        Judul Asli: Manhaj Ishlâh wa Al Taghyîr ‘Inda Jamâ’atil Ikhwân Al Muslimîn Dirâsatan fi Rasâil

al Imâm al Syahîd Judul Terjemah: Konsep Reformasi Dalam Perspektif Ikhwanul Muslimin Studi Pembelajaran Terhadap Risalah Pergerakan Imam Syahid Hasan Al Banna Penerbit: Daruttauzi’i Wa Al Nasyr al Islamy Cetakan Pertama Tahun 2006 Penulis: DR. Muhammad Abdurrahman Mursy Ramadan

Pengantar: Ir. Muhammad Khairat Syatir Kata Pengantar Ir. Muhammad Khairat Syatir Konsep dakwah yang dibawa oleh Imam Syahid Hasan Al Banna adalah konsep dakwah yang komprehensif dan universal, yang mencakup seluruh sudut pemahaman Islam dan mampu menjawab realiti kehidupan nyata. Ia seperti sinar fajar pagi yang menyingkap tabir pekat yang menutupi kehidupan umat Islam, ia benar-benar adalah Pembaharu Islam abad ke- 20. Imam Syahid mampu mencantumkan pemahaman terhadap nilai-nilai Al Quran dan petunjuk Rasulullah Saw, secara benar dan menyeluruh dengan pembacaan dan renungannya yang mendalam terhadap fakta-fakta sejarah
1

dan sunah Allah dalam menempatkan sebuah kekuasaan atau kewujudan di muka bumi, termasuk kemampuannya untuk melihat secara fleksibel dan saksama realiti kehidupan umat Islam, mengesan penyakit umat dan mengetahui cara penyembuhannya serta skala keutamaannya. Sebelum kedatangan Imam Syahid, sebenarnya telah banyak dilakukan usaha- usaha perbaikan dan reformasi di tubuh umat, namun usaha- usaha tersebut cenderung hanya sementara dan jangka pendek. Beberapa diantaranya belum membawa konsep pemahaman Islam yang benar- benar menyeluruh, atau pemahaman yang mendalam terhadap realiti kehidupan, atau tidak menjaga sunah (ketentuan) Allah dalam proses penetapan kewujudan, atau kerana terjadinya penyelewengan seiring dengan pergantian zaman, atau kerana perpindahan ke generasi berikutnya dan generasi itu tak mampu memikulnya, atau kerana reaksi-reaksi yang terhad atau teori serta simbol-simbol hampa tanpa adanya bangunan dakwah yang kuat dan gerakan yang terus menerus. Kaedah ilmu yang dibawa Imam Syahid sangat khas, kaedah tersebut mampu mengubah teori dan mimpi-mimpi menjadi kenyataan yang nyata, hal ini kemudian disokong dengan kemampuannya dalam mengorganisasi dan mengatur secara baik, yang membuatnya mampu –dengan izin Allahmemimpin dan mendirikan sebuah jamaah yang membawa panji-panji Islam, dengan asas yang kuat yang tak mudah hilang dan dihancurkan. Bangunan yang kuat dan berkesinambungan ini menunjukkan sebagian dari mahakarya Imam Syahid Hasan Al Banna. Suatu hari dia pernah ditanyakan suatu hal, “Mengapa anda tidak menulis ilmu yang luarbiasa ini dan melahirkan buku-buku? Dia menjawab, “Sesungguhnya aku membina dan menciptakan para pejuang yang membawa kebenaran.” Imam Syahid Hasan Al Banna adalah orang pertama yang menyedari keadaan reality kehidupan umat, dia mengetahui kadar kerosakan yang dideritai masyarakat, serta kadar kemunduran yang dideritanya. Kerosakan umat tidak hanya terhad pada runtuhnya kekhalifahan dan hilangnya
2

persatuan umat, permasalahannya tidak hanya terhad pada penjajahan tentera asing terhadap negeri-negeri muslim, atau terhad pada kemunduran teknologi dalam segala bidang. Untuk pertama kalinya keadaan kemunduran umat telah sampai pada titik sifar yang sangat membahayakan. Umat dan tapak penyokongnya telah berada jauh di luar kawasan keberadaan dan kewujudannya. Permasalahannya telah sampai pada titik-titik penting dan asas dasar berdirinya sebuah masyarakat dan negara. Masalah di tubuh umat tidak akan dapat dihilangkan dengan perbaikan yang hanya sebahagian, atau pembinaan semula pada beberapa aspeknya sahaja, atau hanya dengan melakukan reformasi di sebagian bidang-bidangnya dan dengan menggunakan suntikan-suntikan penenang; masalah umat jauh lebih dalam dari semua ini. Keadaan umat telah sampai kepada lubang pertama dalam proses pembinaan dan pembelaannya, negara Islam telah sirna sama sekali, kekuasaannya yang hakiki telah hilang untuk pertama kalinya sejak pendirian negara Islam di Madinah. Oleh kerana itu projek kebangkitan dan rekonstruksi harus dimulakan sesuai dengan langkah-langkah yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Bermula dengan pembinaan peribadi muslim secara individu, lalu pembinaan keluarga, pembinaan komuniti muslim hingga pembinaan sebuah masyarakat, sampai akhirnya tiba pada fasa penetapan keberadaan dan pendirian sebuah negara dan terus berlanjutan hingga memimpin dunia seisinya. Pengetahuan Imam Syahid terhadap keadaan realiti umat yang begitu mendalam, jelas dan terperinci, membuatnya mampu –dengan izin Allahmenciptakan sebuah konsep praktikal dengan beberapa fasa dan dengan tujuan dan sasaran yang saling berkaitan, serta mengarah kepada langkahlangkah yang ditempuh Rasulullah Saw. ketika memulai dakwah Islam yang pertama dan asas negara yang menjadi model dan teladan. Imam Syahid memiliki kebijaksanaan berpolitik dan fleksibiliti yang luarbiasa dalam menghadapi krisis dan rancangan- rancangan jahat, oleh kerana itu tidak ada jalan lain bagi para penyeru kebatilan selain membunuh dan melenyapkannya. Mereka lupa bahwa bahawa dakwah yang dipimpinnya
3

akan terus berlanjutan, dan sesungguhnya itu adalah dakwah Allah yang akan terus maju dan mendapat kemenangan dengan izin Allah. Dia (Imam Syahid) –semoga Allah meridhainya-, sangat memelihara salafiyah dakwah, dengan mengikuti sunah dan tidak membuat bid’ah, dengan pemahaman yang sungguh mendalam terhadap Islam dan sunnah Rasulullah Saw. Dia berkali-kali mengulang dan menegaskan hal ini di dalam risalahnya, dia menulis dalam risalahnya ‘Ila Ayyi Syai-in Nad’u an Nâs’ dengan mengatakan, “Wahai kaum, sesungguhnya kami berdakwah kepada kalian dengan Al Quran di tangan kanan dan Sunnah di tangan kiri, dan perbuatan para Salaful Ummah dari umat ini merupakan sumber kekuatan kami, kami mengajak kalian kepada Islam, nilai-nilai Islam, hukum dan petunjuk Islam.” Dan diantara perkara yang sangat dijaga oleh Imam Syahid Hasan Al Banna dalam membangunkan jemaah dan membentuk personaliti seorang al akh muslim adalah implementasi rukun Tajarrud (menyucikan diri) dan tidak bergantung kepada seseorang tokoh atau lembaga, namun seharusnya ikatan seorang al akh yang hakiki dan kesetiaan tertingginya hanya kepada Allah -azza wajalla-. Ketika Imam Syahid menghadiri sebuah majlis yang besar, salah seorang peserta yang hadir berdiri menyambutnya dan member tabik kepada beliau – hal ini sebagaimana dilakukan kepada setiap pembesar dan pemimpin politik – namun Hasan Al Banna menolak perlakuan tersebut dan tidak mendiamkannya, dia berkata, “Sesungguhnya hari dimana diserukan nama Hasan Al Banna tidak akan pernah terjadi, seharusnya seruan kita adalah, “Allah ghayatuna (Allah tujuan kami), Al Rasul Dza’imuna (Rasulullah pemimpin kami), Al Quran Dusturuna (Al Quran pedoman kami), Al Jihad Sabiluna (Jihad adalah jalan juang kami), Al Maut fi Sabilillah asma amanina (Mati di jalan Allah adalah Cita-cita kami tertinggi), Allah Maha Besar dan pujian kesempurnaan hanya milik Allah.

4

Dia juga menegaskan di dalam risalah ta’lim, “Setiap orang diambil dan ditolak perkataannya, kecuali al Ma’shum Rasulllah Saw., dan setiap yang datang dari salaful Ummah –semoga Allah meredhai mereka-, yang sesuai dengan kitabullah dan sunnah Rasulullah, maka kami akan menerimanya.” Sesungguhnya personaliti Imam Syahid merupakan contoh dalam hal ini. Sebahagian Ikhwan mendebatkan dan memberikan pendapat terhadap idea dan pemikiran-pemikirannya, sebahagian yang lain berbeza atau bahkan menegurnya. Dia juga berkata, “Sesungguhnya keikhlasan adalah dasar sebuah kejayaan dan sesungguhnya ditangan Allah-lah semua urusan. Sesungguhnya para pendahulu kalian yang mulia tidak mencapai kemenangan kecuali dengan kekuatan iman mereka, kesucian jiwa dan kebersihan diri, serta keikhlasan hati dan amal mereka dari ikatan apapun atau fikiran. Mereka menjadikan segala sesuatu bersesuaian dengan nilai-nilai keikhlasan tersebut, sehingga jiwa mereka menyatu dengan akidah, dan akidah mereka menyatu dengan jiwa-jiwa mereka. Merekalah sesungguhnya gagasan itu, dan gagasan itulah mereka. Jika kalian demikian maka fikirkanlah, sesungguhnya Allah mengilhamkan kepada kalian kecerdasan dan kebenaran, maka amalkanlah dan sesungguhnya Allah membantu kalian dengan kekuatan dan kejayaan, namun jika diantara kalian ada yang menghidap penyakit hati, yang tujuan hidupnya berpenyakit, yang kehilangan harapan dan keinginan, yang memiliki luka masa lalu, maka keluarkanlah dia dari barisan kalian, kerana sesungguhnya dia adalah penghalang turunnya rahmat, yang terkurung tanpa ada taufik (petunjuk).” Sesungguhnya Ikhwan –sebagaimana yang dibina oleh Hasan Al Banna dengan nilai-nilai Islam-, tidak mengidolakan seseorang dan tidak menyembah mereka. Mereka mengetahui benar kedudukan para tokoh dan menempatkan mereka pada tempatnya secara wajar, dan selalu menjaga adab-adab Islam dan petunjuk Rasulullah Saw. dalam melakukan interaksi dengan para pemimpin dan imam mereka.

5

Imam Syahid Hasan Al Banna –semoga Allah meridhai mereka-, meyakini kebenaran jalan yang dilaluinya dan kebenaran manhaj, serta dengan pertolongan Allah –azza wajalla- terhadap dakwahya. Dia menjelajahi buana menyerukan agama Allah, menyedarkan jutaan manusia dari kelalaian, dan dia diikuti oleh banyak lapisan masyarakat. Dia pernah bertemu dengan seseorang yang bertanya kepadanya, “Adakah engkau akan melihat buah kemenangan dari usaha yang engkau lakukan? Imam Syahid menjawab dengan tenang dan penuh keyakinan, “Kemenangan itu tidak akan terlihat di generasiku dan digenerasimu, tapi akan tampak di generasi yang akan datang.” Imam Syahid memberikan perincian yang jelas tentang tugas dan peranan seorang muslim serta persiapan yang harus dimiliki, dia mengatakan, (“Tugas kita adalah memimpin dunia dan memberikan petunjuk kepada manusia seluruhnya kepada aturan Islam yang benar dan ajaran-ajarannya yang tiada ajaran lain yang dapat membahagiakan manusia selain ajaranajarannya.” Dakwah kita adalah, keimanan yang mendalam, kuat dan yang paling abadi ..

• •

Kepada Allah, pertolongan dan kemenangan dari-Nya Kepada pemimpin Rasulullah Saw., kejujuran dan amanahnya Kepada manhaj, keistimewaan dan kelayakannya Kepada persaudaraan, kewajipan dan kesuciaannya Kepada balasan, kebesaran, dan kemuliaannya Kepada diri mereka sendiri .. mereka adalah sebuah jamaah yang diberikan kekuatan untuk menyelamatkan dunia seisinya.”)

• •

Imam Syahid sangat member perhatian kepada pemuda, dan berjaya menjadikan mereka sebagai darah segar yang mengalir di tubuh umat Islam, yang mampu membangkitkan dan menggerakkannya. Di akhir kehidupannya, sekitar dua minggu sebelum kesyahidannya,

-keadaan pada saat itu sangat genting-, salah seorang berkata, “Wahai
6

Ustadz, banyak berita yang tersebar tentang engkau, dan tentang apa yang terjadi terhadap engkau. Imam Syahid berkata, “Apa yang akan terjadi? Adakah pembunuhan? Sesungguhnya kami mengetahui bahawa perkara itu adalah kesyahidan, dan itu adalah cita-cita kami. Seseorang bertanya lagi, “Bagaimana dengan dakwah? Imam menjawab, “Aku telah menyelesaikan tugasku dan aku telah meninggalkan para rijal (pejuang) dan aku melihat mereka dengan mataku bahawa mereka benar-benar rijal, maka aku akan mati dengan penuh ketenangan, dan yang aku inginkan adalah mati sebagai syahid.” Cita-cita itu benar-benar terwujud, dia mendapatkan syahadah. Setiap orang yang mempelajari pemikiran Imam Hasan Al Banna, maka dia akan mendapati bahawa fikiran-fikiran tokoh ini mempunyai ciri khas yang sangat sepadan dengan realiti kehidupan dan mengacu kepada dasar-dasar agama, yang jauh dari sikap berlebih-lebihan (ekstrimisme) maupun sifat meremehkan. Pemikiran-pemikirannya mampu bertahan dan berkomunikasi dengan alam fikiran manusia dan tidak dibenci oleh jiwa, pemikiranpemikiran yang diterima secara baik yang tidak mengenal kekerasan dan terorisme. Dasarnya berpijak kepada Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah Saw. serta amalan para ulama terdahulu yang soleh. Imam Al Banna adalah seorang pembaharu urusan agama ini pada masa dan generasinya, dia dan para pembaharu lainnya. Dia menyeru manusia untuk beriman kepada Allah dan kembali kepada ajaran Rasulullah Saw. Dia menempuh jalan yang pernah dijalani para ulama-ulama terdahulu. Dia menyeru dakwahnya dan mengembalikan konsep berfikir Islami yang benar yang berasaskan kepada: Pertama, Membebaskan akidah dari tipuan-tipuan kejumudan dan yang terkandung di dalamnya berupa khayalan dan syubhat, sebagai perbaikan penggambaran yang benar seorang muslim terhadap kewujudan alam semesta, manusia dan kehidupan, untuk mewujudkan keseimbangan dan keadilan, agar akidah (keyakinan) dapat memberikan pengaruh dalam melahirkan para pejuang, agar dapat melahirkan kembali personaliti muslim yang berakhlak yang pernah dibangun dan dibina Rasulullah Saw. di Darul
7

Arqam bin Abi Arqam. Kemudian membangun dengan personaliti- personality ini –baik lelaki mahupun wanita- batu bata yang akan menyusun sebuah keluarga yang nantinya mampu melahirkan para pejuang, yang menciptakan sebuah umat yang berdiri di atas budi pekerti dan akhlak yang mulia sebelum ia berdiri di atas sebuah negara. Kedua, menyucikan akal seorang muslim dari fikiran-fikiran yang terpecahbelah terhadap Islam, kerana hal itu hanya akan memperbesarkan perbezaan dalam masalah-masalah furu’ dan separa- separa, dan meniadakan pola berfikir yang universal terhadap Islam. Ketiga, Menghancurkan kejumudan yang dialami oleh akal akibat ditutupnya pintu ijtihad, yang sebenarnya mematikan kecerdasan untuk menciptakan dan member pandangan dan akhirnya menjatuhkannya pada lubang taklid buta yang tercela. Ini juga menghalangi umat Islam menikmati penyelesaianpenyelesaian konsep pemikiran dalam Islam terhadap problematika dan permasalahan hari ini yang jauh dari alam berfikir yang banyak bertentangan dengan ketetapan prinsip-prinsip agama. Maka untuk mengembalikan konsep berfikir yang baik dan benar, diperlukan sebuah bingkai pandangan yang universal terhadap Islam, -dan pandangan ini dimiliki oleh Imam Hasan Al Banna-, dan yang dimiliki oleh para pendahulunya, iaitu para pejuang yang mengambil ajaran ini dari konsep yang diajarkan Rasulullah Saw.. Dengan konsep tersebut, mereka kemudian membangunkan sebuah tamadun , mendirikan sebuah pemerintahan, dan merekapun memimpin tamadun di muka bumi. Ia adalah sebuah konsep yang sempurna dan universal yang mengajak saudara-saudaranya ikut bersama menjadi sebahagian untuk membangun sebuah jama’ah, yang memberikan darah dan jiwanya untuk menegakkan kalimat Allah di muka bumi, dan membuat panji-panji kejahatan menjadi hina dan tercela, demikian juga yang dilakukan oleh Imam Al Banna. Jama’ah Ikhwanul Muslimin membawa konsep pemahaman ini, dan menyeru kepadanya. Ia teguh menahan akibatnya demi mempasakkan nilai tersebut di
8

tengah masyarakat. Telah berapa banyak pejuang yang gugur demi memperjuangkannya? Imam Syahid Hasan Al Banna adalah yang paling hadapan dalam Jama’ah Ikhwanul Muslimin yang membuktikan pengorbanan tersebut – semoga Allah membalas apa yang telah dia berikan untuk Umat Islam dengan balasan yang sebaik-baiknya-. Telah berapa banyak darah yang ditumpahkan? Sudah berapa banyak anak-anak menjadi yatim? Telah berapa banyak wanita yang kehilangan anaknya? –Kita menabungnya menjadi kebaikan di akhirat-, Hingga pemahaman benar-benar terpasak kuat dan menjadi sesuatu yang lumrah yang tidak ada perbezaan di dalamnya, walau dengan banyaknya fitnah dan ujian serta tersebarnya syubhat dan tuduhantuduhan palsu dan bantahan. Apa yang dibawa oleh Imam Hasan Al Banna adalah sebuah pembaharuan, walaupun sebenarnya Imam Syahid hanya memperbaharui sesuatu yang lama yang hampir dilupakan. Kecelaruan yang dihadapi umat tidaklah semudah seperti yang diyakini oleh sebahagian orang. Apa yang telah merasuki fikiran berupa kemelut, kebingungan dan pencerobohan pemikiran, pada gilirannya akan menghalang terwujudnya tujuan yang hendak dicapai, dan menghalang misi yang dibela. Permasalahan ini tidak mungkin disembuhkan dalam waktu sehari semalam, atau dengan penyampaian kuliah dari seorang pakar, atau dengan pelajaran di beberapa tempat dari seorang pemikir muslim, ataupun dengan nasihat-nasihat secara kerap dari salah seorang ulama tersohor, atau dengan lembaran-lembaran yang diedarkan kemudian hilang tanpa kesan seiring berakhirnya bacaan, atau dengan buku-buku yang dihafal teks atau naskahnya. Ia sesungguhnya adalah penderitaan yang telah berlangsung lama, yang memerlukan tarbiyah dan usaha yang gigih, agar kita dapat mewarisi para rijal (pejuang) bukan mewarisi buku saja, kerana kita ingin mendirikan agama yang tegak di atasnya negara dan tamadun, serta menyedarkan umat yang akan memimpin dunia. Sesungguhnya manhaj yang mampu melahirkan para pejuang dan yang mampu memenuhi ikrarnya kepada Allah, memerlukan beberapa hal berikut, Pemahaman yang benar (Al Fahm Al Shahih), pembentukan yang sangat cermat, keimanan, ketulusan cinta, pengorganisasian yang rapi, agar kita
9

dapat membuat jalinan jama’ah yang di serukan Allah dengan panggilan, “wahai orang-orang yang beriman,” iaitu orang-orang yang sentiasa memiliki hubungan yang baik dengan Allah. Agar mereka menjadi ahli ibadah terlebih dahulu sebelum menjadi pemimpin, maka dengan ibadah mereka akan dihantarkan untuk memimpin dengan sebaik-sebaiknya, hal itu tentunya dilakukan dengan manhaj yang jelas, amalan yang terus menerus, budi pekerti yang tinggi, nafas yang panjang, kesabaran dengan sebaiksebaiknya, nasihat kebaikan, perbincangan yang bijak, dan kesedaran, serta evaluasi yang sangat cermat. Mengapa demikian? Kerana manhaj perbaikan apapun yang digunakan untuk keperluan manusia, dan dakwah kebenaran apapun yang idea dasar dan pemahamannya tidak bersandar pada nilai-nilai ini, dan tidak menurut Al Quran dan Sunnah Rasulullah Saw. maka ia adalah dakwah yang rapuh dan akan tercabut akarnya dari permukaan bumi. Namun jika ia bersatu dengan sumber gizi, kekuatan dan kehidupannya maka akarnya tertancap kuat dan dahannya menjulang ke langit dan akan memberikan buah di setiap waktu dengan izin Allah. Imam Hasan Al Banna telah menjelaskan nilai-nilai ini dengan sangat jelas tanpa ada kesamaran dan keraguan, baik dari segi kejelasan idea, kesatuan pandangan dan etika, kesatuan target dan tujuan dan kesatuan visi serta kesamaan untuk prasarana yang mewujudkannya. dan Imam Hasan Al Banna untuk mengetahui bahawa masyarakat sangat memerlukan penjelasan pemahaman memperkemaskan gerakan, penjelasan pandangan menyamakan barisan, serta penjelasan idea agar dapat berjalan secara benar dan mewujudkan cita-cita yang diharapkan. Kita sangat menghargai budaya dialog, perbincangan dan bertukar

pandangan .. Kami katakan kepada mereka yang berbeza pendapat dengan kami,  Ertinya: “Marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu .. “ (Q.S Ali Imran: 65)   

10

Kepada mereka yang mendebat kami, kami katakan,              Ertinya: “Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar. “ (Q.S Al Baqarah: 111) Kepada mereka yang membangkang, kami katakan:             Ertinya: “Dan Sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata. “ (Q.S Saba: 24) Kerana sesungguhnya syiar setiap da’I yang meyerukan agama Allah adalah,        Ertinya: “Serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, ..” (Q.S Al Baqarah: 83) Buat para penyeru dakwah Islam yang berbeza pandangan dengan kami, maka kami katakan kepada mereka, “Mari kita saling tolong menolong dalam perkara yang kita sepakati dan saling memberitahu dan memaafkan dalam perkara-perkara yang tidak kita sepakati.” Namun jika mereka mengabaikan seruan itu, maka kami akan katakan, “Semoga keselamatan selalu dilimpahkan kepada kalian dan kami tidak menginginkan apapun kecuali ikatan cinta kerana Allah. “ Kajian dalam buku ini memaparkan pandangan yang jelas dan menyeluruh terhadap manhaj perubahan dan konsep merealisasikan tujuantujuannya. Di dalamnya juga terdapat jawapan terhadap pertanyaanpertanyaan yang banyak diutarakan, serta penjelasan permasalahan yang banyak mengandungi perbezaan, mahupun perbedaan pikiran. Ini merupakan

11

Ini merupakan tambahan rujukan yang ditulis dan diedarkan oleh aktivis dakwah Ikhwan. penulisnya adalah salah seorang yang dibina dalam barisan dakwah. Muhammad Khairat Syathir Wakil Mursyid ‘Am Ikhwanul Muslimin Pendahuluan Pendahuluan Sepanjang perjalanan sejarah. namun bersilih ganti masa sinarnya meredup dan padam.langkah serius yang dilakukan untuk menjelaskan pandangan dan manhaj dakwah Ikhwanul Muslimin serta tujuan-tujuannya. Dan kita mengagungkan seseorang yang merupakan hak Allah. Mula-mula cahayanya terang benderang selama beberapa waktu. kumpulan. Ramadan 1426 H/Oktober 2005 IR. atau arusnya berubah dan 12 . Cairo. menyandang dan teguh di atas prinsip-prinsip jama’ah.kumpulan penyeru perbaikan lahir dan berkembang subur. atau menyimpang dari prinsip-prinsipnya. untuk menjelaskan dakwah mereka dan menjawab syubhat-syubhat.

Perubahan dan kelemahan pada kumpulan. 13 . meskipun harus berhadapan dengan beragam ujian dan konspirasi. serta pelbagai rintangan. dia tetap berjalan di atas prinsip-prinsip dan misi yang diperjuangkannya.kumpulan tersebut kita saksikan terjadi setelah satu atau dua generasi berikutnya atau setelah terjadinya rentetan peristiwa tragis yang menimpa. dan bahkan berada di penjaga terdepan di medan perjuangan antara Islam dan kebatilan. untuk kembali mengembalikan kemuliaan Islam di persada bumi. Dengan izin Allah dia menjadi harapan baru bagi umat Islam di Timur dan Barat. Kita melihat hal itu dengan penuh keyakinan. Namun sekarang kita berada di hadapan dakwah Ikhwanul Muslimin yang didirikan oleh Imam Syahid Hasan Al Banna – kita berbaik sangka dengan mengatakan beliau gugur sebagai syahid.benar mengetahui bahawa hal itu terwujud tiada lain adalah berkat izin Allah.. dan kitapun benar. iaitu tarbiyah. berjalan di atas jalan dan manhaj yang sama. Kita juga mengetahui kekuatan pembangunan yang menjadi batu asas dakwah ini. kurnia dan pengawalan-Nya terhadap kelangsungan dakwah ini. kemudian gugur syahid pada usia yang masih muda tahun 1949 M . Kita melihat ada sesuatu yang berbeza . tekanan dan penyeksaan. tidak ada perubahan dan penyimpangan. dan akhirnya ia menjadi memori di halaman sejarah.akhirnya dikendalikan oleh peristiwa dan perkembangan zaman. dan persiapan para rijal di dalam jama’ah melalui pembinaan yang dilakukan Imam Syahid Hasan Al Banna dan generasi pertama dakwah ini. padam apinya atau koyak layarnya. Setelah berlalu beberapa generasi dan menyatu bersama dakwah ini. pada bulan Dzulqa’dah 1347 H/ Maret 1928 M. walaupun kita sebenarnya tidak berhak memastikan kesucian seseorang di atas ketentuan Allah-. usianya waku itu sekitar 22 tahun. Kita melihat dakwahnya begitu kuat dan tegar.. dakwahnya mengalir selama lebih kurang 77 tahun.

agar kita dapat memahami secara lebih dekat pemahaman Imam Syahid secara menyeluruh..Kajian ini merupakan kumpulan risalah-risalah Imam Syahid dan beberapa penyampaiannya yang asalnya adalah sebuah usaha persendirian yang tentunya terdapat kebenaran dan kekeliruan. beliau telah menulis dan menyampaikan seruan kepada para da’I dengan pemahamannya yang mendalam terhadap Al Quran dan Sunnah Rasulullah Saw. Dengan kajian ini kita dapat mengetahui konsep Imam Syahid dalam perbaikan dan perubahan serta target tertinggi yang ingin dicapai dengan dakwah yang diserukannya. Islam dan keluarganya. Dengan menitikberatkan kajian terhadap tulisan-tulisan Imam Syahid. terhadap sunnah perubahan di alam semesta. hal ini untuk menambah penjelasan dan perincian dari risalah-risalahnya. Dalam pembahasan ini juga terdapat pengulangan ucapan-ucapan Imam Syahid di beberapa bab dan fasal. Semoga Allah memberikan ganjaran setimpal terhadap apa yang telah dia persembahkan untuk kita. 14 . saya lebih memilih mengulang ucapanucapannya berbanding memberikan isyarat kepada pembaca untuk merujuk kepada perkataan-perkataannya. kami juga berupaya untuk mengumpulkan perkataan-perkataan Imam yang terpisahpisah ke dalam sebuah tema atau pembahasan. rentetan peristiwa dan pengalaman-pengalaman dakwah sebelumnya. kami juga mengambil beberapa bagian dari muruid-murid beliau.kata Imam Syahid. hal ini dimaksudkan untuk mempermudahkan para pembaca untuk memahami makna-makna yang terkandung dalam bab tersebut. Selain memperbanyakkan pengulangan kata. Warisan berharga yang telah ditinggalkan oleh Imam Syahid ini sangat memerlukan kajian-kajian intensif dan pembahasan. bukan untuk membatasi atau mempersempit cakerawala berfikir.

dan berkenan memberikan doa untuk kebaikan. Ramadan 1426 H/ Oktober 2005 Penulis Dr. Muhammad Abdurrahman al Mursy Ramadan 15 .Saya juga berharap kepada para pembaca untuk bertoleransi dan memaklumkan jika menemui perbezaan-perbezaan dan kekeliruan di dalam buku ini. Wallahu min warâ-il Qashdi wa huwa yahdi al sabîl Manshurah.

dan membimbing mereka menuju dakwah kami. Semuanya terang. Hal. Bahkan lebih terang dari sinar mentari. keistimewaan dan ciri khas Dakwah Mengenal Konsep Dakwah Ikhwanul Muslimin Pertama. Dasar pemikiran Dakwah Islam adalah Projek Kebangkitan: Imam Syahid1 berkata di dalam risalahnya ‘Dakwah kami’: “Kami ingin berterus terang kepada semua orang tentang tujuan kami. lebih jelas dari cahaya fajar..kabur.. Kami memahami Islam dengan pemahaman yang luas dan integral. Halangan dan inisiatif kejayaan Keempat.Bab I Mengenal Konsep Dakwah Ikhwanul Muslimin Pertama. 2 Kutipan ringkas dari Majmu’atu Rasa-il Imam Syahid Hasan al Banna. Di sini tidak ada yang samar dan kabur. ia tidak terbatas untuk perkara-perkara ibadah atau kerohanian .17 16 . Dasar pemikiran Kedua. yang sejatinya mengatur seluruh urusan dunia dan akhirat. “2 1 kita berbaik sangka dengan mengatakan beliau gugur sebagai syahid. Realiti Ketiga. Dakwatuna .16. memaparkan di hadapan mereka kaedah kami. walaupun kita sebenarnya tidak berhak memastikan kesucian seseorang di atas ketentuan Allah. sementara keimanan yang bersemayam di dalam jiwa Ikhwanul Muslimin adalah keimanan yang kuat membara. dan lebih benderang dari putihnya siang.” Perbezaan antara kami dan kaum kami – setelah persamaan keimananbahawa mereka memiliki keimanan yang statik dan cepat tertidur. 13.

Muktamar al Khamis. mengikuti kaedah para sahabat. serta sangat menjaga keaslian rujukannya kepada Islam yang suci dan jernih sebagaimana yang dibawa oleh Rasulullah Saw. Ia disampaikan secara terbuka dan tidak ditutup-tutupi atau dirahsiakan. “jalannya adalah sufiyah. usaha penyembuhan dan kaedahnya: “Ia adalah Dakwah salafiyah. penyakit dan penyebabnya.semaksimum mungkin sesuai dengan kemampuan mereka. Rabithah ‘Ilmiyah tsaqafiyah. fasa. dan menjaga identitinya. dan syiarsyiarnya sangat jelas dan terperinci. Tidak pula panjang lebar dan berbasa-basi. hakikat sufiyah3. Fikrah ijtima’iyah. kejernihan hati.Sesungguhnya dakwah. mahhabah fillah. dan keterikatan kepada kebaikan. dan ulamaulama terdahulu –semoga Allah meredhai mereka-. dan tidak mengatakan. atau memiliki sifat tanpa sifat yang lain. mentarbiyah bangsa agar memilih izzah. 17 . Dasar dan rujukannya adalah Islam. dan tujuannya adalah Allah –azza wa jalla-. Ia mengenal jalan yang dilaluinya secara jelas. Jama’ah Riyadhiyah: kerana mereka sangat memerhatikan masalah fizikal dan sangat memahami bahawa seorang mukmin yang kuat itu lebih baik daripada seorang mukmin yang lemah. celupannya Islam.. Sebagaimana dakwah mampu mewujudkan dan mencakup seluruh aspeknya dengan segenap realisasi amal dan sifat-sifat dakwah Islam. Tidak ada kesangsian dan keraguan. Thariqah Suniyah: kerana mereka membawa jiwa untuk beramal dengan sunah yang suci-khususnya dalam masalah akidah dan ibadah.”4 3 Teliti perkataan Imam Syahid. hai’ah siyasiyah.” 4 Risalah. amal yang berterusan. dan seluruh tujuannya. Dakwah ini juga sangat menguasai secara mendalam keadaan dan realiti kehidupan umat serta bahaya dan halangan yang dihadapinya. Syarikah Iqtishadiyah. Jama’ah riyadhiyah. Hai’ah Siyasiyah: kerana mereka menuntut perbaikan dari dalam terhadap hukum pemerintahan. meluruskan persepsi yang berkaitan dengan hubungan umat Islam terhadap bangsa-bangsa lain diluar negara. kaedah. berpaling dari ketergantungan kepada makhluk. Thariqah suniyah. cadangan. 123 Dakwah salafiyah: Kerana mereka berdakwah untuk mengajak kembali (bersama Islam) kepada sumbernya yang jernih dari kitab Allah dan sunah Rasul-Nya. “hakikatnya adalah hakikat sufiyah”. dan seluruh segmen perbaikan. Hakikat Sufiyah: kerana mereka memahami bahawa asas kebaikan adalah kesucian jiwa. hal. ia tidak terbatas hanya pada satu aspek tanpa aspek yang lain.

Dengan ungkapan yang lain sesungguhnya kita membawa. sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah. Pentj.                                                                              Rabithah ‘Ilmiyah tsaqafiyah: kerana Islam menjadikan thalabul ‘ilmi sebagai kewajipan bagi setiap muslim dan muslimah. Syarikah Iqtishadiyah: kerana Islam sangat memerhatikan pemerolehan harta dan pembahagiannya. Ia merupakan projek yang berkaitan erat dengan peranan umat Islam di dalam kehidupan. Ini bermakna bahawa sesungguhnya kami bukan hanya parti politik yang dimiliki sebuah komuniti muslim yang memiliki misi memperbaiki Islam. namun lebih dari itu kami memiliki sebuah projek perbaikan Islami yang merupakan bahagian yang tidak terlepas dari rekonstruksi (celupan) Islam yang menyeluruh yang dengannya kita mendapatkan celupan serta obsesi yang kita miliki. 18 . “Projek dakwah Islam sesuai dengan dengan manhaj nabawi” untuk kebangkitan umat.

tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. ruku'lah kamu. dia (Allah) Telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu[993].. yang tidak dihalangi oleh batas-batas geografi.. aturan dan manhaj yang tidak dibatasi oleh wilayah tertentu. kerana hal itu semua dapat dipergunakan oleh tujuan-tujuan tertentu.baik penolong. Al Ustadz Musthafa Masyhur. Maka Dirikanlah sembahyang. serta dalam waktu yang tertentu pula. walaupun amal-amal kebaikan dan sosial merupakan target terbesar kami. Maka dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik. dan kami bukanlah kelab sukan.S Al Hajj: 57-58)5 Imam Syahid berkata: “Wahai Ikhwanul Muslimin. dan kami bukanlah lembaga sosial kemasyarakatan. dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini. walaupun bersukan secara fizikal dan rohani menjadi salah satu bahagian terpenting dalam dakwah kami. kami bukanlah parti politik. dia Telah memilih kamu dan dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. sementara kami wahai umat manusia adalah fikrah dan akidah. ia tidak akan berhenti pada sebuah urusan sehingga Allah 5 Risalah Wudhu al Ru’yah. dan tidak dibatasi oleh jenis tertentu. sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan. supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. sujudlah kamu.              “Hai orang-orang yang beriman. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. 4 19 . “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenarbenarnya. dia adalah Pelindungmu. hal.” (Q. walaupun politik yang bersendikan ajaran Islam merupakan inti fikrah kami. Kami bukanlah bentuk-bentuk yang disebutkan di atas. wahai seluruh umat manusia . supaya kamu mendapat kemenangan.

mewariskan bumi dan seluruh isinya. serta batasan-batasan yang benar dapat diwujudkan. universalitasi manhaj dan pembentukannya. serta tidak terdapat penyelewengan dari prinsip-prinsip Islam dan akidah yang benar.”6 Walaupun dakwah ini tidak terhad pada parti politik atau lembaga sosial kemasyarakatan.usaha konsitusi dan perjuangan hukum. kelab. atau tidak terbatas pada hal itu saja. atau sebuah lembaga yang memiliki tujuan-tujuan tertentu. serta merupakan manhaj RasulNya yang dipercayai. selama tujuan dan target-targetnya jelas dan terperinci. Maka janganlah merasa kecil dengan diri kalian sendiri sehingga kalian membandingkannya dengan orang-orang selain kalian. serta melakukan kerjasama dengan orang lain dalam mewujudkan target-target tersebut.halangan yang dihadapinya sebagai usaha untuk menyebarkan dakwah serta mewujudkan misi-misi Islam dan menerjemahkan nilai-nilai keIslaman ke dalam masyarakat.kelab sukan dan parti politik (yang memiliki ideologi Islam di dalam konsep dasarnya atau memiliki kaedah perbaikan tertentu. Semua langkahlangkah ini merupakan usaha yang akan membantu dakwah serta menjadi langkah untuk mengaspirasikan target tertentu dari gerakan dakwah dan tidak bertentangan dengan konsep universaliti dakwah dan prinsippsinsipnya yang tetap. Dan tentunya ia tidak menjadi sesuatu yang menggantikan jama’ah. Maka sudah selayaknya ia mendirikan lembaga-lembaga kebaikan dan sosial. “Ini adalah posisi kalian. sesungguhnya ia adalah hukum dari Allah Yang Maha Mencipta alam semesta. Sebagaimana ia juga mampu berjalan dan memainkan peranan dan tugasnya dengan usaha. hal. Atau kalian melakukan dakwah di atas jalan kaum bukan 6 Risalah Al Ikhwan tahta Rayat Al Quran (Risalah Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran) . namun dakwah tetap memanfaatkan lembaga-lembaga ini dan halangan. Dalam menghadapi rintangan-rintangan ini maka nama dan simbol tidak menjadi begitu penting. atau parti politik yang mampu menyampaikan misi jama’ah dan aspirasi politiknya).197 20 .

69 21 . “(Keyakinan yang kuat bahawasanya redha Allah Swt. kita harus membaiki yang pecah.”7 Obsesi. terutama sesuai dengan pemahaman yang benar terhadap Islam sebagaimana yang disebutkan dalam Risalah Ta’alim secara khusus dan di dalam rukun pertama ‘Al Fahm’ secara khusus. menjadikan kita wajib melakukan amalamal kolektif untuk menunaikan kewajipan-kewajipan syariah secara umum serta untuk meninggikan kalimat Allah Swt.198 8 Risalah: Hal Nahnu Qaumum ‘Amaliyyun? (Apakah Kita Para Aktivis)? hal. ((“Melakukan amal-amal untuk meninggikan 7 Risalah: Al Ikhwan tahta Rayat Al Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). menyambung yang terputus. dan hendaknya kerja-kerja kolektif – termasuk jama’ah. kita dapat meringkaskan misi-misi jama’ah yang ingin diwujudkan adalah. Misi dan Tujuan Obsesi yang sebenarnya dalam menghidupkan dakwah tercermin dalam. Keperluan kita terhadap jama’ah akan terus berlaku kewajipankewajipan yang menjadi dasar kewajipannya masih ada).”8 Dengan demikian. serta kita harus menyelamatkan umat dari bahaya yang mengancamnya.tidak menjadi tujuan atau usaha. Dan hendaknya obsesi ini menjadi dasar yang mendorong realisasi amalamal kolektif tumbuh dari tapak ibadah. di muka bumi. namun ia merupakan kewajipan. membangunkan peradaban dan mengajarkan agama kita. hal.muslim atau kalian berupaya untuk melakukan penyeimbangan antara dakwah yang kalian ambil cahayanya dari Allah dan Rasul-nya dengan yang dakwah-dakwah lain yang banyak dilperbolehkan oleh kondisi-kondisi darurat. serta pemenuhan kewajiban pada hari perhitungan. menyelamatkan diri dan anakanak kita.” Imam Syahid telah memberikan isyarat tentang fasa yang sedang dihadapi oleh umat dan ini menjadi sebuah kewajipan baginya: “Telah tiba saatnya kita harus menghadapi kekeliruan masa lalu. mengembalikan keperkasaan dan kemuliaan yang kita miliki. dan akhirnya lenyap bersama peredaran peristiwa dan hari.

Membebaskan negeri dari seluruh penguasa asing 22 .kalimat Allah di muka bumi.S Al Anfal: 39) Hal itu dilakukan dengan kebangkitan bersama umat Islam. Rumah tangga Islami 3. umat yang adil dan pilihan[95] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu …” (Q.”) Target-target tersebut diatas dapat diringkaskan dalam beberapa hal berikut ini: 1.                     Ertinya: “Dan demikian (pula) kami Telah menjadikan kamu (umat Islam). Masyarakat muslim 4.S Al Baqarah: 143) Dan saling tolong menolong sesama muslim untuk melaksanakan tugas dan kewajipan-kewajipan syariat yang dibebankan kepada kita. Pembentuk individu muslim 2. supaya jangan ada fitnah[611] dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah …” (Q.              Ertinya: “Dan perangilah mereka. agar nilai-nilai Islam dan syariatnya menjadi hukum tertinggi dan menguasai satu perempat dunia. agar ia mampu memimpin dunia dan menjalankan peranannya sebagai saksi terhadap alam semesta.

3. menyampaikannya kepada masyarakat dengan cara yang baik serta sesuai dengan konteks masa kini. Memimpin dunia dengan menyebarkan dakwah Islam di satu perempat dunia. beliau berkata: “Tujuan dan target kalian adalah target-target Islam yang hanif.5. Memperbaiki pemahaman kaum muslimin terhadap agama mereka dan menjelaskan tentang dakwah Al Quran. Menghimpun kaum muslimin secara amali kedalam prinsipprinsip Islam dengan khidmat dari memperbaharui kepada kehebatan dan dan pengaruhnya di dalam jiwa. Seseorang tidak akan berasa memiliki kehormatan. mendirikan khilafah yang hilang dan mengembalikan wilayah-wilayah Islam yang dirampas. dan kemuliaan. oleh kerana itu ia tidak melupakan perbaikan menjadi aspek ekonomi Islam utama dan yang tidak akan meremehkan mengukuhkan kewangan. kecuali jika dia dapat menikmati rasa kenyang. agar kebaikan dan keindahannya dapat diungkap serta menjawab syubhat-syubhat dan kebatilan. 2. adapun maksud-maksudnya adalah: 1. serta memberikan sokongan untuk kebaikan dan manfaat umum dalam pelbagai bentuk. mewujudkan persatuan dan kesatuan. Imam Syahid menjelaskan tujuan-tujuan dakwah dan pelaksanaannya dalam kaedah. membersihkannya kebodohan. Islam sangat mengambil berat aspek ini. 4. bahagian bahkan menempatkannya 23 . tidak bergantung kepada orang lain. dan dapat mencukupkan keperluan hidupnya sehari-hari. Mengembalikan kewujudan negara Islam Antarabangsa untuk seluruh umat Islam dengan membebaskan negeri-negeri mereka. Memberikan masyarakat penyakit.keadah praktikal yang menerangkan tentang maksudmaksudnya. kefakiran. 7. Mendirikan pemerintahan Islam dan mengadakan perbaikan 6.

negara-negara Arab dan negara-negara Islam dengan seluruh wilayah bahagiannya dari tangan orang asing.seperti membebaskan lembah Nil. 5. berfirman:                  Ertinya: “Dan kami tidak mengutus kamu. Sehingga dapat meningkatkan sosial merapatkan jurang kelas-kelas masyarakat serta menenangkan setiap individu masyarakat terhadap dirinya sendiri. atau pada satu kawasan tanpa kawasan yang lain. melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Adalah tidak dapat dielakkan jika sebahagian dari tujuan-tujuan kalian –sebagai dakwah Islam yang benar dan menyeluruh. Syaratnya adalah kebebasan dan kemerdekaan sepenuhnya. kerabat dan putera-puteri mereka. hukum dan ajaranajarannya. Dakwah Islam yang hanif tidak terbatas pada satu bangsa tanpa bangsa yang lain.S Saba: 28) 24 . 6. 7.” (Q. Jika tujuan-tujuan ini tidak dapat diwujudkan kecuali dengan berdirinya sebuah negara. maka sudah seharusnya kita meminta hak untuk mendirikan sebuah pemerintahan Islam yang mengambil berat nilai-nilai. sesungguhnya Allah Swt. tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui.persatuan status dan kesatuan dan umat. Terjaminnya rasa keadilan sosial secara benar dan terpenuhinya peluang yang sama bagi setiap individu. baik secara individu mahupun secara kolektif.

             Ertinya: “Maha Suci Allah yang Telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya. serta memberikannya kepada mereka.S Ibrahim: 1) Ini adalah dasar pertama aspek rohani dan amal yang diletakkan di bumi ini sebagai medium penyatuan dunia. tak selembar rambutpun yang keluar dari batasan tersebut.” (Q. agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. Dan hendaknya dakwah kalian wahai saudara-saudaraku tercinta mengusahakan agar terciptanya perdamaian dunia dan pembinaan kehidupan baru untuk manusia. Itulan tujuan dan target dakwah kalian. mengagungkan prinsip dan ajaran-ajarannya kepada mereka.” (Q. laam raa. (Ini adalah) Kitab yang kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gelita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka. 25 . dengan menunjukkan kepada mereka kebaikan dan keindahan agama kalian.S Al Furqan: 1)                              Ertinya: “Alif. (iaitu) menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. semuanya bersumber dari nilai-nilai Islam yang hanif.

ah tidak mengejutkan merupakan akumulasi masalah yang selama ini bersarang di 9 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah).tentangan. ia bahkan harus menghadapi kesulitan dan tentangan. serta pengenalan terhadap bentuk-bentuk tentangan agar dakwah dapat berjalan sesuai dengan petunjuk dan pengetahuan. yang adal. dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk.                Ertinya: “Segala puji bagi Allah yang Telah menunjukkan kami kepada (syurga) ini. yang menuntut ketegaran. jalan-jalannya dipenuhi duri. “ (Q. -ia harus berhadapan dengan realiti kehidupan umat yang sangat sukar. Begitupula halnya dengan dakwah Ikhwanul Muslimin. Keadaan dakwah Islam di abad kontemporari sebagaimana dakwah-dakwah penyeru perbaikan lainnya yang dipimpin oleh para Nabi –semoga selawat dan salam tercurahkan kepada mereka semua. hal.S Al A’raf: 43)9 Kedua.tidak mendapat ruang yang dapat membantu mempermudahkan realisasi amal-amalnya. Seorang da’i sudah semestinya mengetahui cirri. dan keikhlasan semata-mata hanya kepada Allah.ciri jalan dakwah yang panjang dan sulit yang senantiasa memerlukan kesungguhan dan perjuangan. peluh dan darah. Realiti Ciri Fasa Dakwah dan Hakikat Perselisihan: Jelasnya pandangan dalam tujuan dan target dakwah tidak akan sempurna kecuali dengan jelasnya pandangan dalam melihat cirri. 249 26 .ciri dakwah dan hakikat perselisihan.

3. dan budi pekerti mereka. Bentuk-bentuknya sebagai berikut: 1. kadar beban yang akan dipikulnya. berupa keruntuhan dan jauhnya umat dari tuntunan Allah dan pelaksanaan syariat Allah. dan memenjarakan pemahaman keIslaman hanya sebatas ibadah dan rutin spiritual sahaja serta beberapa akhlak dan budi pekerti. 4. 5. dan solat berjemaah di masjid serta ibadah-ibadah yang lain. b. dan memberikan alternatif baru berupa konsep dan nilai-nilai dari luar masyarakat muslim. Hilangnya refleksi ibadah dari akhlak dan budi pekerti. yang kemudian mendapat sambutan dan sokongan dari dalam mahupun dari luar kawasan. serta adanya permusuhan dan kebencian di antara mereka. 2. rintangan yang berada di jalannya serta perwatakan musuh yang akan dihadapinya. Keterasingan Para ulama tradisional dan orang-orang selain mereka terhadap nilai-nilai ajaran Islam. puasa. Keberadaan kelompok-kelompok dan pemikiran menyimpang dari pemahaman Islam dan akidah yang sesungguhnya. Kemerosotan keadaan masyarakat dan lembaga-lembaga perbaikannya. seperti: 1. Dimana kita menemui ramai orang yang sangat menjaga dan memelihara ibadah solat lima waktu. ia mengenal benar keadaan ini. Kepelbagaian kaedah dan gagasan para penyeru dakwah Islam. namun rutin spiritual tersebut tidak memberikan pengaruh yang ketara terhadap akhlak. 27 . Diantara halangan. yang menyerang nilai-nilai dasar Islam. Keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap Islam serta ketidak tahuan mereka terhadap dakwah Ikhwanul Muslimin.halangan tersebut: a.tengah masyarakat. Penyelewengan dan kejumudan. kekacauan dan dominasi musuh terhadap umat-. fikiran yang jumud dan berlembut di hadapan kemodenan. Disibukkan dengan perkara-perkara yang furu’ (cabang) dalam Islam dan hal-hal yang memecahkan persatuan umat.

serta tidak adanya penghormatan terhadap undang-undang. berupa kesungguhan. 3. Hilangnya obsesi dan tujuan-tujuan nasionalisme serta kemerosotan semangat. statik serta lemahnya keperibadian yang baik dan produktif. dan memberikan kepercayaan mereka kepada para pemimpin tersebut. ekonomi. lalu merekapun bertindak sewenang. cita-cita untuk mengalahkan egoisme. Masyarakat terpedaya oleh para Dajjal dan penipu dari para panglima dan pemimpin. Reaksi yang muncul dari keterpedayaan ini adalah lahirnya rasa curiga dan kebencian masyarakat terhadap para da’i. Dominasi yang organisasi-organisasi memanfaatkan perosak terhadap aset-aset ini untuk kerajaan yang bekerjasama dengan kekuatan tertentu dari luar. Melekatnya adat dan kebiasaan buruk yang diwarisi dari generasi ke generasi. kemajuan. 4. Leburnya keperibadian muslim di tengah masyarakat dan lemahnya aset-aset kemanusiaan dari unsur-unsur yang mencetuskan kejayaan. Lenyapnya kebebasan politik dan sirnanya perasaan dan aspirasi rakyat. 6. c. termasuk kemunduran keilmuan dan peradaban sehingga membuat kita cenderung mengikuti (apa saja) tanpa mengenal kebebasan. 4. serta tersebarnya iklim diktatorisme politik di dalam pemerintahan.2. 3. 5. media dan lain sebagainya. bekerja kekuatan-kekuatan 28 . keterbatasan. Rosaknya hukum dan lenyapnya iklim politik yang sihat Gambarannya antara lain: 1. hukum. 2. perpecahan. kontradiksi dan tumpangtindih satu sama lain. Kemerosotan peranan lembaga-lembaga kemasyarakatan. saling mencela. Tersebarnya kerosakan dan para perosak serta pencuri yang melahap harta rakyat tanpa pengawasan dan perhitungan. Rosaknya Undang-undang. yang menyimpang dari dasar dan prinsip-prinsip ajaran Islam. keberanian.wenangnya. baik dalam bidang pendidikan.

penghasut. Perpecahan dan perseteruan antara negara-negara Islam. 6. Situasi masyarakat bahkan telah sampai pada tahap hilangnya pusat dan unsur-unsur pembangun masyarakat dan umat serta lenyapnya kepemimpinan yang hakiki terhadap agama Allah di muka bumi. Konspirasi luar yang berasal dari pelbagai kekuatan penjajah asing terhadap Islam dan kaum muslimin. menghulurkan tangannya untuk menyakiti serta melakukan pendekatan dan bekerjasama dengan para penguasa. 3.masalah lainnya yang sengaja diciptakan oleh para penjajah. Konspirasi dari dalam dan luar negeri terhadap dakwah Islam dan umat.cita tinggi serta kaum munafik di dalam setiap segi kehidupan yang berupaya melumpuhkan dakwah. Kewujudan para pendengki. yang kemudian menjadikannya sebagai alat dan usaha untuk melumpuhkan kebangkitan Islam dan umat. Hilangnya penerapan yang benar dan menyeluruh terhadap syariat Islam. serta adanya usaha untuk menjauhkan nilai-nilainya dari kehidupan masyarakat dan umat manusia. d. orang-orang yang bercita. serta mengalahkan kekuatan dan pengaruh apapun yang membahayakan posisinya di kerusi pemerintahan. Bentuk-bentuknya antara lain.mengukuhkan kedudukannya di tengah rakyat. dan konflik dalam negeri setiap kawasan. 5. bagi mewujudkan citacita dan keinginan mereka mendapatkan keuntungan dari negara-negara Islam di dunia. Pendirian negara Israel di jantung negara Arab merupakan sebahagian dari rantai konspirasi tersebut. Hal ini menjadikan kerosakannya semakin kritikal 29 . serta masalah. 2. Kekuatan atheisme dan konspirasi terhadap Islam yang berasal dari kelompok-kelompok tertentu di masyarakat yang berupaya melakukan penghancuran dan menjauhkan masyarakat dari nilainilai keIslaman. 1. 4.

Perubahan dan perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh dan melakukan langkah-langkah bertahap sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. maka akan menyangka bahawa perseteruan yang terjadi berjalan tidak seimbang. • Di bidang ekonomi. 30 .benarnya. Jika melihat kemajuan pembangunan fizikal yang dimiliki musuh-musuh Islam terhadap kaum muslimin: • • Terdapat kesempatan besar untuk menguasai sebab-sebab kekuatan ketenteraan antara kaum muslimin dan musuh-musuhnya. namun sesungguhnya mereka tidak memiliki autonomi dalam ekonomi dan sebenarnya mereka tidak menguasai dan memiliki kekayaan negerinya dengan kepemilikan yang sebenar.dan tidak mungkin diperbaiki secara sebahagiannya saja. Kerana itu mereka akan terus menggempur umat Islam hingga dapat menaklukkannya. Di pentas politik. walaupun umat Islam telah menikmati kekayaan alam negerinya yang melimpah ruah. sesungguhnya untuk melihat jarak besar antara kita (umat Islam) dengan musuh-musuh agama ini bukanlah sesuatu yang sukar. musuh-musuh Islam bahkan menganggap Islam sebagai musuh pertama yang ditakuti.ternyata tidak memiliki kebebasan dan kekuatan untuk menetapkan keputusan sendiri. Siapa saja yang meneliti perseteruan antara umat Islam dan musuhmusuhnya yang berasal dari luar. potensi dan kekuatan umat Islam tetap diperhitungkan. kerana mereka mengetahui benar bahwa mereka belum menemui pertempuran dan perseteruan yang sebenarbenarnya sampai sekarang dan belum mampu melumpuhkannya. Sebenarnya kita sedang didera oleh ekonomi yang tidak autonomi. Walaupun demikian. kewujudan politik yang menghimpun kaum muslimin –di seluruh hamparan muka bumi. • Di bidang keilmuan (konsep) dan praktikal.

keluarga dan masyarakat. Musuh-musuh Islam benar-benar mengetahui bahawa setiap muslim masih berpotensi dan berpeluang membawa Islam secara sempurna pada suatu hari. kelimuan. “Dari sini tampaklah refleksi keIslaman yang kuat. tempat pertempuran sebenaryang dijadikan musuh sebagai medan melakukan gempuran terhadap Islam adalah medan kewujudan muslim. namun mereka juga memasukkan rasa takut ke dalam jiwa umat Islam. Dengan demikian. dengan hanya mendapatkan kesempatan. maka pertempuran yang sesungguhnya adalah terhadap: Pembentukan individu dan masyarakat muslim. ekonomi dan lain-lain. namun ia kerap berhadapan dengan rintangan jika wujudnya seorang muslim yang benar-benar memegang komitmen keIslaman di waktu yang lain. maka kemudian mereka membuat lubang pada wadah (keperibadian muslim) agar tidak dapat digunakan untuk memelihara nilainilai keIslaman dan tidak mampu bergerak ke masa depan. Nama-nama yang digunakan 31 . dengan akhlak dan kebiasaan-kebiasaannya. Sesungguhnya medan pertempuran antara kita dengan mereka adalah perwatakan. Oleh kerana itu. baik secara individu. pembinaan dan pembentukan (sibghah) Islami. ciri khas. politik. yang penuh. cemerlang dan deras di pelbagai segmen kehidupan Mesir. musuh-musuh Islam telah mampu menyingkirkan refleksi keIslaman individu dan masyarakat muslim. Sesungguhnya musuh senantiasa berupaya melakukan kerosakan terhadap kewujudan muslim dan melenyapkan dari dirinya sendi-sendi rukun Islam dan menggantikannya dengan nilai-nilai yang lain.Dalam kadar tertentu. Musuh-musuh Islam tidak puas hanya dengan ruang peradaban di bidang ketenteraan. Namun ketika mereka merasakan kegagalan dalam usahanya mengeluarkan muslim dari agamanya. Imam Syahid menjelaskan tentang keadaan umat dan masyarakat.

Inilah sebenarnya penyakit umat.menggunakan bahasa Arab. seluruhnya merupakan kebenaran. dan memisahkannya dari urusan-urusan kehidupan duniawi. kita hidup dengan kehidupan yang bergoncang dan saling berselisihan. perpecahan –semoga memusnahkannya-. darinya terdengar seruan kebenaran setiap pagi dan petang. kemewahan dan kesenangan. masjid-masjid yang besar ini disebutkan di dalamnya nama Allah. hal. Kita kemudian memenjarakan kekuasaan Islam di dalam hati dan tempat-tempat ibadah. permainan dan pelbagai kenikmatan yang melenakan. tidak berani menghadapi kebenaran dan lari ketika penyembuhan. menjalani merebaknya terapi budaya mementingkan serta diri sendiri berbanding Allah kepentingan umum. “Lemahnya akhlak dan kehilangan teladan tertinggi. Dengan begitu. yang akhirnya membuatkan kita berusaha mengubah keadaan kita dan mencelupnya dengan celupan Eropah. Gempuran ini telah memberikan pengaruh yang sangat besar.”10 Imam Syahid menggambarkan penyakit yang semakin kritikal dalam tubuh umat. yang tak pernah kita kenal sebelumnya. harta. sehingga kita kagum dan tunduk di hadapannya. Hal. beliau mengatakan. bahasanya Arab.. 238 Risalah: Al Mu’tamar al Khamis (Muktamar Ke V). 152 32 . kita memiliki perasaan yang tidak bergetar seperti getarnya terhadap Islam dan apa yang berhubungan dengan Islam.” Namun ketamadunan Barat telah menggempur kita dengan gempuran yang kuat dan luar biasa melalui ilmu pengetahuan. politik. serta menjauhkannya satu sama lain dengan jarak yang sangat jauh. dan merobohkan naungan pemikiran Islam tentang kehidupan sosial masyarakat Mesir dalam pelbagai bidang.”11 10 11 Risalah: Dakwatuna fi Thaur Jadid (Dakwah kami di zaman baru) . Kehidupan Barat dengan segala gemerlap dan fitnahnya serta dengan segala tampilan kekuatan fizikal berupaya menguasai dan mendominasi di seluruh sudut kehidupan kita.

atau sebagai alasan ketika kita gagal melaksanakan tugas. dan tidak pula meremehkan permasalahannya. Asas utamanya adalah sebesar mana kekuatan kita berpegang teguh terhadap manhaj dan tujuan-tujuan Islam. seperti alat dan para hakim yang menjual akhirat mereka dengan dunia. Untuk itu Islam harus diperangi. iaitu tidak berlebihan menghadapi pengaruh dan marabahaya ancaman musuh dari luar ini. Maka jangan jadikan ancaman musuh dari luar ini sebagai lilin untuk menutupi kesalahan dan kekurangan kita. kita harus mengambil jalan pertengahan. yang terbit pada 30 Juni 2005 M.• Sesungguhnya permusuhan Barat dan Zionis terhadap dunia Islam – atau dengan projek kebangkitan Islam-. Sesungguhnya dakwah yang kita serukan adalah dakwah rabbani yang mempunyai sumber dan mendapat pertolongan dari Allah Sang Pemilik semesta.target utama mereka adalah perlawanan terhadap nilai-nilai keIslaman yang lengkap dan peradabannya yang sempurna. Moro Berger mengatakan di dalam bukunya ‘Quwaa al Syar al Mutahâlifah’. “Rasa takut terhadap Arab dan perhatian kami terhadap bangsa Arab bukan kerana minyak dan gas yang dimiliki Arab. namun disebabkan Islam. kerana kekuatan Arab bertaut erat dengan kekuatan Islam. Musuh-musuh Islam berkerjasama bersama orang-orang bodoh dan mereka yang tertipu dari kaum muslimin.”12 Namun bahaya luar ini tidak berbentuk titik yang sangat berbahaya atau ancaman yang luarbiasa terhadap Islam. dengan tetap meyakini adanya musuh dan peranan mereka. Untuk dihancurkan tanpa persatuan bangsa Arab yang merupakan kunci kekuatan Arab. hal. 16 33 . yang diatur oleh keseimbangan dan sunnah Allah di dalam perubahan dan penempatan. Untuk itu. untuk melenyapkan jati diri dan 12 Dikutip dari Akhbar Afaq Arabiyyah. sekuat mana kekuatan barisan kita serta ketegaran di atas visi dan misinya. keperkasaan dan penyebarannya. tidak hanya matlamat ekonomi atau perdagangan –walaupun ini merupakan bagian dari matlamat mereka.

Kaki tangan mereka ini tiada lain adalah talitali yang mereka miliki yang dikhayalkan di hadapan kita seolah-olah benda hidup. krisis ekonomi dan sosial. pendidikan. Mereka juga menggunakan kaki tangannya dari beberapa kawasan dan daerah untuk memerangi kita. maka pandangan yang kami miliki sangat jelas ketika kami bertekad untuk melakukan jihad dan perjuangan di medan pertempuran yang sebenarnya. Dan mereka menggunakan segala macam cara dan kemudahan. Jika kita mendapatkan kemenangan sebagaimana yang kita harapkan untuk umat berupa kebaikan dan hidayah maka itulah yang kita peroleh. 2. dan hal itu berkat kekuatan dan pertolongan Allah. telah sampai pada tahap menjual akhirat secara fizikal dengan dunia. Imam Syahid mengatakan: 1.usaha penyempitan gerakan atau semakin besarnya jarak antara cita-cita dan realiti yang kita hadapi. medan tarbiyah. Tentang kewajiban dakwah dan dengan hasil apapun. Sesungguhnya dakwah adalah sebuah kewajipan yang berada di bahu kita. Atau dengan ungkapan yang lain. baik secara teori mahupun praktikal untuk mewujudkan kebatilan mereka dengan melalui media. Untuk itu. maka cukuplah bagi kita menjadi jambatan yang akan menghubungkan dakwah dan petunjuk ini kepada mereka yang memiliki kekuatan yang lebih besar untuk melakukan misi dakwah ini. Jika tidak. iaitu dunia orang-orang bodoh dan para pemimpin. adapun tangan-tangan keji yang digunakan musuh untuk melawan kita yang merupakan perpanjangan dari kekuatan mereka. atau menjadikan hal ini sebagai alasan untuk meninggalkan dakwah. tidak seharusnya kita lemah dan putus asa. cukuplah bagi kita menjadi rantai 34 . Tentang Kewajipan Dakwah Walaupun kita dikepung oleh usaha.. pembentukan diri dan pemeliharaan identiti muslim.identiti muslim dan penghancuran terhadap proses pembentukan peribadiperibadi muslim.

dan sesungguhnya Allah selalu bersama kalian. hal.”14 Beliau berkata. dan sampaikan berita gembira. yang tertinggi adalah yang pertama. sesungguhnya masa depan adalah milik kalian. Sementara 13 Dari Makalah: Al Dakwah Ila Allah. Seorang da’i. Dikutip dari buku. jika dia melakukan dakwah maka dia telah menunaikan kewajipannya dan akan mendapat pahala dari Allah. dan tidak ada keraguan dalam hal itu jika syarat-syaratnya telah dipenuhi. Majalah Dakwah. yang kedua adalah untuk mendapatkan pahala di akhirat. dan tidak menerima alasan ataupun belas kasihan. 246 35 . untuk menjelaskan kepada kita tentang kewajipan dakwah yang tak mungkin ditinggalkan kecuali memenuhinya. persiapkan dakwah.” (Q. “Sesungguhnya seorang da’I bekerja untuk menunaikan kewajipannya merupakan hal yang pertama. lalu menunaikan amanah dan melakukan apa yang menjadi kewajipan. Vol. Renungkanglah firman Allah dalam Al Quran:           Ertinya: “Mereka menjawab: "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu. persiapkanlah diri kalian.13 Imam Syahid juga mengatakan kepada Ikhwan. Al Imam Syahid Hasan Al Banna.82 Februari 1999. dan supaya mereka bertakwa. “Ingatlah nikmat Allah yang telah diberikan-Nya kepada kalian. maka cukuplah bagi kita meminta maaf kepada Allah.antara penyeru dakwah yang telah mendahului kita dengan generasi yang akan datang berikutnya. 3. dan Dia tak akan meninggalkan usaha kalian. karya Fuad Al Hajarsi. dan yang ketiga untuk memberikan sumbangan. 14 Risalah Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemuan Ketua-ketua Wilayah). Jika hal itupun tidak mampu kita lakukan. Imam Syahid.S Al A’raf: 164) • Demikianlah tiga tingkatan yang menjadi tujuan dakwah.

karakteristik setiap fasa. Suatu waktu kesempatan datang dan tak diperhitungkan yang membuat pekerjaannya membuahkan hasil yang lebih berkat.untuk manfaat. Rintangan-rintangan tersebut tergambar dalam tiga usaha berikut17: 1. baik dalam proses pembentukan individu mahupun masyarakat muslim. Musthafa Masyhur. Hal. maka dia akan menerima dosa atas kelalaian tersebut dan dia kehilangan kesempatan mendapatkan pahala jihad dan tentu tidak dapat memberikan sumbangan. dan menentukan targetnya. 20 (rangkuman) 36 . hal. Pada fasa ini. dimana seorang muslim harus mengetahui tujuannya. 15 16 17 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). Usaha- usaha memasukkan dan projek Barat secara dan Zionis umat.merupakan halangan terbesar yang akan kita hadapi. berbeza jika dia memilih berhenti meninggalkan pekerjaan.54 Risalah: Da'watuna (Dakwah kami). untuk serta dalam mewujudkan melakukan kebiasaan projek-projek menguasai aset-aset perubahan keseluruhan bidang ekonomi. Adapun mereka yang dilanda kelalaian dan kebingungan.”15 Beliau juga berkata. 2. maka urusannya kembali kepada Allah. maka bukanlah termasuk jalan orang-orang mukmin. politik dan sosial kemasyarakatan. hal. hati-hati yang lengah. dan hakikat perselisihan –sebagaimana yang kita sebutkan sebelumnya. dakwah menghadapi pelbagai rintangan di setiap tahap. “Telah tiba waktunya.19. permainan dan gurauan. Sejumlah usaha untuk melemahkan peranan kepemimpinan gerakan Islam antarabangsa.”16 Ketiga: Halangan dan Faktor-Faktor Kejayaan Halangan dan rintangan yang dihadapi dakwah: Realiti di lapangan dakwah. dan hendaknya dia berupaya untuk mewujudkan target-targetnya tersebut hingga dia sampai kepada tujuan yang diinginkan.15 Risalah: Wudhuh Ru'yah .

Kalian akan menemui di hadapan kalian pelbagai beban berat.” “Kalian masih belum dikenali.3. kalian akan berhadapan dengan bermacam halangan.. karya Ibnu Hisyam 37 . Dan kalian akan menemui bagaimana para ulama dan orang-orang yang tampak berkomitmen tinggi memegang nilai-nilai Islam masih berasa 18 Dikutip dari sirah nabawiyah. serta target-target dakwah. berkata. Rintangan yang ada di jalan dakwah kita: “Aku ingin berterus terang kepada kalian. maka pada saat itulah sebenarnya kalian telah menempuh perjalanan para da’i. “Tiada seorangpun yang membawa risalah sepertimana yang engkau bawa. Usaha untuk menyingkirkan kita dari penyebaran pengaruh dalam masyarakat serta menghapuskan peranan umat Islam dari seluruh sektor awam di kawasan masing.. bahawasanya dakwah yang kalian serukan masih sangat asing di kebanyakan masyarakat. dan kalian akan bersiap-siap memenuhi tuntutan dakwah untuk berjihad dan berjuang.masing. duhai seandainya aku dapat bersama mendampingimu ketika engkau diusir oleh kaummu. dan kalian masih mudah menyerukan dakwah. “Apakah mereka akan mengeluarkannya? Warawah menjawab. Waraqah berkata kepada Rasulullah Saw.”Dia adalah malaikat yang turun kepada Nabi Musa.” “Kebodohan penduduk negeri terhadap hakikat Islam akan menjadi halangan di hadapan dakwah yang kalian serukan.”18 Imam Syahid menjelaskan halangan dan rintangan yang akan dihadapi oleh para da’i.” Nabi Muhammad Saw. Penyingkiran ini sama seperti sebagaimana yang dikatakan oleh Waraqah bin Naufal ketika peristiwa turunnya wahyu kepada Rasulullah Saw. melainkan akan diusir oleh kaumnya. maka kalian akan menerima dendam dan permusuhan. Dan pada hari di mana mereka mengetahui dan mengenal tujuan.

dan tangan-tangan yang terjulur kepada mereka dengan permintaan. serta kepada kalian dengan penganiyaan dan permusuhan. pembesar negeri dan para pemilik kekuasaan akan mendengki kalian. Orang-orang tersebut akan berupaya menutup setiap peluang kebangkitan kalian dan mematikan cahaya dakwah kalian... Seluruh pemerintah akan berdiri di hadapan kalian dengan sikap yang sama.. dan setiap pemerintah tersebut akan berupaya melumpuhkan kegiatan kalian dan akan meletakkan rintangan di jalan kalian. Untuk melakukan hal itu mereka memanfaatkan pemerintahan yang lemah... akhlak yang semakin runtuh. dan menunjukkannya kepada manusia dalam bentuk yang sangat buruk.                    38 . Orang-orang akan menunjukkan jarinya kepada kalian di sekitar dakwah yang kalian bawa dengan debu-debu syubhat dan tuduhan-tuduhan yang keji..asing dan takjub terhadap pemahaman Islam yang kalian bawa dan mereka akan mengingkari jihad kalian.. Para pemimpin.. Mereka akan berupaya mencari celah-celah kekurangan. dengan menggunakan kekuatan yang mereka miliki serta harta dan kekayaan yang mereka miliki.

Apakah kalian tetap bertahan untuk menjadi para penolong agama Allah?” 19 Yang mulia. kalian akan ditangkap dan dijerumuskan ke dalam penjara.ucapan) mereka.S AL Ankabut:2) Akan tetapi setelah ujian dan fitnah itu. Allah menjanjikan kepada kalian kemenangan untuk para pejuang serta ganjaran yang berlipat ganda untuk mereka yang berbuat kebaikan. firman Allah:              Ertinya: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami Telah beriman".kala akan berjalan cukup lama. kalian akan mendapatkan kesukaran dan kehilangan pekerjaan. Imam Syahid Hasan Al Banna menjelaskan bahawa jalan dakwah adalah jalan panjang yang dipenuhi perjuangan dan pengorbanan.. kalian akan dibuang negeri dan terusir. dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayanya. 109 39 . hal. walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.” (Q. Masa ujian yang menimpa kalian ini kadang. kesabaran dan ketegaran. sedang mereka tidak diuji lagi? (Q..S Al Taubah:32) Maka kalian akan masuk ke wilayah fitnah dan ujian. jalan ini merupakan jalan yang satu-satunya dan tidak ada jalan lain: 19 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). Walaupun demikian. dan rumah-rumah kalian akan digeledah.Ertinya: “Mereka berkemahuan memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan.

keyakinan dan harapan terhadap pertolongan Allah Swt. maka aku tidak menjadi sebahagian darinya dan sebaiknya dia keluar dari dakwah ini dan memilih jalan dakwah yang lain. • Imam Syahid telah menegaskan bahawa asas dasar dakwah dalam menghadapi rintangan. untuk kemenangan dakwah. pembinaan yang teliti. dan tidak akan meremehkan langkah-langkah dan fasa-fasa tersebut. diantaranya adalah keimanan yang mendalam. serta melakukan hubungan dan kerjasama dengan orang-orang ikhlas yang lain untuk menciptakan kemaslahatan dakwah dan mendorong perpaduan kalimat dan persatuan barisan masyarakat. dengan menguatkan komitmen terhadap rukun-rukun baiat pada setiap individu dalam barisan dakwah.“Jalan dakwah ini adalah jalan panjang. dan tugas yang berkesinambungan.” 20 Bekal Kita Menghadapi rintangan: • Ikhwanul Muslimin menghadapi rintangan-rintangan ini dengan perspektif yang menyeluruh dan kaedah yang komprehensif untuk perbaikan.. senantiasa berbaik sangka kepada Allah. namun tidak ada jalan lain yang menjadi pilihan. menjaga keseimbangan di seluruh fasa-fasanya. ia akan menempuh kaedah membangunkan bukan menghancurkan. 127 40 . 20 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).” Siapa saja yang ingin cepat menikmati buah sebelum masanya. yang akan melindunginya dari serangan musuh-musuh. dan yang akan menjadi sandaran dalam mewujudkan tujuan-tujuan dakwah. hal. pembinaan dan menghidupkan umat dan memaksimumkan potensi-potensi yang dimilikinya. atau ingin memetik kembang sebelum waktunya. • Kaedah Ikhwanul Muslimin dalam menciptakan perbaikan dalam masyarakat adalah memusatkan perhatiannya terhadap kesedaran setiap individu.

cita peribadi. Kekuatan keyakinan dan cita-cita. azam yang kuat dan benar. 4.• Titik tolak untuk mewujudkan hal ini adalah. kemurnian tujuan kita dan pertolongan dari Allah. dan perlunya manusia terhadapnya. Segala puji bagi Allah. Tunaikanlah kewajipan dan jauhi larangan-larangannya. 3. dan kami tidak bekerja kecuali untuk mendapatkan reda Allah Swt. dan jauh dari egoisme.” Beliau berkata. dan dengan melakukan tarbiyah yang tepat dan benar.”21 Imam Syahid menunjukkan beberapa sudut penting yang menjadi langkah kejayaan di hadapan tentangan-tentangan ini: 1. Hal ini merupakan langkah kejayaan yang tak mampu dihalangi oleh akibat dan rintangan. kedermawanan untuk melakukan pengorbanan. 69 41 . sehingga akan terwujudlah kesatuan barisan dan manhaj. dan kegagalan akan menyertai generasinya.punca kejayaan. kami tidak menginginkan apapun selain keredaan Allah dan kebaikan untuk manusia. ikatan dengan kitab-Nya yang mulia. maka tidak ada yang mampu mengalahkannya. Barangsiapa yang dimenangkan oleh Allah. sesungguhnya kami bebas dari cita. hal. maka dia akan kalah dalam urusannya. serta tetap maju walaupun di saat-saat lemah. keimanan kepada Allah. Sesungguhnya kami menunggununggu pertolongan dari Allah dan kemenangan dari-Nya. 21 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. Imam Syahid berkata. “Jika ada seorang muslim yang benar. maka janganlah engkau takut pada selain Allah dan merasa gentar pada selain-Nya. Namun jika menggunakan selain itu. maka padanya terdapat punca. 2. Kekuatan dakwah kita. Berimanlah kepada Allah dan banggalah dengan pengetahuan tentang-Nya serta bersandarlah kepada-Nya. “Tidak ada bekal apapun yang dimiliki umat dalam perjalanan berbahaya ini kecuali jiwa seorang mukmin.

Hiasi diri dengan sifat-sifat mulia dan sopan santun serta berpegang teguhlah dengan ketinggian akhlak. Bacalah Al Quran dan tadaburi makna-maknanya. keyakinan kepada Allah yang tak lemah.22 Imam Syahid berkata. dan bangga terhadap apa yang telah diberikan Allah kepadanya berupa keperkasaan dan kemuliaan orang-orang yang bertakwa. serta jiwa-jiwa yang bergembira pada hari pertemuannya dengan Allah sebagai syahid di jalan-Nya. 7. serta ingatlah selalu sirah perjalanan Rasulullah Saw. Jadilah orang-orang yang bekerja dan bukan orang-orang yang banyak berdebat. 9. kerana itu merupakan rahsia kekuatan dan kejayaan kalian. pengorbanan. Nantikan pertolongan dan kemenangan dari Allah. hal. amal yang tak berhenti. Dengar dan taatlah kepada pemimpin kalian dalam waktu senang dan sukar. maka tiada lain kerana mereka banyak berdebat. Sesungguhnya jika Allah menginginkan kebaikan untuk suatu kaum maka Dia akan memberikan mereka anugerah amalan (kesempatan untuk melakukan). hal. “Kami telah mempersiapkan diri untuk itu. pengorbanan jiwa 22 23 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Semalam dan Hari ini). usaha. 11. “Sesungguhnya dakwah kalian ini tidak akan mencapai kemenangan kecuali dengan jihad. dalam hal yang disukai mahupun yang tidak disukai. keimanan yang tak tergoncang. dan sesungguhnya Dia adalah sebaik-baik pemberi kemenangan.”23 Beliau berkata.5. Jadilah orang-orang yang kuat dengan budi pekerti mereka. 179 42 . sesungguhnya kesempatan tersebut akan datang tanpa ada keraguan. kerana hal itu adalah simbol fikrah kalian dan menjadi usaha penghubung antara kalian. 6. 109-111 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Tetaplah tegar hingga Allah memberikan kemenangan antara kalian dengan kaum. Berilah hadiah sesama kalian dan peliharalah ikatan di antara kalian. namun jika ada suatu kaum yang tersesat setelah mereka mendapatkan petunjuk. 10. 8.

194 25 Ibid 43 . sesungguhnya mereka tidak akan dapat melumpuhkan kalian.dan jihad adalah menjadi sebahagian dari persiapan kami. dan Allah tidak memperbaiki urusan kalian.”25 Imam Syahid juga mengatakan. Namun kalian akan dikalahkan dengan kekalahan yang sangat dahsyat dan kalian akan kehilangan semua kemudahan untuk mewujudkan kemenangan dengan sebab. “. tidak pula kerana lemahnya kelengkapan yang kalian miliki.” Namun jika kalian berpadu dalam satu hati menuju Allah Swt. kecuali sesuatu yang telah ditetapkan Allah. hal. “Saya telah dan masih selalu mengatakan hal ini kepada Ikhwan dalam setiap kesempatan bahawa sesungguhnya kalian tidak akan dikalahkan selamanya dengan sedikitnya jumlah kalian. serahkan roh-roh kalian.”24 Beliau berkata.. “Jika kalian merosakkan hati kalian. serta berjalan di atas jalan keredaan-Nya. dan bukan pula kerana konspirasi musuh terhadap kalian. walaupun seluruh penduduk bumi bersatu. dan tidak pula dengan besarnya jumlah musuh kalian. Allah firman:            Ertinya: 24 Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran).dan harta. dan berjihadlah di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. atau jika kalian tercerai. dan dalam ketaatan kepada-Nya.berai dan pendapat kalian berbeza.. maka berikanlah jiwa-jiwa kalian.

kesetiaan yang kuat yang tak dikotori oleh kepura-puraan dan pengkhianatan. peristiwa dan perubahan-perubahan ini dengan: “Kemahuan yang kuat yang tak tersentuh oleh kelemahan. dan –dengan izin Allah. padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya). Keimanan dan cinta menyatu menjadi satu 26 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). pengorbanan besar yang tak dihalangi oleh ketamakan dan kebakhilan. pahit. ukhuwah yang menyeluruh.S Ali Imran: 135)                    Ertinya: “Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah Kemudian mereka mati dalam keadaan kafir. dan janganlah (pula) kamu bersedih hati. 45 44 .” (Q.kita harus mendapatkan hak-hak kita dalam waktu yang singkat. perjuangan dengan perjuangan. atau tertipu dengan yang lain. hal. begitupula istiqamah terhadap manhaj kebenaran. perasaan yang mengumpulkan hatihati kita. dengan pengetahuan terhadap dasar perjuangan.”26 Begitupula halnya terhadap permasalahan bangsa dan usaha untuk mendapatkan kemerdekaan serta membebaskan diri dari penjajahan dan mampu mendapatkan kebebasan rakyat dan hak-hak mereka. berat dan berkesinambungan. arah yang benar menuju petunjuk kebaikan. dan hal ini tak mungkin dilakukan kecuali dengan persatuan.S Muhammad: 35) Kita menghadapi keadaan. Maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampun kepada mereka. “Diperlukan sebuah perjuangan yang panjang. jika kamu orang-orang yang beriman.” (Q. Imam Syahid berkata. keyakinan dan penghormatan terhadap dasar tersebut yang akan menjaga dari kesalahan dan penyelewengan. Pada hari dimana hal ini dapat dipenuhi maka tidak akan ada satupun rintangan di hadapan kita.“Janganlah kamu bersikap lemah.

walau dengan makanan puteraputeri mereka. alihkan arusnya. Oleh kerana itu mereka mengorbankan semua yang miliki untuk Allah.” “Dan nantikanlah saat kemenangan.. “Sesungguhnya medan kata-kata bukanlah medan khayalan.”27 “Kendalikan gejolak perasaan dengan pertimbangan. dan mintalah pertolongan sebahagiannya dengan sebahagian yang lain.pertimbangan akal.” “Jangan melanggar ketentuan alam. hal. kerana hal itu adalah sebuah kekalahan. dan itu adalah sesuatu yang sangat kita perlukan sekarang.” Sesungguhnya sejak hari mereka memikul beban dakwah ini mereka mengetahui sungguh bahawa dakwah tersebut paling tidak akan mengorbankan darah dan harta. sesungguhnya waktu kemenangan sudah semakin dekat. adakah mungkin ada jalan untuk mewujudkannya.” Imam Syahid juga berkata. “Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin tidak bakhil terhadap dakwah yang mereka pikul. 128 Ibid.kesatuan yang hakiki. namun tundukkanlah.”28 Beliau juga menjelaskan.. hal.. dan medan jihad bukanlah medan amal. gunakan. dan mereka memahami sungguh makna firman Allah dalam Al Quran:          27 28    Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). 186 45 . dan medan amal bukanlah medan kata-kata. cucuran darah dan harga kepentingan mereka.. dan medan jihad yang sebenar bukanlah medan jihad yang keliru. serta yang melimpah dari perbelanjaan mereka .

187 46 . sikap yang sebetulnya di hadapan rintang-rintangan ini adalah kita 29 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).                                  Ertinya: “Sesungguhnya Allah Telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu Telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang Telah kamu lakukan itu. hal. mereka berperang pada jalan Allah. dan Itulah kemenangan yang besar. dan kemudian menghasilkan hasil yang banyak.”29 Beliau berkata pada kesukaran. Injil dan Al Quran.S Al Taubah: 111) Mereka menerima jual beli tersebut dan memberikan dagangannya dengan penuh kerelaan jiwa. kemudian Allah menganugerahkan kepada mereka berkat bagi yang sedikit.” Mereka mencukupkan diri dengan yang mereka miliki atas apa yang dimiliki orang lain. dan meyakini bahawa sesungguhnya seluruh keutamaan hanya milik Allah.” (Q.kesukaran yang kita hadapi: “Wahai Ikhwan.

Beliau menyebutkan kewajipankewajipan di jalan dakwah.harus ingat bahawasanya kita berdakwah dengan dakwah Allah. Bahawa rukun-rukun tersebut tidak berhenti pada satu fasa. Dan siapakah yang lebih baik sibghahnya dari pada Allah? dan Hanya kepada-Nya-lah kami menyembah. dan seluruh yang ada di dalamnya memudahkan dan mempersiapkan jalannya. 30 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). Menjaga rukun-rukun tersebut dengan tidak menguranginya b. serta bertambah kekuatan dan pengaruhnya.109 47 .S Al Baqarah:138) Seluruh alam sangat memerlukan dakwah ini.”30 Faktor-faktor Kejayaan Dakwah: Imam Syahid menyampaikan tentang langkah.tiang penyokong dakwah yang benar yang tidak akan berjaya tanpa tiangtiang tersebut. namun ia tetap berkesinambungan dan tumbuh bersama mereka. dan meminta mereka untuk: a. dan ia adalah sebaik-sebaiknya dakwah. memahami serta menjaganya. Imam Syahid mengarahkan Ikhwan kepada rukun-rukun ini. Kita menyerukan fikrah Islam. persenjataan dan perbekalan yang harus disiapkan. ditambah dengan apa yang telah beliau sebutkan di dalam karakteristik dakwah. yang kita yakini dan yang akan membimbing kita menuju kejayaan dan kemenangan dengan izin Allah. dan itu merupakan manhaj yang mendidik. dan ia merupakan sebaik-sebaik fikrah.langkah kejayaan dakwah dan tiang. dan kita memberikan kepada manusia syariat Al Quran dan ia merupakan syariat yang paling adil:                 Ertinya: “Sibghah Allah.” (Q. hal.

akan tetapi agar kalian mengetahui bahawa sesungguhnya Allah telah menuliskan kepada dakwah kalian keimanan dan keikhlasan. dan ini tidak Dia tuliskan pada dakwah-dakwah lain yang diuaruarkan di pasar-pasar. benarnya.c. Imam Syahid mengingatkan tentang tiang. Bersikap tawadhu dan menghindarkan diri dari sikap sombong dan ujub. dan oleh kerana kalian itu berusahalah menjaganya secara dan hendaklah selalu menambah kekuatan keteguhannya di dalam jiwa-jiwa kalian.tiang penyokong dakwah yang sebenaroptimum. d. serta mengembalikan seluruh keutamaan dan anugerah hanya kepada Allah dalam setiap urusan dan kejayaan.. perpaduan. diuji dan dipilih hingga menambah keteguhan mereka. Sifat-sifat tersebut merupakan tiang. Hendaknya rukun-rukun tersebut memberikan pengaruh yang kuat di jiwa-jiwa mereka serta pengaruh-pengaruh praktikal dan spiritual. hingga benarbenar kuat dan tegar. pemahaman. “Ingatlah hal ini baik-baik wahai Ikhwan. e. pertolongan dan pengorbanan.tiang penyokong tersebut dengan mengatakan. yang memiliki semboyan yang tinggi dan memiliki penampilan yang mewah. serta ingatlah bahawa kalian tidak memiliki keutamaan dan anugerah apapun dalam hal itu:                  48 . dan hal ini tidak bertentangan dengan sikap bangga terhadap rukun-rukun tersebut dan senantiasa mengingatnya. bukan untuk kesombongan dan bukan pula untuk berbangga diri. Terbinanya diri di setiap fasa pembinaan.

Keempat. 7. hal. 6. 204 49 . manhaj dan tujuan-tujuannya. serta jelasnya pandangan dan tujuan. Sebenarnya Allah. 31 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Kekuatan ikatan dan pengorganisasian serta ketahanan bangunan internal. ia tidak menerima alternatif lain selain Islam. Keikhlasan dan penyucian diri (tajarud) hanya untuk Allah 2. Pembangunan dan pembinaan individu yang baik 5. Keistimewaan dan ciri khas dakwah Dakwah Kami adalah Islam yang kukuh Dakwah Ikhwanul Muslimin adalah dakwah Islamiyah yang berkesinambungan dalam segala sesuatu.tiang dasar tersebut di atas dengan beberapa isi berikut: 1. Pemahaman yang nyata terhadap sunah-sunah Allah dalam proses kemenangan di muka bumi.S Al Hujurat: 17)31 Kita dapat menyimpulkan usaha dan tiang. pengorbanan dan kesabaran. jihad yang terus menerus. Amal yang berkesinambungan. hukum-hukum perubahan.     Ertinya: “Mereka merasa Telah memberi nikmat kepadamu dengan keIslaman mereka. Kefahaman yang benar dan menyeluruh." (Q. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa Telah memberi nikmat kepadaku dengan keIslamanmu. aturanaturan semesta serta pemanfaatan yang baik terhadap sunahsunah tersebut. 4. Membina kekuatan iman dan kebesaran jiwa 3. dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar. baik syiarnya. prinsip-prinsipnya.

serta tidak ditinggalkan dengan alasan kerana kekuatan atau situasi yang tidak kondusif. seperti yayasan-yayasan dalam pelbagai bidang. hal. Akan tetapi ia adalah seruan dakwah Islam yang mencakup urusan agama dan dunia yang bertujuan untuk menegakkan syariat Islam secara praktikal dan sempurna serta mewujudkan nilai-nilai keIslaman dan tujuan-tujuannya secara menyeluruh –dan tidak mengapa ia mengadaptasi projek-projek perbaikan tersebut. baik dalam tujuan. -semoga Allah memberikan pemahaman kepadamuyang pertama bahawa sesungguhnya dakwah Ikhwanul Muslimin merupakan dakwah yang umum yang tidak bersangkutan kepada sebuah kelompok tertentu. dengan tetap menjadikan Islam sebagai rujukan. dan tidak condong ke salah satu corak pemikiran yang dikenali manusia.Konsep dan muatan dakwah yang digunakan merupakan refleksi dari pemahaman Islam yang benar dan menyeluruh. persamaan. “Ia tidak dinodai oleh warna lain selain Islam. parti politik.”32 Sebagai dakwah yang universal. garapan dan batasan-batasannya. “Ketahuilah. Namun tentunya seruan jama’ah yang melekat dengan nama dan kewujudannya haruslah merupakan seruan Islam yang menyeluruh. Imam Syahid mengatakan. 25 50 . kelab dan asosiasi-asosiasi tertentu. pembanterasan kerosakan serta norma-norma lain –unsich. Untuk menjelaskan hal ini.yang tidaklah mengejutkan merupakan sebahagian dari ajaran Islam. target-targetnya.”33 32 33 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).usaha yang pelbagai yang bergerak dalam masyarakat.213 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). namun sebagai sebahagian dari projek dan tujuan-tujuan Islam yang dideklarasikan dan diserukannya. ia justeru mengarah kepada keteguhan agama dan dasar ajarannya. maka setiap bidangbidang tersebut memiliki segmen-segmen dakwah tersendiri serta bidangbidang garapan tertentu. Jika dakwah memiliki institusi yang berbeza dan usaha. ia tentu tidak hanya menjadi seruanseruan politik yang mengambil berat urusan-urusan keadilan. hal.

Kami meyakini bahawa makna Islam yang sesungguhnya mencakup dan mengatur seluruh urusan kehidupan. maka selanjutnya fahamilah bersesuaian dengan keinginanmu.”34 • Kami dunia memahami dan Islam dan dengan kami pemahaman tidak yang hal luas ini dan atau menyeluruh sebagai aturan yang mengatur seluruh aspek kehidupan akhirat. namun hal ini adalah sesuatu yang kami fahami dari kitab Allah dan sunnah Rasulullah Saw. hal.”35 • Benar. harta. yang menjawab seluruh urusan-urusannya. Dakwah kita adalah dakwah yang mencakup seluruh karakteristik Islam yang disifatkan padanya. maka sesungguhnya dia telah hidup bersama dakwah. 18 Ibid Ibid Ibid. mendakwa memperbesar-besarkannya.• Dengarlah wahai saudaraku. makna yang lebih luas dari makna yang dipahami oleh kebanyakan manusia. 17 Ibid Ibid. waktu dan kesihatan. dan dakwah hidup bersamanya. hal. dakwah kami adalah dakwah Islam dengan seluruh muatan makna yang dikandung kalimat ini. serta sirah kaum muslimin terdahulu. hal 16 51 .aspeknya dan menunaikan seluruh tuntutan dakwah berupa jiwa. dan ia juga menetapkan aturan-aturan yang sangat cermat dan teliti.”38 • Dakwah ini tidak menerima persekutuan. dan tidak diam berpangku tangan di hadapan masalah kehidupan yang senantiasa berganti serta badan.”37 dakwah Ikhwanul Muslimin adalah dakwah nilai Sesungguhnya dakwah ini tidak sesuai kecuali bagi mereka yang telah menguasai seluruh aspek.badan keadilan yang diperlukan untuk perbaikan manusia. dan ketahuilah bahawa pemahamanmu dibatasi oleh kitab Allah dan sunnah Rasulullah Saw.”36 • • Sesungguhnya (prinsip).”39 34 35 36 37 38 39 Ibid. Barangsiapa yang telah bersedia menerima hal tersebut. serta sirah orang-orang soleh dari kaum muslimin. Kerana diantara karakteristik dakwah adalah persatuan.

247 37 41 42 43 52 . jihad di jalan serta memperkuatkan syariat agama Allah di muka bumi merupakan tugas kalian dalam kehidupan. amal perbuatan orang-orang soleh dari umat ini adalah teladan kami.”43 • Kalian telah mendeklarasikan sejak hari pertama bahawa dakwah yang kalian serukan adalah dakwah Islam yang murni yang bersandarkan kepada Islam . Jika seandainya hal ini merupakan siasah (politik) maka sesungguhnya hal ini adalah politik kami.• Wahai kaum kami. hal. dan mereka meyakini bahawa setiap tampilan kebangkitan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam atau bertentangan dengan hukum-hukum Al Quran maka hal itu merupakan percubaan yang rosak dan gagal. hal. maka mereka meminta manusia untuk menjadi tunjang. petunjuk Islam. sebagai asas kebangkitan dunia Timur di setiap barisan kehidupan. hal. dan sunnah Rasulullah di tangan kiri.”40 • Wahai kaum muslimin.”42 • Ikhwanul kawasan Muslimin Islam tidak mengkhususkan kawasan yang dakwah lain. Ibid. yang memperbaiki keadaan masyarakat di setiap 40 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia).tunjang kebangkitan Islam. hukum-hukum Islam.”41 • Jika Ikhwanul Muslimin meyakini hal tersebut. Kami mengajak kalian kepada Islam. dan kalian meyakininya sebagai sebuah sistem kehidupan sosial yang sempurna aspeknya. 47 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). sesungguhnya kami berdakwah kepada kalian dengan AlQuran di tangan kanan. pada sebuah mereka tanpa namun mengumandangkan seruan dakwah hingga sampai ke telinga para pemimpin dan panglima di setiap kutub bumi yang para penduduk negerinya memeluk agama Islam. Kalian memahami Islam dengan pemahaman yang menyeluruh... 43 Ibid. peribadatan kepada Allah. nilai-nilai Islam. hal.

banyak manusia yang menyerah dan berguguran di hadapan kenyataan ini. serta menantikan kemenangan yang telah dijanjikan Allah kepada kalian.Kalian juga meyakini bahawa di antara kewajipan muslim adalah berjuang untuk Islam. 44 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). Dan masih banyak yang memahami bahawa jihad untuk memperjuangkan Islam adalah sesuatu yang akan berakhir dan berlalu waktunya. kecilnya perasaan optimis serta rasa putus asa yang melanda jiwa. Kemudian kalian bangkit wahai Ikhwanul Muslimin untuk membebaskan diri kalian dan manusia dari kesempitan pemikiran. Kalian juga meyakini bahawa hal itu merupakan sesuatu yang mungkin dan mudah jika kaum muslimin menginginkannya.. dan mereka berfikir bahawa perkara itu akan membebaskan mereka dari kehinaan di dunia dan seksaan di akhirat. ibadah yang sempurna ataupun yang tidak sempurna. dan masih banyak yang memahami bahawa rintangan yang berada di hadapan para mujahid untuk mewujudkan cita-cita Islam terlalu besar untuk disingkirkan. bersatu dan berusaha untuk mewujudkannya. sifat lemah dan keputusasaan. di antara mereka masih banyak yang memahami bahawa Islam tidak lebih dari akidah atau sebuah keyakinan yang benar atau yang salah.”44 • Dalam tiga hal ini. 47 53 . boleh jadi ada perbezaan pandangan di antara kalian atau di antara kelompok kaum muslimin. hingga ia mampu menguasai komponen masyarakat seluruhnya dan mengambil posisinya di tengah masyarakat sebagaimana yang telah Allah sediakan baginya untuk kehidupan manusia. hal. Dengan keterbatasan pemahaman ini.

gereja-gereja.                                                                           Ertinya: “(iaitu) orang-orang yang Telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar. yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain. rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjidmasjid. kecuali Kerana mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". tentulah Telah dirobohkan biara-biara Nasrani. Sesungguhnya Allah 54 .

menunaikan zakat. menjadi wadah aspirasi dan terbebas dari cita. yang mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. berlaku baik kepada orang-orang fakir dan miskin. “Apakah maksud perkara ini... menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar. hal. Mu’assasah Ijtima’iyyah Qa’imah. “Kami adalah para pendakwah Al Quran dan kebenaran yang mencakupi: Thariqah Shufiyah naqiyyah. yang memiliki target tertentu serta menguasai kemahiran memimpin dan mengarahkan . Hizb Siyasi nazhif. dan siapakah kalian wahai Ikhwanul Muslimin? Apakah kalian adalah penganut Tarikat Sufi? Atau lembaga sosial? Atau lembaga kemasyarakatan? Atau parti politik? Maka jawapan kita kepada yang bertanya itu adalah. (iaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi nescaya mereka mendirikan sembahyang. kemiskinan. 247 55 . 45 Risalah Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemuan Ketua-ketua Wilayah).S Al Hajj: 40-41)45 Siapakah kalian? Apa sifat kalian? Dan manusia akan berkata. membantu yang tertimpa musibah. Jam’iyyah Khairiyyah Nafi’ah.” (Q. untuk memperbaiki jiwa dan menyucikan hati serta menghimpun hati-hati manusia kepada Allah yang Maha Besar dan Maha Tinggi. dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. yang memerangi kebodohan.. penyakit dan kehinaan dalam pelbagai bentuk ..pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya.cita dan kepentingan. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. serta mendamaikan orang-orang yang bermusuhan.

tanpa menyibukkan dirinya hanya pada masalah furu’ tersebut atau justeru mempengaruhi perbezaan tersebut hingga menjadi taufan kebencian terhadap orang lain hingga menerima pandangannya. Al La-Ihah Al ‘Alamiyah lil Ikhwan Al Muslimin Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Adakah Kita Para Aktivis)?. Tidak mengapa jika mereka melakukan kaijan dan penelitian ilmiah dalam masalah-masalah furu’. maka akan mengenal kami. “Apakah usaha dan langkah-langkah nyata yang dilakukan? Maka sayapun akan menjawabnya dengan sangat jelas. hal..Kami adalah Islam itu sendiri wahai manusia.”46 Diantara identiti Jama’ah Ikhwanul Muslimin adalah. 252 Lihat. barangsiapa yang memahaminya. 388 Ibid 56 . • Mereka juga tidak melemparkan celaan kepada orang-orang yang tidak sepandangan dengan mereka. “Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin memiliki kaedah tertentu yang diikuti sebagai petunjuk jalan. tarbiyah dan jihad dengan segenap makna yang mencakupnya tiga hal tersebut.”49 • Ikhwanul Muslimin tidak menyibukkan diri dalam masalah-masalah furu’. 46 47 48 49 Ibid. bahawa prinsip dasarnya adalah prinsip dasar yang dibawa Al Quran.”48 Jika anda bertanya kepada mereka tentang prinsip dasar ini secara teori? Maka saya akan menjawabnya secara jelas. yang mereka gunakan sebagai timbangan diri dan mereka akan mengetahui dimana mereka berada berdasarkan timbangan tersebut. hal. “Usaha dan langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Jika anda mengatakan. sesungguhnya urusan umat terakhir ini tidak akan baik kecuali jika mengikuti contoh kebaikan yang dilakukan oleh para pendahulunya.”47 Imam Syahid juga mengatakan. dan tidak menyibukkan diri untuk membantah orang-orang yang mengkritik mereka. “Dakwah.

serta perbezaan-perbezaan lain sebagaimana lazim terjadi di setiap parti. yang tidak dihinggapi oleh perubahan. namun tidak terdapat aliran pemikiran. berkesinambungan dan mendarah daging antara generasi. komuniti dan perkumpulan yang lain. Mereka juga tidak bereaksi berlebihan dan tidak terpancing oleh pengaruh-pengaruh tertentu. sesuatu yang tidak pernah wujud dalam sejarah kelompok manapun di abad ini. kesabaran dan kesungguhan. • Tidak bergantung kepada tokoh tertentu. dengan keyakinan bahawa 57 . Nasihat dan musyawarah merupakan perkara yang selalu dilakukan terus menerus serta tidak terputus. Menguasai realiti medan dan rintangan di sekitarnya. ketinggian tujuan dan cakupannya. kepastian terhadap hakikat segala sesuatu serta penerimaan hasil dengan tanpa tergesa-gesa memetik buahnya. tidak menakutkan dan tidak pula ditakuti. Langkah-langkah mereka seimbang dan dengan izin Allah mampu mengalahkan usaha. yang memperkaya dan membantu jaemaah dalam membuat keputusan. • Memahami secara sedar dan penuh perhitungan terhadap jalan dan cabaran yang akan dihadapinya. atau pandangan yang sempit.• Tidak terobsesi terhadap kecetekan amal dan menyelam di belakang segala sesuatu dan peristiwa untuk mengetahui tujuan dan kemana arahnya. Mereka justeru bertumpu kepada dakwah dan sangat menjaganya.usaha konspirasi dan pelumpuhan. mampu berpegang teguh terhadap prinsip-prinsip dakwah dengan penuh komitmen. kelemahan dan rasa putus asa. atau terhadap lembagalembaga. pemikiran kanan mahupun pemikiran kiri. dan hal itu menjadi sebahagian dari proses pembentukan dan tarbiyah yang dilakukan. kedudukan dan obsesi tertentu. • Ciri khas mereka adalah komitmen terhadap prinsip-prinsip dasar yang mereka yakini. • Ikhwanul Muslimin adalah sebuah jama’ah yang setiap individunya memiliki cara pandang dan aspirasi yang pelbagai. • Mereka tidak percaya dengan lompatan-lompatan di atas kebenaran. namun justeru sangat menjaga pembangunan amal dan proses pembentukan secara cermat dan teliti. gagasan yang saling berseteru.

hal.”50 Mereka menganggap bahwa sesungguhnya dakwah seluruhnya adalah kewajipan. 272 58 . sebahagian mereka tertinggal di belakang rombongan dakwah atau keluar dari gerabak disebabkan kelemahan individu atau berkurangnya rasa sabar atau kerana penyimpangan pemahaman dan kelemahan komitmen. sebuah panji yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. 50 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). “Ikwanul Muslimin tiada lain adalah anak-anak dakwah yang meyakini dakwah. Apa yang mereka lakukan berupa usaha untuk menggerakkan dan menyedarkan umat Islam dengan izin Allah menjadi menara terhadap kesungguhan usaha dan peranan mereka. mereka tidak menantikan kedudukan. namun optimisme terpancar terhadap kemenangan Allah. “Mana bahagianku? Mana hakku? • Dalam beberapa waktu. namun merupakan suatu usaha yang berlanjutan dan terus menerus. Dan tak seorangpun dari mereka yang mengatakan. oleh kerana itu tidak sukar bagi mereka mengorbankan makanan anak-anak dan keperluan mereka sendiri demi memperjuangkan dakwah dan jihad mereka. seluruhnya adalah pengorbanan dan taruhan. Imam Syahid berkata. kerana sesungguhnya pahala dan ganjaran hanya dari Allah di akhirat. yang terlebih dahulu diketahui musuh sebelum teman. pangkat dan kekayaan. hingga terwujudnya target dan cita-cita yang diharapkan dengan izin Allah. namun hal itu tidak menggoyahkan dan tidak memberikan pengaruh yang besar bagi bangunan dakwah mereka. berlaku ikhlas dan terdidik di dalam pangkuan dakwah. • Mereka tidak dilemahkan oleh rasa putus asa.kemenangan dan tujuannya tidak akan terwujud dalam satu generasi. kebosanan atau kelesuan.

4. dengan tetap bercermin kepada prinsip-prinsip memenuhi syariat dan syar’i tujuan-tujuannya. Usaha untuk meraih kekuasaan bukan semata-mata menjadi tujuan. 51 Diambil perkataan Al Ustadz Musthafa Masyhur pada acara peringatan kesyahidan Imam Hasan Al Banna. dalam yang tidak harakah hanya yang serta keadilan urusan-urusan membuatnya mengambil tindakan tanpa memperhitungkan hokum realiti.strategi dakwah mereka sangat mengambil berat hukum realiti dan keadaan yang berlaku dengan ilmu dan pengetahuan.strategi tersebut sepatutnya harus memenuhi keadilan syar’i dan keadilan harakah yang adalah tidak mengejutkan merupakan sebahagian dari keseimbangan syariat ketika berhadapan dengan realiti. Berapa banyak tindakan-tindakan dan gerakan yang mempergunakan nama ‘syariat’ memberikan implikasi buruk terhadap dakwah kerana tidak didasari oleh pengetahuan dan pemahaman terhadap kenyataan dan realiti. yang mencurahkan perhatiannya pada perbaikan dan pembengan:51 1. Yang meyakini kepentingan kesatuan umat dan menjauhkannya dari pertentangan demi mewujudkan kemaslahatan umum. dan dengan izin Allah mereka menjadi harapan umat Islam untuk mengembalikan kemuliaan dan keagungannya. Yang mendorong bersikap baik. • Ikhwanul Muslimin adalah gerakan Islam yang integral menyeluruh. 59 . Sumber rujukannya adalah syariat Islam 2. dan memberikan nasihat dengan santun kepada siapa yang berbuat buruk. peluang dan kerosakan. 3. fasa-fasa yang akan dilalui dakwah konsekuensi apa saja yang berlaku baik berupa kebaikan maupun • Rentetan peristiwa dan badai yang melanda umat Islam adalah sebagai langkah untuk menguji kebenaran manhaj. Maka strategi.• Dalam melakukan gerakan dan strategi. kekuatan dan kekukuhan bangunan dakwah.

akidah kami bersumber dari kitab Allah dan sunnah Rasulullah Saw. di antara mereka ada yang beriman. dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. dan cukuplah demikian.199 60 . dan mencegah dari yang munkar.S Ali Imran: 110) Imam Syahid berkata di dalam memoarnnya. (Q. dan cukuplah demikian.”52 Diantara Karakteristik Dakwah Ikhwanul Muslimin 52 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). manhaj kami adalah manhaj Rasulullah Saw. Namun lebih kepada kerjasama untuk mendirikan Negara Islam yang urusannya dikembalikan kepada Allah. perbaikan individu muslim. menuju kepada yang Allah sebutkan dalam Al Quran:                            Ertinya: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. tentulah itu lebih baik bagi mereka. “Wahai generasi umat yang kami banggakan dan yang kami cintai. keluarga dan masyarakat. hal. sekiranya ahli Kitab beriman. menyuruh kepada yang ma'ruf.5. Kami adalah kaum muslimin dan cukuplah demikian. dan beriman kepada Allah.

bahkan hal itu merupakan sebuah kemestian dan tidak selayaknya kita menghalanginya dan menjadikan perbezaan sebagai titik yang memisahkan dan membezakan. hingga tak seorangpun dari mereka dapat memanfaatkan dakwah untuk kepentingan lain yang bukan merupakan tujuan dakwah. Menjauhi Dominasi Tokoh dan Pembesar Ini juga merupakan prinsip dasar sejak awal pertumbuhan dakwah.” Beliau juga berkata. “Bukanlah termasuk aib dan cela.”53 2.a. apabila kita berbeza pendapat. hal.124 Ibid 61 . Namun yang merupakan aib dan cela adalah sifat ta’ashshub (fanatik) dengan satu pendapat dan membatasi ruang lingkup berfikir manusia.”54 53 54 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). “Persepsi demikian ini penting bagi sebuah jemaah yang ingin menebarkan fikrahnya di suatu negeri yang tidak pernah reda gelora khilafiyah atas hal-hal yang sebenarnya tidak beguna untuk diperdebatkan dan diperselisihkan. agar warnanya yang jernih tidak bercampur dengan warna-warna dakwah lain yang diusung dan digembargemburkan oleh para tokoh dan pembesar.” Beliau menambahkan. “Cukuplah manusia itu berhimpun atas sesuatu yang menjadikan seorang muslim itu muslim.Diantara ciri khas dakwah Ikhwanul Muslimin dan yang membezakannya dari dakwah-dakwah yang lain adalah: 1. “Kami telah membiasakan hal ini sejak permulaan dakwah. Menjauhi Titik-titik khilafiyah Ikhwan meyakini tentang kebolehan berbeza pandangan dalam masalah-masalah furu’iyyah. sebagaimana dikatakan oleh Zaid r. Imam Syahid berkata. Imam Syahid berkata.

“Namun jika mereka menolak. sehingga pada saatnya mereka akan terkepung dan hilanglah apa saja yang ada di tangan mereka. Hal ini juga merupakan karakteristik dakwah sejak awal. “Oleh kerana itu kami lebih mengutamakan menjauhi semuanya dan bersabar atas segala kekurangan kerana mempertahankan unsurunsur yang soleh. bersatu di bawah panji Al Quran yang agung dan bernaung di bawah naungan Rasulullah yang teduh. sehingga mampu mengarahkan dan bukan diarahkan. ia akhirnya mampu menguasai kelompok tersebut dan mengarahkan mereka untuk memperjuangkan dakwah. dan prinsip-prinsip dasarnya semakin kukuh. ketika alat dakwah semakin kuat. tak menjadi masalah bagi kami untuk menunggu sejenak sementara memohon pertolongan ke hadrat Allah. serta berjalan di atas manhaj Islam yang lurus. hal. Pada saat yang sama mereka harus mahu meninggalkan kebanggaankebanggaan kosong yang tidak bermakna.125 62 . meniti jalan dan beraktiviti bersama kami. Pada akhirnya mereka akan kembali kepada khitah utama dan hati mereka dipenuhi oleh oleh rasa yakin dan percaya. pembesar. tiang penyangganya semakin kukuh. Menjauhi hubungan dengan parti-parti dan golongan-golongan. 3. walau mereka dahulunya menjadi tokoh penentang utamanya.citaa dan konflik antara parti.. Imam Syahid berkata. Imam juga berkata. golongan.”55 55 Ibid. mempengaruhi dan menjadikan mereka bekerja untuk kepentingan dakwah.Namun setelah dakwah tumbuh kuat. sehingga tabir itu akan terkuak dan manusia akan mengetahui segala hakikat yang tersembunyi. agar ia terhindar dari cita. maka kita persilakan dengan penuh hormat kepada para tokoh. mempengaruhi dan bukan dipengaruhi. dan organisasi untuk bergabung.” “Sekarang. Pada akhirnya mahu tidak mahu mereka harus beramal demi dakwah dengan penuh kerendahan hati.

hal. “Di insaniyah (kemanusiaan). 226 63 . Rabbaniyah (berprinsip ketuhanan). dan ‘Alamiyah (universal). namun kini laju dakwah tersebut justeru bergerak lebih cepat dan mendahului kami.4. Diantara karakteristik dakwah Ikhwanul Muslimin adalah. 123 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). antara karakteristik kami rabbaniyah dan ‘alamiyah.”57 8. kejelasan langkah dakwah Ikhwanul Muslimin dan penetapan tiga fasa dakwah. “Dahulu kami berusaha kuat memacu laju dakwah dan memaksimumkan penyebarannya. Mengutamakan kerja daripada seruan dan propaganda 6.56 5. Imam berkata. Rabbaniyah (berprinsip Syahid ketuhahan). hal. meskipun untuk itu kami harus menghadapi pelbagai persoalan berat yang sangat memenatkan. Fasa Takwin (fase pembentukan dan pembinaan). Tadaruj (Bertahap dalam melangkah) Tadaruj (bertahap dalam melangkah) dan bertumpu pada tarbiyah. 125-126 Ibid. Sambutan pemuda kepada dakwah 7. yang menyatukan aspek spiritual dan akal manusia. fasa Tanfidz (fase pelaksanaan) merupakan ciri-ciri istimewa yang dimiliki dakwah. (fase penyampaian. Ia menembus segenap penjuru bandar dan perkampungan dan memaksa kami menanganinya dengan serius serta memenuhi tuntutannya.”58 56 57 58 Ibid. Fase Ta’rif. Insaniyah (kemanusiaan). pengenalan dan penyebaran fikrah). dakwah dan ‘alamiyah adalah (universal). Cepat berkembang di desa dan bandar Imam Syahid berkata. hal.

. 227 64 . وليس منا من مات على عصبية‬ Ertinya: “Bukan termasuk golonganku orang yang menyeru kepada ashabiyah (fanatisme golongan). Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Ahmad)59 59 Ibid. bersabda: ‫ليس منا من دعاالى عصبية .” (Q. hal.Inilah sebabnya. dakwah Ikhwan dikatakan bercirikan rabbaniyah (berorientasi ketuhanan) sekaligus insaniyah (peduli terhadap aspekaspek kemanusiaan). dan bukan termasuk dalam golonganku orang yang mati kerana membela fanatisme golongan. Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang lelaki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa .” (HR.S Al Hujurat: 13) Rasulullah Saw. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenalmengenal. Allah berfirman dalam Al Quran:                            Ertinya: “Hai manusia.

Yakni dimana pada saat itu Allah akan membalas seluruh perbuatan manusia selama kehidupannya di dunia. (Q. tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan. berkarya serta melakukan berbagai eksplorasi atas sumber daya alam demi mendapatkan manfaat yang sebanyak-banyaknya. “Bahawa sebuah masyarakat manusia tidak akan menjadi baik kecuali jika ada keyakinan hati yang bangkit dari dalam jiwa hingga merasa selalu diawasi oleh Allah Swt.                 Ertinya: “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarahpun. di saat seluruh manusia dituntut untuk pantas bangkit dengan potensi akal fikirannya untuk belajar. nescaya dia akan melihat (balasan)nya. kenabian. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarahpun. dan merasa terhormat dengan ma’rifah kepada-Nya. wajib bagi manusia untuk kembali beriman kepada Allah. dan kepada hari pembalasan. nescaya dia akan melihat (balasan)nya pula.S Thaha:114) 65 .         Ertinya: “Dan Katakanlah: "Ya Tuhanku." (Q.Imam Syahid juga berkata. Oleh kerana itu. mengetahui.S Al Zalzalah:7-8) Di saat inilah. kehidupan akhirat.

Pemahaman Islam yang komprehensif.123 ibid ibid 66 .Oleh sebab itu kami menyeru umat manusia kepada warna pemikiran yang memadukan antara keimanan pada yang ghaib dan optimalisasi fungsi akal. dengan kesempurnaan keIslamannya Ikhwan berusaha sekuat tenaga untuk menghindari dan menjauhi setiap sisi kekurangan dan kelemahan yang mengundang fitnah. dan aktiviti Ikhwan mengarah kepada pemenuhan semua aspek ini.”61 Walaupun demikian. dan kefahaman amal serta mencakup seluruh aspekaspeknya. Pada saat orang-orang selain mereka hanya menggarap satu sisi dengan mengabaikan sisi-sisi yang lainnya. Hal. Diantara karakteristik dakwah Ikhwan adalah.”62 10. “Demikianlah kita dapat melihat bahawa kesempurnaan makna kandungan Islam telah menyatu dengan fikrah kami. Imam Syahid berkata. tercermin dalam namanya. “Ikhwan juga sangat menghindari fanatisme terhadap nama atau sebutan.”60 9. Kesempurnaan yang menyentuh semua aspek pembaharuan. maka Ikhwan berusaha menuju sisi-sisi itu semuanya.”63 60 61 62 63 Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). kerana mereka telah disatukan oleh Islam yang integral. Al Ikhwan al Muslimun. IKhwan memahami bahawa Islam memang menuntut mereka memberikan perhatian kepada semua sisi tersebut.

(Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. berpaling dari ketergantungan kepada makhluk. hal. tahun 1998) 65 Maksudnya mereka membawa jiwa untuk beramal dengan sunah yang suci -khususnya dalam masalah akidah dan ibadah. Era Intermedia.228. “Selagi kalian selalu mempersiapkan diri kalian untuk 64 Maksudnya adalah mereka berdakwah untuk mengajak kembali (bersama Islam) kepada sumbernya yang jernih dari Kitab Allah dan Sunah Rasul-Nya. jama’ah riyadhiyah68. Imam Syahid mengatakan.227.semaksimum mungkin sesuai dengan kemampuan mereka(Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. Jilid I. Jilid I. Era Intermedia. 123 73 Memoar Dakwah dan Para Da’i 67 . Jilid I. tahun 1998) 67 Maksudnya mereka menuntut perbaikan dari dalam terhadap hukum pemerintahan. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. amal yang berterusan. Era Intermedia. kejernihan hati.227. Hakikat shufiyah66. tahun 1998) 72 Risalah Pergerakan: Muktamar ke V. tahun 1998) 66 Maksudnya mereka memahami bahawa asas kebaikan adalah kesucian jiwa.228. dan ia melakukannya dengan penuh kepekaan. hal. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin.227.228.228. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. hal. hal. Era Intermedia. hal. Era Intermedia. tahun 1998) 69 Maksudnya mereka memahami bahawa Islam menjadikan thalabul ‘Ilmi (menuntut ilmu) sebagai kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah. tahun 1998) 68 Maksudnya mereka sangat mengambil berat masalah fizikal dan memahami benar bahawa seorang mukmin yang kuat itu lebih baik daripada seorang mukmin yang lemah. Peka dan berlemah lembut Imam Syahid berkata. “Setiap dakwah memiliki karakteristik73.228. Hai’ah siyasiyah67. hal.Dakwah Ikhwan adalah dakwah salafiyah64. karakteristik dakwah Ikhwan yang saya yakini ada beberapa hal. Era Intermedia. syirkah iqtishadiyah70 dan fikrah ijtima’iyah71. hal. Jilid I. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. meluruskan persepsi yang terkait dengan hubungan umat Islam terhadap bangsabangsa lain di luar negeri. tahun 1998) 70 Mereka memahami bahawa Islam sangat memandang berat pemerolehan harta dan pembahagiannya. Dakwah kami adalah dakwah yang membangun dan bukan menghancurkan. rabithah ‘ilmiyah tsaqafiyah69. Jilid I. hal. diantaranya adalah. Era Intermedia. mendidik bangsa agar memiliki ‘izzah dan menjaga identitinya. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. Jilid I.” Dalam mengikuti manhaj konstruktif dan bukan destruktif.”72 11. Jilid I. hal. Konstruksi (pembangunan). (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. tahun 1998) 71 Maksudnya mereka sangat menaruh perhatian pada segala penyakit yang ada dalam masyarakat Islam dan berusaha mengubati dan menyembuhkannya. Era Intermedia. thariqah sunniyah65. Jilid I. maka kami adalah orang yang harus melakukannya sebelum segala yang lain. kecintaan karena Allah dan keterikatan kepada kebaikan.

maka aku wasiatkan kepada kalian untuk selalu bersikap konstruktif dan bukan destruktif.berkontribusi terhadap amal-amal Islam di segenap lapangan. kerana sesungguhnya melakukan usaha. hal. Abbas Asisi. Senantiasa berkumpul (berjama’ah) Kami selalu berkumpul dan merindukan pertemuan serta merasakan hak-hak berukhuwah. Kisah-kisah Dakwah dan Tarbiyah. 74 75 Hasan Al Banna.147 Maksud beliau adalah Al Quran Dusturuna (Al Quran sebagai pedoman kami) 68 . Rabbaniyah (berprinsip ketuhanan) Kami senantiasa menjalin hubungan dengan Allah dengan segenap kemampuan yang kami miliki. cukuplah apa yang terdapat di dalamnya. 12. dan pada saat itu kalian harus berfikir bagaimana menciptakan lapangan kerja sosial dan merealisasikan layanan terhadap Islam.usaha pembangunan jauh lebih baik dan berharga seribu kali daripada tindakan penghancuran. Semangat perjuangan Kami menggadaikan diri untuk dakwah dan melapangkan hati untuk melakukan segala sesuatu untuk dakwah. iaitu dengan senantiasa berzikir dan berdoa dengan doa-doa yang ma’tsur –terdapat banyak doa ma’tsur di dalam Risalah Ikhwan.”74 Diantara karakteristiknya yang lain adalah: Kesepadanan antara perkataan dan perbuatan Maka kita harus mempelajari undang-undang (hukum)75 yang kita miliki. tinggalkanlah dahulu permusuhan dan kebencian. dan kami mengikuti apa yang kami katakan.

Manhajnya integral dan menyeluruh Dakwah universal Mengutamakan musyawarah mufakat dalam mengambil keputusan Memberikan perlawanan terhadap orang-orang yang menzalimi dan memeranginya. “Wahai al Ikhwan al Muslimun. hal. muslimin. Al Tsawabit wa al Mutgayyirat. janganlah kalian berputus asa. • • Wasatiyah (sifat pertengahan) Sifat peka dan positif terhadap alam.”76 Perkara-perkara umum ini telah kalian ketahui perinciannya secara keseluruhan. serta tidak membenci siapa saja yang ingin mengikutinya. Jum’ah Amin. manusia dan kehidupan Realistik ketika berinteraksi dengan individu dan masyarakat serta dengan orang lain.124 69 . misi dan langkah yang digunakan. 125 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). • • Salafiyah dalam pemikiran. Ia adalah dakwah yang boleh kita sifatkan dengan beberapa sifat berikut ini:78 • Rabbaniyah al Mashdar Rabbaniyah al Mashdar (berprinsip ketuhanan) Sumber rujukannya adalah wahyu Allah Swt. paradigma dan akidah Dakwah yang logik dan diterima masyarakat. hal. Pembangunan dan pekerjaan. hal.262 (Dikutip dari perkataan Imam Syahid di majalah Ikhwanul Muslimin.Imam Syahid berkata. 76 77 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). awal tahun ke 5) 78 Manhaj Imam Al Banna.”77 kerana berputus asa tidak termasuk akhlak kaum 12. yang ringkasannya adalah. Dr. maka bekerjalah. • • • • • • Mengutamakan akhlak dan kesantunan dalam tujuan-tujuannya.

Oleh sebab itu. serta sesuai dengan hasil musyawarah dalam meluruskan dan mengembangkan. selagi hal itu tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar jamaah maka hal itu tetap menjadi pendapat peribadi dan jamaah tidak menjadikannya sebagai pandangan. 4. Dari perbezaan menuju kesepakatan 70 .separa menuju permasalahan mendasar dan universal (Dari ibadahibadah sunah menuju ibadah-ibadah wajib dengan tetap memelihara keduanya). dan tidak berjalan sesuai dengan kemasalahatan sementara atau matlamat sesaat dan pandangan yang sempit. persatuan nilai dan keseimbangan. ideologi Ikhwan dan prinsip-prinsipnya. Dalam banyak situasi. hal itu merupakan aturan untuk mewujudkan persatuan pemahaman. Dari kesamaran menuju terang 2. Dari permasalahan-permasalahan furu’ dan separa. Jamaah ini bergerak sesuai dengan tonggak dasar dan prinsip-prinsip dakwah. Karakteristik Manhaj Tarbiyah di Masyarakat: Diantara karakteristik manhaj Ikhwan dalam mentarbiyah masyarakat dan mengarahkannya.Jamaah ini bukan merupakan parti politik yang usaha politiknya nya mendapat bias dari golongan dan aliran pemikiran tertentu. Jamaah tidak mengambil pemahaman fikih tertentu dalam masalah-masalah furu’ yang diperdebatkan para ulama. 5. Dari sifat berlemah lembut dan berterabur menuju program kerja yang terencana (Dari mimpi menuju dunia nyata). serta dalam komunikasi-komunikasi dakwah adalah bahawa manhaj tersebut lahir dari: 1. yang membiarkannya berjalan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Adapun pendapat peribadi. Dari ucapan dan perdebatan menuju amal dan perbuatan 3. Namun ia merupakan mainstream yang memberikan kebebasan berfikir dalam kerangka umum dakwah Islam.

sesungguhnya pedangpedang kalian yang kuat tak akan meraih kemenangan kecuali dengan keimanan yang dibawanya.tonggak yang menopang berdirinya agama ini di bumi. Jika kalian telah menjadi seperti itu maka fikirkanlah: Sesungguhnya Allah telah mengilhamkan kepada kalian kecerdasan dan kebenaran. dan keyakinan mereka dengan jiwa-jiwa mereka. Dari kesukaran dan ancaman menuju kemudahan dan khabar gembira. hingga jiwa-jiwa mereka bersatu dengan keyakinan mereka. kesucian jiwa. maka 79 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). 152 71 .79 Beliau juga berkata. raga dan harta untuk memenangkan kebenaran. 9. Cinta terhadap kematian di jalan Allah Berada di atas perjuangan tersebut dengan berpedoman kepada Al Quran yang mulia.6.tonggak berikut ini: • • • • Keimanan kepada Allah Zuhud terhadap harta kekayaan dunia dan mengutamakan kenikmatan akhirat. Dari perpecahan dan perseteruan menuju persatuan dan perpaduan. 7. Agama ini telah dimenangkan oleh perjuangan pedang-pedang kalian yang bersandar terhadap tonggak. kebersihan hati dan keikhlasan serta amal dari keyakinan dan ketenangan. “Sesungguhnya keikhlasan adalah dasar • kejayaan. “Wahai Al Ikhwan al Muslimun. Imam Syahid berkata tentang tonggak. Pengorbanan dengan jiwa. 8. dan hal itu yang akan membuat segala sesuatu senantiasa sesuai dengannya. dan di tangan Allah-lah segala urusan. dan pada saat itu mereka adalah ideologi dan ideologi adalah mereka. Dari fanatisme golongan dan insklusif menuju toleransi dan keterbukaan. Dari sifat ekstrim dan berlebih-lebihan menuju sifat sederhana dan seimbang. Hal.

Fuad Al Hajarsy. “Sesungguhnya dalam pembinaan umat dan tarbiyah bangsabangsa. Setiap bangsa telah kehilangan keempat sifat ini. maka keluarkan dia dari barisan kalian. JIka diantara barisan kalian ada seseorang yang berpenyakit hatinya. besar yang tidak dihalangi oleh ketamakan dan • • Pengetahuan terhadap tonggak- tonggak dasar dan keyakinan terhadapnya serta penghargaan terhadap tonggak. hal.kerjakanlah. • Pengorbanan kebakhilan.”80 Imam Syahid menjelaskan tentang kepentingan kekuatan jiwa dalam membina umat dan para penyeru dakwah serta pemusatan kekuatan dalam keimanan yang sempurna dan pengorbanan dalam perjuangan. tidak memiliki obsesi dan terluka masa lalunya. “Dengan tiga keyakinan. sesungguhnya Allah membantu kalian dengan kekuatan dan kemenangan. kerana dia akan menjadi penghalang turunnya rahmat. bangga kerana meyakininya serta optimis 80 81 Lihat buku Imam Syahid.”81 Beliau berkata. atau paling tidak para pemimpin dan para pembawa perbaikannya. keimanan terhadap kebesaran risalah dakwah ini. yang menutup turunnya pertolongan dan taufik dari Allah. umat ini memerlukan kekuatan jiwa yang besar yang tergambar dalam beberapa hal berikut: • Keinginan yang kuat yang tidak dihinggapi kelemahan Kesetiaan yang tinggi yang tidak diwarnai oleh pengkhianatan dan kepura-puraan. beliau berkata. hal. 136 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). 45 72 . ia adalah bangsa yang kecundang dan membimbangkan yang tidak akan sampai kepadanya kebaikan dan tak mampu mewujudkan cita-cita.tonggak tersebut yang akan menjaganya dari kesalahan dan penyimpangan atau tertipu dengan yang lain. yang kehilangan orientasi.

Islam sangat menaruh perhatian untuk memberikan terapi kejiwaan kepada manusia.terhadap pertolongan Allah adalah tiga hal yang dihidupkan Rasulullah Saw. bahan pemikiran. 269 85 Ibid. dan setelah itu kita juga memiliki senjata keimanan dan cita-cita. 270 73 . yakni sumber aturan. “Guna menjamin kebenaran dan ketepatan dalam pelaksanaannya –atau minimum mendekati tepat.“83 Beliau juga berkata. 121 84 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). yang didorong oleh keimanan dan dikuatkan oleh cita-cita. Imam Syahid berkata. “Sesungguhnya kita memiliki senjata yang tak lekang dimakan malam dan perjalanan hari iaitu kebenaran. di dalam hati para sahabatnya dengan izin Allah. hal. dan kami akan melakukannya dengan kebenaran. serta membentenginya dari penyimpangan. 234. membersihkannya dari nodanoda kepentingan Peribadi. hal. rendah hati dan rasa takut kepada Allah. hal. persepsi dan pembentukan. menunjukkannya kearah kesempurnaan dan keutamaan. dakwah menaruh perhatian besar terhadap perkembangan jiwa dan pembersihannya. penyelewengan dan permusuhan. ketakwaan. 235 83 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).”85 82 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).”82 Untuk menjamin kebenaran dan ketepatan setiap individu dalam menjalankan manhaj Islam. kita tidak mendahului peristiwa dan tidak dilemahkan oleh panjangnya perjuangan. iaitu bahawa kita tidak berputus asa dan tidak tergesa-gesa. serta membangun pengawasan peribadi dan hati yang hidup. hal. selain ketiga senjata tersebut kita masih memiliki senjata lain. Islam kemudian memberikan pengenalan bagi jiwa manusia tentang ubat-ubat mujarab yang mampu menyucikan hawa nafsu.”84 “dan kami akan bekerja dengan keyakinan-keyakinan ini.

yang meyakini kebenaran jihad. JIhad * Mereka telah mengetahui dengan sebenar-benarnya dan seyakinbahawa dakwah yang mereka serukan tidak dan akan kerja meraih keras. Mereka adalah sebuah jamaah yang dipilih untuk menyelamatkan alam semesta. serta keyakinan terhadap pertolongan Allah. • • • Terhadap manhaj. Kuat rasa keyakinan kepadanya 86 Syahid serta memusatkan perhatian yang terhadap harus makna-makna beliau keimanan ini iaitu asas amal dan jihad. keperkasaan dan ganjaran-Nya. besarnya pengorbanan dan kerja keras. Keimanan. dan mereka adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. yakinnya kemenangan kecuali dengan jihad. pengorbanan Sebagaimana yang dilakukan para sahabat Rasulullah Saw..” • b.”86 Imam pengorbanan. hal. 193. yang kuat. sebuah pemikiran itu akan berjaya diwujudkan jika. Dan terhadap diri mereka sendiri. Keimanan: • Mereka telah meyakini dengan sedalam-dalamnya keimanan. a. kepentingan kerja keras dan kewajipan-kewajipan dipenuhi. Risalah Pergerakan: Ikhwan di bawah panji Al Quran. suci dan abadi terhadap Allah. “Lalu apakah persiapan kita untuk mewujudkan manhaj ini?! Jawapan terhadap pertanyaan tersebut adalah. “Kami pun meyakini pertolongan dan kemenangan dari Allah. maka kami juga berupaya untuk melakukannya.Beliau juga mengatakan. kelebihan dan kebenarannya Persaudaraan. kemenangan dan pertolonganNya. keagungan. jihad dan pengorbanan. 194. c.: 1. hak-hak dan kesuciaannya Terhadap pembalasan. 74 . berkata: “Sesungguhnya.

hal.”89 Tentang langkah.”91 Beliau juga menegaskan tentang kepentingan pemusatan perhatian setiap individu terhadap dakwah dan menguasai seluruh aspek-aspeknya. 1. jika tidak maka ia akan dikalahkan dan kegagalanlah yang akan dirasakan oleh generasi mudanya. 240 75 . jujur dan dermawan dalam melakukan pengorbanan dan perjuangan di tengah kemelut. hal.174 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. Keimanan yang mendalam 2. baik 87 88 89 90 91 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). difahami. Iman.”88 “Tanpa kekuatan roh dan pembaharuan jiwa.langkah umum yang dimiliki dakwah tidak akan berubah dan berganti serta tidak keluar dari tiga hal berikut.69 Ibid. Ikhlas dalam berjuang di jalannya 3. dan terbaca bagi siapa saja yang punya perhatian kepada sejarah jama’ah-jamaah– secara global terangkum dalam empat kata. maka kita tidak akan mampu memberikan langkah apapun terhadap umat. hal.108 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Beramal untuk mewujudkannya.”87 “Dalam menempuh perjalanan yang penuh marabahaya ini Umat tidak memiliki apapun kecuali jiwa yang beriman. mahabbah dan ukhuwah. 5. 70 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini).”90 Sesungguhnya langkah untuk penanaman nilai dalam setiap seruan dakwah –kiranya sudah dimaklumi. Pembinaan yang sangat teliti 3. hal. Amal yang berkesinambungan. hal. perkasa dan kuat. “langkah. “Sesungguhnya dakwah ini tidak akan mampu dipikul kecuali oleh orangorang melebur dan memberikan apa saja yang kelak dituntut olehnya.2. Semakin bersemangat dalam merealisasikannya 4.langkah utama yang menopang dakwah. maka Imam Syahid mengatakan. amal. Kesediaan untuk beramal dan berkorban untuk mewujudkannya.

baiki diri dan pusatkan perhatian terhadap dakwah kalian. kesihatan.waktu.cirri kejayaan dalam dirinya. serta berjalan di atas pentas perjuangan dengan berpedoman kepada Al Quran yang mulia. hal. cinta terhadap kematian di jalan Allah. hal.tiang ini.tiang keimanan yang kuat kepada Allah. 37 76 . pengorbanan dengan jiwa. raga dan harta untuk memenangkan kebenaran. Agama ini berdiri tegak dengan perjuangan pedang-pedang kalian yang bersandar terhadap tiang. “Wahai Al Ikhwan al Muslimun. dan merelakan dirinya untuk memikul beban perjalanan. serta jiwa yang senantiasa bahagia jika suatu hari ia menemui Allah dalam keadaan syahid. yang mengoptimumkan kerja mereka dengan harapan amalan tersebut diterima. serta bimbinglah umat ini menuju kebaikan.”95 92 93 94 95 Risalah: Risalah: Risalah: Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). kami telah mempersiapkan keimanan yang tidak tergoncang.152 Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). “Beban dakwah tidak akan mampu dipikul kecuali oleh mereka yang telah menggadaikan dirinya untuk dakwah.”93 Beliau berkata. amalan yang tidak berhenti.” Imam Syahid berkata. Beliau berkata. keyakinan kepada Allah yang tak lemah. “JIka didapatkan seorang muslim yang baik. kerana diantara cirinya adalah persatuan. “Untuk melakukan misi dakwah. Sesungguhnya ini adalah dakwah yang tak menerima penyekutuan. dan mereka selalu kembali kepada Tuhan-Nya.”94 Beliau kemudian meringkaskan hal itu dalam sebuah kalimat. bangunlah kebangkitan kalian. selalu memberikan apa yang diberikan kepada mereka dengan hati yang senantiasa merasa takut kepada Allah.”92 Imam Syahid berkata.179 Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). hal. Zuhud terhadap harta kekayaan dunia yang fana dan mengutamakan kenikmatan kehidupan akhirat. yang senantiasa cepat menjemput kebaikan. hal. Maka dengan tiang. harta bahkan jiwa.16 Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). maka akan terdapat cirri.

usaha tersebut.”97 Bab II Mekanisme Perubahan • Pengantar Agama Islam sebagai suatu manhaj yang memiliki perbezaan asas dengan manhaj-manhaj konvensional lainnya. Imam Syahid berkata. Ia adalah sebuah manhaj yang diturunkan Allah dari langit untuk meninggikan darjatnya yang kemudian dilaksanakan demi mendapatkan kebaikan di dunia dan kenikmatan di akhirat. serta sirah yang mulia para ulama-ulama terdahulu. Ia tidak terikat dengan suatu masa tertentu atau suatu kawasan tertentu. kemudian sunnah yang benar dan terjamin dari Rasulullah Saw. Kita tidak mengharapkan balasan apapun dari usaha. Syiar-syiar yang senantiasa kami serukan adalah: Allah tujuan kami. melainkan untuk mendapatkan keredaan Allah dan memenuhi kewajipan serta memberikan petunjuk dan pembinaan terhadap manusia. namun merupakan risalah penutup kenabian untuk seluruh umat manusia. kami akan mengajak manusia semua untuk menyambut seruan dakwah. dan kami akan mengorbankan apa saja untuk mewujudkannya. Al Quran adalah pedoman kami. hal. dan mati di jalan adalah cita-cita kami tertinggi. Muhammad pemimpin dan tauladan kami. “tonggak utama dalam menjalankan langkah-langkah ini adalah Al Quran yang tidak dicampuri oleh kebatilan apapun baik dari kedua tangannya mahupun dari belakang.Imam berkata di dalam rujukan utama manhaj ini.176 Ibid 77 .. Islam adalah manhaj yang sempurna dan menyeluruh serta 96 97 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). “Kami akan berjihad untuk mewujudkan fikrah kami. dan kami akan bekerja keras selama kami hidup. jihad adalah jalan juang kami. hingga kami hidup mulia atau mati sebagai syuhada.”96 Tentang kadar kekuatan komitmen Ikhwan terhadap dakwah dan syiarsyiar yang diperjuangkannya.

tonggak mendasar yang membuatnya mampu beradaptasi dalam menghadapi segala bentuk perubahan. Di dalam agama Islam terdapat seluruh unsur yang mendukung kehidupan dan tonggak. • Realiti dan manhaj perubahan Berbicara tentang manhaj perubahan pada saat dan realiti kehidupan terkini terhadap umat dan manhaj apapun.sesuai dengan setiap zaman dan tempat yang mampu mengendalikan seluruh syariat yang diturunkan sebelumnya. untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi dan menghadapi urusan-urusan mereka. yang didominasi oleh nafsu dan kecenderungan manusia. Hal ini yang membuat para pemeluknya dapat memanfaatkan dan menggunakan percubaan-percubaan dan ijtihad manusia dalam setiap sisi kehidupan sesuai dengan perspektif Islam dan epistemiologi keIslaman. serta oleh keterbatasan dan kelemahan manusia. sesuai dengan pandangan. maka sepatutnya harus menentukan keadaan realiti dan penyakitnya secara teliti98. Adapun manhaj konvensional buatan manusia. zaman dan tabiat mereka secara khusus. menetukan 98 Coba lihat kembali bab sebelumnya untuk menambah penjelasan dalam pembahasan ini 78 . Ia bersifat terbatas dan terikat dengan zaman dan jenis tertentu. yang mencakup seluruh sisi kehidupan dan pelbagai aspek-aspeknya. serta keanjalan dalam menerima segala bentuk ijtihad manusia dengan mainstream yang telah ditetapkan untuk hak itu. adalah suatu manhaj yang diciptakan oleh kelompok manusia tertentu dan di sebuah komuniti tertentu. keadaan. Agama yang membuat manusia menghadapkan seluruh wajahnya kepada Allah dengan berserah diri sepenuhnya dan semata-mata untuk beribadah kepada-Nya dengan penuh rasa takut dan kecintaan pada zat-Nya serta harapan untuk mendapat pahala dari-Nya. terikat dengan tempat dan tabiat tertentu.

risalah dalam muktamar para ketua kawasan. serta risalahnya dalam muktamar para pelajar Ikhwan. 99 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).101 Imam Syahid berkata tentang kerosakan yang tersebar di tubuh umat dengan mengatakan. Muktamar ke V. “Sesungguhnya ia sedang menderita. 100 79 . perpecahan. dengan penyebaran amalan riba di setiap kelas masyarakat serta hegemoni perusahaan-perusahaan asing atas aset dan kekayaan negerinya. kemudian menetapkan koridor yang akan dilalui. Dalam aspek ekonomi. Dakwah kami.target dan tujuan-tujuan tertentu. Menuju Cahaya. tahap-tahap serta langkah untuk mewujudkan target-target tersebut. Kepada Apa Kita Mengajak Manusia. Antara kemaren dan hari ini. namun dalam pelaksanaannya dakwah memiliki beberapa fasa dan tahapan yang akan dilalui.100 Imam Syahid telah menemukan secara jelas dan terperinci tanda.tanda kelemahan dan penyebab kerosakan yang dideritai umat Islam di dalam beberapa risalahnya. permusuhan.”99 Dan hal ini didahului sebelumnya oleh: Dasar pegangan dan sibghah (celupan) yang akan mengarahkan perspektif dan manhaj tersebut. 232 Lihat kembali karakteristik dakwah pada bab sebelumnya 101 Lihat risalah-risalah sebelumnya. dakwah ini memiliki fasa dan tahapan tertentu yang kami harapkan dapat diikuti dan ditempuh bersama-sama. pada aspek politik oleh penjajahan musuh-musuhnya. Imam Syahid berkata. Walaupun konsep dakwah telah sangat jelas dan mencakup segala hal sejak awal penyebarannya. “Dengan demikian. Ia juga menderita pada aspek pemikiran iaitu dengan kehampaan dan kerosakan. fanatisme kelompok dan kehancuran pada generasi mudanya. serta atheisme yang menghancurkan keyakinan dan memusnahkan teladan utama di dalam jiwa generasi mudanya. hal. hingga kami sampai ke tujuan yang hendak dicapai.

serta sifat pengecut yang memalukan. 90 80 . tidak akan mampu membetulkan orang-orang yang melampaui batas serta tidak akan mampu menolak kezaliman. kehinaan. tiang. dan menjadi dinding dari pengorbanan.” 102 103 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). 82 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? Hal. kebakhilan dan egoisme yang menghalangi diri dari kerja keras. beliau berkata. yang akhirnya mengalir dalam dirinya seperti aliran racun ular berbisa yang meracuni darah dan mengotori kesucian jiwa dengan hukum-hukum konvensional buatan Barat yang tidak akan mencegah para pelaku kejahatan. serta manhaj.tiangnya sebagaimana tertera dalam Al Quran. visi dan tujuan. langkah dan strategi kami adalah panduan yang kami dapatkan dari Rasulullah Saw. kemalasan yang sangat kritikal.”103 “Kami meyakini bahwa di dalam manhaj Islam terkandung seluruh konsep yang diperlukan umat dan kebangkitannya. Dalam aspek kejiwaan. “Manhaj kami adalah Islam. iaitu dengan keputusasaan yang sangat membimbangkan.Dalam aspek sosial kemasyarakatan. Begitupula kehampaan dalam pendidikan dan tarbiyah masyarakat yang kemudian menghalangi pengarahan yang benar terhadap pertumbuhan dan masa depan generasi mudanya serta para pembawa amanah kebangkitan umat. hal.”102 Imam Syahid telah menentukan pegangan dan tujuan dakwahnya iaitu Islam. baik sebagai dasar pegangan. dengan melenyapkan akhlak dan budi pekerti serta sifat-sifat luhur kemanusiaan yang diwarisi dari orangorang soleh terdahulu dengan mengikuti budaya Barat. yang akhirnya mengeluarkan umat ini dari barisan para pejuang ke barisan orang-orang lalai dan para kecundang.

dan ia sebagaimana tertuang jelas di dalam Al Quran dan sunah Rasulullah Saw. tidak rela menjadikan yang selain Islam sebagai imam. kami harus membangunkan kebangkitan dunia Timur sesuai dengan tonggak dan prinsip-prinsip dasar Islam dalam setiap aspek kehidupan. di atas Islam fikrah itu tegak.”106 Sumber yang menentukan tujuan-tujuan ini adalah Islam. demi Islam fikrah itu berjihad. ada Al Quran di tangan kanan kami dan sunah di tangan kiri kami.”104 Kami juga meyakini bahwa semua bentuk kebangkitan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam dan berlanggaran dengan hukumhukum Al Quran adalah sebuah usaha yang rosak dan akan menemui kegagalan.”105 Wahai kaum kami. fikarh kami adalah Islam semata. kepada ajaran-ajarannya. kepada Islam fikrah itu bersandar.       104 105 106 107 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). dan tidak akan taat kepada yang lain sebagai landasan hukum. kepada hukumhukum dan kepada petunjuknya. sungguh ketika kami menyeru kalian. Kami menyeru kalian kepada Islam. Kita tidak mungkin mengganti Islam dengan sistem yang lain. dan demi meninggikan kalimatnya fikrah itu berbuat dan beramal.47 Ibid Ibid Ibid 81 .”107 “Oleh sebab itu. serta jejak kaum salaf yang soleh dari putera-puteri terbaik umat ini adalah teladan kami.“Oleh sebab itu. hal.

Dakwah secara sembunyi-sembunyi 2. hal. selesai sudah langkah pertama dalam manhaj dakwah. baik syariat maupun penerapannya. yang bertindak untuk mencelup umat dengan celupan Islam yang sempurna dalam setiap aspek kehidupannya. “Langkah-langkah tersebut sangat jelas dalam langkah perjuangan yang ditempuh dakwah Islam generasi pertama. dalam berdakwah.. Lalu hijrah menuju hati-hati yang subur dan jiwa-jiwa yang sedia menerima hidayah. 88 82 .” (Q. 108 109 Risalah. iaitu: 1. Kemudian dakwah secara terbuka serta upaya memperjuangkannya tanpa rasa bosan. Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). hal.”109 Imam Syahid merangkumkan garis perjuangan Rasulullah Saw. 4. Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya. Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). beliau berkata. dan Allah telah meletakkan sebuah manhaj tertentu yang mesti dilalui generasi pertama kaum muslimin –semoga keredaan Allah tercurah kepada mereka semua-. 99 Risalah. dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. 3. Dengan demikian. Kemudian melakukan perjuangan dan berpaling dari kebatilan menuju kebenaran.S Ali Imran: 85)108 “Seungguhnya tujuan Ikhwan terletak pada pembinaan generasi baru dari kaum muslimin dengan ajaran-ajaran Islam yang benar.    Ertinya: “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam. kemudian mempersaudarakan antara jiwa-jiwa tersebut dan menempatkan singgahsana keimanan di hati-hati mereka. yang merupakan gambaran yang diberikan oleh Rasulullah Saw.

. penyakit. Imam Syahid berkata.110 Tentang jauhnya target perubahan yang hendak dicapai serta peranan yang ingin diwujudkan. serta bertahun lamanya umat tenggelam dalam genangan kerosakan yang merebak ke setiap tempat. kemiskinan. Adakah kalian berfikir atau manusia menyangka hal ini adalah masalah yang ringan? Bahkan tujuan kalian lebih luas dari ini. buta huruf. namun dalam pandangan kalian dan Islam yang telah mewajibkannya sebagai sebuah kewajipan sebagai sesuatu yang dekat ataupun jauh?        110 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?.5. “Sesungguhnya kalian adalah para da’i tarbiyah. 83 . hal. kalian menginginkan umat ini menjadi model umat muslim masa depan yang akan menjadi teladan semua negara-negara Timur. namun ia adalah jihad yang terus menerus. dan kalian menginginkan dari bangsabangsa ini sebuah persatuan Islam yang akan membawa misi kemanusiaan menuju ajaran Islam. ia akan berhadapan dengan barisan pasukan kebodohan. Ini adalah tugas dan peranan kalian yang oleh manusia dilihat masih sangat jauh. Sepeninggalan Rasulullah Saw. 89. kedengkian dan kebencian. para sahabat dan tabi’in kemudian meneruskan model dakwah ini secara lengkap di tanah Arab dan hingga tersebar ke negeri-negeri yang lain. Dan hal ini merupakan tujuan yang tak mungkin dicapai dalam hitungan hari dan tahun. Memahamkan bangsa ini. meyakinkan dan membangkitkan kesedarannya dari segala aspek terhadap prinsip-prinsip agama Islam. 88. kecilnya cita-cita dan pemutusan silaturahim. tonggak. ajaran dan nilai-nilai dasarnya. amal yang berkesinambungan.tonggak kemenangan kalian adalah.

”113 111 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna).”112 Dalam terapi pengubatan yang kami gunakan terdapat tiga perkara yang merupakan bahagian dari fikrah Ikhwan.        Ertinya: “Jika mereka berpaling.S Al Anbiya: 109)111 Imam Syahid menggambarkan permasalahan umat sebagaimana permasalahan individu muslim dengan mengatakan.34 113 Ibid. 268 112 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). Yang kedua. sabar terhadap rasa sakit ketika pengobatan berlangsung. “Hingga dengan rahmat Allah yang mampu menghadirkan seorang doktor yang mahir dan seorang pakar yang sangat pandai yang mengetahui tempat luka dan mampu mengidentifikasi.” (Q.267. Pengubatannya terdiri dari tiga perkara. hal. dan seorang pakar yang mahir mengubatinya hingga melalui tangannya Allah memberikan kesembuhan dan kemenangan. hal. Manhaj yang benar. Para pekerja yang mukmin. dan mereka sangat mematuhi dan taat bekerja di bawah panjinya. Ikhwan mendapatkannya di dalam kitab Allah dan sunah Rasul-Nya Saw. untuk itu Ikhwan membuat diri mereka melaksanakan apa yang mereka fahami dari agama Allah dalam bentuk amal dan tanpa melibatkan perasaan dan kelembutan. Kepemimpinan yang kuat dan dipercayai. Yang ketiga. mengetahui tempat penyakit. mengenal tempat penyakit dan mampu menyembuhkannya. Maka Katakanlah: "Aku Telah menyampaikan kepada kamu sekalian (ajaran) yang sama (antara kita) dan Aku tidak mengetahui apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh?. 37 84 . Yang pertama.. hal. Ikhwan juga telah menemukainya.

Perubahan ini adalah persoalan agama. Ia adalah: 1.Imam Syahid menjelaskan bahawa kekuatan dakwah bergantung kepada: “Kekuatan seruan-seruan dakwah itu sendiri. lalu pada keperluan alam terhadap dakwah tersebut. namun harus dilakukan dengan keinginan. Perubahan yang menyeluruh dan mendalam terhadap individu dan masyarakat. Kejelasan terhadap manhaj perubahan b. namun ia memerlukan perjuangan dan keseriusan semua lembaga-lembaga khusus dan umum yang ada. c. 2. kemudian pertolongan dari Allah bila.bila sahaja yang Dia kehendaki dan menampakkan kekuatan-Nya. Penyebaran nilai-nilai keIslaman dan syariat mesti menjadi hakikat yang terlihat. Keyakinan terhadap kemampuan manhaj pilihan tersebut. Untuk mengawal peranan-peranan tersebut tidak hanya dilakukan oleh beberapa individu masyarakat atau lembaga keadilan tertentu. kemudian di hati orangorang yang meyakininya. Membatasinya dengan koridor dan tuntutan-tuntutan syariat yang dibawa Islam.”114 • Tabiat Perubahan dan Karakteristiknya: Sebelum membicarakan tentang tabiat perubahan. karakteristik dan sifatsifatnya. oleh sebab itu tidak semestinya dilakukan secara paksa dan kekerasan. dan tidak terbatas pada penampilan dan simbol semata-mata. pilihan dan keimanan. Ia tidak hanya dianggap sebagai usaha mengganti pemerintah dengan pemerintah yang lain yang akan meninggikan syiar-syiarnya atau 114 Ibid 85 . maka pertama-tama yang harus dipenuhi adalah: a.

menetapkan sebuah keputusan. Perubahan dari bawah berbeza halnya dengan perubahan cara dari atas. Perubahan dari bawah Hal ini menuntut sebuah perubahan dari bawah sesuai dengan manhaj perubahan yang dipilih. Ia bermula dari individu-individu institusi-institusi. namun ia bersandar kepada keyakinan dan keimanan manusia dan permintaan mereka terhadap perubahan tersebut. kerana ia bermula dari lingkup individu masyarakat dan institusi-institusinya yang kemudian bertitik. masyarakat dan tidak yang kemudian dengan dilakukan ke dimulai penguasaan pemerintah untuk melakukan perubahan. maka ia akan tegak di bumi kalian. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum.” Ia adalah perubahan tingkat bawah yang memiliki pintu masuk masyarakat dan pintu institusi. “Dirikanlah Negara Islam di hati kalian.” (Q. Maka tak ada yang dapat menolaknya.tolak dari dalam institusi-institusi tersebut dan bukan sebaliknya. Imam Al Hudaibi berkata. kerana sejatinya pada ia dilakukan dengan melahirkan keyakinan setiap komponen masyarakat untuk berpegang teguh terhadap syariat Islam. Sebuah perubahan mendalam dan bukan perubahan pada tingkat atas. 3.                               Ertinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri.S Al Ra’d: 11) 86 . dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

kemudian ia mampu mengetuk pintu-pintu hati yang tertutup. sesuatu yang mustahil dapat dibuka oleh pukulan tongkat. namun kami akan menundukkan. Imam Syahid berkata. Perubahan yang bertahap ‘Sesungguhnya orang yang bercita.” Dan kami tidak akan melanggar undang-undang alam semesta kerana hal itu adalah kekalahan. Perubahan Universal 87 .4. maka langkahnya bukan kekuatan dan kekerasan.cita yang ingin menguasai sesuatu akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkannya. atau dengan kilatan mata pedang dan tombak. sesungguhnya dakwah yang benar adalah yang mampu berkomunikasi dengan jiwa.” Kerana ia adalah perubahan bertahap dan bukan perubahan radikal. krisis dan permasalahan. atas asas kematangan dan kesempurnaan serta kemampuan menghadapi persoalan. mengendalikan dan mengalihkan arusnya serta menjadikannya sebagai penolong satu sama lain. dari satu tangga ke tangga berikutnya. 5.” Oleh sebab itu. kami mengikat gelora perasaan dengan kecerdasan akal.’ Maka proses perubahan ini bersandar kepada tahapan dan perpindahan dari satu fasa ke fasa berikutnya. dan menjadikan khayalan sepadan dengan hakikat dan kenyataan. “Barangsiapa yang tergesa-gesa ingin menikmati buahnya sebelum matang atau hendak memetik kembang sebelum waktunya maka sebaiknya dia keluar dari barisan dakwah ini ke dakwah yang lain.

untuk itu kita wajib melakukan tarbiyah. untuk itu kami tidak akan pernah mengakui perkongsian politik apapun dan kami tidak akan menerima kesepakatan-kesepakatan tersebut. melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui. firman Allah:              Ertinya: “Dan kami tidak mengutus kamu. untuk itu “Kami telah menggambungkan semua elemen dalam setiap ceruk negeri kami yang telah dipisahpisahkan oleh politik Barat.S Saba:28) Dakwah ini adalah dakwah universal sejak ia dilahirkan.” 6.carik serta mudah ditelan oleh para penceroboh. yang tidak tergugat dan tidak bersifat sementara. Perubahan yang kami inginkan adalah perubahan yang tenang dan berkesinambungan. memimpin dan memberikan peranan pada kekuatan-kekuatan perubahan secara keseluruhan serta mengkoordinasikan kerjasamanya demi mewujudkan keyakinan dan penerimaannya terhadap halanganhalangan perubahan. 88 . yang telah menjadikan dunia Islam berubah menjadi negeri-negeri kecil yang lemah dan tercarik.” (Q.penceroboh itu. yang tidak dibatasi oleh kawasan tertentu dan tidak pula dibatasi oleh daerah tertentu. yang telah dimusnahkan oleh kepentingan Negara-negara Eropah.Isyarat-isyarat ini sebagaimana telah ditetapkan sejak fajar pertama dakwah.

yang bersifat beransur. Ia adalah perubahan yang sangat dalam dan tidak dangkal. kami akan memimpin umat ke arah ini dan tidak akan mewakilkan mereka dengan yang lain. Lalu akan datang ujian. perubahan di tingkat bawah dan bukan di tingkat atas. institusi-institusi masyarakat. dalam amal dan setiap gerakannya.”115 Sesungguhnya pelaksanaan manhaj Islam secara sempurna dan menyeluruh serta projek pembangunannya di tengah masyarakat tidak hanya terbatas pada perspektif yang benar atau pemahaman yang universal. Dan persiapan di dalam kelompok ini berdasarkan pada proses tarbiyah Islamiyah yang sempurna agar Islam dapat dikenali dari keperibadiannya. yang pada akhirnya akan memperlihatkan daya tahannya menanggung tekanan untuk tetap tegar dan tidak menyimpang. dan ia memiliki kekuatan politik yang handal iaitu rakyat negara.7. namun ia merupakan proses pembentukan yang sangat cermat dan teliti serta merupakan perbaikan individu yang lengkap. Al Ustadz Musthafa Masyhur. pemahaman dan akhlaknya. dan institusi ini memiliki kekuatan yang mendukungnya. cubaan dan rintangan untuk menyaring dan memilih. yang memiliki kekuatan yang menyokongnya iaitu. perubahan universal dan tidak di kawasan tertentu. namun juga memerlukan proses tarbiyah dan persiapan orang-orang yang akan memikul amanah pelaksanaannya dan memimpin setiap individu bangsa. yang berkesinambungan dan tidak sementara. hal.31 89 . Perubahan memiliki kekuatan kawalan terdepan yang memegang kepemimpinan. 115 Risalah: Wudhuh Ru'yah.ansur dan tidak tergesa-gesa. iaitu umat Islam di dunia secara keseluruhan. Proses tarbiyah tidak berjalan dalam waktu yang ringkas atau hanya dengan pelajaran beberapa saat.

Ia justeru bermaksud untuk menyusun dan merancang bangunan Islam yang sempurna dan integral di tengah masyarakat dan umat dengan segenap asasnya secara keseluruhan. sebuah bangunan yang kukuh dan kuat yang akan memikul tekanan-tekanan dan berhadapan dengan segala rintangan. baik pemahaman. serta tidak tertipu dengan 90 . untuk kemudian diwarnai dengan Islam. yang merupakan pendukung dan batu batanya. Sesungguhnya Ikhwan tidak pernah bermaksud menghancurkan sistem atau merubah kebatilan semata lalu menggantikannya dengan sistem yang lain atau merubah kebatilan dengan kebatilan yang lebih kecil penyimpangannya. umat Islam dan dunia antarabangsa. Konstruksi ini mencakup bangsa dan masyarakat. akhlak. dan sudah semestinya ia mendapatkan tarbiyah. nilai dan adat istiadat. namun ia adalah bangunan yang disediakan mampu memikul tanggungjawab bangsa Arab. Bangunan yang kukuh ini dengan tapak dan bebannya tidak hanya berada di tempat terbatas dan kawasan tertentu saja. persiapan dan kesedaran.Hilangnya titik-titik konsentrasi ini atau kelemahannya dalam pelbagai lapangan kehidupan masayarakat akan menyebabkan melemahnya tarbiyah masyarakat dan pelaksanaan yang benar terhadap manhaj Islam. budi pekerti. Ia juga harus mengetahui hakhaknya dan bagaimana menjaga hak-hak tersebut serta bagaimana berkorban untuk memeliharanya. Dan tujuan ini lebih besar dan lebih jauh dibanding perubahan sistem semata. Ia juga harus benarbenar sedar dan penuh perhitungan. Sesungguhnya kita berniat untuk mendirikan dan menghidupkan umat Islam serta pembinaan negaranya secara universal.

iaitu pendirian sebuah Negara Islam. semakin setia dan komited terhadap jama’ah. serta tarbiyah terhadap orang-orang yang menerima dakwah dan pemahaman ini dengan tarbiyah Islam yang benar. 29 Agustus 1966. kerana pada fasa tersebut ia dituntut untuk mampu menghadapi halangan dan tentangan serta tekanan-tekanan baik internal mahupun eksternal. 91 . memberikan pengorbanan. “Maka sudah semestinya sebuah gerakan Islam dimulakan dari tapak dasarnya. yang akar dan pembinaannya bersumber dari manhaj Allah dan 116 Lihat Koran Al Muslimun. Imam Syahid Sayyid Quthb berkata.tiang keIslaman di tengah masyarakat. serta dengan tidak memaksa sebuah sistem Islam dengan cara menguasai pemerintahan sebelum kukuhnya tiang.”116 Sesungguhnya bangunan (masyarakat) yang dicita-citakan oleh Ikhwan bukan bangunan masyarakat biasa sebagaimana Negaranegara di dunia. memberikan toleransi terhadap manhaj dan dakwahnya atau berpaling darinya. Tanpa persiapan dan tarbiyah terhadap suatu bangsa maka bangunan masyarakatnya akan rapuh dan lemah serta terjadinya perlanggaran antara satu sama lain di dalam satu komuniti masyarakat. yang dipublikasikan lewat Koran dengan tema.para penjual simbol dan syiar-syiar para penyeru perbaikan. namun ia merupakan bangunan akidah Islam sejak mula berdiri. Bahkan dengan keadaan tersebut komponen masyarakatnya tidak akan bersedia menerima beban fasa tersebut. Mengapa mereka mengeksekusiku? Komentar ini beliau tulis sebelum proses eksekusi pada pagi Senin. semenjak hari pertama pembangunannya. iaitu membangunkan bimbingan akidah Islam di hati dan fikiran. sebab masyarakat tersebutlah yang akan meminta sistem pemerintahan Islam kerana mereka mengetahui hakikatnya dan menginginkan. perkataan yang disampaikan Imam Syahid Sayyid Quthb.

baik umat. Ia akan lahir di tengah badai dan gelombang. perseteruan dan langkah-langkah yang ingin menguasai kawasan Arab dan dunia Islam. iaitu lapangan dakwah dan harakah yang merupakan kekuatan penyokong.tiang yang sempurna.waktu yang memerlukan kesedaran. serta waktu. Namun ia justeru merupakan sebuah bangunan yang memiliki pelan konstruksi yang jelas dan tiang.Sunah Rasul-Nya Saw. walaupun ini merupakan komponen ringkas dari bangunan yang dimaksudkan. atau hanya seruan-seruan reformasi yang diserukan banyak pihak. Dalam proses rekonstruksi ini kami tidak terpisah dari kemampuan bersiap memanfaatkan. iaitu Islam secara keseluruhan. dan ia bukan deklarasi moral dan akhlak semata. dan kami tidak bermaksud untuk mengumpulkan 92 . Di sana juga terdapat ruang universal yang merupakan aset umat. Negara dan pemerintah. Semuanya memerlukan perhitungan Sesungguhnya Negara Islam sejak awal berdiri –dengan izin Allah.akan berhadapan dengan tentangan dalam setiap apsek. masyarakat. kewaspadaan memenangkan dihadapi. akademik. peradaban dan ketenteraan. misi dan peradabannya. keadaan yang menanti masyarakat. Disamping itu juga dan dan terdapat sunah untuk alam dalam proses cara akan perubahan. hal ini tentu memerlukan kekuatan dan kekukuhan bangunan untuk membentengi dan mewujudkan projek-projek besar Islam. baik sosial kemasyarakatan. Kemudian juga tersedia ruang universal dengan segenap arus.

mengawasi dan mengubah jika terjadi penyimpangan. sementara hal ini merupakan hal yang mendasari proses perubahan dan perbaikan. dewan perwakilan dan yang lain merupakan sebahagian dari perjuangan konstitusi. sehingga pada akhirnya kami sampai kepada kesamaan manhaj. Akan tetapi kotak-kotak suara pilihan raya hanyalah alat untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dan bungkusan bagi dakwah serta menjadi alat untuk menghubungkannya ke lembaga dan yayasan-yayasan tertentu. Oleh sebab itu maka tarbiyah dan pembinaan masyarakat sangat penting dan mentarbiyahnya sesuai dengan manhaj Ikhwan.seluruh kekuatan perbaikan dan perjalanannya. parlimen. saling membantu dan bekerjasama dengan segenap warga masyarakat yang mencintai dan ikhlas berjuang untuk negaranya. sehingga ia tidak akan menyimpang dan tertipu dengan slogan-slogan dan simbol-simbol yang tidak sesuai dengannya. yang merupakan alat pembantu untuk mewujudkan manhaj jamaah muslim. Bahkan kemajuan dalam proses dan pembangunan tonggaktonggak masyarakat 93 . namun peranan kami yang menjadi dasarnya adalah sebagai penyeru dakwah dan kesedaran umat. visi dan tujuan. ia mampu meneliti. profesionalisme. Sebuah bangsa yang proses tarbiyahnya telah berjalan dengan sempurna dan baik adalah jaminan dan yang mengawal bangunan ini. namun ia tidak mendidik sebuah masyarakat dan tidak membangunkan sebuah tapak yang kukuh. Sesungguhnya tarbiyah masyarakat dan pengetahuan mereka terhadap hak-haknya serta komitmen merupakan elemen dasar dan pengawasan yang sangat efektif pada setiap sistem yang akan memimpinnya. Pilihan raya politik.

usaha dan kemudahan lain yang akan membantu.masalah terkini dan masa depan yang menyatu dalam satu syiar.usaha kekuatan di tengah masyarakat yang memberikan peluang baginya untuk mewujudkan visi dan misinya. Sesungguhnya pembangunan tapak dasar yang kuat dan tiangtiang yang kukuh dan tersebar di semua tempat adalah yang mewujudkan akidah dan persatuan. kemudian dilanjutkan dengan usaha.tarbiyah yang sempurna akan memberikan buah dan hasil dalam pelaksaan pilihan raya.117 117 Risalah: Wudhuh Ru'yah. Setelah itu terwujud. hal. sedangkan tarbiyah masyarakat. pembinaan dan pencelupannya dengan celupan Islam adalah asas utama yang tak dapat digantikan. Kita menginginkan pengubatan tersebut berlangsung dengan jelas dan meyakinkan bahawa tidak ada alternatif lain selain penyelesaian yang diberikan Islam. menyempurnakan dan mendukung terwujudnya target-target tersebut. Al Ustadz Musthafa Masyhur. Al Islam huwa al Hall (Islam adalah penyelesaian) sesuai dengan programprogram yang terperinci yang mampu memberikan penyelesaian terhadap permasalahan dan kegundahan manusia. sebuah penyelesaian yang menjadi kemestian. sempurna agar sesuai dengan perspektif pembangunan yang mampu menciptakan penyelesaian konkrit terhadap masalah. kerana penyelesaian tersebut merupakan pemberian Allah. Juga terdapat peranan lain dalam mengupayakan kepemilikan umat terhadap usaha. 38 94 . Iaitu dengan melakukan perubahan terhadap keadaan realiti lembaga-lembaga kemasyarakatan dan individualnya (baik lelaki mahupun wanita). zat yang menciptakan manusia dan yang Maha Mengetahui kebaikan dan manfaat untuk manusia.

reaktif dan emosional kadang-kadang menjadi orang yang paling mudah tergoncang. dorongan dan semangat yang luar biasa secara umum berasal dari beberapa hal berikut: 95 . Panjangnya perjalanan.alat kekuatan untuk kemudian mengoptimumkan usaha. larut dan kalah ketika berhadapan dengan kesulitan dan realiti di lapangan. kerana bangunan yang dicita-citakan sangat besar dan agung. Kepemimpinan yang bijak dan mengarahkan Semangat Perubahan ini dinakhodai oleh kepemimpinan yang bijak dan tidak bertentangan dengan undang-undang semesta dalam perubahan serta tidak tertipu dengan semangat yang membara. kuatnya perjuangan serta pengorbanan yang harus diberikan tidak akan menggoyahkan kami dari manhaj kami. Motivasi. Sebuah kerajaan muslim akan berdiri kukuh setelah terpenuhinya tonggak dasar perbaikan dan pembangunan di masyarakat serta keyakinan masyarakat yang kuat terhadap kepentingan solusi Islam dalam kehidupan dan perkembangannya. lalu kita meluruskan kerosakan yang terjadi dan mengubati sebab-sebab kelemahan. kemudian melakukan perbaikan di semua institusi dan tahap kehidupan menuju titik berpijak yang sebenarnya. serta dengan menguasai alat. kerana ia mengetahui bahawa orang yang sangat bersemangat.Had minimumnya adalah paling tidak kami memiliki perspektif yang jelas dan integral dalam permasalahan tersebut. Kejayaan yang hakiki dan kemenangan yang sebenarnya adalah ketegaran di atas manhaj ini serta dengan mewujudkan bangunan ini dengan pertolongan Allah Swt.usaha tersebut dalam sebuah payung pemerintahan Islam yang mampu menyempurnakan proses perbaikan. menguatkan bangunan serta mewujudkan tujuantujuannya secara sempurna.

1. Tidak mengetahui hakikat beban

2. Kadang- kala berasal dari kecilnya kemungkinan untuk
bertemu kesukaran dan kekalahan, yang kemudian mendorongnya untuk melakukan gerakan, perlawanan dan kemenangan dengan segala bentuk tanpa mengukur beban gerakan, perlawanan dan kemenangan tersebut. Sehingga ketika ia berhadapan dengan beban-beban tersebut yang ternyata lebih berat dari perhitungan mereka, serta-merta mereka menjadi orang-orang di barisan pertama yang mengalami kegoncangan dan kegentaran. Firman Allah:

              

   

   

    

  

         



        

      
Ertinya:

96

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka[317]: "Tahanlah tanganmu (dari berperang), Dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!" setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. mereka berkata: "Ya Tuhan kami, Mengapa Engkau wajibkan berperang kepada Kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajipan berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?" Katakanlah: "Kesenangan di dunia Ini Hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orangorang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.” (Q.S An Nisa:77)118 Imam Syahid berkata, “Aku berharap kalian bijak dalam mengambil langkah, dan hendaknya kalian meluruskan jalan kalian dengan akal dan perasaan secara bersamaan, jangan biarkan bara semangat memandu kalian menuju jalan yang tidak bermanfaat untuk kepentingan dakwah.”119 Dalam hal ini beliau juga mengatakan, “Mereka (Ikhwan) lebih memilih sikap perlahan-lahan namun bijak demi meraih kemenangan yang gemilang.”120 Adapun dalam menolak marabahaya atau berpegang teguh dengan dakwah, maka sesungguhnya, “sikap perlahan-lahan dan tenang akan menghentikan gerak maju dan merenggut kemenangan mereka, dan pada saat itu merekapun mengetahui bagaimana mempertahankan dakwah mereka..”121 Ringkasan Prasarana Perubahan
118 119

Ibid, hal. 33 Hasan Al Banna, momen-momen dakwah dan tarbiyah, Abbas Asisi, hal.147 120 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna), hal. 266 121 Ibid

97

Prasarana Perubahan dalam manhaj Ikhwan mempunyai titik berat pada tiga rukun:

1. 2. 3.

Komitmen terhadap Islam dengan pemahaman yang benar, baik ilmu dan pengamalan serta jihad. Kepentingan jama’ah dan kemestian adanya barisan kaum muslimin yang tersusun rapi di bawah satu kepemimpinan. Tarbiyah dan pembentukan dalam menyediakan individu muslim dan dan membangunkan generasi baru muslim, serta memberikan perhatian terhadap bangsa dan masyarakat mengoptimumkan peranan-peranannya mencelupkannya dengan celupan Islam.

Dan hal tersebut di atas diringkaskan dalam langkah-langkah berikut: 1. Pembangunan dan pembinaan generasi baru Dan ini mengalir dan menyebar di tengah masyarakat dan di tubuh umat, yang akan memberikan pengaruh dalam menyedarkan umat dan memperbaiki keadaannya. Generasi ini akan menjadi tiang dasar berdirinya sebuah pemerintah dan Negara Islam. Imam Syahid berkata, “Sesungguhnya dakwah Ikhwan secara khusus ditujukan untuk membentuk generasi baru kaum muslimin dengan nilai-nilai ajaran Islam yang benar, yang bekerja dengan celupan Islam yang sempurna dalam segala tahap kehidupan.”122 Generasi baru ini adalah tapak kukuh dan inti yang akan mendukung berdirinya kerajaan Islam dan yang akan memikul beban dan serta memimpin umat di atas manhajnya. Imam berkata, “Dan dengan urgensi kelahiran generasi baru ini, maka perbaikilah dakwah dan maksimumkan proses pembentukannya, ajarkan kepadanya kebebasan jiwa dan hati, serta kebebasan pemikiran dan akal, kebebasan jihad dan amal.
122

Risalah: P Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal. 188

98

Penuhilah jiwa yang liar dengan keagungan Islam dan keindahan Al Quran, serta latihlah ia menjadi perajurit di bawah bendera dan panji Nabi Muhammad.”123

2. Tonggak- tonggak generasi mukmin ini harus memenuhi beberapa
hal berikut:

a.

Hendaknya jumlahnya memadai dan sesuai dengan target serta beban yang akan dipikul tatkala mendirikan sebuah Negara dan menghadapi pelbagai tentangan. Hal ini tentunya adalah sesuatu yang selalu berubah sesuai dengan situasi dan kenyataan yang berlaku. Pada tahun 1935 M, saat penduduk Mesir masih berjumlah 16 juta, Imam Syahid berkata, “Dan di saat jumlah kalian -wahai Ihkwanul Muslimin- telah mencapai 300 katibah (yaitu 12 ribu), dan setiap katibah telah mempersiapkan dirinya secara spiritual dengan iman dan akidah, secara intelektual dengan ilmu dan tsaqafah, dan secara fizikal dengan aneka latihan dan rekreasi, maka pada saat itu ajaklah aku mengharungi kedalaman samudera, menembus ketinggian langit dan berperang bersama kalian melawan tirani dan penguasa zalim, maka
124

aku

benar-benar

akan

melakukannya insya Allah.”

b.

Dan hendaknya tonggak- tonggak ini tersebar di seluruh kawasan, daerah, perkampungan, yayasan, dan lembagalembaga sosial dengan jumlah yang memungkinnya memberikan pengaruh dan warna serta mengarahkan komunititersebut kepada syariat Allah. Tempat yang tidak ditempati oleh tonggaktonggak

mukmin ini, atau hanya ditempati oleh komuniti mukmin
123

Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran), hal. 197 124 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal. 181

99

yang lemah, maka ia akan menjadi kawasan lemah yang memberikan implikasi buruk terhadap kekuasaan dan ikatan kepemimpinan umat Islam serta model penerapan syariat Islam dan tarbiyah masyarakat. Sesungguhnya semangat, sambutan baik dan penerimaan ketika kemenangan Islam tidak menjadi ukuran atau pengganti proses pembentukan yang mendalam terhadap tonggaktonggak mukmin ini.

c.

Dan hendaknya kekuatan utama ini sampai pada taraf keimanan dan tarbiyah yang sesuai dengan beban yang ada, kemudian melalui ujian dan proses penyaringan, serta menjalani cubaan, bencana yang beraneka ragam hingga terbebas dan membersihkan dirinya dari batu bata yang lembik serta menambah kekuatan dan keteguhan.

d.

Dan hendaknya kekuatan utama ini berada dalam satu saf yang kuat dan di bawah satu kepemimpinan, serta memiliki langkah kemenangan iman dan menjauhkannya dari kekalahan dan kehinaan. Asas kekuatan barisan terdapat dalam kekuatan akidah, kekuatan persatuan dan kekuatan ikatan sebelum kekuatan otot dan senjata.

e.

Perhimpunan

atau

pembentukan

kekuatan

inti

tidak

berdasarkan propaganda yang membabi buta atau hanya dengan propaganda umum, perasaan yang membara atau dengan gerakan tambahan dan penyebaran yang sangat cepat, namun ia dilakukan dengan kepiawaian menyucikan alat- alat yang baik dan sesuai (Manusia ibarat seratus unta yang tak memiliki pengembala), tarbiyahnya, pembentukan

100

dan penanaman rukun-rukun baiat, serta pembaharuan iman dengan agama dan dakwah. 3. Menyebarkan dakwah, pengenalan dan tarbiyah masyarakat: Seiring dengan penyucian dan pembentukan tonggak- tonggak utama ini, juga pada masa yang sama dilakukan usaha- usaha penyebaran dakwah, pengenalan (sosialisasi dakwah) dan tarbiyah masyarakat sesuai dengan pemahaman Islam, mencelupkannya dengan celupan Islam dan menghadapi sisi-sisi kerosakan yang ada serta mewujudkan sifat-sifat yang diinginkan seperti kepekaan, kesedaran dan pengorbanan dll. Sehingga para pendukung dan dan yang bersimpati terhadap dakwah semakin bertambah banyak, dan nilai-nilai dakwah menjadi pegangan umum di tengah masyarakat, serta didukung dan ditopang oleh tokoh-tokoh masyarakat. Imam Syahid berkata, “Sesungguhnya khutbah dan perkataan, tulisan dan pelajaran, seminar, identifikasi penyakit dan ubatnya, semuanya tidak akan memberikan manfaat apapun dan tidak akan mewujudkan tujuan apapun serta tidak akan menghubungkan da’i kepada target yang diharapkan..”125 “Tidak demikian wahai Ikhwan, bukan ini yang kita inginkan. Di antara yang kita inginkan adalah keredaan Allah, adapun tujuan Ikhwan yang paling utama, target Ikhwan yang paling tinggi, perbaikan yang diinginkan oleh Ikhwan dan yang disiapkannya adalah perbaikan yang integral dan menyeluruh yang didukung oleh kekuatan umat secara keseluruhan.126 Maka hal ini menuntut: 1. Iman Yang mendalam

2. Pembentukan yang teliti
125 126

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal.108 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.205

101

3. Amal yang berkesinambungan “Maka yakinlah terhadap fikrah kalian dan
127

berkumpullah

di

sekelilingnya, bekerjalah untuknya dan teguhlah.”

“Akan tiba masanya prinsip-prinsip Ikhwan akan menyebar dan mendominasi, mengutamakan Peribadi.”
128

dan

rakyat

akan

belajar

bagaimana

mereka

kemaslahatan

umum

berbanding

kemaslahatan

Tentang penyebaran dakwah di pelbagai tempat, kawasan dan komuniti masyarakat, Imam Syahid menegaskan tentang wujudnya tujuan ini, “Untuk itu kami berusaha agar dakwah kami sampai ke setiap rumah dan agar suara kami terdengar ke segenap penjuru.”129 Yang mana hal ini kemudian memerlukan inovasi dan langkah yang bervariasi dalam menggunakan mediummedium dakwah dan kontemporari, keterbukaan terhadap masyarakat, ramah

komunikatif, serta sosialisasi dakwah, gagasan dan sikap-sikapnya dalam setiap majlis, muktamar, peristiwa dan krisis. Jamaah juga menggunakan segala medium dakwah serta ditambah dengan pengaruh positif dari para tokoh dakwah di masyarakat. Dakwah tidak hanya dalam terbatas bentuk pada satu alat tertentu sosial, namun dikembangkan lembaga-lembaga yayasan,

asosiasi, yang merupakan sebahagian dari lembaga-lembaga dakwah dan yang mampu berinteraksi dengan masyarakat dalam setiap segmen serta bekerja untuk menyedarkan umat dan menyatukannya di bawah naungan Islam.

127 128 129

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal.108 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.137 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda), hal.177

102

4. Jamaah juga menempuh cara perjuangan konstitusi sebagai
sebahagian dari projek perbaikan dan gerakan di tengah masyarakat. Kerana jamaah kerap harus berhadapan dengan situasi yang sempit dan sukar yang menghalanginya dari mediummedium yang layak untuk dakwah, serta dari perjuangan konstitusi sebagai sebahagian dari hak asasinya, namun kemudian ia menghadapinya dengan penuh kesabaran, dan sikap positif, perhatian terhadap dakwah fardiyah dan pengaruh dalam masyarakat dengan kerja dan teladan yang baik, menggunakan medium- medium yang sesuai untuk menyampaikan dakwah dan tarbiyah individu, tidak melepaskannya dari manhaj, cara, dan prinsip-prinsip dakwah serta tidak bersandar kepada kekerasan dan tetap bertahan menghadapi tekanan tersebut walaupun ujian datang menghadang.

5. Sampainya jamaah dakwah ini ke fasa kepemimpinan masyarakat,
hingga dakwah dan jamaah itu benar-benar menjadi harapan umat dan mampu memenuhi tuntutan masyarakat, menanamkan prinsip-prinsip Islam dan tujuan-tujuannya, menyerukan Islam kepada umat dan berpegang teguh padanya, serta munculnya para aktivis dakwah sebagai tokoh-tokoh masyarakat di pelbagai bidang, dan menjadi perhatian dan ikutan umum. Kemudian terjalinnya kerjasama dengan setiap orang yang

menyerukan perbaikan serta melakukan penyatuan antara para pejuang-pejuang yang ikhlas dan para penyeru reformasi baik personal maupun kolektif dengan tetap menyampaikan dakwah kepada mereka untuk. Lalu kita tunggu bagaimana kemudian putaran waktu akan membuat mereka meyakini bahawa dakwah ini adalah dakwah yang sangat integral dan sempurna, hingga mereka mengikuti dan bernaung di bawah panjinya jika mereka menginginkan, dan akhirnya dakwah Ikhwan menjadi jantung umat, akal dan cita-citanya.

103

6. Ketika hal ini dapat diwujudkan sesuai dengan yang direncanakan,
dan bersama terwujudnya jarak internasional terhadap dakwah berupa bantuan moral dari umat Islam dan kekuatan perbaikan di dalamnya, maka pada saat itu dakwah melakukan langkah penting dan membuat pemerintah eksekutif130 condong kepadanya dalam situasi rakyat dan institusi pemerintahan yang memerlukan Islam dan yang mendukung jamaah. Kecondongan pemerintah kepada manhaj Islam dan aspirasi masyarakat yang diarahkan oleh dakwah dengan izin Allah akan terwujud, baik dengan pilihannya sendiri atau kerana kecondongan amal nyata terhadap pemerintah tanpa kekerasan. Sesungguhnya kerja politik, intelektual, sosial, pelayanan, tarbiyah dan dakwah di akan setiap komuniti masyarakat dan institusiumum institusinya membuat pandangan masyarakat

menjurus kepada jamaah dan dakwah, dan kemudian jamaah akan mendapatkan kepercayaan dan sokongan majoriti. Yang pada akhirnya secara praktikal membuat cenderung pula orang-orang di jalan, daerah, perkampungan, yayasan-yayasan, lembaga, asosiasi, lembaga profesion dan politik, dan akan membuat pemerintah setempat akan juga cenderung kepada pandangan masyarakat umum, sehingga urusannya akan diserahkan kepada jamaah yang didukung oleh masyarakat. Jamaah dakwah kemudian menjadi corong yang akan mengarahkan, berpengaruh dan menjadi pelaku, bersatu dan bekerjasama dengan seluruh kelompok dan kalangan masyarakat. Jika pemerintah maka eksekutif hal itu menolak merupakan dan menekan keinginan dan

masyarakat, lalu menyakiti dan melakukan tekanan-tekanan dan bantahan, penindasan
130

bentuk Saat

kezaliman itulah

terhadap

kehendak

rakyat.

jamaah

Untuk menambah keterangan tentang hal ini, silakan lihat: Bab IX, Pemerintahan Islam, yang merupakan bagian dari buku yang berjudul: Bagaimana keberpihakan dengan pemerintah eksekutif.

104

berkewajipan melakukan penolakan terhadap tindak kezaliman tersebut –yang bukannya tindak kezaliman pertama, namun ia akan tetap bersabar-, ia akan melakukan pembelaan masyarakat dan pilihannya terhadap manhaj Islam. Imam Syahid berkata, “AKu berkata kepada orang-orang yang bertanya, bahawa sesungguhnya Ikhwan akan menggunakan kekuatan dimana tidak ada yang lain yang bermanfaat, dimana mereka meyakini bahwa mereka telah menyempurnakan persiapan iman dan persatuan. Dan ketika mereka menggunakan kekuatan ini, maka mereka menjadi orang-orang mulia dan bebas serta akan memberi memberikan peringatan lebih dulu, lalu menunggu untuk kemudian datang dengan penuh kehormatan dan keperkasaan, dan akan memikul seluruh akibat sikap-sikap mereka dengan penuh keredaan dan kelapangan hati.”131 Beliau juga mengatakan, “Kami adalah penyeru kebenaran dan kedamaian, kami meyakini dan bangga dengannya, jika kalian menghadang dan menghalangi jalan dakwah kami, maka sesungguhnya Allah telah mengizinkan kami untuk membela diri. Sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang jahat dan zalim.”132 Imam berkata, “Kami tidak akan berputus asa, dan sesungguhnya kami memiliki cita-cita yang lebih agung di sisi Allah.”



  

 





 
Ertinya:

131 132

Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.136 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim), hal.136

105

“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. (Q.S Yusuf;21)133 • Prasarana masyarakat: pembentukan, tarbiyah untuk individu dan

1.

Proses persiapan untuk barisan ini serta tonggak- tonggak yang disebut di atas tidak mungkin dapat diwujudkan dalam waktu sehari semalam, namun memerlukan tarbiyah yang mendalam, dan ia wajib mendapatkan tarbiyah yang mendalam, pembentukan yang teliti agar sampai ke tahap keimanan yang berhak mendapatkan kemenangan dari Allah, dan hendaknya mampu mengembang beban berat dan tekanan-tekanan setelah kemenangan.

2.

Pembentukan ini tidak terpisah dari kenyataan dan gerakan – hingga salah seorang mengaku bahawasanya hal itu dilakukan dengan memencilkan diri-, padahal gerakan dakwah, interaksi dan sikap positif dengan realiti merupakan bahagian asasi dari dakwah. Bersama reality dan perjalanan gerakan ini maka akan menciptakan kematangan Peribadi dan kedewasaan akhlak, “Gerakan kami terikat dengan keyakinan kami, dan keyakinan kami terikat dengan gerakan kami.”134

3.

Penyucian dan pembentukan tonggak- tonggak ini adalah tugas yang berkesinambungan. Ia tidak terhenti pada fasa tertentu atau hingga berdirinya sebuah Negara –namun ia akan terus berlanjutan selama keberlanjutan jamaah demi mewujudkan tujuan yang lebih besar, hingga seluruh dunia dapat dikuasai, dan hal itu merupakan target penting yang harus dipelihara.

4.

Diperlukan interaksi dan kesinambungan antara tonggak- tonggak yang baru lahir dengan tonggak- tonggak lama demi mewujudkan kesinambungan, kesatuan dan persatuan. Dengan demikian maka

133 134

Risalah: P Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Semalam dan Hari ini), hal.110 Dari perkataan Imam Syahid Sayyid Quthb. Kami menyangkanya demikian dan kami tidak mengganggap suci seseorang di atas kewenangan Allah.

106

hingga menyatunya antara individu dan kesatuan saf.”135 6. baik sebelum mahupun setelah kemenangan. menjadikannya sebagai medium kemenangan dakwah dan membuatnya bersedia mendirikan pemerintah Islam. berkomunikasi dan berinteraksi dengannya. hingga ia sampai pada tahap keimanan yang diinginkan saat itu. jalan-jalan dan perkampungan. maka sebenarnya urusan tersebut belum selesai. Al Ustadz Musthafa Masyhur.tiangnya di segenap tempat.tonggak ini merupakan tugas yang terus menerus dan tidak terputus. termasuk tonggaktonggak tersebut. menjaga dan melindunginya. Maka pada memberikan faktor-faktor memberkati dalam setiap langkahnya sehingga berdirinya Negara. yang Allah sedia akan menerima kemenangan. yang serta akan terlaksanannya penyediaan umat menghadapi fasa ini.kesinambungan generasi akan tetap terpelihara dan terlaksananya pewarisan dakwah secara terus menerus dan istiqamah sesuai manhaj tanpa ada penyimpangan. Tanpa melakukan persiapan masyarakat dan komunitinya yang beraneka ragam serta tanpa penyebaran dakwah dan tiang. kesinambungan dan pertumbuhannya.39 107 . 5. Bahawa manhaj tarbiyah dan pembentukan dalam barisan dakwah tidak dapat digantikan dengan yang lain. “Perjalanan waktu dan hari telah membuktikan bahawa perhatian terhadap tarbiyah akan mengekalkan keaslian gerakan Islam. kerjasama dan produktiviti yang diberkati. Sesungguhnya tarbiyah adalah peranan dasar yang diinginkan dari kita dan untuk kita. namun harus pula dilakukan tarbiyah masyarakat dan mencelupnya dengan celupan Islam serta menyatukannya dengan pemikiran Islam. Pertumbuhan saf dan interaksi antara tonggak. hal. 135 Risalah: Wudhuh Ru'yah. Al Ustadz Musthafa Masyhur –semoga Allah merahmatinyaberkata. Permasalahan tidak hanya terhenti pada pembentukan individu.

tempat kerja. lalu memenangkannya dengan keyakinan dan keimanan. masjid-masjid. di hadapan kalian masih terdapat waktu yang luas. kelab. 138 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna).”140 kepentingan umum di atas kepentingan 7. hal. 263 138 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). jalan-jalan. di kedaikedai. 140 Ibid 108 . perkotaan. perusahaan-perusahaan. hal.Sesungguhnya Ikhwan bersabar dan menahan dirinya dari hanya mengambil tugas dalam pemerintahan sementara jiwa-jiwa masyarakat masih dalam keadaan demikian. tempat-tempat umum dan khusus. panji-panji Muhammad di bandar. janganlah kalian tergesa-gesa. ibu kota. dusundusun. taman-taman.warung. Hal. Maka diperlukan waktu untuk penyebaran dan mendominasinya prinsip-prinsip Ikhwan. Fuad Al Hajarsy. 212 139 Diantara nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan. sekolah dan lain-lain. Diambil dari buku Imam Syahid. 111.”138 “Sebarkanlah dakwah di setiap lokasi engkau berada. Oleh sebab itu bangsa ini harus berusaha mewujudkan persatuan dan kesatuannya. warung.”136 “Wahai Ikhwan. lalu masyarakat akan belajar bagaimana ia akhirnya lebih mengutamakan Peribadi. hal.”137 “Pencukupan dan penyebaran dakwah dengan menggunakan pelbagai medium hingga ia difahami oleh masyarakat umum.kelab Al Quran di setiap pedalaman. rumah-rumah. dan di setiap penjuru bumi seorang Al Akh yang akan menyerukan prinsip-prinsip dakwah dan ajaran-ajaran kalian.”139 “Buatlah kelompok-kelompok Ikhwan di setiap jalan. yang memberikan kalimat-kalimat kalian dan berbaiat dengan baiat kalian. menjaga sumber-sumber kekuatan serta 136 137 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). di perkampungan.

Dan hendaknya ia disokong oleh individu-individu dan tokoh-tokoh yang memiliki rasa cinta dan kesetiaan yang tinggi. pembinaan dan persiapan. Dilakukannya pengubatan terhadap petanda. Hal. serta mewarnai diri dengan akhlak-akhlak yang mulia dan sifat-sifat keberanian.membantu dakwah dengan penuh pemahaman dan keyakinan. fasa Takwin (Pembentukan) Pada fasa ini dilakukan pemiliha terhadap aktivis yang sudah direkrut. membangunkan keinginan yang kuat. Kedua. Dengan demikian maka proses pembinaan terhadap tonggaktonggak ini berjalan seimbang dengan amal dan aktiviti umum. Imam Syahid berkata. berpegang teguh dan tegar di atasnya. penyampaian dakwah. dan mengumpulkan untuk berinteraksi dengan objek dakwah. pengetahuan yang benar terhadap prinsip dan meyakininya. 45 109 . “Setiap dakwah harus memiliki tiga fasa: Pertama. dengan amal dan pelaksanaan yang bersandarkan pada garis dan petunjuk yang jelas. pengorbanan yang mulia. Fasa tanfidz Merupakan tahap pelaksanan amal menuju produktiviti kerja dakwah yang optimum.”141 8. Ketiga. kerana melihat pentingnya kesatuan dakwah dan saling keterkaitan 141 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). mengkoordinasikan. kesetiaan. Fasa Ta’rif Yakni fasa pengenalan dan penyebaran fikrah sehingga dia mampu sampai kepada khalayak dari segala tingkat sosial. tarbiyah masyarakat.petanda negatif dan kelemahan. Lalu fasa-fasa ini akan berjalan dengan proses pengenalan dan perkumpulan. memperoleh pendukung dari pelbagai lapangan. Kadang-kadang ketiga faae ini berjalan secara bersamaan.

“Namun tidak diragukan lagi bahawa tujuan akhir atau hasil sempurna yang kita inginkan takkan terwujud kecuali setelah melakukan perkumpulan umum. 126 Ibid 144 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). dan pada saat yang bersamaan dia melakukan amal dan tanfidz sekaligus. hal. 263 110 . 10. Sering kali kita menjumpai seorang da’I berdakwah. “Kalian akan mendengar beberapa pihak akan memperkatakan kalian.” Namun.antara ketiga fasa tersebut. hal. tidak dapat disangkal bahawa hasil akhir yang sempurna itu tidak mungkin fikrah. Jika pembicaraan tersebut menyebut-nyebut kebaikan kalian maka bersyukur terhadap hal itu dan jangan sampai kalian terpedaya dengan hakikat kalian. dan jangan membalas dosa dengan dosa yang serupa. baik pujian mahupun celaan. banyaknya pendukung dan kukuhnya pembinaan.” aktivis. serta jangan menyibukkan diri untuk memikirkan komentar-komentar tersebut sehingga memalingkan kalian dari pekerjaan yang telah menjadi tugas kalian. Dan hendaknya kalian tidak disibukkan oleh orang lain tentang tanggapan terhadap diri kalian.”142 9. 143 dirasakan banyaknya kecuali setelah dan tersebarnya kemapanan pengenalan Takwiniyah. tunggu hingga zaman mengungkap hakikat semuanya.”144 142 143 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). pada saat yang sama dia juga seorang murabbi yang menyaring para aktivis yang ada di bawahnya. Imam Syahid berkata. namun jika mereka menyebut sebaliknya maka maafkanlah mereka.

benar.            Ertinya: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keredhaan) kami. Kita tidak memiliki banyak waktu untuk melihat dan sibuk menguruskan orang lain. dan aku sampaikan kepada orang-orang yang duduk di antara kalian untuk bangkit dan bekerja.”146 Beliau juga berkata.“Yakinlah bahawa tak seorangpun yang dapat memalingkan kalian dan takkan mencelakai kalian. Sabar dan bertakwalah kerana sesungguhnya hal itu merupakan kewajipan. “Aku sampaikan kepada orang-orang yang bersemangat di antara kalian agar bersabar menunggu putaran zaman. hal. kerana sesungguhnya jihad tidak mengenal istirahat. banyak umat dan lapangan-lapangan dakwah yang masih kosong yang sangat memerlukan jundi-jundi dakwah dan perjuangan. “Sesungguhnya jalan ini walaupun panjang namun tidak ada jalan yang lain dalam membangunkan kebangkitan dengan bangunan yang benar. Dan pengalaman telah membuktikan teori ini.”145 Sebaik-baiknya jalan yang kita jalani adalah tidak membuat diri kita sibuk memperhatikan orang lain dan tidak memperhatikan diri kita. Kita sangat memerlukan persiapan yang banyak dan penyatuan. 54 111 .benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan 145 146 147 Ibid Ibid Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia).”147 Imam Syahid berkata.

“Dengan izin Allah tak seorang pun yang mampu melumpuhkan dakwah Ikhwanul Muslimin. takut.kami. kerana kami sangat memandang berat kemaslahatan negeri. memikul tanggung jawab ini di hadapan Allah dan di hadapan umat. Waspadalah terhadap fitnah besar yang akan menimpa. hal. sesungguhnya kami telah menyampaikannya maka saksikanlah!”149 Beliau juga memberikan nasihat kepada Ikhwan dalam menghadapi rintangan tersebut. namun harus diganti dengan kesedaran.S Al Ankabut: 69) Dan aku mengajak untuk selalu maju ke depan. dan demi Allah kalian akan dipertanggungjawabkan semuanya di hadapan Allah. 153 Dari risalah Mursyid Am ‘Ikhwanul Muslimin. senantiasa menggunakan cara-cara hikmah dan prinsip perdamaian dalam setiap aktivitinya. kami menjaga ibadah kepada Allah di dalam umat dan di tengah kalian. semangat. Semoga Allah memberikan hidayah-Nya kepada kami dan kepada kalian.”148 Mursyid Am Ikwanul Muslimin. (Q. April 2005 112 . dakwah dan risalah. dan kami akan tetap berjalan di atas jalan kami dan kalian akan menunggu hingga Allah membukakan kebenaran di antara kita dan sesungguhnya Allah adalah Sebaik-baiknya pembuka. berada di atas semuanya Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat. optimis dan keinginan yang kuat terhadap 148 149 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). “Hendaknya kalian bersabar di atas jalan jihad dan pengorbanan. Al Ustadz Mahdi Akif berkata kepada pemerintah dan organisasi-organisasi yang banyak menghambat gerakan dakwah. Tidak ada lagi rasa malas. Namun jika kalian mengabaikannya. lemah dan goncang. Tidakkah kalian berhenti dan menarik tangan kalian demi keinginan rakyat dan berhenti demi keinginan mereka untuk perbaikan. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. maka sesungguhnya Allah Swt. Ya Allah.

interaktif dengan target-target jamaah dan mampu bekerjasama dalam setiap projek perbaikan di masyarakat. 2. ibadah. sehingga dia tidak terpedaya dengan slogan dan simbol-simbol palsu. 7. 6. budi pekerti dan muamalahnya. pemerintah yang baik dan perbaikan yang dicitacitakan. Mendapat sibghah Islam dalam akhlak. namun pengaruh dakwahnya membentang ke seluruh lapisan masyarakat dan kelompok-kelompok 150 Ibid 113 .Bahawa Persiapan dan tarbiyah yang diinginkan harus mencakup beberapa hal berikut: 1.kebenaran. Sesungguhnya jamaah ini tidak terbatas gerakannya pada jumlah komunitas muslim yang mayoritas. Belajar berkorban dan bersabar dalam memperjuangkan prinsip yang diyakininya. DIa mampu membezakan antara tokoh dan personality.personaliti yang ikhlas dengan personality. 4. bagaimana dia meminta. 3.”150 Target-target Tarbiyah Masyarakat Sebagai Prasyarat Mendirikan Negara: Kami ingin menegaskan dan menyusun kembali hal ini dalam beberapa perkara: . Ia yakin menjadi bagian dari umat Islam sehingga dia turut merasakan masalahnya dan berupaya membantunya.personality yang buruk dan para pemikul obsesi Peribadi. Tarbiyah dan pendidikan yang merupakan haknya. serta semakin bertambah kedekatannya dengan Al Quran dan masjid. keyakinan dan cinta. Selalu berada di sekeliling jamaah dan tokoh-tokohnya serta membantunya dengan sepenuh pemahaman. mendapatkan dan memeliharanya. Pemikiran yang cenderung terhadap syariat Islam 5.

serta 114 . memberikan pengorbanan dengan sepenuh dirinya -sebagaimana seharusnya-. Persiapan dan tarbiyah yang diinginkan untuk masyarakat inilah yang akan menjadi jaminan utama yang dapat mencegah terjadi penyimpangan penguasa atau kelompok manapun yang menguasai pemerintahan yang berupaya melakukan penipuan dengan simbolsimbol atau berusaha melenyapkan hak-hak. prinsip dan mendustai keinginan masyarakat. memberikan untuk itu mereka serta diminta ketegaran untuk bersabar dan pengorbanan dalam menghadapi pelbagai bentuk kesulitan. pembunuhan karakter dan penciptaan keragu-raguan terhadap Islam. Pemerintah Islam akan berhadapan dengan tekanan luarbiasa. Hal ini tiada lain adalah demi mewujudkan perdamaian social dan persatuan nasional yang merupakan bagian dari prinsip dasar ajaran Islam. bahkan sampai pada tahap tekanan dan perang fisik yang keras. tegar dan loyal terhadap janjinya. seperti embargo ekonomi dan politik. Seperti yang dikatakan oleh Imam Syahid. karena cepat atau lambat tujuan-tujuan Islam akan berbenturan dengan ambisi dan obsesi-obsesi mereka.minoritas. Sesungguhnya pendirian sebuah pemerintahan Islam di tengah umat – dengan supremasi hukum yang sebenar-benarnyatidak akan mendapatkan sambutan baik dari kekuatan intelegen dan penjajah Barat di dunia internasional. Mereka juga harus memiliki kewaspadaan dan pengetahuan serta semakin meningkatkan perkumpulan dengan pemerintah Islam. Ia juga merupakan jaminan untuk keteguhan pemerintah dan ketenangannya. yang takkan pernah bertemu dengan tujuan-tujuan Islam dan kemaslahatan umat. tokoh dan para pemimpinnya dengan penuh keyakinan dan rasa cinta serta membelanya dalam menghadapi konspirasi dalam dan luar negeri. “Terpenuhinya keinginan dan kemauan yang kuat terhadap apa yang diyakini. Dan hal ini akan memberikan implikasi kepada setiap individu masyarakat.

namun sejak awal mula ketika melakukan pembinaan individu dan masyarakat muslim. khilafah dan penguasaan dunia. menerima tawaran atau menyimpang dari prinsip dan keyakinannya. 3. Hendaknya kita menjadi model dan teladan yang baik terhadap nilai-nilai yang kita serukan kepada manusia. ia telah 115 . serta menjaga kesatuan hati di masyarakat. beliau telah berupaya memuluskan terwujudnya tujuan-tujuan dakwah yang tinggi. 5. Tanpa proses persiapan. kesadaran dan pengetahuan terhadap prinsip dan jalan yang akan dilalui. satu hati. satu tujuan. kesatuan kalimat dan kesatuan umat.pengorbanan dan kesabaran untuk memperjuangkannya walaupun berat.tentang kekuatan dakwah yang harus dimiliki demi mewujudkan target-target dakwah di masyarakat. serta interaksi yang baik terhadapnya. Berkorban dan bersabar terhadap kendala dan rintangan yang dihadapi serta meniatkannya sebagai perjuangan di jalan Allah. 4. tarbiyah masyarakat dan umat maka ketentraman pemerintah Islam dan jaminan ketentramannya hanya akan menjadi sesuatu yang diragukan terwujudnya ketika berhadapan dengan musuh dan mendapat ancaman sejak hari pertama. terpenuhinya ilmu. Beramal untuk menyebarkan dakwah dan menjelaskannya dengan menggunakan pelbagai sarana serta prasarana untuk menyampaikannya ke seluruh tempat dan pelosok. diantaranya: 1. Takaran keimanan terhadap dakwah dan target-targetnya 2. serta berpegang teguh kepada kitab Allah dan berusaha mengamalkannya. yaitu mendirikan pemerintah. dalam satu kesatuan. Imam Syahid menegaskan –di dalam beberapa tempat. mengikhlaskan diri hanya kepada Allah dan melepaskan diri dari segala bentuk kesombongan dan keangkuhan. maka ia takkan terpedaya dan dipengaruhi oleh mobilisasi yang memiliki kepentingan tertentu. Hendaknya kita berada dalam satu barisan yang saling bertaut. Imam Syahid tidak menunggu fase pertama ini berakhir kemudian memulai fase berikutnya.

mengambil langkahlangkah praktis untuk menyelesaikan beberapa kekeliruan. pada saat itu ia telah mendirikan pilar-pilar dan pondasi dasar dalam setiap individu dan masyarakat. Urgensi Strategi dan Evaluasi: Imam Syahid menjelaskan tentang urgensi melakukan perhitungan diri. menyandarkan diri hanya kepada-Nya dan meminta pertongan kepada-Nya. keinginan yang kuat yang tak lemah di hadapan rintangan. ruh keyakinan dan cita-cita terhadap bantuan dan kemenangan dari Allah. 116 . rasa cinta dan ukhuwah (persaudaraan). ruh kepercayaan terhadap pemimpin. niat yang benar. baik secara personal maupun kolektif. dengan mempertimbangkan kondisi dan perkembangan yang berlaku. Termasuk urgensi persiapan diri dan mental di dalam melakukan evaluasi atau perhituangan terhadap strategi. miliu saling menasehati dan saling memaafkan. baik berupa kejernihan hati. dan secara bertahap ia telah melakukan proses pembangunan dengan langkahlangkah yang berkesinambungan dan dengan sarana-sarana yang gradual. serta menyusun strategi yang baik untuk masa depan. mengevaluasi diri dan gerakan. Maka ketika tiba waktu untuk mewujudkannya. Dan hendaknya seorang Al Akh tetap berpegang teguh kepada Allah –azza wajalla-. Imam Syahid juga menegaskan tentang urgensi miliu dalam menyempurnakan amal-amal dakwah yakni. terhadap manhaj dan tujuan. hingga akar-akarnya menyebar dan tumbuh bersama dengan gerakan dakwah. menyingkirkan kendala-kendala dan memperbaiki apa yang telah berlalu. toleransi. dan yang tak gentar menghadapi rintangan dan kesalahan. yang tak goyah menghadapi tekanan. segera melakukan amal dan penyusunan strategi.menanamkan benih-benih dan pilar-pilar dasar untuk tujuan-tujuan tersebut sebagai prasarana dalam mewujudkan individu dan masyarakat muslim.

sesungguhnya ia benar-benar akan datang. Terhadap masa lalu: maka hendaknya kita menyesali kesalahan diri. antara sesuatu yang akan terjadi dan masih tersisa. niat yang tulus. “Secara alami upaya untuk mewujudkan kekuasaan agama Allah di muka bumi akan berjalan dengan pendirian khilafah Islamiyah sesuai dengan strategi yang sangat cermat. “Hendaknya kita senantiasa mengevaluasi diri kita terhadap masa lalu dan yang akan datang. menentukan waktu yang tepat untuk melaksanakan dan melakukan spekulasi terhadap kemungkinankemungkinan yang akan terjadi dan bagaimana cara menghadapinya. menyingkirkan rintangan. dan keinginan yang kuat untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan. Dan untuk mewujudkan hal ini dibutuhkan pencermatan terhadap kondisi dan mengenal kemungkinan dan peluang-peluag yang ada serta menentukan figur-figur yang akan melaksanakannya. meluruskan yang masih bengkok dan memperbaiki yang telah berlalu.berkata. sementara ia tidak mengetahui apa yang ditakdirkan Allah untuknya. dan dibuatnya langkah-langkah strategis pada setiap target pencapaian dengan sarana-sarana yang dibutuhkan kemudian langkah-langkah untuk merealisasikannya. Masih ada peluang yang tersisa dan waktu yang lapang untuk melakukan perbaikan.”151 Al Ustadz Musthafa Masyhur –semoga Allah merahmatinya. 151 Dikutip dari buku Al Masar. antara sesuatu yang berlalu. sementara ia tidak mengetahui apa yang dilakukan Allah untuknya. amal shalih.Imam Syahid berkata. Sesungguhnya seorang mukmin –selamanya. Terhadap masa depan: Maka kita harus mempersiapkan bekal berupa. Al Ustdaz Ahmad Rasyid 117 .selalu berada dalam dua rasa takut. Hati yang jernih. sebelum datang masa perhitungan. dan tidak terjadi secara kebetulan atau secara reaksioner. Target-target besar diurai dalam beberapa target-target secara bertahap.

” Islam juga membuka pintu yang selebar-lebarnya untuk optimalisasi amal: ‫الحكمة ضالة المؤمن أنى وجدها فهو أحق بها‬ Artinya: “Hikmah adalah barang yang hilang seorang mukmin. ini semua bergantung dengan taufik dan pertolongan dari Allah. dimanapun ia mendapatkannya maka ia adalah orang yang paling berhak mengambilnya.” Dan hendaknya kita memahami ketika menjalankan peran dalam merancang dan melakukan inovasi managerial di medan-medan dakwah bahwasanya kita sedang berinteraksi dengan hati dan jiwa-jiwa manusia.‫إن ال يحب إذا عمل أحدكم عمل أن يتقنه‬ Artinya: “Sesungguhnya Allah sangat menyukai seorang yang melakukan suatu pekerjaan dan melakukannya dengan baik. ‫إن ال كتب الحسان على كل شيء‬ Artinya: “Sesungguhnya Allah mewajibkan ihsan di dalam setiap urusan. Terkadang Allah menjadikan kebaikan yang melimpah di tangan seseorang dan terkadang tidak bisa diwujudkan di tangan orang lain. dan sesungguhnya urusan hati berada di tangan Allah. maka amalan tersebut ditolak. ‫من عمل عمل ليس عليه أمرنا فهو رد‬ Artinya: “Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak kami perintahkan. Sesungguhnya segala urusan 118 .” Inovasi dan pembaharuan adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan dan dianjurkan oleh Islam demi meningkatkan metode kerja dan sarana kehidupan.” Selama hal itu masih berada dalam koridor ajaran Islam dan adabadabnya. Sekali waktu kita mendapatkan hati-hati yang mudah terbuka dan dan sebagiannya sulit.

Musthafa Masyhur. hal. dan kita melakukannya dengan bertawakkal kepada Allah. Karena sesungguhnya Allah memerintahkan kita untuk bekerja dan menggunakan segenap sebab-sebab. sehingga sebiji benih tampak seperti kubah dan semut tampak seperti gajah. 152 Risalah. Strategi dan perencanaan adalah upaya menggunakan sebab-sebab.”152 Ikhwan dan Manhaj-manhaj yang lain: Dengan manhaj yang paripurna Ikhwan menolak dan bangkit dari indikasi-indikasi kerusakan yang terdapat di beberapa individu dan gagasan sejumlah tokoh dalam kebangkitan Islam: a.berada di tangan Allah. Maka janganlah seseorang mengira bahwa rancangan dan strategi kerja bertentangan dengan keyakinan bahwa segala urusan berada di tangan Allah. mereka ingin memulai pekerjaan dengan sempurna (perfect). memiliki semangat tinggi untuk menghancurkan namun tak memiliki kemampuan membangun. Dan tawakkal adalah kita menggunakan segenap usaha dan tidak menggantungkan diri pada upaya semata dan menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah. adapun hasilnya diserahkan sepenuhnya kepada Allah. Wudhuh Ru'yah. b. Mereka menolak manhaj keputusasaan dan kegagalan yang diangkat oleh sejumlah orang dengan alasan bahwa tidak terwujudnya keberhasilan dan bertambahnya fenomena kebatilan. kecerdasan dalam mengkritik namun gagal dalam bekerja. “Semua yang mereka miliki adalah lisan yang panjang sementara lengan mereka pendek. Yusuf Al Qaradlawy menggambarkan tipikal kelompok dengan mengatakan. Atau manhaj para pemimpin yang bodoh dan idealis dalam bekerja dan berdakwah. Dr. kemudian melakukan sorotan dengan menggunakan kaca pembesar.41 119 .” Obsesi terbesar mereka adalah mencari-cari kesalahan dan kealpaan para aktivis dakwah serta mengumpulkannya dari pelbagai arah.40.

Majalah Al Risalah. hal itu karena mereka tidak melakukan apa-apa. serta menempatkan setiap pekerjaan sesuai dengan kedudukan yang telah ditetapkan oleh syariat Islam. Diantara bentuk ihsan dalam amal adalah mendahulukan suatu pekerjaan yang harus didahulukan dan menunda pekerjaan yang harus ditunda. tidak penting apakah kita harus bekerja. Vol. “Padahal lapangan perkataan bukanlah lapangan kerja”. Ramadan 1422 H/Desember 2001. mereka tidak pernah menganggap bahwa dalam kondisi darurat tertentu terdapat beberapa pengecualian hukum. Adapun diantara bentuk ihsan dalam amal adalah kita melakukan sesuatu dengan ilmu dan sesuai dengan tempatnya. Ikhwan juga menolak manhaj Al Isti’jal (terburu-buru). Kalian mendapatkan mereka seolah-olah tidak pernah melakukan kesalahan. yang paling utama adalah bagaimana kita bekerja dengan baik dan berupaya untuk melakukan pekerjaan yang paling baik. Kita tidak bekerja sebelum tiba waktunya dan kita tidak menunda pekerjaan dari waktu yang telah ditetapkan. Mereka terpedaya oleh angan-angan dan berharap kepada Allah dengan angan-angan. karena kesalahan sebenarnya adalah hasil dari sebuah ijtihad. Bagi kelompok ini yang terpenting adalah bekerja dan berjihad dengan segala bentuk pekerjaan dan jihad tanpa ada koridor dan persiapan.Kelompok dengan tipikal seperti ini tidak memberikan sedikitpun kata maaf untuk para aktivis dan mereka biasanya tidak memiliki prasangka baik dan tidak memaklumi kondisi-kondisi tertentu yang dihadapi para aktivis. I 120 . Dr. Mereka adalah saudara-saudara kita yang baik yang terpedaya. Yusuf Al Qaradlawy. Dari hal ini kita mengetahui hikmah mengapa Islam sangat memperhatikan pengaturan waktu dalam shalat dan puasa. Karena hal itu bertentang dengan manhaj tarbiyah dan pembinaan.”153 c. Maka menjadi kewajiban bagi kita memahami bahwa bekerja untuk dunia dengan menggunakan segala upaya dan kekuatan untuk 153 Makalah Tentang Kebangkitan Islam.

tidak ada 121 . Dan diantara kelompok-kelompok ini adalah mereka yang hanya melakukan aktivitas politik praktis dengan penuh ambisi dan melupakan sisi-sisi lain yang jauh lebih penting. Kelompok ini tidak melakukan apapun. Adapula kelompok yang hanya melihat kekuatan-kekuatan militer sebagai obsesi yang paling besar untuk melenyapkan kebatilan. memiliki kesholehan Pribadi dan masyarakat. bahkan merupakan prasyarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Sebagaimana dibutuhkannya pilar-pilar tarbiyah dan barisan yang kokoh yang akan memimpin masyarakat untuk terjun ke dalam kancah politik. Jika kita kehilangan dunia. dibutuhkan pula tarbiyah dan proses pembentukan sebuah generasi muslim yang memiliki kesadaran terhadap agama dan memahami dunianya. ibadahnya sesuai tuntunan. maka kita takkan mendapatkan agama. d. Oleh karena itu maka dibutuhkan proses pembinaan mendasar secara massif dan serius yang akan menyokong aktivitas politik Islam dan mendorong lahirnya keinginan terhadap sebuah pemerintahan sesuai dengan hukum Allah. yakni memulai dengan pembinaan.mewujudkannya merupakan bagian dari pengamalan agama. f. seluruh tipe-tipe tersebut merupakan prasyarat untuk menyukseskan aktivitas politik. serta aktivitas-aktivitas pemikiran dan sosial. e. Padahal hal ini tak dapat dipisahkan dari aktivitas politik. Terdapat juga kelompok al Muntadzirun al Qa’idun (Yang menunggu dan hanya duduk). tarbiyah. memiliki akhlak dan budi pekerti luhur. Padahal ajaran Islam yang benar atau pembentukan pemerintahan Islam di tengah masyarakat takkan dapat dilakukan dengan aksi-aksi kekerasan. mampu membangun dan memberi. berakidah yang benar.

156 Makalah Tentang Kebangkitan Islam. ‫ما ضل قوم بعد هدى كانوا عليه إل أوتوا الجدل‬ Artinya: “Tidaklah tersesat suatu kaum setelah mereka mendapatkan petunjuk dariku. agar mereka tidak digilas oleh perdebatan dalam gagasan. dan menjadikannya terbagi dalam beberapa segmen. Ramadan 1422 H/Desember 2001. “Beliau sangat memperhatikan dengan sangat serius agar kader dan para pendukung dakwahnya tidak hidup di dalam teori-teori semata. Majalah Al Risalah.”156 Ikhwan menolak manhaj kudeta dan revolusi serta model manhaj memberontak terhadap pemerintah. I 122 . Beliau sering mengulang-ulang haidts Rasulullah Saw. Vol. Ramadan 1422 H/Desember 2001. Tarmidzi dari Abu Umamah. Mereka menghentikan setiap aliran dan membekukan setiap gerakan hingga berdirinya Negara Islam.154 Dr. Dr.dakwah dan gerakan.”155 Oleh karena itu ia menjadikan al ‘Amal (bekerja) merupakan salah satu rukun baiat. yang sebagian dilakukan oleh seorang Al Akh Muslim secara pribadi dan sebagiannya dilakukan dalam kapasitasnya sebagai anggota di jamaah. atau ikhwan yang bekerja). Majalah Al Risalah. Dr. dan ia berkata Hadist Hasan. I 155 HR. Yusuf Al Qaradlawy. dan permasalahan khilaf yang tidak akan habis. Beliau memilih menggunakan kalimat Al Amal dari kalimat-kalimat yang lain. Dalam pandangan mereka tak perlu ada upayaupaya perbaikan di masyarakat kecuali setelah berdirinya Negara Islam. Yusuf Al Qaradlawy. kecuali jika mereka melakukan perdebatan. Vol. hingga beliau menamakan shaf-shaf kader dan para pengusung dakwahnya dengan sebutan Al Ikhwan Al ‘Amilin (Aktivis Ikhwan. masalah-masalah furu’ (masalah-masalah cabang). Yusuf Al qaradlawy berkata tentang Imam Syahid Hasan Al Banna ketika menggambarkan dakwahnya. Hal ini bukan manhaj Ikhwan dan tidak sesuai dengan tipikal tarbiyah yang mereka lakukan 154 Makalah Tentang Kebangkitan Islam.

terhadap umat dan masyarakat. Dan pada gilirannya yang akan menggulingkan pemerintah dan menguasainya adalah orang-orang yang memiliki kecenderungan dan kekuatan paling besar dalam menghadapi ombak dan persaingan. Upayaupaya namun revolusi walaupun realita diperkuat dengan slogan tidak dan ada propagandanya. sesungguhnya membuktikan bahwa perbedaan antara kelompok revolusi dalam menguasai rakyat dengan obsesi mereka merebut kekuasaan. tidak bersandar padanya dan tidak meyakini manfaat dan hasilnya. dekonstruksi dan kekerasan. 123 . Dan pada akhirnya yang terjadi adalah pergantian pemerintah dan individu-individunya tanpa ada pembangunan yang nyata dan perbaikan yang signifikan. Imam Syahid berkata.”157 Sesungguhnya metode revolusi yang dilakukan dengan aksi penggulingan pemerintah oleh sekelompok orang. Dasar yang mana yang akan diletakkan yang akan dijadikan tempat pembinaan rakyat? Karena sesungguhnya sebagaimana keberhasilan suatu kelompok menguasai kursi pemerintahan maka suatu saat ia akan digulingkan oleh kelompok yang lain. hal. Adapun klaim yang mengatakan bahwa hal itu dapat dilakukan setelah revolusi. tersulutnya serta tidak dan meledaknya potensi permusuhan dan pemberontakan antar kelompok. masyarakat. semua ini hanya melumpuhkan umat masyarakat membangun apapun dan tidak menegakkan dakwah. walaupun dikuatkan dengan propaganda besar namun tak mampu melakukan pembinaan dan tarbiyah terhadap rakyat. maka Ikhwan Muslimin tidak pernah memikirkannya. “Adapun revolusi. 136. sebenarnya merupakan klaim yang tidak realistis. 157 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Bahkan hal ini akan mengarah kepada kekuasan semu dan ambisi yang tinggi terhadap kursi kekuasaan. Cara-cara dekonstruksi akan revolusi dan kekerasan titik-titik dan terhadap tekanan. tiada lain hanyalah usaha perbaikan parsial semata.

b. Menyebarkan dakwah dengan hikmah dan dengan nasehat kebaikan. hal itu adalah persoalan-persoalan individu tertentu yang dengan hal itu jamaah telah mengambil sikap yang tegas sebagai pengingkaran terhadap hal tersebut. serta mencari simpatisan dan individu-individu yang akan mendukung dakwah di setiap tempat dan organisasi. Jika menyebutkan beberapa sarana umum yang paling mendasar. c. memberikan pemahaman yang mendalam terhadap Islam dan akhlak-akhlak Islami. Demikian hingga kami sampai pada susunan targettarget dan tujuan yang paripurna serta sarana-sarana yang saling terkait. Pemahaman Seputar Sarana-sarana Dakwah: Target-target besar terbagi dalam beberapa target-target kecil. Tarbiyah yang serius terhadap individu muslim dan lingkungan yang ada di sekitar kita. dan orang-orang yang melakukan aksi-aksi tersebut bukan bagian dari Ikhwan dan bukan termasuk kaum muslimin. Sejarah Ikhwan membuktikan hal itu. adapun peristiwa dan krisis yang terjadi. menggerakkan hati dan mengikatnya dengan Allah –azza wajalla.Sesungguhnya pengalaman masa lalu dan sekarang yang pahit telah menegaskan kebenaran perspektif dan kedalaman pandangan Ikhwan. maka yang paling penting adalah sebagai berikut: a. karena hal itu merupakan tindakan yang telah keluar dari khitah dan manhaj Ikhwan. yang kemudian menjadi sarana-sarana untuk mewujudkan targettarget besar. Demikian sebagaimana penjelasan Imam Syahid Hasan Al Banna. 124 . Menghidupkan simpati dan perasaan.dan dengan Al Quran. Ikhwan juga menolak aksi-aksi kekerasan dan penumpahan darah terhadap penduduk negeri apapun alasannya.

pembenahan dan pemilikan asset-aset kekuatan. Perangkat dan sarana-sarana ini bekerja dalam satu susunan. Tafahum (saling memahami). serta spesialisasi dan tujuan-tujuan amal praktis. yang berjalan dalam langkah dan strategi dari satu tubuh dan satu kerangka –walaupun ia memiliki banyak cabang dan satuan-. Jika terdapat seorang Pribadi mukmin yang benar maka bersamanya terdapat sebab-sebab kesuksesan. serta sangat memperhatikan proses pembentukan dan tarbiyah individu kader dakwah. Sesungguhnya syariat Islam adalah pedoman. dan untuk setiap sarana yang kita 125 . Yang di dalam setiap satuan-satuannya yang beraneka ragam. manhaj dan rujukan dalam setiap urusan kita. Sarana-sarana umum ini kemudian ditopang dengan saranasarana lain dalam pelbagai corak serta dengan perangkat-perangkat yang beraneka ragam yang membantu mewujudkan target-target umum dan target-target tertentu. dan takaful (saling menanggung beban). dalam koridor dan batasbatas yang tertentu. Kegiatan-kegiatan perbaikan terhadap lembaga-lembaga sosial. yang tidak berbeda dan tidak bertentangan. terwujudnya sendi-sendi Ta’aruf (saling mengenal).d. Begitupula perhatian yang mendalam terhadap keberlangsungan generasi dan penanaman nilai-nilai dakwah di dalam jiwa. Perjuangan konstitusi dan kegiatan-kegiatan di kelembagaan sosial dengan pelbagai bentuk dan segmentasi. e. yang saling berhubungan dan terkait satu sama lain dan berada di bawah satu kepemimpinan. Yang notabenenya menghimpun antara tugas personalia dakwah dengan tugas-tugas kolektif. Hal ini sebagaimana yang dilakukan dengan menggunakan program dan cara-cara yang beragam dan terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan kondisi dan kebutuhan serta sesuai dengan perkembangan zaman dan kemajuan dakwah.

yang dengannya sudah pasti akan tegak agama Allah dan dakwahnya menggema ke seluruh penjuru. kepada umat Islam. dan membuka tabir-tabir penutup jiawa. berupaya menghimpun hati-hati mereka dalam naungan mahabbah dan ukhuwah. hal. Kami meyakini keharaman darah. kehormatan dan harta. dan penggunaan kekuatan dan cara-cara teroris terhadap orang lain. Sesungguhnya. Iman. sarana untuk penanaman nilai dalam setiap seruan dakwah –kiranya sudah dimaklumi dan dipahami. Kami menolak cara-cara kekerasan. membisikkan hati-hati manusia. dalam menanamkan nilai-nilai dakwah kepada generasi pertama dari sahabat beliau tidak lebih dari ajakan kepada keimanan dan amal? Kemudian beliau Saw.”158 Kami juga menolak mengkafirkan manusia. dan berlaku ekstrim terhadap mereka dengan pengingkaran dan ancaman. Mustahil dakwah ini akan eksis jika mendahulukan pukulan cemeti atau lemparan anak panah. dan tidak pula menggunakan kekuatan fisik. dan kami menolak segala bentuk upaya pelecehan terhadap kehormatan tersebut dengan alasan dan hujjah apapun. 240 126 . Namun kami berupaya 158 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). sebagaimana wasiat Rasulullah Saw. sehingga menjelmalah kekuatan akidah menjadi kekuatan wihdah. Dakwah yang benar adalah yang dilakukan dengan mengetuk jiwa terlebih dahulu. meski ditentang oleh seluruh penduduk bumi.miliki. salaf Sholeh dalam perjuangan dan gerakan dakwah. “Adapun sarana untuk mewujudkan citacita ini tidak dilakukan dengan uang. Jadilah jamaah mereka sebagai jamaah percontohan. yang terangkum dalam empat kata. sehingga mereka putus asa dan semakin terpuruk. amal. yang kita dapatkan dari sirah para nabi dan Rasulullah Saw. Imam Syahid berkata tentang penyebaran dakwah dan pengumpulangan dukungan. Bukankah yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. mahabbah dan ukhuwah.

Rujukan ini harus jelas dan terperinci 127 . berbuat baik kepada mereka. dan tidak disyaratkan pencantumam nama jamaah atau kalimat-kalimat Islami di lembaga tersebut. Kami tidak tergesa-gesa mengharapkan hasil usaha. Tak peduli apapun nama dan gelarnya. adalah organisasi yang memiliki tatanan sarana yang tersusun rapi dan perjuangan konstitusi. lembaga sosial kemasyarakatan (LSM). serta dengan setiap sukarelawan yang ikhlas yang berjuang untuk kemaslahatan negeri. kami selalu berusaha menyatukan hati dan persatuan umat. seperti yayasan. bersabar dan tegar di hadapan setiap rintangan. dan melakukan perbaikan secara bertahap. yang bekerja untuk kemaslahatan jamaah atau merupakan bagian darinya. yang dan ingin program-program bergabung. Kami juga memanfaatkan setiap kesempatan dan peluang yang ada serta bantuan orang lain. partai politik dll. serta tidak menyulut kebencian dan permusuhan di antara mereka.menjadi qudwah. bekerja yang dan tersosialisasikan. maka dakwah menyambut baik tawaran tersebut. yayasan ekonomi. rujukan mereka terhadap jamaah serta usaha-usaha mereka untuk mewujudkan tujuan-tujuan dakwah secara keseluruhan. serta elastis menggunakan sarana-sarana yang ada. karena intinya adalah kandungan program. bekerjasama dan melakukan koordinasi dengan mereka. Lembaga-lembaga ini juga didirikan sesuai dengan undang-undang dan aturan sosial yang berlaku di masyarakat. Termasuk tidak ada pertentangan antara posisi aktivis dakwah dengan ikatan mereka terhadap jamaah. club-club sosial dan olah raga. Siapapun membantu aktivitas tersebut sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. yang memiliki tujuan dan sarana-sarana yang jelas. Sesungguhnya lembaga dan wadah-wadah yang didirikan oleh jamaah. yang merupakan penyempurna dari aktivitas dakwah.

. perbaikan dimana di diantara lini tujuan kehidupan kami adalah melakukan termasuk setiap masyarakat. Ia juga senantiasa menjungjung tinggi ketentuan finansial dan undangundang yang berlaku. kecuali hanya berupa nasehat kebaikan dan mempersiapkan tenaga-tenaga profesional. Adapun lembaga-lembaga yang didirikan di masyarakat. 128 . Prinsip partisipasi dalam sebuah lembaga adalah untuk melakukan perbaikan. 4. 5. 2. Jamaah memiliki metode tersendiri dalam memainkan peran ini. Lembaga-lembaga sosial dengan skala nasional bukan barang timbunan yang dimiliki perseorangan. maka hal itu merupakan salah satu sarana kerja-kerja sosial dakwah dalam koridor dan lingkup perjuangan konstitusi yang terbuka untuk setiap individu dan civitas di tengah masyarakat.serta tidak boleh keluar dari target dakwah atau melenceng dalam prilaku dan aktivitasnya. walaupun jumlah mereka mayoritas. dan jamaah ikut berperan di dalamnya baik melalui para aktivis maupun melalui proyek dan program-program yang mendukung jamaah. dalam dakwah dan dan kalimat kita. dan tidak bermaksud mengambil keuntungan materi. Terbuka dengan keberadaan dan gerakan kita. Keikutsertaan dan partisifasi dakwah dalam wadah-wadah dan lembaga ini semata-mata hanya mengharap keridhaan Allah Swt. 3. atau terdapat pelanggaran undang-undang di dalamnya. yaitu: 1. Tidak menimbun (harta atau kekayaan) Jamaah justru melakukan kerjasama dan saling bantu dengan orang lain. Diantara prinsip jamaah adalah saling membantu dan bekerjasama dengan orang lain dalam setiap sesuatu yang baik dan bermanfaat. Menghormati aturan dan undang-undang kerja yang berlaku di setiap lembaga-lembaga tersebut serta tidak ikut campur dalam urusan-urusan privasi lembaga –atau dalam satuan-satuan jamaah yang lain-.

serta cocok untuk setiap lini kehidupan. Kami bahkan mendapatkan bahwa pemerintah yang berwenang dan orang-orang yang memiliki jiwa-jiwa yang sakitlah yang melakukan pelanggaran terhadap undang-undang dan menghalanghalangi aktivitas lembaga-lembaga ini. begitupula dengan proyek-proyek yang dihasilkannya. serta meminta kepada masyarakat untuk membantu dan membenahi kesalahan-kesalahan kami. Yang tentunya tidak hanya menyampaikan teori-teori melalui perkataan semata. qudwah dan pelaksanaan program-program Islami. yang kemudian menjadi titik tolak yang kuat. mengakui kesalahan dan melakukan evaluasi. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan jamaah di beberapa lembaga dan civitas merupakan bukti nyata kemajuan dan perbaikan yang dilakukan Ikhwan. namun dakwah tetap berkembang pada masa-masa perkembangan dan semangat menguatkan pengorbanan. Sebagian mereka mungkin mengira bahwa hal itu akan melemahkan jamaah sebagai tersebut akibat dengan ruh dari embargo terhadap yang jihad. aktivitas luarbiasa ketegaran. Hingga mereka mengenal dan mengetahui bahwa manhaj Islam sangat komprehensif dan mencakup segala sesuatu. penghormatan mereka terhadap undang-undang dan ketentuan masyarakat. namun dengan perbaikan. Dalam beberapa waktu.menyampaikan dakwah kepada setiap kelompok masyarakat dan institusinya. keterikatan dan kesatuan. sehingga masyarakat memberikan kepercayaannya kepada para da’I dan penyeru perbaikan. Menerima kritikan dan selalu intropeksi diri. menghentikan. Jika suatu masa dakwah menghadapi tekanan dan embargo. 6. dakwah terkadang harus menghadapi tekanan. 129 . menguasai dan membekukannya. Kami juga menghormati pandangan mereka dan mengalah untuk beberapa keinginan mereka. dan yang kegiatansemakin kegiatannya. embargo dan penyiksaan di balik jeruji-jeruji penjara. Sesungguhnya kewajiban dakwah dalam fase ini adalah ketegaran dan keteguhan.

yang memiliki kekayaan kemampuan dan sejumlah figur yang dibutuhkan. namun bukan merupakan langkah satu-satunya atau yang paling utama dalam melakukan proses perubahan di masyarakat dan pemerintah Islam. yang setiap komponennya saling bertautan satu sama lain dengan jumlah dan kualitas yang sama. Ia juga berdiri di atas pembinaan dan tarbiyah masyarakat. maka tidak akan mengarah kepada berdirinya pemerintahan Islam sebagaimana yang diinginkan Ikhwan. Secara alami. Pembangunan pilar dasar yang beriman dan memiliki kekokohan dan kekuatan akidah.maka pada saat itulah ia akan berkembang. sehingga lembaga dan institusi-institusi masyarakat akan condong kepada jamaah. perkampungan dan perkotaan. kekuatan mayoritas di parlemen adalah merupakan salah satu langkah-langkah penyempurna dan peran untuk mendapatkan kecenderungan dan perlindungan pemerintah terhadap masyarakat. hal itu justru semata hanya 130 . jamaah akan menjadi kekuatan mayoritas dan diperhitungkan di setiap lembaga pemilihan. 3. Kotak Pemilu Tentang kotak pemilu. setiap tempat dan kawasan. yang mampu memenuhi setiap lapangan dan lembaga. 2. dan condongnya opini publik terhadap. sehingga tershibghah dengan nilai-nilai Islam dalam prilaku dan kebiasaannya sehar-hari. tumbuh dan menyebar ke pelbagai penjuru. Hal ini merupakan konsekueksi logis dari kekuatan dakwah dan penyebarannya di setiap lini kehidupan. kawasan dan jalan-jalan. serta mendukungnya dengan penuh keyakinan dan rasa cinta. dan berkumpul di sekitar jamaah dan figur-figurnya. di setiap perkampungan. Namun jika semata-mata hanya mewujudkan suara mayoritas di parlemen tanpa memenuhi sisi-sisi penting yang disebut di atas. diantaranya parlemen. dimana pondasi dasarnya adalah: 1.

hingga terciptanya kesinambungan antar generasi dalam menempuh jalan ini untuk sampai pada tujuannya. “Harus ada manhaj tertentu yang kita inginkan. atau membuat kita tergesa-gesa melangkah. Sebagaimana mayoritas parlemen dapat diwujudkan dengan baiknya pengaturan strategi dalam pemilu. serta masa yang tidak sedikit. Tentang Waktu yang diperlukan: Sebuah target yang besar untuk mewujudkan kemenangan dakwah. maka hal itupun tidak selamanya merupakan indikasi terpenuhinya pembinaan dan penahapan yang diinginkan di dalam jamaah dan masyarakat. atau besarnya kekuatan dukungan dan kekuatan lobi. hadir bersama keyakinan yang kuat terhadap pertolongan dan kemenangan dari Allah. Maka besarnya tantangan dan tanggungjawab yang dihadapi dakwah. Hal itu karena agungnya tujuan dan besarnya bangunan dakwah yang kita inginkan. kemudian sekelompok orang yang bekerja dalam manhaj tersebut. yang hanya mewujudkan beberapa langkah-langkah perbaikan yang parsial. atau melakukan lompatan-lompatan di atas fase-fase dakwah yang telah ditetapkan. serta dengan masih lemahnya capaian-capaian yang mampu kita laksanakan dalam kurun waktu yang sangat panjang dikarenakan kekeliruan dan penyimpangan hingga penyakit tersebut semakin akut.mengantar kepada kursi kekuasaan di kementerian. atau kita menjadikan kotak suara dalam pemilu adalah tujuan utama dalam setiap langkah dan target-target kita. jangan sampai kita terpedaya dengan hasil pemilu.”159 159 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? 131 . Oleh karena itu. membutuhkan kebersinambungan generasi yang terus menerus. Imam Syahid berkata.

Saya tidak ingin melanggar batas-batas yang telah saya yakini dengan sepenuh keyakinan. sehingga salah dalam perhitungan dan tidak sesuai dengan hasil yang diprediksikan (diperkirakan). Sesungguhnya kejantanan dan keberanian akan teruji dengan dengan kesabaran. Muktamar Ke V. bersegeralah untuk berkiprah (di lapangan). jika kalian benar-benar membulatkan tekad dan mengerahkan semua potensi. hal. “Dan kalian –wahai para wakil Ikhwan. namun tidak ada jalan alternatif lain untuk sampai ke tujuan. yakinlah pada diri kalian akan beratnya tugas. dengarkanlah seruan dariku yang tinggi dan menggema dari atas mimbar ini di muktamar kalian yang besar ini. Ya. terutama orang-orang yang bersemangat dan tergesa-gesa diantara kalian. Oleh karena itu.” Imam Syahid menolak cara-cara yang gegabah atau lompatanlompatan di atas fase-fase dakwah yang telah ditetapkan. jalan ini mungkin terasa panjang. “Wahai Ikhwanul Muslimin. ia berkata. bahwa sesungguhnya khitah perjalanan kalian telah tergambar langkah-langkahnya dan telah jelas batas-batasnya. sebarkah dakwah kalian ke medan-medan yang belum pernah 160 Risalah Pergerakan. kesungguhan dan kontiunitas amal. Atau mungkin kalian lengah. pertajam kepahaman mereka dengan materi-materi. bentuklah segera katibah dan kelompok-kelompok. Barangsiapa yang tergesa-gesa mendapatkan buahnya sebelum matang atau memetik kembang sebelum waktunya maka saya tidak mendukungnya sedikitpun.Imam Syahid pernah ditanya oleh seorang pemuda pada akhir tahun 40-an. “Kemenangan itu tidak terwujud pada generasiku dan generasimu. bahwa ia adalah jalan yang paling aman dan selamat untuk sampai ke tujuan.mungkin saja mampu mempersingkar masa itu.”160 Beliau juga berkata. “Kapankah tiba waktu kemenangan yang dicitacitakan?.127 132 . namun akan terwujud pada generasi yang akan datang –dengan izin Allah-. ketabahan. beliau menjawab.

dan soliditas Takwiniyah. 127 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. dengan kedalaman tarbiyah dan keluasannya. “Setiap langkah ditempatkan pada waktu yang tepat. yang mereka gunakan sebagai timbangan diri dan mereka akan mengetahui dimana mereka dari timbangan tersebut. dan jangan sesekali kalian sia-siakan waktu meski hanya semenit tanpa diisi dengan amal. terpenuhinya syarat-syarat.”164 Ikhwan Setelah Berdirinya Negara Sesungguhnya jamaah ini berdiri dan tetap eksis hingga tercapainya seluruh target-targetnya yang besar. dan pengaruh yang tergantung dengan segenap tujuan dan optimalisasi peluang. namun pada saat itu ia tidak hanya berupa kelompok tertentu saja. dan akan terus menjaganya. hal. pendirian bangunan. “Bahwa hasil akhir yang sempurna itu tidak mungkin dirasakan kecuali setelah tersebarnya pengenalan fikrah.”162 Ia juga berkata. serta ikatan pertautan antar individunya. Hal. batasan-batasan. banyaknya aktivis.”161 Maka hal ini sangat tergantung kepada. Imam Syahid berkata. yang 161 162 163 164 Ibid Ibid.tersentuh oleh dakwah. Setelah berdirinya Negara. peningkatan marhalah. 36 Ibid 133 . maka tarbiyah Ikhwan akan semakin luas dan membentang hingga mencakup seluruh lapisan masyarakat dan umat Islam secara keseluruhan. “Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin memiliki metode tertentu yang diikuti sebagai petunjuk jalan. Sehingga terjadi pembaharuan dalam darahnya dan meluasnya pilar-pilar dasar serta berkesinambungannya generasi. kesungguhan dalam beramal.”163 Imam Syahid berkata.

maka ini menguatkan bahwa Islam dan tarbiyah umat merupakan jaminan yang hakiki 134 . . maka Ikhwan memilih mengalah dan berjalan beriring bersama umat dengan cara yang bijak dan nasehat kepada kebaikan. baik muslim maupun nonmuslim tanpa ada tekanan atau permusuhan.kemudian terwujudnya kekuatan bangunan dan kemampuan untuk mewujudkan tujuan-tujuannya yang tinggi dan memeliharanya. . yang menolak segala bentuk pelecehan terhadap keinginan mereka.Dakwah Ikhwan menghormati aspirasi umat dengan sebenar-benarnya. Penyimpangan yang dilakukan tidak diputuskan kecuali oleh peradilan yang adil dan independent yang tidak tunduk kepada kekuatan pemerintah yang berkuasa.Pengalaman pahit yang telah dirasakan oleh negeri kami yang tercinta dikarenakan oleh segelintir orang atau kekuatan yang berupaya merusak pemerintah yang sah hingga terjadi kehancuran. Islam. selama mereka masih berada dalam norma yang diyakini masyarakat serta tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. pemalsuan dan . . Mereka memiliki hak yang sama.Dakwah Ikhwan menerima keberadaan orang lain walaupun memiliki perbedaan dengannya. Medan dakwah terbuka luas untuk setiap kekuatan dan golongan. atau mengkhususkan hal itu pada diri mereka. dan itu merupakan salah satu rukun pemerintahan penipuan. Dakwah Ikhwan menjunjung tinggi keinginan umat walaupun berbeda dengan pandangan Ikhwan. dan menjaga hak-hak mereka sebagaimana yang dianugerahkan Allah berupa kebebasan yang mereka yakini.Dakwah Ikhwan tidak memonopoli ladang dakwah dan tarbiyah di masyarakat.

“Tidaklah dakwah menjadi hidup. Kadar ketinggian dakwah dan keluasan bentangan ufuknya adalah penentu 165 Lihat kembali pembahasan ini dalam bab. Pemerintah Muslim. ia mati dalam keadaan jahiliyah. maka kami akan meluruskanmu dengan pedang-pedang kami. tangan dan kata-kata yang benar di hadapan penguasa yang zhalim.” Peringkat pertama jihad adalah pengingkaran dengan hati.yang akan mencegah terjadinya kehancuran tersebut. Hal ini sebagaimana yang dilakukan umat Islam dalam mengawasi pemimpin mereka Umar Bin Khattab –semoga Allah meridhainya-. kecuali dengan jihad. ‫وال لو رأينا فيك اعوجاجا لقومناه بسيوفنا‬ Artinya: “Demi Allah. kalau seandainya kami melihat engkau melaksanakan kesalahan. sementara ia belum pernah berperang atau belum pernah berniat untuk berperang. 135 . Sedangkan antara keduanya terdapat jihad dengan lisan. dan peringkat terakhirnya adalah pernang di jalan Allah. Ini merupakan kandungan dari apa yang disabdakan oleh Rasulullah Saw: ‫من مات ولم يغزو ولم ينو الغزو: مات ميتة جاهلية‬ Artinya: “Barangsiapa mati. yang akan melindungi hak-hak umat. dan yang akan mengawasi para pemimpin negeri. pena.”165 Jihad adalah Jalan Dakwah Imam Syahid menjelaskan makna jihad yang merupakan salah rukun bai’at: “Yang dimaksud dengan jihad adalah sebuah kewajiban yang tetap hukumnya hingga hari kiamat.

kesehatan. baik waktu. harta bahkan darah. Sedangkan keagungan pahalanya diberikan kepada para mujahid.           Artinya: “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. “Kami ingin mengatakan kepada kaum kami.” (Q. hal.                        166          Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim).S Al Hajj:78)166 Jihad membutuhkan totalitas keikhlasan dan pengorbanan tanpa batas: Imam Syahid berkata.361 136 .bagi sejauhmana keagungan jihad di jalan-Nya dan sejauhmana pula harga yang harus ditebus untuk mendukungnya. bahwa beban dakwah ini hanya bisa dipikul oleh mereka yang telah memahami dan bersedia memberikan apa saja yang kelak dituntut olehnya.

S Al Taubah: 24) “Dakwah ini tidak mengenal sikap ganda. maka ia harus hidup bersama dakwah dan dakwahpun akan melebur dalam dirinya. perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya. saudara-saudara. Siapa yang bersedia untuk itu.                :Artinya “Katakanlah: "Jika bapa-bapa . Beliau berkata dalam Risalah Pergerakan.”167 Imam Syahid menjelaskan tentang tingkatan jihad bahwa hendaknya seorang muslim mengambil bagian dari perjuangan suci ini. adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya. Sebaliknya. ia terhalang dari pahala besar mujahid dan tertinggal bersama orang-orang yang duduk-duduk.16 137 . barangsiapa yang lemah dalam memikul beban ini. Ia hanya mengenal satu sikap totalitas.” (Q. Apakah Kita Para Aktivis?: “Apa yang mereka inginkan –dari diri mereka dan orang laindari jihad di jalan Allah: 167 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). dan tempat tinggal yang kamu sukai. anak-anak . Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan Keputusan NYA". isteri-isteri. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. harta kekayaan yang kamu usahakan. hal. kaum keluargamu.

- Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta.- Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. yang menangisi duka lara dan meratapi nasib kaum muslimin yang lemah. - Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. - Sebagian dari makna jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. sebagian tuntutan pribadimu untuk kebaikan Islam dan putra-putri kaum muslimin. yang membisikkan gejolak rindu untuk menggapai kekuasaan dan kekuatannya. - Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. adalah munculnya emosi yang dinamis dan kuat. serta memberikan nasehat kepada para pemimpin Islam dan masyarakatnya. mengamalkan kitab-Nya. tidak ada interaksi. Hendaknya anda tidak menjalin hubungan apapun dengan mereka. adalah anda menyisihkan dari sebagian waktu. Untuk-Nya jangan sisakan milik anda sedikitpun. adalah anda mengingkari siapa saja yang mengingkari agama-Nya. adalah anda menjadi prajurit Allah. dalam merenung panjang dan mendalam bagaimana memilih jalan-jalan amal dan cara-cara penyelesaian. jamuan makan maupun jamuan minum. mengikuti Rasul-Nya. - Sabagian dari makna jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. adalah menjadikan duka cita atas kondisi yang mengitari itu sebagai pemicu dalam berpikir secara sungguh-sungguh bagaimana mendapatkan jalan keluar. anda harus menjadi orang pertama kali 138 . anda melindungi agamaNya dengan jiwa dan harta anda. sebagian harta. dan memutuskan siapa saja yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya. adalah anda memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar. dan engkau mengajak kepada agama Allah dengan hikmah dan nesehat kebaikan. Jika kejayaan dan kehormatan Islam terancam dan gema kebangkitan diserukan. menaati Allah. yang mengaliri gelora cinta untuk meraih kembali kehormatan dan kejayaan Islam.

adalah anda bekerja demi menegakkan timbangan keadilan. Janganlah sekali-kali anda menjadi orang selainnya. Tapi jika kalian hanya melaksanakan sebagiannya atau bahkan melalaikan semuanya. - Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. 168 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. lalu dimanakah posisi Ikhwanul Muslimin di antara tingkatan-tingkatan ini?168 Imam Syahid menyimpulkan hal itu dengan mengatakan. hal.menyambut seruan itu dan menjadi orang yang pertama yang maju ke medan jihad. melakukan perbaikan urusan seluruh makhluk. Jika kalian melaksanakannya dengan memperoleh kemenangan. sehingga hati anda akan dikunci dan dituntut dengan sepedih-pedihnya siksa. beribadah kepada tuhan. Demikian inilah sebagian dari tingkatan-tingkatan jihad dalam Islam. 83 139 . meluruskan tindak kezaliman. Dengan begitu. “Wahai kaum muslimin. adalah –jika anda tidak dapat melakukan itu semuahendaklah anda memberikan cinta anda kepada para mujahid dari relung hati yang paling dalam dan memberikan masukan nasehat kepada mereka dengan buah pikiran anda yang jernih. Allah Swt. niscaya adalah kalian misi akan kalian dalam kehidupan ini. maka biarkahlah ku baca ayat berikut ini. berjihad menegakkan agama dan meninggikan-Nya baik. telah mencatat untuk anda pahala dan telah melepaskan anda dari tanggung jawab. - Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. dan mencegah tangan pelakunya seberapapun kekuatan dan kekuasaannya.

43 140 . para sahabat Rasulullah Saw. tidak ada Tuhan selain Dia.kaum muslimin segera bertebaran di segenap penjuru bumi.                            :Artinya “Maka apakah kamu mengira. dan penunggang kuda di siang hari. beliau berkata. Tuhan (yang mempunyai) 'Arsy yang mulia. kembali ke haribaan Allah. untuk itulah –setelah Rasulullah Saw.” Imam Syahid menggambarkan jihad mereka sebagai upaya untuk menguasai dunia dan melakukan perbaikan. bahwa Sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main (saja).” (Q.tampil dengan julukan. hal. dan pedang-pedang mereka senantiasa terhunus dalam 169 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia).S Al Mukminun: 115-116)169 Sebagai wujud dari kepahaman terhadap makna yang diisyaratkan oleh ayat di atas. rumah-rumah mereka ibarat pelana-pelana kuda. dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah. raja yang Sebenarnya. –sebagai generasi pilihan Allah. “layaknya rahib-rahib di malam hari. Al Quran ada dalam dada mereka. “Wahai kaum muslimin.

maka ia berada di bawah perlindungan dan perjanjian dengan kaum muslimin. Dari lisan mereka mengalir deras hujjah-hujjah yang terang. Siapa yang memilih Islam. maka ia akan menjadi saudara kaum muslimin dengan menyandang hak dan kewajiban yang sama. Maka Sesungguhnya Allah Maha melihat apa yang mereka kerjakan.                          Artinya: “Dan perangilah mereka. dimana kaum muslimin akan memenuhi janji dan melaksanakan semua kewajibannya. Jizyah. maka kaum muslimin akan memerangi mereka sampai Allah Swt. 44 141 . apalagi karena nafsu imperialisme. Sebuah amanat yang mengharuskan mereka berjihad di jalan Allah Swt. menyeru manusia kepada salah satu dari tiga pilihan.genggaman. Mereka keluar semata-mata untuk menunaikan satu misi suci sebagaimana telah diwasiatkan nabi mereka. jika mereka berhenti (dari kekafiran). 43. berkenan memenangkan hamba-hamba-Nya. Siapa yang membayar jizyah –sementara ia tetap dalam kekafirannya-.S Al Anfal: 39)170 170 Ibid. supaya jangan ada fitnah[611] dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah[612].” (Q. atau perang.” Jadi mereka keluar dari rumah-rumah mereka bukan karena ambisi kekuasaan. Islam. hal. bukan pula untuk memburu harta dan popularitas. Tapi bila ia tetap enggan. Muhammad Saw.

rahmat dan kelembutan. Al Ustad Fuad Al Hajarsy.masuk kedalam agama Allah. Samakah ini dengan dominasi sekarang. Edisi 284. Ia berkata. Lihat juga. Harian Afaq Arabiyah. 172 Risalah Pergerakan. hal. hal. 19 Nopember 1998 M. sehingga semuanya benar-benar menjadi saudara yang Saling mencintai satu sama lain.171 Mereka berjuang dengan dakwah mereka untuk melenyapkan seluruh bentuk penindasan. 176. “Akan datang suatu masa dimana terdapat sekelompok manusia yang mencela Islam karena kewajiban jihad dan kewajiban berperang. hidayah. yang ada justru orang-orang yang beriman dan menerima seruan agama Allah. atau hidup bernaung di bawah panjinya dengan penuh rasa aman dan terlindungi dari setiap kezhaliman dan kesewenang-wenangan. Dengan demikian cairlah sudah fikrah kesukuan dan kelompok di hadapan fikrah ukhuwah Islamiyah. “Dengan demikian seorang pejuang muslim adalah juga seorang guru yang memiliki semua sifat yang semestinya ada pada seorang guru. yang bentuk imperialisme dan penindasan?172 Imam Syahid menjawab orang-orang yang mencela kewajiban jihad. dikutip dari buku Al Imam Syahih Hasan Al Banna Pengusung Panji dakwah Abad 20.Sesunguhnya ekspansi Islam merupakan upaya untuk membangkitkan keimanan di dalam hati manusia dan untuk meninggikan kalimat kebenaran di muka bumi. kemajuan.” 171 Diantara kalimat Imam Syahid. 35 142 . agar manusia terbebas dan memilih –jika mereka menginginkannya. Imam Syahid berkata. Sehingga pembebasan Islam berarti juga pembebasan Barat peradaban. terwujud pengajaran dalam dan bimbingan kepada seluruh umat manusia. cahaya. kerusakan dan fitnah di muka bumi. Kepada Apa Kita Menyeru Manusia. menghapus kezhaliman. Jadi sebenarnya tidak ada panglima yang menang dan musuh yang kalah.

Ia adalah harapan kepada Allah. itulah keteguhan dan ketabahan sehingga hilang semua cobaan dan musibah dan Allah mengganti kesulitan dengan kemudahan. dan pembantaian. keyakinan dan menyandarkan diri kepada-Nya. 424 143 . maka kita harus melakukan tarbiyah jiwa dengan tarbiyah yang mendalam. selain sebagai sarana untuk menunaikan misi (risalah) agung yang dipikulkan di pundak kaum muslimin. Beliau mengatakan.” Agar kita sampai ke tingkatan jihad dan perjuangan. agar ia tidak gentar di hadapan kesulitan. membangun urgensi rukun- mempersiapkannya upaya rukunnya di dalam jiwa serta patuh terhadap batasan dan hukum-hukumnya.menegaskan kepada kita tentang urgensi untuk membangkitkan ruh jihad Islam sebagai solusi tanpa harus mematikan eksistensi umat dan peradaban Islam.Beliau menjelaskan dengan perkataannya. Mursyid ‘Am sebelumnya Musthafa Masyhur menegaskan tentang kebutuhan umat terhadap persiapan jihad. ancaman. mempersiapkannya agar tidak mengalami kegoncangan ketika menghadapi musibah. “Kondisi meningkatnya alam hari ini –setelah seluruh kekuatan kejahatan bersatu di bawah satu kepemimpinan. “Allah Swt telah mewajibkan jihad kepada kaum muslimin bukan sebagai alat permusuhan atau sarana bagi kepentingan Pribadi.173 Tentang makna jihad dan yang untuk sempurna. pembunuhan. kezhaliman. hal. Oleh karena itu maka kaum muslimin harus dipersiapkan untuk sabar dalam 173 Risalah Pergerakan. tetapi sebagai perlindungan bagi dakwah dan jaminan bagi perdamaian. dan semakin aksi-aksi kekerasan. penangkapan. misi hidayah bagi manusia untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Jihad.

Kewajiban ini menuntut –dan akan selalu menuntut. Imam Syahid Hasan Al Banna berkata. berjuang menundukkan jiwa adalah kewajiban kita yang pertama. jadikan hati dan perasaan kalian senantiasa berhubungan dengan Allah. jangan sampai ada satu detik waktu yang berlalu tanpa diisi dengan amalan yang baik dan usaha yang berkah. ia adalah kesabaran yang akan membuat umat Islam bangkit menjalankan kewajiban dan tanggungjawabnya dengan penuh ketabahan. Yang mempunyai kekuasaan di langit dan di bumi. arahkanlah keremajaan. Bersiaplah dan singsingkanlah lengan baju kalian. “Kewajiban ini menunut adanya jiwa yang dipenuhi keimanan dan hati yang luhur. 174 Dari perkataan Musthafa Masyhur. emosi dan perasaan kalian kepada kemuliaan.kalian untuk terus berkorban dengan harta dan kesungguhan. Berusahalah untuk senantiasa meneguhkan komitmen kalian dan memurnikan hati kalian. Sesungguhnya apa yang ada pada kalian akan pupus habis.kondisi berat dan sulit dan ketika menghadapi musuh-musuh cobaan. Dimana Hati Kaum Muslimin Terhadap Penumpahan Darah Umat Islam? 144 . lawanlah bisikan nafsu yang menyesatkan. serta janganlah meremehkan apapun bentuknya. jagalah waktu dan jangan membuangnya pada sesuatu yang tidak bermanfaat. Allah. keyakinan dan ketenangan yang stabil. Penuhilah kewajiban. “Wahai Ikhwan. lakukanlah ketaatan dan jauhilah dosa. kesabaran menghadapi tipudaya kesabaran dalam jihad dan kepungan. evaluasi dirimu dengan evaluasi yang cermat. lawanlah kemalasan dan kelemahan. dan apa yang ada pada Allah akan kekal selamanya.”174 Imam Syahid berkata. maka berjihadlah menundukkan jiwa-jiwa kalian dan giringlah ia menuju ajaran Islam dan hukum-hukumnya. kesucian dan kejernihan. bersihkan diri kalian dari kemaksiatan.

dan yang bertawakkallah Maha ia kepada lagi Allah. berfirman:                  :Artinya “Dan jika mereka condong kepada perdamaian. demi harta. Agamanya pun melarang ia mencampuri niat yang suci ini dengan maksud-maksud lain. atau demi memenangkan peperangan tanpa peduli dengan kebenaran. Maka condonglah kepadanya dialah muslim. Risalah: Al Jihad (Risalah Jihad). “Sesungguhnya Islam sebagaimana ia mewajibkan perang. hal. demi pangkat. demi ketenaran. Maha Sesungguhnya Seorang mendengar keluar Mengetahui. Yang halal hanyalah satu urusan. mempersembahkan darah dan nyawanya sebagai tebusan bagi akidahnya dan demi menegakkan hidayah bagi seluruh umat manusia. berjihad agar kalimat Allah menjadi yang tertinggi. demi meraup ghanimah.”175 Imam Syahid berkata tentang perdamaian.” (Q.”176 175 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). ia juga sangat memperhatikan masalah perdamaian. Semua itu haram baginya.S Al Anfal:61) tatkala untuk berjihad. hal. 261 45 176 145 . Allah Swt. dengan memberikan balasan berupa surga. yang luasnya seluas langit dan bumi.Sesungguhnya Allah telah membeli dari kaum muslimin jiwa dan harta benda mereka. dibenaknya hanya ada satu pikiran.

(tetapi) janganlah kamu melampaui batas.Jika jihad dalam Islam memiliki tujuan yang sangat mulia. (Q. meskipun kepada musuh. mengharamkan permusuhan.S Al Baqarah: 190) Allah Swt. Allah Swt. Karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. juga memerintahkan untuk berlaku adil. Firman-Nya:                                  146  . maka sarananya pun adalah sarana yang paling utama. Dia berfirman:                   :Artinya “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu.

membimbing kaum muslimin mennuju kasih saying yang paripurna. tidak melukai kehormatan. tidak bertindak aniaya. mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. tidak merampok harta. menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum.S Al Maidah: 8) Allah Swt. Di kala perang. dan bertakwalah kepada Allah. tidak mencuri. hal. Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Mereka ketika berperang tidak melampaui batas. tidak menyiksa tubuh manusia.177 177 Ibid. dan tidak membuat derita. 261 147 . dan di kala damai.” (Q. berlaku adillah.                             :Artinya “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orangorang yang selalu menegakkan (kebenaran) Karena Allah. mereka adalah sebaik-baiknya pasukan perang. mereka adalah sebaik-baiknya pelaku perdamaian.

“Perdamaian merupakan salah satu prinsip dasar dalam Islam. bersabda: ‫أفشوا السلم وأطعموا الطعام وألينوا الكلم تدخلوا جنة ربكم بسلم‬ Artinya: “Sebarkanlah salam dan berikan makanan. adalah As Salam (Perdamaian). Hal ini sangat jelas dan lebih jelas dari cahaya matahari.” Dalam hadits lain Rasulullah Saw. sementara kalimat perang hanya disebut dalam Al Quran di 6 ayat saja.” Kalimat perdamaian dan beberapa derivasi kalimatnya disebutkan dalam Al Quran tidak kurang di 133 tempat. Dan salah satu nama yang dimiliki Allah Swt. asas dan salah satu kewajiban dalam Islam. memimpin mereka menuju satu tujuan yang dengannya mereka diciptakan. Musthafa Masyhur mengatakan.Jihad Islam dengan makna dan batasan-batasannya tidak terpisah dari prinsip-prinsip perdamaian dalam agama Islam. hingga mereka mendapatkan ketenangan dalam hidup dan berbahagia dengan menaati Rabbnya. mengatakan: ‫إن ال جعل السلم تحية لمنتا وأمانا لهل ذمتنا‬ Artinya: 148 . Umat Islam mencintai kehidupan dan mengajak manusia kepadanya. Mursyid ‘Am sebelumnya. maka kalian akan masuk surga Rabb kalian dengan penuh kedamaian. lembutkanlah perkataan. ia juga merupakan salah satu bagian dari eksistensi kaum muslimin dan akidah mereka. dan ucapan salam yang digunakan kaum muslimin sebagai pemersatu hati dan pengikat hati individuindividu masyarakatnya satu sama lain adalah As Salam. Rasulullah Saw.

maka pada saat itu Islam tidak meridai perdamaian yang berdiri di atas permusuhan. atau kelaliman terhadap hak dan kewajiban-kewajiban umum. seperti kebebasan memeluk agama dan beribadah.”178 Seorang muslim juga diwajibkan –sewaktu berdoa kepada Rabbnyauntuk menyampaikan salam (doa keselamatan) kepada Rasulullah Saw. Adapun ketika terjadi kelaliman dan permusuhan terhadap sendi-sendi kemanusiaan. Seorang muslim tidak menjadikan perang sebagai obsesi yang sebenarnya.“Sesungguhnya Allah menjadikan As Salam sebagai ucapan salam untuk umat kami dan menjadi rasa aman bagi ahli dzimmah kami (nonmuslim). namun perdamaian tanpa ada penindasan di dalamnya. Perdamaian adalah tujuan mulia dalam Islam. Thabrani 149 . kepada dirinya dan kepada hambahamba Allah yang shalih. ia bahkan tidak diizinkan berperang kecuali dengan tujuan yang sangat mulia dari perdamaian dan ketenangan. kelaliman dan persengketaan. tanpa kezhaliman.. Allah Swt berfirman:                           178 HR.

                   Artinya: “(yaitu) orang-orang yang Telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar. yang di dalamnya banyak disebut nama Allah.” (Q. rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid.S Al Hajj: 40) Perang dalam Islam bukan hawa nafsu kaum muslimin. dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. tentulah Telah dirobohkan biara-biara Nasrani. kecuali Karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". bukan pula kemuliaan perang yang menjadi obsesi umat Islam. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Justru terwujudnya kebaikan dan keadilan itulah tujuan perang yang sesungguhnya dalam Islam. Firman Allah:                      150 .masjid. gereja-gereja. bukan upaya untuk mengalahkan orang lain dengan tujuan dan target tertentu.

Tipuan dan celaan terhadap Islam dan pemeluknya 151 . ketika orang-orang bathil merasa bosan menyerukan kebatilannya. Inilah Islam yang menganugerahkan kepada umatnya sumber dan sebab-sebab kekuatan. menunaikan zakat. kesiapan berkorban dan terhadap upaya-upaya kebaikan kemanusiaan. Al Ustadz Musthafa Masyhur berkata. perhatian jaminan keadilan. kemampuan menghadapi tantangan. dan sahabatnya sewaktu mereka berada di goa Tsaur. kemenangan yang diberikan kepada Rasulullah Saw. “Ketika kalimat Allah meninggi dimuka bumi dan musuh-musuh Allah gagal memalingkan kita dari tugas atau membelokkan kita dari keyakinan kita. dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.S Al Hajj: 41) Agama Islam adalah rahmat yang luas hingga kepada hewan. kemampuan mencipta. Ia menjadikan perlakukan baik terhadap hewan adalah sebagian dari sendi keimanan. Islam telah lebih dahulu memberikan kasih terhadap hewan sejak 14 abad yang lalu.” (Q. maka ketika itulah kita mengingat kemenangan. 179 Dari perkataan Al Ustadz Musthafa Masyhur. persamaan. kedamaian dan untuk kebebasan. menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar. dan mengancam perlakukan buruk terhadapnya dengan siksaan dan balasan yang pedih.Artinya: “(yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang.”179 Makna Al Nashr (Kemenangan) dan Bentuknya yang Variatif Tentang makna Al Nashr (Kemenangan) dengan bentukbentuknya yang variatif.

ketika beliau Saw. kekuatan sementara materi musuh-musuhnya bersama banyak. tanpa ada bala tentara dan tanpa memiliki perbekalan. benar-benar tidak memiliki kekuatan. ia tidak apapun. berfirman:                                                  Artinya: “Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) Maka Sesungguhnya Allah Telah menolongnya (yaitu) ketika orang- 152 . kendati demikian kemenangan itu akhirnya terwujud. keluar tanpa teman seorangpun selain As Shiddiq (Abu Bakar As Shiddiq). sahabatnya Rasulullah Saw. kekuatan mereka jauh berada di atas kekuatannya. Allah Swt.

" Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya. Kemudian kemenangan itu kembali terulang kepada Ashabul Ukhdud. ketika para penguasa lalim kelelahan menghadapi jiwa-jiwa yang mereka. dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir Itulah yang rendah. (Q. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana[643]. Penguasa tersebut akhirnya dapat membunuh ghulam tersebut setelah menyebut nama Tuhannya sementara ia sangat membenci nama itu.S Al Taubah:40) Ia adalah kemenangan yang diberikan Allah kepada seorang Ghulam Abdullah bin Tsamir ketika suatu hari ia meminta kepada penguasa zhalim untuk dipanah di hadapan manusia dengan syarat menyebut nama yang sangat dibenci oleh penguasa zhalim tersebut agar ia dapat membunuhnya.orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua. ketika keyakinan mengalahkan kehidupan. Firman Allah:     153  . dan kalimat Allah Itulah yang Tinggi. ketika api keimanan melawan fitnah. Sesungguhnya Allah beserta kita. Walaupun ghulam itu mati. beriman sementara mereka menguasai jasad-jasad sesungguhnya itu adalah kemenangan tanpa kekuasaan. namun manusia yang menyaksikan pemandangan itu serta merta mengimani Tuhan yang diyakini ghulam dan mereka menyerukan bahwa kalimat Allah adalah yang tertinggi. Namun kemudian Allah memberikan kemenangan dengan kekuasaan. di waktu dia Berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita.

                                                                   154 .

dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka. sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa.              Artinya: “Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguhsungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi. tiada dan mempersekutukan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu.” (Q. dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk mereka.S Al Nur: 55)                    Artinya: 155 . sebagaimana dia Telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. mereka tetap menyembahku-Ku sesuatu apapun dengan dengan Aku. Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik.

“Melakukan pembinaan diri adalah kewajiban kita yang b. hal. menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar. menunaikan zakat. Ustadz Musthafa Masyhur. Takaful (Saling melengkapi). Tafahum (saling memahami).” Tarbiyah terhadap setiap individu. saat itu panji-panji kebenaran ditinggikan dan keadilan merata ke seluruh negeri.”180 Bab III Pemahaman Tarbiyah Dalam Proses Pembinaan Pemahaman Tarbiyah Dalam Proses Pembinaan Gambaran-gambaran Pembinaan Tarbawi dan Ciri-cirinya: Pembinaan tarbawi dilakukan dengan dua rukun yang mendasar. Komitmen terhadap tarbiyah kolektif yang diberikan jamaah.“(yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang.” (Q.S Al Hajj: 41) Akan datang suatu hari di mana khilafah Islam berdiri. 46 156 . yaitu: a. dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. Melaksanakan pertama. 180 Risalah: Wudhuh Ru'yah. dan kedamaian tersebar di bumi. manhaj dan dari ikatan yang menyatukannya dengan asas Ta’aruf (saling mengenal).

Al Ikhwan Al Shadiqin (Ikhwan Yang Benar).”183 2. Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). 44 182 183 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). yang penuh cita-cita dan bervitalitas tinggi. membara. memperhatikan beberapa sisi berikut: Urgensi membangkitkan memperbaharui kekuatan hati dan perasaan sebagai dasar untuk maju dan eksis: Beliau berkata. “Penuhilah jiwa yang liar dengan keagungan Islam dan keindahan Al Quran. 233 Risalah. serta latihlah ia menjadi prajurit di bawah bendera dan panji Nabi Muhammad. 356:359 157 .”182 Ia juga berkata. diantara adalah Al Fahm (Paham atau pemahaman) sebagai salah satu rukun dasar dari rukun baiat. Hal.Imam Syahid menyebut orang-orang yang komitmen terhadap Kewajiban seorang Aktivis dan melaksakannya dengan sebutan. hal. 197 184 Lihat Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). hal. Urgensi Pemahaman Yang Komprehensif Terhadap Dakwah: Maka Imam Syahid menetapkan 20 prinsip dasar. Imam Syahid sangat jiwa. proses pembinaan personal.184 Dengan demikian sangat jelas bahwa Imam Syahid memberikan perhatian yang sangat besar terhadap rukun Al Fahm bagi 181 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). Sesungguhnya kewajiban ini membutuhkan jiwa-jiwa yang mukmin dan hati-hati yang selamat. dan memiliki semangat yang berkobar. maka binalah diri kalian dengan demikian kalian telah membina umat.”181 Dalam 1. jiwa-jiwa yang optimis. Kami menginginkan hati-hati yang segar. “Wahai umat Islam sekarang adalah masa pembinaan. Hal. keimanan. dan tangguh. “Maka yang pertama yang kami inginkan adalah terbangunnya jiwa-jiwa yang hidup. kuat. Beliau berkata.

sedang sirah kaum salaf adalah contoh aplikatif dari perintah Allah dan ajaran Islam. “Bahwa beban dakwah ini hanya bisa dipikul oleh mereka yang telah memahami dan bersedia memberikan apa saja yang kelak dituntut olehnya. “Dakwah kami adalah dakwah Islamiyah dengan segala makna yang tercakup dalam kata itu. harta bahkan darah. Dan hal ini tentunya tidak hanya sebatas perkataan dan slogan. “Dakwah ini tidak menerima perserikatan.”186 3. Kitab Allah adalah adalah sumber dasar ajaran Islam. 16 158 .185 Imam Syahid juga menjelaskan hal ini dengan mengatakan. adalah penjelas dari kitab tersebut. Sebenarnya ia bukan ushul dalam Islam.” 4. kesehatan. Imam Syahid berkata. 185 Imam Syahid mengkhususkan rukun Al Fahm sebagai salah satu dari 20 Prinsip Dasar Ikhwan. Pahamilah apa saja yang anda ingin anda pahami dari kata itu dengan tetap berpedoman pada kitab Allah. dan salafus soleh (jalan hidup pendahulu yang shalih) dari kaum muslimin. yang merupakan bagian dari manhaj dan makna Islam itu sendiri. yang dimulai dengan memperbaiki diri sendiri hingga kepemimpinan dunia.seorang al Akh. hal.”187 Kemudian beliau menjadikan al ‘Amal terdiri dari 7 tingkatan. Kewajiban bekerja untuk kepentingan dakwah dan berkorban di jalannya. baik waktu. 17 187 Ibid. sunnah Rasulullah Saw. ia hanya merupakan pembatasan makna pemahaman yang benar bagi seorang muslim. hal. Urgensi Loyalitas yang paripurna terhadap dakwah dan keikhlasan. Beliau juga menjelaskan tentang batasan-batasan dan prinsip-prinsip dasar yang menjadi pijakan dalam rukun ini di dalam Al Ushul Al Isyrin yang bersumber dari dari Al Quran dan Al Sunnah. Sunnah Rasulullah Saw. 186 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami).

“Yakinlah kepada fikrah kalian. jangan kalian berselisih dengan saudara-saudara kalian dalam sebuah permasalahan. 108 190 Nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan. Persatuan dan ikatan kalian adalah senjata utama. sasaran. dan hendaknya seluruh jiwa dan perasaan dikumpulkan. hal.”190 188 189 Risalah. Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).5. jangan sampai kalian terpisah dikarenakan urusan-urusan yang sepele dan oleh kebimbangan yang mematikan. Tanpa pemusatan sahara. Fuad Al Hajarsy. Urgensi Pemusatan dan Tidak melakukan lompatan “Oleh karena itu maka perlu dilakukan pembatasan. Ia mempersiapkan lingkungan dan iklim yang cocok untuk pembinaan ini. serta melihat seseorang dengan pandangan yang menyeluruh. Hal. Urgensi Kesatuan Barisan dan Ikatan Imam Syahid berkata. ia adalah senjata yang paling ampuh yang kalian miliki. dan akan menggunakan pelbagai sarana tarbawi untuk mewujudkan target-target tarbiyah. bekerjalah untuknya dan teguhlah di atas jalannya. 233 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). dari buku Al Imam Syahid. hal. 111 159 . maka jagalah persatuan itu. lemah dan nasib tidak kebangkitan umat hanya akan seperti lilin kecil di tengah gulita Nyalanya 188 terasa bertenaga. harus ada pemusatan hingga ia benar-benar menjadi keyakinan yang kokoh yang tidak goyak oleh keraguan dan kebimbangan.” Proses pembinaan ini sangat memperhatian gradualitas dan prioritas dalam pembentukan.”189 “Wahai Ikhwan. senantiasalah berada dalam barisan jamaah. dan berkumpullah di sekelilingnya. perhatian akan dan pembatasan redup. 6.

kelapangan hati. Urgensi Membangkitkan Ruh Optimis dan Keyakinan kepada Pertolongan dan Kemenangan dari Allah untuk dakwah. 7. 45 160 . pengorbanan besar yang tak dihalangi oleh ketamakan dasar dan kebakhilan. kebersihan jiwa. perseteruan dan permasalahan.Termasuk urgensi kondisi yang mendukung di dalam shaf jamaah di setiap jenjangnya. bahkan semua pengarahan tidak akan bermanfaat apa-apa. dan optimis dengan akan datangnya pertolongan Allah. kesetiaan yang kuat yang tak dikotori oleh kepura-puraan dan pengkhianatan. Jika iklim ini dinodai oleh sebuah kerusakan. sehingga tumbuh di dalamnya celah-celah keretakan. interaksi. Imam Syahid berkata. “Dengan berbekal tiga keyakinan. dan setiap program dan sarana yang digunakan tidak akan memberikan hasil apapun. bangga dalam memeluknya. -maka Rasulullah Saw. hal. Teguh Di atas Jalan Dakwah Imam Syahid menegaskan. Kepada Apa Kami Menyeru Manusia. saling nasehat-menasehati. keterbukaan dan keterusterangan antar individu. Maka kepada tiga keyakinan ini kami mengajak manusia. atau tertipu dengan yang lain. iklim saling percaya dengan seluruh maknanya. keyakinan penghormatan terhadap dasar tersebut yang akan menjaga dari kesalahan dan penyimpangan. dengan dan pengetahuan terhadap perjuangan. saling memaafkan. baik berupa iklim cinta.”192 191 192 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). maka hal itu akan memberikan dampak langsung kepada jamaah. yakni beriman kepada kebenaran risalah. hal. 235 Risalah Pergerakan.”191 8. “Kemauan yang keras yang tak tersentuh oleh kelemahan. telah berhasil menghidupkan –dengan izin Allahiman dalam hati dan jiwa kaum muslimin dari generasi pertama para sahabat. Semoga Allah melindungi kita dari semua itu.

Kita menantikan pertolongan dan kemenangan hanya dari Allah.berlepas diri dari ambisi-ambisi dan jauh dari kepentingan Pribadi. Barangsiapa yang dimenangkan oleh-Nya. “Ia berbuat dengan seluruh perkataan dan perbuatan hanya mengharap keridaan Allah. Hendaknya ia seorang kader dakwah tabah menjalani ujian ini. sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Syahid di dalam Risalah Ta’alim.Ujian. “Dan kita -al hamdulillah. Menjalaninya dengan penuh keyakinan dan selalu ingat target besar yang hendak diwujudkan. hendaknya ia benar-benar menjadi jundi dakwah baik akidah maupun fikrah. Kita tidak menginginkan kecuali keridhaan Allah dan kemaslahatan manusia. popularitas. Kita tidak akan beramal kecuali hanya ingin meraih ridha-Nya. Urgensi Ikhlas Imam Syahid berkata. 9.             :Artinya “Yang demikian itu Karena Sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan 161 . tidak melihat pada ghanimah yang akan didapatkan. dan gelar. menyepuh dan mengokohkan pembinaan ini. bertahan menghadapi proses tarbiyah dan pembinaannya dengan penuh kesabaran dan keridhaan. maka tak seorangpun yang bisa mengalahkannya. cobaan dan kesabaran dalam mengarungi pahit getir jalan dakwah merupakan wadah yang akan menyaring. Imam Syahid juga berkata.

hal. hal. kehilangan orientasi hidup. perubahan dan kelemahan. 12. 109 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). yaitu. Jihad. karena ia menjadi penghalang turunnya rahmat dan menjadi hijab turunnya pertolongan Allah. Amal (aktivitas).S Muhammad: 11)193 “Jika seandainya diantara kalian ada seseorang yang memiliki hati yang sakit. dan luka masa lalu maka keluarkanlah ia dari sisi kalian. “Akidah adalah pondasi aktivitas.” integral. Ia adalah perubahan yang mendalam. Urgensi Rukun-rukun Bai’at 10 rukun baiat yang ditetapkan oleh Imam Syahid merupakan prinsip dasar dalam proses pembinaan peserta tarbiyah. atau keahlian dan semangat dalam gerak dan 193 194 195 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini).” (Q. dan aktivitas hati lebih penting daripada aktivitas fisik. 393 Ibid 162 . Ikhlas. Fahm (pemahaman). Taat (kepatuhan).”194 11.” 10. 195 Ukhuwah dan Tsiqah (kepercayaan). Tadhiyah (pengorbanan. paripurna dan Perubahan dan pembinaan individu ini tidak hanya berupa perubahan bentuk atau reaksi perasaan semata. meskipun dengan kadar tuntutan masing-masing berbeda. namun usaha untuk menyempurnakan keduanya merupakan tuntutan syariat. serta yang akan menangkalnya dari penyimpangan. Tajarrud (kemurnian). kehilangan obsesi. Tsabat (keteguhan).Karena Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai Pelindung. Urgensi Akidah dan Aktivitas Hati Imam Syahid berkata.

qaradlway menjelaskan hal ini dengan mengatakan. berdasarkan semata-semata atau kepada perubahan Yusuf merupakan pengalaman. adil. namun ia adalah perubahan yang mendalam dan integral terhadap diri seseorang. “Kebanyakan orang merasa bangga bahwa mereka menjaga dan memperhatikan sunnah mereka Rasulullah lebih Saw. ukhuwah dalam hubungan. namun sesungguhnya simbiolis menjaga sunnah secara ketimbang menjaganya secara esensial.pelaksanaan. Memang baik menjaga sunnah secara simbiolis dan penampilan fisik seperti memanjangkan jenggot dan meninggikan pakaianmu di atas mata kaki dll. 13. itqan dalam bekerja. maka sesungguhnya ia telah kehilangan inti ajaran Islam. sifat kasih. ketinggian cita rasa dalam sastra. begitupula di dalam penampilan. Beliau juga berkata. seolaholah hal itu merupakan bagian dari rukun iman atau prinsip-prinsip dasar Islam dan Ihsan. walaupun ia berpegang teguh dengan bentuk dan fisik. dalam dakwah dan ibadah. Realitas pengalaman Bahwa dalam mewujudkan membaca. Barangsiapa yang kehilangan tauhid dan keyakinan. namun realitas kesuksesan.. bersifat fisik. jujur dalam mu’amalah. Dan juga tidak 163 . gerakan dan tindakan. ia tidak yang Al bergantung pengetahuan. baik pemahaman dan keyakinan. ikhlas dalam beribadah. prilaku dan amal. “Kita harus mengubah perhatian kita menuju anasir inti dan ruh sebagai ganti perhatian kita terhadap sisi fisik semata. namun tidak baik jika menjadikan hal ini segalanya dalam agama. hanya perubahan Dr.

Kita tidak mungkin memisahkan kedua sisi tersebut.baik jika anda mengklaim setiap orang yang tidak memelihara sunnah secara simbiolis dengan iman yang rapuh. Pembagian amal dan pembinaan dalam dua tahap.” Padahal hal ini merupakan (tahsinat) kebaikan yang sangat dianjurkan namun bukan merupakan (daruriyat) kewajiban. tahapan gerakan di masyarakat dan tahapan tarbiyah individu tiada lain merupakan pembagian secara normatif saja. Pembinaan tarbawi tidak terbentuk jauh dari realitas kehidupan atau terkurung dalam bilik-bilik penyepian. sebagaimana kita 196 Tulisan Dr. adapun secara praktek pembagian ini sebenarnya tidak ada. Edisi I 164 . demikian halnya dengan tarbiyah yang mencakup dua sisi individu dan masyarakat dalam sebuah kesatuan yang paripurna dan keseimbangan yang mendalam. iman yang lemah. aktivitas dan interaksi dengan masyarakat. Yusuf Al Qaradlawy. Keseimbangan dan Integralitas antara Harakah dan Pembinaan. Majalah Risalah. yakni sesuatu yang tertanam dalam hati dan dibenarkan dengan amalan. Al Shahwah al Islamiyah. dan bukan merupakan (hajiyat) kebutuhan sebagaimana yang dijelaskan oleh para ahli fiqih dan ushul. atau mengikuti jalan orang-orang nonmuslim. Sebagaimana keimanan.”196 14. serta gerakan dengan target-target dakwah yang merupakan sarana pertumbuhan dan perkembangan dalam proses tarbiyah. namun ia senantiasa diwarnai dengan harakah (gerakan).

Pembinaan 197 Tarbawi adalah Dasar Tanggungjawab -dakwah dalam barisan. karena semuanya berada dalam makna pemahaman tarbiyah. lemahnya terhadap pembinaan internal.tidak mungkin memisahkan tubuh manusia dari unsurunsur esensialnya. Untuk itu dibutuhkan perspektif yang jelas dan penguasaan yang komprehensif terhadap targettarget dakwah dalam setiap fase. hal. meneliti mencermati yang tampak. keyakinan. spirit. Maka pelbagai sisi seperti. merupakan sisi-sisi yang saling terpaut dan interaktif. Imam Syahid berkata. “Kepemimpinan Ikhwan. Dengan semakin banyaknya amal. prilaku. keseimbangan. dan keinginan di seluruh aspek kehidupan. posisi seorang guru dalam memberikan pengajaran 197 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). 399 165 . keinginan dan gerakan. serta keseimbangan antara gerakan dengan aspek-aspek tetap proses amal. pemahaman. terwujudnya kepemimpian dan tertinggi: hal timbangannya menciptakan fenomena adalah. aktivitas. sulit untuk memisahkan sisi-sisi tersebut. kegiatan terkadang dan kita beragamnya atau segmentasi perhatian kehilangan konsentrasi dan pemusatan perhatian.menduduki posisi orang tua dalam ikatan hati. maju Dan dan memberikan melakukan dan perhatian gerakan–dengan terhadap pembinaan sebagai ini akan setiap individu. perasaan. akhlak. Tidak ada tarbiyah tanpa gerakan. 15. strategi kecermatan. mendorong aktivitas dan memberikan penyembuhan. pembangunan pilar-pilar yang menopangnya.

Qadirun Alal Kasbi (mampu (Cermat (kuat berekonomi). 198 terhadap manhaj tarbiyah. penguasaan dan pengamalannya Imam Syahid menitik beratkan pembinaan seorang Al Akh dalam hal. Mujahidun Nafi’un Li kesungguhan (Bermanfaat bagi selainnya). maka balasanmu adalah kehormatan hidup di dunia dan kebajikan serta ridha di akhirat. mengatur Munazhamun fi Syu’unihi Linasihi Ghairihi (terorganisir seluruh urusannya). jiwanya). shahihul Ibadah (benar ibadahnya). Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). Jika tidak maka dalam barisan orang-orang yang duduk dan para pemalas masih terdapat kursi-kursi yang kosong. dan posisi seorang syaikh dalam aspek pendidikan rohani. Imam Syahid berkata. jika engkau mengetahuinya dengan baik dan engkau menjadikannya cita-cita dan orientasi hidupmu. dan posisi seorang pemimpin dalam menentukan kebijakan-kebijakan politik secara umum dalam dakwah. Jika 198 Ibid. Ijtihad seorang kader. perbaikan diri dan dakwah kepada orang lain. Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya). Rukun Amal. Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya). Harishun Ala waqtihi waktunya). Engkau bagian dari kami dan kami bagian dari dirimu. 394 166 .” 16. hal.” “Saya yakin.ilmu. Beliau mengarahkan tentang aspek-aspek amal yang dibutuhkan dalam pembinaan seorang Al Akh hingga ia memiliki sifat-sifat berikut: Salimul Akidah (bersih akidahnya). “Cengkeramlah dengan sungguh-sungguh bimbingan-bimbingan ini.

Jika engkau seseorang yang biasa berada di depan majelis kita. maka dudukmu akan dihisab Allah dengan seberat-beratnya hisab. 2. 2. 4. 369 167 . Hal. As Syahadah Umniyyatuna (Mati syahid adalah cita-cita 4. 369 Ibid. di pundakmu tertempel gelar-gelar mentereng. 5.200 199 200 Ibid. 3. 3. 5. dan kau tampak begitu menonjol di antara kita. hal. kami). 5. 4. kami). Kesederhanaan Tilawah Shalat Keprajuritan Akhlak Iman yang kuat Pemahaman yang benar Pembinaan yang cermat Cinta yang dipercaya Amal yang berkesinambungan Slogan prinsip-prinsip ini termaktub dalam 5 (lima) kata: Bentuk Pembinaan ini Terhimpun dalam 5 (lima) kata Kemudian hal ini disimpulkan dalam 5 (lima) point berikut: 1. 3.”199 17. 2. maka tiada lagi hubungan antara kita. berikut: 1. 1.engkau berpaling darinya lalu duduk-duduk santai saja. Allah Ghayatuna (Allah adalah tujuan kami) Ar Rasul Qudqatuna (Rasul adalah teladan kami) Al Qur’an Syir’atuna (Al Quran adalah Undang-undang Al Jihad Sabiluna (Jihad adalah jalan juang kami).

pemahamannya juga jauh dari teori-teori ilmu filsafat dan bentuk-bentuk perbedaan yang dilahirkan oleh para ahli kalam. dan meminta pertolongan kepada Allah dengan ibadah. Kelompok ini sangat mudah terpengaruh jika berhadapan dengan beberapa syubhat dalam akidah. Firman Allah: 168 . “Ketauhilah bahwa dalam perkara akidah manusia terbagi dalam beberapa kelompok: Sebagian mereka mendapatkannya melalui pengajaran dan meyakininya sebagai sebuah adapt. sehingga cahaya hidayah menyinari hati-hati mereka.Sebagian mereka ada yang melihat dan mencermati sehingga keimanannya bertambah dan keyakinannya semakin kuat. Memanfaatkan penjelasan lewat tanda-tanda akidah tersebut di dalam diri dan memberikan muslim standar ukuran untuk mengetahui kadar realisasi dan pelaksanaannya. Sebagian mereka ada yang masih terus mencermati. menggunakan pikiran. Hal ini sebagaimana jalan yang dilakukan oleh para ulama salaf. berpegang teguh dengan Al Kitab dan As Sunnah dalam menyampaikan pemahaman akidah kedalam hati dan penanamannya di dalam jiwa dan perasaan.Manhaj Imam Hasan Al Banna dalam Tarbiyah Akidah Adapun manhaj Imam Syahid Hasan Al Banna dalam pemahaman akidah sangat jauh dari Ilmu Kalam dan istilah-istilah yang dibuat oleh para ulama yang pakar di bidang ini. serta ketetapan jiwanya. Imam Syahid memiliki manhaj baru yang disimpulkan dalam 2 (dua) hal mendasar: Pertama. . dan mereka bisa melihat dengan mata hati kesempurnaan iman dan keyakinannya. menjalankan perintah-perintah-Nya dan beramal dengan sebaik-baiknya. Imam Syahid berkata. Kedua.

Beliau berkata. 202 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. mematuhi batasan-batasannya.        :Artinya “Dan oraang-orang yang mau menerima petunjuk.S Muhammad: 17)201 Dalam menerapkan proses perbaikan diri dan penanaman keyakinan akidah dalam hati. Lihat juga tulisan Al Ustadz Musthafa Masyhur – dalam rangka memperingati kesyahidan Imam Hasan Al Banna. 416. Beliau meminta Ikhwan untuk menghapal konsep tersebut. yang disimpulkan dari Al Quran dan sunnah Rasulullah Saw. Imam Syahid menyimpulkan beberapa kewajiban.” (Q.”202 Beliau berkata tentang manhaj ini. jelas dan mudah untuk dilaksanakan. “Dan di antara sifat-sifat khas seorang muslim adalah rabbaniyah. beliau justru memberikan metode praktis yang membekas. melaksanakan nash-nashnya. dan mematuhi perjanjianperjanjiannya. “Saya meyakini bahwa manhaj ini adalah sarana praktis dalam melaksanakan tarbiyah diri dan memperbaiki akhlak. Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketaqwaannya. Imam Syahid tidak menggunakan pembagianpembagian teoritis dan studi akademis. Hal. sederhana. 73 203 Ibid 169 . maka kita harus senantiasa menjaga hubungan kita dengan 201 Risalah Al Aqa-‘id hal. yang tidak melenceng seujung rambutpun dari kedua sumber tersebut.. rukunrukun dasar dalam sebuah model praktis dengan tema “Aku meyakini dan aku berjanji”.”203 Tentang sifat rabbani (berorientasi ketuhanan) dan pemusatannya pada individu muslim.

dan sudah memulainya dari diri mereka sendiri. hal. Mereka menyampaikan hal itu dengan penuh kesabaran. serta yakinlah bahwa langkah pertama sebelum segela aktivitas kita adalah memperbaiki shalat.”204 Beliau juga menunjukkan agar kita memulai proses perbaikan tersebut dengan memperbaki shalat dan ibadah-ibadah kita. Di dalam Risalah Al Ma’tsurat banyak sekali zikir dan doa-doa. Firman Allah:            204 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). yaitu dengan cara melakukan zikir dan doa. Hal. anda paham sekarang. dan hendaknya kita menjadi qudwah dalam melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar. dan di setiap fase-fase dakwah akan menyaring barisan dakwah ini dan membersihkannya dari batu-batu bangunan yang rapuh dan lemah. kemudian kepada keluarga. dengan hikmah dan nasehat-nasehat kebaikan.Allah semampunya. “Mereka juga melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar. sehingga ia semakin kuat dan kokoh. untuk itu jadilah teladan ihsan dalam shalatmu. Imam Syahid berkata. “Wahai saudaraku muslim.akan didera oleh setiap individu maupun jamaah ini dalam pelbagai bentuk.”205 Beliau juga berkata.”206 Ujian dan Cobaan adalah Sebuah Kemestian dalam Dakwah Dalam proses pembinaan dan di dalam shaf dakwah ini pasti terjadi ujian dan penyeleksian. 262 205 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. –baik Ujian-ujian yang berasal dari dalam dan dari luar. rumah-rumah mereka. perlahan. 76 206 Ibid 170 . kerabat dekat dan teman-teman mereka.

hal. Imam Syahid berkata. sedang mereka tidak diuji lagi? (Q. terhadap kalian. niscaya akan terjadi permusuhan dan penentangan dari mereka. 109 171 . “Saya ingin berterus terang kepada kalian bahwa dakwah yang kita emban ini belum banyak diketahui orang. ini adalah sunnah Allah Swt. “Tidak ada dakwah tanpa jihad. dan diawasi. Sesungguhnya demikianlah tabiat jalan dakwah ini. terhadap dakwah-dakwah kebenaran. di saat mereka telah mengetahui dan memahami tujuan dan sasarannya. kemajuan dan keberhasilannya. Di depan kalian akan terbentang berbagai kesulitan dan kalian akan menemui banyak kendala. pemimpin dan pengambil kebijakan akan menaruh kebencian kalian.:Artinya “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami Telah beriman". dan rumah-rumah kalian akan digeledah. kalian akan diberhentikan dari pekerjaan. kebenaran.S Al Ankabut:2) Kami berdoa kepada Allah kesehatan dan kekuatan.”207 Ia berkata. Saat itu berarti kalian telah memulai meniti jalan para aktivis dakwah yang sesungguhnya. hal. dan tidak ada jihad tanpa tekanan. Ujian dan cobaan ini kemungkinan akan sangat panjang waktunya. Setiap rezim (penguasa) akan berusaha melumpuhkan aktivitas kalian dan menebar duri-duri penghalang di jalan Kepentingan-kepentingan kalian akan dikebiri. Nanti. diusir dan dideportasi. 213 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). dan ini akan menjadi ukuran ketegaran. Para penguasa. Kalian akan dipenjara dan ditahan.”208 207 208 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).

“Islam menekankan perlunya pembentukan usar (usrah-usrah) dari pengikut-pengikutnya. 209 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). kasih. yang membantu proses pembentukan bangunan jamaah sehingga terwujudnya. hal.”209 Al Usar Tarbawiyah (Usrah-usrah Tarbiyah/Pembinaan) Usrah-usrah tarbiyah dan katibah-katibah Ikhwan merupakan salah satu sarana tarbiyah dan termasuk hal yang tsawabit (prinsipil) dalam jamaah. dimana terlaksananya proses pembinaan dan pengarahan. dimana hal ini berlangsung di lingkungan yang penuh rasa cinta. dan Takaful (saling melengkapi) antara kader dakwah. keberhasilan ada bersama ketegaran. dan mengangkat derajat ukhuwahnya. dan sesungguhnya pahala kebajikan hanya untuk orang-orang yang bertakwa. ia adalah ikatan yang kokoh dan interaksi yang serius. saling nasehatmenasehati. pengorganisasian aktivitas dan gerakan. kelapangan hati. Usrah adalah wadah utama dalam proses tarbiyah.usahakan agar dirimu menjadi batu bata yang baik bagi bangunan (Islam) ini. dari kata-kata dan teori menuju realita dan amal nyata. Tafahum (saling memahami). “Wahai Ikhwanul Muslimin.Beliau juga berkata dalam menghadapi ujian-ujian ini. Ta’aruf (saling mengenal). saling memaafkan. Ia juga merupakan sarana untuk membentuk sebuah wadah pembinaan iman dan program-program tarbiyah. Sesungguhnya kemenangan ada bersama kesabaran. Imam Syahid berkata. Karena itu –wahai saudaraku. 201 172 . yang dapat membimbing mereka kepada puncak keteladanan. mengokohkan ikatan hatinya. keterbukaan dan keterusterangan. kandungan dan programnya tidak terbatas pada rutinitas pertemuan berkala semata.

Jika didapatkan padanya kesulitan. 374 173 . Letakkan di pelupuk matamu kandungan ayat-ayat berikut:       :Artinya “Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. tunaikan dan yang diperintahkan yang kepadamu. (Q. hafalkan dan usahakan untuk mewujudkannya. Hendaklah sebagian dari kalian memikul beban sebagian yang lain. apa-apa dilarang. Hayatilah makna ukhuwah yang benar dan utuh di antara kalian.”210 210 Risalah: Nizamul Usar. istiqamahlah kalian dalam manhaj yang benar. Allah karenanya.S Al Hujurat:10) 2. 3. Ta’aruf (Saling mengenal) Ia adalah awal dari pilar-pilar ini. sehingga ia tidak hanya menjadi beban berat yang kering tanpa ruh: 1. segeralah memberikan pertolongan selama ada jalan untuk itu. Tafahum (Saling memahami) Ia adalah pilar kedua apa-apa tinggalkan dari pilar-pilar sistem ini. hadirkanlah selalu bayangan ayat-ayat Al Quran dan hadits-hadits yang mulia di benakmu. berusahalah agar tidak ada sesuatupun yang menodai ikatan kalian. Hal. 373.Sedangkan pilar-pilar ikatan ini ada tiga. Hendaklah kepada senantiasa bertanya sebagian yang lain (tentang kondisi kehidupannya). karenannya saling mengenallah dan saling berkasih sayanglah kalian dengan ruhullah. Demikian itulah fenomena sebagian iman dari dan kalian intisari ukhuwah. Takaful (Saling menanggung bebang) Ia adalah pilar ketiga. Evaluasilah dirimu dengan evaluasi yang cermat dalam hal ketaatan dan kemaksiatan.

menetapkan keputusan-Nya. menjadi keras hati kepada Al Akh yang menasehati. meski seujung rambut apapun. meski hanya sepotong rambut. hendaknya berhati-hati. “Setelah itu hendaknylah setiap kalian bersedia menasehati saudaranya yang lain begitu aib tampak padanya.itu berubah niat. tidak semata pengetahuan dangkal terhadap nama dan kepribadian seseorang. sehingga Allah Swt. Kalau ia merasa tidak mampu memperbaikinya. jangan sampai hatimu –yang secara ikhlas ingin memberi nasehat kepada saudaramu. sedangkan nasehat adalah pilar agama itu. interaksi dan koordinasi antara kader dakwah satu sama lain. Kenapa demikian? Karena mahabbah fillah (cinta karena Allah) adalah setinggi-tinggi martabat dalam agama. tafahum dan takaful. lalu janganlah diceritakan aib yang ia lihat itu. Hendaklah seorang Al Akh menerima nasehat saudaranya denan penuh rasa suka cita dan ucapkan terima kasih padanya. Bahwa sifat ekstrim dan keras hanya akan menjadi kerikil terhadap ukhuwah dan hendaknya ia upaya memiliki untuk saling memahami tertentu ini berjalan terus menerus di setiap waktu dan kondisi. Imam Syahid berkata. 174 . lalu menganggap bahwa dirinya lebih utama darinya. Jangan sampai ia merasakan adanya kekuarangan pada sasaran nasehat. Untuk Al Akh yang menasehati. kecuali kepada pemimpin usrah saja.Imam Syahid menjelaskan bahwa ta’aruf. Setelah itu. serta hendaknya batas-batas demi terwujudnya pertautan dan kesatuan. waspadalah jangan sampai engkau berubah sikap. Ia justru merupakan pengenalan yang mendalam. Sedangkan untuk Al Akh yang dinasehati. tetaplah dalam keadaan mencintai dan menghargainya. biarkanlah selama kurang lebih sebulan penuh.

Imam Syahid berkata. perang mulut.211 Islam Syahid. Yang dibenarkan adalah penjelasan dan minta penjelasan. Jika ada suatu usulan atau complain. “Perintah-perintah Allah dan taujih-taujih Nabi ini – setelah berlalu generasi pertama umat Islam. itu pun harus dengan memperhatikan batas-batas etika dengan keutuhan sikap saling menghargai dari seluruh anggota. Itu semua haram hukumnya menurut fiqih usrah.telah (hanya) menjadi kata-kata yang menghias bibir kaum muslimin semata dan khayalan belaka di benak mereka. penjelasan perdebatan. Kalian telah berusaha untuk menerapkannya di masyarakat kalian. atau pelampiasan emosi dengan mengangkat suara tinggi-tinggi. dan kalian inginkan kembalinya ikatan umat yang saling bersaudara dengan jiwa ukhuwah Islamiyah. memuliakanmu dengan ketaatan kepada-Nya. Hal. 374 ibid ibid 175 . dan memalingkan tipu daya setan dari kami dan kalian semua. sampai kalian datang wahai Ikhwan yang saling mengenal. Naqib (pembimbing untuk usrah) hendaklah menampungnya kemudian menyampaikannya kepada pemimpin.” Allah Swt.“Sesungguhnya agama adalah nasehat.212 Ruh ukhuwah dan mahabbah inilah yang berusaha kita upayakan agar tersebar di masyarakat dan terpadukannya hati-hati umat. melindungi sebagian kalian dari (kejahatan) sebagian yang lain. juga sangat ada memperhatikan sebagai di tempat majelis prinsip-prinsip Imam bagi usrah interaksi antara “Tidak individu.”213 211 212 213 Ibid.

dan posisi seorang syaikh dalam aspek pendidikan rohani. posisi seorang guru dalam memberikan pengajaran ilmu.Imam Syahid menyebut pembimbing usrah sebagai Naqib. beliau tidak hanya membatasinya dengan kegiatan belajar sebagai rutinitas pertemuan. namun juga mencakup 10 sifat. hal ini tiada lain adalah untuk menjelaskan kepada kita bahwa hubungan antara naqib dan anggota usrah bukan hubungan kekuasaan. ia tidak hanya menjalankan programprogram usrah dan perintah-perintah tertentu. Mereka menduduki posisi orang tua dalam ikatan hati. namun lebih kepada hubungan tarbiyah dan pengarahan. maka Imam Syahid menyebutkan beberapa hal berikut: 1. sementara yang lain ikut terlibat membahas dan mencari 176 . serta tahapan-tahapan pembinaan lain dalam proses pembentukan kader dakwah. Ia juga harus berperan dalam meningkatkan semangat anggota usrah dan mentransfer ketinggian semangatnya kepada anggota usrah. Adapun agenda-agenda usrah. Setiap al Akh menyampaikan persoalannya. memberikan solusi terhadap permasalahanpermasalahan mereka. menggali potensi dan kemampuan mereka. dan posisi seorang pemimpin dalam menentukan kebijakankebijakan politik secara umum dalam dakwah. Imam Syahid memberikan perhatian yang sangat besar terhadap program-program usrah. serta mengikat mereka untuk senantiasa bersama jamaah. Seorang Naqib selayaknya memiliki kemampuan dan pengaruh yang kuat untuk memainkan perannya sesuai yang diinginkan.

hal. wawasan keilmuan. baik politik. telah namun metode oleh dan takarannya demi diserahkan sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan ditetapkan jamaah. pengetahuan fiqih. 2. Pada setiap pertemuan. sosial kemasyarakatan. 374. masukan. maka hal inipun termasuk salah satu dari tiga rukun penting dalam yang usar. serta mengikutsertakan mereka dalam memberikan solusi. profesi. Semua itu dalam suasana ukhuwah yang tulus dan orientasi yang jernih hanya bagi Allah Swt. mengevaluasi beberapa tugas yang diberikan kepada mereka.penyelesaiannya.214 Dengan metode Imam Syahid menginginkan terwujudnya perhatian yang serius terhadap kondisi para kader dakwah. didiskusikan sesuai dengan pengetahuan setiap individu di usar dan kemanfaatannya mengingatkan 214 bagi semua anggota. dll. mewujudkan pembinaan kader yang paripurna dari pelbagai sisi. dan saling memberikan Pertemuan usar juga memberikan perhatian yang Ibid. dilakukan pencermatan pada setiap materi yang dipelajari. Begitupula halnya dengan sisi belajar. 3. Studi terhadap berbagai buku yang berguna. 375 177 . Telaah seputar persoalan Islam dan membaca risalah dan taujihat yang ditelorkan oleh pemimpin umum yang ditujukan untuk usar. gerakan dan aktivitas mereka. dan kerjasama dalam melakukan gerakan dan aktivitas dakwah. Pada yang demikian itu ada proses peneguhan tsiqah dan pengokohan ikatan hati. saling nasehat. Proses belajar di dalam usar sangat berkaitan dengan seluruh individu dalam sebuah usar.

dalam dakwah. 5. zikir. serta peningkatan kemampuan mereka. puasa. Imam Syahid juga memberikan perhatian terhadap proses pembinaan di dalam usrah dari sisi praktek amali. terutama shalat Shubuh dan shalat Isya. menyelesaikannya. serta upaya untuk cinta dan kasih antar anggotanya. 4. saling menasehati untuk melakukan shalat malam dan shalat berjamaah di mesjid. 2. Begitupula dalam dalam ketidak yang mewujudkan makna keadaan- menanyakan memperhatikan seseorang. 7. Optimalisasi peran dan tugas naqib terhadap anggota usrah. semangat yang tinggi.besar terhadap perenungan ayat-ayat Al Quran. yang akan menambah ikatan dan kekuatan usar. Sejauhmana kesehatan suasana usrah dari rasa Sejauhmana terpenuhinya ruh yang kuat dan Sejauhmana percepatan aktivitas dan gerakan Sejauhmana tersalurnya kebutuhan dan potensi Sejauhmana tingkat perhatian terhadap kondisi problematika anggota usrah. Dasar hubungan antara naqib dan anggota usrah 178 . ukhuwah dan tertentu. ifthor jama’i. 6. Sejauhmana antusias anggota di dalam usrah. mabit. berupa kegiatan rihlah. 3. terputus (kehadirannya). doa. serta beberapa aktivitas lain dari bentukbentuk keadaan hadiran kehidupan darurat berjamaah. Indikasi keberhasilan sebuah usrah dalam mewujudkan target-targetnya dapat dilihat dari halhal berikut: 1. dan anggota usrah.

Dengan demikian. b.adalah tsiqah (kepercayaan). maka barisan dakwah akan sampai pada tahap kekuatan yang diinginkan. (saling ulfah (kecintaan). Jadi yang pertama adalah terwujudnya kekuatan akidah dalam kadar yang memadai. Imam Syahid berkata. kekuatan ikatan dan persatuan. serta dengan ujian dan cobaan. serta keberhimpunan mereka di sekitar para pemimpinnya dengan penuh kepercayaan. Kekuatan para pemimpin dalam kuantitas tertentu yang memiliki . ia adalah senjata yang paling ampuh yang kalian 179 c. hilanglah seluruh beban. “Wahai Ikhwan. Kekuatan akidah dengan keparipurnaannya Kekuatan persatuan dan pengorganisasian dalam barisan dakwah. Makna kekuatan Yang diinginkan Barisan Dakwah Melalui pembinaan yang cermat dan mendalam. yang dapat terlihat dari hal-hal berikut: a. Hal ini kemudian yang akan memproteksi mereka dari segala upaya penyusupan dan konspirasi yang merongrong mereka dari dalam. Dan hal ini harus terpenuhi sebelum barisan dakwah melakukan langkah selanjutnya untuk berjihad dan menghadapi problematika dakwah yang lain. Sesungguhnya kekokohan barisan dakwah dan kekuatannya akan terwujud dengan ukhuwah dan ikatan antara personal-personal dakwah. dan terbukalah hati. dan mutabadalah berkasih sayang). Mahabbah insijam (keharmonisan). dan hendaknya hal itu mencakup barisan dakwah dan dengan kuantitas yang sesuai dengan realita yang ada. Persatuan dan ikatan kalian adalah senjata utama. dan dengan semangat syura (musyawarah) yang merupakan manhaj yang mereka pelajari di dalam shaf dakwah. serta kemampuan dalam jihad dan persiapannya. kemampuan dan keahlian praktis. maka teratasilah semua kesulitan.

maka jagalah persatuan itu. yang berupa: akhlak yang mulia. dalam keadaan giat ataupun malas. 216 180 .miliki. sampai Allah membukakan Al Haq di antara kalian dan di tengah kalian. keimanan dan pengenalan terhadap hak. Itulah syiar dan simbol fikrah kalian dan mata rantai hubungan di antara kalian. yang lebih penting dan krusial adalah kekuatan rohani. jangan kalian berselisih dengan saudara-saudara kalian dalam sebuah permasalahan. Fuad Al Hajarsy. Yang kemudian dipublikasikan kembali lewat Majalah Dakwah. 111.”215 Beliau juga berkata. kami meminta umat untuk melakukan penyucian jiwa dan perbaikan akhlak yang berlandaskan Al Quran. menguatkan jiwa dan meluruskan budi pekerti. “Sebelum kekuatan fisik. hal.”216 Sesungguhnya ketergesa-gesaan dalam berperang atau menghadapi musuh secara totalitas tanpa persiapan tarbawi. Dia-lah sebaik-baiknya pembuka (pemberi kemenangan). kami berdakwah dan kami berjihad dengan dakwah kami. Teguhlah dalam prinsip. kesetiaan yang lahir dari kepercayaan dan kesolidan. selektifitas dakwah. dari buku Al Imam Syahid. “Hendaklah kalian saling mencintai satu sama lain. karena ia merupakan rahasia kekuatan dan penentu keberhasilan kalian. Dengar dan taatilah qiyadah (pemimpin) kalian dalam kondisi sulit maupun mudah. Untuk itu kami berupaya untuk menyucikan ruh-ruh kami. yang tidak akan mendatangkan apapun kecuali kekalahan. dan penyebaran yang seimbang. Firman Allah: 215 Nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan. pengorbanan untuk sebuah kewajiban. jangan sampai kalian terpisah dikarenakan urusanurusan yang sepele dan oleh kebimbangan yang mematikan. Imam Syahid berkata. Edisi 82. Jagalah selalu persaudaraan dan kesatuan. senantiasalah berada dalam barisan jamaah. dari dua hal kemudian akan terwujud persatuan. Syawal 1419 H/ Januari dan Februari 1999 M. keinginan yang kuat. merupakan penyimpangan dari batasa-batasan yang benar. kehancuran dan kegoncangan.

Risalah. Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). hal. ikatan kesucian amal. ‘Tidak ada dakwah tanpa ada qiyadah (kepemimpinan)’. dan langkah-langkah kerja yang nyata. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum. ia adalah ikatan total dalam segala aspeknya. serta membuat beberapa norma dan batasan-batasan yang mengikatnya. dan ikatan kesetiaan persaudaraan di atas jalan dakwah. Disamping itu juga ikatan kesatuan total untuk bersama-sama menanggung beban derita perjuangan. 132 46 218 181 . ikatan kerjasama.S Al Ra’d: 11)217 Kerapian Shaf dan Hubungan Antara Komponennya Permasalahannya kemudian tidak hanya terhenti pada proses pembinaan pilar-pilar dakwah dan perekrutan dukungan. dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. hal.”218 217 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). dalam memaknai hakikat tujuan. Namun. Imam Syahid berkata. namun juga harus dilanjutkan dengan pengaturan shaf dan pengorganisasian dakwah. Maka tak ada yang dapat menolaknya. ikatan kasih saying.                                  Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. sistem. dengan tetap mengoptimalkan penyebaran institusi-institusi dan figur-figur Ikhwan di kota dan perkampungan yang saling bertautan dan saling menyokong selayaknya seperti bangunan yang saling menopang satu sama lain. “Ikatan yang ada antara cabang-cabang Ikhwan bukan sekedar ikatan nama atau tujuan secara global.” (Q.

dan merupakan aktivitas yang berkesinambungan dengan hasil yang nyata. baik urusan Pribadi. dimana terjadi saling kunjung-mengunjungi di antara mereka.Ikatan terhadap qiyadah (kepemimpinan) dari setiap komponenkomponen dakwah dan diantara mereka. perbaikan diri dan pembentukannya sesuai dengan manhaj yang lurus. Selain itu hubungan antara kantor pusat dengan cabang-cabang dan organisasi-organisasi yang ada di bawahnya bukanlah hubungan atasan dan bawahan. namun justru ia merupakan sebuah kemestian yang akan terus berlanjut hingga terealisinya 7 (tujuh) target dan 219 ibid 182 . maupun urusan yang lain. Dimana di dalam dakwah Ikhwan senantiasa patuh mendengarkan qiyadah-qiyadah mereka dengan hati-hati mereka. Para Da’I Ikhwan saling mengunjungi antar sesamanya dan berinteraksi secara kental sehingga saling mengetahui apa-apa yang mendesak mereka butuhkan. Dan aktivitasnya tidak melulu melaksanakan program yang diinstruksikan dari Kantor Pusat Jamaah yang ada di Kairo saja. Imam Syahid juga menjelaskan tentang urgensi organisasi-organisasi umum (wajihah ‘ammah). Disini berlaku ikatan rohani sebagai pondasinya. menegaskan tentang hakikat tarbiyah dalam jamaah Ikhwan. tidak berarti akan berhenti atau lemah pada satu fase tertentu setelah diraihnya kekuasaan. bukan pula hubungan administrative antara pekerja dengan pengawas semata. lalu ikatan kekeluargaan. kekuatan persatuan. tetapi ia adalah ikatan yang lebih dari itu. sebelum mereka mendengarkannya dengan teling-telinga mereka. “Yaitu organisasi-organisasi yang bekerja dan memberikan pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat umum. keluarga.”219 Keberlangsungan Tarbiyah Proses pembinaan dan tarbiyah demi mewujudkan kekuatan akidah.

maka hal ini merupakan sebuah kewajaran. Proses pembinaan akan terus berlanjut sepanjang perjalanan jamaah dan kehidupan kader dakwah. ia akan menggoncang shaf dari dalam. maka akan semakin meningkat pula rintanga yang dihadapi. Imam Syahid menjelaskan tentang hal ini –terutama ketika ia mendapatkan beberapa titik kelemahan tarbiyah di beberapa mas’ul dakwah. sehingga sampai pada tahap kader dimana dan beberapa masul peristiwa dan problematika dakwah. serta tidak tergesa-gesa dalam proses pemindahan jenjang tarbiyah dari satu fase ke fase berikutnya. Jika hal ini ditemukan. serta dengan tidak sampai menjauhkan jamaah dari pengaruh dan kontribusinya di masyarakat. dan kita akan mengetahui bahwa ujian dan cobaan juga berjalan seiring dengan perjalanan hidupnya. Hal ini kemudian menuntut jamaah dakwah untuk terus melakukan evalusi yang terus-menerus terhadap kondisi tarbiyah individual kader dakwah. persiapan dan pembentukan. dakwah sesuatu turut yang menyingkap beberapa celah dan kelemahan tarbiyah pada beberapa individu para (penanggungjawab) sebelumnya tidak terlihat. Dengan semakin luasnya lapangan amal dan aktivitas dakwah. karena sesungguhnya sebuah gerakan dakwah dengan pelbagai tekanan yang menderanya secara tidak langsung akan menjadi medan penyeleksian dan pemilahan. di tengah semakin padatnya aktivitas dakwah dan tantangan-.sehingga Allah mewariskan bumi dan seluruh isinya kepada orang-orang beriman. Hal ini juga dilakukan dengan tetap memperhatikan keseimbangan kuantitas dan kualitas antar kader dakwah di setiap jenjang tarbiyah dengan lapangan gerakan dan aktivitas. atau tergesa-gesa memasuki medan tantangan. dan akan terus tumbuh bersama realita dan kendala yang dihadapi. serta semakin meningkatkan pemusatan pembinaan. yang demikian itu akan semakin memperkuat jiwa dan mengokohkan iman. “Jika aku telah melangkah maju maka aku pantang surut kembali. namun aku akan kembali 183 .

menguatkan tarbiyah dan pembinaan serta membaca Ma’tsurat. dimana dakwah semakin diterima di tengah masyarakat. maka sebesar itupula ia akan menghabiskan dan menggunakan waktu. Sewaktu-waktu datang masa-masa penuh berkah atas izin Allah. namun mereka segera menyesali perbuatannya dan bertobat 184 . sehingga bangunan benar-benar sempurna dan kuat. namun tetap ada standarisasi yang sangat bergantung dengan jenjang pembinaan dan Tentang Realitas Kader Dakwah • Tidak berarti dengan tingginya manhaj dan nilai-nilai tarbiyah. Karena sesungguhnya tujuan dan cita-cita yang besar memerlukan kekokohan dan kekuatan dasar pijakan serta persiapan yang matang.kepada dakwah sebagaimana mulanya. maka setiap individu kader dakwah menjadi malaikat sepanjang siang dan malam.” Sebesar apa upaya yang dikerahkan oleh setiap orang dalam menerapkan ajaran Islam. untuk mengambil manfaat darinya. tarbiyah dan pembinaan. ‘Perbaiki dirimu dan berdakwahlah kepada orang lain’. Namun hendaknya mereka mengetahui bahwa perjalanan dakwah sangat panjang dan membutuhkan banyak generasi (untuk memperjuangkannya). dan penyebaran dakwah. yang memikul beban dakwah. Mereka tidak melakukan dosa besar dan tidak melakukan maksiat secara terang-terangan. Walaupun mereka mampu melakukan maksiat. sehingga terjadi percepatan dan peningkatan persentase pertumbuhan kader-kader dakwah dan penyebarannya. dan di waktu yang sama mereka juga memperbaiki dirinya sendiri. namun mereka justru tetap menjadi bagian dari komunitas masyarakat yang menerima seruan dakwah dan bersemayamnya iman di hati-hati mereka. dan akan terbuka kesempatan untuk yang bangun dan bersiap-siap tarbiyah.

dan ia sangat jauh dari kalian dengan dasar ideologi. pertama adalah mulhid (atheis). Tipikal seperti ini 185 . maka janganlah anda tutup pintu dakwah di hadapan wajah mereka. Beliau selalu mengatakan kepada saya.” Di dalam buku “Memoar Imam Syahid Hasan Al Banna. Karena ia tidak mempunyai harapan lagi untuk diperbaiki. Yang kedua. beliau menyampaikan nasehat yang diberikan oleh Syaikh Muhsin Sa’id Al Urfy.kepada Allah. Sesungguhnya bahtera dakwah ini laksana rumah sakit yang di dalamnya terdapat dokter yang memberikan obat dan pasien yang membutuhkan pengobatan. janganlah engkau merasa resah dengan bergabungnya kedalam dakwah orang-orang yang banyak melakukan kekurangan dalam ketaatan dan melakukan kemaksiatan. dan berusaha melakukan ketaatan dengan baik. salang seorang ulama dari Suriah. sampai ia benar-benar bertobat dan kembali kepada agama. selama masih takut kepada Allah. yaitu orang baik yang tidak menghormati undang-undang dan peraturan serta tidak mengenal makna ketaatan. walaupun mereka tampak seperti orang-orang yang baik. “Agar kami senantiasa mengukur kadar diri kami apa adanya. Imam Syahid berkata.” Beliau juga menasehatkan. dan tidak ada yang tersisa di barisan mereka orangorang yang kehilangan orientasi dan keinginan. Saat itu bertepatan dengan acara peresmian Ma’had Hurra Al Islamy di Ismailiyah pada era pertama dakwah. “Kami sesungguhnya tidak berputus asa dengan diri kami. yaitu orang yang tidak memiliki keyakinan agama. dan jangan sekali-kali mengikutkan mereka dalam gerbong dakwah. “Dengarlah baik-baik. menghormati undang-undang. Namun hendaknya engkau waspada dengan dua kelompok dengan kewaspadaan yang tinggi. karena mereka akan bertobat dalam waktu dekat.

beliau memberikan nasehat kepada Imam Syahid.bisa bermanfaat untuk dirinya sendiri dan menghasilkan kerja. sesungguhnya mereka tidak memberikan kebaikan apapun terhadap barisan dakwah kita. “Sekelompok manusia memvonis kalian terhadap dakwah yang kalian serukan. mereka telah kehilangan ketaatan terhadap qiyadah (pemimpin). 109 221 Ibid. Ketika dakwah berhadapan dengan sekelompok orang yang keluar dari jamaah. Namun jika tidak. beliau adalah salah satu generasi pertama yang mendirikan jamaah dakwah ini bersama dengan Imam Syahid. Saya membenarkan pendapat ini. Karena hal ini lebih menjadi otokritik agar kita berupaya untuk mewujudkan kesempurnaan. 137 186 . hal. bahwa kalian tidak menerapkan manhaj dakwah secara sempurna di dalam diri kalian. dan sayapun tidak akan beralasan bahwa sebenarnya kelemahan ini lebih banyak disebabkan oleh kondisi dibanding oleh disebabkan oleh pelaku dakwah. maka lakukanlah. karena harus diakui kita masih lemah dalam mewujudkan manhaj dakwah secara sempurna di dalam diri kita. 108. dan kepada Allah tempat meminta pertolongan. maka hati-hatilah terhadap mereka dan teruslah berjalan di atas jalanmu. namun ia akan merusak kekokohan jamaah.”221 • Beliau juga menjelaskan tentang tidak terwujudnya manhaj dakwah secara sempurna di beberapa personal. Ia akan mendekati jamaah untuk kepentingan pribadinya dan akan meninggalkannya jika berbeda. Berkata Syaikh Hamid Askariyah –semoga Allah merahmatinya-. hal. “Mereka tidak memiliki kebaikan sedikitpun. maka ia akan merusak dan menggoyahkan barisan dakwah. dan melakukan fitnah. Andai engkau bisa mengambil manfaat darinya sementara ia jauh dari shaf jamaah. mereka telah kehilangan kesadaran terhadap keagungan dakwah ini.”220 • Begitupula dari tipikal kelompok orang-orang yang suka menyebar fitnah dan menyimpan ambisi-ambisinya. dan tidak 220 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna).

kita sering melimpahkan beban tanggung jawab hanya pada pundak seseorang. Maka haramlah hukumnya bagi orang semacam ini untuk tertinggal dari kafilah dakwah. 267 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. hal. akan terus berjalan untuk melakukan penyempurnaan hingga mereka mendapatkan bagian yang telah ditetapkan Allah untuk mereka. Ikhwan dengan pengakuan ini. “Demikianlah orang banyak tertipu dalam memahami hakikat jamaah dan individu. sementara orang lain akan menggunakan alasan dan bersembunyi di balik keindahan kata-kata.maksudkan untuk membela kelemahan. Untuk itu. disebabkan oleh kebiasaan kita bersikap kurang bertanggungjawab. Mereka mengira bahwa jamaah itu sesuatu sedangkan individu adalah sesuatu yang lain. Namun saya ingin menegaskan tentang perbedaan antara Ikhwan dengan komunitas lain adalah dalam hal.”222 • Imam Syahid juga menolak orang-orang yang malas dan orang yang banyak bertanya dengan mengatakan.”223 222 223 Ibid. “Maka dimanakah jamaah itu sebenarnya? Apa yang telah aku berikan untuk jamaah? Beliau mengatakan. tiada lain adalah kumpulan dari individu-individu. 266. tidak tahan uji menghadapi keadaan. meskipun sesaat. 63 187 . maka saya ingin berseru kepada putra-putri Islam yang memiliki semangat bahwa sesungguhnya seluruh jamaah Islam di masa kini sangat membutuhkan munculnya pribadi aktivis sekaligus pemikir dan anasir produktivitas yang pemberani. dan individuindividu itu adalah komponen bangunan jamaah itu sendiri. bahwa Ikhwan merasakan kekurangan ini dan mengakuinya. Apabila komponen-komponen itu bercerai-berai dan setiap mereka bertanya dengan pertanyaan. dan tidak kunjung melangkah lebih maju. Berikutnya lahirnya sifat masa bodoh. hal. Padahal jamaah itu. “lalu dimanakah jamaah itu? Siapa yang bertanya dan siapa yang ditanya? Kita sering memahami hal ini secara keliru.

dan jihad yang bijaksana. “Kekanglah rasa ketergesaan kalian dengan 224 225 ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dan orang yang berjihad berbeda dengan orang yang berjihad dengan bijak yang produktif menghasilkan keuntungan besar dengan pengorbanan yang sedikit. kemudian ia akan tumbuh bersama mereka dan memberikan apa saja yang mereka butuhkan. slogan dan ucapan dengan kesungguhan amal. Imam Syahid berkata. namun tentu dakwah harus beradaptasi dengan perbedaan-perbedaan ini. atau dalam satu naskah yang digandakan. tapi lebih bertujuan menghasilkan kepribadian yang aktif dan produktif. 129 188 . mengarahkannya untuk beraktivitas dan memperbaiki apa saja yang bisa diperbaiki. mengendalikannya dengan segenap kendala yang ada. dan orang yang beramal berbeda dengan orang yang berjihad. • Pembentukan ini diupayakan agar tidak menghasilkan model produk yang teoritis dan filosofis semata. Jamaah dakwah menerima setiap individu dengan segala kondisi yang ada.“Tidakkah seorang Al Akh memahami bahwa sesungguhnya jamaah adalah tempat individu-individu berkumpul. hal. baik dalam kemampuan maupun karakter. ia akan menjadi aset dan modal bagi jamaah untuk belajar mengendalikannya dan memberikan peran yang tepat. “Sesungguhnya seseorang yang berbicara itu berbeda dengan orang yang beramal. dan ini adalah manhaj yang membedakan antara khayalan.”225 • Bahwa dakwah juga tidak membiarkan seseorang mengembangkan manhaj individual yang bersemangat tapi tidak terkontrol dan terarah. Pluralitas dan keberagaman yang menjadi karakter setiap individu ini merupakan hal yang positif. namun di sana terdapat perbedaan manusiawi.”224 • Setiap individu dalam shaf dakwah tidak diproduksi dalam satu cetakan. Walaupun dakwah telah menetapkan standar minimal dan dasar yang sama.

ketika mengajarkan metode penyampaian dakwah kepada :nabi-Nya. dan terangilah kecemerlangan akal pikiran dengan gelora perasaan yang mengharu biru penuh semangat. tidak mengatakan untuk berdakwah dengan tergesa-gesa. hal 127 189 . orang lamban di era yang serba cepat. mereka mengklaim kalian dengan mengatakan bahwa kalian loyo dan lemah dalam semangat. berfirman             :Artinya “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (Q. Maka ingatkanlah mereka dengan satu kalimat yang mengatakan. dan singkaplah hakikat itu dengan benderangnya angan yang rasional nan cemerlang. “Berapa banyak ketergesa-gesaan yang justru menghambat jalan.”226 • Imam Syahid berkata.S Al Nahl: 125) Allah Swt. kasar dan keras. “Sebagian orang mengatakan bahwa kalian adalah orang-orang yang tenang dan tidak agresif. Beranganlah dengan kejujuran hakikat dan kenyataan. dan itu adalah perintah Allah yang diturunkan kepada kalian.pandangan dan pemikiran yang jernih. maka mereka akan memilih untuk mengambil langkah perlahan yang bijak demi mewujudkan kesuksesan yang sempurna. dengan Dan hendaklah 99%. kalian dan memahami bahwa akan jika Ikhwan mengetahui bahwa ketergesa-gesaan akan memberikan keberhasilan persentase kebijaksanaan memberikan persentase keberhasilan 100%.” Allah Swt. 226 Ibid.

makanan. minuman. maka hendaknya syiar kita adalah kebersihan. pakaian. dalam perjalanan. perkataan dan perbuatan. pikiran.” Dan diantara wasiat Rasulullah Saw. sementara mereka mengetahui bahwa kelambatan dan ketenangan justru akan menghambat kemajuan mereka. (Q. tempat tinggal. interaksi. maka pada saat itu mereka tahu apa yang harus dilakukan untuk menambah bekal dakwah dan bagaimana mewujudkan kematian yang mulia dalam mencapai tujuan yang agung. Sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu. Imam Syahid berkata dalam wasiatnya kepada Ikhwan: “Jika saya khususkan apa yang hendak saya sampaikan kepada kalian dalam kesempata ini.Dan hal ini adalah ijtihad mereka.S Rum: 60) • Manhaj Tarbiyah sangat memperhatikan terwujudnya kebersihan hati. pikiran. dalam berjalan. keikhlasan. Namun mereka berpandangan bahwa jika datang waktu untuk melakukan penyegeraan. penampilan.” Begitu indah dan tingginya bahwa ajaran fiqih yang pertama dalam ibadah kita adalah Thaharah (kebersihan). lisan. Dalam sebuah hadits yang shahih disebutkan: 190 . badan. baik jiwa. atau akan merenggut kemenangan mereka.                    :Artinya “Dan Bersabarlah kamu. dan kemurniaan diri untuk dakwah. kepada umatnya adalah: Senantiasalah bersih hingga kalian tampak seperti tahi lalat di antara bangsa-bangsa.

mengingat akhirat. memperbanyak zikir hati dan lisan. Hal ini dimaksudkan agar kita terbiasa melakukan evaluasi diri dan pembaharuan niat yang baik serta taubat yang benar dari segala 227 Bagian dari risalah terakhir yang ditulis Imam Syahid untuk Ikhwan. serta bagaimana cara untuk mewujudkannya. hal. dan kunci shalat adalah thaharah. (Q. mendekatkan diri kepada-Nya dengan ibadah sunah.” “Hendaklah engkau senantiasa merasa diawasi oleh Allah. Diterbitkan oleh Majah Al Mabahits.setiap bulan. “Dan hendaklah engkau menempuh perjalan menuju Allah dengan penuh semangat dan keinginan. puasa tiga hari –minimal. dan bersiap-siap untuk menjemputnya. 228 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). seperti shalat malam. 16 Januari 1951 M. Kewajiban Aktivis Dakwah.”228 Imam Syahid juga mewasiatkan kepada para aktivis dakwah untuk melakukan muhasaban rutin setiap hari dan setiap pekan.S Al baqarah:222)227 • Imam Syahid menekankan tentang urgensi keimanan dan ketakwaan. mengambil jalan pintas untuk menuju ridha Allah dengan tekad yang kuat.” Maha benar Allah yang berfirman:               Artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. 367 191 . ومفتاح الصلة الطهور‬ Artinya: “Kunci surga adalah shalat. Beliau berkata di dalam Risalah Ta’alim.‫مفتاح الجنة الصلة. dan berusaha mengamalkan doa yang diajarkan pada setiap kesempatan.

dan sarana-saran yang beragam untuk tarbiyah. karena sewaktuwaktu ia akan dihinggapi oleh kelemahan dan permasalahan. Maka perubahan akan terus terjadi pada setiap individu di setiap waktu. ketaatan. serta untuk menutupi celah-celah kerusakan dan kelemahannya.bentuk kemaksiatan. namun untuk proses peningkatan kualitas tarbiyah setiap kader di segala aspek. Adapun pada kondisi-kondisi biasa dan tenang. serta hendaknya individu. Pentingnya Refleksi Nilai-nilai Tarbiyah • Dalam proses tarbiyah sangat dibutuhkan perhatian yang besar terhadap refleksi nilai-nilai ibadah. Maka melalui kondisi-kondisi tersebut akan tampak hakikat perubahan yang terjadi. yang tidak berdasarkan jumlah yang dihasilkan semata. serta penjelasan tentang pengaruh-pengaruh konkretnya terhadap individu peserta tarbiyah. perkataan dan perkiraan. memperhatikan kondisi-kondisi tertentu masing-masing Tujuannya tidak untuk klasifikasi dan melemahkan. dan bersandar pada kejelasan. dan harus dilakukan melalui pencermatan yang teliti. dan tidak berdasarkan pada isu-isu yang tersebar. yang tidak berhenti pada suatu jenjang atau fase tertentu. dan agar kita dapat mengetahui permasalahan dengan cepat. keterus-terangan dan apa adanya. keterbukaan. maka tidak menjadi standar dan tidak menjadi ujian terhadap kekokohan tarbiyah seseorang. • Proses evaluasi tarbiyah atau pembersihan hati ini merupakan hal yang tetap dan akan terus berlangsung. terkadang tidak berlangsung lama. dan pencapaiannya terhadap satu sifat tertentu. • Hakikat dari refleksi nilai-nilai tarbiyah tentunya tidak akan tampak kecuali pada saat-saat sempit dan tertekan yang dialami oleh masingmasing individu. • Proses evaluasi dan perbaikan harus dilakukan dengan berinteraksi langsung dalam setiap kondisi. dengan demikian hal ini menegaskan kepada kita tentang urgensi 192 .

TIdak ada evaluasi dari murabbi terhadap refleksi dan pengaruh instrumen tarbiyah pada masing-masing peserta tarbiyah. baik murabbi atau individu-individu yang melaksanakannya. dan tidak jelasnya manhaj tarbiyah yang mereka miliki. Lemah atau hilangnya kekuatan spirit dan semangat yang tinggi. mengevalusi dan mengawasi pengaruhnya terhadap diri mereka. Rusaknya iklim untuk mengoptimalkan fungsi sarana-sarana tarbiyah. Diantara sebab-sebab umum adalah: 1. yang hal ini menuntut sebuah pencermatan yang serius. 3. Kurang optimalnya dorongan pada setiap peserta tarbiyah untuk berinteraksi langsung dengan sarana-sarana tarbiyah tersebut. dan tidak melalui penjelasanpenjelasan teoritis. Tidak memahami dan menguasai sarana-sarana tarbiyah yang beraneka ragam dengan pemahaman yang benar. dan keterbatasan kemampuan pada jumlah sarana tarbiyah yang sangat sedikit.dilakukannya evaluasi dan penyegaran. 5. • Terkadang kelemahan refleksi tarbiyah pada diri seseorang disebabkan oleh beberapa sebab umum maupun khusus. 6. yang bermula dari mas’ul kemudian berpindah ke peserta tarbiyah. 7. dan tidak adanya teguran kepada mereka ketika terjadi kelemahan dan permasalahan. 2. dan upaya yang keras. 4. lemahnya hubungan antara sesama peserta tarbiyah. dan sesama murabbi dan mas’ul. Hilangnya naluri tarbiyah dari setiap peserta tarbiyah. baik di jenjang individu peserta tarbiyah maupun mas’ul. yang kemudian mengakibatkan terjadinya kerusakan dalam penerapannya. serta usaha untuk menghilangkan kendala-kendalanya. Lemahnya kualitas tarbiyah murrabi dan kepiawaian mereka dalam menggunakan sarana-sarana tarbiyah yang beraneka beragam. 193 . Pengalaman dan keahlian dalam menggunakan sarana-sarana tarbiyah diwariskan melalui interaksi langsung dari satu jenjang ke jenjang yang lain.

zikir.8. shalat malam dan sedekah adalah ibadah yang dapat membersihkan dan menyucikan hati. dengan tetap memahami bahwa proses penyembuhan hati bukan permasalahan yang mudah. Untuk mengatasi hal ini. Yang berhubungan langsung dengan diri mas’ul 194 . sosial. Selain itu terdapat permasalahan-permasalahan khusus yang berkaitan dengan individu-individu tertentu. atau penyimpangan dalam pikiran dan prilaku. Sedikitnya zikir dan doa kepada Allah. baik skala personal maupun kolektif (jamaah). pekerjaan (profesi). memperbanyak ikatan dengan Al Quran. yang menyebabkan kemalasan dan terbebani. Tarbiyah Mas’ul Dakwah dan Struktur Kepengurusan Sesungguhnya dakwah memberikan perhatian khusus terhadap tarbiyah para mas’ul. Istighfar. Berikut beberapa sisi-sisi penting yang sangat diperhatikan dalam tarbiyah para mas’ul: a. 9. mempersiapkan kemampuan dan kemahiran di bidang yang digelutinya. 10. baik masalah finansial. serta dominasi dosa dan maksiat. begitupula dengan persiapan tarbawi. doa. Hal ini merupakan dasar yang akan membantunya dalam menjalankan tugas sesuai dengan kemampuannya. Kerasnya hati. Banyak dan melimpahnya tugas dan kewajiban tanpa keteraturan (analisa beban dan pendelegasian tugas). diperlukan evaluasi yang cermat terhadap setiap individu kader dan melakukan upaya penyembuhan yang cocok untuk itu.

Hendaknya ia memiliki bekal khusus dari ibadah dan ketaatan. dan bukan jamaah yang membutuhkannya. serta selalu menguatkan semangat jundiyah (militansi dan kepatuhan terhadap pemimpin). mengutamakan hal-hal yang substabsial. Amanah dalam pengiriman dan penyampaian 3. memperbanyak doa. semangat yang selalu membara. serta berupaya untuk mendapatkan beberapa keahlian yang dibutuhkan. meminta dan menyandarkan diri kepada Allah. 2. yang dengannya ia mendapatkan bekal ruhi. Yang berhubungan dengan tugasnya: 1. 6. 5. Selalu menggunakan cara-cara musyawarah dan prosedural kerja. dan menghindari sifat-sifat ujub. dan bukan dengan figuritasnya. sebagaimana yang dilakukan oleh Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya-. serta tidak menghalangi siapa saja yang bersamanya dari anggota kelompok dan jamaah. dan tekad yang kuat. sebagaimana lebih baik baginya memiliki buku tanpa judul dari pada memiliki judul tanpa buku. b. 2. senantiasa tawakkal kepada Allah. Dan hendaknya ia selalu memiliki kekuatan spiritual yang tinggi. 5. dan menjauhkan diri dari cara-cara yang gaduh dan suara yang tinggi. Menerima nasehat dari siapapun 195 . Lebih mengutamakan kerja. 6. Senantiasa memuhasabah dirinya. sum’ah (ingin selalu dipuji).1. sama halnya ia dikedepankan atau dikebelakangkan. Tidak tergantung dengan kedudukan. riya. 3. Kemurnian yang paripurna. yaitu dengan mengikat setiap anggota tarbiyah dengan jamaah.. Rasa tanggung jawab yang tinggi seorang mas’ul di hadapan Allah Swt. serta selalu berupaya merasakan bahwa ia sangat membutuhkan jamaah ini. angkuh. Selalu ikhlas dalam setiap amal. 4. 4. dan menjadikannya sebagai sarana untuk meminta taufik dari Allah. dan ia akan memikul amanah tersebut di hadapan-Nya. Mengembangakan potensi dan kemampuan diri.

dan berada di garda terdepan bersama mereka. Tafahum. Yang berhubungan dengan interaksinya dengan anggota tarbiyah 1. serta bekerja keras dalam mewariskan dakwah dan pembentukan simpatisan dakwah. menghadapi problematika dan permasalahan-permasalahannya. Menjaga hubungan dan komunikasi yang baik dengan orang yang lebih senior dan yang junior dari mereka. serta bersandar pada kebenaran dan bukti. 7. Saling berhubungan dengan ikhwah yang lain. karena mereka adalah turut berperan bersamanya untuk memikul tanggungjawab. persaudara dan saling memikul beban.7. dan Takaful. 11. Memiliki kemahiran tarbiyah dalam menyampaikan taujih (pengarahan) dan materi-materi tarbiyah. 3. 9. Tidak menyembunyikan ilmu. Memperhatikan adab-adab muhasabah dan evaluasi. dan hendaknya tegas dan mampu mengambil keputusan. mampu memperhitungkan dan memutuskan sesuatu secara tepat. mengembangkan potensi yang mereka miliki dan pendelegasian yang tepat. serta menebar iklim kasih. 6. berbaik sangka dan percaya terhadap ikhwah yang lain. tipikal dan kondisi setiap anggota 5. mentransfer pengalaman dan kemampuan kepada orang-orang yang bersamanya. Mampu mengkondisikan suasana. 10. permintaan dan evaluasi c. 8. berinteraksi dengan mereka. Mewujudkan makna-makna Ta’aruf. Menerima masukan. Mengenal karakter. 4. karena ia bertanggungjawab terhadap mereka. 2. kedisiplinan dan dalam berbagai hal. dengan makna yang sempurna di antara anggota. Lapang dada. Memiliki kemampuan untuk menguasai anggota. Hendaknya ia Menjadi teladan bagi siapa saja yang bersamanya dalam hal ketaatan. 196 . Menjaga keadilan dan kesamaan dalam hubungan sosialnya. 8.

dan kita tidak boleh meremehkan permasalahan itu. latihan. namun lebih kepada praktek. Kepengurusan dalam dakwah kami. tidak memiliki loyalitas. bergantung dengan kedudukan dan posisi serta tidak siap untuk meninggalkannya jika diminta. Yang kemudian penyempurnaan. tidak terpisah dari tarbiyah dan pembinaan. Adab-adab Islam. latihan dan peningkatan kualitas tarbiyah akan dilanjutkan dengan menggunakan sarana-sarana tarbiyah yang beraneka ragam. keras hati dan kasar terhadap orang lain. lemahnya kedisiplinan terhadap jamaah dan condong kepada figuritas dan mengikuti pandangan individu dan nafsu. Kita tidak mengatakan bahwa seorang mas’ul dalam segala sisi telah memiliki dan menyempurnakan karakter-karakter ini. karena keduanya adalah sebuah kemestian. dll. latihan. bangga terhadap diri sendiri. namun hal ini hanya bisa terwujud dengan ketekunan. namun paling tidak ada standar minimal untuk kita memulai.Muwashafat tarbawiyah (karakteristik kader tarbiyah) ini tentunya tidak mungkin dilahirkan dalam waktu sehari-semalam. dengan tetap mengetahui bahwa jika seorang kader yang hendak diberikan tanggungjawab ternyata memiliki sebuah cela yang bisa merusak. tidak menerima kritikan dan masukan (terutama dalam hal penyimpangan finansial dan akhlak). Praktek kepengurusan pada dasarnya merupakan praktek nilai-nilai tarbiyah dan ia memiliki bentuk dan sarana yang beragam. dan pengarahan yang berkesinambungan. interaksi dan pelatihan anggota tarbiyah oleh mas’ul. maka kita harus berhenti sejenak sebelum yang lain. walaupun ia memiliki banyak karakter positif . ia tidak semata mengikuti sebuah manhaj studi atau gagasan yang disampaikan di pelatihan-pelatihan managerial. akhlak dan batasan-batasannya dalam hubungan dan interaksi langsung yang terjalin antara anggota tarbiyah dengan 197 memberikan tanggungjawab tersebut. atau dengan mengadakan lompatan-lompatan tertentu. Diantara permasalahan-permasalahan tersebut adalah sebagai berikut: Lemahnya makna jundiyah (militansi dan ketaatan kepada qiyadah).

Struktur kepengurusan di dalam jamaah pada dasarnya merupakan sebuah fase tarbiyah dimana ada saling keterkaitan dan kesatuan dalam menjalankan tanggungjawab. baik melalui pemilihan atau penetapan dari anggota tanpa sekat-sekat bidang tempat lalu menyelesaikan tugas dan kepentingan mereka secara kolektif. petani. dan bukan struktur kelompok yang hanya melakukan kerja-kerja nisbi yang terpisah di beberapa sekat yang berbedabeda. Dalam kondisi seperti ini. pedagang. pegawai. serikat para pekerja. Namun selayaknya pada waktu itu. Proses penyiapan kader-kader handal yang memiliki kemampuan paripurna dalam pelbagai sisi baik tarbawi maupun keahlian 198 . dan hendaknya aktivitas dan peristiwa yang terjadi tidak menggangu proses pembinaan tarbawi dan pembinaan terhadap aset dan tokoh-tokoh jamaah.batasan-batasan kerja itu sendiri. Terkadang. Tidak mengapa jika struktur kepengurusan tersebut berupa kepanitiaan atau tim-tim khusus yang bekerja dan bergerak di masingmasing bidang dan divisi tertentu. justru mereka berada dalam satu barisan melihat yang saling bertautan di erat yang mereka membentuk bekerja. Struktur-struktur itu misalnya. pelajar dan kaum wanita. kesamaan mereka tanggungjawab. atau persatuan para guru. ia berusaha menggali memusatkan perhatian menyiapkan pembinaanpembinaan tarbawi dan keahlian untuk para tokoh di dalam jamaah. kalangan profesional. merupakan asas tarbiyah dan mahhaj praktis yang akan mewujudkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai. sementara ia belum memiliki kesiapan yang sempurna dengan kemampuan dan ketersediaan tenaga-tenaga ahli. ulama. beberapa peristiwa menimbulkan gerakan tertentu terhadap jamaah. dakwah tentu tidak bisa berdiri dan mematung hingga sempurna untuk seluruh potensi dan kemampuan yang ada. baik kuantitas maupun kualitas yang mumpuni. Dengan pelbagai jenjang tanggungjawab yang ada di internal struktur kepengurusan tersebut. Hendaknya juga dilakukan upaya keras untuk mengobati titik-titik cela dan kelemahan yang ada.

loyalitas. baik pikiran.tertentu merupakan proyek besar yang membutuhkan waktu yang relatif panjang. karena karakter gerakan dan aktivitas mereka. Sesungguhnya kader-kader dakwah yang menonjol. Sebagaimana sorotan publik. Sesungguhnya pertolongan Allah akan datang setelah dikerahkannya seluruh kemampuan manusia secara optimal. dan senantiasa menerapkan budaya musarahah (berterus terang) dan taujih-taujih tarbawi. dan hal itu sudah barang tentu memberikan dampak terhadap kondisi ruhi dan tarbiyah mereka. kemilau kedudukan. memberikan imunitas kepada mereka dari fitnah dan penyimpangan. serta memberikan perhatian yang besar terhadap bentuk-bentuk penyimpangan sejak mula. dan gema suara mikropon terkadang memberikan implikasi yang cukup besar terhadap jiwa dan memberikan pengaruh yang negatif. serta kantor-kantor tempat mereka bekerja akan menguras banyak waktu yang mereka miliki. yang kemudian menyebabkan terjadinya fitnah dan penyimpangan. serta melanjutkan pembinaan tarbawi secara terus menerus dan berkesinambungan. tokoh-tokoh. dan menyandarkan seluruh urusan dan bertawakkal kepada-Nya. Yang kemudian menyebabkan timbulnya sifat liar. kami menegaskan tentang pentingnya persiapan tarbiyah yang baik dan berkualitas terhadap figur-figur kader yang menonjol dan tokoh-tokoh dakwah yang beraktivitas sebelum diterjunkan ke pelbagai lapangan. walaupun sesuatu 199 . kedisiplinan. Untuk itu. Hal ini bahkan sampai pada penolakan terhadap taujih (seruan atau himbauan jamaah) dan pelanggaran terhadap rukunrukun bai’at. baik sebagian maupun seluruhnya. dan kader-kader yang menjadi figur-figur politik dan sosial. ketaatan dan ruh militansi. sangat membutuhkan perhatian tarbawi dan evaluasi yang cermat dan terus-menerus. dan hanya loyal untuk kepentingan diri dan kemaslahatannya sendiri. takjub dengan pendapat sendiri. pers.

Jika didapatkan padanya kesulitan. Tentang Kitman (Menyembunyikan) dan Sirriyah (kerahasiaan) Jamaah ini bukan sesuatu yang rahasia dan tertutup. Hendaklah sebagian dari kalian senantiasa bertanya kepada sebagian yang lain (tentang kondisi kehidupannya). segeralah memberikan pertolongan selama ada jalan untuk itu. dan hendaknya jamaah selalu tegas dan disiplin dalam menerapkan hal ini. dan saling memikul beban satu sama lain.” “Hendaklah selalu ada ikatan ruh dan amal dengan qiyadah. yang komitmennya yang paling rendah adalah salamatul Shadr (lapang dada). bersatu dan saling mengasihi. namun adalah sebuah barisan yang saling bertautan erat. Prinsip jamaah ini adalah saling hidup bersama dan saling mengenal antara labinah (batu bata) dalam barisan dakwah. serta yakin kepada pemimpinnya dan seluruh kemampuan dan keikhlasan yang dimilikinya.” “Dan hendaklah ia mengenal dan mengetahui seluruh kondisinya. yang saling bertaut. Jamaah ini bukan pula sebuah kelompok rahasia yang masing-masing individunya tidak mengenal individu yang lain kecuali tugasnya. penghormatan dan ketaatan.yang kecil dan sederhana. dan yang paling tinggi adalah al ‘Itsar (mendahulukan kepentingan saudaranya dari kepentingannya sendiri). yang setiap individunya hidup bersama yang lain dan saling mengunjungi. Imam Syahid berkata. Demikian itulah fenomena iman dan intisari ukhuwah.” 200 .” “Hendaklah sebagian dari kalian memikul beban sebagian yang lain. “Kenalilah siapa saja yang engkau temui dari saudara-saudaramu. yang kemudian melahirkan rasa cinta.

bersama masyarakat di setiap tempat dan waktu. Kewajiban Aktivis Dakwah. visi dan misinya disampaikan.“Hendaklah engkau mengetahui anggota katibahmu satu persatu dengan pengetahuan yang lengkap. Adapun penutupan beberapa sisi dalam strategi gerakan di barisan dakwah. Rasulullah Saw. Ini semua termasuk adab-adab Islam dan akhlaknya. juga kenalkan dirimu kepeda mereka dengan selengkapnya. Di dalam dakwah tidak ada rahasia atau disembunyikan. kegiatan dan aktivitas mereka di tengah masyarakat terbuka dan dapat diketahui.” Termasuk menjaga lisan dan menyimpan amanah majlis. maka hal itu lebih kepada upaya memproteksi dakwah akibat 229 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). fase dan tahapantahapan dakwahnya telah ditetapkan dan diketahui. serta konsentrasinya untuk mendalami pengetahuan yang khusus dan bermanfaat untuknya. Terdapat sesuatu yang perbedaan besar antara atau kerahasiaan gerakan dan yang kerahasiaan prinsip dalam dakwah. risalah dan selebaranselebarannya diumumkan. kader dan tokoh-tokohnya hidup dan berbaur dengan masyarakat. bersabda: ‫( )من حسن إسلم المرء تركه ماليعنيه‬ Artinya: “Diantara tanda baiknya keIslaman seseorang adalah meninggalkan apa saja yang tidak bermanfaat baginya.prinsip-prinsipnya disampaikan secara terbuka. mereka ada di mesjid-mesjid. dan mereka memiliki izzah dengan dakwah yang mereka ikuti. target-target. lembaga-lembaga sosial. dan merupakan kewajiban jamaah dan kerapian shaf dakwah.”229 Hal ini tidak bertolak belakang dengan mainstream dan prinsip harakah. hal. dan mereka juga melakukan perjuangan konstitusi dan aktivitas politik. Sesungguhnya dakwah. 368 201 . -yang berlandaskankan manhaj Islam. terdapat prinsip-prinsip dipublikasikan dan ada prinsip yang disembunyikan.

sejak awal mula kelahiran dakwah.: ‫( ) استعينوا على قضاء حوائجكم بالكتمان‬ Artinya: “Jadikanlah kitman (upaya untuk menutupi sesuatu) sebagai penolong dalam memenuhi beberapa kebutuhan kalian. Imam Syahid berkata dalam Muktamar Para Pemimpin Wilayah dakwah pada tahun 1945 M: “Telah ditetapkan kepada kalian asas pertama dakwah sejak bulan Dzulqa’dah 1347 H/1928 M).tekanan dan konspirasi musuh-musuh Allah. Risalah-risalah Imam Syahid. Jadi tidak benar pendapat orang yang mengatakan bahwa dakwah ini awal mula lahir sebagai gerakan dakwah tasawuf dan akhlak. Jamaah dakwah. harus memegang teguh prinsip-prinsip yang khusus baginya dalam gerakan dan pengorganisasian. dan kalian akan terus memegang teguh dan tegar hingga Allah mewujudkan janji-Nya –insya Allah-.” Yang Tsabit (prinsipil) dan Mutagayyir (relatif) dalam dakwah Sesungguhnya dakwah memiliki keistimewaan dengan prinsip- prinsipnya dan tujuannya yang tetap. Universalitas dakwah dan kesempurnaannya telah ditetapkan. engkau tidak bisa menyimpangkannya. dan hal ini tidak bertentangan dengan hakikat bahwa strategi dakwah dalam melaksanakan dan menerapkan memiliki tahapan dan fase-fase tertentu sebagaimana yang dijelaskan dan diarahkan oleh Imam Syahid. dari risalah yang pertama hingga risalah yang terakhir yang disampaikan kepada Ikhwan memiliki manhaj dan prinsip yang sama.” Sesungguhnya prinsip-prinsip jamaah adalah prinsip-prinsip Islam itu sendiri. jelas dan dideklarasikan sejak dakwah ini diserukan. dan ia memiliki dasar pijakan yang berlandaskan kepada 202 . kemudian berubah menjadi gerakan politik. dan ini sesuai dengan sunnah Rasulullah Saw.

Jamaah tidak menetapkan sebuah hukum (ketetapan) terhadap orang lain. dan bukan hakim yang menghukumi.syariat Allah. “Untuk itu kami harus menegaskan lagi bahwa. karena ia bukan jama’atul al Muslimin (kelompok kaum muslimin) yang siapa saja meninggalkan dan berbeda dengannya maka telah keluar dari agama Islam. namun dakwah tetap berada dalam prinsip dan poros yang tidak berubah. dakwah dan jamaah yang terorganisir.230 jamaah yang menetapkan syura dan nota-nota Tentang Rasa Kepemilikan Terhadap Islam Jamaah tidak memonopoli sifat Islam untuk dirinya semata. Lihat pula: Al Tsabit wa al Mutaghayyir. namun ia terbuka untuk yang lain sesuai dengan pemahaman Islam yang komprehensif dan mengajak 230 Imam Syahid Hasan Al Banna. Hasan al Hudhaibi 203 . dan menapikannya dari kelompok-kelompok yang lain. Sementara sarana-sarana dakwah akan terus berubah dan berkembang sesuai dengan kondisi dan keadaan. namun ia merupakan jama’atul minal muslimin (sebuah kelompok dari kaum muslimin) yang berdiri demi mewujudkan tujuan-tujuan Islam sesuai dengan ideologi dan manhaj yang berlandaskan Al Quran dan Sunnah. Meskipun sarana-sarana dakwah dan aktivitas-aktivitas yang menyokong misi dakwah semakin berkembang. Jumah Amin. sebagaimana yang dipahami dan diyakini sebagai jalan yang benar dan tidak ada jalan yang lain. “Kami adalah para da’I. 231 Kami adalah Para Da’I bukan hakim. merupakan prinsip dan ketetapan yang tidak akan berubah. hanya Allah semata yang berhak menetapkan hukuman terhadap mereka. hal. Dr. 164.”231 Jamaah tidak berdiri di atas mazhab tertentu. Al Ustadz Fuad Al Hajarsy. Perubahan dan inovasi pada sarana dan kegiatan-kegiatan dakwah memiliki batasan-batasan dan prinsip yang harus dipenuhi serta melalui institusi-institusi kesepakatan. sesungguhnya tarbiyah.

serta ketaatannya terhadap prinsip-prinsip dakwah. Hujjah Jamaah dan prinsip-prinsipnya merupakan hujjah bagi kader-kader dakwah. dan bukan kader yang menjadi hujjah baginya. dan kau tampak begitu menonjol di antara kita. maka tiada lagi hubungan antara kita. Sejauhmana sesesorang mengambil dan menerapkan nilai-nilai dakwah dan tarbiyah. dan mengajak untuk bekerjasama untuk mengembalikan kemulian umat Islam dan mewujudkan tujuan-tujuan Islam seluruhnya. 369 204 . “Ada beberapa orang yang ada di barisan kami. namun sesungguhnya ia tidak bersama kami. yang disebut 232 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). Jika engkau seseorang yang biasa berada di depan majelis kita. Jika engkau berpaling darinya lalu duduk-duduk santai saja. Imam Syahid berkata. maka balasanmu adalah kehormatan hidup di dunia dan kebajikan serta ridha di akhirat. walaupun ia sebagai prajurit dakwah yang berada di akhir barisan. Jika tidak maka dalam barisan orang-orang yang duduk dan para pemalas masih terdapat kursi-kursi yang kosong.” “Saya yakin. maka sebesar itu pula ia berperan sebagai representasi dakwah ini. di pundakmu tertempel gelar-gelar mentereng. Engkau bagian dari kami dan kami bagian dari dirimu.kepadanya.”232 Jadi yang merepresentasikan jamaah dan menyampaikan sikapsikapnya secara langsung. adalah qiyadah (pemimpin) tertinggi. Hal.” Beliau juga berkata tentang kewajiban dakwah dan ajaran-ajarannya: “Cengkeramlah dengan sungguh-sungguh bimbingan-bimbingan ini. dan ada beberapa orang yang tidak berada di barisan kami. maka dudukmu akan dihisab Allah dengan seberat-beratnya hisab. jika engkau mengetahuinya dengan baik dan engkau menjadikannya sebagai cita-cita dan orientasi hidupmu. namun ia bersama kami.

70 37 234 205 . Tanpa proses ulang pembaharuan mentalitas dan pembangunan jiwa ini. selama tidak keluar dari batasa-batasan syariat. maka akan didapatkan sarana-sarana kesuksesan dalam dirinya. Kita memerlukan pencairan bagi perasaan yang telah keras membeku. atau siapa yang dipercayakan sebagai juru bicara atas nama jamaah dan menyampaikan pandangan-pandangannya. prinsip dan sikap-sikap jamaah. ijtihad. Adapun individu dalam jamaah dakwah dan siapa saja yang bergabung dengan jamaah ini. dan interpretasi dalam pemikiran dan dakwah Islam.”233 “Mentalitas kita –hari-hari inisungguh sangat membutuhkan pengobatan yang serius dan penyembuhan yang total. yakni pembinaan umat yang mengantarkannya menuju kepribadian yang utama dan mentalitas yang 233 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). hal. Bab IV Proses Pembentukan Personal Kader Dakwah (Perbaikan Diri) Pemahaman Tarbiyah Dalam Proses Pembinaan Imam Syahid berkata.”234 “Maka ketauhilah bahwa tujuan pertama yang digariskan oleh Ikhwanul Muslimin adalah tarbiyah shahihah. “JIka didapatkan seorang muslim yang baik. kita tidak mungkin melangkah ke depan walau hanya selangkah. kita membutuhkan perbaikan bagi akhlak yang telah rusak binasa. hal. Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. dan kita juga membutuhkan penyadaran atas penyakit bakhil yang telah demikian akut. -dengan tetap berada dalam satu kesatuan dan ideologi yang sama-. maka setiap orang berhak memiliki pandangan.Mursyid ‘am.

• • Ia mencakup ikhwan dan akhwat dalam dua poros yaitu. Poros akhlak dan budi pekerti 3. Kita dapat mengklasifikasikan sifat-sifat di atas dalam 3 (tiga) poros utama. Poros dakwah dan gerakan • Untuk merealisasikan poros-poros di atas dibutuhkan proses pembinaan secara gradual dan membaginya ke dalam fase-fase dan jenjang yang berbeda dalam proses pembentukan.”235 Untuk mengetahui gambaran tentang sifat-sifat pembentukan pribadi di dalam jamaah. maka kita akan mendapatkan gambaran yang lebih dekat tentang frofil muslim paripurna yang diinginkan. sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Syahid di dalam risalah dan penyampaian-penyampaiannya. serta apa saja yang disampaikan Imam di dalam tujuan-tujuan dakwah dan klasifikasi amal. yang merupakan satu kesatuan yang saling terpadu: 1.236 Adapun dalam poros gerakan –dalam beberapa hal tertentu. Pembinaan –untuk membangun jiwa yang dinamis. poros keimanan dan akhlak.luhur. adalah dengan cara mengumpulkan dan menyusun kewajiban dan sifat-sifat tersebut. hal. yaitu dalam hal karakteristik peran dan tugas yang diberikan. serta sesuai dengan keberagaman sarana dan jenjang-jenjang tarbiyah yang ditentukan jamaah. • 235 236 Tarbiyah ini berlandaskan pada dua titik penting. Dimana ia berupa aktualisasi amal tarbawi melalui program-program amali dan manhaj tertentu. Poros keimanan dan ibadah 2. yaitu: ibid Hal ini sebagaimana yang disebutkan Imam Syahid di dalam Risalah Pergerakan. dan batasan-batasan yang diperlukan untuk mewujudkannya.itu ditegakkan dalam rangka merebut kembali kemuliaan dan kejayaan umat dan untuk memikul beban tanggung jawab di jalan yang mengantarkan kepada tujuan. 236 206 .terdapat perbedaan antara ikhwan dan akhwat. Dakwah Kami di Zaman Baru.

namun ia adalah tujuan yang besar dan dalam. Hal. Tujuan-tujuan itu bermula dari Ishlahul fardy (proses perbaikan diri) hingga ustaziyatul ‘alam (kepemimpinan dunia). yang cinta kuat.”237 b. Ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Syahid di dalam risalahnya. “Melakukan tarbiyah untuk diri sendiri. serta melalui ikatan yang menghimpunnya yang berlandaskan pada ta’aruf. Hal ini tidak mungkin dapat diwujudkan kecuali dengan melalui manhaj yang panjang 237 238 Dari petuah Imam Syahid Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). Meskipun di antara tujuan-tujuan tersebut dengan realita yang ada terdapat kendala yang sangat besar. kemenangan dan taufik dari-Nya. dan berkumpullah di sekelilingnya. pertolongan. kendati demikian hal ini adalah bentuk totalitas kepercayaan kepada manhaj Allah Swt. meskipun dengan kadar tuntutan masing-masing berbeda. yang pembinaan dipercaya. namun usaha untuk menyempurnakan keduanya merupakan tuntutan syariat. 108 207 . tafahum dan takaful. dan amal yang berkesinambungan.”238 Sesungguhnya tujuan yang diinginkan oleh dakwah bukanlah tujuan yang sederhana dan terbatas. tidak melakukan lompatam-lompatan. jiwa dan perasaan. serta urgensi kesatuan barisan. yang Iman cermat. Menghidupkan tarbiyah diri di dalam setiap personal kader. “Yakinlah kepada fikrah kalian. • Imam Syahid menegaskan tentang urgensi membangkitkan keimanan dan memperbaharui ruh. • Dibutuhkannya pemusatan perhatian terhadap dakwah. • Pembentukan pemahaman ini yang berdiri benar. sebagai asas untuk bergerak dan terus eksis. Konsisten mengikuti tarbiyah kolektif yang diberikan oleh jamaah dan manhaj-manhajnya. bekerjalah untuknya dan teguhlah di atas jalannya.a. • Aktivitas hati lebih penting daripada aktivitas fisik. di atas asas-asas. dan kita harus mengupayakannya. Imam Syahid berkata. merupakan kewajiban kita yang pertama..

dari sisi normatif teoritis menuju sisi praktis-realistis. atau melakukan lompatan-lompatan terhadap sunah Allah dalam perubahan. 208 . dan targettarget ini tidak mungkin dapat diwujudkan dengan melakukan penyerangan. yang mencakup pengalaman-pengalaman orang lain. yang berpedoman kepada sunnah Rasulullah Saw. yang bertujuan terciptanya bangunan Islam yang komprehensif dalam melahirkan karakteristik mukmin sejati. wawasan keilmuan dan kemahiran. kudeta. Pembangunan yang dicita-citakan demikian besarnya. dan petunjuknya dalam perbaikan dan pembinaan. tiada lain adalah pengantar. dengan tetap memberikan perhatian besar untuk proses pembinaan kader dan tarbiyahnya.. yang berakhlak. Pengalaman sejarah yang pernah dilakukan oleh gerakan-gerakan reformis klasik dan kontemporer. yang berlangsung secara terus menerus dari generasi ke generasi berikutnya.dalam proses pembinaan. dengan tetap menjaga perbedaan tabiat alami setiap orang dan pemenuhan kebutuhan spiritual. berbudi pekerti dan beradab Islami dalam bingkai pemahaman yang teliti. dan sunnah Allah dalam perubahan dan kejayaan. seimbang. dan menghindari kesalahan-kesalahan yang mereka jatuh kedalamnya. Adapun 10 sifat mukmin sejati dan rukun-rukun baiat. dan mumpuni untuk kebutuhan zaman sekarang. manhaj dan pemusatan terhadap program-program amali untuk mendapatkan akhlak-akhlak Islami dan petunjuk-petunjuknya dalam membangun dan memperbaiki manusia. Karakteristik Pembinaan Diri Imam Syahid sangat memperhatikan upaya pembinaan diri yang paripurna dan gradual terhadap personal. karena hal ini merupakan asas pijakan. menyelesihi atau meremehkannya. tarbiyah dan pembangunan. menguatkan konsep ini dan Manhaj yang dipilih dan disusun oleh Imam Syahid yang berlandaskan kepada sunah Rasulullah Saw.

maupun dalam melaksanakan peran pengelolaannya. baik dalam hal menetapkan mas’ul. ta’aruf. Kemudian beliau menambahkan untuk proses pembinaan sebuah kerangka hadhanah jamaahpembinaan) labinah menghayati dan menerapkan proses pembinaan ini. ia adalah sebuah ladang pembinaan dan tarbiyah yang akan mewujudkan. atau hubungan dengannya. kesucian dan kemuliaan. dan seluruh barisan dakwah. “Kepemimpinan –dalam dakwah Ikhwan. labinah-labinah. dan posisi seorang pemimpin dalam menentukan 209 . Imam Syahid juga memperhatikan iklim (suasana) yang harus memenuhi komunitas pembinaan. Ini adalah iklim dan suasana yang di dalamnya terdapat kebersihan dengan seluruh maknanya yang luas. posisi seorang guru dalam memberikan pengajaran ilmu. dan menjadikan seluruh anggota usrah untuk bersama-sama dengan naqib melakukan pembinaan tarbawi dan meningkatkan kualitas tarbiyah dan perbaikan diri. Imam Syahid menjelaskan sisi pembinaan ini dengan mengatakan. • Dengan tersedianya program-program yang cocok dan sarana-sarana pembinaan yang sesuai dengan kader-kader dakwah dan realitas yang ada –dan dengan memperhatikan setiap perkembangan dan kemajuan-. • Menjadikan pembinaan tarbawi sebagai sesuatu yang asasi (mendasar) dalam dakwah.menduduki posisi orang tua dalam ikatan hati. diantara kader dakwah dan diantara unit-unit shaf dan labinah dakwah yang lain. persaudaraan. tafahum dan takaful.• Imam Syahid menegaskan bahwa sesungguhnya titik tolak pembinaan diri seorang mukmin sejati adalah dari dalam diri. yaitu Usrah. yaitu cinta karena Allah. Imam Syahid menyebut penanggungjawab unit-unit usrah ini dengan ‘Naqib’. – adalah membangun jamaah. membersihkan (wadah usrah jiwa dan menguatkan praktis dasar untuk dalam keinginan. yaitu dengan membangun tersebut Dalam keimanan. menjadikan tingkatan ukhuwah yang paling rendah adalah salamatu shard (berlapang dada). saling memaafkan. dan posisi seorang syaikh dalam aspek pendidikan rohani.

hal. -Slogan pembentukan ini. intinya adalah keprajuritan.kebijakan-kebijakan politik secara umum dalam dakwah. tilawah. (Syahid di jalan Allah adalah cita-cita kami 239 240 Risalah Pergerakan. Allah Ghayatuna (Allah adalah tujuan kami). antara gerakan. 364 Risalah Pergerakan. akhlak. Keprajuritan. Ar Rasul Qudqatuna (Rasul adalah teladan kami).”239 • Imam tarbawi Syahid memberikan dakwah. intinya adalah akhlak Karakter manhaj dan pembentukan sarana. Shalat. Tetapi ia adalah sebuah pembentukan yang sempurna dan saling terkait dan memberikan pengaruh satu sama lain.”240 Maknanya adalah: - Poros keimanan dan ibadah. • Refleksi pembentukan ini dan intinya tergambar dalam 5 (lima) hal: “Kesederhanaan. dan ia adalah bagian yang mendasar dari pembentukan ini. pembinaan yang mendalam. Ia bukanlah perubahan yang dangkal atau hanya sebagai jembatan untuk mendapatkan beberapa adab dan muwashafat tarbiyah. Al Maut Fi Sabilillah tertinggi). Poros dakwah dan gerakan. inti adalah tilawah dan shalat. Al Qur’an Dusturuna (Al Quran adalah Undang-undang kami). karena ia digambarkan dengan kalimat Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya). yang digambarkan oleh Imam Syahid terdiri dari: “Pemahaman yang teliti. Poros budi pekerti. Kewajiban Aktivis Dakwah. Risalah Ta’alim. Risalah Ta’alim. Rukun-rukun Bai’at. hal. perhatian Beliau yang besar terhadap antara kesempurnaan dan keparipurnaan pembentukan dan pembinaan kader-kader tidak memisahkan pembinaan diri dengan pencapaian sifat-sifat. intinya adalah kesederhanaan. Dan dakwah mengumpulkan seluruh makna ini. 369 210 . aktivitas dan pengaruh kader di tengah masyarakat. Al Jihad Sabiluna (Jihad adalah jalan juang kami). dan amal yang berkesinambungan.

hal 397 211 . bahkan tidak lazim. yang sesuai dengan keinginan dan target yang ingin dicapai.”242 kepada sistem dan prinsip-prinsip umum 241 242 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim).bersifat tasawuf murni dalam tataran ruhani. bimbingan.• Imam Syahid ini menggambarkan dan tentang kedalaman dalam proses pembentukan tingkatan-tingkatannya memenuhi tuntutan-tuntutan dakwah.”241 • Hal ini berbeda jauh dari pengenalan dakwah dan lebih dekat ke dalam karakteristik pembentukan dan tarbiyah. dan beberapa cara lain. Sistem dakwah –pada tahapan ini. Imam Syahid berkata. tanpa ragu dan bimbang.tidaklah dituntut. hal. Tingkatannya seiring dengan kadar penghormatannya jamaah. jihad dan dalam mengemban beban dakwah yang berat. “Jamaah menjalin hubungan dengan orang yang ingin memberikan kontribusi bagi aktivitasnya dan ingin ikut menjaga prinsip-prinsip ajarannya. beliau berkata: “Dalam tahapan ini dakwah ditegakkan dengan melakukan seleksi terhadap anasir-anasir positif untuk memikul beban jihad dan untuk menghimpun berbagai bagian yang ada. Tahap pengenalan. dalam tahapan ini dakwah dilakukan dengan dengan menyebarkan fikrah Islam di tengah masyarakat. dengan kesempurnaannya di pelbagai sisi perbaikan. 397 Ibid. sedangkan medianya adalah nasihat. Dakwah pada tahapan ini bersifat khusus. Urgensinya adalah kerja social bagi kepentingan umum. Slogan untuk dua aspek ini adalah: perintah dan taat. yang kemudian disebut sebagai. Slogan utama dalam persiapan ini adalah: Totalitas ketaatan. Ketaatan tanpa reserve –pada tahapan ini. dan bersifat militer dalam tataran operasional. Tidak dapat dikerjakan oleh seseorang kecuali yang memiliki kesiapan secara benar untuk memikul beban jihad yang panjang masanya dan berat tantangannya. Tentang hal ini.

baik berupa penambahan maupun pengurangan. “Al Quran yang mulia dan sunnah yang suci adalah referensi utama setiap muslim untuk mengenal hukum-hukum dalam agama Islam. sedangkan mengenai ayat-ayat sifat dan hadits-hadits shahih tentangnya. mengenalkan Islam dan kebangkitannya di tengah masyarakat. hal. serta tidak memperuncing perbedaan yang terjadi di antara para ulama. mesjid dan perhatian yang besar terhadap shalat.”244 Beliau juga berkata. 357 Ibid. kita cukup mengimaninya sebagimana adanya tanpa ta’wil. sebagaimana Rasulullah Saw. dan hendaknya 243 244 245 Ibid. Kita mencukupkan diri dengan keterangan yang ada.Ikhwan melakukan kerjasama dengan orang-orang yang ikhlas yang berkerja di lapangan ini. hal.”245 Sebagaimana yang disebutkan Imam Syahid bahwa seorang al Akh seharusnya: memiliki kekuatan hubungan dengan kitab Allah. Qiyam Lail. yang tidak justru menimbulkan bid’ah yang lain yang lebih parah. yaitu lapangan perbaikan umum. “Ma’rifah kepada Allah –Yang Maha Tinggi dan Maha Muliadengan sikap tauhid dan penyucian (Dzat)-nya adalah setinggi-tinggi tingkatan dalam akidah Islam.243 “Setiap bid’ah dalam agama Allah yang tidak ada pijakannya tetapi dianggap baik oleh hawa nafsu manusia. 358 Ibid. dan ta’thil. Beliau berkata. • Imam Syahid sangat memperhatikan urgensi kebenaran akidah dalam proses pembentukan dan perbaikan diri seorang muslim. hal. 356 212 . dan para sahabatnya mencukupkan diri dengannya. serta berbagai keterangan mutasyabihat yang berhubungan dengannya. adalah kesesatan yang wajib diperangi dan dihancurkan dengan menggunakan cara yang terbaik.

”248 Dakwah ini tidak membutuhkan kepada jiwa-jiwa yang tidak konsisten dan kaku.” Beliau juga berkata. ajarkan kepadanya kebebasan jiwa dan hati. serta anasir-anasir 246 247 10 wasiat Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). kehidupan dunia dan akhirat. maka kalian akan menyaksikan kelahiran seorang pemimpin muslim yang berjihad dengan dirinya dan membahagiakan orang lain. Beliau juga tidak membedakan dalam urgensi dan integralitas pembinaan ini antara lelaki dan wanita. mendengarkan. menghayati dan mentadabburinya.”247 Imam Syahid berkata. akhlak. serta dalam amal dan prilakunya. baik kepribadiaan. baik wirid tilawah. anakanak maupun orangtua. walaupun berbeda bentuk dan programnya. “Dan dengan urgensi generasi perbaikilah maksimalkan proses pembentukannya. menghapal. kebebasan jihad dan amal. serta latihlah ia menjadi prajurit di bawah bendera dan panji Nabi Muhammad.memiliki wirid harian bacaan Al Quran. hal. pertama-tama. Semuanya memiliki satu pijakan dasar. “Seluruh jamaah Islam di masa kini sangat membutuhkan munculnya pribadi aktivis sekaligus pemikir dan anasir produktivitas yang pemberani. 197 248 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. Imam Syahid berkata. Penuhilah jiwa yang liar dengan keagungan Islam dan keindahan Al Quran. kami menginginkan seorang yang muslim dalam pola piker dan akidahnya. yang titik tolaknya adalah perbaikan dan mencakup segala aspek kemanusiaan. Hal ini merupakan rukun pertama kelahiran dalam manhaj baru perbaikan ini. maka terhadap masyarakat dakwah dan dan pembangunan Negara. hal. 63 213 . Ini merupakan salah satu upaya pembentukan individu mukmin dalam dakwah kami. dalam moralitas dan perasaannya.246 • Imam Syahid menjadikan dasar pembinaan dalam tarbiyah berlandaskan manhaj Islam. serta kebebasan pemikiran dan akal.

Munazhamun fi Syu’unihi (terorganisir seluruh urusannya). Kami juga memperhatikan anakanak sebagaimana perhatian kami kepada pemuda. shahihul Ibadah (benar ibadahnya). Nafi’un Li Ghairihi (Bermanfaat bagi selainnya).”249 Kaum wanita memikul tanggungjawab yang sama dalam dakwah dan beraktivitas untuk mewujudkan tujuan yang sama pula. 359 Ibid 214 . Mujahidun Linasihi (kuat kesungguhan jiwanya). Ikhlas.” “Untuk itu. yaitu: Salimul Akidah (bersih akidahnya). Tsabat (keteguhan). Taat (kepatuhan). 356. Jihad.”251 sebagai poros-poros pembentukan utama bagi para pembawa risalah dakwah dan yang komitmen terhadap jamaah ini. yang menyatu dan membentuk satu dasar pijakan dalam pembentukan ini. hal. • Imam Syahid menetapkan muwashafat yang harus dipenuhi oleh seorang muslim di dalam kehidupannya. yang memiliki jiwa yang keropos. Ukhuwah dan Tsiqah (kepercayaan).250 • Imam Syahid juga menetapkan rukun-rukun baiat berikut. Tadhiyah (pengorbanan). Qadirun Alal Kasbi (mampu berekonomi). Tajarrud (kemurnian). kami juga memperhatikan kaum wanita sebagaimana perhatian kami kepada kaum pria. hal. dengan tetap menjaga beberapa perbedaan aspek harakah dan peran-peran khusus mereka. 177 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). Fahm (pemahaman). Unsur ini yang kemudian terbagi dalam beberapa tujuan dan poros-poros yang 249 250 251 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya). yang akan berjalan beriringan dengan 10 sifat yang lain. Amal (aktivitas). yaitu sebagai poros penyempurna. Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya). Harishun Ala waqtihi (Cermat mengatur waktunya). yang mencakup manhaj tarbawi dan takwini.dakwah yang tertutup dan kepribadian yang senang menyendiri. Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). yaitu.

Karena rukun-rukun baiat ini saling berkaitan erat. yaitu: 215 . Amal (aktivitas). kami membutuhkan Fahm (pemahaman). Dalam aspek keyakinan. • Imam Syahid menetapkan tujuan-tujuan tertinggi dalam jamaah –yang berupa tingkatan-tingkatan amal-. Jihad. baiat dan komitmennya terhadap jamaah. Ukhuwah dan Tsiqah (kepercayaan). dan tsabat di atas prinsip-prinsip. seorang kader dakwah membutuhkan rukun Tsabat (keteguhan). dan Tajarrud (kemurnian). Ikhlas. kemudian mempersiapkannya agar mampu mewujudkan dan berupaya untuk melaksanakannya. kami membutuhkan Taat (kepatuhan). Rukun-rukun baiat ini menunjukkan nilai-nilai tarbiyah yang dibutuhkan oleh individu dan jamaah dakwah. Imam Syahid menyebutkan tingkatan amal yang dituntut dari seorang al akh yang tulus. yaitu arah dan wadah yang membatasi aspek-aspek pembentukan dan beban dakwah. yang berasal dari dalam diri setiap individu. Dalam aspek pengorganisasi dan barisan dakwah. agar dapat mewujudkan semua rukun-rukun baiat. Amal (aktivitas). Tadhiyah (pengorbanan). Kemudian dalam seluruh aspek-aspek di atas. demi membentuk labinah-labinah dakwah yang kuat dalam satu barisan: Dalam aspek harakah. kami membutuhkan rukun-rukun berikut ini. maka kelemahan dan kerusakan dalam salah satu rukun-rukunnya akan menyebabkan kelemahan terhadap baiat-baiatnya yang lain.diwujudkan dengan program-program pendidikan dan kegiatan- kegiatan tarbiyah.

Ia juga memelihara target. namun fleksibel dan dinamis. Program-program ini –baik teori maupun praktektidak terpisah. Empat yang terakhir ini wajib ditegakkan oleh jamaah dan oleh setiap akh sebagai anggota dalam jamaah itu. karakteristik dan target-target utama. namun saling menyempurnakan satu sama lain.”252 Tingkatan dan tujuan-tujuan ini memiliki refleksifitas dan perwujudannya di dalam program-program penyiapan individu. 252 Ibid. atau membatasi satu tujuan tanpa tujuan yang lain. dan di dalam sarana-sarana tarbiyah yang digunakan. Program dan sarana-sarana tarbiyah yang digunakan tidak kaku dan statis. Perbaikan diri sendiri 2.1. tanpa membedakan atau memisahkan antara tujuan-tujuan tersebut. dengan tetap menjaga perbedaan antara individu kader. sehingga menjadi pemerintah Islam yang baik. dalam rangka memperhatikan mewujudkan tingkatan-tingkatan dan tujuan-tujuan yang tinggi itu. 6. 361 216 . yang mencakup seluruh aspek tarbawi. sesuai dengan masing-masing tujuan. 7. Memperbaiki keadaan pemerintah. Pembentukan keluarga muslim 3. Pembebasan tanah air 5. dan dengan memanfaatkan setiap sarana dan instrumen yang baru. hal. Penegakan kepemimpinan dunia dengan penyebaran dakwah Islam di seantero negeri. dengan tetap jenjang dakwah yang dilalui. Mengembalikan kekuasaan khilafah yang telah hilang dan terwujudnya persatuan yang diimpikan bersama. Bimbingan masyarakat 4. 359. Sebagaimana ia juga memiliki pengaruh nyata dan nilai-nilai tarbawi dan haraki yang terwujud secara gradual.

Melakukan kegiatan belajar dengan kemampuannya untuk meningkatkan intelektualitas dan wawasan keilmuannya. kesempurnaan akhlak dan kesehatan badan. mengemban mampu berbagai tugas misi kemanusiaan secara baik. hal. 3. 236 217 . sehingga dapat membedakan antara kebaikan dan keburukan. dan menjadi perangkat yang layak untuk mewujudkan cita-cita mengegolkan kebenaran dan kebajikan. oleh karena itu. 235 Ibid.hendaklah selalu dalam kehalusan nurani. Islam menginginkan dalam diri setiap mukmin. Beribadah kepada Allah dengan melaksanakan perintah-perintahNya. Sebuah keinginan kuat yang tidak akan pernah melemah dalam membela kebenaran. Ketika wanita.254 253 254 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). dan tidur. 4. 1. agar ia dipelihara oleh Allah dari ancaman pelbagai penyakit. hal. minum. 4. untuk mewujudkan kemauan yang kuat dan tekad yang membaja.”253 Dengan demikian. 2. keluasan cakrawala berpikir. maka kewajiban seorang akh adalah: 1. -sebagaimana kami nasehatkan kepada al akh Mulsim. 3. Perasaan dan nurani yang peka. ia tidak sama hanya dalam memperuntukkannya bagi kaum laki-laki dan meninggalkan kaum melainkan keduanya kedudukan pandangan Islam. untuk mengasah kepekaan nurani dan kehalusan perasaan. Menghiasi dirinya dengan akhlak Islami. Tubuh yang sehat yang yang siap mulia. Islam juga menginginkan sebuah pandangan yang benar dalam memahami sesuatu itu benar atau salah. Ukhti Muslimah. Komitmen dengan aturan dan adab-adab Islam dalam tata cara makan. 2. Islam menetapkan kaidah-kaidah memiliki ini. “Sesungguhnya.Imam Syahid menjelaskan beberapa aspek penting di atas di dalam proses pembentukan individu serta kesinambungannya.

atau tertipu dengan yang lain. dan beliau menjelaskan bahwa sifat-sifat tersebut merupakan nilai-nilai dasar dalam diri individu muslim dan umat Islam untuk bangkit mengemban dan memikul risalah dakwah. maka ia menjadi garda depan di barisan para mujahid yang tulus dalam mengemban risalah dakwah dan teguh di atas jalannya. yaitu. Sifat-sifat terbut adalah: “Kemauan yang keras yang tak tersentuh oleh kelemahan. Umum adalah. pengorbanan besar yang tak dihalangi oleh ketamakan dan kebakhilan. hal. Dengan pemenuhan dua hal ini. menjalankan tugas dan tujuan-tujuan dakwahnya. Ini adalah persiapan umum dan khusus. Mewujudkan kesempurnaan ibadah kepada Allah. kesetiaan yang kuat yang tak dikotori oleh kepura-puraan dan pengkhianatan. 45 218 . berlandaskan dan bertitik tolak dari shibghah Islam dan manhajnya yang mulia.”255 Target-Target Tarbiyah Manhaj tarbiyah dalam melakukan pembinaan dan perbaikan diri menurut pandangan jamaah. menunaikan risalah dakwah di muka bumi. serta melaksanakan apa saja yang untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut. mempersiapkannya untuk melaksanakan tugas yang diwajibkan kepadanya. 255 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). Khusus adalah. dengan pengetahuan terhadap dasar perjuangan. Ia memiliki satu target yang ingin diwujudkan. keyakinan dan penghormatan terhadap dasar tersebut yang akan menjaga dari kesalahan dan penyimpangan. mencakup seluruh aspek umum dalam proses pembentukan kepribadian dan individu muslim.Imam Syahid menyebutkan 4 sifat yang wajib dipenuhi untuk membangun kekuatan diri.

visi. yang kemudian terbagi dalam beberapa target yang sesuai dengan berbagai tahapan usia dan jenjang tarbiyah yang berbeda antara individu di dalam jamaah. dan target-target dakwah yang tinggi yang ingin diwujudkan. akhwat dan anggota usar. dan peran yang telah ditetapkan berdasarkan manhaj Islam dan petunjuknya. 3. Dari asas ini. Tingkatan-tingkatan amal. Yang berjuang keras dalam melaksanakan dakwah dan mewujudkan target dan tujuan-tujuannya di seluruh permukaan bumi. 4. Yang terbagi dalam target-target marhalah anak-anak dan dewasa. Asas-asas ini berlandaskan dorongan. Menyempurnakan persiapan iman dan jihad 5. Memiliki kekuatan jiwa yang luarbiasa 3. yang kemudian akan dibagikan dalam jenjang-jenjang yang berbeda sebagaimana telah ditetapkan dalam setiap fase. 2. • Target Umum: dan para pengemban risalah dakwah. Kepribadian mukmin yang baik 2. terus meningkat dan menyempurnakan pembentukan umum yang diharapkan dari setiap manusia 1. Teguh di atas jalan dakwah hingga ia menemui Allah • 1. terwujudlah simpul utama terhadap tujuan-tujuan pembentukan tarbawi.Kami menginginkan pembentukan yang khusus terhadap anggota jamaah muslim. Asas manhaj yang merupakan susunan target-target tarbiyah ini. tergambar dalam hal-hal berikut: 10 sifat untuk membentuk kepribadian mukmin yang baik Rukun-rukun baiat dalam rangka mempersiapkannya untuk berjihad. Tujuan-tujuan yang telah tersusun ini berlandaskan pada hal-hal berikut ini: 219 .

Para ulama Ushul Fiqh meletakkan kebutuhan pokok dalam Daruriyyat al Khams. 3. Setiap tujuan tarbiyah. yakni yang disebut sebagai landasan filosofis dalam perbaikan dan pembentukan. perasaan dan kepekaan jiwa. Tujuan-tujuan tertinggi dalam Islam dan dakwah Karakteristik individu dan kebutuhannya Pandangan masyarakat dan tujuan-tujuan yang hendak diwujudkan. Hifzu Din (Menjaga agama).1. • 1. serta aspek akhlak harus terlihat dalam diri setiap individu. 3. yang membuatnya butuh ketegaran. memiliki tiga aspek penting: 1. Ia akan berhadapan dengan banyak kendala dan perubahan dalam kehidupan manusia. Karakteristik Target(keistimewaan tujuan-tujuan tarbiyah): Ia adalah tujuan yang berkesinambungan. yaitu. Hifzu Mal (menjaga harta). yang memiliki permulaan namun tidak memiliki akhir. Visi dan misi. tahsinat (kebutuhan pelengkap). Aspek keilmuan 2. hingga ia 2. Oleh karena itu refleksi aspek keilmuan. 2. Hifzu Nafs (menjaga jiwa/kehormatan jiwa). kemudian beberapa hal berupa takmilat (kebutuhan penyempurna). Hifzu Nasl (menjaga keturunan). Hifzu Aql (menjaga akal). 4. Pertumbuhannya berkesinambungan dan mengiringi setiap individu dalam setiap aspek. 220 . Aspek akhlak Aspek-aspek melengkapi. ini satu dan sama lain saling pada menyempurnakan salah satunya dan akan Kelemahan kekurangan menyebabkan kelemahan pada aspek-aspek yang lain. Aspek perasaan dan kepekaan jiwa 3. sebagai acuan dan rujukan kebutuhan manusia secara umum.

kemudian menjadikannya sebagai dasar tempat bergantungnya hati dan memurnikan diri. tanpa menyandarkan diri kepada pertolongan Allah. penyucian jiwa dan muraqabatullah. maka perbaikan yang diinginkan tidak akan terwujud. Manhaj tarbawi harus memiliki tujuan. serta dengan realitas keberadaan jiwa lawwamah (mengajak kepada keburukan). Tujuan tanpa sarana untuk mewujudkannya maka hanya akan menjadi gagasan idealis yang tidak realistis. Ia adalah tujuan-tujuan yang saling berhubungan. Ia bersandar pada upaya untuk membangkitkan ruh. • Ciri-ciri Dalam Target Tarbiyah 1. yang sangat memperhatikan sisi gradualitas dalam proses dan tidak melakukan lompatan-lompatan. serta dilakukannya proses evaluasi dan pengulangan. 5. Sebab-sebab kelemahan dan kendala yang akan dihadapi sangat besar. Ia berusaha menggabungkan antara upaya manusia dengan taufik dan hidayah dari Allah. target dan sarana-sarana tertentu. maka dapat dipahami bahwa target-target cabang tertentu (target jangka pendek) dalam aktivitas tarbiyah yang berkesinambungan merupakan sarana untuk mewujudkan target besar atau target jangka panjang. Sebagaimana terdapat target-target jangka panjang dan targettarget jangka pendek. memiliki pengaruh yang akumulatif dengan tidak adanya pemisahan. Syumuliyah (komprehensif) dalam setiap aspek kehidupan manusia.bisa kokoh dan eksis dalam mewujudkan target-target yang diinginkan. Ia mencakup semua kebutuhan masyarakat dan dunia 221 . Sarana tanpa sasaran dan target maka akan mengarah kepada kesia-siaan. 4. dan jiwa yang hidup.

• Tingkatan Target Tarbiyah Tujuan-tujuan tarbiyah tidak berada dalam satu tingkatan saja. Tujuan-tujuannya saling menopang 4. yang masing-masingnya saling menyempurnakan. sesuai dengan realitas yang dihadapi. begitupula dengan perbedaan antara individu. yang merupakan tingkatan 222 . maka targettarget cabang membutuhkan inovasi dan pengembangan. namun memiliki beberapa tingkatan. antara tujuan-tujuan tarbiyah dengan keseimbangan yang dibatasi oleh timbangan relatif terhadap target-target dan skala prioritas. yang berupa tingkatan minimal yang cukup untuk melakukan aktivitas atau mewujudkan sebuah tujuan tertentu. dalam menerapkan manhaj tarbiyah juga dibutuhkan fleksibelitas. 7. Inovasi. 5. Begitupula keseimbangan dalam menerapkan tarbiyah kolektif dan tarbiyah individu. TIdak ada pertentangan satu sama lain 3. Individu – masyarakat – dunia (kemanusiaan) – alam semesta. jika target-target utama dalam tarbiyah memiliki keistimewaan tsabat (kekokohan) dan kekuatan. dan kebutuhannya masing-masing. dengan tetap menjaga realita dan kemampuan. Keseimbangan. Termasuk keseimbangan antara kebutuhan Pribadi dengan lingkungan yang mengitarinya. Eksistensi dan kesinambungan 6. yang dimulai dari tingkatan Al Kifayah. Fleksibelitas. kemudian terus meningkat menuju tingkatan Al Kafaah. 2.serta hubungannya terhadap alam semesta. termasuk kebutuhan personal setiap individu.

Jika ia sudah meranjak dewasa. ia akan mengulangi proses pembelajarannya secara lebih dalam dan cermat. atau mengkaji salah satu aspeknya secara khusus. Sebagaimana dalam tujuan tarbiyah. kemudian meningkat kepada tingkatan Shidq kemudian kepada tingkatan Ihsan. sejalan dengan peningkatan tarbiyah dan penerapannya. dan penghayatannya tidak berhenti pada tujuan-tujuan tersebut. pembelajaran. mengajarkannya kepada orang lain. begitupula halnya dalam ibadah dan ketaatan. atau mempelajari kembali suatu materi tarbiyah secara lebih dalam. remaja dan pelajar. kesinambungan dan penerapannya menggunakan bentuk yang beragam dan secara gradual sesuai dengan kedalaman dan proses penerimaan peserta tarbiyah. • Urgensi Pembangunan yang benar dan Keterikatan antar target-target tarbiyah: dan Karena tujuan-tujuan tarbiyah merupakan satu kesatuan. memiliki pengaruh ia yang akumulatif masa dalam kecil kehidupan akhir manusia. maka bermula dari hingga kehidupannya. mengingatnya dalam beberapa kondisi dan peristiwa. Demikian keterikatan. cermat dan lebih luas. Tingkatan terakhir ini juga merupakan tingkatan yang panjang dan tidak terbatas. Contohnya dalam mempelajari sirah atau ayat Al Quran. bahkan dimulai sejak masa balita melalui kedua orangtuanya. namun dalam 223 . harus mampu mewujudkan tingkatan Itqon. Target-target tarbiyah dalam pandangan Islam. di jenjang pemula dalam proses pembentukan. bentuk pembelajarannya mungkin sangat sederhana. yang mencakup pengulangan materi dalam beberapa waktu tertentu. atau lebih meningkatkan penerapannya secara praktek. Dengan demikian maka pembagian tujuan-tujuan tarbiyah dan pengenalannya dimula sejak masa kanan-kanak.tertinggi dalam mewujudkan tujuan-tujuan ini. kemudian setiap kali meningkat jenjang tarbiyah seseorang.

• Poros-poros simpul utama dalam Target-target Tarbiyah Kita dapat menyimpulkan poros-poros beberapa tujuan tarbiyah berikut: simpul utama ini dalam 1. dan kuat imannya. dan tak akan memberikan buahnya. tumbuh dan berkembang dengan nilai-nilai tersebut. maka ia menyempurnakannya pada fase-fase partisifasi dakwah. jika di dalam pembinaan umum terdapat kerusakan atau kelemahan. dan akan terus berlangsung sepanjang kehidupannya. 2. adalah mempersiapkan seorang muslim untuk menjalankan tugas yang penting. pembinaan dasar-dasar tarbiyah. yang dengannya seorang muslim meningkatkan dirinya secara terus menerus dan mewujudkan ibadahnya kepada Allah. Hal ini juga berlandaskan kepada manhaj Islam. Maksud dari pembinaan umum adalah. pendukung. dan jenjang-jenjang tarbiyah berikutnya. yang mencakup segala aspek kehidupan manusia. Shahihul Ibadah (benar ibadahnya). Shahihul fahm (benar pemahamannya) dan Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya). Sebagaimana tidak terdapat pemisahan antara pembinaan umum dan pembinaan khusus. dan merupakan pelengkap dan berkaitan secara terus menerus dengan asas pembinaan umum. yang dimulai dari jenjang simpatisan. atau menguatkan bangunan di dalam diri setiap individu. kemandegan atau kemandulan.pertumbuhannya ia belum mendapat pembinaan tarbiyah yang cukup atau belum melewati masa pembentukan pada periode tersebut. Adapun pembinaan khusus. 224 . Salimul Akidah (bersih akidahnya) 3. dan merupakan tingkatan tertinggi dalam jihad dan pengorbanan.

permusuhan terhadap syetan. tabiat kehidupan dunia. Mampu memainkan peran dalam mendirikan rumah tangga muslim. Kita dapat memaparkan beberapa perincian poros dan tujuantujuan umum dalam proses pembentukan ini. Memahami dan mengetahui tujuan penciptaannya. Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). dan memiliki tubuh yang sehat. 5. 11. 12. keyakinan 225 .4. Harishun Ala waqtihi (Cermat mengatur waktunya). Qadirun Alal Kasbi (mampu berekonomi). 7. Interaktif dengan alam di sekitarnya. 9. 6. Salimul Akidah (bersih akidahnya): 1. dan Munazhamun fi Syu’unihi (terorganisir seluruh urusannya). dan hendaknya indikasinya dapat terlihat dalam kehidupan dan kepribadiaannya. dan komitmen terhadap jamaahnya. Nafi’un Li Ghairihi (Bermanfaat bagi selainnya). Berhubungan dengan umatnya. serta tujuan-tujuan dasar yang terkandung di dalamnya: Poros-Poros utama Dalam Pembinaan tarbawi terhadap individu 1. Bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan dakwahnya. Mujahidun Linasihi (kuat kesungguhan jiwanya). Hendaknya Allah menjadi tujuannya semata. dan berusaha untuk kemaslahatan kemanusiaan dan kedamaian manusia. 3. Inovatif dalam mengembangkan kemampuan dan potensinya. Dari aspek pemahaman yang benar dan akidah salaf 2. 13. 10. dan mampu memainkan perannya secara optimal di tengah masyarakat. 8. dan senantiasa berupaya untuk mengembalikan kepemimpinan khilafah Islam. 4. Hendaknya akidah adalah pendorong dan penggerak dalam kehidupan dan prilakunya. Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya) dan peka perasaannya.

6. baik membacanya. kitab-kitabNya. 2. timbangan keutamaan antara anak-anak manusia. Melaksanakan kewajiban dan mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan sunnah dan ketaatan. Terhadap kebenaran manhaj dan jalannya f. 5. Terhadap dakwah dan tujuan-tujuannya d. Shahihul Ibadah (benar ibadahnya). 226 . Memiliki hubungan erat dengan Al Quran. Terikat hatinya dengan mesjid 9. serta iman terhadap ketentuan-Nya. 4. 2. dan kuat imannya: 1. Terhadap pemimpin dan jamaahnya 7. Mampu mewujudkan dasar bangunan Islam dan rukun-rukun iman (Iman kepada Allah. serta tabiat hubungan dengan mereka. Memiliki kekuatan iman dalam seluruh aspek-aspek berikut: a. malaikat-malaikat-Nya. saling melengkapi antara lelaki dan wanita serta karakter masingmasing. menghapal dan mengamalkannya. Mewujudkan makna ibadah secara total di dalam kehidupan dan dakwahnya. serta mengambil fiqh dan ilmu yang sesuai.terhadap hari kebangkitan dan hari pembalasan. Berupaya menjalankan tingkatan-tingkatan keimanan dan sifat orang-orang yang beriman sebagaimana yang tertera di dalam AL Quran dan sunnah. pluralitas bangsa dan suku. Mencintai shalat dan mengerjakannya secara optimal dan senantiasa menjaganya. Mengutamakan sunnah yang benar. memahami. Rasul-rasul-Nya. Terhadap kemenangan dan pertolongan-Nya e. baik ketentuan baik maupun ketentuan buruk. 3. 8. Terhadap Islam dan risalahnya b. iman terhadap hari kiamat. Terhadap AlQuran dan kemuliaannya c.

Seperti. Melengkapi diri dengan akhlak-akhlak keimanan dalam harakah dan dakwah. ukhuwah. menghormati dan berbuat yang baik tua. sombong dan riya. Memperbaiki kepekaan hati yang telah mati. Komitmen terhadap manhaj Islam. Memiliki semangat yang tinggi. 2. Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya) dan peka perasaannya: 1. dan serta menghilangkan menghilangkan sikap ujub. Memperhatikan adab-adab Islami dalam setiap waktu dan kesempatan. menyayangi. muamalat dan prilakunya. Menjadi teladan bagi orang lain. lapang dada. baik dalam perkataan. mulia nuraninya. dll. yang mampu membedakan antara yang baik dan yang buruk. 5. Mengetahui hak-hak orang lain dan memberikannya.3. dan memiliki tubuh yang sehat: 227 . cinta di jalan Allah. itsar (mengutamakan kepentingan saling orang lain dari saling kepentingannya sendiri). buruk. 8. teguh. 4. sabar. 3. Seperti. 6. nasehat-menasehati. dan mampu mempengaruhi orang-orang di sekitarnya. halus perasaannya. Menghiasi diri dengan seluruh akhlak prilaku yang yang mulia. muda. memaafkan. 4. Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). baik hubungannya terhadap orang lain. dermawan. 7. peka mata hatinya. pada menyayangi tetangganya. baik prilakunya terhadap kedua yang orangtua. memperbaharui perasaan dan membangun kekuatan diri yang besar serta kemauan yang kuat. budaya musyawarah.

5. mengenak kadar kekuatannya dan mengarahkannya ke arah yang benar dan bermanfaat. Diantaranya nafsu untuk mempertahankan diri. 1. Mengekang syahwat dan nafsu diri agar sesuai dengan manhaj Islam. 3. dan Munazhamun fi Syu’unihi (terorganisir seluruh urusannya). menetapkan skala prioritas. rapi dalam setiap kondisi. Dimulai dari kerapian pakaian. akal dan keturunan. Menjaga kesehatan dan keburagannya. sehat. sarana-sarana dan kemampuannya. 5. dan mampu mewujudkan keseimbangan dalam perhatian dan tuntutan pelaksanaan. Memiliki fisik yang kuat. Melengkapi olahraga yang bermanfaat. Mampu mengatur seluruh urusannya. dan pindah dari alam khayalan dan perkataan menuju alam realita dan 228 . 3. 2. menggunakan manhaj pertengahan dan menghindari sikap berlebih-lebihan. dan mampu melakukan apa yang ia butuhkan. Mampu mengikuti langkah-langkah strategis.1. serta mengawasi dirinya dalam hal itu. serta menggunakan sarana untuk pencegahan dan pengobatan. 2. penampilan. menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang berpengaruh negatif terhadap kesehatannya. Mampu menentukan pekerjaan yang cocok pada waktu yang sesuai. dan tidak menyia-nyiakannya pada hal-hal yang tidak bermanfaat. 4. Harishun Ala waqtihi (Cermat mengatur waktunya). Melakukan 4. 5. Teratur dan bersih dalam setiap urusannya. Memanfaatkan waktunya. keseharian dan pekerjaannya. kekuatan dan fisik berupaya sesuai mendapatkan beberapa keahlian yang diperlukan.

menggunakan perbaikan bukan mencela atau menghancurkan. Selalu berupaya untuk mendapatkan penghasilan yang halal. dan untuk manusia dan cara kemanusiaan. Senatiasa 2. dan mampu memainkan perannya secara optimal di tengah masyarakat: 1. sesuai dengan batasa-batasan syariat dalam mendapatkan rezeki. dengan memiliki keahlian dan pengembangan dirinya dalam hal itu. bertawakkal kepada Allah dalam segala 6. Menyisihkan pendapatannya untuk orang-orang fakir dan miskin. baik dalam konsentrasi maupun sewaktu melaksanakan. merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Mampu mandiri secara ekonomi yang cukup dan sesuai dengan kondisinya. 6. serta senantiasa mengeluarkan zakat fitrah dan zakat mal. dan berupaya untuk melakukannya. Mencari ilmu dan keahlian yang dibutuhkan untuk bidang tersebut. 2. Melakukan ibadah kepada Allah dengan pekerjaannya dan senaniasa bertawakal kepada-Nya. 7. Senantiasa berharap berlaku kebaikan positif. 5. 7. Senantiasa aktivitasnya. Mengenal nilai harta dan pekerjaan sesuai dengan pandangan Islam. Qadirun Alal Kasbi (mampu berekonomi): 1.amal nyata. 4. 229 . bakhil dan tamak. 6. Amanah dan jujur dalam pekerjaan. serta selalu menjaga adab-adab nasehat terhadap individu dan para mas’ul dakwah. 3. Nafi’un Li Ghairihi (Bermanfaat bagi selainnya). serta menghindarkan diri dari sifat ujub.

Berprilaku dengan adan-adab dakwah dan seorang da’I. Mengikuti dan menunaikan tugas-tugas yang diberikan jamaah dalam aktivitas-aktivitas dakwah. 7. 10. serta berusaha bekerja untuk melakukan perbaikan dan pengembangan masyarakatnya dalam pekerjaan dan profesinya. mendukung perkembangan politik. Berupaya untuk membangun negerinya. 6. berdialog serta berinteraksi dengan orang lain dan dengan masyarakat umum. 4. Yaitu mewujudkan dan realita prilaku yang positif. 230 .3. 9. serta berupaya untuk memberikan saham kebaikan dan pelayanan umum. serta melepaskannya dari segala bentuk tekanan dan intimidasi Negara asing. serta memberikan hidayah dan petunjuk kepada orang lain. serta memahami seni berbeda dalam pandangan. dihadapi mempengaruhi dan melakukan perbaikan di dalamnya. Mengenal problematika masyarakatnya. serta mengetahui secara cermat undang-undang dan prosedur yang berlaku. Bermanfaat bagi selainnya. baik individu maupun lembaga. Berupaya untuk memperbaiki prilaku-prilaku buruk dan kebiasaan yang tidak baik. Berusaha menyebarkan dakwah dan akhlak-akhlak mulia di tengah masyarakat. menjaga kemandirian dan persatuannya. 8. Menguasai batasan-batasan dalam menjalankan amar ma’ruf nahi munkar. serta fenomena kerusakan pemikiran dan perbuatan dengan sarana yang paling baik dan mudah. mampu berkomunikasi dengan orang lain dan memberikan pengaruh pada mereka. dengan melakukan kerjasama dalam kebaikan dan kebajikan dengan orang lain. Memiliki keahlian dan kemahiran komunikasi. 5. keilmuan dan ekonominya. 11. serta nasehat terhadap para mas’ul dan orang-orang selain mereka.

Berupaya untuk menggali potensi yang dimilikinya. Senantiasa berupaya melakukan zikir kepada Allah dalam berbagai bentuk. kemampuan. istighfar. Benar pemahaman agama dan dakwahnya. Berwawasan pemikirannya. dan tokoh-tokoh sebab-sebab utamanya. 3. 8. 4. mengenal disiplin-disiplin ilmu dan aliran-aliran pemikiran dunia. Senantiasa merasakan pengawasan dari Allah. untuk menekan pengarus bisikan-bisikan hati yang buruk. Berusaha menguasai keahlian di bidang tekhnologi mutakhir. Inovatif dalam mengembangkan kemampuan dan potensinya. 1. 2. mengembangkan keahliannya. 231 . dan meningkatkan 7. terhadap tugas dan perannya dalam kehidupan. Shahihul fahm (benar pemahamannya) dan Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya). dan taubat kepada-Nya. Mengetahui sejarah umat-umatnya yang terdahulu (seperti beberapa peristiwa bersejarah. luas cakrawala pengetahuannya. Senantiasa melakukan evaluasi diri. serta mampu menetapkan hukum yang benar terhadapnya dan mampu berintekasi dengannya. 3.12. menahannya dari perkara-perkara yang haram. 9. 1. Mujahidun Linasihi (kuat kesungguhan jiwanya). 2. Selalu melakukan perbaikan akhlak untuk mewujudkan tarbiyah diri dan kemauan yang keras. dan menjauhkannya dari halhal yang syubhat. serta berupaya untuk mewujudkan ketakwaan kepada Allah dan rasa takut pada-Nya. 6. sebab-sebab kelemahan. kekuatan). 5. Memiliki kemampuan melakukan interaksi sosial dengan masyarakat dan institusi-institusinya. Mampu menguasai bisikan-bisikan nafsu.

dan hal itu merupakan sebagian dari sejarah umatnya. Mempelajari sumber-sumber dan risalah yang ditulis tentang hal itu. 6. 8. Mempelajari sirah Rasulullah Saw. dan berupaya untuk meningkatkan diri sesuai dengan kemampuannya. 9. Merasa bangga dengan bahasa Arab. kewajiban-kewajibannya. Berusaha keras untuk mendapatkan ilmu-ilmu syar’I dan mengenal hukum-hukum sesuai dengan kemampuan yang sesuai dengannya. Mengenal musuh dan bahaya-bahaya yang mengancam umat Islam. dan persiapannya untuk menunaikannya. untuk menjadi petunjuk dalam gerakan dan fikrahnya. 5. dan mengambil keteladanan mereka sebagai nilai dan model yang menerangi. serta apa yang dibutuhkan untuk dakwahnya. 10. 4. pengalaman yang cocok untuk kehidupan dan profesinya. Menjalankan perannya dalam mendirikan rumah tangga muslim: 1. serta mempelajari kaidah-kaidahnya. serta mengetahui problematika kontemporer. serta meningkatkan pengetahuan dalam hal itu sesuai kemampuannya. Mengenal dan menguasai hak dan kewajibannya.Maksud umat-umatnya yang terdahulu adalah: negerinya. Mengikuti segala bentuk perkembangan kontemporer untuk mengambil manfaatnya. bangsa Arab dan umat Islam. Senantiasa belajar untuk mendapatkan ilmu dan wawasan yang bermanfaat. 7. ciri-ciri dan realitanya). 10. 232 . dan sirah para orangorang terdahulu yang baik. serta sarana apa saja yang dibutuhkan untuk menciptakan kemajuan dan kesuksesan. senantiasa menjaga. perannya dalam mendirikan rumah tangga muslim. Mengenal dan menguasai sejarah dakwah dan jamaahnya (tujuan-tujuannya.

setia terhadap tuntutan-tuntutan agama dan umatnya serta kebutuhan-kebutuhan mereka secara Pribadi. 5. 233 . 2. dan hendaknya ia memiliki peran nyata di masyarakat. keluarga. Berupaya untuk menciptakan model rumah tangga muslim.2. yang membuat mereka menghormati fikrah-fikrah Islamnya. serta menghormati fikrah-fikrah Islam dan komitmen terhadapnya. Berusaha untuk menyebarkan Islam di seluruh penjuru dunia. 6. Mengetahui problematika umat dan permasahan- permasalahan terkini dunia Islam. 11. di tengah karib kerabat dan tetangganya. 3. dan mewujudkan makna takaful (saling memikul beban) dan rasa kasih terhadap mereka. Mengoptimalkan proses pertumbuhan dan tarbiyah terhadap keluarga. Memberikan perhatian terhadap proses penyiapan generasi muslim. selalu menyambung hubungan silaturahim dengan sauadara-saudaranya. Mewujudkan penampilan Islam dalam rumah tangga. serta merasakan ikatan dan tanggungjawab terhadap setiap jengkal tanah yang di atasnya panji tauhid di tinggikan. baik dalam kebiasaan dan kehidupan sehari-hari. meningkatkan dan menumbuhkan potensi dan kemampuan mereka. tetangga. 7. Menjaga dan memeliharanya dari pengaruh-pengaruh buruk dan negative. Menyiapkan rumahnya untuk tuntutan-tuntutan jihad dan tabiat marhalah dakwah. 8. terpengeruh dan mengikutinya. 4. anak-anak terhadap nilai-nilai Islam. Menjadi teladan yang berpengaruh terhadap tetangga dan karib kerabatnya. dan senantiasa berupaya untuk mengembalikan kepemimpinan khilafah Islam: 1. Senantiasa berhubungan dengan umatnya.

dan keselamatan semesta sesuai dengan pemahaman Islam. dan sesungguhnya Allah telah menundukkannya untuk umat manusia sesuai dengan ketentuan yang terbatas. Meyakini khilafah dan berupaya untuk mengembalikannya. mengenal 3. Merasakan keterikatan jiwa dan raga. Interaktif dengan alam di sekitarnya. serta tanggungjawab keimanan terhadap dunia Islam dan setiap jengkal tanah yang dihuni oleh seorang muslim. 8. 5. yang mencakup hal-hal sebagai berikut: 1. terutama permasalahan Palestina. 6. Menjaga kebersihan lingkungan. Mengenal makhluk-makhluk ciptaan Allah di alam dan memanfaatkannya dengan penciptaannya.3. hubungan dan bantuan terhadap problematika yang dihadapinya. serta mengenal misi umat Islam dan kebutuhan 7. Mengenal peradaban Islam dan merasa bangga kepadanya dan kepada kontribusi yang telah manusia terhadapnya. Mentadabburi tanda-tanda kebesaran Allah di alam. diberikannya untuk manusia. serta berusaha untuk mengembalikan keagungannya. untuk dan kemaslahatan berusaha manusia sesuai hikmah kebutuhan. dan berusaha untuk kemaslahatan kemanusiaan dan kedamaian manusia. eksistensi umat Islam. Menyokong persatuan Arab dan Islam. meyakini kepemimpinan dunia dan hal itu akan terwujud sesuai dengan janji Allah dan keutamaan-Nya. 234 . Mewujudkan hubungan kerjasama. 4. kemajuan dan 12. mengetahui hubungan yang baik dengan alam. serta merasakan fenomena keagungan-Nya. Menjaga produksi dalam negeri dan Negara-negara muslim dan menyokong produktivitasnya. 2.

Dalam (pemahaman). Fahm dan barisan dakwah. 6. dan menunaikan rukun-rukun baiatnya. Amal (aktivitas). Membantu penegakan nilai-nilai kebenaran. Bekerjasama dengan orang lain dalam setiap kebaikan. 13.4. (aktivitas). Dalam aspek aspek pengorganisasi keyakinan. senantiasa berpedoman pada para qiyadahnya. tafahum dan takaful). mengenal problematika yang dihadapinya dan peristiwa-peristiwa besar yang mempengaruhinya. beraktivitas untuknya. baik berupa dan ilmu. keadilan dan perbaikan. Meningkatkan Profesionalitas keahlian untuk melakukan hubungan tersebut. dan setiap orang bekerja di bidangnya masing-masing. 7. kendala-kendala yang dihadapi serta terhadap peraturan dan ketentuan jamaahnya. Ikut serta untuk memberikan kontribusi dalam memakmurkan bumi dan memperbaikinya. 8. Melaksanakan 4. Tadhiyah (pengorbanan). 5. tujuan sarananya. dakwahnya. Disiplin dalam shaf dan jamaahnya. Dalam aspek harakah. Menyempurnakan pemahaman. usrahnya murni (dalam ta’aruf. produktif 235 . serta ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia. Ukhuwah dan Tsiqah (kepercayaan). 1. komitmen terhadapnya. Disiplin dalam rukun-rukun gerakannya. Saling berhubungan dengan manusia dan bangsa-bangsa di dunia. keadilan dan menolak kezaliman. dalam dalam dakwahnya. persiapan jihad. saranmengenal realitasnya. Ikhlas. 2. 3. Bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan dakwahnya. Taat Amal (kepatuhan). dan komitmen terhadap jamaahnya. dan Tajarrud (kemurnian). Jihad. Kemudian Tsabat (keteguhan) dalam setiap rukun-rukun tersebut.

teladan amal. dan pendidikan keamanan (intelegensia). ikhlas dalam dakwah. sosial. olahraga. yang mencakup seluruh aspek pembinaan. Menjaga keselamatan jamaahnya. 6.melaksanakan ketaatan. Dari pemaparan di atas. keamanan. 8. serta komitmen terhadap syura sebagaimana makhluk yang hidup dengannya. dakwah. pengorganisasian. undang-undang. akhlak. kekuatan dan ikatannya. kemajuan dan pencapaian target-targetnya. dan penahapan dalam tingkatan yang berbeda-beda. semangat keprajuritan. dunia internasional. fikrah. dialog. 9. dan sarana-sarana 236 . namun ia menghimpun seluruh sarana pembentukan dan tarbiyah. evaluasi dengan pengarahan dan perbaikan. mulai dari syaikh murabbi. politik. 7. Ia tidak hanya terbatas pada program pendidikan secara normatif semata. Termasuk dalam realitasnya. mulai dari pembinaan iman. Mengenal musuh-musuh dakwah dan karakteristik mereka. profesionalitas. Menguasai kemahiran tertentu untuk memudahkan tugas dan peran-peran yang diberikan jamaah. Memiliki dan mengoptimalkan kemahiran-kemahiran yang cocok untuknya dalam menyampaikan dan menyebarkan dakwah. serta perangkat yang ia butuhkan berupa ilmu dan persiapan. berkorban untuk dakwah karena mengharapkan keridhaan Allah. serta memusatkan proses pembinaan dengan mengarahkannya pada realitas amal. maka jelaslah manhaj Ikhwan yang komprehensif. yang dengannya seorang individu bergerak dan memberikan pengaruh pada masyarakat. strategi dan target-target mereka. interaksi. gerakan. ekonomi. Memahami timbangan perseteruan antara hak dan batil. Diantara ilmu rijal (mengenal identitas seseorang). 5. dll. serta sunnah perubahan dan kejayaan.

Dalam manhaj ini. Ia juga dituntut untuk menciptakan iklim yang sehat dan komitmen terhadap adab-adab Islam dalam menyampaikan nasehat. serta dalam lingkup persaudaraan dan cinta di jalan Allah. Termasuk menggunakan metode amal dalam pembangunan umat dan tarbiyah. Secara yang umum sama. juga dituntut keterbukaan. hasilhasilnya. dan berupaya untuk terus meningkatkan kualitas tarbiyahnya. kami atau menyampaikannya dengan ungkapan kalimat meringkas maknanya sebagaimana yang beliau maksudkan. sehingga masing-masing individu menguasai targettarget yang harus diwujudkan dan dilaksanakan. metode perbaikan. pengarahan. kendala-kendala yang dihadapinya. menunaikan urusan dengan penuh kesungguhan dan perhatian. Dalam aspek akidah dan ibadah: 237 . kejelasan dan keterus-terangan. dan dalam kehidupannya sebagai teladan dan bisa memberikan pengaruh dan pembentukan –yang dengan izin Allah. trik dan cara mengobatinya. baik pada jenjang tarbiyah yang akan dilaluinya dan jenjang tarbiyah yang sedang dijalaninya. Hendaknya ia memiliki motivasi dan dorongan. Pengarahan dan Wasiat Kami menyampaikan di sini pengarahan Imam Syahid Hasan Al Banna –baik dalam risalah maupun dalam perkataan-perkataannyatentang nilai-nilai dan sifat-sifat yang harus dimiliki Ikhwan (termasuk diantaranya kewajiban aktivis dakwah). sisi-sisi kerusakan yang terlihat. Pertama. dan hendaklah jelas baginya kemampuan untuk menegaskan atau melemahkan serta konsekuensi keduanya.akan melahirkan generasi kuat dan kokoh. pengobatan dan menutup aib.yang lain dalam lingkup dan komitmen terhadap batasan-batasan Islam. yang akan mengemban risalah dakwah dan menjaganya. perbaikan.

mengamalkan sunnahnya yang suci. agar menjadi petunjuk jalan. Mempelajari risalah tentang ikhlas kewajiban-kewajiban dalam Islam dan tidak melalaikannya. Terwujudnya hubungan hati dan jiwa yang terus menerus terhadap Allah (indikasi-indikasi yang diinginkan adalah. Membangun keimanan kepada Allah. Mengenal menyucikannya. 2. mengesakan dan serta bangga dengan dan ini keagungan Islam dan keindahan Al Quran. Menyampaikan tentang rukun-rukun iman dan mengingatkan akhirat. merupakan keyakinan Islam yang paling tinggi. Menghidupkan sunnah Rasulullah Saw. 238 . dan merasa bangga karena memeluknya. Terwujudnya ketergantungan kepada Allah dan menyandarkan diri kepada-Nya. melalui shalat. yaitu untuk mewujudkan sifat shahihul Ibadah (benar ibadahnya). zakat. Melaksanakan 12. serta merasa bangga dengan keimanannya (terwujudnya rabbaniyah. dan pengamalan serta kembali bersama Islam menuju tujuannya yang murni. Allah. baik petunjuk maupun hadits-haditsnya. serta mengikuti manhaj salaf dalam pemahaman. dan berdoa kepada Allah sementara orang lain tidur. dan haji. 6. memperbanyak zikir. Menyampaikan tentang urgensi kekuatan akidah dan cakupannya terhadap semua aspek. 11. melalui tadabbur terhadap makna-maknanya. Maka janganlah takut pada sesuatu yang lain dan jangan gentar selain kepada-Nya. 9. rukun-rukunnya. mendengarkan. Lahirnya keimanan terhadap keagungan risalah agama Islam. berprinsip ketuhanan).1. menunaikan rukun-rukunya serta mengutamakan sunah yang suci. 8. puasa. membacanya dengan baik. Tergantung dengan Al Quran dan berkaitan dengannya. Mempelajari risalah dalam prinsip-prinsip akidah. mempelajari sirah dan memahaminya. 3. 10. menghapal dan mengamalkannya. 7. 5. yaitu dengan menghapalnya. 4.

adalah dengan menjadi seorang prajurit 5. memberik sedekah. prinsip-prinsip. penampilan. Menumbuhkan keikhlasan yang paripurna di jalan Allah dan ketenangan terhadap tujuan yang hendak dicapai. 239 .13. berapapun penghasilannya. tadabbur dan menghayati ayat-ayat Allah dan sunah-sunah-Nya. Berdoa kepada Allah di saat manusia tidur 15. Mewujudkan keimanan terhadap fikrah Islam dan rasa bangga terhadap dakwah serta keagungan tugasnya. Senantiasa memperbaharui tobat dan istighfar 16. Menekatkan diri kepada Allah dengan ibadah-ibadah sunnah dan senantiasa melakukan ketaatan. Selalu merasa pengawasan oleh Allah dan senantiasa mengingat akhirat. kemajuan atau kemunduran. berdoa kepada Allah sementara manusia sedang tidur. Pencegahan dari penyimpangan keikhlasan yang berupa: ujub. memperbanyak bekalnya berupa. serta selalu menyisihkan bagian dari hartanya untuk fakir miskin. berdoa di waktu sahur. 4. 2. Menanamkan keimanan dan keyakinan pada pertolongan dan kemenangan dari Allah terhadap dakwah (yakin dan tsiqoh terhadap pertolongan Allah). riya. zikir hati dan lisan (senantiasa memperbanyak zikir). 14. 3. Mewujudkan keimanan terhadap manhaj dan kebenarannya serta menanamkan tsiqoh di dalam diri. Menanamkan keyakinan terhadap balasan dan ganjaran pahala di sisi Allah. keimanan terhadap dakwah. dan kepekaan iman: 1. tujuan dan sarana-sarananya. dalam aspek nurani. tidak melihat pada harta. memburu popularitas. gelar. Indikasi pencapaian keikhlasan adalah: selalu berharap ridha Allah dalam setiap perkataan dan perbuatannya. Kedua. shalat malam. dan sombong. berpuasa. membaca doa-doa ma’tsur dan azkar pagi dan sore.

12. dengan tetap mengendalikan bara semangat ini.–fikrah dan akidahnya- dengan mengembalikan seluruh keutamaan kepada Allah semata. 11. rela berkorban. Mengetahui kemuliaan dakwah. dan kerja keras di jalan dakwah dan tujuan-tujuannya. Totalitas keyakinan terhadap kesuksesan sarana dakwah. dan terangilah kecemerlangan akal pikiran dengan gelora perasaan yang mengharu biru penuh semangat. 8. 6. “Kekanglah gejolak perasaan dengan pandangan dan pemikiran yang jernih. 7. agar dapat melahirkan jiwa yang hidup. b. menguatkan diri. Memperbaiki kepekaan hati yang mati. Memiliki semangat yang tinggi dan berupaya menyembuhkan rasa pesimis. gelora semangat. Keyakinan yang tinggi bahwa jalan ini adalah jalan yang paling selamat (sebagaimana yang telah digariskan oleh 240 . 14. Selalu menguatkan dan memperbaharui jiwa. putus asa dalam jiwa. serta menyerah pada kondisi dan realita. c. dan membangun kekuatan diri yang besar). Senantiasa menyertakan ruh jihad. Memiliki perasaan yang peka dan sensitif. Totalitas keyakinan terhadap kemuliaan tujuan dakwah. 10. Melahirkan perasaan cemburu yang selalu membara (keimanan yang membara yang membangkitkan kekuatan dalam jiwa). bergelora dan penuh vitalitas. Mewujudkan kebangkitan yang hakiki dalam jiwa dan nurani. yang bisa membedakan antara kebaikan dan keburukan. keluasan cakupannya. 13.” 9. serta meluruska jiwa secara total. Memahami dakwah secara benar dan merasa bangga dengannya: a. serta besarnya harga yang harus dibayar untuk menyokongnya dan ganjaran pahala untuk orang-orang yang berjuang karena Allah semata. keagungan jihad di jalannya. (senantiasa melakukan pembersihan jiwa. dan memenuhinya dengan nilai-nilai keimanan dan akidah.

dan membutuhkan: kesabaran. Cinta di jalan Allah dan ikatan dalam kebaikan. pertolongan Allah dan senantiasa menantikan saat-saat kemenangan. 8. tsiqoh terhadap pertolongan Allah. tidak tergesa-gesa. dan tidak ada jalan yang lain. penuh tahapan. Diantara indikasinya adalah: 241 . dan ikut merasakan sakit dan tersentuh terhadap semua peristiwa yang menimpa mereka. 5. Ketiga. Keyakinan bahwa jalan ini sangat panjang. Memelihara persatuan dan ikatan (ukhuwah di jalan Allah). Mewujudkan sifat lapang dada. Timbangan yang benar terhadap diri sendiri (ukurlah diri kalian). dalam aspek cinta dan ukhuwah: 1. kesungguhan. 6. terhadap ukhuwah dan barisan dakwah. benci dan semua perasaan yang dapat merusaknya. optimis terhadap memanfaatkan makhluk-makhluk ciptaan Allah di alam membenturkannya. Meyakini persaudaraan dan kemuliaan ikatan ukhuwah 2. dan kejernihan hati (untuk mewujudkan hakikat shufiyah). e. d. 3. serta rasa tanggungjawab terhadap setiap jengkal tanah yang dihuni oleh seorang muslim. kebersihan jiwa. serta pertautan hati dan jiwa. Mencintai kebaikan terhadap umat dan keinginan untuk memberikan hidayah kepada mereka. Kepekaan terhadap persaudaraan kemanusiaan secara umum dan memahaminya secara benar. Kebersihan hati dari rasa dengki. serta timbangan yang benar terhadap qiyadah. 7. ketegaran. 4. kesinambungan semesta tanpa aktivitas.Imam Syahid dan ditetapkan strateginya). 15. Hidup bersama dakwah dan memperjuangkannya. Tekad dan perasaan yang kuat terjadap ukhuwah Islamiyah.

dan kecurigaan yang mematikan. f. g. segeralah memberikan pertolongan selama ada jalan untuk itu. pengahayatan makna dan urgensinya. 242 . tidak meninggalkan mereka kecuali karena udzur tertentu. berjanji untuk saling membantu dalam kebaikan. (mendahulukan ia tidak kepentingan merusak saudaranya dari kepentingannya sendiri). Melepaskan diri dari hubungan karena figuritas tertentu. saling memikul beban saudaranya. 11. ta’ashshub. menerima nasehat segala bentuk menasehati. 10. 9. tafahum dan takaful. tidak berubah hatinya. d. Mewujudkan indikasi-indikasi persatuan di dalam ta’aruf. Menguasai dalam fiqh nasehat dan dan dari adab-adabnya. e. Senantiasa berada dalam jamaah. arah manapun. h.a. mengobati Bagi yang ketergelinciran lidah. usrah dan katibah-nya. Persaudaraan dan saling mencintai karena Allah. Mengenal saudara-saudaranya. atau fanatisme kepartaian di dalam barisan dakwah. b. tidak mendahului dan tidak berada di belakangnya. hendaknya menyampaikan nasehat sebagaimana seharusnya. bantuan dan sifat itsar. Menanyakan saudara-saudara yang ghaib (tidak hadir). Jika didapatkan padanya kesulitan. sehingga mencapai derajat itsar c. Hendaknya kesucian hubungan persaudaraan dengan obsesi tertentu. satu persatu dan dengan pengenalan yang mendalam (menunaikan hak saudara-saudaranya berupa cinta dan penghormatan. Tidak menyelesihi urusan saudara-saudaranya Tidak dipisahkan oleh permasalahan-permasalahan sepele. Terwujudnya sifat lapang dada.

Menjaga amanah majelis Keempat. kehilangan obsesi. menjauhi dosa-dosa besar. 4. gelora dan terangilah yang selalu kecemerlangan akal perasaan dan mengharu biru penuh semangat). menjauhkan diri dari dosa-dosa kecil. mendengarkan dan berdialog e. Adab bercanda f. 5. bertobat dan menyesal jika melakukan maksiat. Meninggalkan meninggalkan kemaksiatan dosa.12. (selalu bertobat diri dari dan istighfar. Menjaga adab berbicara. hasrat dan kebiasaannya 3. Membiasakan diri untuk melakukan muhasabah dan evaluasi diri dengan sangat cermat (diantaranya melakukan muhasabah sebelum tidur). Menguatkan kesungguhan jiwanya dan mengarahkannya sesuai dengan ajaran-ajaran Islam. menjauhkan diri dari syubhat hingga ia tidak terjebah dalam perkara-perkara haram. Membentengi diri dari hal-hal yang haram 7. 243 . membersihkan kemaksiatan. serta mampu bersikap terhadap: tujuan hidup yang sakit. Menahan diri dari syahwat. Tidak menimbulkan keributan dan kegaduhan c. Selalu menjaga indikasi kesungguhan tanpa kebimbangan. menghindari larangan-larangan Allah. tidak bermaksiat secara terang-terangan. luka masa lalu. Hendaknya ia selalu menjaga adab-adab majelis terhadap saudarasaudaranya: a. Mengontrol dorongan-dorongan syahwat mengarahkannya kepada hal-hal yang halal. 6. kehilangan orientasi hidup. Menahan gejolak perasaan (Kekanglah gejolak perasaan dengan pandangan dan pemikiran pikiran yang dengan jernih. d. melepaskan diri dari kemaksiatan dan pelanggaran. dan ia belum membersihkannya. Dalam aspek Menahan Diri: 1. 2. hadir secara rutin di majelis b.

Kejujuran. sensitive perasaannya. kehilangan obsesi. 3. tidak memungkiri dan menyelisihinya. tanpa merendahkan diri. mengutamakan sunah yang suci dalam segala hal dan penerapan fiqh yang benar. ketenangan mempengaruhi kesungguhan Rasa malu. Loyal. Berupaya semampunya untuk menghidupkan adat-adat Islami. Peningkatan akhlak: selalu menghiasi diri dengan akhlak-akhlak yang mulia. b. Dalam Aspek Akhlak dan kepribadian yang baik: 1. tidak melupakan kebaikan karena kemurkaan. memiliki rasa malu. d.Kelima. sederhana dan tidak h. kehilangan orientasi hidup. tempat kerja. Perbaikan menyeluruh terhadap diri dan mengobati prilaku-prilaku buruk dan ketamakan (melepaskan diri dari hati yang sakit. kuat daya tahannya. hendaknya ia menetapi janji. Tawadhu penakut. tidak 244 . f. dan kebersihan hati dari kedengkian dan kebencian). lisan. makanan. dan perkataan. Adil dan seimbang. e. badan. Berani. peka perasaannya terhadap kebaikan dan keburukan. dan ia belum membersihkannya secara sempurna. Menghiasi diri dengan akhlak-akhlak berikut: a. adil dalam menetapkan hukum secara benar. berpegang teguh dengan kesempurnaan. g. merundukkan kepala dan lunak. dan tidak terang-terangan berbuat keburukan. Bersih dan suci dalam segala hal (tempat tinggal. mampu menahan diri ketika marah. luka masa lalu. hingga kita menjadi kuat dengan akhlak dan menjadi teladan dalam hal itu. 2. Tenang. pakaian. (rendah hati). tujuan hidup yang cacat. 4. menyimpan rahasia. mengakui kesalahan dan kelemahan diri. jujur perkataannya. c. Sebaik-baiknya keberanian adalah: berterus-terang dalam kebenaran. dan mematikan adat-adat asing dalam setiap aspek kehidupan.

Berlapang dada dengan orang-orang yang menyelesihinya. lembut hatinya dan belas kasih terhadap terhadap sesama manusia. 245 . budi pekertinya. Melakukan tarbiyah diri. Meninggalkan perdebatan dan pertentangan. i. dan ikut andil dalam perdamaian dunia. Penyayang. Menunaikan kewajiban dalam persaudara Islam secara umum. dan menjaga lisannya terhadap orang lain. dan menyebarkan fikrah). dan melupakan keburukan dengan kebaikan. Menunaikan kewajiban dalam persaudara kemanusiaan secara umum. selama tidak bertentangan dengan dakwah. objektif dalam menimbang kebaikan dan keburukan serta mengambil sisi kebaikan dari segala sesuatu. 5. dermawan dan toleran. a. Baik interaksinya. lembut. dan meletakkan kemuliaan dirinya di atas segala tujuan dan tujuan-tujuan yang hina. Menambah kemampuan dialog dengan hikmah. tidak cepat marah.dikuasai permusuhan sehingga melupakan kebaikan. Mampu berinteraksi secara baik dengan orang lain: b. dan nasehat kebaikan (latihan memberikan tanggapan terhadap perkaraperkara syubhat yang dilemparkan. Mampu bekerjasama dengan orang lain dalam hal-hal yang disepakati pada tataran umum dan Islam. f. e. d. dan orang yang paling dekatnya meskipun hal itu pahit. c. j. dan hendaknya menjadi aktivis yang produktif. dan pencapaian takwa dalam setiap amal. dan mampu berinteraksi dengan mereka. 6. k. Menjadi iffah (kehormatan diri). memaafkan. tidak berkata kotor. berkata benar kepada dirinya.

g.

Bermanfaat terhadap orang lain, baik dalam memberikan nasehat, menebarkan kebaikan, dan memberikan layanan umum.

7.

Seimbang dan adil dalam urusan dunia; tidak berlebihan dalam beribadah, tidak berlebihan dalam kezuhudan, dan idak menzalimi dunianya hanya karena mengejar akhirat.

8.

Membentuk keinginan yang kuat yang tidak dihinggapi kelemahan; yaitu dengan melawan kemalasan, menghilangkan indikasi kelemahan dalam keinginan (seperti, kegentaran, kelemahan, kaku, menyerah, keragu-raguan, dll), melawan kebiasaan, adat dan syahwat.

9.

Munazhamun fi Syu’unihi (terorganisir seluruh urusannya); yakni konsentarsi, menetapkan skala prioritas dan kemampuan secara tertib, baik dalam melaksakannya, yaitu dengan mencermati segala urusan sesuai dengan kondisinya kemudian memilih jalan yang paling utama.

10. Harishun

Ala

waqtihi

(Cermat

mengatur

waktunya):

tidak

menggunakan waktunya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, menjauhkan diri dari debat kusir dan teori-teori filsafat, dan berupaya membentuk kepribadian aktivis yang produktif.

11. Menjauhkan diri dari penampilan-penampilan mewah dan kaya
raya. 12. Mewujudkan makna kelelakian (keberanian) sejati Keenam, Dalam aspek kesehatan fisik:

1.
2.

Melakukan General Check tahunan untuk kesehatan fisik dan mengobati penyakit. Menggunakan Menjauhkan sarana-sarana diri dari pencegahan dan perlindungan fisik. Seperti kesehatan fisik, dan tidak berlebihan.

3.

sebab-sebab

kelemahan

menjauhkan diri dari minum khamr dan minuman keras, tidak merokok dan yang sejenis, tidak berlebihan mengkonsumsi susu

246

dan teh, serta menjauhkan seluruh jenis makanan dan minuman yang dapat melemahkan fisik dan akal, seperti rokok, obat-obatan terlarang dll. 4. Menggunakan terus-menerus. sarana-sarana kekuatan, seperti melakukan olahraga yang bermanfaat dan menumbuhkan vitalitas fisik yang

5.

Menggunakan kekuatan fisik untuk melaksanakan peran dan tugas-tugas dakwah, seperti menunaikan kewajiban kemanusiaan dengan sebaik-baiknya, hendaknya menyiapkan sarana yang baik untuk mewujudkan keinginan yang baik, menggunakan kekuatan fisik untuk memenangkan kebaikan dan kebenaran, menunaikan tugas dan kewajiban yang dibutuhkan dakwah sesuai dengan jenjang tarbiyah yang dilaluinya.

Ketujuh, Dalam aspek usaha dan pekerjaan:

1.

Memiliki kemampuan untuk mendapatkan hasil usaha yang halal, memiliki kemahiran untuk profesi tertentu, yaitu dengan mewujudkan beberapa indikasi berikut:

a.

Mencari pekerjaan dan usaha dengan penuh izzah, serta dengan jelasnya pemahaman terhadap permasalahan rezeki dengan penuh keimanan.

b. c.

Menjalankan aktivitas ekonomi, dan melakukan pekerjaan yang bebas, dengan segenap kemampuan yang dimilikinya. Memahami bahwa pekerjaan sebagai pegawai negeri merupakan pintu rezeki yang paling sempit dan sulit, maka jangan membatasi diri hanya dengan pekerjaan tersebut, dan tidak menolak jika kesempatan itu diberikan kepadanya, serta tidak pula berhenti sebagai pegawai negeri, kecuali jika ia bertentangan dengan kewajibankewajiban dakwah.

d.

Selalu

berupaya yang

menunaikan ditekuninya

profesinya secara

dan

setiap dan

pekerjaan

profesional,

hendaknya ia menjadi teladan dalam pekerjaan tersebut,

247

yaitu dengan tidak berbuat curang, menetapi janji, dan loyal terhadap sumpah dan janji. e. Mendalami ilmu dan kemahirannya secara optimal, dan selalu meningkatkan potensi dan kemampuannya untuk kepentingan dakwah. f. Hendaknya yang menjadi titik tolak dan landasannya adalah dakwah, oleh karena itu jangan sampai ia melupakan dan menyia-nyiakannya. 2. Terwujudnya batas-batas interaksi materi

a.
b. c.

Menjauhkan diri dari perjudian dan sarana-sarana usaha yang haram, meskipun keuntungannya sangat besar. Menjauhkan diri sejauh-jauhnya dari praktek riba dan membersihkan diri secara total. Berupaya mencari usaha yang halal dan menjauhkan diri dari perkara-perkara syubhat (Menghindari syubhat, agar tidak terjerumus di dalamnya).

d.

Ekonomis dan hemat menggunakan harta untuk masa depan, serta menyisihkan (menabung) beberapa bagian dari penghasilan untuk keperluan-keperluan darurat, meskipun hanya sedikit.

e.

Tidak berlebihan dalam kebutuhan-kebutuhan skunder Hendaklah ia menjadi qudwah dalam interaksinya terhadap uang (harta): Dalam menetapinya Dalam memutuskan, memberikan dan menetapkan Cermat dalam mengelolanya Menunaikan pamrih. hak-hak manusia secara optimal tanpa

f.

g. h.

Tidak ambisius terhadap apa yang dimiliki orang lain. Seimbang dan adil dalam urusan-urusan dunia, serta zuhud terhadap harta kekayaan dunia yang fana, mengutamakan

248

kekekalan kehidupan akhirat, serta tidak menggantungkan dirinya kepada harta perhiasan dunia.

i.

Memberikan bantuan terhadap harta kekayaan dan asetaset Islam secara umum, yaitu dengan:

- Mendorong berdirinya perusahaan-perusahaan ekonomi
Islam.

- TIdak

menggunakan

sandang

dan

pangan

kecuali

produksi Negerinya dan Islam.

- Selalu berupaya untuk memberikan setiap qirsy256 yang
dimilikinya untuk penduduk negerinya yang muslim dan umat Islam secara umum sesuai kemampuannya. j. Menunaikan hak harta Menunaikan kewajiban zakat, untuk kepentingan dakwah, serta untuk kebutuhan-kebutuhannya yang dibenarkan dalam syariah. Menunaikan hak fakir dan miskin, berapapun penghasilan yang ia dapatkan. Berpartisipasi untuk aktivitas dakwah dengan memberikan bagian tertentu dari hartanya. Berjihad dengan harta

k.

Menjaga

adab-adab

Islami

dan

norma-norma

kemasyarakatan; menyayangi yang muda, menghormati yang tua, berlapang-lapang dalam majelis, tidak tajassus dan ghibah, tidak menimbulkan kegaduhan, meminta izin ketika masuk dan keluar suatu tempat, menjaga lisan, dll. l. m. Menunaikan hak-hak tetangga dan senantiasa menjaganya. Menghindari teman-teman yang buruk, rekan-rekan yang mengajak kepada kerusakan serta tempat-tempat maksiat dan dosa.

256

Satuan terkecil mata uang Mesir

249

n.
o.

Memutuskan hubungan dengan kelompok-kelompok dan institusi yang bertentangan dengan fikrahnya. Melepaskan diri dari berhubungan dengan organisasi dan kelompok apapun yang tidak mendatangkan kemaslahatan terhadap dakwahnya, dengan dengan terutama jika diminta untuk dalam meninggalkannya.

p.

Komitmen berinteraksi tertentu.

prinsip-prinsip organisasi

dakwahnya

dan

personal-personal

Kedelapan, dalam aspek masyarakat dan rumah tangga:

1.

Terhadap kerabat dekat dan anggota keluarga, dimana kita melakukan tarbiyah terhadap keluarga, sehingga menjadi rumah tangga muslim; a. Yang mampu mengarahkan anggota keluarga dan kerabat untuk menghormati fikrah dan menyebarkannya di tengah keluarga. b. c. Mampu memilih istri yang sholehah, dan mengarahkan untuk menunaikan hak dan kewajibannya. Baik interaksinya terhadap anggota keluarga, anak-anak dan pembantu. Baik dalam memberikan tarbiyah kepada anak-anak,

d.

pembantu, dan membangun lingkungan keluarga dengan prinsip-prinsip Islam.

e. f.

Menjaga adab-adab Islami dalam setiap aktivitas dan kesibukan rumah tangga. Menjaga silaturahim, dan selalu memenuhi kebutuhan serta berupaya untuk kemaslahatan anggota keluarga, dan kebutuhan mereka terhadap Islam.

g.

Membantu dakwah dan menyokongnya dari belakang keluarga untuk mengambil andil dalam pembinaan

2. Melatih

masyarakat, yang mencakup hal-hal sebagai berikut:

250

a. b.

Meningkatkan kemampuannya Mempelajari ilmu yang bermanfaat dan cocok Menggunakan sarana-sarana yang dibutuhkan Menciptakan teladan untuk hal tersebut Menggunakan metode bertahap dan hikmah serta memanfaatkan sarana-sarana yang paling baik.

c.
d. e.

f.

Memiliki aktivitas yang banyak, yang berupa gerakangerakan diri dan tanggap dalam beramal.

Target-targetnya adalah: a. Mendorong nilai-nilai keutamaan b. Menyebarkan dakwah kebaikan c. Semangat amar ma’ruf d. Memerangi kehinaan

e. Melatihnya untuk melakukan pelayanan umum terhadap
masyarakat dan tanggap untuk melakukan kebaikan dan kebajikan.

f.

Memberikan

kontribusi

dalam

mewarnai

kehidupan

masyarakat umum dengan fikrah-fikrah keIslaman.

g. Berupaya untuk menghidupkan adat-adat Islami yang hilang,
serta memberikan pencerahan keimanan terhadap adat-adat Islami dan menghilangkan aib-aib yang masih ada. h. Ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia, menyebarkan kebaikan dan kebajikan untuk manusia, serta tanggap dalam melakukan amal-amal kebaikan.

i.

Ikut memberikan peran dalam menciptakan perbaikan, dan menolak kerusakan di tengah masyarakat melalui upayaupaya konstitusional.

j.

Menjaga unsur-unsur penyokong kekuatan, perbaikan, dan pembangunan di tengah masyarakat, dan melawan sikap masa bodoh, upaya-upaya kehancuran, dekonstruksi, serta ikut serta dalam mengarahkan dan mengoptimalkan potensi masyarakat.

251

k. Menyebarkan semangat persatuan dan kerjasama antara
kita, bangsa-bangsa Arab, dan masyarakat Islam, serta memerangi perpecahan dan penyimpangan. Kesembilan, dalam aspek dakwah:

1.
2.

Kemampuan

menyebarkan

dakwah

dan

menjadikan

fikrah

Islamiyah sebagai opini umum di masyarakat. Kemampuan dalam menghimpun manusia kepada kitab Allah, dan membangkitkan keimanan dari dalam hati, serta memilih orang-orang yang mengusung risalah dakwah.

3.

Latihan untuk memimpin masyarakat menuju kebaikan, dan hendaknya di antara bangsa-bangsa ini kita bergerak untuk menyadarkan, membimbing dan mengarahkan mereka, serta mengenal kondisi dan problematika yang mereka hadapi.

4.

Berupaya untuk menyadarkan umat, menjelaskan kepada mereka tentang realita kehidupan umat Islam, tentang apa yang sedang terjadi, tentang bahaya dan konspirasi yang berada di sekeliling mereka, dan mengajarkan kepada mereka bahwa Islam tidak rela terhadap mereka pengecilan harus hak-hak kebebasan dengan dan kemandirian, dan harta-, termasuk tentang kejayaan dan panggilang jihad –walaupun memenuhinya darah memberikan ruh optimisme dan memerangi keputus-asaan dan kegagalan.

5. 6. 7.

Fiqh (seni) menghadapi problematika dan batasan-batasannya Fiqh (seni) menyampaikan amar ma’ruf nahi munkar Menguasai fiqh jihad, yaitu:

a.
b.

Mengorbankan diri, harta dan waktu untuk mewujudkan citacita. Gambaran-gambaran jihad yang berbeda-beda dan bagaimana menjalankannya.

c.

Senantiasa istishhab niyyatil Jihad (menyertakan niat jihad), kecintaan terhadap mati syahid dan pengorbanan di jalan Allah.

252

d.

Berupaya melahirkan mujahid-mujahid yang produktif dan bijak, yang bisa mewujudkan keuntungan besar dengan pengorbanan yang sedikit.

e.

Sikap kami terhadap kekerasan dan terorisme, adalah dirasah syar’iyyah (tinjauan syariat), dan dirasah tarikhiyyah (tinjauan empiris).

f.

Tidak

melakukan

sebuah

aktivitas

yang

memberikan

pengaruh yang signifikakn, kecuali dengan izin. 8. Mengenal undang-undang perbaikan masyarakat, menjaga

keseimbangan ekosistem dan tidak melalaikannya. Kesepuluh, Dalam aspek jamaah:

1. Menguasai fiqh syuro, baik teori, penerapan dan praktek:
a. b. c. Urgensi kelembagaan dakwah Jauh dari dominasi perorangan Adab dalam ikhtilaf

2. Penguasaan terhadap fiqh keputusan (nota-nota kesepahaman)
dan batas-batas setiap hubungan, baik dalam lingkup ukhuwah dan rasa cinta sesama aktivis dakwah, yang seyogyanya bukan pertentangan dan permusuhan, maupun dalam lingkup pandangan yang komprehensif dalam memperhatikan dan memahami urusanurusan dakwah.

3. Tsiqoh terhadap qiyadah dan taat kepadanya, mengenal secara
sempurna dan berkumpul di sekitarnya: a. b. c. d. Selalu memiliki keterikatan hati dan amal dengan qiyadah. Mengenal mereka Memberikan nasehat dan masukan kepada qiyadah Memposisikan qiyadah secara benar dan interaksi tarbiyah yang sempurna dengannya, demi mewujudkan: 1. Posisi orang tua dalam ikatan hati

253

2. Posisi seorang guru dalam memberikan pengajaran ilmu. 3. Posisi seorang syaikh dalam aspek pendidikan rohani. 4. Posisi dakwah. e. Hendaknya qiyadah memiliki hak memberikan keputusan antara kemaslahatannya Pribadi dan kemaslahatan dakwah secara umum. f. Hendaknya qiyadah memiliki rujukan dan evalusi seorang pemimpin politik dalam secara menentukan umum dalam kebijakan-kebijakan

4. Mewujudkan batas-batas gerakan yang dibutuhkan:

a. Terwujudnya semangat keprajuritan yang terus menerus
(kesiapan dan kesiagaan), dimana seorang jundi dakwah senantiasa merasakan dirinya sebagai prajurit yang berada di barak-barak militer yang sedang menunggu perintah, apapun jenjang tarbiyahnya. b. Menguasai adab-adab evaluasi dan komitmennya terhadap adab-adab tersebut. c. Dipercaya dalam menyampaikan, yaitu dengan kejujuran, amanah terhadap perkataan, amanah dalam memindahkan –baik uang maupun barang-, memurnikan diri dari syahwat. d. Menguasai kesiapan sarana-sarana meletakkan tarbiyah dan penerapannya; di bawah kondisi kesehariannya

kondisi dakwah. 5. Fiqh dakwah dan batas-batas fiqh pelaksanaan, memilih pendukung dakwah dan mentarbiyah mereka, dan melakukan aktivitas-aktivitas produktif. 6. 7. Menjaga fiqh prioritas Mengupayakan terwujudnya kemurnian jamaah dari ketergantungan terhadap prinsip-prinsip, figuritas, dan organisasi tertentu, dan hendaknya ia komitmemn terhadap timbangan

254

dakwah dalam berinteraksi dan berhubungan dengan masyarakat dan organisasi-organisasi lain. 8. Interaksi yang benar terhadap instruksi-instruksi qiyadah, yang terlihat dari hal-hal berikut: a. Cara menerima perintah dan melaksanakannya

b. Sam’an wa tha’atan, dalam keadaan giat maupun malas,
dalam keadaan sulit maupun mudah, selama perintah tersebut bukan kemaksiatan. c. Segera menunaikan perintah d. Menyampaikan nasehat dan mengerahkan kesungguhan untuk itu, sesuai dengan arah perjalanannya yang benar. e. Tidak ada tempat untuk keraguan, perdebatan, menjelekjelekkan, saling bantah, sungkan atau keraguan.

f. Menanamkan

keyakinan

bahwa

pandangan

dirinya

berpeluang keliru dan pandangan qiyadah adalah kebenaran dalam perkara-perkara ijtihadiyah, yang tidak terdapat nash atau hukumnya. Tidak mengapa meminta penjelasan terhadap sesuatu yang belum dipahami dengan tetap mengedepankan semangat sam’an wa tha’atan.

Bab V

Membangun Keluarga Muslim

Membangun Keluarga Muslim • Urgensi Membangun Rumah Tangga Rumah tangga adalah kawasan kedua pada tingkatan amal dan targettargetnya dalam dakwah Ikhwan. Ia merupakan bagian dasar dari struktur bangunan masyarakat dan perbaikannya. Tidak hanya karena

255

peran rumah tangga dan seorang akh dalam mendukung proyekproyek dakwah, tapi juga karena keluarga merupakan batu pijakan dasar yang orisinil yang tidak ada gantinya dalam membangun sebuah masyarakat. Masyarakat tidak akan baik, kecuali dengan baiknya bangunan keluarga. Tidak pernah tergambar bahwa terdapat sebuah masyarakat muslim yang mulia dan menegakkan prinsip-prinsip Islam, sementara rumah tangga dan keluarganya lemah dan sangat jauh dari indikasi dan gambaran masyarakat yang menerapkan manhaj Allah. Imam Syahid berkata, “Apabila sudah terbangun keluarga yang shalih, maka umatpun akan menjadi shalih, karena umat merupakan kumpulan keluarga. Dengan kata lain, sesungguhnya keluarga adalah miniature umat, sementara umat adalah keluarga yang besar.”257 Beliau juga berkata, “Kami menginginkan kebangkitan laki-laki dan perempuan secara bersama-sama, mengumumkan adanya takaful dan emansipasi serta menetapkan tugas masing-msing secara rinci.”258 “Untuk itu, kami juga memperhatikan kaum wanita sebagaimana perhatian kami kepada kaum pria. Kami juga memperhatikan anakanak sebagaimana perhatian kami kepada pemuda.”259 Imam Syahid memberikan beberapa gambaran dalam pembentukan keluarga, yang terus menerus ditingkatkan dari batas minimal hingga menjadi model yang diinginkan, yakni dari; menghargai fikrahnya, hingga pembinaan kelaurga muslim teladan dalam setiap aspek kehidupan. Imam Syahid berkata, “Pembentukan kelurga muslim, yaitu dengan mengkondisikan keluarga agar menghargai fikrahnya, menjaga etika Islam dalam setiap aktivitas kehidupan rumah tangganya, memilih istri
257 258 259

Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru), hal. 236 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal. 94 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda), hal. 177

256

maka mereka akan bisa membangun sebuah keluarga ideal. karena keluarga merupakan kumpulan individu. Dengan demikian. 260 261 Risalah. mendidik anak-anak dan pembantunya dengan didikan yang baik. hal. Jika anggota keluarga yang laki-laki shalih dan yang perempuan shalihah –keduanya merupakan pilar keluarga. sesuai dengan model yang telah dituntunkan oleh secara proporsional oleh Islam. hal. Ta'alim (Risalah Ta'alim). Pengarahan yang benar untuk melaksanakan tugas dengan benar. Keinginan yang kuat 4. namun ia lebih luas dan mencakup seluruh anggota keluarga dan karib kerabat. Imam Syahid menyebutkan beberapa hal yang harus dipenuhi dan dilaksanakan: 1. Pandangan yang benar 3. Tubuh yang sehat 5. “Perbaikan dalam skala individu akan berpengaruh bagi perbaikan keluarga.”261 Dalam melakukan perbaikan untuk skala individu.yang baik dan menjelaskan kepadanya hak dan kewajibannya. serta membimbing mereka dengan prinsip-prinsip Islam. maka perhatian untuk membentuk rumah tangga muslim harus diberikan sejak dini.”260 Rumah tangga yang dimaksudkan adalah tidak hanya sebuah rumah tangga yang kecil yang terdiri dari pasangan suami isteri serta anakanak. dan mempersiapkan mereka untuk membangun rumah tangga dan memilih istri yang baik. 236 257 . baik laki-laki maupun wanita. • Urgensi Perbaikan Diri Setiap individu adalah labinah dalam keluarga. Imam Syahid berkata. Perasaan dan nurani yang peka 2. yaitu dengan mempersiapkan setiap individu. memperbaikinya merupakan langkah mendasar untuk memperbaiki rumah tangga. 360 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).

mampu mengegolkan misi kebenaran dan kebajikan. 235 Ibid 258 . dan kesehatan badan. berakhlak Islami untuk menguatkan keinginannya. kesempurnaan akhlak. “Sesungguhnya.yang akan mewujudkan pribadi aktivis sekaligus pemikir dan anasir produktivitas yang pemberani.Imam Syahid menyebutkan 10 sifat –selain beberapa sisi lain dalam pembentukan Pribadi. hal. Islam juga menginginkan sebuah pandangan yang benar dalam memahami sesuatu itu ‘benar’ atau ‘salah’. minum. tubuh yang sehat yang siap mengemban berbagai tugas kemanusiaan secara baik. Imam Syahid berkata. dan menjadi perangkat yang layak untuk mewujudkan cita-cita mulia. sebuah keinginan yang kuat yang tidak akan pernah melemah dalam membela kebenaran.”263 262 263 Ibid. keluasan cakrawala berpikir.hendaklah selalu dalam kehalusan nurani. ukhti muslimah – sebagaimana kami nasehatkan kepada al akh muslim. Islam menginginkan dalam diri setip mukmin perasaan dan nurani yang peka.” Kaidah-kaidah ini tidak hanya diperuntukkan bagi laki-laki dan meninggalkan kaum wanita. melainkan keduanya memiliki kedudukan yang sama dalam pandangan Islam. belajar apa saja yang memungkinkan dipelajari untuk memperluas cakrawala berpikirnya. yang memiliki keistimewaan dalam aspek-aspek mendasar ini. sehingga dapat membedakan antara kebaikan dan keburukan. kami sangat menganjurkan kepada setiap akh agar beribadah sebagaimana yang diperintahkan Allah untuk meningkatkan kualitas ruhiyahnya. dan komitmen dengan tata aturan Islam dalam hal makan. dan tidur sehingga Allah senantiasa menjaganya dari marabahaya.”262 Dan hal ini bisa diwujudkan dengan menerapkan manhaj Islam dalam aspek-aspek berikut: “Oleh karena itu. Oleh karena itu.

Membangun rumah tangga muslim dari pasangan suami istri yang muslim dan shalih-shalihah. e. dengan sebaik-baiknya bimbingan. yang mencakup hal-hal berikut: a. Kemampuan pendidikan ayah dalam memberikan dan tarbiyah dan serta terhadap anak-anak pembantu 264 ibid 259 . d. 2. sebagai berikut: Komiten dengan prinsip-prinsip syariat dalam membangun rumah tangga muslim. Masing-masing pasangan menunaikan kewajiban dalam rumah tangga.”264 Kita 1. mengantisipasi apa saja yang bisa menghadang kehidupan rumah tangga dari berbagai problem secara tepat dan cermat. serta hubungan yang romantis di dalam keluarga. Berupaya untuk melahirkan dan menumbuhkan mawadah (rasa cinta) dan rahmah. (mulai dari memilih calon pasangan hidup). dan mengambil jalan pertengahan dalam setiap permasalahan.• Kaidah dan Tujuan Pembinaan keluarga Muslim Imam Syahid menjelaskan tentang kaidah dan tujuan umum dalam pembentukan keluarga muslim: “Islam telah membimbing kita dalam membangun rumah tangga. dapat meringkas target-target umum dan khusus dari pembentukan keluarga muslim. Dia juga mengikat suami istri dengan ikatan yang kokoh. Satu sama lain bekerjasama dalam melaksanakan tugas masing-masing. menentukan hak dan kewajiban mereka. mewajibkan mereka untuk menjaga buah pernikahan ini sampai matang tanpa cacat dan cela. Mampu menyelesaikan setiap persoalan keluarga dan konflik suami isteri dengan baik. tidak berlebihan dan tidak meremehkan. b. c.

Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). selainnya). Mampu berinteraksi dengan anak-anak secara baik di setiap fase pertumbuhan mereka. Komitmen dengan norma dan adab-adab Islam dalam setiap aspek kehidupan. menutup aurat atau berhijab. nikmat-nikmat dan Allah. memberikan nasehat. c. setiap melalui target-target dan prosedur khusus berikut: 1. Membiasakannya untuk mencintai Allah dan rasulNya.mengkondisikan mereka dengan nuansa keluarga yang Islami: a. serta norma-norma sosial penting yang lain. mencintai bershalawat Rasulullah senantiasa 260 . berbicara. Mujahidun Linasihi (kuat kesungguhan jiwanya). meminta izin. kebersihan. minum. Nafi’un Li Ghairihi (Bermanfaat bagi 2. Qadirun Alal fi Kasbi (mampu berekonomi). Seperti ketika makan. Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya).masa menyusui – Anak usia dini – balita – dan remaja). mengenal Saw. menghormati yang tua. Mewujudkan pertumbuhan Salimul Akidah (bersih akidahnya). menyayangi yang muda. dengan tetap menjaga karakteristik setiap fase pertumbuhan anak (Sejak dilahirkan . Kaum ayah mampu menggunakan metode dan saranasarana tarbiyah yang benar terhadap anak-anak. b. Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya). 3. bercanda. Membentuk kepribadian 10 paripurna. d. shahihul Ibadah (benar ibadahnya). lembut terhadap hewan. Mampu mengatasi problematika muslim sifat yang yang dalam ditemui selama yaitu masa mendidik anak-anak. Harishun Ala waqtihi (Cermat mengatur waktunya). zikir. seluruh Munazhamun Syu’unihi (terorganisir urusannya). tidur.

membaca. 9. Menggali dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. dan riset ilmiah. bangga Islam dan peradabannya.kepadanya. keterikatan Quran dan selalu menjaganya. membangun timbangan yang benar untuk membedakan antara yang baik dan salah. Memperhatikan aspek-aspek pendidikan. Pembangunan rasa cinta dan hubungan yang baik ini sangat penting. dalam permainan yang bermanfaat dan permainan olahraga yang bermanfaat. mempelajari beberapa bahasa asing. dan memproteksi anak-anak kebohongan-kebohongan terhadap 11. dll. Menyadarkan khurafat Islam. serta membentuk standar akhlak dan budi pekerti yang luhur. mencintai memiliki shalat dan senantiasa dengan Al menunaikannya. mengenal kontribusi yang diberikan Islam kepada dunia. Membangun sifat mawas diri Membiasakannya untuk selallu menyukai kebaikan (kemuliaan). dan bangga dengan bahasa Arab dan kemahiran menggunakannya. seperti. kesehatan mewujudkan dan pertumbuhan anak-anak. 261 . 10. 5. 6. serta memberikan keahlian tertentu. komputer. agar penerapan dan pelaksanaannya selalu benar. Menumbuhkan kesungguhan. skala serta keselamatan dan dalam minimal. 7. dari berprestasi dan istimewa sebagai target. Mengutamakan pemberian model dan qudwah Membiasakan produktif. Menyalurkan bakat dan kemampuannya. ruh kesabaran keberanian. dan disiplin vitalitas. 8. e. psikologi. Menanamkan loyalitas terhadap Islam. dan membenci kehinaan. 4.

dididik untuk untuk menjalankan peran sosial mereka di masyarakat. 4. teman-temannya. Mengkondisikan keluarga agar menghargai fikrahnya Menjaga etika Islam dalam setiap aktivitas kehidupan rumah tangganya. maka hendaklah mereka c. b. Menjalankan peran sosial rumah tangga: a. Ta’aruf. karib kerabat. 2. tafahum dan takaful. Melatih dan mengajarkan mereka bagaimana menjalin hubungan baik dengan orang lain. tetangga. d. saudari wanitanya. a. g. takaful dan jalinan hubungan yang baik dengan mereka (suami istri berupaya menunaikan kewajiban tersebut). Interaksi yang baik dengan anggota keluarga. Mengenalkan kebutuhan-kebutuhan pokok manusia. 3. dan menjaga keseimbangan antara dorongan syahwat dengan pemahaman Islam.f. dan hal itu tercakup dalam beberapa hal berikut: 1. Adapun terhadap anak-anak. agar bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk mandiri secara ekonomi. Selalu bersikap positif dalam berhubungan dengan masyarakat: Melatih perbaikan dan di mengajaknya masyarakat untuk sesuai melakukan dengan kemampuannya. Baik dengan orangtua. karib kerabat dan tetangga dengan mengenal hak-hak mereka serta menunaikannya. 262 . Terlaksananya rukun-rukun rumah tangga antara anggotanya. dan hendaknya bersama-sama mewujudkan persatuan. Mengajarkannya beberapa keahlian dan profesi tertentu. keterikatan dan kesepahaman. yang tua dan yang muda.

Mempersiapkan diri untuk kepentingan masa depan. ibu rumah tangga. serta apa saja yang ia butuhkan untuk hal itu. Mengajarkannya adab-adab melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar. managemen. Kita juga memperhatikan agar mereka pendidikan memiliki anak-anak perempuan mereka kemahiran yang butuhkan nanti dalam menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga. 4. melalui saranasarana dan maslahat kehidupan. undang-undang.b. Memiliki perhatian dan terhadap negerinya. 7. 6. hubungan antara keduanya. dan kepribadian yang mampu berdikari. Memiliki kemampuan dalam interaksi dengan masyarakat dan seluruh instansinya. Seperti menguasai keahlian-keahlian kemampuan yang dibutuhkan hadits. kekonstitusian. Mengenal ragam tipikal manusia. kemampuan berinterkasi dengan problematikanya sesuai dengan pandangan Islam. khutbah. internet. kemajuannya. Ikut serta dalam melakukan kebaikan dan aktivitas sosial. bahasa. c. 5. dan hubungannya dengan seluruh anak manusia di dunia. dll. serta d. perkembangan. Mempelajari norma-norma hubungan dan kerjasama sosial serta metode yang benar dalam interaksi dengan orang lain. ilmu kesehatan. dan menekuni profesi tertentu yang bermanfaat. seperti persiapan menjadi seorang ayah. maka mereka juga harus dididik agar siap menunaikan kewajiban 263 . untuk itu. problematika keluarga. begitupula halnya dengan anak laki-laki. serta peran laki-laki dan wanita dalam kehidupan.

serta dalam menjalankan peran mereka terhadap keluarga dan dakwah. pendidikan. b. yang peka dan segenap problematika dan permasalahannya. hubungannya dengan umat Islam. Memberikan perhatian yang besar terhadap peran wanita. fenomena usaha-usaha mandiri dalam rumah tangga. konsumtif dan memerangi pemborosan kebiasaan berhutang. dan hendaknya mereka mendapatkan bantuan dan dukungan dalam mewujudkan keseimbangan terhadap perannya di segenap aspek. dan hendaknya kaum wanita mendapatkan semua hak-haknya.mereka sebagai kepala rumah tangga. baik partisipasi politik. produktif. tarbiyah dan pembinaannya: Hendaknya menyiapkan ia menjalankan yang perannya kuat dan yang penting dalam generasi membangun keluarga muslim. Mewujudkan Mengurangi berlebihan. bangga dengan sejarah dan peradabannya. bekerjasama dengan kaum wanita. begitupula perannya di tengah masyarakat. sosial dan lain-lain. Mewujudkan hubungan antara keluarga dan umat Islam secara umum. Kaum wanita juga tidak boleh menerima perlakukan kasar dan kekerasan. 6. hal ini menunjukkan besarnya perhatian beliau terhadap pembinaan dan kemajuan kaum wanita. 5. ekonomi. Keluarga yang mampu keluarga budaya mengatur yang dan kehidupan dan ekonomi mendorong yang rumah tangga: a. kecuali pada kondisi-kondidi darurat. Imam Syahid telah mendirikan sebuah divisi akhwat muslimat. 8. 264 .

Menjaga keseimbangan ekonomi keluarga dan cermat dalam mengelola dan memanage keuangan. Hal ini dilakukan dengan tetap memperhatikan penahapan dalam menerapkan target-target ini. 9. melalui beberapa jenjang yang berbeda-beda.c. dan bukan pula jadwal pelajaran. keadilan dan persamaan hak. Proyek ini juga tidak terbatas pada rumah tangga Ikhwan saja -walaupun ini merupakan dasar utama proyek ini-. mempersiapkan keluarga agar mampu memikul beban dakwah dan sabar di atas jalannya. maka hendaknya ia mampu berinteraksi dengan problematika keumatan. serta nilai-nilai kebebasan. namun ia adalah sebuah kehidupan dan praktek nyata terhadap semua aspek Islam yang beragam. yaitu dengan menggunakan program-program yang variatif dan publikasi yang baik dan 265 . kemajuan. Melindungi keluarga dari unsur-unsur perusak. kemudian secara perlahanlahan bertambah dalam dan luas. Berpartisipasi dalam dakwah untuk agama Allah. menjaga kemandiriannya. Hendaknya keluarga –dengan seluruh anggotanya- memberikan kontribusi sebagai warga Negara: (Terutama bagi keluarga besar). d. serta kerja keras untuk mewujudkan rumah tangga muslim yang ideal. baik dari dalam maupun dari luar. bukanlah semata proyek mata kuliah yang bisa dibaca oleh anggota keluarga. 8. 7. Maka kami memulainya dengan yang paling mudah dan dengan metode yang sederhana. Proyek pembentukan keluarga muslim. namun untuk seluruh rumah tangga di masyarakat. Memanfaatkan pengalaman-pengalaman keluarga yang sukses serta saling membantu antar keluarga.

266 . dan basis-basis dakwah ini bisa jadi adalah salah satu anggota keluarga. namun ia hanya bisa diselesaikan dengan kepekaan dan tanggapan positif. yang akan memainkan perannya melalui pengarahan dan bimbingan yang benar. Keluarga dan masyarakat saling memberikan pengaruh satu sama lain. yang menyalurkan terhadap pengaruh-pengaruh dakwah. dan memberikan pengaruh positif seperti yang diharapkan. Permasalahan tidak akan dapat diselesaikan dengan menutup diri. dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan keluarga.terarah. Termasuk hal yang penting dalam hal ini adalah menghidupkan nuansa takaful dan tolong-menolong antar keluarga dan rumah tangga. kami selalu berupaya untuk mendapatkan hasil final yang positif. Seluruh sarana yang ada di masyarakat. baik laki-laki dan wanita dalam membentuk keluarga muslim. Oleh karena itu. Kita juga dituntut untuk memberikan perhatian yang besar terhadap pembinaan pemuda. memberikan contoh nyata model rumah tangga muslim ideal. studi problematika rumah tangga dan solusi-solusinya. Sebuah rumah tangga muslim tidak menyendiri dalam sebuah komunitas dan terpisah dari problematika dan permasalahan masyarakat. dan hendaknya sebuah keluarga muslim menjadi basis dakwah dalam himpunan keluarga yang besar. memanfaatkan hari-hari besar Islam dan kegiatan-kegiatan publik dalam memperbaiki perspektif masyarakat. baik dalam pembinaan keluarga maupun masyarakat. perhatian besar keberadaan basis-basis dakwah di dalam setiap keluarga. jika kita mampu memanfaatkan dan mengoptimalkannya. serta membantu mereka untuk memilih pasangan hidup yang sesuai dan baik.

Mencegah dari permasalahan dan sebab-sebab kehancuran Mendeteksi penyakit-penyakit sosial di masyarakat dari akarnya. Imam Syahid berkata. c. g. b. d. f. dengan keyakinan bahwa setiap permasalahan yang didera ada obatnya. tanpa meninggalkan kaidah-kaidah rinci. yang disodorkan oleh Islam adalah upaya(pencegahan) terhadap menyebabkan 267 . Meletakkan kaidah-kaidah umum yang global. adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Syahid berdasarkan kepada nilai-nilai yang telah ditetapkan. Pertama. dan yang mengarah kepada kesukaran. e. diantara: a. sehingga dapat menyentuh semua umat manusia. Menjadikan asas kesembuhan dan obat pertama dalam setiap perbaikan masyarakat adalah shalihnya jiwa dan eratnya ikatan sosial antar anggota masyarakat. “Setelah meletakkan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat. Islam menetapkan metode penerapan Dakwah dilakukan dengan penuh hikmah. nasehat kepada kebenaran. Mencegah kesulitan.Bab VI Bekerja Bersama Masyarakat Bekerja Bersama Masyarakat • Manhaj Islam dalam Membangun Masyarakat Manhaj Islam dalam membangun masyarakat dan menjaga keselamatannya. dan penerapan yang baik. upaya preventif Islam berupaya mengantisipasi hal-hal berbagai yang macam problematika sosial.

keluarga. Islam merupakan syariat yang sesuai dengan dimensi ruang dan waktu. dan masyarakat terlaksana-. sekaligus menjelaskan cara-cara penerapannya. sehingga terwujudlah apa yang difirmankan oleh Allah.” (Q.      Artinya:                 “Dan tiadalah kami mengutus kamu. dan yang mengarah kepada kesukaran. Islam menghendaki kemudahan bukannya kesulitan. Terhadap masalah-masalah yang terlanjur muncul. Islam melingkupi semuanya. Obat pertama dalam setiap perbaikan masyarakat adalah shalihnya jiwa dan eratnya ikatan sosial antar anggota masyarakat. Islam juga memberikan jalan keluar yang bersifat kuratif (pengobatan). Islam juga memerintahkan zaman dan waktu untuk menjalankan perannya. Oleh karena itu. hal. maka risalahpun akan sampai ke setiap telinga dan hati manusia.”265 Sebagaimana Imam Syahid juga menjelaskan tentang ikatan dan hubungan antara anggota masyarakat. Hal itu berarti fikrah kami telah diterima masyarakat. Setiap penyakit pasti ada obatnya.timbulnya masalah. yang berdiri di atas prinsip-prinsip ini dalam Islam: 265 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).S Al Anbiya: 107) Jika keyakinan terhadap apa yang kami paparkan di atas mulai menguat dan menuju pencapaian hasil yang telah kami gariskan –sehingga sistem Islam yang terkait dengan individu. 237 268 . Penyebaran dakwahpun harus sampai menyentuh semua kalangan manusia. Tidak ada permasalahan yang tak ada jalan keluarnya menurut Islam. Islam meletakkan kaidah yang bersifat global tanpa meninggalkan hal-hal yang berifat rinci. melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. dan dakwah kami mendapat sambutan dari umat. Ia tidak mengajak manusia meniti jalan kesulitan.

oleh karena itu Islam juga menjelaskan tentang kaidah-kaidah hubungan luar negeri. 3. 6. Islam memerinci tugas. serta mengikis habis apa saja yang bisa memporakporandakan ikatan ini. Semua manusia di 269 . Menjelaskan tentang peran pemerintah dan yang diperintah. Menetapkan batas-batas hubungan antara Negara. Islam juga menentukan hak dan kewajiban setiap anggota masyarakat. atau majikan dengan budaknya.1. 2. kecuali oleh takwanya. Islam juga tidak melebihkan pemimpin dengan yang dipimpin. kerjasama dalam kebaikan dan kebajikan. Dalam kehidupan bernegara. 7. Menjadikan prinsip dasar hubungan umat Islam dengan umat-umat yang lain adalah Dakwah. Imam Syahid berkata. Seorang bapak dalam rumah tangga mempunyai hak dan kewajiban tertentu. bahkan sampai pada itsar (mendahulukan kepentingan saudaranya). Setiap mukmin harus senantiasa meningkatkan kualitas ukhuwah ini menuju terwujudnya mahabbah (saling mencintai). “Islam telah memberi tuntunan kepada umat ini berupa kaidah hubungan sosial untuk mewujudkan kesejahteraan. Islam pun mengikat antar individu dalam umat ini dengan ikatan ukhuwah dan menjadikannya sebagai konsekuensi dari keimanan yang tertanam dalam dada mereka. dan kerabatnya. dengan tidak menjadikan yang satu lebih utama dari yang lain. 5. dan Islam telah menghilangkan seluruh anasir yang dapat melemahkan ikatan ini. keutamaan masyarakat persamaan hak di hadapan hukum. demikian juga ibu. hak dan kewajiban masing-masing. kewajiban. Ikatan ukhuwah dan cinta antara anggota masyarakat. serta solidaritas sosial antara anak manusia. serta hak penguasa dan rakyatnya secara cermat. Ia menjelaskan pola interaksi antar pihak secara detail. 4. Menetapkan Menetapkan batasan-batasan standar muamalah di dan interaksi serta umum dengan sangat jelas. anak. Batas-batas hak dan kewajiban antara anggota masyarakat.

sampai masalah yang sekecil-kecilnya. keduanya tidak mungkin dipisahkan.267 Imam Syahid berkata.” 266 267 Ibid. anak-anak. hal.sisi Allah sama derajatnya. termasuk gerakan dakwah di dalamnya. mencakup semua elemen masyarakat. layaknya gigi sisir yang sama rata. nilai-nilai dan ajaran Islam. maka kalian harus menuntut dengan hak Islam untuk mendirikan sebuah pemerintah yang memperhatikan prinsip. Pembentukan Pribadi muslim dan rumah tangga muslim merupakan unsur mendasar dalam pembentukan masyarakat muslim. membutuhkan kecenderungan penguasa terhadap Islam dan syariatnya. dewasa dan orangtua. biak laki-laki maupun wanita. dan ini merupakan fase perbaikan selanjutnya. menyampaikan nasehat dan mensosialisasikan manhajmanhaj Islam dalam setiap aspek kehidupan masyarakat. “JIka tujuan-tujuan ini –perbaikan individu dan masyarakat muslim. menjelaskan hak dan kewajibannya masing-masing.266 • Urgensi Bekerja Bersama dengan masyarakat Bersinergi dengan masyarakat untuk membentuk sebuah masyarakat muslim dalam tampilan dan shibghahnya. strata dan kelompok-kelompoknya. di terus diserukan kepada penguasa dalam berbagai tingkatannya. 236 Lihat: Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya) 270 . namun ini tidak menghentikan proyek perbaikan di masyarakat. dan hal ini dengan pengetahun yang mendalam bahwa: Perubahan secara total terhadap masyarakat. remaja. pelajar. Yang membedakan antara satu dengan yang lain adalah ketakwaan dan amal shalihnya.tidak bisa diwujudkakn kecuali di bawah naungan sebuah pemerintah yang shalih. Islam juga menggariskan tata aturan dalam hubungan antar bangsa. Imam Syahid menetapkan target dan aspek-aspek perbaikan secara gradual di masyarakat.

“Tidak ada kebangkitan umat tanpa di dasari akhlak. dan dengan tetap menjaga adab dan upaya untuk menarik hati. Maka adalah sebuah keharusan menyiapkan dan mentarbiyah bangsa dan anggota masyarakat. Imam Syahid berkata. jika suatu umat mampu mengokohkan semangat jihad dan 268 269 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna) Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Sebagaimana yang disampaikan Ikhwanul Muslimin kepada pemerintah dengan lisannya. 214 271 . “Walaupun demikian.Ikhwanul Muslimin menyampaikan program-program perbaikan kepada pemerintah yang berkuasa.”269 Oleh karena itu perbaikan masyarakat dan menshibghahnya dengan shibghah Islam merupakan sebuah kemestian. kami tetap akan berada pada posisi orang-orang yang memberi nasehat. hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Syahid. sehingga tiba masanya terbentuk sebuah pemerintah Islam. berkumpulnya dalam barisan dakwah dan syariat Islam serta dan memintanya. dengan tujuan membantu mereka dalam merealisasikan aspirasi Ikhwan. sehingga mereka tidak ikut serta dalam melakukan kemungkaran dengan dalih politik. sehingga Allah membukakan kebenaran antara kami dan kaum kami dan sesungguhnya Allah adalah Sebaik-baiknya pembuka (pemberi kemenangan).268 Walaupun tidak mendapat sambutan baik dari pemerintah yang berkuasa. hal. Ikhwan tetap akan memberikan nasehat. maka adab dan seni penyampaian juga harus dijaga dan tanpa perasaan rendah diri sebagaimana yang diajarkan Islam. namun hal ini harus tetap berada dalam koridor syariat. Karena konsep perbaikan ini juga kadang-kadang disampaikan kepada masyarakat nonmuslim. terpenuhinya aspek-aspek akhlak dan norma-norma dakwah yang diinginkan.

mampu mengekang dorongan hawa nafsu dan syahwatnya. “Dekadensi moral. namun ia adalah proyek yang berkesinambungan dan terus-menerus untuk membangun kebangkitan umat. hal. Inilah penyakitnya dan obatnya adalah dengan satu kalimat saja. bersikap pengecut dan takut menghadapi kenyataan. Upaya yang harus kita tempuh tidak lain adalah mengobati jiwa manusia dan meluruskan moral bangsa.pengorbanan. serta mencari tampilan-tampilan keIslaman diantara aliran yang menghanyutkan ini. Bersinergi dengan masyarakat dalam upaya mempersiapkan dan mentarbiyahnya. yang merupakan lawan dari sifat-sifat buruk ini. 157 271 Risalah. Imam Syahid berkata. Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). mendahulukan kepentingan Pribadi di atas kepentingan umum. 152 272 . serta perpecahan –semoga Allah menghancurkannya-. hilangnya standar nilai yang agung. tidak semata-mata merupakan tahapan pertama untuk memudahkan berdirinya Negara Islam. Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. yakni perbaikan jiwa.S Al Syams: 9-10)271 Tentang metode dan manhaj perbaikan.             Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. hal. maka ia mampu menjemput kemenangan. (Q. lari dari persoalan dan tidak berusaha untuk mengantisipasinya. namun ia 270 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). sehingga seorang da’I membutuhkan kekuatan dan kesadaran yang luarbiasa. “Prilaku buruk dan fenomena kehidupan tidak Islami telah merajalela dalam kehidupan kita. ia tidak berhenti dan mengendor hanya dengan berdirinya Negara.”270 Imam Syahid juga menjelaskan tentang penyakit yang didera oleh masyarakat.

ia 272 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). “Hendaknya tarbiyah menjadi penopang utama kebangkitan. bisa dipraktekkan. Maka bangsa-bangsa Islam di Timur harus menjadikan seluruh rangkaian fenomena kehidupan sosial itu sejalan dengan etika dan ajaran Islam. ada dua hal yang harus dipenuhi. dan menyebarkan kekuatan iman di hatinya. dan perjuangan yang panjang. dan dilindungi oleh penguasa.adalah jalan panjang dari proyek tarbiyah dan menyempurnakan kebangkitan umat. kemudian ditarbiyah untuk meyakininya. 48 273 . maka materi-materinya harus sedikit sesuai dengan kemampuan. walaupun sedikit. diatur oleh sistem hukum. dan setiap umat yang berupaya melanggar batas-batas tabiat tersebut maka ia tidak akan mendapatkan apa-apa. Adapun manhaj. hal.” Oleh karena itu. maka yang pertama adalah umat mendapatkan tarbiyah dan memahami haknya secara sempurna. maka harus dipilih dan ditentukan secara cermat. praktek dan spirit. kesulitan. maka umat harus menanamnya dengan penuh kesabaran. “Setiap umat memiliki wajah kehidupan sosial yang dengan sadar diayomi oleh pemerintah.272 Imam Syahid menjelaskan tentang tarbiyah secara lebih mendalam dengan mengatakan. ia belajar manhaj kebangkitan secara teori. Dalam ungkapan yang lain. karena ia adalah manhaj yang dipelajari oleh umat. Imam Syahid berkata. yakni manhaj dan kepemimpinan. Untuk mewujudkan hal ini dibutuhkan waktu yang sangat panjang. dan hasilnya dapat dirasakan langsung. hingga ketika sampai pada tahap tsiqah ia ditaati dan didukung. lalu mempelajari metode untuk mendapatkan hak-hak tersebut. Adapun kepemimpinan.

namun generasi berikutnya tidak meneruskannya estafeta perjuangan tersebut. sarana-sarananya tidak dikenal dan tidak tertentu. bahkan mungkin dipahami secara kontradiktif oleh masing-masing mereka dan kita tidak merasakannya.” 273 Dalam menetapkan langkah-langkah dakwah. karena umur individual itu sangat terbatas bila dibanding dengan usia kebangkitan dan umur umat. Kalau kita berpikir bahwa satu orang dapat mewujudkan seluruh keinginan umat. namun juga terkadang kurang darinya atau bisa juga lebih banyak. Mungkin generasi pendahulu telah sampai di pertengahan jalan. terkadang mereka bisa mencapai hasil sebagaimana yang dicapai oleh pendahulunya.juga harus merupakan pemimpin yang dididik untuk menjadi pemimpin. Setiap aktivis harus menurunkan kadar emosinya agar ia bisa mengambil manfaat dari apa yang dikerjakan pendahulunya. atau dilahirkan oleh peristiwa. atau menjadi pemimpin karena tidak adanya pemimpin. beliau menjelaskan hal ini dengan mengatakan. 273 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). “Saya mencatat bahwa kita memiliki watak-watak tergesa-gesa dan mudah terpengaruh serta emosional. saya masih yakin akan adanya dua faktor yang menyertai pemahaman tersebut. bukan pemimpin yang diciptakan oleh kondisi darurat. Imam Syahid menghindari bahaya dan ketergelinciran yang pernah dilakukan oleh orangorang terdahulu. yang menjadikan kebangkitan kita akan terjadi secara tiba-tiba dan langsung menguat seiring dengan kuatnya pengaruh waktu. karena putusnya hubungan antara keduanya. baik sosial maupun nonsosial. Pertama. 274 . umat tidak pernah sampai kepada tujuan akhir. terputusnya hubungan secara total antara generasi pendahulu dan generasi penerus. Yang jelas. lalu menurun dan akhirnya lenyap seperti tak terjadi apa-apa. Juga watak-watak yang lain. Kedua. Jika saja tujuan perjuangan kita dipahami orang banyak. maka itu adalah khayalan dan tipuan emosi belaka. Lalu generasi penerus memulai kembali dari awal.

kebangkitan iman ini kemudian diiringi dengan komitmen ibadah dan keyakinan terhadap rukun-rukun Islam serta menjalankan kewajiban-kewajibannya. akhlak.Imam Syahid berkata. tidak ada larangan bagi kita untuk mengambil hal-hal yang bermanfaat dari orang lain dan menerapkannya.”275 • Poros-poros Sinergisitas kerja dengan masyarakat Sinergisitas dengan masyarakat muslim berada dalam tiga poros berikut–yang masing-masing poros menyokong satu sama lain-: 1. • Asas-asas Utama Perbaikan Sosial 274 275 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). serta mendapatkan pendukung. serta terwujudnya sikap positif di tengah-tengah mereka.. Membangkitkan keimanan dan memperbaharui ruh Ini merupakan asas pijakan sebelum membicarakan tentang apapun. yakni mengesakan Allah sebagai satu-satunya sesembahan. Makna keimanan harus benar-benar tertanam terlebih dahulu. “Oleh karena itu. perubahan atau prilaku. Tidak mengapa umat Islam mengambil nilai-nilai kebaikan dari manapun. hal. dan juga menyatukan segala fenomena kehidupan dalam diri bangsa ini di atas asas Islam dengan segenap kaidahnya. 3. keilmuan dan politik). keagungan Islam dan petunjuk Rasulullah Saw. selama sesuai dengan kaidah-kaidah agama. “Kami berharap semoga Mesir kembali kepada ajaran dan prinsip-prinsip Islam. Ikhwanul Muslimin menyerukan bahwa bahwa asas yang menjadi tumpuan kebangkitan kita adalah ‘Tauhid’. ia dihimpun oleh keindahan ayat-ayat Al Quran. Menyebarkan dakwah dan prinsip-prinsipnya. norma kehidupan dan kebutuhan masyarakat kita.”274 Beliau juga berkata. Menyadarkan masyarakat dan mentarbiyahnya (baik prilaku. bersandar padanya dan membangun sebuah peradaban baru. 239 Ibid 275 . 2.

serta mengumumkan adanya emansipasi menetapkan tugas masing-masing secara rinci.Imam Syahid meringkas dasar-dasar perbaikan sosial secara sempurna. Penentuan dua macam gharizah jiwa (kecenderungan). Jaminan kepada masyarakat akan adanya hidup. 6. yang mencakup pelbagai aspek kehidupan masyarakat. Penegasan terhadap keyakinan akan adanya jaza’ (balasan) atas setiap amal. 8. seperti yang dibawa oleh Islam. bertanggungjawab masyarakat sasaran-sasarannya mentransformasikannya kepada sekalian manusia. Deklarasi ukhuwan antar sesama manusia 5. Bangkitnya laki-laki dan wanita takaful secara dan bersama-sama. Antara Kemaren dan Hari ini 276 . • Tahapan-tahapan amal sosial dan titik tolaknya: Peluang dan lahan amal bersama dengan masyarakat semakin luas dan berjenjang. 7. Ketinggian kualitas jiwa manusia. serta menentukan sumbersumber penghasilan. kebebasan. lapangan kerja. Tegas dalam memerangi berbagai tindak criminal dan pelanggaran hak-hak asasi manusia. Penegasan akan pentingnya wihdatul umat dan mengikis habis semua bentuk perpecahan. 11. sebagaimana berikut276: 1. 3. Menjadikan perwujudan mewujudkan daulah dan sebagai sarana sebagai di sarana bagi dan pemeliharaan fikrah. pemilikan. kesehatan. 2. 10. dan 276 Risalah Pergerakan. pengajaran dan keamanan bagi setiap individu. Mewajibkan umat untuk berjihad memperjuangkan prinsipprinsip al haq yang digariskan oleh sistem ini. Rabbaniyah (berprinsip ketuhanan). dan memelihara kecenderungan untuk memelihara keturunan serta mengatur berbagai tuntutan yang terkait dengan makanan dan pemenuhan kebutuhan seksual. 9. 4.

maka dakwah akan bergerak bersamanya. Jamaah ini. Dalam aspek individual.hal itu dilakukan sesuai dengan kondisi dan peluang yang memungkinkan bagi dakwah dan aktivis dakwah. serta menjadi model teladan bagi dakwah. mewarnai mereka dengan perkataan dan perbuatan. Maka pengaruh sosial yang sudah dibangun oleh dakwah tidak mungkin bisa dihentikan atau ditekan oleh undang-undang. Dakwah akan mendidiknya agar melakukan gerakan sosial di masyarakat. menyebarkan pemahaman dan adab-adab Islam di dalam masyarakat. yang dalam pembentukannya tetap menggunakan prosedur undang-undang yang berlaku di masyarakat. lembaga. Sesungguhnya dakwah akan menghadapi kendalan dan tantangan ini dengan penuh kesabaran dan kebijakan. yang melakukan aktivitas sosial dan amal 277 . dakwah meminta bantuan dan memanfaatkan orangorang ikhlas dari anggota masyarakat dan para simpatisan. atau perjuangan konstitusi (sebagaimana namanya yang diberikan Imam Syahid). serta simpul-simpul sosial yang memberikan andil terhadap kebaikan dan kebajikan. eksistensi dan titik tolak sosialnya tidak berlandaskan kepada undanga-undang. club-club. namun landasannya bertitik tolak dari dakwah dan eksistensinya yang nyata dan rill di masyarakat. Jadi. Membentuk perkumpulan-perkumpulan. Untuk melakukan hal ini. legalitas pemerintah atau anugerah dari orang lain. yakni dengan menggerakkan para aktivis jamaah untuk melakukan dakwah dan berbaur dengan anggota masyarakat dalam kehidupan dan kondisi yang mereka hadapi. maka mencakup tiga jenjang atau aspek di masyarakat: 1. 2. dimanapun ada seorang muslim. Wadah-wadah sosial ini berbentuk lembaga-lembaga yang beragam. Dalam tataran aktivitas sosial.

profesi. pendidikan. partisipasi politik dalam pemilu. aktivitas-aktivitas dan di yayasan-yayasan sebagai anggota kemasyarakatan. masuk kedalamnya dan menyebarkan tokoh-tokoh dakwah dalam berbagai aspek. perwakilan rakyat lembaga-lembaga • 277 Sifat dan Karakteristik Amal bersama masyarakat Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna. hal. karena kami tidak bertujuan selain untuk perbaikan diri dan menghaluskan jiwa. Karena bisa jadi ia menggunakan nama-nama dan label yang beraneka ragam sesuai dengan karakter undang-undang dan kegiatan yang berlaku. Berakivitas di lembaga-lembaga dan yayasan yang ada di masyarakat. “Tidak menjadi sebuah kemestian sebuah gerakan dakwah dinamakan dengan Jam’iyyah Ikhwanul Muslimin. Maka boleh saja dakwah itu berupa sekolah-sekolah al Anshor. ma’ahid-ma’ahid (pondokpondok) Hurra. mencari pendukung. eksekutif. dengan tetap menjunjung tinggi undang-undang dan konstitusi yang berlaku di masyarakat. (DPR). dan tidak mesti harus menggunakan label nama Ikhwanul Muslimin. Lalu dilakukan usaha penyampaian dakwah dan manhajmanhaj perbaikan ke segenap lembaga dan yayasanyayasan tersebut. baik di bidang ekonomi. asosiasi. politik. dll. perhimpunan. 152 278 . Sebagai contoh. lembaga-lembaga dewan pengawasan. Imam Syahid menegaskan hal ini dengan mengatakan. atau club-club perkenalan.kebaikan yang beraneka ragam pula. dll. sosial.”277 3.

” Sikap kami terhadap masyarakat adalah seperti yang digambarkan oleh Imam Syahid. Kami serukanlah kepada kaum kami. bukan untuk orang lain. “Kami berharap agar kaum kami mengetahui. Sungguh sangat luarbiasa bagi kami menyaksikan apa yang dialami oleh kaum kami. bahwa mereka sangat kami cintai lebih dari diri kami sendiri.” Kami tidak meninggikan diri di atas masyarakat atau membanggakan diri lebih tinggi derajatnya di atas mereka. yang senantiasa dijaga oleh dakwah dan diajarkan kepada kader-kadernya. lalu kemudian kami menyerah kepada kehinaan atau merelakan kesia-siaan. maka kami akan melempar mereka dengan buah.” Hal ini tiada lain adalah karena kepekaan yang telah meluluhkan dan menguasai seluruh perasaan kami. Ruh mencintai mayarakat dan menginginkan kebaikan untuk mereka: Hendaknya ruh itu benar-benar yang mendominasi dan mendorong dalam setiap aktivitas dakwah terhadap masyarakat. Hal itu mencakup: 1. atau meremehkan mereka –kami berlindung kepada Allah dari hal itu-. “Mereka melempar kami dengan batu. dan kami tidak akan pernah menjadi musuh kalian sampai kapanpun. Sebagaimana perkataan Imam Syahid..Aktivitas umum dalam dakwah bersama masyarakat memiliki sifat dan karakteristik sendiri. Untuk itu kami berbuat untuk manusia di jalan Allah. betapa kami mencintai dapat memberikan pengorbanan untuk kemuliaan mereka jika hal itu dibutuhkan. kami justru bangga dengan dakwah Islam. “Bahwa sesungguhnya kami adalah untuk kalian. dan berharap agar 279 .

Sarana-sarana itu telah berhasil semua jalan menuju akal dan hati khalayak. baik pria maupun wanita. Maka adalah wajib bagi para pengemban misi dakwah ini untuk (juga) menguasai semua sarana tersebut agar dakwah mereka membuahkan hasil yang memuaskan.seluruh anggota masyarakat ikut bersama kami. 2. Imam Syahid berkata. pertemuan. Tapi sekarang seruan atau propaganda kepada isme-isme itu disebarkan melalui penerbitan majalah. yakni dengan untuk memanfaatkan hadapannya. 22 280 . serta mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. “Sarana-sarana propaganda saat inipun berbeda dengan sebelumnya. bahkan di sawah-sawah mereka.”278 undang-undang memanfaatkannya kemaslahatan dakwah. namun dengan tetap menyampaikan aspirasi kami untuk perbaikan dan perubahan. panggung teater. Kemaren. di rumah-rumah. atau surat menyurat. agar undang-undang dan konstitusi tersebut sesuai dengan prinsip dan syariat Islam. Baik Memanfaatkan segala sarana yang ada: secara individual maupun dan kolektif. kami tidak akan melakukan upaya-upaya pemberontakan atau kudeta. Menghadapi Rintangan dan tekanan dengan perjuangan konstitusi: Kami menghormati undang-undang dan konstitusi yang berlaku di masyarakat. propaganda disebarkan melalui khutbah. film. hal. radio. tidak justru membenturkan atau kaku di 3. Bahkan kami sangat menentang upaya-upaya pelecehan terhadap penerapan undang-undang. di pabrik-pabrik. dan media-media lain yang beragam. begitupula dengan undang-undang yang menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah atau yang 278 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). di toko-toko. Koran.

Dalam aspek kerja-kerja untuk perbaikan.”279 4. maka kami akan menghadapinya. 212 281 . “Hukum dan pemerintah yang berkuasa yang memerangi dakwah berupaya untuk melenyapkan nama jamaah ini beserta tokoh-tokoh sosial dan politiknya. namun ia berasal dari Tuhannya. dengan demikian ia telah mendapatkan legalitas rill di tengah masyarakat. karena keterikatan nama jamaah dan para tokoh-tokohnya dengan kontribusi dan pengorbanan. Eksistensi dan Legalitas Jamaah adalah dari Allah Jamaah ini mendapatkan eksistenssi dan legalitas bukan dari keputusan lembaga. dari dakwah dan dari kebenaran yang diyakini dan dianutnya. kemudian melalukan perjuangan konstitusi agar suara dakwah menembus ruang-ruang birokrasi dan menarik simpati pemerintah eksekutif. pelayanan 279 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). serta dengan tabiat seluruh perangkat konstitusi. kami akan menyerukan perbaikan dan berkomitmen terhadap konsep dakwah yang memperjuangkan hak. Imam Syahid berkata. kehendak pemerintah atau penguasa. menyebarkan tokoh-tokoh kemudian masyarakat berkumpul di sekitar dakwah dan memperjuangkannya. kami akan menghadapi upaya-upaya penyempitan dan tekanan terhadap dakwah dengan tetap teguh dan melakukan perlawanan konstitusi dan berpegang teguh terhadap hak-hak kami secara konstitusional.secara jelas bertentangan dengan syariat Islam. lalu memperjuangkannya dengan akidah dan keimanan. Kemudian melakukan penyaringan anasir-anasir yang baik untuk menjadi tonggak penopang yang kuat terhadap fikrah perbaikan ini. di sana. hal. jamaah melakukan kegiatan dan dan berbaur dengan anggota dakwah masyarakat. “Menyebarkan dakwah dengan pelbagai sarana publikasi hingga dakwah dipahami oleh khalayak.

hal. kelembutan terhadap manusia dan menolak kekerasan. Ust. serta melancarkan syubhat terhadap mereka. ia akan bersabar dan memikul apa saja yang akan ia temui untuk melaksanakan hal itu. serta terhadap akivitas-akitivitas menyokong membela jika kita disakiti. selama shaf dakwah ini senantiasa gilirannya dukungan menjaga secara keteguhan komitmennya tumbuh kita. Ia tidak konfrontatif dan tidak dikonfrontasi. dan kembali harus menyodorkan ide-ide segar dalam setiap problematika yang bergulir dengan cara yang diterima oleh masyarakat.umum. Mustafa Masyhur. keadilan. 280 281 Risalah: Wudhuh Ru'yah. Dengan legalitas rill ini serta dengan interaksi aktif dengan elemen masyarakat. kebersihan. terhadap qiyadah dan selalu siap berkorban dan berkontribusi. Kita harus menciptakan metode baru agar dapat menyampaikan dakwah kepada kaum kita. namun pada saat yang sama ia juga tidak pernah kompromi terhadap prinsip-prinsipnya atau berhenti melakukan aktivitas dan proyek-proyek perbaikan serta upaya penyadaran dan tarbiyah terhadap masyarakat.”280 Kita harus melanjutkan langkah perjuangan kita untuk berdakwah kepada Allah meskipun dengan pelbagai tekanan. kesucian dan kepekaan terhadap kebaikan. 22 Ibid 282 .”281 Jamaah ini tidak pernah berupaya melakukan konfrontasi. segala upaya maka kita menolak tuduhan segala bentuk upaya pendeskreditan jamaah yang diusung oleh organisasi pers dan melemparkan terhadap aktivis-aktivis jamaah.” Dengan demikian. maka kita akan dan senantiasa eksis dalam kehidupan umat dan tidak akan pudar. Dan pada perlahan-lahan akan pemahaman dan terhadap fikrah kita dan kelembutan dengan gerakan kita.

Karena. Imam Syahid berkata. Menolak Cara kekerasan. terorisme. “Bisa dimaklumi bahwa tidak ada satu pun orang yang punya kepedulian di Mesir ini ingin melihat ada kedai minuman keras di sini. hal ini tiada lain hanya akan menimbulkan implikasi buruk yang lebih besar dibanding manfaatnya. Oleh karena itu kami yakin bahwa tindakan menentang arus (menghancurkan kedai-kedai minuman) seperti ini belum saatnya. baik kepada pemerintah yang sedang berkuasa. sehingga dalam pelaksanaannya dapat menekan bahaya yang seringan-ringannya. pemaksaan dan kebencian: Jamaah menolak cara-cara kekerasan. terorisme. dengan organisasi atau musuh-musuh yang lain.5. maka Imam Syahid menolak cara-cara yang tidak menggunakan fiqh syar’I dan pandangan terhadap realitas masyarakat. Imam Syahid justru melihat bahwa untuk menyikapi hal ini dibutuhkan cara-cara hikmah dan kondisi yang tepat serta dengan menggunakan sarana-sarana konstitusi untuk melakukan pressure. dengan tetap berusaha mencari penyebab munculnya kerusakan ini. Jamaah lebih memilih menahan perlakuan zalim dan menyerahkan urusan kepada Allah. Tentang penggunaan kekuatan dan melakukan tindak kekerasan di jalan-jalan dengan slogan amar ma’ruf nahi munkar. seperti menghancurkan kedai-kedai minuman keras. serta menolak perlakukan tersebut dengan sarana-sarana yang baik. serta berupaya untuk menyembuhkannya. sampailah kita pada maksud yang kita inginkan. Memang dalam hal 283 . Dengan demikian. Ikhwan sendiri –sebagai salah satu bentuk kepedulianpemerintah telah tentang memberikan masalah peringatan ini. pemaksaan dan kebencian. sesungguhnya pemerintahlah yang telah menyengsarakan bangsanya dalam hal ini. Haruslah dipilih waktu yang tepat untuk itu dengan menempuh cara yang sebijak mungkin. jauh keras kepada mereka sebelum melakukannya.

ketegaran.”283 Imam Syahid berkata. Menggunakan manhaj amal implementatif Masyarakat sangat membutuhkan kepada yang membimbing tangannya. “Sarana untuk mewujudkan cita-cita ini bukanlah harta dan bukan pula kekuatan fisik. dan upaya-upaya pemberian aspek-asppek kebaikan dan kebajikan. Hal. Yakni 282 283 284 285 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). 127 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). 149 Ibid. “Mereka melakukan hal ini dengan penuh kesabaran. hal.”284 Beliau juga berkata.”285 Ikhwan sangat menghindari penggunaan tindak kekerasan dan paksaan dalam mengajak masyarakat untuk melaksanakan prinsipprinsip Islam dan menanamkan nilai-nilai akhlaknya. dan terangilah kecemerlangan akal pikiran dengan gelora perasaan yang mengharu biru penuh semangat. kebijakan dan nasehat. tarbiyah Islam. menyeru kepada hati. mengoptimalkan keterikatan jiwanya dengan Al Quran dan penyandarannya kepada Allah. hal. dan membuka tabir-tabir penutup jiwa. “Kekanglah gejolak perasaan dengan pandangan dan pemikiran yang jernih. 84 284 . 6. dan hal ini membutuhkan manhaj amal implementatif. Ikhwan justru lebih memilih menggunakan cara-cara untuk ‘memuaskan’ hingga masyarakat umum memahami dan mendukungnya dengan akidah dan keimanan.ini pandangan pemerintah harus mengarah kepada kewajiban Islaminya.282 Ikhwan mengontrol semangat dan menimbang gejolak perasaan dengan kejernihan pikiran. Dakwah yang haq akan mengarahkan pembicaraan kepada ruh. 240 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. memperbaiki kerusakan dan dekadensi. hal. Hal ini dilakukan setelah membangkitkan keimanan di hatinya.

Jama’ah riyadhiyah. “Dakwah Ikhwanul Muslimin adalah dakwah umum. 356 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). ia bahkan tidak terbatas pada satu kawasan saja tanpa kawasan yang lain. 7. 286 287 288 Ia tidak terbatas pada aspek aktivitas umum Risalah: Dakwah Kami (Dakwah Kami). hai’ah siyasiyah. Hakikat sufiyah.”288 9. “Dakwah salafiyah. warna atau kelompok tertentu. yang tidak dinisbahkan kepada kelompok tertentu dan tidak condong pada adat apapun di masyarakat dengan warna yang khas. Rabithah ‘Ilmiyah tsaqafiyah. Fikrah ijtima’iyah. yang tidak terbatas pada aspek tertentu tanpa aspek yang lain.dengan berjuang bersama masyarakat menghadapi problematika dan krisis. karakteristik dan pengikut yang khas. Ini adalah tantangan di segala komunitas masyarakat. Syarikah Iqtishadiyah. hal. serta mengikat mereka kepada Islam dengan ikatan yang mulia. 122 285 . menyebarluaskan contoh-contok kebaikan. kita bahkan harus membangkitkan keimanan dan menguatkan keinginan mereka. Ia Menghimpun seluruh makna perbaikan Karena landasannya adalah pemahaman Islam yang komprehensif. hal. ia mengarah pada orisinalitas agama dan kedalamannya. Universalitas Dakwah Ikhwan Imam Syahid berkata. takaful dan ta’awun. dan hendaknya kita tidak berhenti sampai di situ saja.”286 Ia adalah dakwah yang tidak terbatas pada pandangan-pandangan parsial. Ia adalah. memberikan mereka apa saja yang bisa kita berikan berupa kebaikan dan pelayanan umum.”287 8. 25 Risalah: Ta’alim (Risalah Ta'alim). yang ditetapkan dalam 20 rukun prinsip pemahaman. namun ia mencakup semua kalangan dengan pemahaman Islamnya yang paripurna. thariqah suniyah. kelompok dan lembaga-lembaganya. hal.

atau hanya melakukan perbaikan parsial di masyarakat. yang kita inginkan adalah keridhaan Allah.108 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). manhaj-manhaj ishlah dalam berbagai membentuk pusat-pusat kegiatan keimanan dan tidak membatasi dakwah umum hanya melalui khutbah dan ceramah-ceramah. bekerjalah untuknya dan teguhlah. hal. tujuan luhur. “Sesungguhnya khutbah dan perkataan.Pembentukan yang cermat 3. Tujuan dakwah ini lebih luas dari itu semua.205 286 .Dakwah justru berupaya mengumpulkan hati-hati manusia kepada Al Quran dan aspek mengedepankan kehidupan. identifikasi penyakit dan obatnya.Amal yang berkesinambungan “Maka yakilah terhadap fikrah kalian dan berkumpullah 289 di sekelilingnya. tulisan dan pelajaran. semuanya tidak akan memberikan manfaat apapun dan tidak akan mewujudkan tujuan apapun serta tidak akan mengantarkan da’i kepada target yang diharapkan.” Setelah menyebutkan beberapa bentuk dan aspek kebaikan dan aktivitas sosial yang dilakukan oleh Ikhwan. “Namun sekali-kali tidak wahai Ikhwan. hal. Imam Syahid berkata.290 289 290 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). bersatu patu untuk menghadapi dan mengadakan perubahan dan reformasi.Iman Yang mendalam 2. sebenarnya hal ini bukan segalanya yang kita inginkan. dan perubahan yang dikehendaki Ikhwan adalah perubahan secar total dan integral. seminar.” Namun hal ini membutuhkan: 1.” Tujuan asasi. Imam Syahid berkata. seluruh kekuatan umat bersinergi bahu membahu.

maka jangan kalian hancurkan gubuk-gubuk mereka. 291 292 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). “Wahai manusia. cita-cita dan tekad. “Umat yang bangkit membutuhkan rasa optimis yang tinggi dan luas. serta aturan-aturan dalam muamalah. Ikhwanul Muslimin adalah Gerakan Islam Terbesar. hal. terlebih dahulu kami akan berbicara tentang hati yang hidup.”292 11. namun bangunlah untuk mereka istanaistana akidah yang mulia. dan iman yang dalam. Menggunakan Metode Perbaikan yang positif. ruh yang hidup. dan puasa. yakni menghilangkan rasa persimis dan putus asa. sebelum kami berbicara kepada kalian tentang shalat. “Sesungguhnya manusia hidup dalam gubuk-gubuk akidah yang lusuh. nurani yang peka. 277 287 .”291 Imam Syahid juga berkata. kemudian membangkitkan keimanan dan rasa optimis. 149 Dari buku: Dr. yakni dengan cara mengeluarkan dari umat yang mati. Imam Syahid berkata.”293 Beliau juga berkata. setelah membangkitkan keimanan mereka: Ini merupakan hal yang mendasar dalam sarana melakukan aktivitas sosial. hal 129 293 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). Menghidupkan rasa optimis di tengah masyarakat. jiwa yang tanggap. maka mereka pasti akan meninggalkan gubuk-gubuk tersebut dan pindah ke istana-istana yang kalian bangun. semangat. suatu umat yang semuanya adalah kehidupan. hal. yang melakukan pembangunan sebelum kehancuran: “Ikhwan tidak suka mencampur adukkan antara pembangunan dan upaya penghancuran. Al Quran memerintahkan umatumatnya agar memiliki perasaan ini.10. tentang tradisi dan ibadah. tentang peradilan dan hukum. Taufik Wa’I.

dan pimpinlah umat menuju kebaikan. 294 295 296 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). hal. dan saling memahami dalam hal yang kita perselisihkan. hal.205 288 . Imam Syahid berkata. hal. konsentrasilah pada dakwah kalian. Iman dengan keagungan risalah Islam 2. Dakwah dan jamaah melakukan aktivitas penyadaran dalam masyarakat dan bekerjasama dengan segenap kelompok-kelompok yang ikhlas.” Jamaah juga tidak mengklaim bahwa upaya perbaikan hanya miliknya sendiri atau membatasi kebaikan pada dirinya sendiri. Jamaah dengan manhaj perbaikannya bukan sebagai pengganti masyarakat: Jamaah justru bersinergi dan bekerjasama dengan segenap kekuatan yang mengupayakan perbaikan. 179 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI).”295 “Perubahan yang dikehendaki Ikhwan adalah perubahan secara total dan integral. seluruh kekuatan umat bersinergi bahu membahu. 235 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda).296 Perbaikilah diri kalian. Bangga dalam memeluk agama Islam 3. ia selalu memelihara setiap yang memiliki kemampuan. dan kami akan menjadi bagian dari bangsa muslim itu.Semua itu bisa terwujud dengan ketiga rukun ini: 1. agar lahir dari mereka sebuah bangsa yang muslim. bersatu padu menghadapi dan mengadakan perubahan dan reformasi. “Kami akan mentarbiyah bangsa kami. mengarahkan dan menunjukkan mereka kepada kebaikan. Apakah kalian sudah beriman?294 12. Yakin akan datangnya dukungan dan pertolongan Allah. “Kita saling tolong menolong dalam hal-hal yang kita sepakati.

Murni dan ikhlas karena Allah dalam berdakwah dan bekerja Ia harus murni dari nafsu dan ambisi Pribadi. hal. dan mengembalikan seluruh urusan kepada Allah semata.298 14. serta senantiasa berusaha menemukan kebenaran. bersih dari ambisi Pribadi. dan jauh dari egoisme. hal. “Kami tidak menyerang mereka. sesungguhnya kami terbebas dari ambisiambisi pribadi. “Bahwa dakwah (Ikhwanul Muslimin) membawa misi dakwah yang bersih dan suci. dan bersih dari hawa nafsu. Imam Syahid berkata. hal. Menghindari bekerja. karena kami membutuhkan kekuatan dan kesungguhan yang mereka gunakan untuk permusuhan. Ikhwanul Muslimin membolehkan adanya perbedaan dan membenci sikap fanatisme terhadap pendapat sendiri. kemudian membawa masyarakat kepada kebenaran itu dengan cara yang baik dan sikap yang lemah lembut.”299 “Segala puji bagi Allah. 215 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami).13. kami tidak menginginkan 297 298 299 Ibid. terbebas dari ujub.27 Ibid. ghurur (terpedaya). serta cara-cara politik (golongan) dalam dan tidak memasuki wilayah konflik perseteruan dengan kelompok yang lain: Imam Syahid berkata.”297 Kesadaran itulah yang membuat dada mereka lebih lapang dalam menghadapi orang-orang yang menyelisihi mereka. 13 289 . bersih dari kepentingan dunia.

maka kami sama sekali tidak menganggap itu keutamaan diri kami.”300 Dakwah Ikhwanul Muslimin adalah dakwah yang putih. Bangga dengan dengan dakwah dan mendeklarasikannya di tengah segenap kekuatan dan kejelasan menjamurnya kelompok-kelompok dakwah: 300 Risalah Pergerakan." (Q. suci dan murni. dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa Telah memberi nikmat kepadaku dengan keIslamanmu. ia selalu bersama kebenaran dimanapun berada.                           :Artinya “Mereka merasa Telah memberi nikmat kepadamu dengan keIslaman mereka.”301 “Andaikan yang kami lakukan ini adalah sebuah keutamaan. hal.apapun selain keridaan Allah dan kebaikan untuk manusia. Sebenarnya Allah. 109 301 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). Kami hanya percaya kepada firman Allah Swt.S Al Hujurat: 17) 15. 25 290 . hal. yang tidak terwarnai (dengan warna lain). dan kami tidak bekerja kecuali untuk mendapatkan rida Allah Swt. yang menyukai perkumpulan dan membenci penyimpangan. Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari in)i.

masing-masing kader dalam barisan (dakwah) tetap diminta untuk memberikan kontribusinya. Ia dipersiapkan agar memenuhi hal-hal berikut: 302 Bagian terakhir dari risalah yang ditulis oleh Imam Syahid untuk Ikhwanul Muslimin. 291 . karena sesungguhnya kekuatan dakwah terletak pada dakwah itu sendiri. “Sesungguh dunia sekarang ini. latihan dan pemahaman yang benar. berada pada posisi saling tarik-menarik antara Komunis Rusia dan Demokrasi Amerika. lalu pada kebutuhan dunia padanya. ia merasakan kegoncangan dan kebingungan serta tak satupun dari dua jalan itu yang dapat mengantarkannya kepada ketenangan dan keselamatan.” • Mempersiapkan masyarakat: kader dakwah untuk bersinergi dengan Dakwah mempersiapkan kader-kadernya melalui tarbiyah. dari penguasaan dan pemahaman terhadap tujuan-tujuan dakwah. lalu pada hati orangorang yang meyakininya. maka kalian berkewajiban untuk mendeklarasikan hakikat (kebenaran dakwah) dengan jelas. edisi 16 Januari 1951 M. Dengan segenap perbedaan jenjang dan kualitas masing-masing kader tarbiyah. diterbitkan oleh Majalah Al Mabahits. kapan 302 saja ia berkenan menunjukkan kehendak dan kekuatannya. Karena personal kader-kader tarbiyah merupakan titik tolak untuk melakukan aktivitas sosial dan dakwah. kita tidak perlu takut karena kita tidak memiliki negara atau kekuatan. target dan mainstream dakwah hingga diperkenalkan dengan kondisi rill di lapangan dan kendala-kendalanya. kemudian pada pertolongan Allah. sesuai kondisi dan persiapan mereka secara personal. kita harus mengajak kepada manhaj kita yang Islami dengan penuh kekuatan.Imam Syahid berkata. dan itu merupakan bagian mendasar dalam dakwah dan tarbiyahnya. maka ia harus dipersiapkan dan terus menerus dibina. Dan sekarang. untuk bersinergi dengan masyarakat dan memberikan perlayanan umum untuk manusia. di tangan kalian ada botol obat penawar yang berasal dari wahyu langit.

Imam Syahid berkata. adil. nafsu dan makna-makna ujub dan takabbur. 2. dermawan. diantara kewajiban Aktivis 292 . 5. “Ketika seorang akh bergabung dengan Ikhwan. tidak melupakan kebaikan dengan kemarahannya. jujur dalam janji dan ucapan. tegar dan tabah menghadapi tekanan dan aksi teror. tidak melupakan jasa baik karena permusuhan. yang terlatih untuk memberikan layanan umum. 4. melepaskan diri dari ambisi. beradab dan berakhlak Islami. menjauhkan diri dari ghibah dan namimah. baik muamalahnya. toleran dan lembut terhadap sesama.303 7. mengasihi yang muda dan menghormati yang tua. Memiliki rasa cinta dan kepekaan terhadap masyarakat dan seluruh civitasnya. dan tahu bagaimana bermuamalah dan bekerjasama dengan mereka. meluruskan tingkah laku. tidak berpegang kepada persangkaan. benar membuat keputusan perkara. itqon (professional) dalam pekerjaan dan aktivitasnya. tidak membuat gaduh atau keributan.1. berlapang dada terhadap orang-orang yang berbeda dengannya. Cepat dan tanggap dalam memberikan perlayanan umum dan proyek-proyek kebaikan kepada masyarakat. ia 303 diharuskan menyucikan jiwa. Peka terhadap persoalan-persoalan Islam. amanah. mengatakan yang benar walaupun terhadap diri sendiri atau orang yang paling dekatnya walaupun kebenaran itu pahit. yaitu: Menjaga lisan. dan itu merupakan bagian dari dakwahnya. menjadi teladan dalam muamalah maliyah (masalah keuangan) dan sosial. yang kemudian dapat mencerna dan memberikan keputusan terhadap persoalan tersebut dengan muatan-muatan dakwah. 6. Memiliki sikap positif dalam harakah (dakwah) Memiliki semangat yang tinggi dan aktivitas yang luas. 3. Mengetahui dan mengenal secara jelas dan sadar terhadap peran sosialnya di masyarakat.

dakwah hidayah.benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. “Sesungguhnya. 304 305 306 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). jiwa dan raganya untuk jihad dan perjuangan panjang di masa yang akan datang. serta menjaga batas-batas perintah dan larangan Allah dan Rasul-Nya.”304 “Telah tiba waktunya. Kemudian ia dituntut untuk menyebarkan ruh (semangat) ini kepada keluarga. karena jihad tidak mungkin dilakukan dengan santai. hal. hal.205 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami).mempersiapkan akal. seorang muslim harus mengetahui tujuannya. masa akan mengeluarkan saripatinya yang banyak dari peristiwa-peristiwa yang dialaminya. benar. Sekaranglah giliran kalian untuk memimpin umat dan membimbing bangsa. Seorang akh belumlah dikatakan sebagai seorang muslim yang benar hingga ia menerapkan hukum dan akhlak Islam pada dirinya. dan masyarakatnya.”               :Artinya “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami. 15 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) 293 . teman sejawat.”306 “Saya pun berbicara kepada kepada mereka yang malas agar segera bangkit dan bergerak. dakwah keberuntungan. Dunia akan menanti dakwah kalian. dan kedamaian untuk membebaskan manusia dari semua penderitaan. dan menentukan arahnya.”305 Beliau juga mengatakan. kerabat. Kesempatan-kesempatan itu akan terbuka untuk sebuah kerja besar. kemudian bekerja untuk arah yang ditujunya agar sampai pada tujuannya.

institusi (negeri. yang dalam pembentukannya mencakup: rumah tangga. undang-undang dan lain-lain.dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Q. dan distrik). yang mulai dari dirinya sendiri kemudian menyebar dan memberikan pengaruh di lingkungan sosialnya. Memperhatikan rumah tangga sebagai basis dasar dalam membina masyarakat308: 307 308 Ibid Untuk Menambah keterangan. Hal ini kemudian menjadikan shaf Ikhwan termasuk bagian dari masyarakat. komunitas (perkampungan.S Al Ankabut: 69)307 Bab VII Tujuan dan Aspek Amal Bersama Keluarga dan Masyarakat Tujuan dan Aspek Amal Bersama Keluarga dan Masyarakat • Poros-poros dan Tujuan Amal Bersama Masyarakat Kami akan menyampaikan secara ringkas –dari Risalah-risalah Imam Syahid dan pengarahan-pengarahannya-. poros-poros dan tujuan amal bersama masyarakat. baik ekonomi. Pembentukan Keluarga Muslim. kota-kota. 294 . adat. opini umum. yang tujuan-tujuan antara lain: 1. rumah tangga. atau masyarakat. rujuk kembali ke Bab V. pers. politik. baik dalam skala individu. resmi dan tanfidziyah (eksekutif pemerintah)) di seluruh jenjangnya serta seluruh unsur-unsur yang mempengaruhinya.

baik pikiran maupun akidahnya. “Kami meninginkan rumah tangga muslim. Memberikan pengaruh di keluarga-keluarga yang ada di masyarakat dengan pelbagai sarana untuk menyemarakkan fenomena kehidupan Islam. hal. Keluarga-keluarga dakwah dan pendukungnya. dimana ia mampu mengajak keluarganya untuk menghargai fikrahnya.”310 b. rumah-rumah mereka. Kemudian lokasi dakwah meluas ke anggota keluarga. mengumumkan adanya takaful dan emansipasi serta menetapkan tugas masing-masing secara rinci. kerabat dekat dan teman-teman mereka. Imam Syahid berkata. 84 295 .Imam Syahid berkata. dengan hikmah dan nasehat-nasehat kebaikan. 94 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). dalam aktivitas dan prilakunya. kerabat dekat. mendidik anak-anak dan pembantunya dengan didikan yang baik. mempersiapkan mereka untuk membina rumah tangga muslim. “Aktivitas amar ma’ruf dan nahi munkar. hal. menyebarkan nilai-nilai Islam di tengan-tengah mereka. penuhperhitungan.”309 Titik permulaannya adalah: a. mendapatkan dukungan terhadap fikrah-fikrah Islam dan dakwah. hal. baik akhlak maupun nuraninya. kemudian kepada keluarga. 101 Risalah: P Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. peran wanita dan hak-haknya: 309 310 311 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini).”311 2. serta menjaga nilai-nilai Islam dalam setiap aktivitas dan kesibukan rumah tangga. “Kami menginginkan kebangkitan laki-laki dan perempuan secara bersama-sama. C. dan membina generasinya dengan nilai-nilai Islam. membimbing mereka dengan prinsip-prinsip Islam. Mereka menyampaikan hal itu dengan penuh kesabaran. telah mereka mulai dari diri mereka sendiri. yang dimulai dengan memilih suami atau istri yang baik. Memberikan perhatian terhadap lapangan usia yang berbedabeda.

laki-laki maupun wanita. maka bukan termasuk jalan orang-orang mukmin. dengan mengatakan. mesjid. 177 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). permainan dan gurauan. kami juga memperhatikan kaum wanita sebagaimana perhatian kami kepada kaum pria. dan lain-lain. “Kami menginginkan kebangkitan laki-laki dan perempuan secara bersama-sama.”315 312 313 314 315 Lihat Risalah Pergerakan.”313 Beliau juga berkata. “Untuk itu.Baik perhatian kepada remaja. berkoordinasi dan bekerjasama. hati-hati yang lengah. hal. mahasiswa. mengumumkan adanya takaful dan emansipasi serta menetapkan tugas masing-masing secara rinci. hal. hal. mengikat mereka dengan ajaran Islam dan mendidik mereka dengan pendidikan yang benar. lembaga. Optimalisasi Organisasi dan Para Aktivis Dakwah Untuk Kepentingan Agama Islam: Baik dari dalam shaf dakwah maupun dari luar shaf. Imam Syahid juga memberikan perhatian yang sama terhadap kaum wanita. Adapun mereka yang dilanda kelalaian dan kebingungan. Kami juga memperhatikan anak-anak sebagaimana perhatian kami kepada pemuda. dan menentukan targetnya. serta memberikan perhatian dan peran yang istimewa terhadap para pemuda312. terutama dari Universitas Al Azhar.15 296 . “Telah tiba waktunya. dan hendaknya ia berupaya untuk mewujudkan target-targetnya tersebut hingga ia sampai kepada tujuan yang diinginkan. khutbah. Seperti. dimana seorang muslim harus mengetahui tujuannya. 94 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami).”314 3. club-cluc. Kepada Para Pemuda Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). yaitu dengan melengkapinya dengan sarana-sarana dan penjelasan terhadap ajaran Islam. serta mengarahkannya untuk perbaikan.

dengan langkah-langkah berikut: a.”317 “Dan kalian meyakini bahwa kewajiban muslim yang haq adalah berjuang untuk Islam sehingga menguasai kehidupan masyarakat seutuhnya. dan mendekatkan diri kepada Allah dengan Al Quran.dengan ayat-ayatnya.”318 316 317 318 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. 237 297 . memperbanyak membacanya (tilawah). yang merupakan semuliamulia tujuan seorang muslim dalam hidupnya.86 Ibid Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). hal. dan menjelaskan keagungan dan mukjizatnya serta berinteraksi dengannya. mengambil cahayanya –dalam memahami kata-kata para pemimpin umat. Menjadikannya sebagai sumber hukum-hukum agama dan syariat. mereka beribadah dengan tilawahnya. Ketiga. hal. Menjadikannya sebagai dasar undang-undang di dunia. dan menyeru mereka bersama-sama untuk mewujudkan tujuan ini. meminta kepada manusia untuk menerapkan hukum-hukumnya. beribadah dengan membacanya. yang harus dipetik nilai-nilainya dan diterapkan dalam realitas kehidupan. “Saya berkeyakinan bahwa tujuan paling penting dari diturunkannya Al Quran yang wajib ditunaikan oleh umat Islam ada tiga perkara.”316 “Ketauhilah bahwa Ikhwanul Muslimin berupaya dengan sungguh- sungguh untuk mengembalikan mereka kepada kitabullah. memperkuat keimanan dan melakukan tarbiyah secara bertahap. Memberikan pengarahan kepada masyarakat. yaitu: Pertama.4. Kedua. Membangkitkan keimanan di dalam hati manusia terhadap Al Yang sangat urgen adalah mengenalkan Al Quran kepada masyarakat. Quran. Imam Syahid berkata.

Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? Ibid 298 . adalah kesesatan yang wajib diperangi dan dihancurkan dengan menggunakan cara yang terbaik. kebijaksanaan dan nasehat. guna-guna.”321 d. bernadzar untuknya. “Maka tujuan pertama yang digariskan oleh Ikhwanul Muslimin adalah tarbiyah shahihah. perdukunan. memerangi kehinaan. dan menumbuhkan keberanian yang sesungguhnya. serta berupaya untuk mengamalkan sunnah Rasulullah Saw. perhitungan. dan semisalnya.adalah sunnah yang disyariatkan dengan cara-cara memohon dengat 319 320 321 yang diajarkan Rasulullah (baik Saw. yang tidak justru menimbulkan bid’ah yang lain yang lebih parah. menutupinya memberikan penerangan.. kecuali mantra dari ayat Al Quran atau ada riwayat dari Rasulullah Saw. akan tetapi meminta dari pertolongan kepada penghuni kubur siapun mereka.”320 c. diantaranya: “Jimat. membangun kuburnya.”319 “Dengan tetap mengedepankan kesabaran. mantra. Menghidupkan Adat-adat Islami dan menghilangkan adat-adat asing dalam setiap aspek kehidupan. adalah kemungkaran yang harus diperangi. dan kemungkaran dengan bijak dan penuh hikmah. pemenuhan satir. mengusapnya (untuk Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). baik berupa penambahan maupun pengurangan. Memperkuat akhlak. pembaharuan jiwa. “Kita mengajak manusia untuk menerapkan hal itu dengan cara-cara yang lembut dan penuh cinta.” “Setiap bid’ah yang dalam agama Allah yang tidak ada pijakannya tetapi dianggap baik oleh hawa nafsu manusia. memperkuat akhlak. berdoa kepadanya. penyingkapan perkara ghaib. Melakukan amar ma’ruf nahi munkar. hajat dari jarak dekat maupun kejauhan). ramalan.” “Ziarah kubur –kubur siapapun.B.

Juga janganlah mencari ta’wil (pembenaran) terhadap berbagai prilaku itu. maka kepada spirit itu kami menyeru manusia. Iman dengan keagungan risalah Islam.”323 5. di hati para sahabatnya. merasakan keindahan dan keagungan Al Quran. Nabi Muhammad Saw. hal. dan bagaimana menuntut haknya: 322 323 324 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). Membina masyarakat untuk bersungguh-sungguh dan mengembangkan sikap positif.”322 e. serta memperjuangkannya dengan penuh keyakinan dan keimanan. hal. yang merasa izzah dengan Islam. yang dengan hal itu ia memahami dakwah dan agamanya. Membangkitkan Ruh Optimisme dan Keimanan serta Menguatkan Kepekaan: Harus ada upaya untuk membangkitkan ruh. bersumpah dengan selain Allah. Menshibgahah kehidupan masyarakat dengan shibghah Islam “Kami berupaya untuk membina umat Islam dalam kondisi yang memudahkan mereka untuk benar-benar menjadi muslim. 16 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Yakin akan datangnya dukungan dan pertolongan Allah. dan membangun jiwa yang hidup dan penuh vitalitas. “Dengan Tiga spirit. serta mengutamakan kemaslahatan umum dari kemaslahatan Pribadi.”324 6. Risalah Wudhuh Ru'yah.mendapatkan berkah). bangga dalam memeluk agama Islam. dan segala sesuatu yang serupa dengannya adalaj bid’ah besar yang wajib diperangi. 358 Al Ustadz Mushthafa Masyhur. Imam Syahid berkata. hal. demi menutup pintu fitnah yang lebih besar. 235 299 . spirit yang dihidupkan oleh pembawa pertama risalah dakwah ini.

hal. Takut menghadapi kenyataan 5. yang membutuhkan upaya perbaikan dan penyembuhan. 137 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).           Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dekadensi moral 2. Perpecahan –semoga Allah menghancurkannyaInilah penyakitnya. “Mendirikan komunitas-komunitas kebaikan di tengah masyarakat dan yang komitmen terhadap ajaran-ajaran Islam sebagai manhaj kehidupan dan berupaya untuk menyebarkannya. (Q. Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. lalu masyarakat akan belajar bagaimana ia lebih mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan Pribadi.“Maka akan datang waktu tersebar dan mendominasinya prinsipprinsip Ikhwan. yakni: 1. yang merupakan lawan dari sifat-sifat buruk ini. Mengutamakan kepentingan Pribadi dari kepentingan umum 4. Lari dari proses pengobatan 6. dan obat adalah satu kata yang menjadi solusinya. Meluruskan akhlak dan jiwa. Kehilangan keteladanan tertinggi 3.S Al Syams: 9-10)326 325 326 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). hal. dan menshibghah masyarakat dengan shibghah Islam: Imam Syahid menyebutkan sisi penting dari penyakit yang diderita oleh masyarakat. yakni perbaikan jiwa.” 7. Upaya yang harus kita tempuh tidak lain adalah mengobati jiwa manusia dan meluruskan moral bangsa. 152 300 .”325 Dan hendaknya kita berusaha.

dan membentuk masyarakat ideal yang loyal kepada syariat Islam. tenaga dan harta. hal. "Seperti membangun membangun mesjid dan memakmurkannya. melakukan ishlah (perbaikan) terhadap hubungan social antara anggota masyarakat yang untuk keperluan itu tentunya menyita banyak waktu. 240 301 . 152 328 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). menjembatani hubungan antara orang-orang kaya yang alpa dengan orang-orang miskin yang membutuhkan uluran tangan mereka. mengadakan peringatan-peringatan hari besar Islam yang terkait dengan kebesaran dan kemuliaannya. dan mengurusnya. lihat juga: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. maupun sukarelawan untuk mendukung proyek-proyek semacam itu. dengan cara mengumpulkan 327 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). hal. "Sarana-sarana yang digunakan Ikhwan dalam medan seperti ini adalah melakukan perngorganisasian. Memberikan pelayakan dan kepada masyarakat dan memerangi usaha-usaha kebodohan.8. Hal. memerangi kemiskinan. kantor-kantor mendirikan lembaga-lembaga social dan membimbing serta memelihara kelangsungannya. baik menyangkut masalah harta (pembiayaan). sesuai dengan kemampuan dan kondisi yang memungkinkan. menggalang sukarelawan. membangun sekolah."328 Jamaah ini berkhidmat kepada masyarakat untuk memberikan pelayanan dan bantuan-bantuan sosial. kebodohan dan memberantas penyakit. dan meminta bantuan kepada para pakar di bidang-bidang masing-masing. mengikis tindak criminal. dan kemudian melakukan pengelolaan terhadap apa saja yang dibutuhkan oleh proyek-proyek yang ada. mendorong kebaikan dan kemaslahatan umum dalam pelbagai bentuk. serta memberikan bantuan pada saat musibah dan bencana: Imam Syahid berkata. “Sasaran kalian adalah berbuat untuk membenahi kurikulum pendidikan dan pengajaran. Hal ini sebagaimana yang diisyaratkan oleh Imam Syahid. 108. rekruitmen peserta. penyakit kemiskinan.”327 Adapun tentang sarana yang membantu proyek ini adalah sebagaimana yang dikatakan Imam Syahid.

Menyadarkan umat dan anggota masyarakat tentang peran dan kewajiban umat dan mereka. dan mesjid-mesjid sesuai dengan 8. Ustadz Musthafa Masyhur 302 . balai pengobatan. mendamaikan orang-orang yang bermusuhan. sebenarnya hal ini bukan segalanya yang kita inginkan. 205 Ibid Risalah: Wudhuh Ru'yah. Imam Syahid menambahkan. tujuan luhur. menghidupkan tolong-menolong bangsa Arab dan Islam dan melawan perpecahan dan penyimpangan: "Hingga kita bisa menanamkan kesadaran di setiap orang masyarakat Mesir tentang urgensi perubahan yang Islami. ma'had. seluruh kekuatan umat bersinergi bahu membahu. “Namun sekali-kali tidak wahai Ikhwan. serta antara terhadap ruh bangsaproblematika persatuan Islam."330 Kemudian agar manusia tidak menganggap bahwa dakwah hanya terbatas untuk hal ini saja. yang kita inginkan adalah keridhaan Allah."329 Beliau juga berkata. memberikan nasehat dan bimbingan. mengajarkan hukum-hukum agama kepada manusia. Tujuan asasi.shadaqah untuk dibagikan pada waktu-waktu tertentu dan ketika hari raya dan hari-hari besar lainnya. Hal. seperti madrasah.331 yang bermanfaat. "Jamaah ini terdiri dari para akh yang menjadikan lembaga-lembaga sebagai tempat aktivitas mengajar orang-orang yang buta huruf. bersatu patu untuk menghadapi dan mengadakan perubahan dan reformasi. serta menyalurkan sedekah kepada orang-orang yang membutuhkan. dan perubahan yang dikehendaki Ikhwan adalah perubahan secar total dan integral."332 329 330 331 332 Ibid Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Jamaah ini juga mendirikan yayasan kemampuan dan kondisi yang ada.

Membangkitkan kepekaan umat Islam serta kewajibannya terhadap saudara-saudaranya seagama. sehingga remaja-remaja kita tumbuh dewasa dan mengetahui secara benar 333 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). musibah-musibah yang menimpanya. serta menolak syubhat dan kebatilan darinya. "Seyogyanya kita harus senantiasa mengingat musibah-musibah ini dan membacanya di setiap pagi dan petang. dan melakukan gerakan-gerakan positif untuk menghadang konspirasi yang meliputinya.151 303 . Mereka senantiasa siap jika harus memimpin dan mengumandangkan jihad."333 Beliau juga berkata. ancaman dan konspirasi yang menyelimutinya. kalian harus menjelaskannya kepada khalayak dan mengajarkan kepada mereka bahwa Islam tidak pernah rela sedikitpun jika sampai dikurangi dari pemeluknya kebebasan dan kemerdekaannya. c. Imam Syahid berkata. d. Memulai dengan memperbaiki pemahaman kaum muslimin terhadap agama mereka. isteri dan saudara-saudara kita. menjelaskan dakwah Al Quran dengan sejelasjelasnya dan menyampaikannya dengan cara yang baik dan sesuai dengan konteks kekinian (kontemporer). dan kalian tahu akan hal ini. terutama Palestina. "Cukuplah rasa sakit ini ada di dalam penjelasan ini. mengajarkannya kepada putera-puteri kita. meski itu harus mereka bayar dengan jiwa dan harta mereka. Menyadarkan umat terhadap kondisi umat Islam. serta menyampaikannnya kepada rekan-rekan dalam pelbagai pertemuan. mengungkap keindahan dan kecantikan yang terdapat di dalamnya. Memperbaharui pengaruh (Al Quran) yang luarbiasa terhadap jiwa. karena rangkaian (konspirasi) itu ternyata tidak akan pernah berakhir. dan memberikan perhatian terhadap problematika yang menimpanya. serta terus menerus berupaya memberikan bantuan dan pertolongan terhadap negeri-negeri muslim yang tertindas. menghidupkan rasa optimisme dan keyakinan terhadap pertolongan Allah Swt. Namun. b.Aspek ini mencakup hal-hal sebagai berikut: a. hal.

dan meminta pemerintah untuk membantu upaya ini dan memberikan prasarana yang dibutuhkan. Fuad al Hajarsi. Membangun persatuan Arab dan Islam.S Al Baqarah: 217) Ingatlah selalu bahwa ular (musuh) pertama umat Islam adalah generasinya identitasnya yang tertipu dan terpedaya. dan yang telah meninggalkan Allah sebagai muslim menentangnya. Imam buku: Imam Syahid. agar mereka tidak tertipu dan tidak ditimpa (musibah) seperti yang pernah menimpa kita.musuh-musuh mereka." 334 e. agar mereka tidak tertipu dan tidak ditimpa (musibah) seperti yang pernah menimpa kita. Menyadarkan umat terhadap tipikal musuh serta agar tidak terpedaya dengan tipu dayanya: "Sehingga remaja-remaja kita tumbuh dewasa dan mengetahui secara benar musuh-musuh mereka. 117 304 . cukuplah kelalaian dan persangkaan baik. sementara Allah telah menggambarkan kaum tersebut dalam Al Quran dengan mengatakan:            Artinya: "Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran). Fuad al Hajarsi." (Q. kemudian memusnahkan orang-orang yang tidak beragama dari putera-puteri Islam. Hal. Imam buku: Imam Syahid. seandainya mereka sanggup. 117 Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya. Hal. 10." 335 "Jangan kalian terpedaya oleh diri kalian sendiri wahai umat Islam. 334 Makalah dengan Syahid tahun 1931 335 Makalah dengan Syahid tahun 1931 judul (dari judul (dari Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya.

dari mendirikan pemerintah Islam secara totalitas."336 "Diantara bentuk dakwah kalian wahai ikhwah yang saya cintai. keluarga. Melakukan penyadaran secara terus-menerus seputar manhaj dan syariat Islam. khilafah membebaskan dan memimpin negeri." 11. "Hendaknya makna-makna ini wahai saudarasaudara yang saya muliakan tersebar di antara kita. 251 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia) 305 . menjelaskan tentang prinsip-prinsip dan ajarannya. menolak syubhat dan menunjukkan kebenarannya yang cemerlang.Maka ingatlah wahai Ikhwanul Muslimin. masyarakat dan Negara."337 "Kami meyakini bahwa di dalam manhaj Islam terdapat segala prinsip dan perangkat-perangkat untuk kehidupan dan kebangkitan umat. hal. dan kita sebarkan di kalangan manusia. bahwa orang-orang yang mulhid (kufur) dari umat Islam adalah musuh pertama kalian. dengan menunjukkan kepada mereka bentuk-bentuk riil kebaikan agama kalian. Dengan demikian ia berkaitan erat dengan tujuan Islam yang tinggi. serta menyampaikannya kepada mereka. serta kunci kebahagiaan baik untuk skala individu. dunia mengembalikan kepemimpinan (Ustaziyatul 'Alam): Imam Syahid berkata."338 Dan hendaknya mereka mengenal sejauh mana keberlepasan dan kejauhan pemerintah dari syariat Al Quran: 336 337 338 Risalah dalam muktamar para pelajar dan mahasiswa Ikhwanul Muslimin Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). sehingga ia menjadi tuntutan publik yang diserukan dan didukung oleh segenap masyarakat. adalah kalian turut andil memberikan kontribusi untuk perdamaian dunia dan membangun kehidupan yang baru untuk manusia. Masih banyak yang memahami makna undang-undang Islam secara tidak tepat dengan yang sebenarnya.

merupakan bagian dari ajaran Al Quran. Masyarakat hendaknya memahami hal ini dan menuntut kepeda pemerintah untuk mendapatkan hak-hak keIslamannya. membangkitkan semangat kebangsaan yang tulus dan mengarahkannya agar sesuai dengan pandangan Islam: Imam Syahid berkata. ada satu hal yang ingin saya katakana bahwa Ikhwanul Muslimin belum melihat suatu pemerintahan –baik pemerintahan yang sekarang maupun yang lalu.yang bisa mengemban amanat dan menunjukkan kesiapannya untuk menegakkan nilai-nilai Islam. 137 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah)."339 12. dan mencintai bangsa (nasionalisme) merupakan sebagian dari keimanan. 339 340 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Rasulullah Saw. hal. bersabda: ‫(( )) من أعطى الذلة من نفسه طائعا غير مكره فليس مني‬ Artinya: "Barangsiapa yang menghinakan dirinya dengan sukarela tanpa dipaksa. 257 306 . untuk kemudian memeliharanya. "Kita harus menyadarkan manusia. kebebasan. Dan Ikhwan-lah yang bekerja untuk itu."Dalam kaitan ini. maka ia bukan termasuk golonganku. baik politik maupun sosial. Ajaran Islam sama sekali tidak membolehkan suatu bangsa menguasai dan memaksakan kehendaknya kepada bangsa lain. hal. Kata-kata Umar bin Khattab kepada 'Amr bin Ash kiranya masih terngiang di telinga kita. menyerukan kepada mereka agar merasa terhormat dengan kemerdekaan itu. menegaskan keberhakannya bagi setiap individu dan masyarakat dengan kandungan nilai yang utama. serta hak mendapatkan kebebasan dan keamanan. dan izzah." Islam memerangi penindasan internasional yang mereka menamakannya penjajahan dengan semua praktek kekuatan yang dilakukan. Menyadarkan umat tentang hak-haknya. bahwa politik."340 "Islam yang hanif ini telah mendeklarasikan sekaligus menganggap sakral kemerdekaan tersebut.

perjuangan senantiasa menuai kegagalan. Bagi umat. 342 Ibid 343 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. serta kesiapan terjun ke medan juang pada waktunya. antara pemilik kebenaran dan yang merampasnya. dan nasib tak menentu bakal menimpa generasinya. serta untuk menghadapi perseteruan yang sengit antara kebenaran dan kebatilan."343 Dalam mentarbiyah dan membina umat. tidak ada bekal yang dapat digunakan untuk menghadapi situasi yang buas ini kecuali hati yang sarat iman. antara para da'i yang tulus dengan para pengklaim yang palsu."Sejak kapan kalian memperbudak manusia. Imam Syahid berkata. 69 307 . selama kaidah-kaidah pokok di atas tadi bisa diwujudkan (dimana tidak mungkin suatu hukum akan tegak tanpanya) dan diterapkan secara tepat hingga dapat menjaga keseimbangan dalam berbagai situasinya (yang 341 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). umat akan hancur."341 Dalam bidang sosial. sementara sang ibu telah melahirkan mereka dalam keadaan mereka. "Sistem Islam bukanlah slogan dan julukan semata. sikap murah hati dan kesediaan berkorban. antara penempuh jalan yang lurus dan yang menyimpang. Ikhwanul Muslimin sangat memperhatikan sisi kesadaran kebangsaan dan kematangan politik yang dimiliki umat. antara maslahah dan mafsadah. dan kesungguhan itu adalah kelelahan dan kesulitan. harus dibangkitkan semangat untuk meraih izzah. kemuliaan dan cinta kemerdekaan."342 Kita juga bertujuan untuk mempersiapkan umat dan masyarakat untuk menyiapkan dirinya demi mengemban tugas dan perjuangan yang panjang. Tanpa ini semua. hasrat yang kuat dan kemauan yang keras. hal. dan hendaknya umat dan masyarakat mengetahui bahwa jihad (perjuangan) ini merupakan bagian dari kesungguhan.

114 308 . dari buku. mereka tidak jauh berbeda dengan orang-orang Eropa."344 13. (penerjemah mencantumkan redaksi yang ditulis Imam Syahid secara lengkap) 345 Dari makalah. hal. menjauhkan mereka dari kepemimpinan Nabi Saw. yang di belakangnya tiada lain adalah upaya merusak bangsa Timur dan melenyapkan persatuan Islam."346 "Secara umum dapat dikatakan bahwa kita sedang berhadapan dengan gelombang materialisme. 319. Melawan aliran-aliran yang merusak dan menghancurkan umat serta yang memusuhi Islam. menahan siapa saja yang berbaik sangka terhadap musuh. 55 346 Dari makalah. sehingga dapat dibedakan antara para pemimpin yang tulus dengan para pengobral slogan dan nafsu: Imam Syahid berkata."345 "Merupakan kewajiban kami untuk merubah tanpa terjangkit wabah pemikiran mereka yang telah akut. menghalangi dunia dari bimbingannya. Keseimbangan ini tidak mungkin bisa terpelihara tanpa adanya nurani yang selalu terjaga dan perasaan yang tulus akan kesakralan ajaran ini. Imam Syahid. karya Fuad Al Hajarsi 347 Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). Imam Syahid tahun 1931."347 peradabannya ke masa ratusan tahun silam sehingga kita terbelenggu di negeri sendiri dan membiarkan masyarakat bergulat dengan 344 Risalah: Sistem Pemerintahan. hal. yang berupa kebangkitan sektor materi dan peradaban kelezatan serta syahwat. menyadarkan masyarakat. Kewajiban dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya. yang mana ia telah memerosotkan moral bangsa-bangsa Islam. Mihnatul Islam. Ustadz Fuad Al Hajarsi. "Umat kita harus bisa membedakan antara orang-orang berakidah yang berjuang dan para pecundang dari politikus dan militer. diambil dari buku. menarik mundur derita. hal.masing-masing bagian tidak mendominasi bagian yang lain. dan siapa saja yang telah membius otot-otot kami dengan pemikiran-pemikiran palsu dan kalimat-kalimat rayuan. Ikhwanul Muslimin dan Permasalahan Palestina. dan hidayah Al Quran.

dan yang lain-lain. maka kami menolaknya."348 "Ikhwanul Muslimin tidak percaya pada kebangsaan (nasionalisme) dalam makna-makna buruk di atas (kebangsaan permusuhan dan kebangsaan jahiliyah). Tidak juga kepada semua nama dan gelar yang selama ini digembar-gemborkan orang. bahkan mereka yang tidak menggunakan symbol-sombol Islam sama sekali. Risalah: Wudhuh Ru'yah. hal. baik muslim maupun nonmuslim dari anak-anak negeri ini. Arabisme. Dalam kisah 348 349 350 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami).Beliau juga berkata."349 "Kami meyakini bahwa semua bentuk kebangkitan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam dan berbenturan dengan hukum-hukum Al Quran adalah sebuah upaya yang rusak dan akan menemui kegagalan. Feniqisme. hal. atau membagi-baginya dengan batas-batas geografi yang sempit. Kami tidak pernah menyerukan ungkapan Firaunisme. atau Sirianisme. 23 Risalah. serta bekerjasama dengan seluruh kekuatan yang tulus. Memelihara faktor-faktor kekuatan dan kebaikan yang ada di masyarakat dan melawan faktor-faktor kemalasan dan kerusakan.”350 14. hal. "Adapun jika yang mereka maksudkan dengan nasionalisme itu adalah memilah umat Islam dan Arab menjadi kelompokkelompok yang saling bermusuhan dan berseteru satu sama lain. “Mendirikan komunitas-komunitas kebaikan di tengah masyarakat dan yang komitmen terhadap ajaran-ajaran Islam sebagai manhaj kehidupan dan berupaya untuk menyebarkannya. Ustadz Musthafa Masyhur 57 351 309 .”351 Termasuk pula membantu kelompok-kelompok manapun dari umat ini yang bertujuan melakukan kebaikan serta bekerjasama dengannya. 20 Ibid. Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). serta mendorong para mas'ul di pelbagai tempat: Dan hendaknya kita berusaha.

Fuad Al Hajarsy. tempat-tempat umum dan khusus. hal. panji-panji Muhammad di perkotaan. Menyebarkan Fikrah Ikhwanul Muslimin dan prinsip-prinsipnya: Hal ini dilakukan baik dalam skala individu maupun dalam skala kolektif dan dengan menggunakan pelbagai sarana yang memungkinkan untuk itu. “Pemuasan dan penyebaran dakwah dengan menggunakan pelbagai sarana hingga ia dipahami oleh masyarakat umum. mesjid-mesjid.perjalanan Imam Syahid. Untuk itu kami tidak akan menyia-nyiakan potensi dan sarana yang ada. perusahaan-perusahaan. cafe-cafe. 15.”354 “Sebarkanlah dakwah di setiap lokasi engkau berada. tempat kerja. Diambil dari buku Imam Syahid. 310 .177 355 Diantara nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan. dan akan terus melakukannya hingga tak ada seorangpun yang tidak sampai kepadanya dakwah Ikhwanul Muslimin sesuai dengan hakikatnya yang cemerlang dan benar. club-club Al Quran di setiap pedesaan. ibu kota. serta bisa menerobos ke seluruh penjuru desa. 126 354 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). kota dan pusat-pusat kegiatan dan tempat-tempat pertemuan. Imam Syahid berkata. Hal. lalu memenangkannya dengan keyakinan dan keimanan.”352 "Kami akan terus berdakwah. fikrah kami bisa dipahami dengan mudah. 212 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).”355 “Buatlah kelompok-kelompok Ikhwan di setiap jalan. dusun-dusun. hal. sekolah dan lainlain. perkotaan. di took-toko. di perkampungan. rumah-rumah.353 “Untuk itu kami berupaya agar dakwah kami sampai ke setiap rumah dan agar suara kami terdengar ke segenap penjuru. taman-taman. terdapat banyak contoh sikap-sikapnya yang menegaskan tentang hal ini. hal. jalan-jalan. dan di setiap penjuru bumi seorang Al Akh yang akan menyerukan prinsip-prinsip dakwah 352 353 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). 111.

"Namun tujuan Ikhwan tidak hanya untuk aktivitas sosial semata. Termasuk melakukan pembebasan para cendekiawan dari ghazwul fikri yang ditanam oleh penjajahan budaya. yang merupakan haknya. "Sudah saatnya kalian menjelaskan kepada masyarakat tentang misi dan sarana-sarana dakwah kalian. yang tidak menghormati supremasi hukum dan perundang-undangan. 129 Risalah: Wudhuh Ru'yah."357 16. Ustadz Musthafa Masyhur 311 . Mendapatkan opini umum terhadap fikrah Islam dan dakwah (jamaah Ikhwanul Muslimin) dan berkumpulnya mereka di sekitar jamaah dan tokoh-tokohnya: Yaitu dengan melakukan pembentukan pondasi-pondasi kemasyarakatan yang mendalam yang mampu membantu aktivitas politik Islam dan mendukung upaya menuntut undang-undang yang sesuai dengan Al Quran dan sunnah.dan ajaran-ajaran kalian. serta kedekatan mereka dengan masyarakat dan kelompok-kelompoknya. Setelah menyebutkan aspek-aspek garapan Ikhwanul Muslimin dalam aktivitas sosial. tanpa menunggu atau tergantung dengan aspek hukum. beliau menyebutkan.358 Upaya untuk mendapatkan dukungan publik dan mengikatnya dengan Islam berjalan seimbang dengan aktivitas-aktivitas kebaikan dan sosial. gerakan. "Mendapatkan legalitas politik dan legalitas sosial di atas realitas kehidupan. hal.”356 Beliau juga berkata. baik titik tolak eksistensinya. yang memberikan kalimat-kalimat kalian dan berbaiat dengan baiat kalian. serta batasanbatasan fikrah dan manhaj amal kalian. namun inti dakwah kalian adalah fikrah dan 356 357 358 Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). jamaah dan indivudunya. hak yang tidak diberikan oleh pemerintahnya yang zhalim.

Oleh karena itu maka sebuah jamaah –dalam kondisi seperti ini. hal. agar masyarakat mendapatkan tarbiyahnya.akidah yang disemai di hati masyarakat. hal. Melakukan Upaya perbaikan hukum dan undang-undang "Ikhwanul Muslimin bekerja keras dalam rangka memberi kejelasan pengertian negeri. 212 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V)."359 Beliau juga berkata. Walaupun akhirnya proyek-proyek ini 359 360 361 teks-teks yang rancu (ambigu) dalam UUD Mesir dan memperbaiki metode yang digunakan untuk menerapkannya di dalam Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru)."361 18. Melakukan upaya-upaya untuk mendukung ekonomi bangsa. lalu memenangkannya dengan keyakinan dan keimanan. terutama terhadap peristiwa-peristiwa yang bergulir. 139 312 . “Hingga ia dipahami oleh masyarakat umum. 19. Menetapkan manuver-manuver dakwah dan pandangannya. dengan bersandar pada syariat Islam dan maslahat umum. hal. yang diadopsi oleh masyarakat: Ini merupakan kewajiban harakah umum dan interaksi dengan komunitas masyarakat. 240 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). yaitu dengan cara: a. sikap-sikap dan aliran-aliran yang beraneka ragam. Itulah sebenarnya target utama dan proyek Islam dalam setiap aspek kehidupan.”360 17. mengimani dengan hati dan berkumpulnya hati-hati mereka di sekeliling dakwah. Mendirikan proyek-proyek. Jamaah Ikhwanul Muslimin telah banyak memberikan kontribusi dengan mendirikan proyek-proyek ekonomi sepanjang sejarahnya (baik atas nama jamaah Ikhwanul Muslimin maupun melalui individu-individu jamaah).harus maju dan menyampaikan sikapnya.

Mengutamakan produk dalam negeri muslim di atas produk-produk Barat serta memboikot seluruh produk-produk musuh dalam pelbagai bentuknya."362 Imam Syahid berkata. proyek-proyek seperti ini sangat tergantung dengan kondisi-kondisi yang ada di sekitar dakwah. 282 313 . c. Memerangi segala sumber-sumber penghasilan haram dan yang melanggar syariah."364 Beliau juga berkata. 338 (Agenda Persoalan Kita Dalam Kaca Mata Sistem Islam).dikuasai dan dibekukan oleh pemerintah yang zhalim."365 Tentang kontribusi jamaah Ikhwanul Muslimin atau individu- individunya dalam aktivitas ekonomi dan proyek-proyek yang bermanfaat dalam memelihara aset-aset umat Islam. 363 Satuan terkecil mata uang Mesir 364 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). Imam Syahid memberikan dua persyaratan: 362 Lihat kembali. hal. tidak menggunakan sandang dan pangan kecuali produksi Negerinya dan Islam. g. 367 365 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). dan Risalah Pergerakan. "Diantara prinsip Ikhwanul Muslimin adalah. Sistem Ekonomi.290. Menghidupkan realisasi rukun zakat. kewajiban Aktivis Muslim. Dengan demikian. Selalu berupaya menjaga setiap qirsy363 yang dimilikinya agar tidak diberikan pada nonmuslim. Memerangi praktek riba dalam pelbagai bentuknya e. b. yaitu dengan mendorong berdirinya perusahaan-perusahaan ekonomi Islam. Menuju Cahaya. Mendorong usaha-usaha kerajinan rumah yang sederhana d. hal. dan mengoptimalkan siklus dan pendistribusiannya sesuai dengan tuntunan syariat. hal. Mengutamakan pertumbuhan aset-aset umat Islam sesuai dengan asas Islam yang benar. Mendorong individu-individu jamaah dan yang lain untuk mendirikan proyek-proyek nasional. Risalah Pergerakan. hal. f. "Memberikan bantuan terhadap harta kekayaan dan aset-aset Islam secara umum.

dimana ia tidak mampu melaksanakannya sendiri atau melakukannya secara sempurna. 258 314 . tujuan sosialnya adalah. untuk menjaga kepribadian saya. dan aktivitas ekonomi adalah sesuatu yang lain. yang kadang-kadang ia berada dalam 366 367 Ibid Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). walaupun keduanya saling menyokong satu sama lain. tujuan menyelamatkan kekayaan nasional. namun keduanya memiliki warna. Kedua. hal. Dakwah adalah sesuatu. Kita ingin menerapkan kaidah-kaidah Islam yang hanif.367 Walaupun jamaah tidak memiliki kemampuan yang dimiliki pemerintah dalam menciptakan perbaikan. saya tidak memiliki hubungan apapun dengan aktivitas-aktivitas ini. dll. TIdak mencampur antara kegiatan dakwah dengan kegiatan ekonomi. dan menuntut kerja keras. Setiap tujuan-tujuan ini akan menghabiskan dan menyita waktu kita. dan dimana hal itu merupakan tugas pemerintah: "Tujuan ilmiahnya adalah. baik dari dekat maupun jauh. waktu dan usaha saya. dan kegiatan tersebut memiliki sistem perhitungan materi yang tidak tercampur dengan perasaan atau kealpaan. adalah sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. menumbuhkan dan memeliharanya. maka hendaknya nama proyeknya tidak dengan nama jamaah Ikhwanul Muslimin.366 Proyek ekonomi pertama Jamaah Ikhwanul Muslimin adalah.Pertama. Membantu ekonominya orang-orang adalah. Syarikah Muamalat Islamiyah Musahamah (Serikat Muamalat Islam). sarana dan metode yang berbeda. menjelaskan tentang dakwah Islam dan mengungkap keindahan dan kecantikan ajarannya. namun tidak semua yang diiginkan seseorang dapat ia wujudkan. yang terkena musibah aset-aset dan bencana. baik dalam bentuk maupun label. • Penjelasan Imam Syahid menjelaskan bahwa kontribusi jamaah Ikhwanul Muslimin dalam memberikan pelayanan umum dan menumbuhkan aset-aset umat Islam.

Januari 1951 M. namun seyogyanya ia harus berupaya memberikan segenap kemampuan yang dimilikinya dalam aspekaspek politik. f. hilangnya pandangan yang jelas terhadap jalan dan tahapan-tahapannya. sosial. Masuknya orang-orang yang ambisius kedalam shaf dakwah dengan cara yang membabi buta tanpa penyeleksian. 315 . serta kelompok opurtunis yang sangat tergantung dengan pembayaran dan yang suka menjual slogan-slogan. dan hendaknya ia selalu berada di garda depan dalam setiap peristiwa dan kondisi-kondisi darurat. dipublikasikan oleh Majalah al Mabahits. yakni. Poros dan tahapan-tahapan dalam proses sinergisitas bersama masyarakat di pelbagai aspek ini. Terlibat dalam permusuhan yang sengit dengan orang lain. Pengurasan tenaga b. Sibuk dengan perkara-perkara furu' (parsial) dan melupakan hal-hal yang prinsipil. dan aktivitas-aktivitas kebaikan yang lain. dan menghindari hal-hal sebagai berikut: a. Diantara wasiat terakhir Imam Syahid kepada Ikhwanul Muslimin368 di medan dakwah dan aktivitas perbaikan masyarakat. untuk kemudian disempurnakan apa yang telah dimulainya. e. Semuanya dilakukan dengan tetap memperhatikan keseimbangan. Memperdaya dan konfrontatif d. "Sesungguhnya 368 Makalah Imam Syahid. g. Misorientasi dan kehilangan perhatian untuk mewujudkannya. Tindakan pemblokiran dan spekulasi c.tekanan masyarakat yang meminta lebih. akan dijalani oleh dakwah dan akan terus berlangsung setelah berpihaknya pemerintah tanfidziyyah kepadanya. dan sempurna pulalah proses perbaikan yang diinginkan –dengan izin Allah dan keutamaan-Nya-. dan tidak terlepas dari strategi yang paripurna.

Memberikan nasehat dengan penuh kelembutan kepada manusia. Istiqamah terhadap perintah-perintah Allah 5. 8. Adab-adab dakwah dan syiar-syiarnya di antara manusia 2." (Q. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Perbaikilah amal kalian 4. Mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran 6.S Al Hajj: 40) 316 . Kemudian tunggulah pertolongan Allah dan taufik dan kemenangan dari-Nya. Memelihara shalat jamaah 10. serta berjihad dengan jiwa dan harta. firman Allah:            Artinya: "Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. 7. Perbanyaklah tilawah Al Quran 9. Bekerjalah dengan ikhlas karena Allah semata 11. Perbaikilah jiwa-jiwa kalian 3.Allah telah memilih kalian dengan bergabung bersama kafilah dakwah ini. maka peliharalah selalu: 1. Bersiap-siap melakukan kerja keras dan memikul beban.

jiwa dan raga. "Jika kami dizalimi oleh Negara manapun –dan kami berada di negeri sendiri. dan itu merupakan hal yang mudah dengan target pembinaan masyarakat muslim merupakan bagian utama di dalamnya. dan pada saat itu Ikhwanul Muslimin telah mempersiapkan diri dengan sempurna untuk menambah persediaan negeri ini dengan seluruh kemampuan yang dimilikinya. serta mengusir penjajah dari negeri-negeri muslim merupakan kewajiban dan tujuan politik yang diupayakan oleh jamaah sebelum mewujudkan pendirian pemerintah Islam.maka setiap jengkal dari tanah Mesir yang mahal akan ditebus dengan darah. baik politik. "Adalah bagian yang baik untuk kita. "Membebaskan negeri dan melepaskannya dari segala bentuk penjajahan asing (nonmuslim). 394 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna)."369 Dengan demikian. Imam Syahid menjadikan pembebasan negeri dan memerdekakannya secara total. 298 317 . ekonomi."370 Beliau juga berkata tentang skala peperangan dan tantangan yang akan dihadapi. dapat menyaksikan zaman dimana kekuatan Yahudi Internasional menantang bangsa-bangsa 369 370 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim).Bab VIII Tentang Tujuan Pembebasan Negeri dan Kemerdekaannya Tentang Tujuan Pembebasan Negeri dan Kemerdekaannya • Mukadimah Imam Syahid menjelaskan tentang urutan-urutan amal dan targettarget jamaah. hal. dan jiwa. Imam Syahid berkata. harta dan putera-puteri negeri ini. hal. jiwa.

Di saat hal ini bisa diwujudkan maka tak satupun rintangan yang akan menghalangi jalan kita. berat dan berkelanjutan. kesungguhan dan istiqamah di atas manhaj kebenaran dan arah yang tepat menuju kebaikan. dan dengan izin Allah kita akan sampai ke tujuan dalam waktu yang singkat. Dipublikasikan oleh Majalah al Mabahits. membebaskannya dari penjajah dan upaya untuk mendapatkan kebebasan politik serta hak-haknya. perasaan yang terhimpun dari hati ke hati. katibah-katibahnya yang menghadapi barisan penjajah Inggris. pidato dan khutbah yang membangkar semangat. januari/Februari 1999 M. pahit. saat dimana banyak orang hanya memperhatikan sloganslogan. dan hal ini tidak akan terwujud kecuali dengan persatuan yang paripurna dan totalitas ukhuwah. kemudian bagaimana beliau mampu membangkitkan semangat perlawanan rakyat. 372 Lihat: Imam Syahid. maka kita akan menerima tantangan ini dengan keyakinan bahwa Allah yang maha tinggi dan maha mulia telah memberikan kepada kita keutamaan dan kelebihan untuk melakukan perlawanan terhadap musuh dan melumpuhkannya. dan diterbitkan kembali oleh Majalah Dakwah."371 Terhadap permasalahan negeri dan upaya mendapatkan kemerdekaan. Fuad Al Hajarsi. 371 Dari makalah Imam Syahid. yang terakhir ditulisnya. Apakah kita dapat mewujudkan kedua hal itu? Sebagaimana kita saksikan bahwa Imam Syahid menyiapkan Ikhwanul Muslimin untuk menghadapi penjajah Inggris. pada Januari 1951 M. dan kita sangat membutuhkannya sekarang ini. beliau berkata.Arab dan Islam dan menodai kesuciannya dengan besi dan api. Pembawa Panji Dakwah Abad 20. Keimanan dan cinta akan melahirkan persatuan yang hakiki. "(Untuk membebaskan dan memerdekaan negeri) Dibutuhkan jihad yang panjang. memberikan pengorbanan yang besar dalam Perang Suez. 318 . dan mereka telah mengoreskan lembar-lembar peristiwa monumental yang belum banyak yang terungkap oleh sejarah hingga hari ini372. dalam bab khusus tentang pertempuran Ikhwanul Muslimin melawan penjajah Inggris. Imam Syahid mengisyaratkan beberapa gambaran konsep dan manhaj yang dapat mewujudkan hal itu.

319 . budaya. politik. Maka di wajibkanlah atas mereka untuk berjihad dengan harta dan jiwa. sosial." Islam memerangi penindasan internasional yang mereka menamakannya penjajahan dengan semua praktek kekuatan yang dilakukan. menegaskan keberhakannya bagi setiap individu dan masyarakat dengan kandungan nilai yang utama. Kemerdekaan adalah terbebas dari seluruh bentuk penjajahan pihak asing. 308. untuk kemudian memeliharanya. Imam Syahid berkata. Ajaran Islam sama sekali tidak membolehkan suatu bangsa menguasai dan memaksakan kehendaknya kepada bangsa lain. hal. atau yang dikenal sebagai penjajah asing (non muslim) dengan segala kandungan budaya. visi dan misi. dll. Tentang masalah kenegaraan. itu.Imam Syahid menginginkan kemerdekaan yang total dan hakiki di setiap aspek. Jihad merupakan fardhu kifayah ketika dia dilaksanakan untuk menjamin kelangsungan dakwah. pemikiran. Rasulullah Saw. Imam Syahid meyakini bahwa kebebasan adalah kewajiban suci yang tak seorangpun yang berhak melepaskannya. Islam juga menegaskan aspek-aspek operasional dalam menjaga nilai-nilai kemerdekaan. "Islam yang hanif ini telah mendeklarasikan sekaligus menganggap sakral kemerdekaan tersebut. maka ia bukan termasuk golonganku. bukan slogan-slogan kosong semata. 373 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). tidak hanya kemerdekaan parsial atau hanya penarikan pasukan semata."373 Ketika menetapkan hal ini. ekonomi. Targetnya adalah kebebasan yang hakiki dengan segala kandungan dan muatannya. menyerukan kepada mereka agar merasa terhormat dengan kemerdekaan bersabda: ‫(( )) من أعطى الذلة من نفسه طائعا غير مكره فليس مني‬ Artinya: "Barangsiapa yang menghinakan dirinya dengan sukarela tanpa dipaksa. atau mengganti penjajah dengan penjajah yang lain dengan nama dan baju yang berbeda.

maka tidaklah ia mengharap keuntungan 374 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). Bahkan Islam mendeklasikan bahwa jihad adalah amalan yang paling utama setelah iman. Islam juga menjadikan mati syahid sebagai derajat keimanan tertinggi. menjanjikan kepada para mujahid kemenangan dan dukungan di dunia. adalah lebih Tinggi derajatnya di sisi Allah. hal.namun. benda dan diri mereka. hal. "Ketika seorang penakluk muslim dengan pedang terhunus di tangannya pergi ke medan jihad di jalan Allah. firman Allah:                          Artinya: "Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta.S Al Taubah: 20)374 "Dari sinilah Ikhwanul Muslimin berkeyakinan bahwa setiap Negara yang memusuhi dan berusaha menginvasi wilayah-wilayah muslim adalah Negara yang zalim dan harus dihalangi gerak langkahnya. dan Itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Dalam hal ini kaum muslimin harus segera mempersiapkan diri dan menjalin kerjasama untuk melepaskan diri dari cengkeraman kaum imperialis."375 Imam Syahid menjelaskan perbedaan antara penindasan penjajah dan gerakan ekspansi Islam (futuhat) sepanjang perjalanan. 205 320 . serta kenikmatan abadi di akhirat." (Q. ia menjadi fardhu 'ain bagi umat manakala ditujukan untuk menghalau intervensi pihak luar terhadap umat Islam. 309 375 Risalah Pergerakan. Muktamar ke V. dengan mengatakan.

khususnya terkait dengan penuaian amanat. 308 377 Ibid 321 . (Q. hal."376 Pada saat yang sama Islam juga menganggap kaum muslimin adalah kaum yang mengemban amanah risalah Allah di muka bumi. 376 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). Sebaliknya. adapun untuk sisi-sisi kebebasan dan kemerdekaan yang paripurna dalam pelbagai aspeknya. budaya dan ekonomi. Ketika saat mendirikan sebuah pemerintah Islam.S An Nisa: 141)377 Upaya untuk mewujudkan kemerdekaan dan mengusir kekuatan penjajah dari negeri merupakan langkah utama sebelum mendirikan pemerintah muslim. firman Allah:            Artinya: "Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. baik sosial. meski tanpa disengaja di tangannya telah penuh dengan semua itu. keadilan dan kedamaian. Akan tetapi. serta menjaga nilainilai kebenaran. demi mewujudkan kemerdekaan yang paripurna dan kemajuan yang dicitacitakan. Oleh karenanya umat Islam tidak diperkenankan menghinakan atau memperbudak manusia lain.dunia. maka hal itu akan menjadi pondasi dasar. dan akan bangkit bersama umat di pelbagai aspek kehidupan. tidak pula mengintai kekayaan bangsa lain untuk dirampasnya. yang dia yakini adalah dakwah dan mengemban risalah. Di dunia mereka menempati posisi al ustadziyah (pemandu) –kami tidak mengatakan posisi pengendali. mereka juga tidak diperkenankan bersikap lunak kepada para penindas atau tunduk kepada para perampas yang melampaui batas. maka umat harus menempuh jalan yang bisa membuatnya berdiri secara mandiri.

Imam Syahid. serta mengkoordinasikan strategi untuk itu: 378 379 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemuan Ketua-ketua Wilayah) Dari makalah. mereka tidak jauh berbeda dengan orang-orang Eropa. Imam Syahid berkata. Imam Syahid menggunakan pelbagai sarana personal dan kolektif untuk membangkitkan dan mempersiapkan masyarakat. 117 322 . Hal. dan siapa saja yang telah membius otot-otot kami dengan pemikiran-pemikiran palsu dan kalimat-kalimat rayuan.• Strategi Mengusir Penjajah Imam Syahid menggariskan poros-poros umum dan strategi yang cocok untuk mengusir penjajah dari negeri-negeri muslim –waktu ia beliau membuktikannya ketika berhadapan dengan penjajah Inggris di Mesir: 1. begitupula membongkar cela para pecundang dan orang-orang yang tertipu. karya Fuad Al Hajarsi. sehingga hal ini benar-benar menjadi sesuatu yang diyakini secara kuat dan tertanam."379 2. Menghimpun kalimat masyarakat dan menyatukan kekuatan dan usaha. menjadi rujukan dan yang diserukan oleh masyarakat. kami akan menghimpun masyarakat dalam satu kata di pelbagai pertemuan dan muktamar."378 "Merupakan kewajiban kami untuk merubah tanpa terjangkit wabah pemikiran mereka yang telah akut. yang di belakangnya tiada lain adalah upaya merusak bangsa Timur dan melenyapkan persatuan Islam. Imam Syahid tahun 1931. diambil dari buku. "Kami menyebarkan buletin dan keteranganketerangan yang menjelaskan kepada masyarakat tentang hak-hak mereka yang tersembunyi dan apa yang ditutupi dari cela para pecundang dan mereka yang terpedaya. Kewajiban dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya. menahan siapa saja yang berbaik sangka terhadap musuh. Membangkitkan umat dan menyadarkan dan mempersiapkannya untuk menghadapi penjajah: Hal ini tentunya merupakan pancaran dari pemahaman Islam dan apa yang diwajibkan kepada pemeluknya.

yang akan mempegaruhi rakyat dan pemerintahnya terhadap permasalahan nasional Islam. Menggunakan kekuatan pers untuk memberi tekanan dalam skala internasional untuknya: "Kami akan mengirimkan saudara-saudara kami ke segenap penjuru Negara-negara asing. hal. Semua itu pada hakikatnya adalah satu masalah saja. serta menghancurkan semua belenggu penindasan dan imperialisme. kita harus bersekutu dan bersatu. hal. Kita harus kembali pada apa yang telah diwajibkan oleh Islam (kepada semua pengikutnya) sejak pertama ia diturunkan."382 "Walaupun dengan tekanan pers terhadap Negara-negara asing dan terhadap organisasi-organisasi dunia. hal."Kami akan menyerukan penyelenggaraan muktamar Arab-Islam untuk menyatukan kekuatan dan mengkoordinasikan strategi. 229 382 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). yang hampir sama dengan masalah yang sedang kita hadapi. dan meyakini bahwa pada dasarnya tergantung kepada diri sendiri. kita berada di depan berbagai situasi internasional yang baru. yakni penyempurnaan kebebasan dan kemerdekaan. yakni ketika Islam menjadikah wihdah sebagai salah satu makna dari sekian kandungan makna iman. maka kami akan tahu bagaimana meneguhkan diri kami dan membuat benteng yang kokoh antara kami (orang-orang yang beriman) dan orang-orang zhalim itu."381 3."380 "Sekarang. 270 383 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). 270 323 . 117 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). "Jika hal ini tidak memberikan faedah apa-apa dan kami tidak mendapat bagian apapun dari dunia baru. hal. namun Imam Syahid mengetahui kadar relativitas aspek-aspek tersebut."383 –baik pemerintah maupun masyarakatuntuk menjelaskan problematika yang dihadapi serta mencari dukungan 380 381 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah).

diambil dari buku. jika cara384 Dari makalah. 117 385 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah)."384 4. baik sebagai duta besar atau sebagai dalang. Maka pintu pertama proses perbaikan ini adalah kita melawan dua fenomena ini. dan ini merupakan kelemahan yang tidak seharusnya terjadi di dalam pemerintah. karya Fuad Al Hajarsi. karena aksi protes tidak mampu menghilangkan beban dan tidak dianggap telah memenuhi kewajiban."Yang saya inginkan adalah agar umat Islam meyakini bahwa aksi protes saja tidak cukup. maka tidak benar kalau hanya menyandarkan diri pada aksi protes semata. atau sebagai sarana untuk memperpanjang usia penjajahan. Karena jika tidak. sehingga seluruh keinginan dan pelaksanaan pemerintah adalah sesuai dengan keinginannya. Islam menyambut baik adanya cara-cara yang konstruktif untuk mengakhiri pemusuhan. Cara ini tidak dilarang untuk digunakan dan dimanfaatkan dengan syarat bahwa pemberian hak harus dilakukan secara total. bahkan tidak bermanfaat sama sekali. "Kendati demikian. Menghadapi kelemahan pemerintah dan intervensi asing dengan menggunakan opini publik untuk melakukan tekanan dalam rangka menghadapi kerusakan ini: Imam Syahid berkata. Kewajiban dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya. Hal. hal. "Sesungguhnya faktor utama yang merusak tatanan kehidupan masyarakat Mesir. seperti perjanjian dan pemberlakuan hukum sebagai sarana untuk mengusir mereka. Imam Syahid berkata. Perdamaian dengan penjajah Imam Syahid membatasi bentuk-bentuk perdamaian dengan para penjajah. 258 324 ."385 5. maka seluruh upaya akan sia-sia belaka. Imam Syahid tahun 1931. atau yang membuat kita terpaksa melepaskan beberapa bagian dari hak kita. jangan sampai ada hak kita yang dirampas atau kebebasan kita yang terpasung. Imam Syahid. negeri-negeri Arab dan Islam adalah intervensi pemerintah asing. agar masyarakat terbebas dari dua imperialis.

selama hal itu bukan masalah yang haram. 224 325 . atau salah satu khulafaaur Rasyidin yang rela dengan hukum orang kafir. Meski dalam hal ini kita tidak pernah menjumpai bahwa Rasulullah Saw. Rasulullah Saw. jika hal itu bisa mengarah pada pencapaian kebenaran yang sempurna. selama di dalamnya terdapat kemaslahatan dan tidak merugikan kaum muslimin sendiri.cara itu pada akhirnya mengakui akan kebenaran bagi yang berhak. Sesungguhnya dialah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. maka hal itu tidak bisa diterima apapun alasannya.386 Adapun pemberlakuan hukum yang didasari oleh keuntungan dan ambisi Negara. Maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Diantara jenis perdamaian yang lain adalah mau berhukum dengan hukum orang lain. sendiri pernah melakukan genjatan senjata dengan orang kafir dalam Perjanjian Hudaibiyah. firman Allah:                  Artinya: "Dan jika mereka condong kepada perdamaian. yaitu bermaksud mengurangi (merampas) hak umat Islam – sebagaimana dapat kita lihat dari keputusan-keputusan PBB atau organisasiorganisasi dunia lainnya-. jika hal itu akan mengantarkan kepada kebenaran.S Al Anfal: 61) Rasulullah tidak memilih antara dua perkara kecuali yang paling mudah. Di antara jenis perdamaian adalah genjatan senjata. Akan tetapi hal itu bisa dibenarkan jika dilihat dari konteks ayat dan keharusan untuk bersepakat atas kebaikan. hal. Islampun tidak melarangnya apabila hal itu terjadi antara kaum muslimin dengan non muslim. (Q. Seperti 386 sikap Imam Syahid menolak keputusan PBB terkait dengan Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam).

sesungguhnya kita telah memperoleh keuntungan moral yang besar dengan diumumkannya problem-problem kita secara besar-besaran di hadapan dunia internasional."387 6. mengungkapnya dari hanya sekedar saling memahami sekali tidak secara sempit kepada sebuah cukup untuk mengantisipasi pernyataan yang memiliki yang paling legitimasi di tingkat global. wilayah Arab dan wilayah Yahudi. Slogan-slogan kosong dan katakata tidak membuatnya lengah terhadap kebenaran. yakni mengumumkan permusuhan (peperangan). karena dikalahkan oleh berbagai kepentingan internasional dan ambisi kolonial. keuntungan moral itu sama permasalahan mendasar. kelicikan dan tipu daya penjajah Inggris. "Jika usaha-usaha seperti ini menemui jalan buntu. "Seorang penulis terkemuka pernah menuliskan." 387 kemudian segera melakukan jihad dengan pelbagai 388 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). yang dengan itu kita tidak akan bisa maju selangkah pun. Hal ini karena kebandelan. hal. Bahkan. Imam Syahid berkata. Kita juga telah melakukan adopsi hukum. Imam Syahid tidak tertipu dengan gembar-gembor pers tentang perjanjian dan keuntungan yang kami ambil. karena kita masih tetap bersama Inggris. Hal ini benar. Diperlukan pernyataan sikap perlawanan dan membatalkan semua kesepakatan dan keterikatan: Imam Syahid berkata.pembagian wilayah Palestina menjadi dua. kondisi stagnan itu akan semakin mengakibatkan kegundahan dan ketidakmenentuan. "kami telah melakukan genjatan senjata. maka prinsip Islam telah jelas. namun kita juga tidak memperoleh hasil apapun. 225 388 Ibid 326 . namun kita tidak mendapatkan apa-apa. Imam Syahid berkata. Namun. sarananya. beliau menentang keputusan tersebut dengan segenap kemampuan yang dimilikinya.

389 Harus dipersiapkan pula moralitas bangsa untuk hal itu dengan berbagai penerangan dan sosialisasi besar-besaran. Dalam bidang operasional kemiliteran. serta mengumumkan bahwa kita dalam kondisi perang.Beliau juga berkata. "tidak ada jalan lain bagi kita kecuali mencabut perjanjian genjatan senjata itu dan mengumumkan perang terbuka. Dari situlah kita akan mulai mengatur kehidupan kita sendiri tanpa campur tangan mereka. sambil menunggu datangnya kesempatan dari Allah (sampai dating waktunya untuk berperang dengan mereka). pemerintahlah yang harus menjadi penanggungjawab yang pertama dan terakhir. Imam Syahid maju dan menyampaikan gagasan perbaikan ini kepada pemerintah. Namun. Di atas asas inilah kondisi sosial akan berubah. Dalam bidang ekonomi. harus dibangkitkan semangat untuk meraih izzah. kemuliaan dan cinta kemerdekaan.390 Kerja keras ini bukan tidak mungkin bisa ditangani oleh individu atau lembaga tertentu.391 Oleh karena itu. rakyat harus diberikan pendidikan dan latihan militer. kita mendeklarasikan kepada mereka untuk mencabut semua ikatan dan kesepakatan antara kita dengan mereka. kita harus merasa cukup (dan sementara membatasi diri) dengan apa yang ada di negeri kita dan di negeri saudarasaudara kita dari bangsa Arab dan kaum muslimin (tidak perlu minta bantuan ke Negara yang lain. persis sebagaimana sebuah bangsa ketika menghadapi perang yang sesungguhnya. Pada saat yang sama. mengajaknya untuk menunaikan tugas 389 390 391 Ibid Ibid Ibid 327 .) Dalam bidang sosial.

memberi tekanan hingga pemerinatah mengambil langkah konkret untuk mengentaskannya. pers dan boikot-boikot yang lain. yakni sebuah nilai lain dari nilai-nilai kekuatan yang tidak lain adalah persatuan dan kesatuan). yang keduanya saling memberi dukungan dan saling menghormati. Hal. budaya. budaya. dan dukungan terhadap aktivitas militer rakyat untuk melawan penjajah. Kewajiban dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya. karya Fuad Al Hajarsi. Imam Syahid. Imam Syahid tahun 1931. diambil dari buku. baik kebiasaan. sosial. Boikot Diantara sarana konvensional yang diserukan oleh Imam Syahid dalam rangka memberikan perlawanan kepada penjajah adalah melakukan boikot. Dari makalah. kelemah-lembutan dan dukungan." "Boikot segala sesuatu yang tidak berasal dari Timur (Islam). "Mereka akan menyaksikan bahwa senjata negatif ini akan menghilangkan keinginan mereka dan mengembalikan permusuhan itu kepada diri mereka sendiri."394 "Dengan cara ini (yang dengan sendirinya akan menambah perbendaharaan sarana khusus kita bagi setiap umat mencabut perjanjian damai dan jihad tadi. hal. kita akan bisa terbebas dan mampu menjadi lawan yang seimbang bagi bangsa-bangsa yang rakus di 392 393 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). dan produk-produknya.dengan segala sarana dan prasarana."392 "boikot adat budaya dan produk-produk yang tidak Islami. 7. sehingga kita menyaksikan sebuah jalinan yang demikian kuat antara kita dengan Islam. minimal pemerintah memberikan perlindungan. baik boikot ekonomi. serta merasa bangga dengan ketimurannya (keIslamannya). 275 328 ."393 "Dunia Islam dengan segenap jiwanya telah memberikan kepada kita kepekaan perasaan. 117 394 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya).

Perlawanan rahasia di Terusan Suez. memberikan pengorbanan dan jiwa para syuhada dalam pertempuran sengit di Terusan 395 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). a. Bab khusus tentang pertempuran Ikhwanul Muslimin melawan Inggris."398 dalam perlawanan militer terhadap penjajah. dimana pada akhirnya ia berhasil mengusir penjajah setelah kesyahidannya. 311 397 Lihat."396 9. tetapi hanya untuk sebuah tujuan yang jelas. hal."395 8. Ustadz Fuad Al Jaharsi.397 Imam Syahid berkata. hal. Partisipasi jamaah dalam memberikan perlawanan militer terhadap penjajah: Imam Syahid benar dalam strateginya dan sukses dalam penyiapan jamaah dan masyarakat. banyaknya pasukan dan armada perang. kami tidak menggantungkan jihad pada kekuatan senjata. 398 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Perlawanan total dalam menghadapi penjajah membutuhkan persiapan dan pengorbanan. Pengusung panji dakwah abad 20. 258 329 . dan Negara-negara yang saling berkompetisi untuk memperebutkan materi dan kepentingan. Tujuan yang mengarah pada kemenangan atau mati syahid. dan kami merasakan dengan rasa yang mendalam terhadap rantai yang membelengu tangan dan kami kami.dunia ini. Jamaah Ikhwanul Muslimin memberikan kontribusi luarbiasa Suez. kami menyadari bahwa kami lebih lemah dari itu semua. Al Ustadz Kamil Syarif b. 314 396 Ibid. untuk itu perlu persiapan jiwa untuk melakukannya: "Rakyat sangat siap untuk berkorban. "Saat kami beriman dan berjuang. hal. Imam Syahid.

memberikan pengorbanan. Jamaah menjadi sarana untuk mewujudkan seluruh visi dan misinya. namun ia merupakan bagai dari satu susunan sempurna dari visi dan strategi. b. dan dengan pandangan yang komprehensif dan luas. c. mempersembahkan syuhada."Kami akan bekerja dengan landasan spirit perasaan ini: Kami akan menegakkan kebenaran. sebagaimana dapat kita lihat dalam siasat Imam Syahid: a. 399 Ibid. atau jamaah hanya membatasi tujuannya hanya pada target-target ini –walaupun target tersebut sangat penting-. Kemerdekaan dan kebebasan bukanlah visi satu-satunya. membantu dan memperjuangkannya. tanpa persiapan dan strategi yang jelas dan menyeluruh. Dimana jamaah berada di garda terdepan umat yang akan memimpin perjuangan. 270 330 . Beliau juga menolak penghentian peran dan aktivitas jamaah ketika terwujudnya kemerdekaan dan kebebasan saja. begitupula mempersiapkan jamaah ini untuk berperan di bidang tersebut. sementara masyarakat di sekitarnya menerima. Imam Syahid menolak perlawanan yang asal-asalan. atau menjadi bagian yang terpisah dari umat dan masyarakat. oleh karena itu maka kerja yang harus dilakukah adalah membentuk sistem khusus untuk melatih dan mempersiapkannya pada hari pembebasan. Bahwasanya diperlukan persiapan yang hakiki terhadap umat dan menyadarkannya. atau hanya terbatas pada visi-visi yang parsial."399 Perlawanan ini dilakukan dengan berpedoman kepada prinsip-prinsip dakwah. dan menjaga agar tidak terjadi benturan dan singgungan antara visi-visi tersebut satu sama lain. dan di dorong oleh keimanan dan diarahkan oleh cita-cita. atau hanya menjadi petualangan militer semata. hal.

Persiapan ini tidak hanya dengan mempersiapkan kuantitas pasukan yang sesuai dengan persiapan yang sempurna. Kami melihat bahwa jamaah telah maju kehadapan. untuk melanjutkan aktivitas dakwah secara sempurna. dan keluar dari pertempuran dengan kekuatan yang semakin membaja. proses eksistensi. melawan penjajah Inggris dan mengusirnya keluar dari negeri Mesir. sesuai dengan perkembangan peristiwa dan beban-bebannya. hal ini 331 . keberlangsungan dan upaya mewujudkan visi-visinya berjalan seimbang dengan target pembebasan dan kemerdekaan. hari itu dinamakan sebagai Yaum Dam (hari berdarah). dimana peperangan banyak menelan pentolan-pentolan dakwah dan unsurunsur yang berkualitas. namun segala puji bagi Allah.Oleh karena itu kita melihat pembangunan jamaah. setelah melakukan persiapan dan pada waktu yang tepat. d. namun ia juga mencakup pemenuhan yang terus menerus terhadap kebutuhan. dan Imam Syahid telah mempersiapkan sarana untuk Ikhwanul Muslimin dan masyarakat dengan persiapan yang sempurna dalam pelbagai aspek dengan berbagai mengantarkan kepada kemerdekaan negeri. e. Ikhwanul Muslimin mampu menghadapi serang-serangan itu. dengan mengarahkan serangan-serangan yang mematikan. Adapun unsur utama yang sangat dibutuhkan dalam segmen ini adalah al fard (individu muslim) yang akan disiapkan dan ditarbiyah. pengorbanan menghadapi rintangan dan kepungan musuh. ia mampu memikul beban dakwah segenap dengan penuh ketegaran dan dengan dan jiwa menghadapinya syuhada yang dengan gugur. sementara penempatan (kader) yang dilakukan terkadang belum mengalami pematangan dalam persiapan tarbawi dan yang akan berperan sebagai unsur pemimpin. dan dengan keutamaan Allah terlihatlah kemampuannya untuk tetap eksis dan memproteksi dakwah. Musuh telah berupaya untuk memukul mundur jihad Ikhwanul Muslimin di Palestina dan Terusan Suez.

"Saya ingin menuntaskan permasalahan ini. Ini yang sebenarnya yang diinginkan dari makna Islam dan persatuan umat Islam. Imam Syahid berkata."401 Imam Syahid menegaskan bahwa tidak ada sikap mengalah atau penyepelean terhadap penjajah. sehingga menyebabkan sedikitnya basis-basis shaf tarbiyah dan banyaknya unsur-unsur yang bersemangat yang telah ditempatkan tanpa melalui persiapan tarbiyah yang matang. atau kerusakan struktural di jamaah dan tarbiyah. dan penyimpangan pemikiran. bahwa sesungguhnya Negara Islam merupakan satu kesatuan yang tidak terbagi-bagi. 204 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). hal. Sehingga setiap umat Islam wajib saling bahu membahu dan bekerjasama mewujudkan kebebasan dan kemerdekaan di setiap negeri-negeri muslim.dikarenakan cepatnya perputaran peristiwa dan tekanan yang terjadi. hal. walaupun dalam waktu yang panjang. merupakan kejahatan yang tak bisa dimaafkan. sebagai akibat dari perseteruan dan pengorbanannya."400 "Kelaliman yang dilakukan di setiap jengkal tanah yang dihuni seorang muslim. harus 400 401 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). 170 332 . • Makna Negara Islam dan sikap terhadap permasalahan Palestina: Imam Syahid meluaskan pengertian Negara Islam hingga mencakup seluruh Negara Islam. Dengan demikian kita sampai kepada shaf yang pondasi dan bangunan utamanya mengalami kelemahan. permusuhan terhadap salah satu bagiannya merupakan permusuhan terhadap bagian-bagian yang lain. Hal ini yang kemudian membuatnya terancam fitnah. dan kurang menguasai aspek-aspek dakwah dan rukunrukunya. atau karena sedikitnya waktu yang tersedia. sehingga mereka menjadi pentolan-pentolan jihad dan pemimpin nasional. namun sayangnya pembinaan tarbiyahnya masih lemah.

ada pengembalian hak-hak kita secara sempurna. "Perhitungan kita dengan Italia tidaklah lebih sedikit daripada Perancis. Amerika. India dll. Imam Syahid berkata. Begitupula dengan Perancis dan Italia. dimana Islam telah mewajibkan kepada setiap penduduk di setiap wilayah tersebut – dan kita juga tentunyauntuk berusaha menyelamatkan dan membebaskannya dari cengkeraman musuh. Beliau berkata tentang hal ini.adalah membebaskan 402 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).S Ali Imran: 140)402 "Maka merupakan hal yang alami. hal. Sungguh akan tiba suatu hari dimana akan terbayar semua perhitungan ini. Dan Allah tidak menyukai orangorang yang zalim. tanpa ada satupun yang dikurangi. (Q. 150. firman Allah:                     Artinya: "Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran). 151 333 . dan hari ini termasuk dalam kelompok mereka Rusia. "Setelah itu perhitungan kita dengan pihak Inggris adalah perihal daerah-daerah muslim yang didudukinya. jika bagian dari tujuan kalian -sebagai dakwah Islam yang benar dan paripurna. dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'.

Ikhwanul Muslimin dan Permasalahan Palestina. Seperti perannya terhadap permasalahan Palestina."406 403 404 Risalah. hal ini sebagai bentuk penolakan terhadap ketetapan yang dikeluarkan oleh PBB tentang pembagian wilayah Palestina menjadi dua bagian dan pengakuan terhadap eksistensi Israel sebagai Negara yang sah di Palestina. sekretaris jendral Liga Arab ketika itu. Imam Syahid meminta. beberapa kalimat dan pengarahan yang dberikan oleh Imam Syahid terkait dengan hal itu. atau menyetujui Yahudi untuk hidup berdampingan dengan bangsa Arab di bawah pemerintah Palestina yang merdeka.404 Imam Syahid berkata. Bagi yang ingin memperluas dan mendalami lebih jauh perkataan-perkataan beliau. "Membersihkan Zionisme dari negeri-negeri Islam.Lembah Nil.405 Imam Syahid menyampaikan seruan kepada Negara-negara Arab dan Islam untuk segera menarik diri dari PBB. 251 Diantaranya: Ikhwanul Muslimin dan Perang Palestina. Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Ustdadz Kamil Syarif. hal."403 Hal ini sebagaimana peran yang dilakukan oleh Imam Syahid dalam membebaskan negeri-negeri muslim. -sebagai tempat yang memiliki keistimewaan.yaitu dalam pertempuran antara Islam melawan Barat. Fuad Al Hajarsi. silakan untuk merujuk kepada referensi-referensi khusus tentang hal itu. Kami akan menyampaikan secara ringkas. bangsa Arab dan negeri-negeri muslim dengan seluruh bagiannya dari penjajahan bangsa asing. dan mengajak seluruh bangsabangsa Arab dan Islam untuk bangkit membela Palestina. dan merupakan contoh yang sangat jelas terhadap perampasan negeri kaum muslimin. Dalam memoar yang beliau sampaikan kepada Biro Politik Liga Arab. dll. 405 Ikhwanul Muslimin dan Permasalahan Palestina. hal. Fuad Al Hajarsi." Sebagaimana yang beliau tulis dalam suratnya kepada Abdurrahman Azzam. dengan syarat mengembalikan setiap penduduk Yahudi ke negeri asalnya setelah Perang Dunia I. 14 406 Ibid 334 . "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin tidak ada cara lain untuk membebaskan Palestina kecuali dengan kekuatan.

darah suci dan mulia yang tertumpah tidak akan ada gantinya. seperti raja Faruq dan lain-lain)."407 Dengan segala keterbatasan kemampuan jamaah serta marabahaya yang senantiasa mengintai. Sesungguhnya kita adalah pembawa risalah dakwah yang menolak cita-cita palsu dalam setiap manuver politik yang tidak dipimpin oleh Islam. sebagaimana Islam menghancurkan yang lainnya. hal. "Mereka adalah orang-orang yang tidak berdosa yang berada di sisi Allah. Imam Syahid berkata. Sesungguhnya Israel akan berdiri. dan dalam memobilisasi umat Islam. dan jamaah Ikhwanul Muslimin masih dalam tahap pembinaan. 40 335 . Imam Syahid menyampaikan. panjang dan menakutkan. serta besarnya kekuatan permusuhan yang berada di belakang Yahudi. Jalan yang akan kalian lalui sangat panjang. Demikianlah sikap beliau terhadap pelbagai permasalahan umat Islam. akan tegak berdiri dan akan tetap eksis hingga Islam menghancurkannya. Walaupun dengan segala konsekuensi dan perkembangan yang akan terjadi. "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin akan mengerahkan seluruh jiwa dan harta mereka demi menjaga keutuhan setiap jengkal tanah palestina yang Arab dan Islam. mereka adalah orang-orang asing. hingga Allah mewariskan bumi dan seluruh isinya. orang-orang asing. mereka telah mempersembahkan darahnya dalam perjuangan di jalan Allah dalam peperangan yang dikuasai oleh kaum yang tidak memperdulikan Islam (maksudnya para pemimpin Mesir pada waktu itu. 407 Ibid. orangorang asing. namun Imam Syahid tetap ikut serta dalam jihad melawan Yahudi. karena gerakannya adalah gerakan ideologi. sebagaimana disebut dalam makalahnya yang berjudul Mihnatul Islam. Dalam ucapan belasungkawa untuk para syuhada jamaah yang gugur di Palestina. Adapun Israel.Dalam memoar yang ditulis kepada Dubes Inggris. Ini adalah jalan kita yang tidak boleh kita lewatkan sebagai pertempuran dan pembuktian kepahlawanan.

namun ada satu hal yang menyatukan mereka dan mereka bersumpah untuk menunaikannya. serta tidak tertipu dan lalai ketika berhubungan dengan mereka. Kita meminta maaf kepada Allah terhadap darah syuhada yang telah tertumpah.408 • Mengenal dengan baik Karakter musuh Imam Syahid sangat berbeda (istimewa) dengan pengetahuan dan pengenalannya yang mendalam terhadap musuh. 117 336 . dalam makalahnya yang berjudul. atau lebih keras dari itu. 15 409 Makalah: Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya. Kewajiban Dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya.dan setiap jihad yang tidak dipimpin oleh kalimat Allah. dari buku. menjadi lebih gelap dari kegelapan malam. Imam Syahid berkata pada tahun 1931 M. Oleh karena itu. Umat kita harus bisa membedakan antara orang-orang berakidah yang berjuang dan para pecundang dari politikus dan militer. yang kehilangan cahaya sehingga tidak ada setitik cahayapun yang tampak dari cahaya kebenaran. Ustadz Fuad Al Hajarsi. sementara hati mereka telah membeku dan membatu. merupakan kesia-siaan kalian berupaya menjadikan musuh sebagai pemimpin. Merupakan sebuah kesia-siaan kalian menanti belas kasihan dari hari-hati mereka. Hal. Mihnatul Islam. sementara mereka telah berkumpul di sekeliling kalian dan bersepakat untuk menteror kalian. Imam Syahid tahun 1931 (dari buku: Imam Syahid. Ikhwanul Muslimin dan Permasalahan Palestina. jika peringatan itu bermanfaat. 408 Dari makalah. dan semoga ini menjadi peringatan bagi umat. yang kemudian membuat mereka berprilaku buas dan gila. Walaupun mereka berbeda ambisi dan keinginan. hal. Merupakan kesia-siaan kalian berharap mendengarkan kalimat-kalimat lembut dan santun dari kelompok mereka. Fuad al Hajarsi. akhirnya memberikan anugerah syahadah kepadanya. yaitu melenyapkan Islam dan kaum muslimin. sehingga Allah Swt.409: "Wahai umat Islam. mereka tidak mendapatkan solusi lain selain dengan membunuhnya. dan menjalin hubungan dengan musuh-musuh kalian. Hal itu tiada lain adalah intrik pasukan Salib dan manuver politik yang sudah terbelakang.

Maka ia berkata: "Sesungguhnya Aku berlepas diri dari kamu. firman Allah:                          Artinya: "(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia Berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu". dengan kalimat yang lebih jelas. (Q. Maka tatkala manusia itu Telah kafir. seandainya mereka sanggup. Karena Sesungguhnya Aku takut kepada Allah.S Al Baqarah: 217) Allah juga berkata kepada Nabi-Nya Muhammad Saw. mereka juga memiliki kedengkian yang lama yang ingin mereka tebus dari kalian. dan sesungguhnya 337 . bahwa orang-orang mulhid dari kaum muslimin adalah musuh pertama kalian. Selain itu. Allah telah menggambarkan karakter kaum itu kepada kalian melalui firman-Nya:          Artinya.Jangan kalian terpedaya wahai kaum muslimin.S Al Hasyr: 16) "Ingatlah kalian wahai Ikhwanul Muslimin. cukuplah sudah kelalaian dan berbaik sangka yang sudah berlangsung lama. "Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran). bahwa mereka tidak merelakan apapun untuk mereka kecuali kemurtadan dan perbudakan. (Q. Rabb semesta alam".

mereka memiliki saham besar terhadap musibah yang menimpa negerinegeri muslim. Barangsiapa yang loyal terhadap suatu kaum."410 410 Makalah ini kembali dipublikasikan di Majalah Dakwah. edisi 82 Syawal 1419 H/ Januari-Februari 1999 M. Merupakan kewajiban kami untuk merubah tanpa terjangkit wabah pemikiran mereka yang telah akut. menahan siapa saja yang berbaik sangka terhadap musuh. Barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka ia akan mendapatkan dosanya dan dosa orang-orang yang melakukannya sampai hari kiamat.S Al Maidah: 51). tanpa mengurangi sedikitpun dari dosa mereka. sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. mereka tidak jauh berbeda dengan orang-orang Eropa. dan siapa saja yang telah membius otot-otot kami dengan pemikiran-pemikiran palsu dan kalimat-kalimat rayuan. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (Q. firman Allah:                             Artinya: "Hai orang-orang yang beriman. yang di belakangnya tiada lain adalah upaya merusak bangsa Timur dan melenyapkan persatuan Islam. janganlah kamu mengambil orang- orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu). 338 . Maka Sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. maka ia termasuk ke dalam golongan mereka. barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin.

Dipublikasikan oleh Majalah al Mabahits. dan dengan penuh semangat. hal. Beliau mengirimkan surat kepada kepala pemerintah Mesir. namun kita harus mempersiapkan diri dengan sempurna. yaitu setelah deklarasi perang dunia I.Imam Syahid mengenal benar karakter dan tipikal Negara-negara Barat. 298 412 Dari makalah Imam Syahid. januari/Februari 1999 M. "Sesungguhnya Negara-negara Barat –wahai bapak kepala Negara yang mulia."411 Imam Syahid juga sangat mengenal secara mendalam proyek-proyek Barat-Zionis yang ingin menguasai umat Islam. 339 . yang terakhir ditulisnya. dan kita akan berjuang untuk mempersiapkannya. Maka kewajiban kita adalah tidak tunduk kepada mereka. "Adalah bagian yang baik untuk kita."412 411 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). dapat menyaksikan zaman dimana kekuatan Yahudi Internasional menantang bangsa-bangsa Arab dan Islam dan menodai kesuciannya dengan besi dan api. berdiri dengan penuh kemantapan. walaupun mereka berupaya menunjukkan kelembutan dan belas kasih namun sesungguhnya mereka menyimpan sesuatu yang tidak mereka perlihatkan. hingga ketika menghadapi bahaya kita telah memiliki kesiapan yang sempurna. ia tidak akan ragu untuk membohongi dirinya sendiri (dengan berpura-pura) jika ia mendapatkan kepentingan dan kemaslahatan dalam berbohong. Ali Mahir pada tahun 1939 M.apapun warnanya tidak memiliki perjanjian dan perlindungan. dan diterbitkan kembali oleh Majalah Dakwah. beliau berkata. pada Januari 1951 M. maka kita akan menerima tantangan ini dengan keyakinan bahwa Allah yang maha tinggi dan maha mulia telah memberikan kepada kita keutamaan dan kelebihan untuk melakukan perlawanan terhadap musuh dan melumpuhkannya. siasat dan ambisinya. oleh karena itu beliau menganggap perlawanan terhadap proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari tujuan jamaah. mengingatkannya untuk berhati-hati agar tidak mengekor di belakang mereka.

maka telah disebutkan di dalam buku-buku fikih dan buku-buku cabang. Adapun perincian undang-undang dan peraturannya serta apa saja yang terkait dengannya. Lihat kembali Risalah Akidah Thahawiyah.Bab IX Tentang Tujuan Membentuk Pemerintah Islam Tentang Tujuan Membentuk Pemerintah Muslim • Mukadimah Imam Syahid menetapkan bahwa pendirian pemerintah Islam merupakan bagian asasi dari manhaj Islam."413 "Dalam setiap perencanaan. Ia menolak pemisahan antara agama dan politik. agama. hal. Beliau juga menjelaskan bahwa pengaturan kehidupan dan Islam merupakan asas keimanan dan keyakinan terhadap syariat Islam. Imam Syahid berkata."414 413 414 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). 206 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). "Sesungguhnya. yang telah diyakini oleh Ikwan telah menjadikan pemerintahan sebagai salah satu pilar bangunannya. dan penetapan target. Agama Islam. Negara. Ia tidak hanya menjadi alat pengarah dan nasehat. Khalifah yang ketiga (Utsman bin Affan) berkata. 136. Dahulu. syariat dan pelaksanaan. ia dianggap sebagai sesuatu yang prinsipil dalam Islam. Allah mencegah dengan kekuasaan sesuatu yang tidak bisa dicegah dengan Al Quran. "Islam datang sebagai aturan. Ikhwanul Muslimin selalu melaluinya dengan di bawah cahaya hidayah Islam yang hanif ini. Yang dimaksud Imam Syahid adalah bahwa pemberlakuan hukum dengan Al Quran dan mendirikan pemerintah Islam merupakan sesuatu yang asasi dan mendasar. langkah kerja. namun harus diwujudkan dalam realitas kehidupan. 340 . pemimpin. Inilah yang mereka pahami sebagaimana telah dijelaskan pada awal tulisan ini. hal.

dan diupayakan oleh seluruh kaum muslimin. dan membentuk pemerintah Islam di atas system ini.tidak mengungkap masalah politik atau bahwa politik tidak termasuk dalam agenda pembahasannya. hal. mendeklarasikan prinsip-prinspinya yang lurus. Hal itu merupakan hak asasi manusia. maka sungguh ia telah menganiaya diri sendiri dan pengetahuannya. hal."Islam yang hanif ini mengharuskan pemerintahannya tegak di atas kaidah sistem sosial yang telah digariskan oleh Allah untuk umat manusia. hal. 415 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). Agar tegak di Negara ini sebuah daulah Islamiyah merdeka yang menerapkan hukum Islam. 178 341 . Selama daulah ini belum Agung. beliau berkata. merealisasikan sistem sosialnya. tegak. "Setelah itu kita menginginkan pemerintah muslim yang bisa membimbing anggota masyarakatnya ke mesjid. atau para penjajah durjana. dan menyampaikan dakwahnya yang bijak kepada seluruh manusia. kareka maka seluruh kaum muslimin untuk berdosa."417 Imam Syahid menjelaskan tentang dua asas utama. 177 417 Ibid. Tidak ada yang mengingkarinya kecuali orang yang zalim lagi durhaka."415 Oleh karena itu. "perhatikanlah selalu terhadap dua hal utama yang ingin kita capai: Agar Negara muslim merdeka dari setiap dominasi asing. 317 416 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda)."416 "Kami akan bekerja untuk menghidupkan sistem pemerintah Islam dengan seluruh wujudnya. Barangsiapa yang beranggapan bahwa agama –terlebih lagi Islam. Imam Syahid menjadikan politik menjadi bagian dari tujuan utama yang diupayakan oleh jamaah. Mereka dan bertanggungjawab di hadapan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha pengabaian mereka menegakkannya keengganan mereka untuk mewujudkannya. Beliau menyebutkan dalam tingkatan amal dan tujuan jamaah.

107 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah).”420 "Ikhwanul Muslimin berusaha agar sistem Islami didukung oleh para penguasa. hal. 251 Risalah. agar terbentuk Negara Islam baru yang menegakkan dan menjalankan hukum-hukum ini terhadap umat manusia yang didukung oleh umat Islam. kemasyarakatan."419 “JIka tujuan-tujuan ini –perbaikan individu dan masyarakat muslim. di Negara-negara Arab. dan menyaratkan kebebasan dan kemerdekaan yang sempurna. dan di setiap Negara-negara Arab. maka kalian harus menuntut dengan hak Islam untuk mendirikan sebuah pemerintah yang memperhatikan prinsip.418 "Maka kalian harus menuntut dengan hak Islam untuk mendirikan sebuah pemerintah yang memperhatikan prinsip. hal. Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini).tidak bisa diwujudkakn kecuali di bawah naungan sebuah pemerintah yang shalih. Kehidupan mereka diatur oleh tuntunan syariah berdasarkan wahyu yang diturunkan Allah kepada Nabi-Nya. firman Allah:                 Artinya: 418 419 420 Risalah.Kita ingin merealisasikan dua sasaran ini di Lembah Sungai Nil (baca Mesir). karena Islam merupakan agama. Nahwa an Nur (Menuju Cahaya) 342 . nilai-nilai dan ajaran Islam. dan di setiap Negara yang telah disejahterakan oleh Allah dengan akidah Islamiyah. dan akidah yang mempersatukan seluruh pemeluknya. nilai-nilai dan ajaran Islam.

Imam Syahid berkata. "Untuk itu pertama-tama kami meminta kepada pemerintah Mesir. yang berdakwah dengan penuh keikhlasan kepada pemerintah untuk kembali kepada manhaj Islam. 206 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) 343 . Menghormati kewajiban dan syariat Islam. Menghindari al Mu'biqat (perbuatan maksiat yang merusak) yang telah diharamkan oleh Islam. riba dengan segala sesuatu yang berhubungan dengannya dari al Qimar 421 422 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). yang indikasi konkretnya antara lain: 1. setiap pegawai dan pekerjanya komitmen dalam melaksanakannya. Maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak Mengetahui. dan menggariskan kepada mereka jalan dan langkah yang dibutuhkan untuk itu. Mendeklarasikan bahwasanya ia adalah pemerintah Islam yang menerapkan fikrah Islam sebagai asas Negara secara resmi. (Q. seperti Khamr (minuman keras) dan yang sejenisnya. "Ikhwanul Muslimin tidak menuntut tegaknya pemerintahan untuk kepentingan dirinya dan kelompoknya."422 Mereka adalah para duat prinsip dan akidah. maka mereka siap menajdi tentara. hal. menunaikan amanat dan berhukum kepada sistem yang sesuai dengan manhaj Islam dan Al Quran.S Al Jatsiyah: 18)421 • Ikhwanul Muslimin Tidak Ambisi Kekuasaan dan Tidak bermaksud menguasai pemerintahan: Imam Syahid berkata. kemudian kepada pemerintah Arab dan Islam untuk mengembalikan sistem kehidupan dan peradabannya kepada sistem Islam. 2."Kemudian kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu). 3. zina dan segala sesuatu yang mengarah kepadanya. jika Ikhwan mendapati di tengah umat terdapat orang yang siap memikul beban. pembela dan penolongnya. dan hendaknya orang tua diantara mereka menjadi qudwah bagi yang lain.

Inilah hak Islam terhadap kita. 138 344 . Syariat Islam seolah-olah berada di suatu lembah. hal. diamnya para pembaharu Islam dari tuntutan diberlakukannya hukum Islam adalah dosa besar yang tidak terampuni kecuali dengan mengambil alih pemerintahan dari tangan mereka yang tidak mau menegakkannya. 4. Memperbaharui kurikulum pendidikan. kenyataannya kini tidaklah demikian. Menjadikan ajaran Islam sebagai landasan dalam setiap sikap dan kebijakan.423 • Keterlambatan Pemerintah (dalam menerapkan syariat Islam) Namun realitanya. dimana terdapat pendidikan tarbiyah Islamiyah nasional. serta tidak berhubungan dengan masyarakat dengan cara-cara ribawi.424 423 Risalah. dan hendaknya pemerintah menjadi qudwah dalam hal ini. dengan tidak membolehkan praktek-praktek seperti ini dan tidak melindungi pelakunya dengan kekuatan hukum. memberikan perhatian yang besar kepada pendidikan bahasa Arab dan sejarah. sehingga beban yang dipikul oleh jamaah bertambah berat. yang mengharuskannya mampu mewujudkan tujuan utama ini. harta haram. yang dapat membentuk tabiat pelajar dengan nilai-nilai Islam dan membekali mereka dengan hukumhukum dan hikmah. Menjadikan syariat Islam sebagai referensi utama undang-undang. Oleh karena itu. Namun. Ia sebagaimana yang anda lihat. sementara pelaksanaannya berada di lembah yang lain. 267. Ya Allah saksikanlah. dan kami telah menyampaikannya.(Judi). Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). 6. hal. 5. Imam Syahid menyebut tidak diberlakukannya syariat atau terlambatnya pemberlakukan syariat sebagai kejahatan dan pelanggaran terhadap hak kaum muslimin. 268 424 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). pemerintah belum menerapkan syariat Islam dengan benar.

namun ternyata ketetapan ini tidak cukup bisa menghalangi para petinggi pemerintahan dan para tokoh politik untuk merusak citra Islam dalam persepsi dan pikiran khalayak. Mereka akan terus bekerja dalam rangka membersihkannya dari tangan-tangan penguasa yang tidak mau melaksanakan hukum Allah. maka tetaplah pemerintahan itu menjadi bagian dari manhaj Ikhwan. Sesungguhnya Ikhwan belum melihat suatu pemerintahan –baik pemerintahan yang sekarang maupun yang lalu. dengan keyakinan dan perbuatan mereka yang menjauhkan antara petunjuk agama dan muatan politik. hal. 317. sementara ia biarkan pemerintah memberlakukan hukum yang tidak diridhai oleh Allah. dan 425 426 Ibid Ibid 427 Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). jika ternyata Ikhwan tidak mendapatkannya. dan kalimat ini bukan dating dari kami sendiri. serta merusak keindahan Islam dalam realitas kehidupan.Ini adalah kalimat yang telah jelas. Dan Ikhwanlah yang selama ini bekerja untuk itu.427 Jika ada seorang pembaharu muslim yang sudah merasa puas hanya menjadi seorang ahli ilmu dan penasehat. tentang Sistem pemerintahan. Masyarakat hendaknya memahami hal ini dan menuntut kepada pemerintah untuk mendapatkan hak-hak keIslamannya. Kami hanya mempertegas apa-apa yang telah ditetapkan hukum Islam itu sendiri. 345 . Ini merupakan kelemahan pertama dan awal mula kerusakan. Kita tetapkan dalam UUDa kita bahwa agama resmi Negara adalah Islam.yang bisa mengemban amanat dan menunjukkan kesiapannya untuk menegakkan nilai-nilai Islam. menetapkan keputusan hukum. menggelar kajian ushul fiqih dan Fiqih praktisnya. sehingga dalam prakteknya kita sering memisahkan agama dari urusan politik (meski secara teorotis kita mengingkari pemisahan seperti ini).425 Namun.426 Merupakan kesalahan yang fatal ketika kita melupakan akar pemikiran ini.

hal itu menuntut kita untuk secepatnya mengubah berbagai sudut pandang dan situasi. yang tidak ada hubungannya dengan Islam. Jika tidak. Kesetiaan ini juga akan mengembalikan ketenangan dan ketentraman ke dalam hati dan jiwa. mereka mesti komitmen dengan ajaran Islam. maka suara sang pembaharu tadi laksana teriakan di tengah lembah. dengan mengatakan. maka berarti mereka telah ingkar janji dan mengkhianati amanat Allah dan amanat manusia. Pemerintah harus berterus terang kepada rakyat untuk menentukan sikapnya terhadap rakyat dan sikap rakyat terhadap pemerintah.mendorong rakyatnya untuk melanggar perintah-perintah-Nya.428 Imam Syahid juga menjelaskan tentang kondisi realita yang sesungguhnya. 428 429 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). serta mengumandangkan dengan lantang bahwa lembah Nil adalah pengemban. "Maka tidak ada jalan lain bagi pemerintah Mesir. 188 346 . yakni dengan jauhnya mereka dari penerapan manhaj Islam. di saat mereka mengucapkan dua kalimat syahadat. Seluruh aturan yang engkau jadikan pijakan dalam setiap urusan hidupmu adalah aturan buatan manusia belaka. Mereka juga harus menepati janji sosialnya dengan bangsa ini ketika menetapkan undang-undang dan menyuarakan bahwa agama resmi Negara adalah Islam. hal."429 Beliau juga menunjukkan tentang pengkhianatan pemerintah terhadap janji dan amanat yang dipikulnya. Kesetiaan ini akan melindungi negara dari berbagai ancaman sosial yang bertubi-tubi. Namun. Sudah bukan waktunya lagi untuk menipu dan memperdaya. niscaya kamu jumpai hakikat yang jelas di hadapanmu. Kemudian. dan partai-partai politik di Mesir kecuali harus menepati janji syar'inya kepada Allah dan Rasul-Nya. "Berterus teranglah dalam menjawab pertanyaan tersebut. tidak digali dari sumber nilai Islam dan tidak pula disandarkan kepadanya.

Akan tetapi. hal. tentu tidak mampu mengalirkannya kepada orang lain. dan mereka berlomba menjilat untuk mendapatkan keridhaannya. mereka telah tunduk kepada pola pikirnya.432 Adapun yang bertanggung jawab dalam kondisi ini adalah pemerintah dan rakyat. dan penyeru risalah Islamiyah."431 "orang-orang yang jiwanya."430 • Tentang Tabiat Pemerintah terhadap Islam: "Namun kita tidak mendapatkan tegaknya suatu pemerin Islam yang bekerja untuk menegakkan kewajiban dakwah kepada Islam. mereka demikian antusias mengikuti jalan hidupnya.pembela. yang menghimpun berbagai sisi positif yang ada di seluruh aliran ideologi dan membuang sisi negatifnya. Lalu ia persembahkan itu kepada seluruh bangsa sebagai ideology alternative dunia yang memberi solusi yang benar dan jelas bagi seluruh persoalan umat manusia. dimanakah gerangan para pemimpin negeri kita ini? Mereka semua telah dididik di sarang pendidikan asing. 196. sehingga mengakibatkan tersebarnya penyakit di badan-badan 430 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). rumah tangganya serta urusan hidupnya. hal. 303 431 Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). Sungguh. Seperti ungkapan 'Orang yang tidak memiliki sesuatu tidak dapat memberikan apaapa'. kata-kata saja tidaklah berguna jika tidak disertai dengan amal. Penguasalah yang memudahkan jalan dan menyerahkan kepemimpinan kepada penjajah serta lebih mementingkan dirinya dari pada rakyatnya. tidak kuasa untuk menyerukan nilai-nilai dakwah yang bertentangan dengan sasaran yang diseru. baik yang pribadi maupun sosial telah kehilangan ruh Islamnya. 197 432 Ibid 347 .

jawabnya adalah dengan jihad dan perjuangan. Al Quran dan Sunah Nabi-Nya. ketidakberdayaan. di samping bertentangan dengan agama. riswah (suap). dan rakyat yang senang terhadap kehinaan. Hidup tak boleh putus asa dan putus asa tak boleh ada dalam hidup ini. Undang-undang wadh'i (ciptaan manusia). serta kekuatan tekad dan iman. 140 Ibid 348 . hal. hal. Bagaimana keluar dari kondisi ini. serta kehilangan kekuatan iman dan kekuatan jamaah. Mereka senantiasa bekerja dengan segala cara dalam rangka mengganti undang-undang semacam itu dengan syariat Islam yang adil dan utama. maka kita masih memiliki Islam sebagai pelita dan cahaya yang membimbing kita.435 433 434 435 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). mengikuti hawa nafsu. Pemerintah yang berjuang dan bekerja untuk menyelamatkan rakyatnya dan rakyatpun mendukungnya dengan kesatuan kalimat. sehingga mereka menjadi mangsa santapan orangorang yang rakus dan ambisius. silau dengan kebatilan. di semua sisi perundangundangan. Jika umat-umat lain kehilangan pelita hidayah di masa-masa transisi. teks-teksnya juga bertentangan dengan UUD Mesir itu sendiri yang menyebutkan bahwa agama Negara adalah Islam. dan kerancuan."434 Adapun Ikhwanul Muslimin. ketidakadilan. "suatu hal yang aneh dan tidak masuk akal jika undang-undang yang berlaku untuk umat Islam bertentangan dengan ajaran agamanya. bermalas-malasan. 212 Risalah: l Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Sistem sosial yang dijadikan asas dan dijaga oleh pemerintah. 211.pemerintah Mesir dan bahayanya melanda seluruh manusia: egoisme. Imam Syahid berkata. mereka sekali-kali tidak akan pernah rela dan menyetujui undang-undang seperti ini.433 Sedangkan tentang undang-undang yang menyimpang dari syariat Islam. Marilah kita keluar dari kondisi yang bobrok ini dan menggantikannya dengan sistem sosial yang lebih baik. melalaikan kewajiban.

hal. melakukan perbaikan masyarakat dan menyiapkan mereka untuk menerima pemerintah tersebut dan membangkitan umat untuk meminta hal itu. Maka pintu pertama proses perbaikan ini adalah kita melawan dua fenomena ini. negeri-negeri Arab dan Islam adalah intervensi pemerintah asing. dan mewujudkan kebebasan dan kemerdekaan negeri dari seluruh intervensi asing. hal. "Namun kita menginginkan agar fikrah Islam mendominasi dan mempengaruhi semua kondisi. hal. Imam Syahid berkata. 258 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). seluruh kekuatan umat bersinergi bahu membahu. sehingga seluruh keinginan dan pelaksanaan pemerintah adalah sesuai dengan keinginannya.205 349 . Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). karena kalau tidak maka kita tidak akan mendapatkan apapun. mewarnainya dengan shibghah Islam. baik sebagai duta besar atau sebagai dalang. maka seluruh upaya akan sia-sia belaka.439 Sesungguhnya Ikhwan bersabar dan menahan dirinya dari hanya mengambil peran di pemerintahan sementara jiwa-jiwa masyarakat masih 436 437 438 439 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). 251 Ibid."437 "Sesungguhnya faktor utama yang merusak tatanan kehidupan masyarakat Mesir. tujuan luhur. dan perubahan yang dikehendaki Ikhwan adalah perubahan secar total dan integral. Karena jika tidak. bersatu patu untuk menghadapi dan mengadakan perubahan dan reformasi."438 Tujuan asasi."436 "Syaratnya adalah kebebasan dan kemerdekaan. hal. agar masyarakat terbebas dari dua imperialis. dan ini merupakan kelemahan yang tidak seharusnya terjadi di dalam pemerintah. 237 Risalah.• Perbaikan pemerintah yang komprehensif Mendirikan pemerintah Islam tidak mungkin dapat diwujudkan kecuali setelah membangun basis-basis yang menjadi pondasinya.

dan para pemimpin Negara. lalu masyarakat akan belajar bagaimana ia akhirnya lebih mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan Pribadi. hal. hal. serta menolak semua undungundang yang bertentangan dengan Islam. Imam Syahid berkata. "Kami tidak mengakui undang-undang apapun yang tidak berlandaskan prinsip-prinsip Islam dan tidak mengacu padanya. mereka sekali-kali tidak akan pernah rela dan menyetujui undang-undang seperti ini. kecuali setelah memenuhi faktor-faktor dan rukun-rukun syariatnya.”440 Dengan demikian."442 Diantara sarana untuk mengadakan perbaikan undang-undang adalah: dengan menyampaikan catatan kepada menteri keadilan.dalam keadaan demikian."441 "Adapun Ikhwanul Muslimin. serta keinginan masyarakat kepada pemerintah untuk menerapkan syariat Allah. serta setelah sempurnanya fase-fase dan strategi. • Sikap Terhadap pemerintah Sikap Ikhwanul Muslimin terhadap pemerintah yang tidak menerapkan syariat Allah dan menyimpang dari manhaj Islam adalah sebagai berikut: Tidak setuju dan tidak mengakui manhaj dan politiknya yang bertentang dengan syariat Islam dan Al Quran. maka mereka tidak akan tergesa-gesa untuk mendirikan pemerintah Islam.177 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). hal. Maka diperlukan waktu untuk penyebaran dan mendominasinya prinsip-prinsip Ikhwan. 138 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda).443 440 441 442 443 Ibid. 140 Ibid 350 .

atau membiarkan mereka. "Kekuasaan merupakan bagian dari manhaj mereka. menyadarkan umat. Semuanya berada dalam koridor Islam. nasehat dan maaf kepada Allah. Imam Syahid menyebutnya dengan. hal 138 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). hingga Allah membukakan kebenaran di antara kita dan sesungguhnya Allah adalah Sebaik-baiknya pembuka. fase kifah siyasy (perjuangan politik). yakni dengan menetapkan dan menjelaskan kepada mereka dengan jelas dan terperinci. membentuk shaf mukmin yang kuat. hal.Imam Syahid juga berkata. bukan perjanjian damai. hal. bukan tawar menawar atau diam terhadap penyimpangan terhadap syariat Allah. hingga pemerintah yang berkuasa condong kepada mereka."444 Dan hal itu dilakukan dengan menyebarkan dakwah."445 Beliau juga berkata. mentarbiyah masyarakat. perjuangan melalui konstitusi. Imam Syahid menulis di pembukaan edisi pertama dari Majalah Al Nadzir tahun 1938 M. "Kalian akan memusuhi mereka semua di pemerintahan dan di luar pemerintah dengan permusuhan yang luarbiasa. 163. dan mereka akan berupaya untuk membebaskannya dari tangan pemerintah yang tidak menjalankan perintah Allah. 164 351 . "Kami akan memerangi setiap pemimpin partai atau organisasi yang tidak berjuang untuk Islam dan tidak memudahkan jalan untuk Islam untuk mengembalikan hukum dan kemuliaan Islam. jika mereka tidak menyambut dakwah kalian dan menjadikan ajaran Islam sebagai manhaj yang mereka jalani dan yang mereka amalkan. Imam Syahid menyebutkan tabiat dalam menghadapi dan menyikapi setiap yang menyimpang dari manhaj Islam dan mengadopsi syariat yang lain. perjuangan politik. 164 446 Ibid. konfrontasi politik. bukan pertemuan di tengah jalan."446 444 445 Ibid. perincian pemikiran. Kami akan mendeklarasikan permusuhan yang tidak ada perdamaian dan tidak ada belas kasih.

serta bekerjasama dengan segenap kekuatan masyarakat untuk melakukan perbaikan umat dan mewujudkan kemajuan dan kemerdekaannya. tahun 1939). jamaah Ikhwanul Muslimin maju dengan memberikan nasehat yang tulus. baik dari Barat maupun dari Timur yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan terdapat banyak kemaslahatan di dalamnya.Sikap Ikhwanul Muslimin terhadap perlawanan dan pemisahan menggunakan sikap sebagai seorang pemberi nasehat yang mengasihi pemerintah dan organisasinya: "Sikap kami terhadap pemerintah Mesir dengan berbagai coraknya. Pemilihan rijal yang akan melaksanakan proyek ishlah ini lebih penting dan lebih utama dari proyek ishlah itu sendiri. mengambil sari-sari penting dari fikrah yang lama dan yang baru." Untuk itu. Adapun para rijal yang akan melaksanakan proyek perbaikan ini haruslah mereka yang dikenal menghormati dan menghargai fikrah ini. menjelaskan tentang pandangan Ikhwanul Muslimin dalam perbaikan. meskipun dari pengalaman saya kami kehendaki berseberangan dengan mereka. adalah dengan mengembalikan negeri Mesir kepada ajaran Islam dan menerapkan prinsip-prinsip Islam dengan penerapan yang baik. Spirit yang harus terkandung dalam fikrah perbaikan ini adalah bersandar kepada prinsip-prinsip dan dasar ajaran Islam. Dalam risalah Imam Syahid yang beliau kirimkan kepada Mahir Basya (kepala pemerintahan waktu itu. hal. bagaikan berbagai sikap seorang penasehat yakin 447 yang bahwa mengingkan apa yang kebaikan dan kelurusan. "Ikhwanul Muslimin meyakini bahwa jalan satu-satunya untuk melakukan perbaikan. Karena sesungguhnya undang- 447 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Mudah-mudahan Allah memperbaiki kerusakan ini. 214 352 . dengan program dan proyek-proyek perbaikan di pelbagai aspek. Ia berkata.

hal. Walaupun demikian.bergantung dengan spirit yang menjiwai dakwah tersebut. dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baiknya pembuka (pemberi kemenangan). serta kadar keikhlasannya. Begitupula terhadap rijal yang akan melaksanakan dan menjalankan proyek ishlah tersebut. kami akan tetap berada posisi memberikan nasehat hingga Allah membukakan antara kami dan kaum kami kebenaran. 299 449 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI)."448 Standar yang digunakan Ikhwanul Muslimin terhadap dakwah Ishlah ini –sebagaimana yang dijelaskan Imam Syahid. Walaupun Ikhwanul Muslimin mengetahui bahwa pemerintah tidak menyambut seruan ishlah. dll. 214 353 . kadar disiplin dan keimanan mereka. Kemudian apa manfaatnya? Tidak ada Apa yang telah dihasilkan? Tidak ada Dan jawaban akan selalu sama setiap kali ditanyakan."449 448 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). dan melanjutkan perjalanan dakwah yang telah mereka tetapkan arah dan tujuannya demi mewujudkan masyarakat muslim dan pemerintah muslim. hal. kemudian dilanjutkan dengan penetapan nama dan muatannya. "Kami telah membuat beberapa manhaj Ishlah untuk pemerintah Mesir dan menyampaikan beberapa catatan murni dalam banyak perkara yang menyentuh kehidupan masyarakat Mesir. Setelah itu. termasuk kemampuan menerjemahkan perkataan dan slogan-slogan dalam kerja-kerja konkret dan realisasi amal serta kadar pertentangan atau kedekatannya dengan fikrah Islamiyah. Imam Syahid berkata.undang pada hakekatnya adalah tergantung bagaimana hakim yang menjalankan dan menegakkan hukum-hukum tersebut. namun mereka tetap memberikan nasehat.

potensi. karena terdapat kerusakan di sebagian besar atau beberapa pasal-pasalnya atau keringnya dari nilai-nilai Islam dan ajarannya. kami akan menjawab seruan tersebut dan menjadi jaminan. kecuali jika undang-undang yang berlaku adalah maksiat dan penyimpangan syariat secara jelas. tidak serta merta kemudian melakukan revolusi atau kudeta. namun hal ini tidak berarti kami menerima dengan ridha setiap kesalahan yang ada di dalamnya. Menuju Cahaya dan Agenda Persoalan Kita dalam kacamata Sistem Islam. dan seluruh kemampuan yang kami miliki di bawah organisasi atau pemerintah apapun yang bermaksud melangkah bersama umat Islam menuju ketinggian dan kemajuan. Kami menerima undang-undang dan peraturan yang berlaku di masyarakat dan komitmen terhadap undang-undang tersebut. Dengan menyerukan reformasi dan perbaikan undang-undang. maka tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam melakukan maksiat kepada sang pencipta. memberikan kerjasama demi mengupayakan kebaikan untuk 450 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). menyampaikan gagasan-gagasan perbaikan.Kami akan menempatkan diri. kami justru akan melakukan perbaikan dan perubahan dengan menggunakan perjuangan secara konstitusi dan perjuangan politik. Jamaah Ikhwanul Muslimin –sesuai dengan prinsip dakwahnya- berinteraksi dengan realita dengan tetap berupaya melakukan perubahan dan pengembangan kea rah yang lebih baik. silakan merujuk Risalah Pergerakan. 294 354 . untuk mendapatkan contoh dan model proyek perbaikakn Ikhwanul Muslimin. hal. sebagaimana undang-undang juga menetapkan bahwa Islam adalah agama Negara dan sumber utama konsitusi.450 Jika anda ingin mendapatkan perincian. Oleh karena itu ia melakukan hubungan dan interaksi dengan pemerintah. dengan mentarbiyah masyarakat dan menyadarkan khalayak. memberikan nasehat.

maka apakah seorang muslim –jika ia menjadi tertuduh. Jamaah Ikhwanul Muslimin juga melakukan dialog sebagai sarana untuk saling memahami dan bekerjasama. melakukan usaha-usaha perubahan kondisi yang terjadi dan mempersiapkan proses berdirinya Negara Islam.masyarakat dan setiap bahaya yang mengancamnya. namun jika pemerintah membenci Islam dan membuat konspirasi terhadapnya. mengutamakan argument dan 355 . "Adalah salah besar orang yang menuduh bahwa kalian memusuhi pemerintah Islam atau lembaga sosial tertentu. karena jamaah ini lebih mengutamakan nasehat daripada popularitas atau mendeskreditkan. pertama. jika ia bekerja dengan maka Islam dan untuk Islam sesuai yang kondisi pertama dan dan kemampuannya. membawa dakwah dan menyebarkannya dengan pelbagai sarana. pada waktu yang sama ia pun berupaya untuk menwujudkan visi-misinya. sesungguhnya sikap terhadap pemerintah-pemerintah ini tidak keluar dari dua hal. dan berusaha untuk menghilangkan setiap keragu-raguan dan syubhat seputar dakwah. membina individunya dan membentuknya sesuai dengan manhaj Al Quran. kami adalah penolongnya pendukungnya yang paling tulus.akan menjadi lawan atau menjadi kawan? Ikhwanul Muslimin memiliki kelebihan dari masyarakat pada umumnya. mentarbiyah masyarakat dan bangsa. Yang kedua. Imam Syahid menjelaskan tentang aspek-aspek hubungan terhadap pemerintah. dan sebaik-baiknya yang mengokohkan kekuatannya dan yang menolongnya untuk Islam. Kerjasama dan sinergi jamaah dalam pelbagai kesempatan tidak berarti ridha dan rela terhadap semua manhaj dan aturan yang bertentangan dengan syariat Islam dan yang tidak menerapkan prinsip dan ajaranajarannya. mengutamakan perdamaian dan cinta dari pada perseteruan dan peperangan. menyerukan dakwah Islam.

kendati kami harus menerima tekanan dan kesengsaraan. beliau berkata. 356 . Rasul-Nya.           Artinya: "Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut. menyampaikan dan mengenalkannya kepada mereka adalah sebaik-baiknya cara untuk mewujudkan dan sampai pada tujuan-tujuan dakwah dan menjadi jalan yang paling dekat untuk itu. "Untuk Allah. kami (sahabat Rasulullah Saw. kami tidak takut selain kepada Allah. Kalian tentu tahu perkataan Rasulullah Saw. aku pasti menjadikannya untuk para pemimpin. sesungguhnya Allah memperbaiki umat dengan satu orang dari mereka –jika Allah memperbaikinya-." Seluruh manusia telah mengetahui –termasuk para pemimpin. cukuplah Dia sebagai wali dan penolong kami. kitab-Nya. Agama adalah nasehat.S Thaha: 44) Imam Syahid menjelaskan bahwa manhaj jamaah terhadap pemerintah adalah manhaj dakwah dan nasehat.bahwa berapa kali kami telah menyampaikan kalimat kebenaran yang tinggi membahana. (Q. untuk siapa yang Rasulullah? Beliau menjawab.perkataan yang lembut daripada kekerasan dan anarkis. para pemimpin muslim dan masyarakatnya. "Dengan demikian kami meyakini bahwa dakwah terhadap para pemimpin. Kami menganggap bahwa kita tidak senantiasa harus memusuhi pemerintah dalam setiap keadaan atau mengeluarkan mereka dari Islam. karena sesungguhnya Allah memperbaiki banyak makhluknya dengan kebaikan pemimpinnya. sedikitpun kami tidak berpaling dari hal itu.) bertanya. Ini merupakan ajaran Allah kepada para rasul-Nya. Mudah-mudahan ia ingat atau takut". Hasan Al Bashri berkata. "Jika seandainya aku memiliki dakwah yang diterima.

Sikap-sikap dalam dakwah dan tarbiyah. kami ingin menyampaikan beberapa hakikat penting yang menjadi prinsip.146 452 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). "Para pendiri dakwah Ikhwanul Muslimin telah menetapkan di kedua mata mereka dua hakikat yang mereka pegang dan laksanakan serta manfaatkan dengan sebaik-baiknya. siapapun adanya. partai politik adalah sikap para da'I bukan sikap golongan tertentu. karena sejak awal dakwah telah memperhitungkan bahwa mereka akan menjadi orang pertama yang menjadi musuh. Kedua. daripada menjadikan mereka sebagai musuh dan rival para da'I. -sebagai contohtentang sikap terhadap pemerintah Ali Mahir Basya. yang menghalangi aktivitas mereka. yang menggambarkan tentang sikap Ikhwanul Muslimin. "para pembaca mungkin bertanya-tanya. hal. edisi 27. 145. maka adalah sebuah kebodohan dan bukan bagian dari ajaran agama jika kaum muslimin mencela orang-orang yang ikut berperan menghalangi musuh mewujudkan ambisi mereka. murid-murid penjajah dan para makelar-makelar perusahaan asing. melalui makalah yang ditulis oleh Ustadz Shalih Asymawy di Majalah Nazhir. 272 357 . para politikus."452 Imam Syahid menyebutkan di dalam memoarnya. Mustahil kami bergabung di bawah panji golongan tertentu. Abbas Asisi. Maka akan lebih baik jika para pemimpin bisa menjadi partner Ikhwanul Muslimin untuk mentarbiyah masyarakat dan mengarahkannya dengan ajaran-ajaran Islam yang produktif. Sikap kami terhadap pemerintah. tidak melihat atau berpikir atau bersandar kepada bantuan pemerintah. Yaitu pertama."451 Imam Syahid berkata. yaitu bahwa 451 Hasan Al Banna. atau di bawah pemimin tertentu. siapapun itu. Apa sikap Ikhwanul Muslimin terhadap pemerintah baru (Parlemen Ali Mahir Basya)? Sebelum menjawab pertanyaan ini. tidak berharap terhadap apa yang ada di tangan orang-orang kaya. hal.karena kadang-kadang pemerintah ikut berperan menghadapi musuh-musuh Islam yang kuat dan menggagalkan tujuannya. karena masing memiliki pandangan dan jalan yang berbeda.

kami membenci dan mencintai semata-mata karena Allah. baik syariat."453 Jadi sikap kami terhadap parlemen Ali Mahir Basya adalah sama halnya sikap kami terhadap parlemen atau pemerintahan yang lain. hal. dan menshibghah masyarakat Mesir dengan shibghah Islam. yang mengarah kepada pembaharuan Islam. dan kami tidak akan menetapkan sikap dan mengeluarkan keputusan kecuali terhadap pekerjaan. dan di dalam dua kondisi tersebut. wa Muhammad rasulullah (Tiada tuhan selain Allah. serta menebarkan ajaran-ajaran Islam di seluruh aspek kehidupannya."454 453 454 Ibid. bukan perkataan. yang memiliki program yang jelas dan terperinci. Ia juga bertujuan untuk membebaskan setiap jengkal tanah yang selalu terulang kalimat La Ilaha Illallaah. dan agama sepenuhnya adalah milik Allah. 292. namun Ikhwanul Muslimin merupakan dakwah Islam yang menjadikan Allah sebagai tujuannya dan Nabi Muhammad Saw. bekerja untuknya dan komitmen di atas nilai-nilainya di dalam diri dan di rumahnya serta berpegang teguh terhadap Al Quran di dalam kehidupan pribadi dan sosialnya. jelas arahnya. Yang terakhir yaitu menebarkan Islam. maka kami akan menjadi musuh baginya.Ikhwanul Muslimin bukanlah partai politik yang mendukung dan menolak pemerintah sesuai dengan maslahat dan kepentingan partainya atau sesuai dengan ambisi pribadi. Dan seyogyanya seorang muslim berprasangka baik terhadap saudaranya. meninggikan panji Al Quran di setiap tempat hingga tidak ada lagi fitnah. sosial. dan menjadikan Al Quran sebagai undang-undangnya. sikap lama yang tidak akan berubah dengan pergantian parlemen dan tidak berubah dengan pergantian menteri. politik dan ekonomi. sebagai qudwahnya. dan Nabi Muhammad adalah rasulullah). namun sebagaimana kami diajarkan oleh pengalaman untuk tidak percaya begitu saja dengan janji dan ucapan. dan tidak ada yang menghalangi kami untuk berprasangka baik terhadap pemerintahan Mahir Ali Basya dan menteri-menterinya. 292 Ibid. tidak bekerja untuknya dan justru menghadang jalannya atau berupaya melumpuhkannya. hal. Barang siapa yang mendukung fikrah Islam. Namun barangsiapa yang menentang dakwah Islam. 293 358 . maka kami juga akan mendukung dan mendorongnya.

"Sikap kami terhadap seluruh organisasi adalah. sesuatu yang tidak memiliki pondasi maka ia akan hancur. Beliau berkata. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. begitu jugalah keadaan kamu dahulu. dan raja adalah pengawalnya. lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu. dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia. Maka telitilah. kami menginginkan kebaikan untuknya dan kami selalu memberikan maaf kepadanya.Imam Syahid juga berkata. 359 . "Sungguh indah kata-kata Imam al Ghazali –semoga Allah meridhainya-." (Q. ketauhilah bahwa sesungguhnya syariah adalah pondasi.S An Nisa: 94) • Asas Pendirian Negara Imam Syahid menjelaskan tentang dasar yang menjadi pijakan berdirinya Negara dan pemerintahan dalam Islam. sesuatu yang tidak memiliki pengawal maka akan hilang."                                   Artinya: "Dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu: "Kamu bukan seorang mukmin" (lalu kamu membunuhnya). Karena di sisi Allah ada harta yang banyak. kami tidak menuntut dan tidak menolak.

Keseimbangan ini tidak mungkin bisa dipelihara tanpa adanya nurani yang selalu terjaga dan perasaan yang tulus akan kesakralan ajaran ini. selama kaidah-kaidah pokok di atas tadi bisa diwujudkan (dimana tidak mungkin suatu hukum akan tegak tanpanya) dan diterapkan secara tepat sehingga dapat menjaga keseimbangan dalam berbagai situasinya (yang masing-masing bagian tidak mendominasi bagian yang lain). Demikian juga. atau kematangan politik. bukan sekedar bagan struktural. atau pendidikan politik. menyebarkan mengokohkannya. Demikian pula dakwah yang tidak akan mungkin tegak kecuali ada jaminan dan perlindungan. sehingga ia menjadi sebuah pemerintahan yang mengusung suatu misi (risalah Islam). menjaganya. hal."456 • Adab-adab Ikhwanul Muslimin dalam Melakukan konfrontasi Politik: Jamaah Ikhwanul Muslimin sangat menjaga dan memperhatikan – dengan tetap memberikan nasehat dan perlawanan terhadap segala sesuatu yang bertentangan dan keluar dari ajaran Islam. dan bukan pula pemerintah yang materialistis. Inilah yang dalam istilah politik modern kita kenal sebagai kesadaran politik. Teks-teks ajaran saja tidaklah cukup untuk membangkitkan umat.yang memelopori penerapannya."455 Beliau juga berkata. "Islam bukanlah slogan dan julukan semata.adab-adab Islami ketika berhadapan 455 456 dan berbicara dengan para pemimpin dan pembesar Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam) Ibid. atau istilah-istilah sejenis yang semua itu bermuara pada satu hakikat. sebuah undang-undang tak akan berguna jika tidak ada seorang hakim –yang adil dan bersih. keyakinan akan kelayakan sistem dan rasa kepedulian untuk menjaganya. kaku dan gersang tanpa ruh di dalamnya. Dengan memelihara dan menjaganya akan tergapailah keberuntungan di dunia dan keselamatan di akhirat.Daulah Islamiyah tidak akan tegak kecuali bertumpu di atas pondasi dakwah. 319 360 .

namun metode dan manhajnya lembut dan santun serta bijak dengan adab-adab Islam.457 Gerakan politik dan sikap-sikap reformis Ikhwanul Muslimin di dalam masyarakat tidak berlandaskan kepada perlawanan dan penentangan kepada pemerintah semata. dan mereka tidak akan bekerja selain untuk dakwah yang mereka bawa. Jamaah Ikhwanul Muslimin sangat menjaga kemaslahatan Negara dalam banyak sikap dan prinsip-prinsipnya. menutup seluruh pintupintu fitnah. Ikhwanul Muslimin bekerja secara independen dan terlepas dari segala kekuatan yang mempengaruhinya. Kebebasan dan kemerdekaan negeri merupakan salah satu target utama yang selalu diusung dan diperjuangkan oleh Ikhwanul Muslimin. Tujuan mereka adalah Allah. serta akan berimplikasi buruk terhadap penyebaran dakwah dan kemajuannya. sebagaimana yang dicontohkan oleh Imam Syahid. karena yang akan mengalami kerugian dalam hal ini adalah rakyat dan mayarakat. 217 lihat surat Imam Syahid kepada Nuhas Basya dan Raja Fuad. dan mengarahkan mereka menuju kebaikan dan kebenaran. karena hal itu merupakan bagian dari kemaslahatan Islam. yang lebih diutamakan dari kemaslahatan dan kepentingannya pribadi. 361 . memberikan nasehat dan berupaya untuk tidak menyebabkan perpecahan dan menyulut perseteruan. sekuat apapun beban dan tekanan yang mereka dapatkan.pemerintahan. sebagai bukti kepada Allah bahwa dakwah telah sampai kepada mereka. hal. karena goncangan dan fitnah akan menimbulkan pengaruh negatif terhadap masyarakat dan melemahkan persatuannya. "Demikianlah kami mengajak manusia. 457 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Ikhwanul Muslimin sangat istimewa dengan sikapnya yang menjaga persatuan nasional dan perdamaian dalam negeri. menjaga kedamaian dan ketenangan kondisi politik serta terciptanya iklim kebebasan.

"Mereka tidak disibukkan oleh manhaj yang bukan manhaj mereka."458 "Hari dimana Ikhwanul Muslimin menjadi tempat mewujudkan tujuan orang lain. Mereka tidak takut pada siapun kecuali kepada Allah. 191 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Setiap langkah mereka mencerminkan firman Allah:            Artinya: "Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. tidak akan pernah terjadi. tidak mengedepankan kepentingan pribadi dan duniawi. baik dari Ikhwan maupun dari yang lain. dan jiwa mereka tidak tergantung pada kesenangan dunia yang fana ini. atau mewujudkan tujuan yang bukan tujuannya dan bekerja untuk manhaj yang bukan manhajnya.Imam Syahid berkata. hal. hal. Sesungguhnya Aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu. "Bukan sepenuhnya salah jika sebagian orang menyangka bahwa Ikhwanul Muslimin pada suatu masa dari fase-fase dakwahnya tempat mengikuti arus pemerintahan yang ada. atau menjadi alat suatu manhaj yang bukan manhajnya. tidak Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Mereka menghendaki keridhaan Allah dan pahala-Nya di akhirat."459 Ikhwanul Muslimin tidak bisa digiring dengan kesenangan atau ancaman. tidak 458 459 memperjuangkan dakwah yang bukan dakwah mereka. Hendaklah hal itu diketahui oleh siapa saja yang belum mengetahui. 216 362 . Mereka tidak tergiur dengan tahta dan kedudukan. (Q.S Az Zariyat: 50) Mereka meninggalkan berbagai pamrih dan ambisi menuju satu tujuan yaitu keridhaan Allah Swt.

dan janganlah kalian menjadikan hal itu bagian dari target dan manhaj kalian. kami tidak menerima siapun kecuali anggota atau simpatisan Ikhwan. hal. tidak terangterangan dengan kemaksiatan. dan konsisten menerapkan hukum-hukum serta ajaran Islam. hal. 460 461 Ibid."461 • Karakteristik Pemerintah Islam yang dicita-citakan Pemerintah Islam bukan hanya slogan dan julukan semata. dan dan hal inilah yang kami harapkan. sedikitpun kami tidak bergantung kepada pemerintah. Imam Syahid menggambarkan pemerintah Islam yang dicita-citakan oleh dakwah adalah: "Memperbaiki keadaan pemerintah. jangan bekerja untuknya dan mintalah keutamaan dan kemurahan kepada Allah. sehingga menjadi pemerintah Islam yang baik.tershibghah dengan warna selain Islam. kami berlindung kepada Allah di suatu masa menjadi kelompok yang menyerukan selain Al Quran dan ajaran Islam. jangan melihatnya. baik bagi yang menjalankannya maupun manhaj dan metode yang akan digunakan. 187 363 . Pemerintah Islam adalah pemerintah yang anggotanya terdiri dari kaum muslimin yang menunaikan kewajiban-kewajiban Islam. 213 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). namun ia memiliki karakteristik dan sifat-sifat yang harus dipenuhi."460 "Sampai sekarang wahai Ikhwanul Muslimin. yang berdiri di atas basis dan rukun-rukun yang harus terpenuhi pula. Maktab Al Irsyad tidak pernah mendapatkan perhatian apapun dari pemerintah. Dengan begitu ia dapat memainkakn perannya sebagai pelayan umat dan pekerja yang bekerja demi kemaslahatan mereka.

dan mengajak manusia menuju petunjuk Islam. serta pertolongan terhadap jiwa dan hartanya. Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada khaliq. 101 364 . Tidaklah mengapa menggunakan orang-orang nonmuslim –jika keadaan darurat. tidak tamak terhadap kekayaan Negara."463 "Dan hendaknya daulah Islamiyah bisa ditegakkan di Negara merdeka ini. yang menerapkan undang-undang Islam dan menerapkan aturan462 463 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim) Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). adil terhadap semua orang.bisa diterapkan pemecatan dan pengusiran. Imam Syahid juga berkata. dan ekonomis dalam penggunaannya. menyebarkan nilai-nilai ajaran. mengembangkan investasi dan menjaga kekayaan. Apabila ia mengabaikan kewajibannya. serta menyebarkan dakwah. jika telah ditunaikan kewajibannya.Beberapa sifat yang dibutuhkan antara lain: rasa tanggung jawab. "Setelah itu kami juga meninginkan pemerintah yang bisa membimbing masyarakat menuju mesjid. maka berhak atasnya nasehat dan bimbingan. seperti Abu Bakar Shiddiq dan Umar bin Khattab.antara lain loyalitas dan ketaatan. kasih saying kepada rakyat. menjaga kesehatan.asalkan bukan untuk posisi dan jabatan strategis. mempersiapkan kekuatan. Beberapa kewajiban yang harus ditunaikan antara lain: menjaga keamanan. melindungi keamanan umum. hal. sebagai para sahabat Rasulullah Saw. membawa masyarakatnya. maka hal itu dibolehkan. lalu –jika tidak ada perubahan. Tidak terlalu penting mengenai bentuk dan nama jabatan itu. mengokohkan mentalitas. sebagaimana para ulama juga membolehkan pelimpahan beberapa jabatan di lembaga eksekutif. selama sesuai dengan kaidah umum dalam sistem undang-undang Islam462. menerapkan undang-undang. Beberapa haknya –tentu.

menyebarkan dan mengokohkannya. hal."465 Tentang peran pemerintah Islam dalam skala internasional. dan melanjutkan perbaikan individu dan rumah tangga di masyarakat dalam pelbagai aspeknya. kaku dan gersang tanpa ruh di dalamnya. Demikian pula dakwah tidak mungkin tegak kecuali ada jaminan perlindungan. menyempurnakan mewujudkan kemandiriannya ilmu.aturannya. dan menyampaikan dakwahnya kepada masyarakat dengan penuh hikmah. melindungi kaum muslimin di seluruh penjuru bumi dari segala bentuk permusuhan. dan bukan pula pemerintah yang materialistis. menyatukan seluruh potensi bangsa Arab. 160 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam) 466 Risalah Pergerakan. bukan sekedar bagan struktural. diri. Dakwah Kami di zaman baru. sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama semuanya milik Allah. 232 365 . hal."464 "Dan hendaknya pemerintah ini melanjutkan manhaj dakwah dan mentarbiyah masyarakat dengan nilai-nilai Islam. yang akan menjaganya. Imam Syahid berkata. dan kemajuan membangun kekuatan mempersiapkannya untuk memikul risalah dakwah Islam dan tujuantujuannya yang mulia di seluruh alam. Beliau juga berkata. dan menebarkan kalimat Allah serta menyampaikan risalah-Nya. "Kami berharap Mesir bisa menjadi Negara muslim yang mendukung setiap upaya dakwah Islamiyah. mendeklarasikank prinsip-prinsipnya yang mulia. dalam pelbagai urusan kehidupan. berjuang untuk kebaikan mereka."466 • Tiang-tiang Penyangga Sistem pemerintahan Islam dan undang-undang konstitusi: 464 465 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). sehingga ia menjadi sebuah pemerintahan yang mengusung suatu misi (risalah Islam). "Daulah Islamiyah tidak akan tegak kecuali bertumpu di atas pondasi dakwah.

atau dari yang besar kepada yang kecil."467 Ikhwanul Muslimin juga mendukung pemerintah yang menggunakan perangkat undang-undang konstitusi yang bersumber dari undang-undang Islam yang kekal. Namun hal itu tidak berarti menghalangi kebebasan menyatakan pendapat dan menyampaikan nasehat dari yang kecil kepada yang besar.adalah salah satu landasan iman. 319 366 . "Umat Islam adalah umat yang satu.Imam Syahid menyebutkan bahwa terdapat tiga pilar utama yang merupakan kerangka pokok sistem pemerintahan Islam. dan fanatisme golongan. yaitu. 318. karena sistem sosial yang mereka yakini adalah satu. Di kalangan umat Islam tidak terdapat perbedaan dan persoalanpersoalan prinsip-prinsip antara satu dengan yang lain. dan mampu mewujudkan musyawarah (syuro) Islam. yakni al Islam yang telah dikenal luas oleh mereka. hal. tidak akan menyebabkan kebencian. dan tidak akan terealisir iman kecuali dengan menegakkannya. Beliau berkata. Tidak ada kesempurnaan iman kecuali dengan ukhuwah. perbedaan dalam hal furu' (cabang) tidaklah membahayakan. karena ukhuwah –yang dengannya Islam telah mempersatukan hati mereka. Apa yang sudah ada nashnya tidak perlu dilakukan ijtihad terhadapnya. Al Quran dan sunnah Rasulullah Saw. Rasa tanggung jawab pemerintah Kesatuan masyarakat Sikap menghargai aspirasi rakyat Imam Syahid menjelaskan tentang kewajiban representasi umat dan keikutsertaan mereka dalam membina pemerintah secara benar dan keberadaan Majelis Permusyawaran (yang terdiri dari ahlul halli wal 'aqd). permusuhan. 467 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam). Sementara itu.

"468 Imam Syahid berkata. "Ia sangat luas dan fleksibel yang mencakup pelbagai bentuk dan ragam konsitusi dalam aktivitas politik. begitupula pola penerapannyan secara praktis.membutuhkan ketelitian dan penjelasan terhadap teks-teksnya yang memungkinkan adanya interpretasi yang beragam. "Prinsip-prinsip UUD Mesir bermuara para perlindungan terhadap kebebasan individu dengan segala variasinya. hal 138 367 .469 Masalah ini –UUD. dan pada penjelasan akan batasan-batasan kekuasaan. namun mereka tetap mengambil manfaat dan segala sesuatu yang berguna dari undang-undang yang ada selama tidak bertentangan dengan hukum-hukum Islam.Mereka menganggap bahwa undang-undang konsitusi yang dikenal di dunia sekarang merupakan undang-undang yang sangat dekat dengan prinsip-prinsip pemerintah Islam dan nilai-nilainya yang mulia. dan semua ini sangat relevan dengan ajaran Islam dalam format undang-undang. Imam Syahid menjelaskan tentang Fiqih Islam. Ikhwanul Muslimin tidak merelakan jika Islam dan prinsip-prinsip pemerintah Islam diganti dengan yang lain. pada tanggung jawab pemerintah kepada rakyat dan control mereka kepada program yang dijalankan. Mereka tak hendak mengganti dengan sistem lain. pada musyawarah dan ketundukan penguasa pada kehendak rakyat. Ikhwanul Muslimin bekerja keras dalam rangka memberi kejelasan pengertian teks- 468 469 Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Oleh karena itu. Oleh karenanya Ikhwanul Muslimin berkeyakinan bahwa sistem UUD Mesir ini adalah sistem yang paling dekat dengan Islam disbanding dengan sistem UUD yang manapun di dunia ini.

teks yang rancu dalam UUD Mesir dan memperbaiki metode yang digunakan untuk menerapkannya dalam negeri. serta jauh dari sikap fanatik dan sempitnya pandangan.470 "Kami menerima prinsip-prinsip yang ada pada UUD tersebut karena ternyata sesuai dengan Islam dan bahkan bersumber darinya. sementara yang kita kritisi selama ini adalah kerancuan teks dan pola penerapannya. terutama jika bisa disandingkan dengan semangat saling toleransi dan keluasan perspektif. Imam Syahid berkata. 146 368 . walaupun begitu ia menolak perseteruan. "Sebagaimana yang diyakini oleh Imam Syahid bahwa terdapat perbedaan antara kebebasan berpendapat. Yang dilarang adalah pertentangan yang mengarah kepada kegagalan dan kelemahan. syuro dan nasehat –yang merupakan kewajiban dalam Islam. lembaga dan partai politik serta menyampaikan nasehat dan menuntut perbaikan kepada pemerintah. permusuhan dan konflik partai yang dapat menghancurkan persatuan umat dan menjadikannya seperti kelompokkelompok yang saling bermusuhan. 470 471 472 Ibid Ibid Ibid. Beliau menganggap perbedaan merupakan hal yang lumrah.juga dijelaskan. adapun perbedaan pandangan cara yang merupakan sangat bentuk kesempurnaan dalam dan keberagaman pandang dibutuhkan mengungkap kebenaran dan sampai kepada sesuatu yang lebih baik dan lebih bermanfaat. ia menamakannya sebagai partai politik yang buta. hal."471 Imam Syahid menegaskan tentang kebebasan menyampaikan pemikiran dan mendirikan organisasi.dengan ta'ashshub terhadap pemikiran tertentu atau keluar dari jamaah serta melakukan hal-hal yang semakin memperluas jurang perbedaan antar umat. pemikiran."472 Dalam risalah Ikhwanul Muslimin (maret 1994 M) –yang berpegang terhadap syuro dan multipartai.

dan tentang tidak perlu adanya pembatasan dari pemerintah terkait dengan kegiatan dan aktivitas kelompok dan partai politik. selama manhaj Islam tetap menjadi aturan yang tertinggi. dan club-club serta pengumuman kepada khalayak dan dakwah kepadanya. kami meyakini keberagaman partai di tengah masyarakat muslim. Masyarakat memelihara juga seyogyanya serta harus dibina untuk untuk menjaga dan dan haknya berjuang mendapatkan menyempurnakan kekurangannya. 38. 473 Pandangan Ikhwan tentang multipartai dan wanita. lembaga. fiqih dan wawasan. terlindungi dan jauh dari pengaruh penguasa atau pihak manapun. baik muslim maupun nonmuslim. hal. dan itu merupakan hak utama yang dimiliki oleh setiap individu masyarakat.dijamin untuk setiap penduduk negeri dan untuk setiap kelompok. yang notabenenya merupakan pilar-pilar penopang masyarakat. serta teruji secara pemikiran.Oleh karena itu. Pusat Studi Islam. Undang-undang yang dijalankan seyogyanya dijalankan oleh hakim yang independen. karena hal itu akan menjadi jaminan terhadap keselamatan masyarakat dan keistiqamahannya di atas jalan yang benar. dan ini merupakan jaminan utama. serta persamaan hak di antara seluruh anggota masyarakat. 39 369 .473 Ikhwanul Muslimin menegaskan dalam pandangan dan manhaj mereka tentang urgensi terpenuhinya kebebasan masing-masing anggota masyarakat. Di dalam sirah Rasulullah Saw. ilmu. dan khulafaur Rasyidin terdapat banyak keterangan yang menguatkan keterangan ini. Pemerintah sebaiknya membiarkan masing-masing partai untuk bergerak dan menyerukan dan menjelaskan proyeknya masing-masing. laki-laki dan wanita tanpa ada perbedaan. Hak ini –pendirian partai. kemudian menggunakan prosedur syar'I yang sesuai terhadap siapa saja yang keluar dari prinsip-prinsip dasar yang tidak ada perbedaan antara para ulama dan ahli fiqih. perlindungannya.

"475 Disebutkan di dalam risalah Ikhwanul Muslimin."474 Beliau juga berkata. Pemerintah adalah pelayan dan pekerja. "Perintahkanlah kaum muslimin untuk bermusyawarah di antara mereka. hingga tidak terjadi kehancuran individu atau kelompok dari masyarakat dengan melakukan sesuatu yang melibatkan khalayak ramai.sehingga tidak ada penguasa yang menyimpang atau merampas hak ini darinya dengan hujjah apapun. 319 Ibid. dan memberikan implikasi buruk terhadap masyarakat muslimi. Ikhwanul Muslimin menggunakan syuro sebagai asas dalam pemerintahan. merekalah yang memberikan amanah kepemimpinan kepada siapa saja yang mereka 474 475 kemaslahatan umum dari Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam). Pengawasan umat terhadap para pemimpin merupakan hal utama di dalam manhaj Islam dalam pemerintahan. Diantara kewajiban umat adalah mengawasi kepala pemerintahan dan memberikan catatan padanya. Sedangkan pemerintah hendaknya bermusyawarah aspirasinya. 318 370 . hal. hal. atau dengan slogan apapun. dan mereka melakukan muyawarah dalan setiap urusan mereka yang umum dan yang khusus demi mewujudkan keadilan dan melaksanakan hukum Allah serta kemaslahatan manusia. sedangkan rakyat adalah tuannya. Maknanya adalah bahwa umat adalah sumber kekuasaan. "Diantara hak umat Islam adalah melakukan kontrol terhadap pemerintah denga secermat-cermatnya dan menasehatinya jika dirasa hal ini membawa kebaikan. Imam Syahid berkata. ia merupakan sebuah kemestian bagi seorang kepala pemerintahan sedangkan umat merupakan sumber kekuatan pelaksanaan Negara. "Pemerintah dalam menjalankan tugasnya dengan rakyat dengan rakyat dan menghargai bertanggung jawab kepada Allah dan rakyatnya.

karena sesungguhnya agama adalah pondasi. 34 371 . ilmu.yakini agama dan amanahnya.478 476 477 Syuro dan multipartai. maka seluruh urusan harus diluruskan sesuai dengan muatan dan tuntunan hukum-hukum agama.476 Tidak boleh ada kepala Negara yang mengklaim ishmah (terjaga dari kesalahan) dan terlepas dari kemungkinan-kemungkinan keliru. maka umat Islam tidak berhak memberikan tugas kepemimpinan suatu urusan kecuali terhadap sesuatu yang telah ditetapkan oleh syariat. Pusat Studi Islam. meyakini bahwa manusia tidak memiliki kekuasaan selain apa yang telah diturunkan Allah kepada mereka. Jika ia memilih seorang wali untuk menjalankan keperluannya. dan penguasa adalah pengawalnya. sesuatu yang tidak memiliki pengawal maka akan hilang. hal. bahkan meluruskan penyimpangan-penyimpangannya walaupun harus menggunakan pedang sekalipun. Batas ketaatan rakyat kepada pemimpin adalah selama perintahnya bukan maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya. semua ini harus berada dalam koridor dan batasan yang telah ditetapkan syariat. hal. namun justru dalam rangka melaksanakan hukum Allah dan syariat Islam. yaitu sesuai dengan kandungan dan tuntunan syariat Islam. 31 Ibid. ihsan dan insaf. potensi dan kemampuannya. atau untuk kemaslahatan manusia pada sesuatu yang diperbolehkan477. "Umat Islam melakukan ibadah hanya kepada Allah semata. yaitu apa-apa yang telah ditentukan berupa pekerjaan yang harus dilaksanakan dengan penuh keadilan. menyucikan hukum-hukum Al Quran dan sunah Rasulullah yang mulia. 33 478 Pandangan Ikhwanul Muslimin tentang Syuro. hal. karena ia tidak boleh mendelegasikan sesuatu terhadap sesuatu yang tidak dimilikinya dan bukan haknya. mulitipartai dan wanita. "Diantara kewajiban setiap individu muslim adalah meluruskan jika kepala Negara melakukan kesalahan. sesuatu yang tidak memiliki pondasi maka ia akan hancur. pengalaman. Dengan demikian. Penugasan yang diberikan umat Islam dijalankan hukumnya dan dibatasi oleh syariat Allah.

Dalam kerangka undang-undang Islam. walaupun itu adalah sesuatu yang tersebar di kalangan manusia. Hal ini tentunya membutuhkan keberadaan sebuah majelis perwakilan yang memiliki kekuatan legislatif dan pengawasan. bahkan mengganti mereka jika hal itu diperlukan. 37 372 . Oleh karena itu. hal ini untuk menjamin tidak terjadinya kelaliman pemerintah. Sebagaimana kami melihat bahwa kepala Negara (presiden) tiada lain adalah wakil rakyat. sehingga masing-masing lembaga itu tidak berbuat lalim satu sama lain. 36. baik muslim maupun non muslim. yang tidak boleh diperbaharui kecuali untuk waktu yang terbatas. harus terwujud keseimbangan antara kekhususan (wilayah kerja) di pelbagai lembaga yang dikelola oleh Negara. pelurusan dan pembenaran kebengkokan mereka dengan cara yang baik dan sukses. Undang-undang Islami inilah yang kemudian memberikan legalitas dan alasan atas setiap sistem pemerintahan atau politik apapun.479 479 Ibid. Sebagaimana undang-undang Islam juga harus memuat prinsip-prinsip dan hukum-hukum yang memelihara dan menjaga kebebasan umum dan khusus setiap individu masyarakat. yang tidak menerima pembangkangan terhadap syariat Islam dan prinsip-prinsipnya. yang memiliki keputusan yang mengikat dan harus dilaksanakan. hal. yang membatasi dan menentukan tanggung jawab kepala Negara di hadapan rakyat serta metode evaluasi. kami meyakini bahwa umat harus memiliki undang-undang tertulis yang sesuai dengan prinsipprinsip dan tujuan syariat Islam. menjadikan pemerintah adalah permusyawaratan yang berlandaskan pemerintahan rakyat.Dengan demikian keseimbangan syariat Islam yang terpancar dari nilai-nilai ajaran Al Quran dan sunnah Rasulullah merupakan konstitusi tertinggi dalam pemerintahan Islam. yang merepresentasikan keinginan dan aspirasi rakyat melalui pemilihan umum yang bebas dan bersih. maka kepemimpinan Negara harus dibatasi dalam batas waktu tertentu.

selama benar-benar mengarah kepada pemilihan ahlul Halli wal 'aqdi. Para pakar dalam masalah-masalah yang bersifat integral 3. seperti tetua suku. Beliau menyebutkan. Yang kedua. kita tahu bahwa orang yang memungkinkan untuk menjadi ahlul halli wal 'aqdi itu ada pada tiga golongan di bawah ini: 1. 328 Ibid 373 . ini yang dikenal dalam istilah perpolitikan modern sebagai referendum. Para ahli fiqih yang mujtahid. yaitu melalui ahlul Halli wal 'aqdi. "Terdapat dua cara melakukan hal ini. dan Islam menyerahkan kepada umat untuk memilih bentuk dan sarana yang bisa merepresentasikan kelompok-kelompok ini.480 Kemudian juga termasuk bagian dari mereka adalah masyarakat yang memilih mereka untuk berperan sebagai wakil dan mengawasi jalannya pemerintah eksekutif. 2. Islam tidak menolak sistem ini. Imam Syahid berkata. Sesungguhnya. tokoh masyarakat."481 480 481 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam). Mereka yang mempunyai posisi kepemimpinan di tengah masyarakat. hal. dan pemimpin organisasi. yang pertama melakukan jaring aspirasi setiap individu masyarakat dalam setiap permasalahan. Yang jelas dari pendapat para ahli fiqih. dimana pendapat-pendapat mereka dalam fatwa dan istinbath hukum diperhitungkan umat. "Sistem parlemen modern telah melapangkan jalan kea rah pembentukan ahlul halli wal 'aqdi dengan sistem pemilu (dengan segala variasinya) yang telah dirumuskan oleh pakar hukum. Mereka inilah yang boleh dimasukkan dalam kelompok Ahlul Halli wal 'aqdi.Imam Syahid menyebutkan bahwa penghargaan terhadap aspirasi rakyat serta kewajiban mengikutsertakan mereka dalam pemerintahan dengan optimal dan benar merupakan bagian dari rukun sistem untuk pemerintahan Islam.

Syahid tidak juga terpaku menegaskan pada tentang urgensi metode kaku."483 Ikhwanul Muslimin tidak membatasi pemerintah hanya pada kelompoknya. keyakinan akan kelayakan sistem dan rasa kepedulian untuk menjaganya. 374 . Dan keseimbangan ini tidak mungkin bisa dijaga kecuali dengan nurani yang senantiasa hidup. Beliau berkata. hal. teks-teks peraturan secara menetapkan hukum dengan hal-hal mendasar dan prinsipil dengan pelbagai perubahan bentuk dan model. Ikhwan berupaya mendirikan sebuah pemerintah Islam yang sesuai dengan karakteristik dan 482 483 Ibid. atau istilah-istilah sejenis yang semua itu bermuara pada satu hakikat. "Inilah yang dalam istilah politik modern kita kenal sebagai kesadaran politik. Imam penerapannya. selama kaidah-kaidah pokok di atas bisa diwujudkan (dimana tidak mungkin suatu hukum akan tegak tanpanya) dan diterapkan secara tepat sehingga dapat menjaga keseimbangan dalam berbagai situasinya (yang masingmasing tidak mendominasi bagian yang lain). atau pendidikan politik. dan tidak memonopoli hanya untuk dirinya. Imam Syahid meyakini tentang urgensitas pengaturan pemilu dan peletakan beberapa aturan yang menjamin kesehatan dan kebersihan jalannya pemilu untuk merepresentasikan aspirasi rakyat. atau kematangan politik. sehingga ia benar-benar sampai pada derajat kekuatan dan kesadaran yang tinggi.482 Begitupula dengan peran dan posisi wanita di parlemen. 319 Ibid.Sistem Islam dalam hal ini bukanlah slogan dan julukan semata. dan kepekaan perasaan terhadap kesucian nilai-nilai ajaran ini. hingga kondisinya tidak berubah menjadi realitas yang serba palsu karena banyaknya politikus yang bermain dan membohongi masyarakat. Imam Syahid sangat memperhatikan pembinaan kesadaran politik dan kematangan politik umat.

Seperti yang terjadi pada tahun 1948 M. yaitu melalui pemilu secara regular 484. selama hal itu sesuai dan tidak melanggar hukum-hukum Islam dan syariatnya. 39 375 . mulitipartai dan wanita. Diantara manhaj Ikhwanul Muslimin adalah. bukan untuk kepentingan segmen tertentu. Ikhwanul Muslimin melihat nilai positif terhadap meluasnya wilayah kerjasama dan kesepakatan antara aliran dan kelompok-kelompok yang beraneka ragam –terlepas dari perbedaan-perbedaan yang terjadi. begitupula dalam memberikan bantuan dan dukungan terhadap permasalahan Palestina dan menghadapi penjajahan Yahudi di buminya. Rakyat bebas memilih siapa saja yang mereka ridhai untuk menjadi pemimpin sesuai dengan manhaj Islam dan syariatnya demi mewujudkan peran umat Islam. serta tidak keluar dari prinsip-prinsip dasar dan tujuannya. Dan hal ini membuktikan kadar keluasan tingkat toleransi 484 Pandangan Ikhwanul Muslimin tentang Syuro. bukan sesuai dengan hawa nafsu dan ambisi serta keluar dari syariat Allah. Dan hal ini terjadi pada abad modern ini secara berulang-ulang. Mereka bersama masyarakat adalah pengawal dan pemberi nasehat kepada para pemimpin. Pusat Studi Islam. ia justru berupaya untuk mengikutsertakan orang lain dari masyarakat. Barang siapa yang keluar darinya maka telah keluar dari manhaj Islam dan undang-undang Negara. Ia mengajak dan melakukan perjanjian dengan pelbagai simpul kekuatan Negara dan aliran yang beraneka ragam untuk mewujudkan dan menerapkan apa yang diinginkan oleh masyarakat. selalu menjaga untuk tidak sendiri memikirkan problem umat yang besar dan kemaslahatan Negara. Ikhwanul Muslimin menerima pergantian kepemimpinan Negara antara kelompok dan partai politik. Sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Islam dan koridor-koridornya yang berlaku. hal.demi mewujudkan kemaslahatan Negara dan umat.sifat-sifat yang ditetapkan oleh syariat. dimana Ikhwanul Muslimin mengajak untuk mendirikan kesepakatan nasional untuk menghadapi penjajahan Inggris terhadap Mesir.

kekuasaan eksekutif. • Gambaran Sistem Politik Islam Fiqih Islam menjadikan pembagian kekuasaan Negara menjadi 4 (empat) kekuasaan. dan kekuasaan yudikatif (peradilan). Beliau berkata. dengan keberagaman bentuk dan wilayahnya.Ikhwanul Muslimin terhadap orang lain dan upaya mereka untuk menjaga persatuan umat dan keutuhan bangsa. "Perbedaan antara kekuasaan hasil ijtihad fiqih dalam sistem syuro Islam dengan kekuasaan pengawasan. Dr. Dengan demikian. sebagai ganti dari tiga kawasan. dan lebih optimal dalam meningkatkan supremasi hukum terhadap wilayah-wilayah kekuasaan yang lain. yaitu dengan menjadikan kekuasaan legislatif di atas Negara. Seorang pemikir muslim. yaitu: Kekuasaan legislative (pembuat undang-undang). sistem pemerintahan ini mampu mewujudkan sekat yang jelas antara wilayah kekuasan dalam pemerintahan. 376 . Muhammad Imarah yang dipublikasikan oleh Koran Al Akhbar tentang Konsep Syuro dalam Islam. dan di atas itu semua. Adapun independensi kekuasaan yang khusus menangani ijtihad dan perundang-undangan dengan tetap komitmen terhadap hak legislatif. Muhammad Imarah menyebutkan tentang perbedaan ini di dalam manhaj permusyawaratan Islam. yang menjadikan kekuasan di dalam sistem pemerintahan Islam menjadi tiga wilayah. Hal ini sesuai dengan gambaran para ulama tentang Ahlul halli wal 'aqdi. terdapat sekat yang jelas antara pemerintah legislatif dan pemerintah eksekutif. kekuasan pengawasan.485 485 Diantara tulisan Dr. maka hal itu adalah yang paling dekat untuk mewujudkan batas yang menyekat antara wilayah kekuasaan dalam pemerintahan. kekuasan eksekutif. hal ini karena hak legalitas dalam membuat undang-undang. tahun 2004 M. Hal ini yang kemudian dapat membebaskan undang-undang dari rezim pemerintahan dan nafsu manusia. kekuasaan peradilan.

pengawasan dan penelitiaan. Sistem pemerintahan Islam meletakkan jaminan yang menjamin kebebasan kekuasaan legislatif (ahlul halli wal 'aqdi). rasa tanggungjawab di hadapan.ketika ia dibaiat menjadi pemimpin kaum muslimin. Sejarah Khulafaur Rasyidin menjelaskan bagaimana kekuasaan legislative dan yudikatif berbeda dengan kekuasaan eksekutif (khalifah) dalam pandangan dan ijtihadnya. Seperti yang dikatakan oleh Khalifah pertama. tidak berarti kekuasaan-kekuasaan yang lain kehilangan kebebasan dan kesatuannya dalam menjalankan tugasnya. sebagaimana beliau juga menjelaskan tentang dasar pemisah antara kekuasaan yang mengakar dan terlihat secara jelas pada masa khalifah Amirul Mukminin Umar bin Khattab – semoga Allah meridahinya. keterwakilan rakyat di dalamnya. yang menguatkan tentang perbedaan sistem politik Islam dan kadar perhatiannya terhadap partisipasi umat dan pengawasannya terhadap pemerintah. mengawasi dan menghukumi. pengkhususan ahlul halli wal 'Aqdi dengan wilayah kekuasaan eksekutif. lalu pekerjaan itu terus berlanjut. "Amma 377 . dan memuhasabah pemerintah. Diantara asas sistem pemerintah Islam adalah. Imam Syahid telah menjelaskan hal itu di dalam risalahnya Sistem Pemerintahan Islam. Abu Bakar Shiddiq –semoga Allah meridhainya. pengawasan umat terhadap pemerintah. Partai atau kelompok apapun yang berhasil menduduki kursi pemerintahan eksekutif sesuai dengan keinginan rakyat. baik dalam setiap perkara kecil dan besar. kekuasaan pengawasan dan kekuasaan yudikatif. Ia tidak membiarkan kebebasan yang terbentuk adalah kebebasan secara simbiolis dimana kekuasaan eksekutif memonopoli hak legislasi. dengan kekuasaan eksekutif.Pembahasan ini merupakan masalah ijtihad fiqih yang sangat luas.yang memisahkan antara kekuasaan yudikatif. namun pada akhirnya keberagaman ijtihad ini pada akhirnya akan bermuara pada nilai-nilai yang tetap. bagaimana ia memuhasabah. serta meletakkan perlindungan dan penjagaan pelaku dan institusinya dari pengaruh dan tekanan apapun dari kekuasaan eksekutif.

untuk dirinya sendiri dan untuk umat. Kekuasaan ijtihad dan legislatif (Ahlul Halli wal 'aqdi) terdiri dari orangorang yang memiliki spesialisasi dan sifat-sifat keahlian khusus di pelbagai 378 . dan mengawasinya dalam masalah keuangan Negara.untuk melaksanakan fungsi-fungsi pengawasan tersebut. "Demi Allah. serta menggunakan pelbagai sarana-prasarana yang sesuai –dengan kondisi zaman dan waktu. namun jika kalian melihat aku dalam kebatilan maka tegur dan perbaikilah aku." Begitu pula pada masa Khalifah Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya-. bukan berarti ia menjadi wakil Allah dalam kedudukannya sebagai pemimpin Negara. mereka memiliki hak untuk mengawasi dan mengontrol. Jika kalian melihat aku berada dalam kebenaran maka bantulah aku. Seorang pemimpin justru merupakan wakil rakyat dalam tugas dasarnya secara syar'I. bukan pula menikmati hak Allah. Sesungguhnya aku telah dipilih untuk memimpin kalian sementara aku bukan yang terbaik di antara kalian. Penduduknya selalu meminta kepadanya dan memberikan evaluasi kepadanya tentang pelbagai hal. yang legalitasnya mengacu pada keinginana rakyat yang memiliki hak mengawasi dan mengontrolnya bahkan memecatnya jika ia keluar dari keinginan rakyat dan manhaj Allah. salah seorang penduduk berkata kepadanya. serta bangkit bersama umat dalam pelbagai aspek serta menegakkan kebenaran dan keadilan di dalamnya. (karena kepemimpinan di bumi merupakan amanah untuk seluruh manusia). Seorang pemimpin pemerintah dalam syariat Islam adalah representasi dari umat dalam mendirikan syariah. Taatlah kepadaku selama aku mentaati Allh. baik kecil maupun besar. namun jika aku membangkang kepada-Nya maka tidak ada ketaatan kalian kepadaku. Hal ini semakin menguatkan tentang tanggung jawab pemerintah di hadapan rakyatnya. yang terpelihara dari kesalahan.ba'du. jika kami melihat engkau melakukan penyimpangan maka kami akan meluruskanmu dengan pedang-pedang kami." Umar mengucapkan syukur kepada Allah.

lembaga legislatif bertigas menyusun legislasi perundang-undangan yang dibutuhkan di parlemen. dan mereka tidak memiliki wilayah kekuasaan terhadap lembaga kekuasaan yang lain. serta jaminan untuk aspirasi umat dan menghormati keinginan mereka. Ketika terjadi perbedaan. Hal ini sebagaimana dibenarkan oleh Fiqih Islam dan penerapannya sepanjangan sejarah khulafaur Rasyidin dalam bentuk pembagian kekuasaan antara lembaga-lembaga kenegaraan. demi mewujudkan pemilu yang bersih dan kesatuan pemerintah eksekutif. yang masing-masing memiliki spesialisasi tersendiri dengan sifat-sifat tertentu. Hal ini berbeda sekali dengan konsep Wilayatul Faqih –konsep ini termasuk yang ditolak oleh Ikhwanul Muslimin. Namun mereka dipilih oleh rakyat melalui pemilu. dan cara pemilihan mereka diserahkan sepenuhnya kepada rakyat dengan sarana yang mereka tentukan sendiri. maka perkara akan diputuskan oleh lembaga yudikatif yang independen dan memiliki spesialisasi khusus di bidang tersebut.bidang. yang paling mendasar adalah terpenuhinya kaidah-kaidah pokok dan rukun-rukun dalam ajaran Islam. Seperti pemisahan antara lembaga yudikatif 379 . Slogan dan julukan tidak penting. sebagaimana yang ada dalam ideologi Barat-Kristen. Kekuasaan ini tidak terdiri dari rijal ad din (para pemuka agama).kekuasaan di sini adalah milik rakyat sepenuhnya. Anggota lembaga pengawasan (parlemen) ditetapkan melalui pemilihan langsung dari rakyat. ia boleh mengadakan interplasi dan mengkritik dengan sebab-sebab tertentu terhadap apa saja yang diputuskan oleh lembaga legislatif. baik fiqih maupun spesialisasi khusus di bidang-bidang tertentu dalam kehidupan. karena di dalam Islam tidak ada istilah pemuka agama. Lembaga pengawasan memiliki hak tersendiri. menyampaikan gagasan-gagasannya. Agama Islam memberikan peluang yang luas untuk berijtihad seputar sarana-prasarana dalam pelaksanaan pemilu yang sesuai dengan tuntutan zaman. serta mengelola usulan dan saran apa saja yang masuk dari lembaga eksekutif dan lembaga pengawasan (parlemen) untuk kemudian disiakan menjadi undangundang yang diinginkan.

Demokrasi dengan makna politiknya atau apa yang diperankan berupa partisipasi rakyat. Demikian pula halnya pembagian antara lembaga pengawasan (dalam bahasa politik modern dikenal dengan parlemen) dan lembaga eksekutif.dan lembaga eksekutif. dimana seorang hakim menetapkan hukum kepada khalifah. yaitu adanya penentangan sejak kesempatan pertama atau membangkang melaksanakan tugas. dan penghormatan terhadap aspirasinya. Hal ini tidak seperti yang terjadi dalam demokrasi Barat. Ia merupakan rukun dasar dalam sistem politik Islam. sama seperti ibadah sholat dan puasa. bahkan mungkin berbeda dengan pandangan partai atau kelompoknya. Dimulai dari keluarga kecil dan berakhir ke kepemimpinan tertinggi Negara. kebebasan memilih pemimpin. komitmen terhadap pendapat mayoritas dan menerimanya sebagai pendapat sendiri. ini adalah konsep kehidupan yang dipelajari oleh seluruh individu masyarakat dalam pelbagai aspek. Namun tetap dalam koridor adab-adab Islami. Adanya sifat saling menghargai pendapat satu sama lain. adalah sesuai dengan ajaran Islam dan sistem politiknya. menunaikan dan melaksanakan segenap keputusan yang dihasilkan. bukan peraturan atau hak semata. Konsep syuro dalam Islam merupakan sesuatu yang diharuskan. terbinanya jalinan ukhuwah dan rasa cinta antara sesama anak-anak bangsa. sesuai dengan apa yang diyakininya. tanpa ada tekanan atau paksaan. Dimana seseorang menyampaikan pandangan dan gagasan dengan sangat jujur. sehingga penerapannya berjalan bersih dan terhindar dari faktor-faktor kebencian dan permusuhan serta perseteruan partai. Seseorang yang menerapkannya di lembaga-lembaga politik di kehidupannya. Islam bahkan menambahnya dengan jaminan dan adab-adab yang 380 . dan selalu menyerang kelompok-kelompok minoritas yang berseberangan dengannya. ia adalah kewajiban dan ibadah kepada Allah. ia bukan sesuatu yang asing atau yang diadopsi dari orang lain.

memperluas wilayahnya dan demi mewujudkan keinginan yang dicitacitakan. agar sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman. yang bertugas mengontrol konstitusi dan dan memecat pembuatan kepala pemerintah. Kelompok minoritas non muslim memiliki hak penduduk negeri secara sempurna di masyarakat. pengawasan. di dalamnya terdapat seorang pemimpin. legislative dan yudikatif. undang-undang yang berijtihad dalam dalam 381 yang diperlukakn . yang memiliki kewajiban khusus terhadap agama Islam sebagaimana yang disebutkan para fuqaha. Umat adalah sumber kekuasaan di dalam manhaj Islam. sesuai dengan manhaj Islam dan undang-undangnya. yang banyak membahas tentang sistem ini. Tidak ada perbedaan antara kita. Perincian hal ini terdapat di buku-buku fiqih. Adapun untuk jabatan di kementerian eksekutif. begitu pula dengan kementerian delegasi (untuk misi perjanjian). semuanya memiliki persamaan di hadapan hukum. selama hal itu tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam. maka hal itu ditentukan berdasarkan mayoritas penduduk yang muslim. Mereka mendapatkan apa yang kita dapatkan dan mereka memikul kewajiban sebagaimana kewajiban yang kita pikul sesuai dengan kaidah fiqih. dengan tetap membuka pintu ijtihad disertai koridor-koridornya. mereka mendapatkan hak yang sama seperti penduduk lainnya. Kami mengambil pendapat yang moderat sesuai dengan dalil dan hujjah. serta demi membantu pemahaman dan penjelasannya kepada masyarakat dengan tetap mengupayakan penggunakan nama dan istilah-istilah dalam Islam dan ajarannya. mereka mendapatkan hak politik yang sama sebagaimana yang diberikan kepada setiap penduduk. Islam tidak melarang penggunaan nama dan istilah-istilah modern. dan hal ini tidak bertentangan dengan sumber utama di dalam hukum dan prinsipprinsip Islam. dengan tidak mengeyampingkan atau menggantinya. baik pemerintah eksekutif. Umatlah yang memilih pemerintah di masyarakat. terkecuali untuk jabatan kepemimpinan Negara. maka para fuqaha membolehkan dari kelomok minoritas nonmuslim.

walaupun hal itu berbeda dengan pandangan dan apa yang diputuskan oleh jamaah. Ikhwanul Muslimin juga meyakini tentang batas maksimal kepemimpinan seorang kepala Negara. Pembicaraan tentang hukum Islam bukan hak yang bisa dimonopoli oleh seseorang. mereka tidak memenangkan pendapat yang mengatakan kepemimpinan Negara adalah seumur hidup. atau memonopoli kebebasan dan pengakuan di masyarakat hanya pada dirinya. terhadap pemenuhan keinginan umat. termasuk bagi kelompok 382 . dan ini merupakan jaminan dan pengawasan yang efektif di setiap sistem atau pemerintahan. atau ia merupakan ketetapan yang hanya dimonopoli oleh seseorang yang mengklaim ishmah (ma'shum) dari kesalahan. satu atau dua periode. serta menghormati pilihannya yang merupakan prinsip dasar dalam sistem pemerintahan Islam. mereka menjadikan rakyat sebagai hakim yang memutuskan siapa yang mereka pilih untuk memimpin Negara. berlandaskan atas asas cinta. Hal ini semakin menegaskan tentang pergantian kekuasaan yang diyakini Ikhwanul Muslimin. saling memahami serta menyampaikan dakwah dengan kebijakan dan hikmah. Ikhwanul Muslimin meyakini kebebasan mendirikan lembaga-lembaga. Setiap muslim bertanggung jawab di hadapan Allah terhadap masyarakat Islam dan agama Islam. partai politik bagi setiap kekuatan dan aliran. dalam koridor hukum dan prinsipprinsip ajaran Islam serta koridor ijtihad. Ikhwan telah menetapkan sikapnya ini di dalam nota baru mereka terkait dengan kerangka internal. ia justru merupakan hak bagi setiap individu muslim dengan koridor dan kaidah-kaidahnya yang baku di dalam Islam. Ia juga mengklaim dirinya sebagai penasehat umat.kehidupan dan urusan-urusan pemerintah. Hubungan mereka dengan masyarakat dan orang-orang yang berbeda pandangan dengannya. Sebagaimana Ikhwanul Muslimin juga sangat meyakini bahwa menghormati aspirasi rakyat dan memenuhi tuntutannya merupakan bagian dari rukun sistem politik Islam.

Begitupula dengan kebebasan beraspirasi dengan pelbagai sarana (baik dengan menerbitkan Koran dan media-media pers lainnya) di tengah masyarakat Islam. Para sahabat Rasulullah Saw. dimana salah seorang Yahudi menolak perkataan Abu Bakar ketika ia menjelaskan secara panjang lebar tentang hakikat Allah. untuk menyampaikan keinginan mereka –dan Rasulullah memenuhi permintaan tersebutIni merupakan lembaga kewanitaan pertama dalam Islam. yang merupakan pengambil keputusan ketika sarana-sarana tersebut memberikan dampak negatif terhadap masyarakat. dengan keberadaan lembaga kehakiman yang adil dan independen. jumlah mereka sekitar 70 orang. dan beberapa hal lain yang dijelaskan oleh para fuqaha. Islam memberikan kaum wanita hak politik yang sama dengan kaum laki-laki. 383 . dan dihadiri oleh Abu Bakar Shiddiq –semoga Allah meridhainya-. atau keluar dari yang disepakati oleh masyarakat (dari kaidah-kaidah keutamaan dan akidah umat). La dharara wala dhirar (mudharat tidak bisa ditolak dengan mudharat yang lain). Coba lihat bagaimana kaum wanita Madinah berkumpul dan mempelajari beberapa permasalahan mereka. mereka adalah para Qurra (Ashab Bi'ru Ma'unah). Diantaranya adalah muktamar yang mereka lakukan di salah satu rumah. juga mendirikan lembaga kebajikan dan dakwah. kecuali untuk jabatan kepemimpinan tertinggi Negara (Imamatun 'Uzhma). serta mengirimkan utusan kepada Rasulullah Saw. perincian pekerjaan dan akitvitas mereka banyak diceritakan dalam buku-buku sirah. karena dalam kepemimpinan tertinggi tersebut juga terdapat kepemipinan dalam shalat. Masyarakat Yahudi juga memiliki hak mendirikan lembaga dan muktamar. Kebebasan sosial dan politik ini diatur oleh Islam dengan sistem yang sangat baik. yang memiliki dasar pijakan secara syar'I. dan jaminan itu diberikan kepada umat sejak masa Rasulullah Saw. dan ini hanyat terbatas untuk kaum laki-laki.minoritas dan kaum wanita tanpa ada halangan.

Seperti dalam proses pemilihan Khalifah Abu Bakar Shiddiq. namun tetap berada dalam koridor dan dasar-dasar syuro. Dalam prosesi penetapan khalifah yang ketiga. Setelah melakukan musyawarah dengan ahlul Halli wal 'aqdi. dan pilihan terakhir dengan suara terbanyak menetapkan Abu Bakar Shiddiq sebagai khalifah yang menggantikan kepemimpinan Rasulullah Saw.dan di tengah sakit menjelang wafat. Abu Balar lalu menetapkan satu orang sebagai penggantinya. dari kelompok Muhajirin dan Anshor dalam sebuah pertemuan singkat di kediaman Bani Sa'idah. yaitu Abu Bakar Shiddiq dan Umar bin Khattab –semoga Allah meridhai mereka berdua-. Abdurrahman bin Auf juga meminta kepada kedua calon khalifah untuk memaparkan dan 384 . Kemudian Abdurrahman bin Auf berdiri untuk menyampaikan dua calon tersebut kepada masyarakat termasuk kepada kaum wanita dan para budak. dua nama muncul sebagai calon khalifah.untuk menetapkan calon khalifah diantara mereka. juga menggunakan pelbagai saranaprasarana dalam memilih khalifah yang akan memimpin umat setelah Rasulullah Saw. dan akhirnya mereka memilih dua calon khalifah. Sayyida Ali bin Abi Thalib –semoga Allah meridhai mereka-. Kemudian hal ini disampaikan kepada penduduk Madinah dan meminta memberikan tanggapan dan baiat. Abu Bakar Shiddiq –semoga Allah meridhainya. lalu dilakukan proses baiat secara umum di mesjid. Sebagian besar masyarakat Madinah menyetujuinya. di Madinah. panitia pemilu dan menetapkan Ali bin Abi Thalib –yang termasuk ahlul halli wal 'aqdi. Setelah disampaikan kepada khalayak dan mereka menyetujuinya. Setelah penetapan pemilihan suara selesai. dan suara terbanyak menetapkan Utsman sebagai khalifah berikutnya. yaitu Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya-. Ia berdiri di jalan-jalan dan menghampiri beberapa rumah untuk meminta suara masyarakat. hanya beberapa orang saja yang menolak karena sebabsebab tertentu. Lalu dalam pemilihan khalifah yang kedua. parlemen Madinah yang terdiri dari sahabat Rasulullah Saw. yang pertama Sayyida Utsman bin Affan dan yang kedua.Para sahabat Rasulullah Saw.

Terkandang ia mengambil sebagian dari konsep-konsep tersebut dan mengamandemen beberapa diantaranya. dan menegaskan tentang sikap mereka yang menghargai aspirasi rakyat. namun model-model pemerintah yang lain secara umum tidak bertentangan dengan manhaj Islam. jelas dan sangat istimewa. selama berkesesuaian dengan prinsip-prinsip Islam dan tidak bertentangan dengan manhajnya. Setiap khalifah yang terpilih selalu menyampaikan program- programnya secara rinci. "Adapun perihal tanggung jawab pemerintah menurut sistem Islam. jika ia baik. Persis sebagaimana yang dilakukan kaum muslimin pada masa daulah Islamiyah dengan sistem administrasi yang mereka adopsi dari Negara Paris dan Romawi setelah melakukan futuhat (ekspansi). Kemudian dilakukan pemilihan terakhir untuk mendapatkan suara masyoritas ahlul halli wal 'aqdi serta masyarakara umum. Dia punya hak untuk melakukan apa saja untuk kemudian menyerahkan penilaian prilakunya kepada masyarakat. Lalu bentuk pemerintah yang manakah yang paling ideal? Pemerintah terpimpin? Parlementer? Atau menggabung dua sistem ini? Maka kami katakana. namun sebaliknya. dan ia bertanggung jawab secara penuh terhadap jalannya pemerintahan. Walaupun sejarah penerapan sistem pemerintahan Islam lebih dekat kepada model pemerintah terpimpin (presidentil). rakyat wajib mendukungnya. jika 385 . pada dasarnya yang memiliki adalah presiden (kepala pemerintahan). Imam Syahid berkata. Sistem pemerintahan Islam menerima dan mencakup semua konsep-konsep tersebut di atas. betapa pun keadaannya. lalu dilakukan baiat secara missal di mesjid. Dasar delegasi tidak akan mengurangi wewenang dan kekuasaannya. meskipun kedudukan presiden dalam pandangan Islam memiliki wewenang yang terbatas. komprehensif.menjelaskan program-program dan perencanaan mereka dalam pemerintahan. "Bahwa kaidah sistem pemerintahan dalam Islam sangat sempurna.

Ikhwanul Muslimin tidak bertanggung jawab terhadap penerapan sistem pemerintahan dari orang lain yang mengangkat slogan-slogan Islam. dan mereka tidak memikul beban kesalahan yang dilakukan oleh orang lain atau yang disebabkan oleh manhaj orang lain. komitmen mereka yang cermat terhadap syariat Islam. dan tidak menyelami kehidupan pada masa Rasulullah Saw. Dimana manhaj Islam bersumber pada sumber utama. pemahaman mereka yang washathiyah dan komprehensif. Diantara sarana yang digunakan Ikhwanul Muslimin dalam melakukan perjuangan konstitusi dan gerakan politik adalah mendirikan partai politik 486 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam)."486 Sesungguhnya orang-orang yang ketakutan terhadap syariat Islam sebenarnya belum mengenal Islam secara baik. Islam tidak melarang seorang presiden melimpahkan wewenang eksekutifnya kepada yang lain untuk mengemban tanggung jawab ini. dan Khulafaur Rasyidin. pandangan mereka bahkan hanya terbatas fase-fase terjadinya penyimpangan dalam menerapkan syariat Islam secara benar dan menyeluruh sepanjang sejarah. dan hal ini menjadi rujukan dan standar untuk setiap sistem pemerintahan dan penerapannya. 322. 323 386 . hal.ia tidak baik. bahkan hal ini merupakan kebutuhan manusia sepanjang zaman. yaitu Al Quran dan Sunnah Rasul-Nya. Para ulama fiqih telah memberi dispensasi atas masalah ini dan membolehkan sepanjang tetap berada dalam kerangka menegakkan kemaslahatan umum. maka rakyat harus meluruskannya. sebenarnya tidak berbeda dengan agama-agama yang ada. Karena sesungguhnya Ikhwanul Muslimin memiliki manhaj yang jelas dan berbeda dengan manhaj-manhaj yang lain. sebagaimana dalam pemerintahan Islam masa lalu dikenal dengan Wizaratut Tafwidh (maksudnya kurang lebih sama dengan sistem cabinet parlementer yang dipimpin oleh seorang perdana menteri sekarang ini). Koridor dan kerangka yang ditetapkan oleh Islam untuk keselamatan masyarakat berupaka kaidah-kaidah keutamaan dan kaidah-kaidah yang lain.

maka Ikhwan memandang masalah ini secara hati-hati dan memperhitungkannya hingga detail. Kami bersandar sampai sejauh ini. dan istilah-istilah ini belum pernah digunakan sebelumnya di dalam buku-buku fiqih dan sejarah-sejarah klasik. dan Ikhwanul Muslimin tidak tergesa-gesa melangkah dan menyimpang dari jalan yang telah digariskan oleh Imam Syahid. ini akan memudahkan berdirinya pemerintah Islam dan sistem pemerintahan Islam. hal. namun untuk menegaskan tentang kedalaman dan keaslian sistem politik Islam. dan hal ini sesuai dengan dustur (peraturan) yang ada dan tidak keluar dari koridor-koridornya. Ikhwanul Muslimin menolak cara-cara kekerasan dalam pelbagai bentuknya dan menolak revolusi serta sarana-sarana kudeta terhadap pemerintah.modern. mengandalkan. "Revolusi adalah bentuk penggunaan kekuatan yang paling keras. tindak aniaya karena dakwah yang dibawanya. Imam Syahid berkata. apalagi meyakini manfaatnya. yang program-programnya berlandaskan dari prinsip-prinsip syariat Islam dan tidak keluar dari undang-undang dan koridor yang dibuat oleh masyarakat. Ikhwan tidak memikirkan. • Menolak cara-cara kekerasan. serta penangkapan. Ketidakjelasan yang terjadi dalam beberapa hal. Adapun mengenai revolusi. 487 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). walaupun secara praktek dan penerapannya sesuai dengan kaidah-kaidah Islam dan koridornya. dan untuk menjelaskan aspek-aspek mendasar yang menjadi pijakannya. 136 387 . dengan penuh kesabaran. yang menetapkan bahwa Islam merupakan sumber utama dalam perundang-undangan. walaupun hal ini bukan pada tempatnya."487 Beliau menghadapi tekanan dari pemerintah. tiada lain adalah disebabkan karena penggunaan istilah-istilah politik kontemporer dan konteks-konteksnya yang terkini. Revolusi dan kudeta Ketika pemerintah eksekutif condong kepada jamaah.

kemudian kekuatan kesatuan dan ikatan persaudaraan. Ia tidak pernah menggunakan senjata dan tidak meneteskan darah manusia muslim. Dalam pepatah Arab "Alternatif terakhir dalam menyetrika". yang penting diketahui sebelum menggunakan kekuatan adalah mempertimbangkan dampak positif dan dampak negatif dari penggunaan 388 . Mereka memahami bahwa peringkat pertama kekuatan adalah antara produk yang dihasilkan dengan target yang kekuatan akidah dan iman. (maksudnya adalah penggunaan kekuatan itu sendiri merupakan solusi awal atau alternative terakhir?). sistemnya guncang. sementara ia dalam kondisi sel-selnya berserakan. apakah ia memberi batasan dan syarat-syarat serta memberi arahan dalam penggunaannya? Sesungguhnya pengobatan adalah kekuatan dengan bukanlah obat pertama yang dapat apakah menyelesaikan masalah. Manakala sebuah jamaah mempergunakan kekuatan fisik dan senjata. Imam Syahid berkata. yang tidak menukik pada kedalamannya. akidahnya lemah. dan tidak pula menjadi hakim yang membagi-bagikan hukum kepada umat manusia. jihad politik dan upaya-upaya yang berkesinambungan. maka bisa dipastikan bahwa kesudahan akhirnya adalah kehancuran dan kebinasaan. dan cahaya imannya padam. "Apakah ajaran Islam memerintahkan umatnya untuk menggunakan kekuatan pada situasi dan kondisi? Atau. "Pola pikir dan cara pandang Ikhwanul Muslimin jauh lebih dalam dan lebih luas dari sekedar memandang kerja dan pemikiran secara formal. dan tidak membandingkan ditetapkan. lalu kekuatan fisik dan senjata.ketegaran dan perjuangan secara konstitusi.

dan sikap Ikhwanul Muslimin terhadap cara-cara kekerasan. hal. kemudian membangun pilar dasar kendati tidak bisa mencakup seluruh masyarakat. "Kami telah bersepakat atas komitmen untuk tidak menggunakan kekuatan untuk menggulingkan pemerintah dan mendirikan sistem pemerintah Islam dari atas. namun beliau meyakini bahwa belum saatnya berjuang dengan mengorbankan darah. revousi. namun terlebih dahulu memindahkan komunitas masyarakat menuju pemahaman Islam yang benar.kekuatan itu. serta apa saja situasi. Yaitu saat menghadapi penjajah Inggris dalam perang pembebasan negeri. Muhammad Tabi'I menulis dalam majalah Akhir Sa'ah (detik-detik terakhir) yang menggambarkan sikap Imam Syahid. Inilah Syahid Sayyid Quthb489 menggambarkan kelompok yang ia bina ketika dipenjara tahun 1965 M. 189 Kami berbaik sangka demikian kepada beliau 389 . dan beberapa orang demonstran mendapat cidera. Kemudian terjadi bentrokan dengan pihak kepolisian dan keamanan Mesir. beliau sangat menyayangkan kejadian tersebut. "Kemudian Syaikh (Imam Syahid) akhirnya mendengar kabar bahwa beberapa demonstran yang ikut dalam aksi tersebut mendapat cidera fisik. padahal ia menginginkan demonstrasi damai. dan kudeta dan tidak satupun Ikhwan yang menyimpang dari sikap ini. paling tidak mencakup unsur-unsur dan kelompok yang memiliki potensi dan 488 489 Ibid.488 Dalam salah satu sikap Imam Syahid yang direkam oleh sejarah. adalah ketika beliau menggelar sebuah demonstrasi yang menuntut pengusiran penjajah dari negeri Mesir dan Palestina. bukan karena meyakini bahwa hak rakyat Mesir akan didapatkan dengan demonstrasi damai semata. Ini adalah manhaj dalam perubahan. konsekuensi dan resiko yang mungkin timbul. Seorang jurnalis. karena sesungguhnya menuntut pendirian Negara Islam dan perberlakukan syariat Islam bukan merupakan langkah pertama. seluruh kekuatan dan kemurkaan harus disimpang hingga tiba waktunya yaitu Yaum Dam (hari berdarah).

Sungguh. peluang waktu dan detik-detik untuk melaksanakan. 269 390 . 127 492 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah).           490 Syubhat seputar pemikiran Islam kontemporer.490 Imam Syahid juga menegaskan tentang urgensi kesabaran. Allah akan beserta kalian dan Allah tidak akan menyia-nyiakan amal kalian. hal.pengaruh dalam mengarahkan seluruh masyarakat agar tertarik dan mau beramal dalam mendirikan sistem pemerintah Islam. keberuntungan hanya milik orang-orang yang mau beramal.                          Artinya: "Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. tidak tergesa-gesa dan tidak mempercepat peristiwa. janganlah kalian asal-asalan dalam menyalurkan potensi. dan semangat kami tidak akan lemah. semuanya diperhitungkan dengan waktu. Berbuatlah. hal. akivitas dan kesadara. "Sungguh. Oleh karena itu. janganlah terlalu spekulatif dengan slogan-slogan keberhasilan. 237. Darul Wafa 491 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). pengalaman masa silam dan masa kini telah membuktikan bahwa tidak ada kebaikan selain jalan dakwah yang kalian lalui."492 Hal itu karena segala sarana yang kami butuhkan memerlukan persiapan yang matang. segala puji kepada Allah Rabb alam semesta. Tidak ada ketepatan langkah kecuali pada yang kalian perbuat. hal. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. (Q. Tidak ada produktivitas kecuali yang sesuai dengan khitah kalian. Konsultan Salim al Bahnasawy.S Al Baqarah: 143)491 "Kami tidak putus asa.

dukungan dan sokongan mayoritas masyarakat terhadap dakwah. hal. mengingatkan mereka terhadap pentingnya doa-doa di waktu sahur (sebelum fajar). kerjakan. bersiap-siagalah. maka pikirkanlah. kokohkan kesabaran. hal. 391 .496 • Tentang Metode Terwujudnya kecondongan pemerintah terhadap dakwah: Yaitu sejauh mana propaganda. persiapan dan keberterimaan masyarakat. 270 496 Bagian dari surat Imam Syahid kepada Nahas Basya dalam jumpa pers yang beliau sampaikan kepada beberapa media. adab penyampaian dan perhatian terhadap urgensi hal yang ingin beliau sampaikan."494 "Ia adalah saat-saat menentukan dalam sejarah kalian. matangnya pembentukan. betapa banyak orangorang berpakaian lusuh jika bersumpah (berdoa) kepada Allah dikabulkan. banyaknya pendukung. dan pengaruhnya terhadap lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan dan pemerintah di pelbagai level. bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.Artinya: "Katakanlah: "Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat. menyebarnya basis-basis dakwah. maka dengan demikian akan terwujudlah kecondongan pemerintah terhadap gerakan dakwah. 363 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI).205 495 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). putuskan. dimana ia mengungkapkan kekagumannya terhadap Kamal At Turk. bertawakkal kepadanya. yang terlihat di dalam penyampaiannya objektivitas. memberikan shibghah Islamiyah di pelbagai fenomena. sabarlah. 493 494 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). kokohkan. Ini adalah surat yang dipublikasikan oleh Koran Ikhwanul Muslimin. hal. baiknya persiapan dan pembentukan."495 Imam Syahid senantiasa mengingatkan mereka untuk menyandarkan diri kepada Allah.S Al Isra: 51)493 "Target jangka panjang membutuhkan kesabaran untuk menanti peluang." (Q.

Imam Syahid tidak membatasi gambaran konkret dan rinci tentang kecondongan tersebut; karena waktunya sangat tergantung pada kondisi dan peristiwa yang terjadi. Namun beliau meletakkan kaidah-kaidah dan batasan umum

sebagaimana di dalam disebutkan dalam risalah Muktamar Ke V. Proses terwujudnya kecondongan tersebut memiliki beberap kemungkinan: Hal mungkin bisa terwujud dengan keberpihakan pemerintah dalam beberapa poros utamanya serta keberadaan basis-basis strategis di bawah tekanan masyarakat. lalu jamaah tampil untuk menguasai beberapa sarana pengarah (yaitu dengan tekanan masyarakat secara damai, pengaruh basisbasis dakwah di lembaga-lembaga pemerintahan, kecondongan dan keberterimaannya terhadap kepemimpinan jamaah). Kemudian bisa jadi dengan kecondongan periodik (sementara), yaitu dengan sampainya para simpatisan dan pendukung jamaah di lembagalembaga strategis, diantaranya parlemen. Yang akhirnya mengantarkan kepada totalitas kecondongan dan keberpihakan pemerintah terhadap dakwah. Dan mungkin bisa terjadi penolakan dari beberapa penguasa untuk condong terhadap dakwah dan memenuhi permintaan masyarakat. Saat itu mereka akan berdiri di dalam lubang yang terpisah untuk melawan dan menekan rakyat. Sikap jamaah terhadap penolakan ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Syahid adalah dengan tetap menggunakan cara-cara elegan dengan perjuangan damai dan cara-cara konstitusi untuk menyingkirkan rintangan ini. Jika kelompok yang sedikit ini menggunakan kekerasan dan

penganiyaan terhadap kekuatan rakyat, maka sebagaimana arahan Imam Syahid bahwa jamaah tidak akan memulai penggunaan kekuatan, ia akan tetap menjaga setiap tetes darah setiap muslim dan selalu berupaya untuk menciptakan kecondongan pemerintah terhadap dakwah dengan cara damai, dan dalam kondisi seperti ini jamaah tidak akan melakukan reaksi terhadap
392

tindakan tersebut, kecuali setelah seluruh sarana-prasarana telah digunakan. Sebagaimana pepatah Arab, 'Obat penyembuh terakhir adalah setrika.' Imam Syahid berkata, "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin akan unjuk kekuatan ketika cara lain tidak lagi mampu berbuat banyak dan ketika mereka benar-benar yakin telah menyempurnakan iman dan kesatuan barisannya. Dengan demikian, tatkala menggunakan kekuatan ini mereka dalam keadaan terhormat dan penuh izzah, dan saat mereka siap menanggung resiko apapun dengan lapang dada sebagai konsekuensinya."497 • Sikap perbaikan: Tentang kekuatan dan individu yang duduk di pemerintahan dan menginginkan perbaikan; jika salah seorang dari mereka memimpin Negara dan menyampaikan keinginannya untuk melakukan perbaikan dan menerapkan syariat Islam, maka Ikhwanul Muslimin akan membantu dan menyokongnya, selama ia komitmen terhadap janjinya. Ikhwan akan memberikan nasehat dan menganggap hal itu sebagai salah satu jalan menuju perbaikan, dengan tetap mengetahui dan meyakini bahwa jalan yang benar untuk membina umat Islam adalah jalan yang panjang, jalan yang fase dan langkah-langkahnya jelas dan tertata dengan rapi, begitupula dengan metode mendirikan dan membangun Negara Islam. Oleh karena itu bantuan yang diberikan Ikhwanul Muslimin merupakan bagian dari perbaikan dan kerjasama dalam kebaikan, tanpa mundurnya jamaah dari dakwah, jalan dan misinya yang agung. Dengan segenap upaya untuk melakukan perbaikan dan memberikan bantuan kepada orang lain, jamaah juga tidak lengah dan tertipu oleh sloganslogan atau sikap-sikap yang menipu, propaganda-propaganda yang membawa kepentingan tertentu atau peristiwa-peristiwa yang direkayasa. Jamaah akan menyelami hakikat segala sesuatu, menimbangnya dengan
497

terhadap

kekuatan

pemerintah

yang

menginginkan

Lihat kembali Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal. 135

393

timbangan syariat dan melihatnya dari berbagai sisi. Sejarah yang dekat penuh dengan contoh dan model yang menunjukkan hal itu. Untuk memberikan dukungan atau pertolongan kepada siapa saja yang berupaya untuk melakukan perubahan secara parsial demi menghilangkan kerusakan serta menjalankan perbaikan sesuai dengan gambaran dan metodenya, memiliki syarat-syarat tertentu. Ibnu Qayyim menyebutkan kaidah syar'I dalam hal ini: Inkarul Munkar (proses menghapus kemungkaran) terbagi dalam empat derajat:

- Pertama: hilangnya kemungkaran sama sekali dan diganti
dengan kebaikan.

- Kedua:
-

berkurang,

jika

belum

bisa

dihilangkan

secara

keseluruhan. Menggantinya dengan kemungkaran serupa Menggantinya dengan kemungkaran yang lebih buruk

Dua derajat pertama: disyariatkan dalam Islam, derajat ketiga: merupakan ijtihad, keempat: diharamkan.498 Standar untuk setiap derajat ini dan hasilnya terkadang hanya bersandar pada perkiraan semata jika belum sepenuhnya yakin, dengan syarat hal itu tidak bertentangan dengan prinsip dakwah dan batasanbatasannya serta dengan kemaslahatan Negara, yaitu dengan menundukkan segala fasilitas yang digunakan dalam melakukan inkar munkar sesuai dengan timbangan syariat dan hukum-hukumnya. Begitupula dengan dukungan dan sikap-sikap jamaah dalam

membantu orang lain juga memiliki beberapa derajat, yang bermula dari sikap diam atau menolak hingga dukungan moril dan pernyataan sikap untuk memberikan dukungan tertentu sesuai syarat-syarat, baik dukungan langsung maupun tidak langsung, atau dukungan umum (solidaritas).

498

I'lam Muwaqqi'in, Ibnu Qayyim, 3/4

394

Ikhwan tidak bertujuan mendirikan pemerintah Islam melalui cara kudeta atau revolusi; hal ini bertentangan dengan manhaj mereka, baik dengan instruksi dari pemerintah bahkan melalui partisipasi sejumlah menteri atau dengan dukungan kuat dari parlemen. Maka tidak ada cara lain selain melakukan upaya untuk sampai ke lembaga-lembaga eksekutif untuk menyebarkan dakwah, memberikan pengaruh, berperan sebagai sarana perbaikan dan mengurung kerusakan, yang dapat membantu memudahkan proyek persiapan pendirian pemerintah Islam dengan perspektif yang komprehensif dan menyeluruh. Upaya mendirikan Negara Islam dan mewujudkan pemerintah Islam membutuhkan persiapan yang panjang, tarbiyah masyarakat, membina dan mentarbiyah pilar-pilar yang menopangnya, serta basis-basis yang menjadi pijakan pemerintah dan bangunannya yang kokoh, luasnya propaganda, serta tersebarnya basis-basis dan pendukung di pelbagai lembaga-lembaga strategis di masyarakat, dukungan dan bantuan dari masyarakat umum dan masyarakat muslim, waktu yang tepat dan cocok, serta persiapan khusus terhadap barisan dakwah hingga ia mampu mendirikan bangunan ini, memimpin dan melindunginya. Tanpa strategi dan langkah-langkah yang disempurnakan secara cermat, maka kita tidak akan sampai kepada tujuan yang dicita-citakan, alternatif atau jalan lain tidak akan mengantarkan pada tujuan, maka hanya akan berupa slogan-slogan dan selebaran tanpa ada bangunan hakiki yang akan membawa misi dakwah untuk mewujudkan target-target yang lain.

Kaidah-kaidah sistem Sosial dalam Islam Tentang manhaj ishlah sosial dalam Islam, Imam Syahid berkata, "Al

Quran adalah kitab yang sarat dengan asas-asas perbaikan sosial yang syamil (utuh dan menyeluruh). Asas-asas perbaikan itu adalah sebagai berikut: 1. Rabbaniyah;

395

2. Ketinggian kualitas jiwa manusia;

3. Penegasan terhadap keyakinan akan adanya jaza'(balasan) atas
setiap amal; 4. Deklarasi ukhuwah antar sesame manusia;

5. Bangkitnya

laki-laki

dan

wanita

secara

bersama-sama,

mengumumkan adanya takaful dan emansipasi serta menetapkan tugas masing-masing secara rinci; 6. Jaminan kepada masyarakat akan adanya hak hidup, pemilikan, lapangan kerja, kesehatan, kebebasan, pengajaran dan keamanan bagi setiap individu, serta menentukan sumber-sumber penghasilan;

7. Penentuan dua macam gharizah (kecenderungan): kecenderungan
untuk memelihara jiwa dan memelihara keturunan serta mengatur berbagai tuntutan yang terkait dengan makanan dan pemenuhan kebutuhan seksual; 8. Tegas dalam memerangi berbagai tindak criminal dan pelanggaran hak-hak asasi manusia;

9. Penegasan akan pentingnya wihdatul ummah dan mengikis habis
semua bentuk perpecahan; 10. Mewajibkan umat untuk berjihad memperjuangkan prinsip-prinsip Al haq yang digariskan oleh sistem ini;

11. Menjadikan

daulah

sebagai

sarana

bagi

perwujudan

dan

pemeliharaan fikrah, bertanggungjawab mewujudkan sasaransasarannya di masyarakat, dan mentrasformasikannya kepada sekalian manusia499;

12. Secara

sosial,
500

mendorong

ruh

izzah,

kemuliaan

dan

cinta

kebebasan.

Islam tidak membiarkan prinsip-prinsip dan ajarannya hanya menjadi teori, namun ia berupya menerjemahkannya dalam bentuk amalan nyata, yang dilakukan dan dipelihara oleh umat manusia.
499 500

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal.94 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam); Tentang masalah kenegaraan, hal. 310

396

Imam Syahid berkata, "Islam telah mewajibkan umat yang yakin dan percaya untuk menjaga amal-amal fardhu yang tidak ada alas an untuk menyia-nyiakannya. Amal-amal fardhu terpenting yang oleh sistem ini dijadikan sebagai pijakan untuk menanamkan prinsip-prinsipnya adalah: 1. Shalat, dzikir, taubat, istighfar dan yang sejenisnya;

2. Shaum, 'iffah, dan hati-hati menjaga diri dari kemewahan;
3. Zakat, shadaqah, dan infak di jalan kebaikan;

4. Haji, siyahah, rihlah, mengungkap dan menganalisa maklukmakhluk ciptaan Allah; 5. Mencari penghasilan, bekerja, dan diharamkan meminta-minta; 6. Jihad, perang, menyiapkan para tentara, dan merawat keluarga serta kepentingan mereka setelah mereka menemui ajal;

7. Amru bil ma'ruf dan memberikan nasehat; 8. Nahyu 'anil munkar dan memboikot pelaku kemungkaran;
9. Berbekal ilmu dan pengetahuan bagi setiap muslim dan muslimah dalam berbagai sisi kehidupan sesuai dengan kondisi; 10. Melakukan muamalah yang baik dan menjaga kesempurnaan prilaku dengan akhlak yang utama; 11. Memperhatikan kesehatan tubuh dan menjaga kebaikan indra;

12. Solidaritas sosial (yang timbal balik) antara pemimpin dan rakyat,
berupa ri'ayah (dari sang pemimpin) dan ketaatan (dari rakyat) pada waktu bersamaan.501 Oleh karena itu, seorang muslim dituntut untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban ini dan bangkit dengannya. Kewajiban-kewajiban ini telah diungkap dalam Al Quran, dijelaskan dengan sederhana dan praktis502, untuk memberikan manfaat dan atsar-atsarnya kepada manusia.

Kaidah Sistem Ekonomi dalam Islam

501 502

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal.95 Ibid

397

Imam syahid berbicara tentang warna dan corak ekonomi yang menyokong di zaman sekarang, baik kapitalis, sosialis, komunis, dan lain-lain. Beliau menjelaskan tentang keaslian dan keistimewaan sistem ekonomi Islam, dengan mengatakan, "Sebaiknya umat Islam segera melepaskan diri dari semua corak ekonomi tersebut, lalu memusatkan kehidupan ekonominya kepada tatanan Islam dan arahan-arahannya yang baik, serta menjadikannya sebagai acuan." Beliau juga berkata, "Sistem ekonomi Islam yang sangat penting teringkas sebagai berikut:

1.
2.

Islam memegang harta yang baik sebagai pilar kehidupan yang harus dipelihara, diatur dan dimanfaatkan. Kewajiban bekerja dan berprofesi bagi setiap orang yang mampu. Islam mewajibkan menguak semua sumber daya alam dan memanfaatkan semesta. semua potensi yang tersedia di alam

3.

4.
5. 6.

Islam mengharamkan semua profesi yang tidak terpuji. Mendekatkan jarak antara tingkatan sosial yang pada akhirnya menutup jurang antara si kaya dan si miskin. Jaminan sosial bagi setiap warga Negara, asuransi bagi kehidupan, dan upaya untuk mensejahterakan mereka. Islam menganjurkan infak pada semua lahan kebaikan, terciptanya kepedulian sesama warga Negara, serta saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa.

7.

8.

Menjunjung tinggi nilai harta dan menghormati hak milik pribadi selama tidak bertentangan dengan kepentingan umum.

9.

Mengatur transaksi permodalan dengan undang-undang yang adil dan santun, serta melakukan pengawasan yang ketat terhadap modal.

398

10.

Penegasan

terhadap

tanggung

jawab

Negara

untuk

melindungi sistem ini.503 Imam Syahid menegaskan tentang urgensi kebebasan negeri, dan kekuasaannya terhadap aset-aset ekonomi, dan beliau menolak dengan keras dominasi penjajah asing terhadap sumber-sumber kekayaan negeri. Imam Syahid berkata, "Mereka telah menancapkan cakar-cakarnya pada sumber-sumber kekayaan negeri, baik secara berserikat maupun sendirisendiri. Industri dan perdagangan, perusahaan-perusahaan umum, serta badan-badan usaha vital lainnya sebetulnya telah berada di tangan orang asing-asing. Mereka adalah orang-orang asing yang mendapatkan kewarganegaraan Mesir sebagai simbol, padahal mereka masih mencintai negerinya dan memboyong banyak keuntungan ke negerinya.504 Imam Syahid mengungkapkan tentang kekayaan dan sumber alam negeri jika penggunaannya bisa dioptimalkan, "Sesungguhnya, negeri ini tidak miskin. Bahkan bisa jadi negeri ini adalah negeri paling kaya dengan kekayaan alam dan hasil bumi yang bermacam-macam, yakni yang dihasilkan oleh pertanian, laut, peternakan, pertambangan, serta sungai nil yang menakjubkan dengan lembahnya yang sangat subur. Semua itu merupakan karunia Allah Swt. kepada Mesir dan penduduknya sejak dahulu." Beliau juga mengingatkan tentang bahaya krisis ekonomi, dengan mengatakan, "Tidak ada sesuatu yang dapat menggerakkan batin, menyibukkan pikiran, dan menyakitkan perasaan, selain keterhimpitan materi. Problem ini dapat mencekik rakyat dan menghalanginya dari mendapatkan kebutuhan hidup yang bersifat primer, apalagi yang skunder. Tidak ada problematika ekonomi yang yang lebih pelik daripada problem roti. Tidak ada bencana yang lebih berat dirasakan daripada bencana kelaparan dan kemiskinan. Tidak ada keperluan hidup yang lebih mendesak daripada kebutuhan akan bahan makanan pokok."505
503

Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam), hal. 340 504 Risalah Pergerakan, Sistem Ekonomi, hal. 338 505 Ibid, hal. 337

399

Imam Syahid menjelaskan tentang urgensi jaminan sosial untuk setiap warga negara, ia mengatakan, "Islam telah menetapkan bahwa setiap warga Negara berhak mendapatkan jaminan sosial, ketenangan, dan penghidupan yang layak; bagaimanapun kondisinya, baik ketika dia mampu melaksanakan kewajibannya sebagai warga Negara, maupun ketika tidak mampu melaksanakan kewajibannya dikarenakan halangan tertentu. Begitupula pembangunan berkewajiban halnya dengan tanggung Imam rakyat jawab Syahid dengan Negara terhadap "Islam

sistem

ekonomi

Islam.

berkata,

menegaskan tanggung jawab Negara untuk melindungi sistem ini. Negara menggunakan kekayaan sebaik-baiknya, memungut dengan cara yang baik dan menggunakannya dengan cara yang baik pula, serta adil dalam menggalinya. Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya- pernah berkata yang maksudnya adalah sebagai berikut, "Sesungguhnya harta ini adalah milik Allah, sedangkan kalian adalah hambahambanya." Imam Syahid menegaskan tentang urgensi independensi mata uang dan pengaturan transaksi harta benda, ia berkata, "Islam mensyariatkan pengaturan atas transaksi harta benda dalam batas kepentingan pribadi dan masyarakat, menghormati semua perjanjian dan kesepakatan, serta pengawasan yang ketat terhadap masalah uang dan penggunaannya. Bahkah, fiqih Islam membahas masalah ini dalam bab tersendiri, yakni mengharamkan tindakan 'main-main' dengan uang, misalnya sharf506 dang yang sejenis." "Fenomena ketertipuan yang jelas, terlihat pada bangsa Mesir yang bersedia menyerahkan tenaga dan kekayaan mereka dengan imbalan beberapa lembar kertas yang tiada berharga kecuali dengan jaminan dari Inggris."

506

Sharf adalah pertukaran antara dua mata uang dengan aturan tertentu. Hal ini bisa didapatkan dalam kitab-kitab Fiqih.

400

"Jika Mesir membulatkan tekad dan mengatur semua anggaran belanjanya, tidak diragukan lagi ia akan mendapatkan kemandirian mata uangnya." "Kita telah melepaskan diri dari mata uang Pound (sterling), kita juga telah memikirkan perihal dominasi bank swasta, dan kita juga telah menuntut pemerintah Inggris untuk segera mengembalikan pinjamannya kepada kita. Semua ini merupakan proyek pengamanan terhadap uang Mesir."507 Imam Syahid juga berkata, "Prinsip-prinsip yang kita ajukan ini mengendaki adanya perhatian secara serius terhadap perlunya nasionalisasi perusahaan-perusahaan tangan-tangan asing dan penggantian modal asing dengan modal bisa nasional, selama hal itu memungkinkan dan membersihkan diri dari dominasi terhadap sarana-sarana umum kita. Tidak dibenarkan sama sekali jika tanah, bangunan, angkutan air, penerangan, transportasi dalam dan luar negeri, sampai garam dan soda, semua dimiliki oleh perusahaan-perusahaan asing yang modal dan keuntungannya mencapai jutaan pound. Sementara penduduk pribumi tidak mendapatkan apa-apa kecuali hanya kesengsaraan semata."508 Begitupula dengan mengutamakan dan mendorong perusahaan-

perusahaan dalam negeri Islam. Imam Syahid berkata, "Dalam bidang ekonomi, kita harus merasa cukup (dan sementara membatasi diri) dengan apa yang ada di negeri kita dan di negeri saudara-saudara kita dari bangsa Arab dan kaum muslimin (tidak perlu minta bantuan ke Negara lain)."509 Diantara kaidah sistem ekonomi Islam adalah memerangi kerusakan dalam pelbagai bentuknya. "Sebagaimana Islam mengingatkan umat dalam memanfaatkan kekuasaan pemerintah dan wewenang, melaknat orang-orang
507 508

Risalah Pergerakan, Sistem Ekonomi, hal. 345 Ibid, hal. 346 509 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam); Tentang masalah kenegaraan, hal. 347.

401

yang menyuap dan yang disuap, mengharamkan hadiah atau upeti kepada kepala kepala pemerintah atau para pemimpin. Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya- mengambil kelebihan harta kekayaan yang dimiliki oleh para pegawainya, dan berkata kepada salah seorang dari mereka, "dari mana kalian mendapatkan ini? Sesungguhnya kalian telah mengumpulkan api dan mewarisi kehinaan, seorang wali tidak boleh mengambil kekayaan umat, kecuali hanya sedikit sesuai dengan kebutuhannya. Imam Hasan Al Banna menjelaskan tentang bangunan sosial yang kuat dalam pertumbuhan ekonomi, begitupula dengan terwujudnya keamanan dan ketenangan untuk setiap warga Negara. Beliau berkata, "Tidak ada yang aneh dalam hal ini, sesungguhnya fenomena kehidupan tidak terbagi-bagi, kekuatan adalah kekuatan yang terdapat di dalamnya secara keseluruhan, dan kelemahan adalah kelemahan yang terdapat di dalamnya secara keseluruhan."510 Imam Syahid juga sangat memperhatikan tentang nasionalisasi perusahaan-perusahaan dalam negeri, sebagaimana ia juga mendorong industri-industri rumah tangga, serta memberikan perhatian terhadap proyek-proyek nasional dan membuat basis produksi yang kuat serta memberikan perhatian terhadap produksi senjata dan mandiri dalam mengelolanya. Imam Syahid berkata, "Mendorongnya berdirinya industriindustri rumah tangga dan mengurangi kebutuhan-kebutuhan skunder." Beliau juga berkata, "Memanfaatkan sumber daya alam secara cepat dan produktif, dan memberikan perhatian terhadap proyek-proyek ekonomi nasional, perubahan menuju era industri -hal ini merupakan bagian dari ruh Islam- mendirikan pabrik-pabrik senjata dan mandiri dalam mengelolanya."511 Imam Syahid menyerukan untuk mengadakan pengelolaan terhadap usaha pertanian dan perpajakan, demi mewujudkan keadilan dan kesejahteraan di tengah masyarakat. Beliau berkata, "kami membatasi
510 511

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal. 106 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam); hal. 347-349

402

"512 Demikianlah hakikat sistem ekonomi Islam dan beberapa ringkasan dari kaidah-kaidah yang ada padanya.pemilik modal besar. Setiap kaidah dari kaidah-kaidah tersebut membutuhkan perincian yang dapat ditulis dalam berjilid-jilid buku. Semua saya rangkum dalam penjelasan yang sangat ringkas. yang semakin luas sesuai keingianan dan tuntutan. Islam juga tidak mengabaikan untuk mengambil manfaat dari beragam sistem yang baik yang tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah Islam dan prinsip-prinsipnya. 121 403 . Beliau juga berkata. Apabila kita mau menjadikannya sebagai pedoman dan berjalan bersama sinarnya. diantara karakteristik agama Islam adalah relevan bersama perjalanan zaman dan umat."513 512 513 Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). "Oleh karena itu. tentu kita akan memperoleh banyak manfaat dan kebaikan. "Penertiban pajak sosial. hal. yang pertama adalah zakat dan memerangi praktek riba. dan menggatikan mereka dengan yang lebih berhak di masyarakat dan mendorong pemilik modal kecil.

maka kami akan menuntut kemerdekaan dan membebaskannya dari imperialis asing yang zhalim.Bab X Tentang Tujuan Pembebasan Negeri-negeri Muslim Mengembalikan Eksistensi Negara Mendirikan Khilafah Memimpin Dunia Tentang Tujuan Pembebasan Negeri-negeri Muslim Mengembalikan Eksistensi Negara Mendirikan Khilafah Memimpin Dunia • Urgensi Khilafah dan Upaya Mendirikannya Kembali Imam Syahid berkata. "Setiap jengkal tanah yang di atasnya ada seorang muslim yang mengucapkan Tiada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad rasulullah. Negara yang membentang dari 404 . adalah bagian dari Negara kami (Islam). kami akan berjuang untuk memperjuangan hal itu dengan sepenuh kekuatan yang kami miliki.

walaupun hasilnya secara kasat mata belum begitu terlihat jelas. 145 405 . sistem dan kondisi yang telah ditetapkan Al Quranul karim. harus menikmati udara kemerdekaan. Langkah-langkah yang diambil berupa langkah-langkah sangat beragam.perbatasan Negara Indonesia di sebelah Timur hingga ke perbatasan gedung putih di sebelah barat. penjelasan tentang hukum-hukum imamah. dan perincian segala sesuatu yang terkait dengannya adalah bukti nyata bahwa diantara kewajiban kaum muslimin ialah menaruh perhatian serius untuk memikirkan masalah khilafah. Ada target besar yang ingin dicapai. para sahabat lebih mendahulukan mengurus masalah kekhilafahan daripada mengurus jenazah Rasulullah Saw. akidah. dan persiapan panjangan yang sedang 514 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V)."514 Ikhwanul Muslimin juga turut berjuang mengembalikan eksitensi Negara untuk umat Islam dan berupaya mewujudkan kemajuan dan perkembangan di tengah umat. sampai mereka menyelesaikan tugas tersebut (memilih khilafah) dan menyelesaikannya dengan mantap. Ia merupakan identitas Islam yang mana kaum muslimin wajib memikirkan dan menaruh perhatian dalam merealisasikannya. Banyaknya hadits yang menyebutkan tentang kewajiban mengangkat imam. sistem dan syariatnya. "Ikhwan berkeyakinan bahwa khilafah adalah lambing kesatuan Islam dan bentuk formal dari ikatan antar bangsa muslim. sejak manhaj khilafah itu digulirkan sampai kemudian terbengkalai seperti sekarang ini. dan gradual. variatif. karena besarnya tujuan dan target yang ingin dicapai." "Oleh karena itu. Hingga dating hidayah Islam sebagai agamanya. (ketika beliau wafat). Oleh karena itu." "Khalifah adalah tempat rujukan bagi pemberlakuan hukum Islam. persatuan dan kedamaian. hal. di bawah naungan ikatan. dan memiliki andil positif di dunia internasional. 144. Ikhwanul Muslimin menjadikan fikrah tentang khilafah dan upaya mengembalikan eksistensinya sebagai agenda utama dalam manhajnya.

sehingga kepadanya harapan dan cita-cita disandarkan."517 Imam Syahid berkata. Ikhwan juga meyakini bahwa semua itu membutuhkan banyak persiapan yang harus diwujudkan. 302 517 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).232 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). "Kendati demikian. Beliau berkata: "Kami berharap Mesir bisa menjadi Negara muslim yang mendukung setiap upaya dakwah Islamiyah. berjuang untuk kebaikan mereka. dan kami menganggap Mesir adalah negera Islam. hal.diupayakan. hal. yaitu dengan bertaut eratnya persatuan diantara mereka dan loyalitas mereka terhadap Daulatul Umm (Negara induk) atau Negara yang memimpin – maksud beliau adalah Negara Mesir sebagai Negara induk umat Islam yang akan memimpin seluruh Negara-negara muslim yang lain. namun hal itu tidak berpengaruh terhadap keimanan dan upaya mereka untuk mewujudkan tujuan mulia ini. Setelah berdirinya Negara-negara Islam di beberapa negeri kaum muslimin dan diterapkannya sistem pemerintahan Islam dan masyarakat Islam sesuai dengan manhaj dan koridor yang telah beliau jelaskan."516 "Kepada Mesir-lah pusat kepemimpinan adab dan sosial. • Fase-fase utama untuk mewujudkan tujuan: Imam Syahid telah menetapkan peta perjalanan untuk mewujudkan hal ini. melindungi kaum muslimin di seluruh penjuru bumi dari segala bentuk permusuhan. menyatukan seluruh potensi bangsa Arab. Betapapun berat rintangan yang menghalang. sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama semua hanya milik Allah"515 "Sesungguhnya kami semua meyakini bahwa Islam yang hanif adalah Negara dan agama. 237 406 . bahkan pemimpin Negara-negara Islam. dan menebarkan kalimat Allah serta menyampaikan risalah-Nya. Langkah 515 516 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). hal.

sosial. hal. "setelah itu. Suriah. 3. Mesir. akan dihasilkan sebuah kesepakatan untuk mengangkat 518 imam yang satu. membebaskan. sehingga mudah dikuasai oleh penjajah" "Kami tidak akan tinggal diam terhadap proyek pemberangusan kemerdekaan bangsa dan membiarkan mereka menjdi budak bagi bangsa lainnya. dan setiap jengkal tanah yang di dalamnya terdapat seorang muslim yang berseru "laailaaha illallah". Mauritania."519 518 519 Risalah. penentram hati.untuk mengembalikan eksistensi khilafah harus didahului oleh langkahlangkah berikut: 1. Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). karena hal itu semualah yang telah menjadikan Negara Islam yang besar ini terpecah menjadi Negara-negara kecil yang lemah. kami menginginkan agar setiap jengkal dari negeri-negeri kami yang muslim bergabung bersama kami" "oleh karena itu. hal. dimana ia merupakan penengah. ekonomi. Irak. Hijaz. menyangkut masalah politik. menyelamatkan. Tunisia. Al Jazair. Setelah itu membentuk persekutuan dan koalisi di antara mereka untuk mendirikan lembaga-lembaga keumatan dan mengadakan muktamar antar Negara. Harus ada konsolidasi antara bangsa-bangsa muslim. dan peradaban Islam secara umum. Kami berusaha untut memerdekakan. pertahanan keamanan. Jika hal itu bisa diwujudkan dengan sempurna. 2. pemersatu. semua itu adalah Negara Islam raya. 177 407 . Libya. Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Setelah itu mewujudkan Persekutuan bangsa-bangsa Muslim. dan mempersatukan antara satu dengan lainnya. kami tidak mengakui adanya pembagian-pembagian territorial yang bersifat politis dan berbagi kesepakatan internasional yang ada setelahnya. 145 Risalah. dan perantara bagi naungan Allah di muka bumi.

408 . Fase ini dilakukan dengan cara melakukan pendekatan antara Negaranegara Islam. Kemudian yang tersisa adalah upaya untuk mengembalikan umat Islam ke negeri-negerinya yang pernah dirampas. dan ditinggikannya kumandang azan. Maka wilayah Islam akan semakin luas. serta kewibawaan dan kontribusinya di kancah internasional.Pengembalian eksistensi Negara untuk umat Islam sangat berperan sebagai bagian dari proses persiapan yang sangat penting sebelum pendeklarasian khilafah. budaya dan sosial. dan mendirikannya. dan menyatukan katan-katanya sehingga dapat mengembalikan tegaknya kekuasaan khilafah yang telah hilang dan terwujudnya persatuan yang diimpikan bersama. dimana hari itu mereka merasakan kedamaian di bawah panji Islam. mendekatkan peradabannya. "Pengembalian eksistensi Negara Islam dilakukan dengan cara membebaskan seluruh negeri. dengan menyempurnakan proses pembebasan Negara-negara Islam yang lain. kerakyatan dan kelembagaan. memperkokoh persatuan secara konkret dalam pelbagai aspek. dan terwujudnya persatuan antara Negara-negara Islam. sehingga kita bisa mengembalikan posisi secara nasional-internasional. bertambahnya kerjasama. Imam Syahid berkata. mewujudkan hubungan dan kerjasama di bidang ekonomi. membangun kejayaannya." Dengan demikian terbentuklah cikal bakal khilafah Islamiyah yang menyokong kekuatan persatuan antara umat Islam dan mendukung kemajuan dan perkembangannya. memanfaatkan faktor-faktor kebangkitan dan sumber-sumber kekuatan. untuk kemudian pada tahap akhir adalah mendeklarasikan berdirinya khilafah Islamiyah yang mulia. kemudian ustaziyatul 'alam (kepemipinan dunia). serta demi membebaskan seluruh negerinegeri muslim dan mendirikan Negara Islam di atasnya.

"Andalusia. Balkan. kita harus mengembalikan Laut Putih dan Laut Merah sebagai dua kolam yang dimiliki umat Islam. dia menolong siapa yang dikehendakiNya. (Q. sebagai proses ustaziyaul alam."521 520 521 Ibid. yaitu tentang peran internasional. 308 409 .S Rum: 4-5) Imam Syahid berkata tentang tujuan ini. bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). semuanya adalah Negara-negara muslim yang terjajah yang harus kita kembalikan ke pangkuan Islam.mereka harus bahu membahu menyebarkan dakwah dan menjelaskan tentang kemuliaan agama Islam dan keindahan manhajnya di seluruh belahan dunia dan dengan menggunakan pelbagai sarana. dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman. dan dialah Maha Perkasa lagi Penyayang. pulau-pulau di Laut Romawi. Shaqlia. hal. Karena pertolongan Allah.                               Artinya: "Dalam beberapa tahun lagi[1164]. Italia Barat. hal. 178 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). "Islam dianggap mampu mengemban risalah Allah di muka bumi. oleh karena itu ia mampu memimpin dunia.Imam Syahid berkata tentang pengembalian negeri-negeri muslim. sebagaimana dahulu."520 Begitu pula halnya dengan Negara-negara muslim yang terjajah dan umat Islam secara keseluruhan –di seluruh fase-fasenya.

agar ia terhindar dari sifat ghurur (lupa diri). bekerja untuk kemuliaan manusia.522 Dengan himpunan Negara-negara Islam dan persatuannya.S Al Anfal: 60) Dan hendaknya ia tidak lupa dengan peringatan Al Quran dalam Surat Al Nasr. 522 Risalah dalam Muktamar mahasiswa Ikhwanul Muslimin. dan beliau menulis surat kepada rajaraja dan pemimpin Arab." Kemudian Islam mewajibkan kepada umat untuk menjaga kepemimpinan ini dan memerintahkan untuk mempersiapkan kekuatan. hal. dan menebarkan cahaya hidayah. yang menyebarkan pilar-pilar kebenaran. 312. kerjasama dan saling tolong menolong.         Artinya: "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi. persamaan. serta menghadapi ambisi Negara-negara imperialis. cetakan Darul dakwah. koordinasi dan himpunan dari pelbagai Negara-negara di dunia. meninggalkan keadilan dan menghancurkan hak-hak." (Q. Dengan demikian maka terbangun sebuah kawasan yang sangat luas yang memiliki pengaruh."Islam menetapkan kepemimpinan umat Islam dan kekuasaannya di bumi di banyak ayat dalam Al Quran. dan inti dari perhimpunan dan kepemimpinan di tangan umat Islam. Iskandaria 410 . kerjasama. Imam Syahid menyebutkan tentang kawasan yang sangat luas yang mencakup seluruh Negara-negara Timur dalam menghadapi Negara-negara imperalis Barat. Imam Syahid adalah orang pertama yang menyerukan tentang politik ketidakberpihakan terhadap penjajah. sehingga kebenaran dipayungi oleh keagungan kekuasaan.

Ikhwanul Muslimin juga bermaksud mengadakan perbaikan dan ishlah terhadap organisasi-organisasi dunia. Dewan Keamanan PBB dan organisasi-organisasi dunia yang lain. agar seluruh umat manusia bisa menikmatinya. pertumbuhannya dan dalam rangka membangun peradaban manusia internasional. tujuannya adalah untuk perdamaian dunia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan keadilan. dan sesungguhnya Allah menguasai seluruh urusannya. imperialis dan Yahudi yang telah memandulkan peran-peran strategisnya dan menjadikannya sebagai alat untuk memenuhi kepentingan dan nafsu Amerika dan Yahudi. Pada fase internasional. Ikatan negara-negara Timur bukan sebuah himpunan poros yang memusuhi Barat. dan ambisi Negara-negara raksasa. serta melawan semua jenis permusuhan. dimana Islam meletakkan nilai dan prinsip-prinsipnya di muka bumi. serta menjalankan hubungannya atas asas keadilan dan persamaan. namun banyak manusia yang tidak mengetahuinya. ia hanyalah ikatan emosional. Tentu dalam hal ini mereke 411 .Himpunan Negara-negara internasional Islam ini bukan bermaksud melakukan perang. Kita juga harus mendirikan lembaga-lembaga dan instansi yang bisa menyampaikan nilai-nilai kebenaran dan keadilan. "Ada sebagian orang yang menyerukan kesatuan ketimuran. seperti PBB. serta menghimpun semua Negara yang menerima kerjasama. kerjasama. kezhaliman. Saya menduga bahwa tidak mungkin benih propaganda ini merasuki orang-orang yang mempercayainya kecualiakibat fanatisme orangorang Barat terhadap bangsa-bangsa Timur. serta melindungi Negara-negara lemah. Imam Syahid menjelaskan tentang sikaf dakwah terhadap perseteruan antara Barat dan Timur. agar ia bisa dikeluarkan dari dominasi penjajah. dan pada saat itu maka himpunan Negara-negara Islam akan memiliki sarana-prasarana yang memungkinkannya melakukan perubahan Negara yang diinginkan.

mereka membagi belahan dunia ini menjadi dua: Barat dan Timur. dalam upaya menghadapi bangsa Barat. Pada saat yang sama. Makna yang tersirat dari istilah tersebut. Jika orang-orang Barat tetap dengan pendirian ini. serta sikap keterlaluan mereka dalam mempromosikan kemajuan dan kemodernan masyarakatnya. maka hal itu akan menjerumuskan mereka kepada kepedihan dan kesengsaraan."523 Imam Syahid berkata."524 Imam Syahid kembali menegaskan bahwa sesungguhnya himpunan Negara-negara Arab bukanlah sebuah kubu permusuhan. dan mereka menjuluki kita denga sebutan bangsa Timur. hal. demi kebaikan dan peningkatan kemakmuran bersama. Barat berusaha mengambil jarak dari bangsabangsa kita. hal. serta meninggalkan sikap pertentangan dan kolonialnya. 143 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Mereka terus-menerus mempropagandakan pemilahan ini. kecuali sekedar ekspresi dari perasaan senasib karena sama-sama dijajah bangsa Barat. 231 412 . "Paham ketimuran juga mempunyai tempat tersendiri dalam dakwah kami. Namun. Tidak mungkin keduanya akan bersatu. jika Barat (pada saatnya nanti) mau bersikap objektif. Ikhwanul Muslimin tidak melihat adanya kesatuan ketimuran. Bagi Ikhwan. kendati makna yang menyatukan antar perasaan manusia yang ada di dalamnya adalah makna yang bersifat temporer dan incidental. Latar belakang inilah yang memaksa bangsa-bangsa Timur menyatukan diri mereka menjadi sebuah kubu. Timur adalah Timur. Timur dan Barat sama saja jika keduanya lurus dalam bersikap terhadap Islam. kelahirannya dipicu oleh kepongahan Barat dengan peradaban materialisnya. ia semata-mata 523 524 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).salah. niscaya akan hilang pula fanatisme yang temporer tersebut dan diganti dengan sebuah fikrah kerjasama antar bangsa. sampaisampai salah seorang penyair mereka dengan arogan berucap. Barat adalah Barat. Ikhwan tidak memandang manusia kecuali dengan standar ini.

إن الرب واحد. إن العربية اللسان‬ Artinya: "Ingatlah. tentang makna Arab. والب واحد. 142 413 . و إنما هي اللسان‬ ‫. "Kami meyakini bahwa sesungguhnya ketika kami bekerja untuk kemaslahatan Arab. dan agama itu satu. وإن الدين واحد.فمن تكلم بالعربية فهو عربي‬ Artinya: "wahai sekalian manusia. Sesungguhnya."525 Imam Syahid mengenalkan bangsa Arab dengan mengatakan. Beliau berkata. dia adalah orang Arab. Diriwayatkan oleh Al Hafidz Ibnu Asakir dengan sanad dari Malik. وليست العربية بأحدكم من أب ول أم. bersabda: ."527 525 526 527 Ibid Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Bukanlah Arab itu di kalangan kamu berasal dari bapak atau ibu (yang berkebangsaan Arab). sesungguhnya Arab adalah bahasa. maka barangsiapa yang berbicara dengan bahasa Arab.‫ياأيهاالناس. Arab itu adalah lisan (bahasa). bahwa Rasulullah Saw. bapak itu satu."526 Imam Syahid juga berkata. maka sesungguhnya di waktu yang sama kami bekerja untuk kebaikan Islam dan dunia seluruhnya. "Diriwayatkan oleh Ibnu Katsir dari Mu'adz bin Jabal –semoga Allah meridhainya-: ‫إن العربية اللسان. "Di antara ungkapan yang paling menakjubkan dalam masalah ini adalah apa yang telah dikemukan oleh Rasulullah Saw.untuk kemaslahatan kemanusiaan dan kemaslahatan dunia Islam. sesunguhnya Arab itu adalah bahasa. dimana beliau memaknainya sebagai bahasa dan lisan. hal. sesungguhnya Tuhan itu satu.

4. Hal itu kemudian ditempuh dalam beberapa langkah utama. dengan mengoptimalkan perannya.Dari sinilah. baik di skala masyarakat maupun di skala pemerintah."528 • Contoh dan model-modelnya di bidang ini: Untuk merealisasikan proyek-proyek yang tersebut di atas. kegiatannya. Bekerja di skala para da'I dan yayasan-yayasan keIslaman. Menghidupkan pikiran di dalam jiwa dan menghilangkan syubhatsyubhat dan tuduhan yang mengotorinya. Membantu pers. yang mencakup: 1. kerjasama keilmuan. terutama di lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan. 3. Bekerja di skala masyarakat dan lembaga-lembaga masyarakat perkotaan. 3. Bekerja di wadah-wadah publik yang telah ada dan proyek-proyek yang ada di antara Negara-negara Islam. mendorong dan menyembuhkan kelemahan dan kerusakan yang ada di dalamnya. termasuk menghadapi ambisiambisi Barat yang ingin menggunakan wadah ini untuk melayani kepentingan Barat dan bukan untuk kepentingan dunia Islam. memberikan arahan pikiran untuk saling membantu dan menguatkan makna persatuan dan kesatuan. tegaknya daulah dan kehormatan kekuasaannya. terutama di bidang ekonomi. 528 Ibid 414 . maka wujud kesatuan Arab adalah suatu keharusan demi mengembalikan kejayaan Islam. baik di skala swasta maupun pemerintah. Menjalin ikatan. Mendorong dan membantu pelbagai bentuk kerjasama antara bangsa dan Negara-negara Islam. Bekerja di skala Negara 2. maka bisa ditempuh dalam pelbagai tahapan berikut: 1. 2. 5. mendirikan himpunan-himpunan kerjasama untuk saling tolong-menolong dan koordinasi.

Memberikan perhatian besar terhadap peran Al Azhar dan mendukungnya untuk kemaslahatan dunia Islam. dan lain-lain. 7. hingga meningkat sampai ke tarap ikatan dan himpunan-himpunan organisasi. Organisasi Negara-negara Islam. organisasi dan yayasan-yayasan kebajikan antara negera-negara Islam. termasuk lembaga-lembaga ekonomi. termasuk bidang pariwisata. memperhatikan problema Negara-negara Islam. Koordinasi antara asosiasi. 9. universitas. 4. serta meningkatkan hubungan kerjasama dan persatuan hingga ke tingkat yang lebih tinggi. baik dengan partai parpol.Langkah-langkah di atas bisa berupa kerja-kerja konkret berikut: 1. serta berupaya untuk bekerja dalam sebuah struktur yang rapi. 2. Mulai dari Liga Arab. muktamar-muktamar regular. ikut memperhatikan problematikanya. berupaya untuk mengoptimalkan sesuai kemampuan. Memperhatikan duta-duta bangsa. kerjasama dan pers. mengenal pemimpin dan tokoh-tokoh. Mengenal dan mempelajari sejarah penyebaran dakwah Islam di dunia serta kontribusi dan peradaban yang dipersembahkan untuk Negaranegara dunia sepanjang sejarah. Mendorong pemerintah untuk menghilangkan semua kendala. Menjalin hubungan dan koordinasi dengan organisasi-organisasi Islam yang bergerak di bidang dakwah dan tidak menyimpang dari prinsipprinsip dan ajaran Islam. utusan-utusan dari Negara-negara Islam. 3. mengoptimalkan keberlangsungan. himpunan. kegiatan politik. 415 . 8. 6. mengikuti berita-berita dan perkembangannya. Rabitah Alam Islami. 5. Mendorong pemerintah untuk mendirikan ikatan-ikatan dan faktafakta dagang dan politik dengan Negara-negara Islam di dunia yang telah membutuhkan himpunan. Mendorong produksi dalam negeri. sosial. dan mengoptimalkan badan-badan kerjasama yang telah ada. dan bisa menentukan sikap positif bersamanya. Mengenal Negara-negara di dunia. parlemen dan para eksekutif.

dan mereka akan melakukan konspirasi terhadap kita dan akan berkoalisi menyerang kita. bukankah kita sudah melaksanakan sistem Negara-negara tersebut. Pernyataan ini merupakan wujud dari sikap inferior (minder) akut. Dan kita tidak akan mampu untuk menghadapinya. Pekerjaan berat ini membutuhkan waktu yang panjang. • Jawaban terhadap klaim bahwa Barat telah mengepung kita: Imam Syahid membantah klaim yang mengatakan bahwa perhimpunan Negara-negara Islam dan menghidupkan kembali Negara Islam akan menimbulkan ketakutan Negara-negara Barat. mengadopsi warna kehidupannya. dan kita tidak akan lupa membantu dan menyusun strategi untuk itu. estafeta generasi yang silih berganti. pekerjaan yang berkesinambungan. serta membutuhkan realisasi gerakan dan amal. merampas kemerdekaan kita. dan sempit wawasan. mana hasilnya? Apakah dengan mengikuti peradabannya kita bisa menghalau makarnya? Apa dengan begitu kita bisa menghalanginya untuk tidak kembali menjajah negeri kita. namun ia tidak akan sirna sesaatpun dari proyek besar Islam kita. Cobalah kita melihat lebih jauh. Beliau berkata. "Mungkin juga ada yang mengatakan. dan mengeruk harta kekayaan kita. dan berkelanjutan. yang tentunya membutuhkan kesabaran yang panjang. tenang. sehingga setumpuk kesulitan dan rintangan di depan mata kita? Itu tidak lain hanyalah demi menjaga kondisi dan kepentingannya saja. sehingga mereka akan membuat konspirasi untuk menyerang kita.Seluruh sarana-sarana ini dan yang lain merupakan bagian dari cara mewujudkan tujuan ini. "Berterus-terang untuk kembali kepada sistem Islam akan membuat Negara-negara asing dan bangsa Barat ketakutan. menabur problem di wilayah kita. picik pandanga. 416 . dan mengikuti peradabannya? Namun. kemudian mereka pun melakukan muktamar atau konferensi internasional untuk merampas hak-hak kita.

hal.Satu hal yang lebih penting lagi bahwa mereka melakukan semuanya itu karena mereka adalah Nashrani. dan telah diterapkan di beberapa Negara muslim. Dan ini adalah sesuatu yang sudah dipahami dalam percaturan politik Barat. "Akan tetapi. dan akhirnya membuat kita tidak berdaya. Mereka bisa bersatu karena dipersatukan oleh kepentingan materi dan ambisi imperialisme. maka kitalah sesungguhnya yang akan bingung. kita bisa melihat bagaimana mereka melumat habis sebagian kita dengan sebagian yang lain. Lihatlah bagaimana mereka (orang-orang Nashrani) juga bersekutu dengan Zionisme. dan tidak mungkin dapat diperinci."530 • Bagaimana mewujudkan Ustaziyatul 'Alam (kepemimpinan dunia) Imam memaparkan target-target dalam fase terakhir ini dengan isyarat yang sangat umum dan tidak terperinci. menghindar dari Islam akan menjadi sebuah bencana besar dalam konteks keberadaan kita sendiri. karena ini merupakan fase pertama. Yang pertama dalam target terakhir ini adalah munculnya Daulah Namuzajy (Negara model). terpecah-belah. mereka semua adalah Nashrani."529 Beliau menambahkan. padahal ia adalah musuh bebuyutan bagi mereka. dan telah berhimpun di seputar Negara inti atau Negara induk yang berperan sebagai sarana penghubung. yang telah menggunakan manhaj Islam di dalam pemerintahan. Jika kita jauh dari mengakses ruhiyahnya dan merealisasikan hukum-hukumnya. Realitas yang ada sangat mudah berubah sesuai dengan zamannya. yang dengan begitu eksistensi kita akan hancur. Pada perang yang lalu (maksudnya PD I dan II). 529 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). dengan demikian ia menjadi pondasi inti untuk berdirinya Negara khilafah Islamiyah. 306 530 Ibid 417 .

politik. dan terwujudlah hubungan dengan seluruh kaum muslimin di dunia yang akan mewujudkan kesatuan yang dicita-citakan.Kemudian dilakukan upaya mengembalikan eksistensi Negara Islam. keilmuan. meningkatkan dan memajukannya di pelbagai aspek kehidupan. keluasan dan kekuatannya. baik ekonomi. Lalu Negara-negara muslim yang lain bergabung di bawah satu naungan –yaitu naungan khilafah. Selanjutnya kesatuan umat Islam ini akan mendapatkan jalan mewujudkan kemajuan keilmuan. Dan hal itu berada di bawah tuntutan dan tekanan masyarakat muslim yang sadar. menyampaikan keindahan Islam dan manhajnya. yaitu khilafah Islamiyah. Dengan demikian terwujudlah persatuan Islam antara kawasan dan Negara-negara Islam di seluruh belahan dunia di bawah satu komando kepemimpinan. dan menjadi dakwah untuk seluruh umat manusia. serta mengedepankan realisasi amal-amal praktis dan hasil-hasilnya dalam kehidupan manusia. peradaban dan memiliki semua potensi kekuatan di pelbagai bidang. budaya. sosial. yang akan menyingkirkan kendala dan keragu-raguan. ia akan melakukan peran dakwahnya secara sempurna. 418 . khilafah Islamiyah akan menjadi pusat penting di dunia internasional. dan lain-lain. yang akan menumpas kezhaliman dan membantu kemerdekaan dan mendapatkan hak-haknya kembali.dan hal itu dilakukan dengan metode dakwah dan tarbiyah masyarakat. Dengan jangkauan. dengan menggunakan pelbagai sarana yang bisa mewujudkan persatuan dan penyatuan di seluruh strata kehidupan. serta saling kerjasama dalam menyebarkan dakwah Islam dan menebar keindahannya di masyarakat. Negara khilafah akan tegak dengan perhatian dan dukungan seluruh masyarakat dan minoritas muslim yang tertindas. dan itu akan menjadi penyokong dan pelindung.

Hasil konkret dari penerapan manhaj rabbani ini terhadap umat Islam adalah. baik 419 . serta memelihara kekebasan tersebut di seluruh belahan dunia. Jika terjadi penindasan dari pemerintah atau Negara manapun terhadap hakhak kebebasan ini atau terhadap kaum muslimin untuk berpegang teguh terhadap agama mereka. membela orang-orang dizhalimi dan membimbing orang-orang yang zhalim. realitas hadarah Islamiyah (peradaban Islam) sepanjang sejarah.tidak akan mampu bertahan lama di hadapan cahaya Islam dan petunjuknya yang mulia. maka terwujudlah ustaziyatul 'alam (kepemimpinan dunia) dan Islam menjadi soko guru dengan agama dan manhajnya di seperempat dunia. Dengan itu. Jadi sejauhmana pengamalan. sebagaimana hidayah Islam pada masa Rasulullah Saw. yang tidak ada tandingannya oleh manhaj atau dakwah manapun di atas permukaan dunia. keadilan dan persamaan hak. Umat manusia akan berlindung di bawah naungannya. akan menjadi penopang peradaban dunia dan kesempurnaan nilai-nilai kemanusiaan. persamaan dan kebebasan. maka khilafah Islamiyah akan andil memberikan perlindungan dan menolak penindasan dan kezhaliman ini.Umat Islam akan membangun makna keadilan. realisasi dan komitmennya terhadap agama. baik yang sudah beriman maupun yang belum beriman. Kita harus memahami secara jelas bahwa nilai-nilai ajaran Islam. Khilafah Islamiyah memberikan kebebasan kepada seluruh umat manusia untuk memeluk Islam dan mengambil petunjuk dari ajaranajarannya. dan masa khulafaur Rasyidin terhadap warga negaranya. prinsip-prinsip dan manhajnya yang diturunkan Allah Swt.. serta merupakan ketinggian nilai yang dicita-citakan manusia. menikmati kebebasan. Hal itu secara konkret akan menciptakan penyebaran Islam dan masuknya sejumlah besar orang-orang ke dalam Islam yang berasal dari berbagai Negara. Dengan begitu peradaban Barat –yang banyak menciptakan kerusakan dan kesengsaraan.

ketenangan dan kesejahteraan manusia. Imam Syahid menyebutkan tentang faktor-faktor kesuksesan umat Islam dalam mengajak umat manusia menuju peradaban Islam. Beliau berkata. merupakan corak yang beragam dari penerapan manhaj. dakwah dan harakah. sehati dan sejiwa. dan tidak ada yang lain. kecuali jika kalian menjadi qudwah yang shalih terhadap nilai-nilai yang kalian serukan. Ia adalah hasil yang bisa dihasilkan oleh siapa saja yang mampu menggunakan faktor-faktor dan ketentuannya yang ada.                         Artinya: "Yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya. "wahai kaum muslimin. penerapan.pemahaman. 420 . (Q. yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. satu tujuan.S Fushilat: 42) Dan kalian bersama-sama bahu membahu. serta mengamalkan manhaj yang mulia ini. namun ia tidak akan mampu merealisasikan kebahagiaan dan kemenangan untuk umat manusia kecuali dengan manhaj Islam. yakni kitab Allah yang telah diturunkan kepada manusia. karena Islam adalah persatuan dan kemanunggalan. maka akan semakin mendekatkannya kepada model peradaban Islam yang sempurna. Kemajuan keilmuan yang sesuai di segala zaman. ingatlah bahwa dunia tidak akan mendengarkan kalian dan tidak akan menyambut seruan kalian.

dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka. dan umat Islam adalah umat yang satu. Maka Allah mempersatukan hatimu. dan cukuplah bagi kita dengan kenangan sejarah yang mulia tentang peradaban Islam. agar kamu mendapat petunjuk.Sesungguhnya persatuan. "Kalian tidak akan beriman sehingga kalian saling mencintai. orangorang yang bersaudara. • Umat Islam dan Perang peradaban 421 . dan janganlah kamu bercerai berai. serta komitmen untuk menerapkan syariat Islam di dalam diri mereka sendiri sebelum mendakwahkannya kepada orang lain." Imam Syahid turut menegaskan dalam hal ini tentang urgensi persatuan umat dan kesatuan kalimat. dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan. di dalam ikatan ukhuwah Islamiyah. perpaduan hati adalah intisari Islam yang sesungguhnya –tidak diragukan lagi-. lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya.. (Q.                          Artinya: "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah. kesatuan kalimat.S Ali Imran: 103) Sabda Rasulullah Saw. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu. lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah.

maka ia akan hancur dan punah. maka demikian pula kematangan dan pencapaiannya hingga ke puncak peradaban. peninggalan dan peradaban masing-masing bangsa dengan timbangan Islam dan nilai-nilainya. namun jika ia melanggar dan menyepelekannya. Islam memandang hubungan dan interaksi dengan peradabanmodel yang paripurna. dan ia akan mengambil apa saja yang bermanfaat berupa pemakmuran bumi dan alam semesta. dan diantara haknya adalah masing-masing berhak merasa bangga dengan kebangsaannya. apa saja yang sesuai dengan prinsipprinsip Islam maka ia menerimanya. jika Umat manusia menggunakannya. menciptakan pertautan antar bangsa-bangsa di dunia sesuai dengan nilai-nilai keadilan dan prinsip-prinsip kemanusiaan yang mulia. yang memberikan hak kepada setiap orang. yang memiliki kelayakan dan kepantasan memimpin dan menguasai secara sempurna di peradaban yang lain harus berlandaskan kepada hal-hal berikut: yaitu dakwah dan menyampaikan risalah Islam kepada seluruh umat manusia. Peradaban Islam memiliki kelapangan hati terhadap seluruh bangsabangsa di dunia.. titik tolaknya adalah keimanan. tujuannya adalah Allah yang maha tinggi. maka ia akan berkembang dan mencapai kemerlangan hingga saat ini. adapun yang bertentangan maka ia akan menyampaikan sikapnya. maka hal itu sangat ditentukan sekali oleh bagaimana penerapan konsepnya secara praktis atau peradaban Islam yang berkesesuaian dengan manhaj Allah dan pengamalannya.Jika kita berbicara tentang peradaban Islam. Islam menimbang aset. dan ia merupakan peradaban bumi. mencelupkannya dengan shibghah Islam. Setiap peradaban di setiap Negara memiliki timbangan rabbany (ketuhanan) dan sunnah alam yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. dan mengarahkannya dengan pengarahannya yang bermanfaat untuk kemaslahatan manusia. Peradaban hakikat yang sempurna adalah yang berdiri di atas prinsip-prinsip Islam dan syariatnya. tanpa ada tekanan dari orang lain. terhadap peradaban dan nilai-nilai yang dimilikinya secara khusus. 422 . mendorong kerjasama dan saling mengenal antar sesama.

serta orang-orang yang mengusungnya. Al Quran dan hadits Rasulullah Saw. barangsiapa yang menerima. maka ia akan menerimanya. akhlak dan tidak menyembah selain kepada Allah. 423 yang memberikan kebebasan dan perlindungan kepadanya. menjadikan peradaban manusia bertitik tolak dari keimanan. bumi. dan bukan sesuatu yang mustahil bahwa kebatilan akan hancur dan musnah -sesuai dengan janji Allah dan ketentuannya. barangsiapa yang memusuhi dan menindasnya maka ia menolak penindasan tersebut. melawan dan menghentikan kezhalimannya. serta peradaban Islam –yang merupakan model petunjuk yang bersumber dari syariat rabbaniyah. Dengan begitu merupakan sebuah kemestian adanya sekelompok da'I yang mengusung kebenaran. dan memelihara kemuliaan dan izzah yang dimilikinya. telah menjelaskan kepada kita tentang karakter perseteruan dan tahapan-tahapannya. penguasa zhalim dan kediktatoran. Umat Islam meletakkan standar hubungan yang sama dengan dengan bangsa-bangsa yang lain.yang berperan di dalam dakwah dan memberikan hidayah kepada manusia serta sampainya umat manusia kepada ketinggian nilai peradaban keimanan. Islam mengajak manusia untuk bersepakat mengganti konsep tersebut dengan nilai-nilai kemanusiaan. serta menolak segala bentuk penindasan dan kezhaliman di . syaithan dan bala tentaranya dalam memerangi cahaya kebenaran dan manhaj Islam. Sesungguhnya itu tiada lain adalah upaya kebatilan. Umat Islam memandang konflik peradaban sebagai konflik yang diciptakan oleh pengusung kebatilan.jika kita menggunakan faktor-faktor keteguhan dan kemenangan sebagaimana yang Allah tetapkan.Umat Islam juga meyakini sunnah pertentangan di alam semesta. suatu umat yang memikul dan membenarkan prinsip-prinsipnya. Umat Islam menyadari pengalaman sejarah dan mengenal baik terhadap kekuatan yang menghadang dakwah dan karakteristiknya sejak hari pertama.

dan dengan begitu nilai-nilai kebenaran dan keadilan akan tertanam kokoh ketika menghadapi kebatilan di muka bumi. tidak memiliki sarana dan kemampuan yang memadai.                       Artinya: "Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum. (Q. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. dan bertakwalah kepada Allah.             Artinya: "Dan Katakanlah: "Yang benar Telah datang dan yang batil Telah lenyap". Karena adil itu lebih dekat kepada takwa.S Al Maidah: 8) Allah Swt. mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. tidak membuat umat Islam menjadi beringas. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. sementara mereka harus memikul beban dan pengorbanan yang tidak sedikit. pada waktu yang sama di hadapan mereka terdapat pengusung kebatilan yang sangat banyak dan memiliki pelbagai 424 . lalim dan melakukan penindasan. berlaku adillah.S Al Isra: 81) Namun pertempuran sengit ini. (Q. Perseteruan dimulai pada saat pengusung kebenaran masih sangat sedikit. menetapkan perseteruan antara hak dan batil ini tiada lain adalah untuk menyaring antara yang baik dengan yang buruk.

dan realitas empiriknya di lapangan: 1. dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan. Ia sesuai dengan ketentuan alam dan fitrah manusia dan mempunyai keunggulan hakiki di segala sisi. firman Allah:                            Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. dan mereka (pengusung kebatilan) akan mengerahkan seluruh kemampuan yang mereka miliki. sebagaimana dalam firman Allah: 425 . (Q.S Al Anfal: 36) Berikut kami sampaikan petikan pemahaman dalam pembahasan ini. Kemudian menjadi sesalan bagi mereka. Ini adalah anugerah bagi umat Islam. yang membuatnya layak memimpin umat manusia dan memimpin alam seluruhnya (ustaziyatul a'alam). mereka akan menafkahkan harta itu. Peradaban Islam adalah peradaban yang hakiki dan mencakup materi dan ruhi secara bersamaan.sarana-sarana material. Peradaban ini bediri di atas manhaj Rabbani (berprinsip ketuhanan) yaitu Islam. dan mereka akan dikalahkan. meski demikian mereka tidak akan pernah berhasil atau memenangkan pertempuran. 2.

hal. "Janganlah lalai dari peringatan (yang Allah Swt. Ia adalah anugerah dakwah dan manhaj.35 426 . "Islam telah menetapkan kepemimpinan umat Islam terhadap alam semesta dalam banyak ayat dalam Al-Quran. Dengan demikian maka kepemimpinan ini adalah hak kita dan bukan hak Barat. (Q."532 Imam Syahid mengingatkan dari penyimpangan dalam melaksanakan kepemimpinan ini.163 532 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). suku atau fanatisme. "Ini artinya. 531 Risalah: Mu'tamar Thalabatul Ikhwan al Muslimin (Mukmatar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin. kemudian mewajibkan umat ini untuk menjaga kepemimpinan yang ada dan memerintahkannya untuk mempersiapkan bekal serta menyempurnakan kekuatan sehingga kebenaran akan berjalan seiring dengan kekuatan pemerintah dan bersinar dengan cahaya hidayah. untuk peradaban Islam dan bukan peradaban materialisme Barat.S Ali Imran:110) Syaratnya adalah dengan mengikuti manhaj Allah dan menjalankan risalah Islam.       Artinya:                          "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Al-Quran Al-Karim menempatkan kaum muslimin sebagai pemimpin bagi manusia dan memberikan mereka hak kekuasaan dan kepemimpinan atas dunia demi menjalankan kepemimpinan yang mulia ini. bukan anugerah golongan. Imam Syahid berkata. hal.                     Artinya: "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi" [Al-Anfal:6]531 Beliau juga berkata.

Inilah dendam salibis dan 533 Risalah: Mu'tamar Thalabatul Ikhwan al Muslimin (Mukmatar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin. dan mengubah petunjuknya di segala sisi kehidupan"535 Beliau juga berkata. hal. ruh dan kehidupan. Ini adalah misi dan kepentingan yang dibawa oleh umat Islam setelah Rasulullah Saw. "Dan mereka (para musuh Islam) pun berpecah belah dalam kepentingan dan berselisih dalam permusuhan. Namun ada satu hal yang mereka sepakati dan mereka berbagi untuk melaksanakannya. menyebabkan bersambungnya episode kelemahan dan kejatuhan dalam tubuh umat Islam. Umat yang sedang down ini menyangka bahwa kesempatan itu telah tiba untuk mengambil bagian dan menghancurkan daulah Islamiyah yang pernah membuka kawasan tersebut sebelumnya. hal 98 427 . seperti tersebarnya perselisihan politik dan fanatisme golongan. tenggelam dalam kemewahan.96-97 535 Ibid. dan apa saja yang membuatnya jauh dari keadilan dan pelanggaran hak. Imam Syahid menjelaskan benih permusuhan dan perang terhadap umat Islam ini. yaitu menghancurkan Islam dan kaum muslimin. 533 3. berpaling dari agama sebagai pilar aqidah. perselisihan mazhab dan konflik agama. dan dengan peradaban Islam yang ada ia dapat memimpin dunia.sampaikan) dalam surat Al Nasr. Kemudian datanglah -dengan kondisi umat yang seperti itu-upaya musuh-musuh Allah untuk menghancurkan umat Islam. perebutan kepemimpinan dan jabatan. "Upaya-upaya ini mulai dilakukan di dalam tubuh daulah Islamiyah dan umat Islam. Imam Syahid menjelaskan bahwa sikap jauh dari agama dan substansinya dan tidak mengambil sebab-sebab kekuatan. yaitu tumbuhnya rasa bangga diri (angkuh). syahwat dan kediktatoran pemerintah. tertipu dengan sarana musuh dan orang-orang munafik serta menyepelekan ilmu-ilmu praktis dan pengetahuan alam"534 4. kemegahan. hal.163 534 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini).

428 . Sesungguhnya Allah sudah menjelaskan sifat mereka kepadamu dalam kitabNya.S. "Orang-orang Eropa telah berusah dengan sungguh-sungguh untuk memenuhi bumi dengan paham materialisme ini. mereka juga berusaha untuk menghalangi umat lainnya dari unsur-unsur kebaikan dan kekuatan yang berupa ilmu dan pengetahuan perindustrian serta tatanan kehidupan yang bermanfaat. memanfaatkan kecerdikan politik 536 Makalah dengan judul Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya." [Q. Imam Syahid berkata. Cukup sudah kelalaian yang ada dan prasangka baik terhadap hari-hari yang ada. ke seluruh negara-negara Islam yang bermitra dengan mereka. Fuad al Hajarsi. 536 5. Orang-orang Eropa berhasil dalam fase ini menyebarkan peradaban materialismenya. dengan penampilannya yang rusak dan virus yang membunuh. Imam Syahid tahun 1931 (dari buku: Imam Syahid. wahai kaum muslimin. Mereka mengatur taktik perang sosial ini dengan sangat teliti. Hal. mereka memendam perasaan dengki yang mendorong adanya permusuhan terhadap kalian. 117. Al-Baqarah: 217] Dan Dia (Allah) bahkan telah menjelaskan kepada nabi-Nya yang lebih jelas dari itu. Dan di balik semua itu. Mereka tidak akan puas kecuali jika kalian murtad dan tunduk.politik raj'iyyah (timbal balik) yang mendorong mereka untuk melakukan aksi yang gila dan menakutkan" Jangan kalian menipu diri sendiri. seandainya mereka sanggup. Allah berfirman:                            Artinya: "Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran). Selain umat Islam.

politik. kemewahan. dan kita memisahkannya dari praktek kehidupan. sebagaimana mereka juga telah menang di bidang politik dan militer. ekonomi. kesenangan. keyakinan dan akal kaum muslimin sendiri. Kehidupan barat yang diliputi fatamorgana dan fitnah ini. permainan dan pola kehidupan yang menggiurkan.S. Kekuatan adalah kekuatan di dalam fenomena kehidupan itu semuanya dan kelemahan juga demikian halnya. 14) 537 538 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). kekuatan militer yang mereka punyai. ketetapan dan pendidikan. hal. sehingga apa yang mereka inginkan dapat tercapai. "Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)" [Q. jiwa. Kita terdorong untuk mengubah prinsip dan mewarnainya dengan warna Eropa. hukum dan kebudayaan dengan warna murni mereka di negara Islam terkuat537. Beliau juga berkata. kita membatasi kekuasaan dalam kehidupan dalam hati dan mihrab-mihrab. dengan segenap penampilannya yang materialistis mencoba untuk menguasai bagian vital kehidupan kita yang tersisa"538 Beliau juga berkata.yang mereka miliki. 238 429 . dan mewarnai tatanan politik. Ekspresi kehidupan adalah sesuatu yang tak terpisahkan. "Setelah itu kita mampu berkata. dan dalam perang dahsyat yang lokasinya adalah diri. hal. Setelah itu mereka mampu mengubah aturan hukum. Ali Imran.                Artinya. Tidak ada yang aneh dalam hal ini. peradaban barat dengan pondasi materislistiknya telah memenangkan perang sosial ini atas peradaban Islam yang mempunyai pondasi kuat dan mencakup materi dan ruhi di kawasan Islam sendiri. dengan pendidikan. 104 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). "Namun peradaban barat ini telah memerangi kita dengan kuat dan ganas.

Al-Hijr: 9)                     Artinya: "Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya.S. Kini menjadi kewajiban mengembalikan kembali peran kita dan menegakkan kebangkitan dan peradaban. memancarkan cahaya dakwah kalian di tengah kegelapan ini dan mempersiapkan kalian untuk meninggikan kalimat-Nya. Imam Syahid berkata. tetap memikat dengan segala keindahannya. "Pilar Islam dan pendidikannya tetap kuat. Bagaimanapun kuatnya serangan. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa" [Q. AlHajj: 40) 430 . "Demikianlah. dan akan tetap seperti itu.S.6. walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai" [Q."                Artinya: "Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya. Sebab ia adalah Al Haq. Al-Taubah: 32) 7. sebab ia juga adalah ketentuan Allah dan selalu berada dalam penjagaannya. pilar Islam tetap kuat. dan kehidupan manusia tidak tegak berdiri dengan sempurna tanpanya. dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. terus memberikan kesuburan dan kehidupan.               Artinya: "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran. wahai saudara-saudara sekalian. Allah menginginkan kita untuk mewarisi peninggalan yang berat ini dengan komitmen." [Q. menegakkan syariat-Nya dan kembali mendirikan daulah Islamiah.S.

Tanpa itu. mengembalikan kehormatan dan kemuliaan kita.69 431 . antara yang menempuh jalan kebenaran dan yang menyimpang darinya.69 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). hal. Al-Ikhwan Al-Muslimun mengajak untuk menjadikan asas kebangkitan adalah menyatukan pola kehidupan praktis dalam umat ini atas dasar Islam dan tata aturannya"540. antara manfaat dan bahaya. antara pihak yang benar dan yang mencoba untuk mengotorinya. Tidak ada bagian untuk dirinya sedikitpun. Namun.Beliau juga berkata. "Kondisi ini memaksa kita terpaksa harus menelan kesalahan masa lalu. umat ini akan terkalahkan dan akan melahirkan kegagalan"541 9. menjelaskan bahwa seorang mukmin dalam menempuh tujuan mulia ini telah menjual diri dan hartanya untuk Allah. Bagi umat ini ada jalan panjang membentang untuk mewujudkan keinginan ini. Kemudian Allah Swt. kesiapan berkorban. Umat ini haruslah tahu bahwa jihad itu berarti bekerja keras. keinginan kuat yang kokoh dan benar. dan kerja keras itu adalah lelah dan susah payah. Tiadalah persiapan umat ini dalam perjalanan yang menakutkan ini selain jiwa yang beriman. keberanian menghadapi resiko. dan merasakan kepahitannya. menambal pecahan. menyelamatkan diri dan anak-anak kita. hendaklah kita bisa kembali mengikat yang bercerai berai. perang yang sengit antara al haq dan kebatilan. "Kewajiban umat ini hanyalah mempersiapkan diri untuk sebuah pengorbanan yang panjang. 239 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? hal. "Untuk itu. dan menghidupkan peradaban dan pendidikan agama kita"539 8. antara yang ikhlas dan bersemangat dengan yang mengaku-ngaku dan pura-pura. hal. Ia semata-mata berbuat untuk keberhasilan dakwah ini dan menyampaiakannya ke hati-hati umat manusia 539 540 541 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?.

rahmat dan kelembutan. hal 316. memberi mereka petunjuk dengan cahaya Allah sebagaimana mereka telah beroleh petunjuk.                     Artinya: "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.S. Mereka tidak ekstrim. dan menuntun mereka kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. 111] Itulah sebabnya setiap muslim menjadikan dunianya sebagai wakaf bagi dakwahnya agar ia bisa mendapatkan akhirat sebagai balasan dari Allah atas pengorbanannya. DakwahIskandariah 432 . tidak menzhalimi orang lain. kita bisa melihat sahabat-sahabat mesjid. dan memperhambakan manusia yang dilahirkan oleh ibunya dalam keadaan merdeka. Dar. kemajuan. Itu pula sebabnya seorang pejuang muslim adalah juga seorang guru yang memiliki semua sifat yang semestinya ada pada seorang guru. Mereka ikut berjuang memerdekakan umat-umat sebagaimana mereka telah merdeka."542 Asas tegaknya kesatuan internasional Imam Syahid berkata. Samakah ini dengan dominasi Barat sekarang. tidak bermusuhan. hidayah. bahkan putera-puteri salaful umah -semoga Allah meridhai mereka-. [Q. Sehingga pembebasan Islam berarti juga pembebasan demi peradaban.hal. At-Taubah. pengajaran dan bimbingan kepada seluruh umat manusia. tidak berkhianat."543 542 543 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia)?. tidak puas dengan kemerdekaan negeri mereka sendiri.35 Risalah: Muktamar Pelajar Ikhwan Muslimin. "Dari sini. wahai saudara-saudara sekalian. yang mewujud dalam bentuk imperialise dan penindasan. berjalan ke segenap penjuru negeri menjadi pembuka kawasan dan guru. Cet. namun mereka berpindah ke belahan bumi yang lain. ahli-ahli ibadah dan para penghapal AlQuran. cahaya.

[Q. Maka satukanlah akidah terlebih dahulu. baik itu hak internasional maupun hak dalam negeri para minoritas non muslim. kemudian tata aturannya dan setelah itu realisasi amal"544 "Saya benar-benar ingin menegaskan kepada para hadirin sekalian bahwa politik Islam. Berfirman:                         Artinya: "Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan. Maka kembalikanlah Perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur.hal. 231 433 . Sebab kemuliaan Islam yang integral adalah kemuliaan kemuliaan paling suci yang dikenal oleh sejarah. menjamin hak-hak non muslim sepenuhnya. dalam dan luar negeri. Sungguh Islam telah mendesain jalan ini untuk dunia. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat. Allah Swt.S. Al-Anfal: 58] Dia juga berfirman:                                  Kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah Mengadakan Perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi 544 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). kepada kepemimpinan umat Islam yang berpegang teguh terhadap ajaranajaran agamanya dan untuk seluruh dunia."Kesatuan intenasional ini tegak di atas manhaj Islam dan pondasinya.

kita senang berbuat baik kepada mereka selama mereka tidak memusuhi kita. [Q. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa. yaitu firman Allah:                                     Artinya: "Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu Karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Untuk kesuksesan dakwah ini. untuk mereka kita akan berdamai dengan mereka selama mereka berdamai dengan kita. (Q. Kita yakin bahwa antara kita dan mereka terdapat ikatan. Sesungguhnya Allah menyukai orangorang yang berlaku adil. At-Taubah: 04] "Islam menjamin hak-hak minoritas dengan nash Al-Quran. Siapa yang memusuhi kita maka akan kita 434 . yaitu ikatan dakwah. Maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya[629].S.kamu. Kita wajib mengajak mereka kepada apa yang kita rasakan saat ini sebab itu adalah kebaikan untuk manusia seluruhnya. Tentang hal ini beliau berkata: "Dan kaum yang tidak demikian (non muslim) kita tidak terikat dengan mereka dengan ikatan ini (Islam).S Mumtahanah:8) Imam Syahid juga mengisyaratkan bahwa hubungan antara suku dan bangsa lainnya tegak di atas pilar dakwah dan saling tolong menolong untuk kebaikan kemanusiaan. kita menempuh jalan dan sarana yang telah ditentukan oleh agama.

"Cukuplah darinya kita menjadikan tujuan dan meletakannya di depan mata.232 435 . tujuan kita yang agung dan episode penutup dalam serial perbaikan. Setiap sesuatu itu ada ketentuanya. ”Adapun universalitas dan kemanusiaan.” Peran yang dapat kita lakukan pada fase ini untuk mencapai cita-cita kita tertinggi Imam Syahid berkata. maka itu adalah cita-cita kita tertinggi.”549 545 546 547 548 549 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). kemudian setelah itu kita bisa sampai kepada target yang dituju. Kita berharap semua fase ini akan terwujud dengan konsisten dan kita bisa menyelesaikan seluruhnya.”546 “Kita cinta dan saling tolong menolong dengan pihak lain.” “Sesungguhnya Ikhwan Muslimin menginginkan kebaikan untuk seluruh alam. Kita letakkan batu bata dalam bangunan kemanusiaan ini tanpa harus menunggu bangunan ini sempurna. hal.balas permusuhan ini dengan yang lebih baik dari apa yang dilakukan oleh kelompok yang bermusuhan.”545 “Kita menginginkan perdamaian untuk seluruh alam.”548 “Dari sini ada beberapa fase.”547 Beliau mengisyaratkan bahwa perkembangan bangsa dan masa akan mengawali pemikiran universal ini: “Semua itu adalah awal pemulaan berkuasanya pemikiran universal untuk kemudian menggantikan pemikiran nasionalisme dan kesukuan. Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI) Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru) Ibid. Beliau berkata.

lembaga-lembaga. meningkatkan ikatannya dengan segala jalan dan sarana yang ada untuk seluruh tingkatan. bangsa-bangsa dan segenap penjuru dunia. 550 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). berupa saling menyempurnakan dan tolong menolong diantara masyarakatmasyarakat Islam. Menguatkan keimanan terhadapnya. Berusaha untuk mengembalikan bentuk eksistensi universal untuk umat Islam dan beramal untuk meninggikan dan memajukannya. individu. Sesungguhnya hal ini membutuhkan waktu yang panjang dan banyak fase kehidupan. yayasan-yayasan. Tidak melupakan dan melalaikannya. dan bahwa ia akan terlaksana seperti apa yang telah diberitakan oleh Nabi Muhammad Saw. Hal-hal yang kita perlukan dalam fase pertama pembinaan untuk mencapai tujuan mulia ini. juga merupakan awalan di setiap sisinya dan mendirikan kekhalifahan. 3. maka membangun dan mengerjakan fase-fase dan tujuan semula membentuk planning-planning dasar untuk mencapai dan mewujudkan tujuan akhir ini. dengan menunjukkan kepada mereka kebaikan agama kalian. Kejelasan pandangan seputar tujuan dan peran. turut berperan dalam kedamaian universal dan membangun hidup yang baru bagi manusia. tercermin dalam: 1. 4. kemuliaan dasar dan pendidikannya”550 Dengan adanya gambaran yang sempurna seputar seluruh tujuan ini. Keimanan dan keyakinan untuk bisa mewujudkannya. dan selalu menghidupkan perasaan terhadapnya di dalam jiwa. usaha yang sungguh-sungguh. hal. 2. Tahapan dengan bentuk seperti ini ke tingkatan yang lebih tinggi dari ikatan dan saling tolong menolong adalah awalan untuk mengkristalkan mabda’ ini di kalangan bangsabangsa.“Merupakan bagian dari dakwah kalian. 251 436 . Mengambil sarana-sarana awal dalam mewujudkannya. wahai saudara-saudara tercinta.

Ketelitian untuk mewujudkan langkah-langkah ini. mewujudkan tujuan setiap fase. karena beberapa hal: 1.5. maka persoalan propaganda menjadi sesuatu yang perlu diperhatikan. 2. walaupun bentuknya tidak lengkap dan sedikit memberi hasil. sehingga nantinya kita bisa sampai kepada apa yang kita inginkan dari kesatuan dan adanya ikatan. dengan tetap memperhatikan syarat dan ketentuan syariat. Fase ini bertahap. Ikhwan mendukung seluruh kerja kolektif dan seluruh bentuk tolong-menolong dan bekerja sama diantara bangsa dan negara di dunia Islam. Oleh karena itu. Imam Syahid berkata tentang mendahulukan sisi amaliah dibanding propaganda dan iklan. Takut bercampur dengan riya. dan tidak terburu-buru dengan berlebihan dan melompat terlalu jauh. namun realita dakwah dan kewajiban untuk menjelaskannya kepada khalayak serta untuk menolak tuduhan-tuduhan yang diarahkan kepadanya. Bab XI Penjelasan seputar Sikap Dakwah dan Politik Jamaah • Seputar permasalah propaganda. Keengganan sebagian Ikhwan bergantungnya orang-orang kepada propaganda dan iklan bohong yang tanpa amalan konkret. pengumuman itu tidak dilakukan. sehingga menyebabkan amalan itu hancur dan rusak. mengumumkan aktivitas dan nama: Pada dasarnya. 437 .

dan tetap berusaha untuk menyatukan hati dan jiwa. Kewajiban kalian menjelaskan kepada manusia tentang tujuan kalian. “Keseimbangan diantara hal ini dengan apa yang ada dalam penyampaian kebenaran. Pengumuman akan hal ini kepada manusia tidak dimaksudkan untuk berbangga dengannya tapi untuk memberi petunjuk kepada manfaat dan kebaikan umat Hendaklah kalian berusaha untuk jujur dan tidak melampaui batas dari yang sebenarnya. cermatilah bahwa kalian pada saat ini."551 “Namun.3. akan timbulnya konflik permusuhan yang sengit atau koalisi berbahaya. sedikit yang bisa sempurna kecuali bila ada taufik. dan bersegera dalam mengumumkannya. dipaksa oleh dakwah untuk keluar dari sekat-sekat menuju ruang lingkup yang lebih luas. hal. propaganda-propaganda kalian tetap dalam adab yang sempurna dan akhlak yang mulia. 127. dan konsep ideologi dan sistem kerja. ketika dakwah kalian telah tampak pesat. 129 438 . bahwa semua ini adalah bagian dari karunia Allah:                                551 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Hendaklah kalian merasa. saranasarana. adalah perkara yang rumit. suruhan untuk melakukannya. Apa yang ditakutkan oleh Ikhwanul Muslimin sebagai akibat dari dakwah yang tergesa-gesa. Namun hal ini tetap dalam keseimbangan yang teliti dan adanya pemahaman tentang dakwah dan kerja-kerjanya serta apa yang diperlukan untuk eksistensi kelompok sosial ini ketika berhadapan dengan masalah dan membantah hal-hal yang gambarannya masih kabur. yang menyebabkan terhambatnya perjalanan atau menyimpang dari tujuan.

bahwa Sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka. Demikianlah balasan orang-orang yang zalim. telah memberikan teladan atas hal tersebut.Artinya: "Maka adalah kesudahan keduanya. Nabi Yusuf As. mereka kekal di dalamnya. tanpa ada keinginan untuk menjadi populer. tentu mereka akan meningalkan jalan dakwah yang berat dan bergabung dengan kelompok-kelompok dunia dan para pemilik kekuasaan agar lekas sampai dari jalan yang tercepat dibanding jalan para dai yang penuh dengan jihad dan pengorbanan. 129 439 . Sikap Jamaah Terhadap Individu dan organisasi-organisasi Yang Berbuat Untuk Kebaikan dan agama Islam: Kelompok-kelompok dalam lingkup ini terbagi kepada tiga bagian: 1. hal. 2. berharap jabatan atau bergantung dengan pujian. Al-Hujurat: 17)”552 Pengumuman dan pemunculan beberapa tokoh jamaah sebagai fublik figur.S. [Q. maka adanya pengumuman ini adalah sebagai reaksi konkret atas usaha-usaha mereka ini dan untuk menyatukan hati-hati manusia ke arah Islam dan manhajnya. Seandainya mereka ingin mendapatkan jabatan dan bersenang-senang. Mereka yang berbeda dalam permasalahan furu’ dan sarana dakwah. Dakwah ini membutuhkan naungan yang dapat melindunginya dari tekanan dan teror yang berasal dari pelbagai arah dan melalui sarana yang beragam.128. serta trik-trik yang berupaya untuk menjauhkan masyarakat dari jamaah. adalah semata-mata untuk perjuangan di jalan Allah dan di jalan dakwah. Mereka yang berbeda dalam permasalahan prinsipil 552 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Ia tidak mengambil hak yang bukan miliknya dan tidak pula mengaku-ngaku untuk sesuatu yang palsu dan dusta. Inilah ketentuan dari jama’ah yang mengiklankan dirinya dan menggunakan haknya dalam undang-undang dan ketentuan hukum.

26 440 . maka dimanakah perbedaan? Mengapa pendapat kita menjadi sebuah poin pertimbangan bagi mereka sebagaimana pendapat mereka bagi kita? Mengapa kita tidak saling memahami dalam atmosfir ketulusan dan kecintaan apabila ada hal yang menuntut kita untuk saling paham?554 553 554 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). hal.3. bahkan itu bertentangan dengan ketentuan agama itu sendiri. Mereka yang menyerang. Mereka yang berbeda dalam permasalahan furu’ dan sarana dakwah: Imam Syahid berkata: ”Terhadap kelompok ini kita yakin bahwa perbedaan dalam masalah furu’ agama adalah sesuatu yang mesti ada dan tidak mungkin kita menentang dalam permasalahan furu’. untuk itu kami selalu berupaya memahami dan memaafkan mereka yang berbeda dengan kami dalam permasalah furu’ agama. mencela dan memerangi dakwah 1. karena sebab-sebab yang beragam.25 Ibid. Hendaklah kita dan juga mereka bisa memahami makna Islam yang hakiki dengan lebih baik dan meluas. Bukankah kita adalah muslim dan mereka pun demikian? Bukankah kita senang membuat putusan yang bisa memberi ketenangan hati dan mereka pun demikian? Bukankah kita dituntut untuk mencintai saudara kita sebagaimana kita mencintai diri sendiri? Kalau begitu.”553 ”Semua sebab ini menjadikan kita yakin bahwa sepakat dalam satu permasalahan yang menjadi bagian dari furu’ agama adalah hal yang mustahil. pendapat dan mazhab. Dengan demikian hal ini menjadi hal yang mudah dan lunak. tidak statis dan ekstrim” Kami meyakini hal ini. hal. Kita melihat bahwa perbedaan selamanya tidak menjadi penghalang untuk terikatnya hati dan saling mencintai serta tolong menolong dalam kebaikan. Sesungguhnya yang Allah inginkan dari agama ini agar ia kekal dan sesuai dengan zaman.

27 Ibid 557 Mudzakkiratud Dakwah wad Da’iyah (makalah imam syahid pada tahun kelima dalam majalah “Al-Ikhwan Al-Muslimun” 441 .”557 555 556 Ibid. ekonomi.”556 Beliau berkata lagi. maka itulah yang diharapkan. keagamaan. Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita dan mereka.sesuai dengan tabiat dakwah kita – satu sikap yang saya yakini: kita berharap semuanya mendapatkan kebaikan dan berdoa agar memperoleh taufik dari Allah Swt. maka mereka adalah saudara seagama. Mereka mencari kebenaran itu dan mengambilnya serta mencoba dengan lembut dan tenang memberi penjelasan kepada mereka yang berbeda ini sesuai dengan pandangan mereka. Untuk hal ini. Mereka berusaha mencapai kebenaran dan membawa manusia ke arah itu dengan cara yang paling lembut dan penuh cinta. hingga nanti Allah memutuskan yang benar antara kita dan kaum kita. Umat kita ini dan lahan-lahan kosong yang ada di dalamnya membutuhkan jundi-jundi dan jihad. hal. Mereka melihat bahwa ada ilmu dalam setiap kelompok. dan politik .” “Ikhwan membolehkan untuk berbeda dan tidak menyukai sikap fanatik terhadap satu pendapat. Kita perlu banyak persiapan dan amunisi.”555 Beliau juga berkata: “Itulah manhaj Ikhwan Muslimin saat berhadapan dengan kelompok yang berbeda dengannya dalam masalah-masalah agama. ada kebenaran dan kebatilan dalam setiap dakwah. mereka adalah orang yang paling lapang dada terhadap orang-orang yang berbeda dengan mereka. Bila mereka puas. Sesungguhnya sebaikbaik jalan yang kita tempuh tidak menjadikan kita lebih banyak menoleh kepada orang lain dibanding memperhatikan diri sendiri. Namun bila tidak.“Ikhwan Muslimin mengetahui akan sudut pandang ini. Setiap kelompok berada dalam medan masing-masing dan Allah bersama orangorang yang beriman. sosial. ”Sikap kita dalam berdakwah di negeri ini. Sementara waktu tidak cukup untuk memperhatikan orang lain dan sibuk dengan urusannya.

maka hendaklah dirimu bersyukurlah dan jangan sampai kamu tertipu dari hakikat dirimu yang sebenarnya. Mencintai kesepakatan dan membenci keraguan. 264 442 . Namun manhaj mereka –yang selalu mereka usahakan– adalah manhaj musyarakah (partispasi). permusuhan. Apabila pembicaraan itu baik. Namun bila yang ada selain itu.”558 Imam syahid sangat menginginkan adanya kelompok yang bekerja untuk menolong Islam dan memperbaiki masyarakat dari berbagai kekuatan dan kelompok yang bermacam-macam.” Bukanlah bagian dari mahaj ikhwan menguasai publik dan memonopolinya. Imam Syahid mengajak kepada persatuan dan menghindari perpecahan. mereka selalu mendapat tekanan dari orang lain sejak kemunculannya. Mereka tidak berpikir untuk melakukan pendekatan dan berusaha untuk menyatukannya seputar pemikiran umum. kerja sama. Tentang hal ini. Imam Syahid berkata: “Ikhwan Muslimin melihat kelompok-kelompok ini – dengan lahan garapan yang berbeda-beda – bekerja untuk menolong Islam. dan kedengkian atas kesuksesan yang telah mereka capai. Ia mengajak mereka untuk bekerja sama dan berkoordinasi diantara mereka .Beliau berkata: ”Kelak kalian akan mendengar suatu kelompok akan membicarakan kalian. dan saling menghormati. Jangan menghadapi dosa ini dengan dosa yang serupa dan jangan pula sibuk dengan membantahnya sehingga melalaikan kamu dari jalan yang kamu tempuh. dan berharap mereka mendapatkan taufiq dan kesuksesan. dan tunggulah hingga waktu menyingkap kebenaran. rintangan. “Dakwah ikhwan adalah dakwah yang putih bersih tidak tercampur dengan warna apapun dan selalu bersama kebenaran dimana saja berada. hal. Sesungguhya 558 Ibid. maka bersikaplah lebih toleran. Walaupun dalam realita sejarah. Mereka berharap semuanya beroleh kesuksesan.

cobaan terbesar kaum muslimin adalah perpecahan dan perbedaan, dan asas kemenangan mereka adalah cinta dan persatuan”559 “Sesungguhnya ia adalah dakwah yang bebas dan bersih. Begitu bersihnya sehingga melewati batas ambisi personal dan tidak peduli dengan dengan manfaat materialisme, dan meninggalkan hawa nafsu dan kepentingan di belakangnya.”560 Beliau berkata dalam muktamar ke enam, “Adapun sikap kita terhadap kelompok-kelompok Islam yang berbeda-beda adalah sikap cinta dan persaudaraan, kerja sama dan tolong menolong. Kami mencintai mereka dan bekerja sama, dan kami berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendekatkan pemahaman dan melakukan kesepakatan diantara pemikiran yang berbeda, yang dengannya kebenaran dapat menang di bawah payung kerja sama dan cinta. Adanya pendapat fiqih dan perbedaan mazhab tidak menjadikan kita jauh. Agama Allah itu mudah dan tidak seorang pun yang berhak memberat-beratkannya kecuali ia akan kalah. Kita yakin akan datang suatu hari dimana nama, gelar, kelompok formalitas dan sekat-sekat cara pandang itu akan hilang dan akan digantikan dengan kesatuan kerja yang dapat mengumpulkan laskar umat Muhammad Saw. Pada saat itu tidak ada lagi selain muslim-muslim yang bersaudara, mereka bekerja untuk agama dan di jalan Allah mereka berjuang.”561 “Sesungguhnya waktu itu, dimana saat itu tampak seluruh kelompok Islam adalah satu kesatuan, saya yakin tidak lama lagi. Waktulah yang menjamin semua itu. Insya Allah.”562

559 560

Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.145 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna), hal. 25
561 562

Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI), hal 216 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal 146

443

“Biarkanlah zaman melaksanakan tugasnya dan dialah sebaik-baik penanggung jawab kebersihan dan keistimewaan.”563 Dengan ini, Imam Syahid telah meletakkan manhaj interaksi dengan kelompok dan individu yang bekerja untuk Islam, atau bahkan untuk kebaikan negeri dalam satu sisi dan berbeda dengan jamaah dalam persoalan furu’. Namun ia tidak keluar dari pijakan dasar syariat dan pilar asasinya. Imam Syahid telah memberi isyarat kepada: 1. Cinta, persaudaraan, dan kerja sama terhadap sesuatu yang membawa kebaikan untuk dakwah dan masyarakat 2. Kita mencoba dengan sungguh-sungguh untuk mendekatkan dan menyamakan persepsi diantara beragam cara pandang demi kebenaran, dalam payung kerja sama dan cinta 3. Pendapat fiqih –dalam masalah-masalah furu– dan perbedaan mazhab jangan sampai menjauhkan jarak diantara kita. 4. Kita berusaha menyampaikan kebenaran dengan gaya bahasa yang santun ketika kita diskusi dengan mereka dan menjawab pertanyaanpertanyaan.

5. Ikhwan berupaya melakukan koordinasi dengan pelbagai usaha di
bidang dakwah dan amal kebaikan sehingga tidak ada benturan satu sama lain. Imam Syahid telah meletakan kaidah kerja sama dan koordinasi terhadap apa yang disepakati dalam urusan kaum muslimin, dan bertoleransi terhadap apa-apa yang berbeda dari permasalah furu’ dan persoalan ijtihad.

6. Ikhwan lebih meningkatan hubungan kepada perencanaan yang lebih
besar dari koordinasi, yaitu kepada kerja sama, saling melengkapi dan pemberdayaan. Pemberdayaan ini akan ada dilakukan melalui hubungan kerjasama antara keduanya, saling memahami dan terikat oleh rasa kasih, dan hal ini juga dilakukan melalui pengarahan dan penjelasan kepada setiap elemen masyarakat, selama kelompokkelompok tersebut atau individu-individu tersebut berada dalam
563

Ibid, hal 148

444

koridor amal Islam dengan segenap sarananya, serta komitmen dengan ketentuan-ketentuan syariat dan tidak melalui jalan yang berbahaya bagi dakwah. Adanya hubungan dan koordinasi dengan mereka saat terjadi ketimpangan akan menyebabkan kekacauan dan kegelisahan dalam individu-individu masyarakat dan memberi kesempata kepada para musuh untuk mendeskreditkan dakwah. Kewajiban kita kepada mereka adalah memberi nasihat dan bimbingan agar mereka mendapat petunjuk.

7. Dalam berinteraksi, jama’ah ini juga hendaknya bisa bertoleransi dan
bersikap bijak dengan pribadi-pribadi yang ingin menonjol dan mencari pamor. Pada beberapa waktu, kondisi dan kejadian, jamaah ini bisa meninggalkannya ketika tampak perbedaan antara yang baik dan buruk. Perbedaan ini dapat menyingkap hal-hal seperti ini, yang mungkin bersinar di satu waktu kemudian meredup dan akhirnya hilang sama sekali.

8. Hendaklah jamaah ini bersabar dan membiarkan waktu berjalan
hingga datangnya suatu hari dimana saat itu tampaklah kebenaran manhaj dan jalan (kebenaran). Akan datang suatu hari dimana kelompok-kelompok formalitas dan rintangan-rintangan pemikiran akan punah dan digantikan dengan kesatuan kerja di bawah bendera “Ikhwan Muslimin”.

9. Pada saat itu, dengan kesadaran penuh, akan ada tahapan-tahapan
usaha yang dilakukan oleh musuh Islam untuk mengadu domba antar jamaah keIslaman yang ada. Dengan adanya kerja sama dan koordinasi ini, akan tampak jelas manjah dakwah dan kemerdekaannya yang sempurna. Imam Syahid berkata, “Wajib diketahui bahwa Ikhwan Muslimin berpegang teguh dengan dakwahnya dan tegak di atasnya. Mereka tidak beramal untuk dakwah orang lain dan bukan pada manhaj yang bukan manhaj mereka.” “Mereka tidak terwarnai dengan warna selain Islam."

445

“Kami berlindung kepada Allah dari suatu hari kita tidak berdakwah dengan manhaj Al-Quran dan nilai-nilai Islam.”564 “Kejadian masa lalu dan masa sekarang sudah menetapkan bahwa tidak ada kebaikan kecuali di jalan kalian ini, tidak ada hasil kecuali dengan perencanaan dan tidak ada ketepatan kecuali pada apa yang kalian amalkan.”565 Lebih lanjut, beliau menjelaskan, “Kelak kalian akan mendengar ada suatu kaum yang ingin berhubungan dengan kalian dan kalian ingin berhubungan dengan mereka dari para aktivis, baik yang bersunggguh-sungguh dengan keinginannya maupun yang tidak. Maka saya ingin menyatakan kepada kalian yang berada disini dengan jelas bahwa: dakwah yang kalian jalani ini adalah dakwah paling unggul yang pernah dikenal oleh umat manusia. Sesungguhnya kalian adalah ahli waris Rasulullah Saw. dan dan yang akan mengemban risalah Al Quran, yang akan mengawal syariatnya. Bahwa sesungguhnya kalian adalah penolong-penolong yang akan tegak menghidupkan Islam pada saat dimana hawa nafsu dan syubhat merajalela, dan beban muatan semakin berat. Apabila kalian demikian, maka dakwah kalian paling pantas didatangi oleh manusia. Sebab ia adalah kumpulan kebaikan, sementara yang lain tidak luput dari kekurangan. Maka berkonsentrasilah pada manhaj kalian dan jangan tawar menawar dalam manhaj, dan tawarkanlah manhaj ini kepada manusia dengan kemuliaan dan kekuatan. Siapa yang menyambut seruan kalian maka selamat datang dalam benderangnya cahaya pagi, semburat fajar dan terangnya siang. Saudara kalian yang akan bersama kalian percaya dengan keyakinan kalian dan siap melaksanakan pengarahan yang kalian berikan. Siapa yang enggan maka kelak Allah akan datangkan suatu kaum Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya.

564 565

Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI), hal.213 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.127

446

Saudara-saudara sekalian. Jangan tergesa-gesa. Waktu di depanmu masih luas membentang. Kalian akan menjadi orang-orang yang akan diminta dan bukan yang meminta. Kemuliaan seluruhnya milik Allah dan kelak akan kalian ketahui kabarnya pada suatu ketika. Maka saya melihat bahwa sesuatu yang wajib dari sikap kita terhadap semua kelompok: kita menginginkan kebaikan, toleransi, tidak meminta pamrih, tidak membantah, dan janganlah kalian mengatakan kepada orang yang menawarkan kedamaian; kamu bukan orang beriman.”566 Apabila bagian kelompok dan individu ini sudah melewati batas dalam berdiskusi dengan kita, maka yang kita lakukan adalah mengajak mereka apabila mereka mau menerima ajakan ini. Kita berdiskusi tanpa perlu berdebat, kita jangan berprasangka terhadap keikhlasan mereka, tidak membalas permusuhan mereka, tidak meninggalkan manhaj dakwah kita dan kita bermohon semoga Allah memberi petunjuk kepad kita dan mereka. “Bahkan menjadi sebuah kegembiraan bagi kita bila setiap pelaku kebaikan dan untuk kebaikan diberi taufik. Ikhwan tidak suka membangun sambil meruntuhkan, dan medan jihad cukup luas untuk seluruhnya.”567

2. Kelompok Yang Manhajnya Keluar dari prinsip-prinsip Syariat
Adapun kelompok yang manhajnya keluar dari Prinsip-prinsip utama syariat, seperti penyimpangan dalam paham dan keyakinan -walaupun ia mengangkat jargon keIslaman– atau dalam sarana dan gaya bahasa, seperti mengkafirkan manusia, menghalalkan darah, berpegang kepada kekerasan, maka bagi mereka tidak ada kerja sama atas dasar ini. Yang ada adalah melepaskan mereka dari persoalan dakwah, memberikan nasehat dan petunjuk agar mereka kembali.

566

Makalah dengan judul Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya, Imam Syahid tahun 1931 (dari buku: Imam Syahid, Fuad al Hajarsi. Hal. 117 567 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.149

447

Kita menghadapi pemikiran dengan pemikiran, dakwah dengan dakwah dan tidak tergesa-gesa mengkafirkan atau menyeru untuk memutuskan hubungan dengan mereka, atau mendukung kezaliman. Ini bukanlah uslub dakwah. Kita tetap mengikuti rambu-rambu syariat dalam hal ini. Kita adalah dai’ dan bukan hakim. Dalam proses interaksi dengan kelompok ini, kita tidak menuduh pribadi dengan prasangka, tidak melakukan cara-cara konspirasi dan permusuhan dengan mereka yang berbeda dan menyerang kita. Kita menilai manusia hanya secara lahiriah saja, sesuai dengan perkataan dan perbuatan mereka. Hendaklah yang menjadi dasar pijakan adalah timbangan dan ketentuan syariat. Hendaklah kita bersungguh-sungguh menghadapi pemikiran yang menyimpang ini dengan sungguh-sungguh dan jangan sampai kita sedih dan menyesal, walaupun mereka tetap bersandar padanya. Kita biarkan orag lain yang menghukumi mereka. Hal ini menuntut jamaah untuk memiliki pengetahuan fsikologi seseorang, melihat dengan pikiran, membuat planning tandingan dan caracara untuk menghadapinya. Apabila mereka memusuhi dakwah Islam dan memutarbalikkan fakta yang ada, dan membangun pemikiran yang dapat melemahkan umat, maka merekalah musuh kita dan kita melawan pemikiran ini dengan pemikiran, memberi jawaban yang memuaskan dan menanamkan kesadaran kepada umat sehingga mereka tidak tertipu. Imam Syahid berkata, “Ingatkan diri kalian selalu wahai Ikhwanul Muslimin, bahwa 'atheis' muslim adalah musuh terdepan kalian. Merekalah yang paling bertanggung jawab terhadap konflik dan problematika yang menimpa dunia-dunia Islam." "Merupakan kewajiban kami untuk merubah tanpa terjangkit wabah pemikiran mereka yang telah akut, menahan siapa saja yang berbaik sangka terhadap musuh, dan siapa saja yang telah membius otot-otot kami dengan
448

pemikiran-pemikiran palsu dan kalimat-kalimat rayuan, yang di belakangnya tiada lain adalah upaya merusak bangsa Timur dan melenyapkan persatuan Islam, mereka tidak jauh berbeda dengan orang-orang Eropa.”568 3. Kepada Mereka Yang Menghadapi Dengan Tuduhan-Tuduhan Keji Dan Perbuatan Buruk Terhadap Dakwah Kita menyatakan kepada mereka:" ittaqullah!! (takutlah kalian kepada Allah) dan jangan mangatakan sesuatu yang kalian tidak mengetahuinya."569 Kita menjelaskan kepada mereka hakikat sebenarnya tanpa perlu masuk kepada perdebatan dan permusuhan. Kita tidak menyerang mereka dan tidak menyibukkan diri kita dengan hal itu: "Kita tidak menyerang mereka sebab kita butuh memerlukan kesungguhan yang kita gunakan dalam permusuhan itu"570 Imam Syahid menamakan kesungguhan dan usaha yang digunakan untuk membantah mereka dengan "kesungguhan negatif". Sebagai ganti, kita menyampaikan dakwah ini kepada mereka, semoga mereka menerimanya dan kembali kepada manhaj Islam yang mulia. Dalam berinteraksi dengan pelbagai elemen masyarakat, Ikhwan berusaha untuk menghindari tajrih (pendeskreditan) terhadap kelompok atau individu tertentu, walau bagaimanapun tingkat perbedaan yang ada. Bagi Ikhwan, ekspresi ini bukanlah bagian dari manhaj kita dan tidak sesuai dengan adab dakwah dan kemuliaanya. Jama'ah Ikhwan mendukung segala seruan untuk perbaikan Jama'ah ikhwan tidak menolak seluruh perbaikan yang parsial dengan alasan karena perbaikan itu tidak secara keseluruhan (universal), atau ia berasal dari orang lain yang tidak mengikuti manhajnya. Namun ia menganggap bahwa perbaikan ini sebagai langkah positif dalam arena
568

Makalah dengan judul Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya, Imam Syahid tahun 1931 (dari buku: Imam Syahid, Fuad al Hajarsi. Hal. 117 569 Risalah, Al-Muktamar As-Sadis, hal. 216 570 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI), hal. 215

449

perbaikan, dan ia adalah arena yang luas untuk seluruh usaha kebaikan. Jamaah Ikhwanul Muslimin mendukung seluruh usaha ini. Bahkan ia sudah membantunya secara nyata dan berkoordinasi dengannya apabila kondisinya sesuai, dengan tetap memeperhatikan etika tolong-menolong dan kerja sama dengan orang lain. Hal ini tidak menghalangi usaha ikhwan untuk terus melakukan perbaikan secara menyeluruh dan mempersiapkan segalanya. Jamaah Ikhwan tidak diam menyaksikan segala kejadian yang menimpa umat Islam dan realita sulit yang berlalu dengan alasan sibuk melakukan penyempurnaan dan tarbiyah individu mereka, namun aksi, pergerakan dan dukungan terhadap permasalahan umat, usaha dan inisiatif perbaikan adalah bagian prinsipil dari manhaj, pergerakan dan tarbiyah mereka. Inilah ucapan Mursyid 'Am, Musthafa Masyhur ketika menegaskan manhaj yang telah digariskan oleh Imam Syahid. Ustadz Musthafa Masyhur menegaskan, "Sesungguhnya umat Islam adalah umat yang besar. Mereka memiliki faktor-faktor kebangkitan dan kepemimpinan. Mereka memiliki kemampuan, sumber daya manusia, kawasan, sumber daya alam, ditambah lagi peninggalan peradaban dan risalah abadi yang sangat diperlukan oleh dunia saat ini.. Hal ini sudah menjadi keharusan bagi kita untuk memiliki sebuah keputusan. Untuk mencapai itu semua, kita harus melewati dua jalan: Pertama: Memberantas sebab-sebab kelemahan dan kehinaan yang tercermin dalam: 1. Perbedaan dan permusuhan yang sampai bersekongkol dengan musuh untuk saling melindungi antara satu dengan yang lain. Pemerintahan diktator yang menghegemoni di negara-negara Islam, sehingga melahirkan permusuhan antara rakyat dan pemerintah, atau mendorong rakyat melakukan hal negatif dan tidak peduli.

2.

450

3. 4.

Kesenjangan sosial yang menggiring rakyat ke arah permusuhan antar golongan yang dikendalikan oleh kedengkian dan kebencian. Rusaknya sistem perekonomian, akhlak, dan pers yang kian membusuk dalam Negara, yang menghambat perkembangan dan mendorongnya untuk bergantung dan meminta bantuan kepada musuh-musuh negara.

5.

Keterbelakangan dalam pendidikan, riset ilmiah, dan teknologi yang menjadikan kondisi dunia Islam sangat memprihatinkan dibanding Negara-negara yang lain.

6.

Melupakan risalah (agama), menggandrungi kehidupan dunia dan kekekalan di bumi, mengumbar syahwat, dan meniru gaya hidup Barat.

Kedua: Berproses menuju kekuatan 1. Kekuatan maknawi dengan tarbiyah imaniyah, yang mencetak seorang Mukmin yang rela berkorban di jalan Allah dengan segala yang dimiliki, mendahulukan orientasi akhirat daripada dunia, dan mendamba syahid di jalan Allah.

2.

Membentuk keluarga Muslim setelah terbentuknya pribadi Muslim, untuk menciptakan masyarakat Muslim yang benar. Hidup dengan arah yang jelas, yaitu menegakkan kebenaran dan keadilan dengan menerapkan syariat Islam, dan membawa misi: Sebarkan dakwah di seluruh dunia.

3.

Normalisasi hubungan antara pemerintah dan rakyat dengan memberikan kebebasan, menghormati hak, menuruti keinginan rakyat, dan senantiasa transparansi dalam setiap keputusan.

4.

Normalisasi hubungan antara pemerintah dengan rakyat Muslim, bekerjasama dalam segala segmen politik, ekonomi, sains, militer, dan pers, sebagai pengantara sebuah persatuan.

5.

Bergantung kepada manhaj pengembangan diri dan bergantung kepada diri sendiri dalam internal dunia Islam, berinteraksi dengan dunia luar dengan asas kerjasama di atas prinsip persamaan, bukan meminta pertolongan dan pinjaman hutang.

451

6.

Memperhatikan produksi pembuatan senjata, termasuk senjata permusnah masal dengan maksud pembelaan diri; di mana saat ini kita hidup di tengah hutan, kekuatan di atas kebenaran. Apa yang terjadi saat ini seperti Yahudi tidak henti-hentinya memusuhi rakyat Palestina, Suriah, Lebanon dan negara lain, meremehkan dan mengancam seluruh tanah Arab, tidak lain kerena Yahudi mempunyai senjata pemusnah massal, sedangkan Arab tidak. Jika negara-negara Arab meilikinya, maka logat dan gerak langkah akan berubah, dan memungkinkan untuk mengambil kembali hak-hak.571 Perspektif Ikhwan terhadap perbaikan umat menegaskan akan urgensi

pembentukan manusia dan terpenuhinya kebebasan politik dan ekonomi untuk mewujudkan keamanan dan perdamaian, "Kita percaya bahwa manusia adalah salah satu dari poros semesta. Ia adalah sarana untuk mewujudkan pembangunan dan kemajuan. Untuk itu harus dilakukan pemurnian aspek yang menyebabkan naiknya kemanusiaan manusia, meningkatnya karakteristik dan keistimwewaannya dari makhluk-makhluk yang lain. Dimana keimanan terhadap rukun dan kaidah-kaidahnya (baca; ajaran Islam), akhlak dan budi pekerti yang luhur merupakan nilai tertinggi yang dimiliki oleh umat manusia. Maka tidak ada keraguan bagi siapapun yang menghendaki perbaikan, harus berusaha membersihkan jiwanya, membangun kembali jiwanya atas dasar: iman, istiqamah, dan akhlak. Jika tidak, maka perbaikan itu ibarat orang mengukir di atas air dan membangun di udara.572 Jamaah menjaga kesinambungan eksistensi dan keteguhannya dalam setiap interaksi dengan orang lain dan dalam setiap momen yang terjadi. Ia tidak lebur dalam komunitas yang lain, atau melakukan hal-hal di luar arah tujuan jamaah yang sempurna dan jelas, atau berada di bawah panji selain panji dakwah yang memproklamirkan dan menjunjungnya. Jamaah juga

571

Risalatu-l Ikhwan, Edisi 228, Muharram 1422 H-20 April 2001 M, Makalah: (AlHaqqu Laa budda an tahmiyahu al-quwwah) punya Mursyid Aam Ustadz Mushthafa Masyhuur. 572 Min mubaadarati-l Ikhwan li-l Ishlaah

452

bukan binatang tunggangan bagi arus tertentu atau terpengaruh dengan hawa nafsu. Imam Syahid berkata, "Harus jelas bahwa Ikhwanul Muslimin berpegang teguh dengan dakwah mereka, berdiri di atasnya, tidak bekerja untuk dakwah selain dakwah mereka, tidak untuk manhaj selain manhaj mereka, dan tidak terwarnai oleh warna selain Islam. Na'uzubillah jika suatu saat kita tidak mendakwahkan al-Quran dan ajaran-ajaran Islam."573 Jamaah membaca Konstelasi Politik dengan baik: Sejarah perjalanan gerakan Ikhwan, interaksi dan sikapnya terdahap fenomena yang terjadi tampak jelas pandangannya yang jauh dan tidak terpedaya dengan tampilan luar yang menyilaukan, atau promosi-promosi palsu atau usaha pemalingan perhatian dalam beberapa proyek yang gagal. Ia mengenal dengan kesadaran dan mendalam akan kadar kekuatan, tujuan, target, aturan main beserta dimensinya, sisi yang terlihat dan tersembunyi, baik lokal maupun internasional. Kami tahu bahwa siapa yang memiliki hak memberikan peluang kepada kami untuk ikut serta dalam kerja eksekutif dan masyarakat juga memiliki hak untuk melarang kami melakukannya, maka suasana tenang tidak akan menipu kami dan kami tidak akan terkejut dengan perubahan mendadak. Dengan demikian pemanfaatan dan turut serta di dalamnya bukanlah peluang positif bagi kami, kecuali jika atas kehendak kami dan berada dalam aturan kerja yang diperankan secara aktif oleh seluruh kaderkader jamaah, demi mewujudkan target yang diinginkan. Sebenarnya perspektif yang salah dalam hal ini adalah bahwa: kemungkinan kami menyingkat waktu, menerjang realita, masa bodoh dengan target dan rencana orang lain, mengasumsikan kebenaran mereka tanpa bukti jelas, kemudian setelah itu kita menganggap bahwa di sana ada kesempatan bagi jamaah. Perspektif seperti ini memandegkan rencana dan merusak waktu. Kita semua harus mengetahui bahwa jamaah dengan segala
573

Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI), hal. 213

453

akan tetapi sikap kita masih dan tetap —dengan pertolongan Allah— dibangun di atas syariat dan prinsipprinsip kita. Syariat Islam mencakup hak asasi manusia seluruhnya. dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik". muslimin maupun non muslim. dan berinteraksi terhadap setiap perubahan tanpa menyentuh pondasi prinsipnya.                                Artinya: "Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku. semua ini atas karunia dan kehendak Allah. Dengan demikian secara jelas tidak ada permusuhan dengan siapapun dan tidak ada penghilangan hak. dengan karunia Allah akan mampu bergerak bersama dengan realita yang ada. Maha suci Allah. pendalaman. pengalaman yang diakui. dan penguasaan terhadap tuntutan marhalah—marhalah apapun—. yaitu pondasi dasar Islam. aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata.kemampuan yang dimilikinya. berupa kemampuan pemikiran dan kelambagaan. (Q. Kami tidak membangun pemikiran dan perspektif kita di atas hawa nafsu dan kecenderungan individu yang tertolak. dan segala kemampuannya dengan kesungguhan para aktivisnya yang saling melengkapi berupa penelitian.           Artinya: "Dan Tiadalah Kami mengutus kamu. melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (Yusuf: 108) Sepanjang sejarah Jamaah —dengan karunia dan izin Allah—tidak seorangpun mampu menggiringnya sesuai dengan ambisi individu atau mengikuti hawa nafsu.S Al Anbiya: 108) 454 .

Kami —atas karunia Allah— adalah para penyeru perdamaian. berarti memusuhi kita dan busur panahnya mengarah kepada kita. kejujuran dan keikhlasan dalam setiap perkataan dan perbuatan. orang yang memanfaatkan keberadaan mereka. Kami menganggap bahwa siapapun yang menyerang Islam. yang bekerja di dunia manusia karena Allah dan atas petunjuk Rasulullah Saw. para pendukungnya. dan berjalan bersama siapapun yang memperjuangkan haknya. Untuk itu kami tidak pernah rela dengan kezaliman. orang-orang yang takut mereka. memperjuangkan hak. (Q.                        Artinya: "Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum. membawa panji Islam dan memperjuangkannya. karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dalam hal ini kita tidak melegalkan terorisme dan tidak pula sepakat dengan pengaliran darah manusia tanpa alasan yang haq. Kami adalah bagian dari para dai kebenaran. membantu dan menyokongnya dengan segala kemampuan yang kami miliki. Berlaku adillah. jamaah dari kaum Muslimin. melanggar kesuciannya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. 455 . Kita mohon kepada Allah dalam memperjuangkan itu semua. Amerika. dan sekelompok lain yang berada di sekeliling kita. dan bertakwalah kepada Allah. berusaha memanipulasi pandangan Islam.S Ibrahim: 46) Kita juga tidak boleh melupakan hakikat Zionis. mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil. para dai rabbani. tidak tinggal diam menyaksikan kezaliman.

memiliki sarana dan rencana dan sarana. (Q. dan tentunya juga memiliki musuh serta orang-orang yang akan melumpuhkannya.Kami menjunjung tinggi nilai kemanusiaan seperti yang Allah gariskan dalam firman-Nya:       Artinya: "Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam.Kami tidak akan tunduk dan menyerah kepada musuh                        Artinya: "Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira. Permusuhan terhadap Dakwah. bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Kami selalu siap untuk berdialog dengan seluruh umat manusia dan bekerjasama dengan seluruh penyeru kebaikan. dan kami tidak akan menjadi pengusung proyek yang lain." (Al-Isra': 70) Kita adalah pemilik proyek Islami untuk perbaikan.S Ibrahim:42) Kami adalah para pengusung proyek kebaikan untuk kemanusiaan seluruhnya. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. Institusi dan Anggotanya: 456 . yang memiliki target dan tujuan yang jelas. . dan kami sesungguhnya bukan para propagandis perang dan bukan pula penumpah darah. dan perjuangan ini akan menghabiskan waktu yang panjang –sesuai kehendak Allah-.

Ikhwanul Muslimin memilih menyikapi penyiksaan dan intimidasi dengan bersabar. Dalam hal pembelaan diri. berikut: 1. intimidasi dan perselisihan yang muncul dari sebagian individu. dan patuh terhadap pemimpin. Dan. Mereka berkomitmen tidak menempuh kekerasan dalam sistem dan pola pergerakannya. makanya perlu memohon pertolongan kepada Allah Swt. 5. 4. Kita bisa meneladani 457 . 3. ruang-ruang gerak. Pembelaan ini pun hanya mereka upayakan saat iklim permusuhan melanda. Tidak terpancing melakukan tindakan konfrontatif atau sibuk mengurusi konflik yang tidak substansial. 2. Membela diri dan menyikapi permusuhan individual hanya ketika terjadinya penyiksaan fisik demi menampik adanya bahaya. Alternatif damai tersebut bahkan mereka kawal dengan memelihara beberapa pointer. berkomitmen akan meneruskan perjuangan dakwah meskipun semua itu akan melahirkan benturan konstitusi dan pergulatan politik. Mereka lebih berkonsentrasi membina anggotanya dengan menanamkan kesabaran dan kesanggupan memikul beban. Menempuh sarana damai melalui jalur hukum untuk menghindari kekerasan. dalam rangka menghadapi segala tantangan tersebut. Mereka memahami bahwa itulah tabiat dakwah yang mesti dilalui. juga atas pertimbangan akan membawa kemaslahatan bagi dakwah. ujar beliau. atau lembaga kemasyarakatan dan aliran pemikiran terhadap eksistensi dakwah dengan segala aktivitasnya sudah pernah diproyeksikan oleh Imam Syahid bakal terjadi. Ikhwanul Muslimin lebih memilih mengambil jalur hukum ketimbang konfrontasi fisik. Sementara bila pemerintah dan institusinya yang menggelar permusuhan. Antusias menciptakan dan menjaga iklim aman bagi perjalanan dakwah. Sembari merapatkan barisan. tidak lebih. "Kita akan menghadapi permusuhan dan penentangan dahsyat dari mereka". dan aktivitasnya. Penyelesaiannya mesti berdasarkan bahwa proses pembelaan itu benar secara hukum.Gelombang permusuhan. menyatukan komitmen.

mereka tetap berusaha memperjuangkan nilai-nilai kebaikan dan proses perbaikan seelastis mungkin. beserta para sahabatnya terkait pola penyikapan seperti ini. Maka untuk kegiatan kedua ini. kompetisi dalam kebaikan. atau hendak menyaingi kegiatankegiatan dakwah. dan lainlain dalam rangka menghancurkan identitas sebagai muslim. dengan tujuan menjauhkan masyarakat dari dakwah. pengekangan aktivitas jamaah. proyek-proyek Takaful.Rasulullah Saw. seperti shalat 'Id. Ini karena mereka tidak sebatas mempertimbangkan kepentingan jamaah saja. walaupun dengan niat ingin berkompetisi dengan kegiatan dakwah atau hendak membekukan peran kita. dan penangkapan anggotanya. "Mereka bukan sebagai Ikhwan dan bukan seorang muslim". tapi juga melihat kepentingan negara dan dakwah secara utuh. yang berupa kegiatan-kegiatan alternatif yang baik dan bermanfaat. "Terkadang beberapa organisasi melakukan beberapa kegiatan yang mirip dengan aktivitas dakwah atau menciptakan alternatif untuk menggantikan kegiatan dakwah dengan baju yang beragam. dan lain-lain.beliau nyatakan secara tegas. menciptakan aktivitas yang bisa menjauhkan masyarakat dari aktivitas dakwah dan hal itu sebenarnya tidak bermanfaat bagi masyarakat. Walaupun sampai pemerintah turun tangan memusuhi dan melakukan kebiri. Imam Syahid menolak aksi kekerasan dalam menghadapi kepongahan rezim penguasa. Kedua. Demikian yang beliau klarifikasikan kepada publik terkait merebaknya isu bahwa ada sebagian oknum Ikhwanul Muslimin yang melakukan aksi kekerasan. Yang keluar dari koridor ini –melakukan tindakan kekerasan. menyesuaikannya dengan denyut kondisi yang tengah berkembang. Kegiatan ini secara umum terbagi dalam dua hal: Pertama. Maka hal itu tidak perlu dipermasalahkan. kita harus memboikotnya dan menjauhkan masyarakat 458 . Seperti mendirikan beberapa club-club pelajar dan asosiasi tertentu.

hendaknya disikapi dengan melakukan perbuatan sebaliknya. manusia terbagi dalam enam prototipe. dan kafir yang memerangi Islam. dan tentunya dengan cara-cara yang baik."575 Persaudaraan dalam Perspektif Ikhwan Ikhwanul Muslimin memposisikan Islam dan hukum-hukumnya sebagai landasan dalam membangun interaksi sosial sesama manusia dengan beragam warnanya. hlm.576 574 575 Risâlah: Ru`yah Wâdhihah. orang kafir yang mendapat jaminan perjanjian. 95 576 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). 21 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Namun. tipe muslim pejuang. tipe muslim pendosa. Imam Syahid mengatakan –terkait mengenai barometer interaksi seorang saudara seiman dengan saudaranya yang lain. maka isu yang baru akan menggeser isu yang lama.darinya." Adapun Islam telah menetapkan pola (hukum) bagaimana seorang muslim berinteraksi dengan tiap prototipe tersebut. kafir netral. Melalui pertimbangan pembagian tipe manusia seperti inilah seseorang akan diukur loyalitasnya dan konfrontasinya terhadap Islam. hlm. Aplikasi itu didukung oleh kematangan pemahaman terhadap Islam dan pengejawantahannya secara bijak."574 Imam Syahid Hasan Al-Banna pernah mengatakan hal senada dalam Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). 369 459 . elegan dan menggunakan nasehat kebenaran. bahwa rumor (desas-desus) dan dusta tak boleh dibalas dengan perlakuan yang sama. yang merupakan kebatilan. "Bagi seorang Akh. "Saya mendapatkan manfaat yang banyak dari sirah dakwah dan aktivitas sosial di masyarakat. Musthafa Masyhur. akivitas-aktivitas positif dan bermanfaat yang dapat mengalihkan pandangan dan membuat banyak yang membicarakan. hlm. tipe muslim apatis.

umat Islam yang awam terhadap agamanya sehingga tidak bisa memberi sumbangsih apapun bagi kemenangan Islam. Apa yang terlihat tersebut kemudian akan digunakan sebagai pertimbangan dalam pola interaksinya terhadap mereka. Tipe muslim apatis: golongan yang ini adalah muslim yang hanya maunya berpangku tangan tidak turut berkontribusi memperjuangkan Islam dan melakukan perbaikan. Apakah ijtihad tersebut dalam tatanan akidah atau amalan. Dari permasalahan amal ibadah. pelanggaran hak asasi manusia misalnya perlakuan zalim. ia digolongkan sebagai muslim pendosa. bahwa barometer cinta dan benci karena Allah berpagut hanya kepada perbuatan dan kesalahannya saja. Dengan catatan bahwa ia tidak sampai terjerumus kepada maksiat dan dosa dengan perantaraan ijtihadnya tadi. padahal ia tidak memiliki uzur yang menghalanginya melakukan itu.Tipe muslim pejuang: tercakup juga orang yang berijtihad kemudian salah memutuskan langkah atau prosesnya. Sampai kepada loyalitasnya kepada orangorang zalim dan membantu menciptakan makar terhadap Islam dan umatnya. 460 . Termasuk dalam kategori apatis. Seperti. ● Berdasarkan hukum Islam dan perspektifnya dalam memandang pola interaksi seorang saudara muslim dengan sesama manusia. Usaha menjauhi praktek vonis subyektif ini demi menjaga agar tidak terjadi kerunyaman dalam memandang persoalan. bila model manusianya begini. tidak menjadikannya seolah sebagai hakim bagi kepribadian orang lain. Contohnya. Tipe muslim pendosa: pengkategoriannya disesuaikan dengan besarkecilnya dosa dan maksiat yang ia kerjakan. kelewat batas. kerusakan akidahnya. Yang ia lakukan hanya melihat. jadi bukan dilumuri oleh tendensi personal. memusuhi. seorang muslim yang sampai berpendapat bahwa darah dan kehormatan umat Islam hukumnya halal. Nah. mengamati secara lahiriah saja.

Kami mengikat mereka dengan ikatan suci. Mereka adalah saudara terdekat kami. Hubungan sosial tersebut sifatnya lentur. Kedua. menguatkanmu— bahwa Ikhwanul Muslimin memandang manusia berdasarkan kemanusiaannya menjadi dua bagian: Pertama. kaum yang sama sekali tidak beriman. Ikatan antara kami dengan mereka adalah ikatan dakwah. Imam Syahid mengatakan. kitab–Nya. 577 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). Kami akan berjalan mencapai kesuksesan dakwah menggunakan bermacam cara dan sarana yang tidak bertentangan dengan Islam. maka Islam atas nama dakwah tidak pernah melarang seorang muslim mengadakan interaksi dengan semua prototipe manusia ini. yaitu ikatan akidah. dan mengimaninya. jika mereka melakukan hal serupa. Kami akan mengajak mereka untuk mengimani apa yang kami sedang perjuangkan. Bagi kami. Kami akan menyukai kebaikan mereka. Di bumi manapun mereka tinggal. Siapa pun yang menyulut api permusuhan. berbuat demi kemaslahatan mereka. "Ketahuilah —semoga Allah Swt. kaum yang meyakini Allah. 461 .● Dengan batasan yang jelas dan pertimbangan yang matang melihat kepribadian seseorang. Kami akan hidup damai berdampingan. Kami akan selalu bersama mereka. sebab yang kami bawa merupakan kemaslahatan bagi seluruh manusia. dan apa yang disampaikannya. siap mengayomi mereka. Mereka juga beriman kepada Rasulullah Saw. dari keturunan siapapun mereka berasal. kami tidak mengikat mereka dengan ikatan akidah. ikatan akidah lebih suci ketimbang hubungan darah dan tanah air. dan mengorbankan harta bahkan jiwa kami. hal. Sebab ia adalah motor (penggerak) dakwah yang memang bertujuan untuk mendakwahi mereka melalui sarana interaksi. 24. kami akan merespon permusuhan tersebut dengan respon terbaik577. bila mereka berkenan mengekang hasrat permusuhan.

dan tidak arogan. tentang bagaimana Nabi Muhammad Saw. konsisten mengaplikasikan etika Islam dalam membina hubungan sosial. tidak obral janji. tidak menjadikan selisih dan perselisihan sebagai kaidah interaksi. membudidayakan pemuliaan terhadap orang lain. santun bertutur-kata. bahkan etika-etika tersebut justru merupakan bagian dari dakwah sekaligus penopangnya. yang merampas hak-hak kemanusiaannya. sembari mengontrolnya agar tidak sembrono. tidak membalas keburukan dengan keburukan serupa. ● Seorang Akh mestilah berupaya menghiasi diri dengan prilaku dakwah dan akhlak seorang dai. tidak berburuk sangka. yang menjajah negeri-negeri Islam dan rakyatnya. Kita juga berusaha agar ucapan kita selalu jujur dan tepercaya. tapi kami mengharap kepada kelompok yang lain sekalipun itu bersebrangan dengan Ikhwan agar tetap menciptakan hubungan baik dengan mereka melalui dialog. saling membantu dalam kebaikan. menyampaikan dakwah dengan sebaik-baiknya. dan nasehat yang baik. seksama dan bijak menilai orang lain. berinteraksi dengan Fir`aun. Semua ini merupakan tuntutan. keteladanan. plin-plan. Sebab. Kita memiliki cerminan terkait terma di atas yang termaktub di dalam Alquran tentang bagaimana Nabi Musa as. dan seterusnya. Ini sama sekali tidak menimbulkan kontradiksi antara penguatan dakwah dan keyakinan terhadap kebenarannya. mampu pengertian. 462 . dan mengendur dalam mengaktualisasikan pedoman dakwah. selalu membalas dengan yang lebih baik. semua itu merupakan modal untuk mencintai kebaikan pada orang lain. menjauhi segala bentuk kekeliruan. menahan emosi dan lapang dada. memberikan keteladanan. dan menempa diri menjadi suri tauladan bagi sesama sebagaimana layaknya pribadi muslim ideal. yang tercermin misalnya: menjadi pendengar budiman bagi orang lain. berbicara dengan bahasa hati supaya juga mengena ke hati.Kalau pun kami memberikan pengecualian dalam hal interaksi dengan orang-orang yang memerangi Islam.

Jika kalian mampu seperti itu. sisi jiwa dan perasaan. yaitu: sisi pemahaman dan akidah. tidak ada yang bakal menyamai dakwah kalian. Dakwah itu sesungguhnya sudah sangat memadai. dan tidak menyibukkan diri dengan hal itu. ● Dalam proses pembinaan dan pembentukan individu butuh pada tiga cakupan.mengusahakan agar kebaikan demi kebaikan itu sampai kepada mereka. maka dakwah kalianlah yang paling berhak sampai kepada manusia. Kepercayaannya untuk menjalankan syariat Islam. Jadi. terimalah dakwah sebagai kewajiban kalian. kaum yang mereka cinta kepada Allah dan Allah pun mencintai mereka"578. karena ia merupakan akumulasi semua kebaikan. Siapa yang mendukung perjuangan kalian. dan membantu menyebarkan ajaranmu. Jika ada yang menolak. Penerus khalifahnya yang memegang Alquran sebagai landasan hidup. menggairahkan kepekaan akan ketinggian nilai dakwah sehingga menjadi pemicu bagi peluhuran moralitas mereka. tunjukkan kepada manusia seluruhnya dengan kemuliaan dan kekuatan. Kemudian tidak mudah terpengaruh oleh penolakan orang lain. Serta penerus yang berkomitmen akan menghidupkan Islam kembali di saat manusia tengah mabuk diperbudak nafsu dan tidak kuasa memikul tanggung jawab ini.hlm. Imam Syahid pernah berpesan tentang hal itu: "Saya ingin menjelaskan kepada kalian secara gamblang bahwa dakwah kalian ini adalah dakwah terbaik yang mengakui hakikat kemanusiaan. dan dakwah selain Islam masih terselubungi oleh beragam ketidaksempurnaan. dan tidak ada lagi orang lain yang akan menyampaikannya. yakinlah bahwa Allah pasti akan mendatangkan satu kaum menggantikan mereka. ia akan turut memelihara stabilitas keimananmu. 578 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Kalian merupakan pewaris Rasulullah Saw. dengan penuh suka–cita ia menjadi saudaramu. 363 463 . serta sisi moral dan perilaku. ia menjadi patner kerjamu.

mampu memahami secara jelas dan konsisten. ialah yang paling berhak mengambilnya". bukan pada hal-hal yang bersifat paten (qath`i) dari Allah Swt. keberimanannya terhadap dakwah. terpelihara dari dosa dan kesalahan. Sementara berkaitan adanya kebenaran absolut dan relatif. Menerima segala hal yang sesuai dengan tunjukan syariat Islam dan kebenaran walaupun itu datang dari selain kita. Mengenai tujuan. konsistensinya.Untuk sisi pemahaman dan akidah —beranjak dari akidah Islam. Memenuhi jiwanya dengan keyakinan bahwa Allah Swt. Mengekang jiwanya agar selalu selaras dengan aturan Islam. dan tujuannya— seorang Akh mesti benar-benar yakin bahwa itu merupakan sesuatu yang hak dan benar. siapa yang mendapatkannya. bahwa keberhasilan dan kebenaran tidak akan tercapai kecuali dengan menapaki jalan. tidak memberat–beratkan atau meringan– ringankannya. Siapa yang bersebrangan dengan ketetapan dimaksud maka ia telah menjauhi kebenaran. atau bahkan bimbang sekali. tidak keliru. berkarakter dai. Ia berusaha mendarahdagingkan penjiwaan tentang hakikat seorang da'i dalam bentuk cinta dan antusiasnya terhadap dakwah dengan sesungguh–sungguhnya. acuan dasar dalam Islam dan dakwah Ikhwan. dan lembut kepribadiannya tanpa sampai merasa lemah. tertanam kebencian terhadap segala bentuk kemaksiatan dan penyimpangan syariat. maka "Hikmah adalah milik orang beriman. dakwah mulia. Nah. eksperimen kelompok. Adapun pada tataran ikhtilaf. ragu-ragu. seorang Akh harus meyakininya. seorang Akh di dalam hatinya mesti merasakan kemuliaan dengan dakwah ini. dasar acuan. pasti akan membantunya meskipun rentang waktunya belum diketahui. tujuan dan manhaj ini. tanpa sampai menyombongkan diri. 464 . kaidah asal. Ia mampu peka membedakan yang baik dan buruk berdasarkan keseimbangan dan batasan fiqih. menahan amarah. di medan ikhtilaf dan ijtihad ini tidak ada seorang pun yang dinobatkan sebagai manusia suci. berbesar jiwa. dan dari pihakpihak yang bersebrangan dengan kita. ini hanya dilegalisasi pada hal-hal yang sifatnya parsial di seputar permasalahan ijtihad. ijtihad personal. Untuk sisi jiwa dan perasaan.

(Q. dan barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir". Sesungguhnya Telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Maka benar tidak ada paksaan dalam agama. ● Terkait dengan pembahasan lain yaitu masalah dakwah kebatilan. dan keridaan. bila salah satunya mengalami gangguan maka hal itu akan membawa pengaruh bagi ketidakmaksimalan seorang Akh berinteraksi dengan orang lain. dan seterusnya. sesungguhnya Islam memang memberikan kebebasan bagi mereka untuk berkeyakinan sesuai kehendak mereka. tidak. baik dari konteks akidah. bahkan mendakwahkan keyakinan tersebut. keberterimaan. Sebagaimana yang telah kami kemukakan pada halaman sebelumnya. perbuatan.S Al Baqarah: 256)       Atinya: "Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman. Sebab disana ada perbedaan yang kontras antara kebenaran dengan kebebasan.S Al Kahfi: 29) Tetapi saya tidak akan mengatakan bahwa mereka berhak atas kebenaran atau supaya saya bisa cenderung menerima kekufuran mereka. atau bahkan 465 . telah berfirman. Allah Swt. dan tujuannya. antara berinteraksi secara baik–baik.Untuk sisi moral dan prilaku: itu semua meliputi adab-adab Islami yang mesti diaplikasikan seorang dai ketika berhubungan dengan orang lain.                    Artinya: "Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). baik dalam tutur–kata. (Q. landasan. Semua yang ada tersebut dari tiga cakupan tadi harus dimiliki oleh seorang Akh muslim.

oportunis (golongan yang mencari manfaat). ● Manusia sebagai obyek dakwah Ikhwan terbagi kepada empat penggolongan. dan agar dengan tambahan suara mereka. Begitulah juga tabiat golongan manusia peragu. Karena memang ada kebebasan sebebas-bebasnya bagi manusia untuk meyakini apa yang ia cenderungi yang kemudian ia akan menerima hasil dari keyakinan yang menjadi pilihannya. Setelah itu insya Allah hati mereka akan tenteram dan dapat menerima kami. Mereka bimbang dan ragu. Golongan Yang Ragu-ragu: Boleh jadi mereka adalah orang-orang yang belum mengetahui secara jelas hakikat kebenaran dan belum mengenal makna keikhlasan serta manfaat di balik ucapan-ucapan kami. Imam Syahid telah menjelaskan bagaimana cara berinteraksi dengan keempat tipologi ini. Golongan Mukmin: Mereka adalah orang yang meyakini kebenaran dakwah kami. sembari disarankan agar mereka tetap berhubungan dengan kami lebih dekat lagi. membaca tulisan-tulisan kami dan apa saja yang terkait dengan kami –baik dari jauh maupun dari dekat-."pemaksaan" agar menganut agama Islam. Di dalam Islam sudah ada hukum (peraturan) yang dijelaskan oleh para ulama fiqih untuk memberikan batasan menyangkut bentuk-bentuk akidah ini. dan golongan yang berprasangka buruk. Kedua. biarkanlah mereka bersama keraguannya. suara para da'i akan semakin meninggi. yang menjadi pengikut para rasul di zaman dahulu. maka tiap-tiap orang itu memiliki salah satu dari empat tipologi dalam perspektif kami: Pertama. Akan halnya golongan ini. dan menemukan padanya kebaikan yang menenangkan jiwanya. percaya kepada perkataan kami. mengunjungi klub-klub kami dan berkenalan dengan saudara-saudara kami. golongan yang ragu-ragu. mengagumi prinsip-prinsip kami. Kepada orang seperti ini kami mengajak untuk segera bergabung dan bekerjasama bersama kami agar jumlah mujahid semakin banyak. yaitu: golongan mukmin (yang meyakini). "Apa saja yang kami obsesikan dari orang lain. 466 .

Kami percaya. Golongan yang Berprasangka buruk: barangkali mereka adalah orang-orang yang selalu berprasangka buruk kepada kami dan hatinya diliputi keraguan atas kami. pada diri. Oportunis (Golongan Yang mencari keuntungan): Boleh jadi mereka adalah kelompok yang tidak ingin memberikan dukungan kami sebelum mereka mengetahui keuntungan materi yang dapat mereka peroleh sebagai imbalannya. harta. Bagi kelompok macam ini. sungguh Allah tidak membutuhkan orang yang tidak melihat hak Allah-lah yang pertama harus ditunaikan. kami memohon kepada Allah Swt. dengan harapan bahwa Allah akan meridhai. kesinisan. Ada yang ada padamu (manusia) akan habis musnah. dan tidak berbicara tentang kami. Saat itu. Adapun kami. kecuali dengan pembicaraan yang sinis. Kecongkakan telah mendorong mereka terus berada pada keraguan. "Menjauhlah! Di sini hanya ada pahala dari Allah jika kamu memang benarbenar ikhlas. Semua yang kami lakukan adalah pengorbanan dengan apa yang ada di tangan kami dan dengan segenap kemampuan yang ada pada kami. hal itu akan mendorongnya bergabung dengan barisan Allah. dengan segala kemurahan hati mereka akan mengorbankan seluruh hartanya demi memperoleh balasan Allah di akhirat kelak. dan surga-Nya jika ia melihat ada kebaikan di hatimu. kami hanya ingin mengatakan. dan gambaran negatif tentang kami. Andaikan tidak demikian. Keempat. dan apa yang ada di sisi Allah akan abadi. Dia-lah sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong. akhirat. Kepada mereka ini. dunia.Ketiga. Bila kelak Allah menyingkap tabir kegelapan dari hati mereka dan menghilangkan kabut keserakahan dari jiwanya. hidup dan matinya. niscaya mereka akan tahu bahwa sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah itu jauh lebih baik dan lebih kekal. Mereka selalu melihat kami dengan kaca mata hitam pekat. kami adalah orang-orang yang miskin harta dan popularitas. dengan harapan bahwa kami dan dengan segenap kemampuan yang ada pada kami. agar berkenan memperlihatkan kepada kami dan kepada mereka kebenaran 467 .

dan orang-orang yang melakukan perbaikan. ia tidak punya obsesi. Agar berkenan menunjuki kami dan mereka ke jalan yang lurus.sebagai kebenaran dan memberi kekuatan kepada kami untuk mengikutinya. "Kami melihat mereka beragam. Kami memohon kepada Allah Allah Swt. hlm. 15. bermacam-macam. yaitu: 1. Orang yang lalai terhadap dirinya. Terhadap mereka kami menggunakan semboyan yang pernah diajarkan oleh Rasulullah Saw. berwarna– warni. Memang hanya Allah-lah yang dapat menunjuki mereka. Orang yang suka menghina. kepada orang lain. 2. 468 . sembrono yang hanya mementing urusannya sendiri dan kalau tidak mengurusi dirinya ia akan mencemooh jamaah. Walaupun begitu."580. ide. dan keyakinan. diresume. Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. ‫أللهم اغفر لقومي فإنهم ل يعلمون‬ "Ya Allah Swt. Tipe Banyak Tanya dan Kritis terhadap Dakwah Imam Syahid mengklasifikasikan tipe banyak bertanya dan suka mengklaim buruk terhadap dakwah kepada lima kategori. Kami akan selalu mendakwahi mereka jika mereka mau menerima. Agar berkenan menunjuki mereka. yang kemudian membuat hati tidak cenderung kepada mereka. dan kami juga berdoa kepada Allah Swt. pembohong."579 Beliau juga mengatakan. dakwah. serta memperlihatkan kebatilan sebagai kebatilan dan memberi kekuatan kepada kami untuk menjauhinya. 579 580 60 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). sesungguhnya mereka belum mengetahui. hlm. kmai tetap mencintai mereka dan berharap bahwa suatu saat mereka akan sadar dan percaya pada dakwah kami. sarana. ampunilah kaumku.

Orang yang acapkali ingin melemahkan orang yang mengajaknya kepada kebaikan. Golongan ini adalah generasi yang hilang. Ia melakukan segala hal dengan cermat. Kami yakin jika terdengar di telinganya seruan dakwah kami. sehingga dengan kemenangannya itu ia jadikan sebagai justifikasi penolakannya terhadap dakwah dan penentangannya. sebaliknya jika ia mendapati ada sesuatu yang melenceng. Keingintahuan yang membuncah dari kalbunya. dia serba hebat. harapan yang dinantikan. ia melakukan semua itu demi menutupi segala kekurangan dan kelemahannya di mata manusia. ia akan mengerjakannya jika memang ia sudah mengerti dan memahami langkah-langkahnya. supaya dibilang orang: dia berilmu. 469 . padahal ia tahu bahwa ia telah mendustai dirinya sendiri. yang kuantitasnya sangat sedikit. orang yang apabila didakwahi.581 581 61 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. dan sebagai sarana untuk cari muka (pendekatan) kepada penguasa dan pemerintah]. dimana ia akan mencobanya dan tidak mau stagnan. jika ia kemudian menemukan kebaikan ia akan memberikan support. kami tidak menginginkan orang-orang yang bodoh. mereka akan mengajukan pertanyaan penuh keingintahuan dan keikhlasan. ia akan berkenan meluruskan. Yaitu. memperindah penampilan. Ada satu kelompok yang lain di antara manusia. Orang yang mengelabui dengan kata-kata manis. kami tidak memiliki jawaban apa-apa untuk mereka kecuali cukup mengatakan: Kesejahteraan semoga tercurah kepada kalian. hlm. 4. Kami tidak memiliki kecenderungan terhadap keempat tipikal manusia ini.3. [Masuk juga dalam kategori ini orang yang sengaja menyerang dakwah demi meraup materi duniawi. 5. tidak ada yang ia lakukan kecuali dua hal: turut mengerjakannya dengan kesungguhan atau bersikap lemah–lembut.

dan bukan sebagai pengganti dari masyarakat sipil (civil society). Supaya dengan begitu. Oleh karena itu kami tidak sependapat dengan istilah "pemuka agama". Islam itu merupakan negara dan tanah air. Islam yang kami serukan bukan agama pendeta.Tipuan Kata-kata dan Istilah Ikhwan menolak memakai istilah yang tidak jelas. tidak sekadar masyarakat sipil yang menganut referensi umum Islam. dan melalui cara tertentu. Ia adalah pandangan hidup yang komprehensif. karena masyarakat sipil. Jadi. kita bisa menjadi masyarakat Islam yang mampu mewujudkan tatanan kota dan peradaban ideal dengan beragam pemaknaannya. Golongan kanan dan kiri. Kita hidup dan membina masyarakat sesuai landasan Islam dan karakternya. dan perkumpulan. Islam juga berobsesi memajukan umatnya hingga kuasa mendunia agar dengan proses tersebut dapat memberikan kontribusi rillnya berupa perbaikan (reformasi) hakiki di alam ini. dan negara adalah bagian dari Islam. Semua kalimat dan terma tersebut tidak memiliki standarisasi. padahal di dalam Islam sesuatu itu 470 . menurut yang digariskan oleh Islam. sebab semua umat Islam adalah pemuka agama. tempat bersatunya umat. Sebagian pihak ada yang menaruh curiga terhadap tujuan dan landasan dasar Ikhwan. Maka kami nyatakan bahwa sesungguhnya Islam lebih luas dari sekadar sebuah referensi. dsb. dimana kita hanya merujuknya untuk menyelesaikan sebagian problema. ungkapan yang keliru. tidak stagnan apalagi radikal. tapi ia adalah sebuah sistem (dasar) yang integral. ia yang mencetak karakter seluruhnya dengan karakter kebertuhanan. kebudayaan. kekuatan. Pemahaman yang mendudukkan Islam hanya sekadar sebuah referensi saja. Ikhwan tidak pernah mengklaim diri akan mendirikan sebuah negara teokratik. pemerintahan dan rakyat. Demikian pula dengan istilah dan kalimat yang bertendensi penggolongan pemikiran. seperti: kekuatan modernisme dan konvensionalime.

perdebatan. dan Apakah Jaminannya ● Ikhwan juga menolak seseorang memonopoli Islam atau mencabutnya dari orang lain atau ia memposisikan dirinya sebagai seorang pewasiat absolut. Mengimani bahwa perbedaan (ikhtilaf) pendapat akan selalu ada dalam konteks kefiqihan. ● Beragam tuduhan palsu dan klaim batil dari penguasa. dan penunjukan bukti serta dalil merupakan media pem-filter antara yang benar dan yang salah. Demikian pula seseorang dilarang untuk menisbatkan diri berislam dengan alasan orang lain tidak ada yang marah dengan perlakuan tersebut. Ikhwan tidak membuat klaim kesucian bagi anggotanya. 471 . Akan halnya substansinya akan terbatas pada realitas. Dialog. masalah benar dan salah sesungguhnya terbuka bagi pendapat dan program siapa pun. disebut memonopoli Islam atau membatasi orang lain. Islam membentang lebar-lebar masalah tersebut kepada umatnya dan Islam sudah memahat kode etik legal yang memelihara kebebasan berpendapat dan berkeyakinan. Dan. karena yang menjadi standar adalah Islam. dan kroni— kroninya secara berkesinambungan diarahkan kepada Ikhwan … dilema tersebut tidak akan pernah berhenti. yang demikian itu tidak berhasil mengguncang Ikhwan. Pembatasan seperti ini tidak dibenarkan dalam etika kebebasan.distandarkan menurut tunjukan syariat. Bukan berarti orang yang menyerukan hal itu —landasan Islam— sebagai syiar atau menempatkannya sebagai percontohan dari Islam menurut kapasitas pemahamannya. tidak juga memberi sesuatu yang buruk bagi mereka. baik bagi Ikhwan sendiri ataupun bagi yang lain. Imam Syahid sangat mewanti-wanti agar kita jangan sampai mencoba berekayasa kata untuk mengelabui sebuah kenyataan yang berlaku. Sanggahan terhadap Klaim Monopoli. Tidak ada seorang pun yang boleh mengklaim diri sebagai orang suci setelah Rasul Saw. tidak menuntut untuk berkelit-kelit kata atau memutar balik klaim. Dan.

Tanpa pembinaan masyarakat. tidak dari bagian atas. walaupun mereka sendiri tidak memahami dengan jelas bagaimana sesungguhnya dakwah Ikhwan itu. dan program perbaikannya begitu ideal sehingga dengan sendirinya mampu menampik segala tuduhan dan klaim yang mendera.ini karena apa yang Ikhwan serukan adalah dakwah yang jelas. dan kepada penguasa. kepada selain mereka. Prinsip Kami Menghadapi Permusuhan dan Persaingan Politik 472 . Dalam rangka mewujudkan jaminan pengawasan. Ikhwan belum akan mau memegang tampuk kekuasaan sebelum memadainya pembinaan masyarakat dan terealisasinya target mereka. menyadarkan makna hakiki sebuah hak. dan sampai sekarang belum ada jaminan bahwa mereka akan tetap memelihara pengaplikasian musyawarah dan kebebasan. lalu bagaimana proses penerjemahannya agar tidak kelewat batas. dimana hal ini terjadi pada banyak gerakan revolusi. maka Ikhwan dalam pola perbaikannya tidak menggunakan jalur revolusi atau berkonfrontasi menggulingkan pemerintah. yang malah setelah berkuasa belangnya akan terungkap. Ada pun dakwahnya Ikhwan. Demikian itu sebenarnya merupakan sebuah jaminan dan pengawasan langsung terhadap Ikhwan. Ikhwan tidak memakai slogan palsu untuk menutupi kedok sebenarnya. dan anggota jamaah —sebagai bagian dari rakyat— maka tujuan dan target Ikhwan tidak akan pernah terwujud dalam rangka membangun masyarakat Islam. mereka menargetkan pencapaian awal untuk membina masyarakat. Salah satu bentuk tuduhan yang diarahkan kepada Ikhwan adalah: bahwa jika kelak mereka sudah memiliki power mereka akan melakukan revolusi besar-besaran. memantapkan keberpahaman mereka. maka Ikhwan berusaha untuk mengetengahkan program-program dan target mereka demi mentarbiyah individu dan masyarakat. Pihak-pihak yang bersebrangan dengan Ikhwan terus saja melemparkan tuduhan terebut. Kita dapat mengaca pada sejarah. umat. gerakan yang rapi. Maka pembinaan dalam pandangan Ikhwan harus memulainya dari dasar (bawah).

hlm 266 583 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). 473 . c. Imam Syahid telah menegaskan hal itu. Kami dipinta agar moderat dalam menghadapi permasalahan. "Kami tidak akan menghantam mereka. mereka —Ikhwan— melihat seluruh partai politik yang ada dengan satu penilaian. kami hanya menyerahkan masalah mereka kepada waktu. Anggota kami yang masuk sebagai kandidat dalam persaingan politik merupakan model bagi keteladanan berislam. perbaikan. dan apa yang telah mereka usahakan untuk perbaikan bangsa. "Prinsip kami terkait partai politik. kami juga tidak melebur mengusung sebuah partai … namun kami menyerukan mereka semua untuk mempedomani Islam. karena kami memfokuskan energi untuk menampilkan kerja positif di tengah iklim permusuhan. "Kalian bukan pencari kekuasaan. Tidak fanatik terhadap sebuah ide. Mengumandangkan dakwah mereka 582 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Dan. tapi kalian itu penegak sebuah sistem. Dakwah kami akan selalu tertuju kepada mereka dan kami akan serukan mereka beramal atas landasan Islam. dan tidak memicu perdebatan pemikiran dan pergolakan politik. 215 584 Ibid. "… dalam masalah ini kami tidak akan mengambil hak-hak mereka …"584. memperlihatkan persaingan sehat di tengah persaingan kotor." "Dengan demikian. b. hlm. namun kami berusaha menyerukan saling bantu-membantu untuk memperbaiki masyarakat dan tanah air. merupakan pengusung landasan yang lurus. kami mengistimewakan antara satu dengan lainnya. d.a. sebab kami yakin bahwa keabadian hanya milik yang terbaik"583. dan landasan”582. kami tidak akan merampas hak para penguasa —yang bersebrangan dengan kami—. Persaingan dan keikutsertaan di pentas politik hanya menjadi sarana bagi kami.

— ke seluruh partai politik dan tokohnya secara jelas. Kita bisa temukan hal itu dalam firman Allah Swt. Imam Syahid mengatakan: "Sebagian pentolan partai politik menyangka bahwa kami dengan ajaran-ajaran ini bermaksud menghancurkan eksistensi mereka. 474 . hlm 266 (Kalimat yang beliau utarakan dalam sebuah kegiatan). Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). dan menunaikan zakat. karena kita menyadari apa yang berada di balik ini lebih baik dari yang terlihat di luarnya." (QS. kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui. Dalam menjawab tuduhan terkait partai politik. Imam Syahid mengatakan: "Permusuhan antara kalian dengan orang lain bukan atas dasar permusuhan pribadi. kita akan sedia menerima mereka dengan lapang dada. mendirikan salat.                        Artinya: "jika mereka bertaubat. dan komitmen untuk berpegang pada satu sistem dalam rangka memperbaiki kondisi dan mewujudkan obsesi. Ikhwan berharap bila kebenaran tersebut dapat diterima. At-Taubah: Ibid. maka 11)586. bahkan lebih dari itu adalah petunjuk dari Allah Swt"585. Bila satu hari nanti mereka yang paling kuat menyuarakan permusuhan kepada kalian memutuskan untuk bergabung dengan kalian. 585 586 (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama.—dakwah warisan Rasulullah Saw. Dan. akan tetapi permusuhan atas dasar akidah dan sistem. hingga mereka menyatakan sepakat. Maka yang akan membentang di hadapan mereka hanya manhaj (metode) Ikhwan.

Ikhwan juga tidak akan mendeskreditkan partai tertentu. 475 . donasi. pengadilan. apapun alasannya. Ketiga: sektor perekonomian yang mencakup sebanyak sepuluh item. Kepala Pemerintahan Mesir kala itu. Raja Mesir dan Sudan —waktu itu—.berkhidmat kepada selain partai yang lain. kami mempersembahkan diri. Konsep yang ditawarkan beliau adalah menyoroti pandangan umum tentang perbaikan secara menyeluruh. juga kepada Musthafa An-Nuhas. Saya tidak bermaksud ingin berdalil dan mengatakan kesalahan persangkaan ini. Ikhwan dan Sejarah Reformasi Mesir 1. dan administrasi yang meliputi sepuluh item. Imam Syahid mengajukan konsep perbaikan (ishlah) kepada Sultan Faruq. walaupun tuduhan tersebut hampir merata di kalangan partai politik dan pentolan-pentolannya. Imam Syahid menutup konsep perbaikan tersebut dengan ungkapannya: "Dan seterusnya. dan 587 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). ini adalah risalah dari Ikhwanul Muslimin yang kami usulkan kepada anda. serta seluruh raja dan kepala-kepala negara dunia Islam seluruhnya. dan hanya mencari manfaat tertentu. Kedua: sektor sosial dan keilmuan yang mencakup tiga puluh item. Saya hanya ingin menegaskan kepada saudara-saudaraku di parpol yang ada: "Sesungguhnya hari dimana Ikhwanul Muslimin mempersembahkan geraknya kepada selain fikrah Islamiyah yang telah diyakininya itu tidak mungkin terjadi. tanggung jawab pemikulan amanah. menyingkap kebobrokan peradaban Material Barat dan segala kepalsuannya. Tahun 1936."587. Setidaknya kalau dirangkumkan maka konsep ishlah yang ditulis Imam Syahid mencakup kepada tiga hal: Pertama: sektor politik. kemudian beliau menjelaskan bagaimana perspektif Islam dan kapabilitasnya untuk mampu menyelesaikan problematika global umat. sembari menerangkan beberapa klaim miring tentang Islam.

2. dan seterusnya. Di awal tahun 40-an. Maka timbullah pecinta perbaikan yang mengerti bagaimana proses aplikasinya"589. pertahanan dan militer."588. tidak sebatas retorika belaka. kebudayaan. dan rumah tangga. tetapi sudah merambah kepada tataran aplikasi. Pada risalah Muktamar ke-5. Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. keluarga. pengadilan dan perundang-undangan. juga kepada para anggota parlemen. Jadilah setiap promotor perubahan menemukan yang dicita-citakannya di dalam konsep Ikhwan. Hal itu agar seluruh lembaga dan pelbagai organisasi memperolehnya. 3. pemuka politik. Ikhwan bahkan mampu mengungguli seluruh elemen penggerak perubahan. tokoh masyarakat. 476 . 588 589 Lihat: Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). dan kepada orang-orang yang menaru perhatian terhadap kebaikan bersama. pendidikan. Imam Syahid kembali melayangkan banyak surat ke beberapa instansi pemerintah yang berisi inisiatif. kepada kepala-kepala instansi milik negara. Sebagian yang termaktub dalam risalahnya. Imam Syahid mengungkapkan: "Hasil dari kepahaman komprehensif Ikhwanul Muslimin terhadap Islam adalah bahwa fikrah Ikhwan telah menyentuh segala titik perbaikan di tubuh umat. yaitu terkait: hukum. Melalui cara itu. ide-ide perbaikan (reformasi) Ikhwanul Muslimin menjadi sesuatu yang begitu istimewa karena dimensinya yang integral dan menyeluruh. bersamaan adanya pergantian pemerintahan.semua yang kami miliki untuk membantu instansi atau pemerintah yang berniat mengantarkan umat Islam kepada kejayaan dan kegemilangan. Imam Syahid kemudian merumuskan mengenai pokok-pokok perbaikan yang akan diserukan oleh Ikhwanul Muslimin. Risalah tersebut dikirimkan kepada perdana menteri sebagai penanggung jawab pertama. sistem ekonomi. hubungan internasional. antara lain: Problematika kita dalam perspektif hukum Islam. Dengan begitu terasa menciptakan warna baru di masyarakat. Kami serukan sebuah panggilan dan kami siap berkorban.

5. untuk kemudian dilakukan perbaikan. Perubahan di sektor kebudayaan dengan mengevaluasi kembali beberapa hal. Kami juga menyertakan catatan tambahan di beberapa departemen yang konsen mengurusi induk kebutuhan rakyat Mesir. c. menginventarisir kekurangan di beberapa sarana tersebut. wahai pemimpin negara. yaitu: sistem pengajaran. konser. perfilman. Seruan tersebut terbagi ke sekian pointer. b. kami mengajukan kepada pemerintahan anda untuk mengadakan urun-rembuk yang benar dalam rangka menemukan solusi terbaik terhadap permasalahan di dalam maupun di luar negeri. Imam Syahid waktu itu mengatakan: "Kami telah merumuskan manhaj reformasi kepada pemerintah Mesir. mengirimkan surat seruan perbaikan. yaitu: a. tapi perang yang dikoordinasi rapi oleh 477 . proses meretas kemuliaan dan persatuan diperoleh." Surat tersebut memuat komentar Ikhwan tentang problematika luar negeri. Ustadz Hudaibi mengatakan: "Hanya dengan perang. pengadaan tunjangan dan jaminan.4. dan memenjarakan sejumlah aktivisnya. serta mengadili oknum yang melakukan pelanggaran. buku. melakukan penangkapan. konsentrasi kerja. dan penentuan langkahnya. Dalam Risalah Muktamar ke-6. Amandemen perundang-undangan dengan berpedoman kepada syariat Islam. dan radio. pemudahan urusan publik. memobilisasi pasukan tempur. tahun 1941. lembaga sensor pers. di antaranya: penyeleksian pegawai. urgensi mengakhiri ketegangan dengan Inggris. "Atas pertimbangan itu. Pada bulan Maret 1952. Ustadz Hasan Hudaibi. Seruan reformasi kemudian ditujukan ke pemerintah Mesir. Kelanjutan dari proses ini maka dakwah IM semakin melambung tinggi sampai satu saat pemerintah Jamal Abdul Naser mengambil keputusan memblokade kegiatan mereka. Mursyid Am Ikhwanul Muslimin. Mengharuskan pembenahan pada perangkat pemerintahan.

kita tidak perlu berpestapora menikmati kemenangan ini. Edisi ke-5. yang perlu diprioritaskan adalah bagaimana menghapus hukum adat. 27 Maret 1952. Seruan tersebut dibuka dengan ungkapan: "Kini. pembebasan tahanan dari sel. Ikhwanul Muslimin memberikan tiga masukan penting untuk meluruskan urusan umat. maka sama sekali tidak ada faidah gerakan revolusi ini dilakukan". Majalah Ikhwanul Muslimin (IM). Perbaikan perundang-undangan d. Dan. Kalau kita tidak lakukan itu. Perbaikan moral dan etika c. Pendidikan militer g. Paska terjadinya kudeta —militer— Ikhwanul Muslimin menyebarkan ide dan inisiatif perbaikan kepada setiap individu dan masyarakat yang dimuat dalam koran. Kepolisian Sebagai epilog penyampaian seruan. Kemudian mengenai permasalah dalam negeri. Ikhwan juga menjelaskan prinsipnya terkait program pemerintah yang akan menerapkan aksi "pembersihan" dalam waktu dekat590.". sehingga rakyat dapat merasakan bahwa mereka sudah berpindah dari satu orde ke orde berikutnya. Perbaikan sosial kemasyarakatan e. ia bergerak dalam lingkup skala prioritas antara persoalan besar dan kecil. perbaikan total. kita mesti memandang ke masa depan. 478 . Ikhwan dalam seruannya itu mengusung tujuh hal yang perlu segera diperbaiki: a. sebagai berikut: 590 Lihat. Perbaikan ekonomi f. terbitan 02 Agustus 1952. Selain kedua masalah besar tersebut. 6. Pembersihan menyeluruh b. sementara di saat yang sama kita telah dituntut untuk segera memulai mempersiapkan langkah-langkah besar.penguasa dan rakyatnya.

Mempersiapkan pasukan yang tangguh untuk memerangi Israel yang telah merampas wilayah Palestina. c. negara dijadikan arena pemuas nafsu. Menerapkan kebebasan penuh592. Vol. Menghidupkan lembaga perwakilan. menodai kesucian umat dengan praktek kebohongan. Ustdaz Umar Tilmisani. b.Pertama. Mengembalikan hak-hak orang yang teraniaya. dan hegemoni pecundang politik. melepaskan rakyat dari belenggu kemiskinan. Kedua. hlm. 107 592 Ibid. arogansi status quo. Ust. menyeret oknum yang berbuat zhalim ke meja hijau. melayangkan surat kepada Jamal Abdul Naser memintanya agar melakukan perubahan. Pada masa kepemimpinan Mursyid Am. mengubah kondisi yang memberikan kesempatan lahirnya kezaliman. 8. b. 479 . mengembalikan setiap hak kepada pemiliknya. Ikhwanul Muslimin banyak mengirimkan surat-surat inisiatif kepada Presiden 591 Al-Ikhwanul Al-Muslimun … Ahdâts Shana`atun Al-Târikh. Pengejewantahan dua pointer tersebut lebih disederhanakan lagi kepada: a. Menghapus kondisi darurat dan hukum adat. tanah yang terampas kepada yang berhak. dan kelompoknya. Ketiga. sebagaimana penting mengembalikan kepemilikan harta. Menciptakan stabilitas keamanan. memberikan udara kebebasan bagi para tahanan politik. Mursyid Am. merampas kebebasan. dan meraup harta haram untuk kepentingan pribadi. 7. Hasan Hudaibi. III. Tanggal 4 Mei 1954. dengan dakwaan: merenggut kehormatan. dan mengharuskan perubahan itu menyentuh seluruh sendi di masyarakat yang sudah terkontaminasi oleh perlakuan oknum yang zalim591. diantaranya: a.

tahun 1987 M. Musthafa Masyhur. "Hukum yang berlaku bagi rakyat sekarang. yang menawarkan jalan keluar mendiagnosa penyebab kelemahan umat. 593 Pembaca 1976. 11. menulis tentang persoalan pemalsuan dan rezim penguasa. Dakwah. bulan Muharram 1422 H/ 20 April 2001. edisi: 32. Surat dengan mengangkat tema: "Wahai Pemimpin Umat Islam. Atau."594. Al-Basyir. edisi pertama.99%) produk rekayasa. tahun 1977. sampai segala bentuk kezaliman yang dilakukan penguasa. Mursyid 'Am IM. dan 594 Majalah 595 Majalah silahkan merujuk kembali ke majalah dakwah terbitan tahun 1977. rakyat yang lebih pantas disebut rakyat yang dipecundang melalui pelaksanaan referendum (99. pengelabuan melalui pembentukan Dewan Perwakilan Rakyat berdasarkan pemilu yang tidak aspiratif (dusta). yang disepakati oleh Ikhwan dan seluruh simpul-simpul kekuatan nasional Mesir. Masalah ini telah kami jelaskan sebelumnya."595. Demikian juga surat Mursyid 'Am. Protes tersebut mengakibatkan penangkapan besar-besaran aktivis IM dan pembredelan majalah Dakwah.Ahmad Sadat. 10. 480 . kembali Ustadz Umar Tilmisani melayangkan surat kepada Presiden Ahmad Sadat dan sebagian pemimpin negara Islam. kalian memilih manhaj Allah atau Kehancuran. demikian juga pelaksanaan perjanjian damai Mesir dengan Israel tahun 1979. IM mengajukan menyampaikan tuntutan nasional. 9. Bulan Januari 1979. 12. yang menyoroti masalah perbaikan dan pemberian hak kebebasan593. Edisi 228. Ustadz Musthafa Masyhur. dan anjuran untuk menaati faktor-faktor pembangkit kekuatan: Ini disampaikan melalui Risalah Ikhwan. Ikhwanul Muslimin bahkan mengajukan protes keras terkait lawatan Presiden Ahmad Sadat ke kota Al-Quds.

di antaranya: a. elemen pemikiran dan budaya. d. dan Islam. bahwa sudah waktu telah mengharuskan peran aktif seluruh kekuatan politik. Semua bagian ini agar saling bekerja sama mengerjakan perkara-perkara yang disepakati —dan itu banyak sekali— dan toleran terhadap hal-hal yang tidak disepakati –dan hal itu sangat sedikit. kebebasan. Memang ada tiga tipikal penghancur dalam umat kita. nasional. Dimana Mursyid 'Am Ikhwan. persamaan. Ustadz Muhammad Mahdi Akif menyatakan hal itu dalam konferensi pers. dari titik itulah perubahan itu beranjak untuk selanjutnya mengadakan perbaikan pada bidang-bidang yang lain.demi mewujudkan perbaikan bagi bangsa dan kemaslahatan umum. Ikhwan menolak dengan sangat segala bentuk hegemoni pemerintah. di setiap waktu dan peristiwa. tidak menerima intervesi pihak asing dalam urusan dalam negeri Mesir. yaitu: stagnan politik. Ini merupakan tanggung jawab yang besar yang membutuhkan dukungan dan bantuan semua pihak. Inisiatif tersebut dibuka dengan menyebutkan beberapa hal. negara-negara Arab dan dunia Islam. Dan. Proses perbaikan tidak dipikul oleh salah satu pihak. rakyatlah yang paling berhak menyuarakan inisiatif menerapkan perbaikan yang bertujuan untuk menciptakan kehidupan mulia. kebangkitan kolektif. kerusakan kondisi sosial. keadilan. Reformasi menyeluruh merupakan tuntutan rakyat. Ketiga 481 . Bahwa kemaslahatan umum sebuah negara yang mesti diperjuangkan dengan bersungguh-sungguh hanya menanti waktu perwujudannya. Dalam perspektif Ikhwan. sampai kepada pengajuan surat inisiatif di tahun 2004 lalu. dan musyawarah.13. dan keterbelakangan ilmu dan skill. Permintaan Ikhwanul Muslimin untuk mengadakan ishlah belum juga berhenti. Perbaikan harus dimulai dengan perbaikan politik. semua yang memiliki kecendrungan terhadap persoalan bersama bisa mulai bergerak menggarap hal-hal asasi di masyarakat. c. b.

budaya. seminar umum. Sarana-sarana tersebut dipakai karena sangat berpotensi bagi pengembangan dakwah. mempertemukan simbol-simbol kekuatan rakyat. adab. dan layanan umum. dan peran Mesir di kancah internasional. baik politik. 482 . pusat kajian dan penelitian. puluhan orang menderita cedera serius. dalam bidang keamanan dalam negerinya. Pada tahun 2005. Dakwah Ikhwan tidak memperhatikan satu bidang saja lantas meninggalkan bidang yang lain. Atas pertimbangan itu. Bentuk-bentuk Proyek Perbaikan ● Dakwah Ikhwan adalah dakwah integral. dan lain sebagainya. yayasan. Ikhwan dengan dakwahnya akan memanfaatkan segala sarana dan prasarana untuk bergerak dan mengembangkan tujuan. olahraga. ilmu. yayasan. gelanggang olah raga. korps massal yang meliputi seluruh segmen. seperti: partai politik. kondisi rakyatnya. sebagai konsekuensi dari sikap Ikhwanul Muslimin yang mengusung perbaikan. sosial.tipikal kronis ini sekarang benar-benar tengah mengancam Mesir. dan lain-lain. Dan. bahkan di antara mereka ada yang syahid. bergerak demi kemaslahatan umat. Aksi mereka dipadamkan pemerintah dengan memenjarakan sekitar 3000 aktivisnya. dakwah mereka selalu menggunakan banyak media. Ikhwanul Muslimin memprakarsai dan memimpin muktamar dan demonstrasi menuntut reformasi. berjalan dengan lentur. sekaligus penegasan bahwa dakwah sesungguhnya menyentuh semua lini kehidupan. perindustrian. sementara ia melupakan masalah yang lain. ekonomi. Oleh karena dakwahnya integral. 14. lembaga kedaerahan. pendidikan dan kesehatan. eksplorasi Islam. maka tak mungkin akan terbatas mengurusi satu masalah. seni. perkumpulan seni dan sastra. atau amalan baik. kantong-kantong layanan umum. dan menggagas lahirnya aliansi rakyat untuk reformasi. atau ia dipahami hanya melalui satu sudut pandang yang sempit.

tetapi bukan maksudnya menganaktirikan permasalahan lain. Imam Syahid sudah pernah menyinggung masalah ini. yang kami pentingkan adalah pengkonsentrasian terhadap jiwa demi menanamkan fikrah ini.Kondisi dakwah terkadang memang meminta pemusatan dakwah pada satu bidang. Beliau juga mengatakan: "Maka dari itu. ● Perbaikan dipahami dengan dua pengertian: 1. tidak bisa produktif menghasilkan buah dari aktivitas yang dilakukannya."596." 596 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). hlm 233. maka Allah pun melupakan mereka. 483 . dan melejitkan potensi skillnya. Jiwa yang hidup merupakan kemenangan hakiki sukma dan hati. maka seruan itu disebut "seruan mandul". jaminan hidupnya. Perbaikan individu. "Yang kami inginkan pertama sekali adalah membangkitkan ruh. disinilah bisa dipahami bahwa sifatnya luas dan menyentuh seluruh aspek berkehidupan. Kami tidak mementingkan membicarakan soalan dakwah dalam perbaikan yang sifatnya parsial dari pelbagai jenis aktivitisnya. tapi bukan berarti melupakan bidang lainnya. Membangkitkan ruh keimanan dan kembali kepada Islam. sasaran pertama dari dakwah ini adalah mengajak manusia untuk membangun kembali hubungan spiritual transedental yang mengikat mereka dengan Allah tabaraka wa ta'ala. atau dakwah memporsir diri pada satu permasalahan. Ini karena menyangkut masalah prioritas berdasarkan waktu dan kondisi. 2. katanya. yang umumnya manusia sudah melupakannya. Kalau seruan perbaikan tidak mencakup dan memelihara dua hal di atas.

dan tidak ada yang boleh memonopoli salah satunya saja. Tanpa adanya kunci ini. 597 Ibid. dan memiliki vitalitas tinggi. yang mereka tidak mampu melepaskan diri dari cengkeramannya. 3. Memilih iklim yang pas untuk melakukan perbaikan. dan menyepakati perbaikan tersebut."597.S Al Baqarah:21) Inilah sesungguhnya kunci pertama untuk memecahkan serangkaian masalah kemansiaan yang disebabkan oleh tirani materialisme yang mengangkanginya. tidak mungkin upaya perbaikan dapat ditegakkan. Bekerja sembari melenyapkan gangguan yang menghambat proses perbaikan. 484 . Orang-orang yang tengah menegakkan perbaikan diminta bersungguhsungguh. 7. dan meminta komitmennya untuk menyerukan perbaikan serta mematuhi penanggungjawab perbaikan. sembahlah Tuhanmu yang Telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu.      Artinya:             "Hai manusia. Mesti ada sarana realisasi untuk melaksanakan perbaikan. Mendayagunakan kekuatan dan kesungguhan. yang berdampak negatif. 4. 6. 2. 5. (Q. hlm 226. Orientasi dan target yang jelas dari penerapan perbaikan. agar kamu bertakwa. Mencari dukungan dari pemimpin masyarakat. ● Sebagaimana kesungguhan dan pertimbangan di dakwah untuk perbaikan berdiri di atas sokongan: 1.

dan lebih maju dalam pelaksanaan perbaikan. atau hanya sekadar slogan-slogan kosong tanpa mengandung muatan. adalah: ada hukum tertulis. atau sekadar panas dengan suhu perpolitikan. Ikhwan di hadapan krisis seperti ini tampil 'beda' dengan manhajnya. Dan. Saat ini. ● Tujuan perubahan yang diboyong oleh Ikhwan. dan saling bahu-membahu. kami tidak sedang menunggu fase penerapan pemerintahan Islam. yang disepakati oleh umat. tuntutan awal tertuju pada masalah tersebut karena ia merupakan bagian terpenting dari proses perbaikan dan kebangkitan bangsa. ada usaha penggemukan kemaslahatan bagi penguasa dan hakim. sebab perbaikan tidak dapat dilakukan sekejap mata. integral dan jelas. mengajak seluruh kekuatan untuk bekerja secara benar. Atau.Kita telah menyaksikan sepanjang sejarah ada saja penyeru perbaikan. undangundang masih ambigu dan kabur. Hasan Al-Banna). Imam Syahid sudah memberikan contoh tentang masalah tersebut pada bahasan itu (lihat: Risalah pergerakan. Maka Ikhwan menawarkan amandemen UU dalam mengusung reformasi ini. menutupi kebenaran dan bukti. yang bertujuan mengelabui rakyat. ia hanya sekadar ingin memberikan 'sensasional' demi kemaslahatan partai atau penguasa. Kami akan saling menggalang kekuatan dengan pihakpihak lain dalam rangka mewujudkan hal itu. dan ia hanya merusak lingkungan. beragam 485 . dan berjalan sesuai akidah dan sejarahnya. Imam Syahid bahkan semasa hidupnya telah banyak memberikan masukan terhadap perubahan undang-undang dan perbaikannya. dan belum ada yang mampu menerjemahkannya dalam realitas kehidupan. ● Terkait masalah perundang-udangan yang tampak sekali butuh dikoreksi dan amandemen. berpijak pada landasan asasi. tertata.

fokus dalam bidang produksi. dan penempaan jiwa. aplikatif. tarbiyah iman. atau dengan ungkapan lain mempelajari kurikulum sebuah kebangkitan dari tataran normatif. tidak sebatas memberikan catatan terhadap kekurangan orang lain. IM berhasil memerankan kontribusi rill bagaimana membangun basis perekonomian yang tangguh. Ikhwan bahkan dalam bidang ekonomi ini telah mendirikan beberapa pabrik percontohan. sayangnya tidak seluruh gagasan Ikhwan diambil oleh mereka. ini dilakukan dalam rangka memperlihatkan manfaat rill langkah pembinaan itu. Tapi. dan reaktif. ● Imam Syahid menjelaskan sumber pijakan bagaimana seharusnya kebangkitan perbaikan itu terjadi di masyarakat. ● Imam Syahid mengatakan: "Sebuah kebangkitan mesti berpijak pada. ● Imam Syahid memberi wejangan agar selalu memandang positif segala kejadian. IM bukan hanya memotifasi diri sendiri tetapi juga mengajak pihak lain untuk saling bahu-membahu. pendirian pabrik-pabrik sipil. perbaikan pemenuhan barang-barang konsumtif. serta urgensi penanaman manhaj pembinaan dan kepemimpinan yang sesungguhnya. ● Demikian juga kontribusi Ikhwan di sektor ekonomi. dan pengajuan kritikan konstruktif bagi kebaikan bersama. Disusul kemudian pembinaan kerja nyata dan proses aplikasi.sektor vital yang lain. yang di kemudian hari justeru dikuasai oleh pemerintah revolusi. Oleh karena itu 486 . mengetahui sarana apa saja yang bisa mengejewantahkan hak mereka. tarbiyah (pembinaan) itu yang diprioritaskan. Dan. dan beberapa masukannya yang mengkritisi piagam deklarasi Liga Arab —ini yang banyak dibahas— tanpa memandang proses pendiriannya. memahamkan tentang hak mereka. mengokohkan bangunan iman ini sekuat mungkin. Terkait prinsip beliau yang menilai positif pendirian Persatuan Liga Arab. namun berikan catatan dan apresiasi. Dengan pola begitu dakwah akan berdampak positif. mewarnai. perubahan dalam masyarakat.

sama artinya ada seorang pemimpin tetapi ia bukan berkepribadian pemimpin"598. maka mereka mesti sanggup bersabar. bukan sekadar pemimpin yang ada karena kondisi darurat saja. dan rentang waktu perjuangan yang lama. kemasyakatan.membutuhkan waktu yang panjang. Untuk manhaj: sumbernya menurut kebutuhan saja. Kurun waktu terakhir ini. Serta merupakan jaminan bagi kekuatan rakyat. ● Dalam usaha perbaikan masyarakat dan kebangkitan umat. maka tidak boleh adanya penundaan dan pengurangan dengan alasan apa pun. Ikhwan menyatakan perlu melakukan pembinaan individu dan penempaannya secara benar. seperti: kebudayaan. dalam pencapaian perbaikan dan kemajuan umat. dan pendidikan. hal. hlm 239 487 . cermat. yaitu: manhaj dan kepemimpinan. mendahulukan hasil (produk) meskipun sekecil apapun. Ikhwan telah melakukan gebrakan-gebrakan baru 598 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). dan fokuskan pada upaya konkret. Seorang pemimpin yang benarbenar pemimpin. Untuk kepemimpinan: mesti memilih dan menempatkan pemimpin yang terpercaya. Ikhwan begitu antusias sekali melakukan perbaikan masyarakat pada bidang-bidang penting. Atas pertimbangan itulah maka penting memelihara dua hal. Ikhwan menawarkan asas kebangkitan itu berpijak pada: penyatuan kondisi rill masyarakat berlandaskan kaidah Islam"599. 599 Risalah: Dakwatuna fi Thur Jadid. bisa ditaati dan diteladani. Kalau tidak demikian. Imam Syahid menegaskan kembali: "Oleh sebab itu. Semua itu adalah manhaj pembelajaran bagi umat ini. Ikhwan pun mengungkapkan bahwa kemerdekaan berpolitik merupakan tuntutan pokok dan kebutuhan mendasar.158-159 (secara ringkas).

dan perwujudan kemerdekaan perpolitikan. Hal itu mereka tujukan itu kepada penguasa. dan kekuatan-kekuatan politik guna dipelajari. semangat terhadap penyatuan umat dan penyatuan persepsi. meskipun eksistensinya tidak bertahan lama. dan mengingatkan pentingnya penyatuan Bangsa Arab dan negara Islam untuk meningkatkan pencapaian independensi ekonomi dan memulai mengambil langkah-langkah brilian. produksi senjata. laut Arab mesti dikuasai pemanfaatannya oleh Bangsa Arab. ● Seperti yang sudah kami jelaskan. eksplorasi Bangsa Arab dan perealisasian obsesi mereka. Sinai dan Palestina. Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Usulan yang diajukan Ikhwan dalam bidang ekonomi adalah merealisasikan independensi ekonomi di seluruh ruang lingkupnya. Beberapa hal yang disoroti adalah: "Kasus pengadaan air dan sterilisasi sumber-sumber air sungai Nil. kebebasan mengkritisi. Masalah tersebut termaktub dalam beberapa risalah Imam. dan beliau bahkan menggagas pendirian beberapa serikat mandiri nasional untuk mengimbangi hegemoni Inggris. karena Pemerintah Revolusi kemudian melakukan proses kapitalisasi segala aset Ikhwan. di antaranya: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya).melalui ide di bidang-bidang garapan tersebut. penyempurnaan kemerdekaan hakiki Mesir di seluruh aspek. dan pengamanan Timur Mesir. ● Ikhwan menaruh perhatian pada perbaikan ekonomi yang berjalan seimbang dan saling melengkapi dengan perbaikan politik. dan dimanfaatkan demi merealisasikan penyatuan obsesi dan langkah. dan 488 . bahwa Imam Syahid sudah memaparkan sekian banyak asumsi dalam rangka membenahi sektor ekonomi. menyatukan delta Nil (Mesir dan Sudan). Beliau memberikan perhatian yang besar terhadap problematika ekonomi dan stabilitas keamanan Mesir. pengamanan laut Merah. Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). dan berbagai persoalan penting lainnya. di samping saling menopang antara sama lain.

Keduanya merupakan bagian yang saling melengkapi. tanaman. dan yang memakmurkannya dulu adalah bangsa Mesir. Harar. Kita dapat merujuk kembali ke beberapa risalah Imam Syahid. dimana kehidupan Mesir bergantung disana — tanah. padahal realitanya mereka hanya punya konsep dan lampiran apa adanya. Risalah-risalah tersebut selain menelurkan ide-ide cemerlang. Zaila`. juga secara pasti meredam beberapa klaim sepihak yang mendiskreditkan Ikhwan. hewan ternak. hlm 361. Sampai kemudian terjadi perampasan wilayah secara zalim"600. seperti: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). wilayah tersebut merupakan bagian yang juga menjadi tempat tumpahnya darah Amr bin Ash ra.lain-lain yang menunjukkan kematangan berpikir. Mashu`. serta pandangan integral. mencermati perkataan Imam Syahid: "Sungai Nil. 364 489 . sangat tidak sebanding dengan konsep perbaikan kompleks yang dipunyai dan ditawarkan Ikhwan. Misalnya dengan melempar wacana. seperti juga halnya bumi sebelah utara. Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy 600 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Contoh sederhana saja dari ungkapan di atas. mana program perbaikan yang Ikhwan tawarkan dan apa kontribusi mereka terhadap masyarakat? Banyak kemudian bermunculan di negeri kita gerakan-gerakan reformasi yang mengklaim diri memiliki manhaj dan tujuan jelas.. Kalau Mesir butuh terhadap Sudan untuk memelihara Sungai Nil — sebagai sumber kehidupan— maka Sudan sesungguhnya lebih butuh kepada Mesir untuk menjamin keberlangsungan kehidupan mereka. manusia— berhulu dari Sudan. dan aktivitas sungai Nil. Yang kami inginkan selanjutnya adalah menciptakan keamanan di perbatasan selatan Mesir dan memelihara hak-hak kita terhadap Eriteria. dengan sungai dan segala yang dikandungnya bermanfaat bagi bumi selatan.

Maka slogan yang kami pakai adalah: al Islam huwa al Hall (Islam adalah solusi). Kami akan selalu berpegang teguh dengan dakwah Islam di pelbagai aspeknya. karena kami saat ini menyerukan Islam dan juga kebebasan sebagai sebuah kewajiban. slogan kebebasan masuk dalam slogan itu. bagi yang ingin memperoleh informasi tambahan. Dimana kebebasan merupakan penjelasan dari pengajaran Islam. Semua orang dan aliran berhak untuk menyatakan apa yang kami serukan. ● Bidang-bidang perbaikan ini —yang telah kami paparkan— merupakan model bagi pelaksanaan perubahan yang sifatnya sangat krusial dalam tubuh masyarakat. Ia merupakan dasar yang sempurna.(Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). dan setiap urusan ditimbang berlandaskan nilai kemungkinan kebangkitan itu akan diperoleh. Sebagaimana halnya kami yang mengajukan inisiatif perbaikan berlandaskan Islam. bukanlah sebagai bentuk pemonopolian. dan beberapa peluang yang mungkin dimanfaatkan. sebagai bagian dari pembumian syariat Islam. Hal itu pun disesuaikan dengan kapabilitas dan daya tampung jamaah. dan mengangkat yel-yel bernafaskan Islam. ● Konteks seruan yang terus dikumandangkan Ikhwan bila ditinjau dari sisi landasan dan tujuan masih konsisten dan sejalan semenjak dari masa Imam Syahid. hanya sarana dan prasana saja yang kerap mengalami perubahan dan kemajuan. elastisitas waktu. tidak bermaksud menjadikannya sebagai rujukan bagi dakwah Islam. ● Dakwah kepada kebebasan. pemusatan langkah. Kami tidak melakukan monopoli terhadap Islam. dan kita tidak dapat menolak 490 . Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). sekaligus model pembinaan publik. Adapun langkah-langkah kerja akan diaplikasikan menurut kemampuan dan peluangnya. kita semua adalah muslim.

teratur. lalu kami akan menunggangi kendaraan parpol untuk mendapatkan kedudukan. Ikhwan tidak ingin hanya bergabung menyelesaikan permasalahan kenegaraan dan nasionalisme saja. Kami menyeru kepada bangsa kami dengan penuh hikmah. yang siap istiqamah dengan izin Allah. ekonomi. akan tetapi akan benar-benar mencurahkan perhatian untuk mengurusi hal itu. atau beraktivitas tanpa tujuan. mengikutsertakan rakyat dalam kerja tersebut. memberikan arahan terhadap langkah yang akan ditempuh. politik. meninjau kemampuan dan target. Kami telah menetapkan komitmen seperti ini. Demikian juga Perang di 491 . menduduki jabatan dan mengambil kedudukan pasti kami akan menggunakan langkah lain. Kalau kami mau mengeksploitasi.keberislaman orang lain atau tak berhak mengklaim bahwa orang yang berbeda dengan pendapat kita telah menohok Islam dan murtad. dan perlu diketahui bahwa hal itu bukan merupakan taktik partai sebagai bentuk dukungan. arif. Pembangkitan kembali syariat Islam yang kami lakukan dan menyerukannya bukanlah semata merupakan semata taklif (tanggung jawab) kami. di seluruh sendi kehidupan: sosial. bergerak dalam kerangka keseimbangan. Kami akan menanggalkan slogan dan manhaj yang telah didengungkan. pengenalan terhadap kondisi dan situasi. Menggantikan ruang-ruang penjara yang pengap. penyiksaan yang keji dan seterusnya. nasehat baik. bagaimana mereka menggugah umat untuk menaruh kepedulian terhadap kezaliman dan penjajahan yang berlaku disana. siap melakukan pengorbanan. Menjalaninya memakai kaidah yang santun. atau rujukan. dan semua prasana yang sah digunakan berdasarkan atas legitimasi hukum dan perundang-undangan. pembelaan. Namun. bekerja maksimal. memikul cobaan dan beban dengan sabar dan tabah. kami adalah aktivis dakwah universal yang bersedia mengorbankan diri untuk mewujudkan cita-cita itu. Mereka lebih banyak bekerja dari pada berbicara. Kita bisa saksikan responsibilitas tersebut dalam kasus Palestina. tetapi juga menjadi taklif bagi muslim dan muslimat semua. dan tidak berkonsentrasi pada satu masalah.

Hanya saja ada dua hal yang harus diperhatikan. praktek penerapan. meskipun ia sendiri terjaga kebenarannya. teks yang dipakai untuk menuangkan prinsip-prinsip tadi. pasti sangat jelas bagi pengamat tersebut bahwa semua itu sangat relevan dengan ajaran Islam dalam format undang-undang. Meskipun begitu. Mereka tak hendak mengganti dengan sistem yang lain. bukan sebatas di Mesir saja akan tetapi menyeluruh ke segenap penjuru dunia Islam. pada kasus kebebasan dan perbaikan perpolitikan. pada tanggung jawab pemerintah kepada rakyat dan kontrol mereka kepada program yang dijalankan.Terusan Suez melawan pasukan Inggris. intimidasi mereka alami sepanjang waktu. meskipun di kanan-kiri gelombang penderitaan. dan banyak lagi problematika kompleks dunia Islam lainnya. Di samping itu. dan pada penjelasan akan batasan-batasan kekuasaan. mereka —atas pertolongan Allah— tetap kuasa mewujudkan sejumlah obsesi besar. Prinsip yang benar bisa saja dituangkan dengan kalimat yang membingungkan dan rancu. Model Perbaikan Hukum dan Perundang-udangan Imam Syahid Hasan Al Banna berkata. Inilah peran yang mereka sumbangkan kepada umat menurut kapasitas mereka. makar. sehingga terbuka kemungkinan untuk dipermainkan. pada musyawarah dan ketundukan penguasa kepada kehendak rakyat. Oleh karenanya Ikhwanul Muslimin berkeyakinan bahwa sistem UU Mesir ini adalah sistem yang paling dekat dengan Islam dibanding dengan sistem UUD yang manapun di dunia. Realitanya. ketika seorang pengamat melihat prinsip undang-undang dasar Mesir yang bermuara pada perlindungan terhadap kebebasan individu dengan segala variasinya. 492 . Pertama. Kedua. yang itu merupakan interpretasi terhadap teks-teks tersebut.

Jika demikian halnya. sebagian teks UUD Mesir itu rancu dan membingungkan. dan berperan menciptakan chaos di parlemen. sehingga hilanglah nilai manfaatnya. serta memungkinkan adanya interpretasi subjektif dari masing-masing pihak. karena di samping sejalan. dan masyarakat tidak memetik hasil darinya kecuali mudharat.sebuah teks yang jelas untuk sebuah prinsip yang benar masih memungkinkan juga terjadinya penerapan yang keliru karena dipengaruhi oleh dorongan hawa nafsu. semua itu mengkhawatirkan akan mengarah kepada kerusakan. Tanggung jawab penguasa b. sehingga dapat mewujudkan apa yang diinginkan. dalam praktek penerapan UUD. Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata Sistem Pemerintahan). juga berlandaskan sistem hukum Islam. "Kami menerima landasan asasi untuk membentuk sebuah perundang-udangan. Ia masih membutuhkan pembatasan-pembatasan dan penjelasan lebih lanjut. Imam Syahid menambahkan. yang kemudian melahirkan undangundang. ia sangat membutuhkan perbaikan dan koreksi. "Kami ingin berterus-terang bahwa ada kekurangan dalam beberapa teks undang-undang. telah terbukti –oleh pengalaman. dan lemah dalam memelihara keterjagaan landasan asasi yang sesuai dengan Islam dalam penerapannya di dalam hukum. sementara yang kami kritisi adalah ketidakjelasan dan mekanisme pelaksanaannya."602. 493 . penerapannya yang buruk. Penghargaan terhadap aspirasi umat 601 602 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Kedua."601. Imam Syahid Hasan Al-Banna mengisyaratkan adanya tiga landasan sistem hukum Islam: "Pedoman bagi tegaknya sistem hukum Islam terbagi kepada tiga hal: a. Oleh karenanya. maka Ikhwanul Muslimin berpendapat bahwa: Pertama. Kesatuan umat c.gagal.

yang melindungi hak-hak moral maupun material. Padahal ia merupakan perangkat terpenting untuk menentukan corak kehidupan parlemen dan pemerintah yang islami. tidak jelas dan tidak rinci. teks-teksnya juga bertentangan 603 Risalah: Nizhamul Hukmi Imam Syahid mengkritisi undang-udang tahun 1936." Beliau juga berkata. Dalam kaitan ini UUD kita rancu. sementara undang-undang yang sekarang lebih buruk lagi tepatnya di konteks ini.-pentj. "Telah dijelaskan di muka bahwa dustur604 berbeda dengan Qanun605. "Ini merupakan kaidah sistem hukum Islam –dan sekaligus sistem parlementer. Bahkan.pentj 605 Qanun."603. 604 Dustur. baik hukum perdangan maupun hukum kenegaraan. kewajiban-kewajiban penguasa. berkata.Imam Syahid." "Sesungguhnya. Ikhwan pernah mengajukan kritik terhadap kasus tersebut dan beberapa konteks undang-undang yang lain. kendali pemerintah dipegang penuh oleh presiden. Hasan Al-Banna. dan meminta dirumuskannya bentuk undang-udang yang baru yang mampu memelihara dan menjamin kaidah dan batasan-batasan tersebut. ia telah menjelaskan banyak hal tentang asas-asas perundangan dan perincian hukum. dimana telah terjadi pemandulan beberapa kekuasaan lain. baik perdata maupun pidana. Lantas apa yang kita lakukan di Mesir? Kita berada di persimpangan jalan. "Undang-undang wadh'i (ciptaan manusia). Sekarang akan saya jelaskan di hadapan kalian tentang sikap Ikhwan terhadap undang-undang Mesir. Al Quran dan Sunah Nabi-Nya. Sebaliknya. dan tata hubungannya dengan masyarakat. Imam Syahid. Islam tidak diturunkan dalam keadaan tanpa undangundang. dan yang mengontrol apa-apa yang mereka kerjakan dalam pelaksaan undang-undang. Suatu hal yang aneh dan tidak masuk akal jika undang-undang yang berlaku untuk umat Islam bertentangan dengan ajaran agamanya. 494 . telah dijelaskan pula tentang sikap Ikhwan terhadap dustur Mesir. disamping bertentangan dengan agama. baik dalam teori maupun praktek. adalah aturan pemerintah yang bersifat global yang mengatus batas-batas kekuasaan. adalah peraturan yang mengatur hubungan antara individu yang satu dengan yang lain.dalam hal tanggung jawab pemerintah".

"607."606. namun ternyata ketetapan ini tidak cukup 606 607 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Pemerintahan) 495 . "Merupakan kesalahan yang fatal ketika kita melupakan akar pemikiran ini. telah mengharamkan perbuatan zina. sementara itu undang-undang melindungi pezina. Maka bagaimanakah sikap seorang muslim menghadapi dua hal yang jelas-jelas bertentangan ini? "Adapun Ikhwanul Muslimin. Namun. "Saya ingin menegaskan bahwa ada perbedaan antara UUD Mesir sebagai sesuatu yang ideal.dengan UUD Mesir itu sendiri yang menyebutkan bahwa agama negara adalah Islam. di semua sisi perundangundangan. Sungguh. Beliau berkata. Kita tetapkan dalam UUD kita bahwa agama resmi Negara adalah Islam. melarang minum khamar." Kata Imam Syahid. sehingga dalam prakteknya kita sering memisahkan agama dari urusan politik (meski secara teorotis kita mengingkari pemisahan seperti ini). Kata Imam Syahid. Banyak dari undang-undang yang menjadi pijakan peradilan ini secara terang-terangan bertentangan dengan Islam." Ikhwan pernah menghadap kepada Menteri Kehakiman dengan menyodorkan tulisan tentang ini dan memperingatkan pemerintah tentang akhir kisahnya yang pahit. Mereka senantiasa bekerja dengan segala cara dalam rangka mengganti undang-undang semacam itu dengan syariat Islam yang adil dan utama. "Jika Allah dan Rasul Saw. semua itu bukanlah akhir dari kerja keras mereka. dan mengatur perjudian. membenarkan khamr. memerangi perjudian. dengan undang-undang yang digunakan sebagai pijakan dalam sistem peradilan dalam prakteknya. mereka sekali-kali tidak akan pernah rela dan menyetujui undang-undang seperti ini. mendukung riba. akidah adalah barang yang paling mahal harganya di alam dunia ini dan Ikhwan akan terus menggelindingkan bola.

608 609 Ibid. 2. maka organisasi itu harus mempunyai program yang jelas dan sasaran program yang rinci. Peraturan-peraturan itu. Menyebutkan kriteria-kriteria khusus bagi calon anggota legislatif. Menjelaskan peraturan-peraturan tentang tema kampanye pemilu dan menetapkan sanksi bagi siapa saja yang melanggarnya. Beliau berkata: "Harus segera dilakukan upaya perbaikan terhadap undang-undang pemilu. dengan keyakinan dan perbuatan mereka yang menjauhkan antara petunjuk agama dan muatan politik. Ibid.bisa menghalangi para petinggi pemerintahan dan para tokoh politik untuk merusak citra Islam dalam persepsi dan pikiran khalayak. 496 . karena masalah peraturan ini sering dipermaikan oleh ambisi partai tertentu dan kepentingan pemerintah pada waktu-waktu belakangan ini. Memberikan sanksi yang berat kepada setiap pemyimpangan dalam pelaksanaan dan praktek suap dalam pemilihan. Memperbaiki aturan pelaksanaan pemilu dan sosialisasinya. Ungkapnya: "Semua orang merasakan ketidakmampuan sistem pemilu yang berlaku sekarang untuk merealisasikan tujuan yang telah digariskan. hendaknya tidak menyangkut masalah keluarga. Jika mereka adalah wakil organisasi."608. disamping juga adanya pemaksaan dalam memilih. Tuntutan Perbaikan Undang-undang Pemilu ● Imam Syahid memberikan kritik terhadap undang-undang pemilu. Sisi-sisi yang mendesak untuk dilakukan perbaikan adalah sebagai berikut: 1. 3. 4. rumah atau individu yang tidak termasuk dalam kriteria kelayakan untuk pemilihan. yakni memilih orang-orang yang shalih (terbaik) untuk menjadi wakil rakyat di parlemen. serta merusak keindahan Islam dalam realitas kehidupan. tetapi berkisar pada metode dan langkah-langkah pembaharuan. Ini merupakan kelemahan pertama dan awal mula kerusakan."609. beliau mengajak untuk melakukan perbaikan.

"Semua ini menjelaskan bagaimana Islam berbicara tentang masalah kesehatan umat secara umum. tanpa terlalu keras atau radikal."610. sehingga para calon legislatif tidak bisa memaksa para pemilihnya dan kepentingan umum akan bisa diletakkan di atas kepentingan pribadi dalam menilai dan berhubungan dengan para caleg. Menaruh perhatian pada kesehatan umum dimulai dari balita. ini termasuk pada sektor ekonomi. Urgensi jiwa nasionalisme. 2. niscaya akan terbuka jalan menuju kesana. hal.5. Jika pemilihan dilakukan dengan memilih tanda gambar dan bukan memilih orang. dan anjuran untuk memelihara kesehatan. maka itu lebih baik. Jika sebuah keinginan diupayakan dengan jujur dan sungguh-sungguh. dan berkebangsaan. dan sosial sebagaimana yang telah kami ungkapkan sebelumnya. Yang disebutkan tadi adalah sebagian saja. Berlapang dada 610 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Pemerintahan). Semua itu secara jelas sudah tercakup dalam ruh Islam dan manhajnya. Penyuluhan berolah raga. Mengenai cara yang diterapkan guna perbaikan itu memang banyak ragamnya. pemberian perhatian kesehatan tersebut secara massal. menjaga kesehatan badan dan kekuatan tubuh. rela dan berusaha lari dari upaya perbaikan. pengembangan kekayaan alam. memelihara diri dari penyakit. jundiyah (keprajuritan).329. tanpa pengecualian. pertanian. 497 . Merupakan sebuah kesalahan besar jika kita hanya terpaku dengan kondisi sekarang ini. Misalnya: 1.330. 3. Demikian pula menguasai faktor-faktor penyebab kekuatan. kemuliaan. beliau ternyata juga memusatkan perhatian pada manhaj perubahan dalam rangka menguatkan pembinaan masyarakat. Tuntutan Membina Umat yang Kuat Menimbang perhatian Imam Syahid terhadap bidang industrialisasi. Imam Syahid mengatakan.

terhadap segala hal yang memberi kemanfaatan dan kebahagian untuknya"611. Pembicaraan kali ini hanya terkait dialog tentang masalah nasional dan cara koordinasi penyelesaiannya. hlm 281 Ibid. 4. 5. bahkan menganjurkan agar mengambil dua-duanya. misalnya bahwa dialog itu dilakukan dengan santun dan lembut614. Kata Imam Syahid. hlm 282-283 613 Ibid. Seputar Koordinasi dan Aliansi Jamaah Ikhwanul Muslimin dengan senang hati membuka dialog kepada semua kekuatan politik dan nasional. dan bercita-cita tinggi. tetapi malah menjadikannya sebuah kewajiban sebagai penguat dan selanjutnya Islam banyak mensugesti hal ini … Alquran tidak pernah membedakan antara ilmu dunia dengan ilmu agama. berjiwa besar. 498 . Dialog pun dapat 611 612 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). tidak ada maksud mengadakan makar dari satu kelompok terhadap kelompok lain."613. karena itu menjadi bagian terpenting dalam mewujudkan umat yang kuat."612 Beliau lebih lanjut memaparkan tentang urgensi semua ilmu. "Umat yang sedang bangkit sangat memerlukan akhlak. Imam Syahid berkata. hlm 283 614 Setiap partai punya hak untuk menjalin hubungan dengan kekuatan nasional lainnya. Dialog yang dimaksudkan mesti memiliki acuan (kode etik) jelas. akhlak luhur yang mempunyai kekuatan. Urgensi menanamkan akhlak yang luhur dan membina umat untuk mencapainya. Dan. Ia juga berhak menyatakannya ataupun tidak. mengandung tujuan positif. Perhatian terhadap ilmu pengetahuan dan perbaikan pendidikan. "Islam tidak jengah dengan ilmu pengetahuan. menjadikan kemaslahatan negara sebagai asas utama dialog.

kecenderungan kerjanya. 2. Yang bermula dari kesepakatan untuk menghormati setiap prinsip. selama hal itu tidak bertentangan dengan nilai dan prinsip-prinsip dakwah. atau kewajiban dari pandangan personal terhadap kelompok. namun bukan berarti ia membiarkan perampasan hak-haknya.meningkat untuk mewujudkan kesepahaman bernegara. Pembatasan mekanisme kerja. 499 . setiap kelompok bisa komitmen terhadap segala hal yang menjadi kesepakatan. Tansiq (koordinasi) bukan berarti jamaah Ikhwanul Muslimin melepaskan slogan. yaitu: memelihara karakteristik setiap kelompok. Pembatasan prioritas 3. dan membentuk aliansi terkait satu persoalan atau problema nasional. atau hal yang senada. atau sekadar gelombang yang hanya melewati sebagian kelompok. terpedaya. serta tanggung jawabnya. dan tugas setiap kelompok. lintas perselisihan. atau memanfaatkannya demi mewujudkan ambisi dan kemaslahatan pribadi. timbangan relatif setiap sudut pandang. Jamaah Ikhwanul Muslimin berhubungan dengan semua elemen dengan jelas dan terbuka serta dengan kelapangan hati dan kebijakan. diharuskan menjelaskan batasannya terlebih dahulu yakni tiga hal: 1. identitas dan prinsip-prinsipnya. Pembatasan tuntutan kesepakatan. Pengkondisian ini bukan merupakan penjenjangan bagi perbedaan dan peleburannya. Dalam masalah kesepakatan bernegara yang bertujuan untuk menjalin koordinasi kerja secara baik. dan membentuk aliansi dengan beragam kekuatan. atau ia membiarkan bahunya diinjak oleh orang lain. Selanjutnya disana mesti ada penegasan yang menjamin koordinasi dan aliansi ini. kemudian tentang koordinasi kerja dan mekanismenya. namun dalam beberapa hal bisa saja terwujud kesepakatan terhadap slogan-slogan dan mekanisme. karena kesepakatan lintas nasional memiliki batasan terendah yang mungkin disepakati.

tidak angkuh dan besar kepala terhadap orang lain. dan mengajak untuk menjalin hubungan dengan Zionisme.yang menjadikan kekerasan dan penumpahan darah sebagai sarana perubahan. Dalam gerakan politiknya. jamaah tidak memiliki standar ganda. menerima kritikan dan masukan dengan kelapangan hati serta menganggap hal itu sebagai doa yang mulia. kesepakatan dan koordinasi dengan beberapa kelompok berikut. namun jamaah memberikan nasehat dan mengajaknya kepada prinsipprinsip keadilan dan kebebasan. Jamaah Ikhwanul Muslimin memiliki satu sikap terhadap semua kelompok (artinya. Begitu pula dengan kelompok-kelompok yang memiliki hubungan dengan Zionisme. komitmen terhadap etika-etika dialog. Maka kami memperingatkan dari hal ini. meninggalkan tuduhan-tuduhan dan uslub perdebatan dan penipuan. Jamaah Ikhwanul Muslimin memperhatikan strategi umum dan prinsip-prinsip kerja yang dimilikinya. Dalam gerakan dan sikap-sikap politiknya. 3. 1. Pemerintah yang diktator yang menganggap bahwa dirinya adalah yang paling benar dan menghadapi pemikiran-pemikiran yang berseberangan dengannya dengan penangkapan dan penjara. pentj). kelompok atau kekuatan politik sesuai dengan konsep dan proyek yang ditawarkan. 2. dan mengungkap rencana dan proyek-proyek konspirasinya. Namun jamaah tidak melakukan dialog. Kelompok manapun –Mesir maupun non Mesir.Iklim yang dibutuhkan adalah. berdialog dengan semua golongan dan membudayakannya. Dan 500 . kemudian mengambalikan kepada masyarakat untuk mendukung dan memilih salah satu dakwah. ia justru mengajaknya untuk meninggalkan cara-cara yang menyimpang dari syariat Islam dan prinsip-prinsipnya tersebut. kemerdekaan dan komitmennya. diantaranya kemaslahatan Negara. menghindari pendeskreditan seseorang dan tidak menuduh nasionalisme seseorang dan keikhlasannya dalam bekerja.

atau jamaah memilih salah satu sarana dan mekanisme yang tidak memberikan implikasi terhadap kemaslahatan Negara dan strategi jamaah di dalam gerakan dan dakwah. keikutsertaan dalam efektifisasi. Target yang kita inginkan adalah target yang tidak menghalalkan segala cara. Adapun para nasionalis muslim. Jika terdapat jalinan kerjasama di persimpangan ini. namun target dan sarana yang kita inginkan adalah target yang menyatu dengan kaidah-kaidah syariat dan hukum-hukumnya. genjatan senjata. kadang-kadang juga ikut serta dalam targettarget dakwah. kelompok dan aliran-aliran yang tidak bekerja untuk kemaslahatan Islam atau kemaslahatan bangsa. jamaah terkadang harus mengorbankan pengeluaran khusus. perjanjian. integral dan saling terkait. bantuan bersyarat. atau terkadang harus memikul beban dan rintangan. namun ia merupakan salah satu sarana dalam mewujudkan beberapa target-target parsial dan praktis –bukan target-target prinsipil-. 615 Maksud dari 'orang lain' adalah. terkadang kita akan terlibat bersama dengan orang lain615. adapun sarana. walaupun target-target dakwah Ikhwan lebih luas dan lebih mendalam. atau diam (absten) terhadap sesuatu hal demi kemaslahatan yang lebih besar. dan lain-lain yang merupakan bagian dari siasat Islam dan fiqih konstitusi. maka henaknya sejalan dengan hukum-hukum Islam dan kaidah-kaidahnya. Persimpangan Jalan Terkadang terdapat persimpangan jalan antara jamaah dengan kekuatan dan aliran-aliran non muslim yang lain. 501 . dan kadang-kadang bayak pihak yang diuntungkan dalam hal ini. dimana target kami adalah Islam yang kokoh.dalam mewujudkan hal ini. bahkan dengan kelompokkelompok yang menyimpang dari fikrah islamiyah dan memusuhinya. yang berupa susunan yang saling terikat dan eksis sepanjang sejarah. Namun sarana yang kita inginkan adalah yang tunduk kepada prinsipprinsip Islam dan berkaitan erat dengan target. kesepahaman tentang prioritas. Persimpangan jalan juga tidak selalu kerjasama dan koordinasi. seperti pembebasan.

yaitu larangan Imam Ibnu Taimiyyah untuk tidak membangunkan pasukan Tatar yang mabuk dan sedang tertidur di jalan-jalan Baghadad. atau dalam rangka menjalankan kewajiban yang utama yang dibutuhkan oleh umat dan pada waktu itu Negara sedang dipimpin oleh pemerintah yang zhalim. dimana hal ini membutuhkan pengalaman dan kecermatan dari qiyadah –dengan taufik dari Allah. marabahaya dan peristiwa-peristiwa menakutkan. atau menghindari bahaya dan mafsadah yang lebih besar. Urgensi Pengamanan terhadap Dakwah Mengawal dakwah dan melindungi keselamatan dan kekokohan rukunrukunnya merupakan tujuan mendasar yang tidak boleh ada tawar-menawar. dilupakan atau diremehkan. dilepaskan. dan hal ini tidak bertentangan dengan pemanfaatan kesempatan dan kelenturannya dalam menghadapi beberapa peristiwa. melindungi dan memindahkan jamaah ini dari satu fase ke fase berikutnya. Sesungguhnya sejarah jamaah dan perjalanannya sangat panjang. Namun berupaya menguasai dan mengalihkan arusnya serta memanfaatkan untuk kepentingan dakwah. serta apa saja yang pernah dihadapinya menjelaskan tentang sejauh mana taufik Allah terhadap qiyadah jamaah dalam mengawal. Bahkan Allah Allah terkadang memenangkan agama ini melalui seorang lelaki pendosa. karena jika mereka bangun. Begitupula menahan kezaliman tanpa perlawanan atau diam terhadap suatu kerusakan demi mewujudkan kemaslahatan yang lebih besar. menguatkan basis pengawalan dakwah dan penjagaan terhadap prinsip-prinsipnya: 502 . ia tidak melanggar sunah alam dan tidak melawan arus. Semua hal ini.Kami akan menunjukkan salah satu contoh untuk menjelaskan hal ini. dan Ibnu Taimiyyah telah menjelaskan beberapa batasan terkait dengan hal ini. meskipun secara parsial.dalam menghadapi tekanan. maka mereka akan menyakiti penduduk dan merampas milik rakyat negeri itu.

atau tanpa disadari para penyusup. dan menutup Majalah Ikhwan (Majalah Al Manar dan Majalah Ta'aruf). Kekuatan ukhuwah dan cinta antara kader dakwah Selalu berpegang teguh terhadap ushul dan prinsip-prinsip jamaah.dengan tenang. begitupula halnya para Mursyid yang mengemban amanah itu setelah beliau –semoga Allah meridhai mereka semua-. Kemudian beliau dipindahkan ke Qana pada 9 Mei 1941 M. sebagaimana yang diajarkan oleh Imam Syahid. Mengembalikan semua urusan kepada Allah dan mengetuk pintu kemuharan-Nya. Beliau berhasil menyeberangkan dakwah di tengah konflik yang bergejolak dan kondisi yang sangat sulit. Kerekatan shaf dakwah terhadap para qiyadah dan tsiqah yang tinggi terhadapnya. mereka meminta Perdana Menteri Mesir waktu itu.616 Ketika Inggris mencium 'bahaya' dakwahnya. Beliau kemudian memanfaatkan keberadaannya di 616 LIhat kembali: Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). beliau menyebarkan dakwah dengan tenang dan hikmah. Hal-hal tersebut di atas merupakan faktor-faktor yang membantu pengawalan terhadap dakwah. Memahami dan mengetahui jalan orang-orang beriman dan jalan para pendosa.1. Imam Syahid menghadapi dengan tenang dan bijak. serta menguatkan asas jamaah tanpa menimbulkan goncangan. 5. 503 . 2. dan Imam Syahid merupakan model ideal yang menjadi contoh untuk pemahaman tersebut. Husein Basya untuk mengisolir Imam Syahid ke pedalaman Mesir. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh Imam Syahid. sehingga mereka sibuk mengurus peperangan. Imam Syahid mampu membangun dakwah –dengan seluruh manhaj dan tujuannya yang syamil. termasuk wakil Jamaah Ikhwanul Muslimin juga dipindahkan ke Dimyath. 3. lalu akhirnya ia berhadapan dengan tekanan Inggris tahun 1941 M. pada saat yang sama PD II baru dimulai. 4.

Imam Syahid kemudian melakukan tekanan dengan cara yang tenang melalui beberapa menteri dari kelompok-kelompok independent yang duduk di parlemen. Gerakan Imam Syahid kemudian berkonsentarsi terhadap masalah Palestina. Nahas Basya untuk mengancam dan memaksanya membatalkan diri sebagai calon. beliau justru semakin mengkonsentrasikan diri untuk menyebarkan dakwah dan gerakannya dengan memanfaatkan kondisi yang ada pada waktu itu. Imam Syahid dikembalikan ke Kairo. Imam Syahid menerima tuntutan itu setelah menimbang dengan cermat berbagai akibat dan kemungkinan yang akan terjadi. Pada tahun 1948 M. Mesir.perkampungan itu untuk menyebarkan dakwah di sana. mereka kemudian meminta pemerintah untuk memenjarakan Imam Syahid. Imam Syahid lalu berupaya menggunakan kesempatan untuk ikut berperan di parlemen Mesir. mereka menamakannya Ikhwanul Hurriyah. tidak lama setelah itu. Karena mendapat tekanan politik dan kecaman dari pelbagai media serta kondisi PD II. Namun Imam Syahid tidak menghiraukan dan tidak menyibukkan dirinya dalam konflik tersebut. mencetak dan menyebarkan buku yang berjudul Al Dimar wa Al Nar (Kehancuran dan api) di Palestina. mereka terpaksa melepaskan Imam Syahid. Ia kemudian mencalonkan dirinya sebagai calon untuk daerah pemilihan Ismailiyah tahun 1942 M. 504 . wakil Jamaah dan sekretaris umum. lalu dilakukan penangkapan terhadap Imam Syahid. yang membongkar kejahatan Inggris dan Yahudi. kemudian di penjarakan di Zaitun. Inggris mendirikan sebuah jamaah baru untuk menyaingi dan menyerang kelompok Ikhwanul Muslimin. serta dengan interaktif di parlemen melalui Ustadz Muhammad Nashir tentang sebab pemindahan Imam Syahid ke perkampuangan Mesir. lalu beberapa kelompok dan kekuatan mengeluhkan keberadaannya di sana. Namun Inggris menolak hal itu dengan keras dan menekan pemerintah Mesir melalui PM.

Dengan keutamaan Allah dan taufik dariNya. Lalu terjadi konflik Palestina –yang merupakan bagian dari strategi dakwah Ikhwanul Muslimin yang tidak mungkin dilepaskan-. beliau mengetahui sejauh mana konspirasi yang dilancarkan musuh. dan konspirasi dan upaya pelumpuhan.617 Lalu pada 8 Desember 1948 M. beliau kembali mencalonkan dirinya di daerah pemilihan yang sama. Kejelasan orientasi dan keteguhan pemahaman yang dimiliki oleh masing-masing individu jamaah terhadap target dan 617 LIhat kembali pembahasan tentang hal ini pada bab Pembebasan Negeri-negeri muslim. terdapat pada hal-hal berikut: 1. Imam Syahid mengambil manfaat dari kejadian ini dan beliau tidak bersikeras melakukan perlawanan. Bangunan ini yang kemudian menghancurkan setiap usaha penghancuran. 2. Sepeninggal Imam Syahid. 3. kekuatan dan kekokohannya. serta pembunuhan Imam Syahid pada 12 Februari 1949 M. panah-panah musuh. jamaah ini tidak menyimpang atau dikuasai oleh musuh. namun beliau – semoga Allah merahmatinya. 505 .telah mengamankan dakwah dan meletakkan rukun dan pondasinya sehingga ia mampu bertahan menghadapi musuh. namun Inggris memanipulasi hasil pemilu dengan pemalsuan yang sangat jelas. Kekuatan ikatan dan kekokohan antar satuan-satuan shaf dan kader-kader jamaah. Tsiqah kepada qiyadah dan selalu berhimpun bersama mereka. Sesungguhnya pengamanan dakwah harus dimulai dari dalam bangunan. Jamaah Ikhwanul Muslimin dipimpin oleh al Ustadz Hudhaibi untuk menghadapi gelombang ujian dengan penuh kesabaran dan keteguhan. dan makalah yang berjudul Mihnatul Islam. Faktor-faktor yang mampu mengawal bangunan jamaah –setelah taufik Allah yang Maha Tinggi tentunya-.Kemudian pada tahun 1945 M. Naqrasyi mengeluarkan keputusan pembubaran jamaah dan menangkap seluruh anggota Ikhwanul Muslimin.

perseteruan dan melegalkan permusuhan antara individu masyarakat.sarana. serta antar generasi dakwah. berupa kejelasan (orientasi). keterbukaan. 5. Kami tidak mengatakan. komitmen terhadap ketentuan jamaah serta berpegang teguh terhadap adan dan akhlak. Kehancuran tidak akan terjadi kecuali pada kondisi yang goncang. kondisi yang gelap dan ketidakstabilan jasad. Kami hanya menyampaikan secara umum bagaimana mengupayakan dan mentarbiyahnya hingga sampai pada tahap keimanan yang tinggi. tidak akan terlepas dari tahapan ini dan tidak kehilangan sifat tsabat (keteguhan) dan quwwah (kokoh dan kuat). yaitu kelompokkelompok yang tidak memiliki agenda yang jelas. serta penerapannya yang menyebabkan kemunduran di tubuh umat. Hubungan yang erat antara qiyadah (pemimpin) dan Qaidah (jundi-jundi dakwah). saling menghormati. Iklim yang baik di dalam dalam jamaah. ruh dan pengorganisasian. Dengan terpenuhinya semua faktor-faktor di atas. Imam Syahid dan pembentukan partai-partai 1. Imam Syahid menghadapi realita buruk dalam pertumbuhan kelompok-kelompok di Mesir. serta tingginya tingkat kebutuhan mereka terhadap jamaah dan dakwah. cinta. digoncang. 4. dihancurkan apalagi dilobangi. tidak tenang. semata-mata hanya fanatisme pemimpin atau ketokohan seseorang. terlebih penerapannya yang berdiri di atas kebencian. begitupula kebutuhan umat manusia terhadapnya. "bahwa barisan shaf Ikhwan dalam pelbagai aspek dan sisinya adalah shaf malaikat dan shaf paling ideal. maka shaf jamaah akan sangat sulit ditembus. Yang pada 506 . Termasuk prilaku individu atau sikap-sikap yang dilakukan oleh anggota jamaah.

akhirnya membuka pintu masuknya orang-orang asing untuk bermain terhadap masyarakat. 146 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). namun permusuhan akan senantiasa mengintai dan mencari musuh berikutnya. "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin berkeyakinan akan mandulnya sistem koalisi antar partai. dan rakyat tidak akan mendapatkan apa-apa selain perampasan kemuliaan dan kemerdekaan."618 Beliau juga berkata. Ikhwan juga berkeyakinan bahwa hizbiyyah (sistem kepartaian) seperti ini akan merusak seluruh tatanan kehidupan. memberangus kemaslahatan. "Saya meyakini wahai tuan-tuan."619 2. Mereka akan berdiri seperti seekor kera di hadapan dua ekor kucing. hal. merusak akhlak. Imam Syahid berkata. "Ikhwanul Muslimin berkeyakinan bahwa partai-partai politik yang ada di Mesir didirikan dalam suasana yang tidak kondusif. dan 618 619 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). bukan demi kemaslahatan umum. Sistem kepartaian ini walaupun bisa mengantarkan salah satu kelompok meraih kemenangan.167 507 . Imam Syahid berkata. Sebagai bukti akan hal itu. kalian semua mengetahuinya. hingga kini belum dapat menentukan program dan manhajnya secara pasti. dan memporak-porandakan kesatuan umat. hal. bahwa campur tangan asing terhadap urusan umat tidak ada maksud lain kecuali untuk permusuhan dan perseteruan. Sebagian besar didorong oleh ambisi pribadi. Imam Syahid meyakini kerusakan partai-partai Mesir sudah mencapai taraf politik tambal sulam atau semata-mata perbaikan yang dangkal. Ikhwan juga berkeyakinan bahwa partai-partai yang ada.

Kendati demikian."623 3. Karena. hal. "Karena sistem ini sangat mungkin diterapkan tanpa ada sistem kepartaian. karena mereka mungkin telah selesai memainkan perannya dan kondisi pun sudah tidak lagi membutuhkannya. betapa cepatnya orang-orang yang berkoalisi itu bubar dan kembali melakukan perang satu sama lain dengan peperangan yang lebih dasyat daripada sebelum berkoalisi."620 Beliau juga berkata."621 Khusus untuk sistem perwakilan parlementer –yang secara prinsip dan kaidah sangat dekat dengan sistem pemerintah Islam. dan tanpa harus melepaskan kaidah-kaidahnya yang orisinil. 168 622 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam). bukan obat yang sesungguhnya.146 508 . hal. maka tidak ada syarat harus mendirikan partai politik. 148 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). "Apa saja yang disebabkan oleh sistem kepartaian ini. persaingan dan kebencian adalah sesuatu yang dibenci oleh Islam."622 "Ikhwan juga berkeyakinan bahwa sistem perwakilan atau bahkan parlemen itu tidak membutuhkan sistem kepartaian dengan bentuknya seperti yang ada di Mesir sekarang. Imam Syahid tetap berpandangan tentang urgensi kebebasan beraspirasi dan mendirikan partai politik yang benar. Adapun obat yang paling mujarab adalah hendaknya partai-partai ini dihilangkan. "Ikhwan berkeyakinan bahwa ada perbedaan prinsip antara kebebasan pendapat. telah banyak aspirasi yang menyuarakan untuk menghapus sistem kepartaian di Mesir. Imam Syahid berkata.koalisi semacam ini hanya merupakan obat penenang yang bersifat sementara. hal. berpikir dan 620 621 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). 322 623 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Wahai Ikhwanul Muslimin. Beliau mengatakan. hal. berupa pertentangan.

dan partai-partai politik telah berubah menjadi sesuatu yang merusak dengan kegiatan dan tokoh-tokohnya. maka seluruhnya menerima dan menyetujuinya sebagai sebuah keputusan."624 Beliau juga berkata. dan masih dikelilingi oleh banyak ambisi di setiap tempat. hal. dan perpecahan dalam ide dan pandangan umum serta apa yang berasal dari keduanya. Dimana setelah jelasnya suatu perkara.bersuara. dengan kebebasan pandangan yang dibolehkan dalam Islam dan dianjurkan."625 4. serta dengan proses penyeleksian urusan terhadap suatu perkara untuk mencari kebenaran. adalah umat yang belum mendapatkan kemerdekaan secara sempurna. yang menyebabkan terjadinya perpecahan di tubuh umat. berusaha terusmenerus untuk memperluas jurang perpecahan di kalangan umat dan mengguncang kekuasaan pemerintahan yang resmi. yang sejak awal pertumbuhan membutuhkan kerja keras dan persatuan. musyawarah. berekspresi. dan nasehat –sebagaimana digariskan oleh Islam. kecuali dengan persatuan dan bahu membahu. kami masih berada dalam timbangan. baik mengikuti suara mayoritas atau dengan kesepakatan. Imam Syahid berkata. Jika setiap 624 625 Ibid Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). Oleh karena itu. "Terdapat perbedaan wahai Ikhwanul Muslimin antara partai politik yang slogannya adalah perbedaan. yang belum mendapatkan kemerdekaannya secara totalitas.dengan fanatisme terhadap pendapat. 168 509 . Tidak mungkin kemerdekaan ini dapat diraih dan tidak mungkin menyingkirkan ambisi-ambisi tersebut. Imam Syahid menjelaskan tentang kondisi masyarakat Mesir. keluar dari lingkaran jamaah. beliau berpandangan untuk menghilangkan sistem kepartaian. menafsirkan sesuatu. "Sesungguhnya kami wahai Ikhwan.

"627 5. 626 627 Ibid Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). Imam Syahid berkata. saya juga tidak ingin menyembunyikan dari mereka."628 Beliau juga berkata. atau saya menguatkan salah satunya tanpa yang lain.bangsa yang telah mendapatkan kemerdekaannya secara sempurna dan telah menyelesaikan pembinaan dirinya. bahwa sistem partai politik walaupun dibolehkan di beberapa Negara. dan saya melihat bahwa kewajiban memberikan nasehat kepada umat manusia –terutama pada kondisi-kondisi seperti ini. atau saya menjelek-jelekkan salah satunya dan merekomendasikan yang lain. "Saya meyakini wahai tuan-tuan. Imam Syahid menegaskan bahwa hal ini merupakan pandangannya sendiri dalam menghadapi kondisi dan keadaan pada fase ini. 166 628 Ibid 510 . hal. "Saya juga ingin mengatakan bahwa bahwa ketika saya berbicara tentang partai politik."626 Imam Syahid berkata. karena hal itu merupakan pandangan saya sendiri bukan untuk orang lain. dan bisa jadi ia mengamalami perubahan pada masa-masa yang akan datang. dan saya tidak ingin memaksakannya kepada orang lain. Walaupun demikian. hal itu bukan menjadi kepentinganku. "Sesungguhnya saya memiliki pandangan sendiri terhadap masalah partai politik. diperbolehkan berbeda dan mendirikan partai-partai di dalam beberapa hal.telah menggerakkan saya untuk berterus-terang dan menyampaikannya kepada manusia. maka hal itu tidak mungkin bisa diwujudkan di tengah umat yang baru tumbuh. maka bukan berarti saya sedang menawarkan sebuah partai kepada masyarakat tanpa partai yang lain. namun ia tidak dibolehkan di semua Negara.

Mereka yakin bahwa Islam adalah sistem operasional 629 Ibid 511 . "Mereka meyakini bahwa Islam sebagai sistem paripurna yang melingkupi seluruh aspek kehidupan. serta toleransi dan kekuatan. dan hendaknya ada lembaga hukum yang independent dan adil yang menangani pelaksanakan dan penerapannya. maka Ikhwanul Muslimin menuntut kebebasan mendirikan partai.Namun saya ingin mengambil sebuah sikap yaitu. perhimpunan dan deklarasi sikap dan pandangan. saya membiarkan keputusan terhadap partai politik kepada sejarah dan opini khalayak. Negara dan kewarganegaraan. Ikhwanul Muslimin memberikan pandangannya yang universal yang berlandaskan asas dan pondasi yang dibuat oleh Imam Syahid tentang sistem pemerintahan. urgensi kebebasan. budaya dan undang-undang. Tentang Aktivitas POlitik: 1." Beliau juga berkata. syuro dan menghormati aspirasi rakyat. Imam Syahid menegaskan dengan keyakinan yang kuat bahwa. yang beliau tetapkan secara temporer sesuai dengan kondisi yang dihadapi oleh umat. manhaj dan auran kehidupan sesuai dengan syariat Islam. "Namun mereka meyakini Islam sebagai akidah dan ibadah. dan sesungguhnya pembalasan yang benar adalah di sisi Allah semata. politik merupakan bagian dari manhaj Islam."629 6. Negara dan seluruh alam. dan hendaknya sistem politik. mengatur perkara dunia sebagaimana dia mengatur perkara akhirat. akhlak dan materi. masyarakat. Pertama. Dengan pandangan khusus Imam Syahid ini. Imam Syahid berkata. yang mengatur kehidupan pribadi.

dan manusia tidak akan melihat mereka sebagai pengusung partai. dengan kebebasan pikiran yang dibolehkan oleh Islam dan dianjurkan. hal. hal. distribusi kekayaan."632 "Terdapat perbedaan wahai Ikhwan. atau tidak akan sama sekali menjadi tidak muslim."633 "Tema-tema besar seperti semacam universalisme."634 630 631 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). 104 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah).sekaligus spiritual.56 512 . serta berbagai masalah yang terkait dengan tema ini –yang kini memenuhi kepala para pemimpin dan pakar ilmu sosial modernkami yakin telah diselam begitu dalam oleh Islam. kebebasan. dan izzah adalah bagian dari ajaran Al Quran. Ia tidak akan memisahkan dakwahnya antara politik dan agama. sosialisme. nasionalisme. mushaf dan pedang.160 633 Ibid. hal.168 634 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). kapitalisme. sekaligus menghindarkan manusia dari semua kemungkinan buruk yang bisa timbul dalam proses menuju kesana. Islam menurut mereka adalah agama dan daulah. Sebab Islam telah meletakkan suatu sistem bagi dunia yang membuka pintu bagi pendayagunaan dan pemanfaatan semua sumber kebaikan. serta apa yang menjadi dari keduanya."630 "Bahwa politik. hubungan antara produsen dan konsumen. 632 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). perang."631 "Dan Allah mengetahui bahwa Ikhwanul Muslimin tidak pernah sama sekali menjadi tidak berpolitik. hal. komunisme. antara partai yang memiliki slogan perbedaan dan perpecahan dalam perspektif dan pandangan umum.

Dalam hal ini Ikhwan mengambil berbagai bentuk kegiatan yang disesuaikan dengan kemamampuan jamaah dan kondisi yang berkembang di sekelilingnya. Bagi mereka yang ingin mengalihkan kami dari manhaj ini hendaklah menjauh dari kami karena ia adalah musuh bagi Islam atau orang yang tidak mengetahui tentang Islam. "Kita menilai bahwa pemisahan antara agama dan politik bukanlah bagian dari ajaran Islam yang hanif. Tidak ada baginya jalan kecuali dua hal ini.339 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). maka kegiatan politik adalah bagian dari agenda dakwah Ikhwan yang sempurna. menuntut kebebasan berpolitik dan nasionalisme. membina dan memimpin masyarakat. memperbaiki lembaga pemerintahan. hal. hal. "Adapun kalau kami dikatakan sebagai politikus. "Oleh karena itu. kami yakin bahwa kekuatan tanfidziyyah termasuk bagian ajaran dan hukum Islam.636 3. kaum muslimin yang mengerti dan memahami ruh dan ajaran Islam secara benar tidak mengenal hal ini. Imam Syahid menolak tegas orang yang memisahkan antara dan politik.Ia berkata. Oleh karena itu. Ikhwanul Muslimin mengajak agar asas kebangkitan kita hendaknya merupakan. penyadaran masyarakat terhadap hak-haknya serta membimbing. menyempurnakan segala jenis kebebasan dan kemerdekaan bagi tanah air. menyatukan fenomena kehidupan nyata di tengah umat sesuai dengan asas Islam dan kaidah-kaidahnya. dilanjutkan dengan menyebarkan prinsip-prinsip Islam dalam masalah politik dan pemerintahan. Imam Syahid berkata. Agenda ini memiliki fase-fase dan lahannya tersendiri yang diawali dengan penjelasan pandangan Islam terhadap suatu peristiwa atau masalah. mengetengahkan program-program perbaikan yang berbasis Al-Quran. 179 513 . beliau berkata. dalam arti kami memiliki perhatian terhadap umat kita. Kami meyakini bahwa kebebasan politik dan kehormatan nasionalisme adalah 635 636 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru)."635 2.

kebebasan dan nasionalisme merupakan bagian dari perintah Al-Quran. Dalam muktamar yang dihadiri oleh Ketua-ketua Wilayah."637 4. hal. Maka dari sekarang kita berkewajiban untuk mengarahkan jiwa yang sedang terheranheran dan membimbing perasaan yang sedang menggelora untuk melangkah bersama jalan ini. Kami kira kami tidak mendatangkan sesuatu yang baru. Kesemuanya itu adalah adalah hal-hal yang biasa dipahami oleh setiap muslim yang mempelajari Islam dengan benar. Imam Syahid membantah pendapat yang mengatakan bahwa meninggalkan kegiatan politik dan memfokuskan diri kepada kegiatan sosial dan moral akan menyelamatkan dakwah dari rintangan dan hambatan. dan mencintai tanah air adalah bagian dari keimanan.bagian dari rukun dan kewajiban Islam. maka memang demikianlah kami."638 637 638 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Atau karena kami berjuang untuk menyempurnakan kemerdekaan dan memperbaiki badan pemerintahan. "Tidak ada dakwah tanpa jihad. Dalam hal ini beliau mengatakan. Apa yang kami lakukan tidak lain dari merealisasikan tujuan-tujuan di atas dan kami tidak keluar dari dakwah Islam sama sekali. karena Islam tidak hanya menyuruh umatnya untuk berjihad dan berjuang.213 Ibid 514 . Dalam hal ini beliau juga menjelaskan. Tidak ada lagi lembaga yang diyakini dan diharapkan masyarakat untuk mewujudkan cita-cita suci ini selain dari Ikhwan. dan tidak akan ada jihad tanpa adanya tekanan. "Wahai saudaraku! Untuk hal ini kami telah menghabiskan waktu selama 17 tahun dalam rangka mempersiapkan dan memahamkan masyarakat tentang hakikat politik yang sebenarnya. Wallâhu Al-Musta'ân. Semua hal ini menyebabkan saya meyakini bahwa tidak ada lagi pilihan yang tersedia bagi kita.

dan tidak menyimpang dari jalan kita serta tidak pula menukar rute perjalanan dengan terjun ke dunia politik –seperti yang dikatakan mereka yang tidak memahaminya. Agenda dakwah dan politik yang kami miliki mempunyai landasan dan aturan-aturan.”639 5. dan Islam mencakup hakim dan orang-orang yang dikenai hukuman.”640 Beliau juga mengatakan tentang dakwah kita. "Tidak akan ada hari bahwa mereka adalah orang-orang yang berada di luar Islam. 165 640 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini) 641 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin)."641 639 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). dan pemerintahan adalah bagian darinya. Imam Syahid mengatakan. Tidak ada dalam Islam slogan yang mengatakan: “Berikan kepada Kaisar apa yang menjadi haknya dan berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak-Nya. serta kebebasan adalah diantara kewajibannya. hal. titik tolaknya adalah Islam dan pelaksanaan syariat Allah.Beliau mengatakan –seraya menyebutkan fase-fase dakwah dan tahapan-tahapan dalam kegiatan politik-. Setiap tujuan perbaikan yang ada bertolak dari sini dan ter-shibghah dengannya. Dan juga tidak boleh bagi kami untuk mengakhirkan konsep syariat dan berdakwah kepadanya dengan mengedepankan konsep perbaikan yang merupakan bagian darinya. "Jika ditanyakan kepada kalian: Kemana kalian mengajak? Maka jawablah: kami menyeru kepada agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw. Agenda perbaikan ini hanyalah bagian dan pelengkap baginya dan bukanlah sebagai ganti. 160 515 .Akan tetapi. dengan hal ini kita melangkah ke fase yang kedua dari perjalanan dan rencana kita yang berlandaskan Al-Quran. hal. Agenda perbaikan dalam bidang politik dan kemasyarakatan tidak boleh dijadikan ganti dari tujuan utama ini. Akan tetapi yang ada hanyalah: kaisar dan segala hak miliknya adalah kepunyaan Allah Yang Maha Perkasa. "Dalam hal ini kita tidak menyalahi rencana kita.. Maka tidak ada dosanya bagi kita ketika politik menjadi bagian dari agama ini.

6. dan berusaha untuk mengajak mereka mengamalkan manhaj Islam (sebagaimana yang disebutkan dalam halaman sebelumnya). "ketika terjun dalam dunia politik kita kita tidak akan pernah cenderung dan berpihak kepada salah satu partai politik. Ats-sabat yang sejati dalam jamaah ini berdiri di atas landasan: komitmen dan keteguhan dalam menjaga ats-sawabit (hal-hal prinsipil dalam jamaah). mengembalikan segala perkara kepada Al-Quran dan perbekalan keimanan. keteguhan pribadi-pribadinya yang bersandar kepada akidah dan ikatan persatuan. Kita berkewajiban mencari sebab-sebab yang cocok dan bersungguhsungguh dalam proses tarbiyah dan pengkaderan."642 642 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI) 516 . Akan tetapi ini akan teruji dan tampak ketika berhadapan dengan kondisi-kondisi sulit dan peristiwa-peristiwa yang menggoncangkan serta dalam menghadapi tantangan yang datang. berharap kepada-Nya serta bertawakal kepada-Nya. dan tidak pula dia lebih diprioritaskan darinya. Tingkatan keistiqamahan dan kesuksesan kita sangat tergantung kepada tingkat ibadah kita kepada-Nya dan keterlepasan dari segala kekuatan. Imam Syahid mengatakan. Hal ini tidak akan tampak dalam peristiwa-peristiwa biasa dengan sekedar berkaca kepada teori. senantiasa memohon pertolongan dan keistiqamahan dari Allah.Maka seruan untuk perbaikan dalam bidang politik dan sosial adalah bagian dari bentuk dakwah kita kepada Islam dan bukanlah sebagai gantinya. kekuatan tanzhim. tingkatan ke-tsiqah-an dan ketaatan dalam kondisi malas dan giat dan serta tajarrud. jamaah dalam agenda politiknya dan hubungan dengan partai-partai politik tidak memihak kepada salah satu partai manapun.

Jamaah akan memenuhi kata-katanya dan komitmen dengan keputusan yang telah dibuat." Jamaah dengan karakteristik yang ada dalam manhajnya dengan tidak menggunakan sistem partai. kerjasama dan berbagai bentuk hubungan lainnya. Kita menerima berbagai bentuk partisipasi yang berdasarkan prinsip persamaan dalam kerjasama dan koordinasi demi menciptakan perbaikan umat dan menyeleseikan berbagai macam problematikannya. berdasarkan asas yang jelas dan berlandaskan syariat. Jamaah akan berinteraksi dengan seluruh kalangan dan menujukan dakwah untuk seluruh lapisan. "Anda telah berbuat kebaikan. "Anda telah berbuat salah. ada yang sampai kepada tingkat koordinasi dalam beberapa agenda kerja."Sangat salah orang yang menyangka bahwa Al-Ikhwan Al-Muslimun bekerja untuk sebuah lembaga diantara lembaga yang ada atau ia bergantung kepada salah jama'ah diantara jama'ah yang ada. atau ada yang sampai kepada saling membantu. Selain itu tingkat interaksi jamaah juga sangat variatif. Akan tetapi dia tidak menafikan keberadaan organisasi lain. Akan tetapi kami tidak akan tertipu dengan berbagai manuver politik dan janji-janji kosong. Ada yang hanya sekedar interaksi secara umum. Kita akan menolak bekerjasama dengan organisasi lain yang semata-mata hanya berjuang untuk kepentingan organisasinya yang berkedok perbaikan. Kita juga akan menolak bentuk kerjasama yang tidak berlandaskan asas 517 ." Sementara kepada eorang yang melakukan kesalahan dikatakan." Jamaah juga tidak akan menjalin kerjasama dengan pihak manapun dengan menggadaikan dakwah atau prinsip-prinsip Islam. Dia senantiasa bekerjasama dan berkoordinasi dengan organisasi lain dalam rangka mewujudkan kemaslahatan dakwah dan tanah air. Memberikan kepada setiap individu haknya sesuai dengan sumbangsihnya terhadap Islam. yang berkata kepada seseorang yang telah melakukan suatu kebaikan. Akan tetapi itu semuanya tentu saja sesuai dengan undang-undang yang ada dalam jamaah dan batasan-batasan yang ada dalam syariat.

Ikhwan menentang setiap lembaga yang melakukan penyimpangan dari nilai-nilai Islam seperti Bahaiyyah dan Qadiyaniyyah. lembaga-lembaga yang bermanfaat diarahkan kepada tujuannya dengan memberikan dukungan kepadanya dan tidak melemahkannya. d. Dalam Majelis Syura yang ketiga pada tanggal 11 zulhijjah tahun 1353 H dikeluarkan keputusan yang menjelaskan sudut pandang Ikhwan Muslimin terhadap organisasi lain berdasarkan asas dan aturan-aturan yang ada dalam jamaah: a. diwajibkan bagi setiap akh untuk mengenal tujuan secara mendalam. e. terlebih dahulu memastikan bahwa lembaga tersebut tidak bertentangan dengan tujuan dan target jamaah. seperti bekas-bekas kebangkitan dunia timur (Islam). f. Ikhwan berusaha untuk melakukan pendekatan antar organisasi dengan berbagai sarana yang tersedia. h. dan Ikhwan meyakini sepenuhnya bahwa rasa cinta adalah asas utama untuk membangunkan kesadaran kaum muslimin. hal. 7. Dan mendukung ide penyatuan Islam. Ikhwan menerima setiap ide yang diberikan demi menyatukan segala usaha kaum muslimin di seluruh penjuru dunia.219-220 518 . Imam Syahid telah meletakkan standar sendiri untuk hal ini. g. c. Sudah menjadi kemestian bagi Ikhwan Muslimin jika mendukung sebuah lembaga. dan menjadikannya satu-satu standar antara dirinya dengan organisasi lainnya. Karena hal ini dapat merusak citra jamaah dan merupakan bentuk penyimpangan dari rencana dan tujuannya semula. Dimulai dengan 643 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna).persamaan. b.643 8. Bentuk dari kegiatan politik bisa beraneka ragam disesuaikan dengan kemampuan jamaah dan kondisi yang ada. setiap organisasi yang mewujudkan salah satu sisi manhaj Ikhwan harus didukung oleh setiap akh. setiap manhaj yang tidak menguatkan Islam dan berpedoman kepadan dasar-dasarnya tidak akan mengantarkan kepada kesuksesan.

tanpa melakuan check and recheck dan mengetahui selukbeluknya.S Al Hajj: 40)644 9. jamaah selalu membedakan antara khayalan. dan dia tidak tertipu dengan perkara yang tampak lahiriah saja. Dalam menentukan sikap terhadap kejadian dan peristiwa. "berdasarkan asas ini.pengumuman pandangan terhadap partisipasi politik dan mengetengahkan program-program yang bersifat menunjang dan membantu. dan arena jihad bukanlah arena kerja dan arena jihad yang benar bukanlah arena jihad yang salah. Ia memiliki ilmu fsiklogi (untuk mengenal gejala-gejala di sekitarnya) sehingga 644 645 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). dengan kerja keras dan jihad: "Sesungguhnya arena kata-kata bukanlah arena khayalan."645 Jamaah dia tidak gegabah dan reaktif terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi. dan apabila dating waktu yang tepat akan tampil mewakili umat di DPR. demikian juga dengan memunculkan kader-kader politik dan masuk dalam Pemilu." (Q. slogan dan kata-kata.                       Artinya: "Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya. Imam Syahid berkata. hal 181 519 . dan arena kerja bukanlah arena kata-kata. calon-calon Ikhwan akan maju. 212 Ibid. Percayalah dengan pertolongan Allah selama tujuan kita adalah mencari ridha Allah Swt. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Kemudian sampai kepada kepemimpinan dalam kegiatan politik dan khalayak. hal.

melenyapkannya. 10. hal. Di pentas politik dan hal-hal yang menjadi kemestian di dalamnya seperti pernyataan sikap. Sejarah menjadi saksi akan keberhasilan jamaah dengan metode yang dipakainya. Ia benar-benar memahami fase pembinaan dan kondisi yang sedang dilalui umat Islam serta musuh-musuh yang menghadang mereka. Oleh karena itulah maka jamaah lebih mengedepankan kerja. dan senantiasa meletakkan di depan matanya "Memproteksi eksistensi dakwah dan kekuatan barisan". baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. maka dakwah selalu menimbang sebab-akibat serta implikasinya terhadap jamaah dan gerakan dakwah. dan bantuan. jamaah bisa selamat dari segala tipu daya dan konspirasi yang ditujukan untuk melemahkan. di waktu yang sama ia juga memiliki agenda politik sendiri yang memilik pandangan mendalam. dan akan tetap berpegang teguh terhadap dakwah meskipun dengan berbagai bujukan dan ancaman. "Janganlah kamu mempertaruhkan usaha dan kerja kerasmu dan jangan pula bertaruh dengan syiar kesuksesanmu!"646 Jamaah tidak absen dalam pelbagai even dan peristiwa yang terjadi. perjanjian. atau dari satu tempat ke tempat lain. maka ia senantiasa menggunakan pandangan yang menyeluruh dalam melihat sebuah pertarungan. Dengan pertolongan Allah. muatannya lebih kuat dari penampilannya.tidak tertipu dengan berbagai slogan yang memperdagangkan kata-kata dan kalimat. maka ia tidak pernah lupa terhadap kemaslahatan dakwah atau kondisinya dari satu waktu ke waktu lainnya. 646 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dan memalingkannya dari manhajnya. 127 520 . Jamaah juga sangat memahami bahwa ia menjadi incaran musuh dalam skala regional dan internasional.

Ikhwan sengaja berdiri netral dengan tidak memberikan bantuan dan dukungan kepada salah satu diantaranya. Demikian pula dalam kaidah pengucilan dan pembuangan. dan beberapa kaidah-kaidah lain yang termasuk dalam kaidah dan standar syar'i dalam mengatur amal dan pergerakan. dan tarjih untuk menguatkan salah satu pendapat ketika terjadi perbedaaan mashlahat. Kemudian pembagian tujuan syariat. dan mengukur kondisi dharurah (daurat). Ketika terjadi konflik antar partai politik dalam memperebutkan kursi kementerian. dan perjalanan sirahnya yang mulia. mengambil sesuatu yang paling sedikit madharatnya. syura dan prinsip-prinsip dakwah. Ia tidak memiliki keinginan atau ambisi untuk meraih kursi kementerian atau mengambil keuntungan di balik peristiwa itu. Ikhwan sangat memahami bahwa mentarbiyah masyarakat dan 521 . jamaah senantiasa menggunakan Fiqih harakah dan siyasah syar'iyyah. serta jelasnya perbedaan urutan amal seperti jaiz (boleh). dan hal itu dilakukan melalui lembaga dakwah.Qiyadah dalam jamaah memiliki hak komparasi terhadap aktivitas politik yang diperbolehkan. fardu (wajib). dan mengakhirkan maslahat yang paling sedikit. Ikhwan berusaha untuk menjauh dari perkara ini dan berupaya menyampaikan nasihat kepada seluruh pihak yang bertikai. makruh dan haram. seperti: mendahulukan menolak madharat daripada mengambil manfaat. Untuk itu. Bagi yang memperhatikan sirah Imam Syahid dan pandanganpandangannya akan mendapatkan bahwasanya beliau adalah seorang yang berpandangan tajam dan memiliki pemahaman yang mendalam. ikrah (kondisi terpaksa). mandhub (sunnah). Dalam suratnya yang diutujukan kepada pemimpin pemerintahan Mesir kala itu beliau mengatakan. sekunder dan tersier. “Dalam hal yang berkaitan dengan kementerian sebelumnya -termasuk di dalamnya kementerian Anda sebelumnya. sebagaima ia juga tidak akan pernah meminta atau menerima bantuan dari salah satu diantaranya. Dalam hal ini kita berpedoman kepada Rasulullah Saw. berupa kebutuhan primer.

padahal ketika itu beliau juga mengemban proyek gerakan paripurna dalam rangka mewujudkan kebangkitan umat dengan nama Ikhwan Muslimin. 297 522 . 11. Akan tetapi Ikhwan menyambut baik partisipasi pihak lain dan mengajak mereka untuk terjun dalam lapangan dan mengerahkan segenap tenaga dalam proses perbaikan. dengan mengedepankan titik temu dan mengenyampingkan sebab-sebab yang mendatangkan perbedaan dan perpecahan. hal. Ikhwan tidak ingin untuk memonopoli salah satu bidang yang ada dalam masyarakat atau politik ataupun bidang-bidang lainnya. Ikhwan tetap membuka diri bekerja sama dengan segenap kekuatan dan kelompok yang ada. beroposisi dan memberikan penjelasan kepada yang salah. Dengan prinsip akidah yang sangat jelas. komitmen dan intergralitas manhaj yang mencakup semua aspek.menyebarkan ide-ide perbaikan kepada mereka jauh lebih agung dan bermanfaat daripada berhubungan dengan pemerintahan yang sekarang lebih disibukkan dengan permasalahan pertentangan dan persaingan antar partai. "Kita saling bantu dalam hal yang kita sepakati dan saling toleran dalam permasalahan yang kita 647 Ibid."647 Ikhwan tidak termasuk dalam pihak yang bertikai tentang masalah kepartaian. dan beliau pun termasuk salah seorang anggotanya dan antusias dalam memotivasi dan bekerjasama dengannya. Ia berupaya menyampaikan nasihat dan pemahaman kepada setiap golongan dan memberikan dukungan kepada yang lebih dekat kepada kebenaran. dan tidak masuk dalam arena ini serta berusaha untuk menjauh dari pertikaian ini. Langkah strategis ini sangat berperan dalam rangka menjauhkan Ikhwan dari keterombang-ambingan antara partai dan pemerintahan. sebaliknya tetap serius dan komitmen memberikan pengabdian terhadap masyarakat dengan tarbiyah dan proses penyadaran. Mereka tidak disibukkan dengan kegiatan politik dan pertikaian antar partai. Sejarah menjadi saksi bagaimana usaha Imam Syahid di usia muda beliau dalam mengumpulkan para ulama dan siapa saja yang menginginkan perbaikan ketika ia mendirikan Jam’iyyah Syubbân Al-Muslimîn.

Pada pengantar editorial edisi perdana majalah An Nadzir yang terbit tahun 1938 M (Rabi’ Al-Awwal 1357 H). “Kita akan beralih dari sebaik-baik dakwah umum kepada sebaik-baik dakwah khusus. karena waktu tidak tersedia untuk melakukan kebohongan. maka kami akan mendukung mereka. Ikhwan meyakini bahwa lahan jihad itu terbuka untuk siapa saja. kemerdekaan dan kemajuannya. Imam Syahid menjelaskan fase yang ditempuh dalam perjuangan politik yang dimasuki jamaah dalam rangka menyeimbangi kekuatan politik dan berbagai aliran yang ada. dengan penuh kejelasan tanpa adanya kesamaran. demi 523 . dari sekedar dakwah dengan perkataan kepada dakwah yang diiringi kerja keras dan perjuangan. dan menilai seluruh elemen yang ada sesuai dengan neraca keislaman. Jika mereka mau menerima seruan kami dan menempuh jalan ini. dan mampu memadukan antara pemahaman syariat dengan fiqih realitas. para pembesar. maka kita akan mengumandangkan permusuhan kepada setiap pemimpin partai atau lembaga yang tidak bergerak untuk kepentingan Islam dan tidak berjalan di atas landasan Islam. Oleh karena itu mereka menyampaikan dakwah kepada siapa saja dengan penuh ketulusan dan kejelasan tanpa diiringi perasaan merasa lebih. selama kita semua berkenan untuk menghormati hal yang sudah pasti dalam syariat dan bekerja untuk kepentingan tanah air. tanpa dusta dan kebohongan. Tentang partisipasinya dalam perjuangan politik. menepati kata-kata dan janji. 12.perselisihkan”. memiliki sikap yang jelas. maka Ikhwanul Muslimin telah menyampaikan tujuan-tujuan dan sudut pandangnya secara jelas jelas. para menterinya. Namun jika mereka lebih cenderung untuk melakukan kebohongan dan penipuan dan bersembunyi di belakang berbagai alasan bohong. sombong dan takabur. sesepuh dan segenap partai yang ada. Kita akan mengajak mereka semua kepada manhaj yang kita yakini kebenarannya dan menjelaskan kepada mereka berbagai agenda kami dan meminta kepada mereka untuk berjalan di negeri kami ini sesuai dengan nilai dan ajaran Islam dengan penuh keberanian tanpa ada rasa ragu. Kita akan menyampaikan dakwah ini kepada segenap tokoh yang ada di negeri ini.

162 524 . “Telah tampak dengan jelas arah nasionalisme Ikhwan. bahkan lebih dari tekanan. dan jihad ini membutuhkan harga dan pengorbanan. baik di dalam pemerintahan maupun di luarnya.”651 Di akhir perkataannya Imam Syahid berkata tentang beban perjuangan ini. para pegawai di antara kalian akan menerima tekanan. saya mengajak kalian untuk melakukan jihad amal. dengan hal ini kita melangkah ke fase yang kedua dari perjalanan dan rencana kita yang berlandaskan Al-Quran. setelah dakwah dengan perkataan. Kita akan umumkan permusuhan terhadap mereka. dan agenda ketika harus melakukan konfrontasi. yang bermula dari partisipasi mereka dalam perjuangan politik. orang-orang yang tidak 648 649 Ibid. dan Dia adalah sebaik-baik pemberi pembuka (pemberi kemenangan).”650 Dan beliau juga mengatakan tentang fase ini sebagaimana yang beliau sebutkan dalam majalah An-Nadzir. "Wahai Ikhwanul Muslimin. sebuah permusuhan yang tidak mengenal kata damai dan gencatan senjata sampai Allah memberikan keputusan tentang kebenaran antara kita dan bangsa kita. pandangan. “Mereka semua akan melancarkan permusuhan yang besar kepada kita. dan tidak menyimpang dari jalan kita serta tidak pula menukar rute perjalanan dengan terjun ke dunia politik –seperti yang dikatakan mereka yang tidak memahaminya. jika mereka tidak menjadikan ajaran Islam sebagai manhaj yang harus diikuti dan diamalkan.648 Imam Syahid menyebutkan metode perjuangan politik yang berkaitan dengan tujuan. hal.”649 "Dalam hal ini kita tidak menyalahi rencana kita.Akan tetapi. 164 Ibid 650 Ibid 651 Ibid. saya umumkan kepada kalian langkah ini melalui lembar-lembar koran kalian edisi perdana ini.mengembalikan pemerintahan dan kejayaan Islam. baik di dalam maupun di luar ketika dakwah telah mecapai usia sepuluh tahun. hal.

Maka Sesungguhnya Engkau. Kemerdekaan cara pandang. yang memiliki cara pandang yang jelas untuk itu. baik ia adalah bagian dari syu'bah (kelompok) Ikhwan atau salah seorang dari anggota jamaah ini. Maka Sesungguhnya orang itu termasuk golonganku. dan lain-lain. ia menolak membuat sikap-sikap dan pandangannya dengan standar orang lain. Jamaah menetapkan bahwa titik tolaknya adalah Islam. kalian akan diuji dengan harta dan jiwa kalian. maka bersiap-siaplah untuk menghadapi hal itu. dan saya tidak mengatakan kepada kalian kecuali dengan apa yang dikatakan oleh Ibrahim:                            Artinya: "Maka barangsiapa yang mengikutiku. Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dalam pernyataan pers dan sikap politiknya. Misalnya. jamaah menolak mengatakan bahwa ia adalah bagian dari kekuatan kelompok kanan. 165 525 . dan dengan izin Allah kita akan bertemu di medan kemenangan. atau dalam koridor himpunan dan sikap-sikap mereka.S Ibrahim: 36)652 13. dan barangsiapa yang mendurhakai aku. hal. maka hendaklah ia menyingkir dari jalan ini dan membiarkan katibah Allah ini berjalan. keseimbangan dan 652 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). sikap dan keseimbangan ini membuat perbedaan jamaah sangat jelas di publik. barangsiapa yang tetap bertahan bersama kami di atas jalan ini. atau kiri atau misalnya ia menolak keterbukaan atau sangat terbuka. sehingga risalah dan pandangan Islam. walaupun dalam beberapa sikap-sikapnya kadang-kadang sama dengan sikap-sikap orang lain. namun barangsiapa yang kondisinya tidak memungkinkan atau merasa berat dengan beban jihad yang akan dipikul. Sesungguhnya Allah akan memenangkan orang-orang yang memenangkan agamanya. orang-orang kaya dan sejahtera di antara kalian akan dijebloskan ke penjara.bersalah di antara kalian akan menerima perlakuan kasar. (Q.

Ia tidak bekerja untuk kepentingan seseorang atau ambisi kelompok tertentu. yaitu melalui fiqih-nya yang mencakup realita dan kemaslahatan dakwah dan bangsa. ia bergerak dan berupaya menjalin hubungan dengan semua elemen dan menyampaikan dakwah kepada mereka.nilai-nilai Islam bisa menjadi alternatif yang menggantikan nilai dan cara pandang Barat. kesepakatan dan perjanjian dengan kekuatan apapun. atau plin-plan dalam sikap-sikap dasarnya. yang ditetapkan dengan kaidah dan batasa-batasan yang dijelaskan oleh Imam Syahid di dalam risalahnya: a. Dalam aktivitas politik. bukan demokratis dan bukan apapun seperti yang mereka kira. tetapi sesungguhnya kami adalah kaum muslimin. jamaah selalu menggunakan cara-cara yang sesuai dengan syariat. atau terlepas sama sekali dari kekuatan dan organisasi apapun di lapangan. Dakwah yang jujur dalam sikap dan perkataannya 653 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). atau untuk memenangkan suatu kelompok melalui jalur partai politik. "Sesungguhnya kami wahai Ikhwanul Muslimin bukanlah komunis. sesungguhnya hakikat sesuatu terletak pada substansi bukan pada nama atau slogan."653 "Sebagaimana kami menghindari manupulasi kata-kata di pelbagai aspek kehidupan dunia. Sikap-sikapnya sesuai dengan koridor dan batasan-batasan syariat. baik dukungan. d. Jamaah telah menentukan sikapnya sesuai dengan pandangan dan koridorkoridor syariat. Dalam mengeluarkan sikap. atau keluar dari realitas tersebut. Tamayyuz dakwah (perbedaan dakwah dengan yang lain). c."654 14. 654 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim) 526 . b. jamaah tidak memisahkan diri dengan kondisi dan realitas yang terjadi. dengan tidak mengalah dari prinsip-prinsip dan tujuannya.

Kami bukan yayasan sosial dan perbaikan. Agar orang lain tidak menganggap bahwa dakwah adalah partai politik –walaupun sisi ini juga sangat penting-. meskipun partai politik sebagai salah satu pilar Islam adalah prinsip kami. atau lembaga kebajikan yang melakukan amalamal kebajikan di berbagai aspeknya. Jamaah ini –dalam kelahiran dan perjalanannya. demi mewujudkan tujuan-tujuan Islam secara keseluruhan sesuai dengan proyek Islam dan persfektif yang sempurna. atau berupa partai politik. yang menggunakan pelbagai macam sarana dan fasilitas untuk beraktivitas. serikat.bertolak dari dasar dan pemahaman tersebut di atas. Kami bukan club olah raga. Imam Syahid membatasi karakteristik dakwah dan integralisasinya dengan batasan yang sangat jelas dan tegas. Tawakkal kepada Allah dan selalu menyandarkan diri dalam setiap langkah-langkahnya.e. Imam Syahid berkata. jamaah memiliki yang lebih dalam dan lebih luas dari itu semua. atau yayasan kemasyarakat yang memperhatikan sisi-sisi perbaikan di masyarakat. "Wahai Ikhwanul Muslimin! Wahai manusia seluruhnya! Kami bukanlah partai politik. f. dan ia tidak membatasi aktivitas pada lembaga-lembaga ini saja. meskipun olah raga dan lah rohani 527 . meskipun kerja sosial dan perbaikan adalah bagian dari maksud besar kami. namun ia adalah Islam dengan kesempurnaannya di pelbagai sisi dan sisi-sisi yang lain. tidak tertipu dan dipecundangi. atau organisasi tertentu yang memiliki tujuan-tujuan tertentu pula. yang beraktivitas di semua bidang. namun justru mengarahkan dan memberikan pengaruh. atau menjadi titik tolaknya. Sesungguhnya dakwah bukan termasuk bentuk-bentuk ini. walaupun dalam tataran praktis ia bisa berbentuk lembaga yang bergerak di bidang sosial. untuk menghidupkan kembali kebangkitan umat Islam. Sadar dan selalu waspada. bahwa dakwah bukanlah partai politik yang memiliki rujukan atau ambisi islam. yayasan. 15. Yakni. Semua itu tiada lain adalah sarana-prasarana yang digunakan untuk membantunya dalam menjalankan aktivitas dan gerakan di pelbagai bidang. dan organisasi-organisasi tertentu.

karena itu semua diciptakan untuk tujuan parsial dan terbatas. Terhadap Nasionalisme dan Kesukuan: 655 Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). Kami bukan kelompokkelompok macam itu semua. hukum dan sistem. aliaran dan mazhab-mazhab pemikiran yang tersebar di masyarakat. yang tidak dibatasi oleh terma. dan menetapkan sikap jamaah dengan landasan ini. dimana ia mampu menyebutkan sisi positif dan sisi negatifnya. dan ajaran milik Rasul-Nya yang terpercaya. Perjalanan kami tidak pernah berhenti sehingga Allah Swt. dan ini merupakan asas dan titik tolak dalam setiap urusan atau pemikiran: a. beliau tidak memandang remeh hal itu. penguasa alam semesta. ia tidak terpedaya dengan ucapan-ucapan dan istilah yang menipu. serta bersandar pada sisi kemanfaatan.menjadi salah satu perangkat terpenting kami. atau hanya mengekor di belakangnya. hal. namun ia menghadapinya dengan sangat jelas dan berpegang teguh dengan nilai-nilai Islam. bahkan ia sampai pada tahap menyadarkan umat terhadap apa yang sedang mengancam dan yang dihadapinya."655 Sikap Jamaah terhadap mazhab-mazhab dan aliran-aliran: Imam Syahid menghadapi slogan-slogan. dan tidak berdiri di hadapan dengan batas geografis. kami adalah pemikiran dan akidah. lalu dihias dengan berbagai slogan dan sebutan kelembagaan yang mulukmuluk. termasuk menolak para penganut aliran-aliran tersebut dan berupaya memuaskan mereka dengan pemahaman dan manhaj Islam. 197 528 . untuk masa yang terbatas pula. karena ia adalah sistem milik Rabb. dan menghindar dari sisi-sisi yang mengandung bahaya. ia bahkan mengetahui substansi dan muatannya. tidak diikat oleh jenis suku bangsa. ingin membuat organisasi. Bahkan terkadang tidak dibuat kecuali sekedar menuruti perasaan sesaat. Namun wahai sekalian manusia. mewariskan bumi ini dengan segala isinya kepada kami.

dalam rangka mempertahankan kehormatan yang rabbani ini. mempertahankan kehormatannya. serta menciptakan kebahagiaan masyarakatnya. Doktrin 'rasa bangga' terhadap bangsa yang seperti ini –dengan keadilan. Beliau juga memaparkan sisi-sisi yang keliru dan menyimpang dari ajaran Islam dan memperingatkan dari hal itu: 1. Imam Syahid berkata. yang memiliki berbagai keistimewaan dan perjalanan sejarahnan indah.Ikhwanul Muslimin adalah orang yang paling kuat menjaga negerinya. hal. dan hal itu dalam koridor ajaran Islam. Kita (umat Islam) adalah bangsa yang mengetahui secara persis bahwa kehormatan dan kemuliaan kita disakralkan Allah melalui ilmuNya dan diabadikan dalam Al Quran dengan firman-Nya:                Artinya: "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. bangga sebagai umat yang utama dan mulia. mestinya kita pula yang paling pantas untuk mempersembahkan pengorbanan –dengan dunia dan seisinya.S Ali Imron: 110) Oleh karena itu. mereka siap mempertahankan kehormatan bangsanya serta siap menebusnya meski dengan mengalirkan darah dan mengorbankan nyawa. Dengan kebanggaan itu. sehingga kebanggaan ini akan ternanam pula dalam jiwa generasi penerusnya. (Q. merasa bangga dengan kebangsaannya. Mereka siap berkarya nyata demi kejayaan tanah airnya. 277 529 . keutamaan. "Umat yang tengah bangkit membutuhkan rasa bangga terhadap bangsa-nya.656 656 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). dan kelembutan perasaannyatidak kita dapatkan pada ideology manapun kecuali dalam Islam yang hanif ini. Imam Syahid kadang-kadang membatasi dan kadangkadang meluaskan makna kebangsaan dan makna bangsa.

sehingga mendorong kuatnya komitmen padanya dan menjelaskan bahwa ia bukan fanatisme buta atau kebanggaan yang semu. (Q. Lebih dari itu Islam memberikan batasan bagi tujuan diciptakannya perasaan ini. dan beriman kepada Allah. hal. "Sebenarnya. menyuruh kepada yang ma'ruf. Ia adalah rasa bangga sebagai pemimpin dan pemandu dunia menuju kehidupan yang baik dan sejahtera. para tokoh. pernyataan perang terhadap setiap kehinaan. dan anggota masyarakatnya.S Ali Imran: 110)657 Ayat ini mengandung maksud: dukungan kita terhadap keutamaan. penghormatan etrhadap 657 Ibid. 274 530 . dia hanya sampai pada batas doktrin tersebut. Adapun tentang perbedaan antara kebangsaan dalam Islam dengan yang lain. Namun ada perbedaan yang menyolok antara masyarakat yang terpola oleh nilai-nilai Islam dengan masyarakat yang didoktrin oleh slogan-slogan seperti ini. Imam Syahid menjelaskan. berfirman: "                       Artinya: "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia.2. dan mencegah dari yang munkar. bangsa-bangsa modern zaman ini telah pula berhasil menanamkan doktrin semacam ini kepada jiwa para pemuda. Akan halnya rasa kebanggaan mereka. yakni rasa kebanggaan orang muslim merupakan perasaan yang melambung tinggi sehingga menyatu dengan Allah Swt. Karena firman Allah Swt.

659 3."661 Mereka menebus tanah airnya dengan harta dan jiwa mereka. mendapatkan keselamatan dari Allah.maka setiap jengkal dari tanah Mesir 658 659 660 661 Ibid Ibid Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). kecuali dengan menunaikan hal ini."660 Dan kita wajib "Memahamkan manusia bahwa politik. "Jika kami dizalimi oleh Negara manapun –dan kami berada di negeri sendiri. Imam Syahid berkata.nilai-nilai yang luhur. hal.658 Karena itu. hingga kita mampu mengembalikannya Dan mereka atau tidak binasa akan karena mempertahankannya. 170 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Oleh karenanya. dan selalu menjaga kebebasan dan kemerdekaannya. Imam Syahid berkata. Adapun prinsip-prinsip kepemimpinan yang tertanam di jiwa bangsabangsa Barat. hal. "Adapun pemahaman Ikhwanul Muslimin terhadap nasionlaisme. jiwa kepemimpinan bangsa muslim terdahulu berhasil menciptakan sikap adil dan kasih saying yang sempurna dan paling ideal. merupakan kejahatan yang tak bisa dimaafkan. kebanggaan mereka justru membangkitkan sikap permusuhan dari bangsa-bangsa lain yang lemah. serta komitmen untuk selalu melakukan control atas setiap aktivitas. kebanggaan adalah bagian dari perintah Al Quran dan sesungguhnya mencintai tanah air adalah bagian dari keimanan. kebebasan. maka cukuplah anda mengetahuinya dengan membaca kalimat berikut: Bahwa mereka meyakini dengan seyakinyakinya bahwa mengabaikan sejengkal tanah milik seorang muslim yang terjajah. 270 531 . ia tidak memiliki batasan tujuan yang jelas kecuali fanatisme yang rancu. yang pernah dilahirkan oleh sebuah umat.

hal. 198 532 .yang mahal akan ditebus dengan darah. harta dan putera-puteri negeri ini. 298 663 Risalah: Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dan mengutamakan negerinya dari yang lain. untuk seluruh negeri kaum muslimin. karena bagi mereka Mesir ini adalah bumi Islam dan pemimpin umat-umatnya. perbedaan prinsipil antara kaum muslimin dengan kaum yang lainnya dari para penyeru nasionalisme murni adalah asas bahwa asas nasionalisme Islam itu akidah islamiyah. mau berkhidmat kepadanya. "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin sangat menghormati kebangsaan sebagai landasan utama untuk mewujudkan kebangkitan yang dicita-citakan. Anda tahu sampai sebatas mana mereka paham tentang nasionalisme mereka dan kemuliaan macam apakah yang mereka inginkan untuk umatnya. dan pada saat itu Ikhwanul Muslimin telah mempersiapkan diri dengan sempurna untuk menambah persediaan negeri ini dengan seluruh kemampuan yang dimilikinya. berjuang dan berkorban demi eksistensinya."662 4. dan mereka tidak melihat kecelaan bagi siapa saja yang bekerja untuk tanah airnya. hal. Kaum muslimin adalah orang-orang yang paling ikhlas berkorban bagi Negara. Perasaan (anggapan) seperti ini tidak hanya terhadap Mesir saja. mereka pun beraktivitas untuk Negara seperti Mesir. Namun. dan bahkan banyak dari mereka yang gugur dalam perjuangan ini. Oleh karenanya. 662 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). dan menghormati siapa saja yang mau berjuang dengan ikhlas dalam membelanya. tapi juga untuk seluruh bumi Islam."663 Merupakan kesalahan jika ada yang menyangka bahwa Ikhwanul Muslimin apatis terhadap masalah kenegaraan dan nasionalisme. Imam Syahid berkata. jiwa. jiwa dan raga.

merupakan bagian dari bumi Islam.Sementara penyeru nasionalisme murni berhenti hanya sebatas negaranya saja. faktor kebangsaan lebih kuat dari ikatan keimanan. 180 Ibid Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami)."665 "Ikatan akidah. Ia tidak pernah merasakan adanya kewajiban membela Negara sekedar taklid kepada pendahulu. Ia berkata. Imam Syahid menambahkan penjelasannya dengan mengatakan. yang setiap putera-puterinya diwajibkan oleh Islam untuk menjaga dan memakmurkannya. dan mewasiatkan kepada putera-puterinya agar berkarya demi kebaikannya serta siap berkorban demi mempertahankan kemerdekaan dan kehormatannya. yang menembus sekat wilayah dan batas-batas geografis."667 Setiap muslim meyakini bahwa setiap jengkal tanah di bumi yang terdapat seorang akh yang memegang Al Quran di tangannya. hal. 24 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). dan beliau menegaskannya secara berulang-ulang.664 Imam Syahid menegaskan bahwa akidah Islam merupakan asas nasionalisme dan rasialisme. bagi kami adalah ikatan yang paling suci dari ikatan darah dan ikatan se-tanah air. "Tidak dibolehkan di dalam Islam. menuju prinsip-prinsip yang mulia dan akidah yang murni dan benar. Mereka berbuat bukan karena kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah atas hamba-hamba-Nya."668 5. atau ingin mengejar prestise. "Islam telah memperluas batasan "tanar air Islam". Tanah air dalam pengertian Islam menyangkut hal-hal sebagai berikut: 664 665 666 667 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Ibid 52 668 533 . hal. atau ambisi ingin meraih popularitas. hal. atau kepentingan tertentu yang lain."666 Kawasan dunia Islam sangat luas.

Peninggalan sejarah masih mencatat kejayaan dan kegelimangan yang pernah mereka raih pada masa lalu.S Al Anfal: 39) Dengan demikian. Lalu melebar ke berbagai bekas wilayah daulah Islamiyah. karena bagi setiap muslim negeri-negeri itu adalah tanah air dan kampung halamannya. jika mereka berhenti (dari kekafiran). kebaikannya demi mewujudkan kesejahteraan umat 534 .a. supaya jangan ada fitnah[611] dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah[612]. Wilayah geografis secara khusus b. mengapa tidak ada perjuangan untuk mengembalikannya? d. Kemudian meluas ke berbagai negeri Islam. Islam memadukan antara perasaan cinta tanah air secara khusus dan cinta tanah air secara umum. c. Maka Sesungguhnya Allah Maha melihat apa yang mereka kerjakan. yang pernah diperjuangkan dengan darah dan nyawa para pendahulu sehingga berhasil menegakkan panji-panji ilahiyah di sana. dengan segala puncak manusia." (Q. Tidakkah kalian mendengar ketika Allah Swt. sehingga setiap muslim akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan mahkamah ilahi tentang wilayah ini. berfirman:                                Artinya: "Dan perangilah mereka. Meluas ke berbagai negeri kaum muslimin sehingga mencakup dunia seluruhnya.

278 535 . "Setelah penjelasan ini. hal. Karena dia merupakan mata rantai kedua dalam mewujudkan kesatuan Islam. Kemudian. (Q. karena itu merupakan asas pertama untuk menuju kebangkitan yang didambakan. Ikhwan juga mendukung kesatuan Arab. Tentang persatuan Arab Islam: Imam Syahid berkata. saya tidak segan-segan untuk mengatakan bahwa tidak ada yang bertentangan antara berbagai kesatuan di atas 669 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya).                                 Artinya: "Hai manusia. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Tidak menjadi masalah jika setiap orang beraktivitas untuk kemaslahatan negaranya. "Ikhwanul Muslimin sangat menghormati nasionalisme yang khusus bagi mereka.S Al Hujurat: 13)669 b. karena ia merupakan rangkaian sempurna bagi munculnya Negara Islam yang integral. Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.

maka dia adalah Arab. kita harus membantunya. bagaiman pun juga ia merupakan benih yang mulia dan penuh berkah. Setelah itu. Kita harus bersekutu dan bersatu. maka sesungguhnya di waktu yang sama kami bekerja untuk kebaikan Islam dan dunia seluruhnya. 144 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Kita telah memulai dengan membentuk Liga Arab. "Kami meyakini bahwa sesungguhnya ketika kami bekerja untuk kemaslahatan Arab. dan membebaskannya dari segala faktor kelemahan dan kerapuhan."671 "Di antara ungkapan yang paling menakjubkan dalam masalah ini adalah apa yang telah dikemukan oleh Rasulullah Saw.dengansudut pandang seperti ini. hal. Kita harus kembali pada apa yang telah diwajibkan oleh Islam (kepada semua pengikutnya) sejak pertama diturunkan. di depan berbagai serta situasi menjadikannya sebagai inti dan titik tolak persatuan Islam yang sempurna. tentang makna Arab. 230 536 . hal. dimana beliau memaknainya sebagai bahasa dan lisan."670 Imam Syahid berkata."672 Imam Syahid mendukung persatuan dalam pelbagai bentuknya. kita berada internasional yang baru. yang hampir sama dengan masalah yang sedang kita hadapi. berkata. hal. Setiap kesatuan itu memperkuat posisi kesatuan yang lain dan turut mewujudkan tujuannya. kendati ia belum mapan dengan sempurna. Oleh karena itu. Namun. Semua itu pada hakikatnya adalah satu masalah saja. yakni ketika Islam menjadikan wihdah sebagai salah satu makna dari sekian kandungan makna iman. serta menghancurkan semua belenggu penindasan dan imperialisme. "Sekarang. memperkuat. sampai tercipta sebuah 670 671 672 Risalah: Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). kita harus berusaha untuk memperluas wilayah cakupannya. yakni penyempurnaan kebebasan dan kemerdekaan. Maka barang siapa yang berbicara dengan bahasa Arab. mendukung Beliau keberadaan Liga Arab dan mengoptimalkannya. 231 Ibid.

Atau 673 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam).ikatan bangsa-bangsa muslim. dan melepaskan diri dari ikatan Islam dan pertautannya dengan dalih nasionalisme. hal. 144 537 . dengan izin Allah akan terbebntuk perserikatan umat Islam." "Ikhwanul Muslimin tidak percaya pada kebangsaan dalam maknamakna buruk di atas (kebangsaan permusuhan dan kebangsaan jahiliyah). Saat itulah. Inilah barangkali perbedaan antara kami dengan manusia-manusia yang lain.675 "Tapi jika yang dimaksud dengan kebangsaan adalah menghidupkan tradisi jahiliyah. Kami tidak pernah menyerukan Fir'aunisme. maka hal ini yang kami tolak. "JIka ada sekelompok kaum yang ingin menjadikan nasionalisme Negara sebagai senjata untuk mematikan nasionalisme yang lain."673 Beliau juga membatasi ikatan yang menghimpun umat Islam. "Sesungguhnya kami wahai Ikhwanul Muslimin bukanlah komunis. baik Arab maupun non Arab. maka hal ini tidak memiliki hakikat dan tidak memiliki arti sama sekali. Arabisme." "Jika yang dimaksud dengan kebangsaan itu adalah membanggabanggakan etnis sampai pada tingkat melecehkan dan memusuhi etnis lain."674 c. yaitu ia adalah ikatan Islam saja dan bukan yang lain. Feniqisme. maka Ikhwan tidak akan sependapat dengan mereka. atau melemahkan ikatan antar umat Islam serta menjauhkannya dari manhaj Islam. 314 674 Ibid 675 Risalah: Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). bukan demokratis dan bukan apapun seperti yang mereka kira. beliau berkata. tetapi sesungguhnya kami adalah kaum muslimin. hal. Waspada dari pengaruh dakwah-dakwah yang merusak dan upaya memecah belah umat Islam: Imam Syahid menolak menjadikan seruan-seruan ini sebagai sarana untuk memecah belah umat Islam.

warna kulit dan garis keturunan. 313 679 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). serta membebaskannya dari apa saja yang mewarnai sejarahnya dari daki-daki Paganisme. 23 Ibid. melapangkan dadanya. 230 538 . dan berbagai tradiri jahiliyah. maka hal ini yang kami tolak. hal. "Di satu sisi kami tidak bisa menutup mata dari sejarah Mesir yang di dalamnya terdapat kejayaan peradaban dan kemajuan ilmu pengetahuan."676 Beliau juga berkata. Dia adalah nasionalisme dan rasialisme. Bahkan kalau perlu kami akan memerangi segala warisan ideologi Firaun (Fir'aunisme) dengan seluruh kekuatan kami jika masih ada pihak-pihak yang meyakininya sebagai ideology bangsa Mesir dan mengajak menerapkannya. "Adapun jika yang mereka maksudkan dengan nasionalisme itu adalah memilah umat menjadi kelompok-kelompok yang saling bermusuhan dan berseteru satu sama lain.Siariaisme dan lain-lain semacamnya. atau hanya sebatas batasbatas wilayah geografi yang sempit. menambah kemuliaan dan kejayaannya melebihi apa yang pernah diraihnya sebelum ini. hal. bahwa Islam mengikis habis fanatisme kejahiliyahan dan kebanggaan 678 yang berlebihan terhadap suku. hal. hal. 20 678 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam)."679 Imam Syahid juga menolak yang menjadikan nasionalisme dan kebangsaan sebagai pembenar untuk menjauhkan umat dari agamanya. menerangi bashirah-nya. kami mempunyai komitmen untuk meluruskan penyimpangan. noda-nida syirik. Setiap bangsa dari mereka bangga dengan kebangsaannya dan lupa akan ajaran yang dibawa oleh Islam. 676 677 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). Di sisi lain. Tidak juga kepada semua nama dan gelar yang selama ini digembar-gemborkan orang. kemudian merusak bumi dan negeri mereka."677 "Ada lagi virus jahat yang telah mengacaubalaukan pemikiran dan perasaan kaum muslimin." Beliau berbicara tentang Fir'aunisme. Padahal Allah telah memberikan hidayah kepada bangsa ini dengan ajaran Islam.

"680 "Oleh karenanya. istilah 'tokoh agama' yang sudah demikian popular di masyarakat kita adalah istilah serapan dan taklid buta yang tidak sesuai dengan tradisi kita. Mereka menjelaskan makna hakikat kepada para penguasa tersebut. bahkan lebih dari itu mereka senantiasa siap memanggul senjata jika menghadapi berbagai tindak kezhaliman. 288 539 . Kalaupun hal ini dibenarkan dalam persepsi Barat dengan Aklerus. bukan malah menyikapinya dengan sikap yang membinasakan? Lagi pula. mencegah. hal. bekerjasama dengan para perampas hak rakyat. adalah karena bobroknya mentalitas para tokoh agama itu sendiri. dimana mereka menghinakan para raja dan penguasa di pagar dan di pintu istana mereka? Mereka dengan sangat tegar dank eras menunjukkan sikapnya. bukan karena agamanya."Salah satu alasan pembenar yang dipakai oleh orang-orang yang berpikir dengan kerangka piker model Barat –dalam rangka menyudutkan Islamadalah mereka senantiasa mengembor-gemborkan prilaku para tokoh agama di kalangan kaum muslimin. Mereka (para tokoh agama) senantiasa menindas warganya. maka dalam tradisi 680 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). menyampaikan tuntutan-tuntutan umat. Lagi pula apakah pantas agama ini memerintahkan demikian? Tidakkah anda menyimak kisah. dimana sikap mereka senantiasa kontraproduktif terhadap kebangkitan bangsa mereka sendiri. bahkan menolak hadiah-hadiah dari para penguasa dan raja-raja itu. Tuduhan semacam itu. dengan mengabaikan kemaslahatan Negara dan masyarakat. tuduhan-tuduhan itu di atas seharusnya menjadi alasan untuk memalingkan umat dari ajaran agamanya atas nama nasionalisme murni. serta membagi-bagikan kedudukan dan keuntungan materi. memberikan kepada mereka (para perampas) perlakuan yang istimewa. kalaupun benar. Bukankah merupakan sesuatu yang bermanfaat bagi umat jika anda memperbaiki para tokoh agama tersebut (sekiranya dia memang salah) atau menuntut kebaikan dari mereka. berani memerintah.

Dirasah syar'iyyah dan siyasiyah lil qadiyyah al iraqiyyah. "Jika yang dimaksudkan oleh para tokohnya adalah bahwa generasi penerus harus mengikuti jejak para pendahulunya dalam mencapai kejayaan."683 d. adalah tokoh agama. atau jika yang dimaksud dengan kebangsaan adalah kebangsaan umat. 22. maka disinipun kami sepakat dengan mereka. "Jika yang mereka makna maksudkan dengan dan nasionalisme adalah adalah keharusan berjuang membebaskan tanah air dari imperialisme. Baik orang muslim biasa maupun tokohnya. maka kamipun sepakat tentang Ibid. 540 . hal. Islam bahkan menganggap itu sebagai kewajiban. dan kecemerlangan. Sikap Imam Syahid terhadap gerakan-gerakan separatis di beberapa komunitas masyarakat Muslim: Tentang sikap Imam Syahid terhadap gerakan-gerakan separatis di beberapa komunitas masyarakat muslim dengan dalil bahwa mereka terancam tindakan kezaliman dari pemerintah dan dianggap sebagai 681 682 juga berkata."681 Adapun tentang beberapa pemahaman yang sesuai dengan Islalm. hal. dimana sebuah anggota keluarga seseorang dan umatnya adalah orang yang paling berhak mendapatkan kebaikan dan kebajikannya."682 Beliau cengkeraman itu. kebesaran. dan ini merupakan kebenaran dan makna yang baik yang tidak dilupakan oleh Islam.Islam meliputi seluruh muslim.23 683 Lihat makalah Ustadz Muhammad Ahmad Rasyid." "Jika yang mereka maksudkan adalah dengan nasionalisme adalah memperkuat ikatan kekeluargaan antar anggota masyarakat atau warga Negara serta menunjukkan kepada mereka cara-cara memanfaatkan ikatan itu untuk mencapai kepentingan bersama. Imam Syahid menyebutkan. tahun 2002. menanamkan kehormatan kebebasan dalam jiwa putera-puteri bangsa. 289 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). dan yang paling berhak menerima perlakukan baiknya.

bukan melalui senjata atau besi. Pada pertengangan tahun 1945 M. Dalam menyikapi hal ini Imam Syahid memiliki sudut pandang politik yang dalam. "Kemanusiaan memiliki dua pondasi utama. bahasa. 684 Ibid 541 . namun di waktu yang sama ia juga melihat harus disertai dengan pemberian dan pengembalian hak kepada setiap orang. Manusia itu dari Adam. ia menyerukan persatuan dunia Islam dan memproteksinya. dan menetapkan bagian yang cocok dan seimbang.684 e. maka mereka semua bersaudara dan wajib untuk saling tolong-menolong. atau mengalirkan darah seorang muslim. sewaktu terjadi Revolusi Barzaniyah Kurdiyah melawan pemerintah Irak. Kelompok separatis ini cenderung menggunakan senjata. kalau kemanusiaan ditegakkan di atas keduanya maka akan tinggilah nilai kemanusiaan hingga ke ketinggian langit: 1. dan ia menolak melakukannya dengan menggunakan senjata dan pemukul. mewujudkan persamaan. aset negeri untuk bangsa Kurdi. struktural. politik. beliau menghimbau agar krisis Kurdi diselesaikan dengan jalan dialog. maka ia juga memiliki tempat di dalam dakwah Ikhwanul Muslimin. Imam Syahid mengirimkan surat kilat kepada pemerintah Irak (yang dipublikasikan oleh majalah Ikhwanul Muslimin pada waktu itu). Sikap Terhadap perdamaian internasional dan kemanusiaan Seputar sikap terhadap perdamaian internasional dan kemanusiaan. menyingkirkan kezhaliman. berdamai dan berkasih saying serta saling menasehati dalam kebaikan.masyarakat kelas dua. Hal ini berpijak dari pemahaman syari'I tentang urgensi persatuan umat dan dengan ketetapan pemberian hak. Imam Syahid berkata.

serta menyampaikannya kepada mereka. yang ditebar dengan hikmah dan nasehat kebenaran. dan mereka menyerukan persatuan internasional. hal.2."687 "Ikhwanul Muslimin menyerukan perdamaian internasional yang tegak di atas asas dan prinsip-prinsip yang dibawa Islam. 75 542 . dengan menunjukkan kepada mereka bentuk-bentuk riil kebaikan agama kalian."686 "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin menginginkan kebaikan untuk seluruh dunia. "Kemudian negeri muslim akan semakin mekar hingga menaungi seluruh dunia. karena hal ini merupakan tujuan Islam dan makna dari firman Allah Swt. Adanya perbedaan di antara mereka adalah atas dasar amal. Maka setiap mereka harus berusaha keras mengangkat harkat kemanusiaan. Imam Syahid berkata. (Q. hal.685 "Diantara bentuk dakwah kalian wahai ikhwah yang saya cintai. Maka hendaklah kamu berserah diri (kepada-Nya)". dakwah kepada kebenaran dan cahaya.                     Artinya: "Katakanlah: "Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah: "Bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan yang Esa.S Al Anbiya: 108) Beliau juga berkata. adalah kalian turut andil memberikan kontribusi untuk perdamaian dunia dan membangun kehidupan yang baru untuk manusia. 24 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). menjelaskan tentang prinsip-prinsip dan ajarannya. "Secara umum dapat dikatakan bahwa kita berhadapan dengan 685 686 687 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). hal. dan sesungguhnya bumi dan seluruh isinya adalah lapangan dakwah. 251 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya).

yang berupa kebangkitan sector materi dan peradaban kelezatan serta syahwat. namun harus kita hadapi mereka di tempatnya dan siap bertempur di bumi dimana ia bercokol. "Kami meyakini bahwa semua bentuk peradabannya ke masa ratusan tahun silam sehingga kita terbelenggu di negeri sendiri dan membiarkan masyarakat bergulat dengan kebangkitan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam dan berbenturan dengan hukum-hukum Al Quran adalah sebuah upaya yang rusak dan akan menemui kegagalan. dan kebangkitannya serta bagaimana memperbantukannya untuk kehidupan individu. yang tidak bertentangan dengan ushul-ushul Islam dan tujuan-tujuannya. dan hidayah Quran. menarik mundur derita.”689 "Kami meyakini bahwa di dalam manhaj Islam terdapat dasar-dasar yang diperlukan untuk kehidupan bangsa-bangsa."688 Imam Syahid berkata. 57 690 Ibid 543 . hingga dunia seluruhnya menyuarakan dakwah atas nama Nabi Saw. hal.gelombang materialisme. dengan demikian maka kebangkitan dunia timur terkini harus menggunakan kaidh-kaidah Islam dan prinsip-prinsipnya dalam setiap lini kehidupan. keluarga. menjauhkan mereka dari kepemimpinan Nabi Saw. namun ia masih meninggalkan ruang yang sangat luas bagi seorang muslim dalam mengambil manfaat dari pelbagai syariat yang bermanfaat. hal. yang mana ia telah memerosotkan moral bangsa-bangsa Islam."690 Walaupun Islam telah menetapkan kaidah-kaidah umum. 688 menetapkan kaidah mashalihul mursalah. menghalangi dunia dari bimbingannya. Kita tak boleh tinggal diam di hadapan ini semua. dan ia memberikan ganjaran pahala terhadap setiap ijtihad yang disertai dengan syarat-syaratnya. 114 689 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). dan Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). masyarakat dan Negara.

menghormati pendapat para imam. hal. "Jika belum berdiri di dunia sebuah umat dakwah yang baru (umat Islam) yang akan mengemban risalah kebenaran dan perdamaian. dan di antara 691 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). semua kaidah-kaidah ini menjadikan syariat Islam berada pada puncak kemuliaan di antara syariat-syariat. maka itu merupakan kewajiban kita."693 Seputar konflik internasional: "Komunis sangat keras berupaya menyebarkan ajarannya kepada masyarakat. jihad dan terdepan dalam segala hal."692 "Ikhwanul Muslimin mendeklarasikan di setiap waktu-waktu mereka bahwa seorang muslim harus menjadi imam (pemimpin) dalam berbagai hal. 180 544 . hal. 299 693 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). tidak akan terwujud secara benar dan sesuai dengan prinsip keadilan. 317 692 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam)."691 Imam Syahid memandang perdamaian internasional. aktivitas.menganggap urf (kebiasaan). dan ia tidak rela jika tidak mendapatkan kepemimpinan. sedangkan ditengah mereka ada kelompok sosialis. hal. yang akan mencurahkan kesehatan kepada dunia dan kedamaian kepada kemanusiaan. kecuali dengan berdirinya umat Islam dan memimpin dunia secara keseluruhan (ustaziyatul Alam). di tangan kita ada secercah cahaya dan botol obat penawar yang bisa kita gunakan untuk memperbaiki diri kita dan mengajak orang lain. demokrasi imperialis yang hina juga berusaha melawan dari sisi yang lain. undang-undang dan hukum." "Terbelakang dalam berbagai hal akan berpengaruh buruk terhadap pikiran kita dan bertentangan dengan agama kita.

“Sesungguh dunia sekarang ini. 301 Bagian terakhir dari risalah yang ditulis oleh Imam Syahid untuk Ikhwanul Muslimin. karena sesungguhnya kekuatan dakwah terletak pada dakwah itu sendiri. "Kami tidak lengah dan lemah pemahaman dengan meyakini bahwa kami mampu hidup menyendiri dari manusia."694 Imam Syahid juga berkata. edisi 16 Januari 1951 M. kita harus mengajak kepada manhaj kita yang islami dengan penuh kekuatan. kita tidak perlu takut karena kita tidak memiliki negara atau kekuatan. kemudian pada pertolongan Allah. maka kalian berkewajiban untuk mendeklarasikan hakikat (kebenaran dakwah) dengan jelas.mereka semua ada umat Islam yang kokoh dan tegar di dalam hati selama 14 abad. Dan sekarang. hal. 545 . lalu pada kebutuhan dunia padanya. diterbitkan oleh Majalah Al Mabahits. ia merasakan kegoncangan dan kebingungan serta tak satupun dari dua jalan itu yang dapat mengantarkannya kepada ketenangan dan keselamatan. dan yang dilapalkan adalah kata kasih dan perdamaian:              Artinya: 694 695 Ibid. di tangan kalian ada botol obat penawar yang berasal dari wahyu langit.suara pertama yang kami serukan. Membatasi dasar-dasar kerjasama bilateral: Imam Syahid berkata. namun yang keluar dari kerongkongan kami –kami adalah umat Islam.”695 f. kapan saja ia berkenan menunjukkan kehendak dan kekuatannya. berada pada posisi saling tarik-menarik antara Komunis Rusia dan Demokrasi Amerika. dan terpisah dari persatuan internasional. lalu pada hati orangorang yang meyakininya.

Kekuatan intenasional ini hanya bekerja untuk kemaslahatannya saja dan berhimpun melawan hak-hak kita sebagai warga Negara dan menipu kita dalam pelbagai permasalahan penting. hal. Orang-orang yang memiliki kepentingan yang berada di belakangnya menutupi diri mereka dengan slogan-slogan dan seruan-seruan yang memukau. "Namun ketika Barat insaf dan meninggalkan cara-cara penindasan dan menahan dirinya maka akan sirnalah fanatisme yang membabi-buta dan digantikan oleh fikrah yang jernih. yaitu fikrah kerjasama antara bangsa dalam kebaikan dan kemajuan. Fasisme Italia. (Q. kita melihat persatuan Negara-negara Eropa."697 Tentang organisasi-organisasi Negara dan optimalisasinya dalam perdamaian internasional: Imam Syahid mengenal benar karakter kegiatan ini. yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk bersatu dan bersekutu.260 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). 231 546 . "Perang Dunia II telah usai."Katakanlah: "Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah: "Bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan yang Esa. Setelah itu."696 Beliau juga berkata. sebenarnya bisa dimanfaatkan sesuai dengan kemampuan. yang ada 696 697 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Maka hendaklah kamu berserah diri (kepada-Nya)". hal. Perang inilah yang berhasil mengikis rasialisme di Eropa.S Al Anbiya: 108) Namun manfaat. Pengetahuan dan kesadaran ini. kepongahan Nazi Jerman. dengan tetap mawas diri dan jangan tertipu atau terlalu menggantungkan diri kepadanya. yang kuat membantu yang lemah hingga bisa bangkit. kami mengetahui bersiap bahwa untuk dunia sangat membutuhkan ini dan kerjasama dan tolong-menolong serta saling memberikan maslahat dan Kami telah membantu kerjasama mewujudkannya di bawah naungan yang tinggi dan mulia yang menjamin hak-hak dan kebebasan. namun hendaknya bersandar kepada diri dan kemampuan kita sendiri.

Rusia menghimpun Ras Sicilia dengan segenap bangsanya di bawah panji Uni Soviet. namun sayang kita harus kehilangan semua cita-cita itu dan kehilangan kepercayaan kepada pemerintah yang keras dan sesat itu. tahun 1948 547 . Kemudian. sebagaimana persoalan yang berhubungan dengan Mesir. dan tidak ada yang dilaksanakan kecuali yang mereka inginkan saja dan yang memberikan kemaslahatan kepada mereka. memiliki kekuatan materil dan spiritual untuk sampai kepada kemenangan –dengan izin Allah-. Palestina. Inggris dan Amerika membentuk koalisi dengan mengatasnamakan suku bangsa dan bahasa. pemerintah Barat dan Negaranegaranya. Lalu.698 "Bahkan mereka hanya mencukupkan dengan keputusan-keputusan saja. dan Indonesia. dan kita Al hamdulillah.kalanya dengan atas nama nasionalisme. persaingan antar kedua Negara ini dibungkus dengan mendirikan PBB. hal. Mereka mengabaikan masalah-masalah esensial kita. dan pada saat yang lain atas nama kepentingan bersama." Imam Syahid juga menjelaskan tentang sikap organisasiorganisasi ini terhadap permasalahan Palestina: "Dulu kita memiliki harapan kepada naruni dan simpati dunia. kedua Negara itu membagi-bagi berbagai bangsa didunia dengan dasar kemaslahatan bersama dan kepentingan hidup. Sebagaimana kita saksikan bahwa Negara-negara itu ternyata bersatu padu jika menghadapi hak-hak kebangsaan kita. 313. 314 699 Diantara penjelasan Imam Syahid dalam Muktamar rakyat untuk solidaritas Palestina di Mesjid Al Azhar.699 Partner Negara dan sikap terhadap orang-orang asing: 698 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). baik yang diungkap di Dewan Keamanan maupun di Majelis umum PBB sendiri. untuk mengelabui masyarakat dunia dengan menganggap bahwa mereka bekerja untuk kemaslahatan seluruh umat manusia.

mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan kita.Pertama: Partner Negara Imam Syahid membatasi hubungan-hubungan ini dengan jelas dan terpusat pada syariat Islam dan manhaj Rasulullah Saw. Persatuan nasional ini dibangun oleh Islam hingga ke tingkat kesuciaan agama. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa . Imam Syahid berkata. adalah partner kita di Negara. (Q. dan ia adalah ibadah yang akan diperhitungkan oleh Allah. Islam mensakralkan kesatuan agama sehingga ia memotong akar-akar fanatisme buta dan mewajibkan kepada puteraputerinya untuk beriman kepada seluruh agama langit secara keseluruhan. sebagaimana firman Allah:      548 . "Sesungguhnya Islam sangat mensucikan persatuan kemanusiaan sebagaimana dalam Al Quran:                        Artinya: "Hai manusia.S Al Hujurat: 13) Kemudian. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Warga Negara non muslim.bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.

Banyak orang berprasangka bahwa komitmen terhadap Islam dan menjadikannya sebagai pondasi bagi bangunan kehidupan berarti menolak keberadaan kelompok minoritas non muslim dalam masyarakat Islam dan menolak adanya kesatuan berbagai kelompok masyarakat.S Al Hujurat: 10) Ajaran Islam ini –yang membangun prinsipnya di atas keseimbangan dan keadilan yang sempurna. tidak ada kerancuan dan campur aduk di dalamnya. dan masa mendatang. supaya kamu mendapat rahmat.          "Orang-orang beriman itu Artinya: sebab itu Sesungguhnya bersaudara. 286 Ibid. baik di masa lalu. 285 549 . yang pengetahuan-Nya menguasai berbagai persoalan umat masa lalu. Jika orang ingin mengetahui lebih jelas. lihatlah ayat berikut ini: 700 701 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah.tidak menciptakan sebuah sistem yang suci dan arif kecuali pasti mencakup perlindungan terhadap masyarakat minoritas di dalam teksteks wahyu-Nya yang demikian jelas. karena Islam yang diturunkan oleh Dzat Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui –yang memahami benar apa yang terjadi pada umat manusia.dan tidak mungkin mencetak pengikut menjadi biang perpecahan dan perselisihan. (Q. masa kini. ia bahkan menganggap persatuan sebagai salah sesuatu yang dijunjung tinggi oleh agam. padahal sesungguhnya ia merupakan pilar yang kokoh di antara pilar-pilar penyangga kebangkitan umat. ketika (selama ini) kekuatan 700 persatuan hanya berlandaskan pada teks-teks kesepakatan belaka.701 Prasangka tersebut jelas tidak benar. hal. Sebaliknya. hal.

Sesungguhnya Allah menyukai orangorang yang berlaku adil. adalah agama persatuan dan persamaan. (Q." Tidak benar jika ada yang menyangka bahwa Ikhwanul Muslimin adalah kumpulan para propagandis rasialisme yang membeda-bedakan status sosial di antara anggota masyarakat.                                 Artinya: "Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu Karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Dan agama yang demikian itu tentunya jauh dari membeda-bedakan hati dan membelah-belah dada. hal.S Mumtahanah: 8) "Ayat mereka. melainkan juga berbicara mengenai anjuran agar berbuat baik kepada ikatan di antara semua elemen selama kerjasama untuk Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). 22 550 . 702 ini tidak hanya berbicara mengenai perlindungan saja."702 "Sesungguhnya Islam. yang menjamin kebaikan. kami menyatakan bahwa Islam adalah agama yang sangat menekankan kepada pemeluknya untuk menghormati kesatuan kemanusiaan secara umum. Islam dating untuk mewujudkan kebaikan bagi sekalian manusia dan rahmatan lil 'alamin.

" Minoritas non muslim di negeri ini sangat paham bagaimana mereka berhasil mendapatkan ketenangan. hal. Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.cukuplah untuk mengungkap secara jelas tentang hal di atas.S Al Maidah: 8) "Islam bermuamalah memahami ini juga memerintahkan baik kepada kami maka kepada tidak kita untuk kafir 703    berbuat dzimmi. berfirman:               Artinya: "Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum. Sejarah panjang yang bercerita tentang hubungan baik antara penduduk negeri ini semuanya –baik yang muslim maupun non muslim. berlaku adillah. Mereka menganggap bahwa Islam adalah satu di antara makna nasionalisme mereka.Islam telah mengharamkan permusuhan. dan Kami secara orang-orang semua. keadilan serta emansipasi yang utuh pada setiap ajaran dan hukumnya yang ada pada agama ini. pernah mengajak kepada perselisihan antar kelompok ataupun fanatisme golongan. keamanan. (Q.704 703 704 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). meski hukum dan ajarannya belum menjadi keyakinan mereka. 105 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). hal. Berbicara tentang hal ini sepertinya tidak akan ada habisnya. Memang. sebaiknya kita mencatat penduduk negeri yang mulia ini. sampai-sampai dalam keadaan marah dan benci sekalipun. bahwa mereka mampu yang mengekspresikan makna-makna ajaran dalam berbagai kesempatan. 302 551 . Maka Allah Swt.

maka hal ini merupakan penyimpangan dan penindasan terhadap Islam. bahasa dan peradabannya. dan cukuplah itu bagi kami. Maka barang siapa yang berusaha dengan yang selain itu."705 Al Ustadz Musthafa Masyhur. Sungguh kemuliaan itu bagi Allah. 25 552 . Imam Syahid berkata.706 705 706 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). sama halnya dengan warga Negara muslim dalam aspek-aspek tersebut secara sama. niscaya kami akan menghentikannya dan akan kami jelaskan mengenai kesalahan yang dilakukannya. menolak setiap penindasan. "Negara Mesir menyatu bersama Islam dengan sepenuh dirinya. yang kemudian membelanya." Idenitas Islam ini. kebangsaan. semakin luas jangkauannya. beliau katakana. namun juga mencakup seluruh kelompok minoritas non muslim yang telah hidup bersama komunitas muslim. dan kami juga tidak akan pernah mengorbankan kemaslahatan kaum muslimin demi terwujudnya kesatuan yang semua. sejarah dan warisan turats di bidang pemikiran dan undang-undang.105 Risalah: Wudhuh Ru'yah. menjelaskan bahwa persatuan nasional mencakup makna Islam itu sendiri. "Namun demikian kami juga tidak akan membeli kesatuan ini dengan iman kami. Dengan demikian. budaya. Kami hanya akan membeli kesatuan ini dengan kebenaran dan keadilan. baik ras. Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman.Namun Imam Syahid menjelaskan dan memperingatkan jangan sampai seruan persatuan nasional ini dijadikan benih untuk menghadang dakwah Islam dan penyebaran prinsip-prinsipnya serta pendirian masyarakat muslim. hal. Ustadz Musthafa Masyhur. hal. akidah. ras. peradaban. syariah. tidak akan melakukan tawar-menawar dalam masalah akidah untuk merealisasikannya. tidak berhenti hanya pada orang-orang yang komitmen terhadap agama Islam di dunia Islam. identitas Islam tercermin dalam diri seorang muslim yang berupa: akidah. kemuliaan. peradaban dan kebangsaan. dan melakukan jihad dengan harta dan jiwanya.

hal. Al Quran pun menggariskan sikap tegas dengan firmannya. Namun."707 "Inilah sikap Islam terhadap kelompok minoritas non muslim.kemuliaan yang paling suci sepanjang sejarah.Kedua: Sikap Islam terhadao orang-orang asing: Imam Syahid juga menjelaskan tentang hal ini dengan mengatakan. atau hak kewarganegaraan yang minoritas non muslim. Prinsip Islam dalam menyikapi umat lain adalah prinsip perdamaian dan persahabatan. hal itu karena kemuliaan Islam –di tingkat internasional. baik hak kenegaraan. sangat jelas dan sama sekali tidak aniaya. sepanjang mereka berprilaku lurus dan berhati bersih. "Saya ingin menegaskan kepada kalian wahai tuan-tuan sekalian dengan ketegasan yang pasti bahwa politik Islam. jika hati mereka rusak dan kejahatan mereka merajalela.316 553 . baik dalam maupun luar negeri menjamin kesempurnahan pemenuhan hak non muslim.                                          707  Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin).

Telah nyata kebencian dari mulut mereka. berlepas diri darinya dan tidak berhubungan dengan mereka:                    554 . jika kamu memahaminya. Beginilah kamu. dan apabila mereka menyendiri. Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu Karena kemarahanmu itu". Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. apabila mereka menjumpai kamu. janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang. dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya.                               Artinya: "Hai orang-orang yang beriman. (Q. padahal mereka tidak menyukai kamu. di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. sungguh Telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami). mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu.S Ali Imron: 118-119) Islam telah menentukan secara cermat tentang siapa saja yang harus kita boikot. dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. mereka Berkata "Kami beriman". kamu menyukai mereka.

hal. Imam Syahid menolak orang-orang yang menjadikan orang-orang asing sebagai hujjah dan kendala utama dalam menerapkan syariat Islam di masyarakat. kalau mereka tetap berburuk sangka kepada kita. 287 555 . Adapun perhitungan kita adalah terhadap pemerintah Barat yang memperbudak Negara-negara Islam. "Ada sebagian orang menuduh bahwa sistem Islam (dalam alam kehidupan modern) menjauhkan politik kita dari Negara-negara dengan Barat dan yang mengeruhkan hubungan antara kita mereka. yang hanya akan menciptakan kerusakan dan mengacaukan sistem hidupnya (bangsa itu). Tuduhan itu tentu saja tanpa dasar dan merupakan lamunan belaka. merampas tanahnya dan membantu penindas untuk melakukan penindasan. jika saja mereka dengan tulus mau memberikan kepercayaannya kepada kita. Sesunguhnya manusia dengan statusnya sebagai manusia dihimpun oleh pertautan kemanusiaan. Akan halnya Negara-negara itu. Maka mereka Itulah orangorang yang zalim. sebenarnya para juru bicara dan para politisi 708 Ibid. baik kita mengikuti Islam maupun tidak. memang begitulah jalan pikiran mereka. dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu.   Artinya:  "Sesungguhnya Allah Hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu Karena agama dan mengusir kamu dari negerimu. (Q. dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan.708 Kami tidak memusuhi bangsa Barat di belahan dunia manapun. Namun.S Mumtahanah: 9) Tidak ada satu pun orang bijak yang dapat memaksakan kepada suatu bangsa untuk rela di dalam tubuhnya ada orang yang sifatnya seperti tersebut pada ayat di atas. sebelumnya berjalan harmonis.

sepanjang tidak merampas hak-hak bangsa lain. Mereka berupaya melakukan: 709 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). dan sesungguhnya segala urusan berada di tangan Allah.mereka jga sering berkata lantang bahwa setiap Negara itu bebas menentukan sistem ideology yang akan dijadikan pijakannya. Para pemimpin politik Negara-negara itu seharusnya paham bahwa Islam sebagai sistem kenegaraan adalah sistem paling mulia lagi sakral yang pernah dikenal oleh sejarah. mengalirkan pemahaman dan kaidah-kaidahnya di dalam hati. sebagai sesuatu pembenaran janji Rasulullah Saw. serta apa saja yang membantu perwujudan kejayaan. dimana terdapat kebaikan dan kemaslahatan.709 Penutup Walaupun jarak antara realita atau titik tolak dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai begitu luas dan membutuhkan generasi-generasi yang terus berganti. namun Ikhwanul Muslimin meyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa hal itu akan terwujud. dan Al Quran. tanpa ada keraguan dan kebimbangan. Yang memelihara dakwahnya dan yang membuat Takdir dari setiap peristiwa. 287 556 . Sedangkan dasar-dasar ideology yang diletakkan oleh Islam yang bertujuan untuk melindungi dan menjaga kemuliaannya. Mereka (Ikhwanul Muslimin) berupaya menghidupkan tujuan-tujuan ini di jiwa. Walaupun kita mungkin tidak sempat menyaksikannya. adalah dasar-dasar ideology paling kokoh yang pernah dikenal manusia. hal.

dan tidak membatasi pada kawasan tertentu saja. dan dengan menyatukan antar Negara-negara muslim sesuai dengan manhaj Islam dan tujuan-tujuannya. maupun melalui organisasi untuk mendekatkan bangsa-bangsa dan pendirian jalinan kerjasama yang baik. • Sampai kemudian ia bisa diterjemahkan dalam realitas yang sempurna dengan mendirikan pemerintah Islam yang komitmen dengan syariat Allah.. dengan perspektif yang jelas dan integral. Namun mereka berupaya melakukan perjuangan ini. yakni jalan Rasulullah Saw. walaupun kita sebenarnya tidak berhak memastikan kesucian seseorang di atas ketentuan Allah. • • Berupaya membangkitkan ruh yang satu di tubuh umat di pelbagai belahan dunia. mendukung dan membantunya demi tercapainya kesatuan pemahaman. serta dengan bertawakkal kepada Allah dengan penuh kesempurnaan. Memberikan perhatian yang besar terhadap problematika dunia Islam. bahwasanya semua tujuan-tujuan tersebut dilakukan secara bersamaan dengan langkah-langkah yang gradual hingga ia bisa menyempurnakan garis putarannya. dan saling menopang dalam menghadapi segala marabahaya dan perkembangan kemampuan dan Negara. kesatuan loyalitas. kesabaran dan tidak menyimpang dari jalan dan manhaj. Allahu akbar wa lillah al Hamd 710 kita berbaik sangka dengan mengatakan beliau gugur sebagai syahid. keterkaitannya dengan akidah umat dan persatuannya. kepekaan. • Tidak menunggu hingga berdirinya Negara Islam untuk mewujudkan persatuan Negara-negara Islam.• Menghidupkan fikrah khilafah. 557 . • Dan kami menyimak dari perkataan Imam Syahid710 di dalam rislahrisalahnya. manhaj Islam dan syariatnya. perannya. kesatuan hubungan. mengenalkannya kepada masyarakat. menjelaskan tentang urgensinya. mengarahkannya. baik dalam skala masyarakat atau skala kolektif.

Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). 558 . Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru) Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini) Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). 2.Referensi dan Daftar Pustaka 1. Lil Imam Syahid Hasan al Banna • • • • • • • • • • • • • • • • • • Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya) Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Majmu'atu Rasail. Risalah: Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami) Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI) Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim) Risalah: Al 'Aqaid (Risalah akidah) Risalah: Al Jihad (Risalah Jihad) Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda) Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam) Risalah: Al Usrah (Usrah) Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna).

Koran Ikhwanul Muslimin. Dr. Salim al Bahnasawy. Nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan. Ini adalah surat yang dipublikasikan oleh Koran Ikhwanul Muslimin. 18. tahun 1948 M. Ustadz Fuad Hajarsi. Ustadz Kamil Syarif. Wanita. Al Muqawamah al Sirriyah fi Qanat Suwais. Multipartai.Bagian terakhir dari risalah yang ditulis oleh Imam Syahid untuk Ikhwanul Muslimin. Artikel dengan judul Kaidun Mafduh Lil Islam wa ahlih. Artikel dengan judul Aina Qalbu l-Muslimin min Dima al Muslimin? Ustadz Musthafa Masyhur. Al Ikhwan al Muslimun Kubra al Harakat al Islamiyah. Artikel yang ditulis oleh Al Ustadz Musthafa Masyhur dalam peringatan kesyahidan Imam Hasan Al Banna. edisi perdana. Edisi 82. 6. Mubadarah al Ikhwan lil Ishlah 11. dari buku Al Imam Syahid. Al Tsawabit wal Mutaghayyirat. dimana ia mengungkapkan kekagumannya terhadap Kamal At-Turk. Ustadz Abbas Asisi. Artikel dengan judul Al Ikhwanul Muslimun Da'watun wa risalah. Syawal 1419 H/ Januari dan Februari 1999 M. 3. 20. Musthafa Masyhur. 19. limadza a'damuni? Ustadz Sayyid Quthb. 21. Majalah Risalah. Perspektif Ikhwan seputar: Syuro. Ustadz Jum'ah Amin. 5. 559 . 22. 8. Fuad Al Hajarsy. 27. diterbitkan oleh Majalah Al Mabahits. Ramadan 1422 H/Desember 2001 M. Darul Basyir-Thanta. 4. Al Ikhwanul Muslimun wa Harb Filastin. 24. 29. Artikel dengan judul Al Haqqu la Budda an Tahmihi al Quwwah. Muhammad Abdul Qadir Abu Faris. 14. Ustadz Musthafa Masyhur. Dua'tun La Qudhat lil Hasan al Hudhaibi (Kami adalah Da'I bukan para hakim). Dr. al Laihah al 'Alamiyah lil Ikhwan al Muslimin (Tata Tertib Internasional Ikwanul Muslimin). Syubhat Haula al Fikri al Islamy al Mu'ashir. Artikel dengan judul. al Imam al Syahid Hasan Al Banna Hamil Liwa al Da'wah Fil Qarni al 'Isyrin. 13. 15. Bagian dari surat Imam Syahid kepada Nahas Basya dalam jumpa pers yang ia sampaikan kepada beberapa media. Dirasah Syar'iyyah wa Siyasiyah Lil Qadiyyah al 'Iraqiyyah tahun 2002 M. Ustadz Fuad Hajarsi. Dr. Artikel dengan judul. hal. Mawaqif Fi Da'wah wa Tarbiyah. Pusat Studi Islam. 16. Manhajul Imam al Banna. Ustadz Muhammad Ahmad Rasyid 26. Al Shahwah al Islamiyah. Diantara penjelasan Imam Syahid dalam Muktamar rakyat untuk solidaritas Palestina di Mesjid Al Azhar. Oktober 1965 M. Risalah Ru'yah Wadhihah. Al Fiqh al Siyasy 'inda al Imam al Syahid Hasan al Banna. 7. 25. Yusuf Al Qaradlway. edisi 16 Januari 1951 M. 23. Muhammad Ahmad Rasyid. 28. Hasan Al Banna. Ustadz Kamil Syarif. 9. Al Masar. 10. 17. Artikel dengan judul. Al Ikhwan al Muslimun wal Qadiyah Filastiniyah. Yang kemudian dipublikasikan kembali lewat Majalah Dakwah. Mushthafa Masyhur 12. Ustadz Muhammad Mahdi Akif. Taufik Wa'i.

tahun 1976 dan tahun 1977 M 35. Al Da'wah. edisi 283 36. Majalah. 30 Oktober 2005 M 37. Koran. 31. Majalah. Muhammad 'Imarah. Misi dan Tujuan Kedua. Al Ikhwanul Muslimun. Daftar Isi Daftar Isi: Pengantar Pendahuluan Bab I Mengenal Konsep Dakwah Ikhwanul Muslimin Pertama. Edisi ke V. Bi Yaumiyyat al Akhbar.Al Ikhwanul Muslimun. Dr. Koran. Dasar pemikiran Dakwah Islam adalah Proyek Kebangkitan Obsesi. Koran. 32. edisi 32 34. Ahdats shana'at Tharikh. Ibnu Hisyam 30. Realitas Karakteristik Fase Dakwah dan Hakikat Perseteruan 560 . al Sirah Al Nabawiyah. Ibnu Qayyim 38. Afaq 'Arabiyah. 27 Maret 1952 M 33. Al Da'wah. Artikel dengan judul. I'lam al Muwaqqi'in. Afaq 'Arabiyah. Koran tentang Konsep Syuro Islam tahun 2004 M. 19 Nopember 1998 M. Ustadz Mahmud Abdul Halim.

tarbiyah untuk individu dan masyarakat.Tentang Kewajiban Dakwah Ketiga: Kendala dan Faktor-faktor Kesuksesan Kendala dan rintangan yang dihadapi oleh dakwah Bekal Kita Menghadapi rintangan Faktor-faktor Kesuksesan Dakwah Keempat: Keistimewaan dan ciri khas dakwah Dakwah Kami adalah Islam yang kokoh Siapakah kalian? Apa sifat kalian? Diantara Karakteristik Dakwah Ikhwanul Muslimin Bab II Mekanisme Perubahan Pengantar Realita dan manhaj perubahan Tabiat Perubahan dan Karakteristiknya Kepemimpinan yang bijak dan mengarahkan Semangat Ringkasan Prasarana Perubahan Prasarana pembentukan. Urgensi Strategi dan Evaluasi Ikhwan dan Manhaj-manhaj yang lain Pemahaman Seputar Sarana-sarana Dakwah Kotak Pemilu Tentang Waktu yang diperlukan Ikhwan Setelah Berdirinya Negara Jihad adalah Jalan Dakwah Makna Al Nashr (Kemenangan) dan Bentuknya yang Variatif Bab III Pemahaman Tarbiyah Dalam Proses Pembinaan 561 . Target-target Tarbiyah Masyarakat Sebagai Prasyarat Mendirikan Negara.

Pengantar Karakteristik Pembinaan Diri Target-Target Tarbiyah Target Umum Asas manhaj Karakteristik Target (keistimewaan tujuan-tujuan tarbiyah) Ciri-ciri Dalam Target Tarbiyah Tingkatan Target Tarbiyah Urgensi Pembangunan yang benar dan Keterikatan antar target-target tarbiyah. Dalam Aspek Akidah dan Ibadah Kedua. Poros-poros simpul utama dalam Target-target Tarbiyah Poros-Poros utama dalam Pembinaan tarbawi terhadap individu Pengarahan dan Wasiat. Dalam Aspek Nurani. Yang Tsabit (prinsipil) dan Mutagayyir (relatif) dalam dakwah. Dalam Aspek Cinta dan Ukhuwah 562 .Gambaran-gambaran Pembinaan Tarbawi dan Ciri-cirinya Manhaj Imam Hasan Al Banna dalam Tarbiyah Akidah Ujian dan Cobaan adalah Sebuah Kemestian dalam Dakwah Makna kekuatan Yang diinginkan Barisan Dakwah Kerapian Shaf dan Hubungan Antara Komponennya Keberlangsungan Tarbiyah Tentang Realitas Kader Dakwah Pentingnya Refleksi Nilai-nilai Tarbiyah Tarbiyah Mas’ul Dakwah dan Struktur Kepengurusan Tentang Kitman (Menyembunyikan) dan Sirriyah (kerahasiaan) dalam Dakwah. Tentang Rasa Kepemilikan Terhadap Islam Hujjah Bab IV Proses Pembentukan Individu Kader Dakwah (Perbaikan Diri). dan Kepekaan Iman Ketiga. Pertama.

Keempat. Dalam Aspek Masyarakat dan Rumah Tangga Kesembilan. Dalam Aspek Menahan Diri Kelima. Bab VII Tujuan dan Aspek Amal Bersama Keluarga dan Masyarakat Poros-poros dan Tujuan Amal Bersama Masyarakat Penjelasan Bab VIII 563 . Dalam Aspek Jamaah Bab V Membangun Keluarga Muslim Urgensi Membangun Rumah Tangga Urgensi Perbaikan Diri Kaidah dan Tujuan Pembinaan keluarga Muslim Bab VI Bekerja Bersama Masyarakat Manhaj Islam dalam Membangun Masyarakat Urgensi Bekerja Bersama dengan masyarakat Poros-poros Sinergisitas kerja dengan masyarakat Asas-asas Utama Perbaikan Sosial Tahapan-tahapan amal sosial dan titik tolaknya Sifat dan Karakteristik Amal bersama masyarakat Mempersiapkan kader dakwah untuk bersinergi dengan masyarakat. Dalam Aspek Akhlak dan Kepribadian yang baik Keenam. Dalam Aspek Kesehatan Fisik Ketujuh. Dalam Aspek Dakwah Kesepuluh. Dalam Aspek Usaha dan Pekerjaan Kedelapan.

Kaidah-kaidah sistem Sosial dalam Islam Kaidah Sistem Ekonomi dalam Islam Metode Terwujudnya kecondongan pemerintah terhadap Bab X Tentang Tujuan Pembebasan Negeri-negeri Muslim Mengembalikan Eksistensi Negara. Mengenal dengan baik Karakter musuh Bab IX Tentang Tujuan Membentuk Pemerintah Islam Mukadimah Ikhwanul Muslimin Tidak Ambisi Kekuasaan dan Tidak bermaksud menguasai pemerintahan. Karakteristik Pemerintah Islam yang dicita-citakan Tiang-tiang Penyangga Sistem pemerintahan Islam dan undang-undang konstitusi Gambaran Sistem Politik Islam Menolak cara-cara kekerasan. Revolusi dan kudeta Tentang dakwah. Mendirikan Khilafah. Memimpin Dunia 564 .Tentang Tujuan Pembebasan Negeri dan Kemerdekaannya Mukadimah Strategi Mengusir Penjajah Makna Negara Islam dan sikap terhadap permasalahan Palestina. Sikap terhadap kekuatan pemerintah yang menginginkan perbaikan. Keterlambatan Pemerintah (dalam menerapkan syariat Islam) Tentang Tabiat Pemerintah terhadap Islam: Perbaikan pemerintah yang komprehensif Sikap Terhadap pemerintah Asas Pendirian Negara Adab-adab Ikhwanul Muslimin dalam Melakukan konfrontasi Politik.

Sikap Jamaah Terhadap Individu dan organisasi-organisasi Yang Berbuat Untuk Kebaikan dan agama Islam. dan Apakah Jaminannya Prinsip Kami Menghadapi Permusuhan dan Persaingan Politik Ikhwan dan Sejarah Reformasi Mesir Bentuk-bentuk Proyek Perbaikan Model Perbaikan Hukum dan Perundang-udangan Tuntutan Perbaikan Undang-undang Pemilu Seputar Koordinasi dan Aliansi Persimpangan Jalan Urgensi Pengamanan terhadap Dakwah Imam Syahid dan pembentukan partai-partai Tentang Aktivitas POlitik Sikap Jamaah terhadap mazhab-mazhab dan aliran-aliran Partner Negara dan sikap terhadap orang-orang asing 565 . Jama'ah Ikhwan mendukung segala seruan untuk perbaikan Jamaah membaca Konstelasi Politik dengan baik Permusuhan terhadap Dakwah.Urgensi Khilafah dan bagaimana mendirikannya kembali Fase-fase utama untuk mewujudkan tujuan Contoh dan Model Jawaban terhadap klaim bahwa Barat telah mengepung kita Bagaimana mewujudkan Ustaziyatul 'Alam (kepemimpinan dunia) Umat Islam dan Perang peradaban Asas tegaknya kesatuan internasional Peran yang dapat kita lakukan Bab XI Penjelasan seputar Sikap Dakwah dan Politik Jamaah Seputar permasalah propaganda. mengumumkan aktivitas dan nama. Institusi dan Anggotanya Persaudaraan dalam Perspektif Ikhwan Tipe Banyak Tanya dan Kritis terhadap Dakwah Rekayasa Kata-kata dan Istilah Sanggahan terhadap Klaim Monopoli.

Penutup Referensi dan Daftar Pustaka Daftar Isi 566 .