PENERAPAN TEKNIK-TEKNIK KLONING GEN DALAM KEHIDUPAN MANUSIA MIZAWARTI,S.

SI Program Studi Biologi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara I. Pendahuluan 1.1 Lahirnya Kloning Gen Kira-kira satu abat yang lalu Gregor Mandel telah merumuskan aturan-aturan untuk menerangkan pewarisan sifat-sifat biologis. Sifat-sifat organisme yang dapat diwariskan diatur oleh suatu faktor yang disebut gen, yaitu suatu partikel yang berada di suatu di dalam sel tepatnya di dalam kromosom. Gen menjadi dasar dalam pengembangan penelitian genetika meliputi pemetaan gen, menganalisis posisi gen pada kromosom. Hasil penelitian telah berkembang baik diketahuinya DNA sebagai material genetik beserta strukturnya, kode-kode genetik serta proses transkripsi dan translasi dapat dijabarkan. Suatu penelitian yang merupakan revolusi dalam Biologi medern adalah setelah munculnya metode teknologi DNA rekombinasi atau rekayasa genetika yang inti prosesnya adalah kloning gen yaitu suatu prosedur untuk memperoleh replika yang dapat sama dari sel atau organisme tunggal. II. Langkah-langkah dasar Kloning Gen Ada beberapa langkah dasar dalam Kloning Gen yaitu sebagai berikut : 1. Suatu frakmen DNA yang mengandung gen yang akan diklon diinsersikan pada molekul DNA sirkular yang di sebut sektor untuk menghasilkan chimoera atau molekul DNA rekombiner. 2. Vektor bertindak sebagai wahana yang membawa gen masuk kedalam sel tuan rumah ( host ) yang biasanya berupa bakteri, walaaupun sel-sel jenis lain dapat di gunakan. 3. Didalam sel host, vektor mengadakan replikasi menghasilkan banyak kopi atau turunan yang identik, baik vektornya sendiri maupun gen yang dibawanya. 4. Ketika sel host membelah, kopi molekul DNA rekombinasi diwariskan pada progeni dan terjadi replikasi vektor selanjutnya. 5. Setelah terjadi sejumlah besar pembelahan sel, maka dihasilkan koloni atau klonsel host yang identik Tiap-tiap sel dalam klon mengandung satu kopi atau lebih molekul DNA rekombinasi dengan demikian dikatakan bahwa gen yang dibawa oleh molekul rekombinasi telah diklon. III. Wahana dan ketrampilan dasar untuk Kloning Gen Komponen penting dalam eksperimen kloning gen adalah wahana yang membawa gen masuk sel tuan rumah dan bertanggung jawab atas replikasinya. Untuk dapat bertindak sebagai wahana suatu molekul DNA harus mampu memasuki

©2003 Digitized by USU digital library

1

untaian DNA yang baru itu mempunyai lingkaran tusuk konde pada ujungnya.sel tuan rumah serta dapat mengadakan replikasi untuk menghasilkan kopi dalam jumlah besar. Enzim ini. tampaknya sebagai hasil dari enzim “ memutari sudut “ dan mulai mengkopi dirinya sendiri. Analisis ukuran fragmen DNA 4. Ketrampilan dasar untuk melakukan kloning secara sederhana adalah : 1. merupakan molekul DNA sirkuler yang terdapat dalam bakteri dan berbagai organisme lain. Dua jenis molekul DNA alamiah yang memenuhi persyaratan tersebut adalah : 1. adalah sintesis kimia dari suatu gen. Pengklonan c DNA Sebagian besar. Identifikasi sel yang mengandung molekul DNA rekombinasi. Penggolongan molekul DNA 5. cDNA ( DNA komplementer ) berantaian ganda yang dihasilkan mempunyai lingkaran tusuk konde yang utuh ini dapat dibelah oleh S1 nuklease. Hasil reaksinya adalah suatu hibrida RNA-DNA. Preperasi sampel DNA murni 2. namun sifat ini tidak berguna tanpa adanya tehnik-tehnik eksperimen untuk manipulasi molekul DNA di dalam laboratorium. Memasukan molekul DNA ke dalam sel tuan rumah 6. Pemotongan DNA murni 3. yang disolasikan dari virus-virus tumor RNA tertentu dapat menggunakan RNA sebagai cetakan untuk mensintesis suatu untaian DNA. Plasmid dapat melakukan replikasi dengan tidak tergantung pada kromosom sel tuan rumah. poli-A itu memberikan jalan yang mudah untuk mensintesis suatu untaian DNA yang komplementer terhadap mRNA-nya. 2. maka banyak pekerjaan komersial itu terpusat pada pengklonan c DNA dari mRNA-mRNA yang terdapat dalam jumlah sangat kecil didalam sel. Molekul DNA plasmid dan bakteriofog mempunyai sifat-sifat dasar yang ditentukan sebagai wahana kloning. dengan jalan pemberi ekor dengan ©2003 Digitized by USU digital library 2 . lalu disiapkan untuk disisipkan kedalam pBR 322. IV. Apapun fungsinya. metode-metode yang digunakan oleh perusahaanperusahaan pengklonan gen untuk memperoleh DNA rekombinan yang terdiri dari gen yang diinginkan dalam vektor ekspresi. Tehnik-tehnik Kloning Gen 2. Molekul cDNA yang beruntaian ganda yang diperoleh dengan cara tersebut. dan kemudian DNA ini mengalami replikasi. yaitu virus yang harus menginfeksi bakteri pada waktu infeksi molekul DNA bakteriofog diinfeksikan ke dalam sel tuan rumah. Karena banyak protein yang bernilai komersil hanya terdapat dalam jumlah kecil dalam sel-sel dan jaringan hewan. rantai tersebut berhibridasiasi ke ekor poli-A untuk memberikan suatu primer untuk aksinya enzim transfriptase balik.1. yaitu suatu nuklease spesifik yang beruntaian tunggal. Plasmid. dan karena ekspresi gen flon itu sangat penting. Hampir setiap molekul mRNA eukariot pada ujung 3’-nya mempunyai rangkaian resedu nukleotida adenin yang disebut ekor poli-A. Krimosom virus. JIKa rantai-rantai pendek dari oligo –dT dicampur dengan mRNA. adalah sama yang digunakan dalam laboratorium-laboratorium penelitian. Lingkaran tusuk konde itu mungkin merupakan suatu artefak ( sesuatu yang buatan ) ‘in vitro’ tetapi ia memang memberikan suatu primer yang sangat mudah untuk pembuatan untaian DNA yang kedua. terutama bakteriofog. Pendekatan lain yang digunakan untuk memperoleh insulin manusia.

Ekori adalah endonuklease resttriksi yang dihasilkan oleh “E. Dalam keadan yang sesusai. secara bercampur molekul-molekul DNA eukariotik akan menempel pada molekul-molekul DNA dengan ujung-ujung lengketnya masingmasing. ©2003 Digitized by USU digital library 3 . yang dinamai ujung “lengket” karena mapu berpasangan basa dengan molekul DNA yang manapun mengandung ujung lengket pelengkap. coli “ yang sesuai dan dikembangbiakkan. Begitu masuk dalam sel imangnya.2 Gen pengklonan : DNA rekombinan Bakteri merupakan mesin-mesin efesien untuk untuk menciptakan turunuan identik DNA bacterifogdalam jumlah. Sel-sel bakteri itu mulai berkembang biak. DNA fag tersebut berlipat ganda berkali-kali. maka dapat direflikasi dengan cara yang sama sekali lagi endonukliase restriksi memungkinkan musliaht itu. setiap plak merupakan suatu “flon” molekul-molekul DNA dan dapat diriakkan secara tak terbatas dengan meninfeksi lebih banyak sel ekoli. Molekul-molekul yang infektif dilepas. Akibatnya segara nampak pada mata dengan mata telanjang sebagai zona atau plak sikular yang jernih pada “padang” sel-sel . Pengklonan fragmen yang merupakan seluruh genam suatu organisme dinamakan pengklonan “senapan”. dimasukkan ke dalam strain “ E. 2. dimasukkan ke dalam pBR 322 yang telah di belah dengan enzim yang sama. potongan “dari DNA” eukariotik yang ada pada plak tertentu merupakan kebetulan semata-mata. lalu penyambung-penyambung itu digunting hingga terbuka dengan enzim restriksi. yang sekarang mengandung ujung-ujung lekat yang dihasilkan oleh enzim tadi. dan proses itu diulang. Gagasannya adalah memperlakukan kedua DNA eukariotik dan DNA bakteriopag dengan endonuklease retriksi yang sama sehingga tercipta ujung-ujung pelengkap pada masing-masing. Setiap utusan pilihan ganda itu dipotong diantara buangin dan adenin. Akan tetapi. Setiap kali hal ini terjadi ujung-ujung belahan filman ganda itu membaawa panjang tambahan emapt nukleotida. enzim ini membelah DNA hanya ditempat yang meliputi rangkaiannya. Kemudian plasmid rekombinan yang mengandung cDNA yang di hasilkan itu. Fragman-fragman ini tergabung pada DNA bakteriofag secara acak semata-mata.terminal transferase atau dengan menambahkan tempat-tempat enzim restriksi buatan pada ujung-ujung cDNA-nya. Walau setiap plak (plague) menghasilkan ikon unit molekul-molekul DNA rekombinan. Jika kita adapat menempelkan gen eukariotik kepada molekul DNA fag seperti itu. Kemudian DNA ligase dapat dipakai untuk mengaitkan secara kovalen molekul-molekul itu bersama. Beberapa dari hibrid atau molekul-molekul rekombinan ini akan tetap berdaya infeksi pada inang bakteriofognya (ekoli) sebagaimana bakteriofog yang normal. koli” . setiap sel yang secara berhasil diinfeksi oelh molekul-moleku DNA rekombinan akan membentuk banyak turunan baru DNA rekombinan tersebut sebelum dibunuh dan dilisis. membentuk selaput sel-sel dipermukaan agar. DNA yang berpasangan (berhelai tunggal). Tempat-tempat restriksi ini yang kita sebut ‘penyambung” ( “linker”) adalah oligunekloitida-oligunekloitida dari 8 sampai 10 pasangan basa yang dibuat secara kimia.Penyambung-penyambung itu ditambahkan pada cDNA beruntaian ganda dengan menggunakan DNA ligase. Pencernaan semua DNA dalam sel-sel organisme eukariotik seperti mencit atau tikus oleh oleh endonuklease restriksi menghasilkan kumpulan fragman DNA yang sangat beragam. menginfeksi sel-sel terdekat. baru dilepas dari sel inangnya sehingga siap mengulangi daur infeksitersebut. turunan dikemas kedalam partikel-partikel berdaya tulang. Hal ini dapat dideteksi dengan membiarkan ekoli terbuka bagi campuran molekul DNA rekombinan dan selanjutnya menabur selsel pada cawan fetri berisi agar. dan cDNA-nya.

maka da kemungkinan besar untuk mendiagnosis penyakit. dan kertas saring yang dicelupkan kedalm kedalam larutan yang berisikan molekul-molekul DNA rekombinan yang menyatakan rangkaiannya yang dicari itu. tetapi sungguh sangat langsung dan akhirnya tujuan dapat diacapai. Prosesnya mungkin tanpak rumit. mengidentifikasi rangkaian-rangkaian alu yang berulang. Inilah prosedurnya. Maka dari itu semua tehnik yang telah dilukiskan dari itu semua tehnik yang dilukiskan sebelumnya dapat digunakan untuk menganalisis DNA kromosom X. Beberapa dari DNA pada setiap plak diserap oleh kertas saring tadi.Kini masalahnya adalah salah satu temuan dari satu atau lebih plag (mungkin dari beberapa ribu ) yang mengandung gen edukariotik yang menarik perhatian kita. Misalnya kitya mencari DNA kelinci yang menjadikan lantai-lantai hemoklobinnya. Misalnya. DNA yang terserat itu kemudian diubah sifatnya menjadi pelayan tunggal. tetapi kesamaan ini mungkin mencerminkan kenyataan. Semua gen ini tampak sama (berukuran mendekati 5. pag-pag rekombinan dalam perpustakaan itu mempunyai sebagian besar. Pengklonan Onkogen Manusia sekarang ini 3 onkogen manusia yang diduga telah diklon dengan menggunakan teknik penyaringan alu dan teknik banntuan tRNA. Pengklonan Individu Kromosom karena sekarang terdapat kemungkinan untuk menyortir kromosomkromosom manusia secara fisik kedalam klas-klas ukurang yang terpisah dengan suatu prosedur yang dikenal sebagai sortasi sel yang teraktifasi fluoresens (FACS : fluoresende-activa-ted celsorting). Gen neuroblastoma sekarang juga telah diklon secara lengkap dengan menggunakan metode bantuan TRNA yang memperlihatkan gen mendekati 13. Karena plak-plak asal tidak menjadi rusak karena prosedur ini. sehelai kertas saring yang dibuat dari nitro selulosa secara perlahan ditekan pada permukaan lempengan agar yang berplak. dan mancari gen-gen yang diketahui akan terbawa pada kromosom X tersebut. mulai dengan suatu galur sel manusia dengan kariotip yang abnormal (empat kromosom X) terdapat kemungkinan mensortir cukup banyak kromosom X manusia yang bebas dari autosom untuk dapat membuat suatu perpustakaan fag X dari DNA kromosom X itu. bahkan sebelum kita mengetahui gentermutasi dimana yang bertanggung jawab untuk hal itu. Untuk ini diperlukan suatu “tolok”. jika. Bersama-sama. yaitu rangkaian DNA yang dari pada pesuruh-pesuruh hemoglobin ini ditranskripsi. jika tidak dapat dikatakan semua. DNA kromosom X. maka molekul-molekul tambahan sampel khusus DNA rekombianan itu dapat dibiakkan dalam sel-sel “koli” tambahan untuk memproduksi sebanyak turunan sampelnya yang diinginkan. 2.3. 2. Pesuruh-pesurh ini dapat diisolasi dari prekursor dan dapat diberi label isotop radio aktif dan digunakan untuk mencari plak-plak yang mengandung rangkaian DNA pelengkap.4. misalnya dapat ditunjukkan bahwa suatu pola tertentu dari tempat-tempat enzim restriksi terpaut erat pada distropi otot Duchenne dan tidak terdapat pada individu-individu normal. Sebagaimana kita ketahui. Satu tugas yang sekarang dapat dilakukan adalah mencari polimorpisme tempat restriksi untuk menentukan adakah yang terapuaut erat dengan salah satu pemyakit genetik yang terpeta kadar kromos X. memetakan tempat-tempat restriksi.5 kb mengklon gen kangker kolon ©2003 Digitized by USU digital library 4 . Maka inilah satu cara (namun bukan satu-satunya cara) untuk mencapai tujuan terdekatnya yaitu sampel murni suatu gen eukariotik. RNA pesuruh untuk rantai-rantai ini dapat diisolasi dari prekursor sel-sel darah merah kelinci.4 kb). genetik yang umum dan letal ini. Sudah emapt laboratorium yangh berlainan yang cecara sendiri-sendiri telah mengklon gen-gen kangker kandung kemih. bahwa galur-galur sel yang dianggap berlainan ini mempunyai sumber yang sama. Maka terbukti kemungkinan untuk mengkon DNA dari individu kromosom.

namun gen-gen kanker kandung kemih. prosedur gen ini berkembang yang kemudian digunakan untuk menentukan struktur gen 45 kb. tanaman-tanaman yang mereka biakkan dengan pemangkasan. Seperti onkogen-onkogen retro virus. Masalah-masalah teknis dari reproduksi mamalia dengan transplantasi nukleus. dan mereka secara homolog erat dengan produk dari gen-gen kanker yang ditemukan sebelumnya pada retrovirus onkogen. Transplantasi nukleus dengan telur-telur katak pertama kali dicapai dalam tahun 1952. biasanya klon-klon dari bakteri atau organisme lain. secara teratur menangani dan memproduksi organisme-organisme tinggat lebih tinggi yang diklon. Tumbuhan tinggi memberi kemungkinan untuk reproduksi aseksual dan klon. Untuk mengklon seekor binatang perlu untuk mengambil nukleus dalam telur yang telah dibuahi. untuk banyak spesies liar. enten. Sebaiknya hewan-hewan tingkat alami tidak bereproduksi secara aseksual. pada saat ini belum ada bukti bahwa perubahan sederhana ini merupakan satu-satunya penyebab carcinoma kandung kemih. sel-sel dalam kultur jaringan dan akhir-akhir ini molekul-molekul DNA. dengan empat exon yang digunakan untuk mengklode protein yang serupa tetapi berlainan dengan berat molekul masing-masing sekitar 21. Para ahli taman dan pemulia tanaman sebaiknya. dapat melahirkan katak-katak dewasa. mula-mula diisolasi lalu dianalisis dengan menggunakan tehnik-tehnik penyaring Alu dan homologi pada rangkaian gen ras virus sarcoma Kirsten. Sebaliknya. memang gen-gen kanker itu diduga berasal dari ekuivalen-ekuivalen sel normal mereka melalui mutasi yang dengan cara tertentu membawa onkogen yang potensial kepada produk-produk proteinnya. sedangkan gen kanker paru-paru sangat mirip dengan ras onkogen virus sarkomi Kirsten. pembelahan umbi dan rhizoma (akar rimang) dan sebagainya. dan kita juga tidak mengetahui peranan protein p12 itu dalam keadaan normal maupun keadaan mutasi. proses perkembangannya selalu gagal pada tahap embrional atau larva tertentu. sebaliknya adalah jauh lebih besar karena sangat sukar untuk ©2003 Digitized by USU digital library 5 . yang masih totipoten. Gen kanker kandung kemih manusia sangat serupa dengan ras onkogen virus sarkoma Harvey. nukleus-nukleus yang dicangkokkan dari sel-sel embrio katak yang sangat muda. yang masing-masing mengandung rangkaianrangkaian varsail yang tumpang tindih. Mutasi itu mengubah sisa glesin pada posisi 12 dalam produk protein normal (protein p12) menjadi paling dalam protein sel-sel carcinoma tersebut. 2. dan kanker kolon ( paru-paru ) mempunyai susunan dasar exonintron yang sama. 35 macam fag. karena ia teralu besar untuk diklon dalam sepotong fag. Akan tetapi. Ini memerlukan transplankasi suatu nukleus utuh yang tidak rusak dan mampu untuk berkembang. gen-gen kanker manusia ini mempunyai ekuivalen sel normal mereka. tetapi tentu saja akan lebih menarik untuk membiakkan mamalia secara aseksual daripada katak. neuroblastoma. nukleus-nukleus yang ditransplantasi dari katak ‘dewasa’ sampai kini sekian jauh belum pernah mampu meningkatkan perkembangan hewan dewasa .(paru-paru) terbukti lebih sukar mencapai. Demikianlah.5 Pengklonan hewan Klon-klon yang ditangani oleh para ahli biologi molekular. baik melalui pembedahan. Langkah berikutnya yang masuk akal adalah merangkai onkogen-onkogen manusia maupun ekuivalen-ekuivalen normal mereka. Meskipun variasi ukurannya besar. pembiakan aseksual lebih penting daripada pembiakan seksual. maupun menonaktifkannya secara total dengan radiasi dan menggantikannya dengan nukleus yang diambil dari individu lain.000 (p21). Protein-protein p21 itu ditemukan terikat dalam jumlah kecil pada membran plsma luar sel-sel kanker.Hasil pertama semacam itu menunjukkan bahwa gen kanker pada sel-sel tarsinoma kandung kemih manusia berbeda dari imbangannya dalam sel-sel normal dalam satu mutasi titik tunggal.

