1

A. Sejarah Nusantara Ancangan Sejarah manapun

tidak

akan

mencapai

tujuannya

jika

tidak

memperhatikan faktor geografis.1
Berdasarkan latar belakang historis bahwa tata ”Nusantara” adalah sebuah kata majemuk yang diambil dari bahasa Jawa kuno. Kata ini terdiri dari kata-kata nusa yang berarti ‘pulau’ dan antara berarti ‘lain’. Istilah ini digunakan dalam konsep kenegaraan “Jawa” artinya daerah di luar pengaruh budaya Jawa. Dalam penggunaan bahasa modern, istilah nusantara biasanya meliputi daerah kepulauan Asia Tenggara atau wilayah Austronesia. Sehingga pada masa sekarang ini banyak orang menggunakan istilah geografis ini untuk menunjukkan sebagai satu kesatuan pulau di Nusantara termasuk wilayah-wilayah di Semenanjung Malaya (Malaysia, Singapura) dan Filipina bahkan beberapa negara di wilayah Indochina seperti Kamboja akan tetapi tidak termasuk wilayah Papua. Disisi lain, istilah geografis Nusantara saat ini sering diartikan sebagai Indonesia yang merupakan satu entitas politik. Fokus dari diskusi buku ajar ini adalah kepada istilah geografis Nusantara sebagai wilayah Indonesia pada masa sekarang ini. A.1. Sejarah Singkat Nusantara Wilayah Nusantara terletak pada persilangan jalan, antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, atau lebih khusus, Benua Asia dan Australia. Persilangan ini telah menjadikan wilayah Nusantara sebagai tempat persinggahan bagi pelayar dan pedagang terutama dari China ke India atau sebaliknya. Persinggahan para pelayar dan pedagang dari berbagai mancanegara telah menjadikan Nusantara sebagai tempat kehadiran semua kebudayaan besar didunia. Bukti-bukti penemuan artefakartefak seperti prasasti, uang logam dan gerabah memberikan informasi kehadiran bangsa-bangsa besar tersebut. Seperti prasasti berbahasa Tamil ditemukan di desa Lobu Tua pesisir Barat Sumatra (Barus)1, porselin dan gerabah Cina ditemukan di Palembang, nisan dan uang logam Arab ditemukan di Aceh. Dari penemuanpenemuan tersebut, para arkeolog dan sejarahwan menyusun kronologis sejarah Indonesia. Dapat dikatakan bahwa sekitar seribu tahun lamanya, dari abad ke-5 sampai ke-15, kebudayaan-kebudayaan India mempengaruhi Sumatra, Jawa dan Bali, dan Kalimantan bersamaan dengan dataran-dataran rendah yang luas di Semenanjung Indocina. Kebudayaan India ini awalnya pada penyebaran agama Hindu dan Buddha dan Islam di Indonesia. Di Jawa Tengah, candi Borobudur dan Prambanan adalah monumen yang sama nilainya dengan Angkor dan Pagan. Pada

abad ke-7 hingga ke-14, kerajaan Budha Sriwijaya berkembang pesat di Sumatra. Penjelajah Tiongkok I Ching mengunjungi ibukotanya Palembang sekitar tahun 670. Pada puncak kejayaannya, Sriwijaya menguasai daerah sejauh Jawa Barat dan Semenanjung Melayu. Pada abad ke-14 juga menjadi saksi bangkitnya sebuah kerajaan Hindu di Jawa Timur, Majapahit. Patih Majapahit antara tahun 1331 hingga 1364, Gajah Mada berhasil memperoleh kekuasaan atas wilayah yang kini sebagian besarnya adalah Indonesia beserta hampir seluruh Semenanjung Melayu. Warisan dari masa Gajah Mada termasuk kodifikasi hukum dalam kebudayaan Jawa, seperti yang terlihat dalam wiracarita Ramayana. Islam tiba di Indonesia sekitar abad ke-12, menggantikan Hindu sebagai kepercayaan utama pada akhir dekad ke-16 di Jawa dan

SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR NUSANTARA file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-1.htm (1 of 5)5/8/2007 3:32:52 PM SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR NUSANTARA Sumatra. Hanya Bali yang tetap mempertahankan mayoriti Hindu. Agama Islam ini dibawa oleh pedagang Arab dari Parsi dan Gujarat melalui pembauran. Kesultanan kecil Samudra Pasai disebelah utara Sumatra menjadi bandar yang ramai pada masa itu. Berdasarkan catatan Gastaldi (1548), seorang ahli kosmografi dan enjineer dari Italia, pelabuhan atau bandar kesultanan Samudra sebagai yang terbaik di pulau tersebut, dan melalui proses evolusi nama, istilah Sumatra dikenalkan pertama kali oleh orang Eropa Nicholò de’ Conti, sebelumnya Marcopolo menyebut dengan “Samara”, kemudian Friar dan Odoric menyebut dengan “Sumoltra”, Ibnu Battuta menyebut “Samudra”. kerajaan terpenting
2

Melalui evolusi yang sama, nama Borneo pada mulanya Kalimantan Barat.3Di kepulauan-kepulauan di timur,

adalah nama sebuah pelabuhan Brunei, yang pada masa itu merupakan nama di rohaniawan-rohaniawan Kristen dan Islam diketahui sudah aktif pada abad ke-16 dan 17, dan saat ini ada mayoritas yang besar dari kedua agama di kepulauan-kepulauan tersebut. Penyebaran Islam didorong hubungan perdagangan di luar Nusantara; umumnya pedagang dan ahli kerajaan lah yang pertama mengadopsi agama baru tersebut. Kerajaan penting termasuk Mataram di Jawa Tengah, dan Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore di Maluku di timur. Peradaban Eropa, hadir sejak abad ke-16, mula-mula dalam bentuk peradaban Iberia (Spanyol dan Portugis), kemudian Britania Raya, dan Belanda. Marcopolo menjadi

orang Eropa pertama yang bercerita tentang perjalanannya ke bandar-bandar pantai utara “Samara” pada tahun 1291. Mulai tahun 1602 Belanda secara perlahan-lahan menjadi penguasa wilayah Nusantara dengan memanfaatkan perpecahan di antara kerajaan-kerajaan kecil yang telah menggantikan Majapahit. Pada dekad ke-17 dan 18 Hindia-Belanda tidak dikuasai secara langsung oleh pemerintah Belanda namun oleh perusahaan dagang bernama Perusahaan Hindia Timur Belanda ( Verenigde Oostindische Compagnie atau VOC). VOC telah diberikan hak monopoli terhadap perdagangan dan aktivitas kolonial di wilayah tersebut oleh parlemen Belanda pada tahun 1602. Markasnya berada di Batavia, yang kini bernama Jakarta. VOC menjadi terlibat dalam politik internal Jawa pada masa itu dan bertempur dalam beberapa peperangan yang melibatkan pemimpin Mataram dan Banten. Setelah VOC jatuh bangkrut pada akhir dekad ke-18 dan setelah kekuasaan Britania yang pendek di bawah Thomas Stamford Raffles, pemerintah Belanda mengambil alih kepemilikan VOC pada tahun 1816. Pada 1901 pihak Belanda melancarkan Politik Etis ( Ethische Politiek), yang termasuk investasi yang lebih besar dalam pendidikan bagi orang-orang pribumi, dan sedikit perubahan politik. Di bawah gubernur-jendral J.B. van Heutsz pemerintah Hindia-Belanda memperpanjang kekuasaan kolonial secara langsung di sepanjang Hindia-Belanda, dan dengan itu mendirikan fondasi bagi negara Indonesia saat ini. Pada saat ini, Pemerintah Hindia Belanda mendirikan kota-kota dengan berbagai macam fasilitas seperti bangunan perkantoran, rumah sakit, bangunan ibadah (masjid dan gereja) dan lain sebagainya. Penetrasi Jepang di Asia Tenggara pada tahun 1941 disambut pada bulan yang sama dengan 1942. A.2. Geografi dan Lingkungan Nusantara beriklim tropis sesuai dengan letaknya yang melintang di sepanjang garis khatulistiwa. Dataran Indonesia kurang lebih 1.904.000 kilometer persegi terletak antara 60 garis lintang utara dan 110 garis lintang selatan serta 950 dan 1400 garis bujur timur. Dataran ini dibagi menjadi empat satuan geografis yaitu kepulauan Sunda Besar (Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi), Kepulauan Sunda Kecil (Lombok, Sumba, Sumbawa, Komodo, Flores, Alor, Savu, dan Lembata), Kepulauan Maluku (Halmahera, Ternate, Tidore, Seram dan Ambon), dan Irian Jaya beserta kepulauan Aru. Seluruh pulau di Indonesia termasuk dalam zona iklim khatulistiwa menerima bantuan Jepang untuk mengadakan revolusi terhadap pemerintahan Belanda. Pasukan Belanda terakhir dikalahkan Jepang pada Maret

2002) di Indonesia pernah terjadi Tsunami sebanyak 109 kali. kebanyakan orang Indonesia berbahasa Austronesia yang kelompok wilayahnya persebarannya meliputi banyak pulau di Asia Tenggara. sehingga Indonesia merupakan wilayah seismik paling aktif di dunia. Sumatra. Apabila setiap etnik memiliki satu karakteristik arsitektur vernakular. Indonesia juga kaya dengan keberagaman etnis. Indonesia. masingmasing etnis memiliki keunikan adat istiadat dan budaya yang sering direfleksikan dalam keunikan arsitektur lokal atau vernakular. yaitu: Jawa. A. maka terdapat kurang lebih 500 arsitektur vernakular di Indonesia yag merupakan kekayaan tiada tara bagi bangsa Indonesia. terakhir kali bencana tsunami yang paling besar terjadi akhir 2004 melanda wilayah Naggroe Aceh Darussalam. organisasi sosial. . terdapat kurang lebih 300 suku yang berbicara dalam 500 bahasa dan dialek. serta bahasa. dan Irian Jaya.dengan suhu yang hampir konstan serta dipengaruhi oleh angin musim dan angin pasat file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-1. Selain itu. Nusantara terdiri dari bentukan vulkanik dan nonvulkanik yang saling berjalin. mitos. Kalimantan. di mana lebih dari setengah (65%) populasi Indonesia hidup dipulau ini. dengan pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa.htm (2 of 5)5/8/2007 3:32:52 PM SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR NUSANTAR Secara geologis. wilayah Nusantara juga merupakan wilayah yang rawan tsunami. Berdasarkan sosial linguistik. sebagian dari Vietnam Selatan. Selain gempa bumi. Sejak akhir tahun 2004 hingga 2006 tercatat lebih dari 1000 kali gempa bumi. Diantara puluhan ribu pulau tersebut terdapat lima pulau besar. Setiap pulau memiliki kekhasan sendiri dan sering menjadi ikon dalam perkembangan wilayah atau daerah tersebut. Pengaruh budaya Austronesia pada budaya Indoenesia terlihat dalam budaya materi.3. Polinesia dan Madagaskar sehingga memiliki banyak kesamaan warisan budaya. Sulawesi. tercatat kira-kira 500 gempa bumi setahun. berdasarkan katalog gempa (1629 . kepercayaan. Flora dan fauna Indonesia sangatlah beragam jenisnya. Taiwan Mikronesia.018 buah pulau yang tersebar di sekitar khatulistiwa mulai dari 60 garis lintang utara dan 110 garis lintang selatan serta 950 dan 1400 garis bujur timur. Keragaman Budaya Indonesia memiliki 18. selain kekayaan bahasa.

Pembahasan buku ajar ini selain . Persilangan ini telah menjadikan wilayah Nusantara sebagai tempat persinggahan bagi pelayar dan pedagang terutama dari China ke India atau sebaliknya. antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. pengaruh kebudayaan China hingga sekarang ini masih sangat besar dapat terlihat dalam berbagai sapek kehidupan. Budaya Jepang pertama kali masuk ke Nusantara pada sepertiga abad ke 20. Benua Asia dan Australia. Pertukaran budaya terjadi dengan adanya interaksi perdagangan antara pedagang atau pelayar China dengan penduduk setempat yang disinggahi.5 tahun tidak banyak meninggalkan monumen atau tinggalan bangunan bersejarah di Indonesia seperti halnya India dan Cina. Indonesia dikategorikan sebagai negara besar yang cukup berpengaruh di Asia. Sebagai salah satu negara besar dengan konsep arsitektur timur yang kuat pernah menduduki Nusantara maka sangat penting untuk diketahui bagaimana sejarah perkembangan dan konsep arsitektur Jepang. wilayah Nusantara terletak pada persilangan jalan. Penetrasi politik Jepang selama 3. beberapa peninggalan budaya yang nampak atas pengaruh yang pernah singgah masih ada seperti misalnya kebudayaan India pengaruhnya mencakup terhadap penyebaran dan perkembangan Hindu Buddha dan Islam di Indonesia yang bisa diketahui dari tinggalan budayanya yaitu arsitektur candi dan arsitektur masjid bergaya Moghul di Indonesia. Nusantara dan Jaringan Asia Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Melalui propaganda militer ”saudara tua” Jepang dengan leluasa masuk ke wilayah Nusantara. Jaringan ini telah berlangsung beratus tahun lamanya. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-1. kemudian Britania Raya. Dari luas dan letak wilayahnya.B. akan tetapi kemiripan pada arsitektur vernakular yang sangat dipengaruhi oleh budaya Austronesia menjadi pembahasan yang menarik dalam buku ajar ini. Perdagangan silang antara China dan India telah membuat Nusantara dan Asia Tenggara menjadi tempat persinggahan setiap kali berlayar.htm (3 of 5)5/8/2007 3:32:52 PM SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR NUSANTARA Kemajuan maritim di China pada masa Dinasti Ming telah membawa pelayarpelayar tangguh mengarungi wilayah Nusantara. dan Belanda. terdapat juga pengaruh lain dari berbagai budaya hebat di dunia seperti peradaban Iberia (Spanyol dan Portugis). Terdapat banyak tinggalan sejarah yang mendapat pengaruh peradaban Cina di Indonesia terutama pada klenteng dan bangunan pertokoan yang tersebar pada kota-kota lama di seluruh wilayah Indonesia. Selain kedua bangsa Asia ini. sistem pertanian dan lain sebagainya. makanan. atau lebih khusus. Sama halnya dengan India. kepercayaan. bahasa.

Sebagaimana diketahui bahwa sejarah budaya yang melahirkan peninggalan budaya termasuk arsitektur sejalan dengan periodisasi tersebut diatas. Cina dan Jepang) di Indonesia juga membahas konsep dan perkembangan arsitektur di ketiga negara tersebut. Kemudian situs-situs megalitikum punden berundak di Leuwilang. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-1. arsitektur selama peradaban Islam (bisa termasuk arsitektur lokal atau tradisional. Keberadaan arsitektur lokal yang identik dengan bangunan panggung berstruktur kayu telah ada sebelum atau bersamaan dengan pembangunan candi-candi. Pasirangin. Gunung Kidul dan Bondowoso. dengan proses oksidentalisasi. Cina dan Jepang mewakili pemikiran tentang arsitektur timur.menjabarkan sejarah perkembangan arsitektur di Indonesia yang mendapatkan pengaruh dari peradaban Asia (India. maka dapat dikategorikan sebagai arsitektur percandian.htm (4 of 5)5/8/2007 3:32:52 PM SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR NUSANTARA Pembahasan pada buku ajar ini tentang perkembangan arsitektur Indonesia dapat diurutkan sebagai berikut : − Arsitektur vernakular − Arsitektur klasik atau candi . dan Arsitektur Asia : India.1. Sejarah Perkembangan Arsitektur Indonesia Perkembangan kebudayaan erat kaitannya dengan sejarah kebangsaan. Sebenarnya terdapat satu zaman lagi sebelum zaman Hindu Buddha yaitu Zaman prasejarah akan tetapi pembahasan serta diskusi tentang zaman ini tidak banyak contoh yang tersisa dalam bidang arsitektur terutama pada masa prasejarah awal. Zaman Islamisasi dan Zaman Modern.1 Perkembangan arsitektur mulai dari masa Prasejarah Akhir yang ditandai dengan ditemukannya kubur batu di Pasemah. Arsitektur Nusantara. tidak ada yang lebih dari 150 tahun. Indonesia dan Jaringan Asia C. Akan tetapi jikalau menilik usia dari bangunan vernakular yang ada di Indonesia. dan pra modern) dan arsitektur modern (termasuk arsitektur kolonial dan pasca kolonial). Matesih. Hal ini ditunjukkan dari berbagai keterangan pada relief candi-candi dimana terdapat informasi tentang arsitektur lokal/domestik atau tradisional atau vernakular nusantara. Secara umum periodisasi sejarah budaya Indonesia dibagi atas tiga bagian besar yaitu Zaman Hindu-Budha. Gambar 1.

Peninggalan dari ketdua dinasti ini berupa prasasti dan candi. terdapat ratusan prasasti yang bercerita tentang kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha di Nusantara sekaligus juga bercerita tentang bangunan suci (candi). dan keluarga Syailendra di bagian Selatan Jawa Tengah. Keluarga Sanjaya memiliki kekuasaan di bagian utara Jawa Tengah. Terdapat ratusan prasasti-prasasti yang ditanda tangani oleh raja-raja yang berkuasa pada saat itu. Yaitu tugu peringatan upacara kurban. Kerajaan Hindu dan Budha di Nusantara Selama era kerajaan Hindu dan Buddha terdapat dua dinasti yang berkuasa sekitar abad ke-8 hingga ke-10 yaitu dinasti Sanjaya dan Syailendra. terdapat pula candi-candi yang didalamnya terdapat arca yang menjadi bukti keberadaan kerajaan-kerajaan . Prasati ni berbentuk ‘yupa’. Setelah prasasti Kutei ini. dan yang ada di Jawa Tengah Selatan bersifat Buddha Pembangunan candi terkait dengan kerajaan di Nusantara pada masa perkembangan agama Buddha dan Hindu di Indonesia. Selain peninggalan prasasti. bahkan ada nama candi di prasasti yang tidak bisa ditelusuri namanya dengan candi yang dikenal.htm (5 of 5)5/8/2007 3:32:52 PM . sementara dinasti Syailendra menganut agama Buddha Mahayana atau Vajrayana. Arsitektur NUSANTARA PADA ERA Hindu dan Buddha A. Sehingga dari abad ke-8 dan ke-9. Umumnya prasasti tersebut dibuat pada abad ke-9. Prasasti dari kerajan tertua di nusantara ditemukan di Kutei. prasasti ini diperkirakan dibuat pada tahun 400 Masehi. prasasti ini menceritakan sebuah kerajaan di Kalimantan timur (Kutei) diperintah oleh seorang raja bernama Mulawarman. Kalimantan Timur.− Arsitektur pada masa perabadan atau kebudayaan Islam − Arsitektur Kolonial − Arsitektur Modern (pasca kemerdekaan) File:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-1. Dinasti Sanjaya beragama Hindu aliran Siwa. candi yang ada di Jawa Tengah Utara bersifat Hindu. Menurut bentuk dan tulisan yang digunakan. Keberadaan kerajaan-kerajaan Hindu Budha dimasa lampau diketahui dari prasasti-prasasti.

1024 M Budha Budha Budha Mataram. 1064 M Biara di Padang Lawas.htm (1 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Berikut adalah rangkuman dari berbagai sumber terhadap beberapa prasasti dan candi peninggalan kerajaankerajaan pada era Hindu dan Buddha atau sebelumnya. Muara jambi. Tinggalan Sejarah Kerajaan-kerajaan selama era Hindu Budha Nama Kerajaan/ Dinasti Prasasti Arca/Monumen Candi Agama Kutei. 650 M . 600 M Muara Takus. dan Sriwijaya. Jawa Tengah . seperti kitab Pararaton dan juga kitab Negarakertagama. kerajaan-kerajaan di Sumatera : Tulang Bawang (Sumatera Selatan). Kerawang Budha Kaling. Jawa Tengah Tuk Mas.tersebut di masa lampau. Buku atau kitab kuno juga merupakan sumber informasi keberadaan kerajaan-kerajaan di masa lampau. 683 M Arca Buddha. Dari I-Tsing diketahui bahwa Sriwijaya merupakan pusat kegiatan ilmiah agama Budha pada masa itu. 400 M --Taruma-negara.Hindu-Budha Sriwijaya 5 buah prasasti. Kalimantan Timur 7 buah prasasti Mulawarman. 400-500 M . Tabel 2. Melayu (Jambi). Jawa Barat 7 buah prasasti Purnawarman. Ada juga berita tentang keberadaan kerajaan tersebut berasal dari berita ekspedisi pada pendeta Buddha Tiongkok (Cina) ke nusantara misalnya berita dari pendeta I-Tsing yang menyebutkan keberadaan kerajaan Holing (Kaling).Batu Jaya. 2 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202.1..

Padas. dikenal dengan . Borobudur.c). 809 M Lingga dan Yoni Gunung Wukir Kelompok C. 914 M . Gunung Kawi.b. gempol-Pasuruan Hindu Hindu Keluarga Warmadewa Sanur.Dieng Hindu Hindu Kanjuruhan.856 M Raja Balitung. 907 M Lingga Badut Wihara Ratu Boko Siwa. Mendut Budha Hindu-Budha Hindu-Budha Budha Keluarga Isana. Prambanan Plaosan Sewu.Canggal. sekitar 929 M Pucangan. Jawa Timur Sindok. Pawon. Ngawi Gunung gangsir. Dinoyo. 732 M Arjuna. 782 M Karang Tengah. dikenal dengan Prasasati Calcutta Arca Durga Ngetos. 824 M Arca Tara Arca Manjucri Kalasan. Tampak Siring Hindu Airlangga Pucangan. Jawa Timur/ Dinasti Sanjaya Kanjuruhan. Lorojonggrang. Hindu Hindu-Budha Dinasti Syailendra Kalasan. 760 M 3 prasasti (a. 778 M Kelurak.

1104 . Dewi Kematian dan Permaisuri Siwa. 1333 M Adityawarman. Dahulukala. Fungsi Candi Kata Candi pada umumnya dianggap berasal dari kata candikagrha. 1268 M Jawi Singhasari Hindu-Budha Budha Siwa-Budha Siwa-Budha file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. nama tempat tinggal Candika. diduga abu dari jenazah seorang . Batusangkar Harihara Candi Sumberjati. Mojokerto Candi Panataran Candi Jabung. Jawa TImur Hindu Kerajaan Kadiri Sri Jayawarsa. 1292 M Prajnaparamita (Ken Dedes) Joko Dolok Amoghapaca Kidal. 1354 M Candi Surawana dan Candi Tigawangi. Bogor. Arsitektur Candi B. 1.. atau bahkan sebagai makam.1. 1427 M Jago.Prasasati Calcutta Arca Wisnu dan garuda (garudamukha) Belahan.1289 M Pamalayu.htm (2 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Majapahit Batutulis. Maka. secara harfiah Candi bisa ditafsirkan sebagai bangunan yang digunakan untuk keperluan pemakaman. Blitar Candi Anta Antapura Candi Rimbi.Hindu Singhasari Wur are.1365M Siwa Budha Hindu Hindu Hindu Hindu Hindu B.

Akan tetapi. Arsitektur candi sering juga diidentikan dengan makna perlambangan Gunung Meru. badan dan kepala.htm (3 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Bagian dan Konsep Arsitektural Candi file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Sehingga seringkali dulu candi digunakan sebagai tempat pemujaan dan memuliakan raja yang sudah meninggal. Tatanan. candi juga difungsikan sebagai tempat pemujaan kepada para Dewa yang dilambangkan sebagai arca. struktur bangunan candi terdiri dari tiga bagian yang melambangkan kosmologi atau kepercayaan terhadap pembagian dunia sebagai satu kesatuan alam semesta yang sering disebut dengan ‘Triloka’ terdiri dari dunia manusia (bhurloka). Candi lebih diyakini sebagai kuil atau tempat pemujaan daripada sebagai makam.2. Ketiga tingkatan ini.htm (4 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Secara vertikal. B.raja dikubur dibawah bagian tengah candi (peripih). Dalam mitologi Hindu-Buddha. dalam struktur candi adalah digambarkan sebagai bagian kaki. Gunung Meru . Candi dibangun bukan semata hanyalah sebagai makam atau tempat pemujaan dan memuliakan raja yang sudah meninggal. lebih dari candi itu. Arca tersebut diletakan di ruang tengah candi dahulu kala hanya Pendeta yang memimpin acara pemuajaan yang diperkenankan masuk kedalam ruang tersebut. dunia tengah untuk orang-orang yang disucikan (bhuvarloka) kemudian dunia untuk para dewa (svarloka).

Di dalam peripih terdapat bagianbagian yang diatur dalam pola seperti mandala. makara jarang ditemukan pada jaman klasik akhir di Jawa. surai singa. stupa.3. tetapi di Sumatra. perak. sembilan atau 25 titik. peripih digunakan sebagai wadah untuk menaruh unsur-unsur yang melambangkan dunia materi : emas.  Kala merupakan makhluk legenda yang diciptakan Siwa untuk membunuh seorang raksasa. Sedangkan Mekara adalah binatang mitologi berbelalai gajah. selain berbagai macam arca Budha dan para dewa yang terdapat di ruang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. lingga dan yoni. perunggu. batu akik dan biji-bijian yang diduga sebagai benda-benda upacara pemujaan. dimana didirikan perkiraan pada abad 10 mekara ini masih terus digunakan.adalah sebuah gunung di pusat jagat yang berfungsi sebagai pusat bumi dan mencapai tingkat tertinggi surga. kemudian pada kenyataan lain. Biasanya diletakkan di bagian atas candi. elemen atau bagian bangunan yang terdapat pada arsitektur candi baik candi Hindu dan Buddha yaitu kala-mekara. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. yang semuanya merupakan lambang air dan birahi. peripih. paruh burung nuri. ratha (mahkota).htm (6 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 B. Kala ini diwujudkan dalam berbagai variasi bentuk seperti mahkluk aneh tanpa rahang bawah atau hiasan dengan satu mata. Biasanya patung makara ditemukan pada gapura sebagian besar candi klasik awal.htm (5 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 dalam candi. dan ekor seperti ikan.2 Hiasan mekara ini sering ditemukan baik pada candi Hindu dan Buddha.  Peripih adalah sebuah peti batu yang digunakan awalnya sebagai tempat abu jenazah seorang raja. seperti di kompleks candi Padang Lawas. Pada bangunan candi di Indonesia. Teknik Konstruksi dan Pembangunan Candi .  Lingga dan yoni adalah sepasang relief atau monumen yang terdapat pada candi Hindu Siwa. 3  Stupa merupakan unsur perlambang Buddha dengan bentuk setengah bulatan mempunyai pengertian falsafah melambangkan “kubah syurga” (Dome og Heaven) atau melambangkan struktur kosmik yang menetap. Lingga terdiri dari silinder terpadu atau berdiri diatas dasar yang disebut yoni. Keyakinan seolah-olah mengatakan bahwa gunung sebagai tempat tinggal para dewa.

file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Setelah abad ke 9. Tata cara urutan pembangunan candi seperti yang terlihat pada gambar berikut ini. Pembagian kelompok arsitektur candi Melihat dari masa pembangunan candi-candi di Nusantara. Pertama sekali bangsawan yang menyelenggarakan acara membagikan hadiahpada semua orang yang datang. Jawa merupakan satu-satunya wilayah di Asia Tenggara yang menggunakan cara konstruksi seperti ini.1250 M) yaitu candi-candi yang terdapat di Sumatera seperti candi-candi yang ada di . ahli bangunan Jawa menggunakan teknik India mengenai dinding batu berdaun ganda. teknik kontruksi candi agak sedikit berubah sejalan dengan peralihan pusat politik pada masa itu ke Jawa Timur. Upacara yang dilaksanakan serigkali dicatat dalam tulisan batu (piagem) atau lempengan perak atau tembaga.4.htm (7 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Pembangunan candi memiliki tata cara dn upacara ritual. Yang brinisiatif membangun candi pada pertama kalinya adalah bangsawan (orang suci) dengan mengajak orang-orang di kampungnya (sekelilingnya) untuk bergotong royong membangun candi. Pada awal abad ke-9. Pada awalnya teknik penumpukan batu dilakukan dengan cara membuat perkuatan dengan memotong bagian balok batu untuk membuat semacam lidah dan tekukan yang saling mengunci dengan balok-balok yang bersebelahan baik secara mendatar maupun ke atas. Lapisan luar batu biasanya diarahkan ke bagian luar dalam serangkaian bebatuan menggantung berjarak tidak rata yang menghasilkan kesan bagian luar bagikan dipahat atau di sesak. Teknik ini memerlukan pembuatan sepasang dinding sejajar dan pengisian rongga diantaranya dari puing atau dari batu dengan bentuk yang tidak beraturan direkatkan dengan lumpur. Kemudian peserta menghiasi diri dengan bunga dan pewarna dan batu suci diletakkan ditengah halaman candi yang yang akan dibangun. yaitu bebatuan yang saling ditumpuk diatasnya tanpa ada bahan pengikat. maka dibagi atas tiga periode1 yaitu masa Klasik Awal (600 M-900 M).Bangunan candidi Indonesia umumnya dibangun dengan cara a joint vif. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202.htm (8 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 B. dimana candi Prambanan dan Borobudur dibangun pada masa ini. kemudian masa Klasik Madya (900 M. kadang-kadang ditambah sedikit kapur seperti di Loro Joggrang.

dengan pengaturan bilik dan saluran air suci file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. diperkirakan di candi tersebut pernah terdapat arca atau lingga yang akan dimandikan dengan upacara khusus. upacara ini mirip dengan upacara Siwais dengan cara yang sama seperti candi-candi Palawa di India selatan. dekat Malang (760 M). kelompok candi Gedong Songo di lereng gunung Ungaran. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. akan tetapi kemudian banyak mengalami perubahan sekitar tahun 800 M disesuaikan dengan penggunaannya oleh penganut Budha. Jika dilihat dari sudut pengelompokkan langgam atau jenis serta agama yang mewakili keberadaan candi tersebut. Candi di wilayah ini merupakan pemujaan terhadap Siwa dengan bentuk mendekati tipe candi di India. Candi-candi yang dibangun pada Masa Klasik Akhir (1250 M – 1500 M) umumnya terdiri dari konstruksi bata yang secara meluas banyak terdapat di Jawa Timur dimana candi berundak di lereng gunung popular pada akhir periode ini.Padang Lawas. Begitu pula halnya dengan candi Bima dimana pada awalnya sama dengan bentuk candi dari provinsi Orissa di India. Beberapa candi yang terpenting lain pada masa dan wilayah ini adalah Candi Gunung Wukir dekat Magelang (732 M). Soekmono membagi menjadi tiga jenis yaitu jenis Jawa tengah Utara mewakili agama Hindu (Siwa). sebagai contoh yaitu candi Arjuna yang merupakan kelompok candi Dieng. Pengelompokkan ini sejalan dengan pengelompokkan candi berdasarkan masa pembangunannya. Candi-candi di Jawa Tengah Utara merupakan candi pada masa klasik awal.htm (10 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 menembus tembok. Muara Takus.htm (11 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Candi-candi di Jawa Tengah Selatan merupakan candi-candi Budha pertama di Jawa atau dikategorikan juga . file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Dahulunya.htm (9 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 jenis Jawa Tengah Selatan mewakili agama Budha (Mahayana) dan jenis Jawa Timur mewakili aliran Tantrayana (baik Siwa maupun Budha). dan Muara Jambi. Dalam hal ini kellompok candi Loro Jonggrang meruipakan perkecualian. Candi Badut. karena berasal dari jaman setelah berpadunya keluarga Sanjaya dan keluarga Syailendra sehingga susunannya terlihat sebagai kelompok candi di Jawa Tengah Selatan akan tetapi keagamaannya mewakili agama Hindu.

Perbedaan bentuk dan langgam candi Jawa tengah dan Jawa Timur. perbedaan yang mendasar terlihat dengan candi di Jawa Timur.htm (14 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Perbedaan dari kedua tipe candi antara dua wilayah ini dijelaskan pada tabel 2. kelompok candi Panataran dekat Blitar. Sehingga akhirnya bisa dikatakan tidak ada perbedaan yang mendasar antara candi di Jawa tengah Utara dengan candi di Jawa tengah Selatan.2. candi Borobudur. Tabel 2. dan memang kemudian pengruh Budha juga terdapat pada candi-candi di Jawa tengah Utara. sering tipe candi di kedua wilayah ini disatukan. kelompok candi Plaosan disebelah timur candi Sewu. candi Mendut di sebelah timur Borobudur. Misalnya. dekat Yogyakarta (778 M). Oleh karena itu. candi Sari di dekat candi kalasan. candi Singosari (candi Krtanagara). candi Jago disebut juga candi Wisnuwardhana. dominasi candi Budha di Jawa tengah Selatan telah memberikan image bahwa candi di Jawa tengah adalah candi budha. Candi-candi terpenting di Jawa Timur adalah candi-candi di sekitar Malang : candi Kidal (candi Anusapati). candi Jabung dekat Kraksaan. terdapat perbedaaan yang cukup signifikan antara candi Jawa Tengah Utara dengan candi Jawa tengah Selatan karena perbedaan peruntukan bangunan keagamaannya.sebagai candi pada masa Klasik awal. Bentuk dan Tipe candi Jawa Tengah Bentuk dan Tipe candi Jawa Timur − Bentuk bangunan candi lebih tambun/lebar − Atapnya nyata berundak-undak − Puncaknya berbentuk ratna atau stupa . dan sebagian besar menghadap ke barat. hanya candi di Jawa tengah Selatan lebih mewah dan lebih megah dari segi bentuk dan hiasan daripada candi di Jawa Tengah Utara. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202.htm (13 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202.htm (12 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Sebenarnya.2. kelompok candi Sewu di dekat Prambanan. Candi yang termasuk adalah candi Kalasan. Akan tetapi kemudian. Kemudian candi Jawi dekat Prigen. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. kelompok candi Dieng dan kelompok candi Gedung songo yang merupakan candi Hindu didalamnya terdapat yoni dan lingga.

Selain prasasti. hal 86 Di pulau Sumatra seperti candi Muara takus. terdapat cerita sajarah Kerajaan Pannei (di daerah sekitar sungai Panai. candi-candi di Padang Lawas terdapat beberapa candi yang digolongkan sebagai candi pada masa klasik madya. dan pintu serta relung hanya ambang atasnya saja diberi kepala Kala − Reliefnya timbul sedikit saja dan lukisannya simbolis menyerupai wayang kulit − Letak candi di bagian belakang halaman − Kebanyakan menghadap ke Barat − Kebanyakan terbuat dari bata − Kebanyakan terbuat dari batu andesit file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202.2. Bukti sejarah berupa prsasasti Adityawarman mengungkapkan beberapa fakta sejarah di pedalaman sumatra saat itu.− Gawang pintu dan relung berhiaskan kala mekara − Reliefnya timbul agak tinggi dan lukisannya naturalistik − Letak candi di tengah halaman − Kebanyakan menghadap ke Timur − Bentuk bangunan candi lebih ramping − Atapnya merupakan perpaduan tingkatan − Puncaknya berbentuk kubus − Makara tidak ada.htm (16 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Selain kedua bentuk dan langgam diatas. Padang Lawas) diserang oleh kerajaan Cola (India Selatan) pada tahun 1025. vol. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. seorang putra Pangeran Jawa yang pindah dan mendirikan kerajaan di pedalaman Sumatra. 1973. terdapat tipe lain dari candi yang berbeda yang sering disebut dengan pertirtaan dan candi padas. Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-11 dan ke13 merupakan tempat pemujaan dari batubata aliran Budha esoterik. ibukota Sriklanka abad ke-11. Pentirtaan dan Candi padas yang terkenal adalah candi belahan di lereng gunung Penanggungan dekat . Kelompok ini dimasukan kedalam candi pada masa klasik akhir. Diperkirakan bahwa keberadaan candicandi ini berhubungan erat dengan kerajaan Adityawarman.htm (15 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Sumber : Soekmono. Salah satu Bangunan biaro (berasal dari kata vihara) di Padang Lawas memiliki hiasan singa yang mirip dengan ukiran di Polonaruva.

htm (18 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM . Madura yang menjadi titik pertemuan dan penyebaran Islam di nusantara. candi Tikus di bekas kota Majapahit (abad ke-14).Mojokerto. rupanya seperti bangunan candi yang dibelah dua atau disebut juga dengan candi bentar yang biasanya identik dengan seni bangunan pada masa Majapahit. juga terdapat di Kapal. terdapat dua jenis gapura yaitu yang pertama. . bagian utara Sumatera (Aceh). Malaka timbul sebagai pusat perdagangan dan pangkal penyebaran agama Islam. Tak lama setelah persinggahannya tersebut. candi Plumbangan. Pada awal abad ke-15. Kerajaan Islam di Nusantara Islam masuk ke Indonesia kurang lebih abad ke-13 sangat terkait dengan perkembangan perdagangan di wilayah Nusantara. Pada awalnya kedatangan Islam ke nusantara melalui pembauran para pedagang yang berasal dari Gujarat. Pada masa tersebut terdapat beberapa kota-kota pelabuhan seperti Barus. Kemudian ada lagi jenis bangunan candi yang berupa gapura. disimpulkan bahwa Kerajaan Samudra menjadi kerajaan Islam yang pertama di Nusantara. Pasai. kemudian singgah di Peureula’. dikenal dengan candi berundak. Jenis gapura kedua.htm (17 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Banten. sebuah kerajaan di Aceh. salah satunya makam Sultan Malik alSaleh. Selain candi Waringin Lawang di Majapahit. ditemukan makam raja Islam. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. dan candi Bajang Ratu. misalnya candi Jedong. bagian pintu keluar masuk yang mana bagian tubuhnya terdapat lobang pintu. Arsitektur NUSANTARA pADa masa perkembangan ISLAM A. Demak. dan gunung kawi di Tampaksiring (Bali). Samudra menjadi pelabuhan niaga yang terpenting di Nusantara hingga akhir abad ke-14. Bali. Dari bukti sejarah ini. sebuah wilayah di bagian barat India. pada waktu itu dijelaskan bahwa terdapat penduduk yang beragama Islam dan juga pedagang-pedagang dari India yang giat menyebarkan agama tersebut walaupun disekitar kota masih banyak yang belum memeluk Islam. pada tahun 1297 di Samudra. Dalam ekspedisi Marco Polo dari Tiongkok ke Persia tahun 1292.

Elit politik baru tidak sepenuhnya merombak ideologi ataupun lambang penampilan luar penguasa lama. kerajaan Majapahit mendekati masa punjak kejayaannya dibawah pemerintahan raja Hayam Wuruk (1611).Sementara di bagian Timur Nusantara timbul pula pusat kegiatan Islam. Kejayaan Malaka mencapai daerah Riau (Kampar. Demikian pula.htm (1 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 Tenggara. Pada abad ke-16 juga timbul kerajaan Brunei yang meluaskan ke Islaman hingga bagian barat Kalimantan. akan tetapi tidak lama bertahan hingga Portugis menakhlukan Malaka pada tahun 1511. boleh dikata bahwa Islam telah tersebar dan mulai mengakar di Nusantara. melainkan mereka sangat mempertahankan kesinambungan dengan masa sebelumnya seraya memperkuat peralihan dan perluasan pemerintahan Hindu terdahulu. yaitu Ternate (1430) yang meluaskan ajaran Islam hingga ke pantai timur Sulawesi. Kerajaan Goa menjadi kerajaan besar Islam pada masa itu. Di pulau Jawa. Indragiri). Namun di Jawa. hingga akhir abad ke 16. 1 Penyebaran Islam keseluruh Kepulauan Indonesia terbagi dalam tiga tataolahsejarah berbeda (three dintinct historical processes). Dari Ternate (Kesultanan Ternate dan Tidore). Demikianlah. Atas kegiatan orang-orang Bugis. maka Islam masuk ke Kalimantan Timur dan Sulawesi Tenggara dan juga beberapa pulau di Nusa 2 3 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. yang mana masing-masing dikaitkan dengan pola perkembangan. Majapahit digantikan kedudukannya oleh Kerajaan Demak yang kemudian meluaskan agama Islam ke seluruh Jawa hingga bagian selatan Kalimantan sehingga tersebut kerajaan Mataram dan Banten menjadi kerajaan Islam yang besar setelah Demak. Sementara di Indonesia timur . dan di daerah pantai Timur Sulawesi serta Sulawesi Utara. penguasa Islam menggantikan kekuasaan politis raja Hindu. Pendirian negara Islam di Sumatera utara mencerminkan pemunculan pemerintah baru bukan melalui penakhlukan atau peralihan kerajaan yang ada. dan juga Filipina. Islam meluas meliputi pulau-pulau di seluruh Maluku.

Sulawesi dan Maluku). Sebutan Bandar sering digunakan untuk kota-kota pelabuhan saat itu. Pusat kerajaan Hindu dan Budha yang sebelumnya menjadi tempat tujuan dan persinggahan dari pedagang dan biksu China maupun India seperti Sriwijaya/Palembang. perdagangan rempahrempah dari nusantara ke beberapa negara Asia seperti India dan China mengalami kemajuan yang pesat sementara bangsa Eropa mulai menapak kakinya menguasai pusat pemasok utama rempah-rempah saat itu di Banda.2 B. vesterkte legerplaats. Sebutan kuto ini memiliki persamaan dengan kata yang lazim didapatkan dalam bahasa Belanda sebagai burcht. tidak ada perubahan berarti dalam hukum dasar negara (kerajaan). Mataram dan Trowulan telah tumbuh menjadi pemukiman perkotaan. Bukti kebahasaan sering dikaitkan dengan kemunculan tradisi pemukiman perkotaan di Asia Tenggara. kuta. Ramayana. 3 Kemudian dalam bahasa Hindi. dan Pararaton. kata ini berasal dari bahasa Persia yang berarti ”pelabuhan dagang resmi” diterjemahkan secara bebas sebagai town dan city dalam bahasa file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. Sementara. istilah yang sering digunakan sebelumnya pada masa Hindu. kuto dan negeri. Pada masa itu.(Kalimantan. Sebutan kuto dalam beberapa sastra Jawa Kuno dan Jawa Peralihan juga dicantumkan seperti dalam Kitab Bomakywya. Bharatayuddha. raja-raja dengan mudah beralih ke Islam.htm (2 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 Inggris. dan sekarang mencakup konsep kota Metropolitan. vesting. Dari bukti kebahasaan . kaasteel. ”kota” semula menggambarkan pemukiman bertembok atau benteng. istilah ”kota” dalam babad tanah Jawi padanannya khita. tetapi kemudian menjadi pusat masyarakat. Disamping itu pusat kerajaan Islam yang tumbuh setelah pudarnya kejayaan kerajaan Hindu Budha menjadi bandar-bandar baru sebagai titik pintu masuk menuju perairan internasional bersamaan dengan perkembangan kota-kota pelabuhan yang mulai dikuasai oleh Potugis dan VOC. Pertumbuhan Kota-Kota Islam Awal Salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan kota pertama di Indonesia adalah peningkatan perdagangan kelautan Asia secara umum pada abad ke-13 dan ke-14. cicade (Portugis). stad (Belanda).

kota yang berada di pedalaman (hinterland) seperti Pagaruyung. tampaknya ada dua jenis kota yang muncul. Banten. Tuban. kota sebagai pelabuhan dagang dengan pintu masuk menuju jalur perairan internasional. kota sebagai pusat administratif dengan daerah pertanian yang makmur. Demak. Semarang. Kota pesisir di utara pulau Jawa dalam sejarah sangat berbeda dengan daerah pedalaman. dan kedua. Perkembangan kota-kota pesisir ini mendapat dukungan dari Pemerintah Hindia . Perkembangan file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. pertama. Batavia. Kota yang terletak di pesisir dan muara-muara sungai besar disebut sebagai pusat Kerajaan Maritim berfungsi sebagai pelabuhan atau titik masuk dan keluar pelayaran seperti Sriwijaya/Palembang. Sementara disepanjang pantai utara digambarkan sebagai masyarakat kosmopolitan dengan sederet bandar perdagangan yang lebih cenderung memandang ke luar daripada ke dalam.htm (3 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 perdagangan monopoli rempah oleh Persekutuan Dagang Hindia Timur (VOC) juga mempengaruhi perkembangan kota-kota tersebut di atas pada masa pendudukan Belanda. Aceh/Pasai. Kota pedalaman dicirikan dengan kota dengan istana yang memiliki upacara yang rumit dengan arsitektur yang didasarkan pada penduduk yang bermata pencaharian utama pertanian. Pada saat itu. Jepara. Makassar.tersebut diketahui ada dua model kota yang dilihat dari pola modern kehidupan kota yaitu pelabuhan dan benteng. Banjarmasin. Jambi dan Mataram. Pertumbuhan kota dan permukiman pada kedua kota memiliki karakteristik dan pola sendiri. Gersik. Sedangkan kota jenis kedua. Ternate dan Banda. Surabaya.

dan lain-lain biasanya dihubungkan simbol meru dalam mitologi Hindu. Surabaya). Bugis. pagar keliling diperlukan sebagai tempat pemungutan bea-cukai barang-barang dagangan yang keluar masuk kota. Kampung Makasar. Arab. Kemajuan kota-kota tersebut selain didukung oleh faktor geografi. Parsi. Elemen lain dalam kota masa Islam awal adalah lebuh file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. juga tidak terlepas dari faktor magis-religius atau unsur kosmologi. pasar. Pembuatan pagar keliling masa itu ber fungsi sebagai benteng pertahanan terhadap gangguan dari luar kota. dan Cina (perkampungan dan pasar berada di luar pagar keliling. Pengelompokan perkampungan pendatang ada yang berdasarkan etnis dan ada juga yang berdasarkan pekerjaannya. Umumnya kota-kota di Jawa mengikuti poros utara-selatan. Gersik. Demak. Demak. Banda. lapangan yang terletak di tengah-tengah kota dan berfungsi sebagai tempat . politik dan ekonomi. Banten) ada juga yang tidak berpagar keliling (kota Majapahit. Biasanya perkampungan pendatang atau pedagang baik dari wilayah Indonesia yang lain. kelompok bangunan keraton. Ternate. kampung pendatang juga dikelompokkan berdasarkan pekerjaannya seperti kampung Pande ( tukang).Belanda sehingga pada abad ke-17 berkembang pesat dapat dilihat dari perwujudan arsitekturnya. tempat peribadatan (mesjid).htm (4 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 agung atau alun-alun. perkampungan. adalah sebutan untuk kampung para pembuat periuk belanga (a jun). begitu pula halnya di kota Cirebon. Dari beberapa keterangan. map. ada yang disebut dengan Panjunan. terhadap beberapa kota tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa morpologi kotakota pada masa pertumbuhan dan perkembangan Islam di Nusantara mempunyai ciri antara lain : ada yang berpagar keliling/benteng (Yogyakarta. Sehingga pada saat itu terdapat sebutan Kampung Melayu. tempat raja atau penguasa yang biasanya terletak di bagian selatan. maupun dari Gujarat. Surakarta. Aceh. Benggala dan Cina. lukisan. Seperti halnya pada pendirian kota kerajaan di Indonesia seperti Yogyakarta. Demikian pula kampung pendatang dari luar wilayah Indonesia dikenal dengan nama kampung Gujarat. dan Banjar dan lain sebagainya. Arab. Selain itu. Cirebon. dari sudut ekonomi. Banten. Di Aceh. Cirebon. Surakarta. Tuban.

Jawa Timur. masyarakat pertanian melanjutkan penyesuaian susunan ruang sejenis ”mandala” pada zaman Hindu-Budha. C. Akan tetapi tidak ada informasi yang detail mengenai wanita tersebut. Jawa Timur. mesjid.4 Makam yang lain ditemukan di Aceh diyakini sebagai makam penguasa pelabuhan Samudra di pantai utara Aceh. Cirebon. .berkumpul atau upacara ritual kerajaan/kota dan kegiatan hiburan. Islam datang ke Indonesia tidak menyebabkan revolusi dalam gaya bangunan. Makam tidak pernah ditemukan dalam lingkungan istana setempat. Beberapa makam berasas Islam yang ditemukan diperkirakan dibangun pada masa sebelum masyarakat Indonesia sepenuhnya beralih ke Islam. Makam yang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. dan seringkali terletak di tanah lapang di luar desa/kota bersangkutan. Deli dan Ternate. masjid menggantikan candi sebagai titik utama kehidupan keagamaan. Batu nisan Islam tertua di Indonesia adalah nisan seorang wanita bernama Fatimah binti Maimun bin Habatallah ditemukan di Leran Surabaya sebelah barat. Istana Keraton Yogyakarta. Surakarta.htm (5 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 masih terawat hingga saat ini adalah makam Malik Ibrahim yang meninggal tahun 1419 di Gresik. Masjid Kudus. sehingga peralihan dari zaman Hindu-Budha ke era Islam memberikan suatu warna eklektisme seperti halnya yang terlihat peninggalan yang tersisa pemakaman Imogiri di Yogyakarta. Perekembangan pesat pada kota-kota pelabuhan dagang Islam membentuk titik perhatian utama pembaharuan arsitektur dan pembangunan kota saat itu. Sementara itu. Makam dan Pekuburan Orang Islam Masa Islam Awal ditandai dengan ditemukannya bentuk monumen seperti makam. Dari segi perletakan. makam kadang-kadang berada di dekat mesjid. kuburan dan keraton.

zakat.Tidak ada bentuk dan hiasan makam yang spesifik. Kronologis perkembangan arsitektur masjid Mesjid-mesjid kuno di Indonesia menunjukkan kekhasan yang membedakannya arsitektur mesjid-mesjid di . Dari keterangan dan data sejarah disebutkan bahwa pada sebuah kota pusat kerajaan terdapat beberapa buah mesjid disamping beberapa langgar atau surau atau meunasah.1. Mesjid sebagai tempat suci file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. sejalan dengan perkembangan politik dan pemerintahan. Biasanya inisitaif dari mendirikan mesjid mula-mula timbul dari sultan atau wali. peradilan. seringkali dekat dengan istana. mesjid juga digunakan sebagai pusat kehidupan masyarakat yang berhubungan urusan keagamaan seperti wakaf. Pada awalnya mesjid didirikan sebagai tempat ibadaah. dan tempat tinggal para bangsawan. Beberapa makam para sufi atau ulama sperti di Jawa dikenal dengan 9 wali menjadi tempat berziarah hingga saat ini. dan Semenanjung Malaka pada abad ke-15 dan 17. begitu juga dari segi letak. hukum Islam. masjid. pendirian mesjid juga di inisiasi oleh Sultan atua Raja. Jenis ini dipakai oleh orang-orang sepanjang Sumatera. pusat kota kerajaan terdiri dari bangunan keraton/istana. diperkuat dengan unsurunsur tradisional yang memandang raja atau sultan dan wali sebagai orangorang magis. Letak mesjid di kota-kota pusat kerajaan di Jawa disebelah barat alun-alun dan tidak terpisahkan dari komponen inti kota yaitu keraton.htm (6 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 Berdasarkan uraian tentang kota-kota pada masa pertumbuhan dan perkembangan Islam awal dijelaskan bahwa mesjid menjadi tempat peribadatan menggantikan fungsi candi pada masa tersebut. alun-alun. terukir dengan ayat-ayat yang diambil dari Al Quran serta dibubuhi ragam hias yang disebut sayap. D. salah satu ciri utama bentuk makam yaitu balok batu persegi panjang yang menyerupai bangunan. dekat kepulauan Riau. 5 Bentuk dan makam di Jawa dipengaruhi oleh budaya Hindu yang berkembang pada masa sebelumnya. Dahulu. Menurut babad. sedangkan jenis yang satu lagi lebih umum disebut sebagai bentuk jada atau club. Di Sumatera. D. mesjid-mesjid kuno yang didirikan di bawah pimpinan Wali Sanga secara gotong royong adlah mesjid Agung Demak dan Mesjid Agung Cirebon.

negeri Islam. pada bagian depan atau samping terdapat parit berair (kulah) serta gerbang. sekitar awal abad ke-19.htm (8 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 Kemudian. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. Langkat • Masjid Raya Al Maksum di Deli.htm (9 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM . Deli • Masjid Azizi Tanjung Pura. Tanah Datar di Sumatera Barat • Surau Syeh Burhanuddin. Sumatera Barat. Umumnya mesjid tua di Jawa berciri seperangkat empat tiang yang dikenal dengan saka guru seperti : • Masjid Menara Kudus. Kalimantan Agung Anke di Jakarta Sumenep di Madura Angke dan Marunda di Jakarta Agung Demak Agung Banten Baiturrahman pada masa Sultan Iskandar Muda di Ternate tahun abad ke 19 (sebelum perubahan) file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203.3.Jawa Tengah • Masjid Sendang Dawur di Lamongan. Beberapa mesjid yang mendapat pengaruh gaya ini adalah : • Masjid Raya Baiturahman di Aceh • Masjid Raya Al Osmani di Labuhan. dengan puncaknya dihiasi mustaka atau memolo. Cirebon • Masjid Mantingan di Jepara. Timur Tengah dan Kolonial Belanda. Medan • Masjid Agung di Palembang • Masjid Al Azhar di Jakarta • Masjid Agung Yogyakarta • Masjid Syuhada Yogyakarta • Masjid Agung di Banyuwangi file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. Kekhasan gaya arsitektur mesjidmesjid kuno ini dinyatakan oleh bentuk atap tumpang atau bertingkat 2. di Kudus.htm (7 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 • Masjid • Masjid • Masjid • Mesjid • Mesjid • Mesjid • Mesjid • Mesjid Sultan Abdul Rahman. denahnya persegiempat atau bujursangkar dengan serambi di depan atau di samping. Padang Pariaman. Jawa Tengah • Masjid Lima Kaum. di Ulakan. Mesjid-mesjid kuno pada awal perkembangan Islam yang mengadopsi konsep-konsep arsitektur Candi (Hindu/Budha).5. fondasinya pejal dan tinggi. arsitektur mesjid-mesjid yang mendapat pengaruh arsitektur India. arsitektur lokal serta arsitektur Cina.

2 Perkembangan mesjid sangat pesat setelah kemerdekaan Negara Indonesia. Bagian dan Konsep Arsitektural Mesjid Arsitektur mesjid di Indonesia beragam. − Maksurah. ruang tempat berdiri imam ( pemimpin sholat berjamaah ) yang berbentuk ceruk atau relung di dinding sisi Kiblat − Mimbar. Namun. ruang utama tempat sholat. − Menara (minaret). selasar atau koridor yang mengelilingi ruang utama. Pada masa ini arsitektur mesjid dipengaruhi oleh gaya modern yang berkembang pada masa itu. kemudian masjid Salman di Bandung. berdindingkan pagar atau terali sehingga tembus pandang yang diperuntukan khusus untuk pemimpin pada waktu sholat − Halaman Terbuka.htm 3:32:55 PM 2 (10 of 14)5/8/2007 − Serambi. bagian dari masjid yang berupa lapangan terbuku biasanya dibangun tamana dan sebuah kolam atau pancuran air sebagai tempat bersuci file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. Tatanan. bangunan tinggi tempat muazin mengumandangkan azan. bilik berbentuk kotak. .Silaban. biasanya tidak berdinding penuh atau hanya dibatasi tiang saja. Mesjidmesjid pasca kemerdekaan Indonesia awal yang menonjol yaitu Masjid Agung Istiqlal Jakarta dirancang oleh arsitek F. kursi atau singgahsana atau tahta tempat para pemimpin memberikan atau menyampaikan masalah-masalah kepada umat atau rakyat. dan masjid Agung di Jember D2. pada umumnya arsitektur mesjid Indonesia mempunyai konsep dan elemen sebagai berikut: − Ruang Utama. tidak ada suatu rancangan atau pola tertentu yang mengikat. terdapat didalamnya mihrab dan mimbar − Mihrab.

− Tempat bersuci, tempat mengambil wudhu sebelum masuk ke dalam Masjid berupa kolam, pancuran dan kamar mandi Dibagian belakang dan samping mesjid kuno di Indonesia biasanya terdapat pula makam raja-raja atau sultan-sultan, anggota keluarga raja dan orang-orang yang dianggap keramat, H.A.R Gibb dan Kramer6 menjelaskan mengutip dari Masjid makam ini digolongkan sebagai masyhad, contohnya mesjid Demak, mesjid Kadilangu, mesjid Ampel, mesjeid Kuto Gede, Mesjid banten dan sebagainya.

E. Istana Kerajaan Islam

Keraton atau istana selama masa Islam tumbuh subur di Indonesia meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sumbawa, Sulawesi dan Maluku. Setiap raja, besar atau kecil, membangun gugus bangunan lambang kejayaan dan kekuasaan. Umumnya keraton atau istana berada di dalam pagar keliling dan di pusat kota kerajaan. Sehingga terdapat perbedaan di antara dunia ” dalam” dan dunia ”luar” yang diwakili oleh istana (di Jawa terkadng dikenal dengan Dalem) serta lingkungan alam sekitar di luar istana. Pagar keliling tersebut juga membedakan antara ruang yang sakral dan profan. Lingkungan di dalam istana dikenal sebagai ruang yang bersifat sakral, beradab dan halus, dan lingkungan di luar istana sebagai sesuatu yang liar, kasar dan profan. Tata letak istana/keraton diibaratkan berporos pada gunung yang suci atau berada dalam satu garis imajiner dengan gunung dan laut, seperti halnya yang terjadi di Jawa, Sumatera, Sumbawa, dan ternate, dibelakang keraton/istana terdapat gunung yang dianggap suci. Didalam satu kompleks istana terdapat beberapa bangunan yang mana orientasi atau penempatannya mengekspresikan perumpamaan tingkatan atau hierarki dalam masyarakat tersebut. Hal ini terlihat dalam kompleks keraton Yogyakarta. Di Sumatera, terdapat beberapa istana Kerajaan Islam yang berkuasa pada masa lampau. Sekarang ini masih terdapat beberapa peninggalan bangunannya meskipun kekuasaan raja telah hilang karena
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203.htm 3:32:55 PM 2 (11 of 14)5/8/2007

perubahan sistem pemerintahan di perkecualian Kesultanan Yogyakarta.

negara

Indonesia,

dengan

Seperti halnya dengan mesjid, hampir tidak ada suatu pola khusus dalam rancangan istana. Unsur arsitektur lokal dan kolonial mendominasi konsep arsitektural istana pada abad ke-19 dan ke-20, seperti yang terlihat bangunan istana di Sumatera dan Ternate.
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203.htm 3:32:55 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203.htm 3:32:55 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203.htm 3:32:55 PM (12 (13 (14 of of of 14)5/8/2007 14)5/8/2007 14)5/8/2007

Arsitektur VERNAKULAR INDONESIA
A. Sejarah Indonesia Perkembangan

Arsitektur

Vernakular

A.1. Hubungan Austronesia dan Indonesia Berdasarkan linguistik, kebanyakan orang Indonesia berbahasa Austronesia, suku bangsa ini memiliki kekayaan 700 - 800 bahasa tersebar pada banyak pulau di Asia Tenggara, termasuk pula Vietnam Selatan, Taiwan, Mikronesia, Polinesia dan Madagaskar. Selain kekayaan bahasa, juga memiliki kekayaan dari budaya materi seperti arsitektur. Budaya Austronesia diperkirakan berasal dari masyarakat yang hidup disepanjang sungai di Cina Selatan dan Vietnam utara sekitar pertengahan abad ke-4 SM. Persebaran orang-orang ini dari tanah leluhur berlangsung sekitar 6.000 tahun yang lalu, dan memuncak sekitar 500 M dengan menyebarkan penggunan bahasa Austronesia ke sekeliling dunia.1 Pengaruh budaya Austronesia terlihat dalam budaya materi, organisasi sosial, kepercayaan, mitos, dan bahasa. Pengaruh

yang tampak dalam budaya materi adalah pengetahuan bercocok tanam padi, irigasi, beternak kerbau dan

4
2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204.htm (1 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2

kambing, penggunaan logam yang sederhana, dan pelayaran. Termasuk pula budaya berburu, mendirikan megalit, upacara ritual kematian, berlayar, menenun, membuat gerabah juga peralatan kampak batu untuk bertukang dan sebagai peralatan memotong. Kearifan nenek moyang, mitos, animisme, penguburan mayat dalam peti, tempat pemujaan yang terletak di tempat yang tinggi merupakan pengaruh dalam kepercayaan. Tradisi monumen-monumen dari batu besar masih subur di beberapa tempat di Indonesia; yang paling menonjol di pulau Nias (pantai barat Sumatra) dan Sumba di kepulauan Nusa Tenggara. Banyak kosa kata dalam bahasa Austronesia saat ini mempunyai asal yang sama, misalnya kata rumah, di Jawa disebut omah, toraja ”banua”, di Roti (Nusa tenggara) ”uma”, minangkabau ” rumah”. Begitu pula halnya pengaruh dalam konsep dan bentuk rumah Austronesia di Indonesia, bagi orang Austronesia rumah bukan sekedar tempat tinggal, melainkan merupakan bangunan teratur berlambang yang menunjukkan sejumlah ide penting perwujudan keramat para leluhur, perwujudan fisik jatidiri kelompok, dunia kecil di jagad raya, dan ungkapan tingkat dan kedudukan sosial. Seperti halnya yang diungkapkan oleh Rapoport, bahwa rumah pada masyarakat tradisional mengekspresikan hierarki status masyarakat dan budaya lokal.1 Ciri dan karakteristik mendasar dari rumah austronesia yaitu terdiri atas bangunan persegi empat, berdiri di atas tiang-tiang, beratap ilalang. Pintu masuk berupa tangga yang ditakik dan ada perapian dengan rak di atasnya untuk kayu bakar dan penyimpanan. Bentuk dasar ini mengalami pembaharuan di daerah Austronesia dan ditemukan di rumah Batak, ”rumah gadang” di Minangkabau, ”rumah Tongkonan” di Toraja, dan ”rumah panjang” di dayak, Kalimantan.

channeled into quasi-instinctive reactions to the outer world. Simbol tersebut umumnya juga terdapat pada dinding penutup atap (gable-end)..htm (3 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 A. based on tectonic logic.Pengaturan perlambang rumah di dalam rumah yang merupakan ciri lain dari rumah austronesia sering menggunakan pasangan koordinasi ruang yang berlawanan − ”dalam” dan ”luar”. ”depan” dan ”belakang”." . Status sosial atau hierarki dari rumah sering digambarkan dalam dekorasi yang ada di dinding penutup atap. sanak dan saudara. ”kiri” dan ”kanan” . Arsitektur vernakular ini terdiri dari rumah dan bangunan lain seperti lumbung.2 Perlambangan dalam rumah austronesia nampak pada struktur dan bentuk atap menggambarkan berbagai macam bentuk dan simbol dari benda seperti kipas. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. Paul Oliver dalam bukunya Ensikolopedia Arsitektur Vernakular menjabarkan bahwa arsitektur vernakular konteks dengan lingkungan sumber daya setempat yang dibangun oleh suatu masyarakat dengan menggunakan teknologi sederhana untuk memenuhi kebutuhan karakteristik yang mengakomodasi nilai ekonomi dan tantanan budaya masyarakat dari masyarakat tersebut. balai adat dan lain sebagainya.htm (2 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. Beberapa rangkuman pengertian vernakular arsitektur : " Vernacular architecture owes its spectacular longevity to a constant redistribution of hard-won knowledge. dan tanduk kerbau yang mencerminkan kekuasaan dan nilai kesakralan.. ”timur” dan ”barat” dipetakan dalam kelompok sosial yang dikaitkan dengan hubungan erat antar jenis kelamin. Maka vernakular arsiektur dapat diartikan sebagai arsitektur asli yang dibangun oleh masyarakat setempat. perahu.2. bahkan antara yang masih hidup dan yang sudah meninggal. untuk membentuk opografi perlambang yang mengatur dan mewakili hubungan sosial ini. generasi muda dan tua. 3 " Vernacular architecture is the manual-artisan culture of building. Pengertian Arsitektur Vernakular Kata Vernakular berasal dari vernaculus (latin) berarti asli (native).

kata adat ini di adopsi dari bahasa Arab. salah satu alasannya adalah untuk membedakan jenis arsitektur yang timbul dan berkembang dan merupakan karakteristik suku-suku bangsa di Indonesia dari jenis arsitektur yang tumbuh dan berkembang atas dasar pemikiran dan perkembangan arsitektur di Eropa. 4 " Vernacular buildings are built by ordinary people who possess principles. yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari hidup manusia budaya tradisional. Di dunia global. or patterns. Kemudian. istilah-istilah lain sering bersentuhan arti dan maknanya dengan vernakular arsitektur yaitu .” Pada prinsipnya. pada waktu itu istilah ini file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. materials and custom. khususnya arsitektur kolonial Belanda."Building is a craft culture which consists in the repetition of a limited number of types and in their adaptation to local climate. Di Indonesia. A living pattern language is essential to true vernacular construction by those not trained in architecture. Selain itu. that have traditionally been handed over from generation to generation. yang diturunkan dari generasi ke generasi. sebutan yang berasal dari kata Belanda “ traditionell Architectuur”. kata tradisional diartikan sebagai sesuatu yang dilakukan secara turun temurun dari generasi ke generasi. pengertian vernakular arsitektur sering juga disamakan dengan arsitektur tradisional. 5 Kata tradisional berasal dari kata tradisi yang di Indonesia sama artinya dengan adat (custom). Sehingga seringkali bangunan tradisional disebut dengan “rumah adat. Arsitektur dan bangunan tradisional merupakan hasil seni budaya tradisional. yang mampu memberikan ikatan lahir bathin. Josep Prijotomo berpendapat bahwa secara konotatif kata tradisi dapat diartikan sebagai pewarisan atau penerusan norma-norma adat istiadat atau pewarisan budaya yang turun temurun dari generasi ke generasi.htm (4 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 diberikan untuk karya-karya arsitektur asli daerah di Indonesia. baik di dunia global dan Indonesia. kata tradisional sering digunakan untuk membedakan dengan modern.4 Dalam hal ini. Ismunandar menjelaskan bahwa arsitektur traditional.

sehingga terdapat pula ratusan tipe rumah vernakular di Indonesia. maka penggunaan istilah vernakular menjadi pilihan dalam buku ajar ini. geografi. arsitektur lokal atau kontekstual (indigenous architecture) bahkan ada juga yang kemiripan dengan arsitektur alamiah (spontanous architecture). Bahkan kesamaan dari keberagaman itu juga nampak dari pada arsitektur non-austronesia seperti Papua. Terdapat beberapa perdebatan tentang sebutan yang tepat bagi arsitektur Indonesia ini.htm (5 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. adalah arstektur yang beradaptasi dengan kondisi budaya. Kesamaan ciri-ciri arsitektur vernakular Nusantara yang juga merupakan ciri dari arsitektur austronesia : − Tipe rumah panggung .4. Sementara itu. arsitektur lokal atau kontekstual. akan tetapi karena kemiripan makna dan arti satu dengan yang lainnya yang semuanya terangkum dalam pengertian arsitektur vernakular seperti yang di jelaskan oleh Paul Oliver dalam bukunya Ensiklopedia Vernacular Architecture.htm (6 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 Gambar 4. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. Tipe Arsitektur Vernakular Indonesia: Keberagaman dan Kesamaannya Indonesia adalah negara kaya dengan ratusan etnis yang mana setiap etnis memiliki kekhususan budaya tersendiri. Secara garis arsitektur rakyat diartikan sebagai arsitektur yang menyimbolkan budaya suatu suku bangsa dengan beberapa atribut yang melekat dengannya. terdapat beberapa tipe yang memiliki keunikan dan karakteristik yang sangat kuat seperti yang terlihat pada gambar berikut ini. iklim dan lingkungan dan arsitektur alamiah adalah arsitektur yang dibangun oleh satu masyarakat berdasarkan proses alamiah seperti kebutuhan dasar manusia. Dari semua tipe tersebut.arsitektur rakyat (Folk Architecture). jika ditelusuri terdapat kesamaan dari keberagaman tersebut yang berasal dari akar yang sama yaitu budaya Austronesia. Macam ragam arsitektur vernakular Indonesia Dari keberagaman arsitektur vernakular Indonesia. B.

Tiang tidak ditanam didalam tanah. − Lantai bangunan didukung oleh tiang dan balok kayu yang saling mengikat satu sama lain. terdapat dua tipe tatanan permukiman dan rumah dari kampung-kampung tradisional yaitu linear dan konsentris. biasanya tanpa menggunakan paku.htm (7 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 B. − Tiang bangunan mempunyai alas batu. melainkan beralas batu sehingga lebih fleksibel ketika ada guncangan atau gempa. begitu pula bentuk huruf T pada kampung di Nias Selatan (Bawomataluo) dan bentuk silang (cross type) pada kampung di Bali. Pola Perkampungan Tipikal perkampungan di Indonesia pada dasarnya menggambarkan respon terhadap kondisi alam. menggunakan struktur rangka tiang kayu atau tipe rumah panggung sebagai upaya adaptasi dengan iklim dan geografi. Kampung-kampung dengan tantanan linear biasanya terdapat di pesisir-pesisir pantai Indonesia. menggunakan sistem sambungan tarik dan tekan (sistem pen) tanpa menggunakan paku dan sistem cros-log foundation (balok kayu yang saling tumpang tindih secara horizontal). Konsep ruang dalam tatanan rumah dan kampung merupakan bagian penting dari tradisi vernakular. namun . Selain itu itu atap pelana (saddle roof) lebih umum digunakan.Sebagian besar rumah vernakular Indonesia kecuali rumah Jawa. Bali. Dominasi atap tampak pada keseluruhan bangunan. Lombok dan Papua. − Memiliki ornamen pada dinding penutup atap (gable end) yang menyimbolkan status sosial. Di masa mendatang tatanan ini mengalami evolusi dalam perkembangannya seperti bentuk radial pada kampung di Sumba Barat dan Ruteng di Flores. Di Indonesia. kekuasaan dan karakteristik budaya. Proporsi atap lebih besar dari pada badan dan kaki (bagian bawah) bangunan. Seringklai pemanjangan dibuat lekukan sehingga menimbulkan daya tarik estetis. − Pemanjangan bubungan atap sering dangan sopi-sopi mencondong keluar. sistem bercocok tanam. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. dan kosmologi masyarakat yang mendiaminya. tatanan sosial.1.

htm (9 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 Perkampungan dengan pola konsentris terdapat di Flores dan Sumba dan Jawa Tengah. Bangunan pada kampung bersifat linear letaknya berbaris dan berhadapan satu sama lainnya. Ditinjau dari fungsinya. Bangunan pemimpin (chief house) atau raja ditempatkan dekat dekat batu atau tugu tersebut atau di ujung pelataran yang membelah barisan rumah dan menjadi akhir dari deretan rumah dan kampung. diantara barisan bangunan tersebut terdapat ruang bersama yang digunakan untuk berbagai macam kegiatan seperi berkumpul. dan beberapa wilayah di Jawa. Kampung dengan pola kosentris menyimbolkan penerapan sistem pemerintahan pada kekuatan tunggal yang memusat. Secara evolusi beberapa kampung memiliki pola gabungan dari linear dan kosentris yang sering disebut dengan compound type. tetapi ada juga yang ditempatkan di tengah-tengah barisan seperti halnya pada permukiman di Batak Toba. batu megalith. Nias. dan lumbung. Kalimantan. Bali. Letak ketiga bangunan tersebut bisa saling berhadapan seperti halnya yang terjadi di perkampungan Batak Toba dan Bali Aga. Tantanan perkampungan seperti ini memiliki bagian tengah yang dianggap sakral dan penting.file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. tugu atau kuburan para nenek moyang. Pada ruang terbuka ini pula sering ditempatkan batu megalith. Terdapat strata sosial agak kompleks dengan kekuatan terpusat pada . Sulawesi. tugu dan tiang sakral keagamaan seperti halnya yang nampak pada kampung-kampung di Nias dan Sumba. Pola perkampungan dan perletakan rumah pimpinan menandakan sistem sosial dan kekuatan masyarakat yang mendiaminya. bale adat atau ruang pengadilan atau ruang musyawarah. misalnya ruang terbuka (tempat berkumpul). Orientasi dari barisan rumah menghadap ke titik tersebut yang terdiri dari beberapa layer berdasarkan hierarki atau kedudukan dari status sosial masyarakat. pemujaan atau ritual keagamaan. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. acara kesenian dan lain sebagainya.htm (8 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 juga terdapat di pedalaman Sumatra. rumah tinggal. bangunan vernakular Indonesia umumnya terdiri dari tiga bagian .

htm 3:32:57 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. Selain kedua tatanan tersebut. sehingga menjadi tempat pemujaan atau penyimpanan benda-benda keramat atau warisan leluhur. seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa pembagian ruang ini sebagai respon terhadap sistem sosial kekerabatan. kosmologi dan kondisi alam sekitar. kampung dengan pola linear menggambarkan demokrasi dari distribusi kekuasaan dengan strata sosial lebih sederhana. Pembagian atas tiga bagian ini (tripatite) dipengaruhi oleh kondisi alam dan kosmologi dari masyarakatnya. adalah untuk kehidupan manusia dan ruang bawah adalah untuk binatang ternak atau 2 gudang. Di rumah Batak Toba. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. B. ruang yang paling suci berada pada bagian inti rumah yang disebut dengan ”dalem” tepatnya di senthong. dengan bagian atas sebagai ruang yang paling sakral sehingga barang-barang yang dianggap keramat disimpan di dalam ruang atas ini. Rumah dan Tatanan Ruang Konsep tatanan ruang dalam rumah umumnya sama dengan konsep tantanan ruang dalam satu perkampungan. Di dalam rumah Jawa. Umumnya masyarakat primitif memiliki kepercayaan terhadap pembagian dunia atau alam . Pola perkampungan ini seringkali menggambarkan persamaan struktur sosial (less stratified social struktur) dan kelompok masyarakat yang lebih kecil.. Semetara. bahkan seringkali mencerminkan kehidupan yang berpindah-pindah sebagai akibat dari pergantian sistem bercocok tanam.2.satu orang. Ruang tengah. Secara horizontal. terdapat bagian dari rumah yang dianggap paling sakral atau suci adalah bagian yang paling dalam atau belakang. Pembagian ruang dapat dikategorikan secara vertikal dan horizontal. tengah dan bawah. bagian yang paling inti atau penting yaitu terletak pada sisi sebelah kanan belakang dari interior rumah yang diebut dengan jabu bona. grup atau kelompok. ada juga yang disebut dengan pola menyebar ( scattered type) atau disperse settlement pattern.htm 3:32:57 PM (10 (11 of of 20)5/8/2007 20)5/8/2007 Secara vertikal. pembagiann ruang terdiri dari bagian atas.

Sumba. dunia tengah bagi kehidupan manusia. Namun ada juga yang menggunakan bentuk lingkaran dan ellips seperti rumah di Nias Utara. alas (tikar) saja.3. pahat. ada yang hanya dibatasi oleh dinding ada pula yang dibatasi oleh perbedaan tinggi lantai. umumnya rumah vernakular di Indonesia terdiri dari persegi panjang dan bujur sangkar seperti halnya rumah Aceh. Dari segi bentuk dan morphologi ruang. Melayu. B. dan dunia bawah bagi roh-roh jahat. Penyatuan semua bagian bangunan dilakukan dengan cara membentuk dan menyambung bagian kayu dengan beberapa alat khusus sederhana seperti kampak. Sulawesi. Mentawai. Beberapa rumah vernakular Indonesia merupakan tipe rumah komunal artinya terdapat beberapa keluarga yang memiliki kekerabatan dengan beberapa generasi yang berbeda. Batak. Kalimantan. Teknologi Bangunan : Bahan Bangunan dan Teknik Konstruksi file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. Ruang-ruang tersebut dihubungkan oleh ruang bersama. Lio (Flores). tapi menggunakan sambungan lubang dengan pasak. sambungan pangku dan sambungan takik. Susunan tiang-tiang tersebut bersandar . gergaji. Bali dan Sumba. Penyusunan tiang dan balok pada prinsipnya tidak menggunakan paku. Bentuk dan organisasi ruang bergantung kepada kebiasaan dan adat istiadat setempat. Mentawai. Kalimantan. Untuk kemudahan pemasangan. Mingkabau. Nias Selatan.ke dalam tiga bagian yaitu dunia atas sebagai tempat para dewa. Umumnya dalam satu rumah terdapat pemimpin sebagai kepala suku mendiami salah satu ruang yang dianggap paling utama. tinggal dalam satu rumah besar seperti rumah Batak Toba. seringkali tiang dan balok disambung di tanah sebelum diletakkan di atas batu pondasi.htm 3:32:57 PM 2 (12 of 20)5/8/2007 Salah satu ciri arsitektur vernakular adalah menggunakan bahan yang alami dan teknik konstruksi yang sederhana dengan cara menyusun tiang dan balok. golok (parang). Jawa. Keluarga tersebut menempati masing-masing ruang dengan masingmasing letak yang telah disepakati. Karo. Lombok dan Papua.

sehingga diperlukan tata cara dalam pendirian rumah.di atas batu pondasi dengan stabilitas didapat dari rel-rel melintang yang masuk ke lubang yang dibuat di dalam tiang. dengan menambahkan penopang atau batang silang menbentuk huruf X dan V.htm 3:32:57 PM 2 (13 of 20)5/8/2007 Perkuatan sistem konstruksi rumah untuk mengantisipasi kondisi alam yang arawan gempa terlihat pada rumah Nias.4. Hal ini dilakukan secara bertahap dan melibatkan pemilik rumah dan pemuka kampung atau ahli tukang (chief carpenter) atau orang yang dianggap keramat atau sakti. mendirikan rumah dapat dilihat sebagai penerapan hidup dalam lingkungan sosial yang diwakilinya. Misalnya. Pada bangunan lumbung di Indonesia memiliki kekhususan dari teknik konstruksi yaitu pemasangan piringan kayu besar disusun di atas puncak tiang dasar untuk mencegah hewan pengerat mencapai tempat penyimpanan padi. pendirian tiang utama/seri/tengah.htm 3:32:57 PM 2 (15 of 20)5/8/2007 Upacara pembersihan dan meminta izin kepada roh di dunia dan dewa-dewa yang memiliki tanah dilakukan . Dengan kata lain. sampai upacara masuk/penghunian rumah. Upacara Pendirian Bangunan Bagi orang Indonesia rumah lebih dari sekedar tempat tinggal.htm 3:32:57 PM 2 (14 of 20)5/8/2007 B. rumah menjadi perlambang status kedudukan seseorang dalam masyarakat. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. proses pembersihan dan pendirian tanda rumah dilakukan pemilik rumah dalam hal ini ibu/perempuan pemilik rumah dengan orang sakti yang dipanggil bomoh yang tahapannya dapat dilihat pada gambar berikut ini. Upacara dilakukan mulai dari pembersihan lahan rumah. penentuan titik pembangunan rumah. Dalam hal ini. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. pemasangan bubungan atau atap rumah. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. tempat berteduh dari panas dan hujan melainkan merupakan bangunan yang ditata secara perlambang yang konteks dengan sosial budaya masyarakat yang tinggal didalamnya.

Selain menjadi jiwa atau nyawa dari rumah. Dalam sisi tegak. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. dunia atas. Kosmologi ini juga mempengaruhi pembagian ruang dalam rumah . Sehingga unsur kejagadan ini menciptakan tatanan upacara yang mengatur kegiatan di dalam rumah. pembagian ruang dalam rumah sebagai jagad kecil merefleksikan pembagian ruang dalam alam semesta. Spirit atau jiwa dari rumah yang didirikan sering disimbolkan dalam benda keramat yang diletakkan di dalam rumah. ruang dibawah atap disamakan dengan alam dewa dan leluhur. rumah di Kalimantan.oleh hampir semua etnis atau masyarakat tradisional Indonesia. Rumah adalah tempat kelahiran. Tongkonan di Toraja. Sebagai contoh timur dianggap serupa dengan hal-hal memberi kehidupan dan barat identik dengan kematian. lantai mewakili dunia biasa pengalaman seharihari dan ruang kosong dibawah rumah dihubungkan dengan alam baka yang dihuni oleh roh jahat. Sulawesi dan beberapa rumah Sumba di Nusa Tenggara. seringkali di letakkan pada bagian tengah atau atas (atap) rumah. Seringkali upacara yang berhubungan dengan ketiga hal tersebut dikaitkan dengan arah mata angin dan pergerakan matahari. Ritual ini bertujuan untuk memberikan spirit atau jiwa bagi kehidupan yang berlangsung didalam rumah/bangunan yang didirikan. rumah juga dianggap sebagai perwujudan jagad kecil dari jagat raya. berfungsi juga mengusir rohroh atau gangguan dari luar terhadap keselamatan penghuni rumah. perkawinan dan kematian. Pembagian ini sangat jelas terlihat pada rumah-rumah di Sumatra khususnya Batak Toba7. maka wanita melahirkan ditempatkan di bagian timur rumah dan orang meninggal ditempatkan dibaringkan di bagian barat. Misalnya raga-raga6 yang digantung dibawah atap rumah Batak Toba. jiwa orang mati dan hal-hal gaib lainnya. Sebagian besar masyarakat tradisional Indonesia membagi alam kedalam tiga bagian. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204.htm 3:32:57 PM 2 (17 of 20)5/8/2007 Dalam masyarakat .htm 3:32:57 PM 2 (16 of 20)5/8/2007 Selain itu. dunia tengah dan dunia bawah.

C.htm 3:32:57 PM 2 (18 of 20)5/8/2007 lain. selain pembagian rumah yang dikaitkan dengan simbol sebagai jagad kecil. arah kejagadan rumah sesuai dengan penataan ruang perlambang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. C. seperti pembagian dengan konsep berdasar gender serta gagasan mengatur perilaku pria dan wanita. Pengaturan ruangan keluarga di dalam rumah suku Minangkabau di Sumatera Barat sangat dipengaruhi oleh konsep gender tersebut. Seringkali wanita dikaitkan dengan bagian dalam atau belakang rumah.5. C. Arsitektur Vernakular Indonesia C.htm 3:32:57 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. Arsitektur kolonial indonesia A.htm 3:32:57 PM (19 (20 of of 20)5/8/2007 20)5/8/2007 .tradisional. Sumatra Jawa Kalimantan Bali dan Nusat Tenggara Sulawesi Papua file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. dan pria serupa dengan bagian depan atau luar rumah. Sejarah Kolonialisasi di Indonesia Kolonialisasi wilayah Indonesia didahului oleh kemunduran dari pengaruh Majapahit yang berhasil mempersatukan Nusantara.2. C. Diawali dengan perdagangan bilateral yang dilakukan oleh Persekutuan Dagang Hindia Timur atau lebih dikenal dengan sebutan Vereenigde OostIndische Compagnie (VOC) kemudian . C.1. C.4.3.6.

2 5 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. Untuk mengukuhkan penguasaan perdagangan rempah di Nusantara.1 Setelah VOC memindahkan pusat perdagangannya di Batavia (pulau Jawa) maka batu pertama dimulainya Arsitektur Kolonial menjadi kenyataan dengan didirikannya “Fort Batavia” yang kemudian berkembang pula kota Batavia sebagai merupakan cikal kota Jakarta sekarang ini. Dimulai dengan perhubungan dagang dengan masyarakat setempat. penginapan bagi pedagang utama ( opperkoopsman) dan pegawainya di berbagai kota di wilayah Nusantara seperti Maluku. setelah Malaka ditaklukan oleh Portugis. VOC mendirikan pos-pos dagang yang terdiri dari gudang.ekspansi ke penguasaan perdagangan dan wilayah. Sehingga pada akhirnya banyak rajaraja yang takhluk dan tunduk dengan pemerintahan kolonial yang disebut dengan Pemerintah Hindia Belanda. sasaran berikutnya adalah kepulauan Maluku yang berpusat di Pulau Banda dan Ternate dengan maksud menguasai perdagangan rempah yang sangat menguntungkan di Asia. dan Makassar. benteng tertua di pulau Banda didirikan ± tahun 1550. benteng di Batavia pada tahun 1619. benteng Victoria di Ambon pada tahun 1580. memerlukan pertahanan dan tingkat kelengkapan bagi pos dagang tersebut. Namun hubungan yang bergejolak dengan penduduk asli dan saingan Eropa. sehingga akhirnya VOC mendirikan bentengbenteng pertahanan di beberapa kota dagang tersebut. Banda. Portugis dan Perusahaan Belanda yang dikenal dengan VOC lalu kemudian meluas pada hubungan kerjasama dengan raja-raja karena pada masa itu umumnya pemerintahan di Indonesia berbentuk Kerajaan. Batavia. benteng di Banten tahun 1603. Sebelumnya ekspansi Portugis yang dipimpin oleh Alfonso De Albuquerque masuk melalui pendudukan yang dimulai di Malaka pada tahun 1511. Kemudian setelah itu didirikan juga beberapa benteng-benteng lain seperti benteng di Ternate tahun 1576. dan benteng (Fort) Rotterdam di Makasar.htm (1 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM .

Cirebon. Medan. Pusat-pusat kerajaan yang bersifat homogen dan sakral yang berada di tengah-tengah daerah pedalaman yang agraris. seperti penataan keraton dan elemen-elemen di sekelilingnya diupayakan simetris. administrasi VOC Hindia Belanda diganti oleh pemerintahan jajahan yang dipertanggungjawabkan ke Belanda tahun 1800. Banten. tetapi lebih merupakan struktur hubungan antara elemenelemen pembentuk ruang. Palembang. Malang dan lain sebagainya. Semarang. Balikpapan. Menurut Santoso (1984. Tembok pembatas ini bukan sekedar batas yang berfungsi sebagai penunjang keamanan atau batas teritorial. konsepsi yang menghubungkan elemen-elemen pembentuk ruang pada kota tradisional Jawa. Kemudian beberapa kota baru terbentuk selama masa kolonial Belanda seperti kota Bandung. Surabaya. Perwujudan konsep ini tampak dari penempatan benda secara simetris yang dimaksudkan sebagai lambang harmonis kehidupan. antara satu dengan yang lain digunakan 2 prinsip yaitu : − Mikrokosmos-dualitis maksudnya setiap kota di Jawa dibagi atas dua bagian yaitu bagian profan disebelah utara dan bagian sakral disebelah selatan.2 B. Kota-kota perdagangan di daerah pesisir yang bersifat heterogen dan profan 2. Pembentukan Kota-kota kolonial di Indonesia Setelah dilanda perang politik yang timbul dari perang Napoleon. Kemudian Pemerintahan Hindia Belanda juga mengadopsi konsep kota-kota asli dengan ciri budaya . Pemerintahan jajahan baru ini meluaskan kekuasaannya ke kota dan pedalaman Nusantara. Ujung Pandang. Kota-kota di Nusantara pada masa prakolonial dapat dikelompokkan menjadi dua tipe kota. Batavia (Jakarta). Bab IV)2. yaitu : 1. − Mikrokosmos-hierarkis maksudnya sebagai pengadaan ruang suci dengan tembok sebagai batas antara ruang dalam dan luar. Awalnya kota Kolonial Belanda berada di daerah pesisir yang dulunya merupakan kota-kota perdagangan yang telah terjadi sejak masa Hindu dan Islam seperti kota Ambon.

Arsitektur Kolonial Indonesia C.htm (3 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. gereja dan lain sebagainya di pusat kota-kota tersebut. Pada kota-kota tersebut Pemerintah kolonial hanya menambah beberapa elemen atau fasilitas yang menunjang kekuasaan pemerintahan kolonial. taman. Cirebon. atap curam dan dinding depan bertingkat bergaya Belanda di ujung teras. kutipan dari Ir. bank. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. perkantoran (kantor pos. atau kantor residen biasanya terletak di sisi timur alun-alun. Abad 16 sampai tahun 1800-an Waktu itu Indonesia masih disebut sebagai Nederland Indische (Hindia Belanda) di bawah kekuasaan perusahaan dagang Belanda. rumah sakit. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. VOC.htm (4 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 C. Perpaduan khas antara unsur Belanda dan Indonesia merupakan ciri kha kota abad ke-19 teruatama di Jawa. Kediaman Reine de Klerk (sebelumnya Gubernur Jenderal Belanda) di Batavia. Bangunan perkotaan orang Belanda pada periode ini masih bergaya Belanda dimana bentuknya cenderung panjang dan sempit. Lodji. Kemudian bangunan lain yang dibangun pemerintah Hindia Belanda yaitu penjara kota juga file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. Surakarta dan Banda Aceh. Pada masa itu Pemerintah kolonial membangun berbagai macam fasilitas kota bangunan pusat pemerintahan. berhadapan dengan mesjid.Indonesia asli seperti kota Yogyakarta.1. Banten. pengadilan) stasiun. Arsitektur Kolonial Belanda selama periode ini cenderung kehilangan orientasinya pada bangunan tradisional di Belanda. Handinoto dalam bukunya Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolonial Belanda di Surabaya) : 1. atau tidak beradaptasi dengan iklim dan lingkungan setempat.3 Bangunan ini tidak mempunyai suatu orientasi bentuk yang jelas.htm (2 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 mengelilingi alun-alun.htm (5 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 . Perkembangan Arsitektur Kolonial Indonesia Perkembangan Arsitektur kolonial Belanda di Indonesia dibagi atas 4 periode ( Helen Jessup:2.

− Menggunakan atap perisai. Pada saat itu. iklim dan material yang tersedia pada masa itu. Pada tahun 1865 oleh karena jarak yang jauh dan komunikasi yang sulit dengan Pemerintah Belanda sehingga perkembangan kemajuan arsitektur modern di Belanda tidak sampai gemanya ke Indonesia. terbuka.2. Pada periode ini. Hasilnya berbentuk gaya Hindia Belanda yang bercitra Kolonial yang disesuaikan dengan lingkungan lokal. Tahun 1800-an (awal abad ke 19) sampai dengan tahun 1902 Pemerintah Belanda mengambil alih Hindia Belanda dari VOC. − Pilar menjulang ke atas ( gaya Yunani) dan terdapat gevel atau mahkota di atas serambi depan dan belakang. Abad ke 19 perkembangan Indische Architectuur atau dikenal dengan Rumah Landhuis yang merupakan tipe rumah tinggal di seluruh Hindia Belanda pada masa itu memiliki karakter arsitektur seperti : − Denah simetris dengan satu lantai. Setelah pemerintahan tahun 1811-1815 wilayah Hindia Belanda sepenuhnya dikuasai oleh Belanda. Bangunan-bangunan yang berkesan grandeur (megah) dengan gaya arsitektur Neo Klasik dikenal Indische Architectuur sebenarnya berlainan dengan gaya arsitektur Nasional Belanda pada waktu itu. gaya neo-klasik merupakan gaya arsitektur yang sangat cocok untuk mengungkapkan kemegahan kemaharajaan. Seperti Gereja Protestan di pusat kota tua Semarang. pilar di serambi depan dan belakang (ruang makan) dan didalamnya terdapat serambi tengah yang mejuju ke ruang tidur dan kamar-kamar lainnya. di Hindia Belanda terbentuk gaya arsitektur tersendiri yang dipelopori oleh GubernurJenderal HW yang dikenal dengan the Empire Style. 3. Balai Kota Medan dan beberapa bangunan di beberapa kota di Hindia Belanda. Tahun file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. atau The Ducth Colonial Villa: Gaya arsitektur neo-klasik yang melanda Eropa (terutama Prancis) yang diterjemahkan secara bebas. gereja Williams di Batavia (sekarang gereja).htm (6 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 .

dan ada yang dikombinasikan dengan gevel depan. Tahun 1920-an sampai tahun 1940-an Gerakan pembaharuan dalam arsitektur baik di tingkat nasional maupun internasional. Aliran baru ini. Konsep ini nampak pada karya Maclaine Pont seperti kampus Technische Hogeschool (ITB). juga memasukkan unsur-unsur arsitektur tradisional (asli) Indonesia sehingga menjadi konsep yang eklektis. Sejak itu pemukiman orang Belanda di Indonesia tumbuh dengan cepat. Pada awal abad 20. ciri dan karakter arsitektur kolonial di Indonesia pada tahun 1900-1920-an4: − Menggunakan Gevel ( gable) pada tampak depan bangunan Bentuk gable sangat bervariasi seperti curvilinear gable. ada yang bulat. gambrel gable. − Penggunaaan Dormer pada bangunan . Hal ini mempengaruhi arsitektur kolonial Belanda di Indonesia. pediment ( dengan entablure). 4. Selain unsur-unsur file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. segiempat ramping. memasukkan unsurunsur yang terutama dirancang untuk mengantisipasi matahari hujan lebat tropik. semula masih memegang unsur-unsur mendasar bentuk klasik. stepped gable.19021920an Kaum Liberal Belanda pada masa antara tahun 1902 mendesak politik etis diterapkan di tanah jajahan.htm (7 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 arsitektur tropis. Indishe Architectuur menjadi terdesak dan sebagai gantinya muncul standar arsitektur modern yang berorientasi ke Belanda. arsitek-arsitek yang baru datang dari negeri Belanda memunculkan pendekatan untuk rancangan arsitektur di Hindia Belanda. Gereja Poh sarang di Kediri. Bentuknya bermacam-macam. − Penggunaan Tower pada bangunan Tower pada mulanya digunakan pada bangunan gereja kemudian diambil alih oelh bangunan umum dan menjadi mode pada arsitektur kolonial Belanda pada abad ke 20. Secara umum.

Karsten merancang sebagian pasar-pasar kotamadya yang meliputi Pasar Gede di Surakarta (1929). Arsitek dan biro arsitek yang berkarya di Indonesia Pada masa pendudukan Belanda. Sepanjang tahun 20-an dan 30-an. salah satu karyanya yang terkenal dan masih berdiri hingga kini yaitu . Salah satu karya terbaiknya adalah kantor lama perusahaan pelayaran kapal uap Belanda Stoomvart Maatschappij Netherland (SMN) di pusat kota lama Semarang. 1932. Beberapa file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. Pasar Johar Semarang 91938).2. kisi-kisi ventilasi yang menjulang tinggi dari lantai ke langit-langit yang berfungsi selain sebagai corong pergantian udara yang leluasa juga memanfaatkan cahaya matahari. o Membuat Galeri atau serambi sepanjang bangunan sebagai antisipasi dari hujan dan sinar matahari. Karsten juga berprofesi sebagai ahli perencana kota (planologi). Selain sebagai arsitek.htm (9 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 . C. W.− Penyesuaian bangunan terhadap iklim tropis basah o Ventilasi yang lebar dan tinggi. rancangan bangunan dipengaruhi oleh gaya Art deco untuk jendela dan ventilasi. diantaranya yang ternama adalah sebagai berikut : − W. meskipun denah berbeda secara keseluruhan bangunan kantor Gubernur ini mirip dengan bangunan Balai Kota Hilversum di Netherland yang dirancang oleh Willem Dudok.Lemei Seorang arsitek terkemuka di masa Belanda. banyak terdapat arsitek Belanda yang berkarya di Hindia Belanda. Karya arsitektur Karsten menunjukkan perhatiannya terhadap iklim tropik terlihat pada tingginya jendela. − Herman Thomas Karsten Seorang arsitek Belanda yang berpraktik di Batavia dan terakhir menjadi professor perencanaan perkotaan dan terakhir di Sekolah Teknik Bandung (ITB sekarang).htm (8 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 bangunan di luar Jawa yaitu Postpaarbank di Makasar.Lemei juga merancang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.

karya rancangan kota atau kawasan Karsten perencanaan pengemnbagan kota Semarang, kawasan candi Semarang. Bebeberapa karya arsitektur karsten yang lain yaitu : − Kantor Zuztermaatschapijen Semarang − Museum Sonobudoyo, Yogyakarta − Henri Maclaine Pont Merupakan arsitek Belanda yang lahir dan besar di Netherlandsch Indie (Hindia Belanda) kemudian mendapatkan pendidikan arsitektur di Sekolah Teknik di Delf (Belanda). Ia pernah berkarir dua tahun setelah menamatkan studinya di Belanda dan termasuk salah satu arsitek Belanda yang terkemuka saat itu, kemudian pulang dan berkarir di tanah kelahirannya, Hindia Belanda tahun 1911. Di Hindia Belanda karyanya banyak terinspirasi oleh arsitektur vernakular nusantara dan juga menekankan pada adaptasi dengan iklim. Beberapa karyanya di Hindia Belanda :
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm 3:32:58 PM 2 (10 of 17)5/8/2007

 Kantor Pusat Perusahaan Tram-Uap Semarang-Cirebon di Tegal, 1911  Gerbang masuk Pekan raya dan Pameran Perumahan Kolonial di Semarang tahun 1914  Kompleks kampus Technische Hoogescool tahun 1934, sekarang ITB  Pohsarang, Gereja Misi Katolik Roma di Kediri, 1938  Museum Trowulan − C.P. Wolf Schoemaker
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm 3:32:58 PM 2 (11 of 17)5/8/2007

Seorang arsitek terkemuka Belanda yang banyak berkarya di Indonesia (Hindia Belanda). Selain itu hasil karya berupa tulisan dari hasil penelitiannya mengenai kebudayaan Indonesia termasuk arsitektur candi-candi, seperti bukunya yang berjudul Aesthetiek en oorsprong der Hindoe koenst op Java (Estetika dan keaslian Hindu di Jawa) tahun 1924. Salah satu karyanya yang terkenal adalah vila Isola di Bandung. Beberapa karya yang lain yaitu Societeit Concordia, gereja Protestan, gereja Katolik, Jaarbeurs, beberapa rumah tinggal yang semuanya berada di Bandung.

Kemudian karyanya yang di Surabaya yaitu gedung International Credit (sekarang Kantor Aneka Niaga), gedung Kolonial Bank Surabaya, kawasan beneden (sekarang kota lama), bangunan Java Store. − C.Citroen Salah seorang arsitek penting pada zaman Belanda, salah satu karyanya yang terkenal adalah Radhuis atau Balai Kota di Ketabang Surabaya yang hingga sekarang ini masih difungsikan sebagai Balai kota Surabaya. Arsitektur bangunan dapat dikatakan perpaduan selaras antara tiga unsur : tradisional, modern dan tropis.2 Karya Citroen yang lain adalah sebuah gereja yang
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm 3:32:58 PM 2 (12 of 17)5/8/2007

berhadapan langsung dengan gedung Radhuis diresmikan pada tahun 1931. Bangunan gereja ini mencerminkan arsitektur modern berbeda dengan bangunan Balai Kota didepan yang memasukkan unsur tradisional. Kemudian, karya Citroen yang menggunakan arsitektur modern kubisme yaitu sebuah rumah sakit di Raya Darmo yang mirip perancangannya dengan bangunan gereja di depan Balai Kota dan gedung Borsumij di kawasan kota lama Surabaya. Gedung Bursumij ini yang merupakan milik sebuah perusahaan dagang Belanda dinding-dindingnya membentuk sebuah unit-unit blok tiga dimensional, dimana perspektif keseluruhan mirip dengan sebuah kubus. − MJ. Hulswit & Peter JH. Cuypers, Edward Cuypers (Biro Arsitek Ed.Cuypers&Hulswit) Sebuah biro arsitek ternama di Indonesia pada Belanda yang banyak karya di beberapa kota-kota di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Surakarta, Yogyakarta, Makassar (Ujung Pandang, Medan dan lain-lain. Biro arsitek ini merupakan cabang dari dari perusahaan yang bernama Architecten Bureau Ed. Cuypers and Hulswit yang berpusat di Amsterdam Belanda. Beberapa karya Ed. Cuypers & Hulswit yaitu : − Kantor pusat Javasche Bank di Batavia (Jakarta), Bandung, dan Medan. Kesemua

bangunan tersebut satu dengan lainnya berbeda dalam denah dan perletakannya,namun masing-masing mempunyai ciri khas yang mirip yaitu arsitektur renaissance dan beberapa ornament dari arsitektur candi. − Gedung Chartered Bank of India Australia dan China, sekarang masih difungsikan sebagai bank. Bangunan yang berarsitektur neo-klasik ini terletak di belakang gedung kantor lama Javaseche Bank Jakarta. − Hongkong and Shanghai Banking Corporation, jl Kali Besar Timur Batavia. − Kantor NHM ( Netherlandsche Handel Maatschapij) di Pasar Baru , Jakarta, NHM Bandung, NHM Makasar. − Kantor Lindeteves Stokvis Surabaya − Kantor Levensverz Weltrevreden, sekitar lapangan Banteng di Jakarta − Kantor Handelsvereeneging Amsterdam (HVA), jalan Merak Surabaya − Balai Kota Jakarta, sekarang museum Fatahillah, di kawasan kota lama Jakarta.
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm 3:32:58 PM 2 (13 of 17)5/8/2007

− Kantor WEHA ( West Java Handel Maatshappij), disebelah utara dari museum Fatahillah. Bangunan ini mewakili arsitektur transisi kalsik Eropa, modern dengan tetap berciri tropis. − Kantor lama NKPM, di jalan Merdeka Selatan, sekitar kawasan Monas Jakarta − Gereja Katolik darmo Surabaya.
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm 3:32:58 PM 2 (14 of

17)5/8/2007

− AIA ( Algemeen Infineurs En Architecten) AIA singkatan dari Algemeen Ingineurs en Architecten adalah sebuah biro umum sipil dan arsitektur sekaligus sebagai kontraktor didirikan pada tahun 1916 oleh tiga orang arsitek dan engineer masing-masing F.J.L Ghysell, Hein avon Essen dan F. Stlitz. Beberapa bangunan yang dirancang dan dibangun AIA yaitu : − Berbagai kantor di Kali Besar, Jakarta − Gedung Firma Geo Wehry & Co. di Kota Lama

A. 19021907). Arsitektur Warisan Belanda Arsitektur Indonesia awal kemerdekaan masih banyak dipengaruhi oleh Modernisme Belanda. Homann Hotel tahun 1939). dan gereja Kristen di kawasan Menteng − Kantor NIJM Yogyakarta Selain arsitek yang dijabarkan di atas. 1900). terutama aliran perancangan arsitektur Delf dan De Stijl. kini Bank Jabar tahun 1935. Munjen (Gedung Lingkaran Seni Hindia Belanda/The art society building.htm 3:32:58 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm 3:32:58 PM (15 (16 (17 of of of 17)5/8/2007 17)5/8/2007 17)5/8/2007 . bagian fasade depan mirip dengan stasiun central Helsinki yang dirancang oleh Eliel Saarinen − Rumah sakit KPM − Gereja Katolik di Jatinegara (Meester Cornelis).J. J. 1914). Hal ini diebabkan oleh kenyataan bahwa banyak arsitek Indonesia pada saat itu belajar di Negeri Belanda atau bekerja untuk perusahaan-perusahaan konstruksi Belanda sebelum Perang Dunia II. Namun tak dapat dipungkiri bahwa pilar arsitektur modern pasca kemerdekaan Indonesia juga dipancangkan sejak didirikannya Sekolah Teknik pertama ” Technische . Klinkhamer dan Ouëndag (Kantor Pusat Perusahaan Jawatan Kereta Api Hindia Belanda di Semarang. ada beberapa arsitek pada masa Belanda sempat berkarya di Indonesia khusunya pada awal abad ke-20 yaitu P. Jakarta.htm 3:32:58 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. HP Berlage (Gedung Jawa Maluku tahun 1900. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. 1920). Gerber (Gedung Sate. AF Aalbers (bangunan Bank DENIS. Jakarta. Arsitektur INDONESIA pasca kemerdekaan) A.− Kantor KPM ( Koninklijke Paketvaart Maatschapij) di sekitar Monas ( Koningsplein) − Statsiun Kota. de Algemenee/ Perusahaan Umum Asuransi Jiwa dan Cagak Hidup.

B. Susilo. Soesilo. program nasionalisasi ini menyebabkan kesinambungan sejarah antara arsitektur modern Indonesia dan tradisi arsitektur Hindia Belanda terhenti. Mereka yang berkarya setelah kemerdekaan merupakan arsitek generasi pertama Indonesia. yang menggabungkan bangunan kotak dengan sistem kisi (grid) rasional yang memungkinkan penggunaan unsur-unsur pracetak untuk dinding luar.htm (1 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 Periode Pertama Periode ini ditandai dengan muncul kota satelit Kebayoran Baro di Jakarta oleh R. Suhamir dan Silaban. Kemudian perkembangan mulai pesat setelah Jurusan Arsitektur baru dibuka pada tahun 1950. Beberapa arsitek yang muncul dan berkarya pada periode ini adalah : . Arsitek generasi pertama mendominasi periode ini dengan pengaruh kuat dari aliran Delft. Karyakarya arsitektural mereka banyak terpengaruhi oleh aliran Delf. Sebagian besar arsitek Indonesia mengerjakan rancangan sendiri pada akhir dasawarsa 50-an. Kronologis Perkembangan Arsitektur Modern Indonesia Kronologis perkembangan arsitektur Indonesia (modern) pasca kemerdekaan dibagi atas lima periode yaitu 1 2 6 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. Periode ini berlangsung setelah kemerdekaan hingga tahun 1960. ketika menggantikan arsitek-arsitek Belanda yang pulang ke negerinya menyusul pemberlakuan program nasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia. Pada saat itu Presiden Soekarno mengumumkan Dekrit Presiden yang disebut dengan Demokrasi terpmpin.Hogeschool” (TH) pada tanggal 3 Juli 1920 oleh Gubernur Hindia Belanda yang sekarang lebih dikenal dengan Institut Teknologi Bandung. Tonggak pendidikan arsitektur di Indonesia juga mulai bergema setelah beberapa lulusan pertama berkarya dan lulusan dari luar negeri kembali ke tanah air Indonesia.

Terdapat sesuatu yang penting terjadi pada periode kedua ini yaitu kembalinya pada arsitek muda dari pendidikan dan ITB menghasilkan lulusan pertama yang kemudian menggerakkan arsitektur pada periode ini.− R. (Prof. Ir. Arsitek muda ini kemudian bergabaung sebagai generasi kedua Arsitek Indonesia. seperti (Prof. Jakarta (1958) dan Masjid Istiqlal (1965) Fokus arsitektur pada periode ini lebih kepada bagaimana mengembangkan arsitektur tropis modern Indonesia dengan tradisi berarsitektur modernis rasional sejati. dan Achmad Noe’man. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. Swedia 1960 ) .) Parmono Atmadi di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.htm (3 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. Periode ini berlangsung tahun 1960-1970. (Prof. Hasan Purbo.htm (4 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 Periode kedua Periode ini dipelopori oleh generasi Arsitek kedua Indonesia yaitu Suhartono (anak Susilo). Markas Besar AURI. Ir. dengan karyanya Tugu Monumen Nasional (MONAS) Jakarta − F. Silaban dengan karyanya SPMA.) Johan Silas di Istitut Teknologi Surabaya. Bank Indonesia.) Suhartono Susilo di Universitas Prahyangan Bandung. Beberapa dari mereka yang tersebut dalam periode ini yaitu : − Soejoedi ( karyanya Conefo/MPR/DPR Jakarta ) dan Han Awal dari TU Berlin. akan tetapi sayang tidak didapatkan informasi tentang karyanya − Soedarsono. (Prof.) Hasan Purbo di Institut Teknologi Bandung. Jakarta (1958). Bogor (1951). secara makro merupakan periode pembentukan pendidikan arsitektur di Indonesia.) Sidharta di Universitas Diponegoro Semarang.htm (2 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. (Prof. Ir. Ir. Ir.1960 − Soewondo Bismo Sutedjo dari TH Hannover.Soesilo dengan karyanya Perencanaan Kota Satelit Kebayoran Baru ( 1948 ) − Lim Bwan Tjie (1932-1964)di Semarang − Soehamir. 1961 − Djauhari Sumintardja ( dari sekolah arsitektur Stockholm.

Parmono Atmadi. Sidharta. menerbitkan buku Kompendium Sejarah Indonesia. Kemudian para lulusan pertama “pendidikan arsitektur dalam negeri” yang lulus pada tahun 1970-an seperti Robi Sularto. Jakarta − Soejoedi : Gedung Manggala Wanabakti. Zaenuddin Kartadiwiria. Pencanangan pembangunan nasional berjangka (PELITA) yang dibuat penguasa politik pada saat itu membuat iklim rancang bangun bergairah kembali.htm (5 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 generas kedua seperti : − Han Awal : Konsep Tower in Park pada kompleks Inversitas Atmadjaya. Yang menjadi fokus arsitektur pada masa ini adalah pencarian identitas Arsitektur Indonesia dan kebangkitan arsitektur tradisional. − Djauhari Sumintardja. − Slamet Wirosanjaya. Johan Silas. Dharmawan. Kedutaan Prancis dan Sekretariat ASEAN. Periode Keempat Periode ini berlangsung antara tahun 1980-1990. dikenal sebagai landscape handal. Wastu Pragantha. Adhi Moersid. arsitek generasi ketiga mencapai puncak karyanya. Danisworo. Tradisi modernis rasional yang dibawa dua periode sebelumnya mendapat kritikan keras sejalan dengan derasnya arus pemikiran arsitektur dunia. dan Gunawan Tjahyono muncul sebagai generasi arsitek ketiga di Indonesia setelah dua generasi sebelumnya mencapai puncak karyanya pada periode ketiga ini. Eko Budiardjo. Suhartono Susilo.− Hasan Purbo. Fokus arsitektur pada periode ini kecenderungan meninggalkan pemikiran arsitektur tropis modern Indonesia yang telah dirintis oleh generasi sebelumnya dan ketertarikan pada arsitektur tradisional mulai muncul serta menguatnya tradisi berarsitektur modernis rasional sejati. Yuswadi Saliya. . Slamet Wirosanjaya dari ITB Meletusnya gerakan G30 S PKI mengakibatkan tidak banyaknya karya yang dihasilkan dalam periode ini. Jakarta. Periode Ketiga Periode ini berlangsung antara tahun 1970-1980 ditandai dengan munculnya orde baru dalam politik Indonesia. Periode ini merupakan puncak karya dari file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206.

Andi Siswanto serta beberapa arsitek lulusan luar negeri yaitu Antonio Ismael. Mangunwijaya dari TH Aachen Jerman. Hotel Nusa Dua dan Masjid Said Naum (karya terbaik Adhi Moersid). Periode ini diramaikan juga oleh para arsitek yang juga merupakan produk kedua pendidikan arsitektur dalam negeri. seperti : − Atelier 6 dengan karyanya Executive Club Hilton Jakarta. Kanker Indonesia. yaitu Josep Prijotomo.B. gedung STEKPI.. dan Budi Lim. Puncak dari karya arsitek pada periode ketiga yang beberapa diselubungi oleh nama besar biro arsiteknya. dengan serial arsitektur Keluarga Cendana. rumah tinggal Arief Budiman di Salatiga file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. tempat ziarah Sendang Sono. Kemudian beberapa biro-biro arsitek muncul seperti biro arsitek: Atelier 6. . Bagoes P. Baskoro Tedjo.Wiryomartono. Tripanoto Sri. Hendropurnomo. RS.htm (6 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 − Gunawan Tjahyono. dan Parama Loka. Periode ini ditandai dengan munculnya arsitek muda Indonesia (AMI) : Sonny Sutanto. − Tripanoto Sri. Yang menjadi fokus arsitektur pada periode ini yaitu keinginan untuk mensenyawakan arsitektur modern dan tradisional dengan penekanan lebih kepada simbol makna dan budaya dibandingkan dengan permasalahan kondisi tropis. Encona. Marco Kusumawijaya dkk. − Y. Zhou Fuyuan. merupakan kondisi kontemporer arsitektur Indonesia dan percepatan peristiwa merupakan karakter yang menonjol pada periode ini. Budi Sukada. Team 4.htm (7 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 Periode Kelima Periode ini berlangsung antara tahun 1990-2000. Arkonin. dengan karyanya Gedung Rektorat UI. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. kompleks TMII.Proyek-proyek yang ditangani adalah proyek-proyek yang berskala besar (pemerintah). Budiman H. dan bergabungnya arsitek periode keempat (Josep Prijotomo dkk) dalam periode ini. Gubah Laras. serial Hotel Santika. dengan karyanya perumahan di Kali Code Yogyakarta.

Beberapa karya yang penghargaan yaitu: menonjol periode ini dan mendapat file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206.htm (10 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM . − Yori dan Marco K. − Thamrin dan Kelompok Kumuh : Gerbang Utara ITB.htm (8 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 − DCM (Budiman. Sejarah arsitektur India dimulai dari masa peradaban lembah Indus ( Indus Valley Civilisation). kemudian . budaya dan geografi. penjelajahan desain dan kejujuran berekspresi file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. Sonny. Dunia Fantasi Ancol. − Fuyuan : Rumah Pabrik. Asia tengah maupun Eropa. Café Batavia − Irianto : Kantor Bank Exim Kamayoran. Dicky) : Tugu Park Hotel di Malang.htm (9 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. − Budi Lim : Urban Infill di Bank Universal Hayam Wuruk dan Konservasi Bank Universal Melawai. Armand dan Tony) : The Condor. Keberagaman arsitektur tersebut menyebabkan kesulitan untuk mengidentifikasikan ke dalam satu karakterisktik style yang mewakili keseluruhannya. − Sardjono Sani : Rumah Tinggal Tusuk Sate di Pondok Indah Jakarta. : Rumah Murah Swadaya Plan International Kupang Fokus arsitektur pada periode ini lebih kepada pengungkapan tradisi berarsitektur AMI yaitu peningkatan profesionalisme. Sejarah Perkembangan Arsitektur India Arsitektur India menunjukkan keberagaman ditnjau dari sejarah. Gedung Ford Foundation untuk ASEAN (bekerja sama dengan Gunawan Tjahyono). − Krish Suharnoko. serta pengaruh teknologi dari Barat. − Arcadia (Gatot. sejarah perkembangan dan konsep arsitektur india A. Kesemuanya merupakan hasil dari rangkaian tradisi masa kuno dan berbagai ragam budaya setempat ke dalam tipe dan bentuk bangunan.

tempat pemandian yang dihubungkan dengan sistem drainase umum yang baik pada masa itu. penguasa Turki dan Afghannistan di utara pada masa pertengahan telah membawa India kepada tradisi arsitektur kubah ( dome dan vault). Arsitektur India telah membawa pengaruh yang besar terutama ke Asia Timur sejak kelahiran dan penyebaran agama Budha.arsitektur pada masa Vedik1. tipologi . dan Neogotik mulai dari abad ke-16 hingga akhir abad ke-19. tempat berdagang. sikhara. torana (gerbang) telah menjadi simbol terkenal arsitektur Hindu dan Budha yang berkembang dan digunakan di Asia Timur dan Asia Tenggara seperti yang terdapat pada bangunan candi Angkor Wat di Kamboja dan Prambanan di Indonesia. Peradaban awal India dimulai dari Lembah Indus. Struktur kota berbentuk grid diikuti jalur drainase disepanjang jalan umum dikelilingi oleh benteng. Neo-klasik. kemudian diikuti dengan kemegahan bangunan kuil pada masa pertengahan. Keseragaman tatanan kota. Barok. pagoda (meru). Selain benteng. pemandian umum. yang terakhir ini diyakini sebagai tempat pemujaan untuk kesuburan. yang kemudian dikenal dengan gaya Indo Saracenic. Sementara. Pengaruh Barat terutama Eropa tak terelakkan selama masa kolonisasi Eropa di India termasuk gaya Manneris. Sejumlah elemen arsitektur India seperti stupa. berlanjut hingga masa Maurya-Gupta atau dikenal dengan era perkembangan Buddha. tipe 7 7 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Mahenjo Daro dan Harappa dengan berbagai macam karakteristik rumah.htm (1 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 bangunan yang penting lainnya saat itu adalah lumbung. yang terdiri dari permukiman perkotaan kuna termasuk kota metropolitan. arsitektur biara ( monastery) dan batu/dinding pahat ( rock cut). Munculnya arsitektur Mughal pada abad ke-16 menggambarkan penggabungan antara elemen arsitektur regional India dengan elemen arsitektur Persia dan Asia Barat.

memerintah dari abad ke-6-9 Masehi. Pada masa itu terdapat beberapa kerajaan yang terbagi wilayahnya menjadi utara dan selatan. Umumnya kuil-kuil dengan rancangan terbaik yang menjadi ikon bagi arsitektur Hindu berada di wilayah Selatan. Dua kutub kerajaan ini mempengaruhi bentuk dan performansi dari kuil-kuil Hindu. dan ukurannya yang terbuat dari batu bata bakar yang menunjukkan koordinasi yang baik antara sosial dan politik pada saat itu. sekarang berada di wilayah Tamilnadu.htm (2 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 B. Di India Selatan terdapat tujuh kerajaan yang memberikan pengaruh besar dalam perkembangan arsitektur kuil Hindu yaitu: − Kerajaan Pallava. Rajastan dan langgam Jaina. seringkali disebut dengan Kuil Dravida di India Selatan.bangunan. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. bahwa agama Hindu lahir di lembah sungai Indus ( kawasan Sind dan Punjab ). Diantara kedua style tersebut juga berkembang kuil dengan style yang berbeda seperti yng terdapat di wilayah Bengal. Wisnu dan Siwa. Arsitektur Hindu Seperti halnya diketahui dari sejarah perkembangan kebudayaan Timur. Agama ini lahir dari perpaduan agama Tuhan Vedis sebagai agama sukubangsa Aryan (Aria) dengan agama suku bangsa Dravidians (percaya adanya inkarnasi) yang merupakan daerah invasi dari sukubangsa Aryan pada masa itu. − Kerajan Chola. Kuil besar yang dibangun pada masa pemerintahannya yaitu kuil Mahabalipuram dan ibukotanya Kanchipuram. Arsitektur kuil di India Selatan tidak menggunakan konsep arsitektur kuil di India Utara yang dipengaruhi oleh Persia. dan kuil Nagara di India Utara. Kashmir dan Kerala. Perpaduan itu tercetus dalam buku Rig-Veda (kitab agama Veda) yang pada permulaan tahun masehi disempurnakan dengan terciptanya kedewaan Trimurti : Brahma. kerajaan ini berkuasa pada tahun 900-1150 M diperintah oleh Rajaraja Chola I dan . Arsitektur hindu dikenal lewat rancangan kuil-kuil hingga sampai ke Asia Tenggara mulai abad ke-5 hingga ke-13.

Kuil Kasi Vishveshvara di Lakkundi. dan kuil Kesava di Somanathapura. Terdapat lebih dari 50 kuil yang masih bediri di sekitar sungai Krishna. Beberapa elemen yang dihasilkan dari karya tersebut yaitu pilar Yali (pillar yang bersimbol kuda). kuil Hoysaleswara di Halebidu.753 M yang kemudian menghasilkan langgam Vesara disebut juga Arsitektur Chalukya Badami. Contoh yang paling bagus dari seni kuil ini nampak pada kuil Pattadakal. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Kuknur di Karnataka. Leibh dari 150 kuil tertinggal di lembah Malaprabha. di tengah Kartanaka.putranya Rajendra Cholaruled dan membangun kuil Brihadeshvara dan kuil Siwa Thanjavur. Aihole dan Badami di Karnataka utara. Kuil lain yang menarik yaitu kuil Jaina Narayana di Pattadakal dan kuil Navalinga. Mallikarjuna di Kuruvatii. − Raja Hoysala memerintah India Selatn pada tahun 1100-1343M dan mengembangkan sebuah konsep arsitektur yang disebut Hoysala Arsitektur id negara Karnataka. Kalleshwara di Bagali dan Mahadeva di Itagi merupakan kuil-kuil yang indah dan menarik yang dibangun oleh arsitek-arsitek semasa kerajaan Chalukya akhir. − Kerajaan Rashtrakuta yang memerintah wilayah Manyakheta. Badami pada tahun 543 . − Kerajaan Vijayanagar yang memerintah seluruh wilayah India Selatan pada tahun 1343-1565 M membangun sejumlah kuil di ibukota Vijayangar dengan menggabungkan beberapa langgam yang berkembang di India Selatan pada masa sebelumnya. Karya arsitektur kuil yang terbaik yaitu kuil Chennakesava di Belur. Gulbarga tahun 753-973 M membangun beberapa kuil Dravida di Ellora (kuil Kailasanatha).htm (3 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 − Kerajaan Chalukya Badami yang disebut Chalukya awal yang diperintah oleh. − Chalukya Barat disebut juga Chalukya Akhir yang memerintah Decca dari tahun 973-1180 M menghasilkan kembali langgam chalukya dikenal dengan langgam Gadag. yang artinya di dalam dan antara (in-between). balustrade ( parapets) and pilar berhias .

Brahmin juga menentukan pemilihan tapak dan menguji keadaan tanah. Bentuk empat persegi ini menyimbolkan kestabilan dan kekekalan. Arsitektur hindu di India dibagi atas tiga langgam: − Langgam Hindu Selatan. Konsep merancang kuil dibuat oleh seorang Brahmin. banyak kuil Hindu dibuat dari pahatan dinding tebing atau bukit.htm (5 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 Selama abad pertengahan. Menurut Fergusson2. Hingga saat ini konsep arsitektural Hindu mempengaruhi bangunan-bangunan atau arsitektur Budha. Beberapa ciri lain dari arsitektur hindu yaitu penggunaan sistem trabeate yaitu massive block dari batu yang menjadi material dasar dalam pembangunan kuil India. − Langgam Utara atau Hindu Arya. berbeda dari kedua diatas. dan tebalnya sesuatu dinding atau tiang mengikut segi “mithologykal adan astronomikal” Hindu yang dikenal dengan Formula “ Vastupurshamandala” (tatanan untuk bangunan sakral). dipraktekkan oleh bangsa ras Tamil dan seluruh wilayah yang terletak antara Cape Comorin dan Nerbuddha or wilayah Vidya.htm (4 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 − Langgam Kasmir atau Punjab. Tatanan inilah yang mengatur konsistensi rancangan dari kuil-kuil di wilayah India. Beberapa raja yang memerintah Vijayanagar membangun kuil-kuil terkenal dengan gaya arsitektur Vijayanagar. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.(manatapa). file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. ditemukan hanya di wilayah Himalaya yang berbatasan dengan ras Arya yang berbahasa Sancrit atau dikenal dengan ‘ the Bengal Presidency’. akan tetapi lebih mirip kepada langgam yang di selatan.htm (6 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 Kuil-kuil hindu menggunakan bentuk empat persegi daripada bentuk lingkaran seperti yang digunakan dalam arsitektur Budha. Tantanan ini dituangkan dalam tatanan ilmu arsitektur Hindu dinamakan vastushastra. Sistem ini berupa tiang tegak dengan alang melintang .

Mantapa.1. Ada juga kuil yang memiliki gabungan dari kedua mandapa.sistem ini digunakan dengan begitu meluas sekali. Mandala empat segi atau charta firasat arsitek Hindu.2. Beberapa kuil memilki ‘mandapa luar atau Maha Mandapa’ dan ‘mandapa dalam atau Ardha Mandapas’. Brahma. biasanya sama bentuknya dengan bangunan kuil inti (vimana). Ruang mandapa berbentuk bujursangkar atau persegi. mengandung 64 atau 81 kotak. tapi jauh lebih rendah dari atap vimana. Gopura dan Choultri dengan penjelasan sebagai berikut. ruang bagian luar yang sebagian dilingkupi dinding dilingkupi oleh dinding yang memiliki pintu. satu pintu merupakan penghubung untuk ke vimana sedangkan pintu yang lain merupakan akses dan masuknya cahaya ke ruang dalam. untuk kuil yang kecil biasanya perbandingan antara tinggi dan lebar bangunan 1:1 atau berbentuk kubus. Terdapat bagian yang tegak lurus terbuat dari batu dan granit yang didekorasi dengan pilaster dan ornamen. dan kuil yang besar biasanya tingginya jauh lebih besar daripada lebarnya. Pelataran depan atau Mandapa Pelataran depan atau ‘ Mantapa’. Dewa-dewa lain menduduki tempat-tempat di penjuru. Dewa utama. Walaupun sistem “ Arch Vault” lebih ekonomis dan digunakan di seluruh dunia. Kuil hindu memiliki empat ruang prinsip dalam perancangannya yang menjadi konsep arsitektur Hindu yaitu Garbha griha. B. Garbha griha Merupakan bagian utama dan terpenting dari kuil dan merupakan inti/induk bangunan yang disebut vimana (di India Selatan) atau mulaprasada (di India Utara). Atapnya berbentuk piramid. biasanya yang mandapa luar bersifat terbuka dan mandapa dalam bersifat tertutup.htm (7 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 persegi. Vimana beratap tingkat seperti pyramid umumnya terbuat dari bata yang diplester dengan semen kemudian diakhiri dengan ‘dome’ kecil (umumnya di india selatan). sering juga . pemelihara dan pemusnah menduduki empat segi tengah. B. Vimana yang terbesar di Tanjore yang terdiri dari 14 tingkat dengan tinggi hampir 200 ft. Denahnya berbentuk bujursangkar atau file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.

kadang-kadang juga bisa melebihi jumlah dinding pagar.4. akan tetapi sebisa mungkin dikurangi jumlah pilar dengan membuat kotak-kotak pembalokan pada ceiling ( bracketing) dan ‘projecting cornices’.htm (8 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 berbentuk flat yang tidak berornamen. Terdiri dari 12 tingkat termasuk basement yang terbuat dari granit dan datar. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Bentuk gapura indentik dengan vimana. Atap ditopang oleh pilar. Jumlah gerbang mengikuti jumlah dinding pagar. gerbang piramid yang paling besar dimiliki oleh kuil di Combaconum. Choultri ini berada bangunan extra di sekitar kompleks kuil biasanya digunakan . Menurut Fergusson. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.3. Hall berpilar atau ‘ Choultri’. Pada sisi yang panjang terdapat bukaan yang biasanya 1/4-1/7 dari lebarnya. sementara keseluruhan piramid terbuat dari batu bata diplester dengan sculpture dan ornamen. yang merupakan ibukota Kerajaan Chola setelah penolakan Tanjore.htm (12 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 B. Gerbang Piramid ‘ Gopura’ Gerbang atau Gopura adalah jalan masuk ( entrance) untuk memasuki kompleks halaman kuil yang berbentuk persegi yang biasanya mengitari vimana.htm (11 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. meskipun demikian terdapat satu sisi yang lebih besar dan lebih panjang.htm (9 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.htm (10 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 B.

C. Pada masa Ashoka telah diperkenalkan arsitektur batu pahat yang mentradisi hingga lebih dari 100 tahun lamanya hingga masa arsitektur Budha. Kemudian hall berpilar di Chillumbrum terdiri dari 24 kolom pada sisi lebar dan 41 kolom pada sisi panjangnya. Arsitektur Budha file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. terdapat banyak ruangruang .untuk berbagai macam kegiatan upacara dengan tarian dan nyanyian serta upacara perkawinan. Hall berpilar yang besar yaitu ada di Tinnevelly yang terdiri dari 100 kolom pada sisi yang panjang dan 10 pada sisi yang lebarnya.htm (13 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 Arsitektur batu (stone architecture) juga telah tumbuh di India terbukti pada tinggalan sejarah istana Pataliputra dan juga Ashoka Stambha (prasasti tugu monolitik) yang bertuliskan maklumat dari raja Ashoka. Pada awalnya sebagai beranda ( porches). Jaina dan Hindu. kemudian berkembang menjadi ruang untuk berbagai kegiatan terutama untuk upacara yang berhubungan dengan perkawinan. Pada ujung atas prasasti terdapat ukiran batu berkepala empat singa yang menjadi simbol dari kerajaan Ashoka.

Dalam satu lahan paling sedikit terdapat satu chaitya dan beberapa vihara. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. vihara (asrama) dan stupa (monumen file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.htm (17 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 Bangunan stupa terdiri dari beberapa bagian atau elemen yang membentuk satu konsep arsitektur sebagai berikut: − Harmika yaitu pagar empat segi stupa memberi peringatan “syurga 33 tahun lambang dari peti suci Budha dan menjadi sentral dari meditasi − Yashti berbentuk tiga Lapis payung yang melambangkan paksi dunia. Pada saat yang sama. Viharas (Buddhist monasteries). Konon katanya tradisi ini berasal dari Mesir kuna dan Persia. . pagar yang mengelilingi stupa pada mulanya dibuat dari bahan kayu. Stupa Stupa adalah monument untuk memperingati Budha dan para pengikutnya berbentuk setengah bulatan mempunyai pengertian falsafah melambangkan “kubah syurga” (Dome of Heaven) atau melambangkan struktur kosmik yang menetap terbuat dari batu atau tanah atau material lainnya dengan struktur dan konsep arsitektural sebagai berikut: file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.pemujaan yang dipahat di dinding tebing atau gunung. ruang meditasi file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. − Stambha. mulai dibangun setelah kematian Budha terutama pada masa Kerajaan Mauryan with karakteristik monumen stupa.1.htm (14 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 yang terdapat stupa didalamnya. terdapat tiga bangunan yang penting dalam arsitektur Budha yaitu chaitya (ruang meditasi para biksu). chaitya. pada zaman syuga digantikan dengan bahan batu. Arsitektur Budha berkembang pada masa Pemerintahan Ashoka. tiang yang bertuliskan ukiran ayat-ayat suci dari kitab Pali berfungsi sebagai alat sebaran agama Budha − Vedik.htm (15 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 budha).htm (16 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 C.

Chaitya Griha Chaitya griha adalah tempat meditasi para sami Budha dalam mempelajari ajaran Budha.3. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. kata ini berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya tempat suci. Chaitya terdiri dari barisan tiang yang beratap. C. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Vihara terdiri dari ruang-ruang sel kecil yang terisolasi dan ruang bersama berupa hall yang dikelilingi oleh tiang-tiang ( portico) yang merefleksikan ruang komunal dari asrama.− Torana. Berbagai macam tipikal dari vihara terdapat pada gambar berikut ini.Vihara (Monasteries) Monasteries (Vihara) merupakan asrama atau tempat tinggal para sami Buddha selama mereka bermeditasi. Pada beberapa site dari tipikal chaitya ada yang berbentuk sekuen dari bentuk persegi diakhiri dengan ruang suci tempat stupa.htm (21 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 .htm (18 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.2.htm (19 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 Berbagai macam bentuk dan konsep chaitya dapat dilihat pada gambar berikut ini. sehingga vihara dikenal sebagai hall dengan serambi. di ujungnya yang membentuk membentuk garis keliling melingkari stupa yang ada didalamnya. gerbang (jalan/pintu masuk) ke dalam stupa yang berasal dari bahasa Sansekerta. Orientasi dari vihara bervariasi tidak ada arah tertentu sebagai patokan.htm (20 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 C. Contoh Chaitya yang paling bagus terdapat Ajanta and Ellora.

1. Sejarah Perkembangan Budaya dan Pemerintahan di China Cina memiliki sejarah yang panjang dan bergejolak sejak masa primitif hingga saat ini. Peradaban Cina mulai terbangun sejak 4000 hingga 5000 tahun yang lampau. kendaraan tempur. dimana pada saat itu seni lukisan. mereklamasi tanah. 7. Begitu pula. sastra. Pengaruh rancangan arsitektur kota dan Budha pada masa itu sangat besar pada perancangan kota dan bangunan kuil Budha di Jepang. patung. pada saat dinasti Tang ini pula. dan kayu cetak dan produksi massal buku mengalami perkembangan yang pesat. Tata Urutan Dinasti di Cina dan Karakteristik Sejarahnya Dinasti Karakteristik dan Sejarah Hsia c. sejarah perkembangan dan konsep arsitektur china A. 2 8 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Secara umum Wilayah China secara garis besar terbagi atas Huabei ( China Utaradan Huanan ( China Selatan ). bercocok tanam . Dinasti Tang disebut sebagai masa emas dari Sejarah Cina. senjata perunggu. agama budha disebarkan ke Jepang.file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. penggunaan binatang domestik.Pada abad ke 2 SM terdapat suatu pemerintah yang bertsruktur di Cina yang memmasuki masa ke kaisaran atau Dinasti.1994-c. dinasti terakhir yang diperintah pribumi berkembang hingga ke Mongol atau Yuan yang merupakan dinasti yang didirikan oleh Kublai Khan.htm (22 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM . Dinasti Ming.htm (1 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Tabel.1523 SM• Membangunan saluran irigasi.

Yüan 1271-1368• Dinasti Mongol ditemukan oleh Kublai Khan. masa peperangan 403-221 SM Ch'in 221-206 SM• Penyatuan Cina dibawah kekerasan Shih Huang-ti. Shu. perumusan strata social. Tu Fu ). pelayanan masyarakat berdasarkan Konfusianisme. Wu. pencetakan uang kertas pertama. sentralisasi birokrasi. pengembangan luas percetakan. konfusianisme menjadi dasar pemerintahan birokrasi bertingkat. neo-konfusianisme mencapai keunggulan dari Taoisme dan Budhaisme. serbuk mesiu pertama kali digunakan oleh militer. Wei menjadi dominan. Po Chü-i . konfusianisme meredup. kontak dengan asing (barat). Mencius). penguatan Taoism dan Buddhisme. korupsi pemerintahan. kekisruhan dalam politik. budhaisme dibawah tekanan. kalendar China. rangkaian barbarisme dari dinasti Cina utara. ekspansi perlahan ke Asia Tenggara. aksara dan penulisan lebih baik. kekerasan berkurang. dan masa emas pencetakan perunggu Chou c. pertumbuhan dan perkembangan Budha Sui 581-618• Reunifikasi. pengembangan perkebunan the dan katun (tekstil). kesukaran. pengetahuan ilmiah diadopsi dari India Tsin or Chin 265-420 Dikembangkan oleh Wei. masyarakat pertanian dengan birokrasi. patung dan lukisan Five Dynasties and Ten Kingdoms 907-960• Masa perang. kanal dan Tembok raksasa Han 202 SM. Sung 960-1279• Masa perubahan sosial dan intelektual. masa emas aksara Cina. sistem kanal didirikan T'ang 618-907• Ekspansi teritorial. penggunaan besi. kerbau dalam pembajakan sawah. pembangunan jalan. Lao Tzu.1027-256 SM• Masa Klasik (Konfusius. pemberontakan di Mongolia dan Cina Selatan mengakhiri dinasti Ming 1368-1644• . tembok raksasa dibangun kembali.padi dan gandum. feodalisme digantikan oleh birokrasi pemerintah berjenjang. masa keemasan seni sastra dan sajak ( Li Po . ekonomi mata uang. kompilasi sejarah dan kamus bahasa Three Kingdoms 220-265• Pembagian atas tiga pemerintahan: Wei. standadisasi penulisan. Budhaisme dan Taoisme menjadi favorit.1027 SM Tonggak sejarah dinasti china pertama.220•M Penyatuan lebih solid. ide konfusianisme mengecewakan. penggunaan simbol dalam penulisan Shang or Yin c. pengenalan terhadap Budha. rancangan hukum tertulis. pendirikan kembali sentralisasi pemerintahan.1523-c.

seniman. penurunan kekuasaan sentral. Hui. Ch'ing or Manchu 16441912• Pendirian Mancu. Hierarki sosial dalam masyarakat diperkenalkan pada ketika mulai terbentuk suatu organisasi masyarakat yang sejalan dengan ditemukannya aksara dan penulisan. pesilatan berkembang. kekuatan asing membagi Cina kedalam lingkungan yang terpengaruh Perang Opium. Strata sosial pada masa itu masih terbagi atas pekerjaan dan kemakmuran yang diperoleh misalnya Raja dan bangsawan.596. Uygur. kontak dengan pedagang Eropa. konfusianisme dan pelayanan masyarakat diterima kembali. perluasan teritorial tetapi kekuasaan Cina melemah secara perlahan. Budhisme mencapai titik emas dalam penyebaran agama di Cina yang masuk pada masa Dinasti Han. penerapan sistem pembajakan sawah meluas hingga ke Asia Tenggara ketika terjadi ekspansi wilayah dan budaya ke bagian selatan Cina. kemudian pada masa dinasti Chou sekitar tahun 1027-256 SM• muncul suatu ajaran Konfusianisme. ajaran Lao-tse. Hongkong diserahkan. Zhuang. Cina masih terisolasi dari dunia luar hingga abad ke-2 Masehi ketika datang pengaruh Budha dari India. dan pedagang. Miao. petani. misionari. kaligrafi dan keramik berkembang luas dan banyak dikagumi oleh bangsa lain. Mo Ti. dan Inggris di Hongkong. Cina melepaskan Hongkong untuk menjadi satu negara sendiri setelah pendudukan Inggris pada pertengahan abad ke-19. dan Mencius yang menjadi dasar filosofi masyarkat Cina hingga kini. kerajaan Cina terakhir file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Manchu. Pada masa dinasti Chou sistem pertanian dikelola dengan baik. novel dan drama. pengembangan arsitektur porselin. Pada abad ke-19. pada masa itu Cina mengadopsi kemajuan ilmiah dari India. Kemudian kontak dengan Barat terjadi pada masa Dinasti Yuan sekitar abad ke-12.960 kilometer persegi dihuni oleh beragam etnis seperti suku Han. Yi. . dan Mongol. peningkatan perdagangan eropa. Tibetan. Budhisme yang berasal dari India.Mongolia keluar.htm (2 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 B. Keramik dan porselin Cina merupakan suat komoditas perdagangan Cina ke beberapa negara pada masa itu. Portugis menduduki Macao. Seni Lukisan. Sistem sosial budaya Cina Cina memiliki wilayah yang luas dengan total area wilayah 9. Sejak dahulu Cina memiliki kepercayaan kepada pemujaan roh nenek moyang.

intelektualitas file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Hong shui atau Feng Shui merupakan kompas kehidupan yang mengaur keseimbangan yang memiliki elemen alam seperti angin. betina. orientasi Ruang Dalam. Sementara.htm (5 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. air. gelap. Yang adalah sebagai energi positif. artinya diantara langit dan manusia yang menggambarkan peralihan dua alam yang disimbolkan dalam bentuk bundar-segi empat-bundar. arah dan ukuran bangunan. yin digambarkan sebagai energi negatif.htm (4 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Kemudian filosofi Tien-Yen-Chih-Chi.C. Sejarah Perkembangan Arsitektur Cina B.htm (6 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Dari filosofi arsitektur yang dijelaskan sebelumnya maka prinsip-prinsip dasar dalam arsitektur Cina adalah sebagai berikut: . yang menggambarkan kesehatan dan vitalitas. kuat.htm (3 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 manusia sebagai manifestasi penerapan keteraturan atas alam dan bundar melambangkan ketidakteraturan sifat alam. Kompas merupakan adaptasi metodis karya manusia terhadap struktur alam raya sehingga menjadi pedoman dalam pendayagunaan energi dan sumber alam untuk penyelarasan nafas dunia. Konsep dan Filosofi Arsitektur Cina Filosofi arsitektur Cina sangat dipengaruhi oleh filosofi dari kepercayaan dan ajaran Konfusianisme. Terdapat simbol dan lambang-lambang dari bentuk ideal dan keharmonisan dalam tatanan masyarakat. jantan. Hal-hal yang mempengaruhi Hong Shui menyangkut keseimbangan 5 (Lima) Unsur yaitu waktu Kelahiran. kondisi tanah pada lokasi ( tapak) . buatan manusia. terang. Bentuk ideal dan keharmonisan dalam masyarakat tersebut dapat dilihat dari filosofi Tien-Yuan TiFang yang berarti langit bundar dan bumi persegi. menyerap elemen. dimana persegi melambangkan keteraturan. Konsep Keseimbangan dalam kehidupan diatur dalam dualitas Yin dan Yang. Selain itu juga membantu manusia memanfaatkan gaya-gaya alam dari bumi dan menyeimbangkan Yin dan Yang guna memperoleh Qi yang baik. pola Penempatan ruang dalam file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. tanah dan metal. hong Shui atau Feng Shui.1. Taoisme dan Budhisme.

− Pintu dan jendela menjadi elemen penunjang yang penting dalam tatanan permukaan bangunan. konsep yang diterapkan pada rangka atap dengan sistem saling tumpang. mengutamakan posisi. kolom sebagai pendukung beban atap. mengutamakan ilmu pengetahuan bukan kemuliaan. Tata Ruang Rumah 7. Koordinasi atau orientasi. bentuk dan kerumitan ornamen atap. Struktur dan Konstruksi. sebagai sikap dan pandangan terhadap rumah sebagai sel dasar arsitektur dan keluarga merupakan mikrokosmos dari tatanan masyarakat umum sehingga pengaturan dan koordinasi sel dasar memiliki arti sebagai pengaturan dan koordinasi dunia 6. sakral Hirarkis Konsentris. warna tiang. − Adanya privasi berdasarkan rasa hormat dan keintiman tata laku/ Etiket Bangsa Cina yang diterapkan secara vertikal dengan langit-langit. dinding sebagai pembatas non struktural dan sistem bracket ( Tou Kung). pada umumnya dicirikan oleh lokasi lahan terhadap jalan Utama/Strategis. secara umum bersifat sequensial Horisontal. Memfokuskan pada bumi bukan surga. susunan ruang yang memiliki penekanan berbeda. jumlah Court Yard. gerak dan orientasi manusia dalam ruang Eksplorasi prinsip tersebut dalam Arsitektural yaitu − Potensialitas Dinding − Penonjolan individualitas bangunan − Pengorganisasian susunan CourtYard − Permainan tinggi lantai − Bangunan dibatasi taman file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. seperti tidak ada pembedaan prinsip antara bangunan sakral/religius dengan bangunan umum. hanya arah kegiatan. serta jumlah trave hall : 9 (kaisar ) 7 (putra mahkota) 5 (Mandarin) 3 ( rakyat biasa) 5. atap dan secara horisontal dengan Court Yard dan Lantai 4.1.htm (7 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 − Rumah utama bersumbu Utara-Selatan dan selalu memilih tempat yang lebih tinggi − Interior dengan elemen utama perabot berukir dengan warna megah sebagai lambang gengsi. . Hirarki dan Status. bukan kuda-kuda dengan penyangga miring.

1. Garis Lurus. Konsep Keseimbangan file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Romantis dan Alam Liar 3. Sumber Air.htm (9 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Kesan Stabil dengan Keseimbangan Dinamis − Komposisi Arsitektural − Konsepsi Confusius : Formal. Geologi. pola lantai : diagonal ( jen). seluruh permukaan bangunan penuh dengan dekorasi. Simetri. kuning dan hitam. Beraturan. Tipologi Arsitektur Cina Dari perjalan sejarah yang panjang terhadap perkembangan arsitektur di Cina terdapat beberapa tipologi . Tak Beraturan. Asimetri. Stilistika. Garis Lengkung.htm (8 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Hierarki pemerintahan administrasi perkotaan dan desa di Cina yang diterapkan sejak masa dinasti Chin terdiri dari empat tingkat yaitu : − County town = kota ( xian ) − Township = sub kota ( xiang ) − Market Town = kota dagang ( zhen ) − Village = desa ( cun ) Dalam perencanaan kota-kota awal di Cina terdapat beberapa prinsip sebagai berikut. Susunan Bata ( Ting).8. Kota Berdinding Dinding sebagai unsur penting dalam formulasi bentuk/struktur kota 2. bangunan menggunakan konstruksi kayu dan dengan kombinasi warna yang menyolok seperti merah. Misteri. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Kejelasan − Komposisi Lansekap − Komposisi Taoisme : Informal. Orientasi − Hubungan Lahan dengan Bentuk/Struktur Kota dimana bentuk ditentukan oleh hubungan Simbolik.2. hexagonal (Kou). Estetik dan Fungsional antara Kota dan Lingkungan − Berdasarkan Prinsip-prinsip Keseimbangan Yin dan Yang B. Prosedur Perancangan dan Perencanaan Kota − Pemilihan Tapak berdasarakan pengamatan Aspek Alami : Topografi.

file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.htm (14 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Kuburan yang memiliki fungsi dan karakteristik sendiri. Pada dasarnya arsitektur Budha Cina terbagi atas arsitektur pagoda. yang merupakan induk dari rumpun Austronesia menjadi konsep awal dari aristektur Austronesia. Kuil atau Kelenteng.htm (15 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 . Tembok Raksasa sekitar 3000 kilometer. Gerbang (Pai Lou).arsitektur Cina seperti Istana. kayu dan bangunan batu sepanjang selatan China (VI) file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Pagoda ( 5 – 7 tingkat).htm (13 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Shaanxi dan provinsi Henan (II) − Arsitektur dengan konstruksi kayu dan bata di sebelah barat dan barat daya China(III) − Konstruksi kayu di sebelah timur china (IV) − Arsitektur tanah liat dan kayu di Hakka (Fujian). sedangkan jumlah court yard bergantung pada besar rumah. kuil file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Cina juga kaya dengan arsitektur vernakular. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Guangdong dan Jiangxi (V) − Batu bata.htm (10 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 budha. dan pahat dinding batu.htm (12 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Tipikal rumah di China Bagian Utara ( Northern China) − Tipe rumah yang memiliki halamn tengah atau dijenal dengan sebutan siheyuan (Courtyard house) − Adanya hutong (gang sempit sebagai frontage dari rumah ) − Gerbang yang berornamen menuju ke court yard yang disebut dengan chuihuamen ( hanging flower gate) − Pada tipe dasar hanya terdapat satu ourt yard. Di wilayah bagian selatan.htm (11 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Dari bangunan arsitektur religius yang beragam dan dipengaruhi oleh Budha. Beberapa tipologi rumah vernakular Cina yang ada di Cina dibagi atas beberapa tipe seperti : − Rumah bata dengan ruang terbuka persegi di sebelah utara China (siheyuan) (I) − Arsitektur subterranean di wilayah loess seperti Shanxi.

htm (18 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 terhadap gempa China Bagian Timur (Eastern China) Terbagi atas dua geografi : – dataran landai (Jiangsu dan sebelah utara Zhejiang) dan – berbukit (sebelah selatan Anhui dan Zhejiang) .Tipikal rumah dan desa di Loess Region − Cave dwelling (troglodytic houses) − Subterranean house (semi troglodytic house) − Adanya kang (tempat tidur yang terbuat dari tanah liat) − Desa gua − Desa gua di Gansu yang menunjukkan masing-masing rumah memiliki courtyard Rumah Gua (cave dwelling) memiliki konsep arsitektur sebagai berikut: Pintu masuk (Entriway) berbentuk vault Adanya courtyard Satu rumah biasanya terdiri atas dua atau tiga ruang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.htm (16 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. lebih banyak bukaan untuk sirkulasi udara dan angina dan lebih sedikit resikonya file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.htm (17 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Tipe rumah Subterranean house (semitroglodytic houses) − Frontage rumah berada pada sisi sebuah tebing − Adanya close courtyard − Entryway memiliki vault − Keuntungannya.

sebagai area paling subur di china • Courtyard brick gate • Suzhou house (row houses) file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. tiga dan lima.• Sepanjang sungai Yangtze.htm (21 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM .htm (20 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 panjang) termasuk ukuran tingginya (volume ruang) • Banyaknya jian mulai dari satu. berbentuk persegi dan lingkaran • Terbuat dari bata (brick) • Adanya enclose structure (weizi) Dataran pantai sebelah selatan (The Southern Coast) • Courtyard house • Material bangunan granite block dan bata merah dan kayu • Dekorasi biasanya pada bagian atap yang terbuat dari kayu Material Bangunan dan Teknologi Pit dwelling =Rumah bawah tanah (yaodong): • Tanah kuning =tanah liat =huangtu ( clay brick) • Endapan lumpur sungai yang dikeringkan (mud brick) • Tanah lempung ( pounded earth) Setelah tahun 1949 : • Adobe brick = tanah liat dan jerami yang dipadatkan kemudian dibakar • Granite block dan Bata merah • Konstruksi atap : kayu dan genteng Bentuk dan Ruang • Modul atau standar dimensi ruang adalah jian • Jian adalah ruang yang berada pada interval kolom yang memiliki ukuran tertentu (lebar dan file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. sejarah perkembangan dan konsep arsitektur JEPANG A. Jumlah jian yang genap dihindarkan karena mewakili bentuk asimetri dan bentuk yang tidak tentu. Sejarah Perkembangan Budaya dan Pemerintahan di Jepang Jepang adalah sebuah negara kepulauan yang terdiri dari kira-kira 4000 pulau mulai dari Hokkaido di utara .htm (19 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 China Bagian Barat dan Barat Daya (Western and South-Western China) • Brick house • Bentuk atap berundak atau bertingkat-tingkat • Small courtyard Hakka Region • Besar.

000 SM-300SM) Pit dwelling. gugur.1. Kyushu. berburu. dan Shikoku Jepang beriklim sejuk. dingin.hingga Okinawa di Selatan. pertanian primitive dengan penebangan dan pembakaran − Yayoi Period (300 SM-300) Teknik bercocok tanam padi. terutama di wilayah utara.552) Ekonomi pertanian berkembang.000 SM) Budaya primitif : Gua sebagai habitat hidup manusia. Hokkaido.htm (2 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 − Kofun/Yamato Period ( 300. alat-alat selain batu. menangkap ikan. barang tembikar. ekonomi. Kronologi Perkembangan Sejarah dan Pemerintahan di Jepang Jaman/ Masa Periode Pemerintahan/ Kekaisaran Karakteristik dan Sejarah Jaman Prasejarah − Paleolithic age (before 10.htm (1 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Tabel 9. Hampir seluruh wilayah memiliki empat musim. . cuaca dingin berasal dari utara dan panas berasal dari Selatan. kapak batu − Jomon Period (10. pembuatan tungku pembakaran dari tanah liat. Perkembangan budaya. dan politik mengalami proses yang panjang sejak dari masa prasejarah hingga sekarang ini. semi dan panas. 2 9 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. rumah individu berkembang. masyarakat komunal. budaya berburu. Ada empat pulau besar yang memiliki populasi cukup tinggi yaitu Honshu. bangunan panggung. Area pegunungan meliputi hampir 75% dari seluruh luas wilayahnya dan termasuk negara yang memiliki gunung berapi yang banyak di dunia sehingga gempa sering terjadi dan terdapat banyak titik sumber air panas (hotspring). perlengkapan mulai bervariasi dari kayu dan batu file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209.

pembangunan jalan (highway) dari Kamakura ke Kyoto. perubahan ritsuryo sistem. adopsi arsitektur Budha dari Cina ( Pagoda). agama budha diperkenalkan. pembangunan kuil-kuil Budha ( Pagoda) − Heian Period (7941185) Golongan aristokrat terbentuk. tumbuhnya rumah bangsawan ( shinden style). pembentuk birokrasi pemerintahan dengan sentralisasi kekuasaan ( tenno). munculnya strata sosial dalam masyarakat − Nara Period (645794) Perdagangan berkembang. townhouse. kyoto sebagai pusat ekonomi dan budaya. tipe rumah samurai Peningkatan craftsmenship berikut organisasinya. pemindahan ibukota ke Kamakura. ritsuryo sistem. strata sosial masyarakat menguat. pembangunan dua ibukota. akulturasi agama asli dengan budha. pengaruh budaya dan teknologi dari Cina dan Korea. pembangunan fisik ibukota Heijo (Nara) dan Heian (Kyoto). pembentukan komunitas kecil ( kuni) dengan tata aturannya. dan farm house. konsep tea house mulai tumbuh. Jaman Klasik − Asuka Period (552645) Ekonomi pertanian berkembang pesat. munculnya lebih dari 30 post-town (shukuba machi). pengenalan Zen-Budhism. pembentukan kota-kota. Jaman Pertengahan Kamakura Period (11851333) Peralihan pemerintah dari istana ke golongan militer ( shogun). Nambokucho (1333 – 1392) .perkembangan peralatan tembikar dan perunggul.

pengembangan shinden style. shoin style. petani dan pedagang. townhouse dan farm house makin berkembang. Edo (Tokugawa) Period (1615-1867) Shogun Tokugawa. pembangunan highway dan pertumbuhan kota-kota baru (post town) sepanjang jalur kereta api.htm (3 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Jaman Pre Modern Momoyama (1568-1615) Peningkatan keahlian dan peralatan pertukangan (craftsment). dan timbul konsep kota baru : castel-town. Tokyo sebaga ibukota pemerintahan. peralihan shogun Kamakura ke shogun Muromachi Muromachi Period (13921568) Shogun Muromachi menggantikan shogun Kamakura.samurai resident masih berkembang. pembangunan pabrik modern. promosi kaum kapitalis. kuil budha makin berkembang dipengaruhi arsitektur Cina. pembentukan kekaisaran dalam pemerintahan. samurai dwelling. era pemerintahan modern terbentuk. alat pertukangan makin maju. perkembangan sosial masyarakat biasa (commoners). pembangunan jalur kereta api. Jaman Modern Meiji Period (1867-1912) Shogun Tokugawa jatuh. pemindahan ibukota ke Edo (Tokyo). townhouse ( machiya) dan farm house ( minka) makin bervariasi. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. perekonomian berkembang dari skala kecil menjadi provinsial estat. Kaisar Meiji pindah ke Kyoto.munculnya konsep ukuran ruang. masyarakat menengah . pengembangan sistem sankin-kotai dan muncul katsura detached palace. Kyoto sebagai perwakilan pemerintahan.Kekuasaan Shogunate makin menguat. istana dan kekaisaran masih exist. kontak dengan asing (barat). restorasi Meiji. terdapat bangunan Shoin style.

Secara singkat kronologi perkembangan arsitektur di Jepang dapat dilihat dari skema dibawah ini. pembangunan apartemen. Showa Period (19261989) Pemerintahan modern masih berlanjut. westernisasi dalam banyak aspek termasuk tenik bangunan Heisei Period (1989present) Modernisasi dengan isu-isu sentral : back to nature. perubahan lifestyle menjadi modern life style. nasional housing.tumbuh dan berkembang.2.htm (4 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 B. kemanusiaan serta pembangunan berkelanjutan file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. pembangunan pabrik. pendirian sekolah formal teknik. modernisasi meliputi segala aspek termasuk arsitektur. Kronologi Sejarah Perkembangan Arsitektur Perkembangan arsitektur Jepang yang dimulai sejak masa pra-sejarah yang pada saat itu sangat dipengaruhi oleh budaya Austronesia hingga berbagai macam pengaruh dari negara tetangga: Cina dan Korea serta pengaruh barat yang pertama kali dibawa bangsa Eropa.htm (5 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 9. Kronologi Perkembangan Arsitektur Jepang mulai masa prasejarah hingga modern Berbagai tipe dan fungsi bangunan yang berkembang . pengaruh western style dalam rancangan bangunan dan lingkungan Taisho Period ( 19121926) Pemerintahan modern masih berlanjut. penggunaan peralatan modern. industri booming. kota metropolitan dan perkembangan industri modern.

Sehingga tidak heran bahwa perencanaan kota Heian (Kyoto) merupakan replika yang lebih kecil dari desain kota Cangan. Besarnya kota banyaknya zona ditentukan dari sosial ekonomi dan politik dari pemerintahan pada masa tersebut. vila atau paviliun bangsawan.1. kota Heijo pada tahun 710 (Nara). kota Fujiwara pada tahun 694 (sekarang sebelah selatan kota Nara).htm (8 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 . medieval (Nara) hingga periode Edo dalam arsitektur Jepang. Rumah kerabat atau bangsawan berada disekitar komplek istana. kota Kuni pada tahun 740. ibukota Dinasti Tang. B. Hubungan dagang tersebut telah membawa pengaruh pada ekonomi. Kota Heian lebih besar dari kota-kota awal Jepang saat itu. istana dan puri. rumah tinggal petani (minka).mulai masa prasejarah. sekolah dan rumah tempat minum teh. dan kota Otsu. rumah tinggal prajurit (rumah para samurai). Bentuk rumah tenda berdiri file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. terdapat satu jalan raya utama menuju kompleks istana Kekaisaran yang memerintah pada masa itu dan membelah kota menjadi dua bagian disebut Kota sebelah kiri ( Sakyo) dan kota sebelah kanan ( Ukyo). bangunan religius: Kuil (Shinto dan Buddha). gedung teater kabuki. Kesemuanya memiliki karakteristik desain tersendiri. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. antara lain rumah primitif. rumah toko (machiya). Jalan menjadi pemisah setiap zona. Pengaruh budaya.2.htm (7 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 B. Tipologi Bangunan Vernakular Jepang Rumah Primitif Ciri-ciri dan karakteristik rumah Austronesia tampak pada rumah Jepang pada masa prasejarah. Masuknya Budha pada abad ke-6 telah 2 membuka hubungan perdagangan internasional yang erat dengan Asia khususnya Cina yang dikuasai oleh Dinasti Tang pada masa itu dan Kerajaan yang menguasai jalan sutra.htm (6 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. sosial politik dan hukum. Pertumbuhan Kota-kota Awal Jepang Pertumbuhan kota-kota baru di Jepang dimulai sejak masa Nara. Perencanaan kota-kota tersebut umumnya menggunakan konsep grid. Konsep itu pula sebelumnya telah diadopsi dalam perencanaan kota Naniwa pada tahun 645 (sekarang Osaka). kota Nagaoka. iklim dan alam sangat menentukan konsep arsitektur rumah awal Jepang.

denah ruang persegi. Antara pertengahan abad ke-4 hingga abad ke-5 muncul satu sistem strata sosial yang disebut uji-kabane.htm (9 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Pada masa Kofun. rumah panggung ( takayuka) yang pada sebelumnya hanya dibangun sebagai tipikal lumbung menjadi favorit. sejalan dengan perkembangan peradaban. akan tetapi pada masa itu kepercayaan lokal ( Shinto) yang disimbolkan dengan Amaraterasu o-mikami (dewa Matahari) telah mengakar dan menjadi simbol pemerintahan pada masa itu. lantai ruang berada di atas tiang-tiang yang beralaskan batu. terdapat gap yang lebar antara kaum petani yang maju dan kaum aristokrat. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. simbol menyilang seperti tanduk kuda di ujung atap. Pengaruh teknik bangunan kuil Budha sangat besar pada perkembangan kuil Shinto. pit dwelling dengan dinding banyak didirikan. Pit dwelling berevolusi menjadi pit dwelling dengan dinding. atap pelana. kemudian menjadi rumah panggung ( raised floor dwelling) dengan struktur kayu dan atap alang-alang. Kemudian pada masa Yayoi dan Kofun. Kemungkingan sistem strata sosial ini dipengaruhi oleh Kerajaan Silla di semenanjung Korea. Kemudian agama Budha masuk dari Cina dan Korea. pengaruh arsitektur Budha dari Cina sangat besar. Pada saat yang bersamaan waktu itu pengaruh Budha datang dari Cina dan Korea. akan tetapi . Pada saat itu rumah bukan lagi semata sebagai tempat berlindung dari panas dan hujan akan tetapi sudah menjadi penanda status sosial di dalam masyarakat. bangunan yang dinaikan.htm (11 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Izumo dan Sumiyoshi.htm (10 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Beberapa kuil Shinto yang megah telah dibangun baik di Ise. orang Cina datang bukan hanya membawa dan menyebarkan agama Budha. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Kemudian. Pada masa Jomon. Semua perangkat dan peralatan yang digunakan mengalami perubahan dan kemajuan.diatas tanah yang dilubangi (pit dwelling) merupakan perkembangan dari rumah gua.htm (12 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Bangunan Religius Setelah Budha masuk ke daratan Jepang dari Cina dan Korea. telah mengakibatkan terjadinya evolusi pada bentuk dan konsep rumah. Konstruksi ketiga kuil ini menggambarkan konsep bangunan Austronesia. Pada masa itu.

dengan konsep sambungan balok dan tiang menggunakan pasak dan tekan. Hoto menerapkan heaven dome dari simbol Budha pada atap pagoda kemudian digabungkan dengan pent-roof (mokoshi) pada keempat sisinya. Pembangunan kuil ini memakan waktu sekitar 8 tahun dan selama itu pula telah terjadi transfer teknologi arsitektur Budha antara para tukang dari Cina yang datang khusus mendirikan bangunan tersebut dengan tukang Jepang sendiri. Nara pada tahun 745 yang memiliki dua buah pagoda tujuh tingkat didalamnya terdapat patung Budha raksasa. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Kuil ini merepresentasikan puncak dari kuil budha dengan arsitektur Jepang yang kemudian dikenal dengan Fujiwara Style dengan penerapan konsep Pagoda yang baru berbeda dari yang sebelumnya. Kuil Budha terkenal pada itu dan mewakili kuil Budha berarsitektur Jepang yaitu Phoenix Hall di Uji. Jumlah Pagoda hanya satu dan berada di tengah kompleks kuil. bagian sambungan balok atas menggunakan teknik bracket yang merupakan teknik konstruksi khas kuil Budha di Cina. Kuil Budha pertama yang dibangun abad ke-7 yaitu kompleks kuil Horyu-ji.htm (14 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Konsep Pagoda bertingkat 5 yang biasanya terdapat pada kuil Budha dari Cina diadopsi pada kuil ini.htm (15 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Rumah Rakyat Biasa . disebut dengan hoto.htm (13 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Pada abad ke-13 muncul konsep arsitektur kuil Zen-Budhisme.juga membawa atribut yang berhubungan dengan tempat peribadatan agama Budha. prototipe kuil Shinto diabadikan sebagai konsep awal kuil Shinto yang sederhana. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. kemudian berubah menjadi kuil. danau kemudian penataan tata ruang luar yang menunjang bagi proses meditasi. kuil Budha yang menerapkan konsep arsitektur Jepang berkembang pada masa Heian. Hingga sekarang ini kuil budha memiliki berbagai macam langgam namun konse pagoda bertingkat mulai ditinggalkan. Material bangunan yang digunakan seperti halnya di Cina. Penekanan pada hiasan patung dan eklektisme pada kuil Budha terus berlangsung hingga pertengahan abad ke-14. kuil Budha ini terbuat keseluruhan dari kayu. Lokasi kuil yang dianggap baik yaitu di atas lahan berbukit dekat dengan hutan. Awalnya bangunan ini adalah vila bangsawan. dekat Kyoto. Berikutnya. Setelah selesai pembangunan kuil Horyu-ji kemudian disambung dengan pembangunan kuil Todai-ji di sebelah Timur dari kuil Horyu-ji. Konsep denah kuil Jepang melekat pada konsep simetris pada kuil Cina. di dekat Nara.

rumah untuk rakyat biasa (commoners house) yang mengalami pertumbuhan pesat pada masa Edo yaitu minka. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209.htm (17 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Selain machiya. Minka ini bukan hanya sebagai rumah petani. konsep perdagangan dan politik yang membentuk pertumbuhan kotakota baru. Sasu. Pembentukan kota-kota awal Jepang merupakan titik awal perdagangan internasional pada masa itu dengan Asia khususnya Cina. Machiya adalah sebuah konsep rumah perkotaan/toko (townhouse) yang mulai berkembang sejak masa Heian sejalan perkembangan perekonomian. Biasanya rumah tersebut tidak lebar.htm (16 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Perkembangan perdagangan mulai tampak pada masa Heian. Dalam perencanaan kota Fujiwara. Bunto. Kudo dan lain sebagainya. Jika ditinjau dari . tetapi termasuk juga rumah para pedagang-pedagang kaya. Gassho. suasana interior dapat dilihat pada gambar berikut ini. Dari perkembangan kota tersebut muncul satu tipe bangunan komersial yang disebut dengan Machiya (lebih mirip artinya dengan rumah toko di Indonesia). bagian depan untuk berdagang dan bagian belakang untuk tinggal. Penekanan perekoknomian pada pertanian sejak masa medieval hingga awal modern telah menyebabkan tumbuh suburnya tipe rumah petani.( Machiya dan Minka) file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Takabei. Terdapat banyak tipe minka yang tersebar di seluruh wilayah Jepang seperti tipe Odachi. Heijo dan Heian terdapat dua lokasi pasar yang menjadikan titik tersebut lokasi komersial dari kotakota yang direncanakan.

Berdasarkan bentuk atap. terdapat tokonoma: sebuah yang ditinggikan lantainya. dengan dinding dari plesteran tanah liat. sebelah barat Tokyo. Struktur bangunan bergantung kepda tipe bangunan dan atap. Hampir setiap wilayah ibukota pemerintahan Shogun memiliki puri dengan desain dan ukuran sesuai dengan kedudukan penguasa pada saat tersebut. terletak di Hyogo Prefecture.material dan teknologi bangunan.htm (19 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Puri dan Kota Puri ( Castel and Casteltown) Konsep kota Puri (casteltown) dimulai sejak masa shogun Momoyama. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Kuil yang terbesar dan termegah dibangun tahun 1609 hingga file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. atapnya dari jerami dan alang-alang serta genteng. dan zashiki adalah ruang tamu (guest room). dapur dan kandang ternak. Ima (hiroma/ itanoma) adalah ruang keluarga (living room). ruang kerja. Pada saat itu (medieval era) di Jepang juga disebut dengan era perang. Kuil Maruoka dan Matsumoto menjadi kuil pertama yang dibangun pada akhir abad ke-16. semua tipe minka menggunakan struktur kayu. Puri ini . yang sering juga disebut dengan Genji dan Heike. digunakan sebagai entrance.htm (18 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Ditinjau dari segi bentuk dan ruangnya maka terdapat beberapa bentuk yaitu persegi (sugoya). gabungan atap pelana dan limasan (irimoya/hipped and gabled roof). Bangunan puri ( donjon) dan kota puri ini dibangun sebagai benteng pertahanan atas serangan musuh. kayu dan bambu. ima dan zashiki. terdapat tiga bentuk dasar atap yaitu atap pelana atau kampung dengan sopi-sopi ( kirizuma/gable roof).htm (20 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 sekarang ini masih berdiri adalah puri Himeji. tempat hiasan lukisan dan rangkaian bunga (ikebana). file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Biasanya didalam ruang tamu diberi alas tikar yang disebut tatami. Doma adalah ruang dengan lantai tanah. Peperangan terjadi pada dasarnya terjadi antara dua kubu militer kuat Jepang masa itu : Minamoto dan Taira. Atap pelana atau kampung merupakan atap yang banyak digunakan dalam rumah petani. bentuk L ( magariya) dan Ch•mon (U-shape). Penggunaan senjata api yang diperkenalkan oleh Portugis pada masa sebelumnya telah membawa wilayah Jepang kepada masa peperangan yang hebat. Secara garis besar tatanan ruang dalam minka dibagi atas tiga bagian yaitu Doma. atap limasan ( yosemune/hip roof).

Ada tiga bangunan puri di sekitar puri utama ini yang dinamakan puri barat. Puri ini dirancang sebagai tempat tinggal temporer selama pengepungan oleh musuh. Kemudian dalam perkembangannya tujuan dari pendirian rumah minum teh ini adalah untuk menjamu dan mengisi waktu bersama teman. puri barat laut. kerabat. Pada dasarnya terdiri bangunan bertumpu pada dua tiang utama yang besar menerus hingga ke bagian atas bangunan. Upacara minum teh di dalam cangkir tak bertangkai kecil memiliki seni dan aturan yang khas. Pada awalnya upacara teh ini ditujukan untuk menjamu orang-orang yang dekat dengan shogun yang berkuasa pada masa itu sambil santai dan menikmati seni porselin Cina.memiliki tinggi 45 meter. terdapat ruang pengintai yang digunakan untuk melakukan serangan. Keempat puri ini dihubungkan oleh koridor ( watariyagura) dan dikelilingi oleh pagar tembok tinggi. Secara keseluruhan struktur bangunan puri terdiri dari konstruksi kayu. sebagai pertahanan pertama terhadap serangan musuh.htm (21 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Rumah Minum teh Pembangunan rumah atau tempat minum teh dimulai sejak masa Kamakura dan mulai menjadi tradisi sejak masa Muromachi. kolega sambil menikmati seni rancangan taman disekitarnya dan interior bangunan untuk menyegarkan pikiran tas kegiatan rutinitas yang membosankan. Tipikal tata ruang luar ini juga diterapkan oleh puri-puri lain. dari puri dapat dilihat pemandangan kota Himeji. Pagar tembok dikelilingi oleh parit/selokan yang cukup dalam dan lebar. dan puri Timur. bukan dirancang untuk didiami dalam jangka waktu yang lama. terdiri dari 5 tingkat dan 6 lantai (satu lantai dibangun dalam pondasi batu yang tingginya 15 meter). Lokasi puri ini berada di are perbukitan. Pada lantai atas. rasanya teh yang segar dan hangat dapat menghilangkan file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. yang mudah terbakar sehingga menjadi kelemahan ketika perang berlangsung. Jalan masuk dari gerbang hingga ke puri utama dibuat membingungkan dan menjebak sehingga tidak mudah bagi musuh untuk masuk ke dalamnya.htm (22 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 . Atap bangunan bertingkat dan menunjukkan kestabilan struktur bangunan. tiang ini disebut dengan tiang kehidupan. Akan tetapi pondasi bangunan yang tinggi dan terbuat dari batu menyulitkan bagi musuh naik keatas.

sebelah timur Kyoto (Jepang tengah). Seringkali terdapat tungku ditengah-tengah ruang duduk yang berfungsi untuk menghangatkan teh dan orang yang duduk didalamnya dari cuaca dingin di luar bangunan. ruang duduk untuk minum teh. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. misalnya tipe Fuhin’an dan Zangetsutei. juga menentukan tebal tiang kayu. gerbang.htm (23 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 C. sebelah selatan Jepang. Standar ukuran rumah yang disebut dengan satu modul yaitu satu ken atau 6. dan ruang pantri atau ruang untuk menyediakan teh atau ruang mencuci peralatan.5 . Tipe Yuin merupakan rancangan rumah tea yang banyak terdapat di Kyoto berikut dengan tipe Konnichian yang sering terdapat bersama-sama dengan tipe Yuin. Sistem tersebut dinamakan Kiwari yang berarti pembagian kayu. bambu. anyaman jerami. para tukang menemukan satu sistem ukuran dan proporsi yang diterapkan untuk seluruh tipe bangunan mulai dari kuil. Ruang duduk biasanya beralas tikar atau tatami sedangkan ruang persiapan dan cuci berlantai papan kayu. Tipe Joan banyak diterapkan di Inuyama. Tipe rumah teh dengan ukuran dua tatami banyak terdapat di kepulauan Rikyu. tipe Konnichian. istana dan lain sebagainya. tipe ini terdapat di tengah kota Kyoto Tipe Taian adalah tipe yang terdapat di kota yamasaki sebelah selatan Kyoto. tipe Soan. Terkadang rumah teh berdekatan dengan rumah induk. akan tetapi ada juga yang lebih dari empat setengah tatami tergantung kebutuhan dan status sosial pemilik. Selain untuk menentukan panjang kayu untuk ruangan. Tipe ini memiliki hiasan pada interior baik pada tokonoma yang disebut dengan murodoko.kepenatan setelah selesai bekerja. tipe Kebun (Tipe Fushin’an dan Zangetsutei). Sistem Ukuran dan Proporsi Pada akhir abad pertengahan. Dari semua tipe tersebut dapat dilihat bahwa tata ruang rumah minum teh adalah sederhana. pagoda. rumah. Ada beberapa tipe rumah minum teh seperti tipe Taian. tipe rumah teh ini seringkali digunakan untuk beristirahat melepaskan kepenatan dan kelelahan setelah bekerja. tapi ada juga yang terisolasi. Ukuran besar ruang minum teh juga bervariasi mulai dari dua tatami hingga empat setengah tatami. Desain rancangan rumah minum teh bervariasi di seluruh wilayah Jepang dan menekankan pada material alami seperti kayu. pada prinsipnya terdiri dari dua ruang. dinding tanah liat.

Sistem ukuran ini masih berlangsung hingga sekarang ini.7 cm..syaku sama dengan 197 cm dan tebal kolom adalah 1/10 dari ken atau 19.htm (24 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 saat itu satu syaku sama dengan 6 ken (1 syaku sama dengan 0. Akan tetapi. m2. politik. Cina dan India. dan 1 ken sama dengan 1. Berbagai macam model dan konfigurasi tatami menentukan bentuk ruang. Dalam perkembangannya. sejak masa Edo hingga saat ini. Kemudian akhirakhir ini digunakan satu standar ukuran yang dinamakan tsubo yang sama besarnya dengan 6 feet square atau 3.818 m). Hingga saat ini.htm (25 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM . Penyebaran abama menjadi satu jalan untuk menyebarkan keilmuan baik dalam bidang kebudayaan. Sudut tiang kayu dipotong 450. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. konsep tatami ini masih digunakan untuk menentukan besaran dan bentuk ruang walaupun merupakan bangunan dengan langgam barat (western style).3.303 m. untuk ukuran ruang telah digunakan konsep tatami. dan banyak diterapkan pada pembuatan industri di Jepang. PENUTUP Pemikiran dan konsep arsitektur Timur bisa diwakili dari melihat konsep arsitektur di Nusantara. Pada file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Terdapat perbedaan dan persamaan di antara arsitektur tersebut dimana kebudayaan yang lebih dahulu di daerah tertentu mempengaruhi kebudayaan di daerah lain. standar ukuran syaku mengalami perubahan. dan arsitektur. Satu contoh . sejak masa heian.

kemudian di Indonesia menjadi meru yang meyimbolkan kepada bangunan sakral untuk pencipta.4. Kecenderungan akan pemikiran rasio sangat terlihat sehingga menjadi salah satu perbedaan yang mencolok dibandingkan dengan arsitektur timur.9.1. Struktur Candi 11 2. Berbagai macam elemen dan hiasan pada bangunan candi 2. Perletakannya tergantung dari agama. tradisi. Seringkali simbol status dan kedudukan penghuni rumah diungkapkan dalam ornamen yang menghiasi bangunan.htm file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/coverbukuajar.3.htm (3 of 3)5/8/2007 3:33:04 PM file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/coverbukuajar.seperti evolusi stupa dari India hingga pagoda di Cina dan Jepang. 2 10 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%2010. 2. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%2010.htm (1 of 3)5/8/2007 3:33:04 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%2010.2.1. lingkungan dan alam sekitar dari masyarakat yang mendiami wilayah tersebut.6.htm (1 of 2)5/8/2007 3:33:05 PM file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/coverbukuajar. Gambar Gambar Gambar 13 Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 1.5. 2. Pemikiran ketiga hal tersebut tidak kuat muncul dalam arsitektur Barat. India. 2.7.htm file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/coverbukuajar. Indonesia dan Jaringan Asia 4 2.htm (2 of 3)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Pemikiran atas pembagian ruang sakral dan profan menjadi ciri dalam konsep rumah dan tata ruang kota timur. Teknik Konstruksi Dinding Berdaun Ganda 14 Tata Urutan Pembangunan Candi 15 Sebaran Arsitektur Klasik Indonesia 11 Candi-candi di Jawa Tengah Utara 17 Candi di Jawa Tengah Selatan 17 Candi Panataran di Blitar 18 Candi Jago (Wisnuwardhana) 18 . Strata sosial memberikan pengaruh dalam perletakan rumah dan desa. China dan Jepang D aftar Gambar hal. 2.htm (2 of 2)5/8/2007 3:33:05 PM Kopendium Arsitektur Nusantara. 2. 2.8.

Siatuasi Pelabuhan Batavia 54 Gambar 5. Bekas Istana Ternate (awal abad ke-18) 34 Gambar 4. Istana Pagaruyung Sumatera Barat 33 Gambar 3. ArsitekturVernakular Indonesia yang menggunakan tanduk kuda dan atap pelana 38 Gambar 4. Nias Selatan 42 Gambar 4. berdasarkan Willem Lodewiyckz 55 Gambar 5. China dan Jepang Gambar 4. Pelabuhan di lingkungan Banda Aceh 26 Gambar 3. Kosmologi rumah toraja sebagai jagad kecil 50 Gambar 4.Gambar 2.4.5.2. Kediaman Reine de Klerk di Batavia. Pembagian jagat kecil pada rumah Batak Toba 51 Gambar 5.1. Pola Perkampungan di Bawomataluo.htm (1 of 4)5/8/2007 3:33:05 PM Kopendium Arsitektur Nusantara.6.5. India. Ritual permulaan pendirian rumah Melayu 48 Gambar 4.3.4.16. Tipe Arsitektur Vernakular Indonesia 40 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/daftar%20gambar. Sebaran Lokasi arsitektur vernakular Indonesia 41 Gambar 4.1. Candi Pada Masa Klasik Akhir 21 Gambar 3.9. Medan 34 Gambar 3. Proses Pendirian Tiang dan Balok pada rumah Batak Toba 46 Gambar 4.15. Perkampungan dengan pola Linear 43 Gambar 4.6. Persebaran Kota-Kota Islam Awal di Nusantara 24 Gambar 3.12. Pemasangan piringan kayu besar menjadi ciri khas konstruksi lumbung Indonesia berasal dari Austronesia 47 Gambar 4. Jawa Timur 19 Gambar 2. Kompleks Keraton Yogyakarta 33 Gambar 3.3.2. Lokasi Persebaran Austronesia 35 Gambar 4. Rumah Pedalaman gaya Hindia Belanda di pemukiman Arab.11.5. Mesjid yang mendapat pengaruh arsitektur candi dan arsitektur vernakular 29 Gambar 3. Ibukota Kerajaan Banten abad ke-16.11. sekarang kantor Arsip Nasional 56 Gambar 5. Penopang batang silang pada rumah Nias Utara dan Selatan 47 Gambar 4.2.8. Tata ruang rumah Kalimantan 45 Gambar 4.6.10. Bentuk dan ragam hias batu nisan kuno 27 Gambar 3.4. Mesjid yangmendapat pengaruh arsitektur kolonial (modern Eropa) 30 Gambar 3.8.3.9. Pembagian ruang pada rumah Batak Toba dan Jawa 44 Gambar 4. Bangunan Kolonial Bergaya neo-Klasik 57 Gambar 5. Raga-raga pada rumah Batak Toba 49 Gambar 4.4. Padang Lawas. Mesjid yang mendapatkan pengaruh India (arsitektur Moghul) 30 Gambar 3.13. Sumatera 20 Gambar 2. Istana Maimoon Kesultanan Deli.1. Kota-kota Kolonial di Indonesia 54 Gambar 5.12. Semarang 57 . Candi Biaro Bahal 1.10.7.10. Candi Jabung.7. Teknik konstruksi rumah vernakular Indonesia 46 Gambar 4.

karya trio arsitek DCM. Mandala dan Vastuphursamandala 79 Gambar 7. Gedung Bank Indonesia. H.1.11. China dan Jepang Gambar 6. Gopura bagian dalam kuil Rajarajeshvara di Tanjavur 83 Gambar 7. karya arsitek F. Hendrasto 73 Gambar 7.1909 63 Gambar 5. Berbagai macam tipikal Chaitya dari persebarannya di seluruh India 89 Gambar 7. Kantor Rektorat UI Depok Jakarta 72 Gambar 6.5.13.10. Berlage 1900 66 Gambar 5. Tugu Monumen Nasional (MONAS).14. dan D.6. Struktur dan konsep arsitektur stupa 87 Gambar 7.P. Algemeene Maatschappij voor Levensverzekering en Lijfrente (Perusahaan Umum untuk Asuransi Jiwa dan Cagak Hidup). Tugu Prasasti Maurya. Kompas dari filosofi Feng Shui 94 . 1902-1907 65 Gambar 5. Ajanta.A. Kantor Pusat Bank Jawa. inti dari sebuah kuil Hindu dalam Vimana 80 Gambar 7.htm (2 of 4)5/8/2007 3:33:05 PM Kopendium Arsitektur Nusantara.Lemei 59 Gambar 5. Kampus STEKPI Jakarta. Nilakanta 81 Gambar 7.8.1.Mooijen 64 Gambar 5. Peta Wilayah India sejak 1780-1905 75 Gambar 7.15. Gedung Sate.P.15.7.Gerber.2. Gedung Lingkaran Seni Hindia-Belanda (1914). India. Batavia.3.Silaban Jakarta 69 Gambar 6.6. Garbha griha. Mandapa pada Kuil Sunak. salah satu lokasi chaitya 88 Gambar 7. Kantor Gubernur Pemerintah Hindia Belanda di Surabaya dirancang arsitek W. karya J. Beberapa bangunan karya arsitek Henri Maclaine Pont 61 Gambar 5.2.5. Jakarta 68 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/daftar%20gambar.4. 1920 66 Gambar 6.12.Gambar 5.11. Surabaya. arsitek Hulswit Fermont dan Cuypers.9. bagian dari kebijakan kerajaaan Ashoka 85 Gambar 7.Sutanto. Beberapa karya arsitektur Thomas Karsten 60 Gambar 5. S.J. Persebaran Tinggalan Sejarah pada masa awal Budha (abad ke-4 SM . Tugu Park Hotel.12.10.2. B. Mandapa pada kuil Mahabalipuram 81 Gambar 7. Wolf Schoemaker 62 Gambar 5.14. Silaban 66 Gambar 6.5 M) 84 Gambar 7.13. Beberapa rancangan bangunan karya C. Kantor Pusat Perusahaan Jawatan Kereta Api Hindia Belanda. Situs Kompleks Mahastupa Sanchi 86 Gambar 7. Berbagai macam Tipikal Vihara (monasteries) 90 Gambar 8.9.3. Masjid Istiqlal karya F.8.Hendropurnomo. Peta Wilayah Cina 91 Gambar 8. Semarang. Persebaran Wilayah Kerajaan Hindu di India abad ke-5 sampai dengan abad ke-13 78 Gambar 7.1.7.4. Pemandangan kompleks kuil Tiruvarur dengan beberapa lapis gopura 82 Gambar 7. karya grup arsitek Atelier 6 72 Gambar 6. arsitek P.

Atap meru Indonesia 129 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/daftar%20gambar.12. India.10.11.7. Tipe rumah semitroglodytic 104 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/daftar%20gambar.1. Tatami sabagai konsep ukuran dan bentuk ruang 127 Gambar 10.3. Evolusi Stupa ke Pagoda dan Meru 128 Gambar 10.13.4.9. Desa gua di Loess region 103 8. Gerbang sebagai symbol sosial masyarakat yang berdiam 98 8.8.6. India. Tipikal bangunan kuil Shinto 116 Gambar 9. Peta wilayah Jepang 107 Gambar 9.14. Tata ruang rumah tipe siheyuan 101 8.7. Kata Pengantar i Daftar Isi ii Daftar Gambar v . Kota-kota Awal Jepang pada abad pertengahan 112 Gambar 9. Kompleks Kuil Budha Horyu-ji di Nara dengan satu pagoda 118 Gambar 9.2.9.Gambar Gambar Gambar Gambar 99 Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 8. sekarang Kyoto 113 Gambar 9. Diagram dari landscape elemen topografi yang baik 95 8. Denah dan Ekterior Pit Dwelling Yayoi 114 Gambar 9. Kuil Budha yang mendapat pengaruh Arsitektur Budha dari Cina 119 Gambar 9. Situs Kota Terlarang Cina 97 8. Berbagai macam variasi tipe rumah/tempat minum teh 126 Gambar 9. Bangunan primitive Jepang dan evolusinya 115 Gambar 9. Tipikal Rumah Perkotaan (Machiya) 120 Gambar 9. Pembagian tipe rumah berdasarkan wilayah 100 8. China dan Jepang D aftar Isi Hal.12.5. China dan Jepang Gambar 9.15.4.8. Beberapa tipe pagoda dan spesifikasi material bangunannya 8. Berbagai macam variasi tipe rakyat biasa ( minka) 122 Gambar 9.1.3.6. Berbagai macam tipe puri digunakan sebagai benteng pertahanan dalam masa peperangan mulai Kamakura hingga Edo 124 Gambar 9. Kronologi Perkembangan Arsitektur Jepang mulai masa prasejarah hingga modern 111 Gambar 9. Tipe rumah siheyuan yang tedapat di wilayah Cina utara 102 8.htm (3 of 4)5/8/2007 3:33:05 PM Kopendium Arsitektur Nusantara. Teknik konstruksi bangunan pagoda dan kuil Budha 119 Gambar 9.5. Konsep Perancangan Ibukota Heian.2.13.htm (4 of 4)5/8/2007 3:33:05 PM Kopendium Arsitektur Nusantara. Bentuk dan dimensi ruang dari rumah gua 103 8.10.

Makam dan Pekuburan Orang Islam 26 D.1.Sejarah Kolonialisasi di Indonesia 52 B. Pola Perkampungan 41 B. Arsitek dan biro arsitek yang berkarya di Indonesia 59 6 Arsitektur INDONESIA pasca kemerdekaan) A.1. Pengertian Arsitektur Vernakular 38 B.Kerajaan Hindu dan Budha di Nusantara 8 B.2.Kerajaan Islam di Nusantara 22 B. Teknologi Bangunan : Bahan Bangunan dan Teknik Konstruksi 45 B.Istana Kerajaan Islam 32 4 Arsitektur VERNAKULAR INDONESIA 35 ASejarah Perkembangan Arsitektur Vernakular Indonesia 35 A. India.Arsitektur Warisan Belanda 67 . Teknik Konstruksi dan Pembangunan Candi 13 B.Sejaah Perkembangan Arsitektur Indonesia 5 2 Arsitektur INDONESIA PADA ERA Hindu dan Buddha 8 A. Tatanan.Pertumbuhan Kota-Kota Islam Awal 23 C. Upacara ritual Pendirian Bangunan 48 5 Arsitektur kolonial indonesia A.Sejarah Nusantara 1 A. Sejarah Singkat Nusantara 1 A.4.1.2.htm (1 of 4)5/8/2007 3:33:06 PM Kopendium Arsitektur Nusantara.Nusantara dan Jaringan Asia 3 C.3. Fungsi 10 B. Geografi Dan Lingkungan 3 A.2.1. Pembagian kelompok arsitektur candi 15 3 Arsitektur INDONESIA pADa masa perkembangan ISLAM 22 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Daftar%20isi-fix.2. Bagian dan Konsep Arsitektural Mesjid 31 E. Tatanan . Kronologis perkembangan arsitektur masjid 28 C.1. Rumah dan Tantanan Ruang 44 B. Hubungan Austronesia dan Indonesia 35 A.2.Pembentukan Kota-kota kolonial di Indonesia 53 C.Masjid sebagai Tempat Suci 28 C.4.Arsitektur Candi 10 B. Keragaman Budaya 3 B.2.3.3.1.Daftar Tabel viii 1 SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR INDONESIA 1 A. Bagian dan Konsep Arsitektural Candi 11 B.Arsitektur Kolonial Indonesia 55 C. Perkembangan Arsitektur Kolonial Indonesia 55 C.Tipe Arsitektur Vernakular Indonesia: Keberagaman dan Kesamaannya 39 B. China dan Jepang A.

1.Sejarah Perkembangan Arsitektur India 74 B. Tipologi Arsitektur Cina 98 9 sejarah perkembangan dan konsep arsitektur JEPANG A. Perbedaan bentuk dan langgam candi Jawa tengah dan Jawa Timur. Pelataran depan atau Mandapa 80 B.B.Arsitektur Hindu 76 B. Tata Urutan Dinasti di Cina dan Karakteristik Sejarahnya 92 Tabel 9. Kronologi Perkembangan Sejarah dan Pemerintahan di Jepang 106 . Pertumbuhan Kota-kota Awal Jepang 111 B. Sejarah Perkembangan Budaya dan Dinasti di China B. China dan Jepang 7 sejarah perkembangan dan konsep arsitektur india A. Tipologi Bangunan Vernakular Jepang 113 C. Konsep dan Filosofi Arsitektur Cina 93 B.1.Sistem sosial budaya Cina 93 C. Chaitya Griha 88 C. India. China dan Jepang D aftar Tabel hal.htm (3 of 4)5/8/2007 3:33:06 PM Kopendium Arsitektur Nusantara. Garbha griha 79 B. India.1. Gerbang Piramid ‘ Gopura’ 82 B.Sejarah Perkembangan Budaya dan Pemerintahan di Jepang 107 B.2.2.1.1.4.2.htm (4 of 4)5/8/2007 3:33:06 PM Kopendium Arsitektur Nusantara. China dan Jepang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Daftar%20isi-fix.Kronologi Sejarah Perkembangan Arsitektur 110 B.htm (2 of 4)5/8/2007 3:33:06 PM Kopendium Arsitektur Nusantara.3.1. Stupa 87 C.Vihara (Monasteries) 90 8 sejarah perkembangan dan konsep arsitektur china A.1. Tinggalan Sejarah Kerajaan-kerajaan selama era Hindu Budha 9 Tabel 2. India.2.Sistem Ukuran dan Proporsi 126 10 PENUTUP 128 Kepustakaan dan Sumber Gambar 130 CATATAN 133 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Daftar%20isi-fix. Table 2. 19 Tabel 8.Arsitektur Budha 84 C. Sejarah Perkembangan Arsitektur Cina 93 B.2.Kronologis Perkembangan Arsitektur Modern Indonesia 67 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Daftar%20isi-fix.3. Hall Berpilar atau Choultri 83 C.

Buku ini menggambarkan secara singkat dan padat tentang sejarah perkembangan arsitektur di India. Buku ajar ini disusun merupakan salah satu hasil pengembangan program E-learning yang sedang dilakukan di Universitas Sumatera Utara yang dimaksudkan untuk peningkatan proses belajar mengajar yang dpat diakses dimana saja dan kapan saja. harapan kami agar buku ini dapat mencapai sasaran dan dimanfaatkan secara optimal. Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara. Untuk itu kepada pengelola program pengembangan E-learning. Desember 2006 Penulis. sejarah perkembangan atsitektur di Asia khususnya di India. Secara garis besar. tentu banyak terdapat kekurangan pada buku ajar ini sehingga kami sebagai penulis dengan segala kerendahan hati mengharapkan kesediaan reviewer dan pembaca memberikan kritikan dan saran bagi perbaikan buku ajar ini di masa yang akan datang. rekan-rekan di departemen Arsitektur. serta pembaca kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga. Mengingat waktu pengerjaan yang singkat sekitar 6 (enam) minggu. jajaran pimpinan Universitas Sumatra Utara. . Selain itu buku ini juga ditujukan untuk mengisi keterbatasan pustaka yang sangat diperlukan oleh mahasiswa dalam mempelajari sejarah perkembangan arsitektur di tanah air. Medan. China dan Jepang. karena berkat Karunia-Nyalah buku ajar ini dapat tersusun. buku ajar ini berisi dua bagian. China dan Jepang khususnya arsitektur vernakular di ketiga negara tersebut. Buku ini ditujukan sebagai salah satu bahan ajar untuk mata kuliah untuk mata kuliah Sejarah Teori Arsitektur 03. dan kedua.file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/daftar%20tabel. Departemen Arsitektur. pertama yaitu perkembangan sejarah arsitektur Indonesia.htm5/8/2007 3:33:06 PM Kata Pengantar K ata Pengantar Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT.

Institut Gaudenz/ETH. Tradition. Domenig. 1965. Parmono.Bambang dkk (ed). Inc. (1985). Fletcher. John. Handbook of Architecture. 1990. Japanese Building Practice. Resilience. 2000. ST. Tektonik im Primitiven Dachbau (Tectonics in Primitive Roof Construction ). Jean-Paul (ed. Fergusson. 1859. ca 40 vols. Kenneth et al. Jatidiri Arsitektur Indonesia. Alumni. Gadjah Mada University Press. 1994. Matsuo. Kompendium Sejarah: Seni Bina Timur. 1980. Asia’s Old Dwelling. Atmadi.Isnen Fitri. G. James. Eko. John Murray – Albemarble Street. P. USM Press. and Change.. Budihardjo. Curzon press. Bandung. Zurich. Karya Arsitektur Muda Indonesia. Berkeley. New Azian Library. Yogyakarta. Frampton. 1997. 1985. Nezar/Bourdier. Sir Banister. New York. Dawson. Space in Japanese Architecture. Arsitektur Candi Indoensia. Dover Publication. 1990. PT Subur. 2003. 1975. 1991. Ananda K. John Weatherhill Inc. Crouch. London. G. 132 206 819 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Kata%20Pengantar. Inoue. Van Nostrand Reinhold. New York. History of Indian and Indonesian Art. M. Barry & Gillow.Pinang. From Ancient Times to the Meiji Period. Hiroshi Watanabe trans. Oxford University .) 1989. Eryudhawan. London.. London. Traditional Dwellings and Settlements Working Paper Series. P.htm5/8/2007 3:33:06 PM KEPUSTAKAAN DAN SUMBER GAMBAR KEPUSTAKAAN DAN SUMBER GAMBAR AlSayyad. Dora et al. Coomaraswamy. Zulkifli. 2001. The Traditional Architecture of Indonesia.Eng. Hanafi. Tradition in Architecture. Knapp. A History of Architecture. New York. Thames and Hudson. NIP. Athlone Press. Ronald. Historical Atlas of Indonesia. . Robert. Jakarta. Cribb. Oxford University Press. New York.

London. Amos. Batas-batas Pembaratan. 1996. Resilience. . 1969. Prentice Hall. Buku 1. Tokyo. House form and Culture. Tobing. Bernard. vol. 1996. 1996. Morse. Penerbit Gramedia. Nusa Jawa: Silang Budaya. Gramedia Pustaka Utama.2 : Sejarah awal . Indonesian Heritage. 1986. New York. volume 1. Ardjun Rapoport. 1992. 2003. Nusa Jawa: Silang Budaya.B. Oliver. Rudofsky. What is Japanese Architecture?. 1993.htm (1 of 3)5/8/2007 3:33:06 PM KEPUSTAKAAN DAN SUMBER GAMBAR Pustaka Utama. .. Gramedia file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20. Japanese Homes and Their Surroundings. United Kingdom. Edward S. The structure of the Toba-Batak belief in the High God. Cambridge University Press. Singapura. Knapp.Press. 1985. 2002. 1964. 1993. Jakarta. 1997. Jakarta. Josef (1988). Guillot. Jakarta. Claude (ed). Tradition. Gramedia Pustaka Utama. Dwellings.. L. London.. South and South-East Celebes Institute for Culture. Jakarta. The house across the world. Lobu Tua Sejarah Awal Barus. Ronald. Prijotomo. Encyclopedia of Vernacular Architecture of the world. Yayasan Obor Indonesia.. John (ed). University of Texas Press. Pasang Surut Arsitektur di Indonesia.. Wastu Citra.xtbook/KEPUSTAKAAN%20DAN%20SUMBER %20GAMBAR.. ________. Architecture without architects. Miksic. Academy Editions. Kodansha International Ltd. Y. Jaringan Asia. Hongkong. London. Surabaya: Penerbit CV. Buku 2. ______________. Asia’s Old Dwelling. Paul (ed). O. Archipelago Press . Warisan Kerajaan-kerajaan Konsentris. ________. Buku 3. The vernacular House world wide. 1961. Nusa Jawa: Silang Budaya. Phaidon Press Limited. Lombard Denys. Dwellings. ______________. Jakarta. Hongkong. Austin. 1963. Mangunwijaya. 2003. Oxford University Press. and Change. Nishi Kazuo et al. Dover Publication Inc. G.

1986. Kanisius. Singapore. Napitupulu. The History of Architecture in India. Kudus. Gadjah Mada University Press. 2000 . Malaysia: The Institut Masyarakat . Yogyakarta. Press. Viaro. Arsitektur Kolonial Belanda. Sumintardja. Early Mapping of Southeast Asia. 1993. Uka. Menara Kudus.. Tjahyono.. 1973. vol. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20. Singapore.Vol. Tjandrasasmita. “ The Living House”. 1993. Lim Jee. _________. Singapura.. Oxford Univ. Gadjah Mada University Press. 2005. _________________.3:Batak Simalungun/Mandailing.Alain. 1973. et al. Soekmono.. Yayasan LPMB Tadgell. Arsitektur Tradisional Sumatra Utara.Vol. Arsitektur Masjid Kuno. 1978. Yogyakarta. vol.Saleh. UNESCO. D. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.xtbook/KEPUSTAKAAN%20DAN%20SUMBER %20GAMBAR. 1980. Archipelago Press . _________. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia.P.R.Rehoce (Regional Housing Centre).Sergeant.1:Batak Toba. Candi : Fungsi dan Pengertiannya. Roxane. Waterson. Jendela Pustaka. volume 2. Yulianto. Periplus Edition. Arsitektur Masjid dan Monumen Sejarah Muslim. Yogyakarta.. The Malay House Rediscovering Malaysia’s Indigenous Shelter System. ________. 1993. 1973. Indonesian Heritage. Kanisius. and. Jakarta. Christopher. Yuan. volume 3. 1987. Sumalyo. _________________. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. Yogyakarta. Phaidon Press Limited. 1991. S. M. 1990. Urbanisme et architecture tradisionnels du sud de l’île de Nias. Traditional Building of Indonesia. Gunawan (ed). 1999. Singapore. Yogyakarta.G. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia.htm (2 of 3)5/8/2007 3:33:06 PM KEPUSTAKAAN DAN SUMBER GAMBAR Suáres. Bandung. Yogyakarta. Thomas.6 : Arsitektur.2:Batak Karo. Kanisius. Gadjah Mada University Press. volume 1. Kompendium Sejarah Arsitektur Indonesia. 1973. Pertumbuhan dan Perkembangan Kota-kota Muslim di Indonesia dari abad XIII hingga abad ke XVIII. 2000.

1999. 1993. Claude. 1973. 1993.122.6 : Architecture .58. Singapura. Jakarta. Bab 2 1. 1996.2 : Sejarah awal. no. vol. Indonesian Heritage. Pertumbuhan dan Perkembangan Kota-kota Muslim di Indonesia dari abad XIII hingga abad ke XVIII. 2005. Thomas. Singapura. vol. Yayasan Obor. 2. ibid Bab 3 1. Early Mapping of Southeast Asia. 2000. Archipelago Press . Yogyakarta. Yogyakarta.45 4. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. hal. Tjahyono. volume 3.htm (3 of 3)5/8/2007 3:33:06 PM 1 Catatan Bab 1 1. Indonesian Heritage. 1973. John. Jaargang 104. 2002. hal. Archipelago Press . 1993 6. Singapura hal. Gunawan (ed). Tjandrasasmita. 88. Singapore. Lobu Tua. Walburg Grafische Diensten. 6. Archipelago Press .. hal. Indonesian Heritage. Miksic. Kanisius. hal. vol. Tjandrasasmita..K 43-48. Periplus Edition. 1993. Bulettin Koninklijke Nederlandse Oudheidkundige Bond (KNOB)..------------------. 1993 3. hal. 1993. hal. hal. 9 . Lombart. vol. hal. Suáres. Indonesian Heritage. Soekmono. John. Pertumbuhan dan Perkembangan Kota-kota Muslim di Indonesia dari abad XIII hingga abad ke XVIII. 147 3. hal 14. 162 Bab 4 1. Kanisius. Singapura. Sejarah Awal Barus. 168 7. 2. Nusa Jawa : Silang Budaya. ibid 3. Uka. John. lihat Domenig 1981 hal. Soekmono. hal 51-53. Miksic. Uka. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. volume 3. 88.2 : Sejarah awal. 2. Miksic.2 : Sejarah awal. Guillot. 5. 1993. 2000.xtbook/KEPUSTAKAAN%20DAN%20SUMBER %20GAMBAR. Archipelago Press . AL Zutphen file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20.

banyak manuscript yang ditulis dalam bahasa Veda menceritakan tentang benteng yang terbuat dari batu dan metal. Bab 5 1. London. Handinoto dalam bukunya Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolonial Belanda di Surabaya) 3. 9 4. sekaligus merupakan generasi ketiga arsitek Indonesia?. Handinoto dalam bukunya Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolonial Belanda di Surabaya) Bab 6. Ir.34-39): Bab 7 1. o. Ir. Suryono Herlambang dalam tulisannya pada buku AMI. 1. Gunawan (ed). 1964. 1993. dirangkum dari Architecture without Architects.78).2. Archipelago Press . Budaya dan arsitektur Veda memberi pengaruh yang besar dalam arsitektur India. London 3.6 : Architecture . 1969. Preentice Hall. Rapoport. Tjahyono. Handinoto dalam bukunya Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolonial Belanda di Surabaya) 2. hal. cit. Academy Editions. Penjelajahan 1990-1995. Amos.htm (1 of 2)5/8/2007 3:33:07 PM 1 4. Leon Krier 5.p cit. House form and Culture. raga-raga adalah benda yang dikeramatkan dari daun-daunan diletakan dalam keranjang kemudian digantungkan ke struktur atap rumah. vol. Suku veda memiliki sejumlah kata-kata yang mengungkapkan berbagai jenis rumah termasuk chhardis (rumah dengan atap alang-alang). Tobing (1963:p. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Note. Steve Mouzon 6. Raga-raga ini dipercayai sebagai spirit untuk mengusir roh jahat atau gangguan dari luar yang mengancam keselamatan rumah. Ir. Indonesian Heritage. Bernard Rudofsky.htm (2 of 2)5/8/2007 3:33:07 PM . Singapura hal. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Note. op. . harmyam (rumah dari batu dengan court yard pada tengah-tengah bangunan dan gotra (multi-dwelling complex dengan kandang untuk binatang).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful