P. 1
Contoh Makalah Kloning

Contoh Makalah Kloning

|Views: 4,398|Likes:
Published by cinta sari

More info:

Published by: cinta sari on Mar 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/02/2013

pdf

text

original

PENERAPAN TEKNIK-TEKNIK KLONING GEN DALAM KEHIDUPAN MANUSIA MIZAWARTI,S.

SI Program Studi Biologi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara I. Pendahuluan 1.1 Lahirnya Kloning Gen Kira-kira satu abat yang lalu Gregor Mandel telah merumuskan aturan-aturan untuk menerangkan pewarisan sifat-sifat biologis. Sifat-sifat organisme yang dapat diwariskan diatur oleh suatu faktor yang disebut gen, yaitu suatu partikel yang berada di suatu di dalam sel tepatnya di dalam kromosom. Gen menjadi dasar dalam pengembangan penelitian genetika meliputi pemetaan gen, menganalisis posisi gen pada kromosom. Hasil penelitian telah berkembang baik diketahuinya DNA sebagai material genetik beserta strukturnya, kode-kode genetik serta proses transkripsi dan translasi dapat dijabarkan. Suatu penelitian yang merupakan revolusi dalam Biologi medern adalah setelah munculnya metode teknologi DNA rekombinasi atau rekayasa genetika yang inti prosesnya adalah kloning gen yaitu suatu prosedur untuk memperoleh replika yang dapat sama dari sel atau organisme tunggal. II. Langkah-langkah dasar Kloning Gen Ada beberapa langkah dasar dalam Kloning Gen yaitu sebagai berikut : 1. Suatu frakmen DNA yang mengandung gen yang akan diklon diinsersikan pada molekul DNA sirkular yang di sebut sektor untuk menghasilkan chimoera atau molekul DNA rekombiner. 2. Vektor bertindak sebagai wahana yang membawa gen masuk kedalam sel tuan rumah ( host ) yang biasanya berupa bakteri, walaaupun sel-sel jenis lain dapat di gunakan. 3. Didalam sel host, vektor mengadakan replikasi menghasilkan banyak kopi atau turunan yang identik, baik vektornya sendiri maupun gen yang dibawanya. 4. Ketika sel host membelah, kopi molekul DNA rekombinasi diwariskan pada progeni dan terjadi replikasi vektor selanjutnya. 5. Setelah terjadi sejumlah besar pembelahan sel, maka dihasilkan koloni atau klonsel host yang identik Tiap-tiap sel dalam klon mengandung satu kopi atau lebih molekul DNA rekombinasi dengan demikian dikatakan bahwa gen yang dibawa oleh molekul rekombinasi telah diklon. III. Wahana dan ketrampilan dasar untuk Kloning Gen Komponen penting dalam eksperimen kloning gen adalah wahana yang membawa gen masuk sel tuan rumah dan bertanggung jawab atas replikasinya. Untuk dapat bertindak sebagai wahana suatu molekul DNA harus mampu memasuki

©2003 Digitized by USU digital library

1

Analisis ukuran fragmen DNA 4. Apapun fungsinya. poli-A itu memberikan jalan yang mudah untuk mensintesis suatu untaian DNA yang komplementer terhadap mRNA-nya. Karena banyak protein yang bernilai komersil hanya terdapat dalam jumlah kecil dalam sel-sel dan jaringan hewan. Hasil reaksinya adalah suatu hibrida RNA-DNA. dan karena ekspresi gen flon itu sangat penting. maka banyak pekerjaan komersial itu terpusat pada pengklonan c DNA dari mRNA-mRNA yang terdapat dalam jumlah sangat kecil didalam sel. Krimosom virus. yaitu virus yang harus menginfeksi bakteri pada waktu infeksi molekul DNA bakteriofog diinfeksikan ke dalam sel tuan rumah. cDNA ( DNA komplementer ) berantaian ganda yang dihasilkan mempunyai lingkaran tusuk konde yang utuh ini dapat dibelah oleh S1 nuklease. merupakan molekul DNA sirkuler yang terdapat dalam bakteri dan berbagai organisme lain. Dua jenis molekul DNA alamiah yang memenuhi persyaratan tersebut adalah : 1. Enzim ini. Lingkaran tusuk konde itu mungkin merupakan suatu artefak ( sesuatu yang buatan ) ‘in vitro’ tetapi ia memang memberikan suatu primer yang sangat mudah untuk pembuatan untaian DNA yang kedua. Penggolongan molekul DNA 5. metode-metode yang digunakan oleh perusahaanperusahaan pengklonan gen untuk memperoleh DNA rekombinan yang terdiri dari gen yang diinginkan dalam vektor ekspresi. IV. Plasmid dapat melakukan replikasi dengan tidak tergantung pada kromosom sel tuan rumah. adalah sintesis kimia dari suatu gen. lalu disiapkan untuk disisipkan kedalam pBR 322. Pengklonan c DNA Sebagian besar. JIKa rantai-rantai pendek dari oligo –dT dicampur dengan mRNA. Pemotongan DNA murni 3. adalah sama yang digunakan dalam laboratorium-laboratorium penelitian. namun sifat ini tidak berguna tanpa adanya tehnik-tehnik eksperimen untuk manipulasi molekul DNA di dalam laboratorium. untaian DNA yang baru itu mempunyai lingkaran tusuk konde pada ujungnya. Identifikasi sel yang mengandung molekul DNA rekombinasi. yaitu suatu nuklease spesifik yang beruntaian tunggal.sel tuan rumah serta dapat mengadakan replikasi untuk menghasilkan kopi dalam jumlah besar. yang disolasikan dari virus-virus tumor RNA tertentu dapat menggunakan RNA sebagai cetakan untuk mensintesis suatu untaian DNA. Tehnik-tehnik Kloning Gen 2. Molekul DNA plasmid dan bakteriofog mempunyai sifat-sifat dasar yang ditentukan sebagai wahana kloning. Pendekatan lain yang digunakan untuk memperoleh insulin manusia.1. Hampir setiap molekul mRNA eukariot pada ujung 3’-nya mempunyai rangkaian resedu nukleotida adenin yang disebut ekor poli-A. Ketrampilan dasar untuk melakukan kloning secara sederhana adalah : 1. Molekul cDNA yang beruntaian ganda yang diperoleh dengan cara tersebut. rantai tersebut berhibridasiasi ke ekor poli-A untuk memberikan suatu primer untuk aksinya enzim transfriptase balik. terutama bakteriofog. Memasukan molekul DNA ke dalam sel tuan rumah 6. tampaknya sebagai hasil dari enzim “ memutari sudut “ dan mulai mengkopi dirinya sendiri. Preperasi sampel DNA murni 2. dan kemudian DNA ini mengalami replikasi. dengan jalan pemberi ekor dengan ©2003 Digitized by USU digital library 2 . Plasmid. 2.

