P. 1
Penanggulangan logam berat bagi kesehatan

Penanggulangan logam berat bagi kesehatan

|Views: 1,306|Likes:
Published by Achoi Shen

More info:

Published by: Achoi Shen on Mar 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/31/2013

pdf

text

original

Pencegahan logam berat

E. PENCEGAHAN Berbagai metode sudah banyak yang ditemukan untuk melakukan pencegahan pencemaran logam merkuri, salah satu metode yang sangat murah dan efisein adalah fitoremidiasi. Fitoremidiasi yaitu tekhnologi pencegahan pencemaran polutan berbahaya seperti logam berat, senyawa organik dan lain lain dalam tanah atau air dengan menggunakan bantuan tanaman (hiperkomulator plant). Proses fitoremediasi yaitu: 1. Phytoacumulation : tumbuhan menarik zat kontaminan sehingga berakumulasi disekitar akar tumbuhan 2. Rhizofiltration : proses adsorpsi / pengendapan zat kontaminan oleh akar untuk menempel pada akar. 3. Phytostabilization : penempelan zat-zat contaminan tertentu pada akar yang tidak mungkin terserap kedalam batang tumbuhan 4. Rhyzodegradetion : penguraian zat-zat kontaminan oleh aktivitas microba 5. Phytodegradation : penguraian zat kontamin 6. Phytovolatization : transpirasi zat contaminan oleh tumbuhan dalam bentuk yang telah menjadi larutan terurai sebagai bahan yang tidak berbahaya Fitoremediasi logam hg dapat menggunakan tumbuhan

Pteris vittata

Liriodendron tulipifera

Nicotiana tabacum

Limbah atau bahan buangan yang dihasilkan dari semua aktifitas kehidupan manusia, baik dari setiap rumah tangga, kegiatan pertanian, industri serta pertambangan tidak bisa kita hindari. Namun kita masih bisa mencegah atau paling tidak mengurangi dampak dari limbah tersebut, agar tidak merusak lingkungan yang pada akhirnya juga akan merugikan manusia. Untuk mencegah atau paling tidak mengurangi segala akibat yang ditimbulkan oleh limbah berbahaya dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut; setiap rumah tangga sebaiknya menggunakan deterjen secukupnya dan memilah sampah organik dari sampah anorganik. Sampah organik bisa dijadikan kompos, sedangkan sampah anorganik bisa didaur ulang. Pemerintah bekerjasama dengan World Bank, pada saat ini tengah mempersiapkan pemberian insentif berupa subsidi bagi masyarakat yang melakukan pengomposan

juga dapat mengurangi dampak pencemaran air. sebelum dibuang keluar daerah pertambangan. F. sehingga limbah bisa diolah terlebih dahulu menjadi limbah yang lebih ramah lingkungan. PENANGGULANGAN Penanggulangan logam Hg dapat digunakankpenetralan logam berat yang aktif . untuk mengolah limbah yang dihasilkannya sebelum dibuang ke lingkungan sekitar. yang tidak terakumulasi pada rantai makanan. Mengurangi penggunaan bahan-bahan berbahaya dalam kegiatan pertambangan atau menggantinya dengan bahan-bahan yang lebih ramah lingkungan. Beberapa manfaat pengomposan sampah antara lain : ‡ Mengurangi sampah di sumbernya ‡ Mengurangi beban volume di TPA ‡ Mengurangi biaya pengelolaan ‡ Menciptakan peluang kerja ‡ Memperbaiki kondisi lingkungan ‡ Mengurangi emisi gas rumah kaca Penggunaan pupuk dan pestisida secukupnya atau memilih pupuk dan pestisida yang mengandung bahan-bahan yang lebih cepat terurai. Setiap pabrik / kegiatan industri sebaiknya memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Dengan demikian diharapkan dapat meminimalisasi limbah yang dihasilkan atau mengubahnya menjadi limbah yang lebih ramah lingkungan. Atau diharuskan membangun instalasi pengolahan air limbah pertambangan.sampah kota.

Sedangkan berdasarkan kemampuannya untuk membentuk ikatan antara logam berat dengan mikroorganisme maka bioabsorpsi merupakan kemampuan material biologi untuk mengakumulasikan logam berat melalui media metabolisme atau jalur psiko-kimia. maka bioremoval lebih efektif dibanding dengan pertukaran ion dan reverse osmosis dalam kaitannya dengan sensitifitas kehadiran padatan terlarut (suspended solid). kemudian dilepas ke lingkungan perairan. reverse osmosis. Reverse osmosis adalah proses pemisahan logam berat oleh membran semipermeabel dengan menggunakan perbedaan tekanan luar dengan tekanan osmotik dari limbah. biosorbennya dapat diregenerasi. Mekanisme pertukaran ion ini dapat dirumuskan sebagai: A2+ + (B-biomassa) -> B2+ + (A-biomassa) . Resin penukar ion berprinsip pada gaya elektrostatik di mana ion yang terdapat pada resin ditukar oleh ion logam dari limbah. kerugian metode ini adalah biaya yang besar dan menimbulkan ion yang ter-remove sebagian. tidak perlu nutrisi tambahan. Istilah bioabsorpsi tidak dapat dilepaskan dari istilah bioremoval karena bioabsorpsi merupakan bagian dari bioremoval.menjadi senyawa yang kurang aktif dengan menambahkan senyawa-senyawa tertentu. ultrafiltrasi dan resin penukar ion. namun pembuangan logam berat non-aktif juga menjadi masalah karena dapat dengan mudah mengalami degradasi oleh lingkungan menjadi senyawa yang dapat mencemari lingkungan. maka dewasa ini para peneliti sedang menggalakkan pencarian metode alternatif lain. Bioremoval dapat diartikan sebagai terkonsentrasi dan terakumulasinya bahan penyebab polusi atau polutan dalam suatu perairan oleh material biologi. material biologi tersebut dapat me-recovery polutan sehingga dapat dibuang dan ramah terhadap lingkungan. Jenis mikroorganisme yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bioabsorpsi Hg terutama adalah (Pseudomonas syring). kemampuannya dalam me-recovery logam dan sludge yang dihasilkan sangat minim. efisiensi yang tinggi. Cara lain adalah pengerukan sedimen yang terkontaminasi. Salah satunya adalah pengunaan mikroorganisme untuk mengabsorpsi logam berat atau biasa disebut dengan bioremoval. Teknik elektrodialisis menggunakan membran ion selektif permeabel berdasarkan perbedaan potensial antara 2 elektroda yang menyebabkan perpindahan kation dan anion. juga merugikan karena menimbulkan banyak sludge (lumpur). Dilihat dari keuntungannya itu. juga menimbulkan kerugian yakni terbentuknya senyawa logam-hidroksi yang menutupi membran. elektrodialisis. Menilik pada berbagai kelemahan metode di atas. Sebagian besar mekanisme pembersihan logam berat oleh mikrooganisme adalah proses pertukaran ion yang mirip pertukaran ion pada resin. Proses bioabsorpsi ini dapat terjadi karena adanya material biologi yang disebut biosorben dan adanya larutan yang mengandung logam berat (dengan afinitas yang tinggi) sehingga mudah terikat pada biosorben. sedangkan melalui ultrafiltrasi yaitu penyaringan dengan tekanan tinggi melalui membran berpori. kerugian sistem ini adalah biaya yang mahal sehingga sulit terjangkau oleh industri di Indonesia. Keuntungan penggunaan mikroorganisme sebagai bioremoval menurut Kratochvil dan Voleski (1998) adalah biaya yang rendah.

proses yang bergantung pada metabolisme dan proses yang tidak bergantung pada metabolisme sel). Gambar. hal ini disebabkan adanya kemiripan sifat antara logam berat dengan logam esensial dalam hal sifat fisika-kimia secara keseluruhan.. Proses aktif uptake pada mikroorganisme dapat terjadi sejalan dengan konsumsi ion logam untuk pertumbuhan dan akumulasi intraselular ion logam.6. pertama dengan cara pertukaran ion di mana ion pada dinding sel digantikan oleh ion-ion logam berat. Aktif uptake. akumulasi ekstraseluler (presipitasi). Menghitung Jumlah Logam berat yang Teradsorpsi Untuk mengetahui jumlah logam berat yang mengalami proses bioabsorpsi oleh mikroorganisme dapat dihitung dengan pendekatan konstanta Langmuir yaitu : Q = miligram logam yang diakumulasi per gram Ceq = besar konsentrasi logam pada larutan Qmax = maksimum serapan spesifik dari biosorben . dan hidroksi-karboksil secara bolak balik dan cepat. et. amino. dapat dibagi atas. Sebagai contoh adalah pada Sargassum sp. dan kedua adalah pembentukan senyawa kompleks antara ion-ion logam berat dengan gugus fungsional seperti karbonil. di mana Cr(6) mengalami reaksi reduksi pada pH rendah menjadi Cr(3) dan Cr(3) diremove melalui proses pertukaran kation. Mekanisme passive uptake dapat dilakukan dengan dua cara.al (2002) 2. Mekanisme masuknya logam berat melewati membran sel sama dengan proses masuknya logam esensial melalui sistem transpor membran. Proses ini terjadi ketika ion logam berat terikat pada dinding sel biosorben. thiol. dan Eklonia sp. hidroksi.1. Proses pasisive uptake Cr pada permukaan membran sel Sumber : Cossich. Dan untuk mekanisme yang terakhir adalah berdasarkan cara pengambilan (absorbsi) logam berat. Sedangkan jika berdasarkan posisi logam berat di-remove. Passive uptake. fosfat.Mekanisme ini dapat dibagi atas 3 cara yakni berdasarkan metabolisme sel (dibagi atas. Cara pengambilan (absorbsi) logam berat dapat dibagi dua yakni : 1. akumulasi intraseluler dan penyerapan oleh permukaan sel.

sianobakteria merupakan salah satu organisme yang diketahui mampu mengakumulasi (menyerap) logam berat tertentu seperti Hg. cahaya dan lainnya. proses ini dapat pula dihambat oleh suhu rendah. G. suhu. dan atau akumulasi intraselular ion logam tersebut. untuk mendesain suatu proses pengolahan limbah yang mengandung ion logam berat dengan melibatkan sianobakteria relatif mudah dilakukan. Di alam. tidak tersedianya sumber energi dan penghambat metabolisme sel. Umumnya. Suhendrayatna (2001) menambahkan. sianobakteria pilihan dimasukkan. yaitu penanggulangan logam berat dengan mikrooranisme atau mikroba (dalam istilah Biologi dikenal dengan bioakumulasi. Namun demikian. Peristiwa ini seperti ditunjukkan oleh akumulasi kadmium pada dinding sel Ankistrodesmus dan Chlorella vulgaris yang mencapai sekitar 80 derajat dari total akumulasinya di dalam sel.000 jenis sianobakteria tersebar di berbagai habitat. Hal inilah yang mendorong penulis untuk menawarkan salah satu solusi yang murah dan sangat efisien.b = rasio bioabsorpsi Perhitungan di atas berlaku pada pH konstan dan untuk bioabsorpsi 1 jenis logam saja. menjelaskan lebih rinci tentang proses penyerapan ion logam berat oleh sianobakteria dan mikroorganisme secara umum. Mekanisme ini secara simultan terjadi sejalan dengan konsumsi ion logam untuk pertumbuhan sianobakteria. Beberapa hasil studi melaporkan. Suhendrayatna (2001) dalam makalahnya. Sianobakteria merupakan organisme selular yang termasuk kelompok mikroalga atau ganggang mikro. namun proses biaya yang sangat mahal membuat para pelaku industri berpikir seribu kali untuk menerapakannya. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi bahaya pencemaran ini. Proses ini tergantung dari energi yang terkandung dan sensitivitasnya terhadap parameter yang berbeda seperti pH. penanganan logam berat dengan mikroorganisme relatif mudah dilakukan. zat organik dan logam berat lainnya. Logam berat dapat juga diendapkan pada proses metabolisme dan ekresi sel pada tingkat kedua. Proses active uptake dapat terjadi pada berbagai tipe sel hidup. Proses pertama. Sampai saat ini diketahui sekitar 2. murah dan cenderung tidak berbahaya bagi lingkungan. penggunaan mikroorganisme untuk menangani pencemaran logam berat lebih efektif dibandingkan dengan ion exchange dan reverse osmosis dalam kaitannya dengan sensitivitas kehadiran padatan terlarut (suspended solid). sedangkan arsenik yang berikatan dengan dinding sel Chlorella vulgaris rata-rata 26 persen. Sehingga sebagian industri lebih memilih membuang limbahnya kelingkungan sekitarnya. atau bioremediasi). Berdasarkan penelitian terbaru. Proses . kekuatan ikatan ionik. Dengan kata lain. penyerapan ion logam berat oleh sianobakteria dan mikroorganisme terdiri atas dua mekanisme yang melibatkan proses active uptake (biosorpsi) dan passive uptake (bioakumulasi). lebih baik dari proses pengendapan (presipitation) kalau dikaitkan dengan kemampuan menstimulasikan perubahan pH dan konsentrasi logam beratnya. ditumbuhkan dan selanjutnya dikontakkan dengan air yang tercemar ion logam berat tersebut. Cd dan Pb. Serta. organisme ini tersebar luas baik di perairan tawar maupun lautan. ANALISIS (Control of Polutan) Dunia industri berperan besar dalam mengakibatkan pencemaran lingkungan terutama yang diakibatkan oleh logam berat.

dapat tumbuh dengan cepat dan tidak membutuhkan persyaratan tertentu untuk hidup. Dalam daging ikan mas dan nila yang hidup di waduk tersebut ditemukan kandungan merkuri (Hg). Namun. baik oleh masyarakat. Maklumlah. mudah dibudidayakan dalam sistem akuakultur.pengontakkan dilakukan dalam jangka waktu tertentu yang ditujukan agar sianobakteria berinteraksi dengan ion logam berat. Pemanfaatan sianobakteria untuk menanggulangi pencemaran logam berat merupakan hal yang sangat menarik dilakukan. kerusakan susunan saraf. Karena. Logam berat itu diketahui terkonsentrasi di perut. mempunyai spektrum habitat sangat luas. tembaga (Cu). Eceng gondok selama ini lebih dikenal sebagai tanaman gulma alias hama. dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Institut Pertanian Bogor. Cara kimia. lemak. sianobakteria merupakan organisme selular yang mudah dijumpai. pemerintah maupun industri. Padahal. seperti penyakit minamata. Pada akhirnya dengan memanfaatkan sianobakteria dalam system pembuangan limbah industri diharapkan dapat mengurangi dampak negatif pencemaran logam berat terutama merkuri. akumulasi logam berat di tubuh manusia. UNTUNGLAH ada penanggulangan secara biologi yang bisa menjadi alternatif terhadap mahalnya penanggulangan dengan cara kimia. Proses terakhir. dan cacat pada bayi. bibir sumbing. Aparat terkait mengaku bahwa mereka telah berupaya untuk mencegah pencemaran tersebut dengan berbagai cara. dan seng (Zn) dengan kadar yang cukup membahayakan. Secara garis besar sebenarnya ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengatasi pencemaran perairan oleh logam berat. Eceng Gondok Pemersih Polutan Logam Berat Harian Kompas memberitakan. selanjutnya biomassa sianobakteria ini dipisahkan dari cairan. biomassa sianobakteria yang terikat dengan ion logam berat diregenerasi untuk digunakan kembali atau kemudian dibuang ke lingkungan. dengan hasil yang sangat luar biasa. yaitu cara kimia dan biologi. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan eceng gondok (Eichornia crassipes). dalam jangka panjang. dan daging ikan. antara lain dengan reaksi chelating. cara ini mahal dan logam berat masih tetap berada di waduk meski dalam keadaan terikat. yaitu memberikan senyawa asam yang bisa mengikat logam berat sehingga terbentuk garam dan mengendap. Kemampuan ini telah diteliti di laboratorium Biokimia. Temuan ini diikuti dengan imbauan agar masyarakat berhati-hati mengonsumsi ikan air tawar. Sungai Citarum serta Waduk Saguling dan Cirata di Kabupaten Bandung tercemar logam berat. . eceng gondok sebenarnya punya kemampuan menyerap logam berat.

0<>w 6024m<3>jmp 0m<>kern 200m<>h 8333m. Sebab. dan 28) menunjukkan perubahan kadar Pb tidak terlalu jauh dengan kadar logam Pb pada hari ke-7.167 ppm (96. Zn. konsentrasi Fe hampir mendekati 0 untuk perlakuan dua rumpun eceng gondok dan tiga rumpun eceng gondok. . dan tiga rumpun eceng gondok ditempatkan dalam ember plastik berisi air sumur dengan tambahan 5 ppm FeSO>jmp 2008m<>kern 199m<>h 6024m. PENELITIAN untuk melihat kemampuan eceng gondok menyerap timbal (Pb) dilakukan sebagai berikut.Penelitian daya serap eceng gondok dilakukan terhadap besi (Fe) tahun 1999 dan timbal (Pb) pada tahun 2000. Kadar logam Pb menurun 5. Konsentrasi Fe diukur pada hari ke-0.4 persen) pada perlakuan satu rumpun eceng gondok. dua.204 ppm (98. dan menurun 6. Hasilnya terlihat pada Tabel 1. Dalam tabel itu bisa dilihat adanya penurunan kadar logam Fe secara signifikan pada hari ke-7. pada hari ke-28 eceng gondok yang berjumlah 2-3 rumpun memberikan respon yang tidak berbeda nyata dalam menurunkan logam besi. 7. semakin lama semakin banyak logam besi yang diserap. 7. dan Cu yang mencemari Waduk Saguling dan Cirata. 21.47 persen) untuk tiga rumpun eceng gondok. ada penurunan kadar logam Pb secara signifikan pada hari ke7. Zn. 3. Dari tabel tersebut terlihat. 14. tiga. Berdasarkan analisis statistik diketahui bahwa pada hari ke-7. Pada hari ke-28. Selanjutnya terlihat. dan 28 dengan spektrofotometer serapan atom pada panjang gelombang 217 nm.0<>w 6024m<4>jmp 0m<>kern 200m<>h 8333m.019 ppm (99. 21. Analisis pada hari-hari selanjutnya (hari ke-14. satu. 14. atom Hg. lima rumpun eceng gondok ditempatkan di dalam ember plastik berisi air sumur dan larutan Pb(NO3) sebesar 5 ppm. 14. Hasilnya sebagaimana tertera dalam Tabel 2. dan 21 dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom pada panjang gelombang 248.45 persen) untuk 1 rumpun eceng gondok. eceng gondok memberikan respon nyata dalam menurunkan logam Fe untuk ketiga perlakuan. Eceng gondok terbukti mampu menurunkan kadar polutan Pb dan Fe.511 ppm (71. Kadar logam Fe menurun 3. Konsentrasi Pb diukur ketika hari ke-0.7 persen) pada perlakuan tiga rumpun. menurun 5. Satu.686 ppm (74. Namun.3 nm.7 persen) pada perlakuan lima rumpun dari konsentrasi hari ke-0.177 ppm (65.0<>w 8333m< dan HNO>jmp 2008m<>kern 199m<>h 6024m. dan Cu termasuk dalam golongan logam berat bersama Pb dan Fe. dan 21. Oleh karena itu. diyakini eceng gondok juga mampu menurunkan kadar polutan Hg.0<>w 8333m< untuk menjaga keasaman. Untuk mengukur daya serap eceng gondok terhadap Fe. secara struktur kimia.93 persen) untuk dua rumpun eceng gondok dan 3.

Eceng gondok dapat dinyatakan sebagai pembersih alami perairan waduk atau danau terhadap polutan. tentu saja diperlukan pengelolaan danau secara benar. dalam waktu 24 jam eceng gondok mampu menyerap logam kadmium (Cd).296 ppm dan 2.4-D dan paraquat. baik logam berat maupun pestisida atau yang lain. merkuri (Hg).05 ppm dan 0. Namun. Pembatasan dapat dilakukan dengan membatasi penutupan permukaan waduk oleh eceng gondok tidak lebih dari 50 persen permukaannya.50 ppm 2. 1. Dari hasil penelitian-penelitian itu dapat disimpulkan ternyata eceng gondok tidaklah siasia dicipta oleh Tuhan Yang Maha Esa.10 ppm masing-masing adalah 0. bahkan dapat menghambat kapal yang berlayar pada waduk. yaitu 0. eceng gondok dilaporkan juga mampu menyerap residu pestisida. Untuk mengeliminasi gangguan eceng gondok.4-D sebanyak 0.02 ppm dan 0. Eceng gondok juga menyerap Cd 1. . mengurangi fitoplankton dan zooplankton serta menyerap air sehingga terjadi proses pendangkalan.024 ppm. dan nikel (Ni). masing.4-D sebanyak 0. Pada percobaan Chossi dan Husin (1977) diketahui eceng gondok mampu menyerap residu dari larutan yang mengandung 0. SELAIN dapat menyerap logam berat. Agar danau bebas polusi namun pertumbuhan eceng gondoknya terkendali. Adapun paraquat yang diserap oleh eceng gondok dari dua kadar. Hg 1.masing sebesar 1.35 mg/g.77 mg/g. logam Cr semula berkadar 15 ppm turun hingga 51.00 ppm 2. dan 1.Rangkaian penelitian seputar kemampuan eceng gondok dalam menyerap logam berat juga telah dilakukan oleh para pakar. apa arti sebuah danau yang bersih dari eceng gondok jika ternyata air dan ikan yang ada di dalamnya tercemari polutan? Bahkan.830 ppm dalam waktu 96 jam. Dalam penelitiannya.85 persen. bila suatu danau polutan sangat tinggi dan tidak ada tanaman yang menyerapnya. Widyanto dan Susilo (1977) melaporkan. MEMANG dilaporkan eceng gondok dapat tumbuh sangat cepat pada danau maupun waduk sehingga dalam waktu yang singkat dapat mengurangi oksigen perairan. apalagi sebagai pengganggu manusia.35 mg/g berat kering apabila logam-logam itu berada dalam keadaan tercampur dengan logam lain. caranya bisa dengan membatasi populasinya.23 mg/g. misalnya. pencemaran dapat merembes ke air sumur dan air tanah di sekitar danau. contohnya residu 2.88 mg/g dan Ni 0.16 mg/g bila logam itu tak bercampur. Lubis dan Sofyan (1986) menyimpulkan logam chrom (Cr) dapat diserap oleh eceng gondok secara maksimal pada pH 7.

tas sekolah. Pengelola waduk tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk ³memanen´ eceng gondok karena tumbuhan air tersebut akan ³dipanen´ sendiri oleh masyarakat. mulai dari anyaman dompet. .com/2007/03/11/eceng-gondok-pemersih-polutan-logamberat/ Menanggulangi Pencemaran Logam Berat Written by webadmin Saturday.wordpress. transportasi dan lainnya termasuk membuang sampah rumah tangga dan limbah industri. Penulis : Dr Hasim DEA Dosen Biokimia dan Toxikologi FMIPA dan Pascasarjana IPB Sumber : Kompas (http://petanidesa. tetapi juga hidup sehat karena terbebas dari ancaman bahan makanan yang tercemar. Sungai merupakan satu-satunya prasarana paling mudah bagi masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas. masyarakat tidak disarankan untuk memberikan eceng gondok sebagai pakan pada ternak karena polutan yang diserapnya bisa terakumulasi dalam dagingnya. dahan eceng gondok adalah serat selulosa yang dapat diolah untuk berbagai keperluan. Dua aktivitas terakhir (membuang sampah rumah tangga dan limbah industri) merupakan faktor utama terjadinya pencemaran logam berat. seperti barang kerajinan maupun bahan bakar pembangkit tenaga listrik. Namun. seperti mandi cuci kakus (MCK). 09 September 2006 Oleh: Dindin H Mursyidin SSi Dosen Biologi FMIPA Unlam Banjarbaru Banjarmasin merupakan salah satu kota di Kalsel yang potensial terkena dampak pencemaran logam berat.Akan jauh lebih baik lagi bila pembatasan populasi ini dilakukan dengan melibatkan masyarakat sekitar. topi. Pengelola cukup membantu masyarakat untuk memasarkan hasil kerajinannya. Ini dapat dipahami. Masyarakat sekitar bisa diberi pelatihan mengenai pengolahan eceng gondok menjadi produk-produk yang bernilai ekonomi. bahkan juga mebel. Pengendalian populasi eceng gondok yang melibatkan masyarakat akan memberikan keuntungan bagi pengelola waduk sekaligus masyarakat di sekitarnya. Sebab. Adapun masyarakat jelas tidak hanya meningkat pendapatannya. karena Banjarmasin sebagai kota seribu sungai dengan berbagai aktivitas di dalamnya baik rumah tangga maupun industri.

Elemen ini berpengaruh terhadap manusia dalam jangka waktu panjang dan dapat terakumulasi pada tubuh khususnya hati dan ginjal. merupakan salah satu jenis logam berat berbahaya karena berisiko tinggi terhadap pembuluh darah. Agen Lingkungan Amerika Serikat (EPA) melaporkan. transportasi dan lainnya termasuk membuang sampah rumah tangga dan limbah industri. Pencemaran logam berat merupakan permasalahan yang sangat serius untuk ditangani. namun beberapa di antaranya (dalam kadar tertentu) bersifat racun. Elemen ini berpengaruh terhadap manusia dalam jangka waktu panjang . Di antaranya arsenik (As). namun beberapa di antaranya (dalam kadar tertentu) bersifat racun. Oleh: Dindin H Mursyidin SSi Dosen Biologi FMIPA Unlam Banjarbaru Banjarmasin merupakan salah satu kota di Kalsel yang potensial terkena dampak pencemaran logam berat. karena Banjarmasin sebagai kota seribu sungai dengan berbagai aktivitas di dalamnya baik rumah tangga maupun industri. timbal (Pb). Sejak kasus merkuri di Minamata Jepang pada 1953. seperti mandi cuci kakus (MCK). karena merugikan lingkungan dan ekosistem secara umum.700 ppm) dijumpai di permukaan sampel tanah yang diambil di dekat pertambangan biji seng (Zn). Logam berat sendiri sebenarnya merupakan unsur esensial yang sangat dibutuhkan setiap makhluk hidup. pencemaran logam berat semakin sering terjadi dan semakin banyak dilaporkan. Sejak kasus merkuri di Minamata Jepang pada 1953. pencemaran logam berat semakin sering terjadi dan semakin banyak dilaporkan. Di alam. Kadmium misalnya. terdapat 13 elemen logam berat yang diketahui berbahaya bagi lingkungan. tetapi angka tertinggi (1. Jumlah normal kadmium di tanah di bawah 1 ppm.Pencemaran logam berat merupakan permasalahan yang sangat serius untuk ditangani. dan kadmium (Cd). Logam berat sendiri sebenarnya merupakan unsur esensial yang sangat dibutuhkan setiap makhluk hidup. unsur ini biasanya terdapat dalam bentuk terlarut atau tersuspensi (terikat dengan zat padat) serta terdapat sebagai bentuk ionik. Di antaranya arsenik (As). Sungai merupakan satu-satunya prasarana paling mudah bagi masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas. unsur ini biasanya terdapat dalam bentuk terlarut atau tersuspensi (terikat dengan zat padat) serta terdapat sebagai bentuk ionik. Ini dapat dipahami. Dampak dari pencemaran logam berat ini sering dilaporkan. Agen Lingkungan Amerika Serikat (EPA) melaporkan. dan kadmium (Cd). merupakan salah satu jenis logam berat berbahaya karena berisiko tinggi terhadap pembuluh darah. Secara prinsipil pada konsentrasi rendah berpengaruh terhadap gangguan paru-paru. timbal (Pb). Di alam. terdapat 13 elemen logam berat yang diketahui berbahaya bagi lingkungan. Kadmium misalnya. Dampak dari pencemaran logam berat ini sering dilaporkan. Dua aktivitas terakhir (membuang sampah rumah tangga dan limbah industri) merupakan faktor utama terjadinya pencemaran logam berat. merkuri (Hg). emphysema dan renal turbular disease kronis. karena merugikan lingkungan dan ekosistem secara umum. merkuri (Hg).

sianobakteria merupakan salah satu organisme yang diketahui mampu mengakumulasi (menyerap) logam berat tertentu seperti Hg. Organisme Selular Sianobakteria merupakan organisme selular yang termasuk kelompok mikroalga atau ganggang mikro. organisme ini tersebar luas baik di perairan tawar maupun lautan. electrodialysis dan reverse osmosis. penanganan logam berat dengan mikroorganisme relatif mudah dilakukan. . atau bioremoval). Sampai saat ini diketahui sekitar 2. tetapi angka tertinggi (1. Penanganan logam berat dengan mikroorganisme atau mikrobia (dalam istilah Biologi dikenal dengan bioakumulasi. lebih baik dari proses pengendapan (presipitation) kalau dikaitkan dengan kemampuan menstimulasikan perubahan pH dan konsentrasi logam beratnya. yaitu akumulasi senyawa tersebut dalam sedimen dan organisme akuatik (perairan). penyerapan ion logam berat oleh sianobakteria dan mikroorganisme terdiri atas dua mekanisme yang melibatkan proses active uptake (biosorpsi) dan passive uptake (bioakumulasi). Secara prinsipil pada konsentrasi rendah berpengaruh terhadap gangguan paru-paru. zat organik dan logam berat lainnya. Suhendrayatna (2001) dalam makalahnya. Di alam.000 jenis sianobakteria tersebar di berbagai habitat. Berdasarkan penelitian terbaru.dan dapat terakumulasi pada tubuh khususnya hati dan ginjal.700 ppm) dijumpai di permukaan sampel tanah yang diambil di dekat pertambangan biji seng (Zn). Cd dan Pb. serta beberapa metode lainnya seperti penyerapan menggunakan karbon aktif. Metode atau teknologi ini sangat menarik untuk dikembangkan dan diterapkan. bioremediasi. Jumlah normal kadmium di tanah di bawah 1 ppm. menjadi alternatif yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat keracunan elemen logam berat di lingkungan perairan tersebut. Namun proses ini relatif mahal dan cenderung menimbulkan permasalahan baru. menjelaskan lebih rinci tentang proses penyerapan ion logam berat oleh sianobakteria dan mikroorganisme secara umum. Beberapa hasil studi melaporkan. Serta. karena memiliki kelebihan dibandingkan dengan proses kimiawi. penggunaan mikroorganisme untuk menangani pencemaran logam berat lebih efektif dibandingkan dengan ion exchange dan reverse osmosis dalam kaitannya dengan sensitivitas kehadiran padatan terlarut (suspended solid). emphysema dan renal turbular disease kronis. Umumnya. Seperti penambahan senyawa kimia tertentu untuk proses pemisahan ion logam berat atau dengan resin penukar ion (exchange resins). murah dan cenderung tidak berbahaya bagi lingkungan. Dengan kata lain. Upaya penanganan pencemaran logam berat sebenarnya dapat dilakukan dengan menggunakan proses kimiawi.

Logam berat dapat juga diendapkan pada proses metabolisme dan ekresi sel pada tingkat kedua. proses ini dapat pula dihambat oleh suhu rendah. biomassa sianobakteria yang terikat dengan ion logam berat diregenerasi untuk digunakan kembali atau kemudian dibuang ke lingkungan.ychi. Mekanisme ini secara simultan terjadi sejalan dengan konsumsi ion logam untuk pertumbuhan sianobakteria. Proses terakhir. kekuatan ikatan ionik. Suhendrayatna (2001) menambahkan. selanjutnya biomassa sianobakteria ini dipisahkan dari cairan. mempunyai spektrum habitat sangat luas. Peristiwa ini seperti ditunjukkan oleh akumulasi kadmium pada dinding sel Ankistrodesmus dan Chlorella vulgaris yang mencapai sekitar 80 derajat dari total akumulasinya di dalam sel. pemerintah maupun industri. baik oleh masyarakat. tidak tersedianya sumber energi dan penghambat metabolisme sel. Metode Alternatif Untuk Menanggulangi Pencemaran Logam Berat Kata Kunci: polusi Ditulis oleh Johan Angga Putra pada 18-04-2006 . sianobakteria merupakan organisme selular yang mudah dijumpai. untuk mendesain suatu proses pengolahan limbah yang mengandung ion logam berat dengan melibatkan sianobakteria relatif mudah dilakukan. dapat tumbuh dengan cepat dan tidak membutuhkan persyaratan tertentu untuk hidup.org/index. mudah dibudidayakan dalam sistem akuakultur. Namun demikian. ditumbuhkan dan selanjutnya dikontakkan dengan air yang tercemar ion logam berat tersebut. Proses pertama.Proses active uptake dapat terjadi pada berbagai tipe sel hidup. cahaya dan lainnya. sedangkan arsenik yang berikatan dengan dinding sel Chlorella vulgaris rata-rata 26 persen. http://www. Proses pengontakkan dilakukan dalam jangka waktu tertentu yang ditujukan agar sianobakteria berinteraksi dengan ion logam berat. suhu. dan/atau akumulasi intraselular ion logam tersebut. Proses ini tergantung dari energi yang terkandung dan sensitivitasnya terhadap parameter yang berbeda seperti pH. Karena. sianobakteria pilihan dimasukkan.php?option=com_content&task=view&id=73&Itemid=39 Bioremoval. Pemanfaatan sianobakteria untuk menanggulangi pencemaran logam berat merupakan hal yang sangat menarik dilakukan.

Logam berat ini dapat menimbulkan efek kesehatan bagi manusia tergantung pada bagian mana logam berat tersebut terikat dalam tubuh. Lebih jauh lagi. di mana keberadaannya dalam jumlah tertentu sangat dibutuhkan oleh organisme hidup. Daya racun yang dimiliki akan bekerja sebagai penghalang kerja enzim. tetapi dalam jangka waktu yang lama. Mn dan lain sebagainya. Jenis pertama adalah logam berat esensial. logam berat ini akan bertindak sebagai penyebab alergi. Tapi tak demikian dengan orang awam.Mungkin istilah logam berat sudah tak asing bagi para kimiawan. Hal serupa juga terjadi apabila suatu lingkungan terutama di perairan telah terkontaminasi (tercemar) logam berat maka proses pembersihannya akan sulit sekali dilakukan. peleburan. baja. sehingga proses metabolisme tubuh terputus. Fe. Berdasarkan sudut pandang toksikologi. Pb. et. Menurut Nordberg. Kontaminasi logam berat ini dapat berasal dari faktor alam seperti kegiatan gunung berapi dan kebakaran hutan atau faktor manusia seperti pembakaran minyak bumi. di mana keberadaannya dalam tubuh masih belum diketahui manfaatnya atau bahkan dapat bersifat racun. Sedangkan jenis kedua adalah logam berat tidak esensial atau beracun. Cu. Cd. aluminium dan tembaga. logam berat ini dapat dibagi dalam dua jenis. namun dalam jumlah yang berlebihan dapat menimbulkan efek racun. Contoh logam berat ini adalah Zn.al (1986) logam berat jika sudah terserap ke dalam tubuh maka tidak dapat dihancurkan tetapi akan tetap tinggal di dalamnya hingga nantinya dibuang melalui proses ekskresi. Cr dan lainlain. mutagen. pernapasan dan pencernaan. serta limbah buangan termasuk sampah rumah tangga. proses industri. Co. peternakan dan kehutanan.. Mungkin istilah logam berat masih terasa asing di telinga mereka dan didefinisikan secara sederhana saja yaitu logam yang berat (dalam artian ditimbang) seperti besi. Menyadari ancaman yang begitu besar dari pencemaran logam berat. kegiatan pertanian. Jalur masuknya adalah melalui kulit. pertambangan. Menurut Vouk (1986) terdapat 80 jenis dari 109 unsur kimia di muka bumi ini yang telah teridentifikasi sebagai jenis logam berat. biasanya dalam literatur kimia istilah ³logam berat´ digunakan untuk memerikan logam-logam yang memiliki sifat toksisitas (racun) pada makhluk hidup. teratogen atau karsinogen bagi manusia. . Terlepas dari definisi di atas. Dari nomor atom sampai efek fisiologis telah secara rinci dibahas dalam buku-buku kimia terutama kimia anorganik dan kimia lingkungan. seperti Hg. maka berbagai metode alternatif telah banyak digunakan seperti dengan cara mengurangi konsentrasi logam berat yang akan dibuang ke perairan.

kemudian dilepas ke lingkungan perairan. Salah satunya adalah pengunaan mikroorganisme untuk mengabsorpsi logam berat atau biasa disebut dengan bioremoval. Bioremoval dan Bioabsorpsi Istilah bioabsorpsi tidak dapat dilepaskan dari istilah bioremoval karena bioabsorpsi merupakan bagian dari bioremoval. kemampuannya dalam me-recovery logam dan sludge yang dihasilkan sangat minim. zat organik dan logam berat lainnya serta lebih baik dari proses pengendapan (precipitation) bila dikaitkan dengan kemampuan menstimulasikan perubahan pH dan konsentrasi logam beratnya. Teknik elektrodialisis menggunakan membran ion selektif permeabel berdasarkan perbedaan potensial antara 2 elektroda yang menyebabkan perpindahan kation dan anion. namun pembuangan logam berat non-aktif juga menjadi masalah karena dapat dengan mudah mengalami degradasi oleh lingkungan menjadi senyawa yang dapat mencemari lingkungan. efisiensi yang tinggi. ultrafiltrasi dan resin penukar ion. Proses bioabsorpsi ini dapat terjadi karena adanya material biologi yang disebut biosorben dan adanya larutan yang mengandung logam berat (dengan afinitas yang tinggi) sehingga mudah terikat pada biosorben. maka bioremoval lebih efektif dibanding dengan pertukaran ion dan reverse osmosis dalam kaitannya dengan sensitifitas kehadiran padatan terlarut (suspended solid). Dilihat dari keuntungannya itu. Teknik yang lebih baik dari teknik di atas adalah penetralan logam berat yang aktif menjadi senyawa yang kurang aktif dengan menambahkan senyawa-senyawa tertentu. . Bioremoval dapat diartikan sebagai terkonsentrasi dan terakumulasinya bahan penyebab polusi atau polutan dalam suatu perairan oleh material biologi. Reverse osmosis adalah proses pemisahan logam berat oleh membran semipermeabel dengan menggunakan perbedaan tekanan luar dengan tekanan osmotik dari limbah. elektrodialisis. sedangkan melalui ultrafiltrasi yaitu penyaringan dengan tekanan tinggi melalui membran berpori. Resin penukar ion berprinsip pada gaya elektrostatik di mana ion yang terdapat pada resin ditukar oleh ion logam dari limbah. kerugian metode ini adalah biaya yang besar dan menimbulkan ion yang ter-remove sebagian. maka dewasa ini para peneliti sedang menggalakkan pencarian metode alternatif lain. juga menimbulkan kerugian yakni terbentuknya senyawa logamhidroksi yang menutupi membran. juga merugikan karena menimbulkan banyak sludge (lumpur). Sedangkan berdasarkan kemampuannya untuk membentuk ikatan antara logam berat dengan mikroorganisme maka bioabsorpsi merupakan kemampuan material biologi untuk mengakumulasikan logam berat melalui media metabolisme atau jalur psiko-kimia. kerugian sistem ini adalah biaya yang mahal sehingga sulit terjangkau oleh industri di Indonesia. tidak perlu nutrisi tambahan.perlakuan tersebut dapat merusak lingkungan akibat dari akumulasi logam berat yang tidak sebanding dengan masa ³recovery (perbaikan)´ dari lingkungan itu sendiri. biosorbennya dapat diregenerasi. Keuntungan penggunaan mikroorganisme sebagai bioremoval menurut Kratochvil dan Voleski (1998) adalah biaya yang rendah. Cara lain adalah reverse osmosis. Menilik pada berbagai kelemahan metode di atas. yang mana material biologi tersebut dapat me-recovery polutan sehingga dapat dibuang dan ramah terhadap lingkungan.

Tabel.Cr.U. Rhodophyta dan Chlorophyta.Zn.Pb. Logam-logam yang dapat diabsorbsi/di-remove adalah logam berat beracun.Zn Ni.Ni Pb.Pb Cu Cu Cu.Cr.Cr Cu.Cu Cr. dapat dibagi .Pb.Cd Cu.Ni.Zn.Cu Mekanisme Proses Bioabsorpsi Sebagian besar mekanisme pembersihan logam berat oleh mikrooganisme adalah proses pertukaran ion yang mirip pertukaran ion pada resin.Beberapa jenis mikroorganisme yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bioabsorpsi terutama adalah dari golongan alga yakni alga dari divisi Phaeophyta.Pb.Pb Pb. Sedangkan jika berdasarkan posisi logam berat di-remove.U.Cu Cu Cr.Cd. proses yang bergantung pada metabolisme dan proses yang tidak bergantung pada metabolisme sel). Durvillea potatorum Myriophylium spicatum Chiarella vulgaris Ganoderma lucidum Aspergillus niger Pseudomonas syringae Solanum elaeagnifolium Phanerochaete chrysosporium Absidia sp.Cd. Mekanisme pertukaran ion ini dapat dirumuskan sebagai: A2+ + (B-biomassa) ±> B2+ + (A-biomassa) Mekanisme ini dapat dibagi atas 3 cara yakni berdasarkan metabolisme sel (dibagi atas.Cd Pb. *) Dari pelbagai sumber Logam berat yang di remove berdasarkan beberapa penelitian Cu Cu.Cu Hg.Fe Zn Pb.As Pb.Zn.Cd. logam esensial dan radionuklida. Perbandingan selektifitas mikroorganisme terhadap logam berat Mikrooganisme Mucur mucedo Rhizopus stolonifer Aspergillus orizae Penecillium chrysogenum Ecklonia radiata Saccharomyces cerevisie Chlorella vulgaris Phellinus badius Pinus radiata Sargassum sp.Cd Cu.Cu.

akumulasi ekstraseluler (presipitasi).atas. Dan untuk mekanisme yang terakhir adalah berdasarkan cara pengambilan (absorbsi) logam berat. Gambar. Proses ini terjadi ketika ion logam berat terikat pada dinding sel biosorben. hidroksi. fosfat. di mana Cr(6) mengalami reaksi reduksi pada pH rendah menjadi Cr(3) dan Cr(3) diremove melalui proses pertukaran kation. Proses aktif uptake pada mikroorganisme dapat terjadi sejalan dengan konsumsi ion logam untuk pertumbuhan dan akumulasi intraselular ion logam. Proses pasisive uptake Cr pada permukaan membran sel Sumber : Cossich. Sebagai contoh adalah pada Sargassum sp. Cara pengambilan (absorbsi) logam berat dapat dibagi dua yakni : 1. dan Eklonia sp. Aktif uptake. akumulasi intraseluler dan penyerapan oleh permukaan sel. Passive uptake. hal ini disebabkan adanya kemiripan sifat antara logam berat dengan logam esensial dalam hal sifat fisikakimia secara keseluruhan.al (2002) 2. Salah satu contoh penelitian yang mengunakan konstanta langmuir untuk menghitung . amino. dan hidroksi-karboksil secara bolak balik dan cepat. Mekanisme masuknya logam berat melewati membran sel sama dengan proses masuknya logam esensial melalui sistem transpor membran. dan kedua adalah pembentukan senyawa kompleks antara ion-ion logam berat dengan gugus fungsional seperti karbonil. Menghitung Jumlah Logam berat yang Teradsorpsi Untuk mengetahui jumlah logam berat yang mengalami proses bioabsorpsi oleh mikroorganisme dapat dihitung dengan pendekatan konstanta Langmuir yaitu : Q= Q = miligram logam yang diakumulasi per gram Ceq = besar konsentrasi logam pada larutan Qmax = maksimum serapan spesifik dari biosorben b = rasio bioabsorpsi Perhitungan di atas berlaku pada pH konstan dan untuk bioabsorpsi 1 jenis logam saja.. Mekanisme passive uptake dapat dilakukan dengan dua cara. et. pertama dengan cara pertukaran ion di mana ion pada dinding sel digantikan oleh ion-ion logam berat. thiol.

