BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah _____________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ Hal-hal yang ditulis dalam Latar Belakang Masalah adalah gambaran singkat tentang hal-hal menarik dan perlu dikemukakan sehingga topik dan judul tesis yang dipilih untuk dikaji lebih mendalam.

1.2. Identifikasi Masalah _____________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ Hal-hal yang ditulis dalam Identifikasi Masalah adalah semua problematika yang relevan dan sudah dikemukakan sebelumnya pada sub Bab Latar Belakang.

1.3. Batasan Masalah _____________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ Tesis yang baik adalah tesis yang dibuat dengan analisis yang tajam. Agar analisis dapat tajam, maka dari beberapa masalah yang dikemukakan tidak seluruh

2

masalah dapat dieksplor (dikaji) secara mendalam. Untuk itu maka perlu dibatasi persoalan yang paling dominan (mengarah pada tiga variabel penelitian).

1.4. Rumusan Masalah _____________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ Dari batasan masalah tersebut selanjutnya semua permasalahan yang hendak dieksplor dirumuskan secara eksplisit. Dalam perumusan masalah sedapat mungkin digunakan formula matematika, atau dalam bentuk kalimat tanya yang mengarah kepada hipotesis yang dibuat. Contoh kalimat rumusan masalah: 1. Apakah terdapat hubungan antara variabel X1 dengan variabel Y? 2. Apakah terdapat hubungan antara variabel X2 dengan variabel Y? 3. Apakah terdapat hubungan antara variabel X1 dan X2 (Secara Bersama-sama) dengan variabel Y?

1.5. Tujuan Penelitian _____________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ Tujuan harus sejalan dengan judul yang dibuat. Tujuan penelitian secara implisit dapat digambarkan dari judul Tesis, atau judul Tesis dapat memberi gambaran jelas tentang Tujuan yang hendak dicapai peneliti.

3

Secara empiris tujuan penelitian dapat dikemukakan: 1. Mendapat gambaran tentang variabel X1 di tempat penelitian 2. Mendapat gambaran tentang variabel X2 di tempat penelitian 3. Mendapat gambaran tentang variabel Y di tempat penelitian 4. Mengetahui hubungan antara variabel X1 dengan variabel Y di tempat penelitian 5. Mengetahui hubungan antara variabel X1 dan X2 (Secara Bersama-sama) dengan variabel Y.

1.6. Manfaat Penelitian _____________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ Hal-hal yang dikemukakan dalam sub Bab ini terutama difokuskan pada manfaat bagi (1) Penulis (peneliti/mahasiswa yang bersangkutan), (2) institusi atau organisasi tempat mahasiswa bekerja (bagi yang sudah bekerja)/tempat dilakukan penelitian, dan (3) Dunia ilmu pengetahuan secara umum.

1. Dugaan ini memiliki .2.1. Landasan Teoritis 2. 2. Hakikat Variabel X1 …… …… (teori yang relevan berkenaan dengan variabel X1) 2.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. …… (sintesa penulis berkenaan dengan variabel X1 dan variabel Y).3. Hakikat Variabel Y …… …… (teori yang relevan berkenaan dengan variabel Y) 2.1.1. Hubungan variabel X1 dengan variabel Y Sebagaimana telah diuraikan dalam Bab II Sub Bab 2. Dengan demikian patut diduga bahwa terdapat hubungan positif antara variabel X1 dengan variabel Y.2. Dengan demikian patut diduga bahwa terdapat hubungan positif antara variabel X2 dengan variabel Y. …… (sintesa penulis berkenaan dengan variabel X2 dan variabel Y). Kerangka Berpikir 2.1. Hakikat Variabel X2 …… …… (teori yang relevan berkenaan dengan variabel X2) 2.2.1. Dugaan ini memiliki arti bahwa bilamana variabel X1 yang ditunjukkkan semakin membaik.2.2. Hubungan variabel X2 dengan variabel Y Sebagaimana telah diuraikan dalam Bab II Sub Bab 2.1. maka akan diikuti dengan peningkatan variabel Y.1.

3.2 ini maka secara terpisah patut diduga bahwa terdapat hubungan positif antara variabel X1 dan variabel X2 (secara bersama-sama) dengan variabel Y.2.5 arti bahwa bilamana variabel X2 yang ditunjukkkan semakin membaik. maka variabel Y akan semakin membaik.1. Bila digambarkan dengan konstelasi hubungan ketiga variabel dapat dilihat pada gambar 1 di bawah ini : . Terdapat hubungan positif antara variabel X2 dengan variabel Y. Bertolak dari pemikiran ini. Hipotesis Penelitian Berdasarkan landasan teoritis (2.3. Selanjutnya bilamana variabel X1 yang baik ini secara bersama-sama didukung dengan variabel X2.2. Terdapat hubungan positif antara variabel X1 dengan variabel Y.) dan kerangka berpikir (2. selanjutnya dapat diduga bahwa terdapat hubungan positif antara variabel X1 dan variabel X2 (secara bersama-sama) dengan variabel Y. 2. 3. 2. Hubungan variabel X1 dan variabel X2 (secara bersama-sama) dengan variabel Y Bertolak dari pemikiran tersebut dalam butir 1 dan 2 sub bab 2. 2.) maka dapat diajukan hipotesis penelitiannya adalah: 1. Terdapat hubungan positif antara variabel X1 dan variabel X2 (secara bersamasama) dengan variabel Y. maka akan diikuti dengan peningkatan variabel Y.

6 Variabel Bebas (X1) ry1 Ry12 R r Variabel Terikat (Y) Variabel Bebas (X2) ry2 y 2 r Gambar 1. Konstelasi Hubungan Antar Variabel Keterangan: ry1 Koefisien korelasi antara variabel X1 dengan variabel Y ry2 Koefisien korelasi antara variabel X2 dengan variabel Y Ry12 Koefisien korelasi antara variabel X1 dan X2 secara bersama-sama dengan variabel Y .

…… 20…).d. penduduk individu itu paling sedikit mempunyai sifat yang sama. Populasi mengandung pengertian sekumpulan unsur atau elemen yang menjadi objek penelitian. Gambaran tentang tempat penelitian dapat dilihat pada table 1 sebagai berikut : Tabel 1. buku. Unsur populasi biasanya merupakan satuan analisa. Waktu penelitian dilaksanakan dalam waktu …… bulan (…… s. Populasi adalah penduduk yang dimaksud untuk diselidiki. kata-kata. dan lain-lain. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi adalah kumpulan objek penelitian. Dalam penelitian. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian dilaksanakan di …………. Objek penelitian dapat berupa orang. organisasi. Profil Tempat Penelitian Nomor 1 2 3 4 5 6 Alamat Pimpinan Status Instansi Status Akreditasi Jumlah Pegawai Profil Nama Instansi Data 3. objek penelitian disebut unsur-unsur penelitian. Dijelaskan Sugiyono (2006 : 297) “Populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang . kelompok lembaga.BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. surat kabar.2.1.

2. yaitu untuk : 1. Uji coba penelitian Dilakukan dengan mengambil sampel sescara acak sederhana (Simple Random Sampling) sebanyak …… orang untuk kepentingan uji validitas dan reabilitas instrument penelitian. Beberapa teori pengambilan sampel tersebut antara lain adalah : 1. Uji Hipotesis Tahap kedua adalah melakukan uji hipotesis dengan mengambil sampel sebanyak …… orang secara acak sederhana.8 mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik”. Sampel sebanyak …… orang ini diambil dari responden yang berbeda dengan sampel untuk Uji Validitas dan Uji Reabilitas Instrumen Penelitian. Bagian yang diamati ini disebut sampel. kunci teknik samping adalah keterwakilan populasi. unsur. Populasi terdiri dari seluruh …… berjumlah …… orang yang selanjutnya disebut sebagai reponden. anggota. atau elemen dalam sampel dapat dianggap menggambarkan keadaan atau ciri populasinya. Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Keabsahan sampel terletak pada sifat dan karakteristikyang mendekati atau tidaknya populasi. Dalam penelitian ini kita dapat menduga sifat-sifat suatu kumpulan objek penelitian selain mempelajari dan mengamati dari kumpulan itu. Jadi. Artinya. Teori Slovin . Pengambilan sampel dilakukan dua kali.

Metode Deskriptif korelasional. Metode eksperiental. minimal 30 subyek c. minimal 15 subyek per kelompok 3. Bilamana populasi terlalu kecil (N < 60) maka jumlah sampel minimal adalah 20 % dari jumlah populasinya. yaitu : a. maka jumlah sampel minimal yang diambil adalah keseluruhan populasi. n = n = ukuran sampel. Metode deskriptif Dalam metode ini besarnya Sampel minimal 10 % dari jumlah populasi. 2. Metode ex post facto minimal 15 subyek per kelompok d. N = jumlah populasi dan e = derajad kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditoleransi. Bilamana populasi kurang atau sama dengan 100. maka jumlah sampel yang diambil adalah 10 % sampai dengan 15 % dari jumlah populasinya. Teori Gay Ukuran minimal sampel yang dapat diterima tergantung pada disain penelitian yang akan digunakan. . b. Teori Masri Singarimbun Bilamana jumlah populasi lebih besar dari 100.9 Slovin sebagaimana dikutip oleh Husein Umar dalam bukunya Sumber Daya Manusia dalam Organisasi (1998) menyebutkan bahwa dalam menentukan sampel untuk penelitian yang diambil dari populasi adalah mengikuti rumus berikut ini. misalnya 2 %.

pengumpulan data. distribusi. Dalam membuktikan kebenaran hipotesis menggunakan teknik regresi dan korelasi dilakukan dengan pertanyaan-pertanyaan menurut kaidah hipotesis statistic. Untuk analisis statistik ini tidak lagi digunakan sebagai instrumen . Pertanyaan-pertanyaan yang dinyatakan valid dan Reliable selanjutnya dipergunakan sebagai instrumen pengumpulan data guna analisis lebih lanjut. Sebagaimana telah dijelaskan dalam Sub Bab 3. yaitu penelitian dengan mengambil sampel dari populasi yang ada.10 Jumlah sampel yang digunakan untuk keperluan uji hipotesis mengacu pada teori yang dikemukakan oleh …… (sesuaikan dengan menulis nama tokoh yang menjelaskan teori. dan hubngan antar variabel. Analisa yang digunakan adalah analisa deskriptif dan analisa kuantitatif. yaitu pada tahap 1 melakukan uji validitas dan reliabilitas data terhadap instrument penelitian yang berupa kuestioner. Metode Penelitian Penelitian dilakukan dengan penelitian survai. Analisa deskriptif digunakan untuk menjelaskan karakteristik responden.3. Pertanyaan-pertanyaan yang dinyatakan tidak valid dan tidak reliable. regresi sederhana dan regresi berganda. 3.2 analisis kuantitatif dilakukan dua tahap. yaitu uji normalitas dan uji hipotesis. Data diperoleh dengan menggunakan kuestioner untuk menentukan kejadian relatif. sedangkan analisa kuantitatif dilakukan untuk mengetahui tingkat kedalaman hubungan ketiga variabel tersebut. Seluruh materi kuestioner diberikan kepada responden untuk dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas.