DNA fag tersebut berlipat ganda berkali-kali. dan proses itu diulang.Penyambung-penyambung itu ditambahkan pada cDNA beruntaian ganda dengan menggunakan DNA ligase. baru dilepas dari sel inangnya sehingga siap mengulangi daur infeksitersebut. Setiap utusan pilihan ganda itu dipotong diantara buangin dan adenin. Pengklonan fragmen yang merupakan seluruh genam suatu organisme dinamakan pengklonan “senapan”. Gagasannya adalah memperlakukan kedua DNA eukariotik dan DNA bakteriopag dengan endonuklease retriksi yang sama sehingga tercipta ujung-ujung pelengkap pada masing-masing. yang dinamai ujung “lengket” karena mapu berpasangan basa dengan molekul DNA yang manapun mengandung ujung lengket pelengkap. koli” . membentuk selaput sel-sel dipermukaan agar. DNA yang berpasangan (berhelai tunggal). dimasukkan ke dalam strain “ E. Kemudian plasmid rekombinan yang mengandung cDNA yang di hasilkan itu. Fragman-fragman ini tergabung pada DNA bakteriofag secara acak semata-mata. Sel-sel bakteri itu mulai berkembang biak. Jika kita adapat menempelkan gen eukariotik kepada molekul DNA fag seperti itu. turunan dikemas kedalam partikel-partikel berdaya tulang.terminal transferase atau dengan menambahkan tempat-tempat enzim restriksi buatan pada ujung-ujung cDNA-nya. Pencernaan semua DNA dalam sel-sel organisme eukariotik seperti mencit atau tikus oleh oleh endonuklease restriksi menghasilkan kumpulan fragman DNA yang sangat beragam. Tempat-tempat restriksi ini yang kita sebut ‘penyambung” ( “linker”) adalah oligunekloitida-oligunekloitida dari 8 sampai 10 pasangan basa yang dibuat secara kimia. menginfeksi sel-sel terdekat. Akan tetapi. Ekori adalah endonuklease resttriksi yang dihasilkan oleh “E. secara bercampur molekul-molekul DNA eukariotik akan menempel pada molekul-molekul DNA dengan ujung-ujung lengketnya masingmasing. Molekul-molekul yang infektif dilepas. Walau setiap plak (plague) menghasilkan ikon unit molekul-molekul DNA rekombinan. Kemudian DNA ligase dapat dipakai untuk mengaitkan secara kovalen molekul-molekul itu bersama. Beberapa dari hibrid atau molekul-molekul rekombinan ini akan tetap berdaya infeksi pada inang bakteriofognya (ekoli) sebagaimana bakteriofog yang normal. yang sekarang mengandung ujung-ujung lekat yang dihasilkan oleh enzim tadi. Begitu masuk dalam sel imangnya. Setiap kali hal ini terjadi ujung-ujung belahan filman ganda itu membaawa panjang tambahan emapt nukleotida. potongan “dari DNA” eukariotik yang ada pada plak tertentu merupakan kebetulan semata-mata. Akibatnya segara nampak pada mata dengan mata telanjang sebagai zona atau plak sikular yang jernih pada “padang” sel-sel .2 Gen pengklonan : DNA rekombinan Bakteri merupakan mesin-mesin efesien untuk untuk menciptakan turunuan identik DNA bacterifogdalam jumlah. dan cDNA-nya. enzim ini membelah DNA hanya ditempat yang meliputi rangkaiannya. 2. Hal ini dapat dideteksi dengan membiarkan ekoli terbuka bagi campuran molekul DNA rekombinan dan selanjutnya menabur selsel pada cawan fetri berisi agar. dimasukkan ke dalam pBR 322 yang telah di belah dengan enzim yang sama. lalu penyambung-penyambung itu digunting hingga terbuka dengan enzim restriksi. setiap plak merupakan suatu “flon” molekul-molekul DNA dan dapat diriakkan secara tak terbatas dengan meninfeksi lebih banyak sel ekoli. Dalam keadan yang sesusai. maka dapat direflikasi dengan cara yang sama sekali lagi endonukliase restriksi memungkinkan musliaht itu. coli “ yang sesuai dan dikembangbiakkan. ©2003 Digitized by USU digital library 3 . setiap sel yang secara berhasil diinfeksi oelh molekul-moleku DNA rekombinan akan membentuk banyak turunan baru DNA rekombinan tersebut sebelum dibunuh dan dilisis.

mulai dengan suatu galur sel manusia dengan kariotip yang abnormal (empat kromosom X) terdapat kemungkinan mensortir cukup banyak kromosom X manusia yang bebas dari autosom untuk dapat membuat suatu perpustakaan fag X dari DNA kromosom X itu. misalnya dapat ditunjukkan bahwa suatu pola tertentu dari tempat-tempat enzim restriksi terpaut erat pada distropi otot Duchenne dan tidak terdapat pada individu-individu normal. Prosesnya mungkin tanpak rumit. tetapi kesamaan ini mungkin mencerminkan kenyataan.Kini masalahnya adalah salah satu temuan dari satu atau lebih plag (mungkin dari beberapa ribu ) yang mengandung gen edukariotik yang menarik perhatian kita. RNA pesuruh untuk rantai-rantai ini dapat diisolasi dari prekursor sel-sel darah merah kelinci. Maka terbukti kemungkinan untuk mengkon DNA dari individu kromosom. Inilah prosedurnya. bahwa galur-galur sel yang dianggap berlainan ini mempunyai sumber yang sama. mengidentifikasi rangkaian-rangkaian alu yang berulang. Sebagaimana kita ketahui. genetik yang umum dan letal ini.5 kb mengklon gen kangker kolon ©2003 Digitized by USU digital library 4 . memetakan tempat-tempat restriksi. DNA yang terserat itu kemudian diubah sifatnya menjadi pelayan tunggal. Pengklonan Individu Kromosom karena sekarang terdapat kemungkinan untuk menyortir kromosomkromosom manusia secara fisik kedalam klas-klas ukurang yang terpisah dengan suatu prosedur yang dikenal sebagai sortasi sel yang teraktifasi fluoresens (FACS : fluoresende-activa-ted celsorting). Maka inilah satu cara (namun bukan satu-satunya cara) untuk mencapai tujuan terdekatnya yaitu sampel murni suatu gen eukariotik. Karena plak-plak asal tidak menjadi rusak karena prosedur ini. dan kertas saring yang dicelupkan kedalm kedalam larutan yang berisikan molekul-molekul DNA rekombinan yang menyatakan rangkaiannya yang dicari itu. 2. pag-pag rekombinan dalam perpustakaan itu mempunyai sebagian besar. Beberapa dari DNA pada setiap plak diserap oleh kertas saring tadi.4 kb). Sudah emapt laboratorium yangh berlainan yang cecara sendiri-sendiri telah mengklon gen-gen kangker kandung kemih. jika. maka da kemungkinan besar untuk mendiagnosis penyakit. 2. Untuk ini diperlukan suatu “tolok”. sehelai kertas saring yang dibuat dari nitro selulosa secara perlahan ditekan pada permukaan lempengan agar yang berplak. Gen neuroblastoma sekarang juga telah diklon secara lengkap dengan menggunakan metode bantuan TRNA yang memperlihatkan gen mendekati 13. bahkan sebelum kita mengetahui gentermutasi dimana yang bertanggung jawab untuk hal itu. Misalnya kitya mencari DNA kelinci yang menjadikan lantai-lantai hemoklobinnya.4. DNA kromosom X. Pengklonan Onkogen Manusia sekarang ini 3 onkogen manusia yang diduga telah diklon dengan menggunakan teknik penyaringan alu dan teknik banntuan tRNA. Misalnya. Maka dari itu semua tehnik yang telah dilukiskan dari itu semua tehnik yang dilukiskan sebelumnya dapat digunakan untuk menganalisis DNA kromosom X. Bersama-sama. Pesuruh-pesurh ini dapat diisolasi dari prekursor dan dapat diberi label isotop radio aktif dan digunakan untuk mencari plak-plak yang mengandung rangkaian DNA pelengkap. Semua gen ini tampak sama (berukuran mendekati 5. yaitu rangkaian DNA yang dari pada pesuruh-pesuruh hemoglobin ini ditranskripsi. dan mancari gen-gen yang diketahui akan terbawa pada kromosom X tersebut. jika tidak dapat dikatakan semua. tetapi sungguh sangat langsung dan akhirnya tujuan dapat diacapai.3. maka molekul-molekul tambahan sampel khusus DNA rekombianan itu dapat dibiakkan dalam sel-sel “koli” tambahan untuk memproduksi sebanyak turunan sampelnya yang diinginkan. Satu tugas yang sekarang dapat dilakukan adalah mencari polimorpisme tempat restriksi untuk menentukan adakah yang terapuaut erat dengan salah satu pemyakit genetik yang terpeta kadar kromos X.

35 macam fag. yang masing-masing mengandung rangkaianrangkaian varsail yang tumpang tindih. karena ia teralu besar untuk diklon dalam sepotong fag. Akan tetapi. baik melalui pembedahan. Demikianlah. dan kita juga tidak mengetahui peranan protein p12 itu dalam keadaan normal maupun keadaan mutasi. sel-sel dalam kultur jaringan dan akhir-akhir ini molekul-molekul DNA. Seperti onkogen-onkogen retro virus. maupun menonaktifkannya secara total dengan radiasi dan menggantikannya dengan nukleus yang diambil dari individu lain. nukleus-nukleus yang dicangkokkan dari sel-sel embrio katak yang sangat muda. dan mereka secara homolog erat dengan produk dari gen-gen kanker yang ditemukan sebelumnya pada retrovirus onkogen. Protein-protein p21 itu ditemukan terikat dalam jumlah kecil pada membran plsma luar sel-sel kanker. nukleus-nukleus yang ditransplantasi dari katak ‘dewasa’ sampai kini sekian jauh belum pernah mampu meningkatkan perkembangan hewan dewasa . Sebaliknya. tetapi tentu saja akan lebih menarik untuk membiakkan mamalia secara aseksual daripada katak. pada saat ini belum ada bukti bahwa perubahan sederhana ini merupakan satu-satunya penyebab carcinoma kandung kemih. Gen kanker kandung kemih manusia sangat serupa dengan ras onkogen virus sarkoma Harvey. Para ahli taman dan pemulia tanaman sebaiknya. pembelahan umbi dan rhizoma (akar rimang) dan sebagainya. dengan empat exon yang digunakan untuk mengklode protein yang serupa tetapi berlainan dengan berat molekul masing-masing sekitar 21. 2. biasanya klon-klon dari bakteri atau organisme lain. prosedur gen ini berkembang yang kemudian digunakan untuk menentukan struktur gen 45 kb. sebaliknya adalah jauh lebih besar karena sangat sukar untuk ©2003 Digitized by USU digital library 5 . pembiakan aseksual lebih penting daripada pembiakan seksual. dapat melahirkan katak-katak dewasa. sedangkan gen kanker paru-paru sangat mirip dengan ras onkogen virus sarkomi Kirsten. mula-mula diisolasi lalu dianalisis dengan menggunakan tehnik-tehnik penyaring Alu dan homologi pada rangkaian gen ras virus sarcoma Kirsten. Meskipun variasi ukurannya besar.Hasil pertama semacam itu menunjukkan bahwa gen kanker pada sel-sel tarsinoma kandung kemih manusia berbeda dari imbangannya dalam sel-sel normal dalam satu mutasi titik tunggal. Transplantasi nukleus dengan telur-telur katak pertama kali dicapai dalam tahun 1952. untuk banyak spesies liar. Masalah-masalah teknis dari reproduksi mamalia dengan transplantasi nukleus. enten. secara teratur menangani dan memproduksi organisme-organisme tinggat lebih tinggi yang diklon. Mutasi itu mengubah sisa glesin pada posisi 12 dalam produk protein normal (protein p12) menjadi paling dalam protein sel-sel carcinoma tersebut.000 (p21).5 Pengklonan hewan Klon-klon yang ditangani oleh para ahli biologi molekular. tanaman-tanaman yang mereka biakkan dengan pemangkasan. Untuk mengklon seekor binatang perlu untuk mengambil nukleus dalam telur yang telah dibuahi. yang masih totipoten. dan kanker kolon ( paru-paru ) mempunyai susunan dasar exonintron yang sama. Sebaiknya hewan-hewan tingkat alami tidak bereproduksi secara aseksual.(paru-paru) terbukti lebih sukar mencapai. neuroblastoma. Ini memerlukan transplankasi suatu nukleus utuh yang tidak rusak dan mampu untuk berkembang. gen-gen kanker manusia ini mempunyai ekuivalen sel normal mereka. Langkah berikutnya yang masuk akal adalah merangkai onkogen-onkogen manusia maupun ekuivalen-ekuivalen normal mereka. memang gen-gen kanker itu diduga berasal dari ekuivalen-ekuivalen sel normal mereka melalui mutasi yang dengan cara tertentu membawa onkogen yang potensial kepada produk-produk proteinnya. namun gen-gen kanker kandung kemih. proses perkembangannya selalu gagal pada tahap embrional atau larva tertentu. Tumbuhan tinggi memberi kemungkinan untuk reproduksi aseksual dan klon.

Hormon pertumbuhan mengendalikan pertumbuhan tubuh kita . Sebelum metode-metode itu dapat direproduksi. ia tidak terglirosilasi. Komplotan jutawan tua golongan gothik yang membujuk para dokter untuk mengklon beberapa kopi dari dirinya sendiri dengan pencangkokan nukleus-nukleus selnya kedalam telur-telur yang dibuahi dan kemudian menanamkannya pada wanita. mereka tidak akan memberi sumbangan yang berarti pada pengertian kita tentang perkembangan mamalia.coli’ menarik perhatian orang pada beberapa prilaku rekayasa genetika. yaitu kloning dan menenukan rangkaian neuklitidanya. Bakteriopag dan flasmi membentuk “DNA Rekombinan” yaitu dengan peleburan DANnya. tetapi untuk alasan apa? Tidak ada penerapan praktis. Kedua fragmen DNA ini kemudian dikonkan secara terpisah. serangkaian percobaan semacam itu dengan tikus.Bila permulaan dari gennya telah disintesis secara kimia untuk menjamin permulaan yang tepat dari proteinnya. Jika efisiensi dan reproduksibilitasnya dapat ditingkatkan. 2. telah dilaporkan. hal itu tidak dapat dilakukan. PENUTUP Saat ini telah dikembangkan tehnik-tehnik mengisolasi gen terpilih. telah diproduksi suatu rangkaian yang mengkode asam-asam amino 1-14 telah disintesis secara kimia. Hormon pertumbuhan manusia (HGH= Human Growth Hormone) adalah suatu rantai polipeptida tunggal yang mempunyai 191 asam amino dan diproduksi dalam kelenjar pituiteria (kelenjar pada infundibulum otak).memanipulasi telur-telur mamalia tanpa merusaknya. V. Dengan menggunakan kombinasi dari sintesis kimia DNA dan sintesis enzimatik cDNA. Dan perlu ditekankan bahwa belum terbukti ada kemungkinan bahwa dengan katak sekalipun untuk menghasilkan suatu individu dewasa yang diklon melalui pencangkokan nukleus sel dewasa ke dalam sebuah telur. diikuti oleh rangkaian untuk 191 asam amino dalam frotein masak. Dalam teori ia dapat dicoba pada telur-telur sel embrio manusia. Kemudian “gen”dimasukkan kedalam suatu fektor ekspresi dan dimasukkan kedalam “ekoli” diaman diarahkan untuk membaut pertumbuhan manusia. Fragmenfragmen DNAnya dimurnikan kembali dan disambung menjadi satu untuk menghasilkan rangkaian DNA lengkap untuk horman pertumbuhan manusia mulai dengan suatu prodon inisiator yaitu metionin. tetapi merupakan fantasi murni. untuk katak tua sekali pun.Langsung di depan kodon pertama.6 Pengklonan Hormon Pertumbuhan Manusia Produksi hormon pertumbuhan manusia dalam ‘E. Seperti insulin. yang dapat di reflikasi dala inang bakterinnya.1 dengan membuat kopikopi cDNA dari preparat-preparat nRNa darii sel-sel pituitaria manusia. Pada tahun 1981. maka diperoleh suatu rangkaian DNA yang mengkode sisa dari rantai polipeptida yaitu. residu asam amino 25-19. dan berakhai dengan sinyal untuk menghentikan sintesisi frotein. maka mungkin metode itu akan mendapat tempat di bidang penangkaran hewan. Selain itu tehnik-tehnik untuk menyisipkan gen-gen asing kedalam eukariotik dan prokariotik turut bekembang dan gen-gen ini secara efesien ditranskripsi dan ©2003 Digitized by USU digital library 6 . Gen-gen enkariotik dan juga prikariotik dapat diklon dengan menyisipkannya dalam sepotong DNA. tetapi belum diulangi dan diperbuat secara bebas. tubuh kecil orang kerdil disebabkan karena kekurangan hormon pertumbuhan. ditambahkan suatu trio (triplet) basa (ATG) yang menspesifikasi asam amino metionin. Dalam masa dekat hanya terdapat kemungkinan kecil bahwa transplantasi nukleus dicoba pada spesies mamalia lain.

Pengantar Kloning Gena. Penerbit Erlangga Jakarta Buku kedokeran Biologi . DNA Rekombinan. J. Pambrey. Genetika Kedokteran. David T. Kimbal. 1995.translasi. 1988. Tehnik-tehnik DNA rekombianan ini sudah dieploitasi dalam pembuatan protein-protein manusia yang berniai hanya oleh bakteri dan khamir. DAFTAR PUSTAKA 1. Kurtz.A. 4. Erlangga. Marcus E.A. Suatu Pengantar. 1991. Jakarta 2. Muhammad. 1989. John W. S. Fraser. Penerbit ©2003 Digitized by USU digital library 7 . Tooze. James D. John. Yayasan Esentia Medica Yogyakarta 3. Roberts.. Ada juga kemungkinan bahwa tehnik-tehnik tersebut pada akhirnya dapat memungkinkan untuk memperbaiki fungsi gen yang efektif pada eukariotik atau memberikan fungsifungsi gen yang baru baginya. Edisi kelima cetakan kedua.Edisi kedelapan Cetakan Pertama Penerbit (EGC) Jakarta. Watson.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->