1

A. Sejarah Nusantara Ancangan Sejarah manapun

tidak

akan

mencapai

tujuannya

jika

tidak

memperhatikan faktor geografis.1
Berdasarkan latar belakang historis bahwa tata ”Nusantara” adalah sebuah kata majemuk yang diambil dari bahasa Jawa kuno. Kata ini terdiri dari kata-kata nusa yang berarti ‘pulau’ dan antara berarti ‘lain’. Istilah ini digunakan dalam konsep kenegaraan “Jawa” artinya daerah di luar pengaruh budaya Jawa. Dalam penggunaan bahasa modern, istilah nusantara biasanya meliputi daerah kepulauan Asia Tenggara atau wilayah Austronesia. Sehingga pada masa sekarang ini banyak orang menggunakan istilah geografis ini untuk menunjukkan sebagai satu kesatuan pulau di Nusantara termasuk wilayah-wilayah di Semenanjung Malaya (Malaysia, Singapura) dan Filipina bahkan beberapa negara di wilayah Indochina seperti Kamboja akan tetapi tidak termasuk wilayah Papua. Disisi lain, istilah geografis Nusantara saat ini sering diartikan sebagai Indonesia yang merupakan satu entitas politik. Fokus dari diskusi buku ajar ini adalah kepada istilah geografis Nusantara sebagai wilayah Indonesia pada masa sekarang ini. A.1. Sejarah Singkat Nusantara Wilayah Nusantara terletak pada persilangan jalan, antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, atau lebih khusus, Benua Asia dan Australia. Persilangan ini telah menjadikan wilayah Nusantara sebagai tempat persinggahan bagi pelayar dan pedagang terutama dari China ke India atau sebaliknya. Persinggahan para pelayar dan pedagang dari berbagai mancanegara telah menjadikan Nusantara sebagai tempat kehadiran semua kebudayaan besar didunia. Bukti-bukti penemuan artefakartefak seperti prasasti, uang logam dan gerabah memberikan informasi kehadiran bangsa-bangsa besar tersebut. Seperti prasasti berbahasa Tamil ditemukan di desa Lobu Tua pesisir Barat Sumatra (Barus)1, porselin dan gerabah Cina ditemukan di Palembang, nisan dan uang logam Arab ditemukan di Aceh. Dari penemuanpenemuan tersebut, para arkeolog dan sejarahwan menyusun kronologis sejarah Indonesia. Dapat dikatakan bahwa sekitar seribu tahun lamanya, dari abad ke-5 sampai ke-15, kebudayaan-kebudayaan India mempengaruhi Sumatra, Jawa dan Bali, dan Kalimantan bersamaan dengan dataran-dataran rendah yang luas di Semenanjung Indocina. Kebudayaan India ini awalnya pada penyebaran agama Hindu dan Buddha dan Islam di Indonesia. Di Jawa Tengah, candi Borobudur dan Prambanan adalah monumen yang sama nilainya dengan Angkor dan Pagan. Pada

abad ke-7 hingga ke-14, kerajaan Budha Sriwijaya berkembang pesat di Sumatra. Penjelajah Tiongkok I Ching mengunjungi ibukotanya Palembang sekitar tahun 670. Pada puncak kejayaannya, Sriwijaya menguasai daerah sejauh Jawa Barat dan Semenanjung Melayu. Pada abad ke-14 juga menjadi saksi bangkitnya sebuah kerajaan Hindu di Jawa Timur, Majapahit. Patih Majapahit antara tahun 1331 hingga 1364, Gajah Mada berhasil memperoleh kekuasaan atas wilayah yang kini sebagian besarnya adalah Indonesia beserta hampir seluruh Semenanjung Melayu. Warisan dari masa Gajah Mada termasuk kodifikasi hukum dalam kebudayaan Jawa, seperti yang terlihat dalam wiracarita Ramayana. Islam tiba di Indonesia sekitar abad ke-12, menggantikan Hindu sebagai kepercayaan utama pada akhir dekad ke-16 di Jawa dan

SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR NUSANTARA file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-1.htm (1 of 5)5/8/2007 3:32:52 PM SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR NUSANTARA Sumatra. Hanya Bali yang tetap mempertahankan mayoriti Hindu. Agama Islam ini dibawa oleh pedagang Arab dari Parsi dan Gujarat melalui pembauran. Kesultanan kecil Samudra Pasai disebelah utara Sumatra menjadi bandar yang ramai pada masa itu. Berdasarkan catatan Gastaldi (1548), seorang ahli kosmografi dan enjineer dari Italia, pelabuhan atau bandar kesultanan Samudra sebagai yang terbaik di pulau tersebut, dan melalui proses evolusi nama, istilah Sumatra dikenalkan pertama kali oleh orang Eropa Nicholò de’ Conti, sebelumnya Marcopolo menyebut dengan “Samara”, kemudian Friar dan Odoric menyebut dengan “Sumoltra”, Ibnu Battuta menyebut “Samudra”. kerajaan terpenting
2

Melalui evolusi yang sama, nama Borneo pada mulanya Kalimantan Barat.3Di kepulauan-kepulauan di timur,

adalah nama sebuah pelabuhan Brunei, yang pada masa itu merupakan nama di rohaniawan-rohaniawan Kristen dan Islam diketahui sudah aktif pada abad ke-16 dan 17, dan saat ini ada mayoritas yang besar dari kedua agama di kepulauan-kepulauan tersebut. Penyebaran Islam didorong hubungan perdagangan di luar Nusantara; umumnya pedagang dan ahli kerajaan lah yang pertama mengadopsi agama baru tersebut. Kerajaan penting termasuk Mataram di Jawa Tengah, dan Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore di Maluku di timur. Peradaban Eropa, hadir sejak abad ke-16, mula-mula dalam bentuk peradaban Iberia (Spanyol dan Portugis), kemudian Britania Raya, dan Belanda. Marcopolo menjadi

orang Eropa pertama yang bercerita tentang perjalanannya ke bandar-bandar pantai utara “Samara” pada tahun 1291. Mulai tahun 1602 Belanda secara perlahan-lahan menjadi penguasa wilayah Nusantara dengan memanfaatkan perpecahan di antara kerajaan-kerajaan kecil yang telah menggantikan Majapahit. Pada dekad ke-17 dan 18 Hindia-Belanda tidak dikuasai secara langsung oleh pemerintah Belanda namun oleh perusahaan dagang bernama Perusahaan Hindia Timur Belanda ( Verenigde Oostindische Compagnie atau VOC). VOC telah diberikan hak monopoli terhadap perdagangan dan aktivitas kolonial di wilayah tersebut oleh parlemen Belanda pada tahun 1602. Markasnya berada di Batavia, yang kini bernama Jakarta. VOC menjadi terlibat dalam politik internal Jawa pada masa itu dan bertempur dalam beberapa peperangan yang melibatkan pemimpin Mataram dan Banten. Setelah VOC jatuh bangkrut pada akhir dekad ke-18 dan setelah kekuasaan Britania yang pendek di bawah Thomas Stamford Raffles, pemerintah Belanda mengambil alih kepemilikan VOC pada tahun 1816. Pada 1901 pihak Belanda melancarkan Politik Etis ( Ethische Politiek), yang termasuk investasi yang lebih besar dalam pendidikan bagi orang-orang pribumi, dan sedikit perubahan politik. Di bawah gubernur-jendral J.B. van Heutsz pemerintah Hindia-Belanda memperpanjang kekuasaan kolonial secara langsung di sepanjang Hindia-Belanda, dan dengan itu mendirikan fondasi bagi negara Indonesia saat ini. Pada saat ini, Pemerintah Hindia Belanda mendirikan kota-kota dengan berbagai macam fasilitas seperti bangunan perkantoran, rumah sakit, bangunan ibadah (masjid dan gereja) dan lain sebagainya. Penetrasi Jepang di Asia Tenggara pada tahun 1941 disambut pada bulan yang sama dengan 1942. A.2. Geografi dan Lingkungan Nusantara beriklim tropis sesuai dengan letaknya yang melintang di sepanjang garis khatulistiwa. Dataran Indonesia kurang lebih 1.904.000 kilometer persegi terletak antara 60 garis lintang utara dan 110 garis lintang selatan serta 950 dan 1400 garis bujur timur. Dataran ini dibagi menjadi empat satuan geografis yaitu kepulauan Sunda Besar (Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi), Kepulauan Sunda Kecil (Lombok, Sumba, Sumbawa, Komodo, Flores, Alor, Savu, dan Lembata), Kepulauan Maluku (Halmahera, Ternate, Tidore, Seram dan Ambon), dan Irian Jaya beserta kepulauan Aru. Seluruh pulau di Indonesia termasuk dalam zona iklim khatulistiwa menerima bantuan Jepang untuk mengadakan revolusi terhadap pemerintahan Belanda. Pasukan Belanda terakhir dikalahkan Jepang pada Maret

Nusantara terdiri dari bentukan vulkanik dan nonvulkanik yang saling berjalin. maka terdapat kurang lebih 500 arsitektur vernakular di Indonesia yag merupakan kekayaan tiada tara bagi bangsa Indonesia. dan Irian Jaya. wilayah Nusantara juga merupakan wilayah yang rawan tsunami. Taiwan Mikronesia. Apabila setiap etnik memiliki satu karakteristik arsitektur vernakular.2002) di Indonesia pernah terjadi Tsunami sebanyak 109 kali. sehingga Indonesia merupakan wilayah seismik paling aktif di dunia. serta bahasa. Flora dan fauna Indonesia sangatlah beragam jenisnya. Sumatra. Setiap pulau memiliki kekhasan sendiri dan sering menjadi ikon dalam perkembangan wilayah atau daerah tersebut. A. dengan pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa. Keragaman Budaya Indonesia memiliki 18. Sejak akhir tahun 2004 hingga 2006 tercatat lebih dari 1000 kali gempa bumi.htm (2 of 5)5/8/2007 3:32:52 PM SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR NUSANTAR Secara geologis. Berdasarkan sosial linguistik. selain kekayaan bahasa. Indonesia juga kaya dengan keberagaman etnis. Selain gempa bumi. mitos. di mana lebih dari setengah (65%) populasi Indonesia hidup dipulau ini. kebanyakan orang Indonesia berbahasa Austronesia yang kelompok wilayahnya persebarannya meliputi banyak pulau di Asia Tenggara. berdasarkan katalog gempa (1629 . tercatat kira-kira 500 gempa bumi setahun.dengan suhu yang hampir konstan serta dipengaruhi oleh angin musim dan angin pasat file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-1. Sulawesi. yaitu: Jawa. sebagian dari Vietnam Selatan. organisasi sosial. masingmasing etnis memiliki keunikan adat istiadat dan budaya yang sering direfleksikan dalam keunikan arsitektur lokal atau vernakular.3. Kalimantan.018 buah pulau yang tersebar di sekitar khatulistiwa mulai dari 60 garis lintang utara dan 110 garis lintang selatan serta 950 dan 1400 garis bujur timur. Indonesia. terdapat kurang lebih 300 suku yang berbicara dalam 500 bahasa dan dialek. Pengaruh budaya Austronesia pada budaya Indoenesia terlihat dalam budaya materi. Polinesia dan Madagaskar sehingga memiliki banyak kesamaan warisan budaya. terakhir kali bencana tsunami yang paling besar terjadi akhir 2004 melanda wilayah Naggroe Aceh Darussalam. . kepercayaan. Selain itu. Diantara puluhan ribu pulau tersebut terdapat lima pulau besar.

htm (3 of 5)5/8/2007 3:32:52 PM SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR NUSANTARA Kemajuan maritim di China pada masa Dinasti Ming telah membawa pelayarpelayar tangguh mengarungi wilayah Nusantara. sistem pertanian dan lain sebagainya. kepercayaan. Dari luas dan letak wilayahnya. Pembahasan buku ajar ini selain . Indonesia dikategorikan sebagai negara besar yang cukup berpengaruh di Asia. bahasa. atau lebih khusus. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-1. Pertukaran budaya terjadi dengan adanya interaksi perdagangan antara pedagang atau pelayar China dengan penduduk setempat yang disinggahi. Nusantara dan Jaringan Asia Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.5 tahun tidak banyak meninggalkan monumen atau tinggalan bangunan bersejarah di Indonesia seperti halnya India dan Cina.B. Sebagai salah satu negara besar dengan konsep arsitektur timur yang kuat pernah menduduki Nusantara maka sangat penting untuk diketahui bagaimana sejarah perkembangan dan konsep arsitektur Jepang. kemudian Britania Raya. Benua Asia dan Australia. Jaringan ini telah berlangsung beratus tahun lamanya. Selain kedua bangsa Asia ini. Terdapat banyak tinggalan sejarah yang mendapat pengaruh peradaban Cina di Indonesia terutama pada klenteng dan bangunan pertokoan yang tersebar pada kota-kota lama di seluruh wilayah Indonesia. Penetrasi politik Jepang selama 3. wilayah Nusantara terletak pada persilangan jalan. terdapat juga pengaruh lain dari berbagai budaya hebat di dunia seperti peradaban Iberia (Spanyol dan Portugis). akan tetapi kemiripan pada arsitektur vernakular yang sangat dipengaruhi oleh budaya Austronesia menjadi pembahasan yang menarik dalam buku ajar ini. antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. beberapa peninggalan budaya yang nampak atas pengaruh yang pernah singgah masih ada seperti misalnya kebudayaan India pengaruhnya mencakup terhadap penyebaran dan perkembangan Hindu Buddha dan Islam di Indonesia yang bisa diketahui dari tinggalan budayanya yaitu arsitektur candi dan arsitektur masjid bergaya Moghul di Indonesia. Budaya Jepang pertama kali masuk ke Nusantara pada sepertiga abad ke 20. Melalui propaganda militer ”saudara tua” Jepang dengan leluasa masuk ke wilayah Nusantara. pengaruh kebudayaan China hingga sekarang ini masih sangat besar dapat terlihat dalam berbagai sapek kehidupan. Persilangan ini telah menjadikan wilayah Nusantara sebagai tempat persinggahan bagi pelayar dan pedagang terutama dari China ke India atau sebaliknya. dan Belanda. Sama halnya dengan India. Perdagangan silang antara China dan India telah membuat Nusantara dan Asia Tenggara menjadi tempat persinggahan setiap kali berlayar. makanan.

htm (4 of 5)5/8/2007 3:32:52 PM SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR NUSANTARA Pembahasan pada buku ajar ini tentang perkembangan arsitektur Indonesia dapat diurutkan sebagai berikut : − Arsitektur vernakular − Arsitektur klasik atau candi . maka dapat dikategorikan sebagai arsitektur percandian.1. dan Arsitektur Asia : India. Sejarah Perkembangan Arsitektur Indonesia Perkembangan kebudayaan erat kaitannya dengan sejarah kebangsaan. tidak ada yang lebih dari 150 tahun. Sebagaimana diketahui bahwa sejarah budaya yang melahirkan peninggalan budaya termasuk arsitektur sejalan dengan periodisasi tersebut diatas. Cina dan Jepang mewakili pemikiran tentang arsitektur timur. Pasirangin. dan pra modern) dan arsitektur modern (termasuk arsitektur kolonial dan pasca kolonial). dengan proses oksidentalisasi. Indonesia dan Jaringan Asia C.menjabarkan sejarah perkembangan arsitektur di Indonesia yang mendapatkan pengaruh dari peradaban Asia (India. Hal ini ditunjukkan dari berbagai keterangan pada relief candi-candi dimana terdapat informasi tentang arsitektur lokal/domestik atau tradisional atau vernakular nusantara. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-1.1 Perkembangan arsitektur mulai dari masa Prasejarah Akhir yang ditandai dengan ditemukannya kubur batu di Pasemah. Sebenarnya terdapat satu zaman lagi sebelum zaman Hindu Buddha yaitu Zaman prasejarah akan tetapi pembahasan serta diskusi tentang zaman ini tidak banyak contoh yang tersisa dalam bidang arsitektur terutama pada masa prasejarah awal. Gambar 1. Keberadaan arsitektur lokal yang identik dengan bangunan panggung berstruktur kayu telah ada sebelum atau bersamaan dengan pembangunan candi-candi. arsitektur selama peradaban Islam (bisa termasuk arsitektur lokal atau tradisional. Akan tetapi jikalau menilik usia dari bangunan vernakular yang ada di Indonesia. Kemudian situs-situs megalitikum punden berundak di Leuwilang. Zaman Islamisasi dan Zaman Modern. Cina dan Jepang) di Indonesia juga membahas konsep dan perkembangan arsitektur di ketiga negara tersebut. Secara umum periodisasi sejarah budaya Indonesia dibagi atas tiga bagian besar yaitu Zaman Hindu-Budha. Arsitektur Nusantara. Matesih. Gunung Kidul dan Bondowoso.

Kerajaan Hindu dan Budha di Nusantara Selama era kerajaan Hindu dan Buddha terdapat dua dinasti yang berkuasa sekitar abad ke-8 hingga ke-10 yaitu dinasti Sanjaya dan Syailendra. terdapat ratusan prasasti yang bercerita tentang kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha di Nusantara sekaligus juga bercerita tentang bangunan suci (candi). Kalimantan Timur. Prasati ni berbentuk ‘yupa’. Keberadaan kerajaan-kerajaan Hindu Budha dimasa lampau diketahui dari prasasti-prasasti. terdapat pula candi-candi yang didalamnya terdapat arca yang menjadi bukti keberadaan kerajaan-kerajaan .− Arsitektur pada masa perabadan atau kebudayaan Islam − Arsitektur Kolonial − Arsitektur Modern (pasca kemerdekaan) File:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-1. bahkan ada nama candi di prasasti yang tidak bisa ditelusuri namanya dengan candi yang dikenal. Keluarga Sanjaya memiliki kekuasaan di bagian utara Jawa Tengah. Prasasti dari kerajan tertua di nusantara ditemukan di Kutei.htm (5 of 5)5/8/2007 3:32:52 PM . Peninggalan dari ketdua dinasti ini berupa prasasti dan candi. Umumnya prasasti tersebut dibuat pada abad ke-9. Setelah prasasti Kutei ini. dan yang ada di Jawa Tengah Selatan bersifat Buddha Pembangunan candi terkait dengan kerajaan di Nusantara pada masa perkembangan agama Buddha dan Hindu di Indonesia. sementara dinasti Syailendra menganut agama Buddha Mahayana atau Vajrayana. Sehingga dari abad ke-8 dan ke-9. Terdapat ratusan prasasti-prasasti yang ditanda tangani oleh raja-raja yang berkuasa pada saat itu. Arsitektur NUSANTARA PADA ERA Hindu dan Buddha A. Yaitu tugu peringatan upacara kurban. Dinasti Sanjaya beragama Hindu aliran Siwa. prasasti ini menceritakan sebuah kerajaan di Kalimantan timur (Kutei) diperintah oleh seorang raja bernama Mulawarman. prasasti ini diperkirakan dibuat pada tahun 400 Masehi. dan keluarga Syailendra di bagian Selatan Jawa Tengah. candi yang ada di Jawa Tengah Utara bersifat Hindu. Menurut bentuk dan tulisan yang digunakan. Selain peninggalan prasasti.

1. Melayu (Jambi). dan Sriwijaya. 600 M Muara Takus. Muara jambi.. 400 M --Taruma-negara. Kalimantan Timur 7 buah prasasti Mulawarman. kerajaan-kerajaan di Sumatera : Tulang Bawang (Sumatera Selatan). seperti kitab Pararaton dan juga kitab Negarakertagama. 683 M Arca Buddha. Buku atau kitab kuno juga merupakan sumber informasi keberadaan kerajaan-kerajaan di masa lampau. Ada juga berita tentang keberadaan kerajaan tersebut berasal dari berita ekspedisi pada pendeta Buddha Tiongkok (Cina) ke nusantara misalnya berita dari pendeta I-Tsing yang menyebutkan keberadaan kerajaan Holing (Kaling). Jawa Tengah . Tinggalan Sejarah Kerajaan-kerajaan selama era Hindu Budha Nama Kerajaan/ Dinasti Prasasti Arca/Monumen Candi Agama Kutei.Batu Jaya.tersebut di masa lampau. Kerawang Budha Kaling. Tabel 2. Dari I-Tsing diketahui bahwa Sriwijaya merupakan pusat kegiatan ilmiah agama Budha pada masa itu. Jawa Barat 7 buah prasasti Purnawarman. 650 M . Jawa Tengah Tuk Mas. 1024 M Budha Budha Budha Mataram.htm (1 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Berikut adalah rangkuman dari berbagai sumber terhadap beberapa prasasti dan candi peninggalan kerajaankerajaan pada era Hindu dan Buddha atau sebelumnya. 400-500 M . 1064 M Biara di Padang Lawas.Hindu-Budha Sriwijaya 5 buah prasasti. 2 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202.

b. 732 M Arjuna. Tampak Siring Hindu Airlangga Pucangan. dikenal dengan . 760 M 3 prasasti (a. 824 M Arca Tara Arca Manjucri Kalasan. Pawon.856 M Raja Balitung. gempol-Pasuruan Hindu Hindu Keluarga Warmadewa Sanur. Jawa Timur Sindok. Prambanan Plaosan Sewu. 782 M Karang Tengah. Dinoyo. 914 M . dikenal dengan Prasasati Calcutta Arca Durga Ngetos. 778 M Kelurak. Gunung Kawi. Jawa Timur/ Dinasti Sanjaya Kanjuruhan. Mendut Budha Hindu-Budha Hindu-Budha Budha Keluarga Isana. Hindu Hindu-Budha Dinasti Syailendra Kalasan. Lorojonggrang.c). 809 M Lingga dan Yoni Gunung Wukir Kelompok C. Ngawi Gunung gangsir. 907 M Lingga Badut Wihara Ratu Boko Siwa.Dieng Hindu Hindu Kanjuruhan.Padas.Canggal. Borobudur. sekitar 929 M Pucangan.

1289 M Pamalayu. Mojokerto Candi Panataran Candi Jabung.Prasasati Calcutta Arca Wisnu dan garuda (garudamukha) Belahan. 1268 M Jawi Singhasari Hindu-Budha Budha Siwa-Budha Siwa-Budha file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202..1. diduga abu dari jenazah seorang . Arsitektur Candi B. 1333 M Adityawarman. 1354 M Candi Surawana dan Candi Tigawangi. Fungsi Candi Kata Candi pada umumnya dianggap berasal dari kata candikagrha. Batusangkar Harihara Candi Sumberjati. Dahulukala. Bogor. Blitar Candi Anta Antapura Candi Rimbi. secara harfiah Candi bisa ditafsirkan sebagai bangunan yang digunakan untuk keperluan pemakaman.htm (2 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Majapahit Batutulis. 1427 M Jago.Hindu Singhasari Wur are. Dewi Kematian dan Permaisuri Siwa. 1292 M Prajnaparamita (Ken Dedes) Joko Dolok Amoghapaca Kidal. 1104 .1365M Siwa Budha Hindu Hindu Hindu Hindu Hindu B. 1. atau bahkan sebagai makam. Jawa TImur Hindu Kerajaan Kadiri Sri Jayawarsa. Maka. nama tempat tinggal Candika.

