran Islam. merasa bangga dengan kebangsaannya. mestinya kita pula yang paling pantas untuk mempersembahkan pengorbanan –dengan dunia dan seisinya. hal. Doktrin 'rasa bangga' terhadap bangsa yang seperti ini –dengan keadilan.Ikhwanul Muslimin adalah orang yang paling kuat menjaga negerinya.dalam rangka mempertahankan kehormatan yang rabbani ini.S Ali Imron: 110) Oleh karena itu. Imam Syahid berkata. bangga sebagai umat yang utama dan mulia. mereka siap mempertahankan kehormatan bangsanya serta siap menebusnya meski dengan mengalirkan darah dan mengorbankan nyawa. "Umat yang tengah bangkit membutuhkan rasa bangga terhadap bangsa-nya. mempertahankan kehormatannya. (Q. dan kelembutan perasaannyatidak kita dapatkan pada ideology manapun kecuali dalam Islam yang hanif ini. serta menciptakan kebahagiaan masyarakatnya. Beliau juga memaparkan sisi-sisi yang keliru dan menyimpang dari ajaran Islam dan memperingatkan dari hal itu: 1. 277 529 . Imam Syahid kadang-kadang membatasi dan kadangkadang meluaskan makna kebangsaan dan makna bangsa.656 656 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). sehingga kebanggaan ini akan ternanam pula dalam jiwa generasi penerusnya.

penghormatan etrhadap 657 Ibid. Ia adalah rasa bangga sebagai pemimpin dan pemandu dunia menuju kehidupan yang baik dan sejahtera. "Sebenarnya. dia hanya sampai pada batas doktrin tersebut. (Q.S Ali Imran: 110)657 Ayat ini mengandung maksud: dukungan kita terhadap keutamaan. Adapun tentang perbedaan antara kebangsaan dalam Islam dengan yang lain. yakni rasa kebanggaan orang muslim merupakan perasaan yang melambung tinggi sehingga menyatu dengan Allah Swt. bangsa-bangsa modern zaman ini telah pula berhasil menanamkan doktrin semacam ini kepada jiwa para pemuda. Karena firman Allah Swt. para tokoh. Akan halnya rasa kebanggaan mereka. hal. sehingga mendorong kuatnya komitmen padanya dan menjelaskan bahwa ia bukan fanatisme buta atau kebanggaan yang semu. dan anggota masyarakatnya. Imam Syahid menjelaskan. dan mencegah dari yang munkar. berfirman: "                       Artinya: "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Lebih dari itu Islam memberikan batasan bagi tujuan diciptakannya perasaan ini. dan beriman kepada Allah. 274 530 . menyuruh kepada yang ma'ruf.2. Namun ada perbedaan yang menyolok antara masyarakat yang terpola oleh nilai-nilai Islam dengan masyarakat yang didoktrin oleh slogan-slogan seperti ini. pernyataan perang terhadap setiap kehinaan.

jiwa kepemimpinan bangsa muslim terdahulu berhasil menciptakan sikap adil dan kasih saying yang sempurna dan paling ideal."661 Mereka menebus tanah airnya dengan harta dan jiwa mereka. kecuali dengan menunaikan hal ini. 170 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). yang pernah dilahirkan oleh sebuah umat. serta komitmen untuk selalu melakukan control atas setiap aktivitas. kebebasan.659 3. Adapun prinsip-prinsip kepemimpinan yang tertanam di jiwa bangsabangsa Barat. mendapatkan keselamatan dari Allah. hal.nilai-nilai yang luhur. "Jika kami dizalimi oleh Negara manapun –dan kami berada di negeri sendiri. kebanggaan adalah bagian dari perintah Al Quran dan sesungguhnya mencintai tanah air adalah bagian dari keimanan. dan selalu menjaga kebebasan dan kemerdekaannya. hingga kita mampu mengembalikannya Dan mereka atau tidak binasa akan karena mempertahankannya. kebanggaan mereka justru membangkitkan sikap permusuhan dari bangsa-bangsa lain yang lemah. ia tidak memiliki batasan tujuan yang jelas kecuali fanatisme yang rancu. Imam Syahid berkata.maka setiap jengkal dari tanah Mesir 658 659 660 661 Ibid Ibid Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Oleh karenanya. hal. maka cukuplah anda mengetahuinya dengan membaca kalimat berikut: Bahwa mereka meyakini dengan seyakinyakinya bahwa mengabaikan sejengkal tanah milik seorang muslim yang terjajah."660 Dan kita wajib "Memahamkan manusia bahwa politik. "Adapun pemahaman Ikhwanul Muslimin terhadap nasionlaisme. 270 531 .658 Karena itu. merupakan kejahatan yang tak bisa dimaafkan. Imam Syahid berkata.

untuk seluruh negeri kaum muslimin. hal. mau berkhidmat kepadanya. Namun. berjuang dan berkorban demi eksistensinya. "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin sangat menghormati kebangsaan sebagai landasan utama untuk mewujudkan kebangkitan yang dicita-citakan. jiwa dan raga. Anda tahu sampai sebatas mana mereka paham tentang nasionalisme mereka dan kemuliaan macam apakah yang mereka inginkan untuk umatnya. hal. dan mengutamakan negerinya dari yang lain.yang mahal akan ditebus dengan darah. karena bagi mereka Mesir ini adalah bumi Islam dan pemimpin umat-umatnya. jiwa. tapi juga untuk seluruh bumi Islam. mereka pun beraktivitas untuk Negara seperti Mesir. dan menghormati siapa saja yang mau berjuang dengan ikhlas dalam membelanya. 198 532 . dan mereka tidak melihat kecelaan bagi siapa saja yang bekerja untuk tanah airnya. Oleh karenanya. Imam Syahid berkata. Kaum muslimin adalah orang-orang yang paling ikhlas berkorban bagi Negara. harta dan putera-puteri negeri ini."663 Merupakan kesalahan jika ada yang menyangka bahwa Ikhwanul Muslimin apatis terhadap masalah kenegaraan dan nasionalisme. 662 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Perasaan (anggapan) seperti ini tidak hanya terhadap Mesir saja. dan bahkan banyak dari mereka yang gugur dalam perjuangan ini. dan pada saat itu Ikhwanul Muslimin telah mempersiapkan diri dengan sempurna untuk menambah persediaan negeri ini dengan seluruh kemampuan yang dimilikinya."662 4. 298 663 Risalah: Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). perbedaan prinsipil antara kaum muslimin dengan kaum yang lainnya dari para penyeru nasionalisme murni adalah asas bahwa asas nasionalisme Islam itu akidah islamiyah.

24 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). hal. "Tidak dibolehkan di dalam Islam. Tanah air dalam pengertian Islam menyangkut hal-hal sebagai berikut: 664 665 666 667 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). 180 Ibid Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). Ia berkata. merupakan bagian dari bumi Islam. Ibid 52 668 533 ."666 Kawasan dunia Islam sangat luas. yang menembus sekat wilayah dan batas-batas geografis. Ia tidak pernah merasakan adanya kewajiban membela Negara sekedar taklid kepada pendahulu. Imam Syahid menambahkan penjelasannya dengan mengatakan.Sementara penyeru nasionalisme murni berhenti hanya sebatas negaranya saja. hal."668 5. Mereka berbuat bukan karena kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah atas hamba-hamba-Nya. menuju prinsip-prinsip yang mulia dan akidah yang murni dan benar."667 Setiap muslim meyakini bahwa setiap jengkal tanah di bumi yang terdapat seorang akh yang memegang Al Quran di tangannya. bagi kami adalah ikatan yang paling suci dari ikatan darah dan ikatan se-tanah air.664 Imam Syahid menegaskan bahwa akidah Islam merupakan asas nasionalisme dan rasialisme. dan beliau menegaskannya secara berulang-ulang. yang setiap putera-puterinya diwajibkan oleh Islam untuk menjaga dan memakmurkannya. atau ingin mengejar prestise. "Islam telah memperluas batasan "tanar air Islam". atau ambisi ingin meraih popularitas. atau kepentingan tertentu yang lain. faktor kebangsaan lebih kuat dari ikatan keimanan. hal."665 "Ikatan akidah. dan mewasiatkan kepada putera-puterinya agar berkarya demi kebaikannya serta siap berkorban demi mempertahankan kemerdekaan dan kehormatannya.

Islam memadukan antara perasaan cinta tanah air secara khusus dan cinta tanah air secara umum. Meluas ke berbagai negeri kaum muslimin sehingga mencakup dunia seluruhnya. Maka Sesungguhnya Allah Maha melihat apa yang mereka kerjakan. Lalu melebar ke berbagai bekas wilayah daulah Islamiyah. yang pernah diperjuangkan dengan darah dan nyawa para pendahulu sehingga berhasil menegakkan panji-panji ilahiyah di sana. berfirman:                                Artinya: "Dan perangilah mereka. mengapa tidak ada perjuangan untuk mengembalikannya? d. dengan segala puncak manusia. c. karena bagi setiap muslim negeri-negeri itu adalah tanah air dan kampung halamannya. jika mereka berhenti (dari kekafiran). Peninggalan sejarah masih mencatat kejayaan dan kegelimangan yang pernah mereka raih pada masa lalu." (Q. supaya jangan ada fitnah[611] dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah[612].S Al Anfal: 39) Dengan demikian. Tidakkah kalian mendengar ketika Allah Swt.a. sehingga setiap muslim akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan mahkamah ilahi tentang wilayah ini. Wilayah geografis secara khusus b. kebaikannya demi mewujudkan kesejahteraan umat 534 . Kemudian meluas ke berbagai negeri Islam.

Tidak menjadi masalah jika setiap orang beraktivitas untuk kemaslahatan negaranya. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. saya tidak segan-segan untuk mengatakan bahwa tidak ada yang bertentangan antara berbagai kesatuan di atas 669 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). Ikhwan juga mendukung kesatuan Arab. hal. (Q. Kemudian.                                 Artinya: "Hai manusia. karena ia merupakan rangkaian sempurna bagi munculnya Negara Islam yang integral. "Setelah penjelasan ini. Tentang persatuan Arab Islam: Imam Syahid berkata. karena itu merupakan asas pertama untuk menuju kebangkitan yang didambakan. 278 535 . "Ikhwanul Muslimin sangat menghormati nasionalisme yang khusus bagi mereka. Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. Karena dia merupakan mata rantai kedua dalam mewujudkan kesatuan Islam.S Al Hujurat: 13)669 b.

kita berada internasional yang baru.dengansudut pandang seperti ini. Maka barang siapa yang berbicara dengan bahasa Arab. berkata. 144 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). di depan berbagai serta situasi menjadikannya sebagai inti dan titik tolak persatuan Islam yang sempurna. serta menghancurkan semua belenggu penindasan dan imperialisme. Setelah itu. maka dia adalah Arab. Semua itu pada hakikatnya adalah satu masalah saja."672 Imam Syahid mendukung persatuan dalam pelbagai bentuknya. bagaiman pun juga ia merupakan benih yang mulia dan penuh berkah. hal. Kita harus kembali pada apa yang telah diwajibkan oleh Islam (kepada semua pengikutnya) sejak pertama diturunkan. "Sekarang."671 "Di antara ungkapan yang paling menakjubkan dalam masalah ini adalah apa yang telah dikemukan oleh Rasulullah Saw. dimana beliau memaknainya sebagai bahasa dan lisan. hal. maka sesungguhnya di waktu yang sama kami bekerja untuk kebaikan Islam dan dunia seluruhnya. "Kami meyakini bahwa sesungguhnya ketika kami bekerja untuk kemaslahatan Arab. Oleh karena itu. mendukung Beliau keberadaan Liga Arab dan mengoptimalkannya. sampai tercipta sebuah 670 671 672 Risalah: Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). yang hampir sama dengan masalah yang sedang kita hadapi. hal."670 Imam Syahid berkata. kendati ia belum mapan dengan sempurna. 231 Ibid. Setiap kesatuan itu memperkuat posisi kesatuan yang lain dan turut mewujudkan tujuannya. yakni penyempurnaan kebebasan dan kemerdekaan. tentang makna Arab. yakni ketika Islam menjadikan wihdah sebagai salah satu makna dari sekian kandungan makna iman. memperkuat. kita harus membantunya. 230 536 . kita harus berusaha untuk memperluas wilayah cakupannya. dan membebaskannya dari segala faktor kelemahan dan kerapuhan. Kita harus bersekutu dan bersatu. Kita telah memulai dengan membentuk Liga Arab. Namun.

Atau 673 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). maka hal ini tidak memiliki hakikat dan tidak memiliki arti sama sekali. 144 537 ."674 c. hal. atau melemahkan ikatan antar umat Islam serta menjauhkannya dari manhaj Islam. tetapi sesungguhnya kami adalah kaum muslimin. hal. "JIka ada sekelompok kaum yang ingin menjadikan nasionalisme Negara sebagai senjata untuk mematikan nasionalisme yang lain. Feniqisme."673 Beliau juga membatasi ikatan yang menghimpun umat Islam. baik Arab maupun non Arab. maka hal ini yang kami tolak. beliau berkata. bukan demokratis dan bukan apapun seperti yang mereka kira. Inilah barangkali perbedaan antara kami dengan manusia-manusia yang lain. dengan izin Allah akan terbebntuk perserikatan umat Islam.675 "Tapi jika yang dimaksud dengan kebangsaan adalah menghidupkan tradisi jahiliyah.ikatan bangsa-bangsa muslim." "Jika yang dimaksud dengan kebangsaan itu adalah membanggabanggakan etnis sampai pada tingkat melecehkan dan memusuhi etnis lain. dan melepaskan diri dari ikatan Islam dan pertautannya dengan dalih nasionalisme. maka Ikhwan tidak akan sependapat dengan mereka. Kami tidak pernah menyerukan Fir'aunisme. "Sesungguhnya kami wahai Ikhwanul Muslimin bukanlah komunis. 314 674 Ibid 675 Risalah: Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Saat itulah." "Ikhwanul Muslimin tidak percaya pada kebangsaan dalam maknamakna buruk di atas (kebangsaan permusuhan dan kebangsaan jahiliyah). Waspada dari pengaruh dakwah-dakwah yang merusak dan upaya memecah belah umat Islam: Imam Syahid menolak menjadikan seruan-seruan ini sebagai sarana untuk memecah belah umat Islam. Arabisme. yaitu ia adalah ikatan Islam saja dan bukan yang lain.

hal."676 Beliau juga berkata. "Adapun jika yang mereka maksudkan dengan nasionalisme itu adalah memilah umat menjadi kelompok-kelompok yang saling bermusuhan dan berseteru satu sama lain. "Di satu sisi kami tidak bisa menutup mata dari sejarah Mesir yang di dalamnya terdapat kejayaan peradaban dan kemajuan ilmu pengetahuan. hal. Bahkan kalau perlu kami akan memerangi segala warisan ideologi Firaun (Fir'aunisme) dengan seluruh kekuatan kami jika masih ada pihak-pihak yang meyakininya sebagai ideology bangsa Mesir dan mengajak menerapkannya."677 "Ada lagi virus jahat yang telah mengacaubalaukan pemikiran dan perasaan kaum muslimin. 676 677 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). serta membebaskannya dari apa saja yang mewarnai sejarahnya dari daki-daki Paganisme. noda-nida syirik. Tidak juga kepada semua nama dan gelar yang selama ini digembar-gemborkan orang. 20 678 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). dan berbagai tradiri jahiliyah. Padahal Allah telah memberikan hidayah kepada bangsa ini dengan ajaran Islam. warna kulit dan garis keturunan. hal. menerangi bashirah-nya.Siariaisme dan lain-lain semacamnya. 23 Ibid."679 Imam Syahid juga menolak yang menjadikan nasionalisme dan kebangsaan sebagai pembenar untuk menjauhkan umat dari agamanya. menambah kemuliaan dan kejayaannya melebihi apa yang pernah diraihnya sebelum ini. atau hanya sebatas batasbatas wilayah geografi yang sempit. Di sisi lain. hal. 313 679 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru)." Beliau berbicara tentang Fir'aunisme. melapangkan dadanya. bahwa Islam mengikis habis fanatisme kejahiliyahan dan kebanggaan 678 yang berlebihan terhadap suku. kemudian merusak bumi dan negeri mereka. maka hal ini yang kami tolak. Dia adalah nasionalisme dan rasialisme. Setiap bangsa dari mereka bangga dengan kebangsaannya dan lupa akan ajaran yang dibawa oleh Islam. 230 538 . kami mempunyai komitmen untuk meluruskan penyimpangan.

bekerjasama dengan para perampas hak rakyat. 288 539 . dimana sikap mereka senantiasa kontraproduktif terhadap kebangkitan bangsa mereka sendiri."Salah satu alasan pembenar yang dipakai oleh orang-orang yang berpikir dengan kerangka piker model Barat –dalam rangka menyudutkan Islamadalah mereka senantiasa mengembor-gemborkan prilaku para tokoh agama di kalangan kaum muslimin. istilah 'tokoh agama' yang sudah demikian popular di masyarakat kita adalah istilah serapan dan taklid buta yang tidak sesuai dengan tradisi kita. Mereka menjelaskan makna hakikat kepada para penguasa tersebut. berani memerintah. bahkan menolak hadiah-hadiah dari para penguasa dan raja-raja itu. serta membagi-bagikan kedudukan dan keuntungan materi. bukan karena agamanya. memberikan kepada mereka (para perampas) perlakuan yang istimewa. tuduhan-tuduhan itu di atas seharusnya menjadi alasan untuk memalingkan umat dari ajaran agamanya atas nama nasionalisme murni. dimana mereka menghinakan para raja dan penguasa di pagar dan di pintu istana mereka? Mereka dengan sangat tegar dank eras menunjukkan sikapnya. kalaupun benar. Bukankah merupakan sesuatu yang bermanfaat bagi umat jika anda memperbaiki para tokoh agama tersebut (sekiranya dia memang salah) atau menuntut kebaikan dari mereka. dengan mengabaikan kemaslahatan Negara dan masyarakat. bahkan lebih dari itu mereka senantiasa siap memanggul senjata jika menghadapi berbagai tindak kezhaliman. adalah karena bobroknya mentalitas para tokoh agama itu sendiri. Lagi pula apakah pantas agama ini memerintahkan demikian? Tidakkah anda menyimak kisah. mencegah. menyampaikan tuntutan-tuntutan umat."680 "Oleh karenanya. Mereka (para tokoh agama) senantiasa menindas warganya. Kalaupun hal ini dibenarkan dalam persepsi Barat dengan Aklerus. Tuduhan semacam itu. maka dalam tradisi 680 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). bukan malah menyikapinya dengan sikap yang membinasakan? Lagi pula. hal.

Islam meliputi seluruh muslim. maka disinipun kami sepakat dengan mereka. 22. Baik orang muslim biasa maupun tokohnya. dan kecemerlangan. hal. "Jika yang mereka makna maksudkan dengan dan nasionalisme adalah adalah keharusan berjuang membebaskan tanah air dari imperialisme. Dirasah syar'iyyah dan siyasiyah lil qadiyyah al iraqiyyah. kebesaran. maka kamipun sepakat tentang Ibid."682 Beliau cengkeraman itu. menanamkan kehormatan kebebasan dalam jiwa putera-puteri bangsa. Imam Syahid menyebutkan. tahun 2002. atau jika yang dimaksud dengan kebangsaan adalah kebangsaan umat."683 d. Islam bahkan menganggap itu sebagai kewajiban." "Jika yang mereka maksudkan adalah dengan nasionalisme adalah memperkuat ikatan kekeluargaan antar anggota masyarakat atau warga Negara serta menunjukkan kepada mereka cara-cara memanfaatkan ikatan itu untuk mencapai kepentingan bersama. hal. dan yang paling berhak menerima perlakukan baiknya. 289 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). adalah tokoh agama. dimana sebuah anggota keluarga seseorang dan umatnya adalah orang yang paling berhak mendapatkan kebaikan dan kebajikannya. "Jika yang dimaksudkan oleh para tokohnya adalah bahwa generasi penerus harus mengikuti jejak para pendahulunya dalam mencapai kejayaan."681 Adapun tentang beberapa pemahaman yang sesuai dengan Islalm. Sikap Imam Syahid terhadap gerakan-gerakan separatis di beberapa komunitas masyarakat Muslim: Tentang sikap Imam Syahid terhadap gerakan-gerakan separatis di beberapa komunitas masyarakat muslim dengan dalil bahwa mereka terancam tindakan kezaliman dari pemerintah dan dianggap sebagai 681 682 juga berkata.23 683 Lihat makalah Ustadz Muhammad Ahmad Rasyid. dan ini merupakan kebenaran dan makna yang baik yang tidak dilupakan oleh Islam. 540 .

Imam Syahid mengirimkan surat kilat kepada pemerintah Irak (yang dipublikasikan oleh majalah Ikhwanul Muslimin pada waktu itu). Pada pertengangan tahun 1945 M. kalau kemanusiaan ditegakkan di atas keduanya maka akan tinggilah nilai kemanusiaan hingga ke ketinggian langit: 1. namun di waktu yang sama ia juga melihat harus disertai dengan pemberian dan pengembalian hak kepada setiap orang. ia menyerukan persatuan dunia Islam dan memproteksinya. menyingkirkan kezhaliman. "Kemanusiaan memiliki dua pondasi utama. beliau menghimbau agar krisis Kurdi diselesaikan dengan jalan dialog. atau mengalirkan darah seorang muslim. sewaktu terjadi Revolusi Barzaniyah Kurdiyah melawan pemerintah Irak. Hal ini berpijak dari pemahaman syari'I tentang urgensi persatuan umat dan dengan ketetapan pemberian hak. maka mereka semua bersaudara dan wajib untuk saling tolong-menolong. Imam Syahid berkata. bahasa. politik. dan ia menolak melakukannya dengan menggunakan senjata dan pemukul.masyarakat kelas dua. Manusia itu dari Adam. dan menetapkan bagian yang cocok dan seimbang. Dalam menyikapi hal ini Imam Syahid memiliki sudut pandang politik yang dalam. berdamai dan berkasih saying serta saling menasehati dalam kebaikan. aset negeri untuk bangsa Kurdi. maka ia juga memiliki tempat di dalam dakwah Ikhwanul Muslimin. bukan melalui senjata atau besi.684 e. Sikap Terhadap perdamaian internasional dan kemanusiaan Seputar sikap terhadap perdamaian internasional dan kemanusiaan. mewujudkan persamaan. struktural. 684 Ibid 541 . Kelompok separatis ini cenderung menggunakan senjata.

75 542 . Maka setiap mereka harus berusaha keras mengangkat harkat kemanusiaan. yang ditebar dengan hikmah dan nasehat kebenaran. "Secara umum dapat dikatakan bahwa kita berhadapan dengan 685 686 687 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami).2. hal."686 "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin menginginkan kebaikan untuk seluruh dunia. dengan menunjukkan kepada mereka bentuk-bentuk riil kebaikan agama kalian. Imam Syahid berkata. 24 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah).S Al Anbiya: 108) Beliau juga berkata. dan sesungguhnya bumi dan seluruh isinya adalah lapangan dakwah."687 "Ikhwanul Muslimin menyerukan perdamaian internasional yang tegak di atas asas dan prinsip-prinsip yang dibawa Islam. Adanya perbedaan di antara mereka adalah atas dasar amal. (Q. serta menyampaikannya kepada mereka. 251 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). karena hal ini merupakan tujuan Islam dan makna dari firman Allah Swt. hal. "Kemudian negeri muslim akan semakin mekar hingga menaungi seluruh dunia. adalah kalian turut andil memberikan kontribusi untuk perdamaian dunia dan membangun kehidupan yang baru untuk manusia. dan mereka menyerukan persatuan internasional. dakwah kepada kebenaran dan cahaya. menjelaskan tentang prinsip-prinsip dan ajarannya.685 "Diantara bentuk dakwah kalian wahai ikhwah yang saya cintai.                     Artinya: "Katakanlah: "Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah: "Bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan yang Esa. Maka hendaklah kamu berserah diri (kepada-Nya)". hal.

yang tidak bertentangan dengan ushul-ushul Islam dan tujuan-tujuannya. Kita tak boleh tinggal diam di hadapan ini semua. hingga dunia seluruhnya menyuarakan dakwah atas nama Nabi Saw."688 Imam Syahid berkata.”689 "Kami meyakini bahwa di dalam manhaj Islam terdapat dasar-dasar yang diperlukan untuk kehidupan bangsa-bangsa. keluarga."690 Walaupun Islam telah menetapkan kaidah-kaidah umum. namun harus kita hadapi mereka di tempatnya dan siap bertempur di bumi dimana ia bercokol. 57 690 Ibid 543 . menghalangi dunia dari bimbingannya. masyarakat dan Negara. namun ia masih meninggalkan ruang yang sangat luas bagi seorang muslim dalam mengambil manfaat dari pelbagai syariat yang bermanfaat. hal. dan kebangkitannya serta bagaimana memperbantukannya untuk kehidupan individu. menjauhkan mereka dari kepemimpinan Nabi Saw. dan Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). dan ia memberikan ganjaran pahala terhadap setiap ijtihad yang disertai dengan syarat-syaratnya. dengan demikian maka kebangkitan dunia timur terkini harus menggunakan kaidh-kaidah Islam dan prinsip-prinsipnya dalam setiap lini kehidupan. dan hidayah Quran. "Kami meyakini bahwa semua bentuk peradabannya ke masa ratusan tahun silam sehingga kita terbelenggu di negeri sendiri dan membiarkan masyarakat bergulat dengan kebangkitan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam dan berbenturan dengan hukum-hukum Al Quran adalah sebuah upaya yang rusak dan akan menemui kegagalan. yang berupa kebangkitan sector materi dan peradaban kelezatan serta syahwat. 114 689 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). yang mana ia telah memerosotkan moral bangsa-bangsa Islam. menarik mundur derita. 688 menetapkan kaidah mashalihul mursalah. hal.gelombang materialisme.

hal. demokrasi imperialis yang hina juga berusaha melawan dari sisi yang lain. hal. semua kaidah-kaidah ini menjadikan syariat Islam berada pada puncak kemuliaan di antara syariat-syariat."692 "Ikhwanul Muslimin mendeklarasikan di setiap waktu-waktu mereka bahwa seorang muslim harus menjadi imam (pemimpin) dalam berbagai hal. maka itu merupakan kewajiban kita. undang-undang dan hukum. 317 692 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). sedangkan ditengah mereka ada kelompok sosialis. hal. tidak akan terwujud secara benar dan sesuai dengan prinsip keadilan. aktivitas. jihad dan terdepan dalam segala hal."691 Imam Syahid memandang perdamaian internasional. 299 693 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda)." "Terbelakang dalam berbagai hal akan berpengaruh buruk terhadap pikiran kita dan bertentangan dengan agama kita. kecuali dengan berdirinya umat Islam dan memimpin dunia secara keseluruhan (ustaziyatul Alam). dan ia tidak rela jika tidak mendapatkan kepemimpinan.menganggap urf (kebiasaan). menghormati pendapat para imam. 180 544 . yang akan mencurahkan kesehatan kepada dunia dan kedamaian kepada kemanusiaan. di tangan kita ada secercah cahaya dan botol obat penawar yang bisa kita gunakan untuk memperbaiki diri kita dan mengajak orang lain."693 Seputar konflik internasional: "Komunis sangat keras berupaya menyebarkan ajarannya kepada masyarakat. "Jika belum berdiri di dunia sebuah umat dakwah yang baru (umat Islam) yang akan mengemban risalah kebenaran dan perdamaian. dan di antara 691 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin).

diterbitkan oleh Majalah Al Mabahits. maka kalian berkewajiban untuk mendeklarasikan hakikat (kebenaran dakwah) dengan jelas. namun yang keluar dari kerongkongan kami –kami adalah umat Islam."694 Imam Syahid juga berkata. kita harus mengajak kepada manhaj kita yang islami dengan penuh kekuatan. lalu pada kebutuhan dunia padanya. 545 . "Kami tidak lengah dan lemah pemahaman dengan meyakini bahwa kami mampu hidup menyendiri dari manusia. lalu pada hati orangorang yang meyakininya. ia merasakan kegoncangan dan kebingungan serta tak satupun dari dua jalan itu yang dapat mengantarkannya kepada ketenangan dan keselamatan. kapan saja ia berkenan menunjukkan kehendak dan kekuatannya. Membatasi dasar-dasar kerjasama bilateral: Imam Syahid berkata. Dan sekarang. “Sesungguh dunia sekarang ini. berada pada posisi saling tarik-menarik antara Komunis Rusia dan Demokrasi Amerika. hal.mereka semua ada umat Islam yang kokoh dan tegar di dalam hati selama 14 abad.”695 f. dan yang dilapalkan adalah kata kasih dan perdamaian:              Artinya: 694 695 Ibid. kita tidak perlu takut karena kita tidak memiliki negara atau kekuatan.suara pertama yang kami serukan. 301 Bagian terakhir dari risalah yang ditulis oleh Imam Syahid untuk Ikhwanul Muslimin. karena sesungguhnya kekuatan dakwah terletak pada dakwah itu sendiri. dan terpisah dari persatuan internasional. edisi 16 Januari 1951 M. di tangan kalian ada botol obat penawar yang berasal dari wahyu langit. kemudian pada pertolongan Allah.

hal. (Q. Perang inilah yang berhasil mengikis rasialisme di Eropa. Fasisme Italia. hal. yang kuat membantu yang lemah hingga bisa bangkit. kita melihat persatuan Negara-negara Eropa."697 Tentang organisasi-organisasi Negara dan optimalisasinya dalam perdamaian internasional: Imam Syahid mengenal benar karakter kegiatan ini. namun hendaknya bersandar kepada diri dan kemampuan kita sendiri. Orang-orang yang memiliki kepentingan yang berada di belakangnya menutupi diri mereka dengan slogan-slogan dan seruan-seruan yang memukau. sebenarnya bisa dimanfaatkan sesuai dengan kemampuan. yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk bersatu dan bersekutu. yang ada 696 697 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). yaitu fikrah kerjasama antara bangsa dalam kebaikan dan kemajuan. Kekuatan intenasional ini hanya bekerja untuk kemaslahatannya saja dan berhimpun melawan hak-hak kita sebagai warga Negara dan menipu kita dalam pelbagai permasalahan penting. Pengetahuan dan kesadaran ini. "Namun ketika Barat insaf dan meninggalkan cara-cara penindasan dan menahan dirinya maka akan sirnalah fanatisme yang membabi-buta dan digantikan oleh fikrah yang jernih. 231 546 . "Perang Dunia II telah usai.260 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).S Al Anbiya: 108) Namun manfaat. kami mengetahui bersiap bahwa untuk dunia sangat membutuhkan ini dan kerjasama dan tolong-menolong serta saling memberikan maslahat dan Kami telah membantu kerjasama mewujudkannya di bawah naungan yang tinggi dan mulia yang menjamin hak-hak dan kebebasan. kepongahan Nazi Jerman."Katakanlah: "Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah: "Bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan yang Esa. dengan tetap mawas diri dan jangan tertipu atau terlalu menggantungkan diri kepadanya."696 Beliau juga berkata. Maka hendaklah kamu berserah diri (kepada-Nya)". Setelah itu.

dan kita Al hamdulillah. 313.699 Partner Negara dan sikap terhadap orang-orang asing: 698 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). persaingan antar kedua Negara ini dibungkus dengan mendirikan PBB. Kemudian. Lalu. dan pada saat yang lain atas nama kepentingan bersama. Rusia menghimpun Ras Sicilia dengan segenap bangsanya di bawah panji Uni Soviet. Mereka mengabaikan masalah-masalah esensial kita." Imam Syahid juga menjelaskan tentang sikap organisasiorganisasi ini terhadap permasalahan Palestina: "Dulu kita memiliki harapan kepada naruni dan simpati dunia. memiliki kekuatan materil dan spiritual untuk sampai kepada kemenangan –dengan izin Allah-. 314 699 Diantara penjelasan Imam Syahid dalam Muktamar rakyat untuk solidaritas Palestina di Mesjid Al Azhar.kalanya dengan atas nama nasionalisme. namun sayang kita harus kehilangan semua cita-cita itu dan kehilangan kepercayaan kepada pemerintah yang keras dan sesat itu. untuk mengelabui masyarakat dunia dengan menganggap bahwa mereka bekerja untuk kemaslahatan seluruh umat manusia. baik yang diungkap di Dewan Keamanan maupun di Majelis umum PBB sendiri.698 "Bahkan mereka hanya mencukupkan dengan keputusan-keputusan saja. kedua Negara itu membagi-bagi berbagai bangsa didunia dengan dasar kemaslahatan bersama dan kepentingan hidup. dan tidak ada yang dilaksanakan kecuali yang mereka inginkan saja dan yang memberikan kemaslahatan kepada mereka. sebagaimana persoalan yang berhubungan dengan Mesir. Palestina. pemerintah Barat dan Negaranegaranya. tahun 1948 547 . hal. dan Indonesia. Sebagaimana kita saksikan bahwa Negara-negara itu ternyata bersatu padu jika menghadapi hak-hak kebangsaan kita. Inggris dan Amerika membentuk koalisi dengan mengatasnamakan suku bangsa dan bahasa.

Islam mensakralkan kesatuan agama sehingga ia memotong akar-akar fanatisme buta dan mewajibkan kepada puteraputerinya untuk beriman kepada seluruh agama langit secara keseluruhan. "Sesungguhnya Islam sangat mensucikan persatuan kemanusiaan sebagaimana dalam Al Quran:                        Artinya: "Hai manusia. dan ia adalah ibadah yang akan diperhitungkan oleh Allah.S Al Hujurat: 13) Kemudian. (Q. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan kita. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Warga Negara non muslim. Imam Syahid berkata.Pertama: Partner Negara Imam Syahid membatasi hubungan-hubungan ini dengan jelas dan terpusat pada syariat Islam dan manhaj Rasulullah Saw. sebagaimana firman Allah:      548 . Persatuan nasional ini dibangun oleh Islam hingga ke tingkat kesuciaan agama. Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa . adalah partner kita di Negara.

dan masa mendatang. Sebaliknya. yang pengetahuan-Nya menguasai berbagai persoalan umat masa lalu. ia bahkan menganggap persatuan sebagai salah sesuatu yang dijunjung tinggi oleh agam. supaya kamu mendapat rahmat. (Q. 285 549 . baik di masa lalu.701 Prasangka tersebut jelas tidak benar. ketika (selama ini) kekuatan 700 persatuan hanya berlandaskan pada teks-teks kesepakatan belaka. hal. tidak ada kerancuan dan campur aduk di dalamnya. damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah. masa kini. Banyak orang berprasangka bahwa komitmen terhadap Islam dan menjadikannya sebagai pondasi bagi bangunan kehidupan berarti menolak keberadaan kelompok minoritas non muslim dalam masyarakat Islam dan menolak adanya kesatuan berbagai kelompok masyarakat. karena Islam yang diturunkan oleh Dzat Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui –yang memahami benar apa yang terjadi pada umat manusia.tidak menciptakan sebuah sistem yang suci dan arif kecuali pasti mencakup perlindungan terhadap masyarakat minoritas di dalam teksteks wahyu-Nya yang demikian jelas.dan tidak mungkin mencetak pengikut menjadi biang perpecahan dan perselisihan. Jika orang ingin mengetahui lebih jelas. 286 Ibid. padahal sesungguhnya ia merupakan pilar yang kokoh di antara pilar-pilar penyangga kebangkitan umat. lihatlah ayat berikut ini: 700 701 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya).          "Orang-orang beriman itu Artinya: sebab itu Sesungguhnya bersaudara.S Al Hujurat: 10) Ajaran Islam ini –yang membangun prinsipnya di atas keseimbangan dan keadilan yang sempurna. hal.

melainkan juga berbicara mengenai anjuran agar berbuat baik kepada ikatan di antara semua elemen selama kerjasama untuk Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). (Q."702 "Sesungguhnya Islam. Sesungguhnya Allah menyukai orangorang yang berlaku adil.S Mumtahanah: 8) "Ayat mereka. yang menjamin kebaikan. Dan agama yang demikian itu tentunya jauh dari membeda-bedakan hati dan membelah-belah dada. 22 550 . kami menyatakan bahwa Islam adalah agama yang sangat menekankan kepada pemeluknya untuk menghormati kesatuan kemanusiaan secara umum. 702 ini tidak hanya berbicara mengenai perlindungan saja.                                 Artinya: "Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu Karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Islam dating untuk mewujudkan kebaikan bagi sekalian manusia dan rahmatan lil 'alamin. adalah agama persatuan dan persamaan." Tidak benar jika ada yang menyangka bahwa Ikhwanul Muslimin adalah kumpulan para propagandis rasialisme yang membeda-bedakan status sosial di antara anggota masyarakat. hal.

keadilan serta emansipasi yang utuh pada setiap ajaran dan hukumnya yang ada pada agama ini. mendorong kamu untuk berlaku tidak adil." Minoritas non muslim di negeri ini sangat paham bagaimana mereka berhasil mendapatkan ketenangan. 302 551 . hal. sampai-sampai dalam keadaan marah dan benci sekalipun.704 703 704 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. hal.Islam telah mengharamkan permusuhan. bahwa mereka mampu yang mengekspresikan makna-makna ajaran dalam berbagai kesempatan.S Al Maidah: 8) "Islam bermuamalah memahami ini juga memerintahkan baik kepada kami maka kepada tidak kita untuk kafir 703    berbuat dzimmi. dan Kami secara orang-orang semua. sebaiknya kita mencatat penduduk negeri yang mulia ini. pernah mengajak kepada perselisihan antar kelompok ataupun fanatisme golongan. keamanan. Mereka menganggap bahwa Islam adalah satu di antara makna nasionalisme mereka. meski hukum dan ajarannya belum menjadi keyakinan mereka. (Q. Berbicara tentang hal ini sepertinya tidak akan ada habisnya. 105 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam).cukuplah untuk mengungkap secara jelas tentang hal di atas. berlaku adillah. Memang. berfirman:               Artinya: "Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum. Maka Allah Swt. Sejarah panjang yang bercerita tentang hubungan baik antara penduduk negeri ini semuanya –baik yang muslim maupun non muslim.

bahasa dan peradabannya. kebangsaan. niscaya kami akan menghentikannya dan akan kami jelaskan mengenai kesalahan yang dilakukannya." Idenitas Islam ini. "Negara Mesir menyatu bersama Islam dengan sepenuh dirinya. dan melakukan jihad dengan harta dan jiwanya. identitas Islam tercermin dalam diri seorang muslim yang berupa: akidah. Ustadz Musthafa Masyhur.Namun Imam Syahid menjelaskan dan memperingatkan jangan sampai seruan persatuan nasional ini dijadikan benih untuk menghadang dakwah Islam dan penyebaran prinsip-prinsipnya serta pendirian masyarakat muslim. Sungguh kemuliaan itu bagi Allah. semakin luas jangkauannya. ras. sama halnya dengan warga Negara muslim dalam aspek-aspek tersebut secara sama. sejarah dan warisan turats di bidang pemikiran dan undang-undang. dan cukuplah itu bagi kami. hal. "Namun demikian kami juga tidak akan membeli kesatuan ini dengan iman kami. Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. maka hal ini merupakan penyimpangan dan penindasan terhadap Islam. tidak akan melakukan tawar-menawar dalam masalah akidah untuk merealisasikannya.706 705 706 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda).105 Risalah: Wudhuh Ru'yah. hal. syariah. kemuliaan. peradaban. budaya. Imam Syahid berkata. menolak setiap penindasan. beliau katakana."705 Al Ustadz Musthafa Masyhur. menjelaskan bahwa persatuan nasional mencakup makna Islam itu sendiri. akidah. Maka barang siapa yang berusaha dengan yang selain itu. dan kami juga tidak akan pernah mengorbankan kemaslahatan kaum muslimin demi terwujudnya kesatuan yang semua. baik ras. tidak berhenti hanya pada orang-orang yang komitmen terhadap agama Islam di dunia Islam. peradaban dan kebangsaan. 25 552 . namun juga mencakup seluruh kelompok minoritas non muslim yang telah hidup bersama komunitas muslim. Kami hanya akan membeli kesatuan ini dengan kebenaran dan keadilan. Dengan demikian. yang kemudian membelanya.

kemuliaan yang paling suci sepanjang sejarah. baik hak kenegaraan. jika hati mereka rusak dan kejahatan mereka merajalela. atau hak kewarganegaraan yang minoritas non muslim. hal.                                          707  Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). Al Quran pun menggariskan sikap tegas dengan firmannya. Prinsip Islam dalam menyikapi umat lain adalah prinsip perdamaian dan persahabatan. Namun. "Saya ingin menegaskan kepada kalian wahai tuan-tuan sekalian dengan ketegasan yang pasti bahwa politik Islam.316 553 . sangat jelas dan sama sekali tidak aniaya.Kedua: Sikap Islam terhadao orang-orang asing: Imam Syahid juga menjelaskan tentang hal ini dengan mengatakan."707 "Inilah sikap Islam terhadap kelompok minoritas non muslim. baik dalam maupun luar negeri menjamin kesempurnahan pemenuhan hak non muslim. sepanjang mereka berprilaku lurus dan berhati bersih. hal itu karena kemuliaan Islam –di tingkat internasional.

padahal mereka tidak menyukai kamu. di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu. jika kamu memahaminya. dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. kamu menyukai mereka. dan apabila mereka menyendiri. janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang. sungguh Telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami). apabila mereka menjumpai kamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu.S Ali Imron: 118-119) Islam telah menentukan secara cermat tentang siapa saja yang harus kita boikot. dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. mereka Berkata "Kami beriman". berlepas diri darinya dan tidak berhubungan dengan mereka:                    554 . (Q.                               Artinya: "Hai orang-orang yang beriman. Telah nyata kebencian dari mulut mereka. Beginilah kamu. Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu Karena kemarahanmu itu".

Imam Syahid menolak orang-orang yang menjadikan orang-orang asing sebagai hujjah dan kendala utama dalam menerapkan syariat Islam di masyarakat. (Q.   Artinya:  "Sesungguhnya Allah Hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu Karena agama dan mengusir kamu dari negerimu. memang begitulah jalan pikiran mereka. Namun.S Mumtahanah: 9) Tidak ada satu pun orang bijak yang dapat memaksakan kepada suatu bangsa untuk rela di dalam tubuhnya ada orang yang sifatnya seperti tersebut pada ayat di atas. sebenarnya para juru bicara dan para politisi 708 Ibid. "Ada sebagian orang menuduh bahwa sistem Islam (dalam alam kehidupan modern) menjauhkan politik kita dari Negara-negara dengan Barat dan yang mengeruhkan hubungan antara kita mereka. yang hanya akan menciptakan kerusakan dan mengacaukan sistem hidupnya (bangsa itu). dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Sesunguhnya manusia dengan statusnya sebagai manusia dihimpun oleh pertautan kemanusiaan. merampas tanahnya dan membantu penindas untuk melakukan penindasan.708 Kami tidak memusuhi bangsa Barat di belahan dunia manapun. dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan. Adapun perhitungan kita adalah terhadap pemerintah Barat yang memperbudak Negara-negara Islam. baik kita mengikuti Islam maupun tidak. Maka mereka Itulah orangorang yang zalim. kalau mereka tetap berburuk sangka kepada kita. sebelumnya berjalan harmonis. 287 555 . hal. jika saja mereka dengan tulus mau memberikan kepercayaannya kepada kita. Tuduhan itu tentu saja tanpa dasar dan merupakan lamunan belaka. Akan halnya Negara-negara itu.

Mereka (Ikhwanul Muslimin) berupaya menghidupkan tujuan-tujuan ini di jiwa. Para pemimpin politik Negara-negara itu seharusnya paham bahwa Islam sebagai sistem kenegaraan adalah sistem paling mulia lagi sakral yang pernah dikenal oleh sejarah. sebagai sesuatu pembenaran janji Rasulullah Saw. adalah dasar-dasar ideology paling kokoh yang pernah dikenal manusia. sepanjang tidak merampas hak-hak bangsa lain. hal. dan sesungguhnya segala urusan berada di tangan Allah. serta apa saja yang membantu perwujudan kejayaan. Mereka berupaya melakukan: 709 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). mengalirkan pemahaman dan kaidah-kaidahnya di dalam hati. dan Al Quran. dimana terdapat kebaikan dan kemaslahatan.709 Penutup Walaupun jarak antara realita atau titik tolak dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai begitu luas dan membutuhkan generasi-generasi yang terus berganti. namun Ikhwanul Muslimin meyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa hal itu akan terwujud. Walaupun kita mungkin tidak sempat menyaksikannya. Yang memelihara dakwahnya dan yang membuat Takdir dari setiap peristiwa. 287 556 . Sedangkan dasar-dasar ideology yang diletakkan oleh Islam yang bertujuan untuk melindungi dan menjaga kemuliaannya. tanpa ada keraguan dan kebimbangan.mereka jga sering berkata lantang bahwa setiap Negara itu bebas menentukan sistem ideology yang akan dijadikan pijakannya.

• Menghidupkan fikrah khilafah. baik dalam skala masyarakat atau skala kolektif. Namun mereka berupaya melakukan perjuangan ini.. maupun melalui organisasi untuk mendekatkan bangsa-bangsa dan pendirian jalinan kerjasama yang baik. Allahu akbar wa lillah al Hamd 710 kita berbaik sangka dengan mengatakan beliau gugur sebagai syahid. perannya. serta dengan bertawakkal kepada Allah dengan penuh kesempurnaan. • Sampai kemudian ia bisa diterjemahkan dalam realitas yang sempurna dengan mendirikan pemerintah Islam yang komitmen dengan syariat Allah. mengenalkannya kepada masyarakat. yakni jalan Rasulullah Saw. kepekaan. kesatuan hubungan. mengarahkannya. bahwasanya semua tujuan-tujuan tersebut dilakukan secara bersamaan dengan langkah-langkah yang gradual hingga ia bisa menyempurnakan garis putarannya. walaupun kita sebenarnya tidak berhak memastikan kesucian seseorang di atas ketentuan Allah. manhaj Islam dan syariatnya. menjelaskan tentang urgensinya. Memberikan perhatian yang besar terhadap problematika dunia Islam. kesatuan loyalitas. keterkaitannya dengan akidah umat dan persatuannya. dan saling menopang dalam menghadapi segala marabahaya dan perkembangan kemampuan dan Negara. • • Berupaya membangkitkan ruh yang satu di tubuh umat di pelbagai belahan dunia. • Dan kami menyimak dari perkataan Imam Syahid710 di dalam rislahrisalahnya. dengan perspektif yang jelas dan integral. kesabaran dan tidak menyimpang dari jalan dan manhaj. dan dengan menyatukan antar Negara-negara muslim sesuai dengan manhaj Islam dan tujuan-tujuannya. 557 . • Tidak menunggu hingga berdirinya Negara Islam untuk mewujudkan persatuan Negara-negara Islam. dan tidak membatasi pada kawasan tertentu saja. mendukung dan membantunya demi tercapainya kesatuan pemahaman.

Risalah: Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami) Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI) Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim) Risalah: Al 'Aqaid (Risalah akidah) Risalah: Al Jihad (Risalah Jihad) Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda) Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam) Risalah: Al Usrah (Usrah) Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). 558 . Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini) Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin).Referensi dan Daftar Pustaka 1. 2. Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru) Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya) Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Lil Imam Syahid Hasan al Banna • • • • • • • • • • • • • • • • • • Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). Majmu'atu Rasail. Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam).

6. Al Ikhwanul Muslimun wa Harb Filastin. Majalah Risalah. 16. Ustadz Fuad Hajarsi. Dr. Artikel dengan judul. Oktober 1965 M. Darul Basyir-Thanta. Ustadz Fuad Hajarsi.Bagian terakhir dari risalah yang ditulis oleh Imam Syahid untuk Ikhwanul Muslimin. 7. Artikel dengan judul Al Haqqu la Budda an Tahmihi al Quwwah. Syawal 1419 H/ Januari dan Februari 1999 M. 20. Dua'tun La Qudhat lil Hasan al Hudhaibi (Kami adalah Da'I bukan para hakim). Artikel dengan judul. 14. Ustadz Kamil Syarif. hal. dimana ia mengungkapkan kekagumannya terhadap Kamal At-Turk. Dirasah Syar'iyyah wa Siyasiyah Lil Qadiyyah al 'Iraqiyyah tahun 2002 M. al Laihah al 'Alamiyah lil Ikhwan al Muslimin (Tata Tertib Internasional Ikwanul Muslimin). 10. 27. Wanita. 17. Al Muqawamah al Sirriyah fi Qanat Suwais. Al Fiqh al Siyasy 'inda al Imam al Syahid Hasan al Banna. Perspektif Ikhwan seputar: Syuro. 23. edisi 16 Januari 1951 M. 13. 28. Al Tsawabit wal Mutaghayyirat. 9. limadza a'damuni? Ustadz Sayyid Quthb. Taufik Wa'i. Ustadz Kamil Syarif. Edisi 82. Artikel dengan judul Kaidun Mafduh Lil Islam wa ahlih. 22. Hasan Al Banna. Dr. Pusat Studi Islam. Artikel dengan judul Al Ikhwanul Muslimun Da'watun wa risalah. diterbitkan oleh Majalah Al Mabahits. 29. 19. 24. Ustadz Abbas Asisi. Ustadz Muhammad Mahdi Akif. Artikel yang ditulis oleh Al Ustadz Musthafa Masyhur dalam peringatan kesyahidan Imam Hasan Al Banna. Muhammad Abdul Qadir Abu Faris. Ustadz Jum'ah Amin. Al Masar. edisi perdana. 8. Multipartai. Mawaqif Fi Da'wah wa Tarbiyah. 3. Al Shahwah al Islamiyah. Al Ikhwan al Muslimun Kubra al Harakat al Islamiyah. Koran Ikhwanul Muslimin. Artikel dengan judul Aina Qalbu l-Muslimin min Dima al Muslimin? Ustadz Musthafa Masyhur. Nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan. Al Ikhwan al Muslimun wal Qadiyah Filastiniyah. al Imam al Syahid Hasan Al Banna Hamil Liwa al Da'wah Fil Qarni al 'Isyrin. Mushthafa Masyhur 12. Ustadz Muhammad Ahmad Rasyid 26. Fuad Al Hajarsy. Ini adalah surat yang dipublikasikan oleh Koran Ikhwanul Muslimin. 21. 18. tahun 1948 M. Salim al Bahnasawy. 15. Bagian dari surat Imam Syahid kepada Nahas Basya dalam jumpa pers yang ia sampaikan kepada beberapa media. Ustadz Musthafa Masyhur. Syubhat Haula al Fikri al Islamy al Mu'ashir. dari buku Al Imam Syahid. Manhajul Imam al Banna. Artikel dengan judul. Mubadarah al Ikhwan lil Ishlah 11. 559 . Musthafa Masyhur. 25. Yang kemudian dipublikasikan kembali lewat Majalah Dakwah. Risalah Ru'yah Wadhihah. Ramadan 1422 H/Desember 2001 M. 5. Dr. Muhammad Ahmad Rasyid. Yusuf Al Qaradlway. 4. Diantara penjelasan Imam Syahid dalam Muktamar rakyat untuk solidaritas Palestina di Mesjid Al Azhar.

Koran tentang Konsep Syuro Islam tahun 2004 M. Ustadz Mahmud Abdul Halim. 27 Maret 1952 M 33. Artikel dengan judul. Al Ikhwanul Muslimun. I'lam al Muwaqqi'in. Al Da'wah. Dasar pemikiran Dakwah Islam adalah Proyek Kebangkitan Obsesi. al Sirah Al Nabawiyah. Al Da'wah. Muhammad 'Imarah. 30 Oktober 2005 M 37. Koran. tahun 1976 dan tahun 1977 M 35. Majalah. 19 Nopember 1998 M. Dr. Ahdats shana'at Tharikh. Daftar Isi Daftar Isi: Pengantar Pendahuluan Bab I Mengenal Konsep Dakwah Ikhwanul Muslimin Pertama. Ibnu Qayyim 38. 32. Koran. 31. Misi dan Tujuan Kedua. Koran.Al Ikhwanul Muslimun. Bi Yaumiyyat al Akhbar. edisi 283 36. Afaq 'Arabiyah. Edisi ke V. Majalah. Afaq 'Arabiyah. Ibnu Hisyam 30. Realitas Karakteristik Fase Dakwah dan Hakikat Perseteruan 560 . edisi 32 34.

Tentang Kewajiban Dakwah Ketiga: Kendala dan Faktor-faktor Kesuksesan Kendala dan rintangan yang dihadapi oleh dakwah Bekal Kita Menghadapi rintangan Faktor-faktor Kesuksesan Dakwah Keempat: Keistimewaan dan ciri khas dakwah Dakwah Kami adalah Islam yang kokoh Siapakah kalian? Apa sifat kalian? Diantara Karakteristik Dakwah Ikhwanul Muslimin Bab II Mekanisme Perubahan Pengantar Realita dan manhaj perubahan Tabiat Perubahan dan Karakteristiknya Kepemimpinan yang bijak dan mengarahkan Semangat Ringkasan Prasarana Perubahan Prasarana pembentukan. Urgensi Strategi dan Evaluasi Ikhwan dan Manhaj-manhaj yang lain Pemahaman Seputar Sarana-sarana Dakwah Kotak Pemilu Tentang Waktu yang diperlukan Ikhwan Setelah Berdirinya Negara Jihad adalah Jalan Dakwah Makna Al Nashr (Kemenangan) dan Bentuknya yang Variatif Bab III Pemahaman Tarbiyah Dalam Proses Pembinaan 561 . tarbiyah untuk individu dan masyarakat. Target-target Tarbiyah Masyarakat Sebagai Prasyarat Mendirikan Negara.

Tentang Rasa Kepemilikan Terhadap Islam Hujjah Bab IV Proses Pembentukan Individu Kader Dakwah (Perbaikan Diri). Poros-poros simpul utama dalam Target-target Tarbiyah Poros-Poros utama dalam Pembinaan tarbawi terhadap individu Pengarahan dan Wasiat.Gambaran-gambaran Pembinaan Tarbawi dan Ciri-cirinya Manhaj Imam Hasan Al Banna dalam Tarbiyah Akidah Ujian dan Cobaan adalah Sebuah Kemestian dalam Dakwah Makna kekuatan Yang diinginkan Barisan Dakwah Kerapian Shaf dan Hubungan Antara Komponennya Keberlangsungan Tarbiyah Tentang Realitas Kader Dakwah Pentingnya Refleksi Nilai-nilai Tarbiyah Tarbiyah Mas’ul Dakwah dan Struktur Kepengurusan Tentang Kitman (Menyembunyikan) dan Sirriyah (kerahasiaan) dalam Dakwah. Dalam Aspek Cinta dan Ukhuwah 562 . Dalam Aspek Nurani. Pertama. Pengantar Karakteristik Pembinaan Diri Target-Target Tarbiyah Target Umum Asas manhaj Karakteristik Target (keistimewaan tujuan-tujuan tarbiyah) Ciri-ciri Dalam Target Tarbiyah Tingkatan Target Tarbiyah Urgensi Pembangunan yang benar dan Keterikatan antar target-target tarbiyah. Yang Tsabit (prinsipil) dan Mutagayyir (relatif) dalam dakwah. dan Kepekaan Iman Ketiga. Dalam Aspek Akidah dan Ibadah Kedua.

Dalam Aspek Kesehatan Fisik Ketujuh. Dalam Aspek Masyarakat dan Rumah Tangga Kesembilan. Dalam Aspek Menahan Diri Kelima.Keempat. Dalam Aspek Jamaah Bab V Membangun Keluarga Muslim Urgensi Membangun Rumah Tangga Urgensi Perbaikan Diri Kaidah dan Tujuan Pembinaan keluarga Muslim Bab VI Bekerja Bersama Masyarakat Manhaj Islam dalam Membangun Masyarakat Urgensi Bekerja Bersama dengan masyarakat Poros-poros Sinergisitas kerja dengan masyarakat Asas-asas Utama Perbaikan Sosial Tahapan-tahapan amal sosial dan titik tolaknya Sifat dan Karakteristik Amal bersama masyarakat Mempersiapkan kader dakwah untuk bersinergi dengan masyarakat. Dalam Aspek Usaha dan Pekerjaan Kedelapan. Bab VII Tujuan dan Aspek Amal Bersama Keluarga dan Masyarakat Poros-poros dan Tujuan Amal Bersama Masyarakat Penjelasan Bab VIII 563 . Dalam Aspek Dakwah Kesepuluh. Dalam Aspek Akhlak dan Kepribadian yang baik Keenam.

Karakteristik Pemerintah Islam yang dicita-citakan Tiang-tiang Penyangga Sistem pemerintahan Islam dan undang-undang konstitusi Gambaran Sistem Politik Islam Menolak cara-cara kekerasan. Keterlambatan Pemerintah (dalam menerapkan syariat Islam) Tentang Tabiat Pemerintah terhadap Islam: Perbaikan pemerintah yang komprehensif Sikap Terhadap pemerintah Asas Pendirian Negara Adab-adab Ikhwanul Muslimin dalam Melakukan konfrontasi Politik. Sikap terhadap kekuatan pemerintah yang menginginkan perbaikan. Revolusi dan kudeta Tentang dakwah. Memimpin Dunia 564 .Tentang Tujuan Pembebasan Negeri dan Kemerdekaannya Mukadimah Strategi Mengusir Penjajah Makna Negara Islam dan sikap terhadap permasalahan Palestina. Mengenal dengan baik Karakter musuh Bab IX Tentang Tujuan Membentuk Pemerintah Islam Mukadimah Ikhwanul Muslimin Tidak Ambisi Kekuasaan dan Tidak bermaksud menguasai pemerintahan. Kaidah-kaidah sistem Sosial dalam Islam Kaidah Sistem Ekonomi dalam Islam Metode Terwujudnya kecondongan pemerintah terhadap Bab X Tentang Tujuan Pembebasan Negeri-negeri Muslim Mengembalikan Eksistensi Negara. Mendirikan Khilafah.

mengumumkan aktivitas dan nama. Institusi dan Anggotanya Persaudaraan dalam Perspektif Ikhwan Tipe Banyak Tanya dan Kritis terhadap Dakwah Rekayasa Kata-kata dan Istilah Sanggahan terhadap Klaim Monopoli. dan Apakah Jaminannya Prinsip Kami Menghadapi Permusuhan dan Persaingan Politik Ikhwan dan Sejarah Reformasi Mesir Bentuk-bentuk Proyek Perbaikan Model Perbaikan Hukum dan Perundang-udangan Tuntutan Perbaikan Undang-undang Pemilu Seputar Koordinasi dan Aliansi Persimpangan Jalan Urgensi Pengamanan terhadap Dakwah Imam Syahid dan pembentukan partai-partai Tentang Aktivitas POlitik Sikap Jamaah terhadap mazhab-mazhab dan aliran-aliran Partner Negara dan sikap terhadap orang-orang asing 565 . Sikap Jamaah Terhadap Individu dan organisasi-organisasi Yang Berbuat Untuk Kebaikan dan agama Islam. Jama'ah Ikhwan mendukung segala seruan untuk perbaikan Jamaah membaca Konstelasi Politik dengan baik Permusuhan terhadap Dakwah.Urgensi Khilafah dan bagaimana mendirikannya kembali Fase-fase utama untuk mewujudkan tujuan Contoh dan Model Jawaban terhadap klaim bahwa Barat telah mengepung kita Bagaimana mewujudkan Ustaziyatul 'Alam (kepemimpinan dunia) Umat Islam dan Perang peradaban Asas tegaknya kesatuan internasional Peran yang dapat kita lakukan Bab XI Penjelasan seputar Sikap Dakwah dan Politik Jamaah Seputar permasalah propaganda.

Penutup Referensi dan Daftar Pustaka Daftar Isi 566 .