Definisi konseptual merupakan dasar untuk menentukan indikator variabel penelitian yang digunakan. variabel X2 …… dan variabel Y ……. Langkah-langkah Membuat Instrumen Penelitian Pendapat dari beberapa ahli tentag variabel penelitian sebagaimana telah dikutip dalam Bab II. untuk menjelaskan arti pokok meteri penelitian yang menggambarkan makna dari variabel yang diteliti. Hasil sintesa ini berupa definisi konseptual dari setiap variabel. Atas dasar definisi konseptual maka dioperasionalisasikan dalam bentuk Definisi Operasional ini merupakan uraian dari konseptual. 3. Sedangkan definisi operasional merupakan petunjuk pengukuran suatu variabel. yaitu konsepsi yang paling sesuai untuk penelitian ini.1. dari kriteria kualitatif menjadi kuantitatif. 3. Dalam hal ini variabel X 1 ……. Instrumen Penelitian Instrument penelitian adalah alat pencari data yang berupa angket (pertanyaan) dari variabel yang hendak diukur.4.11 menggunakan piranti lunak Statistical Program Sosial Sciences (SPSS) Release 17. yang menguraikan indikator-indikator variabel yang bersangkutan dan dicerminkan dalam suatu ukuran sesuai dengan makna yang terkandung dalam indikator. dan dipergunakan sebagai dasar dalam membuat sintesa. selanjutnya dibanding-bandingkan untuk dievaluasi. Instrumen penelitian dibuat berdasarkan definisi konseptual dan definisi operasional dari setiap variabel yang hendak diukur. Indikator yang merupakan ciri (sifat khas) yang terkandung .4.0. karena analisisnya menggunakan Statistik Kuantitatif.

2. 3. Dengan demikian maka butir-butir pernyataan atau pertanyaan juga terdiri dari beberapa (banyak) butir. Selanjutnya Instrumen yang berupa pertanyaan tersebut disusun dalam Kisi-kisi Instrumen Penelitian. Definisi Konseptual Variabel X1 adalah …… (definisi berdasarkan landasan teoritis). Instrumen penelitian variabel X1 …… 1. Definisi Operasional Variabel X1 diukur dengan menggunakan indikator variabel X1 yang dituangkan maknanya dalam bentuk pertanyaan dengan jawabannya berbentuk skala 5 (Skala Likert) yang terdiri dari …… butir pertanyaan dari …… butir pertanyaan yang dinyatakan sahih dan handal hasil uji validitas dan reliabilitas instrumen yang mencerminkan faktor yang berpengaruh terhadap variabel X1.4. Tabel 2. sehingga satu makna dalam indikator dapat dibuat 2 (dua) pernyataan atau 2 (dua) pertanyaan. Suatu variabel dapat memiliki beberapa indikator.2. Pertanyaan atau pernyataan dapat bersifat positif atau negatif.12 atau yang dimiliki oleh suatu variabel. Kisi-kisi Instrumen awal dengan Indikator Variabel X1 Sebelum Uji Validitas dan Uji Reliabilitas No Indikator … … … … … … … … … … … … Jumlah Kuestioner Awal Dimensi Butir … … … … … … Jumlah … … … … … … … .

dst. …. Ke…… butir pertanyaan tersebut masing-masing butir …. Instrumen penelitian variabel X2 …… 1. 2.3. Dengan demikian Instrumen Penelitian final yang digunakan untuk pengambilan data guna uji hipotesis adalah sebagai berikut : Tabel 3.13 Selanjutnya setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas dari …… butir partanyaan terdapat …… butir yang tidak dinyatakan valid dan relilabel. Definisi Operasional Variabel X2 diukur dengan menggunakan indikator variabel X2 yang dituangkan maknanya dalam bentuk pertanyaan dengan jawabannya berbentuk skala 5 (Skala Likert) yang terdiri dari …… butir pertanyaan dari …… butir pertanyaan yang dinyatakan sahih dan handal hasil uji validitas dan reliabilitas instrumen yang mencerminkan faktor yang berpengaruh terhadap variabel X2. Definisi Konseptual Variabel X2 adalah …… (definisi berdasarkan landasan teoritis). Kisi-kisi Instrumen akhir dengan Indikator Variabel X1 Setelah Uji Validitas dan Uji Reliabilitas No Indikator … … … … … … … … … … … … Jumlah Kuestioner Akhir Dimensi Butir … … … … … … Jumlah … … … … … … … 3. .4.

Kisi-kisi Instrumen awal dengan Indikator Variabel X2 Sebelum Uji Validitas dan Uji Reliabilitas No Indikator … … … … … … … … … … … … Jumlah Kuestioner Awal Dimensi Butir … … … … … … Jumlah … … … … … … … Selanjutnya setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas dari …… butir partanyaan terdapat …… butir yang tidak dinyatakan valid dan relilabel.4. Tabel 4. Definisi Konseptual Variabel Y adalah …… (definisi berdasarkan landasan teoritis). Kisi-kisi Instrumen akhir dengan Indikator Variabel X2 Setelah Uji Validitas dan Uji Reliabilitas N No … … … Dimensi … … … Jumlah Kuestioner Akhir 3. Ke…… butir pertanyaan tersebut masing-masing butir …. ….14 Selanjutnya Instrumen yang berupa pertanyaan tersebut disusun dalam Kisi-kisi Instrumen Penelitian. Instrumen penelitian variabel Y …… 1.4. Dengan demikian Instrumen Penelitian final yang digunakan untuk pengambilan data guna uji hipotesis adalah sebagai berikut : Tabel 5. Indikator … … … … … … Butir … … … … … … Jumlah … … … … … … … . dst.

Definisi Operasional Variabel Y diukur dengan menggunakan indikator variabel Y yang dituangkan maknanya dalam bentuk pertanyaan dengan jawabannya berbentuk skala 5 (Skala Likert) yang terdiri dari …… butir pertanyaan dari …… butir pertanyaan yang dinyatakan sahih dan handal hasil uji validitas dan reliabilitas instrumen yang mencerminkan faktor yang berpengaruh terhadap variabel Y. Tabel 6. Dengan demikian Instrumen Penelitian final yang digunakan untuk pengambilan data guna uji hipotesis adalah sebagai berikut : .15 2. Selanjutnya Instrumen yang berupa pertanyaan tersebut disusun dalam Kisi-kisi Instrumen Penelitian. Kisi-kisi Instrumen awal dengan Indikator Variabel Y Sebelum Uji Validitas dan Uji Reliabilitas No Indikator … … … … … … … … … … … … Jumlah Kuestioner Awal Dimensi Butir … … … … … … Jumlah … … … … … … … Selanjutnya setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas dari …… butir partanyaan terdapat …… butir yang tidak dinyatakan valid dan relilabel. …. dst. Ke…… butir pertanyaan tersebut masingmasing butir ….

sebagaimana terlihat dalam Tabel 8 berikut: Tabel 8. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuestioner kepada responden dalam sampel yang telah ditentukan dalam Sub Bab 3.16 Tabel 7. Pada skala Likert ini responden diberi 5 pilihan jawaban dengan klasifikasi dari sangat positif (sangat setuju) sampai sangat negative (sangat tidak setuju). Kisi-kisi Instrumen akhir dengan Indikator Variabel Y Setelah Uji Validitas dan Uji Reliabilitas N No … … … Dimensi … … … Jumlah Kuestioner Akhir 3.2. Kategori pertanyaan jawaban disimbolkan dengan pilihan ganda dengan abjad. Daftar pertanyaan yang diajukan meliputi pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan Citra Kepemimpinan. komunikasi dan kinerja pegawai. dibuatkan skala ordinal (berurutan) yaitu Likert Scale (skala likert). Kategori Jawaban Kuisioner KATEGORI PERTANYAAN a b c d e SKOR 5 4 3 2 1 SEBUTAN Sangat Positif Positif Netral Negatif Sangat negatif Indikator … … … … … … Butir … … … … … … Jumlah … … … … … … … .5. Untuk kepentingan analisis kuantitatif atas hasil pengumpulan data.

Uji validitas instrument penelitian dilakukan dengan metode pearson product moment yaitu menguji validitas koefisien korelasi internal setiap butir. . Uji validitas dan reliabilitas instrument penelitian dilakukan sebelum uji hipotesis dilakukan.1. terlebih dahulu harus diuji validitas (ketepatan) dan reliabilitas (kehandalannya). yaitu : 3.6.6.17 3. Koefisien Korelasi Internal merupakan koefisien korelasi antara nilai skor jawaban tiap butir pertanyaan dengan nilai skor totalnya. Hasil uji validitas instumen berupa instrument yang benar-benar valid (tepat) dan memiliki hasil pengukuran yang reliable (dapat dipercaya) karena angka-angka hasil penelitian ini hasilnya relative tetap. Uji validitas dan reliabilitas instrument ini dipergunakan untuk menghindari adanya bias penelitian karena subyektivitas peneliti. Analisis awal atau pendahuluan dengan melakukan uji validitas dan reliabilitas butir instrumen Butir-butir pertanyaan yang terangkum dalam instrument penelitian ini. Tehnik Analisis Data Tehnik analisis data dilakukan dengan analisis statistika dengan tiga tahapan. Uji Reliabilitas instrument ini pada hakekatnya adalah mengkalibrasi instrument yang telah diuji validitasnya. sebelum dipergunakan untuk mencari data yang dipergunakan untuk menguji hipotesis.

Bilamana rit > rtabel maka instrument penelitian dinyatakan valid. Langkah selanjutnya adalah melakukan uji reliabilitas terhadap instrumen yang sudah dinyatakan valid tersebut dalam bentuk Uji Reliabilitas Instrumen. dari instrumen penelitian (tidak .18 Untuk menghitung besarnya koefisien korelasi internal digunakan rumus Product Moment dari Pearson sebagai berikut : rit = Keterangan : rit = Koefisien korelasi internal n = jumlah sampel Xi = nilai skor jawaban Xt = nilai skor total Dengan membandingkan nilai rit dengan rtabel maka diperoleh insatrumen penelitian yang berupa pertanyaan yang sudah dinyatakan valid sebagai alat pencari data (instrumen penelitian). Apabila nilai α hitung lebih besar dari nilai tabelnya berarti signifikan yang bermakna reliabel. sedang sebaliknya apabila nilai α hitung lebih kecil dari nilai tabelnya berarti non / tidak signifikan yang bermakna tidak reliable. Sebaliknya bilamana rit < rtabel maka Instrumen Penelitian tidak valid. Selanjutnya butir pertanyaan atau pernyataan yang valid diuji reliabilitasnya dengan cara uji α Cronbach. dan dinyatakan dikeluarkan dipergunakan).

19 Berlakunya butir angket (pernyataan atau petanyaan) dapat dijadikan alat untuk mengukur variabel penelitian. Butir-butir angket ini harus memiliki sifat yang valid dan yang reliabel. Rumus yang dipergunakan untuk menghitung besarnya nilai α Cronbach adalah α = keterangan : α = koefisien reliabilitas k = jumlah butir pertanyaan/pernyataan yang valid = varians butir = varians total • Apabila nilai α hitung lebih besar dari nilai tabelnya berarti signifikan dan memiliki arti reliabel • Apabila nilai α hitung lebih kecil dari nilai tabelnya berarti non/tidak signifikan yang bermakna tidak reliable. Dari hasil uji validitas dan reliabilitas. diperoleh hasil pertanyaan final yang dinyatakan valid (sahih/tepat) dan reliabel (handal/dapat . Apabila nilai koefisien korelasi internal terhitung lebih besar dari nilai tabelnya berarti signifikan yang berakna valid. Formula yang digunakan untuk menguji validiatas butir adalah koefisien korelasi internal yaitu koefisien korelasi antara nilai skor jawaban setiap butir pertanyaan dengan nilai skor totalnya. Sebaliknya apabila nilai koefisien korelasi hitung lebih kecil dari nilai tabelnya berarti non (tidak) signifikan yang bermakna tidak valid. Selanjutnya butir pertanyaan atau pernyataan yang valid diuji reliabilitasnya denga cara uji α Cronbach.

Uji normalitas dimaksud untuk memperoleh kepastian bahwa populasi tersebar secara normal.2.3.05). 3. Model matematis yang menyatakan hubungan antara . maka sampel yang diambil benar-benar mewakili populasinya. Bilamana tersebar normal.6. maka data yang akan diolah harus diuji normalitasnya dahulu. Dalam penelitian ini pengujian terhadap normalitas data dilakukan dengan menggunakan Uji Kolmogorov-Smirnov dengan menggunakan bantuan program SPSS pada komputer. mengingat bahwa dalam korelasi dan regresi memerlukan persyaratan yaitu data yang berasal dari sampel harus mempunyai distribusi (sebaran) normal.6. Data akan tersebar normal bilamana Nilai sebaran SIG terhitung lebih besar dari nilai SIG yang dipergunakan untuk penelitian (0. 3. Persyaratan Uji Statistik Sebelum melakukan uji hipotesis. Uji Hipotesis Untuk Hipotesis Pertama dan Kedua dengan Regresi Sederhana Pengujian terhadap hipotesis pertama dan kedua akan dilakukan dengan menggunakan analisis korelasi sederhana dan regresi sederhana. Untuk pertanyaan-pertanyaan yang dinyatakan tidak sahih dan tidak handal selanjutnya dikeluarkan dari daftar kuestioner untuk tidak dipergunakan lagi. maka sebelum dilakukan analisis. berarti sampel yang diambil mewakili populasi.20 dipercaya) untuk dapat dipergunakan sebagai instrumen penelitian. Bilamana data tersebar normal. Model dan Pengujian Hipotesis 1.

Pedoman Variabel INTERVAL Tingkat Kekuatan Hubungan Antar TINGKAT KEKUATAN . Besarnya nilai konstanta a dan koefisien regresi b dapat dihitung melalui persamaan berikut : a= b= untuk mengetahui kebenaran hipotesis hubungan variabel X1 terhadap Variabel Y. Menurut Sugiyono (2006) klasifikasi tingkat kekuatan hubungan antar variabel tersebut distratifikasikan dan didefinisikan sebagaimana terlihat dalam Tabel 8. Besarnya koefisien korelasi sederhana terhitung ini dapat dilakukan dengan menggunkan rumus Product Moment dari Pearson. maka perlu dilakukan pengujian terhadap nilai koefisien korelasi sederhana dengan melihat besarnya nilai koefisien korelasi terhitung ryx. b = koefisien arah regresi. X1 = variabel bebas …… X2 = variabel bebas ……. dan Ŷ = variabel terikat …… dan n = banyaknya sampel. berikut : Tabel 9.21 Variabel Bebas …… (X1) dengan Variabel Terikat …… (Y) dan hubungan antara Variabel Bebas …… (X2) dengan Variabel Terikat …… (Y) dinyatakan dengan persamaan regresi sederhana sebagai berikut : Hipotesis Pertama Ŷ = a + b X1 Hipotesis Kedua Ŷ = a + b X2 a = konstanta.

200 – 0. . Semakin kecil besarnya Standard Error Estimate berarti peramalannya semakin akurat.800 HUBUNGAN ANTAR VARABEL Sangat Lemah Lemah Sedang Kuat Sangat Kuat Untuk melihat tingkat signifikansi hubungan dilakukan dengan uji t.500 – 0. dengan menggunakan aras nyata atau significant level α = 0. keduanya memiliki hubungan nyata.499 0. Demikian pula halnya kondisi sebaliknya. Apabila thitung > ttabel maka berarti bahwa variabel bebas (X1) mempengaruhi variabel terikat (Y) dan variabel bebas (X2) mempengaruhi variabel terikat (Y).599 0.22 KOEF KORELASI < 0. 2. perlu dilakukan perhitungan Standard Error Estimate.600 – 0.199 0. Uji Hipotesis Untuk Hipotesis Ketiga dengan Regresi Ganda Pengujian terhadap hipotesis ketiga akan dilakukan dengan menggunakan analisis korelasi berganda dan regresi berganda. Model matematis yang menyatakan hubungan antara Variabel Bebas …… (X1) dan Variabel Bebas …… (X2) secara bersamasama dengan Variabel Terikat …… (Y) dinyatakan dengan persamaan regresi berganda sebagai berikut : Ŷ = a + b1 X1 + b2 X2 Sedangkan untuk mengetahui tingkat kesalahan estimasi yang dikandungnya.05 dan derajat kebebasan (dk) = n – 2 didapatkan ttabel = …….899 > 0.

X2 = Variabel Bebas ……. Besarnya Fhitung dihitung melalui persamaan berikut ini. dan n = banyaknya sampel. b = koefisien arah regresi. Besarnya nilai koefisien korelasi pada regresi berganda ini adalah sebagai berikut : Ry12 = Uji signifikansi koefisien korelasi Ry12 dilakukan dengan membandingkan besarnya Fhitung dengan Ftabel. n = jumlah sampel.23 Perhitungan Standard Error Estimate (Galat Baku) menggunakan rumus : Syx = Keterangan : a = konstanta. dan k = jumlah varibel. X1 = Variabel Bebas ……. Untuk mengetahui kebermaknaan hubungan antar variabel maka hipotesisnya adalah : • Bilamana nilai Fhitung > Ftabel menunjukkan bahwa persamaan regresi memiliki kebermaknaan atau keberartian. F= Keterangan : R = Koefisien Korelasi Berganda. Y = Variabel terikat ……. .

Yang dapat dilihat besarnya r square pada masing-masing hasil analisis dengan menggunakan SPSS. Nilai Ftabel dibaca dari tabel F dengan selang kepercayaan 95 % uji satu ekor (one tailed test) dengan k = 2 dan pada n – 2.24 • Bilamana Fhitung < Ftabel menunjukkan bahwa persamaan regresi tidak memiliki kebermaknan atau keberartian. Baik pada uji regresi sederhana maupun uji regresi berganda besarnya koefisien determinasi yang dihasilkan mengandung makna besaran yang menunjukkan prosentasi kekuatan prediktor yang dapat memperoleh kriteria. .

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Jika digambarkan dalam grafik histogram dengan kurva normal dapat dilihat pada gambar 2 di bawah ini : …… (tampilan gambar) 4. Modus sebesar … dan Standar Deviasi sebesar …. Mean .1. Median sebesar …. skor terendah adalah …. Mean sebesar …. rentangan sebesar …. Jika digambarkan dalam grafik histogram dengan kurva normal dapat dilihat pada gambar 2 di bawah ini : …… (tampilan gambar) 4. rentangan sebesar ….1. Mean sebesar …. Median sebesar ….1.2. Variabel X2 …… Dari data hasil penelitian variabel …… (X2) diperoleh skor tertinggi adalah …. Deskripsi Data Hasil Penelitian 4. skor terendah adalah …. skor terendah adalah …. rentangan sebesar …. Variabel X1 …… Dari data hasil penelitian variabel …… (X1) diperoleh skor tertinggi adalah ….1.1. Modus sebesar … dan Standar Deviasi sebesar ….3. Variabel Y …… Dari data hasil penelitian variabel …… (X1) diperoleh skor tertinggi adalah ….

Analisis Regresi Sederhana Variabel X1 Dengan Variabel Y Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana variabel X1 …… dengan variabel Y …… diperoleh data : Nilai rhitung sebesar ……. R-Square/koefisien determinasi sebesar …….2. Modus sebesar … dan Standar Deviasi sebesar ….2. Regresi Linier Berganda Variabel X1 dan Variabel X2 (secara bersama-sama) Dengan Variabel Y Berdasarkan hasil analisis regresi ganda variabel X1 …… dan variabel X2 …… dengan variabel Y …… diperoleh data : . Jika digambarkan dalam grafik histogram dengan kurva normal dapat dilihat pada gambar 2 di bawah ini : …… (tampilan gambar) 4.3.2.1. Analisis Regresi Sederhana Variabel X2 Dengan Variabel Y Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana variabel X2 …… dengan variabel Y …… diperoleh data : Nilai rhitung sebesar ……. R-Square/koefisien determinasi sebesar ……. Fhitung sebesar …… dengan nilai persamaan Y = a + bX2 = …… + ……X2 dan nilai thitung sebesar …… 4. Analisis Statistik Hasil Penelitian 4.2.26 sebesar …. Median sebesar …. Fhitung sebesar …… dengan nilai persamaan Y = a + bX1 = …… + ……X1 dan nilai thitung sebesar …… 4.2.

3. artinya bahwa variasi yang terjadi terhadap peningkatan mutu pendidikan sebesar ……% disebabkan oleh variabel X1 dan sisanya hanya sebesar ……% dipengaruhi oleh hal-hal lain diluar persamaan ini. Angka tersebut menunjukkan terjadi korelasi yang …… (lihat tabel interpretasi angka korelasi) antara variabel X1 dengan variabel Y.27 Nilai rhitung sebesar ……. R-Square/koefisien determinasi sebesar ……. F hitung sebesar …….3.2. Untuk menguji apakah model linier Y = a + bX1 sudah tepat atau belum. Interpretasi Analisis Regresi Sederhana Variabel X1 Dengan Variabel Y Nilai rhitung sebesar ……. Koefisien determinasi menerangkan seberapa besar variasi Y yang disebabkan oleh X1. Fhitung = …… Ftabel dilihat pada: Taraf signifikansi 5% . Fhitung sebesar …… dengan nilai persamaan Y = a + bX1 + bX2 = …… + ……X1 + ……X2 dan nilai thitung sebesar …… 4. Hubungan bersifat positif correlation. maka Fhitung pada tabel anova dibandingkan dengan F tabel. Dari tabel dapat dibaca nilai R Square (R2) sebesar ……. dapat diinterpretasikan sebagai berikut : 4.1. artinya semakin tinggi/baik variabel X1 akan diikuti peningkatan variabel Y. Pembahasan Berdasarkan analisis hasil penelitian sub-Bab 4.

• thitung sebesar …… • ttabel . dapat disimpulkan bahwa model linier. maka Ho diterima. Uji t berguna untuk menguji signifikansi koefisien regresi (b).05 . ……) = …… karena thitung > ttabel maka Ho ditolak. .derajat bebas = jumlah sampel – jumlah variabel = (…– 2) = … dimana dilakukan 2 sisi (2 tailed).28 dfpembilang = jumlah variabel – 1 = (2 – 1) = 1 dfpenyebut Ftabel = jumlah data – jumlah variabel = (…… – 2) = …… = …… Karena Fhitung > Ftabel.tingkat signifikansi 0. artinya bahwa …… berpengaruh secara nyata (signifikan) terhadap ……. Jika batas penerimaan hipotesis dapat dilihat pada gambar hipotesis di bawah ini : . apakah variabel independen berpengaruh secara nyata atau tidak.05 . Y = a + bX1 sudah tepat dan dapat digunakan. • Jika thitung < – ttabel atau thitung < ttabel. maka Ho ditolak. Hipotesis Ho = variabel X1 tidak berpengaruh secara nyata terhadap variabel Y Ha = variabel X1 berpengaruh secara nyata terhadap variabel Y Pengambilan Keputusan • Jika – ttabel < thitung < ttabel.ttabel (α 0.

2. Nilai rhitung sebesar …….…… 0 + …… Gambar 2. Graph/Grafik (scatter/dot) Probabilitas ry1 4.29 ……. Interpretasi Analisis Regresi Sederhana Variabel X2 Dengan Variabel Y. Hubungan bersifat positif correlation. . Angka tersebut menunjukkan terjadi korelasi yang …… (lihat tabel interpretasi angka korelasi) antara variabel X1 dengan variabel Y. .3. artinya semakin tinggi/baik variabel X2 akan diikuti peningkatan variabel Y. Hipotesis Pengaruh Variabel X1 Terhadap Variabel Y Adapun grafik penyebaran data antara variabel X1 …… dengan variabel Y …… dapat dilihat pada gambar 4 di bawah ini : Gambar 3.

maka Ho diterima. Y = a + bX2 sudah tepat dan dapat digunakan. Uji t berguna untuk menguji signifikansi koefisien regresi (b). F hitung sebesar ……. apakah variabel independen berpengaruh secara nyata atau tidak. Hipotesis Ho = variabel X2 tidak berpengaruh secara nyata terhadap variabel Y Ha = variabel X2 berpengaruh secara nyata terhadap variabel Y Pengambilan Keputusan • Jika – ttabel < thitung < ttabel. dapat disimpulkan bahwa model linier. Untuk menguji apakah model linier Y = a + bX2 sudah tepat atau belum. Dari tabel dapat dibaca nilai R Square (R2) sebesar ……. artinya bahwa variasi yang terjadi terhadap peningkatan mutu pendidikan sebesar ……% disebabkan oleh variabel X2 dan sisanya hanya sebesar ……% dipengaruhi oleh hal-hal lain diluar persamaan ini. . maka Fhitung pada tabel anova dibandingkan dengan F tabel. Fhitung = …… Ftabel dilihat pada: Taraf signifikansi 5% dfpembilang = jumlah variabel – 1 = (2 – 1) = 1 dfpenyebut Ftabel = jumlah data – jumlah variabel = (…… – 2) = …… = …… Karena Fhitung > Ftabel.30 Koefisien determinasi menerangkan seberapa besar variasi Y yang disebabkan oleh X2.

derajat bebas = jumlah sampel – jumlah variabel = (…– 2) = … dimana dilakukan 2 sisi (2 tailed). Jika batas penerimaan hipotesis dapat dilihat pada gambar hipotesis di bawah ini : ……. . . maka Ho ditolak. artinya bahwa …… berpengaruh secara nyata (signifikan) terhadap ……. ……) = …… karena thitung > ttabel maka Ho ditolak. Hipotesis Pengaruh Variabel X1 Terhadap Variabel Y Adapun grafik penyebaran data antara variabel X2 …… dengan variabel Y …… dapat dilihat pada gambar 4 di bawah ini : .…… 0 + …… Gambar 4.05 .tingkat signifikansi 0. • thitung sebesar …… • ttabel .ttabel (α 0.31 • Jika thitung < – ttabel atau thitung < ttabel.05 .

. Hubungan bersifat positif correlation. Interpretasi Regresi Linier Berganda Variabel X1 dan Variabel X2 (secara bersama-sama) Dengan Variabel Y Nilai rhitung sebesar ……. F hitung sebesar ……. Graph/Grafik (scatter/dot) Probabilitas ry2 4. Angka tersebut menunjukkan terjadi korelasi yang …… (lihat tabel interpretasi angka korelasi) antara variabel X1 dengan variabel Y.3.3. Koefisien determinasi menerangkan seberapa besar variasi Y yang disebabkan oleh X1 dan X2. artinya bahwa variasi yang terjadi terhadap peningkatan mutu pendidikan sebesar ……% disebabkan oleh variabel X1 dan X2 (secara bersama-sama) dan sisanya hanya sebesar ……% dipengaruhi oleh hal-hal lain diluar persamaan ini.32 Gambar 5. Dari tabel dapat dibaca nilai R Square (R2) sebesar ……. artinya semakin tinggi/baik variabel X1 dan X2 (secara bersama-sama) akan diikuti peningkatan variabel Y.

dapat disimpulkan bahwa model linier.tingkat signifikansi 0. Uji t berguna untuk menguji signifikansi koefisien regresi (b). • Jika thitung < – ttabel atau thitung < ttabel. • thitung sebesar …… • ttabel . maka Fhitung pada tabel anova dibandingkan dengan F tabel.05 . Y = a + bX1 + bX2 sudah tepat dan dapat digunakan. apakah variabel independen berpengaruh secara nyata atau tidak. maka Ho diterima. maka Ho ditolak. Hipotesis Ho = variabel X1 dan X2 (secara bersama-sama) tidak berpengaruh secara nyata terhadap variabel Y Ha = variabel X1 dan X2 (secara bersama-sama) berpengaruh secara nyata terhadap variabel Y Pengambilan Keputusan • Jika – ttabel < thitung < ttabel. Fhitung = …… Ftabel dilihat pada: Taraf signifikansi 5% dfpembilang = jumlah variabel – 1 = (3 – 1) = 2 dfpenyebut Ftabel = jumlah data – jumlah variabel = (…… – 3) = …… = …… Karena Fhitung > Ftabel.33 Untuk menguji apakah model linier Y = a + bX1 + bX2 sudah tepat atau belum.

05 . . Graph/Grafik (scatter/dot) Probabilitas Ry12 . artinya bahwa …… berpengaruh secara nyata (signifikan) terhadap ……. ……. . ……) = …… karena thitung > ttabel maka Ho ditolak. 0 + …… Hipotesis Pengaruh Variabel X1 dan X2 (secara bersama-sama) Terhadap Variabel Y Adapun grafik penyebaran data antara variabel X2 …… dengan variabel Y …… dapat dilihat pada gambar 4 di bawah ini : Gambar 7.…… Gambar 6.derajat bebas = jumlah sampel – jumlah variabel = (…– 2) = … dimana dilakukan 2 sisi (2 tailed).34 .ttabel (α 0.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. …… 3. …… 2.3. pembahasan. Terdapat hubungan positif antara …… dan …… (secara bersama-sama) dengan …… Terdapat hubungan positif antara …… dengan Terdapat hubungan positif antara …… dengan 5. …… 2.2. Saran-Saran Berdasarkan kesimpulan di atas maka saran-saran yang dapat penulis kemukakan adalah: 1. maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. .1. …… dst. Kesimpulan Berdasarkan pada sub-bab 4. …… 3.

Sugiyono.. . Metodologi Penelitian Pendidikan.36 DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………. 2006). Sugiyono. 2004). (Jakarta: Pustaka Ganesha. ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………. Syafa’at Ismail Moch. Edisi Ketiga. (Bandung: Alfa Beta. 2010) ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………. Sistematika Penulisan Tesis STIE Ganesha Jakarta. Statistika. (Bandung: Alfa Beta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful