        Judul Asli: Manhaj Ishlâh wa Al Taghyîr ‘Inda Jamâ’atil Ikhwân Al Muslimîn Dirâsatan fi Rasâil

al Imâm al Syahîd Judul Terjemah: Konsep Reformasi Dalam Perspektif Ikhwanul Muslimin Studi Pembelajaran Terhadap Risalah Pergerakan Imam Syahid Hasan Al Banna Penerbit: Daruttauzi’i Wa Al Nasyr al Islamy Cetakan Pertama Tahun 2006 Penulis: DR. Muhammad Abdurrahman Mursy Ramadan

Pengantar: Ir. Muhammad Khairat Syatir Kata Pengantar Ir. Muhammad Khairat Syatir Konsep dakwah yang dibawa oleh Imam Syahid Hasan Al Banna adalah konsep dakwah yang komprehensif dan universal, yang mencakup seluruh sudut pemahaman Islam dan mampu menjawab realiti kehidupan nyata. Ia seperti sinar fajar pagi yang menyingkap tabir pekat yang menutupi kehidupan umat Islam, ia benar-benar adalah Pembaharu Islam abad ke- 20. Imam Syahid mampu mencantumkan pemahaman terhadap nilai-nilai Al Quran dan petunjuk Rasulullah Saw, secara benar dan menyeluruh dengan pembacaan dan renungannya yang mendalam terhadap fakta-fakta sejarah
1

dan sunah Allah dalam menempatkan sebuah kekuasaan atau kewujudan di muka bumi, termasuk kemampuannya untuk melihat secara fleksibel dan saksama realiti kehidupan umat Islam, mengesan penyakit umat dan mengetahui cara penyembuhannya serta skala keutamaannya. Sebelum kedatangan Imam Syahid, sebenarnya telah banyak dilakukan usaha- usaha perbaikan dan reformasi di tubuh umat, namun usaha- usaha tersebut cenderung hanya sementara dan jangka pendek. Beberapa diantaranya belum membawa konsep pemahaman Islam yang benar- benar menyeluruh, atau pemahaman yang mendalam terhadap realiti kehidupan, atau tidak menjaga sunah (ketentuan) Allah dalam proses penetapan kewujudan, atau kerana terjadinya penyelewengan seiring dengan pergantian zaman, atau kerana perpindahan ke generasi berikutnya dan generasi itu tak mampu memikulnya, atau kerana reaksi-reaksi yang terhad atau teori serta simbol-simbol hampa tanpa adanya bangunan dakwah yang kuat dan gerakan yang terus menerus. Kaedah ilmu yang dibawa Imam Syahid sangat khas, kaedah tersebut mampu mengubah teori dan mimpi-mimpi menjadi kenyataan yang nyata, hal ini kemudian disokong dengan kemampuannya dalam mengorganisasi dan mengatur secara baik, yang membuatnya mampu –dengan izin Allahmemimpin dan mendirikan sebuah jamaah yang membawa panji-panji Islam, dengan asas yang kuat yang tak mudah hilang dan dihancurkan. Bangunan yang kuat dan berkesinambungan ini menunjukkan sebagian dari mahakarya Imam Syahid Hasan Al Banna. Suatu hari dia pernah ditanyakan suatu hal, “Mengapa anda tidak menulis ilmu yang luarbiasa ini dan melahirkan buku-buku? Dia menjawab, “Sesungguhnya aku membina dan menciptakan para pejuang yang membawa kebenaran.” Imam Syahid Hasan Al Banna adalah orang pertama yang menyedari keadaan reality kehidupan umat, dia mengetahui kadar kerosakan yang dideritai masyarakat, serta kadar kemunduran yang dideritanya. Kerosakan umat tidak hanya terhad pada runtuhnya kekhalifahan dan hilangnya
2

persatuan umat, permasalahannya tidak hanya terhad pada penjajahan tentera asing terhadap negeri-negeri muslim, atau terhad pada kemunduran teknologi dalam segala bidang. Untuk pertama kalinya keadaan kemunduran umat telah sampai pada titik sifar yang sangat membahayakan. Umat dan tapak penyokongnya telah berada jauh di luar kawasan keberadaan dan kewujudannya. Permasalahannya telah sampai pada titik-titik penting dan asas dasar berdirinya sebuah masyarakat dan negara. Masalah di tubuh umat tidak akan dapat dihilangkan dengan perbaikan yang hanya sebahagian, atau pembinaan semula pada beberapa aspeknya sahaja, atau hanya dengan melakukan reformasi di sebagian bidang-bidangnya dan dengan menggunakan suntikan-suntikan penenang; masalah umat jauh lebih dalam dari semua ini. Keadaan umat telah sampai kepada lubang pertama dalam proses pembinaan dan pembelaannya, negara Islam telah sirna sama sekali, kekuasaannya yang hakiki telah hilang untuk pertama kalinya sejak pendirian negara Islam di Madinah. Oleh kerana itu projek kebangkitan dan rekonstruksi harus dimulakan sesuai dengan langkah-langkah yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Bermula dengan pembinaan peribadi muslim secara individu, lalu pembinaan keluarga, pembinaan komuniti muslim hingga pembinaan sebuah masyarakat, sampai akhirnya tiba pada fasa penetapan keberadaan dan pendirian sebuah negara dan terus berlanjutan hingga memimpin dunia seisinya. Pengetahuan Imam Syahid terhadap keadaan realiti umat yang begitu mendalam, jelas dan terperinci, membuatnya mampu –dengan izin Allahmenciptakan sebuah konsep praktikal dengan beberapa fasa dan dengan tujuan dan sasaran yang saling berkaitan, serta mengarah kepada langkahlangkah yang ditempuh Rasulullah Saw. ketika memulai dakwah Islam yang pertama dan asas negara yang menjadi model dan teladan. Imam Syahid memiliki kebijaksanaan berpolitik dan fleksibiliti yang luarbiasa dalam menghadapi krisis dan rancangan- rancangan jahat, oleh kerana itu tidak ada jalan lain bagi para penyeru kebatilan selain membunuh dan melenyapkannya. Mereka lupa bahwa bahawa dakwah yang dipimpinnya
3

akan terus berlanjutan, dan sesungguhnya itu adalah dakwah Allah yang akan terus maju dan mendapat kemenangan dengan izin Allah. Dia (Imam Syahid) –semoga Allah meridhainya-, sangat memelihara salafiyah dakwah, dengan mengikuti sunah dan tidak membuat bid’ah, dengan pemahaman yang sungguh mendalam terhadap Islam dan sunnah Rasulullah Saw. Dia berkali-kali mengulang dan menegaskan hal ini di dalam risalahnya, dia menulis dalam risalahnya ‘Ila Ayyi Syai-in Nad’u an Nâs’ dengan mengatakan, “Wahai kaum, sesungguhnya kami berdakwah kepada kalian dengan Al Quran di tangan kanan dan Sunnah di tangan kiri, dan perbuatan para Salaful Ummah dari umat ini merupakan sumber kekuatan kami, kami mengajak kalian kepada Islam, nilai-nilai Islam, hukum dan petunjuk Islam.” Dan diantara perkara yang sangat dijaga oleh Imam Syahid Hasan Al Banna dalam membangunkan jemaah dan membentuk personaliti seorang al akh muslim adalah implementasi rukun Tajarrud (menyucikan diri) dan tidak bergantung kepada seseorang tokoh atau lembaga, namun seharusnya ikatan seorang al akh yang hakiki dan kesetiaan tertingginya hanya kepada Allah -azza wajalla-. Ketika Imam Syahid menghadiri sebuah majlis yang besar, salah seorang peserta yang hadir berdiri menyambutnya dan member tabik kepada beliau – hal ini sebagaimana dilakukan kepada setiap pembesar dan pemimpin politik – namun Hasan Al Banna menolak perlakuan tersebut dan tidak mendiamkannya, dia berkata, “Sesungguhnya hari dimana diserukan nama Hasan Al Banna tidak akan pernah terjadi, seharusnya seruan kita adalah, “Allah ghayatuna (Allah tujuan kami), Al Rasul Dza’imuna (Rasulullah pemimpin kami), Al Quran Dusturuna (Al Quran pedoman kami), Al Jihad Sabiluna (Jihad adalah jalan juang kami), Al Maut fi Sabilillah asma amanina (Mati di jalan Allah adalah Cita-cita kami tertinggi), Allah Maha Besar dan pujian kesempurnaan hanya milik Allah.

4

Dia juga menegaskan di dalam risalah ta’lim, “Setiap orang diambil dan ditolak perkataannya, kecuali al Ma’shum Rasulllah Saw., dan setiap yang datang dari salaful Ummah –semoga Allah meredhai mereka-, yang sesuai dengan kitabullah dan sunnah Rasulullah, maka kami akan menerimanya.” Sesungguhnya personaliti Imam Syahid merupakan contoh dalam hal ini. Sebahagian Ikhwan mendebatkan dan memberikan pendapat terhadap idea dan pemikiran-pemikirannya, sebahagian yang lain berbeza atau bahkan menegurnya. Dia juga berkata, “Sesungguhnya keikhlasan adalah dasar sebuah kejayaan dan sesungguhnya ditangan Allah-lah semua urusan. Sesungguhnya para pendahulu kalian yang mulia tidak mencapai kemenangan kecuali dengan kekuatan iman mereka, kesucian jiwa dan kebersihan diri, serta keikhlasan hati dan amal mereka dari ikatan apapun atau fikiran. Mereka menjadikan segala sesuatu bersesuaian dengan nilai-nilai keikhlasan tersebut, sehingga jiwa mereka menyatu dengan akidah, dan akidah mereka menyatu dengan jiwa-jiwa mereka. Merekalah sesungguhnya gagasan itu, dan gagasan itulah mereka. Jika kalian demikian maka fikirkanlah, sesungguhnya Allah mengilhamkan kepada kalian kecerdasan dan kebenaran, maka amalkanlah dan sesungguhnya Allah membantu kalian dengan kekuatan dan kejayaan, namun jika diantara kalian ada yang menghidap penyakit hati, yang tujuan hidupnya berpenyakit, yang kehilangan harapan dan keinginan, yang memiliki luka masa lalu, maka keluarkanlah dia dari barisan kalian, kerana sesungguhnya dia adalah penghalang turunnya rahmat, yang terkurung tanpa ada taufik (petunjuk).” Sesungguhnya Ikhwan –sebagaimana yang dibina oleh Hasan Al Banna dengan nilai-nilai Islam-, tidak mengidolakan seseorang dan tidak menyembah mereka. Mereka mengetahui benar kedudukan para tokoh dan menempatkan mereka pada tempatnya secara wajar, dan selalu menjaga adab-adab Islam dan petunjuk Rasulullah Saw. dalam melakukan interaksi dengan para pemimpin dan imam mereka.

5

Imam Syahid Hasan Al Banna –semoga Allah meridhai mereka-, meyakini kebenaran jalan yang dilaluinya dan kebenaran manhaj, serta dengan pertolongan Allah –azza wajalla- terhadap dakwahya. Dia menjelajahi buana menyerukan agama Allah, menyedarkan jutaan manusia dari kelalaian, dan dia diikuti oleh banyak lapisan masyarakat. Dia pernah bertemu dengan seseorang yang bertanya kepadanya, “Adakah engkau akan melihat buah kemenangan dari usaha yang engkau lakukan? Imam Syahid menjawab dengan tenang dan penuh keyakinan, “Kemenangan itu tidak akan terlihat di generasiku dan digenerasimu, tapi akan tampak di generasi yang akan datang.” Imam Syahid memberikan perincian yang jelas tentang tugas dan peranan seorang muslim serta persiapan yang harus dimiliki, dia mengatakan, (“Tugas kita adalah memimpin dunia dan memberikan petunjuk kepada manusia seluruhnya kepada aturan Islam yang benar dan ajaran-ajarannya yang tiada ajaran lain yang dapat membahagiakan manusia selain ajaranajarannya.” Dakwah kita adalah, keimanan yang mendalam, kuat dan yang paling abadi ..

• •

Kepada Allah, pertolongan dan kemenangan dari-Nya Kepada pemimpin Rasulullah Saw., kejujuran dan amanahnya Kepada manhaj, keistimewaan dan kelayakannya Kepada persaudaraan, kewajipan dan kesuciaannya Kepada balasan, kebesaran, dan kemuliaannya Kepada diri mereka sendiri .. mereka adalah sebuah jamaah yang diberikan kekuatan untuk menyelamatkan dunia seisinya.”)

• •

Imam Syahid sangat member perhatian kepada pemuda, dan berjaya menjadikan mereka sebagai darah segar yang mengalir di tubuh umat Islam, yang mampu membangkitkan dan menggerakkannya. Di akhir kehidupannya, sekitar dua minggu sebelum kesyahidannya,

-keadaan pada saat itu sangat genting-, salah seorang berkata, “Wahai
6

Ustadz, banyak berita yang tersebar tentang engkau, dan tentang apa yang terjadi terhadap engkau. Imam Syahid berkata, “Apa yang akan terjadi? Adakah pembunuhan? Sesungguhnya kami mengetahui bahawa perkara itu adalah kesyahidan, dan itu adalah cita-cita kami. Seseorang bertanya lagi, “Bagaimana dengan dakwah? Imam menjawab, “Aku telah menyelesaikan tugasku dan aku telah meninggalkan para rijal (pejuang) dan aku melihat mereka dengan mataku bahawa mereka benar-benar rijal, maka aku akan mati dengan penuh ketenangan, dan yang aku inginkan adalah mati sebagai syahid.” Cita-cita itu benar-benar terwujud, dia mendapatkan syahadah. Setiap orang yang mempelajari pemikiran Imam Hasan Al Banna, maka dia akan mendapati bahawa fikiran-fikiran tokoh ini mempunyai ciri khas yang sangat sepadan dengan realiti kehidupan dan mengacu kepada dasar-dasar agama, yang jauh dari sikap berlebih-lebihan (ekstrimisme) maupun sifat meremehkan. Pemikiran-pemikirannya mampu bertahan dan berkomunikasi dengan alam fikiran manusia dan tidak dibenci oleh jiwa, pemikiranpemikiran yang diterima secara baik yang tidak mengenal kekerasan dan terorisme. Dasarnya berpijak kepada Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah Saw. serta amalan para ulama terdahulu yang soleh. Imam Al Banna adalah seorang pembaharu urusan agama ini pada masa dan generasinya, dia dan para pembaharu lainnya. Dia menyeru manusia untuk beriman kepada Allah dan kembali kepada ajaran Rasulullah Saw. Dia menempuh jalan yang pernah dijalani para ulama-ulama terdahulu. Dia menyeru dakwahnya dan mengembalikan konsep berfikir Islami yang benar yang berasaskan kepada: Pertama, Membebaskan akidah dari tipuan-tipuan kejumudan dan yang terkandung di dalamnya berupa khayalan dan syubhat, sebagai perbaikan penggambaran yang benar seorang muslim terhadap kewujudan alam semesta, manusia dan kehidupan, untuk mewujudkan keseimbangan dan keadilan, agar akidah (keyakinan) dapat memberikan pengaruh dalam melahirkan para pejuang, agar dapat melahirkan kembali personaliti muslim yang berakhlak yang pernah dibangun dan dibina Rasulullah Saw. di Darul
7

Arqam bin Abi Arqam. Kemudian membangun dengan personaliti- personality ini –baik lelaki mahupun wanita- batu bata yang akan menyusun sebuah keluarga yang nantinya mampu melahirkan para pejuang, yang menciptakan sebuah umat yang berdiri di atas budi pekerti dan akhlak yang mulia sebelum ia berdiri di atas sebuah negara. Kedua, menyucikan akal seorang muslim dari fikiran-fikiran yang terpecahbelah terhadap Islam, kerana hal itu hanya akan memperbesarkan perbezaan dalam masalah-masalah furu’ dan separa- separa, dan meniadakan pola berfikir yang universal terhadap Islam. Ketiga, Menghancurkan kejumudan yang dialami oleh akal akibat ditutupnya pintu ijtihad, yang sebenarnya mematikan kecerdasan untuk menciptakan dan member pandangan dan akhirnya menjatuhkannya pada lubang taklid buta yang tercela. Ini juga menghalangi umat Islam menikmati penyelesaianpenyelesaian konsep pemikiran dalam Islam terhadap problematika dan permasalahan hari ini yang jauh dari alam berfikir yang banyak bertentangan dengan ketetapan prinsip-prinsip agama. Maka untuk mengembalikan konsep berfikir yang baik dan benar, diperlukan sebuah bingkai pandangan yang universal terhadap Islam, -dan pandangan ini dimiliki oleh Imam Hasan Al Banna-, dan yang dimiliki oleh para pendahulunya, iaitu para pejuang yang mengambil ajaran ini dari konsep yang diajarkan Rasulullah Saw.. Dengan konsep tersebut, mereka kemudian membangunkan sebuah tamadun , mendirikan sebuah pemerintahan, dan merekapun memimpin tamadun di muka bumi. Ia adalah sebuah konsep yang sempurna dan universal yang mengajak saudara-saudaranya ikut bersama menjadi sebahagian untuk membangun sebuah jama’ah, yang memberikan darah dan jiwanya untuk menegakkan kalimat Allah di muka bumi, dan membuat panji-panji kejahatan menjadi hina dan tercela, demikian juga yang dilakukan oleh Imam Al Banna. Jama’ah Ikhwanul Muslimin membawa konsep pemahaman ini, dan menyeru kepadanya. Ia teguh menahan akibatnya demi mempasakkan nilai tersebut di
8

tengah masyarakat. Telah berapa banyak pejuang yang gugur demi memperjuangkannya? Imam Syahid Hasan Al Banna adalah yang paling hadapan dalam Jama’ah Ikhwanul Muslimin yang membuktikan pengorbanan tersebut – semoga Allah membalas apa yang telah dia berikan untuk Umat Islam dengan balasan yang sebaik-baiknya-. Telah berapa banyak darah yang ditumpahkan? Sudah berapa banyak anak-anak menjadi yatim? Telah berapa banyak wanita yang kehilangan anaknya? –Kita menabungnya menjadi kebaikan di akhirat-, Hingga pemahaman benar-benar terpasak kuat dan menjadi sesuatu yang lumrah yang tidak ada perbezaan di dalamnya, walau dengan banyaknya fitnah dan ujian serta tersebarnya syubhat dan tuduhantuduhan palsu dan bantahan. Apa yang dibawa oleh Imam Hasan Al Banna adalah sebuah pembaharuan, walaupun sebenarnya Imam Syahid hanya memperbaharui sesuatu yang lama yang hampir dilupakan. Kecelaruan yang dihadapi umat tidaklah semudah seperti yang diyakini oleh sebahagian orang. Apa yang telah merasuki fikiran berupa kemelut, kebingungan dan pencerobohan pemikiran, pada gilirannya akan menghalang terwujudnya tujuan yang hendak dicapai, dan menghalang misi yang dibela. Permasalahan ini tidak mungkin disembuhkan dalam waktu sehari semalam, atau dengan penyampaian kuliah dari seorang pakar, atau dengan pelajaran di beberapa tempat dari seorang pemikir muslim, ataupun dengan nasihat-nasihat secara kerap dari salah seorang ulama tersohor, atau dengan lembaran-lembaran yang diedarkan kemudian hilang tanpa kesan seiring berakhirnya bacaan, atau dengan buku-buku yang dihafal teks atau naskahnya. Ia sesungguhnya adalah penderitaan yang telah berlangsung lama, yang memerlukan tarbiyah dan usaha yang gigih, agar kita dapat mewarisi para rijal (pejuang) bukan mewarisi buku saja, kerana kita ingin mendirikan agama yang tegak di atasnya negara dan tamadun, serta menyedarkan umat yang akan memimpin dunia. Sesungguhnya manhaj yang mampu melahirkan para pejuang dan yang mampu memenuhi ikrarnya kepada Allah, memerlukan beberapa hal berikut, Pemahaman yang benar (Al Fahm Al Shahih), pembentukan yang sangat cermat, keimanan, ketulusan cinta, pengorganisasian yang rapi, agar kita
9

dapat membuat jalinan jama’ah yang di serukan Allah dengan panggilan, “wahai orang-orang yang beriman,” iaitu orang-orang yang sentiasa memiliki hubungan yang baik dengan Allah. Agar mereka menjadi ahli ibadah terlebih dahulu sebelum menjadi pemimpin, maka dengan ibadah mereka akan dihantarkan untuk memimpin dengan sebaik-sebaiknya, hal itu tentunya dilakukan dengan manhaj yang jelas, amalan yang terus menerus, budi pekerti yang tinggi, nafas yang panjang, kesabaran dengan sebaiksebaiknya, nasihat kebaikan, perbincangan yang bijak, dan kesedaran, serta evaluasi yang sangat cermat. Mengapa demikian? Kerana manhaj perbaikan apapun yang digunakan untuk keperluan manusia, dan dakwah kebenaran apapun yang idea dasar dan pemahamannya tidak bersandar pada nilai-nilai ini, dan tidak menurut Al Quran dan Sunnah Rasulullah Saw. maka ia adalah dakwah yang rapuh dan akan tercabut akarnya dari permukaan bumi. Namun jika ia bersatu dengan sumber gizi, kekuatan dan kehidupannya maka akarnya tertancap kuat dan dahannya menjulang ke langit dan akan memberikan buah di setiap waktu dengan izin Allah. Imam Hasan Al Banna telah menjelaskan nilai-nilai ini dengan sangat jelas tanpa ada kesamaran dan keraguan, baik dari segi kejelasan idea, kesatuan pandangan dan etika, kesatuan target dan tujuan dan kesatuan visi serta kesamaan untuk prasarana yang mewujudkannya. dan Imam Hasan Al Banna untuk mengetahui bahawa masyarakat sangat memerlukan penjelasan pemahaman memperkemaskan gerakan, penjelasan pandangan menyamakan barisan, serta penjelasan idea agar dapat berjalan secara benar dan mewujudkan cita-cita yang diharapkan. Kita sangat menghargai budaya dialog, perbincangan dan bertukar

pandangan .. Kami katakan kepada mereka yang berbeza pendapat dengan kami,  Ertinya: “Marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu .. “ (Q.S Ali Imran: 65)   

10

Kepada mereka yang mendebat kami, kami katakan,              Ertinya: “Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar. “ (Q.S Al Baqarah: 111) Kepada mereka yang membangkang, kami katakan:             Ertinya: “Dan Sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata. “ (Q.S Saba: 24) Kerana sesungguhnya syiar setiap da’I yang meyerukan agama Allah adalah,        Ertinya: “Serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, ..” (Q.S Al Baqarah: 83) Buat para penyeru dakwah Islam yang berbeza pandangan dengan kami, maka kami katakan kepada mereka, “Mari kita saling tolong menolong dalam perkara yang kita sepakati dan saling memberitahu dan memaafkan dalam perkara-perkara yang tidak kita sepakati.” Namun jika mereka mengabaikan seruan itu, maka kami akan katakan, “Semoga keselamatan selalu dilimpahkan kepada kalian dan kami tidak menginginkan apapun kecuali ikatan cinta kerana Allah. “ Kajian dalam buku ini memaparkan pandangan yang jelas dan menyeluruh terhadap manhaj perubahan dan konsep merealisasikan tujuantujuannya. Di dalamnya juga terdapat jawapan terhadap pertanyaanpertanyaan yang banyak diutarakan, serta penjelasan permasalahan yang banyak mengandungi perbezaan, mahupun perbedaan pikiran. Ini merupakan

11

langkah serius yang dilakukan untuk menjelaskan pandangan dan manhaj dakwah Ikhwanul Muslimin serta tujuan-tujuannya. Ini merupakan tambahan rujukan yang ditulis dan diedarkan oleh aktivis dakwah Ikhwan. atau menyimpang dari prinsip-prinsipnya. menyandang dan teguh di atas prinsip-prinsip jama’ah. atau arusnya berubah dan 12 . Mula-mula cahayanya terang benderang selama beberapa waktu. Cairo. penulisnya adalah salah seorang yang dibina dalam barisan dakwah. namun bersilih ganti masa sinarnya meredup dan padam.kumpulan penyeru perbaikan lahir dan berkembang subur. untuk menjelaskan dakwah mereka dan menjawab syubhat-syubhat. Dan kita mengagungkan seseorang yang merupakan hak Allah. kumpulan. Ramadan 1426 H/Oktober 2005 IR. Muhammad Khairat Syathir Wakil Mursyid ‘Am Ikhwanul Muslimin Pendahuluan Pendahuluan Sepanjang perjalanan sejarah.

usianya waku itu sekitar 22 tahun. Kita juga mengetahui kekuatan pembangunan yang menjadi batu asas dakwah ini.kumpulan tersebut kita saksikan terjadi setelah satu atau dua generasi berikutnya atau setelah terjadinya rentetan peristiwa tragis yang menimpa. untuk kembali mengembalikan kemuliaan Islam di persada bumi. kemudian gugur syahid pada usia yang masih muda tahun 1949 M . iaitu tarbiyah. Setelah berlalu beberapa generasi dan menyatu bersama dakwah ini. padam apinya atau koyak layarnya. dan akhirnya ia menjadi memori di halaman sejarah. Kita melihat dakwahnya begitu kuat dan tegar. walaupun kita sebenarnya tidak berhak memastikan kesucian seseorang di atas ketentuan Allah-. dan kitapun benar. meskipun harus berhadapan dengan beragam ujian dan konspirasi. 13 .. Perubahan dan kelemahan pada kumpulan.akhirnya dikendalikan oleh peristiwa dan perkembangan zaman. kurnia dan pengawalan-Nya terhadap kelangsungan dakwah ini. tidak ada perubahan dan penyimpangan. berjalan di atas jalan dan manhaj yang sama. Kita melihat ada sesuatu yang berbeza . serta pelbagai rintangan.. pada bulan Dzulqa’dah 1347 H/ Maret 1928 M. dia tetap berjalan di atas prinsip-prinsip dan misi yang diperjuangkannya. Kita melihat hal itu dengan penuh keyakinan. dan bahkan berada di penjaga terdepan di medan perjuangan antara Islam dan kebatilan.benar mengetahui bahawa hal itu terwujud tiada lain adalah berkat izin Allah. dakwahnya mengalir selama lebih kurang 77 tahun. Namun sekarang kita berada di hadapan dakwah Ikhwanul Muslimin yang didirikan oleh Imam Syahid Hasan Al Banna – kita berbaik sangka dengan mengatakan beliau gugur sebagai syahid. tekanan dan penyeksaan. Dengan izin Allah dia menjadi harapan baru bagi umat Islam di Timur dan Barat. dan persiapan para rijal di dalam jama’ah melalui pembinaan yang dilakukan Imam Syahid Hasan Al Banna dan generasi pertama dakwah ini.

Dengan kajian ini kita dapat mengetahui konsep Imam Syahid dalam perbaikan dan perubahan serta target tertinggi yang ingin dicapai dengan dakwah yang diserukannya. Dalam pembahasan ini juga terdapat pengulangan ucapan-ucapan Imam Syahid di beberapa bab dan fasal. kami juga berupaya untuk mengumpulkan perkataan-perkataan Imam yang terpisahpisah ke dalam sebuah tema atau pembahasan.kata Imam Syahid. rentetan peristiwa dan pengalaman-pengalaman dakwah sebelumnya. saya lebih memilih mengulang ucapanucapannya berbanding memberikan isyarat kepada pembaca untuk merujuk kepada perkataan-perkataannya. Warisan berharga yang telah ditinggalkan oleh Imam Syahid ini sangat memerlukan kajian-kajian intensif dan pembahasan. kami juga mengambil beberapa bagian dari muruid-murid beliau. hal ini untuk menambah penjelasan dan perincian dari risalah-risalahnya. Dengan menitikberatkan kajian terhadap tulisan-tulisan Imam Syahid. hal ini dimaksudkan untuk mempermudahkan para pembaca untuk memahami makna-makna yang terkandung dalam bab tersebut. Islam dan keluarganya. agar kita dapat memahami secara lebih dekat pemahaman Imam Syahid secara menyeluruh. bukan untuk membatasi atau mempersempit cakerawala berfikir. 14 . beliau telah menulis dan menyampaikan seruan kepada para da’I dengan pemahamannya yang mendalam terhadap Al Quran dan Sunnah Rasulullah Saw.Kajian ini merupakan kumpulan risalah-risalah Imam Syahid dan beberapa penyampaiannya yang asalnya adalah sebuah usaha persendirian yang tentunya terdapat kebenaran dan kekeliruan.. terhadap sunnah perubahan di alam semesta. Selain memperbanyakkan pengulangan kata. Semoga Allah memberikan ganjaran setimpal terhadap apa yang telah dia persembahkan untuk kita.

Wallahu min warâ-il Qashdi wa huwa yahdi al sabîl Manshurah.Saya juga berharap kepada para pembaca untuk bertoleransi dan memaklumkan jika menemui perbezaan-perbezaan dan kekeliruan di dalam buku ini. Ramadan 1426 H/ Oktober 2005 Penulis Dr. dan berkenan memberikan doa untuk kebaikan. Muhammad Abdurrahman al Mursy Ramadan 15 .

Dasar pemikiran Dakwah Islam adalah Projek Kebangkitan: Imam Syahid1 berkata di dalam risalahnya ‘Dakwah kami’: “Kami ingin berterus terang kepada semua orang tentang tujuan kami. Dasar pemikiran Kedua.” Perbezaan antara kami dan kaum kami – setelah persamaan keimananbahawa mereka memiliki keimanan yang statik dan cepat tertidur. Bahkan lebih terang dari sinar mentari.Bab I Mengenal Konsep Dakwah Ikhwanul Muslimin Pertama. dan membimbing mereka menuju dakwah kami. keistimewaan dan ciri khas Dakwah Mengenal Konsep Dakwah Ikhwanul Muslimin Pertama. lebih jelas dari cahaya fajar. yang sejatinya mengatur seluruh urusan dunia dan akhirat. “2 1 kita berbaik sangka dengan mengatakan beliau gugur sebagai syahid. 13.kabur. Semuanya terang. Kami memahami Islam dengan pemahaman yang luas dan integral. Realiti Ketiga... dan lebih benderang dari putihnya siang. Dakwatuna . Halangan dan inisiatif kejayaan Keempat. ia tidak terbatas untuk perkara-perkara ibadah atau kerohanian . Hal. 2 Kutipan ringkas dari Majmu’atu Rasa-il Imam Syahid Hasan al Banna. Di sini tidak ada yang samar dan kabur. sementara keimanan yang bersemayam di dalam jiwa Ikhwanul Muslimin adalah keimanan yang kuat membara. walaupun kita sebenarnya tidak berhak memastikan kesucian seseorang di atas ketentuan Allah.17 16 .16. memaparkan di hadapan mereka kaedah kami.

serta sangat menjaga keaslian rujukannya kepada Islam yang suci dan jernih sebagaimana yang dibawa oleh Rasulullah Saw. usaha penyembuhan dan kaedahnya: “Ia adalah Dakwah salafiyah. kejernihan hati. Ia mengenal jalan yang dilaluinya secara jelas. Sebagaimana dakwah mampu mewujudkan dan mencakup seluruh aspeknya dengan segenap realisasi amal dan sifat-sifat dakwah Islam. dan tidak mengatakan. atau memiliki sifat tanpa sifat yang lain. Dakwah ini juga sangat menguasai secara mendalam keadaan dan realiti kehidupan umat serta bahaya dan halangan yang dihadapinya. Muktamar al Khamis. Thariqah suniyah. hakikat sufiyah3. hai’ah siyasiyah. Hai’ah Siyasiyah: kerana mereka menuntut perbaikan dari dalam terhadap hukum pemerintahan. meluruskan persepsi yang berkaitan dengan hubungan umat Islam terhadap bangsa-bangsa lain diluar negara. 17 .Sesungguhnya dakwah. “hakikatnya adalah hakikat sufiyah”. dan tujuannya adalah Allah –azza wa jalla-. fasa. mahhabah fillah. mentarbiyah bangsa agar memilih izzah. amal yang berterusan. Thariqah Suniyah: kerana mereka membawa jiwa untuk beramal dengan sunah yang suci-khususnya dalam masalah akidah dan ibadah.”4 3 Teliti perkataan Imam Syahid. dan seluruh tujuannya. dan keterikatan kepada kebaikan. “jalannya adalah sufiyah.. Tidak ada kesangsian dan keraguan. Dasar dan rujukannya adalah Islam. kaedah. Hakikat Sufiyah: kerana mereka memahami bahawa asas kebaikan adalah kesucian jiwa.semaksimum mungkin sesuai dengan kemampuan mereka. ia tidak terbatas hanya pada satu aspek tanpa aspek yang lain. Syarikah Iqtishadiyah. Jama’ah riyadhiyah. Ia disampaikan secara terbuka dan tidak ditutup-tutupi atau dirahsiakan. 123 Dakwah salafiyah: Kerana mereka berdakwah untuk mengajak kembali (bersama Islam) kepada sumbernya yang jernih dari kitab Allah dan sunah Rasul-Nya. penyakit dan penyebabnya. cadangan. Rabithah ‘Ilmiyah tsaqafiyah. Tidak pula panjang lebar dan berbasa-basi. Fikrah ijtima’iyah. dan menjaga identitinya. dan syiarsyiarnya sangat jelas dan terperinci.” 4 Risalah. Jama’ah Riyadhiyah: kerana mereka sangat memerhatikan masalah fizikal dan sangat memahami bahawa seorang mukmin yang kuat itu lebih baik daripada seorang mukmin yang lemah. mengikuti kaedah para sahabat. berpaling dari ketergantungan kepada makhluk. celupannya Islam. dan ulamaulama terdahulu –semoga Allah meredhai mereka-. hal. dan seluruh segmen perbaikan.

sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah. “Projek dakwah Islam sesuai dengan dengan manhaj nabawi” untuk kebangkitan umat. Pentj. Ia merupakan projek yang berkaitan erat dengan peranan umat Islam di dalam kehidupan.Dengan ungkapan yang lain sesungguhnya kita membawa. Syarikah Iqtishadiyah: kerana Islam sangat memerhatikan pemerolehan harta dan pembahagiannya. namun lebih dari itu kami memiliki sebuah projek perbaikan Islami yang merupakan bahagian yang tidak terlepas dari rekonstruksi (celupan) Islam yang menyeluruh yang dengannya kita mendapatkan celupan serta obsesi yang kita miliki.                                                                              Rabithah ‘Ilmiyah tsaqafiyah: kerana Islam menjadikan thalabul ‘ilmi sebagai kewajipan bagi setiap muslim dan muslimah. 18 . Ini bermakna bahawa sesungguhnya kami bukan hanya parti politik yang dimiliki sebuah komuniti muslim yang memiliki misi memperbaiki Islam.

Maka dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik. supaya kamu mendapat kemenangan. kerana hal itu semua dapat dipergunakan oleh tujuan-tujuan tertentu.. hal. serta dalam waktu yang tertentu pula. sujudlah kamu. yang tidak dihalangi oleh batas-batas geografi. supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. dan tidak dibatasi oleh jenis tertentu. dia adalah Pelindungmu. “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenarbenarnya. dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini. dia (Allah) Telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu[993]. kami bukanlah parti politik. sementara kami wahai umat manusia adalah fikrah dan akidah. Al Ustadz Musthafa Masyhur. sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. dan kami bukanlah lembaga sosial kemasyarakatan. walaupun politik yang bersendikan ajaran Islam merupakan inti fikrah kami. dia Telah memilih kamu dan dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. Kami bukanlah bentuk-bentuk yang disebutkan di atas.. aturan dan manhaj yang tidak dibatasi oleh wilayah tertentu. ruku'lah kamu. Maka Dirikanlah sembahyang. ia tidak akan berhenti pada sebuah urusan sehingga Allah 5 Risalah Wudhu al Ru’yah.S Al Hajj: 57-58)5 Imam Syahid berkata: “Wahai Ikhwanul Muslimin.” (Q. dan kami bukanlah kelab sukan. wahai seluruh umat manusia . 4 19 .baik penolong. walaupun amal-amal kebaikan dan sosial merupakan target terbesar kami. tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. walaupun bersukan secara fizikal dan rohani menjadi salah satu bahagian terpenting dalam dakwah kami.              “Hai orang-orang yang beriman.

serta batasan-batasan yang benar dapat diwujudkan. Dan tentunya ia tidak menjadi sesuatu yang menggantikan jama’ah. Atau kalian melakukan dakwah di atas jalan kaum bukan 6 Risalah Al Ikhwan tahta Rayat Al Quran (Risalah Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran) . serta melakukan kerjasama dengan orang lain dalam mewujudkan target-target tersebut. serta tidak terdapat penyelewengan dari prinsip-prinsip Islam dan akidah yang benar.197 20 .usaha konsitusi dan perjuangan hukum. Maka sudah selayaknya ia mendirikan lembaga-lembaga kebaikan dan sosial. universalitasi manhaj dan pembentukannya. Maka janganlah merasa kecil dengan diri kalian sendiri sehingga kalian membandingkannya dengan orang-orang selain kalian. sesungguhnya ia adalah hukum dari Allah Yang Maha Mencipta alam semesta. kelab. selama tujuan dan target-targetnya jelas dan terperinci. Sebagaimana ia juga mampu berjalan dan memainkan peranan dan tugasnya dengan usaha. atau parti politik yang mampu menyampaikan misi jama’ah dan aspirasi politiknya). “Ini adalah posisi kalian.halangan yang dihadapinya sebagai usaha untuk menyebarkan dakwah serta mewujudkan misi-misi Islam dan menerjemahkan nilai-nilai keIslaman ke dalam masyarakat. Dalam menghadapi rintangan-rintangan ini maka nama dan simbol tidak menjadi begitu penting. hal.”6 Walaupun dakwah ini tidak terhad pada parti politik atau lembaga sosial kemasyarakatan. atau sebuah lembaga yang memiliki tujuan-tujuan tertentu.mewariskan bumi dan seluruh isinya. atau tidak terbatas pada hal itu saja.kelab sukan dan parti politik (yang memiliki ideologi Islam di dalam konsep dasarnya atau memiliki kaedah perbaikan tertentu. namun dakwah tetap memanfaatkan lembaga-lembaga ini dan halangan. serta merupakan manhaj RasulNya yang dipercayai. Semua langkahlangkah ini merupakan usaha yang akan membantu dakwah serta menjadi langkah untuk mengaspirasikan target tertentu dari gerakan dakwah dan tidak bertentangan dengan konsep universaliti dakwah dan prinsippsinsipnya yang tetap.

dan akhirnya lenyap bersama peredaran peristiwa dan hari.muslim atau kalian berupaya untuk melakukan penyeimbangan antara dakwah yang kalian ambil cahayanya dari Allah dan Rasul-nya dengan yang dakwah-dakwah lain yang banyak dilperbolehkan oleh kondisi-kondisi darurat. dan hendaknya kerja-kerja kolektif – termasuk jama’ah.198 8 Risalah: Hal Nahnu Qaumum ‘Amaliyyun? (Apakah Kita Para Aktivis)? hal.”8 Dengan demikian. ((“Melakukan amal-amal untuk meninggikan 7 Risalah: Al Ikhwan tahta Rayat Al Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran).” Imam Syahid telah memberikan isyarat tentang fasa yang sedang dihadapi oleh umat dan ini menjadi sebuah kewajipan baginya: “Telah tiba saatnya kita harus menghadapi kekeliruan masa lalu. menyambung yang terputus. kita harus membaiki yang pecah. 69 21 . terutama sesuai dengan pemahaman yang benar terhadap Islam sebagaimana yang disebutkan dalam Risalah Ta’alim secara khusus dan di dalam rukun pertama ‘Al Fahm’ secara khusus. di muka bumi. serta kita harus menyelamatkan umat dari bahaya yang mengancamnya. menyelamatkan diri dan anakanak kita. namun ia merupakan kewajipan.”7 Obsesi. Keperluan kita terhadap jama’ah akan terus berlaku kewajipankewajipan yang menjadi dasar kewajipannya masih ada). hal. kita dapat meringkaskan misi-misi jama’ah yang ingin diwujudkan adalah. menjadikan kita wajib melakukan amalamal kolektif untuk menunaikan kewajipan-kewajipan syariah secara umum serta untuk meninggikan kalimat Allah Swt. Misi dan Tujuan Obsesi yang sebenarnya dalam menghidupkan dakwah tercermin dalam. mengembalikan keperkasaan dan kemuliaan yang kita miliki. membangunkan peradaban dan mengajarkan agama kita. Dan hendaknya obsesi ini menjadi dasar yang mendorong realisasi amalamal kolektif tumbuh dari tapak ibadah. “(Keyakinan yang kuat bahawasanya redha Allah Swt. serta pemenuhan kewajiban pada hari perhitungan.tidak menjadi tujuan atau usaha.

S Al Anfal: 39) Hal itu dilakukan dengan kebangkitan bersama umat Islam.                     Ertinya: “Dan demikian (pula) kami Telah menjadikan kamu (umat Islam). Pembentuk individu muslim 2. Rumah tangga Islami 3. supaya jangan ada fitnah[611] dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah …” (Q. agar ia mampu memimpin dunia dan menjalankan peranannya sebagai saksi terhadap alam semesta.kalimat Allah di muka bumi. agar nilai-nilai Islam dan syariatnya menjadi hukum tertinggi dan menguasai satu perempat dunia. Masyarakat muslim 4. Membebaskan negeri dari seluruh penguasa asing 22 . umat yang adil dan pilihan[95] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu …” (Q.              Ertinya: “Dan perangilah mereka.”) Target-target tersebut diatas dapat diringkaskan dalam beberapa hal berikut ini: 1.S Al Baqarah: 143) Dan saling tolong menolong sesama muslim untuk melaksanakan tugas dan kewajipan-kewajipan syariat yang dibebankan kepada kita.

kefakiran. Imam Syahid menjelaskan tujuan-tujuan dakwah dan pelaksanaannya dalam kaedah. Memperbaiki pemahaman kaum muslimin terhadap agama mereka dan menjelaskan tentang dakwah Al Quran. membersihkannya kebodohan. agar kebaikan dan keindahannya dapat diungkap serta menjawab syubhat-syubhat dan kebatilan. mendirikan khilafah yang hilang dan mengembalikan wilayah-wilayah Islam yang dirampas. 3. serta memberikan sokongan untuk kebaikan dan manfaat umum dalam pelbagai bentuk. kecuali jika dia dapat menikmati rasa kenyang. adapun maksud-maksudnya adalah: 1.5. 4.keadah praktikal yang menerangkan tentang maksudmaksudnya. Islam sangat mengambil berat aspek ini. Mendirikan pemerintahan Islam dan mengadakan perbaikan 6. Memberikan masyarakat penyakit. 7. oleh kerana itu ia tidak melupakan perbaikan menjadi aspek ekonomi Islam utama dan yang tidak akan meremehkan mengukuhkan kewangan. Seseorang tidak akan berasa memiliki kehormatan. menyampaikannya kepada masyarakat dengan cara yang baik serta sesuai dengan konteks masa kini. 2. Menghimpun kaum muslimin secara amali kedalam prinsipprinsip Islam dengan khidmat dari memperbaharui kepada kehebatan dan dan pengaruhnya di dalam jiwa. tidak bergantung kepada orang lain. Memimpin dunia dengan menyebarkan dakwah Islam di satu perempat dunia. dan dapat mencukupkan keperluan hidupnya sehari-hari. Mengembalikan kewujudan negara Islam Antarabangsa untuk seluruh umat Islam dengan membebaskan negeri-negeri mereka. beliau berkata: “Tujuan dan target kalian adalah target-target Islam yang hanif. bahagian bahkan menempatkannya 23 . mewujudkan persatuan dan kesatuan. dan kemuliaan.

Adalah tidak dapat dielakkan jika sebahagian dari tujuan-tujuan kalian –sebagai dakwah Islam yang benar dan menyeluruh.seperti membebaskan lembah Nil. Jika tujuan-tujuan ini tidak dapat diwujudkan kecuali dengan berdirinya sebuah negara. 6.persatuan status dan kesatuan dan umat. Syaratnya adalah kebebasan dan kemerdekaan sepenuhnya. Sehingga dapat meningkatkan sosial merapatkan jurang kelas-kelas masyarakat serta menenangkan setiap individu masyarakat terhadap dirinya sendiri. 7. negara-negara Arab dan negara-negara Islam dengan seluruh wilayah bahagiannya dari tangan orang asing.S Saba: 28) 24 .” (Q. maka sudah seharusnya kita meminta hak untuk mendirikan sebuah pemerintahan Islam yang mengambil berat nilai-nilai. Dakwah Islam yang hanif tidak terbatas pada satu bangsa tanpa bangsa yang lain. kerabat dan putera-puteri mereka. berfirman:                  Ertinya: “Dan kami tidak mengutus kamu. baik secara individu mahupun secara kolektif. sesungguhnya Allah Swt. hukum dan ajaranajarannya. atau pada satu kawasan tanpa kawasan yang lain. tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui. melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. 5. Terjaminnya rasa keadilan sosial secara benar dan terpenuhinya peluang yang sama bagi setiap individu.

25 .” (Q. tak selembar rambutpun yang keluar dari batasan tersebut. semuanya bersumber dari nilai-nilai Islam yang hanif. mengagungkan prinsip dan ajaran-ajarannya kepada mereka.S Al Furqan: 1)                              Ertinya: “Alif. (Ini adalah) Kitab yang kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gelita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka. serta memberikannya kepada mereka. agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” (Q. Itulan tujuan dan target dakwah kalian.             Ertinya: “Maha Suci Allah yang Telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya. Dan hendaknya dakwah kalian wahai saudara-saudaraku tercinta mengusahakan agar terciptanya perdamaian dunia dan pembinaan kehidupan baru untuk manusia. laam raa. dengan menunjukkan kepada mereka kebaikan dan keindahan agama kalian. (iaitu) menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.S Ibrahim: 1) Ini adalah dasar pertama aspek rohani dan amal yang diletakkan di bumi ini sebagai medium penyatuan dunia.

serta pengenalan terhadap bentuk-bentuk tentangan agar dakwah dapat berjalan sesuai dengan petunjuk dan pengetahuan. dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Begitupula halnya dengan dakwah Ikhwanul Muslimin. peluh dan darah.                Ertinya: “Segala puji bagi Allah yang Telah menunjukkan kami kepada (syurga) ini. hal.ciri dakwah dan hakikat perselisihan. Keadaan dakwah Islam di abad kontemporari sebagaimana dakwah-dakwah penyeru perbaikan lainnya yang dipimpin oleh para Nabi –semoga selawat dan salam tercurahkan kepada mereka semua. ia bahkan harus menghadapi kesulitan dan tentangan.tidak mendapat ruang yang dapat membantu mempermudahkan realisasi amal-amalnya. Realiti Ciri Fasa Dakwah dan Hakikat Perselisihan: Jelasnya pandangan dalam tujuan dan target dakwah tidak akan sempurna kecuali dengan jelasnya pandangan dalam melihat cirri. dan keikhlasan semata-mata hanya kepada Allah. -ia harus berhadapan dengan realiti kehidupan umat yang sangat sukar.S Al A’raf: 43)9 Kedua.ciri jalan dakwah yang panjang dan sulit yang senantiasa memerlukan kesungguhan dan perjuangan. yang menuntut ketegaran.tentangan. 249 26 . yang adal. jalan-jalannya dipenuhi duri. Seorang da’i sudah semestinya mengetahui cirri. “ (Q.ah tidak mengejutkan merupakan akumulasi masalah yang selama ini bersarang di 9 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah).

Disibukkan dengan perkara-perkara yang furu’ (cabang) dalam Islam dan hal-hal yang memecahkan persatuan umat. Penyelewengan dan kejumudan. Kepelbagaian kaedah dan gagasan para penyeru dakwah Islam. berupa keruntuhan dan jauhnya umat dari tuntunan Allah dan pelaksanaan syariat Allah. puasa. seperti: 1. fikiran yang jumud dan berlembut di hadapan kemodenan. serta adanya permusuhan dan kebencian di antara mereka. dan memenjarakan pemahaman keIslaman hanya sebatas ibadah dan rutin spiritual sahaja serta beberapa akhlak dan budi pekerti. dan solat berjemaah di masjid serta ibadah-ibadah yang lain. Kemerosotan keadaan masyarakat dan lembaga-lembaga perbaikannya.halangan tersebut: a. yang kemudian mendapat sambutan dan sokongan dari dalam mahupun dari luar kawasan. Bentuk-bentuknya sebagai berikut: 1. 4. Dimana kita menemui ramai orang yang sangat menjaga dan memelihara ibadah solat lima waktu. rintangan yang berada di jalannya serta perwatakan musuh yang akan dihadapinya. Hilangnya refleksi ibadah dari akhlak dan budi pekerti. Keterasingan Para ulama tradisional dan orang-orang selain mereka terhadap nilai-nilai ajaran Islam. yang menyerang nilai-nilai dasar Islam. 3.tengah masyarakat. dan memberikan alternatif baru berupa konsep dan nilai-nilai dari luar masyarakat muslim. 5. namun rutin spiritual tersebut tidak memberikan pengaruh yang ketara terhadap akhlak. 27 . dan budi pekerti mereka. ia mengenal benar keadaan ini. 2. Keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap Islam serta ketidak tahuan mereka terhadap dakwah Ikhwanul Muslimin. Diantara halangan. Keberadaan kelompok-kelompok dan pemikiran menyimpang dari pemahaman Islam dan akidah yang sesungguhnya. b. kekacauan dan dominasi musuh terhadap umat-. kadar beban yang akan dipikulnya.

ekonomi. keberanian. 3. bekerja kekuatan-kekuatan 28 . Rosaknya Undang-undang. kemajuan. media dan lain sebagainya. yang menyimpang dari dasar dan prinsip-prinsip ajaran Islam. serta tersebarnya iklim diktatorisme politik di dalam pemerintahan. Tersebarnya kerosakan dan para perosak serta pencuri yang melahap harta rakyat tanpa pengawasan dan perhitungan. saling mencela. 4. 6. serta tidak adanya penghormatan terhadap undang-undang. Leburnya keperibadian muslim di tengah masyarakat dan lemahnya aset-aset kemanusiaan dari unsur-unsur yang mencetuskan kejayaan. Kemerosotan peranan lembaga-lembaga kemasyarakatan. kontradiksi dan tumpangtindih satu sama lain. Dominasi yang organisasi-organisasi memanfaatkan perosak terhadap aset-aset ini untuk kerajaan yang bekerjasama dengan kekuatan tertentu dari luar. dan memberikan kepercayaan mereka kepada para pemimpin tersebut. berupa kesungguhan.2. cita-cita untuk mengalahkan egoisme. Hilangnya obsesi dan tujuan-tujuan nasionalisme serta kemerosotan semangat. perpecahan. 5. baik dalam bidang pendidikan. Masyarakat terpedaya oleh para Dajjal dan penipu dari para panglima dan pemimpin. Reaksi yang muncul dari keterpedayaan ini adalah lahirnya rasa curiga dan kebencian masyarakat terhadap para da’i. Melekatnya adat dan kebiasaan buruk yang diwarisi dari generasi ke generasi. 3. keterbatasan. statik serta lemahnya keperibadian yang baik dan produktif. termasuk kemunduran keilmuan dan peradaban sehingga membuat kita cenderung mengikuti (apa saja) tanpa mengenal kebebasan.wenangnya. lalu merekapun bertindak sewenang. hukum. 2. Rosaknya hukum dan lenyapnya iklim politik yang sihat Gambarannya antara lain: 1. 4. Lenyapnya kebebasan politik dan sirnanya perasaan dan aspirasi rakyat. c.

serta adanya usaha untuk menjauhkan nilai-nilainya dari kehidupan masyarakat dan umat manusia. bagi mewujudkan citacita dan keinginan mereka mendapatkan keuntungan dari negara-negara Islam di dunia. Pendirian negara Israel di jantung negara Arab merupakan sebahagian dari rantai konspirasi tersebut. orang-orang yang bercita. 2. Hilangnya penerapan yang benar dan menyeluruh terhadap syariat Islam. 4. Kekuatan atheisme dan konspirasi terhadap Islam yang berasal dari kelompok-kelompok tertentu di masyarakat yang berupaya melakukan penghancuran dan menjauhkan masyarakat dari nilainilai keIslaman. d.cita tinggi serta kaum munafik di dalam setiap segi kehidupan yang berupaya melumpuhkan dakwah. penghasut. Konspirasi luar yang berasal dari pelbagai kekuatan penjajah asing terhadap Islam dan kaum muslimin. dan konflik dalam negeri setiap kawasan. yang kemudian menjadikannya sebagai alat dan usaha untuk melumpuhkan kebangkitan Islam dan umat. Bentuk-bentuknya antara lain. Situasi masyarakat bahkan telah sampai pada tahap hilangnya pusat dan unsur-unsur pembangun masyarakat dan umat serta lenyapnya kepemimpinan yang hakiki terhadap agama Allah di muka bumi. serta masalah. serta mengalahkan kekuatan dan pengaruh apapun yang membahayakan posisinya di kerusi pemerintahan. 3.masalah lainnya yang sengaja diciptakan oleh para penjajah. 5. Perpecahan dan perseteruan antara negara-negara Islam. 1. 6. Hal ini menjadikan kerosakannya semakin kritikal 29 . Kewujudan para pendengki. Konspirasi dari dalam dan luar negeri terhadap dakwah Islam dan umat. menghulurkan tangannya untuk menyakiti serta melakukan pendekatan dan bekerjasama dengan para penguasa.mengukuhkan kedudukannya di tengah rakyat.

dan tidak mungkin diperbaiki secara sebahagiannya saja. kerana mereka mengetahui benar bahwa mereka belum menemui pertempuran dan perseteruan yang sebenarbenarnya sampai sekarang dan belum mampu melumpuhkannya. • Di bidang keilmuan (konsep) dan praktikal. namun sesungguhnya mereka tidak memiliki autonomi dalam ekonomi dan sebenarnya mereka tidak menguasai dan memiliki kekayaan negerinya dengan kepemilikan yang sebenar. Jika melihat kemajuan pembangunan fizikal yang dimiliki musuh-musuh Islam terhadap kaum muslimin: • • Terdapat kesempatan besar untuk menguasai sebab-sebab kekuatan ketenteraan antara kaum muslimin dan musuh-musuhnya. maka akan menyangka bahawa perseteruan yang terjadi berjalan tidak seimbang. kewujudan politik yang menghimpun kaum muslimin –di seluruh hamparan muka bumi. Perubahan dan perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh dan melakukan langkah-langkah bertahap sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. potensi dan kekuatan umat Islam tetap diperhitungkan. Sebenarnya kita sedang didera oleh ekonomi yang tidak autonomi. walaupun umat Islam telah menikmati kekayaan alam negerinya yang melimpah ruah. Walaupun demikian. Kerana itu mereka akan terus menggempur umat Islam hingga dapat menaklukkannya. sesungguhnya untuk melihat jarak besar antara kita (umat Islam) dengan musuh-musuh agama ini bukanlah sesuatu yang sukar.ternyata tidak memiliki kebebasan dan kekuatan untuk menetapkan keputusan sendiri. • Di bidang ekonomi. musuh-musuh Islam bahkan menganggap Islam sebagai musuh pertama yang ditakuti. Di pentas politik. Siapa saja yang meneliti perseteruan antara umat Islam dan musuhmusuhnya yang berasal dari luar.benarnya. 30 .

Imam Syahid menjelaskan tentang keadaan umat dan masyarakat. Oleh kerana itu. yang penuh. namun ia kerap berhadapan dengan rintangan jika wujudnya seorang muslim yang benar-benar memegang komitmen keIslaman di waktu yang lain. keluarga dan masyarakat. cemerlang dan deras di pelbagai segmen kehidupan Mesir. maka kemudian mereka membuat lubang pada wadah (keperibadian muslim) agar tidak dapat digunakan untuk memelihara nilainilai keIslaman dan tidak mampu bergerak ke masa depan. ciri khas. “Dari sini tampaklah refleksi keIslaman yang kuat. namun mereka juga memasukkan rasa takut ke dalam jiwa umat Islam. baik secara individu. dengan akhlak dan kebiasaan-kebiasaannya. Sesungguhnya medan pertempuran antara kita dengan mereka adalah perwatakan. Musuh-musuh Islam benar-benar mengetahui bahawa setiap muslim masih berpotensi dan berpeluang membawa Islam secara sempurna pada suatu hari. Sesungguhnya musuh senantiasa berupaya melakukan kerosakan terhadap kewujudan muslim dan melenyapkan dari dirinya sendi-sendi rukun Islam dan menggantikannya dengan nilai-nilai yang lain. tempat pertempuran sebenaryang dijadikan musuh sebagai medan melakukan gempuran terhadap Islam adalah medan kewujudan muslim. Musuh-musuh Islam tidak puas hanya dengan ruang peradaban di bidang ketenteraan. Namun ketika mereka merasakan kegagalan dalam usahanya mengeluarkan muslim dari agamanya. dengan hanya mendapatkan kesempatan. pembinaan dan pembentukan (sibghah) Islami. politik. Nama-nama yang digunakan 31 . ekonomi dan lain-lain. maka pertempuran yang sesungguhnya adalah terhadap: Pembentukan individu dan masyarakat muslim. Dengan demikian. musuh-musuh Islam telah mampu menyingkirkan refleksi keIslaman individu dan masyarakat muslim.Dalam kadar tertentu. kelimuan.

yang tak pernah kita kenal sebelumnya. menjalani merebaknya terapi budaya mementingkan serta diri sendiri berbanding Allah kepentingan umum. dan memisahkannya dari urusan-urusan kehidupan duniawi. bahasanya Arab. “Lemahnya akhlak dan kehilangan teladan tertinggi.. tidak berani menghadapi kebenaran dan lari ketika penyembuhan. Dengan begitu. darinya terdengar seruan kebenaran setiap pagi dan petang. Kita kemudian memenjarakan kekuasaan Islam di dalam hati dan tempat-tempat ibadah. 152 32 . masjid-masjid yang besar ini disebutkan di dalamnya nama Allah.”10 Imam Syahid menggambarkan penyakit yang semakin kritikal dalam tubuh umat. politik. Gempuran ini telah memberikan pengaruh yang sangat besar. hal.”11 10 11 Risalah: Dakwatuna fi Thaur Jadid (Dakwah kami di zaman baru) . Inilah sebenarnya penyakit umat. kemewahan dan kesenangan. yang akhirnya membuatkan kita berusaha mengubah keadaan kita dan mencelupnya dengan celupan Eropah. permainan dan pelbagai kenikmatan yang melenakan. 238 Risalah: Al Mu’tamar al Khamis (Muktamar Ke V). seluruhnya merupakan kebenaran. beliau mengatakan.” Namun ketamadunan Barat telah menggempur kita dengan gempuran yang kuat dan luar biasa melalui ilmu pengetahuan. dan merobohkan naungan pemikiran Islam tentang kehidupan sosial masyarakat Mesir dalam pelbagai bidang. Kehidupan Barat dengan segala gemerlap dan fitnahnya serta dengan segala tampilan kekuatan fizikal berupaya menguasai dan mendominasi di seluruh sudut kehidupan kita. kita memiliki perasaan yang tidak bergetar seperti getarnya terhadap Islam dan apa yang berhubungan dengan Islam.menggunakan bahasa Arab. harta. kita hidup dengan kehidupan yang bergoncang dan saling berselisihan. Hal. perpecahan –semoga memusnahkannya-. sehingga kita kagum dan tunduk di hadapannya. serta menjauhkannya satu sama lain dengan jarak yang sangat jauh.

atau sebagai alasan ketika kita gagal melaksanakan tugas. sekuat mana kekuatan barisan kita serta ketegaran di atas visi dan misinya. kerana kekuatan Arab bertaut erat dengan kekuatan Islam. dan tidak pula meremehkan permasalahannya. Asas utamanya adalah sebesar mana kekuatan kita berpegang teguh terhadap manhaj dan tujuan-tujuan Islam. “Rasa takut terhadap Arab dan perhatian kami terhadap bangsa Arab bukan kerana minyak dan gas yang dimiliki Arab. Moro Berger mengatakan di dalam bukunya ‘Quwaa al Syar al Mutahâlifah’. dengan tetap meyakini adanya musuh dan peranan mereka. Untuk dihancurkan tanpa persatuan bangsa Arab yang merupakan kunci kekuatan Arab. kita harus mengambil jalan pertengahan. untuk melenyapkan jati diri dan 12 Dikutip dari Akhbar Afaq Arabiyyah. yang diatur oleh keseimbangan dan sunnah Allah di dalam perubahan dan penempatan.• Sesungguhnya permusuhan Barat dan Zionis terhadap dunia Islam – atau dengan projek kebangkitan Islam-. yang terbit pada 30 Juni 2005 M. namun disebabkan Islam.target utama mereka adalah perlawanan terhadap nilai-nilai keIslaman yang lengkap dan peradabannya yang sempurna. 16 33 .”12 Namun bahaya luar ini tidak berbentuk titik yang sangat berbahaya atau ancaman yang luarbiasa terhadap Islam. tidak hanya matlamat ekonomi atau perdagangan –walaupun ini merupakan bagian dari matlamat mereka. Musuh-musuh Islam berkerjasama bersama orang-orang bodoh dan mereka yang tertipu dari kaum muslimin. Untuk itu. Maka jangan jadikan ancaman musuh dari luar ini sebagai lilin untuk menutupi kesalahan dan kekurangan kita. keperkasaan dan penyebarannya. seperti alat dan para hakim yang menjual akhirat mereka dengan dunia. iaitu tidak berlebihan menghadapi pengaruh dan marabahaya ancaman musuh dari luar ini. Untuk itu Islam harus diperangi. Sesungguhnya dakwah yang kita serukan adalah dakwah rabbani yang mempunyai sumber dan mendapat pertolongan dari Allah Sang Pemilik semesta. hal.

maka cukuplah bagi kita menjadi jambatan yang akan menghubungkan dakwah dan petunjuk ini kepada mereka yang memiliki kekuatan yang lebih besar untuk melakukan misi dakwah ini. medan tarbiyah. Tentang Kewajipan Dakwah Walaupun kita dikepung oleh usaha. Jika tidak. cukuplah bagi kita menjadi rantai 34 . Dan mereka menggunakan segala macam cara dan kemudahan. Kaki tangan mereka ini tiada lain adalah talitali yang mereka miliki yang dikhayalkan di hadapan kita seolah-olah benda hidup. Mereka juga menggunakan kaki tangannya dari beberapa kawasan dan daerah untuk memerangi kita. tidak seharusnya kita lemah dan putus asa. dan hal itu berkat kekuatan dan pertolongan Allah. Atau dengan ungkapan yang lain. atau menjadikan hal ini sebagai alasan untuk meninggalkan dakwah.usaha penyempitan gerakan atau semakin besarnya jarak antara cita-cita dan realiti yang kita hadapi. telah sampai pada tahap menjual akhirat secara fizikal dengan dunia.identiti muslim dan penghancuran terhadap proses pembentukan peribadiperibadi muslim. Tentang kewajiban dakwah dan dengan hasil apapun.. Imam Syahid mengatakan: 1. pendidikan. pembentukan diri dan pemeliharaan identiti muslim. Jika kita mendapatkan kemenangan sebagaimana yang kita harapkan untuk umat berupa kebaikan dan hidayah maka itulah yang kita peroleh. adapun tangan-tangan keji yang digunakan musuh untuk melawan kita yang merupakan perpanjangan dari kekuatan mereka. iaitu dunia orang-orang bodoh dan para pemimpin. krisis ekonomi dan sosial. baik secara teori mahupun praktikal untuk mewujudkan kebatilan mereka dengan melalui media. maka pandangan yang kami miliki sangat jelas ketika kami bertekad untuk melakukan jihad dan perjuangan di medan pertempuran yang sebenarnya. Untuk itu. Sesungguhnya dakwah adalah sebuah kewajipan yang berada di bahu kita. 2.

” (Q. yang kedua adalah untuk mendapatkan pahala di akhirat. dan supaya mereka bertakwa. “Sesungguhnya seorang da’I bekerja untuk menunaikan kewajipannya merupakan hal yang pertama. Seorang da’i. Dikutip dari buku. Vol.82 Februari 1999. Sementara 13 Dari Makalah: Al Dakwah Ila Allah.”14 Beliau berkata. “Ingatlah nikmat Allah yang telah diberikan-Nya kepada kalian.antara penyeru dakwah yang telah mendahului kita dengan generasi yang akan datang berikutnya. hal. sesungguhnya masa depan adalah milik kalian. yang tertinggi adalah yang pertama. 246 35 . lalu menunaikan amanah dan melakukan apa yang menjadi kewajipan.13 Imam Syahid juga mengatakan kepada Ikhwan.S Al A’raf: 164) • Demikianlah tiga tingkatan yang menjadi tujuan dakwah. untuk menjelaskan kepada kita tentang kewajipan dakwah yang tak mungkin ditinggalkan kecuali memenuhinya. Al Imam Syahid Hasan Al Banna. 3. dan yang ketiga untuk memberikan sumbangan. Jika hal itupun tidak mampu kita lakukan. 14 Risalah Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemuan Ketua-ketua Wilayah). persiapkanlah diri kalian. maka cukuplah bagi kita meminta maaf kepada Allah. Renungkanglah firman Allah dalam Al Quran:           Ertinya: “Mereka menjawab: "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu. persiapkan dakwah. dan sampaikan berita gembira. dan sesungguhnya Allah selalu bersama kalian. dan tidak menerima alasan ataupun belas kasihan. Majalah Dakwah. karya Fuad Al Hajarsi. Imam Syahid. dan tidak ada keraguan dalam hal itu jika syarat-syaratnya telah dipenuhi. dan Dia tak akan meninggalkan usaha kalian. jika dia melakukan dakwah maka dia telah menunaikan kewajipannya dan akan mendapat pahala dari Allah.

hati-hati yang lengah. 20 (rangkuman) 36 .15 Risalah: Wudhuh Ru'yah . dakwah menghadapi pelbagai rintangan di setiap tahap. 2. maka bukanlah termasuk jalan orang-orang mukmin. Musthafa Masyhur. Rintangan-rintangan tersebut tergambar dalam tiga usaha berikut17: 1. untuk serta dalam mewujudkan melakukan kebiasaan projek-projek menguasai aset-aset perubahan keseluruhan bidang ekonomi. 15 16 17 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). permainan dan gurauan. Sejumlah usaha untuk melemahkan peranan kepemimpinan gerakan Islam antarabangsa.54 Risalah: Da'watuna (Dakwah kami).untuk manfaat. dan hakikat perselisihan –sebagaimana yang kita sebutkan sebelumnya. Usaha- usaha memasukkan dan projek Barat secara dan Zionis umat. politik dan sosial kemasyarakatan. hal.”16 Ketiga: Halangan dan Faktor-Faktor Kejayaan Halangan dan rintangan yang dihadapi dakwah: Realiti di lapangan dakwah. Suatu waktu kesempatan datang dan tak diperhitungkan yang membuat pekerjaannya membuahkan hasil yang lebih berkat. “Telah tiba waktunya. dimana seorang muslim harus mengetahui tujuannya. maka dia akan menerima dosa atas kelalaian tersebut dan dia kehilangan kesempatan mendapatkan pahala jihad dan tentu tidak dapat memberikan sumbangan. berbeza jika dia memilih berhenti meninggalkan pekerjaan.19. Hal. karakteristik setiap fasa. Pada fasa ini.merupakan halangan terbesar yang akan kita hadapi. baik dalam proses pembentukan individu mahupun masyarakat muslim. hal. maka urusannya kembali kepada Allah. Adapun mereka yang dilanda kelalaian dan kebingungan. dan menentukan targetnya. dan hendaknya dia berupaya untuk mewujudkan target-targetnya tersebut hingga dia sampai kepada tujuan yang diinginkan.”15 Beliau juga berkata.

serta target-target dakwah.”Dia adalah malaikat yang turun kepada Nabi Musa. karya Ibnu Hisyam 37 . Kalian akan menemui di hadapan kalian pelbagai beban berat.” “Kebodohan penduduk negeri terhadap hakikat Islam akan menjadi halangan di hadapan dakwah yang kalian serukan. dan kalian masih mudah menyerukan dakwah. Dan pada hari di mana mereka mengetahui dan mengenal tujuan.. maka kalian akan menerima dendam dan permusuhan. bahawasanya dakwah yang kalian serukan masih sangat asing di kebanyakan masyarakat. Penyingkiran ini sama seperti sebagaimana yang dikatakan oleh Waraqah bin Naufal ketika peristiwa turunnya wahyu kepada Rasulullah Saw.3. maka pada saat itulah sebenarnya kalian telah menempuh perjalanan para da’i. melainkan akan diusir oleh kaumnya. Usaha untuk menyingkirkan kita dari penyebaran pengaruh dalam masyarakat serta menghapuskan peranan umat Islam dari seluruh sektor awam di kawasan masing. “Tiada seorangpun yang membawa risalah sepertimana yang engkau bawa.”18 Imam Syahid menjelaskan halangan dan rintangan yang akan dihadapi oleh para da’i. berkata. Waraqah berkata kepada Rasulullah Saw. “Apakah mereka akan mengeluarkannya? Warawah menjawab. dan kalian akan bersiap-siap memenuhi tuntutan dakwah untuk berjihad dan berjuang.masing. Rintangan yang ada di jalan dakwah kita: “Aku ingin berterus terang kepada kalian.” Nabi Muhammad Saw..” “Kalian masih belum dikenali. Dan kalian akan menemui bagaimana para ulama dan orang-orang yang tampak berkomitmen tinggi memegang nilai-nilai Islam masih berasa 18 Dikutip dari sirah nabawiyah. kalian akan berhadapan dengan bermacam halangan. duhai seandainya aku dapat bersama mendampingimu ketika engkau diusir oleh kaummu.

. pembesar negeri dan para pemilik kekuasaan akan mendengki kalian. Untuk melakukan hal itu mereka memanfaatkan pemerintahan yang lemah. dan menunjukkannya kepada manusia dalam bentuk yang sangat buruk... dan tangan-tangan yang terjulur kepada mereka dengan permintaan. Seluruh pemerintah akan berdiri di hadapan kalian dengan sikap yang sama... akhlak yang semakin runtuh. Orang-orang akan menunjukkan jarinya kepada kalian di sekitar dakwah yang kalian bawa dengan debu-debu syubhat dan tuduhan-tuduhan yang keji.                    38 .. Mereka akan berupaya mencari celah-celah kekurangan... dengan menggunakan kekuatan yang mereka miliki serta harta dan kekayaan yang mereka miliki. serta kepada kalian dengan penganiyaan dan permusuhan. Orang-orang tersebut akan berupaya menutup setiap peluang kebangkitan kalian dan mematikan cahaya dakwah kalian. dan setiap pemerintah tersebut akan berupaya melumpuhkan kegiatan kalian dan akan meletakkan rintangan di jalan kalian. Para pemimpin.asing dan takjub terhadap pemahaman Islam yang kalian bawa dan mereka akan mengingkari jihad kalian.

sedang mereka tidak diuji lagi? (Q. hal. dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayanya. kalian akan ditangkap dan dijerumuskan ke dalam penjara..ucapan) mereka. Imam Syahid Hasan Al Banna menjelaskan bahawa jalan dakwah adalah jalan panjang yang dipenuhi perjuangan dan pengorbanan. walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. 109 39 . Allah menjanjikan kepada kalian kemenangan untuk para pejuang serta ganjaran yang berlipat ganda untuk mereka yang berbuat kebaikan. Masa ujian yang menimpa kalian ini kadang.kala akan berjalan cukup lama.Ertinya: “Mereka berkemahuan memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan. kalian akan dibuang negeri dan terusir. dan rumah-rumah kalian akan digeledah. jalan ini merupakan jalan yang satu-satunya dan tidak ada jalan lain: 19 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini).” (Q.S AL Ankabut:2) Akan tetapi setelah ujian dan fitnah itu. kesabaran dan ketegaran. kalian akan mendapatkan kesukaran dan kehilangan pekerjaan. Apakah kalian tetap bertahan untuk menjadi para penolong agama Allah?” 19 Yang mulia.. firman Allah:              Ertinya: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami Telah beriman".S Al Taubah:32) Maka kalian akan masuk ke wilayah fitnah dan ujian. Walaupun demikian.

keyakinan dan harapan terhadap pertolongan Allah Swt. menjaga keseimbangan di seluruh fasa-fasanya. • Imam Syahid telah menegaskan bahawa asas dasar dakwah dalam menghadapi rintangan. senantiasa berbaik sangka kepada Allah. hal. 127 40 . pembinaan dan menghidupkan umat dan memaksimumkan potensi-potensi yang dimilikinya. untuk kemenangan dakwah. dan tidak akan meremehkan langkah-langkah dan fasa-fasa tersebut. yang akan melindunginya dari serangan musuh-musuh. diantaranya adalah keimanan yang mendalam.“Jalan dakwah ini adalah jalan panjang. atau ingin memetik kembang sebelum waktunya. maka aku tidak menjadi sebahagian darinya dan sebaiknya dia keluar dari dakwah ini dan memilih jalan dakwah yang lain. • Kaedah Ikhwanul Muslimin dalam menciptakan perbaikan dalam masyarakat adalah memusatkan perhatiannya terhadap kesedaran setiap individu. serta melakukan hubungan dan kerjasama dengan orang-orang ikhlas yang lain untuk menciptakan kemaslahatan dakwah dan mendorong perpaduan kalimat dan persatuan barisan masyarakat. pembinaan yang teliti. dan tugas yang berkesinambungan.” 20 Bekal Kita Menghadapi rintangan: • Ikhwanul Muslimin menghadapi rintangan-rintangan ini dengan perspektif yang menyeluruh dan kaedah yang komprehensif untuk perbaikan. 20 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). ia akan menempuh kaedah membangunkan bukan menghancurkan. namun tidak ada jalan lain yang menjadi pilihan. dan yang akan menjadi sandaran dalam mewujudkan tujuan-tujuan dakwah.” Siapa saja yang ingin cepat menikmati buah sebelum masanya. dengan menguatkan komitmen terhadap rukun-rukun baiat pada setiap individu dalam barisan dakwah..

Namun jika menggunakan selain itu. dan kegagalan akan menyertai generasinya. sesungguhnya kami bebas dari cita. 21 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. ikatan dengan kitab-Nya yang mulia. maka padanya terdapat punca. Kekuatan keyakinan dan cita-cita. kami tidak menginginkan apapun selain keredaan Allah dan kebaikan untuk manusia. keimanan kepada Allah. 4. dan perlunya manusia terhadapnya. serta tetap maju walaupun di saat-saat lemah. 69 41 . Sesungguhnya kami menunggununggu pertolongan dari Allah dan kemenangan dari-Nya. Berimanlah kepada Allah dan banggalah dengan pengetahuan tentang-Nya serta bersandarlah kepada-Nya. “Tidak ada bekal apapun yang dimiliki umat dalam perjalanan berbahaya ini kecuali jiwa seorang mukmin. sehingga akan terwujudlah kesatuan barisan dan manhaj. Segala puji bagi Allah. dan dengan melakukan tarbiyah yang tepat dan benar.punca kejayaan. dan kami tidak bekerja kecuali untuk mendapatkan reda Allah Swt. maka dia akan kalah dalam urusannya. Barangsiapa yang dimenangkan oleh Allah.”21 Imam Syahid menunjukkan beberapa sudut penting yang menjadi langkah kejayaan di hadapan tentangan-tentangan ini: 1. Hal ini merupakan langkah kejayaan yang tak mampu dihalangi oleh akibat dan rintangan.• Titik tolak untuk mewujudkan hal ini adalah. maka janganlah engkau takut pada selain Allah dan merasa gentar pada selain-Nya. kedermawanan untuk melakukan pengorbanan. kemurnian tujuan kita dan pertolongan dari Allah.cita peribadi. “Jika ada seorang muslim yang benar. hal. Imam Syahid berkata. dan jauh dari egoisme.” Beliau berkata. Tunaikanlah kewajipan dan jauhi larangan-larangannya. azam yang kuat dan benar. 2. maka tidak ada yang mampu mengalahkannya. Kekuatan dakwah kita. 3.

7. 9. dan bangga terhadap apa yang telah diberikan Allah kepadanya berupa keperkasaan dan kemuliaan orang-orang yang bertakwa. Berilah hadiah sesama kalian dan peliharalah ikatan di antara kalian.5. serta jiwa-jiwa yang bergembira pada hari pertemuannya dengan Allah sebagai syahid di jalan-Nya. serta ingatlah selalu sirah perjalanan Rasulullah Saw. 11. Jadilah orang-orang yang kuat dengan budi pekerti mereka. pengorbanan jiwa 22 23 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Semalam dan Hari ini). Nantikan pertolongan dan kemenangan dari Allah. usaha. Dengar dan taatlah kepada pemimpin kalian dalam waktu senang dan sukar. Hiasi diri dengan sifat-sifat mulia dan sopan santun serta berpegang teguhlah dengan ketinggian akhlak. dalam hal yang disukai mahupun yang tidak disukai. maka tiada lain kerana mereka banyak berdebat.”23 Beliau berkata. 10. sesungguhnya kesempatan tersebut akan datang tanpa ada keraguan. “Kami telah mempersiapkan diri untuk itu. Sesungguhnya jika Allah menginginkan kebaikan untuk suatu kaum maka Dia akan memberikan mereka anugerah amalan (kesempatan untuk melakukan).22 Imam Syahid berkata. “Sesungguhnya dakwah kalian ini tidak akan mencapai kemenangan kecuali dengan jihad. keyakinan kepada Allah yang tak lemah. Bacalah Al Quran dan tadaburi makna-maknanya. amal yang tak berhenti. hal. kerana itu merupakan rahsia kekuatan dan kejayaan kalian. namun jika ada suatu kaum yang tersesat setelah mereka mendapatkan petunjuk. hal. 109-111 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Jadilah orang-orang yang bekerja dan bukan orang-orang yang banyak berdebat. Tetaplah tegar hingga Allah memberikan kemenangan antara kalian dengan kaum. 6. kerana hal itu adalah simbol fikrah kalian dan menjadi usaha penghubung antara kalian. dan sesungguhnya Dia adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. keimanan yang tak tergoncang. 179 42 . 8. pengorbanan.

walaupun seluruh penduduk bumi bersatu. serta berjalan di atas jalan keredaan-Nya.berai dan pendapat kalian berbeza.”24 Beliau berkata. hal. kecuali sesuatu yang telah ditetapkan Allah.dan harta. “Saya telah dan masih selalu mengatakan hal ini kepada Ikhwan dalam setiap kesempatan bahawa sesungguhnya kalian tidak akan dikalahkan selamanya dengan sedikitnya jumlah kalian. dan tidak pula dengan besarnya jumlah musuh kalian. sesungguhnya mereka tidak akan dapat melumpuhkan kalian. Namun kalian akan dikalahkan dengan kekalahan yang sangat dahsyat dan kalian akan kehilangan semua kemudahan untuk mewujudkan kemenangan dengan sebab. 194 25 Ibid 43 .”25 Imam Syahid juga mengatakan. “Jika kalian merosakkan hati kalian. dan berjihadlah di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. maka berikanlah jiwa-jiwa kalian. Allah firman:            Ertinya: 24 Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran).. dan Allah tidak memperbaiki urusan kalian.” Namun jika kalian berpadu dalam satu hati menuju Allah Swt. tidak pula kerana lemahnya kelengkapan yang kalian miliki. dan bukan pula kerana konspirasi musuh terhadap kalian. serahkan roh-roh kalian. dan dalam ketaatan kepada-Nya.dan jihad adalah menjadi sebahagian dari persiapan kami. atau jika kalian tercerai.. “.

pahit.S Muhammad: 35) Kita menghadapi keadaan.”26 Begitupula halnya terhadap permasalahan bangsa dan usaha untuk mendapatkan kemerdekaan serta membebaskan diri dari penjajahan dan mampu mendapatkan kebebasan rakyat dan hak-hak mereka. perasaan yang mengumpulkan hatihati kita. “Diperlukan sebuah perjuangan yang panjang.” (Q. Imam Syahid berkata. begitupula istiqamah terhadap manhaj kebenaran. keyakinan dan penghormatan terhadap dasar tersebut yang akan menjaga dari kesalahan dan penyelewengan. dan –dengan izin Allah. dan hal ini tak mungkin dilakukan kecuali dengan persatuan. peristiwa dan perubahan-perubahan ini dengan: “Kemahuan yang kuat yang tak tersentuh oleh kelemahan. dan janganlah (pula) kamu bersedih hati.S Ali Imran: 135)                    Ertinya: “Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah Kemudian mereka mati dalam keadaan kafir. ukhuwah yang menyeluruh. Keimanan dan cinta menyatu menjadi satu 26 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). pengorbanan besar yang tak dihalangi oleh ketamakan dan kebakhilan. Maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampun kepada mereka. arah yang benar menuju petunjuk kebaikan. hal.kita harus mendapatkan hak-hak kita dalam waktu yang singkat. kesetiaan yang kuat yang tak dikotori oleh kepura-puraan dan pengkhianatan. berat dan berkesinambungan.” (Q. 45 44 . padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya). atau tertipu dengan yang lain. dengan pengetahuan terhadap dasar perjuangan. jika kamu orang-orang yang beriman. Pada hari dimana hal ini dapat dipenuhi maka tidak akan ada satupun rintangan di hadapan kita. perjuangan dengan perjuangan.“Janganlah kamu bersikap lemah.

kerana hal itu adalah sebuah kekalahan.” “Jangan melanggar ketentuan alam.” Imam Syahid juga berkata. cucuran darah dan harga kepentingan mereka. Oleh kerana itu mereka mengorbankan semua yang miliki untuk Allah.kesatuan yang hakiki.”28 Beliau juga menjelaskan. dan mereka memahami sungguh makna firman Allah dalam Al Quran:          27 28    Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). hal. gunakan.. 186 45 . adakah mungkin ada jalan untuk mewujudkannya. hal. 128 Ibid.”27 “Kendalikan gejolak perasaan dengan pertimbangan. serta yang melimpah dari perbelanjaan mereka . alihkan arusnya. sesungguhnya waktu kemenangan sudah semakin dekat. dan medan amal bukanlah medan kata-kata..” “Dan nantikanlah saat kemenangan. dan itu adalah sesuatu yang sangat kita perlukan sekarang.” Sesungguhnya sejak hari mereka memikul beban dakwah ini mereka mengetahui sungguh bahawa dakwah tersebut paling tidak akan mengorbankan darah dan harta. “Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin tidak bakhil terhadap dakwah yang mereka pikul. dan mintalah pertolongan sebahagiannya dengan sebahagian yang lain. walau dengan makanan puteraputeri mereka. “Sesungguhnya medan kata-kata bukanlah medan khayalan... dan medan jihad yang sebenar bukanlah medan jihad yang keliru. namun tundukkanlah. dan medan jihad bukanlah medan amal.pertimbangan akal.

Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang Telah kamu lakukan itu. dan kemudian menghasilkan hasil yang banyak.S Al Taubah: 111) Mereka menerima jual beli tersebut dan memberikan dagangannya dengan penuh kerelaan jiwa. 187 46 .” (Q. lalu mereka membunuh atau terbunuh.kesukaran yang kita hadapi: “Wahai Ikhwan.” Mereka mencukupkan diri dengan yang mereka miliki atas apa yang dimiliki orang lain. dan Itulah kemenangan yang besar. Injil dan Al Quran.                                  Ertinya: “Sesungguhnya Allah Telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. kemudian Allah menganugerahkan kepada mereka berkat bagi yang sedikit.”29 Beliau berkata pada kesukaran. sikap yang sebetulnya di hadapan rintang-rintangan ini adalah kita 29 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). mereka berperang pada jalan Allah. dan meyakini bahawa sesungguhnya seluruh keutamaan hanya milik Allah. hal. (Itu Telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat.

tiang penyokong dakwah yang benar yang tidak akan berjaya tanpa tiangtiang tersebut.harus ingat bahawasanya kita berdakwah dengan dakwah Allah. namun ia tetap berkesinambungan dan tumbuh bersama mereka. persenjataan dan perbekalan yang harus disiapkan.”30 Faktor-faktor Kejayaan Dakwah: Imam Syahid menyampaikan tentang langkah. dan seluruh yang ada di dalamnya memudahkan dan mempersiapkan jalannya. serta bertambah kekuatan dan pengaruhnya. yang kita yakini dan yang akan membimbing kita menuju kejayaan dan kemenangan dengan izin Allah.S Al Baqarah:138) Seluruh alam sangat memerlukan dakwah ini. Imam Syahid mengarahkan Ikhwan kepada rukun-rukun ini.” (Q. 30 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). ditambah dengan apa yang telah beliau sebutkan di dalam karakteristik dakwah. Beliau menyebutkan kewajipankewajipan di jalan dakwah. dan itu merupakan manhaj yang mendidik. hal. dan ia merupakan sebaik-sebaik fikrah. Menjaga rukun-rukun tersebut dengan tidak menguranginya b. Bahawa rukun-rukun tersebut tidak berhenti pada satu fasa. dan kita memberikan kepada manusia syariat Al Quran dan ia merupakan syariat yang paling adil:                 Ertinya: “Sibghah Allah. Kita menyerukan fikrah Islam. dan ia adalah sebaik-sebaiknya dakwah. dan meminta mereka untuk: a.109 47 . memahami serta menjaganya. Dan siapakah yang lebih baik sibghahnya dari pada Allah? dan Hanya kepada-Nya-lah kami menyembah.langkah kejayaan dakwah dan tiang.

perpaduan. Sifat-sifat tersebut merupakan tiang.tiang penyokong tersebut dengan mengatakan. Imam Syahid mengingatkan tentang tiang. serta ingatlah bahawa kalian tidak memiliki keutamaan dan anugerah apapun dalam hal itu:                  48 . pertolongan dan pengorbanan. dan oleh kerana kalian itu berusahalah menjaganya secara dan hendaklah selalu menambah kekuatan keteguhannya di dalam jiwa-jiwa kalian. benarnya. diuji dan dipilih hingga menambah keteguhan mereka. Terbinanya diri di setiap fasa pembinaan.. yang memiliki semboyan yang tinggi dan memiliki penampilan yang mewah. dan ini tidak Dia tuliskan pada dakwah-dakwah lain yang diuaruarkan di pasar-pasar. Hendaknya rukun-rukun tersebut memberikan pengaruh yang kuat di jiwa-jiwa mereka serta pengaruh-pengaruh praktikal dan spiritual. “Ingatlah hal ini baik-baik wahai Ikhwan. pemahaman. e. bukan untuk kesombongan dan bukan pula untuk berbangga diri.c. d. dan hal ini tidak bertentangan dengan sikap bangga terhadap rukun-rukun tersebut dan senantiasa mengingatnya. akan tetapi agar kalian mengetahui bahawa sesungguhnya Allah telah menuliskan kepada dakwah kalian keimanan dan keikhlasan. serta mengembalikan seluruh keutamaan dan anugerah hanya kepada Allah dalam setiap urusan dan kejayaan. hingga benarbenar kuat dan tegar. Bersikap tawadhu dan menghindarkan diri dari sikap sombong dan ujub.tiang penyokong dakwah yang sebenaroptimum.

dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar. pengorbanan dan kesabaran. 4. ia tidak menerima alternatif lain selain Islam. hukum-hukum perubahan.     Ertinya: “Mereka merasa Telah memberi nikmat kepadamu dengan keIslaman mereka. Amal yang berkesinambungan. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa Telah memberi nikmat kepadaku dengan keIslamanmu. 6. Kefahaman yang benar dan menyeluruh. Keistimewaan dan ciri khas dakwah Dakwah Kami adalah Islam yang kukuh Dakwah Ikhwanul Muslimin adalah dakwah Islamiyah yang berkesinambungan dalam segala sesuatu. Pemahaman yang nyata terhadap sunah-sunah Allah dalam proses kemenangan di muka bumi. aturanaturan semesta serta pemanfaatan yang baik terhadap sunahsunah tersebut. baik syiarnya. 31 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). 204 49 .S Al Hujurat: 17)31 Kita dapat menyimpulkan usaha dan tiang.tiang dasar tersebut di atas dengan beberapa isi berikut: 1. serta jelasnya pandangan dan tujuan. Sebenarnya Allah. Keempat. prinsip-prinsipnya. hal." (Q. Keikhlasan dan penyucian diri (tajarud) hanya untuk Allah 2. Membina kekuatan iman dan kebesaran jiwa 3. Pembangunan dan pembinaan individu yang baik 5. jihad yang terus menerus. 7. Kekuatan ikatan dan pengorganisasian serta ketahanan bangunan internal. manhaj dan tujuan-tujuannya.

baik dalam tujuan. ia tentu tidak hanya menjadi seruanseruan politik yang mengambil berat urusan-urusan keadilan. hal. 25 50 .yang tidaklah mengejutkan merupakan sebahagian dari ajaran Islam.”33 32 33 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). “Ia tidak dinodai oleh warna lain selain Islam. “Ketahuilah. -semoga Allah memberikan pemahaman kepadamuyang pertama bahawa sesungguhnya dakwah Ikhwanul Muslimin merupakan dakwah yang umum yang tidak bersangkutan kepada sebuah kelompok tertentu. parti politik. garapan dan batasan-batasannya. namun sebagai sebahagian dari projek dan tujuan-tujuan Islam yang dideklarasikan dan diserukannya. Imam Syahid mengatakan. hal.usaha yang pelbagai yang bergerak dalam masyarakat. Namun tentunya seruan jama’ah yang melekat dengan nama dan kewujudannya haruslah merupakan seruan Islam yang menyeluruh. maka setiap bidangbidang tersebut memiliki segmen-segmen dakwah tersendiri serta bidangbidang garapan tertentu.Konsep dan muatan dakwah yang digunakan merupakan refleksi dari pemahaman Islam yang benar dan menyeluruh. pembanterasan kerosakan serta norma-norma lain –unsich. ia justeru mengarah kepada keteguhan agama dan dasar ajarannya. kelab dan asosiasi-asosiasi tertentu. dengan tetap menjadikan Islam sebagai rujukan. seperti yayasan-yayasan dalam pelbagai bidang. dan tidak condong ke salah satu corak pemikiran yang dikenali manusia.”32 Sebagai dakwah yang universal. serta tidak ditinggalkan dengan alasan kerana kekuatan atau situasi yang tidak kondusif. Untuk menjelaskan hal ini. target-targetnya.213 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). persamaan. Akan tetapi ia adalah seruan dakwah Islam yang mencakup urusan agama dan dunia yang bertujuan untuk menegakkan syariat Islam secara praktikal dan sempurna serta mewujudkan nilai-nilai keIslaman dan tujuan-tujuannya secara menyeluruh –dan tidak mengapa ia mengadaptasi projek-projek perbaikan tersebut. Jika dakwah memiliki institusi yang berbeza dan usaha.

hal 16 51 .badan keadilan yang diperlukan untuk perbaikan manusia.”35 • Benar.aspeknya dan menunaikan seluruh tuntutan dakwah berupa jiwa.”34 • Kami dunia memahami dan Islam dan dengan kami pemahaman tidak yang hal luas ini dan atau menyeluruh sebagai aturan yang mengatur seluruh aspek kehidupan akhirat. dan dakwah hidup bersamanya. dan tidak diam berpangku tangan di hadapan masalah kehidupan yang senantiasa berganti serta badan. namun hal ini adalah sesuatu yang kami fahami dari kitab Allah dan sunnah Rasulullah Saw. Dakwah kita adalah dakwah yang mencakup seluruh karakteristik Islam yang disifatkan padanya.”39 34 35 36 37 38 39 Ibid. serta sirah orang-orang soleh dari kaum muslimin. waktu dan kesihatan.”37 dakwah Ikhwanul Muslimin adalah dakwah nilai Sesungguhnya dakwah ini tidak sesuai kecuali bagi mereka yang telah menguasai seluruh aspek. dan ia juga menetapkan aturan-aturan yang sangat cermat dan teliti. dan ketahuilah bahawa pemahamanmu dibatasi oleh kitab Allah dan sunnah Rasulullah Saw. yang menjawab seluruh urusan-urusannya. dakwah kami adalah dakwah Islam dengan seluruh muatan makna yang dikandung kalimat ini. mendakwa memperbesar-besarkannya. maka sesungguhnya dia telah hidup bersama dakwah. Barangsiapa yang telah bersedia menerima hal tersebut. 17 Ibid Ibid. harta. 18 Ibid Ibid Ibid. maka selanjutnya fahamilah bersesuaian dengan keinginanmu. Kami meyakini bahawa makna Islam yang sesungguhnya mencakup dan mengatur seluruh urusan kehidupan.”36 • • Sesungguhnya (prinsip).• Dengarlah wahai saudaraku. hal. makna yang lebih luas dari makna yang dipahami oleh kebanyakan manusia. serta sirah kaum muslimin terdahulu. hal.”38 • Dakwah ini tidak menerima persekutuan. Kerana diantara karakteristik dakwah adalah persatuan.

petunjuk Islam. 247 37 41 42 43 52 . Kami mengajak kalian kepada Islam. Kalian memahami Islam dengan pemahaman yang menyeluruh. hal.. amal perbuatan orang-orang soleh dari umat ini adalah teladan kami.”42 • Ikhwanul kawasan Muslimin Islam tidak mengkhususkan kawasan yang dakwah lain. hal. dan sunnah Rasulullah di tangan kiri. peribadatan kepada Allah. yang memperbaiki keadaan masyarakat di setiap 40 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia).”43 • Kalian telah mendeklarasikan sejak hari pertama bahawa dakwah yang kalian serukan adalah dakwah Islam yang murni yang bersandarkan kepada Islam . sebagai asas kebangkitan dunia Timur di setiap barisan kehidupan. hukum-hukum Islam. jihad di jalan serta memperkuatkan syariat agama Allah di muka bumi merupakan tugas kalian dalam kehidupan.• Wahai kaum kami. 43 Ibid. nilai-nilai Islam. Ibid. hal. 47 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah).tunjang kebangkitan Islam.”41 • Jika Ikhwanul Muslimin meyakini hal tersebut.”40 • Wahai kaum muslimin. maka mereka meminta manusia untuk menjadi tunjang.. Jika seandainya hal ini merupakan siasah (politik) maka sesungguhnya hal ini adalah politik kami. sesungguhnya kami berdakwah kepada kalian dengan AlQuran di tangan kanan. dan kalian meyakininya sebagai sebuah sistem kehidupan sosial yang sempurna aspeknya. pada sebuah mereka tanpa namun mengumandangkan seruan dakwah hingga sampai ke telinga para pemimpin dan panglima di setiap kutub bumi yang para penduduk negerinya memeluk agama Islam. dan mereka meyakini bahawa setiap tampilan kebangkitan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam atau bertentangan dengan hukum-hukum Al Quran maka hal itu merupakan percubaan yang rosak dan gagal. hal.

banyak manusia yang menyerah dan berguguran di hadapan kenyataan ini.”44 • Dalam tiga hal ini. Kalian juga meyakini bahawa hal itu merupakan sesuatu yang mungkin dan mudah jika kaum muslimin menginginkannya. 47 53 . ibadah yang sempurna ataupun yang tidak sempurna. dan masih banyak yang memahami bahawa rintangan yang berada di hadapan para mujahid untuk mewujudkan cita-cita Islam terlalu besar untuk disingkirkan. Dengan keterbatasan pemahaman ini.. Dan masih banyak yang memahami bahawa jihad untuk memperjuangkan Islam adalah sesuatu yang akan berakhir dan berlalu waktunya. hal. Kemudian kalian bangkit wahai Ikhwanul Muslimin untuk membebaskan diri kalian dan manusia dari kesempitan pemikiran. dan mereka berfikir bahawa perkara itu akan membebaskan mereka dari kehinaan di dunia dan seksaan di akhirat. sifat lemah dan keputusasaan. serta menantikan kemenangan yang telah dijanjikan Allah kepada kalian. di antara mereka masih banyak yang memahami bahawa Islam tidak lebih dari akidah atau sebuah keyakinan yang benar atau yang salah. boleh jadi ada perbezaan pandangan di antara kalian atau di antara kelompok kaum muslimin. 44 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). hingga ia mampu menguasai komponen masyarakat seluruhnya dan mengambil posisinya di tengah masyarakat sebagaimana yang telah Allah sediakan baginya untuk kehidupan manusia. kecilnya perasaan optimis serta rasa putus asa yang melanda jiwa. bersatu dan berusaha untuk mewujudkannya.Kalian juga meyakini bahawa di antara kewajipan muslim adalah berjuang untuk Islam.

yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. kecuali Kerana mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjidmasjid. gereja-gereja.                                                                           Ertinya: “(iaitu) orang-orang yang Telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar. Sesungguhnya Allah 54 . dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain. tentulah Telah dirobohkan biara-biara Nasrani.

kemiskinan. yang mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. dan kepada Allah-lah kembali segala urusan..cita dan kepentingan. “Apakah maksud perkara ini. untuk memperbaiki jiwa dan menyucikan hati serta menghimpun hati-hati manusia kepada Allah yang Maha Besar dan Maha Tinggi.. menjadi wadah aspirasi dan terbebas dari cita. Jam’iyyah Khairiyyah Nafi’ah. menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar.pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. 247 55 . “Kami adalah para pendakwah Al Quran dan kebenaran yang mencakupi: Thariqah Shufiyah naqiyyah. dan siapakah kalian wahai Ikhwanul Muslimin? Apakah kalian adalah penganut Tarikat Sufi? Atau lembaga sosial? Atau lembaga kemasyarakatan? Atau parti politik? Maka jawapan kita kepada yang bertanya itu adalah. membantu yang tertimpa musibah.S Al Hajj: 40-41)45 Siapakah kalian? Apa sifat kalian? Dan manusia akan berkata. Hizb Siyasi nazhif. (iaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi nescaya mereka mendirikan sembahyang... 45 Risalah Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemuan Ketua-ketua Wilayah). penyakit dan kehinaan dalam pelbagai bentuk . yang memerangi kebodohan. menunaikan zakat. yang memiliki target tertentu serta menguasai kemahiran memimpin dan mengarahkan . serta mendamaikan orang-orang yang bermusuhan. hal. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Q. Mu’assasah Ijtima’iyyah Qa’imah. berlaku baik kepada orang-orang fakir dan miskin.

• Mereka juga tidak melemparkan celaan kepada orang-orang yang tidak sepandangan dengan mereka. 388 Ibid 56 . tanpa menyibukkan dirinya hanya pada masalah furu’ tersebut atau justeru mempengaruhi perbezaan tersebut hingga menjadi taufan kebencian terhadap orang lain hingga menerima pandangannya. dan tidak menyibukkan diri untuk membantah orang-orang yang mengkritik mereka.”46 Diantara identiti Jama’ah Ikhwanul Muslimin adalah.”47 Imam Syahid juga mengatakan. “Apakah usaha dan langkah-langkah nyata yang dilakukan? Maka sayapun akan menjawabnya dengan sangat jelas. 46 47 48 49 Ibid.. hal. “Dakwah. sesungguhnya urusan umat terakhir ini tidak akan baik kecuali jika mengikuti contoh kebaikan yang dilakukan oleh para pendahulunya. Tidak mengapa jika mereka melakukan kaijan dan penelitian ilmiah dalam masalah-masalah furu’. yang mereka gunakan sebagai timbangan diri dan mereka akan mengetahui dimana mereka berada berdasarkan timbangan tersebut.Kami adalah Islam itu sendiri wahai manusia. “Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin memiliki kaedah tertentu yang diikuti sebagai petunjuk jalan.”48 Jika anda bertanya kepada mereka tentang prinsip dasar ini secara teori? Maka saya akan menjawabnya secara jelas. “Usaha dan langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Al La-Ihah Al ‘Alamiyah lil Ikhwan Al Muslimin Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Adakah Kita Para Aktivis)?. Jika anda mengatakan. tarbiyah dan jihad dengan segenap makna yang mencakupnya tiga hal tersebut. 252 Lihat.”49 • Ikhwanul Muslimin tidak menyibukkan diri dalam masalah-masalah furu’. bahawa prinsip dasarnya adalah prinsip dasar yang dibawa Al Quran. barangsiapa yang memahaminya. hal. maka akan mengenal kami.

kepastian terhadap hakikat segala sesuatu serta penerimaan hasil dengan tanpa tergesa-gesa memetik buahnya. yang tidak dihinggapi oleh perubahan. kelemahan dan rasa putus asa. yang memperkaya dan membantu jaemaah dalam membuat keputusan. kedudukan dan obsesi tertentu. • Tidak bergantung kepada tokoh tertentu. mampu berpegang teguh terhadap prinsip-prinsip dakwah dengan penuh komitmen. kesabaran dan kesungguhan. gagasan yang saling berseteru. Menguasai realiti medan dan rintangan di sekitarnya. ketinggian tujuan dan cakupannya. atau terhadap lembagalembaga. namun tidak terdapat aliran pemikiran. serta perbezaan-perbezaan lain sebagaimana lazim terjadi di setiap parti. komuniti dan perkumpulan yang lain. tidak menakutkan dan tidak pula ditakuti. namun justeru sangat menjaga pembangunan amal dan proses pembentukan secara cermat dan teliti. dengan keyakinan bahawa 57 . sesuatu yang tidak pernah wujud dalam sejarah kelompok manapun di abad ini.• Tidak terobsesi terhadap kecetekan amal dan menyelam di belakang segala sesuatu dan peristiwa untuk mengetahui tujuan dan kemana arahnya. berkesinambungan dan mendarah daging antara generasi. atau pandangan yang sempit. • Mereka tidak percaya dengan lompatan-lompatan di atas kebenaran. Mereka justeru bertumpu kepada dakwah dan sangat menjaganya. pemikiran kanan mahupun pemikiran kiri. dan hal itu menjadi sebahagian dari proses pembentukan dan tarbiyah yang dilakukan. Mereka juga tidak bereaksi berlebihan dan tidak terpancing oleh pengaruh-pengaruh tertentu. • Ciri khas mereka adalah komitmen terhadap prinsip-prinsip dasar yang mereka yakini. • Memahami secara sedar dan penuh perhitungan terhadap jalan dan cabaran yang akan dihadapinya. Nasihat dan musyawarah merupakan perkara yang selalu dilakukan terus menerus serta tidak terputus.usaha konspirasi dan pelumpuhan. • Ikhwanul Muslimin adalah sebuah jama’ah yang setiap individunya memiliki cara pandang dan aspirasi yang pelbagai. Langkah-langkah mereka seimbang dan dengan izin Allah mampu mengalahkan usaha.

kerana sesungguhnya pahala dan ganjaran hanya dari Allah di akhirat. Imam Syahid berkata.”50 Mereka menganggap bahwa sesungguhnya dakwah seluruhnya adalah kewajipan. “Ikwanul Muslimin tiada lain adalah anak-anak dakwah yang meyakini dakwah. namun hal itu tidak menggoyahkan dan tidak memberikan pengaruh yang besar bagi bangunan dakwah mereka. 50 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). mereka tidak menantikan kedudukan. pangkat dan kekayaan. berlaku ikhlas dan terdidik di dalam pangkuan dakwah. 272 58 . seluruhnya adalah pengorbanan dan taruhan. Apa yang mereka lakukan berupa usaha untuk menggerakkan dan menyedarkan umat Islam dengan izin Allah menjadi menara terhadap kesungguhan usaha dan peranan mereka. oleh kerana itu tidak sukar bagi mereka mengorbankan makanan anak-anak dan keperluan mereka sendiri demi memperjuangkan dakwah dan jihad mereka. hingga terwujudnya target dan cita-cita yang diharapkan dengan izin Allah. “Mana bahagianku? Mana hakku? • Dalam beberapa waktu. Dan tak seorangpun dari mereka yang mengatakan. sebuah panji yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. namun merupakan suatu usaha yang berlanjutan dan terus menerus. hal. namun optimisme terpancar terhadap kemenangan Allah. yang terlebih dahulu diketahui musuh sebelum teman. kebosanan atau kelesuan. • Mereka tidak dilemahkan oleh rasa putus asa. sebahagian mereka tertinggal di belakang rombongan dakwah atau keluar dari gerabak disebabkan kelemahan individu atau berkurangnya rasa sabar atau kerana penyimpangan pemahaman dan kelemahan komitmen.kemenangan dan tujuannya tidak akan terwujud dalam satu generasi.

51 Diambil perkataan Al Ustadz Musthafa Masyhur pada acara peringatan kesyahidan Imam Hasan Al Banna. • Ikhwanul Muslimin adalah gerakan Islam yang integral menyeluruh. dan memberikan nasihat dengan santun kepada siapa yang berbuat buruk. dengan tetap bercermin kepada prinsip-prinsip memenuhi syariat dan syar’i tujuan-tujuannya. Sumber rujukannya adalah syariat Islam 2. Yang meyakini kepentingan kesatuan umat dan menjauhkannya dari pertentangan demi mewujudkan kemaslahatan umum. Maka strategi.strategi tersebut sepatutnya harus memenuhi keadilan syar’i dan keadilan harakah yang adalah tidak mengejutkan merupakan sebahagian dari keseimbangan syariat ketika berhadapan dengan realiti.• Dalam melakukan gerakan dan strategi. peluang dan kerosakan. dalam yang tidak harakah hanya yang serta keadilan urusan-urusan membuatnya mengambil tindakan tanpa memperhitungkan hokum realiti. Yang mendorong bersikap baik.strategi dakwah mereka sangat mengambil berat hukum realiti dan keadaan yang berlaku dengan ilmu dan pengetahuan. dan dengan izin Allah mereka menjadi harapan umat Islam untuk mengembalikan kemuliaan dan keagungannya. 4. 3. 59 . yang mencurahkan perhatiannya pada perbaikan dan pembengan:51 1. Usaha untuk meraih kekuasaan bukan semata-mata menjadi tujuan. kekuatan dan kekukuhan bangunan dakwah. fasa-fasa yang akan dilalui dakwah konsekuensi apa saja yang berlaku baik berupa kebaikan maupun • Rentetan peristiwa dan badai yang melanda umat Islam adalah sebagai langkah untuk menguji kebenaran manhaj. Berapa banyak tindakan-tindakan dan gerakan yang mempergunakan nama ‘syariat’ memberikan implikasi buruk terhadap dakwah kerana tidak didasari oleh pengetahuan dan pemahaman terhadap kenyataan dan realiti.

”52 Diantara Karakteristik Dakwah Ikhwanul Muslimin 52 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). (Q. keluarga dan masyarakat. akidah kami bersumber dari kitab Allah dan sunnah Rasulullah Saw. manhaj kami adalah manhaj Rasulullah Saw. dan mencegah dari yang munkar.S Ali Imran: 110) Imam Syahid berkata di dalam memoarnnya. hal. dan beriman kepada Allah. dan cukuplah demikian. Namun lebih kepada kerjasama untuk mendirikan Negara Islam yang urusannya dikembalikan kepada Allah. sekiranya ahli Kitab beriman. perbaikan individu muslim. di antara mereka ada yang beriman.199 60 .5. menyuruh kepada yang ma'ruf. tentulah itu lebih baik bagi mereka. Kami adalah kaum muslimin dan cukuplah demikian. menuju kepada yang Allah sebutkan dalam Al Quran:                            Ertinya: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. “Wahai generasi umat yang kami banggakan dan yang kami cintai. dan cukuplah demikian.

124 Ibid 61 . hingga tak seorangpun dari mereka dapat memanfaatkan dakwah untuk kepentingan lain yang bukan merupakan tujuan dakwah.” Beliau menambahkan. sebagaimana dikatakan oleh Zaid r. Menjauhi Dominasi Tokoh dan Pembesar Ini juga merupakan prinsip dasar sejak awal pertumbuhan dakwah. hal.”54 53 54 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).”53 2. agar warnanya yang jernih tidak bercampur dengan warna-warna dakwah lain yang diusung dan digembargemburkan oleh para tokoh dan pembesar. apabila kita berbeza pendapat. Imam Syahid berkata. “Bukanlah termasuk aib dan cela. Imam Syahid berkata. “Cukuplah manusia itu berhimpun atas sesuatu yang menjadikan seorang muslim itu muslim. Menjauhi Titik-titik khilafiyah Ikhwan meyakini tentang kebolehan berbeza pandangan dalam masalah-masalah furu’iyyah.Diantara ciri khas dakwah Ikhwanul Muslimin dan yang membezakannya dari dakwah-dakwah yang lain adalah: 1. Namun yang merupakan aib dan cela adalah sifat ta’ashshub (fanatik) dengan satu pendapat dan membatasi ruang lingkup berfikir manusia.” Beliau juga berkata. bahkan hal itu merupakan sebuah kemestian dan tidak selayaknya kita menghalanginya dan menjadikan perbezaan sebagai titik yang memisahkan dan membezakan. “Kami telah membiasakan hal ini sejak permulaan dakwah. “Persepsi demikian ini penting bagi sebuah jemaah yang ingin menebarkan fikrahnya di suatu negeri yang tidak pernah reda gelora khilafiyah atas hal-hal yang sebenarnya tidak beguna untuk diperdebatkan dan diperselisihkan.a.

Imam Syahid berkata. meniti jalan dan beraktiviti bersama kami. Pada saat yang sama mereka harus mahu meninggalkan kebanggaankebanggaan kosong yang tidak bermakna. 3..”55 55 Ibid. Hal ini juga merupakan karakteristik dakwah sejak awal. dan prinsip-prinsip dasarnya semakin kukuh. hal.citaa dan konflik antara parti. sehingga pada saatnya mereka akan terkepung dan hilanglah apa saja yang ada di tangan mereka. bersatu di bawah panji Al Quran yang agung dan bernaung di bawah naungan Rasulullah yang teduh.125 62 . tiang penyangganya semakin kukuh. Pada akhirnya mereka akan kembali kepada khitah utama dan hati mereka dipenuhi oleh oleh rasa yakin dan percaya.Namun setelah dakwah tumbuh kuat. dan organisasi untuk bergabung. mempengaruhi dan menjadikan mereka bekerja untuk kepentingan dakwah. Menjauhi hubungan dengan parti-parti dan golongan-golongan. sehingga tabir itu akan terkuak dan manusia akan mengetahui segala hakikat yang tersembunyi. golongan. maka kita persilakan dengan penuh hormat kepada para tokoh. sehingga mampu mengarahkan dan bukan diarahkan. mempengaruhi dan bukan dipengaruhi. Imam juga berkata. “Oleh kerana itu kami lebih mengutamakan menjauhi semuanya dan bersabar atas segala kekurangan kerana mempertahankan unsurunsur yang soleh.” “Sekarang. pembesar. Pada akhirnya mahu tidak mahu mereka harus beramal demi dakwah dengan penuh kerendahan hati. ia akhirnya mampu menguasai kelompok tersebut dan mengarahkan mereka untuk memperjuangkan dakwah. tak menjadi masalah bagi kami untuk menunggu sejenak sementara memohon pertolongan ke hadrat Allah. “Namun jika mereka menolak. ketika alat dakwah semakin kuat. walau mereka dahulunya menjadi tokoh penentang utamanya. serta berjalan di atas manhaj Islam yang lurus. agar ia terhindar dari cita.

Tadaruj (Bertahap dalam melangkah) Tadaruj (bertahap dalam melangkah) dan bertumpu pada tarbiyah. hal. Cepat berkembang di desa dan bandar Imam Syahid berkata. hal. Ia menembus segenap penjuru bandar dan perkampungan dan memaksa kami menanganinya dengan serius serta memenuhi tuntutannya. 226 63 . 123 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). dan ‘Alamiyah (universal). Sambutan pemuda kepada dakwah 7. “Dahulu kami berusaha kuat memacu laju dakwah dan memaksimumkan penyebarannya. (fase penyampaian. 125-126 Ibid.”58 56 57 58 Ibid. Imam berkata. Insaniyah (kemanusiaan).”57 8. Fase Ta’rif. Rabbaniyah (berprinsip ketuhanan). Diantara karakteristik dakwah Ikhwanul Muslimin adalah. “Di insaniyah (kemanusiaan). pengenalan dan penyebaran fikrah). dakwah dan ‘alamiyah adalah (universal). Mengutamakan kerja daripada seruan dan propaganda 6. antara karakteristik kami rabbaniyah dan ‘alamiyah. hal. kejelasan langkah dakwah Ikhwanul Muslimin dan penetapan tiga fasa dakwah. Rabbaniyah (berprinsip Syahid ketuhahan). meskipun untuk itu kami harus menghadapi pelbagai persoalan berat yang sangat memenatkan.4.56 5. Fasa Takwin (fase pembentukan dan pembinaan). namun kini laju dakwah tersebut justeru bergerak lebih cepat dan mendahului kami. yang menyatukan aspek spiritual dan akal manusia. fasa Tanfidz (fase pelaksanaan) merupakan ciri-ciri istimewa yang dimiliki dakwah.

Allah berfirman dalam Al Quran:                            Ertinya: “Hai manusia. Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang lelaki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa .Inilah sebabnya.” (Q. bersabda: ‫ليس منا من دعاالى عصبية .bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenalmengenal. Ahmad)59 59 Ibid.. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (HR. وليس منا من مات على عصبية‬ Ertinya: “Bukan termasuk golonganku orang yang menyeru kepada ashabiyah (fanatisme golongan). dakwah Ikhwan dikatakan bercirikan rabbaniyah (berorientasi ketuhanan) sekaligus insaniyah (peduli terhadap aspekaspek kemanusiaan). Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. 227 64 . hal.S Al Hujurat: 13) Rasulullah Saw. dan bukan termasuk dalam golonganku orang yang mati kerana membela fanatisme golongan.

dan kepada hari pembalasan.                 Ertinya: “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarahpun. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarahpun. nescaya dia akan melihat (balasan)nya. tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan. nescaya dia akan melihat (balasan)nya pula. kehidupan akhirat. di saat seluruh manusia dituntut untuk pantas bangkit dengan potensi akal fikirannya untuk belajar. mengetahui." (Q. wajib bagi manusia untuk kembali beriman kepada Allah.Imam Syahid juga berkata. dan merasa terhormat dengan ma’rifah kepada-Nya. berkarya serta melakukan berbagai eksplorasi atas sumber daya alam demi mendapatkan manfaat yang sebanyak-banyaknya. (Q. kenabian. “Bahawa sebuah masyarakat manusia tidak akan menjadi baik kecuali jika ada keyakinan hati yang bangkit dari dalam jiwa hingga merasa selalu diawasi oleh Allah Swt.         Ertinya: “Dan Katakanlah: "Ya Tuhanku.S Al Zalzalah:7-8) Di saat inilah.S Thaha:114) 65 . Oleh kerana itu. Yakni dimana pada saat itu Allah akan membalas seluruh perbuatan manusia selama kehidupannya di dunia.

maka Ikhwan berusaha menuju sisi-sisi itu semuanya. “Ikhwan juga sangat menghindari fanatisme terhadap nama atau sebutan. Pada saat orang-orang selain mereka hanya menggarap satu sisi dengan mengabaikan sisi-sisi yang lainnya. Kesempurnaan yang menyentuh semua aspek pembaharuan.Oleh sebab itu kami menyeru umat manusia kepada warna pemikiran yang memadukan antara keimanan pada yang ghaib dan optimalisasi fungsi akal.”62 10. Imam Syahid berkata.”63 60 61 62 63 Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). IKhwan memahami bahawa Islam memang menuntut mereka memberikan perhatian kepada semua sisi tersebut. Hal. Pemahaman Islam yang komprehensif. dan aktiviti Ikhwan mengarah kepada pemenuhan semua aspek ini.”60 9. Al Ikhwan al Muslimun. dengan kesempurnaan keIslamannya Ikhwan berusaha sekuat tenaga untuk menghindari dan menjauhi setiap sisi kekurangan dan kelemahan yang mengundang fitnah. dan kefahaman amal serta mencakup seluruh aspekaspeknya. tercermin dalam namanya.123 ibid ibid 66 . Diantara karakteristik dakwah Ikhwan adalah. “Demikianlah kita dapat melihat bahawa kesempurnaan makna kandungan Islam telah menyatu dengan fikrah kami. kerana mereka telah disatukan oleh Islam yang integral.”61 Walaupun demikian.

dan ia melakukannya dengan penuh kepekaan. Hakikat shufiyah66. Era Intermedia. rabithah ‘ilmiyah tsaqafiyah69. thariqah sunniyah65. syirkah iqtishadiyah70 dan fikrah ijtima’iyah71.228. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. tahun 1998) 72 Risalah Pergerakan: Muktamar ke V. Era Intermedia. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. tahun 1998) 69 Maksudnya mereka memahami bahawa Islam menjadikan thalabul ‘Ilmi (menuntut ilmu) sebagai kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. kecintaan karena Allah dan keterikatan kepada kebaikan. hal. “Setiap dakwah memiliki karakteristik73. Jilid I. Jilid I. hal. Hai’ah siyasiyah67. Jilid I. tahun 1998) 70 Mereka memahami bahawa Islam sangat memandang berat pemerolehan harta dan pembahagiannya. tahun 1998) 66 Maksudnya mereka memahami bahawa asas kebaikan adalah kesucian jiwa. Konstruksi (pembangunan). (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. Era Intermedia.Dakwah Ikhwan adalah dakwah salafiyah64. Jilid I. maka kami adalah orang yang harus melakukannya sebelum segala yang lain. hal.227.” Dalam mengikuti manhaj konstruktif dan bukan destruktif.228. hal. hal. hal. Imam Syahid mengatakan. Era Intermedia. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. Jilid I.227.semaksimum mungkin sesuai dengan kemampuan mereka(Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. Jilid I. amal yang berterusan. jama’ah riyadhiyah68. hal. mendidik bangsa agar memiliki ‘izzah dan menjaga identitinya. Dakwah kami adalah dakwah yang membangun dan bukan menghancurkan. diantaranya adalah. Jilid I. berpaling dari ketergantungan kepada makhluk. karakteristik dakwah Ikhwan yang saya yakini ada beberapa hal. hal. tahun 1998) 67 Maksudnya mereka menuntut perbaikan dari dalam terhadap hukum pemerintahan. Peka dan berlemah lembut Imam Syahid berkata. Era Intermedia. tahun 1998) 71 Maksudnya mereka sangat menaruh perhatian pada segala penyakit yang ada dalam masyarakat Islam dan berusaha mengubati dan menyembuhkannya. kejernihan hati. Era Intermedia. Era Intermedia.228.228. “Selagi kalian selalu mempersiapkan diri kalian untuk 64 Maksudnya adalah mereka berdakwah untuk mengajak kembali (bersama Islam) kepada sumbernya yang jernih dari Kitab Allah dan Sunah Rasul-Nya. Jilid I. tahun 1998) 65 Maksudnya mereka membawa jiwa untuk beramal dengan sunah yang suci -khususnya dalam masalah akidah dan ibadah.”72 11.228. 123 73 Memoar Dakwah dan Para Da’i 67 .227. Era Intermedia. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. meluruskan persepsi yang terkait dengan hubungan umat Islam terhadap bangsabangsa lain di luar negeri. hal. tahun 1998) 68 Maksudnya mereka sangat mengambil berat masalah fizikal dan memahami benar bahawa seorang mukmin yang kuat itu lebih baik daripada seorang mukmin yang lemah.

kerana sesungguhnya melakukan usaha. Kisah-kisah Dakwah dan Tarbiyah. hal. 12.147 Maksud beliau adalah Al Quran Dusturuna (Al Quran sebagai pedoman kami) 68 . Abbas Asisi. iaitu dengan senantiasa berzikir dan berdoa dengan doa-doa yang ma’tsur –terdapat banyak doa ma’tsur di dalam Risalah Ikhwan. maka aku wasiatkan kepada kalian untuk selalu bersikap konstruktif dan bukan destruktif. dan kami mengikuti apa yang kami katakan. Senantiasa berkumpul (berjama’ah) Kami selalu berkumpul dan merindukan pertemuan serta merasakan hak-hak berukhuwah.berkontribusi terhadap amal-amal Islam di segenap lapangan. 74 75 Hasan Al Banna.”74 Diantara karakteristiknya yang lain adalah: Kesepadanan antara perkataan dan perbuatan Maka kita harus mempelajari undang-undang (hukum)75 yang kita miliki. Semangat perjuangan Kami menggadaikan diri untuk dakwah dan melapangkan hati untuk melakukan segala sesuatu untuk dakwah. Rabbaniyah (berprinsip ketuhanan) Kami senantiasa menjalin hubungan dengan Allah dengan segenap kemampuan yang kami miliki. dan pada saat itu kalian harus berfikir bagaimana menciptakan lapangan kerja sosial dan merealisasikan layanan terhadap Islam. tinggalkanlah dahulu permusuhan dan kebencian. cukuplah apa yang terdapat di dalamnya.usaha pembangunan jauh lebih baik dan berharga seribu kali daripada tindakan penghancuran.

serta tidak membenci siapa saja yang ingin mengikutinya. Manhajnya integral dan menyeluruh Dakwah universal Mengutamakan musyawarah mufakat dalam mengambil keputusan Memberikan perlawanan terhadap orang-orang yang menzalimi dan memeranginya. • • • • • • Mengutamakan akhlak dan kesantunan dalam tujuan-tujuannya.”77 kerana berputus asa tidak termasuk akhlak kaum 12.124 69 . muslimin.Imam Syahid berkata. hal. Jum’ah Amin.”76 Perkara-perkara umum ini telah kalian ketahui perinciannya secara keseluruhan.262 (Dikutip dari perkataan Imam Syahid di majalah Ikhwanul Muslimin. • • Salafiyah dalam pemikiran. Pembangunan dan pekerjaan. maka bekerjalah. hal. janganlah kalian berputus asa. hal. Al Tsawabit wa al Mutgayyirat. • • Wasatiyah (sifat pertengahan) Sifat peka dan positif terhadap alam. manusia dan kehidupan Realistik ketika berinteraksi dengan individu dan masyarakat serta dengan orang lain. 125 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). misi dan langkah yang digunakan. paradigma dan akidah Dakwah yang logik dan diterima masyarakat. yang ringkasannya adalah. Dr. Ia adalah dakwah yang boleh kita sifatkan dengan beberapa sifat berikut ini:78 • Rabbaniyah al Mashdar Rabbaniyah al Mashdar (berprinsip ketuhanan) Sumber rujukannya adalah wahyu Allah Swt. awal tahun ke 5) 78 Manhaj Imam Al Banna. 76 77 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). “Wahai al Ikhwan al Muslimun.

Jamaah tidak mengambil pemahaman fikih tertentu dalam masalah-masalah furu’ yang diperdebatkan para ulama. selagi hal itu tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar jamaah maka hal itu tetap menjadi pendapat peribadi dan jamaah tidak menjadikannya sebagai pandangan. Dari perbezaan menuju kesepakatan 70 . ideologi Ikhwan dan prinsip-prinsipnya. serta sesuai dengan hasil musyawarah dalam meluruskan dan mengembangkan. Namun ia merupakan mainstream yang memberikan kebebasan berfikir dalam kerangka umum dakwah Islam. 4.separa menuju permasalahan mendasar dan universal (Dari ibadahibadah sunah menuju ibadah-ibadah wajib dengan tetap memelihara keduanya).Jamaah ini bukan merupakan parti politik yang usaha politiknya nya mendapat bias dari golongan dan aliran pemikiran tertentu. yang membiarkannya berjalan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. persatuan nilai dan keseimbangan. Karakteristik Manhaj Tarbiyah di Masyarakat: Diantara karakteristik manhaj Ikhwan dalam mentarbiyah masyarakat dan mengarahkannya. Dari permasalahan-permasalahan furu’ dan separa. Dari kesamaran menuju terang 2. Dalam banyak situasi. hal itu merupakan aturan untuk mewujudkan persatuan pemahaman. Adapun pendapat peribadi. dan tidak berjalan sesuai dengan kemasalahatan sementara atau matlamat sesaat dan pandangan yang sempit. serta dalam komunikasi-komunikasi dakwah adalah bahawa manhaj tersebut lahir dari: 1. Dari sifat berlemah lembut dan berterabur menuju program kerja yang terencana (Dari mimpi menuju dunia nyata). Jamaah ini bergerak sesuai dengan tonggak dasar dan prinsip-prinsip dakwah. Oleh sebab itu. Dari ucapan dan perdebatan menuju amal dan perbuatan 3. 5.

8. kesucian jiwa. hingga jiwa-jiwa mereka bersatu dengan keyakinan mereka. Pengorbanan dengan jiwa. Imam Syahid berkata tentang tonggak. kebersihan hati dan keikhlasan serta amal dari keyakinan dan ketenangan. 152 71 . dan pada saat itu mereka adalah ideologi dan ideologi adalah mereka. Agama ini telah dimenangkan oleh perjuangan pedang-pedang kalian yang bersandar terhadap tonggak. raga dan harta untuk memenangkan kebenaran. Jika kalian telah menjadi seperti itu maka fikirkanlah: Sesungguhnya Allah telah mengilhamkan kepada kalian kecerdasan dan kebenaran. Dari perpecahan dan perseteruan menuju persatuan dan perpaduan. dan di tangan Allah-lah segala urusan.79 Beliau juga berkata. maka 79 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). “Wahai Al Ikhwan al Muslimun. 7. dan keyakinan mereka dengan jiwa-jiwa mereka. Cinta terhadap kematian di jalan Allah Berada di atas perjuangan tersebut dengan berpedoman kepada Al Quran yang mulia. Dari sifat ekstrim dan berlebih-lebihan menuju sifat sederhana dan seimbang. sesungguhnya pedangpedang kalian yang kuat tak akan meraih kemenangan kecuali dengan keimanan yang dibawanya. “Sesungguhnya keikhlasan adalah dasar • kejayaan. 9.6. Dari kesukaran dan ancaman menuju kemudahan dan khabar gembira.tonggak yang menopang berdirinya agama ini di bumi.tonggak berikut ini: • • • • Keimanan kepada Allah Zuhud terhadap harta kekayaan dunia dan mengutamakan kenikmatan akhirat. dan hal itu yang akan membuat segala sesuatu senantiasa sesuai dengannya. Hal. Dari fanatisme golongan dan insklusif menuju toleransi dan keterbukaan.

beliau berkata. Setiap bangsa telah kehilangan keempat sifat ini. sesungguhnya Allah membantu kalian dengan kekuatan dan kemenangan.”81 Beliau berkata.kerjakanlah. maka keluarkan dia dari barisan kalian. “Dengan tiga keyakinan. ia adalah bangsa yang kecundang dan membimbangkan yang tidak akan sampai kepadanya kebaikan dan tak mampu mewujudkan cita-cita. Fuad Al Hajarsy. 45 72 . tidak memiliki obsesi dan terluka masa lalunya.tonggak tersebut yang akan menjaganya dari kesalahan dan penyimpangan atau tertipu dengan yang lain. kerana dia akan menjadi penghalang turunnya rahmat.”80 Imam Syahid menjelaskan tentang kepentingan kekuatan jiwa dalam membina umat dan para penyeru dakwah serta pemusatan kekuatan dalam keimanan yang sempurna dan pengorbanan dalam perjuangan. yang kehilangan orientasi. 136 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). “Sesungguhnya dalam pembinaan umat dan tarbiyah bangsabangsa. keimanan terhadap kebesaran risalah dakwah ini. • Pengorbanan kebakhilan. umat ini memerlukan kekuatan jiwa yang besar yang tergambar dalam beberapa hal berikut: • Keinginan yang kuat yang tidak dihinggapi kelemahan Kesetiaan yang tinggi yang tidak diwarnai oleh pengkhianatan dan kepura-puraan. hal. JIka diantara barisan kalian ada seseorang yang berpenyakit hatinya. atau paling tidak para pemimpin dan para pembawa perbaikannya. yang menutup turunnya pertolongan dan taufik dari Allah. bangga kerana meyakininya serta optimis 80 81 Lihat buku Imam Syahid. hal. besar yang tidak dihalangi oleh ketamakan dan • • Pengetahuan terhadap tonggak- tonggak dasar dan keyakinan terhadapnya serta penghargaan terhadap tonggak.

235 83 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).“83 Beliau juga berkata. membersihkannya dari nodanoda kepentingan Peribadi. hal.”84 “dan kami akan bekerja dengan keyakinan-keyakinan ini. 269 85 Ibid. persepsi dan pembentukan. dakwah menaruh perhatian besar terhadap perkembangan jiwa dan pembersihannya. rendah hati dan rasa takut kepada Allah. iaitu bahawa kita tidak berputus asa dan tidak tergesa-gesa.Islam sangat menaruh perhatian untuk memberikan terapi kejiwaan kepada manusia. 270 73 . dan setelah itu kita juga memiliki senjata keimanan dan cita-cita.terhadap pertolongan Allah adalah tiga hal yang dihidupkan Rasulullah Saw. bahan pemikiran. selain ketiga senjata tersebut kita masih memiliki senjata lain. dan kami akan melakukannya dengan kebenaran. yang didorong oleh keimanan dan dikuatkan oleh cita-cita. 121 84 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). menunjukkannya kearah kesempurnaan dan keutamaan. serta membangun pengawasan peribadi dan hati yang hidup. hal. hal. penyelewengan dan permusuhan.”85 82 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Imam Syahid berkata. serta membentenginya dari penyimpangan. Islam kemudian memberikan pengenalan bagi jiwa manusia tentang ubat-ubat mujarab yang mampu menyucikan hawa nafsu. 234. “Sesungguhnya kita memiliki senjata yang tak lekang dimakan malam dan perjalanan hari iaitu kebenaran. kita tidak mendahului peristiwa dan tidak dilemahkan oleh panjangnya perjuangan. yakni sumber aturan. hal. di dalam hati para sahabatnya dengan izin Allah. “Guna menjamin kebenaran dan ketepatan dalam pelaksanaannya –atau minimum mendekati tepat.”82 Untuk menjamin kebenaran dan ketepatan setiap individu dalam menjalankan manhaj Islam. ketakwaan.

• • • Terhadap manhaj. Risalah Pergerakan: Ikhwan di bawah panji Al Quran. 74 . “Kami pun meyakini pertolongan dan kemenangan dari Allah. kepentingan kerja keras dan kewajipan-kewajipan dipenuhi. hal. suci dan abadi terhadap Allah. Mereka adalah sebuah jamaah yang dipilih untuk menyelamatkan alam semesta. hak-hak dan kesuciaannya Terhadap pembalasan. keagungan. 194. maka kami juga berupaya untuk melakukannya.. pengorbanan Sebagaimana yang dilakukan para sahabat Rasulullah Saw. besarnya pengorbanan dan kerja keras. “Lalu apakah persiapan kita untuk mewujudkan manhaj ini?! Jawapan terhadap pertanyaan tersebut adalah. keperkasaan dan ganjaran-Nya. Dan terhadap diri mereka sendiri. berkata: “Sesungguhnya. dan mereka adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia.”86 Imam pengorbanan. yang kuat. Kuat rasa keyakinan kepadanya 86 Syahid serta memusatkan perhatian yang terhadap harus makna-makna beliau keimanan ini iaitu asas amal dan jihad. sebuah pemikiran itu akan berjaya diwujudkan jika.” • b. kelebihan dan kebenarannya Persaudaraan. serta keyakinan terhadap pertolongan Allah. Keimanan. JIhad * Mereka telah mengetahui dengan sebenar-benarnya dan seyakinbahawa dakwah yang mereka serukan tidak dan akan kerja meraih keras. jihad dan pengorbanan.Beliau juga mengatakan. Keimanan: • Mereka telah meyakini dengan sedalam-dalamnya keimanan. 193. c. yakinnya kemenangan kecuali dengan jihad. kemenangan dan pertolonganNya.: 1. a. yang meyakini kebenaran jihad.

maka Imam Syahid mengatakan. 5.”90 Sesungguhnya langkah untuk penanaman nilai dalam setiap seruan dakwah –kiranya sudah dimaklumi.”89 Tentang langkah.”91 Beliau juga menegaskan tentang kepentingan pemusatan perhatian setiap individu terhadap dakwah dan menguasai seluruh aspek-aspeknya. Beramal untuk mewujudkannya. Pembinaan yang sangat teliti 3.69 Ibid.langkah utama yang menopang dakwah. hal. “Sesungguhnya dakwah ini tidak akan mampu dipikul kecuali oleh orangorang melebur dan memberikan apa saja yang kelak dituntut olehnya. Kesediaan untuk beramal dan berkorban untuk mewujudkannya.”87 “Dalam menempuh perjalanan yang penuh marabahaya ini Umat tidak memiliki apapun kecuali jiwa yang beriman. maka kita tidak akan mampu memberikan langkah apapun terhadap umat.langkah umum yang dimiliki dakwah tidak akan berubah dan berganti serta tidak keluar dari tiga hal berikut.2.108 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). hal. 70 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). perkasa dan kuat. hal. “langkah. Semakin bersemangat dalam merealisasikannya 4. hal. Ikhlas dalam berjuang di jalannya 3. 240 75 .”88 “Tanpa kekuatan roh dan pembaharuan jiwa. jujur dan dermawan dalam melakukan pengorbanan dan perjuangan di tengah kemelut. Keimanan yang mendalam 2. baik 87 88 89 90 91 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). hal.174 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. 1. Amal yang berkesinambungan. mahabbah dan ukhuwah. difahami. Iman. jika tidak maka ia akan dikalahkan dan kegagalanlah yang akan dirasakan oleh generasi mudanya. amal. dan terbaca bagi siapa saja yang punya perhatian kepada sejarah jama’ah-jamaah– secara global terangkum dalam empat kata.

Beliau berkata. raga dan harta untuk memenangkan kebenaran. Zuhud terhadap harta kekayaan dunia yang fana dan mengutamakan kenikmatan kehidupan akhirat.179 Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). dan mereka selalu kembali kepada Tuhan-Nya.” Imam Syahid berkata. hal. hal. “Untuk melakukan misi dakwah. Maka dengan tiang.waktu. Agama ini berdiri tegak dengan perjuangan pedang-pedang kalian yang bersandar terhadap tiang.tiang ini. serta bimbinglah umat ini menuju kebaikan.tiang keimanan yang kuat kepada Allah. selalu memberikan apa yang diberikan kepada mereka dengan hati yang senantiasa merasa takut kepada Allah. “Wahai Al Ikhwan al Muslimun. yang mengoptimumkan kerja mereka dengan harapan amalan tersebut diterima. maka akan terdapat cirri. yang senantiasa cepat menjemput kebaikan. serta berjalan di atas pentas perjuangan dengan berpedoman kepada Al Quran yang mulia. dan merelakan dirinya untuk memikul beban perjalanan.16 Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).”95 92 93 94 95 Risalah: Risalah: Risalah: Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). serta jiwa yang senantiasa bahagia jika suatu hari ia menemui Allah dalam keadaan syahid. kesihatan.”93 Beliau berkata. harta bahkan jiwa.cirri kejayaan dalam dirinya. “JIka didapatkan seorang muslim yang baik. pengorbanan dengan jiwa. Sesungguhnya ini adalah dakwah yang tak menerima penyekutuan. kerana diantara cirinya adalah persatuan. kami telah mempersiapkan keimanan yang tidak tergoncang. amalan yang tidak berhenti. cinta terhadap kematian di jalan Allah.”92 Imam Syahid berkata. bangunlah kebangkitan kalian. hal. 37 76 .”94 Beliau kemudian meringkaskan hal itu dalam sebuah kalimat. keyakinan kepada Allah yang tak lemah. baiki diri dan pusatkan perhatian terhadap dakwah kalian. hal. “Beban dakwah tidak akan mampu dipikul kecuali oleh mereka yang telah menggadaikan dirinya untuk dakwah.152 Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda).

Islam adalah manhaj yang sempurna dan menyeluruh serta 96 97 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). hal. kemudian sunnah yang benar dan terjamin dari Rasulullah Saw. “tonggak utama dalam menjalankan langkah-langkah ini adalah Al Quran yang tidak dicampuri oleh kebatilan apapun baik dari kedua tangannya mahupun dari belakang.Imam berkata di dalam rujukan utama manhaj ini. kami akan mengajak manusia semua untuk menyambut seruan dakwah. Muhammad pemimpin dan tauladan kami.176 Ibid 77 . Syiar-syiar yang senantiasa kami serukan adalah: Allah tujuan kami. dan kami akan mengorbankan apa saja untuk mewujudkannya. hingga kami hidup mulia atau mati sebagai syuhada. Kita tidak mengharapkan balasan apapun dari usaha. “Kami akan berjihad untuk mewujudkan fikrah kami. namun merupakan risalah penutup kenabian untuk seluruh umat manusia. melainkan untuk mendapatkan keredaan Allah dan memenuhi kewajipan serta memberikan petunjuk dan pembinaan terhadap manusia. Ia tidak terikat dengan suatu masa tertentu atau suatu kawasan tertentu. Al Quran adalah pedoman kami. Ia adalah sebuah manhaj yang diturunkan Allah dari langit untuk meninggikan darjatnya yang kemudian dilaksanakan demi mendapatkan kebaikan di dunia dan kenikmatan di akhirat. Imam Syahid berkata. dan mati di jalan adalah cita-cita kami tertinggi.usaha tersebut.”96 Tentang kadar kekuatan komitmen Ikhwan terhadap dakwah dan syiarsyiar yang diperjuangkannya. serta sirah yang mulia para ulama-ulama terdahulu. jihad adalah jalan juang kami. dan kami akan bekerja keras selama kami hidup..”97 Bab II Mekanisme Perubahan • Pengantar Agama Islam sebagai suatu manhaj yang memiliki perbezaan asas dengan manhaj-manhaj konvensional lainnya.

zaman dan tabiat mereka secara khusus. • Realiti dan manhaj perubahan Berbicara tentang manhaj perubahan pada saat dan realiti kehidupan terkini terhadap umat dan manhaj apapun. serta oleh keterbatasan dan kelemahan manusia. serta keanjalan dalam menerima segala bentuk ijtihad manusia dengan mainstream yang telah ditetapkan untuk hak itu. yang mencakup seluruh sisi kehidupan dan pelbagai aspek-aspeknya. untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi dan menghadapi urusan-urusan mereka. Hal ini yang membuat para pemeluknya dapat memanfaatkan dan menggunakan percubaan-percubaan dan ijtihad manusia dalam setiap sisi kehidupan sesuai dengan perspektif Islam dan epistemiologi keIslaman. keadaan. adalah suatu manhaj yang diciptakan oleh kelompok manusia tertentu dan di sebuah komuniti tertentu. terikat dengan tempat dan tabiat tertentu. yang didominasi oleh nafsu dan kecenderungan manusia. Agama yang membuat manusia menghadapkan seluruh wajahnya kepada Allah dengan berserah diri sepenuhnya dan semata-mata untuk beribadah kepada-Nya dengan penuh rasa takut dan kecintaan pada zat-Nya serta harapan untuk mendapat pahala dari-Nya. Di dalam agama Islam terdapat seluruh unsur yang mendukung kehidupan dan tonggak. maka sepatutnya harus menentukan keadaan realiti dan penyakitnya secara teliti98. Ia bersifat terbatas dan terikat dengan zaman dan jenis tertentu. sesuai dengan pandangan. menetukan 98 Coba lihat kembali bab sebelumnya untuk menambah penjelasan dalam pembahasan ini 78 . Adapun manhaj konvensional buatan manusia.sesuai dengan setiap zaman dan tempat yang mampu mengendalikan seluruh syariat yang diturunkan sebelumnya.tonggak mendasar yang membuatnya mampu beradaptasi dalam menghadapi segala bentuk perubahan.

“Dengan demikian.101 Imam Syahid berkata tentang kerosakan yang tersebar di tubuh umat dengan mengatakan. 100 79 . dengan penyebaran amalan riba di setiap kelas masyarakat serta hegemoni perusahaan-perusahaan asing atas aset dan kekayaan negerinya. Walaupun konsep dakwah telah sangat jelas dan mencakup segala hal sejak awal penyebarannya. permusuhan. 232 Lihat kembali karakteristik dakwah pada bab sebelumnya 101 Lihat risalah-risalah sebelumnya. serta atheisme yang menghancurkan keyakinan dan memusnahkan teladan utama di dalam jiwa generasi mudanya. “Sesungguhnya ia sedang menderita. namun dalam pelaksanaannya dakwah memiliki beberapa fasa dan tahapan yang akan dilalui. tahap-tahap serta langkah untuk mewujudkan target-target tersebut. fanatisme kelompok dan kehancuran pada generasi mudanya.tanda kelemahan dan penyebab kerosakan yang dideritai umat Islam di dalam beberapa risalahnya. Dakwah kami. Muktamar ke V. risalah dalam muktamar para ketua kawasan. Kepada Apa Kita Mengajak Manusia. hal. perpecahan. dakwah ini memiliki fasa dan tahapan tertentu yang kami harapkan dapat diikuti dan ditempuh bersama-sama.target dan tujuan-tujuan tertentu. Imam Syahid berkata. Antara kemaren dan hari ini. serta risalahnya dalam muktamar para pelajar Ikhwan. hingga kami sampai ke tujuan yang hendak dicapai. Menuju Cahaya. pada aspek politik oleh penjajahan musuh-musuhnya.”99 Dan hal ini didahului sebelumnya oleh: Dasar pegangan dan sibghah (celupan) yang akan mengarahkan perspektif dan manhaj tersebut.100 Imam Syahid telah menemukan secara jelas dan terperinci tanda. kemudian menetapkan koridor yang akan dilalui. Ia juga menderita pada aspek pemikiran iaitu dengan kehampaan dan kerosakan. Dalam aspek ekonomi. 99 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).

beliau berkata. 90 80 . dan menjadi dinding dari pengorbanan.tiangnya sebagaimana tertera dalam Al Quran. dengan melenyapkan akhlak dan budi pekerti serta sifat-sifat luhur kemanusiaan yang diwarisi dari orangorang soleh terdahulu dengan mengikuti budaya Barat. baik sebagai dasar pegangan. kemalasan yang sangat kritikal. 82 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? Hal. langkah dan strategi kami adalah panduan yang kami dapatkan dari Rasulullah Saw.”103 “Kami meyakini bahwa di dalam manhaj Islam terkandung seluruh konsep yang diperlukan umat dan kebangkitannya. serta sifat pengecut yang memalukan. “Manhaj kami adalah Islam. serta manhaj. kebakhilan dan egoisme yang menghalangi diri dari kerja keras. yang akhirnya mengeluarkan umat ini dari barisan para pejuang ke barisan orang-orang lalai dan para kecundang. Dalam aspek kejiwaan. yang akhirnya mengalir dalam dirinya seperti aliran racun ular berbisa yang meracuni darah dan mengotori kesucian jiwa dengan hukum-hukum konvensional buatan Barat yang tidak akan mencegah para pelaku kejahatan.”102 Imam Syahid telah menentukan pegangan dan tujuan dakwahnya iaitu Islam. kehinaan. visi dan tujuan. iaitu dengan keputusasaan yang sangat membimbangkan. tiang.” 102 103 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). tidak akan mampu membetulkan orang-orang yang melampaui batas serta tidak akan mampu menolak kezaliman.Dalam aspek sosial kemasyarakatan. hal. Begitupula kehampaan dalam pendidikan dan tarbiyah masyarakat yang kemudian menghalangi pengarahan yang benar terhadap pertumbuhan dan masa depan generasi mudanya serta para pembawa amanah kebangkitan umat.

kami harus membangunkan kebangkitan dunia Timur sesuai dengan tonggak dan prinsip-prinsip dasar Islam dalam setiap aspek kehidupan. kepada hukumhukum dan kepada petunjuknya.47 Ibid Ibid Ibid 81 .       104 105 106 107 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia).”106 Sumber yang menentukan tujuan-tujuan ini adalah Islam.“Oleh sebab itu. tidak rela menjadikan yang selain Islam sebagai imam.”104 Kami juga meyakini bahwa semua bentuk kebangkitan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam dan berlanggaran dengan hukumhukum Al Quran adalah sebuah usaha yang rosak dan akan menemui kegagalan. serta jejak kaum salaf yang soleh dari putera-puteri terbaik umat ini adalah teladan kami. demi Islam fikrah itu berjihad. Kami menyeru kalian kepada Islam. sungguh ketika kami menyeru kalian. hal. dan tidak akan taat kepada yang lain sebagai landasan hukum.”105 Wahai kaum kami. di atas Islam fikrah itu tegak.”107 “Oleh sebab itu. kepada ajaran-ajarannya. dan demi meninggikan kalimatnya fikrah itu berbuat dan beramal. dan ia sebagaimana tertuang jelas di dalam Al Quran dan sunah Rasulullah Saw. Kita tidak mungkin mengganti Islam dengan sistem yang lain. kepada Islam fikrah itu bersandar. ada Al Quran di tangan kanan kami dan sunah di tangan kiri kami. fikarh kami adalah Islam semata.

88 82 . dalam berdakwah. Dengan demikian. dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. selesai sudah langkah pertama dalam manhaj dakwah. 4. 99 Risalah. baik syariat maupun penerapannya.”109 Imam Syahid merangkumkan garis perjuangan Rasulullah Saw. Dakwah secara sembunyi-sembunyi 2. Kemudian melakukan perjuangan dan berpaling dari kebatilan menuju kebenaran. iaitu: 1.S Ali Imran: 85)108 “Seungguhnya tujuan Ikhwan terletak pada pembinaan generasi baru dari kaum muslimin dengan ajaran-ajaran Islam yang benar. dan Allah telah meletakkan sebuah manhaj tertentu yang mesti dilalui generasi pertama kaum muslimin –semoga keredaan Allah tercurah kepada mereka semua-. hal. yang bertindak untuk mencelup umat dengan celupan Islam yang sempurna dalam setiap aspek kehidupannya. Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). 3. Kemudian dakwah secara terbuka serta upaya memperjuangkannya tanpa rasa bosan. Lalu hijrah menuju hati-hati yang subur dan jiwa-jiwa yang sedia menerima hidayah. 108 109 Risalah.    Ertinya: “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam. beliau berkata. hal.” (Q. “Langkah-langkah tersebut sangat jelas dalam langkah perjuangan yang ditempuh dakwah Islam generasi pertama. yang merupakan gambaran yang diberikan oleh Rasulullah Saw. kemudian mempersaudarakan antara jiwa-jiwa tersebut dan menempatkan singgahsana keimanan di hati-hati mereka. Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya.. Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).

89. hal. serta bertahun lamanya umat tenggelam dalam genangan kerosakan yang merebak ke setiap tempat.110 Tentang jauhnya target perubahan yang hendak dicapai serta peranan yang ingin diwujudkan. Imam Syahid berkata. Ini adalah tugas dan peranan kalian yang oleh manusia dilihat masih sangat jauh.. ia akan berhadapan dengan barisan pasukan kebodohan. kecilnya cita-cita dan pemutusan silaturahim. namun dalam pandangan kalian dan Islam yang telah mewajibkannya sebagai sebuah kewajipan sebagai sesuatu yang dekat ataupun jauh?        110 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. kalian menginginkan umat ini menjadi model umat muslim masa depan yang akan menjadi teladan semua negara-negara Timur. amal yang berkesinambungan. para sahabat dan tabi’in kemudian meneruskan model dakwah ini secara lengkap di tanah Arab dan hingga tersebar ke negeri-negeri yang lain. penyakit.5. Dan hal ini merupakan tujuan yang tak mungkin dicapai dalam hitungan hari dan tahun. 83 . kemiskinan. Sepeninggalan Rasulullah Saw. ajaran dan nilai-nilai dasarnya.tonggak kemenangan kalian adalah. kedengkian dan kebencian. dan kalian menginginkan dari bangsabangsa ini sebuah persatuan Islam yang akan membawa misi kemanusiaan menuju ajaran Islam. Memahamkan bangsa ini. tonggak. 88. meyakinkan dan membangkitkan kesedarannya dari segala aspek terhadap prinsip-prinsip agama Islam. “Sesungguhnya kalian adalah para da’i tarbiyah. Adakah kalian berfikir atau manusia menyangka hal ini adalah masalah yang ringan? Bahkan tujuan kalian lebih luas dari ini. buta huruf. namun ia adalah jihad yang terus menerus.

sabar terhadap rasa sakit ketika pengobatan berlangsung. “Hingga dengan rahmat Allah yang mampu menghadirkan seorang doktor yang mahir dan seorang pakar yang sangat pandai yang mengetahui tempat luka dan mampu mengidentifikasi. hal. hal.” (Q. mengetahui tempat penyakit. Yang pertama. Yang ketiga.. 268 112 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). 37 84 . Ikhwan mendapatkannya di dalam kitab Allah dan sunah Rasul-Nya Saw.34 113 Ibid. dan mereka sangat mematuhi dan taat bekerja di bawah panjinya. Para pekerja yang mukmin.267. Maka Katakanlah: "Aku Telah menyampaikan kepada kamu sekalian (ajaran) yang sama (antara kita) dan Aku tidak mengetahui apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh?. dan seorang pakar yang mahir mengubatinya hingga melalui tangannya Allah memberikan kesembuhan dan kemenangan.S Al Anbiya: 109)111 Imam Syahid menggambarkan permasalahan umat sebagaimana permasalahan individu muslim dengan mengatakan. Manhaj yang benar. Kepemimpinan yang kuat dan dipercayai. untuk itu Ikhwan membuat diri mereka melaksanakan apa yang mereka fahami dari agama Allah dalam bentuk amal dan tanpa melibatkan perasaan dan kelembutan.”113 111 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). mengenal tempat penyakit dan mampu menyembuhkannya. Yang kedua. Pengubatannya terdiri dari tiga perkara. Ikhwan juga telah menemukainya.”112 Dalam terapi pengubatan yang kami gunakan terdapat tiga perkara yang merupakan bahagian dari fikrah Ikhwan. hal.        Ertinya: “Jika mereka berpaling.

karakteristik dan sifatsifatnya. namun harus dilakukan dengan keinginan. oleh sebab itu tidak semestinya dilakukan secara paksa dan kekerasan. kemudian pertolongan dari Allah bila. Ia adalah: 1. Kejelasan terhadap manhaj perubahan b. Untuk mengawal peranan-peranan tersebut tidak hanya dilakukan oleh beberapa individu masyarakat atau lembaga keadilan tertentu. Keyakinan terhadap kemampuan manhaj pilihan tersebut. Perubahan ini adalah persoalan agama. lalu pada keperluan alam terhadap dakwah tersebut. 2. kemudian di hati orangorang yang meyakininya. Perubahan yang menyeluruh dan mendalam terhadap individu dan masyarakat.bila sahaja yang Dia kehendaki dan menampakkan kekuatan-Nya. Membatasinya dengan koridor dan tuntutan-tuntutan syariat yang dibawa Islam.”114 • Tabiat Perubahan dan Karakteristiknya: Sebelum membicarakan tentang tabiat perubahan. dan tidak terbatas pada penampilan dan simbol semata-mata. Penyebaran nilai-nilai keIslaman dan syariat mesti menjadi hakikat yang terlihat. c. namun ia memerlukan perjuangan dan keseriusan semua lembaga-lembaga khusus dan umum yang ada. pilihan dan keimanan. Ia tidak hanya dianggap sebagai usaha mengganti pemerintah dengan pemerintah yang lain yang akan meninggikan syiar-syiarnya atau 114 Ibid 85 . maka pertama-tama yang harus dipenuhi adalah: a.Imam Syahid menjelaskan bahawa kekuatan dakwah bergantung kepada: “Kekuatan seruan-seruan dakwah itu sendiri.

kerana sejatinya pada ia dilakukan dengan melahirkan keyakinan setiap komponen masyarakat untuk berpegang teguh terhadap syariat Islam. Perubahan dari bawah berbeza halnya dengan perubahan cara dari atas.                               Ertinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum. Maka tak ada yang dapat menolaknya. maka ia akan tegak di bumi kalian. kerana ia bermula dari lingkup individu masyarakat dan institusi-institusinya yang kemudian bertitik. Imam Al Hudaibi berkata.S Al Ra’d: 11) 86 . Ia bermula dari individu-individu institusi-institusi. dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. “Dirikanlah Negara Islam di hati kalian. Sebuah perubahan mendalam dan bukan perubahan pada tingkat atas. masyarakat dan tidak yang kemudian dengan dilakukan ke dimulai penguasaan pemerintah untuk melakukan perubahan. 3. Perubahan dari bawah Hal ini menuntut sebuah perubahan dari bawah sesuai dengan manhaj perubahan yang dipilih.” (Q.tolak dari dalam institusi-institusi tersebut dan bukan sebaliknya. namun ia bersandar kepada keyakinan dan keimanan manusia dan permintaan mereka terhadap perubahan tersebut.” Ia adalah perubahan tingkat bawah yang memiliki pintu masuk masyarakat dan pintu institusi.menetapkan sebuah keputusan.

Imam Syahid berkata. kami mengikat gelora perasaan dengan kecerdasan akal.” Dan kami tidak akan melanggar undang-undang alam semesta kerana hal itu adalah kekalahan. 5. mengendalikan dan mengalihkan arusnya serta menjadikannya sebagai penolong satu sama lain.’ Maka proses perubahan ini bersandar kepada tahapan dan perpindahan dari satu fasa ke fasa berikutnya.” Kerana ia adalah perubahan bertahap dan bukan perubahan radikal. dan menjadikan khayalan sepadan dengan hakikat dan kenyataan. atas asas kematangan dan kesempurnaan serta kemampuan menghadapi persoalan. dari satu tangga ke tangga berikutnya. “Barangsiapa yang tergesa-gesa ingin menikmati buahnya sebelum matang atau hendak memetik kembang sebelum waktunya maka sebaiknya dia keluar dari barisan dakwah ini ke dakwah yang lain. kemudian ia mampu mengetuk pintu-pintu hati yang tertutup. sesuatu yang mustahil dapat dibuka oleh pukulan tongkat.cita yang ingin menguasai sesuatu akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkannya. Perubahan yang bertahap ‘Sesungguhnya orang yang bercita.” Oleh sebab itu. Perubahan Universal 87 . namun kami akan menundukkan.4. sesungguhnya dakwah yang benar adalah yang mampu berkomunikasi dengan jiwa. krisis dan permasalahan. atau dengan kilatan mata pedang dan tombak. maka langkahnya bukan kekuatan dan kekerasan.

memimpin dan memberikan peranan pada kekuatan-kekuatan perubahan secara keseluruhan serta mengkoordinasikan kerjasamanya demi mewujudkan keyakinan dan penerimaannya terhadap halanganhalangan perubahan. yang telah dimusnahkan oleh kepentingan Negara-negara Eropah. untuk itu kami tidak akan pernah mengakui perkongsian politik apapun dan kami tidak akan menerima kesepakatan-kesepakatan tersebut. yang tidak dibatasi oleh kawasan tertentu dan tidak pula dibatasi oleh daerah tertentu.” (Q.carik serta mudah ditelan oleh para penceroboh.” 6.S Saba:28) Dakwah ini adalah dakwah universal sejak ia dilahirkan. tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui.Isyarat-isyarat ini sebagaimana telah ditetapkan sejak fajar pertama dakwah.penceroboh itu. yang telah menjadikan dunia Islam berubah menjadi negeri-negeri kecil yang lemah dan tercarik. untuk itu “Kami telah menggambungkan semua elemen dalam setiap ceruk negeri kami yang telah dipisahpisahkan oleh politik Barat. yang tidak tergugat dan tidak bersifat sementara. melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. untuk itu kita wajib melakukan tarbiyah. 88 . Perubahan yang kami inginkan adalah perubahan yang tenang dan berkesinambungan. firman Allah:              Ertinya: “Dan kami tidak mengutus kamu.

ansur dan tidak tergesa-gesa.7. yang berkesinambungan dan tidak sementara. namun juga memerlukan proses tarbiyah dan persiapan orang-orang yang akan memikul amanah pelaksanaannya dan memimpin setiap individu bangsa. institusi-institusi masyarakat. kami akan memimpin umat ke arah ini dan tidak akan mewakilkan mereka dengan yang lain. yang memiliki kekuatan yang menyokongnya iaitu. Proses tarbiyah tidak berjalan dalam waktu yang ringkas atau hanya dengan pelajaran beberapa saat. yang bersifat beransur. dalam amal dan setiap gerakannya. Dan persiapan di dalam kelompok ini berdasarkan pada proses tarbiyah Islamiyah yang sempurna agar Islam dapat dikenali dari keperibadiannya. Al Ustadz Musthafa Masyhur. namun ia merupakan proses pembentukan yang sangat cermat dan teliti serta merupakan perbaikan individu yang lengkap. perubahan di tingkat bawah dan bukan di tingkat atas.”115 Sesungguhnya pelaksanaan manhaj Islam secara sempurna dan menyeluruh serta projek pembangunannya di tengah masyarakat tidak hanya terbatas pada perspektif yang benar atau pemahaman yang universal. dan institusi ini memiliki kekuatan yang mendukungnya. hal. Lalu akan datang ujian. perubahan universal dan tidak di kawasan tertentu. cubaan dan rintangan untuk menyaring dan memilih. yang pada akhirnya akan memperlihatkan daya tahannya menanggung tekanan untuk tetap tegar dan tidak menyimpang.31 89 . 115 Risalah: Wudhuh Ru'yah. pemahaman dan akhlaknya. Ia adalah perubahan yang sangat dalam dan tidak dangkal. dan ia memiliki kekuatan politik yang handal iaitu rakyat negara. Perubahan memiliki kekuatan kawalan terdepan yang memegang kepemimpinan. iaitu umat Islam di dunia secara keseluruhan.

untuk kemudian diwarnai dengan Islam.Hilangnya titik-titik konsentrasi ini atau kelemahannya dalam pelbagai lapangan kehidupan masayarakat akan menyebabkan melemahnya tarbiyah masyarakat dan pelaksanaan yang benar terhadap manhaj Islam. akhlak. nilai dan adat istiadat. Ia justeru bermaksud untuk menyusun dan merancang bangunan Islam yang sempurna dan integral di tengah masyarakat dan umat dengan segenap asasnya secara keseluruhan. Konstruksi ini mencakup bangsa dan masyarakat. sebuah bangunan yang kukuh dan kuat yang akan memikul tekanan-tekanan dan berhadapan dengan segala rintangan. namun ia adalah bangunan yang disediakan mampu memikul tanggungjawab bangsa Arab. Bangunan yang kukuh ini dengan tapak dan bebannya tidak hanya berada di tempat terbatas dan kawasan tertentu saja. dan sudah semestinya ia mendapatkan tarbiyah. Ia juga harus mengetahui hakhaknya dan bagaimana menjaga hak-hak tersebut serta bagaimana berkorban untuk memeliharanya. baik pemahaman. serta tidak tertipu dengan 90 . yang merupakan pendukung dan batu batanya. persiapan dan kesedaran. umat Islam dan dunia antarabangsa. Sesungguhnya kita berniat untuk mendirikan dan menghidupkan umat Islam serta pembinaan negaranya secara universal. Sesungguhnya Ikhwan tidak pernah bermaksud menghancurkan sistem atau merubah kebatilan semata lalu menggantikannya dengan sistem yang lain atau merubah kebatilan dengan kebatilan yang lebih kecil penyimpangannya. Ia juga harus benarbenar sedar dan penuh perhitungan. Dan tujuan ini lebih besar dan lebih jauh dibanding perubahan sistem semata. budi pekerti.

Imam Syahid Sayyid Quthb berkata. perkataan yang disampaikan Imam Syahid Sayyid Quthb. memberikan toleransi terhadap manhaj dan dakwahnya atau berpaling darinya. Mengapa mereka mengeksekusiku? Komentar ini beliau tulis sebelum proses eksekusi pada pagi Senin. Tanpa persiapan dan tarbiyah terhadap suatu bangsa maka bangunan masyarakatnya akan rapuh dan lemah serta terjadinya perlanggaran antara satu sama lain di dalam satu komuniti masyarakat. 29 Agustus 1966. yang dipublikasikan lewat Koran dengan tema. yang akar dan pembinaannya bersumber dari manhaj Allah dan 116 Lihat Koran Al Muslimun. iaitu membangunkan bimbingan akidah Islam di hati dan fikiran. serta tarbiyah terhadap orang-orang yang menerima dakwah dan pemahaman ini dengan tarbiyah Islam yang benar.para penjual simbol dan syiar-syiar para penyeru perbaikan. memberikan pengorbanan. iaitu pendirian sebuah Negara Islam.tiang keIslaman di tengah masyarakat. Bahkan dengan keadaan tersebut komponen masyarakatnya tidak akan bersedia menerima beban fasa tersebut. semenjak hari pertama pembangunannya. 91 . kerana pada fasa tersebut ia dituntut untuk mampu menghadapi halangan dan tentangan serta tekanan-tekanan baik internal mahupun eksternal. sebab masyarakat tersebutlah yang akan meminta sistem pemerintahan Islam kerana mereka mengetahui hakikatnya dan menginginkan. namun ia merupakan bangunan akidah Islam sejak mula berdiri. serta dengan tidak memaksa sebuah sistem Islam dengan cara menguasai pemerintahan sebelum kukuhnya tiang. “Maka sudah semestinya sebuah gerakan Islam dimulakan dari tapak dasarnya. semakin setia dan komited terhadap jama’ah.”116 Sesungguhnya bangunan (masyarakat) yang dicita-citakan oleh Ikhwan bukan bangunan masyarakat biasa sebagaimana Negaranegara di dunia.

peradaban dan ketenteraan.akan berhadapan dengan tentangan dalam setiap apsek. Disamping itu juga dan dan terdapat sunah untuk alam dalam proses cara akan perubahan. baik sosial kemasyarakatan. akademik. Namun ia justeru merupakan sebuah bangunan yang memiliki pelan konstruksi yang jelas dan tiang.Sunah Rasul-Nya Saw. serta waktu. keadaan yang menanti masyarakat. kewaspadaan memenangkan dihadapi. Di sana juga terdapat ruang universal yang merupakan aset umat. hal ini tentu memerlukan kekuatan dan kekukuhan bangunan untuk membentengi dan mewujudkan projek-projek besar Islam. walaupun ini merupakan komponen ringkas dari bangunan yang dimaksudkan. Kemudian juga tersedia ruang universal dengan segenap arus. masyarakat. perseteruan dan langkah-langkah yang ingin menguasai kawasan Arab dan dunia Islam. Dalam proses rekonstruksi ini kami tidak terpisah dari kemampuan bersiap memanfaatkan. dan ia bukan deklarasi moral dan akhlak semata. misi dan peradabannya. iaitu Islam secara keseluruhan.waktu yang memerlukan kesedaran. Negara dan pemerintah. Ia akan lahir di tengah badai dan gelombang. iaitu lapangan dakwah dan harakah yang merupakan kekuatan penyokong. atau hanya seruan-seruan reformasi yang diserukan banyak pihak. dan kami tidak bermaksud untuk mengumpulkan 92 . baik umat.tiang yang sempurna. Semuanya memerlukan perhitungan Sesungguhnya Negara Islam sejak awal berdiri –dengan izin Allah.

parlimen. Oleh sebab itu maka tarbiyah dan pembinaan masyarakat sangat penting dan mentarbiyahnya sesuai dengan manhaj Ikhwan. sehingga pada akhirnya kami sampai kepada kesamaan manhaj. sehingga ia tidak akan menyimpang dan tertipu dengan slogan-slogan dan simbol-simbol yang tidak sesuai dengannya. sementara hal ini merupakan hal yang mendasari proses perubahan dan perbaikan. Bahkan kemajuan dalam proses dan pembangunan tonggaktonggak masyarakat 93 . Akan tetapi kotak-kotak suara pilihan raya hanyalah alat untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dan bungkusan bagi dakwah serta menjadi alat untuk menghubungkannya ke lembaga dan yayasan-yayasan tertentu. visi dan tujuan. saling membantu dan bekerjasama dengan segenap warga masyarakat yang mencintai dan ikhlas berjuang untuk negaranya. mengawasi dan mengubah jika terjadi penyimpangan. Pilihan raya politik.seluruh kekuatan perbaikan dan perjalanannya. yang merupakan alat pembantu untuk mewujudkan manhaj jamaah muslim. profesionalisme. Sebuah bangsa yang proses tarbiyahnya telah berjalan dengan sempurna dan baik adalah jaminan dan yang mengawal bangunan ini. dewan perwakilan dan yang lain merupakan sebahagian dari perjuangan konstitusi. namun ia tidak mendidik sebuah masyarakat dan tidak membangunkan sebuah tapak yang kukuh. Sesungguhnya tarbiyah masyarakat dan pengetahuan mereka terhadap hak-haknya serta komitmen merupakan elemen dasar dan pengawasan yang sangat efektif pada setiap sistem yang akan memimpinnya. namun peranan kami yang menjadi dasarnya adalah sebagai penyeru dakwah dan kesedaran umat. ia mampu meneliti.

sempurna agar sesuai dengan perspektif pembangunan yang mampu menciptakan penyelesaian konkrit terhadap masalah.tarbiyah yang sempurna akan memberikan buah dan hasil dalam pelaksaan pilihan raya. pembinaan dan pencelupannya dengan celupan Islam adalah asas utama yang tak dapat digantikan. Sesungguhnya pembangunan tapak dasar yang kuat dan tiangtiang yang kukuh dan tersebar di semua tempat adalah yang mewujudkan akidah dan persatuan. sebuah penyelesaian yang menjadi kemestian. zat yang menciptakan manusia dan yang Maha Mengetahui kebaikan dan manfaat untuk manusia.117 117 Risalah: Wudhuh Ru'yah. Setelah itu terwujud. Juga terdapat peranan lain dalam mengupayakan kepemilikan umat terhadap usaha. sedangkan tarbiyah masyarakat. kemudian dilanjutkan dengan usaha. Iaitu dengan melakukan perubahan terhadap keadaan realiti lembaga-lembaga kemasyarakatan dan individualnya (baik lelaki mahupun wanita).masalah terkini dan masa depan yang menyatu dalam satu syiar. kerana penyelesaian tersebut merupakan pemberian Allah. Al Ustadz Musthafa Masyhur. menyempurnakan dan mendukung terwujudnya target-target tersebut. hal. 38 94 . Al Islam huwa al Hall (Islam adalah penyelesaian) sesuai dengan programprogram yang terperinci yang mampu memberikan penyelesaian terhadap permasalahan dan kegundahan manusia. Kita menginginkan pengubatan tersebut berlangsung dengan jelas dan meyakinkan bahawa tidak ada alternatif lain selain penyelesaian yang diberikan Islam.usaha dan kemudahan lain yang akan membantu.usaha kekuatan di tengah masyarakat yang memberikan peluang baginya untuk mewujudkan visi dan misinya.

dorongan dan semangat yang luar biasa secara umum berasal dari beberapa hal berikut: 95 . Sebuah kerajaan muslim akan berdiri kukuh setelah terpenuhinya tonggak dasar perbaikan dan pembangunan di masyarakat serta keyakinan masyarakat yang kuat terhadap kepentingan solusi Islam dalam kehidupan dan perkembangannya.usaha tersebut dalam sebuah payung pemerintahan Islam yang mampu menyempurnakan proses perbaikan. reaktif dan emosional kadang-kadang menjadi orang yang paling mudah tergoncang. lalu kita meluruskan kerosakan yang terjadi dan mengubati sebab-sebab kelemahan. Kepemimpinan yang bijak dan mengarahkan Semangat Perubahan ini dinakhodai oleh kepemimpinan yang bijak dan tidak bertentangan dengan undang-undang semesta dalam perubahan serta tidak tertipu dengan semangat yang membara. larut dan kalah ketika berhadapan dengan kesulitan dan realiti di lapangan. kemudian melakukan perbaikan di semua institusi dan tahap kehidupan menuju titik berpijak yang sebenarnya. Panjangnya perjalanan.Had minimumnya adalah paling tidak kami memiliki perspektif yang jelas dan integral dalam permasalahan tersebut. kerana ia mengetahui bahawa orang yang sangat bersemangat. Motivasi. kuatnya perjuangan serta pengorbanan yang harus diberikan tidak akan menggoyahkan kami dari manhaj kami. serta dengan menguasai alat. kerana bangunan yang dicita-citakan sangat besar dan agung. menguatkan bangunan serta mewujudkan tujuantujuannya secara sempurna. Kejayaan yang hakiki dan kemenangan yang sebenarnya adalah ketegaran di atas manhaj ini serta dengan mewujudkan bangunan ini dengan pertolongan Allah Swt.alat kekuatan untuk kemudian mengoptimumkan usaha.

1. Tidak mengetahui hakikat beban

2. Kadang- kala berasal dari kecilnya kemungkinan untuk
bertemu kesukaran dan kekalahan, yang kemudian mendorongnya untuk melakukan gerakan, perlawanan dan kemenangan dengan segala bentuk tanpa mengukur beban gerakan, perlawanan dan kemenangan tersebut. Sehingga ketika ia berhadapan dengan beban-beban tersebut yang ternyata lebih berat dari perhitungan mereka, serta-merta mereka menjadi orang-orang di barisan pertama yang mengalami kegoncangan dan kegentaran. Firman Allah:

              

   

   

    

  

         



        

      
Ertinya:

96

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka[317]: "Tahanlah tanganmu (dari berperang), Dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!" setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. mereka berkata: "Ya Tuhan kami, Mengapa Engkau wajibkan berperang kepada Kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajipan berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?" Katakanlah: "Kesenangan di dunia Ini Hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orangorang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.” (Q.S An Nisa:77)118 Imam Syahid berkata, “Aku berharap kalian bijak dalam mengambil langkah, dan hendaknya kalian meluruskan jalan kalian dengan akal dan perasaan secara bersamaan, jangan biarkan bara semangat memandu kalian menuju jalan yang tidak bermanfaat untuk kepentingan dakwah.”119 Dalam hal ini beliau juga mengatakan, “Mereka (Ikhwan) lebih memilih sikap perlahan-lahan namun bijak demi meraih kemenangan yang gemilang.”120 Adapun dalam menolak marabahaya atau berpegang teguh dengan dakwah, maka sesungguhnya, “sikap perlahan-lahan dan tenang akan menghentikan gerak maju dan merenggut kemenangan mereka, dan pada saat itu merekapun mengetahui bagaimana mempertahankan dakwah mereka..”121 Ringkasan Prasarana Perubahan
118 119

Ibid, hal. 33 Hasan Al Banna, momen-momen dakwah dan tarbiyah, Abbas Asisi, hal.147 120 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna), hal. 266 121 Ibid

97

Prasarana Perubahan dalam manhaj Ikhwan mempunyai titik berat pada tiga rukun:

1. 2. 3.

Komitmen terhadap Islam dengan pemahaman yang benar, baik ilmu dan pengamalan serta jihad. Kepentingan jama’ah dan kemestian adanya barisan kaum muslimin yang tersusun rapi di bawah satu kepemimpinan. Tarbiyah dan pembentukan dalam menyediakan individu muslim dan dan membangunkan generasi baru muslim, serta memberikan perhatian terhadap bangsa dan masyarakat mengoptimumkan peranan-peranannya mencelupkannya dengan celupan Islam.

Dan hal tersebut di atas diringkaskan dalam langkah-langkah berikut: 1. Pembangunan dan pembinaan generasi baru Dan ini mengalir dan menyebar di tengah masyarakat dan di tubuh umat, yang akan memberikan pengaruh dalam menyedarkan umat dan memperbaiki keadaannya. Generasi ini akan menjadi tiang dasar berdirinya sebuah pemerintah dan Negara Islam. Imam Syahid berkata, “Sesungguhnya dakwah Ikhwan secara khusus ditujukan untuk membentuk generasi baru kaum muslimin dengan nilai-nilai ajaran Islam yang benar, yang bekerja dengan celupan Islam yang sempurna dalam segala tahap kehidupan.”122 Generasi baru ini adalah tapak kukuh dan inti yang akan mendukung berdirinya kerajaan Islam dan yang akan memikul beban dan serta memimpin umat di atas manhajnya. Imam berkata, “Dan dengan urgensi kelahiran generasi baru ini, maka perbaikilah dakwah dan maksimumkan proses pembentukannya, ajarkan kepadanya kebebasan jiwa dan hati, serta kebebasan pemikiran dan akal, kebebasan jihad dan amal.
122

Risalah: P Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal. 188

98

Penuhilah jiwa yang liar dengan keagungan Islam dan keindahan Al Quran, serta latihlah ia menjadi perajurit di bawah bendera dan panji Nabi Muhammad.”123

2. Tonggak- tonggak generasi mukmin ini harus memenuhi beberapa
hal berikut:

a.

Hendaknya jumlahnya memadai dan sesuai dengan target serta beban yang akan dipikul tatkala mendirikan sebuah Negara dan menghadapi pelbagai tentangan. Hal ini tentunya adalah sesuatu yang selalu berubah sesuai dengan situasi dan kenyataan yang berlaku. Pada tahun 1935 M, saat penduduk Mesir masih berjumlah 16 juta, Imam Syahid berkata, “Dan di saat jumlah kalian -wahai Ihkwanul Muslimin- telah mencapai 300 katibah (yaitu 12 ribu), dan setiap katibah telah mempersiapkan dirinya secara spiritual dengan iman dan akidah, secara intelektual dengan ilmu dan tsaqafah, dan secara fizikal dengan aneka latihan dan rekreasi, maka pada saat itu ajaklah aku mengharungi kedalaman samudera, menembus ketinggian langit dan berperang bersama kalian melawan tirani dan penguasa zalim, maka
124

aku

benar-benar

akan

melakukannya insya Allah.”

b.

Dan hendaknya tonggak- tonggak ini tersebar di seluruh kawasan, daerah, perkampungan, yayasan, dan lembagalembaga sosial dengan jumlah yang memungkinnya memberikan pengaruh dan warna serta mengarahkan komunititersebut kepada syariat Allah. Tempat yang tidak ditempati oleh tonggaktonggak

mukmin ini, atau hanya ditempati oleh komuniti mukmin
123

Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran), hal. 197 124 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal. 181

99

yang lemah, maka ia akan menjadi kawasan lemah yang memberikan implikasi buruk terhadap kekuasaan dan ikatan kepemimpinan umat Islam serta model penerapan syariat Islam dan tarbiyah masyarakat. Sesungguhnya semangat, sambutan baik dan penerimaan ketika kemenangan Islam tidak menjadi ukuran atau pengganti proses pembentukan yang mendalam terhadap tonggaktonggak mukmin ini.

c.

Dan hendaknya kekuatan utama ini sampai pada taraf keimanan dan tarbiyah yang sesuai dengan beban yang ada, kemudian melalui ujian dan proses penyaringan, serta menjalani cubaan, bencana yang beraneka ragam hingga terbebas dan membersihkan dirinya dari batu bata yang lembik serta menambah kekuatan dan keteguhan.

d.

Dan hendaknya kekuatan utama ini berada dalam satu saf yang kuat dan di bawah satu kepemimpinan, serta memiliki langkah kemenangan iman dan menjauhkannya dari kekalahan dan kehinaan. Asas kekuatan barisan terdapat dalam kekuatan akidah, kekuatan persatuan dan kekuatan ikatan sebelum kekuatan otot dan senjata.

e.

Perhimpunan

atau

pembentukan

kekuatan

inti

tidak

berdasarkan propaganda yang membabi buta atau hanya dengan propaganda umum, perasaan yang membara atau dengan gerakan tambahan dan penyebaran yang sangat cepat, namun ia dilakukan dengan kepiawaian menyucikan alat- alat yang baik dan sesuai (Manusia ibarat seratus unta yang tak memiliki pengembala), tarbiyahnya, pembentukan

100

dan penanaman rukun-rukun baiat, serta pembaharuan iman dengan agama dan dakwah. 3. Menyebarkan dakwah, pengenalan dan tarbiyah masyarakat: Seiring dengan penyucian dan pembentukan tonggak- tonggak utama ini, juga pada masa yang sama dilakukan usaha- usaha penyebaran dakwah, pengenalan (sosialisasi dakwah) dan tarbiyah masyarakat sesuai dengan pemahaman Islam, mencelupkannya dengan celupan Islam dan menghadapi sisi-sisi kerosakan yang ada serta mewujudkan sifat-sifat yang diinginkan seperti kepekaan, kesedaran dan pengorbanan dll. Sehingga para pendukung dan dan yang bersimpati terhadap dakwah semakin bertambah banyak, dan nilai-nilai dakwah menjadi pegangan umum di tengah masyarakat, serta didukung dan ditopang oleh tokoh-tokoh masyarakat. Imam Syahid berkata, “Sesungguhnya khutbah dan perkataan, tulisan dan pelajaran, seminar, identifikasi penyakit dan ubatnya, semuanya tidak akan memberikan manfaat apapun dan tidak akan mewujudkan tujuan apapun serta tidak akan menghubungkan da’i kepada target yang diharapkan..”125 “Tidak demikian wahai Ikhwan, bukan ini yang kita inginkan. Di antara yang kita inginkan adalah keredaan Allah, adapun tujuan Ikhwan yang paling utama, target Ikhwan yang paling tinggi, perbaikan yang diinginkan oleh Ikhwan dan yang disiapkannya adalah perbaikan yang integral dan menyeluruh yang didukung oleh kekuatan umat secara keseluruhan.126 Maka hal ini menuntut: 1. Iman Yang mendalam

2. Pembentukan yang teliti
125 126

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal.108 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.205

101

3. Amal yang berkesinambungan “Maka yakinlah terhadap fikrah kalian dan
127

berkumpullah

di

sekelilingnya, bekerjalah untuknya dan teguhlah.”

“Akan tiba masanya prinsip-prinsip Ikhwan akan menyebar dan mendominasi, mengutamakan Peribadi.”
128

dan

rakyat

akan

belajar

bagaimana

mereka

kemaslahatan

umum

berbanding

kemaslahatan

Tentang penyebaran dakwah di pelbagai tempat, kawasan dan komuniti masyarakat, Imam Syahid menegaskan tentang wujudnya tujuan ini, “Untuk itu kami berusaha agar dakwah kami sampai ke setiap rumah dan agar suara kami terdengar ke segenap penjuru.”129 Yang mana hal ini kemudian memerlukan inovasi dan langkah yang bervariasi dalam menggunakan mediummedium dakwah dan kontemporari, keterbukaan terhadap masyarakat, ramah

komunikatif, serta sosialisasi dakwah, gagasan dan sikap-sikapnya dalam setiap majlis, muktamar, peristiwa dan krisis. Jamaah juga menggunakan segala medium dakwah serta ditambah dengan pengaruh positif dari para tokoh dakwah di masyarakat. Dakwah tidak hanya dalam terbatas bentuk pada satu alat tertentu sosial, namun dikembangkan lembaga-lembaga yayasan,

asosiasi, yang merupakan sebahagian dari lembaga-lembaga dakwah dan yang mampu berinteraksi dengan masyarakat dalam setiap segmen serta bekerja untuk menyedarkan umat dan menyatukannya di bawah naungan Islam.

127 128 129

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal.108 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.137 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda), hal.177

102

4. Jamaah juga menempuh cara perjuangan konstitusi sebagai
sebahagian dari projek perbaikan dan gerakan di tengah masyarakat. Kerana jamaah kerap harus berhadapan dengan situasi yang sempit dan sukar yang menghalanginya dari mediummedium yang layak untuk dakwah, serta dari perjuangan konstitusi sebagai sebahagian dari hak asasinya, namun kemudian ia menghadapinya dengan penuh kesabaran, dan sikap positif, perhatian terhadap dakwah fardiyah dan pengaruh dalam masyarakat dengan kerja dan teladan yang baik, menggunakan medium- medium yang sesuai untuk menyampaikan dakwah dan tarbiyah individu, tidak melepaskannya dari manhaj, cara, dan prinsip-prinsip dakwah serta tidak bersandar kepada kekerasan dan tetap bertahan menghadapi tekanan tersebut walaupun ujian datang menghadang.

5. Sampainya jamaah dakwah ini ke fasa kepemimpinan masyarakat,
hingga dakwah dan jamaah itu benar-benar menjadi harapan umat dan mampu memenuhi tuntutan masyarakat, menanamkan prinsip-prinsip Islam dan tujuan-tujuannya, menyerukan Islam kepada umat dan berpegang teguh padanya, serta munculnya para aktivis dakwah sebagai tokoh-tokoh masyarakat di pelbagai bidang, dan menjadi perhatian dan ikutan umum. Kemudian terjalinnya kerjasama dengan setiap orang yang

menyerukan perbaikan serta melakukan penyatuan antara para pejuang-pejuang yang ikhlas dan para penyeru reformasi baik personal maupun kolektif dengan tetap menyampaikan dakwah kepada mereka untuk. Lalu kita tunggu bagaimana kemudian putaran waktu akan membuat mereka meyakini bahawa dakwah ini adalah dakwah yang sangat integral dan sempurna, hingga mereka mengikuti dan bernaung di bawah panjinya jika mereka menginginkan, dan akhirnya dakwah Ikhwan menjadi jantung umat, akal dan cita-citanya.

103

6. Ketika hal ini dapat diwujudkan sesuai dengan yang direncanakan,
dan bersama terwujudnya jarak internasional terhadap dakwah berupa bantuan moral dari umat Islam dan kekuatan perbaikan di dalamnya, maka pada saat itu dakwah melakukan langkah penting dan membuat pemerintah eksekutif130 condong kepadanya dalam situasi rakyat dan institusi pemerintahan yang memerlukan Islam dan yang mendukung jamaah. Kecondongan pemerintah kepada manhaj Islam dan aspirasi masyarakat yang diarahkan oleh dakwah dengan izin Allah akan terwujud, baik dengan pilihannya sendiri atau kerana kecondongan amal nyata terhadap pemerintah tanpa kekerasan. Sesungguhnya kerja politik, intelektual, sosial, pelayanan, tarbiyah dan dakwah di akan setiap komuniti masyarakat dan institusiumum institusinya membuat pandangan masyarakat

menjurus kepada jamaah dan dakwah, dan kemudian jamaah akan mendapatkan kepercayaan dan sokongan majoriti. Yang pada akhirnya secara praktikal membuat cenderung pula orang-orang di jalan, daerah, perkampungan, yayasan-yayasan, lembaga, asosiasi, lembaga profesion dan politik, dan akan membuat pemerintah setempat akan juga cenderung kepada pandangan masyarakat umum, sehingga urusannya akan diserahkan kepada jamaah yang didukung oleh masyarakat. Jamaah dakwah kemudian menjadi corong yang akan mengarahkan, berpengaruh dan menjadi pelaku, bersatu dan bekerjasama dengan seluruh kelompok dan kalangan masyarakat. Jika pemerintah maka eksekutif hal itu menolak merupakan dan menekan keinginan dan

masyarakat, lalu menyakiti dan melakukan tekanan-tekanan dan bantahan, penindasan
130

bentuk Saat

kezaliman itulah

terhadap

kehendak

rakyat.

jamaah

Untuk menambah keterangan tentang hal ini, silakan lihat: Bab IX, Pemerintahan Islam, yang merupakan bagian dari buku yang berjudul: Bagaimana keberpihakan dengan pemerintah eksekutif.

104

berkewajipan melakukan penolakan terhadap tindak kezaliman tersebut –yang bukannya tindak kezaliman pertama, namun ia akan tetap bersabar-, ia akan melakukan pembelaan masyarakat dan pilihannya terhadap manhaj Islam. Imam Syahid berkata, “AKu berkata kepada orang-orang yang bertanya, bahawa sesungguhnya Ikhwan akan menggunakan kekuatan dimana tidak ada yang lain yang bermanfaat, dimana mereka meyakini bahwa mereka telah menyempurnakan persiapan iman dan persatuan. Dan ketika mereka menggunakan kekuatan ini, maka mereka menjadi orang-orang mulia dan bebas serta akan memberi memberikan peringatan lebih dulu, lalu menunggu untuk kemudian datang dengan penuh kehormatan dan keperkasaan, dan akan memikul seluruh akibat sikap-sikap mereka dengan penuh keredaan dan kelapangan hati.”131 Beliau juga mengatakan, “Kami adalah penyeru kebenaran dan kedamaian, kami meyakini dan bangga dengannya, jika kalian menghadang dan menghalangi jalan dakwah kami, maka sesungguhnya Allah telah mengizinkan kami untuk membela diri. Sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang jahat dan zalim.”132 Imam berkata, “Kami tidak akan berputus asa, dan sesungguhnya kami memiliki cita-cita yang lebih agung di sisi Allah.”



  

 





 
Ertinya:

131 132

Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.136 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim), hal.136

105

“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. (Q.S Yusuf;21)133 • Prasarana masyarakat: pembentukan, tarbiyah untuk individu dan

1.

Proses persiapan untuk barisan ini serta tonggak- tonggak yang disebut di atas tidak mungkin dapat diwujudkan dalam waktu sehari semalam, namun memerlukan tarbiyah yang mendalam, dan ia wajib mendapatkan tarbiyah yang mendalam, pembentukan yang teliti agar sampai ke tahap keimanan yang berhak mendapatkan kemenangan dari Allah, dan hendaknya mampu mengembang beban berat dan tekanan-tekanan setelah kemenangan.

2.

Pembentukan ini tidak terpisah dari kenyataan dan gerakan – hingga salah seorang mengaku bahawasanya hal itu dilakukan dengan memencilkan diri-, padahal gerakan dakwah, interaksi dan sikap positif dengan realiti merupakan bahagian asasi dari dakwah. Bersama reality dan perjalanan gerakan ini maka akan menciptakan kematangan Peribadi dan kedewasaan akhlak, “Gerakan kami terikat dengan keyakinan kami, dan keyakinan kami terikat dengan gerakan kami.”134

3.

Penyucian dan pembentukan tonggak- tonggak ini adalah tugas yang berkesinambungan. Ia tidak terhenti pada fasa tertentu atau hingga berdirinya sebuah Negara –namun ia akan terus berlanjutan selama keberlanjutan jamaah demi mewujudkan tujuan yang lebih besar, hingga seluruh dunia dapat dikuasai, dan hal itu merupakan target penting yang harus dipelihara.

4.

Diperlukan interaksi dan kesinambungan antara tonggak- tonggak yang baru lahir dengan tonggak- tonggak lama demi mewujudkan kesinambungan, kesatuan dan persatuan. Dengan demikian maka

133 134

Risalah: P Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Semalam dan Hari ini), hal.110 Dari perkataan Imam Syahid Sayyid Quthb. Kami menyangkanya demikian dan kami tidak mengganggap suci seseorang di atas kewenangan Allah.

106

maka sebenarnya urusan tersebut belum selesai. hingga menyatunya antara individu dan kesatuan saf. jalan-jalan dan perkampungan. namun harus pula dilakukan tarbiyah masyarakat dan mencelupnya dengan celupan Islam serta menyatukannya dengan pemikiran Islam.”135 6. baik sebelum mahupun setelah kemenangan. Al Ustadz Musthafa Masyhur.39 107 . “Perjalanan waktu dan hari telah membuktikan bahawa perhatian terhadap tarbiyah akan mengekalkan keaslian gerakan Islam. yang Allah sedia akan menerima kemenangan.tonggak ini merupakan tugas yang terus menerus dan tidak terputus.tiangnya di segenap tempat. yang serta akan terlaksanannya penyediaan umat menghadapi fasa ini. 135 Risalah: Wudhuh Ru'yah. kesinambungan dan pertumbuhannya. kerjasama dan produktiviti yang diberkati.kesinambungan generasi akan tetap terpelihara dan terlaksananya pewarisan dakwah secara terus menerus dan istiqamah sesuai manhaj tanpa ada penyimpangan. hingga ia sampai pada tahap keimanan yang diinginkan saat itu. hal. Al Ustadz Musthafa Masyhur –semoga Allah merahmatinyaberkata. berkomunikasi dan berinteraksi dengannya. Sesungguhnya tarbiyah adalah peranan dasar yang diinginkan dari kita dan untuk kita. Bahawa manhaj tarbiyah dan pembentukan dalam barisan dakwah tidak dapat digantikan dengan yang lain. Tanpa melakukan persiapan masyarakat dan komunitinya yang beraneka ragam serta tanpa penyebaran dakwah dan tiang. 5. menjadikannya sebagai medium kemenangan dakwah dan membuatnya bersedia mendirikan pemerintah Islam. Permasalahan tidak hanya terhenti pada pembentukan individu. menjaga dan melindunginya. Maka pada memberikan faktor-faktor memberkati dalam setiap langkahnya sehingga berdirinya Negara. Pertumbuhan saf dan interaksi antara tonggak. termasuk tonggaktonggak tersebut.

kelab Al Quran di setiap pedalaman. 140 Ibid 108 .Sesungguhnya Ikhwan bersabar dan menahan dirinya dari hanya mengambil tugas dalam pemerintahan sementara jiwa-jiwa masyarakat masih dalam keadaan demikian. perusahaan-perusahaan. hal. dan di setiap penjuru bumi seorang Al Akh yang akan menyerukan prinsip-prinsip dakwah dan ajaran-ajaran kalian. di hadapan kalian masih terdapat waktu yang luas.warung. dusundusun. Oleh sebab itu bangsa ini harus berusaha mewujudkan persatuan dan kesatuannya. Hal. taman-taman. lalu masyarakat akan belajar bagaimana ia akhirnya lebih mengutamakan Peribadi. hal. Diambil dari buku Imam Syahid. panji-panji Muhammad di bandar. 212 139 Diantara nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan. lalu memenangkannya dengan keyakinan dan keimanan. Fuad Al Hajarsy. kelab. menjaga sumber-sumber kekuatan serta 136 137 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). yang memberikan kalimat-kalimat kalian dan berbaiat dengan baiat kalian.”138 “Sebarkanlah dakwah di setiap lokasi engkau berada.”137 “Pencukupan dan penyebaran dakwah dengan menggunakan pelbagai medium hingga ia difahami oleh masyarakat umum. tempat-tempat umum dan khusus. 111.”140 kepentingan umum di atas kepentingan 7. masjid-masjid. warung. ibu kota. Maka diperlukan waktu untuk penyebaran dan mendominasinya prinsip-prinsip Ikhwan.”139 “Buatlah kelompok-kelompok Ikhwan di setiap jalan. di perkampungan. hal. jalan-jalan. sekolah dan lain-lain. 263 138 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). tempat kerja.”136 “Wahai Ikhwan. perkotaan. 138 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). di kedaikedai. rumah-rumah. janganlah kalian tergesa-gesa.

Hal. Dan hendaknya ia disokong oleh individu-individu dan tokoh-tokoh yang memiliki rasa cinta dan kesetiaan yang tinggi. penyampaian dakwah. “Setiap dakwah harus memiliki tiga fasa: Pertama. pengorbanan yang mulia.petanda negatif dan kelemahan. 45 109 . pengetahuan yang benar terhadap prinsip dan meyakininya. mengkoordinasikan. Kedua. tarbiyah masyarakat. fasa Takwin (Pembentukan) Pada fasa ini dilakukan pemiliha terhadap aktivis yang sudah direkrut. Fasa tanfidz Merupakan tahap pelaksanan amal menuju produktiviti kerja dakwah yang optimum. berpegang teguh dan tegar di atasnya. Ketiga.”141 8. kesetiaan. membangunkan keinginan yang kuat. dengan amal dan pelaksanaan yang bersandarkan pada garis dan petunjuk yang jelas. Dengan demikian maka proses pembinaan terhadap tonggaktonggak ini berjalan seimbang dengan amal dan aktiviti umum. dan mengumpulkan untuk berinteraksi dengan objek dakwah.membantu dakwah dengan penuh pemahaman dan keyakinan. Kadang-kadang ketiga faae ini berjalan secara bersamaan. Dilakukannya pengubatan terhadap petanda. serta mewarnai diri dengan akhlak-akhlak yang mulia dan sifat-sifat keberanian. pembinaan dan persiapan. Lalu fasa-fasa ini akan berjalan dengan proses pengenalan dan perkumpulan. kerana melihat pentingnya kesatuan dakwah dan saling keterkaitan 141 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). Imam Syahid berkata. Fasa Ta’rif Yakni fasa pengenalan dan penyebaran fikrah sehingga dia mampu sampai kepada khalayak dari segala tingkat sosial. memperoleh pendukung dari pelbagai lapangan.

Jika pembicaraan tersebut menyebut-nyebut kebaikan kalian maka bersyukur terhadap hal itu dan jangan sampai kalian terpedaya dengan hakikat kalian. 10.”144 142 143 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). hal. pada saat yang sama dia juga seorang murabbi yang menyaring para aktivis yang ada di bawahnya. Dan hendaknya kalian tidak disibukkan oleh orang lain tentang tanggapan terhadap diri kalian.antara ketiga fasa tersebut. “Namun tidak diragukan lagi bahawa tujuan akhir atau hasil sempurna yang kita inginkan takkan terwujud kecuali setelah melakukan perkumpulan umum. Imam Syahid berkata. hal. dan pada saat yang bersamaan dia melakukan amal dan tanfidz sekaligus. 126 Ibid 144 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). baik pujian mahupun celaan.” aktivis. “Kalian akan mendengar beberapa pihak akan memperkatakan kalian. dan jangan membalas dosa dengan dosa yang serupa. namun jika mereka menyebut sebaliknya maka maafkanlah mereka. 143 dirasakan banyaknya kecuali setelah dan tersebarnya kemapanan pengenalan Takwiniyah. tunggu hingga zaman mengungkap hakikat semuanya. Sering kali kita menjumpai seorang da’I berdakwah. 263 110 .” Namun. tidak dapat disangkal bahawa hasil akhir yang sempurna itu tidak mungkin fikrah. banyaknya pendukung dan kukuhnya pembinaan. serta jangan menyibukkan diri untuk memikirkan komentar-komentar tersebut sehingga memalingkan kalian dari pekerjaan yang telah menjadi tugas kalian.”142 9.

kerana sesungguhnya jihad tidak mengenal istirahat. banyak umat dan lapangan-lapangan dakwah yang masih kosong yang sangat memerlukan jundi-jundi dakwah dan perjuangan. Kita tidak memiliki banyak waktu untuk melihat dan sibuk menguruskan orang lain. benar.”147 Imam Syahid berkata. Sabar dan bertakwalah kerana sesungguhnya hal itu merupakan kewajipan.”145 Sebaik-baiknya jalan yang kita jalani adalah tidak membuat diri kita sibuk memperhatikan orang lain dan tidak memperhatikan diri kita. hal. 54 111 . dan aku sampaikan kepada orang-orang yang duduk di antara kalian untuk bangkit dan bekerja.            Ertinya: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keredhaan) kami.”146 Beliau juga berkata.benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan 145 146 147 Ibid Ibid Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). “Sesungguhnya jalan ini walaupun panjang namun tidak ada jalan yang lain dalam membangunkan kebangkitan dengan bangunan yang benar. Dan pengalaman telah membuktikan teori ini. Kita sangat memerlukan persiapan yang banyak dan penyatuan. “Aku sampaikan kepada orang-orang yang bersemangat di antara kalian agar bersabar menunggu putaran zaman.“Yakinlah bahawa tak seorangpun yang dapat memalingkan kalian dan takkan mencelakai kalian.

kami menjaga ibadah kepada Allah di dalam umat dan di tengah kalian. kerana kami sangat memandang berat kemaslahatan negeri. Namun jika kalian mengabaikannya.kami. dakwah dan risalah. takut. April 2005 112 .S Al Ankabut: 69) Dan aku mengajak untuk selalu maju ke depan. semangat. Tidak ada lagi rasa malas. Ya Allah. memikul tanggung jawab ini di hadapan Allah dan di hadapan umat. dan demi Allah kalian akan dipertanggungjawabkan semuanya di hadapan Allah. sesungguhnya kami telah menyampaikannya maka saksikanlah!”149 Beliau juga memberikan nasihat kepada Ikhwan dalam menghadapi rintangan tersebut. 153 Dari risalah Mursyid Am ‘Ikhwanul Muslimin. (Q. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. hal. “Hendaknya kalian bersabar di atas jalan jihad dan pengorbanan. Tidakkah kalian berhenti dan menarik tangan kalian demi keinginan rakyat dan berhenti demi keinginan mereka untuk perbaikan. optimis dan keinginan yang kuat terhadap 148 149 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). maka sesungguhnya Allah Swt. lemah dan goncang.”148 Mursyid Am Ikwanul Muslimin. Al Ustadz Mahdi Akif berkata kepada pemerintah dan organisasi-organisasi yang banyak menghambat gerakan dakwah. dan kami akan tetap berjalan di atas jalan kami dan kalian akan menunggu hingga Allah membukakan kebenaran di antara kita dan sesungguhnya Allah adalah Sebaik-baiknya pembuka. “Dengan izin Allah tak seorang pun yang mampu melumpuhkan dakwah Ikhwanul Muslimin. namun harus diganti dengan kesedaran. Waspadalah terhadap fitnah besar yang akan menimpa. Semoga Allah memberikan hidayah-Nya kepada kami dan kepada kalian. berada di atas semuanya Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat. senantiasa menggunakan cara-cara hikmah dan prinsip perdamaian dalam setiap aktivitinya.

”150 Target-target Tarbiyah Masyarakat Sebagai Prasyarat Mendirikan Negara: Kami ingin menegaskan dan menyusun kembali hal ini dalam beberapa perkara: .Bahawa Persiapan dan tarbiyah yang diinginkan harus mencakup beberapa hal berikut: 1. 2.personality yang buruk dan para pemikul obsesi Peribadi. Mendapat sibghah Islam dalam akhlak.personaliti yang ikhlas dengan personality. 6. Belajar berkorban dan bersabar dalam memperjuangkan prinsip yang diyakininya. Ia yakin menjadi bagian dari umat Islam sehingga dia turut merasakan masalahnya dan berupaya membantunya. ibadah.kebenaran. interaktif dengan target-target jamaah dan mampu bekerjasama dalam setiap projek perbaikan di masyarakat. 4. Sesungguhnya jamaah ini tidak terbatas gerakannya pada jumlah komunitas muslim yang mayoritas. 3. budi pekerti dan muamalahnya. serta semakin bertambah kedekatannya dengan Al Quran dan masjid. namun pengaruh dakwahnya membentang ke seluruh lapisan masyarakat dan kelompok-kelompok 150 Ibid 113 . 7. sehingga dia tidak terpedaya dengan slogan dan simbol-simbol palsu. DIa mampu membezakan antara tokoh dan personality. Pemikiran yang cenderung terhadap syariat Islam 5. bagaimana dia meminta. pemerintah yang baik dan perbaikan yang dicitacitakan. Selalu berada di sekeliling jamaah dan tokoh-tokohnya serta membantunya dengan sepenuh pemahaman. mendapatkan dan memeliharanya. Tarbiyah dan pendidikan yang merupakan haknya. keyakinan dan cinta.

bahkan sampai pada tahap tekanan dan perang fisik yang keras. memberikan pengorbanan dengan sepenuh dirinya -sebagaimana seharusnya-. karena cepat atau lambat tujuan-tujuan Islam akan berbenturan dengan ambisi dan obsesi-obsesi mereka. prinsip dan mendustai keinginan masyarakat. “Terpenuhinya keinginan dan kemauan yang kuat terhadap apa yang diyakini. Ia juga merupakan jaminan untuk keteguhan pemerintah dan ketenangannya. yang takkan pernah bertemu dengan tujuan-tujuan Islam dan kemaslahatan umat. Seperti yang dikatakan oleh Imam Syahid. Sesungguhnya pendirian sebuah pemerintahan Islam di tengah umat – dengan supremasi hukum yang sebenar-benarnyatidak akan mendapatkan sambutan baik dari kekuatan intelegen dan penjajah Barat di dunia internasional. Dan hal ini akan memberikan implikasi kepada setiap individu masyarakat. tegar dan loyal terhadap janjinya.minoritas. pembunuhan karakter dan penciptaan keragu-raguan terhadap Islam. Persiapan dan tarbiyah yang diinginkan untuk masyarakat inilah yang akan menjadi jaminan utama yang dapat mencegah terjadi penyimpangan penguasa atau kelompok manapun yang menguasai pemerintahan yang berupaya melakukan penipuan dengan simbolsimbol atau berusaha melenyapkan hak-hak. Mereka juga harus memiliki kewaspadaan dan pengetahuan serta semakin meningkatkan perkumpulan dengan pemerintah Islam. tokoh dan para pemimpinnya dengan penuh keyakinan dan rasa cinta serta membelanya dalam menghadapi konspirasi dalam dan luar negeri. serta 114 . memberikan untuk itu mereka serta diminta ketegaran untuk bersabar dan pengorbanan dalam menghadapi pelbagai bentuk kesulitan. Hal ini tiada lain adalah demi mewujudkan perdamaian social dan persatuan nasional yang merupakan bagian dari prinsip dasar ajaran Islam. seperti embargo ekonomi dan politik. Pemerintah Islam akan berhadapan dengan tekanan luarbiasa.

Takaran keimanan terhadap dakwah dan target-targetnya 2. terpenuhinya ilmu. Imam Syahid tidak menunggu fase pertama ini berakhir kemudian memulai fase berikutnya. maka ia takkan terpedaya dan dipengaruhi oleh mobilisasi yang memiliki kepentingan tertentu. Hendaknya kita menjadi model dan teladan yang baik terhadap nilai-nilai yang kita serukan kepada manusia. Tanpa proses persiapan. Imam Syahid menegaskan –di dalam beberapa tempat. 3. 4. yaitu mendirikan pemerintah. Hendaknya kita berada dalam satu barisan yang saling bertaut. dalam satu kesatuan. kesadaran dan pengetahuan terhadap prinsip dan jalan yang akan dilalui. serta menjaga kesatuan hati di masyarakat. 5. Berkorban dan bersabar terhadap kendala dan rintangan yang dihadapi serta meniatkannya sebagai perjuangan di jalan Allah. kesatuan kalimat dan kesatuan umat. beliau telah berupaya memuluskan terwujudnya tujuan-tujuan dakwah yang tinggi. serta interaksi yang baik terhadapnya. mengikhlaskan diri hanya kepada Allah dan melepaskan diri dari segala bentuk kesombongan dan keangkuhan. serta berpegang teguh kepada kitab Allah dan berusaha mengamalkannya. menerima tawaran atau menyimpang dari prinsip dan keyakinannya. tarbiyah masyarakat dan umat maka ketentraman pemerintah Islam dan jaminan ketentramannya hanya akan menjadi sesuatu yang diragukan terwujudnya ketika berhadapan dengan musuh dan mendapat ancaman sejak hari pertama. ia telah 115 .tentang kekuatan dakwah yang harus dimiliki demi mewujudkan target-target dakwah di masyarakat. khilafah dan penguasaan dunia. Beramal untuk menyebarkan dakwah dan menjelaskannya dengan menggunakan pelbagai sarana serta prasarana untuk menyampaikannya ke seluruh tempat dan pelosok. satu hati. namun sejak awal mula ketika melakukan pembinaan individu dan masyarakat muslim. diantaranya: 1.pengorbanan dan kesabaran untuk memperjuangkannya walaupun berat. satu tujuan.

toleransi. menyingkirkan kendala-kendala dan memperbaiki apa yang telah berlalu. Dan hendaknya seorang Al Akh tetap berpegang teguh kepada Allah –azza wajalla-. Imam Syahid juga menegaskan tentang urgensi miliu dalam menyempurnakan amal-amal dakwah yakni. mengambil langkahlangkah praktis untuk menyelesaikan beberapa kekeliruan. dan yang tak gentar menghadapi rintangan dan kesalahan. ruh keyakinan dan cita-cita terhadap bantuan dan kemenangan dari Allah. hingga akar-akarnya menyebar dan tumbuh bersama dengan gerakan dakwah. Maka ketika tiba waktu untuk mewujudkannya. menyandarkan diri hanya kepada-Nya dan meminta pertongan kepada-Nya. niat yang benar. baik berupa kejernihan hati. dengan mempertimbangkan kondisi dan perkembangan yang berlaku. ruh kepercayaan terhadap pemimpin. mengevaluasi diri dan gerakan. Urgensi Strategi dan Evaluasi: Imam Syahid menjelaskan tentang urgensi melakukan perhitungan diri. keinginan yang kuat yang tak lemah di hadapan rintangan. terhadap manhaj dan tujuan. Termasuk urgensi persiapan diri dan mental di dalam melakukan evaluasi atau perhituangan terhadap strategi. dan secara bertahap ia telah melakukan proses pembangunan dengan langkahlangkah yang berkesinambungan dan dengan sarana-sarana yang gradual. serta menyusun strategi yang baik untuk masa depan. baik secara personal maupun kolektif.menanamkan benih-benih dan pilar-pilar dasar untuk tujuan-tujuan tersebut sebagai prasarana dalam mewujudkan individu dan masyarakat muslim. rasa cinta dan ukhuwah (persaudaraan). 116 . pada saat itu ia telah mendirikan pilar-pilar dan pondasi dasar dalam setiap individu dan masyarakat. yang tak goyah menghadapi tekanan. segera melakukan amal dan penyusunan strategi. miliu saling menasehati dan saling memaafkan.

sesungguhnya ia benar-benar akan datang. menentukan waktu yang tepat untuk melaksanakan dan melakukan spekulasi terhadap kemungkinankemungkinan yang akan terjadi dan bagaimana cara menghadapinya. sementara ia tidak mengetahui apa yang dilakukan Allah untuknya. Dan untuk mewujudkan hal ini dibutuhkan pencermatan terhadap kondisi dan mengenal kemungkinan dan peluang-peluag yang ada serta menentukan figur-figur yang akan melaksanakannya. sebelum datang masa perhitungan. dan tidak terjadi secara kebetulan atau secara reaksioner. meluruskan yang masih bengkok dan memperbaiki yang telah berlalu.Imam Syahid berkata. Target-target besar diurai dalam beberapa target-target secara bertahap. dan dibuatnya langkah-langkah strategis pada setiap target pencapaian dengan sarana-sarana yang dibutuhkan kemudian langkah-langkah untuk merealisasikannya. Terhadap masa depan: Maka kita harus mempersiapkan bekal berupa. Hati yang jernih. niat yang tulus. antara sesuatu yang akan terjadi dan masih tersisa. Masih ada peluang yang tersisa dan waktu yang lapang untuk melakukan perbaikan. Sesungguhnya seorang mukmin –selamanya. menyingkirkan rintangan. Terhadap masa lalu: maka hendaknya kita menyesali kesalahan diri.selalu berada dalam dua rasa takut. antara sesuatu yang berlalu. sementara ia tidak mengetahui apa yang ditakdirkan Allah untuknya. “Secara alami upaya untuk mewujudkan kekuasaan agama Allah di muka bumi akan berjalan dengan pendirian khilafah Islamiyah sesuai dengan strategi yang sangat cermat. “Hendaknya kita senantiasa mengevaluasi diri kita terhadap masa lalu dan yang akan datang.berkata. amal shalih.”151 Al Ustadz Musthafa Masyhur –semoga Allah merahmatinya. Al Ustdaz Ahmad Rasyid 117 . 151 Dikutip dari buku Al Masar. dan keinginan yang kuat untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan.

Sesungguhnya segala urusan 118 . dan sesungguhnya urusan hati berada di tangan Allah.” Selama hal itu masih berada dalam koridor ajaran Islam dan adabadabnya. Terkadang Allah menjadikan kebaikan yang melimpah di tangan seseorang dan terkadang tidak bisa diwujudkan di tangan orang lain. maka amalan tersebut ditolak.” Inovasi dan pembaharuan adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan dan dianjurkan oleh Islam demi meningkatkan metode kerja dan sarana kehidupan. dimanapun ia mendapatkannya maka ia adalah orang yang paling berhak mengambilnya.‫إن ال يحب إذا عمل أحدكم عمل أن يتقنه‬ Artinya: “Sesungguhnya Allah sangat menyukai seorang yang melakukan suatu pekerjaan dan melakukannya dengan baik.” Islam juga membuka pintu yang selebar-lebarnya untuk optimalisasi amal: ‫الحكمة ضالة المؤمن أنى وجدها فهو أحق بها‬ Artinya: “Hikmah adalah barang yang hilang seorang mukmin. ini semua bergantung dengan taufik dan pertolongan dari Allah. ‫من عمل عمل ليس عليه أمرنا فهو رد‬ Artinya: “Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak kami perintahkan. Sekali waktu kita mendapatkan hati-hati yang mudah terbuka dan dan sebagiannya sulit. ‫إن ال كتب الحسان على كل شيء‬ Artinya: “Sesungguhnya Allah mewajibkan ihsan di dalam setiap urusan.” Dan hendaknya kita memahami ketika menjalankan peran dalam merancang dan melakukan inovasi managerial di medan-medan dakwah bahwasanya kita sedang berinteraksi dengan hati dan jiwa-jiwa manusia.

hal. Karena sesungguhnya Allah memerintahkan kita untuk bekerja dan menggunakan segenap sebab-sebab. Strategi dan perencanaan adalah upaya menggunakan sebab-sebab. mereka ingin memulai pekerjaan dengan sempurna (perfect). memiliki semangat tinggi untuk menghancurkan namun tak memiliki kemampuan membangun. kecerdasan dalam mengkritik namun gagal dalam bekerja. sehingga sebiji benih tampak seperti kubah dan semut tampak seperti gajah. b. “Semua yang mereka miliki adalah lisan yang panjang sementara lengan mereka pendek. 152 Risalah. Mereka menolak manhaj keputusasaan dan kegagalan yang diangkat oleh sejumlah orang dengan alasan bahwa tidak terwujudnya keberhasilan dan bertambahnya fenomena kebatilan. Dan tawakkal adalah kita menggunakan segenap usaha dan tidak menggantungkan diri pada upaya semata dan menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah. Wudhuh Ru'yah.”152 Ikhwan dan Manhaj-manhaj yang lain: Dengan manhaj yang paripurna Ikhwan menolak dan bangkit dari indikasi-indikasi kerusakan yang terdapat di beberapa individu dan gagasan sejumlah tokoh dalam kebangkitan Islam: a.berada di tangan Allah. Yusuf Al Qaradlawy menggambarkan tipikal kelompok dengan mengatakan.” Obsesi terbesar mereka adalah mencari-cari kesalahan dan kealpaan para aktivis dakwah serta mengumpulkannya dari pelbagai arah. dan kita melakukannya dengan bertawakkal kepada Allah. adapun hasilnya diserahkan sepenuhnya kepada Allah. Maka janganlah seseorang mengira bahwa rancangan dan strategi kerja bertentangan dengan keyakinan bahwa segala urusan berada di tangan Allah.40. Musthafa Masyhur.41 119 . Atau manhaj para pemimpin yang bodoh dan idealis dalam bekerja dan berdakwah. kemudian melakukan sorotan dengan menggunakan kaca pembesar. Dr.

Kelompok dengan tipikal seperti ini tidak memberikan sedikitpun kata maaf untuk para aktivis dan mereka biasanya tidak memiliki prasangka baik dan tidak memaklumi kondisi-kondisi tertentu yang dihadapi para aktivis. Kita tidak bekerja sebelum tiba waktunya dan kita tidak menunda pekerjaan dari waktu yang telah ditetapkan. Ikhwan juga menolak manhaj Al Isti’jal (terburu-buru). Vol. “Padahal lapangan perkataan bukanlah lapangan kerja”. karena kesalahan sebenarnya adalah hasil dari sebuah ijtihad. Maka menjadi kewajiban bagi kita memahami bahwa bekerja untuk dunia dengan menggunakan segala upaya dan kekuatan untuk 153 Makalah Tentang Kebangkitan Islam. Ramadan 1422 H/Desember 2001. hal itu karena mereka tidak melakukan apa-apa. Dari hal ini kita mengetahui hikmah mengapa Islam sangat memperhatikan pengaturan waktu dalam shalat dan puasa. mereka tidak pernah menganggap bahwa dalam kondisi darurat tertentu terdapat beberapa pengecualian hukum. Diantara bentuk ihsan dalam amal adalah mendahulukan suatu pekerjaan yang harus didahulukan dan menunda pekerjaan yang harus ditunda. Mereka adalah saudara-saudara kita yang baik yang terpedaya.”153 c. Adapun diantara bentuk ihsan dalam amal adalah kita melakukan sesuatu dengan ilmu dan sesuai dengan tempatnya. Dr. tidak penting apakah kita harus bekerja. Majalah Al Risalah. Bagi kelompok ini yang terpenting adalah bekerja dan berjihad dengan segala bentuk pekerjaan dan jihad tanpa ada koridor dan persiapan. Kalian mendapatkan mereka seolah-olah tidak pernah melakukan kesalahan. yang paling utama adalah bagaimana kita bekerja dengan baik dan berupaya untuk melakukan pekerjaan yang paling baik. Mereka terpedaya oleh angan-angan dan berharap kepada Allah dengan angan-angan. Yusuf Al Qaradlawy. I 120 . serta menempatkan setiap pekerjaan sesuai dengan kedudukan yang telah ditetapkan oleh syariat Islam. Karena hal itu bertentang dengan manhaj tarbiyah dan pembinaan.

e. Sebagaimana dibutuhkannya pilar-pilar tarbiyah dan barisan yang kokoh yang akan memimpin masyarakat untuk terjun ke dalam kancah politik. Padahal hal ini tak dapat dipisahkan dari aktivitas politik. maka kita takkan mendapatkan agama. Oleh karena itu maka dibutuhkan proses pembinaan mendasar secara massif dan serius yang akan menyokong aktivitas politik Islam dan mendorong lahirnya keinginan terhadap sebuah pemerintahan sesuai dengan hukum Allah. d. Dan diantara kelompok-kelompok ini adalah mereka yang hanya melakukan aktivitas politik praktis dengan penuh ambisi dan melupakan sisi-sisi lain yang jauh lebih penting. Terdapat juga kelompok al Muntadzirun al Qa’idun (Yang menunggu dan hanya duduk). ibadahnya sesuai tuntunan. memiliki kesholehan Pribadi dan masyarakat.mewujudkannya merupakan bagian dari pengamalan agama. seluruh tipe-tipe tersebut merupakan prasyarat untuk menyukseskan aktivitas politik. bahkan merupakan prasyarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu. mampu membangun dan memberi. Jika kita kehilangan dunia. tidak ada 121 . memiliki akhlak dan budi pekerti luhur. yakni memulai dengan pembinaan. serta aktivitas-aktivitas pemikiran dan sosial. Adapula kelompok yang hanya melihat kekuatan-kekuatan militer sebagai obsesi yang paling besar untuk melenyapkan kebatilan. tarbiyah. Padahal ajaran Islam yang benar atau pembentukan pemerintahan Islam di tengah masyarakat takkan dapat dilakukan dengan aksi-aksi kekerasan. Kelompok ini tidak melakukan apapun. berakidah yang benar. dibutuhkan pula tarbiyah dan proses pembentukan sebuah generasi muslim yang memiliki kesadaran terhadap agama dan memahami dunianya. f.

dan ia berkata Hadist Hasan.154 Dr. Majalah Al Risalah. Beliau memilih menggunakan kalimat Al Amal dari kalimat-kalimat yang lain. Beliau sering mengulang-ulang haidts Rasulullah Saw.dakwah dan gerakan. Vol. Yusuf Al Qaradlawy. agar mereka tidak digilas oleh perdebatan dalam gagasan. Vol. Yusuf Al Qaradlawy. Tarmidzi dari Abu Umamah. Dr. Mereka menghentikan setiap aliran dan membekukan setiap gerakan hingga berdirinya Negara Islam. I 155 HR. Dalam pandangan mereka tak perlu ada upayaupaya perbaikan di masyarakat kecuali setelah berdirinya Negara Islam. Yusuf Al qaradlawy berkata tentang Imam Syahid Hasan Al Banna ketika menggambarkan dakwahnya.”155 Oleh karena itu ia menjadikan al ‘Amal (bekerja) merupakan salah satu rukun baiat. yang sebagian dilakukan oleh seorang Al Akh Muslim secara pribadi dan sebagiannya dilakukan dalam kapasitasnya sebagai anggota di jamaah. dan permasalahan khilaf yang tidak akan habis. masalah-masalah furu’ (masalah-masalah cabang). dan menjadikannya terbagi dalam beberapa segmen. hingga beliau menamakan shaf-shaf kader dan para pengusung dakwahnya dengan sebutan Al Ikhwan Al ‘Amilin (Aktivis Ikhwan. atau ikhwan yang bekerja).”156 Ikhwan menolak manhaj kudeta dan revolusi serta model manhaj memberontak terhadap pemerintah. ‫ما ضل قوم بعد هدى كانوا عليه إل أوتوا الجدل‬ Artinya: “Tidaklah tersesat suatu kaum setelah mereka mendapatkan petunjuk dariku. kecuali jika mereka melakukan perdebatan. Ramadan 1422 H/Desember 2001. 156 Makalah Tentang Kebangkitan Islam. Ramadan 1422 H/Desember 2001. Hal ini bukan manhaj Ikhwan dan tidak sesuai dengan tipikal tarbiyah yang mereka lakukan 154 Makalah Tentang Kebangkitan Islam. I 122 . Dr. Majalah Al Risalah. “Beliau sangat memperhatikan dengan sangat serius agar kader dan para pendukung dakwahnya tidak hidup di dalam teori-teori semata.

Dasar yang mana yang akan diletakkan yang akan dijadikan tempat pembinaan rakyat? Karena sesungguhnya sebagaimana keberhasilan suatu kelompok menguasai kursi pemerintahan maka suatu saat ia akan digulingkan oleh kelompok yang lain. 157 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). hal. tidak bersandar padanya dan tidak meyakini manfaat dan hasilnya. Adapun klaim yang mengatakan bahwa hal itu dapat dilakukan setelah revolusi. dekonstruksi dan kekerasan. tiada lain hanyalah usaha perbaikan parsial semata. tersulutnya serta tidak dan meledaknya potensi permusuhan dan pemberontakan antar kelompok. sebenarnya merupakan klaim yang tidak realistis.”157 Sesungguhnya metode revolusi yang dilakukan dengan aksi penggulingan pemerintah oleh sekelompok orang. Imam Syahid berkata. masyarakat. 123 . 136. semua ini hanya melumpuhkan umat masyarakat membangun apapun dan tidak menegakkan dakwah. Bahkan hal ini akan mengarah kepada kekuasan semu dan ambisi yang tinggi terhadap kursi kekuasaan. Dan pada akhirnya yang terjadi adalah pergantian pemerintah dan individu-individunya tanpa ada pembangunan yang nyata dan perbaikan yang signifikan. maka Ikhwan Muslimin tidak pernah memikirkannya. Cara-cara dekonstruksi akan revolusi dan kekerasan titik-titik dan terhadap tekanan. walaupun dikuatkan dengan propaganda besar namun tak mampu melakukan pembinaan dan tarbiyah terhadap rakyat. Dan pada gilirannya yang akan menggulingkan pemerintah dan menguasainya adalah orang-orang yang memiliki kecenderungan dan kekuatan paling besar dalam menghadapi ombak dan persaingan. sesungguhnya membuktikan bahwa perbedaan antara kelompok revolusi dalam menguasai rakyat dengan obsesi mereka merebut kekuasaan.terhadap umat dan masyarakat. “Adapun revolusi. Upayaupaya namun revolusi walaupun realita diperkuat dengan slogan tidak dan ada propagandanya.

serta mencari simpatisan dan individu-individu yang akan mendukung dakwah di setiap tempat dan organisasi. Demikian hingga kami sampai pada susunan targettarget dan tujuan yang paripurna serta sarana-sarana yang saling terkait. menggerakkan hati dan mengikatnya dengan Allah –azza wajalla. dan orang-orang yang melakukan aksi-aksi tersebut bukan bagian dari Ikhwan dan bukan termasuk kaum muslimin.Sesungguhnya pengalaman masa lalu dan sekarang yang pahit telah menegaskan kebenaran perspektif dan kedalaman pandangan Ikhwan. Sejarah Ikhwan membuktikan hal itu.dan dengan Al Quran. Pemahaman Seputar Sarana-sarana Dakwah: Target-target besar terbagi dalam beberapa target-target kecil. adapun peristiwa dan krisis yang terjadi. karena hal itu merupakan tindakan yang telah keluar dari khitah dan manhaj Ikhwan. 124 . Menghidupkan simpati dan perasaan. yang kemudian menjadi sarana-sarana untuk mewujudkan targettarget besar. Tarbiyah yang serius terhadap individu muslim dan lingkungan yang ada di sekitar kita. c. Demikian sebagaimana penjelasan Imam Syahid Hasan Al Banna. memberikan pemahaman yang mendalam terhadap Islam dan akhlak-akhlak Islami. b. hal itu adalah persoalan-persoalan individu tertentu yang dengan hal itu jamaah telah mengambil sikap yang tegas sebagai pengingkaran terhadap hal tersebut. Ikhwan juga menolak aksi-aksi kekerasan dan penumpahan darah terhadap penduduk negeri apapun alasannya. Menyebarkan dakwah dengan hikmah dan dengan nasehat kebaikan. maka yang paling penting adalah sebagai berikut: a. Jika menyebutkan beberapa sarana umum yang paling mendasar.

e. Yang di dalam setiap satuan-satuannya yang beraneka ragam. Jika terdapat seorang Pribadi mukmin yang benar maka bersamanya terdapat sebab-sebab kesuksesan. dan takaful (saling menanggung beban). Sesungguhnya syariat Islam adalah pedoman. Perangkat dan sarana-sarana ini bekerja dalam satu susunan. Begitupula perhatian yang mendalam terhadap keberlangsungan generasi dan penanaman nilai-nilai dakwah di dalam jiwa. Hal ini sebagaimana yang dilakukan dengan menggunakan program dan cara-cara yang beragam dan terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan kondisi dan kebutuhan serta sesuai dengan perkembangan zaman dan kemajuan dakwah. Kegiatan-kegiatan perbaikan terhadap lembaga-lembaga sosial. yang berjalan dalam langkah dan strategi dari satu tubuh dan satu kerangka –walaupun ia memiliki banyak cabang dan satuan-. pembenahan dan pemilikan asset-aset kekuatan.d. serta spesialisasi dan tujuan-tujuan amal praktis. terwujudnya sendi-sendi Ta’aruf (saling mengenal). dan untuk setiap sarana yang kita 125 . yang saling berhubungan dan terkait satu sama lain dan berada di bawah satu kepemimpinan. yang tidak berbeda dan tidak bertentangan. dalam koridor dan batasbatas yang tertentu. Sarana-sarana umum ini kemudian ditopang dengan saranasarana lain dalam pelbagai corak serta dengan perangkat-perangkat yang beraneka ragam yang membantu mewujudkan target-target umum dan target-target tertentu. serta sangat memperhatikan proses pembentukan dan tarbiyah individu kader dakwah. Yang notabenenya menghimpun antara tugas personalia dakwah dengan tugas-tugas kolektif. Tafahum (saling memahami). Perjuangan konstitusi dan kegiatan-kegiatan di kelembagaan sosial dengan pelbagai bentuk dan segmentasi. manhaj dan rujukan dalam setiap urusan kita.

yang dengannya sudah pasti akan tegak agama Allah dan dakwahnya menggema ke seluruh penjuru. dan kami menolak segala bentuk upaya pelecehan terhadap kehormatan tersebut dengan alasan dan hujjah apapun. kepada umat Islam. Bukankah yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. sehingga mereka putus asa dan semakin terpuruk. dan penggunaan kekuatan dan cara-cara teroris terhadap orang lain. amal. dan tidak pula menggunakan kekuatan fisik.miliki. Namun kami berupaya 158 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). dan membuka tabir-tabir penutup jiawa. dan berlaku ekstrim terhadap mereka dengan pengingkaran dan ancaman. yang kita dapatkan dari sirah para nabi dan Rasulullah Saw. sebagaimana wasiat Rasulullah Saw. dalam menanamkan nilai-nilai dakwah kepada generasi pertama dari sahabat beliau tidak lebih dari ajakan kepada keimanan dan amal? Kemudian beliau Saw. Sesungguhnya. sarana untuk penanaman nilai dalam setiap seruan dakwah –kiranya sudah dimaklumi dan dipahami. Iman. mahabbah dan ukhuwah. membisikkan hati-hati manusia.”158 Kami juga menolak mengkafirkan manusia. yang terangkum dalam empat kata. salaf Sholeh dalam perjuangan dan gerakan dakwah. Dakwah yang benar adalah yang dilakukan dengan mengetuk jiwa terlebih dahulu. Jadilah jamaah mereka sebagai jamaah percontohan. Kami menolak cara-cara kekerasan. Mustahil dakwah ini akan eksis jika mendahulukan pukulan cemeti atau lemparan anak panah. “Adapun sarana untuk mewujudkan citacita ini tidak dilakukan dengan uang. Kami meyakini keharaman darah. hal. berupaya menghimpun hati-hati mereka dalam naungan mahabbah dan ukhuwah. Imam Syahid berkata tentang penyebaran dakwah dan pengumpulangan dukungan. 240 126 . kehormatan dan harta. sehingga menjelmalah kekuatan akidah menjadi kekuatan wihdah. meski ditentang oleh seluruh penduduk bumi.

Lembaga-lembaga ini juga didirikan sesuai dengan undang-undang dan aturan sosial yang berlaku di masyarakat. Kami tidak tergesa-gesa mengharapkan hasil usaha. yang bekerja untuk kemaslahatan jamaah atau merupakan bagian darinya. yang dan ingin program-program bergabung. Rujukan ini harus jelas dan terperinci 127 . Kami juga memanfaatkan setiap kesempatan dan peluang yang ada serta bantuan orang lain. karena intinya adalah kandungan program. berbuat baik kepada mereka. adalah organisasi yang memiliki tatanan sarana yang tersusun rapi dan perjuangan konstitusi. yayasan ekonomi. serta elastis menggunakan sarana-sarana yang ada. dan melakukan perbaikan secara bertahap. bekerja yang dan tersosialisasikan. lembaga sosial kemasyarakatan (LSM). dan tidak disyaratkan pencantumam nama jamaah atau kalimat-kalimat Islami di lembaga tersebut. Siapapun membantu aktivitas tersebut sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. seperti yayasan. yang merupakan penyempurna dari aktivitas dakwah. club-club sosial dan olah raga. maka dakwah menyambut baik tawaran tersebut. Sesungguhnya lembaga dan wadah-wadah yang didirikan oleh jamaah. bekerjasama dan melakukan koordinasi dengan mereka. Termasuk tidak ada pertentangan antara posisi aktivis dakwah dengan ikatan mereka terhadap jamaah. kami selalu berusaha menyatukan hati dan persatuan umat. serta dengan setiap sukarelawan yang ikhlas yang berjuang untuk kemaslahatan negeri.menjadi qudwah. partai politik dll. yang memiliki tujuan dan sarana-sarana yang jelas. bersabar dan tegar di hadapan setiap rintangan. serta tidak menyulut kebencian dan permusuhan di antara mereka. Tak peduli apapun nama dan gelarnya. rujukan mereka terhadap jamaah serta usaha-usaha mereka untuk mewujudkan tujuan-tujuan dakwah secara keseluruhan.

dan jamaah ikut berperan di dalamnya baik melalui para aktivis maupun melalui proyek dan program-program yang mendukung jamaah. perbaikan dimana di diantara lini tujuan kehidupan kami adalah melakukan termasuk setiap masyarakat. atau terdapat pelanggaran undang-undang di dalamnya. dan tidak bermaksud mengambil keuntungan materi. 4.. Menghormati aturan dan undang-undang kerja yang berlaku di setiap lembaga-lembaga tersebut serta tidak ikut campur dalam urusan-urusan privasi lembaga –atau dalam satuan-satuan jamaah yang lain-.serta tidak boleh keluar dari target dakwah atau melenceng dalam prilaku dan aktivitasnya. Lembaga-lembaga sosial dengan skala nasional bukan barang timbunan yang dimiliki perseorangan. Jamaah memiliki metode tersendiri dalam memainkan peran ini. Adapun lembaga-lembaga yang didirikan di masyarakat. Diantara prinsip jamaah adalah saling membantu dan bekerjasama dengan orang lain dalam setiap sesuatu yang baik dan bermanfaat. Tidak menimbun (harta atau kekayaan) Jamaah justru melakukan kerjasama dan saling bantu dengan orang lain. walaupun jumlah mereka mayoritas. Keikutsertaan dan partisifasi dakwah dalam wadah-wadah dan lembaga ini semata-mata hanya mengharap keridhaan Allah Swt. kecuali hanya berupa nasehat kebaikan dan mempersiapkan tenaga-tenaga profesional. dalam dakwah dan dan kalimat kita. 128 . 3. Ia juga senantiasa menjungjung tinggi ketentuan finansial dan undangundang yang berlaku. 2. maka hal itu merupakan salah satu sarana kerja-kerja sosial dakwah dalam koridor dan lingkup perjuangan konstitusi yang terbuka untuk setiap individu dan civitas di tengah masyarakat. 5. Terbuka dengan keberadaan dan gerakan kita. yaitu: 1. Prinsip partisipasi dalam sebuah lembaga adalah untuk melakukan perbaikan.

sehingga masyarakat memberikan kepercayaannya kepada para da’I dan penyeru perbaikan. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan jamaah di beberapa lembaga dan civitas merupakan bukti nyata kemajuan dan perbaikan yang dilakukan Ikhwan. dakwah terkadang harus menghadapi tekanan. Sesungguhnya kewajiban dakwah dalam fase ini adalah ketegaran dan keteguhan. begitupula dengan proyek-proyek yang dihasilkannya. yang kemudian menjadi titik tolak yang kuat. Sebagian mereka mungkin mengira bahwa hal itu akan melemahkan jamaah sebagai tersebut akibat dengan ruh dari embargo terhadap yang jihad. dan yang kegiatansemakin kegiatannya.menyampaikan dakwah kepada setiap kelompok masyarakat dan institusinya. namun dengan perbaikan. 6. Kami bahkan mendapatkan bahwa pemerintah yang berwenang dan orang-orang yang memiliki jiwa-jiwa yang sakitlah yang melakukan pelanggaran terhadap undang-undang dan menghalanghalangi aktivitas lembaga-lembaga ini. Dalam beberapa waktu. Jika suatu masa dakwah menghadapi tekanan dan embargo. mengakui kesalahan dan melakukan evaluasi. embargo dan penyiksaan di balik jeruji-jeruji penjara. keterikatan dan kesatuan. aktivitas luarbiasa ketegaran. qudwah dan pelaksanaan program-program Islami. namun dakwah tetap berkembang pada masa-masa perkembangan dan semangat menguatkan pengorbanan. Hingga mereka mengenal dan mengetahui bahwa manhaj Islam sangat komprehensif dan mencakup segala sesuatu. serta cocok untuk setiap lini kehidupan. menghentikan. menguasai dan membekukannya. 129 . Yang tentunya tidak hanya menyampaikan teori-teori melalui perkataan semata. penghormatan mereka terhadap undang-undang dan ketentuan masyarakat. Menerima kritikan dan selalu intropeksi diri. Kami juga menghormati pandangan mereka dan mengalah untuk beberapa keinginan mereka. serta meminta kepada masyarakat untuk membantu dan membenahi kesalahan-kesalahan kami.

hal itu justru semata hanya 130 . Namun jika semata-mata hanya mewujudkan suara mayoritas di parlemen tanpa memenuhi sisi-sisi penting yang disebut di atas. namun bukan merupakan langkah satu-satunya atau yang paling utama dalam melakukan proses perubahan di masyarakat dan pemerintah Islam. perkampungan dan perkotaan. kawasan dan jalan-jalan. dan berkumpul di sekitar jamaah dan figur-figurnya. dan condongnya opini publik terhadap. Kotak Pemilu Tentang kotak pemilu. 3. yang setiap komponennya saling bertautan satu sama lain dengan jumlah dan kualitas yang sama. serta mendukungnya dengan penuh keyakinan dan rasa cinta. di setiap perkampungan. yang mampu memenuhi setiap lapangan dan lembaga. Hal ini merupakan konsekueksi logis dari kekuatan dakwah dan penyebarannya di setiap lini kehidupan. dimana pondasi dasarnya adalah: 1. sehingga lembaga dan institusi-institusi masyarakat akan condong kepada jamaah. 2. sehingga tershibghah dengan nilai-nilai Islam dalam prilaku dan kebiasaannya sehar-hari. yang memiliki kekayaan kemampuan dan sejumlah figur yang dibutuhkan. setiap tempat dan kawasan. tumbuh dan menyebar ke pelbagai penjuru. jamaah akan menjadi kekuatan mayoritas dan diperhitungkan di setiap lembaga pemilihan. Pembangunan pilar dasar yang beriman dan memiliki kekokohan dan kekuatan akidah.maka pada saat itulah ia akan berkembang. kekuatan mayoritas di parlemen adalah merupakan salah satu langkah-langkah penyempurna dan peran untuk mendapatkan kecenderungan dan perlindungan pemerintah terhadap masyarakat. maka tidak akan mengarah kepada berdirinya pemerintahan Islam sebagaimana yang diinginkan Ikhwan. diantaranya parlemen. Ia juga berdiri di atas pembinaan dan tarbiyah masyarakat. Secara alami.

Sebagaimana mayoritas parlemen dapat diwujudkan dengan baiknya pengaturan strategi dalam pemilu. membutuhkan kebersinambungan generasi yang terus menerus. Oleh karena itu. Imam Syahid berkata. yang hanya mewujudkan beberapa langkah-langkah perbaikan yang parsial. hingga terciptanya kesinambungan antar generasi dalam menempuh jalan ini untuk sampai pada tujuannya. hadir bersama keyakinan yang kuat terhadap pertolongan dan kemenangan dari Allah. Hal itu karena agungnya tujuan dan besarnya bangunan dakwah yang kita inginkan. “Harus ada manhaj tertentu yang kita inginkan. serta masa yang tidak sedikit. serta dengan masih lemahnya capaian-capaian yang mampu kita laksanakan dalam kurun waktu yang sangat panjang dikarenakan kekeliruan dan penyimpangan hingga penyakit tersebut semakin akut.”159 159 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? 131 . kemudian sekelompok orang yang bekerja dalam manhaj tersebut.mengantar kepada kursi kekuasaan di kementerian. atau besarnya kekuatan dukungan dan kekuatan lobi. Tentang Waktu yang diperlukan: Sebuah target yang besar untuk mewujudkan kemenangan dakwah. atau kita menjadikan kotak suara dalam pemilu adalah tujuan utama dalam setiap langkah dan target-target kita. atau membuat kita tergesa-gesa melangkah. jangan sampai kita terpedaya dengan hasil pemilu. atau melakukan lompatan-lompatan di atas fase-fase dakwah yang telah ditetapkan. Maka besarnya tantangan dan tanggungjawab yang dihadapi dakwah. maka hal itupun tidak selamanya merupakan indikasi terpenuhinya pembinaan dan penahapan yang diinginkan di dalam jamaah dan masyarakat.

Barangsiapa yang tergesa-gesa mendapatkan buahnya sebelum matang atau memetik kembang sebelum waktunya maka saya tidak mendukungnya sedikitpun. kesungguhan dan kontiunitas amal. pertajam kepahaman mereka dengan materi-materi. bersegeralah untuk berkiprah (di lapangan). “Kapankah tiba waktu kemenangan yang dicitacitakan?.”160 Beliau juga berkata.mungkin saja mampu mempersingkar masa itu. namun akan terwujud pada generasi yang akan datang –dengan izin Allah-.Imam Syahid pernah ditanya oleh seorang pemuda pada akhir tahun 40-an. namun tidak ada jalan alternatif lain untuk sampai ke tujuan. bahwa ia adalah jalan yang paling aman dan selamat untuk sampai ke tujuan. Ya.” Imam Syahid menolak cara-cara yang gegabah atau lompatanlompatan di atas fase-fase dakwah yang telah ditetapkan. Sesungguhnya kejantanan dan keberanian akan teruji dengan dengan kesabaran. bentuklah segera katibah dan kelompok-kelompok. dengarkanlah seruan dariku yang tinggi dan menggema dari atas mimbar ini di muktamar kalian yang besar ini. sebarkah dakwah kalian ke medan-medan yang belum pernah 160 Risalah Pergerakan. bahwa sesungguhnya khitah perjalanan kalian telah tergambar langkah-langkahnya dan telah jelas batas-batasnya. beliau menjawab. ia berkata. terutama orang-orang yang bersemangat dan tergesa-gesa diantara kalian. “Dan kalian –wahai para wakil Ikhwan. Saya tidak ingin melanggar batas-batas yang telah saya yakini dengan sepenuh keyakinan. “Kemenangan itu tidak terwujud pada generasiku dan generasimu.127 132 . Atau mungkin kalian lengah. yakinlah pada diri kalian akan beratnya tugas. ketabahan. jalan ini mungkin terasa panjang. Oleh karena itu. jika kalian benar-benar membulatkan tekad dan mengerahkan semua potensi. “Wahai Ikhwanul Muslimin. Muktamar Ke V. sehingga salah dalam perhitungan dan tidak sesuai dengan hasil yang diprediksikan (diperkirakan). hal.

batasan-batasan. serta ikatan pertautan antar individunya. 127 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?.”163 Imam Syahid berkata. “Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin memiliki metode tertentu yang diikuti sebagai petunjuk jalan. 36 Ibid 133 . Imam Syahid berkata. hal. dan pengaruh yang tergantung dengan segenap tujuan dan optimalisasi peluang.tersentuh oleh dakwah. namun pada saat itu ia tidak hanya berupa kelompok tertentu saja. banyaknya aktivis. “Setiap langkah ditempatkan pada waktu yang tepat. dan akan terus menjaganya. yang 161 162 163 164 Ibid Ibid. Sehingga terjadi pembaharuan dalam darahnya dan meluasnya pilar-pilar dasar serta berkesinambungannya generasi. kesungguhan dalam beramal. dan soliditas Takwiniyah.”162 Ia juga berkata. maka tarbiyah Ikhwan akan semakin luas dan membentang hingga mencakup seluruh lapisan masyarakat dan umat Islam secara keseluruhan. terpenuhinya syarat-syarat. pendirian bangunan. peningkatan marhalah. yang mereka gunakan sebagai timbangan diri dan mereka akan mengetahui dimana mereka dari timbangan tersebut.”164 Ikhwan Setelah Berdirinya Negara Sesungguhnya jamaah ini berdiri dan tetap eksis hingga tercapainya seluruh target-targetnya yang besar. Setelah berdirinya Negara. dan jangan sesekali kalian sia-siakan waktu meski hanya semenit tanpa diisi dengan amal. dengan kedalaman tarbiyah dan keluasannya.”161 Maka hal ini sangat tergantung kepada. Hal. “Bahwa hasil akhir yang sempurna itu tidak mungkin dirasakan kecuali setelah tersebarnya pengenalan fikrah.

Dakwah Ikhwan menghormati aspirasi umat dengan sebenar-benarnya.Dakwah Ikhwan tidak memonopoli ladang dakwah dan tarbiyah di masyarakat. . Dakwah Ikhwan menjunjung tinggi keinginan umat walaupun berbeda dengan pandangan Ikhwan. maka ini menguatkan bahwa Islam dan tarbiyah umat merupakan jaminan yang hakiki 134 .Pengalaman pahit yang telah dirasakan oleh negeri kami yang tercinta dikarenakan oleh segelintir orang atau kekuatan yang berupaya merusak pemerintah yang sah hingga terjadi kehancuran. Penyimpangan yang dilakukan tidak diputuskan kecuali oleh peradilan yang adil dan independent yang tidak tunduk kepada kekuatan pemerintah yang berkuasa. atau mengkhususkan hal itu pada diri mereka. dan menjaga hak-hak mereka sebagaimana yang dianugerahkan Allah berupa kebebasan yang mereka yakini. baik muslim maupun nonmuslim tanpa ada tekanan atau permusuhan. pemalsuan dan . yang menolak segala bentuk pelecehan terhadap keinginan mereka. . Medan dakwah terbuka luas untuk setiap kekuatan dan golongan. Mereka memiliki hak yang sama.kemudian terwujudnya kekuatan bangunan dan kemampuan untuk mewujudkan tujuan-tujuannya yang tinggi dan memeliharanya. dan itu merupakan salah satu rukun pemerintahan penipuan.Dakwah Ikhwan menerima keberadaan orang lain walaupun memiliki perbedaan dengannya. . maka Ikhwan memilih mengalah dan berjalan beriring bersama umat dengan cara yang bijak dan nasehat kepada kebaikan. selama mereka masih berada dalam norma yang diyakini masyarakat serta tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Islam.

135 . tangan dan kata-kata yang benar di hadapan penguasa yang zhalim. dan peringkat terakhirnya adalah pernang di jalan Allah. Pemerintah Muslim. ia mati dalam keadaan jahiliyah. Kadar ketinggian dakwah dan keluasan bentangan ufuknya adalah penentu 165 Lihat kembali pembahasan ini dalam bab.” Peringkat pertama jihad adalah pengingkaran dengan hati. yang akan melindungi hak-hak umat.”165 Jihad adalah Jalan Dakwah Imam Syahid menjelaskan makna jihad yang merupakan salah rukun bai’at: “Yang dimaksud dengan jihad adalah sebuah kewajiban yang tetap hukumnya hingga hari kiamat.yang akan mencegah terjadinya kehancuran tersebut. maka kami akan meluruskanmu dengan pedang-pedang kami. Hal ini sebagaimana yang dilakukan umat Islam dalam mengawasi pemimpin mereka Umar Bin Khattab –semoga Allah meridhainya-. kecuali dengan jihad. pena. “Tidaklah dakwah menjadi hidup. sementara ia belum pernah berperang atau belum pernah berniat untuk berperang. Sedangkan antara keduanya terdapat jihad dengan lisan. ‫وال لو رأينا فيك اعوجاجا لقومناه بسيوفنا‬ Artinya: “Demi Allah. Ini merupakan kandungan dari apa yang disabdakan oleh Rasulullah Saw: ‫من مات ولم يغزو ولم ينو الغزو: مات ميتة جاهلية‬ Artinya: “Barangsiapa mati. dan yang akan mengawasi para pemimpin negeri. kalau seandainya kami melihat engkau melaksanakan kesalahan.

“Kami ingin mengatakan kepada kaum kami. bahwa beban dakwah ini hanya bisa dipikul oleh mereka yang telah memahami dan bersedia memberikan apa saja yang kelak dituntut olehnya. Sedangkan keagungan pahalanya diberikan kepada para mujahid.S Al Hajj:78)166 Jihad membutuhkan totalitas keikhlasan dan pengorbanan tanpa batas: Imam Syahid berkata. kesehatan.bagi sejauhmana keagungan jihad di jalan-Nya dan sejauhmana pula harga yang harus ditebus untuk mendukungnya. hal.” (Q. harta bahkan darah. baik waktu.                        166          Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim).361 136 .           Artinya: “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya.

dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. anak-anak .S Al Taubah: 24) “Dakwah ini tidak mengenal sikap ganda.                :Artinya “Katakanlah: "Jika bapa-bapa . isteri-isteri. kaum keluargamu.”167 Imam Syahid menjelaskan tentang tingkatan jihad bahwa hendaknya seorang muslim mengambil bagian dari perjuangan suci ini. Ia hanya mengenal satu sikap totalitas. Beliau berkata dalam Risalah Pergerakan. hal. dan tempat tinggal yang kamu sukai. saudara-saudara.16 137 . harta kekayaan yang kamu usahakan. Siapa yang bersedia untuk itu. Sebaliknya. perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya. Apakah Kita Para Aktivis?: “Apa yang mereka inginkan –dari diri mereka dan orang laindari jihad di jalan Allah: 167 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). ia terhalang dari pahala besar mujahid dan tertinggal bersama orang-orang yang duduk-duduk. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan Keputusan NYA". maka ia harus hidup bersama dakwah dan dakwahpun akan melebur dalam dirinya. adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya.” (Q. barangsiapa yang lemah dalam memikul beban ini.

- Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. anda melindungi agamaNya dengan jiwa dan harta anda. - Sabagian dari makna jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. menaati Allah. jamuan makan maupun jamuan minum. yang mengaliri gelora cinta untuk meraih kembali kehormatan dan kejayaan Islam. serta memberikan nasehat kepada para pemimpin Islam dan masyarakatnya. adalah menjadikan duka cita atas kondisi yang mengitari itu sebagai pemicu dalam berpikir secara sungguh-sungguh bagaimana mendapatkan jalan keluar. sebagian tuntutan pribadimu untuk kebaikan Islam dan putra-putri kaum muslimin. adalah munculnya emosi yang dinamis dan kuat. dan engkau mengajak kepada agama Allah dengan hikmah dan nesehat kebaikan. mengikuti Rasul-Nya. tidak ada interaksi. mengamalkan kitab-Nya. Untuk-Nya jangan sisakan milik anda sedikitpun. - Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. adalah anda menyisihkan dari sebagian waktu. yang menangisi duka lara dan meratapi nasib kaum muslimin yang lemah. adalah anda memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar. Jika kejayaan dan kehormatan Islam terancam dan gema kebangkitan diserukan.- Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. adalah anda menjadi prajurit Allah. dalam merenung panjang dan mendalam bagaimana memilih jalan-jalan amal dan cara-cara penyelesaian. adalah anda mengingkari siapa saja yang mengingkari agama-Nya. - Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. Hendaknya anda tidak menjalin hubungan apapun dengan mereka. dan memutuskan siapa saja yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya. - Sebagian dari makna jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. sebagian harta. anda harus menjadi orang pertama kali 138 . yang membisikkan gejolak rindu untuk menggapai kekuasaan dan kekuatannya.

- Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. telah mencatat untuk anda pahala dan telah melepaskan anda dari tanggung jawab. melakukan perbaikan urusan seluruh makhluk. Allah Swt. meluruskan tindak kezaliman. Janganlah sekali-kali anda menjadi orang selainnya. maka biarkahlah ku baca ayat berikut ini. - Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta.menyambut seruan itu dan menjadi orang yang pertama yang maju ke medan jihad. Dengan begitu. sehingga hati anda akan dikunci dan dituntut dengan sepedih-pedihnya siksa. 168 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. lalu dimanakah posisi Ikhwanul Muslimin di antara tingkatan-tingkatan ini?168 Imam Syahid menyimpulkan hal itu dengan mengatakan. Tapi jika kalian hanya melaksanakan sebagiannya atau bahkan melalaikan semuanya. niscaya adalah kalian misi akan kalian dalam kehidupan ini. 83 139 . Jika kalian melaksanakannya dengan memperoleh kemenangan. Demikian inilah sebagian dari tingkatan-tingkatan jihad dalam Islam. dan mencegah tangan pelakunya seberapapun kekuatan dan kekuasaannya. adalah anda bekerja demi menegakkan timbangan keadilan. berjihad menegakkan agama dan meninggikan-Nya baik. beribadah kepada tuhan. hal. “Wahai kaum muslimin. adalah –jika anda tidak dapat melakukan itu semuahendaklah anda memberikan cinta anda kepada para mujahid dari relung hati yang paling dalam dan memberikan masukan nasehat kepada mereka dengan buah pikiran anda yang jernih.

–sebagai generasi pilihan Allah. Al Quran ada dalam dada mereka. Tuhan (yang mempunyai) 'Arsy yang mulia.S Al Mukminun: 115-116)169 Sebagai wujud dari kepahaman terhadap makna yang diisyaratkan oleh ayat di atas. “Wahai kaum muslimin.                            :Artinya “Maka apakah kamu mengira.” Imam Syahid menggambarkan jihad mereka sebagai upaya untuk menguasai dunia dan melakukan perbaikan. para sahabat Rasulullah Saw. beliau berkata. rumah-rumah mereka ibarat pelana-pelana kuda. untuk itulah –setelah Rasulullah Saw. dan pedang-pedang mereka senantiasa terhunus dalam 169 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). bahwa Sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main (saja).” (Q.kaum muslimin segera bertebaran di segenap penjuru bumi. kembali ke haribaan Allah. 43 140 . dan penunggang kuda di siang hari. raja yang Sebenarnya. “layaknya rahib-rahib di malam hari. hal. tidak ada Tuhan selain Dia.tampil dengan julukan. dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah.

berkenan memenangkan hamba-hamba-Nya. supaya jangan ada fitnah[611] dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah[612]. Dari lisan mereka mengalir deras hujjah-hujjah yang terang. dimana kaum muslimin akan memenuhi janji dan melaksanakan semua kewajibannya. 44 141 .S Al Anfal: 39)170 170 Ibid. menyeru manusia kepada salah satu dari tiga pilihan. Islam.” (Q.                          Artinya: “Dan perangilah mereka. Mereka keluar semata-mata untuk menunaikan satu misi suci sebagaimana telah diwasiatkan nabi mereka. Siapa yang membayar jizyah –sementara ia tetap dalam kekafirannya-. hal. 43. Jizyah. atau perang. maka kaum muslimin akan memerangi mereka sampai Allah Swt. maka ia berada di bawah perlindungan dan perjanjian dengan kaum muslimin. Maka Sesungguhnya Allah Maha melihat apa yang mereka kerjakan. bukan pula untuk memburu harta dan popularitas. apalagi karena nafsu imperialisme.” Jadi mereka keluar dari rumah-rumah mereka bukan karena ambisi kekuasaan.genggaman. Tapi bila ia tetap enggan. maka ia akan menjadi saudara kaum muslimin dengan menyandang hak dan kewajiban yang sama. Sebuah amanat yang mengharuskan mereka berjihad di jalan Allah Swt. jika mereka berhenti (dari kekafiran). Siapa yang memilih Islam. Muhammad Saw.

sehingga semuanya benar-benar menjadi saudara yang Saling mencintai satu sama lain.171 Mereka berjuang dengan dakwah mereka untuk melenyapkan seluruh bentuk penindasan. terwujud pengajaran dalam dan bimbingan kepada seluruh umat manusia. atau hidup bernaung di bawah panjinya dengan penuh rasa aman dan terlindungi dari setiap kezhaliman dan kesewenang-wenangan. yang ada justru orang-orang yang beriman dan menerima seruan agama Allah. “Dengan demikian seorang pejuang muslim adalah juga seorang guru yang memiliki semua sifat yang semestinya ada pada seorang guru. Sehingga pembebasan Islam berarti juga pembebasan Barat peradaban.masuk kedalam agama Allah. dikutip dari buku Al Imam Syahih Hasan Al Banna Pengusung Panji dakwah Abad 20. rahmat dan kelembutan. Dengan demikian cairlah sudah fikrah kesukuan dan kelompok di hadapan fikrah ukhuwah Islamiyah. Edisi 284. agar manusia terbebas dan memilih –jika mereka menginginkannya. Samakah ini dengan dominasi sekarang. Jadi sebenarnya tidak ada panglima yang menang dan musuh yang kalah. Harian Afaq Arabiyah. “Akan datang suatu masa dimana terdapat sekelompok manusia yang mencela Islam karena kewajiban jihad dan kewajiban berperang. 172 Risalah Pergerakan. Ia berkata. Al Ustad Fuad Al Hajarsy. cahaya.Sesunguhnya ekspansi Islam merupakan upaya untuk membangkitkan keimanan di dalam hati manusia dan untuk meninggikan kalimat kebenaran di muka bumi. 176. kerusakan dan fitnah di muka bumi. 35 142 . Kepada Apa Kita Menyeru Manusia.” 171 Diantara kalimat Imam Syahid. menghapus kezhaliman. hal. Lihat juga. kemajuan. hal. hidayah. 19 Nopember 1998 M. yang bentuk imperialisme dan penindasan?172 Imam Syahid menjawab orang-orang yang mencela kewajiban jihad. Imam Syahid berkata.

mempersiapkannya agar tidak mengalami kegoncangan ketika menghadapi musibah. tetapi sebagai perlindungan bagi dakwah dan jaminan bagi perdamaian. membangun urgensi rukun- mempersiapkannya upaya rukunnya di dalam jiwa serta patuh terhadap batasan dan hukum-hukumnya. itulah keteguhan dan ketabahan sehingga hilang semua cobaan dan musibah dan Allah mengganti kesulitan dengan kemudahan. Beliau mengatakan. “Allah Swt telah mewajibkan jihad kepada kaum muslimin bukan sebagai alat permusuhan atau sarana bagi kepentingan Pribadi. kezhaliman. dan semakin aksi-aksi kekerasan. Mursyid ‘Am sebelumnya Musthafa Masyhur menegaskan tentang kebutuhan umat terhadap persiapan jihad. hal. 424 143 . Jihad. maka kita harus melakukan tarbiyah jiwa dengan tarbiyah yang mendalam. misi hidayah bagi manusia untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. pembunuhan. keyakinan dan menyandarkan diri kepada-Nya. penangkapan.” Agar kita sampai ke tingkatan jihad dan perjuangan.Beliau menjelaskan dengan perkataannya. selain sebagai sarana untuk menunaikan misi (risalah) agung yang dipikulkan di pundak kaum muslimin. Oleh karena itu maka kaum muslimin harus dipersiapkan untuk sabar dalam 173 Risalah Pergerakan. Ia adalah harapan kepada Allah. “Kondisi meningkatnya alam hari ini –setelah seluruh kekuatan kejahatan bersatu di bawah satu kepemimpinan.menegaskan kepada kita tentang urgensi untuk membangkitkan ruh jihad Islam sebagai solusi tanpa harus mematikan eksistensi umat dan peradaban Islam. dan pembantaian. agar ia tidak gentar di hadapan kesulitan.173 Tentang makna jihad dan yang untuk sempurna. ancaman.

jadikan hati dan perasaan kalian senantiasa berhubungan dengan Allah. berjuang menundukkan jiwa adalah kewajiban kita yang pertama.kalian untuk terus berkorban dengan harta dan kesungguhan. emosi dan perasaan kalian kepada kemuliaan. Kewajiban ini menuntut –dan akan selalu menuntut.kondisi berat dan sulit dan ketika menghadapi musuh-musuh cobaan. Penuhilah kewajiban. evaluasi dirimu dengan evaluasi yang cermat. serta janganlah meremehkan apapun bentuknya. “Kewajiban ini menunut adanya jiwa yang dipenuhi keimanan dan hati yang luhur. lakukanlah ketaatan dan jauhilah dosa. lawanlah kemalasan dan kelemahan. jangan sampai ada satu detik waktu yang berlalu tanpa diisi dengan amalan yang baik dan usaha yang berkah. kesucian dan kejernihan. Sesungguhnya apa yang ada pada kalian akan pupus habis. bersihkan diri kalian dari kemaksiatan. Imam Syahid Hasan Al Banna berkata. Berusahalah untuk senantiasa meneguhkan komitmen kalian dan memurnikan hati kalian. arahkanlah keremajaan. ia adalah kesabaran yang akan membuat umat Islam bangkit menjalankan kewajiban dan tanggungjawabnya dengan penuh ketabahan. jagalah waktu dan jangan membuangnya pada sesuatu yang tidak bermanfaat. 174 Dari perkataan Musthafa Masyhur.”174 Imam Syahid berkata. keyakinan dan ketenangan yang stabil. Bersiaplah dan singsingkanlah lengan baju kalian. kesabaran menghadapi tipudaya kesabaran dalam jihad dan kepungan. Dimana Hati Kaum Muslimin Terhadap Penumpahan Darah Umat Islam? 144 . Allah. dan apa yang ada pada Allah akan kekal selamanya. Yang mempunyai kekuasaan di langit dan di bumi. maka berjihadlah menundukkan jiwa-jiwa kalian dan giringlah ia menuju ajaran Islam dan hukum-hukumnya. lawanlah bisikan nafsu yang menyesatkan. “Wahai Ikhwan.

261 45 176 145 . “Sesungguhnya Islam sebagaimana ia mewajibkan perang. demi pangkat. dengan memberikan balasan berupa surga. dan yang bertawakkallah Maha ia kepada lagi Allah. hal. berfirman:                  :Artinya “Dan jika mereka condong kepada perdamaian. hal. Yang halal hanyalah satu urusan. demi meraup ghanimah.Sesungguhnya Allah telah membeli dari kaum muslimin jiwa dan harta benda mereka. berjihad agar kalimat Allah menjadi yang tertinggi.”175 Imam Syahid berkata tentang perdamaian. mempersembahkan darah dan nyawanya sebagai tebusan bagi akidahnya dan demi menegakkan hidayah bagi seluruh umat manusia.S Al Anfal:61) tatkala untuk berjihad. demi ketenaran. Semua itu haram baginya. atau demi memenangkan peperangan tanpa peduli dengan kebenaran. dibenaknya hanya ada satu pikiran.”176 175 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia).” (Q. Risalah: Al Jihad (Risalah Jihad). Allah Swt. Agamanya pun melarang ia mencampuri niat yang suci ini dengan maksud-maksud lain. demi harta. ia juga sangat memperhatikan masalah perdamaian. Maha Sesungguhnya Seorang mendengar keluar Mengetahui. Maka condonglah kepadanya dialah muslim. yang luasnya seluas langit dan bumi.

mengharamkan permusuhan. Dia berfirman:                   :Artinya “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu. Firman-Nya:                                  146  . juga memerintahkan untuk berlaku adil.Jika jihad dalam Islam memiliki tujuan yang sangat mulia. Allah Swt. meskipun kepada musuh. (tetapi) janganlah kamu melampaui batas. Karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (Q.S Al Baqarah: 190) Allah Swt. maka sarananya pun adalah sarana yang paling utama.

Mereka ketika berperang tidak melampaui batas. Di kala perang.177 177 Ibid. membimbing kaum muslimin mennuju kasih saying yang paripurna. tidak merampok harta. tidak melukai kehormatan.” (Q. mereka adalah sebaik-baiknya pasukan perang. menjadi saksi dengan adil. dan tidak membuat derita.S Al Maidah: 8) Allah Swt. 261 147 . dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. tidak bertindak aniaya. tidak mencuri. dan di kala damai. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum. berlaku adillah. Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. mereka adalah sebaik-baiknya pelaku perdamaian. tidak menyiksa tubuh manusia. mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.                             :Artinya “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orangorang yang selalu menegakkan (kebenaran) Karena Allah. hal.

Mursyid ‘Am sebelumnya. asas dan salah satu kewajiban dalam Islam. memimpin mereka menuju satu tujuan yang dengannya mereka diciptakan. Dan salah satu nama yang dimiliki Allah Swt. mengatakan: ‫إن ال جعل السلم تحية لمنتا وأمانا لهل ذمتنا‬ Artinya: 148 . maka kalian akan masuk surga Rabb kalian dengan penuh kedamaian. hingga mereka mendapatkan ketenangan dalam hidup dan berbahagia dengan menaati Rabbnya. Umat Islam mencintai kehidupan dan mengajak manusia kepadanya. “Perdamaian merupakan salah satu prinsip dasar dalam Islam. bersabda: ‫أفشوا السلم وأطعموا الطعام وألينوا الكلم تدخلوا جنة ربكم بسلم‬ Artinya: “Sebarkanlah salam dan berikan makanan. dan ucapan salam yang digunakan kaum muslimin sebagai pemersatu hati dan pengikat hati individuindividu masyarakatnya satu sama lain adalah As Salam.” Dalam hadits lain Rasulullah Saw. ia juga merupakan salah satu bagian dari eksistensi kaum muslimin dan akidah mereka. sementara kalimat perang hanya disebut dalam Al Quran di 6 ayat saja. adalah As Salam (Perdamaian). Rasulullah Saw.Jihad Islam dengan makna dan batasan-batasannya tidak terpisah dari prinsip-prinsip perdamaian dalam agama Islam. Hal ini sangat jelas dan lebih jelas dari cahaya matahari. lembutkanlah perkataan. Musthafa Masyhur mengatakan.” Kalimat perdamaian dan beberapa derivasi kalimatnya disebutkan dalam Al Quran tidak kurang di 133 tempat.

seperti kebebasan memeluk agama dan beribadah. ia bahkan tidak diizinkan berperang kecuali dengan tujuan yang sangat mulia dari perdamaian dan ketenangan. Perdamaian adalah tujuan mulia dalam Islam. Adapun ketika terjadi kelaliman dan permusuhan terhadap sendi-sendi kemanusiaan.”178 Seorang muslim juga diwajibkan –sewaktu berdoa kepada Rabbnyauntuk menyampaikan salam (doa keselamatan) kepada Rasulullah Saw. Allah Swt berfirman:                           178 HR.“Sesungguhnya Allah menjadikan As Salam sebagai ucapan salam untuk umat kami dan menjadi rasa aman bagi ahli dzimmah kami (nonmuslim). namun perdamaian tanpa ada penindasan di dalamnya. Seorang muslim tidak menjadikan perang sebagai obsesi yang sebenarnya. atau kelaliman terhadap hak dan kewajiban-kewajiban umum. maka pada saat itu Islam tidak meridai perdamaian yang berdiri di atas permusuhan. tanpa kezhaliman. Thabrani 149 .. kelaliman dan persengketaan. kepada dirinya dan kepada hambahamba Allah yang shalih.

rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid. bukan pula kemuliaan perang yang menjadi obsesi umat Islam. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. kecuali Karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". gereja-gereja. bukan upaya untuk mengalahkan orang lain dengan tujuan dan target tertentu. dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain.” (Q.S Al Hajj: 40) Perang dalam Islam bukan hawa nafsu kaum muslimin. Firman Allah:                      150 . Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.                   Artinya: “(yaitu) orang-orang yang Telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar. Justru terwujudnya kebaikan dan keadilan itulah tujuan perang yang sesungguhnya dalam Islam. tentulah Telah dirobohkan biara-biara Nasrani. yang di dalamnya banyak disebut nama Allah.masjid.

”179 Makna Al Nashr (Kemenangan) dan Bentuknya yang Variatif Tentang makna Al Nashr (Kemenangan) dengan bentukbentuknya yang variatif. maka ketika itulah kita mengingat kemenangan. perhatian jaminan keadilan.” (Q. menunaikan zakat. Ia menjadikan perlakukan baik terhadap hewan adalah sebagian dari sendi keimanan. kemampuan mencipta. kemenangan yang diberikan kepada Rasulullah Saw. Inilah Islam yang menganugerahkan kepada umatnya sumber dan sebab-sebab kekuatan. persamaan. Islam telah lebih dahulu memberikan kasih terhadap hewan sejak 14 abad yang lalu. kesiapan berkorban dan terhadap upaya-upaya kebaikan kemanusiaan. “Ketika kalimat Allah meninggi dimuka bumi dan musuh-musuh Allah gagal memalingkan kita dari tugas atau membelokkan kita dari keyakinan kita. dan mengancam perlakukan buruk terhadapnya dengan siksaan dan balasan yang pedih. dan sahabatnya sewaktu mereka berada di goa Tsaur. Tipuan dan celaan terhadap Islam dan pemeluknya 151 .S Al Hajj: 41) Agama Islam adalah rahmat yang luas hingga kepada hewan. ketika orang-orang bathil merasa bosan menyerukan kebatilannya. 179 Dari perkataan Al Ustadz Musthafa Masyhur. dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.Artinya: “(yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang. kedamaian dan untuk kebebasan. Al Ustadz Musthafa Masyhur berkata. kemampuan menghadapi tantangan. menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar.

berfirman:                                                  Artinya: “Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) Maka Sesungguhnya Allah Telah menolongnya (yaitu) ketika orang- 152 . benar-benar tidak memiliki kekuatan. kendati demikian kemenangan itu akhirnya terwujud. kekuatan mereka jauh berada di atas kekuatannya. ia tidak apapun. kekuatan sementara materi musuh-musuhnya bersama banyak. keluar tanpa teman seorangpun selain As Shiddiq (Abu Bakar As Shiddiq).ketika beliau Saw. tanpa ada bala tentara dan tanpa memiliki perbekalan. sahabatnya Rasulullah Saw. Allah Swt.

namun manusia yang menyaksikan pemandangan itu serta merta mengimani Tuhan yang diyakini ghulam dan mereka menyerukan bahwa kalimat Allah adalah yang tertinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana[643]. dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir Itulah yang rendah. Penguasa tersebut akhirnya dapat membunuh ghulam tersebut setelah menyebut nama Tuhannya sementara ia sangat membenci nama itu. (Q. beriman sementara mereka menguasai jasad-jasad sesungguhnya itu adalah kemenangan tanpa kekuasaan." Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya. Kemudian kemenangan itu kembali terulang kepada Ashabul Ukhdud.S Al Taubah:40) Ia adalah kemenangan yang diberikan Allah kepada seorang Ghulam Abdullah bin Tsamir ketika suatu hari ia meminta kepada penguasa zhalim untuk dipanah di hadapan manusia dengan syarat menyebut nama yang sangat dibenci oleh penguasa zhalim tersebut agar ia dapat membunuhnya. ketika para penguasa lalim kelelahan menghadapi jiwa-jiwa yang mereka. Namun kemudian Allah memberikan kemenangan dengan kekuasaan. ketika keyakinan mengalahkan kehidupan. ketika api keimanan melawan fitnah. Sesungguhnya Allah beserta kita. Firman Allah:     153  . di waktu dia Berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita. dan kalimat Allah Itulah yang Tinggi. Walaupun ghulam itu mati.orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua.

                                                                   154 .

Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik.              Artinya: “Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguhsungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi. mereka tetap menyembahku-Ku sesuatu apapun dengan dengan Aku. sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa.S Al Nur: 55)                    Artinya: 155 . sebagaimana dia Telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka. dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk mereka.” (Q. tiada dan mempersekutukan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu.

Tafahum (saling memahami). hal. menunaikan zakat. manhaj dan dari ikatan yang menyatukannya dengan asas Ta’aruf (saling mengenal).” (Q. Melaksanakan pertama.” Tarbiyah terhadap setiap individu. dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. yaitu: a. “Melakukan pembinaan diri adalah kewajiban kita yang b. 46 156 .“(yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang. saat itu panji-panji kebenaran ditinggikan dan keadilan merata ke seluruh negeri.S Al Hajj: 41) Akan datang suatu hari di mana khilafah Islam berdiri. 180 Risalah: Wudhuh Ru'yah. menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar. Ustadz Musthafa Masyhur. Takaful (Saling melengkapi). Komitmen terhadap tarbiyah kolektif yang diberikan jamaah. dan kedamaian tersebar di bumi.”180 Bab III Pemahaman Tarbiyah Dalam Proses Pembinaan Pemahaman Tarbiyah Dalam Proses Pembinaan Gambaran-gambaran Pembinaan Tarbawi dan Ciri-cirinya: Pembinaan tarbawi dilakukan dengan dua rukun yang mendasar.

serta latihlah ia menjadi prajurit di bawah bendera dan panji Nabi Muhammad. Hal. Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). Beliau berkata.184 Dengan demikian sangat jelas bahwa Imam Syahid memberikan perhatian yang sangat besar terhadap rukun Al Fahm bagi 181 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). maka binalah diri kalian dengan demikian kalian telah membina umat. hal. “Maka yang pertama yang kami inginkan adalah terbangunnya jiwa-jiwa yang hidup. 44 182 183 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Sesungguhnya kewajiban ini membutuhkan jiwa-jiwa yang mukmin dan hati-hati yang selamat. dan memiliki semangat yang berkobar.”181 Dalam 1.”182 Ia juga berkata. jiwa-jiwa yang optimis. dan tangguh.”183 2. yang penuh cita-cita dan bervitalitas tinggi. memperhatikan beberapa sisi berikut: Urgensi membangkitkan memperbaharui kekuatan hati dan perasaan sebagai dasar untuk maju dan eksis: Beliau berkata. Hal. Urgensi Pemahaman Yang Komprehensif Terhadap Dakwah: Maka Imam Syahid menetapkan 20 prinsip dasar. keimanan. Kami menginginkan hati-hati yang segar.Imam Syahid menyebut orang-orang yang komitmen terhadap Kewajiban seorang Aktivis dan melaksakannya dengan sebutan. “Wahai umat Islam sekarang adalah masa pembinaan. hal. 356:359 157 . Imam Syahid sangat jiwa. “Penuhilah jiwa yang liar dengan keagungan Islam dan keindahan Al Quran. 197 184 Lihat Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). kuat. diantara adalah Al Fahm (Paham atau pemahaman) sebagai salah satu rukun dasar dari rukun baiat. Al Ikhwan Al Shadiqin (Ikhwan Yang Benar). membara. 233 Risalah. proses pembinaan personal.

harta bahkan darah. “Dakwah kami adalah dakwah Islamiyah dengan segala makna yang tercakup dalam kata itu. Beliau juga menjelaskan tentang batasan-batasan dan prinsip-prinsip dasar yang menjadi pijakan dalam rukun ini di dalam Al Ushul Al Isyrin yang bersumber dari dari Al Quran dan Al Sunnah. hal. 185 Imam Syahid mengkhususkan rukun Al Fahm sebagai salah satu dari 20 Prinsip Dasar Ikhwan. 17 187 Ibid. kesehatan. Imam Syahid berkata. baik waktu. hal. Sebenarnya ia bukan ushul dalam Islam. sedang sirah kaum salaf adalah contoh aplikatif dari perintah Allah dan ajaran Islam. sunnah Rasulullah Saw. adalah penjelas dari kitab tersebut. yang merupakan bagian dari manhaj dan makna Islam itu sendiri. 16 158 . Kewajiban bekerja untuk kepentingan dakwah dan berkorban di jalannya. ia hanya merupakan pembatasan makna pemahaman yang benar bagi seorang muslim.”186 3. dan salafus soleh (jalan hidup pendahulu yang shalih) dari kaum muslimin. Urgensi Loyalitas yang paripurna terhadap dakwah dan keikhlasan.” 4.”187 Kemudian beliau menjadikan al ‘Amal terdiri dari 7 tingkatan. yang dimulai dengan memperbaiki diri sendiri hingga kepemimpinan dunia. “Bahwa beban dakwah ini hanya bisa dipikul oleh mereka yang telah memahami dan bersedia memberikan apa saja yang kelak dituntut olehnya.seorang al Akh. Kitab Allah adalah adalah sumber dasar ajaran Islam. Sunnah Rasulullah Saw. Pahamilah apa saja yang anda ingin anda pahami dari kata itu dengan tetap berpedoman pada kitab Allah.185 Imam Syahid juga menjelaskan hal ini dengan mengatakan. Dan hal ini tentunya tidak hanya sebatas perkataan dan slogan. “Dakwah ini tidak menerima perserikatan. 186 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami).

233 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). Ia mempersiapkan lingkungan dan iklim yang cocok untuk pembinaan ini. jangan sampai kalian terpisah dikarenakan urusan-urusan yang sepele dan oleh kebimbangan yang mematikan.5. Urgensi Pemusatan dan Tidak melakukan lompatan “Oleh karena itu maka perlu dilakukan pembatasan. sasaran. lemah dan nasib tidak kebangkitan umat hanya akan seperti lilin kecil di tengah gulita Nyalanya 188 terasa bertenaga.” Proses pembinaan ini sangat memperhatian gradualitas dan prioritas dalam pembentukan. dan akan menggunakan pelbagai sarana tarbawi untuk mewujudkan target-target tarbiyah. jangan kalian berselisih dengan saudara-saudara kalian dalam sebuah permasalahan. “Yakinlah kepada fikrah kalian. Urgensi Kesatuan Barisan dan Ikatan Imam Syahid berkata. Fuad Al Hajarsy. hal. harus ada pemusatan hingga ia benar-benar menjadi keyakinan yang kokoh yang tidak goyak oleh keraguan dan kebimbangan. dari buku Al Imam Syahid. 111 159 . bekerjalah untuknya dan teguhlah di atas jalannya. ia adalah senjata yang paling ampuh yang kalian miliki. Hal.”190 188 189 Risalah. maka jagalah persatuan itu. dan hendaknya seluruh jiwa dan perasaan dikumpulkan. Persatuan dan ikatan kalian adalah senjata utama. serta melihat seseorang dengan pandangan yang menyeluruh. hal. perhatian akan dan pembatasan redup. 108 190 Nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan.”189 “Wahai Ikhwan. Tanpa pemusatan sahara. 6. dan berkumpullah di sekelilingnya. Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). senantiasalah berada dalam barisan jamaah.

Kepada Apa Kami Menyeru Manusia. saling memaafkan. sehingga tumbuh di dalamnya celah-celah keretakan. keyakinan penghormatan terhadap dasar tersebut yang akan menjaga dari kesalahan dan penyimpangan. keterbukaan dan keterusterangan antar individu. 7. kebersihan jiwa. bahkan semua pengarahan tidak akan bermanfaat apa-apa.”191 8. Teguh Di atas Jalan Dakwah Imam Syahid menegaskan. telah berhasil menghidupkan –dengan izin Allahiman dalam hati dan jiwa kaum muslimin dari generasi pertama para sahabat. Urgensi Membangkitkan Ruh Optimis dan Keyakinan kepada Pertolongan dan Kemenangan dari Allah untuk dakwah. interaksi. saling nasehat-menasehati. baik berupa iklim cinta. atau tertipu dengan yang lain. Semoga Allah melindungi kita dari semua itu. bangga dalam memeluknya.Termasuk urgensi kondisi yang mendukung di dalam shaf jamaah di setiap jenjangnya. maka hal itu akan memberikan dampak langsung kepada jamaah. hal. “Kemauan yang keras yang tak tersentuh oleh kelemahan. dengan dan pengetahuan terhadap perjuangan. hal. dan setiap program dan sarana yang digunakan tidak akan memberikan hasil apapun. yakni beriman kepada kebenaran risalah. kesetiaan yang kuat yang tak dikotori oleh kepura-puraan dan pengkhianatan. Jika iklim ini dinodai oleh sebuah kerusakan. 235 Risalah Pergerakan. perseteruan dan permasalahan. kelapangan hati. dan optimis dengan akan datangnya pertolongan Allah. “Dengan berbekal tiga keyakinan. Imam Syahid berkata. 45 160 .”192 191 192 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). iklim saling percaya dengan seluruh maknanya. -maka Rasulullah Saw. pengorbanan besar yang tak dihalangi oleh ketamakan dasar dan kebakhilan. Maka kepada tiga keyakinan ini kami mengajak manusia.

“Ia berbuat dengan seluruh perkataan dan perbuatan hanya mengharap keridaan Allah. 9. Kita menantikan pertolongan dan kemenangan hanya dari Allah. cobaan dan kesabaran dalam mengarungi pahit getir jalan dakwah merupakan wadah yang akan menyaring. Menjalaninya dengan penuh keyakinan dan selalu ingat target besar yang hendak diwujudkan. “Dan kita -al hamdulillah. menyepuh dan mengokohkan pembinaan ini. dan gelar. Imam Syahid juga berkata. popularitas. Kita tidak menginginkan kecuali keridhaan Allah dan kemaslahatan manusia. sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Syahid di dalam Risalah Ta’alim. hendaknya ia benar-benar menjadi jundi dakwah baik akidah maupun fikrah. Hendaknya ia seorang kader dakwah tabah menjalani ujian ini. tidak melihat pada ghanimah yang akan didapatkan. bertahan menghadapi proses tarbiyah dan pembinaannya dengan penuh kesabaran dan keridhaan. Kita tidak akan beramal kecuali hanya ingin meraih ridha-Nya. Barangsiapa yang dimenangkan oleh-Nya.berlepas diri dari ambisi-ambisi dan jauh dari kepentingan Pribadi. Urgensi Ikhlas Imam Syahid berkata. maka tak seorangpun yang bisa mengalahkannya.             :Artinya “Yang demikian itu Karena Sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan 161 .Ujian.

Taat (kepatuhan). Jihad. Fahm (pemahaman). Amal (aktivitas). Tsabat (keteguhan). namun usaha untuk menyempurnakan keduanya merupakan tuntutan syariat. Tajarrud (kemurnian). Tadhiyah (pengorbanan.” 10. 393 Ibid 162 . Ia adalah perubahan yang mendalam. kehilangan obsesi. Urgensi Rukun-rukun Bai’at 10 rukun baiat yang ditetapkan oleh Imam Syahid merupakan prinsip dasar dalam proses pembinaan peserta tarbiyah. karena ia menjadi penghalang turunnya rahmat dan menjadi hijab turunnya pertolongan Allah. paripurna dan Perubahan dan pembinaan individu ini tidak hanya berupa perubahan bentuk atau reaksi perasaan semata. serta yang akan menangkalnya dari penyimpangan. Ikhlas. 109 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). perubahan dan kelemahan.S Muhammad: 11)193 “Jika seandainya diantara kalian ada seseorang yang memiliki hati yang sakit. 12.”194 11. dan luka masa lalu maka keluarkanlah ia dari sisi kalian. Urgensi Akidah dan Aktivitas Hati Imam Syahid berkata. yaitu. kehilangan orientasi hidup.” (Q. meskipun dengan kadar tuntutan masing-masing berbeda. 195 Ukhuwah dan Tsiqah (kepercayaan). hal.” integral. “Akidah adalah pondasi aktivitas.Karena Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai Pelindung. atau keahlian dan semangat dalam gerak dan 193 194 195 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). dan aktivitas hati lebih penting daripada aktivitas fisik. hal.

qaradlway menjelaskan hal ini dengan mengatakan. Memang baik menjaga sunnah secara simbiolis dan penampilan fisik seperti memanjangkan jenggot dan meninggikan pakaianmu di atas mata kaki dll. Beliau juga berkata. seolaholah hal itu merupakan bagian dari rukun iman atau prinsip-prinsip dasar Islam dan Ihsan. “Kebanyakan orang merasa bangga bahwa mereka menjaga dan memperhatikan sunnah mereka Rasulullah lebih Saw. maka sesungguhnya ia telah kehilangan inti ajaran Islam. begitupula di dalam penampilan. ketinggian cita rasa dalam sastra. sifat kasih. itqan dalam bekerja. dalam dakwah dan ibadah. adil. namun sesungguhnya simbiolis menjaga sunnah secara ketimbang menjaganya secara esensial.pelaksanaan. jujur dalam mu’amalah. berdasarkan semata-semata atau kepada perubahan Yusuf merupakan pengalaman. “Kita harus mengubah perhatian kita menuju anasir inti dan ruh sebagai ganti perhatian kita terhadap sisi fisik semata.. namun ia adalah perubahan yang mendalam dan integral terhadap diri seseorang. hanya perubahan Dr. Realitas pengalaman Bahwa dalam mewujudkan membaca. ukhuwah dalam hubungan. ikhlas dalam beribadah. walaupun ia berpegang teguh dengan bentuk dan fisik. 13. prilaku dan amal. baik pemahaman dan keyakinan. namun tidak baik jika menjadikan hal ini segalanya dalam agama. namun realitas kesuksesan. bersifat fisik. Barangsiapa yang kehilangan tauhid dan keyakinan. ia tidak yang Al bergantung pengetahuan. Dan juga tidak 163 . gerakan dan tindakan.

”196 14.” Padahal hal ini merupakan (tahsinat) kebaikan yang sangat dianjurkan namun bukan merupakan (daruriyat) kewajiban. namun ia senantiasa diwarnai dengan harakah (gerakan). Al Shahwah al Islamiyah. Edisi I 164 . serta gerakan dengan target-target dakwah yang merupakan sarana pertumbuhan dan perkembangan dalam proses tarbiyah. atau mengikuti jalan orang-orang nonmuslim. Keseimbangan dan Integralitas antara Harakah dan Pembinaan. demikian halnya dengan tarbiyah yang mencakup dua sisi individu dan masyarakat dalam sebuah kesatuan yang paripurna dan keseimbangan yang mendalam.baik jika anda mengklaim setiap orang yang tidak memelihara sunnah secara simbiolis dengan iman yang rapuh. iman yang lemah. yakni sesuatu yang tertanam dalam hati dan dibenarkan dengan amalan. tahapan gerakan di masyarakat dan tahapan tarbiyah individu tiada lain merupakan pembagian secara normatif saja. Kita tidak mungkin memisahkan kedua sisi tersebut. Majalah Risalah. adapun secara praktek pembagian ini sebenarnya tidak ada. Pembagian amal dan pembinaan dalam dua tahap. Yusuf Al Qaradlawy. sebagaimana kita 196 Tulisan Dr. aktivitas dan interaksi dengan masyarakat. dan bukan merupakan (hajiyat) kebutuhan sebagaimana yang dijelaskan oleh para ahli fiqih dan ushul. Pembinaan tarbawi tidak terbentuk jauh dari realitas kehidupan atau terkurung dalam bilik-bilik penyepian. Sebagaimana keimanan.

tidak mungkin memisahkan tubuh manusia dari unsurunsur esensialnya. Imam Syahid berkata. “Kepemimpinan Ikhwan. pemahaman. Untuk itu dibutuhkan perspektif yang jelas dan penguasaan yang komprehensif terhadap targettarget dakwah dalam setiap fase. Maka pelbagai sisi seperti. perasaan. posisi seorang guru dalam memberikan pengajaran 197 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). prilaku. lemahnya terhadap pembinaan internal. hal. keyakinan. kegiatan terkadang dan kita beragamnya atau segmentasi perhatian kehilangan konsentrasi dan pemusatan perhatian. meneliti mencermati yang tampak. Tidak ada tarbiyah tanpa gerakan. terwujudnya kepemimpian dan tertinggi: hal timbangannya menciptakan fenomena adalah. mendorong aktivitas dan memberikan penyembuhan. serta keseimbangan antara gerakan dengan aspek-aspek tetap proses amal. keinginan dan gerakan. keseimbangan. sulit untuk memisahkan sisi-sisi tersebut. merupakan sisi-sisi yang saling terpaut dan interaktif. maju Dan dan memberikan melakukan dan perhatian gerakan–dengan terhadap pembinaan sebagai ini akan setiap individu. 399 165 . Dengan semakin banyaknya amal. akhlak. spirit.menduduki posisi orang tua dalam ikatan hati. strategi kecermatan. dan keinginan di seluruh aspek kehidupan. 15. aktivitas. karena semuanya berada dalam makna pemahaman tarbiyah. Pembinaan 197 Tarbawi adalah Dasar Tanggungjawab -dakwah dalam barisan. pembangunan pilar-pilar yang menopangnya.

“Cengkeramlah dengan sungguh-sungguh bimbingan-bimbingan ini. Beliau mengarahkan tentang aspek-aspek amal yang dibutuhkan dalam pembinaan seorang Al Akh hingga ia memiliki sifat-sifat berikut: Salimul Akidah (bersih akidahnya). Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya). 198 terhadap manhaj tarbiyah. dan posisi seorang pemimpin dalam menentukan kebijakan-kebijakan politik secara umum dalam dakwah. Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). perbaikan diri dan dakwah kepada orang lain. Jika 198 Ibid. Qadirun Alal Kasbi (mampu (Cermat (kuat berekonomi). Engkau bagian dari kami dan kami bagian dari dirimu. 394 166 . hal.” “Saya yakin. penguasaan dan pengamalannya Imam Syahid menitik beratkan pembinaan seorang Al Akh dalam hal. mengatur Munazhamun fi Syu’unihi Linasihi Ghairihi (terorganisir seluruh urusannya). Harishun Ala waqtihi waktunya). Mujahidun Nafi’un Li kesungguhan (Bermanfaat bagi selainnya). Ijtihad seorang kader. maka balasanmu adalah kehormatan hidup di dunia dan kebajikan serta ridha di akhirat.ilmu. jiwanya). Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya). Rukun Amal.” 16. Jika tidak maka dalam barisan orang-orang yang duduk dan para pemalas masih terdapat kursi-kursi yang kosong. shahihul Ibadah (benar ibadahnya). Imam Syahid berkata. jika engkau mengetahuinya dengan baik dan engkau menjadikannya cita-cita dan orientasi hidupmu. dan posisi seorang syaikh dalam aspek pendidikan rohani.

5. 3. di pundakmu tertempel gelar-gelar mentereng. dan kau tampak begitu menonjol di antara kita. 1. 369 Ibid.200 199 200 Ibid. 2. berikut: 1. 369 167 . 5. kami). 2. maka tiada lagi hubungan antara kita. kami). 3.engkau berpaling darinya lalu duduk-duduk santai saja.”199 17. Kesederhanaan Tilawah Shalat Keprajuritan Akhlak Iman yang kuat Pemahaman yang benar Pembinaan yang cermat Cinta yang dipercaya Amal yang berkesinambungan Slogan prinsip-prinsip ini termaktub dalam 5 (lima) kata: Bentuk Pembinaan ini Terhimpun dalam 5 (lima) kata Kemudian hal ini disimpulkan dalam 5 (lima) point berikut: 1. 4. As Syahadah Umniyyatuna (Mati syahid adalah cita-cita 4. 5. hal. 2. 4. Hal. Jika engkau seseorang yang biasa berada di depan majelis kita. maka dudukmu akan dihisab Allah dengan seberat-beratnya hisab. Allah Ghayatuna (Allah adalah tujuan kami) Ar Rasul Qudqatuna (Rasul adalah teladan kami) Al Qur’an Syir’atuna (Al Quran adalah Undang-undang Al Jihad Sabiluna (Jihad adalah jalan juang kami). 3.

sehingga cahaya hidayah menyinari hati-hati mereka. Imam Syahid memiliki manhaj baru yang disimpulkan dalam 2 (dua) hal mendasar: Pertama. Imam Syahid berkata. menjalankan perintah-perintah-Nya dan beramal dengan sebaik-baiknya.Sebagian mereka ada yang melihat dan mencermati sehingga keimanannya bertambah dan keyakinannya semakin kuat. “Ketauhilah bahwa dalam perkara akidah manusia terbagi dalam beberapa kelompok: Sebagian mereka mendapatkannya melalui pengajaran dan meyakininya sebagai sebuah adapt. dan meminta pertolongan kepada Allah dengan ibadah. Kelompok ini sangat mudah terpengaruh jika berhadapan dengan beberapa syubhat dalam akidah. serta ketetapan jiwanya.Manhaj Imam Hasan Al Banna dalam Tarbiyah Akidah Adapun manhaj Imam Syahid Hasan Al Banna dalam pemahaman akidah sangat jauh dari Ilmu Kalam dan istilah-istilah yang dibuat oleh para ulama yang pakar di bidang ini. Sebagian mereka ada yang masih terus mencermati. pemahamannya juga jauh dari teori-teori ilmu filsafat dan bentuk-bentuk perbedaan yang dilahirkan oleh para ahli kalam. . Kedua. dan mereka bisa melihat dengan mata hati kesempurnaan iman dan keyakinannya. menggunakan pikiran. berpegang teguh dengan Al Kitab dan As Sunnah dalam menyampaikan pemahaman akidah kedalam hati dan penanamannya di dalam jiwa dan perasaan. Hal ini sebagaimana jalan yang dilakukan oleh para ulama salaf. Firman Allah: 168 . Memanfaatkan penjelasan lewat tanda-tanda akidah tersebut di dalam diri dan memberikan muslim standar ukuran untuk mengetahui kadar realisasi dan pelaksanaannya.

Imam Syahid menyimpulkan beberapa kewajiban. beliau justru memberikan metode praktis yang membekas. yang disimpulkan dari Al Quran dan sunnah Rasulullah Saw. 202 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?.S Muhammad: 17)201 Dalam menerapkan proses perbaikan diri dan penanaman keyakinan akidah dalam hati. Beliau berkata. 73 203 Ibid 169 . Hal. “Saya meyakini bahwa manhaj ini adalah sarana praktis dalam melaksanakan tarbiyah diri dan memperbaiki akhlak.. maka kita harus senantiasa menjaga hubungan kita dengan 201 Risalah Al Aqa-‘id hal. melaksanakan nash-nashnya.”202 Beliau berkata tentang manhaj ini. Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketaqwaannya. Beliau meminta Ikhwan untuk menghapal konsep tersebut. Imam Syahid tidak menggunakan pembagianpembagian teoritis dan studi akademis.” (Q. Lihat juga tulisan Al Ustadz Musthafa Masyhur – dalam rangka memperingati kesyahidan Imam Hasan Al Banna.        :Artinya “Dan oraang-orang yang mau menerima petunjuk. jelas dan mudah untuk dilaksanakan. “Dan di antara sifat-sifat khas seorang muslim adalah rabbaniyah. rukunrukun dasar dalam sebuah model praktis dengan tema “Aku meyakini dan aku berjanji”. dan mematuhi perjanjianperjanjiannya. yang tidak melenceng seujung rambutpun dari kedua sumber tersebut. mematuhi batasan-batasannya.”203 Tentang sifat rabbani (berorientasi ketuhanan) dan pemusatannya pada individu muslim. 416. sederhana.

Allah semampunya. Hal. Mereka menyampaikan hal itu dengan penuh kesabaran. dan di setiap fase-fase dakwah akan menyaring barisan dakwah ini dan membersihkannya dari batu-batu bangunan yang rapuh dan lemah. dan hendaknya kita menjadi qudwah dalam melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar. anda paham sekarang. –baik Ujian-ujian yang berasal dari dalam dan dari luar. perlahan. 76 206 Ibid 170 . “Wahai saudaraku muslim. rumah-rumah mereka.”204 Beliau juga menunjukkan agar kita memulai proses perbaikan tersebut dengan memperbaki shalat dan ibadah-ibadah kita. 262 205 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. untuk itu jadilah teladan ihsan dalam shalatmu. Firman Allah:            204 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Di dalam Risalah Al Ma’tsurat banyak sekali zikir dan doa-doa. serta yakinlah bahwa langkah pertama sebelum segela aktivitas kita adalah memperbaiki shalat. “Mereka juga melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar. kerabat dekat dan teman-teman mereka.”205 Beliau juga berkata.akan didera oleh setiap individu maupun jamaah ini dalam pelbagai bentuk. dan sudah memulainya dari diri mereka sendiri.”206 Ujian dan Cobaan adalah Sebuah Kemestian dalam Dakwah Dalam proses pembinaan dan di dalam shaf dakwah ini pasti terjadi ujian dan penyeleksian. kemudian kepada keluarga. yaitu dengan cara melakukan zikir dan doa. dengan hikmah dan nasehat-nasehat kebaikan. hal. Imam Syahid berkata. sehingga ia semakin kuat dan kokoh.

hal.:Artinya “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami Telah beriman". dan tidak ada jihad tanpa tekanan.S Al Ankabut:2) Kami berdoa kepada Allah kesehatan dan kekuatan.”207 Ia berkata. terhadap dakwah-dakwah kebenaran. Imam Syahid berkata. dan rumah-rumah kalian akan digeledah. Sesungguhnya demikianlah tabiat jalan dakwah ini. Saat itu berarti kalian telah memulai meniti jalan para aktivis dakwah yang sesungguhnya. dan ini akan menjadi ukuran ketegaran. “Tidak ada dakwah tanpa jihad. dan diawasi. hal. di saat mereka telah mengetahui dan memahami tujuan dan sasarannya. kemajuan dan keberhasilannya. Setiap rezim (penguasa) akan berusaha melumpuhkan aktivitas kalian dan menebar duri-duri penghalang di jalan Kepentingan-kepentingan kalian akan dikebiri. ini adalah sunnah Allah Swt. Para penguasa. Ujian dan cobaan ini kemungkinan akan sangat panjang waktunya. Nanti. 213 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). pemimpin dan pengambil kebijakan akan menaruh kebencian kalian. 109 171 . “Saya ingin berterus terang kepada kalian bahwa dakwah yang kita emban ini belum banyak diketahui orang. niscaya akan terjadi permusuhan dan penentangan dari mereka. diusir dan dideportasi. kalian akan diberhentikan dari pekerjaan. Kalian akan dipenjara dan ditahan. sedang mereka tidak diuji lagi? (Q. kebenaran. Di depan kalian akan terbentang berbagai kesulitan dan kalian akan menemui banyak kendala.”208 207 208 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). terhadap kalian.

dari kata-kata dan teori menuju realita dan amal nyata. ia adalah ikatan yang kokoh dan interaksi yang serius. saling memaafkan. Ia juga merupakan sarana untuk membentuk sebuah wadah pembinaan iman dan program-program tarbiyah. dimana hal ini berlangsung di lingkungan yang penuh rasa cinta. dimana terlaksananya proses pembinaan dan pengarahan. yang dapat membimbing mereka kepada puncak keteladanan. Tafahum (saling memahami). dan mengangkat derajat ukhuwahnya. pengorganisasian aktivitas dan gerakan. Usrah adalah wadah utama dalam proses tarbiyah. 201 172 . Imam Syahid berkata. keterbukaan dan keterusterangan. dan sesungguhnya pahala kebajikan hanya untuk orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya kemenangan ada bersama kesabaran. keberhasilan ada bersama ketegaran.”209 Al Usar Tarbawiyah (Usrah-usrah Tarbiyah/Pembinaan) Usrah-usrah tarbiyah dan katibah-katibah Ikhwan merupakan salah satu sarana tarbiyah dan termasuk hal yang tsawabit (prinsipil) dalam jamaah. yang membantu proses pembentukan bangunan jamaah sehingga terwujudnya. dan Takaful (saling melengkapi) antara kader dakwah. 209 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). kasih. kelapangan hati. kandungan dan programnya tidak terbatas pada rutinitas pertemuan berkala semata. saling nasehatmenasehati. hal.Beliau juga berkata dalam menghadapi ujian-ujian ini.usahakan agar dirimu menjadi batu bata yang baik bagi bangunan (Islam) ini. “Islam menekankan perlunya pembentukan usar (usrah-usrah) dari pengikut-pengikutnya. mengokohkan ikatan hatinya. Karena itu –wahai saudaraku. “Wahai Ikhwanul Muslimin. Ta’aruf (saling mengenal).

Demikian itulah fenomena sebagian iman dari dan kalian intisari ukhuwah. Hayatilah makna ukhuwah yang benar dan utuh di antara kalian. Evaluasilah dirimu dengan evaluasi yang cermat dalam hal ketaatan dan kemaksiatan. 3. Hendaklah sebagian dari kalian memikul beban sebagian yang lain. tunaikan dan yang diperintahkan yang kepadamu. 373. Hal.Sedangkan pilar-pilar ikatan ini ada tiga. Allah karenanya. Takaful (Saling menanggung bebang) Ia adalah pilar ketiga. apa-apa dilarang. karenannya saling mengenallah dan saling berkasih sayanglah kalian dengan ruhullah. Ta’aruf (Saling mengenal) Ia adalah awal dari pilar-pilar ini.”210 210 Risalah: Nizamul Usar. 374 173 . Hendaklah kepada senantiasa bertanya sebagian yang lain (tentang kondisi kehidupannya). sehingga ia tidak hanya menjadi beban berat yang kering tanpa ruh: 1. hafalkan dan usahakan untuk mewujudkannya. hadirkanlah selalu bayangan ayat-ayat Al Quran dan hadits-hadits yang mulia di benakmu. Letakkan di pelupuk matamu kandungan ayat-ayat berikut:       :Artinya “Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. istiqamahlah kalian dalam manhaj yang benar.S Al Hujurat:10) 2. (Q. Jika didapatkan padanya kesulitan. berusahalah agar tidak ada sesuatupun yang menodai ikatan kalian. Tafahum (Saling memahami) Ia adalah pilar kedua apa-apa tinggalkan dari pilar-pilar sistem ini. segeralah memberikan pertolongan selama ada jalan untuk itu.

tidak semata pengetahuan dangkal terhadap nama dan kepribadian seseorang. hendaknya berhati-hati. lalu menganggap bahwa dirinya lebih utama darinya.Imam Syahid menjelaskan bahwa ta’aruf. menjadi keras hati kepada Al Akh yang menasehati. Kenapa demikian? Karena mahabbah fillah (cinta karena Allah) adalah setinggi-tinggi martabat dalam agama. Jangan sampai ia merasakan adanya kekuarangan pada sasaran nasehat. “Setelah itu hendaknylah setiap kalian bersedia menasehati saudaranya yang lain begitu aib tampak padanya. biarkanlah selama kurang lebih sebulan penuh. Bahwa sifat ekstrim dan keras hanya akan menjadi kerikil terhadap ukhuwah dan hendaknya ia upaya memiliki untuk saling memahami tertentu ini berjalan terus menerus di setiap waktu dan kondisi. Ia justru merupakan pengenalan yang mendalam. tafahum dan takaful. kecuali kepada pemimpin usrah saja. serta hendaknya batas-batas demi terwujudnya pertautan dan kesatuan. lalu janganlah diceritakan aib yang ia lihat itu. Kalau ia merasa tidak mampu memperbaikinya. tetaplah dalam keadaan mencintai dan menghargainya. sedangkan nasehat adalah pilar agama itu.itu berubah niat. meski seujung rambut apapun. Imam Syahid berkata. Setelah itu. interaksi dan koordinasi antara kader dakwah satu sama lain. Hendaklah seorang Al Akh menerima nasehat saudaranya denan penuh rasa suka cita dan ucapkan terima kasih padanya. 174 . jangan sampai hatimu –yang secara ikhlas ingin memberi nasehat kepada saudaramu. menetapkan keputusan-Nya. sehingga Allah Swt. Sedangkan untuk Al Akh yang dinasehati. meski hanya sepotong rambut. waspadalah jangan sampai engkau berubah sikap. Untuk Al Akh yang menasehati.

211 Islam Syahid. dan memalingkan tipu daya setan dari kami dan kalian semua.telah (hanya) menjadi kata-kata yang menghias bibir kaum muslimin semata dan khayalan belaka di benak mereka. perang mulut.”213 211 212 213 Ibid. dan kalian inginkan kembalinya ikatan umat yang saling bersaudara dengan jiwa ukhuwah Islamiyah. Jika ada suatu usulan atau complain.” Allah Swt.“Sesungguhnya agama adalah nasehat. Kalian telah berusaha untuk menerapkannya di masyarakat kalian. atau pelampiasan emosi dengan mengangkat suara tinggi-tinggi. Itu semua haram hukumnya menurut fiqih usrah. Naqib (pembimbing untuk usrah) hendaklah menampungnya kemudian menyampaikannya kepada pemimpin. penjelasan perdebatan.212 Ruh ukhuwah dan mahabbah inilah yang berusaha kita upayakan agar tersebar di masyarakat dan terpadukannya hati-hati umat. melindungi sebagian kalian dari (kejahatan) sebagian yang lain. juga sangat ada memperhatikan sebagai di tempat majelis prinsip-prinsip Imam bagi usrah interaksi antara “Tidak individu. Yang dibenarkan adalah penjelasan dan minta penjelasan. itu pun harus dengan memperhatikan batas-batas etika dengan keutuhan sikap saling menghargai dari seluruh anggota. Imam Syahid berkata. “Perintah-perintah Allah dan taujih-taujih Nabi ini – setelah berlalu generasi pertama umat Islam. 374 ibid ibid 175 . sampai kalian datang wahai Ikhwan yang saling mengenal. Hal. memuliakanmu dengan ketaatan kepada-Nya.

serta mengikat mereka untuk senantiasa bersama jamaah. namun juga mencakup 10 sifat. memberikan solusi terhadap permasalahanpermasalahan mereka. dan posisi seorang syaikh dalam aspek pendidikan rohani.Imam Syahid menyebut pembimbing usrah sebagai Naqib. maka Imam Syahid menyebutkan beberapa hal berikut: 1. menggali potensi dan kemampuan mereka. sementara yang lain ikut terlibat membahas dan mencari 176 . Mereka menduduki posisi orang tua dalam ikatan hati. ia tidak hanya menjalankan programprogram usrah dan perintah-perintah tertentu. posisi seorang guru dalam memberikan pengajaran ilmu. Imam Syahid memberikan perhatian yang sangat besar terhadap program-program usrah. Adapun agenda-agenda usrah. namun lebih kepada hubungan tarbiyah dan pengarahan. serta tahapan-tahapan pembinaan lain dalam proses pembentukan kader dakwah. hal ini tiada lain adalah untuk menjelaskan kepada kita bahwa hubungan antara naqib dan anggota usrah bukan hubungan kekuasaan. Seorang Naqib selayaknya memiliki kemampuan dan pengaruh yang kuat untuk memainkan perannya sesuai yang diinginkan. Ia juga harus berperan dalam meningkatkan semangat anggota usrah dan mentransfer ketinggian semangatnya kepada anggota usrah. Setiap al Akh menyampaikan persoalannya. beliau tidak hanya membatasinya dengan kegiatan belajar sebagai rutinitas pertemuan. dan posisi seorang pemimpin dalam menentukan kebijakankebijakan politik secara umum dalam dakwah.

374. dan kerjasama dalam melakukan gerakan dan aktivitas dakwah. Pada yang demikian itu ada proses peneguhan tsiqah dan pengokohan ikatan hati. 3. gerakan dan aktivitas mereka. dilakukan pencermatan pada setiap materi yang dipelajari. dan saling memberikan Pertemuan usar juga memberikan perhatian yang Ibid. mewujudkan pembinaan kader yang paripurna dari pelbagai sisi. dll. pengetahuan fiqih. serta mengikutsertakan mereka dalam memberikan solusi. maka hal inipun termasuk salah satu dari tiga rukun penting dalam yang usar. sosial kemasyarakatan. didiskusikan sesuai dengan pengetahuan setiap individu di usar dan kemanfaatannya mengingatkan 214 bagi semua anggota. Telaah seputar persoalan Islam dan membaca risalah dan taujihat yang ditelorkan oleh pemimpin umum yang ditujukan untuk usar. saling nasehat.214 Dengan metode Imam Syahid menginginkan terwujudnya perhatian yang serius terhadap kondisi para kader dakwah. wawasan keilmuan. Studi terhadap berbagai buku yang berguna. 2. masukan. Pada setiap pertemuan. Proses belajar di dalam usar sangat berkaitan dengan seluruh individu dalam sebuah usar. profesi. telah namun metode oleh dan takarannya demi diserahkan sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan ditetapkan jamaah. 375 177 . baik politik.penyelesaiannya. Semua itu dalam suasana ukhuwah yang tulus dan orientasi yang jernih hanya bagi Allah Swt. Begitupula halnya dengan sisi belajar. mengevaluasi beberapa tugas yang diberikan kepada mereka. hal.

mabit. puasa. ukhuwah dan tertentu. saling menasehati untuk melakukan shalat malam dan shalat berjamaah di mesjid. serta beberapa aktivitas lain dari bentukbentuk keadaan hadiran kehidupan darurat berjamaah. ifthor jama’i. 2. 3. berupa kegiatan rihlah. serta upaya untuk cinta dan kasih antar anggotanya. 4. 7. yang akan menambah ikatan dan kekuatan usar. dalam dakwah. Dasar hubungan antara naqib dan anggota usrah 178 . semangat yang tinggi. 6. 5.besar terhadap perenungan ayat-ayat Al Quran. Sejauhmana antusias anggota di dalam usrah. Optimalisasi peran dan tugas naqib terhadap anggota usrah. menyelesaikannya. doa. terputus (kehadirannya). serta peningkatan kemampuan mereka. Begitupula dalam dalam ketidak yang mewujudkan makna keadaan- menanyakan memperhatikan seseorang. Indikasi keberhasilan sebuah usrah dalam mewujudkan target-targetnya dapat dilihat dari halhal berikut: 1. Sejauhmana kesehatan suasana usrah dari rasa Sejauhmana terpenuhinya ruh yang kuat dan Sejauhmana percepatan aktivitas dan gerakan Sejauhmana tersalurnya kebutuhan dan potensi Sejauhmana tingkat perhatian terhadap kondisi problematika anggota usrah. zikir. terutama shalat Shubuh dan shalat Isya. dan anggota usrah. Imam Syahid juga memberikan perhatian terhadap proses pembinaan di dalam usrah dari sisi praktek amali.

(saling ulfah (kecintaan). Kekuatan para pemimpin dalam kuantitas tertentu yang memiliki . maka barisan dakwah akan sampai pada tahap kekuatan yang diinginkan. dan hendaknya hal itu mencakup barisan dakwah dan dengan kuantitas yang sesuai dengan realita yang ada. kemampuan dan keahlian praktis. serta kemampuan dalam jihad dan persiapannya. ia adalah senjata yang paling ampuh yang kalian 179 c. b. maka teratasilah semua kesulitan. Persatuan dan ikatan kalian adalah senjata utama. Dengan demikian. Kekuatan akidah dengan keparipurnaannya Kekuatan persatuan dan pengorganisasian dalam barisan dakwah. dan terbukalah hati. dan dengan semangat syura (musyawarah) yang merupakan manhaj yang mereka pelajari di dalam shaf dakwah. Hal ini kemudian yang akan memproteksi mereka dari segala upaya penyusupan dan konspirasi yang merongrong mereka dari dalam. Makna kekuatan Yang diinginkan Barisan Dakwah Melalui pembinaan yang cermat dan mendalam. Imam Syahid berkata. “Wahai Ikhwan. Mahabbah insijam (keharmonisan). hilanglah seluruh beban. serta keberhimpunan mereka di sekitar para pemimpinnya dengan penuh kepercayaan. kekuatan ikatan dan persatuan.adalah tsiqah (kepercayaan). Dan hal ini harus terpenuhi sebelum barisan dakwah melakukan langkah selanjutnya untuk berjihad dan menghadapi problematika dakwah yang lain. Jadi yang pertama adalah terwujudnya kekuatan akidah dalam kadar yang memadai. yang dapat terlihat dari hal-hal berikut: a. dan mutabadalah berkasih sayang). serta dengan ujian dan cobaan. Sesungguhnya kekokohan barisan dakwah dan kekuatannya akan terwujud dengan ukhuwah dan ikatan antara personal-personal dakwah.

selektifitas dakwah. keinginan yang kuat. Syawal 1419 H/ Januari dan Februari 1999 M. yang tidak akan mendatangkan apapun kecuali kekalahan. Dia-lah sebaik-baiknya pembuka (pemberi kemenangan). Firman Allah: 215 Nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan. kami meminta umat untuk melakukan penyucian jiwa dan perbaikan akhlak yang berlandaskan Al Quran. Yang kemudian dipublikasikan kembali lewat Majalah Dakwah. kesetiaan yang lahir dari kepercayaan dan kesolidan.miliki.”215 Beliau juga berkata. Edisi 82. maka jagalah persatuan itu. jangan kalian berselisih dengan saudara-saudara kalian dalam sebuah permasalahan.”216 Sesungguhnya ketergesa-gesaan dalam berperang atau menghadapi musuh secara totalitas tanpa persiapan tarbawi. senantiasalah berada dalam barisan jamaah. pengorbanan untuk sebuah kewajiban. sampai Allah membukakan Al Haq di antara kalian dan di tengah kalian. 216 180 . dari dua hal kemudian akan terwujud persatuan. merupakan penyimpangan dari batasa-batasan yang benar. jangan sampai kalian terpisah dikarenakan urusanurusan yang sepele dan oleh kebimbangan yang mematikan. Untuk itu kami berupaya untuk menyucikan ruh-ruh kami. Imam Syahid berkata. “Hendaklah kalian saling mencintai satu sama lain. Teguhlah dalam prinsip. Dengar dan taatilah qiyadah (pemimpin) kalian dalam kondisi sulit maupun mudah. Itulah syiar dan simbol fikrah kalian dan mata rantai hubungan di antara kalian. menguatkan jiwa dan meluruskan budi pekerti. yang berupa: akhlak yang mulia. yang lebih penting dan krusial adalah kekuatan rohani. keimanan dan pengenalan terhadap hak. kami berdakwah dan kami berjihad dengan dakwah kami. dan penyebaran yang seimbang. Jagalah selalu persaudaraan dan kesatuan. “Sebelum kekuatan fisik. 111. kehancuran dan kegoncangan. hal. dalam keadaan giat ataupun malas. karena ia merupakan rahasia kekuatan dan penentu keberhasilan kalian. Fuad Al Hajarsy. dari buku Al Imam Syahid.

dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). hal. dengan tetap mengoptimalkan penyebaran institusi-institusi dan figur-figur Ikhwan di kota dan perkampungan yang saling bertautan dan saling menyokong selayaknya seperti bangunan yang saling menopang satu sama lain. “Ikatan yang ada antara cabang-cabang Ikhwan bukan sekedar ikatan nama atau tujuan secara global. Maka tak ada yang dapat menolaknya. Risalah. dan ikatan kesetiaan persaudaraan di atas jalan dakwah. serta membuat beberapa norma dan batasan-batasan yang mengikatnya.                                  Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri.S Al Ra’d: 11)217 Kerapian Shaf dan Hubungan Antara Komponennya Permasalahannya kemudian tidak hanya terhenti pada proses pembinaan pilar-pilar dakwah dan perekrutan dukungan. 132 46 218 181 . ia adalah ikatan total dalam segala aspeknya. Namun. hal.”218 217 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia).” (Q. ‘Tidak ada dakwah tanpa ada qiyadah (kepemimpinan)’. dalam memaknai hakikat tujuan. ikatan kerjasama. sistem. Imam Syahid berkata. dan langkah-langkah kerja yang nyata. ikatan kesucian amal. Disamping itu juga ikatan kesatuan total untuk bersama-sama menanggung beban derita perjuangan. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum. ikatan kasih saying. namun juga harus dilanjutkan dengan pengaturan shaf dan pengorganisasian dakwah.

tetapi ia adalah ikatan yang lebih dari itu.Ikatan terhadap qiyadah (kepemimpinan) dari setiap komponenkomponen dakwah dan diantara mereka. lalu ikatan kekeluargaan. “Yaitu organisasi-organisasi yang bekerja dan memberikan pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat umum. Selain itu hubungan antara kantor pusat dengan cabang-cabang dan organisasi-organisasi yang ada di bawahnya bukanlah hubungan atasan dan bawahan. namun justru ia merupakan sebuah kemestian yang akan terus berlanjut hingga terealisinya 7 (tujuh) target dan 219 ibid 182 . tidak berarti akan berhenti atau lemah pada satu fase tertentu setelah diraihnya kekuasaan. Dimana di dalam dakwah Ikhwan senantiasa patuh mendengarkan qiyadah-qiyadah mereka dengan hati-hati mereka. menegaskan tentang hakikat tarbiyah dalam jamaah Ikhwan. dimana terjadi saling kunjung-mengunjungi di antara mereka. keluarga. maupun urusan yang lain. baik urusan Pribadi. kekuatan persatuan. Dan aktivitasnya tidak melulu melaksanakan program yang diinstruksikan dari Kantor Pusat Jamaah yang ada di Kairo saja.”219 Keberlangsungan Tarbiyah Proses pembinaan dan tarbiyah demi mewujudkan kekuatan akidah. dan merupakan aktivitas yang berkesinambungan dengan hasil yang nyata. Disini berlaku ikatan rohani sebagai pondasinya. perbaikan diri dan pembentukannya sesuai dengan manhaj yang lurus. sebelum mereka mendengarkannya dengan teling-telinga mereka. bukan pula hubungan administrative antara pekerja dengan pengawas semata. Para Da’I Ikhwan saling mengunjungi antar sesamanya dan berinteraksi secara kental sehingga saling mengetahui apa-apa yang mendesak mereka butuhkan. Imam Syahid juga menjelaskan tentang urgensi organisasi-organisasi umum (wajihah ‘ammah).

Proses pembinaan akan terus berlanjut sepanjang perjalanan jamaah dan kehidupan kader dakwah. “Jika aku telah melangkah maju maka aku pantang surut kembali. yang demikian itu akan semakin memperkuat jiwa dan mengokohkan iman. atau tergesa-gesa memasuki medan tantangan. Hal ini kemudian menuntut jamaah dakwah untuk terus melakukan evalusi yang terus-menerus terhadap kondisi tarbiyah individual kader dakwah. namun aku akan kembali 183 . ia akan menggoncang shaf dari dalam. serta tidak tergesa-gesa dalam proses pemindahan jenjang tarbiyah dari satu fase ke fase berikutnya. Imam Syahid menjelaskan tentang hal ini –terutama ketika ia mendapatkan beberapa titik kelemahan tarbiyah di beberapa mas’ul dakwah. dakwah sesuatu turut yang menyingkap beberapa celah dan kelemahan tarbiyah pada beberapa individu para (penanggungjawab) sebelumnya tidak terlihat. di tengah semakin padatnya aktivitas dakwah dan tantangan-.sehingga Allah mewariskan bumi dan seluruh isinya kepada orang-orang beriman. sehingga sampai pada tahap kader dimana dan beberapa masul peristiwa dan problematika dakwah. dan akan terus tumbuh bersama realita dan kendala yang dihadapi. serta dengan tidak sampai menjauhkan jamaah dari pengaruh dan kontribusinya di masyarakat. persiapan dan pembentukan. Dengan semakin luasnya lapangan amal dan aktivitas dakwah. maka hal ini merupakan sebuah kewajaran. maka akan semakin meningkat pula rintanga yang dihadapi. Jika hal ini ditemukan. Hal ini juga dilakukan dengan tetap memperhatikan keseimbangan kuantitas dan kualitas antar kader dakwah di setiap jenjang tarbiyah dengan lapangan gerakan dan aktivitas. dan kita akan mengetahui bahwa ujian dan cobaan juga berjalan seiring dengan perjalanan hidupnya. karena sesungguhnya sebuah gerakan dakwah dengan pelbagai tekanan yang menderanya secara tidak langsung akan menjadi medan penyeleksian dan pemilahan. serta semakin meningkatkan pemusatan pembinaan.

dan akan terbuka kesempatan untuk yang bangun dan bersiap-siap tarbiyah. Sewaktu-waktu datang masa-masa penuh berkah atas izin Allah. Walaupun mereka mampu melakukan maksiat. sehingga terjadi percepatan dan peningkatan persentase pertumbuhan kader-kader dakwah dan penyebarannya. tarbiyah dan pembinaan. menguatkan tarbiyah dan pembinaan serta membaca Ma’tsurat. namun mereka segera menyesali perbuatannya dan bertobat 184 . maka setiap individu kader dakwah menjadi malaikat sepanjang siang dan malam. Namun hendaknya mereka mengetahui bahwa perjalanan dakwah sangat panjang dan membutuhkan banyak generasi (untuk memperjuangkannya). sehingga bangunan benar-benar sempurna dan kuat. dan penyebaran dakwah. ‘Perbaiki dirimu dan berdakwahlah kepada orang lain’.” Sebesar apa upaya yang dikerahkan oleh setiap orang dalam menerapkan ajaran Islam. namun mereka justru tetap menjadi bagian dari komunitas masyarakat yang menerima seruan dakwah dan bersemayamnya iman di hati-hati mereka. Karena sesungguhnya tujuan dan cita-cita yang besar memerlukan kekokohan dan kekuatan dasar pijakan serta persiapan yang matang. untuk mengambil manfaat darinya.kepada dakwah sebagaimana mulanya. yang memikul beban dakwah. dimana dakwah semakin diterima di tengah masyarakat. maka sebesar itupula ia akan menghabiskan dan menggunakan waktu. Mereka tidak melakukan dosa besar dan tidak melakukan maksiat secara terang-terangan. dan di waktu yang sama mereka juga memperbaiki dirinya sendiri. namun tetap ada standarisasi yang sangat bergantung dengan jenjang pembinaan dan Tentang Realitas Kader Dakwah • Tidak berarti dengan tingginya manhaj dan nilai-nilai tarbiyah.

“Agar kami senantiasa mengukur kadar diri kami apa adanya.” Di dalam buku “Memoar Imam Syahid Hasan Al Banna. Beliau selalu mengatakan kepada saya. “Kami sesungguhnya tidak berputus asa dengan diri kami. dan ia sangat jauh dari kalian dengan dasar ideologi. Imam Syahid berkata. Namun hendaknya engkau waspada dengan dua kelompok dengan kewaspadaan yang tinggi. sampai ia benar-benar bertobat dan kembali kepada agama. yaitu orang baik yang tidak menghormati undang-undang dan peraturan serta tidak mengenal makna ketaatan. dan berusaha melakukan ketaatan dengan baik. dan jangan sekali-kali mengikutkan mereka dalam gerbong dakwah. dan tidak ada yang tersisa di barisan mereka orangorang yang kehilangan orientasi dan keinginan. beliau menyampaikan nasehat yang diberikan oleh Syaikh Muhsin Sa’id Al Urfy. walaupun mereka tampak seperti orang-orang yang baik. Karena ia tidak mempunyai harapan lagi untuk diperbaiki. Sesungguhnya bahtera dakwah ini laksana rumah sakit yang di dalamnya terdapat dokter yang memberikan obat dan pasien yang membutuhkan pengobatan. Yang kedua.kepada Allah.” Beliau juga menasehatkan. Tipikal seperti ini 185 . “Dengarlah baik-baik. janganlah engkau merasa resah dengan bergabungnya kedalam dakwah orang-orang yang banyak melakukan kekurangan dalam ketaatan dan melakukan kemaksiatan. karena mereka akan bertobat dalam waktu dekat. salang seorang ulama dari Suriah. selama masih takut kepada Allah. Saat itu bertepatan dengan acara peresmian Ma’had Hurra Al Islamy di Ismailiyah pada era pertama dakwah. menghormati undang-undang. maka janganlah anda tutup pintu dakwah di hadapan wajah mereka. pertama adalah mulhid (atheis). yaitu orang yang tidak memiliki keyakinan agama.

“Mereka tidak memiliki kebaikan sedikitpun. dan sayapun tidak akan beralasan bahwa sebenarnya kelemahan ini lebih banyak disebabkan oleh kondisi dibanding oleh disebabkan oleh pelaku dakwah. Ketika dakwah berhadapan dengan sekelompok orang yang keluar dari jamaah. namun ia akan merusak kekokohan jamaah. maka ia akan merusak dan menggoyahkan barisan dakwah.bisa bermanfaat untuk dirinya sendiri dan menghasilkan kerja. 137 186 . “Sekelompok manusia memvonis kalian terhadap dakwah yang kalian serukan. sesungguhnya mereka tidak memberikan kebaikan apapun terhadap barisan dakwah kita. hal. beliau memberikan nasehat kepada Imam Syahid. dan kepada Allah tempat meminta pertolongan. 108. mereka telah kehilangan kesadaran terhadap keagungan dakwah ini. dan melakukan fitnah. karena harus diakui kita masih lemah dalam mewujudkan manhaj dakwah secara sempurna di dalam diri kita. dan tidak 220 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Namun jika tidak. Karena hal ini lebih menjadi otokritik agar kita berupaya untuk mewujudkan kesempurnaan. maka hati-hatilah terhadap mereka dan teruslah berjalan di atas jalanmu. beliau adalah salah satu generasi pertama yang mendirikan jamaah dakwah ini bersama dengan Imam Syahid. Berkata Syaikh Hamid Askariyah –semoga Allah merahmatinya-. maka lakukanlah. mereka telah kehilangan ketaatan terhadap qiyadah (pemimpin). bahwa kalian tidak menerapkan manhaj dakwah secara sempurna di dalam diri kalian. Andai engkau bisa mengambil manfaat darinya sementara ia jauh dari shaf jamaah.”221 • Beliau juga menjelaskan tentang tidak terwujudnya manhaj dakwah secara sempurna di beberapa personal.”220 • Begitupula dari tipikal kelompok orang-orang yang suka menyebar fitnah dan menyimpan ambisi-ambisinya. hal. Ia akan mendekati jamaah untuk kepentingan pribadinya dan akan meninggalkannya jika berbeda. Saya membenarkan pendapat ini. 109 221 Ibid.

Apabila komponen-komponen itu bercerai-berai dan setiap mereka bertanya dengan pertanyaan. Maka haramlah hukumnya bagi orang semacam ini untuk tertinggal dari kafilah dakwah. akan terus berjalan untuk melakukan penyempurnaan hingga mereka mendapatkan bagian yang telah ditetapkan Allah untuk mereka. hal.”223 222 223 Ibid. tidak tahan uji menghadapi keadaan. Berikutnya lahirnya sifat masa bodoh. “lalu dimanakah jamaah itu? Siapa yang bertanya dan siapa yang ditanya? Kita sering memahami hal ini secara keliru. “Demikianlah orang banyak tertipu dalam memahami hakikat jamaah dan individu. Padahal jamaah itu. Untuk itu. 267 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. dan individuindividu itu adalah komponen bangunan jamaah itu sendiri. “Maka dimanakah jamaah itu sebenarnya? Apa yang telah aku berikan untuk jamaah? Beliau mengatakan. Ikhwan dengan pengakuan ini. disebabkan oleh kebiasaan kita bersikap kurang bertanggungjawab. hal. Mereka mengira bahwa jamaah itu sesuatu sedangkan individu adalah sesuatu yang lain. bahwa Ikhwan merasakan kekurangan ini dan mengakuinya. dan tidak kunjung melangkah lebih maju. tiada lain adalah kumpulan dari individu-individu. sementara orang lain akan menggunakan alasan dan bersembunyi di balik keindahan kata-kata. 63 187 . kita sering melimpahkan beban tanggung jawab hanya pada pundak seseorang. maka saya ingin berseru kepada putra-putri Islam yang memiliki semangat bahwa sesungguhnya seluruh jamaah Islam di masa kini sangat membutuhkan munculnya pribadi aktivis sekaligus pemikir dan anasir produktivitas yang pemberani.maksudkan untuk membela kelemahan. 266. Namun saya ingin menegaskan tentang perbedaan antara Ikhwan dengan komunitas lain adalah dalam hal. meskipun sesaat.”222 • Imam Syahid juga menolak orang-orang yang malas dan orang yang banyak bertanya dengan mengatakan.

Jamaah dakwah menerima setiap individu dengan segala kondisi yang ada. dan orang yang beramal berbeda dengan orang yang berjihad. namun di sana terdapat perbedaan manusiawi. “Sesungguhnya seseorang yang berbicara itu berbeda dengan orang yang beramal. dan jihad yang bijaksana. Imam Syahid berkata. Pluralitas dan keberagaman yang menjadi karakter setiap individu ini merupakan hal yang positif. “Kekanglah rasa ketergesaan kalian dengan 224 225 ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dan ini adalah manhaj yang membedakan antara khayalan. namun tentu dakwah harus beradaptasi dengan perbedaan-perbedaan ini. Walaupun dakwah telah menetapkan standar minimal dan dasar yang sama. 129 188 . ia akan menjadi aset dan modal bagi jamaah untuk belajar mengendalikannya dan memberikan peran yang tepat. tapi lebih bertujuan menghasilkan kepribadian yang aktif dan produktif. slogan dan ucapan dengan kesungguhan amal.”224 • Setiap individu dalam shaf dakwah tidak diproduksi dalam satu cetakan. hal.“Tidakkah seorang Al Akh memahami bahwa sesungguhnya jamaah adalah tempat individu-individu berkumpul. mengendalikannya dengan segenap kendala yang ada. atau dalam satu naskah yang digandakan. mengarahkannya untuk beraktivitas dan memperbaiki apa saja yang bisa diperbaiki. kemudian ia akan tumbuh bersama mereka dan memberikan apa saja yang mereka butuhkan. • Pembentukan ini diupayakan agar tidak menghasilkan model produk yang teoritis dan filosofis semata. baik dalam kemampuan maupun karakter.”225 • Bahwa dakwah juga tidak membiarkan seseorang mengembangkan manhaj individual yang bersemangat tapi tidak terkontrol dan terarah. dan orang yang berjihad berbeda dengan orang yang berjihad dengan bijak yang produktif menghasilkan keuntungan besar dengan pengorbanan yang sedikit.

berfirman             :Artinya “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” Allah Swt.” (Q. 226 Ibid. dan terangilah kecemerlangan akal pikiran dengan gelora perasaan yang mengharu biru penuh semangat. “Berapa banyak ketergesa-gesaan yang justru menghambat jalan.pandangan dan pemikiran yang jernih. “Sebagian orang mengatakan bahwa kalian adalah orang-orang yang tenang dan tidak agresif. kalian dan memahami bahwa akan jika Ikhwan mengetahui bahwa ketergesa-gesaan akan memberikan keberhasilan persentase kebijaksanaan memberikan persentase keberhasilan 100%. maka mereka akan memilih untuk mengambil langkah perlahan yang bijak demi mewujudkan kesuksesan yang sempurna. hal 127 189 .”226 • Imam Syahid berkata. tidak mengatakan untuk berdakwah dengan tergesa-gesa. mereka mengklaim kalian dengan mengatakan bahwa kalian loyo dan lemah dalam semangat. orang lamban di era yang serba cepat. Beranganlah dengan kejujuran hakikat dan kenyataan. Maka ingatkanlah mereka dengan satu kalimat yang mengatakan.S Al Nahl: 125) Allah Swt. dengan Dan hendaklah 99%. ketika mengajarkan metode penyampaian dakwah kepada :nabi-Nya. dan itu adalah perintah Allah yang diturunkan kepada kalian. dan singkaplah hakikat itu dengan benderangnya angan yang rasional nan cemerlang. kasar dan keras.

Dan hal ini adalah ijtihad mereka. Imam Syahid berkata dalam wasiatnya kepada Ikhwan: “Jika saya khususkan apa yang hendak saya sampaikan kepada kalian dalam kesempata ini. pikiran.S Rum: 60) • Manhaj Tarbiyah sangat memperhatikan terwujudnya kebersihan hati. perkataan dan perbuatan. makanan. dalam perjalanan. pakaian. maka hendaknya syiar kita adalah kebersihan. dan kemurniaan diri untuk dakwah.” Dan diantara wasiat Rasulullah Saw. pikiran. Dalam sebuah hadits yang shahih disebutkan: 190 . dalam berjalan. lisan. Namun mereka berpandangan bahwa jika datang waktu untuk melakukan penyegeraan. tempat tinggal. penampilan. Sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu. (Q. minuman.” Begitu indah dan tingginya bahwa ajaran fiqih yang pertama dalam ibadah kita adalah Thaharah (kebersihan). interaksi. maka pada saat itu mereka tahu apa yang harus dilakukan untuk menambah bekal dakwah dan bagaimana mewujudkan kematian yang mulia dalam mencapai tujuan yang agung. sementara mereka mengetahui bahwa kelambatan dan ketenangan justru akan menghambat kemajuan mereka. kepada umatnya adalah: Senantiasalah bersih hingga kalian tampak seperti tahi lalat di antara bangsa-bangsa. keikhlasan. badan. baik jiwa.                    :Artinya “Dan Bersabarlah kamu. atau akan merenggut kemenangan mereka.

puasa tiga hari –minimal. Hal ini dimaksudkan agar kita terbiasa melakukan evaluasi diri dan pembaharuan niat yang baik serta taubat yang benar dari segala 227 Bagian dari risalah terakhir yang ditulis Imam Syahid untuk Ikhwan. (Q. Kewajiban Aktivis Dakwah. hal. 228 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). dan berusaha mengamalkan doa yang diajarkan pada setiap kesempatan.”228 Imam Syahid juga mewasiatkan kepada para aktivis dakwah untuk melakukan muhasaban rutin setiap hari dan setiap pekan. Diterbitkan oleh Majah Al Mabahits. memperbanyak zikir hati dan lisan. mendekatkan diri kepada-Nya dengan ibadah sunah. “Dan hendaklah engkau menempuh perjalan menuju Allah dengan penuh semangat dan keinginan. 16 Januari 1951 M. Beliau berkata di dalam Risalah Ta’alim.” Maha benar Allah yang berfirman:               Artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. dan bersiap-siap untuk menjemputnya.‫مفتاح الجنة الصلة. mengambil jalan pintas untuk menuju ridha Allah dengan tekad yang kuat. seperti shalat malam. 367 191 . dan kunci shalat adalah thaharah. ومفتاح الصلة الطهور‬ Artinya: “Kunci surga adalah shalat. mengingat akhirat.” “Hendaklah engkau senantiasa merasa diawasi oleh Allah.S Al baqarah:222)227 • Imam Syahid menekankan tentang urgensi keimanan dan ketakwaan.setiap bulan. serta bagaimana cara untuk mewujudkannya.

terkadang tidak berlangsung lama. dan tidak berdasarkan pada isu-isu yang tersebar. Maka melalui kondisi-kondisi tersebut akan tampak hakikat perubahan yang terjadi. Maka perubahan akan terus terjadi pada setiap individu di setiap waktu. Pentingnya Refleksi Nilai-nilai Tarbiyah • Dalam proses tarbiyah sangat dibutuhkan perhatian yang besar terhadap refleksi nilai-nilai ibadah. memperhatikan kondisi-kondisi tertentu masing-masing Tujuannya tidak untuk klasifikasi dan melemahkan. yang tidak berdasarkan jumlah yang dihasilkan semata. • Proses evaluasi tarbiyah atau pembersihan hati ini merupakan hal yang tetap dan akan terus berlangsung. serta penjelasan tentang pengaruh-pengaruh konkretnya terhadap individu peserta tarbiyah.bentuk kemaksiatan. serta hendaknya individu. ketaatan. karena sewaktuwaktu ia akan dihinggapi oleh kelemahan dan permasalahan. dan agar kita dapat mengetahui permasalahan dengan cepat. serta untuk menutupi celah-celah kerusakan dan kelemahannya. Adapun pada kondisi-kondisi biasa dan tenang. • Hakikat dari refleksi nilai-nilai tarbiyah tentunya tidak akan tampak kecuali pada saat-saat sempit dan tertekan yang dialami oleh masingmasing individu. dan bersandar pada kejelasan. • Proses evaluasi dan perbaikan harus dilakukan dengan berinteraksi langsung dalam setiap kondisi. perkataan dan perkiraan. dan harus dilakukan melalui pencermatan yang teliti. dan sarana-saran yang beragam untuk tarbiyah. keterbukaan. dengan demikian hal ini menegaskan kepada kita tentang urgensi 192 . namun untuk proses peningkatan kualitas tarbiyah setiap kader di segala aspek. maka tidak menjadi standar dan tidak menjadi ujian terhadap kekokohan tarbiyah seseorang. dan pencapaiannya terhadap satu sifat tertentu. keterus-terangan dan apa adanya. yang tidak berhenti pada suatu jenjang atau fase tertentu.

dan sesama murabbi dan mas’ul. 5. TIdak ada evaluasi dari murabbi terhadap refleksi dan pengaruh instrumen tarbiyah pada masing-masing peserta tarbiyah. 3. mengevalusi dan mengawasi pengaruhnya terhadap diri mereka. lemahnya hubungan antara sesama peserta tarbiyah. Lemahnya kualitas tarbiyah murrabi dan kepiawaian mereka dalam menggunakan sarana-sarana tarbiyah yang beraneka beragam. dan tidak melalui penjelasanpenjelasan teoritis. yang hal ini menuntut sebuah pencermatan yang serius.dilakukannya evaluasi dan penyegaran. 4. 6. • Terkadang kelemahan refleksi tarbiyah pada diri seseorang disebabkan oleh beberapa sebab umum maupun khusus. serta usaha untuk menghilangkan kendala-kendalanya. dan tidak adanya teguran kepada mereka ketika terjadi kelemahan dan permasalahan. Hilangnya naluri tarbiyah dari setiap peserta tarbiyah. dan keterbatasan kemampuan pada jumlah sarana tarbiyah yang sangat sedikit. Diantara sebab-sebab umum adalah: 1. Lemah atau hilangnya kekuatan spirit dan semangat yang tinggi. yang kemudian mengakibatkan terjadinya kerusakan dalam penerapannya. Rusaknya iklim untuk mengoptimalkan fungsi sarana-sarana tarbiyah. Pengalaman dan keahlian dalam menggunakan sarana-sarana tarbiyah diwariskan melalui interaksi langsung dari satu jenjang ke jenjang yang lain. 2. dan tidak jelasnya manhaj tarbiyah yang mereka miliki. dan upaya yang keras. Kurang optimalnya dorongan pada setiap peserta tarbiyah untuk berinteraksi langsung dengan sarana-sarana tarbiyah tersebut. baik di jenjang individu peserta tarbiyah maupun mas’ul. yang bermula dari mas’ul kemudian berpindah ke peserta tarbiyah. baik murabbi atau individu-individu yang melaksanakannya. 193 . Tidak memahami dan menguasai sarana-sarana tarbiyah yang beraneka ragam dengan pemahaman yang benar. 7.

Untuk mengatasi hal ini. Yang berhubungan langsung dengan diri mas’ul 194 . sosial. baik skala personal maupun kolektif (jamaah). diperlukan evaluasi yang cermat terhadap setiap individu kader dan melakukan upaya penyembuhan yang cocok untuk itu. Kerasnya hati. Banyak dan melimpahnya tugas dan kewajiban tanpa keteraturan (analisa beban dan pendelegasian tugas). memperbanyak ikatan dengan Al Quran.8. zikir. atau penyimpangan dalam pikiran dan prilaku. begitupula dengan persiapan tarbawi. Sedikitnya zikir dan doa kepada Allah. 10. Tarbiyah Mas’ul Dakwah dan Struktur Kepengurusan Sesungguhnya dakwah memberikan perhatian khusus terhadap tarbiyah para mas’ul. serta dominasi dosa dan maksiat. pekerjaan (profesi). 9. Hal ini merupakan dasar yang akan membantunya dalam menjalankan tugas sesuai dengan kemampuannya. doa. shalat malam dan sedekah adalah ibadah yang dapat membersihkan dan menyucikan hati. baik masalah finansial. Istighfar. yang menyebabkan kemalasan dan terbebani. dengan tetap memahami bahwa proses penyembuhan hati bukan permasalahan yang mudah. mempersiapkan kemampuan dan kemahiran di bidang yang digelutinya. Selain itu terdapat permasalahan-permasalahan khusus yang berkaitan dengan individu-individu tertentu. Berikut beberapa sisi-sisi penting yang sangat diperhatikan dalam tarbiyah para mas’ul: a.

dan menjauhkan diri dari cara-cara yang gaduh dan suara yang tinggi. riya. Dan hendaknya ia selalu memiliki kekuatan spiritual yang tinggi. mengutamakan hal-hal yang substabsial. 6. Mengembangakan potensi dan kemampuan diri. 2. Rasa tanggung jawab yang tinggi seorang mas’ul di hadapan Allah Swt. Lebih mengutamakan kerja. senantiasa tawakkal kepada Allah. b. serta selalu berupaya merasakan bahwa ia sangat membutuhkan jamaah ini. dan menjadikannya sebagai sarana untuk meminta taufik dari Allah. 4. Senantiasa memuhasabah dirinya. sama halnya ia dikedepankan atau dikebelakangkan. 2. semangat yang selalu membara. 5. Yang berhubungan dengan tugasnya: 1. dan bukan jamaah yang membutuhkannya. sebagaimana lebih baik baginya memiliki buku tanpa judul dari pada memiliki judul tanpa buku. Amanah dalam pengiriman dan penyampaian 3. serta tidak menghalangi siapa saja yang bersamanya dari anggota kelompok dan jamaah.1. dan tekad yang kuat. angkuh. yaitu dengan mengikat setiap anggota tarbiyah dengan jamaah. dan ia akan memikul amanah tersebut di hadapan-Nya. 4. yang dengannya ia mendapatkan bekal ruhi. dan bukan dengan figuritasnya. serta berupaya untuk mendapatkan beberapa keahlian yang dibutuhkan. Hendaknya ia memiliki bekal khusus dari ibadah dan ketaatan. Menerima nasehat dari siapapun 195 . memperbanyak doa. Selalu menggunakan cara-cara musyawarah dan prosedural kerja. sum’ah (ingin selalu dipuji). sebagaimana yang dilakukan oleh Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya-. 6. 3.. Tidak tergantung dengan kedudukan. dan menghindari sifat-sifat ujub. 5. Kemurnian yang paripurna. Selalu ikhlas dalam setiap amal. meminta dan menyandarkan diri kepada Allah. serta selalu menguatkan semangat jundiyah (militansi dan kepatuhan terhadap pemimpin).

berbaik sangka dan percaya terhadap ikhwah yang lain. permintaan dan evaluasi c. 11. karena mereka adalah turut berperan bersamanya untuk memikul tanggungjawab. dengan makna yang sempurna di antara anggota. Menjaga keadilan dan kesamaan dalam hubungan sosialnya. dan hendaknya tegas dan mampu mengambil keputusan. 8. Memiliki kemampuan untuk menguasai anggota. Menjaga hubungan dan komunikasi yang baik dengan orang yang lebih senior dan yang junior dari mereka. serta bekerja keras dalam mewariskan dakwah dan pembentukan simpatisan dakwah. persaudara dan saling memikul beban. 7. 2. serta menebar iklim kasih. 3. Tidak menyembunyikan ilmu. mampu memperhitungkan dan memutuskan sesuatu secara tepat. dan berada di garda terdepan bersama mereka. Mampu mengkondisikan suasana. berinteraksi dengan mereka. 9. dan Takaful. mentransfer pengalaman dan kemampuan kepada orang-orang yang bersamanya. tipikal dan kondisi setiap anggota 5. Menerima masukan. Tafahum. 196 . Mengenal karakter. Memperhatikan adab-adab muhasabah dan evaluasi. Memiliki kemahiran tarbiyah dalam menyampaikan taujih (pengarahan) dan materi-materi tarbiyah. Yang berhubungan dengan interaksinya dengan anggota tarbiyah 1. kedisiplinan dan dalam berbagai hal. karena ia bertanggungjawab terhadap mereka. menghadapi problematika dan permasalahan-permasalahannya. Hendaknya ia Menjadi teladan bagi siapa saja yang bersamanya dalam hal ketaatan. 8. 4. Saling berhubungan dengan ikhwah yang lain. serta bersandar pada kebenaran dan bukti. 10. mengembangkan potensi yang mereka miliki dan pendelegasian yang tepat. 6.7. Mewujudkan makna-makna Ta’aruf. Lapang dada.

karena keduanya adalah sebuah kemestian. tidak menerima kritikan dan masukan (terutama dalam hal penyimpangan finansial dan akhlak). akhlak dan batasan-batasannya dalam hubungan dan interaksi langsung yang terjalin antara anggota tarbiyah dengan 197 memberikan tanggungjawab tersebut. lemahnya kedisiplinan terhadap jamaah dan condong kepada figuritas dan mengikuti pandangan individu dan nafsu.Muwashafat tarbawiyah (karakteristik kader tarbiyah) ini tentunya tidak mungkin dilahirkan dalam waktu sehari-semalam. bangga terhadap diri sendiri. latihan. namun hal ini hanya bisa terwujud dengan ketekunan. keras hati dan kasar terhadap orang lain. Kita tidak mengatakan bahwa seorang mas’ul dalam segala sisi telah memiliki dan menyempurnakan karakter-karakter ini. tidak memiliki loyalitas. dengan tetap mengetahui bahwa jika seorang kader yang hendak diberikan tanggungjawab ternyata memiliki sebuah cela yang bisa merusak. ia tidak semata mengikuti sebuah manhaj studi atau gagasan yang disampaikan di pelatihan-pelatihan managerial. bergantung dengan kedudukan dan posisi serta tidak siap untuk meninggalkannya jika diminta. latihan dan peningkatan kualitas tarbiyah akan dilanjutkan dengan menggunakan sarana-sarana tarbiyah yang beraneka ragam. dll. interaksi dan pelatihan anggota tarbiyah oleh mas’ul. walaupun ia memiliki banyak karakter positif . atau dengan mengadakan lompatan-lompatan tertentu. dan pengarahan yang berkesinambungan. tidak terpisah dari tarbiyah dan pembinaan. Yang kemudian penyempurnaan. Adab-adab Islam. maka kita harus berhenti sejenak sebelum yang lain. Diantara permasalahan-permasalahan tersebut adalah sebagai berikut: Lemahnya makna jundiyah (militansi dan ketaatan kepada qiyadah). namun lebih kepada praktek. namun paling tidak ada standar minimal untuk kita memulai. Praktek kepengurusan pada dasarnya merupakan praktek nilai-nilai tarbiyah dan ia memiliki bentuk dan sarana yang beragam. Kepengurusan dalam dakwah kami. latihan. dan kita tidak boleh meremehkan permasalahan itu.

petani. Struktur-struktur itu misalnya. ulama. pedagang. kalangan profesional. beberapa peristiwa menimbulkan gerakan tertentu terhadap jamaah. justru mereka berada dalam satu barisan melihat yang saling bertautan di erat yang mereka membentuk bekerja. baik kuantitas maupun kualitas yang mumpuni. atau persatuan para guru. pegawai. Terkadang. Tidak mengapa jika struktur kepengurusan tersebut berupa kepanitiaan atau tim-tim khusus yang bekerja dan bergerak di masingmasing bidang dan divisi tertentu. ia berusaha menggali memusatkan perhatian menyiapkan pembinaanpembinaan tarbawi dan keahlian untuk para tokoh di dalam jamaah. Dalam kondisi seperti ini. Struktur kepengurusan di dalam jamaah pada dasarnya merupakan sebuah fase tarbiyah dimana ada saling keterkaitan dan kesatuan dalam menjalankan tanggungjawab. Dengan pelbagai jenjang tanggungjawab yang ada di internal struktur kepengurusan tersebut. Proses penyiapan kader-kader handal yang memiliki kemampuan paripurna dalam pelbagai sisi baik tarbawi maupun keahlian 198 . dan bukan struktur kelompok yang hanya melakukan kerja-kerja nisbi yang terpisah di beberapa sekat yang berbedabeda. Namun selayaknya pada waktu itu. dakwah tentu tidak bisa berdiri dan mematung hingga sempurna untuk seluruh potensi dan kemampuan yang ada. serikat para pekerja.batasan-batasan kerja itu sendiri. Hendaknya juga dilakukan upaya keras untuk mengobati titik-titik cela dan kelemahan yang ada. dan hendaknya aktivitas dan peristiwa yang terjadi tidak menggangu proses pembinaan tarbawi dan pembinaan terhadap aset dan tokoh-tokoh jamaah. baik melalui pemilihan atau penetapan dari anggota tanpa sekat-sekat bidang tempat lalu menyelesaikan tugas dan kepentingan mereka secara kolektif. merupakan asas tarbiyah dan mahhaj praktis yang akan mewujudkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai. kesamaan mereka tanggungjawab. pelajar dan kaum wanita. sementara ia belum memiliki kesiapan yang sempurna dengan kemampuan dan ketersediaan tenaga-tenaga ahli.

dan hal itu sudah barang tentu memberikan dampak terhadap kondisi ruhi dan tarbiyah mereka. kemilau kedudukan. Sebagaimana sorotan publik. Hal ini bahkan sampai pada penolakan terhadap taujih (seruan atau himbauan jamaah) dan pelanggaran terhadap rukunrukun bai’at.tertentu merupakan proyek besar yang membutuhkan waktu yang relatif panjang. dan kader-kader yang menjadi figur-figur politik dan sosial. memberikan imunitas kepada mereka dari fitnah dan penyimpangan. serta melanjutkan pembinaan tarbawi secara terus menerus dan berkesinambungan. karena karakter gerakan dan aktivitas mereka. yang kemudian menyebabkan terjadinya fitnah dan penyimpangan. Sesungguhnya kader-kader dakwah yang menonjol. walaupun sesuatu 199 . kami menegaskan tentang pentingnya persiapan tarbiyah yang baik dan berkualitas terhadap figur-figur kader yang menonjol dan tokoh-tokoh dakwah yang beraktivitas sebelum diterjunkan ke pelbagai lapangan. loyalitas. Sesungguhnya pertolongan Allah akan datang setelah dikerahkannya seluruh kemampuan manusia secara optimal. kedisiplinan. pers. baik sebagian maupun seluruhnya. dan gema suara mikropon terkadang memberikan implikasi yang cukup besar terhadap jiwa dan memberikan pengaruh yang negatif. takjub dengan pendapat sendiri. baik pikiran. dan menyandarkan seluruh urusan dan bertawakkal kepada-Nya. Yang kemudian menyebabkan timbulnya sifat liar. serta kantor-kantor tempat mereka bekerja akan menguras banyak waktu yang mereka miliki. tokoh-tokoh. dan hanya loyal untuk kepentingan diri dan kemaslahatannya sendiri. Untuk itu. sangat membutuhkan perhatian tarbawi dan evaluasi yang cermat dan terus-menerus. dan senantiasa menerapkan budaya musarahah (berterus terang) dan taujih-taujih tarbawi. ketaatan dan ruh militansi. serta memberikan perhatian yang besar terhadap bentuk-bentuk penyimpangan sejak mula.

Tentang Kitman (Menyembunyikan) dan Sirriyah (kerahasiaan) Jamaah ini bukan sesuatu yang rahasia dan tertutup. yang setiap individunya hidup bersama yang lain dan saling mengunjungi. bersatu dan saling mengasihi. Jamaah ini bukan pula sebuah kelompok rahasia yang masing-masing individunya tidak mengenal individu yang lain kecuali tugasnya. yang saling bertaut. Demikian itulah fenomena iman dan intisari ukhuwah. segeralah memberikan pertolongan selama ada jalan untuk itu. Jika didapatkan padanya kesulitan.” “Dan hendaklah ia mengenal dan mengetahui seluruh kondisinya.yang kecil dan sederhana. “Kenalilah siapa saja yang engkau temui dari saudara-saudaramu. dan hendaknya jamaah selalu tegas dan disiplin dalam menerapkan hal ini. dan yang paling tinggi adalah al ‘Itsar (mendahulukan kepentingan saudaranya dari kepentingannya sendiri). penghormatan dan ketaatan.” 200 . serta yakin kepada pemimpinnya dan seluruh kemampuan dan keikhlasan yang dimilikinya. namun adalah sebuah barisan yang saling bertautan erat.” “Hendaklah selalu ada ikatan ruh dan amal dengan qiyadah. Prinsip jamaah ini adalah saling hidup bersama dan saling mengenal antara labinah (batu bata) dalam barisan dakwah. Imam Syahid berkata. Hendaklah sebagian dari kalian senantiasa bertanya kepada sebagian yang lain (tentang kondisi kehidupannya). dan saling memikul beban satu sama lain. yang kemudian melahirkan rasa cinta. yang komitmennya yang paling rendah adalah salamatul Shadr (lapang dada).” “Hendaklah sebagian dari kalian memikul beban sebagian yang lain.

target-target. Sesungguhnya dakwah. risalah dan selebaranselebarannya diumumkan. maka hal itu lebih kepada upaya memproteksi dakwah akibat 229 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim).“Hendaklah engkau mengetahui anggota katibahmu satu persatu dengan pengetahuan yang lengkap. lembaga-lembaga sosial. serta konsentrasinya untuk mendalami pengetahuan yang khusus dan bermanfaat untuknya. Adapun penutupan beberapa sisi dalam strategi gerakan di barisan dakwah. Rasulullah Saw. terdapat prinsip-prinsip dipublikasikan dan ada prinsip yang disembunyikan. Kewajiban Aktivis Dakwah. mereka ada di mesjid-mesjid. kegiatan dan aktivitas mereka di tengah masyarakat terbuka dan dapat diketahui. kader dan tokoh-tokohnya hidup dan berbaur dengan masyarakat. bersama masyarakat di setiap tempat dan waktu. bersabda: ‫( )من حسن إسلم المرء تركه ماليعنيه‬ Artinya: “Diantara tanda baiknya keIslaman seseorang adalah meninggalkan apa saja yang tidak bermanfaat baginya. -yang berlandaskankan manhaj Islam. visi dan misinya disampaikan. juga kenalkan dirimu kepeda mereka dengan selengkapnya. dan mereka memiliki izzah dengan dakwah yang mereka ikuti.”229 Hal ini tidak bertolak belakang dengan mainstream dan prinsip harakah.prinsip-prinsipnya disampaikan secara terbuka. dan mereka juga melakukan perjuangan konstitusi dan aktivitas politik. dan merupakan kewajiban jamaah dan kerapian shaf dakwah. Di dalam dakwah tidak ada rahasia atau disembunyikan.” Termasuk menjaga lisan dan menyimpan amanah majlis. fase dan tahapantahapan dakwahnya telah ditetapkan dan diketahui. 368 201 . Ini semua termasuk adab-adab Islam dan akhlaknya. Terdapat sesuatu yang perbedaan besar antara atau kerahasiaan gerakan dan yang kerahasiaan prinsip dalam dakwah. hal.

dan ia memiliki dasar pijakan yang berlandaskan kepada 202 . Imam Syahid berkata dalam Muktamar Para Pemimpin Wilayah dakwah pada tahun 1945 M: “Telah ditetapkan kepada kalian asas pertama dakwah sejak bulan Dzulqa’dah 1347 H/1928 M). engkau tidak bisa menyimpangkannya.: ‫( ) استعينوا على قضاء حوائجكم بالكتمان‬ Artinya: “Jadikanlah kitman (upaya untuk menutupi sesuatu) sebagai penolong dalam memenuhi beberapa kebutuhan kalian. sejak awal mula kelahiran dakwah. Risalah-risalah Imam Syahid.” Yang Tsabit (prinsipil) dan Mutagayyir (relatif) dalam dakwah Sesungguhnya dakwah memiliki keistimewaan dengan prinsip- prinsipnya dan tujuannya yang tetap. harus memegang teguh prinsip-prinsip yang khusus baginya dalam gerakan dan pengorganisasian. dari risalah yang pertama hingga risalah yang terakhir yang disampaikan kepada Ikhwan memiliki manhaj dan prinsip yang sama. Jadi tidak benar pendapat orang yang mengatakan bahwa dakwah ini awal mula lahir sebagai gerakan dakwah tasawuf dan akhlak.” Sesungguhnya prinsip-prinsip jamaah adalah prinsip-prinsip Islam itu sendiri. dan ini sesuai dengan sunnah Rasulullah Saw.tekanan dan konspirasi musuh-musuh Allah. jelas dan dideklarasikan sejak dakwah ini diserukan. kemudian berubah menjadi gerakan politik. Jamaah dakwah. Universalitas dakwah dan kesempurnaannya telah ditetapkan. dan kalian akan terus memegang teguh dan tegar hingga Allah mewujudkan janji-Nya –insya Allah-. dan hal ini tidak bertentangan dengan hakikat bahwa strategi dakwah dalam melaksanakan dan menerapkan memiliki tahapan dan fase-fase tertentu sebagaimana yang dijelaskan dan diarahkan oleh Imam Syahid.

merupakan prinsip dan ketetapan yang tidak akan berubah. Jumah Amin. Lihat pula: Al Tsabit wa al Mutaghayyir. Hasan al Hudhaibi 203 . Sementara sarana-sarana dakwah akan terus berubah dan berkembang sesuai dengan kondisi dan keadaan. namun ia merupakan jama’atul minal muslimin (sebuah kelompok dari kaum muslimin) yang berdiri demi mewujudkan tujuan-tujuan Islam sesuai dengan ideologi dan manhaj yang berlandaskan Al Quran dan Sunnah. hanya Allah semata yang berhak menetapkan hukuman terhadap mereka. Jamaah tidak menetapkan sebuah hukum (ketetapan) terhadap orang lain. 164. Meskipun sarana-sarana dakwah dan aktivitas-aktivitas yang menyokong misi dakwah semakin berkembang. sebagaimana yang dipahami dan diyakini sebagai jalan yang benar dan tidak ada jalan yang lain.”231 Jamaah tidak berdiri di atas mazhab tertentu. namun ia terbuka untuk yang lain sesuai dengan pemahaman Islam yang komprehensif dan mengajak 230 Imam Syahid Hasan Al Banna. Dr. Perubahan dan inovasi pada sarana dan kegiatan-kegiatan dakwah memiliki batasan-batasan dan prinsip yang harus dipenuhi serta melalui institusi-institusi kesepakatan. sesungguhnya tarbiyah. Al Ustadz Fuad Al Hajarsy. dan bukan hakim yang menghukumi. “Untuk itu kami harus menegaskan lagi bahwa. namun dakwah tetap berada dalam prinsip dan poros yang tidak berubah. dakwah dan jamaah yang terorganisir.syariat Allah. dan menapikannya dari kelompok-kelompok yang lain. hal. “Kami adalah para da’I. 231 Kami adalah Para Da’I bukan hakim.230 jamaah yang menetapkan syura dan nota-nota Tentang Rasa Kepemilikan Terhadap Islam Jamaah tidak memonopoli sifat Islam untuk dirinya semata. karena ia bukan jama’atul al Muslimin (kelompok kaum muslimin) yang siapa saja meninggalkan dan berbeda dengannya maka telah keluar dari agama Islam.

jika engkau mengetahuinya dengan baik dan engkau menjadikannya sebagai cita-cita dan orientasi hidupmu. maka balasanmu adalah kehormatan hidup di dunia dan kebajikan serta ridha di akhirat. di pundakmu tertempel gelar-gelar mentereng. Jika engkau seseorang yang biasa berada di depan majelis kita. dan kau tampak begitu menonjol di antara kita. namun sesungguhnya ia tidak bersama kami. Sejauhmana sesesorang mengambil dan menerapkan nilai-nilai dakwah dan tarbiyah. maka sebesar itu pula ia berperan sebagai representasi dakwah ini. dan ada beberapa orang yang tidak berada di barisan kami. walaupun ia sebagai prajurit dakwah yang berada di akhir barisan. adalah qiyadah (pemimpin) tertinggi. serta ketaatannya terhadap prinsip-prinsip dakwah. Hujjah Jamaah dan prinsip-prinsipnya merupakan hujjah bagi kader-kader dakwah.” “Saya yakin. 369 204 . yang disebut 232 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). Hal. namun ia bersama kami. maka tiada lagi hubungan antara kita. dan bukan kader yang menjadi hujjah baginya. Jika tidak maka dalam barisan orang-orang yang duduk dan para pemalas masih terdapat kursi-kursi yang kosong.kepadanya. “Ada beberapa orang yang ada di barisan kami.” Beliau juga berkata tentang kewajiban dakwah dan ajaran-ajarannya: “Cengkeramlah dengan sungguh-sungguh bimbingan-bimbingan ini. Jika engkau berpaling darinya lalu duduk-duduk santai saja. maka dudukmu akan dihisab Allah dengan seberat-beratnya hisab. Imam Syahid berkata.”232 Jadi yang merepresentasikan jamaah dan menyampaikan sikapsikapnya secara langsung. dan mengajak untuk bekerjasama untuk mengembalikan kemulian umat Islam dan mewujudkan tujuan-tujuan Islam seluruhnya. Engkau bagian dari kami dan kami bagian dari dirimu.

”233 “Mentalitas kita –hari-hari inisungguh sangat membutuhkan pengobatan yang serius dan penyembuhan yang total. Tanpa proses ulang pembaharuan mentalitas dan pembangunan jiwa ini. ijtihad. Adapun individu dalam jamaah dakwah dan siapa saja yang bergabung dengan jamaah ini.”234 “Maka ketauhilah bahwa tujuan pertama yang digariskan oleh Ikhwanul Muslimin adalah tarbiyah shahihah. kita tidak mungkin melangkah ke depan walau hanya selangkah. maka akan didapatkan sarana-sarana kesuksesan dalam dirinya. maka setiap orang berhak memiliki pandangan. dan interpretasi dalam pemikiran dan dakwah Islam. Bab IV Proses Pembentukan Personal Kader Dakwah (Perbaikan Diri) Pemahaman Tarbiyah Dalam Proses Pembinaan Imam Syahid berkata. prinsip dan sikap-sikap jamaah.Mursyid ‘am. Kita memerlukan pencairan bagi perasaan yang telah keras membeku. selama tidak keluar dari batasa-batasan syariat. atau siapa yang dipercayakan sebagai juru bicara atas nama jamaah dan menyampaikan pandangan-pandangannya. dan kita juga membutuhkan penyadaran atas penyakit bakhil yang telah demikian akut. yakni pembinaan umat yang mengantarkannya menuju kepribadian yang utama dan mentalitas yang 233 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). 70 37 234 205 . Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. “JIka didapatkan seorang muslim yang baik. kita membutuhkan perbaikan bagi akhlak yang telah rusak binasa. hal. -dengan tetap berada dalam satu kesatuan dan ideologi yang sama-. hal.

Poros dakwah dan gerakan • Untuk merealisasikan poros-poros di atas dibutuhkan proses pembinaan secara gradual dan membaginya ke dalam fase-fase dan jenjang yang berbeda dalam proses pembentukan. Dimana ia berupa aktualisasi amal tarbawi melalui program-program amali dan manhaj tertentu. hal. yaitu: ibid Hal ini sebagaimana yang disebutkan Imam Syahid di dalam Risalah Pergerakan. maka kita akan mendapatkan gambaran yang lebih dekat tentang frofil muslim paripurna yang diinginkan. Poros keimanan dan ibadah 2. yaitu dalam hal karakteristik peran dan tugas yang diberikan. • 235 236 Tarbiyah ini berlandaskan pada dua titik penting.itu ditegakkan dalam rangka merebut kembali kemuliaan dan kejayaan umat dan untuk memikul beban tanggung jawab di jalan yang mengantarkan kepada tujuan.”235 Untuk mengetahui gambaran tentang sifat-sifat pembentukan pribadi di dalam jamaah. Dakwah Kami di Zaman Baru. dan batasan-batasan yang diperlukan untuk mewujudkannya. sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Syahid di dalam risalah dan penyampaian-penyampaiannya. 236 206 .236 Adapun dalam poros gerakan –dalam beberapa hal tertentu.terdapat perbedaan antara ikhwan dan akhwat. serta apa saja yang disampaikan Imam di dalam tujuan-tujuan dakwah dan klasifikasi amal. yang merupakan satu kesatuan yang saling terpadu: 1. adalah dengan cara mengumpulkan dan menyusun kewajiban dan sifat-sifat tersebut. Poros akhlak dan budi pekerti 3. poros keimanan dan akhlak.luhur. serta sesuai dengan keberagaman sarana dan jenjang-jenjang tarbiyah yang ditentukan jamaah. Pembinaan –untuk membangun jiwa yang dinamis. Kita dapat mengklasifikasikan sifat-sifat di atas dalam 3 (tiga) poros utama. • • Ia mencakup ikhwan dan akhwat dalam dua poros yaitu.

serta melalui ikatan yang menghimpunnya yang berlandaskan pada ta’aruf. namun usaha untuk menyempurnakan keduanya merupakan tuntutan syariat. “Yakinlah kepada fikrah kalian. dan amal yang berkesinambungan. dan kita harus mengupayakannya. Imam Syahid berkata. • Imam Syahid menegaskan tentang urgensi membangkitkan keimanan dan memperbaharui ruh. Hal ini tidak mungkin dapat diwujudkan kecuali dengan melalui manhaj yang panjang 237 238 Dari petuah Imam Syahid Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). • Pembentukan pemahaman ini yang berdiri benar. sebagai asas untuk bergerak dan terus eksis. tafahum dan takaful. Menghidupkan tarbiyah diri di dalam setiap personal kader. bekerjalah untuknya dan teguhlah di atas jalannya. Hal. yang cinta kuat. Meskipun di antara tujuan-tujuan tersebut dengan realita yang ada terdapat kendala yang sangat besar. tidak melakukan lompatam-lompatan.. namun ia adalah tujuan yang besar dan dalam. “Melakukan tarbiyah untuk diri sendiri. jiwa dan perasaan. serta urgensi kesatuan barisan. Tujuan-tujuan itu bermula dari Ishlahul fardy (proses perbaikan diri) hingga ustaziyatul ‘alam (kepemimpinan dunia).”238 Sesungguhnya tujuan yang diinginkan oleh dakwah bukanlah tujuan yang sederhana dan terbatas. meskipun dengan kadar tuntutan masing-masing berbeda. 108 207 . merupakan kewajiban kita yang pertama. yang pembinaan dipercaya. • Dibutuhkannya pemusatan perhatian terhadap dakwah. kemenangan dan taufik dari-Nya. dan berkumpullah di sekelilingnya.a. kendati demikian hal ini adalah bentuk totalitas kepercayaan kepada manhaj Allah Swt. pertolongan. Ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Syahid di dalam risalahnya. yang Iman cermat.”237 b. • Aktivitas hati lebih penting daripada aktivitas fisik. Konsisten mengikuti tarbiyah kolektif yang diberikan oleh jamaah dan manhaj-manhajnya. di atas asas-asas.

yang mencakup pengalaman-pengalaman orang lain. 208 . Pengalaman sejarah yang pernah dilakukan oleh gerakan-gerakan reformis klasik dan kontemporer. wawasan keilmuan dan kemahiran. dan menghindari kesalahan-kesalahan yang mereka jatuh kedalamnya. karena hal ini merupakan asas pijakan. tiada lain adalah pengantar. yang bertujuan terciptanya bangunan Islam yang komprehensif dalam melahirkan karakteristik mukmin sejati. kudeta.dalam proses pembinaan. dengan tetap menjaga perbedaan tabiat alami setiap orang dan pemenuhan kebutuhan spiritual. tarbiyah dan pembangunan. berbudi pekerti dan beradab Islami dalam bingkai pemahaman yang teliti. dan sunnah Allah dalam perubahan dan kejayaan. atau melakukan lompatan-lompatan terhadap sunah Allah dalam perubahan. seimbang. menyelesihi atau meremehkannya. Pembangunan yang dicita-citakan demikian besarnya. menguatkan konsep ini dan Manhaj yang dipilih dan disusun oleh Imam Syahid yang berlandaskan kepada sunah Rasulullah Saw.. dari sisi normatif teoritis menuju sisi praktis-realistis. dan mumpuni untuk kebutuhan zaman sekarang. yang berakhlak. Karakteristik Pembinaan Diri Imam Syahid sangat memperhatikan upaya pembinaan diri yang paripurna dan gradual terhadap personal. dengan tetap memberikan perhatian besar untuk proses pembinaan kader dan tarbiyahnya. yang berlangsung secara terus menerus dari generasi ke generasi berikutnya. dan petunjuknya dalam perbaikan dan pembinaan. Adapun 10 sifat mukmin sejati dan rukun-rukun baiat. yang berpedoman kepada sunnah Rasulullah Saw. manhaj dan pemusatan terhadap program-program amali untuk mendapatkan akhlak-akhlak Islami dan petunjuk-petunjuknya dalam membangun dan memperbaiki manusia. dan targettarget ini tidak mungkin dapat diwujudkan dengan melakukan penyerangan.

yaitu cinta karena Allah. • Dengan tersedianya program-program yang cocok dan sarana-sarana pembinaan yang sesuai dengan kader-kader dakwah dan realitas yang ada –dan dengan memperhatikan setiap perkembangan dan kemajuan-. dan seluruh barisan dakwah. ia adalah sebuah ladang pembinaan dan tarbiyah yang akan mewujudkan. Imam Syahid menjelaskan sisi pembinaan ini dengan mengatakan. Imam Syahid juga memperhatikan iklim (suasana) yang harus memenuhi komunitas pembinaan. Imam Syahid menyebut penanggungjawab unit-unit usrah ini dengan ‘Naqib’. posisi seorang guru dalam memberikan pengajaran ilmu. dan menjadikan seluruh anggota usrah untuk bersama-sama dengan naqib melakukan pembinaan tarbawi dan meningkatkan kualitas tarbiyah dan perbaikan diri. saling memaafkan. menjadikan tingkatan ukhuwah yang paling rendah adalah salamatu shard (berlapang dada). kesucian dan kemuliaan. dan posisi seorang pemimpin dalam menentukan 209 . labinah-labinah. diantara kader dakwah dan diantara unit-unit shaf dan labinah dakwah yang lain.• Imam Syahid menegaskan bahwa sesungguhnya titik tolak pembinaan diri seorang mukmin sejati adalah dari dalam diri. persaudaraan. tafahum dan takaful. Ini adalah iklim dan suasana yang di dalamnya terdapat kebersihan dengan seluruh maknanya yang luas. yaitu dengan membangun tersebut Dalam keimanan. yaitu Usrah. membersihkan (wadah usrah jiwa dan menguatkan praktis dasar untuk dalam keinginan. Kemudian beliau menambahkan untuk proses pembinaan sebuah kerangka hadhanah jamaahpembinaan) labinah menghayati dan menerapkan proses pembinaan ini. dan posisi seorang syaikh dalam aspek pendidikan rohani. ta’aruf. “Kepemimpinan –dalam dakwah Ikhwan. baik dalam hal menetapkan mas’ul. atau hubungan dengannya. • Menjadikan pembinaan tarbawi sebagai sesuatu yang asasi (mendasar) dalam dakwah. – adalah membangun jamaah.menduduki posisi orang tua dalam ikatan hati. maupun dalam melaksanakan peran pengelolaannya.

intinya adalah akhlak Karakter manhaj dan pembentukan sarana. 369 210 . perhatian Beliau yang besar terhadap antara kesempurnaan dan keparipurnaan pembentukan dan pembinaan kader-kader tidak memisahkan pembinaan diri dengan pencapaian sifat-sifat. pembinaan yang mendalam. karena ia digambarkan dengan kalimat Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya).”240 Maknanya adalah: - Poros keimanan dan ibadah. 364 Risalah Pergerakan. aktivitas dan pengaruh kader di tengah masyarakat. akhlak. • Refleksi pembentukan ini dan intinya tergambar dalam 5 (lima) hal: “Kesederhanaan. Risalah Ta’alim. Al Jihad Sabiluna (Jihad adalah jalan juang kami). dan amal yang berkesinambungan. tilawah. Poros budi pekerti.”239 • Imam tarbawi Syahid memberikan dakwah. intinya adalah kesederhanaan. -Slogan pembentukan ini. antara gerakan. Kewajiban Aktivis Dakwah. (Syahid di jalan Allah adalah cita-cita kami 239 240 Risalah Pergerakan. yang digambarkan oleh Imam Syahid terdiri dari: “Pemahaman yang teliti. Keprajuritan. Shalat. Ar Rasul Qudqatuna (Rasul adalah teladan kami). inti adalah tilawah dan shalat. Dan dakwah mengumpulkan seluruh makna ini. hal. Poros dakwah dan gerakan. dan ia adalah bagian yang mendasar dari pembentukan ini.kebijakan-kebijakan politik secara umum dalam dakwah. Rukun-rukun Bai’at. Al Qur’an Dusturuna (Al Quran adalah Undang-undang kami). Ia bukanlah perubahan yang dangkal atau hanya sebagai jembatan untuk mendapatkan beberapa adab dan muwashafat tarbiyah. Risalah Ta’alim. hal. intinya adalah keprajuritan. Tetapi ia adalah sebuah pembentukan yang sempurna dan saling terkait dan memberikan pengaruh satu sama lain. Allah Ghayatuna (Allah adalah tujuan kami). Al Maut Fi Sabilillah tertinggi).

Slogan untuk dua aspek ini adalah: perintah dan taat. beliau berkata: “Dalam tahapan ini dakwah ditegakkan dengan melakukan seleksi terhadap anasir-anasir positif untuk memikul beban jihad dan untuk menghimpun berbagai bagian yang ada.bersifat tasawuf murni dalam tataran ruhani. bimbingan. sedangkan medianya adalah nasihat.• Imam Syahid ini menggambarkan dan tentang kedalaman dalam proses pembentukan tingkatan-tingkatannya memenuhi tuntutan-tuntutan dakwah. Urgensinya adalah kerja social bagi kepentingan umum. Sistem dakwah –pada tahapan ini. tanpa ragu dan bimbang. yang sesuai dengan keinginan dan target yang ingin dicapai.”241 • Hal ini berbeda jauh dari pengenalan dakwah dan lebih dekat ke dalam karakteristik pembentukan dan tarbiyah. Dakwah pada tahapan ini bersifat khusus.”242 kepada sistem dan prinsip-prinsip umum 241 242 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). hal 397 211 . Tingkatannya seiring dengan kadar penghormatannya jamaah. Tahap pengenalan.tidaklah dituntut. Imam Syahid berkata. dan bersifat militer dalam tataran operasional. bahkan tidak lazim. dalam tahapan ini dakwah dilakukan dengan dengan menyebarkan fikrah Islam di tengah masyarakat. Tentang hal ini. dengan kesempurnaannya di pelbagai sisi perbaikan. yang kemudian disebut sebagai. dan beberapa cara lain. Slogan utama dalam persiapan ini adalah: Totalitas ketaatan. 397 Ibid. jihad dan dalam mengemban beban dakwah yang berat. “Jamaah menjalin hubungan dengan orang yang ingin memberikan kontribusi bagi aktivitasnya dan ingin ikut menjaga prinsip-prinsip ajarannya. Ketaatan tanpa reserve –pada tahapan ini. Tidak dapat dikerjakan oleh seseorang kecuali yang memiliki kesiapan secara benar untuk memikul beban jihad yang panjang masanya dan berat tantangannya. hal.

• Imam Syahid sangat memperhatikan urgensi kebenaran akidah dalam proses pembentukan dan perbaikan diri seorang muslim. baik berupa penambahan maupun pengurangan.”245 Sebagaimana yang disebutkan Imam Syahid bahwa seorang al Akh seharusnya: memiliki kekuatan hubungan dengan kitab Allah. hal. dan para sahabatnya mencukupkan diri dengannya.Ikhwan melakukan kerjasama dengan orang-orang yang ikhlas yang berkerja di lapangan ini. 357 Ibid. sedangkan mengenai ayat-ayat sifat dan hadits-hadits shahih tentangnya. “Ma’rifah kepada Allah –Yang Maha Tinggi dan Maha Muliadengan sikap tauhid dan penyucian (Dzat)-nya adalah setinggi-tinggi tingkatan dalam akidah Islam.243 “Setiap bid’ah dalam agama Allah yang tidak ada pijakannya tetapi dianggap baik oleh hawa nafsu manusia. hal. adalah kesesatan yang wajib diperangi dan dihancurkan dengan menggunakan cara yang terbaik. Qiyam Lail. Beliau berkata. serta berbagai keterangan mutasyabihat yang berhubungan dengannya. yang tidak justru menimbulkan bid’ah yang lain yang lebih parah. serta tidak memperuncing perbedaan yang terjadi di antara para ulama. yaitu lapangan perbaikan umum. hal. 358 Ibid. sebagaimana Rasulullah Saw.”244 Beliau juga berkata. 356 212 . mengenalkan Islam dan kebangkitannya di tengah masyarakat. dan ta’thil. “Al Quran yang mulia dan sunnah yang suci adalah referensi utama setiap muslim untuk mengenal hukum-hukum dalam agama Islam. mesjid dan perhatian yang besar terhadap shalat. Kita mencukupkan diri dengan keterangan yang ada. kita cukup mengimaninya sebagimana adanya tanpa ta’wil. dan hendaknya 243 244 245 Ibid.

maka kalian akan menyaksikan kelahiran seorang pemimpin muslim yang berjihad dengan dirinya dan membahagiakan orang lain. kami menginginkan seorang yang muslim dalam pola piker dan akidahnya. “Dan dengan urgensi generasi perbaikilah maksimalkan proses pembentukannya. ajarkan kepadanya kebebasan jiwa dan hati. hal. serta anasir-anasir 246 247 10 wasiat Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). dalam moralitas dan perasaannya. Hal ini merupakan rukun pertama kelahiran dalam manhaj baru perbaikan ini. akhlak. serta kebebasan pemikiran dan akal. Ini merupakan salah satu upaya pembentukan individu mukmin dalam dakwah kami. Penuhilah jiwa yang liar dengan keagungan Islam dan keindahan Al Quran. 197 248 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?.246 • Imam Syahid menjadikan dasar pembinaan dalam tarbiyah berlandaskan manhaj Islam. baik wirid tilawah. maka terhadap masyarakat dakwah dan dan pembangunan Negara. serta latihlah ia menjadi prajurit di bawah bendera dan panji Nabi Muhammad. baik kepribadiaan. “Seluruh jamaah Islam di masa kini sangat membutuhkan munculnya pribadi aktivis sekaligus pemikir dan anasir produktivitas yang pemberani. serta dalam amal dan prilakunya. anakanak maupun orangtua. walaupun berbeda bentuk dan programnya. Imam Syahid berkata. pertama-tama.” Beliau juga berkata. kehidupan dunia dan akhirat. kebebasan jihad dan amal. menghayati dan mentadabburinya. hal. menghapal.memiliki wirid harian bacaan Al Quran. mendengarkan. Beliau juga tidak membedakan dalam urgensi dan integralitas pembinaan ini antara lelaki dan wanita. Semuanya memiliki satu pijakan dasar.”247 Imam Syahid berkata. 63 213 .”248 Dakwah ini tidak membutuhkan kepada jiwa-jiwa yang tidak konsisten dan kaku. yang titik tolaknya adalah perbaikan dan mencakup segala aspek kemanusiaan.

Fahm (pemahaman). yang mencakup manhaj tarbawi dan takwini. Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya). 356. Munazhamun fi Syu’unihi (terorganisir seluruh urusannya). kami juga memperhatikan kaum wanita sebagaimana perhatian kami kepada kaum pria. 177 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). yang menyatu dan membentuk satu dasar pijakan dalam pembentukan ini. yaitu. Harishun Ala waqtihi (Cermat mengatur waktunya). hal. yaitu: Salimul Akidah (bersih akidahnya). Qadirun Alal Kasbi (mampu berekonomi). yang memiliki jiwa yang keropos. 359 Ibid 214 .”249 Kaum wanita memikul tanggungjawab yang sama dalam dakwah dan beraktivitas untuk mewujudkan tujuan yang sama pula. yaitu sebagai poros penyempurna. Tajarrud (kemurnian). Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya). Tsabat (keteguhan). shahihul Ibadah (benar ibadahnya). Unsur ini yang kemudian terbagi dalam beberapa tujuan dan poros-poros yang 249 250 251 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Jihad. Mujahidun Linasihi (kuat kesungguhan jiwanya).250 • Imam Syahid juga menetapkan rukun-rukun baiat berikut. Tadhiyah (pengorbanan). Amal (aktivitas). Nafi’un Li Ghairihi (Bermanfaat bagi selainnya).” “Untuk itu. Kami juga memperhatikan anakanak sebagaimana perhatian kami kepada pemuda. Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). • Imam Syahid menetapkan muwashafat yang harus dipenuhi oleh seorang muslim di dalam kehidupannya. Taat (kepatuhan). hal. Ukhuwah dan Tsiqah (kepercayaan). dengan tetap menjaga beberapa perbedaan aspek harakah dan peran-peran khusus mereka.dakwah yang tertutup dan kepribadian yang senang menyendiri. Ikhlas. yang akan berjalan beriringan dengan 10 sifat yang lain.”251 sebagai poros-poros pembentukan utama bagi para pembawa risalah dakwah dan yang komitmen terhadap jamaah ini.

kami membutuhkan Taat (kepatuhan). kemudian mempersiapkannya agar mampu mewujudkan dan berupaya untuk melaksanakannya. Amal (aktivitas). maka kelemahan dan kerusakan dalam salah satu rukun-rukunnya akan menyebabkan kelemahan terhadap baiat-baiatnya yang lain. Rukun-rukun baiat ini menunjukkan nilai-nilai tarbiyah yang dibutuhkan oleh individu dan jamaah dakwah. kami membutuhkan Fahm (pemahaman). Imam Syahid menyebutkan tingkatan amal yang dituntut dari seorang al akh yang tulus. Ikhlas. seorang kader dakwah membutuhkan rukun Tsabat (keteguhan). yaitu: 215 . baiat dan komitmennya terhadap jamaah. agar dapat mewujudkan semua rukun-rukun baiat. Kemudian dalam seluruh aspek-aspek di atas. Ukhuwah dan Tsiqah (kepercayaan). Dalam aspek keyakinan. Tadhiyah (pengorbanan).diwujudkan dengan program-program pendidikan dan kegiatan- kegiatan tarbiyah. dan Tajarrud (kemurnian). yaitu arah dan wadah yang membatasi aspek-aspek pembentukan dan beban dakwah. Amal (aktivitas). Jihad. Karena rukun-rukun baiat ini saling berkaitan erat. Dalam aspek pengorganisasi dan barisan dakwah. kami membutuhkan rukun-rukun berikut ini. • Imam Syahid menetapkan tujuan-tujuan tertinggi dalam jamaah –yang berupa tingkatan-tingkatan amal-. demi membentuk labinah-labinah dakwah yang kuat dalam satu barisan: Dalam aspek harakah. dan tsabat di atas prinsip-prinsip. yang berasal dari dalam diri setiap individu.

361 216 . 7.”252 Tingkatan dan tujuan-tujuan ini memiliki refleksifitas dan perwujudannya di dalam program-program penyiapan individu. atau membatasi satu tujuan tanpa tujuan yang lain. hal. Perbaikan diri sendiri 2. dalam rangka memperhatikan mewujudkan tingkatan-tingkatan dan tujuan-tujuan yang tinggi itu. 252 Ibid. sehingga menjadi pemerintah Islam yang baik.1. dengan tetap menjaga perbedaan antara individu kader. namun fleksibel dan dinamis. sesuai dengan masing-masing tujuan. Bimbingan masyarakat 4. yang mencakup seluruh aspek tarbawi. tanpa membedakan atau memisahkan antara tujuan-tujuan tersebut. Memperbaiki keadaan pemerintah. Sebagaimana ia juga memiliki pengaruh nyata dan nilai-nilai tarbawi dan haraki yang terwujud secara gradual. dengan tetap jenjang dakwah yang dilalui. Empat yang terakhir ini wajib ditegakkan oleh jamaah dan oleh setiap akh sebagai anggota dalam jamaah itu. 359. Pembebasan tanah air 5. namun saling menyempurnakan satu sama lain. Pembentukan keluarga muslim 3. karakteristik dan target-target utama. 6. Program-program ini –baik teori maupun praktektidak terpisah. dan dengan memanfaatkan setiap sarana dan instrumen yang baru. Mengembalikan kekuasaan khilafah yang telah hilang dan terwujudnya persatuan yang diimpikan bersama. Program dan sarana-sarana tarbiyah yang digunakan tidak kaku dan statis. dan di dalam sarana-sarana tarbiyah yang digunakan. Ia juga memelihara target. Penegakan kepemimpinan dunia dengan penyebaran dakwah Islam di seantero negeri.

sehingga dapat membedakan antara kebaikan dan keburukan. Melakukan kegiatan belajar dengan kemampuannya untuk meningkatkan intelektualitas dan wawasan keilmuannya. 2. minum.”253 Dengan demikian. untuk mengasah kepekaan nurani dan kehalusan perasaan. 2. hal. hal. -sebagaimana kami nasehatkan kepada al akh Mulsim. Ukhti Muslimah. Beribadah kepada Allah dengan melaksanakan perintah-perintahNya.Imam Syahid menjelaskan beberapa aspek penting di atas di dalam proses pembentukan individu serta kesinambungannya. Komitmen dengan aturan dan adab-adab Islam dalam tata cara makan. 1. oleh karena itu. 235 Ibid. 3. mengemban mampu berbagai tugas misi kemanusiaan secara baik. Islam juga menginginkan sebuah pandangan yang benar dalam memahami sesuatu itu benar atau salah. dan tidur. maka kewajiban seorang akh adalah: 1. 3. ia tidak sama hanya dalam memperuntukkannya bagi kaum laki-laki dan meninggalkan kaum melainkan keduanya kedudukan pandangan Islam. “Sesungguhnya. Perasaan dan nurani yang peka. kesempurnaan akhlak dan kesehatan badan. keluasan cakrawala berpikir. 236 217 . Islam menetapkan kaidah-kaidah memiliki ini. dan menjadi perangkat yang layak untuk mewujudkan cita-cita mengegolkan kebenaran dan kebajikan. untuk mewujudkan kemauan yang kuat dan tekad yang membaja.hendaklah selalu dalam kehalusan nurani. 4. agar ia dipelihara oleh Allah dari ancaman pelbagai penyakit. 4. Islam menginginkan dalam diri setiap mukmin. Menghiasi dirinya dengan akhlak Islami.254 253 254 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Tubuh yang sehat yang yang siap mulia. Sebuah keinginan kuat yang tidak akan pernah melemah dalam membela kebenaran. Ketika wanita.

Ia memiliki satu target yang ingin diwujudkan. dan beliau menjelaskan bahwa sifat-sifat tersebut merupakan nilai-nilai dasar dalam diri individu muslim dan umat Islam untuk bangkit mengemban dan memikul risalah dakwah. mempersiapkannya untuk melaksanakan tugas yang diwajibkan kepadanya. Sifat-sifat terbut adalah: “Kemauan yang keras yang tak tersentuh oleh kelemahan. dengan pengetahuan terhadap dasar perjuangan. Umum adalah. 45 218 . pengorbanan besar yang tak dihalangi oleh ketamakan dan kebakhilan.”255 Target-Target Tarbiyah Manhaj tarbiyah dalam melakukan pembinaan dan perbaikan diri menurut pandangan jamaah.Imam Syahid menyebutkan 4 sifat yang wajib dipenuhi untuk membangun kekuatan diri. Dengan pemenuhan dua hal ini. berlandaskan dan bertitik tolak dari shibghah Islam dan manhajnya yang mulia. serta melaksanakan apa saja yang untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut. atau tertipu dengan yang lain. Khusus adalah. kesetiaan yang kuat yang tak dikotori oleh kepura-puraan dan pengkhianatan. keyakinan dan penghormatan terhadap dasar tersebut yang akan menjaga dari kesalahan dan penyimpangan. 255 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). yaitu. mencakup seluruh aspek umum dalam proses pembentukan kepribadian dan individu muslim. hal. maka ia menjadi garda depan di barisan para mujahid yang tulus dalam mengemban risalah dakwah dan teguh di atas jalannya. Ini adalah persiapan umum dan khusus. menunaikan risalah dakwah di muka bumi. menjalankan tugas dan tujuan-tujuan dakwahnya. Mewujudkan kesempurnaan ibadah kepada Allah.

dan target-target dakwah yang tinggi yang ingin diwujudkan. Tingkatan-tingkatan amal. 2. terwujudlah simpul utama terhadap tujuan-tujuan pembentukan tarbawi. yang kemudian terbagi dalam beberapa target yang sesuai dengan berbagai tahapan usia dan jenjang tarbiyah yang berbeda antara individu di dalam jamaah. Memiliki kekuatan jiwa yang luarbiasa 3. Dari asas ini. • Target Umum: dan para pengemban risalah dakwah. Asas-asas ini berlandaskan dorongan. visi. tergambar dalam hal-hal berikut: 10 sifat untuk membentuk kepribadian mukmin yang baik Rukun-rukun baiat dalam rangka mempersiapkannya untuk berjihad. akhwat dan anggota usar. dan peran yang telah ditetapkan berdasarkan manhaj Islam dan petunjuknya. Yang terbagi dalam target-target marhalah anak-anak dan dewasa. Menyempurnakan persiapan iman dan jihad 5. yang kemudian akan dibagikan dalam jenjang-jenjang yang berbeda sebagaimana telah ditetapkan dalam setiap fase. Kepribadian mukmin yang baik 2.Kami menginginkan pembentukan yang khusus terhadap anggota jamaah muslim. Asas manhaj yang merupakan susunan target-target tarbiyah ini. Yang berjuang keras dalam melaksanakan dakwah dan mewujudkan target dan tujuan-tujuannya di seluruh permukaan bumi. 3. Teguh di atas jalan dakwah hingga ia menemui Allah • 1. 4. terus meningkat dan menyempurnakan pembentukan umum yang diharapkan dari setiap manusia 1. Tujuan-tujuan yang telah tersusun ini berlandaskan pada hal-hal berikut ini: 219 .

Karakteristik Target(keistimewaan tujuan-tujuan tarbiyah): Ia adalah tujuan yang berkesinambungan. ini satu dan sama lain saling pada menyempurnakan salah satunya dan akan Kelemahan kekurangan menyebabkan kelemahan pada aspek-aspek yang lain. yaitu. Aspek akhlak Aspek-aspek melengkapi. • 1. sebagai acuan dan rujukan kebutuhan manusia secara umum. tahsinat (kebutuhan pelengkap). Ia akan berhadapan dengan banyak kendala dan perubahan dalam kehidupan manusia. serta aspek akhlak harus terlihat dalam diri setiap individu. hingga ia 2. Aspek perasaan dan kepekaan jiwa 3. perasaan dan kepekaan jiwa. Hifzu Aql (menjaga akal). 220 . 3. Aspek keilmuan 2. memiliki tiga aspek penting: 1.1. Pertumbuhannya berkesinambungan dan mengiringi setiap individu dalam setiap aspek. Hifzu Mal (menjaga harta). 2. 4. yang membuatnya butuh ketegaran. 3. Para ulama Ushul Fiqh meletakkan kebutuhan pokok dalam Daruriyyat al Khams. Oleh karena itu refleksi aspek keilmuan. Hifzu Nasl (menjaga keturunan). yakni yang disebut sebagai landasan filosofis dalam perbaikan dan pembentukan. Hifzu Din (Menjaga agama). yang memiliki permulaan namun tidak memiliki akhir. Tujuan-tujuan tertinggi dalam Islam dan dakwah Karakteristik individu dan kebutuhannya Pandangan masyarakat dan tujuan-tujuan yang hendak diwujudkan. kemudian beberapa hal berupa takmilat (kebutuhan penyempurna). Setiap tujuan tarbiyah. Visi dan misi. Hifzu Nafs (menjaga jiwa/kehormatan jiwa).

serta dengan realitas keberadaan jiwa lawwamah (mengajak kepada keburukan). memiliki pengaruh yang akumulatif dengan tidak adanya pemisahan. target dan sarana-sarana tertentu. maka dapat dipahami bahwa target-target cabang tertentu (target jangka pendek) dalam aktivitas tarbiyah yang berkesinambungan merupakan sarana untuk mewujudkan target besar atau target jangka panjang. Sebab-sebab kelemahan dan kendala yang akan dihadapi sangat besar. dan jiwa yang hidup. Sebagaimana terdapat target-target jangka panjang dan targettarget jangka pendek.bisa kokoh dan eksis dalam mewujudkan target-target yang diinginkan. Sarana tanpa sasaran dan target maka akan mengarah kepada kesia-siaan. penyucian jiwa dan muraqabatullah. maka perbaikan yang diinginkan tidak akan terwujud. Tujuan tanpa sarana untuk mewujudkannya maka hanya akan menjadi gagasan idealis yang tidak realistis. • Ciri-ciri Dalam Target Tarbiyah 1. yang sangat memperhatikan sisi gradualitas dalam proses dan tidak melakukan lompatan-lompatan. tanpa menyandarkan diri kepada pertolongan Allah. Ia bersandar pada upaya untuk membangkitkan ruh. Syumuliyah (komprehensif) dalam setiap aspek kehidupan manusia. Ia mencakup semua kebutuhan masyarakat dan dunia 221 . Ia berusaha menggabungkan antara upaya manusia dengan taufik dan hidayah dari Allah. Manhaj tarbawi harus memiliki tujuan. 5. 4. Ia adalah tujuan-tujuan yang saling berhubungan. kemudian menjadikannya sebagai dasar tempat bergantungnya hati dan memurnikan diri. serta dilakukannya proses evaluasi dan pengulangan.

yang berupa tingkatan minimal yang cukup untuk melakukan aktivitas atau mewujudkan sebuah tujuan tertentu.serta hubungannya terhadap alam semesta. Fleksibelitas. yang merupakan tingkatan 222 . Tujuan-tujuannya saling menopang 4. sesuai dengan realitas yang dihadapi. Individu – masyarakat – dunia (kemanusiaan) – alam semesta. 2. namun memiliki beberapa tingkatan. maka targettarget cabang membutuhkan inovasi dan pengembangan. TIdak ada pertentangan satu sama lain 3. yang dimulai dari tingkatan Al Kifayah. 5. termasuk kebutuhan personal setiap individu. dan kebutuhannya masing-masing. begitupula dengan perbedaan antara individu. yang masing-masingnya saling menyempurnakan. Termasuk keseimbangan antara kebutuhan Pribadi dengan lingkungan yang mengitarinya. dalam menerapkan manhaj tarbiyah juga dibutuhkan fleksibelitas. jika target-target utama dalam tarbiyah memiliki keistimewaan tsabat (kekokohan) dan kekuatan. • Tingkatan Target Tarbiyah Tujuan-tujuan tarbiyah tidak berada dalam satu tingkatan saja. Keseimbangan. Begitupula keseimbangan dalam menerapkan tarbiyah kolektif dan tarbiyah individu. antara tujuan-tujuan tarbiyah dengan keseimbangan yang dibatasi oleh timbangan relatif terhadap target-target dan skala prioritas. Eksistensi dan kesinambungan 6. dengan tetap menjaga realita dan kemampuan. Inovasi. 7. kemudian terus meningkat menuju tingkatan Al Kafaah.

maka bermula dari hingga kehidupannya. mengingatnya dalam beberapa kondisi dan peristiwa. Sebagaimana dalam tujuan tarbiyah. dan penghayatannya tidak berhenti pada tujuan-tujuan tersebut. harus mampu mewujudkan tingkatan Itqon.tertinggi dalam mewujudkan tujuan-tujuan ini. Target-target tarbiyah dalam pandangan Islam. Contohnya dalam mempelajari sirah atau ayat Al Quran. kemudian meningkat kepada tingkatan Shidq kemudian kepada tingkatan Ihsan. Dengan demikian maka pembagian tujuan-tujuan tarbiyah dan pengenalannya dimula sejak masa kanan-kanak. Demikian keterikatan. mengajarkannya kepada orang lain. kesinambungan dan penerapannya menggunakan bentuk yang beragam dan secara gradual sesuai dengan kedalaman dan proses penerimaan peserta tarbiyah. bahkan dimulai sejak masa balita melalui kedua orangtuanya. atau mengkaji salah satu aspeknya secara khusus. Tingkatan terakhir ini juga merupakan tingkatan yang panjang dan tidak terbatas. kemudian setiap kali meningkat jenjang tarbiyah seseorang. ia akan mengulangi proses pembelajarannya secara lebih dalam dan cermat. yang mencakup pengulangan materi dalam beberapa waktu tertentu. Jika ia sudah meranjak dewasa. sejalan dengan peningkatan tarbiyah dan penerapannya. pembelajaran. atau lebih meningkatkan penerapannya secara praktek. namun dalam 223 . • Urgensi Pembangunan yang benar dan Keterikatan antar target-target tarbiyah: dan Karena tujuan-tujuan tarbiyah merupakan satu kesatuan. cermat dan lebih luas. remaja dan pelajar. atau mempelajari kembali suatu materi tarbiyah secara lebih dalam. di jenjang pemula dalam proses pembentukan. bentuk pembelajarannya mungkin sangat sederhana. begitupula halnya dalam ibadah dan ketaatan. memiliki pengaruh ia yang akumulatif masa dalam kecil kehidupan akhir manusia.

• Poros-poros simpul utama dalam Target-target Tarbiyah Kita dapat menyimpulkan poros-poros beberapa tujuan tarbiyah berikut: simpul utama ini dalam 1. maka ia menyempurnakannya pada fase-fase partisifasi dakwah. Adapun pembinaan khusus. atau menguatkan bangunan di dalam diri setiap individu. tumbuh dan berkembang dengan nilai-nilai tersebut. Shahihul fahm (benar pemahamannya) dan Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya). Hal ini juga berlandaskan kepada manhaj Islam. dan akan terus berlangsung sepanjang kehidupannya. Salimul Akidah (bersih akidahnya) 3. kemandegan atau kemandulan. Maksud dari pembinaan umum adalah. Sebagaimana tidak terdapat pemisahan antara pembinaan umum dan pembinaan khusus. yang mencakup segala aspek kehidupan manusia. dan kuat imannya.pertumbuhannya ia belum mendapat pembinaan tarbiyah yang cukup atau belum melewati masa pembentukan pada periode tersebut. dan jenjang-jenjang tarbiyah berikutnya. 2. dan tak akan memberikan buahnya. 224 . adalah mempersiapkan seorang muslim untuk menjalankan tugas yang penting. yang dimulai dari jenjang simpatisan. dan merupakan pelengkap dan berkaitan secara terus menerus dengan asas pembinaan umum. Shahihul Ibadah (benar ibadahnya). pendukung. dan merupakan tingkatan tertinggi dalam jihad dan pengorbanan. jika di dalam pembinaan umum terdapat kerusakan atau kelemahan. pembinaan dasar-dasar tarbiyah. yang dengannya seorang muslim meningkatkan dirinya secara terus menerus dan mewujudkan ibadahnya kepada Allah.

dan mampu memainkan perannya secara optimal di tengah masyarakat. 3. dan berusaha untuk kemaslahatan kemanusiaan dan kedamaian manusia. 9. 6. 8. 7. serta tujuan-tujuan dasar yang terkandung di dalamnya: Poros-Poros utama Dalam Pembinaan tarbawi terhadap individu 1. 11. Memahami dan mengetahui tujuan penciptaannya. Mujahidun Linasihi (kuat kesungguhan jiwanya). Bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan dakwahnya. Berhubungan dengan umatnya. Inovatif dalam mengembangkan kemampuan dan potensinya. dan komitmen terhadap jamaahnya.4. Hendaknya Allah menjadi tujuannya semata. 10. Interaktif dengan alam di sekitarnya. dan memiliki tubuh yang sehat. 13. keyakinan 225 . 12. Dari aspek pemahaman yang benar dan akidah salaf 2. Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya) dan peka perasaannya. Mampu memainkan peran dalam mendirikan rumah tangga muslim. Harishun Ala waqtihi (Cermat mengatur waktunya). Qadirun Alal Kasbi (mampu berekonomi). Salimul Akidah (bersih akidahnya): 1. permusuhan terhadap syetan. Nafi’un Li Ghairihi (Bermanfaat bagi selainnya). 4. dan hendaknya indikasinya dapat terlihat dalam kehidupan dan kepribadiaannya. 5. Hendaknya akidah adalah pendorong dan penggerak dalam kehidupan dan prilakunya. tabiat kehidupan dunia. Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). Kita dapat memaparkan beberapa perincian poros dan tujuantujuan umum dalam proses pembentukan ini. dan Munazhamun fi Syu’unihi (terorganisir seluruh urusannya). dan senantiasa berupaya untuk mengembalikan kepemimpinan khilafah Islam.

5.terhadap hari kebangkitan dan hari pembalasan. Terhadap kebenaran manhaj dan jalannya f. 8. baik ketentuan baik maupun ketentuan buruk. Terhadap dakwah dan tujuan-tujuannya d. iman terhadap hari kiamat. saling melengkapi antara lelaki dan wanita serta karakter masingmasing. 4. Mencintai shalat dan mengerjakannya secara optimal dan senantiasa menjaganya. menghapal dan mengamalkannya. serta tabiat hubungan dengan mereka. kitab-kitabNya. Shahihul Ibadah (benar ibadahnya). Mengutamakan sunnah yang benar. baik membacanya. Melaksanakan kewajiban dan mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan sunnah dan ketaatan. 3. 226 . Terhadap AlQuran dan kemuliaannya c. Mewujudkan makna ibadah secara total di dalam kehidupan dan dakwahnya. 2. malaikat-malaikat-Nya. Terikat hatinya dengan mesjid 9. Terhadap kemenangan dan pertolongan-Nya e. Memiliki kekuatan iman dalam seluruh aspek-aspek berikut: a. Memiliki hubungan erat dengan Al Quran. Terhadap pemimpin dan jamaahnya 7. Mampu mewujudkan dasar bangunan Islam dan rukun-rukun iman (Iman kepada Allah. 2. timbangan keutamaan antara anak-anak manusia. Rasul-rasul-Nya. Berupaya menjalankan tingkatan-tingkatan keimanan dan sifat orang-orang yang beriman sebagaimana yang tertera di dalam AL Quran dan sunnah. serta iman terhadap ketentuan-Nya. memahami. serta mengambil fiqh dan ilmu yang sesuai. Terhadap Islam dan risalahnya b. pluralitas bangsa dan suku. dan kuat imannya: 1. 6.

5. sabar. Seperti. memaafkan. Menghiasi diri dengan seluruh akhlak prilaku yang yang mulia. Menjadi teladan bagi orang lain.3. 7. dll. 6. dermawan. 4. muda. buruk. menyayangi. Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya) dan peka perasaannya: 1. menghormati dan berbuat yang baik tua. Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). ukhuwah. yang mampu membedakan antara yang baik dan yang buruk. halus perasaannya. mulia nuraninya. pada menyayangi tetangganya. budaya musyawarah. 2. dan memiliki tubuh yang sehat: 227 . baik dalam perkataan. baik hubungannya terhadap orang lain. sombong dan riya. dan mampu mempengaruhi orang-orang di sekitarnya. Memperhatikan adab-adab Islami dalam setiap waktu dan kesempatan. Memperbaiki kepekaan hati yang telah mati. 8. Seperti. Komitmen terhadap manhaj Islam. 4. 3. dan serta menghilangkan menghilangkan sikap ujub. cinta di jalan Allah. nasehat-menasehati. Memiliki semangat yang tinggi. Mengetahui hak-hak orang lain dan memberikannya. baik prilakunya terhadap kedua yang orangtua. teguh. memperbaharui perasaan dan membangun kekuatan diri yang besar serta kemauan yang kuat. lapang dada. itsar (mengutamakan kepentingan saling orang lain dari saling kepentingannya sendiri). muamalat dan prilakunya. Melengkapi diri dengan akhlak-akhlak keimanan dalam harakah dan dakwah. peka mata hatinya.

3. dan mampu melakukan apa yang ia butuhkan. kekuatan dan fisik berupaya sesuai mendapatkan beberapa keahlian yang diperlukan. 4. 1. Melakukan 4. Mengekang syahwat dan nafsu diri agar sesuai dengan manhaj Islam. dan pindah dari alam khayalan dan perkataan menuju alam realita dan 228 . Memiliki fisik yang kuat. 2. menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang berpengaruh negatif terhadap kesehatannya. sarana-sarana dan kemampuannya. Melengkapi olahraga yang bermanfaat. Mampu mengatur seluruh urusannya. 5. Mampu mengikuti langkah-langkah strategis. 5. dan mampu mewujudkan keseimbangan dalam perhatian dan tuntutan pelaksanaan. penampilan. menetapkan skala prioritas. Dimulai dari kerapian pakaian. 2. dan tidak menyia-nyiakannya pada hal-hal yang tidak bermanfaat. keseharian dan pekerjaannya. Diantaranya nafsu untuk mempertahankan diri. menggunakan manhaj pertengahan dan menghindari sikap berlebih-lebihan. dan Munazhamun fi Syu’unihi (terorganisir seluruh urusannya). 3. mengenak kadar kekuatannya dan mengarahkannya ke arah yang benar dan bermanfaat. Menjaga kesehatan dan keburagannya. Harishun Ala waqtihi (Cermat mengatur waktunya). Teratur dan bersih dalam setiap urusannya. sehat. 5. Mampu menentukan pekerjaan yang cocok pada waktu yang sesuai. Memanfaatkan waktunya.1. serta menggunakan sarana untuk pencegahan dan pengobatan. serta mengawasi dirinya dalam hal itu. rapi dalam setiap kondisi. akal dan keturunan.

229 . serta menghindarkan diri dari sifat ujub. Senantiasa aktivitasnya. merasa cukup dengan apa yang dimiliki. 7. Mampu mandiri secara ekonomi yang cukup dan sesuai dengan kondisinya. 6. Menyisihkan pendapatannya untuk orang-orang fakir dan miskin. Mengenal nilai harta dan pekerjaan sesuai dengan pandangan Islam. Amanah dan jujur dalam pekerjaan. dengan memiliki keahlian dan pengembangan dirinya dalam hal itu. Nafi’un Li Ghairihi (Bermanfaat bagi selainnya). Senatiasa 2. 4. Mencari ilmu dan keahlian yang dibutuhkan untuk bidang tersebut. bertawakkal kepada Allah dalam segala 6. serta senantiasa mengeluarkan zakat fitrah dan zakat mal. Senantiasa berharap berlaku kebaikan positif. baik dalam konsentrasi maupun sewaktu melaksanakan. 5. dan mampu memainkan perannya secara optimal di tengah masyarakat: 1. Melakukan ibadah kepada Allah dengan pekerjaannya dan senaniasa bertawakal kepada-Nya. dan berupaya untuk melakukannya. serta selalu menjaga adab-adab nasehat terhadap individu dan para mas’ul dakwah. bakhil dan tamak. 6.amal nyata. 3. menggunakan perbaikan bukan mencela atau menghancurkan. dan untuk manusia dan cara kemanusiaan. sesuai dengan batasa-batasan syariat dalam mendapatkan rezeki. 7. 2. Qadirun Alal Kasbi (mampu berekonomi): 1. Selalu berupaya untuk mendapatkan penghasilan yang halal.

8. Berupaya untuk memperbaiki prilaku-prilaku buruk dan kebiasaan yang tidak baik. serta memahami seni berbeda dalam pandangan. mendukung perkembangan politik. serta nasehat terhadap para mas’ul dan orang-orang selain mereka. 7.3. Mengenal problematika masyarakatnya. 11. 9. baik individu maupun lembaga. Berupaya untuk membangun negerinya. Berprilaku dengan adan-adab dakwah dan seorang da’I. serta berupaya untuk memberikan saham kebaikan dan pelayanan umum. menjaga kemandirian dan persatuannya. 4. dengan melakukan kerjasama dalam kebaikan dan kebajikan dengan orang lain. 6. Berusaha menyebarkan dakwah dan akhlak-akhlak mulia di tengah masyarakat. dihadapi mempengaruhi dan melakukan perbaikan di dalamnya. Memiliki keahlian dan kemahiran komunikasi. berdialog serta berinteraksi dengan orang lain dan dengan masyarakat umum. 5. Mengikuti dan menunaikan tugas-tugas yang diberikan jamaah dalam aktivitas-aktivitas dakwah. 230 . serta memberikan hidayah dan petunjuk kepada orang lain. Yaitu mewujudkan dan realita prilaku yang positif. 10. mampu berkomunikasi dengan orang lain dan memberikan pengaruh pada mereka. Bermanfaat bagi selainnya. Menguasai batasan-batasan dalam menjalankan amar ma’ruf nahi munkar. serta mengetahui secara cermat undang-undang dan prosedur yang berlaku. serta fenomena kerusakan pemikiran dan perbuatan dengan sarana yang paling baik dan mudah. serta melepaskannya dari segala bentuk tekanan dan intimidasi Negara asing. keilmuan dan ekonominya. serta berusaha bekerja untuk melakukan perbaikan dan pengembangan masyarakatnya dalam pekerjaan dan profesinya.

luas cakrawala pengetahuannya. Mengetahui sejarah umat-umatnya yang terdahulu (seperti beberapa peristiwa bersejarah. Mujahidun Linasihi (kuat kesungguhan jiwanya). 2. Mampu menguasai bisikan-bisikan nafsu. dan taubat kepada-Nya. kemampuan. serta berupaya untuk mewujudkan ketakwaan kepada Allah dan rasa takut pada-Nya. mengenal disiplin-disiplin ilmu dan aliran-aliran pemikiran dunia. 231 . kekuatan). mengembangkan keahliannya. 6. Senantiasa melakukan evaluasi diri. istighfar. 3. Benar pemahaman agama dan dakwahnya. Inovatif dalam mengembangkan kemampuan dan potensinya. Berusaha menguasai keahlian di bidang tekhnologi mutakhir. dan meningkatkan 7. 3. 4. 5. dan tokoh-tokoh sebab-sebab utamanya. 8. untuk menekan pengarus bisikan-bisikan hati yang buruk. 2. menahannya dari perkara-perkara yang haram.12. serta mampu menetapkan hukum yang benar terhadapnya dan mampu berintekasi dengannya. dan menjauhkannya dari halhal yang syubhat. Shahihul fahm (benar pemahamannya) dan Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya). Berwawasan pemikirannya. Senantiasa merasakan pengawasan dari Allah. Berupaya untuk menggali potensi yang dimilikinya. Selalu melakukan perbaikan akhlak untuk mewujudkan tarbiyah diri dan kemauan yang keras. 1. Senantiasa berupaya melakukan zikir kepada Allah dalam berbagai bentuk. terhadap tugas dan perannya dalam kehidupan. Memiliki kemampuan melakukan interaksi sosial dengan masyarakat dan institusi-institusinya. 1. 9. sebab-sebab kelemahan.

dan hal itu merupakan sebagian dari sejarah umatnya. Mengikuti segala bentuk perkembangan kontemporer untuk mengambil manfaatnya. dan mengambil keteladanan mereka sebagai nilai dan model yang menerangi. senantiasa menjaga. serta mengetahui problematika kontemporer. bangsa Arab dan umat Islam. kewajiban-kewajibannya. ciri-ciri dan realitanya). 6. Mengenal musuh dan bahaya-bahaya yang mengancam umat Islam. dan berupaya untuk meningkatkan diri sesuai dengan kemampuannya. 7. Mempelajari sumber-sumber dan risalah yang ditulis tentang hal itu. 10. untuk menjadi petunjuk dalam gerakan dan fikrahnya. 10. dan persiapannya untuk menunaikannya. 4. Mempelajari sirah Rasulullah Saw. 8. 5. 232 . serta apa yang dibutuhkan untuk dakwahnya. Senantiasa belajar untuk mendapatkan ilmu dan wawasan yang bermanfaat. Merasa bangga dengan bahasa Arab.Maksud umat-umatnya yang terdahulu adalah: negerinya. serta sarana apa saja yang dibutuhkan untuk menciptakan kemajuan dan kesuksesan. perannya dalam mendirikan rumah tangga muslim. pengalaman yang cocok untuk kehidupan dan profesinya. Mengenal dan menguasai hak dan kewajibannya. Mengenal dan menguasai sejarah dakwah dan jamaahnya (tujuan-tujuannya. 9. serta mempelajari kaidah-kaidahnya. Berusaha keras untuk mendapatkan ilmu-ilmu syar’I dan mengenal hukum-hukum sesuai dengan kemampuan yang sesuai dengannya. Menjalankan perannya dalam mendirikan rumah tangga muslim: 1. dan sirah para orangorang terdahulu yang baik. serta meningkatkan pengetahuan dalam hal itu sesuai kemampuannya.

3. 7. di tengah karib kerabat dan tetangganya. Menjadi teladan yang berpengaruh terhadap tetangga dan karib kerabatnya. Mengetahui problematika umat dan permasahan- permasalahan terkini dunia Islam. dan mewujudkan makna takaful (saling memikul beban) dan rasa kasih terhadap mereka. 233 . Mewujudkan penampilan Islam dalam rumah tangga. dan senantiasa berupaya untuk mengembalikan kepemimpinan khilafah Islam: 1. Mengoptimalkan proses pertumbuhan dan tarbiyah terhadap keluarga. 2. tetangga. setia terhadap tuntutan-tuntutan agama dan umatnya serta kebutuhan-kebutuhan mereka secara Pribadi. 4. Memberikan perhatian terhadap proses penyiapan generasi muslim. 11. Berusaha untuk menyebarkan Islam di seluruh penjuru dunia. Berupaya untuk menciptakan model rumah tangga muslim. keluarga. terpengeruh dan mengikutinya. selalu menyambung hubungan silaturahim dengan sauadara-saudaranya. 6. Menyiapkan rumahnya untuk tuntutan-tuntutan jihad dan tabiat marhalah dakwah. dan hendaknya ia memiliki peran nyata di masyarakat. Senantiasa berhubungan dengan umatnya.2. anak-anak terhadap nilai-nilai Islam. 5. yang membuat mereka menghormati fikrah-fikrah Islamnya. serta merasakan ikatan dan tanggungjawab terhadap setiap jengkal tanah yang di atasnya panji tauhid di tinggikan. baik dalam kebiasaan dan kehidupan sehari-hari. serta menghormati fikrah-fikrah Islam dan komitmen terhadapnya. meningkatkan dan menumbuhkan potensi dan kemampuan mereka. 8. Menjaga dan memeliharanya dari pengaruh-pengaruh buruk dan negative.

eksistensi umat Islam. Mewujudkan hubungan kerjasama. kemajuan dan 12. 234 . terutama permasalahan Palestina. untuk dan kemaslahatan berusaha manusia sesuai hikmah kebutuhan. dan sesungguhnya Allah telah menundukkannya untuk umat manusia sesuai dengan ketentuan yang terbatas. Menjaga kebersihan lingkungan. hubungan dan bantuan terhadap problematika yang dihadapinya. Mengenal makhluk-makhluk ciptaan Allah di alam dan memanfaatkannya dengan penciptaannya. serta tanggungjawab keimanan terhadap dunia Islam dan setiap jengkal tanah yang dihuni oleh seorang muslim. dan keselamatan semesta sesuai dengan pemahaman Islam. Mengenal peradaban Islam dan merasa bangga kepadanya dan kepada kontribusi yang telah manusia terhadapnya.3. Menjaga produksi dalam negeri dan Negara-negara muslim dan menyokong produktivitasnya. dan berusaha untuk kemaslahatan kemanusiaan dan kedamaian manusia. 6. mengetahui hubungan yang baik dengan alam. Meyakini khilafah dan berupaya untuk mengembalikannya. Menyokong persatuan Arab dan Islam. 2. 8. 5. serta berusaha untuk mengembalikan keagungannya. yang mencakup hal-hal sebagai berikut: 1. mengenal 3. Mentadabburi tanda-tanda kebesaran Allah di alam. meyakini kepemimpinan dunia dan hal itu akan terwujud sesuai dengan janji Allah dan keutamaan-Nya. Interaktif dengan alam di sekitarnya. 4. diberikannya untuk manusia. Merasakan keterikatan jiwa dan raga. serta mengenal misi umat Islam dan kebutuhan 7. serta merasakan fenomena keagungan-Nya.

dan komitmen terhadap jamaahnya. 13. tafahum dan takaful). saranmengenal realitasnya. keadilan dan perbaikan. Bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan dakwahnya. Tadhiyah (pengorbanan). 3. kendala-kendala yang dihadapi serta terhadap peraturan dan ketentuan jamaahnya. 8. dakwahnya. persiapan jihad. 2. Melaksanakan 4. serta ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia. produktif 235 . komitmen terhadapnya. Fahm dan barisan dakwah. mengenal problematika yang dihadapinya dan peristiwa-peristiwa besar yang mempengaruhinya. Menyempurnakan pemahaman. Bekerjasama dengan orang lain dalam setiap kebaikan. Dalam aspek aspek pengorganisasi keyakinan. Dalam aspek harakah. Saling berhubungan dengan manusia dan bangsa-bangsa di dunia. dan menunaikan rukun-rukun baiatnya. Meningkatkan Profesionalitas keahlian untuk melakukan hubungan tersebut. tujuan sarananya. Taat Amal (kepatuhan). Membantu penegakan nilai-nilai kebenaran. 6. 1. senantiasa berpedoman pada para qiyadahnya. beraktivitas untuknya. baik berupa dan ilmu.4. keadilan dan menolak kezaliman. Disiplin dalam shaf dan jamaahnya. Kemudian Tsabat (keteguhan) dalam setiap rukun-rukun tersebut. (aktivitas). Disiplin dalam rukun-rukun gerakannya. Ikhlas. usrahnya murni (dalam ta’aruf. dalam dalam dakwahnya. Jihad. 5. 7. dan Tajarrud (kemurnian). Ukhuwah dan Tsiqah (kepercayaan). Dalam (pemahaman). Ikut serta untuk memberikan kontribusi dalam memakmurkan bumi dan memperbaikinya. dan setiap orang bekerja di bidangnya masing-masing. Amal (aktivitas).

dialog. interaksi. 6. dll. kemajuan dan pencapaian target-targetnya. undang-undang. Termasuk dalam realitasnya. serta sunnah perubahan dan kejayaan. evaluasi dengan pengarahan dan perbaikan. serta memusatkan proses pembinaan dengan mengarahkannya pada realitas amal. strategi dan target-target mereka. serta komitmen terhadap syura sebagaimana makhluk yang hidup dengannya. profesionalitas. namun ia menghimpun seluruh sarana pembentukan dan tarbiyah. yang dengannya seorang individu bergerak dan memberikan pengaruh pada masyarakat. pengorganisasian. dan penahapan dalam tingkatan yang berbeda-beda. yang mencakup seluruh aspek pembinaan. mulai dari syaikh murabbi. maka jelaslah manhaj Ikhwan yang komprehensif. berkorban untuk dakwah karena mengharapkan keridhaan Allah. Memahami timbangan perseteruan antara hak dan batil. 9. Menguasai kemahiran tertentu untuk memudahkan tugas dan peran-peran yang diberikan jamaah. Mengenal musuh-musuh dakwah dan karakteristik mereka. Diantara ilmu rijal (mengenal identitas seseorang). dan sarana-sarana 236 . fikrah. akhlak. teladan amal. Menjaga keselamatan jamaahnya. 5. dakwah. serta perangkat yang ia butuhkan berupa ilmu dan persiapan. Dari pemaparan di atas. kekuatan dan ikatannya. Ia tidak hanya terbatas pada program pendidikan secara normatif semata. sosial. mulai dari pembinaan iman. keamanan. ekonomi. Memiliki dan mengoptimalkan kemahiran-kemahiran yang cocok untuknya dalam menyampaikan dan menyebarkan dakwah. ikhlas dalam dakwah. dan pendidikan keamanan (intelegensia). 7. semangat keprajuritan. gerakan. 8.melaksanakan ketaatan. olahraga. dunia internasional. politik.

trik dan cara mengobatinya. pengarahan. Secara yang umum sama. kejelasan dan keterus-terangan. kami atau menyampaikannya dengan ungkapan kalimat meringkas maknanya sebagaimana yang beliau maksudkan. kendala-kendala yang dihadapinya. Pengarahan dan Wasiat Kami menyampaikan di sini pengarahan Imam Syahid Hasan Al Banna –baik dalam risalah maupun dalam perkataan-perkataannyatentang nilai-nilai dan sifat-sifat yang harus dimiliki Ikhwan (termasuk diantaranya kewajiban aktivis dakwah). Pertama. menunaikan urusan dengan penuh kesungguhan dan perhatian. Dalam aspek akidah dan ibadah: 237 . dan hendaklah jelas baginya kemampuan untuk menegaskan atau melemahkan serta konsekuensi keduanya. Ia juga dituntut untuk menciptakan iklim yang sehat dan komitmen terhadap adab-adab Islam dalam menyampaikan nasehat. hasilhasilnya. Termasuk menggunakan metode amal dalam pembangunan umat dan tarbiyah. juga dituntut keterbukaan. perbaikan. dan berupaya untuk terus meningkatkan kualitas tarbiyahnya. sehingga masing-masing individu menguasai targettarget yang harus diwujudkan dan dilaksanakan. pengobatan dan menutup aib. metode perbaikan. sisi-sisi kerusakan yang terlihat.yang lain dalam lingkup dan komitmen terhadap batasan-batasan Islam. serta dalam lingkup persaudaraan dan cinta di jalan Allah. Hendaknya ia memiliki motivasi dan dorongan. yang akan mengemban risalah dakwah dan menjaganya. baik pada jenjang tarbiyah yang akan dilaluinya dan jenjang tarbiyah yang sedang dijalaninya.akan melahirkan generasi kuat dan kokoh. dan dalam kehidupannya sebagai teladan dan bisa memberikan pengaruh dan pembentukan –yang dengan izin Allah. Dalam manhaj ini.

puasa. 6. Menyampaikan tentang urgensi kekuatan akidah dan cakupannya terhadap semua aspek. Terwujudnya ketergantungan kepada Allah dan menyandarkan diri kepada-Nya. serta mengikuti manhaj salaf dalam pemahaman. Lahirnya keimanan terhadap keagungan risalah agama Islam. dan pengamalan serta kembali bersama Islam menuju tujuannya yang murni.1. serta merasa bangga dengan keimanannya (terwujudnya rabbaniyah. Melaksanakan 12. Allah. Mempelajari risalah dalam prinsip-prinsip akidah. Membangun keimanan kepada Allah. 4. memperbanyak zikir. Maka janganlah takut pada sesuatu yang lain dan jangan gentar selain kepada-Nya. 11. dan berdoa kepada Allah sementara orang lain tidur. mengamalkan sunnahnya yang suci. dan haji. rukun-rukunnya. merupakan keyakinan Islam yang paling tinggi. yaitu dengan menghapalnya. menunaikan rukun-rukunya serta mengutamakan sunah yang suci. 2. agar menjadi petunjuk jalan. Menghidupkan sunnah Rasulullah Saw. 9. 3. melalui tadabbur terhadap makna-maknanya. 238 . mempelajari sirah dan memahaminya. Terwujudnya hubungan hati dan jiwa yang terus menerus terhadap Allah (indikasi-indikasi yang diinginkan adalah. zakat. 5. mengesakan dan serta bangga dengan dan ini keagungan Islam dan keindahan Al Quran. 10. menghapal dan mengamalkannya. Tergantung dengan Al Quran dan berkaitan dengannya. berprinsip ketuhanan). baik petunjuk maupun hadits-haditsnya. mendengarkan. yaitu untuk mewujudkan sifat shahihul Ibadah (benar ibadahnya). 7. Mengenal menyucikannya. melalui shalat. Menyampaikan tentang rukun-rukun iman dan mengingatkan akhirat. 8. membacanya dengan baik. Mempelajari risalah tentang ikhlas kewajiban-kewajiban dalam Islam dan tidak melalaikannya. dan merasa bangga karena memeluknya.

adalah dengan menjadi seorang prajurit 5. serta selalu menyisihkan bagian dari hartanya untuk fakir miskin. Menumbuhkan keikhlasan yang paripurna di jalan Allah dan ketenangan terhadap tujuan yang hendak dicapai.13. dan sombong. 3. Senantiasa memperbaharui tobat dan istighfar 16. keimanan terhadap dakwah. 4. Selalu merasa pengawasan oleh Allah dan senantiasa mengingat akhirat. memperbanyak bekalnya berupa. Menanamkan keyakinan terhadap balasan dan ganjaran pahala di sisi Allah. riya. memburu popularitas. gelar. tujuan dan sarana-sarananya. Menanamkan keimanan dan keyakinan pada pertolongan dan kemenangan dari Allah terhadap dakwah (yakin dan tsiqoh terhadap pertolongan Allah). penampilan. Indikasi pencapaian keikhlasan adalah: selalu berharap ridha Allah dalam setiap perkataan dan perbuatannya. berdoa di waktu sahur. prinsip-prinsip. berdoa kepada Allah sementara manusia sedang tidur. 239 . tidak melihat pada harta. Mewujudkan keimanan terhadap fikrah Islam dan rasa bangga terhadap dakwah serta keagungan tugasnya. berapapun penghasilannya. membaca doa-doa ma’tsur dan azkar pagi dan sore. 14. berpuasa. Mewujudkan keimanan terhadap manhaj dan kebenarannya serta menanamkan tsiqoh di dalam diri. Menekatkan diri kepada Allah dengan ibadah-ibadah sunnah dan senantiasa melakukan ketaatan. 2. kemajuan atau kemunduran. Kedua. dan kepekaan iman: 1. memberik sedekah. Berdoa kepada Allah di saat manusia tidur 15. dalam aspek nurani. zikir hati dan lisan (senantiasa memperbanyak zikir). tadabbur dan menghayati ayat-ayat Allah dan sunah-sunah-Nya. Pencegahan dari penyimpangan keikhlasan yang berupa: ujub. shalat malam.

serta meluruska jiwa secara total.” 9. (senantiasa melakukan pembersihan jiwa. Mewujudkan kebangkitan yang hakiki dalam jiwa dan nurani. “Kekanglah gejolak perasaan dengan pandangan dan pemikiran yang jernih. dan terangilah kecemerlangan akal pikiran dengan gelora perasaan yang mengharu biru penuh semangat. Memiliki perasaan yang peka dan sensitif. 12. Totalitas keyakinan terhadap kesuksesan sarana dakwah. menguatkan diri. serta besarnya harga yang harus dibayar untuk menyokongnya dan ganjaran pahala untuk orang-orang yang berjuang karena Allah semata. Selalu menguatkan dan memperbaharui jiwa. keluasan cakupannya. Senantiasa menyertakan ruh jihad. Melahirkan perasaan cemburu yang selalu membara (keimanan yang membara yang membangkitkan kekuatan dalam jiwa). dan memenuhinya dengan nilai-nilai keimanan dan akidah. bergelora dan penuh vitalitas. dan membangun kekuatan diri yang besar). agar dapat melahirkan jiwa yang hidup. Memiliki semangat yang tinggi dan berupaya menyembuhkan rasa pesimis. Keyakinan yang tinggi bahwa jalan ini adalah jalan yang paling selamat (sebagaimana yang telah digariskan oleh 240 . Memahami dakwah secara benar dan merasa bangga dengannya: a. 8. 11. 13. serta menyerah pada kondisi dan realita. 14. c. yang bisa membedakan antara kebaikan dan keburukan. Memperbaiki kepekaan hati yang mati. Totalitas keyakinan terhadap kemuliaan tujuan dakwah. 6. 7. gelora semangat. dan kerja keras di jalan dakwah dan tujuan-tujuannya. dengan tetap mengendalikan bara semangat ini. putus asa dalam jiwa. rela berkorban. 10.–fikrah dan akidahnya- dengan mengembalikan seluruh keutamaan kepada Allah semata. b. keagungan jihad di jalannya. Mengetahui kemuliaan dakwah.

7. dan membutuhkan: kesabaran. terhadap ukhuwah dan barisan dakwah. Hidup bersama dakwah dan memperjuangkannya. 3. dalam aspek cinta dan ukhuwah: 1. dan ikut merasakan sakit dan tersentuh terhadap semua peristiwa yang menimpa mereka. 4. serta timbangan yang benar terhadap qiyadah. 15. 6. dan tidak ada jalan yang lain. d. Cinta di jalan Allah dan ikatan dalam kebaikan. serta pertautan hati dan jiwa. kesinambungan semesta tanpa aktivitas. Kebersihan hati dari rasa dengki.Imam Syahid dan ditetapkan strateginya). pertolongan Allah dan senantiasa menantikan saat-saat kemenangan. kebersihan jiwa. Kepekaan terhadap persaudaraan kemanusiaan secara umum dan memahaminya secara benar. tidak tergesa-gesa. Keyakinan bahwa jalan ini sangat panjang. 5. Memelihara persatuan dan ikatan (ukhuwah di jalan Allah). Mencintai kebaikan terhadap umat dan keinginan untuk memberikan hidayah kepada mereka. kesungguhan. ketegaran. Tekad dan perasaan yang kuat terjadap ukhuwah Islamiyah. Timbangan yang benar terhadap diri sendiri (ukurlah diri kalian). dan kejernihan hati (untuk mewujudkan hakikat shufiyah). benci dan semua perasaan yang dapat merusaknya. optimis terhadap memanfaatkan makhluk-makhluk ciptaan Allah di alam membenturkannya. serta rasa tanggungjawab terhadap setiap jengkal tanah yang dihuni oleh seorang muslim. Meyakini persaudaraan dan kemuliaan ikatan ukhuwah 2. Mewujudkan sifat lapang dada. Ketiga. tsiqoh terhadap pertolongan Allah. e. 8. penuh tahapan. Diantara indikasinya adalah: 241 .

segeralah memberikan pertolongan selama ada jalan untuk itu. berjanji untuk saling membantu dalam kebaikan. Persaudaraan dan saling mencintai karena Allah. e. Jika didapatkan padanya kesulitan. 11. g.a. Melepaskan diri dari hubungan karena figuritas tertentu. mengobati Bagi yang ketergelinciran lidah. tidak meninggalkan mereka kecuali karena udzur tertentu. arah manapun. usrah dan katibah-nya. Mewujudkan indikasi-indikasi persatuan di dalam ta’aruf. menerima nasehat segala bentuk menasehati. Terwujudnya sifat lapang dada. pengahayatan makna dan urgensinya. bantuan dan sifat itsar. satu persatu dan dengan pengenalan yang mendalam (menunaikan hak saudara-saudaranya berupa cinta dan penghormatan. ta’ashshub. dan kecurigaan yang mematikan. 9. atau fanatisme kepartaian di dalam barisan dakwah. tafahum dan takaful. Menanyakan saudara-saudara yang ghaib (tidak hadir). (mendahulukan ia tidak kepentingan merusak saudaranya dari kepentingannya sendiri). f. hendaknya menyampaikan nasehat sebagaimana seharusnya. Mengenal saudara-saudaranya. tidak mendahului dan tidak berada di belakangnya. sehingga mencapai derajat itsar c. b. h. Tidak menyelesihi urusan saudara-saudaranya Tidak dipisahkan oleh permasalahan-permasalahan sepele. 10. Senantiasa berada dalam jamaah. Hendaknya kesucian hubungan persaudaraan dengan obsesi tertentu. 242 . Menguasai dalam fiqh nasehat dan dan dari adab-adabnya. tidak berubah hatinya. d. saling memikul beban saudaranya.

menjauhkan diri dari syubhat hingga ia tidak terjebah dalam perkara-perkara haram. serta mampu bersikap terhadap: tujuan hidup yang sakit. Membentengi diri dari hal-hal yang haram 7. dan ia belum membersihkannya. menghindari larangan-larangan Allah. Membiasakan diri untuk melakukan muhasabah dan evaluasi diri dengan sangat cermat (diantaranya melakukan muhasabah sebelum tidur). 243 . menjauhi dosa-dosa besar. bertobat dan menyesal jika melakukan maksiat. gelora dan terangilah yang selalu kecemerlangan akal perasaan dan mengharu biru penuh semangat). Adab bercanda f. Menguatkan kesungguhan jiwanya dan mengarahkannya sesuai dengan ajaran-ajaran Islam. Hendaknya ia selalu menjaga adab-adab majelis terhadap saudarasaudaranya: a. Tidak menimbulkan keributan dan kegaduhan c. Menahan gejolak perasaan (Kekanglah gejolak perasaan dengan pandangan dan pemikiran pikiran yang dengan jernih. kehilangan obsesi. d. hasrat dan kebiasaannya 3. mendengarkan dan berdialog e. 4. (selalu bertobat diri dari dan istighfar. melepaskan diri dari kemaksiatan dan pelanggaran.12. 5. Selalu menjaga indikasi kesungguhan tanpa kebimbangan. Mengontrol dorongan-dorongan syahwat mengarahkannya kepada hal-hal yang halal. menjauhkan diri dari dosa-dosa kecil. Menjaga adab berbicara. kehilangan orientasi hidup. Menjaga amanah majelis Keempat. 2. membersihkan kemaksiatan. Menahan diri dari syahwat. luka masa lalu. 6. tidak bermaksiat secara terang-terangan. hadir secara rutin di majelis b. Meninggalkan meninggalkan kemaksiatan dosa. Dalam aspek Menahan Diri: 1.

hendaknya ia menetapi janji. f. Sebaik-baiknya keberanian adalah: berterus-terang dalam kebenaran. kehilangan orientasi hidup. Berani. Tenang. g. ketenangan mempengaruhi kesungguhan Rasa malu. badan. hingga kita menjadi kuat dengan akhlak dan menjadi teladan dalam hal itu. menyimpan rahasia. Menghiasi diri dengan akhlak-akhlak berikut: a. b. Perbaikan menyeluruh terhadap diri dan mengobati prilaku-prilaku buruk dan ketamakan (melepaskan diri dari hati yang sakit. 2. Adil dan seimbang. luka masa lalu. kuat daya tahannya. adil dalam menetapkan hukum secara benar. dan kebersihan hati dari kedengkian dan kebencian). tempat kerja. c. tidak memungkiri dan menyelisihinya. pakaian. dan tidak terang-terangan berbuat keburukan. 3. memiliki rasa malu. tidak melupakan kebaikan karena kemurkaan. 4. d. tanpa merendahkan diri. tujuan hidup yang cacat. mengutamakan sunah yang suci dalam segala hal dan penerapan fiqh yang benar. dan mematikan adat-adat asing dalam setiap aspek kehidupan. mampu menahan diri ketika marah. Loyal. Kejujuran. Peningkatan akhlak: selalu menghiasi diri dengan akhlak-akhlak yang mulia. e. dan perkataan. kehilangan obsesi. Dalam Aspek Akhlak dan kepribadian yang baik: 1. sensitive perasaannya.Kelima. Berupaya semampunya untuk menghidupkan adat-adat Islami. tidak 244 . (rendah hati). makanan. Bersih dan suci dalam segala hal (tempat tinggal. lisan. peka perasaannya terhadap kebaikan dan keburukan. sederhana dan tidak h. berpegang teguh dengan kesempurnaan. dan ia belum membersihkannya secara sempurna. Tawadhu penakut. jujur perkataannya. merundukkan kepala dan lunak. mengakui kesalahan dan kelemahan diri.

dan pencapaian takwa dalam setiap amal. Menunaikan kewajiban dalam persaudara kemanusiaan secara umum. objektif dalam menimbang kebaikan dan keburukan serta mengambil sisi kebaikan dari segala sesuatu.dikuasai permusuhan sehingga melupakan kebaikan. dan ikut andil dalam perdamaian dunia. dan meletakkan kemuliaan dirinya di atas segala tujuan dan tujuan-tujuan yang hina. Berlapang dada dengan orang-orang yang menyelesihinya. c. dan nasehat kebaikan (latihan memberikan tanggapan terhadap perkaraperkara syubhat yang dilemparkan. Melakukan tarbiyah diri. dan hendaknya menjadi aktivis yang produktif. Mampu berinteraksi secara baik dengan orang lain: b. k. i. 5. budi pekertinya. dan melupakan keburukan dengan kebaikan. Meninggalkan perdebatan dan pertentangan. dan menyebarkan fikrah). e. Menambah kemampuan dialog dengan hikmah. lembut hatinya dan belas kasih terhadap terhadap sesama manusia. 245 . memaafkan. Menunaikan kewajiban dalam persaudara Islam secara umum. dan menjaga lisannya terhadap orang lain. selama tidak bertentangan dengan dakwah. f. 6. Baik interaksinya. d. dan orang yang paling dekatnya meskipun hal itu pahit. Penyayang. tidak cepat marah. berkata benar kepada dirinya. lembut. Menjadi iffah (kehormatan diri). dan mampu berinteraksi dengan mereka. j. dermawan dan toleran. tidak berkata kotor. a. Mampu bekerjasama dengan orang lain dalam hal-hal yang disepakati pada tataran umum dan Islam.

g.

Bermanfaat terhadap orang lain, baik dalam memberikan nasehat, menebarkan kebaikan, dan memberikan layanan umum.

7.

Seimbang dan adil dalam urusan dunia; tidak berlebihan dalam beribadah, tidak berlebihan dalam kezuhudan, dan idak menzalimi dunianya hanya karena mengejar akhirat.

8.

Membentuk keinginan yang kuat yang tidak dihinggapi kelemahan; yaitu dengan melawan kemalasan, menghilangkan indikasi kelemahan dalam keinginan (seperti, kegentaran, kelemahan, kaku, menyerah, keragu-raguan, dll), melawan kebiasaan, adat dan syahwat.

9.

Munazhamun fi Syu’unihi (terorganisir seluruh urusannya); yakni konsentarsi, menetapkan skala prioritas dan kemampuan secara tertib, baik dalam melaksakannya, yaitu dengan mencermati segala urusan sesuai dengan kondisinya kemudian memilih jalan yang paling utama.

10. Harishun

Ala

waqtihi

(Cermat

mengatur

waktunya):

tidak

menggunakan waktunya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, menjauhkan diri dari debat kusir dan teori-teori filsafat, dan berupaya membentuk kepribadian aktivis yang produktif.

11. Menjauhkan diri dari penampilan-penampilan mewah dan kaya
raya. 12. Mewujudkan makna kelelakian (keberanian) sejati Keenam, Dalam aspek kesehatan fisik:

1.
2.

Melakukan General Check tahunan untuk kesehatan fisik dan mengobati penyakit. Menggunakan Menjauhkan sarana-sarana diri dari pencegahan dan perlindungan fisik. Seperti kesehatan fisik, dan tidak berlebihan.

3.

sebab-sebab

kelemahan

menjauhkan diri dari minum khamr dan minuman keras, tidak merokok dan yang sejenis, tidak berlebihan mengkonsumsi susu

246

dan teh, serta menjauhkan seluruh jenis makanan dan minuman yang dapat melemahkan fisik dan akal, seperti rokok, obat-obatan terlarang dll. 4. Menggunakan terus-menerus. sarana-sarana kekuatan, seperti melakukan olahraga yang bermanfaat dan menumbuhkan vitalitas fisik yang

5.

Menggunakan kekuatan fisik untuk melaksanakan peran dan tugas-tugas dakwah, seperti menunaikan kewajiban kemanusiaan dengan sebaik-baiknya, hendaknya menyiapkan sarana yang baik untuk mewujudkan keinginan yang baik, menggunakan kekuatan fisik untuk memenangkan kebaikan dan kebenaran, menunaikan tugas dan kewajiban yang dibutuhkan dakwah sesuai dengan jenjang tarbiyah yang dilaluinya.

Ketujuh, Dalam aspek usaha dan pekerjaan:

1.

Memiliki kemampuan untuk mendapatkan hasil usaha yang halal, memiliki kemahiran untuk profesi tertentu, yaitu dengan mewujudkan beberapa indikasi berikut:

a.

Mencari pekerjaan dan usaha dengan penuh izzah, serta dengan jelasnya pemahaman terhadap permasalahan rezeki dengan penuh keimanan.

b. c.

Menjalankan aktivitas ekonomi, dan melakukan pekerjaan yang bebas, dengan segenap kemampuan yang dimilikinya. Memahami bahwa pekerjaan sebagai pegawai negeri merupakan pintu rezeki yang paling sempit dan sulit, maka jangan membatasi diri hanya dengan pekerjaan tersebut, dan tidak menolak jika kesempatan itu diberikan kepadanya, serta tidak pula berhenti sebagai pegawai negeri, kecuali jika ia bertentangan dengan kewajibankewajiban dakwah.

d.

Selalu

berupaya yang

menunaikan ditekuninya

profesinya secara

dan

setiap dan

pekerjaan

profesional,

hendaknya ia menjadi teladan dalam pekerjaan tersebut,

247

yaitu dengan tidak berbuat curang, menetapi janji, dan loyal terhadap sumpah dan janji. e. Mendalami ilmu dan kemahirannya secara optimal, dan selalu meningkatkan potensi dan kemampuannya untuk kepentingan dakwah. f. Hendaknya yang menjadi titik tolak dan landasannya adalah dakwah, oleh karena itu jangan sampai ia melupakan dan menyia-nyiakannya. 2. Terwujudnya batas-batas interaksi materi

a.
b. c.

Menjauhkan diri dari perjudian dan sarana-sarana usaha yang haram, meskipun keuntungannya sangat besar. Menjauhkan diri sejauh-jauhnya dari praktek riba dan membersihkan diri secara total. Berupaya mencari usaha yang halal dan menjauhkan diri dari perkara-perkara syubhat (Menghindari syubhat, agar tidak terjerumus di dalamnya).

d.

Ekonomis dan hemat menggunakan harta untuk masa depan, serta menyisihkan (menabung) beberapa bagian dari penghasilan untuk keperluan-keperluan darurat, meskipun hanya sedikit.

e.

Tidak berlebihan dalam kebutuhan-kebutuhan skunder Hendaklah ia menjadi qudwah dalam interaksinya terhadap uang (harta): Dalam menetapinya Dalam memutuskan, memberikan dan menetapkan Cermat dalam mengelolanya Menunaikan pamrih. hak-hak manusia secara optimal tanpa

f.

g. h.

Tidak ambisius terhadap apa yang dimiliki orang lain. Seimbang dan adil dalam urusan-urusan dunia, serta zuhud terhadap harta kekayaan dunia yang fana, mengutamakan

248

kekekalan kehidupan akhirat, serta tidak menggantungkan dirinya kepada harta perhiasan dunia.

i.

Memberikan bantuan terhadap harta kekayaan dan asetaset Islam secara umum, yaitu dengan:

- Mendorong berdirinya perusahaan-perusahaan ekonomi
Islam.

- TIdak

menggunakan

sandang

dan

pangan

kecuali

produksi Negerinya dan Islam.

- Selalu berupaya untuk memberikan setiap qirsy256 yang
dimilikinya untuk penduduk negerinya yang muslim dan umat Islam secara umum sesuai kemampuannya. j. Menunaikan hak harta Menunaikan kewajiban zakat, untuk kepentingan dakwah, serta untuk kebutuhan-kebutuhannya yang dibenarkan dalam syariah. Menunaikan hak fakir dan miskin, berapapun penghasilan yang ia dapatkan. Berpartisipasi untuk aktivitas dakwah dengan memberikan bagian tertentu dari hartanya. Berjihad dengan harta

k.

Menjaga

adab-adab

Islami

dan

norma-norma

kemasyarakatan; menyayangi yang muda, menghormati yang tua, berlapang-lapang dalam majelis, tidak tajassus dan ghibah, tidak menimbulkan kegaduhan, meminta izin ketika masuk dan keluar suatu tempat, menjaga lisan, dll. l. m. Menunaikan hak-hak tetangga dan senantiasa menjaganya. Menghindari teman-teman yang buruk, rekan-rekan yang mengajak kepada kerusakan serta tempat-tempat maksiat dan dosa.

256

Satuan terkecil mata uang Mesir

249

n.
o.

Memutuskan hubungan dengan kelompok-kelompok dan institusi yang bertentangan dengan fikrahnya. Melepaskan diri dari berhubungan dengan organisasi dan kelompok apapun yang tidak mendatangkan kemaslahatan terhadap dakwahnya, dengan dengan terutama jika diminta untuk dalam meninggalkannya.

p.

Komitmen berinteraksi tertentu.

prinsip-prinsip organisasi

dakwahnya

dan

personal-personal

Kedelapan, dalam aspek masyarakat dan rumah tangga:

1.

Terhadap kerabat dekat dan anggota keluarga, dimana kita melakukan tarbiyah terhadap keluarga, sehingga menjadi rumah tangga muslim; a. Yang mampu mengarahkan anggota keluarga dan kerabat untuk menghormati fikrah dan menyebarkannya di tengah keluarga. b. c. Mampu memilih istri yang sholehah, dan mengarahkan untuk menunaikan hak dan kewajibannya. Baik interaksinya terhadap anggota keluarga, anak-anak dan pembantu. Baik dalam memberikan tarbiyah kepada anak-anak,

d.

pembantu, dan membangun lingkungan keluarga dengan prinsip-prinsip Islam.

e. f.

Menjaga adab-adab Islami dalam setiap aktivitas dan kesibukan rumah tangga. Menjaga silaturahim, dan selalu memenuhi kebutuhan serta berupaya untuk kemaslahatan anggota keluarga, dan kebutuhan mereka terhadap Islam.

g.

Membantu dakwah dan menyokongnya dari belakang keluarga untuk mengambil andil dalam pembinaan

2. Melatih

masyarakat, yang mencakup hal-hal sebagai berikut:

250

a. b.

Meningkatkan kemampuannya Mempelajari ilmu yang bermanfaat dan cocok Menggunakan sarana-sarana yang dibutuhkan Menciptakan teladan untuk hal tersebut Menggunakan metode bertahap dan hikmah serta memanfaatkan sarana-sarana yang paling baik.

c.
d. e.

f.

Memiliki aktivitas yang banyak, yang berupa gerakangerakan diri dan tanggap dalam beramal.

Target-targetnya adalah: a. Mendorong nilai-nilai keutamaan b. Menyebarkan dakwah kebaikan c. Semangat amar ma’ruf d. Memerangi kehinaan

e. Melatihnya untuk melakukan pelayanan umum terhadap
masyarakat dan tanggap untuk melakukan kebaikan dan kebajikan.

f.

Memberikan

kontribusi

dalam

mewarnai

kehidupan

masyarakat umum dengan fikrah-fikrah keIslaman.

g. Berupaya untuk menghidupkan adat-adat Islami yang hilang,
serta memberikan pencerahan keimanan terhadap adat-adat Islami dan menghilangkan aib-aib yang masih ada. h. Ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia, menyebarkan kebaikan dan kebajikan untuk manusia, serta tanggap dalam melakukan amal-amal kebaikan.

i.

Ikut memberikan peran dalam menciptakan perbaikan, dan menolak kerusakan di tengah masyarakat melalui upayaupaya konstitusional.

j.

Menjaga unsur-unsur penyokong kekuatan, perbaikan, dan pembangunan di tengah masyarakat, dan melawan sikap masa bodoh, upaya-upaya kehancuran, dekonstruksi, serta ikut serta dalam mengarahkan dan mengoptimalkan potensi masyarakat.

251

k. Menyebarkan semangat persatuan dan kerjasama antara
kita, bangsa-bangsa Arab, dan masyarakat Islam, serta memerangi perpecahan dan penyimpangan. Kesembilan, dalam aspek dakwah:

1.
2.

Kemampuan

menyebarkan

dakwah

dan

menjadikan

fikrah

Islamiyah sebagai opini umum di masyarakat. Kemampuan dalam menghimpun manusia kepada kitab Allah, dan membangkitkan keimanan dari dalam hati, serta memilih orang-orang yang mengusung risalah dakwah.

3.

Latihan untuk memimpin masyarakat menuju kebaikan, dan hendaknya di antara bangsa-bangsa ini kita bergerak untuk menyadarkan, membimbing dan mengarahkan mereka, serta mengenal kondisi dan problematika yang mereka hadapi.

4.

Berupaya untuk menyadarkan umat, menjelaskan kepada mereka tentang realita kehidupan umat Islam, tentang apa yang sedang terjadi, tentang bahaya dan konspirasi yang berada di sekeliling mereka, dan mengajarkan kepada mereka bahwa Islam tidak rela terhadap mereka pengecilan harus hak-hak kebebasan dengan dan kemandirian, dan harta-, termasuk tentang kejayaan dan panggilang jihad –walaupun memenuhinya darah memberikan ruh optimisme dan memerangi keputus-asaan dan kegagalan.

5. 6. 7.

Fiqh (seni) menghadapi problematika dan batasan-batasannya Fiqh (seni) menyampaikan amar ma’ruf nahi munkar Menguasai fiqh jihad, yaitu:

a.
b.

Mengorbankan diri, harta dan waktu untuk mewujudkan citacita. Gambaran-gambaran jihad yang berbeda-beda dan bagaimana menjalankannya.

c.

Senantiasa istishhab niyyatil Jihad (menyertakan niat jihad), kecintaan terhadap mati syahid dan pengorbanan di jalan Allah.

252

d.

Berupaya melahirkan mujahid-mujahid yang produktif dan bijak, yang bisa mewujudkan keuntungan besar dengan pengorbanan yang sedikit.

e.

Sikap kami terhadap kekerasan dan terorisme, adalah dirasah syar’iyyah (tinjauan syariat), dan dirasah tarikhiyyah (tinjauan empiris).

f.

Tidak

melakukan

sebuah

aktivitas

yang

memberikan

pengaruh yang signifikakn, kecuali dengan izin. 8. Mengenal undang-undang perbaikan masyarakat, menjaga

keseimbangan ekosistem dan tidak melalaikannya. Kesepuluh, Dalam aspek jamaah:

1. Menguasai fiqh syuro, baik teori, penerapan dan praktek:
a. b. c. Urgensi kelembagaan dakwah Jauh dari dominasi perorangan Adab dalam ikhtilaf

2. Penguasaan terhadap fiqh keputusan (nota-nota kesepahaman)
dan batas-batas setiap hubungan, baik dalam lingkup ukhuwah dan rasa cinta sesama aktivis dakwah, yang seyogyanya bukan pertentangan dan permusuhan, maupun dalam lingkup pandangan yang komprehensif dalam memperhatikan dan memahami urusanurusan dakwah.

3. Tsiqoh terhadap qiyadah dan taat kepadanya, mengenal secara
sempurna dan berkumpul di sekitarnya: a. b. c. d. Selalu memiliki keterikatan hati dan amal dengan qiyadah. Mengenal mereka Memberikan nasehat dan masukan kepada qiyadah Memposisikan qiyadah secara benar dan interaksi tarbiyah yang sempurna dengannya, demi mewujudkan: 1. Posisi orang tua dalam ikatan hati

253

2. Posisi seorang guru dalam memberikan pengajaran ilmu. 3. Posisi seorang syaikh dalam aspek pendidikan rohani. 4. Posisi dakwah. e. Hendaknya qiyadah memiliki hak memberikan keputusan antara kemaslahatannya Pribadi dan kemaslahatan dakwah secara umum. f. Hendaknya qiyadah memiliki rujukan dan evalusi seorang pemimpin politik dalam secara menentukan umum dalam kebijakan-kebijakan

4. Mewujudkan batas-batas gerakan yang dibutuhkan:

a. Terwujudnya semangat keprajuritan yang terus menerus
(kesiapan dan kesiagaan), dimana seorang jundi dakwah senantiasa merasakan dirinya sebagai prajurit yang berada di barak-barak militer yang sedang menunggu perintah, apapun jenjang tarbiyahnya. b. Menguasai adab-adab evaluasi dan komitmennya terhadap adab-adab tersebut. c. Dipercaya dalam menyampaikan, yaitu dengan kejujuran, amanah terhadap perkataan, amanah dalam memindahkan –baik uang maupun barang-, memurnikan diri dari syahwat. d. Menguasai kesiapan sarana-sarana meletakkan tarbiyah dan penerapannya; di bawah kondisi kesehariannya

kondisi dakwah. 5. Fiqh dakwah dan batas-batas fiqh pelaksanaan, memilih pendukung dakwah dan mentarbiyah mereka, dan melakukan aktivitas-aktivitas produktif. 6. 7. Menjaga fiqh prioritas Mengupayakan terwujudnya kemurnian jamaah dari ketergantungan terhadap prinsip-prinsip, figuritas, dan organisasi tertentu, dan hendaknya ia komitmemn terhadap timbangan

254

dakwah dalam berinteraksi dan berhubungan dengan masyarakat dan organisasi-organisasi lain. 8. Interaksi yang benar terhadap instruksi-instruksi qiyadah, yang terlihat dari hal-hal berikut: a. Cara menerima perintah dan melaksanakannya

b. Sam’an wa tha’atan, dalam keadaan giat maupun malas,
dalam keadaan sulit maupun mudah, selama perintah tersebut bukan kemaksiatan. c. Segera menunaikan perintah d. Menyampaikan nasehat dan mengerahkan kesungguhan untuk itu, sesuai dengan arah perjalanannya yang benar. e. Tidak ada tempat untuk keraguan, perdebatan, menjelekjelekkan, saling bantah, sungkan atau keraguan.

f. Menanamkan

keyakinan

bahwa

pandangan

dirinya

berpeluang keliru dan pandangan qiyadah adalah kebenaran dalam perkara-perkara ijtihadiyah, yang tidak terdapat nash atau hukumnya. Tidak mengapa meminta penjelasan terhadap sesuatu yang belum dipahami dengan tetap mengedepankan semangat sam’an wa tha’atan.

Bab V

Membangun Keluarga Muslim

Membangun Keluarga Muslim • Urgensi Membangun Rumah Tangga Rumah tangga adalah kawasan kedua pada tingkatan amal dan targettargetnya dalam dakwah Ikhwan. Ia merupakan bagian dasar dari struktur bangunan masyarakat dan perbaikannya. Tidak hanya karena

255

peran rumah tangga dan seorang akh dalam mendukung proyekproyek dakwah, tapi juga karena keluarga merupakan batu pijakan dasar yang orisinil yang tidak ada gantinya dalam membangun sebuah masyarakat. Masyarakat tidak akan baik, kecuali dengan baiknya bangunan keluarga. Tidak pernah tergambar bahwa terdapat sebuah masyarakat muslim yang mulia dan menegakkan prinsip-prinsip Islam, sementara rumah tangga dan keluarganya lemah dan sangat jauh dari indikasi dan gambaran masyarakat yang menerapkan manhaj Allah. Imam Syahid berkata, “Apabila sudah terbangun keluarga yang shalih, maka umatpun akan menjadi shalih, karena umat merupakan kumpulan keluarga. Dengan kata lain, sesungguhnya keluarga adalah miniature umat, sementara umat adalah keluarga yang besar.”257 Beliau juga berkata, “Kami menginginkan kebangkitan laki-laki dan perempuan secara bersama-sama, mengumumkan adanya takaful dan emansipasi serta menetapkan tugas masing-msing secara rinci.”258 “Untuk itu, kami juga memperhatikan kaum wanita sebagaimana perhatian kami kepada kaum pria. Kami juga memperhatikan anakanak sebagaimana perhatian kami kepada pemuda.”259 Imam Syahid memberikan beberapa gambaran dalam pembentukan keluarga, yang terus menerus ditingkatkan dari batas minimal hingga menjadi model yang diinginkan, yakni dari; menghargai fikrahnya, hingga pembinaan kelaurga muslim teladan dalam setiap aspek kehidupan. Imam Syahid berkata, “Pembentukan kelurga muslim, yaitu dengan mengkondisikan keluarga agar menghargai fikrahnya, menjaga etika Islam dalam setiap aktivitas kehidupan rumah tangganya, memilih istri
257 258 259

Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru), hal. 236 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal. 94 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda), hal. 177

256

Jika anggota keluarga yang laki-laki shalih dan yang perempuan shalihah –keduanya merupakan pilar keluarga. Imam Syahid berkata. hal. “Perbaikan dalam skala individu akan berpengaruh bagi perbaikan keluarga. Ta'alim (Risalah Ta'alim). dan mempersiapkan mereka untuk membangun rumah tangga dan memilih istri yang baik. Imam Syahid menyebutkan beberapa hal yang harus dipenuhi dan dilaksanakan: 1. hal. karena keluarga merupakan kumpulan individu. Dengan demikian. 236 257 . sesuai dengan model yang telah dituntunkan oleh secara proporsional oleh Islam. Pandangan yang benar 3.yang baik dan menjelaskan kepadanya hak dan kewajibannya. Keinginan yang kuat 4.maka mereka akan bisa membangun sebuah keluarga ideal. Perasaan dan nurani yang peka 2.”260 Rumah tangga yang dimaksudkan adalah tidak hanya sebuah rumah tangga yang kecil yang terdiri dari pasangan suami isteri serta anakanak. maka perhatian untuk membentuk rumah tangga muslim harus diberikan sejak dini. namun ia lebih luas dan mencakup seluruh anggota keluarga dan karib kerabat. memperbaikinya merupakan langkah mendasar untuk memperbaiki rumah tangga. baik laki-laki maupun wanita. Tubuh yang sehat 5. 360 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).”261 Dalam melakukan perbaikan untuk skala individu. serta membimbing mereka dengan prinsip-prinsip Islam. 260 261 Risalah. Pengarahan yang benar untuk melaksanakan tugas dengan benar. mendidik anak-anak dan pembantunya dengan didikan yang baik. • Urgensi Perbaikan Diri Setiap individu adalah labinah dalam keluarga. yaitu dengan mempersiapkan setiap individu.

ukhti muslimah – sebagaimana kami nasehatkan kepada al akh muslim. Islam juga menginginkan sebuah pandangan yang benar dalam memahami sesuatu itu ‘benar’ atau ‘salah’. sebuah keinginan yang kuat yang tidak akan pernah melemah dalam membela kebenaran. Imam Syahid berkata. berakhlak Islami untuk menguatkan keinginannya.yang akan mewujudkan pribadi aktivis sekaligus pemikir dan anasir produktivitas yang pemberani.Imam Syahid menyebutkan 10 sifat –selain beberapa sisi lain dalam pembentukan Pribadi. Islam menginginkan dalam diri setip mukmin perasaan dan nurani yang peka.hendaklah selalu dalam kehalusan nurani. dan kesehatan badan. tubuh yang sehat yang siap mengemban berbagai tugas kemanusiaan secara baik. dan tidur sehingga Allah senantiasa menjaganya dari marabahaya. yang memiliki keistimewaan dalam aspek-aspek mendasar ini. sehingga dapat membedakan antara kebaikan dan keburukan. dan menjadi perangkat yang layak untuk mewujudkan cita-cita mulia. belajar apa saja yang memungkinkan dipelajari untuk memperluas cakrawala berpikirnya.”263 262 263 Ibid. hal. “Sesungguhnya. melainkan keduanya memiliki kedudukan yang sama dalam pandangan Islam. kami sangat menganjurkan kepada setiap akh agar beribadah sebagaimana yang diperintahkan Allah untuk meningkatkan kualitas ruhiyahnya. mampu mengegolkan misi kebenaran dan kebajikan. minum. dan komitmen dengan tata aturan Islam dalam hal makan. 235 Ibid 258 .”262 Dan hal ini bisa diwujudkan dengan menerapkan manhaj Islam dalam aspek-aspek berikut: “Oleh karena itu.” Kaidah-kaidah ini tidak hanya diperuntukkan bagi laki-laki dan meninggalkan kaum wanita. kesempurnaan akhlak. Oleh karena itu. keluasan cakrawala berpikir.

sebagai berikut: Komiten dengan prinsip-prinsip syariat dalam membangun rumah tangga muslim. d. dengan sebaik-baiknya bimbingan. Masing-masing pasangan menunaikan kewajiban dalam rumah tangga. Kemampuan pendidikan ayah dalam memberikan dan tarbiyah dan serta terhadap anak-anak pembantu 264 ibid 259 . (mulai dari memilih calon pasangan hidup). mengantisipasi apa saja yang bisa menghadang kehidupan rumah tangga dari berbagai problem secara tepat dan cermat. mewajibkan mereka untuk menjaga buah pernikahan ini sampai matang tanpa cacat dan cela.• Kaidah dan Tujuan Pembinaan keluarga Muslim Imam Syahid menjelaskan tentang kaidah dan tujuan umum dalam pembentukan keluarga muslim: “Islam telah membimbing kita dalam membangun rumah tangga. menentukan hak dan kewajiban mereka. Satu sama lain bekerjasama dalam melaksanakan tugas masing-masing. e. Mampu menyelesaikan setiap persoalan keluarga dan konflik suami isteri dengan baik.”264 Kita 1. Membangun rumah tangga muslim dari pasangan suami istri yang muslim dan shalih-shalihah. b. c. tidak berlebihan dan tidak meremehkan. dapat meringkas target-target umum dan khusus dari pembentukan keluarga muslim. dan mengambil jalan pertengahan dalam setiap permasalahan. yang mencakup hal-hal berikut: a. serta hubungan yang romantis di dalam keluarga. Dia juga mengikat suami istri dengan ikatan yang kokoh. 2. Berupaya untuk melahirkan dan menumbuhkan mawadah (rasa cinta) dan rahmah.

d. kebersihan. seluruh Munazhamun Syu’unihi (terorganisir urusannya). serta norma-norma sosial penting yang lain. mengenal Saw. Membentuk kepribadian 10 paripurna. menyayangi yang muda. 3. mencintai bershalawat Rasulullah senantiasa 260 . Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya). Mujahidun Linasihi (kuat kesungguhan jiwanya). bercanda. minum. Mewujudkan pertumbuhan Salimul Akidah (bersih akidahnya). shahihul Ibadah (benar ibadahnya). Membiasakannya untuk mencintai Allah dan rasulNya. Harishun Ala waqtihi (Cermat mengatur waktunya).mengkondisikan mereka dengan nuansa keluarga yang Islami: a. b. Komitmen dengan norma dan adab-adab Islam dalam setiap aspek kehidupan. selainnya). Seperti ketika makan. c. Mampu berinteraksi dengan anak-anak secara baik di setiap fase pertumbuhan mereka. Mampu mengatasi problematika muslim sifat yang yang dalam ditemui selama yaitu masa mendidik anak-anak. dengan tetap menjaga karakteristik setiap fase pertumbuhan anak (Sejak dilahirkan . meminta izin. Qadirun Alal fi Kasbi (mampu berekonomi). Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). menutup aurat atau berhijab. lembut terhadap hewan. nikmat-nikmat dan Allah. menghormati yang tua. Kaum ayah mampu menggunakan metode dan saranasarana tarbiyah yang benar terhadap anak-anak.masa menyusui – Anak usia dini – balita – dan remaja). memberikan nasehat. Nafi’un Li Ghairihi (Bermanfaat bagi 2. Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya). zikir. berbicara. setiap melalui target-target dan prosedur khusus berikut: 1. tidur.

7. Membangun sifat mawas diri Membiasakannya untuk selallu menyukai kebaikan (kemuliaan). membaca. ruh kesabaran keberanian. dari berprestasi dan istimewa sebagai target. 5. dalam permainan yang bermanfaat dan permainan olahraga yang bermanfaat. Menanamkan loyalitas terhadap Islam. membangun timbangan yang benar untuk membedakan antara yang baik dan salah. 261 . psikologi. serta memberikan keahlian tertentu. 10.kepadanya. 9. Pembangunan rasa cinta dan hubungan yang baik ini sangat penting. komputer. serta membentuk standar akhlak dan budi pekerti yang luhur. Menggali dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. dan bangga dengan bahasa Arab dan kemahiran menggunakannya. agar penerapan dan pelaksanaannya selalu benar. bangga Islam dan peradabannya. 6. Menyalurkan bakat dan kemampuannya. mengenal kontribusi yang diberikan Islam kepada dunia. 4. dan memproteksi anak-anak kebohongan-kebohongan terhadap 11. e. dan disiplin vitalitas. Memperhatikan aspek-aspek pendidikan. 8. dan riset ilmiah. dan membenci kehinaan. dll. seperti. skala serta keselamatan dan dalam minimal. Mengutamakan pemberian model dan qudwah Membiasakan produktif. mempelajari beberapa bahasa asing. kesehatan mewujudkan dan pertumbuhan anak-anak. mencintai memiliki shalat dan senantiasa dengan Al menunaikannya. Menyadarkan khurafat Islam. Menumbuhkan kesungguhan. keterikatan Quran dan selalu menjaganya.

3. Adapun terhadap anak-anak. tetangga. Melatih dan mengajarkan mereka bagaimana menjalin hubungan baik dengan orang lain. dan hal itu tercakup dalam beberapa hal berikut: 1. karib kerabat dan tetangga dengan mengenal hak-hak mereka serta menunaikannya. tafahum dan takaful. teman-temannya. takaful dan jalinan hubungan yang baik dengan mereka (suami istri berupaya menunaikan kewajiban tersebut). Terlaksananya rukun-rukun rumah tangga antara anggotanya. 2. g. d. 262 . dan hendaknya bersama-sama mewujudkan persatuan. karib kerabat. Menjalankan peran sosial rumah tangga: a. b. Mengkondisikan keluarga agar menghargai fikrahnya Menjaga etika Islam dalam setiap aktivitas kehidupan rumah tangganya. agar bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk mandiri secara ekonomi. dididik untuk untuk menjalankan peran sosial mereka di masyarakat. Selalu bersikap positif dalam berhubungan dengan masyarakat: Melatih perbaikan dan di mengajaknya masyarakat untuk sesuai melakukan dengan kemampuannya. keterikatan dan kesepahaman. Mengenalkan kebutuhan-kebutuhan pokok manusia. yang tua dan yang muda. 4. Baik dengan orangtua. maka hendaklah mereka c. saudari wanitanya. dan menjaga keseimbangan antara dorongan syahwat dengan pemahaman Islam.f. Interaksi yang baik dengan anggota keluarga. Ta’aruf. Mengajarkannya beberapa keahlian dan profesi tertentu. a.

ibu rumah tangga. 6. Mengajarkannya adab-adab melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar. dll. serta apa saja yang ia butuhkan untuk hal itu. bahasa. internet. dan hubungannya dengan seluruh anak manusia di dunia. serta peran laki-laki dan wanita dalam kehidupan. melalui saranasarana dan maslahat kehidupan. Ikut serta dalam melakukan kebaikan dan aktivitas sosial. 5. Mengenal ragam tipikal manusia. untuk itu. begitupula halnya dengan anak laki-laki.b. hubungan antara keduanya. Kita juga memperhatikan agar mereka pendidikan memiliki anak-anak perempuan mereka kemahiran yang butuhkan nanti dalam menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga. kekonstitusian. Memiliki kemampuan dalam interaksi dengan masyarakat dan seluruh instansinya. serta d. dan kepribadian yang mampu berdikari. dan menekuni profesi tertentu yang bermanfaat. undang-undang. c. Memiliki perhatian dan terhadap negerinya. Mempersiapkan diri untuk kepentingan masa depan. problematika keluarga. kemajuannya. maka mereka juga harus dididik agar siap menunaikan kewajiban 263 . khutbah. Mempelajari norma-norma hubungan dan kerjasama sosial serta metode yang benar dalam interaksi dengan orang lain. kemampuan berinterkasi dengan problematikanya sesuai dengan pandangan Islam. seperti persiapan menjadi seorang ayah. ilmu kesehatan. 7. Seperti menguasai keahlian-keahlian kemampuan yang dibutuhkan hadits. 4. perkembangan. managemen.

hubungannya dengan umat Islam. Mewujudkan Mengurangi berlebihan. Imam Syahid telah mendirikan sebuah divisi akhwat muslimat. bangga dengan sejarah dan peradabannya. 264 . produktif. dan hendaknya kaum wanita mendapatkan semua hak-haknya. serta dalam menjalankan peran mereka terhadap keluarga dan dakwah. sosial dan lain-lain. fenomena usaha-usaha mandiri dalam rumah tangga. 6. baik partisipasi politik. yang peka dan segenap problematika dan permasalahannya. Kaum wanita juga tidak boleh menerima perlakukan kasar dan kekerasan. Keluarga yang mampu keluarga budaya mengatur yang dan kehidupan dan ekonomi mendorong yang rumah tangga: a. b. 8. kecuali pada kondisi-kondidi darurat. begitupula perannya di tengah masyarakat. 5. Mewujudkan hubungan antara keluarga dan umat Islam secara umum. Memberikan perhatian yang besar terhadap peran wanita. hal ini menunjukkan besarnya perhatian beliau terhadap pembinaan dan kemajuan kaum wanita. ekonomi. konsumtif dan memerangi pemborosan kebiasaan berhutang. dan hendaknya mereka mendapatkan bantuan dan dukungan dalam mewujudkan keseimbangan terhadap perannya di segenap aspek. tarbiyah dan pembinaannya: Hendaknya menyiapkan ia menjalankan yang perannya kuat dan yang penting dalam generasi membangun keluarga muslim. bekerjasama dengan kaum wanita.mereka sebagai kepala rumah tangga. pendidikan.

Proyek ini juga tidak terbatas pada rumah tangga Ikhwan saja -walaupun ini merupakan dasar utama proyek ini-. Hal ini dilakukan dengan tetap memperhatikan penahapan dalam menerapkan target-target ini. serta kerja keras untuk mewujudkan rumah tangga muslim yang ideal. Memanfaatkan pengalaman-pengalaman keluarga yang sukses serta saling membantu antar keluarga. Maka kami memulainya dengan yang paling mudah dan dengan metode yang sederhana. Hendaknya keluarga –dengan seluruh anggotanya- memberikan kontribusi sebagai warga Negara: (Terutama bagi keluarga besar). bukanlah semata proyek mata kuliah yang bisa dibaca oleh anggota keluarga. baik dari dalam maupun dari luar. namun untuk seluruh rumah tangga di masyarakat. serta nilai-nilai kebebasan. keadilan dan persamaan hak. Berpartisipasi dalam dakwah untuk agama Allah. namun ia adalah sebuah kehidupan dan praktek nyata terhadap semua aspek Islam yang beragam. Menjaga keseimbangan ekonomi keluarga dan cermat dalam mengelola dan memanage keuangan. mempersiapkan keluarga agar mampu memikul beban dakwah dan sabar di atas jalannya. melalui beberapa jenjang yang berbeda-beda. 7. kemajuan. Melindungi keluarga dari unsur-unsur perusak. kemudian secara perlahanlahan bertambah dalam dan luas. menjaga kemandiriannya.c. 9. dan bukan pula jadwal pelajaran. Proyek pembentukan keluarga muslim. 8. yaitu dengan menggunakan program-program yang variatif dan publikasi yang baik dan 265 . d. maka hendaknya ia mampu berinteraksi dengan problematika keumatan.

memberikan contoh nyata model rumah tangga muslim ideal. Sebuah rumah tangga muslim tidak menyendiri dalam sebuah komunitas dan terpisah dari problematika dan permasalahan masyarakat. jika kita mampu memanfaatkan dan mengoptimalkannya. memanfaatkan hari-hari besar Islam dan kegiatan-kegiatan publik dalam memperbaiki perspektif masyarakat. studi problematika rumah tangga dan solusi-solusinya. Keluarga dan masyarakat saling memberikan pengaruh satu sama lain.terarah. Seluruh sarana yang ada di masyarakat. dan memberikan pengaruh positif seperti yang diharapkan. yang menyalurkan terhadap pengaruh-pengaruh dakwah. perhatian besar keberadaan basis-basis dakwah di dalam setiap keluarga. dan basis-basis dakwah ini bisa jadi adalah salah satu anggota keluarga. baik dalam pembinaan keluarga maupun masyarakat. baik laki-laki dan wanita dalam membentuk keluarga muslim. yang akan memainkan perannya melalui pengarahan dan bimbingan yang benar. Oleh karena itu. Kita juga dituntut untuk memberikan perhatian yang besar terhadap pembinaan pemuda. namun ia hanya bisa diselesaikan dengan kepekaan dan tanggapan positif. serta membantu mereka untuk memilih pasangan hidup yang sesuai dan baik. Permasalahan tidak akan dapat diselesaikan dengan menutup diri. Termasuk hal yang penting dalam hal ini adalah menghidupkan nuansa takaful dan tolong-menolong antar keluarga dan rumah tangga. dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan keluarga. kami selalu berupaya untuk mendapatkan hasil final yang positif. 266 . dan hendaknya sebuah keluarga muslim menjadi basis dakwah dalam himpunan keluarga yang besar.

Mencegah kesulitan. upaya preventif Islam berupaya mengantisipasi hal-hal berbagai yang macam problematika sosial. adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Syahid berdasarkan kepada nilai-nilai yang telah ditetapkan. d. b. dengan keyakinan bahwa setiap permasalahan yang didera ada obatnya. Menjadikan asas kesembuhan dan obat pertama dalam setiap perbaikan masyarakat adalah shalihnya jiwa dan eratnya ikatan sosial antar anggota masyarakat. tanpa meninggalkan kaidah-kaidah rinci.Bab VI Bekerja Bersama Masyarakat Bekerja Bersama Masyarakat • Manhaj Islam dalam Membangun Masyarakat Manhaj Islam dalam membangun masyarakat dan menjaga keselamatannya. sehingga dapat menyentuh semua umat manusia. Islam menetapkan metode penerapan Dakwah dilakukan dengan penuh hikmah. g. diantara: a. Mencegah dari permasalahan dan sebab-sebab kehancuran Mendeteksi penyakit-penyakit sosial di masyarakat dari akarnya. Imam Syahid berkata. yang disodorkan oleh Islam adalah upaya(pencegahan) terhadap menyebabkan 267 . Meletakkan kaidah-kaidah umum yang global. f. dan yang mengarah kepada kesukaran. Pertama. nasehat kepada kebenaran. “Setelah meletakkan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat. dan penerapan yang baik. e. c.

Islam juga memberikan jalan keluar yang bersifat kuratif (pengobatan). Hal itu berarti fikrah kami telah diterima masyarakat. keluarga. sekaligus menjelaskan cara-cara penerapannya.S Al Anbiya: 107) Jika keyakinan terhadap apa yang kami paparkan di atas mulai menguat dan menuju pencapaian hasil yang telah kami gariskan –sehingga sistem Islam yang terkait dengan individu. Islam menghendaki kemudahan bukannya kesulitan. dan dakwah kami mendapat sambutan dari umat. Tidak ada permasalahan yang tak ada jalan keluarnya menurut Islam. Terhadap masalah-masalah yang terlanjur muncul. Setiap penyakit pasti ada obatnya. Oleh karena itu. dan masyarakat terlaksana-.”265 Sebagaimana Imam Syahid juga menjelaskan tentang ikatan dan hubungan antara anggota masyarakat. melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. maka risalahpun akan sampai ke setiap telinga dan hati manusia. Islam juga memerintahkan zaman dan waktu untuk menjalankan perannya. Islam melingkupi semuanya. Ia tidak mengajak manusia meniti jalan kesulitan.timbulnya masalah. Penyebaran dakwahpun harus sampai menyentuh semua kalangan manusia. Islam meletakkan kaidah yang bersifat global tanpa meninggalkan hal-hal yang berifat rinci. Islam merupakan syariat yang sesuai dengan dimensi ruang dan waktu.” (Q. hal. sehingga terwujudlah apa yang difirmankan oleh Allah. Obat pertama dalam setiap perbaikan masyarakat adalah shalihnya jiwa dan eratnya ikatan sosial antar anggota masyarakat. yang berdiri di atas prinsip-prinsip ini dalam Islam: 265 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). dan yang mengarah kepada kesukaran. 237 268 .      Artinya:                 “Dan tiadalah kami mengutus kamu.

serta hak penguasa dan rakyatnya secara cermat. “Islam telah memberi tuntunan kepada umat ini berupa kaidah hubungan sosial untuk mewujudkan kesejahteraan. Islam memerinci tugas. 5. atau majikan dengan budaknya. hak dan kewajiban masing-masing. Dalam kehidupan bernegara. Setiap mukmin harus senantiasa meningkatkan kualitas ukhuwah ini menuju terwujudnya mahabbah (saling mencintai). Semua manusia di 269 . Batas-batas hak dan kewajiban antara anggota masyarakat. dengan tidak menjadikan yang satu lebih utama dari yang lain. 4. 3. Menetapkan Menetapkan batasan-batasan standar muamalah di dan interaksi serta umum dengan sangat jelas. serta solidaritas sosial antara anak manusia. Islam juga menentukan hak dan kewajiban setiap anggota masyarakat. dan kerabatnya. 7. Menetapkan batas-batas hubungan antara Negara. kewajiban. 6.1. Ikatan ukhuwah dan cinta antara anggota masyarakat. kecuali oleh takwanya. Seorang bapak dalam rumah tangga mempunyai hak dan kewajiban tertentu. Imam Syahid berkata. demikian juga ibu. oleh karena itu Islam juga menjelaskan tentang kaidah-kaidah hubungan luar negeri. 2. bahkan sampai pada itsar (mendahulukan kepentingan saudaranya). anak. Menjelaskan tentang peran pemerintah dan yang diperintah. kerjasama dalam kebaikan dan kebajikan. Islam juga tidak melebihkan pemimpin dengan yang dipimpin. dan Islam telah menghilangkan seluruh anasir yang dapat melemahkan ikatan ini. Menjadikan prinsip dasar hubungan umat Islam dengan umat-umat yang lain adalah Dakwah. Ia menjelaskan pola interaksi antar pihak secara detail. Islam pun mengikat antar individu dalam umat ini dengan ikatan ukhuwah dan menjadikannya sebagai konsekuensi dari keimanan yang tertanam dalam dada mereka. serta mengikis habis apa saja yang bisa memporakporandakan ikatan ini. keutamaan masyarakat persamaan hak di hadapan hukum.

pelajar.sisi Allah sama derajatnya. Islam juga menggariskan tata aturan dalam hubungan antar bangsa. dan hal ini dengan pengetahun yang mendalam bahwa: Perubahan secara total terhadap masyarakat. remaja. membutuhkan kecenderungan penguasa terhadap Islam dan syariatnya. menjelaskan hak dan kewajibannya masing-masing. Pembentukan Pribadi muslim dan rumah tangga muslim merupakan unsur mendasar dalam pembentukan masyarakat muslim. Imam Syahid menetapkan target dan aspek-aspek perbaikan secara gradual di masyarakat. nilai-nilai dan ajaran Islam. anak-anak. maka kalian harus menuntut dengan hak Islam untuk mendirikan sebuah pemerintah yang memperhatikan prinsip.” 266 267 Ibid. biak laki-laki maupun wanita. di terus diserukan kepada penguasa dalam berbagai tingkatannya.266 • Urgensi Bekerja Bersama dengan masyarakat Bersinergi dengan masyarakat untuk membentuk sebuah masyarakat muslim dalam tampilan dan shibghahnya. dewasa dan orangtua. menyampaikan nasehat dan mensosialisasikan manhajmanhaj Islam dalam setiap aspek kehidupan masyarakat. namun ini tidak menghentikan proyek perbaikan di masyarakat. hal. “JIka tujuan-tujuan ini –perbaikan individu dan masyarakat muslim.267 Imam Syahid berkata. mencakup semua elemen masyarakat.tidak bisa diwujudkakn kecuali di bawah naungan sebuah pemerintah yang shalih. sampai masalah yang sekecil-kecilnya. strata dan kelompok-kelompoknya. dan ini merupakan fase perbaikan selanjutnya. termasuk gerakan dakwah di dalamnya. keduanya tidak mungkin dipisahkan. layaknya gigi sisir yang sama rata. Yang membedakan antara satu dengan yang lain adalah ketakwaan dan amal shalihnya. 236 Lihat: Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya) 270 .

maka adab dan seni penyampaian juga harus dijaga dan tanpa perasaan rendah diri sebagaimana yang diajarkan Islam. berkumpulnya dalam barisan dakwah dan syariat Islam serta dan memintanya. 214 271 .”269 Oleh karena itu perbaikan masyarakat dan menshibghahnya dengan shibghah Islam merupakan sebuah kemestian. hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Syahid. jika suatu umat mampu mengokohkan semangat jihad dan 268 269 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna) Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Sebagaimana yang disampaikan Ikhwanul Muslimin kepada pemerintah dengan lisannya. namun hal ini harus tetap berada dalam koridor syariat. kami tetap akan berada pada posisi orang-orang yang memberi nasehat. terpenuhinya aspek-aspek akhlak dan norma-norma dakwah yang diinginkan. dan dengan tetap menjaga adab dan upaya untuk menarik hati. Ikhwan tetap akan memberikan nasehat. sehingga mereka tidak ikut serta dalam melakukan kemungkaran dengan dalih politik. sehingga tiba masanya terbentuk sebuah pemerintah Islam.Ikhwanul Muslimin menyampaikan program-program perbaikan kepada pemerintah yang berkuasa. Karena konsep perbaikan ini juga kadang-kadang disampaikan kepada masyarakat nonmuslim. Maka adalah sebuah keharusan menyiapkan dan mentarbiyah bangsa dan anggota masyarakat. Imam Syahid berkata. hal. “Tidak ada kebangkitan umat tanpa di dasari akhlak.268 Walaupun tidak mendapat sambutan baik dari pemerintah yang berkuasa. dengan tujuan membantu mereka dalam merealisasikan aspirasi Ikhwan. “Walaupun demikian. sehingga Allah membukakan kebenaran antara kami dan kaum kami dan sesungguhnya Allah adalah Sebaik-baiknya pembuka (pemberi kemenangan).

Inilah penyakitnya dan obatnya adalah dengan satu kalimat saja. namun ia 270 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna).”270 Imam Syahid juga menjelaskan tentang penyakit yang didera oleh masyarakat. Upaya yang harus kita tempuh tidak lain adalah mengobati jiwa manusia dan meluruskan moral bangsa. “Dekadensi moral. serta mencari tampilan-tampilan keIslaman diantara aliran yang menghanyutkan ini. Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). 152 272 . Imam Syahid berkata. maka ia mampu menjemput kemenangan. Bersinergi dengan masyarakat dalam upaya mempersiapkan dan mentarbiyahnya. (Q.             Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. serta perpecahan –semoga Allah menghancurkannya-. Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. mampu mengekang dorongan hawa nafsu dan syahwatnya. 157 271 Risalah.pengorbanan. namun ia adalah proyek yang berkesinambungan dan terus-menerus untuk membangun kebangkitan umat. sehingga seorang da’I membutuhkan kekuatan dan kesadaran yang luarbiasa. hilangnya standar nilai yang agung. hal.S Al Syams: 9-10)271 Tentang metode dan manhaj perbaikan. ia tidak berhenti dan mengendor hanya dengan berdirinya Negara. hal. yakni perbaikan jiwa. bersikap pengecut dan takut menghadapi kenyataan. mendahulukan kepentingan Pribadi di atas kepentingan umum. lari dari persoalan dan tidak berusaha untuk mengantisipasinya. “Prilaku buruk dan fenomena kehidupan tidak Islami telah merajalela dalam kehidupan kita. yang merupakan lawan dari sifat-sifat buruk ini. tidak semata-mata merupakan tahapan pertama untuk memudahkan berdirinya Negara Islam.

dan dilindungi oleh penguasa. Dalam ungkapan yang lain. Adapun manhaj. Maka bangsa-bangsa Islam di Timur harus menjadikan seluruh rangkaian fenomena kehidupan sosial itu sejalan dengan etika dan ajaran Islam.adalah jalan panjang dari proyek tarbiyah dan menyempurnakan kebangkitan umat. maka umat harus menanamnya dengan penuh kesabaran. praktek dan spirit. maka yang pertama adalah umat mendapatkan tarbiyah dan memahami haknya secara sempurna. kesulitan. hingga ketika sampai pada tahap tsiqah ia ditaati dan didukung. hal.” Oleh karena itu.272 Imam Syahid menjelaskan tentang tarbiyah secara lebih mendalam dengan mengatakan. ia 272 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). diatur oleh sistem hukum. 48 273 . dan setiap umat yang berupaya melanggar batas-batas tabiat tersebut maka ia tidak akan mendapatkan apa-apa. Imam Syahid berkata. kemudian ditarbiyah untuk meyakininya. maka materi-materinya harus sedikit sesuai dengan kemampuan. ia belajar manhaj kebangkitan secara teori. dan menyebarkan kekuatan iman di hatinya. lalu mempelajari metode untuk mendapatkan hak-hak tersebut. karena ia adalah manhaj yang dipelajari oleh umat. dan hasilnya dapat dirasakan langsung. yakni manhaj dan kepemimpinan. maka harus dipilih dan ditentukan secara cermat. Adapun kepemimpinan. dan perjuangan yang panjang. bisa dipraktekkan. ada dua hal yang harus dipenuhi. “Setiap umat memiliki wajah kehidupan sosial yang dengan sadar diayomi oleh pemerintah. “Hendaknya tarbiyah menjadi penopang utama kebangkitan. Untuk mewujudkan hal ini dibutuhkan waktu yang sangat panjang. walaupun sedikit.

sarana-sarananya tidak dikenal dan tidak tertentu. Mungkin generasi pendahulu telah sampai di pertengahan jalan. Setiap aktivis harus menurunkan kadar emosinya agar ia bisa mengambil manfaat dari apa yang dikerjakan pendahulunya. beliau menjelaskan hal ini dengan mengatakan. Yang jelas. umat tidak pernah sampai kepada tujuan akhir. Kedua. yang menjadikan kebangkitan kita akan terjadi secara tiba-tiba dan langsung menguat seiring dengan kuatnya pengaruh waktu. Imam Syahid menghindari bahaya dan ketergelinciran yang pernah dilakukan oleh orangorang terdahulu. atau dilahirkan oleh peristiwa. atau menjadi pemimpin karena tidak adanya pemimpin. 274 .juga harus merupakan pemimpin yang dididik untuk menjadi pemimpin. saya masih yakin akan adanya dua faktor yang menyertai pemahaman tersebut. namun juga terkadang kurang darinya atau bisa juga lebih banyak. namun generasi berikutnya tidak meneruskannya estafeta perjuangan tersebut. baik sosial maupun nonsosial. karena umur individual itu sangat terbatas bila dibanding dengan usia kebangkitan dan umur umat. 273 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). terkadang mereka bisa mencapai hasil sebagaimana yang dicapai oleh pendahulunya. lalu menurun dan akhirnya lenyap seperti tak terjadi apa-apa. “Saya mencatat bahwa kita memiliki watak-watak tergesa-gesa dan mudah terpengaruh serta emosional. bukan pemimpin yang diciptakan oleh kondisi darurat. Pertama. terputusnya hubungan secara total antara generasi pendahulu dan generasi penerus.” 273 Dalam menetapkan langkah-langkah dakwah. Kalau kita berpikir bahwa satu orang dapat mewujudkan seluruh keinginan umat. maka itu adalah khayalan dan tipuan emosi belaka. bahkan mungkin dipahami secara kontradiktif oleh masing-masing mereka dan kita tidak merasakannya. karena putusnya hubungan antara keduanya. Juga watak-watak yang lain. Jika saja tujuan perjuangan kita dipahami orang banyak. Lalu generasi penerus memulai kembali dari awal.

• Asas-asas Utama Perbaikan Sosial 274 275 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).Imam Syahid berkata. keilmuan dan politik). 239 Ibid 275 .”274 Beliau juga berkata. norma kehidupan dan kebutuhan masyarakat kita. ia dihimpun oleh keindahan ayat-ayat Al Quran. bersandar padanya dan membangun sebuah peradaban baru. 3. “Oleh karena itu. dan juga menyatukan segala fenomena kehidupan dalam diri bangsa ini di atas asas Islam dengan segenap kaidahnya. hal. 2.”275 • Poros-poros Sinergisitas kerja dengan masyarakat Sinergisitas dengan masyarakat muslim berada dalam tiga poros berikut–yang masing-masing poros menyokong satu sama lain-: 1. akhlak. Menyadarkan masyarakat dan mentarbiyahnya (baik prilaku. Makna keimanan harus benar-benar tertanam terlebih dahulu. “Kami berharap semoga Mesir kembali kepada ajaran dan prinsip-prinsip Islam. Ikhwanul Muslimin menyerukan bahwa bahwa asas yang menjadi tumpuan kebangkitan kita adalah ‘Tauhid’. perubahan atau prilaku. Membangkitkan keimanan dan memperbaharui ruh Ini merupakan asas pijakan sebelum membicarakan tentang apapun. yakni mengesakan Allah sebagai satu-satunya sesembahan. Menyebarkan dakwah dan prinsip-prinsipnya. selama sesuai dengan kaidah-kaidah agama. serta terwujudnya sikap positif di tengah-tengah mereka.. tidak ada larangan bagi kita untuk mengambil hal-hal yang bermanfaat dari orang lain dan menerapkannya. keagungan Islam dan petunjuk Rasulullah Saw. serta mendapatkan pendukung. kebangkitan iman ini kemudian diiringi dengan komitmen ibadah dan keyakinan terhadap rukun-rukun Islam serta menjalankan kewajiban-kewajibannya. Tidak mengapa umat Islam mengambil nilai-nilai kebaikan dari manapun.

kebebasan. 11. 9. yang mencakup pelbagai aspek kehidupan masyarakat.Imam Syahid meringkas dasar-dasar perbaikan sosial secara sempurna. Ketinggian kualitas jiwa manusia. Jaminan kepada masyarakat akan adanya hidup. dan 276 Risalah Pergerakan. bertanggungjawab masyarakat sasaran-sasarannya mentransformasikannya kepada sekalian manusia. Penentuan dua macam gharizah jiwa (kecenderungan). 7. 10. Deklarasi ukhuwan antar sesama manusia 5. kesehatan. dan memelihara kecenderungan untuk memelihara keturunan serta mengatur berbagai tuntutan yang terkait dengan makanan dan pemenuhan kebutuhan seksual. Menjadikan perwujudan mewujudkan daulah dan sebagai sarana sebagai di sarana bagi dan pemeliharaan fikrah. pemilikan. Mewajibkan umat untuk berjihad memperjuangkan prinsipprinsip al haq yang digariskan oleh sistem ini. pengajaran dan keamanan bagi setiap individu. Penegasan akan pentingnya wihdatul umat dan mengikis habis semua bentuk perpecahan. Penegasan terhadap keyakinan akan adanya jaza’ (balasan) atas setiap amal. 8. Antara Kemaren dan Hari ini 276 . 2. Tegas dalam memerangi berbagai tindak criminal dan pelanggaran hak-hak asasi manusia. 4. lapangan kerja. • Tahapan-tahapan amal sosial dan titik tolaknya: Peluang dan lahan amal bersama dengan masyarakat semakin luas dan berjenjang. serta menentukan sumbersumber penghasilan. 6. Rabbaniyah (berprinsip ketuhanan). serta mengumumkan adanya emansipasi menetapkan tugas masing-masing secara rinci. sebagaimana berikut276: 1. Bangkitnya laki-laki dan wanita takaful secara dan bersama-sama. 3. seperti yang dibawa oleh Islam.

namun landasannya bertitik tolak dari dakwah dan eksistensinya yang nyata dan rill di masyarakat. atau perjuangan konstitusi (sebagaimana namanya yang diberikan Imam Syahid). yang dalam pembentukannya tetap menggunakan prosedur undang-undang yang berlaku di masyarakat. maka mencakup tiga jenjang atau aspek di masyarakat: 1. Membentuk perkumpulan-perkumpulan. maka dakwah akan bergerak bersamanya. menyebarkan pemahaman dan adab-adab Islam di dalam masyarakat. Dakwah akan mendidiknya agar melakukan gerakan sosial di masyarakat. Dalam aspek individual. yang melakukan aktivitas sosial dan amal 277 . Untuk melakukan hal ini. serta menjadi model teladan bagi dakwah. Jadi. mewarnai mereka dengan perkataan dan perbuatan. 2. Maka pengaruh sosial yang sudah dibangun oleh dakwah tidak mungkin bisa dihentikan atau ditekan oleh undang-undang. Jamaah ini. serta simpul-simpul sosial yang memberikan andil terhadap kebaikan dan kebajikan. yakni dengan menggerakkan para aktivis jamaah untuk melakukan dakwah dan berbaur dengan anggota masyarakat dalam kehidupan dan kondisi yang mereka hadapi. dimanapun ada seorang muslim. legalitas pemerintah atau anugerah dari orang lain.hal itu dilakukan sesuai dengan kondisi dan peluang yang memungkinkan bagi dakwah dan aktivis dakwah. club-club. eksistensi dan titik tolak sosialnya tidak berlandaskan kepada undanga-undang. Wadah-wadah sosial ini berbentuk lembaga-lembaga yang beragam. Dalam tataran aktivitas sosial. Sesungguhnya dakwah akan menghadapi kendalan dan tantangan ini dengan penuh kesabaran dan kebijakan. lembaga. dakwah meminta bantuan dan memanfaatkan orangorang ikhlas dari anggota masyarakat dan para simpatisan.

dll. eksekutif. sosial. mencari pendukung. Berakivitas di lembaga-lembaga dan yayasan yang ada di masyarakat. Sebagai contoh. Karena bisa jadi ia menggunakan nama-nama dan label yang beraneka ragam sesuai dengan karakter undang-undang dan kegiatan yang berlaku. karena kami tidak bertujuan selain untuk perbaikan diri dan menghaluskan jiwa. 152 278 . politik. Lalu dilakukan usaha penyampaian dakwah dan manhajmanhaj perbaikan ke segenap lembaga dan yayasanyayasan tersebut. dll. ma’ahid-ma’ahid (pondokpondok) Hurra. partisipasi politik dalam pemilu. asosiasi. dengan tetap menjunjung tinggi undang-undang dan konstitusi yang berlaku di masyarakat. perhimpunan.”277 3. masuk kedalamnya dan menyebarkan tokoh-tokoh dakwah dalam berbagai aspek. lembaga-lembaga dewan pengawasan. perwakilan rakyat lembaga-lembaga • 277 Sifat dan Karakteristik Amal bersama masyarakat Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna. baik di bidang ekonomi. (DPR). Maka boleh saja dakwah itu berupa sekolah-sekolah al Anshor. dan tidak mesti harus menggunakan label nama Ikhwanul Muslimin. “Tidak menjadi sebuah kemestian sebuah gerakan dakwah dinamakan dengan Jam’iyyah Ikhwanul Muslimin. hal. aktivitas-aktivitas dan di yayasan-yayasan sebagai anggota kemasyarakatan. profesi. atau club-club perkenalan. Imam Syahid menegaskan hal ini dengan mengatakan. pendidikan.kebaikan yang beraneka ragam pula.

“Bahwa sesungguhnya kami adalah untuk kalian. Kami serukanlah kepada kaum kami.” Hal ini tiada lain adalah karena kepekaan yang telah meluluhkan dan menguasai seluruh perasaan kami. kami justru bangga dengan dakwah Islam. yang senantiasa dijaga oleh dakwah dan diajarkan kepada kader-kadernya. dan kami tidak akan pernah menjadi musuh kalian sampai kapanpun. lalu kemudian kami menyerah kepada kehinaan atau merelakan kesia-siaan..” Kami tidak meninggikan diri di atas masyarakat atau membanggakan diri lebih tinggi derajatnya di atas mereka.Aktivitas umum dalam dakwah bersama masyarakat memiliki sifat dan karakteristik sendiri. Sungguh sangat luarbiasa bagi kami menyaksikan apa yang dialami oleh kaum kami. maka kami akan melempar mereka dengan buah. atau meremehkan mereka –kami berlindung kepada Allah dari hal itu-. “Kami berharap agar kaum kami mengetahui. Ruh mencintai mayarakat dan menginginkan kebaikan untuk mereka: Hendaknya ruh itu benar-benar yang mendominasi dan mendorong dalam setiap aktivitas dakwah terhadap masyarakat. dan berharap agar 279 . betapa kami mencintai dapat memberikan pengorbanan untuk kemuliaan mereka jika hal itu dibutuhkan. Untuk itu kami berbuat untuk manusia di jalan Allah. bahwa mereka sangat kami cintai lebih dari diri kami sendiri.” Sikap kami terhadap masyarakat adalah seperti yang digambarkan oleh Imam Syahid. Sebagaimana perkataan Imam Syahid. Hal itu mencakup: 1. bukan untuk orang lain. “Mereka melempar kami dengan batu.

propaganda disebarkan melalui khutbah. yakni dengan untuk memanfaatkan hadapannya. serta mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. begitupula dengan undang-undang yang menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah atau yang 278 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). Imam Syahid berkata. Menghadapi Rintangan dan tekanan dengan perjuangan konstitusi: Kami menghormati undang-undang dan konstitusi yang berlaku di masyarakat.”278 undang-undang memanfaatkannya kemaslahatan dakwah. Baik Memanfaatkan segala sarana yang ada: secara individual maupun dan kolektif. namun dengan tetap menyampaikan aspirasi kami untuk perbaikan dan perubahan. Bahkan kami sangat menentang upaya-upaya pelecehan terhadap penerapan undang-undang. pertemuan. kami tidak akan melakukan upaya-upaya pemberontakan atau kudeta. Koran. dan media-media lain yang beragam. hal. Kemaren. Tapi sekarang seruan atau propaganda kepada isme-isme itu disebarkan melalui penerbitan majalah. di pabrik-pabrik.seluruh anggota masyarakat ikut bersama kami. agar undang-undang dan konstitusi tersebut sesuai dengan prinsip dan syariat Islam. film. Maka adalah wajib bagi para pengemban misi dakwah ini untuk (juga) menguasai semua sarana tersebut agar dakwah mereka membuahkan hasil yang memuaskan. radio. Sarana-sarana itu telah berhasil semua jalan menuju akal dan hati khalayak. panggung teater. baik pria maupun wanita. di rumah-rumah. bahkan di sawah-sawah mereka. 22 280 . “Sarana-sarana propaganda saat inipun berbeda dengan sebelumnya. di toko-toko. atau surat menyurat. tidak justru membenturkan atau kaku di 3. 2.

hal. pelayanan 279 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). kami akan menyerukan perbaikan dan berkomitmen terhadap konsep dakwah yang memperjuangkan hak. kehendak pemerintah atau penguasa. “Menyebarkan dakwah dengan pelbagai sarana publikasi hingga dakwah dipahami oleh khalayak. di sana. Imam Syahid berkata. namun ia berasal dari Tuhannya.secara jelas bertentangan dengan syariat Islam. jamaah melakukan kegiatan dan dan berbaur dengan anggota dakwah masyarakat. Dalam aspek kerja-kerja untuk perbaikan. menyebarkan tokoh-tokoh kemudian masyarakat berkumpul di sekitar dakwah dan memperjuangkannya. Kemudian melakukan penyaringan anasir-anasir yang baik untuk menjadi tonggak penopang yang kuat terhadap fikrah perbaikan ini. 212 281 . Eksistensi dan Legalitas Jamaah adalah dari Allah Jamaah ini mendapatkan eksistenssi dan legalitas bukan dari keputusan lembaga. kemudian melalukan perjuangan konstitusi agar suara dakwah menembus ruang-ruang birokrasi dan menarik simpati pemerintah eksekutif. kami akan menghadapi upaya-upaya penyempitan dan tekanan terhadap dakwah dengan tetap teguh dan melakukan perlawanan konstitusi dan berpegang teguh terhadap hak-hak kami secara konstitusional. dengan demikian ia telah mendapatkan legalitas rill di tengah masyarakat.”279 4. maka kami akan menghadapinya. serta dengan tabiat seluruh perangkat konstitusi. “Hukum dan pemerintah yang berkuasa yang memerangi dakwah berupaya untuk melenyapkan nama jamaah ini beserta tokoh-tokoh sosial dan politiknya. lalu memperjuangkannya dengan akidah dan keimanan. dari dakwah dan dari kebenaran yang diyakini dan dianutnya. karena keterikatan nama jamaah dan para tokoh-tokohnya dengan kontribusi dan pengorbanan.

hal. ia akan bersabar dan memikul apa saja yang akan ia temui untuk melaksanakan hal itu. namun pada saat yang sama ia juga tidak pernah kompromi terhadap prinsip-prinsipnya atau berhenti melakukan aktivitas dan proyek-proyek perbaikan serta upaya penyadaran dan tarbiyah terhadap masyarakat. Ia tidak konfrontatif dan tidak dikonfrontasi. 22 Ibid 282 . kesucian dan kepekaan terhadap kebaikan. Ust. maka kita akan dan senantiasa eksis dalam kehidupan umat dan tidak akan pudar. terhadap qiyadah dan selalu siap berkorban dan berkontribusi. serta terhadap akivitas-akitivitas menyokong membela jika kita disakiti.”281 Jamaah ini tidak pernah berupaya melakukan konfrontasi. 280 281 Risalah: Wudhuh Ru'yah. Kita harus menciptakan metode baru agar dapat menyampaikan dakwah kepada kaum kita. selama shaf dakwah ini senantiasa gilirannya dukungan menjaga secara keteguhan komitmennya tumbuh kita. kebersihan.”280 Kita harus melanjutkan langkah perjuangan kita untuk berdakwah kepada Allah meskipun dengan pelbagai tekanan.umum. segala upaya maka kita menolak tuduhan segala bentuk upaya pendeskreditan jamaah yang diusung oleh organisasi pers dan melemparkan terhadap aktivis-aktivis jamaah.” Dengan demikian. Dengan legalitas rill ini serta dengan interaksi aktif dengan elemen masyarakat. Mustafa Masyhur. Dan pada perlahan-lahan akan pemahaman dan terhadap fikrah kita dan kelembutan dengan gerakan kita. serta melancarkan syubhat terhadap mereka. dan kembali harus menyodorkan ide-ide segar dalam setiap problematika yang bergulir dengan cara yang diterima oleh masyarakat. keadilan. kelembutan terhadap manusia dan menolak kekerasan.

Ikhwan sendiri –sebagai salah satu bentuk kepedulianpemerintah telah tentang memberikan masalah peringatan ini. terorisme. sesungguhnya pemerintahlah yang telah menyengsarakan bangsanya dalam hal ini.5. sampailah kita pada maksud yang kita inginkan. dengan tetap berusaha mencari penyebab munculnya kerusakan ini. Haruslah dipilih waktu yang tepat untuk itu dengan menempuh cara yang sebijak mungkin. Imam Syahid justru melihat bahwa untuk menyikapi hal ini dibutuhkan cara-cara hikmah dan kondisi yang tepat serta dengan menggunakan sarana-sarana konstitusi untuk melakukan pressure. Dengan demikian. maka Imam Syahid menolak cara-cara yang tidak menggunakan fiqh syar’I dan pandangan terhadap realitas masyarakat. Oleh karena itu kami yakin bahwa tindakan menentang arus (menghancurkan kedai-kedai minuman) seperti ini belum saatnya. pemaksaan dan kebencian: Jamaah menolak cara-cara kekerasan. serta menolak perlakukan tersebut dengan sarana-sarana yang baik. seperti menghancurkan kedai-kedai minuman keras. Menolak Cara kekerasan. Jamaah lebih memilih menahan perlakuan zalim dan menyerahkan urusan kepada Allah. serta berupaya untuk menyembuhkannya. Tentang penggunaan kekuatan dan melakukan tindak kekerasan di jalan-jalan dengan slogan amar ma’ruf nahi munkar. “Bisa dimaklumi bahwa tidak ada satu pun orang yang punya kepedulian di Mesir ini ingin melihat ada kedai minuman keras di sini. baik kepada pemerintah yang sedang berkuasa. Imam Syahid berkata. terorisme. Memang dalam hal 283 . pemaksaan dan kebencian. hal ini tiada lain hanya akan menimbulkan implikasi buruk yang lebih besar dibanding manfaatnya. sehingga dalam pelaksanaannya dapat menekan bahaya yang seringan-ringannya. dengan organisasi atau musuh-musuh yang lain. Karena. jauh keras kepada mereka sebelum melakukannya.

memperbaiki kerusakan dan dekadensi. dan membuka tabir-tabir penutup jiwa. “Sarana untuk mewujudkan cita-cita ini bukanlah harta dan bukan pula kekuatan fisik. Hal. “Mereka melakukan hal ini dengan penuh kesabaran. dan terangilah kecemerlangan akal pikiran dengan gelora perasaan yang mengharu biru penuh semangat. Hal ini dilakukan setelah membangkitkan keimanan di hatinya. Menggunakan manhaj amal implementatif Masyarakat sangat membutuhkan kepada yang membimbing tangannya. mengoptimalkan keterikatan jiwanya dengan Al Quran dan penyandarannya kepada Allah. Dakwah yang haq akan mengarahkan pembicaraan kepada ruh. Ikhwan justru lebih memilih menggunakan cara-cara untuk ‘memuaskan’ hingga masyarakat umum memahami dan mendukungnya dengan akidah dan keimanan. tarbiyah Islam. 84 284 .”284 Beliau juga berkata. menyeru kepada hati. 149 Ibid. hal. dan hal ini membutuhkan manhaj amal implementatif.282 Ikhwan mengontrol semangat dan menimbang gejolak perasaan dengan kejernihan pikiran. ketegaran.”285 Ikhwan sangat menghindari penggunaan tindak kekerasan dan paksaan dalam mengajak masyarakat untuk melaksanakan prinsipprinsip Islam dan menanamkan nilai-nilai akhlaknya. kebijakan dan nasehat.”283 Imam Syahid berkata. 240 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. dan upaya-upaya pemberian aspek-asppek kebaikan dan kebajikan. hal. 127 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). hal. Yakni 282 283 284 285 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).ini pandangan pemerintah harus mengarah kepada kewajiban Islaminya. 6. “Kekanglah gejolak perasaan dengan pandangan dan pemikiran yang jernih.

menyebarluaskan contoh-contok kebaikan. 122 285 . Hakikat sufiyah. thariqah suniyah. hai’ah siyasiyah. 25 Risalah: Ta’alim (Risalah Ta'alim). Syarikah Iqtishadiyah. Fikrah ijtima’iyah. Rabithah ‘Ilmiyah tsaqafiyah. Ini adalah tantangan di segala komunitas masyarakat.”286 Ia adalah dakwah yang tidak terbatas pada pandangan-pandangan parsial. Ia adalah.”287 8. ia mengarah pada orisinalitas agama dan kedalamannya. kita bahkan harus membangkitkan keimanan dan menguatkan keinginan mereka. hal.”288 9. “Dakwah Ikhwanul Muslimin adalah dakwah umum. karakteristik dan pengikut yang khas. memberikan mereka apa saja yang bisa kita berikan berupa kebaikan dan pelayanan umum. serta mengikat mereka kepada Islam dengan ikatan yang mulia. Universalitas Dakwah Ikhwan Imam Syahid berkata. hal. Ia Menghimpun seluruh makna perbaikan Karena landasannya adalah pemahaman Islam yang komprehensif. yang tidak terbatas pada aspek tertentu tanpa aspek yang lain.dengan berjuang bersama masyarakat menghadapi problematika dan krisis. takaful dan ta’awun. yang tidak dinisbahkan kepada kelompok tertentu dan tidak condong pada adat apapun di masyarakat dengan warna yang khas. yang ditetapkan dalam 20 rukun prinsip pemahaman. dan hendaknya kita tidak berhenti sampai di situ saja. hal. 286 287 288 Ia tidak terbatas pada aspek aktivitas umum Risalah: Dakwah Kami (Dakwah Kami). “Dakwah salafiyah. warna atau kelompok tertentu. ia bahkan tidak terbatas pada satu kawasan saja tanpa kawasan yang lain. 356 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). kelompok dan lembaga-lembaganya. namun ia mencakup semua kalangan dengan pemahaman Islamnya yang paripurna. Jama’ah riyadhiyah. 7.

Tujuan dakwah ini lebih luas dari itu semua.Amal yang berkesinambungan “Maka yakilah terhadap fikrah kalian dan berkumpullah 289 di sekelilingnya. dan perubahan yang dikehendaki Ikhwan adalah perubahan secar total dan integral. atau hanya melakukan perbaikan parsial di masyarakat.” Setelah menyebutkan beberapa bentuk dan aspek kebaikan dan aktivitas sosial yang dilakukan oleh Ikhwan.290 289 290 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini).Dakwah justru berupaya mengumpulkan hati-hati manusia kepada Al Quran dan aspek mengedepankan kehidupan. Imam Syahid berkata.205 286 . seminar. Imam Syahid berkata. tujuan luhur. semuanya tidak akan memberikan manfaat apapun dan tidak akan mewujudkan tujuan apapun serta tidak akan mengantarkan da’i kepada target yang diharapkan. hal. bekerjalah untuknya dan teguhlah. seluruh kekuatan umat bersinergi bahu membahu. sebenarnya hal ini bukan segalanya yang kita inginkan.” Tujuan asasi. bersatu patu untuk menghadapi dan mengadakan perubahan dan reformasi. hal. tulisan dan pelajaran. identifikasi penyakit dan obatnya. “Namun sekali-kali tidak wahai Ikhwan.” Namun hal ini membutuhkan: 1.Pembentukan yang cermat 3.108 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). manhaj-manhaj ishlah dalam berbagai membentuk pusat-pusat kegiatan keimanan dan tidak membatasi dakwah umum hanya melalui khutbah dan ceramah-ceramah.Iman Yang mendalam 2. “Sesungguhnya khutbah dan perkataan. yang kita inginkan adalah keridhaan Allah.

kemudian membangkitkan keimanan dan rasa optimis. 277 287 . semangat. sebelum kami berbicara kepada kalian tentang shalat. Menghidupkan rasa optimis di tengah masyarakat. Menggunakan Metode Perbaikan yang positif.10.”292 11. “Umat yang bangkit membutuhkan rasa optimis yang tinggi dan luas. dan puasa. maka mereka pasti akan meninggalkan gubuk-gubuk tersebut dan pindah ke istana-istana yang kalian bangun. 291 292 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dan iman yang dalam. Imam Syahid berkata. tentang tradisi dan ibadah. yakni menghilangkan rasa persimis dan putus asa. hal 129 293 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya).”291 Imam Syahid juga berkata. “Sesungguhnya manusia hidup dalam gubuk-gubuk akidah yang lusuh. nurani yang peka. serta aturan-aturan dalam muamalah. yang melakukan pembangunan sebelum kehancuran: “Ikhwan tidak suka mencampur adukkan antara pembangunan dan upaya penghancuran. Taufik Wa’I. maka jangan kalian hancurkan gubuk-gubuk mereka. jiwa yang tanggap. Al Quran memerintahkan umatumatnya agar memiliki perasaan ini. tentang peradilan dan hukum. “Wahai manusia.”293 Beliau juga berkata. namun bangunlah untuk mereka istanaistana akidah yang mulia. terlebih dahulu kami akan berbicara tentang hati yang hidup. hal. 149 Dari buku: Dr. cita-cita dan tekad. Ikhwanul Muslimin adalah Gerakan Islam Terbesar. setelah membangkitkan keimanan mereka: Ini merupakan hal yang mendasar dalam sarana melakukan aktivitas sosial. hal. yakni dengan cara mengeluarkan dari umat yang mati. suatu umat yang semuanya adalah kehidupan. ruh yang hidup.

Yakin akan datangnya dukungan dan pertolongan Allah. mengarahkan dan menunjukkan mereka kepada kebaikan. bersatu padu menghadapi dan mengadakan perubahan dan reformasi. Imam Syahid berkata. dan kami akan menjadi bagian dari bangsa muslim itu. dan pimpinlah umat menuju kebaikan. 235 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Bangga dalam memeluk agama Islam 3. Jamaah dengan manhaj perbaikannya bukan sebagai pengganti masyarakat: Jamaah justru bersinergi dan bekerjasama dengan segenap kekuatan yang mengupayakan perbaikan. “Kami akan mentarbiyah bangsa kami. dan saling memahami dalam hal yang kita perselisihkan.296 Perbaikilah diri kalian. 179 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Iman dengan keagungan risalah Islam 2. seluruh kekuatan umat bersinergi bahu membahu.” Jamaah juga tidak mengklaim bahwa upaya perbaikan hanya miliknya sendiri atau membatasi kebaikan pada dirinya sendiri. Apakah kalian sudah beriman?294 12. agar lahir dari mereka sebuah bangsa yang muslim. “Kita saling tolong menolong dalam hal-hal yang kita sepakati.”295 “Perubahan yang dikehendaki Ikhwan adalah perubahan secara total dan integral. hal. 294 295 296 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). hal. konsentrasilah pada dakwah kalian. hal. Dakwah dan jamaah melakukan aktivitas penyadaran dalam masyarakat dan bekerjasama dengan segenap kelompok-kelompok yang ikhlas. ia selalu memelihara setiap yang memiliki kemampuan.205 288 .Semua itu bisa terwujud dengan ketiga rukun ini: 1.

”299 “Segala puji bagi Allah. 215 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). karena kami membutuhkan kekuatan dan kesungguhan yang mereka gunakan untuk permusuhan. dan mengembalikan seluruh urusan kepada Allah semata. 13 289 . ghurur (terpedaya). dan bersih dari hawa nafsu. hal. bersih dari ambisi Pribadi. Menghindari bekerja. “Kami tidak menyerang mereka. terbebas dari ujub. kami tidak menginginkan 297 298 299 Ibid. “Bahwa dakwah (Ikhwanul Muslimin) membawa misi dakwah yang bersih dan suci. hal.298 14.13. kemudian membawa masyarakat kepada kebenaran itu dengan cara yang baik dan sikap yang lemah lembut. serta senantiasa berusaha menemukan kebenaran.27 Ibid. Ikhwanul Muslimin membolehkan adanya perbedaan dan membenci sikap fanatisme terhadap pendapat sendiri. Murni dan ikhlas karena Allah dalam berdakwah dan bekerja Ia harus murni dari nafsu dan ambisi Pribadi. sesungguhnya kami terbebas dari ambisiambisi pribadi. hal.”297 Kesadaran itulah yang membuat dada mereka lebih lapang dalam menghadapi orang-orang yang menyelisihi mereka. bersih dari kepentingan dunia. dan jauh dari egoisme. Imam Syahid berkata. serta cara-cara politik (golongan) dalam dan tidak memasuki wilayah konflik perseteruan dengan kelompok yang lain: Imam Syahid berkata.

S Al Hujurat: 17) 15. suci dan murni. Sebenarnya Allah. yang tidak terwarnai (dengan warna lain).”301 “Andaikan yang kami lakukan ini adalah sebuah keutamaan. maka kami sama sekali tidak menganggap itu keutamaan diri kami. hal. Bangga dengan dengan dakwah dan mendeklarasikannya di tengah segenap kekuatan dan kejelasan menjamurnya kelompok-kelompok dakwah: 300 Risalah Pergerakan. dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar. 25 290 . ia selalu bersama kebenaran dimanapun berada. Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari in)i.”300 Dakwah Ikhwanul Muslimin adalah dakwah yang putih. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa Telah memberi nikmat kepadaku dengan keIslamanmu. Kami hanya percaya kepada firman Allah Swt. hal. yang menyukai perkumpulan dan membenci penyimpangan." (Q. 109 301 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami).apapun selain keridaan Allah dan kebaikan untuk manusia. dan kami tidak bekerja kecuali untuk mendapatkan rida Allah Swt.                           :Artinya “Mereka merasa Telah memberi nikmat kepadamu dengan keIslaman mereka.

lalu pada kebutuhan dunia padanya. di tangan kalian ada botol obat penawar yang berasal dari wahyu langit. Karena personal kader-kader tarbiyah merupakan titik tolak untuk melakukan aktivitas sosial dan dakwah. dari penguasaan dan pemahaman terhadap tujuan-tujuan dakwah. Dan sekarang. karena sesungguhnya kekuatan dakwah terletak pada dakwah itu sendiri. Dengan segenap perbedaan jenjang dan kualitas masing-masing kader tarbiyah.” • Mempersiapkan masyarakat: kader dakwah untuk bersinergi dengan Dakwah mempersiapkan kader-kadernya melalui tarbiyah. diterbitkan oleh Majalah Al Mabahits. lalu pada hati orangorang yang meyakininya.Imam Syahid berkata. ia merasakan kegoncangan dan kebingungan serta tak satupun dari dua jalan itu yang dapat mengantarkannya kepada ketenangan dan keselamatan. untuk bersinergi dengan masyarakat dan memberikan perlayanan umum untuk manusia. dan itu merupakan bagian mendasar dalam dakwah dan tarbiyahnya. sesuai kondisi dan persiapan mereka secara personal. kita harus mengajak kepada manhaj kita yang Islami dengan penuh kekuatan. maka ia harus dipersiapkan dan terus menerus dibina. kapan 302 saja ia berkenan menunjukkan kehendak dan kekuatannya. kemudian pada pertolongan Allah. target dan mainstream dakwah hingga diperkenalkan dengan kondisi rill di lapangan dan kendala-kendalanya. Ia dipersiapkan agar memenuhi hal-hal berikut: 302 Bagian terakhir dari risalah yang ditulis oleh Imam Syahid untuk Ikhwanul Muslimin. masing-masing kader dalam barisan (dakwah) tetap diminta untuk memberikan kontribusinya. 291 . “Sesungguh dunia sekarang ini. kita tidak perlu takut karena kita tidak memiliki negara atau kekuatan. latihan dan pemahaman yang benar. berada pada posisi saling tarik-menarik antara Komunis Rusia dan Demokrasi Amerika. maka kalian berkewajiban untuk mendeklarasikan hakikat (kebenaran dakwah) dengan jelas. edisi 16 Januari 1951 M.

meluruskan tingkah laku. dan tahu bagaimana bermuamalah dan bekerjasama dengan mereka. yaitu: Menjaga lisan. melepaskan diri dari ambisi. Imam Syahid berkata. benar membuat keputusan perkara.1. Cepat dan tanggap dalam memberikan perlayanan umum dan proyek-proyek kebaikan kepada masyarakat. 5. mengasihi yang muda dan menghormati yang tua. Mengetahui dan mengenal secara jelas dan sadar terhadap peran sosialnya di masyarakat. berlapang dada terhadap orang-orang yang berbeda dengannya. tidak membuat gaduh atau keributan. itqon (professional) dalam pekerjaan dan aktivitasnya. tidak melupakan jasa baik karena permusuhan. dermawan. 4. 2. diantara kewajiban Aktivis 292 . amanah. toleran dan lembut terhadap sesama. 6. ia 303 diharuskan menyucikan jiwa. jujur dalam janji dan ucapan. Memiliki sikap positif dalam harakah (dakwah) Memiliki semangat yang tinggi dan aktivitas yang luas. Memiliki rasa cinta dan kepekaan terhadap masyarakat dan seluruh civitasnya. “Ketika seorang akh bergabung dengan Ikhwan. adil. Peka terhadap persoalan-persoalan Islam. yang terlatih untuk memberikan layanan umum. mengatakan yang benar walaupun terhadap diri sendiri atau orang yang paling dekatnya walaupun kebenaran itu pahit. 3. yang kemudian dapat mencerna dan memberikan keputusan terhadap persoalan tersebut dengan muatan-muatan dakwah. menjauhkan diri dari ghibah dan namimah. baik muamalahnya. nafsu dan makna-makna ujub dan takabbur. beradab dan berakhlak Islami.303 7. tegar dan tabah menghadapi tekanan dan aksi teror. tidak melupakan kebaikan dengan kemarahannya. dan itu merupakan bagian dari dakwahnya. tidak berpegang kepada persangkaan. menjadi teladan dalam muamalah maliyah (masalah keuangan) dan sosial.

”               :Artinya “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami. Sekaranglah giliran kalian untuk memimpin umat dan membimbing bangsa. Dunia akan menanti dakwah kalian.”305 Beliau juga mengatakan.”304 “Telah tiba waktunya. Kemudian ia dituntut untuk menyebarkan ruh (semangat) ini kepada keluarga. Kesempatan-kesempatan itu akan terbuka untuk sebuah kerja besar. serta menjaga batas-batas perintah dan larangan Allah dan Rasul-Nya.mempersiapkan akal. dakwah keberuntungan.205 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). jiwa dan raganya untuk jihad dan perjuangan panjang di masa yang akan datang. dan menentukan arahnya. dan kedamaian untuk membebaskan manusia dari semua penderitaan.”306 “Saya pun berbicara kepada kepada mereka yang malas agar segera bangkit dan bergerak. Seorang akh belumlah dikatakan sebagai seorang muslim yang benar hingga ia menerapkan hukum dan akhlak Islam pada dirinya. 15 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) 293 . teman sejawat. “Sesungguhnya.benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. benar. hal. seorang muslim harus mengetahui tujuannya. 304 305 306 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). masa akan mengeluarkan saripatinya yang banyak dari peristiwa-peristiwa yang dialaminya. dakwah hidayah. dan masyarakatnya. kemudian bekerja untuk arah yang ditujunya agar sampai pada tujuannya. kerabat. karena jihad tidak mungkin dilakukan dengan santai. hal.

kota-kota. Hal ini kemudian menjadikan shaf Ikhwan termasuk bagian dari masyarakat. poros-poros dan tujuan amal bersama masyarakat. komunitas (perkampungan. atau masyarakat. Memperhatikan rumah tangga sebagai basis dasar dalam membina masyarakat308: 307 308 Ibid Untuk Menambah keterangan. undang-undang dan lain-lain. resmi dan tanfidziyah (eksekutif pemerintah)) di seluruh jenjangnya serta seluruh unsur-unsur yang mempengaruhinya.dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. opini umum. yang tujuan-tujuan antara lain: 1. Pembentukan Keluarga Muslim. institusi (negeri. yang dalam pembentukannya mencakup: rumah tangga. (Q. rujuk kembali ke Bab V. baik ekonomi. rumah tangga.S Al Ankabut: 69)307 Bab VII Tujuan dan Aspek Amal Bersama Keluarga dan Masyarakat Tujuan dan Aspek Amal Bersama Keluarga dan Masyarakat • Poros-poros dan Tujuan Amal Bersama Masyarakat Kami akan menyampaikan secara ringkas –dari Risalah-risalah Imam Syahid dan pengarahan-pengarahannya-. pers. yang mulai dari dirinya sendiri kemudian menyebar dan memberikan pengaruh di lingkungan sosialnya. dan distrik). adat. 294 . baik dalam skala individu. politik.

telah mereka mulai dari diri mereka sendiri. hal. kerabat dekat. 84 295 . dimana ia mampu mengajak keluarganya untuk menghargai fikrahnya. peran wanita dan hak-haknya: 309 310 311 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). dengan hikmah dan nasehat-nasehat kebaikan. 94 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). kemudian kepada keluarga.”311 2. mendidik anak-anak dan pembantunya dengan didikan yang baik. mempersiapkan mereka untuk membina rumah tangga muslim. Kemudian lokasi dakwah meluas ke anggota keluarga. “Kami menginginkan kebangkitan laki-laki dan perempuan secara bersama-sama. 101 Risalah: P Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. C. yang dimulai dengan memilih suami atau istri yang baik.”310 b. dan membina generasinya dengan nilai-nilai Islam. Mereka menyampaikan hal itu dengan penuh kesabaran.”309 Titik permulaannya adalah: a. menyebarkan nilai-nilai Islam di tengan-tengah mereka. Memberikan pengaruh di keluarga-keluarga yang ada di masyarakat dengan pelbagai sarana untuk menyemarakkan fenomena kehidupan Islam. “Aktivitas amar ma’ruf dan nahi munkar. membimbing mereka dengan prinsip-prinsip Islam. rumah-rumah mereka. Memberikan perhatian terhadap lapangan usia yang berbedabeda. Imam Syahid berkata.Imam Syahid berkata. kerabat dekat dan teman-teman mereka. baik akhlak maupun nuraninya. mendapatkan dukungan terhadap fikrah-fikrah Islam dan dakwah. Keluarga-keluarga dakwah dan pendukungnya. baik pikiran maupun akidahnya. dalam aktivitas dan prilakunya. mengumumkan adanya takaful dan emansipasi serta menetapkan tugas masing-masing secara rinci. hal. penuhperhitungan. serta menjaga nilai-nilai Islam dalam setiap aktivitas dan kesibukan rumah tangga. hal. “Kami meninginkan rumah tangga muslim.

permainan dan gurauan. lembaga. terutama dari Universitas Al Azhar. club-cluc. “Kami menginginkan kebangkitan laki-laki dan perempuan secara bersama-sama. mengumumkan adanya takaful dan emansipasi serta menetapkan tugas masing-masing secara rinci. mengikat mereka dengan ajaran Islam dan mendidik mereka dengan pendidikan yang benar. mesjid. Seperti. yaitu dengan melengkapinya dengan sarana-sarana dan penjelasan terhadap ajaran Islam. kami juga memperhatikan kaum wanita sebagaimana perhatian kami kepada kaum pria. Adapun mereka yang dilanda kelalaian dan kebingungan.15 296 .”314 3. serta memberikan perhatian dan peran yang istimewa terhadap para pemuda312. Optimalisasi Organisasi dan Para Aktivis Dakwah Untuk Kepentingan Agama Islam: Baik dari dalam shaf dakwah maupun dari luar shaf. dengan mengatakan. “Untuk itu. laki-laki maupun wanita. khutbah. hati-hati yang lengah. 94 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). berkoordinasi dan bekerjasama. hal. “Telah tiba waktunya. dimana seorang muslim harus mengetahui tujuannya. serta mengarahkannya untuk perbaikan. Imam Syahid juga memberikan perhatian yang sama terhadap kaum wanita. mahasiswa.”313 Beliau juga berkata. Kami juga memperhatikan anak-anak sebagaimana perhatian kami kepada pemuda. dan hendaknya ia berupaya untuk mewujudkan target-targetnya tersebut hingga ia sampai kepada tujuan yang diinginkan.”315 312 313 314 315 Lihat Risalah Pergerakan. maka bukan termasuk jalan orang-orang mukmin. Kepada Para Pemuda Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). dan lain-lain. hal. hal. dan menentukan targetnya. 177 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini).Baik perhatian kepada remaja.

Memberikan pengarahan kepada masyarakat. “Saya berkeyakinan bahwa tujuan paling penting dari diturunkannya Al Quran yang wajib ditunaikan oleh umat Islam ada tiga perkara. yang merupakan semuliamulia tujuan seorang muslim dalam hidupnya. meminta kepada manusia untuk menerapkan hukum-hukumnya. hal. Quran. 237 297 . memperkuat keimanan dan melakukan tarbiyah secara bertahap. Menjadikannya sebagai dasar undang-undang di dunia. mereka beribadah dengan tilawahnya.4. Imam Syahid berkata. mengambil cahayanya –dalam memahami kata-kata para pemimpin umat. dan menyeru mereka bersama-sama untuk mewujudkan tujuan ini. yaitu: Pertama. dan mendekatkan diri kepada Allah dengan Al Quran. Kedua. yang harus dipetik nilai-nilainya dan diterapkan dalam realitas kehidupan.86 Ibid Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). beribadah dengan membacanya. Membangkitkan keimanan di dalam hati manusia terhadap Al Yang sangat urgen adalah mengenalkan Al Quran kepada masyarakat. Ketiga. dan menjelaskan keagungan dan mukjizatnya serta berinteraksi dengannya.”317 “Dan kalian meyakini bahwa kewajiban muslim yang haq adalah berjuang untuk Islam sehingga menguasai kehidupan masyarakat seutuhnya.dengan ayat-ayatnya. dengan langkah-langkah berikut: a.”316 “Ketauhilah bahwa Ikhwanul Muslimin berupaya dengan sungguh- sungguh untuk mengembalikan mereka kepada kitabullah. hal. Menjadikannya sebagai sumber hukum-hukum agama dan syariat. memperbanyak membacanya (tilawah).”318 316 317 318 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?.

guna-guna. Melakukan amar ma’ruf nahi munkar. bernadzar untuknya.”320 c.B. hajat dari jarak dekat maupun kejauhan).” “Ziarah kubur –kubur siapapun. pembaharuan jiwa. perhitungan. dan semisalnya. mengusapnya (untuk Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). mantra. membangun kuburnya. Memperkuat akhlak. adalah kemungkaran yang harus diperangi.. memperkuat akhlak.adalah sunnah yang disyariatkan dengan cara-cara memohon dengat 319 320 321 yang diajarkan Rasulullah (baik Saw. dan menumbuhkan keberanian yang sesungguhnya. dan kemungkaran dengan bijak dan penuh hikmah. berdoa kepadanya. menutupinya memberikan penerangan. perdukunan. Menghidupkan Adat-adat Islami dan menghilangkan adat-adat asing dalam setiap aspek kehidupan.”321 d. baik berupa penambahan maupun pengurangan. adalah kesesatan yang wajib diperangi dan dihancurkan dengan menggunakan cara yang terbaik. “Kita mengajak manusia untuk menerapkan hal itu dengan cara-cara yang lembut dan penuh cinta. akan tetapi meminta dari pertolongan kepada penghuni kubur siapun mereka.”319 “Dengan tetap mengedepankan kesabaran. “Maka tujuan pertama yang digariskan oleh Ikhwanul Muslimin adalah tarbiyah shahihah. diantaranya: “Jimat. memerangi kehinaan. ramalan.” “Setiap bid’ah yang dalam agama Allah yang tidak ada pijakannya tetapi dianggap baik oleh hawa nafsu manusia. kebijaksanaan dan nasehat. serta berupaya untuk mengamalkan sunnah Rasulullah Saw. penyingkapan perkara ghaib. yang tidak justru menimbulkan bid’ah yang lain yang lebih parah. pemenuhan satir. Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? Ibid 298 . kecuali mantra dari ayat Al Quran atau ada riwayat dari Rasulullah Saw.

235 299 . Membina masyarakat untuk bersungguh-sungguh dan mengembangkan sikap positif.”322 e. Imam Syahid berkata. dan membangun jiwa yang hidup dan penuh vitalitas. bersumpah dengan selain Allah. serta memperjuangkannya dengan penuh keyakinan dan keimanan. di hati para sahabatnya.mendapatkan berkah). Iman dengan keagungan risalah Islam. hal. yang merasa izzah dengan Islam. spirit yang dihidupkan oleh pembawa pertama risalah dakwah ini. Nabi Muhammad Saw. demi menutup pintu fitnah yang lebih besar. Menshibgahah kehidupan masyarakat dengan shibghah Islam “Kami berupaya untuk membina umat Islam dalam kondisi yang memudahkan mereka untuk benar-benar menjadi muslim. Risalah Wudhuh Ru'yah. 16 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). maka kepada spirit itu kami menyeru manusia. yang dengan hal itu ia memahami dakwah dan agamanya.”324 6. Juga janganlah mencari ta’wil (pembenaran) terhadap berbagai prilaku itu. hal. Yakin akan datangnya dukungan dan pertolongan Allah. merasakan keindahan dan keagungan Al Quran. dan bagaimana menuntut haknya: 322 323 324 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). 358 Al Ustadz Mushthafa Masyhur. serta mengutamakan kemaslahatan umum dari kemaslahatan Pribadi. dan segala sesuatu yang serupa dengannya adalaj bid’ah besar yang wajib diperangi.”323 5. hal. bangga dalam memeluk agama Islam. Membangkitkan Ruh Optimisme dan Keimanan serta Menguatkan Kepekaan: Harus ada upaya untuk membangkitkan ruh. “Dengan Tiga spirit.

Dekadensi moral 2.”325 Dan hendaknya kita berusaha. (Q.” 7. yang membutuhkan upaya perbaikan dan penyembuhan. Upaya yang harus kita tempuh tidak lain adalah mengobati jiwa manusia dan meluruskan moral bangsa. lalu masyarakat akan belajar bagaimana ia lebih mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan Pribadi. 137 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Mengutamakan kepentingan Pribadi dari kepentingan umum 4. yakni perbaikan jiwa. 152 300 . yang merupakan lawan dari sifat-sifat buruk ini. dan menshibghah masyarakat dengan shibghah Islam: Imam Syahid menyebutkan sisi penting dari penyakit yang diderita oleh masyarakat. “Mendirikan komunitas-komunitas kebaikan di tengah masyarakat dan yang komitmen terhadap ajaran-ajaran Islam sebagai manhaj kehidupan dan berupaya untuk menyebarkannya. hal. Takut menghadapi kenyataan 5. Lari dari proses pengobatan 6. Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.S Al Syams: 9-10)326 325 326 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).“Maka akan datang waktu tersebar dan mendominasinya prinsipprinsip Ikhwan.           Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. hal. Kehilangan keteladanan tertinggi 3. Meluruskan akhlak dan jiwa. yakni: 1. Perpecahan –semoga Allah menghancurkannyaInilah penyakitnya. dan obat adalah satu kata yang menjadi solusinya.

Hal ini sebagaimana yang diisyaratkan oleh Imam Syahid. menggalang sukarelawan. 240 301 . "Seperti membangun membangun mesjid dan memakmurkannya. sesuai dengan kemampuan dan kondisi yang memungkinkan. 108. "Sarana-sarana yang digunakan Ikhwan dalam medan seperti ini adalah melakukan perngorganisasian. hal. dan kemudian melakukan pengelolaan terhadap apa saja yang dibutuhkan oleh proyek-proyek yang ada. hal. melakukan ishlah (perbaikan) terhadap hubungan social antara anggota masyarakat yang untuk keperluan itu tentunya menyita banyak waktu. tenaga dan harta. dan mengurusnya. mengikis tindak criminal. dengan cara mengumpulkan 327 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). kantor-kantor mendirikan lembaga-lembaga social dan membimbing serta memelihara kelangsungannya. kebodohan dan memberantas penyakit. rekruitmen peserta. serta memberikan bantuan pada saat musibah dan bencana: Imam Syahid berkata.”327 Adapun tentang sarana yang membantu proyek ini adalah sebagaimana yang dikatakan Imam Syahid. dan meminta bantuan kepada para pakar di bidang-bidang masing-masing. maupun sukarelawan untuk mendukung proyek-proyek semacam itu. Hal. “Sasaran kalian adalah berbuat untuk membenahi kurikulum pendidikan dan pengajaran. mendorong kebaikan dan kemaslahatan umum dalam pelbagai bentuk. lihat juga: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. memerangi kemiskinan. membangun sekolah. penyakit kemiskinan. 152 328 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).8. Memberikan pelayakan dan kepada masyarakat dan memerangi usaha-usaha kebodohan. menjembatani hubungan antara orang-orang kaya yang alpa dengan orang-orang miskin yang membutuhkan uluran tangan mereka. dan membentuk masyarakat ideal yang loyal kepada syariat Islam. baik menyangkut masalah harta (pembiayaan)."328 Jamaah ini berkhidmat kepada masyarakat untuk memberikan pelayanan dan bantuan-bantuan sosial. mengadakan peringatan-peringatan hari besar Islam yang terkait dengan kebesaran dan kemuliaannya.

memberikan nasehat dan bimbingan. Hal. Tujuan asasi. "Jamaah ini terdiri dari para akh yang menjadikan lembaga-lembaga sebagai tempat aktivitas mengajar orang-orang yang buta huruf. tujuan luhur. Jamaah ini juga mendirikan yayasan kemampuan dan kondisi yang ada.shadaqah untuk dibagikan pada waktu-waktu tertentu dan ketika hari raya dan hari-hari besar lainnya. serta menyalurkan sedekah kepada orang-orang yang membutuhkan."329 Beliau juga berkata. dan mesjid-mesjid sesuai dengan 8. seluruh kekuatan umat bersinergi bahu membahu. 205 Ibid Risalah: Wudhuh Ru'yah. yang kita inginkan adalah keridhaan Allah. mendamaikan orang-orang yang bermusuhan. Imam Syahid menambahkan. mengajarkan hukum-hukum agama kepada manusia. serta antara terhadap ruh bangsaproblematika persatuan Islam. seperti madrasah.331 yang bermanfaat. sebenarnya hal ini bukan segalanya yang kita inginkan."332 329 330 331 332 Ibid Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). ma'had. Menyadarkan umat dan anggota masyarakat tentang peran dan kewajiban umat dan mereka. “Namun sekali-kali tidak wahai Ikhwan."330 Kemudian agar manusia tidak menganggap bahwa dakwah hanya terbatas untuk hal ini saja. balai pengobatan. dan perubahan yang dikehendaki Ikhwan adalah perubahan secar total dan integral. Ustadz Musthafa Masyhur 302 . menghidupkan tolong-menolong bangsa Arab dan Islam dan melawan perpecahan dan penyimpangan: "Hingga kita bisa menanamkan kesadaran di setiap orang masyarakat Mesir tentang urgensi perubahan yang Islami. bersatu patu untuk menghadapi dan mengadakan perubahan dan reformasi.

ancaman dan konspirasi yang menyelimutinya.151 303 . hal. sehingga remaja-remaja kita tumbuh dewasa dan mengetahui secara benar 333 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). musibah-musibah yang menimpanya. mengungkap keindahan dan kecantikan yang terdapat di dalamnya. Memulai dengan memperbaiki pemahaman kaum muslimin terhadap agama mereka. dan kalian tahu akan hal ini. "Seyogyanya kita harus senantiasa mengingat musibah-musibah ini dan membacanya di setiap pagi dan petang. Namun. kalian harus menjelaskannya kepada khalayak dan mengajarkan kepada mereka bahwa Islam tidak pernah rela sedikitpun jika sampai dikurangi dari pemeluknya kebebasan dan kemerdekaannya. menjelaskan dakwah Al Quran dengan sejelasjelasnya dan menyampaikannya dengan cara yang baik dan sesuai dengan konteks kekinian (kontemporer). dan memberikan perhatian terhadap problematika yang menimpanya. dan melakukan gerakan-gerakan positif untuk menghadang konspirasi yang meliputinya. Menyadarkan umat terhadap kondisi umat Islam. b. isteri dan saudara-saudara kita. Imam Syahid berkata. serta menyampaikannnya kepada rekan-rekan dalam pelbagai pertemuan.Aspek ini mencakup hal-hal sebagai berikut: a. Mereka senantiasa siap jika harus memimpin dan mengumandangkan jihad. terutama Palestina. d. meski itu harus mereka bayar dengan jiwa dan harta mereka. menghidupkan rasa optimisme dan keyakinan terhadap pertolongan Allah Swt."333 Beliau juga berkata. Memperbaharui pengaruh (Al Quran) yang luarbiasa terhadap jiwa. "Cukuplah rasa sakit ini ada di dalam penjelasan ini. serta terus menerus berupaya memberikan bantuan dan pertolongan terhadap negeri-negeri muslim yang tertindas. karena rangkaian (konspirasi) itu ternyata tidak akan pernah berakhir. mengajarkannya kepada putera-puteri kita. Membangkitkan kepekaan umat Islam serta kewajibannya terhadap saudara-saudaranya seagama. c. serta menolak syubhat dan kebatilan darinya.

dan meminta pemerintah untuk membantu upaya ini dan memberikan prasarana yang dibutuhkan. Menyadarkan umat terhadap tipikal musuh serta agar tidak terpedaya dengan tipu dayanya: "Sehingga remaja-remaja kita tumbuh dewasa dan mengetahui secara benar musuh-musuh mereka. kemudian memusnahkan orang-orang yang tidak beragama dari putera-puteri Islam. cukuplah kelalaian dan persangkaan baik.musuh-musuh mereka. sementara Allah telah menggambarkan kaum tersebut dalam Al Quran dengan mengatakan:            Artinya: "Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran). Fuad al Hajarsi. Imam buku: Imam Syahid. dan yang telah meninggalkan Allah sebagai muslim menentangnya. agar mereka tidak tertipu dan tidak ditimpa (musibah) seperti yang pernah menimpa kita." (Q. seandainya mereka sanggup. Hal.S Al Baqarah: 217) Ingatlah selalu bahwa ular (musuh) pertama umat Islam adalah generasinya identitasnya yang tertipu dan terpedaya. Imam buku: Imam Syahid. 10." 334 e. 117 304 . 117 Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya." 335 "Jangan kalian terpedaya oleh diri kalian sendiri wahai umat Islam. 334 Makalah dengan Syahid tahun 1931 335 Makalah dengan Syahid tahun 1931 judul (dari judul (dari Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya. Fuad al Hajarsi. agar mereka tidak tertipu dan tidak ditimpa (musibah) seperti yang pernah menimpa kita. Membangun persatuan Arab dan Islam. Hal.

dan kita sebarkan di kalangan manusia."336 "Diantara bentuk dakwah kalian wahai ikhwah yang saya cintai. menolak syubhat dan menunjukkan kebenarannya yang cemerlang. menjelaskan tentang prinsip-prinsip dan ajarannya. adalah kalian turut andil memberikan kontribusi untuk perdamaian dunia dan membangun kehidupan yang baru untuk manusia."338 Dan hendaknya mereka mengenal sejauh mana keberlepasan dan kejauhan pemerintah dari syariat Al Quran: 336 337 338 Risalah dalam muktamar para pelajar dan mahasiswa Ikhwanul Muslimin Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah)."337 "Kami meyakini bahwa di dalam manhaj Islam terdapat segala prinsip dan perangkat-perangkat untuk kehidupan dan kebangkitan umat. 251 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia) 305 . hal. sehingga ia menjadi tuntutan publik yang diserukan dan didukung oleh segenap masyarakat.Maka ingatlah wahai Ikhwanul Muslimin. "Hendaknya makna-makna ini wahai saudarasaudara yang saya muliakan tersebar di antara kita." 11. Dengan demikian ia berkaitan erat dengan tujuan Islam yang tinggi. khilafah membebaskan dan memimpin negeri. serta menyampaikannya kepada mereka. masyarakat dan Negara. Melakukan penyadaran secara terus-menerus seputar manhaj dan syariat Islam. dunia mengembalikan kepemimpinan (Ustaziyatul 'Alam): Imam Syahid berkata. Masih banyak yang memahami makna undang-undang Islam secara tidak tepat dengan yang sebenarnya. dengan menunjukkan kepada mereka bentuk-bentuk riil kebaikan agama kalian. dari mendirikan pemerintah Islam secara totalitas. serta kunci kebahagiaan baik untuk skala individu. bahwa orang-orang yang mulhid (kufur) dari umat Islam adalah musuh pertama kalian. keluarga.

Kata-kata Umar bin Khattab kepada 'Amr bin Ash kiranya masih terngiang di telinga kita. bersabda: ‫(( )) من أعطى الذلة من نفسه طائعا غير مكره فليس مني‬ Artinya: "Barangsiapa yang menghinakan dirinya dengan sukarela tanpa dipaksa.yang bisa mengemban amanat dan menunjukkan kesiapannya untuk menegakkan nilai-nilai Islam. ada satu hal yang ingin saya katakana bahwa Ikhwanul Muslimin belum melihat suatu pemerintahan –baik pemerintahan yang sekarang maupun yang lalu. maka ia bukan termasuk golonganku. dan izzah. hal. Rasulullah Saw."340 "Islam yang hanif ini telah mendeklarasikan sekaligus menganggap sakral kemerdekaan tersebut. merupakan bagian dari ajaran Al Quran. menyerukan kepada mereka agar merasa terhormat dengan kemerdekaan itu. hal. "Kita harus menyadarkan manusia."339 12. kebebasan. untuk kemudian memeliharanya. Menyadarkan umat tentang hak-haknya."Dalam kaitan ini. 257 306 . bahwa politik. 339 340 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). menegaskan keberhakannya bagi setiap individu dan masyarakat dengan kandungan nilai yang utama. serta hak mendapatkan kebebasan dan keamanan. Dan Ikhwan-lah yang bekerja untuk itu. Masyarakat hendaknya memahami hal ini dan menuntut kepeda pemerintah untuk mendapatkan hak-hak keIslamannya. 137 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). dan mencintai bangsa (nasionalisme) merupakan sebagian dari keimanan. membangkitkan semangat kebangsaan yang tulus dan mengarahkannya agar sesuai dengan pandangan Islam: Imam Syahid berkata. Ajaran Islam sama sekali tidak membolehkan suatu bangsa menguasai dan memaksakan kehendaknya kepada bangsa lain. baik politik maupun sosial." Islam memerangi penindasan internasional yang mereka menamakannya penjajahan dengan semua praktek kekuatan yang dilakukan.

dan kesungguhan itu adalah kelelahan dan kesulitan. 69 307 . serta untuk menghadapi perseteruan yang sengit antara kebenaran dan kebatilan. antara pemilik kebenaran dan yang merampasnya. Imam Syahid berkata."343 Dalam mentarbiyah dan membina umat. umat akan hancur. harus dibangkitkan semangat untuk meraih izzah."Sejak kapan kalian memperbudak manusia. antara penempuh jalan yang lurus dan yang menyimpang. serta kesiapan terjun ke medan juang pada waktunya. selama kaidah-kaidah pokok di atas tadi bisa diwujudkan (dimana tidak mungkin suatu hukum akan tegak tanpanya) dan diterapkan secara tepat hingga dapat menjaga keseimbangan dalam berbagai situasinya (yang 341 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). kemuliaan dan cinta kemerdekaan. tidak ada bekal yang dapat digunakan untuk menghadapi situasi yang buas ini kecuali hati yang sarat iman. perjuangan senantiasa menuai kegagalan. 342 Ibid 343 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. Tanpa ini semua. "Sistem Islam bukanlah slogan dan julukan semata. antara maslahah dan mafsadah. Bagi umat. Ikhwanul Muslimin sangat memperhatikan sisi kesadaran kebangsaan dan kematangan politik yang dimiliki umat. hal. dan hendaknya umat dan masyarakat mengetahui bahwa jihad (perjuangan) ini merupakan bagian dari kesungguhan."341 Dalam bidang sosial. antara para da'i yang tulus dengan para pengklaim yang palsu. sikap murah hati dan kesediaan berkorban. sementara sang ibu telah melahirkan mereka dalam keadaan mereka. dan nasib tak menentu bakal menimpa generasinya. hasrat yang kuat dan kemauan yang keras."342 Kita juga bertujuan untuk mempersiapkan umat dan masyarakat untuk menyiapkan dirinya demi mengemban tugas dan perjuangan yang panjang.

sehingga dapat dibedakan antara para pemimpin yang tulus dengan para pengobral slogan dan nafsu: Imam Syahid berkata. yang berupa kebangkitan sektor materi dan peradaban kelezatan serta syahwat. hal. Melawan aliran-aliran yang merusak dan menghancurkan umat serta yang memusuhi Islam. menghalangi dunia dari bimbingannya. 319. Keseimbangan ini tidak mungkin bisa terpelihara tanpa adanya nurani yang selalu terjaga dan perasaan yang tulus akan kesakralan ajaran ini. Mihnatul Islam. menyadarkan masyarakat. Imam Syahid tahun 1931. karya Fuad Al Hajarsi 347 Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). Kewajiban dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya. diambil dari buku. hal."344 13."345 "Merupakan kewajiban kami untuk merubah tanpa terjangkit wabah pemikiran mereka yang telah akut. Ikhwanul Muslimin dan Permasalahan Palestina. menahan siapa saja yang berbaik sangka terhadap musuh. mereka tidak jauh berbeda dengan orang-orang Eropa. "Umat kita harus bisa membedakan antara orang-orang berakidah yang berjuang dan para pecundang dari politikus dan militer. yang di belakangnya tiada lain adalah upaya merusak bangsa Timur dan melenyapkan persatuan Islam. dan hidayah Al Quran. Imam Syahid. menarik mundur derita."347 peradabannya ke masa ratusan tahun silam sehingga kita terbelenggu di negeri sendiri dan membiarkan masyarakat bergulat dengan 344 Risalah: Sistem Pemerintahan. 114 308 . (penerjemah mencantumkan redaksi yang ditulis Imam Syahid secara lengkap) 345 Dari makalah."346 "Secara umum dapat dikatakan bahwa kita sedang berhadapan dengan gelombang materialisme.masing-masing bagian tidak mendominasi bagian yang lain. dan siapa saja yang telah membius otot-otot kami dengan pemikiran-pemikiran palsu dan kalimat-kalimat rayuan. yang mana ia telah memerosotkan moral bangsa-bangsa Islam. hal. dari buku. 55 346 Dari makalah. menjauhkan mereka dari kepemimpinan Nabi Saw. Ustadz Fuad Al Hajarsi.

atau membagi-baginya dengan batas-batas geografi yang sempit. Kami tidak pernah menyerukan ungkapan Firaunisme. baik muslim maupun nonmuslim dari anak-anak negeri ini. “Mendirikan komunitas-komunitas kebaikan di tengah masyarakat dan yang komitmen terhadap ajaran-ajaran Islam sebagai manhaj kehidupan dan berupaya untuk menyebarkannya."349 "Kami meyakini bahwa semua bentuk kebangkitan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam dan berbenturan dengan hukum-hukum Al Quran adalah sebuah upaya yang rusak dan akan menemui kegagalan. hal. "Adapun jika yang mereka maksudkan dengan nasionalisme itu adalah memilah umat Islam dan Arab menjadi kelompokkelompok yang saling bermusuhan dan berseteru satu sama lain. hal. serta bekerjasama dengan seluruh kekuatan yang tulus. 23 Risalah. Tidak juga kepada semua nama dan gelar yang selama ini digembar-gemborkan orang. Memelihara faktor-faktor kekuatan dan kebaikan yang ada di masyarakat dan melawan faktor-faktor kemalasan dan kerusakan.Beliau juga berkata. bahkan mereka yang tidak menggunakan symbol-sombol Islam sama sekali. hal. Dalam kisah 348 349 350 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). dan yang lain-lain. Feniqisme.”351 Termasuk pula membantu kelompok-kelompok manapun dari umat ini yang bertujuan melakukan kebaikan serta bekerjasama dengannya.”350 14. 20 Ibid. Ustadz Musthafa Masyhur 57 351 309 . atau Sirianisme. Arabisme. maka kami menolaknya. Risalah: Wudhuh Ru'yah. Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). serta mendorong para mas'ul di pelbagai tempat: Dan hendaknya kita berusaha."348 "Ikhwanul Muslimin tidak percaya pada kebangsaan (nasionalisme) dalam makna-makna buruk di atas (kebangsaan permusuhan dan kebangsaan jahiliyah).

club-club Al Quran di setiap pedesaan. perkotaan. perusahaan-perusahaan. hal. tempat kerja.perjalanan Imam Syahid. sekolah dan lainlain. lalu memenangkannya dengan keyakinan dan keimanan. tempat-tempat umum dan khusus.”352 "Kami akan terus berdakwah. dan akan terus melakukannya hingga tak ada seorangpun yang tidak sampai kepadanya dakwah Ikhwanul Muslimin sesuai dengan hakikatnya yang cemerlang dan benar. Imam Syahid berkata. hal. taman-taman. di took-toko. terdapat banyak contoh sikap-sikapnya yang menegaskan tentang hal ini. Diambil dari buku Imam Syahid. di perkampungan. rumah-rumah. 126 354 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda).”354 “Sebarkanlah dakwah di setiap lokasi engkau berada. kota dan pusat-pusat kegiatan dan tempat-tempat pertemuan. panji-panji Muhammad di perkotaan.”355 “Buatlah kelompok-kelompok Ikhwan di setiap jalan. hal. Hal. jalan-jalan. Untuk itu kami tidak akan menyia-nyiakan potensi dan sarana yang ada. “Pemuasan dan penyebaran dakwah dengan menggunakan pelbagai sarana hingga ia dipahami oleh masyarakat umum. dusun-dusun. 111. 212 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Menyebarkan Fikrah Ikhwanul Muslimin dan prinsip-prinsipnya: Hal ini dilakukan baik dalam skala individu maupun dalam skala kolektif dan dengan menggunakan pelbagai sarana yang memungkinkan untuk itu. serta bisa menerobos ke seluruh penjuru desa. dan di setiap penjuru bumi seorang Al Akh yang akan menyerukan prinsip-prinsip dakwah 352 353 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Fuad Al Hajarsy. ibu kota. cafe-cafe.177 355 Diantara nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan. fikrah kami bisa dipahami dengan mudah.353 “Untuk itu kami berupaya agar dakwah kami sampai ke setiap rumah dan agar suara kami terdengar ke segenap penjuru. mesjid-mesjid. 15. 310 .

Termasuk melakukan pembebasan para cendekiawan dari ghazwul fikri yang ditanam oleh penjajahan budaya. tanpa menunggu atau tergantung dengan aspek hukum. Ustadz Musthafa Masyhur 311 . baik titik tolak eksistensinya.358 Upaya untuk mendapatkan dukungan publik dan mengikatnya dengan Islam berjalan seimbang dengan aktivitas-aktivitas kebaikan dan sosial. hak yang tidak diberikan oleh pemerintahnya yang zhalim. gerakan.dan ajaran-ajaran kalian. Mendapatkan opini umum terhadap fikrah Islam dan dakwah (jamaah Ikhwanul Muslimin) dan berkumpulnya mereka di sekitar jamaah dan tokoh-tokohnya: Yaitu dengan melakukan pembentukan pondasi-pondasi kemasyarakatan yang mendalam yang mampu membantu aktivitas politik Islam dan mendukung upaya menuntut undang-undang yang sesuai dengan Al Quran dan sunnah. 129 Risalah: Wudhuh Ru'yah. yang tidak menghormati supremasi hukum dan perundang-undangan. serta kedekatan mereka dengan masyarakat dan kelompok-kelompoknya. "Namun tujuan Ikhwan tidak hanya untuk aktivitas sosial semata. hal. jamaah dan indivudunya. yang merupakan haknya. yang memberikan kalimat-kalimat kalian dan berbaiat dengan baiat kalian."357 16. namun inti dakwah kalian adalah fikrah dan 356 357 358 Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). "Mendapatkan legalitas politik dan legalitas sosial di atas realitas kehidupan. beliau menyebutkan.”356 Beliau juga berkata. serta batasanbatasan fikrah dan manhaj amal kalian. "Sudah saatnya kalian menjelaskan kepada masyarakat tentang misi dan sarana-sarana dakwah kalian. Setelah menyebutkan aspek-aspek garapan Ikhwanul Muslimin dalam aktivitas sosial.

”360 17. hal. Melakukan Upaya perbaikan hukum dan undang-undang "Ikhwanul Muslimin bekerja keras dalam rangka memberi kejelasan pengertian negeri."359 Beliau juga berkata. “Hingga ia dipahami oleh masyarakat umum. Walaupun akhirnya proyek-proyek ini 359 360 361 teks-teks yang rancu (ambigu) dalam UUD Mesir dan memperbaiki metode yang digunakan untuk menerapkannya di dalam Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Jamaah Ikhwanul Muslimin telah banyak memberikan kontribusi dengan mendirikan proyek-proyek ekonomi sepanjang sejarahnya (baik atas nama jamaah Ikhwanul Muslimin maupun melalui individu-individu jamaah). yaitu dengan cara: a. Menetapkan manuver-manuver dakwah dan pandangannya. Itulah sebenarnya target utama dan proyek Islam dalam setiap aspek kehidupan. Oleh karena itu maka sebuah jamaah –dalam kondisi seperti ini. 19. 139 312 . sikap-sikap dan aliran-aliran yang beraneka ragam. Mendirikan proyek-proyek. mengimani dengan hati dan berkumpulnya hati-hati mereka di sekeliling dakwah. terutama terhadap peristiwa-peristiwa yang bergulir.akidah yang disemai di hati masyarakat. 240 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI)."361 18.harus maju dan menyampaikan sikapnya. dengan bersandar pada syariat Islam dan maslahat umum. agar masyarakat mendapatkan tarbiyahnya. 212 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Melakukan upaya-upaya untuk mendukung ekonomi bangsa. hal. lalu memenangkannya dengan keyakinan dan keimanan. hal. yang diadopsi oleh masyarakat: Ini merupakan kewajiban harakah umum dan interaksi dengan komunitas masyarakat.

hal. g. Risalah Pergerakan. hal. 363 Satuan terkecil mata uang Mesir 364 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim).290. Menuju Cahaya. Menghidupkan realisasi rukun zakat. hal. 282 313 . Selalu berupaya menjaga setiap qirsy363 yang dimilikinya agar tidak diberikan pada nonmuslim."364 Beliau juga berkata."365 Tentang kontribusi jamaah Ikhwanul Muslimin atau individu- individunya dalam aktivitas ekonomi dan proyek-proyek yang bermanfaat dalam memelihara aset-aset umat Islam. dan mengoptimalkan siklus dan pendistribusiannya sesuai dengan tuntunan syariat. Mendorong individu-individu jamaah dan yang lain untuk mendirikan proyek-proyek nasional. Mengutamakan pertumbuhan aset-aset umat Islam sesuai dengan asas Islam yang benar. Dengan demikian. dan Risalah Pergerakan. f. 367 365 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). proyek-proyek seperti ini sangat tergantung dengan kondisi-kondisi yang ada di sekitar dakwah. "Diantara prinsip Ikhwanul Muslimin adalah. Memerangi praktek riba dalam pelbagai bentuknya e. Mendorong usaha-usaha kerajinan rumah yang sederhana d. Sistem Ekonomi. kewajiban Aktivis Muslim. c. Mengutamakan produk dalam negeri muslim di atas produk-produk Barat serta memboikot seluruh produk-produk musuh dalam pelbagai bentuknya. Memerangi segala sumber-sumber penghasilan haram dan yang melanggar syariah. Imam Syahid memberikan dua persyaratan: 362 Lihat kembali."362 Imam Syahid berkata. 338 (Agenda Persoalan Kita Dalam Kaca Mata Sistem Islam). "Memberikan bantuan terhadap harta kekayaan dan aset-aset Islam secara umum. hal.dikuasai dan dibekukan oleh pemerintah yang zhalim. yaitu dengan mendorong berdirinya perusahaan-perusahaan ekonomi Islam. tidak menggunakan sandang dan pangan kecuali produksi Negerinya dan Islam. b.

dan kegiatan tersebut memiliki sistem perhitungan materi yang tidak tercampur dengan perasaan atau kealpaan. yang kadang-kadang ia berada dalam 366 367 Ibid Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). • Penjelasan Imam Syahid menjelaskan bahwa kontribusi jamaah Ikhwanul Muslimin dalam memberikan pelayanan umum dan menumbuhkan aset-aset umat Islam. baik dari dekat maupun jauh. waktu dan usaha saya. adalah sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. untuk menjaga kepribadian saya. namun keduanya memiliki warna. Dakwah adalah sesuatu. 258 314 .367 Walaupun jamaah tidak memiliki kemampuan yang dimiliki pemerintah dalam menciptakan perbaikan. yang terkena musibah aset-aset dan bencana. sarana dan metode yang berbeda.366 Proyek ekonomi pertama Jamaah Ikhwanul Muslimin adalah. dan aktivitas ekonomi adalah sesuatu yang lain. Kedua. Setiap tujuan-tujuan ini akan menghabiskan dan menyita waktu kita. baik dalam bentuk maupun label. tujuan sosialnya adalah. menumbuhkan dan memeliharanya. Kita ingin menerapkan kaidah-kaidah Islam yang hanif. dan menuntut kerja keras. tujuan menyelamatkan kekayaan nasional. dan dimana hal itu merupakan tugas pemerintah: "Tujuan ilmiahnya adalah. dll. maka hendaknya nama proyeknya tidak dengan nama jamaah Ikhwanul Muslimin. saya tidak memiliki hubungan apapun dengan aktivitas-aktivitas ini. dimana ia tidak mampu melaksanakannya sendiri atau melakukannya secara sempurna. Membantu ekonominya orang-orang adalah. Syarikah Muamalat Islamiyah Musahamah (Serikat Muamalat Islam). TIdak mencampur antara kegiatan dakwah dengan kegiatan ekonomi. hal. menjelaskan tentang dakwah Islam dan mengungkap keindahan dan kecantikan ajarannya.Pertama. walaupun keduanya saling menyokong satu sama lain. namun tidak semua yang diiginkan seseorang dapat ia wujudkan.

f. namun seyogyanya ia harus berupaya memberikan segenap kemampuan yang dimilikinya dalam aspekaspek politik. dan hendaknya ia selalu berada di garda depan dalam setiap peristiwa dan kondisi-kondisi darurat. Diantara wasiat terakhir Imam Syahid kepada Ikhwanul Muslimin368 di medan dakwah dan aktivitas perbaikan masyarakat. untuk kemudian disempurnakan apa yang telah dimulainya. Masuknya orang-orang yang ambisius kedalam shaf dakwah dengan cara yang membabi buta tanpa penyeleksian. sosial. dan menghindari hal-hal sebagai berikut: a. dan tidak terlepas dari strategi yang paripurna. Sibuk dengan perkara-perkara furu' (parsial) dan melupakan hal-hal yang prinsipil. Januari 1951 M. Terlibat dalam permusuhan yang sengit dengan orang lain. e. Poros dan tahapan-tahapan dalam proses sinergisitas bersama masyarakat di pelbagai aspek ini.tekanan masyarakat yang meminta lebih. serta kelompok opurtunis yang sangat tergantung dengan pembayaran dan yang suka menjual slogan-slogan. g. Pengurasan tenaga b. akan dijalani oleh dakwah dan akan terus berlangsung setelah berpihaknya pemerintah tanfidziyyah kepadanya. "Sesungguhnya 368 Makalah Imam Syahid. dipublikasikan oleh Majalah al Mabahits. hilangnya pandangan yang jelas terhadap jalan dan tahapan-tahapannya. yakni. Semuanya dilakukan dengan tetap memperhatikan keseimbangan. 315 . Tindakan pemblokiran dan spekulasi c. Misorientasi dan kehilangan perhatian untuk mewujudkannya. dan aktivitas-aktivitas kebaikan yang lain. dan sempurna pulalah proses perbaikan yang diinginkan –dengan izin Allah dan keutamaan-Nya-. Memperdaya dan konfrontatif d.

Perbanyaklah tilawah Al Quran 9. Memberikan nasehat dengan penuh kelembutan kepada manusia. Kemudian tunggulah pertolongan Allah dan taufik dan kemenangan dari-Nya. Perbaikilah jiwa-jiwa kalian 3.S Al Hajj: 40) 316 . Perbaikilah amal kalian 4. serta berjihad dengan jiwa dan harta. Memelihara shalat jamaah 10. firman Allah:            Artinya: "Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Istiqamah terhadap perintah-perintah Allah 5. 7. Mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran 6." (Q. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.Allah telah memilih kalian dengan bergabung bersama kafilah dakwah ini. maka peliharalah selalu: 1. 8. Bekerjalah dengan ikhlas karena Allah semata 11. Adab-adab dakwah dan syiar-syiarnya di antara manusia 2. Bersiap-siap melakukan kerja keras dan memikul beban.

dapat menyaksikan zaman dimana kekuatan Yahudi Internasional menantang bangsa-bangsa 369 370 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim)."369 Dengan demikian. hal. dan pada saat itu Ikhwanul Muslimin telah mempersiapkan diri dengan sempurna untuk menambah persediaan negeri ini dengan seluruh kemampuan yang dimilikinya. "Jika kami dizalimi oleh Negara manapun –dan kami berada di negeri sendiri. 394 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna).Bab VIII Tentang Tujuan Pembebasan Negeri dan Kemerdekaannya Tentang Tujuan Pembebasan Negeri dan Kemerdekaannya • Mukadimah Imam Syahid menjelaskan tentang urutan-urutan amal dan targettarget jamaah. jiwa. dan itu merupakan hal yang mudah dengan target pembinaan masyarakat muslim merupakan bagian utama di dalamnya. Imam Syahid berkata. hal. Imam Syahid menjadikan pembebasan negeri dan memerdekakannya secara total. ekonomi. jiwa dan raga. "Adalah bagian yang baik untuk kita.maka setiap jengkal dari tanah Mesir yang mahal akan ditebus dengan darah. harta dan putera-puteri negeri ini. dan jiwa. "Membebaskan negeri dan melepaskannya dari segala bentuk penjajahan asing (nonmuslim). baik politik. 298 317 . serta mengusir penjajah dari negeri-negeri muslim merupakan kewajiban dan tujuan politik yang diupayakan oleh jamaah sebelum mewujudkan pendirian pemerintah Islam."370 Beliau juga berkata tentang skala peperangan dan tantangan yang akan dihadapi.

Imam Syahid mengisyaratkan beberapa gambaran konsep dan manhaj yang dapat mewujudkan hal itu. berat dan berkelanjutan. kemudian bagaimana beliau mampu membangkitkan semangat perlawanan rakyat.Arab dan Islam dan menodai kesuciannya dengan besi dan api. beliau berkata. januari/Februari 1999 M."371 Terhadap permasalahan negeri dan upaya mendapatkan kemerdekaan. maka kita akan menerima tantangan ini dengan keyakinan bahwa Allah yang maha tinggi dan maha mulia telah memberikan kepada kita keutamaan dan kelebihan untuk melakukan perlawanan terhadap musuh dan melumpuhkannya. membebaskannya dari penjajah dan upaya untuk mendapatkan kebebasan politik serta hak-haknya. dan hal ini tidak akan terwujud kecuali dengan persatuan yang paripurna dan totalitas ukhuwah. dan diterbitkan kembali oleh Majalah Dakwah. saat dimana banyak orang hanya memperhatikan sloganslogan. Pembawa Panji Dakwah Abad 20. Dipublikasikan oleh Majalah al Mabahits. pada Januari 1951 M. perasaan yang terhimpun dari hati ke hati. memberikan pengorbanan yang besar dalam Perang Suez. Keimanan dan cinta akan melahirkan persatuan yang hakiki. pahit. yang terakhir ditulisnya. "(Untuk membebaskan dan memerdekaan negeri) Dibutuhkan jihad yang panjang. dalam bab khusus tentang pertempuran Ikhwanul Muslimin melawan penjajah Inggris. kesungguhan dan istiqamah di atas manhaj kebenaran dan arah yang tepat menuju kebaikan. Apakah kita dapat mewujudkan kedua hal itu? Sebagaimana kita saksikan bahwa Imam Syahid menyiapkan Ikhwanul Muslimin untuk menghadapi penjajah Inggris. 318 . 371 Dari makalah Imam Syahid. dan dengan izin Allah kita akan sampai ke tujuan dalam waktu yang singkat. 372 Lihat: Imam Syahid. Fuad Al Hajarsi. pidato dan khutbah yang membangkar semangat. Di saat hal ini bisa diwujudkan maka tak satupun rintangan yang akan menghalangi jalan kita. katibah-katibahnya yang menghadapi barisan penjajah Inggris. dan mereka telah mengoreskan lembar-lembar peristiwa monumental yang belum banyak yang terungkap oleh sejarah hingga hari ini372. dan kita sangat membutuhkannya sekarang ini.

Imam Syahid berkata. menegaskan keberhakannya bagi setiap individu dan masyarakat dengan kandungan nilai yang utama." Islam memerangi penindasan internasional yang mereka menamakannya penjajahan dengan semua praktek kekuatan yang dilakukan. Maka di wajibkanlah atas mereka untuk berjihad dengan harta dan jiwa. sosial. itu. Imam Syahid meyakini bahwa kebebasan adalah kewajiban suci yang tak seorangpun yang berhak melepaskannya.Imam Syahid menginginkan kemerdekaan yang total dan hakiki di setiap aspek. menyerukan kepada mereka agar merasa terhormat dengan kemerdekaan bersabda: ‫(( )) من أعطى الذلة من نفسه طائعا غير مكره فليس مني‬ Artinya: "Barangsiapa yang menghinakan dirinya dengan sukarela tanpa dipaksa. Jihad merupakan fardhu kifayah ketika dia dilaksanakan untuk menjamin kelangsungan dakwah. Kemerdekaan adalah terbebas dari seluruh bentuk penjajahan pihak asing. bukan slogan-slogan kosong semata. tidak hanya kemerdekaan parsial atau hanya penarikan pasukan semata. untuk kemudian memeliharanya. Islam juga menegaskan aspek-aspek operasional dalam menjaga nilai-nilai kemerdekaan."373 Ketika menetapkan hal ini. politik. atau yang dikenal sebagai penjajah asing (non muslim) dengan segala kandungan budaya. Targetnya adalah kebebasan yang hakiki dengan segala kandungan dan muatannya. 308. ekonomi. hal. "Islam yang hanif ini telah mendeklarasikan sekaligus menganggap sakral kemerdekaan tersebut. atau mengganti penjajah dengan penjajah yang lain dengan nama dan baju yang berbeda. 373 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). maka ia bukan termasuk golonganku. Rasulullah Saw. Ajaran Islam sama sekali tidak membolehkan suatu bangsa menguasai dan memaksakan kehendaknya kepada bangsa lain. 319 . pemikiran. Tentang masalah kenegaraan. dll. visi dan misi. budaya.

"375 Imam Syahid menjelaskan perbedaan antara penindasan penjajah dan gerakan ekspansi Islam (futuhat) sepanjang perjalanan. dengan mengatakan. benda dan diri mereka. 205 320 . menjanjikan kepada para mujahid kemenangan dan dukungan di dunia. adalah lebih Tinggi derajatnya di sisi Allah. Dalam hal ini kaum muslimin harus segera mempersiapkan diri dan menjalin kerjasama untuk melepaskan diri dari cengkeraman kaum imperialis.S Al Taubah: 20)374 "Dari sinilah Ikhwanul Muslimin berkeyakinan bahwa setiap Negara yang memusuhi dan berusaha menginvasi wilayah-wilayah muslim adalah Negara yang zalim dan harus dihalangi gerak langkahnya. ia menjadi fardhu 'ain bagi umat manakala ditujukan untuk menghalau intervensi pihak luar terhadap umat Islam. maka tidaklah ia mengharap keuntungan 374 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). Bahkan Islam mendeklasikan bahwa jihad adalah amalan yang paling utama setelah iman. dan Itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. 309 375 Risalah Pergerakan. firman Allah:                          Artinya: "Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta. "Ketika seorang penakluk muslim dengan pedang terhunus di tangannya pergi ke medan jihad di jalan Allah. Muktamar ke V. Islam juga menjadikan mati syahid sebagai derajat keimanan tertinggi." (Q. hal.namun. serta kenikmatan abadi di akhirat. hal.

"376 Pada saat yang sama Islam juga menganggap kaum muslimin adalah kaum yang mengemban amanah risalah Allah di muka bumi. serta menjaga nilainilai kebenaran. dan akan bangkit bersama umat di pelbagai aspek kehidupan. baik sosial. Akan tetapi. mereka juga tidak diperkenankan bersikap lunak kepada para penindas atau tunduk kepada para perampas yang melampaui batas. adapun untuk sisi-sisi kebebasan dan kemerdekaan yang paripurna dalam pelbagai aspeknya. meski tanpa disengaja di tangannya telah penuh dengan semua itu. Di dunia mereka menempati posisi al ustadziyah (pemandu) –kami tidak mengatakan posisi pengendali.dunia. (Q. Oleh karenanya umat Islam tidak diperkenankan menghinakan atau memperbudak manusia lain. yang dia yakini adalah dakwah dan mengemban risalah. keadilan dan kedamaian. 308 377 Ibid 321 . budaya dan ekonomi. 376 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). maka umat harus menempuh jalan yang bisa membuatnya berdiri secara mandiri. demi mewujudkan kemerdekaan yang paripurna dan kemajuan yang dicitacitakan. Sebaliknya. tidak pula mengintai kekayaan bangsa lain untuk dirampasnya. Ketika saat mendirikan sebuah pemerintah Islam. firman Allah:            Artinya: "Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.khususnya terkait dengan penuaian amanat. hal.S An Nisa: 141)377 Upaya untuk mewujudkan kemerdekaan dan mengusir kekuatan penjajah dari negeri merupakan langkah utama sebelum mendirikan pemerintah muslim. maka hal itu akan menjadi pondasi dasar.

• Strategi Mengusir Penjajah Imam Syahid menggariskan poros-poros umum dan strategi yang cocok untuk mengusir penjajah dari negeri-negeri muslim –waktu ia beliau membuktikannya ketika berhadapan dengan penjajah Inggris di Mesir: 1. Hal. Membangkitkan umat dan menyadarkan dan mempersiapkannya untuk menghadapi penjajah: Hal ini tentunya merupakan pancaran dari pemahaman Islam dan apa yang diwajibkan kepada pemeluknya. 117 322 . Menghimpun kalimat masyarakat dan menyatukan kekuatan dan usaha. Imam Syahid menggunakan pelbagai sarana personal dan kolektif untuk membangkitkan dan mempersiapkan masyarakat. Imam Syahid. yang di belakangnya tiada lain adalah upaya merusak bangsa Timur dan melenyapkan persatuan Islam. Imam Syahid berkata."379 2. Imam Syahid tahun 1931. begitupula membongkar cela para pecundang dan orang-orang yang tertipu. Kewajiban dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya. menahan siapa saja yang berbaik sangka terhadap musuh. mereka tidak jauh berbeda dengan orang-orang Eropa. dan siapa saja yang telah membius otot-otot kami dengan pemikiran-pemikiran palsu dan kalimat-kalimat rayuan. kami akan menghimpun masyarakat dalam satu kata di pelbagai pertemuan dan muktamar. "Kami menyebarkan buletin dan keteranganketerangan yang menjelaskan kepada masyarakat tentang hak-hak mereka yang tersembunyi dan apa yang ditutupi dari cela para pecundang dan mereka yang terpedaya. sehingga hal ini benar-benar menjadi sesuatu yang diyakini secara kuat dan tertanam. karya Fuad Al Hajarsi. diambil dari buku. serta mengkoordinasikan strategi untuk itu: 378 379 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemuan Ketua-ketua Wilayah) Dari makalah. menjadi rujukan dan yang diserukan oleh masyarakat."378 "Merupakan kewajiban kami untuk merubah tanpa terjangkit wabah pemikiran mereka yang telah akut.

dan meyakini bahwa pada dasarnya tergantung kepada diri sendiri. Menggunakan kekuatan pers untuk memberi tekanan dalam skala internasional untuknya: "Kami akan mengirimkan saudara-saudara kami ke segenap penjuru Negara-negara asing."380 "Sekarang. hal. 117 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). "Jika hal ini tidak memberikan faedah apa-apa dan kami tidak mendapat bagian apapun dari dunia baru. 270 383 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). kita harus bersekutu dan bersatu. hal. serta menghancurkan semua belenggu penindasan dan imperialisme."381 3. Semua itu pada hakikatnya adalah satu masalah saja. yakni penyempurnaan kebebasan dan kemerdekaan. Kita harus kembali pada apa yang telah diwajibkan oleh Islam (kepada semua pengikutnya) sejak pertama ia diturunkan. 229 382 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah)."383 –baik pemerintah maupun masyarakatuntuk menjelaskan problematika yang dihadapi serta mencari dukungan 380 381 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). 270 323 ."382 "Walaupun dengan tekanan pers terhadap Negara-negara asing dan terhadap organisasi-organisasi dunia. yang akan mempegaruhi rakyat dan pemerintahnya terhadap permasalahan nasional Islam."Kami akan menyerukan penyelenggaraan muktamar Arab-Islam untuk menyatukan kekuatan dan mengkoordinasikan strategi. yakni ketika Islam menjadikah wihdah sebagai salah satu makna dari sekian kandungan makna iman. yang hampir sama dengan masalah yang sedang kita hadapi. hal. maka kami akan tahu bagaimana meneguhkan diri kami dan membuat benteng yang kokoh antara kami (orang-orang yang beriman) dan orang-orang zhalim itu. kita berada di depan berbagai situasi internasional yang baru. namun Imam Syahid mengetahui kadar relativitas aspek-aspek tersebut. hal.

maka tidak benar kalau hanya menyandarkan diri pada aksi protes semata. baik sebagai duta besar atau sebagai dalang. Maka pintu pertama proses perbaikan ini adalah kita melawan dua fenomena ini. hal. atau yang membuat kita terpaksa melepaskan beberapa bagian dari hak kita. Perdamaian dengan penjajah Imam Syahid membatasi bentuk-bentuk perdamaian dengan para penjajah. Hal."384 4. "Kendati demikian."385 5. Imam Syahid tahun 1931. diambil dari buku. 258 324 . karena aksi protes tidak mampu menghilangkan beban dan tidak dianggap telah memenuhi kewajiban. Cara ini tidak dilarang untuk digunakan dan dimanfaatkan dengan syarat bahwa pemberian hak harus dilakukan secara total. Karena jika tidak. negeri-negeri Arab dan Islam adalah intervensi pemerintah asing. agar masyarakat terbebas dari dua imperialis. karya Fuad Al Hajarsi. Imam Syahid. jangan sampai ada hak kita yang dirampas atau kebebasan kita yang terpasung. bahkan tidak bermanfaat sama sekali. dan ini merupakan kelemahan yang tidak seharusnya terjadi di dalam pemerintah. seperti perjanjian dan pemberlakuan hukum sebagai sarana untuk mengusir mereka. sehingga seluruh keinginan dan pelaksanaan pemerintah adalah sesuai dengan keinginannya. Menghadapi kelemahan pemerintah dan intervensi asing dengan menggunakan opini publik untuk melakukan tekanan dalam rangka menghadapi kerusakan ini: Imam Syahid berkata."Yang saya inginkan adalah agar umat Islam meyakini bahwa aksi protes saja tidak cukup. Islam menyambut baik adanya cara-cara yang konstruktif untuk mengakhiri pemusuhan. Kewajiban dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya. Imam Syahid berkata. maka seluruh upaya akan sia-sia belaka. 117 385 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). "Sesungguhnya faktor utama yang merusak tatanan kehidupan masyarakat Mesir. jika cara384 Dari makalah. atau sebagai sarana untuk memperpanjang usia penjajahan.

386 Adapun pemberlakuan hukum yang didasari oleh keuntungan dan ambisi Negara. (Q. selama hal itu bukan masalah yang haram. selama di dalamnya terdapat kemaslahatan dan tidak merugikan kaum muslimin sendiri. yaitu bermaksud mengurangi (merampas) hak umat Islam – sebagaimana dapat kita lihat dari keputusan-keputusan PBB atau organisasiorganisasi dunia lainnya-. Seperti 386 sikap Imam Syahid menolak keputusan PBB terkait dengan Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). sendiri pernah melakukan genjatan senjata dengan orang kafir dalam Perjanjian Hudaibiyah. Di antara jenis perdamaian adalah genjatan senjata. Diantara jenis perdamaian yang lain adalah mau berhukum dengan hukum orang lain. Maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Meski dalam hal ini kita tidak pernah menjumpai bahwa Rasulullah Saw. jika hal itu akan mengantarkan kepada kebenaran. jika hal itu bisa mengarah pada pencapaian kebenaran yang sempurna. 224 325 . Akan tetapi hal itu bisa dibenarkan jika dilihat dari konteks ayat dan keharusan untuk bersepakat atas kebaikan. atau salah satu khulafaaur Rasyidin yang rela dengan hukum orang kafir. Islampun tidak melarangnya apabila hal itu terjadi antara kaum muslimin dengan non muslim. maka hal itu tidak bisa diterima apapun alasannya.S Al Anfal: 61) Rasulullah tidak memilih antara dua perkara kecuali yang paling mudah. Rasulullah Saw. firman Allah:                  Artinya: "Dan jika mereka condong kepada perdamaian.cara itu pada akhirnya mengakui akan kebenaran bagi yang berhak. Sesungguhnya dialah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. hal.

"Jika usaha-usaha seperti ini menemui jalan buntu. Imam Syahid berkata. sarananya. Kita juga telah melakukan adopsi hukum. Namun. Hal ini benar. kondisi stagnan itu akan semakin mengakibatkan kegundahan dan ketidakmenentuan. namun kita tidak mendapatkan apa-apa. Diperlukan pernyataan sikap perlawanan dan membatalkan semua kesepakatan dan keterikatan: Imam Syahid berkata. yakni mengumumkan permusuhan (peperangan). kelicikan dan tipu daya penjajah Inggris. wilayah Arab dan wilayah Yahudi. Bahkan. "Seorang penulis terkemuka pernah menuliskan. keuntungan moral itu sama permasalahan mendasar. maka prinsip Islam telah jelas.pembagian wilayah Palestina menjadi dua. karena kita masih tetap bersama Inggris. karena dikalahkan oleh berbagai kepentingan internasional dan ambisi kolonial." 387 kemudian segera melakukan jihad dengan pelbagai 388 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). hal. Imam Syahid berkata. yang dengan itu kita tidak akan bisa maju selangkah pun. Slogan-slogan kosong dan katakata tidak membuatnya lengah terhadap kebenaran. Hal ini karena kebandelan. Imam Syahid tidak tertipu dengan gembar-gembor pers tentang perjanjian dan keuntungan yang kami ambil. namun kita juga tidak memperoleh hasil apapun. "kami telah melakukan genjatan senjata. 225 388 Ibid 326 . sesungguhnya kita telah memperoleh keuntungan moral yang besar dengan diumumkannya problem-problem kita secara besar-besaran di hadapan dunia internasional."387 6. beliau menentang keputusan tersebut dengan segenap kemampuan yang dimilikinya. mengungkapnya dari hanya sekedar saling memahami sekali tidak secara sempit kepada sebuah cukup untuk mengantisipasi pernyataan yang memiliki yang paling legitimasi di tingkat global.

Dalam bidang operasional kemiliteran. kita harus merasa cukup (dan sementara membatasi diri) dengan apa yang ada di negeri kita dan di negeri saudarasaudara kita dari bangsa Arab dan kaum muslimin (tidak perlu minta bantuan ke Negara yang lain. kita mendeklarasikan kepada mereka untuk mencabut semua ikatan dan kesepakatan antara kita dengan mereka. Pada saat yang sama. mengajaknya untuk menunaikan tugas 389 390 391 Ibid Ibid Ibid 327 . serta mengumumkan bahwa kita dalam kondisi perang.390 Kerja keras ini bukan tidak mungkin bisa ditangani oleh individu atau lembaga tertentu. harus dibangkitkan semangat untuk meraih izzah. Imam Syahid maju dan menyampaikan gagasan perbaikan ini kepada pemerintah. rakyat harus diberikan pendidikan dan latihan militer.Beliau juga berkata. Dalam bidang ekonomi.391 Oleh karena itu. sambil menunggu datangnya kesempatan dari Allah (sampai dating waktunya untuk berperang dengan mereka). Di atas asas inilah kondisi sosial akan berubah. kemuliaan dan cinta kemerdekaan. Namun.389 Harus dipersiapkan pula moralitas bangsa untuk hal itu dengan berbagai penerangan dan sosialisasi besar-besaran. pemerintahlah yang harus menjadi penanggungjawab yang pertama dan terakhir. persis sebagaimana sebuah bangsa ketika menghadapi perang yang sesungguhnya.) Dalam bidang sosial. Dari situlah kita akan mulai mengatur kehidupan kita sendiri tanpa campur tangan mereka. "tidak ada jalan lain bagi kita kecuali mencabut perjanjian genjatan senjata itu dan mengumumkan perang terbuka.

memberi tekanan hingga pemerinatah mengambil langkah konkret untuk mengentaskannya. pers dan boikot-boikot yang lain. kita akan bisa terbebas dan mampu menjadi lawan yang seimbang bagi bangsa-bangsa yang rakus di 392 393 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). dan produk-produknya. budaya. "Mereka akan menyaksikan bahwa senjata negatif ini akan menghilangkan keinginan mereka dan mengembalikan permusuhan itu kepada diri mereka sendiri. karya Fuad Al Hajarsi. serta merasa bangga dengan ketimurannya (keIslamannya). Dari makalah. Imam Syahid. minimal pemerintah memberikan perlindungan. baik kebiasaan. baik boikot ekonomi.dengan segala sarana dan prasarana. 7. Hal. sosial. hal. yakni sebuah nilai lain dari nilai-nilai kekuatan yang tidak lain adalah persatuan dan kesatuan)." "Boikot segala sesuatu yang tidak berasal dari Timur (Islam). budaya. diambil dari buku. Boikot Diantara sarana konvensional yang diserukan oleh Imam Syahid dalam rangka memberikan perlawanan kepada penjajah adalah melakukan boikot. Imam Syahid tahun 1931. sehingga kita menyaksikan sebuah jalinan yang demikian kuat antara kita dengan Islam. 275 328 . yang keduanya saling memberi dukungan dan saling menghormati. kelemah-lembutan dan dukungan. dan dukungan terhadap aktivitas militer rakyat untuk melawan penjajah."394 "Dengan cara ini (yang dengan sendirinya akan menambah perbendaharaan sarana khusus kita bagi setiap umat mencabut perjanjian damai dan jihad tadi. Kewajiban dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya."393 "Dunia Islam dengan segenap jiwanya telah memberikan kepada kita kepekaan perasaan."392 "boikot adat budaya dan produk-produk yang tidak Islami. 117 394 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya).

Perlawanan total dalam menghadapi penjajah membutuhkan persiapan dan pengorbanan. 398 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). 311 397 Lihat. banyaknya pasukan dan armada perang. dimana pada akhirnya ia berhasil mengusir penjajah setelah kesyahidannya."396 9. 258 329 .dunia ini. Perlawanan rahasia di Terusan Suez. kami tidak menggantungkan jihad pada kekuatan senjata. 314 396 Ibid. kami menyadari bahwa kami lebih lemah dari itu semua."398 dalam perlawanan militer terhadap penjajah."395 8. a. memberikan pengorbanan dan jiwa para syuhada dalam pertempuran sengit di Terusan 395 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). Al Ustadz Kamil Syarif b. "Saat kami beriman dan berjuang. hal. Ustadz Fuad Al Jaharsi. hal.397 Imam Syahid berkata. untuk itu perlu persiapan jiwa untuk melakukannya: "Rakyat sangat siap untuk berkorban. Partisipasi jamaah dalam memberikan perlawanan militer terhadap penjajah: Imam Syahid benar dalam strateginya dan sukses dalam penyiapan jamaah dan masyarakat. Pengusung panji dakwah abad 20. Jamaah Ikhwanul Muslimin memberikan kontribusi luarbiasa Suez. dan Negara-negara yang saling berkompetisi untuk memperebutkan materi dan kepentingan. Imam Syahid. dan kami merasakan dengan rasa yang mendalam terhadap rantai yang membelengu tangan dan kami kami. Tujuan yang mengarah pada kemenangan atau mati syahid. Bab khusus tentang pertempuran Ikhwanul Muslimin melawan Inggris. hal. tetapi hanya untuk sebuah tujuan yang jelas.

c. tanpa persiapan dan strategi yang jelas dan menyeluruh."399 Perlawanan ini dilakukan dengan berpedoman kepada prinsip-prinsip dakwah. 399 Ibid. Beliau juga menolak penghentian peran dan aktivitas jamaah ketika terwujudnya kemerdekaan dan kebebasan saja. membantu dan memperjuangkannya. Jamaah menjadi sarana untuk mewujudkan seluruh visi dan misinya. dan dengan pandangan yang komprehensif dan luas. Dimana jamaah berada di garda terdepan umat yang akan memimpin perjuangan. atau menjadi bagian yang terpisah dari umat dan masyarakat. mempersembahkan syuhada. dan di dorong oleh keimanan dan diarahkan oleh cita-cita. 270 330 . b. sebagaimana dapat kita lihat dalam siasat Imam Syahid: a. hal. Kemerdekaan dan kebebasan bukanlah visi satu-satunya. atau hanya menjadi petualangan militer semata. memberikan pengorbanan. dan menjaga agar tidak terjadi benturan dan singgungan antara visi-visi tersebut satu sama lain. sementara masyarakat di sekitarnya menerima. atau jamaah hanya membatasi tujuannya hanya pada target-target ini –walaupun target tersebut sangat penting-. oleh karena itu maka kerja yang harus dilakukah adalah membentuk sistem khusus untuk melatih dan mempersiapkannya pada hari pembebasan. atau hanya terbatas pada visi-visi yang parsial."Kami akan bekerja dengan landasan spirit perasaan ini: Kami akan menegakkan kebenaran. begitupula mempersiapkan jamaah ini untuk berperan di bidang tersebut. Imam Syahid menolak perlawanan yang asal-asalan. Bahwasanya diperlukan persiapan yang hakiki terhadap umat dan menyadarkannya. namun ia merupakan bagai dari satu susunan sempurna dari visi dan strategi.

hal ini 331 . setelah melakukan persiapan dan pada waktu yang tepat. sesuai dengan perkembangan peristiwa dan beban-bebannya. dimana peperangan banyak menelan pentolan-pentolan dakwah dan unsurunsur yang berkualitas. dan dengan keutamaan Allah terlihatlah kemampuannya untuk tetap eksis dan memproteksi dakwah. namun ia juga mencakup pemenuhan yang terus menerus terhadap kebutuhan. dengan mengarahkan serangan-serangan yang mematikan. e. proses eksistensi. d. sementara penempatan (kader) yang dilakukan terkadang belum mengalami pematangan dalam persiapan tarbawi dan yang akan berperan sebagai unsur pemimpin. Musuh telah berupaya untuk memukul mundur jihad Ikhwanul Muslimin di Palestina dan Terusan Suez. Ikhwanul Muslimin mampu menghadapi serang-serangan itu. Kami melihat bahwa jamaah telah maju kehadapan. hari itu dinamakan sebagai Yaum Dam (hari berdarah). Persiapan ini tidak hanya dengan mempersiapkan kuantitas pasukan yang sesuai dengan persiapan yang sempurna. Adapun unsur utama yang sangat dibutuhkan dalam segmen ini adalah al fard (individu muslim) yang akan disiapkan dan ditarbiyah. keberlangsungan dan upaya mewujudkan visi-visinya berjalan seimbang dengan target pembebasan dan kemerdekaan. pengorbanan menghadapi rintangan dan kepungan musuh.Oleh karena itu kita melihat pembangunan jamaah. dan keluar dari pertempuran dengan kekuatan yang semakin membaja. melawan penjajah Inggris dan mengusirnya keluar dari negeri Mesir. untuk melanjutkan aktivitas dakwah secara sempurna. dan Imam Syahid telah mempersiapkan sarana untuk Ikhwanul Muslimin dan masyarakat dengan persiapan yang sempurna dalam pelbagai aspek dengan berbagai mengantarkan kepada kemerdekaan negeri. ia mampu memikul beban dakwah segenap dengan penuh ketegaran dan dengan dan jiwa menghadapinya syuhada yang dengan gugur. namun segala puji bagi Allah.

bahwa sesungguhnya Negara Islam merupakan satu kesatuan yang tidak terbagi-bagi. sebagai akibat dari perseteruan dan pengorbanannya. atau karena sedikitnya waktu yang tersedia. hal."401 Imam Syahid menegaskan bahwa tidak ada sikap mengalah atau penyepelean terhadap penjajah. sehingga menyebabkan sedikitnya basis-basis shaf tarbiyah dan banyaknya unsur-unsur yang bersemangat yang telah ditempatkan tanpa melalui persiapan tarbiyah yang matang. Sehingga setiap umat Islam wajib saling bahu membahu dan bekerjasama mewujudkan kebebasan dan kemerdekaan di setiap negeri-negeri muslim. Imam Syahid berkata."400 "Kelaliman yang dilakukan di setiap jengkal tanah yang dihuni seorang muslim. harus 400 401 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). "Saya ingin menuntaskan permasalahan ini. 170 332 . 204 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). sehingga mereka menjadi pentolan-pentolan jihad dan pemimpin nasional. • Makna Negara Islam dan sikap terhadap permasalahan Palestina: Imam Syahid meluaskan pengertian Negara Islam hingga mencakup seluruh Negara Islam. hal. walaupun dalam waktu yang panjang. Ini yang sebenarnya yang diinginkan dari makna Islam dan persatuan umat Islam. atau kerusakan struktural di jamaah dan tarbiyah. permusuhan terhadap salah satu bagiannya merupakan permusuhan terhadap bagian-bagian yang lain. namun sayangnya pembinaan tarbiyahnya masih lemah. dan penyimpangan pemikiran.dikarenakan cepatnya perputaran peristiwa dan tekanan yang terjadi. dan kurang menguasai aspek-aspek dakwah dan rukunrukunya. Hal ini yang kemudian membuatnya terancam fitnah. merupakan kejahatan yang tak bisa dimaafkan. Dengan demikian kita sampai kepada shaf yang pondasi dan bangunan utamanya mengalami kelemahan.

jika bagian dari tujuan kalian -sebagai dakwah Islam yang benar dan paripurna. 150. dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'. Imam Syahid berkata. firman Allah:                     Artinya: "Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran).adalah membebaskan 402 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). India dll. Sungguh akan tiba suatu hari dimana akan terbayar semua perhitungan ini. hal. Begitupula dengan Perancis dan Italia. tanpa ada satupun yang dikurangi. Dan Allah tidak menyukai orangorang yang zalim. dimana Islam telah mewajibkan kepada setiap penduduk di setiap wilayah tersebut – dan kita juga tentunyauntuk berusaha menyelamatkan dan membebaskannya dari cengkeraman musuh. 151 333 . "Perhitungan kita dengan Italia tidaklah lebih sedikit daripada Perancis.ada pengembalian hak-hak kita secara sempurna. (Q.S Ali Imran: 140)402 "Maka merupakan hal yang alami. Beliau berkata tentang hal ini. dan hari ini termasuk dalam kelompok mereka Rusia. Amerika. "Setelah itu perhitungan kita dengan pihak Inggris adalah perihal daerah-daerah muslim yang didudukinya.

Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). -sebagai tempat yang memiliki keistimewaan. Fuad Al Hajarsi. Bagi yang ingin memperluas dan mendalami lebih jauh perkataan-perkataan beliau. hal ini sebagai bentuk penolakan terhadap ketetapan yang dikeluarkan oleh PBB tentang pembagian wilayah Palestina menjadi dua bagian dan pengakuan terhadap eksistensi Israel sebagai Negara yang sah di Palestina. 405 Ikhwanul Muslimin dan Permasalahan Palestina. "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin tidak ada cara lain untuk membebaskan Palestina kecuali dengan kekuatan. atau menyetujui Yahudi untuk hidup berdampingan dengan bangsa Arab di bawah pemerintah Palestina yang merdeka. dan mengajak seluruh bangsabangsa Arab dan Islam untuk bangkit membela Palestina. 14 406 Ibid 334 . dan merupakan contoh yang sangat jelas terhadap perampasan negeri kaum muslimin. Kami akan menyampaikan secara ringkas." Sebagaimana yang beliau tulis dalam suratnya kepada Abdurrahman Azzam. "Membersihkan Zionisme dari negeri-negeri Islam.405 Imam Syahid menyampaikan seruan kepada Negara-negara Arab dan Islam untuk segera menarik diri dari PBB.Lembah Nil. Dalam memoar yang beliau sampaikan kepada Biro Politik Liga Arab. Imam Syahid meminta.yaitu dalam pertempuran antara Islam melawan Barat. Ustdadz Kamil Syarif. Ikhwanul Muslimin dan Permasalahan Palestina. bangsa Arab dan negeri-negeri muslim dengan seluruh bagiannya dari penjajahan bangsa asing. sekretaris jendral Liga Arab ketika itu. beberapa kalimat dan pengarahan yang dberikan oleh Imam Syahid terkait dengan hal itu. dengan syarat mengembalikan setiap penduduk Yahudi ke negeri asalnya setelah Perang Dunia I."403 Hal ini sebagaimana peran yang dilakukan oleh Imam Syahid dalam membebaskan negeri-negeri muslim. 251 Diantaranya: Ikhwanul Muslimin dan Perang Palestina. silakan untuk merujuk kepada referensi-referensi khusus tentang hal itu. Seperti perannya terhadap permasalahan Palestina.404 Imam Syahid berkata. hal."406 403 404 Risalah. hal. dll. Fuad Al Hajarsi.

dan dalam memobilisasi umat Islam. sebagaimana disebut dalam makalahnya yang berjudul Mihnatul Islam. hingga Allah mewariskan bumi dan seluruh isinya. Sesungguhnya kita adalah pembawa risalah dakwah yang menolak cita-cita palsu dalam setiap manuver politik yang tidak dipimpin oleh Islam. sebagaimana Islam menghancurkan yang lainnya. orang-orang asing. Walaupun dengan segala konsekuensi dan perkembangan yang akan terjadi. Jalan yang akan kalian lalui sangat panjang. karena gerakannya adalah gerakan ideologi. 407 Ibid."407 Dengan segala keterbatasan kemampuan jamaah serta marabahaya yang senantiasa mengintai. serta besarnya kekuatan permusuhan yang berada di belakang Yahudi. Imam Syahid berkata. Ini adalah jalan kita yang tidak boleh kita lewatkan sebagai pertempuran dan pembuktian kepahlawanan. hal. "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin akan mengerahkan seluruh jiwa dan harta mereka demi menjaga keutuhan setiap jengkal tanah palestina yang Arab dan Islam. Adapun Israel. orangorang asing. Sesungguhnya Israel akan berdiri. dan jamaah Ikhwanul Muslimin masih dalam tahap pembinaan. mereka adalah orang-orang asing. mereka telah mempersembahkan darahnya dalam perjuangan di jalan Allah dalam peperangan yang dikuasai oleh kaum yang tidak memperdulikan Islam (maksudnya para pemimpin Mesir pada waktu itu. namun Imam Syahid tetap ikut serta dalam jihad melawan Yahudi. Demikianlah sikap beliau terhadap pelbagai permasalahan umat Islam. Dalam ucapan belasungkawa untuk para syuhada jamaah yang gugur di Palestina.Dalam memoar yang ditulis kepada Dubes Inggris. seperti raja Faruq dan lain-lain). darah suci dan mulia yang tertumpah tidak akan ada gantinya. akan tegak berdiri dan akan tetap eksis hingga Islam menghancurkannya. 40 335 . Imam Syahid menyampaikan. panjang dan menakutkan. "Mereka adalah orang-orang yang tidak berdosa yang berada di sisi Allah.

Fuad al Hajarsi. yaitu melenyapkan Islam dan kaum muslimin.409: "Wahai umat Islam.408 • Mengenal dengan baik Karakter musuh Imam Syahid sangat berbeda (istimewa) dengan pengetahuan dan pengenalannya yang mendalam terhadap musuh. Oleh karena itu. yang kehilangan cahaya sehingga tidak ada setitik cahayapun yang tampak dari cahaya kebenaran. Imam Syahid berkata pada tahun 1931 M.dan setiap jihad yang tidak dipimpin oleh kalimat Allah. Merupakan kesia-siaan kalian berharap mendengarkan kalimat-kalimat lembut dan santun dari kelompok mereka. merupakan kesia-siaan kalian berupaya menjadikan musuh sebagai pemimpin. sehingga Allah Swt. akhirnya memberikan anugerah syahadah kepadanya. Walaupun mereka berbeda ambisi dan keinginan. Kewajiban Dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya. menjadi lebih gelap dari kegelapan malam. yang kemudian membuat mereka berprilaku buas dan gila. Hal itu tiada lain adalah intrik pasukan Salib dan manuver politik yang sudah terbelakang. hal. dalam makalahnya yang berjudul. Ikhwanul Muslimin dan Permasalahan Palestina. 15 409 Makalah: Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya. dari buku. sementara mereka telah berkumpul di sekeliling kalian dan bersepakat untuk menteror kalian. Hal. atau lebih keras dari itu. Mihnatul Islam. Umat kita harus bisa membedakan antara orang-orang berakidah yang berjuang dan para pecundang dari politikus dan militer. dan menjalin hubungan dengan musuh-musuh kalian. Kita meminta maaf kepada Allah terhadap darah syuhada yang telah tertumpah. namun ada satu hal yang menyatukan mereka dan mereka bersumpah untuk menunaikannya. Merupakan sebuah kesia-siaan kalian menanti belas kasihan dari hari-hati mereka. Ustadz Fuad Al Hajarsi. sementara hati mereka telah membeku dan membatu. 408 Dari makalah. jika peringatan itu bermanfaat. mereka tidak mendapatkan solusi lain selain dengan membunuhnya. 117 336 . dan semoga ini menjadi peringatan bagi umat. Imam Syahid tahun 1931 (dari buku: Imam Syahid. serta tidak tertipu dan lalai ketika berhubungan dengan mereka.

firman Allah:                          Artinya: "(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia Berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu". Maka tatkala manusia itu Telah kafir. dan sesungguhnya 337 . Selain itu. bahwa mereka tidak merelakan apapun untuk mereka kecuali kemurtadan dan perbudakan. bahwa orang-orang mulhid dari kaum muslimin adalah musuh pertama kalian. Karena Sesungguhnya Aku takut kepada Allah. mereka juga memiliki kedengkian yang lama yang ingin mereka tebus dari kalian.Jangan kalian terpedaya wahai kaum muslimin. dengan kalimat yang lebih jelas. Maka ia berkata: "Sesungguhnya Aku berlepas diri dari kamu. cukuplah sudah kelalaian dan berbaik sangka yang sudah berlangsung lama. seandainya mereka sanggup. (Q.S Al Hasyr: 16) "Ingatlah kalian wahai Ikhwanul Muslimin. "Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran). Allah telah menggambarkan karakter kaum itu kepada kalian melalui firman-Nya:          Artinya.S Al Baqarah: 217) Allah juga berkata kepada Nabi-Nya Muhammad Saw. (Q. Rabb semesta alam".

menahan siapa saja yang berbaik sangka terhadap musuh. barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin. Maka Sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. janganlah kamu mengambil orang- orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu).S Al Maidah: 51). mereka tidak jauh berbeda dengan orang-orang Eropa. tanpa mengurangi sedikitpun dari dosa mereka. (Q. Barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka ia akan mendapatkan dosanya dan dosa orang-orang yang melakukannya sampai hari kiamat.mereka memiliki saham besar terhadap musibah yang menimpa negerinegeri muslim."410 410 Makalah ini kembali dipublikasikan di Majalah Dakwah. Merupakan kewajiban kami untuk merubah tanpa terjangkit wabah pemikiran mereka yang telah akut. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. Barangsiapa yang loyal terhadap suatu kaum. sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. maka ia termasuk ke dalam golongan mereka. yang di belakangnya tiada lain adalah upaya merusak bangsa Timur dan melenyapkan persatuan Islam. edisi 82 Syawal 1419 H/ Januari-Februari 1999 M. 338 . dan siapa saja yang telah membius otot-otot kami dengan pemikiran-pemikiran palsu dan kalimat-kalimat rayuan. firman Allah:                             Artinya: "Hai orang-orang yang beriman.

beliau berkata.apapun warnanya tidak memiliki perjanjian dan perlindungan. pada Januari 1951 M. 339 . Dipublikasikan oleh Majalah al Mabahits. hingga ketika menghadapi bahaya kita telah memiliki kesiapan yang sempurna. yaitu setelah deklarasi perang dunia I. walaupun mereka berupaya menunjukkan kelembutan dan belas kasih namun sesungguhnya mereka menyimpan sesuatu yang tidak mereka perlihatkan. 298 412 Dari makalah Imam Syahid. hal. dan kita akan berjuang untuk mempersiapkannya. dan diterbitkan kembali oleh Majalah Dakwah. ia tidak akan ragu untuk membohongi dirinya sendiri (dengan berpura-pura) jika ia mendapatkan kepentingan dan kemaslahatan dalam berbohong. berdiri dengan penuh kemantapan. mengingatkannya untuk berhati-hati agar tidak mengekor di belakang mereka. dan dengan penuh semangat.Imam Syahid mengenal benar karakter dan tipikal Negara-negara Barat."412 411 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). "Sesungguhnya Negara-negara Barat –wahai bapak kepala Negara yang mulia. namun kita harus mempersiapkan diri dengan sempurna."411 Imam Syahid juga sangat mengenal secara mendalam proyek-proyek Barat-Zionis yang ingin menguasai umat Islam. siasat dan ambisinya. yang terakhir ditulisnya. "Adalah bagian yang baik untuk kita. oleh karena itu beliau menganggap perlawanan terhadap proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari tujuan jamaah. januari/Februari 1999 M. Beliau mengirimkan surat kepada kepala pemerintah Mesir. dapat menyaksikan zaman dimana kekuatan Yahudi Internasional menantang bangsa-bangsa Arab dan Islam dan menodai kesuciannya dengan besi dan api. Maka kewajiban kita adalah tidak tunduk kepada mereka. Ali Mahir pada tahun 1939 M. maka kita akan menerima tantangan ini dengan keyakinan bahwa Allah yang maha tinggi dan maha mulia telah memberikan kepada kita keutamaan dan kelebihan untuk melakukan perlawanan terhadap musuh dan melumpuhkannya.

206 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). langkah kerja. "Islam datang sebagai aturan. 136. ia dianggap sebagai sesuatu yang prinsipil dalam Islam."413 "Dalam setiap perencanaan. Khalifah yang ketiga (Utsman bin Affan) berkata. namun harus diwujudkan dalam realitas kehidupan. hal. 340 . yang telah diyakini oleh Ikwan telah menjadikan pemerintahan sebagai salah satu pilar bangunannya. Ia tidak hanya menjadi alat pengarah dan nasehat. Ia menolak pemisahan antara agama dan politik. "Sesungguhnya. hal.Bab IX Tentang Tujuan Membentuk Pemerintah Islam Tentang Tujuan Membentuk Pemerintah Muslim • Mukadimah Imam Syahid menetapkan bahwa pendirian pemerintah Islam merupakan bagian asasi dari manhaj Islam. agama. Dahulu. Beliau juga menjelaskan bahwa pengaturan kehidupan dan Islam merupakan asas keimanan dan keyakinan terhadap syariat Islam. Ikhwanul Muslimin selalu melaluinya dengan di bawah cahaya hidayah Islam yang hanif ini. syariat dan pelaksanaan. Allah mencegah dengan kekuasaan sesuatu yang tidak bisa dicegah dengan Al Quran. pemimpin. dan penetapan target. Adapun perincian undang-undang dan peraturannya serta apa saja yang terkait dengannya."414 413 414 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Negara. Imam Syahid berkata. Lihat kembali Risalah Akidah Thahawiyah. maka telah disebutkan di dalam buku-buku fikih dan buku-buku cabang. Yang dimaksud Imam Syahid adalah bahwa pemberlakuan hukum dengan Al Quran dan mendirikan pemerintah Islam merupakan sesuatu yang asasi dan mendasar. Inilah yang mereka pahami sebagaimana telah dijelaskan pada awal tulisan ini. Agama Islam.

"417 Imam Syahid menjelaskan tentang dua asas utama. "Setelah itu kita menginginkan pemerintah muslim yang bisa membimbing anggota masyarakatnya ke mesjid. dan menyampaikan dakwahnya yang bijak kepada seluruh manusia.tidak mengungkap masalah politik atau bahwa politik tidak termasuk dalam agenda pembahasannya. tegak. dan diupayakan oleh seluruh kaum muslimin. atau para penjajah durjana. Tidak ada yang mengingkarinya kecuali orang yang zalim lagi durhaka. Barangsiapa yang beranggapan bahwa agama –terlebih lagi Islam. maka sungguh ia telah menganiaya diri sendiri dan pengetahuannya."415 Oleh karena itu. Mereka dan bertanggungjawab di hadapan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha pengabaian mereka menegakkannya keengganan mereka untuk mewujudkannya. merealisasikan sistem sosialnya. Imam Syahid menjadikan politik menjadi bagian dari tujuan utama yang diupayakan oleh jamaah. hal. Beliau menyebutkan dalam tingkatan amal dan tujuan jamaah. 317 416 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). 178 341 ."Islam yang hanif ini mengharuskan pemerintahannya tegak di atas kaidah sistem sosial yang telah digariskan oleh Allah untuk umat manusia. beliau berkata. mendeklarasikan prinsip-prinspinya yang lurus. dan membentuk pemerintah Islam di atas system ini. 415 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). kareka maka seluruh kaum muslimin untuk berdosa."416 "Kami akan bekerja untuk menghidupkan sistem pemerintah Islam dengan seluruh wujudnya. hal. Agar tegak di Negara ini sebuah daulah Islamiyah merdeka yang menerapkan hukum Islam. hal. 177 417 Ibid. Hal itu merupakan hak asasi manusia. Selama daulah ini belum Agung. "perhatikanlah selalu terhadap dua hal utama yang ingin kita capai: Agar Negara muslim merdeka dari setiap dominasi asing.

agar terbentuk Negara Islam baru yang menegakkan dan menjalankan hukum-hukum ini terhadap umat manusia yang didukung oleh umat Islam. kemasyarakatan.418 "Maka kalian harus menuntut dengan hak Islam untuk mendirikan sebuah pemerintah yang memperhatikan prinsip.”420 "Ikhwanul Muslimin berusaha agar sistem Islami didukung oleh para penguasa. Kehidupan mereka diatur oleh tuntunan syariah berdasarkan wahyu yang diturunkan Allah kepada Nabi-Nya. firman Allah:                 Artinya: 418 419 420 Risalah. 251 Risalah. Nahwa an Nur (Menuju Cahaya) 342 . hal. dan di setiap Negara-negara Arab. dan akidah yang mempersatukan seluruh pemeluknya. dan menyaratkan kebebasan dan kemerdekaan yang sempurna. nilai-nilai dan ajaran Islam. maka kalian harus menuntut dengan hak Islam untuk mendirikan sebuah pemerintah yang memperhatikan prinsip. di Negara-negara Arab.Kita ingin merealisasikan dua sasaran ini di Lembah Sungai Nil (baca Mesir). hal. Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini)."419 “JIka tujuan-tujuan ini –perbaikan individu dan masyarakat muslim. nilai-nilai dan ajaran Islam.tidak bisa diwujudkakn kecuali di bawah naungan sebuah pemerintah yang shalih. 107 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). karena Islam merupakan agama. dan di setiap Negara yang telah disejahterakan oleh Allah dengan akidah Islamiyah.

"Kemudian kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu). 3."422 Mereka adalah para duat prinsip dan akidah. riba dengan segala sesuatu yang berhubungan dengannya dari al Qimar 421 422 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Imam Syahid berkata. Menghormati kewajiban dan syariat Islam. Menghindari al Mu'biqat (perbuatan maksiat yang merusak) yang telah diharamkan oleh Islam. yang indikasi konkretnya antara lain: 1. setiap pegawai dan pekerjanya komitmen dalam melaksanakannya. maka mereka siap menajdi tentara. 206 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) 343 . "Ikhwanul Muslimin tidak menuntut tegaknya pemerintahan untuk kepentingan dirinya dan kelompoknya. menunaikan amanat dan berhukum kepada sistem yang sesuai dengan manhaj Islam dan Al Quran. zina dan segala sesuatu yang mengarah kepadanya. yang berdakwah dengan penuh keikhlasan kepada pemerintah untuk kembali kepada manhaj Islam. 2. dan menggariskan kepada mereka jalan dan langkah yang dibutuhkan untuk itu.S Al Jatsiyah: 18)421 • Ikhwanul Muslimin Tidak Ambisi Kekuasaan dan Tidak bermaksud menguasai pemerintahan: Imam Syahid berkata. dan hendaknya orang tua diantara mereka menjadi qudwah bagi yang lain. kemudian kepada pemerintah Arab dan Islam untuk mengembalikan sistem kehidupan dan peradabannya kepada sistem Islam. Mendeklarasikan bahwasanya ia adalah pemerintah Islam yang menerapkan fikrah Islam sebagai asas Negara secara resmi. pembela dan penolongnya. seperti Khamr (minuman keras) dan yang sejenisnya. (Q. jika Ikhwan mendapati di tengah umat terdapat orang yang siap memikul beban. Maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak Mengetahui. "Untuk itu pertama-tama kami meminta kepada pemerintah Mesir. hal.

268 424 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). 6. hal. dengan tidak membolehkan praktek-praktek seperti ini dan tidak melindungi pelakunya dengan kekuatan hukum. Imam Syahid menyebut tidak diberlakukannya syariat atau terlambatnya pemberlakukan syariat sebagai kejahatan dan pelanggaran terhadap hak kaum muslimin. sementara pelaksanaannya berada di lembah yang lain. Syariat Islam seolah-olah berada di suatu lembah. 5. sehingga beban yang dipikul oleh jamaah bertambah berat. serta tidak berhubungan dengan masyarakat dengan cara-cara ribawi. kenyataannya kini tidaklah demikian. Inilah hak Islam terhadap kita. yang dapat membentuk tabiat pelajar dengan nilai-nilai Islam dan membekali mereka dengan hukumhukum dan hikmah. yang mengharuskannya mampu mewujudkan tujuan utama ini. diamnya para pembaharu Islam dari tuntutan diberlakukannya hukum Islam adalah dosa besar yang tidak terampuni kecuali dengan mengambil alih pemerintahan dari tangan mereka yang tidak mau menegakkannya. dimana terdapat pendidikan tarbiyah Islamiyah nasional. Oleh karena itu. dan kami telah menyampaikannya.(Judi). Ia sebagaimana yang anda lihat. dan hendaknya pemerintah menjadi qudwah dalam hal ini. Ya Allah saksikanlah. Menjadikan ajaran Islam sebagai landasan dalam setiap sikap dan kebijakan. Menjadikan syariat Islam sebagai referensi utama undang-undang. 138 344 .423 • Keterlambatan Pemerintah (dalam menerapkan syariat Islam) Namun realitanya. pemerintah belum menerapkan syariat Islam dengan benar. hal. Namun. memberikan perhatian yang besar kepada pendidikan bahasa Arab dan sejarah. 4. Memperbaharui kurikulum pendidikan.424 423 Risalah. harta haram. 267. Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah).

dan kalimat ini bukan dating dari kami sendiri. namun ternyata ketetapan ini tidak cukup bisa menghalangi para petinggi pemerintahan dan para tokoh politik untuk merusak citra Islam dalam persepsi dan pikiran khalayak. Sesungguhnya Ikhwan belum melihat suatu pemerintahan –baik pemerintahan yang sekarang maupun yang lalu. hal.425 Namun. dan 425 426 Ibid Ibid 427 Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). sementara ia biarkan pemerintah memberlakukan hukum yang tidak diridhai oleh Allah.426 Merupakan kesalahan yang fatal ketika kita melupakan akar pemikiran ini. Ini merupakan kelemahan pertama dan awal mula kerusakan. dengan keyakinan dan perbuatan mereka yang menjauhkan antara petunjuk agama dan muatan politik. serta merusak keindahan Islam dalam realitas kehidupan. 345 . Dan Ikhwanlah yang selama ini bekerja untuk itu. Masyarakat hendaknya memahami hal ini dan menuntut kepada pemerintah untuk mendapatkan hak-hak keIslamannya. 317. Kami hanya mempertegas apa-apa yang telah ditetapkan hukum Islam itu sendiri. maka tetaplah pemerintahan itu menjadi bagian dari manhaj Ikhwan.Ini adalah kalimat yang telah jelas. jika ternyata Ikhwan tidak mendapatkannya. Mereka akan terus bekerja dalam rangka membersihkannya dari tangan-tangan penguasa yang tidak mau melaksanakan hukum Allah. tentang Sistem pemerintahan.427 Jika ada seorang pembaharu muslim yang sudah merasa puas hanya menjadi seorang ahli ilmu dan penasehat.yang bisa mengemban amanat dan menunjukkan kesiapannya untuk menegakkan nilai-nilai Islam. menetapkan keputusan hukum. Kita tetapkan dalam UUDa kita bahwa agama resmi Negara adalah Islam. menggelar kajian ushul fiqih dan Fiqih praktisnya. sehingga dalam prakteknya kita sering memisahkan agama dari urusan politik (meski secara teorotis kita mengingkari pemisahan seperti ini).

dan partai-partai politik di Mesir kecuali harus menepati janji syar'inya kepada Allah dan Rasul-Nya. yang tidak ada hubungannya dengan Islam. Mereka juga harus menepati janji sosialnya dengan bangsa ini ketika menetapkan undang-undang dan menyuarakan bahwa agama resmi Negara adalah Islam. Seluruh aturan yang engkau jadikan pijakan dalam setiap urusan hidupmu adalah aturan buatan manusia belaka. Kesetiaan ini akan melindungi negara dari berbagai ancaman sosial yang bertubi-tubi. 428 429 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). dengan mengatakan. tidak digali dari sumber nilai Islam dan tidak pula disandarkan kepadanya. Kesetiaan ini juga akan mengembalikan ketenangan dan ketentraman ke dalam hati dan jiwa."429 Beliau juga menunjukkan tentang pengkhianatan pemerintah terhadap janji dan amanat yang dipikulnya. Sudah bukan waktunya lagi untuk menipu dan memperdaya. Jika tidak. mereka mesti komitmen dengan ajaran Islam. di saat mereka mengucapkan dua kalimat syahadat.mendorong rakyatnya untuk melanggar perintah-perintah-Nya. 188 346 . hal. hal itu menuntut kita untuk secepatnya mengubah berbagai sudut pandang dan situasi. Namun. maka berarti mereka telah ingkar janji dan mengkhianati amanat Allah dan amanat manusia. niscaya kamu jumpai hakikat yang jelas di hadapanmu. "Berterus teranglah dalam menjawab pertanyaan tersebut. maka suara sang pembaharu tadi laksana teriakan di tengah lembah.428 Imam Syahid juga menjelaskan tentang kondisi realita yang sesungguhnya. Pemerintah harus berterus terang kepada rakyat untuk menentukan sikapnya terhadap rakyat dan sikap rakyat terhadap pemerintah. serta mengumandangkan dengan lantang bahwa lembah Nil adalah pengemban. "Maka tidak ada jalan lain bagi pemerintah Mesir. Kemudian. yakni dengan jauhnya mereka dari penerapan manhaj Islam.

197 432 Ibid 347 . baik yang pribadi maupun sosial telah kehilangan ruh Islamnya. 196. mereka telah tunduk kepada pola pikirnya."430 • Tentang Tabiat Pemerintah terhadap Islam: "Namun kita tidak mendapatkan tegaknya suatu pemerin Islam yang bekerja untuk menegakkan kewajiban dakwah kepada Islam. Penguasalah yang memudahkan jalan dan menyerahkan kepemimpinan kepada penjajah serta lebih mementingkan dirinya dari pada rakyatnya. kata-kata saja tidaklah berguna jika tidak disertai dengan amal.432 Adapun yang bertanggung jawab dalam kondisi ini adalah pemerintah dan rakyat. Akan tetapi. Lalu ia persembahkan itu kepada seluruh bangsa sebagai ideology alternative dunia yang memberi solusi yang benar dan jelas bagi seluruh persoalan umat manusia."431 "orang-orang yang jiwanya. dan penyeru risalah Islamiyah. Sungguh. tentu tidak mampu mengalirkannya kepada orang lain. Seperti ungkapan 'Orang yang tidak memiliki sesuatu tidak dapat memberikan apaapa'. tidak kuasa untuk menyerukan nilai-nilai dakwah yang bertentangan dengan sasaran yang diseru.pembela. dimanakah gerangan para pemimpin negeri kita ini? Mereka semua telah dididik di sarang pendidikan asing. hal. 303 431 Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). yang menghimpun berbagai sisi positif yang ada di seluruh aliran ideologi dan membuang sisi negatifnya. hal. mereka demikian antusias mengikuti jalan hidupnya. dan mereka berlomba menjilat untuk mendapatkan keridhaannya. sehingga mengakibatkan tersebarnya penyakit di badan-badan 430 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). rumah tangganya serta urusan hidupnya.

jawabnya adalah dengan jihad dan perjuangan. sehingga mereka menjadi mangsa santapan orangorang yang rakus dan ambisius. dan kerancuan.433 Sedangkan tentang undang-undang yang menyimpang dari syariat Islam. "suatu hal yang aneh dan tidak masuk akal jika undang-undang yang berlaku untuk umat Islam bertentangan dengan ajaran agamanya. Al Quran dan Sunah Nabi-Nya. melalaikan kewajiban. hal. Hidup tak boleh putus asa dan putus asa tak boleh ada dalam hidup ini. Pemerintah yang berjuang dan bekerja untuk menyelamatkan rakyatnya dan rakyatpun mendukungnya dengan kesatuan kalimat. 212 Risalah: l Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dan rakyat yang senang terhadap kehinaan. Mereka senantiasa bekerja dengan segala cara dalam rangka mengganti undang-undang semacam itu dengan syariat Islam yang adil dan utama.435 433 434 435 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Undang-undang wadh'i (ciptaan manusia). serta kekuatan tekad dan iman. bermalas-malasan. silau dengan kebatilan. mereka sekali-kali tidak akan pernah rela dan menyetujui undang-undang seperti ini. teks-teksnya juga bertentangan dengan UUD Mesir itu sendiri yang menyebutkan bahwa agama Negara adalah Islam. 211. serta kehilangan kekuatan iman dan kekuatan jamaah. Imam Syahid berkata. ketidakberdayaan. mengikuti hawa nafsu. di semua sisi perundangundangan. Sistem sosial yang dijadikan asas dan dijaga oleh pemerintah. 140 Ibid 348 .pemerintah Mesir dan bahayanya melanda seluruh manusia: egoisme. Jika umat-umat lain kehilangan pelita hidayah di masa-masa transisi."434 Adapun Ikhwanul Muslimin. riswah (suap). hal. ketidakadilan. maka kita masih memiliki Islam sebagai pelita dan cahaya yang membimbing kita. di samping bertentangan dengan agama. Marilah kita keluar dari kondisi yang bobrok ini dan menggantikannya dengan sistem sosial yang lebih baik. Bagaimana keluar dari kondisi ini.

karena kalau tidak maka kita tidak akan mendapatkan apapun. mewarnainya dengan shibghah Islam. hal. dan mewujudkan kebebasan dan kemerdekaan negeri dari seluruh intervensi asing. Imam Syahid berkata. seluruh kekuatan umat bersinergi bahu membahu. dan perubahan yang dikehendaki Ikhwan adalah perubahan secar total dan integral. hal. Maka pintu pertama proses perbaikan ini adalah kita melawan dua fenomena ini.• Perbaikan pemerintah yang komprehensif Mendirikan pemerintah Islam tidak mungkin dapat diwujudkan kecuali setelah membangun basis-basis yang menjadi pondasinya. bersatu patu untuk menghadapi dan mengadakan perubahan dan reformasi."437 "Sesungguhnya faktor utama yang merusak tatanan kehidupan masyarakat Mesir."438 Tujuan asasi. Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). maka seluruh upaya akan sia-sia belaka.439 Sesungguhnya Ikhwan bersabar dan menahan dirinya dari hanya mengambil peran di pemerintahan sementara jiwa-jiwa masyarakat masih 436 437 438 439 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). sehingga seluruh keinginan dan pelaksanaan pemerintah adalah sesuai dengan keinginannya."436 "Syaratnya adalah kebebasan dan kemerdekaan. hal. 258 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). melakukan perbaikan masyarakat dan menyiapkan mereka untuk menerima pemerintah tersebut dan membangkitan umat untuk meminta hal itu. baik sebagai duta besar atau sebagai dalang. "Namun kita menginginkan agar fikrah Islam mendominasi dan mempengaruhi semua kondisi. negeri-negeri Arab dan Islam adalah intervensi pemerintah asing. 251 Ibid. tujuan luhur. agar masyarakat terbebas dari dua imperialis. hal. dan ini merupakan kelemahan yang tidak seharusnya terjadi di dalam pemerintah. 237 Risalah.205 349 . Karena jika tidak.

• Sikap Terhadap pemerintah Sikap Ikhwanul Muslimin terhadap pemerintah yang tidak menerapkan syariat Allah dan menyimpang dari manhaj Islam adalah sebagai berikut: Tidak setuju dan tidak mengakui manhaj dan politiknya yang bertentang dengan syariat Islam dan Al Quran. hal. Imam Syahid berkata. hal. mereka sekali-kali tidak akan pernah rela dan menyetujui undang-undang seperti ini.177 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).443 440 441 442 443 Ibid. 138 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Maka diperlukan waktu untuk penyebaran dan mendominasinya prinsip-prinsip Ikhwan. hal.”440 Dengan demikian. dan para pemimpin Negara. serta keinginan masyarakat kepada pemerintah untuk menerapkan syariat Allah. kecuali setelah memenuhi faktor-faktor dan rukun-rukun syariatnya.dalam keadaan demikian. maka mereka tidak akan tergesa-gesa untuk mendirikan pemerintah Islam. 140 Ibid 350 . lalu masyarakat akan belajar bagaimana ia akhirnya lebih mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan Pribadi."442 Diantara sarana untuk mengadakan perbaikan undang-undang adalah: dengan menyampaikan catatan kepada menteri keadilan. "Kami tidak mengakui undang-undang apapun yang tidak berlandaskan prinsip-prinsip Islam dan tidak mengacu padanya. serta menolak semua undungundang yang bertentangan dengan Islam. serta setelah sempurnanya fase-fase dan strategi."441 "Adapun Ikhwanul Muslimin.

jika mereka tidak menyambut dakwah kalian dan menjadikan ajaran Islam sebagai manhaj yang mereka jalani dan yang mereka amalkan."444 Dan hal itu dilakukan dengan menyebarkan dakwah. hal. atau membiarkan mereka. perjuangan melalui konstitusi. hal. 164 446 Ibid.Imam Syahid juga berkata. 163. Imam Syahid menulis di pembukaan edisi pertama dari Majalah Al Nadzir tahun 1938 M. membentuk shaf mukmin yang kuat. menyadarkan umat."445 Beliau juga berkata. Kami akan mendeklarasikan permusuhan yang tidak ada perdamaian dan tidak ada belas kasih. Semuanya berada dalam koridor Islam. hal 138 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). bukan tawar menawar atau diam terhadap penyimpangan terhadap syariat Allah."446 444 445 Ibid. "Kami akan memerangi setiap pemimpin partai atau organisasi yang tidak berjuang untuk Islam dan tidak memudahkan jalan untuk Islam untuk mengembalikan hukum dan kemuliaan Islam. dan mereka akan berupaya untuk membebaskannya dari tangan pemerintah yang tidak menjalankan perintah Allah. fase kifah siyasy (perjuangan politik). mentarbiyah masyarakat. hingga Allah membukakan kebenaran di antara kita dan sesungguhnya Allah adalah Sebaik-baiknya pembuka. bukan pertemuan di tengah jalan. "Kekuasaan merupakan bagian dari manhaj mereka. yakni dengan menetapkan dan menjelaskan kepada mereka dengan jelas dan terperinci. nasehat dan maaf kepada Allah. perincian pemikiran. konfrontasi politik. "Kalian akan memusuhi mereka semua di pemerintahan dan di luar pemerintah dengan permusuhan yang luarbiasa. perjuangan politik. hingga pemerintah yang berkuasa condong kepada mereka. 164 351 . bukan perjanjian damai. Imam Syahid menyebutnya dengan. Imam Syahid menyebutkan tabiat dalam menghadapi dan menyikapi setiap yang menyimpang dari manhaj Islam dan mengadopsi syariat yang lain.

serta bekerjasama dengan segenap kekuatan masyarakat untuk melakukan perbaikan umat dan mewujudkan kemajuan dan kemerdekaannya. mengambil sari-sari penting dari fikrah yang lama dan yang baru. 214 352 . baik dari Barat maupun dari Timur yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan terdapat banyak kemaslahatan di dalamnya. Adapun para rijal yang akan melaksanakan proyek perbaikan ini haruslah mereka yang dikenal menghormati dan menghargai fikrah ini. Dalam risalah Imam Syahid yang beliau kirimkan kepada Mahir Basya (kepala pemerintahan waktu itu. meskipun dari pengalaman saya kami kehendaki berseberangan dengan mereka. hal. Pemilihan rijal yang akan melaksanakan proyek ishlah ini lebih penting dan lebih utama dari proyek ishlah itu sendiri. Ia berkata. Mudah-mudahan Allah memperbaiki kerusakan ini. bagaikan berbagai sikap seorang penasehat yakin 447 yang bahwa mengingkan apa yang kebaikan dan kelurusan. jamaah Ikhwanul Muslimin maju dengan memberikan nasehat yang tulus. dengan program dan proyek-proyek perbaikan di pelbagai aspek. Karena sesungguhnya undang- 447 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI)." Untuk itu. adalah dengan mengembalikan negeri Mesir kepada ajaran Islam dan menerapkan prinsip-prinsip Islam dengan penerapan yang baik.Sikap Ikhwanul Muslimin terhadap perlawanan dan pemisahan menggunakan sikap sebagai seorang pemberi nasehat yang mengasihi pemerintah dan organisasinya: "Sikap kami terhadap pemerintah Mesir dengan berbagai coraknya. tahun 1939). "Ikhwanul Muslimin meyakini bahwa jalan satu-satunya untuk melakukan perbaikan. menjelaskan tentang pandangan Ikhwanul Muslimin dalam perbaikan. Spirit yang harus terkandung dalam fikrah perbaikan ini adalah bersandar kepada prinsip-prinsip dan dasar ajaran Islam.

"449 448 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Walaupun Ikhwanul Muslimin mengetahui bahwa pemerintah tidak menyambut seruan ishlah. namun mereka tetap memberikan nasehat. 214 353 . kadar disiplin dan keimanan mereka. hal. dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baiknya pembuka (pemberi kemenangan). dll."448 Standar yang digunakan Ikhwanul Muslimin terhadap dakwah Ishlah ini –sebagaimana yang dijelaskan Imam Syahid. termasuk kemampuan menerjemahkan perkataan dan slogan-slogan dalam kerja-kerja konkret dan realisasi amal serta kadar pertentangan atau kedekatannya dengan fikrah Islamiyah. Kemudian apa manfaatnya? Tidak ada Apa yang telah dihasilkan? Tidak ada Dan jawaban akan selalu sama setiap kali ditanyakan. dan melanjutkan perjalanan dakwah yang telah mereka tetapkan arah dan tujuannya demi mewujudkan masyarakat muslim dan pemerintah muslim. serta kadar keikhlasannya.bergantung dengan spirit yang menjiwai dakwah tersebut.undang pada hakekatnya adalah tergantung bagaimana hakim yang menjalankan dan menegakkan hukum-hukum tersebut. Setelah itu. 299 449 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Begitupula terhadap rijal yang akan melaksanakan dan menjalankan proyek ishlah tersebut. Walaupun demikian. "Kami telah membuat beberapa manhaj Ishlah untuk pemerintah Mesir dan menyampaikan beberapa catatan murni dalam banyak perkara yang menyentuh kehidupan masyarakat Mesir. kemudian dilanjutkan dengan penetapan nama dan muatannya. Imam Syahid berkata. kami akan tetap berada posisi memberikan nasehat hingga Allah membukakan antara kami dan kaum kami kebenaran. hal.

Kami akan menempatkan diri. kami justru akan melakukan perbaikan dan perubahan dengan menggunakan perjuangan secara konstitusi dan perjuangan politik. potensi. dan seluruh kemampuan yang kami miliki di bawah organisasi atau pemerintah apapun yang bermaksud melangkah bersama umat Islam menuju ketinggian dan kemajuan. maka tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam melakukan maksiat kepada sang pencipta. sebagaimana undang-undang juga menetapkan bahwa Islam adalah agama Negara dan sumber utama konsitusi. Dengan menyerukan reformasi dan perbaikan undang-undang. menyampaikan gagasan-gagasan perbaikan. Kami menerima undang-undang dan peraturan yang berlaku di masyarakat dan komitmen terhadap undang-undang tersebut. memberikan kerjasama demi mengupayakan kebaikan untuk 450 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). 294 354 .450 Jika anda ingin mendapatkan perincian. Jamaah Ikhwanul Muslimin –sesuai dengan prinsip dakwahnya- berinteraksi dengan realita dengan tetap berupaya melakukan perubahan dan pengembangan kea rah yang lebih baik. tidak serta merta kemudian melakukan revolusi atau kudeta. namun hal ini tidak berarti kami menerima dengan ridha setiap kesalahan yang ada di dalamnya. Oleh karena itu ia melakukan hubungan dan interaksi dengan pemerintah. Menuju Cahaya dan Agenda Persoalan Kita dalam kacamata Sistem Islam. untuk mendapatkan contoh dan model proyek perbaikakn Ikhwanul Muslimin. memberikan nasehat. silakan merujuk Risalah Pergerakan. hal. kecuali jika undang-undang yang berlaku adalah maksiat dan penyimpangan syariat secara jelas. karena terdapat kerusakan di sebagian besar atau beberapa pasal-pasalnya atau keringnya dari nilai-nilai Islam dan ajarannya. dengan mentarbiyah masyarakat dan menyadarkan khalayak. kami akan menjawab seruan tersebut dan menjadi jaminan.

pertama. dan sebaik-baiknya yang mengokohkan kekuatannya dan yang menolongnya untuk Islam. karena jamaah ini lebih mengutamakan nasehat daripada popularitas atau mendeskreditkan. mengutamakan perdamaian dan cinta dari pada perseteruan dan peperangan. "Adalah salah besar orang yang menuduh bahwa kalian memusuhi pemerintah Islam atau lembaga sosial tertentu. jika ia bekerja dengan maka Islam dan untuk Islam sesuai yang kondisi pertama dan dan kemampuannya. menyerukan dakwah Islam. pada waktu yang sama ia pun berupaya untuk menwujudkan visi-misinya. namun jika pemerintah membenci Islam dan membuat konspirasi terhadapnya.akan menjadi lawan atau menjadi kawan? Ikhwanul Muslimin memiliki kelebihan dari masyarakat pada umumnya. Kerjasama dan sinergi jamaah dalam pelbagai kesempatan tidak berarti ridha dan rela terhadap semua manhaj dan aturan yang bertentangan dengan syariat Islam dan yang tidak menerapkan prinsip dan ajaranajarannya. dan berusaha untuk menghilangkan setiap keragu-raguan dan syubhat seputar dakwah. mengutamakan argument dan 355 . membawa dakwah dan menyebarkannya dengan pelbagai sarana. mentarbiyah masyarakat dan bangsa. melakukan usaha-usaha perubahan kondisi yang terjadi dan mempersiapkan proses berdirinya Negara Islam. maka apakah seorang muslim –jika ia menjadi tertuduh. kami adalah penolongnya pendukungnya yang paling tulus. Imam Syahid menjelaskan tentang aspek-aspek hubungan terhadap pemerintah. Jamaah Ikhwanul Muslimin juga melakukan dialog sebagai sarana untuk saling memahami dan bekerjasama. membina individunya dan membentuknya sesuai dengan manhaj Al Quran. sesungguhnya sikap terhadap pemerintah-pemerintah ini tidak keluar dari dua hal. Yang kedua.masyarakat dan setiap bahaya yang mengancamnya.

kendati kami harus menerima tekanan dan kesengsaraan. kami (sahabat Rasulullah Saw. 356 . karena sesungguhnya Allah memperbaiki banyak makhluknya dengan kebaikan pemimpinnya. Rasul-Nya." Seluruh manusia telah mengetahui –termasuk para pemimpin. Kalian tentu tahu perkataan Rasulullah Saw.           Artinya: "Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut.perkataan yang lembut daripada kekerasan dan anarkis.) bertanya. kami tidak takut selain kepada Allah. sesungguhnya Allah memperbaiki umat dengan satu orang dari mereka –jika Allah memperbaikinya-. sedikitpun kami tidak berpaling dari hal itu. "Dengan demikian kami meyakini bahwa dakwah terhadap para pemimpin. Kami menganggap bahwa kita tidak senantiasa harus memusuhi pemerintah dalam setiap keadaan atau mengeluarkan mereka dari Islam. Mudah-mudahan ia ingat atau takut". (Q. kitab-Nya. menyampaikan dan mengenalkannya kepada mereka adalah sebaik-baiknya cara untuk mewujudkan dan sampai pada tujuan-tujuan dakwah dan menjadi jalan yang paling dekat untuk itu. Ini merupakan ajaran Allah kepada para rasul-Nya. Agama adalah nasehat.bahwa berapa kali kami telah menyampaikan kalimat kebenaran yang tinggi membahana. "Jika seandainya aku memiliki dakwah yang diterima. "Untuk Allah. untuk siapa yang Rasulullah? Beliau menjawab. beliau berkata.S Thaha: 44) Imam Syahid menjelaskan bahwa manhaj jamaah terhadap pemerintah adalah manhaj dakwah dan nasehat. Hasan Al Bashri berkata. cukuplah Dia sebagai wali dan penolong kami. para pemimpin muslim dan masyarakatnya. aku pasti menjadikannya untuk para pemimpin.

hal. melalui makalah yang ditulis oleh Ustadz Shalih Asymawy di Majalah Nazhir."452 Imam Syahid menyebutkan di dalam memoarnya. -sebagai contohtentang sikap terhadap pemerintah Ali Mahir Basya. "Para pendiri dakwah Ikhwanul Muslimin telah menetapkan di kedua mata mereka dua hakikat yang mereka pegang dan laksanakan serta manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Mustahil kami bergabung di bawah panji golongan tertentu. 145. yaitu bahwa 451 Hasan Al Banna."451 Imam Syahid berkata. maka adalah sebuah kebodohan dan bukan bagian dari ajaran agama jika kaum muslimin mencela orang-orang yang ikut berperan menghalangi musuh mewujudkan ambisi mereka.146 452 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Kedua. edisi 27. Maka akan lebih baik jika para pemimpin bisa menjadi partner Ikhwanul Muslimin untuk mentarbiyah masyarakat dan mengarahkannya dengan ajaran-ajaran Islam yang produktif. Abbas Asisi. partai politik adalah sikap para da'I bukan sikap golongan tertentu. 272 357 . murid-murid penjajah dan para makelar-makelar perusahaan asing. Apa sikap Ikhwanul Muslimin terhadap pemerintah baru (Parlemen Ali Mahir Basya)? Sebelum menjawab pertanyaan ini. Sikap kami terhadap pemerintah. Sikap-sikap dalam dakwah dan tarbiyah. "para pembaca mungkin bertanya-tanya. tidak berharap terhadap apa yang ada di tangan orang-orang kaya.karena kadang-kadang pemerintah ikut berperan menghadapi musuh-musuh Islam yang kuat dan menggagalkan tujuannya. yang menghalangi aktivitas mereka. daripada menjadikan mereka sebagai musuh dan rival para da'I. atau di bawah pemimin tertentu. kami ingin menyampaikan beberapa hakikat penting yang menjadi prinsip. hal. siapapun itu. siapapun adanya. Yaitu pertama. karena sejak awal dakwah telah memperhitungkan bahwa mereka akan menjadi orang pertama yang menjadi musuh. karena masing memiliki pandangan dan jalan yang berbeda. yang menggambarkan tentang sikap Ikhwanul Muslimin. para politikus. tidak melihat atau berpikir atau bersandar kepada bantuan pemerintah.

yang mengarah kepada pembaharuan Islam. 292. jelas arahnya. dan kami tidak akan menetapkan sikap dan mengeluarkan keputusan kecuali terhadap pekerjaan. dan agama sepenuhnya adalah milik Allah. dan tidak ada yang menghalangi kami untuk berprasangka baik terhadap pemerintahan Mahir Ali Basya dan menteri-menterinya. baik syariat. namun Ikhwanul Muslimin merupakan dakwah Islam yang menjadikan Allah sebagai tujuannya dan Nabi Muhammad Saw. maka kami juga akan mendukung dan mendorongnya. hal. Barang siapa yang mendukung fikrah Islam. Dan seyogyanya seorang muslim berprasangka baik terhadap saudaranya. dan menjadikan Al Quran sebagai undang-undangnya. meninggikan panji Al Quran di setiap tempat hingga tidak ada lagi fitnah. politik dan ekonomi. sikap lama yang tidak akan berubah dengan pergantian parlemen dan tidak berubah dengan pergantian menteri.Ikhwanul Muslimin bukanlah partai politik yang mendukung dan menolak pemerintah sesuai dengan maslahat dan kepentingan partainya atau sesuai dengan ambisi pribadi. 293 358 . Namun barangsiapa yang menentang dakwah Islam. wa Muhammad rasulullah (Tiada tuhan selain Allah. dan Nabi Muhammad adalah rasulullah). 292 Ibid. hal. namun sebagaimana kami diajarkan oleh pengalaman untuk tidak percaya begitu saja dengan janji dan ucapan. Yang terakhir yaitu menebarkan Islam."453 Jadi sikap kami terhadap parlemen Ali Mahir Basya adalah sama halnya sikap kami terhadap parlemen atau pemerintahan yang lain. sebagai qudwahnya. tidak bekerja untuknya dan justru menghadang jalannya atau berupaya melumpuhkannya. bukan perkataan. yang memiliki program yang jelas dan terperinci. maka kami akan menjadi musuh baginya. dan di dalam dua kondisi tersebut. serta menebarkan ajaran-ajaran Islam di seluruh aspek kehidupannya. sosial. bekerja untuknya dan komitmen di atas nilai-nilainya di dalam diri dan di rumahnya serta berpegang teguh terhadap Al Quran di dalam kehidupan pribadi dan sosialnya. Ia juga bertujuan untuk membebaskan setiap jengkal tanah yang selalu terulang kalimat La Ilaha Illallaah. dan menshibghah masyarakat Mesir dengan shibghah Islam. kami membenci dan mencintai semata-mata karena Allah."454 453 454 Ibid.

Karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Beliau berkata. dan raja adalah pengawalnya. "Sikap kami terhadap seluruh organisasi adalah.S An Nisa: 94) • Asas Pendirian Negara Imam Syahid menjelaskan tentang dasar yang menjadi pijakan berdirinya Negara dan pemerintahan dalam Islam. 359 . kami tidak menuntut dan tidak menolak. dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia. ketauhilah bahwa sesungguhnya syariah adalah pondasi.Imam Syahid juga berkata." (Q. sesuatu yang tidak memiliki pengawal maka akan hilang. lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu. sesuatu yang tidak memiliki pondasi maka ia akan hancur. kami menginginkan kebaikan untuknya dan kami selalu memberikan maaf kepadanya. begitu jugalah keadaan kamu dahulu. "Sungguh indah kata-kata Imam al Ghazali –semoga Allah meridhainya-. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Maka telitilah."                                   Artinya: "Dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu: "Kamu bukan seorang mukmin" (lalu kamu membunuhnya).

dan bukan pula pemerintah yang materialistis.Daulah Islamiyah tidak akan tegak kecuali bertumpu di atas pondasi dakwah."455 Beliau juga berkata. "Islam bukanlah slogan dan julukan semata. atau pendidikan politik. Inilah yang dalam istilah politik modern kita kenal sebagai kesadaran politik. menyebarkan mengokohkannya. Demikian pula dakwah yang tidak akan mungkin tegak kecuali ada jaminan dan perlindungan. keyakinan akan kelayakan sistem dan rasa kepedulian untuk menjaganya. Keseimbangan ini tidak mungkin bisa dipelihara tanpa adanya nurani yang selalu terjaga dan perasaan yang tulus akan kesakralan ajaran ini. sehingga ia menjadi sebuah pemerintahan yang mengusung suatu misi (risalah Islam). 319 360 .adab-adab Islami ketika berhadapan 455 456 dan berbicara dengan para pemimpin dan pembesar Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam) Ibid. bukan sekedar bagan struktural. atau istilah-istilah sejenis yang semua itu bermuara pada satu hakikat. atau kematangan politik.yang memelopori penerapannya. sebuah undang-undang tak akan berguna jika tidak ada seorang hakim –yang adil dan bersih. selama kaidah-kaidah pokok di atas tadi bisa diwujudkan (dimana tidak mungkin suatu hukum akan tegak tanpanya) dan diterapkan secara tepat sehingga dapat menjaga keseimbangan dalam berbagai situasinya (yang masing-masing bagian tidak mendominasi bagian yang lain). Dengan memelihara dan menjaganya akan tergapailah keberuntungan di dunia dan keselamatan di akhirat. hal. kaku dan gersang tanpa ruh di dalamnya. menjaganya."456 • Adab-adab Ikhwanul Muslimin dalam Melakukan konfrontasi Politik: Jamaah Ikhwanul Muslimin sangat menjaga dan memperhatikan – dengan tetap memberikan nasehat dan perlawanan terhadap segala sesuatu yang bertentangan dan keluar dari ajaran Islam. Teks-teks ajaran saja tidaklah cukup untuk membangkitkan umat. Demikian juga.

karena hal itu merupakan bagian dari kemaslahatan Islam. "Demikianlah kami mengajak manusia. dan mereka tidak akan bekerja selain untuk dakwah yang mereka bawa. karena yang akan mengalami kerugian dalam hal ini adalah rakyat dan mayarakat. hal. memberikan nasehat dan berupaya untuk tidak menyebabkan perpecahan dan menyulut perseteruan. 457 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). karena goncangan dan fitnah akan menimbulkan pengaruh negatif terhadap masyarakat dan melemahkan persatuannya. yang lebih diutamakan dari kemaslahatan dan kepentingannya pribadi. serta akan berimplikasi buruk terhadap penyebaran dakwah dan kemajuannya. menjaga kedamaian dan ketenangan kondisi politik serta terciptanya iklim kebebasan. 361 . Jamaah Ikhwanul Muslimin sangat menjaga kemaslahatan Negara dalam banyak sikap dan prinsip-prinsipnya. Ikhwanul Muslimin bekerja secara independen dan terlepas dari segala kekuatan yang mempengaruhinya. namun metode dan manhajnya lembut dan santun serta bijak dengan adab-adab Islam. sebagaimana yang dicontohkan oleh Imam Syahid.457 Gerakan politik dan sikap-sikap reformis Ikhwanul Muslimin di dalam masyarakat tidak berlandaskan kepada perlawanan dan penentangan kepada pemerintah semata. dan mengarahkan mereka menuju kebaikan dan kebenaran. sekuat apapun beban dan tekanan yang mereka dapatkan. 217 lihat surat Imam Syahid kepada Nuhas Basya dan Raja Fuad. menutup seluruh pintupintu fitnah. Ikhwanul Muslimin sangat istimewa dengan sikapnya yang menjaga persatuan nasional dan perdamaian dalam negeri.pemerintahan. Kebebasan dan kemerdekaan negeri merupakan salah satu target utama yang selalu diusung dan diperjuangkan oleh Ikhwanul Muslimin. sebagai bukti kepada Allah bahwa dakwah telah sampai kepada mereka. Tujuan mereka adalah Allah.

216 362 . Mereka menghendaki keridhaan Allah dan pahala-Nya di akhirat. tidak akan pernah terjadi. "Bukan sepenuhnya salah jika sebagian orang menyangka bahwa Ikhwanul Muslimin pada suatu masa dari fase-fase dakwahnya tempat mengikuti arus pemerintahan yang ada. (Q. atau menjadi alat suatu manhaj yang bukan manhajnya.S Az Zariyat: 50) Mereka meninggalkan berbagai pamrih dan ambisi menuju satu tujuan yaitu keridhaan Allah Swt. tidak mengedepankan kepentingan pribadi dan duniawi. dan jiwa mereka tidak tergantung pada kesenangan dunia yang fana ini. hal. Mereka tidak takut pada siapun kecuali kepada Allah. Hendaklah hal itu diketahui oleh siapa saja yang belum mengetahui. "Mereka tidak disibukkan oleh manhaj yang bukan manhaj mereka. 191 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). baik dari Ikhwan maupun dari yang lain."458 "Hari dimana Ikhwanul Muslimin menjadi tempat mewujudkan tujuan orang lain. hal.Imam Syahid berkata. Sesungguhnya Aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu. tidak Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V)."459 Ikhwanul Muslimin tidak bisa digiring dengan kesenangan atau ancaman. tidak 458 459 memperjuangkan dakwah yang bukan dakwah mereka. atau mewujudkan tujuan yang bukan tujuannya dan bekerja untuk manhaj yang bukan manhajnya. Mereka tidak tergiur dengan tahta dan kedudukan. Setiap langkah mereka mencerminkan firman Allah:            Artinya: "Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah.

tershibghah dengan warna selain Islam. dan janganlah kalian menjadikan hal itu bagian dari target dan manhaj kalian. kami tidak menerima siapun kecuali anggota atau simpatisan Ikhwan. hal. kami berlindung kepada Allah di suatu masa menjadi kelompok yang menyerukan selain Al Quran dan ajaran Islam. jangan melihatnya. yang berdiri di atas basis dan rukun-rukun yang harus terpenuhi pula. tidak terangterangan dengan kemaksiatan. dan konsisten menerapkan hukum-hukum serta ajaran Islam. 213 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). sedikitpun kami tidak bergantung kepada pemerintah. baik bagi yang menjalankannya maupun manhaj dan metode yang akan digunakan. jangan bekerja untuknya dan mintalah keutamaan dan kemurahan kepada Allah. dan dan hal inilah yang kami harapkan. Imam Syahid menggambarkan pemerintah Islam yang dicita-citakan oleh dakwah adalah: "Memperbaiki keadaan pemerintah. Dengan begitu ia dapat memainkakn perannya sebagai pelayan umat dan pekerja yang bekerja demi kemaslahatan mereka. Maktab Al Irsyad tidak pernah mendapatkan perhatian apapun dari pemerintah. hal."461 • Karakteristik Pemerintah Islam yang dicita-citakan Pemerintah Islam bukan hanya slogan dan julukan semata. Pemerintah Islam adalah pemerintah yang anggotanya terdiri dari kaum muslimin yang menunaikan kewajiban-kewajiban Islam. sehingga menjadi pemerintah Islam yang baik. 460 461 Ibid. namun ia memiliki karakteristik dan sifat-sifat yang harus dipenuhi. 187 363 ."460 "Sampai sekarang wahai Ikhwanul Muslimin.

sebagai para sahabat Rasulullah Saw. kasih saying kepada rakyat. Apabila ia mengabaikan kewajibannya. "Setelah itu kami juga meninginkan pemerintah yang bisa membimbing masyarakat menuju mesjid.asalkan bukan untuk posisi dan jabatan strategis. selama sesuai dengan kaidah umum dalam sistem undang-undang Islam462.antara lain loyalitas dan ketaatan. membawa masyarakatnya. jika telah ditunaikan kewajibannya. menjaga kesehatan. mempersiapkan kekuatan. menerapkan undang-undang. maka berhak atasnya nasehat dan bimbingan. adil terhadap semua orang. sebagaimana para ulama juga membolehkan pelimpahan beberapa jabatan di lembaga eksekutif. menyebarkan nilai-nilai ajaran. Tidaklah mengapa menggunakan orang-orang nonmuslim –jika keadaan darurat. Beberapa kewajiban yang harus ditunaikan antara lain: menjaga keamanan. Beberapa haknya –tentu. dan ekonomis dalam penggunaannya. 101 364 . melindungi keamanan umum. dan mengajak manusia menuju petunjuk Islam. maka hal itu dibolehkan.Beberapa sifat yang dibutuhkan antara lain: rasa tanggung jawab. lalu –jika tidak ada perubahan. yang menerapkan undang-undang Islam dan menerapkan aturan462 463 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim) Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda)."463 "Dan hendaknya daulah Islamiyah bisa ditegakkan di Negara merdeka ini. serta pertolongan terhadap jiwa dan hartanya. Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada khaliq. hal.bisa diterapkan pemecatan dan pengusiran. seperti Abu Bakar Shiddiq dan Umar bin Khattab. mengokohkan mentalitas. tidak tamak terhadap kekayaan Negara. Imam Syahid juga berkata. mengembangkan investasi dan menjaga kekayaan. Tidak terlalu penting mengenai bentuk dan nama jabatan itu. serta menyebarkan dakwah.

aturannya. dalam pelbagai urusan kehidupan. Imam Syahid berkata. berjuang untuk kebaikan mereka."465 Tentang peran pemerintah Islam dalam skala internasional. 160 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam) 466 Risalah Pergerakan. yang akan menjaganya. dan bukan pula pemerintah yang materialistis. sehingga ia menjadi sebuah pemerintahan yang mengusung suatu misi (risalah Islam). 232 365 . dan melanjutkan perbaikan individu dan rumah tangga di masyarakat dalam pelbagai aspeknya."466 • Tiang-tiang Penyangga Sistem pemerintahan Islam dan undang-undang konstitusi: 464 465 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). "Kami berharap Mesir bisa menjadi Negara muslim yang mendukung setiap upaya dakwah Islamiyah. menyatukan seluruh potensi bangsa Arab."464 "Dan hendaknya pemerintah ini melanjutkan manhaj dakwah dan mentarbiyah masyarakat dengan nilai-nilai Islam. mendeklarasikank prinsip-prinsipnya yang mulia. dan menebarkan kalimat Allah serta menyampaikan risalah-Nya. menyebarkan dan mengokohkannya. bukan sekedar bagan struktural. dan menyampaikan dakwahnya kepada masyarakat dengan penuh hikmah. dan kemajuan membangun kekuatan mempersiapkannya untuk memikul risalah dakwah Islam dan tujuantujuannya yang mulia di seluruh alam. hal. melindungi kaum muslimin di seluruh penjuru bumi dari segala bentuk permusuhan. hal. menyempurnakan mewujudkan kemandiriannya ilmu. Beliau juga berkata. "Daulah Islamiyah tidak akan tegak kecuali bertumpu di atas pondasi dakwah. Demikian pula dakwah tidak mungkin tegak kecuali ada jaminan perlindungan. kaku dan gersang tanpa ruh di dalamnya. sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama semuanya milik Allah. Dakwah Kami di zaman baru. diri.

hal. Al Quran dan sunnah Rasulullah Saw."467 Ikhwanul Muslimin juga mendukung pemerintah yang menggunakan perangkat undang-undang konstitusi yang bersumber dari undang-undang Islam yang kekal. dan mampu mewujudkan musyawarah (syuro) Islam. tidak akan menyebabkan kebencian. yakni al Islam yang telah dikenal luas oleh mereka. dan tidak akan terealisir iman kecuali dengan menegakkannya. karena sistem sosial yang mereka yakini adalah satu. 318.adalah salah satu landasan iman. dan fanatisme golongan. 467 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam). 319 366 . Apa yang sudah ada nashnya tidak perlu dilakukan ijtihad terhadapnya. atau dari yang besar kepada yang kecil. yaitu. Tidak ada kesempurnaan iman kecuali dengan ukhuwah. permusuhan. perbedaan dalam hal furu' (cabang) tidaklah membahayakan.Imam Syahid menyebutkan bahwa terdapat tiga pilar utama yang merupakan kerangka pokok sistem pemerintahan Islam. Di kalangan umat Islam tidak terdapat perbedaan dan persoalanpersoalan prinsip-prinsip antara satu dengan yang lain. Beliau berkata. Namun hal itu tidak berarti menghalangi kebebasan menyatakan pendapat dan menyampaikan nasehat dari yang kecil kepada yang besar. karena ukhuwah –yang dengannya Islam telah mempersatukan hati mereka. Sementara itu. "Umat Islam adalah umat yang satu. Rasa tanggung jawab pemerintah Kesatuan masyarakat Sikap menghargai aspirasi rakyat Imam Syahid menjelaskan tentang kewajiban representasi umat dan keikutsertaan mereka dalam membina pemerintah secara benar dan keberadaan Majelis Permusyawaran (yang terdiri dari ahlul halli wal 'aqd).

begitupula pola penerapannyan secara praktis. hal 138 367 . namun mereka tetap mengambil manfaat dan segala sesuatu yang berguna dari undang-undang yang ada selama tidak bertentangan dengan hukum-hukum Islam. Oleh karenanya Ikhwanul Muslimin berkeyakinan bahwa sistem UUD Mesir ini adalah sistem yang paling dekat dengan Islam disbanding dengan sistem UUD yang manapun di dunia ini. pada musyawarah dan ketundukan penguasa pada kehendak rakyat. dan semua ini sangat relevan dengan ajaran Islam dalam format undang-undang. "Prinsip-prinsip UUD Mesir bermuara para perlindungan terhadap kebebasan individu dengan segala variasinya.Mereka menganggap bahwa undang-undang konsitusi yang dikenal di dunia sekarang merupakan undang-undang yang sangat dekat dengan prinsip-prinsip pemerintah Islam dan nilai-nilainya yang mulia. Mereka tak hendak mengganti dengan sistem lain. Oleh karena itu.membutuhkan ketelitian dan penjelasan terhadap teks-teksnya yang memungkinkan adanya interpretasi yang beragam. Ikhwanul Muslimin bekerja keras dalam rangka memberi kejelasan pengertian teks- 468 469 Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). pada tanggung jawab pemerintah kepada rakyat dan control mereka kepada program yang dijalankan.469 Masalah ini –UUD. dan pada penjelasan akan batasan-batasan kekuasaan. "Ia sangat luas dan fleksibel yang mencakup pelbagai bentuk dan ragam konsitusi dalam aktivitas politik. Ikhwanul Muslimin tidak merelakan jika Islam dan prinsip-prinsip pemerintah Islam diganti dengan yang lain."468 Imam Syahid berkata. Imam Syahid menjelaskan tentang Fiqih Islam.

Beliau menganggap perbedaan merupakan hal yang lumrah. Yang dilarang adalah pertentangan yang mengarah kepada kegagalan dan kelemahan.dengan ta'ashshub terhadap pemikiran tertentu atau keluar dari jamaah serta melakukan hal-hal yang semakin memperluas jurang perbedaan antar umat.teks yang rancu dalam UUD Mesir dan memperbaiki metode yang digunakan untuk menerapkannya dalam negeri. adapun perbedaan pandangan cara yang merupakan sangat bentuk kesempurnaan dalam dan keberagaman pandang dibutuhkan mengungkap kebenaran dan sampai kepada sesuatu yang lebih baik dan lebih bermanfaat. syuro dan nasehat –yang merupakan kewajiban dalam Islam. permusuhan dan konflik partai yang dapat menghancurkan persatuan umat dan menjadikannya seperti kelompokkelompok yang saling bermusuhan. terutama jika bisa disandingkan dengan semangat saling toleransi dan keluasan perspektif. "Sebagaimana yang diyakini oleh Imam Syahid bahwa terdapat perbedaan antara kebebasan berpendapat. lembaga dan partai politik serta menyampaikan nasehat dan menuntut perbaikan kepada pemerintah. 470 471 472 Ibid Ibid Ibid."472 Dalam risalah Ikhwanul Muslimin (maret 1994 M) –yang berpegang terhadap syuro dan multipartai. serta jauh dari sikap fanatik dan sempitnya pandangan. hal.470 "Kami menerima prinsip-prinsip yang ada pada UUD tersebut karena ternyata sesuai dengan Islam dan bahkan bersumber darinya. sementara yang kita kritisi selama ini adalah kerancuan teks dan pola penerapannya.juga dijelaskan. walaupun begitu ia menolak perseteruan."471 Imam Syahid menegaskan tentang kebebasan menyampaikan pemikiran dan mendirikan organisasi. 146 368 . ia menamakannya sebagai partai politik yang buta. pemikiran. Imam Syahid berkata.

selama manhaj Islam tetap menjadi aturan yang tertinggi. serta teruji secara pemikiran. 473 Pandangan Ikhwan tentang multipartai dan wanita. kami meyakini keberagaman partai di tengah masyarakat muslim. karena hal itu akan menjadi jaminan terhadap keselamatan masyarakat dan keistiqamahannya di atas jalan yang benar. 39 369 . Di dalam sirah Rasulullah Saw. Masyarakat memelihara juga seyogyanya serta harus dibina untuk untuk menjaga dan dan haknya berjuang mendapatkan menyempurnakan kekurangannya.dijamin untuk setiap penduduk negeri dan untuk setiap kelompok.Oleh karena itu. Hak ini –pendirian partai. baik muslim maupun nonmuslim. 38. terlindungi dan jauh dari pengaruh penguasa atau pihak manapun. Pusat Studi Islam. hal.473 Ikhwanul Muslimin menegaskan dalam pandangan dan manhaj mereka tentang urgensi terpenuhinya kebebasan masing-masing anggota masyarakat. Pemerintah sebaiknya membiarkan masing-masing partai untuk bergerak dan menyerukan dan menjelaskan proyeknya masing-masing. Undang-undang yang dijalankan seyogyanya dijalankan oleh hakim yang independen. kemudian menggunakan prosedur syar'I yang sesuai terhadap siapa saja yang keluar dari prinsip-prinsip dasar yang tidak ada perbedaan antara para ulama dan ahli fiqih. serta persamaan hak di antara seluruh anggota masyarakat. ilmu. dan itu merupakan hak utama yang dimiliki oleh setiap individu masyarakat. dan khulafaur Rasyidin terdapat banyak keterangan yang menguatkan keterangan ini. laki-laki dan wanita tanpa ada perbedaan. fiqih dan wawasan. dan club-club serta pengumuman kepada khalayak dan dakwah kepadanya. dan tentang tidak perlu adanya pembatasan dari pemerintah terkait dengan kegiatan dan aktivitas kelompok dan partai politik. dan ini merupakan jaminan utama. perlindungannya. lembaga. yang notabenenya merupakan pilar-pilar penopang masyarakat.

Pengawasan umat terhadap para pemimpin merupakan hal utama di dalam manhaj Islam dalam pemerintahan. dan mereka melakukan muyawarah dalan setiap urusan mereka yang umum dan yang khusus demi mewujudkan keadilan dan melaksanakan hukum Allah serta kemaslahatan manusia. Maknanya adalah bahwa umat adalah sumber kekuasaan. hal. merekalah yang memberikan amanah kepemimpinan kepada siapa saja yang mereka 474 475 kemaslahatan umum dari Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam). 319 Ibid."474 Beliau juga berkata. Ikhwanul Muslimin menggunakan syuro sebagai asas dalam pemerintahan.sehingga tidak ada penguasa yang menyimpang atau merampas hak ini darinya dengan hujjah apapun. "Diantara hak umat Islam adalah melakukan kontrol terhadap pemerintah denga secermat-cermatnya dan menasehatinya jika dirasa hal ini membawa kebaikan. 318 370 . "Pemerintah dalam menjalankan tugasnya dengan rakyat dengan rakyat dan menghargai bertanggung jawab kepada Allah dan rakyatnya. ia merupakan sebuah kemestian bagi seorang kepala pemerintahan sedangkan umat merupakan sumber kekuatan pelaksanaan Negara. hingga tidak terjadi kehancuran individu atau kelompok dari masyarakat dengan melakukan sesuatu yang melibatkan khalayak ramai. dan memberikan implikasi buruk terhadap masyarakat muslimi. hal. Pemerintah adalah pelayan dan pekerja. Diantara kewajiban umat adalah mengawasi kepala pemerintahan dan memberikan catatan padanya. atau dengan slogan apapun. Sedangkan pemerintah hendaknya bermusyawarah aspirasinya."475 Disebutkan di dalam risalah Ikhwanul Muslimin. "Perintahkanlah kaum muslimin untuk bermusyawarah di antara mereka. sedangkan rakyat adalah tuannya. Imam Syahid berkata.

Penugasan yang diberikan umat Islam dijalankan hukumnya dan dibatasi oleh syariat Allah. mulitipartai dan wanita. pengalaman. 33 478 Pandangan Ikhwanul Muslimin tentang Syuro.478 476 477 Syuro dan multipartai. hal. maka seluruh urusan harus diluruskan sesuai dengan muatan dan tuntunan hukum-hukum agama. 31 Ibid. atau untuk kemaslahatan manusia pada sesuatu yang diperbolehkan477. namun justru dalam rangka melaksanakan hukum Allah dan syariat Islam. "Diantara kewajiban setiap individu muslim adalah meluruskan jika kepala Negara melakukan kesalahan. hal. Batas ketaatan rakyat kepada pemimpin adalah selama perintahnya bukan maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya. Dengan demikian.yakini agama dan amanahnya.476 Tidak boleh ada kepala Negara yang mengklaim ishmah (terjaga dari kesalahan) dan terlepas dari kemungkinan-kemungkinan keliru. maka umat Islam tidak berhak memberikan tugas kepemimpinan suatu urusan kecuali terhadap sesuatu yang telah ditetapkan oleh syariat. ilmu. Pusat Studi Islam. ihsan dan insaf. bahkan meluruskan penyimpangan-penyimpangannya walaupun harus menggunakan pedang sekalipun. meyakini bahwa manusia tidak memiliki kekuasaan selain apa yang telah diturunkan Allah kepada mereka. 34 371 . sesuatu yang tidak memiliki pondasi maka ia akan hancur. karena sesungguhnya agama adalah pondasi. Jika ia memilih seorang wali untuk menjalankan keperluannya. hal. dan penguasa adalah pengawalnya. menyucikan hukum-hukum Al Quran dan sunah Rasulullah yang mulia. karena ia tidak boleh mendelegasikan sesuatu terhadap sesuatu yang tidak dimilikinya dan bukan haknya. "Umat Islam melakukan ibadah hanya kepada Allah semata. potensi dan kemampuannya. semua ini harus berada dalam koridor dan batasan yang telah ditetapkan syariat. yaitu apa-apa yang telah ditentukan berupa pekerjaan yang harus dilaksanakan dengan penuh keadilan. sesuatu yang tidak memiliki pengawal maka akan hilang. yaitu sesuai dengan kandungan dan tuntunan syariat Islam.

yang merepresentasikan keinginan dan aspirasi rakyat melalui pemilihan umum yang bebas dan bersih. Sebagaimana undang-undang Islam juga harus memuat prinsip-prinsip dan hukum-hukum yang memelihara dan menjaga kebebasan umum dan khusus setiap individu masyarakat. baik muslim maupun non muslim. hal. pelurusan dan pembenaran kebengkokan mereka dengan cara yang baik dan sukses. sehingga masing-masing lembaga itu tidak berbuat lalim satu sama lain. harus terwujud keseimbangan antara kekhususan (wilayah kerja) di pelbagai lembaga yang dikelola oleh Negara. 37 372 .479 479 Ibid. kami meyakini bahwa umat harus memiliki undang-undang tertulis yang sesuai dengan prinsipprinsip dan tujuan syariat Islam. yang tidak boleh diperbaharui kecuali untuk waktu yang terbatas. Oleh karena itu. walaupun itu adalah sesuatu yang tersebar di kalangan manusia. 36. Sebagaimana kami melihat bahwa kepala Negara (presiden) tiada lain adalah wakil rakyat. Hal ini tentunya membutuhkan keberadaan sebuah majelis perwakilan yang memiliki kekuatan legislatif dan pengawasan. bahkan mengganti mereka jika hal itu diperlukan. yang memiliki keputusan yang mengikat dan harus dilaksanakan. menjadikan pemerintah adalah permusyawaratan yang berlandaskan pemerintahan rakyat. Dalam kerangka undang-undang Islam. yang membatasi dan menentukan tanggung jawab kepala Negara di hadapan rakyat serta metode evaluasi. Undang-undang Islami inilah yang kemudian memberikan legalitas dan alasan atas setiap sistem pemerintahan atau politik apapun. maka kepemimpinan Negara harus dibatasi dalam batas waktu tertentu. hal ini untuk menjamin tidak terjadinya kelaliman pemerintah. yang tidak menerima pembangkangan terhadap syariat Islam dan prinsip-prinsipnya.Dengan demikian keseimbangan syariat Islam yang terpancar dari nilai-nilai ajaran Al Quran dan sunnah Rasulullah merupakan konstitusi tertinggi dalam pemerintahan Islam.

Mereka yang mempunyai posisi kepemimpinan di tengah masyarakat. Imam Syahid berkata. dan Islam menyerahkan kepada umat untuk memilih bentuk dan sarana yang bisa merepresentasikan kelompok-kelompok ini. "Terdapat dua cara melakukan hal ini. dimana pendapat-pendapat mereka dalam fatwa dan istinbath hukum diperhitungkan umat."481 480 481 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam). "Sistem parlemen modern telah melapangkan jalan kea rah pembentukan ahlul halli wal 'aqdi dengan sistem pemilu (dengan segala variasinya) yang telah dirumuskan oleh pakar hukum. Yang jelas dari pendapat para ahli fiqih. Para pakar dalam masalah-masalah yang bersifat integral 3. ini yang dikenal dalam istilah perpolitikan modern sebagai referendum. Yang kedua. Para ahli fiqih yang mujtahid. 328 Ibid 373 . yaitu melalui ahlul Halli wal 'aqdi. Beliau menyebutkan.Imam Syahid menyebutkan bahwa penghargaan terhadap aspirasi rakyat serta kewajiban mengikutsertakan mereka dalam pemerintahan dengan optimal dan benar merupakan bagian dari rukun sistem untuk pemerintahan Islam. Sesungguhnya. selama benar-benar mengarah kepada pemilihan ahlul Halli wal 'aqdi. hal.480 Kemudian juga termasuk bagian dari mereka adalah masyarakat yang memilih mereka untuk berperan sebagai wakil dan mengawasi jalannya pemerintah eksekutif. Islam tidak menolak sistem ini. Mereka inilah yang boleh dimasukkan dalam kelompok Ahlul Halli wal 'aqdi. tokoh masyarakat. kita tahu bahwa orang yang memungkinkan untuk menjadi ahlul halli wal 'aqdi itu ada pada tiga golongan di bawah ini: 1. dan pemimpin organisasi. 2. seperti tetua suku. yang pertama melakukan jaring aspirasi setiap individu masyarakat dalam setiap permasalahan.

hal. hingga kondisinya tidak berubah menjadi realitas yang serba palsu karena banyaknya politikus yang bermain dan membohongi masyarakat. Syahid tidak juga terpaku menegaskan pada tentang urgensi metode kaku. Imam Syahid meyakini tentang urgensitas pengaturan pemilu dan peletakan beberapa aturan yang menjamin kesehatan dan kebersihan jalannya pemilu untuk merepresentasikan aspirasi rakyat. Dan keseimbangan ini tidak mungkin bisa dijaga kecuali dengan nurani yang senantiasa hidup. selama kaidah-kaidah pokok di atas bisa diwujudkan (dimana tidak mungkin suatu hukum akan tegak tanpanya) dan diterapkan secara tepat sehingga dapat menjaga keseimbangan dalam berbagai situasinya (yang masingmasing tidak mendominasi bagian yang lain). 319 Ibid. Ikhwan berupaya mendirikan sebuah pemerintah Islam yang sesuai dengan karakteristik dan 482 483 Ibid. "Inilah yang dalam istilah politik modern kita kenal sebagai kesadaran politik. sehingga ia benar-benar sampai pada derajat kekuatan dan kesadaran yang tinggi. dan kepekaan perasaan terhadap kesucian nilai-nilai ajaran ini. dan tidak memonopoli hanya untuk dirinya. Beliau berkata. atau istilah-istilah sejenis yang semua itu bermuara pada satu hakikat."483 Ikhwanul Muslimin tidak membatasi pemerintah hanya pada kelompoknya. atau kematangan politik. Imam Syahid sangat memperhatikan pembinaan kesadaran politik dan kematangan politik umat. keyakinan akan kelayakan sistem dan rasa kepedulian untuk menjaganya. Imam penerapannya. 374 . atau pendidikan politik. teks-teks peraturan secara menetapkan hukum dengan hal-hal mendasar dan prinsipil dengan pelbagai perubahan bentuk dan model.482 Begitupula dengan peran dan posisi wanita di parlemen.Sistem Islam dalam hal ini bukanlah slogan dan julukan semata.

Rakyat bebas memilih siapa saja yang mereka ridhai untuk menjadi pemimpin sesuai dengan manhaj Islam dan syariatnya demi mewujudkan peran umat Islam. begitupula dalam memberikan bantuan dan dukungan terhadap permasalahan Palestina dan menghadapi penjajahan Yahudi di buminya. hal.sifat-sifat yang ditetapkan oleh syariat. Mereka bersama masyarakat adalah pengawal dan pemberi nasehat kepada para pemimpin.demi mewujudkan kemaslahatan Negara dan umat. Pusat Studi Islam. selalu menjaga untuk tidak sendiri memikirkan problem umat yang besar dan kemaslahatan Negara. Sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Islam dan koridor-koridornya yang berlaku. bukan untuk kepentingan segmen tertentu. Seperti yang terjadi pada tahun 1948 M. ia justru berupaya untuk mengikutsertakan orang lain dari masyarakat. Dan hal ini terjadi pada abad modern ini secara berulang-ulang. Ikhwanul Muslimin melihat nilai positif terhadap meluasnya wilayah kerjasama dan kesepakatan antara aliran dan kelompok-kelompok yang beraneka ragam –terlepas dari perbedaan-perbedaan yang terjadi. Diantara manhaj Ikhwanul Muslimin adalah. Ikhwanul Muslimin menerima pergantian kepemimpinan Negara antara kelompok dan partai politik. Ia mengajak dan melakukan perjanjian dengan pelbagai simpul kekuatan Negara dan aliran yang beraneka ragam untuk mewujudkan dan menerapkan apa yang diinginkan oleh masyarakat. yaitu melalui pemilu secara regular 484. serta tidak keluar dari prinsip-prinsip dasar dan tujuannya. Dan hal ini membuktikan kadar keluasan tingkat toleransi 484 Pandangan Ikhwanul Muslimin tentang Syuro. Barang siapa yang keluar darinya maka telah keluar dari manhaj Islam dan undang-undang Negara. 39 375 . selama hal itu sesuai dan tidak melanggar hukum-hukum Islam dan syariatnya. dimana Ikhwanul Muslimin mengajak untuk mendirikan kesepakatan nasional untuk menghadapi penjajahan Inggris terhadap Mesir. mulitipartai dan wanita. bukan sesuai dengan hawa nafsu dan ambisi serta keluar dari syariat Allah.

Hal ini sesuai dengan gambaran para ulama tentang Ahlul halli wal 'aqdi. dengan keberagaman bentuk dan wilayahnya. dan di atas itu semua. kekuasan eksekutif. kekuasaan peradilan. Hal ini yang kemudian dapat membebaskan undang-undang dari rezim pemerintahan dan nafsu manusia. Seorang pemikir muslim. Muhammad Imarah menyebutkan tentang perbedaan ini di dalam manhaj permusyawaratan Islam. dan kekuasaan yudikatif (peradilan). Adapun independensi kekuasaan yang khusus menangani ijtihad dan perundang-undangan dengan tetap komitmen terhadap hak legislatif. "Perbedaan antara kekuasaan hasil ijtihad fiqih dalam sistem syuro Islam dengan kekuasaan pengawasan. Dr.485 485 Diantara tulisan Dr. sistem pemerintahan ini mampu mewujudkan sekat yang jelas antara wilayah kekuasan dalam pemerintahan. terdapat sekat yang jelas antara pemerintah legislatif dan pemerintah eksekutif. kekuasan pengawasan. hal ini karena hak legalitas dalam membuat undang-undang. 376 . yaitu dengan menjadikan kekuasaan legislatif di atas Negara. Beliau berkata. Muhammad Imarah yang dipublikasikan oleh Koran Al Akhbar tentang Konsep Syuro dalam Islam. sebagai ganti dari tiga kawasan. yang menjadikan kekuasan di dalam sistem pemerintahan Islam menjadi tiga wilayah. Dengan demikian. dan lebih optimal dalam meningkatkan supremasi hukum terhadap wilayah-wilayah kekuasaan yang lain. • Gambaran Sistem Politik Islam Fiqih Islam menjadikan pembagian kekuasaan Negara menjadi 4 (empat) kekuasaan. tahun 2004 M. maka hal itu adalah yang paling dekat untuk mewujudkan batas yang menyekat antara wilayah kekuasaan dalam pemerintahan. kekuasaan eksekutif.Ikhwanul Muslimin terhadap orang lain dan upaya mereka untuk menjaga persatuan umat dan keutuhan bangsa. yaitu: Kekuasaan legislative (pembuat undang-undang).

Imam Syahid telah menjelaskan hal itu di dalam risalahnya Sistem Pemerintahan Islam. dan memuhasabah pemerintah. namun pada akhirnya keberagaman ijtihad ini pada akhirnya akan bermuara pada nilai-nilai yang tetap.ketika ia dibaiat menjadi pemimpin kaum muslimin. baik dalam setiap perkara kecil dan besar. Sistem pemerintahan Islam meletakkan jaminan yang menjamin kebebasan kekuasaan legislatif (ahlul halli wal 'aqdi). keterwakilan rakyat di dalamnya. pengawasan umat terhadap pemerintah. mengawasi dan menghukumi. pengkhususan ahlul halli wal 'Aqdi dengan wilayah kekuasaan eksekutif. Seperti yang dikatakan oleh Khalifah pertama. Diantara asas sistem pemerintah Islam adalah.Pembahasan ini merupakan masalah ijtihad fiqih yang sangat luas. "Amma 377 . sebagaimana beliau juga menjelaskan tentang dasar pemisah antara kekuasaan yang mengakar dan terlihat secara jelas pada masa khalifah Amirul Mukminin Umar bin Khattab – semoga Allah meridahinya. dengan kekuasaan eksekutif. tidak berarti kekuasaan-kekuasaan yang lain kehilangan kebebasan dan kesatuannya dalam menjalankan tugasnya. Ia tidak membiarkan kebebasan yang terbentuk adalah kebebasan secara simbiolis dimana kekuasaan eksekutif memonopoli hak legislasi. Abu Bakar Shiddiq –semoga Allah meridhainya. pengawasan dan penelitiaan. yang menguatkan tentang perbedaan sistem politik Islam dan kadar perhatiannya terhadap partisipasi umat dan pengawasannya terhadap pemerintah. serta meletakkan perlindungan dan penjagaan pelaku dan institusinya dari pengaruh dan tekanan apapun dari kekuasaan eksekutif. rasa tanggungjawab di hadapan. bagaimana ia memuhasabah. kekuasaan pengawasan dan kekuasaan yudikatif. Partai atau kelompok apapun yang berhasil menduduki kursi pemerintahan eksekutif sesuai dengan keinginan rakyat. Sejarah Khulafaur Rasyidin menjelaskan bagaimana kekuasaan legislative dan yudikatif berbeda dengan kekuasaan eksekutif (khalifah) dalam pandangan dan ijtihadnya.yang memisahkan antara kekuasaan yudikatif. lalu pekerjaan itu terus berlanjut.

Penduduknya selalu meminta kepadanya dan memberikan evaluasi kepadanya tentang pelbagai hal." Umar mengucapkan syukur kepada Allah. namun jika aku membangkang kepada-Nya maka tidak ada ketaatan kalian kepadaku. untuk dirinya sendiri dan untuk umat. yang terpelihara dari kesalahan. serta bangkit bersama umat dalam pelbagai aspek serta menegakkan kebenaran dan keadilan di dalamnya. Sesungguhnya aku telah dipilih untuk memimpin kalian sementara aku bukan yang terbaik di antara kalian. Seorang pemimpin pemerintah dalam syariat Islam adalah representasi dari umat dalam mendirikan syariah.ba'du. (karena kepemimpinan di bumi merupakan amanah untuk seluruh manusia). Kekuasaan ijtihad dan legislatif (Ahlul Halli wal 'aqdi) terdiri dari orangorang yang memiliki spesialisasi dan sifat-sifat keahlian khusus di pelbagai 378 . baik kecil maupun besar. Seorang pemimpin justru merupakan wakil rakyat dalam tugas dasarnya secara syar'I. serta menggunakan pelbagai sarana-prasarana yang sesuai –dengan kondisi zaman dan waktu. yang legalitasnya mengacu pada keinginana rakyat yang memiliki hak mengawasi dan mengontrolnya bahkan memecatnya jika ia keluar dari keinginan rakyat dan manhaj Allah. salah seorang penduduk berkata kepadanya. Hal ini semakin menguatkan tentang tanggung jawab pemerintah di hadapan rakyatnya.untuk melaksanakan fungsi-fungsi pengawasan tersebut. dan mengawasinya dalam masalah keuangan Negara. "Demi Allah. mereka memiliki hak untuk mengawasi dan mengontrol. bukan berarti ia menjadi wakil Allah dalam kedudukannya sebagai pemimpin Negara. jika kami melihat engkau melakukan penyimpangan maka kami akan meluruskanmu dengan pedang-pedang kami." Begitu pula pada masa Khalifah Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya-. namun jika kalian melihat aku dalam kebatilan maka tegur dan perbaikilah aku. bukan pula menikmati hak Allah. Taatlah kepadaku selama aku mentaati Allh. Jika kalian melihat aku berada dalam kebenaran maka bantulah aku.

baik fiqih maupun spesialisasi khusus di bidang-bidang tertentu dalam kehidupan. ia boleh mengadakan interplasi dan mengkritik dengan sebab-sebab tertentu terhadap apa saja yang diputuskan oleh lembaga legislatif.kekuasaan di sini adalah milik rakyat sepenuhnya. menyampaikan gagasan-gagasannya. Hal ini berbeda sekali dengan konsep Wilayatul Faqih –konsep ini termasuk yang ditolak oleh Ikhwanul Muslimin. Namun mereka dipilih oleh rakyat melalui pemilu. serta jaminan untuk aspirasi umat dan menghormati keinginan mereka. Ketika terjadi perbedaan. Anggota lembaga pengawasan (parlemen) ditetapkan melalui pemilihan langsung dari rakyat. dan cara pemilihan mereka diserahkan sepenuhnya kepada rakyat dengan sarana yang mereka tentukan sendiri. maka perkara akan diputuskan oleh lembaga yudikatif yang independen dan memiliki spesialisasi khusus di bidang tersebut. Agama Islam memberikan peluang yang luas untuk berijtihad seputar sarana-prasarana dalam pelaksanaan pemilu yang sesuai dengan tuntutan zaman. yang masing-masing memiliki spesialisasi tersendiri dengan sifat-sifat tertentu. demi mewujudkan pemilu yang bersih dan kesatuan pemerintah eksekutif. Kekuasaan ini tidak terdiri dari rijal ad din (para pemuka agama). serta mengelola usulan dan saran apa saja yang masuk dari lembaga eksekutif dan lembaga pengawasan (parlemen) untuk kemudian disiakan menjadi undangundang yang diinginkan. yang paling mendasar adalah terpenuhinya kaidah-kaidah pokok dan rukun-rukun dalam ajaran Islam. Lembaga pengawasan memiliki hak tersendiri. dan mereka tidak memiliki wilayah kekuasaan terhadap lembaga kekuasaan yang lain. lembaga legislatif bertigas menyusun legislasi perundang-undangan yang dibutuhkan di parlemen. sebagaimana yang ada dalam ideologi Barat-Kristen. Hal ini sebagaimana dibenarkan oleh Fiqih Islam dan penerapannya sepanjangan sejarah khulafaur Rasyidin dalam bentuk pembagian kekuasaan antara lembaga-lembaga kenegaraan. Slogan dan julukan tidak penting.bidang. karena di dalam Islam tidak ada istilah pemuka agama. Seperti pemisahan antara lembaga yudikatif 379 .

Islam bahkan menambahnya dengan jaminan dan adab-adab yang 380 . Konsep syuro dalam Islam merupakan sesuatu yang diharuskan. adalah sesuai dengan ajaran Islam dan sistem politiknya. terbinanya jalinan ukhuwah dan rasa cinta antara sesama anak-anak bangsa. dimana seorang hakim menetapkan hukum kepada khalifah. Demokrasi dengan makna politiknya atau apa yang diperankan berupa partisipasi rakyat. Namun tetap dalam koridor adab-adab Islami. Hal ini tidak seperti yang terjadi dalam demokrasi Barat. Demikian pula halnya pembagian antara lembaga pengawasan (dalam bahasa politik modern dikenal dengan parlemen) dan lembaga eksekutif. Dimulai dari keluarga kecil dan berakhir ke kepemimpinan tertinggi Negara. sesuai dengan apa yang diyakininya. sama seperti ibadah sholat dan puasa. komitmen terhadap pendapat mayoritas dan menerimanya sebagai pendapat sendiri. dan penghormatan terhadap aspirasinya. bukan peraturan atau hak semata.dan lembaga eksekutif. dan selalu menyerang kelompok-kelompok minoritas yang berseberangan dengannya. tanpa ada tekanan atau paksaan. Adanya sifat saling menghargai pendapat satu sama lain. ini adalah konsep kehidupan yang dipelajari oleh seluruh individu masyarakat dalam pelbagai aspek. ia adalah kewajiban dan ibadah kepada Allah. Seseorang yang menerapkannya di lembaga-lembaga politik di kehidupannya. bahkan mungkin berbeda dengan pandangan partai atau kelompoknya. Ia merupakan rukun dasar dalam sistem politik Islam. menunaikan dan melaksanakan segenap keputusan yang dihasilkan. yaitu adanya penentangan sejak kesempatan pertama atau membangkang melaksanakan tugas. sehingga penerapannya berjalan bersih dan terhindar dari faktor-faktor kebencian dan permusuhan serta perseteruan partai. Dimana seseorang menyampaikan pandangan dan gagasan dengan sangat jujur. ia bukan sesuatu yang asing atau yang diadopsi dari orang lain. kebebasan memilih pemimpin.

semuanya memiliki persamaan di hadapan hukum. maka hal itu ditentukan berdasarkan mayoritas penduduk yang muslim. Islam tidak melarang penggunaan nama dan istilah-istilah modern. undang-undang yang berijtihad dalam dalam 381 yang diperlukakn . selama hal itu tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam. maka para fuqaha membolehkan dari kelomok minoritas nonmuslim. dengan tetap membuka pintu ijtihad disertai koridor-koridornya. yang banyak membahas tentang sistem ini. mereka mendapatkan hak yang sama seperti penduduk lainnya. di dalamnya terdapat seorang pemimpin. baik pemerintah eksekutif. sesuai dengan manhaj Islam dan undang-undangnya. yang memiliki kewajiban khusus terhadap agama Islam sebagaimana yang disebutkan para fuqaha. mereka mendapatkan hak politik yang sama sebagaimana yang diberikan kepada setiap penduduk. legislative dan yudikatif. Umatlah yang memilih pemerintah di masyarakat. pengawasan. agar sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman. Adapun untuk jabatan di kementerian eksekutif. Umat adalah sumber kekuasaan di dalam manhaj Islam. yang bertugas mengontrol konstitusi dan dan memecat pembuatan kepala pemerintah. Perincian hal ini terdapat di buku-buku fiqih.memperluas wilayahnya dan demi mewujudkan keinginan yang dicitacitakan. Mereka mendapatkan apa yang kita dapatkan dan mereka memikul kewajiban sebagaimana kewajiban yang kita pikul sesuai dengan kaidah fiqih. begitu pula dengan kementerian delegasi (untuk misi perjanjian). dan hal ini tidak bertentangan dengan sumber utama di dalam hukum dan prinsipprinsip Islam. Tidak ada perbedaan antara kita. terkecuali untuk jabatan kepemimpinan Negara. dengan tidak mengeyampingkan atau menggantinya. Kami mengambil pendapat yang moderat sesuai dengan dalil dan hujjah. serta demi membantu pemahaman dan penjelasannya kepada masyarakat dengan tetap mengupayakan penggunakan nama dan istilah-istilah dalam Islam dan ajarannya. Kelompok minoritas non muslim memiliki hak penduduk negeri secara sempurna di masyarakat.

Ikhwanul Muslimin juga meyakini tentang batas maksimal kepemimpinan seorang kepala Negara. termasuk bagi kelompok 382 . satu atau dua periode. atau memonopoli kebebasan dan pengakuan di masyarakat hanya pada dirinya. Hal ini semakin menegaskan tentang pergantian kekuasaan yang diyakini Ikhwanul Muslimin. Pembicaraan tentang hukum Islam bukan hak yang bisa dimonopoli oleh seseorang. Hubungan mereka dengan masyarakat dan orang-orang yang berbeda pandangan dengannya. ia justru merupakan hak bagi setiap individu muslim dengan koridor dan kaidah-kaidahnya yang baku di dalam Islam. partai politik bagi setiap kekuatan dan aliran.kehidupan dan urusan-urusan pemerintah. Sebagaimana Ikhwanul Muslimin juga sangat meyakini bahwa menghormati aspirasi rakyat dan memenuhi tuntutannya merupakan bagian dari rukun sistem politik Islam. mereka menjadikan rakyat sebagai hakim yang memutuskan siapa yang mereka pilih untuk memimpin Negara. berlandaskan atas asas cinta. Setiap muslim bertanggung jawab di hadapan Allah terhadap masyarakat Islam dan agama Islam. Ikhwan telah menetapkan sikapnya ini di dalam nota baru mereka terkait dengan kerangka internal. mereka tidak memenangkan pendapat yang mengatakan kepemimpinan Negara adalah seumur hidup. atau ia merupakan ketetapan yang hanya dimonopoli oleh seseorang yang mengklaim ishmah (ma'shum) dari kesalahan. Ia juga mengklaim dirinya sebagai penasehat umat. Ikhwanul Muslimin meyakini kebebasan mendirikan lembaga-lembaga. dan ini merupakan jaminan dan pengawasan yang efektif di setiap sistem atau pemerintahan. saling memahami serta menyampaikan dakwah dengan kebijakan dan hikmah. dalam koridor hukum dan prinsipprinsip ajaran Islam serta koridor ijtihad. terhadap pemenuhan keinginan umat. walaupun hal itu berbeda dengan pandangan dan apa yang diputuskan oleh jamaah. serta menghormati pilihannya yang merupakan prinsip dasar dalam sistem pemerintahan Islam.

dimana salah seorang Yahudi menolak perkataan Abu Bakar ketika ia menjelaskan secara panjang lebar tentang hakikat Allah. Begitupula dengan kebebasan beraspirasi dengan pelbagai sarana (baik dengan menerbitkan Koran dan media-media pers lainnya) di tengah masyarakat Islam.minoritas dan kaum wanita tanpa ada halangan. Diantaranya adalah muktamar yang mereka lakukan di salah satu rumah. Islam memberikan kaum wanita hak politik yang sama dengan kaum laki-laki. La dharara wala dhirar (mudharat tidak bisa ditolak dengan mudharat yang lain). Para sahabat Rasulullah Saw. serta mengirimkan utusan kepada Rasulullah Saw. kecuali untuk jabatan kepemimpinan tertinggi Negara (Imamatun 'Uzhma). Masyarakat Yahudi juga memiliki hak mendirikan lembaga dan muktamar. yang memiliki dasar pijakan secara syar'I. mereka adalah para Qurra (Ashab Bi'ru Ma'unah). dan ini hanyat terbatas untuk kaum laki-laki. untuk menyampaikan keinginan mereka –dan Rasulullah memenuhi permintaan tersebutIni merupakan lembaga kewanitaan pertama dalam Islam. Coba lihat bagaimana kaum wanita Madinah berkumpul dan mempelajari beberapa permasalahan mereka. 383 . perincian pekerjaan dan akitvitas mereka banyak diceritakan dalam buku-buku sirah. dan dihadiri oleh Abu Bakar Shiddiq –semoga Allah meridhainya-. atau keluar dari yang disepakati oleh masyarakat (dari kaidah-kaidah keutamaan dan akidah umat). karena dalam kepemimpinan tertinggi tersebut juga terdapat kepemipinan dalam shalat. jumlah mereka sekitar 70 orang. dengan keberadaan lembaga kehakiman yang adil dan independen. yang merupakan pengambil keputusan ketika sarana-sarana tersebut memberikan dampak negatif terhadap masyarakat. Kebebasan sosial dan politik ini diatur oleh Islam dengan sistem yang sangat baik. juga mendirikan lembaga kebajikan dan dakwah. dan beberapa hal lain yang dijelaskan oleh para fuqaha. dan jaminan itu diberikan kepada umat sejak masa Rasulullah Saw.

Sebagian besar masyarakat Madinah menyetujuinya. Seperti dalam proses pemilihan Khalifah Abu Bakar Shiddiq. juga menggunakan pelbagai saranaprasarana dalam memilih khalifah yang akan memimpin umat setelah Rasulullah Saw. dan pilihan terakhir dengan suara terbanyak menetapkan Abu Bakar Shiddiq sebagai khalifah yang menggantikan kepemimpinan Rasulullah Saw. Sayyida Ali bin Abi Thalib –semoga Allah meridhai mereka-. Abdurrahman bin Auf juga meminta kepada kedua calon khalifah untuk memaparkan dan 384 . dan suara terbanyak menetapkan Utsman sebagai khalifah berikutnya. Kemudian Abdurrahman bin Auf berdiri untuk menyampaikan dua calon tersebut kepada masyarakat termasuk kepada kaum wanita dan para budak. Setelah disampaikan kepada khalayak dan mereka menyetujuinya. lalu dilakukan proses baiat secara umum di mesjid. yaitu Abu Bakar Shiddiq dan Umar bin Khattab –semoga Allah meridhai mereka berdua-. Setelah melakukan musyawarah dengan ahlul Halli wal 'aqdi.Para sahabat Rasulullah Saw.dan di tengah sakit menjelang wafat. Setelah penetapan pemilihan suara selesai. Lalu dalam pemilihan khalifah yang kedua. di Madinah.untuk menetapkan calon khalifah diantara mereka. yaitu Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya-. Abu Balar lalu menetapkan satu orang sebagai penggantinya. dari kelompok Muhajirin dan Anshor dalam sebuah pertemuan singkat di kediaman Bani Sa'idah. namun tetap berada dalam koridor dan dasar-dasar syuro. yang pertama Sayyida Utsman bin Affan dan yang kedua. hanya beberapa orang saja yang menolak karena sebabsebab tertentu. Ia berdiri di jalan-jalan dan menghampiri beberapa rumah untuk meminta suara masyarakat. dua nama muncul sebagai calon khalifah. Dalam prosesi penetapan khalifah yang ketiga. panitia pemilu dan menetapkan Ali bin Abi Thalib –yang termasuk ahlul halli wal 'aqdi. Kemudian hal ini disampaikan kepada penduduk Madinah dan meminta memberikan tanggapan dan baiat. Abu Bakar Shiddiq –semoga Allah meridhainya. dan akhirnya mereka memilih dua calon khalifah. parlemen Madinah yang terdiri dari sahabat Rasulullah Saw.

komprehensif. namun model-model pemerintah yang lain secara umum tidak bertentangan dengan manhaj Islam. Sistem pemerintahan Islam menerima dan mencakup semua konsep-konsep tersebut di atas. Imam Syahid berkata. namun sebaliknya.menjelaskan program-program dan perencanaan mereka dalam pemerintahan. jika 385 . rakyat wajib mendukungnya. Setiap khalifah yang terpilih selalu menyampaikan program- programnya secara rinci. betapa pun keadaannya. Lalu bentuk pemerintah yang manakah yang paling ideal? Pemerintah terpimpin? Parlementer? Atau menggabung dua sistem ini? Maka kami katakana. lalu dilakukan baiat secara missal di mesjid. dan menegaskan tentang sikap mereka yang menghargai aspirasi rakyat. jika ia baik. dan ia bertanggung jawab secara penuh terhadap jalannya pemerintahan. Persis sebagaimana yang dilakukan kaum muslimin pada masa daulah Islamiyah dengan sistem administrasi yang mereka adopsi dari Negara Paris dan Romawi setelah melakukan futuhat (ekspansi). jelas dan sangat istimewa. pada dasarnya yang memiliki adalah presiden (kepala pemerintahan). meskipun kedudukan presiden dalam pandangan Islam memiliki wewenang yang terbatas. Walaupun sejarah penerapan sistem pemerintahan Islam lebih dekat kepada model pemerintah terpimpin (presidentil). Kemudian dilakukan pemilihan terakhir untuk mendapatkan suara masyoritas ahlul halli wal 'aqdi serta masyarakara umum. "Bahwa kaidah sistem pemerintahan dalam Islam sangat sempurna. Terkandang ia mengambil sebagian dari konsep-konsep tersebut dan mengamandemen beberapa diantaranya. "Adapun perihal tanggung jawab pemerintah menurut sistem Islam. Dasar delegasi tidak akan mengurangi wewenang dan kekuasaannya. selama berkesesuaian dengan prinsip-prinsip Islam dan tidak bertentangan dengan manhajnya. Dia punya hak untuk melakukan apa saja untuk kemudian menyerahkan penilaian prilakunya kepada masyarakat.

dan tidak menyelami kehidupan pada masa Rasulullah Saw. maka rakyat harus meluruskannya.ia tidak baik. sebenarnya tidak berbeda dengan agama-agama yang ada. yaitu Al Quran dan Sunnah Rasul-Nya. Koridor dan kerangka yang ditetapkan oleh Islam untuk keselamatan masyarakat berupaka kaidah-kaidah keutamaan dan kaidah-kaidah yang lain. dan hal ini menjadi rujukan dan standar untuk setiap sistem pemerintahan dan penerapannya. dan mereka tidak memikul beban kesalahan yang dilakukan oleh orang lain atau yang disebabkan oleh manhaj orang lain. Diantara sarana yang digunakan Ikhwanul Muslimin dalam melakukan perjuangan konstitusi dan gerakan politik adalah mendirikan partai politik 486 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam). 323 386 ."486 Sesungguhnya orang-orang yang ketakutan terhadap syariat Islam sebenarnya belum mengenal Islam secara baik. sebagaimana dalam pemerintahan Islam masa lalu dikenal dengan Wizaratut Tafwidh (maksudnya kurang lebih sama dengan sistem cabinet parlementer yang dipimpin oleh seorang perdana menteri sekarang ini). hal. pemahaman mereka yang washathiyah dan komprehensif. Islam tidak melarang seorang presiden melimpahkan wewenang eksekutifnya kepada yang lain untuk mengemban tanggung jawab ini. Ikhwanul Muslimin tidak bertanggung jawab terhadap penerapan sistem pemerintahan dari orang lain yang mengangkat slogan-slogan Islam. dan Khulafaur Rasyidin. 322. bahkan hal ini merupakan kebutuhan manusia sepanjang zaman. Para ulama fiqih telah memberi dispensasi atas masalah ini dan membolehkan sepanjang tetap berada dalam kerangka menegakkan kemaslahatan umum. Dimana manhaj Islam bersumber pada sumber utama. pandangan mereka bahkan hanya terbatas fase-fase terjadinya penyimpangan dalam menerapkan syariat Islam secara benar dan menyeluruh sepanjang sejarah. Karena sesungguhnya Ikhwanul Muslimin memiliki manhaj yang jelas dan berbeda dengan manhaj-manhaj yang lain. komitmen mereka yang cermat terhadap syariat Islam.

Kami bersandar sampai sejauh ini.modern. • Menolak cara-cara kekerasan. tiada lain adalah disebabkan karena penggunaan istilah-istilah politik kontemporer dan konteks-konteksnya yang terkini. dan istilah-istilah ini belum pernah digunakan sebelumnya di dalam buku-buku fiqih dan sejarah-sejarah klasik. serta penangkapan. Ketidakjelasan yang terjadi dalam beberapa hal. Imam Syahid berkata. 136 387 . dan hal ini sesuai dengan dustur (peraturan) yang ada dan tidak keluar dari koridor-koridornya. Revolusi dan kudeta Ketika pemerintah eksekutif condong kepada jamaah. 487 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). namun untuk menegaskan tentang kedalaman dan keaslian sistem politik Islam. tindak aniaya karena dakwah yang dibawanya. apalagi meyakini manfaatnya. ini akan memudahkan berdirinya pemerintah Islam dan sistem pemerintahan Islam. walaupun hal ini bukan pada tempatnya. dan untuk menjelaskan aspek-aspek mendasar yang menjadi pijakannya. hal. Adapun mengenai revolusi. "Revolusi adalah bentuk penggunaan kekuatan yang paling keras. yang program-programnya berlandaskan dari prinsip-prinsip syariat Islam dan tidak keluar dari undang-undang dan koridor yang dibuat oleh masyarakat. Ikhwanul Muslimin menolak cara-cara kekerasan dalam pelbagai bentuknya dan menolak revolusi serta sarana-sarana kudeta terhadap pemerintah. yang menetapkan bahwa Islam merupakan sumber utama dalam perundang-undangan. walaupun secara praktek dan penerapannya sesuai dengan kaidah-kaidah Islam dan koridornya. Ikhwan tidak memikirkan. mengandalkan. dan Ikhwanul Muslimin tidak tergesa-gesa melangkah dan menyimpang dari jalan yang telah digariskan oleh Imam Syahid."487 Beliau menghadapi tekanan dari pemerintah. maka Ikhwan memandang masalah ini secara hati-hati dan memperhitungkannya hingga detail. dengan penuh kesabaran.

dan cahaya imannya padam. dan tidak pula menjadi hakim yang membagi-bagikan hukum kepada umat manusia. (maksudnya adalah penggunaan kekuatan itu sendiri merupakan solusi awal atau alternative terakhir?). sistemnya guncang. kemudian kekuatan kesatuan dan ikatan persaudaraan. akidahnya lemah. Manakala sebuah jamaah mempergunakan kekuatan fisik dan senjata. Dalam pepatah Arab "Alternatif terakhir dalam menyetrika". Imam Syahid berkata. maka bisa dipastikan bahwa kesudahan akhirnya adalah kehancuran dan kebinasaan. lalu kekuatan fisik dan senjata. Mereka memahami bahwa peringkat pertama kekuatan adalah antara produk yang dihasilkan dengan target yang kekuatan akidah dan iman. "Pola pikir dan cara pandang Ikhwanul Muslimin jauh lebih dalam dan lebih luas dari sekedar memandang kerja dan pemikiran secara formal. yang tidak menukik pada kedalamannya. sementara ia dalam kondisi sel-selnya berserakan. jihad politik dan upaya-upaya yang berkesinambungan.ketegaran dan perjuangan secara konstitusi. yang penting diketahui sebelum menggunakan kekuatan adalah mempertimbangkan dampak positif dan dampak negatif dari penggunaan 388 . dan tidak membandingkan ditetapkan. apakah ia memberi batasan dan syarat-syarat serta memberi arahan dalam penggunaannya? Sesungguhnya pengobatan adalah kekuatan dengan bukanlah obat pertama yang dapat apakah menyelesaikan masalah. Ia tidak pernah menggunakan senjata dan tidak meneteskan darah manusia muslim. "Apakah ajaran Islam memerintahkan umatnya untuk menggunakan kekuatan pada situasi dan kondisi? Atau.

konsekuensi dan resiko yang mungkin timbul. Ini adalah manhaj dalam perubahan. serta apa saja situasi. "Kami telah bersepakat atas komitmen untuk tidak menggunakan kekuatan untuk menggulingkan pemerintah dan mendirikan sistem pemerintah Islam dari atas. Yaitu saat menghadapi penjajah Inggris dalam perang pembebasan negeri. seluruh kekuatan dan kemurkaan harus disimpang hingga tiba waktunya yaitu Yaum Dam (hari berdarah). dan sikap Ikhwanul Muslimin terhadap cara-cara kekerasan. padahal ia menginginkan demonstrasi damai. karena sesungguhnya menuntut pendirian Negara Islam dan perberlakukan syariat Islam bukan merupakan langkah pertama. adalah ketika beliau menggelar sebuah demonstrasi yang menuntut pengusiran penjajah dari negeri Mesir dan Palestina. paling tidak mencakup unsur-unsur dan kelompok yang memiliki potensi dan 488 489 Ibid. 189 Kami berbaik sangka demikian kepada beliau 389 . "Kemudian Syaikh (Imam Syahid) akhirnya mendengar kabar bahwa beberapa demonstran yang ikut dalam aksi tersebut mendapat cidera fisik. Seorang jurnalis. Kemudian terjadi bentrokan dengan pihak kepolisian dan keamanan Mesir. Inilah Syahid Sayyid Quthb489 menggambarkan kelompok yang ia bina ketika dipenjara tahun 1965 M. dan beberapa orang demonstran mendapat cidera. dan kudeta dan tidak satupun Ikhwan yang menyimpang dari sikap ini. beliau sangat menyayangkan kejadian tersebut. namun terlebih dahulu memindahkan komunitas masyarakat menuju pemahaman Islam yang benar.488 Dalam salah satu sikap Imam Syahid yang direkam oleh sejarah. hal.kekuatan itu. namun beliau meyakini bahwa belum saatnya berjuang dengan mengorbankan darah. revousi. Muhammad Tabi'I menulis dalam majalah Akhir Sa'ah (detik-detik terakhir) yang menggambarkan sikap Imam Syahid. bukan karena meyakini bahwa hak rakyat Mesir akan didapatkan dengan demonstrasi damai semata. kemudian membangun pilar dasar kendati tidak bisa mencakup seluruh masyarakat.

pengalaman masa silam dan masa kini telah membuktikan bahwa tidak ada kebaikan selain jalan dakwah yang kalian lalui.S Al Baqarah: 143)491 "Kami tidak putus asa. tidak tergesa-gesa dan tidak mempercepat peristiwa. keberuntungan hanya milik orang-orang yang mau beramal. 237. Tidak ada produktivitas kecuali yang sesuai dengan khitah kalian.           490 Syubhat seputar pemikiran Islam kontemporer. (Q.pengaruh dalam mengarahkan seluruh masyarakat agar tertarik dan mau beramal dalam mendirikan sistem pemerintah Islam. Darul Wafa 491 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). segala puji kepada Allah Rabb alam semesta. hal. Konsultan Salim al Bahnasawy. Oleh karena itu. Tidak ada ketepatan langkah kecuali pada yang kalian perbuat. akivitas dan kesadara. hal. janganlah kalian asal-asalan dalam menyalurkan potensi. semuanya diperhitungkan dengan waktu.490 Imam Syahid juga menegaskan tentang urgensi kesabaran. hal.                          Artinya: "Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu."492 Hal itu karena segala sarana yang kami butuhkan memerlukan persiapan yang matang. dan semangat kami tidak akan lemah. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. peluang waktu dan detik-detik untuk melaksanakan. Berbuatlah. Allah akan beserta kalian dan Allah tidak akan menyia-nyiakan amal kalian. Sungguh. janganlah terlalu spekulatif dengan slogan-slogan keberhasilan. "Sungguh. 127 492 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). 269 390 .

Ini adalah surat yang dipublikasikan oleh Koran Ikhwanul Muslimin. kerjakan.Artinya: "Katakanlah: "Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat. kokohkan kesabaran.496 • Tentang Metode Terwujudnya kecondongan pemerintah terhadap dakwah: Yaitu sejauh mana propaganda. dimana ia mengungkapkan kekagumannya terhadap Kamal At Turk. hal. dan pengaruhnya terhadap lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan dan pemerintah di pelbagai level."494 "Ia adalah saat-saat menentukan dalam sejarah kalian. yang terlihat di dalam penyampaiannya objektivitas.205 495 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). putuskan. memberikan shibghah Islamiyah di pelbagai fenomena. mengingatkan mereka terhadap pentingnya doa-doa di waktu sahur (sebelum fajar). matangnya pembentukan. 363 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). banyaknya pendukung. adab penyampaian dan perhatian terhadap urgensi hal yang ingin beliau sampaikan. 493 494 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). baiknya persiapan dan pembentukan. maka dengan demikian akan terwujudlah kecondongan pemerintah terhadap gerakan dakwah. persiapan dan keberterimaan masyarakat. 270 496 Bagian dari surat Imam Syahid kepada Nahas Basya dalam jumpa pers yang beliau sampaikan kepada beberapa media. kokohkan. hal. sabarlah. dukungan dan sokongan mayoritas masyarakat terhadap dakwah. maka pikirkanlah." (Q. menyebarnya basis-basis dakwah. bersiap-siagalah. bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. betapa banyak orangorang berpakaian lusuh jika bersumpah (berdoa) kepada Allah dikabulkan. 391 .S Al Isra: 51)493 "Target jangka panjang membutuhkan kesabaran untuk menanti peluang. bertawakkal kepadanya. hal."495 Imam Syahid senantiasa mengingatkan mereka untuk menyandarkan diri kepada Allah.

Imam Syahid tidak membatasi gambaran konkret dan rinci tentang kecondongan tersebut; karena waktunya sangat tergantung pada kondisi dan peristiwa yang terjadi. Namun beliau meletakkan kaidah-kaidah dan batasan umum

sebagaimana di dalam disebutkan dalam risalah Muktamar Ke V. Proses terwujudnya kecondongan tersebut memiliki beberap kemungkinan: Hal mungkin bisa terwujud dengan keberpihakan pemerintah dalam beberapa poros utamanya serta keberadaan basis-basis strategis di bawah tekanan masyarakat. lalu jamaah tampil untuk menguasai beberapa sarana pengarah (yaitu dengan tekanan masyarakat secara damai, pengaruh basisbasis dakwah di lembaga-lembaga pemerintahan, kecondongan dan keberterimaannya terhadap kepemimpinan jamaah). Kemudian bisa jadi dengan kecondongan periodik (sementara), yaitu dengan sampainya para simpatisan dan pendukung jamaah di lembagalembaga strategis, diantaranya parlemen. Yang akhirnya mengantarkan kepada totalitas kecondongan dan keberpihakan pemerintah terhadap dakwah. Dan mungkin bisa terjadi penolakan dari beberapa penguasa untuk condong terhadap dakwah dan memenuhi permintaan masyarakat. Saat itu mereka akan berdiri di dalam lubang yang terpisah untuk melawan dan menekan rakyat. Sikap jamaah terhadap penolakan ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Syahid adalah dengan tetap menggunakan cara-cara elegan dengan perjuangan damai dan cara-cara konstitusi untuk menyingkirkan rintangan ini. Jika kelompok yang sedikit ini menggunakan kekerasan dan

penganiyaan terhadap kekuatan rakyat, maka sebagaimana arahan Imam Syahid bahwa jamaah tidak akan memulai penggunaan kekuatan, ia akan tetap menjaga setiap tetes darah setiap muslim dan selalu berupaya untuk menciptakan kecondongan pemerintah terhadap dakwah dengan cara damai, dan dalam kondisi seperti ini jamaah tidak akan melakukan reaksi terhadap
392

tindakan tersebut, kecuali setelah seluruh sarana-prasarana telah digunakan. Sebagaimana pepatah Arab, 'Obat penyembuh terakhir adalah setrika.' Imam Syahid berkata, "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin akan unjuk kekuatan ketika cara lain tidak lagi mampu berbuat banyak dan ketika mereka benar-benar yakin telah menyempurnakan iman dan kesatuan barisannya. Dengan demikian, tatkala menggunakan kekuatan ini mereka dalam keadaan terhormat dan penuh izzah, dan saat mereka siap menanggung resiko apapun dengan lapang dada sebagai konsekuensinya."497 • Sikap perbaikan: Tentang kekuatan dan individu yang duduk di pemerintahan dan menginginkan perbaikan; jika salah seorang dari mereka memimpin Negara dan menyampaikan keinginannya untuk melakukan perbaikan dan menerapkan syariat Islam, maka Ikhwanul Muslimin akan membantu dan menyokongnya, selama ia komitmen terhadap janjinya. Ikhwan akan memberikan nasehat dan menganggap hal itu sebagai salah satu jalan menuju perbaikan, dengan tetap mengetahui dan meyakini bahwa jalan yang benar untuk membina umat Islam adalah jalan yang panjang, jalan yang fase dan langkah-langkahnya jelas dan tertata dengan rapi, begitupula dengan metode mendirikan dan membangun Negara Islam. Oleh karena itu bantuan yang diberikan Ikhwanul Muslimin merupakan bagian dari perbaikan dan kerjasama dalam kebaikan, tanpa mundurnya jamaah dari dakwah, jalan dan misinya yang agung. Dengan segenap upaya untuk melakukan perbaikan dan memberikan bantuan kepada orang lain, jamaah juga tidak lengah dan tertipu oleh sloganslogan atau sikap-sikap yang menipu, propaganda-propaganda yang membawa kepentingan tertentu atau peristiwa-peristiwa yang direkayasa. Jamaah akan menyelami hakikat segala sesuatu, menimbangnya dengan
497

terhadap

kekuatan

pemerintah

yang

menginginkan

Lihat kembali Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal. 135

393

timbangan syariat dan melihatnya dari berbagai sisi. Sejarah yang dekat penuh dengan contoh dan model yang menunjukkan hal itu. Untuk memberikan dukungan atau pertolongan kepada siapa saja yang berupaya untuk melakukan perubahan secara parsial demi menghilangkan kerusakan serta menjalankan perbaikan sesuai dengan gambaran dan metodenya, memiliki syarat-syarat tertentu. Ibnu Qayyim menyebutkan kaidah syar'I dalam hal ini: Inkarul Munkar (proses menghapus kemungkaran) terbagi dalam empat derajat:

- Pertama: hilangnya kemungkaran sama sekali dan diganti
dengan kebaikan.

- Kedua:
-

berkurang,

jika

belum

bisa

dihilangkan

secara

keseluruhan. Menggantinya dengan kemungkaran serupa Menggantinya dengan kemungkaran yang lebih buruk

Dua derajat pertama: disyariatkan dalam Islam, derajat ketiga: merupakan ijtihad, keempat: diharamkan.498 Standar untuk setiap derajat ini dan hasilnya terkadang hanya bersandar pada perkiraan semata jika belum sepenuhnya yakin, dengan syarat hal itu tidak bertentangan dengan prinsip dakwah dan batasanbatasannya serta dengan kemaslahatan Negara, yaitu dengan menundukkan segala fasilitas yang digunakan dalam melakukan inkar munkar sesuai dengan timbangan syariat dan hukum-hukumnya. Begitupula dengan dukungan dan sikap-sikap jamaah dalam

membantu orang lain juga memiliki beberapa derajat, yang bermula dari sikap diam atau menolak hingga dukungan moril dan pernyataan sikap untuk memberikan dukungan tertentu sesuai syarat-syarat, baik dukungan langsung maupun tidak langsung, atau dukungan umum (solidaritas).

498

I'lam Muwaqqi'in, Ibnu Qayyim, 3/4

394

Ikhwan tidak bertujuan mendirikan pemerintah Islam melalui cara kudeta atau revolusi; hal ini bertentangan dengan manhaj mereka, baik dengan instruksi dari pemerintah bahkan melalui partisipasi sejumlah menteri atau dengan dukungan kuat dari parlemen. Maka tidak ada cara lain selain melakukan upaya untuk sampai ke lembaga-lembaga eksekutif untuk menyebarkan dakwah, memberikan pengaruh, berperan sebagai sarana perbaikan dan mengurung kerusakan, yang dapat membantu memudahkan proyek persiapan pendirian pemerintah Islam dengan perspektif yang komprehensif dan menyeluruh. Upaya mendirikan Negara Islam dan mewujudkan pemerintah Islam membutuhkan persiapan yang panjang, tarbiyah masyarakat, membina dan mentarbiyah pilar-pilar yang menopangnya, serta basis-basis yang menjadi pijakan pemerintah dan bangunannya yang kokoh, luasnya propaganda, serta tersebarnya basis-basis dan pendukung di pelbagai lembaga-lembaga strategis di masyarakat, dukungan dan bantuan dari masyarakat umum dan masyarakat muslim, waktu yang tepat dan cocok, serta persiapan khusus terhadap barisan dakwah hingga ia mampu mendirikan bangunan ini, memimpin dan melindunginya. Tanpa strategi dan langkah-langkah yang disempurnakan secara cermat, maka kita tidak akan sampai kepada tujuan yang dicita-citakan, alternatif atau jalan lain tidak akan mengantarkan pada tujuan, maka hanya akan berupa slogan-slogan dan selebaran tanpa ada bangunan hakiki yang akan membawa misi dakwah untuk mewujudkan target-target yang lain.

Kaidah-kaidah sistem Sosial dalam Islam Tentang manhaj ishlah sosial dalam Islam, Imam Syahid berkata, "Al

Quran adalah kitab yang sarat dengan asas-asas perbaikan sosial yang syamil (utuh dan menyeluruh). Asas-asas perbaikan itu adalah sebagai berikut: 1. Rabbaniyah;

395

2. Ketinggian kualitas jiwa manusia;

3. Penegasan terhadap keyakinan akan adanya jaza'(balasan) atas
setiap amal; 4. Deklarasi ukhuwah antar sesame manusia;

5. Bangkitnya

laki-laki

dan

wanita

secara

bersama-sama,

mengumumkan adanya takaful dan emansipasi serta menetapkan tugas masing-masing secara rinci; 6. Jaminan kepada masyarakat akan adanya hak hidup, pemilikan, lapangan kerja, kesehatan, kebebasan, pengajaran dan keamanan bagi setiap individu, serta menentukan sumber-sumber penghasilan;

7. Penentuan dua macam gharizah (kecenderungan): kecenderungan
untuk memelihara jiwa dan memelihara keturunan serta mengatur berbagai tuntutan yang terkait dengan makanan dan pemenuhan kebutuhan seksual; 8. Tegas dalam memerangi berbagai tindak criminal dan pelanggaran hak-hak asasi manusia;

9. Penegasan akan pentingnya wihdatul ummah dan mengikis habis
semua bentuk perpecahan; 10. Mewajibkan umat untuk berjihad memperjuangkan prinsip-prinsip Al haq yang digariskan oleh sistem ini;

11. Menjadikan

daulah

sebagai

sarana

bagi

perwujudan

dan

pemeliharaan fikrah, bertanggungjawab mewujudkan sasaransasarannya di masyarakat, dan mentrasformasikannya kepada sekalian manusia499;

12. Secara

sosial,
500

mendorong

ruh

izzah,

kemuliaan

dan

cinta

kebebasan.

Islam tidak membiarkan prinsip-prinsip dan ajarannya hanya menjadi teori, namun ia berupya menerjemahkannya dalam bentuk amalan nyata, yang dilakukan dan dipelihara oleh umat manusia.
499 500

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal.94 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam); Tentang masalah kenegaraan, hal. 310

396

Imam Syahid berkata, "Islam telah mewajibkan umat yang yakin dan percaya untuk menjaga amal-amal fardhu yang tidak ada alas an untuk menyia-nyiakannya. Amal-amal fardhu terpenting yang oleh sistem ini dijadikan sebagai pijakan untuk menanamkan prinsip-prinsipnya adalah: 1. Shalat, dzikir, taubat, istighfar dan yang sejenisnya;

2. Shaum, 'iffah, dan hati-hati menjaga diri dari kemewahan;
3. Zakat, shadaqah, dan infak di jalan kebaikan;

4. Haji, siyahah, rihlah, mengungkap dan menganalisa maklukmakhluk ciptaan Allah; 5. Mencari penghasilan, bekerja, dan diharamkan meminta-minta; 6. Jihad, perang, menyiapkan para tentara, dan merawat keluarga serta kepentingan mereka setelah mereka menemui ajal;

7. Amru bil ma'ruf dan memberikan nasehat; 8. Nahyu 'anil munkar dan memboikot pelaku kemungkaran;
9. Berbekal ilmu dan pengetahuan bagi setiap muslim dan muslimah dalam berbagai sisi kehidupan sesuai dengan kondisi; 10. Melakukan muamalah yang baik dan menjaga kesempurnaan prilaku dengan akhlak yang utama; 11. Memperhatikan kesehatan tubuh dan menjaga kebaikan indra;

12. Solidaritas sosial (yang timbal balik) antara pemimpin dan rakyat,
berupa ri'ayah (dari sang pemimpin) dan ketaatan (dari rakyat) pada waktu bersamaan.501 Oleh karena itu, seorang muslim dituntut untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban ini dan bangkit dengannya. Kewajiban-kewajiban ini telah diungkap dalam Al Quran, dijelaskan dengan sederhana dan praktis502, untuk memberikan manfaat dan atsar-atsarnya kepada manusia.

Kaidah Sistem Ekonomi dalam Islam

501 502

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal.95 Ibid

397

Imam syahid berbicara tentang warna dan corak ekonomi yang menyokong di zaman sekarang, baik kapitalis, sosialis, komunis, dan lain-lain. Beliau menjelaskan tentang keaslian dan keistimewaan sistem ekonomi Islam, dengan mengatakan, "Sebaiknya umat Islam segera melepaskan diri dari semua corak ekonomi tersebut, lalu memusatkan kehidupan ekonominya kepada tatanan Islam dan arahan-arahannya yang baik, serta menjadikannya sebagai acuan." Beliau juga berkata, "Sistem ekonomi Islam yang sangat penting teringkas sebagai berikut:

1.
2.

Islam memegang harta yang baik sebagai pilar kehidupan yang harus dipelihara, diatur dan dimanfaatkan. Kewajiban bekerja dan berprofesi bagi setiap orang yang mampu. Islam mewajibkan menguak semua sumber daya alam dan memanfaatkan semesta. semua potensi yang tersedia di alam

3.

4.
5. 6.

Islam mengharamkan semua profesi yang tidak terpuji. Mendekatkan jarak antara tingkatan sosial yang pada akhirnya menutup jurang antara si kaya dan si miskin. Jaminan sosial bagi setiap warga Negara, asuransi bagi kehidupan, dan upaya untuk mensejahterakan mereka. Islam menganjurkan infak pada semua lahan kebaikan, terciptanya kepedulian sesama warga Negara, serta saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa.

7.

8.

Menjunjung tinggi nilai harta dan menghormati hak milik pribadi selama tidak bertentangan dengan kepentingan umum.

9.

Mengatur transaksi permodalan dengan undang-undang yang adil dan santun, serta melakukan pengawasan yang ketat terhadap modal.

398

10.

Penegasan

terhadap

tanggung

jawab

Negara

untuk

melindungi sistem ini.503 Imam Syahid menegaskan tentang urgensi kebebasan negeri, dan kekuasaannya terhadap aset-aset ekonomi, dan beliau menolak dengan keras dominasi penjajah asing terhadap sumber-sumber kekayaan negeri. Imam Syahid berkata, "Mereka telah menancapkan cakar-cakarnya pada sumber-sumber kekayaan negeri, baik secara berserikat maupun sendirisendiri. Industri dan perdagangan, perusahaan-perusahaan umum, serta badan-badan usaha vital lainnya sebetulnya telah berada di tangan orang asing-asing. Mereka adalah orang-orang asing yang mendapatkan kewarganegaraan Mesir sebagai simbol, padahal mereka masih mencintai negerinya dan memboyong banyak keuntungan ke negerinya.504 Imam Syahid mengungkapkan tentang kekayaan dan sumber alam negeri jika penggunaannya bisa dioptimalkan, "Sesungguhnya, negeri ini tidak miskin. Bahkan bisa jadi negeri ini adalah negeri paling kaya dengan kekayaan alam dan hasil bumi yang bermacam-macam, yakni yang dihasilkan oleh pertanian, laut, peternakan, pertambangan, serta sungai nil yang menakjubkan dengan lembahnya yang sangat subur. Semua itu merupakan karunia Allah Swt. kepada Mesir dan penduduknya sejak dahulu." Beliau juga mengingatkan tentang bahaya krisis ekonomi, dengan mengatakan, "Tidak ada sesuatu yang dapat menggerakkan batin, menyibukkan pikiran, dan menyakitkan perasaan, selain keterhimpitan materi. Problem ini dapat mencekik rakyat dan menghalanginya dari mendapatkan kebutuhan hidup yang bersifat primer, apalagi yang skunder. Tidak ada problematika ekonomi yang yang lebih pelik daripada problem roti. Tidak ada bencana yang lebih berat dirasakan daripada bencana kelaparan dan kemiskinan. Tidak ada keperluan hidup yang lebih mendesak daripada kebutuhan akan bahan makanan pokok."505
503

Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam), hal. 340 504 Risalah Pergerakan, Sistem Ekonomi, hal. 338 505 Ibid, hal. 337

399

Imam Syahid menjelaskan tentang urgensi jaminan sosial untuk setiap warga negara, ia mengatakan, "Islam telah menetapkan bahwa setiap warga Negara berhak mendapatkan jaminan sosial, ketenangan, dan penghidupan yang layak; bagaimanapun kondisinya, baik ketika dia mampu melaksanakan kewajibannya sebagai warga Negara, maupun ketika tidak mampu melaksanakan kewajibannya dikarenakan halangan tertentu. Begitupula pembangunan berkewajiban halnya dengan tanggung Imam rakyat jawab Syahid dengan Negara terhadap "Islam

sistem

ekonomi

Islam.

berkata,

menegaskan tanggung jawab Negara untuk melindungi sistem ini. Negara menggunakan kekayaan sebaik-baiknya, memungut dengan cara yang baik dan menggunakannya dengan cara yang baik pula, serta adil dalam menggalinya. Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya- pernah berkata yang maksudnya adalah sebagai berikut, "Sesungguhnya harta ini adalah milik Allah, sedangkan kalian adalah hambahambanya." Imam Syahid menegaskan tentang urgensi independensi mata uang dan pengaturan transaksi harta benda, ia berkata, "Islam mensyariatkan pengaturan atas transaksi harta benda dalam batas kepentingan pribadi dan masyarakat, menghormati semua perjanjian dan kesepakatan, serta pengawasan yang ketat terhadap masalah uang dan penggunaannya. Bahkah, fiqih Islam membahas masalah ini dalam bab tersendiri, yakni mengharamkan tindakan 'main-main' dengan uang, misalnya sharf506 dang yang sejenis." "Fenomena ketertipuan yang jelas, terlihat pada bangsa Mesir yang bersedia menyerahkan tenaga dan kekayaan mereka dengan imbalan beberapa lembar kertas yang tiada berharga kecuali dengan jaminan dari Inggris."

506

Sharf adalah pertukaran antara dua mata uang dengan aturan tertentu. Hal ini bisa didapatkan dalam kitab-kitab Fiqih.

400

"Jika Mesir membulatkan tekad dan mengatur semua anggaran belanjanya, tidak diragukan lagi ia akan mendapatkan kemandirian mata uangnya." "Kita telah melepaskan diri dari mata uang Pound (sterling), kita juga telah memikirkan perihal dominasi bank swasta, dan kita juga telah menuntut pemerintah Inggris untuk segera mengembalikan pinjamannya kepada kita. Semua ini merupakan proyek pengamanan terhadap uang Mesir."507 Imam Syahid juga berkata, "Prinsip-prinsip yang kita ajukan ini mengendaki adanya perhatian secara serius terhadap perlunya nasionalisasi perusahaan-perusahaan tangan-tangan asing dan penggantian modal asing dengan modal bisa nasional, selama hal itu memungkinkan dan membersihkan diri dari dominasi terhadap sarana-sarana umum kita. Tidak dibenarkan sama sekali jika tanah, bangunan, angkutan air, penerangan, transportasi dalam dan luar negeri, sampai garam dan soda, semua dimiliki oleh perusahaan-perusahaan asing yang modal dan keuntungannya mencapai jutaan pound. Sementara penduduk pribumi tidak mendapatkan apa-apa kecuali hanya kesengsaraan semata."508 Begitupula dengan mengutamakan dan mendorong perusahaan-

perusahaan dalam negeri Islam. Imam Syahid berkata, "Dalam bidang ekonomi, kita harus merasa cukup (dan sementara membatasi diri) dengan apa yang ada di negeri kita dan di negeri saudara-saudara kita dari bangsa Arab dan kaum muslimin (tidak perlu minta bantuan ke Negara lain)."509 Diantara kaidah sistem ekonomi Islam adalah memerangi kerusakan dalam pelbagai bentuknya. "Sebagaimana Islam mengingatkan umat dalam memanfaatkan kekuasaan pemerintah dan wewenang, melaknat orang-orang
507 508

Risalah Pergerakan, Sistem Ekonomi, hal. 345 Ibid, hal. 346 509 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam); Tentang masalah kenegaraan, hal. 347.

401

yang menyuap dan yang disuap, mengharamkan hadiah atau upeti kepada kepala kepala pemerintah atau para pemimpin. Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya- mengambil kelebihan harta kekayaan yang dimiliki oleh para pegawainya, dan berkata kepada salah seorang dari mereka, "dari mana kalian mendapatkan ini? Sesungguhnya kalian telah mengumpulkan api dan mewarisi kehinaan, seorang wali tidak boleh mengambil kekayaan umat, kecuali hanya sedikit sesuai dengan kebutuhannya. Imam Hasan Al Banna menjelaskan tentang bangunan sosial yang kuat dalam pertumbuhan ekonomi, begitupula dengan terwujudnya keamanan dan ketenangan untuk setiap warga Negara. Beliau berkata, "Tidak ada yang aneh dalam hal ini, sesungguhnya fenomena kehidupan tidak terbagi-bagi, kekuatan adalah kekuatan yang terdapat di dalamnya secara keseluruhan, dan kelemahan adalah kelemahan yang terdapat di dalamnya secara keseluruhan."510 Imam Syahid juga sangat memperhatikan tentang nasionalisasi perusahaan-perusahaan dalam negeri, sebagaimana ia juga mendorong industri-industri rumah tangga, serta memberikan perhatian terhadap proyek-proyek nasional dan membuat basis produksi yang kuat serta memberikan perhatian terhadap produksi senjata dan mandiri dalam mengelolanya. Imam Syahid berkata, "Mendorongnya berdirinya industriindustri rumah tangga dan mengurangi kebutuhan-kebutuhan skunder." Beliau juga berkata, "Memanfaatkan sumber daya alam secara cepat dan produktif, dan memberikan perhatian terhadap proyek-proyek ekonomi nasional, perubahan menuju era industri -hal ini merupakan bagian dari ruh Islam- mendirikan pabrik-pabrik senjata dan mandiri dalam mengelolanya."511 Imam Syahid menyerukan untuk mengadakan pengelolaan terhadap usaha pertanian dan perpajakan, demi mewujudkan keadilan dan kesejahteraan di tengah masyarakat. Beliau berkata, "kami membatasi
510 511

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal. 106 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam); hal. 347-349

402

diantara karakteristik agama Islam adalah relevan bersama perjalanan zaman dan umat. dan menggatikan mereka dengan yang lebih berhak di masyarakat dan mendorong pemilik modal kecil. Semua saya rangkum dalam penjelasan yang sangat ringkas. "Oleh karena itu. Beliau juga berkata. yang pertama adalah zakat dan memerangi praktek riba."512 Demikianlah hakikat sistem ekonomi Islam dan beberapa ringkasan dari kaidah-kaidah yang ada padanya.pemilik modal besar. Apabila kita mau menjadikannya sebagai pedoman dan berjalan bersama sinarnya. hal. Setiap kaidah dari kaidah-kaidah tersebut membutuhkan perincian yang dapat ditulis dalam berjilid-jilid buku. "Penertiban pajak sosial. tentu kita akan memperoleh banyak manfaat dan kebaikan. 121 403 . Islam juga tidak mengabaikan untuk mengambil manfaat dari beragam sistem yang baik yang tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah Islam dan prinsip-prinsipnya. yang semakin luas sesuai keingianan dan tuntutan."513 512 513 Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).

kami akan berjuang untuk memperjuangan hal itu dengan sepenuh kekuatan yang kami miliki.Bab X Tentang Tujuan Pembebasan Negeri-negeri Muslim Mengembalikan Eksistensi Negara Mendirikan Khilafah Memimpin Dunia Tentang Tujuan Pembebasan Negeri-negeri Muslim Mengembalikan Eksistensi Negara Mendirikan Khilafah Memimpin Dunia • Urgensi Khilafah dan Upaya Mendirikannya Kembali Imam Syahid berkata. Negara yang membentang dari 404 . maka kami akan menuntut kemerdekaan dan membebaskannya dari imperialis asing yang zhalim. "Setiap jengkal tanah yang di atasnya ada seorang muslim yang mengucapkan Tiada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad rasulullah. adalah bagian dari Negara kami (Islam).

harus menikmati udara kemerdekaan. sejak manhaj khilafah itu digulirkan sampai kemudian terbengkalai seperti sekarang ini. dan gradual. penjelasan tentang hukum-hukum imamah. Hingga dating hidayah Islam sebagai agamanya. sistem dan kondisi yang telah ditetapkan Al Quranul karim." "Khalifah adalah tempat rujukan bagi pemberlakuan hukum Islam. dan perincian segala sesuatu yang terkait dengannya adalah bukti nyata bahwa diantara kewajiban kaum muslimin ialah menaruh perhatian serius untuk memikirkan masalah khilafah. 144. sistem dan syariatnya. Ada target besar yang ingin dicapai. Langkah-langkah yang diambil berupa langkah-langkah sangat beragam. Ikhwanul Muslimin menjadikan fikrah tentang khilafah dan upaya mengembalikan eksistensinya sebagai agenda utama dalam manhajnya. 145 405 . "Ikhwan berkeyakinan bahwa khilafah adalah lambing kesatuan Islam dan bentuk formal dari ikatan antar bangsa muslim. sampai mereka menyelesaikan tugas tersebut (memilih khilafah) dan menyelesaikannya dengan mantap. karena besarnya tujuan dan target yang ingin dicapai. variatif. akidah.perbatasan Negara Indonesia di sebelah Timur hingga ke perbatasan gedung putih di sebelah barat. dan persiapan panjangan yang sedang 514 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). persatuan dan kedamaian. hal. di bawah naungan ikatan." "Oleh karena itu. walaupun hasilnya secara kasat mata belum begitu terlihat jelas. Oleh karena itu. Banyaknya hadits yang menyebutkan tentang kewajiban mengangkat imam. dan memiliki andil positif di dunia internasional."514 Ikhwanul Muslimin juga turut berjuang mengembalikan eksitensi Negara untuk umat Islam dan berupaya mewujudkan kemajuan dan perkembangan di tengah umat. para sahabat lebih mendahulukan mengurus masalah kekhilafahan daripada mengurus jenazah Rasulullah Saw. (ketika beliau wafat). Ia merupakan identitas Islam yang mana kaum muslimin wajib memikirkan dan menaruh perhatian dalam merealisasikannya.

Setelah berdirinya Negara-negara Islam di beberapa negeri kaum muslimin dan diterapkannya sistem pemerintahan Islam dan masyarakat Islam sesuai dengan manhaj dan koridor yang telah beliau jelaskan. dan menebarkan kalimat Allah serta menyampaikan risalah-Nya. Ikhwan juga meyakini bahwa semua itu membutuhkan banyak persiapan yang harus diwujudkan. dan kami menganggap Mesir adalah negera Islam. Langkah 515 516 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).232 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). 237 406 . menyatukan seluruh potensi bangsa Arab. sehingga kepadanya harapan dan cita-cita disandarkan."516 "Kepada Mesir-lah pusat kepemimpinan adab dan sosial. Beliau berkata: "Kami berharap Mesir bisa menjadi Negara muslim yang mendukung setiap upaya dakwah Islamiyah. melindungi kaum muslimin di seluruh penjuru bumi dari segala bentuk permusuhan.diupayakan. "Kendati demikian. namun hal itu tidak berpengaruh terhadap keimanan dan upaya mereka untuk mewujudkan tujuan mulia ini. berjuang untuk kebaikan mereka. sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama semua hanya milik Allah"515 "Sesungguhnya kami semua meyakini bahwa Islam yang hanif adalah Negara dan agama. hal. hal. Betapapun berat rintangan yang menghalang."517 Imam Syahid berkata. yaitu dengan bertaut eratnya persatuan diantara mereka dan loyalitas mereka terhadap Daulatul Umm (Negara induk) atau Negara yang memimpin – maksud beliau adalah Negara Mesir sebagai Negara induk umat Islam yang akan memimpin seluruh Negara-negara muslim yang lain. bahkan pemimpin Negara-negara Islam. • Fase-fase utama untuk mewujudkan tujuan: Imam Syahid telah menetapkan peta perjalanan untuk mewujudkan hal ini. hal. 302 517 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).

Mauritania. dan setiap jengkal tanah yang di dalamnya terdapat seorang muslim yang berseru "laailaaha illallah". Irak. hal. Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). membebaskan. Harus ada konsolidasi antara bangsa-bangsa muslim. semua itu adalah Negara Islam raya. akan dihasilkan sebuah kesepakatan untuk mengangkat 518 imam yang satu.untuk mengembalikan eksistensi khilafah harus didahului oleh langkahlangkah berikut: 1. Setelah itu mewujudkan Persekutuan bangsa-bangsa Muslim. ekonomi. Al Jazair. Tunisia. 177 407 . 3."519 518 519 Risalah. "setelah itu. penentram hati. pertahanan keamanan. Libya. pemersatu. menyelamatkan. kami tidak mengakui adanya pembagian-pembagian territorial yang bersifat politis dan berbagi kesepakatan internasional yang ada setelahnya. Setelah itu membentuk persekutuan dan koalisi di antara mereka untuk mendirikan lembaga-lembaga keumatan dan mengadakan muktamar antar Negara. karena hal itu semualah yang telah menjadikan Negara Islam yang besar ini terpecah menjadi Negara-negara kecil yang lemah. dan peradaban Islam secara umum. Suriah. sosial. sehingga mudah dikuasai oleh penjajah" "Kami tidak akan tinggal diam terhadap proyek pemberangusan kemerdekaan bangsa dan membiarkan mereka menjdi budak bagi bangsa lainnya. dan perantara bagi naungan Allah di muka bumi. Hijaz. Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). kami menginginkan agar setiap jengkal dari negeri-negeri kami yang muslim bergabung bersama kami" "oleh karena itu. menyangkut masalah politik. Jika hal itu bisa diwujudkan dengan sempurna. Mesir. 145 Risalah. Kami berusaha untut memerdekakan. dan mempersatukan antara satu dengan lainnya. 2. dimana ia merupakan penengah. hal.

Imam Syahid berkata. serta demi membebaskan seluruh negerinegeri muslim dan mendirikan Negara Islam di atasnya. Fase ini dilakukan dengan cara melakukan pendekatan antara Negaranegara Islam.Pengembalian eksistensi Negara untuk umat Islam sangat berperan sebagai bagian dari proses persiapan yang sangat penting sebelum pendeklarasian khilafah. bertambahnya kerjasama. kemudian ustaziyatul 'alam (kepemipinan dunia). untuk kemudian pada tahap akhir adalah mendeklarasikan berdirinya khilafah Islamiyah yang mulia. dan mendirikannya. budaya dan sosial. dan terwujudnya persatuan antara Negara-negara Islam. memanfaatkan faktor-faktor kebangkitan dan sumber-sumber kekuatan. memperkokoh persatuan secara konkret dalam pelbagai aspek. mendekatkan peradabannya. dimana hari itu mereka merasakan kedamaian di bawah panji Islam. kerakyatan dan kelembagaan. membangun kejayaannya. "Pengembalian eksistensi Negara Islam dilakukan dengan cara membebaskan seluruh negeri. serta kewibawaan dan kontribusinya di kancah internasional. dan menyatukan katan-katanya sehingga dapat mengembalikan tegaknya kekuasaan khilafah yang telah hilang dan terwujudnya persatuan yang diimpikan bersama. sehingga kita bisa mengembalikan posisi secara nasional-internasional. Maka wilayah Islam akan semakin luas. 408 . mewujudkan hubungan dan kerjasama di bidang ekonomi. dan ditinggikannya kumandang azan. dengan menyempurnakan proses pembebasan Negara-negara Islam yang lain. Kemudian yang tersisa adalah upaya untuk mengembalikan umat Islam ke negeri-negerinya yang pernah dirampas." Dengan demikian terbentuklah cikal bakal khilafah Islamiyah yang menyokong kekuatan persatuan antara umat Islam dan mendukung kemajuan dan perkembangannya.

308 409 . hal. 178 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam).                               Artinya: "Dalam beberapa tahun lagi[1164]. "Islam dianggap mampu mengemban risalah Allah di muka bumi. pulau-pulau di Laut Romawi. dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman. sebagaimana dahulu. dia menolong siapa yang dikehendakiNya.Imam Syahid berkata tentang pengembalian negeri-negeri muslim. sebagai proses ustaziyaul alam."520 Begitu pula halnya dengan Negara-negara muslim yang terjajah dan umat Islam secara keseluruhan –di seluruh fase-fasenya. Shaqlia."521 520 521 Ibid. "Andalusia. bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). semuanya adalah Negara-negara muslim yang terjajah yang harus kita kembalikan ke pangkuan Islam. Karena pertolongan Allah. oleh karena itu ia mampu memimpin dunia. Italia Barat. (Q. Balkan.S Rum: 4-5) Imam Syahid berkata tentang tujuan ini. yaitu tentang peran internasional. kita harus mengembalikan Laut Putih dan Laut Merah sebagai dua kolam yang dimiliki umat Islam. hal. dan dialah Maha Perkasa lagi Penyayang.mereka harus bahu membahu menyebarkan dakwah dan menjelaskan tentang kemuliaan agama Islam dan keindahan manhajnya di seluruh belahan dunia dan dengan menggunakan pelbagai sarana.

522 Risalah dalam Muktamar mahasiswa Ikhwanul Muslimin. dan menebarkan cahaya hidayah." (Q. 312.522 Dengan himpunan Negara-negara Islam dan persatuannya. persamaan. Imam Syahid menyebutkan tentang kawasan yang sangat luas yang mencakup seluruh Negara-negara Timur dalam menghadapi Negara-negara imperalis Barat. cetakan Darul dakwah. Dengan demikian maka terbangun sebuah kawasan yang sangat luas yang memiliki pengaruh." Kemudian Islam mewajibkan kepada umat untuk menjaga kepemimpinan ini dan memerintahkan untuk mempersiapkan kekuatan.         Artinya: "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi. kerjasama dan saling tolong menolong. yang menyebarkan pilar-pilar kebenaran. dan inti dari perhimpunan dan kepemimpinan di tangan umat Islam. serta menghadapi ambisi Negara-negara imperialis.S Al Anfal: 60) Dan hendaknya ia tidak lupa dengan peringatan Al Quran dalam Surat Al Nasr. sehingga kebenaran dipayungi oleh keagungan kekuasaan. hal. Iskandaria 410 . Imam Syahid adalah orang pertama yang menyerukan tentang politik ketidakberpihakan terhadap penjajah. kerjasama. meninggalkan keadilan dan menghancurkan hak-hak. agar ia terhindar dari sifat ghurur (lupa diri). koordinasi dan himpunan dari pelbagai Negara-negara di dunia. bekerja untuk kemuliaan manusia."Islam menetapkan kepemimpinan umat Islam dan kekuasaannya di bumi di banyak ayat dalam Al Quran. dan beliau menulis surat kepada rajaraja dan pemimpin Arab.

"Ada sebagian orang yang menyerukan kesatuan ketimuran. namun banyak manusia yang tidak mengetahuinya. dan pada saat itu maka himpunan Negara-negara Islam akan memiliki sarana-prasarana yang memungkinkannya melakukan perubahan Negara yang diinginkan. Imam Syahid menjelaskan tentang sikaf dakwah terhadap perseteruan antara Barat dan Timur. Ikatan negara-negara Timur bukan sebuah himpunan poros yang memusuhi Barat. agar ia bisa dikeluarkan dari dominasi penjajah. Kita juga harus mendirikan lembaga-lembaga dan instansi yang bisa menyampaikan nilai-nilai kebenaran dan keadilan. kezhaliman. Dewan Keamanan PBB dan organisasi-organisasi dunia yang lain. serta melindungi Negara-negara lemah. pertumbuhannya dan dalam rangka membangun peradaban manusia internasional. dimana Islam meletakkan nilai dan prinsip-prinsipnya di muka bumi. Pada fase internasional. Tentu dalam hal ini mereke 411 . seperti PBB. imperialis dan Yahudi yang telah memandulkan peran-peran strategisnya dan menjadikannya sebagai alat untuk memenuhi kepentingan dan nafsu Amerika dan Yahudi. Saya menduga bahwa tidak mungkin benih propaganda ini merasuki orang-orang yang mempercayainya kecualiakibat fanatisme orangorang Barat terhadap bangsa-bangsa Timur. serta menjalankan hubungannya atas asas keadilan dan persamaan. serta menghimpun semua Negara yang menerima kerjasama. agar seluruh umat manusia bisa menikmatinya. dan sesungguhnya Allah menguasai seluruh urusannya. dan ambisi Negara-negara raksasa. Ikhwanul Muslimin juga bermaksud mengadakan perbaikan dan ishlah terhadap organisasi-organisasi dunia. serta melawan semua jenis permusuhan.Himpunan Negara-negara internasional Islam ini bukan bermaksud melakukan perang. kerjasama. tujuannya adalah untuk perdamaian dunia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan keadilan. ia hanyalah ikatan emosional.

kendati makna yang menyatukan antar perasaan manusia yang ada di dalamnya adalah makna yang bersifat temporer dan incidental. 231 412 . Makna yang tersirat dari istilah tersebut. Latar belakang inilah yang memaksa bangsa-bangsa Timur menyatukan diri mereka menjadi sebuah kubu. mereka membagi belahan dunia ini menjadi dua: Barat dan Timur."523 Imam Syahid berkata. Barat adalah Barat. kecuali sekedar ekspresi dari perasaan senasib karena sama-sama dijajah bangsa Barat. Ikhwanul Muslimin tidak melihat adanya kesatuan ketimuran."524 Imam Syahid kembali menegaskan bahwa sesungguhnya himpunan Negara-negara Arab bukanlah sebuah kubu permusuhan. sampaisampai salah seorang penyair mereka dengan arogan berucap. demi kebaikan dan peningkatan kemakmuran bersama. Barat berusaha mengambil jarak dari bangsabangsa kita. kelahirannya dipicu oleh kepongahan Barat dengan peradaban materialisnya. serta meninggalkan sikap pertentangan dan kolonialnya. serta sikap keterlaluan mereka dalam mempromosikan kemajuan dan kemodernan masyarakatnya. Jika orang-orang Barat tetap dengan pendirian ini. Mereka terus-menerus mempropagandakan pemilahan ini. dalam upaya menghadapi bangsa Barat. Pada saat yang sama.salah. maka hal itu akan menjerumuskan mereka kepada kepedihan dan kesengsaraan. hal. Bagi Ikhwan. niscaya akan hilang pula fanatisme yang temporer tersebut dan diganti dengan sebuah fikrah kerjasama antar bangsa. ia semata-mata 523 524 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Timur dan Barat sama saja jika keduanya lurus dalam bersikap terhadap Islam. 143 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Namun. Timur adalah Timur. hal. dan mereka menjuluki kita denga sebutan bangsa Timur. "Paham ketimuran juga mempunyai tempat tersendiri dalam dakwah kami. jika Barat (pada saatnya nanti) mau bersikap objektif. Tidak mungkin keduanya akan bersatu. Ikhwan tidak memandang manusia kecuali dengan standar ini.

و إنما هي اللسان‬ ‫. إن العربية اللسان‬ Artinya: "Ingatlah. إن الرب واحد. Diriwayatkan oleh Al Hafidz Ibnu Asakir dengan sanad dari Malik. sesunguhnya Arab itu adalah bahasa. hal. bapak itu satu. Sesungguhnya. Arab itu adalah lisan (bahasa). maka sesungguhnya di waktu yang sama kami bekerja untuk kebaikan Islam dan dunia seluruhnya.untuk kemaslahatan kemanusiaan dan kemaslahatan dunia Islam. bahwa Rasulullah Saw. وإن الدين واحد.‫ياأيهاالناس. bersabda: . "Di antara ungkapan yang paling menakjubkan dalam masalah ini adalah apa yang telah dikemukan oleh Rasulullah Saw. Bukanlah Arab itu di kalangan kamu berasal dari bapak atau ibu (yang berkebangsaan Arab).فمن تكلم بالعربية فهو عربي‬ Artinya: "wahai sekalian manusia. والب واحد."526 Imam Syahid juga berkata. sesungguhnya Arab adalah bahasa."527 525 526 527 Ibid Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dimana beliau memaknainya sebagai bahasa dan lisan. maka barangsiapa yang berbicara dengan bahasa Arab. وليست العربية بأحدكم من أب ول أم. dan agama itu satu. sesungguhnya Tuhan itu satu. tentang makna Arab. Beliau berkata. 142 413 . "Diriwayatkan oleh Ibnu Katsir dari Mu'adz bin Jabal –semoga Allah meridhainya-: ‫إن العربية اللسان. "Kami meyakini bahwa sesungguhnya ketika kami bekerja untuk kemaslahatan Arab. dia adalah orang Arab."525 Imam Syahid mengenalkan bangsa Arab dengan mengatakan.

3. kerjasama keilmuan. Hal itu kemudian ditempuh dalam beberapa langkah utama. 2. mendirikan himpunan-himpunan kerjasama untuk saling tolong-menolong dan koordinasi. memberikan arahan pikiran untuk saling membantu dan menguatkan makna persatuan dan kesatuan. Bekerja di skala Negara 2. termasuk menghadapi ambisiambisi Barat yang ingin menggunakan wadah ini untuk melayani kepentingan Barat dan bukan untuk kepentingan dunia Islam. Bekerja di skala para da'I dan yayasan-yayasan keIslaman. kegiatannya. yang mencakup: 1. Menghidupkan pikiran di dalam jiwa dan menghilangkan syubhatsyubhat dan tuduhan yang mengotorinya.Dari sinilah. baik di skala masyarakat maupun di skala pemerintah. Bekerja di wadah-wadah publik yang telah ada dan proyek-proyek yang ada di antara Negara-negara Islam. 5. Membantu pers. maka bisa ditempuh dalam pelbagai tahapan berikut: 1. terutama di bidang ekonomi. Bekerja di skala masyarakat dan lembaga-lembaga masyarakat perkotaan. Menjalin ikatan. maka wujud kesatuan Arab adalah suatu keharusan demi mengembalikan kejayaan Islam. 4. mendorong dan menyembuhkan kelemahan dan kerusakan yang ada di dalamnya. dengan mengoptimalkan perannya. 528 Ibid 414 . Mendorong dan membantu pelbagai bentuk kerjasama antara bangsa dan Negara-negara Islam. tegaknya daulah dan kehormatan kekuasaannya. 3. terutama di lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan."528 • Contoh dan model-modelnya di bidang ini: Untuk merealisasikan proyek-proyek yang tersebut di atas. baik di skala swasta maupun pemerintah.

serta meningkatkan hubungan kerjasama dan persatuan hingga ke tingkat yang lebih tinggi. kegiatan politik. 6. organisasi dan yayasan-yayasan kebajikan antara negera-negara Islam. Mengenal dan mempelajari sejarah penyebaran dakwah Islam di dunia serta kontribusi dan peradaban yang dipersembahkan untuk Negaranegara dunia sepanjang sejarah. Mengenal Negara-negara di dunia. 7. memperhatikan problema Negara-negara Islam. 2. Memberikan perhatian besar terhadap peran Al Azhar dan mendukungnya untuk kemaslahatan dunia Islam. Rabitah Alam Islami. Organisasi Negara-negara Islam.Langkah-langkah di atas bisa berupa kerja-kerja konkret berikut: 1. serta berupaya untuk bekerja dalam sebuah struktur yang rapi. Koordinasi antara asosiasi. mengenal pemimpin dan tokoh-tokoh. dan mengoptimalkan badan-badan kerjasama yang telah ada. Mendorong produksi dalam negeri. Mendorong pemerintah untuk menghilangkan semua kendala. termasuk bidang pariwisata. mengoptimalkan keberlangsungan. 3. 9. ikut memperhatikan problematikanya. 4. termasuk lembaga-lembaga ekonomi. muktamar-muktamar regular. Memperhatikan duta-duta bangsa. Mendorong pemerintah untuk mendirikan ikatan-ikatan dan faktafakta dagang dan politik dengan Negara-negara Islam di dunia yang telah membutuhkan himpunan. 5. berupaya untuk mengoptimalkan sesuai kemampuan. dan lain-lain. mengikuti berita-berita dan perkembangannya. hingga meningkat sampai ke tarap ikatan dan himpunan-himpunan organisasi. Menjalin hubungan dan koordinasi dengan organisasi-organisasi Islam yang bergerak di bidang dakwah dan tidak menyimpang dari prinsipprinsip dan ajaran Islam. universitas. baik dengan partai parpol. parlemen dan para eksekutif. Mulai dari Liga Arab. 415 . 8. dan bisa menentukan sikap positif bersamanya. utusan-utusan dari Negara-negara Islam. sosial. himpunan. kerjasama dan pers.

tenang. dan mereka akan melakukan konspirasi terhadap kita dan akan berkoalisi menyerang kita. kemudian mereka pun melakukan muktamar atau konferensi internasional untuk merampas hak-hak kita. • Jawaban terhadap klaim bahwa Barat telah mengepung kita: Imam Syahid membantah klaim yang mengatakan bahwa perhimpunan Negara-negara Islam dan menghidupkan kembali Negara Islam akan menimbulkan ketakutan Negara-negara Barat. sehingga setumpuk kesulitan dan rintangan di depan mata kita? Itu tidak lain hanyalah demi menjaga kondisi dan kepentingannya saja. mengadopsi warna kehidupannya.Seluruh sarana-sarana ini dan yang lain merupakan bagian dari cara mewujudkan tujuan ini. pekerjaan yang berkesinambungan. yang tentunya membutuhkan kesabaran yang panjang. dan berkelanjutan. "Mungkin juga ada yang mengatakan. namun ia tidak akan sirna sesaatpun dari proyek besar Islam kita. Cobalah kita melihat lebih jauh. Beliau berkata. estafeta generasi yang silih berganti. dan mengikuti peradabannya? Namun. menabur problem di wilayah kita. dan sempit wawasan. mana hasilnya? Apakah dengan mengikuti peradabannya kita bisa menghalau makarnya? Apa dengan begitu kita bisa menghalanginya untuk tidak kembali menjajah negeri kita. dan kita tidak akan lupa membantu dan menyusun strategi untuk itu. serta membutuhkan realisasi gerakan dan amal. bukankah kita sudah melaksanakan sistem Negara-negara tersebut. picik pandanga. sehingga mereka akan membuat konspirasi untuk menyerang kita. "Berterus-terang untuk kembali kepada sistem Islam akan membuat Negara-negara asing dan bangsa Barat ketakutan. dan mengeruk harta kekayaan kita. 416 . Dan kita tidak akan mampu untuk menghadapinya. Pernyataan ini merupakan wujud dari sikap inferior (minder) akut. merampas kemerdekaan kita. Pekerjaan berat ini membutuhkan waktu yang panjang.

Dan ini adalah sesuatu yang sudah dipahami dalam percaturan politik Barat. hal. padahal ia adalah musuh bebuyutan bagi mereka. karena ini merupakan fase pertama. Lihatlah bagaimana mereka (orang-orang Nashrani) juga bersekutu dengan Zionisme.Satu hal yang lebih penting lagi bahwa mereka melakukan semuanya itu karena mereka adalah Nashrani. dan telah diterapkan di beberapa Negara muslim. maka kitalah sesungguhnya yang akan bingung. kita bisa melihat bagaimana mereka melumat habis sebagian kita dengan sebagian yang lain."529 Beliau menambahkan. dengan demikian ia menjadi pondasi inti untuk berdirinya Negara khilafah Islamiyah. mereka semua adalah Nashrani. dan tidak mungkin dapat diperinci. 306 530 Ibid 417 . 529 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). Pada perang yang lalu (maksudnya PD I dan II). menghindar dari Islam akan menjadi sebuah bencana besar dalam konteks keberadaan kita sendiri. yang dengan begitu eksistensi kita akan hancur. dan telah berhimpun di seputar Negara inti atau Negara induk yang berperan sebagai sarana penghubung. Jika kita jauh dari mengakses ruhiyahnya dan merealisasikan hukum-hukumnya. Yang pertama dalam target terakhir ini adalah munculnya Daulah Namuzajy (Negara model). yang telah menggunakan manhaj Islam di dalam pemerintahan. "Akan tetapi."530 • Bagaimana mewujudkan Ustaziyatul 'Alam (kepemimpinan dunia) Imam memaparkan target-target dalam fase terakhir ini dengan isyarat yang sangat umum dan tidak terperinci. dan akhirnya membuat kita tidak berdaya. Realitas yang ada sangat mudah berubah sesuai dengan zamannya. terpecah-belah. Mereka bisa bersatu karena dipersatukan oleh kepentingan materi dan ambisi imperialisme.

Dengan demikian terwujudlah persatuan Islam antara kawasan dan Negara-negara Islam di seluruh belahan dunia di bawah satu komando kepemimpinan. yang akan menyingkirkan kendala dan keragu-raguan. 418 . ia akan melakukan peran dakwahnya secara sempurna. keilmuan. serta saling kerjasama dalam menyebarkan dakwah Islam dan menebar keindahannya di masyarakat. dan lain-lain. peradaban dan memiliki semua potensi kekuatan di pelbagai bidang. khilafah Islamiyah akan menjadi pusat penting di dunia internasional. dan menjadi dakwah untuk seluruh umat manusia. dengan menggunakan pelbagai sarana yang bisa mewujudkan persatuan dan penyatuan di seluruh strata kehidupan. Negara khilafah akan tegak dengan perhatian dan dukungan seluruh masyarakat dan minoritas muslim yang tertindas. politik. yaitu khilafah Islamiyah. keluasan dan kekuatannya. baik ekonomi.dan hal itu dilakukan dengan metode dakwah dan tarbiyah masyarakat. budaya. menyampaikan keindahan Islam dan manhajnya. Dan hal itu berada di bawah tuntutan dan tekanan masyarakat muslim yang sadar.Kemudian dilakukan upaya mengembalikan eksistensi Negara Islam. sosial. Lalu Negara-negara muslim yang lain bergabung di bawah satu naungan –yaitu naungan khilafah. dan terwujudlah hubungan dengan seluruh kaum muslimin di dunia yang akan mewujudkan kesatuan yang dicita-citakan. Dengan jangkauan. dan itu akan menjadi penyokong dan pelindung. Selanjutnya kesatuan umat Islam ini akan mendapatkan jalan mewujudkan kemajuan keilmuan. yang akan menumpas kezhaliman dan membantu kemerdekaan dan mendapatkan hak-haknya kembali. serta mengedepankan realisasi amal-amal praktis dan hasil-hasilnya dalam kehidupan manusia. meningkatkan dan memajukannya di pelbagai aspek kehidupan.

. persamaan dan kebebasan. yang tidak ada tandingannya oleh manhaj atau dakwah manapun di atas permukaan dunia. membela orang-orang dizhalimi dan membimbing orang-orang yang zhalim. Umat manusia akan berlindung di bawah naungannya. Dengan begitu peradaban Barat –yang banyak menciptakan kerusakan dan kesengsaraan.Umat Islam akan membangun makna keadilan. dan masa khulafaur Rasyidin terhadap warga negaranya. baik 419 . maka khilafah Islamiyah akan andil memberikan perlindungan dan menolak penindasan dan kezhaliman ini. serta memelihara kekebasan tersebut di seluruh belahan dunia. sebagaimana hidayah Islam pada masa Rasulullah Saw. Kita harus memahami secara jelas bahwa nilai-nilai ajaran Islam. Khilafah Islamiyah memberikan kebebasan kepada seluruh umat manusia untuk memeluk Islam dan mengambil petunjuk dari ajaranajarannya. prinsip-prinsip dan manhajnya yang diturunkan Allah Swt. Jadi sejauhmana pengamalan. keadilan dan persamaan hak. Hasil konkret dari penerapan manhaj rabbani ini terhadap umat Islam adalah.tidak akan mampu bertahan lama di hadapan cahaya Islam dan petunjuknya yang mulia. serta merupakan ketinggian nilai yang dicita-citakan manusia. Hal itu secara konkret akan menciptakan penyebaran Islam dan masuknya sejumlah besar orang-orang ke dalam Islam yang berasal dari berbagai Negara. Dengan itu. realitas hadarah Islamiyah (peradaban Islam) sepanjang sejarah. menikmati kebebasan. Jika terjadi penindasan dari pemerintah atau Negara manapun terhadap hakhak kebebasan ini atau terhadap kaum muslimin untuk berpegang teguh terhadap agama mereka. maka terwujudlah ustaziyatul 'alam (kepemimpinan dunia) dan Islam menjadi soko guru dengan agama dan manhajnya di seperempat dunia. akan menjadi penopang peradaban dunia dan kesempurnaan nilai-nilai kemanusiaan. realisasi dan komitmennya terhadap agama. baik yang sudah beriman maupun yang belum beriman.

Beliau berkata. penerapan. satu tujuan.pemahaman. ketenangan dan kesejahteraan manusia. 420 . dakwah dan harakah. "wahai kaum muslimin. sehati dan sejiwa. Kemajuan keilmuan yang sesuai di segala zaman. yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. serta mengamalkan manhaj yang mulia ini. dan tidak ada yang lain.S Fushilat: 42) Dan kalian bersama-sama bahu membahu. (Q. merupakan corak yang beragam dari penerapan manhaj. namun ia tidak akan mampu merealisasikan kebahagiaan dan kemenangan untuk umat manusia kecuali dengan manhaj Islam. kecuali jika kalian menjadi qudwah yang shalih terhadap nilai-nilai yang kalian serukan. Ia adalah hasil yang bisa dihasilkan oleh siapa saja yang mampu menggunakan faktor-faktor dan ketentuannya yang ada. Imam Syahid menyebutkan tentang faktor-faktor kesuksesan umat Islam dalam mengajak umat manusia menuju peradaban Islam. yakni kitab Allah yang telah diturunkan kepada manusia. maka akan semakin mendekatkannya kepada model peradaban Islam yang sempurna. ingatlah bahwa dunia tidak akan mendengarkan kalian dan tidak akan menyambut seruan kalian. karena Islam adalah persatuan dan kemanunggalan.                         Artinya: "Yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya.

. (Q. perpaduan hati adalah intisari Islam yang sesungguhnya –tidak diragukan lagi-. Maka Allah mempersatukan hatimu. kesatuan kalimat. agar kamu mendapat petunjuk. lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya." Imam Syahid turut menegaskan dalam hal ini tentang urgensi persatuan umat dan kesatuan kalimat. dan janganlah kamu bercerai berai. di dalam ikatan ukhuwah Islamiyah. dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka.                          Artinya: "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah. serta komitmen untuk menerapkan syariat Islam di dalam diri mereka sendiri sebelum mendakwahkannya kepada orang lain.S Ali Imran: 103) Sabda Rasulullah Saw. orangorang yang bersaudara. lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah. "Kalian tidak akan beriman sehingga kalian saling mencintai. dan cukuplah bagi kita dengan kenangan sejarah yang mulia tentang peradaban Islam. • Umat Islam dan Perang peradaban 421 .Sesungguhnya persatuan. dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu. dan umat Islam adalah umat yang satu.

maka ia akan berkembang dan mencapai kemerlangan hingga saat ini. adapun yang bertentangan maka ia akan menyampaikan sikapnya. dan ia akan mengambil apa saja yang bermanfaat berupa pemakmuran bumi dan alam semesta. Islam memandang hubungan dan interaksi dengan peradabanmodel yang paripurna.. yang memberikan hak kepada setiap orang. jika Umat manusia menggunakannya. tanpa ada tekanan dari orang lain. Setiap peradaban di setiap Negara memiliki timbangan rabbany (ketuhanan) dan sunnah alam yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. mencelupkannya dengan shibghah Islam. Peradaban hakikat yang sempurna adalah yang berdiri di atas prinsip-prinsip Islam dan syariatnya. mendorong kerjasama dan saling mengenal antar sesama. tujuannya adalah Allah yang maha tinggi. apa saja yang sesuai dengan prinsipprinsip Islam maka ia menerimanya. dan ia merupakan peradaban bumi. dan mengarahkannya dengan pengarahannya yang bermanfaat untuk kemaslahatan manusia. maka demikian pula kematangan dan pencapaiannya hingga ke puncak peradaban. maka hal itu sangat ditentukan sekali oleh bagaimana penerapan konsepnya secara praktis atau peradaban Islam yang berkesesuaian dengan manhaj Allah dan pengamalannya. peninggalan dan peradaban masing-masing bangsa dengan timbangan Islam dan nilai-nilainya. Islam menimbang aset. menciptakan pertautan antar bangsa-bangsa di dunia sesuai dengan nilai-nilai keadilan dan prinsip-prinsip kemanusiaan yang mulia. 422 . Peradaban Islam memiliki kelapangan hati terhadap seluruh bangsabangsa di dunia. titik tolaknya adalah keimanan. maka ia akan hancur dan punah. dan diantara haknya adalah masing-masing berhak merasa bangga dengan kebangsaannya.Jika kita berbicara tentang peradaban Islam. namun jika ia melanggar dan menyepelekannya. terhadap peradaban dan nilai-nilai yang dimilikinya secara khusus. yang memiliki kelayakan dan kepantasan memimpin dan menguasai secara sempurna di peradaban yang lain harus berlandaskan kepada hal-hal berikut: yaitu dakwah dan menyampaikan risalah Islam kepada seluruh umat manusia.

Umat Islam memandang konflik peradaban sebagai konflik yang diciptakan oleh pengusung kebatilan. Dengan begitu merupakan sebuah kemestian adanya sekelompok da'I yang mengusung kebenaran. syaithan dan bala tentaranya dalam memerangi cahaya kebenaran dan manhaj Islam. akhlak dan tidak menyembah selain kepada Allah. Al Quran dan hadits Rasulullah Saw. barangsiapa yang menerima. menjadikan peradaban manusia bertitik tolak dari keimanan. serta orang-orang yang mengusungnya. serta peradaban Islam –yang merupakan model petunjuk yang bersumber dari syariat rabbaniyah. barangsiapa yang memusuhi dan menindasnya maka ia menolak penindasan tersebut. telah menjelaskan kepada kita tentang karakter perseteruan dan tahapan-tahapannya. dan bukan sesuatu yang mustahil bahwa kebatilan akan hancur dan musnah -sesuai dengan janji Allah dan ketentuannya.jika kita menggunakan faktor-faktor keteguhan dan kemenangan sebagaimana yang Allah tetapkan. serta menolak segala bentuk penindasan dan kezhaliman di .yang berperan di dalam dakwah dan memberikan hidayah kepada manusia serta sampainya umat manusia kepada ketinggian nilai peradaban keimanan. bumi. Umat Islam menyadari pengalaman sejarah dan mengenal baik terhadap kekuatan yang menghadang dakwah dan karakteristiknya sejak hari pertama. dan memelihara kemuliaan dan izzah yang dimilikinya.Umat Islam juga meyakini sunnah pertentangan di alam semesta. maka ia akan menerimanya. 423 yang memberikan kebebasan dan perlindungan kepadanya. Umat Islam meletakkan standar hubungan yang sama dengan dengan bangsa-bangsa yang lain. melawan dan menghentikan kezhalimannya. Islam mengajak manusia untuk bersepakat mengganti konsep tersebut dengan nilai-nilai kemanusiaan. Sesungguhnya itu tiada lain adalah upaya kebatilan. penguasa zhalim dan kediktatoran. suatu umat yang memikul dan membenarkan prinsip-prinsipnya.

             Artinya: "Dan Katakanlah: "Yang benar Telah datang dan yang batil Telah lenyap". Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q. dan dengan begitu nilai-nilai kebenaran dan keadilan akan tertanam kokoh ketika menghadapi kebatilan di muka bumi. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. lalim dan melakukan penindasan.                       Artinya: "Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum. menetapkan perseteruan antara hak dan batil ini tiada lain adalah untuk menyaring antara yang baik dengan yang buruk. Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah.S Al Maidah: 8) Allah Swt. tidak memiliki sarana dan kemampuan yang memadai. tidak membuat umat Islam menjadi beringas. mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. (Q. pada waktu yang sama di hadapan mereka terdapat pengusung kebatilan yang sangat banyak dan memiliki pelbagai 424 . Perseteruan dimulai pada saat pengusung kebenaran masih sangat sedikit.S Al Isra: 81) Namun pertempuran sengit ini. berlaku adillah. sementara mereka harus memikul beban dan pengorbanan yang tidak sedikit.

sebagaimana dalam firman Allah: 425 . Peradaban Islam adalah peradaban yang hakiki dan mencakup materi dan ruhi secara bersamaan. dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan. 2. Ia sesuai dengan ketentuan alam dan fitrah manusia dan mempunyai keunggulan hakiki di segala sisi. dan mereka akan dikalahkan. dan mereka (pengusung kebatilan) akan mengerahkan seluruh kemampuan yang mereka miliki. Ini adalah anugerah bagi umat Islam. meski demikian mereka tidak akan pernah berhasil atau memenangkan pertempuran. firman Allah:                            Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. (Q.S Al Anfal: 36) Berikut kami sampaikan petikan pemahaman dalam pembahasan ini. Kemudian menjadi sesalan bagi mereka. dan realitas empiriknya di lapangan: 1. Peradaban ini bediri di atas manhaj Rabbani (berprinsip ketuhanan) yaitu Islam.sarana-sarana material. yang membuatnya layak memimpin umat manusia dan memimpin alam seluruhnya (ustaziyatul a'alam). mereka akan menafkahkan harta itu.

Imam Syahid berkata. Ia adalah anugerah dakwah dan manhaj."532 Imam Syahid mengingatkan dari penyimpangan dalam melaksanakan kepemimpinan ini. "Ini artinya. hal. "Janganlah lalai dari peringatan (yang Allah Swt.       Artinya:                          "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. hal. Al-Quran Al-Karim menempatkan kaum muslimin sebagai pemimpin bagi manusia dan memberikan mereka hak kekuasaan dan kepemimpinan atas dunia demi menjalankan kepemimpinan yang mulia ini.                     Artinya: "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi" [Al-Anfal:6]531 Beliau juga berkata. bukan anugerah golongan.163 532 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). untuk peradaban Islam dan bukan peradaban materialisme Barat.S Ali Imran:110) Syaratnya adalah dengan mengikuti manhaj Allah dan menjalankan risalah Islam. "Islam telah menetapkan kepemimpinan umat Islam terhadap alam semesta dalam banyak ayat dalam Al-Quran. 531 Risalah: Mu'tamar Thalabatul Ikhwan al Muslimin (Mukmatar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin. (Q. suku atau fanatisme.35 426 . kemudian mewajibkan umat ini untuk menjaga kepemimpinan yang ada dan memerintahkannya untuk mempersiapkan bekal serta menyempurnakan kekuatan sehingga kebenaran akan berjalan seiring dengan kekuatan pemerintah dan bersinar dengan cahaya hidayah. Dengan demikian maka kepemimpinan ini adalah hak kita dan bukan hak Barat.

menyebabkan bersambungnya episode kelemahan dan kejatuhan dalam tubuh umat Islam. "Dan mereka (para musuh Islam) pun berpecah belah dalam kepentingan dan berselisih dalam permusuhan. Ini adalah misi dan kepentingan yang dibawa oleh umat Islam setelah Rasulullah Saw. ruh dan kehidupan. hal 98 427 . dan dengan peradaban Islam yang ada ia dapat memimpin dunia. yaitu tumbuhnya rasa bangga diri (angkuh). hal.96-97 535 Ibid. berpaling dari agama sebagai pilar aqidah. 533 3. dan mengubah petunjuknya di segala sisi kehidupan"535 Beliau juga berkata.163 534 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). Imam Syahid menjelaskan bahwa sikap jauh dari agama dan substansinya dan tidak mengambil sebab-sebab kekuatan. hal. perselisihan mazhab dan konflik agama. tertipu dengan sarana musuh dan orang-orang munafik serta menyepelekan ilmu-ilmu praktis dan pengetahuan alam"534 4. perebutan kepemimpinan dan jabatan. Imam Syahid menjelaskan benih permusuhan dan perang terhadap umat Islam ini. dan apa saja yang membuatnya jauh dari keadilan dan pelanggaran hak. Namun ada satu hal yang mereka sepakati dan mereka berbagi untuk melaksanakannya. kemegahan. Kemudian datanglah -dengan kondisi umat yang seperti itu-upaya musuh-musuh Allah untuk menghancurkan umat Islam. "Upaya-upaya ini mulai dilakukan di dalam tubuh daulah Islamiyah dan umat Islam. syahwat dan kediktatoran pemerintah. Inilah dendam salibis dan 533 Risalah: Mu'tamar Thalabatul Ikhwan al Muslimin (Mukmatar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin.sampaikan) dalam surat Al Nasr. Umat yang sedang down ini menyangka bahwa kesempatan itu telah tiba untuk mengambil bagian dan menghancurkan daulah Islamiyah yang pernah membuka kawasan tersebut sebelumnya. seperti tersebarnya perselisihan politik dan fanatisme golongan. tenggelam dalam kemewahan. yaitu menghancurkan Islam dan kaum muslimin.

Sesungguhnya Allah sudah menjelaskan sifat mereka kepadamu dalam kitabNya. Imam Syahid berkata. mereka memendam perasaan dengki yang mendorong adanya permusuhan terhadap kalian. 117. wahai kaum muslimin. Imam Syahid tahun 1931 (dari buku: Imam Syahid. Selain umat Islam.S. Mereka tidak akan puas kecuali jika kalian murtad dan tunduk. Fuad al Hajarsi. Dan di balik semua itu. mereka juga berusaha untuk menghalangi umat lainnya dari unsur-unsur kebaikan dan kekuatan yang berupa ilmu dan pengetahuan perindustrian serta tatanan kehidupan yang bermanfaat. Cukup sudah kelalaian yang ada dan prasangka baik terhadap hari-hari yang ada. Allah berfirman:                            Artinya: "Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran)." [Q. Hal. Orang-orang Eropa berhasil dalam fase ini menyebarkan peradaban materialismenya. ke seluruh negara-negara Islam yang bermitra dengan mereka.politik raj'iyyah (timbal balik) yang mendorong mereka untuk melakukan aksi yang gila dan menakutkan" Jangan kalian menipu diri sendiri. memanfaatkan kecerdikan politik 536 Makalah dengan judul Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya. seandainya mereka sanggup. "Orang-orang Eropa telah berusah dengan sungguh-sungguh untuk memenuhi bumi dengan paham materialisme ini. dengan penampilannya yang rusak dan virus yang membunuh. 536 5. 428 . Al-Baqarah: 217] Dan Dia (Allah) bahkan telah menjelaskan kepada nabi-Nya yang lebih jelas dari itu. Mereka mengatur taktik perang sosial ini dengan sangat teliti.

sebagaimana mereka juga telah menang di bidang politik dan militer. hal. Ekspresi kehidupan adalah sesuatu yang tak terpisahkan. kesenangan. peradaban barat dengan pondasi materislistiknya telah memenangkan perang sosial ini atas peradaban Islam yang mempunyai pondasi kuat dan mencakup materi dan ruhi di kawasan Islam sendiri. Kita terdorong untuk mengubah prinsip dan mewarnainya dengan warna Eropa.S. ekonomi. Beliau juga berkata. dengan pendidikan. Setelah itu mereka mampu mengubah aturan hukum. hal. kekuatan militer yang mereka punyai. "Setelah itu kita mampu berkata. politik.yang mereka miliki.                Artinya. kita membatasi kekuasaan dalam kehidupan dalam hati dan mihrab-mihrab. keyakinan dan akal kaum muslimin sendiri. dan mewarnai tatanan politik. ketetapan dan pendidikan. Kehidupan barat yang diliputi fatamorgana dan fitnah ini. 14) 537 538 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). kemewahan. dan dalam perang dahsyat yang lokasinya adalah diri. "Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)" [Q. dan kita memisahkannya dari praktek kehidupan. Tidak ada yang aneh dalam hal ini. 238 429 . hukum dan kebudayaan dengan warna murni mereka di negara Islam terkuat537. sehingga apa yang mereka inginkan dapat tercapai. permainan dan pola kehidupan yang menggiurkan. Ali Imran. Kekuatan adalah kekuatan di dalam fenomena kehidupan itu semuanya dan kelemahan juga demikian halnya. 104 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). jiwa. dengan segenap penampilannya yang materialistis mencoba untuk menguasai bagian vital kehidupan kita yang tersisa"538 Beliau juga berkata. "Namun peradaban barat ini telah memerangi kita dengan kuat dan ganas.

S. Allah menginginkan kita untuk mewarisi peninggalan yang berat ini dengan komitmen." [Q. Sebab ia adalah Al Haq. Bagaimanapun kuatnya serangan. menegakkan syariat-Nya dan kembali mendirikan daulah Islamiah. Al-Taubah: 32) 7. dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. Imam Syahid berkata. AlHajj: 40) 430 . Kini menjadi kewajiban mengembalikan kembali peran kita dan menegakkan kebangkitan dan peradaban.6. pilar Islam tetap kuat.               Artinya: "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran.S. dan kehidupan manusia tidak tegak berdiri dengan sempurna tanpanya. "Demikianlah.S. memancarkan cahaya dakwah kalian di tengah kegelapan ini dan mempersiapkan kalian untuk meninggikan kalimat-Nya. Al-Hijr: 9)                     Artinya: "Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya. dan akan tetap seperti itu. walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai" [Q. tetap memikat dengan segala keindahannya. "Pilar Islam dan pendidikannya tetap kuat. terus memberikan kesuburan dan kehidupan. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa" [Q. sebab ia juga adalah ketentuan Allah dan selalu berada dalam penjagaannya. wahai saudara-saudara sekalian."                Artinya: "Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya.

antara yang ikhlas dan bersemangat dengan yang mengaku-ngaku dan pura-pura. "Kewajiban umat ini hanyalah mempersiapkan diri untuk sebuah pengorbanan yang panjang. Tanpa itu. hendaklah kita bisa kembali mengikat yang bercerai berai. kesiapan berkorban. keberanian menghadapi resiko. 239 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? hal. Tiadalah persiapan umat ini dalam perjalanan yang menakutkan ini selain jiwa yang beriman. menyelamatkan diri dan anak-anak kita. keinginan kuat yang kokoh dan benar. menambal pecahan. Ia semata-mata berbuat untuk keberhasilan dakwah ini dan menyampaiakannya ke hati-hati umat manusia 539 540 541 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. umat ini akan terkalahkan dan akan melahirkan kegagalan"541 9. Bagi umat ini ada jalan panjang membentang untuk mewujudkan keinginan ini. hal.69 431 . "Kondisi ini memaksa kita terpaksa harus menelan kesalahan masa lalu. antara manfaat dan bahaya. Al-Ikhwan Al-Muslimun mengajak untuk menjadikan asas kebangkitan adalah menyatukan pola kehidupan praktis dalam umat ini atas dasar Islam dan tata aturannya"540. "Untuk itu. dan kerja keras itu adalah lelah dan susah payah. Namun. menjelaskan bahwa seorang mukmin dalam menempuh tujuan mulia ini telah menjual diri dan hartanya untuk Allah. antara pihak yang benar dan yang mencoba untuk mengotorinya. dan menghidupkan peradaban dan pendidikan agama kita"539 8. hal. Tidak ada bagian untuk dirinya sedikitpun. mengembalikan kehormatan dan kemuliaan kita.69 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). perang yang sengit antara al haq dan kebatilan. dan merasakan kepahitannya.Beliau juga berkata. antara yang menempuh jalan kebenaran dan yang menyimpang darinya. Umat ini haruslah tahu bahwa jihad itu berarti bekerja keras. Kemudian Allah Swt.

tidak menzhalimi orang lain. yang mewujud dalam bentuk imperialise dan penindasan. Sehingga pembebasan Islam berarti juga pembebasan demi peradaban. dan menuntun mereka kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. bahkan putera-puteri salaful umah -semoga Allah meridhai mereka-. kemajuan.hal. tidak bermusuhan. At-Taubah."542 Asas tegaknya kesatuan internasional Imam Syahid berkata. Itu pula sebabnya seorang pejuang muslim adalah juga seorang guru yang memiliki semua sifat yang semestinya ada pada seorang guru. tidak berkhianat. memberi mereka petunjuk dengan cahaya Allah sebagaimana mereka telah beroleh petunjuk. namun mereka berpindah ke belahan bumi yang lain."543 542 543 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia)?. tidak puas dengan kemerdekaan negeri mereka sendiri. wahai saudara-saudara sekalian. Cet.S. dan memperhambakan manusia yang dilahirkan oleh ibunya dalam keadaan merdeka. DakwahIskandariah 432 . berjalan ke segenap penjuru negeri menjadi pembuka kawasan dan guru. Samakah ini dengan dominasi Barat sekarang. ahli-ahli ibadah dan para penghapal AlQuran. pengajaran dan bimbingan kepada seluruh umat manusia. Mereka tidak ekstrim. Dar. [Q. hal 316. 111] Itulah sebabnya setiap muslim menjadikan dunianya sebagai wakaf bagi dakwahnya agar ia bisa mendapatkan akhirat sebagai balasan dari Allah atas pengorbanannya. hidayah. "Dari sini. cahaya.                     Artinya: "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. rahmat dan kelembutan. Mereka ikut berjuang memerdekakan umat-umat sebagaimana mereka telah merdeka. kita bisa melihat sahabat-sahabat mesjid.35 Risalah: Muktamar Pelajar Ikhwan Muslimin.

Maka kembalikanlah Perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sungguh Islam telah mendesain jalan ini untuk dunia. menjamin hak-hak non muslim sepenuhnya. Allah Swt. kepada kepemimpinan umat Islam yang berpegang teguh terhadap ajaranajaran agamanya dan untuk seluruh dunia. Berfirman:                         Artinya: "Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan. Al-Anfal: 58] Dia juga berfirman:                                  Kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah Mengadakan Perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi 544 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Maka satukanlah akidah terlebih dahulu.hal. kemudian tata aturannya dan setelah itu realisasi amal"544 "Saya benar-benar ingin menegaskan kepada para hadirin sekalian bahwa politik Islam. Sebab kemuliaan Islam yang integral adalah kemuliaan kemuliaan paling suci yang dikenal oleh sejarah. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat. baik itu hak internasional maupun hak dalam negeri para minoritas non muslim. [Q. dalam dan luar negeri."Kesatuan intenasional ini tegak di atas manhaj Islam dan pondasinya.S. 231 433 .

Kita wajib mengajak mereka kepada apa yang kita rasakan saat ini sebab itu adalah kebaikan untuk manusia seluruhnya. Kita yakin bahwa antara kita dan mereka terdapat ikatan. yaitu firman Allah:                                     Artinya: "Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu Karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya[629].kamu. untuk mereka kita akan berdamai dengan mereka selama mereka berdamai dengan kita.S Mumtahanah:8) Imam Syahid juga mengisyaratkan bahwa hubungan antara suku dan bangsa lainnya tegak di atas pilar dakwah dan saling tolong menolong untuk kebaikan kemanusiaan. Sesungguhnya Allah menyukai orangorang yang berlaku adil. Tentang hal ini beliau berkata: "Dan kaum yang tidak demikian (non muslim) kita tidak terikat dengan mereka dengan ikatan ini (Islam). [Q.S. kita senang berbuat baik kepada mereka selama mereka tidak memusuhi kita. Siapa yang memusuhi kita maka akan kita 434 . At-Taubah: 04] "Islam menjamin hak-hak minoritas dengan nash Al-Quran. yaitu ikatan dakwah. kita menempuh jalan dan sarana yang telah ditentukan oleh agama. (Q. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa. Untuk kesuksesan dakwah ini.

Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI) Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru) Ibid.”547 Beliau mengisyaratkan bahwa perkembangan bangsa dan masa akan mengawali pemikiran universal ini: “Semua itu adalah awal pemulaan berkuasanya pemikiran universal untuk kemudian menggantikan pemikiran nasionalisme dan kesukuan.”545 “Kita menginginkan perdamaian untuk seluruh alam.”548 “Dari sini ada beberapa fase. kemudian setelah itu kita bisa sampai kepada target yang dituju. maka itu adalah cita-cita kita tertinggi. hal. "Cukuplah darinya kita menjadikan tujuan dan meletakannya di depan mata. tujuan kita yang agung dan episode penutup dalam serial perbaikan. Kita letakkan batu bata dalam bangunan kemanusiaan ini tanpa harus menunggu bangunan ini sempurna.232 435 .”546 “Kita cinta dan saling tolong menolong dengan pihak lain.balas permusuhan ini dengan yang lebih baik dari apa yang dilakukan oleh kelompok yang bermusuhan.”549 545 546 547 548 549 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). ”Adapun universalitas dan kemanusiaan.” “Sesungguhnya Ikhwan Muslimin menginginkan kebaikan untuk seluruh alam.” Peran yang dapat kita lakukan pada fase ini untuk mencapai cita-cita kita tertinggi Imam Syahid berkata. Kita berharap semua fase ini akan terwujud dengan konsisten dan kita bisa menyelesaikan seluruhnya. Beliau berkata. Setiap sesuatu itu ada ketentuanya.

251 436 . kemuliaan dasar dan pendidikannya”550 Dengan adanya gambaran yang sempurna seputar seluruh tujuan ini. meningkatkan ikatannya dengan segala jalan dan sarana yang ada untuk seluruh tingkatan. Berusaha untuk mengembalikan bentuk eksistensi universal untuk umat Islam dan beramal untuk meninggikan dan memajukannya. dan bahwa ia akan terlaksana seperti apa yang telah diberitakan oleh Nabi Muhammad Saw. Menguatkan keimanan terhadapnya. 4. Sesungguhnya hal ini membutuhkan waktu yang panjang dan banyak fase kehidupan.“Merupakan bagian dari dakwah kalian. wahai saudara-saudara tercinta. berupa saling menyempurnakan dan tolong menolong diantara masyarakatmasyarakat Islam. Tahapan dengan bentuk seperti ini ke tingkatan yang lebih tinggi dari ikatan dan saling tolong menolong adalah awalan untuk mengkristalkan mabda’ ini di kalangan bangsabangsa. bangsa-bangsa dan segenap penjuru dunia. juga merupakan awalan di setiap sisinya dan mendirikan kekhalifahan. Mengambil sarana-sarana awal dalam mewujudkannya. lembaga-lembaga. usaha yang sungguh-sungguh. 550 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). dan selalu menghidupkan perasaan terhadapnya di dalam jiwa. Hal-hal yang kita perlukan dalam fase pertama pembinaan untuk mencapai tujuan mulia ini. tercermin dalam: 1. maka membangun dan mengerjakan fase-fase dan tujuan semula membentuk planning-planning dasar untuk mencapai dan mewujudkan tujuan akhir ini. hal. Kejelasan pandangan seputar tujuan dan peran. 3. individu. yayasan-yayasan. turut berperan dalam kedamaian universal dan membangun hidup yang baru bagi manusia. Tidak melupakan dan melalaikannya. 2. Keimanan dan keyakinan untuk bisa mewujudkannya. dengan menunjukkan kepada mereka kebaikan agama kalian.

5. 437 . Oleh karena itu. Keengganan sebagian Ikhwan bergantungnya orang-orang kepada propaganda dan iklan bohong yang tanpa amalan konkret. sehingga menyebabkan amalan itu hancur dan rusak. maka persoalan propaganda menjadi sesuatu yang perlu diperhatikan. Fase ini bertahap. mewujudkan tujuan setiap fase. dan tidak terburu-buru dengan berlebihan dan melompat terlalu jauh. Ketelitian untuk mewujudkan langkah-langkah ini. walaupun bentuknya tidak lengkap dan sedikit memberi hasil. Ikhwan mendukung seluruh kerja kolektif dan seluruh bentuk tolong-menolong dan bekerja sama diantara bangsa dan negara di dunia Islam. sehingga nantinya kita bisa sampai kepada apa yang kita inginkan dari kesatuan dan adanya ikatan. mengumumkan aktivitas dan nama: Pada dasarnya. Bab XI Penjelasan seputar Sikap Dakwah dan Politik Jamaah • Seputar permasalah propaganda. dengan tetap memperhatikan syarat dan ketentuan syariat. Imam Syahid berkata tentang mendahulukan sisi amaliah dibanding propaganda dan iklan. karena beberapa hal: 1. Takut bercampur dengan riya. namun realita dakwah dan kewajiban untuk menjelaskannya kepada khalayak serta untuk menolak tuduhan-tuduhan yang diarahkan kepadanya. 2. pengumuman itu tidak dilakukan.

Pengumuman akan hal ini kepada manusia tidak dimaksudkan untuk berbangga dengannya tapi untuk memberi petunjuk kepada manfaat dan kebaikan umat Hendaklah kalian berusaha untuk jujur dan tidak melampaui batas dari yang sebenarnya. Namun hal ini tetap dalam keseimbangan yang teliti dan adanya pemahaman tentang dakwah dan kerja-kerjanya serta apa yang diperlukan untuk eksistensi kelompok sosial ini ketika berhadapan dengan masalah dan membantah hal-hal yang gambarannya masih kabur. dan bersegera dalam mengumumkannya. propaganda-propaganda kalian tetap dalam adab yang sempurna dan akhlak yang mulia. saranasarana. ketika dakwah kalian telah tampak pesat. Kewajiban kalian menjelaskan kepada manusia tentang tujuan kalian. Apa yang ditakutkan oleh Ikhwanul Muslimin sebagai akibat dari dakwah yang tergesa-gesa. suruhan untuk melakukannya. dan tetap berusaha untuk menyatukan hati dan jiwa."551 “Namun. dipaksa oleh dakwah untuk keluar dari sekat-sekat menuju ruang lingkup yang lebih luas. Hendaklah kalian merasa. bahwa semua ini adalah bagian dari karunia Allah:                                551 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). hal. adalah perkara yang rumit. 127.3. “Keseimbangan diantara hal ini dengan apa yang ada dalam penyampaian kebenaran. dan konsep ideologi dan sistem kerja. 129 438 . akan timbulnya konflik permusuhan yang sengit atau koalisi berbahaya. sedikit yang bisa sempurna kecuali bila ada taufik. cermatilah bahwa kalian pada saat ini. yang menyebabkan terhambatnya perjalanan atau menyimpang dari tujuan.

adalah semata-mata untuk perjuangan di jalan Allah dan di jalan dakwah. maka adanya pengumuman ini adalah sebagai reaksi konkret atas usaha-usaha mereka ini dan untuk menyatukan hati-hati manusia ke arah Islam dan manhajnya. Seandainya mereka ingin mendapatkan jabatan dan bersenang-senang. bahwa Sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka. 2. Demikianlah balasan orang-orang yang zalim. tentu mereka akan meningalkan jalan dakwah yang berat dan bergabung dengan kelompok-kelompok dunia dan para pemilik kekuasaan agar lekas sampai dari jalan yang tercepat dibanding jalan para dai yang penuh dengan jihad dan pengorbanan. 129 439 . telah memberikan teladan atas hal tersebut. hal.S. Mereka yang berbeda dalam permasalahan prinsipil 552 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Al-Hujurat: 17)”552 Pengumuman dan pemunculan beberapa tokoh jamaah sebagai fublik figur. Inilah ketentuan dari jama’ah yang mengiklankan dirinya dan menggunakan haknya dalam undang-undang dan ketentuan hukum. Nabi Yusuf As. Mereka yang berbeda dalam permasalahan furu’ dan sarana dakwah. berharap jabatan atau bergantung dengan pujian. mereka kekal di dalamnya.Artinya: "Maka adalah kesudahan keduanya. [Q. Dakwah ini membutuhkan naungan yang dapat melindunginya dari tekanan dan teror yang berasal dari pelbagai arah dan melalui sarana yang beragam. Sikap Jamaah Terhadap Individu dan organisasi-organisasi Yang Berbuat Untuk Kebaikan dan agama Islam: Kelompok-kelompok dalam lingkup ini terbagi kepada tiga bagian: 1. tanpa ada keinginan untuk menjadi populer.128. serta trik-trik yang berupaya untuk menjauhkan masyarakat dari jamaah. Ia tidak mengambil hak yang bukan miliknya dan tidak pula mengaku-ngaku untuk sesuatu yang palsu dan dusta.

Mereka yang menyerang. untuk itu kami selalu berupaya memahami dan memaafkan mereka yang berbeda dengan kami dalam permasalah furu’ agama. karena sebab-sebab yang beragam. hal. pendapat dan mazhab. 26 440 . hal. tidak statis dan ekstrim” Kami meyakini hal ini. Bukankah kita adalah muslim dan mereka pun demikian? Bukankah kita senang membuat putusan yang bisa memberi ketenangan hati dan mereka pun demikian? Bukankah kita dituntut untuk mencintai saudara kita sebagaimana kita mencintai diri sendiri? Kalau begitu.”553 ”Semua sebab ini menjadikan kita yakin bahwa sepakat dalam satu permasalahan yang menjadi bagian dari furu’ agama adalah hal yang mustahil. mencela dan memerangi dakwah 1.25 Ibid. maka dimanakah perbedaan? Mengapa pendapat kita menjadi sebuah poin pertimbangan bagi mereka sebagaimana pendapat mereka bagi kita? Mengapa kita tidak saling memahami dalam atmosfir ketulusan dan kecintaan apabila ada hal yang menuntut kita untuk saling paham?554 553 554 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). Kita melihat bahwa perbedaan selamanya tidak menjadi penghalang untuk terikatnya hati dan saling mencintai serta tolong menolong dalam kebaikan. Hendaklah kita dan juga mereka bisa memahami makna Islam yang hakiki dengan lebih baik dan meluas. Sesungguhnya yang Allah inginkan dari agama ini agar ia kekal dan sesuai dengan zaman.3. bahkan itu bertentangan dengan ketentuan agama itu sendiri. Mereka yang berbeda dalam permasalahan furu’ dan sarana dakwah: Imam Syahid berkata: ”Terhadap kelompok ini kita yakin bahwa perbedaan dalam masalah furu’ agama adalah sesuatu yang mesti ada dan tidak mungkin kita menentang dalam permasalahan furu’. Dengan demikian hal ini menjadi hal yang mudah dan lunak.

Sesungguhnya sebaikbaik jalan yang kita tempuh tidak menjadikan kita lebih banyak menoleh kepada orang lain dibanding memperhatikan diri sendiri. Kita perlu banyak persiapan dan amunisi. maka itulah yang diharapkan. hingga nanti Allah memutuskan yang benar antara kita dan kaum kita. dan politik .”557 555 556 Ibid. Namun bila tidak. 27 Ibid 557 Mudzakkiratud Dakwah wad Da’iyah (makalah imam syahid pada tahun kelima dalam majalah “Al-Ikhwan Al-Muslimun” 441 . Umat kita ini dan lahan-lahan kosong yang ada di dalamnya membutuhkan jundi-jundi dan jihad.“Ikhwan Muslimin mengetahui akan sudut pandang ini. ada kebenaran dan kebatilan dalam setiap dakwah. sosial. hal. maka mereka adalah saudara seagama.”555 Beliau juga berkata: “Itulah manhaj Ikhwan Muslimin saat berhadapan dengan kelompok yang berbeda dengannya dalam masalah-masalah agama.” “Ikhwan membolehkan untuk berbeda dan tidak menyukai sikap fanatik terhadap satu pendapat. ekonomi. Bila mereka puas. Mereka mencari kebenaran itu dan mengambilnya serta mencoba dengan lembut dan tenang memberi penjelasan kepada mereka yang berbeda ini sesuai dengan pandangan mereka. keagamaan. mereka adalah orang yang paling lapang dada terhadap orang-orang yang berbeda dengan mereka.”556 Beliau berkata lagi. Mereka melihat bahwa ada ilmu dalam setiap kelompok. Untuk hal ini.sesuai dengan tabiat dakwah kita – satu sikap yang saya yakini: kita berharap semuanya mendapatkan kebaikan dan berdoa agar memperoleh taufik dari Allah Swt. ”Sikap kita dalam berdakwah di negeri ini. Mereka berusaha mencapai kebenaran dan membawa manusia ke arah itu dengan cara yang paling lembut dan penuh cinta. Sementara waktu tidak cukup untuk memperhatikan orang lain dan sibuk dengan urusannya. Setiap kelompok berada dalam medan masing-masing dan Allah bersama orangorang yang beriman. Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita dan mereka.

Apabila pembicaraan itu baik. maka bersikaplah lebih toleran. maka hendaklah dirimu bersyukurlah dan jangan sampai kamu tertipu dari hakikat dirimu yang sebenarnya.Beliau berkata: ”Kelak kalian akan mendengar suatu kelompok akan membicarakan kalian. Ia mengajak mereka untuk bekerja sama dan berkoordinasi diantara mereka . permusuhan. rintangan. dan berharap mereka mendapatkan taufiq dan kesuksesan. “Dakwah ikhwan adalah dakwah yang putih bersih tidak tercampur dengan warna apapun dan selalu bersama kebenaran dimana saja berada. Namun bila yang ada selain itu. dan kedengkian atas kesuksesan yang telah mereka capai. Walaupun dalam realita sejarah. Mereka tidak berpikir untuk melakukan pendekatan dan berusaha untuk menyatukannya seputar pemikiran umum. Imam Syahid mengajak kepada persatuan dan menghindari perpecahan. kerja sama. Tentang hal ini. Mereka berharap semuanya beroleh kesuksesan. dan tunggulah hingga waktu menyingkap kebenaran. dan saling menghormati. Mencintai kesepakatan dan membenci keraguan. Namun manhaj mereka –yang selalu mereka usahakan– adalah manhaj musyarakah (partispasi). mereka selalu mendapat tekanan dari orang lain sejak kemunculannya.”558 Imam syahid sangat menginginkan adanya kelompok yang bekerja untuk menolong Islam dan memperbaiki masyarakat dari berbagai kekuatan dan kelompok yang bermacam-macam. Jangan menghadapi dosa ini dengan dosa yang serupa dan jangan pula sibuk dengan membantahnya sehingga melalaikan kamu dari jalan yang kamu tempuh.” Bukanlah bagian dari mahaj ikhwan menguasai publik dan memonopolinya. Imam Syahid berkata: “Ikhwan Muslimin melihat kelompok-kelompok ini – dengan lahan garapan yang berbeda-beda – bekerja untuk menolong Islam. hal. Sesungguhya 558 Ibid. 264 442 .

cobaan terbesar kaum muslimin adalah perpecahan dan perbedaan, dan asas kemenangan mereka adalah cinta dan persatuan”559 “Sesungguhnya ia adalah dakwah yang bebas dan bersih. Begitu bersihnya sehingga melewati batas ambisi personal dan tidak peduli dengan dengan manfaat materialisme, dan meninggalkan hawa nafsu dan kepentingan di belakangnya.”560 Beliau berkata dalam muktamar ke enam, “Adapun sikap kita terhadap kelompok-kelompok Islam yang berbeda-beda adalah sikap cinta dan persaudaraan, kerja sama dan tolong menolong. Kami mencintai mereka dan bekerja sama, dan kami berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendekatkan pemahaman dan melakukan kesepakatan diantara pemikiran yang berbeda, yang dengannya kebenaran dapat menang di bawah payung kerja sama dan cinta. Adanya pendapat fiqih dan perbedaan mazhab tidak menjadikan kita jauh. Agama Allah itu mudah dan tidak seorang pun yang berhak memberat-beratkannya kecuali ia akan kalah. Kita yakin akan datang suatu hari dimana nama, gelar, kelompok formalitas dan sekat-sekat cara pandang itu akan hilang dan akan digantikan dengan kesatuan kerja yang dapat mengumpulkan laskar umat Muhammad Saw. Pada saat itu tidak ada lagi selain muslim-muslim yang bersaudara, mereka bekerja untuk agama dan di jalan Allah mereka berjuang.”561 “Sesungguhnya waktu itu, dimana saat itu tampak seluruh kelompok Islam adalah satu kesatuan, saya yakin tidak lama lagi. Waktulah yang menjamin semua itu. Insya Allah.”562

559 560

Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.145 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna), hal. 25
561 562

Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI), hal 216 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal 146

443

“Biarkanlah zaman melaksanakan tugasnya dan dialah sebaik-baik penanggung jawab kebersihan dan keistimewaan.”563 Dengan ini, Imam Syahid telah meletakkan manhaj interaksi dengan kelompok dan individu yang bekerja untuk Islam, atau bahkan untuk kebaikan negeri dalam satu sisi dan berbeda dengan jamaah dalam persoalan furu’. Namun ia tidak keluar dari pijakan dasar syariat dan pilar asasinya. Imam Syahid telah memberi isyarat kepada: 1. Cinta, persaudaraan, dan kerja sama terhadap sesuatu yang membawa kebaikan untuk dakwah dan masyarakat 2. Kita mencoba dengan sungguh-sungguh untuk mendekatkan dan menyamakan persepsi diantara beragam cara pandang demi kebenaran, dalam payung kerja sama dan cinta 3. Pendapat fiqih –dalam masalah-masalah furu– dan perbedaan mazhab jangan sampai menjauhkan jarak diantara kita. 4. Kita berusaha menyampaikan kebenaran dengan gaya bahasa yang santun ketika kita diskusi dengan mereka dan menjawab pertanyaanpertanyaan.

5. Ikhwan berupaya melakukan koordinasi dengan pelbagai usaha di
bidang dakwah dan amal kebaikan sehingga tidak ada benturan satu sama lain. Imam Syahid telah meletakan kaidah kerja sama dan koordinasi terhadap apa yang disepakati dalam urusan kaum muslimin, dan bertoleransi terhadap apa-apa yang berbeda dari permasalah furu’ dan persoalan ijtihad.

6. Ikhwan lebih meningkatan hubungan kepada perencanaan yang lebih
besar dari koordinasi, yaitu kepada kerja sama, saling melengkapi dan pemberdayaan. Pemberdayaan ini akan ada dilakukan melalui hubungan kerjasama antara keduanya, saling memahami dan terikat oleh rasa kasih, dan hal ini juga dilakukan melalui pengarahan dan penjelasan kepada setiap elemen masyarakat, selama kelompokkelompok tersebut atau individu-individu tersebut berada dalam
563

Ibid, hal 148

444

koridor amal Islam dengan segenap sarananya, serta komitmen dengan ketentuan-ketentuan syariat dan tidak melalui jalan yang berbahaya bagi dakwah. Adanya hubungan dan koordinasi dengan mereka saat terjadi ketimpangan akan menyebabkan kekacauan dan kegelisahan dalam individu-individu masyarakat dan memberi kesempata kepada para musuh untuk mendeskreditkan dakwah. Kewajiban kita kepada mereka adalah memberi nasihat dan bimbingan agar mereka mendapat petunjuk.

7. Dalam berinteraksi, jama’ah ini juga hendaknya bisa bertoleransi dan
bersikap bijak dengan pribadi-pribadi yang ingin menonjol dan mencari pamor. Pada beberapa waktu, kondisi dan kejadian, jamaah ini bisa meninggalkannya ketika tampak perbedaan antara yang baik dan buruk. Perbedaan ini dapat menyingkap hal-hal seperti ini, yang mungkin bersinar di satu waktu kemudian meredup dan akhirnya hilang sama sekali.

8. Hendaklah jamaah ini bersabar dan membiarkan waktu berjalan
hingga datangnya suatu hari dimana saat itu tampaklah kebenaran manhaj dan jalan (kebenaran). Akan datang suatu hari dimana kelompok-kelompok formalitas dan rintangan-rintangan pemikiran akan punah dan digantikan dengan kesatuan kerja di bawah bendera “Ikhwan Muslimin”.

9. Pada saat itu, dengan kesadaran penuh, akan ada tahapan-tahapan
usaha yang dilakukan oleh musuh Islam untuk mengadu domba antar jamaah keIslaman yang ada. Dengan adanya kerja sama dan koordinasi ini, akan tampak jelas manjah dakwah dan kemerdekaannya yang sempurna. Imam Syahid berkata, “Wajib diketahui bahwa Ikhwan Muslimin berpegang teguh dengan dakwahnya dan tegak di atasnya. Mereka tidak beramal untuk dakwah orang lain dan bukan pada manhaj yang bukan manhaj mereka.” “Mereka tidak terwarnai dengan warna selain Islam."

445

“Kami berlindung kepada Allah dari suatu hari kita tidak berdakwah dengan manhaj Al-Quran dan nilai-nilai Islam.”564 “Kejadian masa lalu dan masa sekarang sudah menetapkan bahwa tidak ada kebaikan kecuali di jalan kalian ini, tidak ada hasil kecuali dengan perencanaan dan tidak ada ketepatan kecuali pada apa yang kalian amalkan.”565 Lebih lanjut, beliau menjelaskan, “Kelak kalian akan mendengar ada suatu kaum yang ingin berhubungan dengan kalian dan kalian ingin berhubungan dengan mereka dari para aktivis, baik yang bersunggguh-sungguh dengan keinginannya maupun yang tidak. Maka saya ingin menyatakan kepada kalian yang berada disini dengan jelas bahwa: dakwah yang kalian jalani ini adalah dakwah paling unggul yang pernah dikenal oleh umat manusia. Sesungguhnya kalian adalah ahli waris Rasulullah Saw. dan dan yang akan mengemban risalah Al Quran, yang akan mengawal syariatnya. Bahwa sesungguhnya kalian adalah penolong-penolong yang akan tegak menghidupkan Islam pada saat dimana hawa nafsu dan syubhat merajalela, dan beban muatan semakin berat. Apabila kalian demikian, maka dakwah kalian paling pantas didatangi oleh manusia. Sebab ia adalah kumpulan kebaikan, sementara yang lain tidak luput dari kekurangan. Maka berkonsentrasilah pada manhaj kalian dan jangan tawar menawar dalam manhaj, dan tawarkanlah manhaj ini kepada manusia dengan kemuliaan dan kekuatan. Siapa yang menyambut seruan kalian maka selamat datang dalam benderangnya cahaya pagi, semburat fajar dan terangnya siang. Saudara kalian yang akan bersama kalian percaya dengan keyakinan kalian dan siap melaksanakan pengarahan yang kalian berikan. Siapa yang enggan maka kelak Allah akan datangkan suatu kaum Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya.

564 565

Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI), hal.213 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.127

446

Saudara-saudara sekalian. Jangan tergesa-gesa. Waktu di depanmu masih luas membentang. Kalian akan menjadi orang-orang yang akan diminta dan bukan yang meminta. Kemuliaan seluruhnya milik Allah dan kelak akan kalian ketahui kabarnya pada suatu ketika. Maka saya melihat bahwa sesuatu yang wajib dari sikap kita terhadap semua kelompok: kita menginginkan kebaikan, toleransi, tidak meminta pamrih, tidak membantah, dan janganlah kalian mengatakan kepada orang yang menawarkan kedamaian; kamu bukan orang beriman.”566 Apabila bagian kelompok dan individu ini sudah melewati batas dalam berdiskusi dengan kita, maka yang kita lakukan adalah mengajak mereka apabila mereka mau menerima ajakan ini. Kita berdiskusi tanpa perlu berdebat, kita jangan berprasangka terhadap keikhlasan mereka, tidak membalas permusuhan mereka, tidak meninggalkan manhaj dakwah kita dan kita bermohon semoga Allah memberi petunjuk kepad kita dan mereka. “Bahkan menjadi sebuah kegembiraan bagi kita bila setiap pelaku kebaikan dan untuk kebaikan diberi taufik. Ikhwan tidak suka membangun sambil meruntuhkan, dan medan jihad cukup luas untuk seluruhnya.”567

2. Kelompok Yang Manhajnya Keluar dari prinsip-prinsip Syariat
Adapun kelompok yang manhajnya keluar dari Prinsip-prinsip utama syariat, seperti penyimpangan dalam paham dan keyakinan -walaupun ia mengangkat jargon keIslaman– atau dalam sarana dan gaya bahasa, seperti mengkafirkan manusia, menghalalkan darah, berpegang kepada kekerasan, maka bagi mereka tidak ada kerja sama atas dasar ini. Yang ada adalah melepaskan mereka dari persoalan dakwah, memberikan nasehat dan petunjuk agar mereka kembali.

566

Makalah dengan judul Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya, Imam Syahid tahun 1931 (dari buku: Imam Syahid, Fuad al Hajarsi. Hal. 117 567 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.149

447

Kita menghadapi pemikiran dengan pemikiran, dakwah dengan dakwah dan tidak tergesa-gesa mengkafirkan atau menyeru untuk memutuskan hubungan dengan mereka, atau mendukung kezaliman. Ini bukanlah uslub dakwah. Kita tetap mengikuti rambu-rambu syariat dalam hal ini. Kita adalah dai’ dan bukan hakim. Dalam proses interaksi dengan kelompok ini, kita tidak menuduh pribadi dengan prasangka, tidak melakukan cara-cara konspirasi dan permusuhan dengan mereka yang berbeda dan menyerang kita. Kita menilai manusia hanya secara lahiriah saja, sesuai dengan perkataan dan perbuatan mereka. Hendaklah yang menjadi dasar pijakan adalah timbangan dan ketentuan syariat. Hendaklah kita bersungguh-sungguh menghadapi pemikiran yang menyimpang ini dengan sungguh-sungguh dan jangan sampai kita sedih dan menyesal, walaupun mereka tetap bersandar padanya. Kita biarkan orag lain yang menghukumi mereka. Hal ini menuntut jamaah untuk memiliki pengetahuan fsikologi seseorang, melihat dengan pikiran, membuat planning tandingan dan caracara untuk menghadapinya. Apabila mereka memusuhi dakwah Islam dan memutarbalikkan fakta yang ada, dan membangun pemikiran yang dapat melemahkan umat, maka merekalah musuh kita dan kita melawan pemikiran ini dengan pemikiran, memberi jawaban yang memuaskan dan menanamkan kesadaran kepada umat sehingga mereka tidak tertipu. Imam Syahid berkata, “Ingatkan diri kalian selalu wahai Ikhwanul Muslimin, bahwa 'atheis' muslim adalah musuh terdepan kalian. Merekalah yang paling bertanggung jawab terhadap konflik dan problematika yang menimpa dunia-dunia Islam." "Merupakan kewajiban kami untuk merubah tanpa terjangkit wabah pemikiran mereka yang telah akut, menahan siapa saja yang berbaik sangka terhadap musuh, dan siapa saja yang telah membius otot-otot kami dengan
448

pemikiran-pemikiran palsu dan kalimat-kalimat rayuan, yang di belakangnya tiada lain adalah upaya merusak bangsa Timur dan melenyapkan persatuan Islam, mereka tidak jauh berbeda dengan orang-orang Eropa.”568 3. Kepada Mereka Yang Menghadapi Dengan Tuduhan-Tuduhan Keji Dan Perbuatan Buruk Terhadap Dakwah Kita menyatakan kepada mereka:" ittaqullah!! (takutlah kalian kepada Allah) dan jangan mangatakan sesuatu yang kalian tidak mengetahuinya."569 Kita menjelaskan kepada mereka hakikat sebenarnya tanpa perlu masuk kepada perdebatan dan permusuhan. Kita tidak menyerang mereka dan tidak menyibukkan diri kita dengan hal itu: "Kita tidak menyerang mereka sebab kita butuh memerlukan kesungguhan yang kita gunakan dalam permusuhan itu"570 Imam Syahid menamakan kesungguhan dan usaha yang digunakan untuk membantah mereka dengan "kesungguhan negatif". Sebagai ganti, kita menyampaikan dakwah ini kepada mereka, semoga mereka menerimanya dan kembali kepada manhaj Islam yang mulia. Dalam berinteraksi dengan pelbagai elemen masyarakat, Ikhwan berusaha untuk menghindari tajrih (pendeskreditan) terhadap kelompok atau individu tertentu, walau bagaimanapun tingkat perbedaan yang ada. Bagi Ikhwan, ekspresi ini bukanlah bagian dari manhaj kita dan tidak sesuai dengan adab dakwah dan kemuliaanya. Jama'ah Ikhwan mendukung segala seruan untuk perbaikan Jama'ah ikhwan tidak menolak seluruh perbaikan yang parsial dengan alasan karena perbaikan itu tidak secara keseluruhan (universal), atau ia berasal dari orang lain yang tidak mengikuti manhajnya. Namun ia menganggap bahwa perbaikan ini sebagai langkah positif dalam arena
568

Makalah dengan judul Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya, Imam Syahid tahun 1931 (dari buku: Imam Syahid, Fuad al Hajarsi. Hal. 117 569 Risalah, Al-Muktamar As-Sadis, hal. 216 570 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI), hal. 215

449

perbaikan, dan ia adalah arena yang luas untuk seluruh usaha kebaikan. Jamaah Ikhwanul Muslimin mendukung seluruh usaha ini. Bahkan ia sudah membantunya secara nyata dan berkoordinasi dengannya apabila kondisinya sesuai, dengan tetap memeperhatikan etika tolong-menolong dan kerja sama dengan orang lain. Hal ini tidak menghalangi usaha ikhwan untuk terus melakukan perbaikan secara menyeluruh dan mempersiapkan segalanya. Jamaah Ikhwan tidak diam menyaksikan segala kejadian yang menimpa umat Islam dan realita sulit yang berlalu dengan alasan sibuk melakukan penyempurnaan dan tarbiyah individu mereka, namun aksi, pergerakan dan dukungan terhadap permasalahan umat, usaha dan inisiatif perbaikan adalah bagian prinsipil dari manhaj, pergerakan dan tarbiyah mereka. Inilah ucapan Mursyid 'Am, Musthafa Masyhur ketika menegaskan manhaj yang telah digariskan oleh Imam Syahid. Ustadz Musthafa Masyhur menegaskan, "Sesungguhnya umat Islam adalah umat yang besar. Mereka memiliki faktor-faktor kebangkitan dan kepemimpinan. Mereka memiliki kemampuan, sumber daya manusia, kawasan, sumber daya alam, ditambah lagi peninggalan peradaban dan risalah abadi yang sangat diperlukan oleh dunia saat ini.. Hal ini sudah menjadi keharusan bagi kita untuk memiliki sebuah keputusan. Untuk mencapai itu semua, kita harus melewati dua jalan: Pertama: Memberantas sebab-sebab kelemahan dan kehinaan yang tercermin dalam: 1. Perbedaan dan permusuhan yang sampai bersekongkol dengan musuh untuk saling melindungi antara satu dengan yang lain. Pemerintahan diktator yang menghegemoni di negara-negara Islam, sehingga melahirkan permusuhan antara rakyat dan pemerintah, atau mendorong rakyat melakukan hal negatif dan tidak peduli.

2.

450

3. 4.

Kesenjangan sosial yang menggiring rakyat ke arah permusuhan antar golongan yang dikendalikan oleh kedengkian dan kebencian. Rusaknya sistem perekonomian, akhlak, dan pers yang kian membusuk dalam Negara, yang menghambat perkembangan dan mendorongnya untuk bergantung dan meminta bantuan kepada musuh-musuh negara.

5.

Keterbelakangan dalam pendidikan, riset ilmiah, dan teknologi yang menjadikan kondisi dunia Islam sangat memprihatinkan dibanding Negara-negara yang lain.

6.

Melupakan risalah (agama), menggandrungi kehidupan dunia dan kekekalan di bumi, mengumbar syahwat, dan meniru gaya hidup Barat.

Kedua: Berproses menuju kekuatan 1. Kekuatan maknawi dengan tarbiyah imaniyah, yang mencetak seorang Mukmin yang rela berkorban di jalan Allah dengan segala yang dimiliki, mendahulukan orientasi akhirat daripada dunia, dan mendamba syahid di jalan Allah.

2.

Membentuk keluarga Muslim setelah terbentuknya pribadi Muslim, untuk menciptakan masyarakat Muslim yang benar. Hidup dengan arah yang jelas, yaitu menegakkan kebenaran dan keadilan dengan menerapkan syariat Islam, dan membawa misi: Sebarkan dakwah di seluruh dunia.

3.

Normalisasi hubungan antara pemerintah dan rakyat dengan memberikan kebebasan, menghormati hak, menuruti keinginan rakyat, dan senantiasa transparansi dalam setiap keputusan.

4.

Normalisasi hubungan antara pemerintah dengan rakyat Muslim, bekerjasama dalam segala segmen politik, ekonomi, sains, militer, dan pers, sebagai pengantara sebuah persatuan.

5.

Bergantung kepada manhaj pengembangan diri dan bergantung kepada diri sendiri dalam internal dunia Islam, berinteraksi dengan dunia luar dengan asas kerjasama di atas prinsip persamaan, bukan meminta pertolongan dan pinjaman hutang.

451

6.

Memperhatikan produksi pembuatan senjata, termasuk senjata permusnah masal dengan maksud pembelaan diri; di mana saat ini kita hidup di tengah hutan, kekuatan di atas kebenaran. Apa yang terjadi saat ini seperti Yahudi tidak henti-hentinya memusuhi rakyat Palestina, Suriah, Lebanon dan negara lain, meremehkan dan mengancam seluruh tanah Arab, tidak lain kerena Yahudi mempunyai senjata pemusnah massal, sedangkan Arab tidak. Jika negara-negara Arab meilikinya, maka logat dan gerak langkah akan berubah, dan memungkinkan untuk mengambil kembali hak-hak.571 Perspektif Ikhwan terhadap perbaikan umat menegaskan akan urgensi

pembentukan manusia dan terpenuhinya kebebasan politik dan ekonomi untuk mewujudkan keamanan dan perdamaian, "Kita percaya bahwa manusia adalah salah satu dari poros semesta. Ia adalah sarana untuk mewujudkan pembangunan dan kemajuan. Untuk itu harus dilakukan pemurnian aspek yang menyebabkan naiknya kemanusiaan manusia, meningkatnya karakteristik dan keistimwewaannya dari makhluk-makhluk yang lain. Dimana keimanan terhadap rukun dan kaidah-kaidahnya (baca; ajaran Islam), akhlak dan budi pekerti yang luhur merupakan nilai tertinggi yang dimiliki oleh umat manusia. Maka tidak ada keraguan bagi siapapun yang menghendaki perbaikan, harus berusaha membersihkan jiwanya, membangun kembali jiwanya atas dasar: iman, istiqamah, dan akhlak. Jika tidak, maka perbaikan itu ibarat orang mengukir di atas air dan membangun di udara.572 Jamaah menjaga kesinambungan eksistensi dan keteguhannya dalam setiap interaksi dengan orang lain dan dalam setiap momen yang terjadi. Ia tidak lebur dalam komunitas yang lain, atau melakukan hal-hal di luar arah tujuan jamaah yang sempurna dan jelas, atau berada di bawah panji selain panji dakwah yang memproklamirkan dan menjunjungnya. Jamaah juga

571

Risalatu-l Ikhwan, Edisi 228, Muharram 1422 H-20 April 2001 M, Makalah: (AlHaqqu Laa budda an tahmiyahu al-quwwah) punya Mursyid Aam Ustadz Mushthafa Masyhuur. 572 Min mubaadarati-l Ikhwan li-l Ishlaah

452

bukan binatang tunggangan bagi arus tertentu atau terpengaruh dengan hawa nafsu. Imam Syahid berkata, "Harus jelas bahwa Ikhwanul Muslimin berpegang teguh dengan dakwah mereka, berdiri di atasnya, tidak bekerja untuk dakwah selain dakwah mereka, tidak untuk manhaj selain manhaj mereka, dan tidak terwarnai oleh warna selain Islam. Na'uzubillah jika suatu saat kita tidak mendakwahkan al-Quran dan ajaran-ajaran Islam."573 Jamaah membaca Konstelasi Politik dengan baik: Sejarah perjalanan gerakan Ikhwan, interaksi dan sikapnya terdahap fenomena yang terjadi tampak jelas pandangannya yang jauh dan tidak terpedaya dengan tampilan luar yang menyilaukan, atau promosi-promosi palsu atau usaha pemalingan perhatian dalam beberapa proyek yang gagal. Ia mengenal dengan kesadaran dan mendalam akan kadar kekuatan, tujuan, target, aturan main beserta dimensinya, sisi yang terlihat dan tersembunyi, baik lokal maupun internasional. Kami tahu bahwa siapa yang memiliki hak memberikan peluang kepada kami untuk ikut serta dalam kerja eksekutif dan masyarakat juga memiliki hak untuk melarang kami melakukannya, maka suasana tenang tidak akan menipu kami dan kami tidak akan terkejut dengan perubahan mendadak. Dengan demikian pemanfaatan dan turut serta di dalamnya bukanlah peluang positif bagi kami, kecuali jika atas kehendak kami dan berada dalam aturan kerja yang diperankan secara aktif oleh seluruh kaderkader jamaah, demi mewujudkan target yang diinginkan. Sebenarnya perspektif yang salah dalam hal ini adalah bahwa: kemungkinan kami menyingkat waktu, menerjang realita, masa bodoh dengan target dan rencana orang lain, mengasumsikan kebenaran mereka tanpa bukti jelas, kemudian setelah itu kita menganggap bahwa di sana ada kesempatan bagi jamaah. Perspektif seperti ini memandegkan rencana dan merusak waktu. Kita semua harus mengetahui bahwa jamaah dengan segala
573

Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI), hal. 213

453

Maha suci Allah. melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.           Artinya: "Dan Tiadalah Kami mengutus kamu. dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik". Dengan demikian secara jelas tidak ada permusuhan dengan siapapun dan tidak ada penghilangan hak. berupa kemampuan pemikiran dan kelambagaan.                                Artinya: "Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku. semua ini atas karunia dan kehendak Allah. dan segala kemampuannya dengan kesungguhan para aktivisnya yang saling melengkapi berupa penelitian. akan tetapi sikap kita masih dan tetap —dengan pertolongan Allah— dibangun di atas syariat dan prinsipprinsip kita. Kami tidak membangun pemikiran dan perspektif kita di atas hawa nafsu dan kecenderungan individu yang tertolak. (Yusuf: 108) Sepanjang sejarah Jamaah —dengan karunia dan izin Allah—tidak seorangpun mampu menggiringnya sesuai dengan ambisi individu atau mengikuti hawa nafsu. dan penguasaan terhadap tuntutan marhalah—marhalah apapun—. dengan karunia Allah akan mampu bergerak bersama dengan realita yang ada. aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata.kemampuan yang dimilikinya.S Al Anbiya: 108) 454 . pengalaman yang diakui. Syariat Islam mencakup hak asasi manusia seluruhnya. pendalaman. muslimin maupun non muslim. dan berinteraksi terhadap setiap perubahan tanpa menyentuh pondasi prinsipnya. (Q. yaitu pondasi dasar Islam.

para dai rabbani. Dalam hal ini kita tidak melegalkan terorisme dan tidak pula sepakat dengan pengaliran darah manusia tanpa alasan yang haq. berarti memusuhi kita dan busur panahnya mengarah kepada kita. 455 . Untuk itu kami tidak pernah rela dengan kezaliman. berusaha memanipulasi pandangan Islam. Kami adalah bagian dari para dai kebenaran. karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan berjalan bersama siapapun yang memperjuangkan haknya. melanggar kesuciannya. jamaah dari kaum Muslimin. mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil. Kami menganggap bahwa siapapun yang menyerang Islam. membawa panji Islam dan memperjuangkannya.S Ibrahim: 46) Kita juga tidak boleh melupakan hakikat Zionis. yang bekerja di dunia manusia karena Allah dan atas petunjuk Rasulullah Saw. orang-orang yang takut mereka. Kami —atas karunia Allah— adalah para penyeru perdamaian. Berlaku adillah. para pendukungnya. membantu dan menyokongnya dengan segala kemampuan yang kami miliki.                        Artinya: "Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum. memperjuangkan hak. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Kita mohon kepada Allah dalam memperjuangkan itu semua. kejujuran dan keikhlasan dalam setiap perkataan dan perbuatan. Amerika. (Q. orang yang memanfaatkan keberadaan mereka. tidak tinggal diam menyaksikan kezaliman. dan bertakwalah kepada Allah. dan sekelompok lain yang berada di sekeliling kita.

Kami selalu siap untuk berdialog dengan seluruh umat manusia dan bekerjasama dengan seluruh penyeru kebaikan. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. Permusuhan terhadap Dakwah.S Ibrahim:42) Kami adalah para pengusung proyek kebaikan untuk kemanusiaan seluruhnya. yang memiliki target dan tujuan yang jelas.Kami tidak akan tunduk dan menyerah kepada musuh                        Artinya: "Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira. dan kami tidak akan menjadi pengusung proyek yang lain. Institusi dan Anggotanya: 456 . . dan tentunya juga memiliki musuh serta orang-orang yang akan melumpuhkannya. dan perjuangan ini akan menghabiskan waktu yang panjang –sesuai kehendak Allah-. bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. (Q. dan kami sesungguhnya bukan para propagandis perang dan bukan pula penumpah darah." (Al-Isra': 70) Kita adalah pemilik proyek Islami untuk perbaikan. memiliki sarana dan rencana dan sarana.Kami menjunjung tinggi nilai kemanusiaan seperti yang Allah gariskan dalam firman-Nya:       Artinya: "Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam.

berkomitmen akan meneruskan perjuangan dakwah meskipun semua itu akan melahirkan benturan konstitusi dan pergulatan politik. Kita bisa meneladani 457 . 2. 5. Sementara bila pemerintah dan institusinya yang menggelar permusuhan. tidak lebih. "Kita akan menghadapi permusuhan dan penentangan dahsyat dari mereka". makanya perlu memohon pertolongan kepada Allah Swt. Mereka berkomitmen tidak menempuh kekerasan dalam sistem dan pola pergerakannya. intimidasi dan perselisihan yang muncul dari sebagian individu.Gelombang permusuhan. ruang-ruang gerak. Membela diri dan menyikapi permusuhan individual hanya ketika terjadinya penyiksaan fisik demi menampik adanya bahaya. Mereka lebih berkonsentrasi membina anggotanya dengan menanamkan kesabaran dan kesanggupan memikul beban. ujar beliau. Ikhwanul Muslimin lebih memilih mengambil jalur hukum ketimbang konfrontasi fisik. Dalam hal pembelaan diri. Menempuh sarana damai melalui jalur hukum untuk menghindari kekerasan. dan patuh terhadap pemimpin. Sembari merapatkan barisan. Dan. atau lembaga kemasyarakatan dan aliran pemikiran terhadap eksistensi dakwah dengan segala aktivitasnya sudah pernah diproyeksikan oleh Imam Syahid bakal terjadi. Pembelaan ini pun hanya mereka upayakan saat iklim permusuhan melanda. berikut: 1. 4. Mereka memahami bahwa itulah tabiat dakwah yang mesti dilalui. 3. Antusias menciptakan dan menjaga iklim aman bagi perjalanan dakwah. Penyelesaiannya mesti berdasarkan bahwa proses pembelaan itu benar secara hukum. Ikhwanul Muslimin memilih menyikapi penyiksaan dan intimidasi dengan bersabar. dalam rangka menghadapi segala tantangan tersebut. Tidak terpancing melakukan tindakan konfrontatif atau sibuk mengurusi konflik yang tidak substansial. menyatukan komitmen. Alternatif damai tersebut bahkan mereka kawal dengan memelihara beberapa pointer. dan aktivitasnya. juga atas pertimbangan akan membawa kemaslahatan bagi dakwah.

beserta para sahabatnya terkait pola penyikapan seperti ini. "Terkadang beberapa organisasi melakukan beberapa kegiatan yang mirip dengan aktivitas dakwah atau menciptakan alternatif untuk menggantikan kegiatan dakwah dengan baju yang beragam. menyesuaikannya dengan denyut kondisi yang tengah berkembang. menciptakan aktivitas yang bisa menjauhkan masyarakat dari aktivitas dakwah dan hal itu sebenarnya tidak bermanfaat bagi masyarakat. dan lain-lain. dengan tujuan menjauhkan masyarakat dari dakwah. Maka hal itu tidak perlu dipermasalahkan. "Mereka bukan sebagai Ikhwan dan bukan seorang muslim". Maka untuk kegiatan kedua ini. Kedua. Walaupun sampai pemerintah turun tangan memusuhi dan melakukan kebiri. Seperti mendirikan beberapa club-club pelajar dan asosiasi tertentu. Demikian yang beliau klarifikasikan kepada publik terkait merebaknya isu bahwa ada sebagian oknum Ikhwanul Muslimin yang melakukan aksi kekerasan. proyek-proyek Takaful. Yang keluar dari koridor ini –melakukan tindakan kekerasan. mereka tetap berusaha memperjuangkan nilai-nilai kebaikan dan proses perbaikan seelastis mungkin. atau hendak menyaingi kegiatankegiatan dakwah. dan penangkapan anggotanya. Ini karena mereka tidak sebatas mempertimbangkan kepentingan jamaah saja. walaupun dengan niat ingin berkompetisi dengan kegiatan dakwah atau hendak membekukan peran kita. tapi juga melihat kepentingan negara dan dakwah secara utuh. yang berupa kegiatan-kegiatan alternatif yang baik dan bermanfaat. kita harus memboikotnya dan menjauhkan masyarakat 458 .Rasulullah Saw. seperti shalat 'Id. dan lainlain dalam rangka menghancurkan identitas sebagai muslim. Imam Syahid menolak aksi kekerasan dalam menghadapi kepongahan rezim penguasa. pengekangan aktivitas jamaah. kompetisi dalam kebaikan.beliau nyatakan secara tegas. Kegiatan ini secara umum terbagi dalam dua hal: Pertama.

manusia terbagi dalam enam prototipe. akivitas-aktivitas positif dan bermanfaat yang dapat mengalihkan pandangan dan membuat banyak yang membicarakan. kafir netral. Namun. hlm. hendaknya disikapi dengan melakukan perbuatan sebaliknya. maka isu yang baru akan menggeser isu yang lama. elegan dan menggunakan nasehat kebenaran. Melalui pertimbangan pembagian tipe manusia seperti inilah seseorang akan diukur loyalitasnya dan konfrontasinya terhadap Islam. dan tentunya dengan cara-cara yang baik.576 574 575 Risâlah: Ru`yah Wâdhihah."574 Imam Syahid Hasan Al-Banna pernah mengatakan hal senada dalam Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). tipe muslim pejuang. 95 576 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). tipe muslim pendosa. dan kafir yang memerangi Islam. 369 459 . bahwa rumor (desas-desus) dan dusta tak boleh dibalas dengan perlakuan yang sama."575 Persaudaraan dalam Perspektif Ikhwan Ikhwanul Muslimin memposisikan Islam dan hukum-hukumnya sebagai landasan dalam membangun interaksi sosial sesama manusia dengan beragam warnanya. hlm. Imam Syahid mengatakan –terkait mengenai barometer interaksi seorang saudara seiman dengan saudaranya yang lain. "Bagi seorang Akh. orang kafir yang mendapat jaminan perjanjian. 21 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). yang merupakan kebatilan. tipe muslim apatis. hlm. Musthafa Masyhur. Aplikasi itu didukung oleh kematangan pemahaman terhadap Islam dan pengejawantahannya secara bijak." Adapun Islam telah menetapkan pola (hukum) bagaimana seorang muslim berinteraksi dengan tiap prototipe tersebut.darinya. "Saya mendapatkan manfaat yang banyak dari sirah dakwah dan aktivitas sosial di masyarakat.

Apa yang terlihat tersebut kemudian akan digunakan sebagai pertimbangan dalam pola interaksinya terhadap mereka. Apakah ijtihad tersebut dalam tatanan akidah atau amalan. padahal ia tidak memiliki uzur yang menghalanginya melakukan itu. Dari permasalahan amal ibadah.Tipe muslim pejuang: tercakup juga orang yang berijtihad kemudian salah memutuskan langkah atau prosesnya. mengamati secara lahiriah saja. bahwa barometer cinta dan benci karena Allah berpagut hanya kepada perbuatan dan kesalahannya saja. kerusakan akidahnya. Dengan catatan bahwa ia tidak sampai terjerumus kepada maksiat dan dosa dengan perantaraan ijtihadnya tadi. Contohnya. jadi bukan dilumuri oleh tendensi personal. Yang ia lakukan hanya melihat. seorang muslim yang sampai berpendapat bahwa darah dan kehormatan umat Islam hukumnya halal. Tipe muslim pendosa: pengkategoriannya disesuaikan dengan besarkecilnya dosa dan maksiat yang ia kerjakan. Nah. tidak menjadikannya seolah sebagai hakim bagi kepribadian orang lain. Termasuk dalam kategori apatis. umat Islam yang awam terhadap agamanya sehingga tidak bisa memberi sumbangsih apapun bagi kemenangan Islam. ia digolongkan sebagai muslim pendosa. Usaha menjauhi praktek vonis subyektif ini demi menjaga agar tidak terjadi kerunyaman dalam memandang persoalan. Tipe muslim apatis: golongan yang ini adalah muslim yang hanya maunya berpangku tangan tidak turut berkontribusi memperjuangkan Islam dan melakukan perbaikan. pelanggaran hak asasi manusia misalnya perlakuan zalim. kelewat batas. memusuhi. Seperti. bila model manusianya begini. 460 . ● Berdasarkan hukum Islam dan perspektifnya dalam memandang pola interaksi seorang saudara muslim dengan sesama manusia. Sampai kepada loyalitasnya kepada orangorang zalim dan membantu menciptakan makar terhadap Islam dan umatnya.

dan apa yang disampaikannya. Kami akan mengajak mereka untuk mengimani apa yang kami sedang perjuangkan. sebab yang kami bawa merupakan kemaslahatan bagi seluruh manusia. menguatkanmu— bahwa Ikhwanul Muslimin memandang manusia berdasarkan kemanusiaannya menjadi dua bagian: Pertama. dari keturunan siapapun mereka berasal. jika mereka melakukan hal serupa. siap mengayomi mereka. kami akan merespon permusuhan tersebut dengan respon terbaik577. bila mereka berkenan mengekang hasrat permusuhan. hal. Siapa pun yang menyulut api permusuhan. 461 . Ikatan antara kami dengan mereka adalah ikatan dakwah. dan mengorbankan harta bahkan jiwa kami. Kami akan berjalan mencapai kesuksesan dakwah menggunakan bermacam cara dan sarana yang tidak bertentangan dengan Islam. kaum yang meyakini Allah. Kedua. Di bumi manapun mereka tinggal. Kami akan selalu bersama mereka.● Dengan batasan yang jelas dan pertimbangan yang matang melihat kepribadian seseorang. ikatan akidah lebih suci ketimbang hubungan darah dan tanah air. Kami akan hidup damai berdampingan. Bagi kami. berbuat demi kemaslahatan mereka. kami tidak mengikat mereka dengan ikatan akidah. dan mengimaninya. 24. Imam Syahid mengatakan. Sebab ia adalah motor (penggerak) dakwah yang memang bertujuan untuk mendakwahi mereka melalui sarana interaksi. maka Islam atas nama dakwah tidak pernah melarang seorang muslim mengadakan interaksi dengan semua prototipe manusia ini. Mereka juga beriman kepada Rasulullah Saw. kitab–Nya. Kami akan menyukai kebaikan mereka. kaum yang sama sekali tidak beriman. "Ketahuilah —semoga Allah Swt. yaitu ikatan akidah. Kami mengikat mereka dengan ikatan suci. Hubungan sosial tersebut sifatnya lentur. Mereka adalah saudara terdekat kami. 577 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami).

tentang bagaimana Nabi Muhammad Saw. Kita memiliki cerminan terkait terma di atas yang termaktub di dalam Alquran tentang bagaimana Nabi Musa as. plin-plan. semua itu merupakan modal untuk mencintai kebaikan pada orang lain. yang merampas hak-hak kemanusiaannya. dan nasehat yang baik. tidak berburuk sangka. tapi kami mengharap kepada kelompok yang lain sekalipun itu bersebrangan dengan Ikhwan agar tetap menciptakan hubungan baik dengan mereka melalui dialog. tidak menjadikan selisih dan perselisihan sebagai kaidah interaksi.Kalau pun kami memberikan pengecualian dalam hal interaksi dengan orang-orang yang memerangi Islam. keteladanan. Kita juga berusaha agar ucapan kita selalu jujur dan tepercaya. membudidayakan pemuliaan terhadap orang lain. bahkan etika-etika tersebut justru merupakan bagian dari dakwah sekaligus penopangnya. sembari mengontrolnya agar tidak sembrono. menjauhi segala bentuk kekeliruan. memberikan keteladanan. Sebab. tidak membalas keburukan dengan keburukan serupa. yang menjajah negeri-negeri Islam dan rakyatnya. dan seterusnya. konsisten mengaplikasikan etika Islam dalam membina hubungan sosial. Ini sama sekali tidak menimbulkan kontradiksi antara penguatan dakwah dan keyakinan terhadap kebenarannya. dan tidak arogan. 462 . santun bertutur-kata. saling membantu dalam kebaikan. yang tercermin misalnya: menjadi pendengar budiman bagi orang lain. dan menempa diri menjadi suri tauladan bagi sesama sebagaimana layaknya pribadi muslim ideal. selalu membalas dengan yang lebih baik. Semua ini merupakan tuntutan. tidak obral janji. berinteraksi dengan Fir`aun. seksama dan bijak menilai orang lain. dan mengendur dalam mengaktualisasikan pedoman dakwah. mampu pengertian. ● Seorang Akh mestilah berupaya menghiasi diri dengan prilaku dakwah dan akhlak seorang dai. menyampaikan dakwah dengan sebaik-baiknya. menahan emosi dan lapang dada. berbicara dengan bahasa hati supaya juga mengena ke hati.

sisi jiwa dan perasaan. dan membantu menyebarkan ajaranmu. 578 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). kaum yang mereka cinta kepada Allah dan Allah pun mencintai mereka"578. yakinlah bahwa Allah pasti akan mendatangkan satu kaum menggantikan mereka. Jadi. Imam Syahid pernah berpesan tentang hal itu: "Saya ingin menjelaskan kepada kalian secara gamblang bahwa dakwah kalian ini adalah dakwah terbaik yang mengakui hakikat kemanusiaan. serta sisi moral dan perilaku. tunjukkan kepada manusia seluruhnya dengan kemuliaan dan kekuatan. ia menjadi patner kerjamu. terimalah dakwah sebagai kewajiban kalian. tidak ada yang bakal menyamai dakwah kalian.hlm. Kalian merupakan pewaris Rasulullah Saw. menggairahkan kepekaan akan ketinggian nilai dakwah sehingga menjadi pemicu bagi peluhuran moralitas mereka. Siapa yang mendukung perjuangan kalian. Jika ada yang menolak. dengan penuh suka–cita ia menjadi saudaramu. ● Dalam proses pembinaan dan pembentukan individu butuh pada tiga cakupan. ia akan turut memelihara stabilitas keimananmu. Penerus khalifahnya yang memegang Alquran sebagai landasan hidup. karena ia merupakan akumulasi semua kebaikan. Kepercayaannya untuk menjalankan syariat Islam. Serta penerus yang berkomitmen akan menghidupkan Islam kembali di saat manusia tengah mabuk diperbudak nafsu dan tidak kuasa memikul tanggung jawab ini. dan dakwah selain Islam masih terselubungi oleh beragam ketidaksempurnaan. maka dakwah kalianlah yang paling berhak sampai kepada manusia. Jika kalian mampu seperti itu. 363 463 .mengusahakan agar kebaikan demi kebaikan itu sampai kepada mereka. dan tidak menyibukkan diri dengan hal itu. dan tidak ada lagi orang lain yang akan menyampaikannya. Kemudian tidak mudah terpengaruh oleh penolakan orang lain. Dakwah itu sesungguhnya sudah sangat memadai. yaitu: sisi pemahaman dan akidah.

464 . seorang Akh di dalam hatinya mesti merasakan kemuliaan dengan dakwah ini. pasti akan membantunya meskipun rentang waktunya belum diketahui. ragu-ragu. tertanam kebencian terhadap segala bentuk kemaksiatan dan penyimpangan syariat. terpelihara dari dosa dan kesalahan. atau bahkan bimbang sekali. tidak memberat–beratkan atau meringan– ringankannya. tanpa sampai menyombongkan diri. konsistensinya. kaidah asal. dasar acuan. Sementara berkaitan adanya kebenaran absolut dan relatif. seorang Akh harus meyakininya. berkarakter dai. dan dari pihakpihak yang bersebrangan dengan kita. Ia berusaha mendarahdagingkan penjiwaan tentang hakikat seorang da'i dalam bentuk cinta dan antusiasnya terhadap dakwah dengan sesungguh–sungguhnya. Nah. eksperimen kelompok. ini hanya dilegalisasi pada hal-hal yang sifatnya parsial di seputar permasalahan ijtihad. bukan pada hal-hal yang bersifat paten (qath`i) dari Allah Swt. maka "Hikmah adalah milik orang beriman. mampu memahami secara jelas dan konsisten.Untuk sisi pemahaman dan akidah —beranjak dari akidah Islam. Menerima segala hal yang sesuai dengan tunjukan syariat Islam dan kebenaran walaupun itu datang dari selain kita. Memenuhi jiwanya dengan keyakinan bahwa Allah Swt. dakwah mulia. Siapa yang bersebrangan dengan ketetapan dimaksud maka ia telah menjauhi kebenaran. keberimanannya terhadap dakwah. menahan amarah. dan lembut kepribadiannya tanpa sampai merasa lemah. ijtihad personal. di medan ikhtilaf dan ijtihad ini tidak ada seorang pun yang dinobatkan sebagai manusia suci. acuan dasar dalam Islam dan dakwah Ikhwan. Untuk sisi jiwa dan perasaan. tujuan dan manhaj ini. Mengekang jiwanya agar selalu selaras dengan aturan Islam. Adapun pada tataran ikhtilaf. berbesar jiwa. Mengenai tujuan. siapa yang mendapatkannya. Ia mampu peka membedakan yang baik dan buruk berdasarkan keseimbangan dan batasan fiqih. ialah yang paling berhak mengambilnya". tidak keliru. dan tujuannya— seorang Akh mesti benar-benar yakin bahwa itu merupakan sesuatu yang hak dan benar. bahwa keberhasilan dan kebenaran tidak akan tercapai kecuali dengan menapaki jalan.

(Q. landasan. Maka benar tidak ada paksaan dalam agama. (Q. Semua yang ada tersebut dari tiga cakupan tadi harus dimiliki oleh seorang Akh muslim. keberterimaan. dan barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir".Untuk sisi moral dan prilaku: itu semua meliputi adab-adab Islami yang mesti diaplikasikan seorang dai ketika berhubungan dengan orang lain. atau bahkan 465 .S Al Baqarah: 256)       Atinya: "Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman. perbuatan. bila salah satunya mengalami gangguan maka hal itu akan membawa pengaruh bagi ketidakmaksimalan seorang Akh berinteraksi dengan orang lain. dan seterusnya. tidak. Sebagaimana yang telah kami kemukakan pada halaman sebelumnya.S Al Kahfi: 29) Tetapi saya tidak akan mengatakan bahwa mereka berhak atas kebenaran atau supaya saya bisa cenderung menerima kekufuran mereka.                    Artinya: "Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). Allah Swt. dan tujuannya. baik dari konteks akidah. antara berinteraksi secara baik–baik. sesungguhnya Islam memang memberikan kebebasan bagi mereka untuk berkeyakinan sesuai kehendak mereka. telah berfirman. dan keridaan. Sebab disana ada perbedaan yang kontras antara kebenaran dengan kebebasan. bahkan mendakwahkan keyakinan tersebut. ● Terkait dengan pembahasan lain yaitu masalah dakwah kebatilan. Sesungguhnya Telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. baik dalam tutur–kata.

Akan halnya golongan ini. suara para da'i akan semakin meninggi. yang menjadi pengikut para rasul di zaman dahulu. mengunjungi klub-klub kami dan berkenalan dengan saudara-saudara kami. ● Manusia sebagai obyek dakwah Ikhwan terbagi kepada empat penggolongan. Di dalam Islam sudah ada hukum (peraturan) yang dijelaskan oleh para ulama fiqih untuk memberikan batasan menyangkut bentuk-bentuk akidah ini. 466 . "Apa saja yang kami obsesikan dari orang lain. dan agar dengan tambahan suara mereka. membaca tulisan-tulisan kami dan apa saja yang terkait dengan kami –baik dari jauh maupun dari dekat-. sembari disarankan agar mereka tetap berhubungan dengan kami lebih dekat lagi. Setelah itu insya Allah hati mereka akan tenteram dan dapat menerima kami. Kedua. dan menemukan padanya kebaikan yang menenangkan jiwanya. yaitu: golongan mukmin (yang meyakini). Imam Syahid telah menjelaskan bagaimana cara berinteraksi dengan keempat tipologi ini. maka tiap-tiap orang itu memiliki salah satu dari empat tipologi dalam perspektif kami: Pertama. mengagumi prinsip-prinsip kami. Golongan Mukmin: Mereka adalah orang yang meyakini kebenaran dakwah kami. oportunis (golongan yang mencari manfaat). Begitulah juga tabiat golongan manusia peragu. biarkanlah mereka bersama keraguannya."pemaksaan" agar menganut agama Islam. golongan yang ragu-ragu. Kepada orang seperti ini kami mengajak untuk segera bergabung dan bekerjasama bersama kami agar jumlah mujahid semakin banyak. Karena memang ada kebebasan sebebas-bebasnya bagi manusia untuk meyakini apa yang ia cenderungi yang kemudian ia akan menerima hasil dari keyakinan yang menjadi pilihannya. percaya kepada perkataan kami. Golongan Yang Ragu-ragu: Boleh jadi mereka adalah orang-orang yang belum mengetahui secara jelas hakikat kebenaran dan belum mengenal makna keikhlasan serta manfaat di balik ucapan-ucapan kami. Mereka bimbang dan ragu. dan golongan yang berprasangka buruk.

"Menjauhlah! Di sini hanya ada pahala dari Allah jika kamu memang benarbenar ikhlas. dan tidak berbicara tentang kami. dan surga-Nya jika ia melihat ada kebaikan di hatimu. kecuali dengan pembicaraan yang sinis. Kecongkakan telah mendorong mereka terus berada pada keraguan. niscaya mereka akan tahu bahwa sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah itu jauh lebih baik dan lebih kekal. kami hanya ingin mengatakan. Andaikan tidak demikian. dan apa yang ada di sisi Allah akan abadi. kami adalah orang-orang yang miskin harta dan popularitas. Adapun kami. dengan harapan bahwa Allah akan meridhai. Bila kelak Allah menyingkap tabir kegelapan dari hati mereka dan menghilangkan kabut keserakahan dari jiwanya. Kami percaya. kami memohon kepada Allah Swt. Semua yang kami lakukan adalah pengorbanan dengan apa yang ada di tangan kami dan dengan segenap kemampuan yang ada pada kami. agar berkenan memperlihatkan kepada kami dan kepada mereka kebenaran 467 . Dia-lah sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong. kesinisan. dengan harapan bahwa kami dan dengan segenap kemampuan yang ada pada kami. akhirat. sungguh Allah tidak membutuhkan orang yang tidak melihat hak Allah-lah yang pertama harus ditunaikan. Saat itu. Bagi kelompok macam ini. dengan segala kemurahan hati mereka akan mengorbankan seluruh hartanya demi memperoleh balasan Allah di akhirat kelak. Mereka selalu melihat kami dengan kaca mata hitam pekat. Keempat. dunia. pada diri. dan gambaran negatif tentang kami.Ketiga. Oportunis (Golongan Yang mencari keuntungan): Boleh jadi mereka adalah kelompok yang tidak ingin memberikan dukungan kami sebelum mereka mengetahui keuntungan materi yang dapat mereka peroleh sebagai imbalannya. harta. Ada yang ada padamu (manusia) akan habis musnah. Golongan yang Berprasangka buruk: barangkali mereka adalah orang-orang yang selalu berprasangka buruk kepada kami dan hatinya diliputi keraguan atas kami. hal itu akan mendorongnya bergabung dengan barisan Allah. hidup dan matinya. Kepada mereka ini.

‫أللهم اغفر لقومي فإنهم ل يعلمون‬ "Ya Allah Swt. sarana. kmai tetap mencintai mereka dan berharap bahwa suatu saat mereka akan sadar dan percaya pada dakwah kami. Terhadap mereka kami menggunakan semboyan yang pernah diajarkan oleh Rasulullah Saw. 579 580 60 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). Kami akan selalu mendakwahi mereka jika mereka mau menerima. dan kami juga berdoa kepada Allah Swt. dan orang-orang yang melakukan perbaikan. Agar berkenan menunjuki mereka."580. Tipe Banyak Tanya dan Kritis terhadap Dakwah Imam Syahid mengklasifikasikan tipe banyak bertanya dan suka mengklaim buruk terhadap dakwah kepada lima kategori. bermacam-macam. ia tidak punya obsesi. dan keyakinan. sesungguhnya mereka belum mengetahui."579 Beliau juga mengatakan. ampunilah kaumku. serta memperlihatkan kebatilan sebagai kebatilan dan memberi kekuatan kepada kami untuk menjauhinya. Walaupun begitu. Memang hanya Allah-lah yang dapat menunjuki mereka. hlm.sebagai kebenaran dan memberi kekuatan kepada kami untuk mengikutinya. kepada orang lain. 15. dakwah. yaitu: 1. yang kemudian membuat hati tidak cenderung kepada mereka. Orang yang suka menghina. Orang yang lalai terhadap dirinya. Agar berkenan menunjuki kami dan mereka ke jalan yang lurus. ide. 2. sembrono yang hanya mementing urusannya sendiri dan kalau tidak mengurusi dirinya ia akan mencemooh jamaah. Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. "Kami melihat mereka beragam. 468 . hlm. pembohong. berwarna– warni. Kami memohon kepada Allah Allah Swt. diresume.

memperindah penampilan. Keingintahuan yang membuncah dari kalbunya. ia akan berkenan meluruskan. orang yang apabila didakwahi. harapan yang dinantikan. tidak ada yang ia lakukan kecuali dua hal: turut mengerjakannya dengan kesungguhan atau bersikap lemah–lembut. dimana ia akan mencobanya dan tidak mau stagnan. Kami tidak memiliki kecenderungan terhadap keempat tipikal manusia ini. yang kuantitasnya sangat sedikit. Orang yang acapkali ingin melemahkan orang yang mengajaknya kepada kebaikan. Ada satu kelompok yang lain di antara manusia. Yaitu. [Masuk juga dalam kategori ini orang yang sengaja menyerang dakwah demi meraup materi duniawi. Golongan ini adalah generasi yang hilang. dan sebagai sarana untuk cari muka (pendekatan) kepada penguasa dan pemerintah]. Orang yang mengelabui dengan kata-kata manis. ia akan mengerjakannya jika memang ia sudah mengerti dan memahami langkah-langkahnya. padahal ia tahu bahwa ia telah mendustai dirinya sendiri. kami tidak memiliki jawaban apa-apa untuk mereka kecuali cukup mengatakan: Kesejahteraan semoga tercurah kepada kalian. sehingga dengan kemenangannya itu ia jadikan sebagai justifikasi penolakannya terhadap dakwah dan penentangannya.3. mereka akan mengajukan pertanyaan penuh keingintahuan dan keikhlasan. 469 . Ia melakukan segala hal dengan cermat. jika ia kemudian menemukan kebaikan ia akan memberikan support. sebaliknya jika ia mendapati ada sesuatu yang melenceng. ia melakukan semua itu demi menutupi segala kekurangan dan kelemahannya di mata manusia. kami tidak menginginkan orang-orang yang bodoh. 5. hlm. dia serba hebat. Kami yakin jika terdengar di telinganya seruan dakwah kami. supaya dibilang orang: dia berilmu.581 581 61 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. 4.

Maka kami nyatakan bahwa sesungguhnya Islam lebih luas dari sekadar sebuah referensi. dsb. tidak sekadar masyarakat sipil yang menganut referensi umum Islam. dan melalui cara tertentu. karena masyarakat sipil. dan negara adalah bagian dari Islam. kekuatan. Sebagian pihak ada yang menaruh curiga terhadap tujuan dan landasan dasar Ikhwan. seperti: kekuatan modernisme dan konvensionalime. Supaya dengan begitu. Demikian pula dengan istilah dan kalimat yang bertendensi penggolongan pemikiran. ungkapan yang keliru. kebudayaan. Semua kalimat dan terma tersebut tidak memiliki standarisasi. ia yang mencetak karakter seluruhnya dengan karakter kebertuhanan. Ikhwan tidak pernah mengklaim diri akan mendirikan sebuah negara teokratik. Jadi. pemerintahan dan rakyat.Tipuan Kata-kata dan Istilah Ikhwan menolak memakai istilah yang tidak jelas. Ia adalah pandangan hidup yang komprehensif. padahal di dalam Islam sesuatu itu 470 . Oleh karena itu kami tidak sependapat dengan istilah "pemuka agama". kita bisa menjadi masyarakat Islam yang mampu mewujudkan tatanan kota dan peradaban ideal dengan beragam pemaknaannya. menurut yang digariskan oleh Islam. Pemahaman yang mendudukkan Islam hanya sekadar sebuah referensi saja. dan bukan sebagai pengganti dari masyarakat sipil (civil society). dan perkumpulan. tapi ia adalah sebuah sistem (dasar) yang integral. Islam yang kami serukan bukan agama pendeta. tidak stagnan apalagi radikal. Islam itu merupakan negara dan tanah air. sebab semua umat Islam adalah pemuka agama. dimana kita hanya merujuknya untuk menyelesaikan sebagian problema. tempat bersatunya umat. Kita hidup dan membina masyarakat sesuai landasan Islam dan karakternya. Islam juga berobsesi memajukan umatnya hingga kuasa mendunia agar dengan proses tersebut dapat memberikan kontribusi rillnya berupa perbaikan (reformasi) hakiki di alam ini. Golongan kanan dan kiri.

Dan. perdebatan. disebut memonopoli Islam atau membatasi orang lain. Demikian pula seseorang dilarang untuk menisbatkan diri berislam dengan alasan orang lain tidak ada yang marah dengan perlakuan tersebut. tidak menuntut untuk berkelit-kelit kata atau memutar balik klaim. Akan halnya substansinya akan terbatas pada realitas. ● Beragam tuduhan palsu dan klaim batil dari penguasa.distandarkan menurut tunjukan syariat. Bukan berarti orang yang menyerukan hal itu —landasan Islam— sebagai syiar atau menempatkannya sebagai percontohan dari Islam menurut kapasitas pemahamannya. Mengimani bahwa perbedaan (ikhtilaf) pendapat akan selalu ada dalam konteks kefiqihan. yang demikian itu tidak berhasil mengguncang Ikhwan. Imam Syahid sangat mewanti-wanti agar kita jangan sampai mencoba berekayasa kata untuk mengelabui sebuah kenyataan yang berlaku. masalah benar dan salah sesungguhnya terbuka bagi pendapat dan program siapa pun. karena yang menjadi standar adalah Islam. Islam membentang lebar-lebar masalah tersebut kepada umatnya dan Islam sudah memahat kode etik legal yang memelihara kebebasan berpendapat dan berkeyakinan. dan penunjukan bukti serta dalil merupakan media pem-filter antara yang benar dan yang salah. Tidak ada seorang pun yang boleh mengklaim diri sebagai orang suci setelah Rasul Saw. tidak juga memberi sesuatu yang buruk bagi mereka. Pembatasan seperti ini tidak dibenarkan dalam etika kebebasan. dan Apakah Jaminannya ● Ikhwan juga menolak seseorang memonopoli Islam atau mencabutnya dari orang lain atau ia memposisikan dirinya sebagai seorang pewasiat absolut. 471 . Ikhwan tidak membuat klaim kesucian bagi anggotanya. baik bagi Ikhwan sendiri ataupun bagi yang lain. Sanggahan terhadap Klaim Monopoli. Dialog. Dan. dan kroni— kroninya secara berkesinambungan diarahkan kepada Ikhwan … dilema tersebut tidak akan pernah berhenti.

lalu bagaimana proses penerjemahannya agar tidak kelewat batas.ini karena apa yang Ikhwan serukan adalah dakwah yang jelas. maka Ikhwan berusaha untuk mengetengahkan program-program dan target mereka demi mentarbiyah individu dan masyarakat. yang malah setelah berkuasa belangnya akan terungkap. menyadarkan makna hakiki sebuah hak. Dalam rangka mewujudkan jaminan pengawasan. dan kepada penguasa. dimana hal ini terjadi pada banyak gerakan revolusi. Ada pun dakwahnya Ikhwan. walaupun mereka sendiri tidak memahami dengan jelas bagaimana sesungguhnya dakwah Ikhwan itu. gerakan yang rapi. dan sampai sekarang belum ada jaminan bahwa mereka akan tetap memelihara pengaplikasian musyawarah dan kebebasan. umat. Maka pembinaan dalam pandangan Ikhwan harus memulainya dari dasar (bawah). Kita dapat mengaca pada sejarah. tidak dari bagian atas. Demikian itu sebenarnya merupakan sebuah jaminan dan pengawasan langsung terhadap Ikhwan. dan anggota jamaah —sebagai bagian dari rakyat— maka tujuan dan target Ikhwan tidak akan pernah terwujud dalam rangka membangun masyarakat Islam. memantapkan keberpahaman mereka. Ikhwan belum akan mau memegang tampuk kekuasaan sebelum memadainya pembinaan masyarakat dan terealisasinya target mereka. Tanpa pembinaan masyarakat. Prinsip Kami Menghadapi Permusuhan dan Persaingan Politik 472 . kepada selain mereka. Salah satu bentuk tuduhan yang diarahkan kepada Ikhwan adalah: bahwa jika kelak mereka sudah memiliki power mereka akan melakukan revolusi besar-besaran. Pihak-pihak yang bersebrangan dengan Ikhwan terus saja melemparkan tuduhan terebut. dan program perbaikannya begitu ideal sehingga dengan sendirinya mampu menampik segala tuduhan dan klaim yang mendera. mereka menargetkan pencapaian awal untuk membina masyarakat. Ikhwan tidak memakai slogan palsu untuk menutupi kedok sebenarnya. maka Ikhwan dalam pola perbaikannya tidak menggunakan jalur revolusi atau berkonfrontasi menggulingkan pemerintah.

"Kalian bukan pencari kekuasaan. mereka —Ikhwan— melihat seluruh partai politik yang ada dengan satu penilaian. hlm. kami juga tidak melebur mengusung sebuah partai … namun kami menyerukan mereka semua untuk mempedomani Islam. Kami dipinta agar moderat dalam menghadapi permasalahan. Anggota kami yang masuk sebagai kandidat dalam persaingan politik merupakan model bagi keteladanan berislam. kami tidak akan merampas hak para penguasa —yang bersebrangan dengan kami—. c. "Prinsip kami terkait partai politik. dan landasan”582. kami hanya menyerahkan masalah mereka kepada waktu. Mengumandangkan dakwah mereka 582 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). 473 . Imam Syahid telah menegaskan hal itu. sebab kami yakin bahwa keabadian hanya milik yang terbaik"583. Dakwah kami akan selalu tertuju kepada mereka dan kami akan serukan mereka beramal atas landasan Islam. Tidak fanatik terhadap sebuah ide. merupakan pengusung landasan yang lurus. namun kami berusaha menyerukan saling bantu-membantu untuk memperbaiki masyarakat dan tanah air. tapi kalian itu penegak sebuah sistem. memperlihatkan persaingan sehat di tengah persaingan kotor. "… dalam masalah ini kami tidak akan mengambil hak-hak mereka …"584. kami mengistimewakan antara satu dengan lainnya. b. Dan. d. dan tidak memicu perdebatan pemikiran dan pergolakan politik. Persaingan dan keikutsertaan di pentas politik hanya menjadi sarana bagi kami. karena kami memfokuskan energi untuk menampilkan kerja positif di tengah iklim permusuhan.a. dan apa yang telah mereka usahakan untuk perbaikan bangsa. hlm 266 583 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). perbaikan. 215 584 Ibid." "Dengan demikian. "Kami tidak akan menghantam mereka.

Imam Syahid mengatakan: "Sebagian pentolan partai politik menyangka bahwa kami dengan ajaran-ajaran ini bermaksud menghancurkan eksistensi mereka.                        Artinya: "jika mereka bertaubat. Maka yang akan membentang di hadapan mereka hanya manhaj (metode) Ikhwan. Dan. karena kita menyadari apa yang berada di balik ini lebih baik dari yang terlihat di luarnya. hlm 266 (Kalimat yang beliau utarakan dalam sebuah kegiatan). Imam Syahid mengatakan: "Permusuhan antara kalian dengan orang lain bukan atas dasar permusuhan pribadi. dan menunaikan zakat. 585 586 (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui. Ikhwan berharap bila kebenaran tersebut dapat diterima. akan tetapi permusuhan atas dasar akidah dan sistem." (QS. kita akan sedia menerima mereka dengan lapang dada. Dalam menjawab tuduhan terkait partai politik. Bila satu hari nanti mereka yang paling kuat menyuarakan permusuhan kepada kalian memutuskan untuk bergabung dengan kalian. 474 . Kita bisa temukan hal itu dalam firman Allah Swt.—dakwah warisan Rasulullah Saw. maka 11)586. Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna).— ke seluruh partai politik dan tokohnya secara jelas. bahkan lebih dari itu adalah petunjuk dari Allah Swt"585. hingga mereka menyatakan sepakat. dan komitmen untuk berpegang pada satu sistem dalam rangka memperbaiki kondisi dan mewujudkan obsesi. At-Taubah: Ibid. mendirikan salat.

Raja Mesir dan Sudan —waktu itu—. kemudian beliau menjelaskan bagaimana perspektif Islam dan kapabilitasnya untuk mampu menyelesaikan problematika global umat. tanggung jawab pemikulan amanah."587. Ikhwan dan Sejarah Reformasi Mesir 1. Kepala Pemerintahan Mesir kala itu. serta seluruh raja dan kepala-kepala negara dunia Islam seluruhnya. Imam Syahid mengajukan konsep perbaikan (ishlah) kepada Sultan Faruq. kami mempersembahkan diri. Imam Syahid menutup konsep perbaikan tersebut dengan ungkapannya: "Dan seterusnya. Saya tidak bermaksud ingin berdalil dan mengatakan kesalahan persangkaan ini. dan administrasi yang meliputi sepuluh item. Ketiga: sektor perekonomian yang mencakup sebanyak sepuluh item. Ikhwan juga tidak akan mendeskreditkan partai tertentu. Konsep yang ditawarkan beliau adalah menyoroti pandangan umum tentang perbaikan secara menyeluruh. apapun alasannya.berkhidmat kepada selain partai yang lain. menyingkap kebobrokan peradaban Material Barat dan segala kepalsuannya. dan hanya mencari manfaat tertentu. 475 . dan 587 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Setidaknya kalau dirangkumkan maka konsep ishlah yang ditulis Imam Syahid mencakup kepada tiga hal: Pertama: sektor politik. pengadilan. donasi. Kedua: sektor sosial dan keilmuan yang mencakup tiga puluh item. Saya hanya ingin menegaskan kepada saudara-saudaraku di parpol yang ada: "Sesungguhnya hari dimana Ikhwanul Muslimin mempersembahkan geraknya kepada selain fikrah Islamiyah yang telah diyakininya itu tidak mungkin terjadi. juga kepada Musthafa An-Nuhas. walaupun tuduhan tersebut hampir merata di kalangan partai politik dan pentolan-pentolannya. sembari menerangkan beberapa klaim miring tentang Islam. Tahun 1936. ini adalah risalah dari Ikhwanul Muslimin yang kami usulkan kepada anda.

Risalah tersebut dikirimkan kepada perdana menteri sebagai penanggung jawab pertama.semua yang kami miliki untuk membantu instansi atau pemerintah yang berniat mengantarkan umat Islam kepada kejayaan dan kegemilangan. tetapi sudah merambah kepada tataran aplikasi. Kami serukan sebuah panggilan dan kami siap berkorban. yaitu terkait: hukum. sistem ekonomi."588. kebudayaan. Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. 2. 3. Jadilah setiap promotor perubahan menemukan yang dicita-citakannya di dalam konsep Ikhwan. Dengan begitu terasa menciptakan warna baru di masyarakat. Melalui cara itu. bersamaan adanya pergantian pemerintahan. pemuka politik. Imam Syahid kemudian merumuskan mengenai pokok-pokok perbaikan yang akan diserukan oleh Ikhwanul Muslimin. 588 589 Lihat: Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). dan rumah tangga. kepada kepala-kepala instansi milik negara. pengadilan dan perundang-undangan. pendidikan. pertahanan dan militer. dan seterusnya. juga kepada para anggota parlemen. Maka timbullah pecinta perbaikan yang mengerti bagaimana proses aplikasinya"589. 476 . Imam Syahid mengungkapkan: "Hasil dari kepahaman komprehensif Ikhwanul Muslimin terhadap Islam adalah bahwa fikrah Ikhwan telah menyentuh segala titik perbaikan di tubuh umat. keluarga. Imam Syahid kembali melayangkan banyak surat ke beberapa instansi pemerintah yang berisi inisiatif. Sebagian yang termaktub dalam risalahnya. ide-ide perbaikan (reformasi) Ikhwanul Muslimin menjadi sesuatu yang begitu istimewa karena dimensinya yang integral dan menyeluruh. hubungan internasional. Pada risalah Muktamar ke-5. tokoh masyarakat. dan kepada orang-orang yang menaru perhatian terhadap kebaikan bersama. tidak sebatas retorika belaka. Di awal tahun 40-an. antara lain: Problematika kita dalam perspektif hukum Islam. Ikhwan bahkan mampu mengungguli seluruh elemen penggerak perubahan. Hal itu agar seluruh lembaga dan pelbagai organisasi memperolehnya.

Seruan reformasi kemudian ditujukan ke pemerintah Mesir. dan radio. Dalam Risalah Muktamar ke-6. mengirimkan surat seruan perbaikan. untuk kemudian dilakukan perbaikan. urgensi mengakhiri ketegangan dengan Inggris. "Atas pertimbangan itu. dan memenjarakan sejumlah aktivisnya. yaitu: a. dan penentuan langkahnya. serta mengadili oknum yang melakukan pelanggaran. melakukan penangkapan. tahun 1941. kami mengajukan kepada pemerintahan anda untuk mengadakan urun-rembuk yang benar dalam rangka menemukan solusi terbaik terhadap permasalahan di dalam maupun di luar negeri. yaitu: sistem pengajaran. Kami juga menyertakan catatan tambahan di beberapa departemen yang konsen mengurusi induk kebutuhan rakyat Mesir. Ustadz Hudaibi mengatakan: "Hanya dengan perang. Imam Syahid waktu itu mengatakan: "Kami telah merumuskan manhaj reformasi kepada pemerintah Mesir. di antaranya: penyeleksian pegawai. konser. b. Pada bulan Maret 1952. menginventarisir kekurangan di beberapa sarana tersebut.4. wahai pemimpin negara. Kelanjutan dari proses ini maka dakwah IM semakin melambung tinggi sampai satu saat pemerintah Jamal Abdul Naser mengambil keputusan memblokade kegiatan mereka. tapi perang yang dikoordinasi rapi oleh 477 . memobilisasi pasukan tempur. Seruan tersebut terbagi ke sekian pointer. 5. c. Mengharuskan pembenahan pada perangkat pemerintahan. Mursyid Am Ikhwanul Muslimin." Surat tersebut memuat komentar Ikhwan tentang problematika luar negeri. lembaga sensor pers. Perubahan di sektor kebudayaan dengan mengevaluasi kembali beberapa hal. pemudahan urusan publik. konsentrasi kerja. perfilman. proses meretas kemuliaan dan persatuan diperoleh. Amandemen perundang-undangan dengan berpedoman kepada syariat Islam. Ustadz Hasan Hudaibi. buku. pengadaan tunjangan dan jaminan.

sebagai berikut: 590 Lihat. 6. ia bergerak dalam lingkup skala prioritas antara persoalan besar dan kecil. Perbaikan perundang-undangan d. Pendidikan militer g. Ikhwan dalam seruannya itu mengusung tujuh hal yang perlu segera diperbaiki: a. Seruan tersebut dibuka dengan ungkapan: "Kini. sehingga rakyat dapat merasakan bahwa mereka sudah berpindah dari satu orde ke orde berikutnya. Ikhwanul Muslimin memberikan tiga masukan penting untuk meluruskan urusan umat. Paska terjadinya kudeta —militer— Ikhwanul Muslimin menyebarkan ide dan inisiatif perbaikan kepada setiap individu dan masyarakat yang dimuat dalam koran. Pembersihan menyeluruh b. terbitan 02 Agustus 1952. kita mesti memandang ke masa depan. pembebasan tahanan dari sel. Perbaikan moral dan etika c. Selain kedua masalah besar tersebut. kita tidak perlu berpestapora menikmati kemenangan ini.penguasa dan rakyatnya. Perbaikan sosial kemasyarakatan e. sementara di saat yang sama kita telah dituntut untuk segera memulai mempersiapkan langkah-langkah besar. yang perlu diprioritaskan adalah bagaimana menghapus hukum adat. Perbaikan ekonomi f. Kalau kita tidak lakukan itu. 27 Maret 1952. Majalah Ikhwanul Muslimin (IM). Ikhwan juga menjelaskan prinsipnya terkait program pemerintah yang akan menerapkan aksi "pembersihan" dalam waktu dekat590. Kemudian mengenai permasalah dalam negeri. Kepolisian Sebagai epilog penyampaian seruan. 478 . Dan. perbaikan total.". maka sama sekali tidak ada faidah gerakan revolusi ini dilakukan". Edisi ke-5.

b. arogansi status quo. Menghidupkan lembaga perwakilan. Tanggal 4 Mei 1954. Menciptakan stabilitas keamanan. hlm. Ustdaz Umar Tilmisani. mengembalikan setiap hak kepada pemiliknya. Ikhwanul Muslimin banyak mengirimkan surat-surat inisiatif kepada Presiden 591 Al-Ikhwanul Al-Muslimun … Ahdâts Shana`atun Al-Târikh. Menerapkan kebebasan penuh592. menyeret oknum yang berbuat zhalim ke meja hijau. 7. Vol. Hasan Hudaibi. Mengembalikan hak-hak orang yang teraniaya. sebagaimana penting mengembalikan kepemilikan harta. Pada masa kepemimpinan Mursyid Am. menodai kesucian umat dengan praktek kebohongan. dan mengharuskan perubahan itu menyentuh seluruh sendi di masyarakat yang sudah terkontaminasi oleh perlakuan oknum yang zalim591. negara dijadikan arena pemuas nafsu. 8. c. merampas kebebasan. dan kelompoknya. Ust. dan hegemoni pecundang politik. Mempersiapkan pasukan yang tangguh untuk memerangi Israel yang telah merampas wilayah Palestina. III. dengan dakwaan: merenggut kehormatan. melepaskan rakyat dari belenggu kemiskinan. memberikan udara kebebasan bagi para tahanan politik. mengubah kondisi yang memberikan kesempatan lahirnya kezaliman. Menghapus kondisi darurat dan hukum adat. diantaranya: a. Mursyid Am. 479 . tanah yang terampas kepada yang berhak. dan meraup harta haram untuk kepentingan pribadi. 107 592 Ibid. Ketiga. Kedua.Pertama. b. melayangkan surat kepada Jamal Abdul Naser memintanya agar melakukan perubahan. Pengejewantahan dua pointer tersebut lebih disederhanakan lagi kepada: a.

Musthafa Masyhur. Atau. 12. yang menawarkan jalan keluar mendiagnosa penyebab kelemahan umat. sampai segala bentuk kezaliman yang dilakukan penguasa. yang disepakati oleh Ikhwan dan seluruh simpul-simpul kekuatan nasional Mesir. kalian memilih manhaj Allah atau Kehancuran. Dakwah. Masalah ini telah kami jelaskan sebelumnya. dan 594 Majalah 595 Majalah silahkan merujuk kembali ke majalah dakwah terbitan tahun 1977. kembali Ustadz Umar Tilmisani melayangkan surat kepada Presiden Ahmad Sadat dan sebagian pemimpin negara Islam. edisi pertama. Bulan Januari 1979. 9. bulan Muharram 1422 H/ 20 April 2001. edisi: 32. yang menyoroti masalah perbaikan dan pemberian hak kebebasan593. tahun 1987 M. pengelabuan melalui pembentukan Dewan Perwakilan Rakyat berdasarkan pemilu yang tidak aspiratif (dusta). 10.Ahmad Sadat. 480 . demikian juga pelaksanaan perjanjian damai Mesir dengan Israel tahun 1979. Al-Basyir."595. Edisi 228. Surat dengan mengangkat tema: "Wahai Pemimpin Umat Islam. IM mengajukan menyampaikan tuntutan nasional. Ustadz Musthafa Masyhur. Ikhwanul Muslimin bahkan mengajukan protes keras terkait lawatan Presiden Ahmad Sadat ke kota Al-Quds. rakyat yang lebih pantas disebut rakyat yang dipecundang melalui pelaksanaan referendum (99. Mursyid 'Am IM. Demikian juga surat Mursyid 'Am. "Hukum yang berlaku bagi rakyat sekarang. tahun 1977. Protes tersebut mengakibatkan penangkapan besar-besaran aktivis IM dan pembredelan majalah Dakwah."594. 11. dan anjuran untuk menaati faktor-faktor pembangkit kekuatan: Ini disampaikan melalui Risalah Ikhwan. 593 Pembaca 1976.99%) produk rekayasa. menulis tentang persoalan pemalsuan dan rezim penguasa.

Bahwa kemaslahatan umum sebuah negara yang mesti diperjuangkan dengan bersungguh-sungguh hanya menanti waktu perwujudannya. Perbaikan harus dimulai dengan perbaikan politik. keadilan. kebangkitan kolektif. Dimana Mursyid 'Am Ikhwan. Ketiga 481 . elemen pemikiran dan budaya. Ikhwan menolak dengan sangat segala bentuk hegemoni pemerintah. di setiap waktu dan peristiwa. dan keterbelakangan ilmu dan skill. Ustadz Muhammad Mahdi Akif menyatakan hal itu dalam konferensi pers. negara-negara Arab dan dunia Islam.13. kebebasan. sampai kepada pengajuan surat inisiatif di tahun 2004 lalu. Dan. rakyatlah yang paling berhak menyuarakan inisiatif menerapkan perbaikan yang bertujuan untuk menciptakan kehidupan mulia. semua yang memiliki kecendrungan terhadap persoalan bersama bisa mulai bergerak menggarap hal-hal asasi di masyarakat. yaitu: stagnan politik. kerusakan kondisi sosial. Inisiatif tersebut dibuka dengan menyebutkan beberapa hal. c. b. nasional. Semua bagian ini agar saling bekerja sama mengerjakan perkara-perkara yang disepakati —dan itu banyak sekali— dan toleran terhadap hal-hal yang tidak disepakati –dan hal itu sangat sedikit. dan musyawarah.demi mewujudkan perbaikan bagi bangsa dan kemaslahatan umum. Dalam perspektif Ikhwan. bahwa sudah waktu telah mengharuskan peran aktif seluruh kekuatan politik. Memang ada tiga tipikal penghancur dalam umat kita. dan Islam. persamaan. di antaranya: a. Permintaan Ikhwanul Muslimin untuk mengadakan ishlah belum juga berhenti. Ini merupakan tanggung jawab yang besar yang membutuhkan dukungan dan bantuan semua pihak. Reformasi menyeluruh merupakan tuntutan rakyat. d. dari titik itulah perubahan itu beranjak untuk selanjutnya mengadakan perbaikan pada bidang-bidang yang lain. Proses perbaikan tidak dipikul oleh salah satu pihak. tidak menerima intervesi pihak asing dalam urusan dalam negeri Mesir.

sosial. Sarana-sarana tersebut dipakai karena sangat berpotensi bagi pengembangan dakwah. puluhan orang menderita cedera serius. Oleh karena dakwahnya integral. mempertemukan simbol-simbol kekuatan rakyat. atau ia dipahami hanya melalui satu sudut pandang yang sempit. dan peran Mesir di kancah internasional. pusat kajian dan penelitian. sekaligus penegasan bahwa dakwah sesungguhnya menyentuh semua lini kehidupan. Pada tahun 2005. dakwah mereka selalu menggunakan banyak media. seperti: partai politik. olahraga. Aksi mereka dipadamkan pemerintah dengan memenjarakan sekitar 3000 aktivisnya. dan lain sebagainya. seni. dan menggagas lahirnya aliansi rakyat untuk reformasi. ekonomi. kantong-kantong layanan umum. Ikhwanul Muslimin memprakarsai dan memimpin muktamar dan demonstrasi menuntut reformasi. atau amalan baik. 482 . dan lain-lain. Atas pertimbangan itu. yayasan. maka tak mungkin akan terbatas mengurusi satu masalah. pendidikan dan kesehatan. sementara ia melupakan masalah yang lain. bergerak demi kemaslahatan umat. Bentuk-bentuk Proyek Perbaikan ● Dakwah Ikhwan adalah dakwah integral.tipikal kronis ini sekarang benar-benar tengah mengancam Mesir. korps massal yang meliputi seluruh segmen. perkumpulan seni dan sastra. dalam bidang keamanan dalam negerinya. Dan. berjalan dengan lentur. bahkan di antara mereka ada yang syahid. Dakwah Ikhwan tidak memperhatikan satu bidang saja lantas meninggalkan bidang yang lain. baik politik. perindustrian. seminar umum. gelanggang olah raga. Ikhwan dengan dakwahnya akan memanfaatkan segala sarana dan prasarana untuk bergerak dan mengembangkan tujuan. ilmu. adab. kondisi rakyatnya. eksplorasi Islam. budaya. 14. yayasan. lembaga kedaerahan. sebagai konsekuensi dari sikap Ikhwanul Muslimin yang mengusung perbaikan. dan layanan umum.

tidak bisa produktif menghasilkan buah dari aktivitas yang dilakukannya. katanya. Imam Syahid sudah pernah menyinggung masalah ini. maka seruan itu disebut "seruan mandul". dan melejitkan potensi skillnya. yang kami pentingkan adalah pengkonsentrasian terhadap jiwa demi menanamkan fikrah ini. Kalau seruan perbaikan tidak mencakup dan memelihara dua hal di atas. sasaran pertama dari dakwah ini adalah mengajak manusia untuk membangun kembali hubungan spiritual transedental yang mengikat mereka dengan Allah tabaraka wa ta'ala. Membangkitkan ruh keimanan dan kembali kepada Islam. Ini karena menyangkut masalah prioritas berdasarkan waktu dan kondisi. yang umumnya manusia sudah melupakannya. atau dakwah memporsir diri pada satu permasalahan. 483 . tetapi bukan maksudnya menganaktirikan permasalahan lain. jaminan hidupnya. Beliau juga mengatakan: "Maka dari itu. Kami tidak mementingkan membicarakan soalan dakwah dalam perbaikan yang sifatnya parsial dari pelbagai jenis aktivitisnya. disinilah bisa dipahami bahwa sifatnya luas dan menyentuh seluruh aspek berkehidupan.Kondisi dakwah terkadang memang meminta pemusatan dakwah pada satu bidang. Perbaikan individu. "Yang kami inginkan pertama sekali adalah membangkitkan ruh. tapi bukan berarti melupakan bidang lainnya."596. hlm 233. Jiwa yang hidup merupakan kemenangan hakiki sukma dan hati. ● Perbaikan dipahami dengan dua pengertian: 1." 596 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). maka Allah pun melupakan mereka. 2.

yang berdampak negatif. ● Sebagaimana kesungguhan dan pertimbangan di dakwah untuk perbaikan berdiri di atas sokongan: 1. hlm 226. 4.S Al Baqarah:21) Inilah sesungguhnya kunci pertama untuk memecahkan serangkaian masalah kemansiaan yang disebabkan oleh tirani materialisme yang mengangkanginya. dan memiliki vitalitas tinggi."597. Tanpa adanya kunci ini. yang mereka tidak mampu melepaskan diri dari cengkeramannya. 2. Mesti ada sarana realisasi untuk melaksanakan perbaikan. dan meminta komitmennya untuk menyerukan perbaikan serta mematuhi penanggungjawab perbaikan. tidak mungkin upaya perbaikan dapat ditegakkan. 3. 7. sembahlah Tuhanmu yang Telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu. Mencari dukungan dari pemimpin masyarakat. 5. 597 Ibid. Orang-orang yang tengah menegakkan perbaikan diminta bersungguhsungguh. Bekerja sembari melenyapkan gangguan yang menghambat proses perbaikan. 6. 484 . Orientasi dan target yang jelas dari penerapan perbaikan. (Q. dan tidak ada yang boleh memonopoli salah satunya saja.      Artinya:             "Hai manusia. dan menyepakati perbaikan tersebut. agar kamu bertakwa. Memilih iklim yang pas untuk melakukan perbaikan. Mendayagunakan kekuatan dan kesungguhan.

integral dan jelas. ● Terkait masalah perundang-udangan yang tampak sekali butuh dikoreksi dan amandemen. ● Tujuan perubahan yang diboyong oleh Ikhwan. yang disepakati oleh umat. Dan. sebab perbaikan tidak dapat dilakukan sekejap mata.Kita telah menyaksikan sepanjang sejarah ada saja penyeru perbaikan. Imam Syahid bahkan semasa hidupnya telah banyak memberikan masukan terhadap perubahan undang-undang dan perbaikannya. Atau. Ikhwan di hadapan krisis seperti ini tampil 'beda' dengan manhajnya. Hasan Al-Banna). Imam Syahid sudah memberikan contoh tentang masalah tersebut pada bahasan itu (lihat: Risalah pergerakan. dan belum ada yang mampu menerjemahkannya dalam realitas kehidupan. Saat ini. dan lebih maju dalam pelaksanaan perbaikan. atau sekadar panas dengan suhu perpolitikan. beragam 485 . kami tidak sedang menunggu fase penerapan pemerintahan Islam. berpijak pada landasan asasi. ia hanya sekadar ingin memberikan 'sensasional' demi kemaslahatan partai atau penguasa. adalah: ada hukum tertulis. ada usaha penggemukan kemaslahatan bagi penguasa dan hakim. dan saling bahu-membahu. mengajak seluruh kekuatan untuk bekerja secara benar. menutupi kebenaran dan bukti. yang bertujuan mengelabui rakyat. dan ia hanya merusak lingkungan. Maka Ikhwan menawarkan amandemen UU dalam mengusung reformasi ini. tuntutan awal tertuju pada masalah tersebut karena ia merupakan bagian terpenting dari proses perbaikan dan kebangkitan bangsa. atau hanya sekadar slogan-slogan kosong tanpa mengandung muatan. undangundang masih ambigu dan kabur. dan berjalan sesuai akidah dan sejarahnya. tertata. Kami akan saling menggalang kekuatan dengan pihakpihak lain dalam rangka mewujudkan hal itu.

aplikatif. pendirian pabrik-pabrik sipil. sayangnya tidak seluruh gagasan Ikhwan diambil oleh mereka. tarbiyah (pembinaan) itu yang diprioritaskan. dan reaktif.sektor vital yang lain. yang di kemudian hari justeru dikuasai oleh pemerintah revolusi. perbaikan pemenuhan barang-barang konsumtif. Tapi. dan penempaan jiwa. dan beberapa masukannya yang mengkritisi piagam deklarasi Liga Arab —ini yang banyak dibahas— tanpa memandang proses pendiriannya. dan pengajuan kritikan konstruktif bagi kebaikan bersama. serta urgensi penanaman manhaj pembinaan dan kepemimpinan yang sesungguhnya. mengetahui sarana apa saja yang bisa mengejewantahkan hak mereka. namun berikan catatan dan apresiasi. atau dengan ungkapan lain mempelajari kurikulum sebuah kebangkitan dari tataran normatif. Dengan pola begitu dakwah akan berdampak positif. ● Imam Syahid mengatakan: "Sebuah kebangkitan mesti berpijak pada. mewarnai. IM bukan hanya memotifasi diri sendiri tetapi juga mengajak pihak lain untuk saling bahu-membahu. ini dilakukan dalam rangka memperlihatkan manfaat rill langkah pembinaan itu. Dan. tidak sebatas memberikan catatan terhadap kekurangan orang lain. perubahan dalam masyarakat. IM berhasil memerankan kontribusi rill bagaimana membangun basis perekonomian yang tangguh. Disusul kemudian pembinaan kerja nyata dan proses aplikasi. Ikhwan bahkan dalam bidang ekonomi ini telah mendirikan beberapa pabrik percontohan. ● Demikian juga kontribusi Ikhwan di sektor ekonomi. ● Imam Syahid menjelaskan sumber pijakan bagaimana seharusnya kebangkitan perbaikan itu terjadi di masyarakat. fokus dalam bidang produksi. Terkait prinsip beliau yang menilai positif pendirian Persatuan Liga Arab. ● Imam Syahid memberi wejangan agar selalu memandang positif segala kejadian. mengokohkan bangunan iman ini sekuat mungkin. memahamkan tentang hak mereka. Oleh karena itu 486 . tarbiyah iman.

158-159 (secara ringkas). Seorang pemimpin yang benarbenar pemimpin. sama artinya ada seorang pemimpin tetapi ia bukan berkepribadian pemimpin"598. Semua itu adalah manhaj pembelajaran bagi umat ini. 599 Risalah: Dakwatuna fi Thur Jadid. Kalau tidak demikian.membutuhkan waktu yang panjang. Ikhwan pun mengungkapkan bahwa kemerdekaan berpolitik merupakan tuntutan pokok dan kebutuhan mendasar. Ikhwan menawarkan asas kebangkitan itu berpijak pada: penyatuan kondisi rill masyarakat berlandaskan kaidah Islam"599. yaitu: manhaj dan kepemimpinan. Imam Syahid menegaskan kembali: "Oleh sebab itu. dan pendidikan. Ikhwan menyatakan perlu melakukan pembinaan individu dan penempaannya secara benar. Untuk manhaj: sumbernya menurut kebutuhan saja. hlm 239 487 . dan fokuskan pada upaya konkret. maka mereka mesti sanggup bersabar. Serta merupakan jaminan bagi kekuatan rakyat. seperti: kebudayaan. mendahulukan hasil (produk) meskipun sekecil apapun. maka tidak boleh adanya penundaan dan pengurangan dengan alasan apa pun. Untuk kepemimpinan: mesti memilih dan menempatkan pemimpin yang terpercaya. bukan sekadar pemimpin yang ada karena kondisi darurat saja. dan rentang waktu perjuangan yang lama. Ikhwan begitu antusias sekali melakukan perbaikan masyarakat pada bidang-bidang penting. hal. dalam pencapaian perbaikan dan kemajuan umat. bisa ditaati dan diteladani. cermat. kemasyakatan. Atas pertimbangan itulah maka penting memelihara dua hal. Kurun waktu terakhir ini. Ikhwan telah melakukan gebrakan-gebrakan baru 598 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). ● Dalam usaha perbaikan masyarakat dan kebangkitan umat.

penyempurnaan kemerdekaan hakiki Mesir di seluruh aspek. Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). dan 488 . Beberapa hal yang disoroti adalah: "Kasus pengadaan air dan sterilisasi sumber-sumber air sungai Nil. ● Seperti yang sudah kami jelaskan. laut Arab mesti dikuasai pemanfaatannya oleh Bangsa Arab. Sinai dan Palestina. di samping saling menopang antara sama lain. Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). semangat terhadap penyatuan umat dan penyatuan persepsi. dan pengamanan Timur Mesir. produksi senjata. dan beliau bahkan menggagas pendirian beberapa serikat mandiri nasional untuk mengimbangi hegemoni Inggris. pengamanan laut Merah. dan berbagai persoalan penting lainnya. Masalah tersebut termaktub dalam beberapa risalah Imam.melalui ide di bidang-bidang garapan tersebut. Beliau memberikan perhatian yang besar terhadap problematika ekonomi dan stabilitas keamanan Mesir. Usulan yang diajukan Ikhwan dalam bidang ekonomi adalah merealisasikan independensi ekonomi di seluruh ruang lingkupnya. kebebasan mengkritisi. bahwa Imam Syahid sudah memaparkan sekian banyak asumsi dalam rangka membenahi sektor ekonomi. meskipun eksistensinya tidak bertahan lama. dan mengingatkan pentingnya penyatuan Bangsa Arab dan negara Islam untuk meningkatkan pencapaian independensi ekonomi dan memulai mengambil langkah-langkah brilian. dan kekuatan-kekuatan politik guna dipelajari. di antaranya: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). dan perwujudan kemerdekaan perpolitikan. karena Pemerintah Revolusi kemudian melakukan proses kapitalisasi segala aset Ikhwan. ● Ikhwan menaruh perhatian pada perbaikan ekonomi yang berjalan seimbang dan saling melengkapi dengan perbaikan politik. menyatukan delta Nil (Mesir dan Sudan). dan dimanfaatkan demi merealisasikan penyatuan obsesi dan langkah. eksplorasi Bangsa Arab dan perealisasian obsesi mereka. Hal itu mereka tujukan itu kepada penguasa.

wilayah tersebut merupakan bagian yang juga menjadi tempat tumpahnya darah Amr bin Ash ra.lain-lain yang menunjukkan kematangan berpikir. Yang kami inginkan selanjutnya adalah menciptakan keamanan di perbatasan selatan Mesir dan memelihara hak-hak kita terhadap Eriteria. Contoh sederhana saja dari ungkapan di atas. Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy 600 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). dimana kehidupan Mesir bergantung disana — tanah. sangat tidak sebanding dengan konsep perbaikan kompleks yang dipunyai dan ditawarkan Ikhwan. Risalah-risalah tersebut selain menelurkan ide-ide cemerlang. mencermati perkataan Imam Syahid: "Sungai Nil. hewan ternak. mana program perbaikan yang Ikhwan tawarkan dan apa kontribusi mereka terhadap masyarakat? Banyak kemudian bermunculan di negeri kita gerakan-gerakan reformasi yang mengklaim diri memiliki manhaj dan tujuan jelas. Harar. seperti juga halnya bumi sebelah utara.. seperti: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). padahal realitanya mereka hanya punya konsep dan lampiran apa adanya. tanaman. dengan sungai dan segala yang dikandungnya bermanfaat bagi bumi selatan. dan aktivitas sungai Nil. hlm 361. Keduanya merupakan bagian yang saling melengkapi. serta pandangan integral. manusia— berhulu dari Sudan. Zaila`. 364 489 . dan yang memakmurkannya dulu adalah bangsa Mesir. Sampai kemudian terjadi perampasan wilayah secara zalim"600. juga secara pasti meredam beberapa klaim sepihak yang mendiskreditkan Ikhwan. Kalau Mesir butuh terhadap Sudan untuk memelihara Sungai Nil — sebagai sumber kehidupan— maka Sudan sesungguhnya lebih butuh kepada Mesir untuk menjamin keberlangsungan kehidupan mereka. Misalnya dengan melempar wacana. Mashu`. Kita dapat merujuk kembali ke beberapa risalah Imam Syahid.

hanya sarana dan prasana saja yang kerap mengalami perubahan dan kemajuan. Hal itu pun disesuaikan dengan kapabilitas dan daya tampung jamaah. tidak bermaksud menjadikannya sebagai rujukan bagi dakwah Islam. bagi yang ingin memperoleh informasi tambahan. Semua orang dan aliran berhak untuk menyatakan apa yang kami serukan. Kami akan selalu berpegang teguh dengan dakwah Islam di pelbagai aspeknya. Ia merupakan dasar yang sempurna. Maka slogan yang kami pakai adalah: al Islam huwa al Hall (Islam adalah solusi). sekaligus model pembinaan publik. karena kami saat ini menyerukan Islam dan juga kebebasan sebagai sebuah kewajiban. elastisitas waktu. dan mengangkat yel-yel bernafaskan Islam. Dimana kebebasan merupakan penjelasan dari pengajaran Islam. bukanlah sebagai bentuk pemonopolian. Sebagaimana halnya kami yang mengajukan inisiatif perbaikan berlandaskan Islam. ● Dakwah kepada kebebasan. Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). slogan kebebasan masuk dalam slogan itu. Adapun langkah-langkah kerja akan diaplikasikan menurut kemampuan dan peluangnya. dan setiap urusan ditimbang berlandaskan nilai kemungkinan kebangkitan itu akan diperoleh. Kami tidak melakukan monopoli terhadap Islam. kita semua adalah muslim. sebagai bagian dari pembumian syariat Islam. pemusatan langkah. dan beberapa peluang yang mungkin dimanfaatkan.(Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). dan kita tidak dapat menolak 490 . ● Bidang-bidang perbaikan ini —yang telah kami paparkan— merupakan model bagi pelaksanaan perubahan yang sifatnya sangat krusial dalam tubuh masyarakat. ● Konteks seruan yang terus dikumandangkan Ikhwan bila ditinjau dari sisi landasan dan tujuan masih konsisten dan sejalan semenjak dari masa Imam Syahid.

akan tetapi akan benar-benar mencurahkan perhatian untuk mengurusi hal itu. atau rujukan. lalu kami akan menunggangi kendaraan parpol untuk mendapatkan kedudukan. politik. Kami akan menanggalkan slogan dan manhaj yang telah didengungkan. menduduki jabatan dan mengambil kedudukan pasti kami akan menggunakan langkah lain. Menggantikan ruang-ruang penjara yang pengap. meninjau kemampuan dan target. dan perlu diketahui bahwa hal itu bukan merupakan taktik partai sebagai bentuk dukungan.keberislaman orang lain atau tak berhak mengklaim bahwa orang yang berbeda dengan pendapat kita telah menohok Islam dan murtad. Kami telah menetapkan komitmen seperti ini. Kalau kami mau mengeksploitasi. Ikhwan tidak ingin hanya bergabung menyelesaikan permasalahan kenegaraan dan nasionalisme saja. teratur. siap melakukan pengorbanan. Pembangkitan kembali syariat Islam yang kami lakukan dan menyerukannya bukanlah semata merupakan semata taklif (tanggung jawab) kami. Menjalaninya memakai kaidah yang santun. ekonomi. Kita bisa saksikan responsibilitas tersebut dalam kasus Palestina. di seluruh sendi kehidupan: sosial. pembelaan. memberikan arahan terhadap langkah yang akan ditempuh. dan semua prasana yang sah digunakan berdasarkan atas legitimasi hukum dan perundang-undangan. atau beraktivitas tanpa tujuan. bagaimana mereka menggugah umat untuk menaruh kepedulian terhadap kezaliman dan penjajahan yang berlaku disana. Kami menyeru kepada bangsa kami dengan penuh hikmah. kami adalah aktivis dakwah universal yang bersedia mengorbankan diri untuk mewujudkan cita-cita itu. pengenalan terhadap kondisi dan situasi. yang siap istiqamah dengan izin Allah. arif. dan tidak berkonsentrasi pada satu masalah. penyiksaan yang keji dan seterusnya. bergerak dalam kerangka keseimbangan. nasehat baik. Namun. Mereka lebih banyak bekerja dari pada berbicara. memikul cobaan dan beban dengan sabar dan tabah. Demikian juga Perang di 491 . tetapi juga menjadi taklif bagi muslim dan muslimat semua. mengikutsertakan rakyat dalam kerja tersebut. bekerja maksimal.

pada tanggung jawab pemerintah kepada rakyat dan kontrol mereka kepada program yang dijalankan. Model Perbaikan Hukum dan Perundang-udangan Imam Syahid Hasan Al Banna berkata. meskipun ia sendiri terjaga kebenarannya. teks yang dipakai untuk menuangkan prinsip-prinsip tadi. meskipun di kanan-kiri gelombang penderitaan. dan banyak lagi problematika kompleks dunia Islam lainnya. makar. Oleh karenanya Ikhwanul Muslimin berkeyakinan bahwa sistem UU Mesir ini adalah sistem yang paling dekat dengan Islam dibanding dengan sistem UUD yang manapun di dunia. Prinsip yang benar bisa saja dituangkan dengan kalimat yang membingungkan dan rancu. Hanya saja ada dua hal yang harus diperhatikan. 492 . sehingga terbuka kemungkinan untuk dipermainkan. Pertama. pasti sangat jelas bagi pengamat tersebut bahwa semua itu sangat relevan dengan ajaran Islam dalam format undang-undang. Kedua. pada musyawarah dan ketundukan penguasa kepada kehendak rakyat. yang itu merupakan interpretasi terhadap teks-teks tersebut. Inilah peran yang mereka sumbangkan kepada umat menurut kapasitas mereka. ketika seorang pengamat melihat prinsip undang-undang dasar Mesir yang bermuara pada perlindungan terhadap kebebasan individu dengan segala variasinya. mereka —atas pertolongan Allah— tetap kuasa mewujudkan sejumlah obsesi besar. intimidasi mereka alami sepanjang waktu. Meskipun begitu. dan pada penjelasan akan batasan-batasan kekuasaan. Di samping itu. praktek penerapan. pada kasus kebebasan dan perbaikan perpolitikan. Mereka tak hendak mengganti dengan sistem yang lain.Terusan Suez melawan pasukan Inggris. bukan sebatas di Mesir saja akan tetapi menyeluruh ke segenap penjuru dunia Islam. Realitanya.

"601. karena di samping sejalan. ia sangat membutuhkan perbaikan dan koreksi. sehingga hilanglah nilai manfaatnya. Ia masih membutuhkan pembatasan-pembatasan dan penjelasan lebih lanjut. Kesatuan umat c. Penghargaan terhadap aspirasi umat 601 602 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Imam Syahid Hasan Al-Banna mengisyaratkan adanya tiga landasan sistem hukum Islam: "Pedoman bagi tegaknya sistem hukum Islam terbagi kepada tiga hal: a. sementara yang kami kritisi adalah ketidakjelasan dan mekanisme pelaksanaannya. yang kemudian melahirkan undangundang."602. dan berperan menciptakan chaos di parlemen. dan lemah dalam memelihara keterjagaan landasan asasi yang sesuai dengan Islam dalam penerapannya di dalam hukum. sebagian teks UUD Mesir itu rancu dan membingungkan. Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata Sistem Pemerintahan). penerapannya yang buruk. Jika demikian halnya. telah terbukti –oleh pengalaman.sebuah teks yang jelas untuk sebuah prinsip yang benar masih memungkinkan juga terjadinya penerapan yang keliru karena dipengaruhi oleh dorongan hawa nafsu. "Kami ingin berterus-terang bahwa ada kekurangan dalam beberapa teks undang-undang. semua itu mengkhawatirkan akan mengarah kepada kerusakan. dalam praktek penerapan UUD. Kedua.gagal. serta memungkinkan adanya interpretasi subjektif dari masing-masing pihak. dan masyarakat tidak memetik hasil darinya kecuali mudharat. 493 . "Kami menerima landasan asasi untuk membentuk sebuah perundang-udangan. Tanggung jawab penguasa b. juga berlandaskan sistem hukum Islam. Oleh karenanya. Imam Syahid menambahkan. maka Ikhwanul Muslimin berpendapat bahwa: Pertama. sehingga dapat mewujudkan apa yang diinginkan.

adalah aturan pemerintah yang bersifat global yang mengatus batas-batas kekuasaan. baik perdata maupun pidana. Lantas apa yang kita lakukan di Mesir? Kita berada di persimpangan jalan. disamping bertentangan dengan agama. Bahkan. 494 . baik hukum perdangan maupun hukum kenegaraan. Padahal ia merupakan perangkat terpenting untuk menentukan corak kehidupan parlemen dan pemerintah yang islami. "Undang-undang wadh'i (ciptaan manusia). Hasan Al-Banna. Sekarang akan saya jelaskan di hadapan kalian tentang sikap Ikhwan terhadap undang-undang Mesir. dan meminta dirumuskannya bentuk undang-udang yang baru yang mampu memelihara dan menjamin kaidah dan batasan-batasan tersebut.Imam Syahid. adalah peraturan yang mengatur hubungan antara individu yang satu dengan yang lain. kendali pemerintah dipegang penuh oleh presiden.pentj 605 Qanun. Islam tidak diturunkan dalam keadaan tanpa undangundang. telah dijelaskan pula tentang sikap Ikhwan terhadap dustur Mesir. teks-teksnya juga bertentangan 603 Risalah: Nizhamul Hukmi Imam Syahid mengkritisi undang-udang tahun 1936. Suatu hal yang aneh dan tidak masuk akal jika undang-undang yang berlaku untuk umat Islam bertentangan dengan ajaran agamanya. kewajiban-kewajiban penguasa. dan tata hubungannya dengan masyarakat."603.dalam hal tanggung jawab pemerintah"." "Sesungguhnya. "Telah dijelaskan di muka bahwa dustur604 berbeda dengan Qanun605." Beliau juga berkata. sementara undang-undang yang sekarang lebih buruk lagi tepatnya di konteks ini. Al Quran dan Sunah Nabi-Nya. dan yang mengontrol apa-apa yang mereka kerjakan dalam pelaksaan undang-undang. baik dalam teori maupun praktek. "Ini merupakan kaidah sistem hukum Islam –dan sekaligus sistem parlementer. tidak jelas dan tidak rinci. berkata. ia telah menjelaskan banyak hal tentang asas-asas perundangan dan perincian hukum. 604 Dustur. Sebaliknya. Dalam kaitan ini UUD kita rancu.-pentj. dimana telah terjadi pemandulan beberapa kekuasaan lain. Ikhwan pernah mengajukan kritik terhadap kasus tersebut dan beberapa konteks undang-undang yang lain. yang melindungi hak-hak moral maupun material. Imam Syahid.

"Saya ingin menegaskan bahwa ada perbedaan antara UUD Mesir sebagai sesuatu yang ideal. sehingga dalam prakteknya kita sering memisahkan agama dari urusan politik (meski secara teorotis kita mengingkari pemisahan seperti ini).dengan UUD Mesir itu sendiri yang menyebutkan bahwa agama negara adalah Islam. Maka bagaimanakah sikap seorang muslim menghadapi dua hal yang jelas-jelas bertentangan ini? "Adapun Ikhwanul Muslimin. namun ternyata ketetapan ini tidak cukup 606 607 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Pemerintahan) 495 . di semua sisi perundangundangan. Mereka senantiasa bekerja dengan segala cara dalam rangka mengganti undang-undang semacam itu dengan syariat Islam yang adil dan utama. Kita tetapkan dalam UUD kita bahwa agama resmi Negara adalah Islam. telah mengharamkan perbuatan zina. Namun. Beliau berkata. "Merupakan kesalahan yang fatal ketika kita melupakan akar pemikiran ini. akidah adalah barang yang paling mahal harganya di alam dunia ini dan Ikhwan akan terus menggelindingkan bola. mendukung riba. mereka sekali-kali tidak akan pernah rela dan menyetujui undang-undang seperti ini. memerangi perjudian."606."607. Kata Imam Syahid. dan mengatur perjudian. membenarkan khamr." Ikhwan pernah menghadap kepada Menteri Kehakiman dengan menyodorkan tulisan tentang ini dan memperingatkan pemerintah tentang akhir kisahnya yang pahit. dengan undang-undang yang digunakan sebagai pijakan dalam sistem peradilan dalam prakteknya. Sungguh. melarang minum khamar. "Jika Allah dan Rasul Saw. Banyak dari undang-undang yang menjadi pijakan peradilan ini secara terang-terangan bertentangan dengan Islam. sementara itu undang-undang melindungi pezina. semua itu bukanlah akhir dari kerja keras mereka." Kata Imam Syahid.

Menjelaskan peraturan-peraturan tentang tema kampanye pemilu dan menetapkan sanksi bagi siapa saja yang melanggarnya."608. Ibid. hendaknya tidak menyangkut masalah keluarga."609. Memberikan sanksi yang berat kepada setiap pemyimpangan dalam pelaksanaan dan praktek suap dalam pemilihan. Ungkapnya: "Semua orang merasakan ketidakmampuan sistem pemilu yang berlaku sekarang untuk merealisasikan tujuan yang telah digariskan. Tuntutan Perbaikan Undang-undang Pemilu ● Imam Syahid memberikan kritik terhadap undang-undang pemilu. Menyebutkan kriteria-kriteria khusus bagi calon anggota legislatif. beliau mengajak untuk melakukan perbaikan. 496 . 3. 2. dengan keyakinan dan perbuatan mereka yang menjauhkan antara petunjuk agama dan muatan politik.bisa menghalangi para petinggi pemerintahan dan para tokoh politik untuk merusak citra Islam dalam persepsi dan pikiran khalayak. Sisi-sisi yang mendesak untuk dilakukan perbaikan adalah sebagai berikut: 1. maka organisasi itu harus mempunyai program yang jelas dan sasaran program yang rinci. disamping juga adanya pemaksaan dalam memilih. Beliau berkata: "Harus segera dilakukan upaya perbaikan terhadap undang-undang pemilu. Jika mereka adalah wakil organisasi. 4. Ini merupakan kelemahan pertama dan awal mula kerusakan. yakni memilih orang-orang yang shalih (terbaik) untuk menjadi wakil rakyat di parlemen. karena masalah peraturan ini sering dipermaikan oleh ambisi partai tertentu dan kepentingan pemerintah pada waktu-waktu belakangan ini. rumah atau individu yang tidak termasuk dalam kriteria kelayakan untuk pemilihan. serta merusak keindahan Islam dalam realitas kehidupan. Memperbaiki aturan pelaksanaan pemilu dan sosialisasinya. 608 609 Ibid. tetapi berkisar pada metode dan langkah-langkah pembaharuan. Peraturan-peraturan itu.

2. Urgensi jiwa nasionalisme. pertanian. memelihara diri dari penyakit. Jika sebuah keinginan diupayakan dengan jujur dan sungguh-sungguh. sehingga para calon legislatif tidak bisa memaksa para pemilihnya dan kepentingan umum akan bisa diletakkan di atas kepentingan pribadi dalam menilai dan berhubungan dengan para caleg. niscaya akan terbuka jalan menuju kesana. jundiyah (keprajuritan). dan anjuran untuk memelihara kesehatan. Merupakan sebuah kesalahan besar jika kita hanya terpaku dengan kondisi sekarang ini. "Semua ini menjelaskan bagaimana Islam berbicara tentang masalah kesehatan umat secara umum. Demikian pula menguasai faktor-faktor penyebab kekuatan. dan berkebangsaan. pemberian perhatian kesehatan tersebut secara massal. menjaga kesehatan badan dan kekuatan tubuh. Menaruh perhatian pada kesehatan umum dimulai dari balita. beliau ternyata juga memusatkan perhatian pada manhaj perubahan dalam rangka menguatkan pembinaan masyarakat. Yang disebutkan tadi adalah sebagian saja. 497 . Mengenai cara yang diterapkan guna perbaikan itu memang banyak ragamnya. kemuliaan.5. pengembangan kekayaan alam. dan sosial sebagaimana yang telah kami ungkapkan sebelumnya. maka itu lebih baik.329. Misalnya: 1. Imam Syahid mengatakan. 3. rela dan berusaha lari dari upaya perbaikan. ini termasuk pada sektor ekonomi. Berlapang dada 610 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Pemerintahan). tanpa terlalu keras atau radikal. Tuntutan Membina Umat yang Kuat Menimbang perhatian Imam Syahid terhadap bidang industrialisasi. hal. Semua itu secara jelas sudah tercakup dalam ruh Islam dan manhajnya. Penyuluhan berolah raga.330. Jika pemilihan dilakukan dengan memilih tanda gambar dan bukan memilih orang. tanpa pengecualian."610.

"613. Pembicaraan kali ini hanya terkait dialog tentang masalah nasional dan cara koordinasi penyelesaiannya. misalnya bahwa dialog itu dilakukan dengan santun dan lembut614. Imam Syahid berkata. bahkan menganjurkan agar mengambil dua-duanya. Ia juga berhak menyatakannya ataupun tidak. 4. Seputar Koordinasi dan Aliansi Jamaah Ikhwanul Muslimin dengan senang hati membuka dialog kepada semua kekuatan politik dan nasional. Perhatian terhadap ilmu pengetahuan dan perbaikan pendidikan. karena itu menjadi bagian terpenting dalam mewujudkan umat yang kuat. menjadikan kemaslahatan negara sebagai asas utama dialog. Dialog pun dapat 611 612 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). Urgensi menanamkan akhlak yang luhur dan membina umat untuk mencapainya. berjiwa besar. Dialog yang dimaksudkan mesti memiliki acuan (kode etik) jelas. akhlak luhur yang mempunyai kekuatan. 5.terhadap segala hal yang memberi kemanfaatan dan kebahagian untuknya"611. hlm 283 614 Setiap partai punya hak untuk menjalin hubungan dengan kekuatan nasional lainnya. 498 . tetapi malah menjadikannya sebuah kewajiban sebagai penguat dan selanjutnya Islam banyak mensugesti hal ini … Alquran tidak pernah membedakan antara ilmu dunia dengan ilmu agama. "Islam tidak jengah dengan ilmu pengetahuan. hlm 281 Ibid."612 Beliau lebih lanjut memaparkan tentang urgensi semua ilmu. mengandung tujuan positif. "Umat yang sedang bangkit sangat memerlukan akhlak. tidak ada maksud mengadakan makar dari satu kelompok terhadap kelompok lain. Kata Imam Syahid. hlm 282-283 613 Ibid. Dan. dan bercita-cita tinggi.

dan membentuk aliansi terkait satu persoalan atau problema nasional. selama hal itu tidak bertentangan dengan nilai dan prinsip-prinsip dakwah. atau kewajiban dari pandangan personal terhadap kelompok. diharuskan menjelaskan batasannya terlebih dahulu yakni tiga hal: 1. karena kesepakatan lintas nasional memiliki batasan terendah yang mungkin disepakati. Tansiq (koordinasi) bukan berarti jamaah Ikhwanul Muslimin melepaskan slogan. setiap kelompok bisa komitmen terhadap segala hal yang menjadi kesepakatan. 2. 499 . Pembatasan tuntutan kesepakatan. Selanjutnya disana mesti ada penegasan yang menjamin koordinasi dan aliansi ini. Pembatasan mekanisme kerja. terpedaya. atau sekadar gelombang yang hanya melewati sebagian kelompok. kecenderungan kerjanya. Jamaah Ikhwanul Muslimin berhubungan dengan semua elemen dengan jelas dan terbuka serta dengan kelapangan hati dan kebijakan. atau hal yang senada. dan membentuk aliansi dengan beragam kekuatan. namun bukan berarti ia membiarkan perampasan hak-haknya. Dalam masalah kesepakatan bernegara yang bertujuan untuk menjalin koordinasi kerja secara baik. timbangan relatif setiap sudut pandang. atau memanfaatkannya demi mewujudkan ambisi dan kemaslahatan pribadi. atau ia membiarkan bahunya diinjak oleh orang lain. kemudian tentang koordinasi kerja dan mekanismenya. yaitu: memelihara karakteristik setiap kelompok. serta tanggung jawabnya. namun dalam beberapa hal bisa saja terwujud kesepakatan terhadap slogan-slogan dan mekanisme. Pembatasan prioritas 3.meningkat untuk mewujudkan kesepahaman bernegara. identitas dan prinsip-prinsipnya. Pengkondisian ini bukan merupakan penjenjangan bagi perbedaan dan peleburannya. Yang bermula dari kesepakatan untuk menghormati setiap prinsip. lintas perselisihan. dan tugas setiap kelompok.

3. diantaranya kemaslahatan Negara. pentj).Iklim yang dibutuhkan adalah. Dan 500 . Dalam gerakan dan sikap-sikap politiknya. menghindari pendeskreditan seseorang dan tidak menuduh nasionalisme seseorang dan keikhlasannya dalam bekerja. 2. Jamaah Ikhwanul Muslimin memiliki satu sikap terhadap semua kelompok (artinya. meninggalkan tuduhan-tuduhan dan uslub perdebatan dan penipuan. Maka kami memperingatkan dari hal ini.yang menjadikan kekerasan dan penumpahan darah sebagai sarana perubahan. dan mengajak untuk menjalin hubungan dengan Zionisme. kemerdekaan dan komitmennya. menerima kritikan dan masukan dengan kelapangan hati serta menganggap hal itu sebagai doa yang mulia. Jamaah Ikhwanul Muslimin memperhatikan strategi umum dan prinsip-prinsip kerja yang dimilikinya. 1. namun jamaah memberikan nasehat dan mengajaknya kepada prinsipprinsip keadilan dan kebebasan. kelompok atau kekuatan politik sesuai dengan konsep dan proyek yang ditawarkan. dan mengungkap rencana dan proyek-proyek konspirasinya. ia justru mengajaknya untuk meninggalkan cara-cara yang menyimpang dari syariat Islam dan prinsip-prinsipnya tersebut. Pemerintah yang diktator yang menganggap bahwa dirinya adalah yang paling benar dan menghadapi pemikiran-pemikiran yang berseberangan dengannya dengan penangkapan dan penjara. Namun jamaah tidak melakukan dialog. Kelompok manapun –Mesir maupun non Mesir. berdialog dengan semua golongan dan membudayakannya. komitmen terhadap etika-etika dialog. Dalam gerakan politiknya. tidak angkuh dan besar kepala terhadap orang lain. kesepakatan dan koordinasi dengan beberapa kelompok berikut. jamaah tidak memiliki standar ganda. kemudian mengambalikan kepada masyarakat untuk mendukung dan memilih salah satu dakwah. Begitu pula dengan kelompok-kelompok yang memiliki hubungan dengan Zionisme.

kesepahaman tentang prioritas. bahkan dengan kelompokkelompok yang menyimpang dari fikrah islamiyah dan memusuhinya. Target yang kita inginkan adalah target yang tidak menghalalkan segala cara. 615 Maksud dari 'orang lain' adalah. terkadang kita akan terlibat bersama dengan orang lain615. dimana target kami adalah Islam yang kokoh. atau terkadang harus memikul beban dan rintangan. maka henaknya sejalan dengan hukum-hukum Islam dan kaidah-kaidahnya. seperti pembebasan. namun ia merupakan salah satu sarana dalam mewujudkan beberapa target-target parsial dan praktis –bukan target-target prinsipil-. Namun sarana yang kita inginkan adalah yang tunduk kepada prinsipprinsip Islam dan berkaitan erat dengan target. Persimpangan jalan juga tidak selalu kerjasama dan koordinasi. perjanjian. walaupun target-target dakwah Ikhwan lebih luas dan lebih mendalam. Jika terdapat jalinan kerjasama di persimpangan ini. integral dan saling terkait. yang berupa susunan yang saling terikat dan eksis sepanjang sejarah. Persimpangan Jalan Terkadang terdapat persimpangan jalan antara jamaah dengan kekuatan dan aliran-aliran non muslim yang lain. Adapun para nasionalis muslim. kelompok dan aliran-aliran yang tidak bekerja untuk kemaslahatan Islam atau kemaslahatan bangsa. bantuan bersyarat. adapun sarana. keikutsertaan dalam efektifisasi. 501 . atau diam (absten) terhadap sesuatu hal demi kemaslahatan yang lebih besar. atau jamaah memilih salah satu sarana dan mekanisme yang tidak memberikan implikasi terhadap kemaslahatan Negara dan strategi jamaah di dalam gerakan dan dakwah. dan lain-lain yang merupakan bagian dari siasat Islam dan fiqih konstitusi. kadang-kadang juga ikut serta dalam targettarget dakwah. namun target dan sarana yang kita inginkan adalah target yang menyatu dengan kaidah-kaidah syariat dan hukum-hukumnya. dan kadang-kadang bayak pihak yang diuntungkan dalam hal ini. genjatan senjata.dalam mewujudkan hal ini. jamaah terkadang harus mengorbankan pengeluaran khusus.

dimana hal ini membutuhkan pengalaman dan kecermatan dari qiyadah –dengan taufik dari Allah. atau menghindari bahaya dan mafsadah yang lebih besar. dilupakan atau diremehkan. Urgensi Pengamanan terhadap Dakwah Mengawal dakwah dan melindungi keselamatan dan kekokohan rukunrukunnya merupakan tujuan mendasar yang tidak boleh ada tawar-menawar. maka mereka akan menyakiti penduduk dan merampas milik rakyat negeri itu. Begitupula menahan kezaliman tanpa perlawanan atau diam terhadap suatu kerusakan demi mewujudkan kemaslahatan yang lebih besar. marabahaya dan peristiwa-peristiwa menakutkan. meskipun secara parsial. serta apa saja yang pernah dihadapinya menjelaskan tentang sejauh mana taufik Allah terhadap qiyadah jamaah dalam mengawal. Namun berupaya menguasai dan mengalihkan arusnya serta memanfaatkan untuk kepentingan dakwah. dan hal ini tidak bertentangan dengan pemanfaatan kesempatan dan kelenturannya dalam menghadapi beberapa peristiwa. dilepaskan. karena jika mereka bangun. ia tidak melanggar sunah alam dan tidak melawan arus. yaitu larangan Imam Ibnu Taimiyyah untuk tidak membangunkan pasukan Tatar yang mabuk dan sedang tertidur di jalan-jalan Baghadad. Bahkan Allah Allah terkadang memenangkan agama ini melalui seorang lelaki pendosa. melindungi dan memindahkan jamaah ini dari satu fase ke fase berikutnya.dalam menghadapi tekanan. Sesungguhnya sejarah jamaah dan perjalanannya sangat panjang. atau dalam rangka menjalankan kewajiban yang utama yang dibutuhkan oleh umat dan pada waktu itu Negara sedang dipimpin oleh pemerintah yang zhalim.Kami akan menunjukkan salah satu contoh untuk menjelaskan hal ini. dan Ibnu Taimiyyah telah menjelaskan beberapa batasan terkait dengan hal ini. menguatkan basis pengawalan dakwah dan penjagaan terhadap prinsip-prinsipnya: 502 . Semua hal ini.

sehingga mereka sibuk mengurus peperangan. dan Imam Syahid merupakan model ideal yang menjadi contoh untuk pemahaman tersebut. begitupula halnya para Mursyid yang mengemban amanah itu setelah beliau –semoga Allah meridhai mereka semua-.1. atau tanpa disadari para penyusup. serta menguatkan asas jamaah tanpa menimbulkan goncangan. mereka meminta Perdana Menteri Mesir waktu itu. Husein Basya untuk mengisolir Imam Syahid ke pedalaman Mesir. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh Imam Syahid. Beliau kemudian memanfaatkan keberadaannya di 616 LIhat kembali: Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). 503 . Beliau berhasil menyeberangkan dakwah di tengah konflik yang bergejolak dan kondisi yang sangat sulit. 3. beliau menyebarkan dakwah dengan tenang dan hikmah. termasuk wakil Jamaah Ikhwanul Muslimin juga dipindahkan ke Dimyath. 2.616 Ketika Inggris mencium 'bahaya' dakwahnya. dan menutup Majalah Ikhwan (Majalah Al Manar dan Majalah Ta'aruf). Hal-hal tersebut di atas merupakan faktor-faktor yang membantu pengawalan terhadap dakwah. Memahami dan mengetahui jalan orang-orang beriman dan jalan para pendosa. sebagaimana yang diajarkan oleh Imam Syahid. Mengembalikan semua urusan kepada Allah dan mengetuk pintu kemuharan-Nya.dengan tenang. Imam Syahid menghadapi dengan tenang dan bijak. 4. Kerekatan shaf dakwah terhadap para qiyadah dan tsiqah yang tinggi terhadapnya. lalu akhirnya ia berhadapan dengan tekanan Inggris tahun 1941 M. Imam Syahid mampu membangun dakwah –dengan seluruh manhaj dan tujuannya yang syamil. pada saat yang sama PD II baru dimulai. Kekuatan ukhuwah dan cinta antara kader dakwah Selalu berpegang teguh terhadap ushul dan prinsip-prinsip jamaah. Kemudian beliau dipindahkan ke Qana pada 9 Mei 1941 M. 5.

mereka kemudian meminta pemerintah untuk memenjarakan Imam Syahid. mencetak dan menyebarkan buku yang berjudul Al Dimar wa Al Nar (Kehancuran dan api) di Palestina. serta dengan interaktif di parlemen melalui Ustadz Muhammad Nashir tentang sebab pemindahan Imam Syahid ke perkampuangan Mesir. Gerakan Imam Syahid kemudian berkonsentarsi terhadap masalah Palestina. Pada tahun 1948 M. wakil Jamaah dan sekretaris umum. Imam Syahid lalu berupaya menggunakan kesempatan untuk ikut berperan di parlemen Mesir. Inggris mendirikan sebuah jamaah baru untuk menyaingi dan menyerang kelompok Ikhwanul Muslimin. Namun Inggris menolak hal itu dengan keras dan menekan pemerintah Mesir melalui PM. beliau justru semakin mengkonsentrasikan diri untuk menyebarkan dakwah dan gerakannya dengan memanfaatkan kondisi yang ada pada waktu itu. Imam Syahid dikembalikan ke Kairo. lalu dilakukan penangkapan terhadap Imam Syahid. Karena mendapat tekanan politik dan kecaman dari pelbagai media serta kondisi PD II. Mesir. Ia kemudian mencalonkan dirinya sebagai calon untuk daerah pemilihan Ismailiyah tahun 1942 M. mereka terpaksa melepaskan Imam Syahid. Imam Syahid menerima tuntutan itu setelah menimbang dengan cermat berbagai akibat dan kemungkinan yang akan terjadi. tidak lama setelah itu. 504 . mereka menamakannya Ikhwanul Hurriyah. kemudian di penjarakan di Zaitun. Nahas Basya untuk mengancam dan memaksanya membatalkan diri sebagai calon. Imam Syahid kemudian melakukan tekanan dengan cara yang tenang melalui beberapa menteri dari kelompok-kelompok independent yang duduk di parlemen.perkampungan itu untuk menyebarkan dakwah di sana. yang membongkar kejahatan Inggris dan Yahudi. lalu beberapa kelompok dan kekuatan mengeluhkan keberadaannya di sana. Namun Imam Syahid tidak menghiraukan dan tidak menyibukkan dirinya dalam konflik tersebut.

Naqrasyi mengeluarkan keputusan pembubaran jamaah dan menangkap seluruh anggota Ikhwanul Muslimin. 3. Dengan keutamaan Allah dan taufik dariNya. 505 . Imam Syahid mengambil manfaat dari kejadian ini dan beliau tidak bersikeras melakukan perlawanan. dan makalah yang berjudul Mihnatul Islam.617 Lalu pada 8 Desember 1948 M. Sesungguhnya pengamanan dakwah harus dimulai dari dalam bangunan. kekuatan dan kekokohannya. Tsiqah kepada qiyadah dan selalu berhimpun bersama mereka. Bangunan ini yang kemudian menghancurkan setiap usaha penghancuran. beliau mengetahui sejauh mana konspirasi yang dilancarkan musuh. jamaah ini tidak menyimpang atau dikuasai oleh musuh. Faktor-faktor yang mampu mengawal bangunan jamaah –setelah taufik Allah yang Maha Tinggi tentunya-. namun beliau – semoga Allah merahmatinya.telah mengamankan dakwah dan meletakkan rukun dan pondasinya sehingga ia mampu bertahan menghadapi musuh. Sepeninggal Imam Syahid. panah-panah musuh.Kemudian pada tahun 1945 M. beliau kembali mencalonkan dirinya di daerah pemilihan yang sama. Lalu terjadi konflik Palestina –yang merupakan bagian dari strategi dakwah Ikhwanul Muslimin yang tidak mungkin dilepaskan-. namun Inggris memanipulasi hasil pemilu dengan pemalsuan yang sangat jelas. 2. Kekuatan ikatan dan kekokohan antar satuan-satuan shaf dan kader-kader jamaah. Kejelasan orientasi dan keteguhan pemahaman yang dimiliki oleh masing-masing individu jamaah terhadap target dan 617 LIhat kembali pembahasan tentang hal ini pada bab Pembebasan Negeri-negeri muslim. Jamaah Ikhwanul Muslimin dipimpin oleh al Ustadz Hudhaibi untuk menghadapi gelombang ujian dengan penuh kesabaran dan keteguhan. serta pembunuhan Imam Syahid pada 12 Februari 1949 M. terdapat pada hal-hal berikut: 1. dan konspirasi dan upaya pelumpuhan.

terlebih penerapannya yang berdiri di atas kebencian. keterbukaan. digoncang. serta antar generasi dakwah. Termasuk prilaku individu atau sikap-sikap yang dilakukan oleh anggota jamaah. Hubungan yang erat antara qiyadah (pemimpin) dan Qaidah (jundi-jundi dakwah). cinta. Kami hanya menyampaikan secara umum bagaimana mengupayakan dan mentarbiyahnya hingga sampai pada tahap keimanan yang tinggi. maka shaf jamaah akan sangat sulit ditembus. Imam Syahid menghadapi realita buruk dalam pertumbuhan kelompok-kelompok di Mesir. komitmen terhadap ketentuan jamaah serta berpegang teguh terhadap adan dan akhlak. serta penerapannya yang menyebabkan kemunduran di tubuh umat. Kehancuran tidak akan terjadi kecuali pada kondisi yang goncang. tidak tenang. Dengan terpenuhinya semua faktor-faktor di atas. 5. saling menghormati. serta tingginya tingkat kebutuhan mereka terhadap jamaah dan dakwah. Iklim yang baik di dalam dalam jamaah. tidak akan terlepas dari tahapan ini dan tidak kehilangan sifat tsabat (keteguhan) dan quwwah (kokoh dan kuat). ruh dan pengorganisasian. "bahwa barisan shaf Ikhwan dalam pelbagai aspek dan sisinya adalah shaf malaikat dan shaf paling ideal. Imam Syahid dan pembentukan partai-partai 1. kondisi yang gelap dan ketidakstabilan jasad. berupa kejelasan (orientasi). Yang pada 506 . dihancurkan apalagi dilobangi. yaitu kelompokkelompok yang tidak memiliki agenda yang jelas. begitupula kebutuhan umat manusia terhadapnya. Kami tidak mengatakan. perseteruan dan melegalkan permusuhan antara individu masyarakat. semata-mata hanya fanatisme pemimpin atau ketokohan seseorang.sarana. 4.

Imam Syahid meyakini kerusakan partai-partai Mesir sudah mencapai taraf politik tambal sulam atau semata-mata perbaikan yang dangkal. merusak akhlak. "Ikhwanul Muslimin berkeyakinan bahwa partai-partai politik yang ada di Mesir didirikan dalam suasana yang tidak kondusif. bahwa campur tangan asing terhadap urusan umat tidak ada maksud lain kecuali untuk permusuhan dan perseteruan. "Saya meyakini wahai tuan-tuan.167 507 . dan rakyat tidak akan mendapatkan apa-apa selain perampasan kemuliaan dan kemerdekaan. Sebagai bukti akan hal itu."619 2. Imam Syahid berkata. dan memporak-porandakan kesatuan umat. kalian semua mengetahuinya. hal. "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin berkeyakinan akan mandulnya sistem koalisi antar partai. Ikhwan juga berkeyakinan bahwa partai-partai yang ada. 146 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). namun permusuhan akan senantiasa mengintai dan mencari musuh berikutnya. Mereka akan berdiri seperti seekor kera di hadapan dua ekor kucing. dan 618 619 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).akhirnya membuka pintu masuknya orang-orang asing untuk bermain terhadap masyarakat. Sistem kepartaian ini walaupun bisa mengantarkan salah satu kelompok meraih kemenangan. Imam Syahid berkata. bukan demi kemaslahatan umum. hingga kini belum dapat menentukan program dan manhajnya secara pasti."618 Beliau juga berkata. Sebagian besar didorong oleh ambisi pribadi. hal. memberangus kemaslahatan. Ikhwan juga berkeyakinan bahwa hizbiyyah (sistem kepartaian) seperti ini akan merusak seluruh tatanan kehidupan.

maka tidak ada syarat harus mendirikan partai politik. hal. berpikir dan 620 621 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Adapun obat yang paling mujarab adalah hendaknya partai-partai ini dihilangkan. 168 622 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam). Imam Syahid berkata."621 Khusus untuk sistem perwakilan parlementer –yang secara prinsip dan kaidah sangat dekat dengan sistem pemerintah Islam. hal. Imam Syahid tetap berpandangan tentang urgensi kebebasan beraspirasi dan mendirikan partai politik yang benar. telah banyak aspirasi yang menyuarakan untuk menghapus sistem kepartaian di Mesir. Beliau mengatakan. "Apa saja yang disebabkan oleh sistem kepartaian ini. 322 623 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Karena."622 "Ikhwan juga berkeyakinan bahwa sistem perwakilan atau bahkan parlemen itu tidak membutuhkan sistem kepartaian dengan bentuknya seperti yang ada di Mesir sekarang. bukan obat yang sesungguhnya. hal.146 508 . Kendati demikian. betapa cepatnya orang-orang yang berkoalisi itu bubar dan kembali melakukan perang satu sama lain dengan peperangan yang lebih dasyat daripada sebelum berkoalisi."620 Beliau juga berkata. dan tanpa harus melepaskan kaidah-kaidahnya yang orisinil. hal."623 3. "Ikhwan berkeyakinan bahwa ada perbedaan prinsip antara kebebasan pendapat. karena mereka mungkin telah selesai memainkan perannya dan kondisi pun sudah tidak lagi membutuhkannya. berupa pertentangan. 148 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). Wahai Ikhwanul Muslimin. persaingan dan kebencian adalah sesuatu yang dibenci oleh Islam. "Karena sistem ini sangat mungkin diterapkan tanpa ada sistem kepartaian.koalisi semacam ini hanya merupakan obat penenang yang bersifat sementara.

keluar dari lingkaran jamaah. musyawarah. berekspresi. adalah umat yang belum mendapatkan kemerdekaan secara sempurna.bersuara. kecuali dengan persatuan dan bahu membahu. Imam Syahid menjelaskan tentang kondisi masyarakat Mesir. Oleh karena itu. beliau berpandangan untuk menghilangkan sistem kepartaian. yang sejak awal pertumbuhan membutuhkan kerja keras dan persatuan."624 Beliau juga berkata."625 4.dengan fanatisme terhadap pendapat. Tidak mungkin kemerdekaan ini dapat diraih dan tidak mungkin menyingkirkan ambisi-ambisi tersebut. yang menyebabkan terjadinya perpecahan di tubuh umat. "Terdapat perbedaan wahai Ikhwanul Muslimin antara partai politik yang slogannya adalah perbedaan. baik mengikuti suara mayoritas atau dengan kesepakatan. dengan kebebasan pandangan yang dibolehkan dalam Islam dan dianjurkan. kami masih berada dalam timbangan. yang belum mendapatkan kemerdekaannya secara totalitas. dan nasehat –sebagaimana digariskan oleh Islam. "Sesungguhnya kami wahai Ikhwan. serta dengan proses penyeleksian urusan terhadap suatu perkara untuk mencari kebenaran. menafsirkan sesuatu. Dimana setelah jelasnya suatu perkara. dan masih dikelilingi oleh banyak ambisi di setiap tempat. maka seluruhnya menerima dan menyetujuinya sebagai sebuah keputusan. Imam Syahid berkata. 168 509 . hal. dan perpecahan dalam ide dan pandangan umum serta apa yang berasal dari keduanya. dan partai-partai politik telah berubah menjadi sesuatu yang merusak dengan kegiatan dan tokoh-tokohnya. berusaha terusmenerus untuk memperluas jurang perpecahan di kalangan umat dan mengguncang kekuasaan pemerintahan yang resmi. Jika setiap 624 625 Ibid Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin).

"627 5. dan saya tidak ingin memaksakannya kepada orang lain."626 Imam Syahid berkata. saya juga tidak ingin menyembunyikan dari mereka. "Sesungguhnya saya memiliki pandangan sendiri terhadap masalah partai politik. hal. Imam Syahid berkata. bahwa sistem partai politik walaupun dibolehkan di beberapa Negara. atau saya menguatkan salah satunya tanpa yang lain. Walaupun demikian. "Saya juga ingin mengatakan bahwa bahwa ketika saya berbicara tentang partai politik. dan bisa jadi ia mengamalami perubahan pada masa-masa yang akan datang. diperbolehkan berbeda dan mendirikan partai-partai di dalam beberapa hal. karena hal itu merupakan pandangan saya sendiri bukan untuk orang lain.telah menggerakkan saya untuk berterus-terang dan menyampaikannya kepada manusia.bangsa yang telah mendapatkan kemerdekaannya secara sempurna dan telah menyelesaikan pembinaan dirinya. Imam Syahid menegaskan bahwa hal ini merupakan pandangannya sendiri dalam menghadapi kondisi dan keadaan pada fase ini. dan saya melihat bahwa kewajiban memberikan nasehat kepada umat manusia –terutama pada kondisi-kondisi seperti ini. 626 627 Ibid Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). 166 628 Ibid 510 . maka bukan berarti saya sedang menawarkan sebuah partai kepada masyarakat tanpa partai yang lain. "Saya meyakini wahai tuan-tuan. namun ia tidak dibolehkan di semua Negara. atau saya menjelek-jelekkan salah satunya dan merekomendasikan yang lain. maka hal itu tidak mungkin bisa diwujudkan di tengah umat yang baru tumbuh. hal itu bukan menjadi kepentinganku."628 Beliau juga berkata.

maka Ikhwanul Muslimin menuntut kebebasan mendirikan partai. Ikhwanul Muslimin memberikan pandangannya yang universal yang berlandaskan asas dan pondasi yang dibuat oleh Imam Syahid tentang sistem pemerintahan. dan hendaknya ada lembaga hukum yang independent dan adil yang menangani pelaksanakan dan penerapannya. Pertama. dan hendaknya sistem politik. saya membiarkan keputusan terhadap partai politik kepada sejarah dan opini khalayak. mengatur perkara dunia sebagaimana dia mengatur perkara akhirat. Negara dan seluruh alam. manhaj dan auran kehidupan sesuai dengan syariat Islam. budaya dan undang-undang." Beliau juga berkata. syuro dan menghormati aspirasi rakyat. politik merupakan bagian dari manhaj Islam. Dengan pandangan khusus Imam Syahid ini."629 6. akhlak dan materi. "Namun mereka meyakini Islam sebagai akidah dan ibadah. urgensi kebebasan. Imam Syahid menegaskan dengan keyakinan yang kuat bahwa. "Mereka meyakini bahwa Islam sebagai sistem paripurna yang melingkupi seluruh aspek kehidupan. Negara dan kewarganegaraan. perhimpunan dan deklarasi sikap dan pandangan. dan sesungguhnya pembalasan yang benar adalah di sisi Allah semata.Namun saya ingin mengambil sebuah sikap yaitu. masyarakat. Imam Syahid berkata. serta toleransi dan kekuatan. Tentang Aktivitas POlitik: 1. Mereka yakin bahwa Islam adalah sistem operasional 629 Ibid 511 . yang mengatur kehidupan pribadi. yang beliau tetapkan secara temporer sesuai dengan kondisi yang dihadapi oleh umat.

hal. serta apa yang menjadi dari keduanya.168 634 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia).56 512 . hal.160 633 Ibid. hubungan antara produsen dan konsumen. dengan kebebasan pikiran yang dibolehkan oleh Islam dan dianjurkan. 632 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin).sekaligus spiritual. sekaligus menghindarkan manusia dari semua kemungkinan buruk yang bisa timbul dalam proses menuju kesana."633 "Tema-tema besar seperti semacam universalisme. hal. komunisme. Ia tidak akan memisahkan dakwahnya antara politik dan agama. dan izzah adalah bagian dari ajaran Al Quran. perang. dan manusia tidak akan melihat mereka sebagai pengusung partai. serta berbagai masalah yang terkait dengan tema ini –yang kini memenuhi kepala para pemimpin dan pakar ilmu sosial modernkami yakin telah diselam begitu dalam oleh Islam. nasionalisme. mushaf dan pedang. 104 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). kapitalisme. antara partai yang memiliki slogan perbedaan dan perpecahan dalam perspektif dan pandangan umum. Islam menurut mereka adalah agama dan daulah. Sebab Islam telah meletakkan suatu sistem bagi dunia yang membuka pintu bagi pendayagunaan dan pemanfaatan semua sumber kebaikan."634 630 631 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). kebebasan."632 "Terdapat perbedaan wahai Ikhwan. distribusi kekayaan. hal. atau tidak akan sama sekali menjadi tidak muslim."630 "Bahwa politik. sosialisme."631 "Dan Allah mengetahui bahwa Ikhwanul Muslimin tidak pernah sama sekali menjadi tidak berpolitik.

636 3. Tidak ada baginya jalan kecuali dua hal ini. menyempurnakan segala jenis kebebasan dan kemerdekaan bagi tanah air. Oleh karena itu. Ikhwanul Muslimin mengajak agar asas kebangkitan kita hendaknya merupakan. kami yakin bahwa kekuatan tanfidziyyah termasuk bagian ajaran dan hukum Islam. dilanjutkan dengan menyebarkan prinsip-prinsip Islam dalam masalah politik dan pemerintahan. menyatukan fenomena kehidupan nyata di tengah umat sesuai dengan asas Islam dan kaidah-kaidahnya. hal. "Adapun kalau kami dikatakan sebagai politikus. "Oleh karena itu. maka kegiatan politik adalah bagian dari agenda dakwah Ikhwan yang sempurna. memperbaiki lembaga pemerintahan. menuntut kebebasan berpolitik dan nasionalisme. beliau berkata. Imam Syahid menolak tegas orang yang memisahkan antara dan politik. Imam Syahid berkata. hal. penyadaran masyarakat terhadap hak-haknya serta membimbing. Agenda ini memiliki fase-fase dan lahannya tersendiri yang diawali dengan penjelasan pandangan Islam terhadap suatu peristiwa atau masalah. membina dan memimpin masyarakat. kaum muslimin yang mengerti dan memahami ruh dan ajaran Islam secara benar tidak mengenal hal ini.Ia berkata."635 2. Kami meyakini bahwa kebebasan politik dan kehormatan nasionalisme adalah 635 636 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).339 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). "Kita menilai bahwa pemisahan antara agama dan politik bukanlah bagian dari ajaran Islam yang hanif. mengetengahkan program-program perbaikan yang berbasis Al-Quran. dalam arti kami memiliki perhatian terhadap umat kita. Bagi mereka yang ingin mengalihkan kami dari manhaj ini hendaklah menjauh dari kami karena ia adalah musuh bagi Islam atau orang yang tidak mengetahui tentang Islam. Dalam hal ini Ikhwan mengambil berbagai bentuk kegiatan yang disesuaikan dengan kemamampuan jamaah dan kondisi yang berkembang di sekelilingnya. 179 513 .

Semua hal ini menyebabkan saya meyakini bahwa tidak ada lagi pilihan yang tersedia bagi kita. dan mencintai tanah air adalah bagian dari keimanan. Dalam hal ini beliau juga menjelaskan. Maka dari sekarang kita berkewajiban untuk mengarahkan jiwa yang sedang terheranheran dan membimbing perasaan yang sedang menggelora untuk melangkah bersama jalan ini. hal. Tidak ada lagi lembaga yang diyakini dan diharapkan masyarakat untuk mewujudkan cita-cita suci ini selain dari Ikhwan. Apa yang kami lakukan tidak lain dari merealisasikan tujuan-tujuan di atas dan kami tidak keluar dari dakwah Islam sama sekali. kebebasan dan nasionalisme merupakan bagian dari perintah Al-Quran. Dalam muktamar yang dihadiri oleh Ketua-ketua Wilayah. Kesemuanya itu adalah adalah hal-hal yang biasa dipahami oleh setiap muslim yang mempelajari Islam dengan benar. "Wahai saudaraku! Untuk hal ini kami telah menghabiskan waktu selama 17 tahun dalam rangka mempersiapkan dan memahamkan masyarakat tentang hakikat politik yang sebenarnya.bagian dari rukun dan kewajiban Islam. Wallâhu Al-Musta'ân. dan tidak akan ada jihad tanpa adanya tekanan."637 4. "Tidak ada dakwah tanpa jihad. Atau karena kami berjuang untuk menyempurnakan kemerdekaan dan memperbaiki badan pemerintahan. karena Islam tidak hanya menyuruh umatnya untuk berjihad dan berjuang. Imam Syahid membantah pendapat yang mengatakan bahwa meninggalkan kegiatan politik dan memfokuskan diri kepada kegiatan sosial dan moral akan menyelamatkan dakwah dari rintangan dan hambatan.213 Ibid 514 . maka memang demikianlah kami. Dalam hal ini beliau mengatakan. Kami kira kami tidak mendatangkan sesuatu yang baru."638 637 638 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI).

Akan tetapi. dengan hal ini kita melangkah ke fase yang kedua dari perjalanan dan rencana kita yang berlandaskan Al-Quran. Maka tidak ada dosanya bagi kita ketika politik menjadi bagian dari agama ini. "Dalam hal ini kita tidak menyalahi rencana kita. Agenda dakwah dan politik yang kami miliki mempunyai landasan dan aturan-aturan. Akan tetapi yang ada hanyalah: kaisar dan segala hak miliknya adalah kepunyaan Allah Yang Maha Perkasa. hal. Agenda perbaikan dalam bidang politik dan kemasyarakatan tidak boleh dijadikan ganti dari tujuan utama ini. "Jika ditanyakan kepada kalian: Kemana kalian mengajak? Maka jawablah: kami menyeru kepada agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw. Tidak ada dalam Islam slogan yang mengatakan: “Berikan kepada Kaisar apa yang menjadi haknya dan berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak-Nya. 160 515 .Beliau mengatakan –seraya menyebutkan fase-fase dakwah dan tahapan-tahapan dalam kegiatan politik-. dan tidak menyimpang dari jalan kita serta tidak pula menukar rute perjalanan dengan terjun ke dunia politik –seperti yang dikatakan mereka yang tidak memahaminya. dan Islam mencakup hakim dan orang-orang yang dikenai hukuman.”639 5.”640 Beliau juga mengatakan tentang dakwah kita. dan pemerintahan adalah bagian darinya. titik tolaknya adalah Islam dan pelaksanaan syariat Allah."641 639 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Agenda perbaikan ini hanyalah bagian dan pelengkap baginya dan bukanlah sebagai ganti. serta kebebasan adalah diantara kewajibannya. "Tidak akan ada hari bahwa mereka adalah orang-orang yang berada di luar Islam. hal. Imam Syahid mengatakan. Dan juga tidak boleh bagi kami untuk mengakhirkan konsep syariat dan berdakwah kepadanya dengan mengedepankan konsep perbaikan yang merupakan bagian darinya. 165 640 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini) 641 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). Setiap tujuan perbaikan yang ada bertolak dari sini dan ter-shibghah dengannya..

kekuatan tanzhim. mengembalikan segala perkara kepada Al-Quran dan perbekalan keimanan. Imam Syahid mengatakan. keteguhan pribadi-pribadinya yang bersandar kepada akidah dan ikatan persatuan. berharap kepada-Nya serta bertawakal kepada-Nya. Kita berkewajiban mencari sebab-sebab yang cocok dan bersungguhsungguh dalam proses tarbiyah dan pengkaderan.Maka seruan untuk perbaikan dalam bidang politik dan sosial adalah bagian dari bentuk dakwah kita kepada Islam dan bukanlah sebagai gantinya."642 642 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI) 516 . dan berusaha untuk mengajak mereka mengamalkan manhaj Islam (sebagaimana yang disebutkan dalam halaman sebelumnya). "ketika terjun dalam dunia politik kita kita tidak akan pernah cenderung dan berpihak kepada salah satu partai politik. Hal ini tidak akan tampak dalam peristiwa-peristiwa biasa dengan sekedar berkaca kepada teori. 6. senantiasa memohon pertolongan dan keistiqamahan dari Allah. Ats-sabat yang sejati dalam jamaah ini berdiri di atas landasan: komitmen dan keteguhan dalam menjaga ats-sawabit (hal-hal prinsipil dalam jamaah). Tingkatan keistiqamahan dan kesuksesan kita sangat tergantung kepada tingkat ibadah kita kepada-Nya dan keterlepasan dari segala kekuatan. tingkatan ke-tsiqah-an dan ketaatan dalam kondisi malas dan giat dan serta tajarrud. dan tidak pula dia lebih diprioritaskan darinya. Akan tetapi ini akan teruji dan tampak ketika berhadapan dengan kondisi-kondisi sulit dan peristiwa-peristiwa yang menggoncangkan serta dalam menghadapi tantangan yang datang. jamaah dalam agenda politiknya dan hubungan dengan partai-partai politik tidak memihak kepada salah satu partai manapun.

berdasarkan asas yang jelas dan berlandaskan syariat." Jamaah juga tidak akan menjalin kerjasama dengan pihak manapun dengan menggadaikan dakwah atau prinsip-prinsip Islam. "Anda telah berbuat salah. "Anda telah berbuat kebaikan." Jamaah dengan karakteristik yang ada dalam manhajnya dengan tidak menggunakan sistem partai. Dia senantiasa bekerjasama dan berkoordinasi dengan organisasi lain dalam rangka mewujudkan kemaslahatan dakwah dan tanah air. Akan tetapi dia tidak menafikan keberadaan organisasi lain. Memberikan kepada setiap individu haknya sesuai dengan sumbangsihnya terhadap Islam. Ada yang hanya sekedar interaksi secara umum. ada yang sampai kepada tingkat koordinasi dalam beberapa agenda kerja." Sementara kepada eorang yang melakukan kesalahan dikatakan. Akan tetapi itu semuanya tentu saja sesuai dengan undang-undang yang ada dalam jamaah dan batasan-batasan yang ada dalam syariat. atau ada yang sampai kepada saling membantu. Akan tetapi kami tidak akan tertipu dengan berbagai manuver politik dan janji-janji kosong. Kita juga akan menolak bentuk kerjasama yang tidak berlandaskan asas 517 . yang berkata kepada seseorang yang telah melakukan suatu kebaikan. Jamaah akan berinteraksi dengan seluruh kalangan dan menujukan dakwah untuk seluruh lapisan. kerjasama dan berbagai bentuk hubungan lainnya. Selain itu tingkat interaksi jamaah juga sangat variatif. Jamaah akan memenuhi kata-katanya dan komitmen dengan keputusan yang telah dibuat. Kita akan menolak bekerjasama dengan organisasi lain yang semata-mata hanya berjuang untuk kepentingan organisasinya yang berkedok perbaikan."Sangat salah orang yang menyangka bahwa Al-Ikhwan Al-Muslimun bekerja untuk sebuah lembaga diantara lembaga yang ada atau ia bergantung kepada salah jama'ah diantara jama'ah yang ada. Kita menerima berbagai bentuk partisipasi yang berdasarkan prinsip persamaan dalam kerjasama dan koordinasi demi menciptakan perbaikan umat dan menyeleseikan berbagai macam problematikannya.

Dalam Majelis Syura yang ketiga pada tanggal 11 zulhijjah tahun 1353 H dikeluarkan keputusan yang menjelaskan sudut pandang Ikhwan Muslimin terhadap organisasi lain berdasarkan asas dan aturan-aturan yang ada dalam jamaah: a. c. dan Ikhwan meyakini sepenuhnya bahwa rasa cinta adalah asas utama untuk membangunkan kesadaran kaum muslimin. d. Sudah menjadi kemestian bagi Ikhwan Muslimin jika mendukung sebuah lembaga. g. Karena hal ini dapat merusak citra jamaah dan merupakan bentuk penyimpangan dari rencana dan tujuannya semula. setiap manhaj yang tidak menguatkan Islam dan berpedoman kepadan dasar-dasarnya tidak akan mengantarkan kepada kesuksesan. Ikhwan menerima setiap ide yang diberikan demi menyatukan segala usaha kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. e. setiap organisasi yang mewujudkan salah satu sisi manhaj Ikhwan harus didukung oleh setiap akh. lembaga-lembaga yang bermanfaat diarahkan kepada tujuannya dengan memberikan dukungan kepadanya dan tidak melemahkannya. Bentuk dari kegiatan politik bisa beraneka ragam disesuaikan dengan kemampuan jamaah dan kondisi yang ada. h. Dimulai dengan 643 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna).persamaan. dan menjadikannya satu-satu standar antara dirinya dengan organisasi lainnya.643 8. Dan mendukung ide penyatuan Islam. 7. diwajibkan bagi setiap akh untuk mengenal tujuan secara mendalam. seperti bekas-bekas kebangkitan dunia timur (Islam). terlebih dahulu memastikan bahwa lembaga tersebut tidak bertentangan dengan tujuan dan target jamaah. Ikhwan berusaha untuk melakukan pendekatan antar organisasi dengan berbagai sarana yang tersedia. Ikhwan menentang setiap lembaga yang melakukan penyimpangan dari nilai-nilai Islam seperti Bahaiyyah dan Qadiyaniyyah. b.219-220 518 . Imam Syahid telah meletakkan standar sendiri untuk hal ini. f. hal.

slogan dan kata-kata. hal 181 519 . jamaah selalu membedakan antara khayalan. "berdasarkan asas ini. Dalam menentukan sikap terhadap kejadian dan peristiwa.pengumuman pandangan terhadap partisipasi politik dan mengetengahkan program-program yang bersifat menunjang dan membantu. dengan kerja keras dan jihad: "Sesungguhnya arena kata-kata bukanlah arena khayalan. demikian juga dengan memunculkan kader-kader politik dan masuk dalam Pemilu. dan arena kerja bukanlah arena kata-kata. dan arena jihad bukanlah arena kerja dan arena jihad yang benar bukanlah arena jihad yang salah. hal. 212 Ibid.S Al Hajj: 40)644 9. dan apabila dating waktu yang tepat akan tampil mewakili umat di DPR.                       Artinya: "Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya. Kemudian sampai kepada kepemimpinan dalam kegiatan politik dan khalayak. calon-calon Ikhwan akan maju." (Q."645 Jamaah dia tidak gegabah dan reaktif terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi. tanpa melakuan check and recheck dan mengetahui selukbeluknya. Imam Syahid berkata. Percayalah dengan pertolongan Allah selama tujuan kita adalah mencari ridha Allah Swt. dan dia tidak tertipu dengan perkara yang tampak lahiriah saja. Ia memiliki ilmu fsiklogi (untuk mengenal gejala-gejala di sekitarnya) sehingga 644 645 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

127 520 . maka ia tidak pernah lupa terhadap kemaslahatan dakwah atau kondisinya dari satu waktu ke waktu lainnya. melenyapkannya. Oleh karena itulah maka jamaah lebih mengedepankan kerja. Dengan pertolongan Allah. dan akan tetap berpegang teguh terhadap dakwah meskipun dengan berbagai bujukan dan ancaman.tidak tertipu dengan berbagai slogan yang memperdagangkan kata-kata dan kalimat. perjanjian. dan bantuan. Sejarah menjadi saksi akan keberhasilan jamaah dengan metode yang dipakainya. atau dari satu tempat ke tempat lain. muatannya lebih kuat dari penampilannya. jamaah bisa selamat dari segala tipu daya dan konspirasi yang ditujukan untuk melemahkan. dan senantiasa meletakkan di depan matanya "Memproteksi eksistensi dakwah dan kekuatan barisan". maka ia senantiasa menggunakan pandangan yang menyeluruh dalam melihat sebuah pertarungan. di waktu yang sama ia juga memiliki agenda politik sendiri yang memilik pandangan mendalam. "Janganlah kamu mempertaruhkan usaha dan kerja kerasmu dan jangan pula bertaruh dengan syiar kesuksesanmu!"646 Jamaah tidak absen dalam pelbagai even dan peristiwa yang terjadi. 646 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Jamaah juga sangat memahami bahwa ia menjadi incaran musuh dalam skala regional dan internasional. Di pentas politik dan hal-hal yang menjadi kemestian di dalamnya seperti pernyataan sikap. 10. hal. dan memalingkannya dari manhajnya. maka dakwah selalu menimbang sebab-akibat serta implikasinya terhadap jamaah dan gerakan dakwah. baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Ia benar-benar memahami fase pembinaan dan kondisi yang sedang dilalui umat Islam serta musuh-musuh yang menghadang mereka.

fardu (wajib). Ikhwan berusaha untuk menjauh dari perkara ini dan berupaya menyampaikan nasihat kepada seluruh pihak yang bertikai. Bagi yang memperhatikan sirah Imam Syahid dan pandanganpandangannya akan mendapatkan bahwasanya beliau adalah seorang yang berpandangan tajam dan memiliki pemahaman yang mendalam. Ia tidak memiliki keinginan atau ambisi untuk meraih kursi kementerian atau mengambil keuntungan di balik peristiwa itu. Ketika terjadi konflik antar partai politik dalam memperebutkan kursi kementerian. Kemudian pembagian tujuan syariat. dan hal itu dilakukan melalui lembaga dakwah. serta jelasnya perbedaan urutan amal seperti jaiz (boleh). jamaah senantiasa menggunakan Fiqih harakah dan siyasah syar'iyyah. mandhub (sunnah). Dalam suratnya yang diutujukan kepada pemimpin pemerintahan Mesir kala itu beliau mengatakan. Ikhwan sangat memahami bahwa mentarbiyah masyarakat dan 521 . Dalam hal ini kita berpedoman kepada Rasulullah Saw. ikrah (kondisi terpaksa). makruh dan haram. dan mengakhirkan maslahat yang paling sedikit.Qiyadah dalam jamaah memiliki hak komparasi terhadap aktivitas politik yang diperbolehkan. berupa kebutuhan primer. Demikian pula dalam kaidah pengucilan dan pembuangan. sebagaima ia juga tidak akan pernah meminta atau menerima bantuan dari salah satu diantaranya. dan perjalanan sirahnya yang mulia.Ikhwan sengaja berdiri netral dengan tidak memberikan bantuan dan dukungan kepada salah satu diantaranya. “Dalam hal yang berkaitan dengan kementerian sebelumnya -termasuk di dalamnya kementerian Anda sebelumnya. mengambil sesuatu yang paling sedikit madharatnya. dan mengukur kondisi dharurah (daurat). sekunder dan tersier. syura dan prinsip-prinsip dakwah. seperti: mendahulukan menolak madharat daripada mengambil manfaat. dan tarjih untuk menguatkan salah satu pendapat ketika terjadi perbedaaan mashlahat. dan beberapa kaidah-kaidah lain yang termasuk dalam kaidah dan standar syar'i dalam mengatur amal dan pergerakan. Untuk itu.

Akan tetapi Ikhwan menyambut baik partisipasi pihak lain dan mengajak mereka untuk terjun dalam lapangan dan mengerahkan segenap tenaga dalam proses perbaikan. dan beliau pun termasuk salah seorang anggotanya dan antusias dalam memotivasi dan bekerjasama dengannya. 297 522 . Ia berupaya menyampaikan nasihat dan pemahaman kepada setiap golongan dan memberikan dukungan kepada yang lebih dekat kepada kebenaran. Mereka tidak disibukkan dengan kegiatan politik dan pertikaian antar partai. Ikhwan tidak ingin untuk memonopoli salah satu bidang yang ada dalam masyarakat atau politik ataupun bidang-bidang lainnya. sebaliknya tetap serius dan komitmen memberikan pengabdian terhadap masyarakat dengan tarbiyah dan proses penyadaran. beroposisi dan memberikan penjelasan kepada yang salah. komitmen dan intergralitas manhaj yang mencakup semua aspek."647 Ikhwan tidak termasuk dalam pihak yang bertikai tentang masalah kepartaian. dengan mengedepankan titik temu dan mengenyampingkan sebab-sebab yang mendatangkan perbedaan dan perpecahan. 11. Ikhwan tetap membuka diri bekerja sama dengan segenap kekuatan dan kelompok yang ada. Sejarah menjadi saksi bagaimana usaha Imam Syahid di usia muda beliau dalam mengumpulkan para ulama dan siapa saja yang menginginkan perbaikan ketika ia mendirikan Jam’iyyah Syubbân Al-Muslimîn. Langkah strategis ini sangat berperan dalam rangka menjauhkan Ikhwan dari keterombang-ambingan antara partai dan pemerintahan.menyebarkan ide-ide perbaikan kepada mereka jauh lebih agung dan bermanfaat daripada berhubungan dengan pemerintahan yang sekarang lebih disibukkan dengan permasalahan pertentangan dan persaingan antar partai. dan tidak masuk dalam arena ini serta berusaha untuk menjauh dari pertikaian ini. hal. Dengan prinsip akidah yang sangat jelas. "Kita saling bantu dalam hal yang kita sepakati dan saling toleran dalam permasalahan yang kita 647 Ibid. padahal ketika itu beliau juga mengemban proyek gerakan paripurna dalam rangka mewujudkan kebangkitan umat dengan nama Ikhwan Muslimin.

dengan penuh kejelasan tanpa adanya kesamaran. Kita akan menyampaikan dakwah ini kepada segenap tokoh yang ada di negeri ini. maka kami akan mendukung mereka. Jika mereka mau menerima seruan kami dan menempuh jalan ini. tanpa dusta dan kebohongan. sesepuh dan segenap partai yang ada. sombong dan takabur. karena waktu tidak tersedia untuk melakukan kebohongan. Pada pengantar editorial edisi perdana majalah An Nadzir yang terbit tahun 1938 M (Rabi’ Al-Awwal 1357 H). Kita akan mengajak mereka semua kepada manhaj yang kita yakini kebenarannya dan menjelaskan kepada mereka berbagai agenda kami dan meminta kepada mereka untuk berjalan di negeri kami ini sesuai dengan nilai dan ajaran Islam dengan penuh keberanian tanpa ada rasa ragu. dari sekedar dakwah dengan perkataan kepada dakwah yang diiringi kerja keras dan perjuangan. Ikhwan meyakini bahwa lahan jihad itu terbuka untuk siapa saja. Tentang partisipasinya dalam perjuangan politik. demi 523 . dan mampu memadukan antara pemahaman syariat dengan fiqih realitas. dan menilai seluruh elemen yang ada sesuai dengan neraca keislaman.perselisihkan”. menepati kata-kata dan janji. kemerdekaan dan kemajuannya. para pembesar. memiliki sikap yang jelas. maka kita akan mengumandangkan permusuhan kepada setiap pemimpin partai atau lembaga yang tidak bergerak untuk kepentingan Islam dan tidak berjalan di atas landasan Islam. Oleh karena itu mereka menyampaikan dakwah kepada siapa saja dengan penuh ketulusan dan kejelasan tanpa diiringi perasaan merasa lebih. selama kita semua berkenan untuk menghormati hal yang sudah pasti dalam syariat dan bekerja untuk kepentingan tanah air. maka Ikhwanul Muslimin telah menyampaikan tujuan-tujuan dan sudut pandangnya secara jelas jelas. 12. Imam Syahid menjelaskan fase yang ditempuh dalam perjuangan politik yang dimasuki jamaah dalam rangka menyeimbangi kekuatan politik dan berbagai aliran yang ada. para menterinya. Namun jika mereka lebih cenderung untuk melakukan kebohongan dan penipuan dan bersembunyi di belakang berbagai alasan bohong. “Kita akan beralih dari sebaik-baik dakwah umum kepada sebaik-baik dakwah khusus.

“Mereka semua akan melancarkan permusuhan yang besar kepada kita. yang bermula dari partisipasi mereka dalam perjuangan politik. saya umumkan kepada kalian langkah ini melalui lembar-lembar koran kalian edisi perdana ini. baik di dalam pemerintahan maupun di luarnya.648 Imam Syahid menyebutkan metode perjuangan politik yang berkaitan dengan tujuan. dan Dia adalah sebaik-baik pemberi pembuka (pemberi kemenangan). Kita akan umumkan permusuhan terhadap mereka. sebuah permusuhan yang tidak mengenal kata damai dan gencatan senjata sampai Allah memberikan keputusan tentang kebenaran antara kita dan bangsa kita. "Wahai Ikhwanul Muslimin. orang-orang yang tidak 648 649 Ibid.”650 Dan beliau juga mengatakan tentang fase ini sebagaimana yang beliau sebutkan dalam majalah An-Nadzir. dan jihad ini membutuhkan harga dan pengorbanan. jika mereka tidak menjadikan ajaran Islam sebagai manhaj yang harus diikuti dan diamalkan. dan agenda ketika harus melakukan konfrontasi.”649 "Dalam hal ini kita tidak menyalahi rencana kita. pandangan. para pegawai di antara kalian akan menerima tekanan. dan tidak menyimpang dari jalan kita serta tidak pula menukar rute perjalanan dengan terjun ke dunia politik –seperti yang dikatakan mereka yang tidak memahaminya. setelah dakwah dengan perkataan. hal. hal. saya mengajak kalian untuk melakukan jihad amal. “Telah tampak dengan jelas arah nasionalisme Ikhwan.mengembalikan pemerintahan dan kejayaan Islam. baik di dalam maupun di luar ketika dakwah telah mecapai usia sepuluh tahun. 164 Ibid 650 Ibid 651 Ibid.Akan tetapi. bahkan lebih dari tekanan. 162 524 . dengan hal ini kita melangkah ke fase yang kedua dari perjalanan dan rencana kita yang berlandaskan Al-Quran.”651 Di akhir perkataannya Imam Syahid berkata tentang beban perjuangan ini.

kalian akan diuji dengan harta dan jiwa kalian. sikap dan keseimbangan ini membuat perbedaan jamaah sangat jelas di publik. namun barangsiapa yang kondisinya tidak memungkinkan atau merasa berat dengan beban jihad yang akan dipikul. hal. ia menolak membuat sikap-sikap dan pandangannya dengan standar orang lain. Misalnya. yang memiliki cara pandang yang jelas untuk itu. Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. keseimbangan dan 652 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). barangsiapa yang tetap bertahan bersama kami di atas jalan ini. baik ia adalah bagian dari syu'bah (kelompok) Ikhwan atau salah seorang dari anggota jamaah ini. Jamaah menetapkan bahwa titik tolaknya adalah Islam. dan saya tidak mengatakan kepada kalian kecuali dengan apa yang dikatakan oleh Ibrahim:                            Artinya: "Maka barangsiapa yang mengikutiku. walaupun dalam beberapa sikap-sikapnya kadang-kadang sama dengan sikap-sikap orang lain. Kemerdekaan cara pandang. Dalam pernyataan pers dan sikap politiknya. jamaah menolak mengatakan bahwa ia adalah bagian dari kekuatan kelompok kanan. Maka Sesungguhnya orang itu termasuk golonganku. sehingga risalah dan pandangan Islam. 165 525 . Sesungguhnya Allah akan memenangkan orang-orang yang memenangkan agamanya. orang-orang kaya dan sejahtera di antara kalian akan dijebloskan ke penjara. dan dengan izin Allah kita akan bertemu di medan kemenangan. (Q.S Ibrahim: 36)652 13. dan lain-lain. Maka Sesungguhnya Engkau. atau kiri atau misalnya ia menolak keterbukaan atau sangat terbuka. dan barangsiapa yang mendurhakai aku. atau dalam koridor himpunan dan sikap-sikap mereka.bersalah di antara kalian akan menerima perlakuan kasar. maka bersiap-siaplah untuk menghadapi hal itu. maka hendaklah ia menyingkir dari jalan ini dan membiarkan katibah Allah ini berjalan.

d. Tamayyuz dakwah (perbedaan dakwah dengan yang lain). Dalam aktivitas politik. Ia tidak bekerja untuk kepentingan seseorang atau ambisi kelompok tertentu."654 14. yang ditetapkan dengan kaidah dan batasa-batasan yang dijelaskan oleh Imam Syahid di dalam risalahnya: a. "Sesungguhnya kami wahai Ikhwanul Muslimin bukanlah komunis. jamaah selalu menggunakan cara-cara yang sesuai dengan syariat. atau terlepas sama sekali dari kekuatan dan organisasi apapun di lapangan. ia bergerak dan berupaya menjalin hubungan dengan semua elemen dan menyampaikan dakwah kepada mereka. 654 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim) 526 . sesungguhnya hakikat sesuatu terletak pada substansi bukan pada nama atau slogan. Jamaah telah menentukan sikapnya sesuai dengan pandangan dan koridorkoridor syariat. Sikap-sikapnya sesuai dengan koridor dan batasan-batasan syariat."653 "Sebagaimana kami menghindari manupulasi kata-kata di pelbagai aspek kehidupan dunia. atau untuk memenangkan suatu kelompok melalui jalur partai politik. yaitu melalui fiqih-nya yang mencakup realita dan kemaslahatan dakwah dan bangsa. baik dukungan. atau plin-plan dalam sikap-sikap dasarnya. b. atau keluar dari realitas tersebut. Dalam mengeluarkan sikap.nilai-nilai Islam bisa menjadi alternatif yang menggantikan nilai dan cara pandang Barat. tetapi sesungguhnya kami adalah kaum muslimin. c. jamaah tidak memisahkan diri dengan kondisi dan realitas yang terjadi. Dakwah yang jujur dalam sikap dan perkataannya 653 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). kesepakatan dan perjanjian dengan kekuatan apapun. dengan tidak mengalah dari prinsip-prinsip dan tujuannya. bukan demokratis dan bukan apapun seperti yang mereka kira.

Sesungguhnya dakwah bukan termasuk bentuk-bentuk ini. Imam Syahid membatasi karakteristik dakwah dan integralisasinya dengan batasan yang sangat jelas dan tegas. Semua itu tiada lain adalah sarana-prasarana yang digunakan untuk membantunya dalam menjalankan aktivitas dan gerakan di pelbagai bidang. yang beraktivitas di semua bidang. yang menggunakan pelbagai macam sarana dan fasilitas untuk beraktivitas. dan ia tidak membatasi aktivitas pada lembaga-lembaga ini saja. 15. Agar orang lain tidak menganggap bahwa dakwah adalah partai politik –walaupun sisi ini juga sangat penting-. atau menjadi titik tolaknya. atau yayasan kemasyarakat yang memperhatikan sisi-sisi perbaikan di masyarakat. Yakni. namun justru mengarahkan dan memberikan pengaruh. serikat. dan organisasi-organisasi tertentu. namun ia adalah Islam dengan kesempurnaannya di pelbagai sisi dan sisi-sisi yang lain. meskipun kerja sosial dan perbaikan adalah bagian dari maksud besar kami. meskipun partai politik sebagai salah satu pilar Islam adalah prinsip kami. meskipun olah raga dan lah rohani 527 . atau berupa partai politik. tidak tertipu dan dipecundangi. Sadar dan selalu waspada. "Wahai Ikhwanul Muslimin! Wahai manusia seluruhnya! Kami bukanlah partai politik. walaupun dalam tataran praktis ia bisa berbentuk lembaga yang bergerak di bidang sosial. jamaah memiliki yang lebih dalam dan lebih luas dari itu semua. untuk menghidupkan kembali kebangkitan umat Islam. f. Kami bukan club olah raga. Imam Syahid berkata. Tawakkal kepada Allah dan selalu menyandarkan diri dalam setiap langkah-langkahnya. atau lembaga kebajikan yang melakukan amalamal kebajikan di berbagai aspeknya. Jamaah ini –dalam kelahiran dan perjalanannya.bertolak dari dasar dan pemahaman tersebut di atas. Kami bukan yayasan sosial dan perbaikan.e. yayasan. atau organisasi tertentu yang memiliki tujuan-tujuan tertentu pula. bahwa dakwah bukanlah partai politik yang memiliki rujukan atau ambisi islam. demi mewujudkan tujuan-tujuan Islam secara keseluruhan sesuai dengan proyek Islam dan persfektif yang sempurna.

hukum dan sistem. ia tidak terpedaya dengan ucapan-ucapan dan istilah yang menipu. beliau tidak memandang remeh hal itu. kami adalah pemikiran dan akidah. dan menghindar dari sisi-sisi yang mengandung bahaya. yang tidak dibatasi oleh terma. atau hanya mengekor di belakangnya.menjadi salah satu perangkat terpenting kami. serta bersandar pada sisi kemanfaatan. karena ia adalah sistem milik Rabb. termasuk menolak para penganut aliran-aliran tersebut dan berupaya memuaskan mereka dengan pemahaman dan manhaj Islam. tidak diikat oleh jenis suku bangsa. dan ini merupakan asas dan titik tolak dalam setiap urusan atau pemikiran: a. bahkan ia sampai pada tahap menyadarkan umat terhadap apa yang sedang mengancam dan yang dihadapinya."655 Sikap Jamaah terhadap mazhab-mazhab dan aliran-aliran: Imam Syahid menghadapi slogan-slogan. namun ia menghadapinya dengan sangat jelas dan berpegang teguh dengan nilai-nilai Islam. karena itu semua diciptakan untuk tujuan parsial dan terbatas. ia bahkan mengetahui substansi dan muatannya. Namun wahai sekalian manusia. aliaran dan mazhab-mazhab pemikiran yang tersebar di masyarakat. dimana ia mampu menyebutkan sisi positif dan sisi negatifnya. dan ajaran milik Rasul-Nya yang terpercaya. untuk masa yang terbatas pula. ingin membuat organisasi. 197 528 . Perjalanan kami tidak pernah berhenti sehingga Allah Swt. dan menetapkan sikap jamaah dengan landasan ini. lalu dihias dengan berbagai slogan dan sebutan kelembagaan yang mulukmuluk. hal. Terhadap Nasionalisme dan Kesukuan: 655 Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). mewariskan bumi ini dengan segala isinya kepada kami. Bahkan terkadang tidak dibuat kecuali sekedar menuruti perasaan sesaat. dan tidak berdiri di hadapan dengan batas geografis. penguasa alam semesta. Kami bukan kelompokkelompok macam itu semua.

dalam rangka mempertahankan kehormatan yang rabbani ini. sehingga kebanggaan ini akan ternanam pula dalam jiwa generasi penerusnya. (Q. mempertahankan kehormatannya. dan kelembutan perasaannyatidak kita dapatkan pada ideology manapun kecuali dalam Islam yang hanif ini. Mereka siap berkarya nyata demi kejayaan tanah airnya. merasa bangga dengan kebangsaannya. Kita (umat Islam) adalah bangsa yang mengetahui secara persis bahwa kehormatan dan kemuliaan kita disakralkan Allah melalui ilmuNya dan diabadikan dalam Al Quran dengan firman-Nya:                Artinya: "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. 277 529 . Beliau juga memaparkan sisi-sisi yang keliru dan menyimpang dari ajaran Islam dan memperingatkan dari hal itu: 1. hal. Imam Syahid kadang-kadang membatasi dan kadangkadang meluaskan makna kebangsaan dan makna bangsa. mereka siap mempertahankan kehormatan bangsanya serta siap menebusnya meski dengan mengalirkan darah dan mengorbankan nyawa. Doktrin 'rasa bangga' terhadap bangsa yang seperti ini –dengan keadilan. Imam Syahid berkata. keutamaan.S Ali Imron: 110) Oleh karena itu. yang memiliki berbagai keistimewaan dan perjalanan sejarahnan indah.656 656 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). mestinya kita pula yang paling pantas untuk mempersembahkan pengorbanan –dengan dunia dan seisinya. "Umat yang tengah bangkit membutuhkan rasa bangga terhadap bangsa-nya. serta menciptakan kebahagiaan masyarakatnya. Dengan kebanggaan itu. bangga sebagai umat yang utama dan mulia. dan hal itu dalam koridor ajaran Islam.Ikhwanul Muslimin adalah orang yang paling kuat menjaga negerinya.

sehingga mendorong kuatnya komitmen padanya dan menjelaskan bahwa ia bukan fanatisme buta atau kebanggaan yang semu. Imam Syahid menjelaskan. dan mencegah dari yang munkar. Adapun tentang perbedaan antara kebangsaan dalam Islam dengan yang lain. Namun ada perbedaan yang menyolok antara masyarakat yang terpola oleh nilai-nilai Islam dengan masyarakat yang didoktrin oleh slogan-slogan seperti ini. Lebih dari itu Islam memberikan batasan bagi tujuan diciptakannya perasaan ini. menyuruh kepada yang ma'ruf. dan beriman kepada Allah. pernyataan perang terhadap setiap kehinaan. 274 530 . "Sebenarnya. yakni rasa kebanggaan orang muslim merupakan perasaan yang melambung tinggi sehingga menyatu dengan Allah Swt. Karena firman Allah Swt.S Ali Imran: 110)657 Ayat ini mengandung maksud: dukungan kita terhadap keutamaan. berfirman: "                       Artinya: "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. hal. bangsa-bangsa modern zaman ini telah pula berhasil menanamkan doktrin semacam ini kepada jiwa para pemuda. (Q. penghormatan etrhadap 657 Ibid. Akan halnya rasa kebanggaan mereka. dan anggota masyarakatnya. dia hanya sampai pada batas doktrin tersebut.2. para tokoh. Ia adalah rasa bangga sebagai pemimpin dan pemandu dunia menuju kehidupan yang baik dan sejahtera.

Adapun prinsip-prinsip kepemimpinan yang tertanam di jiwa bangsabangsa Barat. kebanggaan adalah bagian dari perintah Al Quran dan sesungguhnya mencintai tanah air adalah bagian dari keimanan. jiwa kepemimpinan bangsa muslim terdahulu berhasil menciptakan sikap adil dan kasih saying yang sempurna dan paling ideal.659 3. 170 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Imam Syahid berkata. mendapatkan keselamatan dari Allah. "Adapun pemahaman Ikhwanul Muslimin terhadap nasionlaisme. hingga kita mampu mengembalikannya Dan mereka atau tidak binasa akan karena mempertahankannya. kecuali dengan menunaikan hal ini. merupakan kejahatan yang tak bisa dimaafkan. hal.658 Karena itu."661 Mereka menebus tanah airnya dengan harta dan jiwa mereka. ia tidak memiliki batasan tujuan yang jelas kecuali fanatisme yang rancu. "Jika kami dizalimi oleh Negara manapun –dan kami berada di negeri sendiri.nilai-nilai yang luhur. kebanggaan mereka justru membangkitkan sikap permusuhan dari bangsa-bangsa lain yang lemah. serta komitmen untuk selalu melakukan control atas setiap aktivitas. yang pernah dilahirkan oleh sebuah umat.maka setiap jengkal dari tanah Mesir 658 659 660 661 Ibid Ibid Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Oleh karenanya. 270 531 . maka cukuplah anda mengetahuinya dengan membaca kalimat berikut: Bahwa mereka meyakini dengan seyakinyakinya bahwa mengabaikan sejengkal tanah milik seorang muslim yang terjajah. kebebasan. Imam Syahid berkata. hal."660 Dan kita wajib "Memahamkan manusia bahwa politik. dan selalu menjaga kebebasan dan kemerdekaannya.

berjuang dan berkorban demi eksistensinya. dan mereka tidak melihat kecelaan bagi siapa saja yang bekerja untuk tanah airnya. "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin sangat menghormati kebangsaan sebagai landasan utama untuk mewujudkan kebangkitan yang dicita-citakan. Anda tahu sampai sebatas mana mereka paham tentang nasionalisme mereka dan kemuliaan macam apakah yang mereka inginkan untuk umatnya. karena bagi mereka Mesir ini adalah bumi Islam dan pemimpin umat-umatnya."662 4. 198 532 . harta dan putera-puteri negeri ini. Imam Syahid berkata. mau berkhidmat kepadanya. dan menghormati siapa saja yang mau berjuang dengan ikhlas dalam membelanya. tapi juga untuk seluruh bumi Islam. Oleh karenanya. hal. Kaum muslimin adalah orang-orang yang paling ikhlas berkorban bagi Negara. mereka pun beraktivitas untuk Negara seperti Mesir. dan pada saat itu Ikhwanul Muslimin telah mempersiapkan diri dengan sempurna untuk menambah persediaan negeri ini dengan seluruh kemampuan yang dimilikinya."663 Merupakan kesalahan jika ada yang menyangka bahwa Ikhwanul Muslimin apatis terhadap masalah kenegaraan dan nasionalisme. Perasaan (anggapan) seperti ini tidak hanya terhadap Mesir saja. hal. jiwa. 662 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna).yang mahal akan ditebus dengan darah. Namun. 298 663 Risalah: Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). untuk seluruh negeri kaum muslimin. jiwa dan raga. perbedaan prinsipil antara kaum muslimin dengan kaum yang lainnya dari para penyeru nasionalisme murni adalah asas bahwa asas nasionalisme Islam itu akidah islamiyah. dan mengutamakan negerinya dari yang lain. dan bahkan banyak dari mereka yang gugur dalam perjuangan ini.

Sementara penyeru nasionalisme murni berhenti hanya sebatas negaranya saja. yang setiap putera-puterinya diwajibkan oleh Islam untuk menjaga dan memakmurkannya. atau ambisi ingin meraih popularitas. Ibid 52 668 533 . 180 Ibid Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami)."666 Kawasan dunia Islam sangat luas. 24 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). menuju prinsip-prinsip yang mulia dan akidah yang murni dan benar. Ia berkata. Tanah air dalam pengertian Islam menyangkut hal-hal sebagai berikut: 664 665 666 667 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Imam Syahid menambahkan penjelasannya dengan mengatakan."668 5. yang menembus sekat wilayah dan batas-batas geografis. atau kepentingan tertentu yang lain. hal. merupakan bagian dari bumi Islam. dan beliau menegaskannya secara berulang-ulang. atau ingin mengejar prestise. hal."667 Setiap muslim meyakini bahwa setiap jengkal tanah di bumi yang terdapat seorang akh yang memegang Al Quran di tangannya. faktor kebangsaan lebih kuat dari ikatan keimanan.664 Imam Syahid menegaskan bahwa akidah Islam merupakan asas nasionalisme dan rasialisme. Mereka berbuat bukan karena kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah atas hamba-hamba-Nya. Ia tidak pernah merasakan adanya kewajiban membela Negara sekedar taklid kepada pendahulu."665 "Ikatan akidah. dan mewasiatkan kepada putera-puterinya agar berkarya demi kebaikannya serta siap berkorban demi mempertahankan kemerdekaan dan kehormatannya. "Islam telah memperluas batasan "tanar air Islam". bagi kami adalah ikatan yang paling suci dari ikatan darah dan ikatan se-tanah air. "Tidak dibolehkan di dalam Islam. hal.

karena bagi setiap muslim negeri-negeri itu adalah tanah air dan kampung halamannya. Maka Sesungguhnya Allah Maha melihat apa yang mereka kerjakan. sehingga setiap muslim akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan mahkamah ilahi tentang wilayah ini. Lalu melebar ke berbagai bekas wilayah daulah Islamiyah. berfirman:                                Artinya: "Dan perangilah mereka. mengapa tidak ada perjuangan untuk mengembalikannya? d. Tidakkah kalian mendengar ketika Allah Swt.S Al Anfal: 39) Dengan demikian. yang pernah diperjuangkan dengan darah dan nyawa para pendahulu sehingga berhasil menegakkan panji-panji ilahiyah di sana. Kemudian meluas ke berbagai negeri Islam.a. kebaikannya demi mewujudkan kesejahteraan umat 534 . dengan segala puncak manusia. Meluas ke berbagai negeri kaum muslimin sehingga mencakup dunia seluruhnya. Islam memadukan antara perasaan cinta tanah air secara khusus dan cinta tanah air secara umum. Wilayah geografis secara khusus b." (Q. jika mereka berhenti (dari kekafiran). supaya jangan ada fitnah[611] dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah[612]. c. Peninggalan sejarah masih mencatat kejayaan dan kegelimangan yang pernah mereka raih pada masa lalu.

karena itu merupakan asas pertama untuk menuju kebangkitan yang didambakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. saya tidak segan-segan untuk mengatakan bahwa tidak ada yang bertentangan antara berbagai kesatuan di atas 669 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya).S Al Hujurat: 13)669 b. Karena dia merupakan mata rantai kedua dalam mewujudkan kesatuan Islam. "Setelah penjelasan ini. (Q. karena ia merupakan rangkaian sempurna bagi munculnya Negara Islam yang integral. "Ikhwanul Muslimin sangat menghormati nasionalisme yang khusus bagi mereka. hal. 278 535 . Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Kemudian. Tidak menjadi masalah jika setiap orang beraktivitas untuk kemaslahatan negaranya.                                 Artinya: "Hai manusia. Tentang persatuan Arab Islam: Imam Syahid berkata. Ikhwan juga mendukung kesatuan Arab.

serta menghancurkan semua belenggu penindasan dan imperialisme."672 Imam Syahid mendukung persatuan dalam pelbagai bentuknya. kita harus membantunya. yang hampir sama dengan masalah yang sedang kita hadapi. maka dia adalah Arab. Maka barang siapa yang berbicara dengan bahasa Arab. Semua itu pada hakikatnya adalah satu masalah saja. 231 Ibid. di depan berbagai serta situasi menjadikannya sebagai inti dan titik tolak persatuan Islam yang sempurna. 144 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). dimana beliau memaknainya sebagai bahasa dan lisan. Kita harus bersekutu dan bersatu."670 Imam Syahid berkata. 230 536 ."671 "Di antara ungkapan yang paling menakjubkan dalam masalah ini adalah apa yang telah dikemukan oleh Rasulullah Saw. sampai tercipta sebuah 670 671 672 Risalah: Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Namun. hal. kendati ia belum mapan dengan sempurna. yakni penyempurnaan kebebasan dan kemerdekaan. kita harus berusaha untuk memperluas wilayah cakupannya. hal. hal. mendukung Beliau keberadaan Liga Arab dan mengoptimalkannya. Setiap kesatuan itu memperkuat posisi kesatuan yang lain dan turut mewujudkan tujuannya.dengansudut pandang seperti ini. Setelah itu. Kita harus kembali pada apa yang telah diwajibkan oleh Islam (kepada semua pengikutnya) sejak pertama diturunkan. Kita telah memulai dengan membentuk Liga Arab. maka sesungguhnya di waktu yang sama kami bekerja untuk kebaikan Islam dan dunia seluruhnya. bagaiman pun juga ia merupakan benih yang mulia dan penuh berkah. yakni ketika Islam menjadikan wihdah sebagai salah satu makna dari sekian kandungan makna iman. dan membebaskannya dari segala faktor kelemahan dan kerapuhan. "Sekarang. tentang makna Arab. Oleh karena itu. "Kami meyakini bahwa sesungguhnya ketika kami bekerja untuk kemaslahatan Arab. berkata. memperkuat. kita berada internasional yang baru.

beliau berkata. Saat itulah. 144 537 . "Sesungguhnya kami wahai Ikhwanul Muslimin bukanlah komunis. Inilah barangkali perbedaan antara kami dengan manusia-manusia yang lain. Kami tidak pernah menyerukan Fir'aunisme." "Ikhwanul Muslimin tidak percaya pada kebangsaan dalam maknamakna buruk di atas (kebangsaan permusuhan dan kebangsaan jahiliyah).ikatan bangsa-bangsa muslim. maka Ikhwan tidak akan sependapat dengan mereka. Atau 673 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). Feniqisme.675 "Tapi jika yang dimaksud dengan kebangsaan adalah menghidupkan tradisi jahiliyah. atau melemahkan ikatan antar umat Islam serta menjauhkannya dari manhaj Islam. baik Arab maupun non Arab. "JIka ada sekelompok kaum yang ingin menjadikan nasionalisme Negara sebagai senjata untuk mematikan nasionalisme yang lain. Arabisme. tetapi sesungguhnya kami adalah kaum muslimin." "Jika yang dimaksud dengan kebangsaan itu adalah membanggabanggakan etnis sampai pada tingkat melecehkan dan memusuhi etnis lain. bukan demokratis dan bukan apapun seperti yang mereka kira. 314 674 Ibid 675 Risalah: Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). maka hal ini tidak memiliki hakikat dan tidak memiliki arti sama sekali. yaitu ia adalah ikatan Islam saja dan bukan yang lain. hal."673 Beliau juga membatasi ikatan yang menghimpun umat Islam. dengan izin Allah akan terbebntuk perserikatan umat Islam. Waspada dari pengaruh dakwah-dakwah yang merusak dan upaya memecah belah umat Islam: Imam Syahid menolak menjadikan seruan-seruan ini sebagai sarana untuk memecah belah umat Islam. dan melepaskan diri dari ikatan Islam dan pertautannya dengan dalih nasionalisme. maka hal ini yang kami tolak. hal."674 c.

hal. hal. 230 538 ."676 Beliau juga berkata. hal. melapangkan dadanya.Siariaisme dan lain-lain semacamnya. serta membebaskannya dari apa saja yang mewarnai sejarahnya dari daki-daki Paganisme. noda-nida syirik. hal. Tidak juga kepada semua nama dan gelar yang selama ini digembar-gemborkan orang. atau hanya sebatas batasbatas wilayah geografi yang sempit. Di sisi lain. "Adapun jika yang mereka maksudkan dengan nasionalisme itu adalah memilah umat menjadi kelompok-kelompok yang saling bermusuhan dan berseteru satu sama lain. Padahal Allah telah memberikan hidayah kepada bangsa ini dengan ajaran Islam."677 "Ada lagi virus jahat yang telah mengacaubalaukan pemikiran dan perasaan kaum muslimin. kemudian merusak bumi dan negeri mereka. dan berbagai tradiri jahiliyah. bahwa Islam mengikis habis fanatisme kejahiliyahan dan kebanggaan 678 yang berlebihan terhadap suku. kami mempunyai komitmen untuk meluruskan penyimpangan. maka hal ini yang kami tolak." Beliau berbicara tentang Fir'aunisme. menambah kemuliaan dan kejayaannya melebihi apa yang pernah diraihnya sebelum ini. 313 679 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). 23 Ibid. Setiap bangsa dari mereka bangga dengan kebangsaannya dan lupa akan ajaran yang dibawa oleh Islam. 20 678 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). 676 677 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). "Di satu sisi kami tidak bisa menutup mata dari sejarah Mesir yang di dalamnya terdapat kejayaan peradaban dan kemajuan ilmu pengetahuan. Dia adalah nasionalisme dan rasialisme. warna kulit dan garis keturunan. Bahkan kalau perlu kami akan memerangi segala warisan ideologi Firaun (Fir'aunisme) dengan seluruh kekuatan kami jika masih ada pihak-pihak yang meyakininya sebagai ideology bangsa Mesir dan mengajak menerapkannya. menerangi bashirah-nya."679 Imam Syahid juga menolak yang menjadikan nasionalisme dan kebangsaan sebagai pembenar untuk menjauhkan umat dari agamanya.

288 539 . dengan mengabaikan kemaslahatan Negara dan masyarakat. Mereka menjelaskan makna hakikat kepada para penguasa tersebut. Mereka (para tokoh agama) senantiasa menindas warganya. dimana sikap mereka senantiasa kontraproduktif terhadap kebangkitan bangsa mereka sendiri. bahkan menolak hadiah-hadiah dari para penguasa dan raja-raja itu. bukan malah menyikapinya dengan sikap yang membinasakan? Lagi pula. bukan karena agamanya. mencegah. Tuduhan semacam itu. bekerjasama dengan para perampas hak rakyat. maka dalam tradisi 680 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya)."Salah satu alasan pembenar yang dipakai oleh orang-orang yang berpikir dengan kerangka piker model Barat –dalam rangka menyudutkan Islamadalah mereka senantiasa mengembor-gemborkan prilaku para tokoh agama di kalangan kaum muslimin. istilah 'tokoh agama' yang sudah demikian popular di masyarakat kita adalah istilah serapan dan taklid buta yang tidak sesuai dengan tradisi kita. menyampaikan tuntutan-tuntutan umat. berani memerintah. serta membagi-bagikan kedudukan dan keuntungan materi. adalah karena bobroknya mentalitas para tokoh agama itu sendiri."680 "Oleh karenanya. Bukankah merupakan sesuatu yang bermanfaat bagi umat jika anda memperbaiki para tokoh agama tersebut (sekiranya dia memang salah) atau menuntut kebaikan dari mereka. Kalaupun hal ini dibenarkan dalam persepsi Barat dengan Aklerus. kalaupun benar. memberikan kepada mereka (para perampas) perlakuan yang istimewa. hal. Lagi pula apakah pantas agama ini memerintahkan demikian? Tidakkah anda menyimak kisah. bahkan lebih dari itu mereka senantiasa siap memanggul senjata jika menghadapi berbagai tindak kezhaliman. dimana mereka menghinakan para raja dan penguasa di pagar dan di pintu istana mereka? Mereka dengan sangat tegar dank eras menunjukkan sikapnya. tuduhan-tuduhan itu di atas seharusnya menjadi alasan untuk memalingkan umat dari ajaran agamanya atas nama nasionalisme murni.

" "Jika yang mereka maksudkan adalah dengan nasionalisme adalah memperkuat ikatan kekeluargaan antar anggota masyarakat atau warga Negara serta menunjukkan kepada mereka cara-cara memanfaatkan ikatan itu untuk mencapai kepentingan bersama."682 Beliau cengkeraman itu. dan kecemerlangan. "Jika yang dimaksudkan oleh para tokohnya adalah bahwa generasi penerus harus mengikuti jejak para pendahulunya dalam mencapai kejayaan. Dirasah syar'iyyah dan siyasiyah lil qadiyyah al iraqiyyah. maka kamipun sepakat tentang Ibid. maka disinipun kami sepakat dengan mereka. 22. "Jika yang mereka makna maksudkan dengan dan nasionalisme adalah adalah keharusan berjuang membebaskan tanah air dari imperialisme."681 Adapun tentang beberapa pemahaman yang sesuai dengan Islalm. Baik orang muslim biasa maupun tokohnya. Sikap Imam Syahid terhadap gerakan-gerakan separatis di beberapa komunitas masyarakat Muslim: Tentang sikap Imam Syahid terhadap gerakan-gerakan separatis di beberapa komunitas masyarakat muslim dengan dalil bahwa mereka terancam tindakan kezaliman dari pemerintah dan dianggap sebagai 681 682 juga berkata. menanamkan kehormatan kebebasan dalam jiwa putera-puteri bangsa. tahun 2002. kebesaran. Islam bahkan menganggap itu sebagai kewajiban. 540 .Islam meliputi seluruh muslim."683 d. adalah tokoh agama. hal. hal. dan yang paling berhak menerima perlakukan baiknya. dimana sebuah anggota keluarga seseorang dan umatnya adalah orang yang paling berhak mendapatkan kebaikan dan kebajikannya. atau jika yang dimaksud dengan kebangsaan adalah kebangsaan umat. dan ini merupakan kebenaran dan makna yang baik yang tidak dilupakan oleh Islam. 289 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). Imam Syahid menyebutkan.23 683 Lihat makalah Ustadz Muhammad Ahmad Rasyid.

Kelompok separatis ini cenderung menggunakan senjata. Manusia itu dari Adam. namun di waktu yang sama ia juga melihat harus disertai dengan pemberian dan pengembalian hak kepada setiap orang. dan menetapkan bagian yang cocok dan seimbang. dan ia menolak melakukannya dengan menggunakan senjata dan pemukul. Sikap Terhadap perdamaian internasional dan kemanusiaan Seputar sikap terhadap perdamaian internasional dan kemanusiaan. mewujudkan persamaan. atau mengalirkan darah seorang muslim. Imam Syahid berkata. Dalam menyikapi hal ini Imam Syahid memiliki sudut pandang politik yang dalam. aset negeri untuk bangsa Kurdi. beliau menghimbau agar krisis Kurdi diselesaikan dengan jalan dialog. struktural. Hal ini berpijak dari pemahaman syari'I tentang urgensi persatuan umat dan dengan ketetapan pemberian hak. menyingkirkan kezhaliman. "Kemanusiaan memiliki dua pondasi utama. politik. ia menyerukan persatuan dunia Islam dan memproteksinya. 684 Ibid 541 . berdamai dan berkasih saying serta saling menasehati dalam kebaikan. maka ia juga memiliki tempat di dalam dakwah Ikhwanul Muslimin.684 e. maka mereka semua bersaudara dan wajib untuk saling tolong-menolong. sewaktu terjadi Revolusi Barzaniyah Kurdiyah melawan pemerintah Irak. Pada pertengangan tahun 1945 M. Imam Syahid mengirimkan surat kilat kepada pemerintah Irak (yang dipublikasikan oleh majalah Ikhwanul Muslimin pada waktu itu). bukan melalui senjata atau besi. kalau kemanusiaan ditegakkan di atas keduanya maka akan tinggilah nilai kemanusiaan hingga ke ketinggian langit: 1.masyarakat kelas dua. bahasa.

"687 "Ikhwanul Muslimin menyerukan perdamaian internasional yang tegak di atas asas dan prinsip-prinsip yang dibawa Islam. 251 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). Imam Syahid berkata. dengan menunjukkan kepada mereka bentuk-bentuk riil kebaikan agama kalian. dan mereka menyerukan persatuan internasional. Maka setiap mereka harus berusaha keras mengangkat harkat kemanusiaan.2. menjelaskan tentang prinsip-prinsip dan ajarannya. Maka hendaklah kamu berserah diri (kepada-Nya)". dan sesungguhnya bumi dan seluruh isinya adalah lapangan dakwah. hal. (Q. 75 542 . "Secara umum dapat dikatakan bahwa kita berhadapan dengan 685 686 687 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). serta menyampaikannya kepada mereka.                     Artinya: "Katakanlah: "Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah: "Bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan yang Esa. hal.685 "Diantara bentuk dakwah kalian wahai ikhwah yang saya cintai. Adanya perbedaan di antara mereka adalah atas dasar amal. "Kemudian negeri muslim akan semakin mekar hingga menaungi seluruh dunia. yang ditebar dengan hikmah dan nasehat kebenaran. hal."686 "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin menginginkan kebaikan untuk seluruh dunia. 24 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). karena hal ini merupakan tujuan Islam dan makna dari firman Allah Swt. dakwah kepada kebenaran dan cahaya. adalah kalian turut andil memberikan kontribusi untuk perdamaian dunia dan membangun kehidupan yang baru untuk manusia.S Al Anbiya: 108) Beliau juga berkata.

namun harus kita hadapi mereka di tempatnya dan siap bertempur di bumi dimana ia bercokol. dan hidayah Quran. hal."688 Imam Syahid berkata."690 Walaupun Islam telah menetapkan kaidah-kaidah umum. dan ia memberikan ganjaran pahala terhadap setiap ijtihad yang disertai dengan syarat-syaratnya. 57 690 Ibid 543 . dan kebangkitannya serta bagaimana memperbantukannya untuk kehidupan individu. dan Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). dengan demikian maka kebangkitan dunia timur terkini harus menggunakan kaidh-kaidah Islam dan prinsip-prinsipnya dalam setiap lini kehidupan. Kita tak boleh tinggal diam di hadapan ini semua. keluarga. yang tidak bertentangan dengan ushul-ushul Islam dan tujuan-tujuannya. menghalangi dunia dari bimbingannya. 114 689 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). menarik mundur derita. namun ia masih meninggalkan ruang yang sangat luas bagi seorang muslim dalam mengambil manfaat dari pelbagai syariat yang bermanfaat. 688 menetapkan kaidah mashalihul mursalah. masyarakat dan Negara.”689 "Kami meyakini bahwa di dalam manhaj Islam terdapat dasar-dasar yang diperlukan untuk kehidupan bangsa-bangsa. hal. "Kami meyakini bahwa semua bentuk peradabannya ke masa ratusan tahun silam sehingga kita terbelenggu di negeri sendiri dan membiarkan masyarakat bergulat dengan kebangkitan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam dan berbenturan dengan hukum-hukum Al Quran adalah sebuah upaya yang rusak dan akan menemui kegagalan. yang mana ia telah memerosotkan moral bangsa-bangsa Islam. hingga dunia seluruhnya menyuarakan dakwah atas nama Nabi Saw.gelombang materialisme. menjauhkan mereka dari kepemimpinan Nabi Saw. yang berupa kebangkitan sector materi dan peradaban kelezatan serta syahwat.

hal."693 Seputar konflik internasional: "Komunis sangat keras berupaya menyebarkan ajarannya kepada masyarakat. 317 692 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). semua kaidah-kaidah ini menjadikan syariat Islam berada pada puncak kemuliaan di antara syariat-syariat. tidak akan terwujud secara benar dan sesuai dengan prinsip keadilan. maka itu merupakan kewajiban kita. jihad dan terdepan dalam segala hal.menganggap urf (kebiasaan). yang akan mencurahkan kesehatan kepada dunia dan kedamaian kepada kemanusiaan. demokrasi imperialis yang hina juga berusaha melawan dari sisi yang lain." "Terbelakang dalam berbagai hal akan berpengaruh buruk terhadap pikiran kita dan bertentangan dengan agama kita. menghormati pendapat para imam. dan ia tidak rela jika tidak mendapatkan kepemimpinan. "Jika belum berdiri di dunia sebuah umat dakwah yang baru (umat Islam) yang akan mengemban risalah kebenaran dan perdamaian. hal. undang-undang dan hukum. sedangkan ditengah mereka ada kelompok sosialis. di tangan kita ada secercah cahaya dan botol obat penawar yang bisa kita gunakan untuk memperbaiki diri kita dan mengajak orang lain. 299 693 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). kecuali dengan berdirinya umat Islam dan memimpin dunia secara keseluruhan (ustaziyatul Alam). 180 544 . hal. aktivitas."692 "Ikhwanul Muslimin mendeklarasikan di setiap waktu-waktu mereka bahwa seorang muslim harus menjadi imam (pemimpin) dalam berbagai hal."691 Imam Syahid memandang perdamaian internasional. dan di antara 691 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin).

berada pada posisi saling tarik-menarik antara Komunis Rusia dan Demokrasi Amerika. 545 . kemudian pada pertolongan Allah. diterbitkan oleh Majalah Al Mabahits. maka kalian berkewajiban untuk mendeklarasikan hakikat (kebenaran dakwah) dengan jelas. Membatasi dasar-dasar kerjasama bilateral: Imam Syahid berkata. di tangan kalian ada botol obat penawar yang berasal dari wahyu langit. "Kami tidak lengah dan lemah pemahaman dengan meyakini bahwa kami mampu hidup menyendiri dari manusia. dan terpisah dari persatuan internasional. “Sesungguh dunia sekarang ini. karena sesungguhnya kekuatan dakwah terletak pada dakwah itu sendiri. lalu pada kebutuhan dunia padanya. dan yang dilapalkan adalah kata kasih dan perdamaian:              Artinya: 694 695 Ibid. edisi 16 Januari 1951 M.”695 f. kita harus mengajak kepada manhaj kita yang islami dengan penuh kekuatan. Dan sekarang. hal. kapan saja ia berkenan menunjukkan kehendak dan kekuatannya. namun yang keluar dari kerongkongan kami –kami adalah umat Islam.suara pertama yang kami serukan. 301 Bagian terakhir dari risalah yang ditulis oleh Imam Syahid untuk Ikhwanul Muslimin."694 Imam Syahid juga berkata. lalu pada hati orangorang yang meyakininya. ia merasakan kegoncangan dan kebingungan serta tak satupun dari dua jalan itu yang dapat mengantarkannya kepada ketenangan dan keselamatan. kita tidak perlu takut karena kita tidak memiliki negara atau kekuatan.mereka semua ada umat Islam yang kokoh dan tegar di dalam hati selama 14 abad.

S Al Anbiya: 108) Namun manfaat. hal. "Perang Dunia II telah usai.260 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). yaitu fikrah kerjasama antara bangsa dalam kebaikan dan kemajuan. kepongahan Nazi Jerman. "Namun ketika Barat insaf dan meninggalkan cara-cara penindasan dan menahan dirinya maka akan sirnalah fanatisme yang membabi-buta dan digantikan oleh fikrah yang jernih."697 Tentang organisasi-organisasi Negara dan optimalisasinya dalam perdamaian internasional: Imam Syahid mengenal benar karakter kegiatan ini. sebenarnya bisa dimanfaatkan sesuai dengan kemampuan. kami mengetahui bersiap bahwa untuk dunia sangat membutuhkan ini dan kerjasama dan tolong-menolong serta saling memberikan maslahat dan Kami telah membantu kerjasama mewujudkannya di bawah naungan yang tinggi dan mulia yang menjamin hak-hak dan kebebasan. dengan tetap mawas diri dan jangan tertipu atau terlalu menggantungkan diri kepadanya. yang ada 696 697 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Perang inilah yang berhasil mengikis rasialisme di Eropa."Katakanlah: "Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah: "Bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan yang Esa. yang kuat membantu yang lemah hingga bisa bangkit. 231 546 ."696 Beliau juga berkata. Fasisme Italia. Orang-orang yang memiliki kepentingan yang berada di belakangnya menutupi diri mereka dengan slogan-slogan dan seruan-seruan yang memukau. namun hendaknya bersandar kepada diri dan kemampuan kita sendiri. Maka hendaklah kamu berserah diri (kepada-Nya)". Kekuatan intenasional ini hanya bekerja untuk kemaslahatannya saja dan berhimpun melawan hak-hak kita sebagai warga Negara dan menipu kita dalam pelbagai permasalahan penting. yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk bersatu dan bersekutu. Pengetahuan dan kesadaran ini. (Q. kita melihat persatuan Negara-negara Eropa. hal. Setelah itu.

dan Indonesia. dan pada saat yang lain atas nama kepentingan bersama. dan tidak ada yang dilaksanakan kecuali yang mereka inginkan saja dan yang memberikan kemaslahatan kepada mereka. Palestina. Lalu. Inggris dan Amerika membentuk koalisi dengan mengatasnamakan suku bangsa dan bahasa. tahun 1948 547 .698 "Bahkan mereka hanya mencukupkan dengan keputusan-keputusan saja. Kemudian. Sebagaimana kita saksikan bahwa Negara-negara itu ternyata bersatu padu jika menghadapi hak-hak kebangsaan kita.699 Partner Negara dan sikap terhadap orang-orang asing: 698 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). sebagaimana persoalan yang berhubungan dengan Mesir. untuk mengelabui masyarakat dunia dengan menganggap bahwa mereka bekerja untuk kemaslahatan seluruh umat manusia. namun sayang kita harus kehilangan semua cita-cita itu dan kehilangan kepercayaan kepada pemerintah yang keras dan sesat itu. 314 699 Diantara penjelasan Imam Syahid dalam Muktamar rakyat untuk solidaritas Palestina di Mesjid Al Azhar. pemerintah Barat dan Negaranegaranya. 313." Imam Syahid juga menjelaskan tentang sikap organisasiorganisasi ini terhadap permasalahan Palestina: "Dulu kita memiliki harapan kepada naruni dan simpati dunia. kedua Negara itu membagi-bagi berbagai bangsa didunia dengan dasar kemaslahatan bersama dan kepentingan hidup. baik yang diungkap di Dewan Keamanan maupun di Majelis umum PBB sendiri.kalanya dengan atas nama nasionalisme. Mereka mengabaikan masalah-masalah esensial kita. dan kita Al hamdulillah. persaingan antar kedua Negara ini dibungkus dengan mendirikan PBB. memiliki kekuatan materil dan spiritual untuk sampai kepada kemenangan –dengan izin Allah-. hal. Rusia menghimpun Ras Sicilia dengan segenap bangsanya di bawah panji Uni Soviet.

Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa . sebagaimana firman Allah:      548 .S Al Hujurat: 13) Kemudian. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Imam Syahid berkata.bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan kita. (Q.Pertama: Partner Negara Imam Syahid membatasi hubungan-hubungan ini dengan jelas dan terpusat pada syariat Islam dan manhaj Rasulullah Saw. Warga Negara non muslim. Persatuan nasional ini dibangun oleh Islam hingga ke tingkat kesuciaan agama. Islam mensakralkan kesatuan agama sehingga ia memotong akar-akar fanatisme buta dan mewajibkan kepada puteraputerinya untuk beriman kepada seluruh agama langit secara keseluruhan. adalah partner kita di Negara. dan ia adalah ibadah yang akan diperhitungkan oleh Allah. "Sesungguhnya Islam sangat mensucikan persatuan kemanusiaan sebagaimana dalam Al Quran:                        Artinya: "Hai manusia.

masa kini. Jika orang ingin mengetahui lebih jelas. hal. yang pengetahuan-Nya menguasai berbagai persoalan umat masa lalu.S Al Hujurat: 10) Ajaran Islam ini –yang membangun prinsipnya di atas keseimbangan dan keadilan yang sempurna. lihatlah ayat berikut ini: 700 701 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah.701 Prasangka tersebut jelas tidak benar.          "Orang-orang beriman itu Artinya: sebab itu Sesungguhnya bersaudara. karena Islam yang diturunkan oleh Dzat Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui –yang memahami benar apa yang terjadi pada umat manusia. Sebaliknya. Banyak orang berprasangka bahwa komitmen terhadap Islam dan menjadikannya sebagai pondasi bagi bangunan kehidupan berarti menolak keberadaan kelompok minoritas non muslim dalam masyarakat Islam dan menolak adanya kesatuan berbagai kelompok masyarakat. padahal sesungguhnya ia merupakan pilar yang kokoh di antara pilar-pilar penyangga kebangkitan umat. baik di masa lalu. ia bahkan menganggap persatuan sebagai salah sesuatu yang dijunjung tinggi oleh agam.tidak menciptakan sebuah sistem yang suci dan arif kecuali pasti mencakup perlindungan terhadap masyarakat minoritas di dalam teksteks wahyu-Nya yang demikian jelas. tidak ada kerancuan dan campur aduk di dalamnya.dan tidak mungkin mencetak pengikut menjadi biang perpecahan dan perselisihan. 286 Ibid. dan masa mendatang. 285 549 . hal. (Q. supaya kamu mendapat rahmat. ketika (selama ini) kekuatan 700 persatuan hanya berlandaskan pada teks-teks kesepakatan belaka.

                                 Artinya: "Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu Karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu.S Mumtahanah: 8) "Ayat mereka." Tidak benar jika ada yang menyangka bahwa Ikhwanul Muslimin adalah kumpulan para propagandis rasialisme yang membeda-bedakan status sosial di antara anggota masyarakat. Dan agama yang demikian itu tentunya jauh dari membeda-bedakan hati dan membelah-belah dada. yang menjamin kebaikan. 702 ini tidak hanya berbicara mengenai perlindungan saja. Sesungguhnya Allah menyukai orangorang yang berlaku adil. hal. kami menyatakan bahwa Islam adalah agama yang sangat menekankan kepada pemeluknya untuk menghormati kesatuan kemanusiaan secara umum."702 "Sesungguhnya Islam. 22 550 . (Q. Islam dating untuk mewujudkan kebaikan bagi sekalian manusia dan rahmatan lil 'alamin. melainkan juga berbicara mengenai anjuran agar berbuat baik kepada ikatan di antara semua elemen selama kerjasama untuk Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). adalah agama persatuan dan persamaan.

Maka Allah Swt. keadilan serta emansipasi yang utuh pada setiap ajaran dan hukumnya yang ada pada agama ini. 105 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Memang. bahwa mereka mampu yang mengekspresikan makna-makna ajaran dalam berbagai kesempatan. hal. mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. meski hukum dan ajarannya belum menjadi keyakinan mereka." Minoritas non muslim di negeri ini sangat paham bagaimana mereka berhasil mendapatkan ketenangan.704 703 704 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Sejarah panjang yang bercerita tentang hubungan baik antara penduduk negeri ini semuanya –baik yang muslim maupun non muslim. berlaku adillah. sampai-sampai dalam keadaan marah dan benci sekalipun. keamanan.cukuplah untuk mengungkap secara jelas tentang hal di atas. (Q. Berbicara tentang hal ini sepertinya tidak akan ada habisnya. dan Kami secara orang-orang semua. 302 551 . Mereka menganggap bahwa Islam adalah satu di antara makna nasionalisme mereka. hal. sebaiknya kita mencatat penduduk negeri yang mulia ini. pernah mengajak kepada perselisihan antar kelompok ataupun fanatisme golongan. berfirman:               Artinya: "Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum.S Al Maidah: 8) "Islam bermuamalah memahami ini juga memerintahkan baik kepada kami maka kepada tidak kita untuk kafir 703    berbuat dzimmi.Islam telah mengharamkan permusuhan.

Namun Imam Syahid menjelaskan dan memperingatkan jangan sampai seruan persatuan nasional ini dijadikan benih untuk menghadang dakwah Islam dan penyebaran prinsip-prinsipnya serta pendirian masyarakat muslim. Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. 25 552 . budaya. ras. Kami hanya akan membeli kesatuan ini dengan kebenaran dan keadilan. baik ras. peradaban dan kebangsaan. dan cukuplah itu bagi kami. Sungguh kemuliaan itu bagi Allah. menjelaskan bahwa persatuan nasional mencakup makna Islam itu sendiri. akidah. bahasa dan peradabannya. dan melakukan jihad dengan harta dan jiwanya. Dengan demikian.706 705 706 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Ustadz Musthafa Masyhur. syariah. peradaban. menolak setiap penindasan. hal.105 Risalah: Wudhuh Ru'yah. sejarah dan warisan turats di bidang pemikiran dan undang-undang. "Namun demikian kami juga tidak akan membeli kesatuan ini dengan iman kami. identitas Islam tercermin dalam diri seorang muslim yang berupa: akidah. niscaya kami akan menghentikannya dan akan kami jelaskan mengenai kesalahan yang dilakukannya." Idenitas Islam ini. yang kemudian membelanya. kemuliaan. namun juga mencakup seluruh kelompok minoritas non muslim yang telah hidup bersama komunitas muslim. Imam Syahid berkata. Maka barang siapa yang berusaha dengan yang selain itu. beliau katakana. tidak akan melakukan tawar-menawar dalam masalah akidah untuk merealisasikannya."705 Al Ustadz Musthafa Masyhur. dan kami juga tidak akan pernah mengorbankan kemaslahatan kaum muslimin demi terwujudnya kesatuan yang semua. sama halnya dengan warga Negara muslim dalam aspek-aspek tersebut secara sama. tidak berhenti hanya pada orang-orang yang komitmen terhadap agama Islam di dunia Islam. kebangsaan. "Negara Mesir menyatu bersama Islam dengan sepenuh dirinya. maka hal ini merupakan penyimpangan dan penindasan terhadap Islam. semakin luas jangkauannya. hal.

316 553 . atau hak kewarganegaraan yang minoritas non muslim.Kedua: Sikap Islam terhadao orang-orang asing: Imam Syahid juga menjelaskan tentang hal ini dengan mengatakan. sepanjang mereka berprilaku lurus dan berhati bersih. Al Quran pun menggariskan sikap tegas dengan firmannya. "Saya ingin menegaskan kepada kalian wahai tuan-tuan sekalian dengan ketegasan yang pasti bahwa politik Islam."707 "Inilah sikap Islam terhadap kelompok minoritas non muslim. jika hati mereka rusak dan kejahatan mereka merajalela. hal. Namun.kemuliaan yang paling suci sepanjang sejarah. Prinsip Islam dalam menyikapi umat lain adalah prinsip perdamaian dan persahabatan. baik dalam maupun luar negeri menjamin kesempurnahan pemenuhan hak non muslim. sangat jelas dan sama sekali tidak aniaya. baik hak kenegaraan.                                          707  Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). hal itu karena kemuliaan Islam –di tingkat internasional.

Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu Karena kemarahanmu itu". (Q. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu.                               Artinya: "Hai orang-orang yang beriman. mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu. mereka Berkata "Kami beriman". sungguh Telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami). berlepas diri darinya dan tidak berhubungan dengan mereka:                    554 .S Ali Imron: 118-119) Islam telah menentukan secara cermat tentang siapa saja yang harus kita boikot. jika kamu memahaminya. dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. kamu menyukai mereka. dan apabila mereka menyendiri. di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka. Beginilah kamu. padahal mereka tidak menyukai kamu. apabila mereka menjumpai kamu. dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang.

Maka mereka Itulah orangorang yang zalim.S Mumtahanah: 9) Tidak ada satu pun orang bijak yang dapat memaksakan kepada suatu bangsa untuk rela di dalam tubuhnya ada orang yang sifatnya seperti tersebut pada ayat di atas. Sesunguhnya manusia dengan statusnya sebagai manusia dihimpun oleh pertautan kemanusiaan. Akan halnya Negara-negara itu. hal. merampas tanahnya dan membantu penindas untuk melakukan penindasan.   Artinya:  "Sesungguhnya Allah Hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu Karena agama dan mengusir kamu dari negerimu. (Q. sebenarnya para juru bicara dan para politisi 708 Ibid. Namun. yang hanya akan menciptakan kerusakan dan mengacaukan sistem hidupnya (bangsa itu). dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan. Tuduhan itu tentu saja tanpa dasar dan merupakan lamunan belaka. memang begitulah jalan pikiran mereka. 287 555 .708 Kami tidak memusuhi bangsa Barat di belahan dunia manapun. baik kita mengikuti Islam maupun tidak. sebelumnya berjalan harmonis. jika saja mereka dengan tulus mau memberikan kepercayaannya kepada kita. Imam Syahid menolak orang-orang yang menjadikan orang-orang asing sebagai hujjah dan kendala utama dalam menerapkan syariat Islam di masyarakat. dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. kalau mereka tetap berburuk sangka kepada kita. Adapun perhitungan kita adalah terhadap pemerintah Barat yang memperbudak Negara-negara Islam. "Ada sebagian orang menuduh bahwa sistem Islam (dalam alam kehidupan modern) menjauhkan politik kita dari Negara-negara dengan Barat dan yang mengeruhkan hubungan antara kita mereka.

namun Ikhwanul Muslimin meyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa hal itu akan terwujud. Mereka (Ikhwanul Muslimin) berupaya menghidupkan tujuan-tujuan ini di jiwa. Sedangkan dasar-dasar ideology yang diletakkan oleh Islam yang bertujuan untuk melindungi dan menjaga kemuliaannya. dan sesungguhnya segala urusan berada di tangan Allah. hal. serta apa saja yang membantu perwujudan kejayaan. dan Al Quran.709 Penutup Walaupun jarak antara realita atau titik tolak dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai begitu luas dan membutuhkan generasi-generasi yang terus berganti. sebagai sesuatu pembenaran janji Rasulullah Saw.mereka jga sering berkata lantang bahwa setiap Negara itu bebas menentukan sistem ideology yang akan dijadikan pijakannya. Mereka berupaya melakukan: 709 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). Walaupun kita mungkin tidak sempat menyaksikannya. sepanjang tidak merampas hak-hak bangsa lain. mengalirkan pemahaman dan kaidah-kaidahnya di dalam hati. dimana terdapat kebaikan dan kemaslahatan. Yang memelihara dakwahnya dan yang membuat Takdir dari setiap peristiwa. Para pemimpin politik Negara-negara itu seharusnya paham bahwa Islam sebagai sistem kenegaraan adalah sistem paling mulia lagi sakral yang pernah dikenal oleh sejarah. 287 556 . tanpa ada keraguan dan kebimbangan. adalah dasar-dasar ideology paling kokoh yang pernah dikenal manusia.

Memberikan perhatian yang besar terhadap problematika dunia Islam. walaupun kita sebenarnya tidak berhak memastikan kesucian seseorang di atas ketentuan Allah. mengenalkannya kepada masyarakat. • Sampai kemudian ia bisa diterjemahkan dalam realitas yang sempurna dengan mendirikan pemerintah Islam yang komitmen dengan syariat Allah. maupun melalui organisasi untuk mendekatkan bangsa-bangsa dan pendirian jalinan kerjasama yang baik. • Tidak menunggu hingga berdirinya Negara Islam untuk mewujudkan persatuan Negara-negara Islam. mendukung dan membantunya demi tercapainya kesatuan pemahaman.. Namun mereka berupaya melakukan perjuangan ini. baik dalam skala masyarakat atau skala kolektif. serta dengan bertawakkal kepada Allah dengan penuh kesempurnaan. bahwasanya semua tujuan-tujuan tersebut dilakukan secara bersamaan dengan langkah-langkah yang gradual hingga ia bisa menyempurnakan garis putarannya. Allahu akbar wa lillah al Hamd 710 kita berbaik sangka dengan mengatakan beliau gugur sebagai syahid. perannya.• Menghidupkan fikrah khilafah. kesatuan loyalitas. 557 . yakni jalan Rasulullah Saw. menjelaskan tentang urgensinya. kesatuan hubungan. kepekaan. mengarahkannya. • Dan kami menyimak dari perkataan Imam Syahid710 di dalam rislahrisalahnya. dan dengan menyatukan antar Negara-negara muslim sesuai dengan manhaj Islam dan tujuan-tujuannya. dan tidak membatasi pada kawasan tertentu saja. kesabaran dan tidak menyimpang dari jalan dan manhaj. manhaj Islam dan syariatnya. dan saling menopang dalam menghadapi segala marabahaya dan perkembangan kemampuan dan Negara. dengan perspektif yang jelas dan integral. • • Berupaya membangkitkan ruh yang satu di tubuh umat di pelbagai belahan dunia. keterkaitannya dengan akidah umat dan persatuannya.

Referensi dan Daftar Pustaka 1. Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). Risalah: Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami) Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI) Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim) Risalah: Al 'Aqaid (Risalah akidah) Risalah: Al Jihad (Risalah Jihad) Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda) Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam) Risalah: Al Usrah (Usrah) Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Lil Imam Syahid Hasan al Banna • • • • • • • • • • • • • • • • • • Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). Majmu'atu Rasail. Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru) Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya) Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). 558 . Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini) Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). 2.

Multipartai. 13. 19. Majalah Risalah. Darul Basyir-Thanta. 20. 27. Ustadz Musthafa Masyhur. Mushthafa Masyhur 12. Dr. 8. Al Shahwah al Islamiyah. Dr. Ustadz Fuad Hajarsi. Al Ikhwan al Muslimun wal Qadiyah Filastiniyah. Ustadz Abbas Asisi. Salim al Bahnasawy. Nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan. dari buku Al Imam Syahid. Al Ikhwan al Muslimun Kubra al Harakat al Islamiyah. 24. 3. Artikel dengan judul Al Ikhwanul Muslimun Da'watun wa risalah. Muhammad Ahmad Rasyid. Muhammad Abdul Qadir Abu Faris. 29. Manhajul Imam al Banna. tahun 1948 M. Wanita. 16. al Imam al Syahid Hasan Al Banna Hamil Liwa al Da'wah Fil Qarni al 'Isyrin. Ramadan 1422 H/Desember 2001 M. Ini adalah surat yang dipublikasikan oleh Koran Ikhwanul Muslimin. 18. edisi perdana. Artikel yang ditulis oleh Al Ustadz Musthafa Masyhur dalam peringatan kesyahidan Imam Hasan Al Banna. Al Fiqh al Siyasy 'inda al Imam al Syahid Hasan al Banna. Dr. Ustadz Jum'ah Amin.Bagian terakhir dari risalah yang ditulis oleh Imam Syahid untuk Ikhwanul Muslimin. limadza a'damuni? Ustadz Sayyid Quthb. 4. Yang kemudian dipublikasikan kembali lewat Majalah Dakwah. Ustadz Fuad Hajarsi. Ustadz Kamil Syarif. Ustadz Muhammad Ahmad Rasyid 26. Hasan Al Banna. Oktober 1965 M. 25. 10. Artikel dengan judul. Risalah Ru'yah Wadhihah. edisi 16 Januari 1951 M. Al Muqawamah al Sirriyah fi Qanat Suwais. Pusat Studi Islam. 22. Ustadz Muhammad Mahdi Akif. 21. Fuad Al Hajarsy. Ustadz Kamil Syarif. 14. Diantara penjelasan Imam Syahid dalam Muktamar rakyat untuk solidaritas Palestina di Mesjid Al Azhar. Bagian dari surat Imam Syahid kepada Nahas Basya dalam jumpa pers yang ia sampaikan kepada beberapa media. Artikel dengan judul. Artikel dengan judul. 559 . Syubhat Haula al Fikri al Islamy al Mu'ashir. Artikel dengan judul Aina Qalbu l-Muslimin min Dima al Muslimin? Ustadz Musthafa Masyhur. al Laihah al 'Alamiyah lil Ikhwan al Muslimin (Tata Tertib Internasional Ikwanul Muslimin). 23. Artikel dengan judul Al Haqqu la Budda an Tahmihi al Quwwah. diterbitkan oleh Majalah Al Mabahits. Perspektif Ikhwan seputar: Syuro. Koran Ikhwanul Muslimin. Mubadarah al Ikhwan lil Ishlah 11. 15. Al Masar. Syawal 1419 H/ Januari dan Februari 1999 M. 7. Dua'tun La Qudhat lil Hasan al Hudhaibi (Kami adalah Da'I bukan para hakim). 6. dimana ia mengungkapkan kekagumannya terhadap Kamal At-Turk. Al Tsawabit wal Mutaghayyirat. Mawaqif Fi Da'wah wa Tarbiyah. Artikel dengan judul Kaidun Mafduh Lil Islam wa ahlih. 28. 5. 9. Taufik Wa'i. hal. Al Ikhwanul Muslimun wa Harb Filastin. Musthafa Masyhur. Yusuf Al Qaradlway. Dirasah Syar'iyyah wa Siyasiyah Lil Qadiyyah al 'Iraqiyyah tahun 2002 M. Edisi 82. 17.

Muhammad 'Imarah. Afaq 'Arabiyah. Artikel dengan judul. Majalah. 32. Koran tentang Konsep Syuro Islam tahun 2004 M. Ibnu Hisyam 30. tahun 1976 dan tahun 1977 M 35. 27 Maret 1952 M 33. Ahdats shana'at Tharikh. Daftar Isi Daftar Isi: Pengantar Pendahuluan Bab I Mengenal Konsep Dakwah Ikhwanul Muslimin Pertama. 30 Oktober 2005 M 37. al Sirah Al Nabawiyah. Edisi ke V. Al Da'wah. Ibnu Qayyim 38. Koran. 31. I'lam al Muwaqqi'in. edisi 283 36. Misi dan Tujuan Kedua. 19 Nopember 1998 M. Dr. Majalah. Dasar pemikiran Dakwah Islam adalah Proyek Kebangkitan Obsesi. Koran.Al Ikhwanul Muslimun. Al Da'wah. Realitas Karakteristik Fase Dakwah dan Hakikat Perseteruan 560 . Bi Yaumiyyat al Akhbar. Ustadz Mahmud Abdul Halim. Koran. edisi 32 34. Al Ikhwanul Muslimun. Afaq 'Arabiyah.

Urgensi Strategi dan Evaluasi Ikhwan dan Manhaj-manhaj yang lain Pemahaman Seputar Sarana-sarana Dakwah Kotak Pemilu Tentang Waktu yang diperlukan Ikhwan Setelah Berdirinya Negara Jihad adalah Jalan Dakwah Makna Al Nashr (Kemenangan) dan Bentuknya yang Variatif Bab III Pemahaman Tarbiyah Dalam Proses Pembinaan 561 . tarbiyah untuk individu dan masyarakat. Target-target Tarbiyah Masyarakat Sebagai Prasyarat Mendirikan Negara.Tentang Kewajiban Dakwah Ketiga: Kendala dan Faktor-faktor Kesuksesan Kendala dan rintangan yang dihadapi oleh dakwah Bekal Kita Menghadapi rintangan Faktor-faktor Kesuksesan Dakwah Keempat: Keistimewaan dan ciri khas dakwah Dakwah Kami adalah Islam yang kokoh Siapakah kalian? Apa sifat kalian? Diantara Karakteristik Dakwah Ikhwanul Muslimin Bab II Mekanisme Perubahan Pengantar Realita dan manhaj perubahan Tabiat Perubahan dan Karakteristiknya Kepemimpinan yang bijak dan mengarahkan Semangat Ringkasan Prasarana Perubahan Prasarana pembentukan.

Pertama. Tentang Rasa Kepemilikan Terhadap Islam Hujjah Bab IV Proses Pembentukan Individu Kader Dakwah (Perbaikan Diri). Poros-poros simpul utama dalam Target-target Tarbiyah Poros-Poros utama dalam Pembinaan tarbawi terhadap individu Pengarahan dan Wasiat. Dalam Aspek Akidah dan Ibadah Kedua. Pengantar Karakteristik Pembinaan Diri Target-Target Tarbiyah Target Umum Asas manhaj Karakteristik Target (keistimewaan tujuan-tujuan tarbiyah) Ciri-ciri Dalam Target Tarbiyah Tingkatan Target Tarbiyah Urgensi Pembangunan yang benar dan Keterikatan antar target-target tarbiyah. Yang Tsabit (prinsipil) dan Mutagayyir (relatif) dalam dakwah. Dalam Aspek Nurani. Dalam Aspek Cinta dan Ukhuwah 562 . dan Kepekaan Iman Ketiga.Gambaran-gambaran Pembinaan Tarbawi dan Ciri-cirinya Manhaj Imam Hasan Al Banna dalam Tarbiyah Akidah Ujian dan Cobaan adalah Sebuah Kemestian dalam Dakwah Makna kekuatan Yang diinginkan Barisan Dakwah Kerapian Shaf dan Hubungan Antara Komponennya Keberlangsungan Tarbiyah Tentang Realitas Kader Dakwah Pentingnya Refleksi Nilai-nilai Tarbiyah Tarbiyah Mas’ul Dakwah dan Struktur Kepengurusan Tentang Kitman (Menyembunyikan) dan Sirriyah (kerahasiaan) dalam Dakwah.

Keempat. Bab VII Tujuan dan Aspek Amal Bersama Keluarga dan Masyarakat Poros-poros dan Tujuan Amal Bersama Masyarakat Penjelasan Bab VIII 563 . Dalam Aspek Masyarakat dan Rumah Tangga Kesembilan. Dalam Aspek Dakwah Kesepuluh. Dalam Aspek Usaha dan Pekerjaan Kedelapan. Dalam Aspek Akhlak dan Kepribadian yang baik Keenam. Dalam Aspek Menahan Diri Kelima. Dalam Aspek Jamaah Bab V Membangun Keluarga Muslim Urgensi Membangun Rumah Tangga Urgensi Perbaikan Diri Kaidah dan Tujuan Pembinaan keluarga Muslim Bab VI Bekerja Bersama Masyarakat Manhaj Islam dalam Membangun Masyarakat Urgensi Bekerja Bersama dengan masyarakat Poros-poros Sinergisitas kerja dengan masyarakat Asas-asas Utama Perbaikan Sosial Tahapan-tahapan amal sosial dan titik tolaknya Sifat dan Karakteristik Amal bersama masyarakat Mempersiapkan kader dakwah untuk bersinergi dengan masyarakat. Dalam Aspek Kesehatan Fisik Ketujuh.

Revolusi dan kudeta Tentang dakwah. Kaidah-kaidah sistem Sosial dalam Islam Kaidah Sistem Ekonomi dalam Islam Metode Terwujudnya kecondongan pemerintah terhadap Bab X Tentang Tujuan Pembebasan Negeri-negeri Muslim Mengembalikan Eksistensi Negara. Mengenal dengan baik Karakter musuh Bab IX Tentang Tujuan Membentuk Pemerintah Islam Mukadimah Ikhwanul Muslimin Tidak Ambisi Kekuasaan dan Tidak bermaksud menguasai pemerintahan. Sikap terhadap kekuatan pemerintah yang menginginkan perbaikan. Keterlambatan Pemerintah (dalam menerapkan syariat Islam) Tentang Tabiat Pemerintah terhadap Islam: Perbaikan pemerintah yang komprehensif Sikap Terhadap pemerintah Asas Pendirian Negara Adab-adab Ikhwanul Muslimin dalam Melakukan konfrontasi Politik. Karakteristik Pemerintah Islam yang dicita-citakan Tiang-tiang Penyangga Sistem pemerintahan Islam dan undang-undang konstitusi Gambaran Sistem Politik Islam Menolak cara-cara kekerasan.Tentang Tujuan Pembebasan Negeri dan Kemerdekaannya Mukadimah Strategi Mengusir Penjajah Makna Negara Islam dan sikap terhadap permasalahan Palestina. Memimpin Dunia 564 . Mendirikan Khilafah.

Sikap Jamaah Terhadap Individu dan organisasi-organisasi Yang Berbuat Untuk Kebaikan dan agama Islam.Urgensi Khilafah dan bagaimana mendirikannya kembali Fase-fase utama untuk mewujudkan tujuan Contoh dan Model Jawaban terhadap klaim bahwa Barat telah mengepung kita Bagaimana mewujudkan Ustaziyatul 'Alam (kepemimpinan dunia) Umat Islam dan Perang peradaban Asas tegaknya kesatuan internasional Peran yang dapat kita lakukan Bab XI Penjelasan seputar Sikap Dakwah dan Politik Jamaah Seputar permasalah propaganda. Jama'ah Ikhwan mendukung segala seruan untuk perbaikan Jamaah membaca Konstelasi Politik dengan baik Permusuhan terhadap Dakwah. dan Apakah Jaminannya Prinsip Kami Menghadapi Permusuhan dan Persaingan Politik Ikhwan dan Sejarah Reformasi Mesir Bentuk-bentuk Proyek Perbaikan Model Perbaikan Hukum dan Perundang-udangan Tuntutan Perbaikan Undang-undang Pemilu Seputar Koordinasi dan Aliansi Persimpangan Jalan Urgensi Pengamanan terhadap Dakwah Imam Syahid dan pembentukan partai-partai Tentang Aktivitas POlitik Sikap Jamaah terhadap mazhab-mazhab dan aliran-aliran Partner Negara dan sikap terhadap orang-orang asing 565 . Institusi dan Anggotanya Persaudaraan dalam Perspektif Ikhwan Tipe Banyak Tanya dan Kritis terhadap Dakwah Rekayasa Kata-kata dan Istilah Sanggahan terhadap Klaim Monopoli. mengumumkan aktivitas dan nama.

Penutup Referensi dan Daftar Pustaka Daftar Isi 566 .