Walaupun ada beratus jenis spesies mikroorganisme yang telah diidentifikasi. India. Univ. 2.5 adalah 87 mg Cd/g untuk Sargassum vulgare. Vol. July 2003.G Tavares. Biomass. Tetapi setidaknya penulis berharap dapat membuka wacana tentang pentingnya pemanfaatan mikroorganisme di Indonesia. N.. Penutup Ulasan tentang bioremoval sebagaimana telah disajikan dalam tulisan ini mungkin hanya sebagian kecil dari cakupan penelitian dan bahasan ilmu tentang bioremoval. DAFTAR PUSTAKA Cossich. .jumlah logam berat yang teradsorpsi oleh mikroorganisme adalah penelitian oleh Voleski (2005).. T. Gavrilescu.. Madhyastha. pengembangan metode bioremoval pantas diperhitungkan. maka diperlukan berbagai penelitian lebih lanjut untuk menunjang efektivitas metode bioremoval dalam menanggulangi pencemaran logam berat. Dalam perspektif pelestarian lingkungan. p 219-232.S. and Salvinia sp.. Cu dan Uranium (U) diperoleh data bahwa penyerapan Cd pada pH 4. sangat terbatas riset yang melakukan studi banding terhadap beberapa jenis mikroorganisme. Dalam konteks ini.. E. Issue of August 15. Bahkan perbedaan ini dapat terjadi pada strain dari spesies tunggal dengan kondisi psiko-kimia yang sama. Penggunaan mikroorganisme sebagai metode alternatif sangat baik diterapkan di Indonesia karena metode ini tidak memerlukan biaya yang tinggi dan alat yang canggih tetapi hanya memanfaatkan mikroorganisme selektif yang mampu me-recovery logam berat menjadi logam yang aman bagi lingkungan. Sargassum filipendula 56 mg Cu/g. of Iasi. pencarian metode penanganan limbah yang efektif merupakan langkah awal yang seyogianya dilakukan di Indonesia. Chile. Biosorption of Copper from Contaminated Water by Hydrilla verticillata Casp. C. Pada beberapa kasus juga.. 5 No. Menyadari bahwa metode ini belum sepenuhnya sempurna. Universidad Catolica de Valparaiso. di mana hasilnya selalu memiliki banyak perbedaan dalam efisiensi ikatan antara logam berat dengan spesies mikroorganisme.R. 2002.. Biosorption of chromium(III) by Sargassum sp.M. Sedangkan untuk penyerapan Cu pada Sargassum vulgare adalah 59 mg Cu/g. 575 025 Surathkal. 80 mg Cd/g untuk Sargassum fluitans dan 74 mg Cd/g untuk Sargassum filipendula. Elankumaran R. Sargassum fluitans 51 mg Cu/g dan untuk penyerapan Uranium oleh sargassum adalah > 500 mg U/g. Removal of Heavy Metals from the Environment by Biosorption. Karnataka Regional Engineering College). pada penelitiannya terhadap 3 jenis Sargassum untuk menyerap logam berat Cd. Vol 4 No 3. Technical Engineering in Life Sciences. M. namun sangat sedikit diantaranya telah teridentifikasi sebagai mikroorganisme yang mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap pengaruh toksisitas suatu ion logam berat.K.Ravagnani. Romania. M. Raj Mohan B..

and Gerhardsson L.. 1998.2004. Canada. Bohumil. p. R. University ´Prof. Ahalya. Karya Tulis Ilmiah... Bangalore. Nordberg J.. Kanamadi. In: Freiberg L.. Water Research journal.org/artikel_kimia/biokimia/bioremoval_metode_alternatif_untuk_menanggulangi_pen cemaran_logam_berat/ . Volesky. 2004. 59-64 Kratochvil. vol. New York http://www. General Chemistry of Metals.F. and Volesky. Mc Gill University. N.11(3):235-50. Biotechnology Program. Advances in biosorption of heavy metals. Vouk V. F. 2004. Dr. David. Holan ZR. Penanggulangan Pencemaran Logam Berat pada Perairan dengan Pendekatan Konsep Bioremoval. India. Ramachandra. Factor Influencing Effect and Dose-Respons Relationships of Metals. David. 16. In: Freiberg L. Bohumil. Kratochvil...D. Biological and Environmental System group.. Elsevier.. Mihova.. 291-300.1995.. 1986.. T. T. Nordberg G..V. Bourgas 8010. New York Putra. Zlatarov´.F. Canada. Biosorption of Heavy Metals from Aqueous Solutions. Handbook on the Toxicology of Metals. May-Jun.chem-istry. Nordberg G.. A. Microbiol.. Volesky. Indian Institute of Science. Trends in Biotechnology. 1986.. Bohumil. Universitas Lampung St.. and Vouk V.. Biosorption of Heavy Metals. Mc Gill University. Parizek J. Centre for Ecological Sciences. 1986.B (Eds). Handbook on the Toxicology of Metals. Appl. Biosorption of Cu From Ferruginous Wastewater by Algal Biomass..Godjevargova. Biosorption of Heavy Metals. 2005. Sakaguchi T.. ISSN 1311-8978. Volesky B. and Vouk V. Pershagen G. 2005... Johan Angga. 24. Elsevier.B (Eds). Nakajama A. 2001. Biosorption.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->