Sehingga seringkali dulu candi digunakan sebagai tempat pemujaan dan memuliakan raja yang sudah meninggal. Tatanan. lebih dari candi itu.htm (4 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Secara vertikal. B. Arca tersebut diletakan di ruang tengah candi dahulu kala hanya Pendeta yang memimpin acara pemuajaan yang diperkenankan masuk kedalam ruang tersebut. Candi dibangun bukan semata hanyalah sebagai makam atau tempat pemujaan dan memuliakan raja yang sudah meninggal. candi juga difungsikan sebagai tempat pemujaan kepada para Dewa yang dilambangkan sebagai arca.raja dikubur dibawah bagian tengah candi (peripih). Ketiga tingkatan ini. struktur bangunan candi terdiri dari tiga bagian yang melambangkan kosmologi atau kepercayaan terhadap pembagian dunia sebagai satu kesatuan alam semesta yang sering disebut dengan ‘Triloka’ terdiri dari dunia manusia (bhurloka). Arsitektur candi sering juga diidentikan dengan makna perlambangan Gunung Meru. Bagian dan Konsep Arsitektural Candi file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Gunung Meru .htm (3 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Akan tetapi. dunia tengah untuk orang-orang yang disucikan (bhuvarloka) kemudian dunia untuk para dewa (svarloka). badan dan kepala. Candi lebih diyakini sebagai kuil atau tempat pemujaan daripada sebagai makam. Dalam mitologi Hindu-Buddha.2. dalam struktur candi adalah digambarkan sebagai bagian kaki.

kemudian pada kenyataan lain. Kala ini diwujudkan dalam berbagai variasi bentuk seperti mahkluk aneh tanpa rahang bawah atau hiasan dengan satu mata. sembilan atau 25 titik. paruh burung nuri. Pada bangunan candi di Indonesia. Biasanya diletakkan di bagian atas candi.2 Hiasan mekara ini sering ditemukan baik pada candi Hindu dan Buddha. lingga dan yoni. elemen atau bagian bangunan yang terdapat pada arsitektur candi baik candi Hindu dan Buddha yaitu kala-mekara. Sedangkan Mekara adalah binatang mitologi berbelalai gajah. perak.  Lingga dan yoni adalah sepasang relief atau monumen yang terdapat pada candi Hindu Siwa. stupa. Biasanya patung makara ditemukan pada gapura sebagian besar candi klasik awal. Di dalam peripih terdapat bagianbagian yang diatur dalam pola seperti mandala.adalah sebuah gunung di pusat jagat yang berfungsi sebagai pusat bumi dan mencapai tingkat tertinggi surga. Keyakinan seolah-olah mengatakan bahwa gunung sebagai tempat tinggal para dewa.  Kala merupakan makhluk legenda yang diciptakan Siwa untuk membunuh seorang raksasa. makara jarang ditemukan pada jaman klasik akhir di Jawa. selain berbagai macam arca Budha dan para dewa yang terdapat di ruang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. peripih. tetapi di Sumatra. surai singa. batu akik dan biji-bijian yang diduga sebagai benda-benda upacara pemujaan.  Peripih adalah sebuah peti batu yang digunakan awalnya sebagai tempat abu jenazah seorang raja. dimana didirikan perkiraan pada abad 10 mekara ini masih terus digunakan. 3  Stupa merupakan unsur perlambang Buddha dengan bentuk setengah bulatan mempunyai pengertian falsafah melambangkan “kubah syurga” (Dome og Heaven) atau melambangkan struktur kosmik yang menetap. perunggu. yang semuanya merupakan lambang air dan birahi. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. seperti di kompleks candi Padang Lawas. Lingga terdiri dari silinder terpadu atau berdiri diatas dasar yang disebut yoni.htm (6 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 B.htm (5 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 dalam candi. dan ekor seperti ikan. peripih digunakan sebagai wadah untuk menaruh unsur-unsur yang melambangkan dunia materi : emas. ratha (mahkota).3. Teknik Konstruksi dan Pembangunan Candi .

htm (7 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Pembangunan candi memiliki tata cara dn upacara ritual. Yang brinisiatif membangun candi pada pertama kalinya adalah bangsawan (orang suci) dengan mengajak orang-orang di kampungnya (sekelilingnya) untuk bergotong royong membangun candi. Lapisan luar batu biasanya diarahkan ke bagian luar dalam serangkaian bebatuan menggantung berjarak tidak rata yang menghasilkan kesan bagian luar bagikan dipahat atau di sesak. Tata cara urutan pembangunan candi seperti yang terlihat pada gambar berikut ini.4. ahli bangunan Jawa menggunakan teknik India mengenai dinding batu berdaun ganda. Setelah abad ke 9.1250 M) yaitu candi-candi yang terdapat di Sumatera seperti candi-candi yang ada di . Upacara yang dilaksanakan serigkali dicatat dalam tulisan batu (piagem) atau lempengan perak atau tembaga. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. dimana candi Prambanan dan Borobudur dibangun pada masa ini. Pembagian kelompok arsitektur candi Melihat dari masa pembangunan candi-candi di Nusantara.Bangunan candidi Indonesia umumnya dibangun dengan cara a joint vif. teknik kontruksi candi agak sedikit berubah sejalan dengan peralihan pusat politik pada masa itu ke Jawa Timur. Jawa merupakan satu-satunya wilayah di Asia Tenggara yang menggunakan cara konstruksi seperti ini. Pertama sekali bangsawan yang menyelenggarakan acara membagikan hadiahpada semua orang yang datang. maka dibagi atas tiga periode1 yaitu masa Klasik Awal (600 M-900 M). Pada awal abad ke-9. yaitu bebatuan yang saling ditumpuk diatasnya tanpa ada bahan pengikat. Kemudian peserta menghiasi diri dengan bunga dan pewarna dan batu suci diletakkan ditengah halaman candi yang yang akan dibangun. Teknik ini memerlukan pembuatan sepasang dinding sejajar dan pengisian rongga diantaranya dari puing atau dari batu dengan bentuk yang tidak beraturan direkatkan dengan lumpur. kadang-kadang ditambah sedikit kapur seperti di Loro Joggrang. kemudian masa Klasik Madya (900 M. Pada awalnya teknik penumpukan batu dilakukan dengan cara membuat perkuatan dengan memotong bagian balok batu untuk membuat semacam lidah dan tekukan yang saling mengunci dengan balok-balok yang bersebelahan baik secara mendatar maupun ke atas.htm (8 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 B. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202.

akan tetapi kemudian banyak mengalami perubahan sekitar tahun 800 M disesuaikan dengan penggunaannya oleh penganut Budha. Pengelompokkan ini sejalan dengan pengelompokkan candi berdasarkan masa pembangunannya. dan Muara Jambi. Begitu pula halnya dengan candi Bima dimana pada awalnya sama dengan bentuk candi dari provinsi Orissa di India. Dahulunya. Jika dilihat dari sudut pengelompokkan langgam atau jenis serta agama yang mewakili keberadaan candi tersebut. karena berasal dari jaman setelah berpadunya keluarga Sanjaya dan keluarga Syailendra sehingga susunannya terlihat sebagai kelompok candi di Jawa Tengah Selatan akan tetapi keagamaannya mewakili agama Hindu. sebagai contoh yaitu candi Arjuna yang merupakan kelompok candi Dieng. dekat Malang (760 M). file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. diperkirakan di candi tersebut pernah terdapat arca atau lingga yang akan dimandikan dengan upacara khusus. Candi Badut. Soekmono membagi menjadi tiga jenis yaitu jenis Jawa tengah Utara mewakili agama Hindu (Siwa). Muara Takus. Beberapa candi yang terpenting lain pada masa dan wilayah ini adalah Candi Gunung Wukir dekat Magelang (732 M).htm (11 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Candi-candi di Jawa Tengah Selatan merupakan candi-candi Budha pertama di Jawa atau dikategorikan juga . dengan pengaturan bilik dan saluran air suci file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Candi-candi yang dibangun pada Masa Klasik Akhir (1250 M – 1500 M) umumnya terdiri dari konstruksi bata yang secara meluas banyak terdapat di Jawa Timur dimana candi berundak di lereng gunung popular pada akhir periode ini. Candi di wilayah ini merupakan pemujaan terhadap Siwa dengan bentuk mendekati tipe candi di India.htm (9 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 jenis Jawa Tengah Selatan mewakili agama Budha (Mahayana) dan jenis Jawa Timur mewakili aliran Tantrayana (baik Siwa maupun Budha). file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. upacara ini mirip dengan upacara Siwais dengan cara yang sama seperti candi-candi Palawa di India selatan. Dalam hal ini kellompok candi Loro Jonggrang meruipakan perkecualian.Padang Lawas.htm (10 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 menembus tembok. Candi-candi di Jawa Tengah Utara merupakan candi pada masa klasik awal. kelompok candi Gedong Songo di lereng gunung Ungaran.

file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202.sebagai candi pada masa Klasik awal.htm (14 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Perbedaan dari kedua tipe candi antara dua wilayah ini dijelaskan pada tabel 2. candi Jabung dekat Kraksaan. kelompok candi Sewu di dekat Prambanan.2. Tabel 2. terdapat perbedaaan yang cukup signifikan antara candi Jawa Tengah Utara dengan candi Jawa tengah Selatan karena perbedaan peruntukan bangunan keagamaannya. hanya candi di Jawa tengah Selatan lebih mewah dan lebih megah dari segi bentuk dan hiasan daripada candi di Jawa Tengah Utara. Kemudian candi Jawi dekat Prigen. dan memang kemudian pengruh Budha juga terdapat pada candi-candi di Jawa tengah Utara. Akan tetapi kemudian. dan sebagian besar menghadap ke barat. candi Borobudur. candi Jago disebut juga candi Wisnuwardhana.htm (13 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. kelompok candi Panataran dekat Blitar. Bentuk dan Tipe candi Jawa Tengah Bentuk dan Tipe candi Jawa Timur − Bentuk bangunan candi lebih tambun/lebar − Atapnya nyata berundak-undak − Puncaknya berbentuk ratna atau stupa .2. sering tipe candi di kedua wilayah ini disatukan. Sehingga akhirnya bisa dikatakan tidak ada perbedaan yang mendasar antara candi di Jawa tengah Utara dengan candi di Jawa tengah Selatan. Oleh karena itu. Misalnya. candi Mendut di sebelah timur Borobudur. candi Sari di dekat candi kalasan. dekat Yogyakarta (778 M). Candi-candi terpenting di Jawa Timur adalah candi-candi di sekitar Malang : candi Kidal (candi Anusapati). Candi yang termasuk adalah candi Kalasan.htm (12 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Sebenarnya. candi Singosari (candi Krtanagara). file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. kelompok candi Dieng dan kelompok candi Gedung songo yang merupakan candi Hindu didalamnya terdapat yoni dan lingga. Perbedaan bentuk dan langgam candi Jawa tengah dan Jawa Timur. kelompok candi Plaosan disebelah timur candi Sewu. dominasi candi Budha di Jawa tengah Selatan telah memberikan image bahwa candi di Jawa tengah adalah candi budha. perbedaan yang mendasar terlihat dengan candi di Jawa Timur.

Kelompok ini dimasukan kedalam candi pada masa klasik akhir.htm (16 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Selain kedua bentuk dan langgam diatas. terdapat cerita sajarah Kerajaan Pannei (di daerah sekitar sungai Panai. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202.− Gawang pintu dan relung berhiaskan kala mekara − Reliefnya timbul agak tinggi dan lukisannya naturalistik − Letak candi di tengah halaman − Kebanyakan menghadap ke Timur − Bentuk bangunan candi lebih ramping − Atapnya merupakan perpaduan tingkatan − Puncaknya berbentuk kubus − Makara tidak ada. Pentirtaan dan Candi padas yang terkenal adalah candi belahan di lereng gunung Penanggungan dekat . Selain prasasti. 1973. candi-candi di Padang Lawas terdapat beberapa candi yang digolongkan sebagai candi pada masa klasik madya.2. Bukti sejarah berupa prsasasti Adityawarman mengungkapkan beberapa fakta sejarah di pedalaman sumatra saat itu. terdapat tipe lain dari candi yang berbeda yang sering disebut dengan pertirtaan dan candi padas. seorang putra Pangeran Jawa yang pindah dan mendirikan kerajaan di pedalaman Sumatra. Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-11 dan ke13 merupakan tempat pemujaan dari batubata aliran Budha esoterik.htm (15 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Sumber : Soekmono. hal 86 Di pulau Sumatra seperti candi Muara takus. Padang Lawas) diserang oleh kerajaan Cola (India Selatan) pada tahun 1025. Salah satu Bangunan biaro (berasal dari kata vihara) di Padang Lawas memiliki hiasan singa yang mirip dengan ukiran di Polonaruva. vol. ibukota Sriklanka abad ke-11. Diperkirakan bahwa keberadaan candicandi ini berhubungan erat dengan kerajaan Adityawarman. dan pintu serta relung hanya ambang atasnya saja diberi kepala Kala − Reliefnya timbul sedikit saja dan lukisannya simbolis menyerupai wayang kulit − Letak candi di bagian belakang halaman − Kebanyakan menghadap ke Barat − Kebanyakan terbuat dari bata − Kebanyakan terbuat dari batu andesit file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202.

Dari bukti sejarah ini. Samudra menjadi pelabuhan niaga yang terpenting di Nusantara hingga akhir abad ke-14. Pasai. ditemukan makam raja Islam. Banten. juga terdapat di Kapal. sebuah kerajaan di Aceh. Dalam ekspedisi Marco Polo dari Tiongkok ke Persia tahun 1292. Arsitektur NUSANTARA pADa masa perkembangan ISLAM A. rupanya seperti bangunan candi yang dibelah dua atau disebut juga dengan candi bentar yang biasanya identik dengan seni bangunan pada masa Majapahit. Pada awalnya kedatangan Islam ke nusantara melalui pembauran para pedagang yang berasal dari Gujarat. candi Tikus di bekas kota Majapahit (abad ke-14). Jenis gapura kedua. salah satunya makam Sultan Malik alSaleh. Tak lama setelah persinggahannya tersebut. . Demak. dan candi Bajang Ratu. candi Plumbangan. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Madura yang menjadi titik pertemuan dan penyebaran Islam di nusantara. Kemudian ada lagi jenis bangunan candi yang berupa gapura. Selain candi Waringin Lawang di Majapahit. pada tahun 1297 di Samudra. Bali.htm (17 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. bagian pintu keluar masuk yang mana bagian tubuhnya terdapat lobang pintu. Kerajaan Islam di Nusantara Islam masuk ke Indonesia kurang lebih abad ke-13 sangat terkait dengan perkembangan perdagangan di wilayah Nusantara. Malaka timbul sebagai pusat perdagangan dan pangkal penyebaran agama Islam. dan gunung kawi di Tampaksiring (Bali). misalnya candi Jedong. bagian utara Sumatera (Aceh). Pada awal abad ke-15. disimpulkan bahwa Kerajaan Samudra menjadi kerajaan Islam yang pertama di Nusantara.htm (18 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM . kemudian singgah di Peureula’. pada waktu itu dijelaskan bahwa terdapat penduduk yang beragama Islam dan juga pedagang-pedagang dari India yang giat menyebarkan agama tersebut walaupun disekitar kota masih banyak yang belum memeluk Islam. sebuah wilayah di bagian barat India. Pada masa tersebut terdapat beberapa kota-kota pelabuhan seperti Barus. dikenal dengan candi berundak. terdapat dua jenis gapura yaitu yang pertama.Mojokerto.

Majapahit digantikan kedudukannya oleh Kerajaan Demak yang kemudian meluaskan agama Islam ke seluruh Jawa hingga bagian selatan Kalimantan sehingga tersebut kerajaan Mataram dan Banten menjadi kerajaan Islam yang besar setelah Demak. hingga akhir abad ke 16. melainkan mereka sangat mempertahankan kesinambungan dengan masa sebelumnya seraya memperkuat peralihan dan perluasan pemerintahan Hindu terdahulu. Namun di Jawa. Di pulau Jawa. dan di daerah pantai Timur Sulawesi serta Sulawesi Utara. akan tetapi tidak lama bertahan hingga Portugis menakhlukan Malaka pada tahun 1511. penguasa Islam menggantikan kekuasaan politis raja Hindu. Kerajaan Goa menjadi kerajaan besar Islam pada masa itu. Demikianlah. yang mana masing-masing dikaitkan dengan pola perkembangan. Sementara di Indonesia timur . Dari Ternate (Kesultanan Ternate dan Tidore). Kejayaan Malaka mencapai daerah Riau (Kampar. maka Islam masuk ke Kalimantan Timur dan Sulawesi Tenggara dan juga beberapa pulau di Nusa 2 3 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. Indragiri).Sementara di bagian Timur Nusantara timbul pula pusat kegiatan Islam. Islam meluas meliputi pulau-pulau di seluruh Maluku. dan juga Filipina. Elit politik baru tidak sepenuhnya merombak ideologi ataupun lambang penampilan luar penguasa lama. yaitu Ternate (1430) yang meluaskan ajaran Islam hingga ke pantai timur Sulawesi. kerajaan Majapahit mendekati masa punjak kejayaannya dibawah pemerintahan raja Hayam Wuruk (1611). 1 Penyebaran Islam keseluruh Kepulauan Indonesia terbagi dalam tiga tataolahsejarah berbeda (three dintinct historical processes). Atas kegiatan orang-orang Bugis. Pada abad ke-16 juga timbul kerajaan Brunei yang meluaskan ke Islaman hingga bagian barat Kalimantan. Demikian pula.htm (1 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 Tenggara. boleh dikata bahwa Islam telah tersebar dan mulai mengakar di Nusantara. Pendirian negara Islam di Sumatera utara mencerminkan pemunculan pemerintah baru bukan melalui penakhlukan atau peralihan kerajaan yang ada.

Pada masa itu. ”kota” semula menggambarkan pemukiman bertembok atau benteng.htm (2 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 Inggris. istilah ”kota” dalam babad tanah Jawi padanannya khita.2 B. Sebutan kuto dalam beberapa sastra Jawa Kuno dan Jawa Peralihan juga dicantumkan seperti dalam Kitab Bomakywya. kuto dan negeri. perdagangan rempahrempah dari nusantara ke beberapa negara Asia seperti India dan China mengalami kemajuan yang pesat sementara bangsa Eropa mulai menapak kakinya menguasai pusat pemasok utama rempah-rempah saat itu di Banda. kuta. stad (Belanda). istilah yang sering digunakan sebelumnya pada masa Hindu. cicade (Portugis). Sementara. Bharatayuddha. Pusat kerajaan Hindu dan Budha yang sebelumnya menjadi tempat tujuan dan persinggahan dari pedagang dan biksu China maupun India seperti Sriwijaya/Palembang. kata ini berasal dari bahasa Persia yang berarti ”pelabuhan dagang resmi” diterjemahkan secara bebas sebagai town dan city dalam bahasa file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. dan sekarang mencakup konsep kota Metropolitan. tidak ada perubahan berarti dalam hukum dasar negara (kerajaan). raja-raja dengan mudah beralih ke Islam.(Kalimantan. Sebutan Bandar sering digunakan untuk kota-kota pelabuhan saat itu. vesting. Ramayana. tetapi kemudian menjadi pusat masyarakat. Mataram dan Trowulan telah tumbuh menjadi pemukiman perkotaan. vesterkte legerplaats. kaasteel. Dari bukti kebahasaan . 3 Kemudian dalam bahasa Hindi. Sulawesi dan Maluku). Pertumbuhan Kota-Kota Islam Awal Salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan kota pertama di Indonesia adalah peningkatan perdagangan kelautan Asia secara umum pada abad ke-13 dan ke-14. dan Pararaton. Disamping itu pusat kerajaan Islam yang tumbuh setelah pudarnya kejayaan kerajaan Hindu Budha menjadi bandar-bandar baru sebagai titik pintu masuk menuju perairan internasional bersamaan dengan perkembangan kota-kota pelabuhan yang mulai dikuasai oleh Potugis dan VOC. Bukti kebahasaan sering dikaitkan dengan kemunculan tradisi pemukiman perkotaan di Asia Tenggara. Sebutan kuto ini memiliki persamaan dengan kata yang lazim didapatkan dalam bahasa Belanda sebagai burcht.

Kota pedalaman dicirikan dengan kota dengan istana yang memiliki upacara yang rumit dengan arsitektur yang didasarkan pada penduduk yang bermata pencaharian utama pertanian. Tuban. Ternate dan Banda. Batavia. Surabaya. kota yang berada di pedalaman (hinterland) seperti Pagaruyung. Kota pesisir di utara pulau Jawa dalam sejarah sangat berbeda dengan daerah pedalaman. Aceh/Pasai. Semarang. tampaknya ada dua jenis kota yang muncul.tersebut diketahui ada dua model kota yang dilihat dari pola modern kehidupan kota yaitu pelabuhan dan benteng. pertama. Sementara disepanjang pantai utara digambarkan sebagai masyarakat kosmopolitan dengan sederet bandar perdagangan yang lebih cenderung memandang ke luar daripada ke dalam. Makassar. kota sebagai pelabuhan dagang dengan pintu masuk menuju jalur perairan internasional. Sedangkan kota jenis kedua. Jepara. Pertumbuhan kota dan permukiman pada kedua kota memiliki karakteristik dan pola sendiri. Gersik. Perkembangan kota-kota pesisir ini mendapat dukungan dari Pemerintah Hindia . Banten. Banjarmasin. Demak.htm (3 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 perdagangan monopoli rempah oleh Persekutuan Dagang Hindia Timur (VOC) juga mempengaruhi perkembangan kota-kota tersebut di atas pada masa pendudukan Belanda. Pada saat itu. kota sebagai pusat administratif dengan daerah pertanian yang makmur. Perkembangan file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. dan kedua. Jambi dan Mataram. Kota yang terletak di pesisir dan muara-muara sungai besar disebut sebagai pusat Kerajaan Maritim berfungsi sebagai pelabuhan atau titik masuk dan keluar pelayaran seperti Sriwijaya/Palembang.

adalah sebutan untuk kampung para pembuat periuk belanga (a jun). Arab. pagar keliling diperlukan sebagai tempat pemungutan bea-cukai barang-barang dagangan yang keluar masuk kota. map. ada yang disebut dengan Panjunan. pasar. dan Cina (perkampungan dan pasar berada di luar pagar keliling. Pembuatan pagar keliling masa itu ber fungsi sebagai benteng pertahanan terhadap gangguan dari luar kota. Seperti halnya pada pendirian kota kerajaan di Indonesia seperti Yogyakarta. Gersik. Kemajuan kota-kota tersebut selain didukung oleh faktor geografi. dan Banjar dan lain sebagainya.htm (4 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 agung atau alun-alun. Demikian pula kampung pendatang dari luar wilayah Indonesia dikenal dengan nama kampung Gujarat. Sehingga pada saat itu terdapat sebutan Kampung Melayu. kelompok bangunan keraton. Banten. Elemen lain dalam kota masa Islam awal adalah lebuh file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. Tuban. Surakarta. Surakarta. lukisan. juga tidak terlepas dari faktor magis-religius atau unsur kosmologi. Pengelompokan perkampungan pendatang ada yang berdasarkan etnis dan ada juga yang berdasarkan pekerjaannya. lapangan yang terletak di tengah-tengah kota dan berfungsi sebagai tempat . begitu pula halnya di kota Cirebon. dan lain-lain biasanya dihubungkan simbol meru dalam mitologi Hindu. Selain itu. Cirebon. Cirebon. Kampung Makasar. perkampungan. Di Aceh. politik dan ekonomi. Biasanya perkampungan pendatang atau pedagang baik dari wilayah Indonesia yang lain. Dari beberapa keterangan. Arab. Aceh. dari sudut ekonomi. tempat peribadatan (mesjid). Benggala dan Cina. Surabaya). Banten) ada juga yang tidak berpagar keliling (kota Majapahit. Demak. Umumnya kota-kota di Jawa mengikuti poros utara-selatan. Banda. maupun dari Gujarat. Demak. kampung pendatang juga dikelompokkan berdasarkan pekerjaannya seperti kampung Pande ( tukang). terhadap beberapa kota tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa morpologi kotakota pada masa pertumbuhan dan perkembangan Islam di Nusantara mempunyai ciri antara lain : ada yang berpagar keliling/benteng (Yogyakarta. Bugis. tempat raja atau penguasa yang biasanya terletak di bagian selatan. Parsi.Belanda sehingga pada abad ke-17 berkembang pesat dapat dilihat dari perwujudan arsitekturnya. Ternate.

Makam tidak pernah ditemukan dalam lingkungan istana setempat. Sementara itu. Jawa Timur.berkumpul atau upacara ritual kerajaan/kota dan kegiatan hiburan. kuburan dan keraton. Beberapa makam berasas Islam yang ditemukan diperkirakan dibangun pada masa sebelum masyarakat Indonesia sepenuhnya beralih ke Islam. Jawa Timur. dan seringkali terletak di tanah lapang di luar desa/kota bersangkutan. Batu nisan Islam tertua di Indonesia adalah nisan seorang wanita bernama Fatimah binti Maimun bin Habatallah ditemukan di Leran Surabaya sebelah barat. Dari segi perletakan. C. Istana Keraton Yogyakarta. masyarakat pertanian melanjutkan penyesuaian susunan ruang sejenis ”mandala” pada zaman Hindu-Budha. Perekembangan pesat pada kota-kota pelabuhan dagang Islam membentuk titik perhatian utama pembaharuan arsitektur dan pembangunan kota saat itu. makam kadang-kadang berada di dekat mesjid. Cirebon. masjid menggantikan candi sebagai titik utama kehidupan keagamaan.4 Makam yang lain ditemukan di Aceh diyakini sebagai makam penguasa pelabuhan Samudra di pantai utara Aceh. Masjid Kudus. .htm (5 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 masih terawat hingga saat ini adalah makam Malik Ibrahim yang meninggal tahun 1419 di Gresik. sehingga peralihan dari zaman Hindu-Budha ke era Islam memberikan suatu warna eklektisme seperti halnya yang terlihat peninggalan yang tersisa pemakaman Imogiri di Yogyakarta. Akan tetapi tidak ada informasi yang detail mengenai wanita tersebut. mesjid. Deli dan Ternate. Surakarta. Makam yang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. Makam dan Pekuburan Orang Islam Masa Islam Awal ditandai dengan ditemukannya bentuk monumen seperti makam. Islam datang ke Indonesia tidak menyebabkan revolusi dalam gaya bangunan.

hukum Islam. Beberapa makam para sufi atau ulama sperti di Jawa dikenal dengan 9 wali menjadi tempat berziarah hingga saat ini. Kronologis perkembangan arsitektur masjid Mesjid-mesjid kuno di Indonesia menunjukkan kekhasan yang membedakannya arsitektur mesjid-mesjid di . dekat kepulauan Riau. begitu juga dari segi letak. sedangkan jenis yang satu lagi lebih umum disebut sebagai bentuk jada atau club. D. Di Sumatera. Menurut babad. pendirian mesjid juga di inisiasi oleh Sultan atua Raja. Letak mesjid di kota-kota pusat kerajaan di Jawa disebelah barat alun-alun dan tidak terpisahkan dari komponen inti kota yaitu keraton. zakat. sejalan dengan perkembangan politik dan pemerintahan. peradilan. mesjid juga digunakan sebagai pusat kehidupan masyarakat yang berhubungan urusan keagamaan seperti wakaf.htm (6 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 Berdasarkan uraian tentang kota-kota pada masa pertumbuhan dan perkembangan Islam awal dijelaskan bahwa mesjid menjadi tempat peribadatan menggantikan fungsi candi pada masa tersebut. 5 Bentuk dan makam di Jawa dipengaruhi oleh budaya Hindu yang berkembang pada masa sebelumnya. masjid. diperkuat dengan unsurunsur tradisional yang memandang raja atau sultan dan wali sebagai orangorang magis. Biasanya inisitaif dari mendirikan mesjid mula-mula timbul dari sultan atau wali. D. salah satu ciri utama bentuk makam yaitu balok batu persegi panjang yang menyerupai bangunan.Tidak ada bentuk dan hiasan makam yang spesifik. Mesjid sebagai tempat suci file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. dan tempat tinggal para bangsawan. terukir dengan ayat-ayat yang diambil dari Al Quran serta dibubuhi ragam hias yang disebut sayap. Jenis ini dipakai oleh orang-orang sepanjang Sumatera. mesjid-mesjid kuno yang didirikan di bawah pimpinan Wali Sanga secara gotong royong adlah mesjid Agung Demak dan Mesjid Agung Cirebon. dan Semenanjung Malaka pada abad ke-15 dan 17. Pada awalnya mesjid didirikan sebagai tempat ibadaah. alun-alun. seringkali dekat dengan istana.1. Dahulu. pusat kota kerajaan terdiri dari bangunan keraton/istana. Dari keterangan dan data sejarah disebutkan bahwa pada sebuah kota pusat kerajaan terdapat beberapa buah mesjid disamping beberapa langgar atau surau atau meunasah.

Kekhasan gaya arsitektur mesjidmesjid kuno ini dinyatakan oleh bentuk atap tumpang atau bertingkat 2.htm (9 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM . Kalimantan Agung Anke di Jakarta Sumenep di Madura Angke dan Marunda di Jakarta Agung Demak Agung Banten Baiturrahman pada masa Sultan Iskandar Muda di Ternate tahun abad ke 19 (sebelum perubahan) file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. Medan • Masjid Agung di Palembang • Masjid Al Azhar di Jakarta • Masjid Agung Yogyakarta • Masjid Syuhada Yogyakarta • Masjid Agung di Banyuwangi file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. Jawa Tengah • Masjid Lima Kaum. dengan puncaknya dihiasi mustaka atau memolo.Jawa Tengah • Masjid Sendang Dawur di Lamongan. Umumnya mesjid tua di Jawa berciri seperangkat empat tiang yang dikenal dengan saka guru seperti : • Masjid Menara Kudus.5. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203.negeri Islam. arsitektur lokal serta arsitektur Cina. pada bagian depan atau samping terdapat parit berair (kulah) serta gerbang. Tanah Datar di Sumatera Barat • Surau Syeh Burhanuddin. Beberapa mesjid yang mendapat pengaruh gaya ini adalah : • Masjid Raya Baiturahman di Aceh • Masjid Raya Al Osmani di Labuhan. sekitar awal abad ke-19. arsitektur mesjid-mesjid yang mendapat pengaruh arsitektur India. denahnya persegiempat atau bujursangkar dengan serambi di depan atau di samping. Mesjid-mesjid kuno pada awal perkembangan Islam yang mengadopsi konsep-konsep arsitektur Candi (Hindu/Budha). Padang Pariaman.htm (8 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 Kemudian. di Ulakan. Cirebon • Masjid Mantingan di Jepara.htm (7 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 • Masjid • Masjid • Masjid • Mesjid • Mesjid • Mesjid • Mesjid • Mesjid Sultan Abdul Rahman. Langkat • Masjid Raya Al Maksum di Deli. Deli • Masjid Azizi Tanjung Pura.3. Timur Tengah dan Kolonial Belanda. fondasinya pejal dan tinggi. Sumatera Barat. di Kudus.

dan masjid Agung di Jember D2. Pada masa ini arsitektur mesjid dipengaruhi oleh gaya modern yang berkembang pada masa itu. tidak ada suatu rancangan atau pola tertentu yang mengikat. kursi atau singgahsana atau tahta tempat para pemimpin memberikan atau menyampaikan masalah-masalah kepada umat atau rakyat. ruang tempat berdiri imam ( pemimpin sholat berjamaah ) yang berbentuk ceruk atau relung di dinding sisi Kiblat − Mimbar.2 Perkembangan mesjid sangat pesat setelah kemerdekaan Negara Indonesia. ruang utama tempat sholat. selasar atau koridor yang mengelilingi ruang utama. biasanya tidak berdinding penuh atau hanya dibatasi tiang saja. − Maksurah. Namun. pada umumnya arsitektur mesjid Indonesia mempunyai konsep dan elemen sebagai berikut: − Ruang Utama. . kemudian masjid Salman di Bandung.Silaban. Mesjidmesjid pasca kemerdekaan Indonesia awal yang menonjol yaitu Masjid Agung Istiqlal Jakarta dirancang oleh arsitek F. berdindingkan pagar atau terali sehingga tembus pandang yang diperuntukan khusus untuk pemimpin pada waktu sholat − Halaman Terbuka. − Menara (minaret). bilik berbentuk kotak. Tatanan.htm 3:32:55 PM 2 (10 of 14)5/8/2007 − Serambi. terdapat didalamnya mihrab dan mimbar − Mihrab. bagian dari masjid yang berupa lapangan terbuku biasanya dibangun tamana dan sebuah kolam atau pancuran air sebagai tempat bersuci file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. Bagian dan Konsep Arsitektural Mesjid Arsitektur mesjid di Indonesia beragam. bangunan tinggi tempat muazin mengumandangkan azan.

− Tempat bersuci, tempat mengambil wudhu sebelum masuk ke dalam Masjid berupa kolam, pancuran dan kamar mandi Dibagian belakang dan samping mesjid kuno di Indonesia biasanya terdapat pula makam raja-raja atau sultan-sultan, anggota keluarga raja dan orang-orang yang dianggap keramat, H.A.R Gibb dan Kramer6 menjelaskan mengutip dari Masjid makam ini digolongkan sebagai masyhad, contohnya mesjid Demak, mesjid Kadilangu, mesjid Ampel, mesjeid Kuto Gede, Mesjid banten dan sebagainya.

E. Istana Kerajaan Islam

Keraton atau istana selama masa Islam tumbuh subur di Indonesia meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sumbawa, Sulawesi dan Maluku. Setiap raja, besar atau kecil, membangun gugus bangunan lambang kejayaan dan kekuasaan. Umumnya keraton atau istana berada di dalam pagar keliling dan di pusat kota kerajaan. Sehingga terdapat perbedaan di antara dunia ” dalam” dan dunia ”luar” yang diwakili oleh istana (di Jawa terkadng dikenal dengan Dalem) serta lingkungan alam sekitar di luar istana. Pagar keliling tersebut juga membedakan antara ruang yang sakral dan profan. Lingkungan di dalam istana dikenal sebagai ruang yang bersifat sakral, beradab dan halus, dan lingkungan di luar istana sebagai sesuatu yang liar, kasar dan profan. Tata letak istana/keraton diibaratkan berporos pada gunung yang suci atau berada dalam satu garis imajiner dengan gunung dan laut, seperti halnya yang terjadi di Jawa, Sumatera, Sumbawa, dan ternate, dibelakang keraton/istana terdapat gunung yang dianggap suci. Didalam satu kompleks istana terdapat beberapa bangunan yang mana orientasi atau penempatannya mengekspresikan perumpamaan tingkatan atau hierarki dalam masyarakat tersebut. Hal ini terlihat dalam kompleks keraton Yogyakarta. Di Sumatera, terdapat beberapa istana Kerajaan Islam yang berkuasa pada masa lampau. Sekarang ini masih terdapat beberapa peninggalan bangunannya meskipun kekuasaan raja telah hilang karena
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203.htm 3:32:55 PM 2 (11 of 14)5/8/2007

perubahan sistem pemerintahan di perkecualian Kesultanan Yogyakarta.

negara

Indonesia,

dengan

Seperti halnya dengan mesjid, hampir tidak ada suatu pola khusus dalam rancangan istana. Unsur arsitektur lokal dan kolonial mendominasi konsep arsitektural istana pada abad ke-19 dan ke-20, seperti yang terlihat bangunan istana di Sumatera dan Ternate.
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203.htm 3:32:55 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203.htm 3:32:55 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203.htm 3:32:55 PM (12 (13 (14 of of of 14)5/8/2007 14)5/8/2007 14)5/8/2007

Arsitektur VERNAKULAR INDONESIA
A. Sejarah Indonesia Perkembangan

Arsitektur

Vernakular

A.1. Hubungan Austronesia dan Indonesia Berdasarkan linguistik, kebanyakan orang Indonesia berbahasa Austronesia, suku bangsa ini memiliki kekayaan 700 - 800 bahasa tersebar pada banyak pulau di Asia Tenggara, termasuk pula Vietnam Selatan, Taiwan, Mikronesia, Polinesia dan Madagaskar. Selain kekayaan bahasa, juga memiliki kekayaan dari budaya materi seperti arsitektur. Budaya Austronesia diperkirakan berasal dari masyarakat yang hidup disepanjang sungai di Cina Selatan dan Vietnam utara sekitar pertengahan abad ke-4 SM. Persebaran orang-orang ini dari tanah leluhur berlangsung sekitar 6.000 tahun yang lalu, dan memuncak sekitar 500 M dengan menyebarkan penggunan bahasa Austronesia ke sekeliling dunia.1 Pengaruh budaya Austronesia terlihat dalam budaya materi, organisasi sosial, kepercayaan, mitos, dan bahasa. Pengaruh

yang tampak dalam budaya materi adalah pengetahuan bercocok tanam padi, irigasi, beternak kerbau dan

4
2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204.htm (1 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2

kambing, penggunaan logam yang sederhana, dan pelayaran. Termasuk pula budaya berburu, mendirikan megalit, upacara ritual kematian, berlayar, menenun, membuat gerabah juga peralatan kampak batu untuk bertukang dan sebagai peralatan memotong. Kearifan nenek moyang, mitos, animisme, penguburan mayat dalam peti, tempat pemujaan yang terletak di tempat yang tinggi merupakan pengaruh dalam kepercayaan. Tradisi monumen-monumen dari batu besar masih subur di beberapa tempat di Indonesia; yang paling menonjol di pulau Nias (pantai barat Sumatra) dan Sumba di kepulauan Nusa Tenggara. Banyak kosa kata dalam bahasa Austronesia saat ini mempunyai asal yang sama, misalnya kata rumah, di Jawa disebut omah, toraja ”banua”, di Roti (Nusa tenggara) ”uma”, minangkabau ” rumah”. Begitu pula halnya pengaruh dalam konsep dan bentuk rumah Austronesia di Indonesia, bagi orang Austronesia rumah bukan sekedar tempat tinggal, melainkan merupakan bangunan teratur berlambang yang menunjukkan sejumlah ide penting perwujudan keramat para leluhur, perwujudan fisik jatidiri kelompok, dunia kecil di jagad raya, dan ungkapan tingkat dan kedudukan sosial. Seperti halnya yang diungkapkan oleh Rapoport, bahwa rumah pada masyarakat tradisional mengekspresikan hierarki status masyarakat dan budaya lokal.1 Ciri dan karakteristik mendasar dari rumah austronesia yaitu terdiri atas bangunan persegi empat, berdiri di atas tiang-tiang, beratap ilalang. Pintu masuk berupa tangga yang ditakik dan ada perapian dengan rak di atasnya untuk kayu bakar dan penyimpanan. Bentuk dasar ini mengalami pembaharuan di daerah Austronesia dan ditemukan di rumah Batak, ”rumah gadang” di Minangkabau, ”rumah Tongkonan” di Toraja, dan ”rumah panjang” di dayak, Kalimantan.

. Status sosial atau hierarki dari rumah sering digambarkan dalam dekorasi yang ada di dinding penutup atap. balai adat dan lain sebagainya. generasi muda dan tua.2 Perlambangan dalam rumah austronesia nampak pada struktur dan bentuk atap menggambarkan berbagai macam bentuk dan simbol dari benda seperti kipas.Pengaturan perlambang rumah di dalam rumah yang merupakan ciri lain dari rumah austronesia sering menggunakan pasangan koordinasi ruang yang berlawanan − ”dalam” dan ”luar”. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. ”depan” dan ”belakang”. Simbol tersebut umumnya juga terdapat pada dinding penutup atap (gable-end). based on tectonic logic. ”timur” dan ”barat” dipetakan dalam kelompok sosial yang dikaitkan dengan hubungan erat antar jenis kelamin. channeled into quasi-instinctive reactions to the outer world.htm (2 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. 3 " Vernacular architecture is the manual-artisan culture of building." .2. untuk membentuk opografi perlambang yang mengatur dan mewakili hubungan sosial ini. perahu. dan tanduk kerbau yang mencerminkan kekuasaan dan nilai kesakralan. Arsitektur vernakular ini terdiri dari rumah dan bangunan lain seperti lumbung. Paul Oliver dalam bukunya Ensikolopedia Arsitektur Vernakular menjabarkan bahwa arsitektur vernakular konteks dengan lingkungan sumber daya setempat yang dibangun oleh suatu masyarakat dengan menggunakan teknologi sederhana untuk memenuhi kebutuhan karakteristik yang mengakomodasi nilai ekonomi dan tantanan budaya masyarakat dari masyarakat tersebut. Beberapa rangkuman pengertian vernakular arsitektur : " Vernacular architecture owes its spectacular longevity to a constant redistribution of hard-won knowledge. Pengertian Arsitektur Vernakular Kata Vernakular berasal dari vernaculus (latin) berarti asli (native). ”kiri” dan ”kanan” . bahkan antara yang masih hidup dan yang sudah meninggal.htm (3 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 A. sanak dan saudara.. Maka vernakular arsiektur dapat diartikan sebagai arsitektur asli yang dibangun oleh masyarakat setempat.

4 " Vernacular buildings are built by ordinary people who possess principles. khususnya arsitektur kolonial Belanda. 5 Kata tradisional berasal dari kata tradisi yang di Indonesia sama artinya dengan adat (custom). kata tradisional diartikan sebagai sesuatu yang dilakukan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Selain itu.4 Dalam hal ini. A living pattern language is essential to true vernacular construction by those not trained in architecture. Arsitektur dan bangunan tradisional merupakan hasil seni budaya tradisional. kata tradisional sering digunakan untuk membedakan dengan modern. yang diturunkan dari generasi ke generasi. istilah-istilah lain sering bersentuhan arti dan maknanya dengan vernakular arsitektur yaitu . pada waktu itu istilah ini file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. or patterns. Di Indonesia.htm (4 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 diberikan untuk karya-karya arsitektur asli daerah di Indonesia. yang mampu memberikan ikatan lahir bathin. sebutan yang berasal dari kata Belanda “ traditionell Architectuur”."Building is a craft culture which consists in the repetition of a limited number of types and in their adaptation to local climate. pengertian vernakular arsitektur sering juga disamakan dengan arsitektur tradisional. Sehingga seringkali bangunan tradisional disebut dengan “rumah adat. Di dunia global. yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari hidup manusia budaya tradisional.” Pada prinsipnya. Kemudian. salah satu alasannya adalah untuk membedakan jenis arsitektur yang timbul dan berkembang dan merupakan karakteristik suku-suku bangsa di Indonesia dari jenis arsitektur yang tumbuh dan berkembang atas dasar pemikiran dan perkembangan arsitektur di Eropa. materials and custom. kata adat ini di adopsi dari bahasa Arab. baik di dunia global dan Indonesia. that have traditionally been handed over from generation to generation. Ismunandar menjelaskan bahwa arsitektur traditional. Josep Prijotomo berpendapat bahwa secara konotatif kata tradisi dapat diartikan sebagai pewarisan atau penerusan norma-norma adat istiadat atau pewarisan budaya yang turun temurun dari generasi ke generasi.

Kesamaan ciri-ciri arsitektur vernakular Nusantara yang juga merupakan ciri dari arsitektur austronesia : − Tipe rumah panggung . Terdapat beberapa perdebatan tentang sebutan yang tepat bagi arsitektur Indonesia ini. B. Bahkan kesamaan dari keberagaman itu juga nampak dari pada arsitektur non-austronesia seperti Papua.htm (5 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. jika ditelusuri terdapat kesamaan dari keberagaman tersebut yang berasal dari akar yang sama yaitu budaya Austronesia. arsitektur lokal atau kontekstual (indigenous architecture) bahkan ada juga yang kemiripan dengan arsitektur alamiah (spontanous architecture). Sementara itu. Tipe Arsitektur Vernakular Indonesia: Keberagaman dan Kesamaannya Indonesia adalah negara kaya dengan ratusan etnis yang mana setiap etnis memiliki kekhususan budaya tersendiri. geografi. Macam ragam arsitektur vernakular Indonesia Dari keberagaman arsitektur vernakular Indonesia. iklim dan lingkungan dan arsitektur alamiah adalah arsitektur yang dibangun oleh satu masyarakat berdasarkan proses alamiah seperti kebutuhan dasar manusia. sehingga terdapat pula ratusan tipe rumah vernakular di Indonesia.4. Dari semua tipe tersebut. akan tetapi karena kemiripan makna dan arti satu dengan yang lainnya yang semuanya terangkum dalam pengertian arsitektur vernakular seperti yang di jelaskan oleh Paul Oliver dalam bukunya Ensiklopedia Vernacular Architecture.htm (6 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 Gambar 4. arsitektur lokal atau kontekstual.arsitektur rakyat (Folk Architecture). maka penggunaan istilah vernakular menjadi pilihan dalam buku ajar ini. adalah arstektur yang beradaptasi dengan kondisi budaya. Secara garis arsitektur rakyat diartikan sebagai arsitektur yang menyimbolkan budaya suatu suku bangsa dengan beberapa atribut yang melekat dengannya. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. terdapat beberapa tipe yang memiliki keunikan dan karakteristik yang sangat kuat seperti yang terlihat pada gambar berikut ini.

Pola Perkampungan Tipikal perkampungan di Indonesia pada dasarnya menggambarkan respon terhadap kondisi alam. terdapat dua tipe tatanan permukiman dan rumah dari kampung-kampung tradisional yaitu linear dan konsentris. Bali. Lombok dan Papua. kekuasaan dan karakteristik budaya.htm (7 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 B. − Lantai bangunan didukung oleh tiang dan balok kayu yang saling mengikat satu sama lain. begitu pula bentuk huruf T pada kampung di Nias Selatan (Bawomataluo) dan bentuk silang (cross type) pada kampung di Bali. Seringklai pemanjangan dibuat lekukan sehingga menimbulkan daya tarik estetis. Proporsi atap lebih besar dari pada badan dan kaki (bagian bawah) bangunan.1. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. menggunakan sistem sambungan tarik dan tekan (sistem pen) tanpa menggunakan paku dan sistem cros-log foundation (balok kayu yang saling tumpang tindih secara horizontal). Dominasi atap tampak pada keseluruhan bangunan.Sebagian besar rumah vernakular Indonesia kecuali rumah Jawa. biasanya tanpa menggunakan paku. namun . melainkan beralas batu sehingga lebih fleksibel ketika ada guncangan atau gempa. − Pemanjangan bubungan atap sering dangan sopi-sopi mencondong keluar. − Tiang bangunan mempunyai alas batu. Tiang tidak ditanam didalam tanah. dan kosmologi masyarakat yang mendiaminya. Kampung-kampung dengan tantanan linear biasanya terdapat di pesisir-pesisir pantai Indonesia. − Memiliki ornamen pada dinding penutup atap (gable end) yang menyimbolkan status sosial. sistem bercocok tanam. menggunakan struktur rangka tiang kayu atau tipe rumah panggung sebagai upaya adaptasi dengan iklim dan geografi. Di Indonesia. Konsep ruang dalam tatanan rumah dan kampung merupakan bagian penting dari tradisi vernakular. Selain itu itu atap pelana (saddle roof) lebih umum digunakan. tatanan sosial. Di masa mendatang tatanan ini mengalami evolusi dalam perkembangannya seperti bentuk radial pada kampung di Sumba Barat dan Ruteng di Flores.

batu megalith. dan lumbung. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. tugu atau kuburan para nenek moyang.file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. rumah tinggal. Pola perkampungan dan perletakan rumah pimpinan menandakan sistem sosial dan kekuatan masyarakat yang mendiaminya. Terdapat strata sosial agak kompleks dengan kekuatan terpusat pada . Bali. tugu dan tiang sakral keagamaan seperti halnya yang nampak pada kampung-kampung di Nias dan Sumba.htm (9 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 Perkampungan dengan pola konsentris terdapat di Flores dan Sumba dan Jawa Tengah. acara kesenian dan lain sebagainya. Pada ruang terbuka ini pula sering ditempatkan batu megalith. Sulawesi. Bangunan pemimpin (chief house) atau raja ditempatkan dekat dekat batu atau tugu tersebut atau di ujung pelataran yang membelah barisan rumah dan menjadi akhir dari deretan rumah dan kampung. diantara barisan bangunan tersebut terdapat ruang bersama yang digunakan untuk berbagai macam kegiatan seperi berkumpul. tetapi ada juga yang ditempatkan di tengah-tengah barisan seperti halnya pada permukiman di Batak Toba. bale adat atau ruang pengadilan atau ruang musyawarah. bangunan vernakular Indonesia umumnya terdiri dari tiga bagian . Bangunan pada kampung bersifat linear letaknya berbaris dan berhadapan satu sama lainnya. Nias. Tantanan perkampungan seperti ini memiliki bagian tengah yang dianggap sakral dan penting. Orientasi dari barisan rumah menghadap ke titik tersebut yang terdiri dari beberapa layer berdasarkan hierarki atau kedudukan dari status sosial masyarakat. Secara evolusi beberapa kampung memiliki pola gabungan dari linear dan kosentris yang sering disebut dengan compound type. Letak ketiga bangunan tersebut bisa saling berhadapan seperti halnya yang terjadi di perkampungan Batak Toba dan Bali Aga. pemujaan atau ritual keagamaan. Ditinjau dari fungsinya.htm (8 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 juga terdapat di pedalaman Sumatra. Kalimantan. Kampung dengan pola kosentris menyimbolkan penerapan sistem pemerintahan pada kekuatan tunggal yang memusat. dan beberapa wilayah di Jawa. misalnya ruang terbuka (tempat berkumpul).

Pembagian atas tiga bagian ini (tripatite) dipengaruhi oleh kondisi alam dan kosmologi dari masyarakatnya.. kosmologi dan kondisi alam sekitar. seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa pembagian ruang ini sebagai respon terhadap sistem sosial kekerabatan. grup atau kelompok. Ruang tengah.htm 3:32:57 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204.satu orang. Pembagian ruang dapat dikategorikan secara vertikal dan horizontal. ada juga yang disebut dengan pola menyebar ( scattered type) atau disperse settlement pattern. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. sehingga menjadi tempat pemujaan atau penyimpanan benda-benda keramat atau warisan leluhur. Secara horizontal. terdapat bagian dari rumah yang dianggap paling sakral atau suci adalah bagian yang paling dalam atau belakang. Pola perkampungan ini seringkali menggambarkan persamaan struktur sosial (less stratified social struktur) dan kelompok masyarakat yang lebih kecil.2. kampung dengan pola linear menggambarkan demokrasi dari distribusi kekuasaan dengan strata sosial lebih sederhana. pembagiann ruang terdiri dari bagian atas. dengan bagian atas sebagai ruang yang paling sakral sehingga barang-barang yang dianggap keramat disimpan di dalam ruang atas ini. bagian yang paling inti atau penting yaitu terletak pada sisi sebelah kanan belakang dari interior rumah yang diebut dengan jabu bona. Di rumah Batak Toba. Semetara. Umumnya masyarakat primitif memiliki kepercayaan terhadap pembagian dunia atau alam . Rumah dan Tatanan Ruang Konsep tatanan ruang dalam rumah umumnya sama dengan konsep tantanan ruang dalam satu perkampungan. tengah dan bawah. bahkan seringkali mencerminkan kehidupan yang berpindah-pindah sebagai akibat dari pergantian sistem bercocok tanam. Di dalam rumah Jawa. B. ruang yang paling suci berada pada bagian inti rumah yang disebut dengan ”dalem” tepatnya di senthong. adalah untuk kehidupan manusia dan ruang bawah adalah untuk binatang ternak atau 2 gudang. Selain kedua tatanan tersebut.htm 3:32:57 PM (10 (11 of of 20)5/8/2007 20)5/8/2007 Secara vertikal.

Lombok dan Papua. seringkali tiang dan balok disambung di tanah sebelum diletakkan di atas batu pondasi. Nias Selatan. Beberapa rumah vernakular Indonesia merupakan tipe rumah komunal artinya terdapat beberapa keluarga yang memiliki kekerabatan dengan beberapa generasi yang berbeda. Susunan tiang-tiang tersebut bersandar . Ruang-ruang tersebut dihubungkan oleh ruang bersama. Kalimantan. Kalimantan. Karo. Mentawai. umumnya rumah vernakular di Indonesia terdiri dari persegi panjang dan bujur sangkar seperti halnya rumah Aceh. Melayu.ke dalam tiga bagian yaitu dunia atas sebagai tempat para dewa. Sulawesi. tapi menggunakan sambungan lubang dengan pasak. Keluarga tersebut menempati masing-masing ruang dengan masingmasing letak yang telah disepakati. Jawa. sambungan pangku dan sambungan takik. tinggal dalam satu rumah besar seperti rumah Batak Toba. Lio (Flores). Teknologi Bangunan : Bahan Bangunan dan Teknik Konstruksi file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. Penyatuan semua bagian bangunan dilakukan dengan cara membentuk dan menyambung bagian kayu dengan beberapa alat khusus sederhana seperti kampak. dunia tengah bagi kehidupan manusia. Namun ada juga yang menggunakan bentuk lingkaran dan ellips seperti rumah di Nias Utara. Bentuk dan organisasi ruang bergantung kepada kebiasaan dan adat istiadat setempat. Penyusunan tiang dan balok pada prinsipnya tidak menggunakan paku. ada yang hanya dibatasi oleh dinding ada pula yang dibatasi oleh perbedaan tinggi lantai. Untuk kemudahan pemasangan.htm 3:32:57 PM 2 (12 of 20)5/8/2007 Salah satu ciri arsitektur vernakular adalah menggunakan bahan yang alami dan teknik konstruksi yang sederhana dengan cara menyusun tiang dan balok. Mentawai. gergaji. Mingkabau. Batak. golok (parang). Sumba. pahat. B. alas (tikar) saja. Umumnya dalam satu rumah terdapat pemimpin sebagai kepala suku mendiami salah satu ruang yang dianggap paling utama. dan dunia bawah bagi roh-roh jahat.3. Bali dan Sumba. Dari segi bentuk dan morphologi ruang.

dengan menambahkan penopang atau batang silang menbentuk huruf X dan V. Misalnya. mendirikan rumah dapat dilihat sebagai penerapan hidup dalam lingkungan sosial yang diwakilinya.htm 3:32:57 PM 2 (13 of 20)5/8/2007 Perkuatan sistem konstruksi rumah untuk mengantisipasi kondisi alam yang arawan gempa terlihat pada rumah Nias. Upacara dilakukan mulai dari pembersihan lahan rumah. Dalam hal ini. rumah menjadi perlambang status kedudukan seseorang dalam masyarakat. proses pembersihan dan pendirian tanda rumah dilakukan pemilik rumah dalam hal ini ibu/perempuan pemilik rumah dengan orang sakti yang dipanggil bomoh yang tahapannya dapat dilihat pada gambar berikut ini.htm 3:32:57 PM 2 (15 of 20)5/8/2007 Upacara pembersihan dan meminta izin kepada roh di dunia dan dewa-dewa yang memiliki tanah dilakukan . sampai upacara masuk/penghunian rumah. Hal ini dilakukan secara bertahap dan melibatkan pemilik rumah dan pemuka kampung atau ahli tukang (chief carpenter) atau orang yang dianggap keramat atau sakti. Pada bangunan lumbung di Indonesia memiliki kekhususan dari teknik konstruksi yaitu pemasangan piringan kayu besar disusun di atas puncak tiang dasar untuk mencegah hewan pengerat mencapai tempat penyimpanan padi. pemasangan bubungan atau atap rumah. sehingga diperlukan tata cara dalam pendirian rumah. pendirian tiang utama/seri/tengah.di atas batu pondasi dengan stabilitas didapat dari rel-rel melintang yang masuk ke lubang yang dibuat di dalam tiang. Upacara Pendirian Bangunan Bagi orang Indonesia rumah lebih dari sekedar tempat tinggal.4. Dengan kata lain. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. tempat berteduh dari panas dan hujan melainkan merupakan bangunan yang ditata secara perlambang yang konteks dengan sosial budaya masyarakat yang tinggal didalamnya. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204.htm 3:32:57 PM 2 (14 of 20)5/8/2007 B. penentuan titik pembangunan rumah.

Sebagian besar masyarakat tradisional Indonesia membagi alam kedalam tiga bagian. perkawinan dan kematian. Sehingga unsur kejagadan ini menciptakan tatanan upacara yang mengatur kegiatan di dalam rumah. Pembagian ini sangat jelas terlihat pada rumah-rumah di Sumatra khususnya Batak Toba7. Rumah adalah tempat kelahiran. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. dunia tengah dan dunia bawah. Tongkonan di Toraja. jiwa orang mati dan hal-hal gaib lainnya. ruang dibawah atap disamakan dengan alam dewa dan leluhur. rumah di Kalimantan. Seringkali upacara yang berhubungan dengan ketiga hal tersebut dikaitkan dengan arah mata angin dan pergerakan matahari. seringkali di letakkan pada bagian tengah atau atas (atap) rumah. Sebagai contoh timur dianggap serupa dengan hal-hal memberi kehidupan dan barat identik dengan kematian. Ritual ini bertujuan untuk memberikan spirit atau jiwa bagi kehidupan yang berlangsung didalam rumah/bangunan yang didirikan. berfungsi juga mengusir rohroh atau gangguan dari luar terhadap keselamatan penghuni rumah. dunia atas. Dalam sisi tegak. Kosmologi ini juga mempengaruhi pembagian ruang dalam rumah . maka wanita melahirkan ditempatkan di bagian timur rumah dan orang meninggal ditempatkan dibaringkan di bagian barat. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204.htm 3:32:57 PM 2 (17 of 20)5/8/2007 Dalam masyarakat . rumah juga dianggap sebagai perwujudan jagad kecil dari jagat raya.htm 3:32:57 PM 2 (16 of 20)5/8/2007 Selain itu. pembagian ruang dalam rumah sebagai jagad kecil merefleksikan pembagian ruang dalam alam semesta. Selain menjadi jiwa atau nyawa dari rumah. Spirit atau jiwa dari rumah yang didirikan sering disimbolkan dalam benda keramat yang diletakkan di dalam rumah.oleh hampir semua etnis atau masyarakat tradisional Indonesia. lantai mewakili dunia biasa pengalaman seharihari dan ruang kosong dibawah rumah dihubungkan dengan alam baka yang dihuni oleh roh jahat. Sulawesi dan beberapa rumah Sumba di Nusa Tenggara. Misalnya raga-raga6 yang digantung dibawah atap rumah Batak Toba.

C.1.4.htm 3:32:57 PM (19 (20 of of 20)5/8/2007 20)5/8/2007 . selain pembagian rumah yang dikaitkan dengan simbol sebagai jagad kecil.6. C.5.htm 3:32:57 PM 2 (18 of 20)5/8/2007 lain. Seringkali wanita dikaitkan dengan bagian dalam atau belakang rumah. Sejarah Kolonialisasi di Indonesia Kolonialisasi wilayah Indonesia didahului oleh kemunduran dari pengaruh Majapahit yang berhasil mempersatukan Nusantara. arah kejagadan rumah sesuai dengan penataan ruang perlambang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204.htm 3:32:57 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. seperti pembagian dengan konsep berdasar gender serta gagasan mengatur perilaku pria dan wanita. Sumatra Jawa Kalimantan Bali dan Nusat Tenggara Sulawesi Papua file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. C. Diawali dengan perdagangan bilateral yang dilakukan oleh Persekutuan Dagang Hindia Timur atau lebih dikenal dengan sebutan Vereenigde OostIndische Compagnie (VOC) kemudian . C. C. Pengaturan ruangan keluarga di dalam rumah suku Minangkabau di Sumatera Barat sangat dipengaruhi oleh konsep gender tersebut.2.tradisional. Arsitektur kolonial indonesia A. Arsitektur Vernakular Indonesia C.3. C. dan pria serupa dengan bagian depan atau luar rumah.

VOC mendirikan pos-pos dagang yang terdiri dari gudang. benteng Victoria di Ambon pada tahun 1580. Dimulai dengan perhubungan dagang dengan masyarakat setempat. dan benteng (Fort) Rotterdam di Makasar. sehingga akhirnya VOC mendirikan bentengbenteng pertahanan di beberapa kota dagang tersebut. Sebelumnya ekspansi Portugis yang dipimpin oleh Alfonso De Albuquerque masuk melalui pendudukan yang dimulai di Malaka pada tahun 1511. Namun hubungan yang bergejolak dengan penduduk asli dan saingan Eropa. benteng di Batavia pada tahun 1619. benteng di Banten tahun 1603. Kemudian setelah itu didirikan juga beberapa benteng-benteng lain seperti benteng di Ternate tahun 1576.htm (1 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM . Batavia. Untuk mengukuhkan penguasaan perdagangan rempah di Nusantara.ekspansi ke penguasaan perdagangan dan wilayah. Sehingga pada akhirnya banyak rajaraja yang takhluk dan tunduk dengan pemerintahan kolonial yang disebut dengan Pemerintah Hindia Belanda. benteng tertua di pulau Banda didirikan ± tahun 1550. Banda. dan Makassar. setelah Malaka ditaklukan oleh Portugis.1 Setelah VOC memindahkan pusat perdagangannya di Batavia (pulau Jawa) maka batu pertama dimulainya Arsitektur Kolonial menjadi kenyataan dengan didirikannya “Fort Batavia” yang kemudian berkembang pula kota Batavia sebagai merupakan cikal kota Jakarta sekarang ini. penginapan bagi pedagang utama ( opperkoopsman) dan pegawainya di berbagai kota di wilayah Nusantara seperti Maluku. 2 5 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. memerlukan pertahanan dan tingkat kelengkapan bagi pos dagang tersebut. Portugis dan Perusahaan Belanda yang dikenal dengan VOC lalu kemudian meluas pada hubungan kerjasama dengan raja-raja karena pada masa itu umumnya pemerintahan di Indonesia berbentuk Kerajaan. sasaran berikutnya adalah kepulauan Maluku yang berpusat di Pulau Banda dan Ternate dengan maksud menguasai perdagangan rempah yang sangat menguntungkan di Asia.

Awalnya kota Kolonial Belanda berada di daerah pesisir yang dulunya merupakan kota-kota perdagangan yang telah terjadi sejak masa Hindu dan Islam seperti kota Ambon. Bab IV)2. Kemudian Pemerintahan Hindia Belanda juga mengadopsi konsep kota-kota asli dengan ciri budaya . − Mikrokosmos-hierarkis maksudnya sebagai pengadaan ruang suci dengan tembok sebagai batas antara ruang dalam dan luar. Kota-kota perdagangan di daerah pesisir yang bersifat heterogen dan profan 2. Medan. Ujung Pandang. antara satu dengan yang lain digunakan 2 prinsip yaitu : − Mikrokosmos-dualitis maksudnya setiap kota di Jawa dibagi atas dua bagian yaitu bagian profan disebelah utara dan bagian sakral disebelah selatan. Kota-kota di Nusantara pada masa prakolonial dapat dikelompokkan menjadi dua tipe kota. Semarang. Kemudian beberapa kota baru terbentuk selama masa kolonial Belanda seperti kota Bandung. konsepsi yang menghubungkan elemen-elemen pembentuk ruang pada kota tradisional Jawa. Surabaya. Malang dan lain sebagainya. seperti penataan keraton dan elemen-elemen di sekelilingnya diupayakan simetris. Balikpapan. Batavia (Jakarta). Tembok pembatas ini bukan sekedar batas yang berfungsi sebagai penunjang keamanan atau batas teritorial. Perwujudan konsep ini tampak dari penempatan benda secara simetris yang dimaksudkan sebagai lambang harmonis kehidupan. Pemerintahan jajahan baru ini meluaskan kekuasaannya ke kota dan pedalaman Nusantara. administrasi VOC Hindia Belanda diganti oleh pemerintahan jajahan yang dipertanggungjawabkan ke Belanda tahun 1800. yaitu : 1. Menurut Santoso (1984. Banten.2 B. Cirebon. tetapi lebih merupakan struktur hubungan antara elemenelemen pembentuk ruang. Pusat-pusat kerajaan yang bersifat homogen dan sakral yang berada di tengah-tengah daerah pedalaman yang agraris. Pembentukan Kota-kota kolonial di Indonesia Setelah dilanda perang politik yang timbul dari perang Napoleon. Palembang.

htm (5 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 . Kemudian bangunan lain yang dibangun pemerintah Hindia Belanda yaitu penjara kota juga file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. atau kantor residen biasanya terletak di sisi timur alun-alun. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. taman.htm (4 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 C. Kediaman Reine de Klerk (sebelumnya Gubernur Jenderal Belanda) di Batavia. Cirebon. Surakarta dan Banda Aceh. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm (3 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. berhadapan dengan mesjid. Pada masa itu Pemerintah kolonial membangun berbagai macam fasilitas kota bangunan pusat pemerintahan. pengadilan) stasiun. Pada kota-kota tersebut Pemerintah kolonial hanya menambah beberapa elemen atau fasilitas yang menunjang kekuasaan pemerintahan kolonial. Perpaduan khas antara unsur Belanda dan Indonesia merupakan ciri kha kota abad ke-19 teruatama di Jawa. bank. rumah sakit. Lodji. gereja dan lain sebagainya di pusat kota-kota tersebut.Indonesia asli seperti kota Yogyakarta. VOC. Abad 16 sampai tahun 1800-an Waktu itu Indonesia masih disebut sebagai Nederland Indische (Hindia Belanda) di bawah kekuasaan perusahaan dagang Belanda. Perkembangan Arsitektur Kolonial Indonesia Perkembangan Arsitektur kolonial Belanda di Indonesia dibagi atas 4 periode ( Helen Jessup:2. Banten. Arsitektur Kolonial Belanda selama periode ini cenderung kehilangan orientasinya pada bangunan tradisional di Belanda.3 Bangunan ini tidak mempunyai suatu orientasi bentuk yang jelas. Bangunan perkotaan orang Belanda pada periode ini masih bergaya Belanda dimana bentuknya cenderung panjang dan sempit.1. atap curam dan dinding depan bertingkat bergaya Belanda di ujung teras. perkantoran (kantor pos. Handinoto dalam bukunya Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolonial Belanda di Surabaya) : 1.htm (2 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 mengelilingi alun-alun. kutipan dari Ir. Arsitektur Kolonial Indonesia C. atau tidak beradaptasi dengan iklim dan lingkungan setempat.

3. iklim dan material yang tersedia pada masa itu. Bangunan-bangunan yang berkesan grandeur (megah) dengan gaya arsitektur Neo Klasik dikenal Indische Architectuur sebenarnya berlainan dengan gaya arsitektur Nasional Belanda pada waktu itu. Pada saat itu. Seperti Gereja Protestan di pusat kota tua Semarang. Pada tahun 1865 oleh karena jarak yang jauh dan komunikasi yang sulit dengan Pemerintah Belanda sehingga perkembangan kemajuan arsitektur modern di Belanda tidak sampai gemanya ke Indonesia. Hasilnya berbentuk gaya Hindia Belanda yang bercitra Kolonial yang disesuaikan dengan lingkungan lokal.htm (6 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 . pilar di serambi depan dan belakang (ruang makan) dan didalamnya terdapat serambi tengah yang mejuju ke ruang tidur dan kamar-kamar lainnya. terbuka.2. Tahun 1800-an (awal abad ke 19) sampai dengan tahun 1902 Pemerintah Belanda mengambil alih Hindia Belanda dari VOC. gaya neo-klasik merupakan gaya arsitektur yang sangat cocok untuk mengungkapkan kemegahan kemaharajaan. atau The Ducth Colonial Villa: Gaya arsitektur neo-klasik yang melanda Eropa (terutama Prancis) yang diterjemahkan secara bebas. Setelah pemerintahan tahun 1811-1815 wilayah Hindia Belanda sepenuhnya dikuasai oleh Belanda. di Hindia Belanda terbentuk gaya arsitektur tersendiri yang dipelopori oleh GubernurJenderal HW yang dikenal dengan the Empire Style. gereja Williams di Batavia (sekarang gereja). Pada periode ini. Balai Kota Medan dan beberapa bangunan di beberapa kota di Hindia Belanda. − Menggunakan atap perisai. − Pilar menjulang ke atas ( gaya Yunani) dan terdapat gevel atau mahkota di atas serambi depan dan belakang. Tahun file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. Abad ke 19 perkembangan Indische Architectuur atau dikenal dengan Rumah Landhuis yang merupakan tipe rumah tinggal di seluruh Hindia Belanda pada masa itu memiliki karakter arsitektur seperti : − Denah simetris dengan satu lantai.

Sejak itu pemukiman orang Belanda di Indonesia tumbuh dengan cepat.19021920an Kaum Liberal Belanda pada masa antara tahun 1902 mendesak politik etis diterapkan di tanah jajahan. segiempat ramping. Pada awal abad 20. pediment ( dengan entablure). Hal ini mempengaruhi arsitektur kolonial Belanda di Indonesia. semula masih memegang unsur-unsur mendasar bentuk klasik. Bentuknya bermacam-macam. − Penggunaan Tower pada bangunan Tower pada mulanya digunakan pada bangunan gereja kemudian diambil alih oelh bangunan umum dan menjadi mode pada arsitektur kolonial Belanda pada abad ke 20. stepped gable. gambrel gable. − Penggunaaan Dormer pada bangunan .htm (7 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 arsitektur tropis. Aliran baru ini. dan ada yang dikombinasikan dengan gevel depan. juga memasukkan unsur-unsur arsitektur tradisional (asli) Indonesia sehingga menjadi konsep yang eklektis. Gereja Poh sarang di Kediri. ada yang bulat. ciri dan karakter arsitektur kolonial di Indonesia pada tahun 1900-1920-an4: − Menggunakan Gevel ( gable) pada tampak depan bangunan Bentuk gable sangat bervariasi seperti curvilinear gable. Indishe Architectuur menjadi terdesak dan sebagai gantinya muncul standar arsitektur modern yang berorientasi ke Belanda. Tahun 1920-an sampai tahun 1940-an Gerakan pembaharuan dalam arsitektur baik di tingkat nasional maupun internasional. memasukkan unsurunsur yang terutama dirancang untuk mengantisipasi matahari hujan lebat tropik. arsitek-arsitek yang baru datang dari negeri Belanda memunculkan pendekatan untuk rancangan arsitektur di Hindia Belanda. Konsep ini nampak pada karya Maclaine Pont seperti kampus Technische Hogeschool (ITB). Selain unsur-unsur file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. Secara umum. 4.

banyak terdapat arsitek Belanda yang berkarya di Hindia Belanda. Karsten juga berprofesi sebagai ahli perencana kota (planologi).2. 1932. − Herman Thomas Karsten Seorang arsitek Belanda yang berpraktik di Batavia dan terakhir menjadi professor perencanaan perkotaan dan terakhir di Sekolah Teknik Bandung (ITB sekarang). salah satu karyanya yang terkenal dan masih berdiri hingga kini yaitu . meskipun denah berbeda secara keseluruhan bangunan kantor Gubernur ini mirip dengan bangunan Balai Kota Hilversum di Netherland yang dirancang oleh Willem Dudok.htm (9 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 . Beberapa file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. kisi-kisi ventilasi yang menjulang tinggi dari lantai ke langit-langit yang berfungsi selain sebagai corong pergantian udara yang leluasa juga memanfaatkan cahaya matahari. diantaranya yang ternama adalah sebagai berikut : − W.htm (8 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 bangunan di luar Jawa yaitu Postpaarbank di Makasar.− Penyesuaian bangunan terhadap iklim tropis basah o Ventilasi yang lebar dan tinggi. C. rancangan bangunan dipengaruhi oleh gaya Art deco untuk jendela dan ventilasi. Pasar Johar Semarang 91938).Lemei Seorang arsitek terkemuka di masa Belanda. Karya arsitektur Karsten menunjukkan perhatiannya terhadap iklim tropik terlihat pada tingginya jendela. Sepanjang tahun 20-an dan 30-an. Selain sebagai arsitek. o Membuat Galeri atau serambi sepanjang bangunan sebagai antisipasi dari hujan dan sinar matahari. Salah satu karya terbaiknya adalah kantor lama perusahaan pelayaran kapal uap Belanda Stoomvart Maatschappij Netherland (SMN) di pusat kota lama Semarang.Lemei juga merancang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. Karsten merancang sebagian pasar-pasar kotamadya yang meliputi Pasar Gede di Surakarta (1929). W. Arsitek dan biro arsitek yang berkarya di Indonesia Pada masa pendudukan Belanda.

karya rancangan kota atau kawasan Karsten perencanaan pengemnbagan kota Semarang, kawasan candi Semarang. Bebeberapa karya arsitektur karsten yang lain yaitu : − Kantor Zuztermaatschapijen Semarang − Museum Sonobudoyo, Yogyakarta − Henri Maclaine Pont Merupakan arsitek Belanda yang lahir dan besar di Netherlandsch Indie (Hindia Belanda) kemudian mendapatkan pendidikan arsitektur di Sekolah Teknik di Delf (Belanda). Ia pernah berkarir dua tahun setelah menamatkan studinya di Belanda dan termasuk salah satu arsitek Belanda yang terkemuka saat itu, kemudian pulang dan berkarir di tanah kelahirannya, Hindia Belanda tahun 1911. Di Hindia Belanda karyanya banyak terinspirasi oleh arsitektur vernakular nusantara dan juga menekankan pada adaptasi dengan iklim. Beberapa karyanya di Hindia Belanda :
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm 3:32:58 PM 2 (10 of 17)5/8/2007

 Kantor Pusat Perusahaan Tram-Uap Semarang-Cirebon di Tegal, 1911  Gerbang masuk Pekan raya dan Pameran Perumahan Kolonial di Semarang tahun 1914  Kompleks kampus Technische Hoogescool tahun 1934, sekarang ITB  Pohsarang, Gereja Misi Katolik Roma di Kediri, 1938  Museum Trowulan − C.P. Wolf Schoemaker
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm 3:32:58 PM 2 (11 of 17)5/8/2007

Seorang arsitek terkemuka Belanda yang banyak berkarya di Indonesia (Hindia Belanda). Selain itu hasil karya berupa tulisan dari hasil penelitiannya mengenai kebudayaan Indonesia termasuk arsitektur candi-candi, seperti bukunya yang berjudul Aesthetiek en oorsprong der Hindoe koenst op Java (Estetika dan keaslian Hindu di Jawa) tahun 1924. Salah satu karyanya yang terkenal adalah vila Isola di Bandung. Beberapa karya yang lain yaitu Societeit Concordia, gereja Protestan, gereja Katolik, Jaarbeurs, beberapa rumah tinggal yang semuanya berada di Bandung.

Kemudian karyanya yang di Surabaya yaitu gedung International Credit (sekarang Kantor Aneka Niaga), gedung Kolonial Bank Surabaya, kawasan beneden (sekarang kota lama), bangunan Java Store. − C.Citroen Salah seorang arsitek penting pada zaman Belanda, salah satu karyanya yang terkenal adalah Radhuis atau Balai Kota di Ketabang Surabaya yang hingga sekarang ini masih difungsikan sebagai Balai kota Surabaya. Arsitektur bangunan dapat dikatakan perpaduan selaras antara tiga unsur : tradisional, modern dan tropis.2 Karya Citroen yang lain adalah sebuah gereja yang
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm 3:32:58 PM 2 (12 of 17)5/8/2007

berhadapan langsung dengan gedung Radhuis diresmikan pada tahun 1931. Bangunan gereja ini mencerminkan arsitektur modern berbeda dengan bangunan Balai Kota didepan yang memasukkan unsur tradisional. Kemudian, karya Citroen yang menggunakan arsitektur modern kubisme yaitu sebuah rumah sakit di Raya Darmo yang mirip perancangannya dengan bangunan gereja di depan Balai Kota dan gedung Borsumij di kawasan kota lama Surabaya. Gedung Bursumij ini yang merupakan milik sebuah perusahaan dagang Belanda dinding-dindingnya membentuk sebuah unit-unit blok tiga dimensional, dimana perspektif keseluruhan mirip dengan sebuah kubus. − MJ. Hulswit & Peter JH. Cuypers, Edward Cuypers (Biro Arsitek Ed.Cuypers&Hulswit) Sebuah biro arsitek ternama di Indonesia pada Belanda yang banyak karya di beberapa kota-kota di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Surakarta, Yogyakarta, Makassar (Ujung Pandang, Medan dan lain-lain. Biro arsitek ini merupakan cabang dari dari perusahaan yang bernama Architecten Bureau Ed. Cuypers and Hulswit yang berpusat di Amsterdam Belanda. Beberapa karya Ed. Cuypers & Hulswit yaitu : − Kantor pusat Javasche Bank di Batavia (Jakarta), Bandung, dan Medan. Kesemua

bangunan tersebut satu dengan lainnya berbeda dalam denah dan perletakannya,namun masing-masing mempunyai ciri khas yang mirip yaitu arsitektur renaissance dan beberapa ornament dari arsitektur candi. − Gedung Chartered Bank of India Australia dan China, sekarang masih difungsikan sebagai bank. Bangunan yang berarsitektur neo-klasik ini terletak di belakang gedung kantor lama Javaseche Bank Jakarta. − Hongkong and Shanghai Banking Corporation, jl Kali Besar Timur Batavia. − Kantor NHM ( Netherlandsche Handel Maatschapij) di Pasar Baru , Jakarta, NHM Bandung, NHM Makasar. − Kantor Lindeteves Stokvis Surabaya − Kantor Levensverz Weltrevreden, sekitar lapangan Banteng di Jakarta − Kantor Handelsvereeneging Amsterdam (HVA), jalan Merak Surabaya − Balai Kota Jakarta, sekarang museum Fatahillah, di kawasan kota lama Jakarta.
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm 3:32:58 PM 2 (13 of 17)5/8/2007

− Kantor WEHA ( West Java Handel Maatshappij), disebelah utara dari museum Fatahillah. Bangunan ini mewakili arsitektur transisi kalsik Eropa, modern dengan tetap berciri tropis. − Kantor lama NKPM, di jalan Merdeka Selatan, sekitar kawasan Monas Jakarta − Gereja Katolik darmo Surabaya.
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm 3:32:58 PM 2 (14 of

17)5/8/2007

− AIA ( Algemeen Infineurs En Architecten) AIA singkatan dari Algemeen Ingineurs en Architecten adalah sebuah biro umum sipil dan arsitektur sekaligus sebagai kontraktor didirikan pada tahun 1916 oleh tiga orang arsitek dan engineer masing-masing F.J.L Ghysell, Hein avon Essen dan F. Stlitz. Beberapa bangunan yang dirancang dan dibangun AIA yaitu : − Berbagai kantor di Kali Besar, Jakarta − Gedung Firma Geo Wehry & Co. di Kota Lama

htm 3:32:58 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. AF Aalbers (bangunan Bank DENIS. Homann Hotel tahun 1939). J. dan gereja Kristen di kawasan Menteng − Kantor NIJM Yogyakarta Selain arsitek yang dijabarkan di atas.J. bagian fasade depan mirip dengan stasiun central Helsinki yang dirancang oleh Eliel Saarinen − Rumah sakit KPM − Gereja Katolik di Jatinegara (Meester Cornelis). Arsitektur INDONESIA pasca kemerdekaan) A. 1920). 1900). Arsitektur Warisan Belanda Arsitektur Indonesia awal kemerdekaan masih banyak dipengaruhi oleh Modernisme Belanda. Klinkhamer dan Ouëndag (Kantor Pusat Perusahaan Jawatan Kereta Api Hindia Belanda di Semarang. Munjen (Gedung Lingkaran Seni Hindia Belanda/The art society building. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm 3:32:58 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.A. Jakarta. 1914). HP Berlage (Gedung Jawa Maluku tahun 1900.htm 3:32:58 PM (15 (16 (17 of of of 17)5/8/2007 17)5/8/2007 17)5/8/2007 . 19021907). Jakarta. Namun tak dapat dipungkiri bahwa pilar arsitektur modern pasca kemerdekaan Indonesia juga dipancangkan sejak didirikannya Sekolah Teknik pertama ” Technische . Gerber (Gedung Sate. de Algemenee/ Perusahaan Umum Asuransi Jiwa dan Cagak Hidup. kini Bank Jabar tahun 1935.− Kantor KPM ( Koninklijke Paketvaart Maatschapij) di sekitar Monas ( Koningsplein) − Statsiun Kota. Hal ini diebabkan oleh kenyataan bahwa banyak arsitek Indonesia pada saat itu belajar di Negeri Belanda atau bekerja untuk perusahaan-perusahaan konstruksi Belanda sebelum Perang Dunia II. ada beberapa arsitek pada masa Belanda sempat berkarya di Indonesia khusunya pada awal abad ke-20 yaitu P. terutama aliran perancangan arsitektur Delf dan De Stijl.

Susilo. Kronologis Perkembangan Arsitektur Modern Indonesia Kronologis perkembangan arsitektur Indonesia (modern) pasca kemerdekaan dibagi atas lima periode yaitu 1 2 6 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. Soesilo.Hogeschool” (TH) pada tanggal 3 Juli 1920 oleh Gubernur Hindia Belanda yang sekarang lebih dikenal dengan Institut Teknologi Bandung. Suhamir dan Silaban. program nasionalisasi ini menyebabkan kesinambungan sejarah antara arsitektur modern Indonesia dan tradisi arsitektur Hindia Belanda terhenti. Tonggak pendidikan arsitektur di Indonesia juga mulai bergema setelah beberapa lulusan pertama berkarya dan lulusan dari luar negeri kembali ke tanah air Indonesia. Pada saat itu Presiden Soekarno mengumumkan Dekrit Presiden yang disebut dengan Demokrasi terpmpin. Mereka yang berkarya setelah kemerdekaan merupakan arsitek generasi pertama Indonesia. Arsitek generasi pertama mendominasi periode ini dengan pengaruh kuat dari aliran Delft. Karyakarya arsitektural mereka banyak terpengaruhi oleh aliran Delf. Sebagian besar arsitek Indonesia mengerjakan rancangan sendiri pada akhir dasawarsa 50-an.htm (1 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 Periode Pertama Periode ini ditandai dengan muncul kota satelit Kebayoran Baro di Jakarta oleh R. Kemudian perkembangan mulai pesat setelah Jurusan Arsitektur baru dibuka pada tahun 1950. Beberapa arsitek yang muncul dan berkarya pada periode ini adalah : . Periode ini berlangsung setelah kemerdekaan hingga tahun 1960. yang menggabungkan bangunan kotak dengan sistem kisi (grid) rasional yang memungkinkan penggunaan unsur-unsur pracetak untuk dinding luar. ketika menggantikan arsitek-arsitek Belanda yang pulang ke negerinya menyusul pemberlakuan program nasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia. B.

(Prof. Ir. Hasan Purbo. (Prof. dan Achmad Noe’man.htm (3 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206.) Hasan Purbo di Institut Teknologi Bandung. dengan karyanya Tugu Monumen Nasional (MONAS) Jakarta − F.) Suhartono Susilo di Universitas Prahyangan Bandung. Ir. Swedia 1960 ) . 1961 − Djauhari Sumintardja ( dari sekolah arsitektur Stockholm. Periode ini berlangsung tahun 1960-1970. Silaban dengan karyanya SPMA.htm (2 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. Bank Indonesia. seperti (Prof. Beberapa dari mereka yang tersebut dalam periode ini yaitu : − Soejoedi ( karyanya Conefo/MPR/DPR Jakarta ) dan Han Awal dari TU Berlin. Arsitek muda ini kemudian bergabaung sebagai generasi kedua Arsitek Indonesia. Markas Besar AURI. Jakarta (1958).) Johan Silas di Istitut Teknologi Surabaya. secara makro merupakan periode pembentukan pendidikan arsitektur di Indonesia.htm (4 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 Periode kedua Periode ini dipelopori oleh generasi Arsitek kedua Indonesia yaitu Suhartono (anak Susilo). (Prof. akan tetapi sayang tidak didapatkan informasi tentang karyanya − Soedarsono. Jakarta (1958) dan Masjid Istiqlal (1965) Fokus arsitektur pada periode ini lebih kepada bagaimana mengembangkan arsitektur tropis modern Indonesia dengan tradisi berarsitektur modernis rasional sejati.1960 − Soewondo Bismo Sutedjo dari TH Hannover.− R. Terdapat sesuatu yang penting terjadi pada periode kedua ini yaitu kembalinya pada arsitek muda dari pendidikan dan ITB menghasilkan lulusan pertama yang kemudian menggerakkan arsitektur pada periode ini.) Parmono Atmadi di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. (Prof. Ir.) Sidharta di Universitas Diponegoro Semarang. Ir. Ir.Soesilo dengan karyanya Perencanaan Kota Satelit Kebayoran Baru ( 1948 ) − Lim Bwan Tjie (1932-1964)di Semarang − Soehamir. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. Bogor (1951).

Pencanangan pembangunan nasional berjangka (PELITA) yang dibuat penguasa politik pada saat itu membuat iklim rancang bangun bergairah kembali. Zaenuddin Kartadiwiria. Tradisi modernis rasional yang dibawa dua periode sebelumnya mendapat kritikan keras sejalan dengan derasnya arus pemikiran arsitektur dunia. Yang menjadi fokus arsitektur pada masa ini adalah pencarian identitas Arsitektur Indonesia dan kebangkitan arsitektur tradisional. Sidharta. Dharmawan. Parmono Atmadi. − Slamet Wirosanjaya. menerbitkan buku Kompendium Sejarah Indonesia. − Djauhari Sumintardja. Yuswadi Saliya. Slamet Wirosanjaya dari ITB Meletusnya gerakan G30 S PKI mengakibatkan tidak banyaknya karya yang dihasilkan dalam periode ini. Danisworo.htm (5 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 generas kedua seperti : − Han Awal : Konsep Tower in Park pada kompleks Inversitas Atmadjaya. Johan Silas. dikenal sebagai landscape handal. Periode Ketiga Periode ini berlangsung antara tahun 1970-1980 ditandai dengan munculnya orde baru dalam politik Indonesia. Suhartono Susilo. Jakarta − Soejoedi : Gedung Manggala Wanabakti. Periode ini merupakan puncak karya dari file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206.− Hasan Purbo. arsitek generasi ketiga mencapai puncak karyanya. Eko Budiardjo. . Fokus arsitektur pada periode ini kecenderungan meninggalkan pemikiran arsitektur tropis modern Indonesia yang telah dirintis oleh generasi sebelumnya dan ketertarikan pada arsitektur tradisional mulai muncul serta menguatnya tradisi berarsitektur modernis rasional sejati. Adhi Moersid. Periode Keempat Periode ini berlangsung antara tahun 1980-1990. Wastu Pragantha. Kemudian para lulusan pertama “pendidikan arsitektur dalam negeri” yang lulus pada tahun 1970-an seperti Robi Sularto. Kedutaan Prancis dan Sekretariat ASEAN. Jakarta. dan Gunawan Tjahyono muncul sebagai generasi arsitek ketiga di Indonesia setelah dua generasi sebelumnya mencapai puncak karyanya pada periode ketiga ini.

dan Budi Lim. Marco Kusumawijaya dkk. seperti : − Atelier 6 dengan karyanya Executive Club Hilton Jakarta. dan Parama Loka. Budi Sukada.htm (7 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 Periode Kelima Periode ini berlangsung antara tahun 1990-2000. Tripanoto Sri. Kemudian beberapa biro-biro arsitek muncul seperti biro arsitek: Atelier 6. Bagoes P. Periode ini diramaikan juga oleh para arsitek yang juga merupakan produk kedua pendidikan arsitektur dalam negeri. Mangunwijaya dari TH Aachen Jerman. Hendropurnomo. Gubah Laras. dengan karyanya perumahan di Kali Code Yogyakarta. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. Encona. Hotel Nusa Dua dan Masjid Said Naum (karya terbaik Adhi Moersid). dengan serial arsitektur Keluarga Cendana. Kanker Indonesia. rumah tinggal Arief Budiman di Salatiga file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. yaitu Josep Prijotomo. Zhou Fuyuan. serial Hotel Santika. Andi Siswanto serta beberapa arsitek lulusan luar negeri yaitu Antonio Ismael. Baskoro Tedjo. Budiman H. RS. Team 4. Yang menjadi fokus arsitektur pada periode ini yaitu keinginan untuk mensenyawakan arsitektur modern dan tradisional dengan penekanan lebih kepada simbol makna dan budaya dibandingkan dengan permasalahan kondisi tropis. merupakan kondisi kontemporer arsitektur Indonesia dan percepatan peristiwa merupakan karakter yang menonjol pada periode ini.B.Wiryomartono. Arkonin..htm (6 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 − Gunawan Tjahyono. . dengan karyanya Gedung Rektorat UI. gedung STEKPI.Proyek-proyek yang ditangani adalah proyek-proyek yang berskala besar (pemerintah). dan bergabungnya arsitek periode keempat (Josep Prijotomo dkk) dalam periode ini. kompleks TMII. Periode ini ditandai dengan munculnya arsitek muda Indonesia (AMI) : Sonny Sutanto. − Tripanoto Sri. − Y. Puncak dari karya arsitek pada periode ketiga yang beberapa diselubungi oleh nama besar biro arsiteknya. tempat ziarah Sendang Sono.

− Fuyuan : Rumah Pabrik. Sejarah Perkembangan Arsitektur India Arsitektur India menunjukkan keberagaman ditnjau dari sejarah. sejarah perkembangan dan konsep arsitektur india A.htm (8 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 − DCM (Budiman. Sonny. Dunia Fantasi Ancol. − Sardjono Sani : Rumah Tinggal Tusuk Sate di Pondok Indah Jakarta. − Krish Suharnoko. Sejarah arsitektur India dimulai dari masa peradaban lembah Indus ( Indus Valley Civilisation). Asia tengah maupun Eropa. Dicky) : Tugu Park Hotel di Malang.Beberapa karya yang penghargaan yaitu: menonjol periode ini dan mendapat file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206.htm (10 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM . Kesemuanya merupakan hasil dari rangkaian tradisi masa kuno dan berbagai ragam budaya setempat ke dalam tipe dan bentuk bangunan. budaya dan geografi. − Arcadia (Gatot. : Rumah Murah Swadaya Plan International Kupang Fokus arsitektur pada periode ini lebih kepada pengungkapan tradisi berarsitektur AMI yaitu peningkatan profesionalisme. − Yori dan Marco K. − Thamrin dan Kelompok Kumuh : Gerbang Utara ITB. Keberagaman arsitektur tersebut menyebabkan kesulitan untuk mengidentifikasikan ke dalam satu karakterisktik style yang mewakili keseluruhannya. Café Batavia − Irianto : Kantor Bank Exim Kamayoran. kemudian . − Budi Lim : Urban Infill di Bank Universal Hayam Wuruk dan Konservasi Bank Universal Melawai. penjelajahan desain dan kejujuran berekspresi file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. serta pengaruh teknologi dari Barat. Gedung Ford Foundation untuk ASEAN (bekerja sama dengan Gunawan Tjahyono). Armand dan Tony) : The Condor.htm (9 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206.

berlanjut hingga masa Maurya-Gupta atau dikenal dengan era perkembangan Buddha. Barok. yang terdiri dari permukiman perkotaan kuna termasuk kota metropolitan. penguasa Turki dan Afghannistan di utara pada masa pertengahan telah membawa India kepada tradisi arsitektur kubah ( dome dan vault). Keseragaman tatanan kota. Mahenjo Daro dan Harappa dengan berbagai macam karakteristik rumah. pemandian umum. yang kemudian dikenal dengan gaya Indo Saracenic. sikhara. Neo-klasik. Selain benteng. torana (gerbang) telah menjadi simbol terkenal arsitektur Hindu dan Budha yang berkembang dan digunakan di Asia Timur dan Asia Tenggara seperti yang terdapat pada bangunan candi Angkor Wat di Kamboja dan Prambanan di Indonesia. Peradaban awal India dimulai dari Lembah Indus. Munculnya arsitektur Mughal pada abad ke-16 menggambarkan penggabungan antara elemen arsitektur regional India dengan elemen arsitektur Persia dan Asia Barat. yang terakhir ini diyakini sebagai tempat pemujaan untuk kesuburan. kemudian diikuti dengan kemegahan bangunan kuil pada masa pertengahan.htm (1 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 bangunan yang penting lainnya saat itu adalah lumbung. Pengaruh Barat terutama Eropa tak terelakkan selama masa kolonisasi Eropa di India termasuk gaya Manneris. Sementara. pagoda (meru). Struktur kota berbentuk grid diikuti jalur drainase disepanjang jalan umum dikelilingi oleh benteng. tempat berdagang. dan Neogotik mulai dari abad ke-16 hingga akhir abad ke-19. tempat pemandian yang dihubungkan dengan sistem drainase umum yang baik pada masa itu. tipologi . Arsitektur India telah membawa pengaruh yang besar terutama ke Asia Timur sejak kelahiran dan penyebaran agama Budha. Sejumlah elemen arsitektur India seperti stupa. arsitektur biara ( monastery) dan batu/dinding pahat ( rock cut).arsitektur pada masa Vedik1. tipe 7 7 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.

kerajaan ini berkuasa pada tahun 900-1150 M diperintah oleh Rajaraja Chola I dan . memerintah dari abad ke-6-9 Masehi. Wisnu dan Siwa.bangunan. Kashmir dan Kerala. Perpaduan itu tercetus dalam buku Rig-Veda (kitab agama Veda) yang pada permulaan tahun masehi disempurnakan dengan terciptanya kedewaan Trimurti : Brahma. Umumnya kuil-kuil dengan rancangan terbaik yang menjadi ikon bagi arsitektur Hindu berada di wilayah Selatan. Di India Selatan terdapat tujuh kerajaan yang memberikan pengaruh besar dalam perkembangan arsitektur kuil Hindu yaitu: − Kerajaan Pallava. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. dan kuil Nagara di India Utara. dan ukurannya yang terbuat dari batu bata bakar yang menunjukkan koordinasi yang baik antara sosial dan politik pada saat itu. Diantara kedua style tersebut juga berkembang kuil dengan style yang berbeda seperti yng terdapat di wilayah Bengal. Kuil besar yang dibangun pada masa pemerintahannya yaitu kuil Mahabalipuram dan ibukotanya Kanchipuram. bahwa agama Hindu lahir di lembah sungai Indus ( kawasan Sind dan Punjab ). Dua kutub kerajaan ini mempengaruhi bentuk dan performansi dari kuil-kuil Hindu. sekarang berada di wilayah Tamilnadu. Arsitektur kuil di India Selatan tidak menggunakan konsep arsitektur kuil di India Utara yang dipengaruhi oleh Persia. − Kerajan Chola. Arsitektur hindu dikenal lewat rancangan kuil-kuil hingga sampai ke Asia Tenggara mulai abad ke-5 hingga ke-13. Agama ini lahir dari perpaduan agama Tuhan Vedis sebagai agama sukubangsa Aryan (Aria) dengan agama suku bangsa Dravidians (percaya adanya inkarnasi) yang merupakan daerah invasi dari sukubangsa Aryan pada masa itu. Arsitektur Hindu Seperti halnya diketahui dari sejarah perkembangan kebudayaan Timur. seringkali disebut dengan Kuil Dravida di India Selatan.htm (2 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 B. Pada masa itu terdapat beberapa kerajaan yang terbagi wilayahnya menjadi utara dan selatan. Rajastan dan langgam Jaina.

Kuknur di Karnataka. − Kerajaan Vijayanagar yang memerintah seluruh wilayah India Selatan pada tahun 1343-1565 M membangun sejumlah kuil di ibukota Vijayangar dengan menggabungkan beberapa langgam yang berkembang di India Selatan pada masa sebelumnya.htm (3 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 − Kerajaan Chalukya Badami yang disebut Chalukya awal yang diperintah oleh. di tengah Kartanaka. Aihole dan Badami di Karnataka utara. Mallikarjuna di Kuruvatii. Leibh dari 150 kuil tertinggal di lembah Malaprabha. − Chalukya Barat disebut juga Chalukya Akhir yang memerintah Decca dari tahun 973-1180 M menghasilkan kembali langgam chalukya dikenal dengan langgam Gadag. balustrade ( parapets) and pilar berhias . Beberapa elemen yang dihasilkan dari karya tersebut yaitu pilar Yali (pillar yang bersimbol kuda). Karya arsitektur kuil yang terbaik yaitu kuil Chennakesava di Belur. kuil Hoysaleswara di Halebidu.putranya Rajendra Cholaruled dan membangun kuil Brihadeshvara dan kuil Siwa Thanjavur. − Raja Hoysala memerintah India Selatn pada tahun 1100-1343M dan mengembangkan sebuah konsep arsitektur yang disebut Hoysala Arsitektur id negara Karnataka. − Kerajaan Rashtrakuta yang memerintah wilayah Manyakheta. dan kuil Kesava di Somanathapura. Terdapat lebih dari 50 kuil yang masih bediri di sekitar sungai Krishna.753 M yang kemudian menghasilkan langgam Vesara disebut juga Arsitektur Chalukya Badami. Contoh yang paling bagus dari seni kuil ini nampak pada kuil Pattadakal. Kuil lain yang menarik yaitu kuil Jaina Narayana di Pattadakal dan kuil Navalinga. Badami pada tahun 543 . Kuil Kasi Vishveshvara di Lakkundi. yang artinya di dalam dan antara (in-between). Kalleshwara di Bagali dan Mahadeva di Itagi merupakan kuil-kuil yang indah dan menarik yang dibangun oleh arsitek-arsitek semasa kerajaan Chalukya akhir. Gulbarga tahun 753-973 M membangun beberapa kuil Dravida di Ellora (kuil Kailasanatha). file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.

dan tebalnya sesuatu dinding atau tiang mengikut segi “mithologykal adan astronomikal” Hindu yang dikenal dengan Formula “ Vastupurshamandala” (tatanan untuk bangunan sakral).htm (6 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 Kuil-kuil hindu menggunakan bentuk empat persegi daripada bentuk lingkaran seperti yang digunakan dalam arsitektur Budha. Arsitektur hindu di India dibagi atas tiga langgam: − Langgam Hindu Selatan. akan tetapi lebih mirip kepada langgam yang di selatan.htm (4 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 − Langgam Kasmir atau Punjab. Sistem ini berupa tiang tegak dengan alang melintang .htm (5 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 Selama abad pertengahan. Tantanan ini dituangkan dalam tatanan ilmu arsitektur Hindu dinamakan vastushastra. Konsep merancang kuil dibuat oleh seorang Brahmin. banyak kuil Hindu dibuat dari pahatan dinding tebing atau bukit. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Beberapa ciri lain dari arsitektur hindu yaitu penggunaan sistem trabeate yaitu massive block dari batu yang menjadi material dasar dalam pembangunan kuil India. Menurut Fergusson2. − Langgam Utara atau Hindu Arya. ditemukan hanya di wilayah Himalaya yang berbatasan dengan ras Arya yang berbahasa Sancrit atau dikenal dengan ‘ the Bengal Presidency’. Beberapa raja yang memerintah Vijayanagar membangun kuil-kuil terkenal dengan gaya arsitektur Vijayanagar. Tatanan inilah yang mengatur konsistensi rancangan dari kuil-kuil di wilayah India. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. berbeda dari kedua diatas. Bentuk empat persegi ini menyimbolkan kestabilan dan kekekalan. dipraktekkan oleh bangsa ras Tamil dan seluruh wilayah yang terletak antara Cape Comorin dan Nerbuddha or wilayah Vidya. Hingga saat ini konsep arsitektural Hindu mempengaruhi bangunan-bangunan atau arsitektur Budha. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.(manatapa). Brahmin juga menentukan pemilihan tapak dan menguji keadaan tanah.

sering juga . Ruang mandapa berbentuk bujursangkar atau persegi. Dewa utama. Mantapa. biasanya sama bentuknya dengan bangunan kuil inti (vimana). Mandala empat segi atau charta firasat arsitek Hindu. ruang bagian luar yang sebagian dilingkupi dinding dilingkupi oleh dinding yang memiliki pintu. Vimana yang terbesar di Tanjore yang terdiri dari 14 tingkat dengan tinggi hampir 200 ft. Brahma.2. untuk kuil yang kecil biasanya perbandingan antara tinggi dan lebar bangunan 1:1 atau berbentuk kubus.htm (7 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 persegi. Denahnya berbentuk bujursangkar atau file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Atapnya berbentuk piramid. pemelihara dan pemusnah menduduki empat segi tengah. Beberapa kuil memilki ‘mandapa luar atau Maha Mandapa’ dan ‘mandapa dalam atau Ardha Mandapas’. mengandung 64 atau 81 kotak. Walaupun sistem “ Arch Vault” lebih ekonomis dan digunakan di seluruh dunia. Gopura dan Choultri dengan penjelasan sebagai berikut.sistem ini digunakan dengan begitu meluas sekali. tapi jauh lebih rendah dari atap vimana. biasanya yang mandapa luar bersifat terbuka dan mandapa dalam bersifat tertutup. Terdapat bagian yang tegak lurus terbuat dari batu dan granit yang didekorasi dengan pilaster dan ornamen. Pelataran depan atau Mandapa Pelataran depan atau ‘ Mantapa’. dan kuil yang besar biasanya tingginya jauh lebih besar daripada lebarnya.1. Vimana beratap tingkat seperti pyramid umumnya terbuat dari bata yang diplester dengan semen kemudian diakhiri dengan ‘dome’ kecil (umumnya di india selatan). B. Dewa-dewa lain menduduki tempat-tempat di penjuru. satu pintu merupakan penghubung untuk ke vimana sedangkan pintu yang lain merupakan akses dan masuknya cahaya ke ruang dalam. Garbha griha Merupakan bagian utama dan terpenting dari kuil dan merupakan inti/induk bangunan yang disebut vimana (di India Selatan) atau mulaprasada (di India Utara). B. Kuil hindu memiliki empat ruang prinsip dalam perancangannya yang menjadi konsep arsitektur Hindu yaitu Garbha griha. Ada juga kuil yang memiliki gabungan dari kedua mandapa.

htm (8 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 berbentuk flat yang tidak berornamen. gerbang piramid yang paling besar dimiliki oleh kuil di Combaconum.4. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Atap ditopang oleh pilar. Pada sisi yang panjang terdapat bukaan yang biasanya 1/4-1/7 dari lebarnya. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Choultri ini berada bangunan extra di sekitar kompleks kuil biasanya digunakan .htm (10 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 B. Jumlah gerbang mengikuti jumlah dinding pagar.3. Hall berpilar atau ‘ Choultri’. Menurut Fergusson. Gerbang Piramid ‘ Gopura’ Gerbang atau Gopura adalah jalan masuk ( entrance) untuk memasuki kompleks halaman kuil yang berbentuk persegi yang biasanya mengitari vimana. sementara keseluruhan piramid terbuat dari batu bata diplester dengan sculpture dan ornamen.file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Terdiri dari 12 tingkat termasuk basement yang terbuat dari granit dan datar. yang merupakan ibukota Kerajaan Chola setelah penolakan Tanjore.htm (12 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 B.htm (9 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. kadang-kadang juga bisa melebihi jumlah dinding pagar. akan tetapi sebisa mungkin dikurangi jumlah pilar dengan membuat kotak-kotak pembalokan pada ceiling ( bracketing) dan ‘projecting cornices’. Bentuk gapura indentik dengan vimana. meskipun demikian terdapat satu sisi yang lebih besar dan lebih panjang.htm (11 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.

Pada ujung atas prasasti terdapat ukiran batu berkepala empat singa yang menjadi simbol dari kerajaan Ashoka.htm (13 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 Arsitektur batu (stone architecture) juga telah tumbuh di India terbukti pada tinggalan sejarah istana Pataliputra dan juga Ashoka Stambha (prasasti tugu monolitik) yang bertuliskan maklumat dari raja Ashoka. Jaina dan Hindu. Hall berpilar yang besar yaitu ada di Tinnevelly yang terdiri dari 100 kolom pada sisi yang panjang dan 10 pada sisi yang lebarnya.untuk berbagai macam kegiatan upacara dengan tarian dan nyanyian serta upacara perkawinan. Arsitektur Budha file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Pada awalnya sebagai beranda ( porches). Kemudian hall berpilar di Chillumbrum terdiri dari 24 kolom pada sisi lebar dan 41 kolom pada sisi panjangnya. terdapat banyak ruangruang . C. kemudian berkembang menjadi ruang untuk berbagai kegiatan terutama untuk upacara yang berhubungan dengan perkawinan. Pada masa Ashoka telah diperkenalkan arsitektur batu pahat yang mentradisi hingga lebih dari 100 tahun lamanya hingga masa arsitektur Budha.

Konon katanya tradisi ini berasal dari Mesir kuna dan Persia. Dalam satu lahan paling sedikit terdapat satu chaitya dan beberapa vihara.1.pemujaan yang dipahat di dinding tebing atau gunung. Viharas (Buddhist monasteries). vihara (asrama) dan stupa (monumen file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.htm (15 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 budha). . ruang meditasi file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. chaitya. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.htm (17 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 Bangunan stupa terdiri dari beberapa bagian atau elemen yang membentuk satu konsep arsitektur sebagai berikut: − Harmika yaitu pagar empat segi stupa memberi peringatan “syurga 33 tahun lambang dari peti suci Budha dan menjadi sentral dari meditasi − Yashti berbentuk tiga Lapis payung yang melambangkan paksi dunia. Arsitektur Budha berkembang pada masa Pemerintahan Ashoka. Pada saat yang sama. mulai dibangun setelah kematian Budha terutama pada masa Kerajaan Mauryan with karakteristik monumen stupa.htm (14 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 yang terdapat stupa didalamnya.htm (16 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 C. pada zaman syuga digantikan dengan bahan batu. terdapat tiga bangunan yang penting dalam arsitektur Budha yaitu chaitya (ruang meditasi para biksu). pagar yang mengelilingi stupa pada mulanya dibuat dari bahan kayu. Stupa Stupa adalah monument untuk memperingati Budha dan para pengikutnya berbentuk setengah bulatan mempunyai pengertian falsafah melambangkan “kubah syurga” (Dome of Heaven) atau melambangkan struktur kosmik yang menetap terbuat dari batu atau tanah atau material lainnya dengan struktur dan konsep arsitektural sebagai berikut: file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. tiang yang bertuliskan ukiran ayat-ayat suci dari kitab Pali berfungsi sebagai alat sebaran agama Budha − Vedik. − Stambha.

Contoh Chaitya yang paling bagus terdapat Ajanta and Ellora. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.− Torana.htm (21 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 .3. Chaitya Griha Chaitya griha adalah tempat meditasi para sami Budha dalam mempelajari ajaran Budha.2. Pada beberapa site dari tipikal chaitya ada yang berbentuk sekuen dari bentuk persegi diakhiri dengan ruang suci tempat stupa. gerbang (jalan/pintu masuk) ke dalam stupa yang berasal dari bahasa Sansekerta. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. di ujungnya yang membentuk membentuk garis keliling melingkari stupa yang ada didalamnya.Vihara (Monasteries) Monasteries (Vihara) merupakan asrama atau tempat tinggal para sami Buddha selama mereka bermeditasi.htm (20 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 C. Orientasi dari vihara bervariasi tidak ada arah tertentu sebagai patokan. Chaitya terdiri dari barisan tiang yang beratap. sehingga vihara dikenal sebagai hall dengan serambi. kata ini berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya tempat suci.htm (19 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 Berbagai macam bentuk dan konsep chaitya dapat dilihat pada gambar berikut ini.htm (18 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Vihara terdiri dari ruang-ruang sel kecil yang terisolasi dan ruang bersama berupa hall yang dikelilingi oleh tiang-tiang ( portico) yang merefleksikan ruang komunal dari asrama. Berbagai macam tipikal dari vihara terdapat pada gambar berikut ini. C.

sejarah perkembangan dan konsep arsitektur china A. Begitu pula.file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. 2 8 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. bercocok tanam . Peradaban Cina mulai terbangun sejak 4000 hingga 5000 tahun yang lampau.1994-c. dimana pada saat itu seni lukisan.1523 SM• Membangunan saluran irigasi. patung. dan kayu cetak dan produksi massal buku mengalami perkembangan yang pesat. Secara umum Wilayah China secara garis besar terbagi atas Huabei ( China Utaradan Huanan ( China Selatan ). kendaraan tempur. Pengaruh rancangan arsitektur kota dan Budha pada masa itu sangat besar pada perancangan kota dan bangunan kuil Budha di Jepang. Dinasti Tang disebut sebagai masa emas dari Sejarah Cina.htm (1 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Tabel. penggunaan binatang domestik.Pada abad ke 2 SM terdapat suatu pemerintah yang bertsruktur di Cina yang memmasuki masa ke kaisaran atau Dinasti. sastra.htm (22 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM . dinasti terakhir yang diperintah pribumi berkembang hingga ke Mongol atau Yuan yang merupakan dinasti yang didirikan oleh Kublai Khan.1. senjata perunggu. agama budha disebarkan ke Jepang. Tata Urutan Dinasti di Cina dan Karakteristik Sejarahnya Dinasti Karakteristik dan Sejarah Hsia c. Dinasti Ming. pada saat dinasti Tang ini pula. 7. Sejarah Perkembangan Budaya dan Pemerintahan di China Cina memiliki sejarah yang panjang dan bergejolak sejak masa primitif hingga saat ini. mereklamasi tanah.

masa peperangan 403-221 SM Ch'in 221-206 SM• Penyatuan Cina dibawah kekerasan Shih Huang-ti. pertumbuhan dan perkembangan Budha Sui 581-618• Reunifikasi. kalendar China. dan masa emas pencetakan perunggu Chou c. sistem kanal didirikan T'ang 618-907• Ekspansi teritorial. kerbau dalam pembajakan sawah. ide konfusianisme mengecewakan. pemberontakan di Mongolia dan Cina Selatan mengakhiri dinasti Ming 1368-1644• . masa keemasan seni sastra dan sajak ( Li Po .1027-256 SM• Masa Klasik (Konfusius. kompilasi sejarah dan kamus bahasa Three Kingdoms 220-265• Pembagian atas tiga pemerintahan: Wei. kekerasan berkurang.1027 SM Tonggak sejarah dinasti china pertama. feodalisme digantikan oleh birokrasi pemerintah berjenjang. pengembangan perkebunan the dan katun (tekstil). masa emas aksara Cina. rangkaian barbarisme dari dinasti Cina utara. pengenalan terhadap Budha. pendirikan kembali sentralisasi pemerintahan. kanal dan Tembok raksasa Han 202 SM. penggunaan simbol dalam penulisan Shang or Yin c. kekisruhan dalam politik. aksara dan penulisan lebih baik. standadisasi penulisan. konfusianisme menjadi dasar pemerintahan birokrasi bertingkat. Shu. ekonomi mata uang. sentralisasi birokrasi. neo-konfusianisme mencapai keunggulan dari Taoisme dan Budhaisme. pengembangan luas percetakan. masyarakat pertanian dengan birokrasi. rancangan hukum tertulis. Sung 960-1279• Masa perubahan sosial dan intelektual. penggunaan besi. pencetakan uang kertas pertama.1523-c. pembangunan jalan. Tu Fu ). Mencius). pengetahuan ilmiah diadopsi dari India Tsin or Chin 265-420 Dikembangkan oleh Wei. Yüan 1271-1368• Dinasti Mongol ditemukan oleh Kublai Khan. kesukaran. Lao Tzu. budhaisme dibawah tekanan. konfusianisme meredup. ekspansi perlahan ke Asia Tenggara. serbuk mesiu pertama kali digunakan oleh militer.padi dan gandum. Wu. kontak dengan asing (barat). tembok raksasa dibangun kembali. korupsi pemerintahan. patung dan lukisan Five Dynasties and Ten Kingdoms 907-960• Masa perang. pelayanan masyarakat berdasarkan Konfusianisme. Budhaisme dan Taoisme menjadi favorit. Po Chü-i . perumusan strata social.220•M Penyatuan lebih solid. penguatan Taoism dan Buddhisme. Wei menjadi dominan.

Keramik dan porselin Cina merupakan suat komoditas perdagangan Cina ke beberapa negara pada masa itu. Miao. novel dan drama. Hierarki sosial dalam masyarakat diperkenalkan pada ketika mulai terbentuk suatu organisasi masyarakat yang sejalan dengan ditemukannya aksara dan penulisan. Sistem sosial budaya Cina Cina memiliki wilayah yang luas dengan total area wilayah 9. Strata sosial pada masa itu masih terbagi atas pekerjaan dan kemakmuran yang diperoleh misalnya Raja dan bangsawan. Sejak dahulu Cina memiliki kepercayaan kepada pemujaan roh nenek moyang. kemudian pada masa dinasti Chou sekitar tahun 1027-256 SM• muncul suatu ajaran Konfusianisme.960 kilometer persegi dihuni oleh beragam etnis seperti suku Han. Hui. ajaran Lao-tse. penurunan kekuasaan sentral. Pada abad ke-19. dan pedagang. kerajaan Cina terakhir file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. pesilatan berkembang. peningkatan perdagangan eropa. konfusianisme dan pelayanan masyarakat diterima kembali. Pada masa dinasti Chou sistem pertanian dikelola dengan baik. Uygur. petani. kaligrafi dan keramik berkembang luas dan banyak dikagumi oleh bangsa lain. dan Mongol. dan Inggris di Hongkong. penerapan sistem pembajakan sawah meluas hingga ke Asia Tenggara ketika terjadi ekspansi wilayah dan budaya ke bagian selatan Cina. Budhisme yang berasal dari India. Yi. pada masa itu Cina mengadopsi kemajuan ilmiah dari India. seniman. Hongkong diserahkan. Tibetan.htm (2 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 B.596.Mongolia keluar. dan Mencius yang menjadi dasar filosofi masyarkat Cina hingga kini. kontak dengan pedagang Eropa. perluasan teritorial tetapi kekuasaan Cina melemah secara perlahan. Manchu. Seni Lukisan. Portugis menduduki Macao. Ch'ing or Manchu 16441912• Pendirian Mancu. misionari. Budhisme mencapai titik emas dalam penyebaran agama di Cina yang masuk pada masa Dinasti Han. Zhuang. pengembangan arsitektur porselin. . kekuatan asing membagi Cina kedalam lingkungan yang terpengaruh Perang Opium. Cina melepaskan Hongkong untuk menjadi satu negara sendiri setelah pendudukan Inggris pada pertengahan abad ke-19. Kemudian kontak dengan Barat terjadi pada masa Dinasti Yuan sekitar abad ke-12. Cina masih terisolasi dari dunia luar hingga abad ke-2 Masehi ketika datang pengaruh Budha dari India. Mo Ti.

htm (3 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 manusia sebagai manifestasi penerapan keteraturan atas alam dan bundar melambangkan ketidakteraturan sifat alam. Sejarah Perkembangan Arsitektur Cina B. Hong shui atau Feng Shui merupakan kompas kehidupan yang mengaur keseimbangan yang memiliki elemen alam seperti angin. artinya diantara langit dan manusia yang menggambarkan peralihan dua alam yang disimbolkan dalam bentuk bundar-segi empat-bundar. Konsep Keseimbangan dalam kehidupan diatur dalam dualitas Yin dan Yang. hong Shui atau Feng Shui. Taoisme dan Budhisme. kuat. menyerap elemen. Kemudian filosofi Tien-Yen-Chih-Chi.htm (5 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.C.htm (4 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Sementara. air.htm (6 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Dari filosofi arsitektur yang dijelaskan sebelumnya maka prinsip-prinsip dasar dalam arsitektur Cina adalah sebagai berikut: . arah dan ukuran bangunan. Terdapat simbol dan lambang-lambang dari bentuk ideal dan keharmonisan dalam tatanan masyarakat. buatan manusia. jantan. Selain itu juga membantu manusia memanfaatkan gaya-gaya alam dari bumi dan menyeimbangkan Yin dan Yang guna memperoleh Qi yang baik. gelap. Bentuk ideal dan keharmonisan dalam masyarakat tersebut dapat dilihat dari filosofi Tien-Yuan TiFang yang berarti langit bundar dan bumi persegi. tanah dan metal. yin digambarkan sebagai energi negatif. kondisi tanah pada lokasi ( tapak) . intelektualitas file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. terang. Hal-hal yang mempengaruhi Hong Shui menyangkut keseimbangan 5 (Lima) Unsur yaitu waktu Kelahiran. betina. yang menggambarkan kesehatan dan vitalitas. Yang adalah sebagai energi positif. pola Penempatan ruang dalam file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Konsep dan Filosofi Arsitektur Cina Filosofi arsitektur Cina sangat dipengaruhi oleh filosofi dari kepercayaan dan ajaran Konfusianisme. Kompas merupakan adaptasi metodis karya manusia terhadap struktur alam raya sehingga menjadi pedoman dalam pendayagunaan energi dan sumber alam untuk penyelarasan nafas dunia.1. orientasi Ruang Dalam. dimana persegi melambangkan keteraturan.

konsep yang diterapkan pada rangka atap dengan sistem saling tumpang. Memfokuskan pada bumi bukan surga. hanya arah kegiatan. sakral Hirarkis Konsentris. gerak dan orientasi manusia dalam ruang Eksplorasi prinsip tersebut dalam Arsitektural yaitu − Potensialitas Dinding − Penonjolan individualitas bangunan − Pengorganisasian susunan CourtYard − Permainan tinggi lantai − Bangunan dibatasi taman file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. pada umumnya dicirikan oleh lokasi lahan terhadap jalan Utama/Strategis. kolom sebagai pendukung beban atap. Hirarki dan Status.htm (7 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 − Rumah utama bersumbu Utara-Selatan dan selalu memilih tempat yang lebih tinggi − Interior dengan elemen utama perabot berukir dengan warna megah sebagai lambang gengsi. bentuk dan kerumitan ornamen atap. − Adanya privasi berdasarkan rasa hormat dan keintiman tata laku/ Etiket Bangsa Cina yang diterapkan secara vertikal dengan langit-langit. bukan kuda-kuda dengan penyangga miring. serta jumlah trave hall : 9 (kaisar ) 7 (putra mahkota) 5 (Mandarin) 3 ( rakyat biasa) 5. atap dan secara horisontal dengan Court Yard dan Lantai 4. sebagai sikap dan pandangan terhadap rumah sebagai sel dasar arsitektur dan keluarga merupakan mikrokosmos dari tatanan masyarakat umum sehingga pengaturan dan koordinasi sel dasar memiliki arti sebagai pengaturan dan koordinasi dunia 6. warna tiang. jumlah Court Yard. seperti tidak ada pembedaan prinsip antara bangunan sakral/religius dengan bangunan umum. mengutamakan ilmu pengetahuan bukan kemuliaan. mengutamakan posisi. . susunan ruang yang memiliki penekanan berbeda. secara umum bersifat sequensial Horisontal. − Pintu dan jendela menjadi elemen penunjang yang penting dalam tatanan permukaan bangunan. Koordinasi atau orientasi.1. Tata Ruang Rumah 7. Struktur dan Konstruksi. dinding sebagai pembatas non struktural dan sistem bracket ( Tou Kung).

pola lantai : diagonal ( jen). Simetri. Misteri. Stilistika. bangunan menggunakan konstruksi kayu dan dengan kombinasi warna yang menyolok seperti merah. Prosedur Perancangan dan Perencanaan Kota − Pemilihan Tapak berdasarakan pengamatan Aspek Alami : Topografi. Beraturan. Garis Lurus. Tak Beraturan. Tipologi Arsitektur Cina Dari perjalan sejarah yang panjang terhadap perkembangan arsitektur di Cina terdapat beberapa tipologi . 1. Kota Berdinding Dinding sebagai unsur penting dalam formulasi bentuk/struktur kota 2. hexagonal (Kou).8. Kejelasan − Komposisi Lansekap − Komposisi Taoisme : Informal. Asimetri. kuning dan hitam.htm (8 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Hierarki pemerintahan administrasi perkotaan dan desa di Cina yang diterapkan sejak masa dinasti Chin terdiri dari empat tingkat yaitu : − County town = kota ( xian ) − Township = sub kota ( xiang ) − Market Town = kota dagang ( zhen ) − Village = desa ( cun ) Dalam perencanaan kota-kota awal di Cina terdapat beberapa prinsip sebagai berikut. Geologi. Romantis dan Alam Liar 3. Estetik dan Fungsional antara Kota dan Lingkungan − Berdasarkan Prinsip-prinsip Keseimbangan Yin dan Yang B.htm (9 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Kesan Stabil dengan Keseimbangan Dinamis − Komposisi Arsitektural − Konsepsi Confusius : Formal. Sumber Air. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Susunan Bata ( Ting). Garis Lengkung. Konsep Keseimbangan file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.2. seluruh permukaan bangunan penuh dengan dekorasi. Orientasi − Hubungan Lahan dengan Bentuk/Struktur Kota dimana bentuk ditentukan oleh hubungan Simbolik.

htm (13 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Tembok Raksasa sekitar 3000 kilometer. Pagoda ( 5 – 7 tingkat). Kuil atau Kelenteng.htm (11 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Dari bangunan arsitektur religius yang beragam dan dipengaruhi oleh Budha. Shaanxi dan provinsi Henan (II) − Arsitektur dengan konstruksi kayu dan bata di sebelah barat dan barat daya China(III) − Konstruksi kayu di sebelah timur china (IV) − Arsitektur tanah liat dan kayu di Hakka (Fujian). Di wilayah bagian selatan.htm (12 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Tipikal rumah di China Bagian Utara ( Northern China) − Tipe rumah yang memiliki halamn tengah atau dijenal dengan sebutan siheyuan (Courtyard house) − Adanya hutong (gang sempit sebagai frontage dari rumah ) − Gerbang yang berornamen menuju ke court yard yang disebut dengan chuihuamen ( hanging flower gate) − Pada tipe dasar hanya terdapat satu ourt yard.htm (15 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 . sedangkan jumlah court yard bergantung pada besar rumah. kayu dan bangunan batu sepanjang selatan China (VI) file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.htm (10 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 budha. Kuburan yang memiliki fungsi dan karakteristik sendiri. Guangdong dan Jiangxi (V) − Batu bata. Pada dasarnya arsitektur Budha Cina terbagi atas arsitektur pagoda. yang merupakan induk dari rumpun Austronesia menjadi konsep awal dari aristektur Austronesia. Beberapa tipologi rumah vernakular Cina yang ada di Cina dibagi atas beberapa tipe seperti : − Rumah bata dengan ruang terbuka persegi di sebelah utara China (siheyuan) (I) − Arsitektur subterranean di wilayah loess seperti Shanxi. Cina juga kaya dengan arsitektur vernakular.arsitektur Cina seperti Istana.htm (14 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Gerbang (Pai Lou). kuil file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. dan pahat dinding batu.

htm (18 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 terhadap gempa China Bagian Timur (Eastern China) Terbagi atas dua geografi : – dataran landai (Jiangsu dan sebelah utara Zhejiang) dan – berbukit (sebelah selatan Anhui dan Zhejiang) .htm (16 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. lebih banyak bukaan untuk sirkulasi udara dan angina dan lebih sedikit resikonya file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.htm (17 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Tipe rumah Subterranean house (semitroglodytic houses) − Frontage rumah berada pada sisi sebuah tebing − Adanya close courtyard − Entryway memiliki vault − Keuntungannya.Tipikal rumah dan desa di Loess Region − Cave dwelling (troglodytic houses) − Subterranean house (semi troglodytic house) − Adanya kang (tempat tidur yang terbuat dari tanah liat) − Desa gua − Desa gua di Gansu yang menunjukkan masing-masing rumah memiliki courtyard Rumah Gua (cave dwelling) memiliki konsep arsitektur sebagai berikut: Pintu masuk (Entriway) berbentuk vault Adanya courtyard Satu rumah biasanya terdiri atas dua atau tiga ruang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.

tiga dan lima. Sejarah Perkembangan Budaya dan Pemerintahan di Jepang Jepang adalah sebuah negara kepulauan yang terdiri dari kira-kira 4000 pulau mulai dari Hokkaido di utara . berbentuk persegi dan lingkaran • Terbuat dari bata (brick) • Adanya enclose structure (weizi) Dataran pantai sebelah selatan (The Southern Coast) • Courtyard house • Material bangunan granite block dan bata merah dan kayu • Dekorasi biasanya pada bagian atap yang terbuat dari kayu Material Bangunan dan Teknologi Pit dwelling =Rumah bawah tanah (yaodong): • Tanah kuning =tanah liat =huangtu ( clay brick) • Endapan lumpur sungai yang dikeringkan (mud brick) • Tanah lempung ( pounded earth) Setelah tahun 1949 : • Adobe brick = tanah liat dan jerami yang dipadatkan kemudian dibakar • Granite block dan Bata merah • Konstruksi atap : kayu dan genteng Bentuk dan Ruang • Modul atau standar dimensi ruang adalah jian • Jian adalah ruang yang berada pada interval kolom yang memiliki ukuran tertentu (lebar dan file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.htm (20 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 panjang) termasuk ukuran tingginya (volume ruang) • Banyaknya jian mulai dari satu.htm (21 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM . sebagai area paling subur di china • Courtyard brick gate • Suzhou house (row houses) file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.htm (19 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 China Bagian Barat dan Barat Daya (Western and South-Western China) • Brick house • Bentuk atap berundak atau bertingkat-tingkat • Small courtyard Hakka Region • Besar.• Sepanjang sungai Yangtze. Jumlah jian yang genap dihindarkan karena mewakili bentuk asimetri dan bentuk yang tidak tentu. sejarah perkembangan dan konsep arsitektur JEPANG A.

552) Ekonomi pertanian berkembang. Hampir seluruh wilayah memiliki empat musim. dan Shikoku Jepang beriklim sejuk.000 SM-300SM) Pit dwelling. 2 9 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209.1. dan politik mengalami proses yang panjang sejak dari masa prasejarah hingga sekarang ini.htm (1 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Tabel 9. . masyarakat komunal. Kyushu.htm (2 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 − Kofun/Yamato Period ( 300. Hokkaido. perlengkapan mulai bervariasi dari kayu dan batu file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. menangkap ikan. berburu. dingin. alat-alat selain batu. pembuatan tungku pembakaran dari tanah liat. Area pegunungan meliputi hampir 75% dari seluruh luas wilayahnya dan termasuk negara yang memiliki gunung berapi yang banyak di dunia sehingga gempa sering terjadi dan terdapat banyak titik sumber air panas (hotspring). barang tembikar. Kronologi Perkembangan Sejarah dan Pemerintahan di Jepang Jaman/ Masa Periode Pemerintahan/ Kekaisaran Karakteristik dan Sejarah Jaman Prasejarah − Paleolithic age (before 10.hingga Okinawa di Selatan. bangunan panggung. pertanian primitive dengan penebangan dan pembakaran − Yayoi Period (300 SM-300) Teknik bercocok tanam padi. Ada empat pulau besar yang memiliki populasi cukup tinggi yaitu Honshu. budaya berburu. Perkembangan budaya. cuaca dingin berasal dari utara dan panas berasal dari Selatan. kapak batu − Jomon Period (10. semi dan panas. rumah individu berkembang. ekonomi. gugur.000 SM) Budaya primitif : Gua sebagai habitat hidup manusia. terutama di wilayah utara.

strata sosial masyarakat menguat. agama budha diperkenalkan. munculnya strata sosial dalam masyarakat − Nara Period (645794) Perdagangan berkembang. pembentukan komunitas kecil ( kuni) dengan tata aturannya. konsep tea house mulai tumbuh. ritsuryo sistem. perubahan ritsuryo sistem. townhouse. Jaman Klasik − Asuka Period (552645) Ekonomi pertanian berkembang pesat. munculnya lebih dari 30 post-town (shukuba machi). tumbuhnya rumah bangsawan ( shinden style). tipe rumah samurai Peningkatan craftsmenship berikut organisasinya. pengaruh budaya dan teknologi dari Cina dan Korea. pembangunan fisik ibukota Heijo (Nara) dan Heian (Kyoto). Jaman Pertengahan Kamakura Period (11851333) Peralihan pemerintah dari istana ke golongan militer ( shogun). dan farm house. pengenalan Zen-Budhism. pembentuk birokrasi pemerintahan dengan sentralisasi kekuasaan ( tenno). pembentukan kota-kota. Nambokucho (1333 – 1392) . pemindahan ibukota ke Kamakura. akulturasi agama asli dengan budha. adopsi arsitektur Budha dari Cina ( Pagoda). pembangunan kuil-kuil Budha ( Pagoda) − Heian Period (7941185) Golongan aristokrat terbentuk.perkembangan peralatan tembikar dan perunggul. kyoto sebagai pusat ekonomi dan budaya. pembangunan jalan (highway) dari Kamakura ke Kyoto. pembangunan dua ibukota.

townhouse ( machiya) dan farm house ( minka) makin bervariasi. perkembangan sosial masyarakat biasa (commoners). kuil budha makin berkembang dipengaruhi arsitektur Cina. Kaisar Meiji pindah ke Kyoto.htm (3 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Jaman Pre Modern Momoyama (1568-1615) Peningkatan keahlian dan peralatan pertukangan (craftsment). alat pertukangan makin maju. pemindahan ibukota ke Edo (Tokyo).Kekuasaan Shogunate makin menguat. era pemerintahan modern terbentuk. peralihan shogun Kamakura ke shogun Muromachi Muromachi Period (13921568) Shogun Muromachi menggantikan shogun Kamakura. Edo (Tokugawa) Period (1615-1867) Shogun Tokugawa. dan timbul konsep kota baru : castel-town. pembentukan kekaisaran dalam pemerintahan. masyarakat menengah .munculnya konsep ukuran ruang.samurai resident masih berkembang. pengembangan sistem sankin-kotai dan muncul katsura detached palace. pembangunan highway dan pertumbuhan kota-kota baru (post town) sepanjang jalur kereta api. pembangunan jalur kereta api. samurai dwelling. pengembangan shinden style. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Tokyo sebaga ibukota pemerintahan. pembangunan pabrik modern. Kyoto sebagai perwakilan pemerintahan. shoin style. terdapat bangunan Shoin style. istana dan kekaisaran masih exist. Jaman Modern Meiji Period (1867-1912) Shogun Tokugawa jatuh. promosi kaum kapitalis. petani dan pedagang. townhouse dan farm house makin berkembang. perekonomian berkembang dari skala kecil menjadi provinsial estat. restorasi Meiji. kontak dengan asing (barat).

perubahan lifestyle menjadi modern life style. pembangunan pabrik. Kronologi Sejarah Perkembangan Arsitektur Perkembangan arsitektur Jepang yang dimulai sejak masa pra-sejarah yang pada saat itu sangat dipengaruhi oleh budaya Austronesia hingga berbagai macam pengaruh dari negara tetangga: Cina dan Korea serta pengaruh barat yang pertama kali dibawa bangsa Eropa. pembangunan apartemen.tumbuh dan berkembang. penggunaan peralatan modern. pendirian sekolah formal teknik.2.htm (5 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 9. westernisasi dalam banyak aspek termasuk tenik bangunan Heisei Period (1989present) Modernisasi dengan isu-isu sentral : back to nature. kota metropolitan dan perkembangan industri modern. nasional housing. Kronologi Perkembangan Arsitektur Jepang mulai masa prasejarah hingga modern Berbagai tipe dan fungsi bangunan yang berkembang . kemanusiaan serta pembangunan berkelanjutan file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. industri booming. Secara singkat kronologi perkembangan arsitektur di Jepang dapat dilihat dari skema dibawah ini. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. modernisasi meliputi segala aspek termasuk arsitektur.htm (4 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 B. pengaruh western style dalam rancangan bangunan dan lingkungan Taisho Period ( 19121926) Pemerintahan modern masih berlanjut. Showa Period (19261989) Pemerintahan modern masih berlanjut.

sosial politik dan hukum. Perencanaan kota-kota tersebut umumnya menggunakan konsep grid. Rumah kerabat atau bangsawan berada disekitar komplek istana. rumah toko (machiya). sekolah dan rumah tempat minum teh. Konsep itu pula sebelumnya telah diadopsi dalam perencanaan kota Naniwa pada tahun 645 (sekarang Osaka). Pengaruh budaya. Sehingga tidak heran bahwa perencanaan kota Heian (Kyoto) merupakan replika yang lebih kecil dari desain kota Cangan. kota Nagaoka. bangunan religius: Kuil (Shinto dan Buddha).mulai masa prasejarah. Pertumbuhan Kota-kota Awal Jepang Pertumbuhan kota-kota baru di Jepang dimulai sejak masa Nara. Tipologi Bangunan Vernakular Jepang Rumah Primitif Ciri-ciri dan karakteristik rumah Austronesia tampak pada rumah Jepang pada masa prasejarah. terdapat satu jalan raya utama menuju kompleks istana Kekaisaran yang memerintah pada masa itu dan membelah kota menjadi dua bagian disebut Kota sebelah kiri ( Sakyo) dan kota sebelah kanan ( Ukyo).htm (7 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 B. ibukota Dinasti Tang. Kota Heian lebih besar dari kota-kota awal Jepang saat itu.htm (6 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Kesemuanya memiliki karakteristik desain tersendiri. Hubungan dagang tersebut telah membawa pengaruh pada ekonomi. Jalan menjadi pemisah setiap zona. Masuknya Budha pada abad ke-6 telah 2 membuka hubungan perdagangan internasional yang erat dengan Asia khususnya Cina yang dikuasai oleh Dinasti Tang pada masa itu dan Kerajaan yang menguasai jalan sutra. antara lain rumah primitif. vila atau paviliun bangsawan. B. Bentuk rumah tenda berdiri file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Besarnya kota banyaknya zona ditentukan dari sosial ekonomi dan politik dari pemerintahan pada masa tersebut.2. rumah tinggal petani (minka). rumah tinggal prajurit (rumah para samurai). gedung teater kabuki. dan kota Otsu. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. kota Kuni pada tahun 740. iklim dan alam sangat menentukan konsep arsitektur rumah awal Jepang.1. kota Heijo pada tahun 710 (Nara). istana dan puri.htm (8 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 . kota Fujiwara pada tahun 694 (sekarang sebelah selatan kota Nara). medieval (Nara) hingga periode Edo dalam arsitektur Jepang.

Pit dwelling berevolusi menjadi pit dwelling dengan dinding.diatas tanah yang dilubangi (pit dwelling) merupakan perkembangan dari rumah gua. Pada saat yang bersamaan waktu itu pengaruh Budha datang dari Cina dan Korea. Konstruksi ketiga kuil ini menggambarkan konsep bangunan Austronesia. lantai ruang berada di atas tiang-tiang yang beralaskan batu.htm (9 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Pada masa Kofun. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. orang Cina datang bukan hanya membawa dan menyebarkan agama Budha. Pada masa Jomon. terdapat gap yang lebar antara kaum petani yang maju dan kaum aristokrat. Semua perangkat dan peralatan yang digunakan mengalami perubahan dan kemajuan. akan tetapi pada masa itu kepercayaan lokal ( Shinto) yang disimbolkan dengan Amaraterasu o-mikami (dewa Matahari) telah mengakar dan menjadi simbol pemerintahan pada masa itu. kemudian menjadi rumah panggung ( raised floor dwelling) dengan struktur kayu dan atap alang-alang. rumah panggung ( takayuka) yang pada sebelumnya hanya dibangun sebagai tipikal lumbung menjadi favorit.htm (10 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. atap pelana. simbol menyilang seperti tanduk kuda di ujung atap. Pada saat itu rumah bukan lagi semata sebagai tempat berlindung dari panas dan hujan akan tetapi sudah menjadi penanda status sosial di dalam masyarakat. Kemudian. Kemudian pada masa Yayoi dan Kofun. pit dwelling dengan dinding banyak didirikan. Beberapa kuil Shinto yang megah telah dibangun baik di Ise. Kemungkingan sistem strata sosial ini dipengaruhi oleh Kerajaan Silla di semenanjung Korea.htm (11 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Pada masa itu. akan tetapi . denah ruang persegi. bangunan yang dinaikan. sejalan dengan perkembangan peradaban. Antara pertengahan abad ke-4 hingga abad ke-5 muncul satu sistem strata sosial yang disebut uji-kabane. Kemudian agama Budha masuk dari Cina dan Korea. pengaruh arsitektur Budha dari Cina sangat besar. telah mengakibatkan terjadinya evolusi pada bentuk dan konsep rumah. Pengaruh teknik bangunan kuil Budha sangat besar pada perkembangan kuil Shinto.htm (12 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Bangunan Religius Setelah Budha masuk ke daratan Jepang dari Cina dan Korea. Izumo dan Sumiyoshi.

Kuil Budha terkenal pada itu dan mewakili kuil Budha berarsitektur Jepang yaitu Phoenix Hall di Uji. Material bangunan yang digunakan seperti halnya di Cina. Konsep denah kuil Jepang melekat pada konsep simetris pada kuil Cina. Setelah selesai pembangunan kuil Horyu-ji kemudian disambung dengan pembangunan kuil Todai-ji di sebelah Timur dari kuil Horyu-ji. Kuil Budha pertama yang dibangun abad ke-7 yaitu kompleks kuil Horyu-ji. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209.htm (14 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209.htm (15 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Rumah Rakyat Biasa . kemudian berubah menjadi kuil. danau kemudian penataan tata ruang luar yang menunjang bagi proses meditasi. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Berikutnya. Lokasi kuil yang dianggap baik yaitu di atas lahan berbukit dekat dengan hutan. Jumlah Pagoda hanya satu dan berada di tengah kompleks kuil. Kuil ini merepresentasikan puncak dari kuil budha dengan arsitektur Jepang yang kemudian dikenal dengan Fujiwara Style dengan penerapan konsep Pagoda yang baru berbeda dari yang sebelumnya. Konsep Pagoda bertingkat 5 yang biasanya terdapat pada kuil Budha dari Cina diadopsi pada kuil ini. Penekanan pada hiasan patung dan eklektisme pada kuil Budha terus berlangsung hingga pertengahan abad ke-14. dengan konsep sambungan balok dan tiang menggunakan pasak dan tekan. Nara pada tahun 745 yang memiliki dua buah pagoda tujuh tingkat didalamnya terdapat patung Budha raksasa. kuil Budha yang menerapkan konsep arsitektur Jepang berkembang pada masa Heian. Pembangunan kuil ini memakan waktu sekitar 8 tahun dan selama itu pula telah terjadi transfer teknologi arsitektur Budha antara para tukang dari Cina yang datang khusus mendirikan bangunan tersebut dengan tukang Jepang sendiri. Hoto menerapkan heaven dome dari simbol Budha pada atap pagoda kemudian digabungkan dengan pent-roof (mokoshi) pada keempat sisinya. disebut dengan hoto. Awalnya bangunan ini adalah vila bangsawan. dekat Kyoto.juga membawa atribut yang berhubungan dengan tempat peribadatan agama Budha. Hingga sekarang ini kuil budha memiliki berbagai macam langgam namun konse pagoda bertingkat mulai ditinggalkan. bagian sambungan balok atas menggunakan teknik bracket yang merupakan teknik konstruksi khas kuil Budha di Cina. di dekat Nara. prototipe kuil Shinto diabadikan sebagai konsep awal kuil Shinto yang sederhana.htm (13 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Pada abad ke-13 muncul konsep arsitektur kuil Zen-Budhisme. kuil Budha ini terbuat keseluruhan dari kayu.

( Machiya dan Minka) file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Dalam perencanaan kota Fujiwara. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Takabei. Dari perkembangan kota tersebut muncul satu tipe bangunan komersial yang disebut dengan Machiya (lebih mirip artinya dengan rumah toko di Indonesia). konsep perdagangan dan politik yang membentuk pertumbuhan kotakota baru. Penekanan perekoknomian pada pertanian sejak masa medieval hingga awal modern telah menyebabkan tumbuh suburnya tipe rumah petani. Minka ini bukan hanya sebagai rumah petani. tetapi termasuk juga rumah para pedagang-pedagang kaya. bagian depan untuk berdagang dan bagian belakang untuk tinggal. Bunto. Heijo dan Heian terdapat dua lokasi pasar yang menjadikan titik tersebut lokasi komersial dari kotakota yang direncanakan. Pembentukan kota-kota awal Jepang merupakan titik awal perdagangan internasional pada masa itu dengan Asia khususnya Cina. Machiya adalah sebuah konsep rumah perkotaan/toko (townhouse) yang mulai berkembang sejak masa Heian sejalan perkembangan perekonomian. Jika ditinjau dari . Biasanya rumah tersebut tidak lebar.htm (17 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Selain machiya. Gassho. suasana interior dapat dilihat pada gambar berikut ini. Sasu. rumah untuk rakyat biasa (commoners house) yang mengalami pertumbuhan pesat pada masa Edo yaitu minka. Terdapat banyak tipe minka yang tersebar di seluruh wilayah Jepang seperti tipe Odachi. Kudo dan lain sebagainya.htm (16 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Perkembangan perdagangan mulai tampak pada masa Heian.

ima dan zashiki. Ima (hiroma/ itanoma) adalah ruang keluarga (living room). gabungan atap pelana dan limasan (irimoya/hipped and gabled roof). file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Peperangan terjadi pada dasarnya terjadi antara dua kubu militer kuat Jepang masa itu : Minamoto dan Taira. Kuil Maruoka dan Matsumoto menjadi kuil pertama yang dibangun pada akhir abad ke-16.material dan teknologi bangunan. Hampir setiap wilayah ibukota pemerintahan Shogun memiliki puri dengan desain dan ukuran sesuai dengan kedudukan penguasa pada saat tersebut. Doma adalah ruang dengan lantai tanah. bentuk L ( magariya) dan Ch•mon (U-shape). kayu dan bambu. tempat hiasan lukisan dan rangkaian bunga (ikebana). sebelah barat Tokyo. terdapat tokonoma: sebuah yang ditinggikan lantainya. Biasanya didalam ruang tamu diberi alas tikar yang disebut tatami. dan zashiki adalah ruang tamu (guest room). Secara garis besar tatanan ruang dalam minka dibagi atas tiga bagian yaitu Doma.htm (20 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 sekarang ini masih berdiri adalah puri Himeji. terdapat tiga bentuk dasar atap yaitu atap pelana atau kampung dengan sopi-sopi ( kirizuma/gable roof). Struktur bangunan bergantung kepda tipe bangunan dan atap.htm (19 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Puri dan Kota Puri ( Castel and Casteltown) Konsep kota Puri (casteltown) dimulai sejak masa shogun Momoyama. digunakan sebagai entrance. Pada saat itu (medieval era) di Jepang juga disebut dengan era perang. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. semua tipe minka menggunakan struktur kayu. Kuil yang terbesar dan termegah dibangun tahun 1609 hingga file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Berdasarkan bentuk atap. Penggunaan senjata api yang diperkenalkan oleh Portugis pada masa sebelumnya telah membawa wilayah Jepang kepada masa peperangan yang hebat. Bangunan puri ( donjon) dan kota puri ini dibangun sebagai benteng pertahanan atas serangan musuh. yang sering juga disebut dengan Genji dan Heike.htm (18 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Ditinjau dari segi bentuk dan ruangnya maka terdapat beberapa bentuk yaitu persegi (sugoya). Puri ini . atap limasan ( yosemune/hip roof). ruang kerja. Atap pelana atau kampung merupakan atap yang banyak digunakan dalam rumah petani. dengan dinding dari plesteran tanah liat. atapnya dari jerami dan alang-alang serta genteng. terletak di Hyogo Prefecture. dapur dan kandang ternak.

puri barat laut. tiang ini disebut dengan tiang kehidupan. Puri ini dirancang sebagai tempat tinggal temporer selama pengepungan oleh musuh. sebagai pertahanan pertama terhadap serangan musuh. Tipikal tata ruang luar ini juga diterapkan oleh puri-puri lain. Lokasi puri ini berada di are perbukitan. Upacara minum teh di dalam cangkir tak bertangkai kecil memiliki seni dan aturan yang khas. rasanya teh yang segar dan hangat dapat menghilangkan file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Keempat puri ini dihubungkan oleh koridor ( watariyagura) dan dikelilingi oleh pagar tembok tinggi. Pada lantai atas. kolega sambil menikmati seni rancangan taman disekitarnya dan interior bangunan untuk menyegarkan pikiran tas kegiatan rutinitas yang membosankan. Pada awalnya upacara teh ini ditujukan untuk menjamu orang-orang yang dekat dengan shogun yang berkuasa pada masa itu sambil santai dan menikmati seni porselin Cina. dari puri dapat dilihat pemandangan kota Himeji. yang mudah terbakar sehingga menjadi kelemahan ketika perang berlangsung. Pagar tembok dikelilingi oleh parit/selokan yang cukup dalam dan lebar. Akan tetapi pondasi bangunan yang tinggi dan terbuat dari batu menyulitkan bagi musuh naik keatas. Jalan masuk dari gerbang hingga ke puri utama dibuat membingungkan dan menjebak sehingga tidak mudah bagi musuh untuk masuk ke dalamnya. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Ada tiga bangunan puri di sekitar puri utama ini yang dinamakan puri barat. Secara keseluruhan struktur bangunan puri terdiri dari konstruksi kayu.htm (21 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Rumah Minum teh Pembangunan rumah atau tempat minum teh dimulai sejak masa Kamakura dan mulai menjadi tradisi sejak masa Muromachi. kerabat. terdiri dari 5 tingkat dan 6 lantai (satu lantai dibangun dalam pondasi batu yang tingginya 15 meter).memiliki tinggi 45 meter. terdapat ruang pengintai yang digunakan untuk melakukan serangan.htm (22 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 . dan puri Timur. bukan dirancang untuk didiami dalam jangka waktu yang lama. Atap bangunan bertingkat dan menunjukkan kestabilan struktur bangunan. Kemudian dalam perkembangannya tujuan dari pendirian rumah minum teh ini adalah untuk menjamu dan mengisi waktu bersama teman. Pada dasarnya terdiri bangunan bertumpu pada dua tiang utama yang besar menerus hingga ke bagian atas bangunan.

Terkadang rumah teh berdekatan dengan rumah induk. Dari semua tipe tersebut dapat dilihat bahwa tata ruang rumah minum teh adalah sederhana. juga menentukan tebal tiang kayu. Tipe Joan banyak diterapkan di Inuyama.5 .htm (23 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 C. Ruang duduk biasanya beralas tikar atau tatami sedangkan ruang persiapan dan cuci berlantai papan kayu. sebelah selatan Jepang. tipe rumah teh ini seringkali digunakan untuk beristirahat melepaskan kepenatan dan kelelahan setelah bekerja. tipe Konnichian. Seringkali terdapat tungku ditengah-tengah ruang duduk yang berfungsi untuk menghangatkan teh dan orang yang duduk didalamnya dari cuaca dingin di luar bangunan. Tipe ini memiliki hiasan pada interior baik pada tokonoma yang disebut dengan murodoko. Selain untuk menentukan panjang kayu untuk ruangan. tapi ada juga yang terisolasi.kepenatan setelah selesai bekerja. dinding tanah liat. pada prinsipnya terdiri dari dua ruang. dan ruang pantri atau ruang untuk menyediakan teh atau ruang mencuci peralatan. pagoda. sebelah timur Kyoto (Jepang tengah). Desain rancangan rumah minum teh bervariasi di seluruh wilayah Jepang dan menekankan pada material alami seperti kayu. misalnya tipe Fuhin’an dan Zangetsutei. Ada beberapa tipe rumah minum teh seperti tipe Taian. tipe Soan. Tipe rumah teh dengan ukuran dua tatami banyak terdapat di kepulauan Rikyu. rumah. ruang duduk untuk minum teh. gerbang. Sistem tersebut dinamakan Kiwari yang berarti pembagian kayu. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. tipe ini terdapat di tengah kota Kyoto Tipe Taian adalah tipe yang terdapat di kota yamasaki sebelah selatan Kyoto. Tipe Yuin merupakan rancangan rumah tea yang banyak terdapat di Kyoto berikut dengan tipe Konnichian yang sering terdapat bersama-sama dengan tipe Yuin. Standar ukuran rumah yang disebut dengan satu modul yaitu satu ken atau 6. tipe Kebun (Tipe Fushin’an dan Zangetsutei). Ukuran besar ruang minum teh juga bervariasi mulai dari dua tatami hingga empat setengah tatami. Sistem Ukuran dan Proporsi Pada akhir abad pertengahan. anyaman jerami. para tukang menemukan satu sistem ukuran dan proporsi yang diterapkan untuk seluruh tipe bangunan mulai dari kuil. bambu. istana dan lain sebagainya. akan tetapi ada juga yang lebih dari empat setengah tatami tergantung kebutuhan dan status sosial pemilik.

Akan tetapi. konsep tatami ini masih digunakan untuk menentukan besaran dan bentuk ruang walaupun merupakan bangunan dengan langgam barat (western style). standar ukuran syaku mengalami perubahan. politik. sejak masa Edo hingga saat ini. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. dan 1 ken sama dengan 1. Penyebaran abama menjadi satu jalan untuk menyebarkan keilmuan baik dalam bidang kebudayaan. m2. Sistem ukuran ini masih berlangsung hingga sekarang ini. Cina dan India. untuk ukuran ruang telah digunakan konsep tatami.7 cm. Pada file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209.htm (25 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM . sejak masa heian.303 m.3. Hingga saat ini. Berbagai macam model dan konfigurasi tatami menentukan bentuk ruang. dan arsitektur. Satu contoh . dan banyak diterapkan pada pembuatan industri di Jepang. PENUTUP Pemikiran dan konsep arsitektur Timur bisa diwakili dari melihat konsep arsitektur di Nusantara. Kemudian akhirakhir ini digunakan satu standar ukuran yang dinamakan tsubo yang sama besarnya dengan 6 feet square atau 3. Dalam perkembangannya.syaku sama dengan 197 cm dan tebal kolom adalah 1/10 dari ken atau 19.. Sudut tiang kayu dipotong 450.818 m).htm (24 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 saat itu satu syaku sama dengan 6 ken (1 syaku sama dengan 0. Terdapat perbedaan dan persamaan di antara arsitektur tersebut dimana kebudayaan yang lebih dahulu di daerah tertentu mempengaruhi kebudayaan di daerah lain.

seperti evolusi stupa dari India hingga pagoda di Cina dan Jepang. Struktur Candi 11 2. Indonesia dan Jaringan Asia 4 2.4.5. 2. Seringkali simbol status dan kedudukan penghuni rumah diungkapkan dalam ornamen yang menghiasi bangunan. Berbagai macam elemen dan hiasan pada bangunan candi 2.htm (3 of 3)5/8/2007 3:33:04 PM file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/coverbukuajar. Pemikiran ketiga hal tersebut tidak kuat muncul dalam arsitektur Barat.htm file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/coverbukuajar.1.6.htm (2 of 2)5/8/2007 3:33:05 PM Kopendium Arsitektur Nusantara. 2.2.9. 2.7. India.htm (1 of 2)5/8/2007 3:33:05 PM file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/coverbukuajar. Gambar Gambar Gambar 13 Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 1. Strata sosial memberikan pengaruh dalam perletakan rumah dan desa. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%2010.htm (2 of 3)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Pemikiran atas pembagian ruang sakral dan profan menjadi ciri dalam konsep rumah dan tata ruang kota timur. 2 10 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%2010. Perletakannya tergantung dari agama.3.htm file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/coverbukuajar.1. 2. kemudian di Indonesia menjadi meru yang meyimbolkan kepada bangunan sakral untuk pencipta.htm (1 of 3)5/8/2007 3:33:04 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%2010. Kecenderungan akan pemikiran rasio sangat terlihat sehingga menjadi salah satu perbedaan yang mencolok dibandingkan dengan arsitektur timur. 2. lingkungan dan alam sekitar dari masyarakat yang mendiami wilayah tersebut. Teknik Konstruksi Dinding Berdaun Ganda 14 Tata Urutan Pembangunan Candi 15 Sebaran Arsitektur Klasik Indonesia 11 Candi-candi di Jawa Tengah Utara 17 Candi di Jawa Tengah Selatan 17 Candi Panataran di Blitar 18 Candi Jago (Wisnuwardhana) 18 . China dan Jepang D aftar Gambar hal. tradisi. 2.8.

11.10.3.8.9.1. Kediaman Reine de Klerk di Batavia.5. Bekas Istana Ternate (awal abad ke-18) 34 Gambar 4.1. Istana Maimoon Kesultanan Deli. Perkampungan dengan pola Linear 43 Gambar 4.7.4. Semarang 57 . Mesjid yang mendapatkan pengaruh India (arsitektur Moghul) 30 Gambar 3.13. Sumatera 20 Gambar 2.7. Candi Jabung. Tata ruang rumah Kalimantan 45 Gambar 4.1. Sebaran Lokasi arsitektur vernakular Indonesia 41 Gambar 4. Tipe Arsitektur Vernakular Indonesia 40 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/daftar%20gambar.2.2. Istana Pagaruyung Sumatera Barat 33 Gambar 3. Bangunan Kolonial Bergaya neo-Klasik 57 Gambar 5. Ibukota Kerajaan Banten abad ke-16.9.6.5. sekarang kantor Arsip Nasional 56 Gambar 5.8.5. Rumah Pedalaman gaya Hindia Belanda di pemukiman Arab. Persebaran Kota-Kota Islam Awal di Nusantara 24 Gambar 3.10. ArsitekturVernakular Indonesia yang menggunakan tanduk kuda dan atap pelana 38 Gambar 4. Lokasi Persebaran Austronesia 35 Gambar 4.15. Kompleks Keraton Yogyakarta 33 Gambar 3.2. Padang Lawas. Candi Pada Masa Klasik Akhir 21 Gambar 3. Siatuasi Pelabuhan Batavia 54 Gambar 5.12.4.10.3.htm (1 of 4)5/8/2007 3:33:05 PM Kopendium Arsitektur Nusantara.11. Pola Perkampungan di Bawomataluo. India. Bentuk dan ragam hias batu nisan kuno 27 Gambar 3. Pelabuhan di lingkungan Banda Aceh 26 Gambar 3. China dan Jepang Gambar 4. Candi Biaro Bahal 1. Raga-raga pada rumah Batak Toba 49 Gambar 4. Ritual permulaan pendirian rumah Melayu 48 Gambar 4. Medan 34 Gambar 3. Teknik konstruksi rumah vernakular Indonesia 46 Gambar 4. Mesjid yangmendapat pengaruh arsitektur kolonial (modern Eropa) 30 Gambar 3.16.Gambar 2. Nias Selatan 42 Gambar 4. Mesjid yang mendapat pengaruh arsitektur candi dan arsitektur vernakular 29 Gambar 3. Kota-kota Kolonial di Indonesia 54 Gambar 5.12. Pembagian jagat kecil pada rumah Batak Toba 51 Gambar 5. Proses Pendirian Tiang dan Balok pada rumah Batak Toba 46 Gambar 4. Penopang batang silang pada rumah Nias Utara dan Selatan 47 Gambar 4.4.6.4. Kosmologi rumah toraja sebagai jagad kecil 50 Gambar 4.3. Pemasangan piringan kayu besar menjadi ciri khas konstruksi lumbung Indonesia berasal dari Austronesia 47 Gambar 4. berdasarkan Willem Lodewiyckz 55 Gambar 5. Jawa Timur 19 Gambar 2.6. Pembagian ruang pada rumah Batak Toba dan Jawa 44 Gambar 4.

Kantor Rektorat UI Depok Jakarta 72 Gambar 6.2. 1902-1907 65 Gambar 5.Lemei 59 Gambar 5. Kompas dari filosofi Feng Shui 94 . karya arsitek F. Mandapa pada Kuil Sunak. Jakarta 68 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/daftar%20gambar.11.8. Situs Kompleks Mahastupa Sanchi 86 Gambar 7. Silaban 66 Gambar 6. Berbagai macam Tipikal Vihara (monasteries) 90 Gambar 8. Peta Wilayah India sejak 1780-1905 75 Gambar 7.2.14.10. Persebaran Wilayah Kerajaan Hindu di India abad ke-5 sampai dengan abad ke-13 78 Gambar 7.P. Peta Wilayah Cina 91 Gambar 8.5. salah satu lokasi chaitya 88 Gambar 7.13. India.12.P. Gedung Sate. Gopura bagian dalam kuil Rajarajeshvara di Tanjavur 83 Gambar 7.8. bagian dari kebijakan kerajaaan Ashoka 85 Gambar 7. Kampus STEKPI Jakarta.6.1.Silaban Jakarta 69 Gambar 6. Algemeene Maatschappij voor Levensverzekering en Lijfrente (Perusahaan Umum untuk Asuransi Jiwa dan Cagak Hidup). B.3. Berbagai macam tipikal Chaitya dari persebarannya di seluruh India 89 Gambar 7. Struktur dan konsep arsitektur stupa 87 Gambar 7.htm (2 of 4)5/8/2007 3:33:05 PM Kopendium Arsitektur Nusantara.15.4. Tugu Monumen Nasional (MONAS). Surabaya. karya J.J.12. karya grup arsitek Atelier 6 72 Gambar 6. inti dari sebuah kuil Hindu dalam Vimana 80 Gambar 7.1909 63 Gambar 5. Berlage 1900 66 Gambar 5.2. 1920 66 Gambar 6. Kantor Pusat Perusahaan Jawatan Kereta Api Hindia Belanda.5 M) 84 Gambar 7. Beberapa rancangan bangunan karya C. Semarang. Tugu Prasasti Maurya. Tugu Park Hotel.15.Gerber. Ajanta. Kantor Pusat Bank Jawa.13. Mandala dan Vastuphursamandala 79 Gambar 7.4. Kantor Gubernur Pemerintah Hindia Belanda di Surabaya dirancang arsitek W.Mooijen 64 Gambar 5. H. Mandapa pada kuil Mahabalipuram 81 Gambar 7.6. Garbha griha. Pemandangan kompleks kuil Tiruvarur dengan beberapa lapis gopura 82 Gambar 7.11.A.7. Gedung Lingkaran Seni Hindia-Belanda (1914).Sutanto.5. Batavia.1.7. dan D. Masjid Istiqlal karya F. Wolf Schoemaker 62 Gambar 5.3. China dan Jepang Gambar 6. S.1. Nilakanta 81 Gambar 7.10. Beberapa bangunan karya arsitek Henri Maclaine Pont 61 Gambar 5.Gambar 5. Persebaran Tinggalan Sejarah pada masa awal Budha (abad ke-4 SM . karya trio arsitek DCM. Hendrasto 73 Gambar 7.14.9.Hendropurnomo. Beberapa karya arsitektur Thomas Karsten 60 Gambar 5.9. Gedung Bank Indonesia. arsitek Hulswit Fermont dan Cuypers. arsitek P.

6. Kuil Budha yang mendapat pengaruh Arsitektur Budha dari Cina 119 Gambar 9.8.3.8.15. Atap meru Indonesia 129 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/daftar%20gambar.9. sekarang Kyoto 113 Gambar 9.14. Tata ruang rumah tipe siheyuan 101 8. Tipikal bangunan kuil Shinto 116 Gambar 9. Desa gua di Loess region 103 8.htm (3 of 4)5/8/2007 3:33:05 PM Kopendium Arsitektur Nusantara.9. Teknik konstruksi bangunan pagoda dan kuil Budha 119 Gambar 9. Tipikal Rumah Perkotaan (Machiya) 120 Gambar 9. Konsep Perancangan Ibukota Heian. Bentuk dan dimensi ruang dari rumah gua 103 8. Berbagai macam variasi tipe rumah/tempat minum teh 126 Gambar 9.12. Situs Kota Terlarang Cina 97 8. Diagram dari landscape elemen topografi yang baik 95 8.5. Gerbang sebagai symbol sosial masyarakat yang berdiam 98 8. Berbagai macam variasi tipe rakyat biasa ( minka) 122 Gambar 9.1.10. Tipe rumah semitroglodytic 104 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/daftar%20gambar.2.htm (4 of 4)5/8/2007 3:33:05 PM Kopendium Arsitektur Nusantara. Pembagian tipe rumah berdasarkan wilayah 100 8.Gambar Gambar Gambar Gambar 99 Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 8. Kota-kota Awal Jepang pada abad pertengahan 112 Gambar 9. India.4.2. China dan Jepang Gambar 9. Kata Pengantar i Daftar Isi ii Daftar Gambar v .1.11. Evolusi Stupa ke Pagoda dan Meru 128 Gambar 10. China dan Jepang D aftar Isi Hal. Tipe rumah siheyuan yang tedapat di wilayah Cina utara 102 8. Denah dan Ekterior Pit Dwelling Yayoi 114 Gambar 9.10. Bangunan primitive Jepang dan evolusinya 115 Gambar 9. Berbagai macam tipe puri digunakan sebagai benteng pertahanan dalam masa peperangan mulai Kamakura hingga Edo 124 Gambar 9.4.6.13.7.12. Tatami sabagai konsep ukuran dan bentuk ruang 127 Gambar 10. Kompleks Kuil Budha Horyu-ji di Nara dengan satu pagoda 118 Gambar 9.7.3.13. India. Kronologi Perkembangan Arsitektur Jepang mulai masa prasejarah hingga modern 111 Gambar 9. Beberapa tipe pagoda dan spesifikasi material bangunannya 8. Peta wilayah Jepang 107 Gambar 9.5.

Daftar Tabel viii 1 SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR INDONESIA 1 A. Pengertian Arsitektur Vernakular 38 B. China dan Jepang A.2.2.Sejarah Kolonialisasi di Indonesia 52 B.Arsitektur Candi 10 B. Teknologi Bangunan : Bahan Bangunan dan Teknik Konstruksi 45 B. Teknik Konstruksi dan Pembangunan Candi 13 B. Keragaman Budaya 3 B. Perkembangan Arsitektur Kolonial Indonesia 55 C. Fungsi 10 B. Bagian dan Konsep Arsitektural Mesjid 31 E.Masjid sebagai Tempat Suci 28 C. Sejarah Singkat Nusantara 1 A.Tipe Arsitektur Vernakular Indonesia: Keberagaman dan Kesamaannya 39 B.2.1. Upacara ritual Pendirian Bangunan 48 5 Arsitektur kolonial indonesia A. Arsitek dan biro arsitek yang berkarya di Indonesia 59 6 Arsitektur INDONESIA pasca kemerdekaan) A.Pembentukan Kota-kota kolonial di Indonesia 53 C.4.3. Rumah dan Tantanan Ruang 44 B.Arsitektur Warisan Belanda 67 .1. Tatanan .Sejarah Nusantara 1 A. Tatanan.Sejaah Perkembangan Arsitektur Indonesia 5 2 Arsitektur INDONESIA PADA ERA Hindu dan Buddha 8 A.4.2.2.Makam dan Pekuburan Orang Islam 26 D. Geografi Dan Lingkungan 3 A.1. Kronologis perkembangan arsitektur masjid 28 C.Nusantara dan Jaringan Asia 3 C.1.Kerajaan Islam di Nusantara 22 B.1.Arsitektur Kolonial Indonesia 55 C. India.3.htm (1 of 4)5/8/2007 3:33:06 PM Kopendium Arsitektur Nusantara. Pola Perkampungan 41 B. Bagian dan Konsep Arsitektural Candi 11 B.1. Hubungan Austronesia dan Indonesia 35 A.3.Pertumbuhan Kota-Kota Islam Awal 23 C. Pembagian kelompok arsitektur candi 15 3 Arsitektur INDONESIA pADa masa perkembangan ISLAM 22 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Daftar%20isi-fix.Kerajaan Hindu dan Budha di Nusantara 8 B.2.Istana Kerajaan Islam 32 4 Arsitektur VERNAKULAR INDONESIA 35 ASejarah Perkembangan Arsitektur Vernakular Indonesia 35 A.

Konsep dan Filosofi Arsitektur Cina 93 B.1.1. Pelataran depan atau Mandapa 80 B.2.Arsitektur Hindu 76 B. Pertumbuhan Kota-kota Awal Jepang 111 B.B.2. Tipologi Arsitektur Cina 98 9 sejarah perkembangan dan konsep arsitektur JEPANG A.3.Kronologi Sejarah Perkembangan Arsitektur 110 B.2. China dan Jepang D aftar Tabel hal. Tipologi Bangunan Vernakular Jepang 113 C.htm (4 of 4)5/8/2007 3:33:06 PM Kopendium Arsitektur Nusantara.Arsitektur Budha 84 C. Garbha griha 79 B.2.1.2. Sejarah Perkembangan Arsitektur Cina 93 B.Sejarah Perkembangan Arsitektur India 74 B.Sejarah Perkembangan Budaya dan Pemerintahan di Jepang 107 B. Gerbang Piramid ‘ Gopura’ 82 B.Kronologis Perkembangan Arsitektur Modern Indonesia 67 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Daftar%20isi-fix. Perbedaan bentuk dan langgam candi Jawa tengah dan Jawa Timur.1. India. 19 Tabel 8.1.Sistem sosial budaya Cina 93 C.4. Tata Urutan Dinasti di Cina dan Karakteristik Sejarahnya 92 Tabel 9. Tinggalan Sejarah Kerajaan-kerajaan selama era Hindu Budha 9 Tabel 2.1.1. Table 2. Stupa 87 C.Vihara (Monasteries) 90 8 sejarah perkembangan dan konsep arsitektur china A. India. India. Kronologi Perkembangan Sejarah dan Pemerintahan di Jepang 106 .3. Hall Berpilar atau Choultri 83 C.htm (2 of 4)5/8/2007 3:33:06 PM Kopendium Arsitektur Nusantara. Chaitya Griha 88 C.Sistem Ukuran dan Proporsi 126 10 PENUTUP 128 Kepustakaan dan Sumber Gambar 130 CATATAN 133 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Daftar%20isi-fix. China dan Jepang 7 sejarah perkembangan dan konsep arsitektur india A. China dan Jepang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Daftar%20isi-fix. Sejarah Perkembangan Budaya dan Dinasti di China B.htm (3 of 4)5/8/2007 3:33:06 PM Kopendium Arsitektur Nusantara.

Buku ini menggambarkan secara singkat dan padat tentang sejarah perkembangan arsitektur di India. jajaran pimpinan Universitas Sumatra Utara. Desember 2006 Penulis. China dan Jepang. harapan kami agar buku ini dapat mencapai sasaran dan dimanfaatkan secara optimal. Mengingat waktu pengerjaan yang singkat sekitar 6 (enam) minggu. dan kedua. Selain itu buku ini juga ditujukan untuk mengisi keterbatasan pustaka yang sangat diperlukan oleh mahasiswa dalam mempelajari sejarah perkembangan arsitektur di tanah air. China dan Jepang khususnya arsitektur vernakular di ketiga negara tersebut. Secara garis besar. serta pembaca kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga. . Untuk itu kepada pengelola program pengembangan E-learning. karena berkat Karunia-Nyalah buku ajar ini dapat tersusun. pertama yaitu perkembangan sejarah arsitektur Indonesia.file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/daftar%20tabel. Buku ajar ini disusun merupakan salah satu hasil pengembangan program E-learning yang sedang dilakukan di Universitas Sumatera Utara yang dimaksudkan untuk peningkatan proses belajar mengajar yang dpat diakses dimana saja dan kapan saja. rekan-rekan di departemen Arsitektur. tentu banyak terdapat kekurangan pada buku ajar ini sehingga kami sebagai penulis dengan segala kerendahan hati mengharapkan kesediaan reviewer dan pembaca memberikan kritikan dan saran bagi perbaikan buku ajar ini di masa yang akan datang. Medan. sejarah perkembangan atsitektur di Asia khususnya di India.htm5/8/2007 3:33:06 PM Kata Pengantar K ata Pengantar Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Buku ini ditujukan sebagai salah satu bahan ajar untuk mata kuliah untuk mata kuliah Sejarah Teori Arsitektur 03. buku ajar ini berisi dua bagian. Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara. Departemen Arsitektur.

ST. Sir Banister. Yogyakarta. Tradition. 1859. 1990. Bandung.Institut Gaudenz/ETH. From Ancient Times to the Meiji Period. Ananda K. Karya Arsitektur Muda Indonesia. Coomaraswamy. Jakarta. NIP. John Weatherhill Inc. . Space in Japanese Architecture. 1997. Hiroshi Watanabe trans. New Azian Library. Robert. Alumni. USM Press. Berkeley. Curzon press. Kenneth et al. Dawson. New York. Fletcher. London. Historical Atlas of Indonesia. Jatidiri Arsitektur Indonesia. Tradition in Architecture. Resilience. Dora et al. New York.Bambang dkk (ed). Handbook of Architecture. 2001. Matsuo. The Traditional Architecture of Indonesia.Isnen Fitri. John. Nezar/Bourdier. History of Indian and Indonesian Art.Pinang. G. P. Van Nostrand Reinhold. Japanese Building Practice. and Change. 1990. Fergusson. Jean-Paul (ed. P. Ronald. New York. Atmadi. Barry & Gillow. London. Traditional Dwellings and Settlements Working Paper Series. A History of Architecture. Gadjah Mada University Press. Arsitektur Candi Indoensia. (1985). ca 40 vols. G. Kompendium Sejarah: Seni Bina Timur. John Murray – Albemarble Street. Hanafi. Eryudhawan. Crouch. Zulkifli. 1994. 1985. James. Oxford University Press. Athlone Press.Eng. Tektonik im Primitiven Dachbau (Tectonics in Primitive Roof Construction ). Oxford University . PT Subur. Cribb. Thames and Hudson. 1975. M. Asia’s Old Dwelling. 1980. 2003.) 1989. Zurich. 1991. 2000. 1965. London..htm5/8/2007 3:33:06 PM KEPUSTAKAAN DAN SUMBER GAMBAR KEPUSTAKAAN DAN SUMBER GAMBAR AlSayyad. Knapp. 132 206 819 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Kata%20Pengantar. Inoue. Dover Publication. New York.. Eko. Domenig. Parmono. Inc. Budihardjo. Frampton.

B. Archipelago Press . Rudofsky. vol. Academy Editions.. 1996.. Jakarta. Mangunwijaya. The house across the world. G. Warisan Kerajaan-kerajaan Konsentris. Japanese Homes and Their Surroundings. 1996. volume 1. ________. Ronald. Knapp. 1992. What is Japanese Architecture?. Dwellings. Y. Nusa Jawa: Silang Budaya. 1993. Prentice Hall. London. 1996. Batas-batas Pembaratan. L. ______________. and Change. Gramedia file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20. University of Texas Press. O. Oliver. 1986. Austin. Edward S. Lombard Denys. London. Cambridge University Press. Buku 1. 1997. 1964. Resilience.. Wastu Citra. Nusa Jawa: Silang Budaya. Prijotomo.htm (1 of 3)5/8/2007 3:33:06 PM KEPUSTAKAAN DAN SUMBER GAMBAR Pustaka Utama. The structure of the Toba-Batak belief in the High God. Nusa Jawa: Silang Budaya. United Kingdom. Tobing.. Encyclopedia of Vernacular Architecture of the world. Amos. House form and Culture. Gramedia Pustaka Utama. Phaidon Press Limited. 1963. Hongkong.2 : Sejarah awal .. Claude (ed). Jakarta. . South and South-East Celebes Institute for Culture. Jaringan Asia. Jakarta. Pasang Surut Arsitektur di Indonesia. 2003. ________. Guillot. . London.. The vernacular House world wide. Jakarta. Jakarta. ______________. 2003. Josef (1988). Indonesian Heritage. New York. 1961. Architecture without architects. 1985. Tokyo. Buku 2. Morse. 1969. Surabaya: Penerbit CV. Bernard. Miksic. Dwellings. Yayasan Obor Indonesia. Paul (ed). Asia’s Old Dwelling. Penerbit Gramedia. Oxford University Press. Lobu Tua Sejarah Awal Barus. 2002. Hongkong. Buku 3. Gramedia Pustaka Utama. John (ed). Ardjun Rapoport.xtbook/KEPUSTAKAAN%20DAN%20SUMBER %20GAMBAR. Singapura. Nishi Kazuo et al. Kodansha International Ltd.Press. Tradition. 1993. Dover Publication Inc.

1973. vol.G.. _________________. Kudus.. _________. Sumalyo. 1993. 1978. volume 1. 1973. Gadjah Mada University Press. Yulianto. Gunawan (ed). 1993. 1986.2:Batak Karo. Soekmono. Lim Jee.. Yuan. Tjandrasasmita. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. et al. Bandung. Singapore. 1987. Napitupulu. Arsitektur Masjid Kuno. Jendela Pustaka. volume 3. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Arsitektur Kolonial Belanda. Waterson.. Yogyakarta. Singapore. Sumintardja. _________________. UNESCO. Oxford Univ.R.3:Batak Simalungun/Mandailing. 1990. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20. Press. Candi : Fungsi dan Pengertiannya. Singapore.Saleh. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. Uka. M. and. D. “ The Living House”. Kanisius. 2005. Yogyakarta.Rehoce (Regional Housing Centre). Singapura. 1993. Yayasan LPMB Tadgell. The History of Architecture in India. 1973. Arsitektur Masjid dan Monumen Sejarah Muslim. 1980. Menara Kudus. 2000 . Traditional Building of Indonesia.xtbook/KEPUSTAKAAN%20DAN%20SUMBER %20GAMBAR. vol. Thomas.1:Batak Toba. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press. The Malay House Rediscovering Malaysia’s Indigenous Shelter System. Arsitektur Tradisional Sumatra Utara.htm (2 of 3)5/8/2007 3:33:06 PM KEPUSTAKAAN DAN SUMBER GAMBAR Suáres. Yogyakarta. Kanisius. 1991. Christopher. Pertumbuhan dan Perkembangan Kota-kota Muslim di Indonesia dari abad XIII hingga abad ke XVIII. Archipelago Press . Yogyakarta.6 : Arsitektur. Viaro. Gadjah Mada University Press. volume 2.P. Kompendium Sejarah Arsitektur Indonesia. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. Yogyakarta. Kanisius. 1973.Sergeant. Indonesian Heritage.Vol.Alain.Vol. Jakarta. 2000. S. Tjahyono. ________. 1999.. Early Mapping of Southeast Asia. Roxane. Phaidon Press Limited. Periplus Edition. Malaysia: The Institut Masyarakat . _________. Urbanisme et architecture tradisionnels du sud de l’île de Nias.

Pertumbuhan dan Perkembangan Kota-kota Muslim di Indonesia dari abad XIII hingga abad ke XVIII. Walburg Grafische Diensten. hal. Gunawan (ed). volume 3.htm (3 of 3)5/8/2007 3:33:06 PM 1 Catatan Bab 1 1. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. Yogyakarta. Archipelago Press . hal. Indonesian Heritage.6 : Architecture .2 : Sejarah awal. Lobu Tua. Tjahyono. 1993. 1993 3. 88.------------------. Singapura. Guillot. John. Jakarta. 2000. Claude. Singapura hal. Jaargang 104. 2002. Yayasan Obor. 88. Pertumbuhan dan Perkembangan Kota-kota Muslim di Indonesia dari abad XIII hingga abad ke XVIII. Bab 2 1. Archipelago Press . 1973. 1993 6. hal 51-53. Archipelago Press . volume 3. 1973. ibid Bab 3 1.58.K 43-48. 2. 168 7. 5. hal. 2. vol. vol.45 4. Archipelago Press . Indonesian Heritage. lihat Domenig 1981 hal. Uka. hal. 147 3. Singapura. 1999.. hal. Tjandrasasmita. Lombart.122. hal. Miksic. Singapore. 6.2 : Sejarah awal. no. Indonesian Heritage. ibid 3. Early Mapping of Southeast Asia. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia.2 : Sejarah awal. Bulettin Koninklijke Nederlandse Oudheidkundige Bond (KNOB).. Soekmono. 1996. 1993. 2005. hal 14. Soekmono. Tjandrasasmita. Uka. Miksic. 2. 162 Bab 4 1. 9 . hal.. vol. Yogyakarta. 2000. Singapura. Miksic. 1993. hal. Thomas. Periplus Edition. vol. Indonesian Heritage. Kanisius. John. 1993. Kanisius. Nusa Jawa : Silang Budaya. Suáres. John. Sejarah Awal Barus. 1993. AL Zutphen file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20.xtbook/KEPUSTAKAAN%20DAN%20SUMBER %20GAMBAR.

. Budaya dan arsitektur Veda memberi pengaruh yang besar dalam arsitektur India. Steve Mouzon 6.34-39): Bab 7 1.htm (1 of 2)5/8/2007 3:33:07 PM 1 4. Tobing (1963:p. Handinoto dalam bukunya Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolonial Belanda di Surabaya) Bab 6. Leon Krier 5. Ir.2. dirangkum dari Architecture without Architects. Singapura hal. vol. cit. Tjahyono. Indonesian Heritage. Ir. House form and Culture. Gunawan (ed). 1964. raga-raga adalah benda yang dikeramatkan dari daun-daunan diletakan dalam keranjang kemudian digantungkan ke struktur atap rumah. 1. Archipelago Press .78). Amos. Bernard Rudofsky. Raga-raga ini dipercayai sebagai spirit untuk mengusir roh jahat atau gangguan dari luar yang mengancam keselamatan rumah.htm (2 of 2)5/8/2007 3:33:07 PM .6 : Architecture . 9 4. Handinoto dalam bukunya Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolonial Belanda di Surabaya) 3. o. harmyam (rumah dari batu dengan court yard pada tengah-tengah bangunan dan gotra (multi-dwelling complex dengan kandang untuk binatang). banyak manuscript yang ditulis dalam bahasa Veda menceritakan tentang benteng yang terbuat dari batu dan metal. 1993. London. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Note. Preentice Hall. Penjelajahan 1990-1995. op. Handinoto dalam bukunya Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolonial Belanda di Surabaya) 2. Academy Editions.p cit. 1969. sekaligus merupakan generasi ketiga arsitek Indonesia?. Ir. Bab 5 1. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Note. London 3. hal. Suku veda memiliki sejumlah kata-kata yang mengungkapkan berbagai jenis rumah termasuk chhardis (rumah dengan atap alang-alang). Rapoport. Suryono Herlambang dalam tulisannya pada buku AMI.