1

A. Sejarah Nusantara Ancangan Sejarah manapun

tidak

akan

mencapai

tujuannya

jika

tidak

memperhatikan faktor geografis.1
Berdasarkan latar belakang historis bahwa tata ”Nusantara” adalah sebuah kata majemuk yang diambil dari bahasa Jawa kuno. Kata ini terdiri dari kata-kata nusa yang berarti ‘pulau’ dan antara berarti ‘lain’. Istilah ini digunakan dalam konsep kenegaraan “Jawa” artinya daerah di luar pengaruh budaya Jawa. Dalam penggunaan bahasa modern, istilah nusantara biasanya meliputi daerah kepulauan Asia Tenggara atau wilayah Austronesia. Sehingga pada masa sekarang ini banyak orang menggunakan istilah geografis ini untuk menunjukkan sebagai satu kesatuan pulau di Nusantara termasuk wilayah-wilayah di Semenanjung Malaya (Malaysia, Singapura) dan Filipina bahkan beberapa negara di wilayah Indochina seperti Kamboja akan tetapi tidak termasuk wilayah Papua. Disisi lain, istilah geografis Nusantara saat ini sering diartikan sebagai Indonesia yang merupakan satu entitas politik. Fokus dari diskusi buku ajar ini adalah kepada istilah geografis Nusantara sebagai wilayah Indonesia pada masa sekarang ini. A.1. Sejarah Singkat Nusantara Wilayah Nusantara terletak pada persilangan jalan, antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, atau lebih khusus, Benua Asia dan Australia. Persilangan ini telah menjadikan wilayah Nusantara sebagai tempat persinggahan bagi pelayar dan pedagang terutama dari China ke India atau sebaliknya. Persinggahan para pelayar dan pedagang dari berbagai mancanegara telah menjadikan Nusantara sebagai tempat kehadiran semua kebudayaan besar didunia. Bukti-bukti penemuan artefakartefak seperti prasasti, uang logam dan gerabah memberikan informasi kehadiran bangsa-bangsa besar tersebut. Seperti prasasti berbahasa Tamil ditemukan di desa Lobu Tua pesisir Barat Sumatra (Barus)1, porselin dan gerabah Cina ditemukan di Palembang, nisan dan uang logam Arab ditemukan di Aceh. Dari penemuanpenemuan tersebut, para arkeolog dan sejarahwan menyusun kronologis sejarah Indonesia. Dapat dikatakan bahwa sekitar seribu tahun lamanya, dari abad ke-5 sampai ke-15, kebudayaan-kebudayaan India mempengaruhi Sumatra, Jawa dan Bali, dan Kalimantan bersamaan dengan dataran-dataran rendah yang luas di Semenanjung Indocina. Kebudayaan India ini awalnya pada penyebaran agama Hindu dan Buddha dan Islam di Indonesia. Di Jawa Tengah, candi Borobudur dan Prambanan adalah monumen yang sama nilainya dengan Angkor dan Pagan. Pada

abad ke-7 hingga ke-14, kerajaan Budha Sriwijaya berkembang pesat di Sumatra. Penjelajah Tiongkok I Ching mengunjungi ibukotanya Palembang sekitar tahun 670. Pada puncak kejayaannya, Sriwijaya menguasai daerah sejauh Jawa Barat dan Semenanjung Melayu. Pada abad ke-14 juga menjadi saksi bangkitnya sebuah kerajaan Hindu di Jawa Timur, Majapahit. Patih Majapahit antara tahun 1331 hingga 1364, Gajah Mada berhasil memperoleh kekuasaan atas wilayah yang kini sebagian besarnya adalah Indonesia beserta hampir seluruh Semenanjung Melayu. Warisan dari masa Gajah Mada termasuk kodifikasi hukum dalam kebudayaan Jawa, seperti yang terlihat dalam wiracarita Ramayana. Islam tiba di Indonesia sekitar abad ke-12, menggantikan Hindu sebagai kepercayaan utama pada akhir dekad ke-16 di Jawa dan

SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR NUSANTARA file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-1.htm (1 of 5)5/8/2007 3:32:52 PM SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR NUSANTARA Sumatra. Hanya Bali yang tetap mempertahankan mayoriti Hindu. Agama Islam ini dibawa oleh pedagang Arab dari Parsi dan Gujarat melalui pembauran. Kesultanan kecil Samudra Pasai disebelah utara Sumatra menjadi bandar yang ramai pada masa itu. Berdasarkan catatan Gastaldi (1548), seorang ahli kosmografi dan enjineer dari Italia, pelabuhan atau bandar kesultanan Samudra sebagai yang terbaik di pulau tersebut, dan melalui proses evolusi nama, istilah Sumatra dikenalkan pertama kali oleh orang Eropa Nicholò de’ Conti, sebelumnya Marcopolo menyebut dengan “Samara”, kemudian Friar dan Odoric menyebut dengan “Sumoltra”, Ibnu Battuta menyebut “Samudra”. kerajaan terpenting
2

Melalui evolusi yang sama, nama Borneo pada mulanya Kalimantan Barat.3Di kepulauan-kepulauan di timur,

adalah nama sebuah pelabuhan Brunei, yang pada masa itu merupakan nama di rohaniawan-rohaniawan Kristen dan Islam diketahui sudah aktif pada abad ke-16 dan 17, dan saat ini ada mayoritas yang besar dari kedua agama di kepulauan-kepulauan tersebut. Penyebaran Islam didorong hubungan perdagangan di luar Nusantara; umumnya pedagang dan ahli kerajaan lah yang pertama mengadopsi agama baru tersebut. Kerajaan penting termasuk Mataram di Jawa Tengah, dan Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore di Maluku di timur. Peradaban Eropa, hadir sejak abad ke-16, mula-mula dalam bentuk peradaban Iberia (Spanyol dan Portugis), kemudian Britania Raya, dan Belanda. Marcopolo menjadi

orang Eropa pertama yang bercerita tentang perjalanannya ke bandar-bandar pantai utara “Samara” pada tahun 1291. Mulai tahun 1602 Belanda secara perlahan-lahan menjadi penguasa wilayah Nusantara dengan memanfaatkan perpecahan di antara kerajaan-kerajaan kecil yang telah menggantikan Majapahit. Pada dekad ke-17 dan 18 Hindia-Belanda tidak dikuasai secara langsung oleh pemerintah Belanda namun oleh perusahaan dagang bernama Perusahaan Hindia Timur Belanda ( Verenigde Oostindische Compagnie atau VOC). VOC telah diberikan hak monopoli terhadap perdagangan dan aktivitas kolonial di wilayah tersebut oleh parlemen Belanda pada tahun 1602. Markasnya berada di Batavia, yang kini bernama Jakarta. VOC menjadi terlibat dalam politik internal Jawa pada masa itu dan bertempur dalam beberapa peperangan yang melibatkan pemimpin Mataram dan Banten. Setelah VOC jatuh bangkrut pada akhir dekad ke-18 dan setelah kekuasaan Britania yang pendek di bawah Thomas Stamford Raffles, pemerintah Belanda mengambil alih kepemilikan VOC pada tahun 1816. Pada 1901 pihak Belanda melancarkan Politik Etis ( Ethische Politiek), yang termasuk investasi yang lebih besar dalam pendidikan bagi orang-orang pribumi, dan sedikit perubahan politik. Di bawah gubernur-jendral J.B. van Heutsz pemerintah Hindia-Belanda memperpanjang kekuasaan kolonial secara langsung di sepanjang Hindia-Belanda, dan dengan itu mendirikan fondasi bagi negara Indonesia saat ini. Pada saat ini, Pemerintah Hindia Belanda mendirikan kota-kota dengan berbagai macam fasilitas seperti bangunan perkantoran, rumah sakit, bangunan ibadah (masjid dan gereja) dan lain sebagainya. Penetrasi Jepang di Asia Tenggara pada tahun 1941 disambut pada bulan yang sama dengan 1942. A.2. Geografi dan Lingkungan Nusantara beriklim tropis sesuai dengan letaknya yang melintang di sepanjang garis khatulistiwa. Dataran Indonesia kurang lebih 1.904.000 kilometer persegi terletak antara 60 garis lintang utara dan 110 garis lintang selatan serta 950 dan 1400 garis bujur timur. Dataran ini dibagi menjadi empat satuan geografis yaitu kepulauan Sunda Besar (Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi), Kepulauan Sunda Kecil (Lombok, Sumba, Sumbawa, Komodo, Flores, Alor, Savu, dan Lembata), Kepulauan Maluku (Halmahera, Ternate, Tidore, Seram dan Ambon), dan Irian Jaya beserta kepulauan Aru. Seluruh pulau di Indonesia termasuk dalam zona iklim khatulistiwa menerima bantuan Jepang untuk mengadakan revolusi terhadap pemerintahan Belanda. Pasukan Belanda terakhir dikalahkan Jepang pada Maret

htm (2 of 5)5/8/2007 3:32:52 PM SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR NUSANTAR Secara geologis. selain kekayaan bahasa. Polinesia dan Madagaskar sehingga memiliki banyak kesamaan warisan budaya. Flora dan fauna Indonesia sangatlah beragam jenisnya. Diantara puluhan ribu pulau tersebut terdapat lima pulau besar.dengan suhu yang hampir konstan serta dipengaruhi oleh angin musim dan angin pasat file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-1. Nusantara terdiri dari bentukan vulkanik dan nonvulkanik yang saling berjalin. dengan pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa. tercatat kira-kira 500 gempa bumi setahun. wilayah Nusantara juga merupakan wilayah yang rawan tsunami. A. Keragaman Budaya Indonesia memiliki 18. berdasarkan katalog gempa (1629 . di mana lebih dari setengah (65%) populasi Indonesia hidup dipulau ini. serta bahasa.3. Apabila setiap etnik memiliki satu karakteristik arsitektur vernakular. Setiap pulau memiliki kekhasan sendiri dan sering menjadi ikon dalam perkembangan wilayah atau daerah tersebut. kebanyakan orang Indonesia berbahasa Austronesia yang kelompok wilayahnya persebarannya meliputi banyak pulau di Asia Tenggara. Sejak akhir tahun 2004 hingga 2006 tercatat lebih dari 1000 kali gempa bumi. Indonesia juga kaya dengan keberagaman etnis. Sulawesi.018 buah pulau yang tersebar di sekitar khatulistiwa mulai dari 60 garis lintang utara dan 110 garis lintang selatan serta 950 dan 1400 garis bujur timur. Sumatra. maka terdapat kurang lebih 500 arsitektur vernakular di Indonesia yag merupakan kekayaan tiada tara bagi bangsa Indonesia. Selain gempa bumi. terakhir kali bencana tsunami yang paling besar terjadi akhir 2004 melanda wilayah Naggroe Aceh Darussalam. mitos. masingmasing etnis memiliki keunikan adat istiadat dan budaya yang sering direfleksikan dalam keunikan arsitektur lokal atau vernakular. terdapat kurang lebih 300 suku yang berbicara dalam 500 bahasa dan dialek. dan Irian Jaya. Selain itu. organisasi sosial. kepercayaan. sehingga Indonesia merupakan wilayah seismik paling aktif di dunia. yaitu: Jawa.2002) di Indonesia pernah terjadi Tsunami sebanyak 109 kali. Taiwan Mikronesia. Pengaruh budaya Austronesia pada budaya Indoenesia terlihat dalam budaya materi. . Kalimantan. sebagian dari Vietnam Selatan. Indonesia. Berdasarkan sosial linguistik.

htm (3 of 5)5/8/2007 3:32:52 PM SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR NUSANTARA Kemajuan maritim di China pada masa Dinasti Ming telah membawa pelayarpelayar tangguh mengarungi wilayah Nusantara. Jaringan ini telah berlangsung beratus tahun lamanya. Sebagai salah satu negara besar dengan konsep arsitektur timur yang kuat pernah menduduki Nusantara maka sangat penting untuk diketahui bagaimana sejarah perkembangan dan konsep arsitektur Jepang. Penetrasi politik Jepang selama 3. Indonesia dikategorikan sebagai negara besar yang cukup berpengaruh di Asia. beberapa peninggalan budaya yang nampak atas pengaruh yang pernah singgah masih ada seperti misalnya kebudayaan India pengaruhnya mencakup terhadap penyebaran dan perkembangan Hindu Buddha dan Islam di Indonesia yang bisa diketahui dari tinggalan budayanya yaitu arsitektur candi dan arsitektur masjid bergaya Moghul di Indonesia. Perdagangan silang antara China dan India telah membuat Nusantara dan Asia Tenggara menjadi tempat persinggahan setiap kali berlayar. makanan. Sama halnya dengan India. pengaruh kebudayaan China hingga sekarang ini masih sangat besar dapat terlihat dalam berbagai sapek kehidupan.B. sistem pertanian dan lain sebagainya. Terdapat banyak tinggalan sejarah yang mendapat pengaruh peradaban Cina di Indonesia terutama pada klenteng dan bangunan pertokoan yang tersebar pada kota-kota lama di seluruh wilayah Indonesia. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-1. akan tetapi kemiripan pada arsitektur vernakular yang sangat dipengaruhi oleh budaya Austronesia menjadi pembahasan yang menarik dalam buku ajar ini. Selain kedua bangsa Asia ini. Melalui propaganda militer ”saudara tua” Jepang dengan leluasa masuk ke wilayah Nusantara. atau lebih khusus. Persilangan ini telah menjadikan wilayah Nusantara sebagai tempat persinggahan bagi pelayar dan pedagang terutama dari China ke India atau sebaliknya. Benua Asia dan Australia. Pertukaran budaya terjadi dengan adanya interaksi perdagangan antara pedagang atau pelayar China dengan penduduk setempat yang disinggahi.5 tahun tidak banyak meninggalkan monumen atau tinggalan bangunan bersejarah di Indonesia seperti halnya India dan Cina. Dari luas dan letak wilayahnya. antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. kemudian Britania Raya. wilayah Nusantara terletak pada persilangan jalan. Pembahasan buku ajar ini selain . dan Belanda. Nusantara dan Jaringan Asia Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. kepercayaan. terdapat juga pengaruh lain dari berbagai budaya hebat di dunia seperti peradaban Iberia (Spanyol dan Portugis). bahasa. Budaya Jepang pertama kali masuk ke Nusantara pada sepertiga abad ke 20.

Arsitektur Nusantara. Sebagaimana diketahui bahwa sejarah budaya yang melahirkan peninggalan budaya termasuk arsitektur sejalan dengan periodisasi tersebut diatas. Zaman Islamisasi dan Zaman Modern. dan Arsitektur Asia : India. Hal ini ditunjukkan dari berbagai keterangan pada relief candi-candi dimana terdapat informasi tentang arsitektur lokal/domestik atau tradisional atau vernakular nusantara. Cina dan Jepang) di Indonesia juga membahas konsep dan perkembangan arsitektur di ketiga negara tersebut. Kemudian situs-situs megalitikum punden berundak di Leuwilang. Secara umum periodisasi sejarah budaya Indonesia dibagi atas tiga bagian besar yaitu Zaman Hindu-Budha. Cina dan Jepang mewakili pemikiran tentang arsitektur timur.menjabarkan sejarah perkembangan arsitektur di Indonesia yang mendapatkan pengaruh dari peradaban Asia (India. Sejarah Perkembangan Arsitektur Indonesia Perkembangan kebudayaan erat kaitannya dengan sejarah kebangsaan. Matesih. Indonesia dan Jaringan Asia C. tidak ada yang lebih dari 150 tahun. Sebenarnya terdapat satu zaman lagi sebelum zaman Hindu Buddha yaitu Zaman prasejarah akan tetapi pembahasan serta diskusi tentang zaman ini tidak banyak contoh yang tersisa dalam bidang arsitektur terutama pada masa prasejarah awal. arsitektur selama peradaban Islam (bisa termasuk arsitektur lokal atau tradisional.1 Perkembangan arsitektur mulai dari masa Prasejarah Akhir yang ditandai dengan ditemukannya kubur batu di Pasemah. dengan proses oksidentalisasi. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-1. Akan tetapi jikalau menilik usia dari bangunan vernakular yang ada di Indonesia. Gunung Kidul dan Bondowoso. Keberadaan arsitektur lokal yang identik dengan bangunan panggung berstruktur kayu telah ada sebelum atau bersamaan dengan pembangunan candi-candi.1. maka dapat dikategorikan sebagai arsitektur percandian. Gambar 1. dan pra modern) dan arsitektur modern (termasuk arsitektur kolonial dan pasca kolonial).htm (4 of 5)5/8/2007 3:32:52 PM SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR NUSANTARA Pembahasan pada buku ajar ini tentang perkembangan arsitektur Indonesia dapat diurutkan sebagai berikut : − Arsitektur vernakular − Arsitektur klasik atau candi . Pasirangin.

Kalimantan Timur. Prasasti dari kerajan tertua di nusantara ditemukan di Kutei. Arsitektur NUSANTARA PADA ERA Hindu dan Buddha A. bahkan ada nama candi di prasasti yang tidak bisa ditelusuri namanya dengan candi yang dikenal. Yaitu tugu peringatan upacara kurban. Peninggalan dari ketdua dinasti ini berupa prasasti dan candi. terdapat ratusan prasasti yang bercerita tentang kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha di Nusantara sekaligus juga bercerita tentang bangunan suci (candi). Selain peninggalan prasasti. sementara dinasti Syailendra menganut agama Buddha Mahayana atau Vajrayana. dan yang ada di Jawa Tengah Selatan bersifat Buddha Pembangunan candi terkait dengan kerajaan di Nusantara pada masa perkembangan agama Buddha dan Hindu di Indonesia. Prasati ni berbentuk ‘yupa’. Keluarga Sanjaya memiliki kekuasaan di bagian utara Jawa Tengah. terdapat pula candi-candi yang didalamnya terdapat arca yang menjadi bukti keberadaan kerajaan-kerajaan . dan keluarga Syailendra di bagian Selatan Jawa Tengah. Kerajaan Hindu dan Budha di Nusantara Selama era kerajaan Hindu dan Buddha terdapat dua dinasti yang berkuasa sekitar abad ke-8 hingga ke-10 yaitu dinasti Sanjaya dan Syailendra. Keberadaan kerajaan-kerajaan Hindu Budha dimasa lampau diketahui dari prasasti-prasasti. Dinasti Sanjaya beragama Hindu aliran Siwa. Terdapat ratusan prasasti-prasasti yang ditanda tangani oleh raja-raja yang berkuasa pada saat itu. candi yang ada di Jawa Tengah Utara bersifat Hindu. prasasti ini diperkirakan dibuat pada tahun 400 Masehi. Menurut bentuk dan tulisan yang digunakan. Setelah prasasti Kutei ini.− Arsitektur pada masa perabadan atau kebudayaan Islam − Arsitektur Kolonial − Arsitektur Modern (pasca kemerdekaan) File:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-1.htm (5 of 5)5/8/2007 3:32:52 PM . prasasti ini menceritakan sebuah kerajaan di Kalimantan timur (Kutei) diperintah oleh seorang raja bernama Mulawarman. Sehingga dari abad ke-8 dan ke-9. Umumnya prasasti tersebut dibuat pada abad ke-9.

dan Sriwijaya. 1024 M Budha Budha Budha Mataram.. Kerawang Budha Kaling. 600 M Muara Takus. Tabel 2. Jawa Tengah Tuk Mas.Hindu-Budha Sriwijaya 5 buah prasasti. Ada juga berita tentang keberadaan kerajaan tersebut berasal dari berita ekspedisi pada pendeta Buddha Tiongkok (Cina) ke nusantara misalnya berita dari pendeta I-Tsing yang menyebutkan keberadaan kerajaan Holing (Kaling). seperti kitab Pararaton dan juga kitab Negarakertagama.1. Tinggalan Sejarah Kerajaan-kerajaan selama era Hindu Budha Nama Kerajaan/ Dinasti Prasasti Arca/Monumen Candi Agama Kutei. 400-500 M . 2 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202.Batu Jaya. 1064 M Biara di Padang Lawas. 683 M Arca Buddha. Muara jambi. 400 M --Taruma-negara. Jawa Barat 7 buah prasasti Purnawarman. Buku atau kitab kuno juga merupakan sumber informasi keberadaan kerajaan-kerajaan di masa lampau.htm (1 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Berikut adalah rangkuman dari berbagai sumber terhadap beberapa prasasti dan candi peninggalan kerajaankerajaan pada era Hindu dan Buddha atau sebelumnya. Kalimantan Timur 7 buah prasasti Mulawarman. 650 M . kerajaan-kerajaan di Sumatera : Tulang Bawang (Sumatera Selatan). Jawa Tengah . Melayu (Jambi). Dari I-Tsing diketahui bahwa Sriwijaya merupakan pusat kegiatan ilmiah agama Budha pada masa itu.tersebut di masa lampau.

Hindu Hindu-Budha Dinasti Syailendra Kalasan.Dieng Hindu Hindu Kanjuruhan.Canggal. Borobudur. 778 M Kelurak. gempol-Pasuruan Hindu Hindu Keluarga Warmadewa Sanur. Pawon. 732 M Arjuna. Jawa Timur Sindok. Gunung Kawi. Tampak Siring Hindu Airlangga Pucangan.856 M Raja Balitung.b. 782 M Karang Tengah. Prambanan Plaosan Sewu. 809 M Lingga dan Yoni Gunung Wukir Kelompok C.c). Dinoyo.Padas. sekitar 929 M Pucangan. dikenal dengan . Mendut Budha Hindu-Budha Hindu-Budha Budha Keluarga Isana. dikenal dengan Prasasati Calcutta Arca Durga Ngetos. 914 M . 907 M Lingga Badut Wihara Ratu Boko Siwa. Jawa Timur/ Dinasti Sanjaya Kanjuruhan. 824 M Arca Tara Arca Manjucri Kalasan. Ngawi Gunung gangsir. Lorojonggrang. 760 M 3 prasasti (a.

1. 1104 . 1292 M Prajnaparamita (Ken Dedes) Joko Dolok Amoghapaca Kidal. 1. atau bahkan sebagai makam. 1354 M Candi Surawana dan Candi Tigawangi. Fungsi Candi Kata Candi pada umumnya dianggap berasal dari kata candikagrha.1365M Siwa Budha Hindu Hindu Hindu Hindu Hindu B. Dahulukala.Hindu Singhasari Wur are. Batusangkar Harihara Candi Sumberjati. 1333 M Adityawarman. Mojokerto Candi Panataran Candi Jabung.htm (2 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Majapahit Batutulis.Prasasati Calcutta Arca Wisnu dan garuda (garudamukha) Belahan. diduga abu dari jenazah seorang . Dewi Kematian dan Permaisuri Siwa.1289 M Pamalayu. nama tempat tinggal Candika. Bogor. 1268 M Jawi Singhasari Hindu-Budha Budha Siwa-Budha Siwa-Budha file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. 1427 M Jago. Jawa TImur Hindu Kerajaan Kadiri Sri Jayawarsa. secara harfiah Candi bisa ditafsirkan sebagai bangunan yang digunakan untuk keperluan pemakaman. Maka. Blitar Candi Anta Antapura Candi Rimbi.. Arsitektur Candi B.

2.raja dikubur dibawah bagian tengah candi (peripih). Arsitektur candi sering juga diidentikan dengan makna perlambangan Gunung Meru. Akan tetapi. lebih dari candi itu. Ketiga tingkatan ini. Bagian dan Konsep Arsitektural Candi file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Candi lebih diyakini sebagai kuil atau tempat pemujaan daripada sebagai makam. Arca tersebut diletakan di ruang tengah candi dahulu kala hanya Pendeta yang memimpin acara pemuajaan yang diperkenankan masuk kedalam ruang tersebut. candi juga difungsikan sebagai tempat pemujaan kepada para Dewa yang dilambangkan sebagai arca. struktur bangunan candi terdiri dari tiga bagian yang melambangkan kosmologi atau kepercayaan terhadap pembagian dunia sebagai satu kesatuan alam semesta yang sering disebut dengan ‘Triloka’ terdiri dari dunia manusia (bhurloka). B. Tatanan.htm (4 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Secara vertikal. dunia tengah untuk orang-orang yang disucikan (bhuvarloka) kemudian dunia untuk para dewa (svarloka). Gunung Meru . badan dan kepala. dalam struktur candi adalah digambarkan sebagai bagian kaki. Sehingga seringkali dulu candi digunakan sebagai tempat pemujaan dan memuliakan raja yang sudah meninggal. Candi dibangun bukan semata hanyalah sebagai makam atau tempat pemujaan dan memuliakan raja yang sudah meninggal. Dalam mitologi Hindu-Buddha.htm (3 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202.

peripih.  Peripih adalah sebuah peti batu yang digunakan awalnya sebagai tempat abu jenazah seorang raja. dan ekor seperti ikan. surai singa. Sedangkan Mekara adalah binatang mitologi berbelalai gajah. elemen atau bagian bangunan yang terdapat pada arsitektur candi baik candi Hindu dan Buddha yaitu kala-mekara. selain berbagai macam arca Budha dan para dewa yang terdapat di ruang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. perak. Teknik Konstruksi dan Pembangunan Candi . paruh burung nuri. Biasanya patung makara ditemukan pada gapura sebagian besar candi klasik awal. makara jarang ditemukan pada jaman klasik akhir di Jawa. peripih digunakan sebagai wadah untuk menaruh unsur-unsur yang melambangkan dunia materi : emas. lingga dan yoni. seperti di kompleks candi Padang Lawas. Pada bangunan candi di Indonesia.2 Hiasan mekara ini sering ditemukan baik pada candi Hindu dan Buddha. Di dalam peripih terdapat bagianbagian yang diatur dalam pola seperti mandala. stupa.  Lingga dan yoni adalah sepasang relief atau monumen yang terdapat pada candi Hindu Siwa. sembilan atau 25 titik. ratha (mahkota). 3  Stupa merupakan unsur perlambang Buddha dengan bentuk setengah bulatan mempunyai pengertian falsafah melambangkan “kubah syurga” (Dome og Heaven) atau melambangkan struktur kosmik yang menetap. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202.  Kala merupakan makhluk legenda yang diciptakan Siwa untuk membunuh seorang raksasa. tetapi di Sumatra. Lingga terdiri dari silinder terpadu atau berdiri diatas dasar yang disebut yoni. Kala ini diwujudkan dalam berbagai variasi bentuk seperti mahkluk aneh tanpa rahang bawah atau hiasan dengan satu mata.htm (6 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 B. yang semuanya merupakan lambang air dan birahi. batu akik dan biji-bijian yang diduga sebagai benda-benda upacara pemujaan. Keyakinan seolah-olah mengatakan bahwa gunung sebagai tempat tinggal para dewa. dimana didirikan perkiraan pada abad 10 mekara ini masih terus digunakan. Biasanya diletakkan di bagian atas candi.3.adalah sebuah gunung di pusat jagat yang berfungsi sebagai pusat bumi dan mencapai tingkat tertinggi surga. kemudian pada kenyataan lain.htm (5 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 dalam candi. perunggu.

kadang-kadang ditambah sedikit kapur seperti di Loro Joggrang. Pembagian kelompok arsitektur candi Melihat dari masa pembangunan candi-candi di Nusantara. teknik kontruksi candi agak sedikit berubah sejalan dengan peralihan pusat politik pada masa itu ke Jawa Timur. Setelah abad ke 9. ahli bangunan Jawa menggunakan teknik India mengenai dinding batu berdaun ganda.1250 M) yaitu candi-candi yang terdapat di Sumatera seperti candi-candi yang ada di . file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202.Bangunan candidi Indonesia umumnya dibangun dengan cara a joint vif.htm (7 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Pembangunan candi memiliki tata cara dn upacara ritual. Pada awalnya teknik penumpukan batu dilakukan dengan cara membuat perkuatan dengan memotong bagian balok batu untuk membuat semacam lidah dan tekukan yang saling mengunci dengan balok-balok yang bersebelahan baik secara mendatar maupun ke atas. Upacara yang dilaksanakan serigkali dicatat dalam tulisan batu (piagem) atau lempengan perak atau tembaga. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202.4. Tata cara urutan pembangunan candi seperti yang terlihat pada gambar berikut ini. Teknik ini memerlukan pembuatan sepasang dinding sejajar dan pengisian rongga diantaranya dari puing atau dari batu dengan bentuk yang tidak beraturan direkatkan dengan lumpur. dimana candi Prambanan dan Borobudur dibangun pada masa ini. Jawa merupakan satu-satunya wilayah di Asia Tenggara yang menggunakan cara konstruksi seperti ini.htm (8 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 B. kemudian masa Klasik Madya (900 M. maka dibagi atas tiga periode1 yaitu masa Klasik Awal (600 M-900 M). Pada awal abad ke-9. Kemudian peserta menghiasi diri dengan bunga dan pewarna dan batu suci diletakkan ditengah halaman candi yang yang akan dibangun. yaitu bebatuan yang saling ditumpuk diatasnya tanpa ada bahan pengikat. Lapisan luar batu biasanya diarahkan ke bagian luar dalam serangkaian bebatuan menggantung berjarak tidak rata yang menghasilkan kesan bagian luar bagikan dipahat atau di sesak. Pertama sekali bangsawan yang menyelenggarakan acara membagikan hadiahpada semua orang yang datang. Yang brinisiatif membangun candi pada pertama kalinya adalah bangsawan (orang suci) dengan mengajak orang-orang di kampungnya (sekelilingnya) untuk bergotong royong membangun candi.

diperkirakan di candi tersebut pernah terdapat arca atau lingga yang akan dimandikan dengan upacara khusus.htm (10 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 menembus tembok. Begitu pula halnya dengan candi Bima dimana pada awalnya sama dengan bentuk candi dari provinsi Orissa di India. dan Muara Jambi. Soekmono membagi menjadi tiga jenis yaitu jenis Jawa tengah Utara mewakili agama Hindu (Siwa). Candi Badut.Padang Lawas. Candi di wilayah ini merupakan pemujaan terhadap Siwa dengan bentuk mendekati tipe candi di India. Muara Takus. akan tetapi kemudian banyak mengalami perubahan sekitar tahun 800 M disesuaikan dengan penggunaannya oleh penganut Budha. Candi-candi di Jawa Tengah Utara merupakan candi pada masa klasik awal. karena berasal dari jaman setelah berpadunya keluarga Sanjaya dan keluarga Syailendra sehingga susunannya terlihat sebagai kelompok candi di Jawa Tengah Selatan akan tetapi keagamaannya mewakili agama Hindu. dengan pengaturan bilik dan saluran air suci file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Pengelompokkan ini sejalan dengan pengelompokkan candi berdasarkan masa pembangunannya. kelompok candi Gedong Songo di lereng gunung Ungaran. Candi-candi yang dibangun pada Masa Klasik Akhir (1250 M – 1500 M) umumnya terdiri dari konstruksi bata yang secara meluas banyak terdapat di Jawa Timur dimana candi berundak di lereng gunung popular pada akhir periode ini.htm (9 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 jenis Jawa Tengah Selatan mewakili agama Budha (Mahayana) dan jenis Jawa Timur mewakili aliran Tantrayana (baik Siwa maupun Budha). sebagai contoh yaitu candi Arjuna yang merupakan kelompok candi Dieng. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Dahulunya. Jika dilihat dari sudut pengelompokkan langgam atau jenis serta agama yang mewakili keberadaan candi tersebut. upacara ini mirip dengan upacara Siwais dengan cara yang sama seperti candi-candi Palawa di India selatan. Beberapa candi yang terpenting lain pada masa dan wilayah ini adalah Candi Gunung Wukir dekat Magelang (732 M). dekat Malang (760 M). Dalam hal ini kellompok candi Loro Jonggrang meruipakan perkecualian.htm (11 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Candi-candi di Jawa Tengah Selatan merupakan candi-candi Budha pertama di Jawa atau dikategorikan juga .

sering tipe candi di kedua wilayah ini disatukan.2. Candi-candi terpenting di Jawa Timur adalah candi-candi di sekitar Malang : candi Kidal (candi Anusapati).htm (12 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Sebenarnya.htm (14 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Perbedaan dari kedua tipe candi antara dua wilayah ini dijelaskan pada tabel 2.sebagai candi pada masa Klasik awal. Candi yang termasuk adalah candi Kalasan. Kemudian candi Jawi dekat Prigen. dan memang kemudian pengruh Budha juga terdapat pada candi-candi di Jawa tengah Utara. Misalnya. terdapat perbedaaan yang cukup signifikan antara candi Jawa Tengah Utara dengan candi Jawa tengah Selatan karena perbedaan peruntukan bangunan keagamaannya.2. hanya candi di Jawa tengah Selatan lebih mewah dan lebih megah dari segi bentuk dan hiasan daripada candi di Jawa Tengah Utara. Bentuk dan Tipe candi Jawa Tengah Bentuk dan Tipe candi Jawa Timur − Bentuk bangunan candi lebih tambun/lebar − Atapnya nyata berundak-undak − Puncaknya berbentuk ratna atau stupa . candi Singosari (candi Krtanagara). candi Sari di dekat candi kalasan. Perbedaan bentuk dan langgam candi Jawa tengah dan Jawa Timur. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Sehingga akhirnya bisa dikatakan tidak ada perbedaan yang mendasar antara candi di Jawa tengah Utara dengan candi di Jawa tengah Selatan.htm (13 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. dekat Yogyakarta (778 M). dan sebagian besar menghadap ke barat. candi Jabung dekat Kraksaan. kelompok candi Plaosan disebelah timur candi Sewu. Oleh karena itu. kelompok candi Dieng dan kelompok candi Gedung songo yang merupakan candi Hindu didalamnya terdapat yoni dan lingga. kelompok candi Sewu di dekat Prambanan. perbedaan yang mendasar terlihat dengan candi di Jawa Timur. dominasi candi Budha di Jawa tengah Selatan telah memberikan image bahwa candi di Jawa tengah adalah candi budha. Akan tetapi kemudian. candi Borobudur. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. candi Jago disebut juga candi Wisnuwardhana. Tabel 2. candi Mendut di sebelah timur Borobudur. kelompok candi Panataran dekat Blitar.

Kelompok ini dimasukan kedalam candi pada masa klasik akhir. Pentirtaan dan Candi padas yang terkenal adalah candi belahan di lereng gunung Penanggungan dekat . dan pintu serta relung hanya ambang atasnya saja diberi kepala Kala − Reliefnya timbul sedikit saja dan lukisannya simbolis menyerupai wayang kulit − Letak candi di bagian belakang halaman − Kebanyakan menghadap ke Barat − Kebanyakan terbuat dari bata − Kebanyakan terbuat dari batu andesit file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Salah satu Bangunan biaro (berasal dari kata vihara) di Padang Lawas memiliki hiasan singa yang mirip dengan ukiran di Polonaruva. ibukota Sriklanka abad ke-11. seorang putra Pangeran Jawa yang pindah dan mendirikan kerajaan di pedalaman Sumatra. Diperkirakan bahwa keberadaan candicandi ini berhubungan erat dengan kerajaan Adityawarman.htm (15 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Sumber : Soekmono.htm (16 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Selain kedua bentuk dan langgam diatas. Padang Lawas) diserang oleh kerajaan Cola (India Selatan) pada tahun 1025. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Bukti sejarah berupa prsasasti Adityawarman mengungkapkan beberapa fakta sejarah di pedalaman sumatra saat itu. Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-11 dan ke13 merupakan tempat pemujaan dari batubata aliran Budha esoterik. candi-candi di Padang Lawas terdapat beberapa candi yang digolongkan sebagai candi pada masa klasik madya. Selain prasasti. terdapat tipe lain dari candi yang berbeda yang sering disebut dengan pertirtaan dan candi padas.2. terdapat cerita sajarah Kerajaan Pannei (di daerah sekitar sungai Panai.− Gawang pintu dan relung berhiaskan kala mekara − Reliefnya timbul agak tinggi dan lukisannya naturalistik − Letak candi di tengah halaman − Kebanyakan menghadap ke Timur − Bentuk bangunan candi lebih ramping − Atapnya merupakan perpaduan tingkatan − Puncaknya berbentuk kubus − Makara tidak ada. hal 86 Di pulau Sumatra seperti candi Muara takus. 1973. vol.

Mojokerto. dan gunung kawi di Tampaksiring (Bali). pada tahun 1297 di Samudra. Malaka timbul sebagai pusat perdagangan dan pangkal penyebaran agama Islam. Selain candi Waringin Lawang di Majapahit.htm (17 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Jenis gapura kedua. . candi Tikus di bekas kota Majapahit (abad ke-14). Madura yang menjadi titik pertemuan dan penyebaran Islam di nusantara. Demak. kemudian singgah di Peureula’. Pasai. bagian utara Sumatera (Aceh). Dalam ekspedisi Marco Polo dari Tiongkok ke Persia tahun 1292. ditemukan makam raja Islam. Pada masa tersebut terdapat beberapa kota-kota pelabuhan seperti Barus. Pada awalnya kedatangan Islam ke nusantara melalui pembauran para pedagang yang berasal dari Gujarat. pada waktu itu dijelaskan bahwa terdapat penduduk yang beragama Islam dan juga pedagang-pedagang dari India yang giat menyebarkan agama tersebut walaupun disekitar kota masih banyak yang belum memeluk Islam. sebuah wilayah di bagian barat India. sebuah kerajaan di Aceh. Dari bukti sejarah ini. candi Plumbangan. salah satunya makam Sultan Malik alSaleh. disimpulkan bahwa Kerajaan Samudra menjadi kerajaan Islam yang pertama di Nusantara. dikenal dengan candi berundak. terdapat dua jenis gapura yaitu yang pertama. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. juga terdapat di Kapal. bagian pintu keluar masuk yang mana bagian tubuhnya terdapat lobang pintu. Kemudian ada lagi jenis bangunan candi yang berupa gapura.htm (18 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM . Pada awal abad ke-15. Arsitektur NUSANTARA pADa masa perkembangan ISLAM A. Tak lama setelah persinggahannya tersebut. rupanya seperti bangunan candi yang dibelah dua atau disebut juga dengan candi bentar yang biasanya identik dengan seni bangunan pada masa Majapahit. Kerajaan Islam di Nusantara Islam masuk ke Indonesia kurang lebih abad ke-13 sangat terkait dengan perkembangan perdagangan di wilayah Nusantara. dan candi Bajang Ratu. misalnya candi Jedong. Samudra menjadi pelabuhan niaga yang terpenting di Nusantara hingga akhir abad ke-14. Bali. Banten.

yang mana masing-masing dikaitkan dengan pola perkembangan. Kerajaan Goa menjadi kerajaan besar Islam pada masa itu. dan di daerah pantai Timur Sulawesi serta Sulawesi Utara. melainkan mereka sangat mempertahankan kesinambungan dengan masa sebelumnya seraya memperkuat peralihan dan perluasan pemerintahan Hindu terdahulu. boleh dikata bahwa Islam telah tersebar dan mulai mengakar di Nusantara. yaitu Ternate (1430) yang meluaskan ajaran Islam hingga ke pantai timur Sulawesi. Kejayaan Malaka mencapai daerah Riau (Kampar. kerajaan Majapahit mendekati masa punjak kejayaannya dibawah pemerintahan raja Hayam Wuruk (1611). dan juga Filipina. Atas kegiatan orang-orang Bugis. Dari Ternate (Kesultanan Ternate dan Tidore). Islam meluas meliputi pulau-pulau di seluruh Maluku. hingga akhir abad ke 16. Indragiri). Majapahit digantikan kedudukannya oleh Kerajaan Demak yang kemudian meluaskan agama Islam ke seluruh Jawa hingga bagian selatan Kalimantan sehingga tersebut kerajaan Mataram dan Banten menjadi kerajaan Islam yang besar setelah Demak.Sementara di bagian Timur Nusantara timbul pula pusat kegiatan Islam. akan tetapi tidak lama bertahan hingga Portugis menakhlukan Malaka pada tahun 1511. Di pulau Jawa. Pada abad ke-16 juga timbul kerajaan Brunei yang meluaskan ke Islaman hingga bagian barat Kalimantan. Demikian pula. 1 Penyebaran Islam keseluruh Kepulauan Indonesia terbagi dalam tiga tataolahsejarah berbeda (three dintinct historical processes). Namun di Jawa. maka Islam masuk ke Kalimantan Timur dan Sulawesi Tenggara dan juga beberapa pulau di Nusa 2 3 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. Pendirian negara Islam di Sumatera utara mencerminkan pemunculan pemerintah baru bukan melalui penakhlukan atau peralihan kerajaan yang ada. Sementara di Indonesia timur . Demikianlah.htm (1 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 Tenggara. Elit politik baru tidak sepenuhnya merombak ideologi ataupun lambang penampilan luar penguasa lama. penguasa Islam menggantikan kekuasaan politis raja Hindu.

Pertumbuhan Kota-Kota Islam Awal Salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan kota pertama di Indonesia adalah peningkatan perdagangan kelautan Asia secara umum pada abad ke-13 dan ke-14. istilah ”kota” dalam babad tanah Jawi padanannya khita. Disamping itu pusat kerajaan Islam yang tumbuh setelah pudarnya kejayaan kerajaan Hindu Budha menjadi bandar-bandar baru sebagai titik pintu masuk menuju perairan internasional bersamaan dengan perkembangan kota-kota pelabuhan yang mulai dikuasai oleh Potugis dan VOC. vesting. tetapi kemudian menjadi pusat masyarakat. kuta. 3 Kemudian dalam bahasa Hindi. cicade (Portugis). Pusat kerajaan Hindu dan Budha yang sebelumnya menjadi tempat tujuan dan persinggahan dari pedagang dan biksu China maupun India seperti Sriwijaya/Palembang.2 B. perdagangan rempahrempah dari nusantara ke beberapa negara Asia seperti India dan China mengalami kemajuan yang pesat sementara bangsa Eropa mulai menapak kakinya menguasai pusat pemasok utama rempah-rempah saat itu di Banda. dan sekarang mencakup konsep kota Metropolitan. Sebutan kuto ini memiliki persamaan dengan kata yang lazim didapatkan dalam bahasa Belanda sebagai burcht. Sebutan kuto dalam beberapa sastra Jawa Kuno dan Jawa Peralihan juga dicantumkan seperti dalam Kitab Bomakywya. Bharatayuddha. Pada masa itu. Ramayana. stad (Belanda). raja-raja dengan mudah beralih ke Islam. dan Pararaton. istilah yang sering digunakan sebelumnya pada masa Hindu. vesterkte legerplaats.(Kalimantan. kuto dan negeri. Bukti kebahasaan sering dikaitkan dengan kemunculan tradisi pemukiman perkotaan di Asia Tenggara. ”kota” semula menggambarkan pemukiman bertembok atau benteng. Dari bukti kebahasaan . kaasteel. Sebutan Bandar sering digunakan untuk kota-kota pelabuhan saat itu. kata ini berasal dari bahasa Persia yang berarti ”pelabuhan dagang resmi” diterjemahkan secara bebas sebagai town dan city dalam bahasa file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. Sulawesi dan Maluku). Sementara. tidak ada perubahan berarti dalam hukum dasar negara (kerajaan).htm (2 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 Inggris. Mataram dan Trowulan telah tumbuh menjadi pemukiman perkotaan.

Gersik. kota sebagai pelabuhan dagang dengan pintu masuk menuju jalur perairan internasional. Jepara. Perkembangan file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. Pertumbuhan kota dan permukiman pada kedua kota memiliki karakteristik dan pola sendiri. Sementara disepanjang pantai utara digambarkan sebagai masyarakat kosmopolitan dengan sederet bandar perdagangan yang lebih cenderung memandang ke luar daripada ke dalam. Surabaya. tampaknya ada dua jenis kota yang muncul. Sedangkan kota jenis kedua. Banjarmasin. Perkembangan kota-kota pesisir ini mendapat dukungan dari Pemerintah Hindia . pertama. Makassar. kota sebagai pusat administratif dengan daerah pertanian yang makmur. Kota yang terletak di pesisir dan muara-muara sungai besar disebut sebagai pusat Kerajaan Maritim berfungsi sebagai pelabuhan atau titik masuk dan keluar pelayaran seperti Sriwijaya/Palembang. Batavia. Banten. Kota pesisir di utara pulau Jawa dalam sejarah sangat berbeda dengan daerah pedalaman. dan kedua. kota yang berada di pedalaman (hinterland) seperti Pagaruyung. Aceh/Pasai. Tuban. Jambi dan Mataram. Demak. Pada saat itu. Ternate dan Banda. Semarang.htm (3 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 perdagangan monopoli rempah oleh Persekutuan Dagang Hindia Timur (VOC) juga mempengaruhi perkembangan kota-kota tersebut di atas pada masa pendudukan Belanda.tersebut diketahui ada dua model kota yang dilihat dari pola modern kehidupan kota yaitu pelabuhan dan benteng. Kota pedalaman dicirikan dengan kota dengan istana yang memiliki upacara yang rumit dengan arsitektur yang didasarkan pada penduduk yang bermata pencaharian utama pertanian.

dari sudut ekonomi. Selain itu. tempat peribadatan (mesjid). Cirebon. Umumnya kota-kota di Jawa mengikuti poros utara-selatan. kelompok bangunan keraton. Parsi. Di Aceh. pasar. perkampungan. Kampung Makasar. kampung pendatang juga dikelompokkan berdasarkan pekerjaannya seperti kampung Pande ( tukang). Ternate. Bugis. Demak. Dari beberapa keterangan. politik dan ekonomi. adalah sebutan untuk kampung para pembuat periuk belanga (a jun). juga tidak terlepas dari faktor magis-religius atau unsur kosmologi. dan lain-lain biasanya dihubungkan simbol meru dalam mitologi Hindu. maupun dari Gujarat. dan Banjar dan lain sebagainya. tempat raja atau penguasa yang biasanya terletak di bagian selatan. dan Cina (perkampungan dan pasar berada di luar pagar keliling. ada yang disebut dengan Panjunan. Demak. Elemen lain dalam kota masa Islam awal adalah lebuh file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. Sehingga pada saat itu terdapat sebutan Kampung Melayu. Banten) ada juga yang tidak berpagar keliling (kota Majapahit.htm (4 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 agung atau alun-alun. Banda. Cirebon. terhadap beberapa kota tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa morpologi kotakota pada masa pertumbuhan dan perkembangan Islam di Nusantara mempunyai ciri antara lain : ada yang berpagar keliling/benteng (Yogyakarta. Pembuatan pagar keliling masa itu ber fungsi sebagai benteng pertahanan terhadap gangguan dari luar kota. Benggala dan Cina. Aceh. Biasanya perkampungan pendatang atau pedagang baik dari wilayah Indonesia yang lain. Seperti halnya pada pendirian kota kerajaan di Indonesia seperti Yogyakarta. Surakarta. lapangan yang terletak di tengah-tengah kota dan berfungsi sebagai tempat . Demikian pula kampung pendatang dari luar wilayah Indonesia dikenal dengan nama kampung Gujarat. Kemajuan kota-kota tersebut selain didukung oleh faktor geografi. Arab.Belanda sehingga pada abad ke-17 berkembang pesat dapat dilihat dari perwujudan arsitekturnya. Surabaya). pagar keliling diperlukan sebagai tempat pemungutan bea-cukai barang-barang dagangan yang keluar masuk kota. map. Gersik. begitu pula halnya di kota Cirebon. lukisan. Banten. Surakarta. Pengelompokan perkampungan pendatang ada yang berdasarkan etnis dan ada juga yang berdasarkan pekerjaannya. Arab. Tuban.

masyarakat pertanian melanjutkan penyesuaian susunan ruang sejenis ”mandala” pada zaman Hindu-Budha. Makam yang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. Jawa Timur. sehingga peralihan dari zaman Hindu-Budha ke era Islam memberikan suatu warna eklektisme seperti halnya yang terlihat peninggalan yang tersisa pemakaman Imogiri di Yogyakarta.4 Makam yang lain ditemukan di Aceh diyakini sebagai makam penguasa pelabuhan Samudra di pantai utara Aceh. Perekembangan pesat pada kota-kota pelabuhan dagang Islam membentuk titik perhatian utama pembaharuan arsitektur dan pembangunan kota saat itu. mesjid. Masjid Kudus. Batu nisan Islam tertua di Indonesia adalah nisan seorang wanita bernama Fatimah binti Maimun bin Habatallah ditemukan di Leran Surabaya sebelah barat. Makam dan Pekuburan Orang Islam Masa Islam Awal ditandai dengan ditemukannya bentuk monumen seperti makam. Dari segi perletakan.htm (5 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 masih terawat hingga saat ini adalah makam Malik Ibrahim yang meninggal tahun 1419 di Gresik. Beberapa makam berasas Islam yang ditemukan diperkirakan dibangun pada masa sebelum masyarakat Indonesia sepenuhnya beralih ke Islam. Akan tetapi tidak ada informasi yang detail mengenai wanita tersebut. Islam datang ke Indonesia tidak menyebabkan revolusi dalam gaya bangunan. Surakarta. . Istana Keraton Yogyakarta. masjid menggantikan candi sebagai titik utama kehidupan keagamaan. Makam tidak pernah ditemukan dalam lingkungan istana setempat. Cirebon.berkumpul atau upacara ritual kerajaan/kota dan kegiatan hiburan. Sementara itu. dan seringkali terletak di tanah lapang di luar desa/kota bersangkutan. Deli dan Ternate. Jawa Timur. C. kuburan dan keraton. makam kadang-kadang berada di dekat mesjid.

begitu juga dari segi letak. Kronologis perkembangan arsitektur masjid Mesjid-mesjid kuno di Indonesia menunjukkan kekhasan yang membedakannya arsitektur mesjid-mesjid di . sedangkan jenis yang satu lagi lebih umum disebut sebagai bentuk jada atau club. Pada awalnya mesjid didirikan sebagai tempat ibadaah. alun-alun. D. dan tempat tinggal para bangsawan.htm (6 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 Berdasarkan uraian tentang kota-kota pada masa pertumbuhan dan perkembangan Islam awal dijelaskan bahwa mesjid menjadi tempat peribadatan menggantikan fungsi candi pada masa tersebut. Mesjid sebagai tempat suci file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. pendirian mesjid juga di inisiasi oleh Sultan atua Raja. Dari keterangan dan data sejarah disebutkan bahwa pada sebuah kota pusat kerajaan terdapat beberapa buah mesjid disamping beberapa langgar atau surau atau meunasah. pusat kota kerajaan terdiri dari bangunan keraton/istana. D. Menurut babad. hukum Islam. Letak mesjid di kota-kota pusat kerajaan di Jawa disebelah barat alun-alun dan tidak terpisahkan dari komponen inti kota yaitu keraton. mesjid juga digunakan sebagai pusat kehidupan masyarakat yang berhubungan urusan keagamaan seperti wakaf.Tidak ada bentuk dan hiasan makam yang spesifik. mesjid-mesjid kuno yang didirikan di bawah pimpinan Wali Sanga secara gotong royong adlah mesjid Agung Demak dan Mesjid Agung Cirebon.1. dan Semenanjung Malaka pada abad ke-15 dan 17. seringkali dekat dengan istana. zakat. Jenis ini dipakai oleh orang-orang sepanjang Sumatera. Beberapa makam para sufi atau ulama sperti di Jawa dikenal dengan 9 wali menjadi tempat berziarah hingga saat ini. Di Sumatera. masjid. diperkuat dengan unsurunsur tradisional yang memandang raja atau sultan dan wali sebagai orangorang magis. dekat kepulauan Riau. 5 Bentuk dan makam di Jawa dipengaruhi oleh budaya Hindu yang berkembang pada masa sebelumnya. terukir dengan ayat-ayat yang diambil dari Al Quran serta dibubuhi ragam hias yang disebut sayap. Dahulu. sejalan dengan perkembangan politik dan pemerintahan. salah satu ciri utama bentuk makam yaitu balok batu persegi panjang yang menyerupai bangunan. peradilan. Biasanya inisitaif dari mendirikan mesjid mula-mula timbul dari sultan atau wali.

Kekhasan gaya arsitektur mesjidmesjid kuno ini dinyatakan oleh bentuk atap tumpang atau bertingkat 2. denahnya persegiempat atau bujursangkar dengan serambi di depan atau di samping. fondasinya pejal dan tinggi. Padang Pariaman. Kalimantan Agung Anke di Jakarta Sumenep di Madura Angke dan Marunda di Jakarta Agung Demak Agung Banten Baiturrahman pada masa Sultan Iskandar Muda di Ternate tahun abad ke 19 (sebelum perubahan) file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. dengan puncaknya dihiasi mustaka atau memolo.htm (9 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM .negeri Islam. arsitektur lokal serta arsitektur Cina.Jawa Tengah • Masjid Sendang Dawur di Lamongan. Cirebon • Masjid Mantingan di Jepara. Medan • Masjid Agung di Palembang • Masjid Al Azhar di Jakarta • Masjid Agung Yogyakarta • Masjid Syuhada Yogyakarta • Masjid Agung di Banyuwangi file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. Tanah Datar di Sumatera Barat • Surau Syeh Burhanuddin. Langkat • Masjid Raya Al Maksum di Deli. arsitektur mesjid-mesjid yang mendapat pengaruh arsitektur India.htm (8 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 Kemudian. Deli • Masjid Azizi Tanjung Pura. Timur Tengah dan Kolonial Belanda. di Kudus. di Ulakan.htm (7 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 • Masjid • Masjid • Masjid • Mesjid • Mesjid • Mesjid • Mesjid • Mesjid Sultan Abdul Rahman. pada bagian depan atau samping terdapat parit berair (kulah) serta gerbang. Sumatera Barat. Jawa Tengah • Masjid Lima Kaum. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. Umumnya mesjid tua di Jawa berciri seperangkat empat tiang yang dikenal dengan saka guru seperti : • Masjid Menara Kudus.5. Mesjid-mesjid kuno pada awal perkembangan Islam yang mengadopsi konsep-konsep arsitektur Candi (Hindu/Budha). Beberapa mesjid yang mendapat pengaruh gaya ini adalah : • Masjid Raya Baiturahman di Aceh • Masjid Raya Al Osmani di Labuhan. sekitar awal abad ke-19.3.

Namun. terdapat didalamnya mihrab dan mimbar − Mihrab. selasar atau koridor yang mengelilingi ruang utama. Pada masa ini arsitektur mesjid dipengaruhi oleh gaya modern yang berkembang pada masa itu. bilik berbentuk kotak. ruang utama tempat sholat. Bagian dan Konsep Arsitektural Mesjid Arsitektur mesjid di Indonesia beragam. pada umumnya arsitektur mesjid Indonesia mempunyai konsep dan elemen sebagai berikut: − Ruang Utama. berdindingkan pagar atau terali sehingga tembus pandang yang diperuntukan khusus untuk pemimpin pada waktu sholat − Halaman Terbuka.2 Perkembangan mesjid sangat pesat setelah kemerdekaan Negara Indonesia. tidak ada suatu rancangan atau pola tertentu yang mengikat.Silaban. − Maksurah. − Menara (minaret). kemudian masjid Salman di Bandung. bangunan tinggi tempat muazin mengumandangkan azan.htm 3:32:55 PM 2 (10 of 14)5/8/2007 − Serambi. bagian dari masjid yang berupa lapangan terbuku biasanya dibangun tamana dan sebuah kolam atau pancuran air sebagai tempat bersuci file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. Tatanan. biasanya tidak berdinding penuh atau hanya dibatasi tiang saja. ruang tempat berdiri imam ( pemimpin sholat berjamaah ) yang berbentuk ceruk atau relung di dinding sisi Kiblat − Mimbar. kursi atau singgahsana atau tahta tempat para pemimpin memberikan atau menyampaikan masalah-masalah kepada umat atau rakyat. dan masjid Agung di Jember D2. Mesjidmesjid pasca kemerdekaan Indonesia awal yang menonjol yaitu Masjid Agung Istiqlal Jakarta dirancang oleh arsitek F. .

− Tempat bersuci, tempat mengambil wudhu sebelum masuk ke dalam Masjid berupa kolam, pancuran dan kamar mandi Dibagian belakang dan samping mesjid kuno di Indonesia biasanya terdapat pula makam raja-raja atau sultan-sultan, anggota keluarga raja dan orang-orang yang dianggap keramat, H.A.R Gibb dan Kramer6 menjelaskan mengutip dari Masjid makam ini digolongkan sebagai masyhad, contohnya mesjid Demak, mesjid Kadilangu, mesjid Ampel, mesjeid Kuto Gede, Mesjid banten dan sebagainya.

E. Istana Kerajaan Islam

Keraton atau istana selama masa Islam tumbuh subur di Indonesia meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sumbawa, Sulawesi dan Maluku. Setiap raja, besar atau kecil, membangun gugus bangunan lambang kejayaan dan kekuasaan. Umumnya keraton atau istana berada di dalam pagar keliling dan di pusat kota kerajaan. Sehingga terdapat perbedaan di antara dunia ” dalam” dan dunia ”luar” yang diwakili oleh istana (di Jawa terkadng dikenal dengan Dalem) serta lingkungan alam sekitar di luar istana. Pagar keliling tersebut juga membedakan antara ruang yang sakral dan profan. Lingkungan di dalam istana dikenal sebagai ruang yang bersifat sakral, beradab dan halus, dan lingkungan di luar istana sebagai sesuatu yang liar, kasar dan profan. Tata letak istana/keraton diibaratkan berporos pada gunung yang suci atau berada dalam satu garis imajiner dengan gunung dan laut, seperti halnya yang terjadi di Jawa, Sumatera, Sumbawa, dan ternate, dibelakang keraton/istana terdapat gunung yang dianggap suci. Didalam satu kompleks istana terdapat beberapa bangunan yang mana orientasi atau penempatannya mengekspresikan perumpamaan tingkatan atau hierarki dalam masyarakat tersebut. Hal ini terlihat dalam kompleks keraton Yogyakarta. Di Sumatera, terdapat beberapa istana Kerajaan Islam yang berkuasa pada masa lampau. Sekarang ini masih terdapat beberapa peninggalan bangunannya meskipun kekuasaan raja telah hilang karena
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203.htm 3:32:55 PM 2 (11 of 14)5/8/2007

perubahan sistem pemerintahan di perkecualian Kesultanan Yogyakarta.

negara

Indonesia,

dengan

Seperti halnya dengan mesjid, hampir tidak ada suatu pola khusus dalam rancangan istana. Unsur arsitektur lokal dan kolonial mendominasi konsep arsitektural istana pada abad ke-19 dan ke-20, seperti yang terlihat bangunan istana di Sumatera dan Ternate.
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203.htm 3:32:55 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203.htm 3:32:55 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203.htm 3:32:55 PM (12 (13 (14 of of of 14)5/8/2007 14)5/8/2007 14)5/8/2007

Arsitektur VERNAKULAR INDONESIA
A. Sejarah Indonesia Perkembangan

Arsitektur

Vernakular

A.1. Hubungan Austronesia dan Indonesia Berdasarkan linguistik, kebanyakan orang Indonesia berbahasa Austronesia, suku bangsa ini memiliki kekayaan 700 - 800 bahasa tersebar pada banyak pulau di Asia Tenggara, termasuk pula Vietnam Selatan, Taiwan, Mikronesia, Polinesia dan Madagaskar. Selain kekayaan bahasa, juga memiliki kekayaan dari budaya materi seperti arsitektur. Budaya Austronesia diperkirakan berasal dari masyarakat yang hidup disepanjang sungai di Cina Selatan dan Vietnam utara sekitar pertengahan abad ke-4 SM. Persebaran orang-orang ini dari tanah leluhur berlangsung sekitar 6.000 tahun yang lalu, dan memuncak sekitar 500 M dengan menyebarkan penggunan bahasa Austronesia ke sekeliling dunia.1 Pengaruh budaya Austronesia terlihat dalam budaya materi, organisasi sosial, kepercayaan, mitos, dan bahasa. Pengaruh

yang tampak dalam budaya materi adalah pengetahuan bercocok tanam padi, irigasi, beternak kerbau dan

4
2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204.htm (1 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2

kambing, penggunaan logam yang sederhana, dan pelayaran. Termasuk pula budaya berburu, mendirikan megalit, upacara ritual kematian, berlayar, menenun, membuat gerabah juga peralatan kampak batu untuk bertukang dan sebagai peralatan memotong. Kearifan nenek moyang, mitos, animisme, penguburan mayat dalam peti, tempat pemujaan yang terletak di tempat yang tinggi merupakan pengaruh dalam kepercayaan. Tradisi monumen-monumen dari batu besar masih subur di beberapa tempat di Indonesia; yang paling menonjol di pulau Nias (pantai barat Sumatra) dan Sumba di kepulauan Nusa Tenggara. Banyak kosa kata dalam bahasa Austronesia saat ini mempunyai asal yang sama, misalnya kata rumah, di Jawa disebut omah, toraja ”banua”, di Roti (Nusa tenggara) ”uma”, minangkabau ” rumah”. Begitu pula halnya pengaruh dalam konsep dan bentuk rumah Austronesia di Indonesia, bagi orang Austronesia rumah bukan sekedar tempat tinggal, melainkan merupakan bangunan teratur berlambang yang menunjukkan sejumlah ide penting perwujudan keramat para leluhur, perwujudan fisik jatidiri kelompok, dunia kecil di jagad raya, dan ungkapan tingkat dan kedudukan sosial. Seperti halnya yang diungkapkan oleh Rapoport, bahwa rumah pada masyarakat tradisional mengekspresikan hierarki status masyarakat dan budaya lokal.1 Ciri dan karakteristik mendasar dari rumah austronesia yaitu terdiri atas bangunan persegi empat, berdiri di atas tiang-tiang, beratap ilalang. Pintu masuk berupa tangga yang ditakik dan ada perapian dengan rak di atasnya untuk kayu bakar dan penyimpanan. Bentuk dasar ini mengalami pembaharuan di daerah Austronesia dan ditemukan di rumah Batak, ”rumah gadang” di Minangkabau, ”rumah Tongkonan” di Toraja, dan ”rumah panjang” di dayak, Kalimantan.

" . Paul Oliver dalam bukunya Ensikolopedia Arsitektur Vernakular menjabarkan bahwa arsitektur vernakular konteks dengan lingkungan sumber daya setempat yang dibangun oleh suatu masyarakat dengan menggunakan teknologi sederhana untuk memenuhi kebutuhan karakteristik yang mengakomodasi nilai ekonomi dan tantanan budaya masyarakat dari masyarakat tersebut. 3 " Vernacular architecture is the manual-artisan culture of building..htm (3 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 A. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. Pengertian Arsitektur Vernakular Kata Vernakular berasal dari vernaculus (latin) berarti asli (native). untuk membentuk opografi perlambang yang mengatur dan mewakili hubungan sosial ini.2 Perlambangan dalam rumah austronesia nampak pada struktur dan bentuk atap menggambarkan berbagai macam bentuk dan simbol dari benda seperti kipas. ”timur” dan ”barat” dipetakan dalam kelompok sosial yang dikaitkan dengan hubungan erat antar jenis kelamin. channeled into quasi-instinctive reactions to the outer world. Simbol tersebut umumnya juga terdapat pada dinding penutup atap (gable-end). perahu. balai adat dan lain sebagainya. Arsitektur vernakular ini terdiri dari rumah dan bangunan lain seperti lumbung. bahkan antara yang masih hidup dan yang sudah meninggal. Maka vernakular arsiektur dapat diartikan sebagai arsitektur asli yang dibangun oleh masyarakat setempat. ”depan” dan ”belakang”.. generasi muda dan tua.htm (2 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. ”kiri” dan ”kanan” .Pengaturan perlambang rumah di dalam rumah yang merupakan ciri lain dari rumah austronesia sering menggunakan pasangan koordinasi ruang yang berlawanan − ”dalam” dan ”luar”. Status sosial atau hierarki dari rumah sering digambarkan dalam dekorasi yang ada di dinding penutup atap. based on tectonic logic.2. Beberapa rangkuman pengertian vernakular arsitektur : " Vernacular architecture owes its spectacular longevity to a constant redistribution of hard-won knowledge. sanak dan saudara. dan tanduk kerbau yang mencerminkan kekuasaan dan nilai kesakralan.

Kemudian. pada waktu itu istilah ini file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. Ismunandar menjelaskan bahwa arsitektur traditional. baik di dunia global dan Indonesia.htm (4 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 diberikan untuk karya-karya arsitektur asli daerah di Indonesia.” Pada prinsipnya. kata tradisional sering digunakan untuk membedakan dengan modern. salah satu alasannya adalah untuk membedakan jenis arsitektur yang timbul dan berkembang dan merupakan karakteristik suku-suku bangsa di Indonesia dari jenis arsitektur yang tumbuh dan berkembang atas dasar pemikiran dan perkembangan arsitektur di Eropa. pengertian vernakular arsitektur sering juga disamakan dengan arsitektur tradisional. sebutan yang berasal dari kata Belanda “ traditionell Architectuur”. that have traditionally been handed over from generation to generation. kata tradisional diartikan sebagai sesuatu yang dilakukan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Sehingga seringkali bangunan tradisional disebut dengan “rumah adat. Di Indonesia. Di dunia global. or patterns. yang mampu memberikan ikatan lahir bathin. Arsitektur dan bangunan tradisional merupakan hasil seni budaya tradisional. istilah-istilah lain sering bersentuhan arti dan maknanya dengan vernakular arsitektur yaitu . kata adat ini di adopsi dari bahasa Arab. 5 Kata tradisional berasal dari kata tradisi yang di Indonesia sama artinya dengan adat (custom). khususnya arsitektur kolonial Belanda."Building is a craft culture which consists in the repetition of a limited number of types and in their adaptation to local climate. 4 " Vernacular buildings are built by ordinary people who possess principles. Selain itu. materials and custom. yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari hidup manusia budaya tradisional.4 Dalam hal ini. Josep Prijotomo berpendapat bahwa secara konotatif kata tradisi dapat diartikan sebagai pewarisan atau penerusan norma-norma adat istiadat atau pewarisan budaya yang turun temurun dari generasi ke generasi. A living pattern language is essential to true vernacular construction by those not trained in architecture. yang diturunkan dari generasi ke generasi.

arsitektur rakyat (Folk Architecture). Sementara itu. Macam ragam arsitektur vernakular Indonesia Dari keberagaman arsitektur vernakular Indonesia. jika ditelusuri terdapat kesamaan dari keberagaman tersebut yang berasal dari akar yang sama yaitu budaya Austronesia. Tipe Arsitektur Vernakular Indonesia: Keberagaman dan Kesamaannya Indonesia adalah negara kaya dengan ratusan etnis yang mana setiap etnis memiliki kekhususan budaya tersendiri. sehingga terdapat pula ratusan tipe rumah vernakular di Indonesia.htm (6 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 Gambar 4. akan tetapi karena kemiripan makna dan arti satu dengan yang lainnya yang semuanya terangkum dalam pengertian arsitektur vernakular seperti yang di jelaskan oleh Paul Oliver dalam bukunya Ensiklopedia Vernacular Architecture. arsitektur lokal atau kontekstual (indigenous architecture) bahkan ada juga yang kemiripan dengan arsitektur alamiah (spontanous architecture). Dari semua tipe tersebut. arsitektur lokal atau kontekstual. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. Secara garis arsitektur rakyat diartikan sebagai arsitektur yang menyimbolkan budaya suatu suku bangsa dengan beberapa atribut yang melekat dengannya. Kesamaan ciri-ciri arsitektur vernakular Nusantara yang juga merupakan ciri dari arsitektur austronesia : − Tipe rumah panggung . Terdapat beberapa perdebatan tentang sebutan yang tepat bagi arsitektur Indonesia ini.htm (5 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. B. iklim dan lingkungan dan arsitektur alamiah adalah arsitektur yang dibangun oleh satu masyarakat berdasarkan proses alamiah seperti kebutuhan dasar manusia. adalah arstektur yang beradaptasi dengan kondisi budaya. Bahkan kesamaan dari keberagaman itu juga nampak dari pada arsitektur non-austronesia seperti Papua. geografi.4. terdapat beberapa tipe yang memiliki keunikan dan karakteristik yang sangat kuat seperti yang terlihat pada gambar berikut ini. maka penggunaan istilah vernakular menjadi pilihan dalam buku ajar ini.

Di masa mendatang tatanan ini mengalami evolusi dalam perkembangannya seperti bentuk radial pada kampung di Sumba Barat dan Ruteng di Flores. kekuasaan dan karakteristik budaya. − Lantai bangunan didukung oleh tiang dan balok kayu yang saling mengikat satu sama lain. Di Indonesia. Pola Perkampungan Tipikal perkampungan di Indonesia pada dasarnya menggambarkan respon terhadap kondisi alam. tatanan sosial. Lombok dan Papua. Seringklai pemanjangan dibuat lekukan sehingga menimbulkan daya tarik estetis. sistem bercocok tanam. Konsep ruang dalam tatanan rumah dan kampung merupakan bagian penting dari tradisi vernakular. Kampung-kampung dengan tantanan linear biasanya terdapat di pesisir-pesisir pantai Indonesia. melainkan beralas batu sehingga lebih fleksibel ketika ada guncangan atau gempa. menggunakan sistem sambungan tarik dan tekan (sistem pen) tanpa menggunakan paku dan sistem cros-log foundation (balok kayu yang saling tumpang tindih secara horizontal).1. Bali. Proporsi atap lebih besar dari pada badan dan kaki (bagian bawah) bangunan. − Tiang bangunan mempunyai alas batu. menggunakan struktur rangka tiang kayu atau tipe rumah panggung sebagai upaya adaptasi dengan iklim dan geografi. begitu pula bentuk huruf T pada kampung di Nias Selatan (Bawomataluo) dan bentuk silang (cross type) pada kampung di Bali. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204.htm (7 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 B. namun . terdapat dua tipe tatanan permukiman dan rumah dari kampung-kampung tradisional yaitu linear dan konsentris. Tiang tidak ditanam didalam tanah. dan kosmologi masyarakat yang mendiaminya. − Pemanjangan bubungan atap sering dangan sopi-sopi mencondong keluar. Dominasi atap tampak pada keseluruhan bangunan. − Memiliki ornamen pada dinding penutup atap (gable end) yang menyimbolkan status sosial. biasanya tanpa menggunakan paku.Sebagian besar rumah vernakular Indonesia kecuali rumah Jawa. Selain itu itu atap pelana (saddle roof) lebih umum digunakan.

Kampung dengan pola kosentris menyimbolkan penerapan sistem pemerintahan pada kekuatan tunggal yang memusat. Nias. bangunan vernakular Indonesia umumnya terdiri dari tiga bagian . diantara barisan bangunan tersebut terdapat ruang bersama yang digunakan untuk berbagai macam kegiatan seperi berkumpul. Bali. acara kesenian dan lain sebagainya. bale adat atau ruang pengadilan atau ruang musyawarah. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204.file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. tetapi ada juga yang ditempatkan di tengah-tengah barisan seperti halnya pada permukiman di Batak Toba. Pada ruang terbuka ini pula sering ditempatkan batu megalith. tugu atau kuburan para nenek moyang. Sulawesi. Letak ketiga bangunan tersebut bisa saling berhadapan seperti halnya yang terjadi di perkampungan Batak Toba dan Bali Aga. Kalimantan. tugu dan tiang sakral keagamaan seperti halnya yang nampak pada kampung-kampung di Nias dan Sumba. batu megalith. rumah tinggal.htm (9 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 Perkampungan dengan pola konsentris terdapat di Flores dan Sumba dan Jawa Tengah. Bangunan pemimpin (chief house) atau raja ditempatkan dekat dekat batu atau tugu tersebut atau di ujung pelataran yang membelah barisan rumah dan menjadi akhir dari deretan rumah dan kampung. Pola perkampungan dan perletakan rumah pimpinan menandakan sistem sosial dan kekuatan masyarakat yang mendiaminya. pemujaan atau ritual keagamaan. Tantanan perkampungan seperti ini memiliki bagian tengah yang dianggap sakral dan penting. Orientasi dari barisan rumah menghadap ke titik tersebut yang terdiri dari beberapa layer berdasarkan hierarki atau kedudukan dari status sosial masyarakat. Ditinjau dari fungsinya. misalnya ruang terbuka (tempat berkumpul).htm (8 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 juga terdapat di pedalaman Sumatra. dan beberapa wilayah di Jawa. Secara evolusi beberapa kampung memiliki pola gabungan dari linear dan kosentris yang sering disebut dengan compound type. dan lumbung. Bangunan pada kampung bersifat linear letaknya berbaris dan berhadapan satu sama lainnya. Terdapat strata sosial agak kompleks dengan kekuatan terpusat pada .

bagian yang paling inti atau penting yaitu terletak pada sisi sebelah kanan belakang dari interior rumah yang diebut dengan jabu bona. tengah dan bawah. Rumah dan Tatanan Ruang Konsep tatanan ruang dalam rumah umumnya sama dengan konsep tantanan ruang dalam satu perkampungan. Di rumah Batak Toba. Di dalam rumah Jawa. Pola perkampungan ini seringkali menggambarkan persamaan struktur sosial (less stratified social struktur) dan kelompok masyarakat yang lebih kecil.satu orang. Pembagian ruang dapat dikategorikan secara vertikal dan horizontal.2. Umumnya masyarakat primitif memiliki kepercayaan terhadap pembagian dunia atau alam . B. Ruang tengah. seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa pembagian ruang ini sebagai respon terhadap sistem sosial kekerabatan. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. dengan bagian atas sebagai ruang yang paling sakral sehingga barang-barang yang dianggap keramat disimpan di dalam ruang atas ini.htm 3:32:57 PM (10 (11 of of 20)5/8/2007 20)5/8/2007 Secara vertikal. sehingga menjadi tempat pemujaan atau penyimpanan benda-benda keramat atau warisan leluhur.htm 3:32:57 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. Selain kedua tatanan tersebut. grup atau kelompok. bahkan seringkali mencerminkan kehidupan yang berpindah-pindah sebagai akibat dari pergantian sistem bercocok tanam. ada juga yang disebut dengan pola menyebar ( scattered type) atau disperse settlement pattern. adalah untuk kehidupan manusia dan ruang bawah adalah untuk binatang ternak atau 2 gudang. terdapat bagian dari rumah yang dianggap paling sakral atau suci adalah bagian yang paling dalam atau belakang. ruang yang paling suci berada pada bagian inti rumah yang disebut dengan ”dalem” tepatnya di senthong.. kampung dengan pola linear menggambarkan demokrasi dari distribusi kekuasaan dengan strata sosial lebih sederhana. Pembagian atas tiga bagian ini (tripatite) dipengaruhi oleh kondisi alam dan kosmologi dari masyarakatnya. Semetara. kosmologi dan kondisi alam sekitar. pembagiann ruang terdiri dari bagian atas. Secara horizontal.

B. Bali dan Sumba. seringkali tiang dan balok disambung di tanah sebelum diletakkan di atas batu pondasi. Ruang-ruang tersebut dihubungkan oleh ruang bersama. Beberapa rumah vernakular Indonesia merupakan tipe rumah komunal artinya terdapat beberapa keluarga yang memiliki kekerabatan dengan beberapa generasi yang berbeda. Namun ada juga yang menggunakan bentuk lingkaran dan ellips seperti rumah di Nias Utara. umumnya rumah vernakular di Indonesia terdiri dari persegi panjang dan bujur sangkar seperti halnya rumah Aceh. Keluarga tersebut menempati masing-masing ruang dengan masingmasing letak yang telah disepakati. alas (tikar) saja. Melayu. Untuk kemudahan pemasangan. Mentawai. dan dunia bawah bagi roh-roh jahat. Penyusunan tiang dan balok pada prinsipnya tidak menggunakan paku. Nias Selatan. Karo. ada yang hanya dibatasi oleh dinding ada pula yang dibatasi oleh perbedaan tinggi lantai. Bentuk dan organisasi ruang bergantung kepada kebiasaan dan adat istiadat setempat. pahat. Mentawai. Mingkabau. golok (parang). Kalimantan. Susunan tiang-tiang tersebut bersandar . Teknologi Bangunan : Bahan Bangunan dan Teknik Konstruksi file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. dunia tengah bagi kehidupan manusia. Kalimantan. Batak. Umumnya dalam satu rumah terdapat pemimpin sebagai kepala suku mendiami salah satu ruang yang dianggap paling utama. gergaji. Lio (Flores).ke dalam tiga bagian yaitu dunia atas sebagai tempat para dewa. tinggal dalam satu rumah besar seperti rumah Batak Toba. Sulawesi. Sumba. Penyatuan semua bagian bangunan dilakukan dengan cara membentuk dan menyambung bagian kayu dengan beberapa alat khusus sederhana seperti kampak. sambungan pangku dan sambungan takik.3. Dari segi bentuk dan morphologi ruang. Lombok dan Papua. Jawa.htm 3:32:57 PM 2 (12 of 20)5/8/2007 Salah satu ciri arsitektur vernakular adalah menggunakan bahan yang alami dan teknik konstruksi yang sederhana dengan cara menyusun tiang dan balok. tapi menggunakan sambungan lubang dengan pasak.

Hal ini dilakukan secara bertahap dan melibatkan pemilik rumah dan pemuka kampung atau ahli tukang (chief carpenter) atau orang yang dianggap keramat atau sakti. Dalam hal ini. tempat berteduh dari panas dan hujan melainkan merupakan bangunan yang ditata secara perlambang yang konteks dengan sosial budaya masyarakat yang tinggal didalamnya. sehingga diperlukan tata cara dalam pendirian rumah. sampai upacara masuk/penghunian rumah. Pada bangunan lumbung di Indonesia memiliki kekhususan dari teknik konstruksi yaitu pemasangan piringan kayu besar disusun di atas puncak tiang dasar untuk mencegah hewan pengerat mencapai tempat penyimpanan padi. Misalnya. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. rumah menjadi perlambang status kedudukan seseorang dalam masyarakat. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204.4. mendirikan rumah dapat dilihat sebagai penerapan hidup dalam lingkungan sosial yang diwakilinya.htm 3:32:57 PM 2 (13 of 20)5/8/2007 Perkuatan sistem konstruksi rumah untuk mengantisipasi kondisi alam yang arawan gempa terlihat pada rumah Nias. pendirian tiang utama/seri/tengah. Dengan kata lain. penentuan titik pembangunan rumah.htm 3:32:57 PM 2 (14 of 20)5/8/2007 B.di atas batu pondasi dengan stabilitas didapat dari rel-rel melintang yang masuk ke lubang yang dibuat di dalam tiang. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. dengan menambahkan penopang atau batang silang menbentuk huruf X dan V. Upacara Pendirian Bangunan Bagi orang Indonesia rumah lebih dari sekedar tempat tinggal. proses pembersihan dan pendirian tanda rumah dilakukan pemilik rumah dalam hal ini ibu/perempuan pemilik rumah dengan orang sakti yang dipanggil bomoh yang tahapannya dapat dilihat pada gambar berikut ini. Upacara dilakukan mulai dari pembersihan lahan rumah.htm 3:32:57 PM 2 (15 of 20)5/8/2007 Upacara pembersihan dan meminta izin kepada roh di dunia dan dewa-dewa yang memiliki tanah dilakukan . pemasangan bubungan atau atap rumah.

perkawinan dan kematian. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. maka wanita melahirkan ditempatkan di bagian timur rumah dan orang meninggal ditempatkan dibaringkan di bagian barat. Tongkonan di Toraja.oleh hampir semua etnis atau masyarakat tradisional Indonesia. Rumah adalah tempat kelahiran. berfungsi juga mengusir rohroh atau gangguan dari luar terhadap keselamatan penghuni rumah. seringkali di letakkan pada bagian tengah atau atas (atap) rumah. Ritual ini bertujuan untuk memberikan spirit atau jiwa bagi kehidupan yang berlangsung didalam rumah/bangunan yang didirikan. Sebagai contoh timur dianggap serupa dengan hal-hal memberi kehidupan dan barat identik dengan kematian. Sulawesi dan beberapa rumah Sumba di Nusa Tenggara. Sehingga unsur kejagadan ini menciptakan tatanan upacara yang mengatur kegiatan di dalam rumah. dunia tengah dan dunia bawah. pembagian ruang dalam rumah sebagai jagad kecil merefleksikan pembagian ruang dalam alam semesta. jiwa orang mati dan hal-hal gaib lainnya.htm 3:32:57 PM 2 (17 of 20)5/8/2007 Dalam masyarakat . Pembagian ini sangat jelas terlihat pada rumah-rumah di Sumatra khususnya Batak Toba7. ruang dibawah atap disamakan dengan alam dewa dan leluhur. Misalnya raga-raga6 yang digantung dibawah atap rumah Batak Toba. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. dunia atas.htm 3:32:57 PM 2 (16 of 20)5/8/2007 Selain itu. Kosmologi ini juga mempengaruhi pembagian ruang dalam rumah . Sebagian besar masyarakat tradisional Indonesia membagi alam kedalam tiga bagian. lantai mewakili dunia biasa pengalaman seharihari dan ruang kosong dibawah rumah dihubungkan dengan alam baka yang dihuni oleh roh jahat. Selain menjadi jiwa atau nyawa dari rumah. rumah di Kalimantan. rumah juga dianggap sebagai perwujudan jagad kecil dari jagat raya. Dalam sisi tegak. Spirit atau jiwa dari rumah yang didirikan sering disimbolkan dalam benda keramat yang diletakkan di dalam rumah. Seringkali upacara yang berhubungan dengan ketiga hal tersebut dikaitkan dengan arah mata angin dan pergerakan matahari.

Sumatra Jawa Kalimantan Bali dan Nusat Tenggara Sulawesi Papua file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204.1. Arsitektur kolonial indonesia A.3. C. seperti pembagian dengan konsep berdasar gender serta gagasan mengatur perilaku pria dan wanita. C. Sejarah Kolonialisasi di Indonesia Kolonialisasi wilayah Indonesia didahului oleh kemunduran dari pengaruh Majapahit yang berhasil mempersatukan Nusantara.htm 3:32:57 PM (19 (20 of of 20)5/8/2007 20)5/8/2007 .tradisional. Pengaturan ruangan keluarga di dalam rumah suku Minangkabau di Sumatera Barat sangat dipengaruhi oleh konsep gender tersebut. selain pembagian rumah yang dikaitkan dengan simbol sebagai jagad kecil. Seringkali wanita dikaitkan dengan bagian dalam atau belakang rumah. dan pria serupa dengan bagian depan atau luar rumah. C. C.htm 3:32:57 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204.2. Diawali dengan perdagangan bilateral yang dilakukan oleh Persekutuan Dagang Hindia Timur atau lebih dikenal dengan sebutan Vereenigde OostIndische Compagnie (VOC) kemudian .htm 3:32:57 PM 2 (18 of 20)5/8/2007 lain. Arsitektur Vernakular Indonesia C.4. C.6. C. arah kejagadan rumah sesuai dengan penataan ruang perlambang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204.5.

benteng di Batavia pada tahun 1619.1 Setelah VOC memindahkan pusat perdagangannya di Batavia (pulau Jawa) maka batu pertama dimulainya Arsitektur Kolonial menjadi kenyataan dengan didirikannya “Fort Batavia” yang kemudian berkembang pula kota Batavia sebagai merupakan cikal kota Jakarta sekarang ini. 2 5 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. benteng tertua di pulau Banda didirikan ± tahun 1550. dan benteng (Fort) Rotterdam di Makasar. Untuk mengukuhkan penguasaan perdagangan rempah di Nusantara. dan Makassar. Kemudian setelah itu didirikan juga beberapa benteng-benteng lain seperti benteng di Ternate tahun 1576. Dimulai dengan perhubungan dagang dengan masyarakat setempat. Batavia. Banda. sehingga akhirnya VOC mendirikan bentengbenteng pertahanan di beberapa kota dagang tersebut. Namun hubungan yang bergejolak dengan penduduk asli dan saingan Eropa. setelah Malaka ditaklukan oleh Portugis. Sebelumnya ekspansi Portugis yang dipimpin oleh Alfonso De Albuquerque masuk melalui pendudukan yang dimulai di Malaka pada tahun 1511. benteng Victoria di Ambon pada tahun 1580.ekspansi ke penguasaan perdagangan dan wilayah. Portugis dan Perusahaan Belanda yang dikenal dengan VOC lalu kemudian meluas pada hubungan kerjasama dengan raja-raja karena pada masa itu umumnya pemerintahan di Indonesia berbentuk Kerajaan. VOC mendirikan pos-pos dagang yang terdiri dari gudang. benteng di Banten tahun 1603. memerlukan pertahanan dan tingkat kelengkapan bagi pos dagang tersebut. penginapan bagi pedagang utama ( opperkoopsman) dan pegawainya di berbagai kota di wilayah Nusantara seperti Maluku. Sehingga pada akhirnya banyak rajaraja yang takhluk dan tunduk dengan pemerintahan kolonial yang disebut dengan Pemerintah Hindia Belanda.htm (1 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM . sasaran berikutnya adalah kepulauan Maluku yang berpusat di Pulau Banda dan Ternate dengan maksud menguasai perdagangan rempah yang sangat menguntungkan di Asia.

Kota-kota di Nusantara pada masa prakolonial dapat dikelompokkan menjadi dua tipe kota. Menurut Santoso (1984. Cirebon. konsepsi yang menghubungkan elemen-elemen pembentuk ruang pada kota tradisional Jawa. Kota-kota perdagangan di daerah pesisir yang bersifat heterogen dan profan 2. Palembang. Ujung Pandang. Semarang. Pemerintahan jajahan baru ini meluaskan kekuasaannya ke kota dan pedalaman Nusantara. Pusat-pusat kerajaan yang bersifat homogen dan sakral yang berada di tengah-tengah daerah pedalaman yang agraris.2 B. − Mikrokosmos-hierarkis maksudnya sebagai pengadaan ruang suci dengan tembok sebagai batas antara ruang dalam dan luar. Medan. Batavia (Jakarta). Surabaya. tetapi lebih merupakan struktur hubungan antara elemenelemen pembentuk ruang. yaitu : 1. Bab IV)2. Malang dan lain sebagainya. Banten. Kemudian beberapa kota baru terbentuk selama masa kolonial Belanda seperti kota Bandung. antara satu dengan yang lain digunakan 2 prinsip yaitu : − Mikrokosmos-dualitis maksudnya setiap kota di Jawa dibagi atas dua bagian yaitu bagian profan disebelah utara dan bagian sakral disebelah selatan. Awalnya kota Kolonial Belanda berada di daerah pesisir yang dulunya merupakan kota-kota perdagangan yang telah terjadi sejak masa Hindu dan Islam seperti kota Ambon. seperti penataan keraton dan elemen-elemen di sekelilingnya diupayakan simetris. Kemudian Pemerintahan Hindia Belanda juga mengadopsi konsep kota-kota asli dengan ciri budaya . Pembentukan Kota-kota kolonial di Indonesia Setelah dilanda perang politik yang timbul dari perang Napoleon. administrasi VOC Hindia Belanda diganti oleh pemerintahan jajahan yang dipertanggungjawabkan ke Belanda tahun 1800. Tembok pembatas ini bukan sekedar batas yang berfungsi sebagai penunjang keamanan atau batas teritorial. Balikpapan. Perwujudan konsep ini tampak dari penempatan benda secara simetris yang dimaksudkan sebagai lambang harmonis kehidupan.

VOC. kutipan dari Ir. Pada kota-kota tersebut Pemerintah kolonial hanya menambah beberapa elemen atau fasilitas yang menunjang kekuasaan pemerintahan kolonial. Arsitektur Kolonial Indonesia C. Kediaman Reine de Klerk (sebelumnya Gubernur Jenderal Belanda) di Batavia. Bangunan perkotaan orang Belanda pada periode ini masih bergaya Belanda dimana bentuknya cenderung panjang dan sempit. Pada masa itu Pemerintah kolonial membangun berbagai macam fasilitas kota bangunan pusat pemerintahan.Indonesia asli seperti kota Yogyakarta. Handinoto dalam bukunya Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolonial Belanda di Surabaya) : 1. taman. Arsitektur Kolonial Belanda selama periode ini cenderung kehilangan orientasinya pada bangunan tradisional di Belanda. Perpaduan khas antara unsur Belanda dan Indonesia merupakan ciri kha kota abad ke-19 teruatama di Jawa. perkantoran (kantor pos.3 Bangunan ini tidak mempunyai suatu orientasi bentuk yang jelas. pengadilan) stasiun. atau tidak beradaptasi dengan iklim dan lingkungan setempat. Kemudian bangunan lain yang dibangun pemerintah Hindia Belanda yaitu penjara kota juga file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. Banten. atau kantor residen biasanya terletak di sisi timur alun-alun.1. bank.htm (2 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 mengelilingi alun-alun. atap curam dan dinding depan bertingkat bergaya Belanda di ujung teras. Cirebon. Surakarta dan Banda Aceh. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. berhadapan dengan mesjid.htm (4 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 C. Lodji.htm (3 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. Abad 16 sampai tahun 1800-an Waktu itu Indonesia masih disebut sebagai Nederland Indische (Hindia Belanda) di bawah kekuasaan perusahaan dagang Belanda. Perkembangan Arsitektur Kolonial Indonesia Perkembangan Arsitektur kolonial Belanda di Indonesia dibagi atas 4 periode ( Helen Jessup:2.htm (5 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 . rumah sakit. gereja dan lain sebagainya di pusat kota-kota tersebut. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.

Setelah pemerintahan tahun 1811-1815 wilayah Hindia Belanda sepenuhnya dikuasai oleh Belanda. di Hindia Belanda terbentuk gaya arsitektur tersendiri yang dipelopori oleh GubernurJenderal HW yang dikenal dengan the Empire Style. terbuka. Balai Kota Medan dan beberapa bangunan di beberapa kota di Hindia Belanda. Pada tahun 1865 oleh karena jarak yang jauh dan komunikasi yang sulit dengan Pemerintah Belanda sehingga perkembangan kemajuan arsitektur modern di Belanda tidak sampai gemanya ke Indonesia. Pada periode ini. 3.2. atau The Ducth Colonial Villa: Gaya arsitektur neo-klasik yang melanda Eropa (terutama Prancis) yang diterjemahkan secara bebas. Seperti Gereja Protestan di pusat kota tua Semarang. − Menggunakan atap perisai. Tahun 1800-an (awal abad ke 19) sampai dengan tahun 1902 Pemerintah Belanda mengambil alih Hindia Belanda dari VOC. Tahun file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. Hasilnya berbentuk gaya Hindia Belanda yang bercitra Kolonial yang disesuaikan dengan lingkungan lokal. gaya neo-klasik merupakan gaya arsitektur yang sangat cocok untuk mengungkapkan kemegahan kemaharajaan. pilar di serambi depan dan belakang (ruang makan) dan didalamnya terdapat serambi tengah yang mejuju ke ruang tidur dan kamar-kamar lainnya. − Pilar menjulang ke atas ( gaya Yunani) dan terdapat gevel atau mahkota di atas serambi depan dan belakang. Abad ke 19 perkembangan Indische Architectuur atau dikenal dengan Rumah Landhuis yang merupakan tipe rumah tinggal di seluruh Hindia Belanda pada masa itu memiliki karakter arsitektur seperti : − Denah simetris dengan satu lantai. Bangunan-bangunan yang berkesan grandeur (megah) dengan gaya arsitektur Neo Klasik dikenal Indische Architectuur sebenarnya berlainan dengan gaya arsitektur Nasional Belanda pada waktu itu. gereja Williams di Batavia (sekarang gereja). iklim dan material yang tersedia pada masa itu. Pada saat itu.htm (6 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 .

arsitek-arsitek yang baru datang dari negeri Belanda memunculkan pendekatan untuk rancangan arsitektur di Hindia Belanda. Bentuknya bermacam-macam. Indishe Architectuur menjadi terdesak dan sebagai gantinya muncul standar arsitektur modern yang berorientasi ke Belanda. Gereja Poh sarang di Kediri. 4. segiempat ramping. Tahun 1920-an sampai tahun 1940-an Gerakan pembaharuan dalam arsitektur baik di tingkat nasional maupun internasional. Pada awal abad 20. dan ada yang dikombinasikan dengan gevel depan. stepped gable.19021920an Kaum Liberal Belanda pada masa antara tahun 1902 mendesak politik etis diterapkan di tanah jajahan. ada yang bulat. − Penggunaan Tower pada bangunan Tower pada mulanya digunakan pada bangunan gereja kemudian diambil alih oelh bangunan umum dan menjadi mode pada arsitektur kolonial Belanda pada abad ke 20. gambrel gable. juga memasukkan unsur-unsur arsitektur tradisional (asli) Indonesia sehingga menjadi konsep yang eklektis. memasukkan unsurunsur yang terutama dirancang untuk mengantisipasi matahari hujan lebat tropik. Sejak itu pemukiman orang Belanda di Indonesia tumbuh dengan cepat. Secara umum. Selain unsur-unsur file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. semula masih memegang unsur-unsur mendasar bentuk klasik. Hal ini mempengaruhi arsitektur kolonial Belanda di Indonesia. Aliran baru ini. Konsep ini nampak pada karya Maclaine Pont seperti kampus Technische Hogeschool (ITB). ciri dan karakter arsitektur kolonial di Indonesia pada tahun 1900-1920-an4: − Menggunakan Gevel ( gable) pada tampak depan bangunan Bentuk gable sangat bervariasi seperti curvilinear gable.htm (7 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 arsitektur tropis. − Penggunaaan Dormer pada bangunan . pediment ( dengan entablure).

htm (8 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 bangunan di luar Jawa yaitu Postpaarbank di Makasar. C. Selain sebagai arsitek. rancangan bangunan dipengaruhi oleh gaya Art deco untuk jendela dan ventilasi. 1932. Pasar Johar Semarang 91938).− Penyesuaian bangunan terhadap iklim tropis basah o Ventilasi yang lebar dan tinggi. Salah satu karya terbaiknya adalah kantor lama perusahaan pelayaran kapal uap Belanda Stoomvart Maatschappij Netherland (SMN) di pusat kota lama Semarang.Lemei juga merancang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.Lemei Seorang arsitek terkemuka di masa Belanda. Karya arsitektur Karsten menunjukkan perhatiannya terhadap iklim tropik terlihat pada tingginya jendela. o Membuat Galeri atau serambi sepanjang bangunan sebagai antisipasi dari hujan dan sinar matahari.htm (9 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 . kisi-kisi ventilasi yang menjulang tinggi dari lantai ke langit-langit yang berfungsi selain sebagai corong pergantian udara yang leluasa juga memanfaatkan cahaya matahari. Arsitek dan biro arsitek yang berkarya di Indonesia Pada masa pendudukan Belanda. Beberapa file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. Sepanjang tahun 20-an dan 30-an. Karsten juga berprofesi sebagai ahli perencana kota (planologi). W. diantaranya yang ternama adalah sebagai berikut : − W. meskipun denah berbeda secara keseluruhan bangunan kantor Gubernur ini mirip dengan bangunan Balai Kota Hilversum di Netherland yang dirancang oleh Willem Dudok. Karsten merancang sebagian pasar-pasar kotamadya yang meliputi Pasar Gede di Surakarta (1929). − Herman Thomas Karsten Seorang arsitek Belanda yang berpraktik di Batavia dan terakhir menjadi professor perencanaan perkotaan dan terakhir di Sekolah Teknik Bandung (ITB sekarang).2. salah satu karyanya yang terkenal dan masih berdiri hingga kini yaitu . banyak terdapat arsitek Belanda yang berkarya di Hindia Belanda.

karya rancangan kota atau kawasan Karsten perencanaan pengemnbagan kota Semarang, kawasan candi Semarang. Bebeberapa karya arsitektur karsten yang lain yaitu : − Kantor Zuztermaatschapijen Semarang − Museum Sonobudoyo, Yogyakarta − Henri Maclaine Pont Merupakan arsitek Belanda yang lahir dan besar di Netherlandsch Indie (Hindia Belanda) kemudian mendapatkan pendidikan arsitektur di Sekolah Teknik di Delf (Belanda). Ia pernah berkarir dua tahun setelah menamatkan studinya di Belanda dan termasuk salah satu arsitek Belanda yang terkemuka saat itu, kemudian pulang dan berkarir di tanah kelahirannya, Hindia Belanda tahun 1911. Di Hindia Belanda karyanya banyak terinspirasi oleh arsitektur vernakular nusantara dan juga menekankan pada adaptasi dengan iklim. Beberapa karyanya di Hindia Belanda :
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm 3:32:58 PM 2 (10 of 17)5/8/2007

 Kantor Pusat Perusahaan Tram-Uap Semarang-Cirebon di Tegal, 1911  Gerbang masuk Pekan raya dan Pameran Perumahan Kolonial di Semarang tahun 1914  Kompleks kampus Technische Hoogescool tahun 1934, sekarang ITB  Pohsarang, Gereja Misi Katolik Roma di Kediri, 1938  Museum Trowulan − C.P. Wolf Schoemaker
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm 3:32:58 PM 2 (11 of 17)5/8/2007

Seorang arsitek terkemuka Belanda yang banyak berkarya di Indonesia (Hindia Belanda). Selain itu hasil karya berupa tulisan dari hasil penelitiannya mengenai kebudayaan Indonesia termasuk arsitektur candi-candi, seperti bukunya yang berjudul Aesthetiek en oorsprong der Hindoe koenst op Java (Estetika dan keaslian Hindu di Jawa) tahun 1924. Salah satu karyanya yang terkenal adalah vila Isola di Bandung. Beberapa karya yang lain yaitu Societeit Concordia, gereja Protestan, gereja Katolik, Jaarbeurs, beberapa rumah tinggal yang semuanya berada di Bandung.

Kemudian karyanya yang di Surabaya yaitu gedung International Credit (sekarang Kantor Aneka Niaga), gedung Kolonial Bank Surabaya, kawasan beneden (sekarang kota lama), bangunan Java Store. − C.Citroen Salah seorang arsitek penting pada zaman Belanda, salah satu karyanya yang terkenal adalah Radhuis atau Balai Kota di Ketabang Surabaya yang hingga sekarang ini masih difungsikan sebagai Balai kota Surabaya. Arsitektur bangunan dapat dikatakan perpaduan selaras antara tiga unsur : tradisional, modern dan tropis.2 Karya Citroen yang lain adalah sebuah gereja yang
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm 3:32:58 PM 2 (12 of 17)5/8/2007

berhadapan langsung dengan gedung Radhuis diresmikan pada tahun 1931. Bangunan gereja ini mencerminkan arsitektur modern berbeda dengan bangunan Balai Kota didepan yang memasukkan unsur tradisional. Kemudian, karya Citroen yang menggunakan arsitektur modern kubisme yaitu sebuah rumah sakit di Raya Darmo yang mirip perancangannya dengan bangunan gereja di depan Balai Kota dan gedung Borsumij di kawasan kota lama Surabaya. Gedung Bursumij ini yang merupakan milik sebuah perusahaan dagang Belanda dinding-dindingnya membentuk sebuah unit-unit blok tiga dimensional, dimana perspektif keseluruhan mirip dengan sebuah kubus. − MJ. Hulswit & Peter JH. Cuypers, Edward Cuypers (Biro Arsitek Ed.Cuypers&Hulswit) Sebuah biro arsitek ternama di Indonesia pada Belanda yang banyak karya di beberapa kota-kota di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Surakarta, Yogyakarta, Makassar (Ujung Pandang, Medan dan lain-lain. Biro arsitek ini merupakan cabang dari dari perusahaan yang bernama Architecten Bureau Ed. Cuypers and Hulswit yang berpusat di Amsterdam Belanda. Beberapa karya Ed. Cuypers & Hulswit yaitu : − Kantor pusat Javasche Bank di Batavia (Jakarta), Bandung, dan Medan. Kesemua

bangunan tersebut satu dengan lainnya berbeda dalam denah dan perletakannya,namun masing-masing mempunyai ciri khas yang mirip yaitu arsitektur renaissance dan beberapa ornament dari arsitektur candi. − Gedung Chartered Bank of India Australia dan China, sekarang masih difungsikan sebagai bank. Bangunan yang berarsitektur neo-klasik ini terletak di belakang gedung kantor lama Javaseche Bank Jakarta. − Hongkong and Shanghai Banking Corporation, jl Kali Besar Timur Batavia. − Kantor NHM ( Netherlandsche Handel Maatschapij) di Pasar Baru , Jakarta, NHM Bandung, NHM Makasar. − Kantor Lindeteves Stokvis Surabaya − Kantor Levensverz Weltrevreden, sekitar lapangan Banteng di Jakarta − Kantor Handelsvereeneging Amsterdam (HVA), jalan Merak Surabaya − Balai Kota Jakarta, sekarang museum Fatahillah, di kawasan kota lama Jakarta.
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm 3:32:58 PM 2 (13 of 17)5/8/2007

− Kantor WEHA ( West Java Handel Maatshappij), disebelah utara dari museum Fatahillah. Bangunan ini mewakili arsitektur transisi kalsik Eropa, modern dengan tetap berciri tropis. − Kantor lama NKPM, di jalan Merdeka Selatan, sekitar kawasan Monas Jakarta − Gereja Katolik darmo Surabaya.
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm 3:32:58 PM 2 (14 of

17)5/8/2007

− AIA ( Algemeen Infineurs En Architecten) AIA singkatan dari Algemeen Ingineurs en Architecten adalah sebuah biro umum sipil dan arsitektur sekaligus sebagai kontraktor didirikan pada tahun 1916 oleh tiga orang arsitek dan engineer masing-masing F.J.L Ghysell, Hein avon Essen dan F. Stlitz. Beberapa bangunan yang dirancang dan dibangun AIA yaitu : − Berbagai kantor di Kali Besar, Jakarta − Gedung Firma Geo Wehry & Co. di Kota Lama

1914). dan gereja Kristen di kawasan Menteng − Kantor NIJM Yogyakarta Selain arsitek yang dijabarkan di atas. 1920).htm 3:32:58 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. 19021907). Arsitektur INDONESIA pasca kemerdekaan) A.htm 3:32:58 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. Namun tak dapat dipungkiri bahwa pilar arsitektur modern pasca kemerdekaan Indonesia juga dipancangkan sejak didirikannya Sekolah Teknik pertama ” Technische .J. Jakarta. HP Berlage (Gedung Jawa Maluku tahun 1900.htm 3:32:58 PM (15 (16 (17 of of of 17)5/8/2007 17)5/8/2007 17)5/8/2007 .− Kantor KPM ( Koninklijke Paketvaart Maatschapij) di sekitar Monas ( Koningsplein) − Statsiun Kota. Arsitektur Warisan Belanda Arsitektur Indonesia awal kemerdekaan masih banyak dipengaruhi oleh Modernisme Belanda.A. Munjen (Gedung Lingkaran Seni Hindia Belanda/The art society building. de Algemenee/ Perusahaan Umum Asuransi Jiwa dan Cagak Hidup. Klinkhamer dan Ouëndag (Kantor Pusat Perusahaan Jawatan Kereta Api Hindia Belanda di Semarang. terutama aliran perancangan arsitektur Delf dan De Stijl. kini Bank Jabar tahun 1935. ada beberapa arsitek pada masa Belanda sempat berkarya di Indonesia khusunya pada awal abad ke-20 yaitu P. Gerber (Gedung Sate. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. AF Aalbers (bangunan Bank DENIS. Hal ini diebabkan oleh kenyataan bahwa banyak arsitek Indonesia pada saat itu belajar di Negeri Belanda atau bekerja untuk perusahaan-perusahaan konstruksi Belanda sebelum Perang Dunia II. Jakarta. bagian fasade depan mirip dengan stasiun central Helsinki yang dirancang oleh Eliel Saarinen − Rumah sakit KPM − Gereja Katolik di Jatinegara (Meester Cornelis). Homann Hotel tahun 1939). J. 1900).

Pada saat itu Presiden Soekarno mengumumkan Dekrit Presiden yang disebut dengan Demokrasi terpmpin. Beberapa arsitek yang muncul dan berkarya pada periode ini adalah : . Karyakarya arsitektural mereka banyak terpengaruhi oleh aliran Delf. Arsitek generasi pertama mendominasi periode ini dengan pengaruh kuat dari aliran Delft. yang menggabungkan bangunan kotak dengan sistem kisi (grid) rasional yang memungkinkan penggunaan unsur-unsur pracetak untuk dinding luar. Kemudian perkembangan mulai pesat setelah Jurusan Arsitektur baru dibuka pada tahun 1950.htm (1 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 Periode Pertama Periode ini ditandai dengan muncul kota satelit Kebayoran Baro di Jakarta oleh R. Sebagian besar arsitek Indonesia mengerjakan rancangan sendiri pada akhir dasawarsa 50-an. ketika menggantikan arsitek-arsitek Belanda yang pulang ke negerinya menyusul pemberlakuan program nasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia.Hogeschool” (TH) pada tanggal 3 Juli 1920 oleh Gubernur Hindia Belanda yang sekarang lebih dikenal dengan Institut Teknologi Bandung. Tonggak pendidikan arsitektur di Indonesia juga mulai bergema setelah beberapa lulusan pertama berkarya dan lulusan dari luar negeri kembali ke tanah air Indonesia. Mereka yang berkarya setelah kemerdekaan merupakan arsitek generasi pertama Indonesia. Susilo. Kronologis Perkembangan Arsitektur Modern Indonesia Kronologis perkembangan arsitektur Indonesia (modern) pasca kemerdekaan dibagi atas lima periode yaitu 1 2 6 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. Soesilo. program nasionalisasi ini menyebabkan kesinambungan sejarah antara arsitektur modern Indonesia dan tradisi arsitektur Hindia Belanda terhenti. Suhamir dan Silaban. B. Periode ini berlangsung setelah kemerdekaan hingga tahun 1960.

file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. (Prof.) Johan Silas di Istitut Teknologi Surabaya. Terdapat sesuatu yang penting terjadi pada periode kedua ini yaitu kembalinya pada arsitek muda dari pendidikan dan ITB menghasilkan lulusan pertama yang kemudian menggerakkan arsitektur pada periode ini. Ir. Ir.) Sidharta di Universitas Diponegoro Semarang. Arsitek muda ini kemudian bergabaung sebagai generasi kedua Arsitek Indonesia. secara makro merupakan periode pembentukan pendidikan arsitektur di Indonesia. Jakarta (1958). Swedia 1960 ) .) Parmono Atmadi di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.− R.htm (2 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. Ir. seperti (Prof. Beberapa dari mereka yang tersebut dalam periode ini yaitu : − Soejoedi ( karyanya Conefo/MPR/DPR Jakarta ) dan Han Awal dari TU Berlin. Bogor (1951). Periode ini berlangsung tahun 1960-1970.Soesilo dengan karyanya Perencanaan Kota Satelit Kebayoran Baru ( 1948 ) − Lim Bwan Tjie (1932-1964)di Semarang − Soehamir. Ir. Hasan Purbo. Bank Indonesia.1960 − Soewondo Bismo Sutedjo dari TH Hannover. 1961 − Djauhari Sumintardja ( dari sekolah arsitektur Stockholm. dengan karyanya Tugu Monumen Nasional (MONAS) Jakarta − F. dan Achmad Noe’man.) Hasan Purbo di Institut Teknologi Bandung. Ir. Jakarta (1958) dan Masjid Istiqlal (1965) Fokus arsitektur pada periode ini lebih kepada bagaimana mengembangkan arsitektur tropis modern Indonesia dengan tradisi berarsitektur modernis rasional sejati.) Suhartono Susilo di Universitas Prahyangan Bandung. akan tetapi sayang tidak didapatkan informasi tentang karyanya − Soedarsono. (Prof. Markas Besar AURI.htm (3 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. (Prof. Silaban dengan karyanya SPMA. (Prof.htm (4 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 Periode kedua Periode ini dipelopori oleh generasi Arsitek kedua Indonesia yaitu Suhartono (anak Susilo).

Fokus arsitektur pada periode ini kecenderungan meninggalkan pemikiran arsitektur tropis modern Indonesia yang telah dirintis oleh generasi sebelumnya dan ketertarikan pada arsitektur tradisional mulai muncul serta menguatnya tradisi berarsitektur modernis rasional sejati. Zaenuddin Kartadiwiria. arsitek generasi ketiga mencapai puncak karyanya.htm (5 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 generas kedua seperti : − Han Awal : Konsep Tower in Park pada kompleks Inversitas Atmadjaya. Periode Ketiga Periode ini berlangsung antara tahun 1970-1980 ditandai dengan munculnya orde baru dalam politik Indonesia. Adhi Moersid. Yang menjadi fokus arsitektur pada masa ini adalah pencarian identitas Arsitektur Indonesia dan kebangkitan arsitektur tradisional. Periode ini merupakan puncak karya dari file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. − Djauhari Sumintardja. Danisworo.− Hasan Purbo. Yuswadi Saliya. Tradisi modernis rasional yang dibawa dua periode sebelumnya mendapat kritikan keras sejalan dengan derasnya arus pemikiran arsitektur dunia. Kedutaan Prancis dan Sekretariat ASEAN. Parmono Atmadi. menerbitkan buku Kompendium Sejarah Indonesia. Suhartono Susilo. dikenal sebagai landscape handal. Wastu Pragantha. Periode Keempat Periode ini berlangsung antara tahun 1980-1990. − Slamet Wirosanjaya. dan Gunawan Tjahyono muncul sebagai generasi arsitek ketiga di Indonesia setelah dua generasi sebelumnya mencapai puncak karyanya pada periode ketiga ini. Jakarta − Soejoedi : Gedung Manggala Wanabakti. Kemudian para lulusan pertama “pendidikan arsitektur dalam negeri” yang lulus pada tahun 1970-an seperti Robi Sularto. Johan Silas. Pencanangan pembangunan nasional berjangka (PELITA) yang dibuat penguasa politik pada saat itu membuat iklim rancang bangun bergairah kembali. Dharmawan. . Sidharta. Jakarta. Slamet Wirosanjaya dari ITB Meletusnya gerakan G30 S PKI mengakibatkan tidak banyaknya karya yang dihasilkan dalam periode ini. Eko Budiardjo.

Periode ini ditandai dengan munculnya arsitek muda Indonesia (AMI) : Sonny Sutanto. Hendropurnomo. dan Budi Lim. dan Parama Loka. dengan karyanya perumahan di Kali Code Yogyakarta. Gubah Laras. merupakan kondisi kontemporer arsitektur Indonesia dan percepatan peristiwa merupakan karakter yang menonjol pada periode ini.Proyek-proyek yang ditangani adalah proyek-proyek yang berskala besar (pemerintah). serial Hotel Santika. − Y. Baskoro Tedjo. Puncak dari karya arsitek pada periode ketiga yang beberapa diselubungi oleh nama besar biro arsiteknya.. rumah tinggal Arief Budiman di Salatiga file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. Zhou Fuyuan.htm (6 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 − Gunawan Tjahyono. Tripanoto Sri. Andi Siswanto serta beberapa arsitek lulusan luar negeri yaitu Antonio Ismael. Encona. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206.Wiryomartono. Kemudian beberapa biro-biro arsitek muncul seperti biro arsitek: Atelier 6. dan bergabungnya arsitek periode keempat (Josep Prijotomo dkk) dalam periode ini.B. Budi Sukada. yaitu Josep Prijotomo. RS. kompleks TMII. Periode ini diramaikan juga oleh para arsitek yang juga merupakan produk kedua pendidikan arsitektur dalam negeri. Yang menjadi fokus arsitektur pada periode ini yaitu keinginan untuk mensenyawakan arsitektur modern dan tradisional dengan penekanan lebih kepada simbol makna dan budaya dibandingkan dengan permasalahan kondisi tropis. tempat ziarah Sendang Sono. Kanker Indonesia. Mangunwijaya dari TH Aachen Jerman. gedung STEKPI. − Tripanoto Sri. dengan karyanya Gedung Rektorat UI. Marco Kusumawijaya dkk.htm (7 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 Periode Kelima Periode ini berlangsung antara tahun 1990-2000. Arkonin. Budiman H. Hotel Nusa Dua dan Masjid Said Naum (karya terbaik Adhi Moersid). dengan serial arsitektur Keluarga Cendana. . seperti : − Atelier 6 dengan karyanya Executive Club Hilton Jakarta. Team 4. Bagoes P.

budaya dan geografi. − Sardjono Sani : Rumah Tinggal Tusuk Sate di Pondok Indah Jakarta. − Fuyuan : Rumah Pabrik.Beberapa karya yang penghargaan yaitu: menonjol periode ini dan mendapat file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. − Budi Lim : Urban Infill di Bank Universal Hayam Wuruk dan Konservasi Bank Universal Melawai. − Thamrin dan Kelompok Kumuh : Gerbang Utara ITB.htm (10 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM . − Arcadia (Gatot. − Krish Suharnoko. Dicky) : Tugu Park Hotel di Malang. Keberagaman arsitektur tersebut menyebabkan kesulitan untuk mengidentifikasikan ke dalam satu karakterisktik style yang mewakili keseluruhannya. Asia tengah maupun Eropa.htm (8 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 − DCM (Budiman. serta pengaruh teknologi dari Barat. penjelajahan desain dan kejujuran berekspresi file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206.htm (9 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. Sejarah Perkembangan Arsitektur India Arsitektur India menunjukkan keberagaman ditnjau dari sejarah. Sejarah arsitektur India dimulai dari masa peradaban lembah Indus ( Indus Valley Civilisation). sejarah perkembangan dan konsep arsitektur india A. Sonny. : Rumah Murah Swadaya Plan International Kupang Fokus arsitektur pada periode ini lebih kepada pengungkapan tradisi berarsitektur AMI yaitu peningkatan profesionalisme. Dunia Fantasi Ancol. Kesemuanya merupakan hasil dari rangkaian tradisi masa kuno dan berbagai ragam budaya setempat ke dalam tipe dan bentuk bangunan. Armand dan Tony) : The Condor. kemudian . Café Batavia − Irianto : Kantor Bank Exim Kamayoran. Gedung Ford Foundation untuk ASEAN (bekerja sama dengan Gunawan Tjahyono). − Yori dan Marco K.

dan Neogotik mulai dari abad ke-16 hingga akhir abad ke-19. sikhara. penguasa Turki dan Afghannistan di utara pada masa pertengahan telah membawa India kepada tradisi arsitektur kubah ( dome dan vault). tipologi . Sementara. Arsitektur India telah membawa pengaruh yang besar terutama ke Asia Timur sejak kelahiran dan penyebaran agama Budha. torana (gerbang) telah menjadi simbol terkenal arsitektur Hindu dan Budha yang berkembang dan digunakan di Asia Timur dan Asia Tenggara seperti yang terdapat pada bangunan candi Angkor Wat di Kamboja dan Prambanan di Indonesia. Selain benteng. pagoda (meru). yang kemudian dikenal dengan gaya Indo Saracenic. yang terakhir ini diyakini sebagai tempat pemujaan untuk kesuburan. Munculnya arsitektur Mughal pada abad ke-16 menggambarkan penggabungan antara elemen arsitektur regional India dengan elemen arsitektur Persia dan Asia Barat.htm (1 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 bangunan yang penting lainnya saat itu adalah lumbung. tempat pemandian yang dihubungkan dengan sistem drainase umum yang baik pada masa itu.arsitektur pada masa Vedik1. Peradaban awal India dimulai dari Lembah Indus. Neo-klasik. Sejumlah elemen arsitektur India seperti stupa. Barok. pemandian umum. Pengaruh Barat terutama Eropa tak terelakkan selama masa kolonisasi Eropa di India termasuk gaya Manneris. kemudian diikuti dengan kemegahan bangunan kuil pada masa pertengahan. Mahenjo Daro dan Harappa dengan berbagai macam karakteristik rumah. tipe 7 7 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Struktur kota berbentuk grid diikuti jalur drainase disepanjang jalan umum dikelilingi oleh benteng. berlanjut hingga masa Maurya-Gupta atau dikenal dengan era perkembangan Buddha. Keseragaman tatanan kota. arsitektur biara ( monastery) dan batu/dinding pahat ( rock cut). tempat berdagang. yang terdiri dari permukiman perkotaan kuna termasuk kota metropolitan.

Dua kutub kerajaan ini mempengaruhi bentuk dan performansi dari kuil-kuil Hindu. Arsitektur Hindu Seperti halnya diketahui dari sejarah perkembangan kebudayaan Timur. Arsitektur kuil di India Selatan tidak menggunakan konsep arsitektur kuil di India Utara yang dipengaruhi oleh Persia. Umumnya kuil-kuil dengan rancangan terbaik yang menjadi ikon bagi arsitektur Hindu berada di wilayah Selatan. dan kuil Nagara di India Utara. bahwa agama Hindu lahir di lembah sungai Indus ( kawasan Sind dan Punjab ). file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Arsitektur hindu dikenal lewat rancangan kuil-kuil hingga sampai ke Asia Tenggara mulai abad ke-5 hingga ke-13. Di India Selatan terdapat tujuh kerajaan yang memberikan pengaruh besar dalam perkembangan arsitektur kuil Hindu yaitu: − Kerajaan Pallava. dan ukurannya yang terbuat dari batu bata bakar yang menunjukkan koordinasi yang baik antara sosial dan politik pada saat itu. Kashmir dan Kerala. Rajastan dan langgam Jaina. seringkali disebut dengan Kuil Dravida di India Selatan.bangunan. Wisnu dan Siwa. Kuil besar yang dibangun pada masa pemerintahannya yaitu kuil Mahabalipuram dan ibukotanya Kanchipuram. kerajaan ini berkuasa pada tahun 900-1150 M diperintah oleh Rajaraja Chola I dan . Perpaduan itu tercetus dalam buku Rig-Veda (kitab agama Veda) yang pada permulaan tahun masehi disempurnakan dengan terciptanya kedewaan Trimurti : Brahma. sekarang berada di wilayah Tamilnadu. − Kerajan Chola. Agama ini lahir dari perpaduan agama Tuhan Vedis sebagai agama sukubangsa Aryan (Aria) dengan agama suku bangsa Dravidians (percaya adanya inkarnasi) yang merupakan daerah invasi dari sukubangsa Aryan pada masa itu. memerintah dari abad ke-6-9 Masehi. Diantara kedua style tersebut juga berkembang kuil dengan style yang berbeda seperti yng terdapat di wilayah Bengal.htm (2 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 B. Pada masa itu terdapat beberapa kerajaan yang terbagi wilayahnya menjadi utara dan selatan.

− Kerajaan Vijayanagar yang memerintah seluruh wilayah India Selatan pada tahun 1343-1565 M membangun sejumlah kuil di ibukota Vijayangar dengan menggabungkan beberapa langgam yang berkembang di India Selatan pada masa sebelumnya. balustrade ( parapets) and pilar berhias . Kuil lain yang menarik yaitu kuil Jaina Narayana di Pattadakal dan kuil Navalinga. Kuknur di Karnataka. Terdapat lebih dari 50 kuil yang masih bediri di sekitar sungai Krishna. yang artinya di dalam dan antara (in-between).htm (3 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 − Kerajaan Chalukya Badami yang disebut Chalukya awal yang diperintah oleh. − Kerajaan Rashtrakuta yang memerintah wilayah Manyakheta. Kalleshwara di Bagali dan Mahadeva di Itagi merupakan kuil-kuil yang indah dan menarik yang dibangun oleh arsitek-arsitek semasa kerajaan Chalukya akhir. Gulbarga tahun 753-973 M membangun beberapa kuil Dravida di Ellora (kuil Kailasanatha). di tengah Kartanaka. Beberapa elemen yang dihasilkan dari karya tersebut yaitu pilar Yali (pillar yang bersimbol kuda). Karya arsitektur kuil yang terbaik yaitu kuil Chennakesava di Belur. kuil Hoysaleswara di Halebidu. − Chalukya Barat disebut juga Chalukya Akhir yang memerintah Decca dari tahun 973-1180 M menghasilkan kembali langgam chalukya dikenal dengan langgam Gadag. Leibh dari 150 kuil tertinggal di lembah Malaprabha. Contoh yang paling bagus dari seni kuil ini nampak pada kuil Pattadakal.753 M yang kemudian menghasilkan langgam Vesara disebut juga Arsitektur Chalukya Badami. dan kuil Kesava di Somanathapura. Kuil Kasi Vishveshvara di Lakkundi. − Raja Hoysala memerintah India Selatn pada tahun 1100-1343M dan mengembangkan sebuah konsep arsitektur yang disebut Hoysala Arsitektur id negara Karnataka. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.putranya Rajendra Cholaruled dan membangun kuil Brihadeshvara dan kuil Siwa Thanjavur. Mallikarjuna di Kuruvatii. Badami pada tahun 543 . Aihole dan Badami di Karnataka utara.

banyak kuil Hindu dibuat dari pahatan dinding tebing atau bukit. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Beberapa raja yang memerintah Vijayanagar membangun kuil-kuil terkenal dengan gaya arsitektur Vijayanagar. Sistem ini berupa tiang tegak dengan alang melintang . Brahmin juga menentukan pemilihan tapak dan menguji keadaan tanah.htm (4 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 − Langgam Kasmir atau Punjab.htm (5 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 Selama abad pertengahan. Konsep merancang kuil dibuat oleh seorang Brahmin.htm (6 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 Kuil-kuil hindu menggunakan bentuk empat persegi daripada bentuk lingkaran seperti yang digunakan dalam arsitektur Budha. Beberapa ciri lain dari arsitektur hindu yaitu penggunaan sistem trabeate yaitu massive block dari batu yang menjadi material dasar dalam pembangunan kuil India. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.(manatapa). Tantanan ini dituangkan dalam tatanan ilmu arsitektur Hindu dinamakan vastushastra. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. akan tetapi lebih mirip kepada langgam yang di selatan. Tatanan inilah yang mengatur konsistensi rancangan dari kuil-kuil di wilayah India. Hingga saat ini konsep arsitektural Hindu mempengaruhi bangunan-bangunan atau arsitektur Budha. Bentuk empat persegi ini menyimbolkan kestabilan dan kekekalan. − Langgam Utara atau Hindu Arya. dan tebalnya sesuatu dinding atau tiang mengikut segi “mithologykal adan astronomikal” Hindu yang dikenal dengan Formula “ Vastupurshamandala” (tatanan untuk bangunan sakral). ditemukan hanya di wilayah Himalaya yang berbatasan dengan ras Arya yang berbahasa Sancrit atau dikenal dengan ‘ the Bengal Presidency’. dipraktekkan oleh bangsa ras Tamil dan seluruh wilayah yang terletak antara Cape Comorin dan Nerbuddha or wilayah Vidya. Arsitektur hindu di India dibagi atas tiga langgam: − Langgam Hindu Selatan. berbeda dari kedua diatas. Menurut Fergusson2.

Mandala empat segi atau charta firasat arsitek Hindu. pemelihara dan pemusnah menduduki empat segi tengah. biasanya yang mandapa luar bersifat terbuka dan mandapa dalam bersifat tertutup.sistem ini digunakan dengan begitu meluas sekali. Vimana yang terbesar di Tanjore yang terdiri dari 14 tingkat dengan tinggi hampir 200 ft. Denahnya berbentuk bujursangkar atau file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Mantapa. Garbha griha Merupakan bagian utama dan terpenting dari kuil dan merupakan inti/induk bangunan yang disebut vimana (di India Selatan) atau mulaprasada (di India Utara). Kuil hindu memiliki empat ruang prinsip dalam perancangannya yang menjadi konsep arsitektur Hindu yaitu Garbha griha. Ruang mandapa berbentuk bujursangkar atau persegi. Atapnya berbentuk piramid. sering juga . mengandung 64 atau 81 kotak. B. Vimana beratap tingkat seperti pyramid umumnya terbuat dari bata yang diplester dengan semen kemudian diakhiri dengan ‘dome’ kecil (umumnya di india selatan). Beberapa kuil memilki ‘mandapa luar atau Maha Mandapa’ dan ‘mandapa dalam atau Ardha Mandapas’.1. untuk kuil yang kecil biasanya perbandingan antara tinggi dan lebar bangunan 1:1 atau berbentuk kubus. Walaupun sistem “ Arch Vault” lebih ekonomis dan digunakan di seluruh dunia.2. Gopura dan Choultri dengan penjelasan sebagai berikut. Ada juga kuil yang memiliki gabungan dari kedua mandapa. ruang bagian luar yang sebagian dilingkupi dinding dilingkupi oleh dinding yang memiliki pintu. biasanya sama bentuknya dengan bangunan kuil inti (vimana). dan kuil yang besar biasanya tingginya jauh lebih besar daripada lebarnya. tapi jauh lebih rendah dari atap vimana. Dewa utama. Brahma. B. Pelataran depan atau Mandapa Pelataran depan atau ‘ Mantapa’. Dewa-dewa lain menduduki tempat-tempat di penjuru.htm (7 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 persegi. Terdapat bagian yang tegak lurus terbuat dari batu dan granit yang didekorasi dengan pilaster dan ornamen. satu pintu merupakan penghubung untuk ke vimana sedangkan pintu yang lain merupakan akses dan masuknya cahaya ke ruang dalam.

Bentuk gapura indentik dengan vimana. akan tetapi sebisa mungkin dikurangi jumlah pilar dengan membuat kotak-kotak pembalokan pada ceiling ( bracketing) dan ‘projecting cornices’.file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. yang merupakan ibukota Kerajaan Chola setelah penolakan Tanjore. Hall berpilar atau ‘ Choultri’.htm (8 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 berbentuk flat yang tidak berornamen.htm (12 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 B. Atap ditopang oleh pilar.htm (10 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 B. meskipun demikian terdapat satu sisi yang lebih besar dan lebih panjang. Menurut Fergusson. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. kadang-kadang juga bisa melebihi jumlah dinding pagar. Choultri ini berada bangunan extra di sekitar kompleks kuil biasanya digunakan . Terdiri dari 12 tingkat termasuk basement yang terbuat dari granit dan datar.3.4. gerbang piramid yang paling besar dimiliki oleh kuil di Combaconum. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Jumlah gerbang mengikuti jumlah dinding pagar.htm (11 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.htm (9 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Gerbang Piramid ‘ Gopura’ Gerbang atau Gopura adalah jalan masuk ( entrance) untuk memasuki kompleks halaman kuil yang berbentuk persegi yang biasanya mengitari vimana. Pada sisi yang panjang terdapat bukaan yang biasanya 1/4-1/7 dari lebarnya. sementara keseluruhan piramid terbuat dari batu bata diplester dengan sculpture dan ornamen.

C. Arsitektur Budha file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.untuk berbagai macam kegiatan upacara dengan tarian dan nyanyian serta upacara perkawinan. Pada masa Ashoka telah diperkenalkan arsitektur batu pahat yang mentradisi hingga lebih dari 100 tahun lamanya hingga masa arsitektur Budha. Pada ujung atas prasasti terdapat ukiran batu berkepala empat singa yang menjadi simbol dari kerajaan Ashoka. terdapat banyak ruangruang . Pada awalnya sebagai beranda ( porches). Jaina dan Hindu. Hall berpilar yang besar yaitu ada di Tinnevelly yang terdiri dari 100 kolom pada sisi yang panjang dan 10 pada sisi yang lebarnya. kemudian berkembang menjadi ruang untuk berbagai kegiatan terutama untuk upacara yang berhubungan dengan perkawinan.htm (13 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 Arsitektur batu (stone architecture) juga telah tumbuh di India terbukti pada tinggalan sejarah istana Pataliputra dan juga Ashoka Stambha (prasasti tugu monolitik) yang bertuliskan maklumat dari raja Ashoka. Kemudian hall berpilar di Chillumbrum terdiri dari 24 kolom pada sisi lebar dan 41 kolom pada sisi panjangnya.

tiang yang bertuliskan ukiran ayat-ayat suci dari kitab Pali berfungsi sebagai alat sebaran agama Budha − Vedik.htm (16 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 C. pada zaman syuga digantikan dengan bahan batu.htm (15 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 budha). mulai dibangun setelah kematian Budha terutama pada masa Kerajaan Mauryan with karakteristik monumen stupa. terdapat tiga bangunan yang penting dalam arsitektur Budha yaitu chaitya (ruang meditasi para biksu).pemujaan yang dipahat di dinding tebing atau gunung. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.htm (14 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 yang terdapat stupa didalamnya. Arsitektur Budha berkembang pada masa Pemerintahan Ashoka. Viharas (Buddhist monasteries). Dalam satu lahan paling sedikit terdapat satu chaitya dan beberapa vihara. ruang meditasi file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. .1. Konon katanya tradisi ini berasal dari Mesir kuna dan Persia. Pada saat yang sama.htm (17 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 Bangunan stupa terdiri dari beberapa bagian atau elemen yang membentuk satu konsep arsitektur sebagai berikut: − Harmika yaitu pagar empat segi stupa memberi peringatan “syurga 33 tahun lambang dari peti suci Budha dan menjadi sentral dari meditasi − Yashti berbentuk tiga Lapis payung yang melambangkan paksi dunia. vihara (asrama) dan stupa (monumen file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Stupa Stupa adalah monument untuk memperingati Budha dan para pengikutnya berbentuk setengah bulatan mempunyai pengertian falsafah melambangkan “kubah syurga” (Dome of Heaven) atau melambangkan struktur kosmik yang menetap terbuat dari batu atau tanah atau material lainnya dengan struktur dan konsep arsitektural sebagai berikut: file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. chaitya. − Stambha. pagar yang mengelilingi stupa pada mulanya dibuat dari bahan kayu.

Pada beberapa site dari tipikal chaitya ada yang berbentuk sekuen dari bentuk persegi diakhiri dengan ruang suci tempat stupa. Contoh Chaitya yang paling bagus terdapat Ajanta and Ellora.htm (19 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 Berbagai macam bentuk dan konsep chaitya dapat dilihat pada gambar berikut ini. gerbang (jalan/pintu masuk) ke dalam stupa yang berasal dari bahasa Sansekerta.3. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. kata ini berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya tempat suci.htm (20 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 C. sehingga vihara dikenal sebagai hall dengan serambi. C. Berbagai macam tipikal dari vihara terdapat pada gambar berikut ini. Vihara terdiri dari ruang-ruang sel kecil yang terisolasi dan ruang bersama berupa hall yang dikelilingi oleh tiang-tiang ( portico) yang merefleksikan ruang komunal dari asrama.htm (21 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 . di ujungnya yang membentuk membentuk garis keliling melingkari stupa yang ada didalamnya.Vihara (Monasteries) Monasteries (Vihara) merupakan asrama atau tempat tinggal para sami Buddha selama mereka bermeditasi.2. Orientasi dari vihara bervariasi tidak ada arah tertentu sebagai patokan. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.htm (18 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.− Torana. Chaitya terdiri dari barisan tiang yang beratap. Chaitya Griha Chaitya griha adalah tempat meditasi para sami Budha dalam mempelajari ajaran Budha. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.

Dinasti Ming. pada saat dinasti Tang ini pula.htm (1 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Tabel.htm (22 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM . Tata Urutan Dinasti di Cina dan Karakteristik Sejarahnya Dinasti Karakteristik dan Sejarah Hsia c. patung.file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. sastra. Sejarah Perkembangan Budaya dan Pemerintahan di China Cina memiliki sejarah yang panjang dan bergejolak sejak masa primitif hingga saat ini.1994-c.1523 SM• Membangunan saluran irigasi. 7. dan kayu cetak dan produksi massal buku mengalami perkembangan yang pesat.Pada abad ke 2 SM terdapat suatu pemerintah yang bertsruktur di Cina yang memmasuki masa ke kaisaran atau Dinasti. Peradaban Cina mulai terbangun sejak 4000 hingga 5000 tahun yang lampau. penggunaan binatang domestik. Pengaruh rancangan arsitektur kota dan Budha pada masa itu sangat besar pada perancangan kota dan bangunan kuil Budha di Jepang. mereklamasi tanah. dinasti terakhir yang diperintah pribumi berkembang hingga ke Mongol atau Yuan yang merupakan dinasti yang didirikan oleh Kublai Khan. bercocok tanam . Secara umum Wilayah China secara garis besar terbagi atas Huabei ( China Utaradan Huanan ( China Selatan ). agama budha disebarkan ke Jepang. senjata perunggu. 2 8 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. sejarah perkembangan dan konsep arsitektur china A. Begitu pula.1. Dinasti Tang disebut sebagai masa emas dari Sejarah Cina. kendaraan tempur. dimana pada saat itu seni lukisan.

masa emas aksara Cina. penggunaan besi. pemberontakan di Mongolia dan Cina Selatan mengakhiri dinasti Ming 1368-1644• . Lao Tzu.1523-c. sentralisasi birokrasi.220•M Penyatuan lebih solid. ekonomi mata uang. masyarakat pertanian dengan birokrasi. pengembangan luas percetakan. Mencius). rangkaian barbarisme dari dinasti Cina utara. konfusianisme menjadi dasar pemerintahan birokrasi bertingkat. pencetakan uang kertas pertama. feodalisme digantikan oleh birokrasi pemerintah berjenjang. serbuk mesiu pertama kali digunakan oleh militer. sistem kanal didirikan T'ang 618-907• Ekspansi teritorial. budhaisme dibawah tekanan. masa keemasan seni sastra dan sajak ( Li Po . Sung 960-1279• Masa perubahan sosial dan intelektual. Wei menjadi dominan. aksara dan penulisan lebih baik. masa peperangan 403-221 SM Ch'in 221-206 SM• Penyatuan Cina dibawah kekerasan Shih Huang-ti.padi dan gandum. pengenalan terhadap Budha. Shu. pertumbuhan dan perkembangan Budha Sui 581-618• Reunifikasi. Tu Fu ). konfusianisme meredup. Yüan 1271-1368• Dinasti Mongol ditemukan oleh Kublai Khan. pengetahuan ilmiah diadopsi dari India Tsin or Chin 265-420 Dikembangkan oleh Wei. Po Chü-i . rancangan hukum tertulis. kanal dan Tembok raksasa Han 202 SM. kerbau dalam pembajakan sawah. pendirikan kembali sentralisasi pemerintahan. tembok raksasa dibangun kembali. kesukaran. kekisruhan dalam politik. ide konfusianisme mengecewakan. kekerasan berkurang. penggunaan simbol dalam penulisan Shang or Yin c. perumusan strata social. pelayanan masyarakat berdasarkan Konfusianisme. Budhaisme dan Taoisme menjadi favorit. Wu. kalendar China. pembangunan jalan. kontak dengan asing (barat). ekspansi perlahan ke Asia Tenggara. neo-konfusianisme mencapai keunggulan dari Taoisme dan Budhaisme. korupsi pemerintahan. kompilasi sejarah dan kamus bahasa Three Kingdoms 220-265• Pembagian atas tiga pemerintahan: Wei. dan masa emas pencetakan perunggu Chou c. standadisasi penulisan. patung dan lukisan Five Dynasties and Ten Kingdoms 907-960• Masa perang.1027-256 SM• Masa Klasik (Konfusius. penguatan Taoism dan Buddhisme.1027 SM Tonggak sejarah dinasti china pertama. pengembangan perkebunan the dan katun (tekstil).

dan Mencius yang menjadi dasar filosofi masyarkat Cina hingga kini. Yi. Pada abad ke-19. Portugis menduduki Macao. Ch'ing or Manchu 16441912• Pendirian Mancu. Hierarki sosial dalam masyarakat diperkenalkan pada ketika mulai terbentuk suatu organisasi masyarakat yang sejalan dengan ditemukannya aksara dan penulisan. Mo Ti. ajaran Lao-tse. kekuatan asing membagi Cina kedalam lingkungan yang terpengaruh Perang Opium. . Strata sosial pada masa itu masih terbagi atas pekerjaan dan kemakmuran yang diperoleh misalnya Raja dan bangsawan. Miao. Uygur. petani. Hongkong diserahkan. Hui. seniman. penurunan kekuasaan sentral. Zhuang. kerajaan Cina terakhir file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. misionari. Keramik dan porselin Cina merupakan suat komoditas perdagangan Cina ke beberapa negara pada masa itu. Kemudian kontak dengan Barat terjadi pada masa Dinasti Yuan sekitar abad ke-12. kaligrafi dan keramik berkembang luas dan banyak dikagumi oleh bangsa lain. Manchu. Seni Lukisan. dan pedagang. Sistem sosial budaya Cina Cina memiliki wilayah yang luas dengan total area wilayah 9.Mongolia keluar. konfusianisme dan pelayanan masyarakat diterima kembali. pesilatan berkembang. Sejak dahulu Cina memiliki kepercayaan kepada pemujaan roh nenek moyang. perluasan teritorial tetapi kekuasaan Cina melemah secara perlahan. pada masa itu Cina mengadopsi kemajuan ilmiah dari India. Pada masa dinasti Chou sistem pertanian dikelola dengan baik. Budhisme mencapai titik emas dalam penyebaran agama di Cina yang masuk pada masa Dinasti Han.960 kilometer persegi dihuni oleh beragam etnis seperti suku Han.596. Cina melepaskan Hongkong untuk menjadi satu negara sendiri setelah pendudukan Inggris pada pertengahan abad ke-19. Cina masih terisolasi dari dunia luar hingga abad ke-2 Masehi ketika datang pengaruh Budha dari India. pengembangan arsitektur porselin.htm (2 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 B. kemudian pada masa dinasti Chou sekitar tahun 1027-256 SM• muncul suatu ajaran Konfusianisme. dan Inggris di Hongkong. kontak dengan pedagang Eropa. peningkatan perdagangan eropa. novel dan drama. Tibetan. Budhisme yang berasal dari India. dan Mongol. penerapan sistem pembajakan sawah meluas hingga ke Asia Tenggara ketika terjadi ekspansi wilayah dan budaya ke bagian selatan Cina.

hong Shui atau Feng Shui.htm (6 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Dari filosofi arsitektur yang dijelaskan sebelumnya maka prinsip-prinsip dasar dalam arsitektur Cina adalah sebagai berikut: . Konsep Keseimbangan dalam kehidupan diatur dalam dualitas Yin dan Yang.C. Hal-hal yang mempengaruhi Hong Shui menyangkut keseimbangan 5 (Lima) Unsur yaitu waktu Kelahiran. yin digambarkan sebagai energi negatif. gelap. Kompas merupakan adaptasi metodis karya manusia terhadap struktur alam raya sehingga menjadi pedoman dalam pendayagunaan energi dan sumber alam untuk penyelarasan nafas dunia. intelektualitas file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Kemudian filosofi Tien-Yen-Chih-Chi. Bentuk ideal dan keharmonisan dalam masyarakat tersebut dapat dilihat dari filosofi Tien-Yuan TiFang yang berarti langit bundar dan bumi persegi. Taoisme dan Budhisme. terang. buatan manusia. yang menggambarkan kesehatan dan vitalitas.htm (5 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.htm (4 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Sejarah Perkembangan Arsitektur Cina B. orientasi Ruang Dalam. jantan.htm (3 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 manusia sebagai manifestasi penerapan keteraturan atas alam dan bundar melambangkan ketidakteraturan sifat alam. Sementara. Hong shui atau Feng Shui merupakan kompas kehidupan yang mengaur keseimbangan yang memiliki elemen alam seperti angin. arah dan ukuran bangunan. air.1. betina. menyerap elemen. Terdapat simbol dan lambang-lambang dari bentuk ideal dan keharmonisan dalam tatanan masyarakat. kuat. pola Penempatan ruang dalam file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. artinya diantara langit dan manusia yang menggambarkan peralihan dua alam yang disimbolkan dalam bentuk bundar-segi empat-bundar. dimana persegi melambangkan keteraturan. Yang adalah sebagai energi positif. Konsep dan Filosofi Arsitektur Cina Filosofi arsitektur Cina sangat dipengaruhi oleh filosofi dari kepercayaan dan ajaran Konfusianisme. tanah dan metal. Selain itu juga membantu manusia memanfaatkan gaya-gaya alam dari bumi dan menyeimbangkan Yin dan Yang guna memperoleh Qi yang baik. kondisi tanah pada lokasi ( tapak) .

Struktur dan Konstruksi. sebagai sikap dan pandangan terhadap rumah sebagai sel dasar arsitektur dan keluarga merupakan mikrokosmos dari tatanan masyarakat umum sehingga pengaturan dan koordinasi sel dasar memiliki arti sebagai pengaturan dan koordinasi dunia 6. − Adanya privasi berdasarkan rasa hormat dan keintiman tata laku/ Etiket Bangsa Cina yang diterapkan secara vertikal dengan langit-langit. bentuk dan kerumitan ornamen atap. gerak dan orientasi manusia dalam ruang Eksplorasi prinsip tersebut dalam Arsitektural yaitu − Potensialitas Dinding − Penonjolan individualitas bangunan − Pengorganisasian susunan CourtYard − Permainan tinggi lantai − Bangunan dibatasi taman file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. susunan ruang yang memiliki penekanan berbeda.1. serta jumlah trave hall : 9 (kaisar ) 7 (putra mahkota) 5 (Mandarin) 3 ( rakyat biasa) 5. dinding sebagai pembatas non struktural dan sistem bracket ( Tou Kung). pada umumnya dicirikan oleh lokasi lahan terhadap jalan Utama/Strategis. Hirarki dan Status. Koordinasi atau orientasi. hanya arah kegiatan. . sakral Hirarkis Konsentris. secara umum bersifat sequensial Horisontal. mengutamakan posisi. kolom sebagai pendukung beban atap. Tata Ruang Rumah 7.htm (7 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 − Rumah utama bersumbu Utara-Selatan dan selalu memilih tempat yang lebih tinggi − Interior dengan elemen utama perabot berukir dengan warna megah sebagai lambang gengsi. jumlah Court Yard. − Pintu dan jendela menjadi elemen penunjang yang penting dalam tatanan permukaan bangunan. atap dan secara horisontal dengan Court Yard dan Lantai 4. bukan kuda-kuda dengan penyangga miring. konsep yang diterapkan pada rangka atap dengan sistem saling tumpang. mengutamakan ilmu pengetahuan bukan kemuliaan. seperti tidak ada pembedaan prinsip antara bangunan sakral/religius dengan bangunan umum. Memfokuskan pada bumi bukan surga. warna tiang.

Kejelasan − Komposisi Lansekap − Komposisi Taoisme : Informal. Garis Lurus. Estetik dan Fungsional antara Kota dan Lingkungan − Berdasarkan Prinsip-prinsip Keseimbangan Yin dan Yang B.8. Kota Berdinding Dinding sebagai unsur penting dalam formulasi bentuk/struktur kota 2. Geologi. bangunan menggunakan konstruksi kayu dan dengan kombinasi warna yang menyolok seperti merah. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Misteri. hexagonal (Kou).2. kuning dan hitam. Tak Beraturan. Asimetri.htm (9 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Kesan Stabil dengan Keseimbangan Dinamis − Komposisi Arsitektural − Konsepsi Confusius : Formal. Prosedur Perancangan dan Perencanaan Kota − Pemilihan Tapak berdasarakan pengamatan Aspek Alami : Topografi. Sumber Air. Orientasi − Hubungan Lahan dengan Bentuk/Struktur Kota dimana bentuk ditentukan oleh hubungan Simbolik. pola lantai : diagonal ( jen). Konsep Keseimbangan file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Simetri. Stilistika. 1. Susunan Bata ( Ting). Beraturan. Tipologi Arsitektur Cina Dari perjalan sejarah yang panjang terhadap perkembangan arsitektur di Cina terdapat beberapa tipologi . Romantis dan Alam Liar 3. seluruh permukaan bangunan penuh dengan dekorasi. Garis Lengkung.htm (8 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Hierarki pemerintahan administrasi perkotaan dan desa di Cina yang diterapkan sejak masa dinasti Chin terdiri dari empat tingkat yaitu : − County town = kota ( xian ) − Township = sub kota ( xiang ) − Market Town = kota dagang ( zhen ) − Village = desa ( cun ) Dalam perencanaan kota-kota awal di Cina terdapat beberapa prinsip sebagai berikut.

sedangkan jumlah court yard bergantung pada besar rumah.htm (15 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 . file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.htm (10 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 budha. Di wilayah bagian selatan. Pada dasarnya arsitektur Budha Cina terbagi atas arsitektur pagoda. Beberapa tipologi rumah vernakular Cina yang ada di Cina dibagi atas beberapa tipe seperti : − Rumah bata dengan ruang terbuka persegi di sebelah utara China (siheyuan) (I) − Arsitektur subterranean di wilayah loess seperti Shanxi. Kuburan yang memiliki fungsi dan karakteristik sendiri. Shaanxi dan provinsi Henan (II) − Arsitektur dengan konstruksi kayu dan bata di sebelah barat dan barat daya China(III) − Konstruksi kayu di sebelah timur china (IV) − Arsitektur tanah liat dan kayu di Hakka (Fujian). yang merupakan induk dari rumpun Austronesia menjadi konsep awal dari aristektur Austronesia. Gerbang (Pai Lou). file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Kuil atau Kelenteng. Cina juga kaya dengan arsitektur vernakular. kayu dan bangunan batu sepanjang selatan China (VI) file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.htm (11 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Dari bangunan arsitektur religius yang beragam dan dipengaruhi oleh Budha. kuil file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Tembok Raksasa sekitar 3000 kilometer.htm (12 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Tipikal rumah di China Bagian Utara ( Northern China) − Tipe rumah yang memiliki halamn tengah atau dijenal dengan sebutan siheyuan (Courtyard house) − Adanya hutong (gang sempit sebagai frontage dari rumah ) − Gerbang yang berornamen menuju ke court yard yang disebut dengan chuihuamen ( hanging flower gate) − Pada tipe dasar hanya terdapat satu ourt yard. dan pahat dinding batu.htm (13 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.arsitektur Cina seperti Istana. Guangdong dan Jiangxi (V) − Batu bata. Pagoda ( 5 – 7 tingkat).htm (14 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.

htm (17 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Tipe rumah Subterranean house (semitroglodytic houses) − Frontage rumah berada pada sisi sebuah tebing − Adanya close courtyard − Entryway memiliki vault − Keuntungannya.htm (16 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.Tipikal rumah dan desa di Loess Region − Cave dwelling (troglodytic houses) − Subterranean house (semi troglodytic house) − Adanya kang (tempat tidur yang terbuat dari tanah liat) − Desa gua − Desa gua di Gansu yang menunjukkan masing-masing rumah memiliki courtyard Rumah Gua (cave dwelling) memiliki konsep arsitektur sebagai berikut: Pintu masuk (Entriway) berbentuk vault Adanya courtyard Satu rumah biasanya terdiri atas dua atau tiga ruang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. lebih banyak bukaan untuk sirkulasi udara dan angina dan lebih sedikit resikonya file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.htm (18 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 terhadap gempa China Bagian Timur (Eastern China) Terbagi atas dua geografi : – dataran landai (Jiangsu dan sebelah utara Zhejiang) dan – berbukit (sebelah selatan Anhui dan Zhejiang) .

file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.htm (20 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 panjang) termasuk ukuran tingginya (volume ruang) • Banyaknya jian mulai dari satu.htm (19 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 China Bagian Barat dan Barat Daya (Western and South-Western China) • Brick house • Bentuk atap berundak atau bertingkat-tingkat • Small courtyard Hakka Region • Besar. sejarah perkembangan dan konsep arsitektur JEPANG A. sebagai area paling subur di china • Courtyard brick gate • Suzhou house (row houses) file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.• Sepanjang sungai Yangtze. Sejarah Perkembangan Budaya dan Pemerintahan di Jepang Jepang adalah sebuah negara kepulauan yang terdiri dari kira-kira 4000 pulau mulai dari Hokkaido di utara .htm (21 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM . tiga dan lima. berbentuk persegi dan lingkaran • Terbuat dari bata (brick) • Adanya enclose structure (weizi) Dataran pantai sebelah selatan (The Southern Coast) • Courtyard house • Material bangunan granite block dan bata merah dan kayu • Dekorasi biasanya pada bagian atap yang terbuat dari kayu Material Bangunan dan Teknologi Pit dwelling =Rumah bawah tanah (yaodong): • Tanah kuning =tanah liat =huangtu ( clay brick) • Endapan lumpur sungai yang dikeringkan (mud brick) • Tanah lempung ( pounded earth) Setelah tahun 1949 : • Adobe brick = tanah liat dan jerami yang dipadatkan kemudian dibakar • Granite block dan Bata merah • Konstruksi atap : kayu dan genteng Bentuk dan Ruang • Modul atau standar dimensi ruang adalah jian • Jian adalah ruang yang berada pada interval kolom yang memiliki ukuran tertentu (lebar dan file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Jumlah jian yang genap dihindarkan karena mewakili bentuk asimetri dan bentuk yang tidak tentu.

Hampir seluruh wilayah memiliki empat musim.1. barang tembikar. semi dan panas. cuaca dingin berasal dari utara dan panas berasal dari Selatan. budaya berburu.000 SM-300SM) Pit dwelling. berburu. pertanian primitive dengan penebangan dan pembakaran − Yayoi Period (300 SM-300) Teknik bercocok tanam padi. dingin. pembuatan tungku pembakaran dari tanah liat. bangunan panggung. terutama di wilayah utara. Kyushu. masyarakat komunal. perlengkapan mulai bervariasi dari kayu dan batu file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Ada empat pulau besar yang memiliki populasi cukup tinggi yaitu Honshu. gugur. Perkembangan budaya. menangkap ikan. alat-alat selain batu. 2 9 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. . ekonomi.000 SM) Budaya primitif : Gua sebagai habitat hidup manusia.htm (2 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 − Kofun/Yamato Period ( 300. Kronologi Perkembangan Sejarah dan Pemerintahan di Jepang Jaman/ Masa Periode Pemerintahan/ Kekaisaran Karakteristik dan Sejarah Jaman Prasejarah − Paleolithic age (before 10. Hokkaido.htm (1 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Tabel 9. Area pegunungan meliputi hampir 75% dari seluruh luas wilayahnya dan termasuk negara yang memiliki gunung berapi yang banyak di dunia sehingga gempa sering terjadi dan terdapat banyak titik sumber air panas (hotspring). rumah individu berkembang. kapak batu − Jomon Period (10. dan Shikoku Jepang beriklim sejuk. dan politik mengalami proses yang panjang sejak dari masa prasejarah hingga sekarang ini.hingga Okinawa di Selatan.552) Ekonomi pertanian berkembang.

konsep tea house mulai tumbuh. pembangunan dua ibukota. agama budha diperkenalkan. pengenalan Zen-Budhism. pembangunan jalan (highway) dari Kamakura ke Kyoto. kyoto sebagai pusat ekonomi dan budaya. munculnya strata sosial dalam masyarakat − Nara Period (645794) Perdagangan berkembang.perkembangan peralatan tembikar dan perunggul. adopsi arsitektur Budha dari Cina ( Pagoda). pembentukan kota-kota. munculnya lebih dari 30 post-town (shukuba machi). pengaruh budaya dan teknologi dari Cina dan Korea. strata sosial masyarakat menguat. Jaman Klasik − Asuka Period (552645) Ekonomi pertanian berkembang pesat. dan farm house. pembangunan fisik ibukota Heijo (Nara) dan Heian (Kyoto). perubahan ritsuryo sistem. tumbuhnya rumah bangsawan ( shinden style). tipe rumah samurai Peningkatan craftsmenship berikut organisasinya. pembangunan kuil-kuil Budha ( Pagoda) − Heian Period (7941185) Golongan aristokrat terbentuk. ritsuryo sistem. pembentukan komunitas kecil ( kuni) dengan tata aturannya. Nambokucho (1333 – 1392) . townhouse. Jaman Pertengahan Kamakura Period (11851333) Peralihan pemerintah dari istana ke golongan militer ( shogun). akulturasi agama asli dengan budha. pembentuk birokrasi pemerintahan dengan sentralisasi kekuasaan ( tenno). pemindahan ibukota ke Kamakura.

Kekuasaan Shogunate makin menguat. Tokyo sebaga ibukota pemerintahan. samurai dwelling. Edo (Tokugawa) Period (1615-1867) Shogun Tokugawa. alat pertukangan makin maju. kontak dengan asing (barat). pembangunan pabrik modern. townhouse dan farm house makin berkembang. perekonomian berkembang dari skala kecil menjadi provinsial estat. promosi kaum kapitalis. kuil budha makin berkembang dipengaruhi arsitektur Cina. Jaman Modern Meiji Period (1867-1912) Shogun Tokugawa jatuh.samurai resident masih berkembang. peralihan shogun Kamakura ke shogun Muromachi Muromachi Period (13921568) Shogun Muromachi menggantikan shogun Kamakura. pemindahan ibukota ke Edo (Tokyo). era pemerintahan modern terbentuk. masyarakat menengah .munculnya konsep ukuran ruang. shoin style. pembentukan kekaisaran dalam pemerintahan. dan timbul konsep kota baru : castel-town.htm (3 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Jaman Pre Modern Momoyama (1568-1615) Peningkatan keahlian dan peralatan pertukangan (craftsment). restorasi Meiji. istana dan kekaisaran masih exist. petani dan pedagang. pembangunan jalur kereta api. pembangunan highway dan pertumbuhan kota-kota baru (post town) sepanjang jalur kereta api. Kaisar Meiji pindah ke Kyoto. townhouse ( machiya) dan farm house ( minka) makin bervariasi. Kyoto sebagai perwakilan pemerintahan. perkembangan sosial masyarakat biasa (commoners). pengembangan shinden style. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. pengembangan sistem sankin-kotai dan muncul katsura detached palace. terdapat bangunan Shoin style.

westernisasi dalam banyak aspek termasuk tenik bangunan Heisei Period (1989present) Modernisasi dengan isu-isu sentral : back to nature.tumbuh dan berkembang. pembangunan apartemen. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. modernisasi meliputi segala aspek termasuk arsitektur. Secara singkat kronologi perkembangan arsitektur di Jepang dapat dilihat dari skema dibawah ini. pendirian sekolah formal teknik.htm (5 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 9. kemanusiaan serta pembangunan berkelanjutan file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. kota metropolitan dan perkembangan industri modern. Kronologi Sejarah Perkembangan Arsitektur Perkembangan arsitektur Jepang yang dimulai sejak masa pra-sejarah yang pada saat itu sangat dipengaruhi oleh budaya Austronesia hingga berbagai macam pengaruh dari negara tetangga: Cina dan Korea serta pengaruh barat yang pertama kali dibawa bangsa Eropa.2. perubahan lifestyle menjadi modern life style.htm (4 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 B. pengaruh western style dalam rancangan bangunan dan lingkungan Taisho Period ( 19121926) Pemerintahan modern masih berlanjut. Kronologi Perkembangan Arsitektur Jepang mulai masa prasejarah hingga modern Berbagai tipe dan fungsi bangunan yang berkembang . Showa Period (19261989) Pemerintahan modern masih berlanjut. pembangunan pabrik. industri booming. nasional housing. penggunaan peralatan modern.

bangunan religius: Kuil (Shinto dan Buddha). antara lain rumah primitif. rumah tinggal prajurit (rumah para samurai).htm (6 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Pertumbuhan Kota-kota Awal Jepang Pertumbuhan kota-kota baru di Jepang dimulai sejak masa Nara.1.htm (7 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 B. Kesemuanya memiliki karakteristik desain tersendiri. medieval (Nara) hingga periode Edo dalam arsitektur Jepang. terdapat satu jalan raya utama menuju kompleks istana Kekaisaran yang memerintah pada masa itu dan membelah kota menjadi dua bagian disebut Kota sebelah kiri ( Sakyo) dan kota sebelah kanan ( Ukyo). Kota Heian lebih besar dari kota-kota awal Jepang saat itu. Rumah kerabat atau bangsawan berada disekitar komplek istana. sosial politik dan hukum. dan kota Otsu. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. rumah tinggal petani (minka). sekolah dan rumah tempat minum teh. iklim dan alam sangat menentukan konsep arsitektur rumah awal Jepang. gedung teater kabuki. rumah toko (machiya). Sehingga tidak heran bahwa perencanaan kota Heian (Kyoto) merupakan replika yang lebih kecil dari desain kota Cangan.2.htm (8 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 . kota Heijo pada tahun 710 (Nara). Konsep itu pula sebelumnya telah diadopsi dalam perencanaan kota Naniwa pada tahun 645 (sekarang Osaka). Masuknya Budha pada abad ke-6 telah 2 membuka hubungan perdagangan internasional yang erat dengan Asia khususnya Cina yang dikuasai oleh Dinasti Tang pada masa itu dan Kerajaan yang menguasai jalan sutra. istana dan puri. Perencanaan kota-kota tersebut umumnya menggunakan konsep grid. Bentuk rumah tenda berdiri file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Hubungan dagang tersebut telah membawa pengaruh pada ekonomi. Tipologi Bangunan Vernakular Jepang Rumah Primitif Ciri-ciri dan karakteristik rumah Austronesia tampak pada rumah Jepang pada masa prasejarah.mulai masa prasejarah. B. Pengaruh budaya. vila atau paviliun bangsawan. kota Fujiwara pada tahun 694 (sekarang sebelah selatan kota Nara). kota Kuni pada tahun 740. Jalan menjadi pemisah setiap zona. kota Nagaoka. ibukota Dinasti Tang. Besarnya kota banyaknya zona ditentukan dari sosial ekonomi dan politik dari pemerintahan pada masa tersebut.

Pada masa itu. Pada saat yang bersamaan waktu itu pengaruh Budha datang dari Cina dan Korea. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Kemudian. akan tetapi . denah ruang persegi. Antara pertengahan abad ke-4 hingga abad ke-5 muncul satu sistem strata sosial yang disebut uji-kabane.diatas tanah yang dilubangi (pit dwelling) merupakan perkembangan dari rumah gua. lantai ruang berada di atas tiang-tiang yang beralaskan batu. Semua perangkat dan peralatan yang digunakan mengalami perubahan dan kemajuan. Pengaruh teknik bangunan kuil Budha sangat besar pada perkembangan kuil Shinto. Beberapa kuil Shinto yang megah telah dibangun baik di Ise.htm (11 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. sejalan dengan perkembangan peradaban. kemudian menjadi rumah panggung ( raised floor dwelling) dengan struktur kayu dan atap alang-alang. Pada saat itu rumah bukan lagi semata sebagai tempat berlindung dari panas dan hujan akan tetapi sudah menjadi penanda status sosial di dalam masyarakat. bangunan yang dinaikan.htm (9 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Pada masa Kofun. orang Cina datang bukan hanya membawa dan menyebarkan agama Budha. Kemungkingan sistem strata sosial ini dipengaruhi oleh Kerajaan Silla di semenanjung Korea. akan tetapi pada masa itu kepercayaan lokal ( Shinto) yang disimbolkan dengan Amaraterasu o-mikami (dewa Matahari) telah mengakar dan menjadi simbol pemerintahan pada masa itu. terdapat gap yang lebar antara kaum petani yang maju dan kaum aristokrat.htm (10 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. pit dwelling dengan dinding banyak didirikan. Pit dwelling berevolusi menjadi pit dwelling dengan dinding. Kemudian agama Budha masuk dari Cina dan Korea. Izumo dan Sumiyoshi. Pada masa Jomon.htm (12 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Bangunan Religius Setelah Budha masuk ke daratan Jepang dari Cina dan Korea. simbol menyilang seperti tanduk kuda di ujung atap. telah mengakibatkan terjadinya evolusi pada bentuk dan konsep rumah. Konstruksi ketiga kuil ini menggambarkan konsep bangunan Austronesia. Kemudian pada masa Yayoi dan Kofun. rumah panggung ( takayuka) yang pada sebelumnya hanya dibangun sebagai tipikal lumbung menjadi favorit. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. atap pelana. pengaruh arsitektur Budha dari Cina sangat besar.

juga membawa atribut yang berhubungan dengan tempat peribadatan agama Budha. Setelah selesai pembangunan kuil Horyu-ji kemudian disambung dengan pembangunan kuil Todai-ji di sebelah Timur dari kuil Horyu-ji.htm (14 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Jumlah Pagoda hanya satu dan berada di tengah kompleks kuil. Berikutnya. Hingga sekarang ini kuil budha memiliki berbagai macam langgam namun konse pagoda bertingkat mulai ditinggalkan. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Lokasi kuil yang dianggap baik yaitu di atas lahan berbukit dekat dengan hutan. dekat Kyoto. kemudian berubah menjadi kuil. Nara pada tahun 745 yang memiliki dua buah pagoda tujuh tingkat didalamnya terdapat patung Budha raksasa. Awalnya bangunan ini adalah vila bangsawan. Penekanan pada hiasan patung dan eklektisme pada kuil Budha terus berlangsung hingga pertengahan abad ke-14. Pembangunan kuil ini memakan waktu sekitar 8 tahun dan selama itu pula telah terjadi transfer teknologi arsitektur Budha antara para tukang dari Cina yang datang khusus mendirikan bangunan tersebut dengan tukang Jepang sendiri. Kuil Budha terkenal pada itu dan mewakili kuil Budha berarsitektur Jepang yaitu Phoenix Hall di Uji. Hoto menerapkan heaven dome dari simbol Budha pada atap pagoda kemudian digabungkan dengan pent-roof (mokoshi) pada keempat sisinya.htm (15 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Rumah Rakyat Biasa . disebut dengan hoto. Kuil Budha pertama yang dibangun abad ke-7 yaitu kompleks kuil Horyu-ji. Konsep Pagoda bertingkat 5 yang biasanya terdapat pada kuil Budha dari Cina diadopsi pada kuil ini. bagian sambungan balok atas menggunakan teknik bracket yang merupakan teknik konstruksi khas kuil Budha di Cina. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Kuil ini merepresentasikan puncak dari kuil budha dengan arsitektur Jepang yang kemudian dikenal dengan Fujiwara Style dengan penerapan konsep Pagoda yang baru berbeda dari yang sebelumnya. dengan konsep sambungan balok dan tiang menggunakan pasak dan tekan. prototipe kuil Shinto diabadikan sebagai konsep awal kuil Shinto yang sederhana. di dekat Nara. kuil Budha yang menerapkan konsep arsitektur Jepang berkembang pada masa Heian. Konsep denah kuil Jepang melekat pada konsep simetris pada kuil Cina. danau kemudian penataan tata ruang luar yang menunjang bagi proses meditasi. Material bangunan yang digunakan seperti halnya di Cina. kuil Budha ini terbuat keseluruhan dari kayu.htm (13 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Pada abad ke-13 muncul konsep arsitektur kuil Zen-Budhisme.

Machiya adalah sebuah konsep rumah perkotaan/toko (townhouse) yang mulai berkembang sejak masa Heian sejalan perkembangan perekonomian. Dalam perencanaan kota Fujiwara. Dari perkembangan kota tersebut muncul satu tipe bangunan komersial yang disebut dengan Machiya (lebih mirip artinya dengan rumah toko di Indonesia). Pembentukan kota-kota awal Jepang merupakan titik awal perdagangan internasional pada masa itu dengan Asia khususnya Cina. suasana interior dapat dilihat pada gambar berikut ini. konsep perdagangan dan politik yang membentuk pertumbuhan kotakota baru. Bunto. Penekanan perekoknomian pada pertanian sejak masa medieval hingga awal modern telah menyebabkan tumbuh suburnya tipe rumah petani. rumah untuk rakyat biasa (commoners house) yang mengalami pertumbuhan pesat pada masa Edo yaitu minka. Sasu.( Machiya dan Minka) file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Kudo dan lain sebagainya. Jika ditinjau dari . Biasanya rumah tersebut tidak lebar.htm (16 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Perkembangan perdagangan mulai tampak pada masa Heian. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Minka ini bukan hanya sebagai rumah petani. bagian depan untuk berdagang dan bagian belakang untuk tinggal. Takabei. Terdapat banyak tipe minka yang tersebar di seluruh wilayah Jepang seperti tipe Odachi. Heijo dan Heian terdapat dua lokasi pasar yang menjadikan titik tersebut lokasi komersial dari kotakota yang direncanakan. Gassho. tetapi termasuk juga rumah para pedagang-pedagang kaya.htm (17 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Selain machiya.

Secara garis besar tatanan ruang dalam minka dibagi atas tiga bagian yaitu Doma.htm (19 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Puri dan Kota Puri ( Castel and Casteltown) Konsep kota Puri (casteltown) dimulai sejak masa shogun Momoyama. Penggunaan senjata api yang diperkenalkan oleh Portugis pada masa sebelumnya telah membawa wilayah Jepang kepada masa peperangan yang hebat. atapnya dari jerami dan alang-alang serta genteng. Atap pelana atau kampung merupakan atap yang banyak digunakan dalam rumah petani. terdapat tokonoma: sebuah yang ditinggikan lantainya. dan zashiki adalah ruang tamu (guest room). Puri ini . ima dan zashiki. kayu dan bambu.htm (20 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 sekarang ini masih berdiri adalah puri Himeji. tempat hiasan lukisan dan rangkaian bunga (ikebana). file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Biasanya didalam ruang tamu diberi alas tikar yang disebut tatami.material dan teknologi bangunan. atap limasan ( yosemune/hip roof). bentuk L ( magariya) dan Ch•mon (U-shape). Pada saat itu (medieval era) di Jepang juga disebut dengan era perang. Berdasarkan bentuk atap. semua tipe minka menggunakan struktur kayu.htm (18 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Ditinjau dari segi bentuk dan ruangnya maka terdapat beberapa bentuk yaitu persegi (sugoya). terletak di Hyogo Prefecture. Hampir setiap wilayah ibukota pemerintahan Shogun memiliki puri dengan desain dan ukuran sesuai dengan kedudukan penguasa pada saat tersebut. gabungan atap pelana dan limasan (irimoya/hipped and gabled roof). Kuil yang terbesar dan termegah dibangun tahun 1609 hingga file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Peperangan terjadi pada dasarnya terjadi antara dua kubu militer kuat Jepang masa itu : Minamoto dan Taira. yang sering juga disebut dengan Genji dan Heike. dapur dan kandang ternak. dengan dinding dari plesteran tanah liat. sebelah barat Tokyo. Bangunan puri ( donjon) dan kota puri ini dibangun sebagai benteng pertahanan atas serangan musuh. terdapat tiga bentuk dasar atap yaitu atap pelana atau kampung dengan sopi-sopi ( kirizuma/gable roof). Kuil Maruoka dan Matsumoto menjadi kuil pertama yang dibangun pada akhir abad ke-16. ruang kerja. Ima (hiroma/ itanoma) adalah ruang keluarga (living room). file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Struktur bangunan bergantung kepda tipe bangunan dan atap. digunakan sebagai entrance. Doma adalah ruang dengan lantai tanah.

Pada awalnya upacara teh ini ditujukan untuk menjamu orang-orang yang dekat dengan shogun yang berkuasa pada masa itu sambil santai dan menikmati seni porselin Cina. Puri ini dirancang sebagai tempat tinggal temporer selama pengepungan oleh musuh. Secara keseluruhan struktur bangunan puri terdiri dari konstruksi kayu. terdapat ruang pengintai yang digunakan untuk melakukan serangan. Pada lantai atas. Atap bangunan bertingkat dan menunjukkan kestabilan struktur bangunan. terdiri dari 5 tingkat dan 6 lantai (satu lantai dibangun dalam pondasi batu yang tingginya 15 meter). Pada dasarnya terdiri bangunan bertumpu pada dua tiang utama yang besar menerus hingga ke bagian atas bangunan. Ada tiga bangunan puri di sekitar puri utama ini yang dinamakan puri barat. bukan dirancang untuk didiami dalam jangka waktu yang lama. dan puri Timur. rasanya teh yang segar dan hangat dapat menghilangkan file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Pagar tembok dikelilingi oleh parit/selokan yang cukup dalam dan lebar. tiang ini disebut dengan tiang kehidupan. yang mudah terbakar sehingga menjadi kelemahan ketika perang berlangsung.htm (21 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Rumah Minum teh Pembangunan rumah atau tempat minum teh dimulai sejak masa Kamakura dan mulai menjadi tradisi sejak masa Muromachi. puri barat laut. Kemudian dalam perkembangannya tujuan dari pendirian rumah minum teh ini adalah untuk menjamu dan mengisi waktu bersama teman. Tipikal tata ruang luar ini juga diterapkan oleh puri-puri lain. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Upacara minum teh di dalam cangkir tak bertangkai kecil memiliki seni dan aturan yang khas. Jalan masuk dari gerbang hingga ke puri utama dibuat membingungkan dan menjebak sehingga tidak mudah bagi musuh untuk masuk ke dalamnya. kerabat.htm (22 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 . dari puri dapat dilihat pemandangan kota Himeji. Keempat puri ini dihubungkan oleh koridor ( watariyagura) dan dikelilingi oleh pagar tembok tinggi. Lokasi puri ini berada di are perbukitan.memiliki tinggi 45 meter. kolega sambil menikmati seni rancangan taman disekitarnya dan interior bangunan untuk menyegarkan pikiran tas kegiatan rutinitas yang membosankan. Akan tetapi pondasi bangunan yang tinggi dan terbuat dari batu menyulitkan bagi musuh naik keatas. sebagai pertahanan pertama terhadap serangan musuh.

ruang duduk untuk minum teh. pada prinsipnya terdiri dari dua ruang. tipe Kebun (Tipe Fushin’an dan Zangetsutei). pagoda. Dari semua tipe tersebut dapat dilihat bahwa tata ruang rumah minum teh adalah sederhana. Tipe ini memiliki hiasan pada interior baik pada tokonoma yang disebut dengan murodoko. Ruang duduk biasanya beralas tikar atau tatami sedangkan ruang persiapan dan cuci berlantai papan kayu.5 . Selain untuk menentukan panjang kayu untuk ruangan. Standar ukuran rumah yang disebut dengan satu modul yaitu satu ken atau 6. dan ruang pantri atau ruang untuk menyediakan teh atau ruang mencuci peralatan. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Ukuran besar ruang minum teh juga bervariasi mulai dari dua tatami hingga empat setengah tatami. dinding tanah liat. anyaman jerami. Terkadang rumah teh berdekatan dengan rumah induk. tipe Soan. sebelah selatan Jepang. akan tetapi ada juga yang lebih dari empat setengah tatami tergantung kebutuhan dan status sosial pemilik. rumah. Sistem Ukuran dan Proporsi Pada akhir abad pertengahan.kepenatan setelah selesai bekerja. tapi ada juga yang terisolasi. sebelah timur Kyoto (Jepang tengah). Tipe Joan banyak diterapkan di Inuyama. bambu. tipe ini terdapat di tengah kota Kyoto Tipe Taian adalah tipe yang terdapat di kota yamasaki sebelah selatan Kyoto. tipe Konnichian.htm (23 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 C. Desain rancangan rumah minum teh bervariasi di seluruh wilayah Jepang dan menekankan pada material alami seperti kayu. Sistem tersebut dinamakan Kiwari yang berarti pembagian kayu. juga menentukan tebal tiang kayu. misalnya tipe Fuhin’an dan Zangetsutei. Ada beberapa tipe rumah minum teh seperti tipe Taian. tipe rumah teh ini seringkali digunakan untuk beristirahat melepaskan kepenatan dan kelelahan setelah bekerja. istana dan lain sebagainya. Tipe Yuin merupakan rancangan rumah tea yang banyak terdapat di Kyoto berikut dengan tipe Konnichian yang sering terdapat bersama-sama dengan tipe Yuin. para tukang menemukan satu sistem ukuran dan proporsi yang diterapkan untuk seluruh tipe bangunan mulai dari kuil. gerbang. Seringkali terdapat tungku ditengah-tengah ruang duduk yang berfungsi untuk menghangatkan teh dan orang yang duduk didalamnya dari cuaca dingin di luar bangunan. Tipe rumah teh dengan ukuran dua tatami banyak terdapat di kepulauan Rikyu.

Berbagai macam model dan konfigurasi tatami menentukan bentuk ruang.303 m.htm (25 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM . politik. Satu contoh ..818 m). file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Akan tetapi. dan arsitektur. Pada file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. dan banyak diterapkan pada pembuatan industri di Jepang. Penyebaran abama menjadi satu jalan untuk menyebarkan keilmuan baik dalam bidang kebudayaan. konsep tatami ini masih digunakan untuk menentukan besaran dan bentuk ruang walaupun merupakan bangunan dengan langgam barat (western style).3. m2.7 cm. sejak masa heian. Hingga saat ini.syaku sama dengan 197 cm dan tebal kolom adalah 1/10 dari ken atau 19. PENUTUP Pemikiran dan konsep arsitektur Timur bisa diwakili dari melihat konsep arsitektur di Nusantara. Dalam perkembangannya. dan 1 ken sama dengan 1. untuk ukuran ruang telah digunakan konsep tatami. standar ukuran syaku mengalami perubahan. sejak masa Edo hingga saat ini. Kemudian akhirakhir ini digunakan satu standar ukuran yang dinamakan tsubo yang sama besarnya dengan 6 feet square atau 3. Terdapat perbedaan dan persamaan di antara arsitektur tersebut dimana kebudayaan yang lebih dahulu di daerah tertentu mempengaruhi kebudayaan di daerah lain. Sistem ukuran ini masih berlangsung hingga sekarang ini.htm (24 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 saat itu satu syaku sama dengan 6 ken (1 syaku sama dengan 0. Cina dan India. Sudut tiang kayu dipotong 450.

1.htm (1 of 2)5/8/2007 3:33:05 PM file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/coverbukuajar.3. Strata sosial memberikan pengaruh dalam perletakan rumah dan desa. tradisi. Teknik Konstruksi Dinding Berdaun Ganda 14 Tata Urutan Pembangunan Candi 15 Sebaran Arsitektur Klasik Indonesia 11 Candi-candi di Jawa Tengah Utara 17 Candi di Jawa Tengah Selatan 17 Candi Panataran di Blitar 18 Candi Jago (Wisnuwardhana) 18 .htm (3 of 3)5/8/2007 3:33:04 PM file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/coverbukuajar. Indonesia dan Jaringan Asia 4 2.seperti evolusi stupa dari India hingga pagoda di Cina dan Jepang. China dan Jepang D aftar Gambar hal. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%2010. 2. 2.2. Gambar Gambar Gambar 13 Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 1.4. 2.9. lingkungan dan alam sekitar dari masyarakat yang mendiami wilayah tersebut. Struktur Candi 11 2.5.htm file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/coverbukuajar.8. Seringkali simbol status dan kedudukan penghuni rumah diungkapkan dalam ornamen yang menghiasi bangunan. 2 10 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%2010. kemudian di Indonesia menjadi meru yang meyimbolkan kepada bangunan sakral untuk pencipta. Kecenderungan akan pemikiran rasio sangat terlihat sehingga menjadi salah satu perbedaan yang mencolok dibandingkan dengan arsitektur timur.htm (2 of 3)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Pemikiran atas pembagian ruang sakral dan profan menjadi ciri dalam konsep rumah dan tata ruang kota timur. Berbagai macam elemen dan hiasan pada bangunan candi 2. Perletakannya tergantung dari agama.1. 2. 2.htm file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/coverbukuajar.7. 2.6. India. Pemikiran ketiga hal tersebut tidak kuat muncul dalam arsitektur Barat.htm (1 of 3)5/8/2007 3:33:04 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%2010.htm (2 of 2)5/8/2007 3:33:05 PM Kopendium Arsitektur Nusantara.

Persebaran Kota-Kota Islam Awal di Nusantara 24 Gambar 3. Rumah Pedalaman gaya Hindia Belanda di pemukiman Arab.12.9. Bekas Istana Ternate (awal abad ke-18) 34 Gambar 4. Kompleks Keraton Yogyakarta 33 Gambar 3. Nias Selatan 42 Gambar 4.13. Raga-raga pada rumah Batak Toba 49 Gambar 4.11. Medan 34 Gambar 3. Istana Pagaruyung Sumatera Barat 33 Gambar 3. Proses Pendirian Tiang dan Balok pada rumah Batak Toba 46 Gambar 4.4. Jawa Timur 19 Gambar 2.10.16.15. Teknik konstruksi rumah vernakular Indonesia 46 Gambar 4.5. Mesjid yang mendapat pengaruh arsitektur candi dan arsitektur vernakular 29 Gambar 3. Semarang 57 .2.4. Kosmologi rumah toraja sebagai jagad kecil 50 Gambar 4. India. berdasarkan Willem Lodewiyckz 55 Gambar 5. Ibukota Kerajaan Banten abad ke-16. Pemasangan piringan kayu besar menjadi ciri khas konstruksi lumbung Indonesia berasal dari Austronesia 47 Gambar 4.3.Gambar 2. Candi Jabung. Istana Maimoon Kesultanan Deli.10. Kediaman Reine de Klerk di Batavia.3. Bentuk dan ragam hias batu nisan kuno 27 Gambar 3. Tipe Arsitektur Vernakular Indonesia 40 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/daftar%20gambar.4.7. Lokasi Persebaran Austronesia 35 Gambar 4. Sumatera 20 Gambar 2.11.htm (1 of 4)5/8/2007 3:33:05 PM Kopendium Arsitektur Nusantara. Bangunan Kolonial Bergaya neo-Klasik 57 Gambar 5.1.12.5.4. Siatuasi Pelabuhan Batavia 54 Gambar 5.6.1. Sebaran Lokasi arsitektur vernakular Indonesia 41 Gambar 4. Candi Pada Masa Klasik Akhir 21 Gambar 3.2.3.9.6. Padang Lawas. Penopang batang silang pada rumah Nias Utara dan Selatan 47 Gambar 4. Kota-kota Kolonial di Indonesia 54 Gambar 5. Mesjid yangmendapat pengaruh arsitektur kolonial (modern Eropa) 30 Gambar 3. Pelabuhan di lingkungan Banda Aceh 26 Gambar 3. Ritual permulaan pendirian rumah Melayu 48 Gambar 4.5. Pembagian ruang pada rumah Batak Toba dan Jawa 44 Gambar 4.1. China dan Jepang Gambar 4. Perkampungan dengan pola Linear 43 Gambar 4. Candi Biaro Bahal 1.8.8.7. Pola Perkampungan di Bawomataluo. Mesjid yang mendapatkan pengaruh India (arsitektur Moghul) 30 Gambar 3. Pembagian jagat kecil pada rumah Batak Toba 51 Gambar 5.10. Tata ruang rumah Kalimantan 45 Gambar 4.6. sekarang kantor Arsip Nasional 56 Gambar 5. ArsitekturVernakular Indonesia yang menggunakan tanduk kuda dan atap pelana 38 Gambar 4.2.

Kantor Gubernur Pemerintah Hindia Belanda di Surabaya dirancang arsitek W.htm (2 of 4)5/8/2007 3:33:05 PM Kopendium Arsitektur Nusantara.8.1.10.Gambar 5. Gedung Bank Indonesia. Semarang. Peta Wilayah India sejak 1780-1905 75 Gambar 7. Gopura bagian dalam kuil Rajarajeshvara di Tanjavur 83 Gambar 7. Garbha griha.12. Algemeene Maatschappij voor Levensverzekering en Lijfrente (Perusahaan Umum untuk Asuransi Jiwa dan Cagak Hidup). Mandapa pada kuil Mahabalipuram 81 Gambar 7.4. arsitek Hulswit Fermont dan Cuypers. Silaban 66 Gambar 6.2. Mandala dan Vastuphursamandala 79 Gambar 7.11. Berlage 1900 66 Gambar 5. Mandapa pada Kuil Sunak. Ajanta.5. salah satu lokasi chaitya 88 Gambar 7. Surabaya.Mooijen 64 Gambar 5. karya arsitek F. Nilakanta 81 Gambar 7. Hendrasto 73 Gambar 7. Tugu Monumen Nasional (MONAS). India.14. Berbagai macam tipikal Chaitya dari persebarannya di seluruh India 89 Gambar 7.3.10. 1902-1907 65 Gambar 5. Kantor Pusat Bank Jawa.Lemei 59 Gambar 5. Kantor Pusat Perusahaan Jawatan Kereta Api Hindia Belanda.A. B. 1920 66 Gambar 6. karya trio arsitek DCM. Beberapa bangunan karya arsitek Henri Maclaine Pont 61 Gambar 5. Kampus STEKPI Jakarta.Sutanto.9.14. Struktur dan konsep arsitektur stupa 87 Gambar 7. Kompas dari filosofi Feng Shui 94 . Gedung Lingkaran Seni Hindia-Belanda (1914). Pemandangan kompleks kuil Tiruvarur dengan beberapa lapis gopura 82 Gambar 7. Kantor Rektorat UI Depok Jakarta 72 Gambar 6. Berbagai macam Tipikal Vihara (monasteries) 90 Gambar 8. Beberapa rancangan bangunan karya C. S. Beberapa karya arsitektur Thomas Karsten 60 Gambar 5.15.2.8. Jakarta 68 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/daftar%20gambar.1.6.9. dan D.1.12.7.Hendropurnomo.13. arsitek P.J. Peta Wilayah Cina 91 Gambar 8.7.5. Tugu Prasasti Maurya. Persebaran Tinggalan Sejarah pada masa awal Budha (abad ke-4 SM .5 M) 84 Gambar 7. karya J. Tugu Park Hotel. China dan Jepang Gambar 6.15. Persebaran Wilayah Kerajaan Hindu di India abad ke-5 sampai dengan abad ke-13 78 Gambar 7. H. Situs Kompleks Mahastupa Sanchi 86 Gambar 7.11.2. Wolf Schoemaker 62 Gambar 5. Batavia. karya grup arsitek Atelier 6 72 Gambar 6. bagian dari kebijakan kerajaaan Ashoka 85 Gambar 7.1909 63 Gambar 5.13.4. Masjid Istiqlal karya F. Gedung Sate. inti dari sebuah kuil Hindu dalam Vimana 80 Gambar 7.Silaban Jakarta 69 Gambar 6.Gerber.P.6.P.3.

3. Diagram dari landscape elemen topografi yang baik 95 8.2.9.7.5. China dan Jepang Gambar 9. Situs Kota Terlarang Cina 97 8. Evolusi Stupa ke Pagoda dan Meru 128 Gambar 10. Konsep Perancangan Ibukota Heian. Pembagian tipe rumah berdasarkan wilayah 100 8.1. Denah dan Ekterior Pit Dwelling Yayoi 114 Gambar 9. Kata Pengantar i Daftar Isi ii Daftar Gambar v .15. Berbagai macam variasi tipe rumah/tempat minum teh 126 Gambar 9.Gambar Gambar Gambar Gambar 99 Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 8. Bangunan primitive Jepang dan evolusinya 115 Gambar 9.8.10. Tata ruang rumah tipe siheyuan 101 8.6. Tipikal Rumah Perkotaan (Machiya) 120 Gambar 9. China dan Jepang D aftar Isi Hal. Kompleks Kuil Budha Horyu-ji di Nara dengan satu pagoda 118 Gambar 9.13.4.2.10.9. Desa gua di Loess region 103 8.5. India. Berbagai macam variasi tipe rakyat biasa ( minka) 122 Gambar 9. Tatami sabagai konsep ukuran dan bentuk ruang 127 Gambar 10. Bentuk dan dimensi ruang dari rumah gua 103 8.13. India. Gerbang sebagai symbol sosial masyarakat yang berdiam 98 8.11.7. Kota-kota Awal Jepang pada abad pertengahan 112 Gambar 9.12. Beberapa tipe pagoda dan spesifikasi material bangunannya 8.12. Tipe rumah siheyuan yang tedapat di wilayah Cina utara 102 8. Atap meru Indonesia 129 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/daftar%20gambar.8.1.4. sekarang Kyoto 113 Gambar 9. Tipe rumah semitroglodytic 104 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/daftar%20gambar. Berbagai macam tipe puri digunakan sebagai benteng pertahanan dalam masa peperangan mulai Kamakura hingga Edo 124 Gambar 9.htm (4 of 4)5/8/2007 3:33:05 PM Kopendium Arsitektur Nusantara.6. Tipikal bangunan kuil Shinto 116 Gambar 9.3.14. Teknik konstruksi bangunan pagoda dan kuil Budha 119 Gambar 9.htm (3 of 4)5/8/2007 3:33:05 PM Kopendium Arsitektur Nusantara. Peta wilayah Jepang 107 Gambar 9. Kuil Budha yang mendapat pengaruh Arsitektur Budha dari Cina 119 Gambar 9. Kronologi Perkembangan Arsitektur Jepang mulai masa prasejarah hingga modern 111 Gambar 9.

Perkembangan Arsitektur Kolonial Indonesia 55 C.Makam dan Pekuburan Orang Islam 26 D.htm (1 of 4)5/8/2007 3:33:06 PM Kopendium Arsitektur Nusantara. Upacara ritual Pendirian Bangunan 48 5 Arsitektur kolonial indonesia A.Sejarah Kolonialisasi di Indonesia 52 B.Tipe Arsitektur Vernakular Indonesia: Keberagaman dan Kesamaannya 39 B.2.3.Masjid sebagai Tempat Suci 28 C.2.4. India.Daftar Tabel viii 1 SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR INDONESIA 1 A.Pertumbuhan Kota-Kota Islam Awal 23 C.1. Bagian dan Konsep Arsitektural Candi 11 B.1.1.1. Teknologi Bangunan : Bahan Bangunan dan Teknik Konstruksi 45 B. Tatanan. Rumah dan Tantanan Ruang 44 B.3. Hubungan Austronesia dan Indonesia 35 A. Arsitek dan biro arsitek yang berkarya di Indonesia 59 6 Arsitektur INDONESIA pasca kemerdekaan) A.Arsitektur Candi 10 B.2.2.2.2.Arsitektur Kolonial Indonesia 55 C.Kerajaan Hindu dan Budha di Nusantara 8 B.Kerajaan Islam di Nusantara 22 B.4.3. Pembagian kelompok arsitektur candi 15 3 Arsitektur INDONESIA pADa masa perkembangan ISLAM 22 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Daftar%20isi-fix.Arsitektur Warisan Belanda 67 . Kronologis perkembangan arsitektur masjid 28 C.1. Teknik Konstruksi dan Pembangunan Candi 13 B. Pengertian Arsitektur Vernakular 38 B.Pembentukan Kota-kota kolonial di Indonesia 53 C. Pola Perkampungan 41 B.1. Bagian dan Konsep Arsitektural Mesjid 31 E. Tatanan .Nusantara dan Jaringan Asia 3 C. Sejarah Singkat Nusantara 1 A. Fungsi 10 B. China dan Jepang A. Geografi Dan Lingkungan 3 A.Istana Kerajaan Islam 32 4 Arsitektur VERNAKULAR INDONESIA 35 ASejarah Perkembangan Arsitektur Vernakular Indonesia 35 A.Sejaah Perkembangan Arsitektur Indonesia 5 2 Arsitektur INDONESIA PADA ERA Hindu dan Buddha 8 A. Keragaman Budaya 3 B.Sejarah Nusantara 1 A.

Konsep dan Filosofi Arsitektur Cina 93 B.Kronologis Perkembangan Arsitektur Modern Indonesia 67 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Daftar%20isi-fix.1.2. India.htm (2 of 4)5/8/2007 3:33:06 PM Kopendium Arsitektur Nusantara.htm (3 of 4)5/8/2007 3:33:06 PM Kopendium Arsitektur Nusantara.1. Sejarah Perkembangan Arsitektur Cina 93 B.1. India.1. 19 Tabel 8. China dan Jepang D aftar Tabel hal. Table 2.2. Chaitya Griha 88 C.Kronologi Sejarah Perkembangan Arsitektur 110 B. Tipologi Arsitektur Cina 98 9 sejarah perkembangan dan konsep arsitektur JEPANG A.Vihara (Monasteries) 90 8 sejarah perkembangan dan konsep arsitektur china A. Pelataran depan atau Mandapa 80 B.Sejarah Perkembangan Arsitektur India 74 B.4. Tata Urutan Dinasti di Cina dan Karakteristik Sejarahnya 92 Tabel 9.2. Hall Berpilar atau Choultri 83 C.Sistem Ukuran dan Proporsi 126 10 PENUTUP 128 Kepustakaan dan Sumber Gambar 130 CATATAN 133 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Daftar%20isi-fix.1. Gerbang Piramid ‘ Gopura’ 82 B.1.3.htm (4 of 4)5/8/2007 3:33:06 PM Kopendium Arsitektur Nusantara.2.B. China dan Jepang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Daftar%20isi-fix. Garbha griha 79 B. Pertumbuhan Kota-kota Awal Jepang 111 B.Sistem sosial budaya Cina 93 C. Kronologi Perkembangan Sejarah dan Pemerintahan di Jepang 106 . Tinggalan Sejarah Kerajaan-kerajaan selama era Hindu Budha 9 Tabel 2. Stupa 87 C.1.3.Arsitektur Hindu 76 B.Arsitektur Budha 84 C.Sejarah Perkembangan Budaya dan Pemerintahan di Jepang 107 B. Sejarah Perkembangan Budaya dan Dinasti di China B.2. India. Tipologi Bangunan Vernakular Jepang 113 C. China dan Jepang 7 sejarah perkembangan dan konsep arsitektur india A. Perbedaan bentuk dan langgam candi Jawa tengah dan Jawa Timur.

serta pembaca kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga. Departemen Arsitektur. jajaran pimpinan Universitas Sumatra Utara. Buku ini ditujukan sebagai salah satu bahan ajar untuk mata kuliah untuk mata kuliah Sejarah Teori Arsitektur 03. Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara. pertama yaitu perkembangan sejarah arsitektur Indonesia. Secara garis besar. karena berkat Karunia-Nyalah buku ajar ini dapat tersusun. . buku ajar ini berisi dua bagian.htm5/8/2007 3:33:06 PM Kata Pengantar K ata Pengantar Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Selain itu buku ini juga ditujukan untuk mengisi keterbatasan pustaka yang sangat diperlukan oleh mahasiswa dalam mempelajari sejarah perkembangan arsitektur di tanah air. tentu banyak terdapat kekurangan pada buku ajar ini sehingga kami sebagai penulis dengan segala kerendahan hati mengharapkan kesediaan reviewer dan pembaca memberikan kritikan dan saran bagi perbaikan buku ajar ini di masa yang akan datang. Medan. Buku ini menggambarkan secara singkat dan padat tentang sejarah perkembangan arsitektur di India.file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/daftar%20tabel. sejarah perkembangan atsitektur di Asia khususnya di India. rekan-rekan di departemen Arsitektur. China dan Jepang. Untuk itu kepada pengelola program pengembangan E-learning. Mengingat waktu pengerjaan yang singkat sekitar 6 (enam) minggu. harapan kami agar buku ini dapat mencapai sasaran dan dimanfaatkan secara optimal. China dan Jepang khususnya arsitektur vernakular di ketiga negara tersebut. Desember 2006 Penulis. Buku ajar ini disusun merupakan salah satu hasil pengembangan program E-learning yang sedang dilakukan di Universitas Sumatera Utara yang dimaksudkan untuk peningkatan proses belajar mengajar yang dpat diakses dimana saja dan kapan saja. dan kedua.

Fergusson. Nezar/Bourdier.. Zulkifli. Kenneth et al. 1965. A History of Architecture. Eko. USM Press. Frampton. 1980. Traditional Dwellings and Settlements Working Paper Series. History of Indian and Indonesian Art. M. Jakarta. New York. New York. ca 40 vols. 1990. London. Kompendium Sejarah: Seni Bina Timur. 2003. Hanafi. Yogyakarta. 1975. G. P. Resilience. New Azian Library. 1859. Arsitektur Candi Indoensia. Atmadi. Tradition. James. Oxford University Press. Parmono.htm5/8/2007 3:33:06 PM KEPUSTAKAAN DAN SUMBER GAMBAR KEPUSTAKAAN DAN SUMBER GAMBAR AlSayyad. Van Nostrand Reinhold. Oxford University . PT Subur. and Change.Pinang. London. Inoue. 1994. Robert. Athlone Press. John Weatherhill Inc. Asia’s Old Dwelling. ST.Isnen Fitri. 1997. 2001. Eryudhawan. Gadjah Mada University Press. New York. Hiroshi Watanabe trans. John Murray – Albemarble Street. Tradition in Architecture. Domenig. Fletcher. Inc. Dora et al. NIP. G.Institut Gaudenz/ETH.. Jean-Paul (ed. Thames and Hudson. Alumni. Cribb. Knapp. Tektonik im Primitiven Dachbau (Tectonics in Primitive Roof Construction ). From Ancient Times to the Meiji Period. Coomaraswamy. 1991. Crouch. Handbook of Architecture. 2000. Dover Publication. John. 132 206 819 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Kata%20Pengantar. (1985). Dawson.Bambang dkk (ed). 1985. Karya Arsitektur Muda Indonesia. Sir Banister. The Traditional Architecture of Indonesia. Bandung. London. . 1990. Berkeley. Budihardjo.Eng. Space in Japanese Architecture. P. New York. Ananda K.) 1989. Barry & Gillow. Zurich. Jatidiri Arsitektur Indonesia. Matsuo. Japanese Building Practice. Historical Atlas of Indonesia. Ronald. Curzon press.

Academy Editions. Buku 2. 1963. 2003. 1993. Tobing. Edward S.. Rudofsky. United Kingdom. University of Texas Press. Hongkong. The structure of the Toba-Batak belief in the High God. Guillot. Claude (ed). The house across the world. Oliver. South and South-East Celebes Institute for Culture. Josef (1988). vol.2 : Sejarah awal . Mangunwijaya. Resilience. Prijotomo. Lobu Tua Sejarah Awal Barus. ______________. Singapura. 1969. Batas-batas Pembaratan. Kodansha International Ltd. Jakarta. 1997. Gramedia Pustaka Utama. 1993. and Change. . Gramedia file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20. Tradition. ________. Dover Publication Inc. Nusa Jawa: Silang Budaya.htm (1 of 3)5/8/2007 3:33:06 PM KEPUSTAKAAN DAN SUMBER GAMBAR Pustaka Utama. Buku 1..B. Y. London. Pasang Surut Arsitektur di Indonesia. Indonesian Heritage.. Oxford University Press. Buku 3. What is Japanese Architecture?. Wastu Citra. 2003. . Warisan Kerajaan-kerajaan Konsentris. House form and Culture.Press. Prentice Hall.. Surabaya: Penerbit CV. ________. Paul (ed). Asia’s Old Dwelling. Architecture without architects. Jakarta. Yayasan Obor Indonesia. Penerbit Gramedia. Lombard Denys. Amos. Japanese Homes and Their Surroundings. Phaidon Press Limited. O. Dwellings. Cambridge University Press. Knapp.. Encyclopedia of Vernacular Architecture of the world. Nusa Jawa: Silang Budaya. Jakarta. Tokyo. Ardjun Rapoport. Gramedia Pustaka Utama. 1996. 1986. Bernard. 1964. 1996. G. Austin. Dwellings. John (ed). London. Jakarta.. Jaringan Asia. 1961. New York. Hongkong. L.xtbook/KEPUSTAKAAN%20DAN%20SUMBER %20GAMBAR. ______________. 1996. Archipelago Press . Morse. Nusa Jawa: Silang Budaya. 1992. Jakarta. volume 1. The vernacular House world wide. Miksic. London. Ronald. Nishi Kazuo et al. 2002. 1985.

D.Alain.R. Menara Kudus. 1990. Arsitektur Kolonial Belanda. 1987. Arsitektur Masjid Kuno.. Kanisius. Arsitektur Tradisional Sumatra Utara. Viaro. 1986.G. Tjandrasasmita. Early Mapping of Southeast Asia. S. Jendela Pustaka. ________.Vol. Candi : Fungsi dan Pengertiannya. vol. Pertumbuhan dan Perkembangan Kota-kota Muslim di Indonesia dari abad XIII hingga abad ke XVIII. 2000. 1999. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20. Indonesian Heritage. M. Napitupulu. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. Soekmono. Tjahyono. Yogyakarta.P. Sumintardja. _________________. Roxane. Archipelago Press . volume 1. Kanisius. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. Singapore.. 1993.htm (2 of 3)5/8/2007 3:33:06 PM KEPUSTAKAAN DAN SUMBER GAMBAR Suáres. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1980. Periplus Edition. and.2:Batak Karo. Yogyakarta. et al. “ The Living House”. 1993.Sergeant. Yulianto. volume 3. Yogyakarta.1:Batak Toba. Yayasan LPMB Tadgell. 1973. Gadjah Mada University Press. volume 2. Kompendium Sejarah Arsitektur Indonesia.Saleh. Yogyakarta.. 2005. Press. Yogyakarta. 1973. 1991. UNESCO. The History of Architecture in India. _________. 1973. _________. Gadjah Mada University Press. 1978. Oxford Univ. Waterson. 2000 . Singapore. Kanisius. Phaidon Press Limited. vol. 1973. Kudus. The Malay House Rediscovering Malaysia’s Indigenous Shelter System. Yogyakarta. Yuan. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. Malaysia: The Institut Masyarakat . Arsitektur Masjid dan Monumen Sejarah Muslim.. Singapore. 1993. Sumalyo. Jakarta. Bandung. Lim Jee. _________________. Traditional Building of Indonesia. Thomas.xtbook/KEPUSTAKAAN%20DAN%20SUMBER %20GAMBAR.3:Batak Simalungun/Mandailing.Rehoce (Regional Housing Centre). Singapura..Vol.6 : Arsitektur. Uka. Gadjah Mada University Press. Christopher. Gunawan (ed). Urbanisme et architecture tradisionnels du sud de l’île de Nias.

hal 14. Yayasan Obor. 2005. Yogyakarta. Singapura. Tjandrasasmita. 2000. 9 .------------------. ibid Bab 3 1. hal. Jakarta. Uka. Yogyakarta. Archipelago Press . vol. ibid 3. 168 7.2 : Sejarah awal. Indonesian Heritage. 147 3.2 : Sejarah awal. Sejarah Awal Barus. 1993 6. Archipelago Press . Claude. Tjandrasasmita. 162 Bab 4 1.6 : Architecture .K 43-48. 2002. 1999. Lobu Tua. hal. lihat Domenig 1981 hal. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. 88.htm (3 of 3)5/8/2007 3:33:06 PM 1 Catatan Bab 1 1. 1993. 1996. 88. hal. hal. Pertumbuhan dan Perkembangan Kota-kota Muslim di Indonesia dari abad XIII hingga abad ke XVIII.. Miksic. hal. AL Zutphen file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20. no. 2. Singapore. hal. Soekmono.2 : Sejarah awal. Soekmono. Miksic. Singapura. Thomas. vol. Jaargang 104. Miksic. 6. Singapura. 1993.58. 1993 3.122. volume 3. John. Singapura hal. Walburg Grafische Diensten. 2. Indonesian Heritage. Indonesian Heritage. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. Kanisius. Bab 2 1. Uka. Lombart. vol. 1973. Bulettin Koninklijke Nederlandse Oudheidkundige Bond (KNOB).xtbook/KEPUSTAKAAN%20DAN%20SUMBER %20GAMBAR. Archipelago Press . hal 51-53. hal. Guillot. vol. hal. 1993. John. Nusa Jawa : Silang Budaya. volume 3. Archipelago Press .. 5. 1993. John. Tjahyono. Suáres. Kanisius. Indonesian Heritage. Gunawan (ed). Early Mapping of Southeast Asia. 2. Pertumbuhan dan Perkembangan Kota-kota Muslim di Indonesia dari abad XIII hingga abad ke XVIII. 1993. Periplus Edition.. 1973. 2000.45 4.

Singapura hal. Archipelago Press . raga-raga adalah benda yang dikeramatkan dari daun-daunan diletakan dalam keranjang kemudian digantungkan ke struktur atap rumah. Gunawan (ed). banyak manuscript yang ditulis dalam bahasa Veda menceritakan tentang benteng yang terbuat dari batu dan metal. o. London.34-39): Bab 7 1.p cit. Steve Mouzon 6. Budaya dan arsitektur Veda memberi pengaruh yang besar dalam arsitektur India. Amos. sekaligus merupakan generasi ketiga arsitek Indonesia?.78). op. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Note. Leon Krier 5. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Note. Indonesian Heritage. . Academy Editions.htm (1 of 2)5/8/2007 3:33:07 PM 1 4. London 3. Preentice Hall. Rapoport. vol. 1969. Suryono Herlambang dalam tulisannya pada buku AMI. Handinoto dalam bukunya Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolonial Belanda di Surabaya) 2. 1. Handinoto dalam bukunya Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolonial Belanda di Surabaya) Bab 6. Bab 5 1. Ir. 1964. Penjelajahan 1990-1995. dirangkum dari Architecture without Architects. Tjahyono. Ir. 9 4. 1993. hal. Bernard Rudofsky. House form and Culture. Suku veda memiliki sejumlah kata-kata yang mengungkapkan berbagai jenis rumah termasuk chhardis (rumah dengan atap alang-alang). Raga-raga ini dipercayai sebagai spirit untuk mengusir roh jahat atau gangguan dari luar yang mengancam keselamatan rumah. Tobing (1963:p. harmyam (rumah dari batu dengan court yard pada tengah-tengah bangunan dan gotra (multi-dwelling complex dengan kandang untuk binatang). cit. Ir.2.htm (2 of 2)5/8/2007 3:33:07 PM .6 : Architecture . Handinoto dalam bukunya Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolonial Belanda di Surabaya) 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful