        Judul Asli: Manhaj Ishlâh wa Al Taghyîr ‘Inda Jamâ’atil Ikhwân Al Muslimîn Dirâsatan fi Rasâil

al Imâm al Syahîd Judul Terjemah: Konsep Reformasi Dalam Perspektif Ikhwanul Muslimin Studi Pembelajaran Terhadap Risalah Pergerakan Imam Syahid Hasan Al Banna Penerbit: Daruttauzi’i Wa Al Nasyr al Islamy Cetakan Pertama Tahun 2006 Penulis: DR. Muhammad Abdurrahman Mursy Ramadan

Pengantar: Ir. Muhammad Khairat Syatir Kata Pengantar Ir. Muhammad Khairat Syatir Konsep dakwah yang dibawa oleh Imam Syahid Hasan Al Banna adalah konsep dakwah yang komprehensif dan universal, yang mencakup seluruh sudut pemahaman Islam dan mampu menjawab realiti kehidupan nyata. Ia seperti sinar fajar pagi yang menyingkap tabir pekat yang menutupi kehidupan umat Islam, ia benar-benar adalah Pembaharu Islam abad ke- 20. Imam Syahid mampu mencantumkan pemahaman terhadap nilai-nilai Al Quran dan petunjuk Rasulullah Saw, secara benar dan menyeluruh dengan pembacaan dan renungannya yang mendalam terhadap fakta-fakta sejarah
1

dan sunah Allah dalam menempatkan sebuah kekuasaan atau kewujudan di muka bumi, termasuk kemampuannya untuk melihat secara fleksibel dan saksama realiti kehidupan umat Islam, mengesan penyakit umat dan mengetahui cara penyembuhannya serta skala keutamaannya. Sebelum kedatangan Imam Syahid, sebenarnya telah banyak dilakukan usaha- usaha perbaikan dan reformasi di tubuh umat, namun usaha- usaha tersebut cenderung hanya sementara dan jangka pendek. Beberapa diantaranya belum membawa konsep pemahaman Islam yang benar- benar menyeluruh, atau pemahaman yang mendalam terhadap realiti kehidupan, atau tidak menjaga sunah (ketentuan) Allah dalam proses penetapan kewujudan, atau kerana terjadinya penyelewengan seiring dengan pergantian zaman, atau kerana perpindahan ke generasi berikutnya dan generasi itu tak mampu memikulnya, atau kerana reaksi-reaksi yang terhad atau teori serta simbol-simbol hampa tanpa adanya bangunan dakwah yang kuat dan gerakan yang terus menerus. Kaedah ilmu yang dibawa Imam Syahid sangat khas, kaedah tersebut mampu mengubah teori dan mimpi-mimpi menjadi kenyataan yang nyata, hal ini kemudian disokong dengan kemampuannya dalam mengorganisasi dan mengatur secara baik, yang membuatnya mampu –dengan izin Allahmemimpin dan mendirikan sebuah jamaah yang membawa panji-panji Islam, dengan asas yang kuat yang tak mudah hilang dan dihancurkan. Bangunan yang kuat dan berkesinambungan ini menunjukkan sebagian dari mahakarya Imam Syahid Hasan Al Banna. Suatu hari dia pernah ditanyakan suatu hal, “Mengapa anda tidak menulis ilmu yang luarbiasa ini dan melahirkan buku-buku? Dia menjawab, “Sesungguhnya aku membina dan menciptakan para pejuang yang membawa kebenaran.” Imam Syahid Hasan Al Banna adalah orang pertama yang menyedari keadaan reality kehidupan umat, dia mengetahui kadar kerosakan yang dideritai masyarakat, serta kadar kemunduran yang dideritanya. Kerosakan umat tidak hanya terhad pada runtuhnya kekhalifahan dan hilangnya
2

persatuan umat, permasalahannya tidak hanya terhad pada penjajahan tentera asing terhadap negeri-negeri muslim, atau terhad pada kemunduran teknologi dalam segala bidang. Untuk pertama kalinya keadaan kemunduran umat telah sampai pada titik sifar yang sangat membahayakan. Umat dan tapak penyokongnya telah berada jauh di luar kawasan keberadaan dan kewujudannya. Permasalahannya telah sampai pada titik-titik penting dan asas dasar berdirinya sebuah masyarakat dan negara. Masalah di tubuh umat tidak akan dapat dihilangkan dengan perbaikan yang hanya sebahagian, atau pembinaan semula pada beberapa aspeknya sahaja, atau hanya dengan melakukan reformasi di sebagian bidang-bidangnya dan dengan menggunakan suntikan-suntikan penenang; masalah umat jauh lebih dalam dari semua ini. Keadaan umat telah sampai kepada lubang pertama dalam proses pembinaan dan pembelaannya, negara Islam telah sirna sama sekali, kekuasaannya yang hakiki telah hilang untuk pertama kalinya sejak pendirian negara Islam di Madinah. Oleh kerana itu projek kebangkitan dan rekonstruksi harus dimulakan sesuai dengan langkah-langkah yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Bermula dengan pembinaan peribadi muslim secara individu, lalu pembinaan keluarga, pembinaan komuniti muslim hingga pembinaan sebuah masyarakat, sampai akhirnya tiba pada fasa penetapan keberadaan dan pendirian sebuah negara dan terus berlanjutan hingga memimpin dunia seisinya. Pengetahuan Imam Syahid terhadap keadaan realiti umat yang begitu mendalam, jelas dan terperinci, membuatnya mampu –dengan izin Allahmenciptakan sebuah konsep praktikal dengan beberapa fasa dan dengan tujuan dan sasaran yang saling berkaitan, serta mengarah kepada langkahlangkah yang ditempuh Rasulullah Saw. ketika memulai dakwah Islam yang pertama dan asas negara yang menjadi model dan teladan. Imam Syahid memiliki kebijaksanaan berpolitik dan fleksibiliti yang luarbiasa dalam menghadapi krisis dan rancangan- rancangan jahat, oleh kerana itu tidak ada jalan lain bagi para penyeru kebatilan selain membunuh dan melenyapkannya. Mereka lupa bahwa bahawa dakwah yang dipimpinnya
3

akan terus berlanjutan, dan sesungguhnya itu adalah dakwah Allah yang akan terus maju dan mendapat kemenangan dengan izin Allah. Dia (Imam Syahid) –semoga Allah meridhainya-, sangat memelihara salafiyah dakwah, dengan mengikuti sunah dan tidak membuat bid’ah, dengan pemahaman yang sungguh mendalam terhadap Islam dan sunnah Rasulullah Saw. Dia berkali-kali mengulang dan menegaskan hal ini di dalam risalahnya, dia menulis dalam risalahnya ‘Ila Ayyi Syai-in Nad’u an Nâs’ dengan mengatakan, “Wahai kaum, sesungguhnya kami berdakwah kepada kalian dengan Al Quran di tangan kanan dan Sunnah di tangan kiri, dan perbuatan para Salaful Ummah dari umat ini merupakan sumber kekuatan kami, kami mengajak kalian kepada Islam, nilai-nilai Islam, hukum dan petunjuk Islam.” Dan diantara perkara yang sangat dijaga oleh Imam Syahid Hasan Al Banna dalam membangunkan jemaah dan membentuk personaliti seorang al akh muslim adalah implementasi rukun Tajarrud (menyucikan diri) dan tidak bergantung kepada seseorang tokoh atau lembaga, namun seharusnya ikatan seorang al akh yang hakiki dan kesetiaan tertingginya hanya kepada Allah -azza wajalla-. Ketika Imam Syahid menghadiri sebuah majlis yang besar, salah seorang peserta yang hadir berdiri menyambutnya dan member tabik kepada beliau – hal ini sebagaimana dilakukan kepada setiap pembesar dan pemimpin politik – namun Hasan Al Banna menolak perlakuan tersebut dan tidak mendiamkannya, dia berkata, “Sesungguhnya hari dimana diserukan nama Hasan Al Banna tidak akan pernah terjadi, seharusnya seruan kita adalah, “Allah ghayatuna (Allah tujuan kami), Al Rasul Dza’imuna (Rasulullah pemimpin kami), Al Quran Dusturuna (Al Quran pedoman kami), Al Jihad Sabiluna (Jihad adalah jalan juang kami), Al Maut fi Sabilillah asma amanina (Mati di jalan Allah adalah Cita-cita kami tertinggi), Allah Maha Besar dan pujian kesempurnaan hanya milik Allah.

4

Dia juga menegaskan di dalam risalah ta’lim, “Setiap orang diambil dan ditolak perkataannya, kecuali al Ma’shum Rasulllah Saw., dan setiap yang datang dari salaful Ummah –semoga Allah meredhai mereka-, yang sesuai dengan kitabullah dan sunnah Rasulullah, maka kami akan menerimanya.” Sesungguhnya personaliti Imam Syahid merupakan contoh dalam hal ini. Sebahagian Ikhwan mendebatkan dan memberikan pendapat terhadap idea dan pemikiran-pemikirannya, sebahagian yang lain berbeza atau bahkan menegurnya. Dia juga berkata, “Sesungguhnya keikhlasan adalah dasar sebuah kejayaan dan sesungguhnya ditangan Allah-lah semua urusan. Sesungguhnya para pendahulu kalian yang mulia tidak mencapai kemenangan kecuali dengan kekuatan iman mereka, kesucian jiwa dan kebersihan diri, serta keikhlasan hati dan amal mereka dari ikatan apapun atau fikiran. Mereka menjadikan segala sesuatu bersesuaian dengan nilai-nilai keikhlasan tersebut, sehingga jiwa mereka menyatu dengan akidah, dan akidah mereka menyatu dengan jiwa-jiwa mereka. Merekalah sesungguhnya gagasan itu, dan gagasan itulah mereka. Jika kalian demikian maka fikirkanlah, sesungguhnya Allah mengilhamkan kepada kalian kecerdasan dan kebenaran, maka amalkanlah dan sesungguhnya Allah membantu kalian dengan kekuatan dan kejayaan, namun jika diantara kalian ada yang menghidap penyakit hati, yang tujuan hidupnya berpenyakit, yang kehilangan harapan dan keinginan, yang memiliki luka masa lalu, maka keluarkanlah dia dari barisan kalian, kerana sesungguhnya dia adalah penghalang turunnya rahmat, yang terkurung tanpa ada taufik (petunjuk).” Sesungguhnya Ikhwan –sebagaimana yang dibina oleh Hasan Al Banna dengan nilai-nilai Islam-, tidak mengidolakan seseorang dan tidak menyembah mereka. Mereka mengetahui benar kedudukan para tokoh dan menempatkan mereka pada tempatnya secara wajar, dan selalu menjaga adab-adab Islam dan petunjuk Rasulullah Saw. dalam melakukan interaksi dengan para pemimpin dan imam mereka.

5

Imam Syahid Hasan Al Banna –semoga Allah meridhai mereka-, meyakini kebenaran jalan yang dilaluinya dan kebenaran manhaj, serta dengan pertolongan Allah –azza wajalla- terhadap dakwahya. Dia menjelajahi buana menyerukan agama Allah, menyedarkan jutaan manusia dari kelalaian, dan dia diikuti oleh banyak lapisan masyarakat. Dia pernah bertemu dengan seseorang yang bertanya kepadanya, “Adakah engkau akan melihat buah kemenangan dari usaha yang engkau lakukan? Imam Syahid menjawab dengan tenang dan penuh keyakinan, “Kemenangan itu tidak akan terlihat di generasiku dan digenerasimu, tapi akan tampak di generasi yang akan datang.” Imam Syahid memberikan perincian yang jelas tentang tugas dan peranan seorang muslim serta persiapan yang harus dimiliki, dia mengatakan, (“Tugas kita adalah memimpin dunia dan memberikan petunjuk kepada manusia seluruhnya kepada aturan Islam yang benar dan ajaran-ajarannya yang tiada ajaran lain yang dapat membahagiakan manusia selain ajaranajarannya.” Dakwah kita adalah, keimanan yang mendalam, kuat dan yang paling abadi ..

• •

Kepada Allah, pertolongan dan kemenangan dari-Nya Kepada pemimpin Rasulullah Saw., kejujuran dan amanahnya Kepada manhaj, keistimewaan dan kelayakannya Kepada persaudaraan, kewajipan dan kesuciaannya Kepada balasan, kebesaran, dan kemuliaannya Kepada diri mereka sendiri .. mereka adalah sebuah jamaah yang diberikan kekuatan untuk menyelamatkan dunia seisinya.”)

• •

Imam Syahid sangat member perhatian kepada pemuda, dan berjaya menjadikan mereka sebagai darah segar yang mengalir di tubuh umat Islam, yang mampu membangkitkan dan menggerakkannya. Di akhir kehidupannya, sekitar dua minggu sebelum kesyahidannya,

-keadaan pada saat itu sangat genting-, salah seorang berkata, “Wahai
6

Ustadz, banyak berita yang tersebar tentang engkau, dan tentang apa yang terjadi terhadap engkau. Imam Syahid berkata, “Apa yang akan terjadi? Adakah pembunuhan? Sesungguhnya kami mengetahui bahawa perkara itu adalah kesyahidan, dan itu adalah cita-cita kami. Seseorang bertanya lagi, “Bagaimana dengan dakwah? Imam menjawab, “Aku telah menyelesaikan tugasku dan aku telah meninggalkan para rijal (pejuang) dan aku melihat mereka dengan mataku bahawa mereka benar-benar rijal, maka aku akan mati dengan penuh ketenangan, dan yang aku inginkan adalah mati sebagai syahid.” Cita-cita itu benar-benar terwujud, dia mendapatkan syahadah. Setiap orang yang mempelajari pemikiran Imam Hasan Al Banna, maka dia akan mendapati bahawa fikiran-fikiran tokoh ini mempunyai ciri khas yang sangat sepadan dengan realiti kehidupan dan mengacu kepada dasar-dasar agama, yang jauh dari sikap berlebih-lebihan (ekstrimisme) maupun sifat meremehkan. Pemikiran-pemikirannya mampu bertahan dan berkomunikasi dengan alam fikiran manusia dan tidak dibenci oleh jiwa, pemikiranpemikiran yang diterima secara baik yang tidak mengenal kekerasan dan terorisme. Dasarnya berpijak kepada Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah Saw. serta amalan para ulama terdahulu yang soleh. Imam Al Banna adalah seorang pembaharu urusan agama ini pada masa dan generasinya, dia dan para pembaharu lainnya. Dia menyeru manusia untuk beriman kepada Allah dan kembali kepada ajaran Rasulullah Saw. Dia menempuh jalan yang pernah dijalani para ulama-ulama terdahulu. Dia menyeru dakwahnya dan mengembalikan konsep berfikir Islami yang benar yang berasaskan kepada: Pertama, Membebaskan akidah dari tipuan-tipuan kejumudan dan yang terkandung di dalamnya berupa khayalan dan syubhat, sebagai perbaikan penggambaran yang benar seorang muslim terhadap kewujudan alam semesta, manusia dan kehidupan, untuk mewujudkan keseimbangan dan keadilan, agar akidah (keyakinan) dapat memberikan pengaruh dalam melahirkan para pejuang, agar dapat melahirkan kembali personaliti muslim yang berakhlak yang pernah dibangun dan dibina Rasulullah Saw. di Darul
7

Arqam bin Abi Arqam. Kemudian membangun dengan personaliti- personality ini –baik lelaki mahupun wanita- batu bata yang akan menyusun sebuah keluarga yang nantinya mampu melahirkan para pejuang, yang menciptakan sebuah umat yang berdiri di atas budi pekerti dan akhlak yang mulia sebelum ia berdiri di atas sebuah negara. Kedua, menyucikan akal seorang muslim dari fikiran-fikiran yang terpecahbelah terhadap Islam, kerana hal itu hanya akan memperbesarkan perbezaan dalam masalah-masalah furu’ dan separa- separa, dan meniadakan pola berfikir yang universal terhadap Islam. Ketiga, Menghancurkan kejumudan yang dialami oleh akal akibat ditutupnya pintu ijtihad, yang sebenarnya mematikan kecerdasan untuk menciptakan dan member pandangan dan akhirnya menjatuhkannya pada lubang taklid buta yang tercela. Ini juga menghalangi umat Islam menikmati penyelesaianpenyelesaian konsep pemikiran dalam Islam terhadap problematika dan permasalahan hari ini yang jauh dari alam berfikir yang banyak bertentangan dengan ketetapan prinsip-prinsip agama. Maka untuk mengembalikan konsep berfikir yang baik dan benar, diperlukan sebuah bingkai pandangan yang universal terhadap Islam, -dan pandangan ini dimiliki oleh Imam Hasan Al Banna-, dan yang dimiliki oleh para pendahulunya, iaitu para pejuang yang mengambil ajaran ini dari konsep yang diajarkan Rasulullah Saw.. Dengan konsep tersebut, mereka kemudian membangunkan sebuah tamadun , mendirikan sebuah pemerintahan, dan merekapun memimpin tamadun di muka bumi. Ia adalah sebuah konsep yang sempurna dan universal yang mengajak saudara-saudaranya ikut bersama menjadi sebahagian untuk membangun sebuah jama’ah, yang memberikan darah dan jiwanya untuk menegakkan kalimat Allah di muka bumi, dan membuat panji-panji kejahatan menjadi hina dan tercela, demikian juga yang dilakukan oleh Imam Al Banna. Jama’ah Ikhwanul Muslimin membawa konsep pemahaman ini, dan menyeru kepadanya. Ia teguh menahan akibatnya demi mempasakkan nilai tersebut di
8

tengah masyarakat. Telah berapa banyak pejuang yang gugur demi memperjuangkannya? Imam Syahid Hasan Al Banna adalah yang paling hadapan dalam Jama’ah Ikhwanul Muslimin yang membuktikan pengorbanan tersebut – semoga Allah membalas apa yang telah dia berikan untuk Umat Islam dengan balasan yang sebaik-baiknya-. Telah berapa banyak darah yang ditumpahkan? Sudah berapa banyak anak-anak menjadi yatim? Telah berapa banyak wanita yang kehilangan anaknya? –Kita menabungnya menjadi kebaikan di akhirat-, Hingga pemahaman benar-benar terpasak kuat dan menjadi sesuatu yang lumrah yang tidak ada perbezaan di dalamnya, walau dengan banyaknya fitnah dan ujian serta tersebarnya syubhat dan tuduhantuduhan palsu dan bantahan. Apa yang dibawa oleh Imam Hasan Al Banna adalah sebuah pembaharuan, walaupun sebenarnya Imam Syahid hanya memperbaharui sesuatu yang lama yang hampir dilupakan. Kecelaruan yang dihadapi umat tidaklah semudah seperti yang diyakini oleh sebahagian orang. Apa yang telah merasuki fikiran berupa kemelut, kebingungan dan pencerobohan pemikiran, pada gilirannya akan menghalang terwujudnya tujuan yang hendak dicapai, dan menghalang misi yang dibela. Permasalahan ini tidak mungkin disembuhkan dalam waktu sehari semalam, atau dengan penyampaian kuliah dari seorang pakar, atau dengan pelajaran di beberapa tempat dari seorang pemikir muslim, ataupun dengan nasihat-nasihat secara kerap dari salah seorang ulama tersohor, atau dengan lembaran-lembaran yang diedarkan kemudian hilang tanpa kesan seiring berakhirnya bacaan, atau dengan buku-buku yang dihafal teks atau naskahnya. Ia sesungguhnya adalah penderitaan yang telah berlangsung lama, yang memerlukan tarbiyah dan usaha yang gigih, agar kita dapat mewarisi para rijal (pejuang) bukan mewarisi buku saja, kerana kita ingin mendirikan agama yang tegak di atasnya negara dan tamadun, serta menyedarkan umat yang akan memimpin dunia. Sesungguhnya manhaj yang mampu melahirkan para pejuang dan yang mampu memenuhi ikrarnya kepada Allah, memerlukan beberapa hal berikut, Pemahaman yang benar (Al Fahm Al Shahih), pembentukan yang sangat cermat, keimanan, ketulusan cinta, pengorganisasian yang rapi, agar kita
9

dapat membuat jalinan jama’ah yang di serukan Allah dengan panggilan, “wahai orang-orang yang beriman,” iaitu orang-orang yang sentiasa memiliki hubungan yang baik dengan Allah. Agar mereka menjadi ahli ibadah terlebih dahulu sebelum menjadi pemimpin, maka dengan ibadah mereka akan dihantarkan untuk memimpin dengan sebaik-sebaiknya, hal itu tentunya dilakukan dengan manhaj yang jelas, amalan yang terus menerus, budi pekerti yang tinggi, nafas yang panjang, kesabaran dengan sebaiksebaiknya, nasihat kebaikan, perbincangan yang bijak, dan kesedaran, serta evaluasi yang sangat cermat. Mengapa demikian? Kerana manhaj perbaikan apapun yang digunakan untuk keperluan manusia, dan dakwah kebenaran apapun yang idea dasar dan pemahamannya tidak bersandar pada nilai-nilai ini, dan tidak menurut Al Quran dan Sunnah Rasulullah Saw. maka ia adalah dakwah yang rapuh dan akan tercabut akarnya dari permukaan bumi. Namun jika ia bersatu dengan sumber gizi, kekuatan dan kehidupannya maka akarnya tertancap kuat dan dahannya menjulang ke langit dan akan memberikan buah di setiap waktu dengan izin Allah. Imam Hasan Al Banna telah menjelaskan nilai-nilai ini dengan sangat jelas tanpa ada kesamaran dan keraguan, baik dari segi kejelasan idea, kesatuan pandangan dan etika, kesatuan target dan tujuan dan kesatuan visi serta kesamaan untuk prasarana yang mewujudkannya. dan Imam Hasan Al Banna untuk mengetahui bahawa masyarakat sangat memerlukan penjelasan pemahaman memperkemaskan gerakan, penjelasan pandangan menyamakan barisan, serta penjelasan idea agar dapat berjalan secara benar dan mewujudkan cita-cita yang diharapkan. Kita sangat menghargai budaya dialog, perbincangan dan bertukar

pandangan .. Kami katakan kepada mereka yang berbeza pendapat dengan kami,  Ertinya: “Marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu .. “ (Q.S Ali Imran: 65)   

10

Kepada mereka yang mendebat kami, kami katakan,              Ertinya: “Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar. “ (Q.S Al Baqarah: 111) Kepada mereka yang membangkang, kami katakan:             Ertinya: “Dan Sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata. “ (Q.S Saba: 24) Kerana sesungguhnya syiar setiap da’I yang meyerukan agama Allah adalah,        Ertinya: “Serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, ..” (Q.S Al Baqarah: 83) Buat para penyeru dakwah Islam yang berbeza pandangan dengan kami, maka kami katakan kepada mereka, “Mari kita saling tolong menolong dalam perkara yang kita sepakati dan saling memberitahu dan memaafkan dalam perkara-perkara yang tidak kita sepakati.” Namun jika mereka mengabaikan seruan itu, maka kami akan katakan, “Semoga keselamatan selalu dilimpahkan kepada kalian dan kami tidak menginginkan apapun kecuali ikatan cinta kerana Allah. “ Kajian dalam buku ini memaparkan pandangan yang jelas dan menyeluruh terhadap manhaj perubahan dan konsep merealisasikan tujuantujuannya. Di dalamnya juga terdapat jawapan terhadap pertanyaanpertanyaan yang banyak diutarakan, serta penjelasan permasalahan yang banyak mengandungi perbezaan, mahupun perbedaan pikiran. Ini merupakan

11

atau menyimpang dari prinsip-prinsipnya. Ini merupakan tambahan rujukan yang ditulis dan diedarkan oleh aktivis dakwah Ikhwan. Mula-mula cahayanya terang benderang selama beberapa waktu. Cairo. penulisnya adalah salah seorang yang dibina dalam barisan dakwah.langkah serius yang dilakukan untuk menjelaskan pandangan dan manhaj dakwah Ikhwanul Muslimin serta tujuan-tujuannya. menyandang dan teguh di atas prinsip-prinsip jama’ah.kumpulan penyeru perbaikan lahir dan berkembang subur. untuk menjelaskan dakwah mereka dan menjawab syubhat-syubhat. Dan kita mengagungkan seseorang yang merupakan hak Allah. namun bersilih ganti masa sinarnya meredup dan padam. Ramadan 1426 H/Oktober 2005 IR. atau arusnya berubah dan 12 . kumpulan. Muhammad Khairat Syathir Wakil Mursyid ‘Am Ikhwanul Muslimin Pendahuluan Pendahuluan Sepanjang perjalanan sejarah.

Kita melihat dakwahnya begitu kuat dan tegar. kurnia dan pengawalan-Nya terhadap kelangsungan dakwah ini. dia tetap berjalan di atas prinsip-prinsip dan misi yang diperjuangkannya. Perubahan dan kelemahan pada kumpulan. meskipun harus berhadapan dengan beragam ujian dan konspirasi. Kita melihat hal itu dengan penuh keyakinan. iaitu tarbiyah.. dan kitapun benar. berjalan di atas jalan dan manhaj yang sama. Kita juga mengetahui kekuatan pembangunan yang menjadi batu asas dakwah ini. tidak ada perubahan dan penyimpangan. usianya waku itu sekitar 22 tahun.benar mengetahui bahawa hal itu terwujud tiada lain adalah berkat izin Allah. padam apinya atau koyak layarnya. Kita melihat ada sesuatu yang berbeza . kemudian gugur syahid pada usia yang masih muda tahun 1949 M . pada bulan Dzulqa’dah 1347 H/ Maret 1928 M. walaupun kita sebenarnya tidak berhak memastikan kesucian seseorang di atas ketentuan Allah-. tekanan dan penyeksaan.. dakwahnya mengalir selama lebih kurang 77 tahun. Namun sekarang kita berada di hadapan dakwah Ikhwanul Muslimin yang didirikan oleh Imam Syahid Hasan Al Banna – kita berbaik sangka dengan mengatakan beliau gugur sebagai syahid. serta pelbagai rintangan.kumpulan tersebut kita saksikan terjadi setelah satu atau dua generasi berikutnya atau setelah terjadinya rentetan peristiwa tragis yang menimpa. 13 . Dengan izin Allah dia menjadi harapan baru bagi umat Islam di Timur dan Barat. dan akhirnya ia menjadi memori di halaman sejarah. untuk kembali mengembalikan kemuliaan Islam di persada bumi. dan bahkan berada di penjaga terdepan di medan perjuangan antara Islam dan kebatilan. Setelah berlalu beberapa generasi dan menyatu bersama dakwah ini.akhirnya dikendalikan oleh peristiwa dan perkembangan zaman. dan persiapan para rijal di dalam jama’ah melalui pembinaan yang dilakukan Imam Syahid Hasan Al Banna dan generasi pertama dakwah ini.

Dengan menitikberatkan kajian terhadap tulisan-tulisan Imam Syahid. Islam dan keluarganya. hal ini untuk menambah penjelasan dan perincian dari risalah-risalahnya. 14 . Warisan berharga yang telah ditinggalkan oleh Imam Syahid ini sangat memerlukan kajian-kajian intensif dan pembahasan. Dengan kajian ini kita dapat mengetahui konsep Imam Syahid dalam perbaikan dan perubahan serta target tertinggi yang ingin dicapai dengan dakwah yang diserukannya. kami juga berupaya untuk mengumpulkan perkataan-perkataan Imam yang terpisahpisah ke dalam sebuah tema atau pembahasan. terhadap sunnah perubahan di alam semesta. agar kita dapat memahami secara lebih dekat pemahaman Imam Syahid secara menyeluruh. Dalam pembahasan ini juga terdapat pengulangan ucapan-ucapan Imam Syahid di beberapa bab dan fasal. bukan untuk membatasi atau mempersempit cakerawala berfikir. hal ini dimaksudkan untuk mempermudahkan para pembaca untuk memahami makna-makna yang terkandung dalam bab tersebut. Semoga Allah memberikan ganjaran setimpal terhadap apa yang telah dia persembahkan untuk kita. saya lebih memilih mengulang ucapanucapannya berbanding memberikan isyarat kepada pembaca untuk merujuk kepada perkataan-perkataannya. rentetan peristiwa dan pengalaman-pengalaman dakwah sebelumnya. Selain memperbanyakkan pengulangan kata.kata Imam Syahid.Kajian ini merupakan kumpulan risalah-risalah Imam Syahid dan beberapa penyampaiannya yang asalnya adalah sebuah usaha persendirian yang tentunya terdapat kebenaran dan kekeliruan. beliau telah menulis dan menyampaikan seruan kepada para da’I dengan pemahamannya yang mendalam terhadap Al Quran dan Sunnah Rasulullah Saw.. kami juga mengambil beberapa bagian dari muruid-murid beliau.

dan berkenan memberikan doa untuk kebaikan.Saya juga berharap kepada para pembaca untuk bertoleransi dan memaklumkan jika menemui perbezaan-perbezaan dan kekeliruan di dalam buku ini. Muhammad Abdurrahman al Mursy Ramadan 15 . Ramadan 1426 H/ Oktober 2005 Penulis Dr. Wallahu min warâ-il Qashdi wa huwa yahdi al sabîl Manshurah.

Bahkan lebih terang dari sinar mentari. Semuanya terang.17 16 ..Bab I Mengenal Konsep Dakwah Ikhwanul Muslimin Pertama.16.” Perbezaan antara kami dan kaum kami – setelah persamaan keimananbahawa mereka memiliki keimanan yang statik dan cepat tertidur.kabur. Realiti Ketiga. sementara keimanan yang bersemayam di dalam jiwa Ikhwanul Muslimin adalah keimanan yang kuat membara. Halangan dan inisiatif kejayaan Keempat. Dasar pemikiran Kedua. “2 1 kita berbaik sangka dengan mengatakan beliau gugur sebagai syahid. 2 Kutipan ringkas dari Majmu’atu Rasa-il Imam Syahid Hasan al Banna. ia tidak terbatas untuk perkara-perkara ibadah atau kerohanian . memaparkan di hadapan mereka kaedah kami.. Dasar pemikiran Dakwah Islam adalah Projek Kebangkitan: Imam Syahid1 berkata di dalam risalahnya ‘Dakwah kami’: “Kami ingin berterus terang kepada semua orang tentang tujuan kami. Di sini tidak ada yang samar dan kabur. yang sejatinya mengatur seluruh urusan dunia dan akhirat. Kami memahami Islam dengan pemahaman yang luas dan integral. 13. lebih jelas dari cahaya fajar. walaupun kita sebenarnya tidak berhak memastikan kesucian seseorang di atas ketentuan Allah. Hal. dan membimbing mereka menuju dakwah kami. Dakwatuna . keistimewaan dan ciri khas Dakwah Mengenal Konsep Dakwah Ikhwanul Muslimin Pertama. dan lebih benderang dari putihnya siang.

hai’ah siyasiyah. hal. dan syiarsyiarnya sangat jelas dan terperinci.”4 3 Teliti perkataan Imam Syahid. kaedah. dan ulamaulama terdahulu –semoga Allah meredhai mereka-. Sebagaimana dakwah mampu mewujudkan dan mencakup seluruh aspeknya dengan segenap realisasi amal dan sifat-sifat dakwah Islam. meluruskan persepsi yang berkaitan dengan hubungan umat Islam terhadap bangsa-bangsa lain diluar negara. Tidak ada kesangsian dan keraguan. Hai’ah Siyasiyah: kerana mereka menuntut perbaikan dari dalam terhadap hukum pemerintahan. Hakikat Sufiyah: kerana mereka memahami bahawa asas kebaikan adalah kesucian jiwa. ia tidak terbatas hanya pada satu aspek tanpa aspek yang lain. celupannya Islam.. Tidak pula panjang lebar dan berbasa-basi. dan seluruh segmen perbaikan.Sesungguhnya dakwah. Ia disampaikan secara terbuka dan tidak ditutup-tutupi atau dirahsiakan. cadangan. usaha penyembuhan dan kaedahnya: “Ia adalah Dakwah salafiyah. berpaling dari ketergantungan kepada makhluk. kejernihan hati. Ia mengenal jalan yang dilaluinya secara jelas. atau memiliki sifat tanpa sifat yang lain. amal yang berterusan. mahhabah fillah. Dasar dan rujukannya adalah Islam. “jalannya adalah sufiyah. fasa. dan keterikatan kepada kebaikan. Thariqah suniyah. “hakikatnya adalah hakikat sufiyah”.semaksimum mungkin sesuai dengan kemampuan mereka. Jama’ah Riyadhiyah: kerana mereka sangat memerhatikan masalah fizikal dan sangat memahami bahawa seorang mukmin yang kuat itu lebih baik daripada seorang mukmin yang lemah. Jama’ah riyadhiyah. serta sangat menjaga keaslian rujukannya kepada Islam yang suci dan jernih sebagaimana yang dibawa oleh Rasulullah Saw. dan tidak mengatakan. Dakwah ini juga sangat menguasai secara mendalam keadaan dan realiti kehidupan umat serta bahaya dan halangan yang dihadapinya. dan seluruh tujuannya. dan menjaga identitinya. Fikrah ijtima’iyah. mentarbiyah bangsa agar memilih izzah. hakikat sufiyah3. 123 Dakwah salafiyah: Kerana mereka berdakwah untuk mengajak kembali (bersama Islam) kepada sumbernya yang jernih dari kitab Allah dan sunah Rasul-Nya. Muktamar al Khamis. Rabithah ‘Ilmiyah tsaqafiyah. Thariqah Suniyah: kerana mereka membawa jiwa untuk beramal dengan sunah yang suci-khususnya dalam masalah akidah dan ibadah. penyakit dan penyebabnya. mengikuti kaedah para sahabat.” 4 Risalah. 17 . dan tujuannya adalah Allah –azza wa jalla-. Syarikah Iqtishadiyah.

“Projek dakwah Islam sesuai dengan dengan manhaj nabawi” untuk kebangkitan umat. Syarikah Iqtishadiyah: kerana Islam sangat memerhatikan pemerolehan harta dan pembahagiannya. namun lebih dari itu kami memiliki sebuah projek perbaikan Islami yang merupakan bahagian yang tidak terlepas dari rekonstruksi (celupan) Islam yang menyeluruh yang dengannya kita mendapatkan celupan serta obsesi yang kita miliki. Ini bermakna bahawa sesungguhnya kami bukan hanya parti politik yang dimiliki sebuah komuniti muslim yang memiliki misi memperbaiki Islam. 18 .Dengan ungkapan yang lain sesungguhnya kita membawa. Pentj. sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah.                                                                              Rabithah ‘Ilmiyah tsaqafiyah: kerana Islam menjadikan thalabul ‘ilmi sebagai kewajipan bagi setiap muslim dan muslimah. Ia merupakan projek yang berkaitan erat dengan peranan umat Islam di dalam kehidupan.

kami bukanlah parti politik. dia Telah memilih kamu dan dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. kerana hal itu semua dapat dipergunakan oleh tujuan-tujuan tertentu. dia (Allah) Telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu[993]. walaupun politik yang bersendikan ajaran Islam merupakan inti fikrah kami.baik penolong.” (Q. dia adalah Pelindungmu.              “Hai orang-orang yang beriman. 4 19 .. sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan. ia tidak akan berhenti pada sebuah urusan sehingga Allah 5 Risalah Wudhu al Ru’yah. supaya kamu mendapat kemenangan. Al Ustadz Musthafa Masyhur. ruku'lah kamu. supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. dan tidak dibatasi oleh jenis tertentu. yang tidak dihalangi oleh batas-batas geografi. walaupun bersukan secara fizikal dan rohani menjadi salah satu bahagian terpenting dalam dakwah kami. hal. dan kami bukanlah kelab sukan. serta dalam waktu yang tertentu pula. Maka dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik. sementara kami wahai umat manusia adalah fikrah dan akidah. aturan dan manhaj yang tidak dibatasi oleh wilayah tertentu. dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini. dan kami bukanlah lembaga sosial kemasyarakatan. walaupun amal-amal kebaikan dan sosial merupakan target terbesar kami.S Al Hajj: 57-58)5 Imam Syahid berkata: “Wahai Ikhwanul Muslimin. sujudlah kamu. Kami bukanlah bentuk-bentuk yang disebutkan di atas.. Maka Dirikanlah sembahyang. wahai seluruh umat manusia . “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenarbenarnya. tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah.

Maka sudah selayaknya ia mendirikan lembaga-lembaga kebaikan dan sosial. serta melakukan kerjasama dengan orang lain dalam mewujudkan target-target tersebut. Dalam menghadapi rintangan-rintangan ini maka nama dan simbol tidak menjadi begitu penting. Maka janganlah merasa kecil dengan diri kalian sendiri sehingga kalian membandingkannya dengan orang-orang selain kalian.halangan yang dihadapinya sebagai usaha untuk menyebarkan dakwah serta mewujudkan misi-misi Islam dan menerjemahkan nilai-nilai keIslaman ke dalam masyarakat.197 20 . Atau kalian melakukan dakwah di atas jalan kaum bukan 6 Risalah Al Ikhwan tahta Rayat Al Quran (Risalah Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran) . atau parti politik yang mampu menyampaikan misi jama’ah dan aspirasi politiknya). sesungguhnya ia adalah hukum dari Allah Yang Maha Mencipta alam semesta. Dan tentunya ia tidak menjadi sesuatu yang menggantikan jama’ah. namun dakwah tetap memanfaatkan lembaga-lembaga ini dan halangan.mewariskan bumi dan seluruh isinya. universalitasi manhaj dan pembentukannya. kelab. selama tujuan dan target-targetnya jelas dan terperinci. hal. serta merupakan manhaj RasulNya yang dipercayai.usaha konsitusi dan perjuangan hukum. “Ini adalah posisi kalian. atau sebuah lembaga yang memiliki tujuan-tujuan tertentu.”6 Walaupun dakwah ini tidak terhad pada parti politik atau lembaga sosial kemasyarakatan. serta batasan-batasan yang benar dapat diwujudkan. Sebagaimana ia juga mampu berjalan dan memainkan peranan dan tugasnya dengan usaha. Semua langkahlangkah ini merupakan usaha yang akan membantu dakwah serta menjadi langkah untuk mengaspirasikan target tertentu dari gerakan dakwah dan tidak bertentangan dengan konsep universaliti dakwah dan prinsippsinsipnya yang tetap. atau tidak terbatas pada hal itu saja. serta tidak terdapat penyelewengan dari prinsip-prinsip Islam dan akidah yang benar.kelab sukan dan parti politik (yang memiliki ideologi Islam di dalam konsep dasarnya atau memiliki kaedah perbaikan tertentu.

serta pemenuhan kewajiban pada hari perhitungan. Misi dan Tujuan Obsesi yang sebenarnya dalam menghidupkan dakwah tercermin dalam. 69 21 . dan akhirnya lenyap bersama peredaran peristiwa dan hari. kita harus membaiki yang pecah. terutama sesuai dengan pemahaman yang benar terhadap Islam sebagaimana yang disebutkan dalam Risalah Ta’alim secara khusus dan di dalam rukun pertama ‘Al Fahm’ secara khusus. Keperluan kita terhadap jama’ah akan terus berlaku kewajipankewajipan yang menjadi dasar kewajipannya masih ada). namun ia merupakan kewajipan. “(Keyakinan yang kuat bahawasanya redha Allah Swt. di muka bumi. Dan hendaknya obsesi ini menjadi dasar yang mendorong realisasi amalamal kolektif tumbuh dari tapak ibadah. serta kita harus menyelamatkan umat dari bahaya yang mengancamnya.tidak menjadi tujuan atau usaha. hal. menyelamatkan diri dan anakanak kita. menyambung yang terputus. menjadikan kita wajib melakukan amalamal kolektif untuk menunaikan kewajipan-kewajipan syariah secara umum serta untuk meninggikan kalimat Allah Swt.muslim atau kalian berupaya untuk melakukan penyeimbangan antara dakwah yang kalian ambil cahayanya dari Allah dan Rasul-nya dengan yang dakwah-dakwah lain yang banyak dilperbolehkan oleh kondisi-kondisi darurat. kita dapat meringkaskan misi-misi jama’ah yang ingin diwujudkan adalah.”7 Obsesi.”8 Dengan demikian. dan hendaknya kerja-kerja kolektif – termasuk jama’ah. ((“Melakukan amal-amal untuk meninggikan 7 Risalah: Al Ikhwan tahta Rayat Al Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran).” Imam Syahid telah memberikan isyarat tentang fasa yang sedang dihadapi oleh umat dan ini menjadi sebuah kewajipan baginya: “Telah tiba saatnya kita harus menghadapi kekeliruan masa lalu. mengembalikan keperkasaan dan kemuliaan yang kita miliki. membangunkan peradaban dan mengajarkan agama kita.198 8 Risalah: Hal Nahnu Qaumum ‘Amaliyyun? (Apakah Kita Para Aktivis)? hal.

             Ertinya: “Dan perangilah mereka.S Al Anfal: 39) Hal itu dilakukan dengan kebangkitan bersama umat Islam. agar ia mampu memimpin dunia dan menjalankan peranannya sebagai saksi terhadap alam semesta. Pembentuk individu muslim 2.                     Ertinya: “Dan demikian (pula) kami Telah menjadikan kamu (umat Islam). agar nilai-nilai Islam dan syariatnya menjadi hukum tertinggi dan menguasai satu perempat dunia.S Al Baqarah: 143) Dan saling tolong menolong sesama muslim untuk melaksanakan tugas dan kewajipan-kewajipan syariat yang dibebankan kepada kita. Membebaskan negeri dari seluruh penguasa asing 22 . umat yang adil dan pilihan[95] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu …” (Q. Rumah tangga Islami 3.”) Target-target tersebut diatas dapat diringkaskan dalam beberapa hal berikut ini: 1. Masyarakat muslim 4.kalimat Allah di muka bumi. supaya jangan ada fitnah[611] dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah …” (Q.

2. Imam Syahid menjelaskan tujuan-tujuan dakwah dan pelaksanaannya dalam kaedah. Memperbaiki pemahaman kaum muslimin terhadap agama mereka dan menjelaskan tentang dakwah Al Quran. beliau berkata: “Tujuan dan target kalian adalah target-target Islam yang hanif.keadah praktikal yang menerangkan tentang maksudmaksudnya.5. Mengembalikan kewujudan negara Islam Antarabangsa untuk seluruh umat Islam dengan membebaskan negeri-negeri mereka. 4. membersihkannya kebodohan. menyampaikannya kepada masyarakat dengan cara yang baik serta sesuai dengan konteks masa kini. Menghimpun kaum muslimin secara amali kedalam prinsipprinsip Islam dengan khidmat dari memperbaharui kepada kehebatan dan dan pengaruhnya di dalam jiwa. tidak bergantung kepada orang lain. Seseorang tidak akan berasa memiliki kehormatan. kefakiran. mendirikan khilafah yang hilang dan mengembalikan wilayah-wilayah Islam yang dirampas. dan kemuliaan. bahagian bahkan menempatkannya 23 . mewujudkan persatuan dan kesatuan. Memimpin dunia dengan menyebarkan dakwah Islam di satu perempat dunia. kecuali jika dia dapat menikmati rasa kenyang. oleh kerana itu ia tidak melupakan perbaikan menjadi aspek ekonomi Islam utama dan yang tidak akan meremehkan mengukuhkan kewangan. dan dapat mencukupkan keperluan hidupnya sehari-hari. 7. Islam sangat mengambil berat aspek ini. Memberikan masyarakat penyakit. 3. Mendirikan pemerintahan Islam dan mengadakan perbaikan 6. adapun maksud-maksudnya adalah: 1. agar kebaikan dan keindahannya dapat diungkap serta menjawab syubhat-syubhat dan kebatilan. serta memberikan sokongan untuk kebaikan dan manfaat umum dalam pelbagai bentuk.

kerabat dan putera-puteri mereka. tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui. sesungguhnya Allah Swt. Terjaminnya rasa keadilan sosial secara benar dan terpenuhinya peluang yang sama bagi setiap individu.persatuan status dan kesatuan dan umat. baik secara individu mahupun secara kolektif. 6. Syaratnya adalah kebebasan dan kemerdekaan sepenuhnya.seperti membebaskan lembah Nil.S Saba: 28) 24 . negara-negara Arab dan negara-negara Islam dengan seluruh wilayah bahagiannya dari tangan orang asing. Jika tujuan-tujuan ini tidak dapat diwujudkan kecuali dengan berdirinya sebuah negara. hukum dan ajaranajarannya. Dakwah Islam yang hanif tidak terbatas pada satu bangsa tanpa bangsa yang lain. 5. 7. maka sudah seharusnya kita meminta hak untuk mendirikan sebuah pemerintahan Islam yang mengambil berat nilai-nilai.” (Q. berfirman:                  Ertinya: “Dan kami tidak mengutus kamu. melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Sehingga dapat meningkatkan sosial merapatkan jurang kelas-kelas masyarakat serta menenangkan setiap individu masyarakat terhadap dirinya sendiri. Adalah tidak dapat dielakkan jika sebahagian dari tujuan-tujuan kalian –sebagai dakwah Islam yang benar dan menyeluruh. atau pada satu kawasan tanpa kawasan yang lain.

serta memberikannya kepada mereka. (Ini adalah) Kitab yang kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gelita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka.S Ibrahim: 1) Ini adalah dasar pertama aspek rohani dan amal yang diletakkan di bumi ini sebagai medium penyatuan dunia. dengan menunjukkan kepada mereka kebaikan dan keindahan agama kalian. 25 . laam raa.S Al Furqan: 1)                              Ertinya: “Alif. mengagungkan prinsip dan ajaran-ajarannya kepada mereka. (iaitu) menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. Itulan tujuan dan target dakwah kalian. tak selembar rambutpun yang keluar dari batasan tersebut.” (Q. Dan hendaknya dakwah kalian wahai saudara-saudaraku tercinta mengusahakan agar terciptanya perdamaian dunia dan pembinaan kehidupan baru untuk manusia. agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” (Q. semuanya bersumber dari nilai-nilai Islam yang hanif.             Ertinya: “Maha Suci Allah yang Telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya.

peluh dan darah.ciri jalan dakwah yang panjang dan sulit yang senantiasa memerlukan kesungguhan dan perjuangan. -ia harus berhadapan dengan realiti kehidupan umat yang sangat sukar. jalan-jalannya dipenuhi duri.                Ertinya: “Segala puji bagi Allah yang Telah menunjukkan kami kepada (syurga) ini.ciri dakwah dan hakikat perselisihan. dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. serta pengenalan terhadap bentuk-bentuk tentangan agar dakwah dapat berjalan sesuai dengan petunjuk dan pengetahuan.tidak mendapat ruang yang dapat membantu mempermudahkan realisasi amal-amalnya. dan keikhlasan semata-mata hanya kepada Allah. “ (Q. Seorang da’i sudah semestinya mengetahui cirri.tentangan. ia bahkan harus menghadapi kesulitan dan tentangan.ah tidak mengejutkan merupakan akumulasi masalah yang selama ini bersarang di 9 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Keadaan dakwah Islam di abad kontemporari sebagaimana dakwah-dakwah penyeru perbaikan lainnya yang dipimpin oleh para Nabi –semoga selawat dan salam tercurahkan kepada mereka semua. yang menuntut ketegaran.S Al A’raf: 43)9 Kedua. Realiti Ciri Fasa Dakwah dan Hakikat Perselisihan: Jelasnya pandangan dalam tujuan dan target dakwah tidak akan sempurna kecuali dengan jelasnya pandangan dalam melihat cirri. 249 26 . Begitupula halnya dengan dakwah Ikhwanul Muslimin. yang adal. hal.

ia mengenal benar keadaan ini. dan budi pekerti mereka. fikiran yang jumud dan berlembut di hadapan kemodenan. kekacauan dan dominasi musuh terhadap umat-. dan memberikan alternatif baru berupa konsep dan nilai-nilai dari luar masyarakat muslim. Dimana kita menemui ramai orang yang sangat menjaga dan memelihara ibadah solat lima waktu. dan memenjarakan pemahaman keIslaman hanya sebatas ibadah dan rutin spiritual sahaja serta beberapa akhlak dan budi pekerti. Bentuk-bentuknya sebagai berikut: 1. 5. 4. rintangan yang berada di jalannya serta perwatakan musuh yang akan dihadapinya. yang kemudian mendapat sambutan dan sokongan dari dalam mahupun dari luar kawasan. Keberadaan kelompok-kelompok dan pemikiran menyimpang dari pemahaman Islam dan akidah yang sesungguhnya.tengah masyarakat. seperti: 1.halangan tersebut: a. Diantara halangan. Keterasingan Para ulama tradisional dan orang-orang selain mereka terhadap nilai-nilai ajaran Islam. Kemerosotan keadaan masyarakat dan lembaga-lembaga perbaikannya. Hilangnya refleksi ibadah dari akhlak dan budi pekerti. Penyelewengan dan kejumudan. serta adanya permusuhan dan kebencian di antara mereka. 3. kadar beban yang akan dipikulnya. berupa keruntuhan dan jauhnya umat dari tuntunan Allah dan pelaksanaan syariat Allah. Kepelbagaian kaedah dan gagasan para penyeru dakwah Islam. puasa. dan solat berjemaah di masjid serta ibadah-ibadah yang lain. Disibukkan dengan perkara-perkara yang furu’ (cabang) dalam Islam dan hal-hal yang memecahkan persatuan umat. 2. 27 . Keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap Islam serta ketidak tahuan mereka terhadap dakwah Ikhwanul Muslimin. b. namun rutin spiritual tersebut tidak memberikan pengaruh yang ketara terhadap akhlak. yang menyerang nilai-nilai dasar Islam.

statik serta lemahnya keperibadian yang baik dan produktif. Melekatnya adat dan kebiasaan buruk yang diwarisi dari generasi ke generasi. Kemerosotan peranan lembaga-lembaga kemasyarakatan. saling mencela. cita-cita untuk mengalahkan egoisme. ekonomi. lalu merekapun bertindak sewenang. Lenyapnya kebebasan politik dan sirnanya perasaan dan aspirasi rakyat. baik dalam bidang pendidikan. Rosaknya hukum dan lenyapnya iklim politik yang sihat Gambarannya antara lain: 1. 4. berupa kesungguhan. serta tidak adanya penghormatan terhadap undang-undang. Reaksi yang muncul dari keterpedayaan ini adalah lahirnya rasa curiga dan kebencian masyarakat terhadap para da’i. bekerja kekuatan-kekuatan 28 . yang menyimpang dari dasar dan prinsip-prinsip ajaran Islam. 3. Hilangnya obsesi dan tujuan-tujuan nasionalisme serta kemerosotan semangat. 4. keterbatasan. kontradiksi dan tumpangtindih satu sama lain.wenangnya. hukum. Rosaknya Undang-undang. 2.2. Dominasi yang organisasi-organisasi memanfaatkan perosak terhadap aset-aset ini untuk kerajaan yang bekerjasama dengan kekuatan tertentu dari luar. media dan lain sebagainya. Masyarakat terpedaya oleh para Dajjal dan penipu dari para panglima dan pemimpin. Leburnya keperibadian muslim di tengah masyarakat dan lemahnya aset-aset kemanusiaan dari unsur-unsur yang mencetuskan kejayaan. serta tersebarnya iklim diktatorisme politik di dalam pemerintahan. termasuk kemunduran keilmuan dan peradaban sehingga membuat kita cenderung mengikuti (apa saja) tanpa mengenal kebebasan. 6. c. perpecahan. Tersebarnya kerosakan dan para perosak serta pencuri yang melahap harta rakyat tanpa pengawasan dan perhitungan. 3. keberanian. dan memberikan kepercayaan mereka kepada para pemimpin tersebut. 5. kemajuan.

Kewujudan para pendengki. yang kemudian menjadikannya sebagai alat dan usaha untuk melumpuhkan kebangkitan Islam dan umat. d. 2. Pendirian negara Israel di jantung negara Arab merupakan sebahagian dari rantai konspirasi tersebut. menghulurkan tangannya untuk menyakiti serta melakukan pendekatan dan bekerjasama dengan para penguasa. 1. Kekuatan atheisme dan konspirasi terhadap Islam yang berasal dari kelompok-kelompok tertentu di masyarakat yang berupaya melakukan penghancuran dan menjauhkan masyarakat dari nilainilai keIslaman. 4. serta masalah.cita tinggi serta kaum munafik di dalam setiap segi kehidupan yang berupaya melumpuhkan dakwah. Konspirasi dari dalam dan luar negeri terhadap dakwah Islam dan umat. serta mengalahkan kekuatan dan pengaruh apapun yang membahayakan posisinya di kerusi pemerintahan.mengukuhkan kedudukannya di tengah rakyat.masalah lainnya yang sengaja diciptakan oleh para penjajah. Perpecahan dan perseteruan antara negara-negara Islam. penghasut. Hilangnya penerapan yang benar dan menyeluruh terhadap syariat Islam. bagi mewujudkan citacita dan keinginan mereka mendapatkan keuntungan dari negara-negara Islam di dunia. Situasi masyarakat bahkan telah sampai pada tahap hilangnya pusat dan unsur-unsur pembangun masyarakat dan umat serta lenyapnya kepemimpinan yang hakiki terhadap agama Allah di muka bumi. Konspirasi luar yang berasal dari pelbagai kekuatan penjajah asing terhadap Islam dan kaum muslimin. orang-orang yang bercita. Bentuk-bentuknya antara lain. Hal ini menjadikan kerosakannya semakin kritikal 29 . 6. dan konflik dalam negeri setiap kawasan. 3. serta adanya usaha untuk menjauhkan nilai-nilainya dari kehidupan masyarakat dan umat manusia. 5.

ternyata tidak memiliki kebebasan dan kekuatan untuk menetapkan keputusan sendiri. • Di bidang keilmuan (konsep) dan praktikal. musuh-musuh Islam bahkan menganggap Islam sebagai musuh pertama yang ditakuti. Jika melihat kemajuan pembangunan fizikal yang dimiliki musuh-musuh Islam terhadap kaum muslimin: • • Terdapat kesempatan besar untuk menguasai sebab-sebab kekuatan ketenteraan antara kaum muslimin dan musuh-musuhnya. Siapa saja yang meneliti perseteruan antara umat Islam dan musuhmusuhnya yang berasal dari luar. Walaupun demikian. kewujudan politik yang menghimpun kaum muslimin –di seluruh hamparan muka bumi.benarnya.dan tidak mungkin diperbaiki secara sebahagiannya saja. Sebenarnya kita sedang didera oleh ekonomi yang tidak autonomi. maka akan menyangka bahawa perseteruan yang terjadi berjalan tidak seimbang. walaupun umat Islam telah menikmati kekayaan alam negerinya yang melimpah ruah. Perubahan dan perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh dan melakukan langkah-langkah bertahap sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. potensi dan kekuatan umat Islam tetap diperhitungkan. • Di bidang ekonomi. Di pentas politik. kerana mereka mengetahui benar bahwa mereka belum menemui pertempuran dan perseteruan yang sebenarbenarnya sampai sekarang dan belum mampu melumpuhkannya. sesungguhnya untuk melihat jarak besar antara kita (umat Islam) dengan musuh-musuh agama ini bukanlah sesuatu yang sukar. namun sesungguhnya mereka tidak memiliki autonomi dalam ekonomi dan sebenarnya mereka tidak menguasai dan memiliki kekayaan negerinya dengan kepemilikan yang sebenar. Kerana itu mereka akan terus menggempur umat Islam hingga dapat menaklukkannya. 30 .

Namun ketika mereka merasakan kegagalan dalam usahanya mengeluarkan muslim dari agamanya. kelimuan. Sesungguhnya medan pertempuran antara kita dengan mereka adalah perwatakan. politik. namun mereka juga memasukkan rasa takut ke dalam jiwa umat Islam. ciri khas. namun ia kerap berhadapan dengan rintangan jika wujudnya seorang muslim yang benar-benar memegang komitmen keIslaman di waktu yang lain. maka pertempuran yang sesungguhnya adalah terhadap: Pembentukan individu dan masyarakat muslim. Imam Syahid menjelaskan tentang keadaan umat dan masyarakat.Dalam kadar tertentu. dengan akhlak dan kebiasaan-kebiasaannya. Nama-nama yang digunakan 31 . dengan hanya mendapatkan kesempatan. pembinaan dan pembentukan (sibghah) Islami. Sesungguhnya musuh senantiasa berupaya melakukan kerosakan terhadap kewujudan muslim dan melenyapkan dari dirinya sendi-sendi rukun Islam dan menggantikannya dengan nilai-nilai yang lain. cemerlang dan deras di pelbagai segmen kehidupan Mesir. musuh-musuh Islam telah mampu menyingkirkan refleksi keIslaman individu dan masyarakat muslim. “Dari sini tampaklah refleksi keIslaman yang kuat. Dengan demikian. Musuh-musuh Islam tidak puas hanya dengan ruang peradaban di bidang ketenteraan. ekonomi dan lain-lain. keluarga dan masyarakat. tempat pertempuran sebenaryang dijadikan musuh sebagai medan melakukan gempuran terhadap Islam adalah medan kewujudan muslim. Oleh kerana itu. maka kemudian mereka membuat lubang pada wadah (keperibadian muslim) agar tidak dapat digunakan untuk memelihara nilainilai keIslaman dan tidak mampu bergerak ke masa depan. baik secara individu. Musuh-musuh Islam benar-benar mengetahui bahawa setiap muslim masih berpotensi dan berpeluang membawa Islam secara sempurna pada suatu hari. yang penuh.

”11 10 11 Risalah: Dakwatuna fi Thaur Jadid (Dakwah kami di zaman baru) . kemewahan dan kesenangan. darinya terdengar seruan kebenaran setiap pagi dan petang. bahasanya Arab. dan memisahkannya dari urusan-urusan kehidupan duniawi. tidak berani menghadapi kebenaran dan lari ketika penyembuhan. serta menjauhkannya satu sama lain dengan jarak yang sangat jauh. seluruhnya merupakan kebenaran. Dengan begitu. 152 32 . Gempuran ini telah memberikan pengaruh yang sangat besar. yang akhirnya membuatkan kita berusaha mengubah keadaan kita dan mencelupnya dengan celupan Eropah. perpecahan –semoga memusnahkannya-. beliau mengatakan. menjalani merebaknya terapi budaya mementingkan serta diri sendiri berbanding Allah kepentingan umum. 238 Risalah: Al Mu’tamar al Khamis (Muktamar Ke V). permainan dan pelbagai kenikmatan yang melenakan. Inilah sebenarnya penyakit umat. yang tak pernah kita kenal sebelumnya. kita memiliki perasaan yang tidak bergetar seperti getarnya terhadap Islam dan apa yang berhubungan dengan Islam.menggunakan bahasa Arab.. hal. “Lemahnya akhlak dan kehilangan teladan tertinggi. Hal. Kita kemudian memenjarakan kekuasaan Islam di dalam hati dan tempat-tempat ibadah.” Namun ketamadunan Barat telah menggempur kita dengan gempuran yang kuat dan luar biasa melalui ilmu pengetahuan. kita hidup dengan kehidupan yang bergoncang dan saling berselisihan. politik. masjid-masjid yang besar ini disebutkan di dalamnya nama Allah.”10 Imam Syahid menggambarkan penyakit yang semakin kritikal dalam tubuh umat. sehingga kita kagum dan tunduk di hadapannya. dan merobohkan naungan pemikiran Islam tentang kehidupan sosial masyarakat Mesir dalam pelbagai bidang. Kehidupan Barat dengan segala gemerlap dan fitnahnya serta dengan segala tampilan kekuatan fizikal berupaya menguasai dan mendominasi di seluruh sudut kehidupan kita. harta.

Sesungguhnya dakwah yang kita serukan adalah dakwah rabbani yang mempunyai sumber dan mendapat pertolongan dari Allah Sang Pemilik semesta. yang diatur oleh keseimbangan dan sunnah Allah di dalam perubahan dan penempatan. “Rasa takut terhadap Arab dan perhatian kami terhadap bangsa Arab bukan kerana minyak dan gas yang dimiliki Arab. atau sebagai alasan ketika kita gagal melaksanakan tugas. Asas utamanya adalah sebesar mana kekuatan kita berpegang teguh terhadap manhaj dan tujuan-tujuan Islam. iaitu tidak berlebihan menghadapi pengaruh dan marabahaya ancaman musuh dari luar ini. kita harus mengambil jalan pertengahan. kerana kekuatan Arab bertaut erat dengan kekuatan Islam. Maka jangan jadikan ancaman musuh dari luar ini sebagai lilin untuk menutupi kesalahan dan kekurangan kita. Untuk dihancurkan tanpa persatuan bangsa Arab yang merupakan kunci kekuatan Arab. Musuh-musuh Islam berkerjasama bersama orang-orang bodoh dan mereka yang tertipu dari kaum muslimin.”12 Namun bahaya luar ini tidak berbentuk titik yang sangat berbahaya atau ancaman yang luarbiasa terhadap Islam. hal.target utama mereka adalah perlawanan terhadap nilai-nilai keIslaman yang lengkap dan peradabannya yang sempurna. dengan tetap meyakini adanya musuh dan peranan mereka. dan tidak pula meremehkan permasalahannya. sekuat mana kekuatan barisan kita serta ketegaran di atas visi dan misinya. yang terbit pada 30 Juni 2005 M. 16 33 . namun disebabkan Islam. Moro Berger mengatakan di dalam bukunya ‘Quwaa al Syar al Mutahâlifah’. Untuk itu Islam harus diperangi. Untuk itu. untuk melenyapkan jati diri dan 12 Dikutip dari Akhbar Afaq Arabiyyah. keperkasaan dan penyebarannya. seperti alat dan para hakim yang menjual akhirat mereka dengan dunia. tidak hanya matlamat ekonomi atau perdagangan –walaupun ini merupakan bagian dari matlamat mereka.• Sesungguhnya permusuhan Barat dan Zionis terhadap dunia Islam – atau dengan projek kebangkitan Islam-.

Sesungguhnya dakwah adalah sebuah kewajipan yang berada di bahu kita.. pembentukan diri dan pemeliharaan identiti muslim. baik secara teori mahupun praktikal untuk mewujudkan kebatilan mereka dengan melalui media. dan hal itu berkat kekuatan dan pertolongan Allah. adapun tangan-tangan keji yang digunakan musuh untuk melawan kita yang merupakan perpanjangan dari kekuatan mereka.identiti muslim dan penghancuran terhadap proses pembentukan peribadiperibadi muslim. Atau dengan ungkapan yang lain. Tentang Kewajipan Dakwah Walaupun kita dikepung oleh usaha. Dan mereka menggunakan segala macam cara dan kemudahan. telah sampai pada tahap menjual akhirat secara fizikal dengan dunia. iaitu dunia orang-orang bodoh dan para pemimpin.usaha penyempitan gerakan atau semakin besarnya jarak antara cita-cita dan realiti yang kita hadapi. Imam Syahid mengatakan: 1. Jika tidak. Mereka juga menggunakan kaki tangannya dari beberapa kawasan dan daerah untuk memerangi kita. Kaki tangan mereka ini tiada lain adalah talitali yang mereka miliki yang dikhayalkan di hadapan kita seolah-olah benda hidup. krisis ekonomi dan sosial. 2. atau menjadikan hal ini sebagai alasan untuk meninggalkan dakwah. Untuk itu. maka cukuplah bagi kita menjadi jambatan yang akan menghubungkan dakwah dan petunjuk ini kepada mereka yang memiliki kekuatan yang lebih besar untuk melakukan misi dakwah ini. maka pandangan yang kami miliki sangat jelas ketika kami bertekad untuk melakukan jihad dan perjuangan di medan pertempuran yang sebenarnya. cukuplah bagi kita menjadi rantai 34 . Tentang kewajiban dakwah dan dengan hasil apapun. pendidikan. tidak seharusnya kita lemah dan putus asa. Jika kita mendapatkan kemenangan sebagaimana yang kita harapkan untuk umat berupa kebaikan dan hidayah maka itulah yang kita peroleh. medan tarbiyah.

karya Fuad Al Hajarsi. Sementara 13 Dari Makalah: Al Dakwah Ila Allah. Al Imam Syahid Hasan Al Banna. untuk menjelaskan kepada kita tentang kewajipan dakwah yang tak mungkin ditinggalkan kecuali memenuhinya.” (Q. 14 Risalah Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemuan Ketua-ketua Wilayah). jika dia melakukan dakwah maka dia telah menunaikan kewajipannya dan akan mendapat pahala dari Allah. yang kedua adalah untuk mendapatkan pahala di akhirat. dan tidak menerima alasan ataupun belas kasihan. dan yang ketiga untuk memberikan sumbangan. “Sesungguhnya seorang da’I bekerja untuk menunaikan kewajipannya merupakan hal yang pertama. 3. dan Dia tak akan meninggalkan usaha kalian. dan sesungguhnya Allah selalu bersama kalian. Vol. maka cukuplah bagi kita meminta maaf kepada Allah. dan supaya mereka bertakwa.13 Imam Syahid juga mengatakan kepada Ikhwan. dan tidak ada keraguan dalam hal itu jika syarat-syaratnya telah dipenuhi. Seorang da’i. 246 35 .82 Februari 1999. hal. yang tertinggi adalah yang pertama.antara penyeru dakwah yang telah mendahului kita dengan generasi yang akan datang berikutnya. Renungkanglah firman Allah dalam Al Quran:           Ertinya: “Mereka menjawab: "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu. lalu menunaikan amanah dan melakukan apa yang menjadi kewajipan. persiapkanlah diri kalian. dan sampaikan berita gembira. Jika hal itupun tidak mampu kita lakukan. persiapkan dakwah. Dikutip dari buku. Majalah Dakwah. sesungguhnya masa depan adalah milik kalian. “Ingatlah nikmat Allah yang telah diberikan-Nya kepada kalian. Imam Syahid.”14 Beliau berkata.S Al A’raf: 164) • Demikianlah tiga tingkatan yang menjadi tujuan dakwah.

hal. Musthafa Masyhur. politik dan sosial kemasyarakatan. Rintangan-rintangan tersebut tergambar dalam tiga usaha berikut17: 1. permainan dan gurauan.54 Risalah: Da'watuna (Dakwah kami). maka bukanlah termasuk jalan orang-orang mukmin.untuk manfaat. Pada fasa ini. dakwah menghadapi pelbagai rintangan di setiap tahap.merupakan halangan terbesar yang akan kita hadapi. berbeza jika dia memilih berhenti meninggalkan pekerjaan.”16 Ketiga: Halangan dan Faktor-Faktor Kejayaan Halangan dan rintangan yang dihadapi dakwah: Realiti di lapangan dakwah. untuk serta dalam mewujudkan melakukan kebiasaan projek-projek menguasai aset-aset perubahan keseluruhan bidang ekonomi. dimana seorang muslim harus mengetahui tujuannya. dan hakikat perselisihan –sebagaimana yang kita sebutkan sebelumnya. “Telah tiba waktunya. dan menentukan targetnya. maka urusannya kembali kepada Allah.15 Risalah: Wudhuh Ru'yah . 20 (rangkuman) 36 . 2. maka dia akan menerima dosa atas kelalaian tersebut dan dia kehilangan kesempatan mendapatkan pahala jihad dan tentu tidak dapat memberikan sumbangan. karakteristik setiap fasa. Usaha- usaha memasukkan dan projek Barat secara dan Zionis umat.19. Adapun mereka yang dilanda kelalaian dan kebingungan. hati-hati yang lengah.”15 Beliau juga berkata. dan hendaknya dia berupaya untuk mewujudkan target-targetnya tersebut hingga dia sampai kepada tujuan yang diinginkan. Hal. Sejumlah usaha untuk melemahkan peranan kepemimpinan gerakan Islam antarabangsa. Suatu waktu kesempatan datang dan tak diperhitungkan yang membuat pekerjaannya membuahkan hasil yang lebih berkat. 15 16 17 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). hal. baik dalam proses pembentukan individu mahupun masyarakat muslim.

dan kalian akan bersiap-siap memenuhi tuntutan dakwah untuk berjihad dan berjuang. Dan kalian akan menemui bagaimana para ulama dan orang-orang yang tampak berkomitmen tinggi memegang nilai-nilai Islam masih berasa 18 Dikutip dari sirah nabawiyah. maka pada saat itulah sebenarnya kalian telah menempuh perjalanan para da’i.3. karya Ibnu Hisyam 37 .” Nabi Muhammad Saw. Kalian akan menemui di hadapan kalian pelbagai beban berat. Usaha untuk menyingkirkan kita dari penyebaran pengaruh dalam masyarakat serta menghapuskan peranan umat Islam dari seluruh sektor awam di kawasan masing. bahawasanya dakwah yang kalian serukan masih sangat asing di kebanyakan masyarakat. berkata. melainkan akan diusir oleh kaumnya. Waraqah berkata kepada Rasulullah Saw. duhai seandainya aku dapat bersama mendampingimu ketika engkau diusir oleh kaummu.. maka kalian akan menerima dendam dan permusuhan.”Dia adalah malaikat yang turun kepada Nabi Musa. “Apakah mereka akan mengeluarkannya? Warawah menjawab. dan kalian masih mudah menyerukan dakwah.”18 Imam Syahid menjelaskan halangan dan rintangan yang akan dihadapi oleh para da’i. Dan pada hari di mana mereka mengetahui dan mengenal tujuan. serta target-target dakwah. kalian akan berhadapan dengan bermacam halangan. Penyingkiran ini sama seperti sebagaimana yang dikatakan oleh Waraqah bin Naufal ketika peristiwa turunnya wahyu kepada Rasulullah Saw..masing. “Tiada seorangpun yang membawa risalah sepertimana yang engkau bawa.” “Kalian masih belum dikenali.” “Kebodohan penduduk negeri terhadap hakikat Islam akan menjadi halangan di hadapan dakwah yang kalian serukan. Rintangan yang ada di jalan dakwah kita: “Aku ingin berterus terang kepada kalian.

Seluruh pemerintah akan berdiri di hadapan kalian dengan sikap yang sama. Orang-orang akan menunjukkan jarinya kepada kalian di sekitar dakwah yang kalian bawa dengan debu-debu syubhat dan tuduhan-tuduhan yang keji. dengan menggunakan kekuatan yang mereka miliki serta harta dan kekayaan yang mereka miliki.. dan tangan-tangan yang terjulur kepada mereka dengan permintaan. Orang-orang tersebut akan berupaya menutup setiap peluang kebangkitan kalian dan mematikan cahaya dakwah kalian. akhlak yang semakin runtuh.. dan setiap pemerintah tersebut akan berupaya melumpuhkan kegiatan kalian dan akan meletakkan rintangan di jalan kalian.. dan menunjukkannya kepada manusia dalam bentuk yang sangat buruk. pembesar negeri dan para pemilik kekuasaan akan mendengki kalian. Para pemimpin.asing dan takjub terhadap pemahaman Islam yang kalian bawa dan mereka akan mengingkari jihad kalian...... serta kepada kalian dengan penganiyaan dan permusuhan. Mereka akan berupaya mencari celah-celah kekurangan.                    38 . Untuk melakukan hal itu mereka memanfaatkan pemerintahan yang lemah.

firman Allah:              Ertinya: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami Telah beriman". Imam Syahid Hasan Al Banna menjelaskan bahawa jalan dakwah adalah jalan panjang yang dipenuhi perjuangan dan pengorbanan.Ertinya: “Mereka berkemahuan memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan. kalian akan ditangkap dan dijerumuskan ke dalam penjara. 109 39 . Apakah kalian tetap bertahan untuk menjadi para penolong agama Allah?” 19 Yang mulia. jalan ini merupakan jalan yang satu-satunya dan tidak ada jalan lain: 19 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). sedang mereka tidak diuji lagi? (Q. kalian akan dibuang negeri dan terusir.S AL Ankabut:2) Akan tetapi setelah ujian dan fitnah itu. dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayanya. Masa ujian yang menimpa kalian ini kadang.ucapan) mereka.” (Q. Walaupun demikian.kala akan berjalan cukup lama.S Al Taubah:32) Maka kalian akan masuk ke wilayah fitnah dan ujian. hal. dan rumah-rumah kalian akan digeledah. walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai... Allah menjanjikan kepada kalian kemenangan untuk para pejuang serta ganjaran yang berlipat ganda untuk mereka yang berbuat kebaikan. kalian akan mendapatkan kesukaran dan kehilangan pekerjaan. kesabaran dan ketegaran.

hal. • Imam Syahid telah menegaskan bahawa asas dasar dakwah dalam menghadapi rintangan. pembinaan dan menghidupkan umat dan memaksimumkan potensi-potensi yang dimilikinya. diantaranya adalah keimanan yang mendalam.” 20 Bekal Kita Menghadapi rintangan: • Ikhwanul Muslimin menghadapi rintangan-rintangan ini dengan perspektif yang menyeluruh dan kaedah yang komprehensif untuk perbaikan. senantiasa berbaik sangka kepada Allah. untuk kemenangan dakwah.. maka aku tidak menjadi sebahagian darinya dan sebaiknya dia keluar dari dakwah ini dan memilih jalan dakwah yang lain. namun tidak ada jalan lain yang menjadi pilihan. yang akan melindunginya dari serangan musuh-musuh. dengan menguatkan komitmen terhadap rukun-rukun baiat pada setiap individu dalam barisan dakwah. keyakinan dan harapan terhadap pertolongan Allah Swt. serta melakukan hubungan dan kerjasama dengan orang-orang ikhlas yang lain untuk menciptakan kemaslahatan dakwah dan mendorong perpaduan kalimat dan persatuan barisan masyarakat. dan yang akan menjadi sandaran dalam mewujudkan tujuan-tujuan dakwah. atau ingin memetik kembang sebelum waktunya. ia akan menempuh kaedah membangunkan bukan menghancurkan. 127 40 . 20 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). • Kaedah Ikhwanul Muslimin dalam menciptakan perbaikan dalam masyarakat adalah memusatkan perhatiannya terhadap kesedaran setiap individu. dan tidak akan meremehkan langkah-langkah dan fasa-fasa tersebut.” Siapa saja yang ingin cepat menikmati buah sebelum masanya. menjaga keseimbangan di seluruh fasa-fasanya.“Jalan dakwah ini adalah jalan panjang. dan tugas yang berkesinambungan. pembinaan yang teliti.

Kekuatan dakwah kita. Segala puji bagi Allah. dan kami tidak bekerja kecuali untuk mendapatkan reda Allah Swt. kemurnian tujuan kita dan pertolongan dari Allah. keimanan kepada Allah. Barangsiapa yang dimenangkan oleh Allah. 2. azam yang kuat dan benar. 21 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. Sesungguhnya kami menunggununggu pertolongan dari Allah dan kemenangan dari-Nya. serta tetap maju walaupun di saat-saat lemah. ikatan dengan kitab-Nya yang mulia. hal.”21 Imam Syahid menunjukkan beberapa sudut penting yang menjadi langkah kejayaan di hadapan tentangan-tentangan ini: 1. maka padanya terdapat punca.” Beliau berkata. “Jika ada seorang muslim yang benar. Tunaikanlah kewajipan dan jauhi larangan-larangannya. sesungguhnya kami bebas dari cita. maka janganlah engkau takut pada selain Allah dan merasa gentar pada selain-Nya. 69 41 . sehingga akan terwujudlah kesatuan barisan dan manhaj. maka dia akan kalah dalam urusannya. maka tidak ada yang mampu mengalahkannya. dan perlunya manusia terhadapnya. “Tidak ada bekal apapun yang dimiliki umat dalam perjalanan berbahaya ini kecuali jiwa seorang mukmin. dan kegagalan akan menyertai generasinya. Berimanlah kepada Allah dan banggalah dengan pengetahuan tentang-Nya serta bersandarlah kepada-Nya. kedermawanan untuk melakukan pengorbanan. Hal ini merupakan langkah kejayaan yang tak mampu dihalangi oleh akibat dan rintangan. 3. Kekuatan keyakinan dan cita-cita. Imam Syahid berkata.punca kejayaan. kami tidak menginginkan apapun selain keredaan Allah dan kebaikan untuk manusia. 4.cita peribadi. dan dengan melakukan tarbiyah yang tepat dan benar.• Titik tolak untuk mewujudkan hal ini adalah. Namun jika menggunakan selain itu. dan jauh dari egoisme.

Sesungguhnya jika Allah menginginkan kebaikan untuk suatu kaum maka Dia akan memberikan mereka anugerah amalan (kesempatan untuk melakukan). 109-111 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). 9. hal. dan bangga terhadap apa yang telah diberikan Allah kepadanya berupa keperkasaan dan kemuliaan orang-orang yang bertakwa. 6. 8. usaha. keimanan yang tak tergoncang.5. 10. keyakinan kepada Allah yang tak lemah. “Kami telah mempersiapkan diri untuk itu. serta jiwa-jiwa yang bergembira pada hari pertemuannya dengan Allah sebagai syahid di jalan-Nya. hal. Dengar dan taatlah kepada pemimpin kalian dalam waktu senang dan sukar. pengorbanan. sesungguhnya kesempatan tersebut akan datang tanpa ada keraguan. Tetaplah tegar hingga Allah memberikan kemenangan antara kalian dengan kaum. Bacalah Al Quran dan tadaburi makna-maknanya. amal yang tak berhenti. dan sesungguhnya Dia adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. “Sesungguhnya dakwah kalian ini tidak akan mencapai kemenangan kecuali dengan jihad. kerana itu merupakan rahsia kekuatan dan kejayaan kalian. Jadilah orang-orang yang bekerja dan bukan orang-orang yang banyak berdebat. Berilah hadiah sesama kalian dan peliharalah ikatan di antara kalian. Nantikan pertolongan dan kemenangan dari Allah. namun jika ada suatu kaum yang tersesat setelah mereka mendapatkan petunjuk. 7. 11. pengorbanan jiwa 22 23 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Semalam dan Hari ini). Jadilah orang-orang yang kuat dengan budi pekerti mereka.”23 Beliau berkata.22 Imam Syahid berkata. 179 42 . serta ingatlah selalu sirah perjalanan Rasulullah Saw. dalam hal yang disukai mahupun yang tidak disukai. Hiasi diri dengan sifat-sifat mulia dan sopan santun serta berpegang teguhlah dengan ketinggian akhlak. maka tiada lain kerana mereka banyak berdebat. kerana hal itu adalah simbol fikrah kalian dan menjadi usaha penghubung antara kalian.

“Saya telah dan masih selalu mengatakan hal ini kepada Ikhwan dalam setiap kesempatan bahawa sesungguhnya kalian tidak akan dikalahkan selamanya dengan sedikitnya jumlah kalian. sesungguhnya mereka tidak akan dapat melumpuhkan kalian. tidak pula kerana lemahnya kelengkapan yang kalian miliki. 194 25 Ibid 43 .berai dan pendapat kalian berbeza. Allah firman:            Ertinya: 24 Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). dan dalam ketaatan kepada-Nya. dan berjihadlah di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Namun kalian akan dikalahkan dengan kekalahan yang sangat dahsyat dan kalian akan kehilangan semua kemudahan untuk mewujudkan kemenangan dengan sebab. dan bukan pula kerana konspirasi musuh terhadap kalian. serahkan roh-roh kalian. kecuali sesuatu yang telah ditetapkan Allah..dan jihad adalah menjadi sebahagian dari persiapan kami. dan tidak pula dengan besarnya jumlah musuh kalian.dan harta. hal. dan Allah tidak memperbaiki urusan kalian. “Jika kalian merosakkan hati kalian. maka berikanlah jiwa-jiwa kalian.”24 Beliau berkata. walaupun seluruh penduduk bumi bersatu. atau jika kalian tercerai.. serta berjalan di atas jalan keredaan-Nya. “.” Namun jika kalian berpadu dalam satu hati menuju Allah Swt.”25 Imam Syahid juga mengatakan.

padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya). Keimanan dan cinta menyatu menjadi satu 26 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). atau tertipu dengan yang lain. kesetiaan yang kuat yang tak dikotori oleh kepura-puraan dan pengkhianatan. begitupula istiqamah terhadap manhaj kebenaran. keyakinan dan penghormatan terhadap dasar tersebut yang akan menjaga dari kesalahan dan penyelewengan. perasaan yang mengumpulkan hatihati kita. ukhuwah yang menyeluruh. dan –dengan izin Allah. hal. dengan pengetahuan terhadap dasar perjuangan.kita harus mendapatkan hak-hak kita dalam waktu yang singkat. dan hal ini tak mungkin dilakukan kecuali dengan persatuan.”26 Begitupula halnya terhadap permasalahan bangsa dan usaha untuk mendapatkan kemerdekaan serta membebaskan diri dari penjajahan dan mampu mendapatkan kebebasan rakyat dan hak-hak mereka. “Diperlukan sebuah perjuangan yang panjang.“Janganlah kamu bersikap lemah. Imam Syahid berkata. arah yang benar menuju petunjuk kebaikan.” (Q. Pada hari dimana hal ini dapat dipenuhi maka tidak akan ada satupun rintangan di hadapan kita. berat dan berkesinambungan. pengorbanan besar yang tak dihalangi oleh ketamakan dan kebakhilan. dan janganlah (pula) kamu bersedih hati. Maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampun kepada mereka.S Ali Imran: 135)                    Ertinya: “Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah Kemudian mereka mati dalam keadaan kafir. 45 44 .” (Q. perjuangan dengan perjuangan. pahit. peristiwa dan perubahan-perubahan ini dengan: “Kemahuan yang kuat yang tak tersentuh oleh kelemahan. jika kamu orang-orang yang beriman.S Muhammad: 35) Kita menghadapi keadaan.

dan mereka memahami sungguh makna firman Allah dalam Al Quran:          27 28    Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dan medan jihad yang sebenar bukanlah medan jihad yang keliru.. dan itu adalah sesuatu yang sangat kita perlukan sekarang.” Imam Syahid juga berkata. adakah mungkin ada jalan untuk mewujudkannya. gunakan.kesatuan yang hakiki. 186 45 . Oleh kerana itu mereka mengorbankan semua yang miliki untuk Allah. “Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin tidak bakhil terhadap dakwah yang mereka pikul. dan medan jihad bukanlah medan amal.”27 “Kendalikan gejolak perasaan dengan pertimbangan.”28 Beliau juga menjelaskan. cucuran darah dan harga kepentingan mereka. kerana hal itu adalah sebuah kekalahan. namun tundukkanlah.” “Jangan melanggar ketentuan alam.pertimbangan akal. dan medan amal bukanlah medan kata-kata.. dan mintalah pertolongan sebahagiannya dengan sebahagian yang lain. walau dengan makanan puteraputeri mereka.” Sesungguhnya sejak hari mereka memikul beban dakwah ini mereka mengetahui sungguh bahawa dakwah tersebut paling tidak akan mengorbankan darah dan harta. 128 Ibid. alihkan arusnya. sesungguhnya waktu kemenangan sudah semakin dekat. hal. serta yang melimpah dari perbelanjaan mereka .” “Dan nantikanlah saat kemenangan... hal. “Sesungguhnya medan kata-kata bukanlah medan khayalan.

Injil dan Al Quran. dan kemudian menghasilkan hasil yang banyak. hal.” (Q. (Itu Telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat.”29 Beliau berkata pada kesukaran.kesukaran yang kita hadapi: “Wahai Ikhwan.” Mereka mencukupkan diri dengan yang mereka miliki atas apa yang dimiliki orang lain. lalu mereka membunuh atau terbunuh. dan Itulah kemenangan yang besar. 187 46 . mereka berperang pada jalan Allah. sikap yang sebetulnya di hadapan rintang-rintangan ini adalah kita 29 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).                                  Ertinya: “Sesungguhnya Allah Telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. dan meyakini bahawa sesungguhnya seluruh keutamaan hanya milik Allah. kemudian Allah menganugerahkan kepada mereka berkat bagi yang sedikit. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang Telah kamu lakukan itu.S Al Taubah: 111) Mereka menerima jual beli tersebut dan memberikan dagangannya dengan penuh kerelaan jiwa.

Dan siapakah yang lebih baik sibghahnya dari pada Allah? dan Hanya kepada-Nya-lah kami menyembah.langkah kejayaan dakwah dan tiang.harus ingat bahawasanya kita berdakwah dengan dakwah Allah.S Al Baqarah:138) Seluruh alam sangat memerlukan dakwah ini. namun ia tetap berkesinambungan dan tumbuh bersama mereka. hal. dan seluruh yang ada di dalamnya memudahkan dan mempersiapkan jalannya. Bahawa rukun-rukun tersebut tidak berhenti pada satu fasa. Kita menyerukan fikrah Islam. dan itu merupakan manhaj yang mendidik. Imam Syahid mengarahkan Ikhwan kepada rukun-rukun ini. 30 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). dan ia merupakan sebaik-sebaik fikrah.tiang penyokong dakwah yang benar yang tidak akan berjaya tanpa tiangtiang tersebut. memahami serta menjaganya. persenjataan dan perbekalan yang harus disiapkan. Menjaga rukun-rukun tersebut dengan tidak menguranginya b. serta bertambah kekuatan dan pengaruhnya. dan kita memberikan kepada manusia syariat Al Quran dan ia merupakan syariat yang paling adil:                 Ertinya: “Sibghah Allah.”30 Faktor-faktor Kejayaan Dakwah: Imam Syahid menyampaikan tentang langkah. dan ia adalah sebaik-sebaiknya dakwah. Beliau menyebutkan kewajipankewajipan di jalan dakwah.” (Q.109 47 . yang kita yakini dan yang akan membimbing kita menuju kejayaan dan kemenangan dengan izin Allah. dan meminta mereka untuk: a. ditambah dengan apa yang telah beliau sebutkan di dalam karakteristik dakwah.

serta mengembalikan seluruh keutamaan dan anugerah hanya kepada Allah dalam setiap urusan dan kejayaan. akan tetapi agar kalian mengetahui bahawa sesungguhnya Allah telah menuliskan kepada dakwah kalian keimanan dan keikhlasan. dan oleh kerana kalian itu berusahalah menjaganya secara dan hendaklah selalu menambah kekuatan keteguhannya di dalam jiwa-jiwa kalian. pemahaman. pertolongan dan pengorbanan. serta ingatlah bahawa kalian tidak memiliki keutamaan dan anugerah apapun dalam hal itu:                  48 . Terbinanya diri di setiap fasa pembinaan. diuji dan dipilih hingga menambah keteguhan mereka. Sifat-sifat tersebut merupakan tiang. benarnya. Hendaknya rukun-rukun tersebut memberikan pengaruh yang kuat di jiwa-jiwa mereka serta pengaruh-pengaruh praktikal dan spiritual.tiang penyokong tersebut dengan mengatakan. d. dan ini tidak Dia tuliskan pada dakwah-dakwah lain yang diuaruarkan di pasar-pasar. bukan untuk kesombongan dan bukan pula untuk berbangga diri.. yang memiliki semboyan yang tinggi dan memiliki penampilan yang mewah. “Ingatlah hal ini baik-baik wahai Ikhwan. Bersikap tawadhu dan menghindarkan diri dari sikap sombong dan ujub. dan hal ini tidak bertentangan dengan sikap bangga terhadap rukun-rukun tersebut dan senantiasa mengingatnya.c.tiang penyokong dakwah yang sebenaroptimum. e. Imam Syahid mengingatkan tentang tiang. perpaduan. hingga benarbenar kuat dan tegar.

hal. Keistimewaan dan ciri khas dakwah Dakwah Kami adalah Islam yang kukuh Dakwah Ikhwanul Muslimin adalah dakwah Islamiyah yang berkesinambungan dalam segala sesuatu. Kekuatan ikatan dan pengorganisasian serta ketahanan bangunan internal.tiang dasar tersebut di atas dengan beberapa isi berikut: 1. 6. serta jelasnya pandangan dan tujuan. Amal yang berkesinambungan. pengorbanan dan kesabaran. Kefahaman yang benar dan menyeluruh. baik syiarnya. jihad yang terus menerus. dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar. ia tidak menerima alternatif lain selain Islam. 204 49 . 4. hukum-hukum perubahan. 7. manhaj dan tujuan-tujuannya. Sebenarnya Allah.S Al Hujurat: 17)31 Kita dapat menyimpulkan usaha dan tiang. aturanaturan semesta serta pemanfaatan yang baik terhadap sunahsunah tersebut. Keempat. 31 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Membina kekuatan iman dan kebesaran jiwa 3. prinsip-prinsipnya. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa Telah memberi nikmat kepadaku dengan keIslamanmu. Pembangunan dan pembinaan individu yang baik 5. Keikhlasan dan penyucian diri (tajarud) hanya untuk Allah 2.     Ertinya: “Mereka merasa Telah memberi nikmat kepadamu dengan keIslaman mereka. Pemahaman yang nyata terhadap sunah-sunah Allah dalam proses kemenangan di muka bumi." (Q.

hal.Konsep dan muatan dakwah yang digunakan merupakan refleksi dari pemahaman Islam yang benar dan menyeluruh. kelab dan asosiasi-asosiasi tertentu. persamaan. “Ia tidak dinodai oleh warna lain selain Islam. seperti yayasan-yayasan dalam pelbagai bidang. baik dalam tujuan. Imam Syahid mengatakan. target-targetnya. “Ketahuilah.213 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). ia tentu tidak hanya menjadi seruanseruan politik yang mengambil berat urusan-urusan keadilan.usaha yang pelbagai yang bergerak dalam masyarakat. namun sebagai sebahagian dari projek dan tujuan-tujuan Islam yang dideklarasikan dan diserukannya. garapan dan batasan-batasannya.”33 32 33 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dengan tetap menjadikan Islam sebagai rujukan. Namun tentunya seruan jama’ah yang melekat dengan nama dan kewujudannya haruslah merupakan seruan Islam yang menyeluruh.”32 Sebagai dakwah yang universal. pembanterasan kerosakan serta norma-norma lain –unsich. Untuk menjelaskan hal ini. maka setiap bidangbidang tersebut memiliki segmen-segmen dakwah tersendiri serta bidangbidang garapan tertentu. Jika dakwah memiliki institusi yang berbeza dan usaha.yang tidaklah mengejutkan merupakan sebahagian dari ajaran Islam. Akan tetapi ia adalah seruan dakwah Islam yang mencakup urusan agama dan dunia yang bertujuan untuk menegakkan syariat Islam secara praktikal dan sempurna serta mewujudkan nilai-nilai keIslaman dan tujuan-tujuannya secara menyeluruh –dan tidak mengapa ia mengadaptasi projek-projek perbaikan tersebut. parti politik. ia justeru mengarah kepada keteguhan agama dan dasar ajarannya. hal. -semoga Allah memberikan pemahaman kepadamuyang pertama bahawa sesungguhnya dakwah Ikhwanul Muslimin merupakan dakwah yang umum yang tidak bersangkutan kepada sebuah kelompok tertentu. 25 50 . dan tidak condong ke salah satu corak pemikiran yang dikenali manusia. serta tidak ditinggalkan dengan alasan kerana kekuatan atau situasi yang tidak kondusif.

”35 • Benar.”38 • Dakwah ini tidak menerima persekutuan. dan tidak diam berpangku tangan di hadapan masalah kehidupan yang senantiasa berganti serta badan. serta sirah kaum muslimin terdahulu. maka selanjutnya fahamilah bersesuaian dengan keinginanmu. hal 16 51 .• Dengarlah wahai saudaraku.”37 dakwah Ikhwanul Muslimin adalah dakwah nilai Sesungguhnya dakwah ini tidak sesuai kecuali bagi mereka yang telah menguasai seluruh aspek. hal.badan keadilan yang diperlukan untuk perbaikan manusia. dan dakwah hidup bersamanya. Kerana diantara karakteristik dakwah adalah persatuan. yang menjawab seluruh urusan-urusannya. dan ia juga menetapkan aturan-aturan yang sangat cermat dan teliti.”34 • Kami dunia memahami dan Islam dan dengan kami pemahaman tidak yang hal luas ini dan atau menyeluruh sebagai aturan yang mengatur seluruh aspek kehidupan akhirat. serta sirah orang-orang soleh dari kaum muslimin. hal. maka sesungguhnya dia telah hidup bersama dakwah. dakwah kami adalah dakwah Islam dengan seluruh muatan makna yang dikandung kalimat ini. Barangsiapa yang telah bersedia menerima hal tersebut. namun hal ini adalah sesuatu yang kami fahami dari kitab Allah dan sunnah Rasulullah Saw. dan ketahuilah bahawa pemahamanmu dibatasi oleh kitab Allah dan sunnah Rasulullah Saw.”36 • • Sesungguhnya (prinsip).”39 34 35 36 37 38 39 Ibid. 17 Ibid Ibid. mendakwa memperbesar-besarkannya. harta. 18 Ibid Ibid Ibid. Dakwah kita adalah dakwah yang mencakup seluruh karakteristik Islam yang disifatkan padanya. Kami meyakini bahawa makna Islam yang sesungguhnya mencakup dan mengatur seluruh urusan kehidupan.aspeknya dan menunaikan seluruh tuntutan dakwah berupa jiwa. makna yang lebih luas dari makna yang dipahami oleh kebanyakan manusia. waktu dan kesihatan.

Ibid. pada sebuah mereka tanpa namun mengumandangkan seruan dakwah hingga sampai ke telinga para pemimpin dan panglima di setiap kutub bumi yang para penduduk negerinya memeluk agama Islam. peribadatan kepada Allah. Kalian memahami Islam dengan pemahaman yang menyeluruh. 43 Ibid. maka mereka meminta manusia untuk menjadi tunjang.”43 • Kalian telah mendeklarasikan sejak hari pertama bahawa dakwah yang kalian serukan adalah dakwah Islam yang murni yang bersandarkan kepada Islam . sesungguhnya kami berdakwah kepada kalian dengan AlQuran di tangan kanan. nilai-nilai Islam. Kami mengajak kalian kepada Islam. amal perbuatan orang-orang soleh dari umat ini adalah teladan kami. Jika seandainya hal ini merupakan siasah (politik) maka sesungguhnya hal ini adalah politik kami. jihad di jalan serta memperkuatkan syariat agama Allah di muka bumi merupakan tugas kalian dalam kehidupan. 247 37 41 42 43 52 ..”40 • Wahai kaum muslimin. dan kalian meyakininya sebagai sebuah sistem kehidupan sosial yang sempurna aspeknya. dan sunnah Rasulullah di tangan kiri. hal. hukum-hukum Islam. sebagai asas kebangkitan dunia Timur di setiap barisan kehidupan. dan mereka meyakini bahawa setiap tampilan kebangkitan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam atau bertentangan dengan hukum-hukum Al Quran maka hal itu merupakan percubaan yang rosak dan gagal. yang memperbaiki keadaan masyarakat di setiap 40 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia).”41 • Jika Ikhwanul Muslimin meyakini hal tersebut. hal.tunjang kebangkitan Islam. 47 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah)..• Wahai kaum kami. petunjuk Islam.”42 • Ikhwanul kawasan Muslimin Islam tidak mengkhususkan kawasan yang dakwah lain. hal. hal.

Dan masih banyak yang memahami bahawa jihad untuk memperjuangkan Islam adalah sesuatu yang akan berakhir dan berlalu waktunya. sifat lemah dan keputusasaan..Kalian juga meyakini bahawa di antara kewajipan muslim adalah berjuang untuk Islam. dan masih banyak yang memahami bahawa rintangan yang berada di hadapan para mujahid untuk mewujudkan cita-cita Islam terlalu besar untuk disingkirkan. dan mereka berfikir bahawa perkara itu akan membebaskan mereka dari kehinaan di dunia dan seksaan di akhirat. ibadah yang sempurna ataupun yang tidak sempurna. bersatu dan berusaha untuk mewujudkannya. 44 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). di antara mereka masih banyak yang memahami bahawa Islam tidak lebih dari akidah atau sebuah keyakinan yang benar atau yang salah. hingga ia mampu menguasai komponen masyarakat seluruhnya dan mengambil posisinya di tengah masyarakat sebagaimana yang telah Allah sediakan baginya untuk kehidupan manusia.”44 • Dalam tiga hal ini. serta menantikan kemenangan yang telah dijanjikan Allah kepada kalian. kecilnya perasaan optimis serta rasa putus asa yang melanda jiwa. boleh jadi ada perbezaan pandangan di antara kalian atau di antara kelompok kaum muslimin. hal. Kalian juga meyakini bahawa hal itu merupakan sesuatu yang mungkin dan mudah jika kaum muslimin menginginkannya. Kemudian kalian bangkit wahai Ikhwanul Muslimin untuk membebaskan diri kalian dan manusia dari kesempitan pemikiran. Dengan keterbatasan pemahaman ini. banyak manusia yang menyerah dan berguguran di hadapan kenyataan ini. 47 53 .

                                                                           Ertinya: “(iaitu) orang-orang yang Telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar. Sesungguhnya Allah 54 . yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. gereja-gereja. dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain. tentulah Telah dirobohkan biara-biara Nasrani. kecuali Kerana mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjidmasjid.

menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar. dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (Q. 45 Risalah Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemuan Ketua-ketua Wilayah).. penyakit dan kehinaan dalam pelbagai bentuk . dan siapakah kalian wahai Ikhwanul Muslimin? Apakah kalian adalah penganut Tarikat Sufi? Atau lembaga sosial? Atau lembaga kemasyarakatan? Atau parti politik? Maka jawapan kita kepada yang bertanya itu adalah. yang memiliki target tertentu serta menguasai kemahiran memimpin dan mengarahkan . Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. 247 55 . menunaikan zakat.. berlaku baik kepada orang-orang fakir dan miskin.pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. untuk memperbaiki jiwa dan menyucikan hati serta menghimpun hati-hati manusia kepada Allah yang Maha Besar dan Maha Tinggi. hal.S Al Hajj: 40-41)45 Siapakah kalian? Apa sifat kalian? Dan manusia akan berkata. “Apakah maksud perkara ini.. serta mendamaikan orang-orang yang bermusuhan. menjadi wadah aspirasi dan terbebas dari cita..cita dan kepentingan. membantu yang tertimpa musibah. kemiskinan. yang mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Mu’assasah Ijtima’iyyah Qa’imah. Jam’iyyah Khairiyyah Nafi’ah. “Kami adalah para pendakwah Al Quran dan kebenaran yang mencakupi: Thariqah Shufiyah naqiyyah. Hizb Siyasi nazhif. (iaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi nescaya mereka mendirikan sembahyang. yang memerangi kebodohan.

maka akan mengenal kami. tanpa menyibukkan dirinya hanya pada masalah furu’ tersebut atau justeru mempengaruhi perbezaan tersebut hingga menjadi taufan kebencian terhadap orang lain hingga menerima pandangannya. tarbiyah dan jihad dengan segenap makna yang mencakupnya tiga hal tersebut. • Mereka juga tidak melemparkan celaan kepada orang-orang yang tidak sepandangan dengan mereka. dan tidak menyibukkan diri untuk membantah orang-orang yang mengkritik mereka. Tidak mengapa jika mereka melakukan kaijan dan penelitian ilmiah dalam masalah-masalah furu’. hal.Kami adalah Islam itu sendiri wahai manusia. 46 47 48 49 Ibid. “Apakah usaha dan langkah-langkah nyata yang dilakukan? Maka sayapun akan menjawabnya dengan sangat jelas.”47 Imam Syahid juga mengatakan. 388 Ibid 56 . “Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin memiliki kaedah tertentu yang diikuti sebagai petunjuk jalan. “Dakwah.”46 Diantara identiti Jama’ah Ikhwanul Muslimin adalah. bahawa prinsip dasarnya adalah prinsip dasar yang dibawa Al Quran.”49 • Ikhwanul Muslimin tidak menyibukkan diri dalam masalah-masalah furu’.”48 Jika anda bertanya kepada mereka tentang prinsip dasar ini secara teori? Maka saya akan menjawabnya secara jelas. sesungguhnya urusan umat terakhir ini tidak akan baik kecuali jika mengikuti contoh kebaikan yang dilakukan oleh para pendahulunya.. hal. 252 Lihat. Jika anda mengatakan. “Usaha dan langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. barangsiapa yang memahaminya. Al La-Ihah Al ‘Alamiyah lil Ikhwan Al Muslimin Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Adakah Kita Para Aktivis)?. yang mereka gunakan sebagai timbangan diri dan mereka akan mengetahui dimana mereka berada berdasarkan timbangan tersebut.

yang memperkaya dan membantu jaemaah dalam membuat keputusan. • Ikhwanul Muslimin adalah sebuah jama’ah yang setiap individunya memiliki cara pandang dan aspirasi yang pelbagai. atau pandangan yang sempit. namun tidak terdapat aliran pemikiran. • Mereka tidak percaya dengan lompatan-lompatan di atas kebenaran. Mereka juga tidak bereaksi berlebihan dan tidak terpancing oleh pengaruh-pengaruh tertentu. • Memahami secara sedar dan penuh perhitungan terhadap jalan dan cabaran yang akan dihadapinya. pemikiran kanan mahupun pemikiran kiri. yang tidak dihinggapi oleh perubahan. kesabaran dan kesungguhan. Mereka justeru bertumpu kepada dakwah dan sangat menjaganya. tidak menakutkan dan tidak pula ditakuti. Menguasai realiti medan dan rintangan di sekitarnya. kepastian terhadap hakikat segala sesuatu serta penerimaan hasil dengan tanpa tergesa-gesa memetik buahnya. dan hal itu menjadi sebahagian dari proses pembentukan dan tarbiyah yang dilakukan. • Ciri khas mereka adalah komitmen terhadap prinsip-prinsip dasar yang mereka yakini. sesuatu yang tidak pernah wujud dalam sejarah kelompok manapun di abad ini. mampu berpegang teguh terhadap prinsip-prinsip dakwah dengan penuh komitmen. berkesinambungan dan mendarah daging antara generasi. atau terhadap lembagalembaga. Nasihat dan musyawarah merupakan perkara yang selalu dilakukan terus menerus serta tidak terputus.• Tidak terobsesi terhadap kecetekan amal dan menyelam di belakang segala sesuatu dan peristiwa untuk mengetahui tujuan dan kemana arahnya. serta perbezaan-perbezaan lain sebagaimana lazim terjadi di setiap parti. Langkah-langkah mereka seimbang dan dengan izin Allah mampu mengalahkan usaha. komuniti dan perkumpulan yang lain. kedudukan dan obsesi tertentu. ketinggian tujuan dan cakupannya. gagasan yang saling berseteru. namun justeru sangat menjaga pembangunan amal dan proses pembentukan secara cermat dan teliti. • Tidak bergantung kepada tokoh tertentu. kelemahan dan rasa putus asa.usaha konspirasi dan pelumpuhan. dengan keyakinan bahawa 57 .

“Mana bahagianku? Mana hakku? • Dalam beberapa waktu. “Ikwanul Muslimin tiada lain adalah anak-anak dakwah yang meyakini dakwah. pangkat dan kekayaan. kerana sesungguhnya pahala dan ganjaran hanya dari Allah di akhirat. Imam Syahid berkata. oleh kerana itu tidak sukar bagi mereka mengorbankan makanan anak-anak dan keperluan mereka sendiri demi memperjuangkan dakwah dan jihad mereka. sebahagian mereka tertinggal di belakang rombongan dakwah atau keluar dari gerabak disebabkan kelemahan individu atau berkurangnya rasa sabar atau kerana penyimpangan pemahaman dan kelemahan komitmen. namun optimisme terpancar terhadap kemenangan Allah. namun merupakan suatu usaha yang berlanjutan dan terus menerus.”50 Mereka menganggap bahwa sesungguhnya dakwah seluruhnya adalah kewajipan. sebuah panji yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. yang terlebih dahulu diketahui musuh sebelum teman. 272 58 . berlaku ikhlas dan terdidik di dalam pangkuan dakwah. mereka tidak menantikan kedudukan. 50 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). namun hal itu tidak menggoyahkan dan tidak memberikan pengaruh yang besar bagi bangunan dakwah mereka. Apa yang mereka lakukan berupa usaha untuk menggerakkan dan menyedarkan umat Islam dengan izin Allah menjadi menara terhadap kesungguhan usaha dan peranan mereka. Dan tak seorangpun dari mereka yang mengatakan. hal. kebosanan atau kelesuan. hingga terwujudnya target dan cita-cita yang diharapkan dengan izin Allah. seluruhnya adalah pengorbanan dan taruhan. • Mereka tidak dilemahkan oleh rasa putus asa.kemenangan dan tujuannya tidak akan terwujud dalam satu generasi.

59 . fasa-fasa yang akan dilalui dakwah konsekuensi apa saja yang berlaku baik berupa kebaikan maupun • Rentetan peristiwa dan badai yang melanda umat Islam adalah sebagai langkah untuk menguji kebenaran manhaj. Yang meyakini kepentingan kesatuan umat dan menjauhkannya dari pertentangan demi mewujudkan kemaslahatan umum. dalam yang tidak harakah hanya yang serta keadilan urusan-urusan membuatnya mengambil tindakan tanpa memperhitungkan hokum realiti. 51 Diambil perkataan Al Ustadz Musthafa Masyhur pada acara peringatan kesyahidan Imam Hasan Al Banna. dan memberikan nasihat dengan santun kepada siapa yang berbuat buruk. dan dengan izin Allah mereka menjadi harapan umat Islam untuk mengembalikan kemuliaan dan keagungannya. Yang mendorong bersikap baik. • Ikhwanul Muslimin adalah gerakan Islam yang integral menyeluruh.strategi dakwah mereka sangat mengambil berat hukum realiti dan keadaan yang berlaku dengan ilmu dan pengetahuan. kekuatan dan kekukuhan bangunan dakwah.strategi tersebut sepatutnya harus memenuhi keadilan syar’i dan keadilan harakah yang adalah tidak mengejutkan merupakan sebahagian dari keseimbangan syariat ketika berhadapan dengan realiti. Sumber rujukannya adalah syariat Islam 2. yang mencurahkan perhatiannya pada perbaikan dan pembengan:51 1. 4.• Dalam melakukan gerakan dan strategi. Usaha untuk meraih kekuasaan bukan semata-mata menjadi tujuan. 3. Berapa banyak tindakan-tindakan dan gerakan yang mempergunakan nama ‘syariat’ memberikan implikasi buruk terhadap dakwah kerana tidak didasari oleh pengetahuan dan pemahaman terhadap kenyataan dan realiti. dengan tetap bercermin kepada prinsip-prinsip memenuhi syariat dan syar’i tujuan-tujuannya. peluang dan kerosakan. Maka strategi.

dan cukuplah demikian. hal. keluarga dan masyarakat. dan beriman kepada Allah. perbaikan individu muslim. dan cukuplah demikian.199 60 . “Wahai generasi umat yang kami banggakan dan yang kami cintai. sekiranya ahli Kitab beriman. tentulah itu lebih baik bagi mereka. di antara mereka ada yang beriman. menyuruh kepada yang ma'ruf.”52 Diantara Karakteristik Dakwah Ikhwanul Muslimin 52 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). manhaj kami adalah manhaj Rasulullah Saw. Kami adalah kaum muslimin dan cukuplah demikian.5. akidah kami bersumber dari kitab Allah dan sunnah Rasulullah Saw. menuju kepada yang Allah sebutkan dalam Al Quran:                            Ertinya: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Namun lebih kepada kerjasama untuk mendirikan Negara Islam yang urusannya dikembalikan kepada Allah.S Ali Imran: 110) Imam Syahid berkata di dalam memoarnnya. (Q. dan mencegah dari yang munkar. dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

” Beliau juga berkata. “Kami telah membiasakan hal ini sejak permulaan dakwah.” Beliau menambahkan. “Bukanlah termasuk aib dan cela. agar warnanya yang jernih tidak bercampur dengan warna-warna dakwah lain yang diusung dan digembargemburkan oleh para tokoh dan pembesar. Menjauhi Dominasi Tokoh dan Pembesar Ini juga merupakan prinsip dasar sejak awal pertumbuhan dakwah. sebagaimana dikatakan oleh Zaid r. “Persepsi demikian ini penting bagi sebuah jemaah yang ingin menebarkan fikrahnya di suatu negeri yang tidak pernah reda gelora khilafiyah atas hal-hal yang sebenarnya tidak beguna untuk diperdebatkan dan diperselisihkan. apabila kita berbeza pendapat. Imam Syahid berkata.a. hingga tak seorangpun dari mereka dapat memanfaatkan dakwah untuk kepentingan lain yang bukan merupakan tujuan dakwah.”54 53 54 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).”53 2. Menjauhi Titik-titik khilafiyah Ikhwan meyakini tentang kebolehan berbeza pandangan dalam masalah-masalah furu’iyyah. bahkan hal itu merupakan sebuah kemestian dan tidak selayaknya kita menghalanginya dan menjadikan perbezaan sebagai titik yang memisahkan dan membezakan.124 Ibid 61 . Imam Syahid berkata. Namun yang merupakan aib dan cela adalah sifat ta’ashshub (fanatik) dengan satu pendapat dan membatasi ruang lingkup berfikir manusia. “Cukuplah manusia itu berhimpun atas sesuatu yang menjadikan seorang muslim itu muslim.Diantara ciri khas dakwah Ikhwanul Muslimin dan yang membezakannya dari dakwah-dakwah yang lain adalah: 1. hal.

mempengaruhi dan bukan dipengaruhi.citaa dan konflik antara parti. Hal ini juga merupakan karakteristik dakwah sejak awal. mempengaruhi dan menjadikan mereka bekerja untuk kepentingan dakwah. 3. Pada akhirnya mahu tidak mahu mereka harus beramal demi dakwah dengan penuh kerendahan hati. ia akhirnya mampu menguasai kelompok tersebut dan mengarahkan mereka untuk memperjuangkan dakwah. “Namun jika mereka menolak. bersatu di bawah panji Al Quran yang agung dan bernaung di bawah naungan Rasulullah yang teduh. Imam juga berkata. sehingga pada saatnya mereka akan terkepung dan hilanglah apa saja yang ada di tangan mereka. maka kita persilakan dengan penuh hormat kepada para tokoh. ketika alat dakwah semakin kuat. Imam Syahid berkata. Menjauhi hubungan dengan parti-parti dan golongan-golongan. tiang penyangganya semakin kukuh.125 62 .” “Sekarang. serta berjalan di atas manhaj Islam yang lurus. hal. dan prinsip-prinsip dasarnya semakin kukuh. Pada akhirnya mereka akan kembali kepada khitah utama dan hati mereka dipenuhi oleh oleh rasa yakin dan percaya. golongan. pembesar. agar ia terhindar dari cita. dan organisasi untuk bergabung. Pada saat yang sama mereka harus mahu meninggalkan kebanggaankebanggaan kosong yang tidak bermakna.Namun setelah dakwah tumbuh kuat.”55 55 Ibid. tak menjadi masalah bagi kami untuk menunggu sejenak sementara memohon pertolongan ke hadrat Allah. sehingga tabir itu akan terkuak dan manusia akan mengetahui segala hakikat yang tersembunyi. walau mereka dahulunya menjadi tokoh penentang utamanya. sehingga mampu mengarahkan dan bukan diarahkan.. “Oleh kerana itu kami lebih mengutamakan menjauhi semuanya dan bersabar atas segala kekurangan kerana mempertahankan unsurunsur yang soleh. meniti jalan dan beraktiviti bersama kami.

“Di insaniyah (kemanusiaan). Rabbaniyah (berprinsip ketuhanan). dakwah dan ‘alamiyah adalah (universal).”58 56 57 58 Ibid. antara karakteristik kami rabbaniyah dan ‘alamiyah. hal. dan ‘Alamiyah (universal). hal. Diantara karakteristik dakwah Ikhwanul Muslimin adalah. Cepat berkembang di desa dan bandar Imam Syahid berkata. fasa Tanfidz (fase pelaksanaan) merupakan ciri-ciri istimewa yang dimiliki dakwah. Ia menembus segenap penjuru bandar dan perkampungan dan memaksa kami menanganinya dengan serius serta memenuhi tuntutannya. Imam berkata. 123 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). (fase penyampaian.56 5. yang menyatukan aspek spiritual dan akal manusia. pengenalan dan penyebaran fikrah). Rabbaniyah (berprinsip Syahid ketuhahan). Insaniyah (kemanusiaan). Fasa Takwin (fase pembentukan dan pembinaan). meskipun untuk itu kami harus menghadapi pelbagai persoalan berat yang sangat memenatkan. 226 63 . Fase Ta’rif. “Dahulu kami berusaha kuat memacu laju dakwah dan memaksimumkan penyebarannya.”57 8. hal. 125-126 Ibid. kejelasan langkah dakwah Ikhwanul Muslimin dan penetapan tiga fasa dakwah. Mengutamakan kerja daripada seruan dan propaganda 6. namun kini laju dakwah tersebut justeru bergerak lebih cepat dan mendahului kami.4. Tadaruj (Bertahap dalam melangkah) Tadaruj (bertahap dalam melangkah) dan bertumpu pada tarbiyah. Sambutan pemuda kepada dakwah 7.

Ahmad)59 59 Ibid.. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. bersabda: ‫ليس منا من دعاالى عصبية .Inilah sebabnya. 227 64 . Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang lelaki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa .” (HR.bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenalmengenal. وليس منا من مات على عصبية‬ Ertinya: “Bukan termasuk golonganku orang yang menyeru kepada ashabiyah (fanatisme golongan).” (Q. Allah berfirman dalam Al Quran:                            Ertinya: “Hai manusia. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. dan bukan termasuk dalam golonganku orang yang mati kerana membela fanatisme golongan.S Al Hujurat: 13) Rasulullah Saw. dakwah Ikhwan dikatakan bercirikan rabbaniyah (berorientasi ketuhanan) sekaligus insaniyah (peduli terhadap aspekaspek kemanusiaan). hal.

Oleh kerana itu. mengetahui. nescaya dia akan melihat (balasan)nya.Imam Syahid juga berkata.S Thaha:114) 65 . Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarahpun. di saat seluruh manusia dituntut untuk pantas bangkit dengan potensi akal fikirannya untuk belajar. nescaya dia akan melihat (balasan)nya pula. berkarya serta melakukan berbagai eksplorasi atas sumber daya alam demi mendapatkan manfaat yang sebanyak-banyaknya. Yakni dimana pada saat itu Allah akan membalas seluruh perbuatan manusia selama kehidupannya di dunia. (Q. kenabian.         Ertinya: “Dan Katakanlah: "Ya Tuhanku.                 Ertinya: “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarahpun." (Q. kehidupan akhirat. dan kepada hari pembalasan.S Al Zalzalah:7-8) Di saat inilah. wajib bagi manusia untuk kembali beriman kepada Allah. dan merasa terhormat dengan ma’rifah kepada-Nya. “Bahawa sebuah masyarakat manusia tidak akan menjadi baik kecuali jika ada keyakinan hati yang bangkit dari dalam jiwa hingga merasa selalu diawasi oleh Allah Swt. tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.

Al Ikhwan al Muslimun. Imam Syahid berkata. kerana mereka telah disatukan oleh Islam yang integral.123 ibid ibid 66 .”63 60 61 62 63 Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). maka Ikhwan berusaha menuju sisi-sisi itu semuanya. tercermin dalam namanya. “Ikhwan juga sangat menghindari fanatisme terhadap nama atau sebutan. Diantara karakteristik dakwah Ikhwan adalah. Pemahaman Islam yang komprehensif. dan kefahaman amal serta mencakup seluruh aspekaspeknya. Hal. IKhwan memahami bahawa Islam memang menuntut mereka memberikan perhatian kepada semua sisi tersebut. Kesempurnaan yang menyentuh semua aspek pembaharuan.Oleh sebab itu kami menyeru umat manusia kepada warna pemikiran yang memadukan antara keimanan pada yang ghaib dan optimalisasi fungsi akal.”62 10. dan aktiviti Ikhwan mengarah kepada pemenuhan semua aspek ini. “Demikianlah kita dapat melihat bahawa kesempurnaan makna kandungan Islam telah menyatu dengan fikrah kami.”61 Walaupun demikian. Pada saat orang-orang selain mereka hanya menggarap satu sisi dengan mengabaikan sisi-sisi yang lainnya.”60 9. dengan kesempurnaan keIslamannya Ikhwan berusaha sekuat tenaga untuk menghindari dan menjauhi setiap sisi kekurangan dan kelemahan yang mengundang fitnah.

Jilid I. karakteristik dakwah Ikhwan yang saya yakini ada beberapa hal. Jilid I. Era Intermedia. Era Intermedia. hal. tahun 1998) 65 Maksudnya mereka membawa jiwa untuk beramal dengan sunah yang suci -khususnya dalam masalah akidah dan ibadah. amal yang berterusan. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. hal.228. hal. hal. Era Intermedia.227. Hai’ah siyasiyah67.Dakwah Ikhwan adalah dakwah salafiyah64. Jilid I. dan ia melakukannya dengan penuh kepekaan. hal. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin.228. Jilid I. tahun 1998) 69 Maksudnya mereka memahami bahawa Islam menjadikan thalabul ‘Ilmi (menuntut ilmu) sebagai kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah. maka kami adalah orang yang harus melakukannya sebelum segala yang lain. “Selagi kalian selalu mempersiapkan diri kalian untuk 64 Maksudnya adalah mereka berdakwah untuk mengajak kembali (bersama Islam) kepada sumbernya yang jernih dari Kitab Allah dan Sunah Rasul-Nya. Era Intermedia. hal. meluruskan persepsi yang terkait dengan hubungan umat Islam terhadap bangsabangsa lain di luar negeri. Jilid I.227. kecintaan karena Allah dan keterikatan kepada kebaikan. berpaling dari ketergantungan kepada makhluk.228. Hakikat shufiyah66. Era Intermedia. Imam Syahid mengatakan. tahun 1998) 71 Maksudnya mereka sangat menaruh perhatian pada segala penyakit yang ada dalam masyarakat Islam dan berusaha mengubati dan menyembuhkannya. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin.semaksimum mungkin sesuai dengan kemampuan mereka(Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. hal. Peka dan berlemah lembut Imam Syahid berkata. Era Intermedia.227.228.”72 11. Konstruksi (pembangunan). hal. “Setiap dakwah memiliki karakteristik73. Era Intermedia. tahun 1998) 66 Maksudnya mereka memahami bahawa asas kebaikan adalah kesucian jiwa. Jilid I. kejernihan hati. tahun 1998) 68 Maksudnya mereka sangat mengambil berat masalah fizikal dan memahami benar bahawa seorang mukmin yang kuat itu lebih baik daripada seorang mukmin yang lemah. syirkah iqtishadiyah70 dan fikrah ijtima’iyah71. Jilid I. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin.” Dalam mengikuti manhaj konstruktif dan bukan destruktif. tahun 1998) 67 Maksudnya mereka menuntut perbaikan dari dalam terhadap hukum pemerintahan. tahun 1998) 72 Risalah Pergerakan: Muktamar ke V. jama’ah riyadhiyah68. rabithah ‘ilmiyah tsaqafiyah69. thariqah sunniyah65. Dakwah kami adalah dakwah yang membangun dan bukan menghancurkan. 123 73 Memoar Dakwah dan Para Da’i 67 . mendidik bangsa agar memiliki ‘izzah dan menjaga identitinya.228. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. hal. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. Jilid I. tahun 1998) 70 Mereka memahami bahawa Islam sangat memandang berat pemerolehan harta dan pembahagiannya. diantaranya adalah. Era Intermedia.

hal. Abbas Asisi. dan kami mengikuti apa yang kami katakan. kerana sesungguhnya melakukan usaha. Kisah-kisah Dakwah dan Tarbiyah. Rabbaniyah (berprinsip ketuhanan) Kami senantiasa menjalin hubungan dengan Allah dengan segenap kemampuan yang kami miliki. Senantiasa berkumpul (berjama’ah) Kami selalu berkumpul dan merindukan pertemuan serta merasakan hak-hak berukhuwah. 12.usaha pembangunan jauh lebih baik dan berharga seribu kali daripada tindakan penghancuran. iaitu dengan senantiasa berzikir dan berdoa dengan doa-doa yang ma’tsur –terdapat banyak doa ma’tsur di dalam Risalah Ikhwan. dan pada saat itu kalian harus berfikir bagaimana menciptakan lapangan kerja sosial dan merealisasikan layanan terhadap Islam.berkontribusi terhadap amal-amal Islam di segenap lapangan. Semangat perjuangan Kami menggadaikan diri untuk dakwah dan melapangkan hati untuk melakukan segala sesuatu untuk dakwah. cukuplah apa yang terdapat di dalamnya. tinggalkanlah dahulu permusuhan dan kebencian.147 Maksud beliau adalah Al Quran Dusturuna (Al Quran sebagai pedoman kami) 68 . 74 75 Hasan Al Banna. maka aku wasiatkan kepada kalian untuk selalu bersikap konstruktif dan bukan destruktif.”74 Diantara karakteristiknya yang lain adalah: Kesepadanan antara perkataan dan perbuatan Maka kita harus mempelajari undang-undang (hukum)75 yang kita miliki.

paradigma dan akidah Dakwah yang logik dan diterima masyarakat. 125 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). yang ringkasannya adalah.124 69 . awal tahun ke 5) 78 Manhaj Imam Al Banna. serta tidak membenci siapa saja yang ingin mengikutinya. Manhajnya integral dan menyeluruh Dakwah universal Mengutamakan musyawarah mufakat dalam mengambil keputusan Memberikan perlawanan terhadap orang-orang yang menzalimi dan memeranginya.Imam Syahid berkata. hal. “Wahai al Ikhwan al Muslimun. misi dan langkah yang digunakan.262 (Dikutip dari perkataan Imam Syahid di majalah Ikhwanul Muslimin. hal. Dr. • • • • • • Mengutamakan akhlak dan kesantunan dalam tujuan-tujuannya. • • Salafiyah dalam pemikiran. manusia dan kehidupan Realistik ketika berinteraksi dengan individu dan masyarakat serta dengan orang lain. maka bekerjalah. Ia adalah dakwah yang boleh kita sifatkan dengan beberapa sifat berikut ini:78 • Rabbaniyah al Mashdar Rabbaniyah al Mashdar (berprinsip ketuhanan) Sumber rujukannya adalah wahyu Allah Swt. • • Wasatiyah (sifat pertengahan) Sifat peka dan positif terhadap alam. Al Tsawabit wa al Mutgayyirat. hal.”77 kerana berputus asa tidak termasuk akhlak kaum 12. janganlah kalian berputus asa. Jum’ah Amin. 76 77 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). muslimin. Pembangunan dan pekerjaan.”76 Perkara-perkara umum ini telah kalian ketahui perinciannya secara keseluruhan.

Dari perbezaan menuju kesepakatan 70 . Dari kesamaran menuju terang 2. ideologi Ikhwan dan prinsip-prinsipnya. Dari sifat berlemah lembut dan berterabur menuju program kerja yang terencana (Dari mimpi menuju dunia nyata). Oleh sebab itu. Jamaah ini bergerak sesuai dengan tonggak dasar dan prinsip-prinsip dakwah. yang membiarkannya berjalan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Adapun pendapat peribadi. Dalam banyak situasi. Karakteristik Manhaj Tarbiyah di Masyarakat: Diantara karakteristik manhaj Ikhwan dalam mentarbiyah masyarakat dan mengarahkannya. Dari permasalahan-permasalahan furu’ dan separa. hal itu merupakan aturan untuk mewujudkan persatuan pemahaman. Namun ia merupakan mainstream yang memberikan kebebasan berfikir dalam kerangka umum dakwah Islam. Jamaah tidak mengambil pemahaman fikih tertentu dalam masalah-masalah furu’ yang diperdebatkan para ulama. persatuan nilai dan keseimbangan. serta sesuai dengan hasil musyawarah dalam meluruskan dan mengembangkan. 5. Dari ucapan dan perdebatan menuju amal dan perbuatan 3. 4. serta dalam komunikasi-komunikasi dakwah adalah bahawa manhaj tersebut lahir dari: 1.Jamaah ini bukan merupakan parti politik yang usaha politiknya nya mendapat bias dari golongan dan aliran pemikiran tertentu. dan tidak berjalan sesuai dengan kemasalahatan sementara atau matlamat sesaat dan pandangan yang sempit. selagi hal itu tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar jamaah maka hal itu tetap menjadi pendapat peribadi dan jamaah tidak menjadikannya sebagai pandangan.separa menuju permasalahan mendasar dan universal (Dari ibadahibadah sunah menuju ibadah-ibadah wajib dengan tetap memelihara keduanya).

kebersihan hati dan keikhlasan serta amal dari keyakinan dan ketenangan. Imam Syahid berkata tentang tonggak. “Wahai Al Ikhwan al Muslimun. maka 79 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).6.79 Beliau juga berkata. 152 71 . kesucian jiwa. Hal. Jika kalian telah menjadi seperti itu maka fikirkanlah: Sesungguhnya Allah telah mengilhamkan kepada kalian kecerdasan dan kebenaran. 8. Dari fanatisme golongan dan insklusif menuju toleransi dan keterbukaan.tonggak yang menopang berdirinya agama ini di bumi. 7. hingga jiwa-jiwa mereka bersatu dengan keyakinan mereka.tonggak berikut ini: • • • • Keimanan kepada Allah Zuhud terhadap harta kekayaan dunia dan mengutamakan kenikmatan akhirat. sesungguhnya pedangpedang kalian yang kuat tak akan meraih kemenangan kecuali dengan keimanan yang dibawanya. dan keyakinan mereka dengan jiwa-jiwa mereka. Cinta terhadap kematian di jalan Allah Berada di atas perjuangan tersebut dengan berpedoman kepada Al Quran yang mulia. Dari sifat ekstrim dan berlebih-lebihan menuju sifat sederhana dan seimbang. Agama ini telah dimenangkan oleh perjuangan pedang-pedang kalian yang bersandar terhadap tonggak. dan hal itu yang akan membuat segala sesuatu senantiasa sesuai dengannya. “Sesungguhnya keikhlasan adalah dasar • kejayaan. Dari perpecahan dan perseteruan menuju persatuan dan perpaduan. Dari kesukaran dan ancaman menuju kemudahan dan khabar gembira. dan pada saat itu mereka adalah ideologi dan ideologi adalah mereka. 9. raga dan harta untuk memenangkan kebenaran. dan di tangan Allah-lah segala urusan. Pengorbanan dengan jiwa.

kerana dia akan menjadi penghalang turunnya rahmat. Fuad Al Hajarsy. yang kehilangan orientasi. keimanan terhadap kebesaran risalah dakwah ini. Setiap bangsa telah kehilangan keempat sifat ini.”80 Imam Syahid menjelaskan tentang kepentingan kekuatan jiwa dalam membina umat dan para penyeru dakwah serta pemusatan kekuatan dalam keimanan yang sempurna dan pengorbanan dalam perjuangan. besar yang tidak dihalangi oleh ketamakan dan • • Pengetahuan terhadap tonggak- tonggak dasar dan keyakinan terhadapnya serta penghargaan terhadap tonggak. ia adalah bangsa yang kecundang dan membimbangkan yang tidak akan sampai kepadanya kebaikan dan tak mampu mewujudkan cita-cita. “Sesungguhnya dalam pembinaan umat dan tarbiyah bangsabangsa. umat ini memerlukan kekuatan jiwa yang besar yang tergambar dalam beberapa hal berikut: • Keinginan yang kuat yang tidak dihinggapi kelemahan Kesetiaan yang tinggi yang tidak diwarnai oleh pengkhianatan dan kepura-puraan. maka keluarkan dia dari barisan kalian. sesungguhnya Allah membantu kalian dengan kekuatan dan kemenangan. beliau berkata. hal. hal.tonggak tersebut yang akan menjaganya dari kesalahan dan penyimpangan atau tertipu dengan yang lain.kerjakanlah. 45 72 . tidak memiliki obsesi dan terluka masa lalunya.”81 Beliau berkata. 136 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). JIka diantara barisan kalian ada seseorang yang berpenyakit hatinya. atau paling tidak para pemimpin dan para pembawa perbaikannya. • Pengorbanan kebakhilan. “Dengan tiga keyakinan. bangga kerana meyakininya serta optimis 80 81 Lihat buku Imam Syahid. yang menutup turunnya pertolongan dan taufik dari Allah.

234. yakni sumber aturan. dakwah menaruh perhatian besar terhadap perkembangan jiwa dan pembersihannya. persepsi dan pembentukan. iaitu bahawa kita tidak berputus asa dan tidak tergesa-gesa. 270 73 .terhadap pertolongan Allah adalah tiga hal yang dihidupkan Rasulullah Saw. hal. penyelewengan dan permusuhan. dan kami akan melakukannya dengan kebenaran.”84 “dan kami akan bekerja dengan keyakinan-keyakinan ini. di dalam hati para sahabatnya dengan izin Allah. ketakwaan.”82 Untuk menjamin kebenaran dan ketepatan setiap individu dalam menjalankan manhaj Islam. menunjukkannya kearah kesempurnaan dan keutamaan.Islam sangat menaruh perhatian untuk memberikan terapi kejiwaan kepada manusia. 269 85 Ibid. hal. selain ketiga senjata tersebut kita masih memiliki senjata lain. membersihkannya dari nodanoda kepentingan Peribadi. hal. rendah hati dan rasa takut kepada Allah. serta membentenginya dari penyimpangan. dan setelah itu kita juga memiliki senjata keimanan dan cita-cita. kita tidak mendahului peristiwa dan tidak dilemahkan oleh panjangnya perjuangan. “Sesungguhnya kita memiliki senjata yang tak lekang dimakan malam dan perjalanan hari iaitu kebenaran. 121 84 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah).“83 Beliau juga berkata. serta membangun pengawasan peribadi dan hati yang hidup. yang didorong oleh keimanan dan dikuatkan oleh cita-cita. “Guna menjamin kebenaran dan ketepatan dalam pelaksanaannya –atau minimum mendekati tepat. Islam kemudian memberikan pengenalan bagi jiwa manusia tentang ubat-ubat mujarab yang mampu menyucikan hawa nafsu. Imam Syahid berkata.”85 82 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). 235 83 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). bahan pemikiran. hal.

. serta keyakinan terhadap pertolongan Allah. “Kami pun meyakini pertolongan dan kemenangan dari Allah. hal.”86 Imam pengorbanan. kelebihan dan kebenarannya Persaudaraan. hak-hak dan kesuciaannya Terhadap pembalasan. a. Keimanan: • Mereka telah meyakini dengan sedalam-dalamnya keimanan.” • b. “Lalu apakah persiapan kita untuk mewujudkan manhaj ini?! Jawapan terhadap pertanyaan tersebut adalah. dan mereka adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Dan terhadap diri mereka sendiri. 194.Beliau juga mengatakan. yang meyakini kebenaran jihad. Kuat rasa keyakinan kepadanya 86 Syahid serta memusatkan perhatian yang terhadap harus makna-makna beliau keimanan ini iaitu asas amal dan jihad. maka kami juga berupaya untuk melakukannya. kemenangan dan pertolonganNya. jihad dan pengorbanan.: 1. yang kuat. • • • Terhadap manhaj. keagungan. kepentingan kerja keras dan kewajipan-kewajipan dipenuhi. sebuah pemikiran itu akan berjaya diwujudkan jika. yakinnya kemenangan kecuali dengan jihad. besarnya pengorbanan dan kerja keras. Keimanan. 193. berkata: “Sesungguhnya. keperkasaan dan ganjaran-Nya. suci dan abadi terhadap Allah. Mereka adalah sebuah jamaah yang dipilih untuk menyelamatkan alam semesta. Risalah Pergerakan: Ikhwan di bawah panji Al Quran. pengorbanan Sebagaimana yang dilakukan para sahabat Rasulullah Saw. 74 . JIhad * Mereka telah mengetahui dengan sebenar-benarnya dan seyakinbahawa dakwah yang mereka serukan tidak dan akan kerja meraih keras. c.

langkah umum yang dimiliki dakwah tidak akan berubah dan berganti serta tidak keluar dari tiga hal berikut. jujur dan dermawan dalam melakukan pengorbanan dan perjuangan di tengah kemelut. Ikhlas dalam berjuang di jalannya 3. Kesediaan untuk beramal dan berkorban untuk mewujudkannya. jika tidak maka ia akan dikalahkan dan kegagalanlah yang akan dirasakan oleh generasi mudanya.174 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. 1. 70 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). maka Imam Syahid mengatakan. hal. hal.”88 “Tanpa kekuatan roh dan pembaharuan jiwa. perkasa dan kuat. 5. “Sesungguhnya dakwah ini tidak akan mampu dipikul kecuali oleh orangorang melebur dan memberikan apa saja yang kelak dituntut olehnya. “langkah. difahami. amal.108 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). mahabbah dan ukhuwah. Amal yang berkesinambungan.69 Ibid. Semakin bersemangat dalam merealisasikannya 4. Keimanan yang mendalam 2.”89 Tentang langkah. Iman. Pembinaan yang sangat teliti 3. hal. hal. 240 75 .2. maka kita tidak akan mampu memberikan langkah apapun terhadap umat.langkah utama yang menopang dakwah. Beramal untuk mewujudkannya. hal. dan terbaca bagi siapa saja yang punya perhatian kepada sejarah jama’ah-jamaah– secara global terangkum dalam empat kata.”90 Sesungguhnya langkah untuk penanaman nilai dalam setiap seruan dakwah –kiranya sudah dimaklumi.”91 Beliau juga menegaskan tentang kepentingan pemusatan perhatian setiap individu terhadap dakwah dan menguasai seluruh aspek-aspeknya. baik 87 88 89 90 91 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda).”87 “Dalam menempuh perjalanan yang penuh marabahaya ini Umat tidak memiliki apapun kecuali jiwa yang beriman.

keyakinan kepada Allah yang tak lemah. pengorbanan dengan jiwa. kami telah mempersiapkan keimanan yang tidak tergoncang. kerana diantara cirinya adalah persatuan. serta berjalan di atas pentas perjuangan dengan berpedoman kepada Al Quran yang mulia.”95 92 93 94 95 Risalah: Risalah: Risalah: Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). bangunlah kebangkitan kalian. selalu memberikan apa yang diberikan kepada mereka dengan hati yang senantiasa merasa takut kepada Allah. Sesungguhnya ini adalah dakwah yang tak menerima penyekutuan.tiang keimanan yang kuat kepada Allah.16 Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dan merelakan dirinya untuk memikul beban perjalanan.”93 Beliau berkata. baiki diri dan pusatkan perhatian terhadap dakwah kalian.cirri kejayaan dalam dirinya. yang senantiasa cepat menjemput kebaikan. dan mereka selalu kembali kepada Tuhan-Nya. amalan yang tidak berhenti.”92 Imam Syahid berkata. kesihatan.tiang ini.179 Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). yang mengoptimumkan kerja mereka dengan harapan amalan tersebut diterima. harta bahkan jiwa.waktu. “Beban dakwah tidak akan mampu dipikul kecuali oleh mereka yang telah menggadaikan dirinya untuk dakwah. cinta terhadap kematian di jalan Allah. serta jiwa yang senantiasa bahagia jika suatu hari ia menemui Allah dalam keadaan syahid. 37 76 . “Untuk melakukan misi dakwah. maka akan terdapat cirri. “Wahai Al Ikhwan al Muslimun.”94 Beliau kemudian meringkaskan hal itu dalam sebuah kalimat. hal. hal. Beliau berkata. hal.” Imam Syahid berkata. Zuhud terhadap harta kekayaan dunia yang fana dan mengutamakan kenikmatan kehidupan akhirat. Maka dengan tiang. Agama ini berdiri tegak dengan perjuangan pedang-pedang kalian yang bersandar terhadap tiang. serta bimbinglah umat ini menuju kebaikan. “JIka didapatkan seorang muslim yang baik.152 Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). hal. raga dan harta untuk memenangkan kebenaran.

kami akan mengajak manusia semua untuk menyambut seruan dakwah. hingga kami hidup mulia atau mati sebagai syuhada. kemudian sunnah yang benar dan terjamin dari Rasulullah Saw. Ia adalah sebuah manhaj yang diturunkan Allah dari langit untuk meninggikan darjatnya yang kemudian dilaksanakan demi mendapatkan kebaikan di dunia dan kenikmatan di akhirat.Imam berkata di dalam rujukan utama manhaj ini.176 Ibid 77 . Ia tidak terikat dengan suatu masa tertentu atau suatu kawasan tertentu. hal. dan kami akan mengorbankan apa saja untuk mewujudkannya. namun merupakan risalah penutup kenabian untuk seluruh umat manusia. serta sirah yang mulia para ulama-ulama terdahulu. Kita tidak mengharapkan balasan apapun dari usaha. Syiar-syiar yang senantiasa kami serukan adalah: Allah tujuan kami. dan kami akan bekerja keras selama kami hidup. dan mati di jalan adalah cita-cita kami tertinggi. Al Quran adalah pedoman kami.”96 Tentang kadar kekuatan komitmen Ikhwan terhadap dakwah dan syiarsyiar yang diperjuangkannya. melainkan untuk mendapatkan keredaan Allah dan memenuhi kewajipan serta memberikan petunjuk dan pembinaan terhadap manusia.. Muhammad pemimpin dan tauladan kami. “tonggak utama dalam menjalankan langkah-langkah ini adalah Al Quran yang tidak dicampuri oleh kebatilan apapun baik dari kedua tangannya mahupun dari belakang. “Kami akan berjihad untuk mewujudkan fikrah kami. Islam adalah manhaj yang sempurna dan menyeluruh serta 96 97 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). jihad adalah jalan juang kami.”97 Bab II Mekanisme Perubahan • Pengantar Agama Islam sebagai suatu manhaj yang memiliki perbezaan asas dengan manhaj-manhaj konvensional lainnya. Imam Syahid berkata.usaha tersebut.

• Realiti dan manhaj perubahan Berbicara tentang manhaj perubahan pada saat dan realiti kehidupan terkini terhadap umat dan manhaj apapun. Di dalam agama Islam terdapat seluruh unsur yang mendukung kehidupan dan tonggak. terikat dengan tempat dan tabiat tertentu. serta keanjalan dalam menerima segala bentuk ijtihad manusia dengan mainstream yang telah ditetapkan untuk hak itu. zaman dan tabiat mereka secara khusus. sesuai dengan pandangan. Adapun manhaj konvensional buatan manusia. Agama yang membuat manusia menghadapkan seluruh wajahnya kepada Allah dengan berserah diri sepenuhnya dan semata-mata untuk beribadah kepada-Nya dengan penuh rasa takut dan kecintaan pada zat-Nya serta harapan untuk mendapat pahala dari-Nya. keadaan. yang mencakup seluruh sisi kehidupan dan pelbagai aspek-aspeknya. Hal ini yang membuat para pemeluknya dapat memanfaatkan dan menggunakan percubaan-percubaan dan ijtihad manusia dalam setiap sisi kehidupan sesuai dengan perspektif Islam dan epistemiologi keIslaman. adalah suatu manhaj yang diciptakan oleh kelompok manusia tertentu dan di sebuah komuniti tertentu. serta oleh keterbatasan dan kelemahan manusia. Ia bersifat terbatas dan terikat dengan zaman dan jenis tertentu. untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi dan menghadapi urusan-urusan mereka. menetukan 98 Coba lihat kembali bab sebelumnya untuk menambah penjelasan dalam pembahasan ini 78 .sesuai dengan setiap zaman dan tempat yang mampu mengendalikan seluruh syariat yang diturunkan sebelumnya. maka sepatutnya harus menentukan keadaan realiti dan penyakitnya secara teliti98. yang didominasi oleh nafsu dan kecenderungan manusia.tonggak mendasar yang membuatnya mampu beradaptasi dalam menghadapi segala bentuk perubahan.

kemudian menetapkan koridor yang akan dilalui. hal. Ia juga menderita pada aspek pemikiran iaitu dengan kehampaan dan kerosakan. Menuju Cahaya. dengan penyebaran amalan riba di setiap kelas masyarakat serta hegemoni perusahaan-perusahaan asing atas aset dan kekayaan negerinya. perpecahan.”99 Dan hal ini didahului sebelumnya oleh: Dasar pegangan dan sibghah (celupan) yang akan mengarahkan perspektif dan manhaj tersebut. Walaupun konsep dakwah telah sangat jelas dan mencakup segala hal sejak awal penyebarannya.100 Imam Syahid telah menemukan secara jelas dan terperinci tanda.tanda kelemahan dan penyebab kerosakan yang dideritai umat Islam di dalam beberapa risalahnya. tahap-tahap serta langkah untuk mewujudkan target-target tersebut. namun dalam pelaksanaannya dakwah memiliki beberapa fasa dan tahapan yang akan dilalui. Dakwah kami. dakwah ini memiliki fasa dan tahapan tertentu yang kami harapkan dapat diikuti dan ditempuh bersama-sama. pada aspek politik oleh penjajahan musuh-musuhnya. serta risalahnya dalam muktamar para pelajar Ikhwan.target dan tujuan-tujuan tertentu. fanatisme kelompok dan kehancuran pada generasi mudanya. permusuhan. Kepada Apa Kita Mengajak Manusia. hingga kami sampai ke tujuan yang hendak dicapai. 100 79 . “Dengan demikian. Dalam aspek ekonomi. Imam Syahid berkata. “Sesungguhnya ia sedang menderita. 99 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Muktamar ke V. serta atheisme yang menghancurkan keyakinan dan memusnahkan teladan utama di dalam jiwa generasi mudanya. Antara kemaren dan hari ini. 232 Lihat kembali karakteristik dakwah pada bab sebelumnya 101 Lihat risalah-risalah sebelumnya.101 Imam Syahid berkata tentang kerosakan yang tersebar di tubuh umat dengan mengatakan. risalah dalam muktamar para ketua kawasan.

serta manhaj. beliau berkata. kebakhilan dan egoisme yang menghalangi diri dari kerja keras. Dalam aspek kejiwaan. yang akhirnya mengalir dalam dirinya seperti aliran racun ular berbisa yang meracuni darah dan mengotori kesucian jiwa dengan hukum-hukum konvensional buatan Barat yang tidak akan mencegah para pelaku kejahatan.”102 Imam Syahid telah menentukan pegangan dan tujuan dakwahnya iaitu Islam. dengan melenyapkan akhlak dan budi pekerti serta sifat-sifat luhur kemanusiaan yang diwarisi dari orangorang soleh terdahulu dengan mengikuti budaya Barat. baik sebagai dasar pegangan. hal. “Manhaj kami adalah Islam.Dalam aspek sosial kemasyarakatan. visi dan tujuan. 90 80 . 82 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? Hal. kehinaan. iaitu dengan keputusasaan yang sangat membimbangkan.” 102 103 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). Begitupula kehampaan dalam pendidikan dan tarbiyah masyarakat yang kemudian menghalangi pengarahan yang benar terhadap pertumbuhan dan masa depan generasi mudanya serta para pembawa amanah kebangkitan umat. dan menjadi dinding dari pengorbanan. tidak akan mampu membetulkan orang-orang yang melampaui batas serta tidak akan mampu menolak kezaliman. yang akhirnya mengeluarkan umat ini dari barisan para pejuang ke barisan orang-orang lalai dan para kecundang.”103 “Kami meyakini bahwa di dalam manhaj Islam terkandung seluruh konsep yang diperlukan umat dan kebangkitannya. serta sifat pengecut yang memalukan. langkah dan strategi kami adalah panduan yang kami dapatkan dari Rasulullah Saw. tiang. kemalasan yang sangat kritikal.tiangnya sebagaimana tertera dalam Al Quran.

fikarh kami adalah Islam semata. kami harus membangunkan kebangkitan dunia Timur sesuai dengan tonggak dan prinsip-prinsip dasar Islam dalam setiap aspek kehidupan.”106 Sumber yang menentukan tujuan-tujuan ini adalah Islam. dan tidak akan taat kepada yang lain sebagai landasan hukum. kepada hukumhukum dan kepada petunjuknya.47 Ibid Ibid Ibid 81 . kepada ajaran-ajarannya. sungguh ketika kami menyeru kalian. di atas Islam fikrah itu tegak. demi Islam fikrah itu berjihad. serta jejak kaum salaf yang soleh dari putera-puteri terbaik umat ini adalah teladan kami.”104 Kami juga meyakini bahwa semua bentuk kebangkitan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam dan berlanggaran dengan hukumhukum Al Quran adalah sebuah usaha yang rosak dan akan menemui kegagalan.”105 Wahai kaum kami.”107 “Oleh sebab itu. ada Al Quran di tangan kanan kami dan sunah di tangan kiri kami. hal. Kami menyeru kalian kepada Islam. Kita tidak mungkin mengganti Islam dengan sistem yang lain.       104 105 106 107 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). tidak rela menjadikan yang selain Islam sebagai imam. kepada Islam fikrah itu bersandar.“Oleh sebab itu. dan demi meninggikan kalimatnya fikrah itu berbuat dan beramal. dan ia sebagaimana tertuang jelas di dalam Al Quran dan sunah Rasulullah Saw.

108 109 Risalah. dan Allah telah meletakkan sebuah manhaj tertentu yang mesti dilalui generasi pertama kaum muslimin –semoga keredaan Allah tercurah kepada mereka semua-. kemudian mempersaudarakan antara jiwa-jiwa tersebut dan menempatkan singgahsana keimanan di hati-hati mereka.” (Q. dalam berdakwah. selesai sudah langkah pertama dalam manhaj dakwah. yang merupakan gambaran yang diberikan oleh Rasulullah Saw. Dakwah secara sembunyi-sembunyi 2. Kemudian dakwah secara terbuka serta upaya memperjuangkannya tanpa rasa bosan. hal. baik syariat maupun penerapannya. iaitu: 1. Lalu hijrah menuju hati-hati yang subur dan jiwa-jiwa yang sedia menerima hidayah. 3. Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). hal. Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Kemudian melakukan perjuangan dan berpaling dari kebatilan menuju kebenaran. 4. Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya. 99 Risalah.. 88 82 .S Ali Imran: 85)108 “Seungguhnya tujuan Ikhwan terletak pada pembinaan generasi baru dari kaum muslimin dengan ajaran-ajaran Islam yang benar. beliau berkata.    Ertinya: “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam. “Langkah-langkah tersebut sangat jelas dalam langkah perjuangan yang ditempuh dakwah Islam generasi pertama. dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”109 Imam Syahid merangkumkan garis perjuangan Rasulullah Saw. yang bertindak untuk mencelup umat dengan celupan Islam yang sempurna dalam setiap aspek kehidupannya. Dengan demikian.

Imam Syahid berkata.5. tonggak. namun dalam pandangan kalian dan Islam yang telah mewajibkannya sebagai sebuah kewajipan sebagai sesuatu yang dekat ataupun jauh?        110 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. ia akan berhadapan dengan barisan pasukan kebodohan. kemiskinan.110 Tentang jauhnya target perubahan yang hendak dicapai serta peranan yang ingin diwujudkan. hal. Memahamkan bangsa ini. 83 . 89. serta bertahun lamanya umat tenggelam dalam genangan kerosakan yang merebak ke setiap tempat. para sahabat dan tabi’in kemudian meneruskan model dakwah ini secara lengkap di tanah Arab dan hingga tersebar ke negeri-negeri yang lain. penyakit. buta huruf.tonggak kemenangan kalian adalah. namun ia adalah jihad yang terus menerus. Ini adalah tugas dan peranan kalian yang oleh manusia dilihat masih sangat jauh. kecilnya cita-cita dan pemutusan silaturahim. Adakah kalian berfikir atau manusia menyangka hal ini adalah masalah yang ringan? Bahkan tujuan kalian lebih luas dari ini. amal yang berkesinambungan. Sepeninggalan Rasulullah Saw. ajaran dan nilai-nilai dasarnya. kedengkian dan kebencian. Dan hal ini merupakan tujuan yang tak mungkin dicapai dalam hitungan hari dan tahun. kalian menginginkan umat ini menjadi model umat muslim masa depan yang akan menjadi teladan semua negara-negara Timur. dan kalian menginginkan dari bangsabangsa ini sebuah persatuan Islam yang akan membawa misi kemanusiaan menuju ajaran Islam. meyakinkan dan membangkitkan kesedarannya dari segala aspek terhadap prinsip-prinsip agama Islam. 88.. “Sesungguhnya kalian adalah para da’i tarbiyah.

dan mereka sangat mematuhi dan taat bekerja di bawah panjinya.S Al Anbiya: 109)111 Imam Syahid menggambarkan permasalahan umat sebagaimana permasalahan individu muslim dengan mengatakan.”113 111 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Yang pertama. Maka Katakanlah: "Aku Telah menyampaikan kepada kamu sekalian (ajaran) yang sama (antara kita) dan Aku tidak mengetahui apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh?. Yang ketiga.        Ertinya: “Jika mereka berpaling.267. hal.34 113 Ibid. hal.”112 Dalam terapi pengubatan yang kami gunakan terdapat tiga perkara yang merupakan bahagian dari fikrah Ikhwan. mengenal tempat penyakit dan mampu menyembuhkannya.. “Hingga dengan rahmat Allah yang mampu menghadirkan seorang doktor yang mahir dan seorang pakar yang sangat pandai yang mengetahui tempat luka dan mampu mengidentifikasi. dan seorang pakar yang mahir mengubatinya hingga melalui tangannya Allah memberikan kesembuhan dan kemenangan.” (Q. Manhaj yang benar. hal. 37 84 . untuk itu Ikhwan membuat diri mereka melaksanakan apa yang mereka fahami dari agama Allah dalam bentuk amal dan tanpa melibatkan perasaan dan kelembutan. Para pekerja yang mukmin. Kepemimpinan yang kuat dan dipercayai. mengetahui tempat penyakit. Pengubatannya terdiri dari tiga perkara. Ikhwan mendapatkannya di dalam kitab Allah dan sunah Rasul-Nya Saw. sabar terhadap rasa sakit ketika pengobatan berlangsung. Yang kedua. Ikhwan juga telah menemukainya. 268 112 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami).

namun harus dilakukan dengan keinginan. Membatasinya dengan koridor dan tuntutan-tuntutan syariat yang dibawa Islam. kemudian di hati orangorang yang meyakininya. pilihan dan keimanan. Penyebaran nilai-nilai keIslaman dan syariat mesti menjadi hakikat yang terlihat. Ia adalah: 1. Kejelasan terhadap manhaj perubahan b. karakteristik dan sifatsifatnya. Keyakinan terhadap kemampuan manhaj pilihan tersebut. Perubahan yang menyeluruh dan mendalam terhadap individu dan masyarakat.bila sahaja yang Dia kehendaki dan menampakkan kekuatan-Nya.”114 • Tabiat Perubahan dan Karakteristiknya: Sebelum membicarakan tentang tabiat perubahan. namun ia memerlukan perjuangan dan keseriusan semua lembaga-lembaga khusus dan umum yang ada. 2.Imam Syahid menjelaskan bahawa kekuatan dakwah bergantung kepada: “Kekuatan seruan-seruan dakwah itu sendiri. Perubahan ini adalah persoalan agama. c. dan tidak terbatas pada penampilan dan simbol semata-mata. kemudian pertolongan dari Allah bila. Ia tidak hanya dianggap sebagai usaha mengganti pemerintah dengan pemerintah yang lain yang akan meninggikan syiar-syiarnya atau 114 Ibid 85 . oleh sebab itu tidak semestinya dilakukan secara paksa dan kekerasan. Untuk mengawal peranan-peranan tersebut tidak hanya dilakukan oleh beberapa individu masyarakat atau lembaga keadilan tertentu. maka pertama-tama yang harus dipenuhi adalah: a. lalu pada keperluan alam terhadap dakwah tersebut.

Imam Al Hudaibi berkata.                               Ertinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. Perubahan dari bawah berbeza halnya dengan perubahan cara dari atas. Perubahan dari bawah Hal ini menuntut sebuah perubahan dari bawah sesuai dengan manhaj perubahan yang dipilih.menetapkan sebuah keputusan. masyarakat dan tidak yang kemudian dengan dilakukan ke dimulai penguasaan pemerintah untuk melakukan perubahan. Ia bermula dari individu-individu institusi-institusi. Sebuah perubahan mendalam dan bukan perubahan pada tingkat atas.tolak dari dalam institusi-institusi tersebut dan bukan sebaliknya. “Dirikanlah Negara Islam di hati kalian. namun ia bersandar kepada keyakinan dan keimanan manusia dan permintaan mereka terhadap perubahan tersebut. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum. 3. Maka tak ada yang dapat menolaknya.” Ia adalah perubahan tingkat bawah yang memiliki pintu masuk masyarakat dan pintu institusi. kerana sejatinya pada ia dilakukan dengan melahirkan keyakinan setiap komponen masyarakat untuk berpegang teguh terhadap syariat Islam. kerana ia bermula dari lingkup individu masyarakat dan institusi-institusinya yang kemudian bertitik.” (Q. maka ia akan tegak di bumi kalian. dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.S Al Ra’d: 11) 86 .

maka langkahnya bukan kekuatan dan kekerasan. kemudian ia mampu mengetuk pintu-pintu hati yang tertutup. dan menjadikan khayalan sepadan dengan hakikat dan kenyataan. “Barangsiapa yang tergesa-gesa ingin menikmati buahnya sebelum matang atau hendak memetik kembang sebelum waktunya maka sebaiknya dia keluar dari barisan dakwah ini ke dakwah yang lain. Perubahan yang bertahap ‘Sesungguhnya orang yang bercita. sesuatu yang mustahil dapat dibuka oleh pukulan tongkat. mengendalikan dan mengalihkan arusnya serta menjadikannya sebagai penolong satu sama lain. krisis dan permasalahan. atau dengan kilatan mata pedang dan tombak.’ Maka proses perubahan ini bersandar kepada tahapan dan perpindahan dari satu fasa ke fasa berikutnya. namun kami akan menundukkan.” Kerana ia adalah perubahan bertahap dan bukan perubahan radikal. 5. Imam Syahid berkata.4. atas asas kematangan dan kesempurnaan serta kemampuan menghadapi persoalan.cita yang ingin menguasai sesuatu akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkannya. kami mengikat gelora perasaan dengan kecerdasan akal.” Dan kami tidak akan melanggar undang-undang alam semesta kerana hal itu adalah kekalahan. dari satu tangga ke tangga berikutnya. Perubahan Universal 87 .” Oleh sebab itu. sesungguhnya dakwah yang benar adalah yang mampu berkomunikasi dengan jiwa.

88 . yang tidak tergugat dan tidak bersifat sementara.S Saba:28) Dakwah ini adalah dakwah universal sejak ia dilahirkan. untuk itu “Kami telah menggambungkan semua elemen dalam setiap ceruk negeri kami yang telah dipisahpisahkan oleh politik Barat. Perubahan yang kami inginkan adalah perubahan yang tenang dan berkesinambungan. untuk itu kami tidak akan pernah mengakui perkongsian politik apapun dan kami tidak akan menerima kesepakatan-kesepakatan tersebut. yang tidak dibatasi oleh kawasan tertentu dan tidak pula dibatasi oleh daerah tertentu. firman Allah:              Ertinya: “Dan kami tidak mengutus kamu. tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui. untuk itu kita wajib melakukan tarbiyah. melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. yang telah dimusnahkan oleh kepentingan Negara-negara Eropah.” (Q.penceroboh itu. yang telah menjadikan dunia Islam berubah menjadi negeri-negeri kecil yang lemah dan tercarik.carik serta mudah ditelan oleh para penceroboh. memimpin dan memberikan peranan pada kekuatan-kekuatan perubahan secara keseluruhan serta mengkoordinasikan kerjasamanya demi mewujudkan keyakinan dan penerimaannya terhadap halanganhalangan perubahan.Isyarat-isyarat ini sebagaimana telah ditetapkan sejak fajar pertama dakwah.” 6.

Lalu akan datang ujian. yang pada akhirnya akan memperlihatkan daya tahannya menanggung tekanan untuk tetap tegar dan tidak menyimpang. hal. Al Ustadz Musthafa Masyhur. institusi-institusi masyarakat.ansur dan tidak tergesa-gesa.7. dan ia memiliki kekuatan politik yang handal iaitu rakyat negara. perubahan di tingkat bawah dan bukan di tingkat atas. yang bersifat beransur. pemahaman dan akhlaknya. yang memiliki kekuatan yang menyokongnya iaitu.”115 Sesungguhnya pelaksanaan manhaj Islam secara sempurna dan menyeluruh serta projek pembangunannya di tengah masyarakat tidak hanya terbatas pada perspektif yang benar atau pemahaman yang universal. Proses tarbiyah tidak berjalan dalam waktu yang ringkas atau hanya dengan pelajaran beberapa saat. Dan persiapan di dalam kelompok ini berdasarkan pada proses tarbiyah Islamiyah yang sempurna agar Islam dapat dikenali dari keperibadiannya. namun juga memerlukan proses tarbiyah dan persiapan orang-orang yang akan memikul amanah pelaksanaannya dan memimpin setiap individu bangsa. iaitu umat Islam di dunia secara keseluruhan. dan institusi ini memiliki kekuatan yang mendukungnya. cubaan dan rintangan untuk menyaring dan memilih.31 89 . kami akan memimpin umat ke arah ini dan tidak akan mewakilkan mereka dengan yang lain. Ia adalah perubahan yang sangat dalam dan tidak dangkal. Perubahan memiliki kekuatan kawalan terdepan yang memegang kepemimpinan. perubahan universal dan tidak di kawasan tertentu. yang berkesinambungan dan tidak sementara. 115 Risalah: Wudhuh Ru'yah. dalam amal dan setiap gerakannya. namun ia merupakan proses pembentukan yang sangat cermat dan teliti serta merupakan perbaikan individu yang lengkap.

Konstruksi ini mencakup bangsa dan masyarakat. sebuah bangunan yang kukuh dan kuat yang akan memikul tekanan-tekanan dan berhadapan dengan segala rintangan. Sesungguhnya Ikhwan tidak pernah bermaksud menghancurkan sistem atau merubah kebatilan semata lalu menggantikannya dengan sistem yang lain atau merubah kebatilan dengan kebatilan yang lebih kecil penyimpangannya. namun ia adalah bangunan yang disediakan mampu memikul tanggungjawab bangsa Arab.Hilangnya titik-titik konsentrasi ini atau kelemahannya dalam pelbagai lapangan kehidupan masayarakat akan menyebabkan melemahnya tarbiyah masyarakat dan pelaksanaan yang benar terhadap manhaj Islam. akhlak. baik pemahaman. untuk kemudian diwarnai dengan Islam. Ia justeru bermaksud untuk menyusun dan merancang bangunan Islam yang sempurna dan integral di tengah masyarakat dan umat dengan segenap asasnya secara keseluruhan. dan sudah semestinya ia mendapatkan tarbiyah. nilai dan adat istiadat. Bangunan yang kukuh ini dengan tapak dan bebannya tidak hanya berada di tempat terbatas dan kawasan tertentu saja. Sesungguhnya kita berniat untuk mendirikan dan menghidupkan umat Islam serta pembinaan negaranya secara universal. Ia juga harus mengetahui hakhaknya dan bagaimana menjaga hak-hak tersebut serta bagaimana berkorban untuk memeliharanya. budi pekerti. persiapan dan kesedaran. Dan tujuan ini lebih besar dan lebih jauh dibanding perubahan sistem semata. yang merupakan pendukung dan batu batanya. serta tidak tertipu dengan 90 . Ia juga harus benarbenar sedar dan penuh perhitungan. umat Islam dan dunia antarabangsa.

”116 Sesungguhnya bangunan (masyarakat) yang dicita-citakan oleh Ikhwan bukan bangunan masyarakat biasa sebagaimana Negaranegara di dunia.para penjual simbol dan syiar-syiar para penyeru perbaikan. 91 . serta dengan tidak memaksa sebuah sistem Islam dengan cara menguasai pemerintahan sebelum kukuhnya tiang. iaitu membangunkan bimbingan akidah Islam di hati dan fikiran. perkataan yang disampaikan Imam Syahid Sayyid Quthb. “Maka sudah semestinya sebuah gerakan Islam dimulakan dari tapak dasarnya. memberikan toleransi terhadap manhaj dan dakwahnya atau berpaling darinya. Bahkan dengan keadaan tersebut komponen masyarakatnya tidak akan bersedia menerima beban fasa tersebut. yang akar dan pembinaannya bersumber dari manhaj Allah dan 116 Lihat Koran Al Muslimun. semakin setia dan komited terhadap jama’ah. namun ia merupakan bangunan akidah Islam sejak mula berdiri. iaitu pendirian sebuah Negara Islam. serta tarbiyah terhadap orang-orang yang menerima dakwah dan pemahaman ini dengan tarbiyah Islam yang benar. kerana pada fasa tersebut ia dituntut untuk mampu menghadapi halangan dan tentangan serta tekanan-tekanan baik internal mahupun eksternal. semenjak hari pertama pembangunannya. sebab masyarakat tersebutlah yang akan meminta sistem pemerintahan Islam kerana mereka mengetahui hakikatnya dan menginginkan. yang dipublikasikan lewat Koran dengan tema. 29 Agustus 1966. memberikan pengorbanan. Imam Syahid Sayyid Quthb berkata. Mengapa mereka mengeksekusiku? Komentar ini beliau tulis sebelum proses eksekusi pada pagi Senin. Tanpa persiapan dan tarbiyah terhadap suatu bangsa maka bangunan masyarakatnya akan rapuh dan lemah serta terjadinya perlanggaran antara satu sama lain di dalam satu komuniti masyarakat.tiang keIslaman di tengah masyarakat.

hal ini tentu memerlukan kekuatan dan kekukuhan bangunan untuk membentengi dan mewujudkan projek-projek besar Islam. Di sana juga terdapat ruang universal yang merupakan aset umat. kewaspadaan memenangkan dihadapi. atau hanya seruan-seruan reformasi yang diserukan banyak pihak.akan berhadapan dengan tentangan dalam setiap apsek. dan kami tidak bermaksud untuk mengumpulkan 92 . keadaan yang menanti masyarakat. baik sosial kemasyarakatan. peradaban dan ketenteraan. masyarakat. serta waktu. dan ia bukan deklarasi moral dan akhlak semata. Dalam proses rekonstruksi ini kami tidak terpisah dari kemampuan bersiap memanfaatkan. iaitu Islam secara keseluruhan. walaupun ini merupakan komponen ringkas dari bangunan yang dimaksudkan. Semuanya memerlukan perhitungan Sesungguhnya Negara Islam sejak awal berdiri –dengan izin Allah. misi dan peradabannya. akademik. Disamping itu juga dan dan terdapat sunah untuk alam dalam proses cara akan perubahan. Kemudian juga tersedia ruang universal dengan segenap arus.waktu yang memerlukan kesedaran.Sunah Rasul-Nya Saw. iaitu lapangan dakwah dan harakah yang merupakan kekuatan penyokong. Ia akan lahir di tengah badai dan gelombang. Namun ia justeru merupakan sebuah bangunan yang memiliki pelan konstruksi yang jelas dan tiang.tiang yang sempurna. perseteruan dan langkah-langkah yang ingin menguasai kawasan Arab dan dunia Islam. Negara dan pemerintah. baik umat.

ia mampu meneliti. profesionalisme. sehingga pada akhirnya kami sampai kepada kesamaan manhaj. Sebuah bangsa yang proses tarbiyahnya telah berjalan dengan sempurna dan baik adalah jaminan dan yang mengawal bangunan ini. Sesungguhnya tarbiyah masyarakat dan pengetahuan mereka terhadap hak-haknya serta komitmen merupakan elemen dasar dan pengawasan yang sangat efektif pada setiap sistem yang akan memimpinnya. sehingga ia tidak akan menyimpang dan tertipu dengan slogan-slogan dan simbol-simbol yang tidak sesuai dengannya. yang merupakan alat pembantu untuk mewujudkan manhaj jamaah muslim. namun peranan kami yang menjadi dasarnya adalah sebagai penyeru dakwah dan kesedaran umat. Akan tetapi kotak-kotak suara pilihan raya hanyalah alat untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dan bungkusan bagi dakwah serta menjadi alat untuk menghubungkannya ke lembaga dan yayasan-yayasan tertentu. namun ia tidak mendidik sebuah masyarakat dan tidak membangunkan sebuah tapak yang kukuh. visi dan tujuan. mengawasi dan mengubah jika terjadi penyimpangan. dewan perwakilan dan yang lain merupakan sebahagian dari perjuangan konstitusi. saling membantu dan bekerjasama dengan segenap warga masyarakat yang mencintai dan ikhlas berjuang untuk negaranya. Bahkan kemajuan dalam proses dan pembangunan tonggaktonggak masyarakat 93 . Pilihan raya politik. Oleh sebab itu maka tarbiyah dan pembinaan masyarakat sangat penting dan mentarbiyahnya sesuai dengan manhaj Ikhwan.seluruh kekuatan perbaikan dan perjalanannya. parlimen. sementara hal ini merupakan hal yang mendasari proses perubahan dan perbaikan.

Al Ustadz Musthafa Masyhur. sempurna agar sesuai dengan perspektif pembangunan yang mampu menciptakan penyelesaian konkrit terhadap masalah. kemudian dilanjutkan dengan usaha. sebuah penyelesaian yang menjadi kemestian. Al Islam huwa al Hall (Islam adalah penyelesaian) sesuai dengan programprogram yang terperinci yang mampu memberikan penyelesaian terhadap permasalahan dan kegundahan manusia.tarbiyah yang sempurna akan memberikan buah dan hasil dalam pelaksaan pilihan raya. Sesungguhnya pembangunan tapak dasar yang kuat dan tiangtiang yang kukuh dan tersebar di semua tempat adalah yang mewujudkan akidah dan persatuan. 38 94 . pembinaan dan pencelupannya dengan celupan Islam adalah asas utama yang tak dapat digantikan. zat yang menciptakan manusia dan yang Maha Mengetahui kebaikan dan manfaat untuk manusia. Juga terdapat peranan lain dalam mengupayakan kepemilikan umat terhadap usaha.usaha dan kemudahan lain yang akan membantu. hal. menyempurnakan dan mendukung terwujudnya target-target tersebut.masalah terkini dan masa depan yang menyatu dalam satu syiar. Iaitu dengan melakukan perubahan terhadap keadaan realiti lembaga-lembaga kemasyarakatan dan individualnya (baik lelaki mahupun wanita). Setelah itu terwujud. Kita menginginkan pengubatan tersebut berlangsung dengan jelas dan meyakinkan bahawa tidak ada alternatif lain selain penyelesaian yang diberikan Islam. kerana penyelesaian tersebut merupakan pemberian Allah.usaha kekuatan di tengah masyarakat yang memberikan peluang baginya untuk mewujudkan visi dan misinya.117 117 Risalah: Wudhuh Ru'yah. sedangkan tarbiyah masyarakat.

serta dengan menguasai alat. larut dan kalah ketika berhadapan dengan kesulitan dan realiti di lapangan. Motivasi. kerana bangunan yang dicita-citakan sangat besar dan agung.usaha tersebut dalam sebuah payung pemerintahan Islam yang mampu menyempurnakan proses perbaikan. reaktif dan emosional kadang-kadang menjadi orang yang paling mudah tergoncang. Panjangnya perjalanan. Kejayaan yang hakiki dan kemenangan yang sebenarnya adalah ketegaran di atas manhaj ini serta dengan mewujudkan bangunan ini dengan pertolongan Allah Swt. Kepemimpinan yang bijak dan mengarahkan Semangat Perubahan ini dinakhodai oleh kepemimpinan yang bijak dan tidak bertentangan dengan undang-undang semesta dalam perubahan serta tidak tertipu dengan semangat yang membara. dorongan dan semangat yang luar biasa secara umum berasal dari beberapa hal berikut: 95 . lalu kita meluruskan kerosakan yang terjadi dan mengubati sebab-sebab kelemahan. kuatnya perjuangan serta pengorbanan yang harus diberikan tidak akan menggoyahkan kami dari manhaj kami.alat kekuatan untuk kemudian mengoptimumkan usaha. kerana ia mengetahui bahawa orang yang sangat bersemangat.Had minimumnya adalah paling tidak kami memiliki perspektif yang jelas dan integral dalam permasalahan tersebut. Sebuah kerajaan muslim akan berdiri kukuh setelah terpenuhinya tonggak dasar perbaikan dan pembangunan di masyarakat serta keyakinan masyarakat yang kuat terhadap kepentingan solusi Islam dalam kehidupan dan perkembangannya. kemudian melakukan perbaikan di semua institusi dan tahap kehidupan menuju titik berpijak yang sebenarnya. menguatkan bangunan serta mewujudkan tujuantujuannya secara sempurna.

1. Tidak mengetahui hakikat beban

2. Kadang- kala berasal dari kecilnya kemungkinan untuk
bertemu kesukaran dan kekalahan, yang kemudian mendorongnya untuk melakukan gerakan, perlawanan dan kemenangan dengan segala bentuk tanpa mengukur beban gerakan, perlawanan dan kemenangan tersebut. Sehingga ketika ia berhadapan dengan beban-beban tersebut yang ternyata lebih berat dari perhitungan mereka, serta-merta mereka menjadi orang-orang di barisan pertama yang mengalami kegoncangan dan kegentaran. Firman Allah:

              

   

   

    

  

         



        

      
Ertinya:

96

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka[317]: "Tahanlah tanganmu (dari berperang), Dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!" setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. mereka berkata: "Ya Tuhan kami, Mengapa Engkau wajibkan berperang kepada Kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajipan berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?" Katakanlah: "Kesenangan di dunia Ini Hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orangorang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.” (Q.S An Nisa:77)118 Imam Syahid berkata, “Aku berharap kalian bijak dalam mengambil langkah, dan hendaknya kalian meluruskan jalan kalian dengan akal dan perasaan secara bersamaan, jangan biarkan bara semangat memandu kalian menuju jalan yang tidak bermanfaat untuk kepentingan dakwah.”119 Dalam hal ini beliau juga mengatakan, “Mereka (Ikhwan) lebih memilih sikap perlahan-lahan namun bijak demi meraih kemenangan yang gemilang.”120 Adapun dalam menolak marabahaya atau berpegang teguh dengan dakwah, maka sesungguhnya, “sikap perlahan-lahan dan tenang akan menghentikan gerak maju dan merenggut kemenangan mereka, dan pada saat itu merekapun mengetahui bagaimana mempertahankan dakwah mereka..”121 Ringkasan Prasarana Perubahan
118 119

Ibid, hal. 33 Hasan Al Banna, momen-momen dakwah dan tarbiyah, Abbas Asisi, hal.147 120 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna), hal. 266 121 Ibid

97

Prasarana Perubahan dalam manhaj Ikhwan mempunyai titik berat pada tiga rukun:

1. 2. 3.

Komitmen terhadap Islam dengan pemahaman yang benar, baik ilmu dan pengamalan serta jihad. Kepentingan jama’ah dan kemestian adanya barisan kaum muslimin yang tersusun rapi di bawah satu kepemimpinan. Tarbiyah dan pembentukan dalam menyediakan individu muslim dan dan membangunkan generasi baru muslim, serta memberikan perhatian terhadap bangsa dan masyarakat mengoptimumkan peranan-peranannya mencelupkannya dengan celupan Islam.

Dan hal tersebut di atas diringkaskan dalam langkah-langkah berikut: 1. Pembangunan dan pembinaan generasi baru Dan ini mengalir dan menyebar di tengah masyarakat dan di tubuh umat, yang akan memberikan pengaruh dalam menyedarkan umat dan memperbaiki keadaannya. Generasi ini akan menjadi tiang dasar berdirinya sebuah pemerintah dan Negara Islam. Imam Syahid berkata, “Sesungguhnya dakwah Ikhwan secara khusus ditujukan untuk membentuk generasi baru kaum muslimin dengan nilai-nilai ajaran Islam yang benar, yang bekerja dengan celupan Islam yang sempurna dalam segala tahap kehidupan.”122 Generasi baru ini adalah tapak kukuh dan inti yang akan mendukung berdirinya kerajaan Islam dan yang akan memikul beban dan serta memimpin umat di atas manhajnya. Imam berkata, “Dan dengan urgensi kelahiran generasi baru ini, maka perbaikilah dakwah dan maksimumkan proses pembentukannya, ajarkan kepadanya kebebasan jiwa dan hati, serta kebebasan pemikiran dan akal, kebebasan jihad dan amal.
122

Risalah: P Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal. 188

98

Penuhilah jiwa yang liar dengan keagungan Islam dan keindahan Al Quran, serta latihlah ia menjadi perajurit di bawah bendera dan panji Nabi Muhammad.”123

2. Tonggak- tonggak generasi mukmin ini harus memenuhi beberapa
hal berikut:

a.

Hendaknya jumlahnya memadai dan sesuai dengan target serta beban yang akan dipikul tatkala mendirikan sebuah Negara dan menghadapi pelbagai tentangan. Hal ini tentunya adalah sesuatu yang selalu berubah sesuai dengan situasi dan kenyataan yang berlaku. Pada tahun 1935 M, saat penduduk Mesir masih berjumlah 16 juta, Imam Syahid berkata, “Dan di saat jumlah kalian -wahai Ihkwanul Muslimin- telah mencapai 300 katibah (yaitu 12 ribu), dan setiap katibah telah mempersiapkan dirinya secara spiritual dengan iman dan akidah, secara intelektual dengan ilmu dan tsaqafah, dan secara fizikal dengan aneka latihan dan rekreasi, maka pada saat itu ajaklah aku mengharungi kedalaman samudera, menembus ketinggian langit dan berperang bersama kalian melawan tirani dan penguasa zalim, maka
124

aku

benar-benar

akan

melakukannya insya Allah.”

b.

Dan hendaknya tonggak- tonggak ini tersebar di seluruh kawasan, daerah, perkampungan, yayasan, dan lembagalembaga sosial dengan jumlah yang memungkinnya memberikan pengaruh dan warna serta mengarahkan komunititersebut kepada syariat Allah. Tempat yang tidak ditempati oleh tonggaktonggak

mukmin ini, atau hanya ditempati oleh komuniti mukmin
123

Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran), hal. 197 124 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal. 181

99

yang lemah, maka ia akan menjadi kawasan lemah yang memberikan implikasi buruk terhadap kekuasaan dan ikatan kepemimpinan umat Islam serta model penerapan syariat Islam dan tarbiyah masyarakat. Sesungguhnya semangat, sambutan baik dan penerimaan ketika kemenangan Islam tidak menjadi ukuran atau pengganti proses pembentukan yang mendalam terhadap tonggaktonggak mukmin ini.

c.

Dan hendaknya kekuatan utama ini sampai pada taraf keimanan dan tarbiyah yang sesuai dengan beban yang ada, kemudian melalui ujian dan proses penyaringan, serta menjalani cubaan, bencana yang beraneka ragam hingga terbebas dan membersihkan dirinya dari batu bata yang lembik serta menambah kekuatan dan keteguhan.

d.

Dan hendaknya kekuatan utama ini berada dalam satu saf yang kuat dan di bawah satu kepemimpinan, serta memiliki langkah kemenangan iman dan menjauhkannya dari kekalahan dan kehinaan. Asas kekuatan barisan terdapat dalam kekuatan akidah, kekuatan persatuan dan kekuatan ikatan sebelum kekuatan otot dan senjata.

e.

Perhimpunan

atau

pembentukan

kekuatan

inti

tidak

berdasarkan propaganda yang membabi buta atau hanya dengan propaganda umum, perasaan yang membara atau dengan gerakan tambahan dan penyebaran yang sangat cepat, namun ia dilakukan dengan kepiawaian menyucikan alat- alat yang baik dan sesuai (Manusia ibarat seratus unta yang tak memiliki pengembala), tarbiyahnya, pembentukan

100

dan penanaman rukun-rukun baiat, serta pembaharuan iman dengan agama dan dakwah. 3. Menyebarkan dakwah, pengenalan dan tarbiyah masyarakat: Seiring dengan penyucian dan pembentukan tonggak- tonggak utama ini, juga pada masa yang sama dilakukan usaha- usaha penyebaran dakwah, pengenalan (sosialisasi dakwah) dan tarbiyah masyarakat sesuai dengan pemahaman Islam, mencelupkannya dengan celupan Islam dan menghadapi sisi-sisi kerosakan yang ada serta mewujudkan sifat-sifat yang diinginkan seperti kepekaan, kesedaran dan pengorbanan dll. Sehingga para pendukung dan dan yang bersimpati terhadap dakwah semakin bertambah banyak, dan nilai-nilai dakwah menjadi pegangan umum di tengah masyarakat, serta didukung dan ditopang oleh tokoh-tokoh masyarakat. Imam Syahid berkata, “Sesungguhnya khutbah dan perkataan, tulisan dan pelajaran, seminar, identifikasi penyakit dan ubatnya, semuanya tidak akan memberikan manfaat apapun dan tidak akan mewujudkan tujuan apapun serta tidak akan menghubungkan da’i kepada target yang diharapkan..”125 “Tidak demikian wahai Ikhwan, bukan ini yang kita inginkan. Di antara yang kita inginkan adalah keredaan Allah, adapun tujuan Ikhwan yang paling utama, target Ikhwan yang paling tinggi, perbaikan yang diinginkan oleh Ikhwan dan yang disiapkannya adalah perbaikan yang integral dan menyeluruh yang didukung oleh kekuatan umat secara keseluruhan.126 Maka hal ini menuntut: 1. Iman Yang mendalam

2. Pembentukan yang teliti
125 126

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal.108 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.205

101

3. Amal yang berkesinambungan “Maka yakinlah terhadap fikrah kalian dan
127

berkumpullah

di

sekelilingnya, bekerjalah untuknya dan teguhlah.”

“Akan tiba masanya prinsip-prinsip Ikhwan akan menyebar dan mendominasi, mengutamakan Peribadi.”
128

dan

rakyat

akan

belajar

bagaimana

mereka

kemaslahatan

umum

berbanding

kemaslahatan

Tentang penyebaran dakwah di pelbagai tempat, kawasan dan komuniti masyarakat, Imam Syahid menegaskan tentang wujudnya tujuan ini, “Untuk itu kami berusaha agar dakwah kami sampai ke setiap rumah dan agar suara kami terdengar ke segenap penjuru.”129 Yang mana hal ini kemudian memerlukan inovasi dan langkah yang bervariasi dalam menggunakan mediummedium dakwah dan kontemporari, keterbukaan terhadap masyarakat, ramah

komunikatif, serta sosialisasi dakwah, gagasan dan sikap-sikapnya dalam setiap majlis, muktamar, peristiwa dan krisis. Jamaah juga menggunakan segala medium dakwah serta ditambah dengan pengaruh positif dari para tokoh dakwah di masyarakat. Dakwah tidak hanya dalam terbatas bentuk pada satu alat tertentu sosial, namun dikembangkan lembaga-lembaga yayasan,

asosiasi, yang merupakan sebahagian dari lembaga-lembaga dakwah dan yang mampu berinteraksi dengan masyarakat dalam setiap segmen serta bekerja untuk menyedarkan umat dan menyatukannya di bawah naungan Islam.

127 128 129

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal.108 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.137 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda), hal.177

102

4. Jamaah juga menempuh cara perjuangan konstitusi sebagai
sebahagian dari projek perbaikan dan gerakan di tengah masyarakat. Kerana jamaah kerap harus berhadapan dengan situasi yang sempit dan sukar yang menghalanginya dari mediummedium yang layak untuk dakwah, serta dari perjuangan konstitusi sebagai sebahagian dari hak asasinya, namun kemudian ia menghadapinya dengan penuh kesabaran, dan sikap positif, perhatian terhadap dakwah fardiyah dan pengaruh dalam masyarakat dengan kerja dan teladan yang baik, menggunakan medium- medium yang sesuai untuk menyampaikan dakwah dan tarbiyah individu, tidak melepaskannya dari manhaj, cara, dan prinsip-prinsip dakwah serta tidak bersandar kepada kekerasan dan tetap bertahan menghadapi tekanan tersebut walaupun ujian datang menghadang.

5. Sampainya jamaah dakwah ini ke fasa kepemimpinan masyarakat,
hingga dakwah dan jamaah itu benar-benar menjadi harapan umat dan mampu memenuhi tuntutan masyarakat, menanamkan prinsip-prinsip Islam dan tujuan-tujuannya, menyerukan Islam kepada umat dan berpegang teguh padanya, serta munculnya para aktivis dakwah sebagai tokoh-tokoh masyarakat di pelbagai bidang, dan menjadi perhatian dan ikutan umum. Kemudian terjalinnya kerjasama dengan setiap orang yang

menyerukan perbaikan serta melakukan penyatuan antara para pejuang-pejuang yang ikhlas dan para penyeru reformasi baik personal maupun kolektif dengan tetap menyampaikan dakwah kepada mereka untuk. Lalu kita tunggu bagaimana kemudian putaran waktu akan membuat mereka meyakini bahawa dakwah ini adalah dakwah yang sangat integral dan sempurna, hingga mereka mengikuti dan bernaung di bawah panjinya jika mereka menginginkan, dan akhirnya dakwah Ikhwan menjadi jantung umat, akal dan cita-citanya.

103

6. Ketika hal ini dapat diwujudkan sesuai dengan yang direncanakan,
dan bersama terwujudnya jarak internasional terhadap dakwah berupa bantuan moral dari umat Islam dan kekuatan perbaikan di dalamnya, maka pada saat itu dakwah melakukan langkah penting dan membuat pemerintah eksekutif130 condong kepadanya dalam situasi rakyat dan institusi pemerintahan yang memerlukan Islam dan yang mendukung jamaah. Kecondongan pemerintah kepada manhaj Islam dan aspirasi masyarakat yang diarahkan oleh dakwah dengan izin Allah akan terwujud, baik dengan pilihannya sendiri atau kerana kecondongan amal nyata terhadap pemerintah tanpa kekerasan. Sesungguhnya kerja politik, intelektual, sosial, pelayanan, tarbiyah dan dakwah di akan setiap komuniti masyarakat dan institusiumum institusinya membuat pandangan masyarakat

menjurus kepada jamaah dan dakwah, dan kemudian jamaah akan mendapatkan kepercayaan dan sokongan majoriti. Yang pada akhirnya secara praktikal membuat cenderung pula orang-orang di jalan, daerah, perkampungan, yayasan-yayasan, lembaga, asosiasi, lembaga profesion dan politik, dan akan membuat pemerintah setempat akan juga cenderung kepada pandangan masyarakat umum, sehingga urusannya akan diserahkan kepada jamaah yang didukung oleh masyarakat. Jamaah dakwah kemudian menjadi corong yang akan mengarahkan, berpengaruh dan menjadi pelaku, bersatu dan bekerjasama dengan seluruh kelompok dan kalangan masyarakat. Jika pemerintah maka eksekutif hal itu menolak merupakan dan menekan keinginan dan

masyarakat, lalu menyakiti dan melakukan tekanan-tekanan dan bantahan, penindasan
130

bentuk Saat

kezaliman itulah

terhadap

kehendak

rakyat.

jamaah

Untuk menambah keterangan tentang hal ini, silakan lihat: Bab IX, Pemerintahan Islam, yang merupakan bagian dari buku yang berjudul: Bagaimana keberpihakan dengan pemerintah eksekutif.

104

berkewajipan melakukan penolakan terhadap tindak kezaliman tersebut –yang bukannya tindak kezaliman pertama, namun ia akan tetap bersabar-, ia akan melakukan pembelaan masyarakat dan pilihannya terhadap manhaj Islam. Imam Syahid berkata, “AKu berkata kepada orang-orang yang bertanya, bahawa sesungguhnya Ikhwan akan menggunakan kekuatan dimana tidak ada yang lain yang bermanfaat, dimana mereka meyakini bahwa mereka telah menyempurnakan persiapan iman dan persatuan. Dan ketika mereka menggunakan kekuatan ini, maka mereka menjadi orang-orang mulia dan bebas serta akan memberi memberikan peringatan lebih dulu, lalu menunggu untuk kemudian datang dengan penuh kehormatan dan keperkasaan, dan akan memikul seluruh akibat sikap-sikap mereka dengan penuh keredaan dan kelapangan hati.”131 Beliau juga mengatakan, “Kami adalah penyeru kebenaran dan kedamaian, kami meyakini dan bangga dengannya, jika kalian menghadang dan menghalangi jalan dakwah kami, maka sesungguhnya Allah telah mengizinkan kami untuk membela diri. Sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang jahat dan zalim.”132 Imam berkata, “Kami tidak akan berputus asa, dan sesungguhnya kami memiliki cita-cita yang lebih agung di sisi Allah.”



  

 





 
Ertinya:

131 132

Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.136 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim), hal.136

105

“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. (Q.S Yusuf;21)133 • Prasarana masyarakat: pembentukan, tarbiyah untuk individu dan

1.

Proses persiapan untuk barisan ini serta tonggak- tonggak yang disebut di atas tidak mungkin dapat diwujudkan dalam waktu sehari semalam, namun memerlukan tarbiyah yang mendalam, dan ia wajib mendapatkan tarbiyah yang mendalam, pembentukan yang teliti agar sampai ke tahap keimanan yang berhak mendapatkan kemenangan dari Allah, dan hendaknya mampu mengembang beban berat dan tekanan-tekanan setelah kemenangan.

2.

Pembentukan ini tidak terpisah dari kenyataan dan gerakan – hingga salah seorang mengaku bahawasanya hal itu dilakukan dengan memencilkan diri-, padahal gerakan dakwah, interaksi dan sikap positif dengan realiti merupakan bahagian asasi dari dakwah. Bersama reality dan perjalanan gerakan ini maka akan menciptakan kematangan Peribadi dan kedewasaan akhlak, “Gerakan kami terikat dengan keyakinan kami, dan keyakinan kami terikat dengan gerakan kami.”134

3.

Penyucian dan pembentukan tonggak- tonggak ini adalah tugas yang berkesinambungan. Ia tidak terhenti pada fasa tertentu atau hingga berdirinya sebuah Negara –namun ia akan terus berlanjutan selama keberlanjutan jamaah demi mewujudkan tujuan yang lebih besar, hingga seluruh dunia dapat dikuasai, dan hal itu merupakan target penting yang harus dipelihara.

4.

Diperlukan interaksi dan kesinambungan antara tonggak- tonggak yang baru lahir dengan tonggak- tonggak lama demi mewujudkan kesinambungan, kesatuan dan persatuan. Dengan demikian maka

133 134

Risalah: P Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Semalam dan Hari ini), hal.110 Dari perkataan Imam Syahid Sayyid Quthb. Kami menyangkanya demikian dan kami tidak mengganggap suci seseorang di atas kewenangan Allah.

106

Permasalahan tidak hanya terhenti pada pembentukan individu.tiangnya di segenap tempat. yang Allah sedia akan menerima kemenangan. berkomunikasi dan berinteraksi dengannya. Sesungguhnya tarbiyah adalah peranan dasar yang diinginkan dari kita dan untuk kita.39 107 . namun harus pula dilakukan tarbiyah masyarakat dan mencelupnya dengan celupan Islam serta menyatukannya dengan pemikiran Islam. jalan-jalan dan perkampungan.kesinambungan generasi akan tetap terpelihara dan terlaksananya pewarisan dakwah secara terus menerus dan istiqamah sesuai manhaj tanpa ada penyimpangan. Bahawa manhaj tarbiyah dan pembentukan dalam barisan dakwah tidak dapat digantikan dengan yang lain. kerjasama dan produktiviti yang diberkati. Maka pada memberikan faktor-faktor memberkati dalam setiap langkahnya sehingga berdirinya Negara. menjadikannya sebagai medium kemenangan dakwah dan membuatnya bersedia mendirikan pemerintah Islam. hingga ia sampai pada tahap keimanan yang diinginkan saat itu. maka sebenarnya urusan tersebut belum selesai. yang serta akan terlaksanannya penyediaan umat menghadapi fasa ini. Tanpa melakukan persiapan masyarakat dan komunitinya yang beraneka ragam serta tanpa penyebaran dakwah dan tiang.tonggak ini merupakan tugas yang terus menerus dan tidak terputus. hal. Pertumbuhan saf dan interaksi antara tonggak. termasuk tonggaktonggak tersebut. Al Ustadz Musthafa Masyhur –semoga Allah merahmatinyaberkata. menjaga dan melindunginya. baik sebelum mahupun setelah kemenangan. Al Ustadz Musthafa Masyhur.”135 6. “Perjalanan waktu dan hari telah membuktikan bahawa perhatian terhadap tarbiyah akan mengekalkan keaslian gerakan Islam. 5. kesinambungan dan pertumbuhannya. 135 Risalah: Wudhuh Ru'yah. hingga menyatunya antara individu dan kesatuan saf.

”139 “Buatlah kelompok-kelompok Ikhwan di setiap jalan.kelab Al Quran di setiap pedalaman. jalan-jalan. 111. menjaga sumber-sumber kekuatan serta 136 137 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). lalu masyarakat akan belajar bagaimana ia akhirnya lebih mengutamakan Peribadi.”136 “Wahai Ikhwan. 212 139 Diantara nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan. Diambil dari buku Imam Syahid. taman-taman. perusahaan-perusahaan. tempat-tempat umum dan khusus. di kedaikedai.”137 “Pencukupan dan penyebaran dakwah dengan menggunakan pelbagai medium hingga ia difahami oleh masyarakat umum. dusundusun.warung. Fuad Al Hajarsy. panji-panji Muhammad di bandar. perkotaan. di hadapan kalian masih terdapat waktu yang luas. di perkampungan. lalu memenangkannya dengan keyakinan dan keimanan. tempat kerja. rumah-rumah. masjid-masjid. hal. Oleh sebab itu bangsa ini harus berusaha mewujudkan persatuan dan kesatuannya. hal. ibu kota. Maka diperlukan waktu untuk penyebaran dan mendominasinya prinsip-prinsip Ikhwan. yang memberikan kalimat-kalimat kalian dan berbaiat dengan baiat kalian.Sesungguhnya Ikhwan bersabar dan menahan dirinya dari hanya mengambil tugas dalam pemerintahan sementara jiwa-jiwa masyarakat masih dalam keadaan demikian. warung. sekolah dan lain-lain. dan di setiap penjuru bumi seorang Al Akh yang akan menyerukan prinsip-prinsip dakwah dan ajaran-ajaran kalian. hal. janganlah kalian tergesa-gesa. 140 Ibid 108 . Hal.”138 “Sebarkanlah dakwah di setiap lokasi engkau berada. 263 138 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).”140 kepentingan umum di atas kepentingan 7. kelab. 138 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna).

Fasa tanfidz Merupakan tahap pelaksanan amal menuju produktiviti kerja dakwah yang optimum. kerana melihat pentingnya kesatuan dakwah dan saling keterkaitan 141 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). Dan hendaknya ia disokong oleh individu-individu dan tokoh-tokoh yang memiliki rasa cinta dan kesetiaan yang tinggi. Kadang-kadang ketiga faae ini berjalan secara bersamaan. dengan amal dan pelaksanaan yang bersandarkan pada garis dan petunjuk yang jelas. Kedua.membantu dakwah dengan penuh pemahaman dan keyakinan. berpegang teguh dan tegar di atasnya. Hal. pengorbanan yang mulia. Dengan demikian maka proses pembinaan terhadap tonggaktonggak ini berjalan seimbang dengan amal dan aktiviti umum. dan mengumpulkan untuk berinteraksi dengan objek dakwah. 45 109 . tarbiyah masyarakat. Lalu fasa-fasa ini akan berjalan dengan proses pengenalan dan perkumpulan. pembinaan dan persiapan. kesetiaan.petanda negatif dan kelemahan. Imam Syahid berkata. “Setiap dakwah harus memiliki tiga fasa: Pertama.”141 8. fasa Takwin (Pembentukan) Pada fasa ini dilakukan pemiliha terhadap aktivis yang sudah direkrut. serta mewarnai diri dengan akhlak-akhlak yang mulia dan sifat-sifat keberanian. Fasa Ta’rif Yakni fasa pengenalan dan penyebaran fikrah sehingga dia mampu sampai kepada khalayak dari segala tingkat sosial. membangunkan keinginan yang kuat. mengkoordinasikan. pengetahuan yang benar terhadap prinsip dan meyakininya. penyampaian dakwah. Ketiga. memperoleh pendukung dari pelbagai lapangan. Dilakukannya pengubatan terhadap petanda.

” aktivis. tunggu hingga zaman mengungkap hakikat semuanya. tidak dapat disangkal bahawa hasil akhir yang sempurna itu tidak mungkin fikrah. Jika pembicaraan tersebut menyebut-nyebut kebaikan kalian maka bersyukur terhadap hal itu dan jangan sampai kalian terpedaya dengan hakikat kalian. Sering kali kita menjumpai seorang da’I berdakwah. dan jangan membalas dosa dengan dosa yang serupa. hal. namun jika mereka menyebut sebaliknya maka maafkanlah mereka. Imam Syahid berkata. dan pada saat yang bersamaan dia melakukan amal dan tanfidz sekaligus. hal. 263 110 . pada saat yang sama dia juga seorang murabbi yang menyaring para aktivis yang ada di bawahnya. “Kalian akan mendengar beberapa pihak akan memperkatakan kalian. “Namun tidak diragukan lagi bahawa tujuan akhir atau hasil sempurna yang kita inginkan takkan terwujud kecuali setelah melakukan perkumpulan umum. 10.”144 142 143 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Dan hendaknya kalian tidak disibukkan oleh orang lain tentang tanggapan terhadap diri kalian.” Namun.antara ketiga fasa tersebut. 143 dirasakan banyaknya kecuali setelah dan tersebarnya kemapanan pengenalan Takwiniyah. 126 Ibid 144 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna).”142 9. baik pujian mahupun celaan. banyaknya pendukung dan kukuhnya pembinaan. serta jangan menyibukkan diri untuk memikirkan komentar-komentar tersebut sehingga memalingkan kalian dari pekerjaan yang telah menjadi tugas kalian.

”145 Sebaik-baiknya jalan yang kita jalani adalah tidak membuat diri kita sibuk memperhatikan orang lain dan tidak memperhatikan diri kita. Sabar dan bertakwalah kerana sesungguhnya hal itu merupakan kewajipan.“Yakinlah bahawa tak seorangpun yang dapat memalingkan kalian dan takkan mencelakai kalian. kerana sesungguhnya jihad tidak mengenal istirahat. “Sesungguhnya jalan ini walaupun panjang namun tidak ada jalan yang lain dalam membangunkan kebangkitan dengan bangunan yang benar. 54 111 . Dan pengalaman telah membuktikan teori ini. benar. dan aku sampaikan kepada orang-orang yang duduk di antara kalian untuk bangkit dan bekerja.            Ertinya: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keredhaan) kami. Kita sangat memerlukan persiapan yang banyak dan penyatuan. “Aku sampaikan kepada orang-orang yang bersemangat di antara kalian agar bersabar menunggu putaran zaman. Kita tidak memiliki banyak waktu untuk melihat dan sibuk menguruskan orang lain. banyak umat dan lapangan-lapangan dakwah yang masih kosong yang sangat memerlukan jundi-jundi dakwah dan perjuangan.benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan 145 146 147 Ibid Ibid Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). hal.”147 Imam Syahid berkata.”146 Beliau juga berkata.

Tidakkah kalian berhenti dan menarik tangan kalian demi keinginan rakyat dan berhenti demi keinginan mereka untuk perbaikan. “Dengan izin Allah tak seorang pun yang mampu melumpuhkan dakwah Ikhwanul Muslimin. memikul tanggung jawab ini di hadapan Allah dan di hadapan umat. Waspadalah terhadap fitnah besar yang akan menimpa. kerana kami sangat memandang berat kemaslahatan negeri. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.S Al Ankabut: 69) Dan aku mengajak untuk selalu maju ke depan. April 2005 112 . “Hendaknya kalian bersabar di atas jalan jihad dan pengorbanan. Namun jika kalian mengabaikannya. optimis dan keinginan yang kuat terhadap 148 149 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). berada di atas semuanya Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat. dan kami akan tetap berjalan di atas jalan kami dan kalian akan menunggu hingga Allah membukakan kebenaran di antara kita dan sesungguhnya Allah adalah Sebaik-baiknya pembuka.kami. semangat. senantiasa menggunakan cara-cara hikmah dan prinsip perdamaian dalam setiap aktivitinya. maka sesungguhnya Allah Swt. 153 Dari risalah Mursyid Am ‘Ikhwanul Muslimin. kami menjaga ibadah kepada Allah di dalam umat dan di tengah kalian. hal. Al Ustadz Mahdi Akif berkata kepada pemerintah dan organisasi-organisasi yang banyak menghambat gerakan dakwah. Ya Allah. takut. Tidak ada lagi rasa malas.”148 Mursyid Am Ikwanul Muslimin. sesungguhnya kami telah menyampaikannya maka saksikanlah!”149 Beliau juga memberikan nasihat kepada Ikhwan dalam menghadapi rintangan tersebut. dakwah dan risalah. (Q. dan demi Allah kalian akan dipertanggungjawabkan semuanya di hadapan Allah. namun harus diganti dengan kesedaran. Semoga Allah memberikan hidayah-Nya kepada kami dan kepada kalian. lemah dan goncang.

Sesungguhnya jamaah ini tidak terbatas gerakannya pada jumlah komunitas muslim yang mayoritas. 6. mendapatkan dan memeliharanya. sehingga dia tidak terpedaya dengan slogan dan simbol-simbol palsu. budi pekerti dan muamalahnya. namun pengaruh dakwahnya membentang ke seluruh lapisan masyarakat dan kelompok-kelompok 150 Ibid 113 . DIa mampu membezakan antara tokoh dan personality. serta semakin bertambah kedekatannya dengan Al Quran dan masjid. pemerintah yang baik dan perbaikan yang dicitacitakan. Mendapat sibghah Islam dalam akhlak. keyakinan dan cinta.”150 Target-target Tarbiyah Masyarakat Sebagai Prasyarat Mendirikan Negara: Kami ingin menegaskan dan menyusun kembali hal ini dalam beberapa perkara: .personality yang buruk dan para pemikul obsesi Peribadi. Selalu berada di sekeliling jamaah dan tokoh-tokohnya serta membantunya dengan sepenuh pemahaman. interaktif dengan target-target jamaah dan mampu bekerjasama dalam setiap projek perbaikan di masyarakat. 4. Belajar berkorban dan bersabar dalam memperjuangkan prinsip yang diyakininya. 3. Ia yakin menjadi bagian dari umat Islam sehingga dia turut merasakan masalahnya dan berupaya membantunya. bagaimana dia meminta.personaliti yang ikhlas dengan personality. Pemikiran yang cenderung terhadap syariat Islam 5. Tarbiyah dan pendidikan yang merupakan haknya.Bahawa Persiapan dan tarbiyah yang diinginkan harus mencakup beberapa hal berikut: 1. 7.kebenaran. ibadah. 2.

memberikan untuk itu mereka serta diminta ketegaran untuk bersabar dan pengorbanan dalam menghadapi pelbagai bentuk kesulitan. serta 114 . prinsip dan mendustai keinginan masyarakat. Ia juga merupakan jaminan untuk keteguhan pemerintah dan ketenangannya. Dan hal ini akan memberikan implikasi kepada setiap individu masyarakat. memberikan pengorbanan dengan sepenuh dirinya -sebagaimana seharusnya-. Seperti yang dikatakan oleh Imam Syahid. Pemerintah Islam akan berhadapan dengan tekanan luarbiasa. Mereka juga harus memiliki kewaspadaan dan pengetahuan serta semakin meningkatkan perkumpulan dengan pemerintah Islam. “Terpenuhinya keinginan dan kemauan yang kuat terhadap apa yang diyakini. karena cepat atau lambat tujuan-tujuan Islam akan berbenturan dengan ambisi dan obsesi-obsesi mereka. bahkan sampai pada tahap tekanan dan perang fisik yang keras.minoritas. pembunuhan karakter dan penciptaan keragu-raguan terhadap Islam. tokoh dan para pemimpinnya dengan penuh keyakinan dan rasa cinta serta membelanya dalam menghadapi konspirasi dalam dan luar negeri. seperti embargo ekonomi dan politik. Persiapan dan tarbiyah yang diinginkan untuk masyarakat inilah yang akan menjadi jaminan utama yang dapat mencegah terjadi penyimpangan penguasa atau kelompok manapun yang menguasai pemerintahan yang berupaya melakukan penipuan dengan simbolsimbol atau berusaha melenyapkan hak-hak. yang takkan pernah bertemu dengan tujuan-tujuan Islam dan kemaslahatan umat. Hal ini tiada lain adalah demi mewujudkan perdamaian social dan persatuan nasional yang merupakan bagian dari prinsip dasar ajaran Islam. tegar dan loyal terhadap janjinya. Sesungguhnya pendirian sebuah pemerintahan Islam di tengah umat – dengan supremasi hukum yang sebenar-benarnyatidak akan mendapatkan sambutan baik dari kekuatan intelegen dan penjajah Barat di dunia internasional.

5. Hendaknya kita berada dalam satu barisan yang saling bertaut. Berkorban dan bersabar terhadap kendala dan rintangan yang dihadapi serta meniatkannya sebagai perjuangan di jalan Allah. kesatuan kalimat dan kesatuan umat.pengorbanan dan kesabaran untuk memperjuangkannya walaupun berat.tentang kekuatan dakwah yang harus dimiliki demi mewujudkan target-target dakwah di masyarakat. 4. serta interaksi yang baik terhadapnya. Imam Syahid menegaskan –di dalam beberapa tempat. Hendaknya kita menjadi model dan teladan yang baik terhadap nilai-nilai yang kita serukan kepada manusia. menerima tawaran atau menyimpang dari prinsip dan keyakinannya. dalam satu kesatuan. 3. terpenuhinya ilmu. Beramal untuk menyebarkan dakwah dan menjelaskannya dengan menggunakan pelbagai sarana serta prasarana untuk menyampaikannya ke seluruh tempat dan pelosok. namun sejak awal mula ketika melakukan pembinaan individu dan masyarakat muslim. beliau telah berupaya memuluskan terwujudnya tujuan-tujuan dakwah yang tinggi. Takaran keimanan terhadap dakwah dan target-targetnya 2. yaitu mendirikan pemerintah. maka ia takkan terpedaya dan dipengaruhi oleh mobilisasi yang memiliki kepentingan tertentu. satu hati. Tanpa proses persiapan. diantaranya: 1. serta menjaga kesatuan hati di masyarakat. mengikhlaskan diri hanya kepada Allah dan melepaskan diri dari segala bentuk kesombongan dan keangkuhan. khilafah dan penguasaan dunia. tarbiyah masyarakat dan umat maka ketentraman pemerintah Islam dan jaminan ketentramannya hanya akan menjadi sesuatu yang diragukan terwujudnya ketika berhadapan dengan musuh dan mendapat ancaman sejak hari pertama. Imam Syahid tidak menunggu fase pertama ini berakhir kemudian memulai fase berikutnya. satu tujuan. kesadaran dan pengetahuan terhadap prinsip dan jalan yang akan dilalui. serta berpegang teguh kepada kitab Allah dan berusaha mengamalkannya. ia telah 115 .

baik berupa kejernihan hati. pada saat itu ia telah mendirikan pilar-pilar dan pondasi dasar dalam setiap individu dan masyarakat. miliu saling menasehati dan saling memaafkan. yang tak goyah menghadapi tekanan. dan yang tak gentar menghadapi rintangan dan kesalahan. menyingkirkan kendala-kendala dan memperbaiki apa yang telah berlalu. niat yang benar. ruh keyakinan dan cita-cita terhadap bantuan dan kemenangan dari Allah. ruh kepercayaan terhadap pemimpin.menanamkan benih-benih dan pilar-pilar dasar untuk tujuan-tujuan tersebut sebagai prasarana dalam mewujudkan individu dan masyarakat muslim. segera melakukan amal dan penyusunan strategi. serta menyusun strategi yang baik untuk masa depan. terhadap manhaj dan tujuan. menyandarkan diri hanya kepada-Nya dan meminta pertongan kepada-Nya. baik secara personal maupun kolektif. rasa cinta dan ukhuwah (persaudaraan). Termasuk urgensi persiapan diri dan mental di dalam melakukan evaluasi atau perhituangan terhadap strategi. Urgensi Strategi dan Evaluasi: Imam Syahid menjelaskan tentang urgensi melakukan perhitungan diri. dan secara bertahap ia telah melakukan proses pembangunan dengan langkahlangkah yang berkesinambungan dan dengan sarana-sarana yang gradual. keinginan yang kuat yang tak lemah di hadapan rintangan. Maka ketika tiba waktu untuk mewujudkannya. mengambil langkahlangkah praktis untuk menyelesaikan beberapa kekeliruan. Dan hendaknya seorang Al Akh tetap berpegang teguh kepada Allah –azza wajalla-. hingga akar-akarnya menyebar dan tumbuh bersama dengan gerakan dakwah. Imam Syahid juga menegaskan tentang urgensi miliu dalam menyempurnakan amal-amal dakwah yakni. mengevaluasi diri dan gerakan. dengan mempertimbangkan kondisi dan perkembangan yang berlaku. toleransi. 116 .

Target-target besar diurai dalam beberapa target-target secara bertahap. Masih ada peluang yang tersisa dan waktu yang lapang untuk melakukan perbaikan.berkata. niat yang tulus. sementara ia tidak mengetahui apa yang ditakdirkan Allah untuknya. dan keinginan yang kuat untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan. Terhadap masa depan: Maka kita harus mempersiapkan bekal berupa. dan dibuatnya langkah-langkah strategis pada setiap target pencapaian dengan sarana-sarana yang dibutuhkan kemudian langkah-langkah untuk merealisasikannya. sebelum datang masa perhitungan. Sesungguhnya seorang mukmin –selamanya.Imam Syahid berkata. Dan untuk mewujudkan hal ini dibutuhkan pencermatan terhadap kondisi dan mengenal kemungkinan dan peluang-peluag yang ada serta menentukan figur-figur yang akan melaksanakannya. Hati yang jernih. “Secara alami upaya untuk mewujudkan kekuasaan agama Allah di muka bumi akan berjalan dengan pendirian khilafah Islamiyah sesuai dengan strategi yang sangat cermat. amal shalih. menentukan waktu yang tepat untuk melaksanakan dan melakukan spekulasi terhadap kemungkinankemungkinan yang akan terjadi dan bagaimana cara menghadapinya. sesungguhnya ia benar-benar akan datang.”151 Al Ustadz Musthafa Masyhur –semoga Allah merahmatinya. meluruskan yang masih bengkok dan memperbaiki yang telah berlalu. dan tidak terjadi secara kebetulan atau secara reaksioner. 151 Dikutip dari buku Al Masar. Terhadap masa lalu: maka hendaknya kita menyesali kesalahan diri. antara sesuatu yang berlalu. Al Ustdaz Ahmad Rasyid 117 .selalu berada dalam dua rasa takut. sementara ia tidak mengetahui apa yang dilakukan Allah untuknya. “Hendaknya kita senantiasa mengevaluasi diri kita terhadap masa lalu dan yang akan datang. menyingkirkan rintangan. antara sesuatu yang akan terjadi dan masih tersisa.

‫من عمل عمل ليس عليه أمرنا فهو رد‬ Artinya: “Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak kami perintahkan. ‫إن ال كتب الحسان على كل شيء‬ Artinya: “Sesungguhnya Allah mewajibkan ihsan di dalam setiap urusan.” Islam juga membuka pintu yang selebar-lebarnya untuk optimalisasi amal: ‫الحكمة ضالة المؤمن أنى وجدها فهو أحق بها‬ Artinya: “Hikmah adalah barang yang hilang seorang mukmin. Sekali waktu kita mendapatkan hati-hati yang mudah terbuka dan dan sebagiannya sulit. Terkadang Allah menjadikan kebaikan yang melimpah di tangan seseorang dan terkadang tidak bisa diwujudkan di tangan orang lain.” Inovasi dan pembaharuan adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan dan dianjurkan oleh Islam demi meningkatkan metode kerja dan sarana kehidupan. Sesungguhnya segala urusan 118 . dimanapun ia mendapatkannya maka ia adalah orang yang paling berhak mengambilnya. dan sesungguhnya urusan hati berada di tangan Allah. ini semua bergantung dengan taufik dan pertolongan dari Allah.‫إن ال يحب إذا عمل أحدكم عمل أن يتقنه‬ Artinya: “Sesungguhnya Allah sangat menyukai seorang yang melakukan suatu pekerjaan dan melakukannya dengan baik.” Selama hal itu masih berada dalam koridor ajaran Islam dan adabadabnya.” Dan hendaknya kita memahami ketika menjalankan peran dalam merancang dan melakukan inovasi managerial di medan-medan dakwah bahwasanya kita sedang berinteraksi dengan hati dan jiwa-jiwa manusia. maka amalan tersebut ditolak.

Musthafa Masyhur. Mereka menolak manhaj keputusasaan dan kegagalan yang diangkat oleh sejumlah orang dengan alasan bahwa tidak terwujudnya keberhasilan dan bertambahnya fenomena kebatilan.40.” Obsesi terbesar mereka adalah mencari-cari kesalahan dan kealpaan para aktivis dakwah serta mengumpulkannya dari pelbagai arah.”152 Ikhwan dan Manhaj-manhaj yang lain: Dengan manhaj yang paripurna Ikhwan menolak dan bangkit dari indikasi-indikasi kerusakan yang terdapat di beberapa individu dan gagasan sejumlah tokoh dalam kebangkitan Islam: a. Wudhuh Ru'yah. kecerdasan dalam mengkritik namun gagal dalam bekerja. Strategi dan perencanaan adalah upaya menggunakan sebab-sebab. Karena sesungguhnya Allah memerintahkan kita untuk bekerja dan menggunakan segenap sebab-sebab. dan kita melakukannya dengan bertawakkal kepada Allah. mereka ingin memulai pekerjaan dengan sempurna (perfect). Yusuf Al Qaradlawy menggambarkan tipikal kelompok dengan mengatakan. 152 Risalah. Dr. “Semua yang mereka miliki adalah lisan yang panjang sementara lengan mereka pendek. sehingga sebiji benih tampak seperti kubah dan semut tampak seperti gajah. Atau manhaj para pemimpin yang bodoh dan idealis dalam bekerja dan berdakwah. Dan tawakkal adalah kita menggunakan segenap usaha dan tidak menggantungkan diri pada upaya semata dan menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah. memiliki semangat tinggi untuk menghancurkan namun tak memiliki kemampuan membangun. adapun hasilnya diserahkan sepenuhnya kepada Allah. kemudian melakukan sorotan dengan menggunakan kaca pembesar.41 119 . hal. Maka janganlah seseorang mengira bahwa rancangan dan strategi kerja bertentangan dengan keyakinan bahwa segala urusan berada di tangan Allah. b.berada di tangan Allah.

Kalian mendapatkan mereka seolah-olah tidak pernah melakukan kesalahan. Adapun diantara bentuk ihsan dalam amal adalah kita melakukan sesuatu dengan ilmu dan sesuai dengan tempatnya. Maka menjadi kewajiban bagi kita memahami bahwa bekerja untuk dunia dengan menggunakan segala upaya dan kekuatan untuk 153 Makalah Tentang Kebangkitan Islam. hal itu karena mereka tidak melakukan apa-apa. Vol. Majalah Al Risalah. Mereka adalah saudara-saudara kita yang baik yang terpedaya. serta menempatkan setiap pekerjaan sesuai dengan kedudukan yang telah ditetapkan oleh syariat Islam. Mereka terpedaya oleh angan-angan dan berharap kepada Allah dengan angan-angan. tidak penting apakah kita harus bekerja. I 120 . “Padahal lapangan perkataan bukanlah lapangan kerja”.”153 c. Kita tidak bekerja sebelum tiba waktunya dan kita tidak menunda pekerjaan dari waktu yang telah ditetapkan.Kelompok dengan tipikal seperti ini tidak memberikan sedikitpun kata maaf untuk para aktivis dan mereka biasanya tidak memiliki prasangka baik dan tidak memaklumi kondisi-kondisi tertentu yang dihadapi para aktivis. mereka tidak pernah menganggap bahwa dalam kondisi darurat tertentu terdapat beberapa pengecualian hukum. yang paling utama adalah bagaimana kita bekerja dengan baik dan berupaya untuk melakukan pekerjaan yang paling baik. Dari hal ini kita mengetahui hikmah mengapa Islam sangat memperhatikan pengaturan waktu dalam shalat dan puasa. Ramadan 1422 H/Desember 2001. Bagi kelompok ini yang terpenting adalah bekerja dan berjihad dengan segala bentuk pekerjaan dan jihad tanpa ada koridor dan persiapan. Karena hal itu bertentang dengan manhaj tarbiyah dan pembinaan. Ikhwan juga menolak manhaj Al Isti’jal (terburu-buru). karena kesalahan sebenarnya adalah hasil dari sebuah ijtihad. Yusuf Al Qaradlawy. Dr. Diantara bentuk ihsan dalam amal adalah mendahulukan suatu pekerjaan yang harus didahulukan dan menunda pekerjaan yang harus ditunda.

Adapula kelompok yang hanya melihat kekuatan-kekuatan militer sebagai obsesi yang paling besar untuk melenyapkan kebatilan. yakni memulai dengan pembinaan. Dan diantara kelompok-kelompok ini adalah mereka yang hanya melakukan aktivitas politik praktis dengan penuh ambisi dan melupakan sisi-sisi lain yang jauh lebih penting. berakidah yang benar. Padahal ajaran Islam yang benar atau pembentukan pemerintahan Islam di tengah masyarakat takkan dapat dilakukan dengan aksi-aksi kekerasan. memiliki kesholehan Pribadi dan masyarakat. maka kita takkan mendapatkan agama. ibadahnya sesuai tuntunan.mewujudkannya merupakan bagian dari pengamalan agama. dibutuhkan pula tarbiyah dan proses pembentukan sebuah generasi muslim yang memiliki kesadaran terhadap agama dan memahami dunianya. Terdapat juga kelompok al Muntadzirun al Qa’idun (Yang menunggu dan hanya duduk). Oleh karena itu maka dibutuhkan proses pembinaan mendasar secara massif dan serius yang akan menyokong aktivitas politik Islam dan mendorong lahirnya keinginan terhadap sebuah pemerintahan sesuai dengan hukum Allah. tidak ada 121 . seluruh tipe-tipe tersebut merupakan prasyarat untuk menyukseskan aktivitas politik. d. Jika kita kehilangan dunia. tarbiyah. serta aktivitas-aktivitas pemikiran dan sosial. Sebagaimana dibutuhkannya pilar-pilar tarbiyah dan barisan yang kokoh yang akan memimpin masyarakat untuk terjun ke dalam kancah politik. mampu membangun dan memberi. Padahal hal ini tak dapat dipisahkan dari aktivitas politik. Kelompok ini tidak melakukan apapun. bahkan merupakan prasyarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu. memiliki akhlak dan budi pekerti luhur. f. e.

Yusuf Al Qaradlawy. Beliau sering mengulang-ulang haidts Rasulullah Saw.”155 Oleh karena itu ia menjadikan al ‘Amal (bekerja) merupakan salah satu rukun baiat. atau ikhwan yang bekerja). Dalam pandangan mereka tak perlu ada upayaupaya perbaikan di masyarakat kecuali setelah berdirinya Negara Islam. dan permasalahan khilaf yang tidak akan habis. I 122 . Dr. Majalah Al Risalah. Dr. masalah-masalah furu’ (masalah-masalah cabang). Mereka menghentikan setiap aliran dan membekukan setiap gerakan hingga berdirinya Negara Islam. agar mereka tidak digilas oleh perdebatan dalam gagasan.”156 Ikhwan menolak manhaj kudeta dan revolusi serta model manhaj memberontak terhadap pemerintah. dan menjadikannya terbagi dalam beberapa segmen. 156 Makalah Tentang Kebangkitan Islam.dakwah dan gerakan. Beliau memilih menggunakan kalimat Al Amal dari kalimat-kalimat yang lain. Vol. Ramadan 1422 H/Desember 2001. “Beliau sangat memperhatikan dengan sangat serius agar kader dan para pendukung dakwahnya tidak hidup di dalam teori-teori semata.154 Dr. Yusuf Al Qaradlawy. hingga beliau menamakan shaf-shaf kader dan para pengusung dakwahnya dengan sebutan Al Ikhwan Al ‘Amilin (Aktivis Ikhwan. Vol. kecuali jika mereka melakukan perdebatan. Tarmidzi dari Abu Umamah. Ramadan 1422 H/Desember 2001. dan ia berkata Hadist Hasan. I 155 HR. Majalah Al Risalah. Yusuf Al qaradlawy berkata tentang Imam Syahid Hasan Al Banna ketika menggambarkan dakwahnya. ‫ما ضل قوم بعد هدى كانوا عليه إل أوتوا الجدل‬ Artinya: “Tidaklah tersesat suatu kaum setelah mereka mendapatkan petunjuk dariku. Hal ini bukan manhaj Ikhwan dan tidak sesuai dengan tipikal tarbiyah yang mereka lakukan 154 Makalah Tentang Kebangkitan Islam. yang sebagian dilakukan oleh seorang Al Akh Muslim secara pribadi dan sebagiannya dilakukan dalam kapasitasnya sebagai anggota di jamaah.

tidak bersandar padanya dan tidak meyakini manfaat dan hasilnya. Dan pada gilirannya yang akan menggulingkan pemerintah dan menguasainya adalah orang-orang yang memiliki kecenderungan dan kekuatan paling besar dalam menghadapi ombak dan persaingan. Cara-cara dekonstruksi akan revolusi dan kekerasan titik-titik dan terhadap tekanan. tiada lain hanyalah usaha perbaikan parsial semata. sebenarnya merupakan klaim yang tidak realistis. “Adapun revolusi. 123 . Bahkan hal ini akan mengarah kepada kekuasan semu dan ambisi yang tinggi terhadap kursi kekuasaan. maka Ikhwan Muslimin tidak pernah memikirkannya. Upayaupaya namun revolusi walaupun realita diperkuat dengan slogan tidak dan ada propagandanya.terhadap umat dan masyarakat. 157 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). masyarakat. sesungguhnya membuktikan bahwa perbedaan antara kelompok revolusi dalam menguasai rakyat dengan obsesi mereka merebut kekuasaan. Imam Syahid berkata. 136.”157 Sesungguhnya metode revolusi yang dilakukan dengan aksi penggulingan pemerintah oleh sekelompok orang. tersulutnya serta tidak dan meledaknya potensi permusuhan dan pemberontakan antar kelompok. walaupun dikuatkan dengan propaganda besar namun tak mampu melakukan pembinaan dan tarbiyah terhadap rakyat. Dan pada akhirnya yang terjadi adalah pergantian pemerintah dan individu-individunya tanpa ada pembangunan yang nyata dan perbaikan yang signifikan. Dasar yang mana yang akan diletakkan yang akan dijadikan tempat pembinaan rakyat? Karena sesungguhnya sebagaimana keberhasilan suatu kelompok menguasai kursi pemerintahan maka suatu saat ia akan digulingkan oleh kelompok yang lain. Adapun klaim yang mengatakan bahwa hal itu dapat dilakukan setelah revolusi. semua ini hanya melumpuhkan umat masyarakat membangun apapun dan tidak menegakkan dakwah. hal. dekonstruksi dan kekerasan.

dan orang-orang yang melakukan aksi-aksi tersebut bukan bagian dari Ikhwan dan bukan termasuk kaum muslimin. Demikian hingga kami sampai pada susunan targettarget dan tujuan yang paripurna serta sarana-sarana yang saling terkait. yang kemudian menjadi sarana-sarana untuk mewujudkan targettarget besar. Pemahaman Seputar Sarana-sarana Dakwah: Target-target besar terbagi dalam beberapa target-target kecil. Jika menyebutkan beberapa sarana umum yang paling mendasar. menggerakkan hati dan mengikatnya dengan Allah –azza wajalla. Menghidupkan simpati dan perasaan. Tarbiyah yang serius terhadap individu muslim dan lingkungan yang ada di sekitar kita. c.dan dengan Al Quran. hal itu adalah persoalan-persoalan individu tertentu yang dengan hal itu jamaah telah mengambil sikap yang tegas sebagai pengingkaran terhadap hal tersebut. serta mencari simpatisan dan individu-individu yang akan mendukung dakwah di setiap tempat dan organisasi.Sesungguhnya pengalaman masa lalu dan sekarang yang pahit telah menegaskan kebenaran perspektif dan kedalaman pandangan Ikhwan. Ikhwan juga menolak aksi-aksi kekerasan dan penumpahan darah terhadap penduduk negeri apapun alasannya. memberikan pemahaman yang mendalam terhadap Islam dan akhlak-akhlak Islami. b. 124 . adapun peristiwa dan krisis yang terjadi. karena hal itu merupakan tindakan yang telah keluar dari khitah dan manhaj Ikhwan. Menyebarkan dakwah dengan hikmah dan dengan nasehat kebaikan. Sejarah Ikhwan membuktikan hal itu. maka yang paling penting adalah sebagai berikut: a. Demikian sebagaimana penjelasan Imam Syahid Hasan Al Banna.

Yang di dalam setiap satuan-satuannya yang beraneka ragam. serta spesialisasi dan tujuan-tujuan amal praktis. yang berjalan dalam langkah dan strategi dari satu tubuh dan satu kerangka –walaupun ia memiliki banyak cabang dan satuan-. dan takaful (saling menanggung beban).d. Hal ini sebagaimana yang dilakukan dengan menggunakan program dan cara-cara yang beragam dan terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan kondisi dan kebutuhan serta sesuai dengan perkembangan zaman dan kemajuan dakwah. Sesungguhnya syariat Islam adalah pedoman. Jika terdapat seorang Pribadi mukmin yang benar maka bersamanya terdapat sebab-sebab kesuksesan. pembenahan dan pemilikan asset-aset kekuatan. terwujudnya sendi-sendi Ta’aruf (saling mengenal). Perjuangan konstitusi dan kegiatan-kegiatan di kelembagaan sosial dengan pelbagai bentuk dan segmentasi. yang saling berhubungan dan terkait satu sama lain dan berada di bawah satu kepemimpinan. yang tidak berbeda dan tidak bertentangan. Tafahum (saling memahami). Yang notabenenya menghimpun antara tugas personalia dakwah dengan tugas-tugas kolektif. Kegiatan-kegiatan perbaikan terhadap lembaga-lembaga sosial. Sarana-sarana umum ini kemudian ditopang dengan saranasarana lain dalam pelbagai corak serta dengan perangkat-perangkat yang beraneka ragam yang membantu mewujudkan target-target umum dan target-target tertentu. Begitupula perhatian yang mendalam terhadap keberlangsungan generasi dan penanaman nilai-nilai dakwah di dalam jiwa. dan untuk setiap sarana yang kita 125 . Perangkat dan sarana-sarana ini bekerja dalam satu susunan. serta sangat memperhatikan proses pembentukan dan tarbiyah individu kader dakwah. manhaj dan rujukan dalam setiap urusan kita. dalam koridor dan batasbatas yang tertentu. e.

dalam menanamkan nilai-nilai dakwah kepada generasi pertama dari sahabat beliau tidak lebih dari ajakan kepada keimanan dan amal? Kemudian beliau Saw. Namun kami berupaya 158 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). dan berlaku ekstrim terhadap mereka dengan pengingkaran dan ancaman. meski ditentang oleh seluruh penduduk bumi. yang kita dapatkan dari sirah para nabi dan Rasulullah Saw. dan penggunaan kekuatan dan cara-cara teroris terhadap orang lain. salaf Sholeh dalam perjuangan dan gerakan dakwah. sehingga mereka putus asa dan semakin terpuruk.miliki. Dakwah yang benar adalah yang dilakukan dengan mengetuk jiwa terlebih dahulu. Kami menolak cara-cara kekerasan. 240 126 . yang terangkum dalam empat kata. Mustahil dakwah ini akan eksis jika mendahulukan pukulan cemeti atau lemparan anak panah. membisikkan hati-hati manusia. hal. Imam Syahid berkata tentang penyebaran dakwah dan pengumpulangan dukungan. Kami meyakini keharaman darah. Sesungguhnya. dan kami menolak segala bentuk upaya pelecehan terhadap kehormatan tersebut dengan alasan dan hujjah apapun. Iman. kepada umat Islam. sarana untuk penanaman nilai dalam setiap seruan dakwah –kiranya sudah dimaklumi dan dipahami. amal. sebagaimana wasiat Rasulullah Saw. dan membuka tabir-tabir penutup jiawa. berupaya menghimpun hati-hati mereka dalam naungan mahabbah dan ukhuwah. mahabbah dan ukhuwah. kehormatan dan harta. yang dengannya sudah pasti akan tegak agama Allah dan dakwahnya menggema ke seluruh penjuru.”158 Kami juga menolak mengkafirkan manusia. “Adapun sarana untuk mewujudkan citacita ini tidak dilakukan dengan uang. sehingga menjelmalah kekuatan akidah menjadi kekuatan wihdah. dan tidak pula menggunakan kekuatan fisik. Bukankah yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Jadilah jamaah mereka sebagai jamaah percontohan.

yang bekerja untuk kemaslahatan jamaah atau merupakan bagian darinya. dan melakukan perbaikan secara bertahap. serta tidak menyulut kebencian dan permusuhan di antara mereka. Termasuk tidak ada pertentangan antara posisi aktivis dakwah dengan ikatan mereka terhadap jamaah. serta elastis menggunakan sarana-sarana yang ada. adalah organisasi yang memiliki tatanan sarana yang tersusun rapi dan perjuangan konstitusi. Siapapun membantu aktivitas tersebut sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. Sesungguhnya lembaga dan wadah-wadah yang didirikan oleh jamaah. seperti yayasan. Lembaga-lembaga ini juga didirikan sesuai dengan undang-undang dan aturan sosial yang berlaku di masyarakat. Rujukan ini harus jelas dan terperinci 127 . Kami juga memanfaatkan setiap kesempatan dan peluang yang ada serta bantuan orang lain. bekerjasama dan melakukan koordinasi dengan mereka. lembaga sosial kemasyarakatan (LSM). yang dan ingin program-program bergabung. partai politik dll. Kami tidak tergesa-gesa mengharapkan hasil usaha. maka dakwah menyambut baik tawaran tersebut. karena intinya adalah kandungan program. bekerja yang dan tersosialisasikan. berbuat baik kepada mereka. yang merupakan penyempurna dari aktivitas dakwah.menjadi qudwah. rujukan mereka terhadap jamaah serta usaha-usaha mereka untuk mewujudkan tujuan-tujuan dakwah secara keseluruhan. kami selalu berusaha menyatukan hati dan persatuan umat. yayasan ekonomi. club-club sosial dan olah raga. bersabar dan tegar di hadapan setiap rintangan. yang memiliki tujuan dan sarana-sarana yang jelas. dan tidak disyaratkan pencantumam nama jamaah atau kalimat-kalimat Islami di lembaga tersebut. serta dengan setiap sukarelawan yang ikhlas yang berjuang untuk kemaslahatan negeri. Tak peduli apapun nama dan gelarnya.

perbaikan dimana di diantara lini tujuan kehidupan kami adalah melakukan termasuk setiap masyarakat. Prinsip partisipasi dalam sebuah lembaga adalah untuk melakukan perbaikan.serta tidak boleh keluar dari target dakwah atau melenceng dalam prilaku dan aktivitasnya. Menghormati aturan dan undang-undang kerja yang berlaku di setiap lembaga-lembaga tersebut serta tidak ikut campur dalam urusan-urusan privasi lembaga –atau dalam satuan-satuan jamaah yang lain-. dan tidak bermaksud mengambil keuntungan materi. Terbuka dengan keberadaan dan gerakan kita. Ia juga senantiasa menjungjung tinggi ketentuan finansial dan undangundang yang berlaku. 128 . 4. Lembaga-lembaga sosial dengan skala nasional bukan barang timbunan yang dimiliki perseorangan. dalam dakwah dan dan kalimat kita. maka hal itu merupakan salah satu sarana kerja-kerja sosial dakwah dalam koridor dan lingkup perjuangan konstitusi yang terbuka untuk setiap individu dan civitas di tengah masyarakat. Keikutsertaan dan partisifasi dakwah dalam wadah-wadah dan lembaga ini semata-mata hanya mengharap keridhaan Allah Swt. atau terdapat pelanggaran undang-undang di dalamnya. dan jamaah ikut berperan di dalamnya baik melalui para aktivis maupun melalui proyek dan program-program yang mendukung jamaah. walaupun jumlah mereka mayoritas.. Diantara prinsip jamaah adalah saling membantu dan bekerjasama dengan orang lain dalam setiap sesuatu yang baik dan bermanfaat. yaitu: 1. 5. Tidak menimbun (harta atau kekayaan) Jamaah justru melakukan kerjasama dan saling bantu dengan orang lain. Adapun lembaga-lembaga yang didirikan di masyarakat. 2. kecuali hanya berupa nasehat kebaikan dan mempersiapkan tenaga-tenaga profesional. 3. Jamaah memiliki metode tersendiri dalam memainkan peran ini.

dan yang kegiatansemakin kegiatannya. mengakui kesalahan dan melakukan evaluasi. Dalam beberapa waktu. sehingga masyarakat memberikan kepercayaannya kepada para da’I dan penyeru perbaikan. namun dakwah tetap berkembang pada masa-masa perkembangan dan semangat menguatkan pengorbanan. Menerima kritikan dan selalu intropeksi diri. Kami juga menghormati pandangan mereka dan mengalah untuk beberapa keinginan mereka. namun dengan perbaikan.menyampaikan dakwah kepada setiap kelompok masyarakat dan institusinya. menghentikan. 129 . 6. serta meminta kepada masyarakat untuk membantu dan membenahi kesalahan-kesalahan kami. penghormatan mereka terhadap undang-undang dan ketentuan masyarakat. Kami bahkan mendapatkan bahwa pemerintah yang berwenang dan orang-orang yang memiliki jiwa-jiwa yang sakitlah yang melakukan pelanggaran terhadap undang-undang dan menghalanghalangi aktivitas lembaga-lembaga ini. begitupula dengan proyek-proyek yang dihasilkannya. aktivitas luarbiasa ketegaran. Hingga mereka mengenal dan mengetahui bahwa manhaj Islam sangat komprehensif dan mencakup segala sesuatu. yang kemudian menjadi titik tolak yang kuat. Sesungguhnya kewajiban dakwah dalam fase ini adalah ketegaran dan keteguhan. Sebagian mereka mungkin mengira bahwa hal itu akan melemahkan jamaah sebagai tersebut akibat dengan ruh dari embargo terhadap yang jihad. embargo dan penyiksaan di balik jeruji-jeruji penjara. serta cocok untuk setiap lini kehidupan. menguasai dan membekukannya. dakwah terkadang harus menghadapi tekanan. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan jamaah di beberapa lembaga dan civitas merupakan bukti nyata kemajuan dan perbaikan yang dilakukan Ikhwan. keterikatan dan kesatuan. qudwah dan pelaksanaan program-program Islami. Yang tentunya tidak hanya menyampaikan teori-teori melalui perkataan semata. Jika suatu masa dakwah menghadapi tekanan dan embargo.

maka tidak akan mengarah kepada berdirinya pemerintahan Islam sebagaimana yang diinginkan Ikhwan. dimana pondasi dasarnya adalah: 1. sehingga tershibghah dengan nilai-nilai Islam dalam prilaku dan kebiasaannya sehar-hari. kekuatan mayoritas di parlemen adalah merupakan salah satu langkah-langkah penyempurna dan peran untuk mendapatkan kecenderungan dan perlindungan pemerintah terhadap masyarakat. Ia juga berdiri di atas pembinaan dan tarbiyah masyarakat. Pembangunan pilar dasar yang beriman dan memiliki kekokohan dan kekuatan akidah. diantaranya parlemen. yang mampu memenuhi setiap lapangan dan lembaga. perkampungan dan perkotaan. kawasan dan jalan-jalan. yang setiap komponennya saling bertautan satu sama lain dengan jumlah dan kualitas yang sama. 3. 2. Kotak Pemilu Tentang kotak pemilu. Secara alami. tumbuh dan menyebar ke pelbagai penjuru. namun bukan merupakan langkah satu-satunya atau yang paling utama dalam melakukan proses perubahan di masyarakat dan pemerintah Islam. setiap tempat dan kawasan. dan condongnya opini publik terhadap. hal itu justru semata hanya 130 . jamaah akan menjadi kekuatan mayoritas dan diperhitungkan di setiap lembaga pemilihan. dan berkumpul di sekitar jamaah dan figur-figurnya. serta mendukungnya dengan penuh keyakinan dan rasa cinta.maka pada saat itulah ia akan berkembang. di setiap perkampungan. sehingga lembaga dan institusi-institusi masyarakat akan condong kepada jamaah. yang memiliki kekayaan kemampuan dan sejumlah figur yang dibutuhkan. Hal ini merupakan konsekueksi logis dari kekuatan dakwah dan penyebarannya di setiap lini kehidupan. Namun jika semata-mata hanya mewujudkan suara mayoritas di parlemen tanpa memenuhi sisi-sisi penting yang disebut di atas.

kemudian sekelompok orang yang bekerja dalam manhaj tersebut. Sebagaimana mayoritas parlemen dapat diwujudkan dengan baiknya pengaturan strategi dalam pemilu. maka hal itupun tidak selamanya merupakan indikasi terpenuhinya pembinaan dan penahapan yang diinginkan di dalam jamaah dan masyarakat. Tentang Waktu yang diperlukan: Sebuah target yang besar untuk mewujudkan kemenangan dakwah. atau melakukan lompatan-lompatan di atas fase-fase dakwah yang telah ditetapkan. atau besarnya kekuatan dukungan dan kekuatan lobi. “Harus ada manhaj tertentu yang kita inginkan.”159 159 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? 131 .mengantar kepada kursi kekuasaan di kementerian. jangan sampai kita terpedaya dengan hasil pemilu. serta dengan masih lemahnya capaian-capaian yang mampu kita laksanakan dalam kurun waktu yang sangat panjang dikarenakan kekeliruan dan penyimpangan hingga penyakit tersebut semakin akut. hingga terciptanya kesinambungan antar generasi dalam menempuh jalan ini untuk sampai pada tujuannya. membutuhkan kebersinambungan generasi yang terus menerus. serta masa yang tidak sedikit. Hal itu karena agungnya tujuan dan besarnya bangunan dakwah yang kita inginkan. Oleh karena itu. Imam Syahid berkata. yang hanya mewujudkan beberapa langkah-langkah perbaikan yang parsial. hadir bersama keyakinan yang kuat terhadap pertolongan dan kemenangan dari Allah. atau kita menjadikan kotak suara dalam pemilu adalah tujuan utama dalam setiap langkah dan target-target kita. atau membuat kita tergesa-gesa melangkah. Maka besarnya tantangan dan tanggungjawab yang dihadapi dakwah.

bersegeralah untuk berkiprah (di lapangan). Barangsiapa yang tergesa-gesa mendapatkan buahnya sebelum matang atau memetik kembang sebelum waktunya maka saya tidak mendukungnya sedikitpun. dengarkanlah seruan dariku yang tinggi dan menggema dari atas mimbar ini di muktamar kalian yang besar ini. bahwa ia adalah jalan yang paling aman dan selamat untuk sampai ke tujuan. beliau menjawab. Oleh karena itu. Atau mungkin kalian lengah.127 132 . terutama orang-orang yang bersemangat dan tergesa-gesa diantara kalian. Ya.Imam Syahid pernah ditanya oleh seorang pemuda pada akhir tahun 40-an. “Wahai Ikhwanul Muslimin. “Kapankah tiba waktu kemenangan yang dicitacitakan?. pertajam kepahaman mereka dengan materi-materi. Muktamar Ke V.” Imam Syahid menolak cara-cara yang gegabah atau lompatanlompatan di atas fase-fase dakwah yang telah ditetapkan. sebarkah dakwah kalian ke medan-medan yang belum pernah 160 Risalah Pergerakan. jika kalian benar-benar membulatkan tekad dan mengerahkan semua potensi. sehingga salah dalam perhitungan dan tidak sesuai dengan hasil yang diprediksikan (diperkirakan). bahwa sesungguhnya khitah perjalanan kalian telah tergambar langkah-langkahnya dan telah jelas batas-batasnya. yakinlah pada diri kalian akan beratnya tugas. kesungguhan dan kontiunitas amal. bentuklah segera katibah dan kelompok-kelompok. hal. jalan ini mungkin terasa panjang.”160 Beliau juga berkata. namun tidak ada jalan alternatif lain untuk sampai ke tujuan. “Kemenangan itu tidak terwujud pada generasiku dan generasimu. namun akan terwujud pada generasi yang akan datang –dengan izin Allah-. Sesungguhnya kejantanan dan keberanian akan teruji dengan dengan kesabaran. Saya tidak ingin melanggar batas-batas yang telah saya yakini dengan sepenuh keyakinan. ketabahan. “Dan kalian –wahai para wakil Ikhwan.mungkin saja mampu mempersingkar masa itu. ia berkata.

”164 Ikhwan Setelah Berdirinya Negara Sesungguhnya jamaah ini berdiri dan tetap eksis hingga tercapainya seluruh target-targetnya yang besar. yang mereka gunakan sebagai timbangan diri dan mereka akan mengetahui dimana mereka dari timbangan tersebut. “Bahwa hasil akhir yang sempurna itu tidak mungkin dirasakan kecuali setelah tersebarnya pengenalan fikrah. “Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin memiliki metode tertentu yang diikuti sebagai petunjuk jalan. Setelah berdirinya Negara. serta ikatan pertautan antar individunya. Sehingga terjadi pembaharuan dalam darahnya dan meluasnya pilar-pilar dasar serta berkesinambungannya generasi. dengan kedalaman tarbiyah dan keluasannya. “Setiap langkah ditempatkan pada waktu yang tepat. namun pada saat itu ia tidak hanya berupa kelompok tertentu saja.tersentuh oleh dakwah. dan jangan sesekali kalian sia-siakan waktu meski hanya semenit tanpa diisi dengan amal. 127 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. dan akan terus menjaganya. 36 Ibid 133 . pendirian bangunan. terpenuhinya syarat-syarat.”161 Maka hal ini sangat tergantung kepada. maka tarbiyah Ikhwan akan semakin luas dan membentang hingga mencakup seluruh lapisan masyarakat dan umat Islam secara keseluruhan. hal. Imam Syahid berkata.”162 Ia juga berkata. banyaknya aktivis. kesungguhan dalam beramal. dan soliditas Takwiniyah. batasan-batasan.”163 Imam Syahid berkata. dan pengaruh yang tergantung dengan segenap tujuan dan optimalisasi peluang. Hal. yang 161 162 163 164 Ibid Ibid. peningkatan marhalah.

. maka ini menguatkan bahwa Islam dan tarbiyah umat merupakan jaminan yang hakiki 134 . yang menolak segala bentuk pelecehan terhadap keinginan mereka.Dakwah Ikhwan menerima keberadaan orang lain walaupun memiliki perbedaan dengannya. . atau mengkhususkan hal itu pada diri mereka. dan menjaga hak-hak mereka sebagaimana yang dianugerahkan Allah berupa kebebasan yang mereka yakini.Pengalaman pahit yang telah dirasakan oleh negeri kami yang tercinta dikarenakan oleh segelintir orang atau kekuatan yang berupaya merusak pemerintah yang sah hingga terjadi kehancuran.Dakwah Ikhwan menghormati aspirasi umat dengan sebenar-benarnya. selama mereka masih berada dalam norma yang diyakini masyarakat serta tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Medan dakwah terbuka luas untuk setiap kekuatan dan golongan. maka Ikhwan memilih mengalah dan berjalan beriring bersama umat dengan cara yang bijak dan nasehat kepada kebaikan. . baik muslim maupun nonmuslim tanpa ada tekanan atau permusuhan. Islam. Mereka memiliki hak yang sama. Dakwah Ikhwan menjunjung tinggi keinginan umat walaupun berbeda dengan pandangan Ikhwan.Dakwah Ikhwan tidak memonopoli ladang dakwah dan tarbiyah di masyarakat. Penyimpangan yang dilakukan tidak diputuskan kecuali oleh peradilan yang adil dan independent yang tidak tunduk kepada kekuatan pemerintah yang berkuasa. pemalsuan dan .kemudian terwujudnya kekuatan bangunan dan kemampuan untuk mewujudkan tujuan-tujuannya yang tinggi dan memeliharanya. dan itu merupakan salah satu rukun pemerintahan penipuan.

yang akan mencegah terjadinya kehancuran tersebut. Pemerintah Muslim. sementara ia belum pernah berperang atau belum pernah berniat untuk berperang. Kadar ketinggian dakwah dan keluasan bentangan ufuknya adalah penentu 165 Lihat kembali pembahasan ini dalam bab. Ini merupakan kandungan dari apa yang disabdakan oleh Rasulullah Saw: ‫من مات ولم يغزو ولم ينو الغزو: مات ميتة جاهلية‬ Artinya: “Barangsiapa mati. 135 . tangan dan kata-kata yang benar di hadapan penguasa yang zhalim. kecuali dengan jihad. maka kami akan meluruskanmu dengan pedang-pedang kami. ‫وال لو رأينا فيك اعوجاجا لقومناه بسيوفنا‬ Artinya: “Demi Allah. ia mati dalam keadaan jahiliyah. dan yang akan mengawasi para pemimpin negeri. kalau seandainya kami melihat engkau melaksanakan kesalahan. dan peringkat terakhirnya adalah pernang di jalan Allah. pena.”165 Jihad adalah Jalan Dakwah Imam Syahid menjelaskan makna jihad yang merupakan salah rukun bai’at: “Yang dimaksud dengan jihad adalah sebuah kewajiban yang tetap hukumnya hingga hari kiamat. Hal ini sebagaimana yang dilakukan umat Islam dalam mengawasi pemimpin mereka Umar Bin Khattab –semoga Allah meridhainya-. Sedangkan antara keduanya terdapat jihad dengan lisan. yang akan melindungi hak-hak umat. “Tidaklah dakwah menjadi hidup.” Peringkat pertama jihad adalah pengingkaran dengan hati.

361 136 .           Artinya: “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. baik waktu. “Kami ingin mengatakan kepada kaum kami. hal.S Al Hajj:78)166 Jihad membutuhkan totalitas keikhlasan dan pengorbanan tanpa batas: Imam Syahid berkata. Sedangkan keagungan pahalanya diberikan kepada para mujahid. kesehatan. bahwa beban dakwah ini hanya bisa dipikul oleh mereka yang telah memahami dan bersedia memberikan apa saja yang kelak dituntut olehnya.” (Q.bagi sejauhmana keagungan jihad di jalan-Nya dan sejauhmana pula harga yang harus ditebus untuk mendukungnya. harta bahkan darah.                        166          Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim).

ia terhalang dari pahala besar mujahid dan tertinggal bersama orang-orang yang duduk-duduk.S Al Taubah: 24) “Dakwah ini tidak mengenal sikap ganda.”167 Imam Syahid menjelaskan tentang tingkatan jihad bahwa hendaknya seorang muslim mengambil bagian dari perjuangan suci ini.” (Q.16 137 . Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan Keputusan NYA". anak-anak . kaum keluargamu. Apakah Kita Para Aktivis?: “Apa yang mereka inginkan –dari diri mereka dan orang laindari jihad di jalan Allah: 167 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). Sebaliknya.                :Artinya “Katakanlah: "Jika bapa-bapa . hal. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya. perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya. saudara-saudara. Beliau berkata dalam Risalah Pergerakan. harta kekayaan yang kamu usahakan. Siapa yang bersedia untuk itu. maka ia harus hidup bersama dakwah dan dakwahpun akan melebur dalam dirinya. dan tempat tinggal yang kamu sukai. isteri-isteri. Ia hanya mengenal satu sikap totalitas. barangsiapa yang lemah dalam memikul beban ini.

tidak ada interaksi. anda melindungi agamaNya dengan jiwa dan harta anda. jamuan makan maupun jamuan minum. sebagian harta. sebagian tuntutan pribadimu untuk kebaikan Islam dan putra-putri kaum muslimin. yang menangisi duka lara dan meratapi nasib kaum muslimin yang lemah. adalah menjadikan duka cita atas kondisi yang mengitari itu sebagai pemicu dalam berpikir secara sungguh-sungguh bagaimana mendapatkan jalan keluar. - Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. yang mengaliri gelora cinta untuk meraih kembali kehormatan dan kejayaan Islam. serta memberikan nasehat kepada para pemimpin Islam dan masyarakatnya. adalah anda menyisihkan dari sebagian waktu. Hendaknya anda tidak menjalin hubungan apapun dengan mereka.- Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. mengikuti Rasul-Nya. dan memutuskan siapa saja yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya. mengamalkan kitab-Nya. yang membisikkan gejolak rindu untuk menggapai kekuasaan dan kekuatannya. - Sabagian dari makna jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. adalah anda memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar. menaati Allah. dan engkau mengajak kepada agama Allah dengan hikmah dan nesehat kebaikan. adalah anda menjadi prajurit Allah. Untuk-Nya jangan sisakan milik anda sedikitpun. - Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. - Sebagian dari makna jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. adalah munculnya emosi yang dinamis dan kuat. - Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. anda harus menjadi orang pertama kali 138 . adalah anda mengingkari siapa saja yang mengingkari agama-Nya. Jika kejayaan dan kehormatan Islam terancam dan gema kebangkitan diserukan. dalam merenung panjang dan mendalam bagaimana memilih jalan-jalan amal dan cara-cara penyelesaian.

Janganlah sekali-kali anda menjadi orang selainnya. niscaya adalah kalian misi akan kalian dalam kehidupan ini. lalu dimanakah posisi Ikhwanul Muslimin di antara tingkatan-tingkatan ini?168 Imam Syahid menyimpulkan hal itu dengan mengatakan. “Wahai kaum muslimin. adalah –jika anda tidak dapat melakukan itu semuahendaklah anda memberikan cinta anda kepada para mujahid dari relung hati yang paling dalam dan memberikan masukan nasehat kepada mereka dengan buah pikiran anda yang jernih. 83 139 . meluruskan tindak kezaliman. sehingga hati anda akan dikunci dan dituntut dengan sepedih-pedihnya siksa. berjihad menegakkan agama dan meninggikan-Nya baik. 168 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. adalah anda bekerja demi menegakkan timbangan keadilan. Jika kalian melaksanakannya dengan memperoleh kemenangan. Tapi jika kalian hanya melaksanakan sebagiannya atau bahkan melalaikan semuanya. melakukan perbaikan urusan seluruh makhluk. Dengan begitu. Demikian inilah sebagian dari tingkatan-tingkatan jihad dalam Islam. Allah Swt. dan mencegah tangan pelakunya seberapapun kekuatan dan kekuasaannya. - Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. maka biarkahlah ku baca ayat berikut ini. beribadah kepada tuhan. hal. - Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta.menyambut seruan itu dan menjadi orang yang pertama yang maju ke medan jihad. telah mencatat untuk anda pahala dan telah melepaskan anda dari tanggung jawab.

rumah-rumah mereka ibarat pelana-pelana kuda. untuk itulah –setelah Rasulullah Saw. –sebagai generasi pilihan Allah. Al Quran ada dalam dada mereka.tampil dengan julukan. raja yang Sebenarnya. tidak ada Tuhan selain Dia.kaum muslimin segera bertebaran di segenap penjuru bumi.                            :Artinya “Maka apakah kamu mengira. bahwa Sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main (saja). Tuhan (yang mempunyai) 'Arsy yang mulia.” Imam Syahid menggambarkan jihad mereka sebagai upaya untuk menguasai dunia dan melakukan perbaikan. dan pedang-pedang mereka senantiasa terhunus dalam 169 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia).S Al Mukminun: 115-116)169 Sebagai wujud dari kepahaman terhadap makna yang diisyaratkan oleh ayat di atas. para sahabat Rasulullah Saw. 43 140 . kembali ke haribaan Allah. beliau berkata. “Wahai kaum muslimin.” (Q. dan penunggang kuda di siang hari. hal. dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah. “layaknya rahib-rahib di malam hari.

Jizyah. Maka Sesungguhnya Allah Maha melihat apa yang mereka kerjakan. menyeru manusia kepada salah satu dari tiga pilihan. apalagi karena nafsu imperialisme. jika mereka berhenti (dari kekafiran). maka kaum muslimin akan memerangi mereka sampai Allah Swt.S Al Anfal: 39)170 170 Ibid. Mereka keluar semata-mata untuk menunaikan satu misi suci sebagaimana telah diwasiatkan nabi mereka. supaya jangan ada fitnah[611] dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah[612]. Muhammad Saw.genggaman. Sebuah amanat yang mengharuskan mereka berjihad di jalan Allah Swt. Islam. hal. Dari lisan mereka mengalir deras hujjah-hujjah yang terang.” Jadi mereka keluar dari rumah-rumah mereka bukan karena ambisi kekuasaan.” (Q.                          Artinya: “Dan perangilah mereka. maka ia berada di bawah perlindungan dan perjanjian dengan kaum muslimin. 43. 44 141 . Siapa yang membayar jizyah –sementara ia tetap dalam kekafirannya-. Tapi bila ia tetap enggan. maka ia akan menjadi saudara kaum muslimin dengan menyandang hak dan kewajiban yang sama. bukan pula untuk memburu harta dan popularitas. Siapa yang memilih Islam. dimana kaum muslimin akan memenuhi janji dan melaksanakan semua kewajibannya. atau perang. berkenan memenangkan hamba-hamba-Nya.

19 Nopember 1998 M. sehingga semuanya benar-benar menjadi saudara yang Saling mencintai satu sama lain. rahmat dan kelembutan.masuk kedalam agama Allah. yang ada justru orang-orang yang beriman dan menerima seruan agama Allah. Kepada Apa Kita Menyeru Manusia. Sehingga pembebasan Islam berarti juga pembebasan Barat peradaban.” 171 Diantara kalimat Imam Syahid. menghapus kezhaliman. kemajuan. Ia berkata. Al Ustad Fuad Al Hajarsy. Samakah ini dengan dominasi sekarang. kerusakan dan fitnah di muka bumi. hal. atau hidup bernaung di bawah panjinya dengan penuh rasa aman dan terlindungi dari setiap kezhaliman dan kesewenang-wenangan. Jadi sebenarnya tidak ada panglima yang menang dan musuh yang kalah.171 Mereka berjuang dengan dakwah mereka untuk melenyapkan seluruh bentuk penindasan. hidayah. Edisi 284. dikutip dari buku Al Imam Syahih Hasan Al Banna Pengusung Panji dakwah Abad 20. Imam Syahid berkata. cahaya. 172 Risalah Pergerakan. Dengan demikian cairlah sudah fikrah kesukuan dan kelompok di hadapan fikrah ukhuwah Islamiyah. hal. Lihat juga. yang bentuk imperialisme dan penindasan?172 Imam Syahid menjawab orang-orang yang mencela kewajiban jihad. terwujud pengajaran dalam dan bimbingan kepada seluruh umat manusia. 176. “Akan datang suatu masa dimana terdapat sekelompok manusia yang mencela Islam karena kewajiban jihad dan kewajiban berperang. 35 142 . agar manusia terbebas dan memilih –jika mereka menginginkannya. Harian Afaq Arabiyah. “Dengan demikian seorang pejuang muslim adalah juga seorang guru yang memiliki semua sifat yang semestinya ada pada seorang guru.Sesunguhnya ekspansi Islam merupakan upaya untuk membangkitkan keimanan di dalam hati manusia dan untuk meninggikan kalimat kebenaran di muka bumi.

dan pembantaian.” Agar kita sampai ke tingkatan jihad dan perjuangan. keyakinan dan menyandarkan diri kepada-Nya. hal. “Allah Swt telah mewajibkan jihad kepada kaum muslimin bukan sebagai alat permusuhan atau sarana bagi kepentingan Pribadi. penangkapan. ancaman. kezhaliman. agar ia tidak gentar di hadapan kesulitan. Jihad. mempersiapkannya agar tidak mengalami kegoncangan ketika menghadapi musibah. selain sebagai sarana untuk menunaikan misi (risalah) agung yang dipikulkan di pundak kaum muslimin. 424 143 . Ia adalah harapan kepada Allah. maka kita harus melakukan tarbiyah jiwa dengan tarbiyah yang mendalam. membangun urgensi rukun- mempersiapkannya upaya rukunnya di dalam jiwa serta patuh terhadap batasan dan hukum-hukumnya. “Kondisi meningkatnya alam hari ini –setelah seluruh kekuatan kejahatan bersatu di bawah satu kepemimpinan. tetapi sebagai perlindungan bagi dakwah dan jaminan bagi perdamaian. Oleh karena itu maka kaum muslimin harus dipersiapkan untuk sabar dalam 173 Risalah Pergerakan. itulah keteguhan dan ketabahan sehingga hilang semua cobaan dan musibah dan Allah mengganti kesulitan dengan kemudahan.menegaskan kepada kita tentang urgensi untuk membangkitkan ruh jihad Islam sebagai solusi tanpa harus mematikan eksistensi umat dan peradaban Islam.173 Tentang makna jihad dan yang untuk sempurna. pembunuhan.Beliau menjelaskan dengan perkataannya. misi hidayah bagi manusia untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Mursyid ‘Am sebelumnya Musthafa Masyhur menegaskan tentang kebutuhan umat terhadap persiapan jihad. Beliau mengatakan. dan semakin aksi-aksi kekerasan.

ia adalah kesabaran yang akan membuat umat Islam bangkit menjalankan kewajiban dan tanggungjawabnya dengan penuh ketabahan.kondisi berat dan sulit dan ketika menghadapi musuh-musuh cobaan. jangan sampai ada satu detik waktu yang berlalu tanpa diisi dengan amalan yang baik dan usaha yang berkah. arahkanlah keremajaan. 174 Dari perkataan Musthafa Masyhur. keyakinan dan ketenangan yang stabil. lawanlah bisikan nafsu yang menyesatkan. dan apa yang ada pada Allah akan kekal selamanya. Yang mempunyai kekuasaan di langit dan di bumi. Kewajiban ini menuntut –dan akan selalu menuntut. Berusahalah untuk senantiasa meneguhkan komitmen kalian dan memurnikan hati kalian.”174 Imam Syahid berkata. Allah. Dimana Hati Kaum Muslimin Terhadap Penumpahan Darah Umat Islam? 144 . jadikan hati dan perasaan kalian senantiasa berhubungan dengan Allah. lakukanlah ketaatan dan jauhilah dosa. evaluasi dirimu dengan evaluasi yang cermat. “Kewajiban ini menunut adanya jiwa yang dipenuhi keimanan dan hati yang luhur. maka berjihadlah menundukkan jiwa-jiwa kalian dan giringlah ia menuju ajaran Islam dan hukum-hukumnya. jagalah waktu dan jangan membuangnya pada sesuatu yang tidak bermanfaat. berjuang menundukkan jiwa adalah kewajiban kita yang pertama. lawanlah kemalasan dan kelemahan. Bersiaplah dan singsingkanlah lengan baju kalian. “Wahai Ikhwan. kesucian dan kejernihan. Sesungguhnya apa yang ada pada kalian akan pupus habis. Penuhilah kewajiban. serta janganlah meremehkan apapun bentuknya. emosi dan perasaan kalian kepada kemuliaan. kesabaran menghadapi tipudaya kesabaran dalam jihad dan kepungan. bersihkan diri kalian dari kemaksiatan. Imam Syahid Hasan Al Banna berkata.kalian untuk terus berkorban dengan harta dan kesungguhan.

dibenaknya hanya ada satu pikiran. Agamanya pun melarang ia mencampuri niat yang suci ini dengan maksud-maksud lain. yang luasnya seluas langit dan bumi. dengan memberikan balasan berupa surga. mempersembahkan darah dan nyawanya sebagai tebusan bagi akidahnya dan demi menegakkan hidayah bagi seluruh umat manusia. berfirman:                  :Artinya “Dan jika mereka condong kepada perdamaian. Semua itu haram baginya. Yang halal hanyalah satu urusan. Maka condonglah kepadanya dialah muslim. atau demi memenangkan peperangan tanpa peduli dengan kebenaran.”176 175 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). 261 45 176 145 . “Sesungguhnya Islam sebagaimana ia mewajibkan perang. demi pangkat.S Al Anfal:61) tatkala untuk berjihad. demi ketenaran. Allah Swt. hal. Maha Sesungguhnya Seorang mendengar keluar Mengetahui. ia juga sangat memperhatikan masalah perdamaian. Risalah: Al Jihad (Risalah Jihad). hal.”175 Imam Syahid berkata tentang perdamaian. berjihad agar kalimat Allah menjadi yang tertinggi. demi harta. dan yang bertawakkallah Maha ia kepada lagi Allah.Sesungguhnya Allah telah membeli dari kaum muslimin jiwa dan harta benda mereka. demi meraup ghanimah.” (Q.

Allah Swt. Firman-Nya:                                  146  .Jika jihad dalam Islam memiliki tujuan yang sangat mulia. juga memerintahkan untuk berlaku adil. maka sarananya pun adalah sarana yang paling utama. Dia berfirman:                   :Artinya “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu. Karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (tetapi) janganlah kamu melampaui batas. meskipun kepada musuh. mengharamkan permusuhan.S Al Baqarah: 190) Allah Swt. (Q.

membimbing kaum muslimin mennuju kasih saying yang paripurna. tidak mencuri. dan tidak membuat derita. 261 147 .S Al Maidah: 8) Allah Swt. tidak bertindak aniaya. Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. mereka adalah sebaik-baiknya pasukan perang. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. tidak merampok harta. mereka adalah sebaik-baiknya pelaku perdamaian. menjadi saksi dengan adil.” (Q. berlaku adillah. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum. tidak menyiksa tubuh manusia.177 177 Ibid. Di kala perang. dan bertakwalah kepada Allah. tidak melukai kehormatan. mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. hal.                             :Artinya “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orangorang yang selalu menegakkan (kebenaran) Karena Allah. dan di kala damai. Mereka ketika berperang tidak melampaui batas.

Musthafa Masyhur mengatakan. bersabda: ‫أفشوا السلم وأطعموا الطعام وألينوا الكلم تدخلوا جنة ربكم بسلم‬ Artinya: “Sebarkanlah salam dan berikan makanan. Rasulullah Saw. lembutkanlah perkataan. memimpin mereka menuju satu tujuan yang dengannya mereka diciptakan. mengatakan: ‫إن ال جعل السلم تحية لمنتا وأمانا لهل ذمتنا‬ Artinya: 148 . ia juga merupakan salah satu bagian dari eksistensi kaum muslimin dan akidah mereka. asas dan salah satu kewajiban dalam Islam.” Dalam hadits lain Rasulullah Saw.” Kalimat perdamaian dan beberapa derivasi kalimatnya disebutkan dalam Al Quran tidak kurang di 133 tempat. sementara kalimat perang hanya disebut dalam Al Quran di 6 ayat saja. Mursyid ‘Am sebelumnya. dan ucapan salam yang digunakan kaum muslimin sebagai pemersatu hati dan pengikat hati individuindividu masyarakatnya satu sama lain adalah As Salam. Dan salah satu nama yang dimiliki Allah Swt. Hal ini sangat jelas dan lebih jelas dari cahaya matahari. Umat Islam mencintai kehidupan dan mengajak manusia kepadanya.Jihad Islam dengan makna dan batasan-batasannya tidak terpisah dari prinsip-prinsip perdamaian dalam agama Islam. adalah As Salam (Perdamaian). “Perdamaian merupakan salah satu prinsip dasar dalam Islam. hingga mereka mendapatkan ketenangan dalam hidup dan berbahagia dengan menaati Rabbnya. maka kalian akan masuk surga Rabb kalian dengan penuh kedamaian.

“Sesungguhnya Allah menjadikan As Salam sebagai ucapan salam untuk umat kami dan menjadi rasa aman bagi ahli dzimmah kami (nonmuslim). atau kelaliman terhadap hak dan kewajiban-kewajiban umum. ia bahkan tidak diizinkan berperang kecuali dengan tujuan yang sangat mulia dari perdamaian dan ketenangan. kelaliman dan persengketaan.. Adapun ketika terjadi kelaliman dan permusuhan terhadap sendi-sendi kemanusiaan. Seorang muslim tidak menjadikan perang sebagai obsesi yang sebenarnya. Allah Swt berfirman:                           178 HR. seperti kebebasan memeluk agama dan beribadah. kepada dirinya dan kepada hambahamba Allah yang shalih. tanpa kezhaliman. Thabrani 149 . namun perdamaian tanpa ada penindasan di dalamnya.”178 Seorang muslim juga diwajibkan –sewaktu berdoa kepada Rabbnyauntuk menyampaikan salam (doa keselamatan) kepada Rasulullah Saw. Perdamaian adalah tujuan mulia dalam Islam. maka pada saat itu Islam tidak meridai perdamaian yang berdiri di atas permusuhan.

kecuali Karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. gereja-gereja. bukan upaya untuk mengalahkan orang lain dengan tujuan dan target tertentu. Firman Allah:                      150 .                   Artinya: “(yaitu) orang-orang yang Telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar. dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain. rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Q. Justru terwujudnya kebaikan dan keadilan itulah tujuan perang yang sesungguhnya dalam Islam. yang di dalamnya banyak disebut nama Allah.masjid. bukan pula kemuliaan perang yang menjadi obsesi umat Islam. tentulah Telah dirobohkan biara-biara Nasrani.S Al Hajj: 40) Perang dalam Islam bukan hawa nafsu kaum muslimin.

”179 Makna Al Nashr (Kemenangan) dan Bentuknya yang Variatif Tentang makna Al Nashr (Kemenangan) dengan bentukbentuknya yang variatif. kemenangan yang diberikan kepada Rasulullah Saw. dan mengancam perlakukan buruk terhadapnya dengan siksaan dan balasan yang pedih. Tipuan dan celaan terhadap Islam dan pemeluknya 151 . dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. “Ketika kalimat Allah meninggi dimuka bumi dan musuh-musuh Allah gagal memalingkan kita dari tugas atau membelokkan kita dari keyakinan kita. ketika orang-orang bathil merasa bosan menyerukan kebatilannya. kemampuan mencipta. dan sahabatnya sewaktu mereka berada di goa Tsaur.” (Q. 179 Dari perkataan Al Ustadz Musthafa Masyhur. kesiapan berkorban dan terhadap upaya-upaya kebaikan kemanusiaan. menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar.S Al Hajj: 41) Agama Islam adalah rahmat yang luas hingga kepada hewan.Artinya: “(yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang. kemampuan menghadapi tantangan. perhatian jaminan keadilan. maka ketika itulah kita mengingat kemenangan. Al Ustadz Musthafa Masyhur berkata. persamaan. menunaikan zakat. Inilah Islam yang menganugerahkan kepada umatnya sumber dan sebab-sebab kekuatan. Ia menjadikan perlakukan baik terhadap hewan adalah sebagian dari sendi keimanan. kedamaian dan untuk kebebasan. Islam telah lebih dahulu memberikan kasih terhadap hewan sejak 14 abad yang lalu.

tanpa ada bala tentara dan tanpa memiliki perbekalan. ia tidak apapun. benar-benar tidak memiliki kekuatan. berfirman:                                                  Artinya: “Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) Maka Sesungguhnya Allah Telah menolongnya (yaitu) ketika orang- 152 . kekuatan sementara materi musuh-musuhnya bersama banyak. keluar tanpa teman seorangpun selain As Shiddiq (Abu Bakar As Shiddiq). kekuatan mereka jauh berada di atas kekuatannya. Allah Swt. kendati demikian kemenangan itu akhirnya terwujud. sahabatnya Rasulullah Saw.ketika beliau Saw.

orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua. Kemudian kemenangan itu kembali terulang kepada Ashabul Ukhdud. Sesungguhnya Allah beserta kita. dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir Itulah yang rendah. Firman Allah:     153  ." Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya. ketika keyakinan mengalahkan kehidupan. ketika para penguasa lalim kelelahan menghadapi jiwa-jiwa yang mereka. Walaupun ghulam itu mati. (Q. dan kalimat Allah Itulah yang Tinggi. di waktu dia Berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita.S Al Taubah:40) Ia adalah kemenangan yang diberikan Allah kepada seorang Ghulam Abdullah bin Tsamir ketika suatu hari ia meminta kepada penguasa zhalim untuk dipanah di hadapan manusia dengan syarat menyebut nama yang sangat dibenci oleh penguasa zhalim tersebut agar ia dapat membunuhnya. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana[643]. namun manusia yang menyaksikan pemandangan itu serta merta mengimani Tuhan yang diyakini ghulam dan mereka menyerukan bahwa kalimat Allah adalah yang tertinggi. Namun kemudian Allah memberikan kemenangan dengan kekuasaan. ketika api keimanan melawan fitnah. beriman sementara mereka menguasai jasad-jasad sesungguhnya itu adalah kemenangan tanpa kekuasaan. Penguasa tersebut akhirnya dapat membunuh ghulam tersebut setelah menyebut nama Tuhannya sementara ia sangat membenci nama itu.

                                                                   154 .

sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik. dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk mereka. mereka tetap menyembahku-Ku sesuatu apapun dengan dengan Aku. dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka.              Artinya: “Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguhsungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi. sebagaimana dia Telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa.S Al Nur: 55)                    Artinya: 155 . tiada dan mempersekutukan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu.” (Q.

S Al Hajj: 41) Akan datang suatu hari di mana khilafah Islam berdiri. Takaful (Saling melengkapi). Melaksanakan pertama. yaitu: a. manhaj dan dari ikatan yang menyatukannya dengan asas Ta’aruf (saling mengenal). Ustadz Musthafa Masyhur.” (Q. “Melakukan pembinaan diri adalah kewajiban kita yang b. 180 Risalah: Wudhuh Ru'yah. Tafahum (saling memahami). saat itu panji-panji kebenaran ditinggikan dan keadilan merata ke seluruh negeri. menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar.”180 Bab III Pemahaman Tarbiyah Dalam Proses Pembinaan Pemahaman Tarbiyah Dalam Proses Pembinaan Gambaran-gambaran Pembinaan Tarbawi dan Ciri-cirinya: Pembinaan tarbawi dilakukan dengan dua rukun yang mendasar. dan kedamaian tersebar di bumi. hal.“(yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang. dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. menunaikan zakat. 46 156 . Komitmen terhadap tarbiyah kolektif yang diberikan jamaah.” Tarbiyah terhadap setiap individu.

kuat. Urgensi Pemahaman Yang Komprehensif Terhadap Dakwah: Maka Imam Syahid menetapkan 20 prinsip dasar. Hal. diantara adalah Al Fahm (Paham atau pemahaman) sebagai salah satu rukun dasar dari rukun baiat. membara. 233 Risalah. hal. Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). hal. dan memiliki semangat yang berkobar. 197 184 Lihat Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). Kami menginginkan hati-hati yang segar. maka binalah diri kalian dengan demikian kalian telah membina umat. 44 182 183 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). keimanan. “Penuhilah jiwa yang liar dengan keagungan Islam dan keindahan Al Quran. serta latihlah ia menjadi prajurit di bawah bendera dan panji Nabi Muhammad. jiwa-jiwa yang optimis. dan tangguh. “Maka yang pertama yang kami inginkan adalah terbangunnya jiwa-jiwa yang hidup.Imam Syahid menyebut orang-orang yang komitmen terhadap Kewajiban seorang Aktivis dan melaksakannya dengan sebutan. yang penuh cita-cita dan bervitalitas tinggi. Hal.184 Dengan demikian sangat jelas bahwa Imam Syahid memberikan perhatian yang sangat besar terhadap rukun Al Fahm bagi 181 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). “Wahai umat Islam sekarang adalah masa pembinaan.”183 2. Beliau berkata.”182 Ia juga berkata. Al Ikhwan Al Shadiqin (Ikhwan Yang Benar). memperhatikan beberapa sisi berikut: Urgensi membangkitkan memperbaharui kekuatan hati dan perasaan sebagai dasar untuk maju dan eksis: Beliau berkata. Sesungguhnya kewajiban ini membutuhkan jiwa-jiwa yang mukmin dan hati-hati yang selamat.”181 Dalam 1. proses pembinaan personal. Imam Syahid sangat jiwa. 356:359 157 .

”187 Kemudian beliau menjadikan al ‘Amal terdiri dari 7 tingkatan. Dan hal ini tentunya tidak hanya sebatas perkataan dan slogan. kesehatan. Pahamilah apa saja yang anda ingin anda pahami dari kata itu dengan tetap berpedoman pada kitab Allah. adalah penjelas dari kitab tersebut. 186 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). dan salafus soleh (jalan hidup pendahulu yang shalih) dari kaum muslimin. Beliau juga menjelaskan tentang batasan-batasan dan prinsip-prinsip dasar yang menjadi pijakan dalam rukun ini di dalam Al Ushul Al Isyrin yang bersumber dari dari Al Quran dan Al Sunnah. sedang sirah kaum salaf adalah contoh aplikatif dari perintah Allah dan ajaran Islam. harta bahkan darah. 16 158 . “Bahwa beban dakwah ini hanya bisa dipikul oleh mereka yang telah memahami dan bersedia memberikan apa saja yang kelak dituntut olehnya.seorang al Akh. baik waktu. “Dakwah ini tidak menerima perserikatan. yang dimulai dengan memperbaiki diri sendiri hingga kepemimpinan dunia. 17 187 Ibid. Sebenarnya ia bukan ushul dalam Islam. Imam Syahid berkata. sunnah Rasulullah Saw. yang merupakan bagian dari manhaj dan makna Islam itu sendiri. “Dakwah kami adalah dakwah Islamiyah dengan segala makna yang tercakup dalam kata itu. Kewajiban bekerja untuk kepentingan dakwah dan berkorban di jalannya. hal.”186 3. ia hanya merupakan pembatasan makna pemahaman yang benar bagi seorang muslim. hal. Kitab Allah adalah adalah sumber dasar ajaran Islam. Sunnah Rasulullah Saw. 185 Imam Syahid mengkhususkan rukun Al Fahm sebagai salah satu dari 20 Prinsip Dasar Ikhwan. Urgensi Loyalitas yang paripurna terhadap dakwah dan keikhlasan.185 Imam Syahid juga menjelaskan hal ini dengan mengatakan.” 4.

lemah dan nasib tidak kebangkitan umat hanya akan seperti lilin kecil di tengah gulita Nyalanya 188 terasa bertenaga. hal. dan akan menggunakan pelbagai sarana tarbawi untuk mewujudkan target-target tarbiyah.” Proses pembinaan ini sangat memperhatian gradualitas dan prioritas dalam pembentukan. jangan kalian berselisih dengan saudara-saudara kalian dalam sebuah permasalahan. harus ada pemusatan hingga ia benar-benar menjadi keyakinan yang kokoh yang tidak goyak oleh keraguan dan kebimbangan. Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).”189 “Wahai Ikhwan. 6. ia adalah senjata yang paling ampuh yang kalian miliki.”190 188 189 Risalah. Hal. 111 159 . dan hendaknya seluruh jiwa dan perasaan dikumpulkan. sasaran. jangan sampai kalian terpisah dikarenakan urusan-urusan yang sepele dan oleh kebimbangan yang mematikan. Urgensi Pemusatan dan Tidak melakukan lompatan “Oleh karena itu maka perlu dilakukan pembatasan. serta melihat seseorang dengan pandangan yang menyeluruh. Tanpa pemusatan sahara. hal. Ia mempersiapkan lingkungan dan iklim yang cocok untuk pembinaan ini. Fuad Al Hajarsy.5. perhatian akan dan pembatasan redup. 108 190 Nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan. “Yakinlah kepada fikrah kalian. dan berkumpullah di sekelilingnya. 233 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). maka jagalah persatuan itu. dari buku Al Imam Syahid. Urgensi Kesatuan Barisan dan Ikatan Imam Syahid berkata. bekerjalah untuknya dan teguhlah di atas jalannya. Persatuan dan ikatan kalian adalah senjata utama. senantiasalah berada dalam barisan jamaah.

“Kemauan yang keras yang tak tersentuh oleh kelemahan. telah berhasil menghidupkan –dengan izin Allahiman dalam hati dan jiwa kaum muslimin dari generasi pertama para sahabat. yakni beriman kepada kebenaran risalah. Urgensi Membangkitkan Ruh Optimis dan Keyakinan kepada Pertolongan dan Kemenangan dari Allah untuk dakwah. dan setiap program dan sarana yang digunakan tidak akan memberikan hasil apapun. pengorbanan besar yang tak dihalangi oleh ketamakan dasar dan kebakhilan. maka hal itu akan memberikan dampak langsung kepada jamaah. kesetiaan yang kuat yang tak dikotori oleh kepura-puraan dan pengkhianatan. perseteruan dan permasalahan. 45 160 . kelapangan hati. dan optimis dengan akan datangnya pertolongan Allah. dengan dan pengetahuan terhadap perjuangan. -maka Rasulullah Saw. “Dengan berbekal tiga keyakinan. 235 Risalah Pergerakan. saling nasehat-menasehati. keyakinan penghormatan terhadap dasar tersebut yang akan menjaga dari kesalahan dan penyimpangan. baik berupa iklim cinta. iklim saling percaya dengan seluruh maknanya. Maka kepada tiga keyakinan ini kami mengajak manusia. Imam Syahid berkata. Teguh Di atas Jalan Dakwah Imam Syahid menegaskan. sehingga tumbuh di dalamnya celah-celah keretakan.”192 191 192 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). saling memaafkan. bangga dalam memeluknya. atau tertipu dengan yang lain. bahkan semua pengarahan tidak akan bermanfaat apa-apa.”191 8. hal. kebersihan jiwa. hal. interaksi. Jika iklim ini dinodai oleh sebuah kerusakan. Kepada Apa Kami Menyeru Manusia. 7.Termasuk urgensi kondisi yang mendukung di dalam shaf jamaah di setiap jenjangnya. keterbukaan dan keterusterangan antar individu. Semoga Allah melindungi kita dari semua itu.

Kita tidak akan beramal kecuali hanya ingin meraih ridha-Nya. sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Syahid di dalam Risalah Ta’alim. “Dan kita -al hamdulillah. maka tak seorangpun yang bisa mengalahkannya.             :Artinya “Yang demikian itu Karena Sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan 161 . Urgensi Ikhlas Imam Syahid berkata. cobaan dan kesabaran dalam mengarungi pahit getir jalan dakwah merupakan wadah yang akan menyaring. Kita tidak menginginkan kecuali keridhaan Allah dan kemaslahatan manusia. Barangsiapa yang dimenangkan oleh-Nya. Kita menantikan pertolongan dan kemenangan hanya dari Allah. tidak melihat pada ghanimah yang akan didapatkan. “Ia berbuat dengan seluruh perkataan dan perbuatan hanya mengharap keridaan Allah. Hendaknya ia seorang kader dakwah tabah menjalani ujian ini.Ujian. dan gelar. 9. Menjalaninya dengan penuh keyakinan dan selalu ingat target besar yang hendak diwujudkan. hendaknya ia benar-benar menjadi jundi dakwah baik akidah maupun fikrah. Imam Syahid juga berkata. menyepuh dan mengokohkan pembinaan ini. popularitas.berlepas diri dari ambisi-ambisi dan jauh dari kepentingan Pribadi. bertahan menghadapi proses tarbiyah dan pembinaannya dengan penuh kesabaran dan keridhaan.

109 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). Jihad.Karena Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai Pelindung. meskipun dengan kadar tuntutan masing-masing berbeda. Fahm (pemahaman).”194 11. kehilangan obsesi.” 10.” integral. Taat (kepatuhan). dan luka masa lalu maka keluarkanlah ia dari sisi kalian. 12. perubahan dan kelemahan. 195 Ukhuwah dan Tsiqah (kepercayaan).” (Q. paripurna dan Perubahan dan pembinaan individu ini tidak hanya berupa perubahan bentuk atau reaksi perasaan semata. karena ia menjadi penghalang turunnya rahmat dan menjadi hijab turunnya pertolongan Allah. namun usaha untuk menyempurnakan keduanya merupakan tuntutan syariat. Ia adalah perubahan yang mendalam. atau keahlian dan semangat dalam gerak dan 193 194 195 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). Amal (aktivitas). 393 Ibid 162 .S Muhammad: 11)193 “Jika seandainya diantara kalian ada seseorang yang memiliki hati yang sakit. hal. serta yang akan menangkalnya dari penyimpangan. dan aktivitas hati lebih penting daripada aktivitas fisik. Urgensi Akidah dan Aktivitas Hati Imam Syahid berkata. yaitu. Ikhlas. Tsabat (keteguhan). “Akidah adalah pondasi aktivitas. hal. kehilangan orientasi hidup. Urgensi Rukun-rukun Bai’at 10 rukun baiat yang ditetapkan oleh Imam Syahid merupakan prinsip dasar dalam proses pembinaan peserta tarbiyah. Tadhiyah (pengorbanan. Tajarrud (kemurnian).

walaupun ia berpegang teguh dengan bentuk dan fisik. namun realitas kesuksesan. dalam dakwah dan ibadah. itqan dalam bekerja. adil. hanya perubahan Dr. “Kebanyakan orang merasa bangga bahwa mereka menjaga dan memperhatikan sunnah mereka Rasulullah lebih Saw. berdasarkan semata-semata atau kepada perubahan Yusuf merupakan pengalaman. maka sesungguhnya ia telah kehilangan inti ajaran Islam. Barangsiapa yang kehilangan tauhid dan keyakinan. ukhuwah dalam hubungan. gerakan dan tindakan. namun ia adalah perubahan yang mendalam dan integral terhadap diri seseorang. seolaholah hal itu merupakan bagian dari rukun iman atau prinsip-prinsip dasar Islam dan Ihsan.pelaksanaan. 13. Dan juga tidak 163 . sifat kasih. jujur dalam mu’amalah. qaradlway menjelaskan hal ini dengan mengatakan. namun sesungguhnya simbiolis menjaga sunnah secara ketimbang menjaganya secara esensial. “Kita harus mengubah perhatian kita menuju anasir inti dan ruh sebagai ganti perhatian kita terhadap sisi fisik semata. bersifat fisik. ia tidak yang Al bergantung pengetahuan. namun tidak baik jika menjadikan hal ini segalanya dalam agama. ikhlas dalam beribadah. baik pemahaman dan keyakinan. Beliau juga berkata. ketinggian cita rasa dalam sastra. Realitas pengalaman Bahwa dalam mewujudkan membaca. Memang baik menjaga sunnah secara simbiolis dan penampilan fisik seperti memanjangkan jenggot dan meninggikan pakaianmu di atas mata kaki dll. begitupula di dalam penampilan. prilaku dan amal..

demikian halnya dengan tarbiyah yang mencakup dua sisi individu dan masyarakat dalam sebuah kesatuan yang paripurna dan keseimbangan yang mendalam. adapun secara praktek pembagian ini sebenarnya tidak ada. iman yang lemah. atau mengikuti jalan orang-orang nonmuslim. aktivitas dan interaksi dengan masyarakat. tahapan gerakan di masyarakat dan tahapan tarbiyah individu tiada lain merupakan pembagian secara normatif saja. namun ia senantiasa diwarnai dengan harakah (gerakan). Kita tidak mungkin memisahkan kedua sisi tersebut. sebagaimana kita 196 Tulisan Dr.”196 14. Keseimbangan dan Integralitas antara Harakah dan Pembinaan. Pembagian amal dan pembinaan dalam dua tahap. Yusuf Al Qaradlawy. dan bukan merupakan (hajiyat) kebutuhan sebagaimana yang dijelaskan oleh para ahli fiqih dan ushul. Pembinaan tarbawi tidak terbentuk jauh dari realitas kehidupan atau terkurung dalam bilik-bilik penyepian. yakni sesuatu yang tertanam dalam hati dan dibenarkan dengan amalan.” Padahal hal ini merupakan (tahsinat) kebaikan yang sangat dianjurkan namun bukan merupakan (daruriyat) kewajiban. Sebagaimana keimanan. Edisi I 164 . serta gerakan dengan target-target dakwah yang merupakan sarana pertumbuhan dan perkembangan dalam proses tarbiyah. Al Shahwah al Islamiyah.baik jika anda mengklaim setiap orang yang tidak memelihara sunnah secara simbiolis dengan iman yang rapuh. Majalah Risalah.

meneliti mencermati yang tampak. hal. pembangunan pilar-pilar yang menopangnya. posisi seorang guru dalam memberikan pengajaran 197 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). terwujudnya kepemimpian dan tertinggi: hal timbangannya menciptakan fenomena adalah. Pembinaan 197 Tarbawi adalah Dasar Tanggungjawab -dakwah dalam barisan. sulit untuk memisahkan sisi-sisi tersebut. maju Dan dan memberikan melakukan dan perhatian gerakan–dengan terhadap pembinaan sebagai ini akan setiap individu. Untuk itu dibutuhkan perspektif yang jelas dan penguasaan yang komprehensif terhadap targettarget dakwah dalam setiap fase.tidak mungkin memisahkan tubuh manusia dari unsurunsur esensialnya. Maka pelbagai sisi seperti. strategi kecermatan. spirit. 15. “Kepemimpinan Ikhwan. prilaku. akhlak. kegiatan terkadang dan kita beragamnya atau segmentasi perhatian kehilangan konsentrasi dan pemusatan perhatian. serta keseimbangan antara gerakan dengan aspek-aspek tetap proses amal.menduduki posisi orang tua dalam ikatan hati. perasaan. lemahnya terhadap pembinaan internal. aktivitas. 399 165 . merupakan sisi-sisi yang saling terpaut dan interaktif. karena semuanya berada dalam makna pemahaman tarbiyah. keinginan dan gerakan. keseimbangan. keyakinan. dan keinginan di seluruh aspek kehidupan. Tidak ada tarbiyah tanpa gerakan. Imam Syahid berkata. Dengan semakin banyaknya amal. pemahaman. mendorong aktivitas dan memberikan penyembuhan.

Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya). Rukun Amal. Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya).” “Saya yakin. jika engkau mengetahuinya dengan baik dan engkau menjadikannya cita-cita dan orientasi hidupmu. perbaikan diri dan dakwah kepada orang lain. shahihul Ibadah (benar ibadahnya). Harishun Ala waqtihi waktunya). jiwanya). Jika 198 Ibid. Jika tidak maka dalam barisan orang-orang yang duduk dan para pemalas masih terdapat kursi-kursi yang kosong. hal. penguasaan dan pengamalannya Imam Syahid menitik beratkan pembinaan seorang Al Akh dalam hal. Beliau mengarahkan tentang aspek-aspek amal yang dibutuhkan dalam pembinaan seorang Al Akh hingga ia memiliki sifat-sifat berikut: Salimul Akidah (bersih akidahnya). Qadirun Alal Kasbi (mampu (Cermat (kuat berekonomi). Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). 198 terhadap manhaj tarbiyah. Engkau bagian dari kami dan kami bagian dari dirimu. mengatur Munazhamun fi Syu’unihi Linasihi Ghairihi (terorganisir seluruh urusannya). dan posisi seorang pemimpin dalam menentukan kebijakan-kebijakan politik secara umum dalam dakwah. “Cengkeramlah dengan sungguh-sungguh bimbingan-bimbingan ini. Ijtihad seorang kader. Imam Syahid berkata. Mujahidun Nafi’un Li kesungguhan (Bermanfaat bagi selainnya). 394 166 .” 16. maka balasanmu adalah kehormatan hidup di dunia dan kebajikan serta ridha di akhirat.ilmu. dan posisi seorang syaikh dalam aspek pendidikan rohani.

”199 17. kami). 5. maka dudukmu akan dihisab Allah dengan seberat-beratnya hisab. di pundakmu tertempel gelar-gelar mentereng. As Syahadah Umniyyatuna (Mati syahid adalah cita-cita 4. berikut: 1. Allah Ghayatuna (Allah adalah tujuan kami) Ar Rasul Qudqatuna (Rasul adalah teladan kami) Al Qur’an Syir’atuna (Al Quran adalah Undang-undang Al Jihad Sabiluna (Jihad adalah jalan juang kami). 1.engkau berpaling darinya lalu duduk-duduk santai saja. 3. 5. Kesederhanaan Tilawah Shalat Keprajuritan Akhlak Iman yang kuat Pemahaman yang benar Pembinaan yang cermat Cinta yang dipercaya Amal yang berkesinambungan Slogan prinsip-prinsip ini termaktub dalam 5 (lima) kata: Bentuk Pembinaan ini Terhimpun dalam 5 (lima) kata Kemudian hal ini disimpulkan dalam 5 (lima) point berikut: 1. 5. 2. kami). hal. 4. Jika engkau seseorang yang biasa berada di depan majelis kita. 369 Ibid. 3. 2. 369 167 . 2. Hal. 4. maka tiada lagi hubungan antara kita. dan kau tampak begitu menonjol di antara kita. 3.200 199 200 Ibid.

Hal ini sebagaimana jalan yang dilakukan oleh para ulama salaf. menggunakan pikiran. Imam Syahid berkata. Imam Syahid memiliki manhaj baru yang disimpulkan dalam 2 (dua) hal mendasar: Pertama. .Sebagian mereka ada yang melihat dan mencermati sehingga keimanannya bertambah dan keyakinannya semakin kuat. dan meminta pertolongan kepada Allah dengan ibadah.Manhaj Imam Hasan Al Banna dalam Tarbiyah Akidah Adapun manhaj Imam Syahid Hasan Al Banna dalam pemahaman akidah sangat jauh dari Ilmu Kalam dan istilah-istilah yang dibuat oleh para ulama yang pakar di bidang ini. dan mereka bisa melihat dengan mata hati kesempurnaan iman dan keyakinannya. Kelompok ini sangat mudah terpengaruh jika berhadapan dengan beberapa syubhat dalam akidah. Firman Allah: 168 . serta ketetapan jiwanya. berpegang teguh dengan Al Kitab dan As Sunnah dalam menyampaikan pemahaman akidah kedalam hati dan penanamannya di dalam jiwa dan perasaan. Memanfaatkan penjelasan lewat tanda-tanda akidah tersebut di dalam diri dan memberikan muslim standar ukuran untuk mengetahui kadar realisasi dan pelaksanaannya. Kedua. pemahamannya juga jauh dari teori-teori ilmu filsafat dan bentuk-bentuk perbedaan yang dilahirkan oleh para ahli kalam. “Ketauhilah bahwa dalam perkara akidah manusia terbagi dalam beberapa kelompok: Sebagian mereka mendapatkannya melalui pengajaran dan meyakininya sebagai sebuah adapt. sehingga cahaya hidayah menyinari hati-hati mereka. menjalankan perintah-perintah-Nya dan beramal dengan sebaik-baiknya. Sebagian mereka ada yang masih terus mencermati.

“Dan di antara sifat-sifat khas seorang muslim adalah rabbaniyah.”202 Beliau berkata tentang manhaj ini. melaksanakan nash-nashnya.”203 Tentang sifat rabbani (berorientasi ketuhanan) dan pemusatannya pada individu muslim. jelas dan mudah untuk dilaksanakan. Beliau berkata. yang tidak melenceng seujung rambutpun dari kedua sumber tersebut. “Saya meyakini bahwa manhaj ini adalah sarana praktis dalam melaksanakan tarbiyah diri dan memperbaiki akhlak. Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketaqwaannya. mematuhi batasan-batasannya. 73 203 Ibid 169 . Lihat juga tulisan Al Ustadz Musthafa Masyhur – dalam rangka memperingati kesyahidan Imam Hasan Al Banna.” (Q. Imam Syahid tidak menggunakan pembagianpembagian teoritis dan studi akademis. yang disimpulkan dari Al Quran dan sunnah Rasulullah Saw. maka kita harus senantiasa menjaga hubungan kita dengan 201 Risalah Al Aqa-‘id hal. beliau justru memberikan metode praktis yang membekas. 202 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. Beliau meminta Ikhwan untuk menghapal konsep tersebut. Imam Syahid menyimpulkan beberapa kewajiban. 416.. sederhana.        :Artinya “Dan oraang-orang yang mau menerima petunjuk. Hal.S Muhammad: 17)201 Dalam menerapkan proses perbaikan diri dan penanaman keyakinan akidah dalam hati. dan mematuhi perjanjianperjanjiannya. rukunrukun dasar dalam sebuah model praktis dengan tema “Aku meyakini dan aku berjanji”.

kemudian kepada keluarga. Hal. Imam Syahid berkata. serta yakinlah bahwa langkah pertama sebelum segela aktivitas kita adalah memperbaiki shalat. 262 205 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. Di dalam Risalah Al Ma’tsurat banyak sekali zikir dan doa-doa. –baik Ujian-ujian yang berasal dari dalam dan dari luar.”204 Beliau juga menunjukkan agar kita memulai proses perbaikan tersebut dengan memperbaki shalat dan ibadah-ibadah kita. dan hendaknya kita menjadi qudwah dalam melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar. dengan hikmah dan nasehat-nasehat kebaikan. sehingga ia semakin kuat dan kokoh.akan didera oleh setiap individu maupun jamaah ini dalam pelbagai bentuk. “Wahai saudaraku muslim. Firman Allah:            204 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). dan sudah memulainya dari diri mereka sendiri. yaitu dengan cara melakukan zikir dan doa. 76 206 Ibid 170 . anda paham sekarang. rumah-rumah mereka. perlahan. Mereka menyampaikan hal itu dengan penuh kesabaran. kerabat dekat dan teman-teman mereka. untuk itu jadilah teladan ihsan dalam shalatmu. “Mereka juga melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar. dan di setiap fase-fase dakwah akan menyaring barisan dakwah ini dan membersihkannya dari batu-batu bangunan yang rapuh dan lemah.”206 Ujian dan Cobaan adalah Sebuah Kemestian dalam Dakwah Dalam proses pembinaan dan di dalam shaf dakwah ini pasti terjadi ujian dan penyeleksian. hal.”205 Beliau juga berkata.Allah semampunya.

109 171 . Setiap rezim (penguasa) akan berusaha melumpuhkan aktivitas kalian dan menebar duri-duri penghalang di jalan Kepentingan-kepentingan kalian akan dikebiri. dan tidak ada jihad tanpa tekanan. “Tidak ada dakwah tanpa jihad. niscaya akan terjadi permusuhan dan penentangan dari mereka. Para penguasa. Imam Syahid berkata. kalian akan diberhentikan dari pekerjaan.”207 Ia berkata. kemajuan dan keberhasilannya. dan rumah-rumah kalian akan digeledah. dan ini akan menjadi ukuran ketegaran. 213 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). hal. hal. “Saya ingin berterus terang kepada kalian bahwa dakwah yang kita emban ini belum banyak diketahui orang. di saat mereka telah mengetahui dan memahami tujuan dan sasarannya. Saat itu berarti kalian telah memulai meniti jalan para aktivis dakwah yang sesungguhnya. dan diawasi. diusir dan dideportasi. Kalian akan dipenjara dan ditahan. kebenaran. terhadap dakwah-dakwah kebenaran.”208 207 208 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). terhadap kalian. pemimpin dan pengambil kebijakan akan menaruh kebencian kalian. sedang mereka tidak diuji lagi? (Q. Nanti. Di depan kalian akan terbentang berbagai kesulitan dan kalian akan menemui banyak kendala.S Al Ankabut:2) Kami berdoa kepada Allah kesehatan dan kekuatan. Ujian dan cobaan ini kemungkinan akan sangat panjang waktunya.:Artinya “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami Telah beriman". ini adalah sunnah Allah Swt. Sesungguhnya demikianlah tabiat jalan dakwah ini.

“Wahai Ikhwanul Muslimin. keterbukaan dan keterusterangan. saling memaafkan. kasih. “Islam menekankan perlunya pembentukan usar (usrah-usrah) dari pengikut-pengikutnya. Imam Syahid berkata. yang dapat membimbing mereka kepada puncak keteladanan. hal. dan Takaful (saling melengkapi) antara kader dakwah. saling nasehatmenasehati. mengokohkan ikatan hatinya. pengorganisasian aktivitas dan gerakan. ia adalah ikatan yang kokoh dan interaksi yang serius. Usrah adalah wadah utama dalam proses tarbiyah. keberhasilan ada bersama ketegaran. dari kata-kata dan teori menuju realita dan amal nyata. Karena itu –wahai saudaraku. yang membantu proses pembentukan bangunan jamaah sehingga terwujudnya.”209 Al Usar Tarbawiyah (Usrah-usrah Tarbiyah/Pembinaan) Usrah-usrah tarbiyah dan katibah-katibah Ikhwan merupakan salah satu sarana tarbiyah dan termasuk hal yang tsawabit (prinsipil) dalam jamaah. 209 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Sesungguhnya kemenangan ada bersama kesabaran. dan sesungguhnya pahala kebajikan hanya untuk orang-orang yang bertakwa. 201 172 . dimana terlaksananya proses pembinaan dan pengarahan. kandungan dan programnya tidak terbatas pada rutinitas pertemuan berkala semata.Beliau juga berkata dalam menghadapi ujian-ujian ini. Ta’aruf (saling mengenal). kelapangan hati. Tafahum (saling memahami). dimana hal ini berlangsung di lingkungan yang penuh rasa cinta. Ia juga merupakan sarana untuk membentuk sebuah wadah pembinaan iman dan program-program tarbiyah. dan mengangkat derajat ukhuwahnya.usahakan agar dirimu menjadi batu bata yang baik bagi bangunan (Islam) ini.

Letakkan di pelupuk matamu kandungan ayat-ayat berikut:       :Artinya “Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. hafalkan dan usahakan untuk mewujudkannya.Sedangkan pilar-pilar ikatan ini ada tiga. Allah karenanya. Hendaklah kepada senantiasa bertanya sebagian yang lain (tentang kondisi kehidupannya). (Q. berusahalah agar tidak ada sesuatupun yang menodai ikatan kalian.S Al Hujurat:10) 2. Ta’aruf (Saling mengenal) Ia adalah awal dari pilar-pilar ini. Tafahum (Saling memahami) Ia adalah pilar kedua apa-apa tinggalkan dari pilar-pilar sistem ini. Evaluasilah dirimu dengan evaluasi yang cermat dalam hal ketaatan dan kemaksiatan. hadirkanlah selalu bayangan ayat-ayat Al Quran dan hadits-hadits yang mulia di benakmu. Takaful (Saling menanggung bebang) Ia adalah pilar ketiga. tunaikan dan yang diperintahkan yang kepadamu. apa-apa dilarang. Demikian itulah fenomena sebagian iman dari dan kalian intisari ukhuwah. istiqamahlah kalian dalam manhaj yang benar.”210 210 Risalah: Nizamul Usar. Hayatilah makna ukhuwah yang benar dan utuh di antara kalian. Hendaklah sebagian dari kalian memikul beban sebagian yang lain. karenannya saling mengenallah dan saling berkasih sayanglah kalian dengan ruhullah. Jika didapatkan padanya kesulitan. 3. 373. 374 173 . sehingga ia tidak hanya menjadi beban berat yang kering tanpa ruh: 1. Hal. segeralah memberikan pertolongan selama ada jalan untuk itu.

Setelah itu. lalu menganggap bahwa dirinya lebih utama darinya. Imam Syahid berkata. tetaplah dalam keadaan mencintai dan menghargainya.Imam Syahid menjelaskan bahwa ta’aruf. Bahwa sifat ekstrim dan keras hanya akan menjadi kerikil terhadap ukhuwah dan hendaknya ia upaya memiliki untuk saling memahami tertentu ini berjalan terus menerus di setiap waktu dan kondisi. Sedangkan untuk Al Akh yang dinasehati. jangan sampai hatimu –yang secara ikhlas ingin memberi nasehat kepada saudaramu. biarkanlah selama kurang lebih sebulan penuh. “Setelah itu hendaknylah setiap kalian bersedia menasehati saudaranya yang lain begitu aib tampak padanya. meski seujung rambut apapun. lalu janganlah diceritakan aib yang ia lihat itu. 174 . tafahum dan takaful. kecuali kepada pemimpin usrah saja. Untuk Al Akh yang menasehati. hendaknya berhati-hati. waspadalah jangan sampai engkau berubah sikap.itu berubah niat. tidak semata pengetahuan dangkal terhadap nama dan kepribadian seseorang. Kalau ia merasa tidak mampu memperbaikinya. serta hendaknya batas-batas demi terwujudnya pertautan dan kesatuan. interaksi dan koordinasi antara kader dakwah satu sama lain. sedangkan nasehat adalah pilar agama itu. Ia justru merupakan pengenalan yang mendalam. menetapkan keputusan-Nya. Hendaklah seorang Al Akh menerima nasehat saudaranya denan penuh rasa suka cita dan ucapkan terima kasih padanya. sehingga Allah Swt. menjadi keras hati kepada Al Akh yang menasehati. meski hanya sepotong rambut. Jangan sampai ia merasakan adanya kekuarangan pada sasaran nasehat. Kenapa demikian? Karena mahabbah fillah (cinta karena Allah) adalah setinggi-tinggi martabat dalam agama.

perang mulut.”213 211 212 213 Ibid. Imam Syahid berkata. Itu semua haram hukumnya menurut fiqih usrah. atau pelampiasan emosi dengan mengangkat suara tinggi-tinggi. Hal. Naqib (pembimbing untuk usrah) hendaklah menampungnya kemudian menyampaikannya kepada pemimpin. Kalian telah berusaha untuk menerapkannya di masyarakat kalian. penjelasan perdebatan. 374 ibid ibid 175 . Yang dibenarkan adalah penjelasan dan minta penjelasan. Jika ada suatu usulan atau complain. dan memalingkan tipu daya setan dari kami dan kalian semua.“Sesungguhnya agama adalah nasehat.telah (hanya) menjadi kata-kata yang menghias bibir kaum muslimin semata dan khayalan belaka di benak mereka. juga sangat ada memperhatikan sebagai di tempat majelis prinsip-prinsip Imam bagi usrah interaksi antara “Tidak individu. dan kalian inginkan kembalinya ikatan umat yang saling bersaudara dengan jiwa ukhuwah Islamiyah. itu pun harus dengan memperhatikan batas-batas etika dengan keutuhan sikap saling menghargai dari seluruh anggota. melindungi sebagian kalian dari (kejahatan) sebagian yang lain.211 Islam Syahid.212 Ruh ukhuwah dan mahabbah inilah yang berusaha kita upayakan agar tersebar di masyarakat dan terpadukannya hati-hati umat.” Allah Swt. sampai kalian datang wahai Ikhwan yang saling mengenal. memuliakanmu dengan ketaatan kepada-Nya. “Perintah-perintah Allah dan taujih-taujih Nabi ini – setelah berlalu generasi pertama umat Islam.

beliau tidak hanya membatasinya dengan kegiatan belajar sebagai rutinitas pertemuan. Ia juga harus berperan dalam meningkatkan semangat anggota usrah dan mentransfer ketinggian semangatnya kepada anggota usrah. menggali potensi dan kemampuan mereka. namun juga mencakup 10 sifat. namun lebih kepada hubungan tarbiyah dan pengarahan. Adapun agenda-agenda usrah. Imam Syahid memberikan perhatian yang sangat besar terhadap program-program usrah. Seorang Naqib selayaknya memiliki kemampuan dan pengaruh yang kuat untuk memainkan perannya sesuai yang diinginkan. serta mengikat mereka untuk senantiasa bersama jamaah. serta tahapan-tahapan pembinaan lain dalam proses pembentukan kader dakwah. hal ini tiada lain adalah untuk menjelaskan kepada kita bahwa hubungan antara naqib dan anggota usrah bukan hubungan kekuasaan. posisi seorang guru dalam memberikan pengajaran ilmu. memberikan solusi terhadap permasalahanpermasalahan mereka. sementara yang lain ikut terlibat membahas dan mencari 176 . Setiap al Akh menyampaikan persoalannya.Imam Syahid menyebut pembimbing usrah sebagai Naqib. maka Imam Syahid menyebutkan beberapa hal berikut: 1. ia tidak hanya menjalankan programprogram usrah dan perintah-perintah tertentu. Mereka menduduki posisi orang tua dalam ikatan hati. dan posisi seorang syaikh dalam aspek pendidikan rohani. dan posisi seorang pemimpin dalam menentukan kebijakankebijakan politik secara umum dalam dakwah.

masukan. telah namun metode oleh dan takarannya demi diserahkan sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan ditetapkan jamaah.penyelesaiannya. 374. serta mengikutsertakan mereka dalam memberikan solusi. pengetahuan fiqih. Semua itu dalam suasana ukhuwah yang tulus dan orientasi yang jernih hanya bagi Allah Swt. Pada yang demikian itu ada proses peneguhan tsiqah dan pengokohan ikatan hati. profesi. Proses belajar di dalam usar sangat berkaitan dengan seluruh individu dalam sebuah usar. gerakan dan aktivitas mereka.214 Dengan metode Imam Syahid menginginkan terwujudnya perhatian yang serius terhadap kondisi para kader dakwah. baik politik. wawasan keilmuan. Begitupula halnya dengan sisi belajar. dilakukan pencermatan pada setiap materi yang dipelajari. dan saling memberikan Pertemuan usar juga memberikan perhatian yang Ibid. 375 177 . Studi terhadap berbagai buku yang berguna. dll. sosial kemasyarakatan. maka hal inipun termasuk salah satu dari tiga rukun penting dalam yang usar. Telaah seputar persoalan Islam dan membaca risalah dan taujihat yang ditelorkan oleh pemimpin umum yang ditujukan untuk usar. mengevaluasi beberapa tugas yang diberikan kepada mereka. 2. Pada setiap pertemuan. mewujudkan pembinaan kader yang paripurna dari pelbagai sisi. saling nasehat. 3. dan kerjasama dalam melakukan gerakan dan aktivitas dakwah. hal. didiskusikan sesuai dengan pengetahuan setiap individu di usar dan kemanfaatannya mengingatkan 214 bagi semua anggota.

ifthor jama’i.besar terhadap perenungan ayat-ayat Al Quran. Dasar hubungan antara naqib dan anggota usrah 178 . mabit. yang akan menambah ikatan dan kekuatan usar. berupa kegiatan rihlah. saling menasehati untuk melakukan shalat malam dan shalat berjamaah di mesjid. serta peningkatan kemampuan mereka. 3. puasa. serta beberapa aktivitas lain dari bentukbentuk keadaan hadiran kehidupan darurat berjamaah. 2. Imam Syahid juga memberikan perhatian terhadap proses pembinaan di dalam usrah dari sisi praktek amali. serta upaya untuk cinta dan kasih antar anggotanya. Indikasi keberhasilan sebuah usrah dalam mewujudkan target-targetnya dapat dilihat dari halhal berikut: 1. dan anggota usrah. 4. terutama shalat Shubuh dan shalat Isya. 7. ukhuwah dan tertentu. semangat yang tinggi. 6. Optimalisasi peran dan tugas naqib terhadap anggota usrah. menyelesaikannya. Begitupula dalam dalam ketidak yang mewujudkan makna keadaan- menanyakan memperhatikan seseorang. Sejauhmana antusias anggota di dalam usrah. 5. terputus (kehadirannya). doa. dalam dakwah. Sejauhmana kesehatan suasana usrah dari rasa Sejauhmana terpenuhinya ruh yang kuat dan Sejauhmana percepatan aktivitas dan gerakan Sejauhmana tersalurnya kebutuhan dan potensi Sejauhmana tingkat perhatian terhadap kondisi problematika anggota usrah. zikir.

Hal ini kemudian yang akan memproteksi mereka dari segala upaya penyusupan dan konspirasi yang merongrong mereka dari dalam. kekuatan ikatan dan persatuan. Sesungguhnya kekokohan barisan dakwah dan kekuatannya akan terwujud dengan ukhuwah dan ikatan antara personal-personal dakwah. Kekuatan akidah dengan keparipurnaannya Kekuatan persatuan dan pengorganisasian dalam barisan dakwah. dan dengan semangat syura (musyawarah) yang merupakan manhaj yang mereka pelajari di dalam shaf dakwah. ia adalah senjata yang paling ampuh yang kalian 179 c. Imam Syahid berkata. kemampuan dan keahlian praktis. Makna kekuatan Yang diinginkan Barisan Dakwah Melalui pembinaan yang cermat dan mendalam. dan mutabadalah berkasih sayang). dan terbukalah hati. Kekuatan para pemimpin dalam kuantitas tertentu yang memiliki . Dengan demikian. maka barisan dakwah akan sampai pada tahap kekuatan yang diinginkan. b. serta kemampuan dalam jihad dan persiapannya. Jadi yang pertama adalah terwujudnya kekuatan akidah dalam kadar yang memadai. Persatuan dan ikatan kalian adalah senjata utama.adalah tsiqah (kepercayaan). “Wahai Ikhwan. yang dapat terlihat dari hal-hal berikut: a. maka teratasilah semua kesulitan. hilanglah seluruh beban. serta dengan ujian dan cobaan. dan hendaknya hal itu mencakup barisan dakwah dan dengan kuantitas yang sesuai dengan realita yang ada. (saling ulfah (kecintaan). serta keberhimpunan mereka di sekitar para pemimpinnya dengan penuh kepercayaan. Mahabbah insijam (keharmonisan). Dan hal ini harus terpenuhi sebelum barisan dakwah melakukan langkah selanjutnya untuk berjihad dan menghadapi problematika dakwah yang lain.

dari buku Al Imam Syahid. kami meminta umat untuk melakukan penyucian jiwa dan perbaikan akhlak yang berlandaskan Al Quran. sampai Allah membukakan Al Haq di antara kalian dan di tengah kalian. karena ia merupakan rahasia kekuatan dan penentu keberhasilan kalian. senantiasalah berada dalam barisan jamaah. keinginan yang kuat. Dengar dan taatilah qiyadah (pemimpin) kalian dalam kondisi sulit maupun mudah.”216 Sesungguhnya ketergesa-gesaan dalam berperang atau menghadapi musuh secara totalitas tanpa persiapan tarbawi. Itulah syiar dan simbol fikrah kalian dan mata rantai hubungan di antara kalian. yang lebih penting dan krusial adalah kekuatan rohani. dalam keadaan giat ataupun malas. “Hendaklah kalian saling mencintai satu sama lain. yang berupa: akhlak yang mulia. Imam Syahid berkata. Teguhlah dalam prinsip. pengorbanan untuk sebuah kewajiban. dari dua hal kemudian akan terwujud persatuan. Jagalah selalu persaudaraan dan kesatuan. hal. kehancuran dan kegoncangan. selektifitas dakwah. keimanan dan pengenalan terhadap hak. Syawal 1419 H/ Januari dan Februari 1999 M. Yang kemudian dipublikasikan kembali lewat Majalah Dakwah. jangan kalian berselisih dengan saudara-saudara kalian dalam sebuah permasalahan. menguatkan jiwa dan meluruskan budi pekerti. kami berdakwah dan kami berjihad dengan dakwah kami.”215 Beliau juga berkata. “Sebelum kekuatan fisik. jangan sampai kalian terpisah dikarenakan urusanurusan yang sepele dan oleh kebimbangan yang mematikan. 216 180 . maka jagalah persatuan itu. Untuk itu kami berupaya untuk menyucikan ruh-ruh kami. 111. dan penyebaran yang seimbang.miliki. Fuad Al Hajarsy. merupakan penyimpangan dari batasa-batasan yang benar. Edisi 82. Dia-lah sebaik-baiknya pembuka (pemberi kemenangan). yang tidak akan mendatangkan apapun kecuali kekalahan. kesetiaan yang lahir dari kepercayaan dan kesolidan. Firman Allah: 215 Nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan.

‘Tidak ada dakwah tanpa ada qiyadah (kepemimpinan)’. ia adalah ikatan total dalam segala aspeknya. ikatan kerjasama. hal. ikatan kesucian amal. sistem. Maka tak ada yang dapat menolaknya. dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (Q. Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). 132 46 218 181 .”218 217 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum.                                  Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. hal. dan ikatan kesetiaan persaudaraan di atas jalan dakwah. Disamping itu juga ikatan kesatuan total untuk bersama-sama menanggung beban derita perjuangan. dalam memaknai hakikat tujuan. Namun. serta membuat beberapa norma dan batasan-batasan yang mengikatnya. dan langkah-langkah kerja yang nyata. dengan tetap mengoptimalkan penyebaran institusi-institusi dan figur-figur Ikhwan di kota dan perkampungan yang saling bertautan dan saling menyokong selayaknya seperti bangunan yang saling menopang satu sama lain. Risalah. namun juga harus dilanjutkan dengan pengaturan shaf dan pengorganisasian dakwah. “Ikatan yang ada antara cabang-cabang Ikhwan bukan sekedar ikatan nama atau tujuan secara global. Imam Syahid berkata.S Al Ra’d: 11)217 Kerapian Shaf dan Hubungan Antara Komponennya Permasalahannya kemudian tidak hanya terhenti pada proses pembinaan pilar-pilar dakwah dan perekrutan dukungan. ikatan kasih saying.

lalu ikatan kekeluargaan. “Yaitu organisasi-organisasi yang bekerja dan memberikan pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat umum. tidak berarti akan berhenti atau lemah pada satu fase tertentu setelah diraihnya kekuasaan. perbaikan diri dan pembentukannya sesuai dengan manhaj yang lurus. dan merupakan aktivitas yang berkesinambungan dengan hasil yang nyata. maupun urusan yang lain.Ikatan terhadap qiyadah (kepemimpinan) dari setiap komponenkomponen dakwah dan diantara mereka. Para Da’I Ikhwan saling mengunjungi antar sesamanya dan berinteraksi secara kental sehingga saling mengetahui apa-apa yang mendesak mereka butuhkan. sebelum mereka mendengarkannya dengan teling-telinga mereka. Disini berlaku ikatan rohani sebagai pondasinya.”219 Keberlangsungan Tarbiyah Proses pembinaan dan tarbiyah demi mewujudkan kekuatan akidah. menegaskan tentang hakikat tarbiyah dalam jamaah Ikhwan. Dimana di dalam dakwah Ikhwan senantiasa patuh mendengarkan qiyadah-qiyadah mereka dengan hati-hati mereka. dimana terjadi saling kunjung-mengunjungi di antara mereka. Dan aktivitasnya tidak melulu melaksanakan program yang diinstruksikan dari Kantor Pusat Jamaah yang ada di Kairo saja. tetapi ia adalah ikatan yang lebih dari itu. baik urusan Pribadi. Selain itu hubungan antara kantor pusat dengan cabang-cabang dan organisasi-organisasi yang ada di bawahnya bukanlah hubungan atasan dan bawahan. Imam Syahid juga menjelaskan tentang urgensi organisasi-organisasi umum (wajihah ‘ammah). bukan pula hubungan administrative antara pekerja dengan pengawas semata. kekuatan persatuan. keluarga. namun justru ia merupakan sebuah kemestian yang akan terus berlanjut hingga terealisinya 7 (tujuh) target dan 219 ibid 182 .

sehingga sampai pada tahap kader dimana dan beberapa masul peristiwa dan problematika dakwah. “Jika aku telah melangkah maju maka aku pantang surut kembali.sehingga Allah mewariskan bumi dan seluruh isinya kepada orang-orang beriman. dan kita akan mengetahui bahwa ujian dan cobaan juga berjalan seiring dengan perjalanan hidupnya. dan akan terus tumbuh bersama realita dan kendala yang dihadapi. serta semakin meningkatkan pemusatan pembinaan. serta dengan tidak sampai menjauhkan jamaah dari pengaruh dan kontribusinya di masyarakat. Hal ini juga dilakukan dengan tetap memperhatikan keseimbangan kuantitas dan kualitas antar kader dakwah di setiap jenjang tarbiyah dengan lapangan gerakan dan aktivitas. yang demikian itu akan semakin memperkuat jiwa dan mengokohkan iman. maka hal ini merupakan sebuah kewajaran. Imam Syahid menjelaskan tentang hal ini –terutama ketika ia mendapatkan beberapa titik kelemahan tarbiyah di beberapa mas’ul dakwah. serta tidak tergesa-gesa dalam proses pemindahan jenjang tarbiyah dari satu fase ke fase berikutnya. ia akan menggoncang shaf dari dalam. Hal ini kemudian menuntut jamaah dakwah untuk terus melakukan evalusi yang terus-menerus terhadap kondisi tarbiyah individual kader dakwah. Proses pembinaan akan terus berlanjut sepanjang perjalanan jamaah dan kehidupan kader dakwah. maka akan semakin meningkat pula rintanga yang dihadapi. namun aku akan kembali 183 . Jika hal ini ditemukan. di tengah semakin padatnya aktivitas dakwah dan tantangan-. dakwah sesuatu turut yang menyingkap beberapa celah dan kelemahan tarbiyah pada beberapa individu para (penanggungjawab) sebelumnya tidak terlihat. persiapan dan pembentukan. karena sesungguhnya sebuah gerakan dakwah dengan pelbagai tekanan yang menderanya secara tidak langsung akan menjadi medan penyeleksian dan pemilahan. Dengan semakin luasnya lapangan amal dan aktivitas dakwah. atau tergesa-gesa memasuki medan tantangan.

Walaupun mereka mampu melakukan maksiat. dimana dakwah semakin diterima di tengah masyarakat. sehingga terjadi percepatan dan peningkatan persentase pertumbuhan kader-kader dakwah dan penyebarannya. tarbiyah dan pembinaan.kepada dakwah sebagaimana mulanya. menguatkan tarbiyah dan pembinaan serta membaca Ma’tsurat. maka setiap individu kader dakwah menjadi malaikat sepanjang siang dan malam. dan akan terbuka kesempatan untuk yang bangun dan bersiap-siap tarbiyah. untuk mengambil manfaat darinya. Mereka tidak melakukan dosa besar dan tidak melakukan maksiat secara terang-terangan. dan di waktu yang sama mereka juga memperbaiki dirinya sendiri. ‘Perbaiki dirimu dan berdakwahlah kepada orang lain’. sehingga bangunan benar-benar sempurna dan kuat. namun mereka justru tetap menjadi bagian dari komunitas masyarakat yang menerima seruan dakwah dan bersemayamnya iman di hati-hati mereka. Karena sesungguhnya tujuan dan cita-cita yang besar memerlukan kekokohan dan kekuatan dasar pijakan serta persiapan yang matang.” Sebesar apa upaya yang dikerahkan oleh setiap orang dalam menerapkan ajaran Islam. yang memikul beban dakwah. Namun hendaknya mereka mengetahui bahwa perjalanan dakwah sangat panjang dan membutuhkan banyak generasi (untuk memperjuangkannya). dan penyebaran dakwah. namun tetap ada standarisasi yang sangat bergantung dengan jenjang pembinaan dan Tentang Realitas Kader Dakwah • Tidak berarti dengan tingginya manhaj dan nilai-nilai tarbiyah. maka sebesar itupula ia akan menghabiskan dan menggunakan waktu. Sewaktu-waktu datang masa-masa penuh berkah atas izin Allah. namun mereka segera menyesali perbuatannya dan bertobat 184 .

Saat itu bertepatan dengan acara peresmian Ma’had Hurra Al Islamy di Ismailiyah pada era pertama dakwah. dan jangan sekali-kali mengikutkan mereka dalam gerbong dakwah. maka janganlah anda tutup pintu dakwah di hadapan wajah mereka. sampai ia benar-benar bertobat dan kembali kepada agama. “Kami sesungguhnya tidak berputus asa dengan diri kami. dan berusaha melakukan ketaatan dengan baik. Tipikal seperti ini 185 . janganlah engkau merasa resah dengan bergabungnya kedalam dakwah orang-orang yang banyak melakukan kekurangan dalam ketaatan dan melakukan kemaksiatan. Karena ia tidak mempunyai harapan lagi untuk diperbaiki. Imam Syahid berkata. dan ia sangat jauh dari kalian dengan dasar ideologi. salang seorang ulama dari Suriah. walaupun mereka tampak seperti orang-orang yang baik. yaitu orang yang tidak memiliki keyakinan agama. Yang kedua. pertama adalah mulhid (atheis). “Agar kami senantiasa mengukur kadar diri kami apa adanya.” Beliau juga menasehatkan. karena mereka akan bertobat dalam waktu dekat. “Dengarlah baik-baik. yaitu orang baik yang tidak menghormati undang-undang dan peraturan serta tidak mengenal makna ketaatan. dan tidak ada yang tersisa di barisan mereka orangorang yang kehilangan orientasi dan keinginan. Sesungguhnya bahtera dakwah ini laksana rumah sakit yang di dalamnya terdapat dokter yang memberikan obat dan pasien yang membutuhkan pengobatan. menghormati undang-undang. Beliau selalu mengatakan kepada saya.” Di dalam buku “Memoar Imam Syahid Hasan Al Banna.kepada Allah. Namun hendaknya engkau waspada dengan dua kelompok dengan kewaspadaan yang tinggi. beliau menyampaikan nasehat yang diberikan oleh Syaikh Muhsin Sa’id Al Urfy. selama masih takut kepada Allah.

109 221 Ibid. Ketika dakwah berhadapan dengan sekelompok orang yang keluar dari jamaah. Namun jika tidak. Berkata Syaikh Hamid Askariyah –semoga Allah merahmatinya-. mereka telah kehilangan kesadaran terhadap keagungan dakwah ini. Saya membenarkan pendapat ini. Ia akan mendekati jamaah untuk kepentingan pribadinya dan akan meninggalkannya jika berbeda. Andai engkau bisa mengambil manfaat darinya sementara ia jauh dari shaf jamaah. hal. mereka telah kehilangan ketaatan terhadap qiyadah (pemimpin). “Mereka tidak memiliki kebaikan sedikitpun. namun ia akan merusak kekokohan jamaah. beliau adalah salah satu generasi pertama yang mendirikan jamaah dakwah ini bersama dengan Imam Syahid. hal. beliau memberikan nasehat kepada Imam Syahid. 137 186 . dan kepada Allah tempat meminta pertolongan. maka hati-hatilah terhadap mereka dan teruslah berjalan di atas jalanmu. maka lakukanlah. dan tidak 220 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Karena hal ini lebih menjadi otokritik agar kita berupaya untuk mewujudkan kesempurnaan. karena harus diakui kita masih lemah dalam mewujudkan manhaj dakwah secara sempurna di dalam diri kita. sesungguhnya mereka tidak memberikan kebaikan apapun terhadap barisan dakwah kita. “Sekelompok manusia memvonis kalian terhadap dakwah yang kalian serukan. dan sayapun tidak akan beralasan bahwa sebenarnya kelemahan ini lebih banyak disebabkan oleh kondisi dibanding oleh disebabkan oleh pelaku dakwah.”221 • Beliau juga menjelaskan tentang tidak terwujudnya manhaj dakwah secara sempurna di beberapa personal. 108. dan melakukan fitnah.”220 • Begitupula dari tipikal kelompok orang-orang yang suka menyebar fitnah dan menyimpan ambisi-ambisinya. bahwa kalian tidak menerapkan manhaj dakwah secara sempurna di dalam diri kalian. maka ia akan merusak dan menggoyahkan barisan dakwah.bisa bermanfaat untuk dirinya sendiri dan menghasilkan kerja.

maksudkan untuk membela kelemahan. meskipun sesaat. 267 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. hal. kita sering melimpahkan beban tanggung jawab hanya pada pundak seseorang.”223 222 223 Ibid. dan tidak kunjung melangkah lebih maju. hal. bahwa Ikhwan merasakan kekurangan ini dan mengakuinya. dan individuindividu itu adalah komponen bangunan jamaah itu sendiri. Berikutnya lahirnya sifat masa bodoh. akan terus berjalan untuk melakukan penyempurnaan hingga mereka mendapatkan bagian yang telah ditetapkan Allah untuk mereka. “Maka dimanakah jamaah itu sebenarnya? Apa yang telah aku berikan untuk jamaah? Beliau mengatakan. maka saya ingin berseru kepada putra-putri Islam yang memiliki semangat bahwa sesungguhnya seluruh jamaah Islam di masa kini sangat membutuhkan munculnya pribadi aktivis sekaligus pemikir dan anasir produktivitas yang pemberani. tiada lain adalah kumpulan dari individu-individu. 266. “Demikianlah orang banyak tertipu dalam memahami hakikat jamaah dan individu. Apabila komponen-komponen itu bercerai-berai dan setiap mereka bertanya dengan pertanyaan. tidak tahan uji menghadapi keadaan. disebabkan oleh kebiasaan kita bersikap kurang bertanggungjawab. Padahal jamaah itu. Mereka mengira bahwa jamaah itu sesuatu sedangkan individu adalah sesuatu yang lain. Namun saya ingin menegaskan tentang perbedaan antara Ikhwan dengan komunitas lain adalah dalam hal. Ikhwan dengan pengakuan ini. Maka haramlah hukumnya bagi orang semacam ini untuk tertinggal dari kafilah dakwah. “lalu dimanakah jamaah itu? Siapa yang bertanya dan siapa yang ditanya? Kita sering memahami hal ini secara keliru. Untuk itu.”222 • Imam Syahid juga menolak orang-orang yang malas dan orang yang banyak bertanya dengan mengatakan. 63 187 . sementara orang lain akan menggunakan alasan dan bersembunyi di balik keindahan kata-kata.

Walaupun dakwah telah menetapkan standar minimal dan dasar yang sama. mengendalikannya dengan segenap kendala yang ada. namun di sana terdapat perbedaan manusiawi. “Sesungguhnya seseorang yang berbicara itu berbeda dengan orang yang beramal. slogan dan ucapan dengan kesungguhan amal. namun tentu dakwah harus beradaptasi dengan perbedaan-perbedaan ini. dan jihad yang bijaksana.”225 • Bahwa dakwah juga tidak membiarkan seseorang mengembangkan manhaj individual yang bersemangat tapi tidak terkontrol dan terarah. dan orang yang berjihad berbeda dengan orang yang berjihad dengan bijak yang produktif menghasilkan keuntungan besar dengan pengorbanan yang sedikit. kemudian ia akan tumbuh bersama mereka dan memberikan apa saja yang mereka butuhkan. atau dalam satu naskah yang digandakan. Imam Syahid berkata. ia akan menjadi aset dan modal bagi jamaah untuk belajar mengendalikannya dan memberikan peran yang tepat. Pluralitas dan keberagaman yang menjadi karakter setiap individu ini merupakan hal yang positif. 129 188 . Jamaah dakwah menerima setiap individu dengan segala kondisi yang ada. • Pembentukan ini diupayakan agar tidak menghasilkan model produk yang teoritis dan filosofis semata. mengarahkannya untuk beraktivitas dan memperbaiki apa saja yang bisa diperbaiki.“Tidakkah seorang Al Akh memahami bahwa sesungguhnya jamaah adalah tempat individu-individu berkumpul. “Kekanglah rasa ketergesaan kalian dengan 224 225 ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).”224 • Setiap individu dalam shaf dakwah tidak diproduksi dalam satu cetakan. tapi lebih bertujuan menghasilkan kepribadian yang aktif dan produktif. dan ini adalah manhaj yang membedakan antara khayalan. dan orang yang beramal berbeda dengan orang yang berjihad. baik dalam kemampuan maupun karakter. hal.

S Al Nahl: 125) Allah Swt. dan itu adalah perintah Allah yang diturunkan kepada kalian. kasar dan keras. dengan Dan hendaklah 99%.” Allah Swt. berfirman             :Artinya “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. hal 127 189 .pandangan dan pemikiran yang jernih. maka mereka akan memilih untuk mengambil langkah perlahan yang bijak demi mewujudkan kesuksesan yang sempurna.” (Q. Maka ingatkanlah mereka dengan satu kalimat yang mengatakan. dan singkaplah hakikat itu dengan benderangnya angan yang rasional nan cemerlang. “Berapa banyak ketergesa-gesaan yang justru menghambat jalan. ketika mengajarkan metode penyampaian dakwah kepada :nabi-Nya.”226 • Imam Syahid berkata. kalian dan memahami bahwa akan jika Ikhwan mengetahui bahwa ketergesa-gesaan akan memberikan keberhasilan persentase kebijaksanaan memberikan persentase keberhasilan 100%. tidak mengatakan untuk berdakwah dengan tergesa-gesa. dan terangilah kecemerlangan akal pikiran dengan gelora perasaan yang mengharu biru penuh semangat. 226 Ibid. mereka mengklaim kalian dengan mengatakan bahwa kalian loyo dan lemah dalam semangat. orang lamban di era yang serba cepat. “Sebagian orang mengatakan bahwa kalian adalah orang-orang yang tenang dan tidak agresif. Beranganlah dengan kejujuran hakikat dan kenyataan.

maka hendaknya syiar kita adalah kebersihan. atau akan merenggut kemenangan mereka.” Begitu indah dan tingginya bahwa ajaran fiqih yang pertama dalam ibadah kita adalah Thaharah (kebersihan). keikhlasan. Dalam sebuah hadits yang shahih disebutkan: 190 . Sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu. dalam perjalanan. interaksi. makanan.                    :Artinya “Dan Bersabarlah kamu. minuman. pikiran. Namun mereka berpandangan bahwa jika datang waktu untuk melakukan penyegeraan. Imam Syahid berkata dalam wasiatnya kepada Ikhwan: “Jika saya khususkan apa yang hendak saya sampaikan kepada kalian dalam kesempata ini.S Rum: 60) • Manhaj Tarbiyah sangat memperhatikan terwujudnya kebersihan hati. baik jiwa. dan kemurniaan diri untuk dakwah. pikiran. penampilan. perkataan dan perbuatan. dalam berjalan. lisan. tempat tinggal. kepada umatnya adalah: Senantiasalah bersih hingga kalian tampak seperti tahi lalat di antara bangsa-bangsa. badan. sementara mereka mengetahui bahwa kelambatan dan ketenangan justru akan menghambat kemajuan mereka.Dan hal ini adalah ijtihad mereka.” Dan diantara wasiat Rasulullah Saw. (Q. pakaian. maka pada saat itu mereka tahu apa yang harus dilakukan untuk menambah bekal dakwah dan bagaimana mewujudkan kematian yang mulia dalam mencapai tujuan yang agung.

Beliau berkata di dalam Risalah Ta’alim. (Q. mengingat akhirat. seperti shalat malam. mendekatkan diri kepada-Nya dengan ibadah sunah. dan bersiap-siap untuk menjemputnya. ومفتاح الصلة الطهور‬ Artinya: “Kunci surga adalah shalat. dan kunci shalat adalah thaharah.S Al baqarah:222)227 • Imam Syahid menekankan tentang urgensi keimanan dan ketakwaan. Kewajiban Aktivis Dakwah. mengambil jalan pintas untuk menuju ridha Allah dengan tekad yang kuat. 367 191 .” Maha benar Allah yang berfirman:               Artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. puasa tiga hari –minimal. hal.” “Hendaklah engkau senantiasa merasa diawasi oleh Allah. dan berusaha mengamalkan doa yang diajarkan pada setiap kesempatan. 228 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim).”228 Imam Syahid juga mewasiatkan kepada para aktivis dakwah untuk melakukan muhasaban rutin setiap hari dan setiap pekan. Hal ini dimaksudkan agar kita terbiasa melakukan evaluasi diri dan pembaharuan niat yang baik serta taubat yang benar dari segala 227 Bagian dari risalah terakhir yang ditulis Imam Syahid untuk Ikhwan. serta bagaimana cara untuk mewujudkannya.‫مفتاح الجنة الصلة. memperbanyak zikir hati dan lisan.setiap bulan. “Dan hendaklah engkau menempuh perjalan menuju Allah dengan penuh semangat dan keinginan. Diterbitkan oleh Majah Al Mabahits. 16 Januari 1951 M.

dan pencapaiannya terhadap satu sifat tertentu. dan bersandar pada kejelasan. yang tidak berhenti pada suatu jenjang atau fase tertentu. dengan demikian hal ini menegaskan kepada kita tentang urgensi 192 . perkataan dan perkiraan. serta penjelasan tentang pengaruh-pengaruh konkretnya terhadap individu peserta tarbiyah. Adapun pada kondisi-kondisi biasa dan tenang. serta hendaknya individu. Maka melalui kondisi-kondisi tersebut akan tampak hakikat perubahan yang terjadi. keterbukaan. Pentingnya Refleksi Nilai-nilai Tarbiyah • Dalam proses tarbiyah sangat dibutuhkan perhatian yang besar terhadap refleksi nilai-nilai ibadah. yang tidak berdasarkan jumlah yang dihasilkan semata. dan agar kita dapat mengetahui permasalahan dengan cepat. • Hakikat dari refleksi nilai-nilai tarbiyah tentunya tidak akan tampak kecuali pada saat-saat sempit dan tertekan yang dialami oleh masingmasing individu. Maka perubahan akan terus terjadi pada setiap individu di setiap waktu. karena sewaktuwaktu ia akan dihinggapi oleh kelemahan dan permasalahan. terkadang tidak berlangsung lama. namun untuk proses peningkatan kualitas tarbiyah setiap kader di segala aspek. keterus-terangan dan apa adanya. memperhatikan kondisi-kondisi tertentu masing-masing Tujuannya tidak untuk klasifikasi dan melemahkan. ketaatan. dan tidak berdasarkan pada isu-isu yang tersebar. maka tidak menjadi standar dan tidak menjadi ujian terhadap kekokohan tarbiyah seseorang. • Proses evaluasi tarbiyah atau pembersihan hati ini merupakan hal yang tetap dan akan terus berlangsung. • Proses evaluasi dan perbaikan harus dilakukan dengan berinteraksi langsung dalam setiap kondisi.bentuk kemaksiatan. dan sarana-saran yang beragam untuk tarbiyah. dan harus dilakukan melalui pencermatan yang teliti. serta untuk menutupi celah-celah kerusakan dan kelemahannya.

3. TIdak ada evaluasi dari murabbi terhadap refleksi dan pengaruh instrumen tarbiyah pada masing-masing peserta tarbiyah. Lemah atau hilangnya kekuatan spirit dan semangat yang tinggi. yang hal ini menuntut sebuah pencermatan yang serius. Diantara sebab-sebab umum adalah: 1. yang bermula dari mas’ul kemudian berpindah ke peserta tarbiyah. mengevalusi dan mengawasi pengaruhnya terhadap diri mereka. dan tidak adanya teguran kepada mereka ketika terjadi kelemahan dan permasalahan. • Terkadang kelemahan refleksi tarbiyah pada diri seseorang disebabkan oleh beberapa sebab umum maupun khusus. Pengalaman dan keahlian dalam menggunakan sarana-sarana tarbiyah diwariskan melalui interaksi langsung dari satu jenjang ke jenjang yang lain. dan tidak jelasnya manhaj tarbiyah yang mereka miliki. Rusaknya iklim untuk mengoptimalkan fungsi sarana-sarana tarbiyah. 2. dan keterbatasan kemampuan pada jumlah sarana tarbiyah yang sangat sedikit. 4. dan sesama murabbi dan mas’ul. Tidak memahami dan menguasai sarana-sarana tarbiyah yang beraneka ragam dengan pemahaman yang benar.dilakukannya evaluasi dan penyegaran. lemahnya hubungan antara sesama peserta tarbiyah. baik di jenjang individu peserta tarbiyah maupun mas’ul. 6. baik murabbi atau individu-individu yang melaksanakannya. 7. 5. Hilangnya naluri tarbiyah dari setiap peserta tarbiyah. Kurang optimalnya dorongan pada setiap peserta tarbiyah untuk berinteraksi langsung dengan sarana-sarana tarbiyah tersebut. 193 . serta usaha untuk menghilangkan kendala-kendalanya. Lemahnya kualitas tarbiyah murrabi dan kepiawaian mereka dalam menggunakan sarana-sarana tarbiyah yang beraneka beragam. yang kemudian mengakibatkan terjadinya kerusakan dalam penerapannya. dan upaya yang keras. dan tidak melalui penjelasanpenjelasan teoritis.

Banyak dan melimpahnya tugas dan kewajiban tanpa keteraturan (analisa beban dan pendelegasian tugas). baik masalah finansial. begitupula dengan persiapan tarbawi. 9. Sedikitnya zikir dan doa kepada Allah. doa. Kerasnya hati. Yang berhubungan langsung dengan diri mas’ul 194 . Selain itu terdapat permasalahan-permasalahan khusus yang berkaitan dengan individu-individu tertentu. shalat malam dan sedekah adalah ibadah yang dapat membersihkan dan menyucikan hati. baik skala personal maupun kolektif (jamaah).8. zikir. dengan tetap memahami bahwa proses penyembuhan hati bukan permasalahan yang mudah. mempersiapkan kemampuan dan kemahiran di bidang yang digelutinya. atau penyimpangan dalam pikiran dan prilaku. memperbanyak ikatan dengan Al Quran. pekerjaan (profesi). Istighfar. Hal ini merupakan dasar yang akan membantunya dalam menjalankan tugas sesuai dengan kemampuannya. diperlukan evaluasi yang cermat terhadap setiap individu kader dan melakukan upaya penyembuhan yang cocok untuk itu. yang menyebabkan kemalasan dan terbebani. Tarbiyah Mas’ul Dakwah dan Struktur Kepengurusan Sesungguhnya dakwah memberikan perhatian khusus terhadap tarbiyah para mas’ul. 10. sosial. Untuk mengatasi hal ini. Berikut beberapa sisi-sisi penting yang sangat diperhatikan dalam tarbiyah para mas’ul: a. serta dominasi dosa dan maksiat.

dan tekad yang kuat. sebagaimana yang dilakukan oleh Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya-. Dan hendaknya ia selalu memiliki kekuatan spiritual yang tinggi. meminta dan menyandarkan diri kepada Allah. 4. sama halnya ia dikedepankan atau dikebelakangkan. memperbanyak doa. dan bukan dengan figuritasnya. yaitu dengan mengikat setiap anggota tarbiyah dengan jamaah. dan bukan jamaah yang membutuhkannya. serta tidak menghalangi siapa saja yang bersamanya dari anggota kelompok dan jamaah. riya. 2. 4. yang dengannya ia mendapatkan bekal ruhi. Hendaknya ia memiliki bekal khusus dari ibadah dan ketaatan. Rasa tanggung jawab yang tinggi seorang mas’ul di hadapan Allah Swt. Selalu ikhlas dalam setiap amal. 5. 3. Menerima nasehat dari siapapun 195 . dan ia akan memikul amanah tersebut di hadapan-Nya. serta selalu berupaya merasakan bahwa ia sangat membutuhkan jamaah ini. sebagaimana lebih baik baginya memiliki buku tanpa judul dari pada memiliki judul tanpa buku. dan menghindari sifat-sifat ujub. dan menjadikannya sebagai sarana untuk meminta taufik dari Allah. Selalu menggunakan cara-cara musyawarah dan prosedural kerja. angkuh. Yang berhubungan dengan tugasnya: 1. b. serta selalu menguatkan semangat jundiyah (militansi dan kepatuhan terhadap pemimpin). dan menjauhkan diri dari cara-cara yang gaduh dan suara yang tinggi. semangat yang selalu membara. Amanah dalam pengiriman dan penyampaian 3. 6. Mengembangakan potensi dan kemampuan diri.. Tidak tergantung dengan kedudukan. senantiasa tawakkal kepada Allah. sum’ah (ingin selalu dipuji). 5. 6. mengutamakan hal-hal yang substabsial. Senantiasa memuhasabah dirinya. Kemurnian yang paripurna. Lebih mengutamakan kerja. 2.1. serta berupaya untuk mendapatkan beberapa keahlian yang dibutuhkan.

Menjaga hubungan dan komunikasi yang baik dengan orang yang lebih senior dan yang junior dari mereka. Mewujudkan makna-makna Ta’aruf. Memiliki kemahiran tarbiyah dalam menyampaikan taujih (pengarahan) dan materi-materi tarbiyah. dan hendaknya tegas dan mampu mengambil keputusan. dan berada di garda terdepan bersama mereka. Hendaknya ia Menjadi teladan bagi siapa saja yang bersamanya dalam hal ketaatan. mengembangkan potensi yang mereka miliki dan pendelegasian yang tepat. Memperhatikan adab-adab muhasabah dan evaluasi. persaudara dan saling memikul beban. serta bekerja keras dalam mewariskan dakwah dan pembentukan simpatisan dakwah. kedisiplinan dan dalam berbagai hal. Mampu mengkondisikan suasana. Saling berhubungan dengan ikhwah yang lain. Menerima masukan. 196 . 2. menghadapi problematika dan permasalahan-permasalahannya. 8. Tidak menyembunyikan ilmu. Yang berhubungan dengan interaksinya dengan anggota tarbiyah 1. mentransfer pengalaman dan kemampuan kepada orang-orang yang bersamanya. 4. karena ia bertanggungjawab terhadap mereka. 3. 7. tipikal dan kondisi setiap anggota 5. Tafahum. dan Takaful. Memiliki kemampuan untuk menguasai anggota. 9. 11. permintaan dan evaluasi c. berinteraksi dengan mereka.7. mampu memperhitungkan dan memutuskan sesuatu secara tepat. 8. 6. serta bersandar pada kebenaran dan bukti. dengan makna yang sempurna di antara anggota. Lapang dada. berbaik sangka dan percaya terhadap ikhwah yang lain. Mengenal karakter. serta menebar iklim kasih. 10. karena mereka adalah turut berperan bersamanya untuk memikul tanggungjawab. Menjaga keadilan dan kesamaan dalam hubungan sosialnya.

Diantara permasalahan-permasalahan tersebut adalah sebagai berikut: Lemahnya makna jundiyah (militansi dan ketaatan kepada qiyadah). Praktek kepengurusan pada dasarnya merupakan praktek nilai-nilai tarbiyah dan ia memiliki bentuk dan sarana yang beragam. dan pengarahan yang berkesinambungan. atau dengan mengadakan lompatan-lompatan tertentu. Kita tidak mengatakan bahwa seorang mas’ul dalam segala sisi telah memiliki dan menyempurnakan karakter-karakter ini. dan kita tidak boleh meremehkan permasalahan itu. namun paling tidak ada standar minimal untuk kita memulai. tidak menerima kritikan dan masukan (terutama dalam hal penyimpangan finansial dan akhlak). interaksi dan pelatihan anggota tarbiyah oleh mas’ul. Adab-adab Islam. dengan tetap mengetahui bahwa jika seorang kader yang hendak diberikan tanggungjawab ternyata memiliki sebuah cela yang bisa merusak. maka kita harus berhenti sejenak sebelum yang lain.Muwashafat tarbawiyah (karakteristik kader tarbiyah) ini tentunya tidak mungkin dilahirkan dalam waktu sehari-semalam. tidak terpisah dari tarbiyah dan pembinaan. ia tidak semata mengikuti sebuah manhaj studi atau gagasan yang disampaikan di pelatihan-pelatihan managerial. karena keduanya adalah sebuah kemestian. latihan dan peningkatan kualitas tarbiyah akan dilanjutkan dengan menggunakan sarana-sarana tarbiyah yang beraneka ragam. akhlak dan batasan-batasannya dalam hubungan dan interaksi langsung yang terjalin antara anggota tarbiyah dengan 197 memberikan tanggungjawab tersebut. lemahnya kedisiplinan terhadap jamaah dan condong kepada figuritas dan mengikuti pandangan individu dan nafsu. walaupun ia memiliki banyak karakter positif . keras hati dan kasar terhadap orang lain. namun hal ini hanya bisa terwujud dengan ketekunan. bangga terhadap diri sendiri. namun lebih kepada praktek. dll. tidak memiliki loyalitas. bergantung dengan kedudukan dan posisi serta tidak siap untuk meninggalkannya jika diminta. Kepengurusan dalam dakwah kami. latihan. Yang kemudian penyempurnaan. latihan.

justru mereka berada dalam satu barisan melihat yang saling bertautan di erat yang mereka membentuk bekerja. sementara ia belum memiliki kesiapan yang sempurna dengan kemampuan dan ketersediaan tenaga-tenaga ahli.batasan-batasan kerja itu sendiri. Namun selayaknya pada waktu itu. kalangan profesional. serikat para pekerja. Dengan pelbagai jenjang tanggungjawab yang ada di internal struktur kepengurusan tersebut. dan bukan struktur kelompok yang hanya melakukan kerja-kerja nisbi yang terpisah di beberapa sekat yang berbedabeda. pegawai. dakwah tentu tidak bisa berdiri dan mematung hingga sempurna untuk seluruh potensi dan kemampuan yang ada. ia berusaha menggali memusatkan perhatian menyiapkan pembinaanpembinaan tarbawi dan keahlian untuk para tokoh di dalam jamaah. Hendaknya juga dilakukan upaya keras untuk mengobati titik-titik cela dan kelemahan yang ada. dan hendaknya aktivitas dan peristiwa yang terjadi tidak menggangu proses pembinaan tarbawi dan pembinaan terhadap aset dan tokoh-tokoh jamaah. Struktur-struktur itu misalnya. pedagang. atau persatuan para guru. Struktur kepengurusan di dalam jamaah pada dasarnya merupakan sebuah fase tarbiyah dimana ada saling keterkaitan dan kesatuan dalam menjalankan tanggungjawab. Terkadang. beberapa peristiwa menimbulkan gerakan tertentu terhadap jamaah. baik kuantitas maupun kualitas yang mumpuni. pelajar dan kaum wanita. merupakan asas tarbiyah dan mahhaj praktis yang akan mewujudkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Tidak mengapa jika struktur kepengurusan tersebut berupa kepanitiaan atau tim-tim khusus yang bekerja dan bergerak di masingmasing bidang dan divisi tertentu. kesamaan mereka tanggungjawab. petani. ulama. baik melalui pemilihan atau penetapan dari anggota tanpa sekat-sekat bidang tempat lalu menyelesaikan tugas dan kepentingan mereka secara kolektif. Dalam kondisi seperti ini. Proses penyiapan kader-kader handal yang memiliki kemampuan paripurna dalam pelbagai sisi baik tarbawi maupun keahlian 198 .

Yang kemudian menyebabkan timbulnya sifat liar. Hal ini bahkan sampai pada penolakan terhadap taujih (seruan atau himbauan jamaah) dan pelanggaran terhadap rukunrukun bai’at. baik pikiran. kami menegaskan tentang pentingnya persiapan tarbiyah yang baik dan berkualitas terhadap figur-figur kader yang menonjol dan tokoh-tokoh dakwah yang beraktivitas sebelum diterjunkan ke pelbagai lapangan. dan senantiasa menerapkan budaya musarahah (berterus terang) dan taujih-taujih tarbawi. pers. ketaatan dan ruh militansi. baik sebagian maupun seluruhnya. loyalitas. walaupun sesuatu 199 . dan hal itu sudah barang tentu memberikan dampak terhadap kondisi ruhi dan tarbiyah mereka. yang kemudian menyebabkan terjadinya fitnah dan penyimpangan. serta kantor-kantor tempat mereka bekerja akan menguras banyak waktu yang mereka miliki. Sesungguhnya kader-kader dakwah yang menonjol. dan hanya loyal untuk kepentingan diri dan kemaslahatannya sendiri. sangat membutuhkan perhatian tarbawi dan evaluasi yang cermat dan terus-menerus. karena karakter gerakan dan aktivitas mereka. dan menyandarkan seluruh urusan dan bertawakkal kepada-Nya. takjub dengan pendapat sendiri. tokoh-tokoh. dan gema suara mikropon terkadang memberikan implikasi yang cukup besar terhadap jiwa dan memberikan pengaruh yang negatif.tertentu merupakan proyek besar yang membutuhkan waktu yang relatif panjang. serta memberikan perhatian yang besar terhadap bentuk-bentuk penyimpangan sejak mula. Untuk itu. dan kader-kader yang menjadi figur-figur politik dan sosial. kemilau kedudukan. kedisiplinan. Sesungguhnya pertolongan Allah akan datang setelah dikerahkannya seluruh kemampuan manusia secara optimal. serta melanjutkan pembinaan tarbawi secara terus menerus dan berkesinambungan. memberikan imunitas kepada mereka dari fitnah dan penyimpangan. Sebagaimana sorotan publik.

Imam Syahid berkata.” “Dan hendaklah ia mengenal dan mengetahui seluruh kondisinya. serta yakin kepada pemimpinnya dan seluruh kemampuan dan keikhlasan yang dimilikinya. “Kenalilah siapa saja yang engkau temui dari saudara-saudaramu. Jamaah ini bukan pula sebuah kelompok rahasia yang masing-masing individunya tidak mengenal individu yang lain kecuali tugasnya.” “Hendaklah selalu ada ikatan ruh dan amal dengan qiyadah.yang kecil dan sederhana. yang saling bertaut.” “Hendaklah sebagian dari kalian memikul beban sebagian yang lain.” 200 . dan yang paling tinggi adalah al ‘Itsar (mendahulukan kepentingan saudaranya dari kepentingannya sendiri). Demikian itulah fenomena iman dan intisari ukhuwah. Prinsip jamaah ini adalah saling hidup bersama dan saling mengenal antara labinah (batu bata) dalam barisan dakwah. dan hendaknya jamaah selalu tegas dan disiplin dalam menerapkan hal ini. yang setiap individunya hidup bersama yang lain dan saling mengunjungi. Tentang Kitman (Menyembunyikan) dan Sirriyah (kerahasiaan) Jamaah ini bukan sesuatu yang rahasia dan tertutup. yang kemudian melahirkan rasa cinta. dan saling memikul beban satu sama lain. Jika didapatkan padanya kesulitan. segeralah memberikan pertolongan selama ada jalan untuk itu. bersatu dan saling mengasihi. penghormatan dan ketaatan. Hendaklah sebagian dari kalian senantiasa bertanya kepada sebagian yang lain (tentang kondisi kehidupannya). namun adalah sebuah barisan yang saling bertautan erat. yang komitmennya yang paling rendah adalah salamatul Shadr (lapang dada).

juga kenalkan dirimu kepeda mereka dengan selengkapnya. dan mereka memiliki izzah dengan dakwah yang mereka ikuti. dan merupakan kewajiban jamaah dan kerapian shaf dakwah. Rasulullah Saw. bersabda: ‫( )من حسن إسلم المرء تركه ماليعنيه‬ Artinya: “Diantara tanda baiknya keIslaman seseorang adalah meninggalkan apa saja yang tidak bermanfaat baginya. terdapat prinsip-prinsip dipublikasikan dan ada prinsip yang disembunyikan.“Hendaklah engkau mengetahui anggota katibahmu satu persatu dengan pengetahuan yang lengkap. visi dan misinya disampaikan.”229 Hal ini tidak bertolak belakang dengan mainstream dan prinsip harakah. Terdapat sesuatu yang perbedaan besar antara atau kerahasiaan gerakan dan yang kerahasiaan prinsip dalam dakwah. maka hal itu lebih kepada upaya memproteksi dakwah akibat 229 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). bersama masyarakat di setiap tempat dan waktu. hal. lembaga-lembaga sosial. fase dan tahapantahapan dakwahnya telah ditetapkan dan diketahui. serta konsentrasinya untuk mendalami pengetahuan yang khusus dan bermanfaat untuknya. Kewajiban Aktivis Dakwah. -yang berlandaskankan manhaj Islam. 368 201 . risalah dan selebaranselebarannya diumumkan.prinsip-prinsipnya disampaikan secara terbuka. Adapun penutupan beberapa sisi dalam strategi gerakan di barisan dakwah.” Termasuk menjaga lisan dan menyimpan amanah majlis. kader dan tokoh-tokohnya hidup dan berbaur dengan masyarakat. Di dalam dakwah tidak ada rahasia atau disembunyikan. kegiatan dan aktivitas mereka di tengah masyarakat terbuka dan dapat diketahui. target-target. Ini semua termasuk adab-adab Islam dan akhlaknya. dan mereka juga melakukan perjuangan konstitusi dan aktivitas politik. Sesungguhnya dakwah. mereka ada di mesjid-mesjid.

jelas dan dideklarasikan sejak dakwah ini diserukan. dan ia memiliki dasar pijakan yang berlandaskan kepada 202 .” Yang Tsabit (prinsipil) dan Mutagayyir (relatif) dalam dakwah Sesungguhnya dakwah memiliki keistimewaan dengan prinsip- prinsipnya dan tujuannya yang tetap. Risalah-risalah Imam Syahid.: ‫( ) استعينوا على قضاء حوائجكم بالكتمان‬ Artinya: “Jadikanlah kitman (upaya untuk menutupi sesuatu) sebagai penolong dalam memenuhi beberapa kebutuhan kalian. dari risalah yang pertama hingga risalah yang terakhir yang disampaikan kepada Ikhwan memiliki manhaj dan prinsip yang sama. Universalitas dakwah dan kesempurnaannya telah ditetapkan.tekanan dan konspirasi musuh-musuh Allah. engkau tidak bisa menyimpangkannya. Jadi tidak benar pendapat orang yang mengatakan bahwa dakwah ini awal mula lahir sebagai gerakan dakwah tasawuf dan akhlak. dan ini sesuai dengan sunnah Rasulullah Saw. harus memegang teguh prinsip-prinsip yang khusus baginya dalam gerakan dan pengorganisasian. kemudian berubah menjadi gerakan politik. Imam Syahid berkata dalam Muktamar Para Pemimpin Wilayah dakwah pada tahun 1945 M: “Telah ditetapkan kepada kalian asas pertama dakwah sejak bulan Dzulqa’dah 1347 H/1928 M).” Sesungguhnya prinsip-prinsip jamaah adalah prinsip-prinsip Islam itu sendiri. dan hal ini tidak bertentangan dengan hakikat bahwa strategi dakwah dalam melaksanakan dan menerapkan memiliki tahapan dan fase-fase tertentu sebagaimana yang dijelaskan dan diarahkan oleh Imam Syahid. dan kalian akan terus memegang teguh dan tegar hingga Allah mewujudkan janji-Nya –insya Allah-. sejak awal mula kelahiran dakwah. Jamaah dakwah.

Jamaah tidak menetapkan sebuah hukum (ketetapan) terhadap orang lain. merupakan prinsip dan ketetapan yang tidak akan berubah. dan menapikannya dari kelompok-kelompok yang lain. sebagaimana yang dipahami dan diyakini sebagai jalan yang benar dan tidak ada jalan yang lain. Dr. dakwah dan jamaah yang terorganisir.syariat Allah.230 jamaah yang menetapkan syura dan nota-nota Tentang Rasa Kepemilikan Terhadap Islam Jamaah tidak memonopoli sifat Islam untuk dirinya semata. Lihat pula: Al Tsabit wa al Mutaghayyir. karena ia bukan jama’atul al Muslimin (kelompok kaum muslimin) yang siapa saja meninggalkan dan berbeda dengannya maka telah keluar dari agama Islam. “Untuk itu kami harus menegaskan lagi bahwa. Perubahan dan inovasi pada sarana dan kegiatan-kegiatan dakwah memiliki batasan-batasan dan prinsip yang harus dipenuhi serta melalui institusi-institusi kesepakatan. Al Ustadz Fuad Al Hajarsy. hanya Allah semata yang berhak menetapkan hukuman terhadap mereka. namun ia terbuka untuk yang lain sesuai dengan pemahaman Islam yang komprehensif dan mengajak 230 Imam Syahid Hasan Al Banna. hal. Sementara sarana-sarana dakwah akan terus berubah dan berkembang sesuai dengan kondisi dan keadaan. 164. Jumah Amin. sesungguhnya tarbiyah. dan bukan hakim yang menghukumi.”231 Jamaah tidak berdiri di atas mazhab tertentu. namun ia merupakan jama’atul minal muslimin (sebuah kelompok dari kaum muslimin) yang berdiri demi mewujudkan tujuan-tujuan Islam sesuai dengan ideologi dan manhaj yang berlandaskan Al Quran dan Sunnah. 231 Kami adalah Para Da’I bukan hakim. Meskipun sarana-sarana dakwah dan aktivitas-aktivitas yang menyokong misi dakwah semakin berkembang. Hasan al Hudhaibi 203 . “Kami adalah para da’I. namun dakwah tetap berada dalam prinsip dan poros yang tidak berubah.

namun ia bersama kami. dan bukan kader yang menjadi hujjah baginya. walaupun ia sebagai prajurit dakwah yang berada di akhir barisan.” Beliau juga berkata tentang kewajiban dakwah dan ajaran-ajarannya: “Cengkeramlah dengan sungguh-sungguh bimbingan-bimbingan ini. Hal.”232 Jadi yang merepresentasikan jamaah dan menyampaikan sikapsikapnya secara langsung. serta ketaatannya terhadap prinsip-prinsip dakwah.kepadanya. yang disebut 232 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). dan ada beberapa orang yang tidak berada di barisan kami. Jika engkau berpaling darinya lalu duduk-duduk santai saja. Imam Syahid berkata. 369 204 . dan mengajak untuk bekerjasama untuk mengembalikan kemulian umat Islam dan mewujudkan tujuan-tujuan Islam seluruhnya. namun sesungguhnya ia tidak bersama kami.” “Saya yakin. Sejauhmana sesesorang mengambil dan menerapkan nilai-nilai dakwah dan tarbiyah. Jika tidak maka dalam barisan orang-orang yang duduk dan para pemalas masih terdapat kursi-kursi yang kosong. Engkau bagian dari kami dan kami bagian dari dirimu. adalah qiyadah (pemimpin) tertinggi. “Ada beberapa orang yang ada di barisan kami. maka sebesar itu pula ia berperan sebagai representasi dakwah ini. dan kau tampak begitu menonjol di antara kita. maka dudukmu akan dihisab Allah dengan seberat-beratnya hisab. di pundakmu tertempel gelar-gelar mentereng. maka tiada lagi hubungan antara kita. Jika engkau seseorang yang biasa berada di depan majelis kita. maka balasanmu adalah kehormatan hidup di dunia dan kebajikan serta ridha di akhirat. jika engkau mengetahuinya dengan baik dan engkau menjadikannya sebagai cita-cita dan orientasi hidupmu. Hujjah Jamaah dan prinsip-prinsipnya merupakan hujjah bagi kader-kader dakwah.

70 37 234 205 . hal. “JIka didapatkan seorang muslim yang baik. kita tidak mungkin melangkah ke depan walau hanya selangkah. Bab IV Proses Pembentukan Personal Kader Dakwah (Perbaikan Diri) Pemahaman Tarbiyah Dalam Proses Pembinaan Imam Syahid berkata. atau siapa yang dipercayakan sebagai juru bicara atas nama jamaah dan menyampaikan pandangan-pandangannya. Tanpa proses ulang pembaharuan mentalitas dan pembangunan jiwa ini. yakni pembinaan umat yang mengantarkannya menuju kepribadian yang utama dan mentalitas yang 233 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). dan kita juga membutuhkan penyadaran atas penyakit bakhil yang telah demikian akut. hal. selama tidak keluar dari batasa-batasan syariat.Mursyid ‘am. ijtihad. Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. dan interpretasi dalam pemikiran dan dakwah Islam.”234 “Maka ketauhilah bahwa tujuan pertama yang digariskan oleh Ikhwanul Muslimin adalah tarbiyah shahihah. Kita memerlukan pencairan bagi perasaan yang telah keras membeku. -dengan tetap berada dalam satu kesatuan dan ideologi yang sama-. prinsip dan sikap-sikap jamaah. Adapun individu dalam jamaah dakwah dan siapa saja yang bergabung dengan jamaah ini. maka akan didapatkan sarana-sarana kesuksesan dalam dirinya. maka setiap orang berhak memiliki pandangan. kita membutuhkan perbaikan bagi akhlak yang telah rusak binasa.”233 “Mentalitas kita –hari-hari inisungguh sangat membutuhkan pengobatan yang serius dan penyembuhan yang total.

Pembinaan –untuk membangun jiwa yang dinamis. yaitu dalam hal karakteristik peran dan tugas yang diberikan. Poros dakwah dan gerakan • Untuk merealisasikan poros-poros di atas dibutuhkan proses pembinaan secara gradual dan membaginya ke dalam fase-fase dan jenjang yang berbeda dalam proses pembentukan. • 235 236 Tarbiyah ini berlandaskan pada dua titik penting. Dakwah Kami di Zaman Baru. dan batasan-batasan yang diperlukan untuk mewujudkannya. sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Syahid di dalam risalah dan penyampaian-penyampaiannya. • • Ia mencakup ikhwan dan akhwat dalam dua poros yaitu. serta sesuai dengan keberagaman sarana dan jenjang-jenjang tarbiyah yang ditentukan jamaah. Kita dapat mengklasifikasikan sifat-sifat di atas dalam 3 (tiga) poros utama. maka kita akan mendapatkan gambaran yang lebih dekat tentang frofil muslim paripurna yang diinginkan. serta apa saja yang disampaikan Imam di dalam tujuan-tujuan dakwah dan klasifikasi amal.”235 Untuk mengetahui gambaran tentang sifat-sifat pembentukan pribadi di dalam jamaah. adalah dengan cara mengumpulkan dan menyusun kewajiban dan sifat-sifat tersebut.terdapat perbedaan antara ikhwan dan akhwat. yaitu: ibid Hal ini sebagaimana yang disebutkan Imam Syahid di dalam Risalah Pergerakan.236 Adapun dalam poros gerakan –dalam beberapa hal tertentu. yang merupakan satu kesatuan yang saling terpadu: 1. hal. poros keimanan dan akhlak.itu ditegakkan dalam rangka merebut kembali kemuliaan dan kejayaan umat dan untuk memikul beban tanggung jawab di jalan yang mengantarkan kepada tujuan. Poros akhlak dan budi pekerti 3. 236 206 . Poros keimanan dan ibadah 2.luhur. Dimana ia berupa aktualisasi amal tarbawi melalui program-program amali dan manhaj tertentu.

serta melalui ikatan yang menghimpunnya yang berlandaskan pada ta’aruf. jiwa dan perasaan. di atas asas-asas. dan amal yang berkesinambungan. Hal.. tafahum dan takaful.”238 Sesungguhnya tujuan yang diinginkan oleh dakwah bukanlah tujuan yang sederhana dan terbatas. Konsisten mengikuti tarbiyah kolektif yang diberikan oleh jamaah dan manhaj-manhajnya. serta urgensi kesatuan barisan. merupakan kewajiban kita yang pertama. meskipun dengan kadar tuntutan masing-masing berbeda. Imam Syahid berkata. Hal ini tidak mungkin dapat diwujudkan kecuali dengan melalui manhaj yang panjang 237 238 Dari petuah Imam Syahid Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). namun ia adalah tujuan yang besar dan dalam. Tujuan-tujuan itu bermula dari Ishlahul fardy (proses perbaikan diri) hingga ustaziyatul ‘alam (kepemimpinan dunia). bekerjalah untuknya dan teguhlah di atas jalannya. Menghidupkan tarbiyah diri di dalam setiap personal kader. namun usaha untuk menyempurnakan keduanya merupakan tuntutan syariat.a. “Melakukan tarbiyah untuk diri sendiri. tidak melakukan lompatam-lompatan. dan kita harus mengupayakannya. yang pembinaan dipercaya. • Dibutuhkannya pemusatan perhatian terhadap dakwah. pertolongan. “Yakinlah kepada fikrah kalian. yang cinta kuat. dan berkumpullah di sekelilingnya. Meskipun di antara tujuan-tujuan tersebut dengan realita yang ada terdapat kendala yang sangat besar.”237 b. • Aktivitas hati lebih penting daripada aktivitas fisik. Ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Syahid di dalam risalahnya. sebagai asas untuk bergerak dan terus eksis. • Pembentukan pemahaman ini yang berdiri benar. kemenangan dan taufik dari-Nya. kendati demikian hal ini adalah bentuk totalitas kepercayaan kepada manhaj Allah Swt. yang Iman cermat. 108 207 . • Imam Syahid menegaskan tentang urgensi membangkitkan keimanan dan memperbaharui ruh.

Pembangunan yang dicita-citakan demikian besarnya. Pengalaman sejarah yang pernah dilakukan oleh gerakan-gerakan reformis klasik dan kontemporer. berbudi pekerti dan beradab Islami dalam bingkai pemahaman yang teliti. dari sisi normatif teoritis menuju sisi praktis-realistis. kudeta. tarbiyah dan pembangunan. atau melakukan lompatan-lompatan terhadap sunah Allah dalam perubahan. karena hal ini merupakan asas pijakan. seimbang. yang bertujuan terciptanya bangunan Islam yang komprehensif dalam melahirkan karakteristik mukmin sejati. Adapun 10 sifat mukmin sejati dan rukun-rukun baiat. dan targettarget ini tidak mungkin dapat diwujudkan dengan melakukan penyerangan. dan sunnah Allah dalam perubahan dan kejayaan. dengan tetap memberikan perhatian besar untuk proses pembinaan kader dan tarbiyahnya. dengan tetap menjaga perbedaan tabiat alami setiap orang dan pemenuhan kebutuhan spiritual. dan menghindari kesalahan-kesalahan yang mereka jatuh kedalamnya. yang berpedoman kepada sunnah Rasulullah Saw. Karakteristik Pembinaan Diri Imam Syahid sangat memperhatikan upaya pembinaan diri yang paripurna dan gradual terhadap personal. dan petunjuknya dalam perbaikan dan pembinaan. dan mumpuni untuk kebutuhan zaman sekarang. yang berlangsung secara terus menerus dari generasi ke generasi berikutnya.. yang berakhlak. wawasan keilmuan dan kemahiran. 208 . yang mencakup pengalaman-pengalaman orang lain.dalam proses pembinaan. menyelesihi atau meremehkannya. tiada lain adalah pengantar. manhaj dan pemusatan terhadap program-program amali untuk mendapatkan akhlak-akhlak Islami dan petunjuk-petunjuknya dalam membangun dan memperbaiki manusia. menguatkan konsep ini dan Manhaj yang dipilih dan disusun oleh Imam Syahid yang berlandaskan kepada sunah Rasulullah Saw.

Ini adalah iklim dan suasana yang di dalamnya terdapat kebersihan dengan seluruh maknanya yang luas. Kemudian beliau menambahkan untuk proses pembinaan sebuah kerangka hadhanah jamaahpembinaan) labinah menghayati dan menerapkan proses pembinaan ini. • Dengan tersedianya program-program yang cocok dan sarana-sarana pembinaan yang sesuai dengan kader-kader dakwah dan realitas yang ada –dan dengan memperhatikan setiap perkembangan dan kemajuan-. Imam Syahid juga memperhatikan iklim (suasana) yang harus memenuhi komunitas pembinaan. dan posisi seorang pemimpin dalam menentukan 209 . Imam Syahid menjelaskan sisi pembinaan ini dengan mengatakan. dan seluruh barisan dakwah. persaudaraan. maupun dalam melaksanakan peran pengelolaannya. yaitu cinta karena Allah. yaitu Usrah. ia adalah sebuah ladang pembinaan dan tarbiyah yang akan mewujudkan. tafahum dan takaful. saling memaafkan. baik dalam hal menetapkan mas’ul. menjadikan tingkatan ukhuwah yang paling rendah adalah salamatu shard (berlapang dada). dan posisi seorang syaikh dalam aspek pendidikan rohani. labinah-labinah. – adalah membangun jamaah. posisi seorang guru dalam memberikan pengajaran ilmu. “Kepemimpinan –dalam dakwah Ikhwan. Imam Syahid menyebut penanggungjawab unit-unit usrah ini dengan ‘Naqib’.menduduki posisi orang tua dalam ikatan hati. diantara kader dakwah dan diantara unit-unit shaf dan labinah dakwah yang lain. yaitu dengan membangun tersebut Dalam keimanan. membersihkan (wadah usrah jiwa dan menguatkan praktis dasar untuk dalam keinginan.• Imam Syahid menegaskan bahwa sesungguhnya titik tolak pembinaan diri seorang mukmin sejati adalah dari dalam diri. kesucian dan kemuliaan. • Menjadikan pembinaan tarbawi sebagai sesuatu yang asasi (mendasar) dalam dakwah. dan menjadikan seluruh anggota usrah untuk bersama-sama dengan naqib melakukan pembinaan tarbawi dan meningkatkan kualitas tarbiyah dan perbaikan diri. ta’aruf. atau hubungan dengannya.

Ar Rasul Qudqatuna (Rasul adalah teladan kami). • Refleksi pembentukan ini dan intinya tergambar dalam 5 (lima) hal: “Kesederhanaan. Keprajuritan. (Syahid di jalan Allah adalah cita-cita kami 239 240 Risalah Pergerakan. yang digambarkan oleh Imam Syahid terdiri dari: “Pemahaman yang teliti. Tetapi ia adalah sebuah pembentukan yang sempurna dan saling terkait dan memberikan pengaruh satu sama lain. hal. Kewajiban Aktivis Dakwah. Al Maut Fi Sabilillah tertinggi). intinya adalah keprajuritan. Shalat. dan ia adalah bagian yang mendasar dari pembentukan ini. 369 210 . tilawah. hal.”240 Maknanya adalah: - Poros keimanan dan ibadah. antara gerakan. Risalah Ta’alim. perhatian Beliau yang besar terhadap antara kesempurnaan dan keparipurnaan pembentukan dan pembinaan kader-kader tidak memisahkan pembinaan diri dengan pencapaian sifat-sifat. Allah Ghayatuna (Allah adalah tujuan kami). Ia bukanlah perubahan yang dangkal atau hanya sebagai jembatan untuk mendapatkan beberapa adab dan muwashafat tarbiyah. -Slogan pembentukan ini. dan amal yang berkesinambungan.kebijakan-kebijakan politik secara umum dalam dakwah. 364 Risalah Pergerakan. Poros budi pekerti. inti adalah tilawah dan shalat. akhlak. aktivitas dan pengaruh kader di tengah masyarakat. Risalah Ta’alim. intinya adalah akhlak Karakter manhaj dan pembentukan sarana. Al Qur’an Dusturuna (Al Quran adalah Undang-undang kami). karena ia digambarkan dengan kalimat Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya). Poros dakwah dan gerakan. pembinaan yang mendalam. Dan dakwah mengumpulkan seluruh makna ini. Rukun-rukun Bai’at. intinya adalah kesederhanaan. Al Jihad Sabiluna (Jihad adalah jalan juang kami).”239 • Imam tarbawi Syahid memberikan dakwah.

Dakwah pada tahapan ini bersifat khusus.tidaklah dituntut. yang sesuai dengan keinginan dan target yang ingin dicapai.”241 • Hal ini berbeda jauh dari pengenalan dakwah dan lebih dekat ke dalam karakteristik pembentukan dan tarbiyah. “Jamaah menjalin hubungan dengan orang yang ingin memberikan kontribusi bagi aktivitasnya dan ingin ikut menjaga prinsip-prinsip ajarannya.bersifat tasawuf murni dalam tataran ruhani. bimbingan.”242 kepada sistem dan prinsip-prinsip umum 241 242 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). Tidak dapat dikerjakan oleh seseorang kecuali yang memiliki kesiapan secara benar untuk memikul beban jihad yang panjang masanya dan berat tantangannya. Imam Syahid berkata. dan beberapa cara lain. Tingkatannya seiring dengan kadar penghormatannya jamaah. hal. 397 Ibid. jihad dan dalam mengemban beban dakwah yang berat. Slogan utama dalam persiapan ini adalah: Totalitas ketaatan. Ketaatan tanpa reserve –pada tahapan ini. sedangkan medianya adalah nasihat. beliau berkata: “Dalam tahapan ini dakwah ditegakkan dengan melakukan seleksi terhadap anasir-anasir positif untuk memikul beban jihad dan untuk menghimpun berbagai bagian yang ada. dan bersifat militer dalam tataran operasional. tanpa ragu dan bimbang. dengan kesempurnaannya di pelbagai sisi perbaikan. dalam tahapan ini dakwah dilakukan dengan dengan menyebarkan fikrah Islam di tengah masyarakat. yang kemudian disebut sebagai.• Imam Syahid ini menggambarkan dan tentang kedalaman dalam proses pembentukan tingkatan-tingkatannya memenuhi tuntutan-tuntutan dakwah. hal 397 211 . Urgensinya adalah kerja social bagi kepentingan umum. Tentang hal ini. Tahap pengenalan. Sistem dakwah –pada tahapan ini. Slogan untuk dua aspek ini adalah: perintah dan taat. bahkan tidak lazim.

yang tidak justru menimbulkan bid’ah yang lain yang lebih parah. serta tidak memperuncing perbedaan yang terjadi di antara para ulama. hal. yaitu lapangan perbaikan umum. 357 Ibid. dan para sahabatnya mencukupkan diri dengannya. hal. dan ta’thil.”245 Sebagaimana yang disebutkan Imam Syahid bahwa seorang al Akh seharusnya: memiliki kekuatan hubungan dengan kitab Allah. adalah kesesatan yang wajib diperangi dan dihancurkan dengan menggunakan cara yang terbaik. sebagaimana Rasulullah Saw.”244 Beliau juga berkata. mengenalkan Islam dan kebangkitannya di tengah masyarakat. 358 Ibid. sedangkan mengenai ayat-ayat sifat dan hadits-hadits shahih tentangnya. 356 212 . “Al Quran yang mulia dan sunnah yang suci adalah referensi utama setiap muslim untuk mengenal hukum-hukum dalam agama Islam. Qiyam Lail. • Imam Syahid sangat memperhatikan urgensi kebenaran akidah dalam proses pembentukan dan perbaikan diri seorang muslim. mesjid dan perhatian yang besar terhadap shalat. baik berupa penambahan maupun pengurangan. Beliau berkata. serta berbagai keterangan mutasyabihat yang berhubungan dengannya.243 “Setiap bid’ah dalam agama Allah yang tidak ada pijakannya tetapi dianggap baik oleh hawa nafsu manusia. Kita mencukupkan diri dengan keterangan yang ada. kita cukup mengimaninya sebagimana adanya tanpa ta’wil. dan hendaknya 243 244 245 Ibid. hal. “Ma’rifah kepada Allah –Yang Maha Tinggi dan Maha Muliadengan sikap tauhid dan penyucian (Dzat)-nya adalah setinggi-tinggi tingkatan dalam akidah Islam.Ikhwan melakukan kerjasama dengan orang-orang yang ikhlas yang berkerja di lapangan ini.

” Beliau juga berkata. Imam Syahid berkata. ajarkan kepadanya kebebasan jiwa dan hati. menghayati dan mentadabburinya. serta dalam amal dan prilakunya. serta kebebasan pemikiran dan akal. 197 248 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. hal.memiliki wirid harian bacaan Al Quran. hal. mendengarkan. maka kalian akan menyaksikan kelahiran seorang pemimpin muslim yang berjihad dengan dirinya dan membahagiakan orang lain. menghapal. baik wirid tilawah. pertama-tama. maka terhadap masyarakat dakwah dan dan pembangunan Negara. Penuhilah jiwa yang liar dengan keagungan Islam dan keindahan Al Quran. Hal ini merupakan rukun pertama kelahiran dalam manhaj baru perbaikan ini. walaupun berbeda bentuk dan programnya.246 • Imam Syahid menjadikan dasar pembinaan dalam tarbiyah berlandaskan manhaj Islam. serta anasir-anasir 246 247 10 wasiat Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). kebebasan jihad dan amal. dalam moralitas dan perasaannya. baik kepribadiaan.”247 Imam Syahid berkata. serta latihlah ia menjadi prajurit di bawah bendera dan panji Nabi Muhammad. Semuanya memiliki satu pijakan dasar. Ini merupakan salah satu upaya pembentukan individu mukmin dalam dakwah kami. kehidupan dunia dan akhirat.”248 Dakwah ini tidak membutuhkan kepada jiwa-jiwa yang tidak konsisten dan kaku. kami menginginkan seorang yang muslim dalam pola piker dan akidahnya. yang titik tolaknya adalah perbaikan dan mencakup segala aspek kemanusiaan. 63 213 . Beliau juga tidak membedakan dalam urgensi dan integralitas pembinaan ini antara lelaki dan wanita. “Dan dengan urgensi generasi perbaikilah maksimalkan proses pembentukannya. “Seluruh jamaah Islam di masa kini sangat membutuhkan munculnya pribadi aktivis sekaligus pemikir dan anasir produktivitas yang pemberani. anakanak maupun orangtua. akhlak.

” “Untuk itu. Unsur ini yang kemudian terbagi dalam beberapa tujuan dan poros-poros yang 249 250 251 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). yang menyatu dan membentuk satu dasar pijakan dalam pembentukan ini. Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya).”249 Kaum wanita memikul tanggungjawab yang sama dalam dakwah dan beraktivitas untuk mewujudkan tujuan yang sama pula.”251 sebagai poros-poros pembentukan utama bagi para pembawa risalah dakwah dan yang komitmen terhadap jamaah ini. Taat (kepatuhan). yaitu sebagai poros penyempurna. Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya). kami juga memperhatikan kaum wanita sebagaimana perhatian kami kepada kaum pria. yang memiliki jiwa yang keropos. yang akan berjalan beriringan dengan 10 sifat yang lain. Mujahidun Linasihi (kuat kesungguhan jiwanya). Kami juga memperhatikan anakanak sebagaimana perhatian kami kepada pemuda. Nafi’un Li Ghairihi (Bermanfaat bagi selainnya). Amal (aktivitas). Tsabat (keteguhan). Harishun Ala waqtihi (Cermat mengatur waktunya). yang mencakup manhaj tarbawi dan takwini. shahihul Ibadah (benar ibadahnya). yaitu. Ikhlas.250 • Imam Syahid juga menetapkan rukun-rukun baiat berikut. 359 Ibid 214 . 356. hal. Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). 177 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). yaitu: Salimul Akidah (bersih akidahnya). • Imam Syahid menetapkan muwashafat yang harus dipenuhi oleh seorang muslim di dalam kehidupannya. Ukhuwah dan Tsiqah (kepercayaan). Tadhiyah (pengorbanan). Munazhamun fi Syu’unihi (terorganisir seluruh urusannya). Qadirun Alal Kasbi (mampu berekonomi). Tajarrud (kemurnian). Fahm (pemahaman). hal. dengan tetap menjaga beberapa perbedaan aspek harakah dan peran-peran khusus mereka.dakwah yang tertutup dan kepribadian yang senang menyendiri. Jihad.

dan tsabat di atas prinsip-prinsip. • Imam Syahid menetapkan tujuan-tujuan tertinggi dalam jamaah –yang berupa tingkatan-tingkatan amal-. Ukhuwah dan Tsiqah (kepercayaan). Kemudian dalam seluruh aspek-aspek di atas. Dalam aspek keyakinan. maka kelemahan dan kerusakan dalam salah satu rukun-rukunnya akan menyebabkan kelemahan terhadap baiat-baiatnya yang lain. Rukun-rukun baiat ini menunjukkan nilai-nilai tarbiyah yang dibutuhkan oleh individu dan jamaah dakwah. agar dapat mewujudkan semua rukun-rukun baiat. baiat dan komitmennya terhadap jamaah. kami membutuhkan Taat (kepatuhan). yaitu: 215 . kami membutuhkan Fahm (pemahaman). Amal (aktivitas). Jihad. demi membentuk labinah-labinah dakwah yang kuat dalam satu barisan: Dalam aspek harakah.diwujudkan dengan program-program pendidikan dan kegiatan- kegiatan tarbiyah. Amal (aktivitas). yang berasal dari dalam diri setiap individu. seorang kader dakwah membutuhkan rukun Tsabat (keteguhan). Dalam aspek pengorganisasi dan barisan dakwah. kemudian mempersiapkannya agar mampu mewujudkan dan berupaya untuk melaksanakannya. Karena rukun-rukun baiat ini saling berkaitan erat. Imam Syahid menyebutkan tingkatan amal yang dituntut dari seorang al akh yang tulus. Tadhiyah (pengorbanan). kami membutuhkan rukun-rukun berikut ini. dan Tajarrud (kemurnian). Ikhlas. yaitu arah dan wadah yang membatasi aspek-aspek pembentukan dan beban dakwah.

sehingga menjadi pemerintah Islam yang baik. tanpa membedakan atau memisahkan antara tujuan-tujuan tersebut.”252 Tingkatan dan tujuan-tujuan ini memiliki refleksifitas dan perwujudannya di dalam program-program penyiapan individu. Bimbingan masyarakat 4. namun saling menyempurnakan satu sama lain. namun fleksibel dan dinamis. yang mencakup seluruh aspek tarbawi.1. Memperbaiki keadaan pemerintah. 361 216 . dengan tetap menjaga perbedaan antara individu kader. Pembentukan keluarga muslim 3. 359. hal. Ia juga memelihara target. 252 Ibid. 7. Program-program ini –baik teori maupun praktektidak terpisah. Empat yang terakhir ini wajib ditegakkan oleh jamaah dan oleh setiap akh sebagai anggota dalam jamaah itu. sesuai dengan masing-masing tujuan. dan dengan memanfaatkan setiap sarana dan instrumen yang baru. Penegakan kepemimpinan dunia dengan penyebaran dakwah Islam di seantero negeri. Program dan sarana-sarana tarbiyah yang digunakan tidak kaku dan statis. Pembebasan tanah air 5. dan di dalam sarana-sarana tarbiyah yang digunakan. karakteristik dan target-target utama. 6. dalam rangka memperhatikan mewujudkan tingkatan-tingkatan dan tujuan-tujuan yang tinggi itu. dengan tetap jenjang dakwah yang dilalui. Perbaikan diri sendiri 2. Sebagaimana ia juga memiliki pengaruh nyata dan nilai-nilai tarbawi dan haraki yang terwujud secara gradual. atau membatasi satu tujuan tanpa tujuan yang lain. Mengembalikan kekuasaan khilafah yang telah hilang dan terwujudnya persatuan yang diimpikan bersama.

“Sesungguhnya. 4. hal. minum.hendaklah selalu dalam kehalusan nurani. keluasan cakrawala berpikir.Imam Syahid menjelaskan beberapa aspek penting di atas di dalam proses pembentukan individu serta kesinambungannya. 235 Ibid. ia tidak sama hanya dalam memperuntukkannya bagi kaum laki-laki dan meninggalkan kaum melainkan keduanya kedudukan pandangan Islam. untuk mewujudkan kemauan yang kuat dan tekad yang membaja. -sebagaimana kami nasehatkan kepada al akh Mulsim. maka kewajiban seorang akh adalah: 1. 236 217 . dan tidur.254 253 254 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).”253 Dengan demikian. Menghiasi dirinya dengan akhlak Islami. Beribadah kepada Allah dengan melaksanakan perintah-perintahNya. Islam menetapkan kaidah-kaidah memiliki ini. sehingga dapat membedakan antara kebaikan dan keburukan. kesempurnaan akhlak dan kesehatan badan. Islam juga menginginkan sebuah pandangan yang benar dalam memahami sesuatu itu benar atau salah. mengemban mampu berbagai tugas misi kemanusiaan secara baik. 1. hal. Komitmen dengan aturan dan adab-adab Islam dalam tata cara makan. Islam menginginkan dalam diri setiap mukmin. Perasaan dan nurani yang peka. 2. agar ia dipelihara oleh Allah dari ancaman pelbagai penyakit. 2. Tubuh yang sehat yang yang siap mulia. 3. 4. Sebuah keinginan kuat yang tidak akan pernah melemah dalam membela kebenaran. oleh karena itu. dan menjadi perangkat yang layak untuk mewujudkan cita-cita mengegolkan kebenaran dan kebajikan. Ukhti Muslimah. 3. Ketika wanita. Melakukan kegiatan belajar dengan kemampuannya untuk meningkatkan intelektualitas dan wawasan keilmuannya. untuk mengasah kepekaan nurani dan kehalusan perasaan.

berlandaskan dan bertitik tolak dari shibghah Islam dan manhajnya yang mulia. mencakup seluruh aspek umum dalam proses pembentukan kepribadian dan individu muslim.Imam Syahid menyebutkan 4 sifat yang wajib dipenuhi untuk membangun kekuatan diri. Sifat-sifat terbut adalah: “Kemauan yang keras yang tak tersentuh oleh kelemahan. serta melaksanakan apa saja yang untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut. maka ia menjadi garda depan di barisan para mujahid yang tulus dalam mengemban risalah dakwah dan teguh di atas jalannya. dengan pengetahuan terhadap dasar perjuangan. kesetiaan yang kuat yang tak dikotori oleh kepura-puraan dan pengkhianatan. Dengan pemenuhan dua hal ini. hal. yaitu. dan beliau menjelaskan bahwa sifat-sifat tersebut merupakan nilai-nilai dasar dalam diri individu muslim dan umat Islam untuk bangkit mengemban dan memikul risalah dakwah.”255 Target-Target Tarbiyah Manhaj tarbiyah dalam melakukan pembinaan dan perbaikan diri menurut pandangan jamaah. pengorbanan besar yang tak dihalangi oleh ketamakan dan kebakhilan. menunaikan risalah dakwah di muka bumi. Khusus adalah. keyakinan dan penghormatan terhadap dasar tersebut yang akan menjaga dari kesalahan dan penyimpangan. atau tertipu dengan yang lain. Mewujudkan kesempurnaan ibadah kepada Allah. 255 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). mempersiapkannya untuk melaksanakan tugas yang diwajibkan kepadanya. Ini adalah persiapan umum dan khusus. 45 218 . menjalankan tugas dan tujuan-tujuan dakwahnya. Umum adalah. Ia memiliki satu target yang ingin diwujudkan.

visi. Asas-asas ini berlandaskan dorongan. Menyempurnakan persiapan iman dan jihad 5. Kepribadian mukmin yang baik 2. yang kemudian akan dibagikan dalam jenjang-jenjang yang berbeda sebagaimana telah ditetapkan dalam setiap fase. Yang terbagi dalam target-target marhalah anak-anak dan dewasa. Tujuan-tujuan yang telah tersusun ini berlandaskan pada hal-hal berikut ini: 219 . Dari asas ini. terwujudlah simpul utama terhadap tujuan-tujuan pembentukan tarbawi. Memiliki kekuatan jiwa yang luarbiasa 3. dan peran yang telah ditetapkan berdasarkan manhaj Islam dan petunjuknya. Tingkatan-tingkatan amal. 2. 3. tergambar dalam hal-hal berikut: 10 sifat untuk membentuk kepribadian mukmin yang baik Rukun-rukun baiat dalam rangka mempersiapkannya untuk berjihad. Teguh di atas jalan dakwah hingga ia menemui Allah • 1. Asas manhaj yang merupakan susunan target-target tarbiyah ini. Yang berjuang keras dalam melaksanakan dakwah dan mewujudkan target dan tujuan-tujuannya di seluruh permukaan bumi. yang kemudian terbagi dalam beberapa target yang sesuai dengan berbagai tahapan usia dan jenjang tarbiyah yang berbeda antara individu di dalam jamaah.Kami menginginkan pembentukan yang khusus terhadap anggota jamaah muslim. • Target Umum: dan para pengemban risalah dakwah. terus meningkat dan menyempurnakan pembentukan umum yang diharapkan dari setiap manusia 1. dan target-target dakwah yang tinggi yang ingin diwujudkan. 4. akhwat dan anggota usar.

kemudian beberapa hal berupa takmilat (kebutuhan penyempurna). Hifzu Mal (menjaga harta). tahsinat (kebutuhan pelengkap). Hifzu Din (Menjaga agama). • 1. hingga ia 2. yakni yang disebut sebagai landasan filosofis dalam perbaikan dan pembentukan. Para ulama Ushul Fiqh meletakkan kebutuhan pokok dalam Daruriyyat al Khams. 3. yang membuatnya butuh ketegaran.1. Hifzu Nasl (menjaga keturunan). Hifzu Nafs (menjaga jiwa/kehormatan jiwa). Oleh karena itu refleksi aspek keilmuan. Ia akan berhadapan dengan banyak kendala dan perubahan dalam kehidupan manusia. Aspek perasaan dan kepekaan jiwa 3. 220 . 4. memiliki tiga aspek penting: 1. yang memiliki permulaan namun tidak memiliki akhir. Visi dan misi. Setiap tujuan tarbiyah. Aspek akhlak Aspek-aspek melengkapi. ini satu dan sama lain saling pada menyempurnakan salah satunya dan akan Kelemahan kekurangan menyebabkan kelemahan pada aspek-aspek yang lain. Aspek keilmuan 2. 2. serta aspek akhlak harus terlihat dalam diri setiap individu. Pertumbuhannya berkesinambungan dan mengiringi setiap individu dalam setiap aspek. 3. Karakteristik Target(keistimewaan tujuan-tujuan tarbiyah): Ia adalah tujuan yang berkesinambungan. perasaan dan kepekaan jiwa. Tujuan-tujuan tertinggi dalam Islam dan dakwah Karakteristik individu dan kebutuhannya Pandangan masyarakat dan tujuan-tujuan yang hendak diwujudkan. sebagai acuan dan rujukan kebutuhan manusia secara umum. Hifzu Aql (menjaga akal). yaitu.

penyucian jiwa dan muraqabatullah. 4. kemudian menjadikannya sebagai dasar tempat bergantungnya hati dan memurnikan diri. Sebab-sebab kelemahan dan kendala yang akan dihadapi sangat besar. serta dengan realitas keberadaan jiwa lawwamah (mengajak kepada keburukan). yang sangat memperhatikan sisi gradualitas dalam proses dan tidak melakukan lompatan-lompatan. target dan sarana-sarana tertentu. tanpa menyandarkan diri kepada pertolongan Allah. • Ciri-ciri Dalam Target Tarbiyah 1. memiliki pengaruh yang akumulatif dengan tidak adanya pemisahan. serta dilakukannya proses evaluasi dan pengulangan.bisa kokoh dan eksis dalam mewujudkan target-target yang diinginkan. Syumuliyah (komprehensif) dalam setiap aspek kehidupan manusia. Ia bersandar pada upaya untuk membangkitkan ruh. Sarana tanpa sasaran dan target maka akan mengarah kepada kesia-siaan. Ia berusaha menggabungkan antara upaya manusia dengan taufik dan hidayah dari Allah. 5. dan jiwa yang hidup. Tujuan tanpa sarana untuk mewujudkannya maka hanya akan menjadi gagasan idealis yang tidak realistis. maka perbaikan yang diinginkan tidak akan terwujud. maka dapat dipahami bahwa target-target cabang tertentu (target jangka pendek) dalam aktivitas tarbiyah yang berkesinambungan merupakan sarana untuk mewujudkan target besar atau target jangka panjang. Sebagaimana terdapat target-target jangka panjang dan targettarget jangka pendek. Manhaj tarbawi harus memiliki tujuan. Ia adalah tujuan-tujuan yang saling berhubungan. Ia mencakup semua kebutuhan masyarakat dan dunia 221 .

jika target-target utama dalam tarbiyah memiliki keistimewaan tsabat (kekokohan) dan kekuatan. dalam menerapkan manhaj tarbiyah juga dibutuhkan fleksibelitas. 7. kemudian terus meningkat menuju tingkatan Al Kafaah. yang merupakan tingkatan 222 .serta hubungannya terhadap alam semesta. Termasuk keseimbangan antara kebutuhan Pribadi dengan lingkungan yang mengitarinya. dan kebutuhannya masing-masing. Inovasi. 2. Individu – masyarakat – dunia (kemanusiaan) – alam semesta. yang dimulai dari tingkatan Al Kifayah. maka targettarget cabang membutuhkan inovasi dan pengembangan. • Tingkatan Target Tarbiyah Tujuan-tujuan tarbiyah tidak berada dalam satu tingkatan saja. antara tujuan-tujuan tarbiyah dengan keseimbangan yang dibatasi oleh timbangan relatif terhadap target-target dan skala prioritas. Tujuan-tujuannya saling menopang 4. Keseimbangan. yang masing-masingnya saling menyempurnakan. termasuk kebutuhan personal setiap individu. 5. namun memiliki beberapa tingkatan. Eksistensi dan kesinambungan 6. Begitupula keseimbangan dalam menerapkan tarbiyah kolektif dan tarbiyah individu. sesuai dengan realitas yang dihadapi. Fleksibelitas. yang berupa tingkatan minimal yang cukup untuk melakukan aktivitas atau mewujudkan sebuah tujuan tertentu. dengan tetap menjaga realita dan kemampuan. begitupula dengan perbedaan antara individu. TIdak ada pertentangan satu sama lain 3.

mengajarkannya kepada orang lain. atau lebih meningkatkan penerapannya secara praktek. harus mampu mewujudkan tingkatan Itqon. remaja dan pelajar. dan penghayatannya tidak berhenti pada tujuan-tujuan tersebut. yang mencakup pengulangan materi dalam beberapa waktu tertentu. namun dalam 223 . bahkan dimulai sejak masa balita melalui kedua orangtuanya. Jika ia sudah meranjak dewasa. • Urgensi Pembangunan yang benar dan Keterikatan antar target-target tarbiyah: dan Karena tujuan-tujuan tarbiyah merupakan satu kesatuan. kesinambungan dan penerapannya menggunakan bentuk yang beragam dan secara gradual sesuai dengan kedalaman dan proses penerimaan peserta tarbiyah. begitupula halnya dalam ibadah dan ketaatan. Sebagaimana dalam tujuan tarbiyah. bentuk pembelajarannya mungkin sangat sederhana.tertinggi dalam mewujudkan tujuan-tujuan ini. Contohnya dalam mempelajari sirah atau ayat Al Quran. ia akan mengulangi proses pembelajarannya secara lebih dalam dan cermat. sejalan dengan peningkatan tarbiyah dan penerapannya. Dengan demikian maka pembagian tujuan-tujuan tarbiyah dan pengenalannya dimula sejak masa kanan-kanak. cermat dan lebih luas. Tingkatan terakhir ini juga merupakan tingkatan yang panjang dan tidak terbatas. kemudian setiap kali meningkat jenjang tarbiyah seseorang. di jenjang pemula dalam proses pembentukan. mengingatnya dalam beberapa kondisi dan peristiwa. Target-target tarbiyah dalam pandangan Islam. memiliki pengaruh ia yang akumulatif masa dalam kecil kehidupan akhir manusia. maka bermula dari hingga kehidupannya. atau mengkaji salah satu aspeknya secara khusus. kemudian meningkat kepada tingkatan Shidq kemudian kepada tingkatan Ihsan. pembelajaran. Demikian keterikatan. atau mempelajari kembali suatu materi tarbiyah secara lebih dalam.

pertumbuhannya ia belum mendapat pembinaan tarbiyah yang cukup atau belum melewati masa pembentukan pada periode tersebut. dan kuat imannya. Salimul Akidah (bersih akidahnya) 3. jika di dalam pembinaan umum terdapat kerusakan atau kelemahan. yang mencakup segala aspek kehidupan manusia. 224 . Adapun pembinaan khusus. dan tak akan memberikan buahnya. dan jenjang-jenjang tarbiyah berikutnya. Shahihul fahm (benar pemahamannya) dan Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya). pembinaan dasar-dasar tarbiyah. kemandegan atau kemandulan. tumbuh dan berkembang dengan nilai-nilai tersebut. dan merupakan pelengkap dan berkaitan secara terus menerus dengan asas pembinaan umum. pendukung. Shahihul Ibadah (benar ibadahnya). adalah mempersiapkan seorang muslim untuk menjalankan tugas yang penting. dan merupakan tingkatan tertinggi dalam jihad dan pengorbanan. Hal ini juga berlandaskan kepada manhaj Islam. • Poros-poros simpul utama dalam Target-target Tarbiyah Kita dapat menyimpulkan poros-poros beberapa tujuan tarbiyah berikut: simpul utama ini dalam 1. dan akan terus berlangsung sepanjang kehidupannya. yang dimulai dari jenjang simpatisan. Sebagaimana tidak terdapat pemisahan antara pembinaan umum dan pembinaan khusus. yang dengannya seorang muslim meningkatkan dirinya secara terus menerus dan mewujudkan ibadahnya kepada Allah. atau menguatkan bangunan di dalam diri setiap individu. maka ia menyempurnakannya pada fase-fase partisifasi dakwah. 2. Maksud dari pembinaan umum adalah.

dan mampu memainkan perannya secara optimal di tengah masyarakat. dan senantiasa berupaya untuk mengembalikan kepemimpinan khilafah Islam. Kita dapat memaparkan beberapa perincian poros dan tujuantujuan umum dalam proses pembentukan ini. Nafi’un Li Ghairihi (Bermanfaat bagi selainnya). Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). serta tujuan-tujuan dasar yang terkandung di dalamnya: Poros-Poros utama Dalam Pembinaan tarbawi terhadap individu 1. Salimul Akidah (bersih akidahnya): 1. Qadirun Alal Kasbi (mampu berekonomi). 4. 9. 6. Mujahidun Linasihi (kuat kesungguhan jiwanya). Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya) dan peka perasaannya. Harishun Ala waqtihi (Cermat mengatur waktunya). Dari aspek pemahaman yang benar dan akidah salaf 2. Hendaknya Allah menjadi tujuannya semata. 12. dan memiliki tubuh yang sehat. 3. dan berusaha untuk kemaslahatan kemanusiaan dan kedamaian manusia. dan Munazhamun fi Syu’unihi (terorganisir seluruh urusannya). dan komitmen terhadap jamaahnya. Berhubungan dengan umatnya. Mampu memainkan peran dalam mendirikan rumah tangga muslim. Bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan dakwahnya. Inovatif dalam mengembangkan kemampuan dan potensinya. tabiat kehidupan dunia. permusuhan terhadap syetan. 5. 11. 13. Interaktif dengan alam di sekitarnya. Hendaknya akidah adalah pendorong dan penggerak dalam kehidupan dan prilakunya. Memahami dan mengetahui tujuan penciptaannya.4. 10. dan hendaknya indikasinya dapat terlihat dalam kehidupan dan kepribadiaannya. 7. 8. keyakinan 225 .

kitab-kitabNya. malaikat-malaikat-Nya. Memiliki hubungan erat dengan Al Quran. pluralitas bangsa dan suku.terhadap hari kebangkitan dan hari pembalasan. iman terhadap hari kiamat. 2. Melaksanakan kewajiban dan mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan sunnah dan ketaatan. dan kuat imannya: 1. Shahihul Ibadah (benar ibadahnya). Terhadap Islam dan risalahnya b. Mengutamakan sunnah yang benar. Mampu mewujudkan dasar bangunan Islam dan rukun-rukun iman (Iman kepada Allah. 2. serta tabiat hubungan dengan mereka. 3. serta mengambil fiqh dan ilmu yang sesuai. Terikat hatinya dengan mesjid 9. Terhadap dakwah dan tujuan-tujuannya d. memahami. Mewujudkan makna ibadah secara total di dalam kehidupan dan dakwahnya. Terhadap kemenangan dan pertolongan-Nya e. timbangan keutamaan antara anak-anak manusia. 4. saling melengkapi antara lelaki dan wanita serta karakter masingmasing. Mencintai shalat dan mengerjakannya secara optimal dan senantiasa menjaganya. 6. Berupaya menjalankan tingkatan-tingkatan keimanan dan sifat orang-orang yang beriman sebagaimana yang tertera di dalam AL Quran dan sunnah. 5. Terhadap kebenaran manhaj dan jalannya f. baik membacanya. Rasul-rasul-Nya. menghapal dan mengamalkannya. 8. baik ketentuan baik maupun ketentuan buruk. Memiliki kekuatan iman dalam seluruh aspek-aspek berikut: a. Terhadap pemimpin dan jamaahnya 7. Terhadap AlQuran dan kemuliaannya c. serta iman terhadap ketentuan-Nya. 226 .

memperbaharui perasaan dan membangun kekuatan diri yang besar serta kemauan yang kuat. halus perasaannya. teguh. Mengetahui hak-hak orang lain dan memberikannya. cinta di jalan Allah. mulia nuraninya. baik prilakunya terhadap kedua yang orangtua. menghormati dan berbuat yang baik tua. itsar (mengutamakan kepentingan saling orang lain dari saling kepentingannya sendiri). yang mampu membedakan antara yang baik dan yang buruk. pada menyayangi tetangganya. 4. dan serta menghilangkan menghilangkan sikap ujub. 8. 3. Memperhatikan adab-adab Islami dalam setiap waktu dan kesempatan. dll. Menjadi teladan bagi orang lain. nasehat-menasehati. baik hubungannya terhadap orang lain. Memiliki semangat yang tinggi. 5. 7. dermawan. Komitmen terhadap manhaj Islam. lapang dada. muamalat dan prilakunya. Melengkapi diri dengan akhlak-akhlak keimanan dalam harakah dan dakwah. 4. Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya) dan peka perasaannya: 1. Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). baik dalam perkataan. dan mampu mempengaruhi orang-orang di sekitarnya. memaafkan. Memperbaiki kepekaan hati yang telah mati. dan memiliki tubuh yang sehat: 227 .3. 2. sabar. 6. muda. ukhuwah. peka mata hatinya. Seperti. Menghiasi diri dengan seluruh akhlak prilaku yang yang mulia. sombong dan riya. menyayangi. buruk. Seperti. budaya musyawarah.

2. dan mampu mewujudkan keseimbangan dalam perhatian dan tuntutan pelaksanaan. Mampu menentukan pekerjaan yang cocok pada waktu yang sesuai. Teratur dan bersih dalam setiap urusannya.1. menggunakan manhaj pertengahan dan menghindari sikap berlebih-lebihan. 4. dan tidak menyia-nyiakannya pada hal-hal yang tidak bermanfaat. Mampu mengatur seluruh urusannya. Mengekang syahwat dan nafsu diri agar sesuai dengan manhaj Islam. Diantaranya nafsu untuk mempertahankan diri. rapi dalam setiap kondisi. mengenak kadar kekuatannya dan mengarahkannya ke arah yang benar dan bermanfaat. sehat. dan mampu melakukan apa yang ia butuhkan. penampilan. Memiliki fisik yang kuat. akal dan keturunan. 5. 5. Memanfaatkan waktunya. Melakukan 4. dan pindah dari alam khayalan dan perkataan menuju alam realita dan 228 . Mampu mengikuti langkah-langkah strategis. serta menggunakan sarana untuk pencegahan dan pengobatan. sarana-sarana dan kemampuannya. 3. keseharian dan pekerjaannya. kekuatan dan fisik berupaya sesuai mendapatkan beberapa keahlian yang diperlukan. serta mengawasi dirinya dalam hal itu. Dimulai dari kerapian pakaian. menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang berpengaruh negatif terhadap kesehatannya. Menjaga kesehatan dan keburagannya. 3. 1. Melengkapi olahraga yang bermanfaat. 2. dan Munazhamun fi Syu’unihi (terorganisir seluruh urusannya). 5. menetapkan skala prioritas. Harishun Ala waqtihi (Cermat mengatur waktunya).

4. Senatiasa 2. Melakukan ibadah kepada Allah dengan pekerjaannya dan senaniasa bertawakal kepada-Nya. serta menghindarkan diri dari sifat ujub. 3. menggunakan perbaikan bukan mencela atau menghancurkan. Qadirun Alal Kasbi (mampu berekonomi): 1. 229 . sesuai dengan batasa-batasan syariat dalam mendapatkan rezeki. serta selalu menjaga adab-adab nasehat terhadap individu dan para mas’ul dakwah. Amanah dan jujur dalam pekerjaan. Mencari ilmu dan keahlian yang dibutuhkan untuk bidang tersebut. 2. dengan memiliki keahlian dan pengembangan dirinya dalam hal itu. Senantiasa berharap berlaku kebaikan positif. Mampu mandiri secara ekonomi yang cukup dan sesuai dengan kondisinya. dan mampu memainkan perannya secara optimal di tengah masyarakat: 1. baik dalam konsentrasi maupun sewaktu melaksanakan. Selalu berupaya untuk mendapatkan penghasilan yang halal. serta senantiasa mengeluarkan zakat fitrah dan zakat mal. Senantiasa aktivitasnya. 7. merasa cukup dengan apa yang dimiliki. dan untuk manusia dan cara kemanusiaan. dan berupaya untuk melakukannya. 5. bertawakkal kepada Allah dalam segala 6. 7. Nafi’un Li Ghairihi (Bermanfaat bagi selainnya). bakhil dan tamak.amal nyata. 6. 6. Mengenal nilai harta dan pekerjaan sesuai dengan pandangan Islam. Menyisihkan pendapatannya untuk orang-orang fakir dan miskin.

serta memberikan hidayah dan petunjuk kepada orang lain. serta mengetahui secara cermat undang-undang dan prosedur yang berlaku. mendukung perkembangan politik. Berprilaku dengan adan-adab dakwah dan seorang da’I. 230 . Berupaya untuk memperbaiki prilaku-prilaku buruk dan kebiasaan yang tidak baik. serta fenomena kerusakan pemikiran dan perbuatan dengan sarana yang paling baik dan mudah. serta berusaha bekerja untuk melakukan perbaikan dan pengembangan masyarakatnya dalam pekerjaan dan profesinya. Berupaya untuk membangun negerinya. serta memahami seni berbeda dalam pandangan. Berusaha menyebarkan dakwah dan akhlak-akhlak mulia di tengah masyarakat. Yaitu mewujudkan dan realita prilaku yang positif. keilmuan dan ekonominya. Menguasai batasan-batasan dalam menjalankan amar ma’ruf nahi munkar. 5. dengan melakukan kerjasama dalam kebaikan dan kebajikan dengan orang lain. Bermanfaat bagi selainnya. menjaga kemandirian dan persatuannya. 11. 7. Memiliki keahlian dan kemahiran komunikasi.3. serta berupaya untuk memberikan saham kebaikan dan pelayanan umum. 4. 6. dihadapi mempengaruhi dan melakukan perbaikan di dalamnya. serta melepaskannya dari segala bentuk tekanan dan intimidasi Negara asing. 9. baik individu maupun lembaga. mampu berkomunikasi dengan orang lain dan memberikan pengaruh pada mereka. berdialog serta berinteraksi dengan orang lain dan dengan masyarakat umum. Mengenal problematika masyarakatnya. 10. Mengikuti dan menunaikan tugas-tugas yang diberikan jamaah dalam aktivitas-aktivitas dakwah. serta nasehat terhadap para mas’ul dan orang-orang selain mereka. 8.

4. luas cakrawala pengetahuannya. kemampuan. dan meningkatkan 7. 231 . 2. 2. dan menjauhkannya dari halhal yang syubhat. 3. serta berupaya untuk mewujudkan ketakwaan kepada Allah dan rasa takut pada-Nya. Memiliki kemampuan melakukan interaksi sosial dengan masyarakat dan institusi-institusinya. istighfar. Senantiasa merasakan pengawasan dari Allah. Mampu menguasai bisikan-bisikan nafsu. Berwawasan pemikirannya. serta mampu menetapkan hukum yang benar terhadapnya dan mampu berintekasi dengannya. sebab-sebab kelemahan. 8.12. 1. mengenal disiplin-disiplin ilmu dan aliran-aliran pemikiran dunia. 3. 5. Mujahidun Linasihi (kuat kesungguhan jiwanya). Berupaya untuk menggali potensi yang dimilikinya. Selalu melakukan perbaikan akhlak untuk mewujudkan tarbiyah diri dan kemauan yang keras. Senantiasa berupaya melakukan zikir kepada Allah dalam berbagai bentuk. untuk menekan pengarus bisikan-bisikan hati yang buruk. Senantiasa melakukan evaluasi diri. 6. dan taubat kepada-Nya. kekuatan). Inovatif dalam mengembangkan kemampuan dan potensinya. menahannya dari perkara-perkara yang haram. mengembangkan keahliannya. dan tokoh-tokoh sebab-sebab utamanya. Berusaha menguasai keahlian di bidang tekhnologi mutakhir. 1. terhadap tugas dan perannya dalam kehidupan. Mengetahui sejarah umat-umatnya yang terdahulu (seperti beberapa peristiwa bersejarah. 9. Shahihul fahm (benar pemahamannya) dan Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya). Benar pemahaman agama dan dakwahnya.

pengalaman yang cocok untuk kehidupan dan profesinya. serta apa yang dibutuhkan untuk dakwahnya. untuk menjadi petunjuk dalam gerakan dan fikrahnya. dan hal itu merupakan sebagian dari sejarah umatnya. Mengenal dan menguasai sejarah dakwah dan jamaahnya (tujuan-tujuannya. 4. dan mengambil keteladanan mereka sebagai nilai dan model yang menerangi. perannya dalam mendirikan rumah tangga muslim. 7. dan persiapannya untuk menunaikannya. Mempelajari sirah Rasulullah Saw. 9. Mengenal musuh dan bahaya-bahaya yang mengancam umat Islam. 10. Mengikuti segala bentuk perkembangan kontemporer untuk mengambil manfaatnya. Mengenal dan menguasai hak dan kewajibannya. serta sarana apa saja yang dibutuhkan untuk menciptakan kemajuan dan kesuksesan. senantiasa menjaga. Senantiasa belajar untuk mendapatkan ilmu dan wawasan yang bermanfaat. serta mengetahui problematika kontemporer. bangsa Arab dan umat Islam. 8. 10. Menjalankan perannya dalam mendirikan rumah tangga muslim: 1. dan berupaya untuk meningkatkan diri sesuai dengan kemampuannya. serta mempelajari kaidah-kaidahnya. ciri-ciri dan realitanya). Mempelajari sumber-sumber dan risalah yang ditulis tentang hal itu. Berusaha keras untuk mendapatkan ilmu-ilmu syar’I dan mengenal hukum-hukum sesuai dengan kemampuan yang sesuai dengannya. kewajiban-kewajibannya. 6. 5. serta meningkatkan pengetahuan dalam hal itu sesuai kemampuannya. Merasa bangga dengan bahasa Arab.Maksud umat-umatnya yang terdahulu adalah: negerinya. 232 . dan sirah para orangorang terdahulu yang baik.

keluarga. setia terhadap tuntutan-tuntutan agama dan umatnya serta kebutuhan-kebutuhan mereka secara Pribadi. tetangga. Mengoptimalkan proses pertumbuhan dan tarbiyah terhadap keluarga. baik dalam kebiasaan dan kehidupan sehari-hari. Menyiapkan rumahnya untuk tuntutan-tuntutan jihad dan tabiat marhalah dakwah. Mewujudkan penampilan Islam dalam rumah tangga. 233 . dan senantiasa berupaya untuk mengembalikan kepemimpinan khilafah Islam: 1. yang membuat mereka menghormati fikrah-fikrah Islamnya. Menjaga dan memeliharanya dari pengaruh-pengaruh buruk dan negative. 6. 2. dan mewujudkan makna takaful (saling memikul beban) dan rasa kasih terhadap mereka. Menjadi teladan yang berpengaruh terhadap tetangga dan karib kerabatnya. serta menghormati fikrah-fikrah Islam dan komitmen terhadapnya. Mengetahui problematika umat dan permasahan- permasalahan terkini dunia Islam. 11. Berusaha untuk menyebarkan Islam di seluruh penjuru dunia. selalu menyambung hubungan silaturahim dengan sauadara-saudaranya. 4. terpengeruh dan mengikutinya. dan hendaknya ia memiliki peran nyata di masyarakat. 8.2. Senantiasa berhubungan dengan umatnya. serta merasakan ikatan dan tanggungjawab terhadap setiap jengkal tanah yang di atasnya panji tauhid di tinggikan. di tengah karib kerabat dan tetangganya. 3. 7. 5. anak-anak terhadap nilai-nilai Islam. meningkatkan dan menumbuhkan potensi dan kemampuan mereka. Memberikan perhatian terhadap proses penyiapan generasi muslim. Berupaya untuk menciptakan model rumah tangga muslim.

mengetahui hubungan yang baik dengan alam. 5. eksistensi umat Islam. terutama permasalahan Palestina. dan sesungguhnya Allah telah menundukkannya untuk umat manusia sesuai dengan ketentuan yang terbatas. serta tanggungjawab keimanan terhadap dunia Islam dan setiap jengkal tanah yang dihuni oleh seorang muslim.3. 2. 8. Mewujudkan hubungan kerjasama. yang mencakup hal-hal sebagai berikut: 1. Mengenal peradaban Islam dan merasa bangga kepadanya dan kepada kontribusi yang telah manusia terhadapnya. serta berusaha untuk mengembalikan keagungannya. kemajuan dan 12. Meyakini khilafah dan berupaya untuk mengembalikannya. diberikannya untuk manusia. 6. serta mengenal misi umat Islam dan kebutuhan 7. dan berusaha untuk kemaslahatan kemanusiaan dan kedamaian manusia. meyakini kepemimpinan dunia dan hal itu akan terwujud sesuai dengan janji Allah dan keutamaan-Nya. 234 . Mengenal makhluk-makhluk ciptaan Allah di alam dan memanfaatkannya dengan penciptaannya. Menyokong persatuan Arab dan Islam. Interaktif dengan alam di sekitarnya. dan keselamatan semesta sesuai dengan pemahaman Islam. untuk dan kemaslahatan berusaha manusia sesuai hikmah kebutuhan. mengenal 3. Merasakan keterikatan jiwa dan raga. Mentadabburi tanda-tanda kebesaran Allah di alam. serta merasakan fenomena keagungan-Nya. hubungan dan bantuan terhadap problematika yang dihadapinya. Menjaga kebersihan lingkungan. Menjaga produksi dalam negeri dan Negara-negara muslim dan menyokong produktivitasnya. 4.

Ikhlas. usrahnya murni (dalam ta’aruf. Disiplin dalam rukun-rukun gerakannya. dan menunaikan rukun-rukun baiatnya. tujuan sarananya. 2. dan komitmen terhadap jamaahnya. senantiasa berpedoman pada para qiyadahnya. dan Tajarrud (kemurnian). mengenal problematika yang dihadapinya dan peristiwa-peristiwa besar yang mempengaruhinya. Bekerjasama dengan orang lain dalam setiap kebaikan. dalam dalam dakwahnya. Dalam (pemahaman). Amal (aktivitas). dan setiap orang bekerja di bidangnya masing-masing. tafahum dan takaful). saranmengenal realitasnya. 6. Kemudian Tsabat (keteguhan) dalam setiap rukun-rukun tersebut. persiapan jihad. Menyempurnakan pemahaman. Taat Amal (kepatuhan). dakwahnya. beraktivitas untuknya. Jihad. Disiplin dalam shaf dan jamaahnya. Tadhiyah (pengorbanan). Meningkatkan Profesionalitas keahlian untuk melakukan hubungan tersebut. komitmen terhadapnya. Saling berhubungan dengan manusia dan bangsa-bangsa di dunia. produktif 235 . 1. Dalam aspek aspek pengorganisasi keyakinan. 13. kendala-kendala yang dihadapi serta terhadap peraturan dan ketentuan jamaahnya. Ikut serta untuk memberikan kontribusi dalam memakmurkan bumi dan memperbaikinya. Ukhuwah dan Tsiqah (kepercayaan). 5. keadilan dan menolak kezaliman. Melaksanakan 4. baik berupa dan ilmu. (aktivitas). keadilan dan perbaikan. Dalam aspek harakah. Fahm dan barisan dakwah. 8. serta ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia. 7. Membantu penegakan nilai-nilai kebenaran. Bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan dakwahnya. 3.4.

7. dan penahapan dalam tingkatan yang berbeda-beda. Menjaga keselamatan jamaahnya. Dari pemaparan di atas. fikrah. politik. Diantara ilmu rijal (mengenal identitas seseorang). gerakan. 6. berkorban untuk dakwah karena mengharapkan keridhaan Allah. semangat keprajuritan. teladan amal. serta perangkat yang ia butuhkan berupa ilmu dan persiapan. ikhlas dalam dakwah. Ia tidak hanya terbatas pada program pendidikan secara normatif semata. kekuatan dan ikatannya. profesionalitas. serta memusatkan proses pembinaan dengan mengarahkannya pada realitas amal. dunia internasional. 5. namun ia menghimpun seluruh sarana pembentukan dan tarbiyah. 9. 8. dan sarana-sarana 236 . pengorganisasian. serta komitmen terhadap syura sebagaimana makhluk yang hidup dengannya. maka jelaslah manhaj Ikhwan yang komprehensif. olahraga. Termasuk dalam realitasnya. yang mencakup seluruh aspek pembinaan. dialog. serta sunnah perubahan dan kejayaan. dakwah. ekonomi. undang-undang. Mengenal musuh-musuh dakwah dan karakteristik mereka. evaluasi dengan pengarahan dan perbaikan.melaksanakan ketaatan. mulai dari pembinaan iman. Memahami timbangan perseteruan antara hak dan batil. yang dengannya seorang individu bergerak dan memberikan pengaruh pada masyarakat. keamanan. dll. Menguasai kemahiran tertentu untuk memudahkan tugas dan peran-peran yang diberikan jamaah. interaksi. Memiliki dan mengoptimalkan kemahiran-kemahiran yang cocok untuknya dalam menyampaikan dan menyebarkan dakwah. dan pendidikan keamanan (intelegensia). kemajuan dan pencapaian target-targetnya. mulai dari syaikh murabbi. akhlak. sosial. strategi dan target-target mereka.

metode perbaikan. pengobatan dan menutup aib. kejelasan dan keterus-terangan. yang akan mengemban risalah dakwah dan menjaganya. trik dan cara mengobatinya. sehingga masing-masing individu menguasai targettarget yang harus diwujudkan dan dilaksanakan. Pengarahan dan Wasiat Kami menyampaikan di sini pengarahan Imam Syahid Hasan Al Banna –baik dalam risalah maupun dalam perkataan-perkataannyatentang nilai-nilai dan sifat-sifat yang harus dimiliki Ikhwan (termasuk diantaranya kewajiban aktivis dakwah).akan melahirkan generasi kuat dan kokoh. Ia juga dituntut untuk menciptakan iklim yang sehat dan komitmen terhadap adab-adab Islam dalam menyampaikan nasehat. hasilhasilnya. dan hendaklah jelas baginya kemampuan untuk menegaskan atau melemahkan serta konsekuensi keduanya. Termasuk menggunakan metode amal dalam pembangunan umat dan tarbiyah. perbaikan. Dalam manhaj ini. kendala-kendala yang dihadapinya. kami atau menyampaikannya dengan ungkapan kalimat meringkas maknanya sebagaimana yang beliau maksudkan. Secara yang umum sama. sisi-sisi kerusakan yang terlihat. menunaikan urusan dengan penuh kesungguhan dan perhatian. pengarahan. serta dalam lingkup persaudaraan dan cinta di jalan Allah. juga dituntut keterbukaan. baik pada jenjang tarbiyah yang akan dilaluinya dan jenjang tarbiyah yang sedang dijalaninya. dan berupaya untuk terus meningkatkan kualitas tarbiyahnya. dan dalam kehidupannya sebagai teladan dan bisa memberikan pengaruh dan pembentukan –yang dengan izin Allah.yang lain dalam lingkup dan komitmen terhadap batasan-batasan Islam. Hendaknya ia memiliki motivasi dan dorongan. Dalam aspek akidah dan ibadah: 237 . Pertama.

7. Terwujudnya ketergantungan kepada Allah dan menyandarkan diri kepada-Nya. melalui shalat. 10. Melaksanakan 12. baik petunjuk maupun hadits-haditsnya. merupakan keyakinan Islam yang paling tinggi. yaitu untuk mewujudkan sifat shahihul Ibadah (benar ibadahnya). menghapal dan mengamalkannya. serta mengikuti manhaj salaf dalam pemahaman.1. mempelajari sirah dan memahaminya. Maka janganlah takut pada sesuatu yang lain dan jangan gentar selain kepada-Nya. rukun-rukunnya. zakat. Mempelajari risalah dalam prinsip-prinsip akidah. mendengarkan. dan haji. Menyampaikan tentang rukun-rukun iman dan mengingatkan akhirat. 11. yaitu dengan menghapalnya. Membangun keimanan kepada Allah. Mempelajari risalah tentang ikhlas kewajiban-kewajiban dalam Islam dan tidak melalaikannya. membacanya dengan baik. 238 . berprinsip ketuhanan). melalui tadabbur terhadap makna-maknanya. serta merasa bangga dengan keimanannya (terwujudnya rabbaniyah. agar menjadi petunjuk jalan. Menyampaikan tentang urgensi kekuatan akidah dan cakupannya terhadap semua aspek. memperbanyak zikir. dan pengamalan serta kembali bersama Islam menuju tujuannya yang murni. mengesakan dan serta bangga dengan dan ini keagungan Islam dan keindahan Al Quran. 5. Allah. mengamalkan sunnahnya yang suci. puasa. 6. 8. Terwujudnya hubungan hati dan jiwa yang terus menerus terhadap Allah (indikasi-indikasi yang diinginkan adalah. 9. dan berdoa kepada Allah sementara orang lain tidur. 4. Tergantung dengan Al Quran dan berkaitan dengannya. Lahirnya keimanan terhadap keagungan risalah agama Islam. 3. Mengenal menyucikannya. 2. Menghidupkan sunnah Rasulullah Saw. menunaikan rukun-rukunya serta mengutamakan sunah yang suci. dan merasa bangga karena memeluknya.

keimanan terhadap dakwah. 3. gelar. Berdoa kepada Allah di saat manusia tidur 15. Menanamkan keimanan dan keyakinan pada pertolongan dan kemenangan dari Allah terhadap dakwah (yakin dan tsiqoh terhadap pertolongan Allah). serta selalu menyisihkan bagian dari hartanya untuk fakir miskin. tadabbur dan menghayati ayat-ayat Allah dan sunah-sunah-Nya. Menanamkan keyakinan terhadap balasan dan ganjaran pahala di sisi Allah. riya. Kedua. Mewujudkan keimanan terhadap manhaj dan kebenarannya serta menanamkan tsiqoh di dalam diri. tidak melihat pada harta. Pencegahan dari penyimpangan keikhlasan yang berupa: ujub. memperbanyak bekalnya berupa. Menumbuhkan keikhlasan yang paripurna di jalan Allah dan ketenangan terhadap tujuan yang hendak dicapai. 239 . penampilan. 14. tujuan dan sarana-sarananya. shalat malam. berdoa di waktu sahur. dan sombong. berapapun penghasilannya. Menekatkan diri kepada Allah dengan ibadah-ibadah sunnah dan senantiasa melakukan ketaatan. 4. memberik sedekah. memburu popularitas. dan kepekaan iman: 1. membaca doa-doa ma’tsur dan azkar pagi dan sore. 2. berdoa kepada Allah sementara manusia sedang tidur. adalah dengan menjadi seorang prajurit 5. Senantiasa memperbaharui tobat dan istighfar 16. Selalu merasa pengawasan oleh Allah dan senantiasa mengingat akhirat. berpuasa. zikir hati dan lisan (senantiasa memperbanyak zikir). Mewujudkan keimanan terhadap fikrah Islam dan rasa bangga terhadap dakwah serta keagungan tugasnya. Indikasi pencapaian keikhlasan adalah: selalu berharap ridha Allah dalam setiap perkataan dan perbuatannya. kemajuan atau kemunduran. prinsip-prinsip. dalam aspek nurani.13.

12. 8. Mengetahui kemuliaan dakwah. Melahirkan perasaan cemburu yang selalu membara (keimanan yang membara yang membangkitkan kekuatan dalam jiwa). putus asa dalam jiwa. Memahami dakwah secara benar dan merasa bangga dengannya: a. 11. menguatkan diri. 7. 10. c. dengan tetap mengendalikan bara semangat ini. b. keluasan cakupannya. gelora semangat. Selalu menguatkan dan memperbaharui jiwa. rela berkorban. bergelora dan penuh vitalitas. yang bisa membedakan antara kebaikan dan keburukan. 14. Mewujudkan kebangkitan yang hakiki dalam jiwa dan nurani.” 9. Memperbaiki kepekaan hati yang mati. Keyakinan yang tinggi bahwa jalan ini adalah jalan yang paling selamat (sebagaimana yang telah digariskan oleh 240 . dan kerja keras di jalan dakwah dan tujuan-tujuannya. Totalitas keyakinan terhadap kemuliaan tujuan dakwah. 13. 6. Totalitas keyakinan terhadap kesuksesan sarana dakwah. dan membangun kekuatan diri yang besar). serta besarnya harga yang harus dibayar untuk menyokongnya dan ganjaran pahala untuk orang-orang yang berjuang karena Allah semata. dan terangilah kecemerlangan akal pikiran dengan gelora perasaan yang mengharu biru penuh semangat. Memiliki semangat yang tinggi dan berupaya menyembuhkan rasa pesimis. “Kekanglah gejolak perasaan dengan pandangan dan pemikiran yang jernih. serta menyerah pada kondisi dan realita.–fikrah dan akidahnya- dengan mengembalikan seluruh keutamaan kepada Allah semata. (senantiasa melakukan pembersihan jiwa. agar dapat melahirkan jiwa yang hidup. Memiliki perasaan yang peka dan sensitif. serta meluruska jiwa secara total. keagungan jihad di jalannya. Senantiasa menyertakan ruh jihad. dan memenuhinya dengan nilai-nilai keimanan dan akidah.

e. 6. optimis terhadap memanfaatkan makhluk-makhluk ciptaan Allah di alam membenturkannya. kesungguhan. Ketiga. ketegaran. serta timbangan yang benar terhadap qiyadah. 5. Mewujudkan sifat lapang dada. tidak tergesa-gesa. d. dan membutuhkan: kesabaran.Imam Syahid dan ditetapkan strateginya). Timbangan yang benar terhadap diri sendiri (ukurlah diri kalian). benci dan semua perasaan yang dapat merusaknya. dan kejernihan hati (untuk mewujudkan hakikat shufiyah). kesinambungan semesta tanpa aktivitas. Meyakini persaudaraan dan kemuliaan ikatan ukhuwah 2. serta pertautan hati dan jiwa. serta rasa tanggungjawab terhadap setiap jengkal tanah yang dihuni oleh seorang muslim. Diantara indikasinya adalah: 241 . Hidup bersama dakwah dan memperjuangkannya. Memelihara persatuan dan ikatan (ukhuwah di jalan Allah). Cinta di jalan Allah dan ikatan dalam kebaikan. 4. penuh tahapan. kebersihan jiwa. Kepekaan terhadap persaudaraan kemanusiaan secara umum dan memahaminya secara benar. Mencintai kebaikan terhadap umat dan keinginan untuk memberikan hidayah kepada mereka. 3. dalam aspek cinta dan ukhuwah: 1. 15. dan ikut merasakan sakit dan tersentuh terhadap semua peristiwa yang menimpa mereka. 8. pertolongan Allah dan senantiasa menantikan saat-saat kemenangan. dan tidak ada jalan yang lain. 7. terhadap ukhuwah dan barisan dakwah. tsiqoh terhadap pertolongan Allah. Tekad dan perasaan yang kuat terjadap ukhuwah Islamiyah. Keyakinan bahwa jalan ini sangat panjang. Kebersihan hati dari rasa dengki.

tidak mendahului dan tidak berada di belakangnya. Persaudaraan dan saling mencintai karena Allah. berjanji untuk saling membantu dalam kebaikan. Menanyakan saudara-saudara yang ghaib (tidak hadir). hendaknya menyampaikan nasehat sebagaimana seharusnya. Mewujudkan indikasi-indikasi persatuan di dalam ta’aruf. dan kecurigaan yang mematikan. 10. atau fanatisme kepartaian di dalam barisan dakwah. Jika didapatkan padanya kesulitan. saling memikul beban saudaranya. segeralah memberikan pertolongan selama ada jalan untuk itu. arah manapun. satu persatu dan dengan pengenalan yang mendalam (menunaikan hak saudara-saudaranya berupa cinta dan penghormatan. ta’ashshub. Terwujudnya sifat lapang dada. b. Hendaknya kesucian hubungan persaudaraan dengan obsesi tertentu. g. 9. mengobati Bagi yang ketergelinciran lidah. pengahayatan makna dan urgensinya.a. Tidak menyelesihi urusan saudara-saudaranya Tidak dipisahkan oleh permasalahan-permasalahan sepele. e. f. h. menerima nasehat segala bentuk menasehati. 242 . tafahum dan takaful. bantuan dan sifat itsar. Senantiasa berada dalam jamaah. Melepaskan diri dari hubungan karena figuritas tertentu. tidak meninggalkan mereka kecuali karena udzur tertentu. 11. Menguasai dalam fiqh nasehat dan dan dari adab-adabnya. sehingga mencapai derajat itsar c. Mengenal saudara-saudaranya. usrah dan katibah-nya. tidak berubah hatinya. (mendahulukan ia tidak kepentingan merusak saudaranya dari kepentingannya sendiri). d.

hadir secara rutin di majelis b. d. gelora dan terangilah yang selalu kecemerlangan akal perasaan dan mengharu biru penuh semangat). 4. serta mampu bersikap terhadap: tujuan hidup yang sakit. Mengontrol dorongan-dorongan syahwat mengarahkannya kepada hal-hal yang halal. Menguatkan kesungguhan jiwanya dan mengarahkannya sesuai dengan ajaran-ajaran Islam. Selalu menjaga indikasi kesungguhan tanpa kebimbangan. menjauhkan diri dari dosa-dosa kecil. menghindari larangan-larangan Allah. luka masa lalu. Menahan diri dari syahwat. Hendaknya ia selalu menjaga adab-adab majelis terhadap saudarasaudaranya: a. tidak bermaksiat secara terang-terangan. menjauhkan diri dari syubhat hingga ia tidak terjebah dalam perkara-perkara haram. dan ia belum membersihkannya. Membiasakan diri untuk melakukan muhasabah dan evaluasi diri dengan sangat cermat (diantaranya melakukan muhasabah sebelum tidur). membersihkan kemaksiatan. Meninggalkan meninggalkan kemaksiatan dosa. 6. Menjaga amanah majelis Keempat. 243 . kehilangan obsesi. menjauhi dosa-dosa besar. Tidak menimbulkan keributan dan kegaduhan c. kehilangan orientasi hidup. Membentengi diri dari hal-hal yang haram 7. hasrat dan kebiasaannya 3.12. mendengarkan dan berdialog e. bertobat dan menyesal jika melakukan maksiat. Menjaga adab berbicara. (selalu bertobat diri dari dan istighfar. 2. 5. Adab bercanda f. melepaskan diri dari kemaksiatan dan pelanggaran. Dalam aspek Menahan Diri: 1. Menahan gejolak perasaan (Kekanglah gejolak perasaan dengan pandangan dan pemikiran pikiran yang dengan jernih.

e. luka masa lalu. makanan. 3. (rendah hati). Dalam Aspek Akhlak dan kepribadian yang baik: 1. menyimpan rahasia. Tenang. kuat daya tahannya.Kelima. tanpa merendahkan diri. memiliki rasa malu. 2. kehilangan obsesi. d. tidak memungkiri dan menyelisihinya. mampu menahan diri ketika marah. dan perkataan. Peningkatan akhlak: selalu menghiasi diri dengan akhlak-akhlak yang mulia. badan. Kejujuran. tujuan hidup yang cacat. dan mematikan adat-adat asing dalam setiap aspek kehidupan. peka perasaannya terhadap kebaikan dan keburukan. dan kebersihan hati dari kedengkian dan kebencian). dan ia belum membersihkannya secara sempurna. mengakui kesalahan dan kelemahan diri. Bersih dan suci dalam segala hal (tempat tinggal. ketenangan mempengaruhi kesungguhan Rasa malu. Berani. hingga kita menjadi kuat dengan akhlak dan menjadi teladan dalam hal itu. Berupaya semampunya untuk menghidupkan adat-adat Islami. hendaknya ia menetapi janji. Sebaik-baiknya keberanian adalah: berterus-terang dalam kebenaran. adil dalam menetapkan hukum secara benar. lisan. mengutamakan sunah yang suci dalam segala hal dan penerapan fiqh yang benar. c. sederhana dan tidak h. Tawadhu penakut. Perbaikan menyeluruh terhadap diri dan mengobati prilaku-prilaku buruk dan ketamakan (melepaskan diri dari hati yang sakit. 4. Menghiasi diri dengan akhlak-akhlak berikut: a. Adil dan seimbang. dan tidak terang-terangan berbuat keburukan. tidak melupakan kebaikan karena kemurkaan. kehilangan orientasi hidup. tidak 244 . g. merundukkan kepala dan lunak. pakaian. f. berpegang teguh dengan kesempurnaan. tempat kerja. jujur perkataannya. sensitive perasaannya. Loyal. b.

dan meletakkan kemuliaan dirinya di atas segala tujuan dan tujuan-tujuan yang hina. dan menyebarkan fikrah). dan menjaga lisannya terhadap orang lain. Mampu bekerjasama dengan orang lain dalam hal-hal yang disepakati pada tataran umum dan Islam. dan pencapaian takwa dalam setiap amal. lembut hatinya dan belas kasih terhadap terhadap sesama manusia. Menjadi iffah (kehormatan diri). Meninggalkan perdebatan dan pertentangan. dan melupakan keburukan dengan kebaikan. dermawan dan toleran. f. 245 . 6. selama tidak bertentangan dengan dakwah. dan hendaknya menjadi aktivis yang produktif. budi pekertinya. Menunaikan kewajiban dalam persaudara Islam secara umum. Berlapang dada dengan orang-orang yang menyelesihinya. memaafkan. dan ikut andil dalam perdamaian dunia. j. c. Mampu berinteraksi secara baik dengan orang lain: b.dikuasai permusuhan sehingga melupakan kebaikan. Baik interaksinya. Penyayang. objektif dalam menimbang kebaikan dan keburukan serta mengambil sisi kebaikan dari segala sesuatu. dan orang yang paling dekatnya meskipun hal itu pahit. berkata benar kepada dirinya. tidak berkata kotor. e. Melakukan tarbiyah diri. dan nasehat kebaikan (latihan memberikan tanggapan terhadap perkaraperkara syubhat yang dilemparkan. k. a. Menunaikan kewajiban dalam persaudara kemanusiaan secara umum. i. d. tidak cepat marah. 5. dan mampu berinteraksi dengan mereka. Menambah kemampuan dialog dengan hikmah. lembut.

g.

Bermanfaat terhadap orang lain, baik dalam memberikan nasehat, menebarkan kebaikan, dan memberikan layanan umum.

7.

Seimbang dan adil dalam urusan dunia; tidak berlebihan dalam beribadah, tidak berlebihan dalam kezuhudan, dan idak menzalimi dunianya hanya karena mengejar akhirat.

8.

Membentuk keinginan yang kuat yang tidak dihinggapi kelemahan; yaitu dengan melawan kemalasan, menghilangkan indikasi kelemahan dalam keinginan (seperti, kegentaran, kelemahan, kaku, menyerah, keragu-raguan, dll), melawan kebiasaan, adat dan syahwat.

9.

Munazhamun fi Syu’unihi (terorganisir seluruh urusannya); yakni konsentarsi, menetapkan skala prioritas dan kemampuan secara tertib, baik dalam melaksakannya, yaitu dengan mencermati segala urusan sesuai dengan kondisinya kemudian memilih jalan yang paling utama.

10. Harishun

Ala

waqtihi

(Cermat

mengatur

waktunya):

tidak

menggunakan waktunya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, menjauhkan diri dari debat kusir dan teori-teori filsafat, dan berupaya membentuk kepribadian aktivis yang produktif.

11. Menjauhkan diri dari penampilan-penampilan mewah dan kaya
raya. 12. Mewujudkan makna kelelakian (keberanian) sejati Keenam, Dalam aspek kesehatan fisik:

1.
2.

Melakukan General Check tahunan untuk kesehatan fisik dan mengobati penyakit. Menggunakan Menjauhkan sarana-sarana diri dari pencegahan dan perlindungan fisik. Seperti kesehatan fisik, dan tidak berlebihan.

3.

sebab-sebab

kelemahan

menjauhkan diri dari minum khamr dan minuman keras, tidak merokok dan yang sejenis, tidak berlebihan mengkonsumsi susu

246

dan teh, serta menjauhkan seluruh jenis makanan dan minuman yang dapat melemahkan fisik dan akal, seperti rokok, obat-obatan terlarang dll. 4. Menggunakan terus-menerus. sarana-sarana kekuatan, seperti melakukan olahraga yang bermanfaat dan menumbuhkan vitalitas fisik yang

5.

Menggunakan kekuatan fisik untuk melaksanakan peran dan tugas-tugas dakwah, seperti menunaikan kewajiban kemanusiaan dengan sebaik-baiknya, hendaknya menyiapkan sarana yang baik untuk mewujudkan keinginan yang baik, menggunakan kekuatan fisik untuk memenangkan kebaikan dan kebenaran, menunaikan tugas dan kewajiban yang dibutuhkan dakwah sesuai dengan jenjang tarbiyah yang dilaluinya.

Ketujuh, Dalam aspek usaha dan pekerjaan:

1.

Memiliki kemampuan untuk mendapatkan hasil usaha yang halal, memiliki kemahiran untuk profesi tertentu, yaitu dengan mewujudkan beberapa indikasi berikut:

a.

Mencari pekerjaan dan usaha dengan penuh izzah, serta dengan jelasnya pemahaman terhadap permasalahan rezeki dengan penuh keimanan.

b. c.

Menjalankan aktivitas ekonomi, dan melakukan pekerjaan yang bebas, dengan segenap kemampuan yang dimilikinya. Memahami bahwa pekerjaan sebagai pegawai negeri merupakan pintu rezeki yang paling sempit dan sulit, maka jangan membatasi diri hanya dengan pekerjaan tersebut, dan tidak menolak jika kesempatan itu diberikan kepadanya, serta tidak pula berhenti sebagai pegawai negeri, kecuali jika ia bertentangan dengan kewajibankewajiban dakwah.

d.

Selalu

berupaya yang

menunaikan ditekuninya

profesinya secara

dan

setiap dan

pekerjaan

profesional,

hendaknya ia menjadi teladan dalam pekerjaan tersebut,

247

yaitu dengan tidak berbuat curang, menetapi janji, dan loyal terhadap sumpah dan janji. e. Mendalami ilmu dan kemahirannya secara optimal, dan selalu meningkatkan potensi dan kemampuannya untuk kepentingan dakwah. f. Hendaknya yang menjadi titik tolak dan landasannya adalah dakwah, oleh karena itu jangan sampai ia melupakan dan menyia-nyiakannya. 2. Terwujudnya batas-batas interaksi materi

a.
b. c.

Menjauhkan diri dari perjudian dan sarana-sarana usaha yang haram, meskipun keuntungannya sangat besar. Menjauhkan diri sejauh-jauhnya dari praktek riba dan membersihkan diri secara total. Berupaya mencari usaha yang halal dan menjauhkan diri dari perkara-perkara syubhat (Menghindari syubhat, agar tidak terjerumus di dalamnya).

d.

Ekonomis dan hemat menggunakan harta untuk masa depan, serta menyisihkan (menabung) beberapa bagian dari penghasilan untuk keperluan-keperluan darurat, meskipun hanya sedikit.

e.

Tidak berlebihan dalam kebutuhan-kebutuhan skunder Hendaklah ia menjadi qudwah dalam interaksinya terhadap uang (harta): Dalam menetapinya Dalam memutuskan, memberikan dan menetapkan Cermat dalam mengelolanya Menunaikan pamrih. hak-hak manusia secara optimal tanpa

f.

g. h.

Tidak ambisius terhadap apa yang dimiliki orang lain. Seimbang dan adil dalam urusan-urusan dunia, serta zuhud terhadap harta kekayaan dunia yang fana, mengutamakan

248

kekekalan kehidupan akhirat, serta tidak menggantungkan dirinya kepada harta perhiasan dunia.

i.

Memberikan bantuan terhadap harta kekayaan dan asetaset Islam secara umum, yaitu dengan:

- Mendorong berdirinya perusahaan-perusahaan ekonomi
Islam.

- TIdak

menggunakan

sandang

dan

pangan

kecuali

produksi Negerinya dan Islam.

- Selalu berupaya untuk memberikan setiap qirsy256 yang
dimilikinya untuk penduduk negerinya yang muslim dan umat Islam secara umum sesuai kemampuannya. j. Menunaikan hak harta Menunaikan kewajiban zakat, untuk kepentingan dakwah, serta untuk kebutuhan-kebutuhannya yang dibenarkan dalam syariah. Menunaikan hak fakir dan miskin, berapapun penghasilan yang ia dapatkan. Berpartisipasi untuk aktivitas dakwah dengan memberikan bagian tertentu dari hartanya. Berjihad dengan harta

k.

Menjaga

adab-adab

Islami

dan

norma-norma

kemasyarakatan; menyayangi yang muda, menghormati yang tua, berlapang-lapang dalam majelis, tidak tajassus dan ghibah, tidak menimbulkan kegaduhan, meminta izin ketika masuk dan keluar suatu tempat, menjaga lisan, dll. l. m. Menunaikan hak-hak tetangga dan senantiasa menjaganya. Menghindari teman-teman yang buruk, rekan-rekan yang mengajak kepada kerusakan serta tempat-tempat maksiat dan dosa.

256

Satuan terkecil mata uang Mesir

249

n.
o.

Memutuskan hubungan dengan kelompok-kelompok dan institusi yang bertentangan dengan fikrahnya. Melepaskan diri dari berhubungan dengan organisasi dan kelompok apapun yang tidak mendatangkan kemaslahatan terhadap dakwahnya, dengan dengan terutama jika diminta untuk dalam meninggalkannya.

p.

Komitmen berinteraksi tertentu.

prinsip-prinsip organisasi

dakwahnya

dan

personal-personal

Kedelapan, dalam aspek masyarakat dan rumah tangga:

1.

Terhadap kerabat dekat dan anggota keluarga, dimana kita melakukan tarbiyah terhadap keluarga, sehingga menjadi rumah tangga muslim; a. Yang mampu mengarahkan anggota keluarga dan kerabat untuk menghormati fikrah dan menyebarkannya di tengah keluarga. b. c. Mampu memilih istri yang sholehah, dan mengarahkan untuk menunaikan hak dan kewajibannya. Baik interaksinya terhadap anggota keluarga, anak-anak dan pembantu. Baik dalam memberikan tarbiyah kepada anak-anak,

d.

pembantu, dan membangun lingkungan keluarga dengan prinsip-prinsip Islam.

e. f.

Menjaga adab-adab Islami dalam setiap aktivitas dan kesibukan rumah tangga. Menjaga silaturahim, dan selalu memenuhi kebutuhan serta berupaya untuk kemaslahatan anggota keluarga, dan kebutuhan mereka terhadap Islam.

g.

Membantu dakwah dan menyokongnya dari belakang keluarga untuk mengambil andil dalam pembinaan

2. Melatih

masyarakat, yang mencakup hal-hal sebagai berikut:

250

a. b.

Meningkatkan kemampuannya Mempelajari ilmu yang bermanfaat dan cocok Menggunakan sarana-sarana yang dibutuhkan Menciptakan teladan untuk hal tersebut Menggunakan metode bertahap dan hikmah serta memanfaatkan sarana-sarana yang paling baik.

c.
d. e.

f.

Memiliki aktivitas yang banyak, yang berupa gerakangerakan diri dan tanggap dalam beramal.

Target-targetnya adalah: a. Mendorong nilai-nilai keutamaan b. Menyebarkan dakwah kebaikan c. Semangat amar ma’ruf d. Memerangi kehinaan

e. Melatihnya untuk melakukan pelayanan umum terhadap
masyarakat dan tanggap untuk melakukan kebaikan dan kebajikan.

f.

Memberikan

kontribusi

dalam

mewarnai

kehidupan

masyarakat umum dengan fikrah-fikrah keIslaman.

g. Berupaya untuk menghidupkan adat-adat Islami yang hilang,
serta memberikan pencerahan keimanan terhadap adat-adat Islami dan menghilangkan aib-aib yang masih ada. h. Ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia, menyebarkan kebaikan dan kebajikan untuk manusia, serta tanggap dalam melakukan amal-amal kebaikan.

i.

Ikut memberikan peran dalam menciptakan perbaikan, dan menolak kerusakan di tengah masyarakat melalui upayaupaya konstitusional.

j.

Menjaga unsur-unsur penyokong kekuatan, perbaikan, dan pembangunan di tengah masyarakat, dan melawan sikap masa bodoh, upaya-upaya kehancuran, dekonstruksi, serta ikut serta dalam mengarahkan dan mengoptimalkan potensi masyarakat.

251

k. Menyebarkan semangat persatuan dan kerjasama antara
kita, bangsa-bangsa Arab, dan masyarakat Islam, serta memerangi perpecahan dan penyimpangan. Kesembilan, dalam aspek dakwah:

1.
2.

Kemampuan

menyebarkan

dakwah

dan

menjadikan

fikrah

Islamiyah sebagai opini umum di masyarakat. Kemampuan dalam menghimpun manusia kepada kitab Allah, dan membangkitkan keimanan dari dalam hati, serta memilih orang-orang yang mengusung risalah dakwah.

3.

Latihan untuk memimpin masyarakat menuju kebaikan, dan hendaknya di antara bangsa-bangsa ini kita bergerak untuk menyadarkan, membimbing dan mengarahkan mereka, serta mengenal kondisi dan problematika yang mereka hadapi.

4.

Berupaya untuk menyadarkan umat, menjelaskan kepada mereka tentang realita kehidupan umat Islam, tentang apa yang sedang terjadi, tentang bahaya dan konspirasi yang berada di sekeliling mereka, dan mengajarkan kepada mereka bahwa Islam tidak rela terhadap mereka pengecilan harus hak-hak kebebasan dengan dan kemandirian, dan harta-, termasuk tentang kejayaan dan panggilang jihad –walaupun memenuhinya darah memberikan ruh optimisme dan memerangi keputus-asaan dan kegagalan.

5. 6. 7.

Fiqh (seni) menghadapi problematika dan batasan-batasannya Fiqh (seni) menyampaikan amar ma’ruf nahi munkar Menguasai fiqh jihad, yaitu:

a.
b.

Mengorbankan diri, harta dan waktu untuk mewujudkan citacita. Gambaran-gambaran jihad yang berbeda-beda dan bagaimana menjalankannya.

c.

Senantiasa istishhab niyyatil Jihad (menyertakan niat jihad), kecintaan terhadap mati syahid dan pengorbanan di jalan Allah.

252

d.

Berupaya melahirkan mujahid-mujahid yang produktif dan bijak, yang bisa mewujudkan keuntungan besar dengan pengorbanan yang sedikit.

e.

Sikap kami terhadap kekerasan dan terorisme, adalah dirasah syar’iyyah (tinjauan syariat), dan dirasah tarikhiyyah (tinjauan empiris).

f.

Tidak

melakukan

sebuah

aktivitas

yang

memberikan

pengaruh yang signifikakn, kecuali dengan izin. 8. Mengenal undang-undang perbaikan masyarakat, menjaga

keseimbangan ekosistem dan tidak melalaikannya. Kesepuluh, Dalam aspek jamaah:

1. Menguasai fiqh syuro, baik teori, penerapan dan praktek:
a. b. c. Urgensi kelembagaan dakwah Jauh dari dominasi perorangan Adab dalam ikhtilaf

2. Penguasaan terhadap fiqh keputusan (nota-nota kesepahaman)
dan batas-batas setiap hubungan, baik dalam lingkup ukhuwah dan rasa cinta sesama aktivis dakwah, yang seyogyanya bukan pertentangan dan permusuhan, maupun dalam lingkup pandangan yang komprehensif dalam memperhatikan dan memahami urusanurusan dakwah.

3. Tsiqoh terhadap qiyadah dan taat kepadanya, mengenal secara
sempurna dan berkumpul di sekitarnya: a. b. c. d. Selalu memiliki keterikatan hati dan amal dengan qiyadah. Mengenal mereka Memberikan nasehat dan masukan kepada qiyadah Memposisikan qiyadah secara benar dan interaksi tarbiyah yang sempurna dengannya, demi mewujudkan: 1. Posisi orang tua dalam ikatan hati

253

2. Posisi seorang guru dalam memberikan pengajaran ilmu. 3. Posisi seorang syaikh dalam aspek pendidikan rohani. 4. Posisi dakwah. e. Hendaknya qiyadah memiliki hak memberikan keputusan antara kemaslahatannya Pribadi dan kemaslahatan dakwah secara umum. f. Hendaknya qiyadah memiliki rujukan dan evalusi seorang pemimpin politik dalam secara menentukan umum dalam kebijakan-kebijakan

4. Mewujudkan batas-batas gerakan yang dibutuhkan:

a. Terwujudnya semangat keprajuritan yang terus menerus
(kesiapan dan kesiagaan), dimana seorang jundi dakwah senantiasa merasakan dirinya sebagai prajurit yang berada di barak-barak militer yang sedang menunggu perintah, apapun jenjang tarbiyahnya. b. Menguasai adab-adab evaluasi dan komitmennya terhadap adab-adab tersebut. c. Dipercaya dalam menyampaikan, yaitu dengan kejujuran, amanah terhadap perkataan, amanah dalam memindahkan –baik uang maupun barang-, memurnikan diri dari syahwat. d. Menguasai kesiapan sarana-sarana meletakkan tarbiyah dan penerapannya; di bawah kondisi kesehariannya

kondisi dakwah. 5. Fiqh dakwah dan batas-batas fiqh pelaksanaan, memilih pendukung dakwah dan mentarbiyah mereka, dan melakukan aktivitas-aktivitas produktif. 6. 7. Menjaga fiqh prioritas Mengupayakan terwujudnya kemurnian jamaah dari ketergantungan terhadap prinsip-prinsip, figuritas, dan organisasi tertentu, dan hendaknya ia komitmemn terhadap timbangan

254

dakwah dalam berinteraksi dan berhubungan dengan masyarakat dan organisasi-organisasi lain. 8. Interaksi yang benar terhadap instruksi-instruksi qiyadah, yang terlihat dari hal-hal berikut: a. Cara menerima perintah dan melaksanakannya

b. Sam’an wa tha’atan, dalam keadaan giat maupun malas,
dalam keadaan sulit maupun mudah, selama perintah tersebut bukan kemaksiatan. c. Segera menunaikan perintah d. Menyampaikan nasehat dan mengerahkan kesungguhan untuk itu, sesuai dengan arah perjalanannya yang benar. e. Tidak ada tempat untuk keraguan, perdebatan, menjelekjelekkan, saling bantah, sungkan atau keraguan.

f. Menanamkan

keyakinan

bahwa

pandangan

dirinya

berpeluang keliru dan pandangan qiyadah adalah kebenaran dalam perkara-perkara ijtihadiyah, yang tidak terdapat nash atau hukumnya. Tidak mengapa meminta penjelasan terhadap sesuatu yang belum dipahami dengan tetap mengedepankan semangat sam’an wa tha’atan.

Bab V

Membangun Keluarga Muslim

Membangun Keluarga Muslim • Urgensi Membangun Rumah Tangga Rumah tangga adalah kawasan kedua pada tingkatan amal dan targettargetnya dalam dakwah Ikhwan. Ia merupakan bagian dasar dari struktur bangunan masyarakat dan perbaikannya. Tidak hanya karena

255

peran rumah tangga dan seorang akh dalam mendukung proyekproyek dakwah, tapi juga karena keluarga merupakan batu pijakan dasar yang orisinil yang tidak ada gantinya dalam membangun sebuah masyarakat. Masyarakat tidak akan baik, kecuali dengan baiknya bangunan keluarga. Tidak pernah tergambar bahwa terdapat sebuah masyarakat muslim yang mulia dan menegakkan prinsip-prinsip Islam, sementara rumah tangga dan keluarganya lemah dan sangat jauh dari indikasi dan gambaran masyarakat yang menerapkan manhaj Allah. Imam Syahid berkata, “Apabila sudah terbangun keluarga yang shalih, maka umatpun akan menjadi shalih, karena umat merupakan kumpulan keluarga. Dengan kata lain, sesungguhnya keluarga adalah miniature umat, sementara umat adalah keluarga yang besar.”257 Beliau juga berkata, “Kami menginginkan kebangkitan laki-laki dan perempuan secara bersama-sama, mengumumkan adanya takaful dan emansipasi serta menetapkan tugas masing-msing secara rinci.”258 “Untuk itu, kami juga memperhatikan kaum wanita sebagaimana perhatian kami kepada kaum pria. Kami juga memperhatikan anakanak sebagaimana perhatian kami kepada pemuda.”259 Imam Syahid memberikan beberapa gambaran dalam pembentukan keluarga, yang terus menerus ditingkatkan dari batas minimal hingga menjadi model yang diinginkan, yakni dari; menghargai fikrahnya, hingga pembinaan kelaurga muslim teladan dalam setiap aspek kehidupan. Imam Syahid berkata, “Pembentukan kelurga muslim, yaitu dengan mengkondisikan keluarga agar menghargai fikrahnya, menjaga etika Islam dalam setiap aktivitas kehidupan rumah tangganya, memilih istri
257 258 259

Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru), hal. 236 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal. 94 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda), hal. 177

256

Ta'alim (Risalah Ta'alim). Pandangan yang benar 3. Perasaan dan nurani yang peka 2. Jika anggota keluarga yang laki-laki shalih dan yang perempuan shalihah –keduanya merupakan pilar keluarga. namun ia lebih luas dan mencakup seluruh anggota keluarga dan karib kerabat. • Urgensi Perbaikan Diri Setiap individu adalah labinah dalam keluarga. “Perbaikan dalam skala individu akan berpengaruh bagi perbaikan keluarga. Imam Syahid menyebutkan beberapa hal yang harus dipenuhi dan dilaksanakan: 1. serta membimbing mereka dengan prinsip-prinsip Islam. Keinginan yang kuat 4. maka perhatian untuk membentuk rumah tangga muslim harus diberikan sejak dini.yang baik dan menjelaskan kepadanya hak dan kewajibannya. memperbaikinya merupakan langkah mendasar untuk memperbaiki rumah tangga. yaitu dengan mempersiapkan setiap individu. Tubuh yang sehat 5. 236 257 . 260 261 Risalah.maka mereka akan bisa membangun sebuah keluarga ideal. Imam Syahid berkata. karena keluarga merupakan kumpulan individu. Pengarahan yang benar untuk melaksanakan tugas dengan benar. 360 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). dan mempersiapkan mereka untuk membangun rumah tangga dan memilih istri yang baik. mendidik anak-anak dan pembantunya dengan didikan yang baik. hal. hal. Dengan demikian.”260 Rumah tangga yang dimaksudkan adalah tidak hanya sebuah rumah tangga yang kecil yang terdiri dari pasangan suami isteri serta anakanak. sesuai dengan model yang telah dituntunkan oleh secara proporsional oleh Islam. baik laki-laki maupun wanita.”261 Dalam melakukan perbaikan untuk skala individu.

yang akan mewujudkan pribadi aktivis sekaligus pemikir dan anasir produktivitas yang pemberani. berakhlak Islami untuk menguatkan keinginannya. yang memiliki keistimewaan dalam aspek-aspek mendasar ini. Oleh karena itu. minum. kami sangat menganjurkan kepada setiap akh agar beribadah sebagaimana yang diperintahkan Allah untuk meningkatkan kualitas ruhiyahnya. kesempurnaan akhlak. melainkan keduanya memiliki kedudukan yang sama dalam pandangan Islam. “Sesungguhnya.”263 262 263 Ibid. Imam Syahid berkata. ukhti muslimah – sebagaimana kami nasehatkan kepada al akh muslim.”262 Dan hal ini bisa diwujudkan dengan menerapkan manhaj Islam dalam aspek-aspek berikut: “Oleh karena itu. dan kesehatan badan. sehingga dapat membedakan antara kebaikan dan keburukan. mampu mengegolkan misi kebenaran dan kebajikan. belajar apa saja yang memungkinkan dipelajari untuk memperluas cakrawala berpikirnya. dan menjadi perangkat yang layak untuk mewujudkan cita-cita mulia. sebuah keinginan yang kuat yang tidak akan pernah melemah dalam membela kebenaran. tubuh yang sehat yang siap mengemban berbagai tugas kemanusiaan secara baik. 235 Ibid 258 .hendaklah selalu dalam kehalusan nurani. hal. Islam juga menginginkan sebuah pandangan yang benar dalam memahami sesuatu itu ‘benar’ atau ‘salah’. dan tidur sehingga Allah senantiasa menjaganya dari marabahaya. Islam menginginkan dalam diri setip mukmin perasaan dan nurani yang peka. dan komitmen dengan tata aturan Islam dalam hal makan. keluasan cakrawala berpikir.Imam Syahid menyebutkan 10 sifat –selain beberapa sisi lain dalam pembentukan Pribadi.” Kaidah-kaidah ini tidak hanya diperuntukkan bagi laki-laki dan meninggalkan kaum wanita.

dan mengambil jalan pertengahan dalam setiap permasalahan. Satu sama lain bekerjasama dalam melaksanakan tugas masing-masing. Kemampuan pendidikan ayah dalam memberikan dan tarbiyah dan serta terhadap anak-anak pembantu 264 ibid 259 . Membangun rumah tangga muslim dari pasangan suami istri yang muslim dan shalih-shalihah. d. Berupaya untuk melahirkan dan menumbuhkan mawadah (rasa cinta) dan rahmah. menentukan hak dan kewajiban mereka. c. serta hubungan yang romantis di dalam keluarga. dapat meringkas target-target umum dan khusus dari pembentukan keluarga muslim. b. 2. Masing-masing pasangan menunaikan kewajiban dalam rumah tangga. yang mencakup hal-hal berikut: a. mewajibkan mereka untuk menjaga buah pernikahan ini sampai matang tanpa cacat dan cela. e. (mulai dari memilih calon pasangan hidup). Dia juga mengikat suami istri dengan ikatan yang kokoh. tidak berlebihan dan tidak meremehkan. mengantisipasi apa saja yang bisa menghadang kehidupan rumah tangga dari berbagai problem secara tepat dan cermat. Mampu menyelesaikan setiap persoalan keluarga dan konflik suami isteri dengan baik. dengan sebaik-baiknya bimbingan.• Kaidah dan Tujuan Pembinaan keluarga Muslim Imam Syahid menjelaskan tentang kaidah dan tujuan umum dalam pembentukan keluarga muslim: “Islam telah membimbing kita dalam membangun rumah tangga.”264 Kita 1. sebagai berikut: Komiten dengan prinsip-prinsip syariat dalam membangun rumah tangga muslim.

kebersihan. Mujahidun Linasihi (kuat kesungguhan jiwanya). Komitmen dengan norma dan adab-adab Islam dalam setiap aspek kehidupan. dengan tetap menjaga karakteristik setiap fase pertumbuhan anak (Sejak dilahirkan . setiap melalui target-target dan prosedur khusus berikut: 1. bercanda. Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya). selainnya). b. menutup aurat atau berhijab. Mampu berinteraksi dengan anak-anak secara baik di setiap fase pertumbuhan mereka. Nafi’un Li Ghairihi (Bermanfaat bagi 2. Membentuk kepribadian 10 paripurna. shahihul Ibadah (benar ibadahnya). Harishun Ala waqtihi (Cermat mengatur waktunya). serta norma-norma sosial penting yang lain. 3. Mewujudkan pertumbuhan Salimul Akidah (bersih akidahnya). mencintai bershalawat Rasulullah senantiasa 260 . seluruh Munazhamun Syu’unihi (terorganisir urusannya). Kaum ayah mampu menggunakan metode dan saranasarana tarbiyah yang benar terhadap anak-anak. zikir. mengenal Saw. memberikan nasehat. c. menyayangi yang muda. d. minum.mengkondisikan mereka dengan nuansa keluarga yang Islami: a. Qadirun Alal fi Kasbi (mampu berekonomi). Membiasakannya untuk mencintai Allah dan rasulNya. nikmat-nikmat dan Allah. berbicara. lembut terhadap hewan. Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya). menghormati yang tua. Mampu mengatasi problematika muslim sifat yang yang dalam ditemui selama yaitu masa mendidik anak-anak. tidur. Seperti ketika makan. Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat).masa menyusui – Anak usia dini – balita – dan remaja). meminta izin.

261 . 7. dan memproteksi anak-anak kebohongan-kebohongan terhadap 11. keterikatan Quran dan selalu menjaganya. Mengutamakan pemberian model dan qudwah Membiasakan produktif. 5. dalam permainan yang bermanfaat dan permainan olahraga yang bermanfaat. e. bangga Islam dan peradabannya. dan membenci kehinaan. dan disiplin vitalitas. membangun timbangan yang benar untuk membedakan antara yang baik dan salah. kesehatan mewujudkan dan pertumbuhan anak-anak. 10. mengenal kontribusi yang diberikan Islam kepada dunia. dll. mencintai memiliki shalat dan senantiasa dengan Al menunaikannya. Membangun sifat mawas diri Membiasakannya untuk selallu menyukai kebaikan (kemuliaan). dan bangga dengan bahasa Arab dan kemahiran menggunakannya. Menanamkan loyalitas terhadap Islam. Menyalurkan bakat dan kemampuannya. mempelajari beberapa bahasa asing. Menyadarkan khurafat Islam. Menggali dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. 6.kepadanya. 8. seperti. Menumbuhkan kesungguhan. Pembangunan rasa cinta dan hubungan yang baik ini sangat penting. 4. serta memberikan keahlian tertentu. serta membentuk standar akhlak dan budi pekerti yang luhur. Memperhatikan aspek-aspek pendidikan. 9. ruh kesabaran keberanian. komputer. dan riset ilmiah. skala serta keselamatan dan dalam minimal. membaca. psikologi. agar penerapan dan pelaksanaannya selalu benar. dari berprestasi dan istimewa sebagai target.

takaful dan jalinan hubungan yang baik dengan mereka (suami istri berupaya menunaikan kewajiban tersebut). Mengajarkannya beberapa keahlian dan profesi tertentu. dan hendaknya bersama-sama mewujudkan persatuan. 3. 4. g. 262 . b. karib kerabat. Mengenalkan kebutuhan-kebutuhan pokok manusia. Melatih dan mengajarkan mereka bagaimana menjalin hubungan baik dengan orang lain. tetangga. Interaksi yang baik dengan anggota keluarga. Mengkondisikan keluarga agar menghargai fikrahnya Menjaga etika Islam dalam setiap aktivitas kehidupan rumah tangganya. saudari wanitanya. agar bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk mandiri secara ekonomi. d. tafahum dan takaful. Baik dengan orangtua. teman-temannya. maka hendaklah mereka c. dan menjaga keseimbangan antara dorongan syahwat dengan pemahaman Islam. a. Menjalankan peran sosial rumah tangga: a. 2. Adapun terhadap anak-anak. dan hal itu tercakup dalam beberapa hal berikut: 1. karib kerabat dan tetangga dengan mengenal hak-hak mereka serta menunaikannya. Selalu bersikap positif dalam berhubungan dengan masyarakat: Melatih perbaikan dan di mengajaknya masyarakat untuk sesuai melakukan dengan kemampuannya. Terlaksananya rukun-rukun rumah tangga antara anggotanya. keterikatan dan kesepahaman. dididik untuk untuk menjalankan peran sosial mereka di masyarakat. yang tua dan yang muda. Ta’aruf.f.

Seperti menguasai keahlian-keahlian kemampuan yang dibutuhkan hadits. untuk itu. dan hubungannya dengan seluruh anak manusia di dunia. Ikut serta dalam melakukan kebaikan dan aktivitas sosial. dll. 6. serta peran laki-laki dan wanita dalam kehidupan. ibu rumah tangga. kekonstitusian. managemen. kemampuan berinterkasi dengan problematikanya sesuai dengan pandangan Islam. Mempelajari norma-norma hubungan dan kerjasama sosial serta metode yang benar dalam interaksi dengan orang lain. begitupula halnya dengan anak laki-laki. 5. dan menekuni profesi tertentu yang bermanfaat. 4. Mengajarkannya adab-adab melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar. ilmu kesehatan. maka mereka juga harus dididik agar siap menunaikan kewajiban 263 . c. 7. serta apa saja yang ia butuhkan untuk hal itu. Mengenal ragam tipikal manusia. Memiliki perhatian dan terhadap negerinya. seperti persiapan menjadi seorang ayah. perkembangan. undang-undang.b. kemajuannya. problematika keluarga. melalui saranasarana dan maslahat kehidupan. bahasa. Kita juga memperhatikan agar mereka pendidikan memiliki anak-anak perempuan mereka kemahiran yang butuhkan nanti dalam menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga. Memiliki kemampuan dalam interaksi dengan masyarakat dan seluruh instansinya. Mempersiapkan diri untuk kepentingan masa depan. dan kepribadian yang mampu berdikari. serta d. hubungan antara keduanya. khutbah. internet.

serta dalam menjalankan peran mereka terhadap keluarga dan dakwah. Mewujudkan Mengurangi berlebihan. b. Memberikan perhatian yang besar terhadap peran wanita. dan hendaknya kaum wanita mendapatkan semua hak-haknya. bekerjasama dengan kaum wanita. hubungannya dengan umat Islam. begitupula perannya di tengah masyarakat. produktif.mereka sebagai kepala rumah tangga. Mewujudkan hubungan antara keluarga dan umat Islam secara umum. kecuali pada kondisi-kondidi darurat. yang peka dan segenap problematika dan permasalahannya. Kaum wanita juga tidak boleh menerima perlakukan kasar dan kekerasan. fenomena usaha-usaha mandiri dalam rumah tangga. Imam Syahid telah mendirikan sebuah divisi akhwat muslimat. dan hendaknya mereka mendapatkan bantuan dan dukungan dalam mewujudkan keseimbangan terhadap perannya di segenap aspek. Keluarga yang mampu keluarga budaya mengatur yang dan kehidupan dan ekonomi mendorong yang rumah tangga: a. 264 . baik partisipasi politik. pendidikan. konsumtif dan memerangi pemborosan kebiasaan berhutang. ekonomi. hal ini menunjukkan besarnya perhatian beliau terhadap pembinaan dan kemajuan kaum wanita. 6. tarbiyah dan pembinaannya: Hendaknya menyiapkan ia menjalankan yang perannya kuat dan yang penting dalam generasi membangun keluarga muslim. 8. bangga dengan sejarah dan peradabannya. 5. sosial dan lain-lain.

9. melalui beberapa jenjang yang berbeda-beda. Proyek ini juga tidak terbatas pada rumah tangga Ikhwan saja -walaupun ini merupakan dasar utama proyek ini-. yaitu dengan menggunakan program-program yang variatif dan publikasi yang baik dan 265 . bukanlah semata proyek mata kuliah yang bisa dibaca oleh anggota keluarga. serta kerja keras untuk mewujudkan rumah tangga muslim yang ideal. Melindungi keluarga dari unsur-unsur perusak. Memanfaatkan pengalaman-pengalaman keluarga yang sukses serta saling membantu antar keluarga. Menjaga keseimbangan ekonomi keluarga dan cermat dalam mengelola dan memanage keuangan. Maka kami memulainya dengan yang paling mudah dan dengan metode yang sederhana. 8. serta nilai-nilai kebebasan. namun ia adalah sebuah kehidupan dan praktek nyata terhadap semua aspek Islam yang beragam. 7. keadilan dan persamaan hak. mempersiapkan keluarga agar mampu memikul beban dakwah dan sabar di atas jalannya. Hendaknya keluarga –dengan seluruh anggotanya- memberikan kontribusi sebagai warga Negara: (Terutama bagi keluarga besar). namun untuk seluruh rumah tangga di masyarakat. d. Berpartisipasi dalam dakwah untuk agama Allah. Hal ini dilakukan dengan tetap memperhatikan penahapan dalam menerapkan target-target ini. dan bukan pula jadwal pelajaran. baik dari dalam maupun dari luar. Proyek pembentukan keluarga muslim. maka hendaknya ia mampu berinteraksi dengan problematika keumatan. kemajuan. menjaga kemandiriannya. kemudian secara perlahanlahan bertambah dalam dan luas.c.

dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan keluarga. Oleh karena itu. jika kita mampu memanfaatkan dan mengoptimalkannya. Sebuah rumah tangga muslim tidak menyendiri dalam sebuah komunitas dan terpisah dari problematika dan permasalahan masyarakat. kami selalu berupaya untuk mendapatkan hasil final yang positif. Permasalahan tidak akan dapat diselesaikan dengan menutup diri. dan memberikan pengaruh positif seperti yang diharapkan. yang akan memainkan perannya melalui pengarahan dan bimbingan yang benar. baik laki-laki dan wanita dalam membentuk keluarga muslim. namun ia hanya bisa diselesaikan dengan kepekaan dan tanggapan positif. 266 . Kita juga dituntut untuk memberikan perhatian yang besar terhadap pembinaan pemuda. Keluarga dan masyarakat saling memberikan pengaruh satu sama lain. serta membantu mereka untuk memilih pasangan hidup yang sesuai dan baik. dan hendaknya sebuah keluarga muslim menjadi basis dakwah dalam himpunan keluarga yang besar. baik dalam pembinaan keluarga maupun masyarakat. Seluruh sarana yang ada di masyarakat. studi problematika rumah tangga dan solusi-solusinya. memberikan contoh nyata model rumah tangga muslim ideal. yang menyalurkan terhadap pengaruh-pengaruh dakwah. Termasuk hal yang penting dalam hal ini adalah menghidupkan nuansa takaful dan tolong-menolong antar keluarga dan rumah tangga.terarah. perhatian besar keberadaan basis-basis dakwah di dalam setiap keluarga. memanfaatkan hari-hari besar Islam dan kegiatan-kegiatan publik dalam memperbaiki perspektif masyarakat. dan basis-basis dakwah ini bisa jadi adalah salah satu anggota keluarga.

yang disodorkan oleh Islam adalah upaya(pencegahan) terhadap menyebabkan 267 . Meletakkan kaidah-kaidah umum yang global. Mencegah kesulitan. dengan keyakinan bahwa setiap permasalahan yang didera ada obatnya. “Setelah meletakkan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat. tanpa meninggalkan kaidah-kaidah rinci. e. Mencegah dari permasalahan dan sebab-sebab kehancuran Mendeteksi penyakit-penyakit sosial di masyarakat dari akarnya. sehingga dapat menyentuh semua umat manusia. adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Syahid berdasarkan kepada nilai-nilai yang telah ditetapkan. dan yang mengarah kepada kesukaran. nasehat kepada kebenaran. g. Menjadikan asas kesembuhan dan obat pertama dalam setiap perbaikan masyarakat adalah shalihnya jiwa dan eratnya ikatan sosial antar anggota masyarakat. d.Bab VI Bekerja Bersama Masyarakat Bekerja Bersama Masyarakat • Manhaj Islam dalam Membangun Masyarakat Manhaj Islam dalam membangun masyarakat dan menjaga keselamatannya. b. Islam menetapkan metode penerapan Dakwah dilakukan dengan penuh hikmah. f. diantara: a. Imam Syahid berkata. upaya preventif Islam berupaya mengantisipasi hal-hal berbagai yang macam problematika sosial. Pertama. dan penerapan yang baik. c.

maka risalahpun akan sampai ke setiap telinga dan hati manusia. Obat pertama dalam setiap perbaikan masyarakat adalah shalihnya jiwa dan eratnya ikatan sosial antar anggota masyarakat. Islam meletakkan kaidah yang bersifat global tanpa meninggalkan hal-hal yang berifat rinci. 237 268 . Islam melingkupi semuanya. Islam merupakan syariat yang sesuai dengan dimensi ruang dan waktu. Oleh karena itu. hal. Tidak ada permasalahan yang tak ada jalan keluarnya menurut Islam. Islam juga memberikan jalan keluar yang bersifat kuratif (pengobatan). Penyebaran dakwahpun harus sampai menyentuh semua kalangan manusia. Islam juga memerintahkan zaman dan waktu untuk menjalankan perannya.timbulnya masalah. dan dakwah kami mendapat sambutan dari umat.S Al Anbiya: 107) Jika keyakinan terhadap apa yang kami paparkan di atas mulai menguat dan menuju pencapaian hasil yang telah kami gariskan –sehingga sistem Islam yang terkait dengan individu. Ia tidak mengajak manusia meniti jalan kesulitan.”265 Sebagaimana Imam Syahid juga menjelaskan tentang ikatan dan hubungan antara anggota masyarakat. dan masyarakat terlaksana-. dan yang mengarah kepada kesukaran. Hal itu berarti fikrah kami telah diterima masyarakat.” (Q. sekaligus menjelaskan cara-cara penerapannya. Setiap penyakit pasti ada obatnya. Islam menghendaki kemudahan bukannya kesulitan. Terhadap masalah-masalah yang terlanjur muncul. keluarga. melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. yang berdiri di atas prinsip-prinsip ini dalam Islam: 265 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). sehingga terwujudlah apa yang difirmankan oleh Allah.      Artinya:                 “Dan tiadalah kami mengutus kamu.

Semua manusia di 269 . serta mengikis habis apa saja yang bisa memporakporandakan ikatan ini. 6. Batas-batas hak dan kewajiban antara anggota masyarakat. dan kerabatnya. atau majikan dengan budaknya. Islam juga menentukan hak dan kewajiban setiap anggota masyarakat. kewajiban. Seorang bapak dalam rumah tangga mempunyai hak dan kewajiban tertentu. anak. Menetapkan batas-batas hubungan antara Negara. hak dan kewajiban masing-masing. serta solidaritas sosial antara anak manusia. dan Islam telah menghilangkan seluruh anasir yang dapat melemahkan ikatan ini. 5. kecuali oleh takwanya. Menjelaskan tentang peran pemerintah dan yang diperintah. Menjadikan prinsip dasar hubungan umat Islam dengan umat-umat yang lain adalah Dakwah. bahkan sampai pada itsar (mendahulukan kepentingan saudaranya). Setiap mukmin harus senantiasa meningkatkan kualitas ukhuwah ini menuju terwujudnya mahabbah (saling mencintai). oleh karena itu Islam juga menjelaskan tentang kaidah-kaidah hubungan luar negeri. demikian juga ibu.1. Menetapkan Menetapkan batasan-batasan standar muamalah di dan interaksi serta umum dengan sangat jelas. 7. 3. Ia menjelaskan pola interaksi antar pihak secara detail. serta hak penguasa dan rakyatnya secara cermat. kerjasama dalam kebaikan dan kebajikan. “Islam telah memberi tuntunan kepada umat ini berupa kaidah hubungan sosial untuk mewujudkan kesejahteraan. Imam Syahid berkata. dengan tidak menjadikan yang satu lebih utama dari yang lain. Ikatan ukhuwah dan cinta antara anggota masyarakat. Islam pun mengikat antar individu dalam umat ini dengan ikatan ukhuwah dan menjadikannya sebagai konsekuensi dari keimanan yang tertanam dalam dada mereka. 2. 4. Islam memerinci tugas. Dalam kehidupan bernegara. keutamaan masyarakat persamaan hak di hadapan hukum. Islam juga tidak melebihkan pemimpin dengan yang dipimpin.

pelajar. Yang membedakan antara satu dengan yang lain adalah ketakwaan dan amal shalihnya. dewasa dan orangtua. “JIka tujuan-tujuan ini –perbaikan individu dan masyarakat muslim. 236 Lihat: Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya) 270 . sampai masalah yang sekecil-kecilnya. strata dan kelompok-kelompoknya. Pembentukan Pribadi muslim dan rumah tangga muslim merupakan unsur mendasar dalam pembentukan masyarakat muslim. Islam juga menggariskan tata aturan dalam hubungan antar bangsa. mencakup semua elemen masyarakat. Imam Syahid menetapkan target dan aspek-aspek perbaikan secara gradual di masyarakat. membutuhkan kecenderungan penguasa terhadap Islam dan syariatnya. namun ini tidak menghentikan proyek perbaikan di masyarakat.” 266 267 Ibid.tidak bisa diwujudkakn kecuali di bawah naungan sebuah pemerintah yang shalih. keduanya tidak mungkin dipisahkan. layaknya gigi sisir yang sama rata. maka kalian harus menuntut dengan hak Islam untuk mendirikan sebuah pemerintah yang memperhatikan prinsip.266 • Urgensi Bekerja Bersama dengan masyarakat Bersinergi dengan masyarakat untuk membentuk sebuah masyarakat muslim dalam tampilan dan shibghahnya. dan ini merupakan fase perbaikan selanjutnya. di terus diserukan kepada penguasa dalam berbagai tingkatannya. nilai-nilai dan ajaran Islam. remaja. menyampaikan nasehat dan mensosialisasikan manhajmanhaj Islam dalam setiap aspek kehidupan masyarakat. menjelaskan hak dan kewajibannya masing-masing. dan hal ini dengan pengetahun yang mendalam bahwa: Perubahan secara total terhadap masyarakat. termasuk gerakan dakwah di dalamnya.267 Imam Syahid berkata. anak-anak. biak laki-laki maupun wanita. hal.sisi Allah sama derajatnya.

hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Syahid. kami tetap akan berada pada posisi orang-orang yang memberi nasehat. Maka adalah sebuah keharusan menyiapkan dan mentarbiyah bangsa dan anggota masyarakat. berkumpulnya dalam barisan dakwah dan syariat Islam serta dan memintanya.Ikhwanul Muslimin menyampaikan program-program perbaikan kepada pemerintah yang berkuasa.”269 Oleh karena itu perbaikan masyarakat dan menshibghahnya dengan shibghah Islam merupakan sebuah kemestian. jika suatu umat mampu mengokohkan semangat jihad dan 268 269 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna) Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).268 Walaupun tidak mendapat sambutan baik dari pemerintah yang berkuasa. Ikhwan tetap akan memberikan nasehat. “Tidak ada kebangkitan umat tanpa di dasari akhlak. Sebagaimana yang disampaikan Ikhwanul Muslimin kepada pemerintah dengan lisannya. dengan tujuan membantu mereka dalam merealisasikan aspirasi Ikhwan. Karena konsep perbaikan ini juga kadang-kadang disampaikan kepada masyarakat nonmuslim. Imam Syahid berkata. sehingga mereka tidak ikut serta dalam melakukan kemungkaran dengan dalih politik. “Walaupun demikian. sehingga Allah membukakan kebenaran antara kami dan kaum kami dan sesungguhnya Allah adalah Sebaik-baiknya pembuka (pemberi kemenangan). hal. namun hal ini harus tetap berada dalam koridor syariat. maka adab dan seni penyampaian juga harus dijaga dan tanpa perasaan rendah diri sebagaimana yang diajarkan Islam. dan dengan tetap menjaga adab dan upaya untuk menarik hati. 214 271 . sehingga tiba masanya terbentuk sebuah pemerintah Islam. terpenuhinya aspek-aspek akhlak dan norma-norma dakwah yang diinginkan.

hal. Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.”270 Imam Syahid juga menjelaskan tentang penyakit yang didera oleh masyarakat.             Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. “Prilaku buruk dan fenomena kehidupan tidak Islami telah merajalela dalam kehidupan kita. namun ia adalah proyek yang berkesinambungan dan terus-menerus untuk membangun kebangkitan umat. namun ia 270 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). maka ia mampu menjemput kemenangan.pengorbanan. hilangnya standar nilai yang agung. yakni perbaikan jiwa. sehingga seorang da’I membutuhkan kekuatan dan kesadaran yang luarbiasa. serta mencari tampilan-tampilan keIslaman diantara aliran yang menghanyutkan ini. lari dari persoalan dan tidak berusaha untuk mengantisipasinya. mampu mengekang dorongan hawa nafsu dan syahwatnya. serta perpecahan –semoga Allah menghancurkannya-. 152 272 . 157 271 Risalah. bersikap pengecut dan takut menghadapi kenyataan. Upaya yang harus kita tempuh tidak lain adalah mengobati jiwa manusia dan meluruskan moral bangsa. tidak semata-mata merupakan tahapan pertama untuk memudahkan berdirinya Negara Islam. mendahulukan kepentingan Pribadi di atas kepentingan umum. hal. Inilah penyakitnya dan obatnya adalah dengan satu kalimat saja. Bersinergi dengan masyarakat dalam upaya mempersiapkan dan mentarbiyahnya. ia tidak berhenti dan mengendor hanya dengan berdirinya Negara. (Q. Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). yang merupakan lawan dari sifat-sifat buruk ini. Imam Syahid berkata.S Al Syams: 9-10)271 Tentang metode dan manhaj perbaikan. “Dekadensi moral.

lalu mempelajari metode untuk mendapatkan hak-hak tersebut. maka harus dipilih dan ditentukan secara cermat. Adapun kepemimpinan. ia 272 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). Adapun manhaj. maka umat harus menanamnya dengan penuh kesabaran. ada dua hal yang harus dipenuhi. Maka bangsa-bangsa Islam di Timur harus menjadikan seluruh rangkaian fenomena kehidupan sosial itu sejalan dengan etika dan ajaran Islam. praktek dan spirit. “Hendaknya tarbiyah menjadi penopang utama kebangkitan.adalah jalan panjang dari proyek tarbiyah dan menyempurnakan kebangkitan umat. dan perjuangan yang panjang. bisa dipraktekkan. diatur oleh sistem hukum. Dalam ungkapan yang lain. dan menyebarkan kekuatan iman di hatinya. maka materi-materinya harus sedikit sesuai dengan kemampuan. dan dilindungi oleh penguasa. Imam Syahid berkata. dan setiap umat yang berupaya melanggar batas-batas tabiat tersebut maka ia tidak akan mendapatkan apa-apa. kemudian ditarbiyah untuk meyakininya. yakni manhaj dan kepemimpinan.272 Imam Syahid menjelaskan tentang tarbiyah secara lebih mendalam dengan mengatakan. walaupun sedikit. kesulitan. dan hasilnya dapat dirasakan langsung. maka yang pertama adalah umat mendapatkan tarbiyah dan memahami haknya secara sempurna. “Setiap umat memiliki wajah kehidupan sosial yang dengan sadar diayomi oleh pemerintah. hal. 48 273 . Untuk mewujudkan hal ini dibutuhkan waktu yang sangat panjang. ia belajar manhaj kebangkitan secara teori.” Oleh karena itu. hingga ketika sampai pada tahap tsiqah ia ditaati dan didukung. karena ia adalah manhaj yang dipelajari oleh umat.

baik sosial maupun nonsosial. Jika saja tujuan perjuangan kita dipahami orang banyak. maka itu adalah khayalan dan tipuan emosi belaka. sarana-sarananya tidak dikenal dan tidak tertentu. Pertama. beliau menjelaskan hal ini dengan mengatakan. Mungkin generasi pendahulu telah sampai di pertengahan jalan. Juga watak-watak yang lain. bahkan mungkin dipahami secara kontradiktif oleh masing-masing mereka dan kita tidak merasakannya. atau dilahirkan oleh peristiwa. terkadang mereka bisa mencapai hasil sebagaimana yang dicapai oleh pendahulunya. umat tidak pernah sampai kepada tujuan akhir. saya masih yakin akan adanya dua faktor yang menyertai pemahaman tersebut. “Saya mencatat bahwa kita memiliki watak-watak tergesa-gesa dan mudah terpengaruh serta emosional. karena umur individual itu sangat terbatas bila dibanding dengan usia kebangkitan dan umur umat. namun generasi berikutnya tidak meneruskannya estafeta perjuangan tersebut. Lalu generasi penerus memulai kembali dari awal. bukan pemimpin yang diciptakan oleh kondisi darurat. 273 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Kedua. karena putusnya hubungan antara keduanya.” 273 Dalam menetapkan langkah-langkah dakwah.juga harus merupakan pemimpin yang dididik untuk menjadi pemimpin. namun juga terkadang kurang darinya atau bisa juga lebih banyak. Imam Syahid menghindari bahaya dan ketergelinciran yang pernah dilakukan oleh orangorang terdahulu. 274 . Setiap aktivis harus menurunkan kadar emosinya agar ia bisa mengambil manfaat dari apa yang dikerjakan pendahulunya. terputusnya hubungan secara total antara generasi pendahulu dan generasi penerus. Kalau kita berpikir bahwa satu orang dapat mewujudkan seluruh keinginan umat. Yang jelas. lalu menurun dan akhirnya lenyap seperti tak terjadi apa-apa. atau menjadi pemimpin karena tidak adanya pemimpin. yang menjadikan kebangkitan kita akan terjadi secara tiba-tiba dan langsung menguat seiring dengan kuatnya pengaruh waktu.

hal. Makna keimanan harus benar-benar tertanam terlebih dahulu. serta terwujudnya sikap positif di tengah-tengah mereka. Ikhwanul Muslimin menyerukan bahwa bahwa asas yang menjadi tumpuan kebangkitan kita adalah ‘Tauhid’. keagungan Islam dan petunjuk Rasulullah Saw. Tidak mengapa umat Islam mengambil nilai-nilai kebaikan dari manapun. 2. Menyadarkan masyarakat dan mentarbiyahnya (baik prilaku. “Kami berharap semoga Mesir kembali kepada ajaran dan prinsip-prinsip Islam. tidak ada larangan bagi kita untuk mengambil hal-hal yang bermanfaat dari orang lain dan menerapkannya. norma kehidupan dan kebutuhan masyarakat kita. “Oleh karena itu. selama sesuai dengan kaidah-kaidah agama. • Asas-asas Utama Perbaikan Sosial 274 275 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). akhlak. keilmuan dan politik). 239 Ibid 275 . Menyebarkan dakwah dan prinsip-prinsipnya. dan juga menyatukan segala fenomena kehidupan dalam diri bangsa ini di atas asas Islam dengan segenap kaidahnya. bersandar padanya dan membangun sebuah peradaban baru. 3. kebangkitan iman ini kemudian diiringi dengan komitmen ibadah dan keyakinan terhadap rukun-rukun Islam serta menjalankan kewajiban-kewajibannya.”274 Beliau juga berkata. Membangkitkan keimanan dan memperbaharui ruh Ini merupakan asas pijakan sebelum membicarakan tentang apapun. serta mendapatkan pendukung. yakni mengesakan Allah sebagai satu-satunya sesembahan. perubahan atau prilaku. ia dihimpun oleh keindahan ayat-ayat Al Quran.Imam Syahid berkata.”275 • Poros-poros Sinergisitas kerja dengan masyarakat Sinergisitas dengan masyarakat muslim berada dalam tiga poros berikut–yang masing-masing poros menyokong satu sama lain-: 1..

Tegas dalam memerangi berbagai tindak criminal dan pelanggaran hak-hak asasi manusia. 11. 9. 3. 2. bertanggungjawab masyarakat sasaran-sasarannya mentransformasikannya kepada sekalian manusia. 4. pemilikan. 7. Bangkitnya laki-laki dan wanita takaful secara dan bersama-sama. Deklarasi ukhuwan antar sesama manusia 5.Imam Syahid meringkas dasar-dasar perbaikan sosial secara sempurna. kebebasan. Penegasan akan pentingnya wihdatul umat dan mengikis habis semua bentuk perpecahan. kesehatan. serta mengumumkan adanya emansipasi menetapkan tugas masing-masing secara rinci. • Tahapan-tahapan amal sosial dan titik tolaknya: Peluang dan lahan amal bersama dengan masyarakat semakin luas dan berjenjang. pengajaran dan keamanan bagi setiap individu. 10. 6. sebagaimana berikut276: 1. lapangan kerja. dan memelihara kecenderungan untuk memelihara keturunan serta mengatur berbagai tuntutan yang terkait dengan makanan dan pemenuhan kebutuhan seksual. Antara Kemaren dan Hari ini 276 . Mewajibkan umat untuk berjihad memperjuangkan prinsipprinsip al haq yang digariskan oleh sistem ini. dan 276 Risalah Pergerakan. Jaminan kepada masyarakat akan adanya hidup. Penegasan terhadap keyakinan akan adanya jaza’ (balasan) atas setiap amal. Ketinggian kualitas jiwa manusia. yang mencakup pelbagai aspek kehidupan masyarakat. Penentuan dua macam gharizah jiwa (kecenderungan). serta menentukan sumbersumber penghasilan. Rabbaniyah (berprinsip ketuhanan). Menjadikan perwujudan mewujudkan daulah dan sebagai sarana sebagai di sarana bagi dan pemeliharaan fikrah. seperti yang dibawa oleh Islam. 8.

maka mencakup tiga jenjang atau aspek di masyarakat: 1. dimanapun ada seorang muslim. menyebarkan pemahaman dan adab-adab Islam di dalam masyarakat. Sesungguhnya dakwah akan menghadapi kendalan dan tantangan ini dengan penuh kesabaran dan kebijakan. Untuk melakukan hal ini. maka dakwah akan bergerak bersamanya. Membentuk perkumpulan-perkumpulan. yang melakukan aktivitas sosial dan amal 277 . Maka pengaruh sosial yang sudah dibangun oleh dakwah tidak mungkin bisa dihentikan atau ditekan oleh undang-undang. Wadah-wadah sosial ini berbentuk lembaga-lembaga yang beragam. legalitas pemerintah atau anugerah dari orang lain. Dalam tataran aktivitas sosial. mewarnai mereka dengan perkataan dan perbuatan. lembaga. serta simpul-simpul sosial yang memberikan andil terhadap kebaikan dan kebajikan. yang dalam pembentukannya tetap menggunakan prosedur undang-undang yang berlaku di masyarakat.hal itu dilakukan sesuai dengan kondisi dan peluang yang memungkinkan bagi dakwah dan aktivis dakwah. namun landasannya bertitik tolak dari dakwah dan eksistensinya yang nyata dan rill di masyarakat. Dakwah akan mendidiknya agar melakukan gerakan sosial di masyarakat. yakni dengan menggerakkan para aktivis jamaah untuk melakukan dakwah dan berbaur dengan anggota masyarakat dalam kehidupan dan kondisi yang mereka hadapi. Jadi. Jamaah ini. club-club. dakwah meminta bantuan dan memanfaatkan orangorang ikhlas dari anggota masyarakat dan para simpatisan. atau perjuangan konstitusi (sebagaimana namanya yang diberikan Imam Syahid). serta menjadi model teladan bagi dakwah. 2. eksistensi dan titik tolak sosialnya tidak berlandaskan kepada undanga-undang. Dalam aspek individual.

Lalu dilakukan usaha penyampaian dakwah dan manhajmanhaj perbaikan ke segenap lembaga dan yayasanyayasan tersebut. asosiasi. (DPR). dan tidak mesti harus menggunakan label nama Ikhwanul Muslimin. lembaga-lembaga dewan pengawasan. dengan tetap menjunjung tinggi undang-undang dan konstitusi yang berlaku di masyarakat. aktivitas-aktivitas dan di yayasan-yayasan sebagai anggota kemasyarakatan. dll. masuk kedalamnya dan menyebarkan tokoh-tokoh dakwah dalam berbagai aspek. dll. ma’ahid-ma’ahid (pondokpondok) Hurra.”277 3. atau club-club perkenalan. 152 278 . Berakivitas di lembaga-lembaga dan yayasan yang ada di masyarakat. Sebagai contoh. politik. mencari pendukung. sosial. baik di bidang ekonomi. perwakilan rakyat lembaga-lembaga • 277 Sifat dan Karakteristik Amal bersama masyarakat Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna. Maka boleh saja dakwah itu berupa sekolah-sekolah al Anshor.kebaikan yang beraneka ragam pula. pendidikan. “Tidak menjadi sebuah kemestian sebuah gerakan dakwah dinamakan dengan Jam’iyyah Ikhwanul Muslimin. partisipasi politik dalam pemilu. Karena bisa jadi ia menggunakan nama-nama dan label yang beraneka ragam sesuai dengan karakter undang-undang dan kegiatan yang berlaku. hal. Imam Syahid menegaskan hal ini dengan mengatakan. profesi. karena kami tidak bertujuan selain untuk perbaikan diri dan menghaluskan jiwa. eksekutif. perhimpunan.

kami justru bangga dengan dakwah Islam. “Kami berharap agar kaum kami mengetahui. Sungguh sangat luarbiasa bagi kami menyaksikan apa yang dialami oleh kaum kami.” Kami tidak meninggikan diri di atas masyarakat atau membanggakan diri lebih tinggi derajatnya di atas mereka.. bukan untuk orang lain. Untuk itu kami berbuat untuk manusia di jalan Allah. dan berharap agar 279 .Aktivitas umum dalam dakwah bersama masyarakat memiliki sifat dan karakteristik sendiri. betapa kami mencintai dapat memberikan pengorbanan untuk kemuliaan mereka jika hal itu dibutuhkan. lalu kemudian kami menyerah kepada kehinaan atau merelakan kesia-siaan.” Sikap kami terhadap masyarakat adalah seperti yang digambarkan oleh Imam Syahid. Ruh mencintai mayarakat dan menginginkan kebaikan untuk mereka: Hendaknya ruh itu benar-benar yang mendominasi dan mendorong dalam setiap aktivitas dakwah terhadap masyarakat. Kami serukanlah kepada kaum kami. atau meremehkan mereka –kami berlindung kepada Allah dari hal itu-. “Mereka melempar kami dengan batu. “Bahwa sesungguhnya kami adalah untuk kalian. yang senantiasa dijaga oleh dakwah dan diajarkan kepada kader-kadernya.” Hal ini tiada lain adalah karena kepekaan yang telah meluluhkan dan menguasai seluruh perasaan kami. Sebagaimana perkataan Imam Syahid. maka kami akan melempar mereka dengan buah. dan kami tidak akan pernah menjadi musuh kalian sampai kapanpun. bahwa mereka sangat kami cintai lebih dari diri kami sendiri. Hal itu mencakup: 1.

film. begitupula dengan undang-undang yang menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah atau yang 278 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). yakni dengan untuk memanfaatkan hadapannya. hal. Bahkan kami sangat menentang upaya-upaya pelecehan terhadap penerapan undang-undang. Menghadapi Rintangan dan tekanan dengan perjuangan konstitusi: Kami menghormati undang-undang dan konstitusi yang berlaku di masyarakat. bahkan di sawah-sawah mereka. propaganda disebarkan melalui khutbah. agar undang-undang dan konstitusi tersebut sesuai dengan prinsip dan syariat Islam. di rumah-rumah. serta mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. panggung teater.seluruh anggota masyarakat ikut bersama kami. 22 280 . Tapi sekarang seruan atau propaganda kepada isme-isme itu disebarkan melalui penerbitan majalah. kami tidak akan melakukan upaya-upaya pemberontakan atau kudeta. Baik Memanfaatkan segala sarana yang ada: secara individual maupun dan kolektif. pertemuan. Sarana-sarana itu telah berhasil semua jalan menuju akal dan hati khalayak. radio. atau surat menyurat. Imam Syahid berkata. di pabrik-pabrik. Maka adalah wajib bagi para pengemban misi dakwah ini untuk (juga) menguasai semua sarana tersebut agar dakwah mereka membuahkan hasil yang memuaskan. baik pria maupun wanita. Koran.”278 undang-undang memanfaatkannya kemaslahatan dakwah. namun dengan tetap menyampaikan aspirasi kami untuk perbaikan dan perubahan. Kemaren. di toko-toko. tidak justru membenturkan atau kaku di 3. “Sarana-sarana propaganda saat inipun berbeda dengan sebelumnya. 2. dan media-media lain yang beragam.

menyebarkan tokoh-tokoh kemudian masyarakat berkumpul di sekitar dakwah dan memperjuangkannya. Kemudian melakukan penyaringan anasir-anasir yang baik untuk menjadi tonggak penopang yang kuat terhadap fikrah perbaikan ini. dengan demikian ia telah mendapatkan legalitas rill di tengah masyarakat. Imam Syahid berkata. hal. kami akan menyerukan perbaikan dan berkomitmen terhadap konsep dakwah yang memperjuangkan hak. 212 281 . kehendak pemerintah atau penguasa. “Hukum dan pemerintah yang berkuasa yang memerangi dakwah berupaya untuk melenyapkan nama jamaah ini beserta tokoh-tokoh sosial dan politiknya. maka kami akan menghadapinya. “Menyebarkan dakwah dengan pelbagai sarana publikasi hingga dakwah dipahami oleh khalayak. Eksistensi dan Legalitas Jamaah adalah dari Allah Jamaah ini mendapatkan eksistenssi dan legalitas bukan dari keputusan lembaga. dari dakwah dan dari kebenaran yang diyakini dan dianutnya.”279 4. namun ia berasal dari Tuhannya. kami akan menghadapi upaya-upaya penyempitan dan tekanan terhadap dakwah dengan tetap teguh dan melakukan perlawanan konstitusi dan berpegang teguh terhadap hak-hak kami secara konstitusional. serta dengan tabiat seluruh perangkat konstitusi. kemudian melalukan perjuangan konstitusi agar suara dakwah menembus ruang-ruang birokrasi dan menarik simpati pemerintah eksekutif. jamaah melakukan kegiatan dan dan berbaur dengan anggota dakwah masyarakat. karena keterikatan nama jamaah dan para tokoh-tokohnya dengan kontribusi dan pengorbanan.secara jelas bertentangan dengan syariat Islam. di sana. Dalam aspek kerja-kerja untuk perbaikan. lalu memperjuangkannya dengan akidah dan keimanan. pelayanan 279 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).

namun pada saat yang sama ia juga tidak pernah kompromi terhadap prinsip-prinsipnya atau berhenti melakukan aktivitas dan proyek-proyek perbaikan serta upaya penyadaran dan tarbiyah terhadap masyarakat. ia akan bersabar dan memikul apa saja yang akan ia temui untuk melaksanakan hal itu. kelembutan terhadap manusia dan menolak kekerasan. serta terhadap akivitas-akitivitas menyokong membela jika kita disakiti. Ust.umum. maka kita akan dan senantiasa eksis dalam kehidupan umat dan tidak akan pudar. hal. serta melancarkan syubhat terhadap mereka. Kita harus menciptakan metode baru agar dapat menyampaikan dakwah kepada kaum kita. keadilan. segala upaya maka kita menolak tuduhan segala bentuk upaya pendeskreditan jamaah yang diusung oleh organisasi pers dan melemparkan terhadap aktivis-aktivis jamaah. 22 Ibid 282 . Dan pada perlahan-lahan akan pemahaman dan terhadap fikrah kita dan kelembutan dengan gerakan kita. Dengan legalitas rill ini serta dengan interaksi aktif dengan elemen masyarakat. Mustafa Masyhur. kebersihan. terhadap qiyadah dan selalu siap berkorban dan berkontribusi. dan kembali harus menyodorkan ide-ide segar dalam setiap problematika yang bergulir dengan cara yang diterima oleh masyarakat.” Dengan demikian.”280 Kita harus melanjutkan langkah perjuangan kita untuk berdakwah kepada Allah meskipun dengan pelbagai tekanan. kesucian dan kepekaan terhadap kebaikan. 280 281 Risalah: Wudhuh Ru'yah. Ia tidak konfrontatif dan tidak dikonfrontasi.”281 Jamaah ini tidak pernah berupaya melakukan konfrontasi. selama shaf dakwah ini senantiasa gilirannya dukungan menjaga secara keteguhan komitmennya tumbuh kita.

jauh keras kepada mereka sebelum melakukannya. Karena. baik kepada pemerintah yang sedang berkuasa. Imam Syahid berkata. Ikhwan sendiri –sebagai salah satu bentuk kepedulianpemerintah telah tentang memberikan masalah peringatan ini. Menolak Cara kekerasan. “Bisa dimaklumi bahwa tidak ada satu pun orang yang punya kepedulian di Mesir ini ingin melihat ada kedai minuman keras di sini. sesungguhnya pemerintahlah yang telah menyengsarakan bangsanya dalam hal ini. Tentang penggunaan kekuatan dan melakukan tindak kekerasan di jalan-jalan dengan slogan amar ma’ruf nahi munkar. terorisme. pemaksaan dan kebencian. dengan tetap berusaha mencari penyebab munculnya kerusakan ini. sampailah kita pada maksud yang kita inginkan. terorisme. dengan organisasi atau musuh-musuh yang lain. Dengan demikian. Haruslah dipilih waktu yang tepat untuk itu dengan menempuh cara yang sebijak mungkin. Imam Syahid justru melihat bahwa untuk menyikapi hal ini dibutuhkan cara-cara hikmah dan kondisi yang tepat serta dengan menggunakan sarana-sarana konstitusi untuk melakukan pressure. serta menolak perlakukan tersebut dengan sarana-sarana yang baik.5. Oleh karena itu kami yakin bahwa tindakan menentang arus (menghancurkan kedai-kedai minuman) seperti ini belum saatnya. Jamaah lebih memilih menahan perlakuan zalim dan menyerahkan urusan kepada Allah. maka Imam Syahid menolak cara-cara yang tidak menggunakan fiqh syar’I dan pandangan terhadap realitas masyarakat. serta berupaya untuk menyembuhkannya. seperti menghancurkan kedai-kedai minuman keras. sehingga dalam pelaksanaannya dapat menekan bahaya yang seringan-ringannya. pemaksaan dan kebencian: Jamaah menolak cara-cara kekerasan. Memang dalam hal 283 . hal ini tiada lain hanya akan menimbulkan implikasi buruk yang lebih besar dibanding manfaatnya.

Menggunakan manhaj amal implementatif Masyarakat sangat membutuhkan kepada yang membimbing tangannya. menyeru kepada hati.”285 Ikhwan sangat menghindari penggunaan tindak kekerasan dan paksaan dalam mengajak masyarakat untuk melaksanakan prinsipprinsip Islam dan menanamkan nilai-nilai akhlaknya. tarbiyah Islam. memperbaiki kerusakan dan dekadensi. “Kekanglah gejolak perasaan dengan pandangan dan pemikiran yang jernih. 6. 149 Ibid. dan membuka tabir-tabir penutup jiwa. Hal. Ikhwan justru lebih memilih menggunakan cara-cara untuk ‘memuaskan’ hingga masyarakat umum memahami dan mendukungnya dengan akidah dan keimanan. dan upaya-upaya pemberian aspek-asppek kebaikan dan kebajikan. Dakwah yang haq akan mengarahkan pembicaraan kepada ruh.282 Ikhwan mengontrol semangat dan menimbang gejolak perasaan dengan kejernihan pikiran. “Mereka melakukan hal ini dengan penuh kesabaran.”283 Imam Syahid berkata. “Sarana untuk mewujudkan cita-cita ini bukanlah harta dan bukan pula kekuatan fisik. mengoptimalkan keterikatan jiwanya dengan Al Quran dan penyandarannya kepada Allah. hal. ketegaran. hal. hal. 84 284 . kebijakan dan nasehat. dan terangilah kecemerlangan akal pikiran dengan gelora perasaan yang mengharu biru penuh semangat.ini pandangan pemerintah harus mengarah kepada kewajiban Islaminya.”284 Beliau juga berkata. Hal ini dilakukan setelah membangkitkan keimanan di hatinya. 127 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). 240 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. Yakni 282 283 284 285 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dan hal ini membutuhkan manhaj amal implementatif.

Ia Menghimpun seluruh makna perbaikan Karena landasannya adalah pemahaman Islam yang komprehensif. Jama’ah riyadhiyah. thariqah suniyah. Rabithah ‘Ilmiyah tsaqafiyah. hai’ah siyasiyah. ia mengarah pada orisinalitas agama dan kedalamannya. serta mengikat mereka kepada Islam dengan ikatan yang mulia. takaful dan ta’awun.”286 Ia adalah dakwah yang tidak terbatas pada pandangan-pandangan parsial. 286 287 288 Ia tidak terbatas pada aspek aktivitas umum Risalah: Dakwah Kami (Dakwah Kami). yang tidak dinisbahkan kepada kelompok tertentu dan tidak condong pada adat apapun di masyarakat dengan warna yang khas. Hakikat sufiyah. karakteristik dan pengikut yang khas.”288 9.dengan berjuang bersama masyarakat menghadapi problematika dan krisis. menyebarluaskan contoh-contok kebaikan. yang tidak terbatas pada aspek tertentu tanpa aspek yang lain. kelompok dan lembaga-lembaganya. namun ia mencakup semua kalangan dengan pemahaman Islamnya yang paripurna. yang ditetapkan dalam 20 rukun prinsip pemahaman. 7. Ia adalah. 25 Risalah: Ta’alim (Risalah Ta'alim). ia bahkan tidak terbatas pada satu kawasan saja tanpa kawasan yang lain. memberikan mereka apa saja yang bisa kita berikan berupa kebaikan dan pelayanan umum. dan hendaknya kita tidak berhenti sampai di situ saja. hal. 122 285 .”287 8. hal. hal. Universalitas Dakwah Ikhwan Imam Syahid berkata. Ini adalah tantangan di segala komunitas masyarakat. Fikrah ijtima’iyah. kita bahkan harus membangkitkan keimanan dan menguatkan keinginan mereka. Syarikah Iqtishadiyah. 356 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). “Dakwah salafiyah. “Dakwah Ikhwanul Muslimin adalah dakwah umum. warna atau kelompok tertentu.

manhaj-manhaj ishlah dalam berbagai membentuk pusat-pusat kegiatan keimanan dan tidak membatasi dakwah umum hanya melalui khutbah dan ceramah-ceramah. sebenarnya hal ini bukan segalanya yang kita inginkan. semuanya tidak akan memberikan manfaat apapun dan tidak akan mewujudkan tujuan apapun serta tidak akan mengantarkan da’i kepada target yang diharapkan. Imam Syahid berkata. identifikasi penyakit dan obatnya.205 286 . hal.108 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). atau hanya melakukan perbaikan parsial di masyarakat. dan perubahan yang dikehendaki Ikhwan adalah perubahan secar total dan integral. bekerjalah untuknya dan teguhlah.Amal yang berkesinambungan “Maka yakilah terhadap fikrah kalian dan berkumpullah 289 di sekelilingnya. seminar.Dakwah justru berupaya mengumpulkan hati-hati manusia kepada Al Quran dan aspek mengedepankan kehidupan. hal. seluruh kekuatan umat bersinergi bahu membahu. Imam Syahid berkata. “Sesungguhnya khutbah dan perkataan.Iman Yang mendalam 2. tulisan dan pelajaran. “Namun sekali-kali tidak wahai Ikhwan. yang kita inginkan adalah keridhaan Allah. tujuan luhur.Pembentukan yang cermat 3.” Tujuan asasi.” Setelah menyebutkan beberapa bentuk dan aspek kebaikan dan aktivitas sosial yang dilakukan oleh Ikhwan. Tujuan dakwah ini lebih luas dari itu semua.” Namun hal ini membutuhkan: 1. bersatu patu untuk menghadapi dan mengadakan perubahan dan reformasi.290 289 290 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini).

suatu umat yang semuanya adalah kehidupan. ruh yang hidup. setelah membangkitkan keimanan mereka: Ini merupakan hal yang mendasar dalam sarana melakukan aktivitas sosial. 277 287 . kemudian membangkitkan keimanan dan rasa optimis. dan iman yang dalam.10. sebelum kami berbicara kepada kalian tentang shalat. tentang peradilan dan hukum. Taufik Wa’I. “Sesungguhnya manusia hidup dalam gubuk-gubuk akidah yang lusuh. 291 292 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). “Umat yang bangkit membutuhkan rasa optimis yang tinggi dan luas.”291 Imam Syahid juga berkata. Ikhwanul Muslimin adalah Gerakan Islam Terbesar. yang melakukan pembangunan sebelum kehancuran: “Ikhwan tidak suka mencampur adukkan antara pembangunan dan upaya penghancuran. nurani yang peka. yakni dengan cara mengeluarkan dari umat yang mati. yakni menghilangkan rasa persimis dan putus asa. cita-cita dan tekad. jiwa yang tanggap.”293 Beliau juga berkata. terlebih dahulu kami akan berbicara tentang hati yang hidup. hal. Menggunakan Metode Perbaikan yang positif. hal 129 293 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya).”292 11. Imam Syahid berkata. semangat. maka mereka pasti akan meninggalkan gubuk-gubuk tersebut dan pindah ke istana-istana yang kalian bangun. “Wahai manusia. dan puasa. Al Quran memerintahkan umatumatnya agar memiliki perasaan ini. maka jangan kalian hancurkan gubuk-gubuk mereka. serta aturan-aturan dalam muamalah. tentang tradisi dan ibadah. hal. 149 Dari buku: Dr. Menghidupkan rasa optimis di tengah masyarakat. namun bangunlah untuk mereka istanaistana akidah yang mulia.

Bangga dalam memeluk agama Islam 3. dan kami akan menjadi bagian dari bangsa muslim itu. “Kami akan mentarbiyah bangsa kami. 235 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Jamaah dengan manhaj perbaikannya bukan sebagai pengganti masyarakat: Jamaah justru bersinergi dan bekerjasama dengan segenap kekuatan yang mengupayakan perbaikan. hal. ia selalu memelihara setiap yang memiliki kemampuan. “Kita saling tolong menolong dalam hal-hal yang kita sepakati. hal. Dakwah dan jamaah melakukan aktivitas penyadaran dalam masyarakat dan bekerjasama dengan segenap kelompok-kelompok yang ikhlas. mengarahkan dan menunjukkan mereka kepada kebaikan. dan pimpinlah umat menuju kebaikan.205 288 . Yakin akan datangnya dukungan dan pertolongan Allah. 179 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). 294 295 296 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).” Jamaah juga tidak mengklaim bahwa upaya perbaikan hanya miliknya sendiri atau membatasi kebaikan pada dirinya sendiri.296 Perbaikilah diri kalian. agar lahir dari mereka sebuah bangsa yang muslim. Apakah kalian sudah beriman?294 12. seluruh kekuatan umat bersinergi bahu membahu.Semua itu bisa terwujud dengan ketiga rukun ini: 1. dan saling memahami dalam hal yang kita perselisihkan. konsentrasilah pada dakwah kalian. Imam Syahid berkata. hal. bersatu padu menghadapi dan mengadakan perubahan dan reformasi. Iman dengan keagungan risalah Islam 2.”295 “Perubahan yang dikehendaki Ikhwan adalah perubahan secara total dan integral.

215 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami).”299 “Segala puji bagi Allah. 13 289 . Ikhwanul Muslimin membolehkan adanya perbedaan dan membenci sikap fanatisme terhadap pendapat sendiri. terbebas dari ujub. dan jauh dari egoisme. ghurur (terpedaya).”297 Kesadaran itulah yang membuat dada mereka lebih lapang dalam menghadapi orang-orang yang menyelisihi mereka. hal. dan bersih dari hawa nafsu.298 14. serta cara-cara politik (golongan) dalam dan tidak memasuki wilayah konflik perseteruan dengan kelompok yang lain: Imam Syahid berkata. Murni dan ikhlas karena Allah dalam berdakwah dan bekerja Ia harus murni dari nafsu dan ambisi Pribadi. “Bahwa dakwah (Ikhwanul Muslimin) membawa misi dakwah yang bersih dan suci. hal. kami tidak menginginkan 297 298 299 Ibid.27 Ibid. karena kami membutuhkan kekuatan dan kesungguhan yang mereka gunakan untuk permusuhan. bersih dari kepentingan dunia. Menghindari bekerja. sesungguhnya kami terbebas dari ambisiambisi pribadi. Imam Syahid berkata.13. hal. dan mengembalikan seluruh urusan kepada Allah semata. “Kami tidak menyerang mereka. kemudian membawa masyarakat kepada kebenaran itu dengan cara yang baik dan sikap yang lemah lembut. serta senantiasa berusaha menemukan kebenaran. bersih dari ambisi Pribadi.

S Al Hujurat: 17) 15. Bangga dengan dengan dakwah dan mendeklarasikannya di tengah segenap kekuatan dan kejelasan menjamurnya kelompok-kelompok dakwah: 300 Risalah Pergerakan. dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar. yang menyukai perkumpulan dan membenci penyimpangan." (Q. 109 301 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari in)i.                           :Artinya “Mereka merasa Telah memberi nikmat kepadamu dengan keIslaman mereka. dan kami tidak bekerja kecuali untuk mendapatkan rida Allah Swt. Kami hanya percaya kepada firman Allah Swt.”300 Dakwah Ikhwanul Muslimin adalah dakwah yang putih. hal. yang tidak terwarnai (dengan warna lain). Sebenarnya Allah.”301 “Andaikan yang kami lakukan ini adalah sebuah keutamaan. maka kami sama sekali tidak menganggap itu keutamaan diri kami. ia selalu bersama kebenaran dimanapun berada.apapun selain keridaan Allah dan kebaikan untuk manusia. 25 290 . Katakanlah: "Janganlah kamu merasa Telah memberi nikmat kepadaku dengan keIslamanmu. hal. suci dan murni.

masing-masing kader dalam barisan (dakwah) tetap diminta untuk memberikan kontribusinya.Imam Syahid berkata. di tangan kalian ada botol obat penawar yang berasal dari wahyu langit. Dan sekarang. sesuai kondisi dan persiapan mereka secara personal. diterbitkan oleh Majalah Al Mabahits. karena sesungguhnya kekuatan dakwah terletak pada dakwah itu sendiri. target dan mainstream dakwah hingga diperkenalkan dengan kondisi rill di lapangan dan kendala-kendalanya.” • Mempersiapkan masyarakat: kader dakwah untuk bersinergi dengan Dakwah mempersiapkan kader-kadernya melalui tarbiyah. edisi 16 Januari 1951 M. kita tidak perlu takut karena kita tidak memiliki negara atau kekuatan. maka ia harus dipersiapkan dan terus menerus dibina. latihan dan pemahaman yang benar. Dengan segenap perbedaan jenjang dan kualitas masing-masing kader tarbiyah. berada pada posisi saling tarik-menarik antara Komunis Rusia dan Demokrasi Amerika. kapan 302 saja ia berkenan menunjukkan kehendak dan kekuatannya. maka kalian berkewajiban untuk mendeklarasikan hakikat (kebenaran dakwah) dengan jelas. Ia dipersiapkan agar memenuhi hal-hal berikut: 302 Bagian terakhir dari risalah yang ditulis oleh Imam Syahid untuk Ikhwanul Muslimin. “Sesungguh dunia sekarang ini. 291 . kita harus mengajak kepada manhaj kita yang Islami dengan penuh kekuatan. untuk bersinergi dengan masyarakat dan memberikan perlayanan umum untuk manusia. lalu pada hati orangorang yang meyakininya. kemudian pada pertolongan Allah. ia merasakan kegoncangan dan kebingungan serta tak satupun dari dua jalan itu yang dapat mengantarkannya kepada ketenangan dan keselamatan. lalu pada kebutuhan dunia padanya. dari penguasaan dan pemahaman terhadap tujuan-tujuan dakwah. Karena personal kader-kader tarbiyah merupakan titik tolak untuk melakukan aktivitas sosial dan dakwah. dan itu merupakan bagian mendasar dalam dakwah dan tarbiyahnya.

tidak melupakan kebaikan dengan kemarahannya. Cepat dan tanggap dalam memberikan perlayanan umum dan proyek-proyek kebaikan kepada masyarakat. adil. mengatakan yang benar walaupun terhadap diri sendiri atau orang yang paling dekatnya walaupun kebenaran itu pahit. jujur dalam janji dan ucapan. menjadi teladan dalam muamalah maliyah (masalah keuangan) dan sosial. baik muamalahnya. menjauhkan diri dari ghibah dan namimah.303 7. Peka terhadap persoalan-persoalan Islam. 3. 6. yang kemudian dapat mencerna dan memberikan keputusan terhadap persoalan tersebut dengan muatan-muatan dakwah. dan tahu bagaimana bermuamalah dan bekerjasama dengan mereka. 5. melepaskan diri dari ambisi. Imam Syahid berkata. nafsu dan makna-makna ujub dan takabbur. amanah. Mengetahui dan mengenal secara jelas dan sadar terhadap peran sosialnya di masyarakat. 4. Memiliki sikap positif dalam harakah (dakwah) Memiliki semangat yang tinggi dan aktivitas yang luas. 2. dermawan. Memiliki rasa cinta dan kepekaan terhadap masyarakat dan seluruh civitasnya. meluruskan tingkah laku. benar membuat keputusan perkara. berlapang dada terhadap orang-orang yang berbeda dengannya. toleran dan lembut terhadap sesama.1. dan itu merupakan bagian dari dakwahnya. tidak melupakan jasa baik karena permusuhan. tidak berpegang kepada persangkaan. ia 303 diharuskan menyucikan jiwa. tidak membuat gaduh atau keributan. beradab dan berakhlak Islami. “Ketika seorang akh bergabung dengan Ikhwan. diantara kewajiban Aktivis 292 . yaitu: Menjaga lisan. itqon (professional) dalam pekerjaan dan aktivitasnya. mengasihi yang muda dan menghormati yang tua. yang terlatih untuk memberikan layanan umum. tegar dan tabah menghadapi tekanan dan aksi teror.

”304 “Telah tiba waktunya. seorang muslim harus mengetahui tujuannya.mempersiapkan akal.benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Seorang akh belumlah dikatakan sebagai seorang muslim yang benar hingga ia menerapkan hukum dan akhlak Islam pada dirinya. hal. dan masyarakatnya. 304 305 306 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). serta menjaga batas-batas perintah dan larangan Allah dan Rasul-Nya. benar. karena jihad tidak mungkin dilakukan dengan santai.”306 “Saya pun berbicara kepada kepada mereka yang malas agar segera bangkit dan bergerak. Sekaranglah giliran kalian untuk memimpin umat dan membimbing bangsa.”               :Artinya “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami.”305 Beliau juga mengatakan. kerabat. jiwa dan raganya untuk jihad dan perjuangan panjang di masa yang akan datang. dan menentukan arahnya. dan kedamaian untuk membebaskan manusia dari semua penderitaan. kemudian bekerja untuk arah yang ditujunya agar sampai pada tujuannya. hal. Kemudian ia dituntut untuk menyebarkan ruh (semangat) ini kepada keluarga. teman sejawat. Kesempatan-kesempatan itu akan terbuka untuk sebuah kerja besar. masa akan mengeluarkan saripatinya yang banyak dari peristiwa-peristiwa yang dialaminya.205 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). dakwah hidayah. “Sesungguhnya. dakwah keberuntungan. Dunia akan menanti dakwah kalian. 15 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) 293 .

poros-poros dan tujuan amal bersama masyarakat. Memperhatikan rumah tangga sebagai basis dasar dalam membina masyarakat308: 307 308 Ibid Untuk Menambah keterangan. resmi dan tanfidziyah (eksekutif pemerintah)) di seluruh jenjangnya serta seluruh unsur-unsur yang mempengaruhinya.dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. Pembentukan Keluarga Muslim. 294 . baik dalam skala individu. institusi (negeri. kota-kota. yang mulai dari dirinya sendiri kemudian menyebar dan memberikan pengaruh di lingkungan sosialnya. yang tujuan-tujuan antara lain: 1. atau masyarakat.S Al Ankabut: 69)307 Bab VII Tujuan dan Aspek Amal Bersama Keluarga dan Masyarakat Tujuan dan Aspek Amal Bersama Keluarga dan Masyarakat • Poros-poros dan Tujuan Amal Bersama Masyarakat Kami akan menyampaikan secara ringkas –dari Risalah-risalah Imam Syahid dan pengarahan-pengarahannya-. dan distrik). komunitas (perkampungan. opini umum. rumah tangga. adat. rujuk kembali ke Bab V. Hal ini kemudian menjadikan shaf Ikhwan termasuk bagian dari masyarakat. undang-undang dan lain-lain. yang dalam pembentukannya mencakup: rumah tangga. politik. baik ekonomi. pers. (Q.

Kemudian lokasi dakwah meluas ke anggota keluarga. 84 295 . peran wanita dan hak-haknya: 309 310 311 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). Memberikan pengaruh di keluarga-keluarga yang ada di masyarakat dengan pelbagai sarana untuk menyemarakkan fenomena kehidupan Islam. 94 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). hal. dimana ia mampu mengajak keluarganya untuk menghargai fikrahnya. Imam Syahid berkata. “Kami menginginkan kebangkitan laki-laki dan perempuan secara bersama-sama. dengan hikmah dan nasehat-nasehat kebaikan. rumah-rumah mereka. mendapatkan dukungan terhadap fikrah-fikrah Islam dan dakwah. 101 Risalah: P Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. kemudian kepada keluarga. Memberikan perhatian terhadap lapangan usia yang berbedabeda. baik akhlak maupun nuraninya. dalam aktivitas dan prilakunya. dan membina generasinya dengan nilai-nilai Islam. menyebarkan nilai-nilai Islam di tengan-tengah mereka. mempersiapkan mereka untuk membina rumah tangga muslim. “Kami meninginkan rumah tangga muslim. “Aktivitas amar ma’ruf dan nahi munkar. Mereka menyampaikan hal itu dengan penuh kesabaran.Imam Syahid berkata. hal.”311 2. serta menjaga nilai-nilai Islam dalam setiap aktivitas dan kesibukan rumah tangga. hal. mendidik anak-anak dan pembantunya dengan didikan yang baik. mengumumkan adanya takaful dan emansipasi serta menetapkan tugas masing-masing secara rinci.”309 Titik permulaannya adalah: a. C. baik pikiran maupun akidahnya. kerabat dekat. kerabat dekat dan teman-teman mereka.”310 b. Keluarga-keluarga dakwah dan pendukungnya. telah mereka mulai dari diri mereka sendiri. yang dimulai dengan memilih suami atau istri yang baik. penuhperhitungan. membimbing mereka dengan prinsip-prinsip Islam.

“Kami menginginkan kebangkitan laki-laki dan perempuan secara bersama-sama. 94 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). mesjid. mahasiswa. serta mengarahkannya untuk perbaikan. “Untuk itu. hal. hal. kami juga memperhatikan kaum wanita sebagaimana perhatian kami kepada kaum pria. mengumumkan adanya takaful dan emansipasi serta menetapkan tugas masing-masing secara rinci. khutbah. hati-hati yang lengah. hal. Kepada Para Pemuda Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Kami juga memperhatikan anak-anak sebagaimana perhatian kami kepada pemuda. berkoordinasi dan bekerjasama. Seperti.15 296 .”313 Beliau juga berkata. 177 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). Imam Syahid juga memberikan perhatian yang sama terhadap kaum wanita. lembaga. club-cluc.”315 312 313 314 315 Lihat Risalah Pergerakan. “Telah tiba waktunya. Adapun mereka yang dilanda kelalaian dan kebingungan. yaitu dengan melengkapinya dengan sarana-sarana dan penjelasan terhadap ajaran Islam. Optimalisasi Organisasi dan Para Aktivis Dakwah Untuk Kepentingan Agama Islam: Baik dari dalam shaf dakwah maupun dari luar shaf. dan menentukan targetnya. mengikat mereka dengan ajaran Islam dan mendidik mereka dengan pendidikan yang benar. terutama dari Universitas Al Azhar. dan lain-lain. maka bukan termasuk jalan orang-orang mukmin. dengan mengatakan. serta memberikan perhatian dan peran yang istimewa terhadap para pemuda312. dan hendaknya ia berupaya untuk mewujudkan target-targetnya tersebut hingga ia sampai kepada tujuan yang diinginkan. laki-laki maupun wanita. dimana seorang muslim harus mengetahui tujuannya.Baik perhatian kepada remaja. permainan dan gurauan.”314 3.

Menjadikannya sebagai sumber hukum-hukum agama dan syariat. yang merupakan semuliamulia tujuan seorang muslim dalam hidupnya. yang harus dipetik nilai-nilainya dan diterapkan dalam realitas kehidupan. memperkuat keimanan dan melakukan tarbiyah secara bertahap. Membangkitkan keimanan di dalam hati manusia terhadap Al Yang sangat urgen adalah mengenalkan Al Quran kepada masyarakat. dan mendekatkan diri kepada Allah dengan Al Quran.dengan ayat-ayatnya. dan menyeru mereka bersama-sama untuk mewujudkan tujuan ini. Imam Syahid berkata. hal. Menjadikannya sebagai dasar undang-undang di dunia. dan menjelaskan keagungan dan mukjizatnya serta berinteraksi dengannya. Quran. mereka beribadah dengan tilawahnya. Kedua.4. mengambil cahayanya –dalam memahami kata-kata para pemimpin umat. hal.”318 316 317 318 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. Memberikan pengarahan kepada masyarakat. yaitu: Pertama. Ketiga. meminta kepada manusia untuk menerapkan hukum-hukumnya. “Saya berkeyakinan bahwa tujuan paling penting dari diturunkannya Al Quran yang wajib ditunaikan oleh umat Islam ada tiga perkara.”316 “Ketauhilah bahwa Ikhwanul Muslimin berupaya dengan sungguh- sungguh untuk mengembalikan mereka kepada kitabullah.”317 “Dan kalian meyakini bahwa kewajiban muslim yang haq adalah berjuang untuk Islam sehingga menguasai kehidupan masyarakat seutuhnya. beribadah dengan membacanya.86 Ibid Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). dengan langkah-langkah berikut: a. memperbanyak membacanya (tilawah). 237 297 .

adalah kemungkaran yang harus diperangi. berdoa kepadanya. dan menumbuhkan keberanian yang sesungguhnya. pembaharuan jiwa. membangun kuburnya.” “Ziarah kubur –kubur siapapun. dan kemungkaran dengan bijak dan penuh hikmah. akan tetapi meminta dari pertolongan kepada penghuni kubur siapun mereka. kebijaksanaan dan nasehat.”321 d. “Kita mengajak manusia untuk menerapkan hal itu dengan cara-cara yang lembut dan penuh cinta. ramalan. Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? Ibid 298 . penyingkapan perkara ghaib. kecuali mantra dari ayat Al Quran atau ada riwayat dari Rasulullah Saw. adalah kesesatan yang wajib diperangi dan dihancurkan dengan menggunakan cara yang terbaik. Melakukan amar ma’ruf nahi munkar.. Memperkuat akhlak. hajat dari jarak dekat maupun kejauhan). yang tidak justru menimbulkan bid’ah yang lain yang lebih parah. baik berupa penambahan maupun pengurangan. serta berupaya untuk mengamalkan sunnah Rasulullah Saw.B. “Maka tujuan pertama yang digariskan oleh Ikhwanul Muslimin adalah tarbiyah shahihah. bernadzar untuknya. perdukunan. pemenuhan satir.” “Setiap bid’ah yang dalam agama Allah yang tidak ada pijakannya tetapi dianggap baik oleh hawa nafsu manusia.”320 c. memperkuat akhlak. mengusapnya (untuk Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). mantra. Menghidupkan Adat-adat Islami dan menghilangkan adat-adat asing dalam setiap aspek kehidupan. memerangi kehinaan. perhitungan. dan semisalnya. menutupinya memberikan penerangan.adalah sunnah yang disyariatkan dengan cara-cara memohon dengat 319 320 321 yang diajarkan Rasulullah (baik Saw. guna-guna.”319 “Dengan tetap mengedepankan kesabaran. diantaranya: “Jimat.

“Dengan Tiga spirit. Iman dengan keagungan risalah Islam. bersumpah dengan selain Allah. demi menutup pintu fitnah yang lebih besar. 16 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). bangga dalam memeluk agama Islam. Menshibgahah kehidupan masyarakat dengan shibghah Islam “Kami berupaya untuk membina umat Islam dalam kondisi yang memudahkan mereka untuk benar-benar menjadi muslim. Risalah Wudhuh Ru'yah.”322 e. 358 Al Ustadz Mushthafa Masyhur. hal. hal. Yakin akan datangnya dukungan dan pertolongan Allah. dan membangun jiwa yang hidup dan penuh vitalitas. serta mengutamakan kemaslahatan umum dari kemaslahatan Pribadi. hal. serta memperjuangkannya dengan penuh keyakinan dan keimanan. yang dengan hal itu ia memahami dakwah dan agamanya. Imam Syahid berkata. spirit yang dihidupkan oleh pembawa pertama risalah dakwah ini. di hati para sahabatnya. Membina masyarakat untuk bersungguh-sungguh dan mengembangkan sikap positif.mendapatkan berkah). 235 299 . Membangkitkan Ruh Optimisme dan Keimanan serta Menguatkan Kepekaan: Harus ada upaya untuk membangkitkan ruh. yang merasa izzah dengan Islam. merasakan keindahan dan keagungan Al Quran.”324 6. Nabi Muhammad Saw. dan segala sesuatu yang serupa dengannya adalaj bid’ah besar yang wajib diperangi. maka kepada spirit itu kami menyeru manusia. Juga janganlah mencari ta’wil (pembenaran) terhadap berbagai prilaku itu. dan bagaimana menuntut haknya: 322 323 324 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim).”323 5.

152 300 . Kehilangan keteladanan tertinggi 3. hal. yakni perbaikan jiwa.S Al Syams: 9-10)326 325 326 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).”325 Dan hendaknya kita berusaha. dan menshibghah masyarakat dengan shibghah Islam: Imam Syahid menyebutkan sisi penting dari penyakit yang diderita oleh masyarakat. Perpecahan –semoga Allah menghancurkannyaInilah penyakitnya. dan obat adalah satu kata yang menjadi solusinya. Dekadensi moral 2. Upaya yang harus kita tempuh tidak lain adalah mengobati jiwa manusia dan meluruskan moral bangsa. Mengutamakan kepentingan Pribadi dari kepentingan umum 4. “Mendirikan komunitas-komunitas kebaikan di tengah masyarakat dan yang komitmen terhadap ajaran-ajaran Islam sebagai manhaj kehidupan dan berupaya untuk menyebarkannya.” 7.“Maka akan datang waktu tersebar dan mendominasinya prinsipprinsip Ikhwan. yang membutuhkan upaya perbaikan dan penyembuhan. Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (Q. Lari dari proses pengobatan 6. yakni: 1. hal. yang merupakan lawan dari sifat-sifat buruk ini. Meluruskan akhlak dan jiwa. lalu masyarakat akan belajar bagaimana ia lebih mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan Pribadi. Takut menghadapi kenyataan 5.           Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. 137 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).

mendorong kebaikan dan kemaslahatan umum dalam pelbagai bentuk. membangun sekolah. hal. "Seperti membangun membangun mesjid dan memakmurkannya.”327 Adapun tentang sarana yang membantu proyek ini adalah sebagaimana yang dikatakan Imam Syahid. kantor-kantor mendirikan lembaga-lembaga social dan membimbing serta memelihara kelangsungannya. maupun sukarelawan untuk mendukung proyek-proyek semacam itu. dengan cara mengumpulkan 327 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). penyakit kemiskinan."328 Jamaah ini berkhidmat kepada masyarakat untuk memberikan pelayanan dan bantuan-bantuan sosial. Hal ini sebagaimana yang diisyaratkan oleh Imam Syahid. hal. dan mengurusnya. “Sasaran kalian adalah berbuat untuk membenahi kurikulum pendidikan dan pengajaran. Memberikan pelayakan dan kepada masyarakat dan memerangi usaha-usaha kebodohan. menjembatani hubungan antara orang-orang kaya yang alpa dengan orang-orang miskin yang membutuhkan uluran tangan mereka. tenaga dan harta.8. 240 301 . serta memberikan bantuan pada saat musibah dan bencana: Imam Syahid berkata. dan kemudian melakukan pengelolaan terhadap apa saja yang dibutuhkan oleh proyek-proyek yang ada. mengikis tindak criminal. memerangi kemiskinan. 108. kebodohan dan memberantas penyakit. menggalang sukarelawan. Hal. 152 328 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). rekruitmen peserta. baik menyangkut masalah harta (pembiayaan). sesuai dengan kemampuan dan kondisi yang memungkinkan. dan meminta bantuan kepada para pakar di bidang-bidang masing-masing. dan membentuk masyarakat ideal yang loyal kepada syariat Islam. "Sarana-sarana yang digunakan Ikhwan dalam medan seperti ini adalah melakukan perngorganisasian. mengadakan peringatan-peringatan hari besar Islam yang terkait dengan kebesaran dan kemuliaannya. melakukan ishlah (perbaikan) terhadap hubungan social antara anggota masyarakat yang untuk keperluan itu tentunya menyita banyak waktu. lihat juga: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?.

331 yang bermanfaat. “Namun sekali-kali tidak wahai Ikhwan. yang kita inginkan adalah keridhaan Allah. serta antara terhadap ruh bangsaproblematika persatuan Islam. Menyadarkan umat dan anggota masyarakat tentang peran dan kewajiban umat dan mereka. balai pengobatan. Tujuan asasi. Jamaah ini juga mendirikan yayasan kemampuan dan kondisi yang ada. dan perubahan yang dikehendaki Ikhwan adalah perubahan secar total dan integral. mendamaikan orang-orang yang bermusuhan."332 329 330 331 332 Ibid Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). seperti madrasah. sebenarnya hal ini bukan segalanya yang kita inginkan. menghidupkan tolong-menolong bangsa Arab dan Islam dan melawan perpecahan dan penyimpangan: "Hingga kita bisa menanamkan kesadaran di setiap orang masyarakat Mesir tentang urgensi perubahan yang Islami. Imam Syahid menambahkan. seluruh kekuatan umat bersinergi bahu membahu. mengajarkan hukum-hukum agama kepada manusia."330 Kemudian agar manusia tidak menganggap bahwa dakwah hanya terbatas untuk hal ini saja. Ustadz Musthafa Masyhur 302 . 205 Ibid Risalah: Wudhuh Ru'yah. memberikan nasehat dan bimbingan. tujuan luhur. ma'had."329 Beliau juga berkata. bersatu patu untuk menghadapi dan mengadakan perubahan dan reformasi. Hal.shadaqah untuk dibagikan pada waktu-waktu tertentu dan ketika hari raya dan hari-hari besar lainnya. "Jamaah ini terdiri dari para akh yang menjadikan lembaga-lembaga sebagai tempat aktivitas mengajar orang-orang yang buta huruf. dan mesjid-mesjid sesuai dengan 8. serta menyalurkan sedekah kepada orang-orang yang membutuhkan.

Membangkitkan kepekaan umat Islam serta kewajibannya terhadap saudara-saudaranya seagama. terutama Palestina. Imam Syahid berkata. meski itu harus mereka bayar dengan jiwa dan harta mereka. b.Aspek ini mencakup hal-hal sebagai berikut: a. serta menolak syubhat dan kebatilan darinya.151 303 . dan memberikan perhatian terhadap problematika yang menimpanya. "Cukuplah rasa sakit ini ada di dalam penjelasan ini."333 Beliau juga berkata. ancaman dan konspirasi yang menyelimutinya. kalian harus menjelaskannya kepada khalayak dan mengajarkan kepada mereka bahwa Islam tidak pernah rela sedikitpun jika sampai dikurangi dari pemeluknya kebebasan dan kemerdekaannya. menjelaskan dakwah Al Quran dengan sejelasjelasnya dan menyampaikannya dengan cara yang baik dan sesuai dengan konteks kekinian (kontemporer). Namun. karena rangkaian (konspirasi) itu ternyata tidak akan pernah berakhir. Memperbaharui pengaruh (Al Quran) yang luarbiasa terhadap jiwa. sehingga remaja-remaja kita tumbuh dewasa dan mengetahui secara benar 333 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Mereka senantiasa siap jika harus memimpin dan mengumandangkan jihad. mengajarkannya kepada putera-puteri kita. d. hal. serta menyampaikannnya kepada rekan-rekan dalam pelbagai pertemuan. "Seyogyanya kita harus senantiasa mengingat musibah-musibah ini dan membacanya di setiap pagi dan petang. dan kalian tahu akan hal ini. Memulai dengan memperbaiki pemahaman kaum muslimin terhadap agama mereka. c. dan melakukan gerakan-gerakan positif untuk menghadang konspirasi yang meliputinya. musibah-musibah yang menimpanya. mengungkap keindahan dan kecantikan yang terdapat di dalamnya. Menyadarkan umat terhadap kondisi umat Islam. menghidupkan rasa optimisme dan keyakinan terhadap pertolongan Allah Swt. serta terus menerus berupaya memberikan bantuan dan pertolongan terhadap negeri-negeri muslim yang tertindas. isteri dan saudara-saudara kita.

Hal. sementara Allah telah menggambarkan kaum tersebut dalam Al Quran dengan mengatakan:            Artinya: "Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran). kemudian memusnahkan orang-orang yang tidak beragama dari putera-puteri Islam. Fuad al Hajarsi. agar mereka tidak tertipu dan tidak ditimpa (musibah) seperti yang pernah menimpa kita. Menyadarkan umat terhadap tipikal musuh serta agar tidak terpedaya dengan tipu dayanya: "Sehingga remaja-remaja kita tumbuh dewasa dan mengetahui secara benar musuh-musuh mereka. Membangun persatuan Arab dan Islam. 117 304 . seandainya mereka sanggup. Hal. dan meminta pemerintah untuk membantu upaya ini dan memberikan prasarana yang dibutuhkan.S Al Baqarah: 217) Ingatlah selalu bahwa ular (musuh) pertama umat Islam adalah generasinya identitasnya yang tertipu dan terpedaya." 334 e. 10.musuh-musuh mereka. Fuad al Hajarsi. Imam buku: Imam Syahid. dan yang telah meninggalkan Allah sebagai muslim menentangnya." (Q. 334 Makalah dengan Syahid tahun 1931 335 Makalah dengan Syahid tahun 1931 judul (dari judul (dari Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya. agar mereka tidak tertipu dan tidak ditimpa (musibah) seperti yang pernah menimpa kita. 117 Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya. Imam buku: Imam Syahid." 335 "Jangan kalian terpedaya oleh diri kalian sendiri wahai umat Islam. cukuplah kelalaian dan persangkaan baik.

dan kita sebarkan di kalangan manusia. adalah kalian turut andil memberikan kontribusi untuk perdamaian dunia dan membangun kehidupan yang baru untuk manusia."336 "Diantara bentuk dakwah kalian wahai ikhwah yang saya cintai." 11. dunia mengembalikan kepemimpinan (Ustaziyatul 'Alam): Imam Syahid berkata. dari mendirikan pemerintah Islam secara totalitas.Maka ingatlah wahai Ikhwanul Muslimin. Masih banyak yang memahami makna undang-undang Islam secara tidak tepat dengan yang sebenarnya. bahwa orang-orang yang mulhid (kufur) dari umat Islam adalah musuh pertama kalian. Melakukan penyadaran secara terus-menerus seputar manhaj dan syariat Islam. menjelaskan tentang prinsip-prinsip dan ajarannya. 251 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia) 305 . keluarga. menolak syubhat dan menunjukkan kebenarannya yang cemerlang. masyarakat dan Negara. Dengan demikian ia berkaitan erat dengan tujuan Islam yang tinggi. dengan menunjukkan kepada mereka bentuk-bentuk riil kebaikan agama kalian. sehingga ia menjadi tuntutan publik yang diserukan dan didukung oleh segenap masyarakat."337 "Kami meyakini bahwa di dalam manhaj Islam terdapat segala prinsip dan perangkat-perangkat untuk kehidupan dan kebangkitan umat. "Hendaknya makna-makna ini wahai saudarasaudara yang saya muliakan tersebar di antara kita. hal. serta menyampaikannya kepada mereka. serta kunci kebahagiaan baik untuk skala individu."338 Dan hendaknya mereka mengenal sejauh mana keberlepasan dan kejauhan pemerintah dari syariat Al Quran: 336 337 338 Risalah dalam muktamar para pelajar dan mahasiswa Ikhwanul Muslimin Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). khilafah membebaskan dan memimpin negeri.

hal. ada satu hal yang ingin saya katakana bahwa Ikhwanul Muslimin belum melihat suatu pemerintahan –baik pemerintahan yang sekarang maupun yang lalu. "Kita harus menyadarkan manusia."Dalam kaitan ini. Ajaran Islam sama sekali tidak membolehkan suatu bangsa menguasai dan memaksakan kehendaknya kepada bangsa lain. Kata-kata Umar bin Khattab kepada 'Amr bin Ash kiranya masih terngiang di telinga kita. 257 306 . maka ia bukan termasuk golonganku. untuk kemudian memeliharanya." Islam memerangi penindasan internasional yang mereka menamakannya penjajahan dengan semua praktek kekuatan yang dilakukan. 339 340 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). 137 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). hal. serta hak mendapatkan kebebasan dan keamanan. kebebasan. Menyadarkan umat tentang hak-haknya. baik politik maupun sosial. Masyarakat hendaknya memahami hal ini dan menuntut kepeda pemerintah untuk mendapatkan hak-hak keIslamannya. bersabda: ‫(( )) من أعطى الذلة من نفسه طائعا غير مكره فليس مني‬ Artinya: "Barangsiapa yang menghinakan dirinya dengan sukarela tanpa dipaksa. merupakan bagian dari ajaran Al Quran. menegaskan keberhakannya bagi setiap individu dan masyarakat dengan kandungan nilai yang utama. dan mencintai bangsa (nasionalisme) merupakan sebagian dari keimanan."340 "Islam yang hanif ini telah mendeklarasikan sekaligus menganggap sakral kemerdekaan tersebut. dan izzah. menyerukan kepada mereka agar merasa terhormat dengan kemerdekaan itu. membangkitkan semangat kebangsaan yang tulus dan mengarahkannya agar sesuai dengan pandangan Islam: Imam Syahid berkata. bahwa politik. Rasulullah Saw."339 12.yang bisa mengemban amanat dan menunjukkan kesiapannya untuk menegakkan nilai-nilai Islam. Dan Ikhwan-lah yang bekerja untuk itu.

"342 Kita juga bertujuan untuk mempersiapkan umat dan masyarakat untuk menyiapkan dirinya demi mengemban tugas dan perjuangan yang panjang. kemuliaan dan cinta kemerdekaan."Sejak kapan kalian memperbudak manusia. Imam Syahid berkata. sementara sang ibu telah melahirkan mereka dalam keadaan mereka. umat akan hancur. Ikhwanul Muslimin sangat memperhatikan sisi kesadaran kebangsaan dan kematangan politik yang dimiliki umat. hasrat yang kuat dan kemauan yang keras. 342 Ibid 343 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. antara pemilik kebenaran dan yang merampasnya. antara maslahah dan mafsadah. hal. harus dibangkitkan semangat untuk meraih izzah. 69 307 . serta kesiapan terjun ke medan juang pada waktunya. serta untuk menghadapi perseteruan yang sengit antara kebenaran dan kebatilan. perjuangan senantiasa menuai kegagalan. Bagi umat. dan hendaknya umat dan masyarakat mengetahui bahwa jihad (perjuangan) ini merupakan bagian dari kesungguhan. selama kaidah-kaidah pokok di atas tadi bisa diwujudkan (dimana tidak mungkin suatu hukum akan tegak tanpanya) dan diterapkan secara tepat hingga dapat menjaga keseimbangan dalam berbagai situasinya (yang 341 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). Tanpa ini semua."343 Dalam mentarbiyah dan membina umat. antara penempuh jalan yang lurus dan yang menyimpang. antara para da'i yang tulus dengan para pengklaim yang palsu. dan nasib tak menentu bakal menimpa generasinya."341 Dalam bidang sosial. sikap murah hati dan kesediaan berkorban. "Sistem Islam bukanlah slogan dan julukan semata. dan kesungguhan itu adalah kelelahan dan kesulitan. tidak ada bekal yang dapat digunakan untuk menghadapi situasi yang buas ini kecuali hati yang sarat iman.

319. dari buku. menahan siapa saja yang berbaik sangka terhadap musuh."344 13. mereka tidak jauh berbeda dengan orang-orang Eropa. sehingga dapat dibedakan antara para pemimpin yang tulus dengan para pengobral slogan dan nafsu: Imam Syahid berkata. Mihnatul Islam."345 "Merupakan kewajiban kami untuk merubah tanpa terjangkit wabah pemikiran mereka yang telah akut. hal. menghalangi dunia dari bimbingannya."346 "Secara umum dapat dikatakan bahwa kita sedang berhadapan dengan gelombang materialisme. Ustadz Fuad Al Hajarsi. Imam Syahid tahun 1931. yang berupa kebangkitan sektor materi dan peradaban kelezatan serta syahwat. (penerjemah mencantumkan redaksi yang ditulis Imam Syahid secara lengkap) 345 Dari makalah. hal. yang di belakangnya tiada lain adalah upaya merusak bangsa Timur dan melenyapkan persatuan Islam. 55 346 Dari makalah. hal. diambil dari buku. karya Fuad Al Hajarsi 347 Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). menarik mundur derita. yang mana ia telah memerosotkan moral bangsa-bangsa Islam. Keseimbangan ini tidak mungkin bisa terpelihara tanpa adanya nurani yang selalu terjaga dan perasaan yang tulus akan kesakralan ajaran ini. "Umat kita harus bisa membedakan antara orang-orang berakidah yang berjuang dan para pecundang dari politikus dan militer. Melawan aliran-aliran yang merusak dan menghancurkan umat serta yang memusuhi Islam. Kewajiban dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya. dan hidayah Al Quran.masing-masing bagian tidak mendominasi bagian yang lain. dan siapa saja yang telah membius otot-otot kami dengan pemikiran-pemikiran palsu dan kalimat-kalimat rayuan. Imam Syahid. Ikhwanul Muslimin dan Permasalahan Palestina. 114 308 ."347 peradabannya ke masa ratusan tahun silam sehingga kita terbelenggu di negeri sendiri dan membiarkan masyarakat bergulat dengan 344 Risalah: Sistem Pemerintahan. menjauhkan mereka dari kepemimpinan Nabi Saw. menyadarkan masyarakat.

hal.”350 14. bahkan mereka yang tidak menggunakan symbol-sombol Islam sama sekali. Memelihara faktor-faktor kekuatan dan kebaikan yang ada di masyarakat dan melawan faktor-faktor kemalasan dan kerusakan. Arabisme. Risalah: Wudhuh Ru'yah. Ustadz Musthafa Masyhur 57 351 309 . serta mendorong para mas'ul di pelbagai tempat: Dan hendaknya kita berusaha. dan yang lain-lain.”351 Termasuk pula membantu kelompok-kelompok manapun dari umat ini yang bertujuan melakukan kebaikan serta bekerjasama dengannya. Tidak juga kepada semua nama dan gelar yang selama ini digembar-gemborkan orang. hal. atau membagi-baginya dengan batas-batas geografi yang sempit. Feniqisme. serta bekerjasama dengan seluruh kekuatan yang tulus. atau Sirianisme. Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia).Beliau juga berkata. 20 Ibid. maka kami menolaknya. Kami tidak pernah menyerukan ungkapan Firaunisme."349 "Kami meyakini bahwa semua bentuk kebangkitan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam dan berbenturan dengan hukum-hukum Al Quran adalah sebuah upaya yang rusak dan akan menemui kegagalan. “Mendirikan komunitas-komunitas kebaikan di tengah masyarakat dan yang komitmen terhadap ajaran-ajaran Islam sebagai manhaj kehidupan dan berupaya untuk menyebarkannya. hal."348 "Ikhwanul Muslimin tidak percaya pada kebangsaan (nasionalisme) dalam makna-makna buruk di atas (kebangsaan permusuhan dan kebangsaan jahiliyah). Dalam kisah 348 349 350 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). "Adapun jika yang mereka maksudkan dengan nasionalisme itu adalah memilah umat Islam dan Arab menjadi kelompokkelompok yang saling bermusuhan dan berseteru satu sama lain. baik muslim maupun nonmuslim dari anak-anak negeri ini. 23 Risalah.

Menyebarkan Fikrah Ikhwanul Muslimin dan prinsip-prinsipnya: Hal ini dilakukan baik dalam skala individu maupun dalam skala kolektif dan dengan menggunakan pelbagai sarana yang memungkinkan untuk itu. Untuk itu kami tidak akan menyia-nyiakan potensi dan sarana yang ada.177 355 Diantara nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan. perusahaan-perusahaan. perkotaan. Imam Syahid berkata. Diambil dari buku Imam Syahid. kota dan pusat-pusat kegiatan dan tempat-tempat pertemuan. Hal. 15. hal. tempat-tempat umum dan khusus.perjalanan Imam Syahid. 111. di perkampungan. sekolah dan lainlain.”354 “Sebarkanlah dakwah di setiap lokasi engkau berada. taman-taman. serta bisa menerobos ke seluruh penjuru desa. hal.353 “Untuk itu kami berupaya agar dakwah kami sampai ke setiap rumah dan agar suara kami terdengar ke segenap penjuru. dusun-dusun. di took-toko. “Pemuasan dan penyebaran dakwah dengan menggunakan pelbagai sarana hingga ia dipahami oleh masyarakat umum. terdapat banyak contoh sikap-sikapnya yang menegaskan tentang hal ini. club-club Al Quran di setiap pedesaan. panji-panji Muhammad di perkotaan.”355 “Buatlah kelompok-kelompok Ikhwan di setiap jalan. dan akan terus melakukannya hingga tak ada seorangpun yang tidak sampai kepadanya dakwah Ikhwanul Muslimin sesuai dengan hakikatnya yang cemerlang dan benar. dan di setiap penjuru bumi seorang Al Akh yang akan menyerukan prinsip-prinsip dakwah 352 353 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). tempat kerja. ibu kota. 126 354 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). 310 . jalan-jalan. cafe-cafe. lalu memenangkannya dengan keyakinan dan keimanan. 212 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). mesjid-mesjid. fikrah kami bisa dipahami dengan mudah. Fuad Al Hajarsy. hal. rumah-rumah.”352 "Kami akan terus berdakwah.

tanpa menunggu atau tergantung dengan aspek hukum. gerakan. yang memberikan kalimat-kalimat kalian dan berbaiat dengan baiat kalian. yang tidak menghormati supremasi hukum dan perundang-undangan. hak yang tidak diberikan oleh pemerintahnya yang zhalim. 129 Risalah: Wudhuh Ru'yah. beliau menyebutkan. baik titik tolak eksistensinya. yang merupakan haknya. Termasuk melakukan pembebasan para cendekiawan dari ghazwul fikri yang ditanam oleh penjajahan budaya.”356 Beliau juga berkata.358 Upaya untuk mendapatkan dukungan publik dan mengikatnya dengan Islam berjalan seimbang dengan aktivitas-aktivitas kebaikan dan sosial. jamaah dan indivudunya. "Namun tujuan Ikhwan tidak hanya untuk aktivitas sosial semata. "Sudah saatnya kalian menjelaskan kepada masyarakat tentang misi dan sarana-sarana dakwah kalian. Ustadz Musthafa Masyhur 311 . serta batasanbatasan fikrah dan manhaj amal kalian. Setelah menyebutkan aspek-aspek garapan Ikhwanul Muslimin dalam aktivitas sosial.dan ajaran-ajaran kalian. "Mendapatkan legalitas politik dan legalitas sosial di atas realitas kehidupan. hal."357 16. Mendapatkan opini umum terhadap fikrah Islam dan dakwah (jamaah Ikhwanul Muslimin) dan berkumpulnya mereka di sekitar jamaah dan tokoh-tokohnya: Yaitu dengan melakukan pembentukan pondasi-pondasi kemasyarakatan yang mendalam yang mampu membantu aktivitas politik Islam dan mendukung upaya menuntut undang-undang yang sesuai dengan Al Quran dan sunnah. serta kedekatan mereka dengan masyarakat dan kelompok-kelompoknya. namun inti dakwah kalian adalah fikrah dan 356 357 358 Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).

lalu memenangkannya dengan keyakinan dan keimanan. mengimani dengan hati dan berkumpulnya hati-hati mereka di sekeliling dakwah.akidah yang disemai di hati masyarakat. Itulah sebenarnya target utama dan proyek Islam dalam setiap aspek kehidupan. Jamaah Ikhwanul Muslimin telah banyak memberikan kontribusi dengan mendirikan proyek-proyek ekonomi sepanjang sejarahnya (baik atas nama jamaah Ikhwanul Muslimin maupun melalui individu-individu jamaah). Oleh karena itu maka sebuah jamaah –dalam kondisi seperti ini. 139 312 . agar masyarakat mendapatkan tarbiyahnya.harus maju dan menyampaikan sikapnya.”360 17. Melakukan upaya-upaya untuk mendukung ekonomi bangsa."359 Beliau juga berkata. Menetapkan manuver-manuver dakwah dan pandangannya."361 18. 240 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). terutama terhadap peristiwa-peristiwa yang bergulir. yang diadopsi oleh masyarakat: Ini merupakan kewajiban harakah umum dan interaksi dengan komunitas masyarakat. “Hingga ia dipahami oleh masyarakat umum. Melakukan Upaya perbaikan hukum dan undang-undang "Ikhwanul Muslimin bekerja keras dalam rangka memberi kejelasan pengertian negeri. hal. sikap-sikap dan aliran-aliran yang beraneka ragam. Mendirikan proyek-proyek. 212 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dengan bersandar pada syariat Islam dan maslahat umum. yaitu dengan cara: a. Walaupun akhirnya proyek-proyek ini 359 360 361 teks-teks yang rancu (ambigu) dalam UUD Mesir dan memperbaiki metode yang digunakan untuk menerapkannya di dalam Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). 19. hal. hal.

"Memberikan bantuan terhadap harta kekayaan dan aset-aset Islam secara umum. c. g. 363 Satuan terkecil mata uang Mesir 364 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). hal. Menghidupkan realisasi rukun zakat. Dengan demikian. Risalah Pergerakan. yaitu dengan mendorong berdirinya perusahaan-perusahaan ekonomi Islam. Memerangi praktek riba dalam pelbagai bentuknya e. proyek-proyek seperti ini sangat tergantung dengan kondisi-kondisi yang ada di sekitar dakwah."364 Beliau juga berkata. hal. Imam Syahid memberikan dua persyaratan: 362 Lihat kembali. 282 313 . Mendorong usaha-usaha kerajinan rumah yang sederhana d. 338 (Agenda Persoalan Kita Dalam Kaca Mata Sistem Islam).290. Sistem Ekonomi. dan mengoptimalkan siklus dan pendistribusiannya sesuai dengan tuntunan syariat. 367 365 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). hal.dikuasai dan dibekukan oleh pemerintah yang zhalim. b."365 Tentang kontribusi jamaah Ikhwanul Muslimin atau individu- individunya dalam aktivitas ekonomi dan proyek-proyek yang bermanfaat dalam memelihara aset-aset umat Islam. tidak menggunakan sandang dan pangan kecuali produksi Negerinya dan Islam. f. Mengutamakan pertumbuhan aset-aset umat Islam sesuai dengan asas Islam yang benar. hal."362 Imam Syahid berkata. Menuju Cahaya. Mengutamakan produk dalam negeri muslim di atas produk-produk Barat serta memboikot seluruh produk-produk musuh dalam pelbagai bentuknya. Mendorong individu-individu jamaah dan yang lain untuk mendirikan proyek-proyek nasional. dan Risalah Pergerakan. Selalu berupaya menjaga setiap qirsy363 yang dimilikinya agar tidak diberikan pada nonmuslim. Memerangi segala sumber-sumber penghasilan haram dan yang melanggar syariah. kewajiban Aktivis Muslim. "Diantara prinsip Ikhwanul Muslimin adalah.

dan menuntut kerja keras. menumbuhkan dan memeliharanya. waktu dan usaha saya. • Penjelasan Imam Syahid menjelaskan bahwa kontribusi jamaah Ikhwanul Muslimin dalam memberikan pelayanan umum dan menumbuhkan aset-aset umat Islam. saya tidak memiliki hubungan apapun dengan aktivitas-aktivitas ini. dimana ia tidak mampu melaksanakannya sendiri atau melakukannya secara sempurna. Setiap tujuan-tujuan ini akan menghabiskan dan menyita waktu kita. dan aktivitas ekonomi adalah sesuatu yang lain. TIdak mencampur antara kegiatan dakwah dengan kegiatan ekonomi. tujuan sosialnya adalah. hal. Membantu ekonominya orang-orang adalah. dan dimana hal itu merupakan tugas pemerintah: "Tujuan ilmiahnya adalah. yang terkena musibah aset-aset dan bencana. 258 314 . baik dari dekat maupun jauh.367 Walaupun jamaah tidak memiliki kemampuan yang dimiliki pemerintah dalam menciptakan perbaikan. dan kegiatan tersebut memiliki sistem perhitungan materi yang tidak tercampur dengan perasaan atau kealpaan. yang kadang-kadang ia berada dalam 366 367 Ibid Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Syarikah Muamalat Islamiyah Musahamah (Serikat Muamalat Islam).Pertama. menjelaskan tentang dakwah Islam dan mengungkap keindahan dan kecantikan ajarannya. sarana dan metode yang berbeda. dll. adalah sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Kedua. maka hendaknya nama proyeknya tidak dengan nama jamaah Ikhwanul Muslimin. Dakwah adalah sesuatu. untuk menjaga kepribadian saya. walaupun keduanya saling menyokong satu sama lain. namun tidak semua yang diiginkan seseorang dapat ia wujudkan. Kita ingin menerapkan kaidah-kaidah Islam yang hanif. tujuan menyelamatkan kekayaan nasional. baik dalam bentuk maupun label.366 Proyek ekonomi pertama Jamaah Ikhwanul Muslimin adalah. namun keduanya memiliki warna.

"Sesungguhnya 368 Makalah Imam Syahid. Misorientasi dan kehilangan perhatian untuk mewujudkannya. Semuanya dilakukan dengan tetap memperhatikan keseimbangan. g. dipublikasikan oleh Majalah al Mabahits. Pengurasan tenaga b. yakni. dan hendaknya ia selalu berada di garda depan dalam setiap peristiwa dan kondisi-kondisi darurat. dan sempurna pulalah proses perbaikan yang diinginkan –dengan izin Allah dan keutamaan-Nya-. serta kelompok opurtunis yang sangat tergantung dengan pembayaran dan yang suka menjual slogan-slogan. dan aktivitas-aktivitas kebaikan yang lain. namun seyogyanya ia harus berupaya memberikan segenap kemampuan yang dimilikinya dalam aspekaspek politik. f. dan tidak terlepas dari strategi yang paripurna. Memperdaya dan konfrontatif d.tekanan masyarakat yang meminta lebih. akan dijalani oleh dakwah dan akan terus berlangsung setelah berpihaknya pemerintah tanfidziyyah kepadanya. Sibuk dengan perkara-perkara furu' (parsial) dan melupakan hal-hal yang prinsipil. Januari 1951 M. Masuknya orang-orang yang ambisius kedalam shaf dakwah dengan cara yang membabi buta tanpa penyeleksian. sosial. Diantara wasiat terakhir Imam Syahid kepada Ikhwanul Muslimin368 di medan dakwah dan aktivitas perbaikan masyarakat. hilangnya pandangan yang jelas terhadap jalan dan tahapan-tahapannya. Poros dan tahapan-tahapan dalam proses sinergisitas bersama masyarakat di pelbagai aspek ini. dan menghindari hal-hal sebagai berikut: a. 315 . untuk kemudian disempurnakan apa yang telah dimulainya. e. Terlibat dalam permusuhan yang sengit dengan orang lain. Tindakan pemblokiran dan spekulasi c.

firman Allah:            Artinya: "Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Perbaikilah amal kalian 4.Allah telah memilih kalian dengan bergabung bersama kafilah dakwah ini. Perbaikilah jiwa-jiwa kalian 3. Adab-adab dakwah dan syiar-syiarnya di antara manusia 2. Memberikan nasehat dengan penuh kelembutan kepada manusia. Memelihara shalat jamaah 10. Kemudian tunggulah pertolongan Allah dan taufik dan kemenangan dari-Nya. Bersiap-siap melakukan kerja keras dan memikul beban. maka peliharalah selalu: 1. 8. Perbanyaklah tilawah Al Quran 9. Mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran 6." (Q. serta berjihad dengan jiwa dan harta.S Al Hajj: 40) 316 . Istiqamah terhadap perintah-perintah Allah 5. Bekerjalah dengan ikhlas karena Allah semata 11. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. 7.

ekonomi. harta dan putera-puteri negeri ini. dan jiwa."369 Dengan demikian. "Adalah bagian yang baik untuk kita. jiwa dan raga. baik politik.Bab VIII Tentang Tujuan Pembebasan Negeri dan Kemerdekaannya Tentang Tujuan Pembebasan Negeri dan Kemerdekaannya • Mukadimah Imam Syahid menjelaskan tentang urutan-urutan amal dan targettarget jamaah. jiwa. 394 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). hal. dan pada saat itu Ikhwanul Muslimin telah mempersiapkan diri dengan sempurna untuk menambah persediaan negeri ini dengan seluruh kemampuan yang dimilikinya. dapat menyaksikan zaman dimana kekuatan Yahudi Internasional menantang bangsa-bangsa 369 370 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). serta mengusir penjajah dari negeri-negeri muslim merupakan kewajiban dan tujuan politik yang diupayakan oleh jamaah sebelum mewujudkan pendirian pemerintah Islam. "Membebaskan negeri dan melepaskannya dari segala bentuk penjajahan asing (nonmuslim).maka setiap jengkal dari tanah Mesir yang mahal akan ditebus dengan darah. dan itu merupakan hal yang mudah dengan target pembinaan masyarakat muslim merupakan bagian utama di dalamnya."370 Beliau juga berkata tentang skala peperangan dan tantangan yang akan dihadapi. "Jika kami dizalimi oleh Negara manapun –dan kami berada di negeri sendiri. Imam Syahid menjadikan pembebasan negeri dan memerdekakannya secara total. 298 317 . hal. Imam Syahid berkata.

pada Januari 1951 M. 372 Lihat: Imam Syahid. yang terakhir ditulisnya. pidato dan khutbah yang membangkar semangat. kemudian bagaimana beliau mampu membangkitkan semangat perlawanan rakyat. dan dengan izin Allah kita akan sampai ke tujuan dalam waktu yang singkat. saat dimana banyak orang hanya memperhatikan sloganslogan. dan mereka telah mengoreskan lembar-lembar peristiwa monumental yang belum banyak yang terungkap oleh sejarah hingga hari ini372. Di saat hal ini bisa diwujudkan maka tak satupun rintangan yang akan menghalangi jalan kita. 318 . "(Untuk membebaskan dan memerdekaan negeri) Dibutuhkan jihad yang panjang. dan kita sangat membutuhkannya sekarang ini. Imam Syahid mengisyaratkan beberapa gambaran konsep dan manhaj yang dapat mewujudkan hal itu. Fuad Al Hajarsi. Dipublikasikan oleh Majalah al Mabahits. perasaan yang terhimpun dari hati ke hati. maka kita akan menerima tantangan ini dengan keyakinan bahwa Allah yang maha tinggi dan maha mulia telah memberikan kepada kita keutamaan dan kelebihan untuk melakukan perlawanan terhadap musuh dan melumpuhkannya. Apakah kita dapat mewujudkan kedua hal itu? Sebagaimana kita saksikan bahwa Imam Syahid menyiapkan Ikhwanul Muslimin untuk menghadapi penjajah Inggris. Keimanan dan cinta akan melahirkan persatuan yang hakiki. dan diterbitkan kembali oleh Majalah Dakwah. berat dan berkelanjutan. pahit. memberikan pengorbanan yang besar dalam Perang Suez."371 Terhadap permasalahan negeri dan upaya mendapatkan kemerdekaan. 371 Dari makalah Imam Syahid.Arab dan Islam dan menodai kesuciannya dengan besi dan api. Pembawa Panji Dakwah Abad 20. katibah-katibahnya yang menghadapi barisan penjajah Inggris. membebaskannya dari penjajah dan upaya untuk mendapatkan kebebasan politik serta hak-haknya. dalam bab khusus tentang pertempuran Ikhwanul Muslimin melawan penjajah Inggris. dan hal ini tidak akan terwujud kecuali dengan persatuan yang paripurna dan totalitas ukhuwah. beliau berkata. januari/Februari 1999 M. kesungguhan dan istiqamah di atas manhaj kebenaran dan arah yang tepat menuju kebaikan.

hal. Tentang masalah kenegaraan. itu. Imam Syahid berkata. menyerukan kepada mereka agar merasa terhormat dengan kemerdekaan bersabda: ‫(( )) من أعطى الذلة من نفسه طائعا غير مكره فليس مني‬ Artinya: "Barangsiapa yang menghinakan dirinya dengan sukarela tanpa dipaksa. Jihad merupakan fardhu kifayah ketika dia dilaksanakan untuk menjamin kelangsungan dakwah. Islam juga menegaskan aspek-aspek operasional dalam menjaga nilai-nilai kemerdekaan. untuk kemudian memeliharanya. budaya. Imam Syahid meyakini bahwa kebebasan adalah kewajiban suci yang tak seorangpun yang berhak melepaskannya."373 Ketika menetapkan hal ini. 308. 373 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). Kemerdekaan adalah terbebas dari seluruh bentuk penjajahan pihak asing. 319 .Imam Syahid menginginkan kemerdekaan yang total dan hakiki di setiap aspek. maka ia bukan termasuk golonganku." Islam memerangi penindasan internasional yang mereka menamakannya penjajahan dengan semua praktek kekuatan yang dilakukan. pemikiran. menegaskan keberhakannya bagi setiap individu dan masyarakat dengan kandungan nilai yang utama. atau mengganti penjajah dengan penjajah yang lain dengan nama dan baju yang berbeda. Targetnya adalah kebebasan yang hakiki dengan segala kandungan dan muatannya. Maka di wajibkanlah atas mereka untuk berjihad dengan harta dan jiwa. tidak hanya kemerdekaan parsial atau hanya penarikan pasukan semata. Rasulullah Saw. Ajaran Islam sama sekali tidak membolehkan suatu bangsa menguasai dan memaksakan kehendaknya kepada bangsa lain. ekonomi. politik. bukan slogan-slogan kosong semata. sosial. atau yang dikenal sebagai penjajah asing (non muslim) dengan segala kandungan budaya. visi dan misi. dll. "Islam yang hanif ini telah mendeklarasikan sekaligus menganggap sakral kemerdekaan tersebut.

Muktamar ke V. benda dan diri mereka. serta kenikmatan abadi di akhirat. "Ketika seorang penakluk muslim dengan pedang terhunus di tangannya pergi ke medan jihad di jalan Allah. hal. dan Itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. ia menjadi fardhu 'ain bagi umat manakala ditujukan untuk menghalau intervensi pihak luar terhadap umat Islam. 205 320 . Dalam hal ini kaum muslimin harus segera mempersiapkan diri dan menjalin kerjasama untuk melepaskan diri dari cengkeraman kaum imperialis. firman Allah:                          Artinya: "Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta.namun." (Q."375 Imam Syahid menjelaskan perbedaan antara penindasan penjajah dan gerakan ekspansi Islam (futuhat) sepanjang perjalanan. adalah lebih Tinggi derajatnya di sisi Allah. hal. 309 375 Risalah Pergerakan.S Al Taubah: 20)374 "Dari sinilah Ikhwanul Muslimin berkeyakinan bahwa setiap Negara yang memusuhi dan berusaha menginvasi wilayah-wilayah muslim adalah Negara yang zalim dan harus dihalangi gerak langkahnya. Bahkan Islam mendeklasikan bahwa jihad adalah amalan yang paling utama setelah iman. menjanjikan kepada para mujahid kemenangan dan dukungan di dunia. maka tidaklah ia mengharap keuntungan 374 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). dengan mengatakan. Islam juga menjadikan mati syahid sebagai derajat keimanan tertinggi.

Akan tetapi. hal. meski tanpa disengaja di tangannya telah penuh dengan semua itu.dunia. 376 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). Oleh karenanya umat Islam tidak diperkenankan menghinakan atau memperbudak manusia lain."376 Pada saat yang sama Islam juga menganggap kaum muslimin adalah kaum yang mengemban amanah risalah Allah di muka bumi. dan akan bangkit bersama umat di pelbagai aspek kehidupan. 308 377 Ibid 321 . Ketika saat mendirikan sebuah pemerintah Islam. maka umat harus menempuh jalan yang bisa membuatnya berdiri secara mandiri. demi mewujudkan kemerdekaan yang paripurna dan kemajuan yang dicitacitakan. budaya dan ekonomi. mereka juga tidak diperkenankan bersikap lunak kepada para penindas atau tunduk kepada para perampas yang melampaui batas. maka hal itu akan menjadi pondasi dasar. yang dia yakini adalah dakwah dan mengemban risalah.khususnya terkait dengan penuaian amanat. adapun untuk sisi-sisi kebebasan dan kemerdekaan yang paripurna dalam pelbagai aspeknya. firman Allah:            Artinya: "Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. keadilan dan kedamaian. Sebaliknya. baik sosial. tidak pula mengintai kekayaan bangsa lain untuk dirampasnya. (Q. Di dunia mereka menempati posisi al ustadziyah (pemandu) –kami tidak mengatakan posisi pengendali. serta menjaga nilainilai kebenaran.S An Nisa: 141)377 Upaya untuk mewujudkan kemerdekaan dan mengusir kekuatan penjajah dari negeri merupakan langkah utama sebelum mendirikan pemerintah muslim.

"379 2.• Strategi Mengusir Penjajah Imam Syahid menggariskan poros-poros umum dan strategi yang cocok untuk mengusir penjajah dari negeri-negeri muslim –waktu ia beliau membuktikannya ketika berhadapan dengan penjajah Inggris di Mesir: 1. Imam Syahid. 117 322 . Membangkitkan umat dan menyadarkan dan mempersiapkannya untuk menghadapi penjajah: Hal ini tentunya merupakan pancaran dari pemahaman Islam dan apa yang diwajibkan kepada pemeluknya. menjadi rujukan dan yang diserukan oleh masyarakat. Hal. dan siapa saja yang telah membius otot-otot kami dengan pemikiran-pemikiran palsu dan kalimat-kalimat rayuan. mereka tidak jauh berbeda dengan orang-orang Eropa."378 "Merupakan kewajiban kami untuk merubah tanpa terjangkit wabah pemikiran mereka yang telah akut. Kewajiban dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya. Menghimpun kalimat masyarakat dan menyatukan kekuatan dan usaha. menahan siapa saja yang berbaik sangka terhadap musuh. serta mengkoordinasikan strategi untuk itu: 378 379 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemuan Ketua-ketua Wilayah) Dari makalah. Imam Syahid menggunakan pelbagai sarana personal dan kolektif untuk membangkitkan dan mempersiapkan masyarakat. Imam Syahid tahun 1931. diambil dari buku. karya Fuad Al Hajarsi. sehingga hal ini benar-benar menjadi sesuatu yang diyakini secara kuat dan tertanam. Imam Syahid berkata. kami akan menghimpun masyarakat dalam satu kata di pelbagai pertemuan dan muktamar. begitupula membongkar cela para pecundang dan orang-orang yang tertipu. "Kami menyebarkan buletin dan keteranganketerangan yang menjelaskan kepada masyarakat tentang hak-hak mereka yang tersembunyi dan apa yang ditutupi dari cela para pecundang dan mereka yang terpedaya. yang di belakangnya tiada lain adalah upaya merusak bangsa Timur dan melenyapkan persatuan Islam.

"Kami akan menyerukan penyelenggaraan muktamar Arab-Islam untuk menyatukan kekuatan dan mengkoordinasikan strategi. Semua itu pada hakikatnya adalah satu masalah saja. 270 383 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). maka kami akan tahu bagaimana meneguhkan diri kami dan membuat benteng yang kokoh antara kami (orang-orang yang beriman) dan orang-orang zhalim itu. namun Imam Syahid mengetahui kadar relativitas aspek-aspek tersebut. kita harus bersekutu dan bersatu. yakni ketika Islam menjadikah wihdah sebagai salah satu makna dari sekian kandungan makna iman. kita berada di depan berbagai situasi internasional yang baru. yang akan mempegaruhi rakyat dan pemerintahnya terhadap permasalahan nasional Islam."380 "Sekarang. "Jika hal ini tidak memberikan faedah apa-apa dan kami tidak mendapat bagian apapun dari dunia baru."383 –baik pemerintah maupun masyarakatuntuk menjelaskan problematika yang dihadapi serta mencari dukungan 380 381 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). dan meyakini bahwa pada dasarnya tergantung kepada diri sendiri. 229 382 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). hal. hal."381 3. hal."382 "Walaupun dengan tekanan pers terhadap Negara-negara asing dan terhadap organisasi-organisasi dunia. 270 323 . Menggunakan kekuatan pers untuk memberi tekanan dalam skala internasional untuknya: "Kami akan mengirimkan saudara-saudara kami ke segenap penjuru Negara-negara asing. yang hampir sama dengan masalah yang sedang kita hadapi. serta menghancurkan semua belenggu penindasan dan imperialisme. yakni penyempurnaan kebebasan dan kemerdekaan. 117 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). hal. Kita harus kembali pada apa yang telah diwajibkan oleh Islam (kepada semua pengikutnya) sejak pertama ia diturunkan.

"Yang saya inginkan adalah agar umat Islam meyakini bahwa aksi protes saja tidak cukup. dan ini merupakan kelemahan yang tidak seharusnya terjadi di dalam pemerintah. 117 385 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). seperti perjanjian dan pemberlakuan hukum sebagai sarana untuk mengusir mereka. Menghadapi kelemahan pemerintah dan intervensi asing dengan menggunakan opini publik untuk melakukan tekanan dalam rangka menghadapi kerusakan ini: Imam Syahid berkata. bahkan tidak bermanfaat sama sekali. negeri-negeri Arab dan Islam adalah intervensi pemerintah asing."385 5. Perdamaian dengan penjajah Imam Syahid membatasi bentuk-bentuk perdamaian dengan para penjajah. jika cara384 Dari makalah. sehingga seluruh keinginan dan pelaksanaan pemerintah adalah sesuai dengan keinginannya. Maka pintu pertama proses perbaikan ini adalah kita melawan dua fenomena ini. atau sebagai sarana untuk memperpanjang usia penjajahan. "Kendati demikian. karena aksi protes tidak mampu menghilangkan beban dan tidak dianggap telah memenuhi kewajiban. agar masyarakat terbebas dari dua imperialis. Islam menyambut baik adanya cara-cara yang konstruktif untuk mengakhiri pemusuhan. atau yang membuat kita terpaksa melepaskan beberapa bagian dari hak kita. Kewajiban dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya. Imam Syahid. baik sebagai duta besar atau sebagai dalang. "Sesungguhnya faktor utama yang merusak tatanan kehidupan masyarakat Mesir. 258 324 . karya Fuad Al Hajarsi. Cara ini tidak dilarang untuk digunakan dan dimanfaatkan dengan syarat bahwa pemberian hak harus dilakukan secara total. Hal. diambil dari buku. maka seluruh upaya akan sia-sia belaka. hal. Karena jika tidak."384 4. Imam Syahid berkata. jangan sampai ada hak kita yang dirampas atau kebebasan kita yang terpasung. maka tidak benar kalau hanya menyandarkan diri pada aksi protes semata. Imam Syahid tahun 1931.

yaitu bermaksud mengurangi (merampas) hak umat Islam – sebagaimana dapat kita lihat dari keputusan-keputusan PBB atau organisasiorganisasi dunia lainnya-.S Al Anfal: 61) Rasulullah tidak memilih antara dua perkara kecuali yang paling mudah. Di antara jenis perdamaian adalah genjatan senjata. firman Allah:                  Artinya: "Dan jika mereka condong kepada perdamaian. Seperti 386 sikap Imam Syahid menolak keputusan PBB terkait dengan Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). Diantara jenis perdamaian yang lain adalah mau berhukum dengan hukum orang lain.cara itu pada akhirnya mengakui akan kebenaran bagi yang berhak. selama di dalamnya terdapat kemaslahatan dan tidak merugikan kaum muslimin sendiri. Sesungguhnya dialah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. Islampun tidak melarangnya apabila hal itu terjadi antara kaum muslimin dengan non muslim. Maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. sendiri pernah melakukan genjatan senjata dengan orang kafir dalam Perjanjian Hudaibiyah.386 Adapun pemberlakuan hukum yang didasari oleh keuntungan dan ambisi Negara. jika hal itu bisa mengarah pada pencapaian kebenaran yang sempurna. Meski dalam hal ini kita tidak pernah menjumpai bahwa Rasulullah Saw. jika hal itu akan mengantarkan kepada kebenaran. Akan tetapi hal itu bisa dibenarkan jika dilihat dari konteks ayat dan keharusan untuk bersepakat atas kebaikan. 224 325 . hal. maka hal itu tidak bisa diterima apapun alasannya. atau salah satu khulafaaur Rasyidin yang rela dengan hukum orang kafir. Rasulullah Saw. selama hal itu bukan masalah yang haram. (Q.

Bahkan. karena dikalahkan oleh berbagai kepentingan internasional dan ambisi kolonial. Hal ini karena kebandelan." 387 kemudian segera melakukan jihad dengan pelbagai 388 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). 225 388 Ibid 326 .pembagian wilayah Palestina menjadi dua. namun kita tidak mendapatkan apa-apa. karena kita masih tetap bersama Inggris."387 6. Slogan-slogan kosong dan katakata tidak membuatnya lengah terhadap kebenaran. Imam Syahid berkata. beliau menentang keputusan tersebut dengan segenap kemampuan yang dimilikinya. kelicikan dan tipu daya penjajah Inggris. Diperlukan pernyataan sikap perlawanan dan membatalkan semua kesepakatan dan keterikatan: Imam Syahid berkata. Imam Syahid tidak tertipu dengan gembar-gembor pers tentang perjanjian dan keuntungan yang kami ambil. sarananya. namun kita juga tidak memperoleh hasil apapun. "Jika usaha-usaha seperti ini menemui jalan buntu. maka prinsip Islam telah jelas. yakni mengumumkan permusuhan (peperangan). "kami telah melakukan genjatan senjata. "Seorang penulis terkemuka pernah menuliskan. wilayah Arab dan wilayah Yahudi. hal. Namun. Imam Syahid berkata. yang dengan itu kita tidak akan bisa maju selangkah pun. mengungkapnya dari hanya sekedar saling memahami sekali tidak secara sempit kepada sebuah cukup untuk mengantisipasi pernyataan yang memiliki yang paling legitimasi di tingkat global. kondisi stagnan itu akan semakin mengakibatkan kegundahan dan ketidakmenentuan. Hal ini benar. Kita juga telah melakukan adopsi hukum. keuntungan moral itu sama permasalahan mendasar. sesungguhnya kita telah memperoleh keuntungan moral yang besar dengan diumumkannya problem-problem kita secara besar-besaran di hadapan dunia internasional.

Imam Syahid maju dan menyampaikan gagasan perbaikan ini kepada pemerintah. sambil menunggu datangnya kesempatan dari Allah (sampai dating waktunya untuk berperang dengan mereka). kita harus merasa cukup (dan sementara membatasi diri) dengan apa yang ada di negeri kita dan di negeri saudarasaudara kita dari bangsa Arab dan kaum muslimin (tidak perlu minta bantuan ke Negara yang lain. "tidak ada jalan lain bagi kita kecuali mencabut perjanjian genjatan senjata itu dan mengumumkan perang terbuka.) Dalam bidang sosial.391 Oleh karena itu. Pada saat yang sama.Beliau juga berkata. Dari situlah kita akan mulai mengatur kehidupan kita sendiri tanpa campur tangan mereka. kemuliaan dan cinta kemerdekaan. serta mengumumkan bahwa kita dalam kondisi perang. Dalam bidang ekonomi. Namun. rakyat harus diberikan pendidikan dan latihan militer.389 Harus dipersiapkan pula moralitas bangsa untuk hal itu dengan berbagai penerangan dan sosialisasi besar-besaran. harus dibangkitkan semangat untuk meraih izzah. Dalam bidang operasional kemiliteran. persis sebagaimana sebuah bangsa ketika menghadapi perang yang sesungguhnya. pemerintahlah yang harus menjadi penanggungjawab yang pertama dan terakhir. mengajaknya untuk menunaikan tugas 389 390 391 Ibid Ibid Ibid 327 . Di atas asas inilah kondisi sosial akan berubah. kita mendeklarasikan kepada mereka untuk mencabut semua ikatan dan kesepakatan antara kita dengan mereka.390 Kerja keras ini bukan tidak mungkin bisa ditangani oleh individu atau lembaga tertentu.

"Mereka akan menyaksikan bahwa senjata negatif ini akan menghilangkan keinginan mereka dan mengembalikan permusuhan itu kepada diri mereka sendiri. sehingga kita menyaksikan sebuah jalinan yang demikian kuat antara kita dengan Islam. sosial. baik boikot ekonomi.dengan segala sarana dan prasarana. baik kebiasaan."393 "Dunia Islam dengan segenap jiwanya telah memberikan kepada kita kepekaan perasaan." "Boikot segala sesuatu yang tidak berasal dari Timur (Islam). minimal pemerintah memberikan perlindungan. Imam Syahid. diambil dari buku. yakni sebuah nilai lain dari nilai-nilai kekuatan yang tidak lain adalah persatuan dan kesatuan). dan produk-produknya. Dari makalah. Boikot Diantara sarana konvensional yang diserukan oleh Imam Syahid dalam rangka memberikan perlawanan kepada penjajah adalah melakukan boikot. yang keduanya saling memberi dukungan dan saling menghormati. Imam Syahid tahun 1931. budaya. Kewajiban dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya. serta merasa bangga dengan ketimurannya (keIslamannya). Hal. 117 394 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). 275 328 . memberi tekanan hingga pemerinatah mengambil langkah konkret untuk mengentaskannya. hal. kelemah-lembutan dan dukungan. karya Fuad Al Hajarsi."394 "Dengan cara ini (yang dengan sendirinya akan menambah perbendaharaan sarana khusus kita bagi setiap umat mencabut perjanjian damai dan jihad tadi. kita akan bisa terbebas dan mampu menjadi lawan yang seimbang bagi bangsa-bangsa yang rakus di 392 393 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). pers dan boikot-boikot yang lain. budaya."392 "boikot adat budaya dan produk-produk yang tidak Islami. dan dukungan terhadap aktivitas militer rakyat untuk melawan penjajah. 7.

a. Tujuan yang mengarah pada kemenangan atau mati syahid. Imam Syahid. untuk itu perlu persiapan jiwa untuk melakukannya: "Rakyat sangat siap untuk berkorban. 398 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). banyaknya pasukan dan armada perang. Perlawanan total dalam menghadapi penjajah membutuhkan persiapan dan pengorbanan. dimana pada akhirnya ia berhasil mengusir penjajah setelah kesyahidannya. Bab khusus tentang pertempuran Ikhwanul Muslimin melawan Inggris. hal. Pengusung panji dakwah abad 20. kami menyadari bahwa kami lebih lemah dari itu semua. "Saat kami beriman dan berjuang. Perlawanan rahasia di Terusan Suez."398 dalam perlawanan militer terhadap penjajah. Jamaah Ikhwanul Muslimin memberikan kontribusi luarbiasa Suez."395 8."396 9. memberikan pengorbanan dan jiwa para syuhada dalam pertempuran sengit di Terusan 395 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). dan kami merasakan dengan rasa yang mendalam terhadap rantai yang membelengu tangan dan kami kami. 311 397 Lihat. 314 396 Ibid. hal. dan Negara-negara yang saling berkompetisi untuk memperebutkan materi dan kepentingan. kami tidak menggantungkan jihad pada kekuatan senjata. hal.397 Imam Syahid berkata. Ustadz Fuad Al Jaharsi. Al Ustadz Kamil Syarif b. Partisipasi jamaah dalam memberikan perlawanan militer terhadap penjajah: Imam Syahid benar dalam strateginya dan sukses dalam penyiapan jamaah dan masyarakat.dunia ini. 258 329 . tetapi hanya untuk sebuah tujuan yang jelas.

399 Ibid. 270 330 . c. membantu dan memperjuangkannya."Kami akan bekerja dengan landasan spirit perasaan ini: Kami akan menegakkan kebenaran. Bahwasanya diperlukan persiapan yang hakiki terhadap umat dan menyadarkannya. dan menjaga agar tidak terjadi benturan dan singgungan antara visi-visi tersebut satu sama lain. b. begitupula mempersiapkan jamaah ini untuk berperan di bidang tersebut. Imam Syahid menolak perlawanan yang asal-asalan. sementara masyarakat di sekitarnya menerima. Jamaah menjadi sarana untuk mewujudkan seluruh visi dan misinya. atau hanya terbatas pada visi-visi yang parsial. tanpa persiapan dan strategi yang jelas dan menyeluruh. oleh karena itu maka kerja yang harus dilakukah adalah membentuk sistem khusus untuk melatih dan mempersiapkannya pada hari pembebasan. dan dengan pandangan yang komprehensif dan luas. hal. dan di dorong oleh keimanan dan diarahkan oleh cita-cita. sebagaimana dapat kita lihat dalam siasat Imam Syahid: a. Beliau juga menolak penghentian peran dan aktivitas jamaah ketika terwujudnya kemerdekaan dan kebebasan saja."399 Perlawanan ini dilakukan dengan berpedoman kepada prinsip-prinsip dakwah. Dimana jamaah berada di garda terdepan umat yang akan memimpin perjuangan. atau hanya menjadi petualangan militer semata. namun ia merupakan bagai dari satu susunan sempurna dari visi dan strategi. Kemerdekaan dan kebebasan bukanlah visi satu-satunya. atau jamaah hanya membatasi tujuannya hanya pada target-target ini –walaupun target tersebut sangat penting-. mempersembahkan syuhada. atau menjadi bagian yang terpisah dari umat dan masyarakat. memberikan pengorbanan.

Oleh karena itu kita melihat pembangunan jamaah. dimana peperangan banyak menelan pentolan-pentolan dakwah dan unsurunsur yang berkualitas. setelah melakukan persiapan dan pada waktu yang tepat. dan dengan keutamaan Allah terlihatlah kemampuannya untuk tetap eksis dan memproteksi dakwah. dan keluar dari pertempuran dengan kekuatan yang semakin membaja. untuk melanjutkan aktivitas dakwah secara sempurna. melawan penjajah Inggris dan mengusirnya keluar dari negeri Mesir. Kami melihat bahwa jamaah telah maju kehadapan. Persiapan ini tidak hanya dengan mempersiapkan kuantitas pasukan yang sesuai dengan persiapan yang sempurna. keberlangsungan dan upaya mewujudkan visi-visinya berjalan seimbang dengan target pembebasan dan kemerdekaan. ia mampu memikul beban dakwah segenap dengan penuh ketegaran dan dengan dan jiwa menghadapinya syuhada yang dengan gugur. proses eksistensi. pengorbanan menghadapi rintangan dan kepungan musuh. Musuh telah berupaya untuk memukul mundur jihad Ikhwanul Muslimin di Palestina dan Terusan Suez. sesuai dengan perkembangan peristiwa dan beban-bebannya. namun segala puji bagi Allah. Ikhwanul Muslimin mampu menghadapi serang-serangan itu. e. dengan mengarahkan serangan-serangan yang mematikan. dan Imam Syahid telah mempersiapkan sarana untuk Ikhwanul Muslimin dan masyarakat dengan persiapan yang sempurna dalam pelbagai aspek dengan berbagai mengantarkan kepada kemerdekaan negeri. d. sementara penempatan (kader) yang dilakukan terkadang belum mengalami pematangan dalam persiapan tarbawi dan yang akan berperan sebagai unsur pemimpin. Adapun unsur utama yang sangat dibutuhkan dalam segmen ini adalah al fard (individu muslim) yang akan disiapkan dan ditarbiyah. namun ia juga mencakup pemenuhan yang terus menerus terhadap kebutuhan. hal ini 331 . hari itu dinamakan sebagai Yaum Dam (hari berdarah).

Sehingga setiap umat Islam wajib saling bahu membahu dan bekerjasama mewujudkan kebebasan dan kemerdekaan di setiap negeri-negeri muslim."400 "Kelaliman yang dilakukan di setiap jengkal tanah yang dihuni seorang muslim. sehingga mereka menjadi pentolan-pentolan jihad dan pemimpin nasional. dan kurang menguasai aspek-aspek dakwah dan rukunrukunya. walaupun dalam waktu yang panjang. sehingga menyebabkan sedikitnya basis-basis shaf tarbiyah dan banyaknya unsur-unsur yang bersemangat yang telah ditempatkan tanpa melalui persiapan tarbiyah yang matang. bahwa sesungguhnya Negara Islam merupakan satu kesatuan yang tidak terbagi-bagi. hal. permusuhan terhadap salah satu bagiannya merupakan permusuhan terhadap bagian-bagian yang lain. • Makna Negara Islam dan sikap terhadap permasalahan Palestina: Imam Syahid meluaskan pengertian Negara Islam hingga mencakup seluruh Negara Islam. hal. merupakan kejahatan yang tak bisa dimaafkan."401 Imam Syahid menegaskan bahwa tidak ada sikap mengalah atau penyepelean terhadap penjajah. Imam Syahid berkata. namun sayangnya pembinaan tarbiyahnya masih lemah. 204 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). 170 332 . sebagai akibat dari perseteruan dan pengorbanannya. "Saya ingin menuntaskan permasalahan ini. atau kerusakan struktural di jamaah dan tarbiyah.dikarenakan cepatnya perputaran peristiwa dan tekanan yang terjadi. harus 400 401 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Dengan demikian kita sampai kepada shaf yang pondasi dan bangunan utamanya mengalami kelemahan. atau karena sedikitnya waktu yang tersedia. Ini yang sebenarnya yang diinginkan dari makna Islam dan persatuan umat Islam. dan penyimpangan pemikiran. Hal ini yang kemudian membuatnya terancam fitnah.

S Ali Imran: 140)402 "Maka merupakan hal yang alami. 151 333 . tanpa ada satupun yang dikurangi. Amerika. Beliau berkata tentang hal ini. India dll. hal. dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'. 150.ada pengembalian hak-hak kita secara sempurna. jika bagian dari tujuan kalian -sebagai dakwah Islam yang benar dan paripurna. Sungguh akan tiba suatu hari dimana akan terbayar semua perhitungan ini. Dan Allah tidak menyukai orangorang yang zalim.adalah membebaskan 402 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). "Perhitungan kita dengan Italia tidaklah lebih sedikit daripada Perancis. Imam Syahid berkata. dan hari ini termasuk dalam kelompok mereka Rusia. "Setelah itu perhitungan kita dengan pihak Inggris adalah perihal daerah-daerah muslim yang didudukinya. dimana Islam telah mewajibkan kepada setiap penduduk di setiap wilayah tersebut – dan kita juga tentunyauntuk berusaha menyelamatkan dan membebaskannya dari cengkeraman musuh. Begitupula dengan Perancis dan Italia. firman Allah:                     Artinya: "Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran). (Q.

dan merupakan contoh yang sangat jelas terhadap perampasan negeri kaum muslimin. Ikhwanul Muslimin dan Permasalahan Palestina.yaitu dalam pertempuran antara Islam melawan Barat. beberapa kalimat dan pengarahan yang dberikan oleh Imam Syahid terkait dengan hal itu."403 Hal ini sebagaimana peran yang dilakukan oleh Imam Syahid dalam membebaskan negeri-negeri muslim. "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin tidak ada cara lain untuk membebaskan Palestina kecuali dengan kekuatan. Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Seperti perannya terhadap permasalahan Palestina. silakan untuk merujuk kepada referensi-referensi khusus tentang hal itu. Ustdadz Kamil Syarif. Imam Syahid meminta. Bagi yang ingin memperluas dan mendalami lebih jauh perkataan-perkataan beliau. sekretaris jendral Liga Arab ketika itu."406 403 404 Risalah. 405 Ikhwanul Muslimin dan Permasalahan Palestina. "Membersihkan Zionisme dari negeri-negeri Islam. atau menyetujui Yahudi untuk hidup berdampingan dengan bangsa Arab di bawah pemerintah Palestina yang merdeka. hal.404 Imam Syahid berkata. -sebagai tempat yang memiliki keistimewaan. hal ini sebagai bentuk penolakan terhadap ketetapan yang dikeluarkan oleh PBB tentang pembagian wilayah Palestina menjadi dua bagian dan pengakuan terhadap eksistensi Israel sebagai Negara yang sah di Palestina.Lembah Nil.405 Imam Syahid menyampaikan seruan kepada Negara-negara Arab dan Islam untuk segera menarik diri dari PBB. 251 Diantaranya: Ikhwanul Muslimin dan Perang Palestina. bangsa Arab dan negeri-negeri muslim dengan seluruh bagiannya dari penjajahan bangsa asing. Fuad Al Hajarsi. Dalam memoar yang beliau sampaikan kepada Biro Politik Liga Arab." Sebagaimana yang beliau tulis dalam suratnya kepada Abdurrahman Azzam. 14 406 Ibid 334 . dengan syarat mengembalikan setiap penduduk Yahudi ke negeri asalnya setelah Perang Dunia I. Fuad Al Hajarsi. hal. dan mengajak seluruh bangsabangsa Arab dan Islam untuk bangkit membela Palestina. Kami akan menyampaikan secara ringkas. dll.

Walaupun dengan segala konsekuensi dan perkembangan yang akan terjadi. mereka telah mempersembahkan darahnya dalam perjuangan di jalan Allah dalam peperangan yang dikuasai oleh kaum yang tidak memperdulikan Islam (maksudnya para pemimpin Mesir pada waktu itu. orang-orang asing. "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin akan mengerahkan seluruh jiwa dan harta mereka demi menjaga keutuhan setiap jengkal tanah palestina yang Arab dan Islam. karena gerakannya adalah gerakan ideologi. akan tegak berdiri dan akan tetap eksis hingga Islam menghancurkannya. sebagaimana Islam menghancurkan yang lainnya. "Mereka adalah orang-orang yang tidak berdosa yang berada di sisi Allah. serta besarnya kekuatan permusuhan yang berada di belakang Yahudi.Dalam memoar yang ditulis kepada Dubes Inggris. namun Imam Syahid tetap ikut serta dalam jihad melawan Yahudi. hingga Allah mewariskan bumi dan seluruh isinya. dan dalam memobilisasi umat Islam. Adapun Israel. Ini adalah jalan kita yang tidak boleh kita lewatkan sebagai pertempuran dan pembuktian kepahlawanan. 407 Ibid. Dalam ucapan belasungkawa untuk para syuhada jamaah yang gugur di Palestina. orangorang asing. Imam Syahid menyampaikan. mereka adalah orang-orang asing. seperti raja Faruq dan lain-lain)."407 Dengan segala keterbatasan kemampuan jamaah serta marabahaya yang senantiasa mengintai. Imam Syahid berkata. panjang dan menakutkan. dan jamaah Ikhwanul Muslimin masih dalam tahap pembinaan. Sesungguhnya Israel akan berdiri. hal. 40 335 . Demikianlah sikap beliau terhadap pelbagai permasalahan umat Islam. Sesungguhnya kita adalah pembawa risalah dakwah yang menolak cita-cita palsu dalam setiap manuver politik yang tidak dipimpin oleh Islam. sebagaimana disebut dalam makalahnya yang berjudul Mihnatul Islam. darah suci dan mulia yang tertumpah tidak akan ada gantinya. Jalan yang akan kalian lalui sangat panjang.

Ustadz Fuad Al Hajarsi. yang kemudian membuat mereka berprilaku buas dan gila. 408 Dari makalah.408 • Mengenal dengan baik Karakter musuh Imam Syahid sangat berbeda (istimewa) dengan pengetahuan dan pengenalannya yang mendalam terhadap musuh. Umat kita harus bisa membedakan antara orang-orang berakidah yang berjuang dan para pecundang dari politikus dan militer. Kita meminta maaf kepada Allah terhadap darah syuhada yang telah tertumpah. dari buku. 117 336 . Walaupun mereka berbeda ambisi dan keinginan. Mihnatul Islam. Hal. jika peringatan itu bermanfaat. serta tidak tertipu dan lalai ketika berhubungan dengan mereka. akhirnya memberikan anugerah syahadah kepadanya. Oleh karena itu. sementara hati mereka telah membeku dan membatu. dalam makalahnya yang berjudul. Imam Syahid tahun 1931 (dari buku: Imam Syahid. Merupakan sebuah kesia-siaan kalian menanti belas kasihan dari hari-hati mereka. yang kehilangan cahaya sehingga tidak ada setitik cahayapun yang tampak dari cahaya kebenaran. sementara mereka telah berkumpul di sekeliling kalian dan bersepakat untuk menteror kalian. Merupakan kesia-siaan kalian berharap mendengarkan kalimat-kalimat lembut dan santun dari kelompok mereka. 15 409 Makalah: Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya. sehingga Allah Swt.409: "Wahai umat Islam. Imam Syahid berkata pada tahun 1931 M. Hal itu tiada lain adalah intrik pasukan Salib dan manuver politik yang sudah terbelakang. Kewajiban Dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya. dan menjalin hubungan dengan musuh-musuh kalian. namun ada satu hal yang menyatukan mereka dan mereka bersumpah untuk menunaikannya. merupakan kesia-siaan kalian berupaya menjadikan musuh sebagai pemimpin. Ikhwanul Muslimin dan Permasalahan Palestina. mereka tidak mendapatkan solusi lain selain dengan membunuhnya. dan semoga ini menjadi peringatan bagi umat. Fuad al Hajarsi. atau lebih keras dari itu.dan setiap jihad yang tidak dipimpin oleh kalimat Allah. yaitu melenyapkan Islam dan kaum muslimin. menjadi lebih gelap dari kegelapan malam. hal.

firman Allah:                          Artinya: "(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia Berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu". (Q. Maka ia berkata: "Sesungguhnya Aku berlepas diri dari kamu. Maka tatkala manusia itu Telah kafir.S Al Baqarah: 217) Allah juga berkata kepada Nabi-Nya Muhammad Saw. seandainya mereka sanggup. dan sesungguhnya 337 . cukuplah sudah kelalaian dan berbaik sangka yang sudah berlangsung lama. bahwa orang-orang mulhid dari kaum muslimin adalah musuh pertama kalian.S Al Hasyr: 16) "Ingatlah kalian wahai Ikhwanul Muslimin. (Q.Jangan kalian terpedaya wahai kaum muslimin. Karena Sesungguhnya Aku takut kepada Allah. bahwa mereka tidak merelakan apapun untuk mereka kecuali kemurtadan dan perbudakan. dengan kalimat yang lebih jelas. Allah telah menggambarkan karakter kaum itu kepada kalian melalui firman-Nya:          Artinya. Selain itu. "Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran). mereka juga memiliki kedengkian yang lama yang ingin mereka tebus dari kalian. Rabb semesta alam".

mereka tidak jauh berbeda dengan orang-orang Eropa.S Al Maidah: 51). maka ia termasuk ke dalam golongan mereka. menahan siapa saja yang berbaik sangka terhadap musuh. 338 . edisi 82 Syawal 1419 H/ Januari-Februari 1999 M. tanpa mengurangi sedikitpun dari dosa mereka. janganlah kamu mengambil orang- orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu)."410 410 Makalah ini kembali dipublikasikan di Majalah Dakwah. dan siapa saja yang telah membius otot-otot kami dengan pemikiran-pemikiran palsu dan kalimat-kalimat rayuan. barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. yang di belakangnya tiada lain adalah upaya merusak bangsa Timur dan melenyapkan persatuan Islam. sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa yang loyal terhadap suatu kaum. Barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka ia akan mendapatkan dosanya dan dosa orang-orang yang melakukannya sampai hari kiamat. Merupakan kewajiban kami untuk merubah tanpa terjangkit wabah pemikiran mereka yang telah akut. (Q.mereka memiliki saham besar terhadap musibah yang menimpa negerinegeri muslim. Maka Sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. firman Allah:                             Artinya: "Hai orang-orang yang beriman.

oleh karena itu beliau menganggap perlawanan terhadap proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari tujuan jamaah. Ali Mahir pada tahun 1939 M."411 Imam Syahid juga sangat mengenal secara mendalam proyek-proyek Barat-Zionis yang ingin menguasai umat Islam.apapun warnanya tidak memiliki perjanjian dan perlindungan. yang terakhir ditulisnya. walaupun mereka berupaya menunjukkan kelembutan dan belas kasih namun sesungguhnya mereka menyimpan sesuatu yang tidak mereka perlihatkan. maka kita akan menerima tantangan ini dengan keyakinan bahwa Allah yang maha tinggi dan maha mulia telah memberikan kepada kita keutamaan dan kelebihan untuk melakukan perlawanan terhadap musuh dan melumpuhkannya. januari/Februari 1999 M. "Adalah bagian yang baik untuk kita. 339 . siasat dan ambisinya. pada Januari 1951 M. namun kita harus mempersiapkan diri dengan sempurna. dan diterbitkan kembali oleh Majalah Dakwah. yaitu setelah deklarasi perang dunia I. Dipublikasikan oleh Majalah al Mabahits. mengingatkannya untuk berhati-hati agar tidak mengekor di belakang mereka. dapat menyaksikan zaman dimana kekuatan Yahudi Internasional menantang bangsa-bangsa Arab dan Islam dan menodai kesuciannya dengan besi dan api. hingga ketika menghadapi bahaya kita telah memiliki kesiapan yang sempurna. beliau berkata. Maka kewajiban kita adalah tidak tunduk kepada mereka. ia tidak akan ragu untuk membohongi dirinya sendiri (dengan berpura-pura) jika ia mendapatkan kepentingan dan kemaslahatan dalam berbohong.Imam Syahid mengenal benar karakter dan tipikal Negara-negara Barat. Beliau mengirimkan surat kepada kepala pemerintah Mesir. 298 412 Dari makalah Imam Syahid. berdiri dengan penuh kemantapan. dan kita akan berjuang untuk mempersiapkannya."412 411 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). "Sesungguhnya Negara-negara Barat –wahai bapak kepala Negara yang mulia. hal. dan dengan penuh semangat.

agama. hal. Ikhwanul Muslimin selalu melaluinya dengan di bawah cahaya hidayah Islam yang hanif ini. Ia tidak hanya menjadi alat pengarah dan nasehat. Negara. ia dianggap sebagai sesuatu yang prinsipil dalam Islam. Adapun perincian undang-undang dan peraturannya serta apa saja yang terkait dengannya. hal. Ia menolak pemisahan antara agama dan politik. 206 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). pemimpin."414 413 414 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Khalifah yang ketiga (Utsman bin Affan) berkata. maka telah disebutkan di dalam buku-buku fikih dan buku-buku cabang. Beliau juga menjelaskan bahwa pengaturan kehidupan dan Islam merupakan asas keimanan dan keyakinan terhadap syariat Islam. Yang dimaksud Imam Syahid adalah bahwa pemberlakuan hukum dengan Al Quran dan mendirikan pemerintah Islam merupakan sesuatu yang asasi dan mendasar. Lihat kembali Risalah Akidah Thahawiyah. Inilah yang mereka pahami sebagaimana telah dijelaskan pada awal tulisan ini. "Sesungguhnya. yang telah diyakini oleh Ikwan telah menjadikan pemerintahan sebagai salah satu pilar bangunannya. langkah kerja. Allah mencegah dengan kekuasaan sesuatu yang tidak bisa dicegah dengan Al Quran. namun harus diwujudkan dalam realitas kehidupan."413 "Dalam setiap perencanaan. Imam Syahid berkata. syariat dan pelaksanaan. dan penetapan target. Agama Islam. 136. Dahulu.Bab IX Tentang Tujuan Membentuk Pemerintah Islam Tentang Tujuan Membentuk Pemerintah Muslim • Mukadimah Imam Syahid menetapkan bahwa pendirian pemerintah Islam merupakan bagian asasi dari manhaj Islam. "Islam datang sebagai aturan. 340 .

maka sungguh ia telah menganiaya diri sendiri dan pengetahuannya. dan membentuk pemerintah Islam di atas system ini. "Setelah itu kita menginginkan pemerintah muslim yang bisa membimbing anggota masyarakatnya ke mesjid. merealisasikan sistem sosialnya. kareka maka seluruh kaum muslimin untuk berdosa. Beliau menyebutkan dalam tingkatan amal dan tujuan jamaah. hal. hal."Islam yang hanif ini mengharuskan pemerintahannya tegak di atas kaidah sistem sosial yang telah digariskan oleh Allah untuk umat manusia. 415 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam)."416 "Kami akan bekerja untuk menghidupkan sistem pemerintah Islam dengan seluruh wujudnya. dan diupayakan oleh seluruh kaum muslimin.tidak mengungkap masalah politik atau bahwa politik tidak termasuk dalam agenda pembahasannya. Agar tegak di Negara ini sebuah daulah Islamiyah merdeka yang menerapkan hukum Islam. Tidak ada yang mengingkarinya kecuali orang yang zalim lagi durhaka. Mereka dan bertanggungjawab di hadapan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha pengabaian mereka menegakkannya keengganan mereka untuk mewujudkannya. hal. beliau berkata."415 Oleh karena itu. 177 417 Ibid. Hal itu merupakan hak asasi manusia."417 Imam Syahid menjelaskan tentang dua asas utama. "perhatikanlah selalu terhadap dua hal utama yang ingin kita capai: Agar Negara muslim merdeka dari setiap dominasi asing. Barangsiapa yang beranggapan bahwa agama –terlebih lagi Islam. tegak. atau para penjajah durjana. 178 341 . Imam Syahid menjadikan politik menjadi bagian dari tujuan utama yang diupayakan oleh jamaah. mendeklarasikan prinsip-prinspinya yang lurus. 317 416 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Selama daulah ini belum Agung. dan menyampaikan dakwahnya yang bijak kepada seluruh manusia.

kemasyarakatan. 251 Risalah. Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). karena Islam merupakan agama. hal. 107 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). agar terbentuk Negara Islam baru yang menegakkan dan menjalankan hukum-hukum ini terhadap umat manusia yang didukung oleh umat Islam.Kita ingin merealisasikan dua sasaran ini di Lembah Sungai Nil (baca Mesir). firman Allah:                 Artinya: 418 419 420 Risalah. di Negara-negara Arab.”420 "Ikhwanul Muslimin berusaha agar sistem Islami didukung oleh para penguasa. hal. Nahwa an Nur (Menuju Cahaya) 342 . dan di setiap Negara-negara Arab.tidak bisa diwujudkakn kecuali di bawah naungan sebuah pemerintah yang shalih. nilai-nilai dan ajaran Islam. dan menyaratkan kebebasan dan kemerdekaan yang sempurna. maka kalian harus menuntut dengan hak Islam untuk mendirikan sebuah pemerintah yang memperhatikan prinsip. dan akidah yang mempersatukan seluruh pemeluknya. Kehidupan mereka diatur oleh tuntunan syariah berdasarkan wahyu yang diturunkan Allah kepada Nabi-Nya.418 "Maka kalian harus menuntut dengan hak Islam untuk mendirikan sebuah pemerintah yang memperhatikan prinsip."419 “JIka tujuan-tujuan ini –perbaikan individu dan masyarakat muslim. nilai-nilai dan ajaran Islam. dan di setiap Negara yang telah disejahterakan oleh Allah dengan akidah Islamiyah.

Menghindari al Mu'biqat (perbuatan maksiat yang merusak) yang telah diharamkan oleh Islam. 206 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) 343 . setiap pegawai dan pekerjanya komitmen dalam melaksanakannya. riba dengan segala sesuatu yang berhubungan dengannya dari al Qimar 421 422 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI)."Kemudian kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu). jika Ikhwan mendapati di tengah umat terdapat orang yang siap memikul beban. Maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak Mengetahui. yang berdakwah dengan penuh keikhlasan kepada pemerintah untuk kembali kepada manhaj Islam. 3. Menghormati kewajiban dan syariat Islam. 2. "Untuk itu pertama-tama kami meminta kepada pemerintah Mesir. menunaikan amanat dan berhukum kepada sistem yang sesuai dengan manhaj Islam dan Al Quran. yang indikasi konkretnya antara lain: 1.S Al Jatsiyah: 18)421 • Ikhwanul Muslimin Tidak Ambisi Kekuasaan dan Tidak bermaksud menguasai pemerintahan: Imam Syahid berkata. (Q. maka mereka siap menajdi tentara. Imam Syahid berkata."422 Mereka adalah para duat prinsip dan akidah. zina dan segala sesuatu yang mengarah kepadanya. seperti Khamr (minuman keras) dan yang sejenisnya. kemudian kepada pemerintah Arab dan Islam untuk mengembalikan sistem kehidupan dan peradabannya kepada sistem Islam. dan hendaknya orang tua diantara mereka menjadi qudwah bagi yang lain. "Ikhwanul Muslimin tidak menuntut tegaknya pemerintahan untuk kepentingan dirinya dan kelompoknya. pembela dan penolongnya. hal. dan menggariskan kepada mereka jalan dan langkah yang dibutuhkan untuk itu. Mendeklarasikan bahwasanya ia adalah pemerintah Islam yang menerapkan fikrah Islam sebagai asas Negara secara resmi.

dimana terdapat pendidikan tarbiyah Islamiyah nasional. Menjadikan ajaran Islam sebagai landasan dalam setiap sikap dan kebijakan. yang mengharuskannya mampu mewujudkan tujuan utama ini. dan hendaknya pemerintah menjadi qudwah dalam hal ini. dan kami telah menyampaikannya. Imam Syahid menyebut tidak diberlakukannya syariat atau terlambatnya pemberlakukan syariat sebagai kejahatan dan pelanggaran terhadap hak kaum muslimin. 268 424 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). sementara pelaksanaannya berada di lembah yang lain. Syariat Islam seolah-olah berada di suatu lembah.424 423 Risalah. 6.423 • Keterlambatan Pemerintah (dalam menerapkan syariat Islam) Namun realitanya. yang dapat membentuk tabiat pelajar dengan nilai-nilai Islam dan membekali mereka dengan hukumhukum dan hikmah. hal. 5. 138 344 . Memperbaharui kurikulum pendidikan. Ya Allah saksikanlah. Namun. hal. kenyataannya kini tidaklah demikian. harta haram. sehingga beban yang dipikul oleh jamaah bertambah berat. Ia sebagaimana yang anda lihat. memberikan perhatian yang besar kepada pendidikan bahasa Arab dan sejarah. pemerintah belum menerapkan syariat Islam dengan benar. Inilah hak Islam terhadap kita.(Judi). Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). 4. 267. serta tidak berhubungan dengan masyarakat dengan cara-cara ribawi. Menjadikan syariat Islam sebagai referensi utama undang-undang. diamnya para pembaharu Islam dari tuntutan diberlakukannya hukum Islam adalah dosa besar yang tidak terampuni kecuali dengan mengambil alih pemerintahan dari tangan mereka yang tidak mau menegakkannya. Oleh karena itu. dengan tidak membolehkan praktek-praktek seperti ini dan tidak melindungi pelakunya dengan kekuatan hukum.

menetapkan keputusan hukum. Masyarakat hendaknya memahami hal ini dan menuntut kepada pemerintah untuk mendapatkan hak-hak keIslamannya.426 Merupakan kesalahan yang fatal ketika kita melupakan akar pemikiran ini.425 Namun. namun ternyata ketetapan ini tidak cukup bisa menghalangi para petinggi pemerintahan dan para tokoh politik untuk merusak citra Islam dalam persepsi dan pikiran khalayak. Mereka akan terus bekerja dalam rangka membersihkannya dari tangan-tangan penguasa yang tidak mau melaksanakan hukum Allah. sementara ia biarkan pemerintah memberlakukan hukum yang tidak diridhai oleh Allah.Ini adalah kalimat yang telah jelas. dan kalimat ini bukan dating dari kami sendiri. serta merusak keindahan Islam dalam realitas kehidupan. sehingga dalam prakteknya kita sering memisahkan agama dari urusan politik (meski secara teorotis kita mengingkari pemisahan seperti ini).yang bisa mengemban amanat dan menunjukkan kesiapannya untuk menegakkan nilai-nilai Islam. Kita tetapkan dalam UUDa kita bahwa agama resmi Negara adalah Islam. Ini merupakan kelemahan pertama dan awal mula kerusakan. maka tetaplah pemerintahan itu menjadi bagian dari manhaj Ikhwan. jika ternyata Ikhwan tidak mendapatkannya. tentang Sistem pemerintahan. 317. 345 . menggelar kajian ushul fiqih dan Fiqih praktisnya. dan 425 426 Ibid Ibid 427 Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). dengan keyakinan dan perbuatan mereka yang menjauhkan antara petunjuk agama dan muatan politik.427 Jika ada seorang pembaharu muslim yang sudah merasa puas hanya menjadi seorang ahli ilmu dan penasehat. Dan Ikhwanlah yang selama ini bekerja untuk itu. Kami hanya mempertegas apa-apa yang telah ditetapkan hukum Islam itu sendiri. hal. Sesungguhnya Ikhwan belum melihat suatu pemerintahan –baik pemerintahan yang sekarang maupun yang lalu.

yakni dengan jauhnya mereka dari penerapan manhaj Islam. Mereka juga harus menepati janji sosialnya dengan bangsa ini ketika menetapkan undang-undang dan menyuarakan bahwa agama resmi Negara adalah Islam. maka suara sang pembaharu tadi laksana teriakan di tengah lembah. Jika tidak. Kesetiaan ini akan melindungi negara dari berbagai ancaman sosial yang bertubi-tubi.mendorong rakyatnya untuk melanggar perintah-perintah-Nya. dan partai-partai politik di Mesir kecuali harus menepati janji syar'inya kepada Allah dan Rasul-Nya."429 Beliau juga menunjukkan tentang pengkhianatan pemerintah terhadap janji dan amanat yang dipikulnya. Pemerintah harus berterus terang kepada rakyat untuk menentukan sikapnya terhadap rakyat dan sikap rakyat terhadap pemerintah. Kemudian. serta mengumandangkan dengan lantang bahwa lembah Nil adalah pengemban. yang tidak ada hubungannya dengan Islam. Namun. mereka mesti komitmen dengan ajaran Islam. 428 429 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). niscaya kamu jumpai hakikat yang jelas di hadapanmu. "Maka tidak ada jalan lain bagi pemerintah Mesir. Kesetiaan ini juga akan mengembalikan ketenangan dan ketentraman ke dalam hati dan jiwa. di saat mereka mengucapkan dua kalimat syahadat. "Berterus teranglah dalam menjawab pertanyaan tersebut. maka berarti mereka telah ingkar janji dan mengkhianati amanat Allah dan amanat manusia. Sudah bukan waktunya lagi untuk menipu dan memperdaya. tidak digali dari sumber nilai Islam dan tidak pula disandarkan kepadanya. 188 346 .428 Imam Syahid juga menjelaskan tentang kondisi realita yang sesungguhnya. Seluruh aturan yang engkau jadikan pijakan dalam setiap urusan hidupmu adalah aturan buatan manusia belaka. hal itu menuntut kita untuk secepatnya mengubah berbagai sudut pandang dan situasi. hal. dengan mengatakan.

Penguasalah yang memudahkan jalan dan menyerahkan kepemimpinan kepada penjajah serta lebih mementingkan dirinya dari pada rakyatnya. mereka demikian antusias mengikuti jalan hidupnya. yang menghimpun berbagai sisi positif yang ada di seluruh aliran ideologi dan membuang sisi negatifnya. 303 431 Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). Akan tetapi.432 Adapun yang bertanggung jawab dalam kondisi ini adalah pemerintah dan rakyat. 196."430 • Tentang Tabiat Pemerintah terhadap Islam: "Namun kita tidak mendapatkan tegaknya suatu pemerin Islam yang bekerja untuk menegakkan kewajiban dakwah kepada Islam. mereka telah tunduk kepada pola pikirnya. Seperti ungkapan 'Orang yang tidak memiliki sesuatu tidak dapat memberikan apaapa'. kata-kata saja tidaklah berguna jika tidak disertai dengan amal. dan mereka berlomba menjilat untuk mendapatkan keridhaannya. baik yang pribadi maupun sosial telah kehilangan ruh Islamnya. tentu tidak mampu mengalirkannya kepada orang lain. Lalu ia persembahkan itu kepada seluruh bangsa sebagai ideology alternative dunia yang memberi solusi yang benar dan jelas bagi seluruh persoalan umat manusia. rumah tangganya serta urusan hidupnya. 197 432 Ibid 347 ."431 "orang-orang yang jiwanya. hal. dan penyeru risalah Islamiyah.pembela. dimanakah gerangan para pemimpin negeri kita ini? Mereka semua telah dididik di sarang pendidikan asing. Sungguh. hal. sehingga mengakibatkan tersebarnya penyakit di badan-badan 430 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). tidak kuasa untuk menyerukan nilai-nilai dakwah yang bertentangan dengan sasaran yang diseru.

melalaikan kewajiban. serta kehilangan kekuatan iman dan kekuatan jamaah. Bagaimana keluar dari kondisi ini. hal. Marilah kita keluar dari kondisi yang bobrok ini dan menggantikannya dengan sistem sosial yang lebih baik. dan kerancuan. 211. serta kekuatan tekad dan iman.pemerintah Mesir dan bahayanya melanda seluruh manusia: egoisme. 140 Ibid 348 . Imam Syahid berkata. Pemerintah yang berjuang dan bekerja untuk menyelamatkan rakyatnya dan rakyatpun mendukungnya dengan kesatuan kalimat. Al Quran dan Sunah Nabi-Nya. Mereka senantiasa bekerja dengan segala cara dalam rangka mengganti undang-undang semacam itu dengan syariat Islam yang adil dan utama. ketidakberdayaan. sehingga mereka menjadi mangsa santapan orangorang yang rakus dan ambisius. dan rakyat yang senang terhadap kehinaan. 212 Risalah: l Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). "suatu hal yang aneh dan tidak masuk akal jika undang-undang yang berlaku untuk umat Islam bertentangan dengan ajaran agamanya.433 Sedangkan tentang undang-undang yang menyimpang dari syariat Islam. ketidakadilan. maka kita masih memiliki Islam sebagai pelita dan cahaya yang membimbing kita. riswah (suap). di samping bertentangan dengan agama. silau dengan kebatilan. Undang-undang wadh'i (ciptaan manusia). di semua sisi perundangundangan. bermalas-malasan. Sistem sosial yang dijadikan asas dan dijaga oleh pemerintah. hal.435 433 434 435 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). teks-teksnya juga bertentangan dengan UUD Mesir itu sendiri yang menyebutkan bahwa agama Negara adalah Islam. mereka sekali-kali tidak akan pernah rela dan menyetujui undang-undang seperti ini. Hidup tak boleh putus asa dan putus asa tak boleh ada dalam hidup ini."434 Adapun Ikhwanul Muslimin. jawabnya adalah dengan jihad dan perjuangan. Jika umat-umat lain kehilangan pelita hidayah di masa-masa transisi. mengikuti hawa nafsu.

bersatu patu untuk menghadapi dan mengadakan perubahan dan reformasi. baik sebagai duta besar atau sebagai dalang.439 Sesungguhnya Ikhwan bersabar dan menahan dirinya dari hanya mengambil peran di pemerintahan sementara jiwa-jiwa masyarakat masih 436 437 438 439 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Maka pintu pertama proses perbaikan ini adalah kita melawan dua fenomena ini. seluruh kekuatan umat bersinergi bahu membahu. Karena jika tidak. Imam Syahid berkata."438 Tujuan asasi."436 "Syaratnya adalah kebebasan dan kemerdekaan. sehingga seluruh keinginan dan pelaksanaan pemerintah adalah sesuai dengan keinginannya. dan perubahan yang dikehendaki Ikhwan adalah perubahan secar total dan integral. hal. Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). tujuan luhur.• Perbaikan pemerintah yang komprehensif Mendirikan pemerintah Islam tidak mungkin dapat diwujudkan kecuali setelah membangun basis-basis yang menjadi pondasinya. dan mewujudkan kebebasan dan kemerdekaan negeri dari seluruh intervensi asing. hal. negeri-negeri Arab dan Islam adalah intervensi pemerintah asing. 237 Risalah. maka seluruh upaya akan sia-sia belaka. karena kalau tidak maka kita tidak akan mendapatkan apapun. melakukan perbaikan masyarakat dan menyiapkan mereka untuk menerima pemerintah tersebut dan membangkitan umat untuk meminta hal itu. agar masyarakat terbebas dari dua imperialis.205 349 . mewarnainya dengan shibghah Islam. 251 Ibid. hal. hal. "Namun kita menginginkan agar fikrah Islam mendominasi dan mempengaruhi semua kondisi. dan ini merupakan kelemahan yang tidak seharusnya terjadi di dalam pemerintah. 258 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI)."437 "Sesungguhnya faktor utama yang merusak tatanan kehidupan masyarakat Mesir.

"Kami tidak mengakui undang-undang apapun yang tidak berlandaskan prinsip-prinsip Islam dan tidak mengacu padanya.”440 Dengan demikian. 140 Ibid 350 .dalam keadaan demikian. Maka diperlukan waktu untuk penyebaran dan mendominasinya prinsip-prinsip Ikhwan. Imam Syahid berkata. hal. serta menolak semua undungundang yang bertentangan dengan Islam. • Sikap Terhadap pemerintah Sikap Ikhwanul Muslimin terhadap pemerintah yang tidak menerapkan syariat Allah dan menyimpang dari manhaj Islam adalah sebagai berikut: Tidak setuju dan tidak mengakui manhaj dan politiknya yang bertentang dengan syariat Islam dan Al Quran. lalu masyarakat akan belajar bagaimana ia akhirnya lebih mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan Pribadi.177 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). maka mereka tidak akan tergesa-gesa untuk mendirikan pemerintah Islam. hal. kecuali setelah memenuhi faktor-faktor dan rukun-rukun syariatnya."441 "Adapun Ikhwanul Muslimin. dan para pemimpin Negara."442 Diantara sarana untuk mengadakan perbaikan undang-undang adalah: dengan menyampaikan catatan kepada menteri keadilan.443 440 441 442 443 Ibid. serta keinginan masyarakat kepada pemerintah untuk menerapkan syariat Allah. 138 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). serta setelah sempurnanya fase-fase dan strategi. mereka sekali-kali tidak akan pernah rela dan menyetujui undang-undang seperti ini. hal.

bukan pertemuan di tengah jalan. Semuanya berada dalam koridor Islam. "Kalian akan memusuhi mereka semua di pemerintahan dan di luar pemerintah dengan permusuhan yang luarbiasa. jika mereka tidak menyambut dakwah kalian dan menjadikan ajaran Islam sebagai manhaj yang mereka jalani dan yang mereka amalkan. 164 351 . mentarbiyah masyarakat. hal 138 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). menyadarkan umat. konfrontasi politik. Imam Syahid menyebutkan tabiat dalam menghadapi dan menyikapi setiap yang menyimpang dari manhaj Islam dan mengadopsi syariat yang lain."444 Dan hal itu dilakukan dengan menyebarkan dakwah. 163. perjuangan melalui konstitusi. perjuangan politik. hingga pemerintah yang berkuasa condong kepada mereka. Imam Syahid menulis di pembukaan edisi pertama dari Majalah Al Nadzir tahun 1938 M. perincian pemikiran. "Kami akan memerangi setiap pemimpin partai atau organisasi yang tidak berjuang untuk Islam dan tidak memudahkan jalan untuk Islam untuk mengembalikan hukum dan kemuliaan Islam. yakni dengan menetapkan dan menjelaskan kepada mereka dengan jelas dan terperinci. nasehat dan maaf kepada Allah. Imam Syahid menyebutnya dengan. bukan tawar menawar atau diam terhadap penyimpangan terhadap syariat Allah."445 Beliau juga berkata. 164 446 Ibid. membentuk shaf mukmin yang kuat. fase kifah siyasy (perjuangan politik). dan mereka akan berupaya untuk membebaskannya dari tangan pemerintah yang tidak menjalankan perintah Allah. hal. "Kekuasaan merupakan bagian dari manhaj mereka. hal."446 444 445 Ibid. bukan perjanjian damai. Kami akan mendeklarasikan permusuhan yang tidak ada perdamaian dan tidak ada belas kasih. hingga Allah membukakan kebenaran di antara kita dan sesungguhnya Allah adalah Sebaik-baiknya pembuka.Imam Syahid juga berkata. atau membiarkan mereka.

Dalam risalah Imam Syahid yang beliau kirimkan kepada Mahir Basya (kepala pemerintahan waktu itu. serta bekerjasama dengan segenap kekuatan masyarakat untuk melakukan perbaikan umat dan mewujudkan kemajuan dan kemerdekaannya. adalah dengan mengembalikan negeri Mesir kepada ajaran Islam dan menerapkan prinsip-prinsip Islam dengan penerapan yang baik. tahun 1939).Sikap Ikhwanul Muslimin terhadap perlawanan dan pemisahan menggunakan sikap sebagai seorang pemberi nasehat yang mengasihi pemerintah dan organisasinya: "Sikap kami terhadap pemerintah Mesir dengan berbagai coraknya. jamaah Ikhwanul Muslimin maju dengan memberikan nasehat yang tulus. menjelaskan tentang pandangan Ikhwanul Muslimin dalam perbaikan. dengan program dan proyek-proyek perbaikan di pelbagai aspek. Adapun para rijal yang akan melaksanakan proyek perbaikan ini haruslah mereka yang dikenal menghormati dan menghargai fikrah ini." Untuk itu. Pemilihan rijal yang akan melaksanakan proyek ishlah ini lebih penting dan lebih utama dari proyek ishlah itu sendiri. hal. baik dari Barat maupun dari Timur yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan terdapat banyak kemaslahatan di dalamnya. 214 352 . Mudah-mudahan Allah memperbaiki kerusakan ini. bagaikan berbagai sikap seorang penasehat yakin 447 yang bahwa mengingkan apa yang kebaikan dan kelurusan. Karena sesungguhnya undang- 447 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). mengambil sari-sari penting dari fikrah yang lama dan yang baru. Ia berkata. meskipun dari pengalaman saya kami kehendaki berseberangan dengan mereka. "Ikhwanul Muslimin meyakini bahwa jalan satu-satunya untuk melakukan perbaikan. Spirit yang harus terkandung dalam fikrah perbaikan ini adalah bersandar kepada prinsip-prinsip dan dasar ajaran Islam.

Imam Syahid berkata. 299 449 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). kemudian dilanjutkan dengan penetapan nama dan muatannya. dll. hal. termasuk kemampuan menerjemahkan perkataan dan slogan-slogan dalam kerja-kerja konkret dan realisasi amal serta kadar pertentangan atau kedekatannya dengan fikrah Islamiyah. Walaupun demikian. dan melanjutkan perjalanan dakwah yang telah mereka tetapkan arah dan tujuannya demi mewujudkan masyarakat muslim dan pemerintah muslim. kami akan tetap berada posisi memberikan nasehat hingga Allah membukakan antara kami dan kaum kami kebenaran. Begitupula terhadap rijal yang akan melaksanakan dan menjalankan proyek ishlah tersebut. Setelah itu."448 Standar yang digunakan Ikhwanul Muslimin terhadap dakwah Ishlah ini –sebagaimana yang dijelaskan Imam Syahid. Walaupun Ikhwanul Muslimin mengetahui bahwa pemerintah tidak menyambut seruan ishlah.bergantung dengan spirit yang menjiwai dakwah tersebut. kadar disiplin dan keimanan mereka."449 448 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). 214 353 . Kemudian apa manfaatnya? Tidak ada Apa yang telah dihasilkan? Tidak ada Dan jawaban akan selalu sama setiap kali ditanyakan. dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baiknya pembuka (pemberi kemenangan). serta kadar keikhlasannya.undang pada hakekatnya adalah tergantung bagaimana hakim yang menjalankan dan menegakkan hukum-hukum tersebut. namun mereka tetap memberikan nasehat. "Kami telah membuat beberapa manhaj Ishlah untuk pemerintah Mesir dan menyampaikan beberapa catatan murni dalam banyak perkara yang menyentuh kehidupan masyarakat Mesir. hal.

450 Jika anda ingin mendapatkan perincian. dan seluruh kemampuan yang kami miliki di bawah organisasi atau pemerintah apapun yang bermaksud melangkah bersama umat Islam menuju ketinggian dan kemajuan. maka tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam melakukan maksiat kepada sang pencipta. untuk mendapatkan contoh dan model proyek perbaikakn Ikhwanul Muslimin. kecuali jika undang-undang yang berlaku adalah maksiat dan penyimpangan syariat secara jelas. Kami menerima undang-undang dan peraturan yang berlaku di masyarakat dan komitmen terhadap undang-undang tersebut. hal. kami akan menjawab seruan tersebut dan menjadi jaminan. kami justru akan melakukan perbaikan dan perubahan dengan menggunakan perjuangan secara konstitusi dan perjuangan politik. memberikan nasehat. 294 354 . Menuju Cahaya dan Agenda Persoalan Kita dalam kacamata Sistem Islam. karena terdapat kerusakan di sebagian besar atau beberapa pasal-pasalnya atau keringnya dari nilai-nilai Islam dan ajarannya. Dengan menyerukan reformasi dan perbaikan undang-undang.Kami akan menempatkan diri. potensi. tidak serta merta kemudian melakukan revolusi atau kudeta. sebagaimana undang-undang juga menetapkan bahwa Islam adalah agama Negara dan sumber utama konsitusi. memberikan kerjasama demi mengupayakan kebaikan untuk 450 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). dengan mentarbiyah masyarakat dan menyadarkan khalayak. menyampaikan gagasan-gagasan perbaikan. Oleh karena itu ia melakukan hubungan dan interaksi dengan pemerintah. namun hal ini tidak berarti kami menerima dengan ridha setiap kesalahan yang ada di dalamnya. Jamaah Ikhwanul Muslimin –sesuai dengan prinsip dakwahnya- berinteraksi dengan realita dengan tetap berupaya melakukan perubahan dan pengembangan kea rah yang lebih baik. silakan merujuk Risalah Pergerakan.

kami adalah penolongnya pendukungnya yang paling tulus.akan menjadi lawan atau menjadi kawan? Ikhwanul Muslimin memiliki kelebihan dari masyarakat pada umumnya. karena jamaah ini lebih mengutamakan nasehat daripada popularitas atau mendeskreditkan. dan sebaik-baiknya yang mengokohkan kekuatannya dan yang menolongnya untuk Islam. jika ia bekerja dengan maka Islam dan untuk Islam sesuai yang kondisi pertama dan dan kemampuannya. maka apakah seorang muslim –jika ia menjadi tertuduh. sesungguhnya sikap terhadap pemerintah-pemerintah ini tidak keluar dari dua hal. dan berusaha untuk menghilangkan setiap keragu-raguan dan syubhat seputar dakwah. membawa dakwah dan menyebarkannya dengan pelbagai sarana. pada waktu yang sama ia pun berupaya untuk menwujudkan visi-misinya. pertama. mengutamakan argument dan 355 . "Adalah salah besar orang yang menuduh bahwa kalian memusuhi pemerintah Islam atau lembaga sosial tertentu. melakukan usaha-usaha perubahan kondisi yang terjadi dan mempersiapkan proses berdirinya Negara Islam. membina individunya dan membentuknya sesuai dengan manhaj Al Quran. Kerjasama dan sinergi jamaah dalam pelbagai kesempatan tidak berarti ridha dan rela terhadap semua manhaj dan aturan yang bertentangan dengan syariat Islam dan yang tidak menerapkan prinsip dan ajaranajarannya. mentarbiyah masyarakat dan bangsa.masyarakat dan setiap bahaya yang mengancamnya. Yang kedua. Imam Syahid menjelaskan tentang aspek-aspek hubungan terhadap pemerintah. namun jika pemerintah membenci Islam dan membuat konspirasi terhadapnya. Jamaah Ikhwanul Muslimin juga melakukan dialog sebagai sarana untuk saling memahami dan bekerjasama. menyerukan dakwah Islam. mengutamakan perdamaian dan cinta dari pada perseteruan dan peperangan.

) bertanya." Seluruh manusia telah mengetahui –termasuk para pemimpin. "Untuk Allah. sesungguhnya Allah memperbaiki umat dengan satu orang dari mereka –jika Allah memperbaikinya-. cukuplah Dia sebagai wali dan penolong kami. karena sesungguhnya Allah memperbaiki banyak makhluknya dengan kebaikan pemimpinnya. para pemimpin muslim dan masyarakatnya. beliau berkata. Rasul-Nya. Kalian tentu tahu perkataan Rasulullah Saw. Mudah-mudahan ia ingat atau takut". 356 . Hasan Al Bashri berkata. kami (sahabat Rasulullah Saw.perkataan yang lembut daripada kekerasan dan anarkis. Agama adalah nasehat.           Artinya: "Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut.S Thaha: 44) Imam Syahid menjelaskan bahwa manhaj jamaah terhadap pemerintah adalah manhaj dakwah dan nasehat. kitab-Nya. "Jika seandainya aku memiliki dakwah yang diterima. untuk siapa yang Rasulullah? Beliau menjawab.bahwa berapa kali kami telah menyampaikan kalimat kebenaran yang tinggi membahana. Kami menganggap bahwa kita tidak senantiasa harus memusuhi pemerintah dalam setiap keadaan atau mengeluarkan mereka dari Islam. sedikitpun kami tidak berpaling dari hal itu. kami tidak takut selain kepada Allah. aku pasti menjadikannya untuk para pemimpin. kendati kami harus menerima tekanan dan kesengsaraan. (Q. menyampaikan dan mengenalkannya kepada mereka adalah sebaik-baiknya cara untuk mewujudkan dan sampai pada tujuan-tujuan dakwah dan menjadi jalan yang paling dekat untuk itu. "Dengan demikian kami meyakini bahwa dakwah terhadap para pemimpin. Ini merupakan ajaran Allah kepada para rasul-Nya.

tidak melihat atau berpikir atau bersandar kepada bantuan pemerintah. edisi 27. tidak berharap terhadap apa yang ada di tangan orang-orang kaya. murid-murid penjajah dan para makelar-makelar perusahaan asing. Apa sikap Ikhwanul Muslimin terhadap pemerintah baru (Parlemen Ali Mahir Basya)? Sebelum menjawab pertanyaan ini. partai politik adalah sikap para da'I bukan sikap golongan tertentu. "Para pendiri dakwah Ikhwanul Muslimin telah menetapkan di kedua mata mereka dua hakikat yang mereka pegang dan laksanakan serta manfaatkan dengan sebaik-baiknya. 145. siapapun itu.146 452 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). yang menggambarkan tentang sikap Ikhwanul Muslimin. daripada menjadikan mereka sebagai musuh dan rival para da'I. para politikus. Yaitu pertama. maka adalah sebuah kebodohan dan bukan bagian dari ajaran agama jika kaum muslimin mencela orang-orang yang ikut berperan menghalangi musuh mewujudkan ambisi mereka."452 Imam Syahid menyebutkan di dalam memoarnya.karena kadang-kadang pemerintah ikut berperan menghadapi musuh-musuh Islam yang kuat dan menggagalkan tujuannya. Kedua. hal. Mustahil kami bergabung di bawah panji golongan tertentu. yang menghalangi aktivitas mereka. Maka akan lebih baik jika para pemimpin bisa menjadi partner Ikhwanul Muslimin untuk mentarbiyah masyarakat dan mengarahkannya dengan ajaran-ajaran Islam yang produktif. siapapun adanya. atau di bawah pemimin tertentu. yaitu bahwa 451 Hasan Al Banna. hal. melalui makalah yang ditulis oleh Ustadz Shalih Asymawy di Majalah Nazhir. Abbas Asisi. Sikap kami terhadap pemerintah. Sikap-sikap dalam dakwah dan tarbiyah. karena masing memiliki pandangan dan jalan yang berbeda."451 Imam Syahid berkata. "para pembaca mungkin bertanya-tanya. kami ingin menyampaikan beberapa hakikat penting yang menjadi prinsip. karena sejak awal dakwah telah memperhitungkan bahwa mereka akan menjadi orang pertama yang menjadi musuh. -sebagai contohtentang sikap terhadap pemerintah Ali Mahir Basya. 272 357 .

292 Ibid. wa Muhammad rasulullah (Tiada tuhan selain Allah. Namun barangsiapa yang menentang dakwah Islam.Ikhwanul Muslimin bukanlah partai politik yang mendukung dan menolak pemerintah sesuai dengan maslahat dan kepentingan partainya atau sesuai dengan ambisi pribadi. Dan seyogyanya seorang muslim berprasangka baik terhadap saudaranya. hal. maka kami juga akan mendukung dan mendorongnya. dan tidak ada yang menghalangi kami untuk berprasangka baik terhadap pemerintahan Mahir Ali Basya dan menteri-menterinya. 292. dan menshibghah masyarakat Mesir dengan shibghah Islam. bekerja untuknya dan komitmen di atas nilai-nilainya di dalam diri dan di rumahnya serta berpegang teguh terhadap Al Quran di dalam kehidupan pribadi dan sosialnya. dan di dalam dua kondisi tersebut. Yang terakhir yaitu menebarkan Islam. dan kami tidak akan menetapkan sikap dan mengeluarkan keputusan kecuali terhadap pekerjaan. kami membenci dan mencintai semata-mata karena Allah. bukan perkataan. dan agama sepenuhnya adalah milik Allah. sebagai qudwahnya. dan menjadikan Al Quran sebagai undang-undangnya. yang mengarah kepada pembaharuan Islam. namun sebagaimana kami diajarkan oleh pengalaman untuk tidak percaya begitu saja dengan janji dan ucapan. 293 358 . sikap lama yang tidak akan berubah dengan pergantian parlemen dan tidak berubah dengan pergantian menteri. jelas arahnya. sosial. yang memiliki program yang jelas dan terperinci. serta menebarkan ajaran-ajaran Islam di seluruh aspek kehidupannya. dan Nabi Muhammad adalah rasulullah). maka kami akan menjadi musuh baginya. politik dan ekonomi. namun Ikhwanul Muslimin merupakan dakwah Islam yang menjadikan Allah sebagai tujuannya dan Nabi Muhammad Saw. baik syariat."453 Jadi sikap kami terhadap parlemen Ali Mahir Basya adalah sama halnya sikap kami terhadap parlemen atau pemerintahan yang lain. hal. Ia juga bertujuan untuk membebaskan setiap jengkal tanah yang selalu terulang kalimat La Ilaha Illallaah."454 453 454 Ibid. Barang siapa yang mendukung fikrah Islam. meninggikan panji Al Quran di setiap tempat hingga tidak ada lagi fitnah. tidak bekerja untuknya dan justru menghadang jalannya atau berupaya melumpuhkannya.

Karena di sisi Allah ada harta yang banyak. kami tidak menuntut dan tidak menolak.Imam Syahid juga berkata. 359 . Maka telitilah. sesuatu yang tidak memiliki pengawal maka akan hilang.S An Nisa: 94) • Asas Pendirian Negara Imam Syahid menjelaskan tentang dasar yang menjadi pijakan berdirinya Negara dan pemerintahan dalam Islam. dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia. Beliau berkata. sesuatu yang tidak memiliki pondasi maka ia akan hancur."                                   Artinya: "Dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu: "Kamu bukan seorang mukmin" (lalu kamu membunuhnya). lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. ketauhilah bahwa sesungguhnya syariah adalah pondasi. dan raja adalah pengawalnya. kami menginginkan kebaikan untuknya dan kami selalu memberikan maaf kepadanya. "Sikap kami terhadap seluruh organisasi adalah. begitu jugalah keadaan kamu dahulu." (Q. "Sungguh indah kata-kata Imam al Ghazali –semoga Allah meridhainya-.

"456 • Adab-adab Ikhwanul Muslimin dalam Melakukan konfrontasi Politik: Jamaah Ikhwanul Muslimin sangat menjaga dan memperhatikan – dengan tetap memberikan nasehat dan perlawanan terhadap segala sesuatu yang bertentangan dan keluar dari ajaran Islam.yang memelopori penerapannya. sehingga ia menjadi sebuah pemerintahan yang mengusung suatu misi (risalah Islam). sebuah undang-undang tak akan berguna jika tidak ada seorang hakim –yang adil dan bersih. atau pendidikan politik. menyebarkan mengokohkannya. bukan sekedar bagan struktural. Teks-teks ajaran saja tidaklah cukup untuk membangkitkan umat. atau kematangan politik. selama kaidah-kaidah pokok di atas tadi bisa diwujudkan (dimana tidak mungkin suatu hukum akan tegak tanpanya) dan diterapkan secara tepat sehingga dapat menjaga keseimbangan dalam berbagai situasinya (yang masing-masing bagian tidak mendominasi bagian yang lain)."455 Beliau juga berkata. kaku dan gersang tanpa ruh di dalamnya. menjaganya.Daulah Islamiyah tidak akan tegak kecuali bertumpu di atas pondasi dakwah. Dengan memelihara dan menjaganya akan tergapailah keberuntungan di dunia dan keselamatan di akhirat. keyakinan akan kelayakan sistem dan rasa kepedulian untuk menjaganya. Inilah yang dalam istilah politik modern kita kenal sebagai kesadaran politik. 319 360 . dan bukan pula pemerintah yang materialistis. atau istilah-istilah sejenis yang semua itu bermuara pada satu hakikat. Demikian juga.adab-adab Islami ketika berhadapan 455 456 dan berbicara dengan para pemimpin dan pembesar Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam) Ibid. Keseimbangan ini tidak mungkin bisa dipelihara tanpa adanya nurani yang selalu terjaga dan perasaan yang tulus akan kesakralan ajaran ini. Demikian pula dakwah yang tidak akan mungkin tegak kecuali ada jaminan dan perlindungan. hal. "Islam bukanlah slogan dan julukan semata.

karena yang akan mengalami kerugian dalam hal ini adalah rakyat dan mayarakat. menjaga kedamaian dan ketenangan kondisi politik serta terciptanya iklim kebebasan.457 Gerakan politik dan sikap-sikap reformis Ikhwanul Muslimin di dalam masyarakat tidak berlandaskan kepada perlawanan dan penentangan kepada pemerintah semata. sekuat apapun beban dan tekanan yang mereka dapatkan. "Demikianlah kami mengajak manusia. Tujuan mereka adalah Allah. Kebebasan dan kemerdekaan negeri merupakan salah satu target utama yang selalu diusung dan diperjuangkan oleh Ikhwanul Muslimin. menutup seluruh pintupintu fitnah. karena goncangan dan fitnah akan menimbulkan pengaruh negatif terhadap masyarakat dan melemahkan persatuannya. Ikhwanul Muslimin bekerja secara independen dan terlepas dari segala kekuatan yang mempengaruhinya. sebagaimana yang dicontohkan oleh Imam Syahid. serta akan berimplikasi buruk terhadap penyebaran dakwah dan kemajuannya. 217 lihat surat Imam Syahid kepada Nuhas Basya dan Raja Fuad. memberikan nasehat dan berupaya untuk tidak menyebabkan perpecahan dan menyulut perseteruan.pemerintahan. 457 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Ikhwanul Muslimin sangat istimewa dengan sikapnya yang menjaga persatuan nasional dan perdamaian dalam negeri. namun metode dan manhajnya lembut dan santun serta bijak dengan adab-adab Islam. dan mengarahkan mereka menuju kebaikan dan kebenaran. 361 . Jamaah Ikhwanul Muslimin sangat menjaga kemaslahatan Negara dalam banyak sikap dan prinsip-prinsipnya. karena hal itu merupakan bagian dari kemaslahatan Islam. dan mereka tidak akan bekerja selain untuk dakwah yang mereka bawa. yang lebih diutamakan dari kemaslahatan dan kepentingannya pribadi. hal. sebagai bukti kepada Allah bahwa dakwah telah sampai kepada mereka.

Setiap langkah mereka mencerminkan firman Allah:            Artinya: "Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Mereka tidak takut pada siapun kecuali kepada Allah. Sesungguhnya Aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu. dan jiwa mereka tidak tergantung pada kesenangan dunia yang fana ini. Hendaklah hal itu diketahui oleh siapa saja yang belum mengetahui. "Bukan sepenuhnya salah jika sebagian orang menyangka bahwa Ikhwanul Muslimin pada suatu masa dari fase-fase dakwahnya tempat mengikuti arus pemerintahan yang ada. Mereka menghendaki keridhaan Allah dan pahala-Nya di akhirat. hal. (Q. 191 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Mereka tidak tergiur dengan tahta dan kedudukan. tidak akan pernah terjadi."459 Ikhwanul Muslimin tidak bisa digiring dengan kesenangan atau ancaman. atau mewujudkan tujuan yang bukan tujuannya dan bekerja untuk manhaj yang bukan manhajnya."458 "Hari dimana Ikhwanul Muslimin menjadi tempat mewujudkan tujuan orang lain.S Az Zariyat: 50) Mereka meninggalkan berbagai pamrih dan ambisi menuju satu tujuan yaitu keridhaan Allah Swt. tidak 458 459 memperjuangkan dakwah yang bukan dakwah mereka. baik dari Ikhwan maupun dari yang lain. tidak Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). "Mereka tidak disibukkan oleh manhaj yang bukan manhaj mereka. atau menjadi alat suatu manhaj yang bukan manhajnya. hal.Imam Syahid berkata. 216 362 . tidak mengedepankan kepentingan pribadi dan duniawi.

kami berlindung kepada Allah di suatu masa menjadi kelompok yang menyerukan selain Al Quran dan ajaran Islam. dan dan hal inilah yang kami harapkan."461 • Karakteristik Pemerintah Islam yang dicita-citakan Pemerintah Islam bukan hanya slogan dan julukan semata. Dengan begitu ia dapat memainkakn perannya sebagai pelayan umat dan pekerja yang bekerja demi kemaslahatan mereka. jangan bekerja untuknya dan mintalah keutamaan dan kemurahan kepada Allah. 460 461 Ibid.tershibghah dengan warna selain Islam. 213 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Imam Syahid menggambarkan pemerintah Islam yang dicita-citakan oleh dakwah adalah: "Memperbaiki keadaan pemerintah. dan janganlah kalian menjadikan hal itu bagian dari target dan manhaj kalian. tidak terangterangan dengan kemaksiatan. Pemerintah Islam adalah pemerintah yang anggotanya terdiri dari kaum muslimin yang menunaikan kewajiban-kewajiban Islam. kami tidak menerima siapun kecuali anggota atau simpatisan Ikhwan. namun ia memiliki karakteristik dan sifat-sifat yang harus dipenuhi. jangan melihatnya."460 "Sampai sekarang wahai Ikhwanul Muslimin. 187 363 . baik bagi yang menjalankannya maupun manhaj dan metode yang akan digunakan. hal. sedikitpun kami tidak bergantung kepada pemerintah. yang berdiri di atas basis dan rukun-rukun yang harus terpenuhi pula. Maktab Al Irsyad tidak pernah mendapatkan perhatian apapun dari pemerintah. sehingga menjadi pemerintah Islam yang baik. dan konsisten menerapkan hukum-hukum serta ajaran Islam. hal.

Apabila ia mengabaikan kewajibannya. yang menerapkan undang-undang Islam dan menerapkan aturan462 463 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim) Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). 101 364 . Imam Syahid juga berkata. Tidaklah mengapa menggunakan orang-orang nonmuslim –jika keadaan darurat. hal. mempersiapkan kekuatan. dan mengajak manusia menuju petunjuk Islam. menyebarkan nilai-nilai ajaran. sebagaimana para ulama juga membolehkan pelimpahan beberapa jabatan di lembaga eksekutif.antara lain loyalitas dan ketaatan.Beberapa sifat yang dibutuhkan antara lain: rasa tanggung jawab. menjaga kesehatan. adil terhadap semua orang. serta menyebarkan dakwah. tidak tamak terhadap kekayaan Negara. menerapkan undang-undang. Beberapa haknya –tentu. selama sesuai dengan kaidah umum dalam sistem undang-undang Islam462. seperti Abu Bakar Shiddiq dan Umar bin Khattab. lalu –jika tidak ada perubahan. sebagai para sahabat Rasulullah Saw. Beberapa kewajiban yang harus ditunaikan antara lain: menjaga keamanan. membawa masyarakatnya. Tidak terlalu penting mengenai bentuk dan nama jabatan itu. mengokohkan mentalitas. kasih saying kepada rakyat. maka berhak atasnya nasehat dan bimbingan. jika telah ditunaikan kewajibannya. Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada khaliq."463 "Dan hendaknya daulah Islamiyah bisa ditegakkan di Negara merdeka ini. serta pertolongan terhadap jiwa dan hartanya. dan ekonomis dalam penggunaannya. "Setelah itu kami juga meninginkan pemerintah yang bisa membimbing masyarakat menuju mesjid. mengembangkan investasi dan menjaga kekayaan.bisa diterapkan pemecatan dan pengusiran. maka hal itu dibolehkan.asalkan bukan untuk posisi dan jabatan strategis. melindungi keamanan umum.

yang akan menjaganya. hal. 232 365 ."465 Tentang peran pemerintah Islam dalam skala internasional.aturannya. Imam Syahid berkata. dan menyampaikan dakwahnya kepada masyarakat dengan penuh hikmah. mendeklarasikank prinsip-prinsipnya yang mulia. dan kemajuan membangun kekuatan mempersiapkannya untuk memikul risalah dakwah Islam dan tujuantujuannya yang mulia di seluruh alam. "Kami berharap Mesir bisa menjadi Negara muslim yang mendukung setiap upaya dakwah Islamiyah. kaku dan gersang tanpa ruh di dalamnya. sehingga ia menjadi sebuah pemerintahan yang mengusung suatu misi (risalah Islam). diri. dalam pelbagai urusan kehidupan."466 • Tiang-tiang Penyangga Sistem pemerintahan Islam dan undang-undang konstitusi: 464 465 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). dan melanjutkan perbaikan individu dan rumah tangga di masyarakat dalam pelbagai aspeknya. berjuang untuk kebaikan mereka."464 "Dan hendaknya pemerintah ini melanjutkan manhaj dakwah dan mentarbiyah masyarakat dengan nilai-nilai Islam. 160 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam) 466 Risalah Pergerakan. melindungi kaum muslimin di seluruh penjuru bumi dari segala bentuk permusuhan. bukan sekedar bagan struktural. Beliau juga berkata. dan bukan pula pemerintah yang materialistis. "Daulah Islamiyah tidak akan tegak kecuali bertumpu di atas pondasi dakwah. menyebarkan dan mengokohkannya. hal. dan menebarkan kalimat Allah serta menyampaikan risalah-Nya. menyatukan seluruh potensi bangsa Arab. sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama semuanya milik Allah. menyempurnakan mewujudkan kemandiriannya ilmu. Demikian pula dakwah tidak mungkin tegak kecuali ada jaminan perlindungan. Dakwah Kami di zaman baru.

Imam Syahid menyebutkan bahwa terdapat tiga pilar utama yang merupakan kerangka pokok sistem pemerintahan Islam. Rasa tanggung jawab pemerintah Kesatuan masyarakat Sikap menghargai aspirasi rakyat Imam Syahid menjelaskan tentang kewajiban representasi umat dan keikutsertaan mereka dalam membina pemerintah secara benar dan keberadaan Majelis Permusyawaran (yang terdiri dari ahlul halli wal 'aqd). karena sistem sosial yang mereka yakini adalah satu. permusuhan. Di kalangan umat Islam tidak terdapat perbedaan dan persoalanpersoalan prinsip-prinsip antara satu dengan yang lain. 319 366 . karena ukhuwah –yang dengannya Islam telah mempersatukan hati mereka. Al Quran dan sunnah Rasulullah Saw. dan tidak akan terealisir iman kecuali dengan menegakkannya. dan fanatisme golongan. 318. Apa yang sudah ada nashnya tidak perlu dilakukan ijtihad terhadapnya. tidak akan menyebabkan kebencian. Namun hal itu tidak berarti menghalangi kebebasan menyatakan pendapat dan menyampaikan nasehat dari yang kecil kepada yang besar. "Umat Islam adalah umat yang satu. atau dari yang besar kepada yang kecil. hal. Beliau berkata. Sementara itu.adalah salah satu landasan iman. yaitu. Tidak ada kesempurnaan iman kecuali dengan ukhuwah."467 Ikhwanul Muslimin juga mendukung pemerintah yang menggunakan perangkat undang-undang konstitusi yang bersumber dari undang-undang Islam yang kekal. 467 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam). yakni al Islam yang telah dikenal luas oleh mereka. dan mampu mewujudkan musyawarah (syuro) Islam. perbedaan dalam hal furu' (cabang) tidaklah membahayakan.

dan semua ini sangat relevan dengan ajaran Islam dalam format undang-undang. Ikhwanul Muslimin bekerja keras dalam rangka memberi kejelasan pengertian teks- 468 469 Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Mereka tak hendak mengganti dengan sistem lain. Imam Syahid menjelaskan tentang Fiqih Islam.membutuhkan ketelitian dan penjelasan terhadap teks-teksnya yang memungkinkan adanya interpretasi yang beragam. "Prinsip-prinsip UUD Mesir bermuara para perlindungan terhadap kebebasan individu dengan segala variasinya."468 Imam Syahid berkata. hal 138 367 . Oleh karenanya Ikhwanul Muslimin berkeyakinan bahwa sistem UUD Mesir ini adalah sistem yang paling dekat dengan Islam disbanding dengan sistem UUD yang manapun di dunia ini. dan pada penjelasan akan batasan-batasan kekuasaan. namun mereka tetap mengambil manfaat dan segala sesuatu yang berguna dari undang-undang yang ada selama tidak bertentangan dengan hukum-hukum Islam.Mereka menganggap bahwa undang-undang konsitusi yang dikenal di dunia sekarang merupakan undang-undang yang sangat dekat dengan prinsip-prinsip pemerintah Islam dan nilai-nilainya yang mulia.469 Masalah ini –UUD. "Ia sangat luas dan fleksibel yang mencakup pelbagai bentuk dan ragam konsitusi dalam aktivitas politik. pada musyawarah dan ketundukan penguasa pada kehendak rakyat. Ikhwanul Muslimin tidak merelakan jika Islam dan prinsip-prinsip pemerintah Islam diganti dengan yang lain. pada tanggung jawab pemerintah kepada rakyat dan control mereka kepada program yang dijalankan. begitupula pola penerapannyan secara praktis. Oleh karena itu.

146 368 ."472 Dalam risalah Ikhwanul Muslimin (maret 1994 M) –yang berpegang terhadap syuro dan multipartai. Beliau menganggap perbedaan merupakan hal yang lumrah. adapun perbedaan pandangan cara yang merupakan sangat bentuk kesempurnaan dalam dan keberagaman pandang dibutuhkan mengungkap kebenaran dan sampai kepada sesuatu yang lebih baik dan lebih bermanfaat. terutama jika bisa disandingkan dengan semangat saling toleransi dan keluasan perspektif. sementara yang kita kritisi selama ini adalah kerancuan teks dan pola penerapannya.470 "Kami menerima prinsip-prinsip yang ada pada UUD tersebut karena ternyata sesuai dengan Islam dan bahkan bersumber darinya. ia menamakannya sebagai partai politik yang buta. serta jauh dari sikap fanatik dan sempitnya pandangan. Imam Syahid berkata. "Sebagaimana yang diyakini oleh Imam Syahid bahwa terdapat perbedaan antara kebebasan berpendapat. lembaga dan partai politik serta menyampaikan nasehat dan menuntut perbaikan kepada pemerintah.teks yang rancu dalam UUD Mesir dan memperbaiki metode yang digunakan untuk menerapkannya dalam negeri. Yang dilarang adalah pertentangan yang mengarah kepada kegagalan dan kelemahan. syuro dan nasehat –yang merupakan kewajiban dalam Islam."471 Imam Syahid menegaskan tentang kebebasan menyampaikan pemikiran dan mendirikan organisasi.dengan ta'ashshub terhadap pemikiran tertentu atau keluar dari jamaah serta melakukan hal-hal yang semakin memperluas jurang perbedaan antar umat. hal. walaupun begitu ia menolak perseteruan. pemikiran. permusuhan dan konflik partai yang dapat menghancurkan persatuan umat dan menjadikannya seperti kelompokkelompok yang saling bermusuhan. 470 471 472 Ibid Ibid Ibid.juga dijelaskan.

terlindungi dan jauh dari pengaruh penguasa atau pihak manapun. perlindungannya.dijamin untuk setiap penduduk negeri dan untuk setiap kelompok. lembaga. Pemerintah sebaiknya membiarkan masing-masing partai untuk bergerak dan menyerukan dan menjelaskan proyeknya masing-masing. 39 369 . yang notabenenya merupakan pilar-pilar penopang masyarakat. karena hal itu akan menjadi jaminan terhadap keselamatan masyarakat dan keistiqamahannya di atas jalan yang benar. serta persamaan hak di antara seluruh anggota masyarakat. serta teruji secara pemikiran. fiqih dan wawasan. ilmu.Oleh karena itu. dan tentang tidak perlu adanya pembatasan dari pemerintah terkait dengan kegiatan dan aktivitas kelompok dan partai politik. dan club-club serta pengumuman kepada khalayak dan dakwah kepadanya. Di dalam sirah Rasulullah Saw. Pusat Studi Islam. dan itu merupakan hak utama yang dimiliki oleh setiap individu masyarakat. dan khulafaur Rasyidin terdapat banyak keterangan yang menguatkan keterangan ini. selama manhaj Islam tetap menjadi aturan yang tertinggi. 38. baik muslim maupun nonmuslim. dan ini merupakan jaminan utama. 473 Pandangan Ikhwan tentang multipartai dan wanita. Undang-undang yang dijalankan seyogyanya dijalankan oleh hakim yang independen. Masyarakat memelihara juga seyogyanya serta harus dibina untuk untuk menjaga dan dan haknya berjuang mendapatkan menyempurnakan kekurangannya.473 Ikhwanul Muslimin menegaskan dalam pandangan dan manhaj mereka tentang urgensi terpenuhinya kebebasan masing-masing anggota masyarakat. laki-laki dan wanita tanpa ada perbedaan. hal. kami meyakini keberagaman partai di tengah masyarakat muslim. kemudian menggunakan prosedur syar'I yang sesuai terhadap siapa saja yang keluar dari prinsip-prinsip dasar yang tidak ada perbedaan antara para ulama dan ahli fiqih. Hak ini –pendirian partai.

merekalah yang memberikan amanah kepemimpinan kepada siapa saja yang mereka 474 475 kemaslahatan umum dari Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam)."474 Beliau juga berkata."475 Disebutkan di dalam risalah Ikhwanul Muslimin. sedangkan rakyat adalah tuannya. atau dengan slogan apapun. 318 370 . "Diantara hak umat Islam adalah melakukan kontrol terhadap pemerintah denga secermat-cermatnya dan menasehatinya jika dirasa hal ini membawa kebaikan. Ikhwanul Muslimin menggunakan syuro sebagai asas dalam pemerintahan.sehingga tidak ada penguasa yang menyimpang atau merampas hak ini darinya dengan hujjah apapun. ia merupakan sebuah kemestian bagi seorang kepala pemerintahan sedangkan umat merupakan sumber kekuatan pelaksanaan Negara. dan mereka melakukan muyawarah dalan setiap urusan mereka yang umum dan yang khusus demi mewujudkan keadilan dan melaksanakan hukum Allah serta kemaslahatan manusia. Pengawasan umat terhadap para pemimpin merupakan hal utama di dalam manhaj Islam dalam pemerintahan. "Pemerintah dalam menjalankan tugasnya dengan rakyat dengan rakyat dan menghargai bertanggung jawab kepada Allah dan rakyatnya. Sedangkan pemerintah hendaknya bermusyawarah aspirasinya. Diantara kewajiban umat adalah mengawasi kepala pemerintahan dan memberikan catatan padanya. Imam Syahid berkata. hal. Pemerintah adalah pelayan dan pekerja. 319 Ibid. dan memberikan implikasi buruk terhadap masyarakat muslimi. "Perintahkanlah kaum muslimin untuk bermusyawarah di antara mereka. Maknanya adalah bahwa umat adalah sumber kekuasaan. hal. hingga tidak terjadi kehancuran individu atau kelompok dari masyarakat dengan melakukan sesuatu yang melibatkan khalayak ramai.

478 476 477 Syuro dan multipartai. Penugasan yang diberikan umat Islam dijalankan hukumnya dan dibatasi oleh syariat Allah. mulitipartai dan wanita. yaitu sesuai dengan kandungan dan tuntunan syariat Islam.yakini agama dan amanahnya. "Umat Islam melakukan ibadah hanya kepada Allah semata. 34 371 . yaitu apa-apa yang telah ditentukan berupa pekerjaan yang harus dilaksanakan dengan penuh keadilan. atau untuk kemaslahatan manusia pada sesuatu yang diperbolehkan477. maka umat Islam tidak berhak memberikan tugas kepemimpinan suatu urusan kecuali terhadap sesuatu yang telah ditetapkan oleh syariat. potensi dan kemampuannya. hal. menyucikan hukum-hukum Al Quran dan sunah Rasulullah yang mulia. hal.476 Tidak boleh ada kepala Negara yang mengklaim ishmah (terjaga dari kesalahan) dan terlepas dari kemungkinan-kemungkinan keliru. karena sesungguhnya agama adalah pondasi. hal. pengalaman. bahkan meluruskan penyimpangan-penyimpangannya walaupun harus menggunakan pedang sekalipun. Batas ketaatan rakyat kepada pemimpin adalah selama perintahnya bukan maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya. Dengan demikian. meyakini bahwa manusia tidak memiliki kekuasaan selain apa yang telah diturunkan Allah kepada mereka. ihsan dan insaf. dan penguasa adalah pengawalnya. maka seluruh urusan harus diluruskan sesuai dengan muatan dan tuntunan hukum-hukum agama. namun justru dalam rangka melaksanakan hukum Allah dan syariat Islam. karena ia tidak boleh mendelegasikan sesuatu terhadap sesuatu yang tidak dimilikinya dan bukan haknya. semua ini harus berada dalam koridor dan batasan yang telah ditetapkan syariat. "Diantara kewajiban setiap individu muslim adalah meluruskan jika kepala Negara melakukan kesalahan. Jika ia memilih seorang wali untuk menjalankan keperluannya. sesuatu yang tidak memiliki pengawal maka akan hilang. 31 Ibid. sesuatu yang tidak memiliki pondasi maka ia akan hancur. Pusat Studi Islam. 33 478 Pandangan Ikhwanul Muslimin tentang Syuro. ilmu.

kami meyakini bahwa umat harus memiliki undang-undang tertulis yang sesuai dengan prinsipprinsip dan tujuan syariat Islam. 36. Sebagaimana kami melihat bahwa kepala Negara (presiden) tiada lain adalah wakil rakyat. Dalam kerangka undang-undang Islam. yang tidak menerima pembangkangan terhadap syariat Islam dan prinsip-prinsipnya. yang tidak boleh diperbaharui kecuali untuk waktu yang terbatas. Undang-undang Islami inilah yang kemudian memberikan legalitas dan alasan atas setiap sistem pemerintahan atau politik apapun. menjadikan pemerintah adalah permusyawaratan yang berlandaskan pemerintahan rakyat. yang memiliki keputusan yang mengikat dan harus dilaksanakan. Sebagaimana undang-undang Islam juga harus memuat prinsip-prinsip dan hukum-hukum yang memelihara dan menjaga kebebasan umum dan khusus setiap individu masyarakat. bahkan mengganti mereka jika hal itu diperlukan.Dengan demikian keseimbangan syariat Islam yang terpancar dari nilai-nilai ajaran Al Quran dan sunnah Rasulullah merupakan konstitusi tertinggi dalam pemerintahan Islam. 37 372 . baik muslim maupun non muslim. walaupun itu adalah sesuatu yang tersebar di kalangan manusia. maka kepemimpinan Negara harus dibatasi dalam batas waktu tertentu. hal. pelurusan dan pembenaran kebengkokan mereka dengan cara yang baik dan sukses. harus terwujud keseimbangan antara kekhususan (wilayah kerja) di pelbagai lembaga yang dikelola oleh Negara. yang membatasi dan menentukan tanggung jawab kepala Negara di hadapan rakyat serta metode evaluasi. Oleh karena itu. hal ini untuk menjamin tidak terjadinya kelaliman pemerintah. Hal ini tentunya membutuhkan keberadaan sebuah majelis perwakilan yang memiliki kekuatan legislatif dan pengawasan. sehingga masing-masing lembaga itu tidak berbuat lalim satu sama lain. yang merepresentasikan keinginan dan aspirasi rakyat melalui pemilihan umum yang bebas dan bersih.479 479 Ibid.

selama benar-benar mengarah kepada pemilihan ahlul Halli wal 'aqdi. Para pakar dalam masalah-masalah yang bersifat integral 3. dan Islam menyerahkan kepada umat untuk memilih bentuk dan sarana yang bisa merepresentasikan kelompok-kelompok ini. dan pemimpin organisasi. Yang kedua. "Sistem parlemen modern telah melapangkan jalan kea rah pembentukan ahlul halli wal 'aqdi dengan sistem pemilu (dengan segala variasinya) yang telah dirumuskan oleh pakar hukum. yaitu melalui ahlul Halli wal 'aqdi. yang pertama melakukan jaring aspirasi setiap individu masyarakat dalam setiap permasalahan.Imam Syahid menyebutkan bahwa penghargaan terhadap aspirasi rakyat serta kewajiban mengikutsertakan mereka dalam pemerintahan dengan optimal dan benar merupakan bagian dari rukun sistem untuk pemerintahan Islam. Mereka inilah yang boleh dimasukkan dalam kelompok Ahlul Halli wal 'aqdi. Beliau menyebutkan. hal. 328 Ibid 373 . dimana pendapat-pendapat mereka dalam fatwa dan istinbath hukum diperhitungkan umat.480 Kemudian juga termasuk bagian dari mereka adalah masyarakat yang memilih mereka untuk berperan sebagai wakil dan mengawasi jalannya pemerintah eksekutif. seperti tetua suku. tokoh masyarakat. 2. Mereka yang mempunyai posisi kepemimpinan di tengah masyarakat."481 480 481 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam). ini yang dikenal dalam istilah perpolitikan modern sebagai referendum. Islam tidak menolak sistem ini. "Terdapat dua cara melakukan hal ini. kita tahu bahwa orang yang memungkinkan untuk menjadi ahlul halli wal 'aqdi itu ada pada tiga golongan di bawah ini: 1. Sesungguhnya. Para ahli fiqih yang mujtahid. Imam Syahid berkata. Yang jelas dari pendapat para ahli fiqih.

Imam Syahid meyakini tentang urgensitas pengaturan pemilu dan peletakan beberapa aturan yang menjamin kesehatan dan kebersihan jalannya pemilu untuk merepresentasikan aspirasi rakyat. "Inilah yang dalam istilah politik modern kita kenal sebagai kesadaran politik. dan tidak memonopoli hanya untuk dirinya. Imam penerapannya. teks-teks peraturan secara menetapkan hukum dengan hal-hal mendasar dan prinsipil dengan pelbagai perubahan bentuk dan model. hingga kondisinya tidak berubah menjadi realitas yang serba palsu karena banyaknya politikus yang bermain dan membohongi masyarakat. Ikhwan berupaya mendirikan sebuah pemerintah Islam yang sesuai dengan karakteristik dan 482 483 Ibid. keyakinan akan kelayakan sistem dan rasa kepedulian untuk menjaganya. atau kematangan politik. Dan keseimbangan ini tidak mungkin bisa dijaga kecuali dengan nurani yang senantiasa hidup. 319 Ibid. Syahid tidak juga terpaku menegaskan pada tentang urgensi metode kaku."483 Ikhwanul Muslimin tidak membatasi pemerintah hanya pada kelompoknya. Beliau berkata.482 Begitupula dengan peran dan posisi wanita di parlemen. sehingga ia benar-benar sampai pada derajat kekuatan dan kesadaran yang tinggi. selama kaidah-kaidah pokok di atas bisa diwujudkan (dimana tidak mungkin suatu hukum akan tegak tanpanya) dan diterapkan secara tepat sehingga dapat menjaga keseimbangan dalam berbagai situasinya (yang masingmasing tidak mendominasi bagian yang lain).Sistem Islam dalam hal ini bukanlah slogan dan julukan semata. Imam Syahid sangat memperhatikan pembinaan kesadaran politik dan kematangan politik umat. 374 . atau pendidikan politik. atau istilah-istilah sejenis yang semua itu bermuara pada satu hakikat. dan kepekaan perasaan terhadap kesucian nilai-nilai ajaran ini. hal.

bukan sesuai dengan hawa nafsu dan ambisi serta keluar dari syariat Allah.demi mewujudkan kemaslahatan Negara dan umat. selama hal itu sesuai dan tidak melanggar hukum-hukum Islam dan syariatnya. Sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Islam dan koridor-koridornya yang berlaku. ia justru berupaya untuk mengikutsertakan orang lain dari masyarakat. Ikhwanul Muslimin melihat nilai positif terhadap meluasnya wilayah kerjasama dan kesepakatan antara aliran dan kelompok-kelompok yang beraneka ragam –terlepas dari perbedaan-perbedaan yang terjadi. Pusat Studi Islam. yaitu melalui pemilu secara regular 484. Mereka bersama masyarakat adalah pengawal dan pemberi nasehat kepada para pemimpin. serta tidak keluar dari prinsip-prinsip dasar dan tujuannya. begitupula dalam memberikan bantuan dan dukungan terhadap permasalahan Palestina dan menghadapi penjajahan Yahudi di buminya. hal. Seperti yang terjadi pada tahun 1948 M. Ikhwanul Muslimin menerima pergantian kepemimpinan Negara antara kelompok dan partai politik. mulitipartai dan wanita. bukan untuk kepentingan segmen tertentu. dimana Ikhwanul Muslimin mengajak untuk mendirikan kesepakatan nasional untuk menghadapi penjajahan Inggris terhadap Mesir. Dan hal ini membuktikan kadar keluasan tingkat toleransi 484 Pandangan Ikhwanul Muslimin tentang Syuro. Ia mengajak dan melakukan perjanjian dengan pelbagai simpul kekuatan Negara dan aliran yang beraneka ragam untuk mewujudkan dan menerapkan apa yang diinginkan oleh masyarakat. Rakyat bebas memilih siapa saja yang mereka ridhai untuk menjadi pemimpin sesuai dengan manhaj Islam dan syariatnya demi mewujudkan peran umat Islam. Dan hal ini terjadi pada abad modern ini secara berulang-ulang. Barang siapa yang keluar darinya maka telah keluar dari manhaj Islam dan undang-undang Negara. Diantara manhaj Ikhwanul Muslimin adalah.sifat-sifat yang ditetapkan oleh syariat. 39 375 . selalu menjaga untuk tidak sendiri memikirkan problem umat yang besar dan kemaslahatan Negara.

dan lebih optimal dalam meningkatkan supremasi hukum terhadap wilayah-wilayah kekuasaan yang lain. dengan keberagaman bentuk dan wilayahnya. kekuasaan eksekutif. 376 . kekuasaan peradilan. Seorang pemikir muslim. kekuasan pengawasan. dan di atas itu semua. hal ini karena hak legalitas dalam membuat undang-undang. tahun 2004 M. yaitu dengan menjadikan kekuasaan legislatif di atas Negara.485 485 Diantara tulisan Dr. Beliau berkata. maka hal itu adalah yang paling dekat untuk mewujudkan batas yang menyekat antara wilayah kekuasaan dalam pemerintahan. sistem pemerintahan ini mampu mewujudkan sekat yang jelas antara wilayah kekuasan dalam pemerintahan. Hal ini sesuai dengan gambaran para ulama tentang Ahlul halli wal 'aqdi.Ikhwanul Muslimin terhadap orang lain dan upaya mereka untuk menjaga persatuan umat dan keutuhan bangsa. dan kekuasaan yudikatif (peradilan). yaitu: Kekuasaan legislative (pembuat undang-undang). sebagai ganti dari tiga kawasan. kekuasan eksekutif. "Perbedaan antara kekuasaan hasil ijtihad fiqih dalam sistem syuro Islam dengan kekuasaan pengawasan. Muhammad Imarah yang dipublikasikan oleh Koran Al Akhbar tentang Konsep Syuro dalam Islam. Dengan demikian. Hal ini yang kemudian dapat membebaskan undang-undang dari rezim pemerintahan dan nafsu manusia. terdapat sekat yang jelas antara pemerintah legislatif dan pemerintah eksekutif. Muhammad Imarah menyebutkan tentang perbedaan ini di dalam manhaj permusyawaratan Islam. Dr. • Gambaran Sistem Politik Islam Fiqih Islam menjadikan pembagian kekuasaan Negara menjadi 4 (empat) kekuasaan. yang menjadikan kekuasan di dalam sistem pemerintahan Islam menjadi tiga wilayah. Adapun independensi kekuasaan yang khusus menangani ijtihad dan perundang-undangan dengan tetap komitmen terhadap hak legislatif.

kekuasaan pengawasan dan kekuasaan yudikatif.ketika ia dibaiat menjadi pemimpin kaum muslimin. pengawasan dan penelitiaan. dan memuhasabah pemerintah. serta meletakkan perlindungan dan penjagaan pelaku dan institusinya dari pengaruh dan tekanan apapun dari kekuasaan eksekutif. rasa tanggungjawab di hadapan. Abu Bakar Shiddiq –semoga Allah meridhainya. "Amma 377 . sebagaimana beliau juga menjelaskan tentang dasar pemisah antara kekuasaan yang mengakar dan terlihat secara jelas pada masa khalifah Amirul Mukminin Umar bin Khattab – semoga Allah meridahinya. mengawasi dan menghukumi. lalu pekerjaan itu terus berlanjut. keterwakilan rakyat di dalamnya.yang memisahkan antara kekuasaan yudikatif. Imam Syahid telah menjelaskan hal itu di dalam risalahnya Sistem Pemerintahan Islam. Ia tidak membiarkan kebebasan yang terbentuk adalah kebebasan secara simbiolis dimana kekuasaan eksekutif memonopoli hak legislasi. Partai atau kelompok apapun yang berhasil menduduki kursi pemerintahan eksekutif sesuai dengan keinginan rakyat.Pembahasan ini merupakan masalah ijtihad fiqih yang sangat luas. baik dalam setiap perkara kecil dan besar. Diantara asas sistem pemerintah Islam adalah. pengkhususan ahlul halli wal 'Aqdi dengan wilayah kekuasaan eksekutif. Seperti yang dikatakan oleh Khalifah pertama. namun pada akhirnya keberagaman ijtihad ini pada akhirnya akan bermuara pada nilai-nilai yang tetap. Sistem pemerintahan Islam meletakkan jaminan yang menjamin kebebasan kekuasaan legislatif (ahlul halli wal 'aqdi). pengawasan umat terhadap pemerintah. bagaimana ia memuhasabah. dengan kekuasaan eksekutif. yang menguatkan tentang perbedaan sistem politik Islam dan kadar perhatiannya terhadap partisipasi umat dan pengawasannya terhadap pemerintah. Sejarah Khulafaur Rasyidin menjelaskan bagaimana kekuasaan legislative dan yudikatif berbeda dengan kekuasaan eksekutif (khalifah) dalam pandangan dan ijtihadnya. tidak berarti kekuasaan-kekuasaan yang lain kehilangan kebebasan dan kesatuannya dalam menjalankan tugasnya.

jika kami melihat engkau melakukan penyimpangan maka kami akan meluruskanmu dengan pedang-pedang kami. Seorang pemimpin pemerintah dalam syariat Islam adalah representasi dari umat dalam mendirikan syariah. mereka memiliki hak untuk mengawasi dan mengontrol. serta bangkit bersama umat dalam pelbagai aspek serta menegakkan kebenaran dan keadilan di dalamnya. serta menggunakan pelbagai sarana-prasarana yang sesuai –dengan kondisi zaman dan waktu.untuk melaksanakan fungsi-fungsi pengawasan tersebut. "Demi Allah. namun jika kalian melihat aku dalam kebatilan maka tegur dan perbaikilah aku. dan mengawasinya dalam masalah keuangan Negara. Seorang pemimpin justru merupakan wakil rakyat dalam tugas dasarnya secara syar'I." Umar mengucapkan syukur kepada Allah. bukan berarti ia menjadi wakil Allah dalam kedudukannya sebagai pemimpin Negara. Penduduknya selalu meminta kepadanya dan memberikan evaluasi kepadanya tentang pelbagai hal. salah seorang penduduk berkata kepadanya. yang legalitasnya mengacu pada keinginana rakyat yang memiliki hak mengawasi dan mengontrolnya bahkan memecatnya jika ia keluar dari keinginan rakyat dan manhaj Allah. namun jika aku membangkang kepada-Nya maka tidak ada ketaatan kalian kepadaku. Jika kalian melihat aku berada dalam kebenaran maka bantulah aku." Begitu pula pada masa Khalifah Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya-. Kekuasaan ijtihad dan legislatif (Ahlul Halli wal 'aqdi) terdiri dari orangorang yang memiliki spesialisasi dan sifat-sifat keahlian khusus di pelbagai 378 . bukan pula menikmati hak Allah. Sesungguhnya aku telah dipilih untuk memimpin kalian sementara aku bukan yang terbaik di antara kalian. (karena kepemimpinan di bumi merupakan amanah untuk seluruh manusia). Taatlah kepadaku selama aku mentaati Allh. baik kecil maupun besar. untuk dirinya sendiri dan untuk umat.ba'du. yang terpelihara dari kesalahan. Hal ini semakin menguatkan tentang tanggung jawab pemerintah di hadapan rakyatnya.

dan mereka tidak memiliki wilayah kekuasaan terhadap lembaga kekuasaan yang lain. serta jaminan untuk aspirasi umat dan menghormati keinginan mereka. Anggota lembaga pengawasan (parlemen) ditetapkan melalui pemilihan langsung dari rakyat. yang paling mendasar adalah terpenuhinya kaidah-kaidah pokok dan rukun-rukun dalam ajaran Islam. serta mengelola usulan dan saran apa saja yang masuk dari lembaga eksekutif dan lembaga pengawasan (parlemen) untuk kemudian disiakan menjadi undangundang yang diinginkan. Hal ini sebagaimana dibenarkan oleh Fiqih Islam dan penerapannya sepanjangan sejarah khulafaur Rasyidin dalam bentuk pembagian kekuasaan antara lembaga-lembaga kenegaraan. Seperti pemisahan antara lembaga yudikatif 379 . lembaga legislatif bertigas menyusun legislasi perundang-undangan yang dibutuhkan di parlemen. sebagaimana yang ada dalam ideologi Barat-Kristen. karena di dalam Islam tidak ada istilah pemuka agama. Namun mereka dipilih oleh rakyat melalui pemilu. Slogan dan julukan tidak penting. Kekuasaan ini tidak terdiri dari rijal ad din (para pemuka agama). demi mewujudkan pemilu yang bersih dan kesatuan pemerintah eksekutif. maka perkara akan diputuskan oleh lembaga yudikatif yang independen dan memiliki spesialisasi khusus di bidang tersebut.kekuasaan di sini adalah milik rakyat sepenuhnya. dan cara pemilihan mereka diserahkan sepenuhnya kepada rakyat dengan sarana yang mereka tentukan sendiri.bidang. baik fiqih maupun spesialisasi khusus di bidang-bidang tertentu dalam kehidupan. Hal ini berbeda sekali dengan konsep Wilayatul Faqih –konsep ini termasuk yang ditolak oleh Ikhwanul Muslimin. Agama Islam memberikan peluang yang luas untuk berijtihad seputar sarana-prasarana dalam pelaksanaan pemilu yang sesuai dengan tuntutan zaman. yang masing-masing memiliki spesialisasi tersendiri dengan sifat-sifat tertentu. Ketika terjadi perbedaan. menyampaikan gagasan-gagasannya. Lembaga pengawasan memiliki hak tersendiri. ia boleh mengadakan interplasi dan mengkritik dengan sebab-sebab tertentu terhadap apa saja yang diputuskan oleh lembaga legislatif.

Adanya sifat saling menghargai pendapat satu sama lain. Demikian pula halnya pembagian antara lembaga pengawasan (dalam bahasa politik modern dikenal dengan parlemen) dan lembaga eksekutif. ia adalah kewajiban dan ibadah kepada Allah. Demokrasi dengan makna politiknya atau apa yang diperankan berupa partisipasi rakyat. bukan peraturan atau hak semata. dan selalu menyerang kelompok-kelompok minoritas yang berseberangan dengannya. menunaikan dan melaksanakan segenap keputusan yang dihasilkan. sesuai dengan apa yang diyakininya. Dimana seseorang menyampaikan pandangan dan gagasan dengan sangat jujur. yaitu adanya penentangan sejak kesempatan pertama atau membangkang melaksanakan tugas. Islam bahkan menambahnya dengan jaminan dan adab-adab yang 380 . komitmen terhadap pendapat mayoritas dan menerimanya sebagai pendapat sendiri. sehingga penerapannya berjalan bersih dan terhindar dari faktor-faktor kebencian dan permusuhan serta perseteruan partai. dimana seorang hakim menetapkan hukum kepada khalifah. ini adalah konsep kehidupan yang dipelajari oleh seluruh individu masyarakat dalam pelbagai aspek. Hal ini tidak seperti yang terjadi dalam demokrasi Barat. adalah sesuai dengan ajaran Islam dan sistem politiknya. Seseorang yang menerapkannya di lembaga-lembaga politik di kehidupannya. kebebasan memilih pemimpin. sama seperti ibadah sholat dan puasa. ia bukan sesuatu yang asing atau yang diadopsi dari orang lain. Konsep syuro dalam Islam merupakan sesuatu yang diharuskan. bahkan mungkin berbeda dengan pandangan partai atau kelompoknya. Dimulai dari keluarga kecil dan berakhir ke kepemimpinan tertinggi Negara. dan penghormatan terhadap aspirasinya.dan lembaga eksekutif. terbinanya jalinan ukhuwah dan rasa cinta antara sesama anak-anak bangsa. Ia merupakan rukun dasar dalam sistem politik Islam. Namun tetap dalam koridor adab-adab Islami. tanpa ada tekanan atau paksaan.

maka hal itu ditentukan berdasarkan mayoritas penduduk yang muslim. legislative dan yudikatif. dengan tidak mengeyampingkan atau menggantinya. begitu pula dengan kementerian delegasi (untuk misi perjanjian).memperluas wilayahnya dan demi mewujudkan keinginan yang dicitacitakan. Adapun untuk jabatan di kementerian eksekutif. Umat adalah sumber kekuasaan di dalam manhaj Islam. pengawasan. Kelompok minoritas non muslim memiliki hak penduduk negeri secara sempurna di masyarakat. terkecuali untuk jabatan kepemimpinan Negara. dengan tetap membuka pintu ijtihad disertai koridor-koridornya. Tidak ada perbedaan antara kita. Umatlah yang memilih pemerintah di masyarakat. sesuai dengan manhaj Islam dan undang-undangnya. semuanya memiliki persamaan di hadapan hukum. agar sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman. Perincian hal ini terdapat di buku-buku fiqih. Mereka mendapatkan apa yang kita dapatkan dan mereka memikul kewajiban sebagaimana kewajiban yang kita pikul sesuai dengan kaidah fiqih. yang banyak membahas tentang sistem ini. baik pemerintah eksekutif. di dalamnya terdapat seorang pemimpin. yang bertugas mengontrol konstitusi dan dan memecat pembuatan kepala pemerintah. undang-undang yang berijtihad dalam dalam 381 yang diperlukakn . Kami mengambil pendapat yang moderat sesuai dengan dalil dan hujjah. serta demi membantu pemahaman dan penjelasannya kepada masyarakat dengan tetap mengupayakan penggunakan nama dan istilah-istilah dalam Islam dan ajarannya. selama hal itu tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam. mereka mendapatkan hak politik yang sama sebagaimana yang diberikan kepada setiap penduduk. mereka mendapatkan hak yang sama seperti penduduk lainnya. Islam tidak melarang penggunaan nama dan istilah-istilah modern. yang memiliki kewajiban khusus terhadap agama Islam sebagaimana yang disebutkan para fuqaha. dan hal ini tidak bertentangan dengan sumber utama di dalam hukum dan prinsipprinsip Islam. maka para fuqaha membolehkan dari kelomok minoritas nonmuslim.

saling memahami serta menyampaikan dakwah dengan kebijakan dan hikmah. terhadap pemenuhan keinginan umat. berlandaskan atas asas cinta. dalam koridor hukum dan prinsipprinsip ajaran Islam serta koridor ijtihad. ia justru merupakan hak bagi setiap individu muslim dengan koridor dan kaidah-kaidahnya yang baku di dalam Islam. satu atau dua periode. dan ini merupakan jaminan dan pengawasan yang efektif di setiap sistem atau pemerintahan. atau ia merupakan ketetapan yang hanya dimonopoli oleh seseorang yang mengklaim ishmah (ma'shum) dari kesalahan. serta menghormati pilihannya yang merupakan prinsip dasar dalam sistem pemerintahan Islam. termasuk bagi kelompok 382 . Setiap muslim bertanggung jawab di hadapan Allah terhadap masyarakat Islam dan agama Islam. Sebagaimana Ikhwanul Muslimin juga sangat meyakini bahwa menghormati aspirasi rakyat dan memenuhi tuntutannya merupakan bagian dari rukun sistem politik Islam.kehidupan dan urusan-urusan pemerintah. Pembicaraan tentang hukum Islam bukan hak yang bisa dimonopoli oleh seseorang. Ikhwanul Muslimin meyakini kebebasan mendirikan lembaga-lembaga. atau memonopoli kebebasan dan pengakuan di masyarakat hanya pada dirinya. Hubungan mereka dengan masyarakat dan orang-orang yang berbeda pandangan dengannya. mereka tidak memenangkan pendapat yang mengatakan kepemimpinan Negara adalah seumur hidup. Ikhwanul Muslimin juga meyakini tentang batas maksimal kepemimpinan seorang kepala Negara. Hal ini semakin menegaskan tentang pergantian kekuasaan yang diyakini Ikhwanul Muslimin. Ikhwan telah menetapkan sikapnya ini di dalam nota baru mereka terkait dengan kerangka internal. Ia juga mengklaim dirinya sebagai penasehat umat. partai politik bagi setiap kekuatan dan aliran. walaupun hal itu berbeda dengan pandangan dan apa yang diputuskan oleh jamaah. mereka menjadikan rakyat sebagai hakim yang memutuskan siapa yang mereka pilih untuk memimpin Negara.

yang merupakan pengambil keputusan ketika sarana-sarana tersebut memberikan dampak negatif terhadap masyarakat. Begitupula dengan kebebasan beraspirasi dengan pelbagai sarana (baik dengan menerbitkan Koran dan media-media pers lainnya) di tengah masyarakat Islam. La dharara wala dhirar (mudharat tidak bisa ditolak dengan mudharat yang lain). Masyarakat Yahudi juga memiliki hak mendirikan lembaga dan muktamar. 383 . atau keluar dari yang disepakati oleh masyarakat (dari kaidah-kaidah keutamaan dan akidah umat). Diantaranya adalah muktamar yang mereka lakukan di salah satu rumah. Para sahabat Rasulullah Saw. dimana salah seorang Yahudi menolak perkataan Abu Bakar ketika ia menjelaskan secara panjang lebar tentang hakikat Allah. juga mendirikan lembaga kebajikan dan dakwah. Islam memberikan kaum wanita hak politik yang sama dengan kaum laki-laki. untuk menyampaikan keinginan mereka –dan Rasulullah memenuhi permintaan tersebutIni merupakan lembaga kewanitaan pertama dalam Islam. dan ini hanyat terbatas untuk kaum laki-laki. dengan keberadaan lembaga kehakiman yang adil dan independen. mereka adalah para Qurra (Ashab Bi'ru Ma'unah). Kebebasan sosial dan politik ini diatur oleh Islam dengan sistem yang sangat baik. karena dalam kepemimpinan tertinggi tersebut juga terdapat kepemipinan dalam shalat.minoritas dan kaum wanita tanpa ada halangan. Coba lihat bagaimana kaum wanita Madinah berkumpul dan mempelajari beberapa permasalahan mereka. dan jaminan itu diberikan kepada umat sejak masa Rasulullah Saw. dan dihadiri oleh Abu Bakar Shiddiq –semoga Allah meridhainya-. kecuali untuk jabatan kepemimpinan tertinggi Negara (Imamatun 'Uzhma). jumlah mereka sekitar 70 orang. perincian pekerjaan dan akitvitas mereka banyak diceritakan dalam buku-buku sirah. yang memiliki dasar pijakan secara syar'I. dan beberapa hal lain yang dijelaskan oleh para fuqaha. serta mengirimkan utusan kepada Rasulullah Saw.

panitia pemilu dan menetapkan Ali bin Abi Thalib –yang termasuk ahlul halli wal 'aqdi. Abu Bakar Shiddiq –semoga Allah meridhainya. dan pilihan terakhir dengan suara terbanyak menetapkan Abu Bakar Shiddiq sebagai khalifah yang menggantikan kepemimpinan Rasulullah Saw. Setelah penetapan pemilihan suara selesai.untuk menetapkan calon khalifah diantara mereka. Abdurrahman bin Auf juga meminta kepada kedua calon khalifah untuk memaparkan dan 384 . parlemen Madinah yang terdiri dari sahabat Rasulullah Saw. Lalu dalam pemilihan khalifah yang kedua. dari kelompok Muhajirin dan Anshor dalam sebuah pertemuan singkat di kediaman Bani Sa'idah. yaitu Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya-. di Madinah. Setelah disampaikan kepada khalayak dan mereka menyetujuinya. Setelah melakukan musyawarah dengan ahlul Halli wal 'aqdi. dan suara terbanyak menetapkan Utsman sebagai khalifah berikutnya. Sebagian besar masyarakat Madinah menyetujuinya. Abu Balar lalu menetapkan satu orang sebagai penggantinya. Seperti dalam proses pemilihan Khalifah Abu Bakar Shiddiq.dan di tengah sakit menjelang wafat.Para sahabat Rasulullah Saw. Sayyida Ali bin Abi Thalib –semoga Allah meridhai mereka-. namun tetap berada dalam koridor dan dasar-dasar syuro. Kemudian hal ini disampaikan kepada penduduk Madinah dan meminta memberikan tanggapan dan baiat. yaitu Abu Bakar Shiddiq dan Umar bin Khattab –semoga Allah meridhai mereka berdua-. Ia berdiri di jalan-jalan dan menghampiri beberapa rumah untuk meminta suara masyarakat. yang pertama Sayyida Utsman bin Affan dan yang kedua. Dalam prosesi penetapan khalifah yang ketiga. dua nama muncul sebagai calon khalifah. hanya beberapa orang saja yang menolak karena sebabsebab tertentu. lalu dilakukan proses baiat secara umum di mesjid. dan akhirnya mereka memilih dua calon khalifah. juga menggunakan pelbagai saranaprasarana dalam memilih khalifah yang akan memimpin umat setelah Rasulullah Saw. Kemudian Abdurrahman bin Auf berdiri untuk menyampaikan dua calon tersebut kepada masyarakat termasuk kepada kaum wanita dan para budak.

rakyat wajib mendukungnya. "Adapun perihal tanggung jawab pemerintah menurut sistem Islam. namun sebaliknya. jika 385 . Sistem pemerintahan Islam menerima dan mencakup semua konsep-konsep tersebut di atas. pada dasarnya yang memiliki adalah presiden (kepala pemerintahan). dan menegaskan tentang sikap mereka yang menghargai aspirasi rakyat. Walaupun sejarah penerapan sistem pemerintahan Islam lebih dekat kepada model pemerintah terpimpin (presidentil). namun model-model pemerintah yang lain secara umum tidak bertentangan dengan manhaj Islam. jika ia baik. jelas dan sangat istimewa. betapa pun keadaannya. Dasar delegasi tidak akan mengurangi wewenang dan kekuasaannya. "Bahwa kaidah sistem pemerintahan dalam Islam sangat sempurna. Persis sebagaimana yang dilakukan kaum muslimin pada masa daulah Islamiyah dengan sistem administrasi yang mereka adopsi dari Negara Paris dan Romawi setelah melakukan futuhat (ekspansi). lalu dilakukan baiat secara missal di mesjid. Terkandang ia mengambil sebagian dari konsep-konsep tersebut dan mengamandemen beberapa diantaranya. Dia punya hak untuk melakukan apa saja untuk kemudian menyerahkan penilaian prilakunya kepada masyarakat. Imam Syahid berkata. Kemudian dilakukan pemilihan terakhir untuk mendapatkan suara masyoritas ahlul halli wal 'aqdi serta masyarakara umum.menjelaskan program-program dan perencanaan mereka dalam pemerintahan. meskipun kedudukan presiden dalam pandangan Islam memiliki wewenang yang terbatas. Setiap khalifah yang terpilih selalu menyampaikan program- programnya secara rinci. dan ia bertanggung jawab secara penuh terhadap jalannya pemerintahan. Lalu bentuk pemerintah yang manakah yang paling ideal? Pemerintah terpimpin? Parlementer? Atau menggabung dua sistem ini? Maka kami katakana. selama berkesesuaian dengan prinsip-prinsip Islam dan tidak bertentangan dengan manhajnya. komprehensif.

sebenarnya tidak berbeda dengan agama-agama yang ada. Ikhwanul Muslimin tidak bertanggung jawab terhadap penerapan sistem pemerintahan dari orang lain yang mengangkat slogan-slogan Islam. dan hal ini menjadi rujukan dan standar untuk setiap sistem pemerintahan dan penerapannya. Karena sesungguhnya Ikhwanul Muslimin memiliki manhaj yang jelas dan berbeda dengan manhaj-manhaj yang lain. Islam tidak melarang seorang presiden melimpahkan wewenang eksekutifnya kepada yang lain untuk mengemban tanggung jawab ini.ia tidak baik."486 Sesungguhnya orang-orang yang ketakutan terhadap syariat Islam sebenarnya belum mengenal Islam secara baik. dan tidak menyelami kehidupan pada masa Rasulullah Saw. Diantara sarana yang digunakan Ikhwanul Muslimin dalam melakukan perjuangan konstitusi dan gerakan politik adalah mendirikan partai politik 486 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam). komitmen mereka yang cermat terhadap syariat Islam. Para ulama fiqih telah memberi dispensasi atas masalah ini dan membolehkan sepanjang tetap berada dalam kerangka menegakkan kemaslahatan umum. dan mereka tidak memikul beban kesalahan yang dilakukan oleh orang lain atau yang disebabkan oleh manhaj orang lain. Koridor dan kerangka yang ditetapkan oleh Islam untuk keselamatan masyarakat berupaka kaidah-kaidah keutamaan dan kaidah-kaidah yang lain. Dimana manhaj Islam bersumber pada sumber utama. sebagaimana dalam pemerintahan Islam masa lalu dikenal dengan Wizaratut Tafwidh (maksudnya kurang lebih sama dengan sistem cabinet parlementer yang dipimpin oleh seorang perdana menteri sekarang ini). pandangan mereka bahkan hanya terbatas fase-fase terjadinya penyimpangan dalam menerapkan syariat Islam secara benar dan menyeluruh sepanjang sejarah. dan Khulafaur Rasyidin. yaitu Al Quran dan Sunnah Rasul-Nya. bahkan hal ini merupakan kebutuhan manusia sepanjang zaman. pemahaman mereka yang washathiyah dan komprehensif. 323 386 . 322. hal. maka rakyat harus meluruskannya.

"487 Beliau menghadapi tekanan dari pemerintah. dan Ikhwanul Muslimin tidak tergesa-gesa melangkah dan menyimpang dari jalan yang telah digariskan oleh Imam Syahid. 487 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). walaupun secara praktek dan penerapannya sesuai dengan kaidah-kaidah Islam dan koridornya. • Menolak cara-cara kekerasan. tindak aniaya karena dakwah yang dibawanya. Adapun mengenai revolusi. walaupun hal ini bukan pada tempatnya. Revolusi dan kudeta Ketika pemerintah eksekutif condong kepada jamaah. maka Ikhwan memandang masalah ini secara hati-hati dan memperhitungkannya hingga detail. Kami bersandar sampai sejauh ini. dan hal ini sesuai dengan dustur (peraturan) yang ada dan tidak keluar dari koridor-koridornya. 136 387 . dan untuk menjelaskan aspek-aspek mendasar yang menjadi pijakannya. mengandalkan. dan istilah-istilah ini belum pernah digunakan sebelumnya di dalam buku-buku fiqih dan sejarah-sejarah klasik. yang menetapkan bahwa Islam merupakan sumber utama dalam perundang-undangan. namun untuk menegaskan tentang kedalaman dan keaslian sistem politik Islam. tiada lain adalah disebabkan karena penggunaan istilah-istilah politik kontemporer dan konteks-konteksnya yang terkini. Ikhwan tidak memikirkan. hal. Ikhwanul Muslimin menolak cara-cara kekerasan dalam pelbagai bentuknya dan menolak revolusi serta sarana-sarana kudeta terhadap pemerintah. yang program-programnya berlandaskan dari prinsip-prinsip syariat Islam dan tidak keluar dari undang-undang dan koridor yang dibuat oleh masyarakat. Imam Syahid berkata. apalagi meyakini manfaatnya.modern. dengan penuh kesabaran. "Revolusi adalah bentuk penggunaan kekuatan yang paling keras. Ketidakjelasan yang terjadi dalam beberapa hal. serta penangkapan. ini akan memudahkan berdirinya pemerintah Islam dan sistem pemerintahan Islam.

Manakala sebuah jamaah mempergunakan kekuatan fisik dan senjata. yang penting diketahui sebelum menggunakan kekuatan adalah mempertimbangkan dampak positif dan dampak negatif dari penggunaan 388 . sistemnya guncang. Dalam pepatah Arab "Alternatif terakhir dalam menyetrika". Ia tidak pernah menggunakan senjata dan tidak meneteskan darah manusia muslim. "Pola pikir dan cara pandang Ikhwanul Muslimin jauh lebih dalam dan lebih luas dari sekedar memandang kerja dan pemikiran secara formal. Mereka memahami bahwa peringkat pertama kekuatan adalah antara produk yang dihasilkan dengan target yang kekuatan akidah dan iman. yang tidak menukik pada kedalamannya. kemudian kekuatan kesatuan dan ikatan persaudaraan. "Apakah ajaran Islam memerintahkan umatnya untuk menggunakan kekuatan pada situasi dan kondisi? Atau. (maksudnya adalah penggunaan kekuatan itu sendiri merupakan solusi awal atau alternative terakhir?). dan cahaya imannya padam.ketegaran dan perjuangan secara konstitusi. lalu kekuatan fisik dan senjata. akidahnya lemah. dan tidak membandingkan ditetapkan. jihad politik dan upaya-upaya yang berkesinambungan. maka bisa dipastikan bahwa kesudahan akhirnya adalah kehancuran dan kebinasaan. Imam Syahid berkata. sementara ia dalam kondisi sel-selnya berserakan. apakah ia memberi batasan dan syarat-syarat serta memberi arahan dalam penggunaannya? Sesungguhnya pengobatan adalah kekuatan dengan bukanlah obat pertama yang dapat apakah menyelesaikan masalah. dan tidak pula menjadi hakim yang membagi-bagikan hukum kepada umat manusia.

Muhammad Tabi'I menulis dalam majalah Akhir Sa'ah (detik-detik terakhir) yang menggambarkan sikap Imam Syahid. padahal ia menginginkan demonstrasi damai. Yaitu saat menghadapi penjajah Inggris dalam perang pembebasan negeri. kemudian membangun pilar dasar kendati tidak bisa mencakup seluruh masyarakat. karena sesungguhnya menuntut pendirian Negara Islam dan perberlakukan syariat Islam bukan merupakan langkah pertama. hal. "Kemudian Syaikh (Imam Syahid) akhirnya mendengar kabar bahwa beberapa demonstran yang ikut dalam aksi tersebut mendapat cidera fisik. 189 Kami berbaik sangka demikian kepada beliau 389 . konsekuensi dan resiko yang mungkin timbul. paling tidak mencakup unsur-unsur dan kelompok yang memiliki potensi dan 488 489 Ibid. Inilah Syahid Sayyid Quthb489 menggambarkan kelompok yang ia bina ketika dipenjara tahun 1965 M. revousi.kekuatan itu. adalah ketika beliau menggelar sebuah demonstrasi yang menuntut pengusiran penjajah dari negeri Mesir dan Palestina. serta apa saja situasi.488 Dalam salah satu sikap Imam Syahid yang direkam oleh sejarah. bukan karena meyakini bahwa hak rakyat Mesir akan didapatkan dengan demonstrasi damai semata. dan kudeta dan tidak satupun Ikhwan yang menyimpang dari sikap ini. beliau sangat menyayangkan kejadian tersebut. dan beberapa orang demonstran mendapat cidera. namun beliau meyakini bahwa belum saatnya berjuang dengan mengorbankan darah. Seorang jurnalis. namun terlebih dahulu memindahkan komunitas masyarakat menuju pemahaman Islam yang benar. Ini adalah manhaj dalam perubahan. Kemudian terjadi bentrokan dengan pihak kepolisian dan keamanan Mesir. "Kami telah bersepakat atas komitmen untuk tidak menggunakan kekuatan untuk menggulingkan pemerintah dan mendirikan sistem pemerintah Islam dari atas. dan sikap Ikhwanul Muslimin terhadap cara-cara kekerasan. seluruh kekuatan dan kemurkaan harus disimpang hingga tiba waktunya yaitu Yaum Dam (hari berdarah).

dan semangat kami tidak akan lemah. Berbuatlah. Oleh karena itu. pengalaman masa silam dan masa kini telah membuktikan bahwa tidak ada kebaikan selain jalan dakwah yang kalian lalui. keberuntungan hanya milik orang-orang yang mau beramal.490 Imam Syahid juga menegaskan tentang urgensi kesabaran. segala puji kepada Allah Rabb alam semesta."492 Hal itu karena segala sarana yang kami butuhkan memerlukan persiapan yang matang. Allah akan beserta kalian dan Allah tidak akan menyia-nyiakan amal kalian. tidak tergesa-gesa dan tidak mempercepat peristiwa. Tidak ada produktivitas kecuali yang sesuai dengan khitah kalian. peluang waktu dan detik-detik untuk melaksanakan. semuanya diperhitungkan dengan waktu. janganlah terlalu spekulatif dengan slogan-slogan keberhasilan. hal. 269 390 . "Sungguh. 127 492 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Konsultan Salim al Bahnasawy. Darul Wafa 491 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). akivitas dan kesadara. janganlah kalian asal-asalan dalam menyalurkan potensi. hal.                          Artinya: "Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu.pengaruh dalam mengarahkan seluruh masyarakat agar tertarik dan mau beramal dalam mendirikan sistem pemerintah Islam.S Al Baqarah: 143)491 "Kami tidak putus asa. 237. Tidak ada ketepatan langkah kecuali pada yang kalian perbuat. Sungguh. (Q. hal. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.           490 Syubhat seputar pemikiran Islam kontemporer.

dan pengaruhnya terhadap lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan dan pemerintah di pelbagai level. Ini adalah surat yang dipublikasikan oleh Koran Ikhwanul Muslimin. hal. yang terlihat di dalam penyampaiannya objektivitas. menyebarnya basis-basis dakwah. bersiap-siagalah.205 495 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). 363 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI).Artinya: "Katakanlah: "Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat. maka dengan demikian akan terwujudlah kecondongan pemerintah terhadap gerakan dakwah.S Al Isra: 51)493 "Target jangka panjang membutuhkan kesabaran untuk menanti peluang. maka pikirkanlah. kokohkan. bertawakkal kepadanya. memberikan shibghah Islamiyah di pelbagai fenomena. 391 . banyaknya pendukung. dimana ia mengungkapkan kekagumannya terhadap Kamal At Turk. 493 494 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). dukungan dan sokongan mayoritas masyarakat terhadap dakwah. baiknya persiapan dan pembentukan. mengingatkan mereka terhadap pentingnya doa-doa di waktu sahur (sebelum fajar). kokohkan kesabaran. putuskan."494 "Ia adalah saat-saat menentukan dalam sejarah kalian." (Q. sabarlah. hal. 270 496 Bagian dari surat Imam Syahid kepada Nahas Basya dalam jumpa pers yang beliau sampaikan kepada beberapa media.496 • Tentang Metode Terwujudnya kecondongan pemerintah terhadap dakwah: Yaitu sejauh mana propaganda. persiapan dan keberterimaan masyarakat. matangnya pembentukan. hal."495 Imam Syahid senantiasa mengingatkan mereka untuk menyandarkan diri kepada Allah. kerjakan. bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. adab penyampaian dan perhatian terhadap urgensi hal yang ingin beliau sampaikan. betapa banyak orangorang berpakaian lusuh jika bersumpah (berdoa) kepada Allah dikabulkan.

Imam Syahid tidak membatasi gambaran konkret dan rinci tentang kecondongan tersebut; karena waktunya sangat tergantung pada kondisi dan peristiwa yang terjadi. Namun beliau meletakkan kaidah-kaidah dan batasan umum

sebagaimana di dalam disebutkan dalam risalah Muktamar Ke V. Proses terwujudnya kecondongan tersebut memiliki beberap kemungkinan: Hal mungkin bisa terwujud dengan keberpihakan pemerintah dalam beberapa poros utamanya serta keberadaan basis-basis strategis di bawah tekanan masyarakat. lalu jamaah tampil untuk menguasai beberapa sarana pengarah (yaitu dengan tekanan masyarakat secara damai, pengaruh basisbasis dakwah di lembaga-lembaga pemerintahan, kecondongan dan keberterimaannya terhadap kepemimpinan jamaah). Kemudian bisa jadi dengan kecondongan periodik (sementara), yaitu dengan sampainya para simpatisan dan pendukung jamaah di lembagalembaga strategis, diantaranya parlemen. Yang akhirnya mengantarkan kepada totalitas kecondongan dan keberpihakan pemerintah terhadap dakwah. Dan mungkin bisa terjadi penolakan dari beberapa penguasa untuk condong terhadap dakwah dan memenuhi permintaan masyarakat. Saat itu mereka akan berdiri di dalam lubang yang terpisah untuk melawan dan menekan rakyat. Sikap jamaah terhadap penolakan ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Syahid adalah dengan tetap menggunakan cara-cara elegan dengan perjuangan damai dan cara-cara konstitusi untuk menyingkirkan rintangan ini. Jika kelompok yang sedikit ini menggunakan kekerasan dan

penganiyaan terhadap kekuatan rakyat, maka sebagaimana arahan Imam Syahid bahwa jamaah tidak akan memulai penggunaan kekuatan, ia akan tetap menjaga setiap tetes darah setiap muslim dan selalu berupaya untuk menciptakan kecondongan pemerintah terhadap dakwah dengan cara damai, dan dalam kondisi seperti ini jamaah tidak akan melakukan reaksi terhadap
392

tindakan tersebut, kecuali setelah seluruh sarana-prasarana telah digunakan. Sebagaimana pepatah Arab, 'Obat penyembuh terakhir adalah setrika.' Imam Syahid berkata, "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin akan unjuk kekuatan ketika cara lain tidak lagi mampu berbuat banyak dan ketika mereka benar-benar yakin telah menyempurnakan iman dan kesatuan barisannya. Dengan demikian, tatkala menggunakan kekuatan ini mereka dalam keadaan terhormat dan penuh izzah, dan saat mereka siap menanggung resiko apapun dengan lapang dada sebagai konsekuensinya."497 • Sikap perbaikan: Tentang kekuatan dan individu yang duduk di pemerintahan dan menginginkan perbaikan; jika salah seorang dari mereka memimpin Negara dan menyampaikan keinginannya untuk melakukan perbaikan dan menerapkan syariat Islam, maka Ikhwanul Muslimin akan membantu dan menyokongnya, selama ia komitmen terhadap janjinya. Ikhwan akan memberikan nasehat dan menganggap hal itu sebagai salah satu jalan menuju perbaikan, dengan tetap mengetahui dan meyakini bahwa jalan yang benar untuk membina umat Islam adalah jalan yang panjang, jalan yang fase dan langkah-langkahnya jelas dan tertata dengan rapi, begitupula dengan metode mendirikan dan membangun Negara Islam. Oleh karena itu bantuan yang diberikan Ikhwanul Muslimin merupakan bagian dari perbaikan dan kerjasama dalam kebaikan, tanpa mundurnya jamaah dari dakwah, jalan dan misinya yang agung. Dengan segenap upaya untuk melakukan perbaikan dan memberikan bantuan kepada orang lain, jamaah juga tidak lengah dan tertipu oleh sloganslogan atau sikap-sikap yang menipu, propaganda-propaganda yang membawa kepentingan tertentu atau peristiwa-peristiwa yang direkayasa. Jamaah akan menyelami hakikat segala sesuatu, menimbangnya dengan
497

terhadap

kekuatan

pemerintah

yang

menginginkan

Lihat kembali Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal. 135

393

timbangan syariat dan melihatnya dari berbagai sisi. Sejarah yang dekat penuh dengan contoh dan model yang menunjukkan hal itu. Untuk memberikan dukungan atau pertolongan kepada siapa saja yang berupaya untuk melakukan perubahan secara parsial demi menghilangkan kerusakan serta menjalankan perbaikan sesuai dengan gambaran dan metodenya, memiliki syarat-syarat tertentu. Ibnu Qayyim menyebutkan kaidah syar'I dalam hal ini: Inkarul Munkar (proses menghapus kemungkaran) terbagi dalam empat derajat:

- Pertama: hilangnya kemungkaran sama sekali dan diganti
dengan kebaikan.

- Kedua:
-

berkurang,

jika

belum

bisa

dihilangkan

secara

keseluruhan. Menggantinya dengan kemungkaran serupa Menggantinya dengan kemungkaran yang lebih buruk

Dua derajat pertama: disyariatkan dalam Islam, derajat ketiga: merupakan ijtihad, keempat: diharamkan.498 Standar untuk setiap derajat ini dan hasilnya terkadang hanya bersandar pada perkiraan semata jika belum sepenuhnya yakin, dengan syarat hal itu tidak bertentangan dengan prinsip dakwah dan batasanbatasannya serta dengan kemaslahatan Negara, yaitu dengan menundukkan segala fasilitas yang digunakan dalam melakukan inkar munkar sesuai dengan timbangan syariat dan hukum-hukumnya. Begitupula dengan dukungan dan sikap-sikap jamaah dalam

membantu orang lain juga memiliki beberapa derajat, yang bermula dari sikap diam atau menolak hingga dukungan moril dan pernyataan sikap untuk memberikan dukungan tertentu sesuai syarat-syarat, baik dukungan langsung maupun tidak langsung, atau dukungan umum (solidaritas).

498

I'lam Muwaqqi'in, Ibnu Qayyim, 3/4

394

Ikhwan tidak bertujuan mendirikan pemerintah Islam melalui cara kudeta atau revolusi; hal ini bertentangan dengan manhaj mereka, baik dengan instruksi dari pemerintah bahkan melalui partisipasi sejumlah menteri atau dengan dukungan kuat dari parlemen. Maka tidak ada cara lain selain melakukan upaya untuk sampai ke lembaga-lembaga eksekutif untuk menyebarkan dakwah, memberikan pengaruh, berperan sebagai sarana perbaikan dan mengurung kerusakan, yang dapat membantu memudahkan proyek persiapan pendirian pemerintah Islam dengan perspektif yang komprehensif dan menyeluruh. Upaya mendirikan Negara Islam dan mewujudkan pemerintah Islam membutuhkan persiapan yang panjang, tarbiyah masyarakat, membina dan mentarbiyah pilar-pilar yang menopangnya, serta basis-basis yang menjadi pijakan pemerintah dan bangunannya yang kokoh, luasnya propaganda, serta tersebarnya basis-basis dan pendukung di pelbagai lembaga-lembaga strategis di masyarakat, dukungan dan bantuan dari masyarakat umum dan masyarakat muslim, waktu yang tepat dan cocok, serta persiapan khusus terhadap barisan dakwah hingga ia mampu mendirikan bangunan ini, memimpin dan melindunginya. Tanpa strategi dan langkah-langkah yang disempurnakan secara cermat, maka kita tidak akan sampai kepada tujuan yang dicita-citakan, alternatif atau jalan lain tidak akan mengantarkan pada tujuan, maka hanya akan berupa slogan-slogan dan selebaran tanpa ada bangunan hakiki yang akan membawa misi dakwah untuk mewujudkan target-target yang lain.

Kaidah-kaidah sistem Sosial dalam Islam Tentang manhaj ishlah sosial dalam Islam, Imam Syahid berkata, "Al

Quran adalah kitab yang sarat dengan asas-asas perbaikan sosial yang syamil (utuh dan menyeluruh). Asas-asas perbaikan itu adalah sebagai berikut: 1. Rabbaniyah;

395

2. Ketinggian kualitas jiwa manusia;

3. Penegasan terhadap keyakinan akan adanya jaza'(balasan) atas
setiap amal; 4. Deklarasi ukhuwah antar sesame manusia;

5. Bangkitnya

laki-laki

dan

wanita

secara

bersama-sama,

mengumumkan adanya takaful dan emansipasi serta menetapkan tugas masing-masing secara rinci; 6. Jaminan kepada masyarakat akan adanya hak hidup, pemilikan, lapangan kerja, kesehatan, kebebasan, pengajaran dan keamanan bagi setiap individu, serta menentukan sumber-sumber penghasilan;

7. Penentuan dua macam gharizah (kecenderungan): kecenderungan
untuk memelihara jiwa dan memelihara keturunan serta mengatur berbagai tuntutan yang terkait dengan makanan dan pemenuhan kebutuhan seksual; 8. Tegas dalam memerangi berbagai tindak criminal dan pelanggaran hak-hak asasi manusia;

9. Penegasan akan pentingnya wihdatul ummah dan mengikis habis
semua bentuk perpecahan; 10. Mewajibkan umat untuk berjihad memperjuangkan prinsip-prinsip Al haq yang digariskan oleh sistem ini;

11. Menjadikan

daulah

sebagai

sarana

bagi

perwujudan

dan

pemeliharaan fikrah, bertanggungjawab mewujudkan sasaransasarannya di masyarakat, dan mentrasformasikannya kepada sekalian manusia499;

12. Secara

sosial,
500

mendorong

ruh

izzah,

kemuliaan

dan

cinta

kebebasan.

Islam tidak membiarkan prinsip-prinsip dan ajarannya hanya menjadi teori, namun ia berupya menerjemahkannya dalam bentuk amalan nyata, yang dilakukan dan dipelihara oleh umat manusia.
499 500

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal.94 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam); Tentang masalah kenegaraan, hal. 310

396

Imam Syahid berkata, "Islam telah mewajibkan umat yang yakin dan percaya untuk menjaga amal-amal fardhu yang tidak ada alas an untuk menyia-nyiakannya. Amal-amal fardhu terpenting yang oleh sistem ini dijadikan sebagai pijakan untuk menanamkan prinsip-prinsipnya adalah: 1. Shalat, dzikir, taubat, istighfar dan yang sejenisnya;

2. Shaum, 'iffah, dan hati-hati menjaga diri dari kemewahan;
3. Zakat, shadaqah, dan infak di jalan kebaikan;

4. Haji, siyahah, rihlah, mengungkap dan menganalisa maklukmakhluk ciptaan Allah; 5. Mencari penghasilan, bekerja, dan diharamkan meminta-minta; 6. Jihad, perang, menyiapkan para tentara, dan merawat keluarga serta kepentingan mereka setelah mereka menemui ajal;

7. Amru bil ma'ruf dan memberikan nasehat; 8. Nahyu 'anil munkar dan memboikot pelaku kemungkaran;
9. Berbekal ilmu dan pengetahuan bagi setiap muslim dan muslimah dalam berbagai sisi kehidupan sesuai dengan kondisi; 10. Melakukan muamalah yang baik dan menjaga kesempurnaan prilaku dengan akhlak yang utama; 11. Memperhatikan kesehatan tubuh dan menjaga kebaikan indra;

12. Solidaritas sosial (yang timbal balik) antara pemimpin dan rakyat,
berupa ri'ayah (dari sang pemimpin) dan ketaatan (dari rakyat) pada waktu bersamaan.501 Oleh karena itu, seorang muslim dituntut untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban ini dan bangkit dengannya. Kewajiban-kewajiban ini telah diungkap dalam Al Quran, dijelaskan dengan sederhana dan praktis502, untuk memberikan manfaat dan atsar-atsarnya kepada manusia.

Kaidah Sistem Ekonomi dalam Islam

501 502

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal.95 Ibid

397

Imam syahid berbicara tentang warna dan corak ekonomi yang menyokong di zaman sekarang, baik kapitalis, sosialis, komunis, dan lain-lain. Beliau menjelaskan tentang keaslian dan keistimewaan sistem ekonomi Islam, dengan mengatakan, "Sebaiknya umat Islam segera melepaskan diri dari semua corak ekonomi tersebut, lalu memusatkan kehidupan ekonominya kepada tatanan Islam dan arahan-arahannya yang baik, serta menjadikannya sebagai acuan." Beliau juga berkata, "Sistem ekonomi Islam yang sangat penting teringkas sebagai berikut:

1.
2.

Islam memegang harta yang baik sebagai pilar kehidupan yang harus dipelihara, diatur dan dimanfaatkan. Kewajiban bekerja dan berprofesi bagi setiap orang yang mampu. Islam mewajibkan menguak semua sumber daya alam dan memanfaatkan semesta. semua potensi yang tersedia di alam

3.

4.
5. 6.

Islam mengharamkan semua profesi yang tidak terpuji. Mendekatkan jarak antara tingkatan sosial yang pada akhirnya menutup jurang antara si kaya dan si miskin. Jaminan sosial bagi setiap warga Negara, asuransi bagi kehidupan, dan upaya untuk mensejahterakan mereka. Islam menganjurkan infak pada semua lahan kebaikan, terciptanya kepedulian sesama warga Negara, serta saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa.

7.

8.

Menjunjung tinggi nilai harta dan menghormati hak milik pribadi selama tidak bertentangan dengan kepentingan umum.

9.

Mengatur transaksi permodalan dengan undang-undang yang adil dan santun, serta melakukan pengawasan yang ketat terhadap modal.

398

10.

Penegasan

terhadap

tanggung

jawab

Negara

untuk

melindungi sistem ini.503 Imam Syahid menegaskan tentang urgensi kebebasan negeri, dan kekuasaannya terhadap aset-aset ekonomi, dan beliau menolak dengan keras dominasi penjajah asing terhadap sumber-sumber kekayaan negeri. Imam Syahid berkata, "Mereka telah menancapkan cakar-cakarnya pada sumber-sumber kekayaan negeri, baik secara berserikat maupun sendirisendiri. Industri dan perdagangan, perusahaan-perusahaan umum, serta badan-badan usaha vital lainnya sebetulnya telah berada di tangan orang asing-asing. Mereka adalah orang-orang asing yang mendapatkan kewarganegaraan Mesir sebagai simbol, padahal mereka masih mencintai negerinya dan memboyong banyak keuntungan ke negerinya.504 Imam Syahid mengungkapkan tentang kekayaan dan sumber alam negeri jika penggunaannya bisa dioptimalkan, "Sesungguhnya, negeri ini tidak miskin. Bahkan bisa jadi negeri ini adalah negeri paling kaya dengan kekayaan alam dan hasil bumi yang bermacam-macam, yakni yang dihasilkan oleh pertanian, laut, peternakan, pertambangan, serta sungai nil yang menakjubkan dengan lembahnya yang sangat subur. Semua itu merupakan karunia Allah Swt. kepada Mesir dan penduduknya sejak dahulu." Beliau juga mengingatkan tentang bahaya krisis ekonomi, dengan mengatakan, "Tidak ada sesuatu yang dapat menggerakkan batin, menyibukkan pikiran, dan menyakitkan perasaan, selain keterhimpitan materi. Problem ini dapat mencekik rakyat dan menghalanginya dari mendapatkan kebutuhan hidup yang bersifat primer, apalagi yang skunder. Tidak ada problematika ekonomi yang yang lebih pelik daripada problem roti. Tidak ada bencana yang lebih berat dirasakan daripada bencana kelaparan dan kemiskinan. Tidak ada keperluan hidup yang lebih mendesak daripada kebutuhan akan bahan makanan pokok."505
503

Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam), hal. 340 504 Risalah Pergerakan, Sistem Ekonomi, hal. 338 505 Ibid, hal. 337

399

Imam Syahid menjelaskan tentang urgensi jaminan sosial untuk setiap warga negara, ia mengatakan, "Islam telah menetapkan bahwa setiap warga Negara berhak mendapatkan jaminan sosial, ketenangan, dan penghidupan yang layak; bagaimanapun kondisinya, baik ketika dia mampu melaksanakan kewajibannya sebagai warga Negara, maupun ketika tidak mampu melaksanakan kewajibannya dikarenakan halangan tertentu. Begitupula pembangunan berkewajiban halnya dengan tanggung Imam rakyat jawab Syahid dengan Negara terhadap "Islam

sistem

ekonomi

Islam.

berkata,

menegaskan tanggung jawab Negara untuk melindungi sistem ini. Negara menggunakan kekayaan sebaik-baiknya, memungut dengan cara yang baik dan menggunakannya dengan cara yang baik pula, serta adil dalam menggalinya. Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya- pernah berkata yang maksudnya adalah sebagai berikut, "Sesungguhnya harta ini adalah milik Allah, sedangkan kalian adalah hambahambanya." Imam Syahid menegaskan tentang urgensi independensi mata uang dan pengaturan transaksi harta benda, ia berkata, "Islam mensyariatkan pengaturan atas transaksi harta benda dalam batas kepentingan pribadi dan masyarakat, menghormati semua perjanjian dan kesepakatan, serta pengawasan yang ketat terhadap masalah uang dan penggunaannya. Bahkah, fiqih Islam membahas masalah ini dalam bab tersendiri, yakni mengharamkan tindakan 'main-main' dengan uang, misalnya sharf506 dang yang sejenis." "Fenomena ketertipuan yang jelas, terlihat pada bangsa Mesir yang bersedia menyerahkan tenaga dan kekayaan mereka dengan imbalan beberapa lembar kertas yang tiada berharga kecuali dengan jaminan dari Inggris."

506

Sharf adalah pertukaran antara dua mata uang dengan aturan tertentu. Hal ini bisa didapatkan dalam kitab-kitab Fiqih.

400

"Jika Mesir membulatkan tekad dan mengatur semua anggaran belanjanya, tidak diragukan lagi ia akan mendapatkan kemandirian mata uangnya." "Kita telah melepaskan diri dari mata uang Pound (sterling), kita juga telah memikirkan perihal dominasi bank swasta, dan kita juga telah menuntut pemerintah Inggris untuk segera mengembalikan pinjamannya kepada kita. Semua ini merupakan proyek pengamanan terhadap uang Mesir."507 Imam Syahid juga berkata, "Prinsip-prinsip yang kita ajukan ini mengendaki adanya perhatian secara serius terhadap perlunya nasionalisasi perusahaan-perusahaan tangan-tangan asing dan penggantian modal asing dengan modal bisa nasional, selama hal itu memungkinkan dan membersihkan diri dari dominasi terhadap sarana-sarana umum kita. Tidak dibenarkan sama sekali jika tanah, bangunan, angkutan air, penerangan, transportasi dalam dan luar negeri, sampai garam dan soda, semua dimiliki oleh perusahaan-perusahaan asing yang modal dan keuntungannya mencapai jutaan pound. Sementara penduduk pribumi tidak mendapatkan apa-apa kecuali hanya kesengsaraan semata."508 Begitupula dengan mengutamakan dan mendorong perusahaan-

perusahaan dalam negeri Islam. Imam Syahid berkata, "Dalam bidang ekonomi, kita harus merasa cukup (dan sementara membatasi diri) dengan apa yang ada di negeri kita dan di negeri saudara-saudara kita dari bangsa Arab dan kaum muslimin (tidak perlu minta bantuan ke Negara lain)."509 Diantara kaidah sistem ekonomi Islam adalah memerangi kerusakan dalam pelbagai bentuknya. "Sebagaimana Islam mengingatkan umat dalam memanfaatkan kekuasaan pemerintah dan wewenang, melaknat orang-orang
507 508

Risalah Pergerakan, Sistem Ekonomi, hal. 345 Ibid, hal. 346 509 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam); Tentang masalah kenegaraan, hal. 347.

401

yang menyuap dan yang disuap, mengharamkan hadiah atau upeti kepada kepala kepala pemerintah atau para pemimpin. Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya- mengambil kelebihan harta kekayaan yang dimiliki oleh para pegawainya, dan berkata kepada salah seorang dari mereka, "dari mana kalian mendapatkan ini? Sesungguhnya kalian telah mengumpulkan api dan mewarisi kehinaan, seorang wali tidak boleh mengambil kekayaan umat, kecuali hanya sedikit sesuai dengan kebutuhannya. Imam Hasan Al Banna menjelaskan tentang bangunan sosial yang kuat dalam pertumbuhan ekonomi, begitupula dengan terwujudnya keamanan dan ketenangan untuk setiap warga Negara. Beliau berkata, "Tidak ada yang aneh dalam hal ini, sesungguhnya fenomena kehidupan tidak terbagi-bagi, kekuatan adalah kekuatan yang terdapat di dalamnya secara keseluruhan, dan kelemahan adalah kelemahan yang terdapat di dalamnya secara keseluruhan."510 Imam Syahid juga sangat memperhatikan tentang nasionalisasi perusahaan-perusahaan dalam negeri, sebagaimana ia juga mendorong industri-industri rumah tangga, serta memberikan perhatian terhadap proyek-proyek nasional dan membuat basis produksi yang kuat serta memberikan perhatian terhadap produksi senjata dan mandiri dalam mengelolanya. Imam Syahid berkata, "Mendorongnya berdirinya industriindustri rumah tangga dan mengurangi kebutuhan-kebutuhan skunder." Beliau juga berkata, "Memanfaatkan sumber daya alam secara cepat dan produktif, dan memberikan perhatian terhadap proyek-proyek ekonomi nasional, perubahan menuju era industri -hal ini merupakan bagian dari ruh Islam- mendirikan pabrik-pabrik senjata dan mandiri dalam mengelolanya."511 Imam Syahid menyerukan untuk mengadakan pengelolaan terhadap usaha pertanian dan perpajakan, demi mewujudkan keadilan dan kesejahteraan di tengah masyarakat. Beliau berkata, "kami membatasi
510 511

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal. 106 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam); hal. 347-349

402

"Oleh karena itu. dan menggatikan mereka dengan yang lebih berhak di masyarakat dan mendorong pemilik modal kecil. Beliau juga berkata.pemilik modal besar. Semua saya rangkum dalam penjelasan yang sangat ringkas. "Penertiban pajak sosial. diantara karakteristik agama Islam adalah relevan bersama perjalanan zaman dan umat."512 Demikianlah hakikat sistem ekonomi Islam dan beberapa ringkasan dari kaidah-kaidah yang ada padanya. Islam juga tidak mengabaikan untuk mengambil manfaat dari beragam sistem yang baik yang tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah Islam dan prinsip-prinsipnya. yang semakin luas sesuai keingianan dan tuntutan."513 512 513 Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Apabila kita mau menjadikannya sebagai pedoman dan berjalan bersama sinarnya. yang pertama adalah zakat dan memerangi praktek riba. Setiap kaidah dari kaidah-kaidah tersebut membutuhkan perincian yang dapat ditulis dalam berjilid-jilid buku. tentu kita akan memperoleh banyak manfaat dan kebaikan. hal. 121 403 .

maka kami akan menuntut kemerdekaan dan membebaskannya dari imperialis asing yang zhalim. adalah bagian dari Negara kami (Islam).Bab X Tentang Tujuan Pembebasan Negeri-negeri Muslim Mengembalikan Eksistensi Negara Mendirikan Khilafah Memimpin Dunia Tentang Tujuan Pembebasan Negeri-negeri Muslim Mengembalikan Eksistensi Negara Mendirikan Khilafah Memimpin Dunia • Urgensi Khilafah dan Upaya Mendirikannya Kembali Imam Syahid berkata. kami akan berjuang untuk memperjuangan hal itu dengan sepenuh kekuatan yang kami miliki. Negara yang membentang dari 404 . "Setiap jengkal tanah yang di atasnya ada seorang muslim yang mengucapkan Tiada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad rasulullah.

Hingga dating hidayah Islam sebagai agamanya. sistem dan kondisi yang telah ditetapkan Al Quranul karim. dan memiliki andil positif di dunia internasional. dan perincian segala sesuatu yang terkait dengannya adalah bukti nyata bahwa diantara kewajiban kaum muslimin ialah menaruh perhatian serius untuk memikirkan masalah khilafah. Oleh karena itu. Ia merupakan identitas Islam yang mana kaum muslimin wajib memikirkan dan menaruh perhatian dalam merealisasikannya. para sahabat lebih mendahulukan mengurus masalah kekhilafahan daripada mengurus jenazah Rasulullah Saw. sampai mereka menyelesaikan tugas tersebut (memilih khilafah) dan menyelesaikannya dengan mantap. persatuan dan kedamaian. Banyaknya hadits yang menyebutkan tentang kewajiban mengangkat imam. variatif. Ikhwanul Muslimin menjadikan fikrah tentang khilafah dan upaya mengembalikan eksistensinya sebagai agenda utama dalam manhajnya. dan gradual. walaupun hasilnya secara kasat mata belum begitu terlihat jelas."514 Ikhwanul Muslimin juga turut berjuang mengembalikan eksitensi Negara untuk umat Islam dan berupaya mewujudkan kemajuan dan perkembangan di tengah umat. 144. (ketika beliau wafat). sejak manhaj khilafah itu digulirkan sampai kemudian terbengkalai seperti sekarang ini." "Oleh karena itu. karena besarnya tujuan dan target yang ingin dicapai. dan persiapan panjangan yang sedang 514 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).perbatasan Negara Indonesia di sebelah Timur hingga ke perbatasan gedung putih di sebelah barat. akidah. di bawah naungan ikatan. sistem dan syariatnya. "Ikhwan berkeyakinan bahwa khilafah adalah lambing kesatuan Islam dan bentuk formal dari ikatan antar bangsa muslim. harus menikmati udara kemerdekaan. Ada target besar yang ingin dicapai. penjelasan tentang hukum-hukum imamah. hal. 145 405 . Langkah-langkah yang diambil berupa langkah-langkah sangat beragam." "Khalifah adalah tempat rujukan bagi pemberlakuan hukum Islam.

melindungi kaum muslimin di seluruh penjuru bumi dari segala bentuk permusuhan. 237 406 . namun hal itu tidak berpengaruh terhadap keimanan dan upaya mereka untuk mewujudkan tujuan mulia ini. dan menebarkan kalimat Allah serta menyampaikan risalah-Nya. Setelah berdirinya Negara-negara Islam di beberapa negeri kaum muslimin dan diterapkannya sistem pemerintahan Islam dan masyarakat Islam sesuai dengan manhaj dan koridor yang telah beliau jelaskan. berjuang untuk kebaikan mereka.232 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam)."516 "Kepada Mesir-lah pusat kepemimpinan adab dan sosial. Beliau berkata: "Kami berharap Mesir bisa menjadi Negara muslim yang mendukung setiap upaya dakwah Islamiyah. sehingga kepadanya harapan dan cita-cita disandarkan. • Fase-fase utama untuk mewujudkan tujuan: Imam Syahid telah menetapkan peta perjalanan untuk mewujudkan hal ini. sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama semua hanya milik Allah"515 "Sesungguhnya kami semua meyakini bahwa Islam yang hanif adalah Negara dan agama. Ikhwan juga meyakini bahwa semua itu membutuhkan banyak persiapan yang harus diwujudkan. 302 517 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). "Kendati demikian. hal. hal.diupayakan."517 Imam Syahid berkata. bahkan pemimpin Negara-negara Islam. Betapapun berat rintangan yang menghalang. Langkah 515 516 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). yaitu dengan bertaut eratnya persatuan diantara mereka dan loyalitas mereka terhadap Daulatul Umm (Negara induk) atau Negara yang memimpin – maksud beliau adalah Negara Mesir sebagai Negara induk umat Islam yang akan memimpin seluruh Negara-negara muslim yang lain. hal. menyatukan seluruh potensi bangsa Arab. dan kami menganggap Mesir adalah negera Islam.

dan perantara bagi naungan Allah di muka bumi. membebaskan. sosial. pertahanan keamanan. penentram hati. Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). dan peradaban Islam secara umum. "setelah itu. Setelah itu mewujudkan Persekutuan bangsa-bangsa Muslim. karena hal itu semualah yang telah menjadikan Negara Islam yang besar ini terpecah menjadi Negara-negara kecil yang lemah. 177 407 . menyelamatkan. Kami berusaha untut memerdekakan. 145 Risalah. hal. 2. Hijaz. kami tidak mengakui adanya pembagian-pembagian territorial yang bersifat politis dan berbagi kesepakatan internasional yang ada setelahnya. Tunisia. kami menginginkan agar setiap jengkal dari negeri-negeri kami yang muslim bergabung bersama kami" "oleh karena itu. pemersatu. dimana ia merupakan penengah. dan mempersatukan antara satu dengan lainnya. Al Jazair. Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Suriah. ekonomi. menyangkut masalah politik. Mauritania. Jika hal itu bisa diwujudkan dengan sempurna. Irak. Harus ada konsolidasi antara bangsa-bangsa muslim. akan dihasilkan sebuah kesepakatan untuk mengangkat 518 imam yang satu. dan setiap jengkal tanah yang di dalamnya terdapat seorang muslim yang berseru "laailaaha illallah".untuk mengembalikan eksistensi khilafah harus didahului oleh langkahlangkah berikut: 1. semua itu adalah Negara Islam raya. Mesir. Setelah itu membentuk persekutuan dan koalisi di antara mereka untuk mendirikan lembaga-lembaga keumatan dan mengadakan muktamar antar Negara. 3. hal. Libya."519 518 519 Risalah. sehingga mudah dikuasai oleh penjajah" "Kami tidak akan tinggal diam terhadap proyek pemberangusan kemerdekaan bangsa dan membiarkan mereka menjdi budak bagi bangsa lainnya.

Maka wilayah Islam akan semakin luas. mewujudkan hubungan dan kerjasama di bidang ekonomi. memperkokoh persatuan secara konkret dalam pelbagai aspek. untuk kemudian pada tahap akhir adalah mendeklarasikan berdirinya khilafah Islamiyah yang mulia. bertambahnya kerjasama.Pengembalian eksistensi Negara untuk umat Islam sangat berperan sebagai bagian dari proses persiapan yang sangat penting sebelum pendeklarasian khilafah. Fase ini dilakukan dengan cara melakukan pendekatan antara Negaranegara Islam. dengan menyempurnakan proses pembebasan Negara-negara Islam yang lain. 408 . membangun kejayaannya. Imam Syahid berkata. dimana hari itu mereka merasakan kedamaian di bawah panji Islam. serta kewibawaan dan kontribusinya di kancah internasional. kemudian ustaziyatul 'alam (kepemipinan dunia). Kemudian yang tersisa adalah upaya untuk mengembalikan umat Islam ke negeri-negerinya yang pernah dirampas. dan mendirikannya. kerakyatan dan kelembagaan. serta demi membebaskan seluruh negerinegeri muslim dan mendirikan Negara Islam di atasnya. dan menyatukan katan-katanya sehingga dapat mengembalikan tegaknya kekuasaan khilafah yang telah hilang dan terwujudnya persatuan yang diimpikan bersama. sehingga kita bisa mengembalikan posisi secara nasional-internasional. "Pengembalian eksistensi Negara Islam dilakukan dengan cara membebaskan seluruh negeri. budaya dan sosial. memanfaatkan faktor-faktor kebangkitan dan sumber-sumber kekuatan. dan ditinggikannya kumandang azan. mendekatkan peradabannya." Dengan demikian terbentuklah cikal bakal khilafah Islamiyah yang menyokong kekuatan persatuan antara umat Islam dan mendukung kemajuan dan perkembangannya. dan terwujudnya persatuan antara Negara-negara Islam.

"520 Begitu pula halnya dengan Negara-negara muslim yang terjajah dan umat Islam secara keseluruhan –di seluruh fase-fasenya. Italia Barat. "Islam dianggap mampu mengemban risalah Allah di muka bumi. 178 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam).mereka harus bahu membahu menyebarkan dakwah dan menjelaskan tentang kemuliaan agama Islam dan keindahan manhajnya di seluruh belahan dunia dan dengan menggunakan pelbagai sarana. dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman. yaitu tentang peran internasional. kita harus mengembalikan Laut Putih dan Laut Merah sebagai dua kolam yang dimiliki umat Islam. dia menolong siapa yang dikehendakiNya.Imam Syahid berkata tentang pengembalian negeri-negeri muslim. "Andalusia. pulau-pulau di Laut Romawi. bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). (Q. sebagaimana dahulu. oleh karena itu ia mampu memimpin dunia. sebagai proses ustaziyaul alam. 308 409 . hal. dan dialah Maha Perkasa lagi Penyayang. semuanya adalah Negara-negara muslim yang terjajah yang harus kita kembalikan ke pangkuan Islam. hal."521 520 521 Ibid.                               Artinya: "Dalam beberapa tahun lagi[1164]. Shaqlia.S Rum: 4-5) Imam Syahid berkata tentang tujuan ini. Balkan. Karena pertolongan Allah.

dan menebarkan cahaya hidayah.         Artinya: "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi. dan beliau menulis surat kepada rajaraja dan pemimpin Arab. serta menghadapi ambisi Negara-negara imperialis. koordinasi dan himpunan dari pelbagai Negara-negara di dunia."Islam menetapkan kepemimpinan umat Islam dan kekuasaannya di bumi di banyak ayat dalam Al Quran.522 Dengan himpunan Negara-negara Islam dan persatuannya. Imam Syahid menyebutkan tentang kawasan yang sangat luas yang mencakup seluruh Negara-negara Timur dalam menghadapi Negara-negara imperalis Barat.S Al Anfal: 60) Dan hendaknya ia tidak lupa dengan peringatan Al Quran dalam Surat Al Nasr. bekerja untuk kemuliaan manusia. cetakan Darul dakwah." Kemudian Islam mewajibkan kepada umat untuk menjaga kepemimpinan ini dan memerintahkan untuk mempersiapkan kekuatan. Iskandaria 410 . agar ia terhindar dari sifat ghurur (lupa diri). yang menyebarkan pilar-pilar kebenaran. persamaan. sehingga kebenaran dipayungi oleh keagungan kekuasaan. meninggalkan keadilan dan menghancurkan hak-hak. kerjasama. kerjasama dan saling tolong menolong." (Q. dan inti dari perhimpunan dan kepemimpinan di tangan umat Islam. hal. 312. Imam Syahid adalah orang pertama yang menyerukan tentang politik ketidakberpihakan terhadap penjajah. Dengan demikian maka terbangun sebuah kawasan yang sangat luas yang memiliki pengaruh. 522 Risalah dalam Muktamar mahasiswa Ikhwanul Muslimin.

dan sesungguhnya Allah menguasai seluruh urusannya. serta melawan semua jenis permusuhan.Himpunan Negara-negara internasional Islam ini bukan bermaksud melakukan perang. dan pada saat itu maka himpunan Negara-negara Islam akan memiliki sarana-prasarana yang memungkinkannya melakukan perubahan Negara yang diinginkan. Ikhwanul Muslimin juga bermaksud mengadakan perbaikan dan ishlah terhadap organisasi-organisasi dunia. ia hanyalah ikatan emosional. namun banyak manusia yang tidak mengetahuinya. kezhaliman. dan ambisi Negara-negara raksasa. Kita juga harus mendirikan lembaga-lembaga dan instansi yang bisa menyampaikan nilai-nilai kebenaran dan keadilan. dimana Islam meletakkan nilai dan prinsip-prinsipnya di muka bumi. "Ada sebagian orang yang menyerukan kesatuan ketimuran. serta menjalankan hubungannya atas asas keadilan dan persamaan. pertumbuhannya dan dalam rangka membangun peradaban manusia internasional. tujuannya adalah untuk perdamaian dunia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Tentu dalam hal ini mereke 411 . Imam Syahid menjelaskan tentang sikaf dakwah terhadap perseteruan antara Barat dan Timur. serta melindungi Negara-negara lemah. agar ia bisa dikeluarkan dari dominasi penjajah. serta menghimpun semua Negara yang menerima kerjasama. Pada fase internasional. agar seluruh umat manusia bisa menikmatinya. Saya menduga bahwa tidak mungkin benih propaganda ini merasuki orang-orang yang mempercayainya kecualiakibat fanatisme orangorang Barat terhadap bangsa-bangsa Timur. Dewan Keamanan PBB dan organisasi-organisasi dunia yang lain. Ikatan negara-negara Timur bukan sebuah himpunan poros yang memusuhi Barat. kerjasama. imperialis dan Yahudi yang telah memandulkan peran-peran strategisnya dan menjadikannya sebagai alat untuk memenuhi kepentingan dan nafsu Amerika dan Yahudi. seperti PBB.

Namun. Mereka terus-menerus mempropagandakan pemilahan ini. kendati makna yang menyatukan antar perasaan manusia yang ada di dalamnya adalah makna yang bersifat temporer dan incidental. mereka membagi belahan dunia ini menjadi dua: Barat dan Timur. Timur dan Barat sama saja jika keduanya lurus dalam bersikap terhadap Islam. Latar belakang inilah yang memaksa bangsa-bangsa Timur menyatukan diri mereka menjadi sebuah kubu. Makna yang tersirat dari istilah tersebut."524 Imam Syahid kembali menegaskan bahwa sesungguhnya himpunan Negara-negara Arab bukanlah sebuah kubu permusuhan. kecuali sekedar ekspresi dari perasaan senasib karena sama-sama dijajah bangsa Barat. ia semata-mata 523 524 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Pada saat yang sama. niscaya akan hilang pula fanatisme yang temporer tersebut dan diganti dengan sebuah fikrah kerjasama antar bangsa. "Paham ketimuran juga mempunyai tempat tersendiri dalam dakwah kami. Bagi Ikhwan. demi kebaikan dan peningkatan kemakmuran bersama. Barat berusaha mengambil jarak dari bangsabangsa kita. Ikhwanul Muslimin tidak melihat adanya kesatuan ketimuran. sampaisampai salah seorang penyair mereka dengan arogan berucap. dalam upaya menghadapi bangsa Barat. hal. serta sikap keterlaluan mereka dalam mempromosikan kemajuan dan kemodernan masyarakatnya. Timur adalah Timur. Tidak mungkin keduanya akan bersatu."523 Imam Syahid berkata. maka hal itu akan menjerumuskan mereka kepada kepedihan dan kesengsaraan. serta meninggalkan sikap pertentangan dan kolonialnya.salah. dan mereka menjuluki kita denga sebutan bangsa Timur. kelahirannya dipicu oleh kepongahan Barat dengan peradaban materialisnya. 231 412 . Barat adalah Barat. hal. Ikhwan tidak memandang manusia kecuali dengan standar ini. jika Barat (pada saatnya nanti) mau bersikap objektif. 143 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Jika orang-orang Barat tetap dengan pendirian ini.

Sesungguhnya. tentang makna Arab. و إنما هي اللسان‬ ‫. "Kami meyakini bahwa sesungguhnya ketika kami bekerja untuk kemaslahatan Arab. dimana beliau memaknainya sebagai bahasa dan lisan. sesunguhnya Arab itu adalah bahasa. Diriwayatkan oleh Al Hafidz Ibnu Asakir dengan sanad dari Malik. bahwa Rasulullah Saw. bersabda: ."526 Imam Syahid juga berkata. sesungguhnya Tuhan itu satu.untuk kemaslahatan kemanusiaan dan kemaslahatan dunia Islam.‫ياأيهاالناس. sesungguhnya Arab adalah bahasa."527 525 526 527 Ibid Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Bukanlah Arab itu di kalangan kamu berasal dari bapak atau ibu (yang berkebangsaan Arab). maka barangsiapa yang berbicara dengan bahasa Arab. وليست العربية بأحدكم من أب ول أم."525 Imam Syahid mengenalkan bangsa Arab dengan mengatakan. hal. "Di antara ungkapan yang paling menakjubkan dalam masalah ini adalah apa yang telah dikemukan oleh Rasulullah Saw. dia adalah orang Arab. Beliau berkata. Arab itu adalah lisan (bahasa). 142 413 . إن الرب واحد. والب واحد. "Diriwayatkan oleh Ibnu Katsir dari Mu'adz bin Jabal –semoga Allah meridhainya-: ‫إن العربية اللسان. dan agama itu satu. maka sesungguhnya di waktu yang sama kami bekerja untuk kebaikan Islam dan dunia seluruhnya. bapak itu satu.فمن تكلم بالعربية فهو عربي‬ Artinya: "wahai sekalian manusia. إن العربية اللسان‬ Artinya: "Ingatlah. وإن الدين واحد.

"528 • Contoh dan model-modelnya di bidang ini: Untuk merealisasikan proyek-proyek yang tersebut di atas. Bekerja di skala Negara 2. yang mencakup: 1. Bekerja di skala para da'I dan yayasan-yayasan keIslaman. termasuk menghadapi ambisiambisi Barat yang ingin menggunakan wadah ini untuk melayani kepentingan Barat dan bukan untuk kepentingan dunia Islam. Bekerja di skala masyarakat dan lembaga-lembaga masyarakat perkotaan. terutama di bidang ekonomi. Membantu pers.Dari sinilah. dengan mengoptimalkan perannya. baik di skala masyarakat maupun di skala pemerintah. 528 Ibid 414 . 3. Mendorong dan membantu pelbagai bentuk kerjasama antara bangsa dan Negara-negara Islam. Bekerja di wadah-wadah publik yang telah ada dan proyek-proyek yang ada di antara Negara-negara Islam. terutama di lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan. 4. kerjasama keilmuan. kegiatannya. mendirikan himpunan-himpunan kerjasama untuk saling tolong-menolong dan koordinasi. maka bisa ditempuh dalam pelbagai tahapan berikut: 1. 5. maka wujud kesatuan Arab adalah suatu keharusan demi mengembalikan kejayaan Islam. Menghidupkan pikiran di dalam jiwa dan menghilangkan syubhatsyubhat dan tuduhan yang mengotorinya. baik di skala swasta maupun pemerintah. 2. Menjalin ikatan. tegaknya daulah dan kehormatan kekuasaannya. Hal itu kemudian ditempuh dalam beberapa langkah utama. mendorong dan menyembuhkan kelemahan dan kerusakan yang ada di dalamnya. memberikan arahan pikiran untuk saling membantu dan menguatkan makna persatuan dan kesatuan. 3.

hingga meningkat sampai ke tarap ikatan dan himpunan-himpunan organisasi. 2. mengoptimalkan keberlangsungan. 3. sosial. 5. kegiatan politik. Memberikan perhatian besar terhadap peran Al Azhar dan mendukungnya untuk kemaslahatan dunia Islam. 6. mengenal pemimpin dan tokoh-tokoh. ikut memperhatikan problematikanya. Organisasi Negara-negara Islam. 9. termasuk lembaga-lembaga ekonomi. dan mengoptimalkan badan-badan kerjasama yang telah ada. Mendorong produksi dalam negeri. serta berupaya untuk bekerja dalam sebuah struktur yang rapi. Mendorong pemerintah untuk mendirikan ikatan-ikatan dan faktafakta dagang dan politik dengan Negara-negara Islam di dunia yang telah membutuhkan himpunan. Menjalin hubungan dan koordinasi dengan organisasi-organisasi Islam yang bergerak di bidang dakwah dan tidak menyimpang dari prinsipprinsip dan ajaran Islam. utusan-utusan dari Negara-negara Islam. kerjasama dan pers. 8. Mengenal Negara-negara di dunia. Koordinasi antara asosiasi. universitas. dan lain-lain. berupaya untuk mengoptimalkan sesuai kemampuan. 415 . Mengenal dan mempelajari sejarah penyebaran dakwah Islam di dunia serta kontribusi dan peradaban yang dipersembahkan untuk Negaranegara dunia sepanjang sejarah. Rabitah Alam Islami. memperhatikan problema Negara-negara Islam.Langkah-langkah di atas bisa berupa kerja-kerja konkret berikut: 1. Mendorong pemerintah untuk menghilangkan semua kendala. organisasi dan yayasan-yayasan kebajikan antara negera-negara Islam. 7. Mulai dari Liga Arab. muktamar-muktamar regular. baik dengan partai parpol. serta meningkatkan hubungan kerjasama dan persatuan hingga ke tingkat yang lebih tinggi. 4. termasuk bidang pariwisata. parlemen dan para eksekutif. Memperhatikan duta-duta bangsa. himpunan. dan bisa menentukan sikap positif bersamanya. mengikuti berita-berita dan perkembangannya.

dan berkelanjutan. Pekerjaan berat ini membutuhkan waktu yang panjang. pekerjaan yang berkesinambungan. Dan kita tidak akan mampu untuk menghadapinya. "Berterus-terang untuk kembali kepada sistem Islam akan membuat Negara-negara asing dan bangsa Barat ketakutan. dan kita tidak akan lupa membantu dan menyusun strategi untuk itu. Pernyataan ini merupakan wujud dari sikap inferior (minder) akut. mengadopsi warna kehidupannya. sehingga setumpuk kesulitan dan rintangan di depan mata kita? Itu tidak lain hanyalah demi menjaga kondisi dan kepentingannya saja. estafeta generasi yang silih berganti. dan mereka akan melakukan konspirasi terhadap kita dan akan berkoalisi menyerang kita. 416 . mana hasilnya? Apakah dengan mengikuti peradabannya kita bisa menghalau makarnya? Apa dengan begitu kita bisa menghalanginya untuk tidak kembali menjajah negeri kita. dan sempit wawasan. tenang. namun ia tidak akan sirna sesaatpun dari proyek besar Islam kita. "Mungkin juga ada yang mengatakan. sehingga mereka akan membuat konspirasi untuk menyerang kita. serta membutuhkan realisasi gerakan dan amal. kemudian mereka pun melakukan muktamar atau konferensi internasional untuk merampas hak-hak kita.Seluruh sarana-sarana ini dan yang lain merupakan bagian dari cara mewujudkan tujuan ini. dan mengeruk harta kekayaan kita. • Jawaban terhadap klaim bahwa Barat telah mengepung kita: Imam Syahid membantah klaim yang mengatakan bahwa perhimpunan Negara-negara Islam dan menghidupkan kembali Negara Islam akan menimbulkan ketakutan Negara-negara Barat. Beliau berkata. dan mengikuti peradabannya? Namun. menabur problem di wilayah kita. merampas kemerdekaan kita. bukankah kita sudah melaksanakan sistem Negara-negara tersebut. Cobalah kita melihat lebih jauh. picik pandanga. yang tentunya membutuhkan kesabaran yang panjang.

dengan demikian ia menjadi pondasi inti untuk berdirinya Negara khilafah Islamiyah. yang dengan begitu eksistensi kita akan hancur. 529 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). menghindar dari Islam akan menjadi sebuah bencana besar dalam konteks keberadaan kita sendiri. "Akan tetapi. terpecah-belah."529 Beliau menambahkan. dan tidak mungkin dapat diperinci. dan telah diterapkan di beberapa Negara muslim. karena ini merupakan fase pertama. kita bisa melihat bagaimana mereka melumat habis sebagian kita dengan sebagian yang lain. mereka semua adalah Nashrani. maka kitalah sesungguhnya yang akan bingung. Pada perang yang lalu (maksudnya PD I dan II). Jika kita jauh dari mengakses ruhiyahnya dan merealisasikan hukum-hukumnya. 306 530 Ibid 417 . Dan ini adalah sesuatu yang sudah dipahami dalam percaturan politik Barat."530 • Bagaimana mewujudkan Ustaziyatul 'Alam (kepemimpinan dunia) Imam memaparkan target-target dalam fase terakhir ini dengan isyarat yang sangat umum dan tidak terperinci. hal. dan telah berhimpun di seputar Negara inti atau Negara induk yang berperan sebagai sarana penghubung.Satu hal yang lebih penting lagi bahwa mereka melakukan semuanya itu karena mereka adalah Nashrani. yang telah menggunakan manhaj Islam di dalam pemerintahan. Yang pertama dalam target terakhir ini adalah munculnya Daulah Namuzajy (Negara model). dan akhirnya membuat kita tidak berdaya. Lihatlah bagaimana mereka (orang-orang Nashrani) juga bersekutu dengan Zionisme. Realitas yang ada sangat mudah berubah sesuai dengan zamannya. Mereka bisa bersatu karena dipersatukan oleh kepentingan materi dan ambisi imperialisme. padahal ia adalah musuh bebuyutan bagi mereka.

dan itu akan menjadi penyokong dan pelindung. Selanjutnya kesatuan umat Islam ini akan mendapatkan jalan mewujudkan kemajuan keilmuan. khilafah Islamiyah akan menjadi pusat penting di dunia internasional. budaya. dengan menggunakan pelbagai sarana yang bisa mewujudkan persatuan dan penyatuan di seluruh strata kehidupan. sosial. keilmuan. politik. Dan hal itu berada di bawah tuntutan dan tekanan masyarakat muslim yang sadar. Dengan demikian terwujudlah persatuan Islam antara kawasan dan Negara-negara Islam di seluruh belahan dunia di bawah satu komando kepemimpinan. Negara khilafah akan tegak dengan perhatian dan dukungan seluruh masyarakat dan minoritas muslim yang tertindas. baik ekonomi. yaitu khilafah Islamiyah. dan menjadi dakwah untuk seluruh umat manusia. ia akan melakukan peran dakwahnya secara sempurna. yang akan menumpas kezhaliman dan membantu kemerdekaan dan mendapatkan hak-haknya kembali.dan hal itu dilakukan dengan metode dakwah dan tarbiyah masyarakat. meningkatkan dan memajukannya di pelbagai aspek kehidupan.Kemudian dilakukan upaya mengembalikan eksistensi Negara Islam. serta mengedepankan realisasi amal-amal praktis dan hasil-hasilnya dalam kehidupan manusia. dan terwujudlah hubungan dengan seluruh kaum muslimin di dunia yang akan mewujudkan kesatuan yang dicita-citakan. menyampaikan keindahan Islam dan manhajnya. serta saling kerjasama dalam menyebarkan dakwah Islam dan menebar keindahannya di masyarakat. peradaban dan memiliki semua potensi kekuatan di pelbagai bidang. keluasan dan kekuatannya. 418 . dan lain-lain. yang akan menyingkirkan kendala dan keragu-raguan. Lalu Negara-negara muslim yang lain bergabung di bawah satu naungan –yaitu naungan khilafah. Dengan jangkauan.

yang tidak ada tandingannya oleh manhaj atau dakwah manapun di atas permukaan dunia. realitas hadarah Islamiyah (peradaban Islam) sepanjang sejarah. Dengan itu. Jadi sejauhmana pengamalan. Dengan begitu peradaban Barat –yang banyak menciptakan kerusakan dan kesengsaraan. serta merupakan ketinggian nilai yang dicita-citakan manusia.Umat Islam akan membangun makna keadilan. Hasil konkret dari penerapan manhaj rabbani ini terhadap umat Islam adalah. Hal itu secara konkret akan menciptakan penyebaran Islam dan masuknya sejumlah besar orang-orang ke dalam Islam yang berasal dari berbagai Negara. Kita harus memahami secara jelas bahwa nilai-nilai ajaran Islam. prinsip-prinsip dan manhajnya yang diturunkan Allah Swt. membela orang-orang dizhalimi dan membimbing orang-orang yang zhalim. baik 419 . Umat manusia akan berlindung di bawah naungannya. maka khilafah Islamiyah akan andil memberikan perlindungan dan menolak penindasan dan kezhaliman ini. sebagaimana hidayah Islam pada masa Rasulullah Saw. Jika terjadi penindasan dari pemerintah atau Negara manapun terhadap hakhak kebebasan ini atau terhadap kaum muslimin untuk berpegang teguh terhadap agama mereka. dan masa khulafaur Rasyidin terhadap warga negaranya. akan menjadi penopang peradaban dunia dan kesempurnaan nilai-nilai kemanusiaan. serta memelihara kekebasan tersebut di seluruh belahan dunia. keadilan dan persamaan hak. menikmati kebebasan. Khilafah Islamiyah memberikan kebebasan kepada seluruh umat manusia untuk memeluk Islam dan mengambil petunjuk dari ajaranajarannya. baik yang sudah beriman maupun yang belum beriman. maka terwujudlah ustaziyatul 'alam (kepemimpinan dunia) dan Islam menjadi soko guru dengan agama dan manhajnya di seperempat dunia.tidak akan mampu bertahan lama di hadapan cahaya Islam dan petunjuknya yang mulia.. realisasi dan komitmennya terhadap agama. persamaan dan kebebasan.

420 . serta mengamalkan manhaj yang mulia ini. karena Islam adalah persatuan dan kemanunggalan.S Fushilat: 42) Dan kalian bersama-sama bahu membahu. Imam Syahid menyebutkan tentang faktor-faktor kesuksesan umat Islam dalam mengajak umat manusia menuju peradaban Islam. "wahai kaum muslimin. namun ia tidak akan mampu merealisasikan kebahagiaan dan kemenangan untuk umat manusia kecuali dengan manhaj Islam. Kemajuan keilmuan yang sesuai di segala zaman.                         Artinya: "Yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya. sehati dan sejiwa. dan tidak ada yang lain. ingatlah bahwa dunia tidak akan mendengarkan kalian dan tidak akan menyambut seruan kalian. (Q. yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. yakni kitab Allah yang telah diturunkan kepada manusia. penerapan. Ia adalah hasil yang bisa dihasilkan oleh siapa saja yang mampu menggunakan faktor-faktor dan ketentuannya yang ada. kecuali jika kalian menjadi qudwah yang shalih terhadap nilai-nilai yang kalian serukan. ketenangan dan kesejahteraan manusia. Beliau berkata.pemahaman. satu tujuan. maka akan semakin mendekatkannya kepada model peradaban Islam yang sempurna. merupakan corak yang beragam dari penerapan manhaj. dakwah dan harakah.

(Q.S Ali Imran: 103) Sabda Rasulullah Saw. dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan. lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah. serta komitmen untuk menerapkan syariat Islam di dalam diri mereka sendiri sebelum mendakwahkannya kepada orang lain. perpaduan hati adalah intisari Islam yang sesungguhnya –tidak diragukan lagi-.                          Artinya: "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah. dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka. orangorang yang bersaudara. • Umat Islam dan Perang peradaban 421 . dan janganlah kamu bercerai berai. Maka Allah mempersatukan hatimu. agar kamu mendapat petunjuk.Sesungguhnya persatuan. lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. dan umat Islam adalah umat yang satu." Imam Syahid turut menegaskan dalam hal ini tentang urgensi persatuan umat dan kesatuan kalimat. kesatuan kalimat. dan cukuplah bagi kita dengan kenangan sejarah yang mulia tentang peradaban Islam. di dalam ikatan ukhuwah Islamiyah. "Kalian tidak akan beriman sehingga kalian saling mencintai.. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu.

namun jika ia melanggar dan menyepelekannya. tanpa ada tekanan dari orang lain. maka hal itu sangat ditentukan sekali oleh bagaimana penerapan konsepnya secara praktis atau peradaban Islam yang berkesesuaian dengan manhaj Allah dan pengamalannya. 422 . dan ia akan mengambil apa saja yang bermanfaat berupa pemakmuran bumi dan alam semesta. Islam memandang hubungan dan interaksi dengan peradabanmodel yang paripurna. titik tolaknya adalah keimanan. Peradaban hakikat yang sempurna adalah yang berdiri di atas prinsip-prinsip Islam dan syariatnya. maka ia akan berkembang dan mencapai kemerlangan hingga saat ini. yang memberikan hak kepada setiap orang. yang memiliki kelayakan dan kepantasan memimpin dan menguasai secara sempurna di peradaban yang lain harus berlandaskan kepada hal-hal berikut: yaitu dakwah dan menyampaikan risalah Islam kepada seluruh umat manusia. tujuannya adalah Allah yang maha tinggi. terhadap peradaban dan nilai-nilai yang dimilikinya secara khusus. maka ia akan hancur dan punah. menciptakan pertautan antar bangsa-bangsa di dunia sesuai dengan nilai-nilai keadilan dan prinsip-prinsip kemanusiaan yang mulia. maka demikian pula kematangan dan pencapaiannya hingga ke puncak peradaban. peninggalan dan peradaban masing-masing bangsa dengan timbangan Islam dan nilai-nilainya.. dan ia merupakan peradaban bumi. apa saja yang sesuai dengan prinsipprinsip Islam maka ia menerimanya. dan diantara haknya adalah masing-masing berhak merasa bangga dengan kebangsaannya. Peradaban Islam memiliki kelapangan hati terhadap seluruh bangsabangsa di dunia. Setiap peradaban di setiap Negara memiliki timbangan rabbany (ketuhanan) dan sunnah alam yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. Islam menimbang aset. adapun yang bertentangan maka ia akan menyampaikan sikapnya. mencelupkannya dengan shibghah Islam. jika Umat manusia menggunakannya. mendorong kerjasama dan saling mengenal antar sesama. dan mengarahkannya dengan pengarahannya yang bermanfaat untuk kemaslahatan manusia.Jika kita berbicara tentang peradaban Islam.

Umat Islam menyadari pengalaman sejarah dan mengenal baik terhadap kekuatan yang menghadang dakwah dan karakteristiknya sejak hari pertama. penguasa zhalim dan kediktatoran. melawan dan menghentikan kezhalimannya. barangsiapa yang menerima. Islam mengajak manusia untuk bersepakat mengganti konsep tersebut dengan nilai-nilai kemanusiaan.yang berperan di dalam dakwah dan memberikan hidayah kepada manusia serta sampainya umat manusia kepada ketinggian nilai peradaban keimanan. dan bukan sesuatu yang mustahil bahwa kebatilan akan hancur dan musnah -sesuai dengan janji Allah dan ketentuannya. Umat Islam memandang konflik peradaban sebagai konflik yang diciptakan oleh pengusung kebatilan. syaithan dan bala tentaranya dalam memerangi cahaya kebenaran dan manhaj Islam. serta peradaban Islam –yang merupakan model petunjuk yang bersumber dari syariat rabbaniyah. serta menolak segala bentuk penindasan dan kezhaliman di . Al Quran dan hadits Rasulullah Saw. telah menjelaskan kepada kita tentang karakter perseteruan dan tahapan-tahapannya. bumi. Umat Islam meletakkan standar hubungan yang sama dengan dengan bangsa-bangsa yang lain. 423 yang memberikan kebebasan dan perlindungan kepadanya. suatu umat yang memikul dan membenarkan prinsip-prinsipnya. serta orang-orang yang mengusungnya. Sesungguhnya itu tiada lain adalah upaya kebatilan. dan memelihara kemuliaan dan izzah yang dimilikinya.jika kita menggunakan faktor-faktor keteguhan dan kemenangan sebagaimana yang Allah tetapkan. barangsiapa yang memusuhi dan menindasnya maka ia menolak penindasan tersebut. maka ia akan menerimanya. akhlak dan tidak menyembah selain kepada Allah. Dengan begitu merupakan sebuah kemestian adanya sekelompok da'I yang mengusung kebenaran.Umat Islam juga meyakini sunnah pertentangan di alam semesta. menjadikan peradaban manusia bertitik tolak dari keimanan.

(Q.             Artinya: "Dan Katakanlah: "Yang benar Telah datang dan yang batil Telah lenyap". menetapkan perseteruan antara hak dan batil ini tiada lain adalah untuk menyaring antara yang baik dengan yang buruk.S Al Maidah: 8) Allah Swt. berlaku adillah. tidak memiliki sarana dan kemampuan yang memadai. pada waktu yang sama di hadapan mereka terdapat pengusung kebatilan yang sangat banyak dan memiliki pelbagai 424 . (Q. mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. lalim dan melakukan penindasan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. tidak membuat umat Islam menjadi beringas.S Al Isra: 81) Namun pertempuran sengit ini.                       Artinya: "Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum. sementara mereka harus memikul beban dan pengorbanan yang tidak sedikit. dan dengan begitu nilai-nilai kebenaran dan keadilan akan tertanam kokoh ketika menghadapi kebatilan di muka bumi. dan bertakwalah kepada Allah. Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Perseteruan dimulai pada saat pengusung kebenaran masih sangat sedikit.

Ini adalah anugerah bagi umat Islam.sarana-sarana material. dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan. meski demikian mereka tidak akan pernah berhasil atau memenangkan pertempuran. firman Allah:                            Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. yang membuatnya layak memimpin umat manusia dan memimpin alam seluruhnya (ustaziyatul a'alam). 2.S Al Anfal: 36) Berikut kami sampaikan petikan pemahaman dalam pembahasan ini. Peradaban ini bediri di atas manhaj Rabbani (berprinsip ketuhanan) yaitu Islam. (Q. Kemudian menjadi sesalan bagi mereka. mereka akan menafkahkan harta itu. dan mereka akan dikalahkan. Ia sesuai dengan ketentuan alam dan fitrah manusia dan mempunyai keunggulan hakiki di segala sisi. Peradaban Islam adalah peradaban yang hakiki dan mencakup materi dan ruhi secara bersamaan. dan realitas empiriknya di lapangan: 1. sebagaimana dalam firman Allah: 425 . dan mereka (pengusung kebatilan) akan mengerahkan seluruh kemampuan yang mereka miliki.

163 532 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia).                     Artinya: "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi" [Al-Anfal:6]531 Beliau juga berkata. hal. untuk peradaban Islam dan bukan peradaban materialisme Barat. "Ini artinya. bukan anugerah golongan. Dengan demikian maka kepemimpinan ini adalah hak kita dan bukan hak Barat. "Islam telah menetapkan kepemimpinan umat Islam terhadap alam semesta dalam banyak ayat dalam Al-Quran. Ia adalah anugerah dakwah dan manhaj. hal. "Janganlah lalai dari peringatan (yang Allah Swt. Al-Quran Al-Karim menempatkan kaum muslimin sebagai pemimpin bagi manusia dan memberikan mereka hak kekuasaan dan kepemimpinan atas dunia demi menjalankan kepemimpinan yang mulia ini.       Artinya:                          "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Imam Syahid berkata."532 Imam Syahid mengingatkan dari penyimpangan dalam melaksanakan kepemimpinan ini. suku atau fanatisme. 531 Risalah: Mu'tamar Thalabatul Ikhwan al Muslimin (Mukmatar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin. (Q.35 426 .S Ali Imran:110) Syaratnya adalah dengan mengikuti manhaj Allah dan menjalankan risalah Islam. kemudian mewajibkan umat ini untuk menjaga kepemimpinan yang ada dan memerintahkannya untuk mempersiapkan bekal serta menyempurnakan kekuatan sehingga kebenaran akan berjalan seiring dengan kekuatan pemerintah dan bersinar dengan cahaya hidayah.

ruh dan kehidupan. perselisihan mazhab dan konflik agama. Kemudian datanglah -dengan kondisi umat yang seperti itu-upaya musuh-musuh Allah untuk menghancurkan umat Islam. menyebabkan bersambungnya episode kelemahan dan kejatuhan dalam tubuh umat Islam. Namun ada satu hal yang mereka sepakati dan mereka berbagi untuk melaksanakannya.163 534 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini).sampaikan) dalam surat Al Nasr. seperti tersebarnya perselisihan politik dan fanatisme golongan. Umat yang sedang down ini menyangka bahwa kesempatan itu telah tiba untuk mengambil bagian dan menghancurkan daulah Islamiyah yang pernah membuka kawasan tersebut sebelumnya. berpaling dari agama sebagai pilar aqidah. "Upaya-upaya ini mulai dilakukan di dalam tubuh daulah Islamiyah dan umat Islam. yaitu tumbuhnya rasa bangga diri (angkuh). syahwat dan kediktatoran pemerintah. hal. yaitu menghancurkan Islam dan kaum muslimin. 533 3. tenggelam dalam kemewahan. Ini adalah misi dan kepentingan yang dibawa oleh umat Islam setelah Rasulullah Saw. "Dan mereka (para musuh Islam) pun berpecah belah dalam kepentingan dan berselisih dalam permusuhan.96-97 535 Ibid. tertipu dengan sarana musuh dan orang-orang munafik serta menyepelekan ilmu-ilmu praktis dan pengetahuan alam"534 4. hal 98 427 . Imam Syahid menjelaskan bahwa sikap jauh dari agama dan substansinya dan tidak mengambil sebab-sebab kekuatan. perebutan kepemimpinan dan jabatan. Imam Syahid menjelaskan benih permusuhan dan perang terhadap umat Islam ini. hal. dan mengubah petunjuknya di segala sisi kehidupan"535 Beliau juga berkata. Inilah dendam salibis dan 533 Risalah: Mu'tamar Thalabatul Ikhwan al Muslimin (Mukmatar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin. dan dengan peradaban Islam yang ada ia dapat memimpin dunia. dan apa saja yang membuatnya jauh dari keadilan dan pelanggaran hak. kemegahan.

Dan di balik semua itu. Hal. Mereka mengatur taktik perang sosial ini dengan sangat teliti. Fuad al Hajarsi. memanfaatkan kecerdikan politik 536 Makalah dengan judul Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya. Selain umat Islam. 117. Cukup sudah kelalaian yang ada dan prasangka baik terhadap hari-hari yang ada. ke seluruh negara-negara Islam yang bermitra dengan mereka. 536 5. Al-Baqarah: 217] Dan Dia (Allah) bahkan telah menjelaskan kepada nabi-Nya yang lebih jelas dari itu. Sesungguhnya Allah sudah menjelaskan sifat mereka kepadamu dalam kitabNya. "Orang-orang Eropa telah berusah dengan sungguh-sungguh untuk memenuhi bumi dengan paham materialisme ini." [Q. Mereka tidak akan puas kecuali jika kalian murtad dan tunduk. 428 . Imam Syahid tahun 1931 (dari buku: Imam Syahid. Allah berfirman:                            Artinya: "Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran). seandainya mereka sanggup. mereka memendam perasaan dengki yang mendorong adanya permusuhan terhadap kalian. dengan penampilannya yang rusak dan virus yang membunuh. Orang-orang Eropa berhasil dalam fase ini menyebarkan peradaban materialismenya.politik raj'iyyah (timbal balik) yang mendorong mereka untuk melakukan aksi yang gila dan menakutkan" Jangan kalian menipu diri sendiri. Imam Syahid berkata. wahai kaum muslimin. mereka juga berusaha untuk menghalangi umat lainnya dari unsur-unsur kebaikan dan kekuatan yang berupa ilmu dan pengetahuan perindustrian serta tatanan kehidupan yang bermanfaat.S.

jiwa.                Artinya. sehingga apa yang mereka inginkan dapat tercapai. Ekspresi kehidupan adalah sesuatu yang tak terpisahkan. hukum dan kebudayaan dengan warna murni mereka di negara Islam terkuat537. dan kita memisahkannya dari praktek kehidupan. dan dalam perang dahsyat yang lokasinya adalah diri. keyakinan dan akal kaum muslimin sendiri. politik. dan mewarnai tatanan politik. kita membatasi kekuasaan dalam kehidupan dalam hati dan mihrab-mihrab. hal. kesenangan. "Namun peradaban barat ini telah memerangi kita dengan kuat dan ganas. sebagaimana mereka juga telah menang di bidang politik dan militer. Kita terdorong untuk mengubah prinsip dan mewarnainya dengan warna Eropa. dengan segenap penampilannya yang materialistis mencoba untuk menguasai bagian vital kehidupan kita yang tersisa"538 Beliau juga berkata. 104 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). 238 429 . Ali Imran.yang mereka miliki. kemewahan. peradaban barat dengan pondasi materislistiknya telah memenangkan perang sosial ini atas peradaban Islam yang mempunyai pondasi kuat dan mencakup materi dan ruhi di kawasan Islam sendiri. Tidak ada yang aneh dalam hal ini. ekonomi. dengan pendidikan. kekuatan militer yang mereka punyai. 14) 537 538 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). Kehidupan barat yang diliputi fatamorgana dan fitnah ini. Beliau juga berkata. permainan dan pola kehidupan yang menggiurkan. Setelah itu mereka mampu mengubah aturan hukum.S. "Setelah itu kita mampu berkata. ketetapan dan pendidikan. "Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)" [Q. hal. Kekuatan adalah kekuatan di dalam fenomena kehidupan itu semuanya dan kelemahan juga demikian halnya.

Al-Taubah: 32) 7. AlHajj: 40) 430 .6.               Artinya: "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran. dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. Bagaimanapun kuatnya serangan. sebab ia juga adalah ketentuan Allah dan selalu berada dalam penjagaannya. Sebab ia adalah Al Haq. "Demikianlah. Imam Syahid berkata. walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai" [Q. memancarkan cahaya dakwah kalian di tengah kegelapan ini dan mempersiapkan kalian untuk meninggikan kalimat-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa" [Q. Al-Hijr: 9)                     Artinya: "Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya.S. Kini menjadi kewajiban mengembalikan kembali peran kita dan menegakkan kebangkitan dan peradaban. dan kehidupan manusia tidak tegak berdiri dengan sempurna tanpanya. wahai saudara-saudara sekalian. dan akan tetap seperti itu." [Q.S. Allah menginginkan kita untuk mewarisi peninggalan yang berat ini dengan komitmen. "Pilar Islam dan pendidikannya tetap kuat. menegakkan syariat-Nya dan kembali mendirikan daulah Islamiah. pilar Islam tetap kuat. terus memberikan kesuburan dan kehidupan."                Artinya: "Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya.S. tetap memikat dengan segala keindahannya.

menambal pecahan. Kemudian Allah Swt. "Kewajiban umat ini hanyalah mempersiapkan diri untuk sebuah pengorbanan yang panjang. Al-Ikhwan Al-Muslimun mengajak untuk menjadikan asas kebangkitan adalah menyatukan pola kehidupan praktis dalam umat ini atas dasar Islam dan tata aturannya"540. Tidak ada bagian untuk dirinya sedikitpun.69 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). kesiapan berkorban. antara yang ikhlas dan bersemangat dengan yang mengaku-ngaku dan pura-pura. Namun. umat ini akan terkalahkan dan akan melahirkan kegagalan"541 9. perang yang sengit antara al haq dan kebatilan.69 431 . hal. antara pihak yang benar dan yang mencoba untuk mengotorinya. Ia semata-mata berbuat untuk keberhasilan dakwah ini dan menyampaiakannya ke hati-hati umat manusia 539 540 541 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. dan menghidupkan peradaban dan pendidikan agama kita"539 8. Tiadalah persiapan umat ini dalam perjalanan yang menakutkan ini selain jiwa yang beriman. hendaklah kita bisa kembali mengikat yang bercerai berai. hal.Beliau juga berkata. Tanpa itu. menjelaskan bahwa seorang mukmin dalam menempuh tujuan mulia ini telah menjual diri dan hartanya untuk Allah. antara yang menempuh jalan kebenaran dan yang menyimpang darinya. 239 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? hal. "Kondisi ini memaksa kita terpaksa harus menelan kesalahan masa lalu. antara manfaat dan bahaya. dan merasakan kepahitannya. Umat ini haruslah tahu bahwa jihad itu berarti bekerja keras. mengembalikan kehormatan dan kemuliaan kita. dan kerja keras itu adalah lelah dan susah payah. keinginan kuat yang kokoh dan benar. Bagi umat ini ada jalan panjang membentang untuk mewujudkan keinginan ini. keberanian menghadapi resiko. menyelamatkan diri dan anak-anak kita. "Untuk itu.

Mereka tidak ekstrim. 111] Itulah sebabnya setiap muslim menjadikan dunianya sebagai wakaf bagi dakwahnya agar ia bisa mendapatkan akhirat sebagai balasan dari Allah atas pengorbanannya. rahmat dan kelembutan. hal 316.35 Risalah: Muktamar Pelajar Ikhwan Muslimin. Mereka ikut berjuang memerdekakan umat-umat sebagaimana mereka telah merdeka. kemajuan."543 542 543 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia)?. yang mewujud dalam bentuk imperialise dan penindasan."542 Asas tegaknya kesatuan internasional Imam Syahid berkata. At-Taubah. "Dari sini. wahai saudara-saudara sekalian. DakwahIskandariah 432 . memberi mereka petunjuk dengan cahaya Allah sebagaimana mereka telah beroleh petunjuk. dan menuntun mereka kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. namun mereka berpindah ke belahan bumi yang lain. Cet. bahkan putera-puteri salaful umah -semoga Allah meridhai mereka-. pengajaran dan bimbingan kepada seluruh umat manusia. tidak bermusuhan. ahli-ahli ibadah dan para penghapal AlQuran.S. tidak berkhianat. tidak puas dengan kemerdekaan negeri mereka sendiri. Itu pula sebabnya seorang pejuang muslim adalah juga seorang guru yang memiliki semua sifat yang semestinya ada pada seorang guru. Dar.                     Artinya: "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. dan memperhambakan manusia yang dilahirkan oleh ibunya dalam keadaan merdeka. cahaya. Sehingga pembebasan Islam berarti juga pembebasan demi peradaban. [Q. berjalan ke segenap penjuru negeri menjadi pembuka kawasan dan guru. tidak menzhalimi orang lain. kita bisa melihat sahabat-sahabat mesjid. hidayah.hal. Samakah ini dengan dominasi Barat sekarang.

Maka kembalikanlah Perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Berfirman:                         Artinya: "Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan. Sebab kemuliaan Islam yang integral adalah kemuliaan kemuliaan paling suci yang dikenal oleh sejarah.S.hal. kemudian tata aturannya dan setelah itu realisasi amal"544 "Saya benar-benar ingin menegaskan kepada para hadirin sekalian bahwa politik Islam. menjamin hak-hak non muslim sepenuhnya. Allah Swt. Sungguh Islam telah mendesain jalan ini untuk dunia. kepada kepemimpinan umat Islam yang berpegang teguh terhadap ajaranajaran agamanya dan untuk seluruh dunia. Maka satukanlah akidah terlebih dahulu."Kesatuan intenasional ini tegak di atas manhaj Islam dan pondasinya. [Q. Al-Anfal: 58] Dia juga berfirman:                                  Kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah Mengadakan Perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi 544 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat. 231 433 . baik itu hak internasional maupun hak dalam negeri para minoritas non muslim. dalam dan luar negeri.

yaitu firman Allah:                                     Artinya: "Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu Karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu.kamu. Siapa yang memusuhi kita maka akan kita 434 . Untuk kesuksesan dakwah ini. Kita wajib mengajak mereka kepada apa yang kita rasakan saat ini sebab itu adalah kebaikan untuk manusia seluruhnya. kita menempuh jalan dan sarana yang telah ditentukan oleh agama. kita senang berbuat baik kepada mereka selama mereka tidak memusuhi kita. (Q. Kita yakin bahwa antara kita dan mereka terdapat ikatan. Maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya[629].S Mumtahanah:8) Imam Syahid juga mengisyaratkan bahwa hubungan antara suku dan bangsa lainnya tegak di atas pilar dakwah dan saling tolong menolong untuk kebaikan kemanusiaan.S. At-Taubah: 04] "Islam menjamin hak-hak minoritas dengan nash Al-Quran. untuk mereka kita akan berdamai dengan mereka selama mereka berdamai dengan kita. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa. yaitu ikatan dakwah. Sesungguhnya Allah menyukai orangorang yang berlaku adil. Tentang hal ini beliau berkata: "Dan kaum yang tidak demikian (non muslim) kita tidak terikat dengan mereka dengan ikatan ini (Islam). [Q.

Kita letakkan batu bata dalam bangunan kemanusiaan ini tanpa harus menunggu bangunan ini sempurna.”546 “Kita cinta dan saling tolong menolong dengan pihak lain. kemudian setelah itu kita bisa sampai kepada target yang dituju.”549 545 546 547 548 549 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). hal. "Cukuplah darinya kita menjadikan tujuan dan meletakannya di depan mata. Kita berharap semua fase ini akan terwujud dengan konsisten dan kita bisa menyelesaikan seluruhnya.232 435 . tujuan kita yang agung dan episode penutup dalam serial perbaikan.” Peran yang dapat kita lakukan pada fase ini untuk mencapai cita-cita kita tertinggi Imam Syahid berkata. Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI) Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru) Ibid. maka itu adalah cita-cita kita tertinggi.”545 “Kita menginginkan perdamaian untuk seluruh alam. ”Adapun universalitas dan kemanusiaan. Beliau berkata.”547 Beliau mengisyaratkan bahwa perkembangan bangsa dan masa akan mengawali pemikiran universal ini: “Semua itu adalah awal pemulaan berkuasanya pemikiran universal untuk kemudian menggantikan pemikiran nasionalisme dan kesukuan. Setiap sesuatu itu ada ketentuanya.balas permusuhan ini dengan yang lebih baik dari apa yang dilakukan oleh kelompok yang bermusuhan.” “Sesungguhnya Ikhwan Muslimin menginginkan kebaikan untuk seluruh alam.”548 “Dari sini ada beberapa fase.

Menguatkan keimanan terhadapnya. 3. maka membangun dan mengerjakan fase-fase dan tujuan semula membentuk planning-planning dasar untuk mencapai dan mewujudkan tujuan akhir ini. juga merupakan awalan di setiap sisinya dan mendirikan kekhalifahan. dan bahwa ia akan terlaksana seperti apa yang telah diberitakan oleh Nabi Muhammad Saw.“Merupakan bagian dari dakwah kalian. Sesungguhnya hal ini membutuhkan waktu yang panjang dan banyak fase kehidupan. turut berperan dalam kedamaian universal dan membangun hidup yang baru bagi manusia. meningkatkan ikatannya dengan segala jalan dan sarana yang ada untuk seluruh tingkatan. tercermin dalam: 1. Mengambil sarana-sarana awal dalam mewujudkannya. hal. Tidak melupakan dan melalaikannya. 4. bangsa-bangsa dan segenap penjuru dunia. 251 436 . kemuliaan dasar dan pendidikannya”550 Dengan adanya gambaran yang sempurna seputar seluruh tujuan ini. dengan menunjukkan kepada mereka kebaikan agama kalian. wahai saudara-saudara tercinta. Berusaha untuk mengembalikan bentuk eksistensi universal untuk umat Islam dan beramal untuk meninggikan dan memajukannya. dan selalu menghidupkan perasaan terhadapnya di dalam jiwa. Keimanan dan keyakinan untuk bisa mewujudkannya. yayasan-yayasan. 2. Tahapan dengan bentuk seperti ini ke tingkatan yang lebih tinggi dari ikatan dan saling tolong menolong adalah awalan untuk mengkristalkan mabda’ ini di kalangan bangsabangsa. usaha yang sungguh-sungguh. lembaga-lembaga. individu. berupa saling menyempurnakan dan tolong menolong diantara masyarakatmasyarakat Islam. Hal-hal yang kita perlukan dalam fase pertama pembinaan untuk mencapai tujuan mulia ini. Kejelasan pandangan seputar tujuan dan peran. 550 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah).

Fase ini bertahap. karena beberapa hal: 1. Takut bercampur dengan riya. dengan tetap memperhatikan syarat dan ketentuan syariat. pengumuman itu tidak dilakukan. Imam Syahid berkata tentang mendahulukan sisi amaliah dibanding propaganda dan iklan. dan tidak terburu-buru dengan berlebihan dan melompat terlalu jauh. namun realita dakwah dan kewajiban untuk menjelaskannya kepada khalayak serta untuk menolak tuduhan-tuduhan yang diarahkan kepadanya. maka persoalan propaganda menjadi sesuatu yang perlu diperhatikan. Bab XI Penjelasan seputar Sikap Dakwah dan Politik Jamaah • Seputar permasalah propaganda. walaupun bentuknya tidak lengkap dan sedikit memberi hasil. Ketelitian untuk mewujudkan langkah-langkah ini. 437 . 2. Oleh karena itu. Keengganan sebagian Ikhwan bergantungnya orang-orang kepada propaganda dan iklan bohong yang tanpa amalan konkret. sehingga nantinya kita bisa sampai kepada apa yang kita inginkan dari kesatuan dan adanya ikatan. mengumumkan aktivitas dan nama: Pada dasarnya.5. sehingga menyebabkan amalan itu hancur dan rusak. mewujudkan tujuan setiap fase. Ikhwan mendukung seluruh kerja kolektif dan seluruh bentuk tolong-menolong dan bekerja sama diantara bangsa dan negara di dunia Islam.

cermatilah bahwa kalian pada saat ini. Namun hal ini tetap dalam keseimbangan yang teliti dan adanya pemahaman tentang dakwah dan kerja-kerjanya serta apa yang diperlukan untuk eksistensi kelompok sosial ini ketika berhadapan dengan masalah dan membantah hal-hal yang gambarannya masih kabur.3. Kewajiban kalian menjelaskan kepada manusia tentang tujuan kalian. bahwa semua ini adalah bagian dari karunia Allah:                                551 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dan bersegera dalam mengumumkannya. Apa yang ditakutkan oleh Ikhwanul Muslimin sebagai akibat dari dakwah yang tergesa-gesa. ketika dakwah kalian telah tampak pesat. 127. dan konsep ideologi dan sistem kerja. dipaksa oleh dakwah untuk keluar dari sekat-sekat menuju ruang lingkup yang lebih luas. saranasarana. akan timbulnya konflik permusuhan yang sengit atau koalisi berbahaya. “Keseimbangan diantara hal ini dengan apa yang ada dalam penyampaian kebenaran. Hendaklah kalian merasa. propaganda-propaganda kalian tetap dalam adab yang sempurna dan akhlak yang mulia. 129 438 . sedikit yang bisa sempurna kecuali bila ada taufik. dan tetap berusaha untuk menyatukan hati dan jiwa. yang menyebabkan terhambatnya perjalanan atau menyimpang dari tujuan. suruhan untuk melakukannya. hal. adalah perkara yang rumit."551 “Namun. Pengumuman akan hal ini kepada manusia tidak dimaksudkan untuk berbangga dengannya tapi untuk memberi petunjuk kepada manfaat dan kebaikan umat Hendaklah kalian berusaha untuk jujur dan tidak melampaui batas dari yang sebenarnya.

[Q. telah memberikan teladan atas hal tersebut. berharap jabatan atau bergantung dengan pujian. hal. Mereka yang berbeda dalam permasalahan furu’ dan sarana dakwah. Seandainya mereka ingin mendapatkan jabatan dan bersenang-senang. serta trik-trik yang berupaya untuk menjauhkan masyarakat dari jamaah. mereka kekal di dalamnya. Al-Hujurat: 17)”552 Pengumuman dan pemunculan beberapa tokoh jamaah sebagai fublik figur. 2. tentu mereka akan meningalkan jalan dakwah yang berat dan bergabung dengan kelompok-kelompok dunia dan para pemilik kekuasaan agar lekas sampai dari jalan yang tercepat dibanding jalan para dai yang penuh dengan jihad dan pengorbanan. Ia tidak mengambil hak yang bukan miliknya dan tidak pula mengaku-ngaku untuk sesuatu yang palsu dan dusta. tanpa ada keinginan untuk menjadi populer. Demikianlah balasan orang-orang yang zalim.Artinya: "Maka adalah kesudahan keduanya. Inilah ketentuan dari jama’ah yang mengiklankan dirinya dan menggunakan haknya dalam undang-undang dan ketentuan hukum. Dakwah ini membutuhkan naungan yang dapat melindunginya dari tekanan dan teror yang berasal dari pelbagai arah dan melalui sarana yang beragam.128. 129 439 . adalah semata-mata untuk perjuangan di jalan Allah dan di jalan dakwah.S. Sikap Jamaah Terhadap Individu dan organisasi-organisasi Yang Berbuat Untuk Kebaikan dan agama Islam: Kelompok-kelompok dalam lingkup ini terbagi kepada tiga bagian: 1. Nabi Yusuf As. Mereka yang berbeda dalam permasalahan prinsipil 552 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). maka adanya pengumuman ini adalah sebagai reaksi konkret atas usaha-usaha mereka ini dan untuk menyatukan hati-hati manusia ke arah Islam dan manhajnya. bahwa Sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka.

Dengan demikian hal ini menjadi hal yang mudah dan lunak. Hendaklah kita dan juga mereka bisa memahami makna Islam yang hakiki dengan lebih baik dan meluas. untuk itu kami selalu berupaya memahami dan memaafkan mereka yang berbeda dengan kami dalam permasalah furu’ agama. mencela dan memerangi dakwah 1. Kita melihat bahwa perbedaan selamanya tidak menjadi penghalang untuk terikatnya hati dan saling mencintai serta tolong menolong dalam kebaikan. bahkan itu bertentangan dengan ketentuan agama itu sendiri.”553 ”Semua sebab ini menjadikan kita yakin bahwa sepakat dalam satu permasalahan yang menjadi bagian dari furu’ agama adalah hal yang mustahil. karena sebab-sebab yang beragam. Bukankah kita adalah muslim dan mereka pun demikian? Bukankah kita senang membuat putusan yang bisa memberi ketenangan hati dan mereka pun demikian? Bukankah kita dituntut untuk mencintai saudara kita sebagaimana kita mencintai diri sendiri? Kalau begitu. pendapat dan mazhab. Mereka yang berbeda dalam permasalahan furu’ dan sarana dakwah: Imam Syahid berkata: ”Terhadap kelompok ini kita yakin bahwa perbedaan dalam masalah furu’ agama adalah sesuatu yang mesti ada dan tidak mungkin kita menentang dalam permasalahan furu’. hal. Sesungguhnya yang Allah inginkan dari agama ini agar ia kekal dan sesuai dengan zaman. hal. tidak statis dan ekstrim” Kami meyakini hal ini.25 Ibid. 26 440 . Mereka yang menyerang. maka dimanakah perbedaan? Mengapa pendapat kita menjadi sebuah poin pertimbangan bagi mereka sebagaimana pendapat mereka bagi kita? Mengapa kita tidak saling memahami dalam atmosfir ketulusan dan kecintaan apabila ada hal yang menuntut kita untuk saling paham?554 553 554 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami).3.

Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita dan mereka.sesuai dengan tabiat dakwah kita – satu sikap yang saya yakini: kita berharap semuanya mendapatkan kebaikan dan berdoa agar memperoleh taufik dari Allah Swt. Kita perlu banyak persiapan dan amunisi. Bila mereka puas. Mereka melihat bahwa ada ilmu dalam setiap kelompok.”555 Beliau juga berkata: “Itulah manhaj Ikhwan Muslimin saat berhadapan dengan kelompok yang berbeda dengannya dalam masalah-masalah agama. Sementara waktu tidak cukup untuk memperhatikan orang lain dan sibuk dengan urusannya. ”Sikap kita dalam berdakwah di negeri ini. Namun bila tidak. sosial. maka itulah yang diharapkan. Mereka berusaha mencapai kebenaran dan membawa manusia ke arah itu dengan cara yang paling lembut dan penuh cinta. 27 Ibid 557 Mudzakkiratud Dakwah wad Da’iyah (makalah imam syahid pada tahun kelima dalam majalah “Al-Ikhwan Al-Muslimun” 441 .” “Ikhwan membolehkan untuk berbeda dan tidak menyukai sikap fanatik terhadap satu pendapat.”557 555 556 Ibid. Sesungguhnya sebaikbaik jalan yang kita tempuh tidak menjadikan kita lebih banyak menoleh kepada orang lain dibanding memperhatikan diri sendiri. Untuk hal ini. Umat kita ini dan lahan-lahan kosong yang ada di dalamnya membutuhkan jundi-jundi dan jihad. dan politik . keagamaan.”556 Beliau berkata lagi. maka mereka adalah saudara seagama.“Ikhwan Muslimin mengetahui akan sudut pandang ini. mereka adalah orang yang paling lapang dada terhadap orang-orang yang berbeda dengan mereka. Setiap kelompok berada dalam medan masing-masing dan Allah bersama orangorang yang beriman. ekonomi. ada kebenaran dan kebatilan dalam setiap dakwah. hingga nanti Allah memutuskan yang benar antara kita dan kaum kita. hal. Mereka mencari kebenaran itu dan mengambilnya serta mencoba dengan lembut dan tenang memberi penjelasan kepada mereka yang berbeda ini sesuai dengan pandangan mereka.

264 442 . “Dakwah ikhwan adalah dakwah yang putih bersih tidak tercampur dengan warna apapun dan selalu bersama kebenaran dimana saja berada. Imam Syahid berkata: “Ikhwan Muslimin melihat kelompok-kelompok ini – dengan lahan garapan yang berbeda-beda – bekerja untuk menolong Islam. Ia mengajak mereka untuk bekerja sama dan berkoordinasi diantara mereka . Imam Syahid mengajak kepada persatuan dan menghindari perpecahan. permusuhan. Jangan menghadapi dosa ini dengan dosa yang serupa dan jangan pula sibuk dengan membantahnya sehingga melalaikan kamu dari jalan yang kamu tempuh. Mereka berharap semuanya beroleh kesuksesan. Mereka tidak berpikir untuk melakukan pendekatan dan berusaha untuk menyatukannya seputar pemikiran umum. Namun manhaj mereka –yang selalu mereka usahakan– adalah manhaj musyarakah (partispasi). Walaupun dalam realita sejarah. mereka selalu mendapat tekanan dari orang lain sejak kemunculannya.”558 Imam syahid sangat menginginkan adanya kelompok yang bekerja untuk menolong Islam dan memperbaiki masyarakat dari berbagai kekuatan dan kelompok yang bermacam-macam. dan kedengkian atas kesuksesan yang telah mereka capai. kerja sama.Beliau berkata: ”Kelak kalian akan mendengar suatu kelompok akan membicarakan kalian. Namun bila yang ada selain itu. Apabila pembicaraan itu baik. maka bersikaplah lebih toleran. maka hendaklah dirimu bersyukurlah dan jangan sampai kamu tertipu dari hakikat dirimu yang sebenarnya. dan berharap mereka mendapatkan taufiq dan kesuksesan. dan saling menghormati. hal. dan tunggulah hingga waktu menyingkap kebenaran. Mencintai kesepakatan dan membenci keraguan. Sesungguhya 558 Ibid.” Bukanlah bagian dari mahaj ikhwan menguasai publik dan memonopolinya. Tentang hal ini. rintangan.

cobaan terbesar kaum muslimin adalah perpecahan dan perbedaan, dan asas kemenangan mereka adalah cinta dan persatuan”559 “Sesungguhnya ia adalah dakwah yang bebas dan bersih. Begitu bersihnya sehingga melewati batas ambisi personal dan tidak peduli dengan dengan manfaat materialisme, dan meninggalkan hawa nafsu dan kepentingan di belakangnya.”560 Beliau berkata dalam muktamar ke enam, “Adapun sikap kita terhadap kelompok-kelompok Islam yang berbeda-beda adalah sikap cinta dan persaudaraan, kerja sama dan tolong menolong. Kami mencintai mereka dan bekerja sama, dan kami berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendekatkan pemahaman dan melakukan kesepakatan diantara pemikiran yang berbeda, yang dengannya kebenaran dapat menang di bawah payung kerja sama dan cinta. Adanya pendapat fiqih dan perbedaan mazhab tidak menjadikan kita jauh. Agama Allah itu mudah dan tidak seorang pun yang berhak memberat-beratkannya kecuali ia akan kalah. Kita yakin akan datang suatu hari dimana nama, gelar, kelompok formalitas dan sekat-sekat cara pandang itu akan hilang dan akan digantikan dengan kesatuan kerja yang dapat mengumpulkan laskar umat Muhammad Saw. Pada saat itu tidak ada lagi selain muslim-muslim yang bersaudara, mereka bekerja untuk agama dan di jalan Allah mereka berjuang.”561 “Sesungguhnya waktu itu, dimana saat itu tampak seluruh kelompok Islam adalah satu kesatuan, saya yakin tidak lama lagi. Waktulah yang menjamin semua itu. Insya Allah.”562

559 560

Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.145 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna), hal. 25
561 562

Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI), hal 216 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal 146

443

“Biarkanlah zaman melaksanakan tugasnya dan dialah sebaik-baik penanggung jawab kebersihan dan keistimewaan.”563 Dengan ini, Imam Syahid telah meletakkan manhaj interaksi dengan kelompok dan individu yang bekerja untuk Islam, atau bahkan untuk kebaikan negeri dalam satu sisi dan berbeda dengan jamaah dalam persoalan furu’. Namun ia tidak keluar dari pijakan dasar syariat dan pilar asasinya. Imam Syahid telah memberi isyarat kepada: 1. Cinta, persaudaraan, dan kerja sama terhadap sesuatu yang membawa kebaikan untuk dakwah dan masyarakat 2. Kita mencoba dengan sungguh-sungguh untuk mendekatkan dan menyamakan persepsi diantara beragam cara pandang demi kebenaran, dalam payung kerja sama dan cinta 3. Pendapat fiqih –dalam masalah-masalah furu– dan perbedaan mazhab jangan sampai menjauhkan jarak diantara kita. 4. Kita berusaha menyampaikan kebenaran dengan gaya bahasa yang santun ketika kita diskusi dengan mereka dan menjawab pertanyaanpertanyaan.

5. Ikhwan berupaya melakukan koordinasi dengan pelbagai usaha di
bidang dakwah dan amal kebaikan sehingga tidak ada benturan satu sama lain. Imam Syahid telah meletakan kaidah kerja sama dan koordinasi terhadap apa yang disepakati dalam urusan kaum muslimin, dan bertoleransi terhadap apa-apa yang berbeda dari permasalah furu’ dan persoalan ijtihad.

6. Ikhwan lebih meningkatan hubungan kepada perencanaan yang lebih
besar dari koordinasi, yaitu kepada kerja sama, saling melengkapi dan pemberdayaan. Pemberdayaan ini akan ada dilakukan melalui hubungan kerjasama antara keduanya, saling memahami dan terikat oleh rasa kasih, dan hal ini juga dilakukan melalui pengarahan dan penjelasan kepada setiap elemen masyarakat, selama kelompokkelompok tersebut atau individu-individu tersebut berada dalam
563

Ibid, hal 148

444

koridor amal Islam dengan segenap sarananya, serta komitmen dengan ketentuan-ketentuan syariat dan tidak melalui jalan yang berbahaya bagi dakwah. Adanya hubungan dan koordinasi dengan mereka saat terjadi ketimpangan akan menyebabkan kekacauan dan kegelisahan dalam individu-individu masyarakat dan memberi kesempata kepada para musuh untuk mendeskreditkan dakwah. Kewajiban kita kepada mereka adalah memberi nasihat dan bimbingan agar mereka mendapat petunjuk.

7. Dalam berinteraksi, jama’ah ini juga hendaknya bisa bertoleransi dan
bersikap bijak dengan pribadi-pribadi yang ingin menonjol dan mencari pamor. Pada beberapa waktu, kondisi dan kejadian, jamaah ini bisa meninggalkannya ketika tampak perbedaan antara yang baik dan buruk. Perbedaan ini dapat menyingkap hal-hal seperti ini, yang mungkin bersinar di satu waktu kemudian meredup dan akhirnya hilang sama sekali.

8. Hendaklah jamaah ini bersabar dan membiarkan waktu berjalan
hingga datangnya suatu hari dimana saat itu tampaklah kebenaran manhaj dan jalan (kebenaran). Akan datang suatu hari dimana kelompok-kelompok formalitas dan rintangan-rintangan pemikiran akan punah dan digantikan dengan kesatuan kerja di bawah bendera “Ikhwan Muslimin”.

9. Pada saat itu, dengan kesadaran penuh, akan ada tahapan-tahapan
usaha yang dilakukan oleh musuh Islam untuk mengadu domba antar jamaah keIslaman yang ada. Dengan adanya kerja sama dan koordinasi ini, akan tampak jelas manjah dakwah dan kemerdekaannya yang sempurna. Imam Syahid berkata, “Wajib diketahui bahwa Ikhwan Muslimin berpegang teguh dengan dakwahnya dan tegak di atasnya. Mereka tidak beramal untuk dakwah orang lain dan bukan pada manhaj yang bukan manhaj mereka.” “Mereka tidak terwarnai dengan warna selain Islam."

445

“Kami berlindung kepada Allah dari suatu hari kita tidak berdakwah dengan manhaj Al-Quran dan nilai-nilai Islam.”564 “Kejadian masa lalu dan masa sekarang sudah menetapkan bahwa tidak ada kebaikan kecuali di jalan kalian ini, tidak ada hasil kecuali dengan perencanaan dan tidak ada ketepatan kecuali pada apa yang kalian amalkan.”565 Lebih lanjut, beliau menjelaskan, “Kelak kalian akan mendengar ada suatu kaum yang ingin berhubungan dengan kalian dan kalian ingin berhubungan dengan mereka dari para aktivis, baik yang bersunggguh-sungguh dengan keinginannya maupun yang tidak. Maka saya ingin menyatakan kepada kalian yang berada disini dengan jelas bahwa: dakwah yang kalian jalani ini adalah dakwah paling unggul yang pernah dikenal oleh umat manusia. Sesungguhnya kalian adalah ahli waris Rasulullah Saw. dan dan yang akan mengemban risalah Al Quran, yang akan mengawal syariatnya. Bahwa sesungguhnya kalian adalah penolong-penolong yang akan tegak menghidupkan Islam pada saat dimana hawa nafsu dan syubhat merajalela, dan beban muatan semakin berat. Apabila kalian demikian, maka dakwah kalian paling pantas didatangi oleh manusia. Sebab ia adalah kumpulan kebaikan, sementara yang lain tidak luput dari kekurangan. Maka berkonsentrasilah pada manhaj kalian dan jangan tawar menawar dalam manhaj, dan tawarkanlah manhaj ini kepada manusia dengan kemuliaan dan kekuatan. Siapa yang menyambut seruan kalian maka selamat datang dalam benderangnya cahaya pagi, semburat fajar dan terangnya siang. Saudara kalian yang akan bersama kalian percaya dengan keyakinan kalian dan siap melaksanakan pengarahan yang kalian berikan. Siapa yang enggan maka kelak Allah akan datangkan suatu kaum Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya.

564 565

Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI), hal.213 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.127

446

Saudara-saudara sekalian. Jangan tergesa-gesa. Waktu di depanmu masih luas membentang. Kalian akan menjadi orang-orang yang akan diminta dan bukan yang meminta. Kemuliaan seluruhnya milik Allah dan kelak akan kalian ketahui kabarnya pada suatu ketika. Maka saya melihat bahwa sesuatu yang wajib dari sikap kita terhadap semua kelompok: kita menginginkan kebaikan, toleransi, tidak meminta pamrih, tidak membantah, dan janganlah kalian mengatakan kepada orang yang menawarkan kedamaian; kamu bukan orang beriman.”566 Apabila bagian kelompok dan individu ini sudah melewati batas dalam berdiskusi dengan kita, maka yang kita lakukan adalah mengajak mereka apabila mereka mau menerima ajakan ini. Kita berdiskusi tanpa perlu berdebat, kita jangan berprasangka terhadap keikhlasan mereka, tidak membalas permusuhan mereka, tidak meninggalkan manhaj dakwah kita dan kita bermohon semoga Allah memberi petunjuk kepad kita dan mereka. “Bahkan menjadi sebuah kegembiraan bagi kita bila setiap pelaku kebaikan dan untuk kebaikan diberi taufik. Ikhwan tidak suka membangun sambil meruntuhkan, dan medan jihad cukup luas untuk seluruhnya.”567

2. Kelompok Yang Manhajnya Keluar dari prinsip-prinsip Syariat
Adapun kelompok yang manhajnya keluar dari Prinsip-prinsip utama syariat, seperti penyimpangan dalam paham dan keyakinan -walaupun ia mengangkat jargon keIslaman– atau dalam sarana dan gaya bahasa, seperti mengkafirkan manusia, menghalalkan darah, berpegang kepada kekerasan, maka bagi mereka tidak ada kerja sama atas dasar ini. Yang ada adalah melepaskan mereka dari persoalan dakwah, memberikan nasehat dan petunjuk agar mereka kembali.

566

Makalah dengan judul Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya, Imam Syahid tahun 1931 (dari buku: Imam Syahid, Fuad al Hajarsi. Hal. 117 567 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.149

447

Kita menghadapi pemikiran dengan pemikiran, dakwah dengan dakwah dan tidak tergesa-gesa mengkafirkan atau menyeru untuk memutuskan hubungan dengan mereka, atau mendukung kezaliman. Ini bukanlah uslub dakwah. Kita tetap mengikuti rambu-rambu syariat dalam hal ini. Kita adalah dai’ dan bukan hakim. Dalam proses interaksi dengan kelompok ini, kita tidak menuduh pribadi dengan prasangka, tidak melakukan cara-cara konspirasi dan permusuhan dengan mereka yang berbeda dan menyerang kita. Kita menilai manusia hanya secara lahiriah saja, sesuai dengan perkataan dan perbuatan mereka. Hendaklah yang menjadi dasar pijakan adalah timbangan dan ketentuan syariat. Hendaklah kita bersungguh-sungguh menghadapi pemikiran yang menyimpang ini dengan sungguh-sungguh dan jangan sampai kita sedih dan menyesal, walaupun mereka tetap bersandar padanya. Kita biarkan orag lain yang menghukumi mereka. Hal ini menuntut jamaah untuk memiliki pengetahuan fsikologi seseorang, melihat dengan pikiran, membuat planning tandingan dan caracara untuk menghadapinya. Apabila mereka memusuhi dakwah Islam dan memutarbalikkan fakta yang ada, dan membangun pemikiran yang dapat melemahkan umat, maka merekalah musuh kita dan kita melawan pemikiran ini dengan pemikiran, memberi jawaban yang memuaskan dan menanamkan kesadaran kepada umat sehingga mereka tidak tertipu. Imam Syahid berkata, “Ingatkan diri kalian selalu wahai Ikhwanul Muslimin, bahwa 'atheis' muslim adalah musuh terdepan kalian. Merekalah yang paling bertanggung jawab terhadap konflik dan problematika yang menimpa dunia-dunia Islam." "Merupakan kewajiban kami untuk merubah tanpa terjangkit wabah pemikiran mereka yang telah akut, menahan siapa saja yang berbaik sangka terhadap musuh, dan siapa saja yang telah membius otot-otot kami dengan
448

pemikiran-pemikiran palsu dan kalimat-kalimat rayuan, yang di belakangnya tiada lain adalah upaya merusak bangsa Timur dan melenyapkan persatuan Islam, mereka tidak jauh berbeda dengan orang-orang Eropa.”568 3. Kepada Mereka Yang Menghadapi Dengan Tuduhan-Tuduhan Keji Dan Perbuatan Buruk Terhadap Dakwah Kita menyatakan kepada mereka:" ittaqullah!! (takutlah kalian kepada Allah) dan jangan mangatakan sesuatu yang kalian tidak mengetahuinya."569 Kita menjelaskan kepada mereka hakikat sebenarnya tanpa perlu masuk kepada perdebatan dan permusuhan. Kita tidak menyerang mereka dan tidak menyibukkan diri kita dengan hal itu: "Kita tidak menyerang mereka sebab kita butuh memerlukan kesungguhan yang kita gunakan dalam permusuhan itu"570 Imam Syahid menamakan kesungguhan dan usaha yang digunakan untuk membantah mereka dengan "kesungguhan negatif". Sebagai ganti, kita menyampaikan dakwah ini kepada mereka, semoga mereka menerimanya dan kembali kepada manhaj Islam yang mulia. Dalam berinteraksi dengan pelbagai elemen masyarakat, Ikhwan berusaha untuk menghindari tajrih (pendeskreditan) terhadap kelompok atau individu tertentu, walau bagaimanapun tingkat perbedaan yang ada. Bagi Ikhwan, ekspresi ini bukanlah bagian dari manhaj kita dan tidak sesuai dengan adab dakwah dan kemuliaanya. Jama'ah Ikhwan mendukung segala seruan untuk perbaikan Jama'ah ikhwan tidak menolak seluruh perbaikan yang parsial dengan alasan karena perbaikan itu tidak secara keseluruhan (universal), atau ia berasal dari orang lain yang tidak mengikuti manhajnya. Namun ia menganggap bahwa perbaikan ini sebagai langkah positif dalam arena
568

Makalah dengan judul Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya, Imam Syahid tahun 1931 (dari buku: Imam Syahid, Fuad al Hajarsi. Hal. 117 569 Risalah, Al-Muktamar As-Sadis, hal. 216 570 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI), hal. 215

449

perbaikan, dan ia adalah arena yang luas untuk seluruh usaha kebaikan. Jamaah Ikhwanul Muslimin mendukung seluruh usaha ini. Bahkan ia sudah membantunya secara nyata dan berkoordinasi dengannya apabila kondisinya sesuai, dengan tetap memeperhatikan etika tolong-menolong dan kerja sama dengan orang lain. Hal ini tidak menghalangi usaha ikhwan untuk terus melakukan perbaikan secara menyeluruh dan mempersiapkan segalanya. Jamaah Ikhwan tidak diam menyaksikan segala kejadian yang menimpa umat Islam dan realita sulit yang berlalu dengan alasan sibuk melakukan penyempurnaan dan tarbiyah individu mereka, namun aksi, pergerakan dan dukungan terhadap permasalahan umat, usaha dan inisiatif perbaikan adalah bagian prinsipil dari manhaj, pergerakan dan tarbiyah mereka. Inilah ucapan Mursyid 'Am, Musthafa Masyhur ketika menegaskan manhaj yang telah digariskan oleh Imam Syahid. Ustadz Musthafa Masyhur menegaskan, "Sesungguhnya umat Islam adalah umat yang besar. Mereka memiliki faktor-faktor kebangkitan dan kepemimpinan. Mereka memiliki kemampuan, sumber daya manusia, kawasan, sumber daya alam, ditambah lagi peninggalan peradaban dan risalah abadi yang sangat diperlukan oleh dunia saat ini.. Hal ini sudah menjadi keharusan bagi kita untuk memiliki sebuah keputusan. Untuk mencapai itu semua, kita harus melewati dua jalan: Pertama: Memberantas sebab-sebab kelemahan dan kehinaan yang tercermin dalam: 1. Perbedaan dan permusuhan yang sampai bersekongkol dengan musuh untuk saling melindungi antara satu dengan yang lain. Pemerintahan diktator yang menghegemoni di negara-negara Islam, sehingga melahirkan permusuhan antara rakyat dan pemerintah, atau mendorong rakyat melakukan hal negatif dan tidak peduli.

2.

450

3. 4.

Kesenjangan sosial yang menggiring rakyat ke arah permusuhan antar golongan yang dikendalikan oleh kedengkian dan kebencian. Rusaknya sistem perekonomian, akhlak, dan pers yang kian membusuk dalam Negara, yang menghambat perkembangan dan mendorongnya untuk bergantung dan meminta bantuan kepada musuh-musuh negara.

5.

Keterbelakangan dalam pendidikan, riset ilmiah, dan teknologi yang menjadikan kondisi dunia Islam sangat memprihatinkan dibanding Negara-negara yang lain.

6.

Melupakan risalah (agama), menggandrungi kehidupan dunia dan kekekalan di bumi, mengumbar syahwat, dan meniru gaya hidup Barat.

Kedua: Berproses menuju kekuatan 1. Kekuatan maknawi dengan tarbiyah imaniyah, yang mencetak seorang Mukmin yang rela berkorban di jalan Allah dengan segala yang dimiliki, mendahulukan orientasi akhirat daripada dunia, dan mendamba syahid di jalan Allah.

2.

Membentuk keluarga Muslim setelah terbentuknya pribadi Muslim, untuk menciptakan masyarakat Muslim yang benar. Hidup dengan arah yang jelas, yaitu menegakkan kebenaran dan keadilan dengan menerapkan syariat Islam, dan membawa misi: Sebarkan dakwah di seluruh dunia.

3.

Normalisasi hubungan antara pemerintah dan rakyat dengan memberikan kebebasan, menghormati hak, menuruti keinginan rakyat, dan senantiasa transparansi dalam setiap keputusan.

4.

Normalisasi hubungan antara pemerintah dengan rakyat Muslim, bekerjasama dalam segala segmen politik, ekonomi, sains, militer, dan pers, sebagai pengantara sebuah persatuan.

5.

Bergantung kepada manhaj pengembangan diri dan bergantung kepada diri sendiri dalam internal dunia Islam, berinteraksi dengan dunia luar dengan asas kerjasama di atas prinsip persamaan, bukan meminta pertolongan dan pinjaman hutang.

451

6.

Memperhatikan produksi pembuatan senjata, termasuk senjata permusnah masal dengan maksud pembelaan diri; di mana saat ini kita hidup di tengah hutan, kekuatan di atas kebenaran. Apa yang terjadi saat ini seperti Yahudi tidak henti-hentinya memusuhi rakyat Palestina, Suriah, Lebanon dan negara lain, meremehkan dan mengancam seluruh tanah Arab, tidak lain kerena Yahudi mempunyai senjata pemusnah massal, sedangkan Arab tidak. Jika negara-negara Arab meilikinya, maka logat dan gerak langkah akan berubah, dan memungkinkan untuk mengambil kembali hak-hak.571 Perspektif Ikhwan terhadap perbaikan umat menegaskan akan urgensi

pembentukan manusia dan terpenuhinya kebebasan politik dan ekonomi untuk mewujudkan keamanan dan perdamaian, "Kita percaya bahwa manusia adalah salah satu dari poros semesta. Ia adalah sarana untuk mewujudkan pembangunan dan kemajuan. Untuk itu harus dilakukan pemurnian aspek yang menyebabkan naiknya kemanusiaan manusia, meningkatnya karakteristik dan keistimwewaannya dari makhluk-makhluk yang lain. Dimana keimanan terhadap rukun dan kaidah-kaidahnya (baca; ajaran Islam), akhlak dan budi pekerti yang luhur merupakan nilai tertinggi yang dimiliki oleh umat manusia. Maka tidak ada keraguan bagi siapapun yang menghendaki perbaikan, harus berusaha membersihkan jiwanya, membangun kembali jiwanya atas dasar: iman, istiqamah, dan akhlak. Jika tidak, maka perbaikan itu ibarat orang mengukir di atas air dan membangun di udara.572 Jamaah menjaga kesinambungan eksistensi dan keteguhannya dalam setiap interaksi dengan orang lain dan dalam setiap momen yang terjadi. Ia tidak lebur dalam komunitas yang lain, atau melakukan hal-hal di luar arah tujuan jamaah yang sempurna dan jelas, atau berada di bawah panji selain panji dakwah yang memproklamirkan dan menjunjungnya. Jamaah juga

571

Risalatu-l Ikhwan, Edisi 228, Muharram 1422 H-20 April 2001 M, Makalah: (AlHaqqu Laa budda an tahmiyahu al-quwwah) punya Mursyid Aam Ustadz Mushthafa Masyhuur. 572 Min mubaadarati-l Ikhwan li-l Ishlaah

452

bukan binatang tunggangan bagi arus tertentu atau terpengaruh dengan hawa nafsu. Imam Syahid berkata, "Harus jelas bahwa Ikhwanul Muslimin berpegang teguh dengan dakwah mereka, berdiri di atasnya, tidak bekerja untuk dakwah selain dakwah mereka, tidak untuk manhaj selain manhaj mereka, dan tidak terwarnai oleh warna selain Islam. Na'uzubillah jika suatu saat kita tidak mendakwahkan al-Quran dan ajaran-ajaran Islam."573 Jamaah membaca Konstelasi Politik dengan baik: Sejarah perjalanan gerakan Ikhwan, interaksi dan sikapnya terdahap fenomena yang terjadi tampak jelas pandangannya yang jauh dan tidak terpedaya dengan tampilan luar yang menyilaukan, atau promosi-promosi palsu atau usaha pemalingan perhatian dalam beberapa proyek yang gagal. Ia mengenal dengan kesadaran dan mendalam akan kadar kekuatan, tujuan, target, aturan main beserta dimensinya, sisi yang terlihat dan tersembunyi, baik lokal maupun internasional. Kami tahu bahwa siapa yang memiliki hak memberikan peluang kepada kami untuk ikut serta dalam kerja eksekutif dan masyarakat juga memiliki hak untuk melarang kami melakukannya, maka suasana tenang tidak akan menipu kami dan kami tidak akan terkejut dengan perubahan mendadak. Dengan demikian pemanfaatan dan turut serta di dalamnya bukanlah peluang positif bagi kami, kecuali jika atas kehendak kami dan berada dalam aturan kerja yang diperankan secara aktif oleh seluruh kaderkader jamaah, demi mewujudkan target yang diinginkan. Sebenarnya perspektif yang salah dalam hal ini adalah bahwa: kemungkinan kami menyingkat waktu, menerjang realita, masa bodoh dengan target dan rencana orang lain, mengasumsikan kebenaran mereka tanpa bukti jelas, kemudian setelah itu kita menganggap bahwa di sana ada kesempatan bagi jamaah. Perspektif seperti ini memandegkan rencana dan merusak waktu. Kita semua harus mengetahui bahwa jamaah dengan segala
573

Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI), hal. 213

453

Kami tidak membangun pemikiran dan perspektif kita di atas hawa nafsu dan kecenderungan individu yang tertolak. dan penguasaan terhadap tuntutan marhalah—marhalah apapun—. Maha suci Allah. (Q. Dengan demikian secara jelas tidak ada permusuhan dengan siapapun dan tidak ada penghilangan hak.           Artinya: "Dan Tiadalah Kami mengutus kamu. muslimin maupun non muslim.                                Artinya: "Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku. dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik". (Yusuf: 108) Sepanjang sejarah Jamaah —dengan karunia dan izin Allah—tidak seorangpun mampu menggiringnya sesuai dengan ambisi individu atau mengikuti hawa nafsu. yaitu pondasi dasar Islam. semua ini atas karunia dan kehendak Allah.kemampuan yang dimilikinya.S Al Anbiya: 108) 454 . pendalaman. pengalaman yang diakui. dan berinteraksi terhadap setiap perubahan tanpa menyentuh pondasi prinsipnya. dan segala kemampuannya dengan kesungguhan para aktivisnya yang saling melengkapi berupa penelitian. akan tetapi sikap kita masih dan tetap —dengan pertolongan Allah— dibangun di atas syariat dan prinsipprinsip kita. berupa kemampuan pemikiran dan kelambagaan. Syariat Islam mencakup hak asasi manusia seluruhnya. dengan karunia Allah akan mampu bergerak bersama dengan realita yang ada. melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata.

dan bertakwalah kepada Allah.                        Artinya: "Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum. para dai rabbani.S Ibrahim: 46) Kita juga tidak boleh melupakan hakikat Zionis. Kita mohon kepada Allah dalam memperjuangkan itu semua. Kami —atas karunia Allah— adalah para penyeru perdamaian. dan sekelompok lain yang berada di sekeliling kita. melanggar kesuciannya. Berlaku adillah. membantu dan menyokongnya dengan segala kemampuan yang kami miliki. mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil. orang yang memanfaatkan keberadaan mereka. Amerika. yang bekerja di dunia manusia karena Allah dan atas petunjuk Rasulullah Saw. berarti memusuhi kita dan busur panahnya mengarah kepada kita. 455 . jamaah dari kaum Muslimin. berusaha memanipulasi pandangan Islam. karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan berjalan bersama siapapun yang memperjuangkan haknya. Kami adalah bagian dari para dai kebenaran. Untuk itu kami tidak pernah rela dengan kezaliman. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. tidak tinggal diam menyaksikan kezaliman. (Q. para pendukungnya. membawa panji Islam dan memperjuangkannya. memperjuangkan hak. Dalam hal ini kita tidak melegalkan terorisme dan tidak pula sepakat dengan pengaliran darah manusia tanpa alasan yang haq. orang-orang yang takut mereka. Kami menganggap bahwa siapapun yang menyerang Islam. kejujuran dan keikhlasan dalam setiap perkataan dan perbuatan.

dan kami sesungguhnya bukan para propagandis perang dan bukan pula penumpah darah. Institusi dan Anggotanya: 456 . yang memiliki target dan tujuan yang jelas. Permusuhan terhadap Dakwah.S Ibrahim:42) Kami adalah para pengusung proyek kebaikan untuk kemanusiaan seluruhnya. memiliki sarana dan rencana dan sarana. Kami selalu siap untuk berdialog dengan seluruh umat manusia dan bekerjasama dengan seluruh penyeru kebaikan. . dan tentunya juga memiliki musuh serta orang-orang yang akan melumpuhkannya. bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim.Kami menjunjung tinggi nilai kemanusiaan seperti yang Allah gariskan dalam firman-Nya:       Artinya: "Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam.Kami tidak akan tunduk dan menyerah kepada musuh                        Artinya: "Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak." (Al-Isra': 70) Kita adalah pemilik proyek Islami untuk perbaikan. (Q. dan perjuangan ini akan menghabiskan waktu yang panjang –sesuai kehendak Allah-. dan kami tidak akan menjadi pengusung proyek yang lain.

Tidak terpancing melakukan tindakan konfrontatif atau sibuk mengurusi konflik yang tidak substansial. Menempuh sarana damai melalui jalur hukum untuk menghindari kekerasan. 5. Dan. berikut: 1. intimidasi dan perselisihan yang muncul dari sebagian individu. menyatukan komitmen. dan patuh terhadap pemimpin. Mereka lebih berkonsentrasi membina anggotanya dengan menanamkan kesabaran dan kesanggupan memikul beban. 3. Sementara bila pemerintah dan institusinya yang menggelar permusuhan. Alternatif damai tersebut bahkan mereka kawal dengan memelihara beberapa pointer. "Kita akan menghadapi permusuhan dan penentangan dahsyat dari mereka". Dalam hal pembelaan diri. Ikhwanul Muslimin memilih menyikapi penyiksaan dan intimidasi dengan bersabar. berkomitmen akan meneruskan perjuangan dakwah meskipun semua itu akan melahirkan benturan konstitusi dan pergulatan politik. Mereka berkomitmen tidak menempuh kekerasan dalam sistem dan pola pergerakannya. makanya perlu memohon pertolongan kepada Allah Swt. dalam rangka menghadapi segala tantangan tersebut. 2. Membela diri dan menyikapi permusuhan individual hanya ketika terjadinya penyiksaan fisik demi menampik adanya bahaya. dan aktivitasnya. atau lembaga kemasyarakatan dan aliran pemikiran terhadap eksistensi dakwah dengan segala aktivitasnya sudah pernah diproyeksikan oleh Imam Syahid bakal terjadi. Sembari merapatkan barisan. Penyelesaiannya mesti berdasarkan bahwa proses pembelaan itu benar secara hukum. ujar beliau. Kita bisa meneladani 457 . 4.Gelombang permusuhan. Mereka memahami bahwa itulah tabiat dakwah yang mesti dilalui. ruang-ruang gerak. tidak lebih. juga atas pertimbangan akan membawa kemaslahatan bagi dakwah. Antusias menciptakan dan menjaga iklim aman bagi perjalanan dakwah. Pembelaan ini pun hanya mereka upayakan saat iklim permusuhan melanda. Ikhwanul Muslimin lebih memilih mengambil jalur hukum ketimbang konfrontasi fisik.

Ini karena mereka tidak sebatas mempertimbangkan kepentingan jamaah saja. Imam Syahid menolak aksi kekerasan dalam menghadapi kepongahan rezim penguasa. yang berupa kegiatan-kegiatan alternatif yang baik dan bermanfaat. Maka hal itu tidak perlu dipermasalahkan. Demikian yang beliau klarifikasikan kepada publik terkait merebaknya isu bahwa ada sebagian oknum Ikhwanul Muslimin yang melakukan aksi kekerasan. Walaupun sampai pemerintah turun tangan memusuhi dan melakukan kebiri. "Mereka bukan sebagai Ikhwan dan bukan seorang muslim". proyek-proyek Takaful. tapi juga melihat kepentingan negara dan dakwah secara utuh. walaupun dengan niat ingin berkompetisi dengan kegiatan dakwah atau hendak membekukan peran kita. Maka untuk kegiatan kedua ini. dan lainlain dalam rangka menghancurkan identitas sebagai muslim. "Terkadang beberapa organisasi melakukan beberapa kegiatan yang mirip dengan aktivitas dakwah atau menciptakan alternatif untuk menggantikan kegiatan dakwah dengan baju yang beragam. Yang keluar dari koridor ini –melakukan tindakan kekerasan.Rasulullah Saw.beliau nyatakan secara tegas. kita harus memboikotnya dan menjauhkan masyarakat 458 . dan penangkapan anggotanya. Seperti mendirikan beberapa club-club pelajar dan asosiasi tertentu. menciptakan aktivitas yang bisa menjauhkan masyarakat dari aktivitas dakwah dan hal itu sebenarnya tidak bermanfaat bagi masyarakat. beserta para sahabatnya terkait pola penyikapan seperti ini. menyesuaikannya dengan denyut kondisi yang tengah berkembang. kompetisi dalam kebaikan. Kegiatan ini secara umum terbagi dalam dua hal: Pertama. atau hendak menyaingi kegiatankegiatan dakwah. dan lain-lain. Kedua. mereka tetap berusaha memperjuangkan nilai-nilai kebaikan dan proses perbaikan seelastis mungkin. pengekangan aktivitas jamaah. dengan tujuan menjauhkan masyarakat dari dakwah. seperti shalat 'Id.

akivitas-aktivitas positif dan bermanfaat yang dapat mengalihkan pandangan dan membuat banyak yang membicarakan."574 Imam Syahid Hasan Al-Banna pernah mengatakan hal senada dalam Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). hlm." Adapun Islam telah menetapkan pola (hukum) bagaimana seorang muslim berinteraksi dengan tiap prototipe tersebut. Imam Syahid mengatakan –terkait mengenai barometer interaksi seorang saudara seiman dengan saudaranya yang lain. orang kafir yang mendapat jaminan perjanjian. yang merupakan kebatilan. Aplikasi itu didukung oleh kematangan pemahaman terhadap Islam dan pengejawantahannya secara bijak. "Bagi seorang Akh. 369 459 . maka isu yang baru akan menggeser isu yang lama. hendaknya disikapi dengan melakukan perbuatan sebaliknya. hlm. elegan dan menggunakan nasehat kebenaran. dan kafir yang memerangi Islam. hlm. Musthafa Masyhur. Melalui pertimbangan pembagian tipe manusia seperti inilah seseorang akan diukur loyalitasnya dan konfrontasinya terhadap Islam. bahwa rumor (desas-desus) dan dusta tak boleh dibalas dengan perlakuan yang sama. Namun."575 Persaudaraan dalam Perspektif Ikhwan Ikhwanul Muslimin memposisikan Islam dan hukum-hukumnya sebagai landasan dalam membangun interaksi sosial sesama manusia dengan beragam warnanya. tipe muslim pejuang. 95 576 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). tipe muslim apatis. kafir netral. "Saya mendapatkan manfaat yang banyak dari sirah dakwah dan aktivitas sosial di masyarakat. manusia terbagi dalam enam prototipe. tipe muslim pendosa.darinya.576 574 575 Risâlah: Ru`yah Wâdhihah. dan tentunya dengan cara-cara yang baik. 21 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna).

Termasuk dalam kategori apatis. tidak menjadikannya seolah sebagai hakim bagi kepribadian orang lain. Dari permasalahan amal ibadah. Dengan catatan bahwa ia tidak sampai terjerumus kepada maksiat dan dosa dengan perantaraan ijtihadnya tadi. Nah. jadi bukan dilumuri oleh tendensi personal. Apakah ijtihad tersebut dalam tatanan akidah atau amalan. Seperti. Tipe muslim pendosa: pengkategoriannya disesuaikan dengan besarkecilnya dosa dan maksiat yang ia kerjakan. Sampai kepada loyalitasnya kepada orangorang zalim dan membantu menciptakan makar terhadap Islam dan umatnya. bahwa barometer cinta dan benci karena Allah berpagut hanya kepada perbuatan dan kesalahannya saja. ● Berdasarkan hukum Islam dan perspektifnya dalam memandang pola interaksi seorang saudara muslim dengan sesama manusia. Apa yang terlihat tersebut kemudian akan digunakan sebagai pertimbangan dalam pola interaksinya terhadap mereka.Tipe muslim pejuang: tercakup juga orang yang berijtihad kemudian salah memutuskan langkah atau prosesnya. Yang ia lakukan hanya melihat. bila model manusianya begini. memusuhi. ia digolongkan sebagai muslim pendosa. pelanggaran hak asasi manusia misalnya perlakuan zalim. seorang muslim yang sampai berpendapat bahwa darah dan kehormatan umat Islam hukumnya halal. kelewat batas. mengamati secara lahiriah saja. umat Islam yang awam terhadap agamanya sehingga tidak bisa memberi sumbangsih apapun bagi kemenangan Islam. Usaha menjauhi praktek vonis subyektif ini demi menjaga agar tidak terjadi kerunyaman dalam memandang persoalan. Contohnya. 460 . Tipe muslim apatis: golongan yang ini adalah muslim yang hanya maunya berpangku tangan tidak turut berkontribusi memperjuangkan Islam dan melakukan perbaikan. kerusakan akidahnya. padahal ia tidak memiliki uzur yang menghalanginya melakukan itu.

maka Islam atas nama dakwah tidak pernah melarang seorang muslim mengadakan interaksi dengan semua prototipe manusia ini. dan mengimaninya. kami tidak mengikat mereka dengan ikatan akidah. Kami mengikat mereka dengan ikatan suci. Ikatan antara kami dengan mereka adalah ikatan dakwah. kami akan merespon permusuhan tersebut dengan respon terbaik577. menguatkanmu— bahwa Ikhwanul Muslimin memandang manusia berdasarkan kemanusiaannya menjadi dua bagian: Pertama. dari keturunan siapapun mereka berasal. Siapa pun yang menyulut api permusuhan. 577 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). bila mereka berkenan mengekang hasrat permusuhan. Kami akan menyukai kebaikan mereka. kaum yang sama sekali tidak beriman. hal. Kami akan berjalan mencapai kesuksesan dakwah menggunakan bermacam cara dan sarana yang tidak bertentangan dengan Islam. ikatan akidah lebih suci ketimbang hubungan darah dan tanah air. Bagi kami. Kami akan mengajak mereka untuk mengimani apa yang kami sedang perjuangkan. 24. Hubungan sosial tersebut sifatnya lentur. dan mengorbankan harta bahkan jiwa kami. Sebab ia adalah motor (penggerak) dakwah yang memang bertujuan untuk mendakwahi mereka melalui sarana interaksi. Mereka adalah saudara terdekat kami. Mereka juga beriman kepada Rasulullah Saw. kitab–Nya. Di bumi manapun mereka tinggal. yaitu ikatan akidah. jika mereka melakukan hal serupa.● Dengan batasan yang jelas dan pertimbangan yang matang melihat kepribadian seseorang. Imam Syahid mengatakan. Kedua. kaum yang meyakini Allah. Kami akan hidup damai berdampingan. sebab yang kami bawa merupakan kemaslahatan bagi seluruh manusia. Kami akan selalu bersama mereka. dan apa yang disampaikannya. 461 . "Ketahuilah —semoga Allah Swt. siap mengayomi mereka. berbuat demi kemaslahatan mereka.

dan menempa diri menjadi suri tauladan bagi sesama sebagaimana layaknya pribadi muslim ideal. yang tercermin misalnya: menjadi pendengar budiman bagi orang lain. Kita memiliki cerminan terkait terma di atas yang termaktub di dalam Alquran tentang bagaimana Nabi Musa as. santun bertutur-kata. plin-plan. ● Seorang Akh mestilah berupaya menghiasi diri dengan prilaku dakwah dan akhlak seorang dai. semua itu merupakan modal untuk mencintai kebaikan pada orang lain. dan tidak arogan. menyampaikan dakwah dengan sebaik-baiknya. dan nasehat yang baik. menjauhi segala bentuk kekeliruan. dan mengendur dalam mengaktualisasikan pedoman dakwah. memberikan keteladanan. Ini sama sekali tidak menimbulkan kontradiksi antara penguatan dakwah dan keyakinan terhadap kebenarannya. mampu pengertian. yang menjajah negeri-negeri Islam dan rakyatnya. seksama dan bijak menilai orang lain. konsisten mengaplikasikan etika Islam dalam membina hubungan sosial. tentang bagaimana Nabi Muhammad Saw. tidak berburuk sangka. Semua ini merupakan tuntutan. bahkan etika-etika tersebut justru merupakan bagian dari dakwah sekaligus penopangnya. tidak menjadikan selisih dan perselisihan sebagai kaidah interaksi. Sebab. tidak obral janji. yang merampas hak-hak kemanusiaannya. berbicara dengan bahasa hati supaya juga mengena ke hati. saling membantu dalam kebaikan. tidak membalas keburukan dengan keburukan serupa.Kalau pun kami memberikan pengecualian dalam hal interaksi dengan orang-orang yang memerangi Islam. membudidayakan pemuliaan terhadap orang lain. dan seterusnya. menahan emosi dan lapang dada. Kita juga berusaha agar ucapan kita selalu jujur dan tepercaya. sembari mengontrolnya agar tidak sembrono. selalu membalas dengan yang lebih baik. berinteraksi dengan Fir`aun. tapi kami mengharap kepada kelompok yang lain sekalipun itu bersebrangan dengan Ikhwan agar tetap menciptakan hubungan baik dengan mereka melalui dialog. keteladanan. 462 .

Serta penerus yang berkomitmen akan menghidupkan Islam kembali di saat manusia tengah mabuk diperbudak nafsu dan tidak kuasa memikul tanggung jawab ini. Kemudian tidak mudah terpengaruh oleh penolakan orang lain. Imam Syahid pernah berpesan tentang hal itu: "Saya ingin menjelaskan kepada kalian secara gamblang bahwa dakwah kalian ini adalah dakwah terbaik yang mengakui hakikat kemanusiaan. Kepercayaannya untuk menjalankan syariat Islam. maka dakwah kalianlah yang paling berhak sampai kepada manusia. Siapa yang mendukung perjuangan kalian. ia menjadi patner kerjamu. dan membantu menyebarkan ajaranmu. Dakwah itu sesungguhnya sudah sangat memadai. tidak ada yang bakal menyamai dakwah kalian. kaum yang mereka cinta kepada Allah dan Allah pun mencintai mereka"578. Kalian merupakan pewaris Rasulullah Saw. sisi jiwa dan perasaan. ia akan turut memelihara stabilitas keimananmu. Jika kalian mampu seperti itu. yaitu: sisi pemahaman dan akidah. dan tidak ada lagi orang lain yang akan menyampaikannya. terimalah dakwah sebagai kewajiban kalian. yakinlah bahwa Allah pasti akan mendatangkan satu kaum menggantikan mereka. dengan penuh suka–cita ia menjadi saudaramu. Jika ada yang menolak.mengusahakan agar kebaikan demi kebaikan itu sampai kepada mereka. menggairahkan kepekaan akan ketinggian nilai dakwah sehingga menjadi pemicu bagi peluhuran moralitas mereka. serta sisi moral dan perilaku. Jadi. tunjukkan kepada manusia seluruhnya dengan kemuliaan dan kekuatan.hlm. dan dakwah selain Islam masih terselubungi oleh beragam ketidaksempurnaan. karena ia merupakan akumulasi semua kebaikan. dan tidak menyibukkan diri dengan hal itu. 363 463 . Penerus khalifahnya yang memegang Alquran sebagai landasan hidup. 578 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). ● Dalam proses pembinaan dan pembentukan individu butuh pada tiga cakupan.

dan dari pihakpihak yang bersebrangan dengan kita. mampu memahami secara jelas dan konsisten. Adapun pada tataran ikhtilaf. konsistensinya. dakwah mulia. Mengenai tujuan. Sementara berkaitan adanya kebenaran absolut dan relatif. keberimanannya terhadap dakwah. Memenuhi jiwanya dengan keyakinan bahwa Allah Swt. tujuan dan manhaj ini. berkarakter dai. pasti akan membantunya meskipun rentang waktunya belum diketahui. maka "Hikmah adalah milik orang beriman. bukan pada hal-hal yang bersifat paten (qath`i) dari Allah Swt. tidak memberat–beratkan atau meringan– ringankannya. eksperimen kelompok. tidak keliru. Mengekang jiwanya agar selalu selaras dengan aturan Islam. seorang Akh di dalam hatinya mesti merasakan kemuliaan dengan dakwah ini. seorang Akh harus meyakininya. Ia mampu peka membedakan yang baik dan buruk berdasarkan keseimbangan dan batasan fiqih. dan tujuannya— seorang Akh mesti benar-benar yakin bahwa itu merupakan sesuatu yang hak dan benar. Siapa yang bersebrangan dengan ketetapan dimaksud maka ia telah menjauhi kebenaran. siapa yang mendapatkannya. tertanam kebencian terhadap segala bentuk kemaksiatan dan penyimpangan syariat. 464 .Untuk sisi pemahaman dan akidah —beranjak dari akidah Islam. tanpa sampai menyombongkan diri. atau bahkan bimbang sekali. Nah. di medan ikhtilaf dan ijtihad ini tidak ada seorang pun yang dinobatkan sebagai manusia suci. Untuk sisi jiwa dan perasaan. Ia berusaha mendarahdagingkan penjiwaan tentang hakikat seorang da'i dalam bentuk cinta dan antusiasnya terhadap dakwah dengan sesungguh–sungguhnya. terpelihara dari dosa dan kesalahan. dan lembut kepribadiannya tanpa sampai merasa lemah. kaidah asal. bahwa keberhasilan dan kebenaran tidak akan tercapai kecuali dengan menapaki jalan. ini hanya dilegalisasi pada hal-hal yang sifatnya parsial di seputar permasalahan ijtihad. Menerima segala hal yang sesuai dengan tunjukan syariat Islam dan kebenaran walaupun itu datang dari selain kita. ijtihad personal. ialah yang paling berhak mengambilnya". ragu-ragu. dasar acuan. menahan amarah. berbesar jiwa. acuan dasar dalam Islam dan dakwah Ikhwan.

Maka benar tidak ada paksaan dalam agama. dan tujuannya. Sebab disana ada perbedaan yang kontras antara kebenaran dengan kebebasan. Semua yang ada tersebut dari tiga cakupan tadi harus dimiliki oleh seorang Akh muslim. (Q.                    Artinya: "Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). sesungguhnya Islam memang memberikan kebebasan bagi mereka untuk berkeyakinan sesuai kehendak mereka. ● Terkait dengan pembahasan lain yaitu masalah dakwah kebatilan. dan keridaan. tidak.Untuk sisi moral dan prilaku: itu semua meliputi adab-adab Islami yang mesti diaplikasikan seorang dai ketika berhubungan dengan orang lain. antara berinteraksi secara baik–baik. dan seterusnya. bila salah satunya mengalami gangguan maka hal itu akan membawa pengaruh bagi ketidakmaksimalan seorang Akh berinteraksi dengan orang lain. perbuatan. dan barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir". baik dalam tutur–kata.S Al Baqarah: 256)       Atinya: "Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman. Allah Swt. Sesungguhnya Telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. (Q. keberterimaan. landasan. baik dari konteks akidah. telah berfirman. atau bahkan 465 . bahkan mendakwahkan keyakinan tersebut. Sebagaimana yang telah kami kemukakan pada halaman sebelumnya.S Al Kahfi: 29) Tetapi saya tidak akan mengatakan bahwa mereka berhak atas kebenaran atau supaya saya bisa cenderung menerima kekufuran mereka.

membaca tulisan-tulisan kami dan apa saja yang terkait dengan kami –baik dari jauh maupun dari dekat-. Akan halnya golongan ini. dan agar dengan tambahan suara mereka. Begitulah juga tabiat golongan manusia peragu. yang menjadi pengikut para rasul di zaman dahulu. Setelah itu insya Allah hati mereka akan tenteram dan dapat menerima kami. mengagumi prinsip-prinsip kami. mengunjungi klub-klub kami dan berkenalan dengan saudara-saudara kami. oportunis (golongan yang mencari manfaat). yaitu: golongan mukmin (yang meyakini). suara para da'i akan semakin meninggi. Golongan Yang Ragu-ragu: Boleh jadi mereka adalah orang-orang yang belum mengetahui secara jelas hakikat kebenaran dan belum mengenal makna keikhlasan serta manfaat di balik ucapan-ucapan kami. ● Manusia sebagai obyek dakwah Ikhwan terbagi kepada empat penggolongan. biarkanlah mereka bersama keraguannya. "Apa saja yang kami obsesikan dari orang lain."pemaksaan" agar menganut agama Islam. percaya kepada perkataan kami. Kepada orang seperti ini kami mengajak untuk segera bergabung dan bekerjasama bersama kami agar jumlah mujahid semakin banyak. 466 . Mereka bimbang dan ragu. dan menemukan padanya kebaikan yang menenangkan jiwanya. maka tiap-tiap orang itu memiliki salah satu dari empat tipologi dalam perspektif kami: Pertama. Karena memang ada kebebasan sebebas-bebasnya bagi manusia untuk meyakini apa yang ia cenderungi yang kemudian ia akan menerima hasil dari keyakinan yang menjadi pilihannya. Kedua. Di dalam Islam sudah ada hukum (peraturan) yang dijelaskan oleh para ulama fiqih untuk memberikan batasan menyangkut bentuk-bentuk akidah ini. Golongan Mukmin: Mereka adalah orang yang meyakini kebenaran dakwah kami. dan golongan yang berprasangka buruk. Imam Syahid telah menjelaskan bagaimana cara berinteraksi dengan keempat tipologi ini. sembari disarankan agar mereka tetap berhubungan dengan kami lebih dekat lagi. golongan yang ragu-ragu.

kami hanya ingin mengatakan. Oportunis (Golongan Yang mencari keuntungan): Boleh jadi mereka adalah kelompok yang tidak ingin memberikan dukungan kami sebelum mereka mengetahui keuntungan materi yang dapat mereka peroleh sebagai imbalannya. kecuali dengan pembicaraan yang sinis. Kecongkakan telah mendorong mereka terus berada pada keraguan. dan surga-Nya jika ia melihat ada kebaikan di hatimu. Keempat. dunia. dan apa yang ada di sisi Allah akan abadi. Kami percaya. Ada yang ada padamu (manusia) akan habis musnah. harta. Semua yang kami lakukan adalah pengorbanan dengan apa yang ada di tangan kami dan dengan segenap kemampuan yang ada pada kami. Andaikan tidak demikian. Bila kelak Allah menyingkap tabir kegelapan dari hati mereka dan menghilangkan kabut keserakahan dari jiwanya. dengan segala kemurahan hati mereka akan mengorbankan seluruh hartanya demi memperoleh balasan Allah di akhirat kelak. pada diri. Adapun kami. dan gambaran negatif tentang kami. Saat itu. Mereka selalu melihat kami dengan kaca mata hitam pekat. dan tidak berbicara tentang kami. agar berkenan memperlihatkan kepada kami dan kepada mereka kebenaran 467 . dengan harapan bahwa kami dan dengan segenap kemampuan yang ada pada kami. dengan harapan bahwa Allah akan meridhai. kami memohon kepada Allah Swt. kesinisan. Kepada mereka ini. Bagi kelompok macam ini. sungguh Allah tidak membutuhkan orang yang tidak melihat hak Allah-lah yang pertama harus ditunaikan. hal itu akan mendorongnya bergabung dengan barisan Allah. Golongan yang Berprasangka buruk: barangkali mereka adalah orang-orang yang selalu berprasangka buruk kepada kami dan hatinya diliputi keraguan atas kami. akhirat.Ketiga. niscaya mereka akan tahu bahwa sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah itu jauh lebih baik dan lebih kekal. hidup dan matinya. "Menjauhlah! Di sini hanya ada pahala dari Allah jika kamu memang benarbenar ikhlas. kami adalah orang-orang yang miskin harta dan popularitas. Dia-lah sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong.

Terhadap mereka kami menggunakan semboyan yang pernah diajarkan oleh Rasulullah Saw. dakwah.sebagai kebenaran dan memberi kekuatan kepada kami untuk mengikutinya. bermacam-macam. Kami memohon kepada Allah Allah Swt. 2. "Kami melihat mereka beragam. kepada orang lain. diresume. berwarna– warni. sarana. ia tidak punya obsesi. Orang yang suka menghina. pembohong. Orang yang lalai terhadap dirinya."579 Beliau juga mengatakan. serta memperlihatkan kebatilan sebagai kebatilan dan memberi kekuatan kepada kami untuk menjauhinya. dan kami juga berdoa kepada Allah Swt."580. ‫أللهم اغفر لقومي فإنهم ل يعلمون‬ "Ya Allah Swt. Memang hanya Allah-lah yang dapat menunjuki mereka. ampunilah kaumku. yaitu: 1. ide. hlm. Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. kmai tetap mencintai mereka dan berharap bahwa suatu saat mereka akan sadar dan percaya pada dakwah kami. 579 580 60 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). Agar berkenan menunjuki kami dan mereka ke jalan yang lurus. sesungguhnya mereka belum mengetahui. dan keyakinan. Walaupun begitu. Agar berkenan menunjuki mereka. 15. hlm. Kami akan selalu mendakwahi mereka jika mereka mau menerima. sembrono yang hanya mementing urusannya sendiri dan kalau tidak mengurusi dirinya ia akan mencemooh jamaah. dan orang-orang yang melakukan perbaikan. Tipe Banyak Tanya dan Kritis terhadap Dakwah Imam Syahid mengklasifikasikan tipe banyak bertanya dan suka mengklaim buruk terhadap dakwah kepada lima kategori. 468 . yang kemudian membuat hati tidak cenderung kepada mereka.

4. sehingga dengan kemenangannya itu ia jadikan sebagai justifikasi penolakannya terhadap dakwah dan penentangannya. dia serba hebat. supaya dibilang orang: dia berilmu. orang yang apabila didakwahi. ia akan berkenan meluruskan. Golongan ini adalah generasi yang hilang. Kami yakin jika terdengar di telinganya seruan dakwah kami. 5. memperindah penampilan. Orang yang acapkali ingin melemahkan orang yang mengajaknya kepada kebaikan. Kami tidak memiliki kecenderungan terhadap keempat tipikal manusia ini. padahal ia tahu bahwa ia telah mendustai dirinya sendiri.581 581 61 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. harapan yang dinantikan. 469 . dimana ia akan mencobanya dan tidak mau stagnan. Yaitu. kami tidak menginginkan orang-orang yang bodoh. Ada satu kelompok yang lain di antara manusia. kami tidak memiliki jawaban apa-apa untuk mereka kecuali cukup mengatakan: Kesejahteraan semoga tercurah kepada kalian. sebaliknya jika ia mendapati ada sesuatu yang melenceng. [Masuk juga dalam kategori ini orang yang sengaja menyerang dakwah demi meraup materi duniawi. Orang yang mengelabui dengan kata-kata manis. dan sebagai sarana untuk cari muka (pendekatan) kepada penguasa dan pemerintah]. ia melakukan semua itu demi menutupi segala kekurangan dan kelemahannya di mata manusia. jika ia kemudian menemukan kebaikan ia akan memberikan support. yang kuantitasnya sangat sedikit. Ia melakukan segala hal dengan cermat. mereka akan mengajukan pertanyaan penuh keingintahuan dan keikhlasan. tidak ada yang ia lakukan kecuali dua hal: turut mengerjakannya dengan kesungguhan atau bersikap lemah–lembut. hlm. Keingintahuan yang membuncah dari kalbunya.3. ia akan mengerjakannya jika memang ia sudah mengerti dan memahami langkah-langkahnya.

menurut yang digariskan oleh Islam. ungkapan yang keliru. Islam juga berobsesi memajukan umatnya hingga kuasa mendunia agar dengan proses tersebut dapat memberikan kontribusi rillnya berupa perbaikan (reformasi) hakiki di alam ini. ia yang mencetak karakter seluruhnya dengan karakter kebertuhanan. tidak sekadar masyarakat sipil yang menganut referensi umum Islam. dan negara adalah bagian dari Islam. Sebagian pihak ada yang menaruh curiga terhadap tujuan dan landasan dasar Ikhwan. Kita hidup dan membina masyarakat sesuai landasan Islam dan karakternya. dan perkumpulan. Islam yang kami serukan bukan agama pendeta. dan bukan sebagai pengganti dari masyarakat sipil (civil society).Tipuan Kata-kata dan Istilah Ikhwan menolak memakai istilah yang tidak jelas. kekuatan. dsb. kita bisa menjadi masyarakat Islam yang mampu mewujudkan tatanan kota dan peradaban ideal dengan beragam pemaknaannya. kebudayaan. Islam itu merupakan negara dan tanah air. karena masyarakat sipil. Ikhwan tidak pernah mengklaim diri akan mendirikan sebuah negara teokratik. tidak stagnan apalagi radikal. pemerintahan dan rakyat. Golongan kanan dan kiri. Demikian pula dengan istilah dan kalimat yang bertendensi penggolongan pemikiran. padahal di dalam Islam sesuatu itu 470 . seperti: kekuatan modernisme dan konvensionalime. tempat bersatunya umat. Supaya dengan begitu. Maka kami nyatakan bahwa sesungguhnya Islam lebih luas dari sekadar sebuah referensi. dimana kita hanya merujuknya untuk menyelesaikan sebagian problema. Pemahaman yang mendudukkan Islam hanya sekadar sebuah referensi saja. dan melalui cara tertentu. Jadi. sebab semua umat Islam adalah pemuka agama. tapi ia adalah sebuah sistem (dasar) yang integral. Semua kalimat dan terma tersebut tidak memiliki standarisasi. Oleh karena itu kami tidak sependapat dengan istilah "pemuka agama". Ia adalah pandangan hidup yang komprehensif.

Pembatasan seperti ini tidak dibenarkan dalam etika kebebasan. Sanggahan terhadap Klaim Monopoli. Dialog. tidak menuntut untuk berkelit-kelit kata atau memutar balik klaim. Tidak ada seorang pun yang boleh mengklaim diri sebagai orang suci setelah Rasul Saw. ● Beragam tuduhan palsu dan klaim batil dari penguasa. yang demikian itu tidak berhasil mengguncang Ikhwan. perdebatan. Akan halnya substansinya akan terbatas pada realitas. Islam membentang lebar-lebar masalah tersebut kepada umatnya dan Islam sudah memahat kode etik legal yang memelihara kebebasan berpendapat dan berkeyakinan. Dan. dan penunjukan bukti serta dalil merupakan media pem-filter antara yang benar dan yang salah. dan kroni— kroninya secara berkesinambungan diarahkan kepada Ikhwan … dilema tersebut tidak akan pernah berhenti. tidak juga memberi sesuatu yang buruk bagi mereka. Bukan berarti orang yang menyerukan hal itu —landasan Islam— sebagai syiar atau menempatkannya sebagai percontohan dari Islam menurut kapasitas pemahamannya. Ikhwan tidak membuat klaim kesucian bagi anggotanya. dan Apakah Jaminannya ● Ikhwan juga menolak seseorang memonopoli Islam atau mencabutnya dari orang lain atau ia memposisikan dirinya sebagai seorang pewasiat absolut. 471 . disebut memonopoli Islam atau membatasi orang lain. Imam Syahid sangat mewanti-wanti agar kita jangan sampai mencoba berekayasa kata untuk mengelabui sebuah kenyataan yang berlaku. masalah benar dan salah sesungguhnya terbuka bagi pendapat dan program siapa pun. karena yang menjadi standar adalah Islam. Demikian pula seseorang dilarang untuk menisbatkan diri berislam dengan alasan orang lain tidak ada yang marah dengan perlakuan tersebut. Mengimani bahwa perbedaan (ikhtilaf) pendapat akan selalu ada dalam konteks kefiqihan. Dan. baik bagi Ikhwan sendiri ataupun bagi yang lain.distandarkan menurut tunjukan syariat.

Dalam rangka mewujudkan jaminan pengawasan. Tanpa pembinaan masyarakat. menyadarkan makna hakiki sebuah hak. mereka menargetkan pencapaian awal untuk membina masyarakat. dan kepada penguasa. kepada selain mereka. umat.ini karena apa yang Ikhwan serukan adalah dakwah yang jelas. Ikhwan tidak memakai slogan palsu untuk menutupi kedok sebenarnya. yang malah setelah berkuasa belangnya akan terungkap. lalu bagaimana proses penerjemahannya agar tidak kelewat batas. dan anggota jamaah —sebagai bagian dari rakyat— maka tujuan dan target Ikhwan tidak akan pernah terwujud dalam rangka membangun masyarakat Islam. Demikian itu sebenarnya merupakan sebuah jaminan dan pengawasan langsung terhadap Ikhwan. Prinsip Kami Menghadapi Permusuhan dan Persaingan Politik 472 . tidak dari bagian atas. dan sampai sekarang belum ada jaminan bahwa mereka akan tetap memelihara pengaplikasian musyawarah dan kebebasan. memantapkan keberpahaman mereka. Ikhwan belum akan mau memegang tampuk kekuasaan sebelum memadainya pembinaan masyarakat dan terealisasinya target mereka. Pihak-pihak yang bersebrangan dengan Ikhwan terus saja melemparkan tuduhan terebut. dan program perbaikannya begitu ideal sehingga dengan sendirinya mampu menampik segala tuduhan dan klaim yang mendera. Maka pembinaan dalam pandangan Ikhwan harus memulainya dari dasar (bawah). Salah satu bentuk tuduhan yang diarahkan kepada Ikhwan adalah: bahwa jika kelak mereka sudah memiliki power mereka akan melakukan revolusi besar-besaran. walaupun mereka sendiri tidak memahami dengan jelas bagaimana sesungguhnya dakwah Ikhwan itu. Kita dapat mengaca pada sejarah. Ada pun dakwahnya Ikhwan. gerakan yang rapi. maka Ikhwan berusaha untuk mengetengahkan program-program dan target mereka demi mentarbiyah individu dan masyarakat. dimana hal ini terjadi pada banyak gerakan revolusi. maka Ikhwan dalam pola perbaikannya tidak menggunakan jalur revolusi atau berkonfrontasi menggulingkan pemerintah.

dan tidak memicu perdebatan pemikiran dan pergolakan politik. sebab kami yakin bahwa keabadian hanya milik yang terbaik"583." "Dengan demikian. "Kami tidak akan menghantam mereka. Kami dipinta agar moderat dalam menghadapi permasalahan. merupakan pengusung landasan yang lurus. "… dalam masalah ini kami tidak akan mengambil hak-hak mereka …"584. namun kami berusaha menyerukan saling bantu-membantu untuk memperbaiki masyarakat dan tanah air. 215 584 Ibid. "Prinsip kami terkait partai politik. hlm. dan landasan”582. mereka —Ikhwan— melihat seluruh partai politik yang ada dengan satu penilaian. d. perbaikan. Imam Syahid telah menegaskan hal itu. "Kalian bukan pencari kekuasaan. dan apa yang telah mereka usahakan untuk perbaikan bangsa. hlm 266 583 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Dan. karena kami memfokuskan energi untuk menampilkan kerja positif di tengah iklim permusuhan. Dakwah kami akan selalu tertuju kepada mereka dan kami akan serukan mereka beramal atas landasan Islam. tapi kalian itu penegak sebuah sistem. Tidak fanatik terhadap sebuah ide. b. Anggota kami yang masuk sebagai kandidat dalam persaingan politik merupakan model bagi keteladanan berislam. kami hanya menyerahkan masalah mereka kepada waktu. kami tidak akan merampas hak para penguasa —yang bersebrangan dengan kami—. memperlihatkan persaingan sehat di tengah persaingan kotor. Mengumandangkan dakwah mereka 582 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). c. kami mengistimewakan antara satu dengan lainnya. 473 . Persaingan dan keikutsertaan di pentas politik hanya menjadi sarana bagi kami. kami juga tidak melebur mengusung sebuah partai … namun kami menyerukan mereka semua untuk mempedomani Islam.a.

kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui. 474 . hlm 266 (Kalimat yang beliau utarakan dalam sebuah kegiatan). Maka yang akan membentang di hadapan mereka hanya manhaj (metode) Ikhwan.— ke seluruh partai politik dan tokohnya secara jelas. akan tetapi permusuhan atas dasar akidah dan sistem. Dalam menjawab tuduhan terkait partai politik. mendirikan salat. hingga mereka menyatakan sepakat. Kita bisa temukan hal itu dalam firman Allah Swt. At-Taubah: Ibid. dan menunaikan zakat. Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Imam Syahid mengatakan: "Sebagian pentolan partai politik menyangka bahwa kami dengan ajaran-ajaran ini bermaksud menghancurkan eksistensi mereka. Dan. kita akan sedia menerima mereka dengan lapang dada. Imam Syahid mengatakan: "Permusuhan antara kalian dengan orang lain bukan atas dasar permusuhan pribadi. dan komitmen untuk berpegang pada satu sistem dalam rangka memperbaiki kondisi dan mewujudkan obsesi. maka 11)586. 585 586 (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Ikhwan berharap bila kebenaran tersebut dapat diterima." (QS. Bila satu hari nanti mereka yang paling kuat menyuarakan permusuhan kepada kalian memutuskan untuk bergabung dengan kalian.                        Artinya: "jika mereka bertaubat. bahkan lebih dari itu adalah petunjuk dari Allah Swt"585.—dakwah warisan Rasulullah Saw. karena kita menyadari apa yang berada di balik ini lebih baik dari yang terlihat di luarnya.

Setidaknya kalau dirangkumkan maka konsep ishlah yang ditulis Imam Syahid mencakup kepada tiga hal: Pertama: sektor politik. 475 . Imam Syahid mengajukan konsep perbaikan (ishlah) kepada Sultan Faruq. tanggung jawab pemikulan amanah. kemudian beliau menjelaskan bagaimana perspektif Islam dan kapabilitasnya untuk mampu menyelesaikan problematika global umat. sembari menerangkan beberapa klaim miring tentang Islam. Kedua: sektor sosial dan keilmuan yang mencakup tiga puluh item. Ikhwan juga tidak akan mendeskreditkan partai tertentu. dan hanya mencari manfaat tertentu. Kepala Pemerintahan Mesir kala itu."587. Tahun 1936. Saya tidak bermaksud ingin berdalil dan mengatakan kesalahan persangkaan ini. Raja Mesir dan Sudan —waktu itu—. dan 587 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). kami mempersembahkan diri. walaupun tuduhan tersebut hampir merata di kalangan partai politik dan pentolan-pentolannya. menyingkap kebobrokan peradaban Material Barat dan segala kepalsuannya. Konsep yang ditawarkan beliau adalah menyoroti pandangan umum tentang perbaikan secara menyeluruh.berkhidmat kepada selain partai yang lain. pengadilan. serta seluruh raja dan kepala-kepala negara dunia Islam seluruhnya. donasi. juga kepada Musthafa An-Nuhas. ini adalah risalah dari Ikhwanul Muslimin yang kami usulkan kepada anda. Ketiga: sektor perekonomian yang mencakup sebanyak sepuluh item. dan administrasi yang meliputi sepuluh item. apapun alasannya. Ikhwan dan Sejarah Reformasi Mesir 1. Imam Syahid menutup konsep perbaikan tersebut dengan ungkapannya: "Dan seterusnya. Saya hanya ingin menegaskan kepada saudara-saudaraku di parpol yang ada: "Sesungguhnya hari dimana Ikhwanul Muslimin mempersembahkan geraknya kepada selain fikrah Islamiyah yang telah diyakininya itu tidak mungkin terjadi.

semua yang kami miliki untuk membantu instansi atau pemerintah yang berniat mengantarkan umat Islam kepada kejayaan dan kegemilangan. pendidikan. 588 589 Lihat: Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). pemuka politik. 3. bersamaan adanya pergantian pemerintahan. keluarga. dan rumah tangga. sistem ekonomi. pertahanan dan militer. tetapi sudah merambah kepada tataran aplikasi. kebudayaan. dan seterusnya. Imam Syahid kemudian merumuskan mengenai pokok-pokok perbaikan yang akan diserukan oleh Ikhwanul Muslimin. 476 . pengadilan dan perundang-undangan. Risalah tersebut dikirimkan kepada perdana menteri sebagai penanggung jawab pertama. tokoh masyarakat. kepada kepala-kepala instansi milik negara. Hal itu agar seluruh lembaga dan pelbagai organisasi memperolehnya. hubungan internasional. Dengan begitu terasa menciptakan warna baru di masyarakat. dan kepada orang-orang yang menaru perhatian terhadap kebaikan bersama. Ikhwan bahkan mampu mengungguli seluruh elemen penggerak perubahan. Di awal tahun 40-an. Imam Syahid mengungkapkan: "Hasil dari kepahaman komprehensif Ikhwanul Muslimin terhadap Islam adalah bahwa fikrah Ikhwan telah menyentuh segala titik perbaikan di tubuh umat. Maka timbullah pecinta perbaikan yang mengerti bagaimana proses aplikasinya"589. Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. ide-ide perbaikan (reformasi) Ikhwanul Muslimin menjadi sesuatu yang begitu istimewa karena dimensinya yang integral dan menyeluruh. antara lain: Problematika kita dalam perspektif hukum Islam. Melalui cara itu. Pada risalah Muktamar ke-5. Jadilah setiap promotor perubahan menemukan yang dicita-citakannya di dalam konsep Ikhwan. Kami serukan sebuah panggilan dan kami siap berkorban."588. tidak sebatas retorika belaka. Imam Syahid kembali melayangkan banyak surat ke beberapa instansi pemerintah yang berisi inisiatif. Sebagian yang termaktub dalam risalahnya. juga kepada para anggota parlemen. yaitu terkait: hukum. 2.

Ustadz Hudaibi mengatakan: "Hanya dengan perang. dan memenjarakan sejumlah aktivisnya. c. serta mengadili oknum yang melakukan pelanggaran. b. yaitu: a. buku. Seruan tersebut terbagi ke sekian pointer. Ustadz Hasan Hudaibi. kami mengajukan kepada pemerintahan anda untuk mengadakan urun-rembuk yang benar dalam rangka menemukan solusi terbaik terhadap permasalahan di dalam maupun di luar negeri. Imam Syahid waktu itu mengatakan: "Kami telah merumuskan manhaj reformasi kepada pemerintah Mesir. proses meretas kemuliaan dan persatuan diperoleh. konser. lembaga sensor pers. tapi perang yang dikoordinasi rapi oleh 477 . Perubahan di sektor kebudayaan dengan mengevaluasi kembali beberapa hal. Seruan reformasi kemudian ditujukan ke pemerintah Mesir.4. pemudahan urusan publik. Mursyid Am Ikhwanul Muslimin. dan penentuan langkahnya. menginventarisir kekurangan di beberapa sarana tersebut. perfilman. "Atas pertimbangan itu. Mengharuskan pembenahan pada perangkat pemerintahan. Amandemen perundang-undangan dengan berpedoman kepada syariat Islam. Kami juga menyertakan catatan tambahan di beberapa departemen yang konsen mengurusi induk kebutuhan rakyat Mesir. konsentrasi kerja. dan radio. di antaranya: penyeleksian pegawai. tahun 1941. untuk kemudian dilakukan perbaikan. memobilisasi pasukan tempur. Kelanjutan dari proses ini maka dakwah IM semakin melambung tinggi sampai satu saat pemerintah Jamal Abdul Naser mengambil keputusan memblokade kegiatan mereka." Surat tersebut memuat komentar Ikhwan tentang problematika luar negeri. mengirimkan surat seruan perbaikan. pengadaan tunjangan dan jaminan. urgensi mengakhiri ketegangan dengan Inggris. Dalam Risalah Muktamar ke-6. melakukan penangkapan. 5. yaitu: sistem pengajaran. wahai pemimpin negara. Pada bulan Maret 1952.

Seruan tersebut dibuka dengan ungkapan: "Kini. sementara di saat yang sama kita telah dituntut untuk segera memulai mempersiapkan langkah-langkah besar. Majalah Ikhwanul Muslimin (IM). Ikhwan juga menjelaskan prinsipnya terkait program pemerintah yang akan menerapkan aksi "pembersihan" dalam waktu dekat590. Perbaikan sosial kemasyarakatan e. Ikhwanul Muslimin memberikan tiga masukan penting untuk meluruskan urusan umat. pembebasan tahanan dari sel. Perbaikan moral dan etika c. 6. kita mesti memandang ke masa depan. Pembersihan menyeluruh b. Perbaikan ekonomi f. Ikhwan dalam seruannya itu mengusung tujuh hal yang perlu segera diperbaiki: a. sehingga rakyat dapat merasakan bahwa mereka sudah berpindah dari satu orde ke orde berikutnya. perbaikan total. Dan. maka sama sekali tidak ada faidah gerakan revolusi ini dilakukan". yang perlu diprioritaskan adalah bagaimana menghapus hukum adat. terbitan 02 Agustus 1952. ia bergerak dalam lingkup skala prioritas antara persoalan besar dan kecil. 478 . kita tidak perlu berpestapora menikmati kemenangan ini.". Pendidikan militer g. Kemudian mengenai permasalah dalam negeri. Edisi ke-5.penguasa dan rakyatnya. sebagai berikut: 590 Lihat. Perbaikan perundang-undangan d. Kepolisian Sebagai epilog penyampaian seruan. Kalau kita tidak lakukan itu. 27 Maret 1952. Selain kedua masalah besar tersebut. Paska terjadinya kudeta —militer— Ikhwanul Muslimin menyebarkan ide dan inisiatif perbaikan kepada setiap individu dan masyarakat yang dimuat dalam koran.

Menghidupkan lembaga perwakilan. Ketiga. dan mengharuskan perubahan itu menyentuh seluruh sendi di masyarakat yang sudah terkontaminasi oleh perlakuan oknum yang zalim591. Mempersiapkan pasukan yang tangguh untuk memerangi Israel yang telah merampas wilayah Palestina. Pengejewantahan dua pointer tersebut lebih disederhanakan lagi kepada: a. arogansi status quo. Ikhwanul Muslimin banyak mengirimkan surat-surat inisiatif kepada Presiden 591 Al-Ikhwanul Al-Muslimun … Ahdâts Shana`atun Al-Târikh. 8. Hasan Hudaibi. menodai kesucian umat dengan praktek kebohongan. III. 7. Tanggal 4 Mei 1954. dan meraup harta haram untuk kepentingan pribadi. memberikan udara kebebasan bagi para tahanan politik. Menciptakan stabilitas keamanan. b. melepaskan rakyat dari belenggu kemiskinan. mengembalikan setiap hak kepada pemiliknya. Pada masa kepemimpinan Mursyid Am. negara dijadikan arena pemuas nafsu. Menerapkan kebebasan penuh592. Menghapus kondisi darurat dan hukum adat. Kedua. Ust. b. Ustdaz Umar Tilmisani. diantaranya: a. 479 . dan hegemoni pecundang politik. Mursyid Am. Mengembalikan hak-hak orang yang teraniaya. sebagaimana penting mengembalikan kepemilikan harta. melayangkan surat kepada Jamal Abdul Naser memintanya agar melakukan perubahan.Pertama. 107 592 Ibid. dan kelompoknya. hlm. merampas kebebasan. dengan dakwaan: merenggut kehormatan. menyeret oknum yang berbuat zhalim ke meja hijau. Vol. c. tanah yang terampas kepada yang berhak. mengubah kondisi yang memberikan kesempatan lahirnya kezaliman.

menulis tentang persoalan pemalsuan dan rezim penguasa. 10. dan 594 Majalah 595 Majalah silahkan merujuk kembali ke majalah dakwah terbitan tahun 1977. demikian juga pelaksanaan perjanjian damai Mesir dengan Israel tahun 1979. Atau.Ahmad Sadat. tahun 1987 M. dan anjuran untuk menaati faktor-faktor pembangkit kekuatan: Ini disampaikan melalui Risalah Ikhwan. IM mengajukan menyampaikan tuntutan nasional. sampai segala bentuk kezaliman yang dilakukan penguasa. Bulan Januari 1979. yang disepakati oleh Ikhwan dan seluruh simpul-simpul kekuatan nasional Mesir. Edisi 228. Al-Basyir. 12. 11. Dakwah. Musthafa Masyhur. bulan Muharram 1422 H/ 20 April 2001. 9. kalian memilih manhaj Allah atau Kehancuran."594. edisi pertama. tahun 1977. kembali Ustadz Umar Tilmisani melayangkan surat kepada Presiden Ahmad Sadat dan sebagian pemimpin negara Islam. Protes tersebut mengakibatkan penangkapan besar-besaran aktivis IM dan pembredelan majalah Dakwah. "Hukum yang berlaku bagi rakyat sekarang. Surat dengan mengangkat tema: "Wahai Pemimpin Umat Islam. Ikhwanul Muslimin bahkan mengajukan protes keras terkait lawatan Presiden Ahmad Sadat ke kota Al-Quds. Ustadz Musthafa Masyhur. Masalah ini telah kami jelaskan sebelumnya. edisi: 32. rakyat yang lebih pantas disebut rakyat yang dipecundang melalui pelaksanaan referendum (99. 593 Pembaca 1976. Mursyid 'Am IM."595. yang menyoroti masalah perbaikan dan pemberian hak kebebasan593. Demikian juga surat Mursyid 'Am. pengelabuan melalui pembentukan Dewan Perwakilan Rakyat berdasarkan pemilu yang tidak aspiratif (dusta).99%) produk rekayasa. yang menawarkan jalan keluar mendiagnosa penyebab kelemahan umat. 480 .

dan keterbelakangan ilmu dan skill. b. Reformasi menyeluruh merupakan tuntutan rakyat. dan musyawarah. dan Islam. Ketiga 481 . persamaan. Inisiatif tersebut dibuka dengan menyebutkan beberapa hal. Dimana Mursyid 'Am Ikhwan. nasional. Dalam perspektif Ikhwan. Semua bagian ini agar saling bekerja sama mengerjakan perkara-perkara yang disepakati —dan itu banyak sekali— dan toleran terhadap hal-hal yang tidak disepakati –dan hal itu sangat sedikit.13. Memang ada tiga tipikal penghancur dalam umat kita. kebangkitan kolektif. dari titik itulah perubahan itu beranjak untuk selanjutnya mengadakan perbaikan pada bidang-bidang yang lain. sampai kepada pengajuan surat inisiatif di tahun 2004 lalu. elemen pemikiran dan budaya. Ini merupakan tanggung jawab yang besar yang membutuhkan dukungan dan bantuan semua pihak. di antaranya: a. yaitu: stagnan politik. c.demi mewujudkan perbaikan bagi bangsa dan kemaslahatan umum. Perbaikan harus dimulai dengan perbaikan politik. kebebasan. Ikhwan menolak dengan sangat segala bentuk hegemoni pemerintah. kerusakan kondisi sosial. Permintaan Ikhwanul Muslimin untuk mengadakan ishlah belum juga berhenti. keadilan. Bahwa kemaslahatan umum sebuah negara yang mesti diperjuangkan dengan bersungguh-sungguh hanya menanti waktu perwujudannya. rakyatlah yang paling berhak menyuarakan inisiatif menerapkan perbaikan yang bertujuan untuk menciptakan kehidupan mulia. bahwa sudah waktu telah mengharuskan peran aktif seluruh kekuatan politik. Dan. di setiap waktu dan peristiwa. negara-negara Arab dan dunia Islam. Proses perbaikan tidak dipikul oleh salah satu pihak. d. Ustadz Muhammad Mahdi Akif menyatakan hal itu dalam konferensi pers. semua yang memiliki kecendrungan terhadap persoalan bersama bisa mulai bergerak menggarap hal-hal asasi di masyarakat. tidak menerima intervesi pihak asing dalam urusan dalam negeri Mesir.

Oleh karena dakwahnya integral. dalam bidang keamanan dalam negerinya. sekaligus penegasan bahwa dakwah sesungguhnya menyentuh semua lini kehidupan. yayasan. eksplorasi Islam. berjalan dengan lentur. puluhan orang menderita cedera serius. Pada tahun 2005. Aksi mereka dipadamkan pemerintah dengan memenjarakan sekitar 3000 aktivisnya. sosial. korps massal yang meliputi seluruh segmen. perindustrian. lembaga kedaerahan.tipikal kronis ini sekarang benar-benar tengah mengancam Mesir. sebagai konsekuensi dari sikap Ikhwanul Muslimin yang mengusung perbaikan. seminar umum. dakwah mereka selalu menggunakan banyak media. Dakwah Ikhwan tidak memperhatikan satu bidang saja lantas meninggalkan bidang yang lain. dan lain-lain. baik politik. budaya. dan layanan umum. Ikhwanul Muslimin memprakarsai dan memimpin muktamar dan demonstrasi menuntut reformasi. pendidikan dan kesehatan. adab. kantong-kantong layanan umum. gelanggang olah raga. dan lain sebagainya. ilmu. 14. bergerak demi kemaslahatan umat. olahraga. yayasan. seperti: partai politik. Atas pertimbangan itu. kondisi rakyatnya. dan menggagas lahirnya aliansi rakyat untuk reformasi. ekonomi. perkumpulan seni dan sastra. dan peran Mesir di kancah internasional. Ikhwan dengan dakwahnya akan memanfaatkan segala sarana dan prasarana untuk bergerak dan mengembangkan tujuan. bahkan di antara mereka ada yang syahid. atau amalan baik. maka tak mungkin akan terbatas mengurusi satu masalah. Dan. seni. Bentuk-bentuk Proyek Perbaikan ● Dakwah Ikhwan adalah dakwah integral. Sarana-sarana tersebut dipakai karena sangat berpotensi bagi pengembangan dakwah. pusat kajian dan penelitian. sementara ia melupakan masalah yang lain. mempertemukan simbol-simbol kekuatan rakyat. 482 . atau ia dipahami hanya melalui satu sudut pandang yang sempit.

Jiwa yang hidup merupakan kemenangan hakiki sukma dan hati. yang kami pentingkan adalah pengkonsentrasian terhadap jiwa demi menanamkan fikrah ini. 483 . "Yang kami inginkan pertama sekali adalah membangkitkan ruh. Beliau juga mengatakan: "Maka dari itu. Kami tidak mementingkan membicarakan soalan dakwah dalam perbaikan yang sifatnya parsial dari pelbagai jenis aktivitisnya. tapi bukan berarti melupakan bidang lainnya. atau dakwah memporsir diri pada satu permasalahan." 596 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). yang umumnya manusia sudah melupakannya.Kondisi dakwah terkadang memang meminta pemusatan dakwah pada satu bidang. dan melejitkan potensi skillnya. Perbaikan individu. disinilah bisa dipahami bahwa sifatnya luas dan menyentuh seluruh aspek berkehidupan. jaminan hidupnya. maka Allah pun melupakan mereka. sasaran pertama dari dakwah ini adalah mengajak manusia untuk membangun kembali hubungan spiritual transedental yang mengikat mereka dengan Allah tabaraka wa ta'ala. tidak bisa produktif menghasilkan buah dari aktivitas yang dilakukannya. Imam Syahid sudah pernah menyinggung masalah ini. 2."596. hlm 233. Kalau seruan perbaikan tidak mencakup dan memelihara dua hal di atas. katanya. tetapi bukan maksudnya menganaktirikan permasalahan lain. maka seruan itu disebut "seruan mandul". Membangkitkan ruh keimanan dan kembali kepada Islam. ● Perbaikan dipahami dengan dua pengertian: 1. Ini karena menyangkut masalah prioritas berdasarkan waktu dan kondisi.

4. 6. 7. Orientasi dan target yang jelas dari penerapan perbaikan. dan meminta komitmennya untuk menyerukan perbaikan serta mematuhi penanggungjawab perbaikan. Orang-orang yang tengah menegakkan perbaikan diminta bersungguhsungguh. Mesti ada sarana realisasi untuk melaksanakan perbaikan. ● Sebagaimana kesungguhan dan pertimbangan di dakwah untuk perbaikan berdiri di atas sokongan: 1. dan memiliki vitalitas tinggi. 3. 484 . Bekerja sembari melenyapkan gangguan yang menghambat proses perbaikan. 2. Memilih iklim yang pas untuk melakukan perbaikan. (Q. dan tidak ada yang boleh memonopoli salah satunya saja.S Al Baqarah:21) Inilah sesungguhnya kunci pertama untuk memecahkan serangkaian masalah kemansiaan yang disebabkan oleh tirani materialisme yang mengangkanginya."597. 5. agar kamu bertakwa. yang mereka tidak mampu melepaskan diri dari cengkeramannya. Tanpa adanya kunci ini. dan menyepakati perbaikan tersebut. hlm 226. tidak mungkin upaya perbaikan dapat ditegakkan. 597 Ibid. yang berdampak negatif. Mencari dukungan dari pemimpin masyarakat. Mendayagunakan kekuatan dan kesungguhan.      Artinya:             "Hai manusia. sembahlah Tuhanmu yang Telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu.

adalah: ada hukum tertulis. Dan. dan lebih maju dalam pelaksanaan perbaikan.Kita telah menyaksikan sepanjang sejarah ada saja penyeru perbaikan. dan belum ada yang mampu menerjemahkannya dalam realitas kehidupan. Ikhwan di hadapan krisis seperti ini tampil 'beda' dengan manhajnya. Atau. Kami akan saling menggalang kekuatan dengan pihakpihak lain dalam rangka mewujudkan hal itu. kami tidak sedang menunggu fase penerapan pemerintahan Islam. dan saling bahu-membahu. dan ia hanya merusak lingkungan. beragam 485 . Imam Syahid sudah memberikan contoh tentang masalah tersebut pada bahasan itu (lihat: Risalah pergerakan. undangundang masih ambigu dan kabur. tuntutan awal tertuju pada masalah tersebut karena ia merupakan bagian terpenting dari proses perbaikan dan kebangkitan bangsa. ada usaha penggemukan kemaslahatan bagi penguasa dan hakim. sebab perbaikan tidak dapat dilakukan sekejap mata. Hasan Al-Banna). tertata. Imam Syahid bahkan semasa hidupnya telah banyak memberikan masukan terhadap perubahan undang-undang dan perbaikannya. ● Tujuan perubahan yang diboyong oleh Ikhwan. ● Terkait masalah perundang-udangan yang tampak sekali butuh dikoreksi dan amandemen. Saat ini. yang disepakati oleh umat. berpijak pada landasan asasi. integral dan jelas. yang bertujuan mengelabui rakyat. ia hanya sekadar ingin memberikan 'sensasional' demi kemaslahatan partai atau penguasa. atau hanya sekadar slogan-slogan kosong tanpa mengandung muatan. dan berjalan sesuai akidah dan sejarahnya. atau sekadar panas dengan suhu perpolitikan. mengajak seluruh kekuatan untuk bekerja secara benar. Maka Ikhwan menawarkan amandemen UU dalam mengusung reformasi ini. menutupi kebenaran dan bukti.

Ikhwan bahkan dalam bidang ekonomi ini telah mendirikan beberapa pabrik percontohan. IM bukan hanya memotifasi diri sendiri tetapi juga mengajak pihak lain untuk saling bahu-membahu. mengetahui sarana apa saja yang bisa mengejewantahkan hak mereka. Dengan pola begitu dakwah akan berdampak positif. dan reaktif. Oleh karena itu 486 . dan penempaan jiwa. ● Imam Syahid menjelaskan sumber pijakan bagaimana seharusnya kebangkitan perbaikan itu terjadi di masyarakat. tidak sebatas memberikan catatan terhadap kekurangan orang lain. tarbiyah (pembinaan) itu yang diprioritaskan. ● Imam Syahid mengatakan: "Sebuah kebangkitan mesti berpijak pada. Dan. dan pengajuan kritikan konstruktif bagi kebaikan bersama. namun berikan catatan dan apresiasi. perubahan dalam masyarakat. dan beberapa masukannya yang mengkritisi piagam deklarasi Liga Arab —ini yang banyak dibahas— tanpa memandang proses pendiriannya. memahamkan tentang hak mereka. IM berhasil memerankan kontribusi rill bagaimana membangun basis perekonomian yang tangguh. atau dengan ungkapan lain mempelajari kurikulum sebuah kebangkitan dari tataran normatif. tarbiyah iman. sayangnya tidak seluruh gagasan Ikhwan diambil oleh mereka. ● Demikian juga kontribusi Ikhwan di sektor ekonomi. mengokohkan bangunan iman ini sekuat mungkin. Disusul kemudian pembinaan kerja nyata dan proses aplikasi. Tapi. Terkait prinsip beliau yang menilai positif pendirian Persatuan Liga Arab. pendirian pabrik-pabrik sipil. perbaikan pemenuhan barang-barang konsumtif. aplikatif. fokus dalam bidang produksi. yang di kemudian hari justeru dikuasai oleh pemerintah revolusi. mewarnai.sektor vital yang lain. ini dilakukan dalam rangka memperlihatkan manfaat rill langkah pembinaan itu. serta urgensi penanaman manhaj pembinaan dan kepemimpinan yang sesungguhnya. ● Imam Syahid memberi wejangan agar selalu memandang positif segala kejadian.

Untuk kepemimpinan: mesti memilih dan menempatkan pemimpin yang terpercaya. Kurun waktu terakhir ini. bisa ditaati dan diteladani. 599 Risalah: Dakwatuna fi Thur Jadid. Serta merupakan jaminan bagi kekuatan rakyat. hlm 239 487 . maka mereka mesti sanggup bersabar. mendahulukan hasil (produk) meskipun sekecil apapun. Untuk manhaj: sumbernya menurut kebutuhan saja. Seorang pemimpin yang benarbenar pemimpin. Atas pertimbangan itulah maka penting memelihara dua hal. dan pendidikan. yaitu: manhaj dan kepemimpinan. kemasyakatan. maka tidak boleh adanya penundaan dan pengurangan dengan alasan apa pun. Ikhwan menawarkan asas kebangkitan itu berpijak pada: penyatuan kondisi rill masyarakat berlandaskan kaidah Islam"599. cermat. bukan sekadar pemimpin yang ada karena kondisi darurat saja. Ikhwan telah melakukan gebrakan-gebrakan baru 598 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna).membutuhkan waktu yang panjang. ● Dalam usaha perbaikan masyarakat dan kebangkitan umat. sama artinya ada seorang pemimpin tetapi ia bukan berkepribadian pemimpin"598. Ikhwan pun mengungkapkan bahwa kemerdekaan berpolitik merupakan tuntutan pokok dan kebutuhan mendasar. Kalau tidak demikian.158-159 (secara ringkas). dan rentang waktu perjuangan yang lama. dan fokuskan pada upaya konkret. Ikhwan menyatakan perlu melakukan pembinaan individu dan penempaannya secara benar. seperti: kebudayaan. dalam pencapaian perbaikan dan kemajuan umat. Ikhwan begitu antusias sekali melakukan perbaikan masyarakat pada bidang-bidang penting. Imam Syahid menegaskan kembali: "Oleh sebab itu. Semua itu adalah manhaj pembelajaran bagi umat ini. hal.

di antaranya: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). produksi senjata. ● Seperti yang sudah kami jelaskan. Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). dan berbagai persoalan penting lainnya. bahwa Imam Syahid sudah memaparkan sekian banyak asumsi dalam rangka membenahi sektor ekonomi. eksplorasi Bangsa Arab dan perealisasian obsesi mereka. meskipun eksistensinya tidak bertahan lama. dan 488 . kebebasan mengkritisi. ● Ikhwan menaruh perhatian pada perbaikan ekonomi yang berjalan seimbang dan saling melengkapi dengan perbaikan politik. penyempurnaan kemerdekaan hakiki Mesir di seluruh aspek. di samping saling menopang antara sama lain. dan kekuatan-kekuatan politik guna dipelajari. dan beliau bahkan menggagas pendirian beberapa serikat mandiri nasional untuk mengimbangi hegemoni Inggris. Masalah tersebut termaktub dalam beberapa risalah Imam. dan perwujudan kemerdekaan perpolitikan. Sinai dan Palestina. Hal itu mereka tujukan itu kepada penguasa. Usulan yang diajukan Ikhwan dalam bidang ekonomi adalah merealisasikan independensi ekonomi di seluruh ruang lingkupnya. pengamanan laut Merah. dan pengamanan Timur Mesir. Beliau memberikan perhatian yang besar terhadap problematika ekonomi dan stabilitas keamanan Mesir. laut Arab mesti dikuasai pemanfaatannya oleh Bangsa Arab. Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). Beberapa hal yang disoroti adalah: "Kasus pengadaan air dan sterilisasi sumber-sumber air sungai Nil.melalui ide di bidang-bidang garapan tersebut. karena Pemerintah Revolusi kemudian melakukan proses kapitalisasi segala aset Ikhwan. semangat terhadap penyatuan umat dan penyatuan persepsi. menyatukan delta Nil (Mesir dan Sudan). dan dimanfaatkan demi merealisasikan penyatuan obsesi dan langkah. dan mengingatkan pentingnya penyatuan Bangsa Arab dan negara Islam untuk meningkatkan pencapaian independensi ekonomi dan memulai mengambil langkah-langkah brilian.

hewan ternak. seperti juga halnya bumi sebelah utara. juga secara pasti meredam beberapa klaim sepihak yang mendiskreditkan Ikhwan. Kalau Mesir butuh terhadap Sudan untuk memelihara Sungai Nil — sebagai sumber kehidupan— maka Sudan sesungguhnya lebih butuh kepada Mesir untuk menjamin keberlangsungan kehidupan mereka. dan aktivitas sungai Nil. sangat tidak sebanding dengan konsep perbaikan kompleks yang dipunyai dan ditawarkan Ikhwan. Harar.lain-lain yang menunjukkan kematangan berpikir. Zaila`. Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy 600 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). hlm 361. mencermati perkataan Imam Syahid: "Sungai Nil. manusia— berhulu dari Sudan. Yang kami inginkan selanjutnya adalah menciptakan keamanan di perbatasan selatan Mesir dan memelihara hak-hak kita terhadap Eriteria. Contoh sederhana saja dari ungkapan di atas. serta pandangan integral.. wilayah tersebut merupakan bagian yang juga menjadi tempat tumpahnya darah Amr bin Ash ra. padahal realitanya mereka hanya punya konsep dan lampiran apa adanya. dan yang memakmurkannya dulu adalah bangsa Mesir. Kita dapat merujuk kembali ke beberapa risalah Imam Syahid. 364 489 . Mashu`. Misalnya dengan melempar wacana. tanaman. dimana kehidupan Mesir bergantung disana — tanah. mana program perbaikan yang Ikhwan tawarkan dan apa kontribusi mereka terhadap masyarakat? Banyak kemudian bermunculan di negeri kita gerakan-gerakan reformasi yang mengklaim diri memiliki manhaj dan tujuan jelas. seperti: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). Sampai kemudian terjadi perampasan wilayah secara zalim"600. dengan sungai dan segala yang dikandungnya bermanfaat bagi bumi selatan. Risalah-risalah tersebut selain menelurkan ide-ide cemerlang. Keduanya merupakan bagian yang saling melengkapi.

dan kita tidak dapat menolak 490 . sekaligus model pembinaan publik. Sebagaimana halnya kami yang mengajukan inisiatif perbaikan berlandaskan Islam. Kami tidak melakukan monopoli terhadap Islam. dan mengangkat yel-yel bernafaskan Islam. ● Konteks seruan yang terus dikumandangkan Ikhwan bila ditinjau dari sisi landasan dan tujuan masih konsisten dan sejalan semenjak dari masa Imam Syahid. ● Dakwah kepada kebebasan. sebagai bagian dari pembumian syariat Islam. hanya sarana dan prasana saja yang kerap mengalami perubahan dan kemajuan. tidak bermaksud menjadikannya sebagai rujukan bagi dakwah Islam. pemusatan langkah. Adapun langkah-langkah kerja akan diaplikasikan menurut kemampuan dan peluangnya. karena kami saat ini menyerukan Islam dan juga kebebasan sebagai sebuah kewajiban. slogan kebebasan masuk dalam slogan itu. dan setiap urusan ditimbang berlandaskan nilai kemungkinan kebangkitan itu akan diperoleh. ● Bidang-bidang perbaikan ini —yang telah kami paparkan— merupakan model bagi pelaksanaan perubahan yang sifatnya sangat krusial dalam tubuh masyarakat. Ia merupakan dasar yang sempurna. bagi yang ingin memperoleh informasi tambahan. Dimana kebebasan merupakan penjelasan dari pengajaran Islam. bukanlah sebagai bentuk pemonopolian. Kami akan selalu berpegang teguh dengan dakwah Islam di pelbagai aspeknya.(Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). kita semua adalah muslim. dan beberapa peluang yang mungkin dimanfaatkan. Hal itu pun disesuaikan dengan kapabilitas dan daya tampung jamaah. Semua orang dan aliran berhak untuk menyatakan apa yang kami serukan. Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). elastisitas waktu. Maka slogan yang kami pakai adalah: al Islam huwa al Hall (Islam adalah solusi).

bekerja maksimal. dan tidak berkonsentrasi pada satu masalah. Pembangkitan kembali syariat Islam yang kami lakukan dan menyerukannya bukanlah semata merupakan semata taklif (tanggung jawab) kami. dan semua prasana yang sah digunakan berdasarkan atas legitimasi hukum dan perundang-undangan. penyiksaan yang keji dan seterusnya. dan perlu diketahui bahwa hal itu bukan merupakan taktik partai sebagai bentuk dukungan. Namun. lalu kami akan menunggangi kendaraan parpol untuk mendapatkan kedudukan. Menggantikan ruang-ruang penjara yang pengap. memikul cobaan dan beban dengan sabar dan tabah. menduduki jabatan dan mengambil kedudukan pasti kami akan menggunakan langkah lain. di seluruh sendi kehidupan: sosial. Kami menyeru kepada bangsa kami dengan penuh hikmah. siap melakukan pengorbanan. kami adalah aktivis dakwah universal yang bersedia mengorbankan diri untuk mewujudkan cita-cita itu. Ikhwan tidak ingin hanya bergabung menyelesaikan permasalahan kenegaraan dan nasionalisme saja. bergerak dalam kerangka keseimbangan. nasehat baik. mengikutsertakan rakyat dalam kerja tersebut. Demikian juga Perang di 491 . bagaimana mereka menggugah umat untuk menaruh kepedulian terhadap kezaliman dan penjajahan yang berlaku disana. Kalau kami mau mengeksploitasi. teratur. tetapi juga menjadi taklif bagi muslim dan muslimat semua. meninjau kemampuan dan target. atau beraktivitas tanpa tujuan. atau rujukan. yang siap istiqamah dengan izin Allah. memberikan arahan terhadap langkah yang akan ditempuh. Kami akan menanggalkan slogan dan manhaj yang telah didengungkan. Kita bisa saksikan responsibilitas tersebut dalam kasus Palestina. Mereka lebih banyak bekerja dari pada berbicara. Menjalaninya memakai kaidah yang santun. Kami telah menetapkan komitmen seperti ini. ekonomi. akan tetapi akan benar-benar mencurahkan perhatian untuk mengurusi hal itu. politik. pembelaan. pengenalan terhadap kondisi dan situasi. arif.keberislaman orang lain atau tak berhak mengklaim bahwa orang yang berbeda dengan pendapat kita telah menohok Islam dan murtad.

pada kasus kebebasan dan perbaikan perpolitikan. meskipun ia sendiri terjaga kebenarannya. mereka —atas pertolongan Allah— tetap kuasa mewujudkan sejumlah obsesi besar. Inilah peran yang mereka sumbangkan kepada umat menurut kapasitas mereka. pada musyawarah dan ketundukan penguasa kepada kehendak rakyat. teks yang dipakai untuk menuangkan prinsip-prinsip tadi. dan pada penjelasan akan batasan-batasan kekuasaan. sehingga terbuka kemungkinan untuk dipermainkan. Pertama. Di samping itu. Meskipun begitu. ketika seorang pengamat melihat prinsip undang-undang dasar Mesir yang bermuara pada perlindungan terhadap kebebasan individu dengan segala variasinya. pasti sangat jelas bagi pengamat tersebut bahwa semua itu sangat relevan dengan ajaran Islam dalam format undang-undang. yang itu merupakan interpretasi terhadap teks-teks tersebut. 492 . Mereka tak hendak mengganti dengan sistem yang lain. praktek penerapan. intimidasi mereka alami sepanjang waktu. Realitanya. dan banyak lagi problematika kompleks dunia Islam lainnya. makar.Terusan Suez melawan pasukan Inggris. bukan sebatas di Mesir saja akan tetapi menyeluruh ke segenap penjuru dunia Islam. pada tanggung jawab pemerintah kepada rakyat dan kontrol mereka kepada program yang dijalankan. Kedua. Oleh karenanya Ikhwanul Muslimin berkeyakinan bahwa sistem UU Mesir ini adalah sistem yang paling dekat dengan Islam dibanding dengan sistem UUD yang manapun di dunia. Hanya saja ada dua hal yang harus diperhatikan. Prinsip yang benar bisa saja dituangkan dengan kalimat yang membingungkan dan rancu. Model Perbaikan Hukum dan Perundang-udangan Imam Syahid Hasan Al Banna berkata. meskipun di kanan-kiri gelombang penderitaan.

Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata Sistem Pemerintahan). Ia masih membutuhkan pembatasan-pembatasan dan penjelasan lebih lanjut. dan berperan menciptakan chaos di parlemen. "Kami ingin berterus-terang bahwa ada kekurangan dalam beberapa teks undang-undang. Imam Syahid Hasan Al-Banna mengisyaratkan adanya tiga landasan sistem hukum Islam: "Pedoman bagi tegaknya sistem hukum Islam terbagi kepada tiga hal: a. telah terbukti –oleh pengalaman. 493 . Imam Syahid menambahkan. sehingga dapat mewujudkan apa yang diinginkan. ia sangat membutuhkan perbaikan dan koreksi. Penghargaan terhadap aspirasi umat 601 602 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). maka Ikhwanul Muslimin berpendapat bahwa: Pertama. dan masyarakat tidak memetik hasil darinya kecuali mudharat. sehingga hilanglah nilai manfaatnya. "Kami menerima landasan asasi untuk membentuk sebuah perundang-udangan. juga berlandaskan sistem hukum Islam. Oleh karenanya."602. Jika demikian halnya. sebagian teks UUD Mesir itu rancu dan membingungkan. Kedua. penerapannya yang buruk. semua itu mengkhawatirkan akan mengarah kepada kerusakan. dan lemah dalam memelihara keterjagaan landasan asasi yang sesuai dengan Islam dalam penerapannya di dalam hukum. Kesatuan umat c."601. dalam praktek penerapan UUD. sementara yang kami kritisi adalah ketidakjelasan dan mekanisme pelaksanaannya. yang kemudian melahirkan undangundang.sebuah teks yang jelas untuk sebuah prinsip yang benar masih memungkinkan juga terjadinya penerapan yang keliru karena dipengaruhi oleh dorongan hawa nafsu. Tanggung jawab penguasa b.gagal. serta memungkinkan adanya interpretasi subjektif dari masing-masing pihak. karena di samping sejalan.

Al Quran dan Sunah Nabi-Nya. dan tata hubungannya dengan masyarakat. Suatu hal yang aneh dan tidak masuk akal jika undang-undang yang berlaku untuk umat Islam bertentangan dengan ajaran agamanya. Ikhwan pernah mengajukan kritik terhadap kasus tersebut dan beberapa konteks undang-undang yang lain. dimana telah terjadi pemandulan beberapa kekuasaan lain. Dalam kaitan ini UUD kita rancu. baik dalam teori maupun praktek.-pentj. dan meminta dirumuskannya bentuk undang-udang yang baru yang mampu memelihara dan menjamin kaidah dan batasan-batasan tersebut. Sekarang akan saya jelaskan di hadapan kalian tentang sikap Ikhwan terhadap undang-undang Mesir. kewajiban-kewajiban penguasa. tidak jelas dan tidak rinci. 604 Dustur. adalah peraturan yang mengatur hubungan antara individu yang satu dengan yang lain.Imam Syahid. kendali pemerintah dipegang penuh oleh presiden. sementara undang-undang yang sekarang lebih buruk lagi tepatnya di konteks ini." "Sesungguhnya. dan yang mengontrol apa-apa yang mereka kerjakan dalam pelaksaan undang-undang. Sebaliknya. Imam Syahid. baik hukum perdangan maupun hukum kenegaraan. Hasan Al-Banna. disamping bertentangan dengan agama. Islam tidak diturunkan dalam keadaan tanpa undangundang. ia telah menjelaskan banyak hal tentang asas-asas perundangan dan perincian hukum. telah dijelaskan pula tentang sikap Ikhwan terhadap dustur Mesir. "Telah dijelaskan di muka bahwa dustur604 berbeda dengan Qanun605."603. adalah aturan pemerintah yang bersifat global yang mengatus batas-batas kekuasaan. berkata. Lantas apa yang kita lakukan di Mesir? Kita berada di persimpangan jalan. 494 . teks-teksnya juga bertentangan 603 Risalah: Nizhamul Hukmi Imam Syahid mengkritisi undang-udang tahun 1936.pentj 605 Qanun. "Undang-undang wadh'i (ciptaan manusia). Bahkan. Padahal ia merupakan perangkat terpenting untuk menentukan corak kehidupan parlemen dan pemerintah yang islami. "Ini merupakan kaidah sistem hukum Islam –dan sekaligus sistem parlementer.dalam hal tanggung jawab pemerintah"." Beliau juga berkata. baik perdata maupun pidana. yang melindungi hak-hak moral maupun material.

di semua sisi perundangundangan. dengan undang-undang yang digunakan sebagai pijakan dalam sistem peradilan dalam prakteknya. Kata Imam Syahid. melarang minum khamar. membenarkan khamr. dan mengatur perjudian. sementara itu undang-undang melindungi pezina. mereka sekali-kali tidak akan pernah rela dan menyetujui undang-undang seperti ini. mendukung riba. "Jika Allah dan Rasul Saw. "Saya ingin menegaskan bahwa ada perbedaan antara UUD Mesir sebagai sesuatu yang ideal. telah mengharamkan perbuatan zina. memerangi perjudian."606. Maka bagaimanakah sikap seorang muslim menghadapi dua hal yang jelas-jelas bertentangan ini? "Adapun Ikhwanul Muslimin."607. Kita tetapkan dalam UUD kita bahwa agama resmi Negara adalah Islam. Namun. sehingga dalam prakteknya kita sering memisahkan agama dari urusan politik (meski secara teorotis kita mengingkari pemisahan seperti ini)." Kata Imam Syahid. Beliau berkata. akidah adalah barang yang paling mahal harganya di alam dunia ini dan Ikhwan akan terus menggelindingkan bola. Sungguh. semua itu bukanlah akhir dari kerja keras mereka.dengan UUD Mesir itu sendiri yang menyebutkan bahwa agama negara adalah Islam. Mereka senantiasa bekerja dengan segala cara dalam rangka mengganti undang-undang semacam itu dengan syariat Islam yang adil dan utama. Banyak dari undang-undang yang menjadi pijakan peradilan ini secara terang-terangan bertentangan dengan Islam. namun ternyata ketetapan ini tidak cukup 606 607 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Pemerintahan) 495 ." Ikhwan pernah menghadap kepada Menteri Kehakiman dengan menyodorkan tulisan tentang ini dan memperingatkan pemerintah tentang akhir kisahnya yang pahit. "Merupakan kesalahan yang fatal ketika kita melupakan akar pemikiran ini.

Ini merupakan kelemahan pertama dan awal mula kerusakan. 2. Menjelaskan peraturan-peraturan tentang tema kampanye pemilu dan menetapkan sanksi bagi siapa saja yang melanggarnya. Ibid. maka organisasi itu harus mempunyai program yang jelas dan sasaran program yang rinci. 3. beliau mengajak untuk melakukan perbaikan. serta merusak keindahan Islam dalam realitas kehidupan. hendaknya tidak menyangkut masalah keluarga. disamping juga adanya pemaksaan dalam memilih. Beliau berkata: "Harus segera dilakukan upaya perbaikan terhadap undang-undang pemilu. Memberikan sanksi yang berat kepada setiap pemyimpangan dalam pelaksanaan dan praktek suap dalam pemilihan. Memperbaiki aturan pelaksanaan pemilu dan sosialisasinya. tetapi berkisar pada metode dan langkah-langkah pembaharuan. 496 . Sisi-sisi yang mendesak untuk dilakukan perbaikan adalah sebagai berikut: 1."608. Ungkapnya: "Semua orang merasakan ketidakmampuan sistem pemilu yang berlaku sekarang untuk merealisasikan tujuan yang telah digariskan."609. Jika mereka adalah wakil organisasi. karena masalah peraturan ini sering dipermaikan oleh ambisi partai tertentu dan kepentingan pemerintah pada waktu-waktu belakangan ini. Menyebutkan kriteria-kriteria khusus bagi calon anggota legislatif. yakni memilih orang-orang yang shalih (terbaik) untuk menjadi wakil rakyat di parlemen. 4. rumah atau individu yang tidak termasuk dalam kriteria kelayakan untuk pemilihan. Peraturan-peraturan itu. Tuntutan Perbaikan Undang-undang Pemilu ● Imam Syahid memberikan kritik terhadap undang-undang pemilu. dengan keyakinan dan perbuatan mereka yang menjauhkan antara petunjuk agama dan muatan politik. 608 609 Ibid.bisa menghalangi para petinggi pemerintahan dan para tokoh politik untuk merusak citra Islam dalam persepsi dan pikiran khalayak.

kemuliaan."610. tanpa pengecualian. memelihara diri dari penyakit. Mengenai cara yang diterapkan guna perbaikan itu memang banyak ragamnya. maka itu lebih baik. Urgensi jiwa nasionalisme. Merupakan sebuah kesalahan besar jika kita hanya terpaku dengan kondisi sekarang ini. dan anjuran untuk memelihara kesehatan. Misalnya: 1. Yang disebutkan tadi adalah sebagian saja. sehingga para calon legislatif tidak bisa memaksa para pemilihnya dan kepentingan umum akan bisa diletakkan di atas kepentingan pribadi dalam menilai dan berhubungan dengan para caleg.5. Imam Syahid mengatakan. Jika sebuah keinginan diupayakan dengan jujur dan sungguh-sungguh. niscaya akan terbuka jalan menuju kesana. Demikian pula menguasai faktor-faktor penyebab kekuatan. pertanian. pengembangan kekayaan alam. 2. Semua itu secara jelas sudah tercakup dalam ruh Islam dan manhajnya. Berlapang dada 610 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Pemerintahan).330. Menaruh perhatian pada kesehatan umum dimulai dari balita. Tuntutan Membina Umat yang Kuat Menimbang perhatian Imam Syahid terhadap bidang industrialisasi. dan sosial sebagaimana yang telah kami ungkapkan sebelumnya. "Semua ini menjelaskan bagaimana Islam berbicara tentang masalah kesehatan umat secara umum. tanpa terlalu keras atau radikal. 497 . pemberian perhatian kesehatan tersebut secara massal. Penyuluhan berolah raga. menjaga kesehatan badan dan kekuatan tubuh.329. jundiyah (keprajuritan). Jika pemilihan dilakukan dengan memilih tanda gambar dan bukan memilih orang. ini termasuk pada sektor ekonomi. 3. hal. beliau ternyata juga memusatkan perhatian pada manhaj perubahan dalam rangka menguatkan pembinaan masyarakat. dan berkebangsaan. rela dan berusaha lari dari upaya perbaikan.

"Umat yang sedang bangkit sangat memerlukan akhlak.terhadap segala hal yang memberi kemanfaatan dan kebahagian untuknya"611. karena itu menjadi bagian terpenting dalam mewujudkan umat yang kuat. bahkan menganjurkan agar mengambil dua-duanya. tidak ada maksud mengadakan makar dari satu kelompok terhadap kelompok lain. "Islam tidak jengah dengan ilmu pengetahuan. mengandung tujuan positif. Seputar Koordinasi dan Aliansi Jamaah Ikhwanul Muslimin dengan senang hati membuka dialog kepada semua kekuatan politik dan nasional. hlm 282-283 613 Ibid. Dialog pun dapat 611 612 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). hlm 283 614 Setiap partai punya hak untuk menjalin hubungan dengan kekuatan nasional lainnya."612 Beliau lebih lanjut memaparkan tentang urgensi semua ilmu. dan bercita-cita tinggi. tetapi malah menjadikannya sebuah kewajiban sebagai penguat dan selanjutnya Islam banyak mensugesti hal ini … Alquran tidak pernah membedakan antara ilmu dunia dengan ilmu agama. hlm 281 Ibid. berjiwa besar. Perhatian terhadap ilmu pengetahuan dan perbaikan pendidikan. Pembicaraan kali ini hanya terkait dialog tentang masalah nasional dan cara koordinasi penyelesaiannya. Urgensi menanamkan akhlak yang luhur dan membina umat untuk mencapainya. 498 . Dan. akhlak luhur yang mempunyai kekuatan."613. 5. menjadikan kemaslahatan negara sebagai asas utama dialog. Dialog yang dimaksudkan mesti memiliki acuan (kode etik) jelas. 4. Ia juga berhak menyatakannya ataupun tidak. Kata Imam Syahid. misalnya bahwa dialog itu dilakukan dengan santun dan lembut614. Imam Syahid berkata.

namun bukan berarti ia membiarkan perampasan hak-haknya. Pembatasan mekanisme kerja. Pembatasan tuntutan kesepakatan.meningkat untuk mewujudkan kesepahaman bernegara. kecenderungan kerjanya. atau memanfaatkannya demi mewujudkan ambisi dan kemaslahatan pribadi. dan membentuk aliansi dengan beragam kekuatan. 499 . diharuskan menjelaskan batasannya terlebih dahulu yakni tiga hal: 1. atau kewajiban dari pandangan personal terhadap kelompok. Selanjutnya disana mesti ada penegasan yang menjamin koordinasi dan aliansi ini. terpedaya. atau sekadar gelombang yang hanya melewati sebagian kelompok. timbangan relatif setiap sudut pandang. selama hal itu tidak bertentangan dengan nilai dan prinsip-prinsip dakwah. 2. serta tanggung jawabnya. Dalam masalah kesepakatan bernegara yang bertujuan untuk menjalin koordinasi kerja secara baik. dan membentuk aliansi terkait satu persoalan atau problema nasional. lintas perselisihan. identitas dan prinsip-prinsipnya. Tansiq (koordinasi) bukan berarti jamaah Ikhwanul Muslimin melepaskan slogan. namun dalam beberapa hal bisa saja terwujud kesepakatan terhadap slogan-slogan dan mekanisme. atau hal yang senada. dan tugas setiap kelompok. Pembatasan prioritas 3. Jamaah Ikhwanul Muslimin berhubungan dengan semua elemen dengan jelas dan terbuka serta dengan kelapangan hati dan kebijakan. setiap kelompok bisa komitmen terhadap segala hal yang menjadi kesepakatan. yaitu: memelihara karakteristik setiap kelompok. karena kesepakatan lintas nasional memiliki batasan terendah yang mungkin disepakati. Pengkondisian ini bukan merupakan penjenjangan bagi perbedaan dan peleburannya. atau ia membiarkan bahunya diinjak oleh orang lain. Yang bermula dari kesepakatan untuk menghormati setiap prinsip. kemudian tentang koordinasi kerja dan mekanismenya.

berdialog dengan semua golongan dan membudayakannya. kemudian mengambalikan kepada masyarakat untuk mendukung dan memilih salah satu dakwah. Jamaah Ikhwanul Muslimin memiliki satu sikap terhadap semua kelompok (artinya. komitmen terhadap etika-etika dialog.yang menjadikan kekerasan dan penumpahan darah sebagai sarana perubahan. Begitu pula dengan kelompok-kelompok yang memiliki hubungan dengan Zionisme. dan mengungkap rencana dan proyek-proyek konspirasinya. dan mengajak untuk menjalin hubungan dengan Zionisme. tidak angkuh dan besar kepala terhadap orang lain. Namun jamaah tidak melakukan dialog. pentj).Iklim yang dibutuhkan adalah. Jamaah Ikhwanul Muslimin memperhatikan strategi umum dan prinsip-prinsip kerja yang dimilikinya. 1. kelompok atau kekuatan politik sesuai dengan konsep dan proyek yang ditawarkan. 3. kesepakatan dan koordinasi dengan beberapa kelompok berikut. 2. kemerdekaan dan komitmennya. diantaranya kemaslahatan Negara. menerima kritikan dan masukan dengan kelapangan hati serta menganggap hal itu sebagai doa yang mulia. Dan 500 . menghindari pendeskreditan seseorang dan tidak menuduh nasionalisme seseorang dan keikhlasannya dalam bekerja. Pemerintah yang diktator yang menganggap bahwa dirinya adalah yang paling benar dan menghadapi pemikiran-pemikiran yang berseberangan dengannya dengan penangkapan dan penjara. Maka kami memperingatkan dari hal ini. Kelompok manapun –Mesir maupun non Mesir. namun jamaah memberikan nasehat dan mengajaknya kepada prinsipprinsip keadilan dan kebebasan. Dalam gerakan politiknya. ia justru mengajaknya untuk meninggalkan cara-cara yang menyimpang dari syariat Islam dan prinsip-prinsipnya tersebut. meninggalkan tuduhan-tuduhan dan uslub perdebatan dan penipuan. jamaah tidak memiliki standar ganda. Dalam gerakan dan sikap-sikap politiknya.

kesepahaman tentang prioritas. Target yang kita inginkan adalah target yang tidak menghalalkan segala cara. perjanjian. terkadang kita akan terlibat bersama dengan orang lain615. bantuan bersyarat. maka henaknya sejalan dengan hukum-hukum Islam dan kaidah-kaidahnya. Persimpangan Jalan Terkadang terdapat persimpangan jalan antara jamaah dengan kekuatan dan aliran-aliran non muslim yang lain. Jika terdapat jalinan kerjasama di persimpangan ini. Namun sarana yang kita inginkan adalah yang tunduk kepada prinsipprinsip Islam dan berkaitan erat dengan target. 615 Maksud dari 'orang lain' adalah. jamaah terkadang harus mengorbankan pengeluaran khusus. Adapun para nasionalis muslim. yang berupa susunan yang saling terikat dan eksis sepanjang sejarah. namun ia merupakan salah satu sarana dalam mewujudkan beberapa target-target parsial dan praktis –bukan target-target prinsipil-. dimana target kami adalah Islam yang kokoh. atau diam (absten) terhadap sesuatu hal demi kemaslahatan yang lebih besar. integral dan saling terkait. genjatan senjata. atau terkadang harus memikul beban dan rintangan. keikutsertaan dalam efektifisasi. Persimpangan jalan juga tidak selalu kerjasama dan koordinasi. adapun sarana. namun target dan sarana yang kita inginkan adalah target yang menyatu dengan kaidah-kaidah syariat dan hukum-hukumnya. kadang-kadang juga ikut serta dalam targettarget dakwah. 501 . dan kadang-kadang bayak pihak yang diuntungkan dalam hal ini. walaupun target-target dakwah Ikhwan lebih luas dan lebih mendalam.dalam mewujudkan hal ini. bahkan dengan kelompokkelompok yang menyimpang dari fikrah islamiyah dan memusuhinya. kelompok dan aliran-aliran yang tidak bekerja untuk kemaslahatan Islam atau kemaslahatan bangsa. atau jamaah memilih salah satu sarana dan mekanisme yang tidak memberikan implikasi terhadap kemaslahatan Negara dan strategi jamaah di dalam gerakan dan dakwah. dan lain-lain yang merupakan bagian dari siasat Islam dan fiqih konstitusi. seperti pembebasan.

melindungi dan memindahkan jamaah ini dari satu fase ke fase berikutnya. serta apa saja yang pernah dihadapinya menjelaskan tentang sejauh mana taufik Allah terhadap qiyadah jamaah dalam mengawal. Namun berupaya menguasai dan mengalihkan arusnya serta memanfaatkan untuk kepentingan dakwah.Kami akan menunjukkan salah satu contoh untuk menjelaskan hal ini. ia tidak melanggar sunah alam dan tidak melawan arus. dilepaskan. maka mereka akan menyakiti penduduk dan merampas milik rakyat negeri itu. menguatkan basis pengawalan dakwah dan penjagaan terhadap prinsip-prinsipnya: 502 . dilupakan atau diremehkan. atau dalam rangka menjalankan kewajiban yang utama yang dibutuhkan oleh umat dan pada waktu itu Negara sedang dipimpin oleh pemerintah yang zhalim. Bahkan Allah Allah terkadang memenangkan agama ini melalui seorang lelaki pendosa. dimana hal ini membutuhkan pengalaman dan kecermatan dari qiyadah –dengan taufik dari Allah. yaitu larangan Imam Ibnu Taimiyyah untuk tidak membangunkan pasukan Tatar yang mabuk dan sedang tertidur di jalan-jalan Baghadad. dan hal ini tidak bertentangan dengan pemanfaatan kesempatan dan kelenturannya dalam menghadapi beberapa peristiwa. Semua hal ini. Sesungguhnya sejarah jamaah dan perjalanannya sangat panjang. Begitupula menahan kezaliman tanpa perlawanan atau diam terhadap suatu kerusakan demi mewujudkan kemaslahatan yang lebih besar. meskipun secara parsial.dalam menghadapi tekanan. marabahaya dan peristiwa-peristiwa menakutkan. atau menghindari bahaya dan mafsadah yang lebih besar. Urgensi Pengamanan terhadap Dakwah Mengawal dakwah dan melindungi keselamatan dan kekokohan rukunrukunnya merupakan tujuan mendasar yang tidak boleh ada tawar-menawar. dan Ibnu Taimiyyah telah menjelaskan beberapa batasan terkait dengan hal ini. karena jika mereka bangun.

3. Husein Basya untuk mengisolir Imam Syahid ke pedalaman Mesir. Kekuatan ukhuwah dan cinta antara kader dakwah Selalu berpegang teguh terhadap ushul dan prinsip-prinsip jamaah.616 Ketika Inggris mencium 'bahaya' dakwahnya. pada saat yang sama PD II baru dimulai. dan Imam Syahid merupakan model ideal yang menjadi contoh untuk pemahaman tersebut.dengan tenang.1. 5. Beliau kemudian memanfaatkan keberadaannya di 616 LIhat kembali: Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). 4. Kerekatan shaf dakwah terhadap para qiyadah dan tsiqah yang tinggi terhadapnya. Beliau berhasil menyeberangkan dakwah di tengah konflik yang bergejolak dan kondisi yang sangat sulit. Kemudian beliau dipindahkan ke Qana pada 9 Mei 1941 M. dan menutup Majalah Ikhwan (Majalah Al Manar dan Majalah Ta'aruf). serta menguatkan asas jamaah tanpa menimbulkan goncangan. termasuk wakil Jamaah Ikhwanul Muslimin juga dipindahkan ke Dimyath. 503 . beliau menyebarkan dakwah dengan tenang dan hikmah. begitupula halnya para Mursyid yang mengemban amanah itu setelah beliau –semoga Allah meridhai mereka semua-. sehingga mereka sibuk mengurus peperangan. Mengembalikan semua urusan kepada Allah dan mengetuk pintu kemuharan-Nya. Memahami dan mengetahui jalan orang-orang beriman dan jalan para pendosa. sebagaimana yang diajarkan oleh Imam Syahid. lalu akhirnya ia berhadapan dengan tekanan Inggris tahun 1941 M. mereka meminta Perdana Menteri Mesir waktu itu. Imam Syahid menghadapi dengan tenang dan bijak. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh Imam Syahid. Hal-hal tersebut di atas merupakan faktor-faktor yang membantu pengawalan terhadap dakwah. 2. Imam Syahid mampu membangun dakwah –dengan seluruh manhaj dan tujuannya yang syamil. atau tanpa disadari para penyusup.

Imam Syahid dikembalikan ke Kairo. serta dengan interaktif di parlemen melalui Ustadz Muhammad Nashir tentang sebab pemindahan Imam Syahid ke perkampuangan Mesir. Gerakan Imam Syahid kemudian berkonsentarsi terhadap masalah Palestina. Mesir. lalu beberapa kelompok dan kekuatan mengeluhkan keberadaannya di sana. Inggris mendirikan sebuah jamaah baru untuk menyaingi dan menyerang kelompok Ikhwanul Muslimin. tidak lama setelah itu. beliau justru semakin mengkonsentrasikan diri untuk menyebarkan dakwah dan gerakannya dengan memanfaatkan kondisi yang ada pada waktu itu. Imam Syahid menerima tuntutan itu setelah menimbang dengan cermat berbagai akibat dan kemungkinan yang akan terjadi. mereka terpaksa melepaskan Imam Syahid. Karena mendapat tekanan politik dan kecaman dari pelbagai media serta kondisi PD II. 504 . Ia kemudian mencalonkan dirinya sebagai calon untuk daerah pemilihan Ismailiyah tahun 1942 M. mereka menamakannya Ikhwanul Hurriyah. Pada tahun 1948 M. mencetak dan menyebarkan buku yang berjudul Al Dimar wa Al Nar (Kehancuran dan api) di Palestina. Namun Inggris menolak hal itu dengan keras dan menekan pemerintah Mesir melalui PM. wakil Jamaah dan sekretaris umum. Imam Syahid kemudian melakukan tekanan dengan cara yang tenang melalui beberapa menteri dari kelompok-kelompok independent yang duduk di parlemen. lalu dilakukan penangkapan terhadap Imam Syahid. yang membongkar kejahatan Inggris dan Yahudi.perkampungan itu untuk menyebarkan dakwah di sana. kemudian di penjarakan di Zaitun. mereka kemudian meminta pemerintah untuk memenjarakan Imam Syahid. Nahas Basya untuk mengancam dan memaksanya membatalkan diri sebagai calon. Namun Imam Syahid tidak menghiraukan dan tidak menyibukkan dirinya dalam konflik tersebut. Imam Syahid lalu berupaya menggunakan kesempatan untuk ikut berperan di parlemen Mesir.

terdapat pada hal-hal berikut: 1. serta pembunuhan Imam Syahid pada 12 Februari 1949 M.telah mengamankan dakwah dan meletakkan rukun dan pondasinya sehingga ia mampu bertahan menghadapi musuh. Imam Syahid mengambil manfaat dari kejadian ini dan beliau tidak bersikeras melakukan perlawanan. Kejelasan orientasi dan keteguhan pemahaman yang dimiliki oleh masing-masing individu jamaah terhadap target dan 617 LIhat kembali pembahasan tentang hal ini pada bab Pembebasan Negeri-negeri muslim. Lalu terjadi konflik Palestina –yang merupakan bagian dari strategi dakwah Ikhwanul Muslimin yang tidak mungkin dilepaskan-. beliau mengetahui sejauh mana konspirasi yang dilancarkan musuh. jamaah ini tidak menyimpang atau dikuasai oleh musuh.617 Lalu pada 8 Desember 1948 M. Faktor-faktor yang mampu mengawal bangunan jamaah –setelah taufik Allah yang Maha Tinggi tentunya-. dan konspirasi dan upaya pelumpuhan. Tsiqah kepada qiyadah dan selalu berhimpun bersama mereka. Bangunan ini yang kemudian menghancurkan setiap usaha penghancuran. Sepeninggal Imam Syahid. 505 . namun Inggris memanipulasi hasil pemilu dengan pemalsuan yang sangat jelas. Dengan keutamaan Allah dan taufik dariNya. kekuatan dan kekokohannya. Kekuatan ikatan dan kekokohan antar satuan-satuan shaf dan kader-kader jamaah. 2. Jamaah Ikhwanul Muslimin dipimpin oleh al Ustadz Hudhaibi untuk menghadapi gelombang ujian dengan penuh kesabaran dan keteguhan. 3.Kemudian pada tahun 1945 M. dan makalah yang berjudul Mihnatul Islam. Naqrasyi mengeluarkan keputusan pembubaran jamaah dan menangkap seluruh anggota Ikhwanul Muslimin. Sesungguhnya pengamanan dakwah harus dimulai dari dalam bangunan. panah-panah musuh. namun beliau – semoga Allah merahmatinya. beliau kembali mencalonkan dirinya di daerah pemilihan yang sama.

"bahwa barisan shaf Ikhwan dalam pelbagai aspek dan sisinya adalah shaf malaikat dan shaf paling ideal. yaitu kelompokkelompok yang tidak memiliki agenda yang jelas. digoncang. saling menghormati. serta penerapannya yang menyebabkan kemunduran di tubuh umat. keterbukaan. ruh dan pengorganisasian. Kami tidak mengatakan. begitupula kebutuhan umat manusia terhadapnya. semata-mata hanya fanatisme pemimpin atau ketokohan seseorang. kondisi yang gelap dan ketidakstabilan jasad. dihancurkan apalagi dilobangi. Hubungan yang erat antara qiyadah (pemimpin) dan Qaidah (jundi-jundi dakwah). berupa kejelasan (orientasi). perseteruan dan melegalkan permusuhan antara individu masyarakat. Termasuk prilaku individu atau sikap-sikap yang dilakukan oleh anggota jamaah. terlebih penerapannya yang berdiri di atas kebencian. Kami hanya menyampaikan secara umum bagaimana mengupayakan dan mentarbiyahnya hingga sampai pada tahap keimanan yang tinggi. serta antar generasi dakwah. Dengan terpenuhinya semua faktor-faktor di atas. komitmen terhadap ketentuan jamaah serta berpegang teguh terhadap adan dan akhlak. 5. cinta. Yang pada 506 . Kehancuran tidak akan terjadi kecuali pada kondisi yang goncang. Imam Syahid menghadapi realita buruk dalam pertumbuhan kelompok-kelompok di Mesir. 4. Iklim yang baik di dalam dalam jamaah. Imam Syahid dan pembentukan partai-partai 1. maka shaf jamaah akan sangat sulit ditembus.sarana. tidak tenang. tidak akan terlepas dari tahapan ini dan tidak kehilangan sifat tsabat (keteguhan) dan quwwah (kokoh dan kuat). serta tingginya tingkat kebutuhan mereka terhadap jamaah dan dakwah.

Sebagai bukti akan hal itu. hal. "Ikhwanul Muslimin berkeyakinan bahwa partai-partai politik yang ada di Mesir didirikan dalam suasana yang tidak kondusif. merusak akhlak. Imam Syahid berkata. dan rakyat tidak akan mendapatkan apa-apa selain perampasan kemuliaan dan kemerdekaan. Imam Syahid meyakini kerusakan partai-partai Mesir sudah mencapai taraf politik tambal sulam atau semata-mata perbaikan yang dangkal. "Saya meyakini wahai tuan-tuan. "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin berkeyakinan akan mandulnya sistem koalisi antar partai. hal. Sistem kepartaian ini walaupun bisa mengantarkan salah satu kelompok meraih kemenangan. 146 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). Imam Syahid berkata.akhirnya membuka pintu masuknya orang-orang asing untuk bermain terhadap masyarakat. bukan demi kemaslahatan umum. Sebagian besar didorong oleh ambisi pribadi. dan memporak-porandakan kesatuan umat. kalian semua mengetahuinya. memberangus kemaslahatan. Ikhwan juga berkeyakinan bahwa hizbiyyah (sistem kepartaian) seperti ini akan merusak seluruh tatanan kehidupan. Mereka akan berdiri seperti seekor kera di hadapan dua ekor kucing."619 2. dan 618 619 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V)."618 Beliau juga berkata. hingga kini belum dapat menentukan program dan manhajnya secara pasti. bahwa campur tangan asing terhadap urusan umat tidak ada maksud lain kecuali untuk permusuhan dan perseteruan. Ikhwan juga berkeyakinan bahwa partai-partai yang ada. namun permusuhan akan senantiasa mengintai dan mencari musuh berikutnya.167 507 .

karena mereka mungkin telah selesai memainkan perannya dan kondisi pun sudah tidak lagi membutuhkannya. "Apa saja yang disebabkan oleh sistem kepartaian ini."623 3."620 Beliau juga berkata.koalisi semacam ini hanya merupakan obat penenang yang bersifat sementara. dan tanpa harus melepaskan kaidah-kaidahnya yang orisinil. bukan obat yang sesungguhnya. hal. maka tidak ada syarat harus mendirikan partai politik. berupa pertentangan. hal. Kendati demikian. "Ikhwan berkeyakinan bahwa ada perbedaan prinsip antara kebebasan pendapat. Imam Syahid berkata.146 508 . hal."621 Khusus untuk sistem perwakilan parlementer –yang secara prinsip dan kaidah sangat dekat dengan sistem pemerintah Islam. Karena. "Karena sistem ini sangat mungkin diterapkan tanpa ada sistem kepartaian. berpikir dan 620 621 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). 322 623 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). 168 622 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam). hal. Wahai Ikhwanul Muslimin. Adapun obat yang paling mujarab adalah hendaknya partai-partai ini dihilangkan. telah banyak aspirasi yang menyuarakan untuk menghapus sistem kepartaian di Mesir. persaingan dan kebencian adalah sesuatu yang dibenci oleh Islam."622 "Ikhwan juga berkeyakinan bahwa sistem perwakilan atau bahkan parlemen itu tidak membutuhkan sistem kepartaian dengan bentuknya seperti yang ada di Mesir sekarang. 148 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). Imam Syahid tetap berpandangan tentang urgensi kebebasan beraspirasi dan mendirikan partai politik yang benar. Beliau mengatakan. betapa cepatnya orang-orang yang berkoalisi itu bubar dan kembali melakukan perang satu sama lain dengan peperangan yang lebih dasyat daripada sebelum berkoalisi.

serta dengan proses penyeleksian urusan terhadap suatu perkara untuk mencari kebenaran. dan perpecahan dalam ide dan pandangan umum serta apa yang berasal dari keduanya. 168 509 . adalah umat yang belum mendapatkan kemerdekaan secara sempurna. yang sejak awal pertumbuhan membutuhkan kerja keras dan persatuan. kecuali dengan persatuan dan bahu membahu. musyawarah. dan partai-partai politik telah berubah menjadi sesuatu yang merusak dengan kegiatan dan tokoh-tokohnya. yang menyebabkan terjadinya perpecahan di tubuh umat. dan nasehat –sebagaimana digariskan oleh Islam. Tidak mungkin kemerdekaan ini dapat diraih dan tidak mungkin menyingkirkan ambisi-ambisi tersebut. berekspresi. kami masih berada dalam timbangan.bersuara. menafsirkan sesuatu. "Sesungguhnya kami wahai Ikhwan. baik mengikuti suara mayoritas atau dengan kesepakatan. "Terdapat perbedaan wahai Ikhwanul Muslimin antara partai politik yang slogannya adalah perbedaan. Jika setiap 624 625 Ibid Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). yang belum mendapatkan kemerdekaannya secara totalitas.dengan fanatisme terhadap pendapat. beliau berpandangan untuk menghilangkan sistem kepartaian. maka seluruhnya menerima dan menyetujuinya sebagai sebuah keputusan. keluar dari lingkaran jamaah. Dimana setelah jelasnya suatu perkara."625 4. dengan kebebasan pandangan yang dibolehkan dalam Islam dan dianjurkan. Imam Syahid menjelaskan tentang kondisi masyarakat Mesir. dan masih dikelilingi oleh banyak ambisi di setiap tempat. hal. berusaha terusmenerus untuk memperluas jurang perpecahan di kalangan umat dan mengguncang kekuasaan pemerintahan yang resmi. Imam Syahid berkata."624 Beliau juga berkata. Oleh karena itu.

bangsa yang telah mendapatkan kemerdekaannya secara sempurna dan telah menyelesaikan pembinaan dirinya. "Saya meyakini wahai tuan-tuan. Walaupun demikian. "Sesungguhnya saya memiliki pandangan sendiri terhadap masalah partai politik. karena hal itu merupakan pandangan saya sendiri bukan untuk orang lain. maka bukan berarti saya sedang menawarkan sebuah partai kepada masyarakat tanpa partai yang lain. hal itu bukan menjadi kepentinganku."627 5. 166 628 Ibid 510 . diperbolehkan berbeda dan mendirikan partai-partai di dalam beberapa hal."626 Imam Syahid berkata.telah menggerakkan saya untuk berterus-terang dan menyampaikannya kepada manusia. hal. saya juga tidak ingin menyembunyikan dari mereka. namun ia tidak dibolehkan di semua Negara. dan saya tidak ingin memaksakannya kepada orang lain. atau saya menguatkan salah satunya tanpa yang lain. bahwa sistem partai politik walaupun dibolehkan di beberapa Negara. dan bisa jadi ia mengamalami perubahan pada masa-masa yang akan datang."628 Beliau juga berkata. Imam Syahid berkata. dan saya melihat bahwa kewajiban memberikan nasehat kepada umat manusia –terutama pada kondisi-kondisi seperti ini. 626 627 Ibid Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). Imam Syahid menegaskan bahwa hal ini merupakan pandangannya sendiri dalam menghadapi kondisi dan keadaan pada fase ini. "Saya juga ingin mengatakan bahwa bahwa ketika saya berbicara tentang partai politik. maka hal itu tidak mungkin bisa diwujudkan di tengah umat yang baru tumbuh. atau saya menjelek-jelekkan salah satunya dan merekomendasikan yang lain.

serta toleransi dan kekuatan."629 6. saya membiarkan keputusan terhadap partai politik kepada sejarah dan opini khalayak. masyarakat. Pertama. Tentang Aktivitas POlitik: 1. Ikhwanul Muslimin memberikan pandangannya yang universal yang berlandaskan asas dan pondasi yang dibuat oleh Imam Syahid tentang sistem pemerintahan. maka Ikhwanul Muslimin menuntut kebebasan mendirikan partai. dan sesungguhnya pembalasan yang benar adalah di sisi Allah semata. Mereka yakin bahwa Islam adalah sistem operasional 629 Ibid 511 . urgensi kebebasan. politik merupakan bagian dari manhaj Islam.Namun saya ingin mengambil sebuah sikap yaitu. "Namun mereka meyakini Islam sebagai akidah dan ibadah. syuro dan menghormati aspirasi rakyat. Imam Syahid berkata. Negara dan kewarganegaraan. "Mereka meyakini bahwa Islam sebagai sistem paripurna yang melingkupi seluruh aspek kehidupan." Beliau juga berkata. Dengan pandangan khusus Imam Syahid ini. budaya dan undang-undang. perhimpunan dan deklarasi sikap dan pandangan. Imam Syahid menegaskan dengan keyakinan yang kuat bahwa. manhaj dan auran kehidupan sesuai dengan syariat Islam. mengatur perkara dunia sebagaimana dia mengatur perkara akhirat. Negara dan seluruh alam. akhlak dan materi. yang mengatur kehidupan pribadi. dan hendaknya sistem politik. dan hendaknya ada lembaga hukum yang independent dan adil yang menangani pelaksanakan dan penerapannya. yang beliau tetapkan secara temporer sesuai dengan kondisi yang dihadapi oleh umat.

hubungan antara produsen dan konsumen. dengan kebebasan pikiran yang dibolehkan oleh Islam dan dianjurkan. hal."630 "Bahwa politik. dan izzah adalah bagian dari ajaran Al Quran. perang. 104 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). sekaligus menghindarkan manusia dari semua kemungkinan buruk yang bisa timbul dalam proses menuju kesana. distribusi kekayaan. Islam menurut mereka adalah agama dan daulah.sekaligus spiritual. serta berbagai masalah yang terkait dengan tema ini –yang kini memenuhi kepala para pemimpin dan pakar ilmu sosial modernkami yakin telah diselam begitu dalam oleh Islam. kapitalisme.56 512 . sosialisme.168 634 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). hal. hal. atau tidak akan sama sekali menjadi tidak muslim. komunisme. hal."632 "Terdapat perbedaan wahai Ikhwan. 632 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). antara partai yang memiliki slogan perbedaan dan perpecahan dalam perspektif dan pandangan umum. Ia tidak akan memisahkan dakwahnya antara politik dan agama. mushaf dan pedang."634 630 631 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda)."631 "Dan Allah mengetahui bahwa Ikhwanul Muslimin tidak pernah sama sekali menjadi tidak berpolitik. dan manusia tidak akan melihat mereka sebagai pengusung partai. Sebab Islam telah meletakkan suatu sistem bagi dunia yang membuka pintu bagi pendayagunaan dan pemanfaatan semua sumber kebaikan.160 633 Ibid. serta apa yang menjadi dari keduanya. kebebasan."633 "Tema-tema besar seperti semacam universalisme. nasionalisme.

Kami meyakini bahwa kebebasan politik dan kehormatan nasionalisme adalah 635 636 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). kaum muslimin yang mengerti dan memahami ruh dan ajaran Islam secara benar tidak mengenal hal ini.636 3. membina dan memimpin masyarakat. dalam arti kami memiliki perhatian terhadap umat kita. beliau berkata. penyadaran masyarakat terhadap hak-haknya serta membimbing. menyatukan fenomena kehidupan nyata di tengah umat sesuai dengan asas Islam dan kaidah-kaidahnya. kami yakin bahwa kekuatan tanfidziyyah termasuk bagian ajaran dan hukum Islam. memperbaiki lembaga pemerintahan. "Adapun kalau kami dikatakan sebagai politikus. Agenda ini memiliki fase-fase dan lahannya tersendiri yang diawali dengan penjelasan pandangan Islam terhadap suatu peristiwa atau masalah. mengetengahkan program-program perbaikan yang berbasis Al-Quran. Ikhwanul Muslimin mengajak agar asas kebangkitan kita hendaknya merupakan. Bagi mereka yang ingin mengalihkan kami dari manhaj ini hendaklah menjauh dari kami karena ia adalah musuh bagi Islam atau orang yang tidak mengetahui tentang Islam.Ia berkata. Imam Syahid menolak tegas orang yang memisahkan antara dan politik. 179 513 . maka kegiatan politik adalah bagian dari agenda dakwah Ikhwan yang sempurna. "Kita menilai bahwa pemisahan antara agama dan politik bukanlah bagian dari ajaran Islam yang hanif. "Oleh karena itu. Dalam hal ini Ikhwan mengambil berbagai bentuk kegiatan yang disesuaikan dengan kemamampuan jamaah dan kondisi yang berkembang di sekelilingnya. dilanjutkan dengan menyebarkan prinsip-prinsip Islam dalam masalah politik dan pemerintahan. Imam Syahid berkata. menuntut kebebasan berpolitik dan nasionalisme. menyempurnakan segala jenis kebebasan dan kemerdekaan bagi tanah air. Oleh karena itu.339 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). hal."635 2. Tidak ada baginya jalan kecuali dua hal ini. hal.

Semua hal ini menyebabkan saya meyakini bahwa tidak ada lagi pilihan yang tersedia bagi kita. karena Islam tidak hanya menyuruh umatnya untuk berjihad dan berjuang. "Wahai saudaraku! Untuk hal ini kami telah menghabiskan waktu selama 17 tahun dalam rangka mempersiapkan dan memahamkan masyarakat tentang hakikat politik yang sebenarnya.bagian dari rukun dan kewajiban Islam.213 Ibid 514 . maka memang demikianlah kami. Wallâhu Al-Musta'ân. dan mencintai tanah air adalah bagian dari keimanan. Dalam hal ini beliau juga menjelaskan. Kesemuanya itu adalah adalah hal-hal yang biasa dipahami oleh setiap muslim yang mempelajari Islam dengan benar. Kami kira kami tidak mendatangkan sesuatu yang baru. "Tidak ada dakwah tanpa jihad. Dalam muktamar yang dihadiri oleh Ketua-ketua Wilayah. Apa yang kami lakukan tidak lain dari merealisasikan tujuan-tujuan di atas dan kami tidak keluar dari dakwah Islam sama sekali."638 637 638 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI)."637 4. Dalam hal ini beliau mengatakan. Maka dari sekarang kita berkewajiban untuk mengarahkan jiwa yang sedang terheranheran dan membimbing perasaan yang sedang menggelora untuk melangkah bersama jalan ini. dan tidak akan ada jihad tanpa adanya tekanan. hal. Tidak ada lagi lembaga yang diyakini dan diharapkan masyarakat untuk mewujudkan cita-cita suci ini selain dari Ikhwan. kebebasan dan nasionalisme merupakan bagian dari perintah Al-Quran. Atau karena kami berjuang untuk menyempurnakan kemerdekaan dan memperbaiki badan pemerintahan. Imam Syahid membantah pendapat yang mengatakan bahwa meninggalkan kegiatan politik dan memfokuskan diri kepada kegiatan sosial dan moral akan menyelamatkan dakwah dari rintangan dan hambatan.

dengan hal ini kita melangkah ke fase yang kedua dari perjalanan dan rencana kita yang berlandaskan Al-Quran."641 639 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Agenda perbaikan ini hanyalah bagian dan pelengkap baginya dan bukanlah sebagai ganti.”639 5.Akan tetapi.Beliau mengatakan –seraya menyebutkan fase-fase dakwah dan tahapan-tahapan dalam kegiatan politik-. serta kebebasan adalah diantara kewajibannya. dan pemerintahan adalah bagian darinya. Maka tidak ada dosanya bagi kita ketika politik menjadi bagian dari agama ini.”640 Beliau juga mengatakan tentang dakwah kita. "Tidak akan ada hari bahwa mereka adalah orang-orang yang berada di luar Islam. "Jika ditanyakan kepada kalian: Kemana kalian mengajak? Maka jawablah: kami menyeru kepada agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw. dan tidak menyimpang dari jalan kita serta tidak pula menukar rute perjalanan dengan terjun ke dunia politik –seperti yang dikatakan mereka yang tidak memahaminya. Dan juga tidak boleh bagi kami untuk mengakhirkan konsep syariat dan berdakwah kepadanya dengan mengedepankan konsep perbaikan yang merupakan bagian darinya. 165 640 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini) 641 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). Imam Syahid mengatakan. Tidak ada dalam Islam slogan yang mengatakan: “Berikan kepada Kaisar apa yang menjadi haknya dan berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak-Nya. Setiap tujuan perbaikan yang ada bertolak dari sini dan ter-shibghah dengannya. titik tolaknya adalah Islam dan pelaksanaan syariat Allah. dan Islam mencakup hakim dan orang-orang yang dikenai hukuman. hal. hal. Agenda dakwah dan politik yang kami miliki mempunyai landasan dan aturan-aturan.. "Dalam hal ini kita tidak menyalahi rencana kita. 160 515 . Akan tetapi yang ada hanyalah: kaisar dan segala hak miliknya adalah kepunyaan Allah Yang Maha Perkasa. Agenda perbaikan dalam bidang politik dan kemasyarakatan tidak boleh dijadikan ganti dari tujuan utama ini.

"642 642 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI) 516 . Imam Syahid mengatakan. Ats-sabat yang sejati dalam jamaah ini berdiri di atas landasan: komitmen dan keteguhan dalam menjaga ats-sawabit (hal-hal prinsipil dalam jamaah). mengembalikan segala perkara kepada Al-Quran dan perbekalan keimanan. jamaah dalam agenda politiknya dan hubungan dengan partai-partai politik tidak memihak kepada salah satu partai manapun. Tingkatan keistiqamahan dan kesuksesan kita sangat tergantung kepada tingkat ibadah kita kepada-Nya dan keterlepasan dari segala kekuatan. keteguhan pribadi-pribadinya yang bersandar kepada akidah dan ikatan persatuan.Maka seruan untuk perbaikan dalam bidang politik dan sosial adalah bagian dari bentuk dakwah kita kepada Islam dan bukanlah sebagai gantinya. berharap kepada-Nya serta bertawakal kepada-Nya. senantiasa memohon pertolongan dan keistiqamahan dari Allah. tingkatan ke-tsiqah-an dan ketaatan dalam kondisi malas dan giat dan serta tajarrud. kekuatan tanzhim. Kita berkewajiban mencari sebab-sebab yang cocok dan bersungguhsungguh dalam proses tarbiyah dan pengkaderan. "ketika terjun dalam dunia politik kita kita tidak akan pernah cenderung dan berpihak kepada salah satu partai politik. Akan tetapi ini akan teruji dan tampak ketika berhadapan dengan kondisi-kondisi sulit dan peristiwa-peristiwa yang menggoncangkan serta dalam menghadapi tantangan yang datang. Hal ini tidak akan tampak dalam peristiwa-peristiwa biasa dengan sekedar berkaca kepada teori. dan tidak pula dia lebih diprioritaskan darinya. dan berusaha untuk mengajak mereka mengamalkan manhaj Islam (sebagaimana yang disebutkan dalam halaman sebelumnya). 6.

Memberikan kepada setiap individu haknya sesuai dengan sumbangsihnya terhadap Islam." Jamaah juga tidak akan menjalin kerjasama dengan pihak manapun dengan menggadaikan dakwah atau prinsip-prinsip Islam. ada yang sampai kepada tingkat koordinasi dalam beberapa agenda kerja. berdasarkan asas yang jelas dan berlandaskan syariat. "Anda telah berbuat kebaikan. Akan tetapi kami tidak akan tertipu dengan berbagai manuver politik dan janji-janji kosong." Jamaah dengan karakteristik yang ada dalam manhajnya dengan tidak menggunakan sistem partai. "Anda telah berbuat salah. Selain itu tingkat interaksi jamaah juga sangat variatif. Jamaah akan memenuhi kata-katanya dan komitmen dengan keputusan yang telah dibuat. Dia senantiasa bekerjasama dan berkoordinasi dengan organisasi lain dalam rangka mewujudkan kemaslahatan dakwah dan tanah air. Kita juga akan menolak bentuk kerjasama yang tidak berlandaskan asas 517 . kerjasama dan berbagai bentuk hubungan lainnya."Sangat salah orang yang menyangka bahwa Al-Ikhwan Al-Muslimun bekerja untuk sebuah lembaga diantara lembaga yang ada atau ia bergantung kepada salah jama'ah diantara jama'ah yang ada." Sementara kepada eorang yang melakukan kesalahan dikatakan. Kita menerima berbagai bentuk partisipasi yang berdasarkan prinsip persamaan dalam kerjasama dan koordinasi demi menciptakan perbaikan umat dan menyeleseikan berbagai macam problematikannya. Akan tetapi itu semuanya tentu saja sesuai dengan undang-undang yang ada dalam jamaah dan batasan-batasan yang ada dalam syariat. Ada yang hanya sekedar interaksi secara umum. atau ada yang sampai kepada saling membantu. Kita akan menolak bekerjasama dengan organisasi lain yang semata-mata hanya berjuang untuk kepentingan organisasinya yang berkedok perbaikan. yang berkata kepada seseorang yang telah melakukan suatu kebaikan. Jamaah akan berinteraksi dengan seluruh kalangan dan menujukan dakwah untuk seluruh lapisan. Akan tetapi dia tidak menafikan keberadaan organisasi lain.

b. Ikhwan berusaha untuk melakukan pendekatan antar organisasi dengan berbagai sarana yang tersedia.643 8. h. c. dan menjadikannya satu-satu standar antara dirinya dengan organisasi lainnya. Bentuk dari kegiatan politik bisa beraneka ragam disesuaikan dengan kemampuan jamaah dan kondisi yang ada. hal. setiap organisasi yang mewujudkan salah satu sisi manhaj Ikhwan harus didukung oleh setiap akh. lembaga-lembaga yang bermanfaat diarahkan kepada tujuannya dengan memberikan dukungan kepadanya dan tidak melemahkannya. 7. f.219-220 518 . Dimulai dengan 643 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). g. Ikhwan menentang setiap lembaga yang melakukan penyimpangan dari nilai-nilai Islam seperti Bahaiyyah dan Qadiyaniyyah. diwajibkan bagi setiap akh untuk mengenal tujuan secara mendalam. d. Sudah menjadi kemestian bagi Ikhwan Muslimin jika mendukung sebuah lembaga. Ikhwan menerima setiap ide yang diberikan demi menyatukan segala usaha kaum muslimin di seluruh penjuru dunia.persamaan. Dalam Majelis Syura yang ketiga pada tanggal 11 zulhijjah tahun 1353 H dikeluarkan keputusan yang menjelaskan sudut pandang Ikhwan Muslimin terhadap organisasi lain berdasarkan asas dan aturan-aturan yang ada dalam jamaah: a. seperti bekas-bekas kebangkitan dunia timur (Islam). Imam Syahid telah meletakkan standar sendiri untuk hal ini. Dan mendukung ide penyatuan Islam. setiap manhaj yang tidak menguatkan Islam dan berpedoman kepadan dasar-dasarnya tidak akan mengantarkan kepada kesuksesan. Karena hal ini dapat merusak citra jamaah dan merupakan bentuk penyimpangan dari rencana dan tujuannya semula. e. terlebih dahulu memastikan bahwa lembaga tersebut tidak bertentangan dengan tujuan dan target jamaah. dan Ikhwan meyakini sepenuhnya bahwa rasa cinta adalah asas utama untuk membangunkan kesadaran kaum muslimin.

dan dia tidak tertipu dengan perkara yang tampak lahiriah saja. Imam Syahid berkata. "berdasarkan asas ini."645 Jamaah dia tidak gegabah dan reaktif terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi. Kemudian sampai kepada kepemimpinan dalam kegiatan politik dan khalayak. jamaah selalu membedakan antara khayalan. Ia memiliki ilmu fsiklogi (untuk mengenal gejala-gejala di sekitarnya) sehingga 644 645 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). dan arena kerja bukanlah arena kata-kata. hal 181 519 .pengumuman pandangan terhadap partisipasi politik dan mengetengahkan program-program yang bersifat menunjang dan membantu.S Al Hajj: 40)644 9." (Q. calon-calon Ikhwan akan maju. dan apabila dating waktu yang tepat akan tampil mewakili umat di DPR.                       Artinya: "Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Dalam menentukan sikap terhadap kejadian dan peristiwa. 212 Ibid. dengan kerja keras dan jihad: "Sesungguhnya arena kata-kata bukanlah arena khayalan. hal. tanpa melakuan check and recheck dan mengetahui selukbeluknya. Percayalah dengan pertolongan Allah selama tujuan kita adalah mencari ridha Allah Swt. dan arena jihad bukanlah arena kerja dan arena jihad yang benar bukanlah arena jihad yang salah. demikian juga dengan memunculkan kader-kader politik dan masuk dalam Pemilu. slogan dan kata-kata.

maka ia senantiasa menggunakan pandangan yang menyeluruh dalam melihat sebuah pertarungan. "Janganlah kamu mempertaruhkan usaha dan kerja kerasmu dan jangan pula bertaruh dengan syiar kesuksesanmu!"646 Jamaah tidak absen dalam pelbagai even dan peristiwa yang terjadi. Oleh karena itulah maka jamaah lebih mengedepankan kerja. Di pentas politik dan hal-hal yang menjadi kemestian di dalamnya seperti pernyataan sikap. maka dakwah selalu menimbang sebab-akibat serta implikasinya terhadap jamaah dan gerakan dakwah. dan bantuan. di waktu yang sama ia juga memiliki agenda politik sendiri yang memilik pandangan mendalam. maka ia tidak pernah lupa terhadap kemaslahatan dakwah atau kondisinya dari satu waktu ke waktu lainnya. atau dari satu tempat ke tempat lain. Dengan pertolongan Allah. melenyapkannya.tidak tertipu dengan berbagai slogan yang memperdagangkan kata-kata dan kalimat. dan akan tetap berpegang teguh terhadap dakwah meskipun dengan berbagai bujukan dan ancaman. dan memalingkannya dari manhajnya. jamaah bisa selamat dari segala tipu daya dan konspirasi yang ditujukan untuk melemahkan. muatannya lebih kuat dari penampilannya. baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. 127 520 . Sejarah menjadi saksi akan keberhasilan jamaah dengan metode yang dipakainya. 10. hal. 646 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Ia benar-benar memahami fase pembinaan dan kondisi yang sedang dilalui umat Islam serta musuh-musuh yang menghadang mereka. Jamaah juga sangat memahami bahwa ia menjadi incaran musuh dalam skala regional dan internasional. perjanjian. dan senantiasa meletakkan di depan matanya "Memproteksi eksistensi dakwah dan kekuatan barisan".

dan hal itu dilakukan melalui lembaga dakwah. mengambil sesuatu yang paling sedikit madharatnya. Ia tidak memiliki keinginan atau ambisi untuk meraih kursi kementerian atau mengambil keuntungan di balik peristiwa itu. Bagi yang memperhatikan sirah Imam Syahid dan pandanganpandangannya akan mendapatkan bahwasanya beliau adalah seorang yang berpandangan tajam dan memiliki pemahaman yang mendalam. sebagaima ia juga tidak akan pernah meminta atau menerima bantuan dari salah satu diantaranya. sekunder dan tersier. serta jelasnya perbedaan urutan amal seperti jaiz (boleh). Kemudian pembagian tujuan syariat. “Dalam hal yang berkaitan dengan kementerian sebelumnya -termasuk di dalamnya kementerian Anda sebelumnya. dan perjalanan sirahnya yang mulia. dan tarjih untuk menguatkan salah satu pendapat ketika terjadi perbedaaan mashlahat. dan beberapa kaidah-kaidah lain yang termasuk dalam kaidah dan standar syar'i dalam mengatur amal dan pergerakan. dan mengakhirkan maslahat yang paling sedikit. makruh dan haram. syura dan prinsip-prinsip dakwah. mandhub (sunnah). jamaah senantiasa menggunakan Fiqih harakah dan siyasah syar'iyyah.Qiyadah dalam jamaah memiliki hak komparasi terhadap aktivitas politik yang diperbolehkan.Ikhwan sengaja berdiri netral dengan tidak memberikan bantuan dan dukungan kepada salah satu diantaranya. Dalam hal ini kita berpedoman kepada Rasulullah Saw. dan mengukur kondisi dharurah (daurat). Untuk itu. Ikhwan sangat memahami bahwa mentarbiyah masyarakat dan 521 . Ketika terjadi konflik antar partai politik dalam memperebutkan kursi kementerian. berupa kebutuhan primer. ikrah (kondisi terpaksa). seperti: mendahulukan menolak madharat daripada mengambil manfaat. fardu (wajib). Dalam suratnya yang diutujukan kepada pemimpin pemerintahan Mesir kala itu beliau mengatakan. Demikian pula dalam kaidah pengucilan dan pembuangan. Ikhwan berusaha untuk menjauh dari perkara ini dan berupaya menyampaikan nasihat kepada seluruh pihak yang bertikai.

"647 Ikhwan tidak termasuk dalam pihak yang bertikai tentang masalah kepartaian. "Kita saling bantu dalam hal yang kita sepakati dan saling toleran dalam permasalahan yang kita 647 Ibid. Ikhwan tidak ingin untuk memonopoli salah satu bidang yang ada dalam masyarakat atau politik ataupun bidang-bidang lainnya. komitmen dan intergralitas manhaj yang mencakup semua aspek. hal. dengan mengedepankan titik temu dan mengenyampingkan sebab-sebab yang mendatangkan perbedaan dan perpecahan. dan tidak masuk dalam arena ini serta berusaha untuk menjauh dari pertikaian ini. Ikhwan tetap membuka diri bekerja sama dengan segenap kekuatan dan kelompok yang ada. Dengan prinsip akidah yang sangat jelas. Sejarah menjadi saksi bagaimana usaha Imam Syahid di usia muda beliau dalam mengumpulkan para ulama dan siapa saja yang menginginkan perbaikan ketika ia mendirikan Jam’iyyah Syubbân Al-Muslimîn. Akan tetapi Ikhwan menyambut baik partisipasi pihak lain dan mengajak mereka untuk terjun dalam lapangan dan mengerahkan segenap tenaga dalam proses perbaikan. beroposisi dan memberikan penjelasan kepada yang salah. Ia berupaya menyampaikan nasihat dan pemahaman kepada setiap golongan dan memberikan dukungan kepada yang lebih dekat kepada kebenaran. 11. Mereka tidak disibukkan dengan kegiatan politik dan pertikaian antar partai.menyebarkan ide-ide perbaikan kepada mereka jauh lebih agung dan bermanfaat daripada berhubungan dengan pemerintahan yang sekarang lebih disibukkan dengan permasalahan pertentangan dan persaingan antar partai. Langkah strategis ini sangat berperan dalam rangka menjauhkan Ikhwan dari keterombang-ambingan antara partai dan pemerintahan. dan beliau pun termasuk salah seorang anggotanya dan antusias dalam memotivasi dan bekerjasama dengannya. padahal ketika itu beliau juga mengemban proyek gerakan paripurna dalam rangka mewujudkan kebangkitan umat dengan nama Ikhwan Muslimin. 297 522 . sebaliknya tetap serius dan komitmen memberikan pengabdian terhadap masyarakat dengan tarbiyah dan proses penyadaran.

selama kita semua berkenan untuk menghormati hal yang sudah pasti dalam syariat dan bekerja untuk kepentingan tanah air. dari sekedar dakwah dengan perkataan kepada dakwah yang diiringi kerja keras dan perjuangan. Oleh karena itu mereka menyampaikan dakwah kepada siapa saja dengan penuh ketulusan dan kejelasan tanpa diiringi perasaan merasa lebih. para menterinya. sesepuh dan segenap partai yang ada. memiliki sikap yang jelas. Namun jika mereka lebih cenderung untuk melakukan kebohongan dan penipuan dan bersembunyi di belakang berbagai alasan bohong. Pada pengantar editorial edisi perdana majalah An Nadzir yang terbit tahun 1938 M (Rabi’ Al-Awwal 1357 H). dan mampu memadukan antara pemahaman syariat dengan fiqih realitas. “Kita akan beralih dari sebaik-baik dakwah umum kepada sebaik-baik dakwah khusus. tanpa dusta dan kebohongan. maka Ikhwanul Muslimin telah menyampaikan tujuan-tujuan dan sudut pandangnya secara jelas jelas. para pembesar. Ikhwan meyakini bahwa lahan jihad itu terbuka untuk siapa saja. maka kita akan mengumandangkan permusuhan kepada setiap pemimpin partai atau lembaga yang tidak bergerak untuk kepentingan Islam dan tidak berjalan di atas landasan Islam. dengan penuh kejelasan tanpa adanya kesamaran. sombong dan takabur. dan menilai seluruh elemen yang ada sesuai dengan neraca keislaman. 12. maka kami akan mendukung mereka. karena waktu tidak tersedia untuk melakukan kebohongan. demi 523 . Kita akan menyampaikan dakwah ini kepada segenap tokoh yang ada di negeri ini. Tentang partisipasinya dalam perjuangan politik. Kita akan mengajak mereka semua kepada manhaj yang kita yakini kebenarannya dan menjelaskan kepada mereka berbagai agenda kami dan meminta kepada mereka untuk berjalan di negeri kami ini sesuai dengan nilai dan ajaran Islam dengan penuh keberanian tanpa ada rasa ragu. Jika mereka mau menerima seruan kami dan menempuh jalan ini. menepati kata-kata dan janji.perselisihkan”. kemerdekaan dan kemajuannya. Imam Syahid menjelaskan fase yang ditempuh dalam perjuangan politik yang dimasuki jamaah dalam rangka menyeimbangi kekuatan politik dan berbagai aliran yang ada.

dengan hal ini kita melangkah ke fase yang kedua dari perjalanan dan rencana kita yang berlandaskan Al-Quran. dan agenda ketika harus melakukan konfrontasi. baik di dalam maupun di luar ketika dakwah telah mecapai usia sepuluh tahun. dan Dia adalah sebaik-baik pemberi pembuka (pemberi kemenangan). orang-orang yang tidak 648 649 Ibid. 164 Ibid 650 Ibid 651 Ibid. setelah dakwah dengan perkataan.”651 Di akhir perkataannya Imam Syahid berkata tentang beban perjuangan ini. yang bermula dari partisipasi mereka dalam perjuangan politik. “Telah tampak dengan jelas arah nasionalisme Ikhwan. saya umumkan kepada kalian langkah ini melalui lembar-lembar koran kalian edisi perdana ini. saya mengajak kalian untuk melakukan jihad amal. pandangan. “Mereka semua akan melancarkan permusuhan yang besar kepada kita. para pegawai di antara kalian akan menerima tekanan. bahkan lebih dari tekanan.mengembalikan pemerintahan dan kejayaan Islam.Akan tetapi. hal.”650 Dan beliau juga mengatakan tentang fase ini sebagaimana yang beliau sebutkan dalam majalah An-Nadzir. dan jihad ini membutuhkan harga dan pengorbanan. "Wahai Ikhwanul Muslimin. hal.648 Imam Syahid menyebutkan metode perjuangan politik yang berkaitan dengan tujuan. Kita akan umumkan permusuhan terhadap mereka. 162 524 .”649 "Dalam hal ini kita tidak menyalahi rencana kita. sebuah permusuhan yang tidak mengenal kata damai dan gencatan senjata sampai Allah memberikan keputusan tentang kebenaran antara kita dan bangsa kita. baik di dalam pemerintahan maupun di luarnya. jika mereka tidak menjadikan ajaran Islam sebagai manhaj yang harus diikuti dan diamalkan. dan tidak menyimpang dari jalan kita serta tidak pula menukar rute perjalanan dengan terjun ke dunia politik –seperti yang dikatakan mereka yang tidak memahaminya.

walaupun dalam beberapa sikap-sikapnya kadang-kadang sama dengan sikap-sikap orang lain. hal. barangsiapa yang tetap bertahan bersama kami di atas jalan ini. namun barangsiapa yang kondisinya tidak memungkinkan atau merasa berat dengan beban jihad yang akan dipikul. Sesungguhnya Allah akan memenangkan orang-orang yang memenangkan agamanya. Kemerdekaan cara pandang. atau kiri atau misalnya ia menolak keterbukaan atau sangat terbuka. dan saya tidak mengatakan kepada kalian kecuali dengan apa yang dikatakan oleh Ibrahim:                            Artinya: "Maka barangsiapa yang mengikutiku. dan dengan izin Allah kita akan bertemu di medan kemenangan. Misalnya. Jamaah menetapkan bahwa titik tolaknya adalah Islam. Dalam pernyataan pers dan sikap politiknya. yang memiliki cara pandang yang jelas untuk itu. dan lain-lain. sehingga risalah dan pandangan Islam. maka bersiap-siaplah untuk menghadapi hal itu. sikap dan keseimbangan ini membuat perbedaan jamaah sangat jelas di publik. baik ia adalah bagian dari syu'bah (kelompok) Ikhwan atau salah seorang dari anggota jamaah ini. (Q.S Ibrahim: 36)652 13. ia menolak membuat sikap-sikap dan pandangannya dengan standar orang lain. Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.bersalah di antara kalian akan menerima perlakuan kasar. jamaah menolak mengatakan bahwa ia adalah bagian dari kekuatan kelompok kanan. dan barangsiapa yang mendurhakai aku. 165 525 . maka hendaklah ia menyingkir dari jalan ini dan membiarkan katibah Allah ini berjalan. Maka Sesungguhnya orang itu termasuk golonganku. kalian akan diuji dengan harta dan jiwa kalian. Maka Sesungguhnya Engkau. keseimbangan dan 652 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). atau dalam koridor himpunan dan sikap-sikap mereka. orang-orang kaya dan sejahtera di antara kalian akan dijebloskan ke penjara.

nilai-nilai Islam bisa menjadi alternatif yang menggantikan nilai dan cara pandang Barat. 654 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim) 526 . sesungguhnya hakikat sesuatu terletak pada substansi bukan pada nama atau slogan. Sikap-sikapnya sesuai dengan koridor dan batasan-batasan syariat. baik dukungan. jamaah tidak memisahkan diri dengan kondisi dan realitas yang terjadi. dengan tidak mengalah dari prinsip-prinsip dan tujuannya. Jamaah telah menentukan sikapnya sesuai dengan pandangan dan koridorkoridor syariat. Dalam mengeluarkan sikap. Dakwah yang jujur dalam sikap dan perkataannya 653 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). kesepakatan dan perjanjian dengan kekuatan apapun. atau keluar dari realitas tersebut. Tamayyuz dakwah (perbedaan dakwah dengan yang lain). ia bergerak dan berupaya menjalin hubungan dengan semua elemen dan menyampaikan dakwah kepada mereka. Dalam aktivitas politik. "Sesungguhnya kami wahai Ikhwanul Muslimin bukanlah komunis. d. Ia tidak bekerja untuk kepentingan seseorang atau ambisi kelompok tertentu. atau terlepas sama sekali dari kekuatan dan organisasi apapun di lapangan. yaitu melalui fiqih-nya yang mencakup realita dan kemaslahatan dakwah dan bangsa."654 14. tetapi sesungguhnya kami adalah kaum muslimin."653 "Sebagaimana kami menghindari manupulasi kata-kata di pelbagai aspek kehidupan dunia. c. yang ditetapkan dengan kaidah dan batasa-batasan yang dijelaskan oleh Imam Syahid di dalam risalahnya: a. bukan demokratis dan bukan apapun seperti yang mereka kira. b. jamaah selalu menggunakan cara-cara yang sesuai dengan syariat. atau untuk memenangkan suatu kelompok melalui jalur partai politik. atau plin-plan dalam sikap-sikap dasarnya.

serikat. yang menggunakan pelbagai macam sarana dan fasilitas untuk beraktivitas. dan organisasi-organisasi tertentu. jamaah memiliki yang lebih dalam dan lebih luas dari itu semua. Kami bukan yayasan sosial dan perbaikan. Agar orang lain tidak menganggap bahwa dakwah adalah partai politik –walaupun sisi ini juga sangat penting-. meskipun kerja sosial dan perbaikan adalah bagian dari maksud besar kami. namun ia adalah Islam dengan kesempurnaannya di pelbagai sisi dan sisi-sisi yang lain. untuk menghidupkan kembali kebangkitan umat Islam. atau menjadi titik tolaknya. Kami bukan club olah raga. meskipun partai politik sebagai salah satu pilar Islam adalah prinsip kami. Jamaah ini –dalam kelahiran dan perjalanannya.e. yang beraktivitas di semua bidang. Yakni. Sadar dan selalu waspada. atau lembaga kebajikan yang melakukan amalamal kebajikan di berbagai aspeknya. tidak tertipu dan dipecundangi. f. dan ia tidak membatasi aktivitas pada lembaga-lembaga ini saja. namun justru mengarahkan dan memberikan pengaruh. atau organisasi tertentu yang memiliki tujuan-tujuan tertentu pula. Sesungguhnya dakwah bukan termasuk bentuk-bentuk ini. atau yayasan kemasyarakat yang memperhatikan sisi-sisi perbaikan di masyarakat. walaupun dalam tataran praktis ia bisa berbentuk lembaga yang bergerak di bidang sosial. bahwa dakwah bukanlah partai politik yang memiliki rujukan atau ambisi islam.bertolak dari dasar dan pemahaman tersebut di atas. Semua itu tiada lain adalah sarana-prasarana yang digunakan untuk membantunya dalam menjalankan aktivitas dan gerakan di pelbagai bidang. yayasan. "Wahai Ikhwanul Muslimin! Wahai manusia seluruhnya! Kami bukanlah partai politik. Tawakkal kepada Allah dan selalu menyandarkan diri dalam setiap langkah-langkahnya. demi mewujudkan tujuan-tujuan Islam secara keseluruhan sesuai dengan proyek Islam dan persfektif yang sempurna. atau berupa partai politik. Imam Syahid berkata. meskipun olah raga dan lah rohani 527 . 15. Imam Syahid membatasi karakteristik dakwah dan integralisasinya dengan batasan yang sangat jelas dan tegas.

serta bersandar pada sisi kemanfaatan. dimana ia mampu menyebutkan sisi positif dan sisi negatifnya. Kami bukan kelompokkelompok macam itu semua. hal. Bahkan terkadang tidak dibuat kecuali sekedar menuruti perasaan sesaat. Namun wahai sekalian manusia. ingin membuat organisasi. beliau tidak memandang remeh hal itu. namun ia menghadapinya dengan sangat jelas dan berpegang teguh dengan nilai-nilai Islam. mewariskan bumi ini dengan segala isinya kepada kami. aliaran dan mazhab-mazhab pemikiran yang tersebar di masyarakat. karena itu semua diciptakan untuk tujuan parsial dan terbatas. 197 528 .menjadi salah satu perangkat terpenting kami. atau hanya mengekor di belakangnya. dan menghindar dari sisi-sisi yang mengandung bahaya. hukum dan sistem. dan ini merupakan asas dan titik tolak dalam setiap urusan atau pemikiran: a. untuk masa yang terbatas pula. dan tidak berdiri di hadapan dengan batas geografis. Perjalanan kami tidak pernah berhenti sehingga Allah Swt. Terhadap Nasionalisme dan Kesukuan: 655 Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). yang tidak dibatasi oleh terma. lalu dihias dengan berbagai slogan dan sebutan kelembagaan yang mulukmuluk. karena ia adalah sistem milik Rabb. tidak diikat oleh jenis suku bangsa. dan menetapkan sikap jamaah dengan landasan ini. termasuk menolak para penganut aliran-aliran tersebut dan berupaya memuaskan mereka dengan pemahaman dan manhaj Islam."655 Sikap Jamaah terhadap mazhab-mazhab dan aliran-aliran: Imam Syahid menghadapi slogan-slogan. bahkan ia sampai pada tahap menyadarkan umat terhadap apa yang sedang mengancam dan yang dihadapinya. dan ajaran milik Rasul-Nya yang terpercaya. penguasa alam semesta. ia bahkan mengetahui substansi dan muatannya. ia tidak terpedaya dengan ucapan-ucapan dan istilah yang menipu. kami adalah pemikiran dan akidah.

(Q. merasa bangga dengan kebangsaannya.656 656 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). Mereka siap berkarya nyata demi kejayaan tanah airnya.dalam rangka mempertahankan kehormatan yang rabbani ini. dan kelembutan perasaannyatidak kita dapatkan pada ideology manapun kecuali dalam Islam yang hanif ini. serta menciptakan kebahagiaan masyarakatnya. hal. Imam Syahid kadang-kadang membatasi dan kadangkadang meluaskan makna kebangsaan dan makna bangsa. bangga sebagai umat yang utama dan mulia. Kita (umat Islam) adalah bangsa yang mengetahui secara persis bahwa kehormatan dan kemuliaan kita disakralkan Allah melalui ilmuNya dan diabadikan dalam Al Quran dengan firman-Nya:                Artinya: "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. 277 529 . Beliau juga memaparkan sisi-sisi yang keliru dan menyimpang dari ajaran Islam dan memperingatkan dari hal itu: 1. dan hal itu dalam koridor ajaran Islam. mempertahankan kehormatannya. Dengan kebanggaan itu. mereka siap mempertahankan kehormatan bangsanya serta siap menebusnya meski dengan mengalirkan darah dan mengorbankan nyawa. Imam Syahid berkata. yang memiliki berbagai keistimewaan dan perjalanan sejarahnan indah. "Umat yang tengah bangkit membutuhkan rasa bangga terhadap bangsa-nya. sehingga kebanggaan ini akan ternanam pula dalam jiwa generasi penerusnya. mestinya kita pula yang paling pantas untuk mempersembahkan pengorbanan –dengan dunia dan seisinya. Doktrin 'rasa bangga' terhadap bangsa yang seperti ini –dengan keadilan.Ikhwanul Muslimin adalah orang yang paling kuat menjaga negerinya.S Ali Imron: 110) Oleh karena itu. keutamaan.

Akan halnya rasa kebanggaan mereka. 274 530 . dia hanya sampai pada batas doktrin tersebut. hal. Karena firman Allah Swt.2. bangsa-bangsa modern zaman ini telah pula berhasil menanamkan doktrin semacam ini kepada jiwa para pemuda. Imam Syahid menjelaskan. Namun ada perbedaan yang menyolok antara masyarakat yang terpola oleh nilai-nilai Islam dengan masyarakat yang didoktrin oleh slogan-slogan seperti ini. dan anggota masyarakatnya. Adapun tentang perbedaan antara kebangsaan dalam Islam dengan yang lain.S Ali Imran: 110)657 Ayat ini mengandung maksud: dukungan kita terhadap keutamaan. menyuruh kepada yang ma'ruf. dan mencegah dari yang munkar. penghormatan etrhadap 657 Ibid. sehingga mendorong kuatnya komitmen padanya dan menjelaskan bahwa ia bukan fanatisme buta atau kebanggaan yang semu. pernyataan perang terhadap setiap kehinaan. dan beriman kepada Allah. yakni rasa kebanggaan orang muslim merupakan perasaan yang melambung tinggi sehingga menyatu dengan Allah Swt. "Sebenarnya. berfirman: "                       Artinya: "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Ia adalah rasa bangga sebagai pemimpin dan pemandu dunia menuju kehidupan yang baik dan sejahtera. (Q. para tokoh. Lebih dari itu Islam memberikan batasan bagi tujuan diciptakannya perasaan ini.

Oleh karenanya. hingga kita mampu mengembalikannya Dan mereka atau tidak binasa akan karena mempertahankannya. yang pernah dilahirkan oleh sebuah umat. "Adapun pemahaman Ikhwanul Muslimin terhadap nasionlaisme. hal.nilai-nilai yang luhur. Imam Syahid berkata."661 Mereka menebus tanah airnya dengan harta dan jiwa mereka.maka setiap jengkal dari tanah Mesir 658 659 660 661 Ibid Ibid Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Adapun prinsip-prinsip kepemimpinan yang tertanam di jiwa bangsabangsa Barat. hal. maka cukuplah anda mengetahuinya dengan membaca kalimat berikut: Bahwa mereka meyakini dengan seyakinyakinya bahwa mengabaikan sejengkal tanah milik seorang muslim yang terjajah. Imam Syahid berkata. dan selalu menjaga kebebasan dan kemerdekaannya.659 3. kebanggaan adalah bagian dari perintah Al Quran dan sesungguhnya mencintai tanah air adalah bagian dari keimanan. 170 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). serta komitmen untuk selalu melakukan control atas setiap aktivitas.658 Karena itu."660 Dan kita wajib "Memahamkan manusia bahwa politik. kecuali dengan menunaikan hal ini. kebanggaan mereka justru membangkitkan sikap permusuhan dari bangsa-bangsa lain yang lemah. merupakan kejahatan yang tak bisa dimaafkan. 270 531 . jiwa kepemimpinan bangsa muslim terdahulu berhasil menciptakan sikap adil dan kasih saying yang sempurna dan paling ideal. mendapatkan keselamatan dari Allah. ia tidak memiliki batasan tujuan yang jelas kecuali fanatisme yang rancu. kebebasan. "Jika kami dizalimi oleh Negara manapun –dan kami berada di negeri sendiri.

hal. 198 532 . harta dan putera-puteri negeri ini. jiwa. hal. karena bagi mereka Mesir ini adalah bumi Islam dan pemimpin umat-umatnya. berjuang dan berkorban demi eksistensinya. untuk seluruh negeri kaum muslimin. Anda tahu sampai sebatas mana mereka paham tentang nasionalisme mereka dan kemuliaan macam apakah yang mereka inginkan untuk umatnya. dan mengutamakan negerinya dari yang lain. mereka pun beraktivitas untuk Negara seperti Mesir. Perasaan (anggapan) seperti ini tidak hanya terhadap Mesir saja."662 4. Oleh karenanya. jiwa dan raga. 298 663 Risalah: Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin sangat menghormati kebangsaan sebagai landasan utama untuk mewujudkan kebangkitan yang dicita-citakan. Imam Syahid berkata. dan menghormati siapa saja yang mau berjuang dengan ikhlas dalam membelanya. perbedaan prinsipil antara kaum muslimin dengan kaum yang lainnya dari para penyeru nasionalisme murni adalah asas bahwa asas nasionalisme Islam itu akidah islamiyah. 662 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). mau berkhidmat kepadanya. Namun. dan pada saat itu Ikhwanul Muslimin telah mempersiapkan diri dengan sempurna untuk menambah persediaan negeri ini dengan seluruh kemampuan yang dimilikinya."663 Merupakan kesalahan jika ada yang menyangka bahwa Ikhwanul Muslimin apatis terhadap masalah kenegaraan dan nasionalisme. tapi juga untuk seluruh bumi Islam. Kaum muslimin adalah orang-orang yang paling ikhlas berkorban bagi Negara. dan mereka tidak melihat kecelaan bagi siapa saja yang bekerja untuk tanah airnya.yang mahal akan ditebus dengan darah. dan bahkan banyak dari mereka yang gugur dalam perjuangan ini.

faktor kebangsaan lebih kuat dari ikatan keimanan. Mereka berbuat bukan karena kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah atas hamba-hamba-Nya. atau kepentingan tertentu yang lain. 24 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia)."666 Kawasan dunia Islam sangat luas."668 5. menuju prinsip-prinsip yang mulia dan akidah yang murni dan benar.664 Imam Syahid menegaskan bahwa akidah Islam merupakan asas nasionalisme dan rasialisme. Imam Syahid menambahkan penjelasannya dengan mengatakan. dan beliau menegaskannya secara berulang-ulang. Ia tidak pernah merasakan adanya kewajiban membela Negara sekedar taklid kepada pendahulu. hal. "Tidak dibolehkan di dalam Islam. hal. hal. "Islam telah memperluas batasan "tanar air Islam". atau ambisi ingin meraih popularitas. Tanah air dalam pengertian Islam menyangkut hal-hal sebagai berikut: 664 665 666 667 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). atau ingin mengejar prestise. dan mewasiatkan kepada putera-puterinya agar berkarya demi kebaikannya serta siap berkorban demi mempertahankan kemerdekaan dan kehormatannya. yang menembus sekat wilayah dan batas-batas geografis. bagi kami adalah ikatan yang paling suci dari ikatan darah dan ikatan se-tanah air. Ia berkata. Ibid 52 668 533 ."665 "Ikatan akidah.Sementara penyeru nasionalisme murni berhenti hanya sebatas negaranya saja. merupakan bagian dari bumi Islam. yang setiap putera-puterinya diwajibkan oleh Islam untuk menjaga dan memakmurkannya."667 Setiap muslim meyakini bahwa setiap jengkal tanah di bumi yang terdapat seorang akh yang memegang Al Quran di tangannya. 180 Ibid Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami).

Maka Sesungguhnya Allah Maha melihat apa yang mereka kerjakan. kebaikannya demi mewujudkan kesejahteraan umat 534 . dengan segala puncak manusia. Meluas ke berbagai negeri kaum muslimin sehingga mencakup dunia seluruhnya. mengapa tidak ada perjuangan untuk mengembalikannya? d. jika mereka berhenti (dari kekafiran). c. Wilayah geografis secara khusus b. berfirman:                                Artinya: "Dan perangilah mereka. Peninggalan sejarah masih mencatat kejayaan dan kegelimangan yang pernah mereka raih pada masa lalu. karena bagi setiap muslim negeri-negeri itu adalah tanah air dan kampung halamannya. Lalu melebar ke berbagai bekas wilayah daulah Islamiyah. yang pernah diperjuangkan dengan darah dan nyawa para pendahulu sehingga berhasil menegakkan panji-panji ilahiyah di sana. Tidakkah kalian mendengar ketika Allah Swt.S Al Anfal: 39) Dengan demikian. supaya jangan ada fitnah[611] dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah[612]. Islam memadukan antara perasaan cinta tanah air secara khusus dan cinta tanah air secara umum. sehingga setiap muslim akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan mahkamah ilahi tentang wilayah ini. Kemudian meluas ke berbagai negeri Islam." (Q.a.

Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. Tentang persatuan Arab Islam: Imam Syahid berkata. "Setelah penjelasan ini.S Al Hujurat: 13)669 b. "Ikhwanul Muslimin sangat menghormati nasionalisme yang khusus bagi mereka. saya tidak segan-segan untuk mengatakan bahwa tidak ada yang bertentangan antara berbagai kesatuan di atas 669 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). hal. Kemudian. 278 535 . Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.                                 Artinya: "Hai manusia. Tidak menjadi masalah jika setiap orang beraktivitas untuk kemaslahatan negaranya. (Q. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Karena dia merupakan mata rantai kedua dalam mewujudkan kesatuan Islam. karena ia merupakan rangkaian sempurna bagi munculnya Negara Islam yang integral. Ikhwan juga mendukung kesatuan Arab. karena itu merupakan asas pertama untuk menuju kebangkitan yang didambakan.

memperkuat. serta menghancurkan semua belenggu penindasan dan imperialisme. Kita telah memulai dengan membentuk Liga Arab. kita harus membantunya. Namun. dan membebaskannya dari segala faktor kelemahan dan kerapuhan."672 Imam Syahid mendukung persatuan dalam pelbagai bentuknya. kita harus berusaha untuk memperluas wilayah cakupannya. "Sekarang. Setelah itu. di depan berbagai serta situasi menjadikannya sebagai inti dan titik tolak persatuan Islam yang sempurna. tentang makna Arab. kendati ia belum mapan dengan sempurna."671 "Di antara ungkapan yang paling menakjubkan dalam masalah ini adalah apa yang telah dikemukan oleh Rasulullah Saw. "Kami meyakini bahwa sesungguhnya ketika kami bekerja untuk kemaslahatan Arab. Kita harus bersekutu dan bersatu. maka dia adalah Arab. mendukung Beliau keberadaan Liga Arab dan mengoptimalkannya. Semua itu pada hakikatnya adalah satu masalah saja. dimana beliau memaknainya sebagai bahasa dan lisan. Kita harus kembali pada apa yang telah diwajibkan oleh Islam (kepada semua pengikutnya) sejak pertama diturunkan. yakni penyempurnaan kebebasan dan kemerdekaan. 144 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). berkata. maka sesungguhnya di waktu yang sama kami bekerja untuk kebaikan Islam dan dunia seluruhnya. hal. yang hampir sama dengan masalah yang sedang kita hadapi. bagaiman pun juga ia merupakan benih yang mulia dan penuh berkah.dengansudut pandang seperti ini. yakni ketika Islam menjadikan wihdah sebagai salah satu makna dari sekian kandungan makna iman. Oleh karena itu. Maka barang siapa yang berbicara dengan bahasa Arab. sampai tercipta sebuah 670 671 672 Risalah: Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). kita berada internasional yang baru. Setiap kesatuan itu memperkuat posisi kesatuan yang lain dan turut mewujudkan tujuannya. hal. 231 Ibid."670 Imam Syahid berkata. hal. 230 536 .

Kami tidak pernah menyerukan Fir'aunisme. "Sesungguhnya kami wahai Ikhwanul Muslimin bukanlah komunis."674 c. Waspada dari pengaruh dakwah-dakwah yang merusak dan upaya memecah belah umat Islam: Imam Syahid menolak menjadikan seruan-seruan ini sebagai sarana untuk memecah belah umat Islam. Inilah barangkali perbedaan antara kami dengan manusia-manusia yang lain. hal. baik Arab maupun non Arab. "JIka ada sekelompok kaum yang ingin menjadikan nasionalisme Negara sebagai senjata untuk mematikan nasionalisme yang lain. Arabisme." "Ikhwanul Muslimin tidak percaya pada kebangsaan dalam maknamakna buruk di atas (kebangsaan permusuhan dan kebangsaan jahiliyah). Saat itulah. hal." "Jika yang dimaksud dengan kebangsaan itu adalah membanggabanggakan etnis sampai pada tingkat melecehkan dan memusuhi etnis lain. beliau berkata. atau melemahkan ikatan antar umat Islam serta menjauhkannya dari manhaj Islam. maka Ikhwan tidak akan sependapat dengan mereka.675 "Tapi jika yang dimaksud dengan kebangsaan adalah menghidupkan tradisi jahiliyah.ikatan bangsa-bangsa muslim. Atau 673 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). yaitu ia adalah ikatan Islam saja dan bukan yang lain. tetapi sesungguhnya kami adalah kaum muslimin. dan melepaskan diri dari ikatan Islam dan pertautannya dengan dalih nasionalisme. maka hal ini tidak memiliki hakikat dan tidak memiliki arti sama sekali. 314 674 Ibid 675 Risalah: Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). 144 537 . Feniqisme. maka hal ini yang kami tolak. dengan izin Allah akan terbebntuk perserikatan umat Islam. bukan demokratis dan bukan apapun seperti yang mereka kira."673 Beliau juga membatasi ikatan yang menghimpun umat Islam.

Tidak juga kepada semua nama dan gelar yang selama ini digembar-gemborkan orang. 23 Ibid. menerangi bashirah-nya. kami mempunyai komitmen untuk meluruskan penyimpangan. warna kulit dan garis keturunan. hal. kemudian merusak bumi dan negeri mereka. noda-nida syirik. 676 677 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami)."677 "Ada lagi virus jahat yang telah mengacaubalaukan pemikiran dan perasaan kaum muslimin. dan berbagai tradiri jahiliyah. 230 538 . hal. "Di satu sisi kami tidak bisa menutup mata dari sejarah Mesir yang di dalamnya terdapat kejayaan peradaban dan kemajuan ilmu pengetahuan. Bahkan kalau perlu kami akan memerangi segala warisan ideologi Firaun (Fir'aunisme) dengan seluruh kekuatan kami jika masih ada pihak-pihak yang meyakininya sebagai ideology bangsa Mesir dan mengajak menerapkannya. 313 679 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru)." Beliau berbicara tentang Fir'aunisme. bahwa Islam mengikis habis fanatisme kejahiliyahan dan kebanggaan 678 yang berlebihan terhadap suku. "Adapun jika yang mereka maksudkan dengan nasionalisme itu adalah memilah umat menjadi kelompok-kelompok yang saling bermusuhan dan berseteru satu sama lain. Setiap bangsa dari mereka bangga dengan kebangsaannya dan lupa akan ajaran yang dibawa oleh Islam. melapangkan dadanya. serta membebaskannya dari apa saja yang mewarnai sejarahnya dari daki-daki Paganisme."676 Beliau juga berkata. Di sisi lain. hal. atau hanya sebatas batasbatas wilayah geografi yang sempit. 20 678 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). maka hal ini yang kami tolak. Dia adalah nasionalisme dan rasialisme.Siariaisme dan lain-lain semacamnya."679 Imam Syahid juga menolak yang menjadikan nasionalisme dan kebangsaan sebagai pembenar untuk menjauhkan umat dari agamanya. Padahal Allah telah memberikan hidayah kepada bangsa ini dengan ajaran Islam. hal. menambah kemuliaan dan kejayaannya melebihi apa yang pernah diraihnya sebelum ini.

serta membagi-bagikan kedudukan dan keuntungan materi. dengan mengabaikan kemaslahatan Negara dan masyarakat. hal."Salah satu alasan pembenar yang dipakai oleh orang-orang yang berpikir dengan kerangka piker model Barat –dalam rangka menyudutkan Islamadalah mereka senantiasa mengembor-gemborkan prilaku para tokoh agama di kalangan kaum muslimin. menyampaikan tuntutan-tuntutan umat."680 "Oleh karenanya. Tuduhan semacam itu. bahkan menolak hadiah-hadiah dari para penguasa dan raja-raja itu. adalah karena bobroknya mentalitas para tokoh agama itu sendiri. Bukankah merupakan sesuatu yang bermanfaat bagi umat jika anda memperbaiki para tokoh agama tersebut (sekiranya dia memang salah) atau menuntut kebaikan dari mereka. Mereka menjelaskan makna hakikat kepada para penguasa tersebut. bukan karena agamanya. tuduhan-tuduhan itu di atas seharusnya menjadi alasan untuk memalingkan umat dari ajaran agamanya atas nama nasionalisme murni. 288 539 . bekerjasama dengan para perampas hak rakyat. berani memerintah. memberikan kepada mereka (para perampas) perlakuan yang istimewa. Kalaupun hal ini dibenarkan dalam persepsi Barat dengan Aklerus. kalaupun benar. istilah 'tokoh agama' yang sudah demikian popular di masyarakat kita adalah istilah serapan dan taklid buta yang tidak sesuai dengan tradisi kita. bahkan lebih dari itu mereka senantiasa siap memanggul senjata jika menghadapi berbagai tindak kezhaliman. Lagi pula apakah pantas agama ini memerintahkan demikian? Tidakkah anda menyimak kisah. dimana mereka menghinakan para raja dan penguasa di pagar dan di pintu istana mereka? Mereka dengan sangat tegar dank eras menunjukkan sikapnya. dimana sikap mereka senantiasa kontraproduktif terhadap kebangkitan bangsa mereka sendiri. mencegah. maka dalam tradisi 680 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). bukan malah menyikapinya dengan sikap yang membinasakan? Lagi pula. Mereka (para tokoh agama) senantiasa menindas warganya.

23 683 Lihat makalah Ustadz Muhammad Ahmad Rasyid."681 Adapun tentang beberapa pemahaman yang sesuai dengan Islalm. hal. hal. Islam bahkan menganggap itu sebagai kewajiban."683 d. atau jika yang dimaksud dengan kebangsaan adalah kebangsaan umat. maka kamipun sepakat tentang Ibid. Baik orang muslim biasa maupun tokohnya. dan kecemerlangan. Dirasah syar'iyyah dan siyasiyah lil qadiyyah al iraqiyyah. 289 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). "Jika yang mereka makna maksudkan dengan dan nasionalisme adalah adalah keharusan berjuang membebaskan tanah air dari imperialisme. Sikap Imam Syahid terhadap gerakan-gerakan separatis di beberapa komunitas masyarakat Muslim: Tentang sikap Imam Syahid terhadap gerakan-gerakan separatis di beberapa komunitas masyarakat muslim dengan dalil bahwa mereka terancam tindakan kezaliman dari pemerintah dan dianggap sebagai 681 682 juga berkata. 22. menanamkan kehormatan kebebasan dalam jiwa putera-puteri bangsa. adalah tokoh agama." "Jika yang mereka maksudkan adalah dengan nasionalisme adalah memperkuat ikatan kekeluargaan antar anggota masyarakat atau warga Negara serta menunjukkan kepada mereka cara-cara memanfaatkan ikatan itu untuk mencapai kepentingan bersama. Imam Syahid menyebutkan. maka disinipun kami sepakat dengan mereka. dan yang paling berhak menerima perlakukan baiknya. dimana sebuah anggota keluarga seseorang dan umatnya adalah orang yang paling berhak mendapatkan kebaikan dan kebajikannya.Islam meliputi seluruh muslim. tahun 2002. "Jika yang dimaksudkan oleh para tokohnya adalah bahwa generasi penerus harus mengikuti jejak para pendahulunya dalam mencapai kejayaan. kebesaran. dan ini merupakan kebenaran dan makna yang baik yang tidak dilupakan oleh Islam."682 Beliau cengkeraman itu. 540 .

beliau menghimbau agar krisis Kurdi diselesaikan dengan jalan dialog. politik.684 e. berdamai dan berkasih saying serta saling menasehati dalam kebaikan. Pada pertengangan tahun 1945 M. sewaktu terjadi Revolusi Barzaniyah Kurdiyah melawan pemerintah Irak. Manusia itu dari Adam. Dalam menyikapi hal ini Imam Syahid memiliki sudut pandang politik yang dalam. Sikap Terhadap perdamaian internasional dan kemanusiaan Seputar sikap terhadap perdamaian internasional dan kemanusiaan. 684 Ibid 541 . mewujudkan persamaan. namun di waktu yang sama ia juga melihat harus disertai dengan pemberian dan pengembalian hak kepada setiap orang. dan menetapkan bagian yang cocok dan seimbang. menyingkirkan kezhaliman. bukan melalui senjata atau besi. Hal ini berpijak dari pemahaman syari'I tentang urgensi persatuan umat dan dengan ketetapan pemberian hak. Imam Syahid berkata. atau mengalirkan darah seorang muslim. maka ia juga memiliki tempat di dalam dakwah Ikhwanul Muslimin. Imam Syahid mengirimkan surat kilat kepada pemerintah Irak (yang dipublikasikan oleh majalah Ikhwanul Muslimin pada waktu itu). bahasa. maka mereka semua bersaudara dan wajib untuk saling tolong-menolong.masyarakat kelas dua. ia menyerukan persatuan dunia Islam dan memproteksinya. "Kemanusiaan memiliki dua pondasi utama. struktural. dan ia menolak melakukannya dengan menggunakan senjata dan pemukul. aset negeri untuk bangsa Kurdi. Kelompok separatis ini cenderung menggunakan senjata. kalau kemanusiaan ditegakkan di atas keduanya maka akan tinggilah nilai kemanusiaan hingga ke ketinggian langit: 1.

adalah kalian turut andil memberikan kontribusi untuk perdamaian dunia dan membangun kehidupan yang baru untuk manusia. 75 542 . karena hal ini merupakan tujuan Islam dan makna dari firman Allah Swt. serta menyampaikannya kepada mereka."686 "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin menginginkan kebaikan untuk seluruh dunia. Adanya perbedaan di antara mereka adalah atas dasar amal. "Kemudian negeri muslim akan semakin mekar hingga menaungi seluruh dunia. (Q. dengan menunjukkan kepada mereka bentuk-bentuk riil kebaikan agama kalian.2. yang ditebar dengan hikmah dan nasehat kebenaran. 24 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Maka setiap mereka harus berusaha keras mengangkat harkat kemanusiaan. "Secara umum dapat dikatakan bahwa kita berhadapan dengan 685 686 687 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami).S Al Anbiya: 108) Beliau juga berkata."687 "Ikhwanul Muslimin menyerukan perdamaian internasional yang tegak di atas asas dan prinsip-prinsip yang dibawa Islam. dan mereka menyerukan persatuan internasional. hal.                     Artinya: "Katakanlah: "Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah: "Bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan yang Esa. 251 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). Maka hendaklah kamu berserah diri (kepada-Nya)". menjelaskan tentang prinsip-prinsip dan ajarannya.685 "Diantara bentuk dakwah kalian wahai ikhwah yang saya cintai. hal. Imam Syahid berkata. dan sesungguhnya bumi dan seluruh isinya adalah lapangan dakwah. hal. dakwah kepada kebenaran dan cahaya.

688 menetapkan kaidah mashalihul mursalah. hingga dunia seluruhnya menyuarakan dakwah atas nama Nabi Saw. dan ia memberikan ganjaran pahala terhadap setiap ijtihad yang disertai dengan syarat-syaratnya.”689 "Kami meyakini bahwa di dalam manhaj Islam terdapat dasar-dasar yang diperlukan untuk kehidupan bangsa-bangsa. dan kebangkitannya serta bagaimana memperbantukannya untuk kehidupan individu. dan Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). masyarakat dan Negara. "Kami meyakini bahwa semua bentuk peradabannya ke masa ratusan tahun silam sehingga kita terbelenggu di negeri sendiri dan membiarkan masyarakat bergulat dengan kebangkitan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam dan berbenturan dengan hukum-hukum Al Quran adalah sebuah upaya yang rusak dan akan menemui kegagalan. menarik mundur derita. namun ia masih meninggalkan ruang yang sangat luas bagi seorang muslim dalam mengambil manfaat dari pelbagai syariat yang bermanfaat. Kita tak boleh tinggal diam di hadapan ini semua. dengan demikian maka kebangkitan dunia timur terkini harus menggunakan kaidh-kaidah Islam dan prinsip-prinsipnya dalam setiap lini kehidupan. menjauhkan mereka dari kepemimpinan Nabi Saw. 57 690 Ibid 543 . hal. 114 689 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). yang berupa kebangkitan sector materi dan peradaban kelezatan serta syahwat. dan hidayah Quran. yang mana ia telah memerosotkan moral bangsa-bangsa Islam."688 Imam Syahid berkata.gelombang materialisme."690 Walaupun Islam telah menetapkan kaidah-kaidah umum. yang tidak bertentangan dengan ushul-ushul Islam dan tujuan-tujuannya. menghalangi dunia dari bimbingannya. keluarga. hal. namun harus kita hadapi mereka di tempatnya dan siap bertempur di bumi dimana ia bercokol.

menghormati pendapat para imam. semua kaidah-kaidah ini menjadikan syariat Islam berada pada puncak kemuliaan di antara syariat-syariat. 317 692 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). aktivitas. demokrasi imperialis yang hina juga berusaha melawan dari sisi yang lain. 180 544 . undang-undang dan hukum. maka itu merupakan kewajiban kita. sedangkan ditengah mereka ada kelompok sosialis. hal. di tangan kita ada secercah cahaya dan botol obat penawar yang bisa kita gunakan untuk memperbaiki diri kita dan mengajak orang lain. kecuali dengan berdirinya umat Islam dan memimpin dunia secara keseluruhan (ustaziyatul Alam)."691 Imam Syahid memandang perdamaian internasional."692 "Ikhwanul Muslimin mendeklarasikan di setiap waktu-waktu mereka bahwa seorang muslim harus menjadi imam (pemimpin) dalam berbagai hal.menganggap urf (kebiasaan). dan di antara 691 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). hal. yang akan mencurahkan kesehatan kepada dunia dan kedamaian kepada kemanusiaan."693 Seputar konflik internasional: "Komunis sangat keras berupaya menyebarkan ajarannya kepada masyarakat. tidak akan terwujud secara benar dan sesuai dengan prinsip keadilan. dan ia tidak rela jika tidak mendapatkan kepemimpinan. "Jika belum berdiri di dunia sebuah umat dakwah yang baru (umat Islam) yang akan mengemban risalah kebenaran dan perdamaian. jihad dan terdepan dalam segala hal." "Terbelakang dalam berbagai hal akan berpengaruh buruk terhadap pikiran kita dan bertentangan dengan agama kita. 299 693 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). hal.

"Kami tidak lengah dan lemah pemahaman dengan meyakini bahwa kami mampu hidup menyendiri dari manusia. edisi 16 Januari 1951 M. diterbitkan oleh Majalah Al Mabahits. di tangan kalian ada botol obat penawar yang berasal dari wahyu langit. Membatasi dasar-dasar kerjasama bilateral: Imam Syahid berkata. lalu pada kebutuhan dunia padanya. 545 . kita harus mengajak kepada manhaj kita yang islami dengan penuh kekuatan. kapan saja ia berkenan menunjukkan kehendak dan kekuatannya. hal. maka kalian berkewajiban untuk mendeklarasikan hakikat (kebenaran dakwah) dengan jelas. lalu pada hati orangorang yang meyakininya. namun yang keluar dari kerongkongan kami –kami adalah umat Islam. dan terpisah dari persatuan internasional.mereka semua ada umat Islam yang kokoh dan tegar di dalam hati selama 14 abad.suara pertama yang kami serukan. Dan sekarang.”695 f. berada pada posisi saling tarik-menarik antara Komunis Rusia dan Demokrasi Amerika. dan yang dilapalkan adalah kata kasih dan perdamaian:              Artinya: 694 695 Ibid. 301 Bagian terakhir dari risalah yang ditulis oleh Imam Syahid untuk Ikhwanul Muslimin. kemudian pada pertolongan Allah. karena sesungguhnya kekuatan dakwah terletak pada dakwah itu sendiri. ia merasakan kegoncangan dan kebingungan serta tak satupun dari dua jalan itu yang dapat mengantarkannya kepada ketenangan dan keselamatan."694 Imam Syahid juga berkata. kita tidak perlu takut karena kita tidak memiliki negara atau kekuatan. “Sesungguh dunia sekarang ini.

hal. kepongahan Nazi Jerman.260 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Pengetahuan dan kesadaran ini. Maka hendaklah kamu berserah diri (kepada-Nya)". (Q. dengan tetap mawas diri dan jangan tertipu atau terlalu menggantungkan diri kepadanya. 231 546 . yaitu fikrah kerjasama antara bangsa dalam kebaikan dan kemajuan. sebenarnya bisa dimanfaatkan sesuai dengan kemampuan.S Al Anbiya: 108) Namun manfaat."Katakanlah: "Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah: "Bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan yang Esa."697 Tentang organisasi-organisasi Negara dan optimalisasinya dalam perdamaian internasional: Imam Syahid mengenal benar karakter kegiatan ini. Setelah itu. Perang inilah yang berhasil mengikis rasialisme di Eropa. Orang-orang yang memiliki kepentingan yang berada di belakangnya menutupi diri mereka dengan slogan-slogan dan seruan-seruan yang memukau. kami mengetahui bersiap bahwa untuk dunia sangat membutuhkan ini dan kerjasama dan tolong-menolong serta saling memberikan maslahat dan Kami telah membantu kerjasama mewujudkannya di bawah naungan yang tinggi dan mulia yang menjamin hak-hak dan kebebasan. yang kuat membantu yang lemah hingga bisa bangkit. Kekuatan intenasional ini hanya bekerja untuk kemaslahatannya saja dan berhimpun melawan hak-hak kita sebagai warga Negara dan menipu kita dalam pelbagai permasalahan penting. yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk bersatu dan bersekutu."696 Beliau juga berkata. "Perang Dunia II telah usai. hal. "Namun ketika Barat insaf dan meninggalkan cara-cara penindasan dan menahan dirinya maka akan sirnalah fanatisme yang membabi-buta dan digantikan oleh fikrah yang jernih. kita melihat persatuan Negara-negara Eropa. Fasisme Italia. namun hendaknya bersandar kepada diri dan kemampuan kita sendiri. yang ada 696 697 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah).

dan kita Al hamdulillah. pemerintah Barat dan Negaranegaranya. Inggris dan Amerika membentuk koalisi dengan mengatasnamakan suku bangsa dan bahasa. dan pada saat yang lain atas nama kepentingan bersama.kalanya dengan atas nama nasionalisme. baik yang diungkap di Dewan Keamanan maupun di Majelis umum PBB sendiri. untuk mengelabui masyarakat dunia dengan menganggap bahwa mereka bekerja untuk kemaslahatan seluruh umat manusia. Rusia menghimpun Ras Sicilia dengan segenap bangsanya di bawah panji Uni Soviet. 313. kedua Negara itu membagi-bagi berbagai bangsa didunia dengan dasar kemaslahatan bersama dan kepentingan hidup. Sebagaimana kita saksikan bahwa Negara-negara itu ternyata bersatu padu jika menghadapi hak-hak kebangsaan kita. persaingan antar kedua Negara ini dibungkus dengan mendirikan PBB. Palestina. Lalu.698 "Bahkan mereka hanya mencukupkan dengan keputusan-keputusan saja. dan tidak ada yang dilaksanakan kecuali yang mereka inginkan saja dan yang memberikan kemaslahatan kepada mereka. hal. sebagaimana persoalan yang berhubungan dengan Mesir. tahun 1948 547 . Kemudian." Imam Syahid juga menjelaskan tentang sikap organisasiorganisasi ini terhadap permasalahan Palestina: "Dulu kita memiliki harapan kepada naruni dan simpati dunia. 314 699 Diantara penjelasan Imam Syahid dalam Muktamar rakyat untuk solidaritas Palestina di Mesjid Al Azhar. memiliki kekuatan materil dan spiritual untuk sampai kepada kemenangan –dengan izin Allah-. Mereka mengabaikan masalah-masalah esensial kita. dan Indonesia. namun sayang kita harus kehilangan semua cita-cita itu dan kehilangan kepercayaan kepada pemerintah yang keras dan sesat itu.699 Partner Negara dan sikap terhadap orang-orang asing: 698 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam).

Imam Syahid berkata. Islam mensakralkan kesatuan agama sehingga ia memotong akar-akar fanatisme buta dan mewajibkan kepada puteraputerinya untuk beriman kepada seluruh agama langit secara keseluruhan.S Al Hujurat: 13) Kemudian. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan kita. dan ia adalah ibadah yang akan diperhitungkan oleh Allah.bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. (Q. "Sesungguhnya Islam sangat mensucikan persatuan kemanusiaan sebagaimana dalam Al Quran:                        Artinya: "Hai manusia. Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa . Persatuan nasional ini dibangun oleh Islam hingga ke tingkat kesuciaan agama. adalah partner kita di Negara. sebagaimana firman Allah:      548 . Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. Warga Negara non muslim.Pertama: Partner Negara Imam Syahid membatasi hubungan-hubungan ini dengan jelas dan terpusat pada syariat Islam dan manhaj Rasulullah Saw.

          "Orang-orang beriman itu Artinya: sebab itu Sesungguhnya bersaudara. damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah. masa kini. (Q.S Al Hujurat: 10) Ajaran Islam ini –yang membangun prinsipnya di atas keseimbangan dan keadilan yang sempurna. supaya kamu mendapat rahmat. 286 Ibid. lihatlah ayat berikut ini: 700 701 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). Sebaliknya. dan masa mendatang. ia bahkan menganggap persatuan sebagai salah sesuatu yang dijunjung tinggi oleh agam.701 Prasangka tersebut jelas tidak benar. ketika (selama ini) kekuatan 700 persatuan hanya berlandaskan pada teks-teks kesepakatan belaka. hal. 285 549 . padahal sesungguhnya ia merupakan pilar yang kokoh di antara pilar-pilar penyangga kebangkitan umat. tidak ada kerancuan dan campur aduk di dalamnya. karena Islam yang diturunkan oleh Dzat Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui –yang memahami benar apa yang terjadi pada umat manusia. yang pengetahuan-Nya menguasai berbagai persoalan umat masa lalu.tidak menciptakan sebuah sistem yang suci dan arif kecuali pasti mencakup perlindungan terhadap masyarakat minoritas di dalam teksteks wahyu-Nya yang demikian jelas. hal. baik di masa lalu. Banyak orang berprasangka bahwa komitmen terhadap Islam dan menjadikannya sebagai pondasi bagi bangunan kehidupan berarti menolak keberadaan kelompok minoritas non muslim dalam masyarakat Islam dan menolak adanya kesatuan berbagai kelompok masyarakat. Jika orang ingin mengetahui lebih jelas.dan tidak mungkin mencetak pengikut menjadi biang perpecahan dan perselisihan.

yang menjamin kebaikan. melainkan juga berbicara mengenai anjuran agar berbuat baik kepada ikatan di antara semua elemen selama kerjasama untuk Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). hal.S Mumtahanah: 8) "Ayat mereka. 22 550 . adalah agama persatuan dan persamaan. (Q. kami menyatakan bahwa Islam adalah agama yang sangat menekankan kepada pemeluknya untuk menghormati kesatuan kemanusiaan secara umum. Islam dating untuk mewujudkan kebaikan bagi sekalian manusia dan rahmatan lil 'alamin." Tidak benar jika ada yang menyangka bahwa Ikhwanul Muslimin adalah kumpulan para propagandis rasialisme yang membeda-bedakan status sosial di antara anggota masyarakat. Dan agama yang demikian itu tentunya jauh dari membeda-bedakan hati dan membelah-belah dada. Sesungguhnya Allah menyukai orangorang yang berlaku adil. 702 ini tidak hanya berbicara mengenai perlindungan saja.                                 Artinya: "Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu Karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu."702 "Sesungguhnya Islam.

berfirman:               Artinya: "Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum.cukuplah untuk mengungkap secara jelas tentang hal di atas. dan Kami secara orang-orang semua. mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.S Al Maidah: 8) "Islam bermuamalah memahami ini juga memerintahkan baik kepada kami maka kepada tidak kita untuk kafir 703    berbuat dzimmi. Berbicara tentang hal ini sepertinya tidak akan ada habisnya. Maka Allah Swt. sebaiknya kita mencatat penduduk negeri yang mulia ini.704 703 704 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). hal. bahwa mereka mampu yang mengekspresikan makna-makna ajaran dalam berbagai kesempatan. keadilan serta emansipasi yang utuh pada setiap ajaran dan hukumnya yang ada pada agama ini. meski hukum dan ajarannya belum menjadi keyakinan mereka. (Q. 105 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Memang. Sejarah panjang yang bercerita tentang hubungan baik antara penduduk negeri ini semuanya –baik yang muslim maupun non muslim. sampai-sampai dalam keadaan marah dan benci sekalipun.Islam telah mengharamkan permusuhan. berlaku adillah. keamanan. hal. Mereka menganggap bahwa Islam adalah satu di antara makna nasionalisme mereka." Minoritas non muslim di negeri ini sangat paham bagaimana mereka berhasil mendapatkan ketenangan. pernah mengajak kepada perselisihan antar kelompok ataupun fanatisme golongan. 302 551 .

"705 Al Ustadz Musthafa Masyhur. Ustadz Musthafa Masyhur. niscaya kami akan menghentikannya dan akan kami jelaskan mengenai kesalahan yang dilakukannya. namun juga mencakup seluruh kelompok minoritas non muslim yang telah hidup bersama komunitas muslim.Namun Imam Syahid menjelaskan dan memperingatkan jangan sampai seruan persatuan nasional ini dijadikan benih untuk menghadang dakwah Islam dan penyebaran prinsip-prinsipnya serta pendirian masyarakat muslim. hal. Kami hanya akan membeli kesatuan ini dengan kebenaran dan keadilan. sama halnya dengan warga Negara muslim dalam aspek-aspek tersebut secara sama. kemuliaan. Sungguh kemuliaan itu bagi Allah. tidak akan melakukan tawar-menawar dalam masalah akidah untuk merealisasikannya.706 705 706 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). baik ras. akidah. identitas Islam tercermin dalam diri seorang muslim yang berupa: akidah. kebangsaan. peradaban. Maka barang siapa yang berusaha dengan yang selain itu. bahasa dan peradabannya. Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman." Idenitas Islam ini. Imam Syahid berkata. menjelaskan bahwa persatuan nasional mencakup makna Islam itu sendiri. "Namun demikian kami juga tidak akan membeli kesatuan ini dengan iman kami. budaya. maka hal ini merupakan penyimpangan dan penindasan terhadap Islam. tidak berhenti hanya pada orang-orang yang komitmen terhadap agama Islam di dunia Islam. beliau katakana. semakin luas jangkauannya. ras. 25 552 . dan kami juga tidak akan pernah mengorbankan kemaslahatan kaum muslimin demi terwujudnya kesatuan yang semua. yang kemudian membelanya. menolak setiap penindasan. hal. Dengan demikian. peradaban dan kebangsaan. dan cukuplah itu bagi kami. sejarah dan warisan turats di bidang pemikiran dan undang-undang. "Negara Mesir menyatu bersama Islam dengan sepenuh dirinya.105 Risalah: Wudhuh Ru'yah. dan melakukan jihad dengan harta dan jiwanya. syariah.

sepanjang mereka berprilaku lurus dan berhati bersih. Al Quran pun menggariskan sikap tegas dengan firmannya. baik hak kenegaraan.Kedua: Sikap Islam terhadao orang-orang asing: Imam Syahid juga menjelaskan tentang hal ini dengan mengatakan. baik dalam maupun luar negeri menjamin kesempurnahan pemenuhan hak non muslim.316 553 . atau hak kewarganegaraan yang minoritas non muslim. hal.kemuliaan yang paling suci sepanjang sejarah."707 "Inilah sikap Islam terhadap kelompok minoritas non muslim. sangat jelas dan sama sekali tidak aniaya. jika hati mereka rusak dan kejahatan mereka merajalela. Namun.                                          707  Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). "Saya ingin menegaskan kepada kalian wahai tuan-tuan sekalian dengan ketegasan yang pasti bahwa politik Islam. hal itu karena kemuliaan Islam –di tingkat internasional. Prinsip Islam dalam menyikapi umat lain adalah prinsip perdamaian dan persahabatan.

dan apabila mereka menyendiri. berlepas diri darinya dan tidak berhubungan dengan mereka:                    554 .                               Artinya: "Hai orang-orang yang beriman. Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu Karena kemarahanmu itu". dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. kamu menyukai mereka. di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu. janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang. Beginilah kamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. (Q. padahal mereka tidak menyukai kamu. jika kamu memahaminya.S Ali Imron: 118-119) Islam telah menentukan secara cermat tentang siapa saja yang harus kita boikot. sungguh Telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami). apabila mereka menjumpai kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka. mereka Berkata "Kami beriman".

memang begitulah jalan pikiran mereka.   Artinya:  "Sesungguhnya Allah Hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu Karena agama dan mengusir kamu dari negerimu. dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu.708 Kami tidak memusuhi bangsa Barat di belahan dunia manapun. kalau mereka tetap berburuk sangka kepada kita. Tuduhan itu tentu saja tanpa dasar dan merupakan lamunan belaka. 287 555 . dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan. Maka mereka Itulah orangorang yang zalim. merampas tanahnya dan membantu penindas untuk melakukan penindasan. Imam Syahid menolak orang-orang yang menjadikan orang-orang asing sebagai hujjah dan kendala utama dalam menerapkan syariat Islam di masyarakat. hal. "Ada sebagian orang menuduh bahwa sistem Islam (dalam alam kehidupan modern) menjauhkan politik kita dari Negara-negara dengan Barat dan yang mengeruhkan hubungan antara kita mereka. Adapun perhitungan kita adalah terhadap pemerintah Barat yang memperbudak Negara-negara Islam. sebelumnya berjalan harmonis. jika saja mereka dengan tulus mau memberikan kepercayaannya kepada kita. sebenarnya para juru bicara dan para politisi 708 Ibid. (Q. Sesunguhnya manusia dengan statusnya sebagai manusia dihimpun oleh pertautan kemanusiaan.S Mumtahanah: 9) Tidak ada satu pun orang bijak yang dapat memaksakan kepada suatu bangsa untuk rela di dalam tubuhnya ada orang yang sifatnya seperti tersebut pada ayat di atas. baik kita mengikuti Islam maupun tidak. yang hanya akan menciptakan kerusakan dan mengacaukan sistem hidupnya (bangsa itu). Namun. Akan halnya Negara-negara itu.

Mereka (Ikhwanul Muslimin) berupaya menghidupkan tujuan-tujuan ini di jiwa. sebagai sesuatu pembenaran janji Rasulullah Saw.mereka jga sering berkata lantang bahwa setiap Negara itu bebas menentukan sistem ideology yang akan dijadikan pijakannya. Sedangkan dasar-dasar ideology yang diletakkan oleh Islam yang bertujuan untuk melindungi dan menjaga kemuliaannya. namun Ikhwanul Muslimin meyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa hal itu akan terwujud. sepanjang tidak merampas hak-hak bangsa lain. Para pemimpin politik Negara-negara itu seharusnya paham bahwa Islam sebagai sistem kenegaraan adalah sistem paling mulia lagi sakral yang pernah dikenal oleh sejarah. Mereka berupaya melakukan: 709 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). adalah dasar-dasar ideology paling kokoh yang pernah dikenal manusia.709 Penutup Walaupun jarak antara realita atau titik tolak dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai begitu luas dan membutuhkan generasi-generasi yang terus berganti. serta apa saja yang membantu perwujudan kejayaan. 287 556 . dan Al Quran. dimana terdapat kebaikan dan kemaslahatan. hal. tanpa ada keraguan dan kebimbangan. Yang memelihara dakwahnya dan yang membuat Takdir dari setiap peristiwa. Walaupun kita mungkin tidak sempat menyaksikannya. mengalirkan pemahaman dan kaidah-kaidahnya di dalam hati. dan sesungguhnya segala urusan berada di tangan Allah.

dan saling menopang dalam menghadapi segala marabahaya dan perkembangan kemampuan dan Negara. kesatuan loyalitas. mendukung dan membantunya demi tercapainya kesatuan pemahaman. mengarahkannya. Allahu akbar wa lillah al Hamd 710 kita berbaik sangka dengan mengatakan beliau gugur sebagai syahid. menjelaskan tentang urgensinya. Memberikan perhatian yang besar terhadap problematika dunia Islam. Namun mereka berupaya melakukan perjuangan ini. dan tidak membatasi pada kawasan tertentu saja. • • Berupaya membangkitkan ruh yang satu di tubuh umat di pelbagai belahan dunia. bahwasanya semua tujuan-tujuan tersebut dilakukan secara bersamaan dengan langkah-langkah yang gradual hingga ia bisa menyempurnakan garis putarannya. • Sampai kemudian ia bisa diterjemahkan dalam realitas yang sempurna dengan mendirikan pemerintah Islam yang komitmen dengan syariat Allah. 557 . baik dalam skala masyarakat atau skala kolektif. kepekaan. manhaj Islam dan syariatnya. kesabaran dan tidak menyimpang dari jalan dan manhaj.. serta dengan bertawakkal kepada Allah dengan penuh kesempurnaan. walaupun kita sebenarnya tidak berhak memastikan kesucian seseorang di atas ketentuan Allah. dan dengan menyatukan antar Negara-negara muslim sesuai dengan manhaj Islam dan tujuan-tujuannya. kesatuan hubungan. yakni jalan Rasulullah Saw.• Menghidupkan fikrah khilafah. dengan perspektif yang jelas dan integral. mengenalkannya kepada masyarakat. keterkaitannya dengan akidah umat dan persatuannya. • Tidak menunggu hingga berdirinya Negara Islam untuk mewujudkan persatuan Negara-negara Islam. • Dan kami menyimak dari perkataan Imam Syahid710 di dalam rislahrisalahnya. perannya. maupun melalui organisasi untuk mendekatkan bangsa-bangsa dan pendirian jalinan kerjasama yang baik.

Lil Imam Syahid Hasan al Banna • • • • • • • • • • • • • • • • • • Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran).Referensi dan Daftar Pustaka 1. 2. Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini) Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya) Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). 558 . Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru) Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). Majmu'atu Rasail. Risalah: Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami) Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI) Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim) Risalah: Al 'Aqaid (Risalah akidah) Risalah: Al Jihad (Risalah Jihad) Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda) Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam) Risalah: Al Usrah (Usrah) Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna).

Muhammad Ahmad Rasyid. 25. Ramadan 1422 H/Desember 2001 M. Al Tsawabit wal Mutaghayyirat. Nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan. Ustadz Muhammad Mahdi Akif. Artikel dengan judul. Dr. hal. Dr. Al Ikhwan al Muslimun wal Qadiyah Filastiniyah. Artikel dengan judul Al Ikhwanul Muslimun Da'watun wa risalah. 28. Mubadarah al Ikhwan lil Ishlah 11. Muhammad Abdul Qadir Abu Faris. Taufik Wa'i. Syawal 1419 H/ Januari dan Februari 1999 M. Artikel dengan judul. Ustadz Jum'ah Amin. Ustadz Muhammad Ahmad Rasyid 26. 5. Perspektif Ikhwan seputar: Syuro. 4. 3. Ustadz Kamil Syarif. 21. Ustadz Musthafa Masyhur. Manhajul Imam al Banna. dimana ia mengungkapkan kekagumannya terhadap Kamal At-Turk. 14. Oktober 1965 M. 20. 22. Bagian dari surat Imam Syahid kepada Nahas Basya dalam jumpa pers yang ia sampaikan kepada beberapa media. al Laihah al 'Alamiyah lil Ikhwan al Muslimin (Tata Tertib Internasional Ikwanul Muslimin). Majalah Risalah. Ustadz Fuad Hajarsi. Al Ikhwan al Muslimun Kubra al Harakat al Islamiyah. 19. 13. edisi perdana. 17. 8. Koran Ikhwanul Muslimin. Al Masar. Fuad Al Hajarsy. diterbitkan oleh Majalah Al Mabahits. 6. Syubhat Haula al Fikri al Islamy al Mu'ashir. 27. Risalah Ru'yah Wadhihah. limadza a'damuni? Ustadz Sayyid Quthb. Ustadz Abbas Asisi.Bagian terakhir dari risalah yang ditulis oleh Imam Syahid untuk Ikhwanul Muslimin. Hasan Al Banna. dari buku Al Imam Syahid. Al Fiqh al Siyasy 'inda al Imam al Syahid Hasan al Banna. Artikel dengan judul. Edisi 82. 10. Ustadz Fuad Hajarsi. Darul Basyir-Thanta. Yusuf Al Qaradlway. Multipartai. Al Ikhwanul Muslimun wa Harb Filastin. Artikel dengan judul Kaidun Mafduh Lil Islam wa ahlih. Al Muqawamah al Sirriyah fi Qanat Suwais. Artikel yang ditulis oleh Al Ustadz Musthafa Masyhur dalam peringatan kesyahidan Imam Hasan Al Banna. 18. Salim al Bahnasawy. Artikel dengan judul Al Haqqu la Budda an Tahmihi al Quwwah. 16. tahun 1948 M. 15. Dr. Al Shahwah al Islamiyah. al Imam al Syahid Hasan Al Banna Hamil Liwa al Da'wah Fil Qarni al 'Isyrin. Ustadz Kamil Syarif. Wanita. 24. Mushthafa Masyhur 12. Artikel dengan judul Aina Qalbu l-Muslimin min Dima al Muslimin? Ustadz Musthafa Masyhur. 559 . 9. Dirasah Syar'iyyah wa Siyasiyah Lil Qadiyyah al 'Iraqiyyah tahun 2002 M. Yang kemudian dipublikasikan kembali lewat Majalah Dakwah. 23. 29. Dua'tun La Qudhat lil Hasan al Hudhaibi (Kami adalah Da'I bukan para hakim). Mawaqif Fi Da'wah wa Tarbiyah. Ini adalah surat yang dipublikasikan oleh Koran Ikhwanul Muslimin. Pusat Studi Islam. 7. Diantara penjelasan Imam Syahid dalam Muktamar rakyat untuk solidaritas Palestina di Mesjid Al Azhar. edisi 16 Januari 1951 M. Musthafa Masyhur.

Majalah. 31.Al Ikhwanul Muslimun. Ahdats shana'at Tharikh. edisi 32 34. Edisi ke V. 19 Nopember 1998 M. Al Ikhwanul Muslimun. Al Da'wah. Ibnu Qayyim 38. edisi 283 36. Al Da'wah. Dr. Afaq 'Arabiyah. Ibnu Hisyam 30. Muhammad 'Imarah. Majalah. Ustadz Mahmud Abdul Halim. Daftar Isi Daftar Isi: Pengantar Pendahuluan Bab I Mengenal Konsep Dakwah Ikhwanul Muslimin Pertama. Afaq 'Arabiyah. Dasar pemikiran Dakwah Islam adalah Proyek Kebangkitan Obsesi. Koran. Artikel dengan judul. Koran tentang Konsep Syuro Islam tahun 2004 M. tahun 1976 dan tahun 1977 M 35. 32. Koran. Bi Yaumiyyat al Akhbar. 27 Maret 1952 M 33. al Sirah Al Nabawiyah. Misi dan Tujuan Kedua. Realitas Karakteristik Fase Dakwah dan Hakikat Perseteruan 560 . Koran. I'lam al Muwaqqi'in. 30 Oktober 2005 M 37.

Target-target Tarbiyah Masyarakat Sebagai Prasyarat Mendirikan Negara. Urgensi Strategi dan Evaluasi Ikhwan dan Manhaj-manhaj yang lain Pemahaman Seputar Sarana-sarana Dakwah Kotak Pemilu Tentang Waktu yang diperlukan Ikhwan Setelah Berdirinya Negara Jihad adalah Jalan Dakwah Makna Al Nashr (Kemenangan) dan Bentuknya yang Variatif Bab III Pemahaman Tarbiyah Dalam Proses Pembinaan 561 . tarbiyah untuk individu dan masyarakat.Tentang Kewajiban Dakwah Ketiga: Kendala dan Faktor-faktor Kesuksesan Kendala dan rintangan yang dihadapi oleh dakwah Bekal Kita Menghadapi rintangan Faktor-faktor Kesuksesan Dakwah Keempat: Keistimewaan dan ciri khas dakwah Dakwah Kami adalah Islam yang kokoh Siapakah kalian? Apa sifat kalian? Diantara Karakteristik Dakwah Ikhwanul Muslimin Bab II Mekanisme Perubahan Pengantar Realita dan manhaj perubahan Tabiat Perubahan dan Karakteristiknya Kepemimpinan yang bijak dan mengarahkan Semangat Ringkasan Prasarana Perubahan Prasarana pembentukan.

dan Kepekaan Iman Ketiga. Pertama. Dalam Aspek Nurani. Poros-poros simpul utama dalam Target-target Tarbiyah Poros-Poros utama dalam Pembinaan tarbawi terhadap individu Pengarahan dan Wasiat. Dalam Aspek Cinta dan Ukhuwah 562 . Dalam Aspek Akidah dan Ibadah Kedua. Yang Tsabit (prinsipil) dan Mutagayyir (relatif) dalam dakwah. Pengantar Karakteristik Pembinaan Diri Target-Target Tarbiyah Target Umum Asas manhaj Karakteristik Target (keistimewaan tujuan-tujuan tarbiyah) Ciri-ciri Dalam Target Tarbiyah Tingkatan Target Tarbiyah Urgensi Pembangunan yang benar dan Keterikatan antar target-target tarbiyah. Tentang Rasa Kepemilikan Terhadap Islam Hujjah Bab IV Proses Pembentukan Individu Kader Dakwah (Perbaikan Diri).Gambaran-gambaran Pembinaan Tarbawi dan Ciri-cirinya Manhaj Imam Hasan Al Banna dalam Tarbiyah Akidah Ujian dan Cobaan adalah Sebuah Kemestian dalam Dakwah Makna kekuatan Yang diinginkan Barisan Dakwah Kerapian Shaf dan Hubungan Antara Komponennya Keberlangsungan Tarbiyah Tentang Realitas Kader Dakwah Pentingnya Refleksi Nilai-nilai Tarbiyah Tarbiyah Mas’ul Dakwah dan Struktur Kepengurusan Tentang Kitman (Menyembunyikan) dan Sirriyah (kerahasiaan) dalam Dakwah.

Dalam Aspek Jamaah Bab V Membangun Keluarga Muslim Urgensi Membangun Rumah Tangga Urgensi Perbaikan Diri Kaidah dan Tujuan Pembinaan keluarga Muslim Bab VI Bekerja Bersama Masyarakat Manhaj Islam dalam Membangun Masyarakat Urgensi Bekerja Bersama dengan masyarakat Poros-poros Sinergisitas kerja dengan masyarakat Asas-asas Utama Perbaikan Sosial Tahapan-tahapan amal sosial dan titik tolaknya Sifat dan Karakteristik Amal bersama masyarakat Mempersiapkan kader dakwah untuk bersinergi dengan masyarakat. Dalam Aspek Kesehatan Fisik Ketujuh. Dalam Aspek Akhlak dan Kepribadian yang baik Keenam.Keempat. Bab VII Tujuan dan Aspek Amal Bersama Keluarga dan Masyarakat Poros-poros dan Tujuan Amal Bersama Masyarakat Penjelasan Bab VIII 563 . Dalam Aspek Dakwah Kesepuluh. Dalam Aspek Masyarakat dan Rumah Tangga Kesembilan. Dalam Aspek Usaha dan Pekerjaan Kedelapan. Dalam Aspek Menahan Diri Kelima.

Kaidah-kaidah sistem Sosial dalam Islam Kaidah Sistem Ekonomi dalam Islam Metode Terwujudnya kecondongan pemerintah terhadap Bab X Tentang Tujuan Pembebasan Negeri-negeri Muslim Mengembalikan Eksistensi Negara. Memimpin Dunia 564 . Karakteristik Pemerintah Islam yang dicita-citakan Tiang-tiang Penyangga Sistem pemerintahan Islam dan undang-undang konstitusi Gambaran Sistem Politik Islam Menolak cara-cara kekerasan. Mengenal dengan baik Karakter musuh Bab IX Tentang Tujuan Membentuk Pemerintah Islam Mukadimah Ikhwanul Muslimin Tidak Ambisi Kekuasaan dan Tidak bermaksud menguasai pemerintahan.Tentang Tujuan Pembebasan Negeri dan Kemerdekaannya Mukadimah Strategi Mengusir Penjajah Makna Negara Islam dan sikap terhadap permasalahan Palestina. Mendirikan Khilafah. Revolusi dan kudeta Tentang dakwah. Sikap terhadap kekuatan pemerintah yang menginginkan perbaikan. Keterlambatan Pemerintah (dalam menerapkan syariat Islam) Tentang Tabiat Pemerintah terhadap Islam: Perbaikan pemerintah yang komprehensif Sikap Terhadap pemerintah Asas Pendirian Negara Adab-adab Ikhwanul Muslimin dalam Melakukan konfrontasi Politik.

mengumumkan aktivitas dan nama. Jama'ah Ikhwan mendukung segala seruan untuk perbaikan Jamaah membaca Konstelasi Politik dengan baik Permusuhan terhadap Dakwah.Urgensi Khilafah dan bagaimana mendirikannya kembali Fase-fase utama untuk mewujudkan tujuan Contoh dan Model Jawaban terhadap klaim bahwa Barat telah mengepung kita Bagaimana mewujudkan Ustaziyatul 'Alam (kepemimpinan dunia) Umat Islam dan Perang peradaban Asas tegaknya kesatuan internasional Peran yang dapat kita lakukan Bab XI Penjelasan seputar Sikap Dakwah dan Politik Jamaah Seputar permasalah propaganda. dan Apakah Jaminannya Prinsip Kami Menghadapi Permusuhan dan Persaingan Politik Ikhwan dan Sejarah Reformasi Mesir Bentuk-bentuk Proyek Perbaikan Model Perbaikan Hukum dan Perundang-udangan Tuntutan Perbaikan Undang-undang Pemilu Seputar Koordinasi dan Aliansi Persimpangan Jalan Urgensi Pengamanan terhadap Dakwah Imam Syahid dan pembentukan partai-partai Tentang Aktivitas POlitik Sikap Jamaah terhadap mazhab-mazhab dan aliran-aliran Partner Negara dan sikap terhadap orang-orang asing 565 . Sikap Jamaah Terhadap Individu dan organisasi-organisasi Yang Berbuat Untuk Kebaikan dan agama Islam. Institusi dan Anggotanya Persaudaraan dalam Perspektif Ikhwan Tipe Banyak Tanya dan Kritis terhadap Dakwah Rekayasa Kata-kata dan Istilah Sanggahan terhadap Klaim Monopoli.

Penutup Referensi dan Daftar Pustaka Daftar Isi 566 .