yang dapat di reflikasi dala inang bakterinnya. maka diperoleh suatu rangkaian DNA yang mengkode sisa dari rantai polipeptida yaitu. V. telah diproduksi suatu rangkaian yang mengkode asam-asam amino 1-14 telah disintesis secara kimia.Bila permulaan dari gennya telah disintesis secara kimia untuk menjamin permulaan yang tepat dari proteinnya. diikuti oleh rangkaian untuk 191 asam amino dalam frotein masak. telah dilaporkan. Kedua fragmen DNA ini kemudian dikonkan secara terpisah. ia tidak terglirosilasi. Sebelum metode-metode itu dapat direproduksi. Dengan menggunakan kombinasi dari sintesis kimia DNA dan sintesis enzimatik cDNA. serangkaian percobaan semacam itu dengan tikus. maka mungkin metode itu akan mendapat tempat di bidang penangkaran hewan. hal itu tidak dapat dilakukan. residu asam amino 25-19. tetapi merupakan fantasi murni. 2. tubuh kecil orang kerdil disebabkan karena kekurangan hormon pertumbuhan. mereka tidak akan memberi sumbangan yang berarti pada pengertian kita tentang perkembangan mamalia. Hormon pertumbuhan manusia (HGH= Human Growth Hormone) adalah suatu rantai polipeptida tunggal yang mempunyai 191 asam amino dan diproduksi dalam kelenjar pituiteria (kelenjar pada infundibulum otak). tetapi belum diulangi dan diperbuat secara bebas. Dalam teori ia dapat dicoba pada telur-telur sel embrio manusia. Komplotan jutawan tua golongan gothik yang membujuk para dokter untuk mengklon beberapa kopi dari dirinya sendiri dengan pencangkokan nukleus-nukleus selnya kedalam telur-telur yang dibuahi dan kemudian menanamkannya pada wanita. Dan perlu ditekankan bahwa belum terbukti ada kemungkinan bahwa dengan katak sekalipun untuk menghasilkan suatu individu dewasa yang diklon melalui pencangkokan nukleus sel dewasa ke dalam sebuah telur.memanipulasi telur-telur mamalia tanpa merusaknya. Gen-gen enkariotik dan juga prikariotik dapat diklon dengan menyisipkannya dalam sepotong DNA. ditambahkan suatu trio (triplet) basa (ATG) yang menspesifikasi asam amino metionin.coli’ menarik perhatian orang pada beberapa prilaku rekayasa genetika. Hormon pertumbuhan mengendalikan pertumbuhan tubuh kita . Kemudian “gen”dimasukkan kedalam suatu fektor ekspresi dan dimasukkan kedalam “ekoli” diaman diarahkan untuk membaut pertumbuhan manusia. tetapi untuk alasan apa? Tidak ada penerapan praktis.6 Pengklonan Hormon Pertumbuhan Manusia Produksi hormon pertumbuhan manusia dalam ‘E. Fragmenfragmen DNAnya dimurnikan kembali dan disambung menjadi satu untuk menghasilkan rangkaian DNA lengkap untuk horman pertumbuhan manusia mulai dengan suatu prodon inisiator yaitu metionin. untuk katak tua sekali pun. PENUTUP Saat ini telah dikembangkan tehnik-tehnik mengisolasi gen terpilih.1 dengan membuat kopikopi cDNA dari preparat-preparat nRNa darii sel-sel pituitaria manusia.Langsung di depan kodon pertama. Bakteriopag dan flasmi membentuk “DNA Rekombinan” yaitu dengan peleburan DANnya. Seperti insulin. Selain itu tehnik-tehnik untuk menyisipkan gen-gen asing kedalam eukariotik dan prokariotik turut bekembang dan gen-gen ini secara efesien ditranskripsi dan ©2003 Digitized by USU digital library 6 . Dalam masa dekat hanya terdapat kemungkinan kecil bahwa transplantasi nukleus dicoba pada spesies mamalia lain. yaitu kloning dan menenukan rangkaian neuklitidanya. Jika efisiensi dan reproduksibilitasnya dapat ditingkatkan. Pada tahun 1981. dan berakhai dengan sinyal untuk menghentikan sintesisi frotein.

. Tehnik-tehnik DNA rekombianan ini sudah dieploitasi dalam pembuatan protein-protein manusia yang berniai hanya oleh bakteri dan khamir. James D. Muhammad. Penerbit ©2003 Digitized by USU digital library 7 . Edisi kelima cetakan kedua. 1991. John.A. 4. DNA Rekombinan. Ada juga kemungkinan bahwa tehnik-tehnik tersebut pada akhirnya dapat memungkinkan untuk memperbaiki fungsi gen yang efektif pada eukariotik atau memberikan fungsifungsi gen yang baru baginya. Watson. Genetika Kedokteran. Marcus E.Edisi kedelapan Cetakan Pertama Penerbit (EGC) Jakarta. Fraser.A. Pambrey. David T. Pengantar Kloning Gena. 1989. Tooze. Yayasan Esentia Medica Yogyakarta 3. 1995. 1988. Kurtz. Kimbal. Roberts. John W. Erlangga. Penerbit Erlangga Jakarta Buku kedokeran Biologi . Suatu Pengantar. Jakarta 2. J. DAFTAR PUSTAKA 1.translasi. S.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful