        Judul Asli: Manhaj Ishlâh wa Al Taghyîr ‘Inda Jamâ’atil Ikhwân Al Muslimîn Dirâsatan fi Rasâil

al Imâm al Syahîd Judul Terjemah: Konsep Reformasi Dalam Perspektif Ikhwanul Muslimin Studi Pembelajaran Terhadap Risalah Pergerakan Imam Syahid Hasan Al Banna Penerbit: Daruttauzi’i Wa Al Nasyr al Islamy Cetakan Pertama Tahun 2006 Penulis: DR. Muhammad Abdurrahman Mursy Ramadan

Pengantar: Ir. Muhammad Khairat Syatir Kata Pengantar Ir. Muhammad Khairat Syatir Konsep dakwah yang dibawa oleh Imam Syahid Hasan Al Banna adalah konsep dakwah yang komprehensif dan universal, yang mencakup seluruh sudut pemahaman Islam dan mampu menjawab realiti kehidupan nyata. Ia seperti sinar fajar pagi yang menyingkap tabir pekat yang menutupi kehidupan umat Islam, ia benar-benar adalah Pembaharu Islam abad ke- 20. Imam Syahid mampu mencantumkan pemahaman terhadap nilai-nilai Al Quran dan petunjuk Rasulullah Saw, secara benar dan menyeluruh dengan pembacaan dan renungannya yang mendalam terhadap fakta-fakta sejarah
1

dan sunah Allah dalam menempatkan sebuah kekuasaan atau kewujudan di muka bumi, termasuk kemampuannya untuk melihat secara fleksibel dan saksama realiti kehidupan umat Islam, mengesan penyakit umat dan mengetahui cara penyembuhannya serta skala keutamaannya. Sebelum kedatangan Imam Syahid, sebenarnya telah banyak dilakukan usaha- usaha perbaikan dan reformasi di tubuh umat, namun usaha- usaha tersebut cenderung hanya sementara dan jangka pendek. Beberapa diantaranya belum membawa konsep pemahaman Islam yang benar- benar menyeluruh, atau pemahaman yang mendalam terhadap realiti kehidupan, atau tidak menjaga sunah (ketentuan) Allah dalam proses penetapan kewujudan, atau kerana terjadinya penyelewengan seiring dengan pergantian zaman, atau kerana perpindahan ke generasi berikutnya dan generasi itu tak mampu memikulnya, atau kerana reaksi-reaksi yang terhad atau teori serta simbol-simbol hampa tanpa adanya bangunan dakwah yang kuat dan gerakan yang terus menerus. Kaedah ilmu yang dibawa Imam Syahid sangat khas, kaedah tersebut mampu mengubah teori dan mimpi-mimpi menjadi kenyataan yang nyata, hal ini kemudian disokong dengan kemampuannya dalam mengorganisasi dan mengatur secara baik, yang membuatnya mampu –dengan izin Allahmemimpin dan mendirikan sebuah jamaah yang membawa panji-panji Islam, dengan asas yang kuat yang tak mudah hilang dan dihancurkan. Bangunan yang kuat dan berkesinambungan ini menunjukkan sebagian dari mahakarya Imam Syahid Hasan Al Banna. Suatu hari dia pernah ditanyakan suatu hal, “Mengapa anda tidak menulis ilmu yang luarbiasa ini dan melahirkan buku-buku? Dia menjawab, “Sesungguhnya aku membina dan menciptakan para pejuang yang membawa kebenaran.” Imam Syahid Hasan Al Banna adalah orang pertama yang menyedari keadaan reality kehidupan umat, dia mengetahui kadar kerosakan yang dideritai masyarakat, serta kadar kemunduran yang dideritanya. Kerosakan umat tidak hanya terhad pada runtuhnya kekhalifahan dan hilangnya
2

persatuan umat, permasalahannya tidak hanya terhad pada penjajahan tentera asing terhadap negeri-negeri muslim, atau terhad pada kemunduran teknologi dalam segala bidang. Untuk pertama kalinya keadaan kemunduran umat telah sampai pada titik sifar yang sangat membahayakan. Umat dan tapak penyokongnya telah berada jauh di luar kawasan keberadaan dan kewujudannya. Permasalahannya telah sampai pada titik-titik penting dan asas dasar berdirinya sebuah masyarakat dan negara. Masalah di tubuh umat tidak akan dapat dihilangkan dengan perbaikan yang hanya sebahagian, atau pembinaan semula pada beberapa aspeknya sahaja, atau hanya dengan melakukan reformasi di sebagian bidang-bidangnya dan dengan menggunakan suntikan-suntikan penenang; masalah umat jauh lebih dalam dari semua ini. Keadaan umat telah sampai kepada lubang pertama dalam proses pembinaan dan pembelaannya, negara Islam telah sirna sama sekali, kekuasaannya yang hakiki telah hilang untuk pertama kalinya sejak pendirian negara Islam di Madinah. Oleh kerana itu projek kebangkitan dan rekonstruksi harus dimulakan sesuai dengan langkah-langkah yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Bermula dengan pembinaan peribadi muslim secara individu, lalu pembinaan keluarga, pembinaan komuniti muslim hingga pembinaan sebuah masyarakat, sampai akhirnya tiba pada fasa penetapan keberadaan dan pendirian sebuah negara dan terus berlanjutan hingga memimpin dunia seisinya. Pengetahuan Imam Syahid terhadap keadaan realiti umat yang begitu mendalam, jelas dan terperinci, membuatnya mampu –dengan izin Allahmenciptakan sebuah konsep praktikal dengan beberapa fasa dan dengan tujuan dan sasaran yang saling berkaitan, serta mengarah kepada langkahlangkah yang ditempuh Rasulullah Saw. ketika memulai dakwah Islam yang pertama dan asas negara yang menjadi model dan teladan. Imam Syahid memiliki kebijaksanaan berpolitik dan fleksibiliti yang luarbiasa dalam menghadapi krisis dan rancangan- rancangan jahat, oleh kerana itu tidak ada jalan lain bagi para penyeru kebatilan selain membunuh dan melenyapkannya. Mereka lupa bahwa bahawa dakwah yang dipimpinnya
3

akan terus berlanjutan, dan sesungguhnya itu adalah dakwah Allah yang akan terus maju dan mendapat kemenangan dengan izin Allah. Dia (Imam Syahid) –semoga Allah meridhainya-, sangat memelihara salafiyah dakwah, dengan mengikuti sunah dan tidak membuat bid’ah, dengan pemahaman yang sungguh mendalam terhadap Islam dan sunnah Rasulullah Saw. Dia berkali-kali mengulang dan menegaskan hal ini di dalam risalahnya, dia menulis dalam risalahnya ‘Ila Ayyi Syai-in Nad’u an Nâs’ dengan mengatakan, “Wahai kaum, sesungguhnya kami berdakwah kepada kalian dengan Al Quran di tangan kanan dan Sunnah di tangan kiri, dan perbuatan para Salaful Ummah dari umat ini merupakan sumber kekuatan kami, kami mengajak kalian kepada Islam, nilai-nilai Islam, hukum dan petunjuk Islam.” Dan diantara perkara yang sangat dijaga oleh Imam Syahid Hasan Al Banna dalam membangunkan jemaah dan membentuk personaliti seorang al akh muslim adalah implementasi rukun Tajarrud (menyucikan diri) dan tidak bergantung kepada seseorang tokoh atau lembaga, namun seharusnya ikatan seorang al akh yang hakiki dan kesetiaan tertingginya hanya kepada Allah -azza wajalla-. Ketika Imam Syahid menghadiri sebuah majlis yang besar, salah seorang peserta yang hadir berdiri menyambutnya dan member tabik kepada beliau – hal ini sebagaimana dilakukan kepada setiap pembesar dan pemimpin politik – namun Hasan Al Banna menolak perlakuan tersebut dan tidak mendiamkannya, dia berkata, “Sesungguhnya hari dimana diserukan nama Hasan Al Banna tidak akan pernah terjadi, seharusnya seruan kita adalah, “Allah ghayatuna (Allah tujuan kami), Al Rasul Dza’imuna (Rasulullah pemimpin kami), Al Quran Dusturuna (Al Quran pedoman kami), Al Jihad Sabiluna (Jihad adalah jalan juang kami), Al Maut fi Sabilillah asma amanina (Mati di jalan Allah adalah Cita-cita kami tertinggi), Allah Maha Besar dan pujian kesempurnaan hanya milik Allah.

4

Dia juga menegaskan di dalam risalah ta’lim, “Setiap orang diambil dan ditolak perkataannya, kecuali al Ma’shum Rasulllah Saw., dan setiap yang datang dari salaful Ummah –semoga Allah meredhai mereka-, yang sesuai dengan kitabullah dan sunnah Rasulullah, maka kami akan menerimanya.” Sesungguhnya personaliti Imam Syahid merupakan contoh dalam hal ini. Sebahagian Ikhwan mendebatkan dan memberikan pendapat terhadap idea dan pemikiran-pemikirannya, sebahagian yang lain berbeza atau bahkan menegurnya. Dia juga berkata, “Sesungguhnya keikhlasan adalah dasar sebuah kejayaan dan sesungguhnya ditangan Allah-lah semua urusan. Sesungguhnya para pendahulu kalian yang mulia tidak mencapai kemenangan kecuali dengan kekuatan iman mereka, kesucian jiwa dan kebersihan diri, serta keikhlasan hati dan amal mereka dari ikatan apapun atau fikiran. Mereka menjadikan segala sesuatu bersesuaian dengan nilai-nilai keikhlasan tersebut, sehingga jiwa mereka menyatu dengan akidah, dan akidah mereka menyatu dengan jiwa-jiwa mereka. Merekalah sesungguhnya gagasan itu, dan gagasan itulah mereka. Jika kalian demikian maka fikirkanlah, sesungguhnya Allah mengilhamkan kepada kalian kecerdasan dan kebenaran, maka amalkanlah dan sesungguhnya Allah membantu kalian dengan kekuatan dan kejayaan, namun jika diantara kalian ada yang menghidap penyakit hati, yang tujuan hidupnya berpenyakit, yang kehilangan harapan dan keinginan, yang memiliki luka masa lalu, maka keluarkanlah dia dari barisan kalian, kerana sesungguhnya dia adalah penghalang turunnya rahmat, yang terkurung tanpa ada taufik (petunjuk).” Sesungguhnya Ikhwan –sebagaimana yang dibina oleh Hasan Al Banna dengan nilai-nilai Islam-, tidak mengidolakan seseorang dan tidak menyembah mereka. Mereka mengetahui benar kedudukan para tokoh dan menempatkan mereka pada tempatnya secara wajar, dan selalu menjaga adab-adab Islam dan petunjuk Rasulullah Saw. dalam melakukan interaksi dengan para pemimpin dan imam mereka.

5

Imam Syahid Hasan Al Banna –semoga Allah meridhai mereka-, meyakini kebenaran jalan yang dilaluinya dan kebenaran manhaj, serta dengan pertolongan Allah –azza wajalla- terhadap dakwahya. Dia menjelajahi buana menyerukan agama Allah, menyedarkan jutaan manusia dari kelalaian, dan dia diikuti oleh banyak lapisan masyarakat. Dia pernah bertemu dengan seseorang yang bertanya kepadanya, “Adakah engkau akan melihat buah kemenangan dari usaha yang engkau lakukan? Imam Syahid menjawab dengan tenang dan penuh keyakinan, “Kemenangan itu tidak akan terlihat di generasiku dan digenerasimu, tapi akan tampak di generasi yang akan datang.” Imam Syahid memberikan perincian yang jelas tentang tugas dan peranan seorang muslim serta persiapan yang harus dimiliki, dia mengatakan, (“Tugas kita adalah memimpin dunia dan memberikan petunjuk kepada manusia seluruhnya kepada aturan Islam yang benar dan ajaran-ajarannya yang tiada ajaran lain yang dapat membahagiakan manusia selain ajaranajarannya.” Dakwah kita adalah, keimanan yang mendalam, kuat dan yang paling abadi ..

• •

Kepada Allah, pertolongan dan kemenangan dari-Nya Kepada pemimpin Rasulullah Saw., kejujuran dan amanahnya Kepada manhaj, keistimewaan dan kelayakannya Kepada persaudaraan, kewajipan dan kesuciaannya Kepada balasan, kebesaran, dan kemuliaannya Kepada diri mereka sendiri .. mereka adalah sebuah jamaah yang diberikan kekuatan untuk menyelamatkan dunia seisinya.”)

• •

Imam Syahid sangat member perhatian kepada pemuda, dan berjaya menjadikan mereka sebagai darah segar yang mengalir di tubuh umat Islam, yang mampu membangkitkan dan menggerakkannya. Di akhir kehidupannya, sekitar dua minggu sebelum kesyahidannya,

-keadaan pada saat itu sangat genting-, salah seorang berkata, “Wahai
6

Ustadz, banyak berita yang tersebar tentang engkau, dan tentang apa yang terjadi terhadap engkau. Imam Syahid berkata, “Apa yang akan terjadi? Adakah pembunuhan? Sesungguhnya kami mengetahui bahawa perkara itu adalah kesyahidan, dan itu adalah cita-cita kami. Seseorang bertanya lagi, “Bagaimana dengan dakwah? Imam menjawab, “Aku telah menyelesaikan tugasku dan aku telah meninggalkan para rijal (pejuang) dan aku melihat mereka dengan mataku bahawa mereka benar-benar rijal, maka aku akan mati dengan penuh ketenangan, dan yang aku inginkan adalah mati sebagai syahid.” Cita-cita itu benar-benar terwujud, dia mendapatkan syahadah. Setiap orang yang mempelajari pemikiran Imam Hasan Al Banna, maka dia akan mendapati bahawa fikiran-fikiran tokoh ini mempunyai ciri khas yang sangat sepadan dengan realiti kehidupan dan mengacu kepada dasar-dasar agama, yang jauh dari sikap berlebih-lebihan (ekstrimisme) maupun sifat meremehkan. Pemikiran-pemikirannya mampu bertahan dan berkomunikasi dengan alam fikiran manusia dan tidak dibenci oleh jiwa, pemikiranpemikiran yang diterima secara baik yang tidak mengenal kekerasan dan terorisme. Dasarnya berpijak kepada Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah Saw. serta amalan para ulama terdahulu yang soleh. Imam Al Banna adalah seorang pembaharu urusan agama ini pada masa dan generasinya, dia dan para pembaharu lainnya. Dia menyeru manusia untuk beriman kepada Allah dan kembali kepada ajaran Rasulullah Saw. Dia menempuh jalan yang pernah dijalani para ulama-ulama terdahulu. Dia menyeru dakwahnya dan mengembalikan konsep berfikir Islami yang benar yang berasaskan kepada: Pertama, Membebaskan akidah dari tipuan-tipuan kejumudan dan yang terkandung di dalamnya berupa khayalan dan syubhat, sebagai perbaikan penggambaran yang benar seorang muslim terhadap kewujudan alam semesta, manusia dan kehidupan, untuk mewujudkan keseimbangan dan keadilan, agar akidah (keyakinan) dapat memberikan pengaruh dalam melahirkan para pejuang, agar dapat melahirkan kembali personaliti muslim yang berakhlak yang pernah dibangun dan dibina Rasulullah Saw. di Darul
7

Arqam bin Abi Arqam. Kemudian membangun dengan personaliti- personality ini –baik lelaki mahupun wanita- batu bata yang akan menyusun sebuah keluarga yang nantinya mampu melahirkan para pejuang, yang menciptakan sebuah umat yang berdiri di atas budi pekerti dan akhlak yang mulia sebelum ia berdiri di atas sebuah negara. Kedua, menyucikan akal seorang muslim dari fikiran-fikiran yang terpecahbelah terhadap Islam, kerana hal itu hanya akan memperbesarkan perbezaan dalam masalah-masalah furu’ dan separa- separa, dan meniadakan pola berfikir yang universal terhadap Islam. Ketiga, Menghancurkan kejumudan yang dialami oleh akal akibat ditutupnya pintu ijtihad, yang sebenarnya mematikan kecerdasan untuk menciptakan dan member pandangan dan akhirnya menjatuhkannya pada lubang taklid buta yang tercela. Ini juga menghalangi umat Islam menikmati penyelesaianpenyelesaian konsep pemikiran dalam Islam terhadap problematika dan permasalahan hari ini yang jauh dari alam berfikir yang banyak bertentangan dengan ketetapan prinsip-prinsip agama. Maka untuk mengembalikan konsep berfikir yang baik dan benar, diperlukan sebuah bingkai pandangan yang universal terhadap Islam, -dan pandangan ini dimiliki oleh Imam Hasan Al Banna-, dan yang dimiliki oleh para pendahulunya, iaitu para pejuang yang mengambil ajaran ini dari konsep yang diajarkan Rasulullah Saw.. Dengan konsep tersebut, mereka kemudian membangunkan sebuah tamadun , mendirikan sebuah pemerintahan, dan merekapun memimpin tamadun di muka bumi. Ia adalah sebuah konsep yang sempurna dan universal yang mengajak saudara-saudaranya ikut bersama menjadi sebahagian untuk membangun sebuah jama’ah, yang memberikan darah dan jiwanya untuk menegakkan kalimat Allah di muka bumi, dan membuat panji-panji kejahatan menjadi hina dan tercela, demikian juga yang dilakukan oleh Imam Al Banna. Jama’ah Ikhwanul Muslimin membawa konsep pemahaman ini, dan menyeru kepadanya. Ia teguh menahan akibatnya demi mempasakkan nilai tersebut di
8

tengah masyarakat. Telah berapa banyak pejuang yang gugur demi memperjuangkannya? Imam Syahid Hasan Al Banna adalah yang paling hadapan dalam Jama’ah Ikhwanul Muslimin yang membuktikan pengorbanan tersebut – semoga Allah membalas apa yang telah dia berikan untuk Umat Islam dengan balasan yang sebaik-baiknya-. Telah berapa banyak darah yang ditumpahkan? Sudah berapa banyak anak-anak menjadi yatim? Telah berapa banyak wanita yang kehilangan anaknya? –Kita menabungnya menjadi kebaikan di akhirat-, Hingga pemahaman benar-benar terpasak kuat dan menjadi sesuatu yang lumrah yang tidak ada perbezaan di dalamnya, walau dengan banyaknya fitnah dan ujian serta tersebarnya syubhat dan tuduhantuduhan palsu dan bantahan. Apa yang dibawa oleh Imam Hasan Al Banna adalah sebuah pembaharuan, walaupun sebenarnya Imam Syahid hanya memperbaharui sesuatu yang lama yang hampir dilupakan. Kecelaruan yang dihadapi umat tidaklah semudah seperti yang diyakini oleh sebahagian orang. Apa yang telah merasuki fikiran berupa kemelut, kebingungan dan pencerobohan pemikiran, pada gilirannya akan menghalang terwujudnya tujuan yang hendak dicapai, dan menghalang misi yang dibela. Permasalahan ini tidak mungkin disembuhkan dalam waktu sehari semalam, atau dengan penyampaian kuliah dari seorang pakar, atau dengan pelajaran di beberapa tempat dari seorang pemikir muslim, ataupun dengan nasihat-nasihat secara kerap dari salah seorang ulama tersohor, atau dengan lembaran-lembaran yang diedarkan kemudian hilang tanpa kesan seiring berakhirnya bacaan, atau dengan buku-buku yang dihafal teks atau naskahnya. Ia sesungguhnya adalah penderitaan yang telah berlangsung lama, yang memerlukan tarbiyah dan usaha yang gigih, agar kita dapat mewarisi para rijal (pejuang) bukan mewarisi buku saja, kerana kita ingin mendirikan agama yang tegak di atasnya negara dan tamadun, serta menyedarkan umat yang akan memimpin dunia. Sesungguhnya manhaj yang mampu melahirkan para pejuang dan yang mampu memenuhi ikrarnya kepada Allah, memerlukan beberapa hal berikut, Pemahaman yang benar (Al Fahm Al Shahih), pembentukan yang sangat cermat, keimanan, ketulusan cinta, pengorganisasian yang rapi, agar kita
9

dapat membuat jalinan jama’ah yang di serukan Allah dengan panggilan, “wahai orang-orang yang beriman,” iaitu orang-orang yang sentiasa memiliki hubungan yang baik dengan Allah. Agar mereka menjadi ahli ibadah terlebih dahulu sebelum menjadi pemimpin, maka dengan ibadah mereka akan dihantarkan untuk memimpin dengan sebaik-sebaiknya, hal itu tentunya dilakukan dengan manhaj yang jelas, amalan yang terus menerus, budi pekerti yang tinggi, nafas yang panjang, kesabaran dengan sebaiksebaiknya, nasihat kebaikan, perbincangan yang bijak, dan kesedaran, serta evaluasi yang sangat cermat. Mengapa demikian? Kerana manhaj perbaikan apapun yang digunakan untuk keperluan manusia, dan dakwah kebenaran apapun yang idea dasar dan pemahamannya tidak bersandar pada nilai-nilai ini, dan tidak menurut Al Quran dan Sunnah Rasulullah Saw. maka ia adalah dakwah yang rapuh dan akan tercabut akarnya dari permukaan bumi. Namun jika ia bersatu dengan sumber gizi, kekuatan dan kehidupannya maka akarnya tertancap kuat dan dahannya menjulang ke langit dan akan memberikan buah di setiap waktu dengan izin Allah. Imam Hasan Al Banna telah menjelaskan nilai-nilai ini dengan sangat jelas tanpa ada kesamaran dan keraguan, baik dari segi kejelasan idea, kesatuan pandangan dan etika, kesatuan target dan tujuan dan kesatuan visi serta kesamaan untuk prasarana yang mewujudkannya. dan Imam Hasan Al Banna untuk mengetahui bahawa masyarakat sangat memerlukan penjelasan pemahaman memperkemaskan gerakan, penjelasan pandangan menyamakan barisan, serta penjelasan idea agar dapat berjalan secara benar dan mewujudkan cita-cita yang diharapkan. Kita sangat menghargai budaya dialog, perbincangan dan bertukar

pandangan .. Kami katakan kepada mereka yang berbeza pendapat dengan kami,  Ertinya: “Marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu .. “ (Q.S Ali Imran: 65)   

10

Kepada mereka yang mendebat kami, kami katakan,              Ertinya: “Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar. “ (Q.S Al Baqarah: 111) Kepada mereka yang membangkang, kami katakan:             Ertinya: “Dan Sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata. “ (Q.S Saba: 24) Kerana sesungguhnya syiar setiap da’I yang meyerukan agama Allah adalah,        Ertinya: “Serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, ..” (Q.S Al Baqarah: 83) Buat para penyeru dakwah Islam yang berbeza pandangan dengan kami, maka kami katakan kepada mereka, “Mari kita saling tolong menolong dalam perkara yang kita sepakati dan saling memberitahu dan memaafkan dalam perkara-perkara yang tidak kita sepakati.” Namun jika mereka mengabaikan seruan itu, maka kami akan katakan, “Semoga keselamatan selalu dilimpahkan kepada kalian dan kami tidak menginginkan apapun kecuali ikatan cinta kerana Allah. “ Kajian dalam buku ini memaparkan pandangan yang jelas dan menyeluruh terhadap manhaj perubahan dan konsep merealisasikan tujuantujuannya. Di dalamnya juga terdapat jawapan terhadap pertanyaanpertanyaan yang banyak diutarakan, serta penjelasan permasalahan yang banyak mengandungi perbezaan, mahupun perbedaan pikiran. Ini merupakan

11

atau arusnya berubah dan 12 .langkah serius yang dilakukan untuk menjelaskan pandangan dan manhaj dakwah Ikhwanul Muslimin serta tujuan-tujuannya. Muhammad Khairat Syathir Wakil Mursyid ‘Am Ikhwanul Muslimin Pendahuluan Pendahuluan Sepanjang perjalanan sejarah. Mula-mula cahayanya terang benderang selama beberapa waktu. menyandang dan teguh di atas prinsip-prinsip jama’ah. Ini merupakan tambahan rujukan yang ditulis dan diedarkan oleh aktivis dakwah Ikhwan. atau menyimpang dari prinsip-prinsipnya. Dan kita mengagungkan seseorang yang merupakan hak Allah.kumpulan penyeru perbaikan lahir dan berkembang subur. penulisnya adalah salah seorang yang dibina dalam barisan dakwah. namun bersilih ganti masa sinarnya meredup dan padam. untuk menjelaskan dakwah mereka dan menjawab syubhat-syubhat. kumpulan. Ramadan 1426 H/Oktober 2005 IR. Cairo.

dan persiapan para rijal di dalam jama’ah melalui pembinaan yang dilakukan Imam Syahid Hasan Al Banna dan generasi pertama dakwah ini.. Kita melihat dakwahnya begitu kuat dan tegar. dan akhirnya ia menjadi memori di halaman sejarah. padam apinya atau koyak layarnya. untuk kembali mengembalikan kemuliaan Islam di persada bumi. Dengan izin Allah dia menjadi harapan baru bagi umat Islam di Timur dan Barat. dan bahkan berada di penjaga terdepan di medan perjuangan antara Islam dan kebatilan. iaitu tarbiyah. dakwahnya mengalir selama lebih kurang 77 tahun.. pada bulan Dzulqa’dah 1347 H/ Maret 1928 M. kemudian gugur syahid pada usia yang masih muda tahun 1949 M . usianya waku itu sekitar 22 tahun. Namun sekarang kita berada di hadapan dakwah Ikhwanul Muslimin yang didirikan oleh Imam Syahid Hasan Al Banna – kita berbaik sangka dengan mengatakan beliau gugur sebagai syahid. tidak ada perubahan dan penyimpangan.akhirnya dikendalikan oleh peristiwa dan perkembangan zaman. walaupun kita sebenarnya tidak berhak memastikan kesucian seseorang di atas ketentuan Allah-. serta pelbagai rintangan. dan kitapun benar. berjalan di atas jalan dan manhaj yang sama. kurnia dan pengawalan-Nya terhadap kelangsungan dakwah ini. tekanan dan penyeksaan. Perubahan dan kelemahan pada kumpulan. Kita melihat hal itu dengan penuh keyakinan.kumpulan tersebut kita saksikan terjadi setelah satu atau dua generasi berikutnya atau setelah terjadinya rentetan peristiwa tragis yang menimpa. dia tetap berjalan di atas prinsip-prinsip dan misi yang diperjuangkannya. 13 . Kita juga mengetahui kekuatan pembangunan yang menjadi batu asas dakwah ini. meskipun harus berhadapan dengan beragam ujian dan konspirasi.benar mengetahui bahawa hal itu terwujud tiada lain adalah berkat izin Allah. Setelah berlalu beberapa generasi dan menyatu bersama dakwah ini. Kita melihat ada sesuatu yang berbeza .

. terhadap sunnah perubahan di alam semesta.Kajian ini merupakan kumpulan risalah-risalah Imam Syahid dan beberapa penyampaiannya yang asalnya adalah sebuah usaha persendirian yang tentunya terdapat kebenaran dan kekeliruan. rentetan peristiwa dan pengalaman-pengalaman dakwah sebelumnya. hal ini untuk menambah penjelasan dan perincian dari risalah-risalahnya. Dengan kajian ini kita dapat mengetahui konsep Imam Syahid dalam perbaikan dan perubahan serta target tertinggi yang ingin dicapai dengan dakwah yang diserukannya.kata Imam Syahid. Warisan berharga yang telah ditinggalkan oleh Imam Syahid ini sangat memerlukan kajian-kajian intensif dan pembahasan. Selain memperbanyakkan pengulangan kata. bukan untuk membatasi atau mempersempit cakerawala berfikir. hal ini dimaksudkan untuk mempermudahkan para pembaca untuk memahami makna-makna yang terkandung dalam bab tersebut. kami juga mengambil beberapa bagian dari muruid-murid beliau. agar kita dapat memahami secara lebih dekat pemahaman Imam Syahid secara menyeluruh. kami juga berupaya untuk mengumpulkan perkataan-perkataan Imam yang terpisahpisah ke dalam sebuah tema atau pembahasan. Dengan menitikberatkan kajian terhadap tulisan-tulisan Imam Syahid. Dalam pembahasan ini juga terdapat pengulangan ucapan-ucapan Imam Syahid di beberapa bab dan fasal. Islam dan keluarganya. beliau telah menulis dan menyampaikan seruan kepada para da’I dengan pemahamannya yang mendalam terhadap Al Quran dan Sunnah Rasulullah Saw. 14 . saya lebih memilih mengulang ucapanucapannya berbanding memberikan isyarat kepada pembaca untuk merujuk kepada perkataan-perkataannya. Semoga Allah memberikan ganjaran setimpal terhadap apa yang telah dia persembahkan untuk kita.

Wallahu min warâ-il Qashdi wa huwa yahdi al sabîl Manshurah. dan berkenan memberikan doa untuk kebaikan. Ramadan 1426 H/ Oktober 2005 Penulis Dr.Saya juga berharap kepada para pembaca untuk bertoleransi dan memaklumkan jika menemui perbezaan-perbezaan dan kekeliruan di dalam buku ini. Muhammad Abdurrahman al Mursy Ramadan 15 .

dan membimbing mereka menuju dakwah kami. Hal. Di sini tidak ada yang samar dan kabur.” Perbezaan antara kami dan kaum kami – setelah persamaan keimananbahawa mereka memiliki keimanan yang statik dan cepat tertidur. Dakwatuna .kabur. Dasar pemikiran Dakwah Islam adalah Projek Kebangkitan: Imam Syahid1 berkata di dalam risalahnya ‘Dakwah kami’: “Kami ingin berterus terang kepada semua orang tentang tujuan kami. lebih jelas dari cahaya fajar.. memaparkan di hadapan mereka kaedah kami.16. yang sejatinya mengatur seluruh urusan dunia dan akhirat. dan lebih benderang dari putihnya siang. Kami memahami Islam dengan pemahaman yang luas dan integral. Realiti Ketiga.17 16 .Bab I Mengenal Konsep Dakwah Ikhwanul Muslimin Pertama. Dasar pemikiran Kedua. sementara keimanan yang bersemayam di dalam jiwa Ikhwanul Muslimin adalah keimanan yang kuat membara.. ia tidak terbatas untuk perkara-perkara ibadah atau kerohanian . 2 Kutipan ringkas dari Majmu’atu Rasa-il Imam Syahid Hasan al Banna. Halangan dan inisiatif kejayaan Keempat. Bahkan lebih terang dari sinar mentari. walaupun kita sebenarnya tidak berhak memastikan kesucian seseorang di atas ketentuan Allah. Semuanya terang. keistimewaan dan ciri khas Dakwah Mengenal Konsep Dakwah Ikhwanul Muslimin Pertama. “2 1 kita berbaik sangka dengan mengatakan beliau gugur sebagai syahid. 13.

dan keterikatan kepada kebaikan. 17 . mengikuti kaedah para sahabat. Dakwah ini juga sangat menguasai secara mendalam keadaan dan realiti kehidupan umat serta bahaya dan halangan yang dihadapinya. “jalannya adalah sufiyah. usaha penyembuhan dan kaedahnya: “Ia adalah Dakwah salafiyah. fasa. Muktamar al Khamis. amal yang berterusan. Fikrah ijtima’iyah..semaksimum mungkin sesuai dengan kemampuan mereka. Tidak pula panjang lebar dan berbasa-basi. berpaling dari ketergantungan kepada makhluk. Ia mengenal jalan yang dilaluinya secara jelas. dan ulamaulama terdahulu –semoga Allah meredhai mereka-. cadangan. Jama’ah Riyadhiyah: kerana mereka sangat memerhatikan masalah fizikal dan sangat memahami bahawa seorang mukmin yang kuat itu lebih baik daripada seorang mukmin yang lemah. Hakikat Sufiyah: kerana mereka memahami bahawa asas kebaikan adalah kesucian jiwa. 123 Dakwah salafiyah: Kerana mereka berdakwah untuk mengajak kembali (bersama Islam) kepada sumbernya yang jernih dari kitab Allah dan sunah Rasul-Nya. dan tidak mengatakan. Sebagaimana dakwah mampu mewujudkan dan mencakup seluruh aspeknya dengan segenap realisasi amal dan sifat-sifat dakwah Islam. hal. Rabithah ‘Ilmiyah tsaqafiyah. dan syiarsyiarnya sangat jelas dan terperinci. Hai’ah Siyasiyah: kerana mereka menuntut perbaikan dari dalam terhadap hukum pemerintahan. dan menjaga identitinya. Thariqah suniyah. dan seluruh tujuannya. celupannya Islam. Ia disampaikan secara terbuka dan tidak ditutup-tutupi atau dirahsiakan. atau memiliki sifat tanpa sifat yang lain. Dasar dan rujukannya adalah Islam. Tidak ada kesangsian dan keraguan.” 4 Risalah. Thariqah Suniyah: kerana mereka membawa jiwa untuk beramal dengan sunah yang suci-khususnya dalam masalah akidah dan ibadah. kaedah. meluruskan persepsi yang berkaitan dengan hubungan umat Islam terhadap bangsa-bangsa lain diluar negara. Jama’ah riyadhiyah. hai’ah siyasiyah. ia tidak terbatas hanya pada satu aspek tanpa aspek yang lain. mahhabah fillah. serta sangat menjaga keaslian rujukannya kepada Islam yang suci dan jernih sebagaimana yang dibawa oleh Rasulullah Saw. kejernihan hati. dan seluruh segmen perbaikan. mentarbiyah bangsa agar memilih izzah. Syarikah Iqtishadiyah. hakikat sufiyah3. penyakit dan penyebabnya. “hakikatnya adalah hakikat sufiyah”. dan tujuannya adalah Allah –azza wa jalla-.”4 3 Teliti perkataan Imam Syahid.Sesungguhnya dakwah.

18 .                                                                              Rabithah ‘Ilmiyah tsaqafiyah: kerana Islam menjadikan thalabul ‘ilmi sebagai kewajipan bagi setiap muslim dan muslimah. Ia merupakan projek yang berkaitan erat dengan peranan umat Islam di dalam kehidupan. “Projek dakwah Islam sesuai dengan dengan manhaj nabawi” untuk kebangkitan umat. Syarikah Iqtishadiyah: kerana Islam sangat memerhatikan pemerolehan harta dan pembahagiannya. Pentj. namun lebih dari itu kami memiliki sebuah projek perbaikan Islami yang merupakan bahagian yang tidak terlepas dari rekonstruksi (celupan) Islam yang menyeluruh yang dengannya kita mendapatkan celupan serta obsesi yang kita miliki.Dengan ungkapan yang lain sesungguhnya kita membawa. Ini bermakna bahawa sesungguhnya kami bukan hanya parti politik yang dimiliki sebuah komuniti muslim yang memiliki misi memperbaiki Islam. sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah.

              “Hai orang-orang yang beriman. dia (Allah) Telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu[993]. ruku'lah kamu. supaya kamu mendapat kemenangan. yang tidak dihalangi oleh batas-batas geografi.S Al Hajj: 57-58)5 Imam Syahid berkata: “Wahai Ikhwanul Muslimin. walaupun amal-amal kebaikan dan sosial merupakan target terbesar kami. Kami bukanlah bentuk-bentuk yang disebutkan di atas. dan kami bukanlah kelab sukan. sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan. sujudlah kamu. ia tidak akan berhenti pada sebuah urusan sehingga Allah 5 Risalah Wudhu al Ru’yah.. hal. dia adalah Pelindungmu.. walaupun politik yang bersendikan ajaran Islam merupakan inti fikrah kami. Al Ustadz Musthafa Masyhur. dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini. dan tidak dibatasi oleh jenis tertentu. dan kami bukanlah lembaga sosial kemasyarakatan. Maka dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik. walaupun bersukan secara fizikal dan rohani menjadi salah satu bahagian terpenting dalam dakwah kami. 4 19 . aturan dan manhaj yang tidak dibatasi oleh wilayah tertentu. kami bukanlah parti politik.baik penolong. tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. dia Telah memilih kamu dan dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. kerana hal itu semua dapat dipergunakan oleh tujuan-tujuan tertentu.” (Q. serta dalam waktu yang tertentu pula. Maka Dirikanlah sembahyang. wahai seluruh umat manusia . (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenarbenarnya. supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. sementara kami wahai umat manusia adalah fikrah dan akidah.

“Ini adalah posisi kalian. atau tidak terbatas pada hal itu saja. hal. universalitasi manhaj dan pembentukannya. serta merupakan manhaj RasulNya yang dipercayai. Atau kalian melakukan dakwah di atas jalan kaum bukan 6 Risalah Al Ikhwan tahta Rayat Al Quran (Risalah Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran) .”6 Walaupun dakwah ini tidak terhad pada parti politik atau lembaga sosial kemasyarakatan.usaha konsitusi dan perjuangan hukum. Sebagaimana ia juga mampu berjalan dan memainkan peranan dan tugasnya dengan usaha. Dalam menghadapi rintangan-rintangan ini maka nama dan simbol tidak menjadi begitu penting. atau sebuah lembaga yang memiliki tujuan-tujuan tertentu.halangan yang dihadapinya sebagai usaha untuk menyebarkan dakwah serta mewujudkan misi-misi Islam dan menerjemahkan nilai-nilai keIslaman ke dalam masyarakat. Semua langkahlangkah ini merupakan usaha yang akan membantu dakwah serta menjadi langkah untuk mengaspirasikan target tertentu dari gerakan dakwah dan tidak bertentangan dengan konsep universaliti dakwah dan prinsippsinsipnya yang tetap. atau parti politik yang mampu menyampaikan misi jama’ah dan aspirasi politiknya). serta melakukan kerjasama dengan orang lain dalam mewujudkan target-target tersebut. namun dakwah tetap memanfaatkan lembaga-lembaga ini dan halangan.mewariskan bumi dan seluruh isinya. serta batasan-batasan yang benar dapat diwujudkan.197 20 . serta tidak terdapat penyelewengan dari prinsip-prinsip Islam dan akidah yang benar. kelab.kelab sukan dan parti politik (yang memiliki ideologi Islam di dalam konsep dasarnya atau memiliki kaedah perbaikan tertentu. Maka sudah selayaknya ia mendirikan lembaga-lembaga kebaikan dan sosial. sesungguhnya ia adalah hukum dari Allah Yang Maha Mencipta alam semesta. Maka janganlah merasa kecil dengan diri kalian sendiri sehingga kalian membandingkannya dengan orang-orang selain kalian. selama tujuan dan target-targetnya jelas dan terperinci. Dan tentunya ia tidak menjadi sesuatu yang menggantikan jama’ah.

namun ia merupakan kewajipan.tidak menjadi tujuan atau usaha. Misi dan Tujuan Obsesi yang sebenarnya dalam menghidupkan dakwah tercermin dalam. dan akhirnya lenyap bersama peredaran peristiwa dan hari. menyambung yang terputus. dan hendaknya kerja-kerja kolektif – termasuk jama’ah.”7 Obsesi.198 8 Risalah: Hal Nahnu Qaumum ‘Amaliyyun? (Apakah Kita Para Aktivis)? hal. kita dapat meringkaskan misi-misi jama’ah yang ingin diwujudkan adalah. menjadikan kita wajib melakukan amalamal kolektif untuk menunaikan kewajipan-kewajipan syariah secara umum serta untuk meninggikan kalimat Allah Swt. di muka bumi. serta pemenuhan kewajiban pada hari perhitungan. membangunkan peradaban dan mengajarkan agama kita. kita harus membaiki yang pecah. Dan hendaknya obsesi ini menjadi dasar yang mendorong realisasi amalamal kolektif tumbuh dari tapak ibadah. “(Keyakinan yang kuat bahawasanya redha Allah Swt.” Imam Syahid telah memberikan isyarat tentang fasa yang sedang dihadapi oleh umat dan ini menjadi sebuah kewajipan baginya: “Telah tiba saatnya kita harus menghadapi kekeliruan masa lalu. ((“Melakukan amal-amal untuk meninggikan 7 Risalah: Al Ikhwan tahta Rayat Al Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). serta kita harus menyelamatkan umat dari bahaya yang mengancamnya. mengembalikan keperkasaan dan kemuliaan yang kita miliki. Keperluan kita terhadap jama’ah akan terus berlaku kewajipankewajipan yang menjadi dasar kewajipannya masih ada). hal. menyelamatkan diri dan anakanak kita.”8 Dengan demikian. 69 21 .muslim atau kalian berupaya untuk melakukan penyeimbangan antara dakwah yang kalian ambil cahayanya dari Allah dan Rasul-nya dengan yang dakwah-dakwah lain yang banyak dilperbolehkan oleh kondisi-kondisi darurat. terutama sesuai dengan pemahaman yang benar terhadap Islam sebagaimana yang disebutkan dalam Risalah Ta’alim secara khusus dan di dalam rukun pertama ‘Al Fahm’ secara khusus.

Masyarakat muslim 4.kalimat Allah di muka bumi. agar nilai-nilai Islam dan syariatnya menjadi hukum tertinggi dan menguasai satu perempat dunia. umat yang adil dan pilihan[95] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu …” (Q. Pembentuk individu muslim 2.”) Target-target tersebut diatas dapat diringkaskan dalam beberapa hal berikut ini: 1.S Al Anfal: 39) Hal itu dilakukan dengan kebangkitan bersama umat Islam.S Al Baqarah: 143) Dan saling tolong menolong sesama muslim untuk melaksanakan tugas dan kewajipan-kewajipan syariat yang dibebankan kepada kita. Rumah tangga Islami 3.                     Ertinya: “Dan demikian (pula) kami Telah menjadikan kamu (umat Islam). supaya jangan ada fitnah[611] dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah …” (Q.              Ertinya: “Dan perangilah mereka. Membebaskan negeri dari seluruh penguasa asing 22 . agar ia mampu memimpin dunia dan menjalankan peranannya sebagai saksi terhadap alam semesta.

7.5. serta memberikan sokongan untuk kebaikan dan manfaat umum dalam pelbagai bentuk. 4. Memimpin dunia dengan menyebarkan dakwah Islam di satu perempat dunia. membersihkannya kebodohan. mewujudkan persatuan dan kesatuan. Memperbaiki pemahaman kaum muslimin terhadap agama mereka dan menjelaskan tentang dakwah Al Quran. Memberikan masyarakat penyakit. kefakiran. Seseorang tidak akan berasa memiliki kehormatan. bahagian bahkan menempatkannya 23 . kecuali jika dia dapat menikmati rasa kenyang. Imam Syahid menjelaskan tujuan-tujuan dakwah dan pelaksanaannya dalam kaedah. menyampaikannya kepada masyarakat dengan cara yang baik serta sesuai dengan konteks masa kini. tidak bergantung kepada orang lain. Mengembalikan kewujudan negara Islam Antarabangsa untuk seluruh umat Islam dengan membebaskan negeri-negeri mereka. Mendirikan pemerintahan Islam dan mengadakan perbaikan 6. 2. beliau berkata: “Tujuan dan target kalian adalah target-target Islam yang hanif. adapun maksud-maksudnya adalah: 1. agar kebaikan dan keindahannya dapat diungkap serta menjawab syubhat-syubhat dan kebatilan. oleh kerana itu ia tidak melupakan perbaikan menjadi aspek ekonomi Islam utama dan yang tidak akan meremehkan mengukuhkan kewangan. Menghimpun kaum muslimin secara amali kedalam prinsipprinsip Islam dengan khidmat dari memperbaharui kepada kehebatan dan dan pengaruhnya di dalam jiwa.keadah praktikal yang menerangkan tentang maksudmaksudnya. mendirikan khilafah yang hilang dan mengembalikan wilayah-wilayah Islam yang dirampas. Islam sangat mengambil berat aspek ini. dan kemuliaan. 3. dan dapat mencukupkan keperluan hidupnya sehari-hari.

5. atau pada satu kawasan tanpa kawasan yang lain. 7. Dakwah Islam yang hanif tidak terbatas pada satu bangsa tanpa bangsa yang lain. Syaratnya adalah kebebasan dan kemerdekaan sepenuhnya.” (Q. Terjaminnya rasa keadilan sosial secara benar dan terpenuhinya peluang yang sama bagi setiap individu. baik secara individu mahupun secara kolektif. maka sudah seharusnya kita meminta hak untuk mendirikan sebuah pemerintahan Islam yang mengambil berat nilai-nilai. Sehingga dapat meningkatkan sosial merapatkan jurang kelas-kelas masyarakat serta menenangkan setiap individu masyarakat terhadap dirinya sendiri. Adalah tidak dapat dielakkan jika sebahagian dari tujuan-tujuan kalian –sebagai dakwah Islam yang benar dan menyeluruh. tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui. berfirman:                  Ertinya: “Dan kami tidak mengutus kamu. kerabat dan putera-puteri mereka. Jika tujuan-tujuan ini tidak dapat diwujudkan kecuali dengan berdirinya sebuah negara. negara-negara Arab dan negara-negara Islam dengan seluruh wilayah bahagiannya dari tangan orang asing. 6.persatuan status dan kesatuan dan umat.S Saba: 28) 24 . melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. sesungguhnya Allah Swt.seperti membebaskan lembah Nil. hukum dan ajaranajarannya.

S Al Furqan: 1)                              Ertinya: “Alif. (Ini adalah) Kitab yang kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gelita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka.” (Q. serta memberikannya kepada mereka. 25 . Itulan tujuan dan target dakwah kalian.” (Q. tak selembar rambutpun yang keluar dari batasan tersebut.             Ertinya: “Maha Suci Allah yang Telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya. agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. dengan menunjukkan kepada mereka kebaikan dan keindahan agama kalian. (iaitu) menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.S Ibrahim: 1) Ini adalah dasar pertama aspek rohani dan amal yang diletakkan di bumi ini sebagai medium penyatuan dunia. Dan hendaknya dakwah kalian wahai saudara-saudaraku tercinta mengusahakan agar terciptanya perdamaian dunia dan pembinaan kehidupan baru untuk manusia. semuanya bersumber dari nilai-nilai Islam yang hanif. laam raa. mengagungkan prinsip dan ajaran-ajarannya kepada mereka.

-ia harus berhadapan dengan realiti kehidupan umat yang sangat sukar. ia bahkan harus menghadapi kesulitan dan tentangan. yang menuntut ketegaran. Keadaan dakwah Islam di abad kontemporari sebagaimana dakwah-dakwah penyeru perbaikan lainnya yang dipimpin oleh para Nabi –semoga selawat dan salam tercurahkan kepada mereka semua. Seorang da’i sudah semestinya mengetahui cirri. dan keikhlasan semata-mata hanya kepada Allah.ciri dakwah dan hakikat perselisihan. peluh dan darah.S Al A’raf: 43)9 Kedua.                Ertinya: “Segala puji bagi Allah yang Telah menunjukkan kami kepada (syurga) ini. dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk.ah tidak mengejutkan merupakan akumulasi masalah yang selama ini bersarang di 9 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Realiti Ciri Fasa Dakwah dan Hakikat Perselisihan: Jelasnya pandangan dalam tujuan dan target dakwah tidak akan sempurna kecuali dengan jelasnya pandangan dalam melihat cirri.tidak mendapat ruang yang dapat membantu mempermudahkan realisasi amal-amalnya. jalan-jalannya dipenuhi duri. hal. “ (Q.tentangan. yang adal. Begitupula halnya dengan dakwah Ikhwanul Muslimin. 249 26 . serta pengenalan terhadap bentuk-bentuk tentangan agar dakwah dapat berjalan sesuai dengan petunjuk dan pengetahuan.ciri jalan dakwah yang panjang dan sulit yang senantiasa memerlukan kesungguhan dan perjuangan.

Kepelbagaian kaedah dan gagasan para penyeru dakwah Islam. rintangan yang berada di jalannya serta perwatakan musuh yang akan dihadapinya. kekacauan dan dominasi musuh terhadap umat-. namun rutin spiritual tersebut tidak memberikan pengaruh yang ketara terhadap akhlak. Dimana kita menemui ramai orang yang sangat menjaga dan memelihara ibadah solat lima waktu. Kemerosotan keadaan masyarakat dan lembaga-lembaga perbaikannya. Penyelewengan dan kejumudan. berupa keruntuhan dan jauhnya umat dari tuntunan Allah dan pelaksanaan syariat Allah.tengah masyarakat. 5. dan budi pekerti mereka. dan solat berjemaah di masjid serta ibadah-ibadah yang lain. Keterasingan Para ulama tradisional dan orang-orang selain mereka terhadap nilai-nilai ajaran Islam. seperti: 1. Diantara halangan. ia mengenal benar keadaan ini. dan memberikan alternatif baru berupa konsep dan nilai-nilai dari luar masyarakat muslim. 4. puasa. Keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap Islam serta ketidak tahuan mereka terhadap dakwah Ikhwanul Muslimin. b.halangan tersebut: a. yang menyerang nilai-nilai dasar Islam. 2. Disibukkan dengan perkara-perkara yang furu’ (cabang) dalam Islam dan hal-hal yang memecahkan persatuan umat. 3. fikiran yang jumud dan berlembut di hadapan kemodenan. dan memenjarakan pemahaman keIslaman hanya sebatas ibadah dan rutin spiritual sahaja serta beberapa akhlak dan budi pekerti. Bentuk-bentuknya sebagai berikut: 1. kadar beban yang akan dipikulnya. 27 . serta adanya permusuhan dan kebencian di antara mereka. Keberadaan kelompok-kelompok dan pemikiran menyimpang dari pemahaman Islam dan akidah yang sesungguhnya. Hilangnya refleksi ibadah dari akhlak dan budi pekerti. yang kemudian mendapat sambutan dan sokongan dari dalam mahupun dari luar kawasan.

Lenyapnya kebebasan politik dan sirnanya perasaan dan aspirasi rakyat. Melekatnya adat dan kebiasaan buruk yang diwarisi dari generasi ke generasi. Leburnya keperibadian muslim di tengah masyarakat dan lemahnya aset-aset kemanusiaan dari unsur-unsur yang mencetuskan kejayaan. ekonomi. 3. 3. Rosaknya hukum dan lenyapnya iklim politik yang sihat Gambarannya antara lain: 1. statik serta lemahnya keperibadian yang baik dan produktif. perpecahan. Reaksi yang muncul dari keterpedayaan ini adalah lahirnya rasa curiga dan kebencian masyarakat terhadap para da’i. Kemerosotan peranan lembaga-lembaga kemasyarakatan.wenangnya. lalu merekapun bertindak sewenang. hukum. c. 6. Tersebarnya kerosakan dan para perosak serta pencuri yang melahap harta rakyat tanpa pengawasan dan perhitungan. 4. kontradiksi dan tumpangtindih satu sama lain. dan memberikan kepercayaan mereka kepada para pemimpin tersebut. kemajuan. Masyarakat terpedaya oleh para Dajjal dan penipu dari para panglima dan pemimpin. Rosaknya Undang-undang. Hilangnya obsesi dan tujuan-tujuan nasionalisme serta kemerosotan semangat. yang menyimpang dari dasar dan prinsip-prinsip ajaran Islam. serta tidak adanya penghormatan terhadap undang-undang. 2.2. serta tersebarnya iklim diktatorisme politik di dalam pemerintahan. 5. Dominasi yang organisasi-organisasi memanfaatkan perosak terhadap aset-aset ini untuk kerajaan yang bekerjasama dengan kekuatan tertentu dari luar. berupa kesungguhan. keterbatasan. cita-cita untuk mengalahkan egoisme. saling mencela. 4. termasuk kemunduran keilmuan dan peradaban sehingga membuat kita cenderung mengikuti (apa saja) tanpa mengenal kebebasan. keberanian. media dan lain sebagainya. baik dalam bidang pendidikan. bekerja kekuatan-kekuatan 28 .

bagi mewujudkan citacita dan keinginan mereka mendapatkan keuntungan dari negara-negara Islam di dunia. Hal ini menjadikan kerosakannya semakin kritikal 29 . Kewujudan para pendengki. orang-orang yang bercita. yang kemudian menjadikannya sebagai alat dan usaha untuk melumpuhkan kebangkitan Islam dan umat. serta masalah.cita tinggi serta kaum munafik di dalam setiap segi kehidupan yang berupaya melumpuhkan dakwah. penghasut. Konspirasi dari dalam dan luar negeri terhadap dakwah Islam dan umat. Hilangnya penerapan yang benar dan menyeluruh terhadap syariat Islam. Perpecahan dan perseteruan antara negara-negara Islam. Konspirasi luar yang berasal dari pelbagai kekuatan penjajah asing terhadap Islam dan kaum muslimin. 3. dan konflik dalam negeri setiap kawasan. 2. 5. 6. Kekuatan atheisme dan konspirasi terhadap Islam yang berasal dari kelompok-kelompok tertentu di masyarakat yang berupaya melakukan penghancuran dan menjauhkan masyarakat dari nilainilai keIslaman. 1. menghulurkan tangannya untuk menyakiti serta melakukan pendekatan dan bekerjasama dengan para penguasa. serta mengalahkan kekuatan dan pengaruh apapun yang membahayakan posisinya di kerusi pemerintahan. serta adanya usaha untuk menjauhkan nilai-nilainya dari kehidupan masyarakat dan umat manusia. 4. Pendirian negara Israel di jantung negara Arab merupakan sebahagian dari rantai konspirasi tersebut. Bentuk-bentuknya antara lain. Situasi masyarakat bahkan telah sampai pada tahap hilangnya pusat dan unsur-unsur pembangun masyarakat dan umat serta lenyapnya kepemimpinan yang hakiki terhadap agama Allah di muka bumi.masalah lainnya yang sengaja diciptakan oleh para penjajah.mengukuhkan kedudukannya di tengah rakyat. d.

benarnya. maka akan menyangka bahawa perseteruan yang terjadi berjalan tidak seimbang. Siapa saja yang meneliti perseteruan antara umat Islam dan musuhmusuhnya yang berasal dari luar. kewujudan politik yang menghimpun kaum muslimin –di seluruh hamparan muka bumi. • Di bidang ekonomi. Kerana itu mereka akan terus menggempur umat Islam hingga dapat menaklukkannya. sesungguhnya untuk melihat jarak besar antara kita (umat Islam) dengan musuh-musuh agama ini bukanlah sesuatu yang sukar. Di pentas politik.ternyata tidak memiliki kebebasan dan kekuatan untuk menetapkan keputusan sendiri. namun sesungguhnya mereka tidak memiliki autonomi dalam ekonomi dan sebenarnya mereka tidak menguasai dan memiliki kekayaan negerinya dengan kepemilikan yang sebenar. Sebenarnya kita sedang didera oleh ekonomi yang tidak autonomi. kerana mereka mengetahui benar bahwa mereka belum menemui pertempuran dan perseteruan yang sebenarbenarnya sampai sekarang dan belum mampu melumpuhkannya. • Di bidang keilmuan (konsep) dan praktikal. potensi dan kekuatan umat Islam tetap diperhitungkan. Jika melihat kemajuan pembangunan fizikal yang dimiliki musuh-musuh Islam terhadap kaum muslimin: • • Terdapat kesempatan besar untuk menguasai sebab-sebab kekuatan ketenteraan antara kaum muslimin dan musuh-musuhnya. walaupun umat Islam telah menikmati kekayaan alam negerinya yang melimpah ruah. Walaupun demikian. 30 . musuh-musuh Islam bahkan menganggap Islam sebagai musuh pertama yang ditakuti.dan tidak mungkin diperbaiki secara sebahagiannya saja. Perubahan dan perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh dan melakukan langkah-langkah bertahap sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Saw.

maka kemudian mereka membuat lubang pada wadah (keperibadian muslim) agar tidak dapat digunakan untuk memelihara nilainilai keIslaman dan tidak mampu bergerak ke masa depan. kelimuan. tempat pertempuran sebenaryang dijadikan musuh sebagai medan melakukan gempuran terhadap Islam adalah medan kewujudan muslim. Nama-nama yang digunakan 31 . Sesungguhnya musuh senantiasa berupaya melakukan kerosakan terhadap kewujudan muslim dan melenyapkan dari dirinya sendi-sendi rukun Islam dan menggantikannya dengan nilai-nilai yang lain. “Dari sini tampaklah refleksi keIslaman yang kuat. ciri khas. dengan akhlak dan kebiasaan-kebiasaannya. maka pertempuran yang sesungguhnya adalah terhadap: Pembentukan individu dan masyarakat muslim. pembinaan dan pembentukan (sibghah) Islami. Namun ketika mereka merasakan kegagalan dalam usahanya mengeluarkan muslim dari agamanya. namun mereka juga memasukkan rasa takut ke dalam jiwa umat Islam. cemerlang dan deras di pelbagai segmen kehidupan Mesir. ekonomi dan lain-lain. Musuh-musuh Islam tidak puas hanya dengan ruang peradaban di bidang ketenteraan. dengan hanya mendapatkan kesempatan. Oleh kerana itu. yang penuh. Sesungguhnya medan pertempuran antara kita dengan mereka adalah perwatakan. Musuh-musuh Islam benar-benar mengetahui bahawa setiap muslim masih berpotensi dan berpeluang membawa Islam secara sempurna pada suatu hari. Imam Syahid menjelaskan tentang keadaan umat dan masyarakat. Dengan demikian. namun ia kerap berhadapan dengan rintangan jika wujudnya seorang muslim yang benar-benar memegang komitmen keIslaman di waktu yang lain. keluarga dan masyarakat.Dalam kadar tertentu. baik secara individu. musuh-musuh Islam telah mampu menyingkirkan refleksi keIslaman individu dan masyarakat muslim. politik.

kemewahan dan kesenangan. menjalani merebaknya terapi budaya mementingkan serta diri sendiri berbanding Allah kepentingan umum. darinya terdengar seruan kebenaran setiap pagi dan petang. masjid-masjid yang besar ini disebutkan di dalamnya nama Allah. yang akhirnya membuatkan kita berusaha mengubah keadaan kita dan mencelupnya dengan celupan Eropah. hal. Hal.menggunakan bahasa Arab. yang tak pernah kita kenal sebelumnya. permainan dan pelbagai kenikmatan yang melenakan. dan merobohkan naungan pemikiran Islam tentang kehidupan sosial masyarakat Mesir dalam pelbagai bidang. kita hidup dengan kehidupan yang bergoncang dan saling berselisihan.”10 Imam Syahid menggambarkan penyakit yang semakin kritikal dalam tubuh umat. sehingga kita kagum dan tunduk di hadapannya. tidak berani menghadapi kebenaran dan lari ketika penyembuhan. 238 Risalah: Al Mu’tamar al Khamis (Muktamar Ke V). “Lemahnya akhlak dan kehilangan teladan tertinggi. bahasanya Arab. serta menjauhkannya satu sama lain dengan jarak yang sangat jauh. Kita kemudian memenjarakan kekuasaan Islam di dalam hati dan tempat-tempat ibadah. harta.” Namun ketamadunan Barat telah menggempur kita dengan gempuran yang kuat dan luar biasa melalui ilmu pengetahuan. Kehidupan Barat dengan segala gemerlap dan fitnahnya serta dengan segala tampilan kekuatan fizikal berupaya menguasai dan mendominasi di seluruh sudut kehidupan kita. beliau mengatakan. dan memisahkannya dari urusan-urusan kehidupan duniawi.”11 10 11 Risalah: Dakwatuna fi Thaur Jadid (Dakwah kami di zaman baru) . Inilah sebenarnya penyakit umat.. 152 32 . Gempuran ini telah memberikan pengaruh yang sangat besar. politik. kita memiliki perasaan yang tidak bergetar seperti getarnya terhadap Islam dan apa yang berhubungan dengan Islam. perpecahan –semoga memusnahkannya-. seluruhnya merupakan kebenaran. Dengan begitu.

tidak hanya matlamat ekonomi atau perdagangan –walaupun ini merupakan bagian dari matlamat mereka. Untuk itu. namun disebabkan Islam. Untuk dihancurkan tanpa persatuan bangsa Arab yang merupakan kunci kekuatan Arab. Asas utamanya adalah sebesar mana kekuatan kita berpegang teguh terhadap manhaj dan tujuan-tujuan Islam. Musuh-musuh Islam berkerjasama bersama orang-orang bodoh dan mereka yang tertipu dari kaum muslimin. dan tidak pula meremehkan permasalahannya. Sesungguhnya dakwah yang kita serukan adalah dakwah rabbani yang mempunyai sumber dan mendapat pertolongan dari Allah Sang Pemilik semesta. Untuk itu Islam harus diperangi.• Sesungguhnya permusuhan Barat dan Zionis terhadap dunia Islam – atau dengan projek kebangkitan Islam-. Moro Berger mengatakan di dalam bukunya ‘Quwaa al Syar al Mutahâlifah’. hal. iaitu tidak berlebihan menghadapi pengaruh dan marabahaya ancaman musuh dari luar ini. atau sebagai alasan ketika kita gagal melaksanakan tugas.target utama mereka adalah perlawanan terhadap nilai-nilai keIslaman yang lengkap dan peradabannya yang sempurna. 16 33 .”12 Namun bahaya luar ini tidak berbentuk titik yang sangat berbahaya atau ancaman yang luarbiasa terhadap Islam. “Rasa takut terhadap Arab dan perhatian kami terhadap bangsa Arab bukan kerana minyak dan gas yang dimiliki Arab. seperti alat dan para hakim yang menjual akhirat mereka dengan dunia. kita harus mengambil jalan pertengahan. keperkasaan dan penyebarannya. sekuat mana kekuatan barisan kita serta ketegaran di atas visi dan misinya. Maka jangan jadikan ancaman musuh dari luar ini sebagai lilin untuk menutupi kesalahan dan kekurangan kita. yang terbit pada 30 Juni 2005 M. kerana kekuatan Arab bertaut erat dengan kekuatan Islam. yang diatur oleh keseimbangan dan sunnah Allah di dalam perubahan dan penempatan. dengan tetap meyakini adanya musuh dan peranan mereka. untuk melenyapkan jati diri dan 12 Dikutip dari Akhbar Afaq Arabiyyah.

Tentang kewajiban dakwah dan dengan hasil apapun. Untuk itu. adapun tangan-tangan keji yang digunakan musuh untuk melawan kita yang merupakan perpanjangan dari kekuatan mereka. dan hal itu berkat kekuatan dan pertolongan Allah. pembentukan diri dan pemeliharaan identiti muslim. cukuplah bagi kita menjadi rantai 34 . 2. maka pandangan yang kami miliki sangat jelas ketika kami bertekad untuk melakukan jihad dan perjuangan di medan pertempuran yang sebenarnya. iaitu dunia orang-orang bodoh dan para pemimpin. pendidikan. krisis ekonomi dan sosial. atau menjadikan hal ini sebagai alasan untuk meninggalkan dakwah. Imam Syahid mengatakan: 1. Kaki tangan mereka ini tiada lain adalah talitali yang mereka miliki yang dikhayalkan di hadapan kita seolah-olah benda hidup. Mereka juga menggunakan kaki tangannya dari beberapa kawasan dan daerah untuk memerangi kita. maka cukuplah bagi kita menjadi jambatan yang akan menghubungkan dakwah dan petunjuk ini kepada mereka yang memiliki kekuatan yang lebih besar untuk melakukan misi dakwah ini. Jika tidak.. Sesungguhnya dakwah adalah sebuah kewajipan yang berada di bahu kita. Dan mereka menggunakan segala macam cara dan kemudahan. tidak seharusnya kita lemah dan putus asa. Tentang Kewajipan Dakwah Walaupun kita dikepung oleh usaha. Atau dengan ungkapan yang lain. Jika kita mendapatkan kemenangan sebagaimana yang kita harapkan untuk umat berupa kebaikan dan hidayah maka itulah yang kita peroleh.usaha penyempitan gerakan atau semakin besarnya jarak antara cita-cita dan realiti yang kita hadapi.identiti muslim dan penghancuran terhadap proses pembentukan peribadiperibadi muslim. baik secara teori mahupun praktikal untuk mewujudkan kebatilan mereka dengan melalui media. telah sampai pada tahap menjual akhirat secara fizikal dengan dunia. medan tarbiyah.

S Al A’raf: 164) • Demikianlah tiga tingkatan yang menjadi tujuan dakwah. lalu menunaikan amanah dan melakukan apa yang menjadi kewajipan.”14 Beliau berkata. dan supaya mereka bertakwa. dan sesungguhnya Allah selalu bersama kalian.82 Februari 1999. jika dia melakukan dakwah maka dia telah menunaikan kewajipannya dan akan mendapat pahala dari Allah. 246 35 . Vol. Sementara 13 Dari Makalah: Al Dakwah Ila Allah. yang tertinggi adalah yang pertama.13 Imam Syahid juga mengatakan kepada Ikhwan. Renungkanglah firman Allah dalam Al Quran:           Ertinya: “Mereka menjawab: "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu. Al Imam Syahid Hasan Al Banna. Jika hal itupun tidak mampu kita lakukan. karya Fuad Al Hajarsi. persiapkan dakwah. hal. persiapkanlah diri kalian. dan sampaikan berita gembira. dan Dia tak akan meninggalkan usaha kalian. untuk menjelaskan kepada kita tentang kewajipan dakwah yang tak mungkin ditinggalkan kecuali memenuhinya. Majalah Dakwah. 3. “Sesungguhnya seorang da’I bekerja untuk menunaikan kewajipannya merupakan hal yang pertama. dan tidak ada keraguan dalam hal itu jika syarat-syaratnya telah dipenuhi. Imam Syahid. maka cukuplah bagi kita meminta maaf kepada Allah. 14 Risalah Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemuan Ketua-ketua Wilayah). “Ingatlah nikmat Allah yang telah diberikan-Nya kepada kalian.” (Q. sesungguhnya masa depan adalah milik kalian. dan yang ketiga untuk memberikan sumbangan. dan tidak menerima alasan ataupun belas kasihan.antara penyeru dakwah yang telah mendahului kita dengan generasi yang akan datang berikutnya. yang kedua adalah untuk mendapatkan pahala di akhirat. Seorang da’i. Dikutip dari buku.

19. permainan dan gurauan. Pada fasa ini. hal. Adapun mereka yang dilanda kelalaian dan kebingungan.merupakan halangan terbesar yang akan kita hadapi. karakteristik setiap fasa. “Telah tiba waktunya. hal. dan hendaknya dia berupaya untuk mewujudkan target-targetnya tersebut hingga dia sampai kepada tujuan yang diinginkan. politik dan sosial kemasyarakatan. dan menentukan targetnya. Rintangan-rintangan tersebut tergambar dalam tiga usaha berikut17: 1. hati-hati yang lengah. Sejumlah usaha untuk melemahkan peranan kepemimpinan gerakan Islam antarabangsa. Hal. berbeza jika dia memilih berhenti meninggalkan pekerjaan.”16 Ketiga: Halangan dan Faktor-Faktor Kejayaan Halangan dan rintangan yang dihadapi dakwah: Realiti di lapangan dakwah. maka urusannya kembali kepada Allah. maka bukanlah termasuk jalan orang-orang mukmin. 20 (rangkuman) 36 . 15 16 17 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia).54 Risalah: Da'watuna (Dakwah kami).”15 Beliau juga berkata. Musthafa Masyhur. dimana seorang muslim harus mengetahui tujuannya. untuk serta dalam mewujudkan melakukan kebiasaan projek-projek menguasai aset-aset perubahan keseluruhan bidang ekonomi. 2.15 Risalah: Wudhuh Ru'yah .untuk manfaat. baik dalam proses pembentukan individu mahupun masyarakat muslim. maka dia akan menerima dosa atas kelalaian tersebut dan dia kehilangan kesempatan mendapatkan pahala jihad dan tentu tidak dapat memberikan sumbangan. Suatu waktu kesempatan datang dan tak diperhitungkan yang membuat pekerjaannya membuahkan hasil yang lebih berkat. dakwah menghadapi pelbagai rintangan di setiap tahap. dan hakikat perselisihan –sebagaimana yang kita sebutkan sebelumnya. Usaha- usaha memasukkan dan projek Barat secara dan Zionis umat.

Usaha untuk menyingkirkan kita dari penyebaran pengaruh dalam masyarakat serta menghapuskan peranan umat Islam dari seluruh sektor awam di kawasan masing.” Nabi Muhammad Saw. dan kalian masih mudah menyerukan dakwah.. Penyingkiran ini sama seperti sebagaimana yang dikatakan oleh Waraqah bin Naufal ketika peristiwa turunnya wahyu kepada Rasulullah Saw. bahawasanya dakwah yang kalian serukan masih sangat asing di kebanyakan masyarakat. karya Ibnu Hisyam 37 . berkata.masing.”18 Imam Syahid menjelaskan halangan dan rintangan yang akan dihadapi oleh para da’i. “Tiada seorangpun yang membawa risalah sepertimana yang engkau bawa. Waraqah berkata kepada Rasulullah Saw. dan kalian akan bersiap-siap memenuhi tuntutan dakwah untuk berjihad dan berjuang.”Dia adalah malaikat yang turun kepada Nabi Musa. Dan pada hari di mana mereka mengetahui dan mengenal tujuan. kalian akan berhadapan dengan bermacam halangan. Dan kalian akan menemui bagaimana para ulama dan orang-orang yang tampak berkomitmen tinggi memegang nilai-nilai Islam masih berasa 18 Dikutip dari sirah nabawiyah.” “Kebodohan penduduk negeri terhadap hakikat Islam akan menjadi halangan di hadapan dakwah yang kalian serukan. Rintangan yang ada di jalan dakwah kita: “Aku ingin berterus terang kepada kalian. maka kalian akan menerima dendam dan permusuhan.. Kalian akan menemui di hadapan kalian pelbagai beban berat. serta target-target dakwah.3. “Apakah mereka akan mengeluarkannya? Warawah menjawab. duhai seandainya aku dapat bersama mendampingimu ketika engkau diusir oleh kaummu.” “Kalian masih belum dikenali. melainkan akan diusir oleh kaumnya. maka pada saat itulah sebenarnya kalian telah menempuh perjalanan para da’i.

                   38 . Orang-orang tersebut akan berupaya menutup setiap peluang kebangkitan kalian dan mematikan cahaya dakwah kalian.asing dan takjub terhadap pemahaman Islam yang kalian bawa dan mereka akan mengingkari jihad kalian. Seluruh pemerintah akan berdiri di hadapan kalian dengan sikap yang sama. akhlak yang semakin runtuh. serta kepada kalian dengan penganiyaan dan permusuhan. Orang-orang akan menunjukkan jarinya kepada kalian di sekitar dakwah yang kalian bawa dengan debu-debu syubhat dan tuduhan-tuduhan yang keji... Mereka akan berupaya mencari celah-celah kekurangan.... dan tangan-tangan yang terjulur kepada mereka dengan permintaan. pembesar negeri dan para pemilik kekuasaan akan mendengki kalian.. dan setiap pemerintah tersebut akan berupaya melumpuhkan kegiatan kalian dan akan meletakkan rintangan di jalan kalian. dan menunjukkannya kepada manusia dalam bentuk yang sangat buruk. Para pemimpin... dengan menggunakan kekuatan yang mereka miliki serta harta dan kekayaan yang mereka miliki. Untuk melakukan hal itu mereka memanfaatkan pemerintahan yang lemah.

kalian akan dibuang negeri dan terusir. sedang mereka tidak diuji lagi? (Q.ucapan) mereka. Apakah kalian tetap bertahan untuk menjadi para penolong agama Allah?” 19 Yang mulia. dan rumah-rumah kalian akan digeledah. kesabaran dan ketegaran. dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayanya. Allah menjanjikan kepada kalian kemenangan untuk para pejuang serta ganjaran yang berlipat ganda untuk mereka yang berbuat kebaikan. hal.kala akan berjalan cukup lama.Ertinya: “Mereka berkemahuan memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan. Walaupun demikian. walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. jalan ini merupakan jalan yang satu-satunya dan tidak ada jalan lain: 19 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). firman Allah:              Ertinya: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami Telah beriman". Imam Syahid Hasan Al Banna menjelaskan bahawa jalan dakwah adalah jalan panjang yang dipenuhi perjuangan dan pengorbanan.. Masa ujian yang menimpa kalian ini kadang. 109 39 . kalian akan mendapatkan kesukaran dan kehilangan pekerjaan. kalian akan ditangkap dan dijerumuskan ke dalam penjara..S AL Ankabut:2) Akan tetapi setelah ujian dan fitnah itu.S Al Taubah:32) Maka kalian akan masuk ke wilayah fitnah dan ujian.” (Q.

dan yang akan menjadi sandaran dalam mewujudkan tujuan-tujuan dakwah.. menjaga keseimbangan di seluruh fasa-fasanya. atau ingin memetik kembang sebelum waktunya. senantiasa berbaik sangka kepada Allah.” Siapa saja yang ingin cepat menikmati buah sebelum masanya. ia akan menempuh kaedah membangunkan bukan menghancurkan. diantaranya adalah keimanan yang mendalam. hal. maka aku tidak menjadi sebahagian darinya dan sebaiknya dia keluar dari dakwah ini dan memilih jalan dakwah yang lain. yang akan melindunginya dari serangan musuh-musuh. • Kaedah Ikhwanul Muslimin dalam menciptakan perbaikan dalam masyarakat adalah memusatkan perhatiannya terhadap kesedaran setiap individu. untuk kemenangan dakwah. keyakinan dan harapan terhadap pertolongan Allah Swt. dan tidak akan meremehkan langkah-langkah dan fasa-fasa tersebut.” 20 Bekal Kita Menghadapi rintangan: • Ikhwanul Muslimin menghadapi rintangan-rintangan ini dengan perspektif yang menyeluruh dan kaedah yang komprehensif untuk perbaikan. serta melakukan hubungan dan kerjasama dengan orang-orang ikhlas yang lain untuk menciptakan kemaslahatan dakwah dan mendorong perpaduan kalimat dan persatuan barisan masyarakat. 127 40 . pembinaan yang teliti. pembinaan dan menghidupkan umat dan memaksimumkan potensi-potensi yang dimilikinya.“Jalan dakwah ini adalah jalan panjang. dan tugas yang berkesinambungan. • Imam Syahid telah menegaskan bahawa asas dasar dakwah dalam menghadapi rintangan. 20 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dengan menguatkan komitmen terhadap rukun-rukun baiat pada setiap individu dalam barisan dakwah. namun tidak ada jalan lain yang menjadi pilihan.

maka padanya terdapat punca. Namun jika menggunakan selain itu. ikatan dengan kitab-Nya yang mulia.cita peribadi.punca kejayaan. dan kami tidak bekerja kecuali untuk mendapatkan reda Allah Swt. dan perlunya manusia terhadapnya. Berimanlah kepada Allah dan banggalah dengan pengetahuan tentang-Nya serta bersandarlah kepada-Nya. azam yang kuat dan benar. Hal ini merupakan langkah kejayaan yang tak mampu dihalangi oleh akibat dan rintangan. “Jika ada seorang muslim yang benar. kedermawanan untuk melakukan pengorbanan. hal. Segala puji bagi Allah. maka janganlah engkau takut pada selain Allah dan merasa gentar pada selain-Nya.” Beliau berkata. 3. Imam Syahid berkata. maka dia akan kalah dalam urusannya. Barangsiapa yang dimenangkan oleh Allah. 69 41 . 21 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?.”21 Imam Syahid menunjukkan beberapa sudut penting yang menjadi langkah kejayaan di hadapan tentangan-tentangan ini: 1. 4. 2. dan kegagalan akan menyertai generasinya. dan dengan melakukan tarbiyah yang tepat dan benar. Tunaikanlah kewajipan dan jauhi larangan-larangannya. maka tidak ada yang mampu mengalahkannya. sesungguhnya kami bebas dari cita. kami tidak menginginkan apapun selain keredaan Allah dan kebaikan untuk manusia. dan jauh dari egoisme. Kekuatan keyakinan dan cita-cita. sehingga akan terwujudlah kesatuan barisan dan manhaj. Kekuatan dakwah kita.• Titik tolak untuk mewujudkan hal ini adalah. Sesungguhnya kami menunggununggu pertolongan dari Allah dan kemenangan dari-Nya. serta tetap maju walaupun di saat-saat lemah. “Tidak ada bekal apapun yang dimiliki umat dalam perjalanan berbahaya ini kecuali jiwa seorang mukmin. kemurnian tujuan kita dan pertolongan dari Allah. keimanan kepada Allah.

dalam hal yang disukai mahupun yang tidak disukai. 179 42 . Dengar dan taatlah kepada pemimpin kalian dalam waktu senang dan sukar. Jadilah orang-orang yang kuat dengan budi pekerti mereka. “Kami telah mempersiapkan diri untuk itu. kerana hal itu adalah simbol fikrah kalian dan menjadi usaha penghubung antara kalian. 109-111 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). serta ingatlah selalu sirah perjalanan Rasulullah Saw. 8. pengorbanan. amal yang tak berhenti.22 Imam Syahid berkata. sesungguhnya kesempatan tersebut akan datang tanpa ada keraguan. hal. keimanan yang tak tergoncang. Hiasi diri dengan sifat-sifat mulia dan sopan santun serta berpegang teguhlah dengan ketinggian akhlak. dan sesungguhnya Dia adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. 9. 10.”23 Beliau berkata. 11. dan bangga terhadap apa yang telah diberikan Allah kepadanya berupa keperkasaan dan kemuliaan orang-orang yang bertakwa. maka tiada lain kerana mereka banyak berdebat. Nantikan pertolongan dan kemenangan dari Allah. hal. usaha. kerana itu merupakan rahsia kekuatan dan kejayaan kalian.5. “Sesungguhnya dakwah kalian ini tidak akan mencapai kemenangan kecuali dengan jihad. Jadilah orang-orang yang bekerja dan bukan orang-orang yang banyak berdebat. Bacalah Al Quran dan tadaburi makna-maknanya. Sesungguhnya jika Allah menginginkan kebaikan untuk suatu kaum maka Dia akan memberikan mereka anugerah amalan (kesempatan untuk melakukan). namun jika ada suatu kaum yang tersesat setelah mereka mendapatkan petunjuk. 6. serta jiwa-jiwa yang bergembira pada hari pertemuannya dengan Allah sebagai syahid di jalan-Nya. 7. keyakinan kepada Allah yang tak lemah. pengorbanan jiwa 22 23 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Semalam dan Hari ini). Berilah hadiah sesama kalian dan peliharalah ikatan di antara kalian. Tetaplah tegar hingga Allah memberikan kemenangan antara kalian dengan kaum.

”25 Imam Syahid juga mengatakan. serahkan roh-roh kalian. Allah firman:            Ertinya: 24 Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). serta berjalan di atas jalan keredaan-Nya. dan dalam ketaatan kepada-Nya. kecuali sesuatu yang telah ditetapkan Allah. sesungguhnya mereka tidak akan dapat melumpuhkan kalian. dan tidak pula dengan besarnya jumlah musuh kalian.” Namun jika kalian berpadu dalam satu hati menuju Allah Swt. 194 25 Ibid 43 .dan harta..dan jihad adalah menjadi sebahagian dari persiapan kami. dan bukan pula kerana konspirasi musuh terhadap kalian. “Saya telah dan masih selalu mengatakan hal ini kepada Ikhwan dalam setiap kesempatan bahawa sesungguhnya kalian tidak akan dikalahkan selamanya dengan sedikitnya jumlah kalian.”24 Beliau berkata. maka berikanlah jiwa-jiwa kalian.. dan Allah tidak memperbaiki urusan kalian. dan berjihadlah di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. hal.berai dan pendapat kalian berbeza. atau jika kalian tercerai. walaupun seluruh penduduk bumi bersatu. Namun kalian akan dikalahkan dengan kekalahan yang sangat dahsyat dan kalian akan kehilangan semua kemudahan untuk mewujudkan kemenangan dengan sebab. “Jika kalian merosakkan hati kalian. tidak pula kerana lemahnya kelengkapan yang kalian miliki. “.

perasaan yang mengumpulkan hatihati kita. Pada hari dimana hal ini dapat dipenuhi maka tidak akan ada satupun rintangan di hadapan kita.” (Q. Keimanan dan cinta menyatu menjadi satu 26 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). keyakinan dan penghormatan terhadap dasar tersebut yang akan menjaga dari kesalahan dan penyelewengan. dengan pengetahuan terhadap dasar perjuangan. hal.”26 Begitupula halnya terhadap permasalahan bangsa dan usaha untuk mendapatkan kemerdekaan serta membebaskan diri dari penjajahan dan mampu mendapatkan kebebasan rakyat dan hak-hak mereka. “Diperlukan sebuah perjuangan yang panjang.” (Q. berat dan berkesinambungan. begitupula istiqamah terhadap manhaj kebenaran.S Muhammad: 35) Kita menghadapi keadaan. padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya). peristiwa dan perubahan-perubahan ini dengan: “Kemahuan yang kuat yang tak tersentuh oleh kelemahan. Imam Syahid berkata. jika kamu orang-orang yang beriman. pengorbanan besar yang tak dihalangi oleh ketamakan dan kebakhilan. kesetiaan yang kuat yang tak dikotori oleh kepura-puraan dan pengkhianatan. perjuangan dengan perjuangan. ukhuwah yang menyeluruh. dan –dengan izin Allah. dan janganlah (pula) kamu bersedih hati. 45 44 .“Janganlah kamu bersikap lemah. atau tertipu dengan yang lain.kita harus mendapatkan hak-hak kita dalam waktu yang singkat.S Ali Imran: 135)                    Ertinya: “Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah Kemudian mereka mati dalam keadaan kafir. arah yang benar menuju petunjuk kebaikan. pahit. Maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampun kepada mereka. dan hal ini tak mungkin dilakukan kecuali dengan persatuan.

dan medan jihad yang sebenar bukanlah medan jihad yang keliru. dan mereka memahami sungguh makna firman Allah dalam Al Quran:          27 28    Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). cucuran darah dan harga kepentingan mereka...”27 “Kendalikan gejolak perasaan dengan pertimbangan. “Sesungguhnya medan kata-kata bukanlah medan khayalan. dan itu adalah sesuatu yang sangat kita perlukan sekarang.. alihkan arusnya.”28 Beliau juga menjelaskan. hal.” Imam Syahid juga berkata. dan medan amal bukanlah medan kata-kata. gunakan. 186 45 .pertimbangan akal. adakah mungkin ada jalan untuk mewujudkannya. “Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin tidak bakhil terhadap dakwah yang mereka pikul.. dan mintalah pertolongan sebahagiannya dengan sebahagian yang lain. hal.” “Jangan melanggar ketentuan alam. sesungguhnya waktu kemenangan sudah semakin dekat. kerana hal itu adalah sebuah kekalahan. namun tundukkanlah. dan medan jihad bukanlah medan amal. Oleh kerana itu mereka mengorbankan semua yang miliki untuk Allah. walau dengan makanan puteraputeri mereka. 128 Ibid.” Sesungguhnya sejak hari mereka memikul beban dakwah ini mereka mengetahui sungguh bahawa dakwah tersebut paling tidak akan mengorbankan darah dan harta. serta yang melimpah dari perbelanjaan mereka .kesatuan yang hakiki.” “Dan nantikanlah saat kemenangan.

187 46 .” (Q. dan meyakini bahawa sesungguhnya seluruh keutamaan hanya milik Allah. (Itu Telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat.kesukaran yang kita hadapi: “Wahai Ikhwan.”29 Beliau berkata pada kesukaran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang Telah kamu lakukan itu. Injil dan Al Quran. dan kemudian menghasilkan hasil yang banyak. hal.S Al Taubah: 111) Mereka menerima jual beli tersebut dan memberikan dagangannya dengan penuh kerelaan jiwa.” Mereka mencukupkan diri dengan yang mereka miliki atas apa yang dimiliki orang lain. lalu mereka membunuh atau terbunuh. mereka berperang pada jalan Allah. dan Itulah kemenangan yang besar. sikap yang sebetulnya di hadapan rintang-rintangan ini adalah kita 29 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). kemudian Allah menganugerahkan kepada mereka berkat bagi yang sedikit.                                  Ertinya: “Sesungguhnya Allah Telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.

Dan siapakah yang lebih baik sibghahnya dari pada Allah? dan Hanya kepada-Nya-lah kami menyembah. memahami serta menjaganya. Beliau menyebutkan kewajipankewajipan di jalan dakwah.”30 Faktor-faktor Kejayaan Dakwah: Imam Syahid menyampaikan tentang langkah. dan kita memberikan kepada manusia syariat Al Quran dan ia merupakan syariat yang paling adil:                 Ertinya: “Sibghah Allah. namun ia tetap berkesinambungan dan tumbuh bersama mereka. persenjataan dan perbekalan yang harus disiapkan.S Al Baqarah:138) Seluruh alam sangat memerlukan dakwah ini. hal.harus ingat bahawasanya kita berdakwah dengan dakwah Allah. dan itu merupakan manhaj yang mendidik. serta bertambah kekuatan dan pengaruhnya. dan ia merupakan sebaik-sebaik fikrah. Kita menyerukan fikrah Islam.109 47 . dan seluruh yang ada di dalamnya memudahkan dan mempersiapkan jalannya. 30 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini).langkah kejayaan dakwah dan tiang. dan meminta mereka untuk: a.tiang penyokong dakwah yang benar yang tidak akan berjaya tanpa tiangtiang tersebut.” (Q. Bahawa rukun-rukun tersebut tidak berhenti pada satu fasa. Imam Syahid mengarahkan Ikhwan kepada rukun-rukun ini. dan ia adalah sebaik-sebaiknya dakwah. yang kita yakini dan yang akan membimbing kita menuju kejayaan dan kemenangan dengan izin Allah. Menjaga rukun-rukun tersebut dengan tidak menguranginya b. ditambah dengan apa yang telah beliau sebutkan di dalam karakteristik dakwah.

c. dan hal ini tidak bertentangan dengan sikap bangga terhadap rukun-rukun tersebut dan senantiasa mengingatnya. serta ingatlah bahawa kalian tidak memiliki keutamaan dan anugerah apapun dalam hal itu:                  48 . dan oleh kerana kalian itu berusahalah menjaganya secara dan hendaklah selalu menambah kekuatan keteguhannya di dalam jiwa-jiwa kalian. yang memiliki semboyan yang tinggi dan memiliki penampilan yang mewah. Hendaknya rukun-rukun tersebut memberikan pengaruh yang kuat di jiwa-jiwa mereka serta pengaruh-pengaruh praktikal dan spiritual. pertolongan dan pengorbanan. serta mengembalikan seluruh keutamaan dan anugerah hanya kepada Allah dalam setiap urusan dan kejayaan. d. pemahaman. Terbinanya diri di setiap fasa pembinaan. Bersikap tawadhu dan menghindarkan diri dari sikap sombong dan ujub. “Ingatlah hal ini baik-baik wahai Ikhwan. perpaduan.tiang penyokong dakwah yang sebenaroptimum. bukan untuk kesombongan dan bukan pula untuk berbangga diri.tiang penyokong tersebut dengan mengatakan. e. benarnya. Imam Syahid mengingatkan tentang tiang. hingga benarbenar kuat dan tegar. Sifat-sifat tersebut merupakan tiang. akan tetapi agar kalian mengetahui bahawa sesungguhnya Allah telah menuliskan kepada dakwah kalian keimanan dan keikhlasan.. diuji dan dipilih hingga menambah keteguhan mereka. dan ini tidak Dia tuliskan pada dakwah-dakwah lain yang diuaruarkan di pasar-pasar.

baik syiarnya. manhaj dan tujuan-tujuannya. aturanaturan semesta serta pemanfaatan yang baik terhadap sunahsunah tersebut. prinsip-prinsipnya. 6. hukum-hukum perubahan.tiang dasar tersebut di atas dengan beberapa isi berikut: 1.     Ertinya: “Mereka merasa Telah memberi nikmat kepadamu dengan keIslaman mereka. Kekuatan ikatan dan pengorganisasian serta ketahanan bangunan internal. 204 49 . jihad yang terus menerus. Pemahaman yang nyata terhadap sunah-sunah Allah dalam proses kemenangan di muka bumi. Sebenarnya Allah. 4. Membina kekuatan iman dan kebesaran jiwa 3. Pembangunan dan pembinaan individu yang baik 5. Keistimewaan dan ciri khas dakwah Dakwah Kami adalah Islam yang kukuh Dakwah Ikhwanul Muslimin adalah dakwah Islamiyah yang berkesinambungan dalam segala sesuatu. hal. serta jelasnya pandangan dan tujuan. dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa Telah memberi nikmat kepadaku dengan keIslamanmu. pengorbanan dan kesabaran.S Al Hujurat: 17)31 Kita dapat menyimpulkan usaha dan tiang. Keikhlasan dan penyucian diri (tajarud) hanya untuk Allah 2. Kefahaman yang benar dan menyeluruh. 7. Amal yang berkesinambungan. 31 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Keempat. ia tidak menerima alternatif lain selain Islam." (Q.

yang tidaklah mengejutkan merupakan sebahagian dari ajaran Islam. Jika dakwah memiliki institusi yang berbeza dan usaha. dengan tetap menjadikan Islam sebagai rujukan. garapan dan batasan-batasannya. ia tentu tidak hanya menjadi seruanseruan politik yang mengambil berat urusan-urusan keadilan. “Ketahuilah. -semoga Allah memberikan pemahaman kepadamuyang pertama bahawa sesungguhnya dakwah Ikhwanul Muslimin merupakan dakwah yang umum yang tidak bersangkutan kepada sebuah kelompok tertentu. Imam Syahid mengatakan. seperti yayasan-yayasan dalam pelbagai bidang. serta tidak ditinggalkan dengan alasan kerana kekuatan atau situasi yang tidak kondusif. hal.213 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). namun sebagai sebahagian dari projek dan tujuan-tujuan Islam yang dideklarasikan dan diserukannya. Akan tetapi ia adalah seruan dakwah Islam yang mencakup urusan agama dan dunia yang bertujuan untuk menegakkan syariat Islam secara praktikal dan sempurna serta mewujudkan nilai-nilai keIslaman dan tujuan-tujuannya secara menyeluruh –dan tidak mengapa ia mengadaptasi projek-projek perbaikan tersebut. hal.Konsep dan muatan dakwah yang digunakan merupakan refleksi dari pemahaman Islam yang benar dan menyeluruh. Untuk menjelaskan hal ini. ia justeru mengarah kepada keteguhan agama dan dasar ajarannya. Namun tentunya seruan jama’ah yang melekat dengan nama dan kewujudannya haruslah merupakan seruan Islam yang menyeluruh. maka setiap bidangbidang tersebut memiliki segmen-segmen dakwah tersendiri serta bidangbidang garapan tertentu. parti politik. “Ia tidak dinodai oleh warna lain selain Islam.”33 32 33 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). persamaan. baik dalam tujuan. pembanterasan kerosakan serta norma-norma lain –unsich.usaha yang pelbagai yang bergerak dalam masyarakat. target-targetnya. 25 50 .”32 Sebagai dakwah yang universal. kelab dan asosiasi-asosiasi tertentu. dan tidak condong ke salah satu corak pemikiran yang dikenali manusia.

hal. yang menjawab seluruh urusan-urusannya. maka selanjutnya fahamilah bersesuaian dengan keinginanmu.”36 • • Sesungguhnya (prinsip).”39 34 35 36 37 38 39 Ibid. waktu dan kesihatan. serta sirah kaum muslimin terdahulu.”37 dakwah Ikhwanul Muslimin adalah dakwah nilai Sesungguhnya dakwah ini tidak sesuai kecuali bagi mereka yang telah menguasai seluruh aspek. 17 Ibid Ibid.”34 • Kami dunia memahami dan Islam dan dengan kami pemahaman tidak yang hal luas ini dan atau menyeluruh sebagai aturan yang mengatur seluruh aspek kehidupan akhirat.”38 • Dakwah ini tidak menerima persekutuan. harta.• Dengarlah wahai saudaraku.badan keadilan yang diperlukan untuk perbaikan manusia.”35 • Benar. 18 Ibid Ibid Ibid. maka sesungguhnya dia telah hidup bersama dakwah. Dakwah kita adalah dakwah yang mencakup seluruh karakteristik Islam yang disifatkan padanya.aspeknya dan menunaikan seluruh tuntutan dakwah berupa jiwa. mendakwa memperbesar-besarkannya. dakwah kami adalah dakwah Islam dengan seluruh muatan makna yang dikandung kalimat ini. hal. dan tidak diam berpangku tangan di hadapan masalah kehidupan yang senantiasa berganti serta badan. serta sirah orang-orang soleh dari kaum muslimin. dan ketahuilah bahawa pemahamanmu dibatasi oleh kitab Allah dan sunnah Rasulullah Saw. dan dakwah hidup bersamanya. Kerana diantara karakteristik dakwah adalah persatuan. hal 16 51 . makna yang lebih luas dari makna yang dipahami oleh kebanyakan manusia. dan ia juga menetapkan aturan-aturan yang sangat cermat dan teliti. Barangsiapa yang telah bersedia menerima hal tersebut. namun hal ini adalah sesuatu yang kami fahami dari kitab Allah dan sunnah Rasulullah Saw. Kami meyakini bahawa makna Islam yang sesungguhnya mencakup dan mengatur seluruh urusan kehidupan.

47 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). petunjuk Islam. hal. Jika seandainya hal ini merupakan siasah (politik) maka sesungguhnya hal ini adalah politik kami. dan mereka meyakini bahawa setiap tampilan kebangkitan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam atau bertentangan dengan hukum-hukum Al Quran maka hal itu merupakan percubaan yang rosak dan gagal. 247 37 41 42 43 52 . dan sunnah Rasulullah di tangan kiri. hal.”40 • Wahai kaum muslimin.”41 • Jika Ikhwanul Muslimin meyakini hal tersebut..”42 • Ikhwanul kawasan Muslimin Islam tidak mengkhususkan kawasan yang dakwah lain. peribadatan kepada Allah. hukum-hukum Islam. amal perbuatan orang-orang soleh dari umat ini adalah teladan kami. yang memperbaiki keadaan masyarakat di setiap 40 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia).• Wahai kaum kami. jihad di jalan serta memperkuatkan syariat agama Allah di muka bumi merupakan tugas kalian dalam kehidupan.. nilai-nilai Islam. dan kalian meyakininya sebagai sebuah sistem kehidupan sosial yang sempurna aspeknya. maka mereka meminta manusia untuk menjadi tunjang. pada sebuah mereka tanpa namun mengumandangkan seruan dakwah hingga sampai ke telinga para pemimpin dan panglima di setiap kutub bumi yang para penduduk negerinya memeluk agama Islam. 43 Ibid. Kalian memahami Islam dengan pemahaman yang menyeluruh. hal. sebagai asas kebangkitan dunia Timur di setiap barisan kehidupan.”43 • Kalian telah mendeklarasikan sejak hari pertama bahawa dakwah yang kalian serukan adalah dakwah Islam yang murni yang bersandarkan kepada Islam . Ibid. sesungguhnya kami berdakwah kepada kalian dengan AlQuran di tangan kanan. Kami mengajak kalian kepada Islam. hal.tunjang kebangkitan Islam.

sifat lemah dan keputusasaan.Kalian juga meyakini bahawa di antara kewajipan muslim adalah berjuang untuk Islam.”44 • Dalam tiga hal ini.. 44 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). hingga ia mampu menguasai komponen masyarakat seluruhnya dan mengambil posisinya di tengah masyarakat sebagaimana yang telah Allah sediakan baginya untuk kehidupan manusia. boleh jadi ada perbezaan pandangan di antara kalian atau di antara kelompok kaum muslimin. di antara mereka masih banyak yang memahami bahawa Islam tidak lebih dari akidah atau sebuah keyakinan yang benar atau yang salah. kecilnya perasaan optimis serta rasa putus asa yang melanda jiwa. dan mereka berfikir bahawa perkara itu akan membebaskan mereka dari kehinaan di dunia dan seksaan di akhirat. Kalian juga meyakini bahawa hal itu merupakan sesuatu yang mungkin dan mudah jika kaum muslimin menginginkannya. 47 53 . Kemudian kalian bangkit wahai Ikhwanul Muslimin untuk membebaskan diri kalian dan manusia dari kesempitan pemikiran. banyak manusia yang menyerah dan berguguran di hadapan kenyataan ini. serta menantikan kemenangan yang telah dijanjikan Allah kepada kalian. hal. Dan masih banyak yang memahami bahawa jihad untuk memperjuangkan Islam adalah sesuatu yang akan berakhir dan berlalu waktunya. bersatu dan berusaha untuk mewujudkannya. ibadah yang sempurna ataupun yang tidak sempurna. Dengan keterbatasan pemahaman ini. dan masih banyak yang memahami bahawa rintangan yang berada di hadapan para mujahid untuk mewujudkan cita-cita Islam terlalu besar untuk disingkirkan.

                                                                           Ertinya: “(iaitu) orang-orang yang Telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar. kecuali Kerana mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". gereja-gereja. Sesungguhnya Allah 54 . dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain. rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjidmasjid. yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. tentulah Telah dirobohkan biara-biara Nasrani.

dan siapakah kalian wahai Ikhwanul Muslimin? Apakah kalian adalah penganut Tarikat Sufi? Atau lembaga sosial? Atau lembaga kemasyarakatan? Atau parti politik? Maka jawapan kita kepada yang bertanya itu adalah. kemiskinan. berlaku baik kepada orang-orang fakir dan miskin. 45 Risalah Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemuan Ketua-ketua Wilayah). (iaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi nescaya mereka mendirikan sembahyang.. menunaikan zakat.S Al Hajj: 40-41)45 Siapakah kalian? Apa sifat kalian? Dan manusia akan berkata. membantu yang tertimpa musibah. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. yang memerangi kebodohan..pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. menjadi wadah aspirasi dan terbebas dari cita.” (Q. serta mendamaikan orang-orang yang bermusuhan. hal. penyakit dan kehinaan dalam pelbagai bentuk . Jam’iyyah Khairiyyah Nafi’ah. “Kami adalah para pendakwah Al Quran dan kebenaran yang mencakupi: Thariqah Shufiyah naqiyyah. dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.cita dan kepentingan. Hizb Siyasi nazhif. menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar. yang mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Mu’assasah Ijtima’iyyah Qa’imah.. 247 55 . “Apakah maksud perkara ini. untuk memperbaiki jiwa dan menyucikan hati serta menghimpun hati-hati manusia kepada Allah yang Maha Besar dan Maha Tinggi.. yang memiliki target tertentu serta menguasai kemahiran memimpin dan mengarahkan .

tanpa menyibukkan dirinya hanya pada masalah furu’ tersebut atau justeru mempengaruhi perbezaan tersebut hingga menjadi taufan kebencian terhadap orang lain hingga menerima pandangannya.Kami adalah Islam itu sendiri wahai manusia.”46 Diantara identiti Jama’ah Ikhwanul Muslimin adalah. sesungguhnya urusan umat terakhir ini tidak akan baik kecuali jika mengikuti contoh kebaikan yang dilakukan oleh para pendahulunya. “Apakah usaha dan langkah-langkah nyata yang dilakukan? Maka sayapun akan menjawabnya dengan sangat jelas.. “Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin memiliki kaedah tertentu yang diikuti sebagai petunjuk jalan. “Dakwah. tarbiyah dan jihad dengan segenap makna yang mencakupnya tiga hal tersebut. 46 47 48 49 Ibid.”49 • Ikhwanul Muslimin tidak menyibukkan diri dalam masalah-masalah furu’. Jika anda mengatakan. “Usaha dan langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. maka akan mengenal kami. 388 Ibid 56 . dan tidak menyibukkan diri untuk membantah orang-orang yang mengkritik mereka. • Mereka juga tidak melemparkan celaan kepada orang-orang yang tidak sepandangan dengan mereka. 252 Lihat. yang mereka gunakan sebagai timbangan diri dan mereka akan mengetahui dimana mereka berada berdasarkan timbangan tersebut.”48 Jika anda bertanya kepada mereka tentang prinsip dasar ini secara teori? Maka saya akan menjawabnya secara jelas. barangsiapa yang memahaminya. Tidak mengapa jika mereka melakukan kaijan dan penelitian ilmiah dalam masalah-masalah furu’.”47 Imam Syahid juga mengatakan. hal. bahawa prinsip dasarnya adalah prinsip dasar yang dibawa Al Quran. hal. Al La-Ihah Al ‘Alamiyah lil Ikhwan Al Muslimin Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Adakah Kita Para Aktivis)?.

namun justeru sangat menjaga pembangunan amal dan proses pembentukan secara cermat dan teliti. • Ciri khas mereka adalah komitmen terhadap prinsip-prinsip dasar yang mereka yakini.• Tidak terobsesi terhadap kecetekan amal dan menyelam di belakang segala sesuatu dan peristiwa untuk mengetahui tujuan dan kemana arahnya. yang memperkaya dan membantu jaemaah dalam membuat keputusan. ketinggian tujuan dan cakupannya. sesuatu yang tidak pernah wujud dalam sejarah kelompok manapun di abad ini. kesabaran dan kesungguhan. Mereka juga tidak bereaksi berlebihan dan tidak terpancing oleh pengaruh-pengaruh tertentu. • Memahami secara sedar dan penuh perhitungan terhadap jalan dan cabaran yang akan dihadapinya. • Mereka tidak percaya dengan lompatan-lompatan di atas kebenaran. komuniti dan perkumpulan yang lain. kedudukan dan obsesi tertentu. yang tidak dihinggapi oleh perubahan. kepastian terhadap hakikat segala sesuatu serta penerimaan hasil dengan tanpa tergesa-gesa memetik buahnya. pemikiran kanan mahupun pemikiran kiri. • Tidak bergantung kepada tokoh tertentu.usaha konspirasi dan pelumpuhan. dengan keyakinan bahawa 57 . dan hal itu menjadi sebahagian dari proses pembentukan dan tarbiyah yang dilakukan. Mereka justeru bertumpu kepada dakwah dan sangat menjaganya. atau terhadap lembagalembaga. gagasan yang saling berseteru. berkesinambungan dan mendarah daging antara generasi. mampu berpegang teguh terhadap prinsip-prinsip dakwah dengan penuh komitmen. Menguasai realiti medan dan rintangan di sekitarnya. atau pandangan yang sempit. serta perbezaan-perbezaan lain sebagaimana lazim terjadi di setiap parti. • Ikhwanul Muslimin adalah sebuah jama’ah yang setiap individunya memiliki cara pandang dan aspirasi yang pelbagai. tidak menakutkan dan tidak pula ditakuti. namun tidak terdapat aliran pemikiran. Langkah-langkah mereka seimbang dan dengan izin Allah mampu mengalahkan usaha. kelemahan dan rasa putus asa. Nasihat dan musyawarah merupakan perkara yang selalu dilakukan terus menerus serta tidak terputus.

sebahagian mereka tertinggal di belakang rombongan dakwah atau keluar dari gerabak disebabkan kelemahan individu atau berkurangnya rasa sabar atau kerana penyimpangan pemahaman dan kelemahan komitmen. 272 58 .”50 Mereka menganggap bahwa sesungguhnya dakwah seluruhnya adalah kewajipan. 50 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). kerana sesungguhnya pahala dan ganjaran hanya dari Allah di akhirat. oleh kerana itu tidak sukar bagi mereka mengorbankan makanan anak-anak dan keperluan mereka sendiri demi memperjuangkan dakwah dan jihad mereka. mereka tidak menantikan kedudukan. Dan tak seorangpun dari mereka yang mengatakan. hingga terwujudnya target dan cita-cita yang diharapkan dengan izin Allah. seluruhnya adalah pengorbanan dan taruhan. sebuah panji yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Imam Syahid berkata. namun hal itu tidak menggoyahkan dan tidak memberikan pengaruh yang besar bagi bangunan dakwah mereka. kebosanan atau kelesuan. namun optimisme terpancar terhadap kemenangan Allah. “Mana bahagianku? Mana hakku? • Dalam beberapa waktu. pangkat dan kekayaan. Apa yang mereka lakukan berupa usaha untuk menggerakkan dan menyedarkan umat Islam dengan izin Allah menjadi menara terhadap kesungguhan usaha dan peranan mereka. “Ikwanul Muslimin tiada lain adalah anak-anak dakwah yang meyakini dakwah. berlaku ikhlas dan terdidik di dalam pangkuan dakwah. namun merupakan suatu usaha yang berlanjutan dan terus menerus.kemenangan dan tujuannya tidak akan terwujud dalam satu generasi. hal. • Mereka tidak dilemahkan oleh rasa putus asa. yang terlebih dahulu diketahui musuh sebelum teman.

kekuatan dan kekukuhan bangunan dakwah. Usaha untuk meraih kekuasaan bukan semata-mata menjadi tujuan. dan memberikan nasihat dengan santun kepada siapa yang berbuat buruk. fasa-fasa yang akan dilalui dakwah konsekuensi apa saja yang berlaku baik berupa kebaikan maupun • Rentetan peristiwa dan badai yang melanda umat Islam adalah sebagai langkah untuk menguji kebenaran manhaj. • Ikhwanul Muslimin adalah gerakan Islam yang integral menyeluruh. dan dengan izin Allah mereka menjadi harapan umat Islam untuk mengembalikan kemuliaan dan keagungannya. yang mencurahkan perhatiannya pada perbaikan dan pembengan:51 1. 51 Diambil perkataan Al Ustadz Musthafa Masyhur pada acara peringatan kesyahidan Imam Hasan Al Banna. dalam yang tidak harakah hanya yang serta keadilan urusan-urusan membuatnya mengambil tindakan tanpa memperhitungkan hokum realiti.strategi dakwah mereka sangat mengambil berat hukum realiti dan keadaan yang berlaku dengan ilmu dan pengetahuan. Berapa banyak tindakan-tindakan dan gerakan yang mempergunakan nama ‘syariat’ memberikan implikasi buruk terhadap dakwah kerana tidak didasari oleh pengetahuan dan pemahaman terhadap kenyataan dan realiti. 59 .• Dalam melakukan gerakan dan strategi. Yang meyakini kepentingan kesatuan umat dan menjauhkannya dari pertentangan demi mewujudkan kemaslahatan umum. Maka strategi. 3. peluang dan kerosakan. 4. Yang mendorong bersikap baik. Sumber rujukannya adalah syariat Islam 2.strategi tersebut sepatutnya harus memenuhi keadilan syar’i dan keadilan harakah yang adalah tidak mengejutkan merupakan sebahagian dari keseimbangan syariat ketika berhadapan dengan realiti. dengan tetap bercermin kepada prinsip-prinsip memenuhi syariat dan syar’i tujuan-tujuannya.

menyuruh kepada yang ma'ruf. (Q.”52 Diantara Karakteristik Dakwah Ikhwanul Muslimin 52 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). dan beriman kepada Allah. dan cukuplah demikian. di antara mereka ada yang beriman.199 60 . dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. keluarga dan masyarakat. tentulah itu lebih baik bagi mereka. dan mencegah dari yang munkar. sekiranya ahli Kitab beriman. akidah kami bersumber dari kitab Allah dan sunnah Rasulullah Saw. manhaj kami adalah manhaj Rasulullah Saw. hal. “Wahai generasi umat yang kami banggakan dan yang kami cintai. dan cukuplah demikian.5.S Ali Imran: 110) Imam Syahid berkata di dalam memoarnnya. Namun lebih kepada kerjasama untuk mendirikan Negara Islam yang urusannya dikembalikan kepada Allah. menuju kepada yang Allah sebutkan dalam Al Quran:                            Ertinya: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. perbaikan individu muslim. Kami adalah kaum muslimin dan cukuplah demikian.

”53 2. “Bukanlah termasuk aib dan cela.”54 53 54 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Menjauhi Dominasi Tokoh dan Pembesar Ini juga merupakan prinsip dasar sejak awal pertumbuhan dakwah. apabila kita berbeza pendapat. hingga tak seorangpun dari mereka dapat memanfaatkan dakwah untuk kepentingan lain yang bukan merupakan tujuan dakwah.124 Ibid 61 . “Kami telah membiasakan hal ini sejak permulaan dakwah. agar warnanya yang jernih tidak bercampur dengan warna-warna dakwah lain yang diusung dan digembargemburkan oleh para tokoh dan pembesar. Namun yang merupakan aib dan cela adalah sifat ta’ashshub (fanatik) dengan satu pendapat dan membatasi ruang lingkup berfikir manusia. “Persepsi demikian ini penting bagi sebuah jemaah yang ingin menebarkan fikrahnya di suatu negeri yang tidak pernah reda gelora khilafiyah atas hal-hal yang sebenarnya tidak beguna untuk diperdebatkan dan diperselisihkan. hal. Menjauhi Titik-titik khilafiyah Ikhwan meyakini tentang kebolehan berbeza pandangan dalam masalah-masalah furu’iyyah. sebagaimana dikatakan oleh Zaid r. Imam Syahid berkata.Diantara ciri khas dakwah Ikhwanul Muslimin dan yang membezakannya dari dakwah-dakwah yang lain adalah: 1. Imam Syahid berkata.a. “Cukuplah manusia itu berhimpun atas sesuatu yang menjadikan seorang muslim itu muslim. bahkan hal itu merupakan sebuah kemestian dan tidak selayaknya kita menghalanginya dan menjadikan perbezaan sebagai titik yang memisahkan dan membezakan.” Beliau menambahkan.” Beliau juga berkata.

“Oleh kerana itu kami lebih mengutamakan menjauhi semuanya dan bersabar atas segala kekurangan kerana mempertahankan unsurunsur yang soleh.”55 55 Ibid. golongan. Imam Syahid berkata. Pada saat yang sama mereka harus mahu meninggalkan kebanggaankebanggaan kosong yang tidak bermakna. ia akhirnya mampu menguasai kelompok tersebut dan mengarahkan mereka untuk memperjuangkan dakwah. mempengaruhi dan menjadikan mereka bekerja untuk kepentingan dakwah. sehingga tabir itu akan terkuak dan manusia akan mengetahui segala hakikat yang tersembunyi. tiang penyangganya semakin kukuh. agar ia terhindar dari cita. mempengaruhi dan bukan dipengaruhi.125 62 . sehingga pada saatnya mereka akan terkepung dan hilanglah apa saja yang ada di tangan mereka. hal. “Namun jika mereka menolak. Hal ini juga merupakan karakteristik dakwah sejak awal. Menjauhi hubungan dengan parti-parti dan golongan-golongan. meniti jalan dan beraktiviti bersama kami. pembesar. maka kita persilakan dengan penuh hormat kepada para tokoh. sehingga mampu mengarahkan dan bukan diarahkan. Imam juga berkata.. Pada akhirnya mahu tidak mahu mereka harus beramal demi dakwah dengan penuh kerendahan hati. dan prinsip-prinsip dasarnya semakin kukuh.Namun setelah dakwah tumbuh kuat.” “Sekarang. dan organisasi untuk bergabung. serta berjalan di atas manhaj Islam yang lurus.citaa dan konflik antara parti. walau mereka dahulunya menjadi tokoh penentang utamanya. bersatu di bawah panji Al Quran yang agung dan bernaung di bawah naungan Rasulullah yang teduh. 3. Pada akhirnya mereka akan kembali kepada khitah utama dan hati mereka dipenuhi oleh oleh rasa yakin dan percaya. tak menjadi masalah bagi kami untuk menunggu sejenak sementara memohon pertolongan ke hadrat Allah. ketika alat dakwah semakin kuat.

dan ‘Alamiyah (universal). fasa Tanfidz (fase pelaksanaan) merupakan ciri-ciri istimewa yang dimiliki dakwah. Ia menembus segenap penjuru bandar dan perkampungan dan memaksa kami menanganinya dengan serius serta memenuhi tuntutannya. hal. “Dahulu kami berusaha kuat memacu laju dakwah dan memaksimumkan penyebarannya. Fase Ta’rif. “Di insaniyah (kemanusiaan). kejelasan langkah dakwah Ikhwanul Muslimin dan penetapan tiga fasa dakwah. hal. (fase penyampaian. Sambutan pemuda kepada dakwah 7.56 5. Mengutamakan kerja daripada seruan dan propaganda 6. 123 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).”58 56 57 58 Ibid. Fasa Takwin (fase pembentukan dan pembinaan). yang menyatukan aspek spiritual dan akal manusia. Imam berkata.4. Insaniyah (kemanusiaan). Tadaruj (Bertahap dalam melangkah) Tadaruj (bertahap dalam melangkah) dan bertumpu pada tarbiyah. dakwah dan ‘alamiyah adalah (universal). hal. 226 63 . antara karakteristik kami rabbaniyah dan ‘alamiyah. Cepat berkembang di desa dan bandar Imam Syahid berkata. pengenalan dan penyebaran fikrah). Rabbaniyah (berprinsip ketuhanan).”57 8. Diantara karakteristik dakwah Ikhwanul Muslimin adalah. namun kini laju dakwah tersebut justeru bergerak lebih cepat dan mendahului kami. Rabbaniyah (berprinsip Syahid ketuhahan). meskipun untuk itu kami harus menghadapi pelbagai persoalan berat yang sangat memenatkan. 125-126 Ibid.

hal.bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenalmengenal.Inilah sebabnya. Ahmad)59 59 Ibid.. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (HR. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu.S Al Hujurat: 13) Rasulullah Saw. Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang lelaki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa .” (Q. dan bukan termasuk dalam golonganku orang yang mati kerana membela fanatisme golongan. Allah berfirman dalam Al Quran:                            Ertinya: “Hai manusia. bersabda: ‫ليس منا من دعاالى عصبية . dakwah Ikhwan dikatakan bercirikan rabbaniyah (berorientasi ketuhanan) sekaligus insaniyah (peduli terhadap aspekaspek kemanusiaan). 227 64 . وليس منا من مات على عصبية‬ Ertinya: “Bukan termasuk golonganku orang yang menyeru kepada ashabiyah (fanatisme golongan).

Oleh kerana itu. (Q. kenabian. dan kepada hari pembalasan. nescaya dia akan melihat (balasan)nya pula. wajib bagi manusia untuk kembali beriman kepada Allah. di saat seluruh manusia dituntut untuk pantas bangkit dengan potensi akal fikirannya untuk belajar. mengetahui. kehidupan akhirat. Yakni dimana pada saat itu Allah akan membalas seluruh perbuatan manusia selama kehidupannya di dunia.         Ertinya: “Dan Katakanlah: "Ya Tuhanku. nescaya dia akan melihat (balasan)nya." (Q. “Bahawa sebuah masyarakat manusia tidak akan menjadi baik kecuali jika ada keyakinan hati yang bangkit dari dalam jiwa hingga merasa selalu diawasi oleh Allah Swt. tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.S Thaha:114) 65 . berkarya serta melakukan berbagai eksplorasi atas sumber daya alam demi mendapatkan manfaat yang sebanyak-banyaknya.S Al Zalzalah:7-8) Di saat inilah.                 Ertinya: “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarahpun. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarahpun.Imam Syahid juga berkata. dan merasa terhormat dengan ma’rifah kepada-Nya.

kerana mereka telah disatukan oleh Islam yang integral.Oleh sebab itu kami menyeru umat manusia kepada warna pemikiran yang memadukan antara keimanan pada yang ghaib dan optimalisasi fungsi akal. Imam Syahid berkata. dan kefahaman amal serta mencakup seluruh aspekaspeknya. Hal.123 ibid ibid 66 . maka Ikhwan berusaha menuju sisi-sisi itu semuanya.”60 9. dengan kesempurnaan keIslamannya Ikhwan berusaha sekuat tenaga untuk menghindari dan menjauhi setiap sisi kekurangan dan kelemahan yang mengundang fitnah. Pemahaman Islam yang komprehensif. Pada saat orang-orang selain mereka hanya menggarap satu sisi dengan mengabaikan sisi-sisi yang lainnya.”63 60 61 62 63 Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). “Demikianlah kita dapat melihat bahawa kesempurnaan makna kandungan Islam telah menyatu dengan fikrah kami. dan aktiviti Ikhwan mengarah kepada pemenuhan semua aspek ini. Al Ikhwan al Muslimun. Diantara karakteristik dakwah Ikhwan adalah.”61 Walaupun demikian. “Ikhwan juga sangat menghindari fanatisme terhadap nama atau sebutan.”62 10. tercermin dalam namanya. Kesempurnaan yang menyentuh semua aspek pembaharuan. IKhwan memahami bahawa Islam memang menuntut mereka memberikan perhatian kepada semua sisi tersebut.

Konstruksi (pembangunan). hal.227. hal. tahun 1998) 65 Maksudnya mereka membawa jiwa untuk beramal dengan sunah yang suci -khususnya dalam masalah akidah dan ibadah. Jilid I. diantaranya adalah. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin.” Dalam mengikuti manhaj konstruktif dan bukan destruktif.227. Jilid I. syirkah iqtishadiyah70 dan fikrah ijtima’iyah71. Jilid I. Jilid I. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. Jilid I.228. berpaling dari ketergantungan kepada makhluk. jama’ah riyadhiyah68. Imam Syahid mengatakan. Era Intermedia. tahun 1998) 72 Risalah Pergerakan: Muktamar ke V.228. Hai’ah siyasiyah67. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. “Selagi kalian selalu mempersiapkan diri kalian untuk 64 Maksudnya adalah mereka berdakwah untuk mengajak kembali (bersama Islam) kepada sumbernya yang jernih dari Kitab Allah dan Sunah Rasul-Nya. hal.”72 11. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. tahun 1998) 66 Maksudnya mereka memahami bahawa asas kebaikan adalah kesucian jiwa. dan ia melakukannya dengan penuh kepekaan. hal. “Setiap dakwah memiliki karakteristik73. Dakwah kami adalah dakwah yang membangun dan bukan menghancurkan. tahun 1998) 70 Mereka memahami bahawa Islam sangat memandang berat pemerolehan harta dan pembahagiannya. hal. tahun 1998) 67 Maksudnya mereka menuntut perbaikan dari dalam terhadap hukum pemerintahan. meluruskan persepsi yang terkait dengan hubungan umat Islam terhadap bangsabangsa lain di luar negeri. Era Intermedia. Jilid I. Peka dan berlemah lembut Imam Syahid berkata.228.semaksimum mungkin sesuai dengan kemampuan mereka(Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. Era Intermedia.Dakwah Ikhwan adalah dakwah salafiyah64. 123 73 Memoar Dakwah dan Para Da’i 67 . Era Intermedia. hal. Jilid I. maka kami adalah orang yang harus melakukannya sebelum segala yang lain. rabithah ‘ilmiyah tsaqafiyah69. tahun 1998) 68 Maksudnya mereka sangat mengambil berat masalah fizikal dan memahami benar bahawa seorang mukmin yang kuat itu lebih baik daripada seorang mukmin yang lemah. thariqah sunniyah65. mendidik bangsa agar memiliki ‘izzah dan menjaga identitinya. tahun 1998) 71 Maksudnya mereka sangat menaruh perhatian pada segala penyakit yang ada dalam masyarakat Islam dan berusaha mengubati dan menyembuhkannya.227. Era Intermedia. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin.228. amal yang berterusan. Jilid I. hal. tahun 1998) 69 Maksudnya mereka memahami bahawa Islam menjadikan thalabul ‘Ilmi (menuntut ilmu) sebagai kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah. (Pentj: Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. Era Intermedia. karakteristik dakwah Ikhwan yang saya yakini ada beberapa hal. Era Intermedia. kejernihan hati. Era Intermedia. Hakikat shufiyah66. hal. hal.228. kecintaan karena Allah dan keterikatan kepada kebaikan.

usaha pembangunan jauh lebih baik dan berharga seribu kali daripada tindakan penghancuran. maka aku wasiatkan kepada kalian untuk selalu bersikap konstruktif dan bukan destruktif. 12.berkontribusi terhadap amal-amal Islam di segenap lapangan. 74 75 Hasan Al Banna. Kisah-kisah Dakwah dan Tarbiyah. hal. cukuplah apa yang terdapat di dalamnya. iaitu dengan senantiasa berzikir dan berdoa dengan doa-doa yang ma’tsur –terdapat banyak doa ma’tsur di dalam Risalah Ikhwan. dan kami mengikuti apa yang kami katakan.”74 Diantara karakteristiknya yang lain adalah: Kesepadanan antara perkataan dan perbuatan Maka kita harus mempelajari undang-undang (hukum)75 yang kita miliki. Senantiasa berkumpul (berjama’ah) Kami selalu berkumpul dan merindukan pertemuan serta merasakan hak-hak berukhuwah. dan pada saat itu kalian harus berfikir bagaimana menciptakan lapangan kerja sosial dan merealisasikan layanan terhadap Islam. Rabbaniyah (berprinsip ketuhanan) Kami senantiasa menjalin hubungan dengan Allah dengan segenap kemampuan yang kami miliki. kerana sesungguhnya melakukan usaha. Semangat perjuangan Kami menggadaikan diri untuk dakwah dan melapangkan hati untuk melakukan segala sesuatu untuk dakwah. Abbas Asisi. tinggalkanlah dahulu permusuhan dan kebencian.147 Maksud beliau adalah Al Quran Dusturuna (Al Quran sebagai pedoman kami) 68 .

hal. 76 77 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). janganlah kalian berputus asa. “Wahai al Ikhwan al Muslimun.124 69 . Ia adalah dakwah yang boleh kita sifatkan dengan beberapa sifat berikut ini:78 • Rabbaniyah al Mashdar Rabbaniyah al Mashdar (berprinsip ketuhanan) Sumber rujukannya adalah wahyu Allah Swt.”76 Perkara-perkara umum ini telah kalian ketahui perinciannya secara keseluruhan. 125 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). • • • • • • Mengutamakan akhlak dan kesantunan dalam tujuan-tujuannya. hal. paradigma dan akidah Dakwah yang logik dan diterima masyarakat. Jum’ah Amin. manusia dan kehidupan Realistik ketika berinteraksi dengan individu dan masyarakat serta dengan orang lain. awal tahun ke 5) 78 Manhaj Imam Al Banna. misi dan langkah yang digunakan. Pembangunan dan pekerjaan. Al Tsawabit wa al Mutgayyirat. Manhajnya integral dan menyeluruh Dakwah universal Mengutamakan musyawarah mufakat dalam mengambil keputusan Memberikan perlawanan terhadap orang-orang yang menzalimi dan memeranginya. yang ringkasannya adalah.”77 kerana berputus asa tidak termasuk akhlak kaum 12. • • Wasatiyah (sifat pertengahan) Sifat peka dan positif terhadap alam. maka bekerjalah. Dr.262 (Dikutip dari perkataan Imam Syahid di majalah Ikhwanul Muslimin. serta tidak membenci siapa saja yang ingin mengikutinya. muslimin. • • Salafiyah dalam pemikiran.Imam Syahid berkata. hal.

Dari ucapan dan perdebatan menuju amal dan perbuatan 3. persatuan nilai dan keseimbangan. yang membiarkannya berjalan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Oleh sebab itu. selagi hal itu tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar jamaah maka hal itu tetap menjadi pendapat peribadi dan jamaah tidak menjadikannya sebagai pandangan. Namun ia merupakan mainstream yang memberikan kebebasan berfikir dalam kerangka umum dakwah Islam. Jamaah ini bergerak sesuai dengan tonggak dasar dan prinsip-prinsip dakwah. Dari kesamaran menuju terang 2. Dalam banyak situasi.separa menuju permasalahan mendasar dan universal (Dari ibadahibadah sunah menuju ibadah-ibadah wajib dengan tetap memelihara keduanya). Karakteristik Manhaj Tarbiyah di Masyarakat: Diantara karakteristik manhaj Ikhwan dalam mentarbiyah masyarakat dan mengarahkannya. Jamaah tidak mengambil pemahaman fikih tertentu dalam masalah-masalah furu’ yang diperdebatkan para ulama. Dari sifat berlemah lembut dan berterabur menuju program kerja yang terencana (Dari mimpi menuju dunia nyata). 4.Jamaah ini bukan merupakan parti politik yang usaha politiknya nya mendapat bias dari golongan dan aliran pemikiran tertentu. serta dalam komunikasi-komunikasi dakwah adalah bahawa manhaj tersebut lahir dari: 1. hal itu merupakan aturan untuk mewujudkan persatuan pemahaman. Dari permasalahan-permasalahan furu’ dan separa. dan tidak berjalan sesuai dengan kemasalahatan sementara atau matlamat sesaat dan pandangan yang sempit. Adapun pendapat peribadi. serta sesuai dengan hasil musyawarah dalam meluruskan dan mengembangkan. ideologi Ikhwan dan prinsip-prinsipnya. 5. Dari perbezaan menuju kesepakatan 70 .

6. dan pada saat itu mereka adalah ideologi dan ideologi adalah mereka. 8.79 Beliau juga berkata. Cinta terhadap kematian di jalan Allah Berada di atas perjuangan tersebut dengan berpedoman kepada Al Quran yang mulia. sesungguhnya pedangpedang kalian yang kuat tak akan meraih kemenangan kecuali dengan keimanan yang dibawanya. 152 71 . maka 79 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Dari perpecahan dan perseteruan menuju persatuan dan perpaduan.tonggak berikut ini: • • • • Keimanan kepada Allah Zuhud terhadap harta kekayaan dunia dan mengutamakan kenikmatan akhirat. kesucian jiwa. Pengorbanan dengan jiwa. Dari sifat ekstrim dan berlebih-lebihan menuju sifat sederhana dan seimbang. Dari kesukaran dan ancaman menuju kemudahan dan khabar gembira. kebersihan hati dan keikhlasan serta amal dari keyakinan dan ketenangan. dan keyakinan mereka dengan jiwa-jiwa mereka. dan di tangan Allah-lah segala urusan. “Wahai Al Ikhwan al Muslimun. dan hal itu yang akan membuat segala sesuatu senantiasa sesuai dengannya. 9. “Sesungguhnya keikhlasan adalah dasar • kejayaan. Dari fanatisme golongan dan insklusif menuju toleransi dan keterbukaan. Jika kalian telah menjadi seperti itu maka fikirkanlah: Sesungguhnya Allah telah mengilhamkan kepada kalian kecerdasan dan kebenaran.tonggak yang menopang berdirinya agama ini di bumi. 7. Agama ini telah dimenangkan oleh perjuangan pedang-pedang kalian yang bersandar terhadap tonggak. raga dan harta untuk memenangkan kebenaran. Hal. hingga jiwa-jiwa mereka bersatu dengan keyakinan mereka. Imam Syahid berkata tentang tonggak.

hal.”81 Beliau berkata. tidak memiliki obsesi dan terluka masa lalunya.”80 Imam Syahid menjelaskan tentang kepentingan kekuatan jiwa dalam membina umat dan para penyeru dakwah serta pemusatan kekuatan dalam keimanan yang sempurna dan pengorbanan dalam perjuangan. bangga kerana meyakininya serta optimis 80 81 Lihat buku Imam Syahid. yang kehilangan orientasi. • Pengorbanan kebakhilan. yang menutup turunnya pertolongan dan taufik dari Allah. keimanan terhadap kebesaran risalah dakwah ini. beliau berkata. “Sesungguhnya dalam pembinaan umat dan tarbiyah bangsabangsa. sesungguhnya Allah membantu kalian dengan kekuatan dan kemenangan. 45 72 . besar yang tidak dihalangi oleh ketamakan dan • • Pengetahuan terhadap tonggak- tonggak dasar dan keyakinan terhadapnya serta penghargaan terhadap tonggak. atau paling tidak para pemimpin dan para pembawa perbaikannya.tonggak tersebut yang akan menjaganya dari kesalahan dan penyimpangan atau tertipu dengan yang lain. JIka diantara barisan kalian ada seseorang yang berpenyakit hatinya. hal. Setiap bangsa telah kehilangan keempat sifat ini. umat ini memerlukan kekuatan jiwa yang besar yang tergambar dalam beberapa hal berikut: • Keinginan yang kuat yang tidak dihinggapi kelemahan Kesetiaan yang tinggi yang tidak diwarnai oleh pengkhianatan dan kepura-puraan.kerjakanlah. maka keluarkan dia dari barisan kalian. kerana dia akan menjadi penghalang turunnya rahmat. 136 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). ia adalah bangsa yang kecundang dan membimbangkan yang tidak akan sampai kepadanya kebaikan dan tak mampu mewujudkan cita-cita. “Dengan tiga keyakinan. Fuad Al Hajarsy.

membersihkannya dari nodanoda kepentingan Peribadi. dan kami akan melakukannya dengan kebenaran. di dalam hati para sahabatnya dengan izin Allah. ketakwaan. “Sesungguhnya kita memiliki senjata yang tak lekang dimakan malam dan perjalanan hari iaitu kebenaran. selain ketiga senjata tersebut kita masih memiliki senjata lain.terhadap pertolongan Allah adalah tiga hal yang dihidupkan Rasulullah Saw. hal. hal. rendah hati dan rasa takut kepada Allah.”84 “dan kami akan bekerja dengan keyakinan-keyakinan ini. dan setelah itu kita juga memiliki senjata keimanan dan cita-cita. 235 83 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). serta membentenginya dari penyimpangan. hal. persepsi dan pembentukan. “Guna menjamin kebenaran dan ketepatan dalam pelaksanaannya –atau minimum mendekati tepat. yakni sumber aturan.”82 Untuk menjamin kebenaran dan ketepatan setiap individu dalam menjalankan manhaj Islam. yang didorong oleh keimanan dan dikuatkan oleh cita-cita. Islam kemudian memberikan pengenalan bagi jiwa manusia tentang ubat-ubat mujarab yang mampu menyucikan hawa nafsu. serta membangun pengawasan peribadi dan hati yang hidup. 234.”85 82 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). bahan pemikiran. hal. 270 73 . penyelewengan dan permusuhan.Islam sangat menaruh perhatian untuk memberikan terapi kejiwaan kepada manusia. kita tidak mendahului peristiwa dan tidak dilemahkan oleh panjangnya perjuangan. iaitu bahawa kita tidak berputus asa dan tidak tergesa-gesa. dakwah menaruh perhatian besar terhadap perkembangan jiwa dan pembersihannya. 121 84 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). menunjukkannya kearah kesempurnaan dan keutamaan.“83 Beliau juga berkata. 269 85 Ibid. Imam Syahid berkata.

dan mereka adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Keimanan. • • • Terhadap manhaj. “Kami pun meyakini pertolongan dan kemenangan dari Allah. jihad dan pengorbanan. keagungan. Risalah Pergerakan: Ikhwan di bawah panji Al Quran. sebuah pemikiran itu akan berjaya diwujudkan jika. JIhad * Mereka telah mengetahui dengan sebenar-benarnya dan seyakinbahawa dakwah yang mereka serukan tidak dan akan kerja meraih keras.”86 Imam pengorbanan. Dan terhadap diri mereka sendiri. hal. hak-hak dan kesuciaannya Terhadap pembalasan. a. Keimanan: • Mereka telah meyakini dengan sedalam-dalamnya keimanan.. suci dan abadi terhadap Allah. besarnya pengorbanan dan kerja keras.: 1. pengorbanan Sebagaimana yang dilakukan para sahabat Rasulullah Saw. kelebihan dan kebenarannya Persaudaraan. yang meyakini kebenaran jihad. Mereka adalah sebuah jamaah yang dipilih untuk menyelamatkan alam semesta. kemenangan dan pertolonganNya. yang kuat. yakinnya kemenangan kecuali dengan jihad. maka kami juga berupaya untuk melakukannya. 193.” • b. 74 . kepentingan kerja keras dan kewajipan-kewajipan dipenuhi. keperkasaan dan ganjaran-Nya. 194. serta keyakinan terhadap pertolongan Allah. berkata: “Sesungguhnya. “Lalu apakah persiapan kita untuk mewujudkan manhaj ini?! Jawapan terhadap pertanyaan tersebut adalah. Kuat rasa keyakinan kepadanya 86 Syahid serta memusatkan perhatian yang terhadap harus makna-makna beliau keimanan ini iaitu asas amal dan jihad. c.Beliau juga mengatakan.

2. Beramal untuk mewujudkannya.”91 Beliau juga menegaskan tentang kepentingan pemusatan perhatian setiap individu terhadap dakwah dan menguasai seluruh aspek-aspeknya.69 Ibid. Ikhlas dalam berjuang di jalannya 3. difahami. Keimanan yang mendalam 2.174 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. hal. maka Imam Syahid mengatakan. baik 87 88 89 90 91 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). 5. hal. hal.langkah umum yang dimiliki dakwah tidak akan berubah dan berganti serta tidak keluar dari tiga hal berikut. perkasa dan kuat. Semakin bersemangat dalam merealisasikannya 4. hal. “langkah. 70 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). “Sesungguhnya dakwah ini tidak akan mampu dipikul kecuali oleh orangorang melebur dan memberikan apa saja yang kelak dituntut olehnya. amal.langkah utama yang menopang dakwah. Iman. dan terbaca bagi siapa saja yang punya perhatian kepada sejarah jama’ah-jamaah– secara global terangkum dalam empat kata. mahabbah dan ukhuwah. jujur dan dermawan dalam melakukan pengorbanan dan perjuangan di tengah kemelut. hal.”87 “Dalam menempuh perjalanan yang penuh marabahaya ini Umat tidak memiliki apapun kecuali jiwa yang beriman. jika tidak maka ia akan dikalahkan dan kegagalanlah yang akan dirasakan oleh generasi mudanya. Pembinaan yang sangat teliti 3. maka kita tidak akan mampu memberikan langkah apapun terhadap umat. 1. Kesediaan untuk beramal dan berkorban untuk mewujudkannya. 240 75 .”89 Tentang langkah.”88 “Tanpa kekuatan roh dan pembaharuan jiwa.108 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).”90 Sesungguhnya langkah untuk penanaman nilai dalam setiap seruan dakwah –kiranya sudah dimaklumi. Amal yang berkesinambungan.

tiang keimanan yang kuat kepada Allah. kami telah mempersiapkan keimanan yang tidak tergoncang. Maka dengan tiang. serta bimbinglah umat ini menuju kebaikan. hal.” Imam Syahid berkata. kerana diantara cirinya adalah persatuan. Agama ini berdiri tegak dengan perjuangan pedang-pedang kalian yang bersandar terhadap tiang.152 Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Beliau berkata. baiki diri dan pusatkan perhatian terhadap dakwah kalian. serta berjalan di atas pentas perjuangan dengan berpedoman kepada Al Quran yang mulia. yang mengoptimumkan kerja mereka dengan harapan amalan tersebut diterima. 37 76 .”93 Beliau berkata. hal.cirri kejayaan dalam dirinya. cinta terhadap kematian di jalan Allah. keyakinan kepada Allah yang tak lemah. maka akan terdapat cirri. amalan yang tidak berhenti. “Untuk melakukan misi dakwah. hal. hal. pengorbanan dengan jiwa. “Beban dakwah tidak akan mampu dipikul kecuali oleh mereka yang telah menggadaikan dirinya untuk dakwah. kesihatan.tiang ini. harta bahkan jiwa. Zuhud terhadap harta kekayaan dunia yang fana dan mengutamakan kenikmatan kehidupan akhirat. “JIka didapatkan seorang muslim yang baik. dan mereka selalu kembali kepada Tuhan-Nya. selalu memberikan apa yang diberikan kepada mereka dengan hati yang senantiasa merasa takut kepada Allah. Sesungguhnya ini adalah dakwah yang tak menerima penyekutuan.”95 92 93 94 95 Risalah: Risalah: Risalah: Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). “Wahai Al Ikhwan al Muslimun. dan merelakan dirinya untuk memikul beban perjalanan. raga dan harta untuk memenangkan kebenaran.”94 Beliau kemudian meringkaskan hal itu dalam sebuah kalimat. yang senantiasa cepat menjemput kebaikan. bangunlah kebangkitan kalian.waktu.16 Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).”92 Imam Syahid berkata.179 Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). serta jiwa yang senantiasa bahagia jika suatu hari ia menemui Allah dalam keadaan syahid.

melainkan untuk mendapatkan keredaan Allah dan memenuhi kewajipan serta memberikan petunjuk dan pembinaan terhadap manusia. Kita tidak mengharapkan balasan apapun dari usaha.. Imam Syahid berkata.”97 Bab II Mekanisme Perubahan • Pengantar Agama Islam sebagai suatu manhaj yang memiliki perbezaan asas dengan manhaj-manhaj konvensional lainnya. “tonggak utama dalam menjalankan langkah-langkah ini adalah Al Quran yang tidak dicampuri oleh kebatilan apapun baik dari kedua tangannya mahupun dari belakang. Ia adalah sebuah manhaj yang diturunkan Allah dari langit untuk meninggikan darjatnya yang kemudian dilaksanakan demi mendapatkan kebaikan di dunia dan kenikmatan di akhirat. Al Quran adalah pedoman kami. dan kami akan bekerja keras selama kami hidup. kemudian sunnah yang benar dan terjamin dari Rasulullah Saw.Imam berkata di dalam rujukan utama manhaj ini. serta sirah yang mulia para ulama-ulama terdahulu.”96 Tentang kadar kekuatan komitmen Ikhwan terhadap dakwah dan syiarsyiar yang diperjuangkannya. Muhammad pemimpin dan tauladan kami.176 Ibid 77 . dan mati di jalan adalah cita-cita kami tertinggi.usaha tersebut. namun merupakan risalah penutup kenabian untuk seluruh umat manusia. Syiar-syiar yang senantiasa kami serukan adalah: Allah tujuan kami. hal. Ia tidak terikat dengan suatu masa tertentu atau suatu kawasan tertentu. “Kami akan berjihad untuk mewujudkan fikrah kami. kami akan mengajak manusia semua untuk menyambut seruan dakwah. jihad adalah jalan juang kami. Islam adalah manhaj yang sempurna dan menyeluruh serta 96 97 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). dan kami akan mengorbankan apa saja untuk mewujudkannya. hingga kami hidup mulia atau mati sebagai syuhada.

Adapun manhaj konvensional buatan manusia. menetukan 98 Coba lihat kembali bab sebelumnya untuk menambah penjelasan dalam pembahasan ini 78 . sesuai dengan pandangan. Hal ini yang membuat para pemeluknya dapat memanfaatkan dan menggunakan percubaan-percubaan dan ijtihad manusia dalam setiap sisi kehidupan sesuai dengan perspektif Islam dan epistemiologi keIslaman. serta oleh keterbatasan dan kelemahan manusia. Agama yang membuat manusia menghadapkan seluruh wajahnya kepada Allah dengan berserah diri sepenuhnya dan semata-mata untuk beribadah kepada-Nya dengan penuh rasa takut dan kecintaan pada zat-Nya serta harapan untuk mendapat pahala dari-Nya. yang didominasi oleh nafsu dan kecenderungan manusia. untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi dan menghadapi urusan-urusan mereka. Ia bersifat terbatas dan terikat dengan zaman dan jenis tertentu. serta keanjalan dalam menerima segala bentuk ijtihad manusia dengan mainstream yang telah ditetapkan untuk hak itu. maka sepatutnya harus menentukan keadaan realiti dan penyakitnya secara teliti98. yang mencakup seluruh sisi kehidupan dan pelbagai aspek-aspeknya. zaman dan tabiat mereka secara khusus. adalah suatu manhaj yang diciptakan oleh kelompok manusia tertentu dan di sebuah komuniti tertentu.sesuai dengan setiap zaman dan tempat yang mampu mengendalikan seluruh syariat yang diturunkan sebelumnya. terikat dengan tempat dan tabiat tertentu.tonggak mendasar yang membuatnya mampu beradaptasi dalam menghadapi segala bentuk perubahan. keadaan. • Realiti dan manhaj perubahan Berbicara tentang manhaj perubahan pada saat dan realiti kehidupan terkini terhadap umat dan manhaj apapun. Di dalam agama Islam terdapat seluruh unsur yang mendukung kehidupan dan tonggak.

risalah dalam muktamar para ketua kawasan. Dalam aspek ekonomi. dakwah ini memiliki fasa dan tahapan tertentu yang kami harapkan dapat diikuti dan ditempuh bersama-sama.100 Imam Syahid telah menemukan secara jelas dan terperinci tanda. perpecahan.”99 Dan hal ini didahului sebelumnya oleh: Dasar pegangan dan sibghah (celupan) yang akan mengarahkan perspektif dan manhaj tersebut. 100 79 . tahap-tahap serta langkah untuk mewujudkan target-target tersebut. Walaupun konsep dakwah telah sangat jelas dan mencakup segala hal sejak awal penyebarannya.101 Imam Syahid berkata tentang kerosakan yang tersebar di tubuh umat dengan mengatakan.target dan tujuan-tujuan tertentu. serta risalahnya dalam muktamar para pelajar Ikhwan. Dakwah kami. Muktamar ke V. Ia juga menderita pada aspek pemikiran iaitu dengan kehampaan dan kerosakan. hal. Antara kemaren dan hari ini. hingga kami sampai ke tujuan yang hendak dicapai. kemudian menetapkan koridor yang akan dilalui. Kepada Apa Kita Mengajak Manusia. Imam Syahid berkata. 99 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). 232 Lihat kembali karakteristik dakwah pada bab sebelumnya 101 Lihat risalah-risalah sebelumnya. “Sesungguhnya ia sedang menderita. permusuhan.tanda kelemahan dan penyebab kerosakan yang dideritai umat Islam di dalam beberapa risalahnya. Menuju Cahaya. serta atheisme yang menghancurkan keyakinan dan memusnahkan teladan utama di dalam jiwa generasi mudanya. dengan penyebaran amalan riba di setiap kelas masyarakat serta hegemoni perusahaan-perusahaan asing atas aset dan kekayaan negerinya. “Dengan demikian. fanatisme kelompok dan kehancuran pada generasi mudanya. namun dalam pelaksanaannya dakwah memiliki beberapa fasa dan tahapan yang akan dilalui. pada aspek politik oleh penjajahan musuh-musuhnya.

serta manhaj.Dalam aspek sosial kemasyarakatan.” 102 103 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami).tiangnya sebagaimana tertera dalam Al Quran. kebakhilan dan egoisme yang menghalangi diri dari kerja keras. tiang. langkah dan strategi kami adalah panduan yang kami dapatkan dari Rasulullah Saw. baik sebagai dasar pegangan. yang akhirnya mengalir dalam dirinya seperti aliran racun ular berbisa yang meracuni darah dan mengotori kesucian jiwa dengan hukum-hukum konvensional buatan Barat yang tidak akan mencegah para pelaku kejahatan. Begitupula kehampaan dalam pendidikan dan tarbiyah masyarakat yang kemudian menghalangi pengarahan yang benar terhadap pertumbuhan dan masa depan generasi mudanya serta para pembawa amanah kebangkitan umat. dengan melenyapkan akhlak dan budi pekerti serta sifat-sifat luhur kemanusiaan yang diwarisi dari orangorang soleh terdahulu dengan mengikuti budaya Barat. 90 80 . iaitu dengan keputusasaan yang sangat membimbangkan. hal. beliau berkata. kemalasan yang sangat kritikal. 82 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? Hal. yang akhirnya mengeluarkan umat ini dari barisan para pejuang ke barisan orang-orang lalai dan para kecundang.”102 Imam Syahid telah menentukan pegangan dan tujuan dakwahnya iaitu Islam. “Manhaj kami adalah Islam. visi dan tujuan. serta sifat pengecut yang memalukan. Dalam aspek kejiwaan. kehinaan. tidak akan mampu membetulkan orang-orang yang melampaui batas serta tidak akan mampu menolak kezaliman.”103 “Kami meyakini bahwa di dalam manhaj Islam terkandung seluruh konsep yang diperlukan umat dan kebangkitannya. dan menjadi dinding dari pengorbanan.

dan demi meninggikan kalimatnya fikrah itu berbuat dan beramal. fikarh kami adalah Islam semata.       104 105 106 107 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). Kita tidak mungkin mengganti Islam dengan sistem yang lain. sungguh ketika kami menyeru kalian.”106 Sumber yang menentukan tujuan-tujuan ini adalah Islam.”107 “Oleh sebab itu. ada Al Quran di tangan kanan kami dan sunah di tangan kiri kami. kepada Islam fikrah itu bersandar. Kami menyeru kalian kepada Islam.”104 Kami juga meyakini bahwa semua bentuk kebangkitan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam dan berlanggaran dengan hukumhukum Al Quran adalah sebuah usaha yang rosak dan akan menemui kegagalan. kepada hukumhukum dan kepada petunjuknya. hal. di atas Islam fikrah itu tegak.47 Ibid Ibid Ibid 81 . kami harus membangunkan kebangkitan dunia Timur sesuai dengan tonggak dan prinsip-prinsip dasar Islam dalam setiap aspek kehidupan. demi Islam fikrah itu berjihad.“Oleh sebab itu.”105 Wahai kaum kami. dan tidak akan taat kepada yang lain sebagai landasan hukum. serta jejak kaum salaf yang soleh dari putera-puteri terbaik umat ini adalah teladan kami. kepada ajaran-ajarannya. dan ia sebagaimana tertuang jelas di dalam Al Quran dan sunah Rasulullah Saw. tidak rela menjadikan yang selain Islam sebagai imam.

beliau berkata. Lalu hijrah menuju hati-hati yang subur dan jiwa-jiwa yang sedia menerima hidayah. 108 109 Risalah. Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya. selesai sudah langkah pertama dalam manhaj dakwah. iaitu: 1. Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). hal. Kemudian melakukan perjuangan dan berpaling dari kebatilan menuju kebenaran.S Ali Imran: 85)108 “Seungguhnya tujuan Ikhwan terletak pada pembinaan generasi baru dari kaum muslimin dengan ajaran-ajaran Islam yang benar. Dakwah secara sembunyi-sembunyi 2. 99 Risalah. “Langkah-langkah tersebut sangat jelas dalam langkah perjuangan yang ditempuh dakwah Islam generasi pertama. dan Allah telah meletakkan sebuah manhaj tertentu yang mesti dilalui generasi pertama kaum muslimin –semoga keredaan Allah tercurah kepada mereka semua-. baik syariat maupun penerapannya. Kemudian dakwah secara terbuka serta upaya memperjuangkannya tanpa rasa bosan. kemudian mempersaudarakan antara jiwa-jiwa tersebut dan menempatkan singgahsana keimanan di hati-hati mereka.” (Q. 3. yang merupakan gambaran yang diberikan oleh Rasulullah Saw. 88 82 .”109 Imam Syahid merangkumkan garis perjuangan Rasulullah Saw. Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). hal. Dengan demikian. dalam berdakwah.. dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.    Ertinya: “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam. 4. yang bertindak untuk mencelup umat dengan celupan Islam yang sempurna dalam setiap aspek kehidupannya.

kalian menginginkan umat ini menjadi model umat muslim masa depan yang akan menjadi teladan semua negara-negara Timur.5. serta bertahun lamanya umat tenggelam dalam genangan kerosakan yang merebak ke setiap tempat. Adakah kalian berfikir atau manusia menyangka hal ini adalah masalah yang ringan? Bahkan tujuan kalian lebih luas dari ini. namun dalam pandangan kalian dan Islam yang telah mewajibkannya sebagai sebuah kewajipan sebagai sesuatu yang dekat ataupun jauh?        110 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. kemiskinan. 88. 89. Ini adalah tugas dan peranan kalian yang oleh manusia dilihat masih sangat jauh. Sepeninggalan Rasulullah Saw. namun ia adalah jihad yang terus menerus. buta huruf. “Sesungguhnya kalian adalah para da’i tarbiyah. Dan hal ini merupakan tujuan yang tak mungkin dicapai dalam hitungan hari dan tahun. Imam Syahid berkata. dan kalian menginginkan dari bangsabangsa ini sebuah persatuan Islam yang akan membawa misi kemanusiaan menuju ajaran Islam.110 Tentang jauhnya target perubahan yang hendak dicapai serta peranan yang ingin diwujudkan.tonggak kemenangan kalian adalah. 83 . amal yang berkesinambungan. hal. penyakit. kedengkian dan kebencian. ia akan berhadapan dengan barisan pasukan kebodohan. kecilnya cita-cita dan pemutusan silaturahim. para sahabat dan tabi’in kemudian meneruskan model dakwah ini secara lengkap di tanah Arab dan hingga tersebar ke negeri-negeri yang lain. ajaran dan nilai-nilai dasarnya. Memahamkan bangsa ini.. meyakinkan dan membangkitkan kesedarannya dari segala aspek terhadap prinsip-prinsip agama Islam. tonggak.

Yang ketiga. sabar terhadap rasa sakit ketika pengobatan berlangsung.        Ertinya: “Jika mereka berpaling. hal. Manhaj yang benar. 268 112 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). dan mereka sangat mematuhi dan taat bekerja di bawah panjinya.”113 111 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). 37 84 . Ikhwan mendapatkannya di dalam kitab Allah dan sunah Rasul-Nya Saw.” (Q. Yang pertama. Kepemimpinan yang kuat dan dipercayai. untuk itu Ikhwan membuat diri mereka melaksanakan apa yang mereka fahami dari agama Allah dalam bentuk amal dan tanpa melibatkan perasaan dan kelembutan. Para pekerja yang mukmin. mengenal tempat penyakit dan mampu menyembuhkannya. hal. dan seorang pakar yang mahir mengubatinya hingga melalui tangannya Allah memberikan kesembuhan dan kemenangan.”112 Dalam terapi pengubatan yang kami gunakan terdapat tiga perkara yang merupakan bahagian dari fikrah Ikhwan.34 113 Ibid.. Maka Katakanlah: "Aku Telah menyampaikan kepada kamu sekalian (ajaran) yang sama (antara kita) dan Aku tidak mengetahui apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh?. Ikhwan juga telah menemukainya. hal. Pengubatannya terdiri dari tiga perkara. mengetahui tempat penyakit. Yang kedua.267. “Hingga dengan rahmat Allah yang mampu menghadirkan seorang doktor yang mahir dan seorang pakar yang sangat pandai yang mengetahui tempat luka dan mampu mengidentifikasi.S Al Anbiya: 109)111 Imam Syahid menggambarkan permasalahan umat sebagaimana permasalahan individu muslim dengan mengatakan.

Ia adalah: 1. Keyakinan terhadap kemampuan manhaj pilihan tersebut. namun ia memerlukan perjuangan dan keseriusan semua lembaga-lembaga khusus dan umum yang ada. pilihan dan keimanan. Membatasinya dengan koridor dan tuntutan-tuntutan syariat yang dibawa Islam. karakteristik dan sifatsifatnya. maka pertama-tama yang harus dipenuhi adalah: a. Penyebaran nilai-nilai keIslaman dan syariat mesti menjadi hakikat yang terlihat. dan tidak terbatas pada penampilan dan simbol semata-mata.bila sahaja yang Dia kehendaki dan menampakkan kekuatan-Nya. kemudian di hati orangorang yang meyakininya. oleh sebab itu tidak semestinya dilakukan secara paksa dan kekerasan. lalu pada keperluan alam terhadap dakwah tersebut. Ia tidak hanya dianggap sebagai usaha mengganti pemerintah dengan pemerintah yang lain yang akan meninggikan syiar-syiarnya atau 114 Ibid 85 . c.”114 • Tabiat Perubahan dan Karakteristiknya: Sebelum membicarakan tentang tabiat perubahan. kemudian pertolongan dari Allah bila. 2. Untuk mengawal peranan-peranan tersebut tidak hanya dilakukan oleh beberapa individu masyarakat atau lembaga keadilan tertentu. Perubahan yang menyeluruh dan mendalam terhadap individu dan masyarakat. Kejelasan terhadap manhaj perubahan b. Perubahan ini adalah persoalan agama.Imam Syahid menjelaskan bahawa kekuatan dakwah bergantung kepada: “Kekuatan seruan-seruan dakwah itu sendiri. namun harus dilakukan dengan keinginan.

Imam Al Hudaibi berkata. masyarakat dan tidak yang kemudian dengan dilakukan ke dimulai penguasaan pemerintah untuk melakukan perubahan. namun ia bersandar kepada keyakinan dan keimanan manusia dan permintaan mereka terhadap perubahan tersebut.” (Q. “Dirikanlah Negara Islam di hati kalian. Perubahan dari bawah Hal ini menuntut sebuah perubahan dari bawah sesuai dengan manhaj perubahan yang dipilih. Sebuah perubahan mendalam dan bukan perubahan pada tingkat atas. Perubahan dari bawah berbeza halnya dengan perubahan cara dari atas.menetapkan sebuah keputusan. kerana ia bermula dari lingkup individu masyarakat dan institusi-institusinya yang kemudian bertitik.tolak dari dalam institusi-institusi tersebut dan bukan sebaliknya. kerana sejatinya pada ia dilakukan dengan melahirkan keyakinan setiap komponen masyarakat untuk berpegang teguh terhadap syariat Islam. maka ia akan tegak di bumi kalian.                               Ertinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. 3. Maka tak ada yang dapat menolaknya.S Al Ra’d: 11) 86 .” Ia adalah perubahan tingkat bawah yang memiliki pintu masuk masyarakat dan pintu institusi. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum. dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. Ia bermula dari individu-individu institusi-institusi.

“Barangsiapa yang tergesa-gesa ingin menikmati buahnya sebelum matang atau hendak memetik kembang sebelum waktunya maka sebaiknya dia keluar dari barisan dakwah ini ke dakwah yang lain.’ Maka proses perubahan ini bersandar kepada tahapan dan perpindahan dari satu fasa ke fasa berikutnya. Perubahan yang bertahap ‘Sesungguhnya orang yang bercita. maka langkahnya bukan kekuatan dan kekerasan.” Oleh sebab itu. atas asas kematangan dan kesempurnaan serta kemampuan menghadapi persoalan.cita yang ingin menguasai sesuatu akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkannya. sesungguhnya dakwah yang benar adalah yang mampu berkomunikasi dengan jiwa. dan menjadikan khayalan sepadan dengan hakikat dan kenyataan. dari satu tangga ke tangga berikutnya. atau dengan kilatan mata pedang dan tombak. sesuatu yang mustahil dapat dibuka oleh pukulan tongkat. 5.” Kerana ia adalah perubahan bertahap dan bukan perubahan radikal. mengendalikan dan mengalihkan arusnya serta menjadikannya sebagai penolong satu sama lain.” Dan kami tidak akan melanggar undang-undang alam semesta kerana hal itu adalah kekalahan. krisis dan permasalahan. namun kami akan menundukkan. kemudian ia mampu mengetuk pintu-pintu hati yang tertutup. Perubahan Universal 87 . Imam Syahid berkata. kami mengikat gelora perasaan dengan kecerdasan akal.4.

memimpin dan memberikan peranan pada kekuatan-kekuatan perubahan secara keseluruhan serta mengkoordinasikan kerjasamanya demi mewujudkan keyakinan dan penerimaannya terhadap halanganhalangan perubahan. firman Allah:              Ertinya: “Dan kami tidak mengutus kamu. untuk itu “Kami telah menggambungkan semua elemen dalam setiap ceruk negeri kami yang telah dipisahpisahkan oleh politik Barat.” (Q.carik serta mudah ditelan oleh para penceroboh. yang tidak dibatasi oleh kawasan tertentu dan tidak pula dibatasi oleh daerah tertentu. untuk itu kita wajib melakukan tarbiyah.S Saba:28) Dakwah ini adalah dakwah universal sejak ia dilahirkan. yang tidak tergugat dan tidak bersifat sementara.penceroboh itu. yang telah menjadikan dunia Islam berubah menjadi negeri-negeri kecil yang lemah dan tercarik. untuk itu kami tidak akan pernah mengakui perkongsian politik apapun dan kami tidak akan menerima kesepakatan-kesepakatan tersebut. 88 .Isyarat-isyarat ini sebagaimana telah ditetapkan sejak fajar pertama dakwah. tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui. melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Perubahan yang kami inginkan adalah perubahan yang tenang dan berkesinambungan. yang telah dimusnahkan oleh kepentingan Negara-negara Eropah.” 6.

cubaan dan rintangan untuk menyaring dan memilih.7. perubahan di tingkat bawah dan bukan di tingkat atas. namun ia merupakan proses pembentukan yang sangat cermat dan teliti serta merupakan perbaikan individu yang lengkap.”115 Sesungguhnya pelaksanaan manhaj Islam secara sempurna dan menyeluruh serta projek pembangunannya di tengah masyarakat tidak hanya terbatas pada perspektif yang benar atau pemahaman yang universal. hal. Al Ustadz Musthafa Masyhur. 115 Risalah: Wudhuh Ru'yah. dan ia memiliki kekuatan politik yang handal iaitu rakyat negara. Lalu akan datang ujian. Dan persiapan di dalam kelompok ini berdasarkan pada proses tarbiyah Islamiyah yang sempurna agar Islam dapat dikenali dari keperibadiannya. Ia adalah perubahan yang sangat dalam dan tidak dangkal. Perubahan memiliki kekuatan kawalan terdepan yang memegang kepemimpinan. yang memiliki kekuatan yang menyokongnya iaitu. pemahaman dan akhlaknya. dalam amal dan setiap gerakannya. perubahan universal dan tidak di kawasan tertentu.31 89 . namun juga memerlukan proses tarbiyah dan persiapan orang-orang yang akan memikul amanah pelaksanaannya dan memimpin setiap individu bangsa. kami akan memimpin umat ke arah ini dan tidak akan mewakilkan mereka dengan yang lain. dan institusi ini memiliki kekuatan yang mendukungnya. yang berkesinambungan dan tidak sementara. yang pada akhirnya akan memperlihatkan daya tahannya menanggung tekanan untuk tetap tegar dan tidak menyimpang. Proses tarbiyah tidak berjalan dalam waktu yang ringkas atau hanya dengan pelajaran beberapa saat.ansur dan tidak tergesa-gesa. iaitu umat Islam di dunia secara keseluruhan. yang bersifat beransur. institusi-institusi masyarakat.

sebuah bangunan yang kukuh dan kuat yang akan memikul tekanan-tekanan dan berhadapan dengan segala rintangan. Dan tujuan ini lebih besar dan lebih jauh dibanding perubahan sistem semata. Sesungguhnya Ikhwan tidak pernah bermaksud menghancurkan sistem atau merubah kebatilan semata lalu menggantikannya dengan sistem yang lain atau merubah kebatilan dengan kebatilan yang lebih kecil penyimpangannya.Hilangnya titik-titik konsentrasi ini atau kelemahannya dalam pelbagai lapangan kehidupan masayarakat akan menyebabkan melemahnya tarbiyah masyarakat dan pelaksanaan yang benar terhadap manhaj Islam. umat Islam dan dunia antarabangsa. Ia juga harus benarbenar sedar dan penuh perhitungan. Konstruksi ini mencakup bangsa dan masyarakat. dan sudah semestinya ia mendapatkan tarbiyah. akhlak. yang merupakan pendukung dan batu batanya. namun ia adalah bangunan yang disediakan mampu memikul tanggungjawab bangsa Arab. untuk kemudian diwarnai dengan Islam. nilai dan adat istiadat. budi pekerti. Sesungguhnya kita berniat untuk mendirikan dan menghidupkan umat Islam serta pembinaan negaranya secara universal. Ia juga harus mengetahui hakhaknya dan bagaimana menjaga hak-hak tersebut serta bagaimana berkorban untuk memeliharanya. baik pemahaman. Bangunan yang kukuh ini dengan tapak dan bebannya tidak hanya berada di tempat terbatas dan kawasan tertentu saja. persiapan dan kesedaran. serta tidak tertipu dengan 90 . Ia justeru bermaksud untuk menyusun dan merancang bangunan Islam yang sempurna dan integral di tengah masyarakat dan umat dengan segenap asasnya secara keseluruhan.

”116 Sesungguhnya bangunan (masyarakat) yang dicita-citakan oleh Ikhwan bukan bangunan masyarakat biasa sebagaimana Negaranegara di dunia. Imam Syahid Sayyid Quthb berkata. serta tarbiyah terhadap orang-orang yang menerima dakwah dan pemahaman ini dengan tarbiyah Islam yang benar. Mengapa mereka mengeksekusiku? Komentar ini beliau tulis sebelum proses eksekusi pada pagi Senin. kerana pada fasa tersebut ia dituntut untuk mampu menghadapi halangan dan tentangan serta tekanan-tekanan baik internal mahupun eksternal. 91 . iaitu pendirian sebuah Negara Islam. “Maka sudah semestinya sebuah gerakan Islam dimulakan dari tapak dasarnya. Bahkan dengan keadaan tersebut komponen masyarakatnya tidak akan bersedia menerima beban fasa tersebut. Tanpa persiapan dan tarbiyah terhadap suatu bangsa maka bangunan masyarakatnya akan rapuh dan lemah serta terjadinya perlanggaran antara satu sama lain di dalam satu komuniti masyarakat. perkataan yang disampaikan Imam Syahid Sayyid Quthb. yang akar dan pembinaannya bersumber dari manhaj Allah dan 116 Lihat Koran Al Muslimun. semakin setia dan komited terhadap jama’ah. semenjak hari pertama pembangunannya. sebab masyarakat tersebutlah yang akan meminta sistem pemerintahan Islam kerana mereka mengetahui hakikatnya dan menginginkan.para penjual simbol dan syiar-syiar para penyeru perbaikan. memberikan pengorbanan. 29 Agustus 1966. namun ia merupakan bangunan akidah Islam sejak mula berdiri. iaitu membangunkan bimbingan akidah Islam di hati dan fikiran. serta dengan tidak memaksa sebuah sistem Islam dengan cara menguasai pemerintahan sebelum kukuhnya tiang.tiang keIslaman di tengah masyarakat. memberikan toleransi terhadap manhaj dan dakwahnya atau berpaling darinya. yang dipublikasikan lewat Koran dengan tema.

masyarakat. Negara dan pemerintah. baik sosial kemasyarakatan. dan kami tidak bermaksud untuk mengumpulkan 92 . baik umat. misi dan peradabannya. Ia akan lahir di tengah badai dan gelombang. iaitu lapangan dakwah dan harakah yang merupakan kekuatan penyokong. keadaan yang menanti masyarakat. hal ini tentu memerlukan kekuatan dan kekukuhan bangunan untuk membentengi dan mewujudkan projek-projek besar Islam. Semuanya memerlukan perhitungan Sesungguhnya Negara Islam sejak awal berdiri –dengan izin Allah. akademik. peradaban dan ketenteraan.akan berhadapan dengan tentangan dalam setiap apsek. iaitu Islam secara keseluruhan. perseteruan dan langkah-langkah yang ingin menguasai kawasan Arab dan dunia Islam. Dalam proses rekonstruksi ini kami tidak terpisah dari kemampuan bersiap memanfaatkan.waktu yang memerlukan kesedaran. kewaspadaan memenangkan dihadapi. Disamping itu juga dan dan terdapat sunah untuk alam dalam proses cara akan perubahan.Sunah Rasul-Nya Saw. Di sana juga terdapat ruang universal yang merupakan aset umat. dan ia bukan deklarasi moral dan akhlak semata. Kemudian juga tersedia ruang universal dengan segenap arus. serta waktu. Namun ia justeru merupakan sebuah bangunan yang memiliki pelan konstruksi yang jelas dan tiang. atau hanya seruan-seruan reformasi yang diserukan banyak pihak. walaupun ini merupakan komponen ringkas dari bangunan yang dimaksudkan.tiang yang sempurna.

sehingga pada akhirnya kami sampai kepada kesamaan manhaj. mengawasi dan mengubah jika terjadi penyimpangan. visi dan tujuan. Sesungguhnya tarbiyah masyarakat dan pengetahuan mereka terhadap hak-haknya serta komitmen merupakan elemen dasar dan pengawasan yang sangat efektif pada setiap sistem yang akan memimpinnya. sementara hal ini merupakan hal yang mendasari proses perubahan dan perbaikan. profesionalisme. sehingga ia tidak akan menyimpang dan tertipu dengan slogan-slogan dan simbol-simbol yang tidak sesuai dengannya. namun ia tidak mendidik sebuah masyarakat dan tidak membangunkan sebuah tapak yang kukuh. Akan tetapi kotak-kotak suara pilihan raya hanyalah alat untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dan bungkusan bagi dakwah serta menjadi alat untuk menghubungkannya ke lembaga dan yayasan-yayasan tertentu. saling membantu dan bekerjasama dengan segenap warga masyarakat yang mencintai dan ikhlas berjuang untuk negaranya. dewan perwakilan dan yang lain merupakan sebahagian dari perjuangan konstitusi. Pilihan raya politik. Oleh sebab itu maka tarbiyah dan pembinaan masyarakat sangat penting dan mentarbiyahnya sesuai dengan manhaj Ikhwan. parlimen. namun peranan kami yang menjadi dasarnya adalah sebagai penyeru dakwah dan kesedaran umat. ia mampu meneliti.seluruh kekuatan perbaikan dan perjalanannya. Bahkan kemajuan dalam proses dan pembangunan tonggaktonggak masyarakat 93 . yang merupakan alat pembantu untuk mewujudkan manhaj jamaah muslim. Sebuah bangsa yang proses tarbiyahnya telah berjalan dengan sempurna dan baik adalah jaminan dan yang mengawal bangunan ini.

Iaitu dengan melakukan perubahan terhadap keadaan realiti lembaga-lembaga kemasyarakatan dan individualnya (baik lelaki mahupun wanita).117 117 Risalah: Wudhuh Ru'yah. pembinaan dan pencelupannya dengan celupan Islam adalah asas utama yang tak dapat digantikan. sempurna agar sesuai dengan perspektif pembangunan yang mampu menciptakan penyelesaian konkrit terhadap masalah. 38 94 . kemudian dilanjutkan dengan usaha. Al Islam huwa al Hall (Islam adalah penyelesaian) sesuai dengan programprogram yang terperinci yang mampu memberikan penyelesaian terhadap permasalahan dan kegundahan manusia.usaha dan kemudahan lain yang akan membantu.usaha kekuatan di tengah masyarakat yang memberikan peluang baginya untuk mewujudkan visi dan misinya.tarbiyah yang sempurna akan memberikan buah dan hasil dalam pelaksaan pilihan raya. sedangkan tarbiyah masyarakat. Sesungguhnya pembangunan tapak dasar yang kuat dan tiangtiang yang kukuh dan tersebar di semua tempat adalah yang mewujudkan akidah dan persatuan. hal. menyempurnakan dan mendukung terwujudnya target-target tersebut. kerana penyelesaian tersebut merupakan pemberian Allah. Al Ustadz Musthafa Masyhur. Juga terdapat peranan lain dalam mengupayakan kepemilikan umat terhadap usaha. zat yang menciptakan manusia dan yang Maha Mengetahui kebaikan dan manfaat untuk manusia. Setelah itu terwujud. Kita menginginkan pengubatan tersebut berlangsung dengan jelas dan meyakinkan bahawa tidak ada alternatif lain selain penyelesaian yang diberikan Islam.masalah terkini dan masa depan yang menyatu dalam satu syiar. sebuah penyelesaian yang menjadi kemestian.

menguatkan bangunan serta mewujudkan tujuantujuannya secara sempurna. dorongan dan semangat yang luar biasa secara umum berasal dari beberapa hal berikut: 95 . kuatnya perjuangan serta pengorbanan yang harus diberikan tidak akan menggoyahkan kami dari manhaj kami. kerana bangunan yang dicita-citakan sangat besar dan agung. Panjangnya perjalanan.alat kekuatan untuk kemudian mengoptimumkan usaha. larut dan kalah ketika berhadapan dengan kesulitan dan realiti di lapangan.usaha tersebut dalam sebuah payung pemerintahan Islam yang mampu menyempurnakan proses perbaikan. reaktif dan emosional kadang-kadang menjadi orang yang paling mudah tergoncang. serta dengan menguasai alat. Sebuah kerajaan muslim akan berdiri kukuh setelah terpenuhinya tonggak dasar perbaikan dan pembangunan di masyarakat serta keyakinan masyarakat yang kuat terhadap kepentingan solusi Islam dalam kehidupan dan perkembangannya. Kepemimpinan yang bijak dan mengarahkan Semangat Perubahan ini dinakhodai oleh kepemimpinan yang bijak dan tidak bertentangan dengan undang-undang semesta dalam perubahan serta tidak tertipu dengan semangat yang membara. Kejayaan yang hakiki dan kemenangan yang sebenarnya adalah ketegaran di atas manhaj ini serta dengan mewujudkan bangunan ini dengan pertolongan Allah Swt. kemudian melakukan perbaikan di semua institusi dan tahap kehidupan menuju titik berpijak yang sebenarnya. Motivasi. lalu kita meluruskan kerosakan yang terjadi dan mengubati sebab-sebab kelemahan.Had minimumnya adalah paling tidak kami memiliki perspektif yang jelas dan integral dalam permasalahan tersebut. kerana ia mengetahui bahawa orang yang sangat bersemangat.

1. Tidak mengetahui hakikat beban

2. Kadang- kala berasal dari kecilnya kemungkinan untuk
bertemu kesukaran dan kekalahan, yang kemudian mendorongnya untuk melakukan gerakan, perlawanan dan kemenangan dengan segala bentuk tanpa mengukur beban gerakan, perlawanan dan kemenangan tersebut. Sehingga ketika ia berhadapan dengan beban-beban tersebut yang ternyata lebih berat dari perhitungan mereka, serta-merta mereka menjadi orang-orang di barisan pertama yang mengalami kegoncangan dan kegentaran. Firman Allah:

              

   

   

    

  

         



        

      
Ertinya:

96

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka[317]: "Tahanlah tanganmu (dari berperang), Dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!" setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. mereka berkata: "Ya Tuhan kami, Mengapa Engkau wajibkan berperang kepada Kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajipan berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?" Katakanlah: "Kesenangan di dunia Ini Hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orangorang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.” (Q.S An Nisa:77)118 Imam Syahid berkata, “Aku berharap kalian bijak dalam mengambil langkah, dan hendaknya kalian meluruskan jalan kalian dengan akal dan perasaan secara bersamaan, jangan biarkan bara semangat memandu kalian menuju jalan yang tidak bermanfaat untuk kepentingan dakwah.”119 Dalam hal ini beliau juga mengatakan, “Mereka (Ikhwan) lebih memilih sikap perlahan-lahan namun bijak demi meraih kemenangan yang gemilang.”120 Adapun dalam menolak marabahaya atau berpegang teguh dengan dakwah, maka sesungguhnya, “sikap perlahan-lahan dan tenang akan menghentikan gerak maju dan merenggut kemenangan mereka, dan pada saat itu merekapun mengetahui bagaimana mempertahankan dakwah mereka..”121 Ringkasan Prasarana Perubahan
118 119

Ibid, hal. 33 Hasan Al Banna, momen-momen dakwah dan tarbiyah, Abbas Asisi, hal.147 120 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna), hal. 266 121 Ibid

97

Prasarana Perubahan dalam manhaj Ikhwan mempunyai titik berat pada tiga rukun:

1. 2. 3.

Komitmen terhadap Islam dengan pemahaman yang benar, baik ilmu dan pengamalan serta jihad. Kepentingan jama’ah dan kemestian adanya barisan kaum muslimin yang tersusun rapi di bawah satu kepemimpinan. Tarbiyah dan pembentukan dalam menyediakan individu muslim dan dan membangunkan generasi baru muslim, serta memberikan perhatian terhadap bangsa dan masyarakat mengoptimumkan peranan-peranannya mencelupkannya dengan celupan Islam.

Dan hal tersebut di atas diringkaskan dalam langkah-langkah berikut: 1. Pembangunan dan pembinaan generasi baru Dan ini mengalir dan menyebar di tengah masyarakat dan di tubuh umat, yang akan memberikan pengaruh dalam menyedarkan umat dan memperbaiki keadaannya. Generasi ini akan menjadi tiang dasar berdirinya sebuah pemerintah dan Negara Islam. Imam Syahid berkata, “Sesungguhnya dakwah Ikhwan secara khusus ditujukan untuk membentuk generasi baru kaum muslimin dengan nilai-nilai ajaran Islam yang benar, yang bekerja dengan celupan Islam yang sempurna dalam segala tahap kehidupan.”122 Generasi baru ini adalah tapak kukuh dan inti yang akan mendukung berdirinya kerajaan Islam dan yang akan memikul beban dan serta memimpin umat di atas manhajnya. Imam berkata, “Dan dengan urgensi kelahiran generasi baru ini, maka perbaikilah dakwah dan maksimumkan proses pembentukannya, ajarkan kepadanya kebebasan jiwa dan hati, serta kebebasan pemikiran dan akal, kebebasan jihad dan amal.
122

Risalah: P Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal. 188

98

Penuhilah jiwa yang liar dengan keagungan Islam dan keindahan Al Quran, serta latihlah ia menjadi perajurit di bawah bendera dan panji Nabi Muhammad.”123

2. Tonggak- tonggak generasi mukmin ini harus memenuhi beberapa
hal berikut:

a.

Hendaknya jumlahnya memadai dan sesuai dengan target serta beban yang akan dipikul tatkala mendirikan sebuah Negara dan menghadapi pelbagai tentangan. Hal ini tentunya adalah sesuatu yang selalu berubah sesuai dengan situasi dan kenyataan yang berlaku. Pada tahun 1935 M, saat penduduk Mesir masih berjumlah 16 juta, Imam Syahid berkata, “Dan di saat jumlah kalian -wahai Ihkwanul Muslimin- telah mencapai 300 katibah (yaitu 12 ribu), dan setiap katibah telah mempersiapkan dirinya secara spiritual dengan iman dan akidah, secara intelektual dengan ilmu dan tsaqafah, dan secara fizikal dengan aneka latihan dan rekreasi, maka pada saat itu ajaklah aku mengharungi kedalaman samudera, menembus ketinggian langit dan berperang bersama kalian melawan tirani dan penguasa zalim, maka
124

aku

benar-benar

akan

melakukannya insya Allah.”

b.

Dan hendaknya tonggak- tonggak ini tersebar di seluruh kawasan, daerah, perkampungan, yayasan, dan lembagalembaga sosial dengan jumlah yang memungkinnya memberikan pengaruh dan warna serta mengarahkan komunititersebut kepada syariat Allah. Tempat yang tidak ditempati oleh tonggaktonggak

mukmin ini, atau hanya ditempati oleh komuniti mukmin
123

Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran), hal. 197 124 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal. 181

99

yang lemah, maka ia akan menjadi kawasan lemah yang memberikan implikasi buruk terhadap kekuasaan dan ikatan kepemimpinan umat Islam serta model penerapan syariat Islam dan tarbiyah masyarakat. Sesungguhnya semangat, sambutan baik dan penerimaan ketika kemenangan Islam tidak menjadi ukuran atau pengganti proses pembentukan yang mendalam terhadap tonggaktonggak mukmin ini.

c.

Dan hendaknya kekuatan utama ini sampai pada taraf keimanan dan tarbiyah yang sesuai dengan beban yang ada, kemudian melalui ujian dan proses penyaringan, serta menjalani cubaan, bencana yang beraneka ragam hingga terbebas dan membersihkan dirinya dari batu bata yang lembik serta menambah kekuatan dan keteguhan.

d.

Dan hendaknya kekuatan utama ini berada dalam satu saf yang kuat dan di bawah satu kepemimpinan, serta memiliki langkah kemenangan iman dan menjauhkannya dari kekalahan dan kehinaan. Asas kekuatan barisan terdapat dalam kekuatan akidah, kekuatan persatuan dan kekuatan ikatan sebelum kekuatan otot dan senjata.

e.

Perhimpunan

atau

pembentukan

kekuatan

inti

tidak

berdasarkan propaganda yang membabi buta atau hanya dengan propaganda umum, perasaan yang membara atau dengan gerakan tambahan dan penyebaran yang sangat cepat, namun ia dilakukan dengan kepiawaian menyucikan alat- alat yang baik dan sesuai (Manusia ibarat seratus unta yang tak memiliki pengembala), tarbiyahnya, pembentukan

100

dan penanaman rukun-rukun baiat, serta pembaharuan iman dengan agama dan dakwah. 3. Menyebarkan dakwah, pengenalan dan tarbiyah masyarakat: Seiring dengan penyucian dan pembentukan tonggak- tonggak utama ini, juga pada masa yang sama dilakukan usaha- usaha penyebaran dakwah, pengenalan (sosialisasi dakwah) dan tarbiyah masyarakat sesuai dengan pemahaman Islam, mencelupkannya dengan celupan Islam dan menghadapi sisi-sisi kerosakan yang ada serta mewujudkan sifat-sifat yang diinginkan seperti kepekaan, kesedaran dan pengorbanan dll. Sehingga para pendukung dan dan yang bersimpati terhadap dakwah semakin bertambah banyak, dan nilai-nilai dakwah menjadi pegangan umum di tengah masyarakat, serta didukung dan ditopang oleh tokoh-tokoh masyarakat. Imam Syahid berkata, “Sesungguhnya khutbah dan perkataan, tulisan dan pelajaran, seminar, identifikasi penyakit dan ubatnya, semuanya tidak akan memberikan manfaat apapun dan tidak akan mewujudkan tujuan apapun serta tidak akan menghubungkan da’i kepada target yang diharapkan..”125 “Tidak demikian wahai Ikhwan, bukan ini yang kita inginkan. Di antara yang kita inginkan adalah keredaan Allah, adapun tujuan Ikhwan yang paling utama, target Ikhwan yang paling tinggi, perbaikan yang diinginkan oleh Ikhwan dan yang disiapkannya adalah perbaikan yang integral dan menyeluruh yang didukung oleh kekuatan umat secara keseluruhan.126 Maka hal ini menuntut: 1. Iman Yang mendalam

2. Pembentukan yang teliti
125 126

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal.108 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.205

101

3. Amal yang berkesinambungan “Maka yakinlah terhadap fikrah kalian dan
127

berkumpullah

di

sekelilingnya, bekerjalah untuknya dan teguhlah.”

“Akan tiba masanya prinsip-prinsip Ikhwan akan menyebar dan mendominasi, mengutamakan Peribadi.”
128

dan

rakyat

akan

belajar

bagaimana

mereka

kemaslahatan

umum

berbanding

kemaslahatan

Tentang penyebaran dakwah di pelbagai tempat, kawasan dan komuniti masyarakat, Imam Syahid menegaskan tentang wujudnya tujuan ini, “Untuk itu kami berusaha agar dakwah kami sampai ke setiap rumah dan agar suara kami terdengar ke segenap penjuru.”129 Yang mana hal ini kemudian memerlukan inovasi dan langkah yang bervariasi dalam menggunakan mediummedium dakwah dan kontemporari, keterbukaan terhadap masyarakat, ramah

komunikatif, serta sosialisasi dakwah, gagasan dan sikap-sikapnya dalam setiap majlis, muktamar, peristiwa dan krisis. Jamaah juga menggunakan segala medium dakwah serta ditambah dengan pengaruh positif dari para tokoh dakwah di masyarakat. Dakwah tidak hanya dalam terbatas bentuk pada satu alat tertentu sosial, namun dikembangkan lembaga-lembaga yayasan,

asosiasi, yang merupakan sebahagian dari lembaga-lembaga dakwah dan yang mampu berinteraksi dengan masyarakat dalam setiap segmen serta bekerja untuk menyedarkan umat dan menyatukannya di bawah naungan Islam.

127 128 129

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal.108 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.137 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda), hal.177

102

4. Jamaah juga menempuh cara perjuangan konstitusi sebagai
sebahagian dari projek perbaikan dan gerakan di tengah masyarakat. Kerana jamaah kerap harus berhadapan dengan situasi yang sempit dan sukar yang menghalanginya dari mediummedium yang layak untuk dakwah, serta dari perjuangan konstitusi sebagai sebahagian dari hak asasinya, namun kemudian ia menghadapinya dengan penuh kesabaran, dan sikap positif, perhatian terhadap dakwah fardiyah dan pengaruh dalam masyarakat dengan kerja dan teladan yang baik, menggunakan medium- medium yang sesuai untuk menyampaikan dakwah dan tarbiyah individu, tidak melepaskannya dari manhaj, cara, dan prinsip-prinsip dakwah serta tidak bersandar kepada kekerasan dan tetap bertahan menghadapi tekanan tersebut walaupun ujian datang menghadang.

5. Sampainya jamaah dakwah ini ke fasa kepemimpinan masyarakat,
hingga dakwah dan jamaah itu benar-benar menjadi harapan umat dan mampu memenuhi tuntutan masyarakat, menanamkan prinsip-prinsip Islam dan tujuan-tujuannya, menyerukan Islam kepada umat dan berpegang teguh padanya, serta munculnya para aktivis dakwah sebagai tokoh-tokoh masyarakat di pelbagai bidang, dan menjadi perhatian dan ikutan umum. Kemudian terjalinnya kerjasama dengan setiap orang yang

menyerukan perbaikan serta melakukan penyatuan antara para pejuang-pejuang yang ikhlas dan para penyeru reformasi baik personal maupun kolektif dengan tetap menyampaikan dakwah kepada mereka untuk. Lalu kita tunggu bagaimana kemudian putaran waktu akan membuat mereka meyakini bahawa dakwah ini adalah dakwah yang sangat integral dan sempurna, hingga mereka mengikuti dan bernaung di bawah panjinya jika mereka menginginkan, dan akhirnya dakwah Ikhwan menjadi jantung umat, akal dan cita-citanya.

103

6. Ketika hal ini dapat diwujudkan sesuai dengan yang direncanakan,
dan bersama terwujudnya jarak internasional terhadap dakwah berupa bantuan moral dari umat Islam dan kekuatan perbaikan di dalamnya, maka pada saat itu dakwah melakukan langkah penting dan membuat pemerintah eksekutif130 condong kepadanya dalam situasi rakyat dan institusi pemerintahan yang memerlukan Islam dan yang mendukung jamaah. Kecondongan pemerintah kepada manhaj Islam dan aspirasi masyarakat yang diarahkan oleh dakwah dengan izin Allah akan terwujud, baik dengan pilihannya sendiri atau kerana kecondongan amal nyata terhadap pemerintah tanpa kekerasan. Sesungguhnya kerja politik, intelektual, sosial, pelayanan, tarbiyah dan dakwah di akan setiap komuniti masyarakat dan institusiumum institusinya membuat pandangan masyarakat

menjurus kepada jamaah dan dakwah, dan kemudian jamaah akan mendapatkan kepercayaan dan sokongan majoriti. Yang pada akhirnya secara praktikal membuat cenderung pula orang-orang di jalan, daerah, perkampungan, yayasan-yayasan, lembaga, asosiasi, lembaga profesion dan politik, dan akan membuat pemerintah setempat akan juga cenderung kepada pandangan masyarakat umum, sehingga urusannya akan diserahkan kepada jamaah yang didukung oleh masyarakat. Jamaah dakwah kemudian menjadi corong yang akan mengarahkan, berpengaruh dan menjadi pelaku, bersatu dan bekerjasama dengan seluruh kelompok dan kalangan masyarakat. Jika pemerintah maka eksekutif hal itu menolak merupakan dan menekan keinginan dan

masyarakat, lalu menyakiti dan melakukan tekanan-tekanan dan bantahan, penindasan
130

bentuk Saat

kezaliman itulah

terhadap

kehendak

rakyat.

jamaah

Untuk menambah keterangan tentang hal ini, silakan lihat: Bab IX, Pemerintahan Islam, yang merupakan bagian dari buku yang berjudul: Bagaimana keberpihakan dengan pemerintah eksekutif.

104

berkewajipan melakukan penolakan terhadap tindak kezaliman tersebut –yang bukannya tindak kezaliman pertama, namun ia akan tetap bersabar-, ia akan melakukan pembelaan masyarakat dan pilihannya terhadap manhaj Islam. Imam Syahid berkata, “AKu berkata kepada orang-orang yang bertanya, bahawa sesungguhnya Ikhwan akan menggunakan kekuatan dimana tidak ada yang lain yang bermanfaat, dimana mereka meyakini bahwa mereka telah menyempurnakan persiapan iman dan persatuan. Dan ketika mereka menggunakan kekuatan ini, maka mereka menjadi orang-orang mulia dan bebas serta akan memberi memberikan peringatan lebih dulu, lalu menunggu untuk kemudian datang dengan penuh kehormatan dan keperkasaan, dan akan memikul seluruh akibat sikap-sikap mereka dengan penuh keredaan dan kelapangan hati.”131 Beliau juga mengatakan, “Kami adalah penyeru kebenaran dan kedamaian, kami meyakini dan bangga dengannya, jika kalian menghadang dan menghalangi jalan dakwah kami, maka sesungguhnya Allah telah mengizinkan kami untuk membela diri. Sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang jahat dan zalim.”132 Imam berkata, “Kami tidak akan berputus asa, dan sesungguhnya kami memiliki cita-cita yang lebih agung di sisi Allah.”



  

 





 
Ertinya:

131 132

Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.136 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim), hal.136

105

“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. (Q.S Yusuf;21)133 • Prasarana masyarakat: pembentukan, tarbiyah untuk individu dan

1.

Proses persiapan untuk barisan ini serta tonggak- tonggak yang disebut di atas tidak mungkin dapat diwujudkan dalam waktu sehari semalam, namun memerlukan tarbiyah yang mendalam, dan ia wajib mendapatkan tarbiyah yang mendalam, pembentukan yang teliti agar sampai ke tahap keimanan yang berhak mendapatkan kemenangan dari Allah, dan hendaknya mampu mengembang beban berat dan tekanan-tekanan setelah kemenangan.

2.

Pembentukan ini tidak terpisah dari kenyataan dan gerakan – hingga salah seorang mengaku bahawasanya hal itu dilakukan dengan memencilkan diri-, padahal gerakan dakwah, interaksi dan sikap positif dengan realiti merupakan bahagian asasi dari dakwah. Bersama reality dan perjalanan gerakan ini maka akan menciptakan kematangan Peribadi dan kedewasaan akhlak, “Gerakan kami terikat dengan keyakinan kami, dan keyakinan kami terikat dengan gerakan kami.”134

3.

Penyucian dan pembentukan tonggak- tonggak ini adalah tugas yang berkesinambungan. Ia tidak terhenti pada fasa tertentu atau hingga berdirinya sebuah Negara –namun ia akan terus berlanjutan selama keberlanjutan jamaah demi mewujudkan tujuan yang lebih besar, hingga seluruh dunia dapat dikuasai, dan hal itu merupakan target penting yang harus dipelihara.

4.

Diperlukan interaksi dan kesinambungan antara tonggak- tonggak yang baru lahir dengan tonggak- tonggak lama demi mewujudkan kesinambungan, kesatuan dan persatuan. Dengan demikian maka

133 134

Risalah: P Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Semalam dan Hari ini), hal.110 Dari perkataan Imam Syahid Sayyid Quthb. Kami menyangkanya demikian dan kami tidak mengganggap suci seseorang di atas kewenangan Allah.

106

39 107 .kesinambungan generasi akan tetap terpelihara dan terlaksananya pewarisan dakwah secara terus menerus dan istiqamah sesuai manhaj tanpa ada penyimpangan. hingga menyatunya antara individu dan kesatuan saf. jalan-jalan dan perkampungan. Bahawa manhaj tarbiyah dan pembentukan dalam barisan dakwah tidak dapat digantikan dengan yang lain. yang Allah sedia akan menerima kemenangan. maka sebenarnya urusan tersebut belum selesai. Tanpa melakukan persiapan masyarakat dan komunitinya yang beraneka ragam serta tanpa penyebaran dakwah dan tiang. baik sebelum mahupun setelah kemenangan. Al Ustadz Musthafa Masyhur –semoga Allah merahmatinyaberkata. hingga ia sampai pada tahap keimanan yang diinginkan saat itu.tiangnya di segenap tempat. kerjasama dan produktiviti yang diberkati. namun harus pula dilakukan tarbiyah masyarakat dan mencelupnya dengan celupan Islam serta menyatukannya dengan pemikiran Islam. termasuk tonggaktonggak tersebut.tonggak ini merupakan tugas yang terus menerus dan tidak terputus. Pertumbuhan saf dan interaksi antara tonggak. kesinambungan dan pertumbuhannya. menjaga dan melindunginya. “Perjalanan waktu dan hari telah membuktikan bahawa perhatian terhadap tarbiyah akan mengekalkan keaslian gerakan Islam. 5. Al Ustadz Musthafa Masyhur. berkomunikasi dan berinteraksi dengannya.”135 6. Permasalahan tidak hanya terhenti pada pembentukan individu. yang serta akan terlaksanannya penyediaan umat menghadapi fasa ini. hal. menjadikannya sebagai medium kemenangan dakwah dan membuatnya bersedia mendirikan pemerintah Islam. Maka pada memberikan faktor-faktor memberkati dalam setiap langkahnya sehingga berdirinya Negara. 135 Risalah: Wudhuh Ru'yah. Sesungguhnya tarbiyah adalah peranan dasar yang diinginkan dari kita dan untuk kita.

hal. Fuad Al Hajarsy. 140 Ibid 108 . di hadapan kalian masih terdapat waktu yang luas. 212 139 Diantara nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan. perusahaan-perusahaan. Maka diperlukan waktu untuk penyebaran dan mendominasinya prinsip-prinsip Ikhwan. sekolah dan lain-lain.”138 “Sebarkanlah dakwah di setiap lokasi engkau berada. taman-taman.”140 kepentingan umum di atas kepentingan 7. tempat-tempat umum dan khusus. 111. kelab.warung. hal. hal. menjaga sumber-sumber kekuatan serta 136 137 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). lalu masyarakat akan belajar bagaimana ia akhirnya lebih mengutamakan Peribadi.”136 “Wahai Ikhwan. 138 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). dusundusun. janganlah kalian tergesa-gesa. Hal.”137 “Pencukupan dan penyebaran dakwah dengan menggunakan pelbagai medium hingga ia difahami oleh masyarakat umum. yang memberikan kalimat-kalimat kalian dan berbaiat dengan baiat kalian. di perkampungan. 263 138 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). masjid-masjid. Diambil dari buku Imam Syahid. lalu memenangkannya dengan keyakinan dan keimanan.”139 “Buatlah kelompok-kelompok Ikhwan di setiap jalan. ibu kota. jalan-jalan. Oleh sebab itu bangsa ini harus berusaha mewujudkan persatuan dan kesatuannya.Sesungguhnya Ikhwan bersabar dan menahan dirinya dari hanya mengambil tugas dalam pemerintahan sementara jiwa-jiwa masyarakat masih dalam keadaan demikian. dan di setiap penjuru bumi seorang Al Akh yang akan menyerukan prinsip-prinsip dakwah dan ajaran-ajaran kalian. di kedaikedai. tempat kerja. panji-panji Muhammad di bandar. rumah-rumah.kelab Al Quran di setiap pedalaman. warung. perkotaan.

Dengan demikian maka proses pembinaan terhadap tonggaktonggak ini berjalan seimbang dengan amal dan aktiviti umum. kesetiaan.petanda negatif dan kelemahan. Ketiga. Imam Syahid berkata. tarbiyah masyarakat. memperoleh pendukung dari pelbagai lapangan. serta mewarnai diri dengan akhlak-akhlak yang mulia dan sifat-sifat keberanian. Lalu fasa-fasa ini akan berjalan dengan proses pengenalan dan perkumpulan. dan mengumpulkan untuk berinteraksi dengan objek dakwah. penyampaian dakwah. berpegang teguh dan tegar di atasnya. pengorbanan yang mulia. Dan hendaknya ia disokong oleh individu-individu dan tokoh-tokoh yang memiliki rasa cinta dan kesetiaan yang tinggi. 45 109 . Kedua. “Setiap dakwah harus memiliki tiga fasa: Pertama. fasa Takwin (Pembentukan) Pada fasa ini dilakukan pemiliha terhadap aktivis yang sudah direkrut. mengkoordinasikan. kerana melihat pentingnya kesatuan dakwah dan saling keterkaitan 141 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia).membantu dakwah dengan penuh pemahaman dan keyakinan. Kadang-kadang ketiga faae ini berjalan secara bersamaan.”141 8. dengan amal dan pelaksanaan yang bersandarkan pada garis dan petunjuk yang jelas. Fasa tanfidz Merupakan tahap pelaksanan amal menuju produktiviti kerja dakwah yang optimum. Hal. pengetahuan yang benar terhadap prinsip dan meyakininya. membangunkan keinginan yang kuat. Dilakukannya pengubatan terhadap petanda. pembinaan dan persiapan. Fasa Ta’rif Yakni fasa pengenalan dan penyebaran fikrah sehingga dia mampu sampai kepada khalayak dari segala tingkat sosial.

hal. Sering kali kita menjumpai seorang da’I berdakwah. 143 dirasakan banyaknya kecuali setelah dan tersebarnya kemapanan pengenalan Takwiniyah. “Namun tidak diragukan lagi bahawa tujuan akhir atau hasil sempurna yang kita inginkan takkan terwujud kecuali setelah melakukan perkumpulan umum.” aktivis.”142 9. 263 110 . Imam Syahid berkata. namun jika mereka menyebut sebaliknya maka maafkanlah mereka. Dan hendaknya kalian tidak disibukkan oleh orang lain tentang tanggapan terhadap diri kalian. dan pada saat yang bersamaan dia melakukan amal dan tanfidz sekaligus. tunggu hingga zaman mengungkap hakikat semuanya. dan jangan membalas dosa dengan dosa yang serupa. baik pujian mahupun celaan.”144 142 143 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). banyaknya pendukung dan kukuhnya pembinaan. pada saat yang sama dia juga seorang murabbi yang menyaring para aktivis yang ada di bawahnya. tidak dapat disangkal bahawa hasil akhir yang sempurna itu tidak mungkin fikrah. Jika pembicaraan tersebut menyebut-nyebut kebaikan kalian maka bersyukur terhadap hal itu dan jangan sampai kalian terpedaya dengan hakikat kalian. serta jangan menyibukkan diri untuk memikirkan komentar-komentar tersebut sehingga memalingkan kalian dari pekerjaan yang telah menjadi tugas kalian. hal.” Namun. “Kalian akan mendengar beberapa pihak akan memperkatakan kalian. 10.antara ketiga fasa tersebut. 126 Ibid 144 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna).

Dan pengalaman telah membuktikan teori ini. benar.”146 Beliau juga berkata.benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan 145 146 147 Ibid Ibid Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). dan aku sampaikan kepada orang-orang yang duduk di antara kalian untuk bangkit dan bekerja. hal. kerana sesungguhnya jihad tidak mengenal istirahat. banyak umat dan lapangan-lapangan dakwah yang masih kosong yang sangat memerlukan jundi-jundi dakwah dan perjuangan.            Ertinya: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keredhaan) kami. Kita sangat memerlukan persiapan yang banyak dan penyatuan.“Yakinlah bahawa tak seorangpun yang dapat memalingkan kalian dan takkan mencelakai kalian.”145 Sebaik-baiknya jalan yang kita jalani adalah tidak membuat diri kita sibuk memperhatikan orang lain dan tidak memperhatikan diri kita. “Sesungguhnya jalan ini walaupun panjang namun tidak ada jalan yang lain dalam membangunkan kebangkitan dengan bangunan yang benar. “Aku sampaikan kepada orang-orang yang bersemangat di antara kalian agar bersabar menunggu putaran zaman. Sabar dan bertakwalah kerana sesungguhnya hal itu merupakan kewajipan.”147 Imam Syahid berkata. 54 111 . Kita tidak memiliki banyak waktu untuk melihat dan sibuk menguruskan orang lain.

dan kami akan tetap berjalan di atas jalan kami dan kalian akan menunggu hingga Allah membukakan kebenaran di antara kita dan sesungguhnya Allah adalah Sebaik-baiknya pembuka. semangat. Namun jika kalian mengabaikannya. dan demi Allah kalian akan dipertanggungjawabkan semuanya di hadapan Allah. hal. optimis dan keinginan yang kuat terhadap 148 149 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). berada di atas semuanya Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat. 153 Dari risalah Mursyid Am ‘Ikhwanul Muslimin. namun harus diganti dengan kesedaran. April 2005 112 . “Hendaknya kalian bersabar di atas jalan jihad dan pengorbanan. Waspadalah terhadap fitnah besar yang akan menimpa. kerana kami sangat memandang berat kemaslahatan negeri. Ya Allah. (Q. senantiasa menggunakan cara-cara hikmah dan prinsip perdamaian dalam setiap aktivitinya.S Al Ankabut: 69) Dan aku mengajak untuk selalu maju ke depan. Tidak ada lagi rasa malas. sesungguhnya kami telah menyampaikannya maka saksikanlah!”149 Beliau juga memberikan nasihat kepada Ikhwan dalam menghadapi rintangan tersebut. dakwah dan risalah. Semoga Allah memberikan hidayah-Nya kepada kami dan kepada kalian. kami menjaga ibadah kepada Allah di dalam umat dan di tengah kalian. Tidakkah kalian berhenti dan menarik tangan kalian demi keinginan rakyat dan berhenti demi keinginan mereka untuk perbaikan. memikul tanggung jawab ini di hadapan Allah dan di hadapan umat.”148 Mursyid Am Ikwanul Muslimin. lemah dan goncang. “Dengan izin Allah tak seorang pun yang mampu melumpuhkan dakwah Ikhwanul Muslimin. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. takut. Al Ustadz Mahdi Akif berkata kepada pemerintah dan organisasi-organisasi yang banyak menghambat gerakan dakwah.kami. maka sesungguhnya Allah Swt.

personality yang buruk dan para pemikul obsesi Peribadi. mendapatkan dan memeliharanya. namun pengaruh dakwahnya membentang ke seluruh lapisan masyarakat dan kelompok-kelompok 150 Ibid 113 . Mendapat sibghah Islam dalam akhlak. sehingga dia tidak terpedaya dengan slogan dan simbol-simbol palsu. DIa mampu membezakan antara tokoh dan personality.kebenaran. 4. interaktif dengan target-target jamaah dan mampu bekerjasama dalam setiap projek perbaikan di masyarakat. Selalu berada di sekeliling jamaah dan tokoh-tokohnya serta membantunya dengan sepenuh pemahaman.Bahawa Persiapan dan tarbiyah yang diinginkan harus mencakup beberapa hal berikut: 1. keyakinan dan cinta. Sesungguhnya jamaah ini tidak terbatas gerakannya pada jumlah komunitas muslim yang mayoritas. Pemikiran yang cenderung terhadap syariat Islam 5. budi pekerti dan muamalahnya. Tarbiyah dan pendidikan yang merupakan haknya. 3. serta semakin bertambah kedekatannya dengan Al Quran dan masjid.”150 Target-target Tarbiyah Masyarakat Sebagai Prasyarat Mendirikan Negara: Kami ingin menegaskan dan menyusun kembali hal ini dalam beberapa perkara: .personaliti yang ikhlas dengan personality. Ia yakin menjadi bagian dari umat Islam sehingga dia turut merasakan masalahnya dan berupaya membantunya. bagaimana dia meminta. ibadah. 7. 2. 6. Belajar berkorban dan bersabar dalam memperjuangkan prinsip yang diyakininya. pemerintah yang baik dan perbaikan yang dicitacitakan.

Mereka juga harus memiliki kewaspadaan dan pengetahuan serta semakin meningkatkan perkumpulan dengan pemerintah Islam. seperti embargo ekonomi dan politik. Ia juga merupakan jaminan untuk keteguhan pemerintah dan ketenangannya.minoritas. Seperti yang dikatakan oleh Imam Syahid. Pemerintah Islam akan berhadapan dengan tekanan luarbiasa. memberikan untuk itu mereka serta diminta ketegaran untuk bersabar dan pengorbanan dalam menghadapi pelbagai bentuk kesulitan. tegar dan loyal terhadap janjinya. karena cepat atau lambat tujuan-tujuan Islam akan berbenturan dengan ambisi dan obsesi-obsesi mereka. memberikan pengorbanan dengan sepenuh dirinya -sebagaimana seharusnya-. tokoh dan para pemimpinnya dengan penuh keyakinan dan rasa cinta serta membelanya dalam menghadapi konspirasi dalam dan luar negeri. “Terpenuhinya keinginan dan kemauan yang kuat terhadap apa yang diyakini. Hal ini tiada lain adalah demi mewujudkan perdamaian social dan persatuan nasional yang merupakan bagian dari prinsip dasar ajaran Islam. bahkan sampai pada tahap tekanan dan perang fisik yang keras. serta 114 . Dan hal ini akan memberikan implikasi kepada setiap individu masyarakat. Sesungguhnya pendirian sebuah pemerintahan Islam di tengah umat – dengan supremasi hukum yang sebenar-benarnyatidak akan mendapatkan sambutan baik dari kekuatan intelegen dan penjajah Barat di dunia internasional. Persiapan dan tarbiyah yang diinginkan untuk masyarakat inilah yang akan menjadi jaminan utama yang dapat mencegah terjadi penyimpangan penguasa atau kelompok manapun yang menguasai pemerintahan yang berupaya melakukan penipuan dengan simbolsimbol atau berusaha melenyapkan hak-hak. prinsip dan mendustai keinginan masyarakat. yang takkan pernah bertemu dengan tujuan-tujuan Islam dan kemaslahatan umat. pembunuhan karakter dan penciptaan keragu-raguan terhadap Islam.

3. serta menjaga kesatuan hati di masyarakat. yaitu mendirikan pemerintah. kesatuan kalimat dan kesatuan umat. satu tujuan. terpenuhinya ilmu.pengorbanan dan kesabaran untuk memperjuangkannya walaupun berat. Tanpa proses persiapan. Hendaknya kita berada dalam satu barisan yang saling bertaut. Imam Syahid menegaskan –di dalam beberapa tempat. Imam Syahid tidak menunggu fase pertama ini berakhir kemudian memulai fase berikutnya.tentang kekuatan dakwah yang harus dimiliki demi mewujudkan target-target dakwah di masyarakat. diantaranya: 1. tarbiyah masyarakat dan umat maka ketentraman pemerintah Islam dan jaminan ketentramannya hanya akan menjadi sesuatu yang diragukan terwujudnya ketika berhadapan dengan musuh dan mendapat ancaman sejak hari pertama. dalam satu kesatuan. khilafah dan penguasaan dunia. mengikhlaskan diri hanya kepada Allah dan melepaskan diri dari segala bentuk kesombongan dan keangkuhan. maka ia takkan terpedaya dan dipengaruhi oleh mobilisasi yang memiliki kepentingan tertentu. ia telah 115 . kesadaran dan pengetahuan terhadap prinsip dan jalan yang akan dilalui. Takaran keimanan terhadap dakwah dan target-targetnya 2. 4. beliau telah berupaya memuluskan terwujudnya tujuan-tujuan dakwah yang tinggi. Beramal untuk menyebarkan dakwah dan menjelaskannya dengan menggunakan pelbagai sarana serta prasarana untuk menyampaikannya ke seluruh tempat dan pelosok. serta interaksi yang baik terhadapnya. menerima tawaran atau menyimpang dari prinsip dan keyakinannya. 5. namun sejak awal mula ketika melakukan pembinaan individu dan masyarakat muslim. Berkorban dan bersabar terhadap kendala dan rintangan yang dihadapi serta meniatkannya sebagai perjuangan di jalan Allah. serta berpegang teguh kepada kitab Allah dan berusaha mengamalkannya. satu hati. Hendaknya kita menjadi model dan teladan yang baik terhadap nilai-nilai yang kita serukan kepada manusia.

rasa cinta dan ukhuwah (persaudaraan). Maka ketika tiba waktu untuk mewujudkannya. menyingkirkan kendala-kendala dan memperbaiki apa yang telah berlalu. toleransi. dan yang tak gentar menghadapi rintangan dan kesalahan. dengan mempertimbangkan kondisi dan perkembangan yang berlaku. niat yang benar. Urgensi Strategi dan Evaluasi: Imam Syahid menjelaskan tentang urgensi melakukan perhitungan diri. Dan hendaknya seorang Al Akh tetap berpegang teguh kepada Allah –azza wajalla-. Termasuk urgensi persiapan diri dan mental di dalam melakukan evaluasi atau perhituangan terhadap strategi. mengambil langkahlangkah praktis untuk menyelesaikan beberapa kekeliruan. pada saat itu ia telah mendirikan pilar-pilar dan pondasi dasar dalam setiap individu dan masyarakat. menyandarkan diri hanya kepada-Nya dan meminta pertongan kepada-Nya. mengevaluasi diri dan gerakan. Imam Syahid juga menegaskan tentang urgensi miliu dalam menyempurnakan amal-amal dakwah yakni. 116 . segera melakukan amal dan penyusunan strategi. terhadap manhaj dan tujuan. keinginan yang kuat yang tak lemah di hadapan rintangan. baik secara personal maupun kolektif. yang tak goyah menghadapi tekanan. miliu saling menasehati dan saling memaafkan. ruh keyakinan dan cita-cita terhadap bantuan dan kemenangan dari Allah.menanamkan benih-benih dan pilar-pilar dasar untuk tujuan-tujuan tersebut sebagai prasarana dalam mewujudkan individu dan masyarakat muslim. ruh kepercayaan terhadap pemimpin. baik berupa kejernihan hati. dan secara bertahap ia telah melakukan proses pembangunan dengan langkahlangkah yang berkesinambungan dan dengan sarana-sarana yang gradual. serta menyusun strategi yang baik untuk masa depan. hingga akar-akarnya menyebar dan tumbuh bersama dengan gerakan dakwah.

berkata. dan tidak terjadi secara kebetulan atau secara reaksioner. sesungguhnya ia benar-benar akan datang. Terhadap masa lalu: maka hendaknya kita menyesali kesalahan diri. dan dibuatnya langkah-langkah strategis pada setiap target pencapaian dengan sarana-sarana yang dibutuhkan kemudian langkah-langkah untuk merealisasikannya. sebelum datang masa perhitungan.selalu berada dalam dua rasa takut. Hati yang jernih. antara sesuatu yang akan terjadi dan masih tersisa. sementara ia tidak mengetahui apa yang ditakdirkan Allah untuknya. Terhadap masa depan: Maka kita harus mempersiapkan bekal berupa. sementara ia tidak mengetahui apa yang dilakukan Allah untuknya. “Hendaknya kita senantiasa mengevaluasi diri kita terhadap masa lalu dan yang akan datang. niat yang tulus. dan keinginan yang kuat untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan. amal shalih. Masih ada peluang yang tersisa dan waktu yang lapang untuk melakukan perbaikan. antara sesuatu yang berlalu.”151 Al Ustadz Musthafa Masyhur –semoga Allah merahmatinya. menyingkirkan rintangan. Al Ustdaz Ahmad Rasyid 117 .Imam Syahid berkata. Target-target besar diurai dalam beberapa target-target secara bertahap. Sesungguhnya seorang mukmin –selamanya. 151 Dikutip dari buku Al Masar. meluruskan yang masih bengkok dan memperbaiki yang telah berlalu. “Secara alami upaya untuk mewujudkan kekuasaan agama Allah di muka bumi akan berjalan dengan pendirian khilafah Islamiyah sesuai dengan strategi yang sangat cermat. menentukan waktu yang tepat untuk melaksanakan dan melakukan spekulasi terhadap kemungkinankemungkinan yang akan terjadi dan bagaimana cara menghadapinya. Dan untuk mewujudkan hal ini dibutuhkan pencermatan terhadap kondisi dan mengenal kemungkinan dan peluang-peluag yang ada serta menentukan figur-figur yang akan melaksanakannya.

” Dan hendaknya kita memahami ketika menjalankan peran dalam merancang dan melakukan inovasi managerial di medan-medan dakwah bahwasanya kita sedang berinteraksi dengan hati dan jiwa-jiwa manusia. dan sesungguhnya urusan hati berada di tangan Allah. Terkadang Allah menjadikan kebaikan yang melimpah di tangan seseorang dan terkadang tidak bisa diwujudkan di tangan orang lain. dimanapun ia mendapatkannya maka ia adalah orang yang paling berhak mengambilnya. ‫من عمل عمل ليس عليه أمرنا فهو رد‬ Artinya: “Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak kami perintahkan. Sesungguhnya segala urusan 118 .” Selama hal itu masih berada dalam koridor ajaran Islam dan adabadabnya. ‫إن ال كتب الحسان على كل شيء‬ Artinya: “Sesungguhnya Allah mewajibkan ihsan di dalam setiap urusan. ini semua bergantung dengan taufik dan pertolongan dari Allah.‫إن ال يحب إذا عمل أحدكم عمل أن يتقنه‬ Artinya: “Sesungguhnya Allah sangat menyukai seorang yang melakukan suatu pekerjaan dan melakukannya dengan baik.” Inovasi dan pembaharuan adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan dan dianjurkan oleh Islam demi meningkatkan metode kerja dan sarana kehidupan. maka amalan tersebut ditolak.” Islam juga membuka pintu yang selebar-lebarnya untuk optimalisasi amal: ‫الحكمة ضالة المؤمن أنى وجدها فهو أحق بها‬ Artinya: “Hikmah adalah barang yang hilang seorang mukmin. Sekali waktu kita mendapatkan hati-hati yang mudah terbuka dan dan sebagiannya sulit.

Mereka menolak manhaj keputusasaan dan kegagalan yang diangkat oleh sejumlah orang dengan alasan bahwa tidak terwujudnya keberhasilan dan bertambahnya fenomena kebatilan.”152 Ikhwan dan Manhaj-manhaj yang lain: Dengan manhaj yang paripurna Ikhwan menolak dan bangkit dari indikasi-indikasi kerusakan yang terdapat di beberapa individu dan gagasan sejumlah tokoh dalam kebangkitan Islam: a. Dr.41 119 .” Obsesi terbesar mereka adalah mencari-cari kesalahan dan kealpaan para aktivis dakwah serta mengumpulkannya dari pelbagai arah. dan kita melakukannya dengan bertawakkal kepada Allah. memiliki semangat tinggi untuk menghancurkan namun tak memiliki kemampuan membangun. Maka janganlah seseorang mengira bahwa rancangan dan strategi kerja bertentangan dengan keyakinan bahwa segala urusan berada di tangan Allah. b. Karena sesungguhnya Allah memerintahkan kita untuk bekerja dan menggunakan segenap sebab-sebab. hal. sehingga sebiji benih tampak seperti kubah dan semut tampak seperti gajah. kecerdasan dalam mengkritik namun gagal dalam bekerja. Musthafa Masyhur. Dan tawakkal adalah kita menggunakan segenap usaha dan tidak menggantungkan diri pada upaya semata dan menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah. 152 Risalah.berada di tangan Allah. “Semua yang mereka miliki adalah lisan yang panjang sementara lengan mereka pendek. adapun hasilnya diserahkan sepenuhnya kepada Allah. kemudian melakukan sorotan dengan menggunakan kaca pembesar.40. Strategi dan perencanaan adalah upaya menggunakan sebab-sebab. mereka ingin memulai pekerjaan dengan sempurna (perfect). Wudhuh Ru'yah. Yusuf Al Qaradlawy menggambarkan tipikal kelompok dengan mengatakan. Atau manhaj para pemimpin yang bodoh dan idealis dalam bekerja dan berdakwah.

Maka menjadi kewajiban bagi kita memahami bahwa bekerja untuk dunia dengan menggunakan segala upaya dan kekuatan untuk 153 Makalah Tentang Kebangkitan Islam. hal itu karena mereka tidak melakukan apa-apa.Kelompok dengan tipikal seperti ini tidak memberikan sedikitpun kata maaf untuk para aktivis dan mereka biasanya tidak memiliki prasangka baik dan tidak memaklumi kondisi-kondisi tertentu yang dihadapi para aktivis. Mereka adalah saudara-saudara kita yang baik yang terpedaya. Kalian mendapatkan mereka seolah-olah tidak pernah melakukan kesalahan. Vol. Majalah Al Risalah. karena kesalahan sebenarnya adalah hasil dari sebuah ijtihad. Mereka terpedaya oleh angan-angan dan berharap kepada Allah dengan angan-angan. Yusuf Al Qaradlawy. Diantara bentuk ihsan dalam amal adalah mendahulukan suatu pekerjaan yang harus didahulukan dan menunda pekerjaan yang harus ditunda. Ramadan 1422 H/Desember 2001. mereka tidak pernah menganggap bahwa dalam kondisi darurat tertentu terdapat beberapa pengecualian hukum. Dr. Karena hal itu bertentang dengan manhaj tarbiyah dan pembinaan. Ikhwan juga menolak manhaj Al Isti’jal (terburu-buru).”153 c. Adapun diantara bentuk ihsan dalam amal adalah kita melakukan sesuatu dengan ilmu dan sesuai dengan tempatnya. Bagi kelompok ini yang terpenting adalah bekerja dan berjihad dengan segala bentuk pekerjaan dan jihad tanpa ada koridor dan persiapan. serta menempatkan setiap pekerjaan sesuai dengan kedudukan yang telah ditetapkan oleh syariat Islam. yang paling utama adalah bagaimana kita bekerja dengan baik dan berupaya untuk melakukan pekerjaan yang paling baik. tidak penting apakah kita harus bekerja. Kita tidak bekerja sebelum tiba waktunya dan kita tidak menunda pekerjaan dari waktu yang telah ditetapkan. “Padahal lapangan perkataan bukanlah lapangan kerja”. I 120 . Dari hal ini kita mengetahui hikmah mengapa Islam sangat memperhatikan pengaturan waktu dalam shalat dan puasa.

memiliki akhlak dan budi pekerti luhur. berakidah yang benar. e. mampu membangun dan memberi. f.mewujudkannya merupakan bagian dari pengamalan agama. seluruh tipe-tipe tersebut merupakan prasyarat untuk menyukseskan aktivitas politik. Padahal hal ini tak dapat dipisahkan dari aktivitas politik. ibadahnya sesuai tuntunan. tidak ada 121 . Sebagaimana dibutuhkannya pilar-pilar tarbiyah dan barisan yang kokoh yang akan memimpin masyarakat untuk terjun ke dalam kancah politik. serta aktivitas-aktivitas pemikiran dan sosial. bahkan merupakan prasyarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Oleh karena itu maka dibutuhkan proses pembinaan mendasar secara massif dan serius yang akan menyokong aktivitas politik Islam dan mendorong lahirnya keinginan terhadap sebuah pemerintahan sesuai dengan hukum Allah. Kelompok ini tidak melakukan apapun. Dan diantara kelompok-kelompok ini adalah mereka yang hanya melakukan aktivitas politik praktis dengan penuh ambisi dan melupakan sisi-sisi lain yang jauh lebih penting. d. Padahal ajaran Islam yang benar atau pembentukan pemerintahan Islam di tengah masyarakat takkan dapat dilakukan dengan aksi-aksi kekerasan. Adapula kelompok yang hanya melihat kekuatan-kekuatan militer sebagai obsesi yang paling besar untuk melenyapkan kebatilan. Terdapat juga kelompok al Muntadzirun al Qa’idun (Yang menunggu dan hanya duduk). yakni memulai dengan pembinaan. Jika kita kehilangan dunia. memiliki kesholehan Pribadi dan masyarakat. tarbiyah. dibutuhkan pula tarbiyah dan proses pembentukan sebuah generasi muslim yang memiliki kesadaran terhadap agama dan memahami dunianya. maka kita takkan mendapatkan agama.

dan ia berkata Hadist Hasan. Yusuf Al qaradlawy berkata tentang Imam Syahid Hasan Al Banna ketika menggambarkan dakwahnya. Tarmidzi dari Abu Umamah. Majalah Al Risalah. I 155 HR. hingga beliau menamakan shaf-shaf kader dan para pengusung dakwahnya dengan sebutan Al Ikhwan Al ‘Amilin (Aktivis Ikhwan. Beliau sering mengulang-ulang haidts Rasulullah Saw. kecuali jika mereka melakukan perdebatan. yang sebagian dilakukan oleh seorang Al Akh Muslim secara pribadi dan sebagiannya dilakukan dalam kapasitasnya sebagai anggota di jamaah. masalah-masalah furu’ (masalah-masalah cabang). Beliau memilih menggunakan kalimat Al Amal dari kalimat-kalimat yang lain. Ramadan 1422 H/Desember 2001. Hal ini bukan manhaj Ikhwan dan tidak sesuai dengan tipikal tarbiyah yang mereka lakukan 154 Makalah Tentang Kebangkitan Islam.”155 Oleh karena itu ia menjadikan al ‘Amal (bekerja) merupakan salah satu rukun baiat. agar mereka tidak digilas oleh perdebatan dalam gagasan. Vol. I 122 . dan menjadikannya terbagi dalam beberapa segmen.dakwah dan gerakan. Mereka menghentikan setiap aliran dan membekukan setiap gerakan hingga berdirinya Negara Islam.154 Dr. Yusuf Al Qaradlawy. 156 Makalah Tentang Kebangkitan Islam. Dalam pandangan mereka tak perlu ada upayaupaya perbaikan di masyarakat kecuali setelah berdirinya Negara Islam. Vol. Dr. Dr. Majalah Al Risalah. Yusuf Al Qaradlawy. “Beliau sangat memperhatikan dengan sangat serius agar kader dan para pendukung dakwahnya tidak hidup di dalam teori-teori semata. ‫ما ضل قوم بعد هدى كانوا عليه إل أوتوا الجدل‬ Artinya: “Tidaklah tersesat suatu kaum setelah mereka mendapatkan petunjuk dariku. Ramadan 1422 H/Desember 2001.”156 Ikhwan menolak manhaj kudeta dan revolusi serta model manhaj memberontak terhadap pemerintah. dan permasalahan khilaf yang tidak akan habis. atau ikhwan yang bekerja).

maka Ikhwan Muslimin tidak pernah memikirkannya. Adapun klaim yang mengatakan bahwa hal itu dapat dilakukan setelah revolusi. 157 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Imam Syahid berkata.”157 Sesungguhnya metode revolusi yang dilakukan dengan aksi penggulingan pemerintah oleh sekelompok orang. Dan pada akhirnya yang terjadi adalah pergantian pemerintah dan individu-individunya tanpa ada pembangunan yang nyata dan perbaikan yang signifikan. 123 . dekonstruksi dan kekerasan. Bahkan hal ini akan mengarah kepada kekuasan semu dan ambisi yang tinggi terhadap kursi kekuasaan. masyarakat. Dan pada gilirannya yang akan menggulingkan pemerintah dan menguasainya adalah orang-orang yang memiliki kecenderungan dan kekuatan paling besar dalam menghadapi ombak dan persaingan. tidak bersandar padanya dan tidak meyakini manfaat dan hasilnya. sebenarnya merupakan klaim yang tidak realistis. Dasar yang mana yang akan diletakkan yang akan dijadikan tempat pembinaan rakyat? Karena sesungguhnya sebagaimana keberhasilan suatu kelompok menguasai kursi pemerintahan maka suatu saat ia akan digulingkan oleh kelompok yang lain. tiada lain hanyalah usaha perbaikan parsial semata. “Adapun revolusi. Upayaupaya namun revolusi walaupun realita diperkuat dengan slogan tidak dan ada propagandanya. tersulutnya serta tidak dan meledaknya potensi permusuhan dan pemberontakan antar kelompok.terhadap umat dan masyarakat. sesungguhnya membuktikan bahwa perbedaan antara kelompok revolusi dalam menguasai rakyat dengan obsesi mereka merebut kekuasaan. hal. 136. Cara-cara dekonstruksi akan revolusi dan kekerasan titik-titik dan terhadap tekanan. semua ini hanya melumpuhkan umat masyarakat membangun apapun dan tidak menegakkan dakwah. walaupun dikuatkan dengan propaganda besar namun tak mampu melakukan pembinaan dan tarbiyah terhadap rakyat.

dan dengan Al Quran. Ikhwan juga menolak aksi-aksi kekerasan dan penumpahan darah terhadap penduduk negeri apapun alasannya. b. Demikian sebagaimana penjelasan Imam Syahid Hasan Al Banna.Sesungguhnya pengalaman masa lalu dan sekarang yang pahit telah menegaskan kebenaran perspektif dan kedalaman pandangan Ikhwan. c. Menyebarkan dakwah dengan hikmah dan dengan nasehat kebaikan. memberikan pemahaman yang mendalam terhadap Islam dan akhlak-akhlak Islami. Jika menyebutkan beberapa sarana umum yang paling mendasar. yang kemudian menjadi sarana-sarana untuk mewujudkan targettarget besar. Pemahaman Seputar Sarana-sarana Dakwah: Target-target besar terbagi dalam beberapa target-target kecil. menggerakkan hati dan mengikatnya dengan Allah –azza wajalla. Sejarah Ikhwan membuktikan hal itu. Tarbiyah yang serius terhadap individu muslim dan lingkungan yang ada di sekitar kita. Menghidupkan simpati dan perasaan. dan orang-orang yang melakukan aksi-aksi tersebut bukan bagian dari Ikhwan dan bukan termasuk kaum muslimin. hal itu adalah persoalan-persoalan individu tertentu yang dengan hal itu jamaah telah mengambil sikap yang tegas sebagai pengingkaran terhadap hal tersebut. 124 . serta mencari simpatisan dan individu-individu yang akan mendukung dakwah di setiap tempat dan organisasi. karena hal itu merupakan tindakan yang telah keluar dari khitah dan manhaj Ikhwan. Demikian hingga kami sampai pada susunan targettarget dan tujuan yang paripurna serta sarana-sarana yang saling terkait. adapun peristiwa dan krisis yang terjadi. maka yang paling penting adalah sebagai berikut: a.

serta sangat memperhatikan proses pembentukan dan tarbiyah individu kader dakwah. Tafahum (saling memahami). pembenahan dan pemilikan asset-aset kekuatan. serta spesialisasi dan tujuan-tujuan amal praktis. e. Begitupula perhatian yang mendalam terhadap keberlangsungan generasi dan penanaman nilai-nilai dakwah di dalam jiwa. Sarana-sarana umum ini kemudian ditopang dengan saranasarana lain dalam pelbagai corak serta dengan perangkat-perangkat yang beraneka ragam yang membantu mewujudkan target-target umum dan target-target tertentu.d. Yang di dalam setiap satuan-satuannya yang beraneka ragam. dalam koridor dan batasbatas yang tertentu. dan takaful (saling menanggung beban). Jika terdapat seorang Pribadi mukmin yang benar maka bersamanya terdapat sebab-sebab kesuksesan. dan untuk setiap sarana yang kita 125 . yang saling berhubungan dan terkait satu sama lain dan berada di bawah satu kepemimpinan. Kegiatan-kegiatan perbaikan terhadap lembaga-lembaga sosial. Hal ini sebagaimana yang dilakukan dengan menggunakan program dan cara-cara yang beragam dan terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan kondisi dan kebutuhan serta sesuai dengan perkembangan zaman dan kemajuan dakwah. Yang notabenenya menghimpun antara tugas personalia dakwah dengan tugas-tugas kolektif. terwujudnya sendi-sendi Ta’aruf (saling mengenal). yang berjalan dalam langkah dan strategi dari satu tubuh dan satu kerangka –walaupun ia memiliki banyak cabang dan satuan-. Sesungguhnya syariat Islam adalah pedoman. yang tidak berbeda dan tidak bertentangan. Perangkat dan sarana-sarana ini bekerja dalam satu susunan. manhaj dan rujukan dalam setiap urusan kita. Perjuangan konstitusi dan kegiatan-kegiatan di kelembagaan sosial dengan pelbagai bentuk dan segmentasi.

Iman. Mustahil dakwah ini akan eksis jika mendahulukan pukulan cemeti atau lemparan anak panah.”158 Kami juga menolak mengkafirkan manusia. sehingga mereka putus asa dan semakin terpuruk. yang dengannya sudah pasti akan tegak agama Allah dan dakwahnya menggema ke seluruh penjuru. kepada umat Islam. sebagaimana wasiat Rasulullah Saw. Namun kami berupaya 158 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Kami meyakini keharaman darah. meski ditentang oleh seluruh penduduk bumi. kehormatan dan harta. Jadilah jamaah mereka sebagai jamaah percontohan. yang terangkum dalam empat kata. dan membuka tabir-tabir penutup jiawa. sarana untuk penanaman nilai dalam setiap seruan dakwah –kiranya sudah dimaklumi dan dipahami. dan penggunaan kekuatan dan cara-cara teroris terhadap orang lain. amal. Dakwah yang benar adalah yang dilakukan dengan mengetuk jiwa terlebih dahulu. Bukankah yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. “Adapun sarana untuk mewujudkan citacita ini tidak dilakukan dengan uang. Imam Syahid berkata tentang penyebaran dakwah dan pengumpulangan dukungan. dan tidak pula menggunakan kekuatan fisik. membisikkan hati-hati manusia. 240 126 . salaf Sholeh dalam perjuangan dan gerakan dakwah. sehingga menjelmalah kekuatan akidah menjadi kekuatan wihdah. Kami menolak cara-cara kekerasan. dan kami menolak segala bentuk upaya pelecehan terhadap kehormatan tersebut dengan alasan dan hujjah apapun. dalam menanamkan nilai-nilai dakwah kepada generasi pertama dari sahabat beliau tidak lebih dari ajakan kepada keimanan dan amal? Kemudian beliau Saw. yang kita dapatkan dari sirah para nabi dan Rasulullah Saw. Sesungguhnya.miliki. hal. mahabbah dan ukhuwah. dan berlaku ekstrim terhadap mereka dengan pengingkaran dan ancaman. berupaya menghimpun hati-hati mereka dalam naungan mahabbah dan ukhuwah.

bersabar dan tegar di hadapan setiap rintangan. Sesungguhnya lembaga dan wadah-wadah yang didirikan oleh jamaah. Kami juga memanfaatkan setiap kesempatan dan peluang yang ada serta bantuan orang lain. Siapapun membantu aktivitas tersebut sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. rujukan mereka terhadap jamaah serta usaha-usaha mereka untuk mewujudkan tujuan-tujuan dakwah secara keseluruhan. yang merupakan penyempurna dari aktivitas dakwah. Lembaga-lembaga ini juga didirikan sesuai dengan undang-undang dan aturan sosial yang berlaku di masyarakat. adalah organisasi yang memiliki tatanan sarana yang tersusun rapi dan perjuangan konstitusi. bekerja yang dan tersosialisasikan. partai politik dll. karena intinya adalah kandungan program. Rujukan ini harus jelas dan terperinci 127 . Tak peduli apapun nama dan gelarnya. club-club sosial dan olah raga. seperti yayasan. maka dakwah menyambut baik tawaran tersebut. yang memiliki tujuan dan sarana-sarana yang jelas. dan melakukan perbaikan secara bertahap. dan tidak disyaratkan pencantumam nama jamaah atau kalimat-kalimat Islami di lembaga tersebut. yang bekerja untuk kemaslahatan jamaah atau merupakan bagian darinya. yang dan ingin program-program bergabung. serta elastis menggunakan sarana-sarana yang ada. kami selalu berusaha menyatukan hati dan persatuan umat. Kami tidak tergesa-gesa mengharapkan hasil usaha. berbuat baik kepada mereka. lembaga sosial kemasyarakatan (LSM). serta tidak menyulut kebencian dan permusuhan di antara mereka. bekerjasama dan melakukan koordinasi dengan mereka. yayasan ekonomi. Termasuk tidak ada pertentangan antara posisi aktivis dakwah dengan ikatan mereka terhadap jamaah. serta dengan setiap sukarelawan yang ikhlas yang berjuang untuk kemaslahatan negeri.menjadi qudwah.

maka hal itu merupakan salah satu sarana kerja-kerja sosial dakwah dalam koridor dan lingkup perjuangan konstitusi yang terbuka untuk setiap individu dan civitas di tengah masyarakat.serta tidak boleh keluar dari target dakwah atau melenceng dalam prilaku dan aktivitasnya. walaupun jumlah mereka mayoritas. Tidak menimbun (harta atau kekayaan) Jamaah justru melakukan kerjasama dan saling bantu dengan orang lain. 2. 5. Lembaga-lembaga sosial dengan skala nasional bukan barang timbunan yang dimiliki perseorangan. perbaikan dimana di diantara lini tujuan kehidupan kami adalah melakukan termasuk setiap masyarakat. Ia juga senantiasa menjungjung tinggi ketentuan finansial dan undangundang yang berlaku. Keikutsertaan dan partisifasi dakwah dalam wadah-wadah dan lembaga ini semata-mata hanya mengharap keridhaan Allah Swt. dalam dakwah dan dan kalimat kita. yaitu: 1. Prinsip partisipasi dalam sebuah lembaga adalah untuk melakukan perbaikan. Adapun lembaga-lembaga yang didirikan di masyarakat. kecuali hanya berupa nasehat kebaikan dan mempersiapkan tenaga-tenaga profesional. 4. dan jamaah ikut berperan di dalamnya baik melalui para aktivis maupun melalui proyek dan program-program yang mendukung jamaah. Terbuka dengan keberadaan dan gerakan kita. 128 . Diantara prinsip jamaah adalah saling membantu dan bekerjasama dengan orang lain dalam setiap sesuatu yang baik dan bermanfaat.. atau terdapat pelanggaran undang-undang di dalamnya. dan tidak bermaksud mengambil keuntungan materi. Menghormati aturan dan undang-undang kerja yang berlaku di setiap lembaga-lembaga tersebut serta tidak ikut campur dalam urusan-urusan privasi lembaga –atau dalam satuan-satuan jamaah yang lain-. Jamaah memiliki metode tersendiri dalam memainkan peran ini. 3.

6. qudwah dan pelaksanaan program-program Islami. keterikatan dan kesatuan. Dalam beberapa waktu. Kami juga menghormati pandangan mereka dan mengalah untuk beberapa keinginan mereka. Sebagian mereka mungkin mengira bahwa hal itu akan melemahkan jamaah sebagai tersebut akibat dengan ruh dari embargo terhadap yang jihad. mengakui kesalahan dan melakukan evaluasi. namun dakwah tetap berkembang pada masa-masa perkembangan dan semangat menguatkan pengorbanan. menguasai dan membekukannya. 129 . Sesungguhnya kewajiban dakwah dalam fase ini adalah ketegaran dan keteguhan. sehingga masyarakat memberikan kepercayaannya kepada para da’I dan penyeru perbaikan. Hingga mereka mengenal dan mengetahui bahwa manhaj Islam sangat komprehensif dan mencakup segala sesuatu. begitupula dengan proyek-proyek yang dihasilkannya.menyampaikan dakwah kepada setiap kelompok masyarakat dan institusinya. namun dengan perbaikan. Kami bahkan mendapatkan bahwa pemerintah yang berwenang dan orang-orang yang memiliki jiwa-jiwa yang sakitlah yang melakukan pelanggaran terhadap undang-undang dan menghalanghalangi aktivitas lembaga-lembaga ini. dan yang kegiatansemakin kegiatannya. menghentikan. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan jamaah di beberapa lembaga dan civitas merupakan bukti nyata kemajuan dan perbaikan yang dilakukan Ikhwan. Jika suatu masa dakwah menghadapi tekanan dan embargo. embargo dan penyiksaan di balik jeruji-jeruji penjara. yang kemudian menjadi titik tolak yang kuat. serta cocok untuk setiap lini kehidupan. penghormatan mereka terhadap undang-undang dan ketentuan masyarakat. Yang tentunya tidak hanya menyampaikan teori-teori melalui perkataan semata. Menerima kritikan dan selalu intropeksi diri. dakwah terkadang harus menghadapi tekanan. aktivitas luarbiasa ketegaran. serta meminta kepada masyarakat untuk membantu dan membenahi kesalahan-kesalahan kami.

diantaranya parlemen. yang memiliki kekayaan kemampuan dan sejumlah figur yang dibutuhkan. serta mendukungnya dengan penuh keyakinan dan rasa cinta.maka pada saat itulah ia akan berkembang. Secara alami. dan condongnya opini publik terhadap. perkampungan dan perkotaan. sehingga tershibghah dengan nilai-nilai Islam dalam prilaku dan kebiasaannya sehar-hari. yang mampu memenuhi setiap lapangan dan lembaga. hal itu justru semata hanya 130 . setiap tempat dan kawasan. jamaah akan menjadi kekuatan mayoritas dan diperhitungkan di setiap lembaga pemilihan. kekuatan mayoritas di parlemen adalah merupakan salah satu langkah-langkah penyempurna dan peran untuk mendapatkan kecenderungan dan perlindungan pemerintah terhadap masyarakat. di setiap perkampungan. sehingga lembaga dan institusi-institusi masyarakat akan condong kepada jamaah. dan berkumpul di sekitar jamaah dan figur-figurnya. 2. namun bukan merupakan langkah satu-satunya atau yang paling utama dalam melakukan proses perubahan di masyarakat dan pemerintah Islam. Hal ini merupakan konsekueksi logis dari kekuatan dakwah dan penyebarannya di setiap lini kehidupan. 3. Pembangunan pilar dasar yang beriman dan memiliki kekokohan dan kekuatan akidah. yang setiap komponennya saling bertautan satu sama lain dengan jumlah dan kualitas yang sama. kawasan dan jalan-jalan. tumbuh dan menyebar ke pelbagai penjuru. maka tidak akan mengarah kepada berdirinya pemerintahan Islam sebagaimana yang diinginkan Ikhwan. Namun jika semata-mata hanya mewujudkan suara mayoritas di parlemen tanpa memenuhi sisi-sisi penting yang disebut di atas. Ia juga berdiri di atas pembinaan dan tarbiyah masyarakat. Kotak Pemilu Tentang kotak pemilu. dimana pondasi dasarnya adalah: 1.

Tentang Waktu yang diperlukan: Sebuah target yang besar untuk mewujudkan kemenangan dakwah. Oleh karena itu. jangan sampai kita terpedaya dengan hasil pemilu. kemudian sekelompok orang yang bekerja dalam manhaj tersebut. Imam Syahid berkata. Sebagaimana mayoritas parlemen dapat diwujudkan dengan baiknya pengaturan strategi dalam pemilu. serta masa yang tidak sedikit. hingga terciptanya kesinambungan antar generasi dalam menempuh jalan ini untuk sampai pada tujuannya. membutuhkan kebersinambungan generasi yang terus menerus.mengantar kepada kursi kekuasaan di kementerian. Maka besarnya tantangan dan tanggungjawab yang dihadapi dakwah. atau besarnya kekuatan dukungan dan kekuatan lobi. “Harus ada manhaj tertentu yang kita inginkan. serta dengan masih lemahnya capaian-capaian yang mampu kita laksanakan dalam kurun waktu yang sangat panjang dikarenakan kekeliruan dan penyimpangan hingga penyakit tersebut semakin akut. atau membuat kita tergesa-gesa melangkah.”159 159 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? 131 . atau kita menjadikan kotak suara dalam pemilu adalah tujuan utama dalam setiap langkah dan target-target kita. Hal itu karena agungnya tujuan dan besarnya bangunan dakwah yang kita inginkan. hadir bersama keyakinan yang kuat terhadap pertolongan dan kemenangan dari Allah. yang hanya mewujudkan beberapa langkah-langkah perbaikan yang parsial. maka hal itupun tidak selamanya merupakan indikasi terpenuhinya pembinaan dan penahapan yang diinginkan di dalam jamaah dan masyarakat. atau melakukan lompatan-lompatan di atas fase-fase dakwah yang telah ditetapkan.

Imam Syahid pernah ditanya oleh seorang pemuda pada akhir tahun 40-an. namun tidak ada jalan alternatif lain untuk sampai ke tujuan. Muktamar Ke V. “Kemenangan itu tidak terwujud pada generasiku dan generasimu. sebarkah dakwah kalian ke medan-medan yang belum pernah 160 Risalah Pergerakan. ketabahan. Atau mungkin kalian lengah. “Dan kalian –wahai para wakil Ikhwan. bahwa ia adalah jalan yang paling aman dan selamat untuk sampai ke tujuan. hal. kesungguhan dan kontiunitas amal. “Kapankah tiba waktu kemenangan yang dicitacitakan?. “Wahai Ikhwanul Muslimin. Barangsiapa yang tergesa-gesa mendapatkan buahnya sebelum matang atau memetik kembang sebelum waktunya maka saya tidak mendukungnya sedikitpun.mungkin saja mampu mempersingkar masa itu. dengarkanlah seruan dariku yang tinggi dan menggema dari atas mimbar ini di muktamar kalian yang besar ini. terutama orang-orang yang bersemangat dan tergesa-gesa diantara kalian. jalan ini mungkin terasa panjang. bersegeralah untuk berkiprah (di lapangan). pertajam kepahaman mereka dengan materi-materi. beliau menjawab. namun akan terwujud pada generasi yang akan datang –dengan izin Allah-.”160 Beliau juga berkata. Sesungguhnya kejantanan dan keberanian akan teruji dengan dengan kesabaran. yakinlah pada diri kalian akan beratnya tugas.127 132 . ia berkata. bentuklah segera katibah dan kelompok-kelompok. bahwa sesungguhnya khitah perjalanan kalian telah tergambar langkah-langkahnya dan telah jelas batas-batasnya. jika kalian benar-benar membulatkan tekad dan mengerahkan semua potensi. Oleh karena itu. Saya tidak ingin melanggar batas-batas yang telah saya yakini dengan sepenuh keyakinan. sehingga salah dalam perhitungan dan tidak sesuai dengan hasil yang diprediksikan (diperkirakan). Ya.” Imam Syahid menolak cara-cara yang gegabah atau lompatanlompatan di atas fase-fase dakwah yang telah ditetapkan.

yang 161 162 163 164 Ibid Ibid. kesungguhan dalam beramal. “Bahwa hasil akhir yang sempurna itu tidak mungkin dirasakan kecuali setelah tersebarnya pengenalan fikrah. “Setiap langkah ditempatkan pada waktu yang tepat. dan jangan sesekali kalian sia-siakan waktu meski hanya semenit tanpa diisi dengan amal. 36 Ibid 133 . Hal.”164 Ikhwan Setelah Berdirinya Negara Sesungguhnya jamaah ini berdiri dan tetap eksis hingga tercapainya seluruh target-targetnya yang besar. dan soliditas Takwiniyah. dan pengaruh yang tergantung dengan segenap tujuan dan optimalisasi peluang. yang mereka gunakan sebagai timbangan diri dan mereka akan mengetahui dimana mereka dari timbangan tersebut. “Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin memiliki metode tertentu yang diikuti sebagai petunjuk jalan. 127 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?.”161 Maka hal ini sangat tergantung kepada. batasan-batasan. Imam Syahid berkata. terpenuhinya syarat-syarat.tersentuh oleh dakwah. maka tarbiyah Ikhwan akan semakin luas dan membentang hingga mencakup seluruh lapisan masyarakat dan umat Islam secara keseluruhan. Setelah berdirinya Negara. namun pada saat itu ia tidak hanya berupa kelompok tertentu saja. pendirian bangunan. hal. banyaknya aktivis. dengan kedalaman tarbiyah dan keluasannya. serta ikatan pertautan antar individunya.”162 Ia juga berkata. Sehingga terjadi pembaharuan dalam darahnya dan meluasnya pilar-pilar dasar serta berkesinambungannya generasi. peningkatan marhalah. dan akan terus menjaganya.”163 Imam Syahid berkata.

maka Ikhwan memilih mengalah dan berjalan beriring bersama umat dengan cara yang bijak dan nasehat kepada kebaikan. dan itu merupakan salah satu rukun pemerintahan penipuan. maka ini menguatkan bahwa Islam dan tarbiyah umat merupakan jaminan yang hakiki 134 . Mereka memiliki hak yang sama.Dakwah Ikhwan menerima keberadaan orang lain walaupun memiliki perbedaan dengannya. . yang menolak segala bentuk pelecehan terhadap keinginan mereka. selama mereka masih berada dalam norma yang diyakini masyarakat serta tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Penyimpangan yang dilakukan tidak diputuskan kecuali oleh peradilan yang adil dan independent yang tidak tunduk kepada kekuatan pemerintah yang berkuasa. . pemalsuan dan .Dakwah Ikhwan menghormati aspirasi umat dengan sebenar-benarnya. Islam. . baik muslim maupun nonmuslim tanpa ada tekanan atau permusuhan. atau mengkhususkan hal itu pada diri mereka. Dakwah Ikhwan menjunjung tinggi keinginan umat walaupun berbeda dengan pandangan Ikhwan.kemudian terwujudnya kekuatan bangunan dan kemampuan untuk mewujudkan tujuan-tujuannya yang tinggi dan memeliharanya.Dakwah Ikhwan tidak memonopoli ladang dakwah dan tarbiyah di masyarakat. dan menjaga hak-hak mereka sebagaimana yang dianugerahkan Allah berupa kebebasan yang mereka yakini. Medan dakwah terbuka luas untuk setiap kekuatan dan golongan.Pengalaman pahit yang telah dirasakan oleh negeri kami yang tercinta dikarenakan oleh segelintir orang atau kekuatan yang berupaya merusak pemerintah yang sah hingga terjadi kehancuran.

”165 Jihad adalah Jalan Dakwah Imam Syahid menjelaskan makna jihad yang merupakan salah rukun bai’at: “Yang dimaksud dengan jihad adalah sebuah kewajiban yang tetap hukumnya hingga hari kiamat. ‫وال لو رأينا فيك اعوجاجا لقومناه بسيوفنا‬ Artinya: “Demi Allah. Pemerintah Muslim. Kadar ketinggian dakwah dan keluasan bentangan ufuknya adalah penentu 165 Lihat kembali pembahasan ini dalam bab. 135 . yang akan melindungi hak-hak umat. maka kami akan meluruskanmu dengan pedang-pedang kami. Ini merupakan kandungan dari apa yang disabdakan oleh Rasulullah Saw: ‫من مات ولم يغزو ولم ينو الغزو: مات ميتة جاهلية‬ Artinya: “Barangsiapa mati. Hal ini sebagaimana yang dilakukan umat Islam dalam mengawasi pemimpin mereka Umar Bin Khattab –semoga Allah meridhainya-. pena. dan yang akan mengawasi para pemimpin negeri. sementara ia belum pernah berperang atau belum pernah berniat untuk berperang. tangan dan kata-kata yang benar di hadapan penguasa yang zhalim. kalau seandainya kami melihat engkau melaksanakan kesalahan.yang akan mencegah terjadinya kehancuran tersebut. kecuali dengan jihad. ia mati dalam keadaan jahiliyah. Sedangkan antara keduanya terdapat jihad dengan lisan. dan peringkat terakhirnya adalah pernang di jalan Allah. “Tidaklah dakwah menjadi hidup.” Peringkat pertama jihad adalah pengingkaran dengan hati.

                       166          Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). kesehatan.361 136 . hal.” (Q. Sedangkan keagungan pahalanya diberikan kepada para mujahid. harta bahkan darah. “Kami ingin mengatakan kepada kaum kami. baik waktu.bagi sejauhmana keagungan jihad di jalan-Nya dan sejauhmana pula harga yang harus ditebus untuk mendukungnya. bahwa beban dakwah ini hanya bisa dipikul oleh mereka yang telah memahami dan bersedia memberikan apa saja yang kelak dituntut olehnya.           Artinya: “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya.S Al Hajj:78)166 Jihad membutuhkan totalitas keikhlasan dan pengorbanan tanpa batas: Imam Syahid berkata.

hal. isteri-isteri. maka ia harus hidup bersama dakwah dan dakwahpun akan melebur dalam dirinya. Siapa yang bersedia untuk itu.” (Q. dan tempat tinggal yang kamu sukai.S Al Taubah: 24) “Dakwah ini tidak mengenal sikap ganda. barangsiapa yang lemah dalam memikul beban ini. Apakah Kita Para Aktivis?: “Apa yang mereka inginkan –dari diri mereka dan orang laindari jihad di jalan Allah: 167 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). harta kekayaan yang kamu usahakan.16 137 . anak-anak . saudara-saudara.”167 Imam Syahid menjelaskan tentang tingkatan jihad bahwa hendaknya seorang muslim mengambil bagian dari perjuangan suci ini. perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya. Beliau berkata dalam Risalah Pergerakan. adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya. kaum keluargamu. Ia hanya mengenal satu sikap totalitas. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.                :Artinya “Katakanlah: "Jika bapa-bapa . Sebaliknya. ia terhalang dari pahala besar mujahid dan tertinggal bersama orang-orang yang duduk-duduk. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan Keputusan NYA".

dan memutuskan siapa saja yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya. adalah anda menyisihkan dari sebagian waktu. mengikuti Rasul-Nya. Jika kejayaan dan kehormatan Islam terancam dan gema kebangkitan diserukan. serta memberikan nasehat kepada para pemimpin Islam dan masyarakatnya. Untuk-Nya jangan sisakan milik anda sedikitpun. yang mengaliri gelora cinta untuk meraih kembali kehormatan dan kejayaan Islam. jamuan makan maupun jamuan minum. - Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. adalah anda menjadi prajurit Allah. menaati Allah. Hendaknya anda tidak menjalin hubungan apapun dengan mereka. - Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. - Sabagian dari makna jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. dan engkau mengajak kepada agama Allah dengan hikmah dan nesehat kebaikan. adalah anda mengingkari siapa saja yang mengingkari agama-Nya. sebagian tuntutan pribadimu untuk kebaikan Islam dan putra-putri kaum muslimin. dalam merenung panjang dan mendalam bagaimana memilih jalan-jalan amal dan cara-cara penyelesaian. yang membisikkan gejolak rindu untuk menggapai kekuasaan dan kekuatannya. - Sebagian dari makna jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta.- Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. anda harus menjadi orang pertama kali 138 . adalah menjadikan duka cita atas kondisi yang mengitari itu sebagai pemicu dalam berpikir secara sungguh-sungguh bagaimana mendapatkan jalan keluar. sebagian harta. anda melindungi agamaNya dengan jiwa dan harta anda. - Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. tidak ada interaksi. adalah anda memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar. adalah munculnya emosi yang dinamis dan kuat. mengamalkan kitab-Nya. yang menangisi duka lara dan meratapi nasib kaum muslimin yang lemah.

83 139 . - Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. beribadah kepada tuhan. sehingga hati anda akan dikunci dan dituntut dengan sepedih-pedihnya siksa. Dengan begitu. “Wahai kaum muslimin. hal. Tapi jika kalian hanya melaksanakan sebagiannya atau bahkan melalaikan semuanya. adalah anda bekerja demi menegakkan timbangan keadilan. adalah –jika anda tidak dapat melakukan itu semuahendaklah anda memberikan cinta anda kepada para mujahid dari relung hati yang paling dalam dan memberikan masukan nasehat kepada mereka dengan buah pikiran anda yang jernih. melakukan perbaikan urusan seluruh makhluk. telah mencatat untuk anda pahala dan telah melepaskan anda dari tanggung jawab.menyambut seruan itu dan menjadi orang yang pertama yang maju ke medan jihad. niscaya adalah kalian misi akan kalian dalam kehidupan ini. Allah Swt. 168 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. - Sebagian dari jihad dalam Islam wahai saudaraku tercinta. berjihad menegakkan agama dan meninggikan-Nya baik. Jika kalian melaksanakannya dengan memperoleh kemenangan. Demikian inilah sebagian dari tingkatan-tingkatan jihad dalam Islam. maka biarkahlah ku baca ayat berikut ini. lalu dimanakah posisi Ikhwanul Muslimin di antara tingkatan-tingkatan ini?168 Imam Syahid menyimpulkan hal itu dengan mengatakan. meluruskan tindak kezaliman. dan mencegah tangan pelakunya seberapapun kekuatan dan kekuasaannya. Janganlah sekali-kali anda menjadi orang selainnya.

“layaknya rahib-rahib di malam hari. dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah. tidak ada Tuhan selain Dia.tampil dengan julukan. rumah-rumah mereka ibarat pelana-pelana kuda. –sebagai generasi pilihan Allah. bahwa Sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main (saja).                            :Artinya “Maka apakah kamu mengira. raja yang Sebenarnya. untuk itulah –setelah Rasulullah Saw.kaum muslimin segera bertebaran di segenap penjuru bumi. hal.” Imam Syahid menggambarkan jihad mereka sebagai upaya untuk menguasai dunia dan melakukan perbaikan. beliau berkata.S Al Mukminun: 115-116)169 Sebagai wujud dari kepahaman terhadap makna yang diisyaratkan oleh ayat di atas. Tuhan (yang mempunyai) 'Arsy yang mulia. 43 140 . dan penunggang kuda di siang hari. kembali ke haribaan Allah. Al Quran ada dalam dada mereka.” (Q. para sahabat Rasulullah Saw. dan pedang-pedang mereka senantiasa terhunus dalam 169 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). “Wahai kaum muslimin.

Tapi bila ia tetap enggan. Mereka keluar semata-mata untuk menunaikan satu misi suci sebagaimana telah diwasiatkan nabi mereka. Jizyah. atau perang. Siapa yang memilih Islam. Maka Sesungguhnya Allah Maha melihat apa yang mereka kerjakan.genggaman. bukan pula untuk memburu harta dan popularitas. Muhammad Saw. hal. Sebuah amanat yang mengharuskan mereka berjihad di jalan Allah Swt. Dari lisan mereka mengalir deras hujjah-hujjah yang terang. maka kaum muslimin akan memerangi mereka sampai Allah Swt. supaya jangan ada fitnah[611] dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah[612].S Al Anfal: 39)170 170 Ibid. berkenan memenangkan hamba-hamba-Nya. 44 141 . Siapa yang membayar jizyah –sementara ia tetap dalam kekafirannya-.                          Artinya: “Dan perangilah mereka. maka ia akan menjadi saudara kaum muslimin dengan menyandang hak dan kewajiban yang sama.” Jadi mereka keluar dari rumah-rumah mereka bukan karena ambisi kekuasaan. Islam. apalagi karena nafsu imperialisme. dimana kaum muslimin akan memenuhi janji dan melaksanakan semua kewajibannya. maka ia berada di bawah perlindungan dan perjanjian dengan kaum muslimin.” (Q. 43. menyeru manusia kepada salah satu dari tiga pilihan. jika mereka berhenti (dari kekafiran).

yang ada justru orang-orang yang beriman dan menerima seruan agama Allah. yang bentuk imperialisme dan penindasan?172 Imam Syahid menjawab orang-orang yang mencela kewajiban jihad. Dengan demikian cairlah sudah fikrah kesukuan dan kelompok di hadapan fikrah ukhuwah Islamiyah. Imam Syahid berkata.” 171 Diantara kalimat Imam Syahid. hal. 19 Nopember 1998 M. hal. Ia berkata. rahmat dan kelembutan. Lihat juga. 35 142 . menghapus kezhaliman. kerusakan dan fitnah di muka bumi. Al Ustad Fuad Al Hajarsy. Harian Afaq Arabiyah. agar manusia terbebas dan memilih –jika mereka menginginkannya.masuk kedalam agama Allah. Edisi 284.171 Mereka berjuang dengan dakwah mereka untuk melenyapkan seluruh bentuk penindasan. 176. hidayah. terwujud pengajaran dalam dan bimbingan kepada seluruh umat manusia. 172 Risalah Pergerakan. dikutip dari buku Al Imam Syahih Hasan Al Banna Pengusung Panji dakwah Abad 20. Kepada Apa Kita Menyeru Manusia. Sehingga pembebasan Islam berarti juga pembebasan Barat peradaban. cahaya. Samakah ini dengan dominasi sekarang. “Akan datang suatu masa dimana terdapat sekelompok manusia yang mencela Islam karena kewajiban jihad dan kewajiban berperang. Jadi sebenarnya tidak ada panglima yang menang dan musuh yang kalah. kemajuan.Sesunguhnya ekspansi Islam merupakan upaya untuk membangkitkan keimanan di dalam hati manusia dan untuk meninggikan kalimat kebenaran di muka bumi. sehingga semuanya benar-benar menjadi saudara yang Saling mencintai satu sama lain. atau hidup bernaung di bawah panjinya dengan penuh rasa aman dan terlindungi dari setiap kezhaliman dan kesewenang-wenangan. “Dengan demikian seorang pejuang muslim adalah juga seorang guru yang memiliki semua sifat yang semestinya ada pada seorang guru.

itulah keteguhan dan ketabahan sehingga hilang semua cobaan dan musibah dan Allah mengganti kesulitan dengan kemudahan. pembunuhan. agar ia tidak gentar di hadapan kesulitan. dan pembantaian. Jihad. “Kondisi meningkatnya alam hari ini –setelah seluruh kekuatan kejahatan bersatu di bawah satu kepemimpinan. tetapi sebagai perlindungan bagi dakwah dan jaminan bagi perdamaian. Ia adalah harapan kepada Allah. hal. “Allah Swt telah mewajibkan jihad kepada kaum muslimin bukan sebagai alat permusuhan atau sarana bagi kepentingan Pribadi. misi hidayah bagi manusia untuk menegakkan kebenaran dan keadilan.menegaskan kepada kita tentang urgensi untuk membangkitkan ruh jihad Islam sebagai solusi tanpa harus mematikan eksistensi umat dan peradaban Islam. mempersiapkannya agar tidak mengalami kegoncangan ketika menghadapi musibah. membangun urgensi rukun- mempersiapkannya upaya rukunnya di dalam jiwa serta patuh terhadap batasan dan hukum-hukumnya. kezhaliman. ancaman.Beliau menjelaskan dengan perkataannya. maka kita harus melakukan tarbiyah jiwa dengan tarbiyah yang mendalam.” Agar kita sampai ke tingkatan jihad dan perjuangan. selain sebagai sarana untuk menunaikan misi (risalah) agung yang dipikulkan di pundak kaum muslimin. dan semakin aksi-aksi kekerasan. penangkapan. Beliau mengatakan.173 Tentang makna jihad dan yang untuk sempurna. 424 143 . keyakinan dan menyandarkan diri kepada-Nya. Oleh karena itu maka kaum muslimin harus dipersiapkan untuk sabar dalam 173 Risalah Pergerakan. Mursyid ‘Am sebelumnya Musthafa Masyhur menegaskan tentang kebutuhan umat terhadap persiapan jihad.

“Kewajiban ini menunut adanya jiwa yang dipenuhi keimanan dan hati yang luhur. Dimana Hati Kaum Muslimin Terhadap Penumpahan Darah Umat Islam? 144 . berjuang menundukkan jiwa adalah kewajiban kita yang pertama. bersihkan diri kalian dari kemaksiatan. arahkanlah keremajaan. maka berjihadlah menundukkan jiwa-jiwa kalian dan giringlah ia menuju ajaran Islam dan hukum-hukumnya. evaluasi dirimu dengan evaluasi yang cermat. lawanlah bisikan nafsu yang menyesatkan. Bersiaplah dan singsingkanlah lengan baju kalian. “Wahai Ikhwan. Berusahalah untuk senantiasa meneguhkan komitmen kalian dan memurnikan hati kalian. kesucian dan kejernihan. jadikan hati dan perasaan kalian senantiasa berhubungan dengan Allah. lawanlah kemalasan dan kelemahan. Yang mempunyai kekuasaan di langit dan di bumi. kesabaran menghadapi tipudaya kesabaran dalam jihad dan kepungan.”174 Imam Syahid berkata. jangan sampai ada satu detik waktu yang berlalu tanpa diisi dengan amalan yang baik dan usaha yang berkah. Kewajiban ini menuntut –dan akan selalu menuntut. keyakinan dan ketenangan yang stabil. jagalah waktu dan jangan membuangnya pada sesuatu yang tidak bermanfaat. ia adalah kesabaran yang akan membuat umat Islam bangkit menjalankan kewajiban dan tanggungjawabnya dengan penuh ketabahan. Allah. 174 Dari perkataan Musthafa Masyhur. dan apa yang ada pada Allah akan kekal selamanya.kalian untuk terus berkorban dengan harta dan kesungguhan. Penuhilah kewajiban. serta janganlah meremehkan apapun bentuknya. Imam Syahid Hasan Al Banna berkata. emosi dan perasaan kalian kepada kemuliaan.kondisi berat dan sulit dan ketika menghadapi musuh-musuh cobaan. lakukanlah ketaatan dan jauhilah dosa. Sesungguhnya apa yang ada pada kalian akan pupus habis.

yang luasnya seluas langit dan bumi. hal.” (Q. dan yang bertawakkallah Maha ia kepada lagi Allah. atau demi memenangkan peperangan tanpa peduli dengan kebenaran. Maha Sesungguhnya Seorang mendengar keluar Mengetahui. demi meraup ghanimah. Allah Swt. Maka condonglah kepadanya dialah muslim. demi pangkat. hal. dibenaknya hanya ada satu pikiran.S Al Anfal:61) tatkala untuk berjihad.”175 Imam Syahid berkata tentang perdamaian. demi harta. “Sesungguhnya Islam sebagaimana ia mewajibkan perang. Risalah: Al Jihad (Risalah Jihad). demi ketenaran.”176 175 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). ia juga sangat memperhatikan masalah perdamaian. Agamanya pun melarang ia mencampuri niat yang suci ini dengan maksud-maksud lain.Sesungguhnya Allah telah membeli dari kaum muslimin jiwa dan harta benda mereka. berfirman:                  :Artinya “Dan jika mereka condong kepada perdamaian. mempersembahkan darah dan nyawanya sebagai tebusan bagi akidahnya dan demi menegakkan hidayah bagi seluruh umat manusia. Yang halal hanyalah satu urusan. Semua itu haram baginya. dengan memberikan balasan berupa surga. berjihad agar kalimat Allah menjadi yang tertinggi. 261 45 176 145 .

Firman-Nya:                                  146  . maka sarananya pun adalah sarana yang paling utama. (Q.Jika jihad dalam Islam memiliki tujuan yang sangat mulia. meskipun kepada musuh. Karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dia berfirman:                   :Artinya “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu. Allah Swt. juga memerintahkan untuk berlaku adil. mengharamkan permusuhan. (tetapi) janganlah kamu melampaui batas.S Al Baqarah: 190) Allah Swt.

tidak mencuri. dan tidak membuat derita. berlaku adillah. tidak menyiksa tubuh manusia. membimbing kaum muslimin mennuju kasih saying yang paripurna. mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. menjadi saksi dengan adil. dan di kala damai. Mereka ketika berperang tidak melampaui batas. dan bertakwalah kepada Allah. 261 147 .                             :Artinya “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orangorang yang selalu menegakkan (kebenaran) Karena Allah. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum. tidak merampok harta. tidak melukai kehormatan.177 177 Ibid. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. mereka adalah sebaik-baiknya pasukan perang. mereka adalah sebaik-baiknya pelaku perdamaian.S Al Maidah: 8) Allah Swt. hal.” (Q. Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Di kala perang. tidak bertindak aniaya.

memimpin mereka menuju satu tujuan yang dengannya mereka diciptakan. Musthafa Masyhur mengatakan.” Kalimat perdamaian dan beberapa derivasi kalimatnya disebutkan dalam Al Quran tidak kurang di 133 tempat. “Perdamaian merupakan salah satu prinsip dasar dalam Islam. dan ucapan salam yang digunakan kaum muslimin sebagai pemersatu hati dan pengikat hati individuindividu masyarakatnya satu sama lain adalah As Salam. ia juga merupakan salah satu bagian dari eksistensi kaum muslimin dan akidah mereka. Rasulullah Saw. asas dan salah satu kewajiban dalam Islam. Dan salah satu nama yang dimiliki Allah Swt. hingga mereka mendapatkan ketenangan dalam hidup dan berbahagia dengan menaati Rabbnya. Umat Islam mencintai kehidupan dan mengajak manusia kepadanya. Mursyid ‘Am sebelumnya.” Dalam hadits lain Rasulullah Saw.Jihad Islam dengan makna dan batasan-batasannya tidak terpisah dari prinsip-prinsip perdamaian dalam agama Islam. maka kalian akan masuk surga Rabb kalian dengan penuh kedamaian. mengatakan: ‫إن ال جعل السلم تحية لمنتا وأمانا لهل ذمتنا‬ Artinya: 148 . sementara kalimat perang hanya disebut dalam Al Quran di 6 ayat saja. lembutkanlah perkataan. adalah As Salam (Perdamaian). Hal ini sangat jelas dan lebih jelas dari cahaya matahari. bersabda: ‫أفشوا السلم وأطعموا الطعام وألينوا الكلم تدخلوا جنة ربكم بسلم‬ Artinya: “Sebarkanlah salam dan berikan makanan.

Thabrani 149 . tanpa kezhaliman. kelaliman dan persengketaan. ia bahkan tidak diizinkan berperang kecuali dengan tujuan yang sangat mulia dari perdamaian dan ketenangan. atau kelaliman terhadap hak dan kewajiban-kewajiban umum.. kepada dirinya dan kepada hambahamba Allah yang shalih. namun perdamaian tanpa ada penindasan di dalamnya. Seorang muslim tidak menjadikan perang sebagai obsesi yang sebenarnya. Adapun ketika terjadi kelaliman dan permusuhan terhadap sendi-sendi kemanusiaan. seperti kebebasan memeluk agama dan beribadah. Allah Swt berfirman:                           178 HR. Perdamaian adalah tujuan mulia dalam Islam.”178 Seorang muslim juga diwajibkan –sewaktu berdoa kepada Rabbnyauntuk menyampaikan salam (doa keselamatan) kepada Rasulullah Saw. maka pada saat itu Islam tidak meridai perdamaian yang berdiri di atas permusuhan.“Sesungguhnya Allah menjadikan As Salam sebagai ucapan salam untuk umat kami dan menjadi rasa aman bagi ahli dzimmah kami (nonmuslim).

                   Artinya: “(yaitu) orang-orang yang Telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar.masjid. rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid. gereja-gereja. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain. yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Justru terwujudnya kebaikan dan keadilan itulah tujuan perang yang sesungguhnya dalam Islam. Firman Allah:                      150 . bukan pula kemuliaan perang yang menjadi obsesi umat Islam. tentulah Telah dirobohkan biara-biara Nasrani.S Al Hajj: 40) Perang dalam Islam bukan hawa nafsu kaum muslimin. bukan upaya untuk mengalahkan orang lain dengan tujuan dan target tertentu. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. kecuali Karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah".” (Q.

”179 Makna Al Nashr (Kemenangan) dan Bentuknya yang Variatif Tentang makna Al Nashr (Kemenangan) dengan bentukbentuknya yang variatif. dan mengancam perlakukan buruk terhadapnya dengan siksaan dan balasan yang pedih. maka ketika itulah kita mengingat kemenangan. kesiapan berkorban dan terhadap upaya-upaya kebaikan kemanusiaan. dan sahabatnya sewaktu mereka berada di goa Tsaur. kemampuan menghadapi tantangan.” (Q. “Ketika kalimat Allah meninggi dimuka bumi dan musuh-musuh Allah gagal memalingkan kita dari tugas atau membelokkan kita dari keyakinan kita. kemenangan yang diberikan kepada Rasulullah Saw. Tipuan dan celaan terhadap Islam dan pemeluknya 151 . perhatian jaminan keadilan.Artinya: “(yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang. persamaan. dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. Inilah Islam yang menganugerahkan kepada umatnya sumber dan sebab-sebab kekuatan. ketika orang-orang bathil merasa bosan menyerukan kebatilannya. 179 Dari perkataan Al Ustadz Musthafa Masyhur. Islam telah lebih dahulu memberikan kasih terhadap hewan sejak 14 abad yang lalu. Al Ustadz Musthafa Masyhur berkata. menunaikan zakat.S Al Hajj: 41) Agama Islam adalah rahmat yang luas hingga kepada hewan. kedamaian dan untuk kebebasan. Ia menjadikan perlakukan baik terhadap hewan adalah sebagian dari sendi keimanan. menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar. kemampuan mencipta.

Allah Swt. kekuatan mereka jauh berada di atas kekuatannya. benar-benar tidak memiliki kekuatan. ia tidak apapun. kekuatan sementara materi musuh-musuhnya bersama banyak. keluar tanpa teman seorangpun selain As Shiddiq (Abu Bakar As Shiddiq).ketika beliau Saw. berfirman:                                                  Artinya: “Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) Maka Sesungguhnya Allah Telah menolongnya (yaitu) ketika orang- 152 . sahabatnya Rasulullah Saw. kendati demikian kemenangan itu akhirnya terwujud. tanpa ada bala tentara dan tanpa memiliki perbekalan.

ketika keyakinan mengalahkan kehidupan. dan kalimat Allah Itulah yang Tinggi." Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya.S Al Taubah:40) Ia adalah kemenangan yang diberikan Allah kepada seorang Ghulam Abdullah bin Tsamir ketika suatu hari ia meminta kepada penguasa zhalim untuk dipanah di hadapan manusia dengan syarat menyebut nama yang sangat dibenci oleh penguasa zhalim tersebut agar ia dapat membunuhnya.orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua. Walaupun ghulam itu mati. ketika para penguasa lalim kelelahan menghadapi jiwa-jiwa yang mereka. namun manusia yang menyaksikan pemandangan itu serta merta mengimani Tuhan yang diyakini ghulam dan mereka menyerukan bahwa kalimat Allah adalah yang tertinggi. Firman Allah:     153  . Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana[643]. dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir Itulah yang rendah. (Q. Sesungguhnya Allah beserta kita. di waktu dia Berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita. ketika api keimanan melawan fitnah. Penguasa tersebut akhirnya dapat membunuh ghulam tersebut setelah menyebut nama Tuhannya sementara ia sangat membenci nama itu. Kemudian kemenangan itu kembali terulang kepada Ashabul Ukhdud. beriman sementara mereka menguasai jasad-jasad sesungguhnya itu adalah kemenangan tanpa kekuasaan. Namun kemudian Allah memberikan kemenangan dengan kekuasaan.

                                                                   154 .

sebagaimana dia Telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka. tiada dan mempersekutukan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu.              Artinya: “Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguhsungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi.” (Q. dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk mereka. sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik. mereka tetap menyembahku-Ku sesuatu apapun dengan dengan Aku.S Al Nur: 55)                    Artinya: 155 .

Komitmen terhadap tarbiyah kolektif yang diberikan jamaah. menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar. dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.”180 Bab III Pemahaman Tarbiyah Dalam Proses Pembinaan Pemahaman Tarbiyah Dalam Proses Pembinaan Gambaran-gambaran Pembinaan Tarbawi dan Ciri-cirinya: Pembinaan tarbawi dilakukan dengan dua rukun yang mendasar. saat itu panji-panji kebenaran ditinggikan dan keadilan merata ke seluruh negeri.S Al Hajj: 41) Akan datang suatu hari di mana khilafah Islam berdiri.” Tarbiyah terhadap setiap individu. Tafahum (saling memahami). 180 Risalah: Wudhuh Ru'yah. yaitu: a. Ustadz Musthafa Masyhur. Melaksanakan pertama.” (Q. dan kedamaian tersebar di bumi. 46 156 . hal. menunaikan zakat.“(yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang. Takaful (Saling melengkapi). “Melakukan pembinaan diri adalah kewajiban kita yang b. manhaj dan dari ikatan yang menyatukannya dengan asas Ta’aruf (saling mengenal).

233 Risalah. memperhatikan beberapa sisi berikut: Urgensi membangkitkan memperbaharui kekuatan hati dan perasaan sebagai dasar untuk maju dan eksis: Beliau berkata. “Penuhilah jiwa yang liar dengan keagungan Islam dan keindahan Al Quran. diantara adalah Al Fahm (Paham atau pemahaman) sebagai salah satu rukun dasar dari rukun baiat. Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). Beliau berkata. Hal.”183 2.”182 Ia juga berkata.”181 Dalam 1. jiwa-jiwa yang optimis. keimanan. membara. “Wahai umat Islam sekarang adalah masa pembinaan. Sesungguhnya kewajiban ini membutuhkan jiwa-jiwa yang mukmin dan hati-hati yang selamat. Hal. Urgensi Pemahaman Yang Komprehensif Terhadap Dakwah: Maka Imam Syahid menetapkan 20 prinsip dasar. dan tangguh. Imam Syahid sangat jiwa. 44 182 183 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). serta latihlah ia menjadi prajurit di bawah bendera dan panji Nabi Muhammad. kuat. hal. 356:359 157 . 197 184 Lihat Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). yang penuh cita-cita dan bervitalitas tinggi. Kami menginginkan hati-hati yang segar. Al Ikhwan Al Shadiqin (Ikhwan Yang Benar).Imam Syahid menyebut orang-orang yang komitmen terhadap Kewajiban seorang Aktivis dan melaksakannya dengan sebutan.184 Dengan demikian sangat jelas bahwa Imam Syahid memberikan perhatian yang sangat besar terhadap rukun Al Fahm bagi 181 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). dan memiliki semangat yang berkobar. “Maka yang pertama yang kami inginkan adalah terbangunnya jiwa-jiwa yang hidup. proses pembinaan personal. maka binalah diri kalian dengan demikian kalian telah membina umat. hal.

186 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). “Bahwa beban dakwah ini hanya bisa dipikul oleh mereka yang telah memahami dan bersedia memberikan apa saja yang kelak dituntut olehnya. “Dakwah ini tidak menerima perserikatan.” 4. sedang sirah kaum salaf adalah contoh aplikatif dari perintah Allah dan ajaran Islam. Pahamilah apa saja yang anda ingin anda pahami dari kata itu dengan tetap berpedoman pada kitab Allah. kesehatan.185 Imam Syahid juga menjelaskan hal ini dengan mengatakan. Imam Syahid berkata. Sebenarnya ia bukan ushul dalam Islam. hal.”187 Kemudian beliau menjadikan al ‘Amal terdiri dari 7 tingkatan.”186 3. Beliau juga menjelaskan tentang batasan-batasan dan prinsip-prinsip dasar yang menjadi pijakan dalam rukun ini di dalam Al Ushul Al Isyrin yang bersumber dari dari Al Quran dan Al Sunnah. 17 187 Ibid. dan salafus soleh (jalan hidup pendahulu yang shalih) dari kaum muslimin. ia hanya merupakan pembatasan makna pemahaman yang benar bagi seorang muslim. Urgensi Loyalitas yang paripurna terhadap dakwah dan keikhlasan. yang dimulai dengan memperbaiki diri sendiri hingga kepemimpinan dunia. hal. adalah penjelas dari kitab tersebut. Dan hal ini tentunya tidak hanya sebatas perkataan dan slogan. yang merupakan bagian dari manhaj dan makna Islam itu sendiri. Sunnah Rasulullah Saw. harta bahkan darah.seorang al Akh. Kitab Allah adalah adalah sumber dasar ajaran Islam. 16 158 . Kewajiban bekerja untuk kepentingan dakwah dan berkorban di jalannya. 185 Imam Syahid mengkhususkan rukun Al Fahm sebagai salah satu dari 20 Prinsip Dasar Ikhwan. sunnah Rasulullah Saw. “Dakwah kami adalah dakwah Islamiyah dengan segala makna yang tercakup dalam kata itu. baik waktu.

lemah dan nasib tidak kebangkitan umat hanya akan seperti lilin kecil di tengah gulita Nyalanya 188 terasa bertenaga. Persatuan dan ikatan kalian adalah senjata utama. Tanpa pemusatan sahara. Ia mempersiapkan lingkungan dan iklim yang cocok untuk pembinaan ini. Urgensi Kesatuan Barisan dan Ikatan Imam Syahid berkata. 108 190 Nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan. sasaran. Hal. jangan sampai kalian terpisah dikarenakan urusan-urusan yang sepele dan oleh kebimbangan yang mematikan. dan akan menggunakan pelbagai sarana tarbawi untuk mewujudkan target-target tarbiyah. jangan kalian berselisih dengan saudara-saudara kalian dalam sebuah permasalahan. hal. Urgensi Pemusatan dan Tidak melakukan lompatan “Oleh karena itu maka perlu dilakukan pembatasan. dan hendaknya seluruh jiwa dan perasaan dikumpulkan. Fuad Al Hajarsy.5.” Proses pembinaan ini sangat memperhatian gradualitas dan prioritas dalam pembentukan. bekerjalah untuknya dan teguhlah di atas jalannya. harus ada pemusatan hingga ia benar-benar menjadi keyakinan yang kokoh yang tidak goyak oleh keraguan dan kebimbangan. ia adalah senjata yang paling ampuh yang kalian miliki.”189 “Wahai Ikhwan.”190 188 189 Risalah. 111 159 . 6. Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). serta melihat seseorang dengan pandangan yang menyeluruh. dari buku Al Imam Syahid. senantiasalah berada dalam barisan jamaah. 233 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). maka jagalah persatuan itu. perhatian akan dan pembatasan redup. hal. dan berkumpullah di sekelilingnya. “Yakinlah kepada fikrah kalian.

-maka Rasulullah Saw. baik berupa iklim cinta. Imam Syahid berkata. “Dengan berbekal tiga keyakinan. maka hal itu akan memberikan dampak langsung kepada jamaah. bangga dalam memeluknya. bahkan semua pengarahan tidak akan bermanfaat apa-apa. saling memaafkan. hal. Jika iklim ini dinodai oleh sebuah kerusakan. keyakinan penghormatan terhadap dasar tersebut yang akan menjaga dari kesalahan dan penyimpangan. hal. iklim saling percaya dengan seluruh maknanya.Termasuk urgensi kondisi yang mendukung di dalam shaf jamaah di setiap jenjangnya. yakni beriman kepada kebenaran risalah.”191 8. kelapangan hati. atau tertipu dengan yang lain. kesetiaan yang kuat yang tak dikotori oleh kepura-puraan dan pengkhianatan. telah berhasil menghidupkan –dengan izin Allahiman dalam hati dan jiwa kaum muslimin dari generasi pertama para sahabat. Semoga Allah melindungi kita dari semua itu. Urgensi Membangkitkan Ruh Optimis dan Keyakinan kepada Pertolongan dan Kemenangan dari Allah untuk dakwah. dan setiap program dan sarana yang digunakan tidak akan memberikan hasil apapun. 7. interaksi. Kepada Apa Kami Menyeru Manusia.”192 191 192 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). perseteruan dan permasalahan. keterbukaan dan keterusterangan antar individu. Teguh Di atas Jalan Dakwah Imam Syahid menegaskan. dengan dan pengetahuan terhadap perjuangan. Maka kepada tiga keyakinan ini kami mengajak manusia. dan optimis dengan akan datangnya pertolongan Allah. saling nasehat-menasehati. 235 Risalah Pergerakan. “Kemauan yang keras yang tak tersentuh oleh kelemahan. 45 160 . sehingga tumbuh di dalamnya celah-celah keretakan. kebersihan jiwa. pengorbanan besar yang tak dihalangi oleh ketamakan dasar dan kebakhilan.

Hendaknya ia seorang kader dakwah tabah menjalani ujian ini. Kita tidak akan beramal kecuali hanya ingin meraih ridha-Nya. Kita tidak menginginkan kecuali keridhaan Allah dan kemaslahatan manusia. “Ia berbuat dengan seluruh perkataan dan perbuatan hanya mengharap keridaan Allah. Kita menantikan pertolongan dan kemenangan hanya dari Allah. hendaknya ia benar-benar menjadi jundi dakwah baik akidah maupun fikrah. bertahan menghadapi proses tarbiyah dan pembinaannya dengan penuh kesabaran dan keridhaan. 9.berlepas diri dari ambisi-ambisi dan jauh dari kepentingan Pribadi. menyepuh dan mengokohkan pembinaan ini. dan gelar. cobaan dan kesabaran dalam mengarungi pahit getir jalan dakwah merupakan wadah yang akan menyaring. Barangsiapa yang dimenangkan oleh-Nya. popularitas. Menjalaninya dengan penuh keyakinan dan selalu ingat target besar yang hendak diwujudkan. sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Syahid di dalam Risalah Ta’alim. “Dan kita -al hamdulillah. tidak melihat pada ghanimah yang akan didapatkan. maka tak seorangpun yang bisa mengalahkannya. Imam Syahid juga berkata. Urgensi Ikhlas Imam Syahid berkata.Ujian.             :Artinya “Yang demikian itu Karena Sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan 161 .

serta yang akan menangkalnya dari penyimpangan. dan luka masa lalu maka keluarkanlah ia dari sisi kalian. kehilangan obsesi. 195 Ukhuwah dan Tsiqah (kepercayaan). dan aktivitas hati lebih penting daripada aktivitas fisik. hal.S Muhammad: 11)193 “Jika seandainya diantara kalian ada seseorang yang memiliki hati yang sakit. “Akidah adalah pondasi aktivitas. Tsabat (keteguhan). Fahm (pemahaman). 12. Tadhiyah (pengorbanan. Amal (aktivitas).”194 11. Ikhlas. Jihad. yaitu. Taat (kepatuhan).” integral. Ia adalah perubahan yang mendalam.” 10. Urgensi Akidah dan Aktivitas Hati Imam Syahid berkata. Tajarrud (kemurnian). kehilangan orientasi hidup. 393 Ibid 162 . namun usaha untuk menyempurnakan keduanya merupakan tuntutan syariat. atau keahlian dan semangat dalam gerak dan 193 194 195 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). Urgensi Rukun-rukun Bai’at 10 rukun baiat yang ditetapkan oleh Imam Syahid merupakan prinsip dasar dalam proses pembinaan peserta tarbiyah. meskipun dengan kadar tuntutan masing-masing berbeda. perubahan dan kelemahan. 109 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). paripurna dan Perubahan dan pembinaan individu ini tidak hanya berupa perubahan bentuk atau reaksi perasaan semata. hal.” (Q. karena ia menjadi penghalang turunnya rahmat dan menjadi hijab turunnya pertolongan Allah.Karena Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai Pelindung.

namun sesungguhnya simbiolis menjaga sunnah secara ketimbang menjaganya secara esensial. seolaholah hal itu merupakan bagian dari rukun iman atau prinsip-prinsip dasar Islam dan Ihsan. ketinggian cita rasa dalam sastra. itqan dalam bekerja. Barangsiapa yang kehilangan tauhid dan keyakinan.. berdasarkan semata-semata atau kepada perubahan Yusuf merupakan pengalaman. Dan juga tidak 163 . baik pemahaman dan keyakinan. Beliau juga berkata. prilaku dan amal.pelaksanaan. begitupula di dalam penampilan. “Kita harus mengubah perhatian kita menuju anasir inti dan ruh sebagai ganti perhatian kita terhadap sisi fisik semata. ikhlas dalam beribadah. Realitas pengalaman Bahwa dalam mewujudkan membaca. ia tidak yang Al bergantung pengetahuan. ukhuwah dalam hubungan. walaupun ia berpegang teguh dengan bentuk dan fisik. Memang baik menjaga sunnah secara simbiolis dan penampilan fisik seperti memanjangkan jenggot dan meninggikan pakaianmu di atas mata kaki dll. bersifat fisik. jujur dalam mu’amalah. maka sesungguhnya ia telah kehilangan inti ajaran Islam. namun tidak baik jika menjadikan hal ini segalanya dalam agama. qaradlway menjelaskan hal ini dengan mengatakan. adil. namun ia adalah perubahan yang mendalam dan integral terhadap diri seseorang. hanya perubahan Dr. 13. dalam dakwah dan ibadah. gerakan dan tindakan. “Kebanyakan orang merasa bangga bahwa mereka menjaga dan memperhatikan sunnah mereka Rasulullah lebih Saw. sifat kasih. namun realitas kesuksesan.

Pembagian amal dan pembinaan dalam dua tahap. iman yang lemah. Al Shahwah al Islamiyah. tahapan gerakan di masyarakat dan tahapan tarbiyah individu tiada lain merupakan pembagian secara normatif saja. sebagaimana kita 196 Tulisan Dr. atau mengikuti jalan orang-orang nonmuslim. Yusuf Al Qaradlawy. Pembinaan tarbawi tidak terbentuk jauh dari realitas kehidupan atau terkurung dalam bilik-bilik penyepian. namun ia senantiasa diwarnai dengan harakah (gerakan).baik jika anda mengklaim setiap orang yang tidak memelihara sunnah secara simbiolis dengan iman yang rapuh. demikian halnya dengan tarbiyah yang mencakup dua sisi individu dan masyarakat dalam sebuah kesatuan yang paripurna dan keseimbangan yang mendalam. adapun secara praktek pembagian ini sebenarnya tidak ada.” Padahal hal ini merupakan (tahsinat) kebaikan yang sangat dianjurkan namun bukan merupakan (daruriyat) kewajiban.”196 14. Sebagaimana keimanan. Kita tidak mungkin memisahkan kedua sisi tersebut. Majalah Risalah. yakni sesuatu yang tertanam dalam hati dan dibenarkan dengan amalan. Edisi I 164 . dan bukan merupakan (hajiyat) kebutuhan sebagaimana yang dijelaskan oleh para ahli fiqih dan ushul. Keseimbangan dan Integralitas antara Harakah dan Pembinaan. aktivitas dan interaksi dengan masyarakat. serta gerakan dengan target-target dakwah yang merupakan sarana pertumbuhan dan perkembangan dalam proses tarbiyah.

Untuk itu dibutuhkan perspektif yang jelas dan penguasaan yang komprehensif terhadap targettarget dakwah dalam setiap fase. karena semuanya berada dalam makna pemahaman tarbiyah. Imam Syahid berkata. Tidak ada tarbiyah tanpa gerakan. keseimbangan. pembangunan pilar-pilar yang menopangnya. kegiatan terkadang dan kita beragamnya atau segmentasi perhatian kehilangan konsentrasi dan pemusatan perhatian. 399 165 . lemahnya terhadap pembinaan internal. terwujudnya kepemimpian dan tertinggi: hal timbangannya menciptakan fenomena adalah.tidak mungkin memisahkan tubuh manusia dari unsurunsur esensialnya. dan keinginan di seluruh aspek kehidupan. mendorong aktivitas dan memberikan penyembuhan. sulit untuk memisahkan sisi-sisi tersebut. perasaan. spirit. keyakinan. strategi kecermatan. 15. prilaku. merupakan sisi-sisi yang saling terpaut dan interaktif.menduduki posisi orang tua dalam ikatan hati. Pembinaan 197 Tarbawi adalah Dasar Tanggungjawab -dakwah dalam barisan. maju Dan dan memberikan melakukan dan perhatian gerakan–dengan terhadap pembinaan sebagai ini akan setiap individu. “Kepemimpinan Ikhwan. aktivitas. keinginan dan gerakan. posisi seorang guru dalam memberikan pengajaran 197 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). pemahaman. hal. Dengan semakin banyaknya amal. meneliti mencermati yang tampak. akhlak. serta keseimbangan antara gerakan dengan aspek-aspek tetap proses amal. Maka pelbagai sisi seperti.

Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya). Qadirun Alal Kasbi (mampu (Cermat (kuat berekonomi). dan posisi seorang pemimpin dalam menentukan kebijakan-kebijakan politik secara umum dalam dakwah. maka balasanmu adalah kehormatan hidup di dunia dan kebajikan serta ridha di akhirat. Rukun Amal. Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya).ilmu.” “Saya yakin. Harishun Ala waqtihi waktunya). dan posisi seorang syaikh dalam aspek pendidikan rohani. 394 166 . Mujahidun Nafi’un Li kesungguhan (Bermanfaat bagi selainnya). hal. “Cengkeramlah dengan sungguh-sungguh bimbingan-bimbingan ini.” 16. Beliau mengarahkan tentang aspek-aspek amal yang dibutuhkan dalam pembinaan seorang Al Akh hingga ia memiliki sifat-sifat berikut: Salimul Akidah (bersih akidahnya). jiwanya). perbaikan diri dan dakwah kepada orang lain. Jika 198 Ibid. jika engkau mengetahuinya dengan baik dan engkau menjadikannya cita-cita dan orientasi hidupmu. shahihul Ibadah (benar ibadahnya). Jika tidak maka dalam barisan orang-orang yang duduk dan para pemalas masih terdapat kursi-kursi yang kosong. penguasaan dan pengamalannya Imam Syahid menitik beratkan pembinaan seorang Al Akh dalam hal. Engkau bagian dari kami dan kami bagian dari dirimu. Ijtihad seorang kader. mengatur Munazhamun fi Syu’unihi Linasihi Ghairihi (terorganisir seluruh urusannya). Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). 198 terhadap manhaj tarbiyah. Imam Syahid berkata.

”199 17. 3. 5. 5. Allah Ghayatuna (Allah adalah tujuan kami) Ar Rasul Qudqatuna (Rasul adalah teladan kami) Al Qur’an Syir’atuna (Al Quran adalah Undang-undang Al Jihad Sabiluna (Jihad adalah jalan juang kami). maka tiada lagi hubungan antara kita.200 199 200 Ibid. 1. kami). Kesederhanaan Tilawah Shalat Keprajuritan Akhlak Iman yang kuat Pemahaman yang benar Pembinaan yang cermat Cinta yang dipercaya Amal yang berkesinambungan Slogan prinsip-prinsip ini termaktub dalam 5 (lima) kata: Bentuk Pembinaan ini Terhimpun dalam 5 (lima) kata Kemudian hal ini disimpulkan dalam 5 (lima) point berikut: 1. di pundakmu tertempel gelar-gelar mentereng. 4. dan kau tampak begitu menonjol di antara kita. Hal. kami). 5. 2. hal. As Syahadah Umniyyatuna (Mati syahid adalah cita-cita 4.engkau berpaling darinya lalu duduk-duduk santai saja. maka dudukmu akan dihisab Allah dengan seberat-beratnya hisab. 369 Ibid. 3. 4. 3. 369 167 . berikut: 1. Jika engkau seseorang yang biasa berada di depan majelis kita. 2. 2.

Manhaj Imam Hasan Al Banna dalam Tarbiyah Akidah Adapun manhaj Imam Syahid Hasan Al Banna dalam pemahaman akidah sangat jauh dari Ilmu Kalam dan istilah-istilah yang dibuat oleh para ulama yang pakar di bidang ini. sehingga cahaya hidayah menyinari hati-hati mereka. Imam Syahid berkata. Imam Syahid memiliki manhaj baru yang disimpulkan dalam 2 (dua) hal mendasar: Pertama. serta ketetapan jiwanya. Sebagian mereka ada yang masih terus mencermati. menjalankan perintah-perintah-Nya dan beramal dengan sebaik-baiknya. . berpegang teguh dengan Al Kitab dan As Sunnah dalam menyampaikan pemahaman akidah kedalam hati dan penanamannya di dalam jiwa dan perasaan. dan mereka bisa melihat dengan mata hati kesempurnaan iman dan keyakinannya. Kelompok ini sangat mudah terpengaruh jika berhadapan dengan beberapa syubhat dalam akidah. “Ketauhilah bahwa dalam perkara akidah manusia terbagi dalam beberapa kelompok: Sebagian mereka mendapatkannya melalui pengajaran dan meyakininya sebagai sebuah adapt. dan meminta pertolongan kepada Allah dengan ibadah. Hal ini sebagaimana jalan yang dilakukan oleh para ulama salaf.Sebagian mereka ada yang melihat dan mencermati sehingga keimanannya bertambah dan keyakinannya semakin kuat. Memanfaatkan penjelasan lewat tanda-tanda akidah tersebut di dalam diri dan memberikan muslim standar ukuran untuk mengetahui kadar realisasi dan pelaksanaannya. pemahamannya juga jauh dari teori-teori ilmu filsafat dan bentuk-bentuk perbedaan yang dilahirkan oleh para ahli kalam. Firman Allah: 168 . Kedua. menggunakan pikiran.

mematuhi batasan-batasannya. “Saya meyakini bahwa manhaj ini adalah sarana praktis dalam melaksanakan tarbiyah diri dan memperbaiki akhlak. jelas dan mudah untuk dilaksanakan. 416. Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketaqwaannya.. 73 203 Ibid 169 .”202 Beliau berkata tentang manhaj ini.S Muhammad: 17)201 Dalam menerapkan proses perbaikan diri dan penanaman keyakinan akidah dalam hati. yang disimpulkan dari Al Quran dan sunnah Rasulullah Saw. melaksanakan nash-nashnya. “Dan di antara sifat-sifat khas seorang muslim adalah rabbaniyah. Imam Syahid menyimpulkan beberapa kewajiban. beliau justru memberikan metode praktis yang membekas. sederhana. maka kita harus senantiasa menjaga hubungan kita dengan 201 Risalah Al Aqa-‘id hal.        :Artinya “Dan oraang-orang yang mau menerima petunjuk. Beliau berkata.” (Q.”203 Tentang sifat rabbani (berorientasi ketuhanan) dan pemusatannya pada individu muslim. Imam Syahid tidak menggunakan pembagianpembagian teoritis dan studi akademis. dan mematuhi perjanjianperjanjiannya. Lihat juga tulisan Al Ustadz Musthafa Masyhur – dalam rangka memperingati kesyahidan Imam Hasan Al Banna. rukunrukun dasar dalam sebuah model praktis dengan tema “Aku meyakini dan aku berjanji”. yang tidak melenceng seujung rambutpun dari kedua sumber tersebut. 202 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. Hal. Beliau meminta Ikhwan untuk menghapal konsep tersebut.

Di dalam Risalah Al Ma’tsurat banyak sekali zikir dan doa-doa. serta yakinlah bahwa langkah pertama sebelum segela aktivitas kita adalah memperbaiki shalat. hal. dan di setiap fase-fase dakwah akan menyaring barisan dakwah ini dan membersihkannya dari batu-batu bangunan yang rapuh dan lemah. kerabat dekat dan teman-teman mereka. kemudian kepada keluarga. dengan hikmah dan nasehat-nasehat kebaikan.akan didera oleh setiap individu maupun jamaah ini dalam pelbagai bentuk. dan sudah memulainya dari diri mereka sendiri. “Mereka juga melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar.”206 Ujian dan Cobaan adalah Sebuah Kemestian dalam Dakwah Dalam proses pembinaan dan di dalam shaf dakwah ini pasti terjadi ujian dan penyeleksian. sehingga ia semakin kuat dan kokoh.”205 Beliau juga berkata. “Wahai saudaraku muslim. yaitu dengan cara melakukan zikir dan doa. Firman Allah:            204 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Imam Syahid berkata. 76 206 Ibid 170 .Allah semampunya. perlahan.”204 Beliau juga menunjukkan agar kita memulai proses perbaikan tersebut dengan memperbaki shalat dan ibadah-ibadah kita. –baik Ujian-ujian yang berasal dari dalam dan dari luar. 262 205 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. Mereka menyampaikan hal itu dengan penuh kesabaran. dan hendaknya kita menjadi qudwah dalam melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar. rumah-rumah mereka. anda paham sekarang. untuk itu jadilah teladan ihsan dalam shalatmu. Hal.

213 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). kemajuan dan keberhasilannya. Para penguasa. dan tidak ada jihad tanpa tekanan.S Al Ankabut:2) Kami berdoa kepada Allah kesehatan dan kekuatan. di saat mereka telah mengetahui dan memahami tujuan dan sasarannya. dan ini akan menjadi ukuran ketegaran. terhadap dakwah-dakwah kebenaran. Saat itu berarti kalian telah memulai meniti jalan para aktivis dakwah yang sesungguhnya. dan rumah-rumah kalian akan digeledah. hal. terhadap kalian. “Saya ingin berterus terang kepada kalian bahwa dakwah yang kita emban ini belum banyak diketahui orang. hal. Sesungguhnya demikianlah tabiat jalan dakwah ini. 109 171 . sedang mereka tidak diuji lagi? (Q. Setiap rezim (penguasa) akan berusaha melumpuhkan aktivitas kalian dan menebar duri-duri penghalang di jalan Kepentingan-kepentingan kalian akan dikebiri.”208 207 208 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Nanti. Di depan kalian akan terbentang berbagai kesulitan dan kalian akan menemui banyak kendala. kebenaran. pemimpin dan pengambil kebijakan akan menaruh kebencian kalian. dan diawasi.”207 Ia berkata. Kalian akan dipenjara dan ditahan. diusir dan dideportasi. ini adalah sunnah Allah Swt. Imam Syahid berkata.:Artinya “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami Telah beriman". kalian akan diberhentikan dari pekerjaan. Ujian dan cobaan ini kemungkinan akan sangat panjang waktunya. niscaya akan terjadi permusuhan dan penentangan dari mereka. “Tidak ada dakwah tanpa jihad.

Ia juga merupakan sarana untuk membentuk sebuah wadah pembinaan iman dan program-program tarbiyah. dan mengangkat derajat ukhuwahnya. “Islam menekankan perlunya pembentukan usar (usrah-usrah) dari pengikut-pengikutnya. ia adalah ikatan yang kokoh dan interaksi yang serius. dimana terlaksananya proses pembinaan dan pengarahan. keterbukaan dan keterusterangan. dimana hal ini berlangsung di lingkungan yang penuh rasa cinta. yang dapat membimbing mereka kepada puncak keteladanan. Usrah adalah wadah utama dalam proses tarbiyah. Ta’aruf (saling mengenal).”209 Al Usar Tarbawiyah (Usrah-usrah Tarbiyah/Pembinaan) Usrah-usrah tarbiyah dan katibah-katibah Ikhwan merupakan salah satu sarana tarbiyah dan termasuk hal yang tsawabit (prinsipil) dalam jamaah. mengokohkan ikatan hatinya. saling nasehatmenasehati. dan sesungguhnya pahala kebajikan hanya untuk orang-orang yang bertakwa. kandungan dan programnya tidak terbatas pada rutinitas pertemuan berkala semata.usahakan agar dirimu menjadi batu bata yang baik bagi bangunan (Islam) ini. kelapangan hati. hal. keberhasilan ada bersama ketegaran. kasih. Sesungguhnya kemenangan ada bersama kesabaran. yang membantu proses pembentukan bangunan jamaah sehingga terwujudnya. saling memaafkan. Imam Syahid berkata. dan Takaful (saling melengkapi) antara kader dakwah. “Wahai Ikhwanul Muslimin. 201 172 . 209 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Tafahum (saling memahami). Karena itu –wahai saudaraku.Beliau juga berkata dalam menghadapi ujian-ujian ini. dari kata-kata dan teori menuju realita dan amal nyata. pengorganisasian aktivitas dan gerakan.

Tafahum (Saling memahami) Ia adalah pilar kedua apa-apa tinggalkan dari pilar-pilar sistem ini. berusahalah agar tidak ada sesuatupun yang menodai ikatan kalian. 373. Jika didapatkan padanya kesulitan. istiqamahlah kalian dalam manhaj yang benar.”210 210 Risalah: Nizamul Usar. apa-apa dilarang.S Al Hujurat:10) 2. 374 173 . Evaluasilah dirimu dengan evaluasi yang cermat dalam hal ketaatan dan kemaksiatan.Sedangkan pilar-pilar ikatan ini ada tiga. 3. hafalkan dan usahakan untuk mewujudkannya. Demikian itulah fenomena sebagian iman dari dan kalian intisari ukhuwah. (Q. segeralah memberikan pertolongan selama ada jalan untuk itu. hadirkanlah selalu bayangan ayat-ayat Al Quran dan hadits-hadits yang mulia di benakmu. Ta’aruf (Saling mengenal) Ia adalah awal dari pilar-pilar ini. Allah karenanya. Hal. karenannya saling mengenallah dan saling berkasih sayanglah kalian dengan ruhullah. Hendaklah sebagian dari kalian memikul beban sebagian yang lain. sehingga ia tidak hanya menjadi beban berat yang kering tanpa ruh: 1. Hayatilah makna ukhuwah yang benar dan utuh di antara kalian. tunaikan dan yang diperintahkan yang kepadamu. Letakkan di pelupuk matamu kandungan ayat-ayat berikut:       :Artinya “Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. Takaful (Saling menanggung bebang) Ia adalah pilar ketiga. Hendaklah kepada senantiasa bertanya sebagian yang lain (tentang kondisi kehidupannya).

Imam Syahid berkata. Untuk Al Akh yang menasehati. biarkanlah selama kurang lebih sebulan penuh. menetapkan keputusan-Nya. Kalau ia merasa tidak mampu memperbaikinya. Kenapa demikian? Karena mahabbah fillah (cinta karena Allah) adalah setinggi-tinggi martabat dalam agama. 174 . Sedangkan untuk Al Akh yang dinasehati. meski hanya sepotong rambut. waspadalah jangan sampai engkau berubah sikap. Jangan sampai ia merasakan adanya kekuarangan pada sasaran nasehat. menjadi keras hati kepada Al Akh yang menasehati. Bahwa sifat ekstrim dan keras hanya akan menjadi kerikil terhadap ukhuwah dan hendaknya ia upaya memiliki untuk saling memahami tertentu ini berjalan terus menerus di setiap waktu dan kondisi. sehingga Allah Swt.itu berubah niat. kecuali kepada pemimpin usrah saja. hendaknya berhati-hati. jangan sampai hatimu –yang secara ikhlas ingin memberi nasehat kepada saudaramu. lalu janganlah diceritakan aib yang ia lihat itu. Ia justru merupakan pengenalan yang mendalam.Imam Syahid menjelaskan bahwa ta’aruf. lalu menganggap bahwa dirinya lebih utama darinya. sedangkan nasehat adalah pilar agama itu. tidak semata pengetahuan dangkal terhadap nama dan kepribadian seseorang. “Setelah itu hendaknylah setiap kalian bersedia menasehati saudaranya yang lain begitu aib tampak padanya. Setelah itu. serta hendaknya batas-batas demi terwujudnya pertautan dan kesatuan. meski seujung rambut apapun. interaksi dan koordinasi antara kader dakwah satu sama lain. tetaplah dalam keadaan mencintai dan menghargainya. tafahum dan takaful. Hendaklah seorang Al Akh menerima nasehat saudaranya denan penuh rasa suka cita dan ucapkan terima kasih padanya.

“Perintah-perintah Allah dan taujih-taujih Nabi ini – setelah berlalu generasi pertama umat Islam. dan memalingkan tipu daya setan dari kami dan kalian semua.“Sesungguhnya agama adalah nasehat.212 Ruh ukhuwah dan mahabbah inilah yang berusaha kita upayakan agar tersebar di masyarakat dan terpadukannya hati-hati umat. Jika ada suatu usulan atau complain.211 Islam Syahid. Itu semua haram hukumnya menurut fiqih usrah. Yang dibenarkan adalah penjelasan dan minta penjelasan. memuliakanmu dengan ketaatan kepada-Nya. perang mulut. Naqib (pembimbing untuk usrah) hendaklah menampungnya kemudian menyampaikannya kepada pemimpin. dan kalian inginkan kembalinya ikatan umat yang saling bersaudara dengan jiwa ukhuwah Islamiyah. juga sangat ada memperhatikan sebagai di tempat majelis prinsip-prinsip Imam bagi usrah interaksi antara “Tidak individu. itu pun harus dengan memperhatikan batas-batas etika dengan keutuhan sikap saling menghargai dari seluruh anggota. penjelasan perdebatan. Hal.” Allah Swt.telah (hanya) menjadi kata-kata yang menghias bibir kaum muslimin semata dan khayalan belaka di benak mereka. sampai kalian datang wahai Ikhwan yang saling mengenal. melindungi sebagian kalian dari (kejahatan) sebagian yang lain. 374 ibid ibid 175 .”213 211 212 213 Ibid. Imam Syahid berkata. Kalian telah berusaha untuk menerapkannya di masyarakat kalian. atau pelampiasan emosi dengan mengangkat suara tinggi-tinggi.

hal ini tiada lain adalah untuk menjelaskan kepada kita bahwa hubungan antara naqib dan anggota usrah bukan hubungan kekuasaan. beliau tidak hanya membatasinya dengan kegiatan belajar sebagai rutinitas pertemuan. Adapun agenda-agenda usrah. serta tahapan-tahapan pembinaan lain dalam proses pembentukan kader dakwah. Setiap al Akh menyampaikan persoalannya. dan posisi seorang pemimpin dalam menentukan kebijakankebijakan politik secara umum dalam dakwah. posisi seorang guru dalam memberikan pengajaran ilmu. menggali potensi dan kemampuan mereka. ia tidak hanya menjalankan programprogram usrah dan perintah-perintah tertentu. Imam Syahid memberikan perhatian yang sangat besar terhadap program-program usrah. Mereka menduduki posisi orang tua dalam ikatan hati.Imam Syahid menyebut pembimbing usrah sebagai Naqib. sementara yang lain ikut terlibat membahas dan mencari 176 . namun juga mencakup 10 sifat. Ia juga harus berperan dalam meningkatkan semangat anggota usrah dan mentransfer ketinggian semangatnya kepada anggota usrah. dan posisi seorang syaikh dalam aspek pendidikan rohani. memberikan solusi terhadap permasalahanpermasalahan mereka. serta mengikat mereka untuk senantiasa bersama jamaah. namun lebih kepada hubungan tarbiyah dan pengarahan. Seorang Naqib selayaknya memiliki kemampuan dan pengaruh yang kuat untuk memainkan perannya sesuai yang diinginkan. maka Imam Syahid menyebutkan beberapa hal berikut: 1.

Proses belajar di dalam usar sangat berkaitan dengan seluruh individu dalam sebuah usar. Semua itu dalam suasana ukhuwah yang tulus dan orientasi yang jernih hanya bagi Allah Swt. saling nasehat. telah namun metode oleh dan takarannya demi diserahkan sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan ditetapkan jamaah.214 Dengan metode Imam Syahid menginginkan terwujudnya perhatian yang serius terhadap kondisi para kader dakwah. baik politik. dan saling memberikan Pertemuan usar juga memberikan perhatian yang Ibid. dilakukan pencermatan pada setiap materi yang dipelajari. Begitupula halnya dengan sisi belajar. 374. Telaah seputar persoalan Islam dan membaca risalah dan taujihat yang ditelorkan oleh pemimpin umum yang ditujukan untuk usar. serta mengikutsertakan mereka dalam memberikan solusi. maka hal inipun termasuk salah satu dari tiga rukun penting dalam yang usar. didiskusikan sesuai dengan pengetahuan setiap individu di usar dan kemanfaatannya mengingatkan 214 bagi semua anggota. mewujudkan pembinaan kader yang paripurna dari pelbagai sisi. dan kerjasama dalam melakukan gerakan dan aktivitas dakwah. profesi. wawasan keilmuan. 3. 2. pengetahuan fiqih. masukan. Studi terhadap berbagai buku yang berguna. mengevaluasi beberapa tugas yang diberikan kepada mereka. dll. 375 177 . Pada yang demikian itu ada proses peneguhan tsiqah dan pengokohan ikatan hati. Pada setiap pertemuan. sosial kemasyarakatan.penyelesaiannya. hal. gerakan dan aktivitas mereka.

3. 6. serta upaya untuk cinta dan kasih antar anggotanya. semangat yang tinggi. Begitupula dalam dalam ketidak yang mewujudkan makna keadaan- menanyakan memperhatikan seseorang. puasa. terputus (kehadirannya). ukhuwah dan tertentu. terutama shalat Shubuh dan shalat Isya. mabit. 7. dan anggota usrah. Sejauhmana kesehatan suasana usrah dari rasa Sejauhmana terpenuhinya ruh yang kuat dan Sejauhmana percepatan aktivitas dan gerakan Sejauhmana tersalurnya kebutuhan dan potensi Sejauhmana tingkat perhatian terhadap kondisi problematika anggota usrah. berupa kegiatan rihlah. doa. Sejauhmana antusias anggota di dalam usrah. ifthor jama’i. dalam dakwah. saling menasehati untuk melakukan shalat malam dan shalat berjamaah di mesjid. Dasar hubungan antara naqib dan anggota usrah 178 . zikir. menyelesaikannya. serta peningkatan kemampuan mereka. 2. yang akan menambah ikatan dan kekuatan usar. Optimalisasi peran dan tugas naqib terhadap anggota usrah.besar terhadap perenungan ayat-ayat Al Quran. 5. serta beberapa aktivitas lain dari bentukbentuk keadaan hadiran kehidupan darurat berjamaah. 4. Indikasi keberhasilan sebuah usrah dalam mewujudkan target-targetnya dapat dilihat dari halhal berikut: 1. Imam Syahid juga memberikan perhatian terhadap proses pembinaan di dalam usrah dari sisi praktek amali.

Makna kekuatan Yang diinginkan Barisan Dakwah Melalui pembinaan yang cermat dan mendalam.adalah tsiqah (kepercayaan). Kekuatan para pemimpin dalam kuantitas tertentu yang memiliki . Dan hal ini harus terpenuhi sebelum barisan dakwah melakukan langkah selanjutnya untuk berjihad dan menghadapi problematika dakwah yang lain. ia adalah senjata yang paling ampuh yang kalian 179 c. dan dengan semangat syura (musyawarah) yang merupakan manhaj yang mereka pelajari di dalam shaf dakwah. “Wahai Ikhwan. kemampuan dan keahlian praktis. dan hendaknya hal itu mencakup barisan dakwah dan dengan kuantitas yang sesuai dengan realita yang ada. yang dapat terlihat dari hal-hal berikut: a. maka barisan dakwah akan sampai pada tahap kekuatan yang diinginkan. Persatuan dan ikatan kalian adalah senjata utama. Sesungguhnya kekokohan barisan dakwah dan kekuatannya akan terwujud dengan ukhuwah dan ikatan antara personal-personal dakwah. (saling ulfah (kecintaan). Mahabbah insijam (keharmonisan). maka teratasilah semua kesulitan. kekuatan ikatan dan persatuan. Dengan demikian. serta kemampuan dalam jihad dan persiapannya. dan terbukalah hati. Imam Syahid berkata. Jadi yang pertama adalah terwujudnya kekuatan akidah dalam kadar yang memadai. Hal ini kemudian yang akan memproteksi mereka dari segala upaya penyusupan dan konspirasi yang merongrong mereka dari dalam. serta dengan ujian dan cobaan. Kekuatan akidah dengan keparipurnaannya Kekuatan persatuan dan pengorganisasian dalam barisan dakwah. hilanglah seluruh beban. b. serta keberhimpunan mereka di sekitar para pemimpinnya dengan penuh kepercayaan. dan mutabadalah berkasih sayang).

kehancuran dan kegoncangan. Firman Allah: 215 Nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan. senantiasalah berada dalam barisan jamaah. “Hendaklah kalian saling mencintai satu sama lain. keimanan dan pengenalan terhadap hak. 111. Dia-lah sebaik-baiknya pembuka (pemberi kemenangan). Jagalah selalu persaudaraan dan kesatuan. menguatkan jiwa dan meluruskan budi pekerti. Edisi 82. merupakan penyimpangan dari batasa-batasan yang benar. Imam Syahid berkata. kami berdakwah dan kami berjihad dengan dakwah kami. sampai Allah membukakan Al Haq di antara kalian dan di tengah kalian. hal.miliki. dalam keadaan giat ataupun malas. “Sebelum kekuatan fisik. Dengar dan taatilah qiyadah (pemimpin) kalian dalam kondisi sulit maupun mudah. maka jagalah persatuan itu. Untuk itu kami berupaya untuk menyucikan ruh-ruh kami. kami meminta umat untuk melakukan penyucian jiwa dan perbaikan akhlak yang berlandaskan Al Quran. yang tidak akan mendatangkan apapun kecuali kekalahan. Syawal 1419 H/ Januari dan Februari 1999 M. selektifitas dakwah.”216 Sesungguhnya ketergesa-gesaan dalam berperang atau menghadapi musuh secara totalitas tanpa persiapan tarbawi. Yang kemudian dipublikasikan kembali lewat Majalah Dakwah. pengorbanan untuk sebuah kewajiban. dan penyebaran yang seimbang. jangan kalian berselisih dengan saudara-saudara kalian dalam sebuah permasalahan. Teguhlah dalam prinsip. Fuad Al Hajarsy. dari dua hal kemudian akan terwujud persatuan. Itulah syiar dan simbol fikrah kalian dan mata rantai hubungan di antara kalian. dari buku Al Imam Syahid. kesetiaan yang lahir dari kepercayaan dan kesolidan. yang lebih penting dan krusial adalah kekuatan rohani. jangan sampai kalian terpisah dikarenakan urusanurusan yang sepele dan oleh kebimbangan yang mematikan. karena ia merupakan rahasia kekuatan dan penentu keberhasilan kalian. 216 180 . yang berupa: akhlak yang mulia.”215 Beliau juga berkata. keinginan yang kuat.

”218 217 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia).S Al Ra’d: 11)217 Kerapian Shaf dan Hubungan Antara Komponennya Permasalahannya kemudian tidak hanya terhenti pada proses pembinaan pilar-pilar dakwah dan perekrutan dukungan. dengan tetap mengoptimalkan penyebaran institusi-institusi dan figur-figur Ikhwan di kota dan perkampungan yang saling bertautan dan saling menyokong selayaknya seperti bangunan yang saling menopang satu sama lain. 132 46 218 181 . serta membuat beberapa norma dan batasan-batasan yang mengikatnya. dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. ikatan kasih saying.                                  Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. hal. ia adalah ikatan total dalam segala aspeknya. “Ikatan yang ada antara cabang-cabang Ikhwan bukan sekedar ikatan nama atau tujuan secara global. dalam memaknai hakikat tujuan.” (Q. dan ikatan kesetiaan persaudaraan di atas jalan dakwah. namun juga harus dilanjutkan dengan pengaturan shaf dan pengorganisasian dakwah. Imam Syahid berkata. Maka tak ada yang dapat menolaknya. dan langkah-langkah kerja yang nyata. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum. ikatan kerjasama. hal. Disamping itu juga ikatan kesatuan total untuk bersama-sama menanggung beban derita perjuangan. ‘Tidak ada dakwah tanpa ada qiyadah (kepemimpinan)’. ikatan kesucian amal. sistem. Risalah. Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Namun.

maupun urusan yang lain. menegaskan tentang hakikat tarbiyah dalam jamaah Ikhwan. kekuatan persatuan. Disini berlaku ikatan rohani sebagai pondasinya. Dimana di dalam dakwah Ikhwan senantiasa patuh mendengarkan qiyadah-qiyadah mereka dengan hati-hati mereka. Para Da’I Ikhwan saling mengunjungi antar sesamanya dan berinteraksi secara kental sehingga saling mengetahui apa-apa yang mendesak mereka butuhkan. keluarga.Ikatan terhadap qiyadah (kepemimpinan) dari setiap komponenkomponen dakwah dan diantara mereka. tidak berarti akan berhenti atau lemah pada satu fase tertentu setelah diraihnya kekuasaan. Imam Syahid juga menjelaskan tentang urgensi organisasi-organisasi umum (wajihah ‘ammah). baik urusan Pribadi. dimana terjadi saling kunjung-mengunjungi di antara mereka. dan merupakan aktivitas yang berkesinambungan dengan hasil yang nyata. Dan aktivitasnya tidak melulu melaksanakan program yang diinstruksikan dari Kantor Pusat Jamaah yang ada di Kairo saja.”219 Keberlangsungan Tarbiyah Proses pembinaan dan tarbiyah demi mewujudkan kekuatan akidah. Selain itu hubungan antara kantor pusat dengan cabang-cabang dan organisasi-organisasi yang ada di bawahnya bukanlah hubungan atasan dan bawahan. namun justru ia merupakan sebuah kemestian yang akan terus berlanjut hingga terealisinya 7 (tujuh) target dan 219 ibid 182 . tetapi ia adalah ikatan yang lebih dari itu. “Yaitu organisasi-organisasi yang bekerja dan memberikan pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat umum. perbaikan diri dan pembentukannya sesuai dengan manhaj yang lurus. lalu ikatan kekeluargaan. bukan pula hubungan administrative antara pekerja dengan pengawas semata. sebelum mereka mendengarkannya dengan teling-telinga mereka.

ia akan menggoncang shaf dari dalam. “Jika aku telah melangkah maju maka aku pantang surut kembali. karena sesungguhnya sebuah gerakan dakwah dengan pelbagai tekanan yang menderanya secara tidak langsung akan menjadi medan penyeleksian dan pemilahan. dan kita akan mengetahui bahwa ujian dan cobaan juga berjalan seiring dengan perjalanan hidupnya. persiapan dan pembentukan. Imam Syahid menjelaskan tentang hal ini –terutama ketika ia mendapatkan beberapa titik kelemahan tarbiyah di beberapa mas’ul dakwah. serta tidak tergesa-gesa dalam proses pemindahan jenjang tarbiyah dari satu fase ke fase berikutnya. maka hal ini merupakan sebuah kewajaran.sehingga Allah mewariskan bumi dan seluruh isinya kepada orang-orang beriman. di tengah semakin padatnya aktivitas dakwah dan tantangan-. dakwah sesuatu turut yang menyingkap beberapa celah dan kelemahan tarbiyah pada beberapa individu para (penanggungjawab) sebelumnya tidak terlihat. atau tergesa-gesa memasuki medan tantangan. dan akan terus tumbuh bersama realita dan kendala yang dihadapi. maka akan semakin meningkat pula rintanga yang dihadapi. Proses pembinaan akan terus berlanjut sepanjang perjalanan jamaah dan kehidupan kader dakwah. Hal ini kemudian menuntut jamaah dakwah untuk terus melakukan evalusi yang terus-menerus terhadap kondisi tarbiyah individual kader dakwah. Dengan semakin luasnya lapangan amal dan aktivitas dakwah. Jika hal ini ditemukan. sehingga sampai pada tahap kader dimana dan beberapa masul peristiwa dan problematika dakwah. serta dengan tidak sampai menjauhkan jamaah dari pengaruh dan kontribusinya di masyarakat. Hal ini juga dilakukan dengan tetap memperhatikan keseimbangan kuantitas dan kualitas antar kader dakwah di setiap jenjang tarbiyah dengan lapangan gerakan dan aktivitas. namun aku akan kembali 183 . serta semakin meningkatkan pemusatan pembinaan. yang demikian itu akan semakin memperkuat jiwa dan mengokohkan iman.

sehingga terjadi percepatan dan peningkatan persentase pertumbuhan kader-kader dakwah dan penyebarannya. Sewaktu-waktu datang masa-masa penuh berkah atas izin Allah. tarbiyah dan pembinaan. dan penyebaran dakwah. sehingga bangunan benar-benar sempurna dan kuat. namun tetap ada standarisasi yang sangat bergantung dengan jenjang pembinaan dan Tentang Realitas Kader Dakwah • Tidak berarti dengan tingginya manhaj dan nilai-nilai tarbiyah. namun mereka justru tetap menjadi bagian dari komunitas masyarakat yang menerima seruan dakwah dan bersemayamnya iman di hati-hati mereka.kepada dakwah sebagaimana mulanya. Namun hendaknya mereka mengetahui bahwa perjalanan dakwah sangat panjang dan membutuhkan banyak generasi (untuk memperjuangkannya). yang memikul beban dakwah. namun mereka segera menyesali perbuatannya dan bertobat 184 . maka sebesar itupula ia akan menghabiskan dan menggunakan waktu. Karena sesungguhnya tujuan dan cita-cita yang besar memerlukan kekokohan dan kekuatan dasar pijakan serta persiapan yang matang.” Sebesar apa upaya yang dikerahkan oleh setiap orang dalam menerapkan ajaran Islam. dimana dakwah semakin diterima di tengah masyarakat. dan akan terbuka kesempatan untuk yang bangun dan bersiap-siap tarbiyah. untuk mengambil manfaat darinya. dan di waktu yang sama mereka juga memperbaiki dirinya sendiri. ‘Perbaiki dirimu dan berdakwahlah kepada orang lain’. menguatkan tarbiyah dan pembinaan serta membaca Ma’tsurat. maka setiap individu kader dakwah menjadi malaikat sepanjang siang dan malam. Walaupun mereka mampu melakukan maksiat. Mereka tidak melakukan dosa besar dan tidak melakukan maksiat secara terang-terangan.

janganlah engkau merasa resah dengan bergabungnya kedalam dakwah orang-orang yang banyak melakukan kekurangan dalam ketaatan dan melakukan kemaksiatan. Yang kedua. selama masih takut kepada Allah. sampai ia benar-benar bertobat dan kembali kepada agama. Saat itu bertepatan dengan acara peresmian Ma’had Hurra Al Islamy di Ismailiyah pada era pertama dakwah. “Dengarlah baik-baik.kepada Allah. Karena ia tidak mempunyai harapan lagi untuk diperbaiki. yaitu orang yang tidak memiliki keyakinan agama.” Beliau juga menasehatkan. Namun hendaknya engkau waspada dengan dua kelompok dengan kewaspadaan yang tinggi. “Kami sesungguhnya tidak berputus asa dengan diri kami. Sesungguhnya bahtera dakwah ini laksana rumah sakit yang di dalamnya terdapat dokter yang memberikan obat dan pasien yang membutuhkan pengobatan. Tipikal seperti ini 185 . Imam Syahid berkata. dan ia sangat jauh dari kalian dengan dasar ideologi. yaitu orang baik yang tidak menghormati undang-undang dan peraturan serta tidak mengenal makna ketaatan. Beliau selalu mengatakan kepada saya. “Agar kami senantiasa mengukur kadar diri kami apa adanya. karena mereka akan bertobat dalam waktu dekat.” Di dalam buku “Memoar Imam Syahid Hasan Al Banna. dan berusaha melakukan ketaatan dengan baik. pertama adalah mulhid (atheis). dan jangan sekali-kali mengikutkan mereka dalam gerbong dakwah. salang seorang ulama dari Suriah. menghormati undang-undang. walaupun mereka tampak seperti orang-orang yang baik. beliau menyampaikan nasehat yang diberikan oleh Syaikh Muhsin Sa’id Al Urfy. maka janganlah anda tutup pintu dakwah di hadapan wajah mereka. dan tidak ada yang tersisa di barisan mereka orangorang yang kehilangan orientasi dan keinginan.

dan sayapun tidak akan beralasan bahwa sebenarnya kelemahan ini lebih banyak disebabkan oleh kondisi dibanding oleh disebabkan oleh pelaku dakwah. mereka telah kehilangan kesadaran terhadap keagungan dakwah ini. 109 221 Ibid. mereka telah kehilangan ketaatan terhadap qiyadah (pemimpin). Namun jika tidak. Karena hal ini lebih menjadi otokritik agar kita berupaya untuk mewujudkan kesempurnaan. bahwa kalian tidak menerapkan manhaj dakwah secara sempurna di dalam diri kalian. namun ia akan merusak kekokohan jamaah. maka lakukanlah. Ketika dakwah berhadapan dengan sekelompok orang yang keluar dari jamaah. dan kepada Allah tempat meminta pertolongan. 137 186 . beliau adalah salah satu generasi pertama yang mendirikan jamaah dakwah ini bersama dengan Imam Syahid. 108. “Sekelompok manusia memvonis kalian terhadap dakwah yang kalian serukan. hal.”220 • Begitupula dari tipikal kelompok orang-orang yang suka menyebar fitnah dan menyimpan ambisi-ambisinya. Andai engkau bisa mengambil manfaat darinya sementara ia jauh dari shaf jamaah. hal.”221 • Beliau juga menjelaskan tentang tidak terwujudnya manhaj dakwah secara sempurna di beberapa personal. sesungguhnya mereka tidak memberikan kebaikan apapun terhadap barisan dakwah kita. karena harus diakui kita masih lemah dalam mewujudkan manhaj dakwah secara sempurna di dalam diri kita. “Mereka tidak memiliki kebaikan sedikitpun. Berkata Syaikh Hamid Askariyah –semoga Allah merahmatinya-. beliau memberikan nasehat kepada Imam Syahid. maka hati-hatilah terhadap mereka dan teruslah berjalan di atas jalanmu. dan melakukan fitnah.bisa bermanfaat untuk dirinya sendiri dan menghasilkan kerja. maka ia akan merusak dan menggoyahkan barisan dakwah. Saya membenarkan pendapat ini. dan tidak 220 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Ia akan mendekati jamaah untuk kepentingan pribadinya dan akan meninggalkannya jika berbeda.

tidak tahan uji menghadapi keadaan. 63 187 . Mereka mengira bahwa jamaah itu sesuatu sedangkan individu adalah sesuatu yang lain. “Demikianlah orang banyak tertipu dalam memahami hakikat jamaah dan individu. Maka haramlah hukumnya bagi orang semacam ini untuk tertinggal dari kafilah dakwah. 266. Apabila komponen-komponen itu bercerai-berai dan setiap mereka bertanya dengan pertanyaan.maksudkan untuk membela kelemahan. disebabkan oleh kebiasaan kita bersikap kurang bertanggungjawab. Berikutnya lahirnya sifat masa bodoh. bahwa Ikhwan merasakan kekurangan ini dan mengakuinya. hal.”223 222 223 Ibid. tiada lain adalah kumpulan dari individu-individu. dan tidak kunjung melangkah lebih maju.”222 • Imam Syahid juga menolak orang-orang yang malas dan orang yang banyak bertanya dengan mengatakan. Ikhwan dengan pengakuan ini. “Maka dimanakah jamaah itu sebenarnya? Apa yang telah aku berikan untuk jamaah? Beliau mengatakan. dan individuindividu itu adalah komponen bangunan jamaah itu sendiri. akan terus berjalan untuk melakukan penyempurnaan hingga mereka mendapatkan bagian yang telah ditetapkan Allah untuk mereka. “lalu dimanakah jamaah itu? Siapa yang bertanya dan siapa yang ditanya? Kita sering memahami hal ini secara keliru. 267 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. meskipun sesaat. Untuk itu. Namun saya ingin menegaskan tentang perbedaan antara Ikhwan dengan komunitas lain adalah dalam hal. sementara orang lain akan menggunakan alasan dan bersembunyi di balik keindahan kata-kata. Padahal jamaah itu. maka saya ingin berseru kepada putra-putri Islam yang memiliki semangat bahwa sesungguhnya seluruh jamaah Islam di masa kini sangat membutuhkan munculnya pribadi aktivis sekaligus pemikir dan anasir produktivitas yang pemberani. kita sering melimpahkan beban tanggung jawab hanya pada pundak seseorang. hal.

hal. namun di sana terdapat perbedaan manusiawi. slogan dan ucapan dengan kesungguhan amal. ia akan menjadi aset dan modal bagi jamaah untuk belajar mengendalikannya dan memberikan peran yang tepat.”225 • Bahwa dakwah juga tidak membiarkan seseorang mengembangkan manhaj individual yang bersemangat tapi tidak terkontrol dan terarah. Pluralitas dan keberagaman yang menjadi karakter setiap individu ini merupakan hal yang positif.“Tidakkah seorang Al Akh memahami bahwa sesungguhnya jamaah adalah tempat individu-individu berkumpul. kemudian ia akan tumbuh bersama mereka dan memberikan apa saja yang mereka butuhkan. • Pembentukan ini diupayakan agar tidak menghasilkan model produk yang teoritis dan filosofis semata. dan jihad yang bijaksana. namun tentu dakwah harus beradaptasi dengan perbedaan-perbedaan ini. Jamaah dakwah menerima setiap individu dengan segala kondisi yang ada. dan orang yang berjihad berbeda dengan orang yang berjihad dengan bijak yang produktif menghasilkan keuntungan besar dengan pengorbanan yang sedikit. “Sesungguhnya seseorang yang berbicara itu berbeda dengan orang yang beramal. dan ini adalah manhaj yang membedakan antara khayalan. Imam Syahid berkata. dan orang yang beramal berbeda dengan orang yang berjihad. baik dalam kemampuan maupun karakter. atau dalam satu naskah yang digandakan. mengarahkannya untuk beraktivitas dan memperbaiki apa saja yang bisa diperbaiki. Walaupun dakwah telah menetapkan standar minimal dan dasar yang sama.”224 • Setiap individu dalam shaf dakwah tidak diproduksi dalam satu cetakan. 129 188 . mengendalikannya dengan segenap kendala yang ada. tapi lebih bertujuan menghasilkan kepribadian yang aktif dan produktif. “Kekanglah rasa ketergesaan kalian dengan 224 225 ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).

tidak mengatakan untuk berdakwah dengan tergesa-gesa. dengan Dan hendaklah 99%. berfirman             :Artinya “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. mereka mengklaim kalian dengan mengatakan bahwa kalian loyo dan lemah dalam semangat.”226 • Imam Syahid berkata. dan singkaplah hakikat itu dengan benderangnya angan yang rasional nan cemerlang.” (Q. Maka ingatkanlah mereka dengan satu kalimat yang mengatakan. hal 127 189 . “Berapa banyak ketergesa-gesaan yang justru menghambat jalan. “Sebagian orang mengatakan bahwa kalian adalah orang-orang yang tenang dan tidak agresif.S Al Nahl: 125) Allah Swt. Beranganlah dengan kejujuran hakikat dan kenyataan. dan itu adalah perintah Allah yang diturunkan kepada kalian. kasar dan keras.pandangan dan pemikiran yang jernih. dan terangilah kecemerlangan akal pikiran dengan gelora perasaan yang mengharu biru penuh semangat. orang lamban di era yang serba cepat.” Allah Swt. maka mereka akan memilih untuk mengambil langkah perlahan yang bijak demi mewujudkan kesuksesan yang sempurna. ketika mengajarkan metode penyampaian dakwah kepada :nabi-Nya. kalian dan memahami bahwa akan jika Ikhwan mengetahui bahwa ketergesa-gesaan akan memberikan keberhasilan persentase kebijaksanaan memberikan persentase keberhasilan 100%. 226 Ibid.

pikiran. maka pada saat itu mereka tahu apa yang harus dilakukan untuk menambah bekal dakwah dan bagaimana mewujudkan kematian yang mulia dalam mencapai tujuan yang agung. baik jiwa. pakaian. dan kemurniaan diri untuk dakwah. pikiran. Sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu.                    :Artinya “Dan Bersabarlah kamu. lisan. penampilan. Dalam sebuah hadits yang shahih disebutkan: 190 . maka hendaknya syiar kita adalah kebersihan. perkataan dan perbuatan. Imam Syahid berkata dalam wasiatnya kepada Ikhwan: “Jika saya khususkan apa yang hendak saya sampaikan kepada kalian dalam kesempata ini. sementara mereka mengetahui bahwa kelambatan dan ketenangan justru akan menghambat kemajuan mereka. (Q. badan. makanan. Namun mereka berpandangan bahwa jika datang waktu untuk melakukan penyegeraan.S Rum: 60) • Manhaj Tarbiyah sangat memperhatikan terwujudnya kebersihan hati.Dan hal ini adalah ijtihad mereka.” Begitu indah dan tingginya bahwa ajaran fiqih yang pertama dalam ibadah kita adalah Thaharah (kebersihan).” Dan diantara wasiat Rasulullah Saw. kepada umatnya adalah: Senantiasalah bersih hingga kalian tampak seperti tahi lalat di antara bangsa-bangsa. keikhlasan. dalam berjalan. dalam perjalanan. minuman. tempat tinggal. atau akan merenggut kemenangan mereka. interaksi.

hal. Hal ini dimaksudkan agar kita terbiasa melakukan evaluasi diri dan pembaharuan niat yang baik serta taubat yang benar dari segala 227 Bagian dari risalah terakhir yang ditulis Imam Syahid untuk Ikhwan. mengambil jalan pintas untuk menuju ridha Allah dengan tekad yang kuat. puasa tiga hari –minimal.” “Hendaklah engkau senantiasa merasa diawasi oleh Allah. ومفتاح الصلة الطهور‬ Artinya: “Kunci surga adalah shalat.‫مفتاح الجنة الصلة. serta bagaimana cara untuk mewujudkannya. Kewajiban Aktivis Dakwah. seperti shalat malam. dan kunci shalat adalah thaharah.” Maha benar Allah yang berfirman:               Artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.setiap bulan. mengingat akhirat. 228 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). mendekatkan diri kepada-Nya dengan ibadah sunah. “Dan hendaklah engkau menempuh perjalan menuju Allah dengan penuh semangat dan keinginan. 16 Januari 1951 M. Diterbitkan oleh Majah Al Mabahits.S Al baqarah:222)227 • Imam Syahid menekankan tentang urgensi keimanan dan ketakwaan.”228 Imam Syahid juga mewasiatkan kepada para aktivis dakwah untuk melakukan muhasaban rutin setiap hari dan setiap pekan. Beliau berkata di dalam Risalah Ta’alim. 367 191 . (Q. memperbanyak zikir hati dan lisan. dan berusaha mengamalkan doa yang diajarkan pada setiap kesempatan. dan bersiap-siap untuk menjemputnya.

dan bersandar pada kejelasan. yang tidak berdasarkan jumlah yang dihasilkan semata. dan pencapaiannya terhadap satu sifat tertentu. dan sarana-saran yang beragam untuk tarbiyah.bentuk kemaksiatan. yang tidak berhenti pada suatu jenjang atau fase tertentu. memperhatikan kondisi-kondisi tertentu masing-masing Tujuannya tidak untuk klasifikasi dan melemahkan. keterus-terangan dan apa adanya. • Proses evaluasi tarbiyah atau pembersihan hati ini merupakan hal yang tetap dan akan terus berlangsung. dengan demikian hal ini menegaskan kepada kita tentang urgensi 192 . ketaatan. perkataan dan perkiraan. Maka perubahan akan terus terjadi pada setiap individu di setiap waktu. Maka melalui kondisi-kondisi tersebut akan tampak hakikat perubahan yang terjadi. keterbukaan. serta penjelasan tentang pengaruh-pengaruh konkretnya terhadap individu peserta tarbiyah. dan harus dilakukan melalui pencermatan yang teliti. Pentingnya Refleksi Nilai-nilai Tarbiyah • Dalam proses tarbiyah sangat dibutuhkan perhatian yang besar terhadap refleksi nilai-nilai ibadah. dan agar kita dapat mengetahui permasalahan dengan cepat. • Proses evaluasi dan perbaikan harus dilakukan dengan berinteraksi langsung dalam setiap kondisi. dan tidak berdasarkan pada isu-isu yang tersebar. • Hakikat dari refleksi nilai-nilai tarbiyah tentunya tidak akan tampak kecuali pada saat-saat sempit dan tertekan yang dialami oleh masingmasing individu. namun untuk proses peningkatan kualitas tarbiyah setiap kader di segala aspek. karena sewaktuwaktu ia akan dihinggapi oleh kelemahan dan permasalahan. maka tidak menjadi standar dan tidak menjadi ujian terhadap kekokohan tarbiyah seseorang. Adapun pada kondisi-kondisi biasa dan tenang. terkadang tidak berlangsung lama. serta untuk menutupi celah-celah kerusakan dan kelemahannya. serta hendaknya individu.

baik murabbi atau individu-individu yang melaksanakannya. lemahnya hubungan antara sesama peserta tarbiyah. 193 .dilakukannya evaluasi dan penyegaran. dan tidak jelasnya manhaj tarbiyah yang mereka miliki. mengevalusi dan mengawasi pengaruhnya terhadap diri mereka. baik di jenjang individu peserta tarbiyah maupun mas’ul. 7. Hilangnya naluri tarbiyah dari setiap peserta tarbiyah. 6. yang hal ini menuntut sebuah pencermatan yang serius. Tidak memahami dan menguasai sarana-sarana tarbiyah yang beraneka ragam dengan pemahaman yang benar. Lemahnya kualitas tarbiyah murrabi dan kepiawaian mereka dalam menggunakan sarana-sarana tarbiyah yang beraneka beragam. dan upaya yang keras. Pengalaman dan keahlian dalam menggunakan sarana-sarana tarbiyah diwariskan melalui interaksi langsung dari satu jenjang ke jenjang yang lain. 4. Lemah atau hilangnya kekuatan spirit dan semangat yang tinggi. Diantara sebab-sebab umum adalah: 1. • Terkadang kelemahan refleksi tarbiyah pada diri seseorang disebabkan oleh beberapa sebab umum maupun khusus. yang kemudian mengakibatkan terjadinya kerusakan dalam penerapannya. dan keterbatasan kemampuan pada jumlah sarana tarbiyah yang sangat sedikit. 5. Rusaknya iklim untuk mengoptimalkan fungsi sarana-sarana tarbiyah. 2. dan tidak melalui penjelasanpenjelasan teoritis. dan sesama murabbi dan mas’ul. serta usaha untuk menghilangkan kendala-kendalanya. 3. yang bermula dari mas’ul kemudian berpindah ke peserta tarbiyah. Kurang optimalnya dorongan pada setiap peserta tarbiyah untuk berinteraksi langsung dengan sarana-sarana tarbiyah tersebut. dan tidak adanya teguran kepada mereka ketika terjadi kelemahan dan permasalahan. TIdak ada evaluasi dari murabbi terhadap refleksi dan pengaruh instrumen tarbiyah pada masing-masing peserta tarbiyah.

9. diperlukan evaluasi yang cermat terhadap setiap individu kader dan melakukan upaya penyembuhan yang cocok untuk itu. begitupula dengan persiapan tarbawi. Tarbiyah Mas’ul Dakwah dan Struktur Kepengurusan Sesungguhnya dakwah memberikan perhatian khusus terhadap tarbiyah para mas’ul. Berikut beberapa sisi-sisi penting yang sangat diperhatikan dalam tarbiyah para mas’ul: a. baik masalah finansial. Untuk mengatasi hal ini.8. atau penyimpangan dalam pikiran dan prilaku. Yang berhubungan langsung dengan diri mas’ul 194 . 10. serta dominasi dosa dan maksiat. Hal ini merupakan dasar yang akan membantunya dalam menjalankan tugas sesuai dengan kemampuannya. baik skala personal maupun kolektif (jamaah). sosial. shalat malam dan sedekah adalah ibadah yang dapat membersihkan dan menyucikan hati. yang menyebabkan kemalasan dan terbebani. mempersiapkan kemampuan dan kemahiran di bidang yang digelutinya. Istighfar. Selain itu terdapat permasalahan-permasalahan khusus yang berkaitan dengan individu-individu tertentu. doa. dengan tetap memahami bahwa proses penyembuhan hati bukan permasalahan yang mudah. Banyak dan melimpahnya tugas dan kewajiban tanpa keteraturan (analisa beban dan pendelegasian tugas). memperbanyak ikatan dengan Al Quran. Sedikitnya zikir dan doa kepada Allah. pekerjaan (profesi). zikir. Kerasnya hati.

sum’ah (ingin selalu dipuji). riya. 6. yang dengannya ia mendapatkan bekal ruhi. yaitu dengan mengikat setiap anggota tarbiyah dengan jamaah. sebagaimana lebih baik baginya memiliki buku tanpa judul dari pada memiliki judul tanpa buku. dan menjauhkan diri dari cara-cara yang gaduh dan suara yang tinggi. semangat yang selalu membara. 3. angkuh. Hendaknya ia memiliki bekal khusus dari ibadah dan ketaatan. Amanah dalam pengiriman dan penyampaian 3. dan bukan jamaah yang membutuhkannya. dan menghindari sifat-sifat ujub. sama halnya ia dikedepankan atau dikebelakangkan. mengutamakan hal-hal yang substabsial. Menerima nasehat dari siapapun 195 . 4.1. serta berupaya untuk mendapatkan beberapa keahlian yang dibutuhkan. dan bukan dengan figuritasnya. 6. Lebih mengutamakan kerja. Kemurnian yang paripurna. dan ia akan memikul amanah tersebut di hadapan-Nya. sebagaimana yang dilakukan oleh Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya-. Rasa tanggung jawab yang tinggi seorang mas’ul di hadapan Allah Swt.. b. senantiasa tawakkal kepada Allah. Senantiasa memuhasabah dirinya. Yang berhubungan dengan tugasnya: 1. Tidak tergantung dengan kedudukan. Mengembangakan potensi dan kemampuan diri. Selalu menggunakan cara-cara musyawarah dan prosedural kerja. meminta dan menyandarkan diri kepada Allah. 2. dan menjadikannya sebagai sarana untuk meminta taufik dari Allah. serta selalu menguatkan semangat jundiyah (militansi dan kepatuhan terhadap pemimpin). Dan hendaknya ia selalu memiliki kekuatan spiritual yang tinggi. 4. serta tidak menghalangi siapa saja yang bersamanya dari anggota kelompok dan jamaah. serta selalu berupaya merasakan bahwa ia sangat membutuhkan jamaah ini. dan tekad yang kuat. 5. 2. memperbanyak doa. 5. Selalu ikhlas dalam setiap amal.

karena mereka adalah turut berperan bersamanya untuk memikul tanggungjawab. serta menebar iklim kasih. Mewujudkan makna-makna Ta’aruf. mengembangkan potensi yang mereka miliki dan pendelegasian yang tepat. persaudara dan saling memikul beban. berinteraksi dengan mereka. Menjaga hubungan dan komunikasi yang baik dengan orang yang lebih senior dan yang junior dari mereka. karena ia bertanggungjawab terhadap mereka. dan Takaful. 9. serta bekerja keras dalam mewariskan dakwah dan pembentukan simpatisan dakwah. Memiliki kemampuan untuk menguasai anggota. Saling berhubungan dengan ikhwah yang lain. dan hendaknya tegas dan mampu mengambil keputusan. dan berada di garda terdepan bersama mereka. 4. Tidak menyembunyikan ilmu. Memperhatikan adab-adab muhasabah dan evaluasi. Lapang dada. menghadapi problematika dan permasalahan-permasalahannya. mampu memperhitungkan dan memutuskan sesuatu secara tepat. tipikal dan kondisi setiap anggota 5. 8. Yang berhubungan dengan interaksinya dengan anggota tarbiyah 1. Mengenal karakter. 10. mentransfer pengalaman dan kemampuan kepada orang-orang yang bersamanya. dengan makna yang sempurna di antara anggota. berbaik sangka dan percaya terhadap ikhwah yang lain. serta bersandar pada kebenaran dan bukti. 196 .7. Hendaknya ia Menjadi teladan bagi siapa saja yang bersamanya dalam hal ketaatan. permintaan dan evaluasi c. 11. 7. 2. Tafahum. 8. Menerima masukan. Mampu mengkondisikan suasana. kedisiplinan dan dalam berbagai hal. 3. Memiliki kemahiran tarbiyah dalam menyampaikan taujih (pengarahan) dan materi-materi tarbiyah. 6. Menjaga keadilan dan kesamaan dalam hubungan sosialnya.

namun lebih kepada praktek. akhlak dan batasan-batasannya dalam hubungan dan interaksi langsung yang terjalin antara anggota tarbiyah dengan 197 memberikan tanggungjawab tersebut. Diantara permasalahan-permasalahan tersebut adalah sebagai berikut: Lemahnya makna jundiyah (militansi dan ketaatan kepada qiyadah). lemahnya kedisiplinan terhadap jamaah dan condong kepada figuritas dan mengikuti pandangan individu dan nafsu. Yang kemudian penyempurnaan. dengan tetap mengetahui bahwa jika seorang kader yang hendak diberikan tanggungjawab ternyata memiliki sebuah cela yang bisa merusak. atau dengan mengadakan lompatan-lompatan tertentu. walaupun ia memiliki banyak karakter positif . tidak menerima kritikan dan masukan (terutama dalam hal penyimpangan finansial dan akhlak). keras hati dan kasar terhadap orang lain. latihan dan peningkatan kualitas tarbiyah akan dilanjutkan dengan menggunakan sarana-sarana tarbiyah yang beraneka ragam. interaksi dan pelatihan anggota tarbiyah oleh mas’ul. Kita tidak mengatakan bahwa seorang mas’ul dalam segala sisi telah memiliki dan menyempurnakan karakter-karakter ini.Muwashafat tarbawiyah (karakteristik kader tarbiyah) ini tentunya tidak mungkin dilahirkan dalam waktu sehari-semalam. maka kita harus berhenti sejenak sebelum yang lain. namun paling tidak ada standar minimal untuk kita memulai. bangga terhadap diri sendiri. namun hal ini hanya bisa terwujud dengan ketekunan. Adab-adab Islam. latihan. tidak terpisah dari tarbiyah dan pembinaan. dll. Praktek kepengurusan pada dasarnya merupakan praktek nilai-nilai tarbiyah dan ia memiliki bentuk dan sarana yang beragam. tidak memiliki loyalitas. bergantung dengan kedudukan dan posisi serta tidak siap untuk meninggalkannya jika diminta. dan pengarahan yang berkesinambungan. ia tidak semata mengikuti sebuah manhaj studi atau gagasan yang disampaikan di pelatihan-pelatihan managerial. Kepengurusan dalam dakwah kami. latihan. dan kita tidak boleh meremehkan permasalahan itu. karena keduanya adalah sebuah kemestian.

Terkadang. Struktur kepengurusan di dalam jamaah pada dasarnya merupakan sebuah fase tarbiyah dimana ada saling keterkaitan dan kesatuan dalam menjalankan tanggungjawab. dan bukan struktur kelompok yang hanya melakukan kerja-kerja nisbi yang terpisah di beberapa sekat yang berbedabeda. kalangan profesional. Tidak mengapa jika struktur kepengurusan tersebut berupa kepanitiaan atau tim-tim khusus yang bekerja dan bergerak di masingmasing bidang dan divisi tertentu. baik kuantitas maupun kualitas yang mumpuni. Hendaknya juga dilakukan upaya keras untuk mengobati titik-titik cela dan kelemahan yang ada. Namun selayaknya pada waktu itu. Dalam kondisi seperti ini. Proses penyiapan kader-kader handal yang memiliki kemampuan paripurna dalam pelbagai sisi baik tarbawi maupun keahlian 198 . atau persatuan para guru. pelajar dan kaum wanita. serikat para pekerja.batasan-batasan kerja itu sendiri. pegawai. dan hendaknya aktivitas dan peristiwa yang terjadi tidak menggangu proses pembinaan tarbawi dan pembinaan terhadap aset dan tokoh-tokoh jamaah. pedagang. ia berusaha menggali memusatkan perhatian menyiapkan pembinaanpembinaan tarbawi dan keahlian untuk para tokoh di dalam jamaah. kesamaan mereka tanggungjawab. Struktur-struktur itu misalnya. petani. baik melalui pemilihan atau penetapan dari anggota tanpa sekat-sekat bidang tempat lalu menyelesaikan tugas dan kepentingan mereka secara kolektif. sementara ia belum memiliki kesiapan yang sempurna dengan kemampuan dan ketersediaan tenaga-tenaga ahli. beberapa peristiwa menimbulkan gerakan tertentu terhadap jamaah. justru mereka berada dalam satu barisan melihat yang saling bertautan di erat yang mereka membentuk bekerja. Dengan pelbagai jenjang tanggungjawab yang ada di internal struktur kepengurusan tersebut. ulama. merupakan asas tarbiyah dan mahhaj praktis yang akan mewujudkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai. dakwah tentu tidak bisa berdiri dan mematung hingga sempurna untuk seluruh potensi dan kemampuan yang ada.

dan hanya loyal untuk kepentingan diri dan kemaslahatannya sendiri. kedisiplinan. Hal ini bahkan sampai pada penolakan terhadap taujih (seruan atau himbauan jamaah) dan pelanggaran terhadap rukunrukun bai’at. karena karakter gerakan dan aktivitas mereka. Sebagaimana sorotan publik. kami menegaskan tentang pentingnya persiapan tarbiyah yang baik dan berkualitas terhadap figur-figur kader yang menonjol dan tokoh-tokoh dakwah yang beraktivitas sebelum diterjunkan ke pelbagai lapangan. Yang kemudian menyebabkan timbulnya sifat liar. dan senantiasa menerapkan budaya musarahah (berterus terang) dan taujih-taujih tarbawi. dan kader-kader yang menjadi figur-figur politik dan sosial. tokoh-tokoh. ketaatan dan ruh militansi. dan menyandarkan seluruh urusan dan bertawakkal kepada-Nya. takjub dengan pendapat sendiri. Sesungguhnya pertolongan Allah akan datang setelah dikerahkannya seluruh kemampuan manusia secara optimal. walaupun sesuatu 199 . Sesungguhnya kader-kader dakwah yang menonjol. dan gema suara mikropon terkadang memberikan implikasi yang cukup besar terhadap jiwa dan memberikan pengaruh yang negatif. baik pikiran. serta kantor-kantor tempat mereka bekerja akan menguras banyak waktu yang mereka miliki.tertentu merupakan proyek besar yang membutuhkan waktu yang relatif panjang. serta melanjutkan pembinaan tarbawi secara terus menerus dan berkesinambungan. baik sebagian maupun seluruhnya. serta memberikan perhatian yang besar terhadap bentuk-bentuk penyimpangan sejak mula. Untuk itu. dan hal itu sudah barang tentu memberikan dampak terhadap kondisi ruhi dan tarbiyah mereka. sangat membutuhkan perhatian tarbawi dan evaluasi yang cermat dan terus-menerus. memberikan imunitas kepada mereka dari fitnah dan penyimpangan. kemilau kedudukan. loyalitas. pers. yang kemudian menyebabkan terjadinya fitnah dan penyimpangan.

yang setiap individunya hidup bersama yang lain dan saling mengunjungi. penghormatan dan ketaatan. Jika didapatkan padanya kesulitan. Tentang Kitman (Menyembunyikan) dan Sirriyah (kerahasiaan) Jamaah ini bukan sesuatu yang rahasia dan tertutup. “Kenalilah siapa saja yang engkau temui dari saudara-saudaramu. dan yang paling tinggi adalah al ‘Itsar (mendahulukan kepentingan saudaranya dari kepentingannya sendiri). yang saling bertaut. Prinsip jamaah ini adalah saling hidup bersama dan saling mengenal antara labinah (batu bata) dalam barisan dakwah.” “Dan hendaklah ia mengenal dan mengetahui seluruh kondisinya. bersatu dan saling mengasihi. yang komitmennya yang paling rendah adalah salamatul Shadr (lapang dada). serta yakin kepada pemimpinnya dan seluruh kemampuan dan keikhlasan yang dimilikinya. segeralah memberikan pertolongan selama ada jalan untuk itu. yang kemudian melahirkan rasa cinta. dan saling memikul beban satu sama lain. namun adalah sebuah barisan yang saling bertautan erat.” 200 .” “Hendaklah sebagian dari kalian memikul beban sebagian yang lain.” “Hendaklah selalu ada ikatan ruh dan amal dengan qiyadah. Jamaah ini bukan pula sebuah kelompok rahasia yang masing-masing individunya tidak mengenal individu yang lain kecuali tugasnya. dan hendaknya jamaah selalu tegas dan disiplin dalam menerapkan hal ini. Hendaklah sebagian dari kalian senantiasa bertanya kepada sebagian yang lain (tentang kondisi kehidupannya). Imam Syahid berkata.yang kecil dan sederhana. Demikian itulah fenomena iman dan intisari ukhuwah.

Rasulullah Saw. dan mereka juga melakukan perjuangan konstitusi dan aktivitas politik.”229 Hal ini tidak bertolak belakang dengan mainstream dan prinsip harakah. Kewajiban Aktivis Dakwah. bersama masyarakat di setiap tempat dan waktu. 368 201 . dan mereka memiliki izzah dengan dakwah yang mereka ikuti. lembaga-lembaga sosial. target-target.“Hendaklah engkau mengetahui anggota katibahmu satu persatu dengan pengetahuan yang lengkap. Di dalam dakwah tidak ada rahasia atau disembunyikan. juga kenalkan dirimu kepeda mereka dengan selengkapnya. maka hal itu lebih kepada upaya memproteksi dakwah akibat 229 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). mereka ada di mesjid-mesjid. terdapat prinsip-prinsip dipublikasikan dan ada prinsip yang disembunyikan. kegiatan dan aktivitas mereka di tengah masyarakat terbuka dan dapat diketahui. visi dan misinya disampaikan. bersabda: ‫( )من حسن إسلم المرء تركه ماليعنيه‬ Artinya: “Diantara tanda baiknya keIslaman seseorang adalah meninggalkan apa saja yang tidak bermanfaat baginya. serta konsentrasinya untuk mendalami pengetahuan yang khusus dan bermanfaat untuknya. Terdapat sesuatu yang perbedaan besar antara atau kerahasiaan gerakan dan yang kerahasiaan prinsip dalam dakwah. Sesungguhnya dakwah. risalah dan selebaranselebarannya diumumkan. -yang berlandaskankan manhaj Islam.prinsip-prinsipnya disampaikan secara terbuka. fase dan tahapantahapan dakwahnya telah ditetapkan dan diketahui. dan merupakan kewajiban jamaah dan kerapian shaf dakwah.” Termasuk menjaga lisan dan menyimpan amanah majlis. Adapun penutupan beberapa sisi dalam strategi gerakan di barisan dakwah. hal. kader dan tokoh-tokohnya hidup dan berbaur dengan masyarakat. Ini semua termasuk adab-adab Islam dan akhlaknya.

sejak awal mula kelahiran dakwah. Risalah-risalah Imam Syahid. dan hal ini tidak bertentangan dengan hakikat bahwa strategi dakwah dalam melaksanakan dan menerapkan memiliki tahapan dan fase-fase tertentu sebagaimana yang dijelaskan dan diarahkan oleh Imam Syahid. Jadi tidak benar pendapat orang yang mengatakan bahwa dakwah ini awal mula lahir sebagai gerakan dakwah tasawuf dan akhlak. Imam Syahid berkata dalam Muktamar Para Pemimpin Wilayah dakwah pada tahun 1945 M: “Telah ditetapkan kepada kalian asas pertama dakwah sejak bulan Dzulqa’dah 1347 H/1928 M). Universalitas dakwah dan kesempurnaannya telah ditetapkan.: ‫( ) استعينوا على قضاء حوائجكم بالكتمان‬ Artinya: “Jadikanlah kitman (upaya untuk menutupi sesuatu) sebagai penolong dalam memenuhi beberapa kebutuhan kalian. engkau tidak bisa menyimpangkannya. kemudian berubah menjadi gerakan politik.tekanan dan konspirasi musuh-musuh Allah. harus memegang teguh prinsip-prinsip yang khusus baginya dalam gerakan dan pengorganisasian. jelas dan dideklarasikan sejak dakwah ini diserukan. dari risalah yang pertama hingga risalah yang terakhir yang disampaikan kepada Ikhwan memiliki manhaj dan prinsip yang sama. dan ia memiliki dasar pijakan yang berlandaskan kepada 202 .” Yang Tsabit (prinsipil) dan Mutagayyir (relatif) dalam dakwah Sesungguhnya dakwah memiliki keistimewaan dengan prinsip- prinsipnya dan tujuannya yang tetap. dan kalian akan terus memegang teguh dan tegar hingga Allah mewujudkan janji-Nya –insya Allah-.” Sesungguhnya prinsip-prinsip jamaah adalah prinsip-prinsip Islam itu sendiri. dan ini sesuai dengan sunnah Rasulullah Saw. Jamaah dakwah.

dan menapikannya dari kelompok-kelompok yang lain.syariat Allah. 164. sebagaimana yang dipahami dan diyakini sebagai jalan yang benar dan tidak ada jalan yang lain. Meskipun sarana-sarana dakwah dan aktivitas-aktivitas yang menyokong misi dakwah semakin berkembang.”231 Jamaah tidak berdiri di atas mazhab tertentu. Perubahan dan inovasi pada sarana dan kegiatan-kegiatan dakwah memiliki batasan-batasan dan prinsip yang harus dipenuhi serta melalui institusi-institusi kesepakatan. Dr. hanya Allah semata yang berhak menetapkan hukuman terhadap mereka. dakwah dan jamaah yang terorganisir. namun ia terbuka untuk yang lain sesuai dengan pemahaman Islam yang komprehensif dan mengajak 230 Imam Syahid Hasan Al Banna. Jumah Amin. “Kami adalah para da’I. karena ia bukan jama’atul al Muslimin (kelompok kaum muslimin) yang siapa saja meninggalkan dan berbeda dengannya maka telah keluar dari agama Islam. Al Ustadz Fuad Al Hajarsy. merupakan prinsip dan ketetapan yang tidak akan berubah. namun ia merupakan jama’atul minal muslimin (sebuah kelompok dari kaum muslimin) yang berdiri demi mewujudkan tujuan-tujuan Islam sesuai dengan ideologi dan manhaj yang berlandaskan Al Quran dan Sunnah. 231 Kami adalah Para Da’I bukan hakim. Jamaah tidak menetapkan sebuah hukum (ketetapan) terhadap orang lain. Sementara sarana-sarana dakwah akan terus berubah dan berkembang sesuai dengan kondisi dan keadaan. Lihat pula: Al Tsabit wa al Mutaghayyir.230 jamaah yang menetapkan syura dan nota-nota Tentang Rasa Kepemilikan Terhadap Islam Jamaah tidak memonopoli sifat Islam untuk dirinya semata. Hasan al Hudhaibi 203 . “Untuk itu kami harus menegaskan lagi bahwa. hal. namun dakwah tetap berada dalam prinsip dan poros yang tidak berubah. sesungguhnya tarbiyah. dan bukan hakim yang menghukumi.

”232 Jadi yang merepresentasikan jamaah dan menyampaikan sikapsikapnya secara langsung. dan mengajak untuk bekerjasama untuk mengembalikan kemulian umat Islam dan mewujudkan tujuan-tujuan Islam seluruhnya. namun ia bersama kami.” Beliau juga berkata tentang kewajiban dakwah dan ajaran-ajarannya: “Cengkeramlah dengan sungguh-sungguh bimbingan-bimbingan ini. serta ketaatannya terhadap prinsip-prinsip dakwah. di pundakmu tertempel gelar-gelar mentereng. maka sebesar itu pula ia berperan sebagai representasi dakwah ini. Hujjah Jamaah dan prinsip-prinsipnya merupakan hujjah bagi kader-kader dakwah. Jika engkau seseorang yang biasa berada di depan majelis kita.kepadanya. Imam Syahid berkata. Hal. Sejauhmana sesesorang mengambil dan menerapkan nilai-nilai dakwah dan tarbiyah. 369 204 . Jika tidak maka dalam barisan orang-orang yang duduk dan para pemalas masih terdapat kursi-kursi yang kosong. jika engkau mengetahuinya dengan baik dan engkau menjadikannya sebagai cita-cita dan orientasi hidupmu. maka dudukmu akan dihisab Allah dengan seberat-beratnya hisab. namun sesungguhnya ia tidak bersama kami. Jika engkau berpaling darinya lalu duduk-duduk santai saja. “Ada beberapa orang yang ada di barisan kami. dan kau tampak begitu menonjol di antara kita. maka balasanmu adalah kehormatan hidup di dunia dan kebajikan serta ridha di akhirat. Engkau bagian dari kami dan kami bagian dari dirimu. walaupun ia sebagai prajurit dakwah yang berada di akhir barisan. dan bukan kader yang menjadi hujjah baginya. maka tiada lagi hubungan antara kita. dan ada beberapa orang yang tidak berada di barisan kami.” “Saya yakin. adalah qiyadah (pemimpin) tertinggi. yang disebut 232 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim).

dan kita juga membutuhkan penyadaran atas penyakit bakhil yang telah demikian akut. -dengan tetap berada dalam satu kesatuan dan ideologi yang sama-. Bab IV Proses Pembentukan Personal Kader Dakwah (Perbaikan Diri) Pemahaman Tarbiyah Dalam Proses Pembinaan Imam Syahid berkata. Kita memerlukan pencairan bagi perasaan yang telah keras membeku. Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. 70 37 234 205 . selama tidak keluar dari batasa-batasan syariat. hal. kita tidak mungkin melangkah ke depan walau hanya selangkah.”234 “Maka ketauhilah bahwa tujuan pertama yang digariskan oleh Ikhwanul Muslimin adalah tarbiyah shahihah.”233 “Mentalitas kita –hari-hari inisungguh sangat membutuhkan pengobatan yang serius dan penyembuhan yang total. maka akan didapatkan sarana-sarana kesuksesan dalam dirinya. maka setiap orang berhak memiliki pandangan. yakni pembinaan umat yang mengantarkannya menuju kepribadian yang utama dan mentalitas yang 233 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). dan interpretasi dalam pemikiran dan dakwah Islam. Adapun individu dalam jamaah dakwah dan siapa saja yang bergabung dengan jamaah ini. kita membutuhkan perbaikan bagi akhlak yang telah rusak binasa. Tanpa proses ulang pembaharuan mentalitas dan pembangunan jiwa ini. “JIka didapatkan seorang muslim yang baik. ijtihad.Mursyid ‘am. prinsip dan sikap-sikap jamaah. atau siapa yang dipercayakan sebagai juru bicara atas nama jamaah dan menyampaikan pandangan-pandangannya. hal.

Poros akhlak dan budi pekerti 3. Dakwah Kami di Zaman Baru. hal. dan batasan-batasan yang diperlukan untuk mewujudkannya. sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Syahid di dalam risalah dan penyampaian-penyampaiannya. serta apa saja yang disampaikan Imam di dalam tujuan-tujuan dakwah dan klasifikasi amal. poros keimanan dan akhlak. Poros keimanan dan ibadah 2. maka kita akan mendapatkan gambaran yang lebih dekat tentang frofil muslim paripurna yang diinginkan.terdapat perbedaan antara ikhwan dan akhwat.236 Adapun dalam poros gerakan –dalam beberapa hal tertentu.”235 Untuk mengetahui gambaran tentang sifat-sifat pembentukan pribadi di dalam jamaah. yaitu: ibid Hal ini sebagaimana yang disebutkan Imam Syahid di dalam Risalah Pergerakan.luhur. • 235 236 Tarbiyah ini berlandaskan pada dua titik penting. yaitu dalam hal karakteristik peran dan tugas yang diberikan. serta sesuai dengan keberagaman sarana dan jenjang-jenjang tarbiyah yang ditentukan jamaah. • • Ia mencakup ikhwan dan akhwat dalam dua poros yaitu. Poros dakwah dan gerakan • Untuk merealisasikan poros-poros di atas dibutuhkan proses pembinaan secara gradual dan membaginya ke dalam fase-fase dan jenjang yang berbeda dalam proses pembentukan. Kita dapat mengklasifikasikan sifat-sifat di atas dalam 3 (tiga) poros utama. adalah dengan cara mengumpulkan dan menyusun kewajiban dan sifat-sifat tersebut. Dimana ia berupa aktualisasi amal tarbawi melalui program-program amali dan manhaj tertentu. yang merupakan satu kesatuan yang saling terpadu: 1. Pembinaan –untuk membangun jiwa yang dinamis. 236 206 .itu ditegakkan dalam rangka merebut kembali kemuliaan dan kejayaan umat dan untuk memikul beban tanggung jawab di jalan yang mengantarkan kepada tujuan.

• Dibutuhkannya pemusatan perhatian terhadap dakwah. Tujuan-tujuan itu bermula dari Ishlahul fardy (proses perbaikan diri) hingga ustaziyatul ‘alam (kepemimpinan dunia). tafahum dan takaful. bekerjalah untuknya dan teguhlah di atas jalannya. “Melakukan tarbiyah untuk diri sendiri.”238 Sesungguhnya tujuan yang diinginkan oleh dakwah bukanlah tujuan yang sederhana dan terbatas. serta urgensi kesatuan barisan. sebagai asas untuk bergerak dan terus eksis.a. di atas asas-asas. merupakan kewajiban kita yang pertama. tidak melakukan lompatam-lompatan. Konsisten mengikuti tarbiyah kolektif yang diberikan oleh jamaah dan manhaj-manhajnya. Hal ini tidak mungkin dapat diwujudkan kecuali dengan melalui manhaj yang panjang 237 238 Dari petuah Imam Syahid Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). • Imam Syahid menegaskan tentang urgensi membangkitkan keimanan dan memperbaharui ruh.. • Pembentukan pemahaman ini yang berdiri benar. serta melalui ikatan yang menghimpunnya yang berlandaskan pada ta’aruf. Meskipun di antara tujuan-tujuan tersebut dengan realita yang ada terdapat kendala yang sangat besar. kemenangan dan taufik dari-Nya. dan amal yang berkesinambungan. Hal. dan berkumpullah di sekelilingnya. namun ia adalah tujuan yang besar dan dalam. yang pembinaan dipercaya. “Yakinlah kepada fikrah kalian. Menghidupkan tarbiyah diri di dalam setiap personal kader. yang Iman cermat. • Aktivitas hati lebih penting daripada aktivitas fisik.”237 b. jiwa dan perasaan. kendati demikian hal ini adalah bentuk totalitas kepercayaan kepada manhaj Allah Swt. Imam Syahid berkata. namun usaha untuk menyempurnakan keduanya merupakan tuntutan syariat. meskipun dengan kadar tuntutan masing-masing berbeda. pertolongan. Ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Syahid di dalam risalahnya. yang cinta kuat. dan kita harus mengupayakannya. 108 207 .

yang mencakup pengalaman-pengalaman orang lain.. menyelesihi atau meremehkannya. wawasan keilmuan dan kemahiran. dengan tetap menjaga perbedaan tabiat alami setiap orang dan pemenuhan kebutuhan spiritual. menguatkan konsep ini dan Manhaj yang dipilih dan disusun oleh Imam Syahid yang berlandaskan kepada sunah Rasulullah Saw. karena hal ini merupakan asas pijakan. yang berpedoman kepada sunnah Rasulullah Saw. tarbiyah dan pembangunan. dan menghindari kesalahan-kesalahan yang mereka jatuh kedalamnya. Pengalaman sejarah yang pernah dilakukan oleh gerakan-gerakan reformis klasik dan kontemporer. tiada lain adalah pengantar. dan petunjuknya dalam perbaikan dan pembinaan. dari sisi normatif teoritis menuju sisi praktis-realistis. Adapun 10 sifat mukmin sejati dan rukun-rukun baiat. manhaj dan pemusatan terhadap program-program amali untuk mendapatkan akhlak-akhlak Islami dan petunjuk-petunjuknya dalam membangun dan memperbaiki manusia. 208 . berbudi pekerti dan beradab Islami dalam bingkai pemahaman yang teliti. Karakteristik Pembinaan Diri Imam Syahid sangat memperhatikan upaya pembinaan diri yang paripurna dan gradual terhadap personal. dengan tetap memberikan perhatian besar untuk proses pembinaan kader dan tarbiyahnya. yang bertujuan terciptanya bangunan Islam yang komprehensif dalam melahirkan karakteristik mukmin sejati. kudeta. seimbang. dan mumpuni untuk kebutuhan zaman sekarang. Pembangunan yang dicita-citakan demikian besarnya. dan sunnah Allah dalam perubahan dan kejayaan. dan targettarget ini tidak mungkin dapat diwujudkan dengan melakukan penyerangan. yang berakhlak.dalam proses pembinaan. yang berlangsung secara terus menerus dari generasi ke generasi berikutnya. atau melakukan lompatan-lompatan terhadap sunah Allah dalam perubahan.

atau hubungan dengannya. dan posisi seorang syaikh dalam aspek pendidikan rohani. • Menjadikan pembinaan tarbawi sebagai sesuatu yang asasi (mendasar) dalam dakwah. Kemudian beliau menambahkan untuk proses pembinaan sebuah kerangka hadhanah jamaahpembinaan) labinah menghayati dan menerapkan proses pembinaan ini. – adalah membangun jamaah. baik dalam hal menetapkan mas’ul. yaitu dengan membangun tersebut Dalam keimanan. dan seluruh barisan dakwah. dan posisi seorang pemimpin dalam menentukan 209 . kesucian dan kemuliaan. ta’aruf. “Kepemimpinan –dalam dakwah Ikhwan. dan menjadikan seluruh anggota usrah untuk bersama-sama dengan naqib melakukan pembinaan tarbawi dan meningkatkan kualitas tarbiyah dan perbaikan diri. ia adalah sebuah ladang pembinaan dan tarbiyah yang akan mewujudkan. labinah-labinah. Imam Syahid menyebut penanggungjawab unit-unit usrah ini dengan ‘Naqib’. posisi seorang guru dalam memberikan pengajaran ilmu. membersihkan (wadah usrah jiwa dan menguatkan praktis dasar untuk dalam keinginan.menduduki posisi orang tua dalam ikatan hati. yaitu cinta karena Allah. maupun dalam melaksanakan peran pengelolaannya.• Imam Syahid menegaskan bahwa sesungguhnya titik tolak pembinaan diri seorang mukmin sejati adalah dari dalam diri. saling memaafkan. • Dengan tersedianya program-program yang cocok dan sarana-sarana pembinaan yang sesuai dengan kader-kader dakwah dan realitas yang ada –dan dengan memperhatikan setiap perkembangan dan kemajuan-. menjadikan tingkatan ukhuwah yang paling rendah adalah salamatu shard (berlapang dada). persaudaraan. diantara kader dakwah dan diantara unit-unit shaf dan labinah dakwah yang lain. yaitu Usrah. Imam Syahid juga memperhatikan iklim (suasana) yang harus memenuhi komunitas pembinaan. Imam Syahid menjelaskan sisi pembinaan ini dengan mengatakan. tafahum dan takaful. Ini adalah iklim dan suasana yang di dalamnya terdapat kebersihan dengan seluruh maknanya yang luas.

Poros budi pekerti. Rukun-rukun Bai’at. Ia bukanlah perubahan yang dangkal atau hanya sebagai jembatan untuk mendapatkan beberapa adab dan muwashafat tarbiyah. 364 Risalah Pergerakan. -Slogan pembentukan ini. pembinaan yang mendalam. Kewajiban Aktivis Dakwah. dan amal yang berkesinambungan. intinya adalah keprajuritan. Allah Ghayatuna (Allah adalah tujuan kami). intinya adalah akhlak Karakter manhaj dan pembentukan sarana. Al Jihad Sabiluna (Jihad adalah jalan juang kami). • Refleksi pembentukan ini dan intinya tergambar dalam 5 (lima) hal: “Kesederhanaan. Shalat. Risalah Ta’alim.kebijakan-kebijakan politik secara umum dalam dakwah. Risalah Ta’alim.”240 Maknanya adalah: - Poros keimanan dan ibadah. Tetapi ia adalah sebuah pembentukan yang sempurna dan saling terkait dan memberikan pengaruh satu sama lain. Keprajuritan. Ar Rasul Qudqatuna (Rasul adalah teladan kami). antara gerakan.”239 • Imam tarbawi Syahid memberikan dakwah. yang digambarkan oleh Imam Syahid terdiri dari: “Pemahaman yang teliti. Al Qur’an Dusturuna (Al Quran adalah Undang-undang kami). Dan dakwah mengumpulkan seluruh makna ini. aktivitas dan pengaruh kader di tengah masyarakat. tilawah. 369 210 . hal. akhlak. Poros dakwah dan gerakan. inti adalah tilawah dan shalat. hal. perhatian Beliau yang besar terhadap antara kesempurnaan dan keparipurnaan pembentukan dan pembinaan kader-kader tidak memisahkan pembinaan diri dengan pencapaian sifat-sifat. intinya adalah kesederhanaan. (Syahid di jalan Allah adalah cita-cita kami 239 240 Risalah Pergerakan. karena ia digambarkan dengan kalimat Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya). dan ia adalah bagian yang mendasar dari pembentukan ini. Al Maut Fi Sabilillah tertinggi).

Slogan untuk dua aspek ini adalah: perintah dan taat. yang sesuai dengan keinginan dan target yang ingin dicapai. dan bersifat militer dalam tataran operasional. dan beberapa cara lain.”241 • Hal ini berbeda jauh dari pengenalan dakwah dan lebih dekat ke dalam karakteristik pembentukan dan tarbiyah. Slogan utama dalam persiapan ini adalah: Totalitas ketaatan.bersifat tasawuf murni dalam tataran ruhani. jihad dan dalam mengemban beban dakwah yang berat. Ketaatan tanpa reserve –pada tahapan ini. bahkan tidak lazim. dalam tahapan ini dakwah dilakukan dengan dengan menyebarkan fikrah Islam di tengah masyarakat. Tingkatannya seiring dengan kadar penghormatannya jamaah.• Imam Syahid ini menggambarkan dan tentang kedalaman dalam proses pembentukan tingkatan-tingkatannya memenuhi tuntutan-tuntutan dakwah.tidaklah dituntut. hal 397 211 . Tahap pengenalan. hal. bimbingan. beliau berkata: “Dalam tahapan ini dakwah ditegakkan dengan melakukan seleksi terhadap anasir-anasir positif untuk memikul beban jihad dan untuk menghimpun berbagai bagian yang ada. Imam Syahid berkata. Tentang hal ini. 397 Ibid. Urgensinya adalah kerja social bagi kepentingan umum. tanpa ragu dan bimbang. yang kemudian disebut sebagai. “Jamaah menjalin hubungan dengan orang yang ingin memberikan kontribusi bagi aktivitasnya dan ingin ikut menjaga prinsip-prinsip ajarannya. Dakwah pada tahapan ini bersifat khusus. Tidak dapat dikerjakan oleh seseorang kecuali yang memiliki kesiapan secara benar untuk memikul beban jihad yang panjang masanya dan berat tantangannya. Sistem dakwah –pada tahapan ini. dengan kesempurnaannya di pelbagai sisi perbaikan. sedangkan medianya adalah nasihat.”242 kepada sistem dan prinsip-prinsip umum 241 242 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim).

356 212 . sedangkan mengenai ayat-ayat sifat dan hadits-hadits shahih tentangnya. Beliau berkata. mesjid dan perhatian yang besar terhadap shalat. dan para sahabatnya mencukupkan diri dengannya. 358 Ibid. mengenalkan Islam dan kebangkitannya di tengah masyarakat. kita cukup mengimaninya sebagimana adanya tanpa ta’wil. dan hendaknya 243 244 245 Ibid. dan ta’thil. Kita mencukupkan diri dengan keterangan yang ada. adalah kesesatan yang wajib diperangi dan dihancurkan dengan menggunakan cara yang terbaik.”245 Sebagaimana yang disebutkan Imam Syahid bahwa seorang al Akh seharusnya: memiliki kekuatan hubungan dengan kitab Allah. Qiyam Lail. yang tidak justru menimbulkan bid’ah yang lain yang lebih parah.243 “Setiap bid’ah dalam agama Allah yang tidak ada pijakannya tetapi dianggap baik oleh hawa nafsu manusia.Ikhwan melakukan kerjasama dengan orang-orang yang ikhlas yang berkerja di lapangan ini. “Ma’rifah kepada Allah –Yang Maha Tinggi dan Maha Muliadengan sikap tauhid dan penyucian (Dzat)-nya adalah setinggi-tinggi tingkatan dalam akidah Islam. 357 Ibid. “Al Quran yang mulia dan sunnah yang suci adalah referensi utama setiap muslim untuk mengenal hukum-hukum dalam agama Islam. serta berbagai keterangan mutasyabihat yang berhubungan dengannya. sebagaimana Rasulullah Saw. serta tidak memperuncing perbedaan yang terjadi di antara para ulama. • Imam Syahid sangat memperhatikan urgensi kebenaran akidah dalam proses pembentukan dan perbaikan diri seorang muslim.”244 Beliau juga berkata. hal. hal. baik berupa penambahan maupun pengurangan. yaitu lapangan perbaikan umum. hal.

hal. serta dalam amal dan prilakunya. menghapal. baik kepribadiaan. maka terhadap masyarakat dakwah dan dan pembangunan Negara. 197 248 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. pertama-tama. serta anasir-anasir 246 247 10 wasiat Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). akhlak.memiliki wirid harian bacaan Al Quran. Semuanya memiliki satu pijakan dasar.”248 Dakwah ini tidak membutuhkan kepada jiwa-jiwa yang tidak konsisten dan kaku.” Beliau juga berkata. menghayati dan mentadabburinya. ajarkan kepadanya kebebasan jiwa dan hati. Ini merupakan salah satu upaya pembentukan individu mukmin dalam dakwah kami. dalam moralitas dan perasaannya. yang titik tolaknya adalah perbaikan dan mencakup segala aspek kemanusiaan. kehidupan dunia dan akhirat. anakanak maupun orangtua. maka kalian akan menyaksikan kelahiran seorang pemimpin muslim yang berjihad dengan dirinya dan membahagiakan orang lain. “Dan dengan urgensi generasi perbaikilah maksimalkan proses pembentukannya. serta kebebasan pemikiran dan akal. Penuhilah jiwa yang liar dengan keagungan Islam dan keindahan Al Quran. mendengarkan. kami menginginkan seorang yang muslim dalam pola piker dan akidahnya. Hal ini merupakan rukun pertama kelahiran dalam manhaj baru perbaikan ini.”247 Imam Syahid berkata. Beliau juga tidak membedakan dalam urgensi dan integralitas pembinaan ini antara lelaki dan wanita. kebebasan jihad dan amal. Imam Syahid berkata. baik wirid tilawah. 63 213 . “Seluruh jamaah Islam di masa kini sangat membutuhkan munculnya pribadi aktivis sekaligus pemikir dan anasir produktivitas yang pemberani. serta latihlah ia menjadi prajurit di bawah bendera dan panji Nabi Muhammad. hal.246 • Imam Syahid menjadikan dasar pembinaan dalam tarbiyah berlandaskan manhaj Islam. walaupun berbeda bentuk dan programnya.

Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). Jihad.”249 Kaum wanita memikul tanggungjawab yang sama dalam dakwah dan beraktivitas untuk mewujudkan tujuan yang sama pula. Tsabat (keteguhan). yang akan berjalan beriringan dengan 10 sifat yang lain. Fahm (pemahaman). Tajarrud (kemurnian).dakwah yang tertutup dan kepribadian yang senang menyendiri. hal. Munazhamun fi Syu’unihi (terorganisir seluruh urusannya). Ukhuwah dan Tsiqah (kepercayaan). kami juga memperhatikan kaum wanita sebagaimana perhatian kami kepada kaum pria.250 • Imam Syahid juga menetapkan rukun-rukun baiat berikut. shahihul Ibadah (benar ibadahnya). Nafi’un Li Ghairihi (Bermanfaat bagi selainnya). Taat (kepatuhan). yang menyatu dan membentuk satu dasar pijakan dalam pembentukan ini. yaitu. 356. Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya). Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya). Qadirun Alal Kasbi (mampu berekonomi). 177 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). • Imam Syahid menetapkan muwashafat yang harus dipenuhi oleh seorang muslim di dalam kehidupannya. yaitu sebagai poros penyempurna.” “Untuk itu. 359 Ibid 214 . Ikhlas. hal. Kami juga memperhatikan anakanak sebagaimana perhatian kami kepada pemuda. yaitu: Salimul Akidah (bersih akidahnya). Amal (aktivitas). yang mencakup manhaj tarbawi dan takwini. yang memiliki jiwa yang keropos. Harishun Ala waqtihi (Cermat mengatur waktunya). Tadhiyah (pengorbanan). Mujahidun Linasihi (kuat kesungguhan jiwanya).”251 sebagai poros-poros pembentukan utama bagi para pembawa risalah dakwah dan yang komitmen terhadap jamaah ini. dengan tetap menjaga beberapa perbedaan aspek harakah dan peran-peran khusus mereka. Unsur ini yang kemudian terbagi dalam beberapa tujuan dan poros-poros yang 249 250 251 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda).

kami membutuhkan Fahm (pemahaman). seorang kader dakwah membutuhkan rukun Tsabat (keteguhan). agar dapat mewujudkan semua rukun-rukun baiat.diwujudkan dengan program-program pendidikan dan kegiatan- kegiatan tarbiyah. yang berasal dari dalam diri setiap individu. kemudian mempersiapkannya agar mampu mewujudkan dan berupaya untuk melaksanakannya. yaitu: 215 . Dalam aspek pengorganisasi dan barisan dakwah. Rukun-rukun baiat ini menunjukkan nilai-nilai tarbiyah yang dibutuhkan oleh individu dan jamaah dakwah. Amal (aktivitas). Karena rukun-rukun baiat ini saling berkaitan erat. Ikhlas. dan Tajarrud (kemurnian). Tadhiyah (pengorbanan). baiat dan komitmennya terhadap jamaah. Imam Syahid menyebutkan tingkatan amal yang dituntut dari seorang al akh yang tulus. kami membutuhkan Taat (kepatuhan). • Imam Syahid menetapkan tujuan-tujuan tertinggi dalam jamaah –yang berupa tingkatan-tingkatan amal-. demi membentuk labinah-labinah dakwah yang kuat dalam satu barisan: Dalam aspek harakah. Kemudian dalam seluruh aspek-aspek di atas. Ukhuwah dan Tsiqah (kepercayaan). maka kelemahan dan kerusakan dalam salah satu rukun-rukunnya akan menyebabkan kelemahan terhadap baiat-baiatnya yang lain. dan tsabat di atas prinsip-prinsip. yaitu arah dan wadah yang membatasi aspek-aspek pembentukan dan beban dakwah. Amal (aktivitas). Jihad. kami membutuhkan rukun-rukun berikut ini. Dalam aspek keyakinan.

karakteristik dan target-target utama. Pembentukan keluarga muslim 3. dengan tetap jenjang dakwah yang dilalui. 359. 6. atau membatasi satu tujuan tanpa tujuan yang lain. Bimbingan masyarakat 4. dalam rangka memperhatikan mewujudkan tingkatan-tingkatan dan tujuan-tujuan yang tinggi itu. dan dengan memanfaatkan setiap sarana dan instrumen yang baru. namun fleksibel dan dinamis.”252 Tingkatan dan tujuan-tujuan ini memiliki refleksifitas dan perwujudannya di dalam program-program penyiapan individu. Mengembalikan kekuasaan khilafah yang telah hilang dan terwujudnya persatuan yang diimpikan bersama. namun saling menyempurnakan satu sama lain. Ia juga memelihara target. 7. Program-program ini –baik teori maupun praktektidak terpisah. tanpa membedakan atau memisahkan antara tujuan-tujuan tersebut. Penegakan kepemimpinan dunia dengan penyebaran dakwah Islam di seantero negeri. yang mencakup seluruh aspek tarbawi. 252 Ibid. Program dan sarana-sarana tarbiyah yang digunakan tidak kaku dan statis. Memperbaiki keadaan pemerintah. Pembebasan tanah air 5. Perbaikan diri sendiri 2.1. sesuai dengan masing-masing tujuan. Empat yang terakhir ini wajib ditegakkan oleh jamaah dan oleh setiap akh sebagai anggota dalam jamaah itu. dan di dalam sarana-sarana tarbiyah yang digunakan. Sebagaimana ia juga memiliki pengaruh nyata dan nilai-nilai tarbawi dan haraki yang terwujud secara gradual. sehingga menjadi pemerintah Islam yang baik. 361 216 . hal. dengan tetap menjaga perbedaan antara individu kader.

4. Melakukan kegiatan belajar dengan kemampuannya untuk meningkatkan intelektualitas dan wawasan keilmuannya. 3. Ukhti Muslimah. 1. 2.”253 Dengan demikian. Perasaan dan nurani yang peka. minum. sehingga dapat membedakan antara kebaikan dan keburukan. Ketika wanita. hal.hendaklah selalu dalam kehalusan nurani. dan menjadi perangkat yang layak untuk mewujudkan cita-cita mengegolkan kebenaran dan kebajikan. 236 217 . -sebagaimana kami nasehatkan kepada al akh Mulsim. kesempurnaan akhlak dan kesehatan badan. Islam juga menginginkan sebuah pandangan yang benar dalam memahami sesuatu itu benar atau salah. Islam menetapkan kaidah-kaidah memiliki ini. dan tidur.254 253 254 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).Imam Syahid menjelaskan beberapa aspek penting di atas di dalam proses pembentukan individu serta kesinambungannya. 235 Ibid. maka kewajiban seorang akh adalah: 1. keluasan cakrawala berpikir. Menghiasi dirinya dengan akhlak Islami. Islam menginginkan dalam diri setiap mukmin. Beribadah kepada Allah dengan melaksanakan perintah-perintahNya. “Sesungguhnya. ia tidak sama hanya dalam memperuntukkannya bagi kaum laki-laki dan meninggalkan kaum melainkan keduanya kedudukan pandangan Islam. untuk mengasah kepekaan nurani dan kehalusan perasaan. Komitmen dengan aturan dan adab-adab Islam dalam tata cara makan. oleh karena itu. untuk mewujudkan kemauan yang kuat dan tekad yang membaja. 2. 4. 3. agar ia dipelihara oleh Allah dari ancaman pelbagai penyakit. hal. Tubuh yang sehat yang yang siap mulia. Sebuah keinginan kuat yang tidak akan pernah melemah dalam membela kebenaran. mengemban mampu berbagai tugas misi kemanusiaan secara baik.

berlandaskan dan bertitik tolak dari shibghah Islam dan manhajnya yang mulia. kesetiaan yang kuat yang tak dikotori oleh kepura-puraan dan pengkhianatan. maka ia menjadi garda depan di barisan para mujahid yang tulus dalam mengemban risalah dakwah dan teguh di atas jalannya. menjalankan tugas dan tujuan-tujuan dakwahnya. Sifat-sifat terbut adalah: “Kemauan yang keras yang tak tersentuh oleh kelemahan. menunaikan risalah dakwah di muka bumi. Ini adalah persiapan umum dan khusus. serta melaksanakan apa saja yang untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut. Khusus adalah.Imam Syahid menyebutkan 4 sifat yang wajib dipenuhi untuk membangun kekuatan diri. dan beliau menjelaskan bahwa sifat-sifat tersebut merupakan nilai-nilai dasar dalam diri individu muslim dan umat Islam untuk bangkit mengemban dan memikul risalah dakwah. Mewujudkan kesempurnaan ibadah kepada Allah. mempersiapkannya untuk melaksanakan tugas yang diwajibkan kepadanya. Umum adalah. Dengan pemenuhan dua hal ini. 45 218 . keyakinan dan penghormatan terhadap dasar tersebut yang akan menjaga dari kesalahan dan penyimpangan. Ia memiliki satu target yang ingin diwujudkan. atau tertipu dengan yang lain. 255 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). pengorbanan besar yang tak dihalangi oleh ketamakan dan kebakhilan.”255 Target-Target Tarbiyah Manhaj tarbiyah dalam melakukan pembinaan dan perbaikan diri menurut pandangan jamaah. hal. mencakup seluruh aspek umum dalam proses pembentukan kepribadian dan individu muslim. dengan pengetahuan terhadap dasar perjuangan. yaitu.

tergambar dalam hal-hal berikut: 10 sifat untuk membentuk kepribadian mukmin yang baik Rukun-rukun baiat dalam rangka mempersiapkannya untuk berjihad. 3. Dari asas ini. dan target-target dakwah yang tinggi yang ingin diwujudkan. 4. Kepribadian mukmin yang baik 2. Memiliki kekuatan jiwa yang luarbiasa 3. terwujudlah simpul utama terhadap tujuan-tujuan pembentukan tarbawi. Tingkatan-tingkatan amal. Tujuan-tujuan yang telah tersusun ini berlandaskan pada hal-hal berikut ini: 219 . Teguh di atas jalan dakwah hingga ia menemui Allah • 1. Asas manhaj yang merupakan susunan target-target tarbiyah ini. yang kemudian akan dibagikan dalam jenjang-jenjang yang berbeda sebagaimana telah ditetapkan dalam setiap fase. • Target Umum: dan para pengemban risalah dakwah. akhwat dan anggota usar. 2.Kami menginginkan pembentukan yang khusus terhadap anggota jamaah muslim. terus meningkat dan menyempurnakan pembentukan umum yang diharapkan dari setiap manusia 1. dan peran yang telah ditetapkan berdasarkan manhaj Islam dan petunjuknya. Menyempurnakan persiapan iman dan jihad 5. Asas-asas ini berlandaskan dorongan. Yang terbagi dalam target-target marhalah anak-anak dan dewasa. yang kemudian terbagi dalam beberapa target yang sesuai dengan berbagai tahapan usia dan jenjang tarbiyah yang berbeda antara individu di dalam jamaah. visi. Yang berjuang keras dalam melaksanakan dakwah dan mewujudkan target dan tujuan-tujuannya di seluruh permukaan bumi.

Visi dan misi. 220 . Hifzu Nasl (menjaga keturunan). • 1. Para ulama Ushul Fiqh meletakkan kebutuhan pokok dalam Daruriyyat al Khams. memiliki tiga aspek penting: 1. Karakteristik Target(keistimewaan tujuan-tujuan tarbiyah): Ia adalah tujuan yang berkesinambungan. Hifzu Nafs (menjaga jiwa/kehormatan jiwa).1. yang memiliki permulaan namun tidak memiliki akhir. Aspek keilmuan 2. Aspek perasaan dan kepekaan jiwa 3. kemudian beberapa hal berupa takmilat (kebutuhan penyempurna). yang membuatnya butuh ketegaran. hingga ia 2. yakni yang disebut sebagai landasan filosofis dalam perbaikan dan pembentukan. serta aspek akhlak harus terlihat dalam diri setiap individu. 3. 3. 2. ini satu dan sama lain saling pada menyempurnakan salah satunya dan akan Kelemahan kekurangan menyebabkan kelemahan pada aspek-aspek yang lain. Hifzu Din (Menjaga agama). sebagai acuan dan rujukan kebutuhan manusia secara umum. perasaan dan kepekaan jiwa. Oleh karena itu refleksi aspek keilmuan. tahsinat (kebutuhan pelengkap). Hifzu Mal (menjaga harta). 4. Pertumbuhannya berkesinambungan dan mengiringi setiap individu dalam setiap aspek. Aspek akhlak Aspek-aspek melengkapi. Setiap tujuan tarbiyah. Tujuan-tujuan tertinggi dalam Islam dan dakwah Karakteristik individu dan kebutuhannya Pandangan masyarakat dan tujuan-tujuan yang hendak diwujudkan. yaitu. Hifzu Aql (menjaga akal). Ia akan berhadapan dengan banyak kendala dan perubahan dalam kehidupan manusia.

target dan sarana-sarana tertentu. serta dengan realitas keberadaan jiwa lawwamah (mengajak kepada keburukan). Ia bersandar pada upaya untuk membangkitkan ruh. dan jiwa yang hidup. 5. tanpa menyandarkan diri kepada pertolongan Allah. 4. kemudian menjadikannya sebagai dasar tempat bergantungnya hati dan memurnikan diri. Sarana tanpa sasaran dan target maka akan mengarah kepada kesia-siaan. maka dapat dipahami bahwa target-target cabang tertentu (target jangka pendek) dalam aktivitas tarbiyah yang berkesinambungan merupakan sarana untuk mewujudkan target besar atau target jangka panjang.bisa kokoh dan eksis dalam mewujudkan target-target yang diinginkan. maka perbaikan yang diinginkan tidak akan terwujud. Ia mencakup semua kebutuhan masyarakat dan dunia 221 . yang sangat memperhatikan sisi gradualitas dalam proses dan tidak melakukan lompatan-lompatan. penyucian jiwa dan muraqabatullah. Sebagaimana terdapat target-target jangka panjang dan targettarget jangka pendek. Ia berusaha menggabungkan antara upaya manusia dengan taufik dan hidayah dari Allah. Tujuan tanpa sarana untuk mewujudkannya maka hanya akan menjadi gagasan idealis yang tidak realistis. Syumuliyah (komprehensif) dalam setiap aspek kehidupan manusia. serta dilakukannya proses evaluasi dan pengulangan. memiliki pengaruh yang akumulatif dengan tidak adanya pemisahan. Ia adalah tujuan-tujuan yang saling berhubungan. • Ciri-ciri Dalam Target Tarbiyah 1. Manhaj tarbawi harus memiliki tujuan. Sebab-sebab kelemahan dan kendala yang akan dihadapi sangat besar.

Begitupula keseimbangan dalam menerapkan tarbiyah kolektif dan tarbiyah individu. jika target-target utama dalam tarbiyah memiliki keistimewaan tsabat (kekokohan) dan kekuatan. 5. Eksistensi dan kesinambungan 6. 2. termasuk kebutuhan personal setiap individu. yang masing-masingnya saling menyempurnakan. antara tujuan-tujuan tarbiyah dengan keseimbangan yang dibatasi oleh timbangan relatif terhadap target-target dan skala prioritas. yang merupakan tingkatan 222 . Fleksibelitas. maka targettarget cabang membutuhkan inovasi dan pengembangan. Termasuk keseimbangan antara kebutuhan Pribadi dengan lingkungan yang mengitarinya. begitupula dengan perbedaan antara individu. dengan tetap menjaga realita dan kemampuan. 7. dan kebutuhannya masing-masing. namun memiliki beberapa tingkatan. Keseimbangan. Inovasi. yang berupa tingkatan minimal yang cukup untuk melakukan aktivitas atau mewujudkan sebuah tujuan tertentu. yang dimulai dari tingkatan Al Kifayah. dalam menerapkan manhaj tarbiyah juga dibutuhkan fleksibelitas. Tujuan-tujuannya saling menopang 4. TIdak ada pertentangan satu sama lain 3. sesuai dengan realitas yang dihadapi.serta hubungannya terhadap alam semesta. • Tingkatan Target Tarbiyah Tujuan-tujuan tarbiyah tidak berada dalam satu tingkatan saja. Individu – masyarakat – dunia (kemanusiaan) – alam semesta. kemudian terus meningkat menuju tingkatan Al Kafaah.

dan penghayatannya tidak berhenti pada tujuan-tujuan tersebut. ia akan mengulangi proses pembelajarannya secara lebih dalam dan cermat. atau lebih meningkatkan penerapannya secara praktek. memiliki pengaruh ia yang akumulatif masa dalam kecil kehidupan akhir manusia. Target-target tarbiyah dalam pandangan Islam. kesinambungan dan penerapannya menggunakan bentuk yang beragam dan secara gradual sesuai dengan kedalaman dan proses penerimaan peserta tarbiyah. Demikian keterikatan. kemudian meningkat kepada tingkatan Shidq kemudian kepada tingkatan Ihsan. atau mengkaji salah satu aspeknya secara khusus. sejalan dengan peningkatan tarbiyah dan penerapannya. kemudian setiap kali meningkat jenjang tarbiyah seseorang. harus mampu mewujudkan tingkatan Itqon. Dengan demikian maka pembagian tujuan-tujuan tarbiyah dan pengenalannya dimula sejak masa kanan-kanak. • Urgensi Pembangunan yang benar dan Keterikatan antar target-target tarbiyah: dan Karena tujuan-tujuan tarbiyah merupakan satu kesatuan. Tingkatan terakhir ini juga merupakan tingkatan yang panjang dan tidak terbatas. begitupula halnya dalam ibadah dan ketaatan. atau mempelajari kembali suatu materi tarbiyah secara lebih dalam. Jika ia sudah meranjak dewasa. namun dalam 223 . Contohnya dalam mempelajari sirah atau ayat Al Quran. remaja dan pelajar. bahkan dimulai sejak masa balita melalui kedua orangtuanya. cermat dan lebih luas. yang mencakup pengulangan materi dalam beberapa waktu tertentu. Sebagaimana dalam tujuan tarbiyah. mengajarkannya kepada orang lain.tertinggi dalam mewujudkan tujuan-tujuan ini. pembelajaran. maka bermula dari hingga kehidupannya. bentuk pembelajarannya mungkin sangat sederhana. di jenjang pemula dalam proses pembentukan. mengingatnya dalam beberapa kondisi dan peristiwa.

dan akan terus berlangsung sepanjang kehidupannya. dan merupakan pelengkap dan berkaitan secara terus menerus dengan asas pembinaan umum. jika di dalam pembinaan umum terdapat kerusakan atau kelemahan. Salimul Akidah (bersih akidahnya) 3. yang dengannya seorang muslim meningkatkan dirinya secara terus menerus dan mewujudkan ibadahnya kepada Allah.pertumbuhannya ia belum mendapat pembinaan tarbiyah yang cukup atau belum melewati masa pembentukan pada periode tersebut. pendukung. • Poros-poros simpul utama dalam Target-target Tarbiyah Kita dapat menyimpulkan poros-poros beberapa tujuan tarbiyah berikut: simpul utama ini dalam 1. pembinaan dasar-dasar tarbiyah. dan kuat imannya. 2. Hal ini juga berlandaskan kepada manhaj Islam. Sebagaimana tidak terdapat pemisahan antara pembinaan umum dan pembinaan khusus. Shahihul fahm (benar pemahamannya) dan Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya). tumbuh dan berkembang dengan nilai-nilai tersebut. Maksud dari pembinaan umum adalah. maka ia menyempurnakannya pada fase-fase partisifasi dakwah. yang dimulai dari jenjang simpatisan. yang mencakup segala aspek kehidupan manusia. Shahihul Ibadah (benar ibadahnya). dan tak akan memberikan buahnya. dan jenjang-jenjang tarbiyah berikutnya. adalah mempersiapkan seorang muslim untuk menjalankan tugas yang penting. dan merupakan tingkatan tertinggi dalam jihad dan pengorbanan. Adapun pembinaan khusus. atau menguatkan bangunan di dalam diri setiap individu. kemandegan atau kemandulan. 224 .

Hendaknya Allah menjadi tujuannya semata. 7. tabiat kehidupan dunia. Mujahidun Linasihi (kuat kesungguhan jiwanya). dan hendaknya indikasinya dapat terlihat dalam kehidupan dan kepribadiaannya. dan Munazhamun fi Syu’unihi (terorganisir seluruh urusannya). 4. Kita dapat memaparkan beberapa perincian poros dan tujuantujuan umum dalam proses pembentukan ini. Hendaknya akidah adalah pendorong dan penggerak dalam kehidupan dan prilakunya. 5. 12. Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya) dan peka perasaannya. Dari aspek pemahaman yang benar dan akidah salaf 2. dan mampu memainkan perannya secara optimal di tengah masyarakat. 11. keyakinan 225 . 3. dan komitmen terhadap jamaahnya. Mampu memainkan peran dalam mendirikan rumah tangga muslim.4. Bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan dakwahnya. dan memiliki tubuh yang sehat. 8. Qadirun Alal Kasbi (mampu berekonomi). Nafi’un Li Ghairihi (Bermanfaat bagi selainnya). dan berusaha untuk kemaslahatan kemanusiaan dan kedamaian manusia. Inovatif dalam mengembangkan kemampuan dan potensinya. Berhubungan dengan umatnya. Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). serta tujuan-tujuan dasar yang terkandung di dalamnya: Poros-Poros utama Dalam Pembinaan tarbawi terhadap individu 1. 6. 13. Memahami dan mengetahui tujuan penciptaannya. permusuhan terhadap syetan. Harishun Ala waqtihi (Cermat mengatur waktunya). dan senantiasa berupaya untuk mengembalikan kepemimpinan khilafah Islam. 9. Interaktif dengan alam di sekitarnya. Salimul Akidah (bersih akidahnya): 1. 10.

serta tabiat hubungan dengan mereka.terhadap hari kebangkitan dan hari pembalasan. Berupaya menjalankan tingkatan-tingkatan keimanan dan sifat orang-orang yang beriman sebagaimana yang tertera di dalam AL Quran dan sunnah. memahami. serta iman terhadap ketentuan-Nya. 2. baik membacanya. Terhadap AlQuran dan kemuliaannya c. serta mengambil fiqh dan ilmu yang sesuai. Terhadap pemimpin dan jamaahnya 7. 4. Mencintai shalat dan mengerjakannya secara optimal dan senantiasa menjaganya. Memiliki kekuatan iman dalam seluruh aspek-aspek berikut: a. Rasul-rasul-Nya. 8. Memiliki hubungan erat dengan Al Quran. dan kuat imannya: 1. menghapal dan mengamalkannya. Terhadap kebenaran manhaj dan jalannya f. 2. Terikat hatinya dengan mesjid 9. timbangan keutamaan antara anak-anak manusia. Terhadap Islam dan risalahnya b. baik ketentuan baik maupun ketentuan buruk. 5. kitab-kitabNya. Terhadap dakwah dan tujuan-tujuannya d. Mampu mewujudkan dasar bangunan Islam dan rukun-rukun iman (Iman kepada Allah. malaikat-malaikat-Nya. 6. Mengutamakan sunnah yang benar. Melaksanakan kewajiban dan mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan sunnah dan ketaatan. 226 . 3. saling melengkapi antara lelaki dan wanita serta karakter masingmasing. iman terhadap hari kiamat. Terhadap kemenangan dan pertolongan-Nya e. pluralitas bangsa dan suku. Mewujudkan makna ibadah secara total di dalam kehidupan dan dakwahnya. Shahihul Ibadah (benar ibadahnya).

ukhuwah. baik hubungannya terhadap orang lain. yang mampu membedakan antara yang baik dan yang buruk. buruk. dan mampu mempengaruhi orang-orang di sekitarnya. muda.3. cinta di jalan Allah. itsar (mengutamakan kepentingan saling orang lain dari saling kepentingannya sendiri). menghormati dan berbuat yang baik tua. 5. sombong dan riya. Seperti. 8. Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). menyayangi. sabar. 4. Seperti. 3. dan memiliki tubuh yang sehat: 227 . budaya musyawarah. teguh. baik dalam perkataan. memperbaharui perasaan dan membangun kekuatan diri yang besar serta kemauan yang kuat. Memiliki semangat yang tinggi. peka mata hatinya. dermawan. baik prilakunya terhadap kedua yang orangtua. Memperbaiki kepekaan hati yang telah mati. dll. Mengetahui hak-hak orang lain dan memberikannya. Menjadi teladan bagi orang lain. 7. Menghiasi diri dengan seluruh akhlak prilaku yang yang mulia. Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya) dan peka perasaannya: 1. mulia nuraninya. 2. muamalat dan prilakunya. Melengkapi diri dengan akhlak-akhlak keimanan dalam harakah dan dakwah. 6. nasehat-menasehati. lapang dada. 4. Komitmen terhadap manhaj Islam. Memperhatikan adab-adab Islami dalam setiap waktu dan kesempatan. pada menyayangi tetangganya. halus perasaannya. dan serta menghilangkan menghilangkan sikap ujub. memaafkan.

Melakukan 4. kekuatan dan fisik berupaya sesuai mendapatkan beberapa keahlian yang diperlukan. rapi dalam setiap kondisi. 2. serta menggunakan sarana untuk pencegahan dan pengobatan. Memanfaatkan waktunya. dan mampu melakukan apa yang ia butuhkan. Mampu mengatur seluruh urusannya. akal dan keturunan. 1. sarana-sarana dan kemampuannya. 3. dan mampu mewujudkan keseimbangan dalam perhatian dan tuntutan pelaksanaan. 2. Mengekang syahwat dan nafsu diri agar sesuai dengan manhaj Islam. 5. 5. dan pindah dari alam khayalan dan perkataan menuju alam realita dan 228 . mengenak kadar kekuatannya dan mengarahkannya ke arah yang benar dan bermanfaat. penampilan. 5. Teratur dan bersih dalam setiap urusannya. Mampu menentukan pekerjaan yang cocok pada waktu yang sesuai. Diantaranya nafsu untuk mempertahankan diri. Dimulai dari kerapian pakaian. dan Munazhamun fi Syu’unihi (terorganisir seluruh urusannya). Menjaga kesehatan dan keburagannya. keseharian dan pekerjaannya. Harishun Ala waqtihi (Cermat mengatur waktunya). 3. Memiliki fisik yang kuat. Melengkapi olahraga yang bermanfaat. sehat. serta mengawasi dirinya dalam hal itu. menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang berpengaruh negatif terhadap kesehatannya. 4. dan tidak menyia-nyiakannya pada hal-hal yang tidak bermanfaat. menggunakan manhaj pertengahan dan menghindari sikap berlebih-lebihan.1. menetapkan skala prioritas. Mampu mengikuti langkah-langkah strategis.

3. menggunakan perbaikan bukan mencela atau menghancurkan. merasa cukup dengan apa yang dimiliki. 4. 6. serta selalu menjaga adab-adab nasehat terhadap individu dan para mas’ul dakwah. Mampu mandiri secara ekonomi yang cukup dan sesuai dengan kondisinya. 2. baik dalam konsentrasi maupun sewaktu melaksanakan. dan mampu memainkan perannya secara optimal di tengah masyarakat: 1. 5. Selalu berupaya untuk mendapatkan penghasilan yang halal. 229 .amal nyata. Melakukan ibadah kepada Allah dengan pekerjaannya dan senaniasa bertawakal kepada-Nya. Mencari ilmu dan keahlian yang dibutuhkan untuk bidang tersebut. bakhil dan tamak. Senatiasa 2. dan berupaya untuk melakukannya. serta menghindarkan diri dari sifat ujub. dan untuk manusia dan cara kemanusiaan. 7. 6. Senantiasa aktivitasnya. Nafi’un Li Ghairihi (Bermanfaat bagi selainnya). Senantiasa berharap berlaku kebaikan positif. Mengenal nilai harta dan pekerjaan sesuai dengan pandangan Islam. sesuai dengan batasa-batasan syariat dalam mendapatkan rezeki. bertawakkal kepada Allah dalam segala 6. Amanah dan jujur dalam pekerjaan. Qadirun Alal Kasbi (mampu berekonomi): 1. serta senantiasa mengeluarkan zakat fitrah dan zakat mal. dengan memiliki keahlian dan pengembangan dirinya dalam hal itu. Menyisihkan pendapatannya untuk orang-orang fakir dan miskin. 7.

Berusaha menyebarkan dakwah dan akhlak-akhlak mulia di tengah masyarakat. dihadapi mempengaruhi dan melakukan perbaikan di dalamnya. serta nasehat terhadap para mas’ul dan orang-orang selain mereka. mendukung perkembangan politik. baik individu maupun lembaga. berdialog serta berinteraksi dengan orang lain dan dengan masyarakat umum. Memiliki keahlian dan kemahiran komunikasi. Bermanfaat bagi selainnya. Mengenal problematika masyarakatnya. serta berupaya untuk memberikan saham kebaikan dan pelayanan umum. serta fenomena kerusakan pemikiran dan perbuatan dengan sarana yang paling baik dan mudah.3. Mengikuti dan menunaikan tugas-tugas yang diberikan jamaah dalam aktivitas-aktivitas dakwah. Berupaya untuk memperbaiki prilaku-prilaku buruk dan kebiasaan yang tidak baik. Berupaya untuk membangun negerinya. mampu berkomunikasi dengan orang lain dan memberikan pengaruh pada mereka. serta memberikan hidayah dan petunjuk kepada orang lain. serta berusaha bekerja untuk melakukan perbaikan dan pengembangan masyarakatnya dalam pekerjaan dan profesinya. menjaga kemandirian dan persatuannya. 4. 11. Yaitu mewujudkan dan realita prilaku yang positif. keilmuan dan ekonominya. 5. Berprilaku dengan adan-adab dakwah dan seorang da’I. dengan melakukan kerjasama dalam kebaikan dan kebajikan dengan orang lain. 8. 230 . serta mengetahui secara cermat undang-undang dan prosedur yang berlaku. serta melepaskannya dari segala bentuk tekanan dan intimidasi Negara asing. 9. Menguasai batasan-batasan dalam menjalankan amar ma’ruf nahi munkar. 10. serta memahami seni berbeda dalam pandangan. 7. 6.

serta berupaya untuk mewujudkan ketakwaan kepada Allah dan rasa takut pada-Nya. istighfar. dan tokoh-tokoh sebab-sebab utamanya. Selalu melakukan perbaikan akhlak untuk mewujudkan tarbiyah diri dan kemauan yang keras. 9. kekuatan). 3. 6. 2. kemampuan. 3. 1. 2.12. Senantiasa berupaya melakukan zikir kepada Allah dalam berbagai bentuk. 8. Mengetahui sejarah umat-umatnya yang terdahulu (seperti beberapa peristiwa bersejarah. Berwawasan pemikirannya. untuk menekan pengarus bisikan-bisikan hati yang buruk. 1. Berupaya untuk menggali potensi yang dimilikinya. luas cakrawala pengetahuannya. dan meningkatkan 7. Senantiasa merasakan pengawasan dari Allah. dan taubat kepada-Nya. Berusaha menguasai keahlian di bidang tekhnologi mutakhir. Memiliki kemampuan melakukan interaksi sosial dengan masyarakat dan institusi-institusinya. mengenal disiplin-disiplin ilmu dan aliran-aliran pemikiran dunia. mengembangkan keahliannya. Senantiasa melakukan evaluasi diri. 4. menahannya dari perkara-perkara yang haram. Shahihul fahm (benar pemahamannya) dan Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya). serta mampu menetapkan hukum yang benar terhadapnya dan mampu berintekasi dengannya. dan menjauhkannya dari halhal yang syubhat. Benar pemahaman agama dan dakwahnya. sebab-sebab kelemahan. 5. 231 . Mampu menguasai bisikan-bisikan nafsu. terhadap tugas dan perannya dalam kehidupan. Inovatif dalam mengembangkan kemampuan dan potensinya. Mujahidun Linasihi (kuat kesungguhan jiwanya).

dan mengambil keteladanan mereka sebagai nilai dan model yang menerangi. 9. serta meningkatkan pengetahuan dalam hal itu sesuai kemampuannya. 5. Mengikuti segala bentuk perkembangan kontemporer untuk mengambil manfaatnya. senantiasa menjaga. 6. perannya dalam mendirikan rumah tangga muslim. 10. Mempelajari sirah Rasulullah Saw. Merasa bangga dengan bahasa Arab. Senantiasa belajar untuk mendapatkan ilmu dan wawasan yang bermanfaat. dan berupaya untuk meningkatkan diri sesuai dengan kemampuannya. dan persiapannya untuk menunaikannya.Maksud umat-umatnya yang terdahulu adalah: negerinya. dan sirah para orangorang terdahulu yang baik. Menjalankan perannya dalam mendirikan rumah tangga muslim: 1. 8. 7. Mengenal musuh dan bahaya-bahaya yang mengancam umat Islam. serta sarana apa saja yang dibutuhkan untuk menciptakan kemajuan dan kesuksesan. serta mengetahui problematika kontemporer. Mengenal dan menguasai sejarah dakwah dan jamaahnya (tujuan-tujuannya. serta mempelajari kaidah-kaidahnya. bangsa Arab dan umat Islam. untuk menjadi petunjuk dalam gerakan dan fikrahnya. 232 . Berusaha keras untuk mendapatkan ilmu-ilmu syar’I dan mengenal hukum-hukum sesuai dengan kemampuan yang sesuai dengannya. dan hal itu merupakan sebagian dari sejarah umatnya. Mempelajari sumber-sumber dan risalah yang ditulis tentang hal itu. Mengenal dan menguasai hak dan kewajibannya. 4. ciri-ciri dan realitanya). pengalaman yang cocok untuk kehidupan dan profesinya. 10. kewajiban-kewajibannya. serta apa yang dibutuhkan untuk dakwahnya.

6. 2. dan mewujudkan makna takaful (saling memikul beban) dan rasa kasih terhadap mereka. Berupaya untuk menciptakan model rumah tangga muslim. terpengeruh dan mengikutinya. serta menghormati fikrah-fikrah Islam dan komitmen terhadapnya. dan hendaknya ia memiliki peran nyata di masyarakat. 8. Menjaga dan memeliharanya dari pengaruh-pengaruh buruk dan negative. Mengoptimalkan proses pertumbuhan dan tarbiyah terhadap keluarga. 7. 233 . Mewujudkan penampilan Islam dalam rumah tangga. setia terhadap tuntutan-tuntutan agama dan umatnya serta kebutuhan-kebutuhan mereka secara Pribadi. meningkatkan dan menumbuhkan potensi dan kemampuan mereka. Senantiasa berhubungan dengan umatnya.2. Berusaha untuk menyebarkan Islam di seluruh penjuru dunia. Menyiapkan rumahnya untuk tuntutan-tuntutan jihad dan tabiat marhalah dakwah. yang membuat mereka menghormati fikrah-fikrah Islamnya. 3. Memberikan perhatian terhadap proses penyiapan generasi muslim. dan senantiasa berupaya untuk mengembalikan kepemimpinan khilafah Islam: 1. serta merasakan ikatan dan tanggungjawab terhadap setiap jengkal tanah yang di atasnya panji tauhid di tinggikan. 4. di tengah karib kerabat dan tetangganya. tetangga. Menjadi teladan yang berpengaruh terhadap tetangga dan karib kerabatnya. keluarga. selalu menyambung hubungan silaturahim dengan sauadara-saudaranya. Mengetahui problematika umat dan permasahan- permasalahan terkini dunia Islam. 5. anak-anak terhadap nilai-nilai Islam. baik dalam kebiasaan dan kehidupan sehari-hari. 11.

Mentadabburi tanda-tanda kebesaran Allah di alam. dan keselamatan semesta sesuai dengan pemahaman Islam. Interaktif dengan alam di sekitarnya. Menjaga kebersihan lingkungan. dan berusaha untuk kemaslahatan kemanusiaan dan kedamaian manusia. serta berusaha untuk mengembalikan keagungannya. diberikannya untuk manusia. Mewujudkan hubungan kerjasama.3. Menyokong persatuan Arab dan Islam. Meyakini khilafah dan berupaya untuk mengembalikannya. serta merasakan fenomena keagungan-Nya. yang mencakup hal-hal sebagai berikut: 1. hubungan dan bantuan terhadap problematika yang dihadapinya. Mengenal makhluk-makhluk ciptaan Allah di alam dan memanfaatkannya dengan penciptaannya. kemajuan dan 12. serta mengenal misi umat Islam dan kebutuhan 7. Mengenal peradaban Islam dan merasa bangga kepadanya dan kepada kontribusi yang telah manusia terhadapnya. terutama permasalahan Palestina. eksistensi umat Islam. dan sesungguhnya Allah telah menundukkannya untuk umat manusia sesuai dengan ketentuan yang terbatas. 4. 234 . mengenal 3. 2. meyakini kepemimpinan dunia dan hal itu akan terwujud sesuai dengan janji Allah dan keutamaan-Nya. Menjaga produksi dalam negeri dan Negara-negara muslim dan menyokong produktivitasnya. mengetahui hubungan yang baik dengan alam. Merasakan keterikatan jiwa dan raga. serta tanggungjawab keimanan terhadap dunia Islam dan setiap jengkal tanah yang dihuni oleh seorang muslim. untuk dan kemaslahatan berusaha manusia sesuai hikmah kebutuhan. 6. 8. 5.

tafahum dan takaful). Jihad. Amal (aktivitas). Ukhuwah dan Tsiqah (kepercayaan). senantiasa berpedoman pada para qiyadahnya. Membantu penegakan nilai-nilai kebenaran. 7. 8. Ikut serta untuk memberikan kontribusi dalam memakmurkan bumi dan memperbaikinya. persiapan jihad. 2. mengenal problematika yang dihadapinya dan peristiwa-peristiwa besar yang mempengaruhinya. Menyempurnakan pemahaman. produktif 235 . baik berupa dan ilmu. 13. 6. Bekerjasama dengan orang lain dalam setiap kebaikan. dalam dalam dakwahnya. Saling berhubungan dengan manusia dan bangsa-bangsa di dunia. Ikhlas.4. Taat Amal (kepatuhan). Disiplin dalam rukun-rukun gerakannya. beraktivitas untuknya. Dalam aspek harakah. 3. dan setiap orang bekerja di bidangnya masing-masing. Fahm dan barisan dakwah. 5. Dalam (pemahaman). Melaksanakan 4. Tadhiyah (pengorbanan). keadilan dan menolak kezaliman. 1. Kemudian Tsabat (keteguhan) dalam setiap rukun-rukun tersebut. keadilan dan perbaikan. Dalam aspek aspek pengorganisasi keyakinan. dan komitmen terhadap jamaahnya. Bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan dakwahnya. dakwahnya. komitmen terhadapnya. serta ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia. Disiplin dalam shaf dan jamaahnya. saranmengenal realitasnya. dan menunaikan rukun-rukun baiatnya. usrahnya murni (dalam ta’aruf. (aktivitas). Meningkatkan Profesionalitas keahlian untuk melakukan hubungan tersebut. dan Tajarrud (kemurnian). tujuan sarananya. kendala-kendala yang dihadapi serta terhadap peraturan dan ketentuan jamaahnya.

serta memusatkan proses pembinaan dengan mengarahkannya pada realitas amal. 6. mulai dari syaikh murabbi. Dari pemaparan di atas. yang dengannya seorang individu bergerak dan memberikan pengaruh pada masyarakat. dan sarana-sarana 236 . pengorganisasian. namun ia menghimpun seluruh sarana pembentukan dan tarbiyah. teladan amal. Diantara ilmu rijal (mengenal identitas seseorang). fikrah. ekonomi.melaksanakan ketaatan. politik. Termasuk dalam realitasnya. kekuatan dan ikatannya. evaluasi dengan pengarahan dan perbaikan. kemajuan dan pencapaian target-targetnya. mulai dari pembinaan iman. serta sunnah perubahan dan kejayaan. 9. 8. dan penahapan dalam tingkatan yang berbeda-beda. dialog. sosial. berkorban untuk dakwah karena mengharapkan keridhaan Allah. olahraga. dll. Mengenal musuh-musuh dakwah dan karakteristik mereka. keamanan. semangat keprajuritan. Menguasai kemahiran tertentu untuk memudahkan tugas dan peran-peran yang diberikan jamaah. undang-undang. 7. 5. gerakan. serta perangkat yang ia butuhkan berupa ilmu dan persiapan. Memiliki dan mengoptimalkan kemahiran-kemahiran yang cocok untuknya dalam menyampaikan dan menyebarkan dakwah. interaksi. strategi dan target-target mereka. profesionalitas. dunia internasional. Ia tidak hanya terbatas pada program pendidikan secara normatif semata. Menjaga keselamatan jamaahnya. Memahami timbangan perseteruan antara hak dan batil. serta komitmen terhadap syura sebagaimana makhluk yang hidup dengannya. akhlak. yang mencakup seluruh aspek pembinaan. dakwah. dan pendidikan keamanan (intelegensia). maka jelaslah manhaj Ikhwan yang komprehensif. ikhlas dalam dakwah.

baik pada jenjang tarbiyah yang akan dilaluinya dan jenjang tarbiyah yang sedang dijalaninya. Hendaknya ia memiliki motivasi dan dorongan. serta dalam lingkup persaudaraan dan cinta di jalan Allah.akan melahirkan generasi kuat dan kokoh. sisi-sisi kerusakan yang terlihat. kami atau menyampaikannya dengan ungkapan kalimat meringkas maknanya sebagaimana yang beliau maksudkan. Pertama. dan hendaklah jelas baginya kemampuan untuk menegaskan atau melemahkan serta konsekuensi keduanya. Dalam aspek akidah dan ibadah: 237 .yang lain dalam lingkup dan komitmen terhadap batasan-batasan Islam. kejelasan dan keterus-terangan. Pengarahan dan Wasiat Kami menyampaikan di sini pengarahan Imam Syahid Hasan Al Banna –baik dalam risalah maupun dalam perkataan-perkataannyatentang nilai-nilai dan sifat-sifat yang harus dimiliki Ikhwan (termasuk diantaranya kewajiban aktivis dakwah). perbaikan. Dalam manhaj ini. Termasuk menggunakan metode amal dalam pembangunan umat dan tarbiyah. trik dan cara mengobatinya. menunaikan urusan dengan penuh kesungguhan dan perhatian. metode perbaikan. dan berupaya untuk terus meningkatkan kualitas tarbiyahnya. juga dituntut keterbukaan. pengobatan dan menutup aib. yang akan mengemban risalah dakwah dan menjaganya. pengarahan. hasilhasilnya. kendala-kendala yang dihadapinya. dan dalam kehidupannya sebagai teladan dan bisa memberikan pengaruh dan pembentukan –yang dengan izin Allah. Secara yang umum sama. Ia juga dituntut untuk menciptakan iklim yang sehat dan komitmen terhadap adab-adab Islam dalam menyampaikan nasehat. sehingga masing-masing individu menguasai targettarget yang harus diwujudkan dan dilaksanakan.

membacanya dengan baik. Menyampaikan tentang urgensi kekuatan akidah dan cakupannya terhadap semua aspek. mengesakan dan serta bangga dengan dan ini keagungan Islam dan keindahan Al Quran. melalui shalat. mendengarkan. Terwujudnya hubungan hati dan jiwa yang terus menerus terhadap Allah (indikasi-indikasi yang diinginkan adalah. Lahirnya keimanan terhadap keagungan risalah agama Islam. Mengenal menyucikannya. zakat. 3. Menyampaikan tentang rukun-rukun iman dan mengingatkan akhirat. rukun-rukunnya. 8. yaitu untuk mewujudkan sifat shahihul Ibadah (benar ibadahnya). berprinsip ketuhanan). Menghidupkan sunnah Rasulullah Saw. 4. yaitu dengan menghapalnya. 6. dan haji. Mempelajari risalah tentang ikhlas kewajiban-kewajiban dalam Islam dan tidak melalaikannya. 2. Maka janganlah takut pada sesuatu yang lain dan jangan gentar selain kepada-Nya. baik petunjuk maupun hadits-haditsnya. 238 . serta mengikuti manhaj salaf dalam pemahaman. Allah. Membangun keimanan kepada Allah. agar menjadi petunjuk jalan. mengamalkan sunnahnya yang suci. 10. serta merasa bangga dengan keimanannya (terwujudnya rabbaniyah. memperbanyak zikir. Mempelajari risalah dalam prinsip-prinsip akidah. dan berdoa kepada Allah sementara orang lain tidur. menghapal dan mengamalkannya.1. puasa. melalui tadabbur terhadap makna-maknanya. Tergantung dengan Al Quran dan berkaitan dengannya. mempelajari sirah dan memahaminya. 11. Melaksanakan 12. 9. dan pengamalan serta kembali bersama Islam menuju tujuannya yang murni. Terwujudnya ketergantungan kepada Allah dan menyandarkan diri kepada-Nya. 5. 7. dan merasa bangga karena memeluknya. menunaikan rukun-rukunya serta mengutamakan sunah yang suci. merupakan keyakinan Islam yang paling tinggi.

memberik sedekah. Menekatkan diri kepada Allah dengan ibadah-ibadah sunnah dan senantiasa melakukan ketaatan. adalah dengan menjadi seorang prajurit 5. 239 . Mewujudkan keimanan terhadap manhaj dan kebenarannya serta menanamkan tsiqoh di dalam diri. Indikasi pencapaian keikhlasan adalah: selalu berharap ridha Allah dalam setiap perkataan dan perbuatannya. 3. keimanan terhadap dakwah. tadabbur dan menghayati ayat-ayat Allah dan sunah-sunah-Nya. riya. berdoa di waktu sahur. 2. memburu popularitas. Pencegahan dari penyimpangan keikhlasan yang berupa: ujub. membaca doa-doa ma’tsur dan azkar pagi dan sore. penampilan. 4. Berdoa kepada Allah di saat manusia tidur 15. memperbanyak bekalnya berupa. prinsip-prinsip. berdoa kepada Allah sementara manusia sedang tidur. dalam aspek nurani. tidak melihat pada harta. dan sombong. 14. Mewujudkan keimanan terhadap fikrah Islam dan rasa bangga terhadap dakwah serta keagungan tugasnya. Menanamkan keyakinan terhadap balasan dan ganjaran pahala di sisi Allah. Menanamkan keimanan dan keyakinan pada pertolongan dan kemenangan dari Allah terhadap dakwah (yakin dan tsiqoh terhadap pertolongan Allah). kemajuan atau kemunduran.13. Menumbuhkan keikhlasan yang paripurna di jalan Allah dan ketenangan terhadap tujuan yang hendak dicapai. dan kepekaan iman: 1. shalat malam. tujuan dan sarana-sarananya. berapapun penghasilannya. serta selalu menyisihkan bagian dari hartanya untuk fakir miskin. Selalu merasa pengawasan oleh Allah dan senantiasa mengingat akhirat. berpuasa. Senantiasa memperbaharui tobat dan istighfar 16. zikir hati dan lisan (senantiasa memperbanyak zikir). Kedua. gelar.

Selalu menguatkan dan memperbaharui jiwa. (senantiasa melakukan pembersihan jiwa. 7. Keyakinan yang tinggi bahwa jalan ini adalah jalan yang paling selamat (sebagaimana yang telah digariskan oleh 240 . serta menyerah pada kondisi dan realita.” 9. agar dapat melahirkan jiwa yang hidup. Melahirkan perasaan cemburu yang selalu membara (keimanan yang membara yang membangkitkan kekuatan dalam jiwa). Senantiasa menyertakan ruh jihad. 13. 12. Memahami dakwah secara benar dan merasa bangga dengannya: a. Memiliki perasaan yang peka dan sensitif.–fikrah dan akidahnya- dengan mengembalikan seluruh keutamaan kepada Allah semata. b. 8. dan memenuhinya dengan nilai-nilai keimanan dan akidah. Mewujudkan kebangkitan yang hakiki dalam jiwa dan nurani. serta besarnya harga yang harus dibayar untuk menyokongnya dan ganjaran pahala untuk orang-orang yang berjuang karena Allah semata. dan terangilah kecemerlangan akal pikiran dengan gelora perasaan yang mengharu biru penuh semangat. putus asa dalam jiwa. dan kerja keras di jalan dakwah dan tujuan-tujuannya. Totalitas keyakinan terhadap kesuksesan sarana dakwah. c. 6. gelora semangat. Totalitas keyakinan terhadap kemuliaan tujuan dakwah. Memiliki semangat yang tinggi dan berupaya menyembuhkan rasa pesimis. Mengetahui kemuliaan dakwah. “Kekanglah gejolak perasaan dengan pandangan dan pemikiran yang jernih. bergelora dan penuh vitalitas. serta meluruska jiwa secara total. keagungan jihad di jalannya. yang bisa membedakan antara kebaikan dan keburukan. menguatkan diri. dan membangun kekuatan diri yang besar). dengan tetap mengendalikan bara semangat ini. 11. 14. keluasan cakupannya. Memperbaiki kepekaan hati yang mati. 10. rela berkorban.

serta timbangan yang benar terhadap qiyadah. dan membutuhkan: kesabaran. Kepekaan terhadap persaudaraan kemanusiaan secara umum dan memahaminya secara benar. terhadap ukhuwah dan barisan dakwah. 15. 4. 3. dan ikut merasakan sakit dan tersentuh terhadap semua peristiwa yang menimpa mereka. 6. kesungguhan. Memelihara persatuan dan ikatan (ukhuwah di jalan Allah). Diantara indikasinya adalah: 241 . dan kejernihan hati (untuk mewujudkan hakikat shufiyah). 7. pertolongan Allah dan senantiasa menantikan saat-saat kemenangan. 8. kebersihan jiwa. Keyakinan bahwa jalan ini sangat panjang. Cinta di jalan Allah dan ikatan dalam kebaikan. Tekad dan perasaan yang kuat terjadap ukhuwah Islamiyah. kesinambungan semesta tanpa aktivitas. Meyakini persaudaraan dan kemuliaan ikatan ukhuwah 2. Hidup bersama dakwah dan memperjuangkannya. dalam aspek cinta dan ukhuwah: 1. serta pertautan hati dan jiwa. d. serta rasa tanggungjawab terhadap setiap jengkal tanah yang dihuni oleh seorang muslim. Mencintai kebaikan terhadap umat dan keinginan untuk memberikan hidayah kepada mereka. optimis terhadap memanfaatkan makhluk-makhluk ciptaan Allah di alam membenturkannya. ketegaran. Timbangan yang benar terhadap diri sendiri (ukurlah diri kalian). e. tidak tergesa-gesa. Kebersihan hati dari rasa dengki.Imam Syahid dan ditetapkan strateginya). dan tidak ada jalan yang lain. penuh tahapan. Mewujudkan sifat lapang dada. Ketiga. 5. benci dan semua perasaan yang dapat merusaknya. tsiqoh terhadap pertolongan Allah.

h. Hendaknya kesucian hubungan persaudaraan dengan obsesi tertentu. Menguasai dalam fiqh nasehat dan dan dari adab-adabnya. pengahayatan makna dan urgensinya. e. segeralah memberikan pertolongan selama ada jalan untuk itu. d. saling memikul beban saudaranya. Mengenal saudara-saudaranya. Persaudaraan dan saling mencintai karena Allah. bantuan dan sifat itsar. Tidak menyelesihi urusan saudara-saudaranya Tidak dipisahkan oleh permasalahan-permasalahan sepele. tafahum dan takaful. 11. tidak berubah hatinya. Mewujudkan indikasi-indikasi persatuan di dalam ta’aruf. usrah dan katibah-nya. ta’ashshub. (mendahulukan ia tidak kepentingan merusak saudaranya dari kepentingannya sendiri). mengobati Bagi yang ketergelinciran lidah. berjanji untuk saling membantu dalam kebaikan. Menanyakan saudara-saudara yang ghaib (tidak hadir).a. 9. tidak meninggalkan mereka kecuali karena udzur tertentu. tidak mendahului dan tidak berada di belakangnya. Jika didapatkan padanya kesulitan. Terwujudnya sifat lapang dada. 10. b. 242 . sehingga mencapai derajat itsar c. hendaknya menyampaikan nasehat sebagaimana seharusnya. g. satu persatu dan dengan pengenalan yang mendalam (menunaikan hak saudara-saudaranya berupa cinta dan penghormatan. atau fanatisme kepartaian di dalam barisan dakwah. arah manapun. dan kecurigaan yang mematikan. f. menerima nasehat segala bentuk menasehati. Melepaskan diri dari hubungan karena figuritas tertentu. Senantiasa berada dalam jamaah.

Menahan diri dari syahwat. bertobat dan menyesal jika melakukan maksiat. Menjaga amanah majelis Keempat. 243 . hasrat dan kebiasaannya 3. kehilangan obsesi. (selalu bertobat diri dari dan istighfar. 5. Selalu menjaga indikasi kesungguhan tanpa kebimbangan. membersihkan kemaksiatan. Menguatkan kesungguhan jiwanya dan mengarahkannya sesuai dengan ajaran-ajaran Islam. d. Tidak menimbulkan keributan dan kegaduhan c. melepaskan diri dari kemaksiatan dan pelanggaran. Mengontrol dorongan-dorongan syahwat mengarahkannya kepada hal-hal yang halal. 6. Adab bercanda f. Membiasakan diri untuk melakukan muhasabah dan evaluasi diri dengan sangat cermat (diantaranya melakukan muhasabah sebelum tidur). Membentengi diri dari hal-hal yang haram 7. menjauhi dosa-dosa besar. 4. gelora dan terangilah yang selalu kecemerlangan akal perasaan dan mengharu biru penuh semangat). dan ia belum membersihkannya. Menahan gejolak perasaan (Kekanglah gejolak perasaan dengan pandangan dan pemikiran pikiran yang dengan jernih. kehilangan orientasi hidup. serta mampu bersikap terhadap: tujuan hidup yang sakit. 2. hadir secara rutin di majelis b. mendengarkan dan berdialog e. luka masa lalu. Meninggalkan meninggalkan kemaksiatan dosa. menjauhkan diri dari syubhat hingga ia tidak terjebah dalam perkara-perkara haram.12. Menjaga adab berbicara. Dalam aspek Menahan Diri: 1. menjauhkan diri dari dosa-dosa kecil. menghindari larangan-larangan Allah. tidak bermaksiat secara terang-terangan. Hendaknya ia selalu menjaga adab-adab majelis terhadap saudarasaudaranya: a.

dan ia belum membersihkannya secara sempurna. Menghiasi diri dengan akhlak-akhlak berikut: a. Berani. hingga kita menjadi kuat dengan akhlak dan menjadi teladan dalam hal itu. g. sederhana dan tidak h. b. Bersih dan suci dalam segala hal (tempat tinggal. mampu menahan diri ketika marah. mengakui kesalahan dan kelemahan diri. Sebaik-baiknya keberanian adalah: berterus-terang dalam kebenaran. tidak melupakan kebaikan karena kemurkaan. adil dalam menetapkan hukum secara benar. kehilangan obsesi. Tawadhu penakut. 2. menyimpan rahasia. Berupaya semampunya untuk menghidupkan adat-adat Islami. tujuan hidup yang cacat. lisan. badan. Loyal. luka masa lalu. dan perkataan. merundukkan kepala dan lunak. mengutamakan sunah yang suci dalam segala hal dan penerapan fiqh yang benar. ketenangan mempengaruhi kesungguhan Rasa malu. dan kebersihan hati dari kedengkian dan kebencian). kehilangan orientasi hidup. f. Peningkatan akhlak: selalu menghiasi diri dengan akhlak-akhlak yang mulia. sensitive perasaannya. makanan. dan tidak terang-terangan berbuat keburukan. peka perasaannya terhadap kebaikan dan keburukan. jujur perkataannya. dan mematikan adat-adat asing dalam setiap aspek kehidupan. 3. tidak memungkiri dan menyelisihinya.Kelima. tanpa merendahkan diri. pakaian. Perbaikan menyeluruh terhadap diri dan mengobati prilaku-prilaku buruk dan ketamakan (melepaskan diri dari hati yang sakit. Kejujuran. tempat kerja. Tenang. e. Adil dan seimbang. 4. tidak 244 . c. d. memiliki rasa malu. hendaknya ia menetapi janji. kuat daya tahannya. (rendah hati). Dalam Aspek Akhlak dan kepribadian yang baik: 1. berpegang teguh dengan kesempurnaan.

objektif dalam menimbang kebaikan dan keburukan serta mengambil sisi kebaikan dari segala sesuatu. Mampu bekerjasama dengan orang lain dalam hal-hal yang disepakati pada tataran umum dan Islam. i. tidak berkata kotor. Meninggalkan perdebatan dan pertentangan. Melakukan tarbiyah diri. dan pencapaian takwa dalam setiap amal. Menambah kemampuan dialog dengan hikmah. dan menjaga lisannya terhadap orang lain. c. k. Menunaikan kewajiban dalam persaudara Islam secara umum. d. lembut hatinya dan belas kasih terhadap terhadap sesama manusia. dan meletakkan kemuliaan dirinya di atas segala tujuan dan tujuan-tujuan yang hina. dan nasehat kebaikan (latihan memberikan tanggapan terhadap perkaraperkara syubhat yang dilemparkan. f. dan hendaknya menjadi aktivis yang produktif. Mampu berinteraksi secara baik dengan orang lain: b. dan menyebarkan fikrah). berkata benar kepada dirinya. e. 245 . Menunaikan kewajiban dalam persaudara kemanusiaan secara umum. j. budi pekertinya.dikuasai permusuhan sehingga melupakan kebaikan. Penyayang. dan mampu berinteraksi dengan mereka. dan orang yang paling dekatnya meskipun hal itu pahit. 6. Menjadi iffah (kehormatan diri). lembut. dan ikut andil dalam perdamaian dunia. selama tidak bertentangan dengan dakwah. dermawan dan toleran. dan melupakan keburukan dengan kebaikan. Baik interaksinya. a. Berlapang dada dengan orang-orang yang menyelesihinya. tidak cepat marah. 5. memaafkan.

g.

Bermanfaat terhadap orang lain, baik dalam memberikan nasehat, menebarkan kebaikan, dan memberikan layanan umum.

7.

Seimbang dan adil dalam urusan dunia; tidak berlebihan dalam beribadah, tidak berlebihan dalam kezuhudan, dan idak menzalimi dunianya hanya karena mengejar akhirat.

8.

Membentuk keinginan yang kuat yang tidak dihinggapi kelemahan; yaitu dengan melawan kemalasan, menghilangkan indikasi kelemahan dalam keinginan (seperti, kegentaran, kelemahan, kaku, menyerah, keragu-raguan, dll), melawan kebiasaan, adat dan syahwat.

9.

Munazhamun fi Syu’unihi (terorganisir seluruh urusannya); yakni konsentarsi, menetapkan skala prioritas dan kemampuan secara tertib, baik dalam melaksakannya, yaitu dengan mencermati segala urusan sesuai dengan kondisinya kemudian memilih jalan yang paling utama.

10. Harishun

Ala

waqtihi

(Cermat

mengatur

waktunya):

tidak

menggunakan waktunya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, menjauhkan diri dari debat kusir dan teori-teori filsafat, dan berupaya membentuk kepribadian aktivis yang produktif.

11. Menjauhkan diri dari penampilan-penampilan mewah dan kaya
raya. 12. Mewujudkan makna kelelakian (keberanian) sejati Keenam, Dalam aspek kesehatan fisik:

1.
2.

Melakukan General Check tahunan untuk kesehatan fisik dan mengobati penyakit. Menggunakan Menjauhkan sarana-sarana diri dari pencegahan dan perlindungan fisik. Seperti kesehatan fisik, dan tidak berlebihan.

3.

sebab-sebab

kelemahan

menjauhkan diri dari minum khamr dan minuman keras, tidak merokok dan yang sejenis, tidak berlebihan mengkonsumsi susu

246

dan teh, serta menjauhkan seluruh jenis makanan dan minuman yang dapat melemahkan fisik dan akal, seperti rokok, obat-obatan terlarang dll. 4. Menggunakan terus-menerus. sarana-sarana kekuatan, seperti melakukan olahraga yang bermanfaat dan menumbuhkan vitalitas fisik yang

5.

Menggunakan kekuatan fisik untuk melaksanakan peran dan tugas-tugas dakwah, seperti menunaikan kewajiban kemanusiaan dengan sebaik-baiknya, hendaknya menyiapkan sarana yang baik untuk mewujudkan keinginan yang baik, menggunakan kekuatan fisik untuk memenangkan kebaikan dan kebenaran, menunaikan tugas dan kewajiban yang dibutuhkan dakwah sesuai dengan jenjang tarbiyah yang dilaluinya.

Ketujuh, Dalam aspek usaha dan pekerjaan:

1.

Memiliki kemampuan untuk mendapatkan hasil usaha yang halal, memiliki kemahiran untuk profesi tertentu, yaitu dengan mewujudkan beberapa indikasi berikut:

a.

Mencari pekerjaan dan usaha dengan penuh izzah, serta dengan jelasnya pemahaman terhadap permasalahan rezeki dengan penuh keimanan.

b. c.

Menjalankan aktivitas ekonomi, dan melakukan pekerjaan yang bebas, dengan segenap kemampuan yang dimilikinya. Memahami bahwa pekerjaan sebagai pegawai negeri merupakan pintu rezeki yang paling sempit dan sulit, maka jangan membatasi diri hanya dengan pekerjaan tersebut, dan tidak menolak jika kesempatan itu diberikan kepadanya, serta tidak pula berhenti sebagai pegawai negeri, kecuali jika ia bertentangan dengan kewajibankewajiban dakwah.

d.

Selalu

berupaya yang

menunaikan ditekuninya

profesinya secara

dan

setiap dan

pekerjaan

profesional,

hendaknya ia menjadi teladan dalam pekerjaan tersebut,

247

yaitu dengan tidak berbuat curang, menetapi janji, dan loyal terhadap sumpah dan janji. e. Mendalami ilmu dan kemahirannya secara optimal, dan selalu meningkatkan potensi dan kemampuannya untuk kepentingan dakwah. f. Hendaknya yang menjadi titik tolak dan landasannya adalah dakwah, oleh karena itu jangan sampai ia melupakan dan menyia-nyiakannya. 2. Terwujudnya batas-batas interaksi materi

a.
b. c.

Menjauhkan diri dari perjudian dan sarana-sarana usaha yang haram, meskipun keuntungannya sangat besar. Menjauhkan diri sejauh-jauhnya dari praktek riba dan membersihkan diri secara total. Berupaya mencari usaha yang halal dan menjauhkan diri dari perkara-perkara syubhat (Menghindari syubhat, agar tidak terjerumus di dalamnya).

d.

Ekonomis dan hemat menggunakan harta untuk masa depan, serta menyisihkan (menabung) beberapa bagian dari penghasilan untuk keperluan-keperluan darurat, meskipun hanya sedikit.

e.

Tidak berlebihan dalam kebutuhan-kebutuhan skunder Hendaklah ia menjadi qudwah dalam interaksinya terhadap uang (harta): Dalam menetapinya Dalam memutuskan, memberikan dan menetapkan Cermat dalam mengelolanya Menunaikan pamrih. hak-hak manusia secara optimal tanpa

f.

g. h.

Tidak ambisius terhadap apa yang dimiliki orang lain. Seimbang dan adil dalam urusan-urusan dunia, serta zuhud terhadap harta kekayaan dunia yang fana, mengutamakan

248

kekekalan kehidupan akhirat, serta tidak menggantungkan dirinya kepada harta perhiasan dunia.

i.

Memberikan bantuan terhadap harta kekayaan dan asetaset Islam secara umum, yaitu dengan:

- Mendorong berdirinya perusahaan-perusahaan ekonomi
Islam.

- TIdak

menggunakan

sandang

dan

pangan

kecuali

produksi Negerinya dan Islam.

- Selalu berupaya untuk memberikan setiap qirsy256 yang
dimilikinya untuk penduduk negerinya yang muslim dan umat Islam secara umum sesuai kemampuannya. j. Menunaikan hak harta Menunaikan kewajiban zakat, untuk kepentingan dakwah, serta untuk kebutuhan-kebutuhannya yang dibenarkan dalam syariah. Menunaikan hak fakir dan miskin, berapapun penghasilan yang ia dapatkan. Berpartisipasi untuk aktivitas dakwah dengan memberikan bagian tertentu dari hartanya. Berjihad dengan harta

k.

Menjaga

adab-adab

Islami

dan

norma-norma

kemasyarakatan; menyayangi yang muda, menghormati yang tua, berlapang-lapang dalam majelis, tidak tajassus dan ghibah, tidak menimbulkan kegaduhan, meminta izin ketika masuk dan keluar suatu tempat, menjaga lisan, dll. l. m. Menunaikan hak-hak tetangga dan senantiasa menjaganya. Menghindari teman-teman yang buruk, rekan-rekan yang mengajak kepada kerusakan serta tempat-tempat maksiat dan dosa.

256

Satuan terkecil mata uang Mesir

249

n.
o.

Memutuskan hubungan dengan kelompok-kelompok dan institusi yang bertentangan dengan fikrahnya. Melepaskan diri dari berhubungan dengan organisasi dan kelompok apapun yang tidak mendatangkan kemaslahatan terhadap dakwahnya, dengan dengan terutama jika diminta untuk dalam meninggalkannya.

p.

Komitmen berinteraksi tertentu.

prinsip-prinsip organisasi

dakwahnya

dan

personal-personal

Kedelapan, dalam aspek masyarakat dan rumah tangga:

1.

Terhadap kerabat dekat dan anggota keluarga, dimana kita melakukan tarbiyah terhadap keluarga, sehingga menjadi rumah tangga muslim; a. Yang mampu mengarahkan anggota keluarga dan kerabat untuk menghormati fikrah dan menyebarkannya di tengah keluarga. b. c. Mampu memilih istri yang sholehah, dan mengarahkan untuk menunaikan hak dan kewajibannya. Baik interaksinya terhadap anggota keluarga, anak-anak dan pembantu. Baik dalam memberikan tarbiyah kepada anak-anak,

d.

pembantu, dan membangun lingkungan keluarga dengan prinsip-prinsip Islam.

e. f.

Menjaga adab-adab Islami dalam setiap aktivitas dan kesibukan rumah tangga. Menjaga silaturahim, dan selalu memenuhi kebutuhan serta berupaya untuk kemaslahatan anggota keluarga, dan kebutuhan mereka terhadap Islam.

g.

Membantu dakwah dan menyokongnya dari belakang keluarga untuk mengambil andil dalam pembinaan

2. Melatih

masyarakat, yang mencakup hal-hal sebagai berikut:

250

a. b.

Meningkatkan kemampuannya Mempelajari ilmu yang bermanfaat dan cocok Menggunakan sarana-sarana yang dibutuhkan Menciptakan teladan untuk hal tersebut Menggunakan metode bertahap dan hikmah serta memanfaatkan sarana-sarana yang paling baik.

c.
d. e.

f.

Memiliki aktivitas yang banyak, yang berupa gerakangerakan diri dan tanggap dalam beramal.

Target-targetnya adalah: a. Mendorong nilai-nilai keutamaan b. Menyebarkan dakwah kebaikan c. Semangat amar ma’ruf d. Memerangi kehinaan

e. Melatihnya untuk melakukan pelayanan umum terhadap
masyarakat dan tanggap untuk melakukan kebaikan dan kebajikan.

f.

Memberikan

kontribusi

dalam

mewarnai

kehidupan

masyarakat umum dengan fikrah-fikrah keIslaman.

g. Berupaya untuk menghidupkan adat-adat Islami yang hilang,
serta memberikan pencerahan keimanan terhadap adat-adat Islami dan menghilangkan aib-aib yang masih ada. h. Ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia, menyebarkan kebaikan dan kebajikan untuk manusia, serta tanggap dalam melakukan amal-amal kebaikan.

i.

Ikut memberikan peran dalam menciptakan perbaikan, dan menolak kerusakan di tengah masyarakat melalui upayaupaya konstitusional.

j.

Menjaga unsur-unsur penyokong kekuatan, perbaikan, dan pembangunan di tengah masyarakat, dan melawan sikap masa bodoh, upaya-upaya kehancuran, dekonstruksi, serta ikut serta dalam mengarahkan dan mengoptimalkan potensi masyarakat.

251

k. Menyebarkan semangat persatuan dan kerjasama antara
kita, bangsa-bangsa Arab, dan masyarakat Islam, serta memerangi perpecahan dan penyimpangan. Kesembilan, dalam aspek dakwah:

1.
2.

Kemampuan

menyebarkan

dakwah

dan

menjadikan

fikrah

Islamiyah sebagai opini umum di masyarakat. Kemampuan dalam menghimpun manusia kepada kitab Allah, dan membangkitkan keimanan dari dalam hati, serta memilih orang-orang yang mengusung risalah dakwah.

3.

Latihan untuk memimpin masyarakat menuju kebaikan, dan hendaknya di antara bangsa-bangsa ini kita bergerak untuk menyadarkan, membimbing dan mengarahkan mereka, serta mengenal kondisi dan problematika yang mereka hadapi.

4.

Berupaya untuk menyadarkan umat, menjelaskan kepada mereka tentang realita kehidupan umat Islam, tentang apa yang sedang terjadi, tentang bahaya dan konspirasi yang berada di sekeliling mereka, dan mengajarkan kepada mereka bahwa Islam tidak rela terhadap mereka pengecilan harus hak-hak kebebasan dengan dan kemandirian, dan harta-, termasuk tentang kejayaan dan panggilang jihad –walaupun memenuhinya darah memberikan ruh optimisme dan memerangi keputus-asaan dan kegagalan.

5. 6. 7.

Fiqh (seni) menghadapi problematika dan batasan-batasannya Fiqh (seni) menyampaikan amar ma’ruf nahi munkar Menguasai fiqh jihad, yaitu:

a.
b.

Mengorbankan diri, harta dan waktu untuk mewujudkan citacita. Gambaran-gambaran jihad yang berbeda-beda dan bagaimana menjalankannya.

c.

Senantiasa istishhab niyyatil Jihad (menyertakan niat jihad), kecintaan terhadap mati syahid dan pengorbanan di jalan Allah.

252

d.

Berupaya melahirkan mujahid-mujahid yang produktif dan bijak, yang bisa mewujudkan keuntungan besar dengan pengorbanan yang sedikit.

e.

Sikap kami terhadap kekerasan dan terorisme, adalah dirasah syar’iyyah (tinjauan syariat), dan dirasah tarikhiyyah (tinjauan empiris).

f.

Tidak

melakukan

sebuah

aktivitas

yang

memberikan

pengaruh yang signifikakn, kecuali dengan izin. 8. Mengenal undang-undang perbaikan masyarakat, menjaga

keseimbangan ekosistem dan tidak melalaikannya. Kesepuluh, Dalam aspek jamaah:

1. Menguasai fiqh syuro, baik teori, penerapan dan praktek:
a. b. c. Urgensi kelembagaan dakwah Jauh dari dominasi perorangan Adab dalam ikhtilaf

2. Penguasaan terhadap fiqh keputusan (nota-nota kesepahaman)
dan batas-batas setiap hubungan, baik dalam lingkup ukhuwah dan rasa cinta sesama aktivis dakwah, yang seyogyanya bukan pertentangan dan permusuhan, maupun dalam lingkup pandangan yang komprehensif dalam memperhatikan dan memahami urusanurusan dakwah.

3. Tsiqoh terhadap qiyadah dan taat kepadanya, mengenal secara
sempurna dan berkumpul di sekitarnya: a. b. c. d. Selalu memiliki keterikatan hati dan amal dengan qiyadah. Mengenal mereka Memberikan nasehat dan masukan kepada qiyadah Memposisikan qiyadah secara benar dan interaksi tarbiyah yang sempurna dengannya, demi mewujudkan: 1. Posisi orang tua dalam ikatan hati

253

2. Posisi seorang guru dalam memberikan pengajaran ilmu. 3. Posisi seorang syaikh dalam aspek pendidikan rohani. 4. Posisi dakwah. e. Hendaknya qiyadah memiliki hak memberikan keputusan antara kemaslahatannya Pribadi dan kemaslahatan dakwah secara umum. f. Hendaknya qiyadah memiliki rujukan dan evalusi seorang pemimpin politik dalam secara menentukan umum dalam kebijakan-kebijakan

4. Mewujudkan batas-batas gerakan yang dibutuhkan:

a. Terwujudnya semangat keprajuritan yang terus menerus
(kesiapan dan kesiagaan), dimana seorang jundi dakwah senantiasa merasakan dirinya sebagai prajurit yang berada di barak-barak militer yang sedang menunggu perintah, apapun jenjang tarbiyahnya. b. Menguasai adab-adab evaluasi dan komitmennya terhadap adab-adab tersebut. c. Dipercaya dalam menyampaikan, yaitu dengan kejujuran, amanah terhadap perkataan, amanah dalam memindahkan –baik uang maupun barang-, memurnikan diri dari syahwat. d. Menguasai kesiapan sarana-sarana meletakkan tarbiyah dan penerapannya; di bawah kondisi kesehariannya

kondisi dakwah. 5. Fiqh dakwah dan batas-batas fiqh pelaksanaan, memilih pendukung dakwah dan mentarbiyah mereka, dan melakukan aktivitas-aktivitas produktif. 6. 7. Menjaga fiqh prioritas Mengupayakan terwujudnya kemurnian jamaah dari ketergantungan terhadap prinsip-prinsip, figuritas, dan organisasi tertentu, dan hendaknya ia komitmemn terhadap timbangan

254

dakwah dalam berinteraksi dan berhubungan dengan masyarakat dan organisasi-organisasi lain. 8. Interaksi yang benar terhadap instruksi-instruksi qiyadah, yang terlihat dari hal-hal berikut: a. Cara menerima perintah dan melaksanakannya

b. Sam’an wa tha’atan, dalam keadaan giat maupun malas,
dalam keadaan sulit maupun mudah, selama perintah tersebut bukan kemaksiatan. c. Segera menunaikan perintah d. Menyampaikan nasehat dan mengerahkan kesungguhan untuk itu, sesuai dengan arah perjalanannya yang benar. e. Tidak ada tempat untuk keraguan, perdebatan, menjelekjelekkan, saling bantah, sungkan atau keraguan.

f. Menanamkan

keyakinan

bahwa

pandangan

dirinya

berpeluang keliru dan pandangan qiyadah adalah kebenaran dalam perkara-perkara ijtihadiyah, yang tidak terdapat nash atau hukumnya. Tidak mengapa meminta penjelasan terhadap sesuatu yang belum dipahami dengan tetap mengedepankan semangat sam’an wa tha’atan.

Bab V

Membangun Keluarga Muslim

Membangun Keluarga Muslim • Urgensi Membangun Rumah Tangga Rumah tangga adalah kawasan kedua pada tingkatan amal dan targettargetnya dalam dakwah Ikhwan. Ia merupakan bagian dasar dari struktur bangunan masyarakat dan perbaikannya. Tidak hanya karena

255

peran rumah tangga dan seorang akh dalam mendukung proyekproyek dakwah, tapi juga karena keluarga merupakan batu pijakan dasar yang orisinil yang tidak ada gantinya dalam membangun sebuah masyarakat. Masyarakat tidak akan baik, kecuali dengan baiknya bangunan keluarga. Tidak pernah tergambar bahwa terdapat sebuah masyarakat muslim yang mulia dan menegakkan prinsip-prinsip Islam, sementara rumah tangga dan keluarganya lemah dan sangat jauh dari indikasi dan gambaran masyarakat yang menerapkan manhaj Allah. Imam Syahid berkata, “Apabila sudah terbangun keluarga yang shalih, maka umatpun akan menjadi shalih, karena umat merupakan kumpulan keluarga. Dengan kata lain, sesungguhnya keluarga adalah miniature umat, sementara umat adalah keluarga yang besar.”257 Beliau juga berkata, “Kami menginginkan kebangkitan laki-laki dan perempuan secara bersama-sama, mengumumkan adanya takaful dan emansipasi serta menetapkan tugas masing-msing secara rinci.”258 “Untuk itu, kami juga memperhatikan kaum wanita sebagaimana perhatian kami kepada kaum pria. Kami juga memperhatikan anakanak sebagaimana perhatian kami kepada pemuda.”259 Imam Syahid memberikan beberapa gambaran dalam pembentukan keluarga, yang terus menerus ditingkatkan dari batas minimal hingga menjadi model yang diinginkan, yakni dari; menghargai fikrahnya, hingga pembinaan kelaurga muslim teladan dalam setiap aspek kehidupan. Imam Syahid berkata, “Pembentukan kelurga muslim, yaitu dengan mengkondisikan keluarga agar menghargai fikrahnya, menjaga etika Islam dalam setiap aktivitas kehidupan rumah tangganya, memilih istri
257 258 259

Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru), hal. 236 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal. 94 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda), hal. 177

256

yang baik dan menjelaskan kepadanya hak dan kewajibannya. hal. “Perbaikan dalam skala individu akan berpengaruh bagi perbaikan keluarga. Imam Syahid menyebutkan beberapa hal yang harus dipenuhi dan dilaksanakan: 1. sesuai dengan model yang telah dituntunkan oleh secara proporsional oleh Islam. Dengan demikian. karena keluarga merupakan kumpulan individu. namun ia lebih luas dan mencakup seluruh anggota keluarga dan karib kerabat. Imam Syahid berkata. hal. memperbaikinya merupakan langkah mendasar untuk memperbaiki rumah tangga. Pengarahan yang benar untuk melaksanakan tugas dengan benar.”260 Rumah tangga yang dimaksudkan adalah tidak hanya sebuah rumah tangga yang kecil yang terdiri dari pasangan suami isteri serta anakanak. maka perhatian untuk membentuk rumah tangga muslim harus diberikan sejak dini. dan mempersiapkan mereka untuk membangun rumah tangga dan memilih istri yang baik.maka mereka akan bisa membangun sebuah keluarga ideal. Jika anggota keluarga yang laki-laki shalih dan yang perempuan shalihah –keduanya merupakan pilar keluarga. baik laki-laki maupun wanita. Keinginan yang kuat 4. Pandangan yang benar 3. 260 261 Risalah. Ta'alim (Risalah Ta'alim). Tubuh yang sehat 5. Perasaan dan nurani yang peka 2. yaitu dengan mempersiapkan setiap individu. • Urgensi Perbaikan Diri Setiap individu adalah labinah dalam keluarga. 360 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). 236 257 . serta membimbing mereka dengan prinsip-prinsip Islam. mendidik anak-anak dan pembantunya dengan didikan yang baik.”261 Dalam melakukan perbaikan untuk skala individu.

belajar apa saja yang memungkinkan dipelajari untuk memperluas cakrawala berpikirnya. Oleh karena itu. minum. Islam menginginkan dalam diri setip mukmin perasaan dan nurani yang peka.hendaklah selalu dalam kehalusan nurani. melainkan keduanya memiliki kedudukan yang sama dalam pandangan Islam.yang akan mewujudkan pribadi aktivis sekaligus pemikir dan anasir produktivitas yang pemberani. Islam juga menginginkan sebuah pandangan yang benar dalam memahami sesuatu itu ‘benar’ atau ‘salah’.Imam Syahid menyebutkan 10 sifat –selain beberapa sisi lain dalam pembentukan Pribadi. mampu mengegolkan misi kebenaran dan kebajikan. dan kesehatan badan. hal. dan komitmen dengan tata aturan Islam dalam hal makan. yang memiliki keistimewaan dalam aspek-aspek mendasar ini. sehingga dapat membedakan antara kebaikan dan keburukan. kesempurnaan akhlak.” Kaidah-kaidah ini tidak hanya diperuntukkan bagi laki-laki dan meninggalkan kaum wanita. dan menjadi perangkat yang layak untuk mewujudkan cita-cita mulia. “Sesungguhnya. sebuah keinginan yang kuat yang tidak akan pernah melemah dalam membela kebenaran. berakhlak Islami untuk menguatkan keinginannya. Imam Syahid berkata. kami sangat menganjurkan kepada setiap akh agar beribadah sebagaimana yang diperintahkan Allah untuk meningkatkan kualitas ruhiyahnya. 235 Ibid 258 .”263 262 263 Ibid. ukhti muslimah – sebagaimana kami nasehatkan kepada al akh muslim. keluasan cakrawala berpikir. dan tidur sehingga Allah senantiasa menjaganya dari marabahaya.”262 Dan hal ini bisa diwujudkan dengan menerapkan manhaj Islam dalam aspek-aspek berikut: “Oleh karena itu. tubuh yang sehat yang siap mengemban berbagai tugas kemanusiaan secara baik.

b. serta hubungan yang romantis di dalam keluarga. menentukan hak dan kewajiban mereka. dan mengambil jalan pertengahan dalam setiap permasalahan.”264 Kita 1. c. dengan sebaik-baiknya bimbingan. yang mencakup hal-hal berikut: a. Membangun rumah tangga muslim dari pasangan suami istri yang muslim dan shalih-shalihah. Kemampuan pendidikan ayah dalam memberikan dan tarbiyah dan serta terhadap anak-anak pembantu 264 ibid 259 . Satu sama lain bekerjasama dalam melaksanakan tugas masing-masing. dapat meringkas target-target umum dan khusus dari pembentukan keluarga muslim. Berupaya untuk melahirkan dan menumbuhkan mawadah (rasa cinta) dan rahmah. mengantisipasi apa saja yang bisa menghadang kehidupan rumah tangga dari berbagai problem secara tepat dan cermat. d. e. (mulai dari memilih calon pasangan hidup). Mampu menyelesaikan setiap persoalan keluarga dan konflik suami isteri dengan baik.• Kaidah dan Tujuan Pembinaan keluarga Muslim Imam Syahid menjelaskan tentang kaidah dan tujuan umum dalam pembentukan keluarga muslim: “Islam telah membimbing kita dalam membangun rumah tangga. sebagai berikut: Komiten dengan prinsip-prinsip syariat dalam membangun rumah tangga muslim. Dia juga mengikat suami istri dengan ikatan yang kokoh. Masing-masing pasangan menunaikan kewajiban dalam rumah tangga. tidak berlebihan dan tidak meremehkan. mewajibkan mereka untuk menjaga buah pernikahan ini sampai matang tanpa cacat dan cela. 2.

nikmat-nikmat dan Allah. Membentuk kepribadian 10 paripurna. dengan tetap menjaga karakteristik setiap fase pertumbuhan anak (Sejak dilahirkan . Qadirun Alal fi Kasbi (mampu berekonomi). 3. lembut terhadap hewan. Qawiyyul Jismi (memiliki fisik yang kuat). Membiasakannya untuk mencintai Allah dan rasulNya. minum. Mutsaqqaful Fikr (berwawasan pemikirannya). b. bercanda. mencintai bershalawat Rasulullah senantiasa 260 .mengkondisikan mereka dengan nuansa keluarga yang Islami: a. Mewujudkan pertumbuhan Salimul Akidah (bersih akidahnya). d. Mampu berinteraksi dengan anak-anak secara baik di setiap fase pertumbuhan mereka. selainnya). Seperti ketika makan. shahihul Ibadah (benar ibadahnya). c. tidur. Nafi’un Li Ghairihi (Bermanfaat bagi 2. zikir.masa menyusui – Anak usia dini – balita – dan remaja). seluruh Munazhamun Syu’unihi (terorganisir urusannya). Mujahidun Linasihi (kuat kesungguhan jiwanya). Komitmen dengan norma dan adab-adab Islam dalam setiap aspek kehidupan. memberikan nasehat. mengenal Saw. kebersihan. menutup aurat atau berhijab. berbicara. Matinul Khulq (Kokoh akhlaknya). Mampu mengatasi problematika muslim sifat yang yang dalam ditemui selama yaitu masa mendidik anak-anak. meminta izin. setiap melalui target-target dan prosedur khusus berikut: 1. menyayangi yang muda. Kaum ayah mampu menggunakan metode dan saranasarana tarbiyah yang benar terhadap anak-anak. Harishun Ala waqtihi (Cermat mengatur waktunya). serta norma-norma sosial penting yang lain. menghormati yang tua.

dll. serta membentuk standar akhlak dan budi pekerti yang luhur. komputer. kesehatan mewujudkan dan pertumbuhan anak-anak. Menggali dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. 8. dan disiplin vitalitas. membaca. Menanamkan loyalitas terhadap Islam. dan memproteksi anak-anak kebohongan-kebohongan terhadap 11. 9. 4. mempelajari beberapa bahasa asing. 7. seperti. Memperhatikan aspek-aspek pendidikan. keterikatan Quran dan selalu menjaganya. serta memberikan keahlian tertentu. dan membenci kehinaan.kepadanya. Menyadarkan khurafat Islam. Pembangunan rasa cinta dan hubungan yang baik ini sangat penting. 5. 6. dan riset ilmiah. dalam permainan yang bermanfaat dan permainan olahraga yang bermanfaat. skala serta keselamatan dan dalam minimal. mengenal kontribusi yang diberikan Islam kepada dunia. 10. e. dan bangga dengan bahasa Arab dan kemahiran menggunakannya. psikologi. Mengutamakan pemberian model dan qudwah Membiasakan produktif. dari berprestasi dan istimewa sebagai target. membangun timbangan yang benar untuk membedakan antara yang baik dan salah. mencintai memiliki shalat dan senantiasa dengan Al menunaikannya. agar penerapan dan pelaksanaannya selalu benar. bangga Islam dan peradabannya. Membangun sifat mawas diri Membiasakannya untuk selallu menyukai kebaikan (kemuliaan). ruh kesabaran keberanian. 261 . Menumbuhkan kesungguhan. Menyalurkan bakat dan kemampuannya.

Adapun terhadap anak-anak. d. Mengkondisikan keluarga agar menghargai fikrahnya Menjaga etika Islam dalam setiap aktivitas kehidupan rumah tangganya. Mengajarkannya beberapa keahlian dan profesi tertentu. agar bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk mandiri secara ekonomi. 262 . b. saudari wanitanya. dan hal itu tercakup dalam beberapa hal berikut: 1. 4. Mengenalkan kebutuhan-kebutuhan pokok manusia. a. Interaksi yang baik dengan anggota keluarga. karib kerabat dan tetangga dengan mengenal hak-hak mereka serta menunaikannya. tetangga. Menjalankan peran sosial rumah tangga: a. karib kerabat. 3. 2. yang tua dan yang muda. Selalu bersikap positif dalam berhubungan dengan masyarakat: Melatih perbaikan dan di mengajaknya masyarakat untuk sesuai melakukan dengan kemampuannya. Baik dengan orangtua. dan hendaknya bersama-sama mewujudkan persatuan. Melatih dan mengajarkan mereka bagaimana menjalin hubungan baik dengan orang lain. Terlaksananya rukun-rukun rumah tangga antara anggotanya. tafahum dan takaful. takaful dan jalinan hubungan yang baik dengan mereka (suami istri berupaya menunaikan kewajiban tersebut). g. teman-temannya. keterikatan dan kesepahaman. Ta’aruf. dididik untuk untuk menjalankan peran sosial mereka di masyarakat.f. dan menjaga keseimbangan antara dorongan syahwat dengan pemahaman Islam. maka hendaklah mereka c.

hubungan antara keduanya. internet. managemen. 6. kemampuan berinterkasi dengan problematikanya sesuai dengan pandangan Islam. perkembangan. 7. khutbah. Mengajarkannya adab-adab melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar. Ikut serta dalam melakukan kebaikan dan aktivitas sosial. kekonstitusian. dan kepribadian yang mampu berdikari. serta d. Memiliki kemampuan dalam interaksi dengan masyarakat dan seluruh instansinya. dll. maka mereka juga harus dididik agar siap menunaikan kewajiban 263 . dan hubungannya dengan seluruh anak manusia di dunia. 4. Memiliki perhatian dan terhadap negerinya. ibu rumah tangga. Seperti menguasai keahlian-keahlian kemampuan yang dibutuhkan hadits. kemajuannya. Mengenal ragam tipikal manusia. Mempersiapkan diri untuk kepentingan masa depan. undang-undang.b. problematika keluarga. melalui saranasarana dan maslahat kehidupan. serta peran laki-laki dan wanita dalam kehidupan. begitupula halnya dengan anak laki-laki. Kita juga memperhatikan agar mereka pendidikan memiliki anak-anak perempuan mereka kemahiran yang butuhkan nanti dalam menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga. bahasa. c. seperti persiapan menjadi seorang ayah. untuk itu. serta apa saja yang ia butuhkan untuk hal itu. Mempelajari norma-norma hubungan dan kerjasama sosial serta metode yang benar dalam interaksi dengan orang lain. ilmu kesehatan. 5. dan menekuni profesi tertentu yang bermanfaat.

baik partisipasi politik. Mewujudkan hubungan antara keluarga dan umat Islam secara umum. begitupula perannya di tengah masyarakat.mereka sebagai kepala rumah tangga. bangga dengan sejarah dan peradabannya. Mewujudkan Mengurangi berlebihan. 6. pendidikan. konsumtif dan memerangi pemborosan kebiasaan berhutang. 5. produktif. Kaum wanita juga tidak boleh menerima perlakukan kasar dan kekerasan. dan hendaknya mereka mendapatkan bantuan dan dukungan dalam mewujudkan keseimbangan terhadap perannya di segenap aspek. fenomena usaha-usaha mandiri dalam rumah tangga. serta dalam menjalankan peran mereka terhadap keluarga dan dakwah. bekerjasama dengan kaum wanita. kecuali pada kondisi-kondidi darurat. tarbiyah dan pembinaannya: Hendaknya menyiapkan ia menjalankan yang perannya kuat dan yang penting dalam generasi membangun keluarga muslim. ekonomi. b. 8. hal ini menunjukkan besarnya perhatian beliau terhadap pembinaan dan kemajuan kaum wanita. Keluarga yang mampu keluarga budaya mengatur yang dan kehidupan dan ekonomi mendorong yang rumah tangga: a. Imam Syahid telah mendirikan sebuah divisi akhwat muslimat. hubungannya dengan umat Islam. yang peka dan segenap problematika dan permasalahannya. Memberikan perhatian yang besar terhadap peran wanita. 264 . sosial dan lain-lain. dan hendaknya kaum wanita mendapatkan semua hak-haknya.

dan bukan pula jadwal pelajaran. keadilan dan persamaan hak. Memanfaatkan pengalaman-pengalaman keluarga yang sukses serta saling membantu antar keluarga. Berpartisipasi dalam dakwah untuk agama Allah. Proyek ini juga tidak terbatas pada rumah tangga Ikhwan saja -walaupun ini merupakan dasar utama proyek ini-. 9. serta kerja keras untuk mewujudkan rumah tangga muslim yang ideal. Maka kami memulainya dengan yang paling mudah dan dengan metode yang sederhana. melalui beberapa jenjang yang berbeda-beda. namun untuk seluruh rumah tangga di masyarakat. Proyek pembentukan keluarga muslim. namun ia adalah sebuah kehidupan dan praktek nyata terhadap semua aspek Islam yang beragam. mempersiapkan keluarga agar mampu memikul beban dakwah dan sabar di atas jalannya. serta nilai-nilai kebebasan. bukanlah semata proyek mata kuliah yang bisa dibaca oleh anggota keluarga. d. 7. 8. Hal ini dilakukan dengan tetap memperhatikan penahapan dalam menerapkan target-target ini. kemudian secara perlahanlahan bertambah dalam dan luas. Menjaga keseimbangan ekonomi keluarga dan cermat dalam mengelola dan memanage keuangan. kemajuan. Hendaknya keluarga –dengan seluruh anggotanya- memberikan kontribusi sebagai warga Negara: (Terutama bagi keluarga besar). maka hendaknya ia mampu berinteraksi dengan problematika keumatan.c. menjaga kemandiriannya. baik dari dalam maupun dari luar. Melindungi keluarga dari unsur-unsur perusak. yaitu dengan menggunakan program-program yang variatif dan publikasi yang baik dan 265 .

Seluruh sarana yang ada di masyarakat. Oleh karena itu. yang menyalurkan terhadap pengaruh-pengaruh dakwah. dan hendaknya sebuah keluarga muslim menjadi basis dakwah dalam himpunan keluarga yang besar. Sebuah rumah tangga muslim tidak menyendiri dalam sebuah komunitas dan terpisah dari problematika dan permasalahan masyarakat. perhatian besar keberadaan basis-basis dakwah di dalam setiap keluarga. dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan keluarga. kami selalu berupaya untuk mendapatkan hasil final yang positif. memanfaatkan hari-hari besar Islam dan kegiatan-kegiatan publik dalam memperbaiki perspektif masyarakat. Keluarga dan masyarakat saling memberikan pengaruh satu sama lain. studi problematika rumah tangga dan solusi-solusinya. baik laki-laki dan wanita dalam membentuk keluarga muslim. dan memberikan pengaruh positif seperti yang diharapkan. namun ia hanya bisa diselesaikan dengan kepekaan dan tanggapan positif. Kita juga dituntut untuk memberikan perhatian yang besar terhadap pembinaan pemuda.terarah. jika kita mampu memanfaatkan dan mengoptimalkannya. baik dalam pembinaan keluarga maupun masyarakat. memberikan contoh nyata model rumah tangga muslim ideal. 266 . Permasalahan tidak akan dapat diselesaikan dengan menutup diri. serta membantu mereka untuk memilih pasangan hidup yang sesuai dan baik. dan basis-basis dakwah ini bisa jadi adalah salah satu anggota keluarga. yang akan memainkan perannya melalui pengarahan dan bimbingan yang benar. Termasuk hal yang penting dalam hal ini adalah menghidupkan nuansa takaful dan tolong-menolong antar keluarga dan rumah tangga.

adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Syahid berdasarkan kepada nilai-nilai yang telah ditetapkan. e. tanpa meninggalkan kaidah-kaidah rinci. Meletakkan kaidah-kaidah umum yang global. Imam Syahid berkata. Islam menetapkan metode penerapan Dakwah dilakukan dengan penuh hikmah. diantara: a. sehingga dapat menyentuh semua umat manusia. b. “Setelah meletakkan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat. yang disodorkan oleh Islam adalah upaya(pencegahan) terhadap menyebabkan 267 . c. nasehat kepada kebenaran. Pertama.Bab VI Bekerja Bersama Masyarakat Bekerja Bersama Masyarakat • Manhaj Islam dalam Membangun Masyarakat Manhaj Islam dalam membangun masyarakat dan menjaga keselamatannya. dengan keyakinan bahwa setiap permasalahan yang didera ada obatnya. Menjadikan asas kesembuhan dan obat pertama dalam setiap perbaikan masyarakat adalah shalihnya jiwa dan eratnya ikatan sosial antar anggota masyarakat. Mencegah dari permasalahan dan sebab-sebab kehancuran Mendeteksi penyakit-penyakit sosial di masyarakat dari akarnya. dan yang mengarah kepada kesukaran. upaya preventif Islam berupaya mengantisipasi hal-hal berbagai yang macam problematika sosial. Mencegah kesulitan. g. f. d. dan penerapan yang baik.

dan masyarakat terlaksana-. Hal itu berarti fikrah kami telah diterima masyarakat. Setiap penyakit pasti ada obatnya.S Al Anbiya: 107) Jika keyakinan terhadap apa yang kami paparkan di atas mulai menguat dan menuju pencapaian hasil yang telah kami gariskan –sehingga sistem Islam yang terkait dengan individu. Oleh karena itu. Islam juga memerintahkan zaman dan waktu untuk menjalankan perannya. melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. dan yang mengarah kepada kesukaran. Islam merupakan syariat yang sesuai dengan dimensi ruang dan waktu. Terhadap masalah-masalah yang terlanjur muncul. Islam menghendaki kemudahan bukannya kesulitan. Ia tidak mengajak manusia meniti jalan kesulitan.timbulnya masalah. Obat pertama dalam setiap perbaikan masyarakat adalah shalihnya jiwa dan eratnya ikatan sosial antar anggota masyarakat. Tidak ada permasalahan yang tak ada jalan keluarnya menurut Islam. hal. 237 268 . Penyebaran dakwahpun harus sampai menyentuh semua kalangan manusia. Islam juga memberikan jalan keluar yang bersifat kuratif (pengobatan). yang berdiri di atas prinsip-prinsip ini dalam Islam: 265 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).” (Q. sekaligus menjelaskan cara-cara penerapannya. sehingga terwujudlah apa yang difirmankan oleh Allah. Islam meletakkan kaidah yang bersifat global tanpa meninggalkan hal-hal yang berifat rinci. dan dakwah kami mendapat sambutan dari umat. keluarga. Islam melingkupi semuanya.      Artinya:                 “Dan tiadalah kami mengutus kamu. maka risalahpun akan sampai ke setiap telinga dan hati manusia.”265 Sebagaimana Imam Syahid juga menjelaskan tentang ikatan dan hubungan antara anggota masyarakat.

keutamaan masyarakat persamaan hak di hadapan hukum. Islam juga tidak melebihkan pemimpin dengan yang dipimpin. Islam memerinci tugas. Ikatan ukhuwah dan cinta antara anggota masyarakat. atau majikan dengan budaknya. oleh karena itu Islam juga menjelaskan tentang kaidah-kaidah hubungan luar negeri. demikian juga ibu. Menetapkan Menetapkan batasan-batasan standar muamalah di dan interaksi serta umum dengan sangat jelas. Menjelaskan tentang peran pemerintah dan yang diperintah. anak. Islam pun mengikat antar individu dalam umat ini dengan ikatan ukhuwah dan menjadikannya sebagai konsekuensi dari keimanan yang tertanam dalam dada mereka. 4. Setiap mukmin harus senantiasa meningkatkan kualitas ukhuwah ini menuju terwujudnya mahabbah (saling mencintai). dan Islam telah menghilangkan seluruh anasir yang dapat melemahkan ikatan ini. hak dan kewajiban masing-masing. kewajiban.1. dan kerabatnya. bahkan sampai pada itsar (mendahulukan kepentingan saudaranya). Ia menjelaskan pola interaksi antar pihak secara detail. Batas-batas hak dan kewajiban antara anggota masyarakat. serta solidaritas sosial antara anak manusia. serta hak penguasa dan rakyatnya secara cermat. Semua manusia di 269 . Menetapkan batas-batas hubungan antara Negara. 2. Imam Syahid berkata. serta mengikis habis apa saja yang bisa memporakporandakan ikatan ini. 6. dengan tidak menjadikan yang satu lebih utama dari yang lain. kerjasama dalam kebaikan dan kebajikan. 3. Islam juga menentukan hak dan kewajiban setiap anggota masyarakat. Menjadikan prinsip dasar hubungan umat Islam dengan umat-umat yang lain adalah Dakwah. Dalam kehidupan bernegara. 7. kecuali oleh takwanya. 5. Seorang bapak dalam rumah tangga mempunyai hak dan kewajiban tertentu. “Islam telah memberi tuntunan kepada umat ini berupa kaidah hubungan sosial untuk mewujudkan kesejahteraan.

dan ini merupakan fase perbaikan selanjutnya. remaja.” 266 267 Ibid. pelajar. di terus diserukan kepada penguasa dalam berbagai tingkatannya. namun ini tidak menghentikan proyek perbaikan di masyarakat.266 • Urgensi Bekerja Bersama dengan masyarakat Bersinergi dengan masyarakat untuk membentuk sebuah masyarakat muslim dalam tampilan dan shibghahnya. Imam Syahid menetapkan target dan aspek-aspek perbaikan secara gradual di masyarakat. keduanya tidak mungkin dipisahkan. biak laki-laki maupun wanita. mencakup semua elemen masyarakat. maka kalian harus menuntut dengan hak Islam untuk mendirikan sebuah pemerintah yang memperhatikan prinsip. Pembentukan Pribadi muslim dan rumah tangga muslim merupakan unsur mendasar dalam pembentukan masyarakat muslim. dan hal ini dengan pengetahun yang mendalam bahwa: Perubahan secara total terhadap masyarakat. 236 Lihat: Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya) 270 . menjelaskan hak dan kewajibannya masing-masing. Yang membedakan antara satu dengan yang lain adalah ketakwaan dan amal shalihnya. menyampaikan nasehat dan mensosialisasikan manhajmanhaj Islam dalam setiap aspek kehidupan masyarakat. layaknya gigi sisir yang sama rata. nilai-nilai dan ajaran Islam. “JIka tujuan-tujuan ini –perbaikan individu dan masyarakat muslim. anak-anak. strata dan kelompok-kelompoknya. sampai masalah yang sekecil-kecilnya.sisi Allah sama derajatnya. dewasa dan orangtua. membutuhkan kecenderungan penguasa terhadap Islam dan syariatnya. termasuk gerakan dakwah di dalamnya.tidak bisa diwujudkakn kecuali di bawah naungan sebuah pemerintah yang shalih.267 Imam Syahid berkata. Islam juga menggariskan tata aturan dalam hubungan antar bangsa. hal.

berkumpulnya dalam barisan dakwah dan syariat Islam serta dan memintanya. 214 271 . Karena konsep perbaikan ini juga kadang-kadang disampaikan kepada masyarakat nonmuslim. maka adab dan seni penyampaian juga harus dijaga dan tanpa perasaan rendah diri sebagaimana yang diajarkan Islam. Maka adalah sebuah keharusan menyiapkan dan mentarbiyah bangsa dan anggota masyarakat. hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Syahid.268 Walaupun tidak mendapat sambutan baik dari pemerintah yang berkuasa. hal. jika suatu umat mampu mengokohkan semangat jihad dan 268 269 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna) Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).Ikhwanul Muslimin menyampaikan program-program perbaikan kepada pemerintah yang berkuasa. “Tidak ada kebangkitan umat tanpa di dasari akhlak. namun hal ini harus tetap berada dalam koridor syariat. dengan tujuan membantu mereka dalam merealisasikan aspirasi Ikhwan. terpenuhinya aspek-aspek akhlak dan norma-norma dakwah yang diinginkan. Sebagaimana yang disampaikan Ikhwanul Muslimin kepada pemerintah dengan lisannya. sehingga Allah membukakan kebenaran antara kami dan kaum kami dan sesungguhnya Allah adalah Sebaik-baiknya pembuka (pemberi kemenangan). kami tetap akan berada pada posisi orang-orang yang memberi nasehat. sehingga mereka tidak ikut serta dalam melakukan kemungkaran dengan dalih politik. “Walaupun demikian.”269 Oleh karena itu perbaikan masyarakat dan menshibghahnya dengan shibghah Islam merupakan sebuah kemestian. Ikhwan tetap akan memberikan nasehat. sehingga tiba masanya terbentuk sebuah pemerintah Islam. Imam Syahid berkata. dan dengan tetap menjaga adab dan upaya untuk menarik hati.

pengorbanan. bersikap pengecut dan takut menghadapi kenyataan. namun ia 270 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). namun ia adalah proyek yang berkesinambungan dan terus-menerus untuk membangun kebangkitan umat. 152 272 .             Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. 157 271 Risalah. Imam Syahid berkata.”270 Imam Syahid juga menjelaskan tentang penyakit yang didera oleh masyarakat. Upaya yang harus kita tempuh tidak lain adalah mengobati jiwa manusia dan meluruskan moral bangsa. mendahulukan kepentingan Pribadi di atas kepentingan umum. maka ia mampu menjemput kemenangan. hal. hal. tidak semata-mata merupakan tahapan pertama untuk memudahkan berdirinya Negara Islam. yang merupakan lawan dari sifat-sifat buruk ini. Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. “Prilaku buruk dan fenomena kehidupan tidak Islami telah merajalela dalam kehidupan kita. mampu mengekang dorongan hawa nafsu dan syahwatnya. serta perpecahan –semoga Allah menghancurkannya-. “Dekadensi moral. ia tidak berhenti dan mengendor hanya dengan berdirinya Negara. serta mencari tampilan-tampilan keIslaman diantara aliran yang menghanyutkan ini. yakni perbaikan jiwa. lari dari persoalan dan tidak berusaha untuk mengantisipasinya.S Al Syams: 9-10)271 Tentang metode dan manhaj perbaikan. Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). sehingga seorang da’I membutuhkan kekuatan dan kesadaran yang luarbiasa. Bersinergi dengan masyarakat dalam upaya mempersiapkan dan mentarbiyahnya. (Q. Inilah penyakitnya dan obatnya adalah dengan satu kalimat saja. hilangnya standar nilai yang agung.

maka yang pertama adalah umat mendapatkan tarbiyah dan memahami haknya secara sempurna.” Oleh karena itu. 48 273 . walaupun sedikit. yakni manhaj dan kepemimpinan.272 Imam Syahid menjelaskan tentang tarbiyah secara lebih mendalam dengan mengatakan. dan dilindungi oleh penguasa. maka materi-materinya harus sedikit sesuai dengan kemampuan. ia 272 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia).adalah jalan panjang dari proyek tarbiyah dan menyempurnakan kebangkitan umat. Imam Syahid berkata. ada dua hal yang harus dipenuhi. Adapun manhaj. hal. bisa dipraktekkan. dan setiap umat yang berupaya melanggar batas-batas tabiat tersebut maka ia tidak akan mendapatkan apa-apa. dan hasilnya dapat dirasakan langsung. ia belajar manhaj kebangkitan secara teori. lalu mempelajari metode untuk mendapatkan hak-hak tersebut. dan menyebarkan kekuatan iman di hatinya. praktek dan spirit. Maka bangsa-bangsa Islam di Timur harus menjadikan seluruh rangkaian fenomena kehidupan sosial itu sejalan dengan etika dan ajaran Islam. “Setiap umat memiliki wajah kehidupan sosial yang dengan sadar diayomi oleh pemerintah. kemudian ditarbiyah untuk meyakininya. dan perjuangan yang panjang. Adapun kepemimpinan. diatur oleh sistem hukum. hingga ketika sampai pada tahap tsiqah ia ditaati dan didukung. Untuk mewujudkan hal ini dibutuhkan waktu yang sangat panjang. maka harus dipilih dan ditentukan secara cermat. kesulitan. maka umat harus menanamnya dengan penuh kesabaran. Dalam ungkapan yang lain. “Hendaknya tarbiyah menjadi penopang utama kebangkitan. karena ia adalah manhaj yang dipelajari oleh umat.

karena putusnya hubungan antara keduanya. Imam Syahid menghindari bahaya dan ketergelinciran yang pernah dilakukan oleh orangorang terdahulu. Lalu generasi penerus memulai kembali dari awal. Setiap aktivis harus menurunkan kadar emosinya agar ia bisa mengambil manfaat dari apa yang dikerjakan pendahulunya. sarana-sarananya tidak dikenal dan tidak tertentu. namun juga terkadang kurang darinya atau bisa juga lebih banyak. 274 . lalu menurun dan akhirnya lenyap seperti tak terjadi apa-apa. baik sosial maupun nonsosial. beliau menjelaskan hal ini dengan mengatakan. terkadang mereka bisa mencapai hasil sebagaimana yang dicapai oleh pendahulunya. Jika saja tujuan perjuangan kita dipahami orang banyak. umat tidak pernah sampai kepada tujuan akhir. Mungkin generasi pendahulu telah sampai di pertengahan jalan. atau menjadi pemimpin karena tidak adanya pemimpin. 273 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Juga watak-watak yang lain. atau dilahirkan oleh peristiwa. “Saya mencatat bahwa kita memiliki watak-watak tergesa-gesa dan mudah terpengaruh serta emosional. Pertama. terputusnya hubungan secara total antara generasi pendahulu dan generasi penerus. saya masih yakin akan adanya dua faktor yang menyertai pemahaman tersebut. Kedua.” 273 Dalam menetapkan langkah-langkah dakwah. yang menjadikan kebangkitan kita akan terjadi secara tiba-tiba dan langsung menguat seiring dengan kuatnya pengaruh waktu. bahkan mungkin dipahami secara kontradiktif oleh masing-masing mereka dan kita tidak merasakannya. Yang jelas. karena umur individual itu sangat terbatas bila dibanding dengan usia kebangkitan dan umur umat. maka itu adalah khayalan dan tipuan emosi belaka.juga harus merupakan pemimpin yang dididik untuk menjadi pemimpin. bukan pemimpin yang diciptakan oleh kondisi darurat. Kalau kita berpikir bahwa satu orang dapat mewujudkan seluruh keinginan umat. namun generasi berikutnya tidak meneruskannya estafeta perjuangan tersebut.

bersandar padanya dan membangun sebuah peradaban baru. 3. serta mendapatkan pendukung. Ikhwanul Muslimin menyerukan bahwa bahwa asas yang menjadi tumpuan kebangkitan kita adalah ‘Tauhid’.”275 • Poros-poros Sinergisitas kerja dengan masyarakat Sinergisitas dengan masyarakat muslim berada dalam tiga poros berikut–yang masing-masing poros menyokong satu sama lain-: 1. keilmuan dan politik). “Kami berharap semoga Mesir kembali kepada ajaran dan prinsip-prinsip Islam. akhlak. Menyadarkan masyarakat dan mentarbiyahnya (baik prilaku. ia dihimpun oleh keindahan ayat-ayat Al Quran. 239 Ibid 275 . yakni mengesakan Allah sebagai satu-satunya sesembahan. serta terwujudnya sikap positif di tengah-tengah mereka.”274 Beliau juga berkata. dan juga menyatukan segala fenomena kehidupan dalam diri bangsa ini di atas asas Islam dengan segenap kaidahnya.Imam Syahid berkata.. Membangkitkan keimanan dan memperbaharui ruh Ini merupakan asas pijakan sebelum membicarakan tentang apapun. Makna keimanan harus benar-benar tertanam terlebih dahulu. kebangkitan iman ini kemudian diiringi dengan komitmen ibadah dan keyakinan terhadap rukun-rukun Islam serta menjalankan kewajiban-kewajibannya. 2. tidak ada larangan bagi kita untuk mengambil hal-hal yang bermanfaat dari orang lain dan menerapkannya. Menyebarkan dakwah dan prinsip-prinsipnya. • Asas-asas Utama Perbaikan Sosial 274 275 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). selama sesuai dengan kaidah-kaidah agama. hal. norma kehidupan dan kebutuhan masyarakat kita. “Oleh karena itu. keagungan Islam dan petunjuk Rasulullah Saw. Tidak mengapa umat Islam mengambil nilai-nilai kebaikan dari manapun. perubahan atau prilaku.

dan memelihara kecenderungan untuk memelihara keturunan serta mengatur berbagai tuntutan yang terkait dengan makanan dan pemenuhan kebutuhan seksual. 3. Menjadikan perwujudan mewujudkan daulah dan sebagai sarana sebagai di sarana bagi dan pemeliharaan fikrah. 6. seperti yang dibawa oleh Islam. lapangan kerja. bertanggungjawab masyarakat sasaran-sasarannya mentransformasikannya kepada sekalian manusia. dan 276 Risalah Pergerakan. kebebasan. 4. kesehatan. Penegasan terhadap keyakinan akan adanya jaza’ (balasan) atas setiap amal. Antara Kemaren dan Hari ini 276 . yang mencakup pelbagai aspek kehidupan masyarakat. Tegas dalam memerangi berbagai tindak criminal dan pelanggaran hak-hak asasi manusia. pengajaran dan keamanan bagi setiap individu. pemilikan. 10. Ketinggian kualitas jiwa manusia. 9. • Tahapan-tahapan amal sosial dan titik tolaknya: Peluang dan lahan amal bersama dengan masyarakat semakin luas dan berjenjang. Bangkitnya laki-laki dan wanita takaful secara dan bersama-sama. 2. sebagaimana berikut276: 1. serta mengumumkan adanya emansipasi menetapkan tugas masing-masing secara rinci.Imam Syahid meringkas dasar-dasar perbaikan sosial secara sempurna. Rabbaniyah (berprinsip ketuhanan). 7. Jaminan kepada masyarakat akan adanya hidup. Penegasan akan pentingnya wihdatul umat dan mengikis habis semua bentuk perpecahan. Mewajibkan umat untuk berjihad memperjuangkan prinsipprinsip al haq yang digariskan oleh sistem ini. 8. Penentuan dua macam gharizah jiwa (kecenderungan). Deklarasi ukhuwan antar sesama manusia 5. 11. serta menentukan sumbersumber penghasilan.

mewarnai mereka dengan perkataan dan perbuatan. dakwah meminta bantuan dan memanfaatkan orangorang ikhlas dari anggota masyarakat dan para simpatisan. atau perjuangan konstitusi (sebagaimana namanya yang diberikan Imam Syahid). maka dakwah akan bergerak bersamanya. namun landasannya bertitik tolak dari dakwah dan eksistensinya yang nyata dan rill di masyarakat. Dalam aspek individual. Sesungguhnya dakwah akan menghadapi kendalan dan tantangan ini dengan penuh kesabaran dan kebijakan. Dakwah akan mendidiknya agar melakukan gerakan sosial di masyarakat. eksistensi dan titik tolak sosialnya tidak berlandaskan kepada undanga-undang. yang melakukan aktivitas sosial dan amal 277 . dimanapun ada seorang muslim. yakni dengan menggerakkan para aktivis jamaah untuk melakukan dakwah dan berbaur dengan anggota masyarakat dalam kehidupan dan kondisi yang mereka hadapi. club-club. yang dalam pembentukannya tetap menggunakan prosedur undang-undang yang berlaku di masyarakat. Wadah-wadah sosial ini berbentuk lembaga-lembaga yang beragam. Untuk melakukan hal ini. 2. Maka pengaruh sosial yang sudah dibangun oleh dakwah tidak mungkin bisa dihentikan atau ditekan oleh undang-undang. serta menjadi model teladan bagi dakwah.hal itu dilakukan sesuai dengan kondisi dan peluang yang memungkinkan bagi dakwah dan aktivis dakwah. Jadi. Membentuk perkumpulan-perkumpulan. legalitas pemerintah atau anugerah dari orang lain. serta simpul-simpul sosial yang memberikan andil terhadap kebaikan dan kebajikan. lembaga. Dalam tataran aktivitas sosial. maka mencakup tiga jenjang atau aspek di masyarakat: 1. Jamaah ini. menyebarkan pemahaman dan adab-adab Islam di dalam masyarakat.

152 278 . perwakilan rakyat lembaga-lembaga • 277 Sifat dan Karakteristik Amal bersama masyarakat Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna. dan tidak mesti harus menggunakan label nama Ikhwanul Muslimin. sosial. Lalu dilakukan usaha penyampaian dakwah dan manhajmanhaj perbaikan ke segenap lembaga dan yayasanyayasan tersebut. (DPR). eksekutif. politik. lembaga-lembaga dewan pengawasan. dengan tetap menjunjung tinggi undang-undang dan konstitusi yang berlaku di masyarakat. asosiasi.”277 3. pendidikan. baik di bidang ekonomi. masuk kedalamnya dan menyebarkan tokoh-tokoh dakwah dalam berbagai aspek. Imam Syahid menegaskan hal ini dengan mengatakan. dll. aktivitas-aktivitas dan di yayasan-yayasan sebagai anggota kemasyarakatan. Sebagai contoh. partisipasi politik dalam pemilu. Karena bisa jadi ia menggunakan nama-nama dan label yang beraneka ragam sesuai dengan karakter undang-undang dan kegiatan yang berlaku. atau club-club perkenalan. “Tidak menjadi sebuah kemestian sebuah gerakan dakwah dinamakan dengan Jam’iyyah Ikhwanul Muslimin. mencari pendukung. hal. Berakivitas di lembaga-lembaga dan yayasan yang ada di masyarakat. karena kami tidak bertujuan selain untuk perbaikan diri dan menghaluskan jiwa. ma’ahid-ma’ahid (pondokpondok) Hurra.kebaikan yang beraneka ragam pula. dll. profesi. Maka boleh saja dakwah itu berupa sekolah-sekolah al Anshor. perhimpunan.

Untuk itu kami berbuat untuk manusia di jalan Allah. dan berharap agar 279 .” Sikap kami terhadap masyarakat adalah seperti yang digambarkan oleh Imam Syahid. Ruh mencintai mayarakat dan menginginkan kebaikan untuk mereka: Hendaknya ruh itu benar-benar yang mendominasi dan mendorong dalam setiap aktivitas dakwah terhadap masyarakat. dan kami tidak akan pernah menjadi musuh kalian sampai kapanpun. yang senantiasa dijaga oleh dakwah dan diajarkan kepada kader-kadernya. “Kami berharap agar kaum kami mengetahui. maka kami akan melempar mereka dengan buah. Sebagaimana perkataan Imam Syahid. bukan untuk orang lain. lalu kemudian kami menyerah kepada kehinaan atau merelakan kesia-siaan.Aktivitas umum dalam dakwah bersama masyarakat memiliki sifat dan karakteristik sendiri.” Hal ini tiada lain adalah karena kepekaan yang telah meluluhkan dan menguasai seluruh perasaan kami. Kami serukanlah kepada kaum kami.” Kami tidak meninggikan diri di atas masyarakat atau membanggakan diri lebih tinggi derajatnya di atas mereka. Hal itu mencakup: 1. “Mereka melempar kami dengan batu. “Bahwa sesungguhnya kami adalah untuk kalian. Sungguh sangat luarbiasa bagi kami menyaksikan apa yang dialami oleh kaum kami.. kami justru bangga dengan dakwah Islam. bahwa mereka sangat kami cintai lebih dari diri kami sendiri. betapa kami mencintai dapat memberikan pengorbanan untuk kemuliaan mereka jika hal itu dibutuhkan. atau meremehkan mereka –kami berlindung kepada Allah dari hal itu-.

radio.seluruh anggota masyarakat ikut bersama kami. kami tidak akan melakukan upaya-upaya pemberontakan atau kudeta. panggung teater. Baik Memanfaatkan segala sarana yang ada: secara individual maupun dan kolektif. namun dengan tetap menyampaikan aspirasi kami untuk perbaikan dan perubahan. dan media-media lain yang beragam. tidak justru membenturkan atau kaku di 3. Tapi sekarang seruan atau propaganda kepada isme-isme itu disebarkan melalui penerbitan majalah. Menghadapi Rintangan dan tekanan dengan perjuangan konstitusi: Kami menghormati undang-undang dan konstitusi yang berlaku di masyarakat. yakni dengan untuk memanfaatkan hadapannya. begitupula dengan undang-undang yang menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah atau yang 278 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). 22 280 . atau surat menyurat. Maka adalah wajib bagi para pengemban misi dakwah ini untuk (juga) menguasai semua sarana tersebut agar dakwah mereka membuahkan hasil yang memuaskan. Kemaren. propaganda disebarkan melalui khutbah.”278 undang-undang memanfaatkannya kemaslahatan dakwah. di pabrik-pabrik. film. Imam Syahid berkata. Bahkan kami sangat menentang upaya-upaya pelecehan terhadap penerapan undang-undang. serta mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. baik pria maupun wanita. pertemuan. di toko-toko. 2. Sarana-sarana itu telah berhasil semua jalan menuju akal dan hati khalayak. di rumah-rumah. Koran. hal. bahkan di sawah-sawah mereka. agar undang-undang dan konstitusi tersebut sesuai dengan prinsip dan syariat Islam. “Sarana-sarana propaganda saat inipun berbeda dengan sebelumnya.

”279 4. “Hukum dan pemerintah yang berkuasa yang memerangi dakwah berupaya untuk melenyapkan nama jamaah ini beserta tokoh-tokoh sosial dan politiknya. maka kami akan menghadapinya. kemudian melalukan perjuangan konstitusi agar suara dakwah menembus ruang-ruang birokrasi dan menarik simpati pemerintah eksekutif. hal. Eksistensi dan Legalitas Jamaah adalah dari Allah Jamaah ini mendapatkan eksistenssi dan legalitas bukan dari keputusan lembaga. serta dengan tabiat seluruh perangkat konstitusi. di sana. menyebarkan tokoh-tokoh kemudian masyarakat berkumpul di sekitar dakwah dan memperjuangkannya. jamaah melakukan kegiatan dan dan berbaur dengan anggota dakwah masyarakat. namun ia berasal dari Tuhannya. karena keterikatan nama jamaah dan para tokoh-tokohnya dengan kontribusi dan pengorbanan. kami akan menyerukan perbaikan dan berkomitmen terhadap konsep dakwah yang memperjuangkan hak. Kemudian melakukan penyaringan anasir-anasir yang baik untuk menjadi tonggak penopang yang kuat terhadap fikrah perbaikan ini. dengan demikian ia telah mendapatkan legalitas rill di tengah masyarakat.secara jelas bertentangan dengan syariat Islam. dari dakwah dan dari kebenaran yang diyakini dan dianutnya. kami akan menghadapi upaya-upaya penyempitan dan tekanan terhadap dakwah dengan tetap teguh dan melakukan perlawanan konstitusi dan berpegang teguh terhadap hak-hak kami secara konstitusional. Imam Syahid berkata. 212 281 . “Menyebarkan dakwah dengan pelbagai sarana publikasi hingga dakwah dipahami oleh khalayak. pelayanan 279 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). lalu memperjuangkannya dengan akidah dan keimanan. Dalam aspek kerja-kerja untuk perbaikan. kehendak pemerintah atau penguasa.

kebersihan. namun pada saat yang sama ia juga tidak pernah kompromi terhadap prinsip-prinsipnya atau berhenti melakukan aktivitas dan proyek-proyek perbaikan serta upaya penyadaran dan tarbiyah terhadap masyarakat. segala upaya maka kita menolak tuduhan segala bentuk upaya pendeskreditan jamaah yang diusung oleh organisasi pers dan melemparkan terhadap aktivis-aktivis jamaah.”281 Jamaah ini tidak pernah berupaya melakukan konfrontasi.umum. Dan pada perlahan-lahan akan pemahaman dan terhadap fikrah kita dan kelembutan dengan gerakan kita. selama shaf dakwah ini senantiasa gilirannya dukungan menjaga secara keteguhan komitmennya tumbuh kita.” Dengan demikian. Mustafa Masyhur. dan kembali harus menyodorkan ide-ide segar dalam setiap problematika yang bergulir dengan cara yang diterima oleh masyarakat. serta melancarkan syubhat terhadap mereka. 22 Ibid 282 . kesucian dan kepekaan terhadap kebaikan. Ia tidak konfrontatif dan tidak dikonfrontasi. ia akan bersabar dan memikul apa saja yang akan ia temui untuk melaksanakan hal itu. terhadap qiyadah dan selalu siap berkorban dan berkontribusi. hal. serta terhadap akivitas-akitivitas menyokong membela jika kita disakiti. maka kita akan dan senantiasa eksis dalam kehidupan umat dan tidak akan pudar. Kita harus menciptakan metode baru agar dapat menyampaikan dakwah kepada kaum kita. 280 281 Risalah: Wudhuh Ru'yah. keadilan. Ust. Dengan legalitas rill ini serta dengan interaksi aktif dengan elemen masyarakat. kelembutan terhadap manusia dan menolak kekerasan.”280 Kita harus melanjutkan langkah perjuangan kita untuk berdakwah kepada Allah meskipun dengan pelbagai tekanan.

pemaksaan dan kebencian. terorisme. dengan tetap berusaha mencari penyebab munculnya kerusakan ini. baik kepada pemerintah yang sedang berkuasa. sehingga dalam pelaksanaannya dapat menekan bahaya yang seringan-ringannya. maka Imam Syahid menolak cara-cara yang tidak menggunakan fiqh syar’I dan pandangan terhadap realitas masyarakat. seperti menghancurkan kedai-kedai minuman keras. Memang dalam hal 283 . pemaksaan dan kebencian: Jamaah menolak cara-cara kekerasan. sampailah kita pada maksud yang kita inginkan. Ikhwan sendiri –sebagai salah satu bentuk kepedulianpemerintah telah tentang memberikan masalah peringatan ini.5. Imam Syahid justru melihat bahwa untuk menyikapi hal ini dibutuhkan cara-cara hikmah dan kondisi yang tepat serta dengan menggunakan sarana-sarana konstitusi untuk melakukan pressure. dengan organisasi atau musuh-musuh yang lain. sesungguhnya pemerintahlah yang telah menyengsarakan bangsanya dalam hal ini. Karena. hal ini tiada lain hanya akan menimbulkan implikasi buruk yang lebih besar dibanding manfaatnya. Oleh karena itu kami yakin bahwa tindakan menentang arus (menghancurkan kedai-kedai minuman) seperti ini belum saatnya. serta berupaya untuk menyembuhkannya. jauh keras kepada mereka sebelum melakukannya. Haruslah dipilih waktu yang tepat untuk itu dengan menempuh cara yang sebijak mungkin. Menolak Cara kekerasan. serta menolak perlakukan tersebut dengan sarana-sarana yang baik. Jamaah lebih memilih menahan perlakuan zalim dan menyerahkan urusan kepada Allah. “Bisa dimaklumi bahwa tidak ada satu pun orang yang punya kepedulian di Mesir ini ingin melihat ada kedai minuman keras di sini. terorisme. Tentang penggunaan kekuatan dan melakukan tindak kekerasan di jalan-jalan dengan slogan amar ma’ruf nahi munkar. Dengan demikian. Imam Syahid berkata.

Ikhwan justru lebih memilih menggunakan cara-cara untuk ‘memuaskan’ hingga masyarakat umum memahami dan mendukungnya dengan akidah dan keimanan. memperbaiki kerusakan dan dekadensi. dan upaya-upaya pemberian aspek-asppek kebaikan dan kebajikan. dan membuka tabir-tabir penutup jiwa. hal. ketegaran. 84 284 . dan terangilah kecemerlangan akal pikiran dengan gelora perasaan yang mengharu biru penuh semangat. 127 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Yakni 282 283 284 285 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Menggunakan manhaj amal implementatif Masyarakat sangat membutuhkan kepada yang membimbing tangannya. “Mereka melakukan hal ini dengan penuh kesabaran. hal.”284 Beliau juga berkata. menyeru kepada hati.”285 Ikhwan sangat menghindari penggunaan tindak kekerasan dan paksaan dalam mengajak masyarakat untuk melaksanakan prinsipprinsip Islam dan menanamkan nilai-nilai akhlaknya. dan hal ini membutuhkan manhaj amal implementatif. 149 Ibid. hal. tarbiyah Islam. “Kekanglah gejolak perasaan dengan pandangan dan pemikiran yang jernih.ini pandangan pemerintah harus mengarah kepada kewajiban Islaminya. kebijakan dan nasehat.282 Ikhwan mengontrol semangat dan menimbang gejolak perasaan dengan kejernihan pikiran. Dakwah yang haq akan mengarahkan pembicaraan kepada ruh. mengoptimalkan keterikatan jiwanya dengan Al Quran dan penyandarannya kepada Allah. 240 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. Hal. “Sarana untuk mewujudkan cita-cita ini bukanlah harta dan bukan pula kekuatan fisik.”283 Imam Syahid berkata. Hal ini dilakukan setelah membangkitkan keimanan di hatinya. 6.

serta mengikat mereka kepada Islam dengan ikatan yang mulia.”287 8. dan hendaknya kita tidak berhenti sampai di situ saja. Ia adalah. takaful dan ta’awun. karakteristik dan pengikut yang khas. menyebarluaskan contoh-contok kebaikan. hal. “Dakwah salafiyah. 25 Risalah: Ta’alim (Risalah Ta'alim). 7. ia bahkan tidak terbatas pada satu kawasan saja tanpa kawasan yang lain. Ini adalah tantangan di segala komunitas masyarakat. Syarikah Iqtishadiyah. Jama’ah riyadhiyah. Ia Menghimpun seluruh makna perbaikan Karena landasannya adalah pemahaman Islam yang komprehensif. “Dakwah Ikhwanul Muslimin adalah dakwah umum. hal. ia mengarah pada orisinalitas agama dan kedalamannya.dengan berjuang bersama masyarakat menghadapi problematika dan krisis. yang tidak terbatas pada aspek tertentu tanpa aspek yang lain. hal. yang ditetapkan dalam 20 rukun prinsip pemahaman. 286 287 288 Ia tidak terbatas pada aspek aktivitas umum Risalah: Dakwah Kami (Dakwah Kami). thariqah suniyah. 122 285 . Universalitas Dakwah Ikhwan Imam Syahid berkata. kelompok dan lembaga-lembaganya. Fikrah ijtima’iyah. yang tidak dinisbahkan kepada kelompok tertentu dan tidak condong pada adat apapun di masyarakat dengan warna yang khas.”288 9. hai’ah siyasiyah. Hakikat sufiyah. Rabithah ‘Ilmiyah tsaqafiyah. kita bahkan harus membangkitkan keimanan dan menguatkan keinginan mereka.”286 Ia adalah dakwah yang tidak terbatas pada pandangan-pandangan parsial. memberikan mereka apa saja yang bisa kita berikan berupa kebaikan dan pelayanan umum. warna atau kelompok tertentu. 356 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). namun ia mencakup semua kalangan dengan pemahaman Islamnya yang paripurna.

bersatu patu untuk menghadapi dan mengadakan perubahan dan reformasi.” Namun hal ini membutuhkan: 1. seminar. yang kita inginkan adalah keridhaan Allah. atau hanya melakukan perbaikan parsial di masyarakat. Tujuan dakwah ini lebih luas dari itu semua.Iman Yang mendalam 2. seluruh kekuatan umat bersinergi bahu membahu. hal.Amal yang berkesinambungan “Maka yakilah terhadap fikrah kalian dan berkumpullah 289 di sekelilingnya. Imam Syahid berkata.205 286 .Dakwah justru berupaya mengumpulkan hati-hati manusia kepada Al Quran dan aspek mengedepankan kehidupan. tujuan luhur. tulisan dan pelajaran. sebenarnya hal ini bukan segalanya yang kita inginkan. manhaj-manhaj ishlah dalam berbagai membentuk pusat-pusat kegiatan keimanan dan tidak membatasi dakwah umum hanya melalui khutbah dan ceramah-ceramah. “Sesungguhnya khutbah dan perkataan.” Setelah menyebutkan beberapa bentuk dan aspek kebaikan dan aktivitas sosial yang dilakukan oleh Ikhwan. “Namun sekali-kali tidak wahai Ikhwan. dan perubahan yang dikehendaki Ikhwan adalah perubahan secar total dan integral.108 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Imam Syahid berkata.Pembentukan yang cermat 3. semuanya tidak akan memberikan manfaat apapun dan tidak akan mewujudkan tujuan apapun serta tidak akan mengantarkan da’i kepada target yang diharapkan. hal.290 289 290 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). bekerjalah untuknya dan teguhlah.” Tujuan asasi. identifikasi penyakit dan obatnya.

tentang tradisi dan ibadah. tentang peradilan dan hukum.10. sebelum kami berbicara kepada kalian tentang shalat. hal. “Sesungguhnya manusia hidup dalam gubuk-gubuk akidah yang lusuh. yakni dengan cara mengeluarkan dari umat yang mati. “Umat yang bangkit membutuhkan rasa optimis yang tinggi dan luas. cita-cita dan tekad. Taufik Wa’I.”292 11. “Wahai manusia. dan puasa. Menggunakan Metode Perbaikan yang positif. serta aturan-aturan dalam muamalah. maka mereka pasti akan meninggalkan gubuk-gubuk tersebut dan pindah ke istana-istana yang kalian bangun. dan iman yang dalam.”293 Beliau juga berkata. yang melakukan pembangunan sebelum kehancuran: “Ikhwan tidak suka mencampur adukkan antara pembangunan dan upaya penghancuran. terlebih dahulu kami akan berbicara tentang hati yang hidup. maka jangan kalian hancurkan gubuk-gubuk mereka. suatu umat yang semuanya adalah kehidupan. semangat. Imam Syahid berkata. yakni menghilangkan rasa persimis dan putus asa. 149 Dari buku: Dr. 291 292 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Al Quran memerintahkan umatumatnya agar memiliki perasaan ini. setelah membangkitkan keimanan mereka: Ini merupakan hal yang mendasar dalam sarana melakukan aktivitas sosial. jiwa yang tanggap. hal. kemudian membangkitkan keimanan dan rasa optimis. Ikhwanul Muslimin adalah Gerakan Islam Terbesar. Menghidupkan rasa optimis di tengah masyarakat. 277 287 . nurani yang peka. ruh yang hidup. namun bangunlah untuk mereka istanaistana akidah yang mulia.”291 Imam Syahid juga berkata. hal 129 293 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya).

hal. Bangga dalam memeluk agama Islam 3. dan kami akan menjadi bagian dari bangsa muslim itu. mengarahkan dan menunjukkan mereka kepada kebaikan.205 288 .296 Perbaikilah diri kalian.” Jamaah juga tidak mengklaim bahwa upaya perbaikan hanya miliknya sendiri atau membatasi kebaikan pada dirinya sendiri. hal. Dakwah dan jamaah melakukan aktivitas penyadaran dalam masyarakat dan bekerjasama dengan segenap kelompok-kelompok yang ikhlas. hal. 235 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). “Kita saling tolong menolong dalam hal-hal yang kita sepakati. dan pimpinlah umat menuju kebaikan. “Kami akan mentarbiyah bangsa kami. konsentrasilah pada dakwah kalian.Semua itu bisa terwujud dengan ketiga rukun ini: 1. Yakin akan datangnya dukungan dan pertolongan Allah. Jamaah dengan manhaj perbaikannya bukan sebagai pengganti masyarakat: Jamaah justru bersinergi dan bekerjasama dengan segenap kekuatan yang mengupayakan perbaikan. ia selalu memelihara setiap yang memiliki kemampuan. bersatu padu menghadapi dan mengadakan perubahan dan reformasi. agar lahir dari mereka sebuah bangsa yang muslim. dan saling memahami dalam hal yang kita perselisihkan. 294 295 296 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). seluruh kekuatan umat bersinergi bahu membahu.”295 “Perubahan yang dikehendaki Ikhwan adalah perubahan secara total dan integral. Apakah kalian sudah beriman?294 12. 179 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Iman dengan keagungan risalah Islam 2. Imam Syahid berkata.

”299 “Segala puji bagi Allah. hal. “Kami tidak menyerang mereka. bersih dari ambisi Pribadi. 215 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). hal.13. dan mengembalikan seluruh urusan kepada Allah semata. kemudian membawa masyarakat kepada kebenaran itu dengan cara yang baik dan sikap yang lemah lembut. dan bersih dari hawa nafsu. 13 289 .298 14. Menghindari bekerja. kami tidak menginginkan 297 298 299 Ibid. “Bahwa dakwah (Ikhwanul Muslimin) membawa misi dakwah yang bersih dan suci. sesungguhnya kami terbebas dari ambisiambisi pribadi. terbebas dari ujub.27 Ibid. Ikhwanul Muslimin membolehkan adanya perbedaan dan membenci sikap fanatisme terhadap pendapat sendiri.”297 Kesadaran itulah yang membuat dada mereka lebih lapang dalam menghadapi orang-orang yang menyelisihi mereka. karena kami membutuhkan kekuatan dan kesungguhan yang mereka gunakan untuk permusuhan. serta cara-cara politik (golongan) dalam dan tidak memasuki wilayah konflik perseteruan dengan kelompok yang lain: Imam Syahid berkata. bersih dari kepentingan dunia. hal. ghurur (terpedaya). Murni dan ikhlas karena Allah dalam berdakwah dan bekerja Ia harus murni dari nafsu dan ambisi Pribadi. Imam Syahid berkata. dan jauh dari egoisme. serta senantiasa berusaha menemukan kebenaran.

                          :Artinya “Mereka merasa Telah memberi nikmat kepadamu dengan keIslaman mereka. maka kami sama sekali tidak menganggap itu keutamaan diri kami. hal. suci dan murni. 109 301 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). hal.”300 Dakwah Ikhwanul Muslimin adalah dakwah yang putih. ia selalu bersama kebenaran dimanapun berada. Sebenarnya Allah.”301 “Andaikan yang kami lakukan ini adalah sebuah keutamaan. 25 290 . dan kami tidak bekerja kecuali untuk mendapatkan rida Allah Swt. yang menyukai perkumpulan dan membenci penyimpangan. Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari in)i. Bangga dengan dengan dakwah dan mendeklarasikannya di tengah segenap kekuatan dan kejelasan menjamurnya kelompok-kelompok dakwah: 300 Risalah Pergerakan. yang tidak terwarnai (dengan warna lain).S Al Hujurat: 17) 15. Kami hanya percaya kepada firman Allah Swt. dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar." (Q. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa Telah memberi nikmat kepadaku dengan keIslamanmu.apapun selain keridaan Allah dan kebaikan untuk manusia.

edisi 16 Januari 1951 M. maka ia harus dipersiapkan dan terus menerus dibina. latihan dan pemahaman yang benar. “Sesungguh dunia sekarang ini. maka kalian berkewajiban untuk mendeklarasikan hakikat (kebenaran dakwah) dengan jelas. karena sesungguhnya kekuatan dakwah terletak pada dakwah itu sendiri. kapan 302 saja ia berkenan menunjukkan kehendak dan kekuatannya. 291 . masing-masing kader dalam barisan (dakwah) tetap diminta untuk memberikan kontribusinya. di tangan kalian ada botol obat penawar yang berasal dari wahyu langit.Imam Syahid berkata. sesuai kondisi dan persiapan mereka secara personal. Dengan segenap perbedaan jenjang dan kualitas masing-masing kader tarbiyah. Ia dipersiapkan agar memenuhi hal-hal berikut: 302 Bagian terakhir dari risalah yang ditulis oleh Imam Syahid untuk Ikhwanul Muslimin. target dan mainstream dakwah hingga diperkenalkan dengan kondisi rill di lapangan dan kendala-kendalanya. untuk bersinergi dengan masyarakat dan memberikan perlayanan umum untuk manusia. kita harus mengajak kepada manhaj kita yang Islami dengan penuh kekuatan. ia merasakan kegoncangan dan kebingungan serta tak satupun dari dua jalan itu yang dapat mengantarkannya kepada ketenangan dan keselamatan. berada pada posisi saling tarik-menarik antara Komunis Rusia dan Demokrasi Amerika. kemudian pada pertolongan Allah.” • Mempersiapkan masyarakat: kader dakwah untuk bersinergi dengan Dakwah mempersiapkan kader-kadernya melalui tarbiyah. Karena personal kader-kader tarbiyah merupakan titik tolak untuk melakukan aktivitas sosial dan dakwah. diterbitkan oleh Majalah Al Mabahits. lalu pada hati orangorang yang meyakininya. kita tidak perlu takut karena kita tidak memiliki negara atau kekuatan. dari penguasaan dan pemahaman terhadap tujuan-tujuan dakwah. Dan sekarang. lalu pada kebutuhan dunia padanya. dan itu merupakan bagian mendasar dalam dakwah dan tarbiyahnya.

Memiliki sikap positif dalam harakah (dakwah) Memiliki semangat yang tinggi dan aktivitas yang luas. 3. yang kemudian dapat mencerna dan memberikan keputusan terhadap persoalan tersebut dengan muatan-muatan dakwah. tidak melupakan jasa baik karena permusuhan. Memiliki rasa cinta dan kepekaan terhadap masyarakat dan seluruh civitasnya. beradab dan berakhlak Islami. adil.1. diantara kewajiban Aktivis 292 . Mengetahui dan mengenal secara jelas dan sadar terhadap peran sosialnya di masyarakat. tidak membuat gaduh atau keributan. melepaskan diri dari ambisi. menjauhkan diri dari ghibah dan namimah. itqon (professional) dalam pekerjaan dan aktivitasnya. benar membuat keputusan perkara. Imam Syahid berkata. dermawan. mengasihi yang muda dan menghormati yang tua. 6. 2. amanah. toleran dan lembut terhadap sesama. dan tahu bagaimana bermuamalah dan bekerjasama dengan mereka. dan itu merupakan bagian dari dakwahnya. ia 303 diharuskan menyucikan jiwa. baik muamalahnya. tegar dan tabah menghadapi tekanan dan aksi teror. Cepat dan tanggap dalam memberikan perlayanan umum dan proyek-proyek kebaikan kepada masyarakat. berlapang dada terhadap orang-orang yang berbeda dengannya. 4. yaitu: Menjaga lisan. jujur dalam janji dan ucapan. tidak berpegang kepada persangkaan. yang terlatih untuk memberikan layanan umum.303 7. mengatakan yang benar walaupun terhadap diri sendiri atau orang yang paling dekatnya walaupun kebenaran itu pahit. 5. Peka terhadap persoalan-persoalan Islam. nafsu dan makna-makna ujub dan takabbur. menjadi teladan dalam muamalah maliyah (masalah keuangan) dan sosial. “Ketika seorang akh bergabung dengan Ikhwan. meluruskan tingkah laku. tidak melupakan kebaikan dengan kemarahannya.

seorang muslim harus mengetahui tujuannya.mempersiapkan akal. 304 305 306 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). hal.”304 “Telah tiba waktunya.”305 Beliau juga mengatakan.benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Kemudian ia dituntut untuk menyebarkan ruh (semangat) ini kepada keluarga. dan kedamaian untuk membebaskan manusia dari semua penderitaan. hal. dan masyarakatnya. dakwah hidayah. dan menentukan arahnya. 15 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) 293 . masa akan mengeluarkan saripatinya yang banyak dari peristiwa-peristiwa yang dialaminya. Dunia akan menanti dakwah kalian. jiwa dan raganya untuk jihad dan perjuangan panjang di masa yang akan datang. karena jihad tidak mungkin dilakukan dengan santai. kemudian bekerja untuk arah yang ditujunya agar sampai pada tujuannya. Kesempatan-kesempatan itu akan terbuka untuk sebuah kerja besar. dakwah keberuntungan. Seorang akh belumlah dikatakan sebagai seorang muslim yang benar hingga ia menerapkan hukum dan akhlak Islam pada dirinya. teman sejawat. “Sesungguhnya. serta menjaga batas-batas perintah dan larangan Allah dan Rasul-Nya.”               :Artinya “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami. Sekaranglah giliran kalian untuk memimpin umat dan membimbing bangsa. kerabat.”306 “Saya pun berbicara kepada kepada mereka yang malas agar segera bangkit dan bergerak. benar.205 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami).

yang dalam pembentukannya mencakup: rumah tangga. pers. Memperhatikan rumah tangga sebagai basis dasar dalam membina masyarakat308: 307 308 Ibid Untuk Menambah keterangan. rujuk kembali ke Bab V. Pembentukan Keluarga Muslim. komunitas (perkampungan. opini umum. resmi dan tanfidziyah (eksekutif pemerintah)) di seluruh jenjangnya serta seluruh unsur-unsur yang mempengaruhinya. atau masyarakat.dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. politik. 294 . kota-kota. yang tujuan-tujuan antara lain: 1. Hal ini kemudian menjadikan shaf Ikhwan termasuk bagian dari masyarakat. (Q. yang mulai dari dirinya sendiri kemudian menyebar dan memberikan pengaruh di lingkungan sosialnya. institusi (negeri.S Al Ankabut: 69)307 Bab VII Tujuan dan Aspek Amal Bersama Keluarga dan Masyarakat Tujuan dan Aspek Amal Bersama Keluarga dan Masyarakat • Poros-poros dan Tujuan Amal Bersama Masyarakat Kami akan menyampaikan secara ringkas –dari Risalah-risalah Imam Syahid dan pengarahan-pengarahannya-. baik dalam skala individu. poros-poros dan tujuan amal bersama masyarakat. baik ekonomi. dan distrik). undang-undang dan lain-lain. adat. rumah tangga.

kerabat dekat dan teman-teman mereka. serta menjaga nilai-nilai Islam dalam setiap aktivitas dan kesibukan rumah tangga.Imam Syahid berkata. yang dimulai dengan memilih suami atau istri yang baik.”310 b. “Kami menginginkan kebangkitan laki-laki dan perempuan secara bersama-sama. dimana ia mampu mengajak keluarganya untuk menghargai fikrahnya. membimbing mereka dengan prinsip-prinsip Islam. mempersiapkan mereka untuk membina rumah tangga muslim. dalam aktivitas dan prilakunya. baik akhlak maupun nuraninya. mendidik anak-anak dan pembantunya dengan didikan yang baik. baik pikiran maupun akidahnya. hal. Keluarga-keluarga dakwah dan pendukungnya. telah mereka mulai dari diri mereka sendiri. dan membina generasinya dengan nilai-nilai Islam. Imam Syahid berkata. menyebarkan nilai-nilai Islam di tengan-tengah mereka. penuhperhitungan.”311 2. C. Kemudian lokasi dakwah meluas ke anggota keluarga. hal. rumah-rumah mereka. Mereka menyampaikan hal itu dengan penuh kesabaran. hal. Memberikan perhatian terhadap lapangan usia yang berbedabeda.”309 Titik permulaannya adalah: a. “Aktivitas amar ma’ruf dan nahi munkar. Memberikan pengaruh di keluarga-keluarga yang ada di masyarakat dengan pelbagai sarana untuk menyemarakkan fenomena kehidupan Islam. mendapatkan dukungan terhadap fikrah-fikrah Islam dan dakwah. 94 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). dengan hikmah dan nasehat-nasehat kebaikan. 84 295 . kemudian kepada keluarga. peran wanita dan hak-haknya: 309 310 311 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). 101 Risalah: P Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. kerabat dekat. “Kami meninginkan rumah tangga muslim. mengumumkan adanya takaful dan emansipasi serta menetapkan tugas masing-masing secara rinci.

serta mengarahkannya untuk perbaikan. Seperti. “Kami menginginkan kebangkitan laki-laki dan perempuan secara bersama-sama. maka bukan termasuk jalan orang-orang mukmin. hal. yaitu dengan melengkapinya dengan sarana-sarana dan penjelasan terhadap ajaran Islam. 94 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami).”315 312 313 314 315 Lihat Risalah Pergerakan. “Telah tiba waktunya. lembaga. Kepada Para Pemuda Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). khutbah. hal. laki-laki maupun wanita. “Untuk itu. mengumumkan adanya takaful dan emansipasi serta menetapkan tugas masing-masing secara rinci. kami juga memperhatikan kaum wanita sebagaimana perhatian kami kepada kaum pria. mahasiswa. permainan dan gurauan. dan menentukan targetnya.”313 Beliau juga berkata. Imam Syahid juga memberikan perhatian yang sama terhadap kaum wanita. Kami juga memperhatikan anak-anak sebagaimana perhatian kami kepada pemuda. club-cluc.15 296 .Baik perhatian kepada remaja. serta memberikan perhatian dan peran yang istimewa terhadap para pemuda312. mengikat mereka dengan ajaran Islam dan mendidik mereka dengan pendidikan yang benar. terutama dari Universitas Al Azhar. Adapun mereka yang dilanda kelalaian dan kebingungan. mesjid. berkoordinasi dan bekerjasama. 177 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini).”314 3. dimana seorang muslim harus mengetahui tujuannya. hal. Optimalisasi Organisasi dan Para Aktivis Dakwah Untuk Kepentingan Agama Islam: Baik dari dalam shaf dakwah maupun dari luar shaf. dan lain-lain. dengan mengatakan. dan hendaknya ia berupaya untuk mewujudkan target-targetnya tersebut hingga ia sampai kepada tujuan yang diinginkan. hati-hati yang lengah.

yang merupakan semuliamulia tujuan seorang muslim dalam hidupnya. yang harus dipetik nilai-nilainya dan diterapkan dalam realitas kehidupan. dengan langkah-langkah berikut: a. dan menjelaskan keagungan dan mukjizatnya serta berinteraksi dengannya. Quran. meminta kepada manusia untuk menerapkan hukum-hukumnya. yaitu: Pertama.”318 316 317 318 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?.”316 “Ketauhilah bahwa Ikhwanul Muslimin berupaya dengan sungguh- sungguh untuk mengembalikan mereka kepada kitabullah. hal. “Saya berkeyakinan bahwa tujuan paling penting dari diturunkannya Al Quran yang wajib ditunaikan oleh umat Islam ada tiga perkara. 237 297 .”317 “Dan kalian meyakini bahwa kewajiban muslim yang haq adalah berjuang untuk Islam sehingga menguasai kehidupan masyarakat seutuhnya. Menjadikannya sebagai sumber hukum-hukum agama dan syariat. dan mendekatkan diri kepada Allah dengan Al Quran. dan menyeru mereka bersama-sama untuk mewujudkan tujuan ini.dengan ayat-ayatnya.4. memperbanyak membacanya (tilawah). Menjadikannya sebagai dasar undang-undang di dunia. memperkuat keimanan dan melakukan tarbiyah secara bertahap. beribadah dengan membacanya. hal. Membangkitkan keimanan di dalam hati manusia terhadap Al Yang sangat urgen adalah mengenalkan Al Quran kepada masyarakat. Memberikan pengarahan kepada masyarakat. mereka beribadah dengan tilawahnya. mengambil cahayanya –dalam memahami kata-kata para pemimpin umat. Kedua. Ketiga.86 Ibid Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Imam Syahid berkata.

serta berupaya untuk mengamalkan sunnah Rasulullah Saw. dan kemungkaran dengan bijak dan penuh hikmah.adalah sunnah yang disyariatkan dengan cara-cara memohon dengat 319 320 321 yang diajarkan Rasulullah (baik Saw.”320 c. memperkuat akhlak. akan tetapi meminta dari pertolongan kepada penghuni kubur siapun mereka. bernadzar untuknya. Menghidupkan Adat-adat Islami dan menghilangkan adat-adat asing dalam setiap aspek kehidupan. Melakukan amar ma’ruf nahi munkar. yang tidak justru menimbulkan bid’ah yang lain yang lebih parah. perhitungan.B.”321 d.” “Ziarah kubur –kubur siapapun. membangun kuburnya. menutupinya memberikan penerangan. adalah kesesatan yang wajib diperangi dan dihancurkan dengan menggunakan cara yang terbaik. Memperkuat akhlak.”319 “Dengan tetap mengedepankan kesabaran. berdoa kepadanya. ramalan. kebijaksanaan dan nasehat. baik berupa penambahan maupun pengurangan. “Kita mengajak manusia untuk menerapkan hal itu dengan cara-cara yang lembut dan penuh cinta. penyingkapan perkara ghaib. guna-guna. dan menumbuhkan keberanian yang sesungguhnya. adalah kemungkaran yang harus diperangi. kecuali mantra dari ayat Al Quran atau ada riwayat dari Rasulullah Saw. perdukunan. hajat dari jarak dekat maupun kejauhan). diantaranya: “Jimat. dan semisalnya.. mantra.” “Setiap bid’ah yang dalam agama Allah yang tidak ada pijakannya tetapi dianggap baik oleh hawa nafsu manusia. pemenuhan satir. Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? Ibid 298 . memerangi kehinaan. “Maka tujuan pertama yang digariskan oleh Ikhwanul Muslimin adalah tarbiyah shahihah. pembaharuan jiwa. mengusapnya (untuk Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami).

Imam Syahid berkata. di hati para sahabatnya. 235 299 . merasakan keindahan dan keagungan Al Quran. yang merasa izzah dengan Islam. 358 Al Ustadz Mushthafa Masyhur. Nabi Muhammad Saw. dan membangun jiwa yang hidup dan penuh vitalitas. maka kepada spirit itu kami menyeru manusia. serta mengutamakan kemaslahatan umum dari kemaslahatan Pribadi.”323 5. Membina masyarakat untuk bersungguh-sungguh dan mengembangkan sikap positif. bersumpah dengan selain Allah.mendapatkan berkah). dan bagaimana menuntut haknya: 322 323 324 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim).”322 e. Membangkitkan Ruh Optimisme dan Keimanan serta Menguatkan Kepekaan: Harus ada upaya untuk membangkitkan ruh. Yakin akan datangnya dukungan dan pertolongan Allah. serta memperjuangkannya dengan penuh keyakinan dan keimanan. Juga janganlah mencari ta’wil (pembenaran) terhadap berbagai prilaku itu. Menshibgahah kehidupan masyarakat dengan shibghah Islam “Kami berupaya untuk membina umat Islam dalam kondisi yang memudahkan mereka untuk benar-benar menjadi muslim. dan segala sesuatu yang serupa dengannya adalaj bid’ah besar yang wajib diperangi. hal. hal. demi menutup pintu fitnah yang lebih besar. spirit yang dihidupkan oleh pembawa pertama risalah dakwah ini. hal. 16 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).”324 6. “Dengan Tiga spirit. Risalah Wudhuh Ru'yah. Iman dengan keagungan risalah Islam. yang dengan hal itu ia memahami dakwah dan agamanya. bangga dalam memeluk agama Islam.

(Q. Lari dari proses pengobatan 6.           Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Takut menghadapi kenyataan 5. dan menshibghah masyarakat dengan shibghah Islam: Imam Syahid menyebutkan sisi penting dari penyakit yang diderita oleh masyarakat. 137 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). yakni: 1. yang membutuhkan upaya perbaikan dan penyembuhan. lalu masyarakat akan belajar bagaimana ia lebih mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan Pribadi. hal. Meluruskan akhlak dan jiwa. Kehilangan keteladanan tertinggi 3. 152 300 . “Mendirikan komunitas-komunitas kebaikan di tengah masyarakat dan yang komitmen terhadap ajaran-ajaran Islam sebagai manhaj kehidupan dan berupaya untuk menyebarkannya. Perpecahan –semoga Allah menghancurkannyaInilah penyakitnya. hal. dan obat adalah satu kata yang menjadi solusinya. yang merupakan lawan dari sifat-sifat buruk ini. Upaya yang harus kita tempuh tidak lain adalah mengobati jiwa manusia dan meluruskan moral bangsa.S Al Syams: 9-10)326 325 326 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. Mengutamakan kepentingan Pribadi dari kepentingan umum 4. yakni perbaikan jiwa.” 7.“Maka akan datang waktu tersebar dan mendominasinya prinsipprinsip Ikhwan. Dekadensi moral 2.”325 Dan hendaknya kita berusaha.

240 301 . serta memberikan bantuan pada saat musibah dan bencana: Imam Syahid berkata. dan kemudian melakukan pengelolaan terhadap apa saja yang dibutuhkan oleh proyek-proyek yang ada. melakukan ishlah (perbaikan) terhadap hubungan social antara anggota masyarakat yang untuk keperluan itu tentunya menyita banyak waktu. Hal. dan meminta bantuan kepada para pakar di bidang-bidang masing-masing. "Seperti membangun membangun mesjid dan memakmurkannya. dengan cara mengumpulkan 327 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). sesuai dengan kemampuan dan kondisi yang memungkinkan. tenaga dan harta. hal. kantor-kantor mendirikan lembaga-lembaga social dan membimbing serta memelihara kelangsungannya. 152 328 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). maupun sukarelawan untuk mendukung proyek-proyek semacam itu.”327 Adapun tentang sarana yang membantu proyek ini adalah sebagaimana yang dikatakan Imam Syahid. memerangi kemiskinan. baik menyangkut masalah harta (pembiayaan). “Sasaran kalian adalah berbuat untuk membenahi kurikulum pendidikan dan pengajaran. mengikis tindak criminal."328 Jamaah ini berkhidmat kepada masyarakat untuk memberikan pelayanan dan bantuan-bantuan sosial. menjembatani hubungan antara orang-orang kaya yang alpa dengan orang-orang miskin yang membutuhkan uluran tangan mereka. lihat juga: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. Hal ini sebagaimana yang diisyaratkan oleh Imam Syahid. dan mengurusnya. membangun sekolah. hal. menggalang sukarelawan. penyakit kemiskinan. kebodohan dan memberantas penyakit. "Sarana-sarana yang digunakan Ikhwan dalam medan seperti ini adalah melakukan perngorganisasian. rekruitmen peserta. Memberikan pelayakan dan kepada masyarakat dan memerangi usaha-usaha kebodohan. dan membentuk masyarakat ideal yang loyal kepada syariat Islam. mengadakan peringatan-peringatan hari besar Islam yang terkait dengan kebesaran dan kemuliaannya.8. 108. mendorong kebaikan dan kemaslahatan umum dalam pelbagai bentuk.

yang kita inginkan adalah keridhaan Allah. dan perubahan yang dikehendaki Ikhwan adalah perubahan secar total dan integral. Hal. tujuan luhur. bersatu patu untuk menghadapi dan mengadakan perubahan dan reformasi. 205 Ibid Risalah: Wudhuh Ru'yah. mengajarkan hukum-hukum agama kepada manusia. Imam Syahid menambahkan. Tujuan asasi.331 yang bermanfaat. sebenarnya hal ini bukan segalanya yang kita inginkan. serta menyalurkan sedekah kepada orang-orang yang membutuhkan. seperti madrasah. memberikan nasehat dan bimbingan. “Namun sekali-kali tidak wahai Ikhwan. Ustadz Musthafa Masyhur 302 . menghidupkan tolong-menolong bangsa Arab dan Islam dan melawan perpecahan dan penyimpangan: "Hingga kita bisa menanamkan kesadaran di setiap orang masyarakat Mesir tentang urgensi perubahan yang Islami. serta antara terhadap ruh bangsaproblematika persatuan Islam."332 329 330 331 332 Ibid Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). seluruh kekuatan umat bersinergi bahu membahu. "Jamaah ini terdiri dari para akh yang menjadikan lembaga-lembaga sebagai tempat aktivitas mengajar orang-orang yang buta huruf. Menyadarkan umat dan anggota masyarakat tentang peran dan kewajiban umat dan mereka. dan mesjid-mesjid sesuai dengan 8. Jamaah ini juga mendirikan yayasan kemampuan dan kondisi yang ada."330 Kemudian agar manusia tidak menganggap bahwa dakwah hanya terbatas untuk hal ini saja. balai pengobatan. mendamaikan orang-orang yang bermusuhan."329 Beliau juga berkata.shadaqah untuk dibagikan pada waktu-waktu tertentu dan ketika hari raya dan hari-hari besar lainnya. ma'had.

karena rangkaian (konspirasi) itu ternyata tidak akan pernah berakhir. terutama Palestina. mengajarkannya kepada putera-puteri kita. c. ancaman dan konspirasi yang menyelimutinya. serta terus menerus berupaya memberikan bantuan dan pertolongan terhadap negeri-negeri muslim yang tertindas. menghidupkan rasa optimisme dan keyakinan terhadap pertolongan Allah Swt. serta menolak syubhat dan kebatilan darinya. sehingga remaja-remaja kita tumbuh dewasa dan mengetahui secara benar 333 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V)."333 Beliau juga berkata. menjelaskan dakwah Al Quran dengan sejelasjelasnya dan menyampaikannya dengan cara yang baik dan sesuai dengan konteks kekinian (kontemporer). Memperbaharui pengaruh (Al Quran) yang luarbiasa terhadap jiwa. Memulai dengan memperbaiki pemahaman kaum muslimin terhadap agama mereka. mengungkap keindahan dan kecantikan yang terdapat di dalamnya. Mereka senantiasa siap jika harus memimpin dan mengumandangkan jihad. dan memberikan perhatian terhadap problematika yang menimpanya. musibah-musibah yang menimpanya. Namun. isteri dan saudara-saudara kita. dan melakukan gerakan-gerakan positif untuk menghadang konspirasi yang meliputinya. serta menyampaikannnya kepada rekan-rekan dalam pelbagai pertemuan. "Seyogyanya kita harus senantiasa mengingat musibah-musibah ini dan membacanya di setiap pagi dan petang.Aspek ini mencakup hal-hal sebagai berikut: a. dan kalian tahu akan hal ini. kalian harus menjelaskannya kepada khalayak dan mengajarkan kepada mereka bahwa Islam tidak pernah rela sedikitpun jika sampai dikurangi dari pemeluknya kebebasan dan kemerdekaannya. Imam Syahid berkata. "Cukuplah rasa sakit ini ada di dalam penjelasan ini. b. Menyadarkan umat terhadap kondisi umat Islam. hal. Membangkitkan kepekaan umat Islam serta kewajibannya terhadap saudara-saudaranya seagama.151 303 . d. meski itu harus mereka bayar dengan jiwa dan harta mereka.

Membangun persatuan Arab dan Islam. dan yang telah meninggalkan Allah sebagai muslim menentangnya. kemudian memusnahkan orang-orang yang tidak beragama dari putera-puteri Islam. Fuad al Hajarsi. seandainya mereka sanggup." (Q. 117 304 . Fuad al Hajarsi." 335 "Jangan kalian terpedaya oleh diri kalian sendiri wahai umat Islam. Menyadarkan umat terhadap tipikal musuh serta agar tidak terpedaya dengan tipu dayanya: "Sehingga remaja-remaja kita tumbuh dewasa dan mengetahui secara benar musuh-musuh mereka. 10." 334 e. Hal. cukuplah kelalaian dan persangkaan baik. agar mereka tidak tertipu dan tidak ditimpa (musibah) seperti yang pernah menimpa kita. dan meminta pemerintah untuk membantu upaya ini dan memberikan prasarana yang dibutuhkan. 334 Makalah dengan Syahid tahun 1931 335 Makalah dengan Syahid tahun 1931 judul (dari judul (dari Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya. agar mereka tidak tertipu dan tidak ditimpa (musibah) seperti yang pernah menimpa kita. Imam buku: Imam Syahid. sementara Allah telah menggambarkan kaum tersebut dalam Al Quran dengan mengatakan:            Artinya: "Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran).musuh-musuh mereka. Hal. 117 Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya.S Al Baqarah: 217) Ingatlah selalu bahwa ular (musuh) pertama umat Islam adalah generasinya identitasnya yang tertipu dan terpedaya. Imam buku: Imam Syahid.

keluarga. Dengan demikian ia berkaitan erat dengan tujuan Islam yang tinggi. bahwa orang-orang yang mulhid (kufur) dari umat Islam adalah musuh pertama kalian. serta kunci kebahagiaan baik untuk skala individu. 251 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia) 305 ." 11. dan kita sebarkan di kalangan manusia.Maka ingatlah wahai Ikhwanul Muslimin. adalah kalian turut andil memberikan kontribusi untuk perdamaian dunia dan membangun kehidupan yang baru untuk manusia. dunia mengembalikan kepemimpinan (Ustaziyatul 'Alam): Imam Syahid berkata."337 "Kami meyakini bahwa di dalam manhaj Islam terdapat segala prinsip dan perangkat-perangkat untuk kehidupan dan kebangkitan umat."336 "Diantara bentuk dakwah kalian wahai ikhwah yang saya cintai. hal. Masih banyak yang memahami makna undang-undang Islam secara tidak tepat dengan yang sebenarnya."338 Dan hendaknya mereka mengenal sejauh mana keberlepasan dan kejauhan pemerintah dari syariat Al Quran: 336 337 338 Risalah dalam muktamar para pelajar dan mahasiswa Ikhwanul Muslimin Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). masyarakat dan Negara. khilafah membebaskan dan memimpin negeri. dari mendirikan pemerintah Islam secara totalitas. sehingga ia menjadi tuntutan publik yang diserukan dan didukung oleh segenap masyarakat. serta menyampaikannya kepada mereka. "Hendaknya makna-makna ini wahai saudarasaudara yang saya muliakan tersebar di antara kita. menjelaskan tentang prinsip-prinsip dan ajarannya. dengan menunjukkan kepada mereka bentuk-bentuk riil kebaikan agama kalian. menolak syubhat dan menunjukkan kebenarannya yang cemerlang. Melakukan penyadaran secara terus-menerus seputar manhaj dan syariat Islam.

dan izzah. ada satu hal yang ingin saya katakana bahwa Ikhwanul Muslimin belum melihat suatu pemerintahan –baik pemerintahan yang sekarang maupun yang lalu. 339 340 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). maka ia bukan termasuk golonganku. Rasulullah Saw.yang bisa mengemban amanat dan menunjukkan kesiapannya untuk menegakkan nilai-nilai Islam. 257 306 . baik politik maupun sosial. menegaskan keberhakannya bagi setiap individu dan masyarakat dengan kandungan nilai yang utama. membangkitkan semangat kebangsaan yang tulus dan mengarahkannya agar sesuai dengan pandangan Islam: Imam Syahid berkata." Islam memerangi penindasan internasional yang mereka menamakannya penjajahan dengan semua praktek kekuatan yang dilakukan. bahwa politik. untuk kemudian memeliharanya. Menyadarkan umat tentang hak-haknya. bersabda: ‫(( )) من أعطى الذلة من نفسه طائعا غير مكره فليس مني‬ Artinya: "Barangsiapa yang menghinakan dirinya dengan sukarela tanpa dipaksa. menyerukan kepada mereka agar merasa terhormat dengan kemerdekaan itu. Ajaran Islam sama sekali tidak membolehkan suatu bangsa menguasai dan memaksakan kehendaknya kepada bangsa lain."339 12. 137 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Masyarakat hendaknya memahami hal ini dan menuntut kepeda pemerintah untuk mendapatkan hak-hak keIslamannya. hal. merupakan bagian dari ajaran Al Quran. hal. dan mencintai bangsa (nasionalisme) merupakan sebagian dari keimanan."Dalam kaitan ini. Dan Ikhwan-lah yang bekerja untuk itu. serta hak mendapatkan kebebasan dan keamanan. "Kita harus menyadarkan manusia."340 "Islam yang hanif ini telah mendeklarasikan sekaligus menganggap sakral kemerdekaan tersebut. kebebasan. Kata-kata Umar bin Khattab kepada 'Amr bin Ash kiranya masih terngiang di telinga kita.

Tanpa ini semua. Ikhwanul Muslimin sangat memperhatikan sisi kesadaran kebangsaan dan kematangan politik yang dimiliki umat. serta untuk menghadapi perseteruan yang sengit antara kebenaran dan kebatilan. "Sistem Islam bukanlah slogan dan julukan semata. dan nasib tak menentu bakal menimpa generasinya. antara maslahah dan mafsadah. hal. tidak ada bekal yang dapat digunakan untuk menghadapi situasi yang buas ini kecuali hati yang sarat iman. serta kesiapan terjun ke medan juang pada waktunya."341 Dalam bidang sosial. perjuangan senantiasa menuai kegagalan."343 Dalam mentarbiyah dan membina umat. selama kaidah-kaidah pokok di atas tadi bisa diwujudkan (dimana tidak mungkin suatu hukum akan tegak tanpanya) dan diterapkan secara tepat hingga dapat menjaga keseimbangan dalam berbagai situasinya (yang 341 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam)."Sejak kapan kalian memperbudak manusia. antara penempuh jalan yang lurus dan yang menyimpang."342 Kita juga bertujuan untuk mempersiapkan umat dan masyarakat untuk menyiapkan dirinya demi mengemban tugas dan perjuangan yang panjang. sementara sang ibu telah melahirkan mereka dalam keadaan mereka. dan kesungguhan itu adalah kelelahan dan kesulitan. sikap murah hati dan kesediaan berkorban. umat akan hancur. kemuliaan dan cinta kemerdekaan. dan hendaknya umat dan masyarakat mengetahui bahwa jihad (perjuangan) ini merupakan bagian dari kesungguhan. Imam Syahid berkata. 342 Ibid 343 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. antara para da'i yang tulus dengan para pengklaim yang palsu. hasrat yang kuat dan kemauan yang keras. Bagi umat. 69 307 . antara pemilik kebenaran dan yang merampasnya. harus dibangkitkan semangat untuk meraih izzah.

dari buku. yang di belakangnya tiada lain adalah upaya merusak bangsa Timur dan melenyapkan persatuan Islam. Kewajiban dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya. menghalangi dunia dari bimbingannya. Ustadz Fuad Al Hajarsi. menjauhkan mereka dari kepemimpinan Nabi Saw. Imam Syahid tahun 1931. Ikhwanul Muslimin dan Permasalahan Palestina. Mihnatul Islam. mereka tidak jauh berbeda dengan orang-orang Eropa. menyadarkan masyarakat. dan hidayah Al Quran. menahan siapa saja yang berbaik sangka terhadap musuh."347 peradabannya ke masa ratusan tahun silam sehingga kita terbelenggu di negeri sendiri dan membiarkan masyarakat bergulat dengan 344 Risalah: Sistem Pemerintahan. hal. 114 308 . sehingga dapat dibedakan antara para pemimpin yang tulus dengan para pengobral slogan dan nafsu: Imam Syahid berkata. 55 346 Dari makalah.masing-masing bagian tidak mendominasi bagian yang lain. Keseimbangan ini tidak mungkin bisa terpelihara tanpa adanya nurani yang selalu terjaga dan perasaan yang tulus akan kesakralan ajaran ini."346 "Secara umum dapat dikatakan bahwa kita sedang berhadapan dengan gelombang materialisme. karya Fuad Al Hajarsi 347 Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran)."344 13."345 "Merupakan kewajiban kami untuk merubah tanpa terjangkit wabah pemikiran mereka yang telah akut. dan siapa saja yang telah membius otot-otot kami dengan pemikiran-pemikiran palsu dan kalimat-kalimat rayuan. menarik mundur derita. hal. Imam Syahid. yang berupa kebangkitan sektor materi dan peradaban kelezatan serta syahwat. Melawan aliran-aliran yang merusak dan menghancurkan umat serta yang memusuhi Islam. 319. diambil dari buku. yang mana ia telah memerosotkan moral bangsa-bangsa Islam. (penerjemah mencantumkan redaksi yang ditulis Imam Syahid secara lengkap) 345 Dari makalah. hal. "Umat kita harus bisa membedakan antara orang-orang berakidah yang berjuang dan para pecundang dari politikus dan militer.

"348 "Ikhwanul Muslimin tidak percaya pada kebangsaan (nasionalisme) dalam makna-makna buruk di atas (kebangsaan permusuhan dan kebangsaan jahiliyah). bahkan mereka yang tidak menggunakan symbol-sombol Islam sama sekali. Arabisme."349 "Kami meyakini bahwa semua bentuk kebangkitan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam dan berbenturan dengan hukum-hukum Al Quran adalah sebuah upaya yang rusak dan akan menemui kegagalan. dan yang lain-lain. serta mendorong para mas'ul di pelbagai tempat: Dan hendaknya kita berusaha. "Adapun jika yang mereka maksudkan dengan nasionalisme itu adalah memilah umat Islam dan Arab menjadi kelompokkelompok yang saling bermusuhan dan berseteru satu sama lain. Tidak juga kepada semua nama dan gelar yang selama ini digembar-gemborkan orang. hal.”350 14. hal. “Mendirikan komunitas-komunitas kebaikan di tengah masyarakat dan yang komitmen terhadap ajaran-ajaran Islam sebagai manhaj kehidupan dan berupaya untuk menyebarkannya. Memelihara faktor-faktor kekuatan dan kebaikan yang ada di masyarakat dan melawan faktor-faktor kemalasan dan kerusakan. serta bekerjasama dengan seluruh kekuatan yang tulus. hal. Dalam kisah 348 349 350 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). maka kami menolaknya. Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). Ustadz Musthafa Masyhur 57 351 309 . Kami tidak pernah menyerukan ungkapan Firaunisme. atau membagi-baginya dengan batas-batas geografi yang sempit. baik muslim maupun nonmuslim dari anak-anak negeri ini.Beliau juga berkata. 20 Ibid.”351 Termasuk pula membantu kelompok-kelompok manapun dari umat ini yang bertujuan melakukan kebaikan serta bekerjasama dengannya. atau Sirianisme. Risalah: Wudhuh Ru'yah. 23 Risalah. Feniqisme.

perjalanan Imam Syahid. 15.”354 “Sebarkanlah dakwah di setiap lokasi engkau berada. serta bisa menerobos ke seluruh penjuru desa. perusahaan-perusahaan. tempat kerja. “Pemuasan dan penyebaran dakwah dengan menggunakan pelbagai sarana hingga ia dipahami oleh masyarakat umum. lalu memenangkannya dengan keyakinan dan keimanan. Diambil dari buku Imam Syahid. club-club Al Quran di setiap pedesaan.”352 "Kami akan terus berdakwah. hal. di took-toko. di perkampungan. dan di setiap penjuru bumi seorang Al Akh yang akan menyerukan prinsip-prinsip dakwah 352 353 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). tempat-tempat umum dan khusus. mesjid-mesjid.353 “Untuk itu kami berupaya agar dakwah kami sampai ke setiap rumah dan agar suara kami terdengar ke segenap penjuru. rumah-rumah. ibu kota. Untuk itu kami tidak akan menyia-nyiakan potensi dan sarana yang ada. hal. Hal. hal. fikrah kami bisa dipahami dengan mudah. panji-panji Muhammad di perkotaan.”355 “Buatlah kelompok-kelompok Ikhwan di setiap jalan. perkotaan. Fuad Al Hajarsy. 111. terdapat banyak contoh sikap-sikapnya yang menegaskan tentang hal ini. Imam Syahid berkata. jalan-jalan. Menyebarkan Fikrah Ikhwanul Muslimin dan prinsip-prinsipnya: Hal ini dilakukan baik dalam skala individu maupun dalam skala kolektif dan dengan menggunakan pelbagai sarana yang memungkinkan untuk itu. sekolah dan lainlain. dan akan terus melakukannya hingga tak ada seorangpun yang tidak sampai kepadanya dakwah Ikhwanul Muslimin sesuai dengan hakikatnya yang cemerlang dan benar. taman-taman. 310 . cafe-cafe. kota dan pusat-pusat kegiatan dan tempat-tempat pertemuan.177 355 Diantara nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan. 126 354 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). 212 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dusun-dusun.

dan ajaran-ajaran kalian. tanpa menunggu atau tergantung dengan aspek hukum.”356 Beliau juga berkata. namun inti dakwah kalian adalah fikrah dan 356 357 358 Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). "Mendapatkan legalitas politik dan legalitas sosial di atas realitas kehidupan. serta kedekatan mereka dengan masyarakat dan kelompok-kelompoknya. Mendapatkan opini umum terhadap fikrah Islam dan dakwah (jamaah Ikhwanul Muslimin) dan berkumpulnya mereka di sekitar jamaah dan tokoh-tokohnya: Yaitu dengan melakukan pembentukan pondasi-pondasi kemasyarakatan yang mendalam yang mampu membantu aktivitas politik Islam dan mendukung upaya menuntut undang-undang yang sesuai dengan Al Quran dan sunnah. baik titik tolak eksistensinya. "Namun tujuan Ikhwan tidak hanya untuk aktivitas sosial semata. yang memberikan kalimat-kalimat kalian dan berbaiat dengan baiat kalian. serta batasanbatasan fikrah dan manhaj amal kalian. beliau menyebutkan.358 Upaya untuk mendapatkan dukungan publik dan mengikatnya dengan Islam berjalan seimbang dengan aktivitas-aktivitas kebaikan dan sosial. hal. yang tidak menghormati supremasi hukum dan perundang-undangan."357 16. gerakan. Ustadz Musthafa Masyhur 311 . Setelah menyebutkan aspek-aspek garapan Ikhwanul Muslimin dalam aktivitas sosial. Termasuk melakukan pembebasan para cendekiawan dari ghazwul fikri yang ditanam oleh penjajahan budaya. hak yang tidak diberikan oleh pemerintahnya yang zhalim. 129 Risalah: Wudhuh Ru'yah. yang merupakan haknya. "Sudah saatnya kalian menjelaskan kepada masyarakat tentang misi dan sarana-sarana dakwah kalian. jamaah dan indivudunya.

hal. Menetapkan manuver-manuver dakwah dan pandangannya. Itulah sebenarnya target utama dan proyek Islam dalam setiap aspek kehidupan. Melakukan upaya-upaya untuk mendukung ekonomi bangsa.”360 17. Jamaah Ikhwanul Muslimin telah banyak memberikan kontribusi dengan mendirikan proyek-proyek ekonomi sepanjang sejarahnya (baik atas nama jamaah Ikhwanul Muslimin maupun melalui individu-individu jamaah). 19. agar masyarakat mendapatkan tarbiyahnya. hal. yang diadopsi oleh masyarakat: Ini merupakan kewajiban harakah umum dan interaksi dengan komunitas masyarakat. 240 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI)."359 Beliau juga berkata. terutama terhadap peristiwa-peristiwa yang bergulir. 212 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). yaitu dengan cara: a. 139 312 . Melakukan Upaya perbaikan hukum dan undang-undang "Ikhwanul Muslimin bekerja keras dalam rangka memberi kejelasan pengertian negeri. sikap-sikap dan aliran-aliran yang beraneka ragam."361 18. Walaupun akhirnya proyek-proyek ini 359 360 361 teks-teks yang rancu (ambigu) dalam UUD Mesir dan memperbaiki metode yang digunakan untuk menerapkannya di dalam Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). lalu memenangkannya dengan keyakinan dan keimanan. dengan bersandar pada syariat Islam dan maslahat umum.akidah yang disemai di hati masyarakat. mengimani dengan hati dan berkumpulnya hati-hati mereka di sekeliling dakwah.harus maju dan menyampaikan sikapnya. hal. “Hingga ia dipahami oleh masyarakat umum. Oleh karena itu maka sebuah jamaah –dalam kondisi seperti ini. Mendirikan proyek-proyek.

f. "Memberikan bantuan terhadap harta kekayaan dan aset-aset Islam secara umum. dan Risalah Pergerakan. Menuju Cahaya. 363 Satuan terkecil mata uang Mesir 364 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). 367 365 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Memerangi segala sumber-sumber penghasilan haram dan yang melanggar syariah. Mendorong usaha-usaha kerajinan rumah yang sederhana d. Memerangi praktek riba dalam pelbagai bentuknya e. Imam Syahid memberikan dua persyaratan: 362 Lihat kembali."364 Beliau juga berkata."362 Imam Syahid berkata. Menghidupkan realisasi rukun zakat. Selalu berupaya menjaga setiap qirsy363 yang dimilikinya agar tidak diberikan pada nonmuslim. 338 (Agenda Persoalan Kita Dalam Kaca Mata Sistem Islam). hal. tidak menggunakan sandang dan pangan kecuali produksi Negerinya dan Islam. hal. dan mengoptimalkan siklus dan pendistribusiannya sesuai dengan tuntunan syariat."365 Tentang kontribusi jamaah Ikhwanul Muslimin atau individu- individunya dalam aktivitas ekonomi dan proyek-proyek yang bermanfaat dalam memelihara aset-aset umat Islam. "Diantara prinsip Ikhwanul Muslimin adalah. Risalah Pergerakan. Mengutamakan produk dalam negeri muslim di atas produk-produk Barat serta memboikot seluruh produk-produk musuh dalam pelbagai bentuknya.dikuasai dan dibekukan oleh pemerintah yang zhalim. hal. hal. Mendorong individu-individu jamaah dan yang lain untuk mendirikan proyek-proyek nasional. Mengutamakan pertumbuhan aset-aset umat Islam sesuai dengan asas Islam yang benar. kewajiban Aktivis Muslim. b. g. Sistem Ekonomi. c. Dengan demikian. yaitu dengan mendorong berdirinya perusahaan-perusahaan ekonomi Islam.290. 282 313 . proyek-proyek seperti ini sangat tergantung dengan kondisi-kondisi yang ada di sekitar dakwah.

untuk menjaga kepribadian saya. Kedua. dan aktivitas ekonomi adalah sesuatu yang lain.366 Proyek ekonomi pertama Jamaah Ikhwanul Muslimin adalah. maka hendaknya nama proyeknya tidak dengan nama jamaah Ikhwanul Muslimin. menumbuhkan dan memeliharanya. hal. TIdak mencampur antara kegiatan dakwah dengan kegiatan ekonomi. yang terkena musibah aset-aset dan bencana. waktu dan usaha saya. menjelaskan tentang dakwah Islam dan mengungkap keindahan dan kecantikan ajarannya. baik dalam bentuk maupun label. sarana dan metode yang berbeda. dan dimana hal itu merupakan tugas pemerintah: "Tujuan ilmiahnya adalah. baik dari dekat maupun jauh. • Penjelasan Imam Syahid menjelaskan bahwa kontribusi jamaah Ikhwanul Muslimin dalam memberikan pelayanan umum dan menumbuhkan aset-aset umat Islam. dan kegiatan tersebut memiliki sistem perhitungan materi yang tidak tercampur dengan perasaan atau kealpaan. Syarikah Muamalat Islamiyah Musahamah (Serikat Muamalat Islam). 258 314 .Pertama. dan menuntut kerja keras. tujuan menyelamatkan kekayaan nasional. namun keduanya memiliki warna. namun tidak semua yang diiginkan seseorang dapat ia wujudkan. dimana ia tidak mampu melaksanakannya sendiri atau melakukannya secara sempurna. tujuan sosialnya adalah. Setiap tujuan-tujuan ini akan menghabiskan dan menyita waktu kita. adalah sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Dakwah adalah sesuatu. Kita ingin menerapkan kaidah-kaidah Islam yang hanif. dll. saya tidak memiliki hubungan apapun dengan aktivitas-aktivitas ini.367 Walaupun jamaah tidak memiliki kemampuan yang dimiliki pemerintah dalam menciptakan perbaikan. yang kadang-kadang ia berada dalam 366 367 Ibid Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). walaupun keduanya saling menyokong satu sama lain. Membantu ekonominya orang-orang adalah.

serta kelompok opurtunis yang sangat tergantung dengan pembayaran dan yang suka menjual slogan-slogan. Sibuk dengan perkara-perkara furu' (parsial) dan melupakan hal-hal yang prinsipil. f.tekanan masyarakat yang meminta lebih. "Sesungguhnya 368 Makalah Imam Syahid. Januari 1951 M. sosial. dipublikasikan oleh Majalah al Mabahits. 315 . Memperdaya dan konfrontatif d. dan tidak terlepas dari strategi yang paripurna. Pengurasan tenaga b. Masuknya orang-orang yang ambisius kedalam shaf dakwah dengan cara yang membabi buta tanpa penyeleksian. Tindakan pemblokiran dan spekulasi c. namun seyogyanya ia harus berupaya memberikan segenap kemampuan yang dimilikinya dalam aspekaspek politik. dan hendaknya ia selalu berada di garda depan dalam setiap peristiwa dan kondisi-kondisi darurat. g. Poros dan tahapan-tahapan dalam proses sinergisitas bersama masyarakat di pelbagai aspek ini. dan aktivitas-aktivitas kebaikan yang lain. Terlibat dalam permusuhan yang sengit dengan orang lain. e. Diantara wasiat terakhir Imam Syahid kepada Ikhwanul Muslimin368 di medan dakwah dan aktivitas perbaikan masyarakat. akan dijalani oleh dakwah dan akan terus berlangsung setelah berpihaknya pemerintah tanfidziyyah kepadanya. hilangnya pandangan yang jelas terhadap jalan dan tahapan-tahapannya. yakni. dan menghindari hal-hal sebagai berikut: a. dan sempurna pulalah proses perbaikan yang diinginkan –dengan izin Allah dan keutamaan-Nya-. Misorientasi dan kehilangan perhatian untuk mewujudkannya. untuk kemudian disempurnakan apa yang telah dimulainya. Semuanya dilakukan dengan tetap memperhatikan keseimbangan.

7. Perbaikilah jiwa-jiwa kalian 3. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Adab-adab dakwah dan syiar-syiarnya di antara manusia 2. Perbanyaklah tilawah Al Quran 9.Allah telah memilih kalian dengan bergabung bersama kafilah dakwah ini. serta berjihad dengan jiwa dan harta.S Al Hajj: 40) 316 . Memberikan nasehat dengan penuh kelembutan kepada manusia. Bersiap-siap melakukan kerja keras dan memikul beban. 8. Istiqamah terhadap perintah-perintah Allah 5. Perbaikilah amal kalian 4." (Q. firman Allah:            Artinya: "Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Bekerjalah dengan ikhlas karena Allah semata 11. Kemudian tunggulah pertolongan Allah dan taufik dan kemenangan dari-Nya. Mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran 6. Memelihara shalat jamaah 10. maka peliharalah selalu: 1.

dan jiwa. ekonomi. "Jika kami dizalimi oleh Negara manapun –dan kami berada di negeri sendiri. hal. dapat menyaksikan zaman dimana kekuatan Yahudi Internasional menantang bangsa-bangsa 369 370 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). dan itu merupakan hal yang mudah dengan target pembinaan masyarakat muslim merupakan bagian utama di dalamnya. Imam Syahid berkata. baik politik.maka setiap jengkal dari tanah Mesir yang mahal akan ditebus dengan darah. "Membebaskan negeri dan melepaskannya dari segala bentuk penjajahan asing (nonmuslim)."370 Beliau juga berkata tentang skala peperangan dan tantangan yang akan dihadapi. jiwa dan raga. 394 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). hal."369 Dengan demikian. serta mengusir penjajah dari negeri-negeri muslim merupakan kewajiban dan tujuan politik yang diupayakan oleh jamaah sebelum mewujudkan pendirian pemerintah Islam. 298 317 . Imam Syahid menjadikan pembebasan negeri dan memerdekakannya secara total.Bab VIII Tentang Tujuan Pembebasan Negeri dan Kemerdekaannya Tentang Tujuan Pembebasan Negeri dan Kemerdekaannya • Mukadimah Imam Syahid menjelaskan tentang urutan-urutan amal dan targettarget jamaah. harta dan putera-puteri negeri ini. dan pada saat itu Ikhwanul Muslimin telah mempersiapkan diri dengan sempurna untuk menambah persediaan negeri ini dengan seluruh kemampuan yang dimilikinya. "Adalah bagian yang baik untuk kita. jiwa.

membebaskannya dari penjajah dan upaya untuk mendapatkan kebebasan politik serta hak-haknya. kemudian bagaimana beliau mampu membangkitkan semangat perlawanan rakyat. dan hal ini tidak akan terwujud kecuali dengan persatuan yang paripurna dan totalitas ukhuwah. Dipublikasikan oleh Majalah al Mabahits. katibah-katibahnya yang menghadapi barisan penjajah Inggris. maka kita akan menerima tantangan ini dengan keyakinan bahwa Allah yang maha tinggi dan maha mulia telah memberikan kepada kita keutamaan dan kelebihan untuk melakukan perlawanan terhadap musuh dan melumpuhkannya. kesungguhan dan istiqamah di atas manhaj kebenaran dan arah yang tepat menuju kebaikan. Apakah kita dapat mewujudkan kedua hal itu? Sebagaimana kita saksikan bahwa Imam Syahid menyiapkan Ikhwanul Muslimin untuk menghadapi penjajah Inggris. perasaan yang terhimpun dari hati ke hati. saat dimana banyak orang hanya memperhatikan sloganslogan. 318 . dan diterbitkan kembali oleh Majalah Dakwah."371 Terhadap permasalahan negeri dan upaya mendapatkan kemerdekaan. 371 Dari makalah Imam Syahid. memberikan pengorbanan yang besar dalam Perang Suez. pidato dan khutbah yang membangkar semangat. 372 Lihat: Imam Syahid. Keimanan dan cinta akan melahirkan persatuan yang hakiki.Arab dan Islam dan menodai kesuciannya dengan besi dan api. yang terakhir ditulisnya. dalam bab khusus tentang pertempuran Ikhwanul Muslimin melawan penjajah Inggris. Pembawa Panji Dakwah Abad 20. Imam Syahid mengisyaratkan beberapa gambaran konsep dan manhaj yang dapat mewujudkan hal itu. dan dengan izin Allah kita akan sampai ke tujuan dalam waktu yang singkat. Fuad Al Hajarsi. Di saat hal ini bisa diwujudkan maka tak satupun rintangan yang akan menghalangi jalan kita. dan mereka telah mengoreskan lembar-lembar peristiwa monumental yang belum banyak yang terungkap oleh sejarah hingga hari ini372. pada Januari 1951 M. beliau berkata. berat dan berkelanjutan. "(Untuk membebaskan dan memerdekaan negeri) Dibutuhkan jihad yang panjang. dan kita sangat membutuhkannya sekarang ini. januari/Februari 1999 M. pahit.

373 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). visi dan misi. budaya.Imam Syahid menginginkan kemerdekaan yang total dan hakiki di setiap aspek. Rasulullah Saw. "Islam yang hanif ini telah mendeklarasikan sekaligus menganggap sakral kemerdekaan tersebut. Imam Syahid meyakini bahwa kebebasan adalah kewajiban suci yang tak seorangpun yang berhak melepaskannya. ekonomi. untuk kemudian memeliharanya. politik. Jihad merupakan fardhu kifayah ketika dia dilaksanakan untuk menjamin kelangsungan dakwah. Ajaran Islam sama sekali tidak membolehkan suatu bangsa menguasai dan memaksakan kehendaknya kepada bangsa lain. menegaskan keberhakannya bagi setiap individu dan masyarakat dengan kandungan nilai yang utama. hal. itu. 308. pemikiran. Islam juga menegaskan aspek-aspek operasional dalam menjaga nilai-nilai kemerdekaan. Kemerdekaan adalah terbebas dari seluruh bentuk penjajahan pihak asing. dll. 319 . Tentang masalah kenegaraan. sosial. Maka di wajibkanlah atas mereka untuk berjihad dengan harta dan jiwa. maka ia bukan termasuk golonganku." Islam memerangi penindasan internasional yang mereka menamakannya penjajahan dengan semua praktek kekuatan yang dilakukan. Imam Syahid berkata. atau mengganti penjajah dengan penjajah yang lain dengan nama dan baju yang berbeda. bukan slogan-slogan kosong semata. Targetnya adalah kebebasan yang hakiki dengan segala kandungan dan muatannya."373 Ketika menetapkan hal ini. atau yang dikenal sebagai penjajah asing (non muslim) dengan segala kandungan budaya. tidak hanya kemerdekaan parsial atau hanya penarikan pasukan semata. menyerukan kepada mereka agar merasa terhormat dengan kemerdekaan bersabda: ‫(( )) من أعطى الذلة من نفسه طائعا غير مكره فليس مني‬ Artinya: "Barangsiapa yang menghinakan dirinya dengan sukarela tanpa dipaksa.

namun. serta kenikmatan abadi di akhirat. Dalam hal ini kaum muslimin harus segera mempersiapkan diri dan menjalin kerjasama untuk melepaskan diri dari cengkeraman kaum imperialis. firman Allah:                          Artinya: "Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta. "Ketika seorang penakluk muslim dengan pedang terhunus di tangannya pergi ke medan jihad di jalan Allah. Bahkan Islam mendeklasikan bahwa jihad adalah amalan yang paling utama setelah iman." (Q. dengan mengatakan. adalah lebih Tinggi derajatnya di sisi Allah. ia menjadi fardhu 'ain bagi umat manakala ditujukan untuk menghalau intervensi pihak luar terhadap umat Islam. Islam juga menjadikan mati syahid sebagai derajat keimanan tertinggi. hal.S Al Taubah: 20)374 "Dari sinilah Ikhwanul Muslimin berkeyakinan bahwa setiap Negara yang memusuhi dan berusaha menginvasi wilayah-wilayah muslim adalah Negara yang zalim dan harus dihalangi gerak langkahnya. benda dan diri mereka. 205 320 ."375 Imam Syahid menjelaskan perbedaan antara penindasan penjajah dan gerakan ekspansi Islam (futuhat) sepanjang perjalanan. Muktamar ke V. dan Itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. menjanjikan kepada para mujahid kemenangan dan dukungan di dunia. hal. 309 375 Risalah Pergerakan. maka tidaklah ia mengharap keuntungan 374 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam).

Akan tetapi. hal. meski tanpa disengaja di tangannya telah penuh dengan semua itu. 308 377 Ibid 321 . baik sosial. Sebaliknya. keadilan dan kedamaian. (Q. Ketika saat mendirikan sebuah pemerintah Islam. firman Allah:            Artinya: "Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. 376 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). adapun untuk sisi-sisi kebebasan dan kemerdekaan yang paripurna dalam pelbagai aspeknya.khususnya terkait dengan penuaian amanat."376 Pada saat yang sama Islam juga menganggap kaum muslimin adalah kaum yang mengemban amanah risalah Allah di muka bumi. maka hal itu akan menjadi pondasi dasar. serta menjaga nilainilai kebenaran. dan akan bangkit bersama umat di pelbagai aspek kehidupan. tidak pula mengintai kekayaan bangsa lain untuk dirampasnya. maka umat harus menempuh jalan yang bisa membuatnya berdiri secara mandiri. Oleh karenanya umat Islam tidak diperkenankan menghinakan atau memperbudak manusia lain. Di dunia mereka menempati posisi al ustadziyah (pemandu) –kami tidak mengatakan posisi pengendali. yang dia yakini adalah dakwah dan mengemban risalah.dunia. budaya dan ekonomi. mereka juga tidak diperkenankan bersikap lunak kepada para penindas atau tunduk kepada para perampas yang melampaui batas.S An Nisa: 141)377 Upaya untuk mewujudkan kemerdekaan dan mengusir kekuatan penjajah dari negeri merupakan langkah utama sebelum mendirikan pemerintah muslim. demi mewujudkan kemerdekaan yang paripurna dan kemajuan yang dicitacitakan.

kami akan menghimpun masyarakat dalam satu kata di pelbagai pertemuan dan muktamar. sehingga hal ini benar-benar menjadi sesuatu yang diyakini secara kuat dan tertanam. Imam Syahid tahun 1931. mereka tidak jauh berbeda dengan orang-orang Eropa. menahan siapa saja yang berbaik sangka terhadap musuh. 117 322 . Hal. Membangkitkan umat dan menyadarkan dan mempersiapkannya untuk menghadapi penjajah: Hal ini tentunya merupakan pancaran dari pemahaman Islam dan apa yang diwajibkan kepada pemeluknya. dan siapa saja yang telah membius otot-otot kami dengan pemikiran-pemikiran palsu dan kalimat-kalimat rayuan. begitupula membongkar cela para pecundang dan orang-orang yang tertipu. Kewajiban dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya. "Kami menyebarkan buletin dan keteranganketerangan yang menjelaskan kepada masyarakat tentang hak-hak mereka yang tersembunyi dan apa yang ditutupi dari cela para pecundang dan mereka yang terpedaya. Menghimpun kalimat masyarakat dan menyatukan kekuatan dan usaha.• Strategi Mengusir Penjajah Imam Syahid menggariskan poros-poros umum dan strategi yang cocok untuk mengusir penjajah dari negeri-negeri muslim –waktu ia beliau membuktikannya ketika berhadapan dengan penjajah Inggris di Mesir: 1."379 2. diambil dari buku. Imam Syahid menggunakan pelbagai sarana personal dan kolektif untuk membangkitkan dan mempersiapkan masyarakat. Imam Syahid. menjadi rujukan dan yang diserukan oleh masyarakat."378 "Merupakan kewajiban kami untuk merubah tanpa terjangkit wabah pemikiran mereka yang telah akut. Imam Syahid berkata. serta mengkoordinasikan strategi untuk itu: 378 379 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemuan Ketua-ketua Wilayah) Dari makalah. karya Fuad Al Hajarsi. yang di belakangnya tiada lain adalah upaya merusak bangsa Timur dan melenyapkan persatuan Islam.

hal. Menggunakan kekuatan pers untuk memberi tekanan dalam skala internasional untuknya: "Kami akan mengirimkan saudara-saudara kami ke segenap penjuru Negara-negara asing."380 "Sekarang. 270 383 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). 117 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). yakni penyempurnaan kebebasan dan kemerdekaan. Semua itu pada hakikatnya adalah satu masalah saja."Kami akan menyerukan penyelenggaraan muktamar Arab-Islam untuk menyatukan kekuatan dan mengkoordinasikan strategi."381 3. hal. hal. kita harus bersekutu dan bersatu. "Jika hal ini tidak memberikan faedah apa-apa dan kami tidak mendapat bagian apapun dari dunia baru."382 "Walaupun dengan tekanan pers terhadap Negara-negara asing dan terhadap organisasi-organisasi dunia. namun Imam Syahid mengetahui kadar relativitas aspek-aspek tersebut. Kita harus kembali pada apa yang telah diwajibkan oleh Islam (kepada semua pengikutnya) sejak pertama ia diturunkan. yang akan mempegaruhi rakyat dan pemerintahnya terhadap permasalahan nasional Islam. kita berada di depan berbagai situasi internasional yang baru. serta menghancurkan semua belenggu penindasan dan imperialisme."383 –baik pemerintah maupun masyarakatuntuk menjelaskan problematika yang dihadapi serta mencari dukungan 380 381 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). hal. dan meyakini bahwa pada dasarnya tergantung kepada diri sendiri. maka kami akan tahu bagaimana meneguhkan diri kami dan membuat benteng yang kokoh antara kami (orang-orang yang beriman) dan orang-orang zhalim itu. yakni ketika Islam menjadikah wihdah sebagai salah satu makna dari sekian kandungan makna iman. yang hampir sama dengan masalah yang sedang kita hadapi. 270 323 . 229 382 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah).

karena aksi protes tidak mampu menghilangkan beban dan tidak dianggap telah memenuhi kewajiban. Hal. baik sebagai duta besar atau sebagai dalang. hal. Cara ini tidak dilarang untuk digunakan dan dimanfaatkan dengan syarat bahwa pemberian hak harus dilakukan secara total. sehingga seluruh keinginan dan pelaksanaan pemerintah adalah sesuai dengan keinginannya. 117 385 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah)."385 5. Menghadapi kelemahan pemerintah dan intervensi asing dengan menggunakan opini publik untuk melakukan tekanan dalam rangka menghadapi kerusakan ini: Imam Syahid berkata. Imam Syahid tahun 1931. jangan sampai ada hak kita yang dirampas atau kebebasan kita yang terpasung. Perdamaian dengan penjajah Imam Syahid membatasi bentuk-bentuk perdamaian dengan para penjajah. jika cara384 Dari makalah. "Sesungguhnya faktor utama yang merusak tatanan kehidupan masyarakat Mesir. atau yang membuat kita terpaksa melepaskan beberapa bagian dari hak kita. Imam Syahid berkata. seperti perjanjian dan pemberlakuan hukum sebagai sarana untuk mengusir mereka. Kewajiban dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya. Karena jika tidak. 258 324 . "Kendati demikian. dan ini merupakan kelemahan yang tidak seharusnya terjadi di dalam pemerintah. atau sebagai sarana untuk memperpanjang usia penjajahan. Maka pintu pertama proses perbaikan ini adalah kita melawan dua fenomena ini. bahkan tidak bermanfaat sama sekali. diambil dari buku. Islam menyambut baik adanya cara-cara yang konstruktif untuk mengakhiri pemusuhan. agar masyarakat terbebas dari dua imperialis."Yang saya inginkan adalah agar umat Islam meyakini bahwa aksi protes saja tidak cukup. maka seluruh upaya akan sia-sia belaka. negeri-negeri Arab dan Islam adalah intervensi pemerintah asing."384 4. maka tidak benar kalau hanya menyandarkan diri pada aksi protes semata. karya Fuad Al Hajarsi. Imam Syahid.

sendiri pernah melakukan genjatan senjata dengan orang kafir dalam Perjanjian Hudaibiyah. Islampun tidak melarangnya apabila hal itu terjadi antara kaum muslimin dengan non muslim. Rasulullah Saw.386 Adapun pemberlakuan hukum yang didasari oleh keuntungan dan ambisi Negara.cara itu pada akhirnya mengakui akan kebenaran bagi yang berhak. Di antara jenis perdamaian adalah genjatan senjata. Maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. atau salah satu khulafaaur Rasyidin yang rela dengan hukum orang kafir. Meski dalam hal ini kita tidak pernah menjumpai bahwa Rasulullah Saw. jika hal itu bisa mengarah pada pencapaian kebenaran yang sempurna. firman Allah:                  Artinya: "Dan jika mereka condong kepada perdamaian. jika hal itu akan mengantarkan kepada kebenaran. Akan tetapi hal itu bisa dibenarkan jika dilihat dari konteks ayat dan keharusan untuk bersepakat atas kebaikan. yaitu bermaksud mengurangi (merampas) hak umat Islam – sebagaimana dapat kita lihat dari keputusan-keputusan PBB atau organisasiorganisasi dunia lainnya-. 224 325 . selama hal itu bukan masalah yang haram. selama di dalamnya terdapat kemaslahatan dan tidak merugikan kaum muslimin sendiri. hal. maka hal itu tidak bisa diterima apapun alasannya. Sesungguhnya dialah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. Diantara jenis perdamaian yang lain adalah mau berhukum dengan hukum orang lain. (Q.S Al Anfal: 61) Rasulullah tidak memilih antara dua perkara kecuali yang paling mudah. Seperti 386 sikap Imam Syahid menolak keputusan PBB terkait dengan Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam).

sarananya. Slogan-slogan kosong dan katakata tidak membuatnya lengah terhadap kebenaran. karena kita masih tetap bersama Inggris. hal."387 6. Imam Syahid berkata. maka prinsip Islam telah jelas. Hal ini benar. Hal ini karena kebandelan. Bahkan. karena dikalahkan oleh berbagai kepentingan internasional dan ambisi kolonial. kelicikan dan tipu daya penjajah Inggris. Diperlukan pernyataan sikap perlawanan dan membatalkan semua kesepakatan dan keterikatan: Imam Syahid berkata." 387 kemudian segera melakukan jihad dengan pelbagai 388 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). sesungguhnya kita telah memperoleh keuntungan moral yang besar dengan diumumkannya problem-problem kita secara besar-besaran di hadapan dunia internasional. beliau menentang keputusan tersebut dengan segenap kemampuan yang dimilikinya. wilayah Arab dan wilayah Yahudi. kondisi stagnan itu akan semakin mengakibatkan kegundahan dan ketidakmenentuan. "Jika usaha-usaha seperti ini menemui jalan buntu. namun kita juga tidak memperoleh hasil apapun. Imam Syahid tidak tertipu dengan gembar-gembor pers tentang perjanjian dan keuntungan yang kami ambil. Namun. yang dengan itu kita tidak akan bisa maju selangkah pun. "Seorang penulis terkemuka pernah menuliskan. keuntungan moral itu sama permasalahan mendasar.pembagian wilayah Palestina menjadi dua. "kami telah melakukan genjatan senjata. Kita juga telah melakukan adopsi hukum. yakni mengumumkan permusuhan (peperangan). namun kita tidak mendapatkan apa-apa. mengungkapnya dari hanya sekedar saling memahami sekali tidak secara sempit kepada sebuah cukup untuk mengantisipasi pernyataan yang memiliki yang paling legitimasi di tingkat global. Imam Syahid berkata. 225 388 Ibid 326 .

Dalam bidang operasional kemiliteran. Dari situlah kita akan mulai mengatur kehidupan kita sendiri tanpa campur tangan mereka. Dalam bidang ekonomi. mengajaknya untuk menunaikan tugas 389 390 391 Ibid Ibid Ibid 327 . kita harus merasa cukup (dan sementara membatasi diri) dengan apa yang ada di negeri kita dan di negeri saudarasaudara kita dari bangsa Arab dan kaum muslimin (tidak perlu minta bantuan ke Negara yang lain. rakyat harus diberikan pendidikan dan latihan militer. kita mendeklarasikan kepada mereka untuk mencabut semua ikatan dan kesepakatan antara kita dengan mereka.391 Oleh karena itu. Namun. persis sebagaimana sebuah bangsa ketika menghadapi perang yang sesungguhnya. "tidak ada jalan lain bagi kita kecuali mencabut perjanjian genjatan senjata itu dan mengumumkan perang terbuka. Di atas asas inilah kondisi sosial akan berubah. Imam Syahid maju dan menyampaikan gagasan perbaikan ini kepada pemerintah.389 Harus dipersiapkan pula moralitas bangsa untuk hal itu dengan berbagai penerangan dan sosialisasi besar-besaran. pemerintahlah yang harus menjadi penanggungjawab yang pertama dan terakhir.Beliau juga berkata. serta mengumumkan bahwa kita dalam kondisi perang. kemuliaan dan cinta kemerdekaan. Pada saat yang sama. sambil menunggu datangnya kesempatan dari Allah (sampai dating waktunya untuk berperang dengan mereka).) Dalam bidang sosial.390 Kerja keras ini bukan tidak mungkin bisa ditangani oleh individu atau lembaga tertentu. harus dibangkitkan semangat untuk meraih izzah.

dan produk-produknya. 117 394 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). baik boikot ekonomi. 275 328 . yakni sebuah nilai lain dari nilai-nilai kekuatan yang tidak lain adalah persatuan dan kesatuan). Imam Syahid tahun 1931."394 "Dengan cara ini (yang dengan sendirinya akan menambah perbendaharaan sarana khusus kita bagi setiap umat mencabut perjanjian damai dan jihad tadi. budaya. minimal pemerintah memberikan perlindungan. Dari makalah." "Boikot segala sesuatu yang tidak berasal dari Timur (Islam). serta merasa bangga dengan ketimurannya (keIslamannya). baik kebiasaan. Kewajiban dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya. dan dukungan terhadap aktivitas militer rakyat untuk melawan penjajah."393 "Dunia Islam dengan segenap jiwanya telah memberikan kepada kita kepekaan perasaan. pers dan boikot-boikot yang lain. yang keduanya saling memberi dukungan dan saling menghormati. "Mereka akan menyaksikan bahwa senjata negatif ini akan menghilangkan keinginan mereka dan mengembalikan permusuhan itu kepada diri mereka sendiri. Hal. sehingga kita menyaksikan sebuah jalinan yang demikian kuat antara kita dengan Islam."392 "boikot adat budaya dan produk-produk yang tidak Islami. Boikot Diantara sarana konvensional yang diserukan oleh Imam Syahid dalam rangka memberikan perlawanan kepada penjajah adalah melakukan boikot. kelemah-lembutan dan dukungan. memberi tekanan hingga pemerinatah mengambil langkah konkret untuk mengentaskannya.dengan segala sarana dan prasarana. budaya. 7. sosial. Imam Syahid. diambil dari buku. kita akan bisa terbebas dan mampu menjadi lawan yang seimbang bagi bangsa-bangsa yang rakus di 392 393 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). karya Fuad Al Hajarsi. hal.

tetapi hanya untuk sebuah tujuan yang jelas. Partisipasi jamaah dalam memberikan perlawanan militer terhadap penjajah: Imam Syahid benar dalam strateginya dan sukses dalam penyiapan jamaah dan masyarakat."396 9. Bab khusus tentang pertempuran Ikhwanul Muslimin melawan Inggris. "Saat kami beriman dan berjuang. kami menyadari bahwa kami lebih lemah dari itu semua. banyaknya pasukan dan armada perang. 314 396 Ibid.dunia ini. hal. a."398 dalam perlawanan militer terhadap penjajah.397 Imam Syahid berkata. dan Negara-negara yang saling berkompetisi untuk memperebutkan materi dan kepentingan. 258 329 . 311 397 Lihat. Ustadz Fuad Al Jaharsi."395 8. Perlawanan total dalam menghadapi penjajah membutuhkan persiapan dan pengorbanan. dimana pada akhirnya ia berhasil mengusir penjajah setelah kesyahidannya. Tujuan yang mengarah pada kemenangan atau mati syahid. Al Ustadz Kamil Syarif b. 398 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). kami tidak menggantungkan jihad pada kekuatan senjata. Imam Syahid. dan kami merasakan dengan rasa yang mendalam terhadap rantai yang membelengu tangan dan kami kami. untuk itu perlu persiapan jiwa untuk melakukannya: "Rakyat sangat siap untuk berkorban. memberikan pengorbanan dan jiwa para syuhada dalam pertempuran sengit di Terusan 395 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). hal. Pengusung panji dakwah abad 20. Perlawanan rahasia di Terusan Suez. hal. Jamaah Ikhwanul Muslimin memberikan kontribusi luarbiasa Suez.

namun ia merupakan bagai dari satu susunan sempurna dari visi dan strategi. Dimana jamaah berada di garda terdepan umat yang akan memimpin perjuangan. membantu dan memperjuangkannya. memberikan pengorbanan. Beliau juga menolak penghentian peran dan aktivitas jamaah ketika terwujudnya kemerdekaan dan kebebasan saja. atau menjadi bagian yang terpisah dari umat dan masyarakat. Kemerdekaan dan kebebasan bukanlah visi satu-satunya."399 Perlawanan ini dilakukan dengan berpedoman kepada prinsip-prinsip dakwah. sebagaimana dapat kita lihat dalam siasat Imam Syahid: a. mempersembahkan syuhada. tanpa persiapan dan strategi yang jelas dan menyeluruh."Kami akan bekerja dengan landasan spirit perasaan ini: Kami akan menegakkan kebenaran. Bahwasanya diperlukan persiapan yang hakiki terhadap umat dan menyadarkannya. hal. b. oleh karena itu maka kerja yang harus dilakukah adalah membentuk sistem khusus untuk melatih dan mempersiapkannya pada hari pembebasan. atau hanya terbatas pada visi-visi yang parsial. dan dengan pandangan yang komprehensif dan luas. dan menjaga agar tidak terjadi benturan dan singgungan antara visi-visi tersebut satu sama lain. dan di dorong oleh keimanan dan diarahkan oleh cita-cita. atau hanya menjadi petualangan militer semata. Imam Syahid menolak perlawanan yang asal-asalan. begitupula mempersiapkan jamaah ini untuk berperan di bidang tersebut. sementara masyarakat di sekitarnya menerima. Jamaah menjadi sarana untuk mewujudkan seluruh visi dan misinya. c. 399 Ibid. 270 330 . atau jamaah hanya membatasi tujuannya hanya pada target-target ini –walaupun target tersebut sangat penting-.

Ikhwanul Muslimin mampu menghadapi serang-serangan itu. Adapun unsur utama yang sangat dibutuhkan dalam segmen ini adalah al fard (individu muslim) yang akan disiapkan dan ditarbiyah. pengorbanan menghadapi rintangan dan kepungan musuh. d. proses eksistensi. sesuai dengan perkembangan peristiwa dan beban-bebannya. dimana peperangan banyak menelan pentolan-pentolan dakwah dan unsurunsur yang berkualitas. hari itu dinamakan sebagai Yaum Dam (hari berdarah). e. dan dengan keutamaan Allah terlihatlah kemampuannya untuk tetap eksis dan memproteksi dakwah. untuk melanjutkan aktivitas dakwah secara sempurna. dan keluar dari pertempuran dengan kekuatan yang semakin membaja. keberlangsungan dan upaya mewujudkan visi-visinya berjalan seimbang dengan target pembebasan dan kemerdekaan. melawan penjajah Inggris dan mengusirnya keluar dari negeri Mesir. namun ia juga mencakup pemenuhan yang terus menerus terhadap kebutuhan. Persiapan ini tidak hanya dengan mempersiapkan kuantitas pasukan yang sesuai dengan persiapan yang sempurna. namun segala puji bagi Allah. setelah melakukan persiapan dan pada waktu yang tepat.Oleh karena itu kita melihat pembangunan jamaah. ia mampu memikul beban dakwah segenap dengan penuh ketegaran dan dengan dan jiwa menghadapinya syuhada yang dengan gugur. dengan mengarahkan serangan-serangan yang mematikan. Kami melihat bahwa jamaah telah maju kehadapan. hal ini 331 . sementara penempatan (kader) yang dilakukan terkadang belum mengalami pematangan dalam persiapan tarbawi dan yang akan berperan sebagai unsur pemimpin. Musuh telah berupaya untuk memukul mundur jihad Ikhwanul Muslimin di Palestina dan Terusan Suez. dan Imam Syahid telah mempersiapkan sarana untuk Ikhwanul Muslimin dan masyarakat dengan persiapan yang sempurna dalam pelbagai aspek dengan berbagai mengantarkan kepada kemerdekaan negeri.

"400 "Kelaliman yang dilakukan di setiap jengkal tanah yang dihuni seorang muslim. 170 332 . harus 400 401 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dan kurang menguasai aspek-aspek dakwah dan rukunrukunya. Dengan demikian kita sampai kepada shaf yang pondasi dan bangunan utamanya mengalami kelemahan.dikarenakan cepatnya perputaran peristiwa dan tekanan yang terjadi. sebagai akibat dari perseteruan dan pengorbanannya. hal. bahwa sesungguhnya Negara Islam merupakan satu kesatuan yang tidak terbagi-bagi. 204 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). atau karena sedikitnya waktu yang tersedia. permusuhan terhadap salah satu bagiannya merupakan permusuhan terhadap bagian-bagian yang lain. Imam Syahid berkata. atau kerusakan struktural di jamaah dan tarbiyah. Ini yang sebenarnya yang diinginkan dari makna Islam dan persatuan umat Islam. Sehingga setiap umat Islam wajib saling bahu membahu dan bekerjasama mewujudkan kebebasan dan kemerdekaan di setiap negeri-negeri muslim. namun sayangnya pembinaan tarbiyahnya masih lemah."401 Imam Syahid menegaskan bahwa tidak ada sikap mengalah atau penyepelean terhadap penjajah. merupakan kejahatan yang tak bisa dimaafkan. sehingga mereka menjadi pentolan-pentolan jihad dan pemimpin nasional. hal. "Saya ingin menuntaskan permasalahan ini. dan penyimpangan pemikiran. • Makna Negara Islam dan sikap terhadap permasalahan Palestina: Imam Syahid meluaskan pengertian Negara Islam hingga mencakup seluruh Negara Islam. Hal ini yang kemudian membuatnya terancam fitnah. sehingga menyebabkan sedikitnya basis-basis shaf tarbiyah dan banyaknya unsur-unsur yang bersemangat yang telah ditempatkan tanpa melalui persiapan tarbiyah yang matang. walaupun dalam waktu yang panjang.

Dan Allah tidak menyukai orangorang yang zalim. dimana Islam telah mewajibkan kepada setiap penduduk di setiap wilayah tersebut – dan kita juga tentunyauntuk berusaha menyelamatkan dan membebaskannya dari cengkeraman musuh. Amerika. Sungguh akan tiba suatu hari dimana akan terbayar semua perhitungan ini. hal. 151 333 . 150. dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'. Beliau berkata tentang hal ini. Begitupula dengan Perancis dan Italia. "Perhitungan kita dengan Italia tidaklah lebih sedikit daripada Perancis. "Setelah itu perhitungan kita dengan pihak Inggris adalah perihal daerah-daerah muslim yang didudukinya. Imam Syahid berkata. India dll. dan hari ini termasuk dalam kelompok mereka Rusia. firman Allah:                     Artinya: "Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran).S Ali Imran: 140)402 "Maka merupakan hal yang alami.ada pengembalian hak-hak kita secara sempurna. tanpa ada satupun yang dikurangi. (Q. jika bagian dari tujuan kalian -sebagai dakwah Islam yang benar dan paripurna.adalah membebaskan 402 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).

14 406 Ibid 334 . Ustdadz Kamil Syarif. silakan untuk merujuk kepada referensi-referensi khusus tentang hal itu. hal."406 403 404 Risalah.yaitu dalam pertempuran antara Islam melawan Barat. Fuad Al Hajarsi. 405 Ikhwanul Muslimin dan Permasalahan Palestina.Lembah Nil. Kami akan menyampaikan secara ringkas. dengan syarat mengembalikan setiap penduduk Yahudi ke negeri asalnya setelah Perang Dunia I."403 Hal ini sebagaimana peran yang dilakukan oleh Imam Syahid dalam membebaskan negeri-negeri muslim. Ikhwanul Muslimin dan Permasalahan Palestina. hal. dan merupakan contoh yang sangat jelas terhadap perampasan negeri kaum muslimin. Bagi yang ingin memperluas dan mendalami lebih jauh perkataan-perkataan beliau. atau menyetujui Yahudi untuk hidup berdampingan dengan bangsa Arab di bawah pemerintah Palestina yang merdeka." Sebagaimana yang beliau tulis dalam suratnya kepada Abdurrahman Azzam. Seperti perannya terhadap permasalahan Palestina. Imam Syahid meminta. dan mengajak seluruh bangsabangsa Arab dan Islam untuk bangkit membela Palestina. Fuad Al Hajarsi. dll. beberapa kalimat dan pengarahan yang dberikan oleh Imam Syahid terkait dengan hal itu. -sebagai tempat yang memiliki keistimewaan.404 Imam Syahid berkata. Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). "Membersihkan Zionisme dari negeri-negeri Islam.405 Imam Syahid menyampaikan seruan kepada Negara-negara Arab dan Islam untuk segera menarik diri dari PBB. bangsa Arab dan negeri-negeri muslim dengan seluruh bagiannya dari penjajahan bangsa asing. "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin tidak ada cara lain untuk membebaskan Palestina kecuali dengan kekuatan. Dalam memoar yang beliau sampaikan kepada Biro Politik Liga Arab. sekretaris jendral Liga Arab ketika itu. hal ini sebagai bentuk penolakan terhadap ketetapan yang dikeluarkan oleh PBB tentang pembagian wilayah Palestina menjadi dua bagian dan pengakuan terhadap eksistensi Israel sebagai Negara yang sah di Palestina. 251 Diantaranya: Ikhwanul Muslimin dan Perang Palestina.

hal. Sesungguhnya kita adalah pembawa risalah dakwah yang menolak cita-cita palsu dalam setiap manuver politik yang tidak dipimpin oleh Islam.Dalam memoar yang ditulis kepada Dubes Inggris. mereka adalah orang-orang asing. akan tegak berdiri dan akan tetap eksis hingga Islam menghancurkannya. namun Imam Syahid tetap ikut serta dalam jihad melawan Yahudi. seperti raja Faruq dan lain-lain)."407 Dengan segala keterbatasan kemampuan jamaah serta marabahaya yang senantiasa mengintai. "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin akan mengerahkan seluruh jiwa dan harta mereka demi menjaga keutuhan setiap jengkal tanah palestina yang Arab dan Islam. Jalan yang akan kalian lalui sangat panjang. Imam Syahid berkata. dan jamaah Ikhwanul Muslimin masih dalam tahap pembinaan. serta besarnya kekuatan permusuhan yang berada di belakang Yahudi. Demikianlah sikap beliau terhadap pelbagai permasalahan umat Islam. Imam Syahid menyampaikan. panjang dan menakutkan. "Mereka adalah orang-orang yang tidak berdosa yang berada di sisi Allah. darah suci dan mulia yang tertumpah tidak akan ada gantinya. hingga Allah mewariskan bumi dan seluruh isinya. 40 335 . dan dalam memobilisasi umat Islam. orang-orang asing. sebagaimana Islam menghancurkan yang lainnya. karena gerakannya adalah gerakan ideologi. Walaupun dengan segala konsekuensi dan perkembangan yang akan terjadi. sebagaimana disebut dalam makalahnya yang berjudul Mihnatul Islam. orangorang asing. Dalam ucapan belasungkawa untuk para syuhada jamaah yang gugur di Palestina. Sesungguhnya Israel akan berdiri. mereka telah mempersembahkan darahnya dalam perjuangan di jalan Allah dalam peperangan yang dikuasai oleh kaum yang tidak memperdulikan Islam (maksudnya para pemimpin Mesir pada waktu itu. 407 Ibid. Ini adalah jalan kita yang tidak boleh kita lewatkan sebagai pertempuran dan pembuktian kepahlawanan. Adapun Israel.

menjadi lebih gelap dari kegelapan malam. mereka tidak mendapatkan solusi lain selain dengan membunuhnya. dalam makalahnya yang berjudul. Merupakan sebuah kesia-siaan kalian menanti belas kasihan dari hari-hati mereka. jika peringatan itu bermanfaat. Umat kita harus bisa membedakan antara orang-orang berakidah yang berjuang dan para pecundang dari politikus dan militer. Oleh karena itu. yaitu melenyapkan Islam dan kaum muslimin. 408 Dari makalah. sehingga Allah Swt. dan menjalin hubungan dengan musuh-musuh kalian.409: "Wahai umat Islam. Ikhwanul Muslimin dan Permasalahan Palestina. 15 409 Makalah: Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya. Imam Syahid tahun 1931 (dari buku: Imam Syahid. 117 336 . yang kemudian membuat mereka berprilaku buas dan gila. Ustadz Fuad Al Hajarsi. sementara mereka telah berkumpul di sekeliling kalian dan bersepakat untuk menteror kalian. Kita meminta maaf kepada Allah terhadap darah syuhada yang telah tertumpah. Hal. serta tidak tertipu dan lalai ketika berhubungan dengan mereka. hal. Walaupun mereka berbeda ambisi dan keinginan. Mihnatul Islam.dan setiap jihad yang tidak dipimpin oleh kalimat Allah. Kewajiban Dunia Islam terhadap musibah yang menimpanya. Hal itu tiada lain adalah intrik pasukan Salib dan manuver politik yang sudah terbelakang. akhirnya memberikan anugerah syahadah kepadanya.408 • Mengenal dengan baik Karakter musuh Imam Syahid sangat berbeda (istimewa) dengan pengetahuan dan pengenalannya yang mendalam terhadap musuh. Fuad al Hajarsi. merupakan kesia-siaan kalian berupaya menjadikan musuh sebagai pemimpin. namun ada satu hal yang menyatukan mereka dan mereka bersumpah untuk menunaikannya. yang kehilangan cahaya sehingga tidak ada setitik cahayapun yang tampak dari cahaya kebenaran. atau lebih keras dari itu. sementara hati mereka telah membeku dan membatu. dan semoga ini menjadi peringatan bagi umat. dari buku. Merupakan kesia-siaan kalian berharap mendengarkan kalimat-kalimat lembut dan santun dari kelompok mereka. Imam Syahid berkata pada tahun 1931 M.

firman Allah:                          Artinya: "(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia Berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu". cukuplah sudah kelalaian dan berbaik sangka yang sudah berlangsung lama. (Q. (Q. seandainya mereka sanggup. dan sesungguhnya 337 . Maka tatkala manusia itu Telah kafir. Maka ia berkata: "Sesungguhnya Aku berlepas diri dari kamu. dengan kalimat yang lebih jelas. bahwa mereka tidak merelakan apapun untuk mereka kecuali kemurtadan dan perbudakan.S Al Baqarah: 217) Allah juga berkata kepada Nabi-Nya Muhammad Saw. "Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran).Jangan kalian terpedaya wahai kaum muslimin. Rabb semesta alam". Allah telah menggambarkan karakter kaum itu kepada kalian melalui firman-Nya:          Artinya. bahwa orang-orang mulhid dari kaum muslimin adalah musuh pertama kalian. Selain itu.S Al Hasyr: 16) "Ingatlah kalian wahai Ikhwanul Muslimin. mereka juga memiliki kedengkian yang lama yang ingin mereka tebus dari kalian. Karena Sesungguhnya Aku takut kepada Allah.

barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin. edisi 82 Syawal 1419 H/ Januari-Februari 1999 M. janganlah kamu mengambil orang- orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu). sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Maka Sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. tanpa mengurangi sedikitpun dari dosa mereka. 338 . dan siapa saja yang telah membius otot-otot kami dengan pemikiran-pemikiran palsu dan kalimat-kalimat rayuan.mereka memiliki saham besar terhadap musibah yang menimpa negerinegeri muslim. firman Allah:                             Artinya: "Hai orang-orang yang beriman."410 410 Makalah ini kembali dipublikasikan di Majalah Dakwah. mereka tidak jauh berbeda dengan orang-orang Eropa. (Q. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. Barangsiapa yang loyal terhadap suatu kaum. Barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka ia akan mendapatkan dosanya dan dosa orang-orang yang melakukannya sampai hari kiamat. yang di belakangnya tiada lain adalah upaya merusak bangsa Timur dan melenyapkan persatuan Islam. Merupakan kewajiban kami untuk merubah tanpa terjangkit wabah pemikiran mereka yang telah akut.S Al Maidah: 51). maka ia termasuk ke dalam golongan mereka. menahan siapa saja yang berbaik sangka terhadap musuh.

januari/Februari 1999 M. namun kita harus mempersiapkan diri dengan sempurna. maka kita akan menerima tantangan ini dengan keyakinan bahwa Allah yang maha tinggi dan maha mulia telah memberikan kepada kita keutamaan dan kelebihan untuk melakukan perlawanan terhadap musuh dan melumpuhkannya. dan dengan penuh semangat. Maka kewajiban kita adalah tidak tunduk kepada mereka. "Sesungguhnya Negara-negara Barat –wahai bapak kepala Negara yang mulia. "Adalah bagian yang baik untuk kita. berdiri dengan penuh kemantapan."412 411 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). pada Januari 1951 M. dan kita akan berjuang untuk mempersiapkannya. oleh karena itu beliau menganggap perlawanan terhadap proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari tujuan jamaah. Beliau mengirimkan surat kepada kepala pemerintah Mesir. dapat menyaksikan zaman dimana kekuatan Yahudi Internasional menantang bangsa-bangsa Arab dan Islam dan menodai kesuciannya dengan besi dan api. 339 . yang terakhir ditulisnya. Dipublikasikan oleh Majalah al Mabahits.apapun warnanya tidak memiliki perjanjian dan perlindungan. beliau berkata. hingga ketika menghadapi bahaya kita telah memiliki kesiapan yang sempurna."411 Imam Syahid juga sangat mengenal secara mendalam proyek-proyek Barat-Zionis yang ingin menguasai umat Islam. Ali Mahir pada tahun 1939 M.Imam Syahid mengenal benar karakter dan tipikal Negara-negara Barat. yaitu setelah deklarasi perang dunia I. ia tidak akan ragu untuk membohongi dirinya sendiri (dengan berpura-pura) jika ia mendapatkan kepentingan dan kemaslahatan dalam berbohong. dan diterbitkan kembali oleh Majalah Dakwah. walaupun mereka berupaya menunjukkan kelembutan dan belas kasih namun sesungguhnya mereka menyimpan sesuatu yang tidak mereka perlihatkan. siasat dan ambisinya. 298 412 Dari makalah Imam Syahid. hal. mengingatkannya untuk berhati-hati agar tidak mengekor di belakang mereka.

"414 413 414 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Adapun perincian undang-undang dan peraturannya serta apa saja yang terkait dengannya. Dahulu. namun harus diwujudkan dalam realitas kehidupan. 340 . Beliau juga menjelaskan bahwa pengaturan kehidupan dan Islam merupakan asas keimanan dan keyakinan terhadap syariat Islam. Lihat kembali Risalah Akidah Thahawiyah. syariat dan pelaksanaan. Negara. 206 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Ia menolak pemisahan antara agama dan politik. Inilah yang mereka pahami sebagaimana telah dijelaskan pada awal tulisan ini. Yang dimaksud Imam Syahid adalah bahwa pemberlakuan hukum dengan Al Quran dan mendirikan pemerintah Islam merupakan sesuatu yang asasi dan mendasar. langkah kerja. Allah mencegah dengan kekuasaan sesuatu yang tidak bisa dicegah dengan Al Quran. hal. "Islam datang sebagai aturan. pemimpin. Ikhwanul Muslimin selalu melaluinya dengan di bawah cahaya hidayah Islam yang hanif ini. Agama Islam. Ia tidak hanya menjadi alat pengarah dan nasehat. ia dianggap sebagai sesuatu yang prinsipil dalam Islam. "Sesungguhnya. 136. Khalifah yang ketiga (Utsman bin Affan) berkata. dan penetapan target. yang telah diyakini oleh Ikwan telah menjadikan pemerintahan sebagai salah satu pilar bangunannya. Imam Syahid berkata. hal.Bab IX Tentang Tujuan Membentuk Pemerintah Islam Tentang Tujuan Membentuk Pemerintah Muslim • Mukadimah Imam Syahid menetapkan bahwa pendirian pemerintah Islam merupakan bagian asasi dari manhaj Islam. agama. maka telah disebutkan di dalam buku-buku fikih dan buku-buku cabang."413 "Dalam setiap perencanaan.

Hal itu merupakan hak asasi manusia. 177 417 Ibid. hal. dan membentuk pemerintah Islam di atas system ini. 415 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). maka sungguh ia telah menganiaya diri sendiri dan pengetahuannya. tegak. merealisasikan sistem sosialnya. Mereka dan bertanggungjawab di hadapan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha pengabaian mereka menegakkannya keengganan mereka untuk mewujudkannya. Tidak ada yang mengingkarinya kecuali orang yang zalim lagi durhaka. hal. 317 416 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Agar tegak di Negara ini sebuah daulah Islamiyah merdeka yang menerapkan hukum Islam."415 Oleh karena itu. dan diupayakan oleh seluruh kaum muslimin. 178 341 . kareka maka seluruh kaum muslimin untuk berdosa. Beliau menyebutkan dalam tingkatan amal dan tujuan jamaah."416 "Kami akan bekerja untuk menghidupkan sistem pemerintah Islam dengan seluruh wujudnya. beliau berkata. Barangsiapa yang beranggapan bahwa agama –terlebih lagi Islam."417 Imam Syahid menjelaskan tentang dua asas utama. mendeklarasikan prinsip-prinspinya yang lurus."Islam yang hanif ini mengharuskan pemerintahannya tegak di atas kaidah sistem sosial yang telah digariskan oleh Allah untuk umat manusia. dan menyampaikan dakwahnya yang bijak kepada seluruh manusia. hal.tidak mengungkap masalah politik atau bahwa politik tidak termasuk dalam agenda pembahasannya. Imam Syahid menjadikan politik menjadi bagian dari tujuan utama yang diupayakan oleh jamaah. atau para penjajah durjana. Selama daulah ini belum Agung. "perhatikanlah selalu terhadap dua hal utama yang ingin kita capai: Agar Negara muslim merdeka dari setiap dominasi asing. "Setelah itu kita menginginkan pemerintah muslim yang bisa membimbing anggota masyarakatnya ke mesjid.

"419 “JIka tujuan-tujuan ini –perbaikan individu dan masyarakat muslim. Nahwa an Nur (Menuju Cahaya) 342 . dan di setiap Negara yang telah disejahterakan oleh Allah dengan akidah Islamiyah. nilai-nilai dan ajaran Islam. hal. dan menyaratkan kebebasan dan kemerdekaan yang sempurna. 251 Risalah. Kehidupan mereka diatur oleh tuntunan syariah berdasarkan wahyu yang diturunkan Allah kepada Nabi-Nya. dan akidah yang mempersatukan seluruh pemeluknya.tidak bisa diwujudkakn kecuali di bawah naungan sebuah pemerintah yang shalih. karena Islam merupakan agama. agar terbentuk Negara Islam baru yang menegakkan dan menjalankan hukum-hukum ini terhadap umat manusia yang didukung oleh umat Islam. hal.Kita ingin merealisasikan dua sasaran ini di Lembah Sungai Nil (baca Mesir). nilai-nilai dan ajaran Islam. maka kalian harus menuntut dengan hak Islam untuk mendirikan sebuah pemerintah yang memperhatikan prinsip.”420 "Ikhwanul Muslimin berusaha agar sistem Islami didukung oleh para penguasa.418 "Maka kalian harus menuntut dengan hak Islam untuk mendirikan sebuah pemerintah yang memperhatikan prinsip. Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). di Negara-negara Arab. 107 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). dan di setiap Negara-negara Arab. firman Allah:                 Artinya: 418 419 420 Risalah. kemasyarakatan.

206 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) 343 . Menghindari al Mu'biqat (perbuatan maksiat yang merusak) yang telah diharamkan oleh Islam. "Ikhwanul Muslimin tidak menuntut tegaknya pemerintahan untuk kepentingan dirinya dan kelompoknya. maka mereka siap menajdi tentara. Maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak Mengetahui."Kemudian kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu). pembela dan penolongnya. setiap pegawai dan pekerjanya komitmen dalam melaksanakannya. Imam Syahid berkata. seperti Khamr (minuman keras) dan yang sejenisnya. menunaikan amanat dan berhukum kepada sistem yang sesuai dengan manhaj Islam dan Al Quran. riba dengan segala sesuatu yang berhubungan dengannya dari al Qimar 421 422 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI)."422 Mereka adalah para duat prinsip dan akidah. Mendeklarasikan bahwasanya ia adalah pemerintah Islam yang menerapkan fikrah Islam sebagai asas Negara secara resmi. dan menggariskan kepada mereka jalan dan langkah yang dibutuhkan untuk itu. yang berdakwah dengan penuh keikhlasan kepada pemerintah untuk kembali kepada manhaj Islam. kemudian kepada pemerintah Arab dan Islam untuk mengembalikan sistem kehidupan dan peradabannya kepada sistem Islam. 3. Menghormati kewajiban dan syariat Islam. 2. jika Ikhwan mendapati di tengah umat terdapat orang yang siap memikul beban. yang indikasi konkretnya antara lain: 1. "Untuk itu pertama-tama kami meminta kepada pemerintah Mesir. zina dan segala sesuatu yang mengarah kepadanya.S Al Jatsiyah: 18)421 • Ikhwanul Muslimin Tidak Ambisi Kekuasaan dan Tidak bermaksud menguasai pemerintahan: Imam Syahid berkata. hal. dan hendaknya orang tua diantara mereka menjadi qudwah bagi yang lain. (Q.

4. Menjadikan syariat Islam sebagai referensi utama undang-undang.423 • Keterlambatan Pemerintah (dalam menerapkan syariat Islam) Namun realitanya. Ia sebagaimana yang anda lihat. diamnya para pembaharu Islam dari tuntutan diberlakukannya hukum Islam adalah dosa besar yang tidak terampuni kecuali dengan mengambil alih pemerintahan dari tangan mereka yang tidak mau menegakkannya. Syariat Islam seolah-olah berada di suatu lembah. yang dapat membentuk tabiat pelajar dengan nilai-nilai Islam dan membekali mereka dengan hukumhukum dan hikmah. Oleh karena itu. serta tidak berhubungan dengan masyarakat dengan cara-cara ribawi. 267. kenyataannya kini tidaklah demikian. hal. yang mengharuskannya mampu mewujudkan tujuan utama ini. 5. Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). dan hendaknya pemerintah menjadi qudwah dalam hal ini. 6. memberikan perhatian yang besar kepada pendidikan bahasa Arab dan sejarah. Memperbaharui kurikulum pendidikan. dengan tidak membolehkan praktek-praktek seperti ini dan tidak melindungi pelakunya dengan kekuatan hukum. dimana terdapat pendidikan tarbiyah Islamiyah nasional. sehingga beban yang dipikul oleh jamaah bertambah berat. Imam Syahid menyebut tidak diberlakukannya syariat atau terlambatnya pemberlakukan syariat sebagai kejahatan dan pelanggaran terhadap hak kaum muslimin. pemerintah belum menerapkan syariat Islam dengan benar. dan kami telah menyampaikannya. 138 344 . hal. Ya Allah saksikanlah. harta haram. Inilah hak Islam terhadap kita. Namun. Menjadikan ajaran Islam sebagai landasan dalam setiap sikap dan kebijakan. 268 424 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).424 423 Risalah.(Judi). sementara pelaksanaannya berada di lembah yang lain.

Masyarakat hendaknya memahami hal ini dan menuntut kepada pemerintah untuk mendapatkan hak-hak keIslamannya. sementara ia biarkan pemerintah memberlakukan hukum yang tidak diridhai oleh Allah. Dan Ikhwanlah yang selama ini bekerja untuk itu.yang bisa mengemban amanat dan menunjukkan kesiapannya untuk menegakkan nilai-nilai Islam. maka tetaplah pemerintahan itu menjadi bagian dari manhaj Ikhwan. hal. dan 425 426 Ibid Ibid 427 Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). Ini merupakan kelemahan pertama dan awal mula kerusakan. 317. serta merusak keindahan Islam dalam realitas kehidupan. Kita tetapkan dalam UUDa kita bahwa agama resmi Negara adalah Islam.426 Merupakan kesalahan yang fatal ketika kita melupakan akar pemikiran ini. Kami hanya mempertegas apa-apa yang telah ditetapkan hukum Islam itu sendiri. menggelar kajian ushul fiqih dan Fiqih praktisnya. menetapkan keputusan hukum. jika ternyata Ikhwan tidak mendapatkannya. 345 . tentang Sistem pemerintahan.425 Namun. sehingga dalam prakteknya kita sering memisahkan agama dari urusan politik (meski secara teorotis kita mengingkari pemisahan seperti ini).Ini adalah kalimat yang telah jelas. Sesungguhnya Ikhwan belum melihat suatu pemerintahan –baik pemerintahan yang sekarang maupun yang lalu. Mereka akan terus bekerja dalam rangka membersihkannya dari tangan-tangan penguasa yang tidak mau melaksanakan hukum Allah. namun ternyata ketetapan ini tidak cukup bisa menghalangi para petinggi pemerintahan dan para tokoh politik untuk merusak citra Islam dalam persepsi dan pikiran khalayak.427 Jika ada seorang pembaharu muslim yang sudah merasa puas hanya menjadi seorang ahli ilmu dan penasehat. dengan keyakinan dan perbuatan mereka yang menjauhkan antara petunjuk agama dan muatan politik. dan kalimat ini bukan dating dari kami sendiri.

Kesetiaan ini akan melindungi negara dari berbagai ancaman sosial yang bertubi-tubi. dengan mengatakan. niscaya kamu jumpai hakikat yang jelas di hadapanmu. maka berarti mereka telah ingkar janji dan mengkhianati amanat Allah dan amanat manusia. Seluruh aturan yang engkau jadikan pijakan dalam setiap urusan hidupmu adalah aturan buatan manusia belaka."429 Beliau juga menunjukkan tentang pengkhianatan pemerintah terhadap janji dan amanat yang dipikulnya. 188 346 .mendorong rakyatnya untuk melanggar perintah-perintah-Nya. Kesetiaan ini juga akan mengembalikan ketenangan dan ketentraman ke dalam hati dan jiwa.428 Imam Syahid juga menjelaskan tentang kondisi realita yang sesungguhnya. 428 429 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). Pemerintah harus berterus terang kepada rakyat untuk menentukan sikapnya terhadap rakyat dan sikap rakyat terhadap pemerintah. Mereka juga harus menepati janji sosialnya dengan bangsa ini ketika menetapkan undang-undang dan menyuarakan bahwa agama resmi Negara adalah Islam. "Maka tidak ada jalan lain bagi pemerintah Mesir. serta mengumandangkan dengan lantang bahwa lembah Nil adalah pengemban. mereka mesti komitmen dengan ajaran Islam. maka suara sang pembaharu tadi laksana teriakan di tengah lembah. yang tidak ada hubungannya dengan Islam. dan partai-partai politik di Mesir kecuali harus menepati janji syar'inya kepada Allah dan Rasul-Nya. yakni dengan jauhnya mereka dari penerapan manhaj Islam. hal itu menuntut kita untuk secepatnya mengubah berbagai sudut pandang dan situasi. Jika tidak. "Berterus teranglah dalam menjawab pertanyaan tersebut. di saat mereka mengucapkan dua kalimat syahadat. hal. tidak digali dari sumber nilai Islam dan tidak pula disandarkan kepadanya. Namun. Kemudian. Sudah bukan waktunya lagi untuk menipu dan memperdaya.

tentu tidak mampu mengalirkannya kepada orang lain. dan mereka berlomba menjilat untuk mendapatkan keridhaannya. 303 431 Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). rumah tangganya serta urusan hidupnya.432 Adapun yang bertanggung jawab dalam kondisi ini adalah pemerintah dan rakyat. tidak kuasa untuk menyerukan nilai-nilai dakwah yang bertentangan dengan sasaran yang diseru. 196. Seperti ungkapan 'Orang yang tidak memiliki sesuatu tidak dapat memberikan apaapa'. hal.pembela. 197 432 Ibid 347 . Lalu ia persembahkan itu kepada seluruh bangsa sebagai ideology alternative dunia yang memberi solusi yang benar dan jelas bagi seluruh persoalan umat manusia. Akan tetapi. Sungguh."430 • Tentang Tabiat Pemerintah terhadap Islam: "Namun kita tidak mendapatkan tegaknya suatu pemerin Islam yang bekerja untuk menegakkan kewajiban dakwah kepada Islam. kata-kata saja tidaklah berguna jika tidak disertai dengan amal. Penguasalah yang memudahkan jalan dan menyerahkan kepemimpinan kepada penjajah serta lebih mementingkan dirinya dari pada rakyatnya. sehingga mengakibatkan tersebarnya penyakit di badan-badan 430 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). dan penyeru risalah Islamiyah. yang menghimpun berbagai sisi positif yang ada di seluruh aliran ideologi dan membuang sisi negatifnya. dimanakah gerangan para pemimpin negeri kita ini? Mereka semua telah dididik di sarang pendidikan asing. hal. mereka demikian antusias mengikuti jalan hidupnya. baik yang pribadi maupun sosial telah kehilangan ruh Islamnya."431 "orang-orang yang jiwanya. mereka telah tunduk kepada pola pikirnya.

140 Ibid 348 ."434 Adapun Ikhwanul Muslimin. Pemerintah yang berjuang dan bekerja untuk menyelamatkan rakyatnya dan rakyatpun mendukungnya dengan kesatuan kalimat. Bagaimana keluar dari kondisi ini. Imam Syahid berkata. serta kehilangan kekuatan iman dan kekuatan jamaah. mengikuti hawa nafsu.pemerintah Mesir dan bahayanya melanda seluruh manusia: egoisme.435 433 434 435 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). 211. sehingga mereka menjadi mangsa santapan orangorang yang rakus dan ambisius. di samping bertentangan dengan agama. Sistem sosial yang dijadikan asas dan dijaga oleh pemerintah. Undang-undang wadh'i (ciptaan manusia). teks-teksnya juga bertentangan dengan UUD Mesir itu sendiri yang menyebutkan bahwa agama Negara adalah Islam. Marilah kita keluar dari kondisi yang bobrok ini dan menggantikannya dengan sistem sosial yang lebih baik. mereka sekali-kali tidak akan pernah rela dan menyetujui undang-undang seperti ini. maka kita masih memiliki Islam sebagai pelita dan cahaya yang membimbing kita. Jika umat-umat lain kehilangan pelita hidayah di masa-masa transisi. melalaikan kewajiban. 212 Risalah: l Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). ketidakadilan. serta kekuatan tekad dan iman. dan rakyat yang senang terhadap kehinaan. riswah (suap). silau dengan kebatilan. hal. dan kerancuan.433 Sedangkan tentang undang-undang yang menyimpang dari syariat Islam. bermalas-malasan. hal. jawabnya adalah dengan jihad dan perjuangan. Al Quran dan Sunah Nabi-Nya. ketidakberdayaan. di semua sisi perundangundangan. Mereka senantiasa bekerja dengan segala cara dalam rangka mengganti undang-undang semacam itu dengan syariat Islam yang adil dan utama. Hidup tak boleh putus asa dan putus asa tak boleh ada dalam hidup ini. "suatu hal yang aneh dan tidak masuk akal jika undang-undang yang berlaku untuk umat Islam bertentangan dengan ajaran agamanya.

seluruh kekuatan umat bersinergi bahu membahu. Karena jika tidak. dan perubahan yang dikehendaki Ikhwan adalah perubahan secar total dan integral. bersatu patu untuk menghadapi dan mengadakan perubahan dan reformasi. 258 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Imam Syahid berkata. baik sebagai duta besar atau sebagai dalang. agar masyarakat terbebas dari dua imperialis.• Perbaikan pemerintah yang komprehensif Mendirikan pemerintah Islam tidak mungkin dapat diwujudkan kecuali setelah membangun basis-basis yang menjadi pondasinya. negeri-negeri Arab dan Islam adalah intervensi pemerintah asing. hal. maka seluruh upaya akan sia-sia belaka. tujuan luhur. 251 Ibid. dan ini merupakan kelemahan yang tidak seharusnya terjadi di dalam pemerintah. "Namun kita menginginkan agar fikrah Islam mendominasi dan mempengaruhi semua kondisi."437 "Sesungguhnya faktor utama yang merusak tatanan kehidupan masyarakat Mesir. hal. hal. 237 Risalah."438 Tujuan asasi. sehingga seluruh keinginan dan pelaksanaan pemerintah adalah sesuai dengan keinginannya. karena kalau tidak maka kita tidak akan mendapatkan apapun.439 Sesungguhnya Ikhwan bersabar dan menahan dirinya dari hanya mengambil peran di pemerintahan sementara jiwa-jiwa masyarakat masih 436 437 438 439 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).205 349 . Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). mewarnainya dengan shibghah Islam."436 "Syaratnya adalah kebebasan dan kemerdekaan. hal. dan mewujudkan kebebasan dan kemerdekaan negeri dari seluruh intervensi asing. melakukan perbaikan masyarakat dan menyiapkan mereka untuk menerima pemerintah tersebut dan membangkitan umat untuk meminta hal itu. Maka pintu pertama proses perbaikan ini adalah kita melawan dua fenomena ini.

"442 Diantara sarana untuk mengadakan perbaikan undang-undang adalah: dengan menyampaikan catatan kepada menteri keadilan.177 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).dalam keadaan demikian. hal. Imam Syahid berkata. Maka diperlukan waktu untuk penyebaran dan mendominasinya prinsip-prinsip Ikhwan. kecuali setelah memenuhi faktor-faktor dan rukun-rukun syariatnya. hal. serta keinginan masyarakat kepada pemerintah untuk menerapkan syariat Allah. 138 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). dan para pemimpin Negara. mereka sekali-kali tidak akan pernah rela dan menyetujui undang-undang seperti ini.”440 Dengan demikian. serta setelah sempurnanya fase-fase dan strategi. 140 Ibid 350 .443 440 441 442 443 Ibid. hal. lalu masyarakat akan belajar bagaimana ia akhirnya lebih mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan Pribadi."441 "Adapun Ikhwanul Muslimin. maka mereka tidak akan tergesa-gesa untuk mendirikan pemerintah Islam. serta menolak semua undungundang yang bertentangan dengan Islam. "Kami tidak mengakui undang-undang apapun yang tidak berlandaskan prinsip-prinsip Islam dan tidak mengacu padanya. • Sikap Terhadap pemerintah Sikap Ikhwanul Muslimin terhadap pemerintah yang tidak menerapkan syariat Allah dan menyimpang dari manhaj Islam adalah sebagai berikut: Tidak setuju dan tidak mengakui manhaj dan politiknya yang bertentang dengan syariat Islam dan Al Quran.

hal. bukan tawar menawar atau diam terhadap penyimpangan terhadap syariat Allah. bukan pertemuan di tengah jalan. menyadarkan umat. 164 351 . atau membiarkan mereka. Kami akan mendeklarasikan permusuhan yang tidak ada perdamaian dan tidak ada belas kasih. yakni dengan menetapkan dan menjelaskan kepada mereka dengan jelas dan terperinci. nasehat dan maaf kepada Allah. konfrontasi politik. hal. mentarbiyah masyarakat. Imam Syahid menulis di pembukaan edisi pertama dari Majalah Al Nadzir tahun 1938 M. dan mereka akan berupaya untuk membebaskannya dari tangan pemerintah yang tidak menjalankan perintah Allah. bukan perjanjian damai."446 444 445 Ibid."445 Beliau juga berkata. hingga pemerintah yang berkuasa condong kepada mereka. Imam Syahid menyebutnya dengan. 164 446 Ibid. hal 138 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). perincian pemikiran. 163."444 Dan hal itu dilakukan dengan menyebarkan dakwah. "Kami akan memerangi setiap pemimpin partai atau organisasi yang tidak berjuang untuk Islam dan tidak memudahkan jalan untuk Islam untuk mengembalikan hukum dan kemuliaan Islam. fase kifah siyasy (perjuangan politik). perjuangan melalui konstitusi. "Kekuasaan merupakan bagian dari manhaj mereka. perjuangan politik. membentuk shaf mukmin yang kuat. jika mereka tidak menyambut dakwah kalian dan menjadikan ajaran Islam sebagai manhaj yang mereka jalani dan yang mereka amalkan. hingga Allah membukakan kebenaran di antara kita dan sesungguhnya Allah adalah Sebaik-baiknya pembuka. Imam Syahid menyebutkan tabiat dalam menghadapi dan menyikapi setiap yang menyimpang dari manhaj Islam dan mengadopsi syariat yang lain.Imam Syahid juga berkata. "Kalian akan memusuhi mereka semua di pemerintahan dan di luar pemerintah dengan permusuhan yang luarbiasa. Semuanya berada dalam koridor Islam.

Dalam risalah Imam Syahid yang beliau kirimkan kepada Mahir Basya (kepala pemerintahan waktu itu.Sikap Ikhwanul Muslimin terhadap perlawanan dan pemisahan menggunakan sikap sebagai seorang pemberi nasehat yang mengasihi pemerintah dan organisasinya: "Sikap kami terhadap pemerintah Mesir dengan berbagai coraknya. 214 352 . dengan program dan proyek-proyek perbaikan di pelbagai aspek. "Ikhwanul Muslimin meyakini bahwa jalan satu-satunya untuk melakukan perbaikan. Ia berkata. bagaikan berbagai sikap seorang penasehat yakin 447 yang bahwa mengingkan apa yang kebaikan dan kelurusan. baik dari Barat maupun dari Timur yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan terdapat banyak kemaslahatan di dalamnya. Adapun para rijal yang akan melaksanakan proyek perbaikan ini haruslah mereka yang dikenal menghormati dan menghargai fikrah ini. tahun 1939). Spirit yang harus terkandung dalam fikrah perbaikan ini adalah bersandar kepada prinsip-prinsip dan dasar ajaran Islam. hal. adalah dengan mengembalikan negeri Mesir kepada ajaran Islam dan menerapkan prinsip-prinsip Islam dengan penerapan yang baik. Mudah-mudahan Allah memperbaiki kerusakan ini. meskipun dari pengalaman saya kami kehendaki berseberangan dengan mereka. menjelaskan tentang pandangan Ikhwanul Muslimin dalam perbaikan. mengambil sari-sari penting dari fikrah yang lama dan yang baru. Karena sesungguhnya undang- 447 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI)." Untuk itu. Pemilihan rijal yang akan melaksanakan proyek ishlah ini lebih penting dan lebih utama dari proyek ishlah itu sendiri. jamaah Ikhwanul Muslimin maju dengan memberikan nasehat yang tulus. serta bekerjasama dengan segenap kekuatan masyarakat untuk melakukan perbaikan umat dan mewujudkan kemajuan dan kemerdekaannya.

undang pada hakekatnya adalah tergantung bagaimana hakim yang menjalankan dan menegakkan hukum-hukum tersebut. 299 449 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). Begitupula terhadap rijal yang akan melaksanakan dan menjalankan proyek ishlah tersebut."448 Standar yang digunakan Ikhwanul Muslimin terhadap dakwah Ishlah ini –sebagaimana yang dijelaskan Imam Syahid. dan melanjutkan perjalanan dakwah yang telah mereka tetapkan arah dan tujuannya demi mewujudkan masyarakat muslim dan pemerintah muslim. Walaupun demikian. kadar disiplin dan keimanan mereka. termasuk kemampuan menerjemahkan perkataan dan slogan-slogan dalam kerja-kerja konkret dan realisasi amal serta kadar pertentangan atau kedekatannya dengan fikrah Islamiyah. Setelah itu."449 448 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). kami akan tetap berada posisi memberikan nasehat hingga Allah membukakan antara kami dan kaum kami kebenaran. namun mereka tetap memberikan nasehat. Imam Syahid berkata. 214 353 . dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baiknya pembuka (pemberi kemenangan). serta kadar keikhlasannya. "Kami telah membuat beberapa manhaj Ishlah untuk pemerintah Mesir dan menyampaikan beberapa catatan murni dalam banyak perkara yang menyentuh kehidupan masyarakat Mesir.bergantung dengan spirit yang menjiwai dakwah tersebut. kemudian dilanjutkan dengan penetapan nama dan muatannya. Walaupun Ikhwanul Muslimin mengetahui bahwa pemerintah tidak menyambut seruan ishlah. hal. hal. Kemudian apa manfaatnya? Tidak ada Apa yang telah dihasilkan? Tidak ada Dan jawaban akan selalu sama setiap kali ditanyakan. dll.

kecuali jika undang-undang yang berlaku adalah maksiat dan penyimpangan syariat secara jelas. kami akan menjawab seruan tersebut dan menjadi jaminan. Jamaah Ikhwanul Muslimin –sesuai dengan prinsip dakwahnya- berinteraksi dengan realita dengan tetap berupaya melakukan perubahan dan pengembangan kea rah yang lebih baik. maka tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam melakukan maksiat kepada sang pencipta. potensi. memberikan kerjasama demi mengupayakan kebaikan untuk 450 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). Kami menerima undang-undang dan peraturan yang berlaku di masyarakat dan komitmen terhadap undang-undang tersebut. Dengan menyerukan reformasi dan perbaikan undang-undang.450 Jika anda ingin mendapatkan perincian. memberikan nasehat. dengan mentarbiyah masyarakat dan menyadarkan khalayak.Kami akan menempatkan diri. karena terdapat kerusakan di sebagian besar atau beberapa pasal-pasalnya atau keringnya dari nilai-nilai Islam dan ajarannya. untuk mendapatkan contoh dan model proyek perbaikakn Ikhwanul Muslimin. menyampaikan gagasan-gagasan perbaikan. silakan merujuk Risalah Pergerakan. hal. sebagaimana undang-undang juga menetapkan bahwa Islam adalah agama Negara dan sumber utama konsitusi. Oleh karena itu ia melakukan hubungan dan interaksi dengan pemerintah. dan seluruh kemampuan yang kami miliki di bawah organisasi atau pemerintah apapun yang bermaksud melangkah bersama umat Islam menuju ketinggian dan kemajuan. tidak serta merta kemudian melakukan revolusi atau kudeta. kami justru akan melakukan perbaikan dan perubahan dengan menggunakan perjuangan secara konstitusi dan perjuangan politik. Menuju Cahaya dan Agenda Persoalan Kita dalam kacamata Sistem Islam. 294 354 . namun hal ini tidak berarti kami menerima dengan ridha setiap kesalahan yang ada di dalamnya.

namun jika pemerintah membenci Islam dan membuat konspirasi terhadapnya. melakukan usaha-usaha perubahan kondisi yang terjadi dan mempersiapkan proses berdirinya Negara Islam. mengutamakan perdamaian dan cinta dari pada perseteruan dan peperangan. pertama. sesungguhnya sikap terhadap pemerintah-pemerintah ini tidak keluar dari dua hal. Kerjasama dan sinergi jamaah dalam pelbagai kesempatan tidak berarti ridha dan rela terhadap semua manhaj dan aturan yang bertentangan dengan syariat Islam dan yang tidak menerapkan prinsip dan ajaranajarannya. menyerukan dakwah Islam. mentarbiyah masyarakat dan bangsa. "Adalah salah besar orang yang menuduh bahwa kalian memusuhi pemerintah Islam atau lembaga sosial tertentu.akan menjadi lawan atau menjadi kawan? Ikhwanul Muslimin memiliki kelebihan dari masyarakat pada umumnya. dan berusaha untuk menghilangkan setiap keragu-raguan dan syubhat seputar dakwah. dan sebaik-baiknya yang mengokohkan kekuatannya dan yang menolongnya untuk Islam. Imam Syahid menjelaskan tentang aspek-aspek hubungan terhadap pemerintah.masyarakat dan setiap bahaya yang mengancamnya. membawa dakwah dan menyebarkannya dengan pelbagai sarana. Yang kedua. Jamaah Ikhwanul Muslimin juga melakukan dialog sebagai sarana untuk saling memahami dan bekerjasama. maka apakah seorang muslim –jika ia menjadi tertuduh. pada waktu yang sama ia pun berupaya untuk menwujudkan visi-misinya. jika ia bekerja dengan maka Islam dan untuk Islam sesuai yang kondisi pertama dan dan kemampuannya. kami adalah penolongnya pendukungnya yang paling tulus. mengutamakan argument dan 355 . karena jamaah ini lebih mengutamakan nasehat daripada popularitas atau mendeskreditkan. membina individunya dan membentuknya sesuai dengan manhaj Al Quran.

beliau berkata. cukuplah Dia sebagai wali dan penolong kami. Kalian tentu tahu perkataan Rasulullah Saw. Mudah-mudahan ia ingat atau takut". aku pasti menjadikannya untuk para pemimpin. Rasul-Nya. karena sesungguhnya Allah memperbaiki banyak makhluknya dengan kebaikan pemimpinnya. kitab-Nya. Agama adalah nasehat. sedikitpun kami tidak berpaling dari hal itu. (Q. kami tidak takut selain kepada Allah. menyampaikan dan mengenalkannya kepada mereka adalah sebaik-baiknya cara untuk mewujudkan dan sampai pada tujuan-tujuan dakwah dan menjadi jalan yang paling dekat untuk itu. untuk siapa yang Rasulullah? Beliau menjawab. Hasan Al Bashri berkata. "Untuk Allah. para pemimpin muslim dan masyarakatnya.S Thaha: 44) Imam Syahid menjelaskan bahwa manhaj jamaah terhadap pemerintah adalah manhaj dakwah dan nasehat. "Dengan demikian kami meyakini bahwa dakwah terhadap para pemimpin.bahwa berapa kali kami telah menyampaikan kalimat kebenaran yang tinggi membahana." Seluruh manusia telah mengetahui –termasuk para pemimpin. "Jika seandainya aku memiliki dakwah yang diterima. 356 . Ini merupakan ajaran Allah kepada para rasul-Nya. kami (sahabat Rasulullah Saw. kendati kami harus menerima tekanan dan kesengsaraan.           Artinya: "Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut. sesungguhnya Allah memperbaiki umat dengan satu orang dari mereka –jika Allah memperbaikinya-.) bertanya.perkataan yang lembut daripada kekerasan dan anarkis. Kami menganggap bahwa kita tidak senantiasa harus memusuhi pemerintah dalam setiap keadaan atau mengeluarkan mereka dari Islam.

karena sejak awal dakwah telah memperhitungkan bahwa mereka akan menjadi orang pertama yang menjadi musuh. maka adalah sebuah kebodohan dan bukan bagian dari ajaran agama jika kaum muslimin mencela orang-orang yang ikut berperan menghalangi musuh mewujudkan ambisi mereka. murid-murid penjajah dan para makelar-makelar perusahaan asing. Apa sikap Ikhwanul Muslimin terhadap pemerintah baru (Parlemen Ali Mahir Basya)? Sebelum menjawab pertanyaan ini. tidak berharap terhadap apa yang ada di tangan orang-orang kaya. atau di bawah pemimin tertentu. Sikap kami terhadap pemerintah. edisi 27. melalui makalah yang ditulis oleh Ustadz Shalih Asymawy di Majalah Nazhir. "para pembaca mungkin bertanya-tanya. hal. Mustahil kami bergabung di bawah panji golongan tertentu. siapapun adanya. Yaitu pertama. Maka akan lebih baik jika para pemimpin bisa menjadi partner Ikhwanul Muslimin untuk mentarbiyah masyarakat dan mengarahkannya dengan ajaran-ajaran Islam yang produktif. karena masing memiliki pandangan dan jalan yang berbeda.karena kadang-kadang pemerintah ikut berperan menghadapi musuh-musuh Islam yang kuat dan menggagalkan tujuannya. tidak melihat atau berpikir atau bersandar kepada bantuan pemerintah. yang menggambarkan tentang sikap Ikhwanul Muslimin. Kedua. Abbas Asisi."452 Imam Syahid menyebutkan di dalam memoarnya. siapapun itu. "Para pendiri dakwah Ikhwanul Muslimin telah menetapkan di kedua mata mereka dua hakikat yang mereka pegang dan laksanakan serta manfaatkan dengan sebaik-baiknya. 272 357 . kami ingin menyampaikan beberapa hakikat penting yang menjadi prinsip. 145."451 Imam Syahid berkata. partai politik adalah sikap para da'I bukan sikap golongan tertentu. daripada menjadikan mereka sebagai musuh dan rival para da'I. -sebagai contohtentang sikap terhadap pemerintah Ali Mahir Basya. yang menghalangi aktivitas mereka. yaitu bahwa 451 Hasan Al Banna. Sikap-sikap dalam dakwah dan tarbiyah. hal.146 452 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). para politikus.

maka kami juga akan mendukung dan mendorongnya. jelas arahnya. dan Nabi Muhammad adalah rasulullah). baik syariat. kami membenci dan mencintai semata-mata karena Allah. sebagai qudwahnya. 292. namun sebagaimana kami diajarkan oleh pengalaman untuk tidak percaya begitu saja dengan janji dan ucapan. yang memiliki program yang jelas dan terperinci. 293 358 . dan kami tidak akan menetapkan sikap dan mengeluarkan keputusan kecuali terhadap pekerjaan."454 453 454 Ibid. serta menebarkan ajaran-ajaran Islam di seluruh aspek kehidupannya. hal. tidak bekerja untuknya dan justru menghadang jalannya atau berupaya melumpuhkannya. bukan perkataan. dan di dalam dua kondisi tersebut. Dan seyogyanya seorang muslim berprasangka baik terhadap saudaranya. sikap lama yang tidak akan berubah dengan pergantian parlemen dan tidak berubah dengan pergantian menteri. maka kami akan menjadi musuh baginya. yang mengarah kepada pembaharuan Islam. politik dan ekonomi. Barang siapa yang mendukung fikrah Islam. wa Muhammad rasulullah (Tiada tuhan selain Allah. Namun barangsiapa yang menentang dakwah Islam. sosial. dan tidak ada yang menghalangi kami untuk berprasangka baik terhadap pemerintahan Mahir Ali Basya dan menteri-menterinya. meninggikan panji Al Quran di setiap tempat hingga tidak ada lagi fitnah. 292 Ibid. Ia juga bertujuan untuk membebaskan setiap jengkal tanah yang selalu terulang kalimat La Ilaha Illallaah. hal.Ikhwanul Muslimin bukanlah partai politik yang mendukung dan menolak pemerintah sesuai dengan maslahat dan kepentingan partainya atau sesuai dengan ambisi pribadi. dan menjadikan Al Quran sebagai undang-undangnya. Yang terakhir yaitu menebarkan Islam. namun Ikhwanul Muslimin merupakan dakwah Islam yang menjadikan Allah sebagai tujuannya dan Nabi Muhammad Saw. bekerja untuknya dan komitmen di atas nilai-nilainya di dalam diri dan di rumahnya serta berpegang teguh terhadap Al Quran di dalam kehidupan pribadi dan sosialnya. dan menshibghah masyarakat Mesir dengan shibghah Islam. dan agama sepenuhnya adalah milik Allah."453 Jadi sikap kami terhadap parlemen Ali Mahir Basya adalah sama halnya sikap kami terhadap parlemen atau pemerintahan yang lain.

"Sikap kami terhadap seluruh organisasi adalah. "Sungguh indah kata-kata Imam al Ghazali –semoga Allah meridhainya-. sesuatu yang tidak memiliki pengawal maka akan hilang.Imam Syahid juga berkata. 359 . kami tidak menuntut dan tidak menolak. Beliau berkata. Karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu." (Q. dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia."                                   Artinya: "Dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu: "Kamu bukan seorang mukmin" (lalu kamu membunuhnya). kami menginginkan kebaikan untuknya dan kami selalu memberikan maaf kepadanya.S An Nisa: 94) • Asas Pendirian Negara Imam Syahid menjelaskan tentang dasar yang menjadi pijakan berdirinya Negara dan pemerintahan dalam Islam. ketauhilah bahwa sesungguhnya syariah adalah pondasi. Maka telitilah. dan raja adalah pengawalnya. sesuatu yang tidak memiliki pondasi maka ia akan hancur. begitu jugalah keadaan kamu dahulu.

selama kaidah-kaidah pokok di atas tadi bisa diwujudkan (dimana tidak mungkin suatu hukum akan tegak tanpanya) dan diterapkan secara tepat sehingga dapat menjaga keseimbangan dalam berbagai situasinya (yang masing-masing bagian tidak mendominasi bagian yang lain).adab-adab Islami ketika berhadapan 455 456 dan berbicara dengan para pemimpin dan pembesar Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam) Ibid. sehingga ia menjadi sebuah pemerintahan yang mengusung suatu misi (risalah Islam). atau istilah-istilah sejenis yang semua itu bermuara pada satu hakikat. Keseimbangan ini tidak mungkin bisa dipelihara tanpa adanya nurani yang selalu terjaga dan perasaan yang tulus akan kesakralan ajaran ini. kaku dan gersang tanpa ruh di dalamnya. atau kematangan politik. sebuah undang-undang tak akan berguna jika tidak ada seorang hakim –yang adil dan bersih.yang memelopori penerapannya. bukan sekedar bagan struktural. Demikian pula dakwah yang tidak akan mungkin tegak kecuali ada jaminan dan perlindungan. Teks-teks ajaran saja tidaklah cukup untuk membangkitkan umat. Dengan memelihara dan menjaganya akan tergapailah keberuntungan di dunia dan keselamatan di akhirat.Daulah Islamiyah tidak akan tegak kecuali bertumpu di atas pondasi dakwah. Inilah yang dalam istilah politik modern kita kenal sebagai kesadaran politik. "Islam bukanlah slogan dan julukan semata. menyebarkan mengokohkannya. Demikian juga. menjaganya. atau pendidikan politik. 319 360 . hal. keyakinan akan kelayakan sistem dan rasa kepedulian untuk menjaganya."455 Beliau juga berkata. dan bukan pula pemerintah yang materialistis."456 • Adab-adab Ikhwanul Muslimin dalam Melakukan konfrontasi Politik: Jamaah Ikhwanul Muslimin sangat menjaga dan memperhatikan – dengan tetap memberikan nasehat dan perlawanan terhadap segala sesuatu yang bertentangan dan keluar dari ajaran Islam.

457 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). 217 lihat surat Imam Syahid kepada Nuhas Basya dan Raja Fuad. 361 .pemerintahan. memberikan nasehat dan berupaya untuk tidak menyebabkan perpecahan dan menyulut perseteruan.457 Gerakan politik dan sikap-sikap reformis Ikhwanul Muslimin di dalam masyarakat tidak berlandaskan kepada perlawanan dan penentangan kepada pemerintah semata. Jamaah Ikhwanul Muslimin sangat menjaga kemaslahatan Negara dalam banyak sikap dan prinsip-prinsipnya. menjaga kedamaian dan ketenangan kondisi politik serta terciptanya iklim kebebasan. "Demikianlah kami mengajak manusia. karena hal itu merupakan bagian dari kemaslahatan Islam. menutup seluruh pintupintu fitnah. sebagaimana yang dicontohkan oleh Imam Syahid. karena yang akan mengalami kerugian dalam hal ini adalah rakyat dan mayarakat. dan mereka tidak akan bekerja selain untuk dakwah yang mereka bawa. Tujuan mereka adalah Allah. Ikhwanul Muslimin bekerja secara independen dan terlepas dari segala kekuatan yang mempengaruhinya. hal. namun metode dan manhajnya lembut dan santun serta bijak dengan adab-adab Islam. sebagai bukti kepada Allah bahwa dakwah telah sampai kepada mereka. Kebebasan dan kemerdekaan negeri merupakan salah satu target utama yang selalu diusung dan diperjuangkan oleh Ikhwanul Muslimin. sekuat apapun beban dan tekanan yang mereka dapatkan. Ikhwanul Muslimin sangat istimewa dengan sikapnya yang menjaga persatuan nasional dan perdamaian dalam negeri. dan mengarahkan mereka menuju kebaikan dan kebenaran. yang lebih diutamakan dari kemaslahatan dan kepentingannya pribadi. karena goncangan dan fitnah akan menimbulkan pengaruh negatif terhadap masyarakat dan melemahkan persatuannya. serta akan berimplikasi buruk terhadap penyebaran dakwah dan kemajuannya.

Mereka menghendaki keridhaan Allah dan pahala-Nya di akhirat. tidak Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dan jiwa mereka tidak tergantung pada kesenangan dunia yang fana ini."459 Ikhwanul Muslimin tidak bisa digiring dengan kesenangan atau ancaman. 216 362 . Mereka tidak tergiur dengan tahta dan kedudukan."458 "Hari dimana Ikhwanul Muslimin menjadi tempat mewujudkan tujuan orang lain. Mereka tidak takut pada siapun kecuali kepada Allah. "Bukan sepenuhnya salah jika sebagian orang menyangka bahwa Ikhwanul Muslimin pada suatu masa dari fase-fase dakwahnya tempat mengikuti arus pemerintahan yang ada. tidak mengedepankan kepentingan pribadi dan duniawi. Setiap langkah mereka mencerminkan firman Allah:            Artinya: "Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. atau mewujudkan tujuan yang bukan tujuannya dan bekerja untuk manhaj yang bukan manhajnya. baik dari Ikhwan maupun dari yang lain. hal. Hendaklah hal itu diketahui oleh siapa saja yang belum mengetahui. Sesungguhnya Aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu. tidak 458 459 memperjuangkan dakwah yang bukan dakwah mereka.S Az Zariyat: 50) Mereka meninggalkan berbagai pamrih dan ambisi menuju satu tujuan yaitu keridhaan Allah Swt. 191 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). atau menjadi alat suatu manhaj yang bukan manhajnya.Imam Syahid berkata. (Q. "Mereka tidak disibukkan oleh manhaj yang bukan manhaj mereka. tidak akan pernah terjadi. hal.

Maktab Al Irsyad tidak pernah mendapatkan perhatian apapun dari pemerintah. 460 461 Ibid. hal."461 • Karakteristik Pemerintah Islam yang dicita-citakan Pemerintah Islam bukan hanya slogan dan julukan semata. baik bagi yang menjalankannya maupun manhaj dan metode yang akan digunakan. 187 363 . hal. dan konsisten menerapkan hukum-hukum serta ajaran Islam.tershibghah dengan warna selain Islam. namun ia memiliki karakteristik dan sifat-sifat yang harus dipenuhi."460 "Sampai sekarang wahai Ikhwanul Muslimin. 213 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Dengan begitu ia dapat memainkakn perannya sebagai pelayan umat dan pekerja yang bekerja demi kemaslahatan mereka. jangan bekerja untuknya dan mintalah keutamaan dan kemurahan kepada Allah. dan janganlah kalian menjadikan hal itu bagian dari target dan manhaj kalian. tidak terangterangan dengan kemaksiatan. yang berdiri di atas basis dan rukun-rukun yang harus terpenuhi pula. sedikitpun kami tidak bergantung kepada pemerintah. jangan melihatnya. kami tidak menerima siapun kecuali anggota atau simpatisan Ikhwan. Imam Syahid menggambarkan pemerintah Islam yang dicita-citakan oleh dakwah adalah: "Memperbaiki keadaan pemerintah. sehingga menjadi pemerintah Islam yang baik. Pemerintah Islam adalah pemerintah yang anggotanya terdiri dari kaum muslimin yang menunaikan kewajiban-kewajiban Islam. dan dan hal inilah yang kami harapkan. kami berlindung kepada Allah di suatu masa menjadi kelompok yang menyerukan selain Al Quran dan ajaran Islam.

hal. Tidak terlalu penting mengenai bentuk dan nama jabatan itu. sebagai para sahabat Rasulullah Saw. serta menyebarkan dakwah. Tidaklah mengapa menggunakan orang-orang nonmuslim –jika keadaan darurat. dan ekonomis dalam penggunaannya. maka berhak atasnya nasehat dan bimbingan. adil terhadap semua orang. membawa masyarakatnya. dan mengajak manusia menuju petunjuk Islam. Beberapa haknya –tentu. menyebarkan nilai-nilai ajaran. tidak tamak terhadap kekayaan Negara. sebagaimana para ulama juga membolehkan pelimpahan beberapa jabatan di lembaga eksekutif. Apabila ia mengabaikan kewajibannya.bisa diterapkan pemecatan dan pengusiran. menerapkan undang-undang. serta pertolongan terhadap jiwa dan hartanya. maka hal itu dibolehkan. 101 364 . melindungi keamanan umum.antara lain loyalitas dan ketaatan. Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada khaliq.Beberapa sifat yang dibutuhkan antara lain: rasa tanggung jawab. "Setelah itu kami juga meninginkan pemerintah yang bisa membimbing masyarakat menuju mesjid. Beberapa kewajiban yang harus ditunaikan antara lain: menjaga keamanan. yang menerapkan undang-undang Islam dan menerapkan aturan462 463 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim) Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda).asalkan bukan untuk posisi dan jabatan strategis. mempersiapkan kekuatan. mengembangkan investasi dan menjaga kekayaan. lalu –jika tidak ada perubahan. seperti Abu Bakar Shiddiq dan Umar bin Khattab. menjaga kesehatan. jika telah ditunaikan kewajibannya. mengokohkan mentalitas. selama sesuai dengan kaidah umum dalam sistem undang-undang Islam462. kasih saying kepada rakyat. Imam Syahid juga berkata."463 "Dan hendaknya daulah Islamiyah bisa ditegakkan di Negara merdeka ini.

hal. Beliau juga berkata. dan kemajuan membangun kekuatan mempersiapkannya untuk memikul risalah dakwah Islam dan tujuantujuannya yang mulia di seluruh alam. Imam Syahid berkata."464 "Dan hendaknya pemerintah ini melanjutkan manhaj dakwah dan mentarbiyah masyarakat dengan nilai-nilai Islam. Dakwah Kami di zaman baru. 232 365 . sehingga ia menjadi sebuah pemerintahan yang mengusung suatu misi (risalah Islam)."465 Tentang peran pemerintah Islam dalam skala internasional. dan bukan pula pemerintah yang materialistis. melindungi kaum muslimin di seluruh penjuru bumi dari segala bentuk permusuhan. menyebarkan dan mengokohkannya. kaku dan gersang tanpa ruh di dalamnya. hal.aturannya. Demikian pula dakwah tidak mungkin tegak kecuali ada jaminan perlindungan. sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama semuanya milik Allah. berjuang untuk kebaikan mereka."466 • Tiang-tiang Penyangga Sistem pemerintahan Islam dan undang-undang konstitusi: 464 465 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). mendeklarasikank prinsip-prinsipnya yang mulia. menyatukan seluruh potensi bangsa Arab. "Kami berharap Mesir bisa menjadi Negara muslim yang mendukung setiap upaya dakwah Islamiyah. yang akan menjaganya. dan melanjutkan perbaikan individu dan rumah tangga di masyarakat dalam pelbagai aspeknya. diri. menyempurnakan mewujudkan kemandiriannya ilmu. dan menyampaikan dakwahnya kepada masyarakat dengan penuh hikmah. dan menebarkan kalimat Allah serta menyampaikan risalah-Nya. "Daulah Islamiyah tidak akan tegak kecuali bertumpu di atas pondasi dakwah. 160 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam) 466 Risalah Pergerakan. bukan sekedar bagan struktural. dalam pelbagai urusan kehidupan.

dan mampu mewujudkan musyawarah (syuro) Islam. Apa yang sudah ada nashnya tidak perlu dilakukan ijtihad terhadapnya. Rasa tanggung jawab pemerintah Kesatuan masyarakat Sikap menghargai aspirasi rakyat Imam Syahid menjelaskan tentang kewajiban representasi umat dan keikutsertaan mereka dalam membina pemerintah secara benar dan keberadaan Majelis Permusyawaran (yang terdiri dari ahlul halli wal 'aqd). Namun hal itu tidak berarti menghalangi kebebasan menyatakan pendapat dan menyampaikan nasehat dari yang kecil kepada yang besar. 318. Di kalangan umat Islam tidak terdapat perbedaan dan persoalanpersoalan prinsip-prinsip antara satu dengan yang lain. karena ukhuwah –yang dengannya Islam telah mempersatukan hati mereka. Sementara itu.adalah salah satu landasan iman. Beliau berkata. dan tidak akan terealisir iman kecuali dengan menegakkannya.Imam Syahid menyebutkan bahwa terdapat tiga pilar utama yang merupakan kerangka pokok sistem pemerintahan Islam. Al Quran dan sunnah Rasulullah Saw. yakni al Islam yang telah dikenal luas oleh mereka. Tidak ada kesempurnaan iman kecuali dengan ukhuwah. permusuhan. perbedaan dalam hal furu' (cabang) tidaklah membahayakan. karena sistem sosial yang mereka yakini adalah satu."467 Ikhwanul Muslimin juga mendukung pemerintah yang menggunakan perangkat undang-undang konstitusi yang bersumber dari undang-undang Islam yang kekal. 319 366 . yaitu. "Umat Islam adalah umat yang satu. hal. atau dari yang besar kepada yang kecil. dan fanatisme golongan. 467 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam). tidak akan menyebabkan kebencian.

hal 138 367 . namun mereka tetap mengambil manfaat dan segala sesuatu yang berguna dari undang-undang yang ada selama tidak bertentangan dengan hukum-hukum Islam.membutuhkan ketelitian dan penjelasan terhadap teks-teksnya yang memungkinkan adanya interpretasi yang beragam. "Ia sangat luas dan fleksibel yang mencakup pelbagai bentuk dan ragam konsitusi dalam aktivitas politik."468 Imam Syahid berkata. pada musyawarah dan ketundukan penguasa pada kehendak rakyat. dan pada penjelasan akan batasan-batasan kekuasaan. Ikhwanul Muslimin bekerja keras dalam rangka memberi kejelasan pengertian teks- 468 469 Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). begitupula pola penerapannyan secara praktis. pada tanggung jawab pemerintah kepada rakyat dan control mereka kepada program yang dijalankan. Ikhwanul Muslimin tidak merelakan jika Islam dan prinsip-prinsip pemerintah Islam diganti dengan yang lain. Mereka tak hendak mengganti dengan sistem lain. dan semua ini sangat relevan dengan ajaran Islam dalam format undang-undang.469 Masalah ini –UUD.Mereka menganggap bahwa undang-undang konsitusi yang dikenal di dunia sekarang merupakan undang-undang yang sangat dekat dengan prinsip-prinsip pemerintah Islam dan nilai-nilainya yang mulia. Oleh karenanya Ikhwanul Muslimin berkeyakinan bahwa sistem UUD Mesir ini adalah sistem yang paling dekat dengan Islam disbanding dengan sistem UUD yang manapun di dunia ini. Oleh karena itu. "Prinsip-prinsip UUD Mesir bermuara para perlindungan terhadap kebebasan individu dengan segala variasinya. Imam Syahid menjelaskan tentang Fiqih Islam.

Imam Syahid berkata. terutama jika bisa disandingkan dengan semangat saling toleransi dan keluasan perspektif. permusuhan dan konflik partai yang dapat menghancurkan persatuan umat dan menjadikannya seperti kelompokkelompok yang saling bermusuhan. "Sebagaimana yang diyakini oleh Imam Syahid bahwa terdapat perbedaan antara kebebasan berpendapat. lembaga dan partai politik serta menyampaikan nasehat dan menuntut perbaikan kepada pemerintah. adapun perbedaan pandangan cara yang merupakan sangat bentuk kesempurnaan dalam dan keberagaman pandang dibutuhkan mengungkap kebenaran dan sampai kepada sesuatu yang lebih baik dan lebih bermanfaat. Beliau menganggap perbedaan merupakan hal yang lumrah.juga dijelaskan. walaupun begitu ia menolak perseteruan.dengan ta'ashshub terhadap pemikiran tertentu atau keluar dari jamaah serta melakukan hal-hal yang semakin memperluas jurang perbedaan antar umat.470 "Kami menerima prinsip-prinsip yang ada pada UUD tersebut karena ternyata sesuai dengan Islam dan bahkan bersumber darinya. sementara yang kita kritisi selama ini adalah kerancuan teks dan pola penerapannya. syuro dan nasehat –yang merupakan kewajiban dalam Islam. pemikiran. hal. serta jauh dari sikap fanatik dan sempitnya pandangan. ia menamakannya sebagai partai politik yang buta. 146 368 . 470 471 472 Ibid Ibid Ibid. Yang dilarang adalah pertentangan yang mengarah kepada kegagalan dan kelemahan."471 Imam Syahid menegaskan tentang kebebasan menyampaikan pemikiran dan mendirikan organisasi."472 Dalam risalah Ikhwanul Muslimin (maret 1994 M) –yang berpegang terhadap syuro dan multipartai.teks yang rancu dalam UUD Mesir dan memperbaiki metode yang digunakan untuk menerapkannya dalam negeri.

serta persamaan hak di antara seluruh anggota masyarakat. fiqih dan wawasan. Hak ini –pendirian partai. Undang-undang yang dijalankan seyogyanya dijalankan oleh hakim yang independen. kami meyakini keberagaman partai di tengah masyarakat muslim. lembaga. dan club-club serta pengumuman kepada khalayak dan dakwah kepadanya. kemudian menggunakan prosedur syar'I yang sesuai terhadap siapa saja yang keluar dari prinsip-prinsip dasar yang tidak ada perbedaan antara para ulama dan ahli fiqih.473 Ikhwanul Muslimin menegaskan dalam pandangan dan manhaj mereka tentang urgensi terpenuhinya kebebasan masing-masing anggota masyarakat. dan tentang tidak perlu adanya pembatasan dari pemerintah terkait dengan kegiatan dan aktivitas kelompok dan partai politik. laki-laki dan wanita tanpa ada perbedaan. ilmu. 38. karena hal itu akan menjadi jaminan terhadap keselamatan masyarakat dan keistiqamahannya di atas jalan yang benar. yang notabenenya merupakan pilar-pilar penopang masyarakat. selama manhaj Islam tetap menjadi aturan yang tertinggi.Oleh karena itu. baik muslim maupun nonmuslim. dan itu merupakan hak utama yang dimiliki oleh setiap individu masyarakat. Masyarakat memelihara juga seyogyanya serta harus dibina untuk untuk menjaga dan dan haknya berjuang mendapatkan menyempurnakan kekurangannya. terlindungi dan jauh dari pengaruh penguasa atau pihak manapun. dan khulafaur Rasyidin terdapat banyak keterangan yang menguatkan keterangan ini. 473 Pandangan Ikhwan tentang multipartai dan wanita. serta teruji secara pemikiran. dan ini merupakan jaminan utama. 39 369 . Di dalam sirah Rasulullah Saw. Pusat Studi Islam. perlindungannya.dijamin untuk setiap penduduk negeri dan untuk setiap kelompok. Pemerintah sebaiknya membiarkan masing-masing partai untuk bergerak dan menyerukan dan menjelaskan proyeknya masing-masing. hal.

Pengawasan umat terhadap para pemimpin merupakan hal utama di dalam manhaj Islam dalam pemerintahan. Pemerintah adalah pelayan dan pekerja. "Perintahkanlah kaum muslimin untuk bermusyawarah di antara mereka. ia merupakan sebuah kemestian bagi seorang kepala pemerintahan sedangkan umat merupakan sumber kekuatan pelaksanaan Negara. sedangkan rakyat adalah tuannya. hingga tidak terjadi kehancuran individu atau kelompok dari masyarakat dengan melakukan sesuatu yang melibatkan khalayak ramai. dan memberikan implikasi buruk terhadap masyarakat muslimi. "Pemerintah dalam menjalankan tugasnya dengan rakyat dengan rakyat dan menghargai bertanggung jawab kepada Allah dan rakyatnya. merekalah yang memberikan amanah kepemimpinan kepada siapa saja yang mereka 474 475 kemaslahatan umum dari Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam). 319 Ibid. Sedangkan pemerintah hendaknya bermusyawarah aspirasinya. Imam Syahid berkata. Ikhwanul Muslimin menggunakan syuro sebagai asas dalam pemerintahan. atau dengan slogan apapun. hal."474 Beliau juga berkata."475 Disebutkan di dalam risalah Ikhwanul Muslimin.sehingga tidak ada penguasa yang menyimpang atau merampas hak ini darinya dengan hujjah apapun. hal. "Diantara hak umat Islam adalah melakukan kontrol terhadap pemerintah denga secermat-cermatnya dan menasehatinya jika dirasa hal ini membawa kebaikan. Diantara kewajiban umat adalah mengawasi kepala pemerintahan dan memberikan catatan padanya. dan mereka melakukan muyawarah dalan setiap urusan mereka yang umum dan yang khusus demi mewujudkan keadilan dan melaksanakan hukum Allah serta kemaslahatan manusia. Maknanya adalah bahwa umat adalah sumber kekuasaan. 318 370 .

"Diantara kewajiban setiap individu muslim adalah meluruskan jika kepala Negara melakukan kesalahan.yakini agama dan amanahnya. ihsan dan insaf. sesuatu yang tidak memiliki pondasi maka ia akan hancur. karena sesungguhnya agama adalah pondasi. atau untuk kemaslahatan manusia pada sesuatu yang diperbolehkan477. karena ia tidak boleh mendelegasikan sesuatu terhadap sesuatu yang tidak dimilikinya dan bukan haknya. mulitipartai dan wanita. dan penguasa adalah pengawalnya.476 Tidak boleh ada kepala Negara yang mengklaim ishmah (terjaga dari kesalahan) dan terlepas dari kemungkinan-kemungkinan keliru. yaitu sesuai dengan kandungan dan tuntunan syariat Islam. menyucikan hukum-hukum Al Quran dan sunah Rasulullah yang mulia. meyakini bahwa manusia tidak memiliki kekuasaan selain apa yang telah diturunkan Allah kepada mereka. "Umat Islam melakukan ibadah hanya kepada Allah semata. maka umat Islam tidak berhak memberikan tugas kepemimpinan suatu urusan kecuali terhadap sesuatu yang telah ditetapkan oleh syariat. Batas ketaatan rakyat kepada pemimpin adalah selama perintahnya bukan maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya. Pusat Studi Islam.478 476 477 Syuro dan multipartai. 33 478 Pandangan Ikhwanul Muslimin tentang Syuro. 34 371 . potensi dan kemampuannya. hal. Penugasan yang diberikan umat Islam dijalankan hukumnya dan dibatasi oleh syariat Allah. hal. Dengan demikian. Jika ia memilih seorang wali untuk menjalankan keperluannya. hal. sesuatu yang tidak memiliki pengawal maka akan hilang. semua ini harus berada dalam koridor dan batasan yang telah ditetapkan syariat. namun justru dalam rangka melaksanakan hukum Allah dan syariat Islam. 31 Ibid. ilmu. maka seluruh urusan harus diluruskan sesuai dengan muatan dan tuntunan hukum-hukum agama. yaitu apa-apa yang telah ditentukan berupa pekerjaan yang harus dilaksanakan dengan penuh keadilan. pengalaman. bahkan meluruskan penyimpangan-penyimpangannya walaupun harus menggunakan pedang sekalipun.

yang memiliki keputusan yang mengikat dan harus dilaksanakan. Hal ini tentunya membutuhkan keberadaan sebuah majelis perwakilan yang memiliki kekuatan legislatif dan pengawasan. menjadikan pemerintah adalah permusyawaratan yang berlandaskan pemerintahan rakyat. hal. harus terwujud keseimbangan antara kekhususan (wilayah kerja) di pelbagai lembaga yang dikelola oleh Negara.479 479 Ibid. Sebagaimana kami melihat bahwa kepala Negara (presiden) tiada lain adalah wakil rakyat. 37 372 . walaupun itu adalah sesuatu yang tersebar di kalangan manusia. Oleh karena itu. bahkan mengganti mereka jika hal itu diperlukan. Sebagaimana undang-undang Islam juga harus memuat prinsip-prinsip dan hukum-hukum yang memelihara dan menjaga kebebasan umum dan khusus setiap individu masyarakat. sehingga masing-masing lembaga itu tidak berbuat lalim satu sama lain. baik muslim maupun non muslim. yang merepresentasikan keinginan dan aspirasi rakyat melalui pemilihan umum yang bebas dan bersih. Undang-undang Islami inilah yang kemudian memberikan legalitas dan alasan atas setiap sistem pemerintahan atau politik apapun. pelurusan dan pembenaran kebengkokan mereka dengan cara yang baik dan sukses.Dengan demikian keseimbangan syariat Islam yang terpancar dari nilai-nilai ajaran Al Quran dan sunnah Rasulullah merupakan konstitusi tertinggi dalam pemerintahan Islam. yang tidak menerima pembangkangan terhadap syariat Islam dan prinsip-prinsipnya. Dalam kerangka undang-undang Islam. maka kepemimpinan Negara harus dibatasi dalam batas waktu tertentu. kami meyakini bahwa umat harus memiliki undang-undang tertulis yang sesuai dengan prinsipprinsip dan tujuan syariat Islam. 36. yang tidak boleh diperbaharui kecuali untuk waktu yang terbatas. yang membatasi dan menentukan tanggung jawab kepala Negara di hadapan rakyat serta metode evaluasi. hal ini untuk menjamin tidak terjadinya kelaliman pemerintah.

Imam Syahid menyebutkan bahwa penghargaan terhadap aspirasi rakyat serta kewajiban mengikutsertakan mereka dalam pemerintahan dengan optimal dan benar merupakan bagian dari rukun sistem untuk pemerintahan Islam. Para ahli fiqih yang mujtahid. Mereka yang mempunyai posisi kepemimpinan di tengah masyarakat. 328 Ibid 373 . Beliau menyebutkan. kita tahu bahwa orang yang memungkinkan untuk menjadi ahlul halli wal 'aqdi itu ada pada tiga golongan di bawah ini: 1. "Sistem parlemen modern telah melapangkan jalan kea rah pembentukan ahlul halli wal 'aqdi dengan sistem pemilu (dengan segala variasinya) yang telah dirumuskan oleh pakar hukum."481 480 481 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam). Yang jelas dari pendapat para ahli fiqih. Islam tidak menolak sistem ini. tokoh masyarakat. Mereka inilah yang boleh dimasukkan dalam kelompok Ahlul Halli wal 'aqdi. dan Islam menyerahkan kepada umat untuk memilih bentuk dan sarana yang bisa merepresentasikan kelompok-kelompok ini. hal. Yang kedua. "Terdapat dua cara melakukan hal ini. selama benar-benar mengarah kepada pemilihan ahlul Halli wal 'aqdi.480 Kemudian juga termasuk bagian dari mereka adalah masyarakat yang memilih mereka untuk berperan sebagai wakil dan mengawasi jalannya pemerintah eksekutif. yang pertama melakukan jaring aspirasi setiap individu masyarakat dalam setiap permasalahan. Sesungguhnya. ini yang dikenal dalam istilah perpolitikan modern sebagai referendum. Imam Syahid berkata. dan pemimpin organisasi. dimana pendapat-pendapat mereka dalam fatwa dan istinbath hukum diperhitungkan umat. 2. Para pakar dalam masalah-masalah yang bersifat integral 3. seperti tetua suku. yaitu melalui ahlul Halli wal 'aqdi.

Syahid tidak juga terpaku menegaskan pada tentang urgensi metode kaku. teks-teks peraturan secara menetapkan hukum dengan hal-hal mendasar dan prinsipil dengan pelbagai perubahan bentuk dan model."483 Ikhwanul Muslimin tidak membatasi pemerintah hanya pada kelompoknya.Sistem Islam dalam hal ini bukanlah slogan dan julukan semata. "Inilah yang dalam istilah politik modern kita kenal sebagai kesadaran politik. 319 Ibid.482 Begitupula dengan peran dan posisi wanita di parlemen. Imam Syahid sangat memperhatikan pembinaan kesadaran politik dan kematangan politik umat. Dan keseimbangan ini tidak mungkin bisa dijaga kecuali dengan nurani yang senantiasa hidup. Imam penerapannya. Ikhwan berupaya mendirikan sebuah pemerintah Islam yang sesuai dengan karakteristik dan 482 483 Ibid. atau istilah-istilah sejenis yang semua itu bermuara pada satu hakikat. Imam Syahid meyakini tentang urgensitas pengaturan pemilu dan peletakan beberapa aturan yang menjamin kesehatan dan kebersihan jalannya pemilu untuk merepresentasikan aspirasi rakyat. hingga kondisinya tidak berubah menjadi realitas yang serba palsu karena banyaknya politikus yang bermain dan membohongi masyarakat. dan kepekaan perasaan terhadap kesucian nilai-nilai ajaran ini. keyakinan akan kelayakan sistem dan rasa kepedulian untuk menjaganya. selama kaidah-kaidah pokok di atas bisa diwujudkan (dimana tidak mungkin suatu hukum akan tegak tanpanya) dan diterapkan secara tepat sehingga dapat menjaga keseimbangan dalam berbagai situasinya (yang masingmasing tidak mendominasi bagian yang lain). Beliau berkata. atau kematangan politik. sehingga ia benar-benar sampai pada derajat kekuatan dan kesadaran yang tinggi. atau pendidikan politik. hal. 374 . dan tidak memonopoli hanya untuk dirinya.

Rakyat bebas memilih siapa saja yang mereka ridhai untuk menjadi pemimpin sesuai dengan manhaj Islam dan syariatnya demi mewujudkan peran umat Islam. Seperti yang terjadi pada tahun 1948 M. Ia mengajak dan melakukan perjanjian dengan pelbagai simpul kekuatan Negara dan aliran yang beraneka ragam untuk mewujudkan dan menerapkan apa yang diinginkan oleh masyarakat. begitupula dalam memberikan bantuan dan dukungan terhadap permasalahan Palestina dan menghadapi penjajahan Yahudi di buminya. ia justru berupaya untuk mengikutsertakan orang lain dari masyarakat. selama hal itu sesuai dan tidak melanggar hukum-hukum Islam dan syariatnya. dimana Ikhwanul Muslimin mengajak untuk mendirikan kesepakatan nasional untuk menghadapi penjajahan Inggris terhadap Mesir. Sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Islam dan koridor-koridornya yang berlaku. Ikhwanul Muslimin menerima pergantian kepemimpinan Negara antara kelompok dan partai politik. Barang siapa yang keluar darinya maka telah keluar dari manhaj Islam dan undang-undang Negara. mulitipartai dan wanita. Diantara manhaj Ikhwanul Muslimin adalah. bukan sesuai dengan hawa nafsu dan ambisi serta keluar dari syariat Allah. serta tidak keluar dari prinsip-prinsip dasar dan tujuannya. hal. selalu menjaga untuk tidak sendiri memikirkan problem umat yang besar dan kemaslahatan Negara. Dan hal ini terjadi pada abad modern ini secara berulang-ulang. 39 375 . Ikhwanul Muslimin melihat nilai positif terhadap meluasnya wilayah kerjasama dan kesepakatan antara aliran dan kelompok-kelompok yang beraneka ragam –terlepas dari perbedaan-perbedaan yang terjadi.sifat-sifat yang ditetapkan oleh syariat. Mereka bersama masyarakat adalah pengawal dan pemberi nasehat kepada para pemimpin. yaitu melalui pemilu secara regular 484. Dan hal ini membuktikan kadar keluasan tingkat toleransi 484 Pandangan Ikhwanul Muslimin tentang Syuro. Pusat Studi Islam.demi mewujudkan kemaslahatan Negara dan umat. bukan untuk kepentingan segmen tertentu.

dan lebih optimal dalam meningkatkan supremasi hukum terhadap wilayah-wilayah kekuasaan yang lain. kekuasan eksekutif. 376 . dan kekuasaan yudikatif (peradilan). Muhammad Imarah menyebutkan tentang perbedaan ini di dalam manhaj permusyawaratan Islam. "Perbedaan antara kekuasaan hasil ijtihad fiqih dalam sistem syuro Islam dengan kekuasaan pengawasan. kekuasaan peradilan. yaitu: Kekuasaan legislative (pembuat undang-undang). yang menjadikan kekuasan di dalam sistem pemerintahan Islam menjadi tiga wilayah. Seorang pemikir muslim. Hal ini yang kemudian dapat membebaskan undang-undang dari rezim pemerintahan dan nafsu manusia. dengan keberagaman bentuk dan wilayahnya. sistem pemerintahan ini mampu mewujudkan sekat yang jelas antara wilayah kekuasan dalam pemerintahan. kekuasaan eksekutif. maka hal itu adalah yang paling dekat untuk mewujudkan batas yang menyekat antara wilayah kekuasaan dalam pemerintahan.485 485 Diantara tulisan Dr. dan di atas itu semua. terdapat sekat yang jelas antara pemerintah legislatif dan pemerintah eksekutif. Hal ini sesuai dengan gambaran para ulama tentang Ahlul halli wal 'aqdi. sebagai ganti dari tiga kawasan. yaitu dengan menjadikan kekuasaan legislatif di atas Negara. Muhammad Imarah yang dipublikasikan oleh Koran Al Akhbar tentang Konsep Syuro dalam Islam. Dengan demikian. Adapun independensi kekuasaan yang khusus menangani ijtihad dan perundang-undangan dengan tetap komitmen terhadap hak legislatif. kekuasan pengawasan. hal ini karena hak legalitas dalam membuat undang-undang. tahun 2004 M. • Gambaran Sistem Politik Islam Fiqih Islam menjadikan pembagian kekuasaan Negara menjadi 4 (empat) kekuasaan. Dr.Ikhwanul Muslimin terhadap orang lain dan upaya mereka untuk menjaga persatuan umat dan keutuhan bangsa. Beliau berkata.

pengkhususan ahlul halli wal 'Aqdi dengan wilayah kekuasaan eksekutif. bagaimana ia memuhasabah. Ia tidak membiarkan kebebasan yang terbentuk adalah kebebasan secara simbiolis dimana kekuasaan eksekutif memonopoli hak legislasi. mengawasi dan menghukumi. namun pada akhirnya keberagaman ijtihad ini pada akhirnya akan bermuara pada nilai-nilai yang tetap. kekuasaan pengawasan dan kekuasaan yudikatif. Abu Bakar Shiddiq –semoga Allah meridhainya. yang menguatkan tentang perbedaan sistem politik Islam dan kadar perhatiannya terhadap partisipasi umat dan pengawasannya terhadap pemerintah. Imam Syahid telah menjelaskan hal itu di dalam risalahnya Sistem Pemerintahan Islam. "Amma 377 .ketika ia dibaiat menjadi pemimpin kaum muslimin. Sistem pemerintahan Islam meletakkan jaminan yang menjamin kebebasan kekuasaan legislatif (ahlul halli wal 'aqdi).yang memisahkan antara kekuasaan yudikatif. serta meletakkan perlindungan dan penjagaan pelaku dan institusinya dari pengaruh dan tekanan apapun dari kekuasaan eksekutif. keterwakilan rakyat di dalamnya. pengawasan dan penelitiaan. Partai atau kelompok apapun yang berhasil menduduki kursi pemerintahan eksekutif sesuai dengan keinginan rakyat. dengan kekuasaan eksekutif. Seperti yang dikatakan oleh Khalifah pertama. rasa tanggungjawab di hadapan. tidak berarti kekuasaan-kekuasaan yang lain kehilangan kebebasan dan kesatuannya dalam menjalankan tugasnya. lalu pekerjaan itu terus berlanjut. Diantara asas sistem pemerintah Islam adalah. pengawasan umat terhadap pemerintah. Sejarah Khulafaur Rasyidin menjelaskan bagaimana kekuasaan legislative dan yudikatif berbeda dengan kekuasaan eksekutif (khalifah) dalam pandangan dan ijtihadnya.Pembahasan ini merupakan masalah ijtihad fiqih yang sangat luas. sebagaimana beliau juga menjelaskan tentang dasar pemisah antara kekuasaan yang mengakar dan terlihat secara jelas pada masa khalifah Amirul Mukminin Umar bin Khattab – semoga Allah meridahinya. dan memuhasabah pemerintah. baik dalam setiap perkara kecil dan besar.

baik kecil maupun besar. dan mengawasinya dalam masalah keuangan Negara. salah seorang penduduk berkata kepadanya. Penduduknya selalu meminta kepadanya dan memberikan evaluasi kepadanya tentang pelbagai hal." Umar mengucapkan syukur kepada Allah. Jika kalian melihat aku berada dalam kebenaran maka bantulah aku. serta menggunakan pelbagai sarana-prasarana yang sesuai –dengan kondisi zaman dan waktu. namun jika kalian melihat aku dalam kebatilan maka tegur dan perbaikilah aku." Begitu pula pada masa Khalifah Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya-. mereka memiliki hak untuk mengawasi dan mengontrol. yang legalitasnya mengacu pada keinginana rakyat yang memiliki hak mengawasi dan mengontrolnya bahkan memecatnya jika ia keluar dari keinginan rakyat dan manhaj Allah.untuk melaksanakan fungsi-fungsi pengawasan tersebut. yang terpelihara dari kesalahan. bukan pula menikmati hak Allah. (karena kepemimpinan di bumi merupakan amanah untuk seluruh manusia). Kekuasaan ijtihad dan legislatif (Ahlul Halli wal 'aqdi) terdiri dari orangorang yang memiliki spesialisasi dan sifat-sifat keahlian khusus di pelbagai 378 . Sesungguhnya aku telah dipilih untuk memimpin kalian sementara aku bukan yang terbaik di antara kalian. jika kami melihat engkau melakukan penyimpangan maka kami akan meluruskanmu dengan pedang-pedang kami. Taatlah kepadaku selama aku mentaati Allh. Seorang pemimpin justru merupakan wakil rakyat dalam tugas dasarnya secara syar'I. "Demi Allah. Seorang pemimpin pemerintah dalam syariat Islam adalah representasi dari umat dalam mendirikan syariah. serta bangkit bersama umat dalam pelbagai aspek serta menegakkan kebenaran dan keadilan di dalamnya.ba'du. Hal ini semakin menguatkan tentang tanggung jawab pemerintah di hadapan rakyatnya. namun jika aku membangkang kepada-Nya maka tidak ada ketaatan kalian kepadaku. bukan berarti ia menjadi wakil Allah dalam kedudukannya sebagai pemimpin Negara. untuk dirinya sendiri dan untuk umat.

serta jaminan untuk aspirasi umat dan menghormati keinginan mereka. ia boleh mengadakan interplasi dan mengkritik dengan sebab-sebab tertentu terhadap apa saja yang diputuskan oleh lembaga legislatif. yang masing-masing memiliki spesialisasi tersendiri dengan sifat-sifat tertentu. menyampaikan gagasan-gagasannya. demi mewujudkan pemilu yang bersih dan kesatuan pemerintah eksekutif. Slogan dan julukan tidak penting. yang paling mendasar adalah terpenuhinya kaidah-kaidah pokok dan rukun-rukun dalam ajaran Islam.bidang. dan mereka tidak memiliki wilayah kekuasaan terhadap lembaga kekuasaan yang lain. Lembaga pengawasan memiliki hak tersendiri. sebagaimana yang ada dalam ideologi Barat-Kristen. Ketika terjadi perbedaan. dan cara pemilihan mereka diserahkan sepenuhnya kepada rakyat dengan sarana yang mereka tentukan sendiri. serta mengelola usulan dan saran apa saja yang masuk dari lembaga eksekutif dan lembaga pengawasan (parlemen) untuk kemudian disiakan menjadi undangundang yang diinginkan. Agama Islam memberikan peluang yang luas untuk berijtihad seputar sarana-prasarana dalam pelaksanaan pemilu yang sesuai dengan tuntutan zaman. Hal ini sebagaimana dibenarkan oleh Fiqih Islam dan penerapannya sepanjangan sejarah khulafaur Rasyidin dalam bentuk pembagian kekuasaan antara lembaga-lembaga kenegaraan. maka perkara akan diputuskan oleh lembaga yudikatif yang independen dan memiliki spesialisasi khusus di bidang tersebut.kekuasaan di sini adalah milik rakyat sepenuhnya. Seperti pemisahan antara lembaga yudikatif 379 . Hal ini berbeda sekali dengan konsep Wilayatul Faqih –konsep ini termasuk yang ditolak oleh Ikhwanul Muslimin. Anggota lembaga pengawasan (parlemen) ditetapkan melalui pemilihan langsung dari rakyat. Kekuasaan ini tidak terdiri dari rijal ad din (para pemuka agama). Namun mereka dipilih oleh rakyat melalui pemilu. baik fiqih maupun spesialisasi khusus di bidang-bidang tertentu dalam kehidupan. karena di dalam Islam tidak ada istilah pemuka agama. lembaga legislatif bertigas menyusun legislasi perundang-undangan yang dibutuhkan di parlemen.

dan penghormatan terhadap aspirasinya. ini adalah konsep kehidupan yang dipelajari oleh seluruh individu masyarakat dalam pelbagai aspek. komitmen terhadap pendapat mayoritas dan menerimanya sebagai pendapat sendiri. Demikian pula halnya pembagian antara lembaga pengawasan (dalam bahasa politik modern dikenal dengan parlemen) dan lembaga eksekutif. dan selalu menyerang kelompok-kelompok minoritas yang berseberangan dengannya. bahkan mungkin berbeda dengan pandangan partai atau kelompoknya. Demokrasi dengan makna politiknya atau apa yang diperankan berupa partisipasi rakyat. sama seperti ibadah sholat dan puasa. ia bukan sesuatu yang asing atau yang diadopsi dari orang lain. sehingga penerapannya berjalan bersih dan terhindar dari faktor-faktor kebencian dan permusuhan serta perseteruan partai. Seseorang yang menerapkannya di lembaga-lembaga politik di kehidupannya. bukan peraturan atau hak semata. dimana seorang hakim menetapkan hukum kepada khalifah. Adanya sifat saling menghargai pendapat satu sama lain. Islam bahkan menambahnya dengan jaminan dan adab-adab yang 380 . adalah sesuai dengan ajaran Islam dan sistem politiknya. kebebasan memilih pemimpin. sesuai dengan apa yang diyakininya. ia adalah kewajiban dan ibadah kepada Allah. Ia merupakan rukun dasar dalam sistem politik Islam. yaitu adanya penentangan sejak kesempatan pertama atau membangkang melaksanakan tugas.dan lembaga eksekutif. Konsep syuro dalam Islam merupakan sesuatu yang diharuskan. Dimulai dari keluarga kecil dan berakhir ke kepemimpinan tertinggi Negara. Hal ini tidak seperti yang terjadi dalam demokrasi Barat. tanpa ada tekanan atau paksaan. menunaikan dan melaksanakan segenap keputusan yang dihasilkan. Dimana seseorang menyampaikan pandangan dan gagasan dengan sangat jujur. terbinanya jalinan ukhuwah dan rasa cinta antara sesama anak-anak bangsa. Namun tetap dalam koridor adab-adab Islami.

Islam tidak melarang penggunaan nama dan istilah-istilah modern. dan hal ini tidak bertentangan dengan sumber utama di dalam hukum dan prinsipprinsip Islam. maka hal itu ditentukan berdasarkan mayoritas penduduk yang muslim. pengawasan. Mereka mendapatkan apa yang kita dapatkan dan mereka memikul kewajiban sebagaimana kewajiban yang kita pikul sesuai dengan kaidah fiqih. terkecuali untuk jabatan kepemimpinan Negara. Umatlah yang memilih pemerintah di masyarakat. baik pemerintah eksekutif. serta demi membantu pemahaman dan penjelasannya kepada masyarakat dengan tetap mengupayakan penggunakan nama dan istilah-istilah dalam Islam dan ajarannya. semuanya memiliki persamaan di hadapan hukum. yang banyak membahas tentang sistem ini. sesuai dengan manhaj Islam dan undang-undangnya. Tidak ada perbedaan antara kita. Umat adalah sumber kekuasaan di dalam manhaj Islam. mereka mendapatkan hak yang sama seperti penduduk lainnya. dengan tidak mengeyampingkan atau menggantinya. agar sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman. yang memiliki kewajiban khusus terhadap agama Islam sebagaimana yang disebutkan para fuqaha. Adapun untuk jabatan di kementerian eksekutif. di dalamnya terdapat seorang pemimpin. mereka mendapatkan hak politik yang sama sebagaimana yang diberikan kepada setiap penduduk. begitu pula dengan kementerian delegasi (untuk misi perjanjian). yang bertugas mengontrol konstitusi dan dan memecat pembuatan kepala pemerintah. maka para fuqaha membolehkan dari kelomok minoritas nonmuslim. dengan tetap membuka pintu ijtihad disertai koridor-koridornya. Perincian hal ini terdapat di buku-buku fiqih. Kami mengambil pendapat yang moderat sesuai dengan dalil dan hujjah.memperluas wilayahnya dan demi mewujudkan keinginan yang dicitacitakan. legislative dan yudikatif. Kelompok minoritas non muslim memiliki hak penduduk negeri secara sempurna di masyarakat. undang-undang yang berijtihad dalam dalam 381 yang diperlukakn . selama hal itu tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam.

walaupun hal itu berbeda dengan pandangan dan apa yang diputuskan oleh jamaah. berlandaskan atas asas cinta. dan ini merupakan jaminan dan pengawasan yang efektif di setiap sistem atau pemerintahan. terhadap pemenuhan keinginan umat. Ikhwanul Muslimin meyakini kebebasan mendirikan lembaga-lembaga. atau ia merupakan ketetapan yang hanya dimonopoli oleh seseorang yang mengklaim ishmah (ma'shum) dari kesalahan. ia justru merupakan hak bagi setiap individu muslim dengan koridor dan kaidah-kaidahnya yang baku di dalam Islam. dalam koridor hukum dan prinsipprinsip ajaran Islam serta koridor ijtihad. saling memahami serta menyampaikan dakwah dengan kebijakan dan hikmah. serta menghormati pilihannya yang merupakan prinsip dasar dalam sistem pemerintahan Islam. termasuk bagi kelompok 382 . mereka tidak memenangkan pendapat yang mengatakan kepemimpinan Negara adalah seumur hidup. mereka menjadikan rakyat sebagai hakim yang memutuskan siapa yang mereka pilih untuk memimpin Negara. partai politik bagi setiap kekuatan dan aliran. Ikhwan telah menetapkan sikapnya ini di dalam nota baru mereka terkait dengan kerangka internal. Setiap muslim bertanggung jawab di hadapan Allah terhadap masyarakat Islam dan agama Islam. Sebagaimana Ikhwanul Muslimin juga sangat meyakini bahwa menghormati aspirasi rakyat dan memenuhi tuntutannya merupakan bagian dari rukun sistem politik Islam. Ia juga mengklaim dirinya sebagai penasehat umat. Hubungan mereka dengan masyarakat dan orang-orang yang berbeda pandangan dengannya. Ikhwanul Muslimin juga meyakini tentang batas maksimal kepemimpinan seorang kepala Negara.kehidupan dan urusan-urusan pemerintah. Hal ini semakin menegaskan tentang pergantian kekuasaan yang diyakini Ikhwanul Muslimin. atau memonopoli kebebasan dan pengakuan di masyarakat hanya pada dirinya. Pembicaraan tentang hukum Islam bukan hak yang bisa dimonopoli oleh seseorang. satu atau dua periode.

Coba lihat bagaimana kaum wanita Madinah berkumpul dan mempelajari beberapa permasalahan mereka. dan ini hanyat terbatas untuk kaum laki-laki. dengan keberadaan lembaga kehakiman yang adil dan independen. La dharara wala dhirar (mudharat tidak bisa ditolak dengan mudharat yang lain). 383 . atau keluar dari yang disepakati oleh masyarakat (dari kaidah-kaidah keutamaan dan akidah umat). untuk menyampaikan keinginan mereka –dan Rasulullah memenuhi permintaan tersebutIni merupakan lembaga kewanitaan pertama dalam Islam. karena dalam kepemimpinan tertinggi tersebut juga terdapat kepemipinan dalam shalat. perincian pekerjaan dan akitvitas mereka banyak diceritakan dalam buku-buku sirah. Kebebasan sosial dan politik ini diatur oleh Islam dengan sistem yang sangat baik. dan jaminan itu diberikan kepada umat sejak masa Rasulullah Saw. juga mendirikan lembaga kebajikan dan dakwah. dan beberapa hal lain yang dijelaskan oleh para fuqaha. serta mengirimkan utusan kepada Rasulullah Saw. Masyarakat Yahudi juga memiliki hak mendirikan lembaga dan muktamar. kecuali untuk jabatan kepemimpinan tertinggi Negara (Imamatun 'Uzhma). Begitupula dengan kebebasan beraspirasi dengan pelbagai sarana (baik dengan menerbitkan Koran dan media-media pers lainnya) di tengah masyarakat Islam. yang merupakan pengambil keputusan ketika sarana-sarana tersebut memberikan dampak negatif terhadap masyarakat. mereka adalah para Qurra (Ashab Bi'ru Ma'unah). Islam memberikan kaum wanita hak politik yang sama dengan kaum laki-laki. yang memiliki dasar pijakan secara syar'I. Diantaranya adalah muktamar yang mereka lakukan di salah satu rumah. dimana salah seorang Yahudi menolak perkataan Abu Bakar ketika ia menjelaskan secara panjang lebar tentang hakikat Allah.minoritas dan kaum wanita tanpa ada halangan. Para sahabat Rasulullah Saw. dan dihadiri oleh Abu Bakar Shiddiq –semoga Allah meridhainya-. jumlah mereka sekitar 70 orang.

dan di tengah sakit menjelang wafat.Para sahabat Rasulullah Saw. parlemen Madinah yang terdiri dari sahabat Rasulullah Saw. juga menggunakan pelbagai saranaprasarana dalam memilih khalifah yang akan memimpin umat setelah Rasulullah Saw. dari kelompok Muhajirin dan Anshor dalam sebuah pertemuan singkat di kediaman Bani Sa'idah. yang pertama Sayyida Utsman bin Affan dan yang kedua. di Madinah. panitia pemilu dan menetapkan Ali bin Abi Thalib –yang termasuk ahlul halli wal 'aqdi. dan suara terbanyak menetapkan Utsman sebagai khalifah berikutnya. dua nama muncul sebagai calon khalifah. Abdurrahman bin Auf juga meminta kepada kedua calon khalifah untuk memaparkan dan 384 . dan akhirnya mereka memilih dua calon khalifah. yaitu Abu Bakar Shiddiq dan Umar bin Khattab –semoga Allah meridhai mereka berdua-. Setelah disampaikan kepada khalayak dan mereka menyetujuinya. hanya beberapa orang saja yang menolak karena sebabsebab tertentu. Abu Balar lalu menetapkan satu orang sebagai penggantinya. Kemudian Abdurrahman bin Auf berdiri untuk menyampaikan dua calon tersebut kepada masyarakat termasuk kepada kaum wanita dan para budak. dan pilihan terakhir dengan suara terbanyak menetapkan Abu Bakar Shiddiq sebagai khalifah yang menggantikan kepemimpinan Rasulullah Saw. namun tetap berada dalam koridor dan dasar-dasar syuro. Abu Bakar Shiddiq –semoga Allah meridhainya. lalu dilakukan proses baiat secara umum di mesjid. yaitu Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya-.untuk menetapkan calon khalifah diantara mereka. Ia berdiri di jalan-jalan dan menghampiri beberapa rumah untuk meminta suara masyarakat. Dalam prosesi penetapan khalifah yang ketiga. Kemudian hal ini disampaikan kepada penduduk Madinah dan meminta memberikan tanggapan dan baiat. Lalu dalam pemilihan khalifah yang kedua. Sayyida Ali bin Abi Thalib –semoga Allah meridhai mereka-. Sebagian besar masyarakat Madinah menyetujuinya. Setelah penetapan pemilihan suara selesai. Setelah melakukan musyawarah dengan ahlul Halli wal 'aqdi. Seperti dalam proses pemilihan Khalifah Abu Bakar Shiddiq.

Terkandang ia mengambil sebagian dari konsep-konsep tersebut dan mengamandemen beberapa diantaranya. betapa pun keadaannya. dan menegaskan tentang sikap mereka yang menghargai aspirasi rakyat. Setiap khalifah yang terpilih selalu menyampaikan program- programnya secara rinci. Sistem pemerintahan Islam menerima dan mencakup semua konsep-konsep tersebut di atas. Lalu bentuk pemerintah yang manakah yang paling ideal? Pemerintah terpimpin? Parlementer? Atau menggabung dua sistem ini? Maka kami katakana. namun sebaliknya. Dia punya hak untuk melakukan apa saja untuk kemudian menyerahkan penilaian prilakunya kepada masyarakat. selama berkesesuaian dengan prinsip-prinsip Islam dan tidak bertentangan dengan manhajnya. "Adapun perihal tanggung jawab pemerintah menurut sistem Islam. Walaupun sejarah penerapan sistem pemerintahan Islam lebih dekat kepada model pemerintah terpimpin (presidentil). jika ia baik. "Bahwa kaidah sistem pemerintahan dalam Islam sangat sempurna. jika 385 . Dasar delegasi tidak akan mengurangi wewenang dan kekuasaannya. Persis sebagaimana yang dilakukan kaum muslimin pada masa daulah Islamiyah dengan sistem administrasi yang mereka adopsi dari Negara Paris dan Romawi setelah melakukan futuhat (ekspansi). namun model-model pemerintah yang lain secara umum tidak bertentangan dengan manhaj Islam. rakyat wajib mendukungnya. Kemudian dilakukan pemilihan terakhir untuk mendapatkan suara masyoritas ahlul halli wal 'aqdi serta masyarakara umum. dan ia bertanggung jawab secara penuh terhadap jalannya pemerintahan. jelas dan sangat istimewa. lalu dilakukan baiat secara missal di mesjid. meskipun kedudukan presiden dalam pandangan Islam memiliki wewenang yang terbatas. Imam Syahid berkata.menjelaskan program-program dan perencanaan mereka dalam pemerintahan. pada dasarnya yang memiliki adalah presiden (kepala pemerintahan). komprehensif.

pemahaman mereka yang washathiyah dan komprehensif. maka rakyat harus meluruskannya. Islam tidak melarang seorang presiden melimpahkan wewenang eksekutifnya kepada yang lain untuk mengemban tanggung jawab ini. Dimana manhaj Islam bersumber pada sumber utama."486 Sesungguhnya orang-orang yang ketakutan terhadap syariat Islam sebenarnya belum mengenal Islam secara baik. Diantara sarana yang digunakan Ikhwanul Muslimin dalam melakukan perjuangan konstitusi dan gerakan politik adalah mendirikan partai politik 486 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam). bahkan hal ini merupakan kebutuhan manusia sepanjang zaman. Para ulama fiqih telah memberi dispensasi atas masalah ini dan membolehkan sepanjang tetap berada dalam kerangka menegakkan kemaslahatan umum. dan hal ini menjadi rujukan dan standar untuk setiap sistem pemerintahan dan penerapannya.ia tidak baik. 323 386 . dan tidak menyelami kehidupan pada masa Rasulullah Saw. dan mereka tidak memikul beban kesalahan yang dilakukan oleh orang lain atau yang disebabkan oleh manhaj orang lain. Koridor dan kerangka yang ditetapkan oleh Islam untuk keselamatan masyarakat berupaka kaidah-kaidah keutamaan dan kaidah-kaidah yang lain. sebagaimana dalam pemerintahan Islam masa lalu dikenal dengan Wizaratut Tafwidh (maksudnya kurang lebih sama dengan sistem cabinet parlementer yang dipimpin oleh seorang perdana menteri sekarang ini). 322. hal. pandangan mereka bahkan hanya terbatas fase-fase terjadinya penyimpangan dalam menerapkan syariat Islam secara benar dan menyeluruh sepanjang sejarah. komitmen mereka yang cermat terhadap syariat Islam. dan Khulafaur Rasyidin. Ikhwanul Muslimin tidak bertanggung jawab terhadap penerapan sistem pemerintahan dari orang lain yang mengangkat slogan-slogan Islam. Karena sesungguhnya Ikhwanul Muslimin memiliki manhaj yang jelas dan berbeda dengan manhaj-manhaj yang lain. sebenarnya tidak berbeda dengan agama-agama yang ada. yaitu Al Quran dan Sunnah Rasul-Nya.

"Revolusi adalah bentuk penggunaan kekuatan yang paling keras. dan Ikhwanul Muslimin tidak tergesa-gesa melangkah dan menyimpang dari jalan yang telah digariskan oleh Imam Syahid. dan untuk menjelaskan aspek-aspek mendasar yang menjadi pijakannya. Ikhwan tidak memikirkan. maka Ikhwan memandang masalah ini secara hati-hati dan memperhitungkannya hingga detail. 136 387 . yang menetapkan bahwa Islam merupakan sumber utama dalam perundang-undangan. mengandalkan. dan hal ini sesuai dengan dustur (peraturan) yang ada dan tidak keluar dari koridor-koridornya. hal. Imam Syahid berkata. • Menolak cara-cara kekerasan. Adapun mengenai revolusi. yang program-programnya berlandaskan dari prinsip-prinsip syariat Islam dan tidak keluar dari undang-undang dan koridor yang dibuat oleh masyarakat. Kami bersandar sampai sejauh ini. tiada lain adalah disebabkan karena penggunaan istilah-istilah politik kontemporer dan konteks-konteksnya yang terkini. walaupun secara praktek dan penerapannya sesuai dengan kaidah-kaidah Islam dan koridornya. namun untuk menegaskan tentang kedalaman dan keaslian sistem politik Islam. Ketidakjelasan yang terjadi dalam beberapa hal. Ikhwanul Muslimin menolak cara-cara kekerasan dalam pelbagai bentuknya dan menolak revolusi serta sarana-sarana kudeta terhadap pemerintah.modern. walaupun hal ini bukan pada tempatnya. serta penangkapan. tindak aniaya karena dakwah yang dibawanya. apalagi meyakini manfaatnya. dengan penuh kesabaran. ini akan memudahkan berdirinya pemerintah Islam dan sistem pemerintahan Islam."487 Beliau menghadapi tekanan dari pemerintah. 487 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Revolusi dan kudeta Ketika pemerintah eksekutif condong kepada jamaah. dan istilah-istilah ini belum pernah digunakan sebelumnya di dalam buku-buku fiqih dan sejarah-sejarah klasik.

Manakala sebuah jamaah mempergunakan kekuatan fisik dan senjata. lalu kekuatan fisik dan senjata. akidahnya lemah. Dalam pepatah Arab "Alternatif terakhir dalam menyetrika". dan tidak pula menjadi hakim yang membagi-bagikan hukum kepada umat manusia. apakah ia memberi batasan dan syarat-syarat serta memberi arahan dalam penggunaannya? Sesungguhnya pengobatan adalah kekuatan dengan bukanlah obat pertama yang dapat apakah menyelesaikan masalah. sistemnya guncang. dan tidak membandingkan ditetapkan.ketegaran dan perjuangan secara konstitusi. "Apakah ajaran Islam memerintahkan umatnya untuk menggunakan kekuatan pada situasi dan kondisi? Atau. Imam Syahid berkata. "Pola pikir dan cara pandang Ikhwanul Muslimin jauh lebih dalam dan lebih luas dari sekedar memandang kerja dan pemikiran secara formal. (maksudnya adalah penggunaan kekuatan itu sendiri merupakan solusi awal atau alternative terakhir?). jihad politik dan upaya-upaya yang berkesinambungan. Mereka memahami bahwa peringkat pertama kekuatan adalah antara produk yang dihasilkan dengan target yang kekuatan akidah dan iman. yang penting diketahui sebelum menggunakan kekuatan adalah mempertimbangkan dampak positif dan dampak negatif dari penggunaan 388 . maka bisa dipastikan bahwa kesudahan akhirnya adalah kehancuran dan kebinasaan. yang tidak menukik pada kedalamannya. Ia tidak pernah menggunakan senjata dan tidak meneteskan darah manusia muslim. dan cahaya imannya padam. kemudian kekuatan kesatuan dan ikatan persaudaraan. sementara ia dalam kondisi sel-selnya berserakan.

serta apa saja situasi. Kemudian terjadi bentrokan dengan pihak kepolisian dan keamanan Mesir. namun terlebih dahulu memindahkan komunitas masyarakat menuju pemahaman Islam yang benar. dan sikap Ikhwanul Muslimin terhadap cara-cara kekerasan. konsekuensi dan resiko yang mungkin timbul. 189 Kami berbaik sangka demikian kepada beliau 389 . Seorang jurnalis. dan beberapa orang demonstran mendapat cidera. dan kudeta dan tidak satupun Ikhwan yang menyimpang dari sikap ini. "Kemudian Syaikh (Imam Syahid) akhirnya mendengar kabar bahwa beberapa demonstran yang ikut dalam aksi tersebut mendapat cidera fisik. padahal ia menginginkan demonstrasi damai. revousi. Yaitu saat menghadapi penjajah Inggris dalam perang pembebasan negeri. seluruh kekuatan dan kemurkaan harus disimpang hingga tiba waktunya yaitu Yaum Dam (hari berdarah). kemudian membangun pilar dasar kendati tidak bisa mencakup seluruh masyarakat. Inilah Syahid Sayyid Quthb489 menggambarkan kelompok yang ia bina ketika dipenjara tahun 1965 M.488 Dalam salah satu sikap Imam Syahid yang direkam oleh sejarah. paling tidak mencakup unsur-unsur dan kelompok yang memiliki potensi dan 488 489 Ibid. Muhammad Tabi'I menulis dalam majalah Akhir Sa'ah (detik-detik terakhir) yang menggambarkan sikap Imam Syahid. hal. karena sesungguhnya menuntut pendirian Negara Islam dan perberlakukan syariat Islam bukan merupakan langkah pertama. bukan karena meyakini bahwa hak rakyat Mesir akan didapatkan dengan demonstrasi damai semata.kekuatan itu. "Kami telah bersepakat atas komitmen untuk tidak menggunakan kekuatan untuk menggulingkan pemerintah dan mendirikan sistem pemerintah Islam dari atas. beliau sangat menyayangkan kejadian tersebut. namun beliau meyakini bahwa belum saatnya berjuang dengan mengorbankan darah. Ini adalah manhaj dalam perubahan. adalah ketika beliau menggelar sebuah demonstrasi yang menuntut pengusiran penjajah dari negeri Mesir dan Palestina.

Berbuatlah. hal.                          Artinya: "Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Oleh karena itu. tidak tergesa-gesa dan tidak mempercepat peristiwa. Konsultan Salim al Bahnasawy. Allah akan beserta kalian dan Allah tidak akan menyia-nyiakan amal kalian. 127 492 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Sungguh. janganlah terlalu spekulatif dengan slogan-slogan keberhasilan. 237.490 Imam Syahid juga menegaskan tentang urgensi kesabaran. 269 390 .S Al Baqarah: 143)491 "Kami tidak putus asa. Darul Wafa 491 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). peluang waktu dan detik-detik untuk melaksanakan. Tidak ada ketepatan langkah kecuali pada yang kalian perbuat. hal. keberuntungan hanya milik orang-orang yang mau beramal."492 Hal itu karena segala sarana yang kami butuhkan memerlukan persiapan yang matang. (Q. akivitas dan kesadara. "Sungguh. hal.pengaruh dalam mengarahkan seluruh masyarakat agar tertarik dan mau beramal dalam mendirikan sistem pemerintah Islam. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. Tidak ada produktivitas kecuali yang sesuai dengan khitah kalian.           490 Syubhat seputar pemikiran Islam kontemporer. dan semangat kami tidak akan lemah. janganlah kalian asal-asalan dalam menyalurkan potensi. segala puji kepada Allah Rabb alam semesta. semuanya diperhitungkan dengan waktu. pengalaman masa silam dan masa kini telah membuktikan bahwa tidak ada kebaikan selain jalan dakwah yang kalian lalui.

banyaknya pendukung. maka pikirkanlah. bersiap-siagalah. maka dengan demikian akan terwujudlah kecondongan pemerintah terhadap gerakan dakwah. kokohkan kesabaran. hal. bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. 270 496 Bagian dari surat Imam Syahid kepada Nahas Basya dalam jumpa pers yang beliau sampaikan kepada beberapa media. yang terlihat di dalam penyampaiannya objektivitas. betapa banyak orangorang berpakaian lusuh jika bersumpah (berdoa) kepada Allah dikabulkan. adab penyampaian dan perhatian terhadap urgensi hal yang ingin beliau sampaikan. 493 494 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim)." (Q. dan pengaruhnya terhadap lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan dan pemerintah di pelbagai level. 391 . menyebarnya basis-basis dakwah. dimana ia mengungkapkan kekagumannya terhadap Kamal At Turk. 363 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI).205 495 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah)."494 "Ia adalah saat-saat menentukan dalam sejarah kalian. hal. putuskan. dukungan dan sokongan mayoritas masyarakat terhadap dakwah.Artinya: "Katakanlah: "Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat. Ini adalah surat yang dipublikasikan oleh Koran Ikhwanul Muslimin. baiknya persiapan dan pembentukan. memberikan shibghah Islamiyah di pelbagai fenomena. kokohkan.496 • Tentang Metode Terwujudnya kecondongan pemerintah terhadap dakwah: Yaitu sejauh mana propaganda.S Al Isra: 51)493 "Target jangka panjang membutuhkan kesabaran untuk menanti peluang. persiapan dan keberterimaan masyarakat. kerjakan. bertawakkal kepadanya. sabarlah. mengingatkan mereka terhadap pentingnya doa-doa di waktu sahur (sebelum fajar). matangnya pembentukan. hal."495 Imam Syahid senantiasa mengingatkan mereka untuk menyandarkan diri kepada Allah.

Imam Syahid tidak membatasi gambaran konkret dan rinci tentang kecondongan tersebut; karena waktunya sangat tergantung pada kondisi dan peristiwa yang terjadi. Namun beliau meletakkan kaidah-kaidah dan batasan umum

sebagaimana di dalam disebutkan dalam risalah Muktamar Ke V. Proses terwujudnya kecondongan tersebut memiliki beberap kemungkinan: Hal mungkin bisa terwujud dengan keberpihakan pemerintah dalam beberapa poros utamanya serta keberadaan basis-basis strategis di bawah tekanan masyarakat. lalu jamaah tampil untuk menguasai beberapa sarana pengarah (yaitu dengan tekanan masyarakat secara damai, pengaruh basisbasis dakwah di lembaga-lembaga pemerintahan, kecondongan dan keberterimaannya terhadap kepemimpinan jamaah). Kemudian bisa jadi dengan kecondongan periodik (sementara), yaitu dengan sampainya para simpatisan dan pendukung jamaah di lembagalembaga strategis, diantaranya parlemen. Yang akhirnya mengantarkan kepada totalitas kecondongan dan keberpihakan pemerintah terhadap dakwah. Dan mungkin bisa terjadi penolakan dari beberapa penguasa untuk condong terhadap dakwah dan memenuhi permintaan masyarakat. Saat itu mereka akan berdiri di dalam lubang yang terpisah untuk melawan dan menekan rakyat. Sikap jamaah terhadap penolakan ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Syahid adalah dengan tetap menggunakan cara-cara elegan dengan perjuangan damai dan cara-cara konstitusi untuk menyingkirkan rintangan ini. Jika kelompok yang sedikit ini menggunakan kekerasan dan

penganiyaan terhadap kekuatan rakyat, maka sebagaimana arahan Imam Syahid bahwa jamaah tidak akan memulai penggunaan kekuatan, ia akan tetap menjaga setiap tetes darah setiap muslim dan selalu berupaya untuk menciptakan kecondongan pemerintah terhadap dakwah dengan cara damai, dan dalam kondisi seperti ini jamaah tidak akan melakukan reaksi terhadap
392

tindakan tersebut, kecuali setelah seluruh sarana-prasarana telah digunakan. Sebagaimana pepatah Arab, 'Obat penyembuh terakhir adalah setrika.' Imam Syahid berkata, "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin akan unjuk kekuatan ketika cara lain tidak lagi mampu berbuat banyak dan ketika mereka benar-benar yakin telah menyempurnakan iman dan kesatuan barisannya. Dengan demikian, tatkala menggunakan kekuatan ini mereka dalam keadaan terhormat dan penuh izzah, dan saat mereka siap menanggung resiko apapun dengan lapang dada sebagai konsekuensinya."497 • Sikap perbaikan: Tentang kekuatan dan individu yang duduk di pemerintahan dan menginginkan perbaikan; jika salah seorang dari mereka memimpin Negara dan menyampaikan keinginannya untuk melakukan perbaikan dan menerapkan syariat Islam, maka Ikhwanul Muslimin akan membantu dan menyokongnya, selama ia komitmen terhadap janjinya. Ikhwan akan memberikan nasehat dan menganggap hal itu sebagai salah satu jalan menuju perbaikan, dengan tetap mengetahui dan meyakini bahwa jalan yang benar untuk membina umat Islam adalah jalan yang panjang, jalan yang fase dan langkah-langkahnya jelas dan tertata dengan rapi, begitupula dengan metode mendirikan dan membangun Negara Islam. Oleh karena itu bantuan yang diberikan Ikhwanul Muslimin merupakan bagian dari perbaikan dan kerjasama dalam kebaikan, tanpa mundurnya jamaah dari dakwah, jalan dan misinya yang agung. Dengan segenap upaya untuk melakukan perbaikan dan memberikan bantuan kepada orang lain, jamaah juga tidak lengah dan tertipu oleh sloganslogan atau sikap-sikap yang menipu, propaganda-propaganda yang membawa kepentingan tertentu atau peristiwa-peristiwa yang direkayasa. Jamaah akan menyelami hakikat segala sesuatu, menimbangnya dengan
497

terhadap

kekuatan

pemerintah

yang

menginginkan

Lihat kembali Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal. 135

393

timbangan syariat dan melihatnya dari berbagai sisi. Sejarah yang dekat penuh dengan contoh dan model yang menunjukkan hal itu. Untuk memberikan dukungan atau pertolongan kepada siapa saja yang berupaya untuk melakukan perubahan secara parsial demi menghilangkan kerusakan serta menjalankan perbaikan sesuai dengan gambaran dan metodenya, memiliki syarat-syarat tertentu. Ibnu Qayyim menyebutkan kaidah syar'I dalam hal ini: Inkarul Munkar (proses menghapus kemungkaran) terbagi dalam empat derajat:

- Pertama: hilangnya kemungkaran sama sekali dan diganti
dengan kebaikan.

- Kedua:
-

berkurang,

jika

belum

bisa

dihilangkan

secara

keseluruhan. Menggantinya dengan kemungkaran serupa Menggantinya dengan kemungkaran yang lebih buruk

Dua derajat pertama: disyariatkan dalam Islam, derajat ketiga: merupakan ijtihad, keempat: diharamkan.498 Standar untuk setiap derajat ini dan hasilnya terkadang hanya bersandar pada perkiraan semata jika belum sepenuhnya yakin, dengan syarat hal itu tidak bertentangan dengan prinsip dakwah dan batasanbatasannya serta dengan kemaslahatan Negara, yaitu dengan menundukkan segala fasilitas yang digunakan dalam melakukan inkar munkar sesuai dengan timbangan syariat dan hukum-hukumnya. Begitupula dengan dukungan dan sikap-sikap jamaah dalam

membantu orang lain juga memiliki beberapa derajat, yang bermula dari sikap diam atau menolak hingga dukungan moril dan pernyataan sikap untuk memberikan dukungan tertentu sesuai syarat-syarat, baik dukungan langsung maupun tidak langsung, atau dukungan umum (solidaritas).

498

I'lam Muwaqqi'in, Ibnu Qayyim, 3/4

394

Ikhwan tidak bertujuan mendirikan pemerintah Islam melalui cara kudeta atau revolusi; hal ini bertentangan dengan manhaj mereka, baik dengan instruksi dari pemerintah bahkan melalui partisipasi sejumlah menteri atau dengan dukungan kuat dari parlemen. Maka tidak ada cara lain selain melakukan upaya untuk sampai ke lembaga-lembaga eksekutif untuk menyebarkan dakwah, memberikan pengaruh, berperan sebagai sarana perbaikan dan mengurung kerusakan, yang dapat membantu memudahkan proyek persiapan pendirian pemerintah Islam dengan perspektif yang komprehensif dan menyeluruh. Upaya mendirikan Negara Islam dan mewujudkan pemerintah Islam membutuhkan persiapan yang panjang, tarbiyah masyarakat, membina dan mentarbiyah pilar-pilar yang menopangnya, serta basis-basis yang menjadi pijakan pemerintah dan bangunannya yang kokoh, luasnya propaganda, serta tersebarnya basis-basis dan pendukung di pelbagai lembaga-lembaga strategis di masyarakat, dukungan dan bantuan dari masyarakat umum dan masyarakat muslim, waktu yang tepat dan cocok, serta persiapan khusus terhadap barisan dakwah hingga ia mampu mendirikan bangunan ini, memimpin dan melindunginya. Tanpa strategi dan langkah-langkah yang disempurnakan secara cermat, maka kita tidak akan sampai kepada tujuan yang dicita-citakan, alternatif atau jalan lain tidak akan mengantarkan pada tujuan, maka hanya akan berupa slogan-slogan dan selebaran tanpa ada bangunan hakiki yang akan membawa misi dakwah untuk mewujudkan target-target yang lain.

Kaidah-kaidah sistem Sosial dalam Islam Tentang manhaj ishlah sosial dalam Islam, Imam Syahid berkata, "Al

Quran adalah kitab yang sarat dengan asas-asas perbaikan sosial yang syamil (utuh dan menyeluruh). Asas-asas perbaikan itu adalah sebagai berikut: 1. Rabbaniyah;

395

2. Ketinggian kualitas jiwa manusia;

3. Penegasan terhadap keyakinan akan adanya jaza'(balasan) atas
setiap amal; 4. Deklarasi ukhuwah antar sesame manusia;

5. Bangkitnya

laki-laki

dan

wanita

secara

bersama-sama,

mengumumkan adanya takaful dan emansipasi serta menetapkan tugas masing-masing secara rinci; 6. Jaminan kepada masyarakat akan adanya hak hidup, pemilikan, lapangan kerja, kesehatan, kebebasan, pengajaran dan keamanan bagi setiap individu, serta menentukan sumber-sumber penghasilan;

7. Penentuan dua macam gharizah (kecenderungan): kecenderungan
untuk memelihara jiwa dan memelihara keturunan serta mengatur berbagai tuntutan yang terkait dengan makanan dan pemenuhan kebutuhan seksual; 8. Tegas dalam memerangi berbagai tindak criminal dan pelanggaran hak-hak asasi manusia;

9. Penegasan akan pentingnya wihdatul ummah dan mengikis habis
semua bentuk perpecahan; 10. Mewajibkan umat untuk berjihad memperjuangkan prinsip-prinsip Al haq yang digariskan oleh sistem ini;

11. Menjadikan

daulah

sebagai

sarana

bagi

perwujudan

dan

pemeliharaan fikrah, bertanggungjawab mewujudkan sasaransasarannya di masyarakat, dan mentrasformasikannya kepada sekalian manusia499;

12. Secara

sosial,
500

mendorong

ruh

izzah,

kemuliaan

dan

cinta

kebebasan.

Islam tidak membiarkan prinsip-prinsip dan ajarannya hanya menjadi teori, namun ia berupya menerjemahkannya dalam bentuk amalan nyata, yang dilakukan dan dipelihara oleh umat manusia.
499 500

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal.94 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam); Tentang masalah kenegaraan, hal. 310

396

Imam Syahid berkata, "Islam telah mewajibkan umat yang yakin dan percaya untuk menjaga amal-amal fardhu yang tidak ada alas an untuk menyia-nyiakannya. Amal-amal fardhu terpenting yang oleh sistem ini dijadikan sebagai pijakan untuk menanamkan prinsip-prinsipnya adalah: 1. Shalat, dzikir, taubat, istighfar dan yang sejenisnya;

2. Shaum, 'iffah, dan hati-hati menjaga diri dari kemewahan;
3. Zakat, shadaqah, dan infak di jalan kebaikan;

4. Haji, siyahah, rihlah, mengungkap dan menganalisa maklukmakhluk ciptaan Allah; 5. Mencari penghasilan, bekerja, dan diharamkan meminta-minta; 6. Jihad, perang, menyiapkan para tentara, dan merawat keluarga serta kepentingan mereka setelah mereka menemui ajal;

7. Amru bil ma'ruf dan memberikan nasehat; 8. Nahyu 'anil munkar dan memboikot pelaku kemungkaran;
9. Berbekal ilmu dan pengetahuan bagi setiap muslim dan muslimah dalam berbagai sisi kehidupan sesuai dengan kondisi; 10. Melakukan muamalah yang baik dan menjaga kesempurnaan prilaku dengan akhlak yang utama; 11. Memperhatikan kesehatan tubuh dan menjaga kebaikan indra;

12. Solidaritas sosial (yang timbal balik) antara pemimpin dan rakyat,
berupa ri'ayah (dari sang pemimpin) dan ketaatan (dari rakyat) pada waktu bersamaan.501 Oleh karena itu, seorang muslim dituntut untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban ini dan bangkit dengannya. Kewajiban-kewajiban ini telah diungkap dalam Al Quran, dijelaskan dengan sederhana dan praktis502, untuk memberikan manfaat dan atsar-atsarnya kepada manusia.

Kaidah Sistem Ekonomi dalam Islam

501 502

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal.95 Ibid

397

Imam syahid berbicara tentang warna dan corak ekonomi yang menyokong di zaman sekarang, baik kapitalis, sosialis, komunis, dan lain-lain. Beliau menjelaskan tentang keaslian dan keistimewaan sistem ekonomi Islam, dengan mengatakan, "Sebaiknya umat Islam segera melepaskan diri dari semua corak ekonomi tersebut, lalu memusatkan kehidupan ekonominya kepada tatanan Islam dan arahan-arahannya yang baik, serta menjadikannya sebagai acuan." Beliau juga berkata, "Sistem ekonomi Islam yang sangat penting teringkas sebagai berikut:

1.
2.

Islam memegang harta yang baik sebagai pilar kehidupan yang harus dipelihara, diatur dan dimanfaatkan. Kewajiban bekerja dan berprofesi bagi setiap orang yang mampu. Islam mewajibkan menguak semua sumber daya alam dan memanfaatkan semesta. semua potensi yang tersedia di alam

3.

4.
5. 6.

Islam mengharamkan semua profesi yang tidak terpuji. Mendekatkan jarak antara tingkatan sosial yang pada akhirnya menutup jurang antara si kaya dan si miskin. Jaminan sosial bagi setiap warga Negara, asuransi bagi kehidupan, dan upaya untuk mensejahterakan mereka. Islam menganjurkan infak pada semua lahan kebaikan, terciptanya kepedulian sesama warga Negara, serta saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa.

7.

8.

Menjunjung tinggi nilai harta dan menghormati hak milik pribadi selama tidak bertentangan dengan kepentingan umum.

9.

Mengatur transaksi permodalan dengan undang-undang yang adil dan santun, serta melakukan pengawasan yang ketat terhadap modal.

398

10.

Penegasan

terhadap

tanggung

jawab

Negara

untuk

melindungi sistem ini.503 Imam Syahid menegaskan tentang urgensi kebebasan negeri, dan kekuasaannya terhadap aset-aset ekonomi, dan beliau menolak dengan keras dominasi penjajah asing terhadap sumber-sumber kekayaan negeri. Imam Syahid berkata, "Mereka telah menancapkan cakar-cakarnya pada sumber-sumber kekayaan negeri, baik secara berserikat maupun sendirisendiri. Industri dan perdagangan, perusahaan-perusahaan umum, serta badan-badan usaha vital lainnya sebetulnya telah berada di tangan orang asing-asing. Mereka adalah orang-orang asing yang mendapatkan kewarganegaraan Mesir sebagai simbol, padahal mereka masih mencintai negerinya dan memboyong banyak keuntungan ke negerinya.504 Imam Syahid mengungkapkan tentang kekayaan dan sumber alam negeri jika penggunaannya bisa dioptimalkan, "Sesungguhnya, negeri ini tidak miskin. Bahkan bisa jadi negeri ini adalah negeri paling kaya dengan kekayaan alam dan hasil bumi yang bermacam-macam, yakni yang dihasilkan oleh pertanian, laut, peternakan, pertambangan, serta sungai nil yang menakjubkan dengan lembahnya yang sangat subur. Semua itu merupakan karunia Allah Swt. kepada Mesir dan penduduknya sejak dahulu." Beliau juga mengingatkan tentang bahaya krisis ekonomi, dengan mengatakan, "Tidak ada sesuatu yang dapat menggerakkan batin, menyibukkan pikiran, dan menyakitkan perasaan, selain keterhimpitan materi. Problem ini dapat mencekik rakyat dan menghalanginya dari mendapatkan kebutuhan hidup yang bersifat primer, apalagi yang skunder. Tidak ada problematika ekonomi yang yang lebih pelik daripada problem roti. Tidak ada bencana yang lebih berat dirasakan daripada bencana kelaparan dan kemiskinan. Tidak ada keperluan hidup yang lebih mendesak daripada kebutuhan akan bahan makanan pokok."505
503

Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam), hal. 340 504 Risalah Pergerakan, Sistem Ekonomi, hal. 338 505 Ibid, hal. 337

399

Imam Syahid menjelaskan tentang urgensi jaminan sosial untuk setiap warga negara, ia mengatakan, "Islam telah menetapkan bahwa setiap warga Negara berhak mendapatkan jaminan sosial, ketenangan, dan penghidupan yang layak; bagaimanapun kondisinya, baik ketika dia mampu melaksanakan kewajibannya sebagai warga Negara, maupun ketika tidak mampu melaksanakan kewajibannya dikarenakan halangan tertentu. Begitupula pembangunan berkewajiban halnya dengan tanggung Imam rakyat jawab Syahid dengan Negara terhadap "Islam

sistem

ekonomi

Islam.

berkata,

menegaskan tanggung jawab Negara untuk melindungi sistem ini. Negara menggunakan kekayaan sebaik-baiknya, memungut dengan cara yang baik dan menggunakannya dengan cara yang baik pula, serta adil dalam menggalinya. Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya- pernah berkata yang maksudnya adalah sebagai berikut, "Sesungguhnya harta ini adalah milik Allah, sedangkan kalian adalah hambahambanya." Imam Syahid menegaskan tentang urgensi independensi mata uang dan pengaturan transaksi harta benda, ia berkata, "Islam mensyariatkan pengaturan atas transaksi harta benda dalam batas kepentingan pribadi dan masyarakat, menghormati semua perjanjian dan kesepakatan, serta pengawasan yang ketat terhadap masalah uang dan penggunaannya. Bahkah, fiqih Islam membahas masalah ini dalam bab tersendiri, yakni mengharamkan tindakan 'main-main' dengan uang, misalnya sharf506 dang yang sejenis." "Fenomena ketertipuan yang jelas, terlihat pada bangsa Mesir yang bersedia menyerahkan tenaga dan kekayaan mereka dengan imbalan beberapa lembar kertas yang tiada berharga kecuali dengan jaminan dari Inggris."

506

Sharf adalah pertukaran antara dua mata uang dengan aturan tertentu. Hal ini bisa didapatkan dalam kitab-kitab Fiqih.

400

"Jika Mesir membulatkan tekad dan mengatur semua anggaran belanjanya, tidak diragukan lagi ia akan mendapatkan kemandirian mata uangnya." "Kita telah melepaskan diri dari mata uang Pound (sterling), kita juga telah memikirkan perihal dominasi bank swasta, dan kita juga telah menuntut pemerintah Inggris untuk segera mengembalikan pinjamannya kepada kita. Semua ini merupakan proyek pengamanan terhadap uang Mesir."507 Imam Syahid juga berkata, "Prinsip-prinsip yang kita ajukan ini mengendaki adanya perhatian secara serius terhadap perlunya nasionalisasi perusahaan-perusahaan tangan-tangan asing dan penggantian modal asing dengan modal bisa nasional, selama hal itu memungkinkan dan membersihkan diri dari dominasi terhadap sarana-sarana umum kita. Tidak dibenarkan sama sekali jika tanah, bangunan, angkutan air, penerangan, transportasi dalam dan luar negeri, sampai garam dan soda, semua dimiliki oleh perusahaan-perusahaan asing yang modal dan keuntungannya mencapai jutaan pound. Sementara penduduk pribumi tidak mendapatkan apa-apa kecuali hanya kesengsaraan semata."508 Begitupula dengan mengutamakan dan mendorong perusahaan-

perusahaan dalam negeri Islam. Imam Syahid berkata, "Dalam bidang ekonomi, kita harus merasa cukup (dan sementara membatasi diri) dengan apa yang ada di negeri kita dan di negeri saudara-saudara kita dari bangsa Arab dan kaum muslimin (tidak perlu minta bantuan ke Negara lain)."509 Diantara kaidah sistem ekonomi Islam adalah memerangi kerusakan dalam pelbagai bentuknya. "Sebagaimana Islam mengingatkan umat dalam memanfaatkan kekuasaan pemerintah dan wewenang, melaknat orang-orang
507 508

Risalah Pergerakan, Sistem Ekonomi, hal. 345 Ibid, hal. 346 509 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam); Tentang masalah kenegaraan, hal. 347.

401

yang menyuap dan yang disuap, mengharamkan hadiah atau upeti kepada kepala kepala pemerintah atau para pemimpin. Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya- mengambil kelebihan harta kekayaan yang dimiliki oleh para pegawainya, dan berkata kepada salah seorang dari mereka, "dari mana kalian mendapatkan ini? Sesungguhnya kalian telah mengumpulkan api dan mewarisi kehinaan, seorang wali tidak boleh mengambil kekayaan umat, kecuali hanya sedikit sesuai dengan kebutuhannya. Imam Hasan Al Banna menjelaskan tentang bangunan sosial yang kuat dalam pertumbuhan ekonomi, begitupula dengan terwujudnya keamanan dan ketenangan untuk setiap warga Negara. Beliau berkata, "Tidak ada yang aneh dalam hal ini, sesungguhnya fenomena kehidupan tidak terbagi-bagi, kekuatan adalah kekuatan yang terdapat di dalamnya secara keseluruhan, dan kelemahan adalah kelemahan yang terdapat di dalamnya secara keseluruhan."510 Imam Syahid juga sangat memperhatikan tentang nasionalisasi perusahaan-perusahaan dalam negeri, sebagaimana ia juga mendorong industri-industri rumah tangga, serta memberikan perhatian terhadap proyek-proyek nasional dan membuat basis produksi yang kuat serta memberikan perhatian terhadap produksi senjata dan mandiri dalam mengelolanya. Imam Syahid berkata, "Mendorongnya berdirinya industriindustri rumah tangga dan mengurangi kebutuhan-kebutuhan skunder." Beliau juga berkata, "Memanfaatkan sumber daya alam secara cepat dan produktif, dan memberikan perhatian terhadap proyek-proyek ekonomi nasional, perubahan menuju era industri -hal ini merupakan bagian dari ruh Islam- mendirikan pabrik-pabrik senjata dan mandiri dalam mengelolanya."511 Imam Syahid menyerukan untuk mengadakan pengelolaan terhadap usaha pertanian dan perpajakan, demi mewujudkan keadilan dan kesejahteraan di tengah masyarakat. Beliau berkata, "kami membatasi
510 511

Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini), hal. 106 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam); hal. 347-349

402

Semua saya rangkum dalam penjelasan yang sangat ringkas. tentu kita akan memperoleh banyak manfaat dan kebaikan. "Oleh karena itu. dan menggatikan mereka dengan yang lebih berhak di masyarakat dan mendorong pemilik modal kecil."513 512 513 Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). 121 403 . Setiap kaidah dari kaidah-kaidah tersebut membutuhkan perincian yang dapat ditulis dalam berjilid-jilid buku. yang semakin luas sesuai keingianan dan tuntutan. Apabila kita mau menjadikannya sebagai pedoman dan berjalan bersama sinarnya. "Penertiban pajak sosial. Islam juga tidak mengabaikan untuk mengambil manfaat dari beragam sistem yang baik yang tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah Islam dan prinsip-prinsipnya.pemilik modal besar. Beliau juga berkata."512 Demikianlah hakikat sistem ekonomi Islam dan beberapa ringkasan dari kaidah-kaidah yang ada padanya. hal. diantara karakteristik agama Islam adalah relevan bersama perjalanan zaman dan umat. yang pertama adalah zakat dan memerangi praktek riba.

kami akan berjuang untuk memperjuangan hal itu dengan sepenuh kekuatan yang kami miliki. maka kami akan menuntut kemerdekaan dan membebaskannya dari imperialis asing yang zhalim. Negara yang membentang dari 404 . "Setiap jengkal tanah yang di atasnya ada seorang muslim yang mengucapkan Tiada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad rasulullah. adalah bagian dari Negara kami (Islam).Bab X Tentang Tujuan Pembebasan Negeri-negeri Muslim Mengembalikan Eksistensi Negara Mendirikan Khilafah Memimpin Dunia Tentang Tujuan Pembebasan Negeri-negeri Muslim Mengembalikan Eksistensi Negara Mendirikan Khilafah Memimpin Dunia • Urgensi Khilafah dan Upaya Mendirikannya Kembali Imam Syahid berkata.

Langkah-langkah yang diambil berupa langkah-langkah sangat beragam. 145 405 . Banyaknya hadits yang menyebutkan tentang kewajiban mengangkat imam. karena besarnya tujuan dan target yang ingin dicapai. walaupun hasilnya secara kasat mata belum begitu terlihat jelas." "Oleh karena itu." "Khalifah adalah tempat rujukan bagi pemberlakuan hukum Islam. 144. dan perincian segala sesuatu yang terkait dengannya adalah bukti nyata bahwa diantara kewajiban kaum muslimin ialah menaruh perhatian serius untuk memikirkan masalah khilafah. sistem dan syariatnya. akidah. Oleh karena itu. variatif. penjelasan tentang hukum-hukum imamah. Hingga dating hidayah Islam sebagai agamanya. sistem dan kondisi yang telah ditetapkan Al Quranul karim. sejak manhaj khilafah itu digulirkan sampai kemudian terbengkalai seperti sekarang ini. persatuan dan kedamaian. dan gradual. dan persiapan panjangan yang sedang 514 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Ikhwanul Muslimin menjadikan fikrah tentang khilafah dan upaya mengembalikan eksistensinya sebagai agenda utama dalam manhajnya.perbatasan Negara Indonesia di sebelah Timur hingga ke perbatasan gedung putih di sebelah barat. (ketika beliau wafat). hal. dan memiliki andil positif di dunia internasional. para sahabat lebih mendahulukan mengurus masalah kekhilafahan daripada mengurus jenazah Rasulullah Saw. "Ikhwan berkeyakinan bahwa khilafah adalah lambing kesatuan Islam dan bentuk formal dari ikatan antar bangsa muslim. harus menikmati udara kemerdekaan. Ia merupakan identitas Islam yang mana kaum muslimin wajib memikirkan dan menaruh perhatian dalam merealisasikannya. sampai mereka menyelesaikan tugas tersebut (memilih khilafah) dan menyelesaikannya dengan mantap."514 Ikhwanul Muslimin juga turut berjuang mengembalikan eksitensi Negara untuk umat Islam dan berupaya mewujudkan kemajuan dan perkembangan di tengah umat. Ada target besar yang ingin dicapai. di bawah naungan ikatan.

diupayakan. namun hal itu tidak berpengaruh terhadap keimanan dan upaya mereka untuk mewujudkan tujuan mulia ini. menyatukan seluruh potensi bangsa Arab. 302 517 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). yaitu dengan bertaut eratnya persatuan diantara mereka dan loyalitas mereka terhadap Daulatul Umm (Negara induk) atau Negara yang memimpin – maksud beliau adalah Negara Mesir sebagai Negara induk umat Islam yang akan memimpin seluruh Negara-negara muslim yang lain. hal. hal. melindungi kaum muslimin di seluruh penjuru bumi dari segala bentuk permusuhan."517 Imam Syahid berkata. 237 406 . • Fase-fase utama untuk mewujudkan tujuan: Imam Syahid telah menetapkan peta perjalanan untuk mewujudkan hal ini. sehingga kepadanya harapan dan cita-cita disandarkan. Betapapun berat rintangan yang menghalang. Ikhwan juga meyakini bahwa semua itu membutuhkan banyak persiapan yang harus diwujudkan. Setelah berdirinya Negara-negara Islam di beberapa negeri kaum muslimin dan diterapkannya sistem pemerintahan Islam dan masyarakat Islam sesuai dengan manhaj dan koridor yang telah beliau jelaskan."516 "Kepada Mesir-lah pusat kepemimpinan adab dan sosial. berjuang untuk kebaikan mereka. bahkan pemimpin Negara-negara Islam. Beliau berkata: "Kami berharap Mesir bisa menjadi Negara muslim yang mendukung setiap upaya dakwah Islamiyah. Langkah 515 516 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). hal. "Kendati demikian. dan kami menganggap Mesir adalah negera Islam. dan menebarkan kalimat Allah serta menyampaikan risalah-Nya. sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama semua hanya milik Allah"515 "Sesungguhnya kami semua meyakini bahwa Islam yang hanif adalah Negara dan agama.232 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam).

Suriah. Al Jazair. ekonomi. 2. 3. hal."519 518 519 Risalah. menyelamatkan. kami menginginkan agar setiap jengkal dari negeri-negeri kami yang muslim bergabung bersama kami" "oleh karena itu. Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Hijaz. hal. Harus ada konsolidasi antara bangsa-bangsa muslim. dan peradaban Islam secara umum. dimana ia merupakan penengah. dan setiap jengkal tanah yang di dalamnya terdapat seorang muslim yang berseru "laailaaha illallah".untuk mengembalikan eksistensi khilafah harus didahului oleh langkahlangkah berikut: 1. dan perantara bagi naungan Allah di muka bumi. 145 Risalah. sehingga mudah dikuasai oleh penjajah" "Kami tidak akan tinggal diam terhadap proyek pemberangusan kemerdekaan bangsa dan membiarkan mereka menjdi budak bagi bangsa lainnya. karena hal itu semualah yang telah menjadikan Negara Islam yang besar ini terpecah menjadi Negara-negara kecil yang lemah. Setelah itu membentuk persekutuan dan koalisi di antara mereka untuk mendirikan lembaga-lembaga keumatan dan mengadakan muktamar antar Negara. semua itu adalah Negara Islam raya. Kami berusaha untut memerdekakan. Mesir. Libya. Tunisia. membebaskan. Irak. pemersatu. dan mempersatukan antara satu dengan lainnya. Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). sosial. "setelah itu. Jika hal itu bisa diwujudkan dengan sempurna. kami tidak mengakui adanya pembagian-pembagian territorial yang bersifat politis dan berbagi kesepakatan internasional yang ada setelahnya. 177 407 . Mauritania. penentram hati. akan dihasilkan sebuah kesepakatan untuk mengangkat 518 imam yang satu. pertahanan keamanan. menyangkut masalah politik. Setelah itu mewujudkan Persekutuan bangsa-bangsa Muslim.

Fase ini dilakukan dengan cara melakukan pendekatan antara Negaranegara Islam. Imam Syahid berkata. serta kewibawaan dan kontribusinya di kancah internasional. budaya dan sosial. dan terwujudnya persatuan antara Negara-negara Islam. dan mendirikannya. "Pengembalian eksistensi Negara Islam dilakukan dengan cara membebaskan seluruh negeri. mewujudkan hubungan dan kerjasama di bidang ekonomi. membangun kejayaannya. kemudian ustaziyatul 'alam (kepemipinan dunia). kerakyatan dan kelembagaan. serta demi membebaskan seluruh negerinegeri muslim dan mendirikan Negara Islam di atasnya. dengan menyempurnakan proses pembebasan Negara-negara Islam yang lain. memanfaatkan faktor-faktor kebangkitan dan sumber-sumber kekuatan. Maka wilayah Islam akan semakin luas. dimana hari itu mereka merasakan kedamaian di bawah panji Islam. dan ditinggikannya kumandang azan. Kemudian yang tersisa adalah upaya untuk mengembalikan umat Islam ke negeri-negerinya yang pernah dirampas. bertambahnya kerjasama." Dengan demikian terbentuklah cikal bakal khilafah Islamiyah yang menyokong kekuatan persatuan antara umat Islam dan mendukung kemajuan dan perkembangannya. sehingga kita bisa mengembalikan posisi secara nasional-internasional.Pengembalian eksistensi Negara untuk umat Islam sangat berperan sebagai bagian dari proses persiapan yang sangat penting sebelum pendeklarasian khilafah. mendekatkan peradabannya. 408 . memperkokoh persatuan secara konkret dalam pelbagai aspek. dan menyatukan katan-katanya sehingga dapat mengembalikan tegaknya kekuasaan khilafah yang telah hilang dan terwujudnya persatuan yang diimpikan bersama. untuk kemudian pada tahap akhir adalah mendeklarasikan berdirinya khilafah Islamiyah yang mulia.

(Q. sebagaimana dahulu."520 Begitu pula halnya dengan Negara-negara muslim yang terjajah dan umat Islam secara keseluruhan –di seluruh fase-fasenya. "Andalusia. bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). kita harus mengembalikan Laut Putih dan Laut Merah sebagai dua kolam yang dimiliki umat Islam. yaitu tentang peran internasional. 308 409 .mereka harus bahu membahu menyebarkan dakwah dan menjelaskan tentang kemuliaan agama Islam dan keindahan manhajnya di seluruh belahan dunia dan dengan menggunakan pelbagai sarana. dan dialah Maha Perkasa lagi Penyayang. hal. pulau-pulau di Laut Romawi. Balkan. hal."521 520 521 Ibid. dia menolong siapa yang dikehendakiNya. dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman. "Islam dianggap mampu mengemban risalah Allah di muka bumi. Karena pertolongan Allah.Imam Syahid berkata tentang pengembalian negeri-negeri muslim.S Rum: 4-5) Imam Syahid berkata tentang tujuan ini. 178 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). semuanya adalah Negara-negara muslim yang terjajah yang harus kita kembalikan ke pangkuan Islam.                               Artinya: "Dalam beberapa tahun lagi[1164]. sebagai proses ustaziyaul alam. oleh karena itu ia mampu memimpin dunia. Italia Barat. Shaqlia.

meninggalkan keadilan dan menghancurkan hak-hak. kerjasama dan saling tolong menolong." (Q. Imam Syahid adalah orang pertama yang menyerukan tentang politik ketidakberpihakan terhadap penjajah. persamaan."Islam menetapkan kepemimpinan umat Islam dan kekuasaannya di bumi di banyak ayat dalam Al Quran. kerjasama. dan inti dari perhimpunan dan kepemimpinan di tangan umat Islam.         Artinya: "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi. dan menebarkan cahaya hidayah. Iskandaria 410 . 312. sehingga kebenaran dipayungi oleh keagungan kekuasaan. Imam Syahid menyebutkan tentang kawasan yang sangat luas yang mencakup seluruh Negara-negara Timur dalam menghadapi Negara-negara imperalis Barat. agar ia terhindar dari sifat ghurur (lupa diri).S Al Anfal: 60) Dan hendaknya ia tidak lupa dengan peringatan Al Quran dalam Surat Al Nasr. bekerja untuk kemuliaan manusia. hal. cetakan Darul dakwah. Dengan demikian maka terbangun sebuah kawasan yang sangat luas yang memiliki pengaruh. 522 Risalah dalam Muktamar mahasiswa Ikhwanul Muslimin. dan beliau menulis surat kepada rajaraja dan pemimpin Arab. yang menyebarkan pilar-pilar kebenaran.522 Dengan himpunan Negara-negara Islam dan persatuannya. koordinasi dan himpunan dari pelbagai Negara-negara di dunia." Kemudian Islam mewajibkan kepada umat untuk menjaga kepemimpinan ini dan memerintahkan untuk mempersiapkan kekuatan. serta menghadapi ambisi Negara-negara imperialis.

serta menghimpun semua Negara yang menerima kerjasama. Kita juga harus mendirikan lembaga-lembaga dan instansi yang bisa menyampaikan nilai-nilai kebenaran dan keadilan. ia hanyalah ikatan emosional. seperti PBB. tujuannya adalah untuk perdamaian dunia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan keadilan. namun banyak manusia yang tidak mengetahuinya. imperialis dan Yahudi yang telah memandulkan peran-peran strategisnya dan menjadikannya sebagai alat untuk memenuhi kepentingan dan nafsu Amerika dan Yahudi. serta melawan semua jenis permusuhan. Pada fase internasional. serta melindungi Negara-negara lemah. Imam Syahid menjelaskan tentang sikaf dakwah terhadap perseteruan antara Barat dan Timur. kezhaliman. "Ada sebagian orang yang menyerukan kesatuan ketimuran. Saya menduga bahwa tidak mungkin benih propaganda ini merasuki orang-orang yang mempercayainya kecualiakibat fanatisme orangorang Barat terhadap bangsa-bangsa Timur. Dewan Keamanan PBB dan organisasi-organisasi dunia yang lain. dimana Islam meletakkan nilai dan prinsip-prinsipnya di muka bumi. dan pada saat itu maka himpunan Negara-negara Islam akan memiliki sarana-prasarana yang memungkinkannya melakukan perubahan Negara yang diinginkan. dan sesungguhnya Allah menguasai seluruh urusannya. dan ambisi Negara-negara raksasa. Ikatan negara-negara Timur bukan sebuah himpunan poros yang memusuhi Barat. agar seluruh umat manusia bisa menikmatinya. serta menjalankan hubungannya atas asas keadilan dan persamaan. agar ia bisa dikeluarkan dari dominasi penjajah. Tentu dalam hal ini mereke 411 . pertumbuhannya dan dalam rangka membangun peradaban manusia internasional. Ikhwanul Muslimin juga bermaksud mengadakan perbaikan dan ishlah terhadap organisasi-organisasi dunia.Himpunan Negara-negara internasional Islam ini bukan bermaksud melakukan perang. kerjasama.

maka hal itu akan menjerumuskan mereka kepada kepedihan dan kesengsaraan. Makna yang tersirat dari istilah tersebut. Jika orang-orang Barat tetap dengan pendirian ini. 231 412 . serta sikap keterlaluan mereka dalam mempromosikan kemajuan dan kemodernan masyarakatnya. 143 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Mereka terus-menerus mempropagandakan pemilahan ini. ia semata-mata 523 524 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Pada saat yang sama. mereka membagi belahan dunia ini menjadi dua: Barat dan Timur. jika Barat (pada saatnya nanti) mau bersikap objektif. Ikhwanul Muslimin tidak melihat adanya kesatuan ketimuran. Barat berusaha mengambil jarak dari bangsabangsa kita. hal. Namun. Timur adalah Timur. Latar belakang inilah yang memaksa bangsa-bangsa Timur menyatukan diri mereka menjadi sebuah kubu. dan mereka menjuluki kita denga sebutan bangsa Timur."524 Imam Syahid kembali menegaskan bahwa sesungguhnya himpunan Negara-negara Arab bukanlah sebuah kubu permusuhan. Tidak mungkin keduanya akan bersatu."523 Imam Syahid berkata. Ikhwan tidak memandang manusia kecuali dengan standar ini. kendati makna yang menyatukan antar perasaan manusia yang ada di dalamnya adalah makna yang bersifat temporer dan incidental. dalam upaya menghadapi bangsa Barat. kelahirannya dipicu oleh kepongahan Barat dengan peradaban materialisnya. hal. serta meninggalkan sikap pertentangan dan kolonialnya. Timur dan Barat sama saja jika keduanya lurus dalam bersikap terhadap Islam. sampaisampai salah seorang penyair mereka dengan arogan berucap. Bagi Ikhwan. "Paham ketimuran juga mempunyai tempat tersendiri dalam dakwah kami. demi kebaikan dan peningkatan kemakmuran bersama. niscaya akan hilang pula fanatisme yang temporer tersebut dan diganti dengan sebuah fikrah kerjasama antar bangsa. kecuali sekedar ekspresi dari perasaan senasib karena sama-sama dijajah bangsa Barat.salah. Barat adalah Barat.

‫ياأيهاالناس. Beliau berkata. bersabda: . "Kami meyakini bahwa sesungguhnya ketika kami bekerja untuk kemaslahatan Arab."527 525 526 527 Ibid Ibid Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). و إنما هي اللسان‬ ‫. bapak itu satu. maka barangsiapa yang berbicara dengan bahasa Arab. hal."525 Imam Syahid mengenalkan bangsa Arab dengan mengatakan. "Diriwayatkan oleh Ibnu Katsir dari Mu'adz bin Jabal –semoga Allah meridhainya-: ‫إن العربية اللسان. "Di antara ungkapan yang paling menakjubkan dalam masalah ini adalah apa yang telah dikemukan oleh Rasulullah Saw. Arab itu adalah lisan (bahasa). sesungguhnya Tuhan itu satu."526 Imam Syahid juga berkata. وليست العربية بأحدكم من أب ول أم. maka sesungguhnya di waktu yang sama kami bekerja untuk kebaikan Islam dan dunia seluruhnya. dimana beliau memaknainya sebagai bahasa dan lisan. sesunguhnya Arab itu adalah bahasa. وإن الدين واحد. Diriwayatkan oleh Al Hafidz Ibnu Asakir dengan sanad dari Malik.untuk kemaslahatan kemanusiaan dan kemaslahatan dunia Islam. tentang makna Arab. والب واحد. dan agama itu satu. dia adalah orang Arab. Bukanlah Arab itu di kalangan kamu berasal dari bapak atau ibu (yang berkebangsaan Arab). bahwa Rasulullah Saw.فمن تكلم بالعربية فهو عربي‬ Artinya: "wahai sekalian manusia. إن الرب واحد. إن العربية اللسان‬ Artinya: "Ingatlah. Sesungguhnya. sesungguhnya Arab adalah bahasa. 142 413 .

Bekerja di wadah-wadah publik yang telah ada dan proyek-proyek yang ada di antara Negara-negara Islam. Bekerja di skala para da'I dan yayasan-yayasan keIslaman. 3.Dari sinilah. Bekerja di skala masyarakat dan lembaga-lembaga masyarakat perkotaan. Hal itu kemudian ditempuh dalam beberapa langkah utama. memberikan arahan pikiran untuk saling membantu dan menguatkan makna persatuan dan kesatuan. 3. kegiatannya. Mendorong dan membantu pelbagai bentuk kerjasama antara bangsa dan Negara-negara Islam. 528 Ibid 414 . Menghidupkan pikiran di dalam jiwa dan menghilangkan syubhatsyubhat dan tuduhan yang mengotorinya. kerjasama keilmuan. terutama di bidang ekonomi. baik di skala swasta maupun pemerintah. Bekerja di skala Negara 2. termasuk menghadapi ambisiambisi Barat yang ingin menggunakan wadah ini untuk melayani kepentingan Barat dan bukan untuk kepentingan dunia Islam. mendirikan himpunan-himpunan kerjasama untuk saling tolong-menolong dan koordinasi. Menjalin ikatan. yang mencakup: 1. 2. mendorong dan menyembuhkan kelemahan dan kerusakan yang ada di dalamnya. dengan mengoptimalkan perannya. Membantu pers. maka wujud kesatuan Arab adalah suatu keharusan demi mengembalikan kejayaan Islam. tegaknya daulah dan kehormatan kekuasaannya. 4. maka bisa ditempuh dalam pelbagai tahapan berikut: 1. baik di skala masyarakat maupun di skala pemerintah."528 • Contoh dan model-modelnya di bidang ini: Untuk merealisasikan proyek-proyek yang tersebut di atas. 5. terutama di lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan.

mengoptimalkan keberlangsungan. mengenal pemimpin dan tokoh-tokoh. Memperhatikan duta-duta bangsa. muktamar-muktamar regular.Langkah-langkah di atas bisa berupa kerja-kerja konkret berikut: 1. 2. 8. 4. 6. memperhatikan problema Negara-negara Islam. Rabitah Alam Islami. himpunan. 9. Mengenal Negara-negara di dunia. baik dengan partai parpol. termasuk bidang pariwisata. mengikuti berita-berita dan perkembangannya. berupaya untuk mengoptimalkan sesuai kemampuan. Mulai dari Liga Arab. 7. parlemen dan para eksekutif. kerjasama dan pers. sosial. Mendorong pemerintah untuk menghilangkan semua kendala. Mendorong produksi dalam negeri. 5. ikut memperhatikan problematikanya. serta berupaya untuk bekerja dalam sebuah struktur yang rapi. dan lain-lain. Koordinasi antara asosiasi. 3. 415 . Organisasi Negara-negara Islam. Mengenal dan mempelajari sejarah penyebaran dakwah Islam di dunia serta kontribusi dan peradaban yang dipersembahkan untuk Negaranegara dunia sepanjang sejarah. serta meningkatkan hubungan kerjasama dan persatuan hingga ke tingkat yang lebih tinggi. Menjalin hubungan dan koordinasi dengan organisasi-organisasi Islam yang bergerak di bidang dakwah dan tidak menyimpang dari prinsipprinsip dan ajaran Islam. universitas. utusan-utusan dari Negara-negara Islam. Mendorong pemerintah untuk mendirikan ikatan-ikatan dan faktafakta dagang dan politik dengan Negara-negara Islam di dunia yang telah membutuhkan himpunan. dan bisa menentukan sikap positif bersamanya. hingga meningkat sampai ke tarap ikatan dan himpunan-himpunan organisasi. Memberikan perhatian besar terhadap peran Al Azhar dan mendukungnya untuk kemaslahatan dunia Islam. dan mengoptimalkan badan-badan kerjasama yang telah ada. kegiatan politik. organisasi dan yayasan-yayasan kebajikan antara negera-negara Islam. termasuk lembaga-lembaga ekonomi.

dan berkelanjutan. "Mungkin juga ada yang mengatakan. mengadopsi warna kehidupannya. yang tentunya membutuhkan kesabaran yang panjang. dan mereka akan melakukan konspirasi terhadap kita dan akan berkoalisi menyerang kita. sehingga setumpuk kesulitan dan rintangan di depan mata kita? Itu tidak lain hanyalah demi menjaga kondisi dan kepentingannya saja. Pernyataan ini merupakan wujud dari sikap inferior (minder) akut. estafeta generasi yang silih berganti. dan mengeruk harta kekayaan kita. bukankah kita sudah melaksanakan sistem Negara-negara tersebut. tenang. dan mengikuti peradabannya? Namun. mana hasilnya? Apakah dengan mengikuti peradabannya kita bisa menghalau makarnya? Apa dengan begitu kita bisa menghalanginya untuk tidak kembali menjajah negeri kita. serta membutuhkan realisasi gerakan dan amal. picik pandanga. merampas kemerdekaan kita. kemudian mereka pun melakukan muktamar atau konferensi internasional untuk merampas hak-hak kita. 416 . namun ia tidak akan sirna sesaatpun dari proyek besar Islam kita. Dan kita tidak akan mampu untuk menghadapinya. • Jawaban terhadap klaim bahwa Barat telah mengepung kita: Imam Syahid membantah klaim yang mengatakan bahwa perhimpunan Negara-negara Islam dan menghidupkan kembali Negara Islam akan menimbulkan ketakutan Negara-negara Barat. Cobalah kita melihat lebih jauh. sehingga mereka akan membuat konspirasi untuk menyerang kita. dan sempit wawasan. Beliau berkata. pekerjaan yang berkesinambungan. "Berterus-terang untuk kembali kepada sistem Islam akan membuat Negara-negara asing dan bangsa Barat ketakutan. Pekerjaan berat ini membutuhkan waktu yang panjang. dan kita tidak akan lupa membantu dan menyusun strategi untuk itu. menabur problem di wilayah kita.Seluruh sarana-sarana ini dan yang lain merupakan bagian dari cara mewujudkan tujuan ini.

yang telah menggunakan manhaj Islam di dalam pemerintahan. menghindar dari Islam akan menjadi sebuah bencana besar dalam konteks keberadaan kita sendiri. kita bisa melihat bagaimana mereka melumat habis sebagian kita dengan sebagian yang lain. mereka semua adalah Nashrani. Lihatlah bagaimana mereka (orang-orang Nashrani) juga bersekutu dengan Zionisme.Satu hal yang lebih penting lagi bahwa mereka melakukan semuanya itu karena mereka adalah Nashrani. yang dengan begitu eksistensi kita akan hancur. Dan ini adalah sesuatu yang sudah dipahami dalam percaturan politik Barat. dengan demikian ia menjadi pondasi inti untuk berdirinya Negara khilafah Islamiyah. karena ini merupakan fase pertama. hal. padahal ia adalah musuh bebuyutan bagi mereka. Yang pertama dalam target terakhir ini adalah munculnya Daulah Namuzajy (Negara model). dan akhirnya membuat kita tidak berdaya. maka kitalah sesungguhnya yang akan bingung. dan telah berhimpun di seputar Negara inti atau Negara induk yang berperan sebagai sarana penghubung. Jika kita jauh dari mengakses ruhiyahnya dan merealisasikan hukum-hukumnya. terpecah-belah. dan telah diterapkan di beberapa Negara muslim. Pada perang yang lalu (maksudnya PD I dan II)."530 • Bagaimana mewujudkan Ustaziyatul 'Alam (kepemimpinan dunia) Imam memaparkan target-target dalam fase terakhir ini dengan isyarat yang sangat umum dan tidak terperinci. dan tidak mungkin dapat diperinci. 529 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam)."529 Beliau menambahkan. Realitas yang ada sangat mudah berubah sesuai dengan zamannya. 306 530 Ibid 417 . Mereka bisa bersatu karena dipersatukan oleh kepentingan materi dan ambisi imperialisme. "Akan tetapi.

serta mengedepankan realisasi amal-amal praktis dan hasil-hasilnya dalam kehidupan manusia. 418 . ia akan melakukan peran dakwahnya secara sempurna. dan lain-lain. Lalu Negara-negara muslim yang lain bergabung di bawah satu naungan –yaitu naungan khilafah. politik. keilmuan. Dengan demikian terwujudlah persatuan Islam antara kawasan dan Negara-negara Islam di seluruh belahan dunia di bawah satu komando kepemimpinan. yang akan menumpas kezhaliman dan membantu kemerdekaan dan mendapatkan hak-haknya kembali. serta saling kerjasama dalam menyebarkan dakwah Islam dan menebar keindahannya di masyarakat. dan menjadi dakwah untuk seluruh umat manusia. Negara khilafah akan tegak dengan perhatian dan dukungan seluruh masyarakat dan minoritas muslim yang tertindas. budaya. peradaban dan memiliki semua potensi kekuatan di pelbagai bidang.Kemudian dilakukan upaya mengembalikan eksistensi Negara Islam. baik ekonomi. yang akan menyingkirkan kendala dan keragu-raguan. sosial. menyampaikan keindahan Islam dan manhajnya. yaitu khilafah Islamiyah. khilafah Islamiyah akan menjadi pusat penting di dunia internasional. Selanjutnya kesatuan umat Islam ini akan mendapatkan jalan mewujudkan kemajuan keilmuan. dan terwujudlah hubungan dengan seluruh kaum muslimin di dunia yang akan mewujudkan kesatuan yang dicita-citakan. keluasan dan kekuatannya. dan itu akan menjadi penyokong dan pelindung. dengan menggunakan pelbagai sarana yang bisa mewujudkan persatuan dan penyatuan di seluruh strata kehidupan. meningkatkan dan memajukannya di pelbagai aspek kehidupan.dan hal itu dilakukan dengan metode dakwah dan tarbiyah masyarakat. Dengan jangkauan. Dan hal itu berada di bawah tuntutan dan tekanan masyarakat muslim yang sadar.

persamaan dan kebebasan. Khilafah Islamiyah memberikan kebebasan kepada seluruh umat manusia untuk memeluk Islam dan mengambil petunjuk dari ajaranajarannya. realisasi dan komitmennya terhadap agama. prinsip-prinsip dan manhajnya yang diturunkan Allah Swt. dan masa khulafaur Rasyidin terhadap warga negaranya. realitas hadarah Islamiyah (peradaban Islam) sepanjang sejarah. Hasil konkret dari penerapan manhaj rabbani ini terhadap umat Islam adalah. sebagaimana hidayah Islam pada masa Rasulullah Saw.Umat Islam akan membangun makna keadilan. baik 419 . maka khilafah Islamiyah akan andil memberikan perlindungan dan menolak penindasan dan kezhaliman ini. Dengan itu. Hal itu secara konkret akan menciptakan penyebaran Islam dan masuknya sejumlah besar orang-orang ke dalam Islam yang berasal dari berbagai Negara. akan menjadi penopang peradaban dunia dan kesempurnaan nilai-nilai kemanusiaan.. menikmati kebebasan. Kita harus memahami secara jelas bahwa nilai-nilai ajaran Islam. Dengan begitu peradaban Barat –yang banyak menciptakan kerusakan dan kesengsaraan. Umat manusia akan berlindung di bawah naungannya.tidak akan mampu bertahan lama di hadapan cahaya Islam dan petunjuknya yang mulia. keadilan dan persamaan hak. Jadi sejauhmana pengamalan. membela orang-orang dizhalimi dan membimbing orang-orang yang zhalim. maka terwujudlah ustaziyatul 'alam (kepemimpinan dunia) dan Islam menjadi soko guru dengan agama dan manhajnya di seperempat dunia. serta memelihara kekebasan tersebut di seluruh belahan dunia. baik yang sudah beriman maupun yang belum beriman. serta merupakan ketinggian nilai yang dicita-citakan manusia. yang tidak ada tandingannya oleh manhaj atau dakwah manapun di atas permukaan dunia. Jika terjadi penindasan dari pemerintah atau Negara manapun terhadap hakhak kebebasan ini atau terhadap kaum muslimin untuk berpegang teguh terhadap agama mereka.

penerapan. dakwah dan harakah. satu tujuan. dan tidak ada yang lain. (Q. 420 . ingatlah bahwa dunia tidak akan mendengarkan kalian dan tidak akan menyambut seruan kalian. karena Islam adalah persatuan dan kemanunggalan.S Fushilat: 42) Dan kalian bersama-sama bahu membahu. "wahai kaum muslimin. Beliau berkata. yakni kitab Allah yang telah diturunkan kepada manusia. namun ia tidak akan mampu merealisasikan kebahagiaan dan kemenangan untuk umat manusia kecuali dengan manhaj Islam. Kemajuan keilmuan yang sesuai di segala zaman. sehati dan sejiwa. Imam Syahid menyebutkan tentang faktor-faktor kesuksesan umat Islam dalam mengajak umat manusia menuju peradaban Islam. merupakan corak yang beragam dari penerapan manhaj. maka akan semakin mendekatkannya kepada model peradaban Islam yang sempurna.pemahaman. kecuali jika kalian menjadi qudwah yang shalih terhadap nilai-nilai yang kalian serukan. Ia adalah hasil yang bisa dihasilkan oleh siapa saja yang mampu menggunakan faktor-faktor dan ketentuannya yang ada. ketenangan dan kesejahteraan manusia. serta mengamalkan manhaj yang mulia ini.                         Artinya: "Yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya. yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.

"Kalian tidak akan beriman sehingga kalian saling mencintai. dan cukuplah bagi kita dengan kenangan sejarah yang mulia tentang peradaban Islam. orangorang yang bersaudara.S Ali Imran: 103) Sabda Rasulullah Saw. perpaduan hati adalah intisari Islam yang sesungguhnya –tidak diragukan lagi-. (Q. di dalam ikatan ukhuwah Islamiyah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu. dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan.                          Artinya: "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah." Imam Syahid turut menegaskan dalam hal ini tentang urgensi persatuan umat dan kesatuan kalimat. serta komitmen untuk menerapkan syariat Islam di dalam diri mereka sendiri sebelum mendakwahkannya kepada orang lain. • Umat Islam dan Perang peradaban 421 . dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka. kesatuan kalimat. lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Maka Allah mempersatukan hatimu.Sesungguhnya persatuan. dan janganlah kamu bercerai berai.. dan umat Islam adalah umat yang satu. lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah. agar kamu mendapat petunjuk.

Peradaban hakikat yang sempurna adalah yang berdiri di atas prinsip-prinsip Islam dan syariatnya. dan ia merupakan peradaban bumi. maka ia akan berkembang dan mencapai kemerlangan hingga saat ini. terhadap peradaban dan nilai-nilai yang dimilikinya secara khusus. maka ia akan hancur dan punah. dan ia akan mengambil apa saja yang bermanfaat berupa pemakmuran bumi dan alam semesta. yang memiliki kelayakan dan kepantasan memimpin dan menguasai secara sempurna di peradaban yang lain harus berlandaskan kepada hal-hal berikut: yaitu dakwah dan menyampaikan risalah Islam kepada seluruh umat manusia. dan diantara haknya adalah masing-masing berhak merasa bangga dengan kebangsaannya.Jika kita berbicara tentang peradaban Islam. dan mengarahkannya dengan pengarahannya yang bermanfaat untuk kemaslahatan manusia.. Islam menimbang aset. 422 . menciptakan pertautan antar bangsa-bangsa di dunia sesuai dengan nilai-nilai keadilan dan prinsip-prinsip kemanusiaan yang mulia. Peradaban Islam memiliki kelapangan hati terhadap seluruh bangsabangsa di dunia. Islam memandang hubungan dan interaksi dengan peradabanmodel yang paripurna. jika Umat manusia menggunakannya. peninggalan dan peradaban masing-masing bangsa dengan timbangan Islam dan nilai-nilainya. yang memberikan hak kepada setiap orang. Setiap peradaban di setiap Negara memiliki timbangan rabbany (ketuhanan) dan sunnah alam yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. titik tolaknya adalah keimanan. tujuannya adalah Allah yang maha tinggi. mencelupkannya dengan shibghah Islam. namun jika ia melanggar dan menyepelekannya. mendorong kerjasama dan saling mengenal antar sesama. tanpa ada tekanan dari orang lain. maka hal itu sangat ditentukan sekali oleh bagaimana penerapan konsepnya secara praktis atau peradaban Islam yang berkesesuaian dengan manhaj Allah dan pengamalannya. adapun yang bertentangan maka ia akan menyampaikan sikapnya. maka demikian pula kematangan dan pencapaiannya hingga ke puncak peradaban. apa saja yang sesuai dengan prinsipprinsip Islam maka ia menerimanya.

Umat Islam memandang konflik peradaban sebagai konflik yang diciptakan oleh pengusung kebatilan. melawan dan menghentikan kezhalimannya. telah menjelaskan kepada kita tentang karakter perseteruan dan tahapan-tahapannya. syaithan dan bala tentaranya dalam memerangi cahaya kebenaran dan manhaj Islam. barangsiapa yang memusuhi dan menindasnya maka ia menolak penindasan tersebut. serta orang-orang yang mengusungnya. 423 yang memberikan kebebasan dan perlindungan kepadanya. Sesungguhnya itu tiada lain adalah upaya kebatilan. barangsiapa yang menerima. serta menolak segala bentuk penindasan dan kezhaliman di . penguasa zhalim dan kediktatoran.jika kita menggunakan faktor-faktor keteguhan dan kemenangan sebagaimana yang Allah tetapkan. Umat Islam menyadari pengalaman sejarah dan mengenal baik terhadap kekuatan yang menghadang dakwah dan karakteristiknya sejak hari pertama. maka ia akan menerimanya. suatu umat yang memikul dan membenarkan prinsip-prinsipnya. Umat Islam meletakkan standar hubungan yang sama dengan dengan bangsa-bangsa yang lain. akhlak dan tidak menyembah selain kepada Allah. dan bukan sesuatu yang mustahil bahwa kebatilan akan hancur dan musnah -sesuai dengan janji Allah dan ketentuannya. menjadikan peradaban manusia bertitik tolak dari keimanan.Umat Islam juga meyakini sunnah pertentangan di alam semesta. Islam mengajak manusia untuk bersepakat mengganti konsep tersebut dengan nilai-nilai kemanusiaan. serta peradaban Islam –yang merupakan model petunjuk yang bersumber dari syariat rabbaniyah.yang berperan di dalam dakwah dan memberikan hidayah kepada manusia serta sampainya umat manusia kepada ketinggian nilai peradaban keimanan. bumi. Al Quran dan hadits Rasulullah Saw. dan memelihara kemuliaan dan izzah yang dimilikinya. Dengan begitu merupakan sebuah kemestian adanya sekelompok da'I yang mengusung kebenaran.

tidak membuat umat Islam menjadi beringas. (Q. (Q. sementara mereka harus memikul beban dan pengorbanan yang tidak sedikit. mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.             Artinya: "Dan Katakanlah: "Yang benar Telah datang dan yang batil Telah lenyap". pada waktu yang sama di hadapan mereka terdapat pengusung kebatilan yang sangat banyak dan memiliki pelbagai 424 .                       Artinya: "Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum. dan bertakwalah kepada Allah. tidak memiliki sarana dan kemampuan yang memadai.S Al Isra: 81) Namun pertempuran sengit ini. berlaku adillah. dan dengan begitu nilai-nilai kebenaran dan keadilan akan tertanam kokoh ketika menghadapi kebatilan di muka bumi. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. lalim dan melakukan penindasan. Perseteruan dimulai pada saat pengusung kebenaran masih sangat sedikit. menetapkan perseteruan antara hak dan batil ini tiada lain adalah untuk menyaring antara yang baik dengan yang buruk. Karena adil itu lebih dekat kepada takwa.S Al Maidah: 8) Allah Swt.

Ia sesuai dengan ketentuan alam dan fitrah manusia dan mempunyai keunggulan hakiki di segala sisi. dan realitas empiriknya di lapangan: 1. dan mereka (pengusung kebatilan) akan mengerahkan seluruh kemampuan yang mereka miliki. meski demikian mereka tidak akan pernah berhasil atau memenangkan pertempuran. Peradaban Islam adalah peradaban yang hakiki dan mencakup materi dan ruhi secara bersamaan. 2.S Al Anfal: 36) Berikut kami sampaikan petikan pemahaman dalam pembahasan ini. Ini adalah anugerah bagi umat Islam. dan mereka akan dikalahkan. dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan. Kemudian menjadi sesalan bagi mereka. sebagaimana dalam firman Allah: 425 . (Q. mereka akan menafkahkan harta itu. Peradaban ini bediri di atas manhaj Rabbani (berprinsip ketuhanan) yaitu Islam.sarana-sarana material. firman Allah:                            Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. yang membuatnya layak memimpin umat manusia dan memimpin alam seluruhnya (ustaziyatul a'alam).

S Ali Imran:110) Syaratnya adalah dengan mengikuti manhaj Allah dan menjalankan risalah Islam. kemudian mewajibkan umat ini untuk menjaga kepemimpinan yang ada dan memerintahkannya untuk mempersiapkan bekal serta menyempurnakan kekuatan sehingga kebenaran akan berjalan seiring dengan kekuatan pemerintah dan bersinar dengan cahaya hidayah. untuk peradaban Islam dan bukan peradaban materialisme Barat. 531 Risalah: Mu'tamar Thalabatul Ikhwan al Muslimin (Mukmatar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin.       Artinya:                          "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Dengan demikian maka kepemimpinan ini adalah hak kita dan bukan hak Barat."532 Imam Syahid mengingatkan dari penyimpangan dalam melaksanakan kepemimpinan ini. "Ini artinya. Ia adalah anugerah dakwah dan manhaj. hal. Imam Syahid berkata.163 532 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). "Janganlah lalai dari peringatan (yang Allah Swt. suku atau fanatisme.                     Artinya: "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi" [Al-Anfal:6]531 Beliau juga berkata. hal. Al-Quran Al-Karim menempatkan kaum muslimin sebagai pemimpin bagi manusia dan memberikan mereka hak kekuasaan dan kepemimpinan atas dunia demi menjalankan kepemimpinan yang mulia ini. (Q. bukan anugerah golongan.35 426 . "Islam telah menetapkan kepemimpinan umat Islam terhadap alam semesta dalam banyak ayat dalam Al-Quran.

perebutan kepemimpinan dan jabatan. menyebabkan bersambungnya episode kelemahan dan kejatuhan dalam tubuh umat Islam. tertipu dengan sarana musuh dan orang-orang munafik serta menyepelekan ilmu-ilmu praktis dan pengetahuan alam"534 4. kemegahan. hal. Ini adalah misi dan kepentingan yang dibawa oleh umat Islam setelah Rasulullah Saw.96-97 535 Ibid. ruh dan kehidupan. dan mengubah petunjuknya di segala sisi kehidupan"535 Beliau juga berkata. Namun ada satu hal yang mereka sepakati dan mereka berbagi untuk melaksanakannya. berpaling dari agama sebagai pilar aqidah. Inilah dendam salibis dan 533 Risalah: Mu'tamar Thalabatul Ikhwan al Muslimin (Mukmatar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin.163 534 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). "Upaya-upaya ini mulai dilakukan di dalam tubuh daulah Islamiyah dan umat Islam. hal 98 427 . Imam Syahid menjelaskan benih permusuhan dan perang terhadap umat Islam ini.sampaikan) dalam surat Al Nasr. seperti tersebarnya perselisihan politik dan fanatisme golongan. yaitu tumbuhnya rasa bangga diri (angkuh). tenggelam dalam kemewahan. Kemudian datanglah -dengan kondisi umat yang seperti itu-upaya musuh-musuh Allah untuk menghancurkan umat Islam. Imam Syahid menjelaskan bahwa sikap jauh dari agama dan substansinya dan tidak mengambil sebab-sebab kekuatan. "Dan mereka (para musuh Islam) pun berpecah belah dalam kepentingan dan berselisih dalam permusuhan. syahwat dan kediktatoran pemerintah. dan apa saja yang membuatnya jauh dari keadilan dan pelanggaran hak. 533 3. perselisihan mazhab dan konflik agama. Umat yang sedang down ini menyangka bahwa kesempatan itu telah tiba untuk mengambil bagian dan menghancurkan daulah Islamiyah yang pernah membuka kawasan tersebut sebelumnya. yaitu menghancurkan Islam dan kaum muslimin. dan dengan peradaban Islam yang ada ia dapat memimpin dunia. hal.

Imam Syahid tahun 1931 (dari buku: Imam Syahid. Allah berfirman:                            Artinya: "Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran). dengan penampilannya yang rusak dan virus yang membunuh. 536 5. Dan di balik semua itu.S. ke seluruh negara-negara Islam yang bermitra dengan mereka. memanfaatkan kecerdikan politik 536 Makalah dengan judul Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya. Selain umat Islam. Cukup sudah kelalaian yang ada dan prasangka baik terhadap hari-hari yang ada. Mereka mengatur taktik perang sosial ini dengan sangat teliti. mereka memendam perasaan dengki yang mendorong adanya permusuhan terhadap kalian. 428 . Mereka tidak akan puas kecuali jika kalian murtad dan tunduk. seandainya mereka sanggup. Al-Baqarah: 217] Dan Dia (Allah) bahkan telah menjelaskan kepada nabi-Nya yang lebih jelas dari itu. Sesungguhnya Allah sudah menjelaskan sifat mereka kepadamu dalam kitabNya. 117. Hal." [Q. "Orang-orang Eropa telah berusah dengan sungguh-sungguh untuk memenuhi bumi dengan paham materialisme ini.politik raj'iyyah (timbal balik) yang mendorong mereka untuk melakukan aksi yang gila dan menakutkan" Jangan kalian menipu diri sendiri. Fuad al Hajarsi. Orang-orang Eropa berhasil dalam fase ini menyebarkan peradaban materialismenya. mereka juga berusaha untuk menghalangi umat lainnya dari unsur-unsur kebaikan dan kekuatan yang berupa ilmu dan pengetahuan perindustrian serta tatanan kehidupan yang bermanfaat. Imam Syahid berkata. wahai kaum muslimin.

Kita terdorong untuk mengubah prinsip dan mewarnainya dengan warna Eropa. Beliau juga berkata. dan dalam perang dahsyat yang lokasinya adalah diri. kekuatan militer yang mereka punyai. kesenangan. "Setelah itu kita mampu berkata. sehingga apa yang mereka inginkan dapat tercapai. Ali Imran. kemewahan. kita membatasi kekuasaan dalam kehidupan dalam hati dan mihrab-mihrab. "Namun peradaban barat ini telah memerangi kita dengan kuat dan ganas. Kekuatan adalah kekuatan di dalam fenomena kehidupan itu semuanya dan kelemahan juga demikian halnya. dan kita memisahkannya dari praktek kehidupan. peradaban barat dengan pondasi materislistiknya telah memenangkan perang sosial ini atas peradaban Islam yang mempunyai pondasi kuat dan mencakup materi dan ruhi di kawasan Islam sendiri. ketetapan dan pendidikan. dan mewarnai tatanan politik. keyakinan dan akal kaum muslimin sendiri. Tidak ada yang aneh dalam hal ini. politik.S. dengan segenap penampilannya yang materialistis mencoba untuk menguasai bagian vital kehidupan kita yang tersisa"538 Beliau juga berkata. jiwa. permainan dan pola kehidupan yang menggiurkan. ekonomi.                Artinya. 14) 537 538 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini).yang mereka miliki. hukum dan kebudayaan dengan warna murni mereka di negara Islam terkuat537. dengan pendidikan. 104 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). "Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)" [Q. Kehidupan barat yang diliputi fatamorgana dan fitnah ini. sebagaimana mereka juga telah menang di bidang politik dan militer. hal. 238 429 . hal. Ekspresi kehidupan adalah sesuatu yang tak terpisahkan. Setelah itu mereka mampu mengubah aturan hukum.

"Demikianlah. wahai saudara-saudara sekalian.S.S. pilar Islam tetap kuat.S. Al-Taubah: 32) 7. walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai" [Q. Al-Hijr: 9)                     Artinya: "Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya.6. Sebab ia adalah Al Haq. dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. "Pilar Islam dan pendidikannya tetap kuat. memancarkan cahaya dakwah kalian di tengah kegelapan ini dan mempersiapkan kalian untuk meninggikan kalimat-Nya. terus memberikan kesuburan dan kehidupan. tetap memikat dengan segala keindahannya.               Artinya: "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran. AlHajj: 40) 430 . Allah menginginkan kita untuk mewarisi peninggalan yang berat ini dengan komitmen. sebab ia juga adalah ketentuan Allah dan selalu berada dalam penjagaannya. Bagaimanapun kuatnya serangan. Kini menjadi kewajiban mengembalikan kembali peran kita dan menegakkan kebangkitan dan peradaban. dan kehidupan manusia tidak tegak berdiri dengan sempurna tanpanya. dan akan tetap seperti itu. Imam Syahid berkata."                Artinya: "Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya." [Q. menegakkan syariat-Nya dan kembali mendirikan daulah Islamiah. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa" [Q.

keberanian menghadapi resiko. dan kerja keras itu adalah lelah dan susah payah. Bagi umat ini ada jalan panjang membentang untuk mewujudkan keinginan ini.Beliau juga berkata.69 431 . Tiadalah persiapan umat ini dalam perjalanan yang menakutkan ini selain jiwa yang beriman. Tidak ada bagian untuk dirinya sedikitpun. Al-Ikhwan Al-Muslimun mengajak untuk menjadikan asas kebangkitan adalah menyatukan pola kehidupan praktis dalam umat ini atas dasar Islam dan tata aturannya"540. keinginan kuat yang kokoh dan benar. antara yang menempuh jalan kebenaran dan yang menyimpang darinya. Kemudian Allah Swt. 239 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? hal. dan merasakan kepahitannya. perang yang sengit antara al haq dan kebatilan. antara yang ikhlas dan bersemangat dengan yang mengaku-ngaku dan pura-pura. hal. menyelamatkan diri dan anak-anak kita. Tanpa itu. antara pihak yang benar dan yang mencoba untuk mengotorinya. mengembalikan kehormatan dan kemuliaan kita. umat ini akan terkalahkan dan akan melahirkan kegagalan"541 9. Umat ini haruslah tahu bahwa jihad itu berarti bekerja keras. "Kondisi ini memaksa kita terpaksa harus menelan kesalahan masa lalu. Namun. Ia semata-mata berbuat untuk keberhasilan dakwah ini dan menyampaiakannya ke hati-hati umat manusia 539 540 541 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. hendaklah kita bisa kembali mengikat yang bercerai berai. kesiapan berkorban. "Kewajiban umat ini hanyalah mempersiapkan diri untuk sebuah pengorbanan yang panjang.69 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini). antara manfaat dan bahaya. dan menghidupkan peradaban dan pendidikan agama kita"539 8. hal. "Untuk itu. menjelaskan bahwa seorang mukmin dalam menempuh tujuan mulia ini telah menjual diri dan hartanya untuk Allah. menambal pecahan.

hal 316. tidak berkhianat. kita bisa melihat sahabat-sahabat mesjid. tidak puas dengan kemerdekaan negeri mereka sendiri. Samakah ini dengan dominasi Barat sekarang. kemajuan. memberi mereka petunjuk dengan cahaya Allah sebagaimana mereka telah beroleh petunjuk. yang mewujud dalam bentuk imperialise dan penindasan.                     Artinya: "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.35 Risalah: Muktamar Pelajar Ikhwan Muslimin. Sehingga pembebasan Islam berarti juga pembebasan demi peradaban. Mereka ikut berjuang memerdekakan umat-umat sebagaimana mereka telah merdeka. ahli-ahli ibadah dan para penghapal AlQuran. tidak bermusuhan. namun mereka berpindah ke belahan bumi yang lain."542 Asas tegaknya kesatuan internasional Imam Syahid berkata. Mereka tidak ekstrim.hal. Cet. Dar."543 542 543 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia)?. bahkan putera-puteri salaful umah -semoga Allah meridhai mereka-. dan memperhambakan manusia yang dilahirkan oleh ibunya dalam keadaan merdeka.S. rahmat dan kelembutan. dan menuntun mereka kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. At-Taubah. "Dari sini. hidayah. [Q. Itu pula sebabnya seorang pejuang muslim adalah juga seorang guru yang memiliki semua sifat yang semestinya ada pada seorang guru. DakwahIskandariah 432 . pengajaran dan bimbingan kepada seluruh umat manusia. 111] Itulah sebabnya setiap muslim menjadikan dunianya sebagai wakaf bagi dakwahnya agar ia bisa mendapatkan akhirat sebagai balasan dari Allah atas pengorbanannya. wahai saudara-saudara sekalian. berjalan ke segenap penjuru negeri menjadi pembuka kawasan dan guru. tidak menzhalimi orang lain. cahaya.

Maka kembalikanlah Perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. kemudian tata aturannya dan setelah itu realisasi amal"544 "Saya benar-benar ingin menegaskan kepada para hadirin sekalian bahwa politik Islam. Sungguh Islam telah mendesain jalan ini untuk dunia. Sebab kemuliaan Islam yang integral adalah kemuliaan kemuliaan paling suci yang dikenal oleh sejarah. Berfirman:                         Artinya: "Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan. Allah Swt. 231 433 . Maka satukanlah akidah terlebih dahulu."Kesatuan intenasional ini tegak di atas manhaj Islam dan pondasinya.S. [Q. menjamin hak-hak non muslim sepenuhnya. dalam dan luar negeri. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat. kepada kepemimpinan umat Islam yang berpegang teguh terhadap ajaranajaran agamanya dan untuk seluruh dunia. baik itu hak internasional maupun hak dalam negeri para minoritas non muslim.hal. Al-Anfal: 58] Dia juga berfirman:                                  Kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah Mengadakan Perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi 544 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru).

Tentang hal ini beliau berkata: "Dan kaum yang tidak demikian (non muslim) kita tidak terikat dengan mereka dengan ikatan ini (Islam). Kita wajib mengajak mereka kepada apa yang kita rasakan saat ini sebab itu adalah kebaikan untuk manusia seluruhnya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa. Siapa yang memusuhi kita maka akan kita 434 . At-Taubah: 04] "Islam menjamin hak-hak minoritas dengan nash Al-Quran. Kita yakin bahwa antara kita dan mereka terdapat ikatan. Maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya[629]. [Q.kamu. Sesungguhnya Allah menyukai orangorang yang berlaku adil. kita menempuh jalan dan sarana yang telah ditentukan oleh agama. (Q. untuk mereka kita akan berdamai dengan mereka selama mereka berdamai dengan kita.S. yaitu ikatan dakwah. yaitu firman Allah:                                     Artinya: "Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu Karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu.S Mumtahanah:8) Imam Syahid juga mengisyaratkan bahwa hubungan antara suku dan bangsa lainnya tegak di atas pilar dakwah dan saling tolong menolong untuk kebaikan kemanusiaan. Untuk kesuksesan dakwah ini. kita senang berbuat baik kepada mereka selama mereka tidak memusuhi kita.

232 435 .”546 “Kita cinta dan saling tolong menolong dengan pihak lain.”549 545 546 547 548 549 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). maka itu adalah cita-cita kita tertinggi.” “Sesungguhnya Ikhwan Muslimin menginginkan kebaikan untuk seluruh alam. tujuan kita yang agung dan episode penutup dalam serial perbaikan.balas permusuhan ini dengan yang lebih baik dari apa yang dilakukan oleh kelompok yang bermusuhan. Beliau berkata.” Peran yang dapat kita lakukan pada fase ini untuk mencapai cita-cita kita tertinggi Imam Syahid berkata. Kita letakkan batu bata dalam bangunan kemanusiaan ini tanpa harus menunggu bangunan ini sempurna.”548 “Dari sini ada beberapa fase. ”Adapun universalitas dan kemanusiaan. Setiap sesuatu itu ada ketentuanya. kemudian setelah itu kita bisa sampai kepada target yang dituju. Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI) Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru) Ibid. hal. Kita berharap semua fase ini akan terwujud dengan konsisten dan kita bisa menyelesaikan seluruhnya.”547 Beliau mengisyaratkan bahwa perkembangan bangsa dan masa akan mengawali pemikiran universal ini: “Semua itu adalah awal pemulaan berkuasanya pemikiran universal untuk kemudian menggantikan pemikiran nasionalisme dan kesukuan.”545 “Kita menginginkan perdamaian untuk seluruh alam. "Cukuplah darinya kita menjadikan tujuan dan meletakannya di depan mata.

Mengambil sarana-sarana awal dalam mewujudkannya. Kejelasan pandangan seputar tujuan dan peran.“Merupakan bagian dari dakwah kalian. Hal-hal yang kita perlukan dalam fase pertama pembinaan untuk mencapai tujuan mulia ini. Keimanan dan keyakinan untuk bisa mewujudkannya. individu. lembaga-lembaga. Tahapan dengan bentuk seperti ini ke tingkatan yang lebih tinggi dari ikatan dan saling tolong menolong adalah awalan untuk mengkristalkan mabda’ ini di kalangan bangsabangsa. Sesungguhnya hal ini membutuhkan waktu yang panjang dan banyak fase kehidupan. 550 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). usaha yang sungguh-sungguh. meningkatkan ikatannya dengan segala jalan dan sarana yang ada untuk seluruh tingkatan. wahai saudara-saudara tercinta. Berusaha untuk mengembalikan bentuk eksistensi universal untuk umat Islam dan beramal untuk meninggikan dan memajukannya. yayasan-yayasan. tercermin dalam: 1. 2. juga merupakan awalan di setiap sisinya dan mendirikan kekhalifahan. bangsa-bangsa dan segenap penjuru dunia. 4. turut berperan dalam kedamaian universal dan membangun hidup yang baru bagi manusia. kemuliaan dasar dan pendidikannya”550 Dengan adanya gambaran yang sempurna seputar seluruh tujuan ini. dengan menunjukkan kepada mereka kebaikan agama kalian. Menguatkan keimanan terhadapnya. maka membangun dan mengerjakan fase-fase dan tujuan semula membentuk planning-planning dasar untuk mencapai dan mewujudkan tujuan akhir ini. dan bahwa ia akan terlaksana seperti apa yang telah diberitakan oleh Nabi Muhammad Saw. dan selalu menghidupkan perasaan terhadapnya di dalam jiwa. Tidak melupakan dan melalaikannya. 3. berupa saling menyempurnakan dan tolong menolong diantara masyarakatmasyarakat Islam. 251 436 . hal.

Oleh karena itu. mengumumkan aktivitas dan nama: Pada dasarnya. sehingga menyebabkan amalan itu hancur dan rusak. mewujudkan tujuan setiap fase. dan tidak terburu-buru dengan berlebihan dan melompat terlalu jauh. Ikhwan mendukung seluruh kerja kolektif dan seluruh bentuk tolong-menolong dan bekerja sama diantara bangsa dan negara di dunia Islam. 2. Keengganan sebagian Ikhwan bergantungnya orang-orang kepada propaganda dan iklan bohong yang tanpa amalan konkret. dengan tetap memperhatikan syarat dan ketentuan syariat. Imam Syahid berkata tentang mendahulukan sisi amaliah dibanding propaganda dan iklan. walaupun bentuknya tidak lengkap dan sedikit memberi hasil. sehingga nantinya kita bisa sampai kepada apa yang kita inginkan dari kesatuan dan adanya ikatan. Bab XI Penjelasan seputar Sikap Dakwah dan Politik Jamaah • Seputar permasalah propaganda. Ketelitian untuk mewujudkan langkah-langkah ini. namun realita dakwah dan kewajiban untuk menjelaskannya kepada khalayak serta untuk menolak tuduhan-tuduhan yang diarahkan kepadanya. karena beberapa hal: 1. pengumuman itu tidak dilakukan.5. Fase ini bertahap. maka persoalan propaganda menjadi sesuatu yang perlu diperhatikan. Takut bercampur dengan riya. 437 .

saranasarana. adalah perkara yang rumit. propaganda-propaganda kalian tetap dalam adab yang sempurna dan akhlak yang mulia. suruhan untuk melakukannya. 127. bahwa semua ini adalah bagian dari karunia Allah:                                551 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Hendaklah kalian merasa. dan konsep ideologi dan sistem kerja. dan bersegera dalam mengumumkannya. “Keseimbangan diantara hal ini dengan apa yang ada dalam penyampaian kebenaran. Apa yang ditakutkan oleh Ikhwanul Muslimin sebagai akibat dari dakwah yang tergesa-gesa.3."551 “Namun. dipaksa oleh dakwah untuk keluar dari sekat-sekat menuju ruang lingkup yang lebih luas. sedikit yang bisa sempurna kecuali bila ada taufik. yang menyebabkan terhambatnya perjalanan atau menyimpang dari tujuan. akan timbulnya konflik permusuhan yang sengit atau koalisi berbahaya. dan tetap berusaha untuk menyatukan hati dan jiwa. hal. 129 438 . Namun hal ini tetap dalam keseimbangan yang teliti dan adanya pemahaman tentang dakwah dan kerja-kerjanya serta apa yang diperlukan untuk eksistensi kelompok sosial ini ketika berhadapan dengan masalah dan membantah hal-hal yang gambarannya masih kabur. ketika dakwah kalian telah tampak pesat. Pengumuman akan hal ini kepada manusia tidak dimaksudkan untuk berbangga dengannya tapi untuk memberi petunjuk kepada manfaat dan kebaikan umat Hendaklah kalian berusaha untuk jujur dan tidak melampaui batas dari yang sebenarnya. cermatilah bahwa kalian pada saat ini. Kewajiban kalian menjelaskan kepada manusia tentang tujuan kalian.

Dakwah ini membutuhkan naungan yang dapat melindunginya dari tekanan dan teror yang berasal dari pelbagai arah dan melalui sarana yang beragam. tanpa ada keinginan untuk menjadi populer. Ia tidak mengambil hak yang bukan miliknya dan tidak pula mengaku-ngaku untuk sesuatu yang palsu dan dusta.Artinya: "Maka adalah kesudahan keduanya. Inilah ketentuan dari jama’ah yang mengiklankan dirinya dan menggunakan haknya dalam undang-undang dan ketentuan hukum. maka adanya pengumuman ini adalah sebagai reaksi konkret atas usaha-usaha mereka ini dan untuk menyatukan hati-hati manusia ke arah Islam dan manhajnya. Sikap Jamaah Terhadap Individu dan organisasi-organisasi Yang Berbuat Untuk Kebaikan dan agama Islam: Kelompok-kelompok dalam lingkup ini terbagi kepada tiga bagian: 1. telah memberikan teladan atas hal tersebut. tentu mereka akan meningalkan jalan dakwah yang berat dan bergabung dengan kelompok-kelompok dunia dan para pemilik kekuasaan agar lekas sampai dari jalan yang tercepat dibanding jalan para dai yang penuh dengan jihad dan pengorbanan. berharap jabatan atau bergantung dengan pujian. [Q. Al-Hujurat: 17)”552 Pengumuman dan pemunculan beberapa tokoh jamaah sebagai fublik figur. bahwa Sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka. 2. Nabi Yusuf As. adalah semata-mata untuk perjuangan di jalan Allah dan di jalan dakwah. hal. mereka kekal di dalamnya.S. Mereka yang berbeda dalam permasalahan prinsipil 552 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Seandainya mereka ingin mendapatkan jabatan dan bersenang-senang. Mereka yang berbeda dalam permasalahan furu’ dan sarana dakwah. 129 439 .128. Demikianlah balasan orang-orang yang zalim. serta trik-trik yang berupaya untuk menjauhkan masyarakat dari jamaah.

Dengan demikian hal ini menjadi hal yang mudah dan lunak. karena sebab-sebab yang beragam. bahkan itu bertentangan dengan ketentuan agama itu sendiri. Bukankah kita adalah muslim dan mereka pun demikian? Bukankah kita senang membuat putusan yang bisa memberi ketenangan hati dan mereka pun demikian? Bukankah kita dituntut untuk mencintai saudara kita sebagaimana kita mencintai diri sendiri? Kalau begitu. Mereka yang berbeda dalam permasalahan furu’ dan sarana dakwah: Imam Syahid berkata: ”Terhadap kelompok ini kita yakin bahwa perbedaan dalam masalah furu’ agama adalah sesuatu yang mesti ada dan tidak mungkin kita menentang dalam permasalahan furu’. hal. maka dimanakah perbedaan? Mengapa pendapat kita menjadi sebuah poin pertimbangan bagi mereka sebagaimana pendapat mereka bagi kita? Mengapa kita tidak saling memahami dalam atmosfir ketulusan dan kecintaan apabila ada hal yang menuntut kita untuk saling paham?554 553 554 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami).3.25 Ibid. Kita melihat bahwa perbedaan selamanya tidak menjadi penghalang untuk terikatnya hati dan saling mencintai serta tolong menolong dalam kebaikan. tidak statis dan ekstrim” Kami meyakini hal ini. hal. Sesungguhnya yang Allah inginkan dari agama ini agar ia kekal dan sesuai dengan zaman. Hendaklah kita dan juga mereka bisa memahami makna Islam yang hakiki dengan lebih baik dan meluas.”553 ”Semua sebab ini menjadikan kita yakin bahwa sepakat dalam satu permasalahan yang menjadi bagian dari furu’ agama adalah hal yang mustahil. pendapat dan mazhab. 26 440 . Mereka yang menyerang. mencela dan memerangi dakwah 1. untuk itu kami selalu berupaya memahami dan memaafkan mereka yang berbeda dengan kami dalam permasalah furu’ agama.

mereka adalah orang yang paling lapang dada terhadap orang-orang yang berbeda dengan mereka.“Ikhwan Muslimin mengetahui akan sudut pandang ini. Sementara waktu tidak cukup untuk memperhatikan orang lain dan sibuk dengan urusannya. Mereka mencari kebenaran itu dan mengambilnya serta mencoba dengan lembut dan tenang memberi penjelasan kepada mereka yang berbeda ini sesuai dengan pandangan mereka. dan politik . hingga nanti Allah memutuskan yang benar antara kita dan kaum kita. 27 Ibid 557 Mudzakkiratud Dakwah wad Da’iyah (makalah imam syahid pada tahun kelima dalam majalah “Al-Ikhwan Al-Muslimun” 441 . hal.”555 Beliau juga berkata: “Itulah manhaj Ikhwan Muslimin saat berhadapan dengan kelompok yang berbeda dengannya dalam masalah-masalah agama. Bila mereka puas. Kita perlu banyak persiapan dan amunisi.”557 555 556 Ibid. ada kebenaran dan kebatilan dalam setiap dakwah. maka mereka adalah saudara seagama. Mereka melihat bahwa ada ilmu dalam setiap kelompok. maka itulah yang diharapkan. Sesungguhnya sebaikbaik jalan yang kita tempuh tidak menjadikan kita lebih banyak menoleh kepada orang lain dibanding memperhatikan diri sendiri. sosial. Namun bila tidak. Untuk hal ini. Setiap kelompok berada dalam medan masing-masing dan Allah bersama orangorang yang beriman. keagamaan. ”Sikap kita dalam berdakwah di negeri ini.sesuai dengan tabiat dakwah kita – satu sikap yang saya yakini: kita berharap semuanya mendapatkan kebaikan dan berdoa agar memperoleh taufik dari Allah Swt. ekonomi. Umat kita ini dan lahan-lahan kosong yang ada di dalamnya membutuhkan jundi-jundi dan jihad. Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita dan mereka. Mereka berusaha mencapai kebenaran dan membawa manusia ke arah itu dengan cara yang paling lembut dan penuh cinta.”556 Beliau berkata lagi.” “Ikhwan membolehkan untuk berbeda dan tidak menyukai sikap fanatik terhadap satu pendapat.

mereka selalu mendapat tekanan dari orang lain sejak kemunculannya. Sesungguhya 558 Ibid. Jangan menghadapi dosa ini dengan dosa yang serupa dan jangan pula sibuk dengan membantahnya sehingga melalaikan kamu dari jalan yang kamu tempuh. Tentang hal ini. “Dakwah ikhwan adalah dakwah yang putih bersih tidak tercampur dengan warna apapun dan selalu bersama kebenaran dimana saja berada. dan saling menghormati. Imam Syahid berkata: “Ikhwan Muslimin melihat kelompok-kelompok ini – dengan lahan garapan yang berbeda-beda – bekerja untuk menolong Islam. hal. Ia mengajak mereka untuk bekerja sama dan berkoordinasi diantara mereka . dan kedengkian atas kesuksesan yang telah mereka capai. Imam Syahid mengajak kepada persatuan dan menghindari perpecahan. Apabila pembicaraan itu baik. rintangan.”558 Imam syahid sangat menginginkan adanya kelompok yang bekerja untuk menolong Islam dan memperbaiki masyarakat dari berbagai kekuatan dan kelompok yang bermacam-macam.Beliau berkata: ”Kelak kalian akan mendengar suatu kelompok akan membicarakan kalian. dan tunggulah hingga waktu menyingkap kebenaran. kerja sama. 264 442 . Walaupun dalam realita sejarah. maka hendaklah dirimu bersyukurlah dan jangan sampai kamu tertipu dari hakikat dirimu yang sebenarnya. maka bersikaplah lebih toleran. Namun manhaj mereka –yang selalu mereka usahakan– adalah manhaj musyarakah (partispasi). Mereka tidak berpikir untuk melakukan pendekatan dan berusaha untuk menyatukannya seputar pemikiran umum.” Bukanlah bagian dari mahaj ikhwan menguasai publik dan memonopolinya. Mencintai kesepakatan dan membenci keraguan. dan berharap mereka mendapatkan taufiq dan kesuksesan. Mereka berharap semuanya beroleh kesuksesan. Namun bila yang ada selain itu. permusuhan.

cobaan terbesar kaum muslimin adalah perpecahan dan perbedaan, dan asas kemenangan mereka adalah cinta dan persatuan”559 “Sesungguhnya ia adalah dakwah yang bebas dan bersih. Begitu bersihnya sehingga melewati batas ambisi personal dan tidak peduli dengan dengan manfaat materialisme, dan meninggalkan hawa nafsu dan kepentingan di belakangnya.”560 Beliau berkata dalam muktamar ke enam, “Adapun sikap kita terhadap kelompok-kelompok Islam yang berbeda-beda adalah sikap cinta dan persaudaraan, kerja sama dan tolong menolong. Kami mencintai mereka dan bekerja sama, dan kami berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendekatkan pemahaman dan melakukan kesepakatan diantara pemikiran yang berbeda, yang dengannya kebenaran dapat menang di bawah payung kerja sama dan cinta. Adanya pendapat fiqih dan perbedaan mazhab tidak menjadikan kita jauh. Agama Allah itu mudah dan tidak seorang pun yang berhak memberat-beratkannya kecuali ia akan kalah. Kita yakin akan datang suatu hari dimana nama, gelar, kelompok formalitas dan sekat-sekat cara pandang itu akan hilang dan akan digantikan dengan kesatuan kerja yang dapat mengumpulkan laskar umat Muhammad Saw. Pada saat itu tidak ada lagi selain muslim-muslim yang bersaudara, mereka bekerja untuk agama dan di jalan Allah mereka berjuang.”561 “Sesungguhnya waktu itu, dimana saat itu tampak seluruh kelompok Islam adalah satu kesatuan, saya yakin tidak lama lagi. Waktulah yang menjamin semua itu. Insya Allah.”562

559 560

Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.145 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna), hal. 25
561 562

Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI), hal 216 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal 146

443

“Biarkanlah zaman melaksanakan tugasnya dan dialah sebaik-baik penanggung jawab kebersihan dan keistimewaan.”563 Dengan ini, Imam Syahid telah meletakkan manhaj interaksi dengan kelompok dan individu yang bekerja untuk Islam, atau bahkan untuk kebaikan negeri dalam satu sisi dan berbeda dengan jamaah dalam persoalan furu’. Namun ia tidak keluar dari pijakan dasar syariat dan pilar asasinya. Imam Syahid telah memberi isyarat kepada: 1. Cinta, persaudaraan, dan kerja sama terhadap sesuatu yang membawa kebaikan untuk dakwah dan masyarakat 2. Kita mencoba dengan sungguh-sungguh untuk mendekatkan dan menyamakan persepsi diantara beragam cara pandang demi kebenaran, dalam payung kerja sama dan cinta 3. Pendapat fiqih –dalam masalah-masalah furu– dan perbedaan mazhab jangan sampai menjauhkan jarak diantara kita. 4. Kita berusaha menyampaikan kebenaran dengan gaya bahasa yang santun ketika kita diskusi dengan mereka dan menjawab pertanyaanpertanyaan.

5. Ikhwan berupaya melakukan koordinasi dengan pelbagai usaha di
bidang dakwah dan amal kebaikan sehingga tidak ada benturan satu sama lain. Imam Syahid telah meletakan kaidah kerja sama dan koordinasi terhadap apa yang disepakati dalam urusan kaum muslimin, dan bertoleransi terhadap apa-apa yang berbeda dari permasalah furu’ dan persoalan ijtihad.

6. Ikhwan lebih meningkatan hubungan kepada perencanaan yang lebih
besar dari koordinasi, yaitu kepada kerja sama, saling melengkapi dan pemberdayaan. Pemberdayaan ini akan ada dilakukan melalui hubungan kerjasama antara keduanya, saling memahami dan terikat oleh rasa kasih, dan hal ini juga dilakukan melalui pengarahan dan penjelasan kepada setiap elemen masyarakat, selama kelompokkelompok tersebut atau individu-individu tersebut berada dalam
563

Ibid, hal 148

444

koridor amal Islam dengan segenap sarananya, serta komitmen dengan ketentuan-ketentuan syariat dan tidak melalui jalan yang berbahaya bagi dakwah. Adanya hubungan dan koordinasi dengan mereka saat terjadi ketimpangan akan menyebabkan kekacauan dan kegelisahan dalam individu-individu masyarakat dan memberi kesempata kepada para musuh untuk mendeskreditkan dakwah. Kewajiban kita kepada mereka adalah memberi nasihat dan bimbingan agar mereka mendapat petunjuk.

7. Dalam berinteraksi, jama’ah ini juga hendaknya bisa bertoleransi dan
bersikap bijak dengan pribadi-pribadi yang ingin menonjol dan mencari pamor. Pada beberapa waktu, kondisi dan kejadian, jamaah ini bisa meninggalkannya ketika tampak perbedaan antara yang baik dan buruk. Perbedaan ini dapat menyingkap hal-hal seperti ini, yang mungkin bersinar di satu waktu kemudian meredup dan akhirnya hilang sama sekali.

8. Hendaklah jamaah ini bersabar dan membiarkan waktu berjalan
hingga datangnya suatu hari dimana saat itu tampaklah kebenaran manhaj dan jalan (kebenaran). Akan datang suatu hari dimana kelompok-kelompok formalitas dan rintangan-rintangan pemikiran akan punah dan digantikan dengan kesatuan kerja di bawah bendera “Ikhwan Muslimin”.

9. Pada saat itu, dengan kesadaran penuh, akan ada tahapan-tahapan
usaha yang dilakukan oleh musuh Islam untuk mengadu domba antar jamaah keIslaman yang ada. Dengan adanya kerja sama dan koordinasi ini, akan tampak jelas manjah dakwah dan kemerdekaannya yang sempurna. Imam Syahid berkata, “Wajib diketahui bahwa Ikhwan Muslimin berpegang teguh dengan dakwahnya dan tegak di atasnya. Mereka tidak beramal untuk dakwah orang lain dan bukan pada manhaj yang bukan manhaj mereka.” “Mereka tidak terwarnai dengan warna selain Islam."

445

“Kami berlindung kepada Allah dari suatu hari kita tidak berdakwah dengan manhaj Al-Quran dan nilai-nilai Islam.”564 “Kejadian masa lalu dan masa sekarang sudah menetapkan bahwa tidak ada kebaikan kecuali di jalan kalian ini, tidak ada hasil kecuali dengan perencanaan dan tidak ada ketepatan kecuali pada apa yang kalian amalkan.”565 Lebih lanjut, beliau menjelaskan, “Kelak kalian akan mendengar ada suatu kaum yang ingin berhubungan dengan kalian dan kalian ingin berhubungan dengan mereka dari para aktivis, baik yang bersunggguh-sungguh dengan keinginannya maupun yang tidak. Maka saya ingin menyatakan kepada kalian yang berada disini dengan jelas bahwa: dakwah yang kalian jalani ini adalah dakwah paling unggul yang pernah dikenal oleh umat manusia. Sesungguhnya kalian adalah ahli waris Rasulullah Saw. dan dan yang akan mengemban risalah Al Quran, yang akan mengawal syariatnya. Bahwa sesungguhnya kalian adalah penolong-penolong yang akan tegak menghidupkan Islam pada saat dimana hawa nafsu dan syubhat merajalela, dan beban muatan semakin berat. Apabila kalian demikian, maka dakwah kalian paling pantas didatangi oleh manusia. Sebab ia adalah kumpulan kebaikan, sementara yang lain tidak luput dari kekurangan. Maka berkonsentrasilah pada manhaj kalian dan jangan tawar menawar dalam manhaj, dan tawarkanlah manhaj ini kepada manusia dengan kemuliaan dan kekuatan. Siapa yang menyambut seruan kalian maka selamat datang dalam benderangnya cahaya pagi, semburat fajar dan terangnya siang. Saudara kalian yang akan bersama kalian percaya dengan keyakinan kalian dan siap melaksanakan pengarahan yang kalian berikan. Siapa yang enggan maka kelak Allah akan datangkan suatu kaum Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya.

564 565

Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI), hal.213 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.127

446

Saudara-saudara sekalian. Jangan tergesa-gesa. Waktu di depanmu masih luas membentang. Kalian akan menjadi orang-orang yang akan diminta dan bukan yang meminta. Kemuliaan seluruhnya milik Allah dan kelak akan kalian ketahui kabarnya pada suatu ketika. Maka saya melihat bahwa sesuatu yang wajib dari sikap kita terhadap semua kelompok: kita menginginkan kebaikan, toleransi, tidak meminta pamrih, tidak membantah, dan janganlah kalian mengatakan kepada orang yang menawarkan kedamaian; kamu bukan orang beriman.”566 Apabila bagian kelompok dan individu ini sudah melewati batas dalam berdiskusi dengan kita, maka yang kita lakukan adalah mengajak mereka apabila mereka mau menerima ajakan ini. Kita berdiskusi tanpa perlu berdebat, kita jangan berprasangka terhadap keikhlasan mereka, tidak membalas permusuhan mereka, tidak meninggalkan manhaj dakwah kita dan kita bermohon semoga Allah memberi petunjuk kepad kita dan mereka. “Bahkan menjadi sebuah kegembiraan bagi kita bila setiap pelaku kebaikan dan untuk kebaikan diberi taufik. Ikhwan tidak suka membangun sambil meruntuhkan, dan medan jihad cukup luas untuk seluruhnya.”567

2. Kelompok Yang Manhajnya Keluar dari prinsip-prinsip Syariat
Adapun kelompok yang manhajnya keluar dari Prinsip-prinsip utama syariat, seperti penyimpangan dalam paham dan keyakinan -walaupun ia mengangkat jargon keIslaman– atau dalam sarana dan gaya bahasa, seperti mengkafirkan manusia, menghalalkan darah, berpegang kepada kekerasan, maka bagi mereka tidak ada kerja sama atas dasar ini. Yang ada adalah melepaskan mereka dari persoalan dakwah, memberikan nasehat dan petunjuk agar mereka kembali.

566

Makalah dengan judul Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya, Imam Syahid tahun 1931 (dari buku: Imam Syahid, Fuad al Hajarsi. Hal. 117 567 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V), hal.149

447

Kita menghadapi pemikiran dengan pemikiran, dakwah dengan dakwah dan tidak tergesa-gesa mengkafirkan atau menyeru untuk memutuskan hubungan dengan mereka, atau mendukung kezaliman. Ini bukanlah uslub dakwah. Kita tetap mengikuti rambu-rambu syariat dalam hal ini. Kita adalah dai’ dan bukan hakim. Dalam proses interaksi dengan kelompok ini, kita tidak menuduh pribadi dengan prasangka, tidak melakukan cara-cara konspirasi dan permusuhan dengan mereka yang berbeda dan menyerang kita. Kita menilai manusia hanya secara lahiriah saja, sesuai dengan perkataan dan perbuatan mereka. Hendaklah yang menjadi dasar pijakan adalah timbangan dan ketentuan syariat. Hendaklah kita bersungguh-sungguh menghadapi pemikiran yang menyimpang ini dengan sungguh-sungguh dan jangan sampai kita sedih dan menyesal, walaupun mereka tetap bersandar padanya. Kita biarkan orag lain yang menghukumi mereka. Hal ini menuntut jamaah untuk memiliki pengetahuan fsikologi seseorang, melihat dengan pikiran, membuat planning tandingan dan caracara untuk menghadapinya. Apabila mereka memusuhi dakwah Islam dan memutarbalikkan fakta yang ada, dan membangun pemikiran yang dapat melemahkan umat, maka merekalah musuh kita dan kita melawan pemikiran ini dengan pemikiran, memberi jawaban yang memuaskan dan menanamkan kesadaran kepada umat sehingga mereka tidak tertipu. Imam Syahid berkata, “Ingatkan diri kalian selalu wahai Ikhwanul Muslimin, bahwa 'atheis' muslim adalah musuh terdepan kalian. Merekalah yang paling bertanggung jawab terhadap konflik dan problematika yang menimpa dunia-dunia Islam." "Merupakan kewajiban kami untuk merubah tanpa terjangkit wabah pemikiran mereka yang telah akut, menahan siapa saja yang berbaik sangka terhadap musuh, dan siapa saja yang telah membius otot-otot kami dengan
448

pemikiran-pemikiran palsu dan kalimat-kalimat rayuan, yang di belakangnya tiada lain adalah upaya merusak bangsa Timur dan melenyapkan persatuan Islam, mereka tidak jauh berbeda dengan orang-orang Eropa.”568 3. Kepada Mereka Yang Menghadapi Dengan Tuduhan-Tuduhan Keji Dan Perbuatan Buruk Terhadap Dakwah Kita menyatakan kepada mereka:" ittaqullah!! (takutlah kalian kepada Allah) dan jangan mangatakan sesuatu yang kalian tidak mengetahuinya."569 Kita menjelaskan kepada mereka hakikat sebenarnya tanpa perlu masuk kepada perdebatan dan permusuhan. Kita tidak menyerang mereka dan tidak menyibukkan diri kita dengan hal itu: "Kita tidak menyerang mereka sebab kita butuh memerlukan kesungguhan yang kita gunakan dalam permusuhan itu"570 Imam Syahid menamakan kesungguhan dan usaha yang digunakan untuk membantah mereka dengan "kesungguhan negatif". Sebagai ganti, kita menyampaikan dakwah ini kepada mereka, semoga mereka menerimanya dan kembali kepada manhaj Islam yang mulia. Dalam berinteraksi dengan pelbagai elemen masyarakat, Ikhwan berusaha untuk menghindari tajrih (pendeskreditan) terhadap kelompok atau individu tertentu, walau bagaimanapun tingkat perbedaan yang ada. Bagi Ikhwan, ekspresi ini bukanlah bagian dari manhaj kita dan tidak sesuai dengan adab dakwah dan kemuliaanya. Jama'ah Ikhwan mendukung segala seruan untuk perbaikan Jama'ah ikhwan tidak menolak seluruh perbaikan yang parsial dengan alasan karena perbaikan itu tidak secara keseluruhan (universal), atau ia berasal dari orang lain yang tidak mengikuti manhajnya. Namun ia menganggap bahwa perbaikan ini sebagai langkah positif dalam arena
568

Makalah dengan judul Kewajiban Dunia Islam terhadap apa yang menimpanya, Imam Syahid tahun 1931 (dari buku: Imam Syahid, Fuad al Hajarsi. Hal. 117 569 Risalah, Al-Muktamar As-Sadis, hal. 216 570 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI), hal. 215

449

perbaikan, dan ia adalah arena yang luas untuk seluruh usaha kebaikan. Jamaah Ikhwanul Muslimin mendukung seluruh usaha ini. Bahkan ia sudah membantunya secara nyata dan berkoordinasi dengannya apabila kondisinya sesuai, dengan tetap memeperhatikan etika tolong-menolong dan kerja sama dengan orang lain. Hal ini tidak menghalangi usaha ikhwan untuk terus melakukan perbaikan secara menyeluruh dan mempersiapkan segalanya. Jamaah Ikhwan tidak diam menyaksikan segala kejadian yang menimpa umat Islam dan realita sulit yang berlalu dengan alasan sibuk melakukan penyempurnaan dan tarbiyah individu mereka, namun aksi, pergerakan dan dukungan terhadap permasalahan umat, usaha dan inisiatif perbaikan adalah bagian prinsipil dari manhaj, pergerakan dan tarbiyah mereka. Inilah ucapan Mursyid 'Am, Musthafa Masyhur ketika menegaskan manhaj yang telah digariskan oleh Imam Syahid. Ustadz Musthafa Masyhur menegaskan, "Sesungguhnya umat Islam adalah umat yang besar. Mereka memiliki faktor-faktor kebangkitan dan kepemimpinan. Mereka memiliki kemampuan, sumber daya manusia, kawasan, sumber daya alam, ditambah lagi peninggalan peradaban dan risalah abadi yang sangat diperlukan oleh dunia saat ini.. Hal ini sudah menjadi keharusan bagi kita untuk memiliki sebuah keputusan. Untuk mencapai itu semua, kita harus melewati dua jalan: Pertama: Memberantas sebab-sebab kelemahan dan kehinaan yang tercermin dalam: 1. Perbedaan dan permusuhan yang sampai bersekongkol dengan musuh untuk saling melindungi antara satu dengan yang lain. Pemerintahan diktator yang menghegemoni di negara-negara Islam, sehingga melahirkan permusuhan antara rakyat dan pemerintah, atau mendorong rakyat melakukan hal negatif dan tidak peduli.

2.

450

3. 4.

Kesenjangan sosial yang menggiring rakyat ke arah permusuhan antar golongan yang dikendalikan oleh kedengkian dan kebencian. Rusaknya sistem perekonomian, akhlak, dan pers yang kian membusuk dalam Negara, yang menghambat perkembangan dan mendorongnya untuk bergantung dan meminta bantuan kepada musuh-musuh negara.

5.

Keterbelakangan dalam pendidikan, riset ilmiah, dan teknologi yang menjadikan kondisi dunia Islam sangat memprihatinkan dibanding Negara-negara yang lain.

6.

Melupakan risalah (agama), menggandrungi kehidupan dunia dan kekekalan di bumi, mengumbar syahwat, dan meniru gaya hidup Barat.

Kedua: Berproses menuju kekuatan 1. Kekuatan maknawi dengan tarbiyah imaniyah, yang mencetak seorang Mukmin yang rela berkorban di jalan Allah dengan segala yang dimiliki, mendahulukan orientasi akhirat daripada dunia, dan mendamba syahid di jalan Allah.

2.

Membentuk keluarga Muslim setelah terbentuknya pribadi Muslim, untuk menciptakan masyarakat Muslim yang benar. Hidup dengan arah yang jelas, yaitu menegakkan kebenaran dan keadilan dengan menerapkan syariat Islam, dan membawa misi: Sebarkan dakwah di seluruh dunia.

3.

Normalisasi hubungan antara pemerintah dan rakyat dengan memberikan kebebasan, menghormati hak, menuruti keinginan rakyat, dan senantiasa transparansi dalam setiap keputusan.

4.

Normalisasi hubungan antara pemerintah dengan rakyat Muslim, bekerjasama dalam segala segmen politik, ekonomi, sains, militer, dan pers, sebagai pengantara sebuah persatuan.

5.

Bergantung kepada manhaj pengembangan diri dan bergantung kepada diri sendiri dalam internal dunia Islam, berinteraksi dengan dunia luar dengan asas kerjasama di atas prinsip persamaan, bukan meminta pertolongan dan pinjaman hutang.

451

6.

Memperhatikan produksi pembuatan senjata, termasuk senjata permusnah masal dengan maksud pembelaan diri; di mana saat ini kita hidup di tengah hutan, kekuatan di atas kebenaran. Apa yang terjadi saat ini seperti Yahudi tidak henti-hentinya memusuhi rakyat Palestina, Suriah, Lebanon dan negara lain, meremehkan dan mengancam seluruh tanah Arab, tidak lain kerena Yahudi mempunyai senjata pemusnah massal, sedangkan Arab tidak. Jika negara-negara Arab meilikinya, maka logat dan gerak langkah akan berubah, dan memungkinkan untuk mengambil kembali hak-hak.571 Perspektif Ikhwan terhadap perbaikan umat menegaskan akan urgensi

pembentukan manusia dan terpenuhinya kebebasan politik dan ekonomi untuk mewujudkan keamanan dan perdamaian, "Kita percaya bahwa manusia adalah salah satu dari poros semesta. Ia adalah sarana untuk mewujudkan pembangunan dan kemajuan. Untuk itu harus dilakukan pemurnian aspek yang menyebabkan naiknya kemanusiaan manusia, meningkatnya karakteristik dan keistimwewaannya dari makhluk-makhluk yang lain. Dimana keimanan terhadap rukun dan kaidah-kaidahnya (baca; ajaran Islam), akhlak dan budi pekerti yang luhur merupakan nilai tertinggi yang dimiliki oleh umat manusia. Maka tidak ada keraguan bagi siapapun yang menghendaki perbaikan, harus berusaha membersihkan jiwanya, membangun kembali jiwanya atas dasar: iman, istiqamah, dan akhlak. Jika tidak, maka perbaikan itu ibarat orang mengukir di atas air dan membangun di udara.572 Jamaah menjaga kesinambungan eksistensi dan keteguhannya dalam setiap interaksi dengan orang lain dan dalam setiap momen yang terjadi. Ia tidak lebur dalam komunitas yang lain, atau melakukan hal-hal di luar arah tujuan jamaah yang sempurna dan jelas, atau berada di bawah panji selain panji dakwah yang memproklamirkan dan menjunjungnya. Jamaah juga

571

Risalatu-l Ikhwan, Edisi 228, Muharram 1422 H-20 April 2001 M, Makalah: (AlHaqqu Laa budda an tahmiyahu al-quwwah) punya Mursyid Aam Ustadz Mushthafa Masyhuur. 572 Min mubaadarati-l Ikhwan li-l Ishlaah

452

bukan binatang tunggangan bagi arus tertentu atau terpengaruh dengan hawa nafsu. Imam Syahid berkata, "Harus jelas bahwa Ikhwanul Muslimin berpegang teguh dengan dakwah mereka, berdiri di atasnya, tidak bekerja untuk dakwah selain dakwah mereka, tidak untuk manhaj selain manhaj mereka, dan tidak terwarnai oleh warna selain Islam. Na'uzubillah jika suatu saat kita tidak mendakwahkan al-Quran dan ajaran-ajaran Islam."573 Jamaah membaca Konstelasi Politik dengan baik: Sejarah perjalanan gerakan Ikhwan, interaksi dan sikapnya terdahap fenomena yang terjadi tampak jelas pandangannya yang jauh dan tidak terpedaya dengan tampilan luar yang menyilaukan, atau promosi-promosi palsu atau usaha pemalingan perhatian dalam beberapa proyek yang gagal. Ia mengenal dengan kesadaran dan mendalam akan kadar kekuatan, tujuan, target, aturan main beserta dimensinya, sisi yang terlihat dan tersembunyi, baik lokal maupun internasional. Kami tahu bahwa siapa yang memiliki hak memberikan peluang kepada kami untuk ikut serta dalam kerja eksekutif dan masyarakat juga memiliki hak untuk melarang kami melakukannya, maka suasana tenang tidak akan menipu kami dan kami tidak akan terkejut dengan perubahan mendadak. Dengan demikian pemanfaatan dan turut serta di dalamnya bukanlah peluang positif bagi kami, kecuali jika atas kehendak kami dan berada dalam aturan kerja yang diperankan secara aktif oleh seluruh kaderkader jamaah, demi mewujudkan target yang diinginkan. Sebenarnya perspektif yang salah dalam hal ini adalah bahwa: kemungkinan kami menyingkat waktu, menerjang realita, masa bodoh dengan target dan rencana orang lain, mengasumsikan kebenaran mereka tanpa bukti jelas, kemudian setelah itu kita menganggap bahwa di sana ada kesempatan bagi jamaah. Perspektif seperti ini memandegkan rencana dan merusak waktu. Kita semua harus mengetahui bahwa jamaah dengan segala
573

Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI), hal. 213

453

pendalaman. Syariat Islam mencakup hak asasi manusia seluruhnya. Kami tidak membangun pemikiran dan perspektif kita di atas hawa nafsu dan kecenderungan individu yang tertolak. semua ini atas karunia dan kehendak Allah. dan berinteraksi terhadap setiap perubahan tanpa menyentuh pondasi prinsipnya. dan penguasaan terhadap tuntutan marhalah—marhalah apapun—. pengalaman yang diakui.                                Artinya: "Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku. akan tetapi sikap kita masih dan tetap —dengan pertolongan Allah— dibangun di atas syariat dan prinsipprinsip kita. (Q.           Artinya: "Dan Tiadalah Kami mengutus kamu. dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik". (Yusuf: 108) Sepanjang sejarah Jamaah —dengan karunia dan izin Allah—tidak seorangpun mampu menggiringnya sesuai dengan ambisi individu atau mengikuti hawa nafsu. aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Maha suci Allah. dengan karunia Allah akan mampu bergerak bersama dengan realita yang ada. melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. muslimin maupun non muslim. Dengan demikian secara jelas tidak ada permusuhan dengan siapapun dan tidak ada penghilangan hak. yaitu pondasi dasar Islam.S Al Anbiya: 108) 454 . berupa kemampuan pemikiran dan kelambagaan.kemampuan yang dimilikinya. dan segala kemampuannya dengan kesungguhan para aktivisnya yang saling melengkapi berupa penelitian.

Dalam hal ini kita tidak melegalkan terorisme dan tidak pula sepakat dengan pengaliran darah manusia tanpa alasan yang haq. membantu dan menyokongnya dengan segala kemampuan yang kami miliki.                        Artinya: "Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum. (Q. Berlaku adillah. memperjuangkan hak. berarti memusuhi kita dan busur panahnya mengarah kepada kita. orang yang memanfaatkan keberadaan mereka. karena adil itu lebih dekat kepada takwa. membawa panji Islam dan memperjuangkannya. dan sekelompok lain yang berada di sekeliling kita. jamaah dari kaum Muslimin. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil. Kami menganggap bahwa siapapun yang menyerang Islam. Untuk itu kami tidak pernah rela dengan kezaliman.S Ibrahim: 46) Kita juga tidak boleh melupakan hakikat Zionis. dan bertakwalah kepada Allah. 455 . Kami adalah bagian dari para dai kebenaran. melanggar kesuciannya. Amerika. para dai rabbani. para pendukungnya. Kami —atas karunia Allah— adalah para penyeru perdamaian. berusaha memanipulasi pandangan Islam. tidak tinggal diam menyaksikan kezaliman. yang bekerja di dunia manusia karena Allah dan atas petunjuk Rasulullah Saw. kejujuran dan keikhlasan dalam setiap perkataan dan perbuatan. dan berjalan bersama siapapun yang memperjuangkan haknya. orang-orang yang takut mereka. Kita mohon kepada Allah dalam memperjuangkan itu semua.

" (Al-Isra': 70) Kita adalah pemilik proyek Islami untuk perbaikan.Kami menjunjung tinggi nilai kemanusiaan seperti yang Allah gariskan dalam firman-Nya:       Artinya: "Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam. Permusuhan terhadap Dakwah. memiliki sarana dan rencana dan sarana.S Ibrahim:42) Kami adalah para pengusung proyek kebaikan untuk kemanusiaan seluruhnya. Kami selalu siap untuk berdialog dengan seluruh umat manusia dan bekerjasama dengan seluruh penyeru kebaikan. . (Q. dan kami sesungguhnya bukan para propagandis perang dan bukan pula penumpah darah. Institusi dan Anggotanya: 456 . bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. yang memiliki target dan tujuan yang jelas.Kami tidak akan tunduk dan menyerah kepada musuh                        Artinya: "Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira. dan kami tidak akan menjadi pengusung proyek yang lain. dan perjuangan ini akan menghabiskan waktu yang panjang –sesuai kehendak Allah-. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. dan tentunya juga memiliki musuh serta orang-orang yang akan melumpuhkannya.

Tidak terpancing melakukan tindakan konfrontatif atau sibuk mengurusi konflik yang tidak substansial. Ikhwanul Muslimin lebih memilih mengambil jalur hukum ketimbang konfrontasi fisik. menyatukan komitmen. makanya perlu memohon pertolongan kepada Allah Swt. Antusias menciptakan dan menjaga iklim aman bagi perjalanan dakwah. Penyelesaiannya mesti berdasarkan bahwa proses pembelaan itu benar secara hukum. 2. 5. Kita bisa meneladani 457 . Ikhwanul Muslimin memilih menyikapi penyiksaan dan intimidasi dengan bersabar. atau lembaga kemasyarakatan dan aliran pemikiran terhadap eksistensi dakwah dengan segala aktivitasnya sudah pernah diproyeksikan oleh Imam Syahid bakal terjadi. "Kita akan menghadapi permusuhan dan penentangan dahsyat dari mereka". Dan.Gelombang permusuhan. 4. Alternatif damai tersebut bahkan mereka kawal dengan memelihara beberapa pointer. Mereka memahami bahwa itulah tabiat dakwah yang mesti dilalui. Dalam hal pembelaan diri. Sembari merapatkan barisan. Mereka berkomitmen tidak menempuh kekerasan dalam sistem dan pola pergerakannya. berikut: 1. dan patuh terhadap pemimpin. Pembelaan ini pun hanya mereka upayakan saat iklim permusuhan melanda. dan aktivitasnya. Sementara bila pemerintah dan institusinya yang menggelar permusuhan. ujar beliau. berkomitmen akan meneruskan perjuangan dakwah meskipun semua itu akan melahirkan benturan konstitusi dan pergulatan politik. dalam rangka menghadapi segala tantangan tersebut. 3. Mereka lebih berkonsentrasi membina anggotanya dengan menanamkan kesabaran dan kesanggupan memikul beban. ruang-ruang gerak. Membela diri dan menyikapi permusuhan individual hanya ketika terjadinya penyiksaan fisik demi menampik adanya bahaya. tidak lebih. Menempuh sarana damai melalui jalur hukum untuk menghindari kekerasan. juga atas pertimbangan akan membawa kemaslahatan bagi dakwah. intimidasi dan perselisihan yang muncul dari sebagian individu.

menyesuaikannya dengan denyut kondisi yang tengah berkembang. pengekangan aktivitas jamaah. Demikian yang beliau klarifikasikan kepada publik terkait merebaknya isu bahwa ada sebagian oknum Ikhwanul Muslimin yang melakukan aksi kekerasan. Kedua. Walaupun sampai pemerintah turun tangan memusuhi dan melakukan kebiri.Rasulullah Saw. "Terkadang beberapa organisasi melakukan beberapa kegiatan yang mirip dengan aktivitas dakwah atau menciptakan alternatif untuk menggantikan kegiatan dakwah dengan baju yang beragam. Ini karena mereka tidak sebatas mempertimbangkan kepentingan jamaah saja. seperti shalat 'Id. yang berupa kegiatan-kegiatan alternatif yang baik dan bermanfaat. kita harus memboikotnya dan menjauhkan masyarakat 458 . dan lain-lain. Kegiatan ini secara umum terbagi dalam dua hal: Pertama. dan lainlain dalam rangka menghancurkan identitas sebagai muslim. Maka untuk kegiatan kedua ini. Yang keluar dari koridor ini –melakukan tindakan kekerasan. Maka hal itu tidak perlu dipermasalahkan.beliau nyatakan secara tegas. dan penangkapan anggotanya. dengan tujuan menjauhkan masyarakat dari dakwah. kompetisi dalam kebaikan. Seperti mendirikan beberapa club-club pelajar dan asosiasi tertentu. mereka tetap berusaha memperjuangkan nilai-nilai kebaikan dan proses perbaikan seelastis mungkin. walaupun dengan niat ingin berkompetisi dengan kegiatan dakwah atau hendak membekukan peran kita. tapi juga melihat kepentingan negara dan dakwah secara utuh. Imam Syahid menolak aksi kekerasan dalam menghadapi kepongahan rezim penguasa. menciptakan aktivitas yang bisa menjauhkan masyarakat dari aktivitas dakwah dan hal itu sebenarnya tidak bermanfaat bagi masyarakat. atau hendak menyaingi kegiatankegiatan dakwah. beserta para sahabatnya terkait pola penyikapan seperti ini. "Mereka bukan sebagai Ikhwan dan bukan seorang muslim". proyek-proyek Takaful.

maka isu yang baru akan menggeser isu yang lama. elegan dan menggunakan nasehat kebenaran. hendaknya disikapi dengan melakukan perbuatan sebaliknya.darinya. dan kafir yang memerangi Islam. Namun. orang kafir yang mendapat jaminan perjanjian. "Saya mendapatkan manfaat yang banyak dari sirah dakwah dan aktivitas sosial di masyarakat. Musthafa Masyhur. Melalui pertimbangan pembagian tipe manusia seperti inilah seseorang akan diukur loyalitasnya dan konfrontasinya terhadap Islam." Adapun Islam telah menetapkan pola (hukum) bagaimana seorang muslim berinteraksi dengan tiap prototipe tersebut. manusia terbagi dalam enam prototipe. akivitas-aktivitas positif dan bermanfaat yang dapat mengalihkan pandangan dan membuat banyak yang membicarakan. yang merupakan kebatilan. 369 459 . "Bagi seorang Akh."574 Imam Syahid Hasan Al-Banna pernah mengatakan hal senada dalam Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna)."575 Persaudaraan dalam Perspektif Ikhwan Ikhwanul Muslimin memposisikan Islam dan hukum-hukumnya sebagai landasan dalam membangun interaksi sosial sesama manusia dengan beragam warnanya. kafir netral. dan tentunya dengan cara-cara yang baik. 21 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). tipe muslim apatis. hlm. bahwa rumor (desas-desus) dan dusta tak boleh dibalas dengan perlakuan yang sama. tipe muslim pendosa. hlm. Aplikasi itu didukung oleh kematangan pemahaman terhadap Islam dan pengejawantahannya secara bijak.576 574 575 Risâlah: Ru`yah Wâdhihah. hlm. 95 576 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim). Imam Syahid mengatakan –terkait mengenai barometer interaksi seorang saudara seiman dengan saudaranya yang lain. tipe muslim pejuang.

Nah. Sampai kepada loyalitasnya kepada orangorang zalim dan membantu menciptakan makar terhadap Islam dan umatnya. Seperti. Apa yang terlihat tersebut kemudian akan digunakan sebagai pertimbangan dalam pola interaksinya terhadap mereka. kelewat batas. Dari permasalahan amal ibadah. Tipe muslim pendosa: pengkategoriannya disesuaikan dengan besarkecilnya dosa dan maksiat yang ia kerjakan. Termasuk dalam kategori apatis. tidak menjadikannya seolah sebagai hakim bagi kepribadian orang lain. umat Islam yang awam terhadap agamanya sehingga tidak bisa memberi sumbangsih apapun bagi kemenangan Islam. Tipe muslim apatis: golongan yang ini adalah muslim yang hanya maunya berpangku tangan tidak turut berkontribusi memperjuangkan Islam dan melakukan perbaikan. jadi bukan dilumuri oleh tendensi personal. 460 . bila model manusianya begini. kerusakan akidahnya. memusuhi. padahal ia tidak memiliki uzur yang menghalanginya melakukan itu. Apakah ijtihad tersebut dalam tatanan akidah atau amalan. pelanggaran hak asasi manusia misalnya perlakuan zalim. Yang ia lakukan hanya melihat. mengamati secara lahiriah saja. bahwa barometer cinta dan benci karena Allah berpagut hanya kepada perbuatan dan kesalahannya saja. seorang muslim yang sampai berpendapat bahwa darah dan kehormatan umat Islam hukumnya halal. Dengan catatan bahwa ia tidak sampai terjerumus kepada maksiat dan dosa dengan perantaraan ijtihadnya tadi. Usaha menjauhi praktek vonis subyektif ini demi menjaga agar tidak terjadi kerunyaman dalam memandang persoalan. ● Berdasarkan hukum Islam dan perspektifnya dalam memandang pola interaksi seorang saudara muslim dengan sesama manusia. ia digolongkan sebagai muslim pendosa. Contohnya.Tipe muslim pejuang: tercakup juga orang yang berijtihad kemudian salah memutuskan langkah atau prosesnya.

Kami akan berjalan mencapai kesuksesan dakwah menggunakan bermacam cara dan sarana yang tidak bertentangan dengan Islam. dan apa yang disampaikannya. Hubungan sosial tersebut sifatnya lentur. Kami akan mengajak mereka untuk mengimani apa yang kami sedang perjuangkan. 461 . berbuat demi kemaslahatan mereka. "Ketahuilah —semoga Allah Swt. Kami akan menyukai kebaikan mereka. ikatan akidah lebih suci ketimbang hubungan darah dan tanah air. Kedua. dan mengorbankan harta bahkan jiwa kami. Bagi kami. bila mereka berkenan mengekang hasrat permusuhan. Siapa pun yang menyulut api permusuhan. Ikatan antara kami dengan mereka adalah ikatan dakwah. sebab yang kami bawa merupakan kemaslahatan bagi seluruh manusia. kami akan merespon permusuhan tersebut dengan respon terbaik577. menguatkanmu— bahwa Ikhwanul Muslimin memandang manusia berdasarkan kemanusiaannya menjadi dua bagian: Pertama.● Dengan batasan yang jelas dan pertimbangan yang matang melihat kepribadian seseorang. hal. yaitu ikatan akidah. kitab–Nya. Imam Syahid mengatakan. kaum yang sama sekali tidak beriman. dan mengimaninya. Mereka adalah saudara terdekat kami. Kami mengikat mereka dengan ikatan suci. Sebab ia adalah motor (penggerak) dakwah yang memang bertujuan untuk mendakwahi mereka melalui sarana interaksi. 24. maka Islam atas nama dakwah tidak pernah melarang seorang muslim mengadakan interaksi dengan semua prototipe manusia ini. siap mengayomi mereka. dari keturunan siapapun mereka berasal. Kami akan selalu bersama mereka. kaum yang meyakini Allah. kami tidak mengikat mereka dengan ikatan akidah. Di bumi manapun mereka tinggal. Kami akan hidup damai berdampingan. jika mereka melakukan hal serupa. Mereka juga beriman kepada Rasulullah Saw. 577 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami).

dan mengendur dalam mengaktualisasikan pedoman dakwah. yang menjajah negeri-negeri Islam dan rakyatnya. seksama dan bijak menilai orang lain. dan seterusnya. tidak membalas keburukan dengan keburukan serupa. Sebab. santun bertutur-kata. konsisten mengaplikasikan etika Islam dalam membina hubungan sosial. ● Seorang Akh mestilah berupaya menghiasi diri dengan prilaku dakwah dan akhlak seorang dai. Kita juga berusaha agar ucapan kita selalu jujur dan tepercaya. bahkan etika-etika tersebut justru merupakan bagian dari dakwah sekaligus penopangnya. menyampaikan dakwah dengan sebaik-baiknya. saling membantu dalam kebaikan. mampu pengertian. Kita memiliki cerminan terkait terma di atas yang termaktub di dalam Alquran tentang bagaimana Nabi Musa as. sembari mengontrolnya agar tidak sembrono. yang merampas hak-hak kemanusiaannya. dan nasehat yang baik. membudidayakan pemuliaan terhadap orang lain. tidak berburuk sangka. tidak menjadikan selisih dan perselisihan sebagai kaidah interaksi. selalu membalas dengan yang lebih baik. plin-plan. 462 . menjauhi segala bentuk kekeliruan. yang tercermin misalnya: menjadi pendengar budiman bagi orang lain. berinteraksi dengan Fir`aun. dan menempa diri menjadi suri tauladan bagi sesama sebagaimana layaknya pribadi muslim ideal. keteladanan. tidak obral janji. dan tidak arogan. semua itu merupakan modal untuk mencintai kebaikan pada orang lain. tentang bagaimana Nabi Muhammad Saw. memberikan keteladanan. berbicara dengan bahasa hati supaya juga mengena ke hati. Ini sama sekali tidak menimbulkan kontradiksi antara penguatan dakwah dan keyakinan terhadap kebenarannya. menahan emosi dan lapang dada. Semua ini merupakan tuntutan.Kalau pun kami memberikan pengecualian dalam hal interaksi dengan orang-orang yang memerangi Islam. tapi kami mengharap kepada kelompok yang lain sekalipun itu bersebrangan dengan Ikhwan agar tetap menciptakan hubungan baik dengan mereka melalui dialog.

tidak ada yang bakal menyamai dakwah kalian. 363 463 . maka dakwah kalianlah yang paling berhak sampai kepada manusia. dan tidak ada lagi orang lain yang akan menyampaikannya. Serta penerus yang berkomitmen akan menghidupkan Islam kembali di saat manusia tengah mabuk diperbudak nafsu dan tidak kuasa memikul tanggung jawab ini. tunjukkan kepada manusia seluruhnya dengan kemuliaan dan kekuatan. Jadi. ia menjadi patner kerjamu. Siapa yang mendukung perjuangan kalian. yakinlah bahwa Allah pasti akan mendatangkan satu kaum menggantikan mereka. Kemudian tidak mudah terpengaruh oleh penolakan orang lain. dengan penuh suka–cita ia menjadi saudaramu. dan dakwah selain Islam masih terselubungi oleh beragam ketidaksempurnaan. Kepercayaannya untuk menjalankan syariat Islam. ia akan turut memelihara stabilitas keimananmu. dan tidak menyibukkan diri dengan hal itu. kaum yang mereka cinta kepada Allah dan Allah pun mencintai mereka"578. 578 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Jika kalian mampu seperti itu. ● Dalam proses pembinaan dan pembentukan individu butuh pada tiga cakupan. terimalah dakwah sebagai kewajiban kalian. yaitu: sisi pemahaman dan akidah. karena ia merupakan akumulasi semua kebaikan. dan membantu menyebarkan ajaranmu. sisi jiwa dan perasaan.mengusahakan agar kebaikan demi kebaikan itu sampai kepada mereka. menggairahkan kepekaan akan ketinggian nilai dakwah sehingga menjadi pemicu bagi peluhuran moralitas mereka.hlm. Dakwah itu sesungguhnya sudah sangat memadai. Kalian merupakan pewaris Rasulullah Saw. Penerus khalifahnya yang memegang Alquran sebagai landasan hidup. Jika ada yang menolak. Imam Syahid pernah berpesan tentang hal itu: "Saya ingin menjelaskan kepada kalian secara gamblang bahwa dakwah kalian ini adalah dakwah terbaik yang mengakui hakikat kemanusiaan. serta sisi moral dan perilaku.

tujuan dan manhaj ini. acuan dasar dalam Islam dan dakwah Ikhwan. mampu memahami secara jelas dan konsisten. bahwa keberhasilan dan kebenaran tidak akan tercapai kecuali dengan menapaki jalan. Menerima segala hal yang sesuai dengan tunjukan syariat Islam dan kebenaran walaupun itu datang dari selain kita. ialah yang paling berhak mengambilnya". tidak keliru. eksperimen kelompok. Ia mampu peka membedakan yang baik dan buruk berdasarkan keseimbangan dan batasan fiqih. bukan pada hal-hal yang bersifat paten (qath`i) dari Allah Swt. ragu-ragu. kaidah asal. ijtihad personal. Sementara berkaitan adanya kebenaran absolut dan relatif. Mengekang jiwanya agar selalu selaras dengan aturan Islam. seorang Akh di dalam hatinya mesti merasakan kemuliaan dengan dakwah ini. Siapa yang bersebrangan dengan ketetapan dimaksud maka ia telah menjauhi kebenaran. keberimanannya terhadap dakwah. seorang Akh harus meyakininya. di medan ikhtilaf dan ijtihad ini tidak ada seorang pun yang dinobatkan sebagai manusia suci. tanpa sampai menyombongkan diri.Untuk sisi pemahaman dan akidah —beranjak dari akidah Islam. atau bahkan bimbang sekali. pasti akan membantunya meskipun rentang waktunya belum diketahui. terpelihara dari dosa dan kesalahan. Nah. dan tujuannya— seorang Akh mesti benar-benar yakin bahwa itu merupakan sesuatu yang hak dan benar. tidak memberat–beratkan atau meringan– ringankannya. berkarakter dai. dan lembut kepribadiannya tanpa sampai merasa lemah. siapa yang mendapatkannya. 464 . Ia berusaha mendarahdagingkan penjiwaan tentang hakikat seorang da'i dalam bentuk cinta dan antusiasnya terhadap dakwah dengan sesungguh–sungguhnya. Memenuhi jiwanya dengan keyakinan bahwa Allah Swt. tertanam kebencian terhadap segala bentuk kemaksiatan dan penyimpangan syariat. berbesar jiwa. dakwah mulia. konsistensinya. dasar acuan. dan dari pihakpihak yang bersebrangan dengan kita. maka "Hikmah adalah milik orang beriman. Adapun pada tataran ikhtilaf. menahan amarah. Untuk sisi jiwa dan perasaan. ini hanya dilegalisasi pada hal-hal yang sifatnya parsial di seputar permasalahan ijtihad. Mengenai tujuan.

Sebab disana ada perbedaan yang kontras antara kebenaran dengan kebebasan. bila salah satunya mengalami gangguan maka hal itu akan membawa pengaruh bagi ketidakmaksimalan seorang Akh berinteraksi dengan orang lain.                    Artinya: "Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). dan seterusnya. sesungguhnya Islam memang memberikan kebebasan bagi mereka untuk berkeyakinan sesuai kehendak mereka.S Al Kahfi: 29) Tetapi saya tidak akan mengatakan bahwa mereka berhak atas kebenaran atau supaya saya bisa cenderung menerima kekufuran mereka. baik dari konteks akidah. Semua yang ada tersebut dari tiga cakupan tadi harus dimiliki oleh seorang Akh muslim. bahkan mendakwahkan keyakinan tersebut. (Q. baik dalam tutur–kata. atau bahkan 465 . keberterimaan. Allah Swt.S Al Baqarah: 256)       Atinya: "Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman. dan barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir". Sesungguhnya Telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.Untuk sisi moral dan prilaku: itu semua meliputi adab-adab Islami yang mesti diaplikasikan seorang dai ketika berhubungan dengan orang lain. perbuatan. antara berinteraksi secara baik–baik. dan tujuannya. tidak. Sebagaimana yang telah kami kemukakan pada halaman sebelumnya. telah berfirman. ● Terkait dengan pembahasan lain yaitu masalah dakwah kebatilan. dan keridaan. Maka benar tidak ada paksaan dalam agama. (Q. landasan.

Kedua. Golongan Mukmin: Mereka adalah orang yang meyakini kebenaran dakwah kami. suara para da'i akan semakin meninggi. dan agar dengan tambahan suara mereka. membaca tulisan-tulisan kami dan apa saja yang terkait dengan kami –baik dari jauh maupun dari dekat-. Golongan Yang Ragu-ragu: Boleh jadi mereka adalah orang-orang yang belum mengetahui secara jelas hakikat kebenaran dan belum mengenal makna keikhlasan serta manfaat di balik ucapan-ucapan kami. Karena memang ada kebebasan sebebas-bebasnya bagi manusia untuk meyakini apa yang ia cenderungi yang kemudian ia akan menerima hasil dari keyakinan yang menjadi pilihannya. Imam Syahid telah menjelaskan bagaimana cara berinteraksi dengan keempat tipologi ini. sembari disarankan agar mereka tetap berhubungan dengan kami lebih dekat lagi. percaya kepada perkataan kami. dan menemukan padanya kebaikan yang menenangkan jiwanya. dan golongan yang berprasangka buruk. Kepada orang seperti ini kami mengajak untuk segera bergabung dan bekerjasama bersama kami agar jumlah mujahid semakin banyak. golongan yang ragu-ragu. Setelah itu insya Allah hati mereka akan tenteram dan dapat menerima kami. mengagumi prinsip-prinsip kami. Akan halnya golongan ini. Begitulah juga tabiat golongan manusia peragu. maka tiap-tiap orang itu memiliki salah satu dari empat tipologi dalam perspektif kami: Pertama. "Apa saja yang kami obsesikan dari orang lain. oportunis (golongan yang mencari manfaat). mengunjungi klub-klub kami dan berkenalan dengan saudara-saudara kami. ● Manusia sebagai obyek dakwah Ikhwan terbagi kepada empat penggolongan. 466 ."pemaksaan" agar menganut agama Islam. Mereka bimbang dan ragu. yaitu: golongan mukmin (yang meyakini). biarkanlah mereka bersama keraguannya. Di dalam Islam sudah ada hukum (peraturan) yang dijelaskan oleh para ulama fiqih untuk memberikan batasan menyangkut bentuk-bentuk akidah ini. yang menjadi pengikut para rasul di zaman dahulu.

Dia-lah sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong. Saat itu. dan gambaran negatif tentang kami. kesinisan. Kecongkakan telah mendorong mereka terus berada pada keraguan. dengan segala kemurahan hati mereka akan mengorbankan seluruh hartanya demi memperoleh balasan Allah di akhirat kelak. Bagi kelompok macam ini. dengan harapan bahwa Allah akan meridhai. Mereka selalu melihat kami dengan kaca mata hitam pekat. akhirat. hal itu akan mendorongnya bergabung dengan barisan Allah. Andaikan tidak demikian. Kepada mereka ini. Golongan yang Berprasangka buruk: barangkali mereka adalah orang-orang yang selalu berprasangka buruk kepada kami dan hatinya diliputi keraguan atas kami. Oportunis (Golongan Yang mencari keuntungan): Boleh jadi mereka adalah kelompok yang tidak ingin memberikan dukungan kami sebelum mereka mengetahui keuntungan materi yang dapat mereka peroleh sebagai imbalannya. agar berkenan memperlihatkan kepada kami dan kepada mereka kebenaran 467 . kami adalah orang-orang yang miskin harta dan popularitas. Semua yang kami lakukan adalah pengorbanan dengan apa yang ada di tangan kami dan dengan segenap kemampuan yang ada pada kami. kami memohon kepada Allah Swt. Kami percaya. pada diri. dan surga-Nya jika ia melihat ada kebaikan di hatimu. "Menjauhlah! Di sini hanya ada pahala dari Allah jika kamu memang benarbenar ikhlas. sungguh Allah tidak membutuhkan orang yang tidak melihat hak Allah-lah yang pertama harus ditunaikan. niscaya mereka akan tahu bahwa sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah itu jauh lebih baik dan lebih kekal. hidup dan matinya. dunia. kecuali dengan pembicaraan yang sinis. dengan harapan bahwa kami dan dengan segenap kemampuan yang ada pada kami. Bila kelak Allah menyingkap tabir kegelapan dari hati mereka dan menghilangkan kabut keserakahan dari jiwanya. harta. Ada yang ada padamu (manusia) akan habis musnah. kami hanya ingin mengatakan. dan tidak berbicara tentang kami. dan apa yang ada di sisi Allah akan abadi. Keempat.Ketiga. Adapun kami.

pembohong. ampunilah kaumku. ia tidak punya obsesi."580. ‫أللهم اغفر لقومي فإنهم ل يعلمون‬ "Ya Allah Swt. dan kami juga berdoa kepada Allah Swt. hlm.sebagai kebenaran dan memberi kekuatan kepada kami untuk mengikutinya. "Kami melihat mereka beragam. ide."579 Beliau juga mengatakan. Memang hanya Allah-lah yang dapat menunjuki mereka. Tipe Banyak Tanya dan Kritis terhadap Dakwah Imam Syahid mengklasifikasikan tipe banyak bertanya dan suka mengklaim buruk terhadap dakwah kepada lima kategori. sembrono yang hanya mementing urusannya sendiri dan kalau tidak mengurusi dirinya ia akan mencemooh jamaah. 468 . Agar berkenan menunjuki kami dan mereka ke jalan yang lurus. 15. 579 580 60 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). berwarna– warni. Kami akan selalu mendakwahi mereka jika mereka mau menerima. kepada orang lain. Walaupun begitu. Orang yang lalai terhadap dirinya. sarana. dan keyakinan. hlm. Kami memohon kepada Allah Allah Swt. diresume. Orang yang suka menghina. yang kemudian membuat hati tidak cenderung kepada mereka. kmai tetap mencintai mereka dan berharap bahwa suatu saat mereka akan sadar dan percaya pada dakwah kami. 2. Agar berkenan menunjuki mereka. dakwah. Terhadap mereka kami menggunakan semboyan yang pernah diajarkan oleh Rasulullah Saw. yaitu: 1. bermacam-macam. serta memperlihatkan kebatilan sebagai kebatilan dan memberi kekuatan kepada kami untuk menjauhinya. Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. sesungguhnya mereka belum mengetahui. dan orang-orang yang melakukan perbaikan.

[Masuk juga dalam kategori ini orang yang sengaja menyerang dakwah demi meraup materi duniawi. Orang yang mengelabui dengan kata-kata manis. harapan yang dinantikan.3. Orang yang acapkali ingin melemahkan orang yang mengajaknya kepada kebaikan. Kami tidak memiliki kecenderungan terhadap keempat tipikal manusia ini. mereka akan mengajukan pertanyaan penuh keingintahuan dan keikhlasan. Kami yakin jika terdengar di telinganya seruan dakwah kami. dimana ia akan mencobanya dan tidak mau stagnan. jika ia kemudian menemukan kebaikan ia akan memberikan support. yang kuantitasnya sangat sedikit. sehingga dengan kemenangannya itu ia jadikan sebagai justifikasi penolakannya terhadap dakwah dan penentangannya. Ada satu kelompok yang lain di antara manusia. dan sebagai sarana untuk cari muka (pendekatan) kepada penguasa dan pemerintah]. 4.581 581 61 Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. dia serba hebat. orang yang apabila didakwahi. Keingintahuan yang membuncah dari kalbunya. supaya dibilang orang: dia berilmu. Ia melakukan segala hal dengan cermat. kami tidak menginginkan orang-orang yang bodoh. padahal ia tahu bahwa ia telah mendustai dirinya sendiri. hlm. 469 . memperindah penampilan. Yaitu. ia akan mengerjakannya jika memang ia sudah mengerti dan memahami langkah-langkahnya. ia akan berkenan meluruskan. 5. Golongan ini adalah generasi yang hilang. tidak ada yang ia lakukan kecuali dua hal: turut mengerjakannya dengan kesungguhan atau bersikap lemah–lembut. sebaliknya jika ia mendapati ada sesuatu yang melenceng. kami tidak memiliki jawaban apa-apa untuk mereka kecuali cukup mengatakan: Kesejahteraan semoga tercurah kepada kalian. ia melakukan semua itu demi menutupi segala kekurangan dan kelemahannya di mata manusia.

kita bisa menjadi masyarakat Islam yang mampu mewujudkan tatanan kota dan peradaban ideal dengan beragam pemaknaannya. Maka kami nyatakan bahwa sesungguhnya Islam lebih luas dari sekadar sebuah referensi. Sebagian pihak ada yang menaruh curiga terhadap tujuan dan landasan dasar Ikhwan. Islam juga berobsesi memajukan umatnya hingga kuasa mendunia agar dengan proses tersebut dapat memberikan kontribusi rillnya berupa perbaikan (reformasi) hakiki di alam ini. padahal di dalam Islam sesuatu itu 470 . ia yang mencetak karakter seluruhnya dengan karakter kebertuhanan. Pemahaman yang mendudukkan Islam hanya sekadar sebuah referensi saja. ungkapan yang keliru. pemerintahan dan rakyat. dsb. Kita hidup dan membina masyarakat sesuai landasan Islam dan karakternya. kekuatan. seperti: kekuatan modernisme dan konvensionalime. karena masyarakat sipil. dimana kita hanya merujuknya untuk menyelesaikan sebagian problema. Ia adalah pandangan hidup yang komprehensif.Tipuan Kata-kata dan Istilah Ikhwan menolak memakai istilah yang tidak jelas. sebab semua umat Islam adalah pemuka agama. Ikhwan tidak pernah mengklaim diri akan mendirikan sebuah negara teokratik. Supaya dengan begitu. dan negara adalah bagian dari Islam. dan bukan sebagai pengganti dari masyarakat sipil (civil society). tidak sekadar masyarakat sipil yang menganut referensi umum Islam. Semua kalimat dan terma tersebut tidak memiliki standarisasi. tempat bersatunya umat. dan perkumpulan. dan melalui cara tertentu. menurut yang digariskan oleh Islam. tapi ia adalah sebuah sistem (dasar) yang integral. Oleh karena itu kami tidak sependapat dengan istilah "pemuka agama". kebudayaan. Islam yang kami serukan bukan agama pendeta. Golongan kanan dan kiri. Demikian pula dengan istilah dan kalimat yang bertendensi penggolongan pemikiran. Islam itu merupakan negara dan tanah air. Jadi. tidak stagnan apalagi radikal.

Dan. Pembatasan seperti ini tidak dibenarkan dalam etika kebebasan. Bukan berarti orang yang menyerukan hal itu —landasan Islam— sebagai syiar atau menempatkannya sebagai percontohan dari Islam menurut kapasitas pemahamannya. baik bagi Ikhwan sendiri ataupun bagi yang lain. tidak juga memberi sesuatu yang buruk bagi mereka. Imam Syahid sangat mewanti-wanti agar kita jangan sampai mencoba berekayasa kata untuk mengelabui sebuah kenyataan yang berlaku.distandarkan menurut tunjukan syariat. Dialog. karena yang menjadi standar adalah Islam. perdebatan. Tidak ada seorang pun yang boleh mengklaim diri sebagai orang suci setelah Rasul Saw. ● Beragam tuduhan palsu dan klaim batil dari penguasa. Dan. yang demikian itu tidak berhasil mengguncang Ikhwan. dan kroni— kroninya secara berkesinambungan diarahkan kepada Ikhwan … dilema tersebut tidak akan pernah berhenti. Demikian pula seseorang dilarang untuk menisbatkan diri berislam dengan alasan orang lain tidak ada yang marah dengan perlakuan tersebut. masalah benar dan salah sesungguhnya terbuka bagi pendapat dan program siapa pun. dan Apakah Jaminannya ● Ikhwan juga menolak seseorang memonopoli Islam atau mencabutnya dari orang lain atau ia memposisikan dirinya sebagai seorang pewasiat absolut. Sanggahan terhadap Klaim Monopoli. Akan halnya substansinya akan terbatas pada realitas. Islam membentang lebar-lebar masalah tersebut kepada umatnya dan Islam sudah memahat kode etik legal yang memelihara kebebasan berpendapat dan berkeyakinan. Ikhwan tidak membuat klaim kesucian bagi anggotanya. disebut memonopoli Islam atau membatasi orang lain. dan penunjukan bukti serta dalil merupakan media pem-filter antara yang benar dan yang salah. Mengimani bahwa perbedaan (ikhtilaf) pendapat akan selalu ada dalam konteks kefiqihan. tidak menuntut untuk berkelit-kelit kata atau memutar balik klaim. 471 .

Ikhwan tidak memakai slogan palsu untuk menutupi kedok sebenarnya. dan program perbaikannya begitu ideal sehingga dengan sendirinya mampu menampik segala tuduhan dan klaim yang mendera. yang malah setelah berkuasa belangnya akan terungkap. Ikhwan belum akan mau memegang tampuk kekuasaan sebelum memadainya pembinaan masyarakat dan terealisasinya target mereka. Tanpa pembinaan masyarakat. maka Ikhwan berusaha untuk mengetengahkan program-program dan target mereka demi mentarbiyah individu dan masyarakat. lalu bagaimana proses penerjemahannya agar tidak kelewat batas. Kita dapat mengaca pada sejarah. mereka menargetkan pencapaian awal untuk membina masyarakat. menyadarkan makna hakiki sebuah hak. dan kepada penguasa. kepada selain mereka. dan sampai sekarang belum ada jaminan bahwa mereka akan tetap memelihara pengaplikasian musyawarah dan kebebasan. Pihak-pihak yang bersebrangan dengan Ikhwan terus saja melemparkan tuduhan terebut. maka Ikhwan dalam pola perbaikannya tidak menggunakan jalur revolusi atau berkonfrontasi menggulingkan pemerintah. Salah satu bentuk tuduhan yang diarahkan kepada Ikhwan adalah: bahwa jika kelak mereka sudah memiliki power mereka akan melakukan revolusi besar-besaran. Maka pembinaan dalam pandangan Ikhwan harus memulainya dari dasar (bawah). umat. Dalam rangka mewujudkan jaminan pengawasan.ini karena apa yang Ikhwan serukan adalah dakwah yang jelas. gerakan yang rapi. Ada pun dakwahnya Ikhwan. Demikian itu sebenarnya merupakan sebuah jaminan dan pengawasan langsung terhadap Ikhwan. walaupun mereka sendiri tidak memahami dengan jelas bagaimana sesungguhnya dakwah Ikhwan itu. memantapkan keberpahaman mereka. dimana hal ini terjadi pada banyak gerakan revolusi. dan anggota jamaah —sebagai bagian dari rakyat— maka tujuan dan target Ikhwan tidak akan pernah terwujud dalam rangka membangun masyarakat Islam. tidak dari bagian atas. Prinsip Kami Menghadapi Permusuhan dan Persaingan Politik 472 .

memperlihatkan persaingan sehat di tengah persaingan kotor. Kami dipinta agar moderat dalam menghadapi permasalahan. "Kami tidak akan menghantam mereka. karena kami memfokuskan energi untuk menampilkan kerja positif di tengah iklim permusuhan. 473 . merupakan pengusung landasan yang lurus. namun kami berusaha menyerukan saling bantu-membantu untuk memperbaiki masyarakat dan tanah air. Dakwah kami akan selalu tertuju kepada mereka dan kami akan serukan mereka beramal atas landasan Islam. hlm. dan tidak memicu perdebatan pemikiran dan pergolakan politik." "Dengan demikian. dan apa yang telah mereka usahakan untuk perbaikan bangsa. Mengumandangkan dakwah mereka 582 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). kami mengistimewakan antara satu dengan lainnya. Persaingan dan keikutsertaan di pentas politik hanya menjadi sarana bagi kami. 215 584 Ibid. mereka —Ikhwan— melihat seluruh partai politik yang ada dengan satu penilaian. Anggota kami yang masuk sebagai kandidat dalam persaingan politik merupakan model bagi keteladanan berislam. b. sebab kami yakin bahwa keabadian hanya milik yang terbaik"583. d. tapi kalian itu penegak sebuah sistem. "Kalian bukan pencari kekuasaan. "Prinsip kami terkait partai politik.a. kami tidak akan merampas hak para penguasa —yang bersebrangan dengan kami—. Dan. Imam Syahid telah menegaskan hal itu. kami hanya menyerahkan masalah mereka kepada waktu. kami juga tidak melebur mengusung sebuah partai … namun kami menyerukan mereka semua untuk mempedomani Islam. c. "… dalam masalah ini kami tidak akan mengambil hak-hak mereka …"584. Tidak fanatik terhadap sebuah ide. perbaikan. hlm 266 583 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). dan landasan”582.

— ke seluruh partai politik dan tokohnya secara jelas. Imam Syahid mengatakan: "Permusuhan antara kalian dengan orang lain bukan atas dasar permusuhan pribadi. Ikhwan berharap bila kebenaran tersebut dapat diterima. karena kita menyadari apa yang berada di balik ini lebih baik dari yang terlihat di luarnya.                        Artinya: "jika mereka bertaubat. kita akan sedia menerima mereka dengan lapang dada. Maka yang akan membentang di hadapan mereka hanya manhaj (metode) Ikhwan. hlm 266 (Kalimat yang beliau utarakan dalam sebuah kegiatan). dan menunaikan zakat. Imam Syahid mengatakan: "Sebagian pentolan partai politik menyangka bahwa kami dengan ajaran-ajaran ini bermaksud menghancurkan eksistensi mereka. bahkan lebih dari itu adalah petunjuk dari Allah Swt"585. 474 . Kita bisa temukan hal itu dalam firman Allah Swt. At-Taubah: Ibid. Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). 585 586 (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Bila satu hari nanti mereka yang paling kuat menyuarakan permusuhan kepada kalian memutuskan untuk bergabung dengan kalian." (QS. Dan. kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui. mendirikan salat. hingga mereka menyatakan sepakat. maka 11)586. akan tetapi permusuhan atas dasar akidah dan sistem.—dakwah warisan Rasulullah Saw. Dalam menjawab tuduhan terkait partai politik. dan komitmen untuk berpegang pada satu sistem dalam rangka memperbaiki kondisi dan mewujudkan obsesi.

Kedua: sektor sosial dan keilmuan yang mencakup tiga puluh item.berkhidmat kepada selain partai yang lain. dan 587 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). Saya tidak bermaksud ingin berdalil dan mengatakan kesalahan persangkaan ini. Raja Mesir dan Sudan —waktu itu—. Kepala Pemerintahan Mesir kala itu. ini adalah risalah dari Ikhwanul Muslimin yang kami usulkan kepada anda. dan hanya mencari manfaat tertentu. kemudian beliau menjelaskan bagaimana perspektif Islam dan kapabilitasnya untuk mampu menyelesaikan problematika global umat. juga kepada Musthafa An-Nuhas. Konsep yang ditawarkan beliau adalah menyoroti pandangan umum tentang perbaikan secara menyeluruh. 475 . menyingkap kebobrokan peradaban Material Barat dan segala kepalsuannya. tanggung jawab pemikulan amanah. Setidaknya kalau dirangkumkan maka konsep ishlah yang ditulis Imam Syahid mencakup kepada tiga hal: Pertama: sektor politik. walaupun tuduhan tersebut hampir merata di kalangan partai politik dan pentolan-pentolannya. Imam Syahid menutup konsep perbaikan tersebut dengan ungkapannya: "Dan seterusnya. Ikhwan dan Sejarah Reformasi Mesir 1. Imam Syahid mengajukan konsep perbaikan (ishlah) kepada Sultan Faruq. kami mempersembahkan diri. dan administrasi yang meliputi sepuluh item. Ikhwan juga tidak akan mendeskreditkan partai tertentu. Ketiga: sektor perekonomian yang mencakup sebanyak sepuluh item. Tahun 1936. donasi. Saya hanya ingin menegaskan kepada saudara-saudaraku di parpol yang ada: "Sesungguhnya hari dimana Ikhwanul Muslimin mempersembahkan geraknya kepada selain fikrah Islamiyah yang telah diyakininya itu tidak mungkin terjadi. apapun alasannya. serta seluruh raja dan kepala-kepala negara dunia Islam seluruhnya. sembari menerangkan beberapa klaim miring tentang Islam."587. pengadilan.

Dengan begitu terasa menciptakan warna baru di masyarakat. sistem ekonomi. Melalui cara itu. 2. hubungan internasional. bersamaan adanya pergantian pemerintahan. Ikhwan bahkan mampu mengungguli seluruh elemen penggerak perubahan. dan kepada orang-orang yang menaru perhatian terhadap kebaikan bersama. Risalah tersebut dikirimkan kepada perdana menteri sebagai penanggung jawab pertama. dan seterusnya. tetapi sudah merambah kepada tataran aplikasi. Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)?. Maka timbullah pecinta perbaikan yang mengerti bagaimana proses aplikasinya"589. kebudayaan. antara lain: Problematika kita dalam perspektif hukum Islam. Pada risalah Muktamar ke-5. 3. Hal itu agar seluruh lembaga dan pelbagai organisasi memperolehnya. tidak sebatas retorika belaka."588. Jadilah setiap promotor perubahan menemukan yang dicita-citakannya di dalam konsep Ikhwan. ide-ide perbaikan (reformasi) Ikhwanul Muslimin menjadi sesuatu yang begitu istimewa karena dimensinya yang integral dan menyeluruh. pertahanan dan militer. juga kepada para anggota parlemen. 476 . dan rumah tangga. Sebagian yang termaktub dalam risalahnya. kepada kepala-kepala instansi milik negara. Di awal tahun 40-an. Imam Syahid mengungkapkan: "Hasil dari kepahaman komprehensif Ikhwanul Muslimin terhadap Islam adalah bahwa fikrah Ikhwan telah menyentuh segala titik perbaikan di tubuh umat. pendidikan. yaitu terkait: hukum.semua yang kami miliki untuk membantu instansi atau pemerintah yang berniat mengantarkan umat Islam kepada kejayaan dan kegemilangan. pemuka politik. pengadilan dan perundang-undangan. Kami serukan sebuah panggilan dan kami siap berkorban. 588 589 Lihat: Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). Imam Syahid kemudian merumuskan mengenai pokok-pokok perbaikan yang akan diserukan oleh Ikhwanul Muslimin. keluarga. Imam Syahid kembali melayangkan banyak surat ke beberapa instansi pemerintah yang berisi inisiatif. tokoh masyarakat.

Ustadz Hasan Hudaibi. "Atas pertimbangan itu. konsentrasi kerja." Surat tersebut memuat komentar Ikhwan tentang problematika luar negeri. Kami juga menyertakan catatan tambahan di beberapa departemen yang konsen mengurusi induk kebutuhan rakyat Mesir. Perubahan di sektor kebudayaan dengan mengevaluasi kembali beberapa hal. memobilisasi pasukan tempur. Dalam Risalah Muktamar ke-6. proses meretas kemuliaan dan persatuan diperoleh. buku. c. 5. melakukan penangkapan. perfilman. mengirimkan surat seruan perbaikan. di antaranya: penyeleksian pegawai. urgensi mengakhiri ketegangan dengan Inggris. untuk kemudian dilakukan perbaikan. dan penentuan langkahnya. Ustadz Hudaibi mengatakan: "Hanya dengan perang. Amandemen perundang-undangan dengan berpedoman kepada syariat Islam. yaitu: sistem pengajaran. Imam Syahid waktu itu mengatakan: "Kami telah merumuskan manhaj reformasi kepada pemerintah Mesir. lembaga sensor pers. tahun 1941. Seruan reformasi kemudian ditujukan ke pemerintah Mesir. dan memenjarakan sejumlah aktivisnya. yaitu: a. menginventarisir kekurangan di beberapa sarana tersebut. tapi perang yang dikoordinasi rapi oleh 477 . b. pemudahan urusan publik. dan radio.4. Pada bulan Maret 1952. Seruan tersebut terbagi ke sekian pointer. Mursyid Am Ikhwanul Muslimin. wahai pemimpin negara. kami mengajukan kepada pemerintahan anda untuk mengadakan urun-rembuk yang benar dalam rangka menemukan solusi terbaik terhadap permasalahan di dalam maupun di luar negeri. Mengharuskan pembenahan pada perangkat pemerintahan. konser. pengadaan tunjangan dan jaminan. Kelanjutan dari proses ini maka dakwah IM semakin melambung tinggi sampai satu saat pemerintah Jamal Abdul Naser mengambil keputusan memblokade kegiatan mereka. serta mengadili oknum yang melakukan pelanggaran.

Seruan tersebut dibuka dengan ungkapan: "Kini. Paska terjadinya kudeta —militer— Ikhwanul Muslimin menyebarkan ide dan inisiatif perbaikan kepada setiap individu dan masyarakat yang dimuat dalam koran. Kalau kita tidak lakukan itu. Perbaikan ekonomi f. maka sama sekali tidak ada faidah gerakan revolusi ini dilakukan". sehingga rakyat dapat merasakan bahwa mereka sudah berpindah dari satu orde ke orde berikutnya. kita mesti memandang ke masa depan. 478 . Ikhwan dalam seruannya itu mengusung tujuh hal yang perlu segera diperbaiki: a. perbaikan total.". Kemudian mengenai permasalah dalam negeri. Ikhwan juga menjelaskan prinsipnya terkait program pemerintah yang akan menerapkan aksi "pembersihan" dalam waktu dekat590. kita tidak perlu berpestapora menikmati kemenangan ini. Pendidikan militer g. Perbaikan perundang-undangan d. pembebasan tahanan dari sel. 27 Maret 1952. Selain kedua masalah besar tersebut.penguasa dan rakyatnya. Pembersihan menyeluruh b. Ikhwanul Muslimin memberikan tiga masukan penting untuk meluruskan urusan umat. sementara di saat yang sama kita telah dituntut untuk segera memulai mempersiapkan langkah-langkah besar. Majalah Ikhwanul Muslimin (IM). ia bergerak dalam lingkup skala prioritas antara persoalan besar dan kecil. sebagai berikut: 590 Lihat. Perbaikan moral dan etika c. 6. Kepolisian Sebagai epilog penyampaian seruan. Dan. terbitan 02 Agustus 1952. Edisi ke-5. yang perlu diprioritaskan adalah bagaimana menghapus hukum adat. Perbaikan sosial kemasyarakatan e.

Pengejewantahan dua pointer tersebut lebih disederhanakan lagi kepada: a. mengubah kondisi yang memberikan kesempatan lahirnya kezaliman. dengan dakwaan: merenggut kehormatan. 8. Ustdaz Umar Tilmisani. 7. Ust. Menciptakan stabilitas keamanan. memberikan udara kebebasan bagi para tahanan politik. b. Mempersiapkan pasukan yang tangguh untuk memerangi Israel yang telah merampas wilayah Palestina. tanah yang terampas kepada yang berhak. Ikhwanul Muslimin banyak mengirimkan surat-surat inisiatif kepada Presiden 591 Al-Ikhwanul Al-Muslimun … Ahdâts Shana`atun Al-Târikh. arogansi status quo. melepaskan rakyat dari belenggu kemiskinan. Mengembalikan hak-hak orang yang teraniaya. Hasan Hudaibi. Menghapus kondisi darurat dan hukum adat. dan kelompoknya. 107 592 Ibid. 479 . diantaranya: a. Menghidupkan lembaga perwakilan. mengembalikan setiap hak kepada pemiliknya. Tanggal 4 Mei 1954. hlm. dan mengharuskan perubahan itu menyentuh seluruh sendi di masyarakat yang sudah terkontaminasi oleh perlakuan oknum yang zalim591.Pertama. b. menyeret oknum yang berbuat zhalim ke meja hijau. Mursyid Am. melayangkan surat kepada Jamal Abdul Naser memintanya agar melakukan perubahan. dan meraup harta haram untuk kepentingan pribadi. merampas kebebasan. Ketiga. negara dijadikan arena pemuas nafsu. c. Pada masa kepemimpinan Mursyid Am. III. dan hegemoni pecundang politik. Kedua. Vol. Menerapkan kebebasan penuh592. sebagaimana penting mengembalikan kepemilikan harta. menodai kesucian umat dengan praktek kebohongan.

kembali Ustadz Umar Tilmisani melayangkan surat kepada Presiden Ahmad Sadat dan sebagian pemimpin negara Islam. demikian juga pelaksanaan perjanjian damai Mesir dengan Israel tahun 1979. dan 594 Majalah 595 Majalah silahkan merujuk kembali ke majalah dakwah terbitan tahun 1977. menulis tentang persoalan pemalsuan dan rezim penguasa. tahun 1977. Ustadz Musthafa Masyhur. 11. dan anjuran untuk menaati faktor-faktor pembangkit kekuatan: Ini disampaikan melalui Risalah Ikhwan. pengelabuan melalui pembentukan Dewan Perwakilan Rakyat berdasarkan pemilu yang tidak aspiratif (dusta). Masalah ini telah kami jelaskan sebelumnya. 12. sampai segala bentuk kezaliman yang dilakukan penguasa. Ikhwanul Muslimin bahkan mengajukan protes keras terkait lawatan Presiden Ahmad Sadat ke kota Al-Quds. IM mengajukan menyampaikan tuntutan nasional. "Hukum yang berlaku bagi rakyat sekarang. rakyat yang lebih pantas disebut rakyat yang dipecundang melalui pelaksanaan referendum (99. Bulan Januari 1979. edisi pertama. yang disepakati oleh Ikhwan dan seluruh simpul-simpul kekuatan nasional Mesir."595. 480 . yang menyoroti masalah perbaikan dan pemberian hak kebebasan593. Protes tersebut mengakibatkan penangkapan besar-besaran aktivis IM dan pembredelan majalah Dakwah. 10. Musthafa Masyhur. Edisi 228. Al-Basyir. 593 Pembaca 1976.99%) produk rekayasa. bulan Muharram 1422 H/ 20 April 2001. edisi: 32. Dakwah. 9. Mursyid 'Am IM."594. yang menawarkan jalan keluar mendiagnosa penyebab kelemahan umat. Atau. Demikian juga surat Mursyid 'Am. kalian memilih manhaj Allah atau Kehancuran. tahun 1987 M. Surat dengan mengangkat tema: "Wahai Pemimpin Umat Islam.Ahmad Sadat.

Perbaikan harus dimulai dengan perbaikan politik. elemen pemikiran dan budaya. bahwa sudah waktu telah mengharuskan peran aktif seluruh kekuatan politik. Semua bagian ini agar saling bekerja sama mengerjakan perkara-perkara yang disepakati —dan itu banyak sekali— dan toleran terhadap hal-hal yang tidak disepakati –dan hal itu sangat sedikit. Dimana Mursyid 'Am Ikhwan. di setiap waktu dan peristiwa. nasional. Ketiga 481 . Permintaan Ikhwanul Muslimin untuk mengadakan ishlah belum juga berhenti. Ikhwan menolak dengan sangat segala bentuk hegemoni pemerintah. kebangkitan kolektif. keadilan. dan musyawarah. b. semua yang memiliki kecendrungan terhadap persoalan bersama bisa mulai bergerak menggarap hal-hal asasi di masyarakat. tidak menerima intervesi pihak asing dalam urusan dalam negeri Mesir. dan keterbelakangan ilmu dan skill. Proses perbaikan tidak dipikul oleh salah satu pihak. dan Islam. Inisiatif tersebut dibuka dengan menyebutkan beberapa hal. yaitu: stagnan politik. Ustadz Muhammad Mahdi Akif menyatakan hal itu dalam konferensi pers. di antaranya: a. Bahwa kemaslahatan umum sebuah negara yang mesti diperjuangkan dengan bersungguh-sungguh hanya menanti waktu perwujudannya. negara-negara Arab dan dunia Islam. Dan. dari titik itulah perubahan itu beranjak untuk selanjutnya mengadakan perbaikan pada bidang-bidang yang lain. Memang ada tiga tipikal penghancur dalam umat kita. d.demi mewujudkan perbaikan bagi bangsa dan kemaslahatan umum. c. kerusakan kondisi sosial. rakyatlah yang paling berhak menyuarakan inisiatif menerapkan perbaikan yang bertujuan untuk menciptakan kehidupan mulia. kebebasan. sampai kepada pengajuan surat inisiatif di tahun 2004 lalu. Ini merupakan tanggung jawab yang besar yang membutuhkan dukungan dan bantuan semua pihak. Dalam perspektif Ikhwan. Reformasi menyeluruh merupakan tuntutan rakyat.13. persamaan.

Atas pertimbangan itu. adab. Pada tahun 2005. budaya. dan peran Mesir di kancah internasional. Ikhwanul Muslimin memprakarsai dan memimpin muktamar dan demonstrasi menuntut reformasi. atau ia dipahami hanya melalui satu sudut pandang yang sempit. atau amalan baik. kantong-kantong layanan umum. dan menggagas lahirnya aliansi rakyat untuk reformasi. seperti: partai politik. Dan. pendidikan dan kesehatan. Bentuk-bentuk Proyek Perbaikan ● Dakwah Ikhwan adalah dakwah integral. Sarana-sarana tersebut dipakai karena sangat berpotensi bagi pengembangan dakwah. 14. eksplorasi Islam. olahraga. dalam bidang keamanan dalam negerinya. Dakwah Ikhwan tidak memperhatikan satu bidang saja lantas meninggalkan bidang yang lain. maka tak mungkin akan terbatas mengurusi satu masalah. yayasan. dan layanan umum. 482 . perindustrian. bergerak demi kemaslahatan umat. Ikhwan dengan dakwahnya akan memanfaatkan segala sarana dan prasarana untuk bergerak dan mengembangkan tujuan. mempertemukan simbol-simbol kekuatan rakyat. korps massal yang meliputi seluruh segmen. ekonomi. kondisi rakyatnya. ilmu. baik politik. pusat kajian dan penelitian. sosial. Aksi mereka dipadamkan pemerintah dengan memenjarakan sekitar 3000 aktivisnya. puluhan orang menderita cedera serius. bahkan di antara mereka ada yang syahid. Oleh karena dakwahnya integral. gelanggang olah raga. dan lain sebagainya. sekaligus penegasan bahwa dakwah sesungguhnya menyentuh semua lini kehidupan. yayasan. lembaga kedaerahan. seminar umum. sementara ia melupakan masalah yang lain. perkumpulan seni dan sastra. seni. berjalan dengan lentur. sebagai konsekuensi dari sikap Ikhwanul Muslimin yang mengusung perbaikan. dakwah mereka selalu menggunakan banyak media.tipikal kronis ini sekarang benar-benar tengah mengancam Mesir. dan lain-lain.

maka seruan itu disebut "seruan mandul". sasaran pertama dari dakwah ini adalah mengajak manusia untuk membangun kembali hubungan spiritual transedental yang mengikat mereka dengan Allah tabaraka wa ta'ala. tidak bisa produktif menghasilkan buah dari aktivitas yang dilakukannya. Imam Syahid sudah pernah menyinggung masalah ini. atau dakwah memporsir diri pada satu permasalahan. "Yang kami inginkan pertama sekali adalah membangkitkan ruh. Kami tidak mementingkan membicarakan soalan dakwah dalam perbaikan yang sifatnya parsial dari pelbagai jenis aktivitisnya. 483 . yang umumnya manusia sudah melupakannya. disinilah bisa dipahami bahwa sifatnya luas dan menyentuh seluruh aspek berkehidupan. yang kami pentingkan adalah pengkonsentrasian terhadap jiwa demi menanamkan fikrah ini. jaminan hidupnya. Ini karena menyangkut masalah prioritas berdasarkan waktu dan kondisi. Beliau juga mengatakan: "Maka dari itu. maka Allah pun melupakan mereka. Kalau seruan perbaikan tidak mencakup dan memelihara dua hal di atas. Membangkitkan ruh keimanan dan kembali kepada Islam. katanya."596. tapi bukan berarti melupakan bidang lainnya. Jiwa yang hidup merupakan kemenangan hakiki sukma dan hati. 2.Kondisi dakwah terkadang memang meminta pemusatan dakwah pada satu bidang. ● Perbaikan dipahami dengan dua pengertian: 1. tetapi bukan maksudnya menganaktirikan permasalahan lain. Perbaikan individu. hlm 233." 596 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). dan melejitkan potensi skillnya.

2. Orang-orang yang tengah menegakkan perbaikan diminta bersungguhsungguh. Orientasi dan target yang jelas dari penerapan perbaikan. 3. tidak mungkin upaya perbaikan dapat ditegakkan. Mesti ada sarana realisasi untuk melaksanakan perbaikan. yang berdampak negatif. 6. Mendayagunakan kekuatan dan kesungguhan. yang mereka tidak mampu melepaskan diri dari cengkeramannya. dan menyepakati perbaikan tersebut. sembahlah Tuhanmu yang Telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu. (Q. dan tidak ada yang boleh memonopoli salah satunya saja. Mencari dukungan dari pemimpin masyarakat. hlm 226. Bekerja sembari melenyapkan gangguan yang menghambat proses perbaikan. dan meminta komitmennya untuk menyerukan perbaikan serta mematuhi penanggungjawab perbaikan.S Al Baqarah:21) Inilah sesungguhnya kunci pertama untuk memecahkan serangkaian masalah kemansiaan yang disebabkan oleh tirani materialisme yang mengangkanginya. 7. 4. Tanpa adanya kunci ini. agar kamu bertakwa. ● Sebagaimana kesungguhan dan pertimbangan di dakwah untuk perbaikan berdiri di atas sokongan: 1. 484 . dan memiliki vitalitas tinggi. Memilih iklim yang pas untuk melakukan perbaikan."597. 597 Ibid. 5.      Artinya:             "Hai manusia.

Kita telah menyaksikan sepanjang sejarah ada saja penyeru perbaikan. beragam 485 . dan ia hanya merusak lingkungan. tertata. Imam Syahid sudah memberikan contoh tentang masalah tersebut pada bahasan itu (lihat: Risalah pergerakan. undangundang masih ambigu dan kabur. Saat ini. dan saling bahu-membahu. yang bertujuan mengelabui rakyat. mengajak seluruh kekuatan untuk bekerja secara benar. kami tidak sedang menunggu fase penerapan pemerintahan Islam. Kami akan saling menggalang kekuatan dengan pihakpihak lain dalam rangka mewujudkan hal itu. Atau. ada usaha penggemukan kemaslahatan bagi penguasa dan hakim. Maka Ikhwan menawarkan amandemen UU dalam mengusung reformasi ini. menutupi kebenaran dan bukti. ● Tujuan perubahan yang diboyong oleh Ikhwan. integral dan jelas. yang disepakati oleh umat. atau hanya sekadar slogan-slogan kosong tanpa mengandung muatan. tuntutan awal tertuju pada masalah tersebut karena ia merupakan bagian terpenting dari proses perbaikan dan kebangkitan bangsa. ● Terkait masalah perundang-udangan yang tampak sekali butuh dikoreksi dan amandemen. atau sekadar panas dengan suhu perpolitikan. sebab perbaikan tidak dapat dilakukan sekejap mata. Ikhwan di hadapan krisis seperti ini tampil 'beda' dengan manhajnya. dan belum ada yang mampu menerjemahkannya dalam realitas kehidupan. Dan. ia hanya sekadar ingin memberikan 'sensasional' demi kemaslahatan partai atau penguasa. adalah: ada hukum tertulis. Hasan Al-Banna). dan lebih maju dalam pelaksanaan perbaikan. Imam Syahid bahkan semasa hidupnya telah banyak memberikan masukan terhadap perubahan undang-undang dan perbaikannya. dan berjalan sesuai akidah dan sejarahnya. berpijak pada landasan asasi.

Oleh karena itu 486 .sektor vital yang lain. ● Imam Syahid memberi wejangan agar selalu memandang positif segala kejadian. atau dengan ungkapan lain mempelajari kurikulum sebuah kebangkitan dari tataran normatif. IM berhasil memerankan kontribusi rill bagaimana membangun basis perekonomian yang tangguh. memahamkan tentang hak mereka. perubahan dalam masyarakat. Disusul kemudian pembinaan kerja nyata dan proses aplikasi. serta urgensi penanaman manhaj pembinaan dan kepemimpinan yang sesungguhnya. tarbiyah (pembinaan) itu yang diprioritaskan. IM bukan hanya memotifasi diri sendiri tetapi juga mengajak pihak lain untuk saling bahu-membahu. Tapi. mewarnai. mengokohkan bangunan iman ini sekuat mungkin. fokus dalam bidang produksi. mengetahui sarana apa saja yang bisa mengejewantahkan hak mereka. namun berikan catatan dan apresiasi. ● Demikian juga kontribusi Ikhwan di sektor ekonomi. pendirian pabrik-pabrik sipil. sayangnya tidak seluruh gagasan Ikhwan diambil oleh mereka. Terkait prinsip beliau yang menilai positif pendirian Persatuan Liga Arab. dan pengajuan kritikan konstruktif bagi kebaikan bersama. tarbiyah iman. Dan. ini dilakukan dalam rangka memperlihatkan manfaat rill langkah pembinaan itu. ● Imam Syahid menjelaskan sumber pijakan bagaimana seharusnya kebangkitan perbaikan itu terjadi di masyarakat. dan penempaan jiwa. perbaikan pemenuhan barang-barang konsumtif. dan beberapa masukannya yang mengkritisi piagam deklarasi Liga Arab —ini yang banyak dibahas— tanpa memandang proses pendiriannya. dan reaktif. ● Imam Syahid mengatakan: "Sebuah kebangkitan mesti berpijak pada. Dengan pola begitu dakwah akan berdampak positif. aplikatif. Ikhwan bahkan dalam bidang ekonomi ini telah mendirikan beberapa pabrik percontohan. tidak sebatas memberikan catatan terhadap kekurangan orang lain. yang di kemudian hari justeru dikuasai oleh pemerintah revolusi.

dan pendidikan. 599 Risalah: Dakwatuna fi Thur Jadid. Ikhwan telah melakukan gebrakan-gebrakan baru 598 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Untuk manhaj: sumbernya menurut kebutuhan saja. dan fokuskan pada upaya konkret. Serta merupakan jaminan bagi kekuatan rakyat. Ikhwan menawarkan asas kebangkitan itu berpijak pada: penyatuan kondisi rill masyarakat berlandaskan kaidah Islam"599. Imam Syahid menegaskan kembali: "Oleh sebab itu. seperti: kebudayaan. yaitu: manhaj dan kepemimpinan. Ikhwan begitu antusias sekali melakukan perbaikan masyarakat pada bidang-bidang penting. bisa ditaati dan diteladani.158-159 (secara ringkas). bukan sekadar pemimpin yang ada karena kondisi darurat saja. sama artinya ada seorang pemimpin tetapi ia bukan berkepribadian pemimpin"598. mendahulukan hasil (produk) meskipun sekecil apapun. Ikhwan pun mengungkapkan bahwa kemerdekaan berpolitik merupakan tuntutan pokok dan kebutuhan mendasar. dalam pencapaian perbaikan dan kemajuan umat. Semua itu adalah manhaj pembelajaran bagi umat ini. Ikhwan menyatakan perlu melakukan pembinaan individu dan penempaannya secara benar. cermat. maka mereka mesti sanggup bersabar. Atas pertimbangan itulah maka penting memelihara dua hal. hal. Untuk kepemimpinan: mesti memilih dan menempatkan pemimpin yang terpercaya. Kurun waktu terakhir ini. kemasyakatan. ● Dalam usaha perbaikan masyarakat dan kebangkitan umat. Seorang pemimpin yang benarbenar pemimpin. dan rentang waktu perjuangan yang lama. Kalau tidak demikian. maka tidak boleh adanya penundaan dan pengurangan dengan alasan apa pun. hlm 239 487 .membutuhkan waktu yang panjang.

di antaranya: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). ● Ikhwan menaruh perhatian pada perbaikan ekonomi yang berjalan seimbang dan saling melengkapi dengan perbaikan politik. dan 488 . dan kekuatan-kekuatan politik guna dipelajari. Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). dan berbagai persoalan penting lainnya. Hal itu mereka tujukan itu kepada penguasa. semangat terhadap penyatuan umat dan penyatuan persepsi. di samping saling menopang antara sama lain. pengamanan laut Merah. Usulan yang diajukan Ikhwan dalam bidang ekonomi adalah merealisasikan independensi ekonomi di seluruh ruang lingkupnya. bahwa Imam Syahid sudah memaparkan sekian banyak asumsi dalam rangka membenahi sektor ekonomi. penyempurnaan kemerdekaan hakiki Mesir di seluruh aspek. Beliau memberikan perhatian yang besar terhadap problematika ekonomi dan stabilitas keamanan Mesir. karena Pemerintah Revolusi kemudian melakukan proses kapitalisasi segala aset Ikhwan. produksi senjata. kebebasan mengkritisi. dan perwujudan kemerdekaan perpolitikan. menyatukan delta Nil (Mesir dan Sudan). Masalah tersebut termaktub dalam beberapa risalah Imam. eksplorasi Bangsa Arab dan perealisasian obsesi mereka. laut Arab mesti dikuasai pemanfaatannya oleh Bangsa Arab. dan beliau bahkan menggagas pendirian beberapa serikat mandiri nasional untuk mengimbangi hegemoni Inggris.melalui ide di bidang-bidang garapan tersebut. ● Seperti yang sudah kami jelaskan. Sinai dan Palestina. Beberapa hal yang disoroti adalah: "Kasus pengadaan air dan sterilisasi sumber-sumber air sungai Nil. dan dimanfaatkan demi merealisasikan penyatuan obsesi dan langkah. dan pengamanan Timur Mesir. dan mengingatkan pentingnya penyatuan Bangsa Arab dan negara Islam untuk meningkatkan pencapaian independensi ekonomi dan memulai mengambil langkah-langkah brilian. Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). meskipun eksistensinya tidak bertahan lama.

hewan ternak. Contoh sederhana saja dari ungkapan di atas. seperti: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). sangat tidak sebanding dengan konsep perbaikan kompleks yang dipunyai dan ditawarkan Ikhwan. dengan sungai dan segala yang dikandungnya bermanfaat bagi bumi selatan. Kita dapat merujuk kembali ke beberapa risalah Imam Syahid.. seperti juga halnya bumi sebelah utara. mana program perbaikan yang Ikhwan tawarkan dan apa kontribusi mereka terhadap masyarakat? Banyak kemudian bermunculan di negeri kita gerakan-gerakan reformasi yang mengklaim diri memiliki manhaj dan tujuan jelas. Mashu`. hlm 361. Misalnya dengan melempar wacana. Keduanya merupakan bagian yang saling melengkapi. dan yang memakmurkannya dulu adalah bangsa Mesir. tanaman. wilayah tersebut merupakan bagian yang juga menjadi tempat tumpahnya darah Amr bin Ash ra. Zaila`. 364 489 . Yang kami inginkan selanjutnya adalah menciptakan keamanan di perbatasan selatan Mesir dan memelihara hak-hak kita terhadap Eriteria. Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy 600 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Kalau Mesir butuh terhadap Sudan untuk memelihara Sungai Nil — sebagai sumber kehidupan— maka Sudan sesungguhnya lebih butuh kepada Mesir untuk menjamin keberlangsungan kehidupan mereka. dimana kehidupan Mesir bergantung disana — tanah. juga secara pasti meredam beberapa klaim sepihak yang mendiskreditkan Ikhwan.lain-lain yang menunjukkan kematangan berpikir. manusia— berhulu dari Sudan. Sampai kemudian terjadi perampasan wilayah secara zalim"600. Risalah-risalah tersebut selain menelurkan ide-ide cemerlang. padahal realitanya mereka hanya punya konsep dan lampiran apa adanya. dan aktivitas sungai Nil. serta pandangan integral. mencermati perkataan Imam Syahid: "Sungai Nil. Harar.

sebagai bagian dari pembumian syariat Islam. dan beberapa peluang yang mungkin dimanfaatkan. ● Konteks seruan yang terus dikumandangkan Ikhwan bila ditinjau dari sisi landasan dan tujuan masih konsisten dan sejalan semenjak dari masa Imam Syahid.(Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). Hal itu pun disesuaikan dengan kapabilitas dan daya tampung jamaah. sekaligus model pembinaan publik. Adapun langkah-langkah kerja akan diaplikasikan menurut kemampuan dan peluangnya. Sebagaimana halnya kami yang mengajukan inisiatif perbaikan berlandaskan Islam. Dimana kebebasan merupakan penjelasan dari pengajaran Islam. Ia merupakan dasar yang sempurna. tidak bermaksud menjadikannya sebagai rujukan bagi dakwah Islam. hanya sarana dan prasana saja yang kerap mengalami perubahan dan kemajuan. elastisitas waktu. karena kami saat ini menyerukan Islam dan juga kebebasan sebagai sebuah kewajiban. bagi yang ingin memperoleh informasi tambahan. bukanlah sebagai bentuk pemonopolian. pemusatan langkah. dan kita tidak dapat menolak 490 . ● Dakwah kepada kebebasan. Kami tidak melakukan monopoli terhadap Islam. Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). ● Bidang-bidang perbaikan ini —yang telah kami paparkan— merupakan model bagi pelaksanaan perubahan yang sifatnya sangat krusial dalam tubuh masyarakat. Maka slogan yang kami pakai adalah: al Islam huwa al Hall (Islam adalah solusi). kita semua adalah muslim. dan setiap urusan ditimbang berlandaskan nilai kemungkinan kebangkitan itu akan diperoleh. slogan kebebasan masuk dalam slogan itu. dan mengangkat yel-yel bernafaskan Islam. Kami akan selalu berpegang teguh dengan dakwah Islam di pelbagai aspeknya. Semua orang dan aliran berhak untuk menyatakan apa yang kami serukan.

nasehat baik. dan perlu diketahui bahwa hal itu bukan merupakan taktik partai sebagai bentuk dukungan. bagaimana mereka menggugah umat untuk menaruh kepedulian terhadap kezaliman dan penjajahan yang berlaku disana. Pembangkitan kembali syariat Islam yang kami lakukan dan menyerukannya bukanlah semata merupakan semata taklif (tanggung jawab) kami. dan semua prasana yang sah digunakan berdasarkan atas legitimasi hukum dan perundang-undangan. siap melakukan pengorbanan. ekonomi. yang siap istiqamah dengan izin Allah. lalu kami akan menunggangi kendaraan parpol untuk mendapatkan kedudukan. menduduki jabatan dan mengambil kedudukan pasti kami akan menggunakan langkah lain. politik. atau rujukan. memikul cobaan dan beban dengan sabar dan tabah. tetapi juga menjadi taklif bagi muslim dan muslimat semua. Kalau kami mau mengeksploitasi. meninjau kemampuan dan target. Namun. teratur. pengenalan terhadap kondisi dan situasi. kami adalah aktivis dakwah universal yang bersedia mengorbankan diri untuk mewujudkan cita-cita itu. Menggantikan ruang-ruang penjara yang pengap. penyiksaan yang keji dan seterusnya. Kami akan menanggalkan slogan dan manhaj yang telah didengungkan. Kami menyeru kepada bangsa kami dengan penuh hikmah. mengikutsertakan rakyat dalam kerja tersebut. atau beraktivitas tanpa tujuan. dan tidak berkonsentrasi pada satu masalah. bekerja maksimal. memberikan arahan terhadap langkah yang akan ditempuh. Kita bisa saksikan responsibilitas tersebut dalam kasus Palestina. Ikhwan tidak ingin hanya bergabung menyelesaikan permasalahan kenegaraan dan nasionalisme saja. arif. Demikian juga Perang di 491 . pembelaan. akan tetapi akan benar-benar mencurahkan perhatian untuk mengurusi hal itu. Kami telah menetapkan komitmen seperti ini.keberislaman orang lain atau tak berhak mengklaim bahwa orang yang berbeda dengan pendapat kita telah menohok Islam dan murtad. bergerak dalam kerangka keseimbangan. Mereka lebih banyak bekerja dari pada berbicara. di seluruh sendi kehidupan: sosial. Menjalaninya memakai kaidah yang santun.

Terusan Suez melawan pasukan Inggris. dan banyak lagi problematika kompleks dunia Islam lainnya. mereka —atas pertolongan Allah— tetap kuasa mewujudkan sejumlah obsesi besar. Inilah peran yang mereka sumbangkan kepada umat menurut kapasitas mereka. Hanya saja ada dua hal yang harus diperhatikan. teks yang dipakai untuk menuangkan prinsip-prinsip tadi. Model Perbaikan Hukum dan Perundang-udangan Imam Syahid Hasan Al Banna berkata. Oleh karenanya Ikhwanul Muslimin berkeyakinan bahwa sistem UU Mesir ini adalah sistem yang paling dekat dengan Islam dibanding dengan sistem UUD yang manapun di dunia. sehingga terbuka kemungkinan untuk dipermainkan. Pertama. Prinsip yang benar bisa saja dituangkan dengan kalimat yang membingungkan dan rancu. yang itu merupakan interpretasi terhadap teks-teks tersebut. bukan sebatas di Mesir saja akan tetapi menyeluruh ke segenap penjuru dunia Islam. Di samping itu. ketika seorang pengamat melihat prinsip undang-undang dasar Mesir yang bermuara pada perlindungan terhadap kebebasan individu dengan segala variasinya. makar. intimidasi mereka alami sepanjang waktu. Mereka tak hendak mengganti dengan sistem yang lain. praktek penerapan. pasti sangat jelas bagi pengamat tersebut bahwa semua itu sangat relevan dengan ajaran Islam dalam format undang-undang. Kedua. pada tanggung jawab pemerintah kepada rakyat dan kontrol mereka kepada program yang dijalankan. pada kasus kebebasan dan perbaikan perpolitikan. meskipun ia sendiri terjaga kebenarannya. Meskipun begitu. dan pada penjelasan akan batasan-batasan kekuasaan. Realitanya. 492 . meskipun di kanan-kiri gelombang penderitaan. pada musyawarah dan ketundukan penguasa kepada kehendak rakyat.

serta memungkinkan adanya interpretasi subjektif dari masing-masing pihak. penerapannya yang buruk.sebuah teks yang jelas untuk sebuah prinsip yang benar masih memungkinkan juga terjadinya penerapan yang keliru karena dipengaruhi oleh dorongan hawa nafsu. sebagian teks UUD Mesir itu rancu dan membingungkan. Ia masih membutuhkan pembatasan-pembatasan dan penjelasan lebih lanjut. dan berperan menciptakan chaos di parlemen."601. dan masyarakat tidak memetik hasil darinya kecuali mudharat. sehingga hilanglah nilai manfaatnya. dalam praktek penerapan UUD. maka Ikhwanul Muslimin berpendapat bahwa: Pertama. telah terbukti –oleh pengalaman. "Kami menerima landasan asasi untuk membentuk sebuah perundang-udangan. Imam Syahid menambahkan. ia sangat membutuhkan perbaikan dan koreksi. sehingga dapat mewujudkan apa yang diinginkan. Tanggung jawab penguasa b. Kedua. Imam Syahid Hasan Al-Banna mengisyaratkan adanya tiga landasan sistem hukum Islam: "Pedoman bagi tegaknya sistem hukum Islam terbagi kepada tiga hal: a."602. semua itu mengkhawatirkan akan mengarah kepada kerusakan. Oleh karenanya. 493 . "Kami ingin berterus-terang bahwa ada kekurangan dalam beberapa teks undang-undang. karena di samping sejalan. yang kemudian melahirkan undangundang. Penghargaan terhadap aspirasi umat 601 602 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). dan lemah dalam memelihara keterjagaan landasan asasi yang sesuai dengan Islam dalam penerapannya di dalam hukum. juga berlandaskan sistem hukum Islam. Kesatuan umat c.gagal. Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata Sistem Pemerintahan). Jika demikian halnya. sementara yang kami kritisi adalah ketidakjelasan dan mekanisme pelaksanaannya.

" Beliau juga berkata. "Undang-undang wadh'i (ciptaan manusia). dimana telah terjadi pemandulan beberapa kekuasaan lain. teks-teksnya juga bertentangan 603 Risalah: Nizhamul Hukmi Imam Syahid mengkritisi undang-udang tahun 1936. baik perdata maupun pidana. Hasan Al-Banna. Suatu hal yang aneh dan tidak masuk akal jika undang-undang yang berlaku untuk umat Islam bertentangan dengan ajaran agamanya. Padahal ia merupakan perangkat terpenting untuk menentukan corak kehidupan parlemen dan pemerintah yang islami. dan tata hubungannya dengan masyarakat.pentj 605 Qanun. Lantas apa yang kita lakukan di Mesir? Kita berada di persimpangan jalan. Bahkan. baik dalam teori maupun praktek."603. telah dijelaskan pula tentang sikap Ikhwan terhadap dustur Mesir. 604 Dustur. yang melindungi hak-hak moral maupun material. adalah peraturan yang mengatur hubungan antara individu yang satu dengan yang lain. Imam Syahid. dan meminta dirumuskannya bentuk undang-udang yang baru yang mampu memelihara dan menjamin kaidah dan batasan-batasan tersebut. kendali pemerintah dipegang penuh oleh presiden. Dalam kaitan ini UUD kita rancu." "Sesungguhnya. disamping bertentangan dengan agama.Imam Syahid. berkata. 494 . tidak jelas dan tidak rinci.dalam hal tanggung jawab pemerintah". Al Quran dan Sunah Nabi-Nya. kewajiban-kewajiban penguasa. ia telah menjelaskan banyak hal tentang asas-asas perundangan dan perincian hukum. baik hukum perdangan maupun hukum kenegaraan.-pentj. dan yang mengontrol apa-apa yang mereka kerjakan dalam pelaksaan undang-undang. Sebaliknya. "Ini merupakan kaidah sistem hukum Islam –dan sekaligus sistem parlementer. Ikhwan pernah mengajukan kritik terhadap kasus tersebut dan beberapa konteks undang-undang yang lain. "Telah dijelaskan di muka bahwa dustur604 berbeda dengan Qanun605. Sekarang akan saya jelaskan di hadapan kalian tentang sikap Ikhwan terhadap undang-undang Mesir. Islam tidak diturunkan dalam keadaan tanpa undangundang. sementara undang-undang yang sekarang lebih buruk lagi tepatnya di konteks ini. adalah aturan pemerintah yang bersifat global yang mengatus batas-batas kekuasaan.

dan mengatur perjudian. sehingga dalam prakteknya kita sering memisahkan agama dari urusan politik (meski secara teorotis kita mengingkari pemisahan seperti ini). melarang minum khamar. dengan undang-undang yang digunakan sebagai pijakan dalam sistem peradilan dalam prakteknya. membenarkan khamr. mendukung riba. semua itu bukanlah akhir dari kerja keras mereka. "Jika Allah dan Rasul Saw. Maka bagaimanakah sikap seorang muslim menghadapi dua hal yang jelas-jelas bertentangan ini? "Adapun Ikhwanul Muslimin. sementara itu undang-undang melindungi pezina.dengan UUD Mesir itu sendiri yang menyebutkan bahwa agama negara adalah Islam. memerangi perjudian."607. Mereka senantiasa bekerja dengan segala cara dalam rangka mengganti undang-undang semacam itu dengan syariat Islam yang adil dan utama." Kata Imam Syahid. Namun. telah mengharamkan perbuatan zina. Beliau berkata. namun ternyata ketetapan ini tidak cukup 606 607 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Pemerintahan) 495 . Sungguh."606. akidah adalah barang yang paling mahal harganya di alam dunia ini dan Ikhwan akan terus menggelindingkan bola." Ikhwan pernah menghadap kepada Menteri Kehakiman dengan menyodorkan tulisan tentang ini dan memperingatkan pemerintah tentang akhir kisahnya yang pahit. Banyak dari undang-undang yang menjadi pijakan peradilan ini secara terang-terangan bertentangan dengan Islam. mereka sekali-kali tidak akan pernah rela dan menyetujui undang-undang seperti ini. Kita tetapkan dalam UUD kita bahwa agama resmi Negara adalah Islam. Kata Imam Syahid. "Saya ingin menegaskan bahwa ada perbedaan antara UUD Mesir sebagai sesuatu yang ideal. "Merupakan kesalahan yang fatal ketika kita melupakan akar pemikiran ini. di semua sisi perundangundangan.

serta merusak keindahan Islam dalam realitas kehidupan."608. rumah atau individu yang tidak termasuk dalam kriteria kelayakan untuk pemilihan. Beliau berkata: "Harus segera dilakukan upaya perbaikan terhadap undang-undang pemilu. maka organisasi itu harus mempunyai program yang jelas dan sasaran program yang rinci. karena masalah peraturan ini sering dipermaikan oleh ambisi partai tertentu dan kepentingan pemerintah pada waktu-waktu belakangan ini. hendaknya tidak menyangkut masalah keluarga. Sisi-sisi yang mendesak untuk dilakukan perbaikan adalah sebagai berikut: 1. Jika mereka adalah wakil organisasi. Ini merupakan kelemahan pertama dan awal mula kerusakan. 4. Memperbaiki aturan pelaksanaan pemilu dan sosialisasinya. 2. 496 . beliau mengajak untuk melakukan perbaikan. Memberikan sanksi yang berat kepada setiap pemyimpangan dalam pelaksanaan dan praktek suap dalam pemilihan. yakni memilih orang-orang yang shalih (terbaik) untuk menjadi wakil rakyat di parlemen. disamping juga adanya pemaksaan dalam memilih. Tuntutan Perbaikan Undang-undang Pemilu ● Imam Syahid memberikan kritik terhadap undang-undang pemilu. Menyebutkan kriteria-kriteria khusus bagi calon anggota legislatif. Ibid. dengan keyakinan dan perbuatan mereka yang menjauhkan antara petunjuk agama dan muatan politik."609. Ungkapnya: "Semua orang merasakan ketidakmampuan sistem pemilu yang berlaku sekarang untuk merealisasikan tujuan yang telah digariskan. tetapi berkisar pada metode dan langkah-langkah pembaharuan. 3. 608 609 Ibid. Peraturan-peraturan itu. Menjelaskan peraturan-peraturan tentang tema kampanye pemilu dan menetapkan sanksi bagi siapa saja yang melanggarnya.bisa menghalangi para petinggi pemerintahan dan para tokoh politik untuk merusak citra Islam dalam persepsi dan pikiran khalayak.

Jika pemilihan dilakukan dengan memilih tanda gambar dan bukan memilih orang. dan anjuran untuk memelihara kesehatan. kemuliaan. Berlapang dada 610 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Pemerintahan). Tuntutan Membina Umat yang Kuat Menimbang perhatian Imam Syahid terhadap bidang industrialisasi.330.329. Merupakan sebuah kesalahan besar jika kita hanya terpaku dengan kondisi sekarang ini. niscaya akan terbuka jalan menuju kesana."610. memelihara diri dari penyakit. beliau ternyata juga memusatkan perhatian pada manhaj perubahan dalam rangka menguatkan pembinaan masyarakat. dan berkebangsaan. 2. pemberian perhatian kesehatan tersebut secara massal. pertanian. Penyuluhan berolah raga. Imam Syahid mengatakan. Menaruh perhatian pada kesehatan umum dimulai dari balita. rela dan berusaha lari dari upaya perbaikan. 497 . ini termasuk pada sektor ekonomi. Demikian pula menguasai faktor-faktor penyebab kekuatan. dan sosial sebagaimana yang telah kami ungkapkan sebelumnya. Misalnya: 1. sehingga para calon legislatif tidak bisa memaksa para pemilihnya dan kepentingan umum akan bisa diletakkan di atas kepentingan pribadi dalam menilai dan berhubungan dengan para caleg. tanpa terlalu keras atau radikal. Jika sebuah keinginan diupayakan dengan jujur dan sungguh-sungguh. 3. jundiyah (keprajuritan). Yang disebutkan tadi adalah sebagian saja.5. tanpa pengecualian. maka itu lebih baik. Mengenai cara yang diterapkan guna perbaikan itu memang banyak ragamnya. Urgensi jiwa nasionalisme. hal. pengembangan kekayaan alam. "Semua ini menjelaskan bagaimana Islam berbicara tentang masalah kesehatan umat secara umum. menjaga kesehatan badan dan kekuatan tubuh. Semua itu secara jelas sudah tercakup dalam ruh Islam dan manhajnya.

hlm 282-283 613 Ibid. Ia juga berhak menyatakannya ataupun tidak. Kata Imam Syahid. misalnya bahwa dialog itu dilakukan dengan santun dan lembut614. bahkan menganjurkan agar mengambil dua-duanya. Dan. Urgensi menanamkan akhlak yang luhur dan membina umat untuk mencapainya. Dialog pun dapat 611 612 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya)."613. tetapi malah menjadikannya sebuah kewajiban sebagai penguat dan selanjutnya Islam banyak mensugesti hal ini … Alquran tidak pernah membedakan antara ilmu dunia dengan ilmu agama. karena itu menjadi bagian terpenting dalam mewujudkan umat yang kuat. berjiwa besar. 4. tidak ada maksud mengadakan makar dari satu kelompok terhadap kelompok lain. dan bercita-cita tinggi. akhlak luhur yang mempunyai kekuatan.terhadap segala hal yang memberi kemanfaatan dan kebahagian untuknya"611. Pembicaraan kali ini hanya terkait dialog tentang masalah nasional dan cara koordinasi penyelesaiannya."612 Beliau lebih lanjut memaparkan tentang urgensi semua ilmu. Perhatian terhadap ilmu pengetahuan dan perbaikan pendidikan. Dialog yang dimaksudkan mesti memiliki acuan (kode etik) jelas. hlm 283 614 Setiap partai punya hak untuk menjalin hubungan dengan kekuatan nasional lainnya. hlm 281 Ibid. menjadikan kemaslahatan negara sebagai asas utama dialog. "Islam tidak jengah dengan ilmu pengetahuan. 5. Seputar Koordinasi dan Aliansi Jamaah Ikhwanul Muslimin dengan senang hati membuka dialog kepada semua kekuatan politik dan nasional. mengandung tujuan positif. 498 . "Umat yang sedang bangkit sangat memerlukan akhlak. Imam Syahid berkata.

karena kesepakatan lintas nasional memiliki batasan terendah yang mungkin disepakati. diharuskan menjelaskan batasannya terlebih dahulu yakni tiga hal: 1. atau hal yang senada. Pembatasan prioritas 3. terpedaya. serta tanggung jawabnya. 2. atau kewajiban dari pandangan personal terhadap kelompok. timbangan relatif setiap sudut pandang. namun bukan berarti ia membiarkan perampasan hak-haknya. atau sekadar gelombang yang hanya melewati sebagian kelompok. dan tugas setiap kelompok. atau ia membiarkan bahunya diinjak oleh orang lain. 499 . dan membentuk aliansi dengan beragam kekuatan. lintas perselisihan. identitas dan prinsip-prinsipnya. dan membentuk aliansi terkait satu persoalan atau problema nasional. Pembatasan mekanisme kerja. kemudian tentang koordinasi kerja dan mekanismenya. Dalam masalah kesepakatan bernegara yang bertujuan untuk menjalin koordinasi kerja secara baik. setiap kelompok bisa komitmen terhadap segala hal yang menjadi kesepakatan. selama hal itu tidak bertentangan dengan nilai dan prinsip-prinsip dakwah. namun dalam beberapa hal bisa saja terwujud kesepakatan terhadap slogan-slogan dan mekanisme. atau memanfaatkannya demi mewujudkan ambisi dan kemaslahatan pribadi. Jamaah Ikhwanul Muslimin berhubungan dengan semua elemen dengan jelas dan terbuka serta dengan kelapangan hati dan kebijakan. kecenderungan kerjanya. Selanjutnya disana mesti ada penegasan yang menjamin koordinasi dan aliansi ini.meningkat untuk mewujudkan kesepahaman bernegara. Yang bermula dari kesepakatan untuk menghormati setiap prinsip. yaitu: memelihara karakteristik setiap kelompok. Pembatasan tuntutan kesepakatan. Tansiq (koordinasi) bukan berarti jamaah Ikhwanul Muslimin melepaskan slogan. Pengkondisian ini bukan merupakan penjenjangan bagi perbedaan dan peleburannya.

menghindari pendeskreditan seseorang dan tidak menuduh nasionalisme seseorang dan keikhlasannya dalam bekerja. dan mengungkap rencana dan proyek-proyek konspirasinya. Maka kami memperingatkan dari hal ini. kesepakatan dan koordinasi dengan beberapa kelompok berikut. Jamaah Ikhwanul Muslimin memiliki satu sikap terhadap semua kelompok (artinya. namun jamaah memberikan nasehat dan mengajaknya kepada prinsipprinsip keadilan dan kebebasan. 3. diantaranya kemaslahatan Negara. berdialog dengan semua golongan dan membudayakannya. kemudian mengambalikan kepada masyarakat untuk mendukung dan memilih salah satu dakwah.yang menjadikan kekerasan dan penumpahan darah sebagai sarana perubahan. dan mengajak untuk menjalin hubungan dengan Zionisme. Jamaah Ikhwanul Muslimin memperhatikan strategi umum dan prinsip-prinsip kerja yang dimilikinya. tidak angkuh dan besar kepala terhadap orang lain. Dalam gerakan dan sikap-sikap politiknya. 2. Pemerintah yang diktator yang menganggap bahwa dirinya adalah yang paling benar dan menghadapi pemikiran-pemikiran yang berseberangan dengannya dengan penangkapan dan penjara. komitmen terhadap etika-etika dialog. meninggalkan tuduhan-tuduhan dan uslub perdebatan dan penipuan. Dan 500 . ia justru mengajaknya untuk meninggalkan cara-cara yang menyimpang dari syariat Islam dan prinsip-prinsipnya tersebut. Kelompok manapun –Mesir maupun non Mesir. Namun jamaah tidak melakukan dialog. Begitu pula dengan kelompok-kelompok yang memiliki hubungan dengan Zionisme. kelompok atau kekuatan politik sesuai dengan konsep dan proyek yang ditawarkan. menerima kritikan dan masukan dengan kelapangan hati serta menganggap hal itu sebagai doa yang mulia.Iklim yang dibutuhkan adalah. Dalam gerakan politiknya. kemerdekaan dan komitmennya. 1. jamaah tidak memiliki standar ganda. pentj).

adapun sarana. 615 Maksud dari 'orang lain' adalah. atau terkadang harus memikul beban dan rintangan. keikutsertaan dalam efektifisasi. seperti pembebasan. walaupun target-target dakwah Ikhwan lebih luas dan lebih mendalam. terkadang kita akan terlibat bersama dengan orang lain615. bahkan dengan kelompokkelompok yang menyimpang dari fikrah islamiyah dan memusuhinya. kadang-kadang juga ikut serta dalam targettarget dakwah. dimana target kami adalah Islam yang kokoh. Persimpangan jalan juga tidak selalu kerjasama dan koordinasi. kelompok dan aliran-aliran yang tidak bekerja untuk kemaslahatan Islam atau kemaslahatan bangsa. atau diam (absten) terhadap sesuatu hal demi kemaslahatan yang lebih besar. namun target dan sarana yang kita inginkan adalah target yang menyatu dengan kaidah-kaidah syariat dan hukum-hukumnya. integral dan saling terkait. Target yang kita inginkan adalah target yang tidak menghalalkan segala cara. atau jamaah memilih salah satu sarana dan mekanisme yang tidak memberikan implikasi terhadap kemaslahatan Negara dan strategi jamaah di dalam gerakan dan dakwah. 501 . Persimpangan Jalan Terkadang terdapat persimpangan jalan antara jamaah dengan kekuatan dan aliran-aliran non muslim yang lain. Namun sarana yang kita inginkan adalah yang tunduk kepada prinsipprinsip Islam dan berkaitan erat dengan target. yang berupa susunan yang saling terikat dan eksis sepanjang sejarah. dan kadang-kadang bayak pihak yang diuntungkan dalam hal ini.dalam mewujudkan hal ini. kesepahaman tentang prioritas. genjatan senjata. bantuan bersyarat. maka henaknya sejalan dengan hukum-hukum Islam dan kaidah-kaidahnya. Adapun para nasionalis muslim. Jika terdapat jalinan kerjasama di persimpangan ini. perjanjian. dan lain-lain yang merupakan bagian dari siasat Islam dan fiqih konstitusi. jamaah terkadang harus mengorbankan pengeluaran khusus. namun ia merupakan salah satu sarana dalam mewujudkan beberapa target-target parsial dan praktis –bukan target-target prinsipil-.

Namun berupaya menguasai dan mengalihkan arusnya serta memanfaatkan untuk kepentingan dakwah. dilepaskan.Kami akan menunjukkan salah satu contoh untuk menjelaskan hal ini. karena jika mereka bangun. marabahaya dan peristiwa-peristiwa menakutkan. dimana hal ini membutuhkan pengalaman dan kecermatan dari qiyadah –dengan taufik dari Allah. dan Ibnu Taimiyyah telah menjelaskan beberapa batasan terkait dengan hal ini.dalam menghadapi tekanan. Semua hal ini. yaitu larangan Imam Ibnu Taimiyyah untuk tidak membangunkan pasukan Tatar yang mabuk dan sedang tertidur di jalan-jalan Baghadad. meskipun secara parsial. Sesungguhnya sejarah jamaah dan perjalanannya sangat panjang. ia tidak melanggar sunah alam dan tidak melawan arus. Urgensi Pengamanan terhadap Dakwah Mengawal dakwah dan melindungi keselamatan dan kekokohan rukunrukunnya merupakan tujuan mendasar yang tidak boleh ada tawar-menawar. serta apa saja yang pernah dihadapinya menjelaskan tentang sejauh mana taufik Allah terhadap qiyadah jamaah dalam mengawal. dan hal ini tidak bertentangan dengan pemanfaatan kesempatan dan kelenturannya dalam menghadapi beberapa peristiwa. Bahkan Allah Allah terkadang memenangkan agama ini melalui seorang lelaki pendosa. atau menghindari bahaya dan mafsadah yang lebih besar. dilupakan atau diremehkan. Begitupula menahan kezaliman tanpa perlawanan atau diam terhadap suatu kerusakan demi mewujudkan kemaslahatan yang lebih besar. atau dalam rangka menjalankan kewajiban yang utama yang dibutuhkan oleh umat dan pada waktu itu Negara sedang dipimpin oleh pemerintah yang zhalim. melindungi dan memindahkan jamaah ini dari satu fase ke fase berikutnya. menguatkan basis pengawalan dakwah dan penjagaan terhadap prinsip-prinsipnya: 502 . maka mereka akan menyakiti penduduk dan merampas milik rakyat negeri itu.

begitupula halnya para Mursyid yang mengemban amanah itu setelah beliau –semoga Allah meridhai mereka semua-. Mengembalikan semua urusan kepada Allah dan mengetuk pintu kemuharan-Nya. 4.1. sebagaimana yang diajarkan oleh Imam Syahid. pada saat yang sama PD II baru dimulai. Memahami dan mengetahui jalan orang-orang beriman dan jalan para pendosa. 2. Husein Basya untuk mengisolir Imam Syahid ke pedalaman Mesir. dan menutup Majalah Ikhwan (Majalah Al Manar dan Majalah Ta'aruf). sehingga mereka sibuk mengurus peperangan. serta menguatkan asas jamaah tanpa menimbulkan goncangan. Beliau kemudian memanfaatkan keberadaannya di 616 LIhat kembali: Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). Kemudian beliau dipindahkan ke Qana pada 9 Mei 1941 M. atau tanpa disadari para penyusup. 3. lalu akhirnya ia berhadapan dengan tekanan Inggris tahun 1941 M. Beliau berhasil menyeberangkan dakwah di tengah konflik yang bergejolak dan kondisi yang sangat sulit. 503 . dan Imam Syahid merupakan model ideal yang menjadi contoh untuk pemahaman tersebut. Kekuatan ukhuwah dan cinta antara kader dakwah Selalu berpegang teguh terhadap ushul dan prinsip-prinsip jamaah. Imam Syahid mampu membangun dakwah –dengan seluruh manhaj dan tujuannya yang syamil. Imam Syahid menghadapi dengan tenang dan bijak.dengan tenang. Kerekatan shaf dakwah terhadap para qiyadah dan tsiqah yang tinggi terhadapnya.616 Ketika Inggris mencium 'bahaya' dakwahnya. Hal-hal tersebut di atas merupakan faktor-faktor yang membantu pengawalan terhadap dakwah. termasuk wakil Jamaah Ikhwanul Muslimin juga dipindahkan ke Dimyath. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh Imam Syahid. 5. mereka meminta Perdana Menteri Mesir waktu itu. beliau menyebarkan dakwah dengan tenang dan hikmah.

serta dengan interaktif di parlemen melalui Ustadz Muhammad Nashir tentang sebab pemindahan Imam Syahid ke perkampuangan Mesir. Karena mendapat tekanan politik dan kecaman dari pelbagai media serta kondisi PD II. Gerakan Imam Syahid kemudian berkonsentarsi terhadap masalah Palestina. Imam Syahid dikembalikan ke Kairo. wakil Jamaah dan sekretaris umum. 504 . Namun Inggris menolak hal itu dengan keras dan menekan pemerintah Mesir melalui PM. lalu beberapa kelompok dan kekuatan mengeluhkan keberadaannya di sana. Pada tahun 1948 M. Imam Syahid menerima tuntutan itu setelah menimbang dengan cermat berbagai akibat dan kemungkinan yang akan terjadi. beliau justru semakin mengkonsentrasikan diri untuk menyebarkan dakwah dan gerakannya dengan memanfaatkan kondisi yang ada pada waktu itu. Inggris mendirikan sebuah jamaah baru untuk menyaingi dan menyerang kelompok Ikhwanul Muslimin. Mesir. Imam Syahid lalu berupaya menggunakan kesempatan untuk ikut berperan di parlemen Mesir. kemudian di penjarakan di Zaitun. lalu dilakukan penangkapan terhadap Imam Syahid. mereka menamakannya Ikhwanul Hurriyah. Imam Syahid kemudian melakukan tekanan dengan cara yang tenang melalui beberapa menteri dari kelompok-kelompok independent yang duduk di parlemen. Ia kemudian mencalonkan dirinya sebagai calon untuk daerah pemilihan Ismailiyah tahun 1942 M.perkampungan itu untuk menyebarkan dakwah di sana. Namun Imam Syahid tidak menghiraukan dan tidak menyibukkan dirinya dalam konflik tersebut. yang membongkar kejahatan Inggris dan Yahudi. mereka terpaksa melepaskan Imam Syahid. mereka kemudian meminta pemerintah untuk memenjarakan Imam Syahid. Nahas Basya untuk mengancam dan memaksanya membatalkan diri sebagai calon. tidak lama setelah itu. mencetak dan menyebarkan buku yang berjudul Al Dimar wa Al Nar (Kehancuran dan api) di Palestina.

Kekuatan ikatan dan kekokohan antar satuan-satuan shaf dan kader-kader jamaah. namun beliau – semoga Allah merahmatinya. serta pembunuhan Imam Syahid pada 12 Februari 1949 M. panah-panah musuh. Naqrasyi mengeluarkan keputusan pembubaran jamaah dan menangkap seluruh anggota Ikhwanul Muslimin. Dengan keutamaan Allah dan taufik dariNya. Tsiqah kepada qiyadah dan selalu berhimpun bersama mereka. dan makalah yang berjudul Mihnatul Islam.617 Lalu pada 8 Desember 1948 M. Imam Syahid mengambil manfaat dari kejadian ini dan beliau tidak bersikeras melakukan perlawanan. jamaah ini tidak menyimpang atau dikuasai oleh musuh. Lalu terjadi konflik Palestina –yang merupakan bagian dari strategi dakwah Ikhwanul Muslimin yang tidak mungkin dilepaskan-. beliau kembali mencalonkan dirinya di daerah pemilihan yang sama. kekuatan dan kekokohannya. 3.Kemudian pada tahun 1945 M. Sesungguhnya pengamanan dakwah harus dimulai dari dalam bangunan. dan konspirasi dan upaya pelumpuhan. Kejelasan orientasi dan keteguhan pemahaman yang dimiliki oleh masing-masing individu jamaah terhadap target dan 617 LIhat kembali pembahasan tentang hal ini pada bab Pembebasan Negeri-negeri muslim. Faktor-faktor yang mampu mengawal bangunan jamaah –setelah taufik Allah yang Maha Tinggi tentunya-. Jamaah Ikhwanul Muslimin dipimpin oleh al Ustadz Hudhaibi untuk menghadapi gelombang ujian dengan penuh kesabaran dan keteguhan. namun Inggris memanipulasi hasil pemilu dengan pemalsuan yang sangat jelas. beliau mengetahui sejauh mana konspirasi yang dilancarkan musuh. Bangunan ini yang kemudian menghancurkan setiap usaha penghancuran. 505 . terdapat pada hal-hal berikut: 1.telah mengamankan dakwah dan meletakkan rukun dan pondasinya sehingga ia mampu bertahan menghadapi musuh. Sepeninggal Imam Syahid. 2.

saling menghormati. ruh dan pengorganisasian. serta tingginya tingkat kebutuhan mereka terhadap jamaah dan dakwah. maka shaf jamaah akan sangat sulit ditembus. yaitu kelompokkelompok yang tidak memiliki agenda yang jelas. semata-mata hanya fanatisme pemimpin atau ketokohan seseorang. Kami tidak mengatakan. kondisi yang gelap dan ketidakstabilan jasad. Imam Syahid dan pembentukan partai-partai 1. serta penerapannya yang menyebabkan kemunduran di tubuh umat. Kami hanya menyampaikan secara umum bagaimana mengupayakan dan mentarbiyahnya hingga sampai pada tahap keimanan yang tinggi.sarana. tidak tenang. Iklim yang baik di dalam dalam jamaah. komitmen terhadap ketentuan jamaah serta berpegang teguh terhadap adan dan akhlak. keterbukaan. dihancurkan apalagi dilobangi. terlebih penerapannya yang berdiri di atas kebencian. 4. digoncang. Imam Syahid menghadapi realita buruk dalam pertumbuhan kelompok-kelompok di Mesir. 5. begitupula kebutuhan umat manusia terhadapnya. cinta. Kehancuran tidak akan terjadi kecuali pada kondisi yang goncang. Termasuk prilaku individu atau sikap-sikap yang dilakukan oleh anggota jamaah. serta antar generasi dakwah. Dengan terpenuhinya semua faktor-faktor di atas. "bahwa barisan shaf Ikhwan dalam pelbagai aspek dan sisinya adalah shaf malaikat dan shaf paling ideal. Hubungan yang erat antara qiyadah (pemimpin) dan Qaidah (jundi-jundi dakwah). Yang pada 506 . perseteruan dan melegalkan permusuhan antara individu masyarakat. tidak akan terlepas dari tahapan ini dan tidak kehilangan sifat tsabat (keteguhan) dan quwwah (kokoh dan kuat). berupa kejelasan (orientasi).

Imam Syahid meyakini kerusakan partai-partai Mesir sudah mencapai taraf politik tambal sulam atau semata-mata perbaikan yang dangkal."619 2. memberangus kemaslahatan. dan memporak-porandakan kesatuan umat. Mereka akan berdiri seperti seekor kera di hadapan dua ekor kucing. Sebagai bukti akan hal itu. Ikhwan juga berkeyakinan bahwa partai-partai yang ada. Imam Syahid berkata. merusak akhlak. namun permusuhan akan senantiasa mengintai dan mencari musuh berikutnya.akhirnya membuka pintu masuknya orang-orang asing untuk bermain terhadap masyarakat. "Saya meyakini wahai tuan-tuan. dan rakyat tidak akan mendapatkan apa-apa selain perampasan kemuliaan dan kemerdekaan. Sistem kepartaian ini walaupun bisa mengantarkan salah satu kelompok meraih kemenangan. hingga kini belum dapat menentukan program dan manhajnya secara pasti. hal. dan 618 619 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V)."618 Beliau juga berkata. Sebagian besar didorong oleh ambisi pribadi. Imam Syahid berkata. "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin berkeyakinan akan mandulnya sistem koalisi antar partai. bahwa campur tangan asing terhadap urusan umat tidak ada maksud lain kecuali untuk permusuhan dan perseteruan. bukan demi kemaslahatan umum. Ikhwan juga berkeyakinan bahwa hizbiyyah (sistem kepartaian) seperti ini akan merusak seluruh tatanan kehidupan. hal. kalian semua mengetahuinya. "Ikhwanul Muslimin berkeyakinan bahwa partai-partai politik yang ada di Mesir didirikan dalam suasana yang tidak kondusif.167 507 . 146 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin).

"Karena sistem ini sangat mungkin diterapkan tanpa ada sistem kepartaian. Imam Syahid berkata. hal. Adapun obat yang paling mujarab adalah hendaknya partai-partai ini dihilangkan. maka tidak ada syarat harus mendirikan partai politik. Imam Syahid tetap berpandangan tentang urgensi kebebasan beraspirasi dan mendirikan partai politik yang benar."621 Khusus untuk sistem perwakilan parlementer –yang secara prinsip dan kaidah sangat dekat dengan sistem pemerintah Islam. karena mereka mungkin telah selesai memainkan perannya dan kondisi pun sudah tidak lagi membutuhkannya. telah banyak aspirasi yang menyuarakan untuk menghapus sistem kepartaian di Mesir. berupa pertentangan. hal. 148 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). 168 622 Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam). berpikir dan 620 621 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). "Ikhwan berkeyakinan bahwa ada perbedaan prinsip antara kebebasan pendapat. Wahai Ikhwanul Muslimin."623 3. "Apa saja yang disebabkan oleh sistem kepartaian ini. hal."622 "Ikhwan juga berkeyakinan bahwa sistem perwakilan atau bahkan parlemen itu tidak membutuhkan sistem kepartaian dengan bentuknya seperti yang ada di Mesir sekarang.146 508 . Kendati demikian. 322 623 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V).koalisi semacam ini hanya merupakan obat penenang yang bersifat sementara. Karena. betapa cepatnya orang-orang yang berkoalisi itu bubar dan kembali melakukan perang satu sama lain dengan peperangan yang lebih dasyat daripada sebelum berkoalisi. hal. persaingan dan kebencian adalah sesuatu yang dibenci oleh Islam. Beliau mengatakan."620 Beliau juga berkata. bukan obat yang sesungguhnya. dan tanpa harus melepaskan kaidah-kaidahnya yang orisinil.

maka seluruhnya menerima dan menyetujuinya sebagai sebuah keputusan. hal. yang belum mendapatkan kemerdekaannya secara totalitas. Jika setiap 624 625 Ibid Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). baik mengikuti suara mayoritas atau dengan kesepakatan. kecuali dengan persatuan dan bahu membahu. yang menyebabkan terjadinya perpecahan di tubuh umat. adalah umat yang belum mendapatkan kemerdekaan secara sempurna. serta dengan proses penyeleksian urusan terhadap suatu perkara untuk mencari kebenaran. dan nasehat –sebagaimana digariskan oleh Islam.bersuara. dan masih dikelilingi oleh banyak ambisi di setiap tempat. beliau berpandangan untuk menghilangkan sistem kepartaian. berusaha terusmenerus untuk memperluas jurang perpecahan di kalangan umat dan mengguncang kekuasaan pemerintahan yang resmi. Dimana setelah jelasnya suatu perkara. Imam Syahid berkata. menafsirkan sesuatu. dengan kebebasan pandangan yang dibolehkan dalam Islam dan dianjurkan. "Sesungguhnya kami wahai Ikhwan. dan perpecahan dalam ide dan pandangan umum serta apa yang berasal dari keduanya. Imam Syahid menjelaskan tentang kondisi masyarakat Mesir. dan partai-partai politik telah berubah menjadi sesuatu yang merusak dengan kegiatan dan tokoh-tokohnya."625 4. kami masih berada dalam timbangan."624 Beliau juga berkata. yang sejak awal pertumbuhan membutuhkan kerja keras dan persatuan. "Terdapat perbedaan wahai Ikhwanul Muslimin antara partai politik yang slogannya adalah perbedaan. keluar dari lingkaran jamaah. Tidak mungkin kemerdekaan ini dapat diraih dan tidak mungkin menyingkirkan ambisi-ambisi tersebut. Oleh karena itu. 168 509 . musyawarah.dengan fanatisme terhadap pendapat. berekspresi.

Imam Syahid menegaskan bahwa hal ini merupakan pandangannya sendiri dalam menghadapi kondisi dan keadaan pada fase ini."627 5. "Sesungguhnya saya memiliki pandangan sendiri terhadap masalah partai politik. hal. karena hal itu merupakan pandangan saya sendiri bukan untuk orang lain. maka bukan berarti saya sedang menawarkan sebuah partai kepada masyarakat tanpa partai yang lain. Walaupun demikian. 626 627 Ibid Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). Imam Syahid berkata. maka hal itu tidak mungkin bisa diwujudkan di tengah umat yang baru tumbuh. dan saya melihat bahwa kewajiban memberikan nasehat kepada umat manusia –terutama pada kondisi-kondisi seperti ini. atau saya menguatkan salah satunya tanpa yang lain.telah menggerakkan saya untuk berterus-terang dan menyampaikannya kepada manusia. diperbolehkan berbeda dan mendirikan partai-partai di dalam beberapa hal. "Saya meyakini wahai tuan-tuan. "Saya juga ingin mengatakan bahwa bahwa ketika saya berbicara tentang partai politik. 166 628 Ibid 510 .bangsa yang telah mendapatkan kemerdekaannya secara sempurna dan telah menyelesaikan pembinaan dirinya. hal itu bukan menjadi kepentinganku. dan bisa jadi ia mengamalami perubahan pada masa-masa yang akan datang. atau saya menjelek-jelekkan salah satunya dan merekomendasikan yang lain. namun ia tidak dibolehkan di semua Negara. saya juga tidak ingin menyembunyikan dari mereka. dan saya tidak ingin memaksakannya kepada orang lain. bahwa sistem partai politik walaupun dibolehkan di beberapa Negara."626 Imam Syahid berkata."628 Beliau juga berkata.

" Beliau juga berkata. dan hendaknya sistem politik. serta toleransi dan kekuatan. Pertama. yang mengatur kehidupan pribadi. mengatur perkara dunia sebagaimana dia mengatur perkara akhirat. Imam Syahid menegaskan dengan keyakinan yang kuat bahwa. syuro dan menghormati aspirasi rakyat. budaya dan undang-undang. manhaj dan auran kehidupan sesuai dengan syariat Islam. masyarakat. dan sesungguhnya pembalasan yang benar adalah di sisi Allah semata. "Mereka meyakini bahwa Islam sebagai sistem paripurna yang melingkupi seluruh aspek kehidupan. dan hendaknya ada lembaga hukum yang independent dan adil yang menangani pelaksanakan dan penerapannya. Ikhwanul Muslimin memberikan pandangannya yang universal yang berlandaskan asas dan pondasi yang dibuat oleh Imam Syahid tentang sistem pemerintahan. Dengan pandangan khusus Imam Syahid ini. maka Ikhwanul Muslimin menuntut kebebasan mendirikan partai. Imam Syahid berkata. yang beliau tetapkan secara temporer sesuai dengan kondisi yang dihadapi oleh umat. urgensi kebebasan. Negara dan seluruh alam. Tentang Aktivitas POlitik: 1. saya membiarkan keputusan terhadap partai politik kepada sejarah dan opini khalayak. perhimpunan dan deklarasi sikap dan pandangan. akhlak dan materi."629 6. politik merupakan bagian dari manhaj Islam. Mereka yakin bahwa Islam adalah sistem operasional 629 Ibid 511 . Negara dan kewarganegaraan. "Namun mereka meyakini Islam sebagai akidah dan ibadah.Namun saya ingin mengambil sebuah sikap yaitu.

56 512 . atau tidak akan sama sekali menjadi tidak muslim. sosialisme. 632 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin).168 634 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). Sebab Islam telah meletakkan suatu sistem bagi dunia yang membuka pintu bagi pendayagunaan dan pemanfaatan semua sumber kebaikan.160 633 Ibid. komunisme. Islam menurut mereka adalah agama dan daulah. antara partai yang memiliki slogan perbedaan dan perpecahan dalam perspektif dan pandangan umum. hal. sekaligus menghindarkan manusia dari semua kemungkinan buruk yang bisa timbul dalam proses menuju kesana."632 "Terdapat perbedaan wahai Ikhwan. hubungan antara produsen dan konsumen."634 630 631 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). dan manusia tidak akan melihat mereka sebagai pengusung partai. kebebasan. serta berbagai masalah yang terkait dengan tema ini –yang kini memenuhi kepala para pemimpin dan pakar ilmu sosial modernkami yakin telah diselam begitu dalam oleh Islam. mushaf dan pedang."633 "Tema-tema besar seperti semacam universalisme. distribusi kekayaan.sekaligus spiritual. hal. dengan kebebasan pikiran yang dibolehkan oleh Islam dan dianjurkan."631 "Dan Allah mengetahui bahwa Ikhwanul Muslimin tidak pernah sama sekali menjadi tidak berpolitik. hal."630 "Bahwa politik. perang. serta apa yang menjadi dari keduanya. Ia tidak akan memisahkan dakwahnya antara politik dan agama. nasionalisme. dan izzah adalah bagian dari ajaran Al Quran. hal. kapitalisme. 104 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah).

hal. Imam Syahid menolak tegas orang yang memisahkan antara dan politik.Ia berkata. dilanjutkan dengan menyebarkan prinsip-prinsip Islam dalam masalah politik dan pemerintahan. 179 513 . dalam arti kami memiliki perhatian terhadap umat kita. Tidak ada baginya jalan kecuali dua hal ini. Agenda ini memiliki fase-fase dan lahannya tersendiri yang diawali dengan penjelasan pandangan Islam terhadap suatu peristiwa atau masalah. "Adapun kalau kami dikatakan sebagai politikus. memperbaiki lembaga pemerintahan."635 2. "Oleh karena itu. Bagi mereka yang ingin mengalihkan kami dari manhaj ini hendaklah menjauh dari kami karena ia adalah musuh bagi Islam atau orang yang tidak mengetahui tentang Islam. menyempurnakan segala jenis kebebasan dan kemerdekaan bagi tanah air. hal. menyatukan fenomena kehidupan nyata di tengah umat sesuai dengan asas Islam dan kaidah-kaidahnya. kaum muslimin yang mengerti dan memahami ruh dan ajaran Islam secara benar tidak mengenal hal ini. menuntut kebebasan berpolitik dan nasionalisme. "Kita menilai bahwa pemisahan antara agama dan politik bukanlah bagian dari ajaran Islam yang hanif. beliau berkata. Ikhwanul Muslimin mengajak agar asas kebangkitan kita hendaknya merupakan.636 3.339 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). membina dan memimpin masyarakat. kami yakin bahwa kekuatan tanfidziyyah termasuk bagian ajaran dan hukum Islam. penyadaran masyarakat terhadap hak-haknya serta membimbing. mengetengahkan program-program perbaikan yang berbasis Al-Quran. Kami meyakini bahwa kebebasan politik dan kehormatan nasionalisme adalah 635 636 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Imam Syahid berkata. maka kegiatan politik adalah bagian dari agenda dakwah Ikhwan yang sempurna. Oleh karena itu. Dalam hal ini Ikhwan mengambil berbagai bentuk kegiatan yang disesuaikan dengan kemamampuan jamaah dan kondisi yang berkembang di sekelilingnya.

maka memang demikianlah kami. Dalam hal ini beliau mengatakan.213 Ibid 514 . karena Islam tidak hanya menyuruh umatnya untuk berjihad dan berjuang. Maka dari sekarang kita berkewajiban untuk mengarahkan jiwa yang sedang terheranheran dan membimbing perasaan yang sedang menggelora untuk melangkah bersama jalan ini. dan mencintai tanah air adalah bagian dari keimanan. "Wahai saudaraku! Untuk hal ini kami telah menghabiskan waktu selama 17 tahun dalam rangka mempersiapkan dan memahamkan masyarakat tentang hakikat politik yang sebenarnya. Tidak ada lagi lembaga yang diyakini dan diharapkan masyarakat untuk mewujudkan cita-cita suci ini selain dari Ikhwan. dan tidak akan ada jihad tanpa adanya tekanan."637 4. Kami kira kami tidak mendatangkan sesuatu yang baru. Atau karena kami berjuang untuk menyempurnakan kemerdekaan dan memperbaiki badan pemerintahan. hal. Dalam muktamar yang dihadiri oleh Ketua-ketua Wilayah."638 637 638 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). "Tidak ada dakwah tanpa jihad. Wallâhu Al-Musta'ân.bagian dari rukun dan kewajiban Islam. Semua hal ini menyebabkan saya meyakini bahwa tidak ada lagi pilihan yang tersedia bagi kita. Kesemuanya itu adalah adalah hal-hal yang biasa dipahami oleh setiap muslim yang mempelajari Islam dengan benar. Dalam hal ini beliau juga menjelaskan. Apa yang kami lakukan tidak lain dari merealisasikan tujuan-tujuan di atas dan kami tidak keluar dari dakwah Islam sama sekali. Imam Syahid membantah pendapat yang mengatakan bahwa meninggalkan kegiatan politik dan memfokuskan diri kepada kegiatan sosial dan moral akan menyelamatkan dakwah dari rintangan dan hambatan. kebebasan dan nasionalisme merupakan bagian dari perintah Al-Quran.

Maka tidak ada dosanya bagi kita ketika politik menjadi bagian dari agama ini. Agenda perbaikan ini hanyalah bagian dan pelengkap baginya dan bukanlah sebagai ganti. hal. 165 640 Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini) 641 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). "Tidak akan ada hari bahwa mereka adalah orang-orang yang berada di luar Islam.”639 5. hal.”640 Beliau juga mengatakan tentang dakwah kita. dan pemerintahan adalah bagian darinya. dengan hal ini kita melangkah ke fase yang kedua dari perjalanan dan rencana kita yang berlandaskan Al-Quran. Agenda dakwah dan politik yang kami miliki mempunyai landasan dan aturan-aturan. Dan juga tidak boleh bagi kami untuk mengakhirkan konsep syariat dan berdakwah kepadanya dengan mengedepankan konsep perbaikan yang merupakan bagian darinya. "Jika ditanyakan kepada kalian: Kemana kalian mengajak? Maka jawablah: kami menyeru kepada agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw. "Dalam hal ini kita tidak menyalahi rencana kita."641 639 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). dan tidak menyimpang dari jalan kita serta tidak pula menukar rute perjalanan dengan terjun ke dunia politik –seperti yang dikatakan mereka yang tidak memahaminya. Akan tetapi yang ada hanyalah: kaisar dan segala hak miliknya adalah kepunyaan Allah Yang Maha Perkasa. Setiap tujuan perbaikan yang ada bertolak dari sini dan ter-shibghah dengannya.Akan tetapi.. Tidak ada dalam Islam slogan yang mengatakan: “Berikan kepada Kaisar apa yang menjadi haknya dan berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak-Nya. Imam Syahid mengatakan. Agenda perbaikan dalam bidang politik dan kemasyarakatan tidak boleh dijadikan ganti dari tujuan utama ini. serta kebebasan adalah diantara kewajibannya.Beliau mengatakan –seraya menyebutkan fase-fase dakwah dan tahapan-tahapan dalam kegiatan politik-. 160 515 . dan Islam mencakup hakim dan orang-orang yang dikenai hukuman. titik tolaknya adalah Islam dan pelaksanaan syariat Allah.

Kita berkewajiban mencari sebab-sebab yang cocok dan bersungguhsungguh dalam proses tarbiyah dan pengkaderan. senantiasa memohon pertolongan dan keistiqamahan dari Allah. Hal ini tidak akan tampak dalam peristiwa-peristiwa biasa dengan sekedar berkaca kepada teori.Maka seruan untuk perbaikan dalam bidang politik dan sosial adalah bagian dari bentuk dakwah kita kepada Islam dan bukanlah sebagai gantinya. Imam Syahid mengatakan. keteguhan pribadi-pribadinya yang bersandar kepada akidah dan ikatan persatuan. "ketika terjun dalam dunia politik kita kita tidak akan pernah cenderung dan berpihak kepada salah satu partai politik. Ats-sabat yang sejati dalam jamaah ini berdiri di atas landasan: komitmen dan keteguhan dalam menjaga ats-sawabit (hal-hal prinsipil dalam jamaah). jamaah dalam agenda politiknya dan hubungan dengan partai-partai politik tidak memihak kepada salah satu partai manapun. Akan tetapi ini akan teruji dan tampak ketika berhadapan dengan kondisi-kondisi sulit dan peristiwa-peristiwa yang menggoncangkan serta dalam menghadapi tantangan yang datang. 6. mengembalikan segala perkara kepada Al-Quran dan perbekalan keimanan. dan tidak pula dia lebih diprioritaskan darinya. dan berusaha untuk mengajak mereka mengamalkan manhaj Islam (sebagaimana yang disebutkan dalam halaman sebelumnya). tingkatan ke-tsiqah-an dan ketaatan dalam kondisi malas dan giat dan serta tajarrud. kekuatan tanzhim. Tingkatan keistiqamahan dan kesuksesan kita sangat tergantung kepada tingkat ibadah kita kepada-Nya dan keterlepasan dari segala kekuatan. berharap kepada-Nya serta bertawakal kepada-Nya."642 642 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI) 516 .

berdasarkan asas yang jelas dan berlandaskan syariat. ada yang sampai kepada tingkat koordinasi dalam beberapa agenda kerja. Kita juga akan menolak bentuk kerjasama yang tidak berlandaskan asas 517 . Akan tetapi kami tidak akan tertipu dengan berbagai manuver politik dan janji-janji kosong. Akan tetapi itu semuanya tentu saja sesuai dengan undang-undang yang ada dalam jamaah dan batasan-batasan yang ada dalam syariat." Sementara kepada eorang yang melakukan kesalahan dikatakan."Sangat salah orang yang menyangka bahwa Al-Ikhwan Al-Muslimun bekerja untuk sebuah lembaga diantara lembaga yang ada atau ia bergantung kepada salah jama'ah diantara jama'ah yang ada. Kita akan menolak bekerjasama dengan organisasi lain yang semata-mata hanya berjuang untuk kepentingan organisasinya yang berkedok perbaikan. kerjasama dan berbagai bentuk hubungan lainnya. "Anda telah berbuat salah. Ada yang hanya sekedar interaksi secara umum." Jamaah dengan karakteristik yang ada dalam manhajnya dengan tidak menggunakan sistem partai. Akan tetapi dia tidak menafikan keberadaan organisasi lain. Jamaah akan berinteraksi dengan seluruh kalangan dan menujukan dakwah untuk seluruh lapisan. "Anda telah berbuat kebaikan. Selain itu tingkat interaksi jamaah juga sangat variatif. yang berkata kepada seseorang yang telah melakukan suatu kebaikan. Jamaah akan memenuhi kata-katanya dan komitmen dengan keputusan yang telah dibuat. Dia senantiasa bekerjasama dan berkoordinasi dengan organisasi lain dalam rangka mewujudkan kemaslahatan dakwah dan tanah air. Memberikan kepada setiap individu haknya sesuai dengan sumbangsihnya terhadap Islam. atau ada yang sampai kepada saling membantu. Kita menerima berbagai bentuk partisipasi yang berdasarkan prinsip persamaan dalam kerjasama dan koordinasi demi menciptakan perbaikan umat dan menyeleseikan berbagai macam problematikannya." Jamaah juga tidak akan menjalin kerjasama dengan pihak manapun dengan menggadaikan dakwah atau prinsip-prinsip Islam.

Ikhwan berusaha untuk melakukan pendekatan antar organisasi dengan berbagai sarana yang tersedia. setiap manhaj yang tidak menguatkan Islam dan berpedoman kepadan dasar-dasarnya tidak akan mengantarkan kepada kesuksesan. e. Imam Syahid telah meletakkan standar sendiri untuk hal ini. Ikhwan menentang setiap lembaga yang melakukan penyimpangan dari nilai-nilai Islam seperti Bahaiyyah dan Qadiyaniyyah. d. b. Dimulai dengan 643 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). g. c. dan Ikhwan meyakini sepenuhnya bahwa rasa cinta adalah asas utama untuk membangunkan kesadaran kaum muslimin. Sudah menjadi kemestian bagi Ikhwan Muslimin jika mendukung sebuah lembaga. Ikhwan menerima setiap ide yang diberikan demi menyatukan segala usaha kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. dan menjadikannya satu-satu standar antara dirinya dengan organisasi lainnya. Karena hal ini dapat merusak citra jamaah dan merupakan bentuk penyimpangan dari rencana dan tujuannya semula. Bentuk dari kegiatan politik bisa beraneka ragam disesuaikan dengan kemampuan jamaah dan kondisi yang ada. diwajibkan bagi setiap akh untuk mengenal tujuan secara mendalam.persamaan.219-220 518 . f.643 8. hal. seperti bekas-bekas kebangkitan dunia timur (Islam). setiap organisasi yang mewujudkan salah satu sisi manhaj Ikhwan harus didukung oleh setiap akh. h. 7. Dalam Majelis Syura yang ketiga pada tanggal 11 zulhijjah tahun 1353 H dikeluarkan keputusan yang menjelaskan sudut pandang Ikhwan Muslimin terhadap organisasi lain berdasarkan asas dan aturan-aturan yang ada dalam jamaah: a. terlebih dahulu memastikan bahwa lembaga tersebut tidak bertentangan dengan tujuan dan target jamaah. Dan mendukung ide penyatuan Islam. lembaga-lembaga yang bermanfaat diarahkan kepada tujuannya dengan memberikan dukungan kepadanya dan tidak melemahkannya.

slogan dan kata-kata. tanpa melakuan check and recheck dan mengetahui selukbeluknya. hal 181 519 . jamaah selalu membedakan antara khayalan. calon-calon Ikhwan akan maju. hal."645 Jamaah dia tidak gegabah dan reaktif terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi. 212 Ibid. dan apabila dating waktu yang tepat akan tampil mewakili umat di DPR. dan arena kerja bukanlah arena kata-kata.S Al Hajj: 40)644 9. demikian juga dengan memunculkan kader-kader politik dan masuk dalam Pemilu.pengumuman pandangan terhadap partisipasi politik dan mengetengahkan program-program yang bersifat menunjang dan membantu. dengan kerja keras dan jihad: "Sesungguhnya arena kata-kata bukanlah arena khayalan. Dalam menentukan sikap terhadap kejadian dan peristiwa. dan dia tidak tertipu dengan perkara yang tampak lahiriah saja. Kemudian sampai kepada kepemimpinan dalam kegiatan politik dan khalayak. "berdasarkan asas ini." (Q. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Percayalah dengan pertolongan Allah selama tujuan kita adalah mencari ridha Allah Swt.                       Artinya: "Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya. Ia memiliki ilmu fsiklogi (untuk mengenal gejala-gejala di sekitarnya) sehingga 644 645 Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI). dan arena jihad bukanlah arena kerja dan arena jihad yang benar bukanlah arena jihad yang salah. Imam Syahid berkata.

atau dari satu tempat ke tempat lain. "Janganlah kamu mempertaruhkan usaha dan kerja kerasmu dan jangan pula bertaruh dengan syiar kesuksesanmu!"646 Jamaah tidak absen dalam pelbagai even dan peristiwa yang terjadi. melenyapkannya. 127 520 . dan senantiasa meletakkan di depan matanya "Memproteksi eksistensi dakwah dan kekuatan barisan". Dengan pertolongan Allah. dan memalingkannya dari manhajnya. maka ia tidak pernah lupa terhadap kemaslahatan dakwah atau kondisinya dari satu waktu ke waktu lainnya. dan akan tetap berpegang teguh terhadap dakwah meskipun dengan berbagai bujukan dan ancaman. maka dakwah selalu menimbang sebab-akibat serta implikasinya terhadap jamaah dan gerakan dakwah. di waktu yang sama ia juga memiliki agenda politik sendiri yang memilik pandangan mendalam. Sejarah menjadi saksi akan keberhasilan jamaah dengan metode yang dipakainya. Di pentas politik dan hal-hal yang menjadi kemestian di dalamnya seperti pernyataan sikap. baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. 646 Risalah: Al Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). jamaah bisa selamat dari segala tipu daya dan konspirasi yang ditujukan untuk melemahkan. Oleh karena itulah maka jamaah lebih mengedepankan kerja. hal. Jamaah juga sangat memahami bahwa ia menjadi incaran musuh dalam skala regional dan internasional. 10. maka ia senantiasa menggunakan pandangan yang menyeluruh dalam melihat sebuah pertarungan. dan bantuan. perjanjian.tidak tertipu dengan berbagai slogan yang memperdagangkan kata-kata dan kalimat. muatannya lebih kuat dari penampilannya. Ia benar-benar memahami fase pembinaan dan kondisi yang sedang dilalui umat Islam serta musuh-musuh yang menghadang mereka.

Ketika terjadi konflik antar partai politik dalam memperebutkan kursi kementerian. seperti: mendahulukan menolak madharat daripada mengambil manfaat. berupa kebutuhan primer. dan mengukur kondisi dharurah (daurat).Ikhwan sengaja berdiri netral dengan tidak memberikan bantuan dan dukungan kepada salah satu diantaranya. dan hal itu dilakukan melalui lembaga dakwah. dan beberapa kaidah-kaidah lain yang termasuk dalam kaidah dan standar syar'i dalam mengatur amal dan pergerakan. fardu (wajib). makruh dan haram. dan mengakhirkan maslahat yang paling sedikit. syura dan prinsip-prinsip dakwah.Qiyadah dalam jamaah memiliki hak komparasi terhadap aktivitas politik yang diperbolehkan. Dalam suratnya yang diutujukan kepada pemimpin pemerintahan Mesir kala itu beliau mengatakan. Kemudian pembagian tujuan syariat. mandhub (sunnah). Ikhwan berusaha untuk menjauh dari perkara ini dan berupaya menyampaikan nasihat kepada seluruh pihak yang bertikai. sekunder dan tersier. mengambil sesuatu yang paling sedikit madharatnya. Ia tidak memiliki keinginan atau ambisi untuk meraih kursi kementerian atau mengambil keuntungan di balik peristiwa itu. serta jelasnya perbedaan urutan amal seperti jaiz (boleh). jamaah senantiasa menggunakan Fiqih harakah dan siyasah syar'iyyah. ikrah (kondisi terpaksa). “Dalam hal yang berkaitan dengan kementerian sebelumnya -termasuk di dalamnya kementerian Anda sebelumnya. sebagaima ia juga tidak akan pernah meminta atau menerima bantuan dari salah satu diantaranya. Untuk itu. Dalam hal ini kita berpedoman kepada Rasulullah Saw. Demikian pula dalam kaidah pengucilan dan pembuangan. dan tarjih untuk menguatkan salah satu pendapat ketika terjadi perbedaaan mashlahat. Ikhwan sangat memahami bahwa mentarbiyah masyarakat dan 521 . dan perjalanan sirahnya yang mulia. Bagi yang memperhatikan sirah Imam Syahid dan pandanganpandangannya akan mendapatkan bahwasanya beliau adalah seorang yang berpandangan tajam dan memiliki pemahaman yang mendalam.

Ikhwan tetap membuka diri bekerja sama dengan segenap kekuatan dan kelompok yang ada. beroposisi dan memberikan penjelasan kepada yang salah.menyebarkan ide-ide perbaikan kepada mereka jauh lebih agung dan bermanfaat daripada berhubungan dengan pemerintahan yang sekarang lebih disibukkan dengan permasalahan pertentangan dan persaingan antar partai. Akan tetapi Ikhwan menyambut baik partisipasi pihak lain dan mengajak mereka untuk terjun dalam lapangan dan mengerahkan segenap tenaga dalam proses perbaikan. Mereka tidak disibukkan dengan kegiatan politik dan pertikaian antar partai. dan tidak masuk dalam arena ini serta berusaha untuk menjauh dari pertikaian ini. dengan mengedepankan titik temu dan mengenyampingkan sebab-sebab yang mendatangkan perbedaan dan perpecahan. Ia berupaya menyampaikan nasihat dan pemahaman kepada setiap golongan dan memberikan dukungan kepada yang lebih dekat kepada kebenaran. 297 522 ."647 Ikhwan tidak termasuk dalam pihak yang bertikai tentang masalah kepartaian. sebaliknya tetap serius dan komitmen memberikan pengabdian terhadap masyarakat dengan tarbiyah dan proses penyadaran. hal. Langkah strategis ini sangat berperan dalam rangka menjauhkan Ikhwan dari keterombang-ambingan antara partai dan pemerintahan. 11. Dengan prinsip akidah yang sangat jelas. komitmen dan intergralitas manhaj yang mencakup semua aspek. padahal ketika itu beliau juga mengemban proyek gerakan paripurna dalam rangka mewujudkan kebangkitan umat dengan nama Ikhwan Muslimin. Ikhwan tidak ingin untuk memonopoli salah satu bidang yang ada dalam masyarakat atau politik ataupun bidang-bidang lainnya. dan beliau pun termasuk salah seorang anggotanya dan antusias dalam memotivasi dan bekerjasama dengannya. "Kita saling bantu dalam hal yang kita sepakati dan saling toleran dalam permasalahan yang kita 647 Ibid. Sejarah menjadi saksi bagaimana usaha Imam Syahid di usia muda beliau dalam mengumpulkan para ulama dan siapa saja yang menginginkan perbaikan ketika ia mendirikan Jam’iyyah Syubbân Al-Muslimîn.

Jika mereka mau menerima seruan kami dan menempuh jalan ini. Imam Syahid menjelaskan fase yang ditempuh dalam perjuangan politik yang dimasuki jamaah dalam rangka menyeimbangi kekuatan politik dan berbagai aliran yang ada. kemerdekaan dan kemajuannya. para menterinya. dengan penuh kejelasan tanpa adanya kesamaran. Namun jika mereka lebih cenderung untuk melakukan kebohongan dan penipuan dan bersembunyi di belakang berbagai alasan bohong. Kita akan menyampaikan dakwah ini kepada segenap tokoh yang ada di negeri ini. memiliki sikap yang jelas. maka kami akan mendukung mereka. 12. tanpa dusta dan kebohongan. Ikhwan meyakini bahwa lahan jihad itu terbuka untuk siapa saja. sombong dan takabur. para pembesar. Pada pengantar editorial edisi perdana majalah An Nadzir yang terbit tahun 1938 M (Rabi’ Al-Awwal 1357 H). dan mampu memadukan antara pemahaman syariat dengan fiqih realitas. “Kita akan beralih dari sebaik-baik dakwah umum kepada sebaik-baik dakwah khusus. Kita akan mengajak mereka semua kepada manhaj yang kita yakini kebenarannya dan menjelaskan kepada mereka berbagai agenda kami dan meminta kepada mereka untuk berjalan di negeri kami ini sesuai dengan nilai dan ajaran Islam dengan penuh keberanian tanpa ada rasa ragu. maka Ikhwanul Muslimin telah menyampaikan tujuan-tujuan dan sudut pandangnya secara jelas jelas. selama kita semua berkenan untuk menghormati hal yang sudah pasti dalam syariat dan bekerja untuk kepentingan tanah air. maka kita akan mengumandangkan permusuhan kepada setiap pemimpin partai atau lembaga yang tidak bergerak untuk kepentingan Islam dan tidak berjalan di atas landasan Islam. menepati kata-kata dan janji. Tentang partisipasinya dalam perjuangan politik.perselisihkan”. dari sekedar dakwah dengan perkataan kepada dakwah yang diiringi kerja keras dan perjuangan. Oleh karena itu mereka menyampaikan dakwah kepada siapa saja dengan penuh ketulusan dan kejelasan tanpa diiringi perasaan merasa lebih. sesepuh dan segenap partai yang ada. dan menilai seluruh elemen yang ada sesuai dengan neraca keislaman. demi 523 . karena waktu tidak tersedia untuk melakukan kebohongan.

dan Dia adalah sebaik-baik pemberi pembuka (pemberi kemenangan). saya mengajak kalian untuk melakukan jihad amal. para pegawai di antara kalian akan menerima tekanan.mengembalikan pemerintahan dan kejayaan Islam. hal. hal. sebuah permusuhan yang tidak mengenal kata damai dan gencatan senjata sampai Allah memberikan keputusan tentang kebenaran antara kita dan bangsa kita. dengan hal ini kita melangkah ke fase yang kedua dari perjalanan dan rencana kita yang berlandaskan Al-Quran. dan tidak menyimpang dari jalan kita serta tidak pula menukar rute perjalanan dengan terjun ke dunia politik –seperti yang dikatakan mereka yang tidak memahaminya. 164 Ibid 650 Ibid 651 Ibid. Kita akan umumkan permusuhan terhadap mereka. jika mereka tidak menjadikan ajaran Islam sebagai manhaj yang harus diikuti dan diamalkan. orang-orang yang tidak 648 649 Ibid. setelah dakwah dengan perkataan. yang bermula dari partisipasi mereka dalam perjuangan politik. pandangan. saya umumkan kepada kalian langkah ini melalui lembar-lembar koran kalian edisi perdana ini.Akan tetapi.”649 "Dalam hal ini kita tidak menyalahi rencana kita.648 Imam Syahid menyebutkan metode perjuangan politik yang berkaitan dengan tujuan. bahkan lebih dari tekanan. baik di dalam pemerintahan maupun di luarnya. dan jihad ini membutuhkan harga dan pengorbanan. “Telah tampak dengan jelas arah nasionalisme Ikhwan. 162 524 . "Wahai Ikhwanul Muslimin.”650 Dan beliau juga mengatakan tentang fase ini sebagaimana yang beliau sebutkan dalam majalah An-Nadzir. dan agenda ketika harus melakukan konfrontasi. baik di dalam maupun di luar ketika dakwah telah mecapai usia sepuluh tahun. “Mereka semua akan melancarkan permusuhan yang besar kepada kita.”651 Di akhir perkataannya Imam Syahid berkata tentang beban perjuangan ini.

Maka Sesungguhnya Engkau. dan dengan izin Allah kita akan bertemu di medan kemenangan. Kemerdekaan cara pandang. atau kiri atau misalnya ia menolak keterbukaan atau sangat terbuka. Sesungguhnya Allah akan memenangkan orang-orang yang memenangkan agamanya. yang memiliki cara pandang yang jelas untuk itu. namun barangsiapa yang kondisinya tidak memungkinkan atau merasa berat dengan beban jihad yang akan dipikul. sehingga risalah dan pandangan Islam. Dalam pernyataan pers dan sikap politiknya. baik ia adalah bagian dari syu'bah (kelompok) Ikhwan atau salah seorang dari anggota jamaah ini. maka bersiap-siaplah untuk menghadapi hal itu. walaupun dalam beberapa sikap-sikapnya kadang-kadang sama dengan sikap-sikap orang lain. orang-orang kaya dan sejahtera di antara kalian akan dijebloskan ke penjara. atau dalam koridor himpunan dan sikap-sikap mereka. keseimbangan dan 652 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna). sikap dan keseimbangan ini membuat perbedaan jamaah sangat jelas di publik. 165 525 . jamaah menolak mengatakan bahwa ia adalah bagian dari kekuatan kelompok kanan. dan barangsiapa yang mendurhakai aku. Maka Sesungguhnya orang itu termasuk golonganku. dan lain-lain.bersalah di antara kalian akan menerima perlakuan kasar. (Q. maka hendaklah ia menyingkir dari jalan ini dan membiarkan katibah Allah ini berjalan. dan saya tidak mengatakan kepada kalian kecuali dengan apa yang dikatakan oleh Ibrahim:                            Artinya: "Maka barangsiapa yang mengikutiku. ia menolak membuat sikap-sikap dan pandangannya dengan standar orang lain. Jamaah menetapkan bahwa titik tolaknya adalah Islam.S Ibrahim: 36)652 13. Misalnya. barangsiapa yang tetap bertahan bersama kami di atas jalan ini. hal. Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. kalian akan diuji dengan harta dan jiwa kalian.

Dalam aktivitas politik. dengan tidak mengalah dari prinsip-prinsip dan tujuannya. atau keluar dari realitas tersebut. yaitu melalui fiqih-nya yang mencakup realita dan kemaslahatan dakwah dan bangsa. 654 Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim) 526 . c. Jamaah telah menentukan sikapnya sesuai dengan pandangan dan koridorkoridor syariat. Tamayyuz dakwah (perbedaan dakwah dengan yang lain). b. atau untuk memenangkan suatu kelompok melalui jalur partai politik. "Sesungguhnya kami wahai Ikhwanul Muslimin bukanlah komunis. atau plin-plan dalam sikap-sikap dasarnya."653 "Sebagaimana kami menghindari manupulasi kata-kata di pelbagai aspek kehidupan dunia. Dakwah yang jujur dalam sikap dan perkataannya 653 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam).nilai-nilai Islam bisa menjadi alternatif yang menggantikan nilai dan cara pandang Barat. atau terlepas sama sekali dari kekuatan dan organisasi apapun di lapangan. Ia tidak bekerja untuk kepentingan seseorang atau ambisi kelompok tertentu. bukan demokratis dan bukan apapun seperti yang mereka kira. sesungguhnya hakikat sesuatu terletak pada substansi bukan pada nama atau slogan. tetapi sesungguhnya kami adalah kaum muslimin. baik dukungan. d. kesepakatan dan perjanjian dengan kekuatan apapun. jamaah selalu menggunakan cara-cara yang sesuai dengan syariat. yang ditetapkan dengan kaidah dan batasa-batasan yang dijelaskan oleh Imam Syahid di dalam risalahnya: a."654 14. Sikap-sikapnya sesuai dengan koridor dan batasan-batasan syariat. jamaah tidak memisahkan diri dengan kondisi dan realitas yang terjadi. ia bergerak dan berupaya menjalin hubungan dengan semua elemen dan menyampaikan dakwah kepada mereka. Dalam mengeluarkan sikap.

atau menjadi titik tolaknya. Kami bukan yayasan sosial dan perbaikan. serikat. yayasan. walaupun dalam tataran praktis ia bisa berbentuk lembaga yang bergerak di bidang sosial. untuk menghidupkan kembali kebangkitan umat Islam. meskipun partai politik sebagai salah satu pilar Islam adalah prinsip kami. Imam Syahid membatasi karakteristik dakwah dan integralisasinya dengan batasan yang sangat jelas dan tegas. meskipun kerja sosial dan perbaikan adalah bagian dari maksud besar kami. 15.bertolak dari dasar dan pemahaman tersebut di atas. dan ia tidak membatasi aktivitas pada lembaga-lembaga ini saja. Semua itu tiada lain adalah sarana-prasarana yang digunakan untuk membantunya dalam menjalankan aktivitas dan gerakan di pelbagai bidang. Agar orang lain tidak menganggap bahwa dakwah adalah partai politik –walaupun sisi ini juga sangat penting-. yang beraktivitas di semua bidang. bahwa dakwah bukanlah partai politik yang memiliki rujukan atau ambisi islam. jamaah memiliki yang lebih dalam dan lebih luas dari itu semua. namun justru mengarahkan dan memberikan pengaruh. Yakni. Kami bukan club olah raga. atau lembaga kebajikan yang melakukan amalamal kebajikan di berbagai aspeknya. Sesungguhnya dakwah bukan termasuk bentuk-bentuk ini. Sadar dan selalu waspada. meskipun olah raga dan lah rohani 527 . atau berupa partai politik. yang menggunakan pelbagai macam sarana dan fasilitas untuk beraktivitas. dan organisasi-organisasi tertentu. f. tidak tertipu dan dipecundangi. Imam Syahid berkata. "Wahai Ikhwanul Muslimin! Wahai manusia seluruhnya! Kami bukanlah partai politik. demi mewujudkan tujuan-tujuan Islam secara keseluruhan sesuai dengan proyek Islam dan persfektif yang sempurna. Jamaah ini –dalam kelahiran dan perjalanannya. atau yayasan kemasyarakat yang memperhatikan sisi-sisi perbaikan di masyarakat. atau organisasi tertentu yang memiliki tujuan-tujuan tertentu pula. Tawakkal kepada Allah dan selalu menyandarkan diri dalam setiap langkah-langkahnya. namun ia adalah Islam dengan kesempurnaannya di pelbagai sisi dan sisi-sisi yang lain.e.

mewariskan bumi ini dengan segala isinya kepada kami. dan ajaran milik Rasul-Nya yang terpercaya. ia tidak terpedaya dengan ucapan-ucapan dan istilah yang menipu. Namun wahai sekalian manusia. yang tidak dibatasi oleh terma."655 Sikap Jamaah terhadap mazhab-mazhab dan aliran-aliran: Imam Syahid menghadapi slogan-slogan. Terhadap Nasionalisme dan Kesukuan: 655 Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). dan menetapkan sikap jamaah dengan landasan ini. dan ini merupakan asas dan titik tolak dalam setiap urusan atau pemikiran: a. Perjalanan kami tidak pernah berhenti sehingga Allah Swt. karena itu semua diciptakan untuk tujuan parsial dan terbatas. penguasa alam semesta. kami adalah pemikiran dan akidah. Kami bukan kelompokkelompok macam itu semua. untuk masa yang terbatas pula.menjadi salah satu perangkat terpenting kami. hal. bahkan ia sampai pada tahap menyadarkan umat terhadap apa yang sedang mengancam dan yang dihadapinya. tidak diikat oleh jenis suku bangsa. dan menghindar dari sisi-sisi yang mengandung bahaya. dimana ia mampu menyebutkan sisi positif dan sisi negatifnya. hukum dan sistem. lalu dihias dengan berbagai slogan dan sebutan kelembagaan yang mulukmuluk. namun ia menghadapinya dengan sangat jelas dan berpegang teguh dengan nilai-nilai Islam. atau hanya mengekor di belakangnya. 197 528 . beliau tidak memandang remeh hal itu. ingin membuat organisasi. ia bahkan mengetahui substansi dan muatannya. termasuk menolak para penganut aliran-aliran tersebut dan berupaya memuaskan mereka dengan pemahaman dan manhaj Islam. aliaran dan mazhab-mazhab pemikiran yang tersebar di masyarakat. Bahkan terkadang tidak dibuat kecuali sekedar menuruti perasaan sesaat. serta bersandar pada sisi kemanfaatan. dan tidak berdiri di hadapan dengan batas geografis. karena ia adalah sistem milik Rabb.

S Ali Imron: 110) Oleh karena itu. dan kelembutan perasaannyatidak kita dapatkan pada ideology manapun kecuali dalam Islam yang hanif ini.dalam rangka mempertahankan kehormatan yang rabbani ini. Doktrin 'rasa bangga' terhadap bangsa yang seperti ini –dengan keadilan. sehingga kebanggaan ini akan ternanam pula dalam jiwa generasi penerusnya. Mereka siap berkarya nyata demi kejayaan tanah airnya. bangga sebagai umat yang utama dan mulia. Imam Syahid berkata. hal. serta menciptakan kebahagiaan masyarakatnya. "Umat yang tengah bangkit membutuhkan rasa bangga terhadap bangsa-nya.Ikhwanul Muslimin adalah orang yang paling kuat menjaga negerinya. keutamaan. Beliau juga memaparkan sisi-sisi yang keliru dan menyimpang dari ajaran Islam dan memperingatkan dari hal itu: 1. (Q. Imam Syahid kadang-kadang membatasi dan kadangkadang meluaskan makna kebangsaan dan makna bangsa. 277 529 . mestinya kita pula yang paling pantas untuk mempersembahkan pengorbanan –dengan dunia dan seisinya. merasa bangga dengan kebangsaannya. yang memiliki berbagai keistimewaan dan perjalanan sejarahnan indah. mempertahankan kehormatannya. Dengan kebanggaan itu. Kita (umat Islam) adalah bangsa yang mengetahui secara persis bahwa kehormatan dan kemuliaan kita disakralkan Allah melalui ilmuNya dan diabadikan dalam Al Quran dengan firman-Nya:                Artinya: "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. mereka siap mempertahankan kehormatan bangsanya serta siap menebusnya meski dengan mengalirkan darah dan mengorbankan nyawa. dan hal itu dalam koridor ajaran Islam.656 656 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya).

menyuruh kepada yang ma'ruf. Namun ada perbedaan yang menyolok antara masyarakat yang terpola oleh nilai-nilai Islam dengan masyarakat yang didoktrin oleh slogan-slogan seperti ini. (Q. 274 530 . hal.2. berfirman: "                       Artinya: "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. pernyataan perang terhadap setiap kehinaan. Lebih dari itu Islam memberikan batasan bagi tujuan diciptakannya perasaan ini. dia hanya sampai pada batas doktrin tersebut. Imam Syahid menjelaskan. bangsa-bangsa modern zaman ini telah pula berhasil menanamkan doktrin semacam ini kepada jiwa para pemuda. para tokoh. penghormatan etrhadap 657 Ibid. Adapun tentang perbedaan antara kebangsaan dalam Islam dengan yang lain. Akan halnya rasa kebanggaan mereka. dan mencegah dari yang munkar. "Sebenarnya. Ia adalah rasa bangga sebagai pemimpin dan pemandu dunia menuju kehidupan yang baik dan sejahtera. Karena firman Allah Swt. dan beriman kepada Allah. yakni rasa kebanggaan orang muslim merupakan perasaan yang melambung tinggi sehingga menyatu dengan Allah Swt. dan anggota masyarakatnya. sehingga mendorong kuatnya komitmen padanya dan menjelaskan bahwa ia bukan fanatisme buta atau kebanggaan yang semu.S Ali Imran: 110)657 Ayat ini mengandung maksud: dukungan kita terhadap keutamaan.

ia tidak memiliki batasan tujuan yang jelas kecuali fanatisme yang rancu. hingga kita mampu mengembalikannya Dan mereka atau tidak binasa akan karena mempertahankannya. Imam Syahid berkata. mendapatkan keselamatan dari Allah."661 Mereka menebus tanah airnya dengan harta dan jiwa mereka. kebebasan. Imam Syahid berkata. kebanggaan adalah bagian dari perintah Al Quran dan sesungguhnya mencintai tanah air adalah bagian dari keimanan.658 Karena itu.659 3. Adapun prinsip-prinsip kepemimpinan yang tertanam di jiwa bangsabangsa Barat. serta komitmen untuk selalu melakukan control atas setiap aktivitas. 170 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). maka cukuplah anda mengetahuinya dengan membaca kalimat berikut: Bahwa mereka meyakini dengan seyakinyakinya bahwa mengabaikan sejengkal tanah milik seorang muslim yang terjajah. merupakan kejahatan yang tak bisa dimaafkan. dan selalu menjaga kebebasan dan kemerdekaannya."660 Dan kita wajib "Memahamkan manusia bahwa politik. kebanggaan mereka justru membangkitkan sikap permusuhan dari bangsa-bangsa lain yang lemah. Oleh karenanya. yang pernah dilahirkan oleh sebuah umat. jiwa kepemimpinan bangsa muslim terdahulu berhasil menciptakan sikap adil dan kasih saying yang sempurna dan paling ideal. kecuali dengan menunaikan hal ini.nilai-nilai yang luhur. "Adapun pemahaman Ikhwanul Muslimin terhadap nasionlaisme. hal. "Jika kami dizalimi oleh Negara manapun –dan kami berada di negeri sendiri. hal.maka setiap jengkal dari tanah Mesir 658 659 660 661 Ibid Ibid Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). 270 531 .

mereka pun beraktivitas untuk Negara seperti Mesir. Perasaan (anggapan) seperti ini tidak hanya terhadap Mesir saja. harta dan putera-puteri negeri ini. 298 663 Risalah: Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V)."663 Merupakan kesalahan jika ada yang menyangka bahwa Ikhwanul Muslimin apatis terhadap masalah kenegaraan dan nasionalisme. karena bagi mereka Mesir ini adalah bumi Islam dan pemimpin umat-umatnya. Anda tahu sampai sebatas mana mereka paham tentang nasionalisme mereka dan kemuliaan macam apakah yang mereka inginkan untuk umatnya. dan pada saat itu Ikhwanul Muslimin telah mempersiapkan diri dengan sempurna untuk menambah persediaan negeri ini dengan seluruh kemampuan yang dimilikinya. tapi juga untuk seluruh bumi Islam. "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin sangat menghormati kebangsaan sebagai landasan utama untuk mewujudkan kebangkitan yang dicita-citakan. dan menghormati siapa saja yang mau berjuang dengan ikhlas dalam membelanya. hal. 198 532 . dan mengutamakan negerinya dari yang lain. berjuang dan berkorban demi eksistensinya. hal. Oleh karenanya. perbedaan prinsipil antara kaum muslimin dengan kaum yang lainnya dari para penyeru nasionalisme murni adalah asas bahwa asas nasionalisme Islam itu akidah islamiyah. Kaum muslimin adalah orang-orang yang paling ikhlas berkorban bagi Negara. Namun. jiwa. dan bahkan banyak dari mereka yang gugur dalam perjuangan ini. jiwa dan raga. 662 Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna)."662 4.yang mahal akan ditebus dengan darah. untuk seluruh negeri kaum muslimin. Imam Syahid berkata. dan mereka tidak melihat kecelaan bagi siapa saja yang bekerja untuk tanah airnya. mau berkhidmat kepadanya.

dan mewasiatkan kepada putera-puterinya agar berkarya demi kebaikannya serta siap berkorban demi mempertahankan kemerdekaan dan kehormatannya. atau ingin mengejar prestise. faktor kebangsaan lebih kuat dari ikatan keimanan. atau ambisi ingin meraih popularitas. Ibid 52 668 533 .Sementara penyeru nasionalisme murni berhenti hanya sebatas negaranya saja. merupakan bagian dari bumi Islam. yang setiap putera-puterinya diwajibkan oleh Islam untuk menjaga dan memakmurkannya."666 Kawasan dunia Islam sangat luas.664 Imam Syahid menegaskan bahwa akidah Islam merupakan asas nasionalisme dan rasialisme. hal. "Tidak dibolehkan di dalam Islam. Imam Syahid menambahkan penjelasannya dengan mengatakan. yang menembus sekat wilayah dan batas-batas geografis."667 Setiap muslim meyakini bahwa setiap jengkal tanah di bumi yang terdapat seorang akh yang memegang Al Quran di tangannya. bagi kami adalah ikatan yang paling suci dari ikatan darah dan ikatan se-tanah air. dan beliau menegaskannya secara berulang-ulang. hal. Ia tidak pernah merasakan adanya kewajiban membela Negara sekedar taklid kepada pendahulu. 24 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). menuju prinsip-prinsip yang mulia dan akidah yang murni dan benar. atau kepentingan tertentu yang lain."665 "Ikatan akidah. Mereka berbuat bukan karena kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah atas hamba-hamba-Nya. hal. 180 Ibid Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). Ia berkata. Tanah air dalam pengertian Islam menyangkut hal-hal sebagai berikut: 664 665 666 667 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda)."668 5. "Islam telah memperluas batasan "tanar air Islam".

" (Q. Maka Sesungguhnya Allah Maha melihat apa yang mereka kerjakan. Lalu melebar ke berbagai bekas wilayah daulah Islamiyah. yang pernah diperjuangkan dengan darah dan nyawa para pendahulu sehingga berhasil menegakkan panji-panji ilahiyah di sana. Peninggalan sejarah masih mencatat kejayaan dan kegelimangan yang pernah mereka raih pada masa lalu. Tidakkah kalian mendengar ketika Allah Swt. berfirman:                                Artinya: "Dan perangilah mereka. dengan segala puncak manusia. Wilayah geografis secara khusus b. c. sehingga setiap muslim akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan mahkamah ilahi tentang wilayah ini. Kemudian meluas ke berbagai negeri Islam. supaya jangan ada fitnah[611] dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah[612].S Al Anfal: 39) Dengan demikian. Meluas ke berbagai negeri kaum muslimin sehingga mencakup dunia seluruhnya. kebaikannya demi mewujudkan kesejahteraan umat 534 . jika mereka berhenti (dari kekafiran). Islam memadukan antara perasaan cinta tanah air secara khusus dan cinta tanah air secara umum. mengapa tidak ada perjuangan untuk mengembalikannya? d. karena bagi setiap muslim negeri-negeri itu adalah tanah air dan kampung halamannya.a.

hal.S Al Hujurat: 13)669 b. saya tidak segan-segan untuk mengatakan bahwa tidak ada yang bertentangan antara berbagai kesatuan di atas 669 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). Karena dia merupakan mata rantai kedua dalam mewujudkan kesatuan Islam. Tentang persatuan Arab Islam: Imam Syahid berkata. Tidak menjadi masalah jika setiap orang beraktivitas untuk kemaslahatan negaranya. 278 535 . "Setelah penjelasan ini. Ikhwan juga mendukung kesatuan Arab. "Ikhwanul Muslimin sangat menghormati nasionalisme yang khusus bagi mereka. (Q. karena ia merupakan rangkaian sempurna bagi munculnya Negara Islam yang integral. Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. karena itu merupakan asas pertama untuk menuju kebangkitan yang didambakan.                                 Artinya: "Hai manusia. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Kemudian.

memperkuat. 144 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). kita harus membantunya. Kita harus kembali pada apa yang telah diwajibkan oleh Islam (kepada semua pengikutnya) sejak pertama diturunkan. maka dia adalah Arab. hal. Maka barang siapa yang berbicara dengan bahasa Arab. hal. tentang makna Arab. maka sesungguhnya di waktu yang sama kami bekerja untuk kebaikan Islam dan dunia seluruhnya. di depan berbagai serta situasi menjadikannya sebagai inti dan titik tolak persatuan Islam yang sempurna. mendukung Beliau keberadaan Liga Arab dan mengoptimalkannya. 231 Ibid. yakni penyempurnaan kebebasan dan kemerdekaan. bagaiman pun juga ia merupakan benih yang mulia dan penuh berkah. Semua itu pada hakikatnya adalah satu masalah saja. dan membebaskannya dari segala faktor kelemahan dan kerapuhan. Kita harus bersekutu dan bersatu. kita harus berusaha untuk memperluas wilayah cakupannya. sampai tercipta sebuah 670 671 672 Risalah: Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). berkata. kendati ia belum mapan dengan sempurna. "Sekarang. yang hampir sama dengan masalah yang sedang kita hadapi. yakni ketika Islam menjadikan wihdah sebagai salah satu makna dari sekian kandungan makna iman. "Kami meyakini bahwa sesungguhnya ketika kami bekerja untuk kemaslahatan Arab. Oleh karena itu."670 Imam Syahid berkata."672 Imam Syahid mendukung persatuan dalam pelbagai bentuknya. Namun. hal."671 "Di antara ungkapan yang paling menakjubkan dalam masalah ini adalah apa yang telah dikemukan oleh Rasulullah Saw. dimana beliau memaknainya sebagai bahasa dan lisan. 230 536 . Setiap kesatuan itu memperkuat posisi kesatuan yang lain dan turut mewujudkan tujuannya.dengansudut pandang seperti ini. kita berada internasional yang baru. Setelah itu. Kita telah memulai dengan membentuk Liga Arab. serta menghancurkan semua belenggu penindasan dan imperialisme.

hal. dan melepaskan diri dari ikatan Islam dan pertautannya dengan dalih nasionalisme."674 c. Atau 673 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). 314 674 Ibid 675 Risalah: Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V). "Sesungguhnya kami wahai Ikhwanul Muslimin bukanlah komunis. yaitu ia adalah ikatan Islam saja dan bukan yang lain. Arabisme. Inilah barangkali perbedaan antara kami dengan manusia-manusia yang lain. hal. 144 537 . tetapi sesungguhnya kami adalah kaum muslimin."673 Beliau juga membatasi ikatan yang menghimpun umat Islam. "JIka ada sekelompok kaum yang ingin menjadikan nasionalisme Negara sebagai senjata untuk mematikan nasionalisme yang lain." "Ikhwanul Muslimin tidak percaya pada kebangsaan dalam maknamakna buruk di atas (kebangsaan permusuhan dan kebangsaan jahiliyah). bukan demokratis dan bukan apapun seperti yang mereka kira. Waspada dari pengaruh dakwah-dakwah yang merusak dan upaya memecah belah umat Islam: Imam Syahid menolak menjadikan seruan-seruan ini sebagai sarana untuk memecah belah umat Islam. Feniqisme. Kami tidak pernah menyerukan Fir'aunisme. atau melemahkan ikatan antar umat Islam serta menjauhkannya dari manhaj Islam.ikatan bangsa-bangsa muslim.675 "Tapi jika yang dimaksud dengan kebangsaan adalah menghidupkan tradisi jahiliyah." "Jika yang dimaksud dengan kebangsaan itu adalah membanggabanggakan etnis sampai pada tingkat melecehkan dan memusuhi etnis lain. dengan izin Allah akan terbebntuk perserikatan umat Islam. beliau berkata. maka hal ini yang kami tolak. baik Arab maupun non Arab. Saat itulah. maka hal ini tidak memiliki hakikat dan tidak memiliki arti sama sekali. maka Ikhwan tidak akan sependapat dengan mereka.

dan berbagai tradiri jahiliyah. Dia adalah nasionalisme dan rasialisme. serta membebaskannya dari apa saja yang mewarnai sejarahnya dari daki-daki Paganisme."677 "Ada lagi virus jahat yang telah mengacaubalaukan pemikiran dan perasaan kaum muslimin. 230 538 . menambah kemuliaan dan kejayaannya melebihi apa yang pernah diraihnya sebelum ini.Siariaisme dan lain-lain semacamnya. maka hal ini yang kami tolak. hal. warna kulit dan garis keturunan. atau hanya sebatas batasbatas wilayah geografi yang sempit. 676 677 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). Tidak juga kepada semua nama dan gelar yang selama ini digembar-gemborkan orang."676 Beliau juga berkata. 23 Ibid. 20 678 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam)."679 Imam Syahid juga menolak yang menjadikan nasionalisme dan kebangsaan sebagai pembenar untuk menjauhkan umat dari agamanya. kami mempunyai komitmen untuk meluruskan penyimpangan. melapangkan dadanya. 313 679 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). hal. noda-nida syirik. "Adapun jika yang mereka maksudkan dengan nasionalisme itu adalah memilah umat menjadi kelompok-kelompok yang saling bermusuhan dan berseteru satu sama lain. Setiap bangsa dari mereka bangga dengan kebangsaannya dan lupa akan ajaran yang dibawa oleh Islam. Bahkan kalau perlu kami akan memerangi segala warisan ideologi Firaun (Fir'aunisme) dengan seluruh kekuatan kami jika masih ada pihak-pihak yang meyakininya sebagai ideology bangsa Mesir dan mengajak menerapkannya. hal. hal. bahwa Islam mengikis habis fanatisme kejahiliyahan dan kebanggaan 678 yang berlebihan terhadap suku. kemudian merusak bumi dan negeri mereka. Padahal Allah telah memberikan hidayah kepada bangsa ini dengan ajaran Islam." Beliau berbicara tentang Fir'aunisme. menerangi bashirah-nya. "Di satu sisi kami tidak bisa menutup mata dari sejarah Mesir yang di dalamnya terdapat kejayaan peradaban dan kemajuan ilmu pengetahuan. Di sisi lain.

memberikan kepada mereka (para perampas) perlakuan yang istimewa. serta membagi-bagikan kedudukan dan keuntungan materi. bukan karena agamanya. dengan mengabaikan kemaslahatan Negara dan masyarakat."Salah satu alasan pembenar yang dipakai oleh orang-orang yang berpikir dengan kerangka piker model Barat –dalam rangka menyudutkan Islamadalah mereka senantiasa mengembor-gemborkan prilaku para tokoh agama di kalangan kaum muslimin. Lagi pula apakah pantas agama ini memerintahkan demikian? Tidakkah anda menyimak kisah. Mereka menjelaskan makna hakikat kepada para penguasa tersebut. hal. kalaupun benar. 288 539 . dimana mereka menghinakan para raja dan penguasa di pagar dan di pintu istana mereka? Mereka dengan sangat tegar dank eras menunjukkan sikapnya. bekerjasama dengan para perampas hak rakyat. tuduhan-tuduhan itu di atas seharusnya menjadi alasan untuk memalingkan umat dari ajaran agamanya atas nama nasionalisme murni. Kalaupun hal ini dibenarkan dalam persepsi Barat dengan Aklerus."680 "Oleh karenanya. bahkan lebih dari itu mereka senantiasa siap memanggul senjata jika menghadapi berbagai tindak kezhaliman. dimana sikap mereka senantiasa kontraproduktif terhadap kebangkitan bangsa mereka sendiri. adalah karena bobroknya mentalitas para tokoh agama itu sendiri. mencegah. Mereka (para tokoh agama) senantiasa menindas warganya. Bukankah merupakan sesuatu yang bermanfaat bagi umat jika anda memperbaiki para tokoh agama tersebut (sekiranya dia memang salah) atau menuntut kebaikan dari mereka. istilah 'tokoh agama' yang sudah demikian popular di masyarakat kita adalah istilah serapan dan taklid buta yang tidak sesuai dengan tradisi kita. menyampaikan tuntutan-tuntutan umat. maka dalam tradisi 680 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). bahkan menolak hadiah-hadiah dari para penguasa dan raja-raja itu. berani memerintah. bukan malah menyikapinya dengan sikap yang membinasakan? Lagi pula. Tuduhan semacam itu.

22. adalah tokoh agama."683 d. 540 ."682 Beliau cengkeraman itu. Dirasah syar'iyyah dan siyasiyah lil qadiyyah al iraqiyyah. atau jika yang dimaksud dengan kebangsaan adalah kebangsaan umat."681 Adapun tentang beberapa pemahaman yang sesuai dengan Islalm. hal. Islam bahkan menganggap itu sebagai kewajiban. "Jika yang mereka makna maksudkan dengan dan nasionalisme adalah adalah keharusan berjuang membebaskan tanah air dari imperialisme. "Jika yang dimaksudkan oleh para tokohnya adalah bahwa generasi penerus harus mengikuti jejak para pendahulunya dalam mencapai kejayaan. dimana sebuah anggota keluarga seseorang dan umatnya adalah orang yang paling berhak mendapatkan kebaikan dan kebajikannya. tahun 2002. 289 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). maka kamipun sepakat tentang Ibid. hal. dan kecemerlangan. maka disinipun kami sepakat dengan mereka. Sikap Imam Syahid terhadap gerakan-gerakan separatis di beberapa komunitas masyarakat Muslim: Tentang sikap Imam Syahid terhadap gerakan-gerakan separatis di beberapa komunitas masyarakat muslim dengan dalil bahwa mereka terancam tindakan kezaliman dari pemerintah dan dianggap sebagai 681 682 juga berkata." "Jika yang mereka maksudkan adalah dengan nasionalisme adalah memperkuat ikatan kekeluargaan antar anggota masyarakat atau warga Negara serta menunjukkan kepada mereka cara-cara memanfaatkan ikatan itu untuk mencapai kepentingan bersama.23 683 Lihat makalah Ustadz Muhammad Ahmad Rasyid. menanamkan kehormatan kebebasan dalam jiwa putera-puteri bangsa. kebesaran.Islam meliputi seluruh muslim. Imam Syahid menyebutkan. dan yang paling berhak menerima perlakukan baiknya. dan ini merupakan kebenaran dan makna yang baik yang tidak dilupakan oleh Islam. Baik orang muslim biasa maupun tokohnya.

dan menetapkan bagian yang cocok dan seimbang. beliau menghimbau agar krisis Kurdi diselesaikan dengan jalan dialog. namun di waktu yang sama ia juga melihat harus disertai dengan pemberian dan pengembalian hak kepada setiap orang.masyarakat kelas dua. bahasa. struktural. Dalam menyikapi hal ini Imam Syahid memiliki sudut pandang politik yang dalam. Imam Syahid mengirimkan surat kilat kepada pemerintah Irak (yang dipublikasikan oleh majalah Ikhwanul Muslimin pada waktu itu). Kelompok separatis ini cenderung menggunakan senjata. aset negeri untuk bangsa Kurdi. Manusia itu dari Adam. "Kemanusiaan memiliki dua pondasi utama. Hal ini berpijak dari pemahaman syari'I tentang urgensi persatuan umat dan dengan ketetapan pemberian hak. atau mengalirkan darah seorang muslim. Pada pertengangan tahun 1945 M. 684 Ibid 541 .684 e. ia menyerukan persatuan dunia Islam dan memproteksinya. politik. berdamai dan berkasih saying serta saling menasehati dalam kebaikan. kalau kemanusiaan ditegakkan di atas keduanya maka akan tinggilah nilai kemanusiaan hingga ke ketinggian langit: 1. mewujudkan persamaan. menyingkirkan kezhaliman. Sikap Terhadap perdamaian internasional dan kemanusiaan Seputar sikap terhadap perdamaian internasional dan kemanusiaan. sewaktu terjadi Revolusi Barzaniyah Kurdiyah melawan pemerintah Irak. dan ia menolak melakukannya dengan menggunakan senjata dan pemukul. maka mereka semua bersaudara dan wajib untuk saling tolong-menolong. maka ia juga memiliki tempat di dalam dakwah Ikhwanul Muslimin. bukan melalui senjata atau besi. Imam Syahid berkata.

S Al Anbiya: 108) Beliau juga berkata. Maka setiap mereka harus berusaha keras mengangkat harkat kemanusiaan. 75 542 . "Kemudian negeri muslim akan semakin mekar hingga menaungi seluruh dunia. Maka hendaklah kamu berserah diri (kepada-Nya)". serta menyampaikannya kepada mereka. dan sesungguhnya bumi dan seluruh isinya adalah lapangan dakwah. (Q. hal.685 "Diantara bentuk dakwah kalian wahai ikhwah yang saya cintai. dengan menunjukkan kepada mereka bentuk-bentuk riil kebaikan agama kalian."687 "Ikhwanul Muslimin menyerukan perdamaian internasional yang tegak di atas asas dan prinsip-prinsip yang dibawa Islam. "Secara umum dapat dikatakan bahwa kita berhadapan dengan 685 686 687 Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami).2. hal."686 "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin menginginkan kebaikan untuk seluruh dunia. yang ditebar dengan hikmah dan nasehat kebenaran. adalah kalian turut andil memberikan kontribusi untuk perdamaian dunia dan membangun kehidupan yang baru untuk manusia.                     Artinya: "Katakanlah: "Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah: "Bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan yang Esa. hal. Adanya perbedaan di antara mereka adalah atas dasar amal. 251 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). Imam Syahid berkata. menjelaskan tentang prinsip-prinsip dan ajarannya. 24 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). dakwah kepada kebenaran dan cahaya. karena hal ini merupakan tujuan Islam dan makna dari firman Allah Swt. dan mereka menyerukan persatuan internasional.

keluarga. yang tidak bertentangan dengan ushul-ushul Islam dan tujuan-tujuannya. menjauhkan mereka dari kepemimpinan Nabi Saw. menghalangi dunia dari bimbingannya. hingga dunia seluruhnya menyuarakan dakwah atas nama Nabi Saw. 114 689 Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia)."690 Walaupun Islam telah menetapkan kaidah-kaidah umum. masyarakat dan Negara. yang berupa kebangkitan sector materi dan peradaban kelezatan serta syahwat.gelombang materialisme. "Kami meyakini bahwa semua bentuk peradabannya ke masa ratusan tahun silam sehingga kita terbelenggu di negeri sendiri dan membiarkan masyarakat bergulat dengan kebangkitan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam dan berbenturan dengan hukum-hukum Al Quran adalah sebuah upaya yang rusak dan akan menemui kegagalan. dan kebangkitannya serta bagaimana memperbantukannya untuk kehidupan individu. Kita tak boleh tinggal diam di hadapan ini semua. dengan demikian maka kebangkitan dunia timur terkini harus menggunakan kaidh-kaidah Islam dan prinsip-prinsipnya dalam setiap lini kehidupan. menarik mundur derita. dan hidayah Quran. hal.”689 "Kami meyakini bahwa di dalam manhaj Islam terdapat dasar-dasar yang diperlukan untuk kehidupan bangsa-bangsa. hal."688 Imam Syahid berkata. namun harus kita hadapi mereka di tempatnya dan siap bertempur di bumi dimana ia bercokol. 57 690 Ibid 543 . namun ia masih meninggalkan ruang yang sangat luas bagi seorang muslim dalam mengambil manfaat dari pelbagai syariat yang bermanfaat. 688 menetapkan kaidah mashalihul mursalah. yang mana ia telah memerosotkan moral bangsa-bangsa Islam. dan Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). dan ia memberikan ganjaran pahala terhadap setiap ijtihad yang disertai dengan syarat-syaratnya.

semua kaidah-kaidah ini menjadikan syariat Islam berada pada puncak kemuliaan di antara syariat-syariat. menghormati pendapat para imam."693 Seputar konflik internasional: "Komunis sangat keras berupaya menyebarkan ajarannya kepada masyarakat. undang-undang dan hukum. maka itu merupakan kewajiban kita. 299 693 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). dan di antara 691 Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). hal. sedangkan ditengah mereka ada kelompok sosialis. hal." "Terbelakang dalam berbagai hal akan berpengaruh buruk terhadap pikiran kita dan bertentangan dengan agama kita. 317 692 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). di tangan kita ada secercah cahaya dan botol obat penawar yang bisa kita gunakan untuk memperbaiki diri kita dan mengajak orang lain. kecuali dengan berdirinya umat Islam dan memimpin dunia secara keseluruhan (ustaziyatul Alam).menganggap urf (kebiasaan). aktivitas."692 "Ikhwanul Muslimin mendeklarasikan di setiap waktu-waktu mereka bahwa seorang muslim harus menjadi imam (pemimpin) dalam berbagai hal. "Jika belum berdiri di dunia sebuah umat dakwah yang baru (umat Islam) yang akan mengemban risalah kebenaran dan perdamaian. jihad dan terdepan dalam segala hal. tidak akan terwujud secara benar dan sesuai dengan prinsip keadilan. demokrasi imperialis yang hina juga berusaha melawan dari sisi yang lain. yang akan mencurahkan kesehatan kepada dunia dan kedamaian kepada kemanusiaan."691 Imam Syahid memandang perdamaian internasional. dan ia tidak rela jika tidak mendapatkan kepemimpinan. hal. 180 544 .

"694 Imam Syahid juga berkata. "Kami tidak lengah dan lemah pemahaman dengan meyakini bahwa kami mampu hidup menyendiri dari manusia. Dan sekarang. kemudian pada pertolongan Allah. edisi 16 Januari 1951 M.”695 f. 301 Bagian terakhir dari risalah yang ditulis oleh Imam Syahid untuk Ikhwanul Muslimin. ia merasakan kegoncangan dan kebingungan serta tak satupun dari dua jalan itu yang dapat mengantarkannya kepada ketenangan dan keselamatan. diterbitkan oleh Majalah Al Mabahits. berada pada posisi saling tarik-menarik antara Komunis Rusia dan Demokrasi Amerika. Membatasi dasar-dasar kerjasama bilateral: Imam Syahid berkata.suara pertama yang kami serukan. lalu pada kebutuhan dunia padanya.mereka semua ada umat Islam yang kokoh dan tegar di dalam hati selama 14 abad. maka kalian berkewajiban untuk mendeklarasikan hakikat (kebenaran dakwah) dengan jelas. “Sesungguh dunia sekarang ini. kapan saja ia berkenan menunjukkan kehendak dan kekuatannya. lalu pada hati orangorang yang meyakininya. kita tidak perlu takut karena kita tidak memiliki negara atau kekuatan. dan terpisah dari persatuan internasional. 545 . hal. namun yang keluar dari kerongkongan kami –kami adalah umat Islam. kita harus mengajak kepada manhaj kita yang islami dengan penuh kekuatan. di tangan kalian ada botol obat penawar yang berasal dari wahyu langit. karena sesungguhnya kekuatan dakwah terletak pada dakwah itu sendiri. dan yang dilapalkan adalah kata kasih dan perdamaian:              Artinya: 694 695 Ibid.

Orang-orang yang memiliki kepentingan yang berada di belakangnya menutupi diri mereka dengan slogan-slogan dan seruan-seruan yang memukau. 231 546 . "Perang Dunia II telah usai. yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk bersatu dan bersekutu. sebenarnya bisa dimanfaatkan sesuai dengan kemampuan.260 Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru). Perang inilah yang berhasil mengikis rasialisme di Eropa. hal. Kekuatan intenasional ini hanya bekerja untuk kemaslahatannya saja dan berhimpun melawan hak-hak kita sebagai warga Negara dan menipu kita dalam pelbagai permasalahan penting. kita melihat persatuan Negara-negara Eropa. yang kuat membantu yang lemah hingga bisa bangkit. Setelah itu. kepongahan Nazi Jerman. kami mengetahui bersiap bahwa untuk dunia sangat membutuhkan ini dan kerjasama dan tolong-menolong serta saling memberikan maslahat dan Kami telah membantu kerjasama mewujudkannya di bawah naungan yang tinggi dan mulia yang menjamin hak-hak dan kebebasan. namun hendaknya bersandar kepada diri dan kemampuan kita sendiri. Pengetahuan dan kesadaran ini. dengan tetap mawas diri dan jangan tertipu atau terlalu menggantungkan diri kepadanya. Fasisme Italia. "Namun ketika Barat insaf dan meninggalkan cara-cara penindasan dan menahan dirinya maka akan sirnalah fanatisme yang membabi-buta dan digantikan oleh fikrah yang jernih."Katakanlah: "Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah: "Bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan yang Esa. Maka hendaklah kamu berserah diri (kepada-Nya)". yang ada 696 697 Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). (Q."697 Tentang organisasi-organisasi Negara dan optimalisasinya dalam perdamaian internasional: Imam Syahid mengenal benar karakter kegiatan ini. hal."696 Beliau juga berkata.S Al Anbiya: 108) Namun manfaat. yaitu fikrah kerjasama antara bangsa dalam kebaikan dan kemajuan.

Sebagaimana kita saksikan bahwa Negara-negara itu ternyata bersatu padu jika menghadapi hak-hak kebangsaan kita. 313. Lalu. dan tidak ada yang dilaksanakan kecuali yang mereka inginkan saja dan yang memberikan kemaslahatan kepada mereka. untuk mengelabui masyarakat dunia dengan menganggap bahwa mereka bekerja untuk kemaslahatan seluruh umat manusia. Rusia menghimpun Ras Sicilia dengan segenap bangsanya di bawah panji Uni Soviet. kedua Negara itu membagi-bagi berbagai bangsa didunia dengan dasar kemaslahatan bersama dan kepentingan hidup. Mereka mengabaikan masalah-masalah esensial kita. Inggris dan Amerika membentuk koalisi dengan mengatasnamakan suku bangsa dan bahasa. dan pada saat yang lain atas nama kepentingan bersama. namun sayang kita harus kehilangan semua cita-cita itu dan kehilangan kepercayaan kepada pemerintah yang keras dan sesat itu. dan Indonesia." Imam Syahid juga menjelaskan tentang sikap organisasiorganisasi ini terhadap permasalahan Palestina: "Dulu kita memiliki harapan kepada naruni dan simpati dunia.698 "Bahkan mereka hanya mencukupkan dengan keputusan-keputusan saja. dan kita Al hamdulillah.699 Partner Negara dan sikap terhadap orang-orang asing: 698 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). hal. 314 699 Diantara penjelasan Imam Syahid dalam Muktamar rakyat untuk solidaritas Palestina di Mesjid Al Azhar. tahun 1948 547 . Palestina. memiliki kekuatan materil dan spiritual untuk sampai kepada kemenangan –dengan izin Allah-. persaingan antar kedua Negara ini dibungkus dengan mendirikan PBB. Kemudian. sebagaimana persoalan yang berhubungan dengan Mesir. baik yang diungkap di Dewan Keamanan maupun di Majelis umum PBB sendiri.kalanya dengan atas nama nasionalisme. pemerintah Barat dan Negaranegaranya.

dan ia adalah ibadah yang akan diperhitungkan oleh Allah. sebagaimana firman Allah:      548 .Pertama: Partner Negara Imam Syahid membatasi hubungan-hubungan ini dengan jelas dan terpusat pada syariat Islam dan manhaj Rasulullah Saw.S Al Hujurat: 13) Kemudian. "Sesungguhnya Islam sangat mensucikan persatuan kemanusiaan sebagaimana dalam Al Quran:                        Artinya: "Hai manusia. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. adalah partner kita di Negara. Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa . mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan kita. Islam mensakralkan kesatuan agama sehingga ia memotong akar-akar fanatisme buta dan mewajibkan kepada puteraputerinya untuk beriman kepada seluruh agama langit secara keseluruhan.bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Persatuan nasional ini dibangun oleh Islam hingga ke tingkat kesuciaan agama. Imam Syahid berkata. (Q. Warga Negara non muslim.

karena Islam yang diturunkan oleh Dzat Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui –yang memahami benar apa yang terjadi pada umat manusia. tidak ada kerancuan dan campur aduk di dalamnya. lihatlah ayat berikut ini: 700 701 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya). damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah.701 Prasangka tersebut jelas tidak benar.S Al Hujurat: 10) Ajaran Islam ini –yang membangun prinsipnya di atas keseimbangan dan keadilan yang sempurna. padahal sesungguhnya ia merupakan pilar yang kokoh di antara pilar-pilar penyangga kebangkitan umat. Banyak orang berprasangka bahwa komitmen terhadap Islam dan menjadikannya sebagai pondasi bagi bangunan kehidupan berarti menolak keberadaan kelompok minoritas non muslim dalam masyarakat Islam dan menolak adanya kesatuan berbagai kelompok masyarakat.          "Orang-orang beriman itu Artinya: sebab itu Sesungguhnya bersaudara. masa kini. Jika orang ingin mengetahui lebih jelas. ketika (selama ini) kekuatan 700 persatuan hanya berlandaskan pada teks-teks kesepakatan belaka. Sebaliknya. 286 Ibid. baik di masa lalu. 285 549 . ia bahkan menganggap persatuan sebagai salah sesuatu yang dijunjung tinggi oleh agam.tidak menciptakan sebuah sistem yang suci dan arif kecuali pasti mencakup perlindungan terhadap masyarakat minoritas di dalam teksteks wahyu-Nya yang demikian jelas.dan tidak mungkin mencetak pengikut menjadi biang perpecahan dan perselisihan. supaya kamu mendapat rahmat. hal. (Q. dan masa mendatang. yang pengetahuan-Nya menguasai berbagai persoalan umat masa lalu. hal.

22 550 . Sesungguhnya Allah menyukai orangorang yang berlaku adil. 702 ini tidak hanya berbicara mengenai perlindungan saja."702 "Sesungguhnya Islam. Islam dating untuk mewujudkan kebaikan bagi sekalian manusia dan rahmatan lil 'alamin. adalah agama persatuan dan persamaan.                                 Artinya: "Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu Karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. (Q." Tidak benar jika ada yang menyangka bahwa Ikhwanul Muslimin adalah kumpulan para propagandis rasialisme yang membeda-bedakan status sosial di antara anggota masyarakat. melainkan juga berbicara mengenai anjuran agar berbuat baik kepada ikatan di antara semua elemen selama kerjasama untuk Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami). kami menyatakan bahwa Islam adalah agama yang sangat menekankan kepada pemeluknya untuk menghormati kesatuan kemanusiaan secara umum.S Mumtahanah: 8) "Ayat mereka. yang menjamin kebaikan. Dan agama yang demikian itu tentunya jauh dari membeda-bedakan hati dan membelah-belah dada. hal.

dan Kami secara orang-orang semua. 302 551 . keamanan. meski hukum dan ajarannya belum menjadi keyakinan mereka. Memang. mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.704 703 704 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). berfirman:               Artinya: "Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum. Mereka menganggap bahwa Islam adalah satu di antara makna nasionalisme mereka. sampai-sampai dalam keadaan marah dan benci sekalipun. Berbicara tentang hal ini sepertinya tidak akan ada habisnya. 105 Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). (Q." Minoritas non muslim di negeri ini sangat paham bagaimana mereka berhasil mendapatkan ketenangan. bahwa mereka mampu yang mengekspresikan makna-makna ajaran dalam berbagai kesempatan. berlaku adillah. Karena adil itu lebih dekat kepada takwa.Islam telah mengharamkan permusuhan.S Al Maidah: 8) "Islam bermuamalah memahami ini juga memerintahkan baik kepada kami maka kepada tidak kita untuk kafir 703    berbuat dzimmi. Sejarah panjang yang bercerita tentang hubungan baik antara penduduk negeri ini semuanya –baik yang muslim maupun non muslim. hal. keadilan serta emansipasi yang utuh pada setiap ajaran dan hukumnya yang ada pada agama ini. hal.cukuplah untuk mengungkap secara jelas tentang hal di atas. pernah mengajak kepada perselisihan antar kelompok ataupun fanatisme golongan. Maka Allah Swt. sebaiknya kita mencatat penduduk negeri yang mulia ini.

dan melakukan jihad dengan harta dan jiwanya.706 705 706 Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda). Imam Syahid berkata. budaya. dan kami juga tidak akan pernah mengorbankan kemaslahatan kaum muslimin demi terwujudnya kesatuan yang semua.Namun Imam Syahid menjelaskan dan memperingatkan jangan sampai seruan persatuan nasional ini dijadikan benih untuk menghadang dakwah Islam dan penyebaran prinsip-prinsipnya serta pendirian masyarakat muslim. tidak akan melakukan tawar-menawar dalam masalah akidah untuk merealisasikannya. "Namun demikian kami juga tidak akan membeli kesatuan ini dengan iman kami. niscaya kami akan menghentikannya dan akan kami jelaskan mengenai kesalahan yang dilakukannya. namun juga mencakup seluruh kelompok minoritas non muslim yang telah hidup bersama komunitas muslim. Ustadz Musthafa Masyhur. Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. dan cukuplah itu bagi kami. kebangsaan. hal. hal. beliau katakana. ras. menjelaskan bahwa persatuan nasional mencakup makna Islam itu sendiri. menolak setiap penindasan. bahasa dan peradabannya. Dengan demikian. syariah. kemuliaan. akidah. peradaban. Maka barang siapa yang berusaha dengan yang selain itu. Sungguh kemuliaan itu bagi Allah."705 Al Ustadz Musthafa Masyhur. maka hal ini merupakan penyimpangan dan penindasan terhadap Islam. identitas Islam tercermin dalam diri seorang muslim yang berupa: akidah. Kami hanya akan membeli kesatuan ini dengan kebenaran dan keadilan. baik ras." Idenitas Islam ini. peradaban dan kebangsaan. 25 552 .105 Risalah: Wudhuh Ru'yah. semakin luas jangkauannya. yang kemudian membelanya. tidak berhenti hanya pada orang-orang yang komitmen terhadap agama Islam di dunia Islam. "Negara Mesir menyatu bersama Islam dengan sepenuh dirinya. sama halnya dengan warga Negara muslim dalam aspek-aspek tersebut secara sama. sejarah dan warisan turats di bidang pemikiran dan undang-undang.

sepanjang mereka berprilaku lurus dan berhati bersih. jika hati mereka rusak dan kejahatan mereka merajalela. sangat jelas dan sama sekali tidak aniaya. Al Quran pun menggariskan sikap tegas dengan firmannya.                                          707  Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). Prinsip Islam dalam menyikapi umat lain adalah prinsip perdamaian dan persahabatan. hal. hal itu karena kemuliaan Islam –di tingkat internasional. atau hak kewarganegaraan yang minoritas non muslim. "Saya ingin menegaskan kepada kalian wahai tuan-tuan sekalian dengan ketegasan yang pasti bahwa politik Islam.kemuliaan yang paling suci sepanjang sejarah. baik hak kenegaraan. baik dalam maupun luar negeri menjamin kesempurnahan pemenuhan hak non muslim.316 553 .Kedua: Sikap Islam terhadao orang-orang asing: Imam Syahid juga menjelaskan tentang hal ini dengan mengatakan."707 "Inilah sikap Islam terhadap kelompok minoritas non muslim. Namun.

Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu Karena kemarahanmu itu". dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. kamu menyukai mereka. Beginilah kamu. janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang. berlepas diri darinya dan tidak berhubungan dengan mereka:                    554 . Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya.S Ali Imron: 118-119) Islam telah menentukan secara cermat tentang siapa saja yang harus kita boikot. padahal mereka tidak menyukai kamu. mereka Berkata "Kami beriman". jika kamu memahaminya. dan apabila mereka menyendiri. di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. sungguh Telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami). apabila mereka menjumpai kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka.                               Artinya: "Hai orang-orang yang beriman. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. (Q. mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu.

Adapun perhitungan kita adalah terhadap pemerintah Barat yang memperbudak Negara-negara Islam. hal. (Q. Akan halnya Negara-negara itu. jika saja mereka dengan tulus mau memberikan kepercayaannya kepada kita. 287 555 . dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Namun. kalau mereka tetap berburuk sangka kepada kita.S Mumtahanah: 9) Tidak ada satu pun orang bijak yang dapat memaksakan kepada suatu bangsa untuk rela di dalam tubuhnya ada orang yang sifatnya seperti tersebut pada ayat di atas. merampas tanahnya dan membantu penindas untuk melakukan penindasan.708 Kami tidak memusuhi bangsa Barat di belahan dunia manapun. Sesunguhnya manusia dengan statusnya sebagai manusia dihimpun oleh pertautan kemanusiaan.   Artinya:  "Sesungguhnya Allah Hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu Karena agama dan mengusir kamu dari negerimu. Tuduhan itu tentu saja tanpa dasar dan merupakan lamunan belaka. Imam Syahid menolak orang-orang yang menjadikan orang-orang asing sebagai hujjah dan kendala utama dalam menerapkan syariat Islam di masyarakat. sebenarnya para juru bicara dan para politisi 708 Ibid. yang hanya akan menciptakan kerusakan dan mengacaukan sistem hidupnya (bangsa itu). "Ada sebagian orang menuduh bahwa sistem Islam (dalam alam kehidupan modern) menjauhkan politik kita dari Negara-negara dengan Barat dan yang mengeruhkan hubungan antara kita mereka. dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan. memang begitulah jalan pikiran mereka. baik kita mengikuti Islam maupun tidak. Maka mereka Itulah orangorang yang zalim. sebelumnya berjalan harmonis.

709 Penutup Walaupun jarak antara realita atau titik tolak dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai begitu luas dan membutuhkan generasi-generasi yang terus berganti. Yang memelihara dakwahnya dan yang membuat Takdir dari setiap peristiwa. Mereka (Ikhwanul Muslimin) berupaya menghidupkan tujuan-tujuan ini di jiwa. Sedangkan dasar-dasar ideology yang diletakkan oleh Islam yang bertujuan untuk melindungi dan menjaga kemuliaannya. Para pemimpin politik Negara-negara itu seharusnya paham bahwa Islam sebagai sistem kenegaraan adalah sistem paling mulia lagi sakral yang pernah dikenal oleh sejarah. dimana terdapat kebaikan dan kemaslahatan. namun Ikhwanul Muslimin meyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa hal itu akan terwujud. adalah dasar-dasar ideology paling kokoh yang pernah dikenal manusia. Walaupun kita mungkin tidak sempat menyaksikannya. sebagai sesuatu pembenaran janji Rasulullah Saw. 287 556 . serta apa saja yang membantu perwujudan kejayaan. dan Al Quran. tanpa ada keraguan dan kebimbangan. mengalirkan pemahaman dan kaidah-kaidahnya di dalam hati. hal. dan sesungguhnya segala urusan berada di tangan Allah. sepanjang tidak merampas hak-hak bangsa lain.mereka jga sering berkata lantang bahwa setiap Negara itu bebas menentukan sistem ideology yang akan dijadikan pijakannya. Mereka berupaya melakukan: 709 Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya).

Memberikan perhatian yang besar terhadap problematika dunia Islam. • Sampai kemudian ia bisa diterjemahkan dalam realitas yang sempurna dengan mendirikan pemerintah Islam yang komitmen dengan syariat Allah. dan saling menopang dalam menghadapi segala marabahaya dan perkembangan kemampuan dan Negara. mengenalkannya kepada masyarakat. manhaj Islam dan syariatnya. yakni jalan Rasulullah Saw. • Dan kami menyimak dari perkataan Imam Syahid710 di dalam rislahrisalahnya. Namun mereka berupaya melakukan perjuangan ini. mengarahkannya. maupun melalui organisasi untuk mendekatkan bangsa-bangsa dan pendirian jalinan kerjasama yang baik. kesabaran dan tidak menyimpang dari jalan dan manhaj. kepekaan. mendukung dan membantunya demi tercapainya kesatuan pemahaman. serta dengan bertawakkal kepada Allah dengan penuh kesempurnaan. keterkaitannya dengan akidah umat dan persatuannya. dan tidak membatasi pada kawasan tertentu saja. Allahu akbar wa lillah al Hamd 710 kita berbaik sangka dengan mengatakan beliau gugur sebagai syahid. dengan perspektif yang jelas dan integral. dan dengan menyatukan antar Negara-negara muslim sesuai dengan manhaj Islam dan tujuan-tujuannya. baik dalam skala masyarakat atau skala kolektif. • • Berupaya membangkitkan ruh yang satu di tubuh umat di pelbagai belahan dunia. • Tidak menunggu hingga berdirinya Negara Islam untuk mewujudkan persatuan Negara-negara Islam. kesatuan hubungan. kesatuan loyalitas.• Menghidupkan fikrah khilafah.. bahwasanya semua tujuan-tujuan tersebut dilakukan secara bersamaan dengan langkah-langkah yang gradual hingga ia bisa menyempurnakan garis putarannya. 557 . perannya. walaupun kita sebenarnya tidak berhak memastikan kesucian seseorang di atas ketentuan Allah. menjelaskan tentang urgensinya.

Lil Imam Syahid Hasan al Banna • • • • • • • • • • • • • • • • • • Risalah: Al Ikhwan tahta rayatil Quran (Ikhwan di bawah naungan panji Al Quran). Risalah: Mu'tamar al Khamis (Muktamar Ke V) Risalah: Da'watuna (Dakwah Kami) Risalah: Mu'tamar Sadis (Muktamar ke VI) Risalah: Ta'alim (Risalah Ta'alim) Risalah: Al 'Aqaid (Risalah akidah) Risalah: Al Jihad (Risalah Jihad) Risalah: Ila al Syabab (Kepada Para Pemuda) Risalah: Nizhamul Hukm (Sistem Islam) Risalah: Al Usrah (Usrah) Muzakkirat Da'wah wa Da'iyah Lil Imam al Syahid Hasan (Memoar Hasan Al Banna).Referensi dan Daftar Pustaka 1. Risalah: Nahwa an Nur (Menuju Cahaya) Risalah: Ijtima Ru'asa al Manatiq (Pertemua Ketua-ketua Wilayah). Majmu'atu Rasail. Risalah: Musykilatuna Fi Dhau'I al Nizham al Islamy (Agenda Persoalan Kita dalam kacamata sistem Islam). 558 . Risalah: Baina l-Amsi wal Yaum (Antara Kemaren dan Hari ini) Risalah: Mu'tamar Thalabah Ikhwanul Muslimin (Muktamar Pelajar dan Mahasiswa Ikhwanul Muslimin). Risalah: Hal Nahnu Qoumun 'Amaliyun (Apakah Kita Para Aktivis)? Risalah: Da'watuna Fi Thaurin Jadid (Dakwah Kami di Zaman Baru) Risalah: Ila Ayyi Syai'in Nad'unnas (Kepada Apa Kita Menyeru Manusia). 2.

3. 29. Dr. 28. Dirasah Syar'iyyah wa Siyasiyah Lil Qadiyyah al 'Iraqiyyah tahun 2002 M. Bagian dari surat Imam Syahid kepada Nahas Basya dalam jumpa pers yang ia sampaikan kepada beberapa media. Taufik Wa'i. Artikel dengan judul Al Haqqu la Budda an Tahmihi al Quwwah. 6. Dr. 16. Al Fiqh al Siyasy 'inda al Imam al Syahid Hasan al Banna. Mubadarah al Ikhwan lil Ishlah 11. edisi 16 Januari 1951 M. dimana ia mengungkapkan kekagumannya terhadap Kamal At-Turk. 27. Al Ikhwan al Muslimun Kubra al Harakat al Islamiyah. Dr. Ustadz Musthafa Masyhur. 17. Salim al Bahnasawy. 7. Artikel yang ditulis oleh Al Ustadz Musthafa Masyhur dalam peringatan kesyahidan Imam Hasan Al Banna. Risalah Ru'yah Wadhihah. Ustadz Jum'ah Amin. Wanita. Al Ikhwan al Muslimun wal Qadiyah Filastiniyah. Diantara penjelasan Imam Syahid dalam Muktamar rakyat untuk solidaritas Palestina di Mesjid Al Azhar. Hasan Al Banna. Nasehat Imam Syahid Hasan Al Banna kepada Ikhwan. Al Masar. Al Tsawabit wal Mutaghayyirat. Edisi 82. Perspektif Ikhwan seputar: Syuro. Artikel dengan judul. Ustadz Muhammad Mahdi Akif. 24. 14. Artikel dengan judul Aina Qalbu l-Muslimin min Dima al Muslimin? Ustadz Musthafa Masyhur. Dua'tun La Qudhat lil Hasan al Hudhaibi (Kami adalah Da'I bukan para hakim). Pusat Studi Islam. 15. edisi perdana. Yusuf Al Qaradlway. Musthafa Masyhur. diterbitkan oleh Majalah Al Mabahits. Fuad Al Hajarsy. Oktober 1965 M. Al Shahwah al Islamiyah. dari buku Al Imam Syahid. 18. Artikel dengan judul. 4. Syubhat Haula al Fikri al Islamy al Mu'ashir. Koran Ikhwanul Muslimin. Ini adalah surat yang dipublikasikan oleh Koran Ikhwanul Muslimin. Ustadz Muhammad Ahmad Rasyid 26. Artikel dengan judul Kaidun Mafduh Lil Islam wa ahlih. Ustadz Fuad Hajarsi. Mawaqif Fi Da'wah wa Tarbiyah.Bagian terakhir dari risalah yang ditulis oleh Imam Syahid untuk Ikhwanul Muslimin. Ramadan 1422 H/Desember 2001 M. al Imam al Syahid Hasan Al Banna Hamil Liwa al Da'wah Fil Qarni al 'Isyrin. Artikel dengan judul. al Laihah al 'Alamiyah lil Ikhwan al Muslimin (Tata Tertib Internasional Ikwanul Muslimin). 8. 5. 21. 25. Multipartai. Al Muqawamah al Sirriyah fi Qanat Suwais. 20. Syawal 1419 H/ Januari dan Februari 1999 M. tahun 1948 M. Yang kemudian dipublikasikan kembali lewat Majalah Dakwah. limadza a'damuni? Ustadz Sayyid Quthb. 19. 13. Al Ikhwanul Muslimun wa Harb Filastin. 10. Muhammad Ahmad Rasyid. Artikel dengan judul Al Ikhwanul Muslimun Da'watun wa risalah. Darul Basyir-Thanta. Ustadz Fuad Hajarsi. Manhajul Imam al Banna. Mushthafa Masyhur 12. Ustadz Kamil Syarif. 559 . Ustadz Kamil Syarif. Muhammad Abdul Qadir Abu Faris. Majalah Risalah. 9. 23. 22. Ustadz Abbas Asisi. hal.

Realitas Karakteristik Fase Dakwah dan Hakikat Perseteruan 560 . Al Da'wah. Koran. Afaq 'Arabiyah. Misi dan Tujuan Kedua. Al Da'wah. 31. 30 Oktober 2005 M 37. Artikel dengan judul. edisi 283 36. I'lam al Muwaqqi'in. Bi Yaumiyyat al Akhbar. tahun 1976 dan tahun 1977 M 35. Dr. Al Ikhwanul Muslimun. Ibnu Hisyam 30. Afaq 'Arabiyah. al Sirah Al Nabawiyah. Muhammad 'Imarah. Ustadz Mahmud Abdul Halim. 27 Maret 1952 M 33. Daftar Isi Daftar Isi: Pengantar Pendahuluan Bab I Mengenal Konsep Dakwah Ikhwanul Muslimin Pertama. Dasar pemikiran Dakwah Islam adalah Proyek Kebangkitan Obsesi. Majalah. 19 Nopember 1998 M. 32. Ibnu Qayyim 38. Edisi ke V.Al Ikhwanul Muslimun. Ahdats shana'at Tharikh. Koran. Majalah. Koran. edisi 32 34. Koran tentang Konsep Syuro Islam tahun 2004 M.

tarbiyah untuk individu dan masyarakat. Target-target Tarbiyah Masyarakat Sebagai Prasyarat Mendirikan Negara.Tentang Kewajiban Dakwah Ketiga: Kendala dan Faktor-faktor Kesuksesan Kendala dan rintangan yang dihadapi oleh dakwah Bekal Kita Menghadapi rintangan Faktor-faktor Kesuksesan Dakwah Keempat: Keistimewaan dan ciri khas dakwah Dakwah Kami adalah Islam yang kokoh Siapakah kalian? Apa sifat kalian? Diantara Karakteristik Dakwah Ikhwanul Muslimin Bab II Mekanisme Perubahan Pengantar Realita dan manhaj perubahan Tabiat Perubahan dan Karakteristiknya Kepemimpinan yang bijak dan mengarahkan Semangat Ringkasan Prasarana Perubahan Prasarana pembentukan. Urgensi Strategi dan Evaluasi Ikhwan dan Manhaj-manhaj yang lain Pemahaman Seputar Sarana-sarana Dakwah Kotak Pemilu Tentang Waktu yang diperlukan Ikhwan Setelah Berdirinya Negara Jihad adalah Jalan Dakwah Makna Al Nashr (Kemenangan) dan Bentuknya yang Variatif Bab III Pemahaman Tarbiyah Dalam Proses Pembinaan 561 .

Dalam Aspek Akidah dan Ibadah Kedua. Dalam Aspek Nurani. dan Kepekaan Iman Ketiga. Pengantar Karakteristik Pembinaan Diri Target-Target Tarbiyah Target Umum Asas manhaj Karakteristik Target (keistimewaan tujuan-tujuan tarbiyah) Ciri-ciri Dalam Target Tarbiyah Tingkatan Target Tarbiyah Urgensi Pembangunan yang benar dan Keterikatan antar target-target tarbiyah. Pertama. Yang Tsabit (prinsipil) dan Mutagayyir (relatif) dalam dakwah.Gambaran-gambaran Pembinaan Tarbawi dan Ciri-cirinya Manhaj Imam Hasan Al Banna dalam Tarbiyah Akidah Ujian dan Cobaan adalah Sebuah Kemestian dalam Dakwah Makna kekuatan Yang diinginkan Barisan Dakwah Kerapian Shaf dan Hubungan Antara Komponennya Keberlangsungan Tarbiyah Tentang Realitas Kader Dakwah Pentingnya Refleksi Nilai-nilai Tarbiyah Tarbiyah Mas’ul Dakwah dan Struktur Kepengurusan Tentang Kitman (Menyembunyikan) dan Sirriyah (kerahasiaan) dalam Dakwah. Tentang Rasa Kepemilikan Terhadap Islam Hujjah Bab IV Proses Pembentukan Individu Kader Dakwah (Perbaikan Diri). Dalam Aspek Cinta dan Ukhuwah 562 . Poros-poros simpul utama dalam Target-target Tarbiyah Poros-Poros utama dalam Pembinaan tarbawi terhadap individu Pengarahan dan Wasiat.

Dalam Aspek Akhlak dan Kepribadian yang baik Keenam. Dalam Aspek Menahan Diri Kelima. Dalam Aspek Dakwah Kesepuluh. Dalam Aspek Masyarakat dan Rumah Tangga Kesembilan. Dalam Aspek Kesehatan Fisik Ketujuh. Dalam Aspek Usaha dan Pekerjaan Kedelapan. Dalam Aspek Jamaah Bab V Membangun Keluarga Muslim Urgensi Membangun Rumah Tangga Urgensi Perbaikan Diri Kaidah dan Tujuan Pembinaan keluarga Muslim Bab VI Bekerja Bersama Masyarakat Manhaj Islam dalam Membangun Masyarakat Urgensi Bekerja Bersama dengan masyarakat Poros-poros Sinergisitas kerja dengan masyarakat Asas-asas Utama Perbaikan Sosial Tahapan-tahapan amal sosial dan titik tolaknya Sifat dan Karakteristik Amal bersama masyarakat Mempersiapkan kader dakwah untuk bersinergi dengan masyarakat. Bab VII Tujuan dan Aspek Amal Bersama Keluarga dan Masyarakat Poros-poros dan Tujuan Amal Bersama Masyarakat Penjelasan Bab VIII 563 .Keempat.

Sikap terhadap kekuatan pemerintah yang menginginkan perbaikan. Keterlambatan Pemerintah (dalam menerapkan syariat Islam) Tentang Tabiat Pemerintah terhadap Islam: Perbaikan pemerintah yang komprehensif Sikap Terhadap pemerintah Asas Pendirian Negara Adab-adab Ikhwanul Muslimin dalam Melakukan konfrontasi Politik. Karakteristik Pemerintah Islam yang dicita-citakan Tiang-tiang Penyangga Sistem pemerintahan Islam dan undang-undang konstitusi Gambaran Sistem Politik Islam Menolak cara-cara kekerasan. Revolusi dan kudeta Tentang dakwah. Mengenal dengan baik Karakter musuh Bab IX Tentang Tujuan Membentuk Pemerintah Islam Mukadimah Ikhwanul Muslimin Tidak Ambisi Kekuasaan dan Tidak bermaksud menguasai pemerintahan. Memimpin Dunia 564 . Kaidah-kaidah sistem Sosial dalam Islam Kaidah Sistem Ekonomi dalam Islam Metode Terwujudnya kecondongan pemerintah terhadap Bab X Tentang Tujuan Pembebasan Negeri-negeri Muslim Mengembalikan Eksistensi Negara.Tentang Tujuan Pembebasan Negeri dan Kemerdekaannya Mukadimah Strategi Mengusir Penjajah Makna Negara Islam dan sikap terhadap permasalahan Palestina. Mendirikan Khilafah.

dan Apakah Jaminannya Prinsip Kami Menghadapi Permusuhan dan Persaingan Politik Ikhwan dan Sejarah Reformasi Mesir Bentuk-bentuk Proyek Perbaikan Model Perbaikan Hukum dan Perundang-udangan Tuntutan Perbaikan Undang-undang Pemilu Seputar Koordinasi dan Aliansi Persimpangan Jalan Urgensi Pengamanan terhadap Dakwah Imam Syahid dan pembentukan partai-partai Tentang Aktivitas POlitik Sikap Jamaah terhadap mazhab-mazhab dan aliran-aliran Partner Negara dan sikap terhadap orang-orang asing 565 . mengumumkan aktivitas dan nama. Jama'ah Ikhwan mendukung segala seruan untuk perbaikan Jamaah membaca Konstelasi Politik dengan baik Permusuhan terhadap Dakwah.Urgensi Khilafah dan bagaimana mendirikannya kembali Fase-fase utama untuk mewujudkan tujuan Contoh dan Model Jawaban terhadap klaim bahwa Barat telah mengepung kita Bagaimana mewujudkan Ustaziyatul 'Alam (kepemimpinan dunia) Umat Islam dan Perang peradaban Asas tegaknya kesatuan internasional Peran yang dapat kita lakukan Bab XI Penjelasan seputar Sikap Dakwah dan Politik Jamaah Seputar permasalah propaganda. Sikap Jamaah Terhadap Individu dan organisasi-organisasi Yang Berbuat Untuk Kebaikan dan agama Islam. Institusi dan Anggotanya Persaudaraan dalam Perspektif Ikhwan Tipe Banyak Tanya dan Kritis terhadap Dakwah Rekayasa Kata-kata dan Istilah Sanggahan terhadap Klaim Monopoli.

Penutup Referensi dan Daftar Pustaka Daftar Isi 566 .