39090036-Laporan-1

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR TRANSFORMATOR

Disusun O L E H
Nama tugas : Fiqih m ginanjar : Fisika

Hari/tanggal : Kamis, 18 maret 2011

SMA NEGERI 1 MANDAU

kumparan kedua (skunder) yang bertindak sebagai output. Memahami azas kerja transformator b. Transformator terdiri dari 3 komponen pokok yaitu: kumparan pertama (primer) yang bertindak sebagai input. Menentukan nlai kerugian panas dalam lilitan. Bagian-Bagian Transformator . dan inti besi yang berfungsi untuk memperkuat medan magnet yang dihasilkan. dan faktor regulasi 2.1. Dasar Teori Prinsip Kerja Transformator Komponen Transformator (trafo) Transformator (trafo) adalah alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan bolak-balik (AC). faktor lipat tegangan. Tujuan a.

dan jumlah lilitan sekunder. sehingga pada ujung ujung kumparan sekunder akan timbul ggl induksi. ketika arus listrik dari sumber tegangan yang mengalir pada kumparan primer berbalik arah (berubah polaritasnya) medan magnet yang dihasilkan akan berubah arah sehingga arus listrik yang dihasilkan pada kumparan sekunder akan berubah polaritasnya.Contoh Transformator Prinsip Kerja Transformator Lambang Transformator Prinsip kerja dari sebuah transformator adalah sebagai berikut. Ketika Kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik. Hubungan antara tegangan primer. dapat dinyatakan dalam persamaan: . Medan magnet yang berubah diperkuat oleh adanya inti besi dan dihantarkan inti besi ke kumparan sekunder. perubahan arus listrik pada kumparan primer menimbulkan medan magnet yang berubah. Efek ini dinamakan induktansi timbalbalik (mutual inductance). tegangan sekunder. Pada skema transformator di samping. jumlah lilitan primer.

Atau dapat dikatakan efisiensi pada transformator ideal adalah 100 persen. mesin foto kopi. Misal radio memerlukan tegangan 12 volt padahal listrik dari PLN 220 volt.Vp = tegangan primer (volt) Vs = tegangan sekunder (volt) Np = jumlah lilitan primer Ns = jumlah lilitan sekunder Simbol Transformator Berdasarkan perbandingan antara jumlah lilitan primer dan jumlah lilitan skunder transformator ada dua jenis yaitu: 1. 2. 3. Transformator Ideal Pada transformator ideal. gardu listrik dan sebagainya. transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan primer lebih banyak daripada jumlah lilitan sekunder (Np > Ns). Sehingga dapat dituliskan: Penggunaan Transformator Transformator (trafo) digunakan pada peralatan listrik terutama yang memerlukan perubahan atau penyesuaian besarnya tegangan bolak -balik. Pada transformator (trafo) besarnya tegangan yang dikeluarkan oleh kumparan sekunder adalah: 1. Contoh alat listrik yang memerlukan transformator adalah: TV. 2. Sebanding dengan besarnya tegangan primer ( VS ~ VP). Berbanding terbalik dengan banyaknya lilitan primer. transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan sekunder lebih banyak daripada jumlah lilitan primer (Ns > Np). Transformator step up yaitu transformator yang mengubah tegangan bolak-balik rendah menjadi tinggi. maka diperlukan transformator untuk mengubah tegangan listrik bolak-balik 220 volt menjadi tegangan listrik bolak-balik 12 volt. Sebanding dengan banyaknya lilitan sekunder (Vs ~ Ns). tidak ada energi yang diubah menjadi bentuk energi lain di dalam transformator sehingga daya listrik pada kumparan skunder sama dengan daya listrik pada kumparan primer. untuk transformator ideal berlaku persamaan sebagai berikut: . komputer. Transformator step down yaitu transformator yang mengubah tegangan bolak-balik tinggi menjadi rendah.

Meter tegangan iii. Menentukan nilai kerugian panas dalam lilitan. Efisiensi transformator dapat dihitung dengan: 3. Skema Percobaan . Multimeter b.hal ini karena sebagian energi terbuang menjadi panas atau energi bunyi. Membuat rangkaian seperti skema (gambar 2) ii. Meter arus iv. Lampu pijar (beban) vi. Mengukur arus dan tegangan sekundernya iv. dan Ip dalam keadaan tanpa beban iii. dan Ip dalam keadaan ada beban. Vs. Cara Kerja i. tetapi pada kenyataannya efisiensi tranformator selalu kurang dari 100 %. Pada transformator ideal efisiensinya 100 %. Vs. Mengukur Vp. 4. Metode Eksperimen a. Slide Regulator v. Trafo daya ii. Alat dan Bahan i.Efisiensi Transformator Efisiensi transformator didefinisikan sebagai perbandingan antara daya listrik keluaran dengan daya listrik yang masuk pada transformator. faktor lipat tegangan dan faktor regulasi c. Mengukur Vp.

040±0. akhirnya kami mengerjakan percobaan ini bersama kelompok lainnya dengan bekerja sama. -0. kami mengukur arus dan tegangan primer dan sekundernya. setelah diganti. sehingga arus dan tegangan sekunder trafo nilainya menurun. Awalnya multimeter kami tidak dapat membaca berapa besarnya arus primernya.065±0. Karena jumlah lilitan primer jumlahnya lebih banyak daripada jumlah lilitan sekunder. Is nilainya akan lebih kecil daripada Ip.07 r Dengan Beban 4550.53±18.9 V 4. -0. arus sekundernya juga tidak dapat di baca.69 2520. b.00±8. sehingga Vs nilainya akan lebih kecil daripada Vp.054±0.5. Kami .50±1.049±0.8545 3. Hasil Pembahasan a.6 V 1.8428 1.00±2.15 0. Karena keterbatasan alat yang tersedia. Namun.86 21934.053±0. -0.080 0.9591 2.9507 3.051 0.063±0. -0.62±14. -0. Data Tanpa Beban 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 Dengan Beban Kt Tanpa Beban 0.2 V 14 V 22 V 85 V 32.47 Besaran Vs Vp Ip Is 0.066 Tanpa Beban 730.092 0.056 R 1. hal ini ternyata dikarenakan kawat pada multimeternya putus. -0.5 V 175 V 41 V 215 V 25 mA 40 mA 35 mA 60 mA 40 mA 76 mA 200 mA 250 mA 300 mA 350 mA 400 mA 400 mA a.6 V 11 V 2. Hal ini berlaku pula untuk arus. Pembahasan Pada percobaan ini. multimeter kami dapat membaca besarnya arus primer.56 11754.8043 2.9463 Dengan Beban 0. ternyata multimeternya juga putus. Analisa Data Trafo yang digunakan adalah trafo step down.00±1.16 1616. setelah merangkai rangkaian trafo (tanpa beban).

memakai alat-alat yang masih baik. 5. Kami menemukan banyak kendala dalam percobaan ini. dan multimeter yang putus. Banyak alat dan bahan yang kondisinya sudah burk sehingga tidak dapat dipakai. kami melakukan percobaan agar mendapatkan tiga variasi data. sehingga akhirnya kami bisa mendapatkan datadata yang dibutuhkan. terutama karena keterbatasan alat yang tersedia. Karena keterbatasan alat itu kami tidak dapat melakukan percobaan yang seharusnya sehingga harus bekerja sama dengan kelompok lain untuk menyelesaikan percobaan ini. Contohnya saja. Faktor regulasi dapat ditentukan dengan rumus: . baik yang tanpa beban maupun dengan beban. Setelah itu. banyak kabel yang putus. Kesimpulan a. Faktor lipat tegangan dapat ditentukan dengan rumus: c. Nilai kerugian panas dalam lilitan dapat ditentukan dengan rumus:  b.

e-dukasi.files.net/mapok/mp_full.php?id=286&fname=materi3.net/mapok/mp_full.tofi.or.net/mapok/mp_full.html http://www.id/info.e-dukasi.e-dukasi.or.com/2009/08/rangkaian -dasartransformator.ppt+transformator&cd=10& hl=id&ct=clnk&gl=id http://www.php?kk=Transformator .id/download_file/Induksi%2520Magnetik_4.6.wordpress.html http://www.php?id=286 http://www.total.jpg?w=300&h=267 http://www. Daftar Pustaka http://on070694.php?id=286&fname=materi2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful