P. 1
BahannSejarah

BahannSejarah

|Views: 550|Likes:
Published by wahidin usulu

More info:

Published by: wahidin usulu on Mar 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2012

pdf

text

original

1

A. Sejarah Nusantara Ancangan Sejarah manapun

tidak

akan

mencapai

tujuannya

jika

tidak

memperhatikan faktor geografis.1
Berdasarkan latar belakang historis bahwa tata ”Nusantara” adalah sebuah kata majemuk yang diambil dari bahasa Jawa kuno. Kata ini terdiri dari kata-kata nusa yang berarti ‘pulau’ dan antara berarti ‘lain’. Istilah ini digunakan dalam konsep kenegaraan “Jawa” artinya daerah di luar pengaruh budaya Jawa. Dalam penggunaan bahasa modern, istilah nusantara biasanya meliputi daerah kepulauan Asia Tenggara atau wilayah Austronesia. Sehingga pada masa sekarang ini banyak orang menggunakan istilah geografis ini untuk menunjukkan sebagai satu kesatuan pulau di Nusantara termasuk wilayah-wilayah di Semenanjung Malaya (Malaysia, Singapura) dan Filipina bahkan beberapa negara di wilayah Indochina seperti Kamboja akan tetapi tidak termasuk wilayah Papua. Disisi lain, istilah geografis Nusantara saat ini sering diartikan sebagai Indonesia yang merupakan satu entitas politik. Fokus dari diskusi buku ajar ini adalah kepada istilah geografis Nusantara sebagai wilayah Indonesia pada masa sekarang ini. A.1. Sejarah Singkat Nusantara Wilayah Nusantara terletak pada persilangan jalan, antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, atau lebih khusus, Benua Asia dan Australia. Persilangan ini telah menjadikan wilayah Nusantara sebagai tempat persinggahan bagi pelayar dan pedagang terutama dari China ke India atau sebaliknya. Persinggahan para pelayar dan pedagang dari berbagai mancanegara telah menjadikan Nusantara sebagai tempat kehadiran semua kebudayaan besar didunia. Bukti-bukti penemuan artefakartefak seperti prasasti, uang logam dan gerabah memberikan informasi kehadiran bangsa-bangsa besar tersebut. Seperti prasasti berbahasa Tamil ditemukan di desa Lobu Tua pesisir Barat Sumatra (Barus)1, porselin dan gerabah Cina ditemukan di Palembang, nisan dan uang logam Arab ditemukan di Aceh. Dari penemuanpenemuan tersebut, para arkeolog dan sejarahwan menyusun kronologis sejarah Indonesia. Dapat dikatakan bahwa sekitar seribu tahun lamanya, dari abad ke-5 sampai ke-15, kebudayaan-kebudayaan India mempengaruhi Sumatra, Jawa dan Bali, dan Kalimantan bersamaan dengan dataran-dataran rendah yang luas di Semenanjung Indocina. Kebudayaan India ini awalnya pada penyebaran agama Hindu dan Buddha dan Islam di Indonesia. Di Jawa Tengah, candi Borobudur dan Prambanan adalah monumen yang sama nilainya dengan Angkor dan Pagan. Pada

abad ke-7 hingga ke-14, kerajaan Budha Sriwijaya berkembang pesat di Sumatra. Penjelajah Tiongkok I Ching mengunjungi ibukotanya Palembang sekitar tahun 670. Pada puncak kejayaannya, Sriwijaya menguasai daerah sejauh Jawa Barat dan Semenanjung Melayu. Pada abad ke-14 juga menjadi saksi bangkitnya sebuah kerajaan Hindu di Jawa Timur, Majapahit. Patih Majapahit antara tahun 1331 hingga 1364, Gajah Mada berhasil memperoleh kekuasaan atas wilayah yang kini sebagian besarnya adalah Indonesia beserta hampir seluruh Semenanjung Melayu. Warisan dari masa Gajah Mada termasuk kodifikasi hukum dalam kebudayaan Jawa, seperti yang terlihat dalam wiracarita Ramayana. Islam tiba di Indonesia sekitar abad ke-12, menggantikan Hindu sebagai kepercayaan utama pada akhir dekad ke-16 di Jawa dan

SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR NUSANTARA file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-1.htm (1 of 5)5/8/2007 3:32:52 PM SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR NUSANTARA Sumatra. Hanya Bali yang tetap mempertahankan mayoriti Hindu. Agama Islam ini dibawa oleh pedagang Arab dari Parsi dan Gujarat melalui pembauran. Kesultanan kecil Samudra Pasai disebelah utara Sumatra menjadi bandar yang ramai pada masa itu. Berdasarkan catatan Gastaldi (1548), seorang ahli kosmografi dan enjineer dari Italia, pelabuhan atau bandar kesultanan Samudra sebagai yang terbaik di pulau tersebut, dan melalui proses evolusi nama, istilah Sumatra dikenalkan pertama kali oleh orang Eropa Nicholò de’ Conti, sebelumnya Marcopolo menyebut dengan “Samara”, kemudian Friar dan Odoric menyebut dengan “Sumoltra”, Ibnu Battuta menyebut “Samudra”. kerajaan terpenting
2

Melalui evolusi yang sama, nama Borneo pada mulanya Kalimantan Barat.3Di kepulauan-kepulauan di timur,

adalah nama sebuah pelabuhan Brunei, yang pada masa itu merupakan nama di rohaniawan-rohaniawan Kristen dan Islam diketahui sudah aktif pada abad ke-16 dan 17, dan saat ini ada mayoritas yang besar dari kedua agama di kepulauan-kepulauan tersebut. Penyebaran Islam didorong hubungan perdagangan di luar Nusantara; umumnya pedagang dan ahli kerajaan lah yang pertama mengadopsi agama baru tersebut. Kerajaan penting termasuk Mataram di Jawa Tengah, dan Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore di Maluku di timur. Peradaban Eropa, hadir sejak abad ke-16, mula-mula dalam bentuk peradaban Iberia (Spanyol dan Portugis), kemudian Britania Raya, dan Belanda. Marcopolo menjadi

orang Eropa pertama yang bercerita tentang perjalanannya ke bandar-bandar pantai utara “Samara” pada tahun 1291. Mulai tahun 1602 Belanda secara perlahan-lahan menjadi penguasa wilayah Nusantara dengan memanfaatkan perpecahan di antara kerajaan-kerajaan kecil yang telah menggantikan Majapahit. Pada dekad ke-17 dan 18 Hindia-Belanda tidak dikuasai secara langsung oleh pemerintah Belanda namun oleh perusahaan dagang bernama Perusahaan Hindia Timur Belanda ( Verenigde Oostindische Compagnie atau VOC). VOC telah diberikan hak monopoli terhadap perdagangan dan aktivitas kolonial di wilayah tersebut oleh parlemen Belanda pada tahun 1602. Markasnya berada di Batavia, yang kini bernama Jakarta. VOC menjadi terlibat dalam politik internal Jawa pada masa itu dan bertempur dalam beberapa peperangan yang melibatkan pemimpin Mataram dan Banten. Setelah VOC jatuh bangkrut pada akhir dekad ke-18 dan setelah kekuasaan Britania yang pendek di bawah Thomas Stamford Raffles, pemerintah Belanda mengambil alih kepemilikan VOC pada tahun 1816. Pada 1901 pihak Belanda melancarkan Politik Etis ( Ethische Politiek), yang termasuk investasi yang lebih besar dalam pendidikan bagi orang-orang pribumi, dan sedikit perubahan politik. Di bawah gubernur-jendral J.B. van Heutsz pemerintah Hindia-Belanda memperpanjang kekuasaan kolonial secara langsung di sepanjang Hindia-Belanda, dan dengan itu mendirikan fondasi bagi negara Indonesia saat ini. Pada saat ini, Pemerintah Hindia Belanda mendirikan kota-kota dengan berbagai macam fasilitas seperti bangunan perkantoran, rumah sakit, bangunan ibadah (masjid dan gereja) dan lain sebagainya. Penetrasi Jepang di Asia Tenggara pada tahun 1941 disambut pada bulan yang sama dengan 1942. A.2. Geografi dan Lingkungan Nusantara beriklim tropis sesuai dengan letaknya yang melintang di sepanjang garis khatulistiwa. Dataran Indonesia kurang lebih 1.904.000 kilometer persegi terletak antara 60 garis lintang utara dan 110 garis lintang selatan serta 950 dan 1400 garis bujur timur. Dataran ini dibagi menjadi empat satuan geografis yaitu kepulauan Sunda Besar (Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi), Kepulauan Sunda Kecil (Lombok, Sumba, Sumbawa, Komodo, Flores, Alor, Savu, dan Lembata), Kepulauan Maluku (Halmahera, Ternate, Tidore, Seram dan Ambon), dan Irian Jaya beserta kepulauan Aru. Seluruh pulau di Indonesia termasuk dalam zona iklim khatulistiwa menerima bantuan Jepang untuk mengadakan revolusi terhadap pemerintahan Belanda. Pasukan Belanda terakhir dikalahkan Jepang pada Maret

Setiap pulau memiliki kekhasan sendiri dan sering menjadi ikon dalam perkembangan wilayah atau daerah tersebut. berdasarkan katalog gempa (1629 .htm (2 of 5)5/8/2007 3:32:52 PM SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR NUSANTAR Secara geologis. selain kekayaan bahasa. maka terdapat kurang lebih 500 arsitektur vernakular di Indonesia yag merupakan kekayaan tiada tara bagi bangsa Indonesia. kepercayaan. Pengaruh budaya Austronesia pada budaya Indoenesia terlihat dalam budaya materi. Selain itu. Kalimantan. terdapat kurang lebih 300 suku yang berbicara dalam 500 bahasa dan dialek. A. Sejak akhir tahun 2004 hingga 2006 tercatat lebih dari 1000 kali gempa bumi. Sulawesi. Polinesia dan Madagaskar sehingga memiliki banyak kesamaan warisan budaya.3. wilayah Nusantara juga merupakan wilayah yang rawan tsunami. serta bahasa. Keragaman Budaya Indonesia memiliki 18. dan Irian Jaya. kebanyakan orang Indonesia berbahasa Austronesia yang kelompok wilayahnya persebarannya meliputi banyak pulau di Asia Tenggara. mitos. Flora dan fauna Indonesia sangatlah beragam jenisnya. Nusantara terdiri dari bentukan vulkanik dan nonvulkanik yang saling berjalin. Berdasarkan sosial linguistik. Indonesia juga kaya dengan keberagaman etnis. Diantara puluhan ribu pulau tersebut terdapat lima pulau besar.2002) di Indonesia pernah terjadi Tsunami sebanyak 109 kali. dengan pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa. . terakhir kali bencana tsunami yang paling besar terjadi akhir 2004 melanda wilayah Naggroe Aceh Darussalam. Selain gempa bumi.018 buah pulau yang tersebar di sekitar khatulistiwa mulai dari 60 garis lintang utara dan 110 garis lintang selatan serta 950 dan 1400 garis bujur timur. yaitu: Jawa. Indonesia. tercatat kira-kira 500 gempa bumi setahun. di mana lebih dari setengah (65%) populasi Indonesia hidup dipulau ini.dengan suhu yang hampir konstan serta dipengaruhi oleh angin musim dan angin pasat file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-1. Sumatra. organisasi sosial. Apabila setiap etnik memiliki satu karakteristik arsitektur vernakular. sebagian dari Vietnam Selatan. masingmasing etnis memiliki keunikan adat istiadat dan budaya yang sering direfleksikan dalam keunikan arsitektur lokal atau vernakular. Taiwan Mikronesia. sehingga Indonesia merupakan wilayah seismik paling aktif di dunia.

Terdapat banyak tinggalan sejarah yang mendapat pengaruh peradaban Cina di Indonesia terutama pada klenteng dan bangunan pertokoan yang tersebar pada kota-kota lama di seluruh wilayah Indonesia. Penetrasi politik Jepang selama 3. pengaruh kebudayaan China hingga sekarang ini masih sangat besar dapat terlihat dalam berbagai sapek kehidupan. antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Pembahasan buku ajar ini selain . kepercayaan. Nusantara dan Jaringan Asia Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. beberapa peninggalan budaya yang nampak atas pengaruh yang pernah singgah masih ada seperti misalnya kebudayaan India pengaruhnya mencakup terhadap penyebaran dan perkembangan Hindu Buddha dan Islam di Indonesia yang bisa diketahui dari tinggalan budayanya yaitu arsitektur candi dan arsitektur masjid bergaya Moghul di Indonesia. Benua Asia dan Australia. atau lebih khusus. wilayah Nusantara terletak pada persilangan jalan. Sebagai salah satu negara besar dengan konsep arsitektur timur yang kuat pernah menduduki Nusantara maka sangat penting untuk diketahui bagaimana sejarah perkembangan dan konsep arsitektur Jepang. Pertukaran budaya terjadi dengan adanya interaksi perdagangan antara pedagang atau pelayar China dengan penduduk setempat yang disinggahi.5 tahun tidak banyak meninggalkan monumen atau tinggalan bangunan bersejarah di Indonesia seperti halnya India dan Cina. Perdagangan silang antara China dan India telah membuat Nusantara dan Asia Tenggara menjadi tempat persinggahan setiap kali berlayar. Budaya Jepang pertama kali masuk ke Nusantara pada sepertiga abad ke 20. akan tetapi kemiripan pada arsitektur vernakular yang sangat dipengaruhi oleh budaya Austronesia menjadi pembahasan yang menarik dalam buku ajar ini. kemudian Britania Raya. Dari luas dan letak wilayahnya. dan Belanda. Sama halnya dengan India. Melalui propaganda militer ”saudara tua” Jepang dengan leluasa masuk ke wilayah Nusantara. bahasa. Persilangan ini telah menjadikan wilayah Nusantara sebagai tempat persinggahan bagi pelayar dan pedagang terutama dari China ke India atau sebaliknya.B. terdapat juga pengaruh lain dari berbagai budaya hebat di dunia seperti peradaban Iberia (Spanyol dan Portugis). Jaringan ini telah berlangsung beratus tahun lamanya.htm (3 of 5)5/8/2007 3:32:52 PM SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR NUSANTARA Kemajuan maritim di China pada masa Dinasti Ming telah membawa pelayarpelayar tangguh mengarungi wilayah Nusantara. Selain kedua bangsa Asia ini. makanan. Indonesia dikategorikan sebagai negara besar yang cukup berpengaruh di Asia. sistem pertanian dan lain sebagainya. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-1.

dan Arsitektur Asia : India. Secara umum periodisasi sejarah budaya Indonesia dibagi atas tiga bagian besar yaitu Zaman Hindu-Budha. dengan proses oksidentalisasi. Kemudian situs-situs megalitikum punden berundak di Leuwilang.htm (4 of 5)5/8/2007 3:32:52 PM SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR NUSANTARA Pembahasan pada buku ajar ini tentang perkembangan arsitektur Indonesia dapat diurutkan sebagai berikut : − Arsitektur vernakular − Arsitektur klasik atau candi . arsitektur selama peradaban Islam (bisa termasuk arsitektur lokal atau tradisional.menjabarkan sejarah perkembangan arsitektur di Indonesia yang mendapatkan pengaruh dari peradaban Asia (India.1. Indonesia dan Jaringan Asia C. Sebenarnya terdapat satu zaman lagi sebelum zaman Hindu Buddha yaitu Zaman prasejarah akan tetapi pembahasan serta diskusi tentang zaman ini tidak banyak contoh yang tersisa dalam bidang arsitektur terutama pada masa prasejarah awal. Akan tetapi jikalau menilik usia dari bangunan vernakular yang ada di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dari berbagai keterangan pada relief candi-candi dimana terdapat informasi tentang arsitektur lokal/domestik atau tradisional atau vernakular nusantara.1 Perkembangan arsitektur mulai dari masa Prasejarah Akhir yang ditandai dengan ditemukannya kubur batu di Pasemah. Sebagaimana diketahui bahwa sejarah budaya yang melahirkan peninggalan budaya termasuk arsitektur sejalan dengan periodisasi tersebut diatas. Gambar 1. Keberadaan arsitektur lokal yang identik dengan bangunan panggung berstruktur kayu telah ada sebelum atau bersamaan dengan pembangunan candi-candi. Matesih. Cina dan Jepang mewakili pemikiran tentang arsitektur timur. dan pra modern) dan arsitektur modern (termasuk arsitektur kolonial dan pasca kolonial). Cina dan Jepang) di Indonesia juga membahas konsep dan perkembangan arsitektur di ketiga negara tersebut. Pasirangin. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-1. Gunung Kidul dan Bondowoso. maka dapat dikategorikan sebagai arsitektur percandian. Arsitektur Nusantara. tidak ada yang lebih dari 150 tahun. Sejarah Perkembangan Arsitektur Indonesia Perkembangan kebudayaan erat kaitannya dengan sejarah kebangsaan. Zaman Islamisasi dan Zaman Modern.

Setelah prasasti Kutei ini. Kalimantan Timur. sementara dinasti Syailendra menganut agama Buddha Mahayana atau Vajrayana. Terdapat ratusan prasasti-prasasti yang ditanda tangani oleh raja-raja yang berkuasa pada saat itu. Kerajaan Hindu dan Budha di Nusantara Selama era kerajaan Hindu dan Buddha terdapat dua dinasti yang berkuasa sekitar abad ke-8 hingga ke-10 yaitu dinasti Sanjaya dan Syailendra. Umumnya prasasti tersebut dibuat pada abad ke-9. prasasti ini diperkirakan dibuat pada tahun 400 Masehi.htm (5 of 5)5/8/2007 3:32:52 PM . prasasti ini menceritakan sebuah kerajaan di Kalimantan timur (Kutei) diperintah oleh seorang raja bernama Mulawarman. Yaitu tugu peringatan upacara kurban. Sehingga dari abad ke-8 dan ke-9. Menurut bentuk dan tulisan yang digunakan. Keluarga Sanjaya memiliki kekuasaan di bagian utara Jawa Tengah. Prasasti dari kerajan tertua di nusantara ditemukan di Kutei. candi yang ada di Jawa Tengah Utara bersifat Hindu. dan yang ada di Jawa Tengah Selatan bersifat Buddha Pembangunan candi terkait dengan kerajaan di Nusantara pada masa perkembangan agama Buddha dan Hindu di Indonesia. Keberadaan kerajaan-kerajaan Hindu Budha dimasa lampau diketahui dari prasasti-prasasti.− Arsitektur pada masa perabadan atau kebudayaan Islam − Arsitektur Kolonial − Arsitektur Modern (pasca kemerdekaan) File:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-1. Arsitektur NUSANTARA PADA ERA Hindu dan Buddha A. Prasati ni berbentuk ‘yupa’. Dinasti Sanjaya beragama Hindu aliran Siwa. terdapat pula candi-candi yang didalamnya terdapat arca yang menjadi bukti keberadaan kerajaan-kerajaan . Selain peninggalan prasasti. terdapat ratusan prasasti yang bercerita tentang kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha di Nusantara sekaligus juga bercerita tentang bangunan suci (candi). dan keluarga Syailendra di bagian Selatan Jawa Tengah. bahkan ada nama candi di prasasti yang tidak bisa ditelusuri namanya dengan candi yang dikenal. Peninggalan dari ketdua dinasti ini berupa prasasti dan candi.

1064 M Biara di Padang Lawas. seperti kitab Pararaton dan juga kitab Negarakertagama. kerajaan-kerajaan di Sumatera : Tulang Bawang (Sumatera Selatan). Kerawang Budha Kaling. 650 M . Melayu (Jambi). Buku atau kitab kuno juga merupakan sumber informasi keberadaan kerajaan-kerajaan di masa lampau. dan Sriwijaya.1. Jawa Tengah Tuk Mas. 400-500 M . Kalimantan Timur 7 buah prasasti Mulawarman.tersebut di masa lampau.Batu Jaya. 600 M Muara Takus.. 2 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Muara jambi. Jawa Barat 7 buah prasasti Purnawarman. 400 M --Taruma-negara.htm (1 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Berikut adalah rangkuman dari berbagai sumber terhadap beberapa prasasti dan candi peninggalan kerajaankerajaan pada era Hindu dan Buddha atau sebelumnya. Tinggalan Sejarah Kerajaan-kerajaan selama era Hindu Budha Nama Kerajaan/ Dinasti Prasasti Arca/Monumen Candi Agama Kutei. Jawa Tengah . Tabel 2. Ada juga berita tentang keberadaan kerajaan tersebut berasal dari berita ekspedisi pada pendeta Buddha Tiongkok (Cina) ke nusantara misalnya berita dari pendeta I-Tsing yang menyebutkan keberadaan kerajaan Holing (Kaling). 1024 M Budha Budha Budha Mataram. 683 M Arca Buddha.Hindu-Budha Sriwijaya 5 buah prasasti. Dari I-Tsing diketahui bahwa Sriwijaya merupakan pusat kegiatan ilmiah agama Budha pada masa itu.

Pawon. Borobudur. dikenal dengan Prasasati Calcutta Arca Durga Ngetos.b. Ngawi Gunung gangsir. 914 M . 782 M Karang Tengah. Hindu Hindu-Budha Dinasti Syailendra Kalasan. sekitar 929 M Pucangan. Lorojonggrang.Dieng Hindu Hindu Kanjuruhan. Gunung Kawi. dikenal dengan . Prambanan Plaosan Sewu.Canggal. Mendut Budha Hindu-Budha Hindu-Budha Budha Keluarga Isana. Tampak Siring Hindu Airlangga Pucangan. 809 M Lingga dan Yoni Gunung Wukir Kelompok C. 732 M Arjuna. Jawa Timur Sindok.856 M Raja Balitung. 778 M Kelurak. gempol-Pasuruan Hindu Hindu Keluarga Warmadewa Sanur. Jawa Timur/ Dinasti Sanjaya Kanjuruhan.c). 907 M Lingga Badut Wihara Ratu Boko Siwa. 760 M 3 prasasti (a. Dinoyo. 824 M Arca Tara Arca Manjucri Kalasan.Padas.

nama tempat tinggal Candika.Hindu Singhasari Wur are. Blitar Candi Anta Antapura Candi Rimbi. Fungsi Candi Kata Candi pada umumnya dianggap berasal dari kata candikagrha. atau bahkan sebagai makam. Batusangkar Harihara Candi Sumberjati. 1354 M Candi Surawana dan Candi Tigawangi. Mojokerto Candi Panataran Candi Jabung. Jawa TImur Hindu Kerajaan Kadiri Sri Jayawarsa. Arsitektur Candi B.1. 1104 . 1333 M Adityawarman. 1292 M Prajnaparamita (Ken Dedes) Joko Dolok Amoghapaca Kidal.1289 M Pamalayu.1365M Siwa Budha Hindu Hindu Hindu Hindu Hindu B. secara harfiah Candi bisa ditafsirkan sebagai bangunan yang digunakan untuk keperluan pemakaman.. 1268 M Jawi Singhasari Hindu-Budha Budha Siwa-Budha Siwa-Budha file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Dahulukala.Prasasati Calcutta Arca Wisnu dan garuda (garudamukha) Belahan.htm (2 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Majapahit Batutulis. 1. Maka. Bogor. diduga abu dari jenazah seorang . Dewi Kematian dan Permaisuri Siwa. 1427 M Jago.

Gunung Meru . dunia tengah untuk orang-orang yang disucikan (bhuvarloka) kemudian dunia untuk para dewa (svarloka). Tatanan. Dalam mitologi Hindu-Buddha. Bagian dan Konsep Arsitektural Candi file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Akan tetapi. dalam struktur candi adalah digambarkan sebagai bagian kaki. Arca tersebut diletakan di ruang tengah candi dahulu kala hanya Pendeta yang memimpin acara pemuajaan yang diperkenankan masuk kedalam ruang tersebut. Sehingga seringkali dulu candi digunakan sebagai tempat pemujaan dan memuliakan raja yang sudah meninggal. Ketiga tingkatan ini.htm (4 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Secara vertikal. struktur bangunan candi terdiri dari tiga bagian yang melambangkan kosmologi atau kepercayaan terhadap pembagian dunia sebagai satu kesatuan alam semesta yang sering disebut dengan ‘Triloka’ terdiri dari dunia manusia (bhurloka). Candi dibangun bukan semata hanyalah sebagai makam atau tempat pemujaan dan memuliakan raja yang sudah meninggal. candi juga difungsikan sebagai tempat pemujaan kepada para Dewa yang dilambangkan sebagai arca.2.htm (3 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Arsitektur candi sering juga diidentikan dengan makna perlambangan Gunung Meru. lebih dari candi itu. Candi lebih diyakini sebagai kuil atau tempat pemujaan daripada sebagai makam. badan dan kepala.raja dikubur dibawah bagian tengah candi (peripih). B.

selain berbagai macam arca Budha dan para dewa yang terdapat di ruang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. perunggu. sembilan atau 25 titik. Pada bangunan candi di Indonesia.htm (6 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 B. seperti di kompleks candi Padang Lawas. dan ekor seperti ikan. kemudian pada kenyataan lain.  Peripih adalah sebuah peti batu yang digunakan awalnya sebagai tempat abu jenazah seorang raja. Lingga terdiri dari silinder terpadu atau berdiri diatas dasar yang disebut yoni. Teknik Konstruksi dan Pembangunan Candi . peripih. Di dalam peripih terdapat bagianbagian yang diatur dalam pola seperti mandala. Biasanya diletakkan di bagian atas candi.  Lingga dan yoni adalah sepasang relief atau monumen yang terdapat pada candi Hindu Siwa. surai singa. ratha (mahkota). makara jarang ditemukan pada jaman klasik akhir di Jawa.htm (5 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 dalam candi. tetapi di Sumatra. batu akik dan biji-bijian yang diduga sebagai benda-benda upacara pemujaan. stupa.3.adalah sebuah gunung di pusat jagat yang berfungsi sebagai pusat bumi dan mencapai tingkat tertinggi surga. yang semuanya merupakan lambang air dan birahi. paruh burung nuri. Kala ini diwujudkan dalam berbagai variasi bentuk seperti mahkluk aneh tanpa rahang bawah atau hiasan dengan satu mata. Keyakinan seolah-olah mengatakan bahwa gunung sebagai tempat tinggal para dewa. Sedangkan Mekara adalah binatang mitologi berbelalai gajah. dimana didirikan perkiraan pada abad 10 mekara ini masih terus digunakan.  Kala merupakan makhluk legenda yang diciptakan Siwa untuk membunuh seorang raksasa. Biasanya patung makara ditemukan pada gapura sebagian besar candi klasik awal. 3  Stupa merupakan unsur perlambang Buddha dengan bentuk setengah bulatan mempunyai pengertian falsafah melambangkan “kubah syurga” (Dome og Heaven) atau melambangkan struktur kosmik yang menetap. perak. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. elemen atau bagian bangunan yang terdapat pada arsitektur candi baik candi Hindu dan Buddha yaitu kala-mekara.2 Hiasan mekara ini sering ditemukan baik pada candi Hindu dan Buddha. peripih digunakan sebagai wadah untuk menaruh unsur-unsur yang melambangkan dunia materi : emas. lingga dan yoni.

1250 M) yaitu candi-candi yang terdapat di Sumatera seperti candi-candi yang ada di . Pada awalnya teknik penumpukan batu dilakukan dengan cara membuat perkuatan dengan memotong bagian balok batu untuk membuat semacam lidah dan tekukan yang saling mengunci dengan balok-balok yang bersebelahan baik secara mendatar maupun ke atas. Tata cara urutan pembangunan candi seperti yang terlihat pada gambar berikut ini. Kemudian peserta menghiasi diri dengan bunga dan pewarna dan batu suci diletakkan ditengah halaman candi yang yang akan dibangun. Teknik ini memerlukan pembuatan sepasang dinding sejajar dan pengisian rongga diantaranya dari puing atau dari batu dengan bentuk yang tidak beraturan direkatkan dengan lumpur. kemudian masa Klasik Madya (900 M. yaitu bebatuan yang saling ditumpuk diatasnya tanpa ada bahan pengikat. maka dibagi atas tiga periode1 yaitu masa Klasik Awal (600 M-900 M).Bangunan candidi Indonesia umumnya dibangun dengan cara a joint vif. ahli bangunan Jawa menggunakan teknik India mengenai dinding batu berdaun ganda. dimana candi Prambanan dan Borobudur dibangun pada masa ini. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202.htm (7 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Pembangunan candi memiliki tata cara dn upacara ritual.htm (8 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 B.4. Yang brinisiatif membangun candi pada pertama kalinya adalah bangsawan (orang suci) dengan mengajak orang-orang di kampungnya (sekelilingnya) untuk bergotong royong membangun candi. Pertama sekali bangsawan yang menyelenggarakan acara membagikan hadiahpada semua orang yang datang. Pembagian kelompok arsitektur candi Melihat dari masa pembangunan candi-candi di Nusantara. Jawa merupakan satu-satunya wilayah di Asia Tenggara yang menggunakan cara konstruksi seperti ini. teknik kontruksi candi agak sedikit berubah sejalan dengan peralihan pusat politik pada masa itu ke Jawa Timur. Lapisan luar batu biasanya diarahkan ke bagian luar dalam serangkaian bebatuan menggantung berjarak tidak rata yang menghasilkan kesan bagian luar bagikan dipahat atau di sesak. Pada awal abad ke-9. kadang-kadang ditambah sedikit kapur seperti di Loro Joggrang. Setelah abad ke 9. Upacara yang dilaksanakan serigkali dicatat dalam tulisan batu (piagem) atau lempengan perak atau tembaga.

Beberapa candi yang terpenting lain pada masa dan wilayah ini adalah Candi Gunung Wukir dekat Magelang (732 M). dan Muara Jambi. Jika dilihat dari sudut pengelompokkan langgam atau jenis serta agama yang mewakili keberadaan candi tersebut.Padang Lawas.htm (10 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 menembus tembok. Begitu pula halnya dengan candi Bima dimana pada awalnya sama dengan bentuk candi dari provinsi Orissa di India. Candi Badut. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. dekat Malang (760 M). dengan pengaturan bilik dan saluran air suci file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Candi-candi di Jawa Tengah Utara merupakan candi pada masa klasik awal. diperkirakan di candi tersebut pernah terdapat arca atau lingga yang akan dimandikan dengan upacara khusus. Dahulunya. upacara ini mirip dengan upacara Siwais dengan cara yang sama seperti candi-candi Palawa di India selatan. sebagai contoh yaitu candi Arjuna yang merupakan kelompok candi Dieng. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Pengelompokkan ini sejalan dengan pengelompokkan candi berdasarkan masa pembangunannya. Candi-candi yang dibangun pada Masa Klasik Akhir (1250 M – 1500 M) umumnya terdiri dari konstruksi bata yang secara meluas banyak terdapat di Jawa Timur dimana candi berundak di lereng gunung popular pada akhir periode ini. Muara Takus. akan tetapi kemudian banyak mengalami perubahan sekitar tahun 800 M disesuaikan dengan penggunaannya oleh penganut Budha.htm (9 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 jenis Jawa Tengah Selatan mewakili agama Budha (Mahayana) dan jenis Jawa Timur mewakili aliran Tantrayana (baik Siwa maupun Budha). kelompok candi Gedong Songo di lereng gunung Ungaran. karena berasal dari jaman setelah berpadunya keluarga Sanjaya dan keluarga Syailendra sehingga susunannya terlihat sebagai kelompok candi di Jawa Tengah Selatan akan tetapi keagamaannya mewakili agama Hindu. Soekmono membagi menjadi tiga jenis yaitu jenis Jawa tengah Utara mewakili agama Hindu (Siwa). Candi di wilayah ini merupakan pemujaan terhadap Siwa dengan bentuk mendekati tipe candi di India.htm (11 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Candi-candi di Jawa Tengah Selatan merupakan candi-candi Budha pertama di Jawa atau dikategorikan juga . Dalam hal ini kellompok candi Loro Jonggrang meruipakan perkecualian.

candi Singosari (candi Krtanagara). Oleh karena itu.2. candi Jago disebut juga candi Wisnuwardhana. dekat Yogyakarta (778 M). dan sebagian besar menghadap ke barat.htm (14 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Perbedaan dari kedua tipe candi antara dua wilayah ini dijelaskan pada tabel 2. candi Jabung dekat Kraksaan. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. hanya candi di Jawa tengah Selatan lebih mewah dan lebih megah dari segi bentuk dan hiasan daripada candi di Jawa Tengah Utara.htm (12 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Sebenarnya. Candi yang termasuk adalah candi Kalasan. sering tipe candi di kedua wilayah ini disatukan. candi Mendut di sebelah timur Borobudur. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Akan tetapi kemudian. Kemudian candi Jawi dekat Prigen. candi Borobudur. perbedaan yang mendasar terlihat dengan candi di Jawa Timur.2. kelompok candi Dieng dan kelompok candi Gedung songo yang merupakan candi Hindu didalamnya terdapat yoni dan lingga. Misalnya. Candi-candi terpenting di Jawa Timur adalah candi-candi di sekitar Malang : candi Kidal (candi Anusapati). Tabel 2. kelompok candi Panataran dekat Blitar. kelompok candi Sewu di dekat Prambanan.htm (13 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Bentuk dan Tipe candi Jawa Tengah Bentuk dan Tipe candi Jawa Timur − Bentuk bangunan candi lebih tambun/lebar − Atapnya nyata berundak-undak − Puncaknya berbentuk ratna atau stupa .sebagai candi pada masa Klasik awal. dominasi candi Budha di Jawa tengah Selatan telah memberikan image bahwa candi di Jawa tengah adalah candi budha. candi Sari di dekat candi kalasan. kelompok candi Plaosan disebelah timur candi Sewu. Sehingga akhirnya bisa dikatakan tidak ada perbedaan yang mendasar antara candi di Jawa tengah Utara dengan candi di Jawa tengah Selatan. terdapat perbedaaan yang cukup signifikan antara candi Jawa Tengah Utara dengan candi Jawa tengah Selatan karena perbedaan peruntukan bangunan keagamaannya. dan memang kemudian pengruh Budha juga terdapat pada candi-candi di Jawa tengah Utara. Perbedaan bentuk dan langgam candi Jawa tengah dan Jawa Timur.

Kelompok ini dimasukan kedalam candi pada masa klasik akhir.htm (15 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Sumber : Soekmono. 1973.htm (16 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Selain kedua bentuk dan langgam diatas. Diperkirakan bahwa keberadaan candicandi ini berhubungan erat dengan kerajaan Adityawarman. Pentirtaan dan Candi padas yang terkenal adalah candi belahan di lereng gunung Penanggungan dekat . dan pintu serta relung hanya ambang atasnya saja diberi kepala Kala − Reliefnya timbul sedikit saja dan lukisannya simbolis menyerupai wayang kulit − Letak candi di bagian belakang halaman − Kebanyakan menghadap ke Barat − Kebanyakan terbuat dari bata − Kebanyakan terbuat dari batu andesit file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Bukti sejarah berupa prsasasti Adityawarman mengungkapkan beberapa fakta sejarah di pedalaman sumatra saat itu. terdapat cerita sajarah Kerajaan Pannei (di daerah sekitar sungai Panai. seorang putra Pangeran Jawa yang pindah dan mendirikan kerajaan di pedalaman Sumatra. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202.2. ibukota Sriklanka abad ke-11. Selain prasasti. candi-candi di Padang Lawas terdapat beberapa candi yang digolongkan sebagai candi pada masa klasik madya. Salah satu Bangunan biaro (berasal dari kata vihara) di Padang Lawas memiliki hiasan singa yang mirip dengan ukiran di Polonaruva. hal 86 Di pulau Sumatra seperti candi Muara takus. Padang Lawas) diserang oleh kerajaan Cola (India Selatan) pada tahun 1025. terdapat tipe lain dari candi yang berbeda yang sering disebut dengan pertirtaan dan candi padas. vol.− Gawang pintu dan relung berhiaskan kala mekara − Reliefnya timbul agak tinggi dan lukisannya naturalistik − Letak candi di tengah halaman − Kebanyakan menghadap ke Timur − Bentuk bangunan candi lebih ramping − Atapnya merupakan perpaduan tingkatan − Puncaknya berbentuk kubus − Makara tidak ada. Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-11 dan ke13 merupakan tempat pemujaan dari batubata aliran Budha esoterik.

Selain candi Waringin Lawang di Majapahit. bagian utara Sumatera (Aceh).htm (18 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM . file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. salah satunya makam Sultan Malik alSaleh. disimpulkan bahwa Kerajaan Samudra menjadi kerajaan Islam yang pertama di Nusantara. kemudian singgah di Peureula’. Malaka timbul sebagai pusat perdagangan dan pangkal penyebaran agama Islam. candi Plumbangan. Arsitektur NUSANTARA pADa masa perkembangan ISLAM A.Mojokerto. dikenal dengan candi berundak. . Pasai. misalnya candi Jedong. Kerajaan Islam di Nusantara Islam masuk ke Indonesia kurang lebih abad ke-13 sangat terkait dengan perkembangan perdagangan di wilayah Nusantara. sebuah wilayah di bagian barat India. rupanya seperti bangunan candi yang dibelah dua atau disebut juga dengan candi bentar yang biasanya identik dengan seni bangunan pada masa Majapahit. Samudra menjadi pelabuhan niaga yang terpenting di Nusantara hingga akhir abad ke-14. ditemukan makam raja Islam. Tak lama setelah persinggahannya tersebut. Madura yang menjadi titik pertemuan dan penyebaran Islam di nusantara. dan gunung kawi di Tampaksiring (Bali). Demak. Kemudian ada lagi jenis bangunan candi yang berupa gapura. Bali. candi Tikus di bekas kota Majapahit (abad ke-14). Pada masa tersebut terdapat beberapa kota-kota pelabuhan seperti Barus. Dari bukti sejarah ini. pada tahun 1297 di Samudra. dan candi Bajang Ratu. Dalam ekspedisi Marco Polo dari Tiongkok ke Persia tahun 1292. terdapat dua jenis gapura yaitu yang pertama. juga terdapat di Kapal. Jenis gapura kedua.htm (17 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. sebuah kerajaan di Aceh. Pada awalnya kedatangan Islam ke nusantara melalui pembauran para pedagang yang berasal dari Gujarat. Banten. bagian pintu keluar masuk yang mana bagian tubuhnya terdapat lobang pintu. Pada awal abad ke-15. pada waktu itu dijelaskan bahwa terdapat penduduk yang beragama Islam dan juga pedagang-pedagang dari India yang giat menyebarkan agama tersebut walaupun disekitar kota masih banyak yang belum memeluk Islam.

Majapahit digantikan kedudukannya oleh Kerajaan Demak yang kemudian meluaskan agama Islam ke seluruh Jawa hingga bagian selatan Kalimantan sehingga tersebut kerajaan Mataram dan Banten menjadi kerajaan Islam yang besar setelah Demak. Atas kegiatan orang-orang Bugis. Indragiri). Di pulau Jawa. dan juga Filipina.Sementara di bagian Timur Nusantara timbul pula pusat kegiatan Islam. hingga akhir abad ke 16. Pendirian negara Islam di Sumatera utara mencerminkan pemunculan pemerintah baru bukan melalui penakhlukan atau peralihan kerajaan yang ada. kerajaan Majapahit mendekati masa punjak kejayaannya dibawah pemerintahan raja Hayam Wuruk (1611). Sementara di Indonesia timur . Pada abad ke-16 juga timbul kerajaan Brunei yang meluaskan ke Islaman hingga bagian barat Kalimantan. yaitu Ternate (1430) yang meluaskan ajaran Islam hingga ke pantai timur Sulawesi. yang mana masing-masing dikaitkan dengan pola perkembangan. Namun di Jawa. Kejayaan Malaka mencapai daerah Riau (Kampar. 1 Penyebaran Islam keseluruh Kepulauan Indonesia terbagi dalam tiga tataolahsejarah berbeda (three dintinct historical processes). penguasa Islam menggantikan kekuasaan politis raja Hindu. Demikianlah. Elit politik baru tidak sepenuhnya merombak ideologi ataupun lambang penampilan luar penguasa lama. maka Islam masuk ke Kalimantan Timur dan Sulawesi Tenggara dan juga beberapa pulau di Nusa 2 3 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. Demikian pula. melainkan mereka sangat mempertahankan kesinambungan dengan masa sebelumnya seraya memperkuat peralihan dan perluasan pemerintahan Hindu terdahulu. akan tetapi tidak lama bertahan hingga Portugis menakhlukan Malaka pada tahun 1511. dan di daerah pantai Timur Sulawesi serta Sulawesi Utara.htm (1 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 Tenggara. Islam meluas meliputi pulau-pulau di seluruh Maluku. Dari Ternate (Kesultanan Ternate dan Tidore). boleh dikata bahwa Islam telah tersebar dan mulai mengakar di Nusantara. Kerajaan Goa menjadi kerajaan besar Islam pada masa itu.

3 Kemudian dalam bahasa Hindi. vesting. stad (Belanda). Pada masa itu. Bharatayuddha. Disamping itu pusat kerajaan Islam yang tumbuh setelah pudarnya kejayaan kerajaan Hindu Budha menjadi bandar-bandar baru sebagai titik pintu masuk menuju perairan internasional bersamaan dengan perkembangan kota-kota pelabuhan yang mulai dikuasai oleh Potugis dan VOC. vesterkte legerplaats. dan sekarang mencakup konsep kota Metropolitan. Sebutan kuto dalam beberapa sastra Jawa Kuno dan Jawa Peralihan juga dicantumkan seperti dalam Kitab Bomakywya. tidak ada perubahan berarti dalam hukum dasar negara (kerajaan). Pertumbuhan Kota-Kota Islam Awal Salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan kota pertama di Indonesia adalah peningkatan perdagangan kelautan Asia secara umum pada abad ke-13 dan ke-14. Sebutan kuto ini memiliki persamaan dengan kata yang lazim didapatkan dalam bahasa Belanda sebagai burcht. ”kota” semula menggambarkan pemukiman bertembok atau benteng. cicade (Portugis). kaasteel. kuta.2 B. kuto dan negeri. kata ini berasal dari bahasa Persia yang berarti ”pelabuhan dagang resmi” diterjemahkan secara bebas sebagai town dan city dalam bahasa file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. dan Pararaton. perdagangan rempahrempah dari nusantara ke beberapa negara Asia seperti India dan China mengalami kemajuan yang pesat sementara bangsa Eropa mulai menapak kakinya menguasai pusat pemasok utama rempah-rempah saat itu di Banda.htm (2 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 Inggris.(Kalimantan. Dari bukti kebahasaan . tetapi kemudian menjadi pusat masyarakat. Bukti kebahasaan sering dikaitkan dengan kemunculan tradisi pemukiman perkotaan di Asia Tenggara. Pusat kerajaan Hindu dan Budha yang sebelumnya menjadi tempat tujuan dan persinggahan dari pedagang dan biksu China maupun India seperti Sriwijaya/Palembang. Sulawesi dan Maluku). istilah yang sering digunakan sebelumnya pada masa Hindu. istilah ”kota” dalam babad tanah Jawi padanannya khita. Ramayana. Mataram dan Trowulan telah tumbuh menjadi pemukiman perkotaan. Sebutan Bandar sering digunakan untuk kota-kota pelabuhan saat itu. Sementara. raja-raja dengan mudah beralih ke Islam.

kota yang berada di pedalaman (hinterland) seperti Pagaruyung. Ternate dan Banda. Kota pesisir di utara pulau Jawa dalam sejarah sangat berbeda dengan daerah pedalaman. Sedangkan kota jenis kedua. Batavia. Sementara disepanjang pantai utara digambarkan sebagai masyarakat kosmopolitan dengan sederet bandar perdagangan yang lebih cenderung memandang ke luar daripada ke dalam. Semarang. Kota pedalaman dicirikan dengan kota dengan istana yang memiliki upacara yang rumit dengan arsitektur yang didasarkan pada penduduk yang bermata pencaharian utama pertanian. Makassar. Surabaya. Gersik. Jepara. Banjarmasin. Aceh/Pasai. Kota yang terletak di pesisir dan muara-muara sungai besar disebut sebagai pusat Kerajaan Maritim berfungsi sebagai pelabuhan atau titik masuk dan keluar pelayaran seperti Sriwijaya/Palembang. Banten. Pada saat itu. Perkembangan kota-kota pesisir ini mendapat dukungan dari Pemerintah Hindia . dan kedua. Pertumbuhan kota dan permukiman pada kedua kota memiliki karakteristik dan pola sendiri.htm (3 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 perdagangan monopoli rempah oleh Persekutuan Dagang Hindia Timur (VOC) juga mempengaruhi perkembangan kota-kota tersebut di atas pada masa pendudukan Belanda. Perkembangan file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. pertama. kota sebagai pusat administratif dengan daerah pertanian yang makmur. Demak. tampaknya ada dua jenis kota yang muncul. Tuban.tersebut diketahui ada dua model kota yang dilihat dari pola modern kehidupan kota yaitu pelabuhan dan benteng. Jambi dan Mataram. kota sebagai pelabuhan dagang dengan pintu masuk menuju jalur perairan internasional.

map. Ternate. adalah sebutan untuk kampung para pembuat periuk belanga (a jun). Parsi. Umumnya kota-kota di Jawa mengikuti poros utara-selatan.Belanda sehingga pada abad ke-17 berkembang pesat dapat dilihat dari perwujudan arsitekturnya. Demak. Arab. Kemajuan kota-kota tersebut selain didukung oleh faktor geografi. dari sudut ekonomi. Surakarta. Kampung Makasar. Banda. kampung pendatang juga dikelompokkan berdasarkan pekerjaannya seperti kampung Pande ( tukang). dan Cina (perkampungan dan pasar berada di luar pagar keliling. Di Aceh. dan lain-lain biasanya dihubungkan simbol meru dalam mitologi Hindu. Gersik. Surabaya). dan Banjar dan lain sebagainya.htm (4 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 agung atau alun-alun. Selain itu. tempat peribadatan (mesjid). lapangan yang terletak di tengah-tengah kota dan berfungsi sebagai tempat . Demak. Sehingga pada saat itu terdapat sebutan Kampung Melayu. politik dan ekonomi. pasar. Surakarta. Demikian pula kampung pendatang dari luar wilayah Indonesia dikenal dengan nama kampung Gujarat. lukisan. Arab. begitu pula halnya di kota Cirebon. Aceh. juga tidak terlepas dari faktor magis-religius atau unsur kosmologi. Elemen lain dalam kota masa Islam awal adalah lebuh file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. kelompok bangunan keraton. Bugis. Pembuatan pagar keliling masa itu ber fungsi sebagai benteng pertahanan terhadap gangguan dari luar kota. perkampungan. Cirebon. pagar keliling diperlukan sebagai tempat pemungutan bea-cukai barang-barang dagangan yang keluar masuk kota. Dari beberapa keterangan. Seperti halnya pada pendirian kota kerajaan di Indonesia seperti Yogyakarta. Banten) ada juga yang tidak berpagar keliling (kota Majapahit. terhadap beberapa kota tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa morpologi kotakota pada masa pertumbuhan dan perkembangan Islam di Nusantara mempunyai ciri antara lain : ada yang berpagar keliling/benteng (Yogyakarta. Benggala dan Cina. Tuban. maupun dari Gujarat. Cirebon. tempat raja atau penguasa yang biasanya terletak di bagian selatan. Biasanya perkampungan pendatang atau pedagang baik dari wilayah Indonesia yang lain. Banten. ada yang disebut dengan Panjunan. Pengelompokan perkampungan pendatang ada yang berdasarkan etnis dan ada juga yang berdasarkan pekerjaannya.

Beberapa makam berasas Islam yang ditemukan diperkirakan dibangun pada masa sebelum masyarakat Indonesia sepenuhnya beralih ke Islam.berkumpul atau upacara ritual kerajaan/kota dan kegiatan hiburan. Deli dan Ternate. Makam dan Pekuburan Orang Islam Masa Islam Awal ditandai dengan ditemukannya bentuk monumen seperti makam. Masjid Kudus. Sementara itu. Cirebon. Makam tidak pernah ditemukan dalam lingkungan istana setempat. . makam kadang-kadang berada di dekat mesjid. Istana Keraton Yogyakarta. masjid menggantikan candi sebagai titik utama kehidupan keagamaan.htm (5 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 masih terawat hingga saat ini adalah makam Malik Ibrahim yang meninggal tahun 1419 di Gresik. Dari segi perletakan. Islam datang ke Indonesia tidak menyebabkan revolusi dalam gaya bangunan. sehingga peralihan dari zaman Hindu-Budha ke era Islam memberikan suatu warna eklektisme seperti halnya yang terlihat peninggalan yang tersisa pemakaman Imogiri di Yogyakarta. kuburan dan keraton. mesjid. C. Jawa Timur.4 Makam yang lain ditemukan di Aceh diyakini sebagai makam penguasa pelabuhan Samudra di pantai utara Aceh. Surakarta. dan seringkali terletak di tanah lapang di luar desa/kota bersangkutan. Jawa Timur. Perekembangan pesat pada kota-kota pelabuhan dagang Islam membentuk titik perhatian utama pembaharuan arsitektur dan pembangunan kota saat itu. Makam yang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. masyarakat pertanian melanjutkan penyesuaian susunan ruang sejenis ”mandala” pada zaman Hindu-Budha. Akan tetapi tidak ada informasi yang detail mengenai wanita tersebut. Batu nisan Islam tertua di Indonesia adalah nisan seorang wanita bernama Fatimah binti Maimun bin Habatallah ditemukan di Leran Surabaya sebelah barat.

seringkali dekat dengan istana. Dari keterangan dan data sejarah disebutkan bahwa pada sebuah kota pusat kerajaan terdapat beberapa buah mesjid disamping beberapa langgar atau surau atau meunasah. begitu juga dari segi letak. mesjid-mesjid kuno yang didirikan di bawah pimpinan Wali Sanga secara gotong royong adlah mesjid Agung Demak dan Mesjid Agung Cirebon. diperkuat dengan unsurunsur tradisional yang memandang raja atau sultan dan wali sebagai orangorang magis. sejalan dengan perkembangan politik dan pemerintahan. dan Semenanjung Malaka pada abad ke-15 dan 17. hukum Islam. dan tempat tinggal para bangsawan.1. Dahulu. Di Sumatera. D. Letak mesjid di kota-kota pusat kerajaan di Jawa disebelah barat alun-alun dan tidak terpisahkan dari komponen inti kota yaitu keraton. pendirian mesjid juga di inisiasi oleh Sultan atua Raja. Menurut babad. Mesjid sebagai tempat suci file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203.htm (6 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 Berdasarkan uraian tentang kota-kota pada masa pertumbuhan dan perkembangan Islam awal dijelaskan bahwa mesjid menjadi tempat peribadatan menggantikan fungsi candi pada masa tersebut. mesjid juga digunakan sebagai pusat kehidupan masyarakat yang berhubungan urusan keagamaan seperti wakaf. Kronologis perkembangan arsitektur masjid Mesjid-mesjid kuno di Indonesia menunjukkan kekhasan yang membedakannya arsitektur mesjid-mesjid di . Jenis ini dipakai oleh orang-orang sepanjang Sumatera. dekat kepulauan Riau. sedangkan jenis yang satu lagi lebih umum disebut sebagai bentuk jada atau club. masjid. alun-alun. pusat kota kerajaan terdiri dari bangunan keraton/istana. peradilan. Beberapa makam para sufi atau ulama sperti di Jawa dikenal dengan 9 wali menjadi tempat berziarah hingga saat ini. zakat. D. Biasanya inisitaif dari mendirikan mesjid mula-mula timbul dari sultan atau wali.Tidak ada bentuk dan hiasan makam yang spesifik. terukir dengan ayat-ayat yang diambil dari Al Quran serta dibubuhi ragam hias yang disebut sayap. Pada awalnya mesjid didirikan sebagai tempat ibadaah. 5 Bentuk dan makam di Jawa dipengaruhi oleh budaya Hindu yang berkembang pada masa sebelumnya. salah satu ciri utama bentuk makam yaitu balok batu persegi panjang yang menyerupai bangunan.

Kekhasan gaya arsitektur mesjidmesjid kuno ini dinyatakan oleh bentuk atap tumpang atau bertingkat 2.5. Tanah Datar di Sumatera Barat • Surau Syeh Burhanuddin. Mesjid-mesjid kuno pada awal perkembangan Islam yang mengadopsi konsep-konsep arsitektur Candi (Hindu/Budha). Timur Tengah dan Kolonial Belanda. Padang Pariaman.htm (8 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 Kemudian. Beberapa mesjid yang mendapat pengaruh gaya ini adalah : • Masjid Raya Baiturahman di Aceh • Masjid Raya Al Osmani di Labuhan.htm (9 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM . Cirebon • Masjid Mantingan di Jepara.htm (7 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 • Masjid • Masjid • Masjid • Mesjid • Mesjid • Mesjid • Mesjid • Mesjid Sultan Abdul Rahman. Jawa Tengah • Masjid Lima Kaum. Deli • Masjid Azizi Tanjung Pura. Sumatera Barat.Jawa Tengah • Masjid Sendang Dawur di Lamongan. dengan puncaknya dihiasi mustaka atau memolo. sekitar awal abad ke-19.negeri Islam. Langkat • Masjid Raya Al Maksum di Deli. arsitektur lokal serta arsitektur Cina.3. di Ulakan. fondasinya pejal dan tinggi. denahnya persegiempat atau bujursangkar dengan serambi di depan atau di samping. Kalimantan Agung Anke di Jakarta Sumenep di Madura Angke dan Marunda di Jakarta Agung Demak Agung Banten Baiturrahman pada masa Sultan Iskandar Muda di Ternate tahun abad ke 19 (sebelum perubahan) file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. Medan • Masjid Agung di Palembang • Masjid Al Azhar di Jakarta • Masjid Agung Yogyakarta • Masjid Syuhada Yogyakarta • Masjid Agung di Banyuwangi file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. di Kudus. pada bagian depan atau samping terdapat parit berair (kulah) serta gerbang. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. arsitektur mesjid-mesjid yang mendapat pengaruh arsitektur India. Umumnya mesjid tua di Jawa berciri seperangkat empat tiang yang dikenal dengan saka guru seperti : • Masjid Menara Kudus.

htm 3:32:55 PM 2 (10 of 14)5/8/2007 − Serambi. terdapat didalamnya mihrab dan mimbar − Mihrab. pada umumnya arsitektur mesjid Indonesia mempunyai konsep dan elemen sebagai berikut: − Ruang Utama.2 Perkembangan mesjid sangat pesat setelah kemerdekaan Negara Indonesia. ruang utama tempat sholat. kemudian masjid Salman di Bandung. Bagian dan Konsep Arsitektural Mesjid Arsitektur mesjid di Indonesia beragam. tidak ada suatu rancangan atau pola tertentu yang mengikat.Silaban. Mesjidmesjid pasca kemerdekaan Indonesia awal yang menonjol yaitu Masjid Agung Istiqlal Jakarta dirancang oleh arsitek F. berdindingkan pagar atau terali sehingga tembus pandang yang diperuntukan khusus untuk pemimpin pada waktu sholat − Halaman Terbuka. selasar atau koridor yang mengelilingi ruang utama. Tatanan. . kursi atau singgahsana atau tahta tempat para pemimpin memberikan atau menyampaikan masalah-masalah kepada umat atau rakyat. ruang tempat berdiri imam ( pemimpin sholat berjamaah ) yang berbentuk ceruk atau relung di dinding sisi Kiblat − Mimbar. biasanya tidak berdinding penuh atau hanya dibatasi tiang saja. Namun. bangunan tinggi tempat muazin mengumandangkan azan. − Maksurah. Pada masa ini arsitektur mesjid dipengaruhi oleh gaya modern yang berkembang pada masa itu. bilik berbentuk kotak. bagian dari masjid yang berupa lapangan terbuku biasanya dibangun tamana dan sebuah kolam atau pancuran air sebagai tempat bersuci file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. dan masjid Agung di Jember D2. − Menara (minaret).

− Tempat bersuci, tempat mengambil wudhu sebelum masuk ke dalam Masjid berupa kolam, pancuran dan kamar mandi Dibagian belakang dan samping mesjid kuno di Indonesia biasanya terdapat pula makam raja-raja atau sultan-sultan, anggota keluarga raja dan orang-orang yang dianggap keramat, H.A.R Gibb dan Kramer6 menjelaskan mengutip dari Masjid makam ini digolongkan sebagai masyhad, contohnya mesjid Demak, mesjid Kadilangu, mesjid Ampel, mesjeid Kuto Gede, Mesjid banten dan sebagainya.

E. Istana Kerajaan Islam

Keraton atau istana selama masa Islam tumbuh subur di Indonesia meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sumbawa, Sulawesi dan Maluku. Setiap raja, besar atau kecil, membangun gugus bangunan lambang kejayaan dan kekuasaan. Umumnya keraton atau istana berada di dalam pagar keliling dan di pusat kota kerajaan. Sehingga terdapat perbedaan di antara dunia ” dalam” dan dunia ”luar” yang diwakili oleh istana (di Jawa terkadng dikenal dengan Dalem) serta lingkungan alam sekitar di luar istana. Pagar keliling tersebut juga membedakan antara ruang yang sakral dan profan. Lingkungan di dalam istana dikenal sebagai ruang yang bersifat sakral, beradab dan halus, dan lingkungan di luar istana sebagai sesuatu yang liar, kasar dan profan. Tata letak istana/keraton diibaratkan berporos pada gunung yang suci atau berada dalam satu garis imajiner dengan gunung dan laut, seperti halnya yang terjadi di Jawa, Sumatera, Sumbawa, dan ternate, dibelakang keraton/istana terdapat gunung yang dianggap suci. Didalam satu kompleks istana terdapat beberapa bangunan yang mana orientasi atau penempatannya mengekspresikan perumpamaan tingkatan atau hierarki dalam masyarakat tersebut. Hal ini terlihat dalam kompleks keraton Yogyakarta. Di Sumatera, terdapat beberapa istana Kerajaan Islam yang berkuasa pada masa lampau. Sekarang ini masih terdapat beberapa peninggalan bangunannya meskipun kekuasaan raja telah hilang karena
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203.htm 3:32:55 PM 2 (11 of 14)5/8/2007

perubahan sistem pemerintahan di perkecualian Kesultanan Yogyakarta.

negara

Indonesia,

dengan

Seperti halnya dengan mesjid, hampir tidak ada suatu pola khusus dalam rancangan istana. Unsur arsitektur lokal dan kolonial mendominasi konsep arsitektural istana pada abad ke-19 dan ke-20, seperti yang terlihat bangunan istana di Sumatera dan Ternate.
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203.htm 3:32:55 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203.htm 3:32:55 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203.htm 3:32:55 PM (12 (13 (14 of of of 14)5/8/2007 14)5/8/2007 14)5/8/2007

Arsitektur VERNAKULAR INDONESIA
A. Sejarah Indonesia Perkembangan

Arsitektur

Vernakular

A.1. Hubungan Austronesia dan Indonesia Berdasarkan linguistik, kebanyakan orang Indonesia berbahasa Austronesia, suku bangsa ini memiliki kekayaan 700 - 800 bahasa tersebar pada banyak pulau di Asia Tenggara, termasuk pula Vietnam Selatan, Taiwan, Mikronesia, Polinesia dan Madagaskar. Selain kekayaan bahasa, juga memiliki kekayaan dari budaya materi seperti arsitektur. Budaya Austronesia diperkirakan berasal dari masyarakat yang hidup disepanjang sungai di Cina Selatan dan Vietnam utara sekitar pertengahan abad ke-4 SM. Persebaran orang-orang ini dari tanah leluhur berlangsung sekitar 6.000 tahun yang lalu, dan memuncak sekitar 500 M dengan menyebarkan penggunan bahasa Austronesia ke sekeliling dunia.1 Pengaruh budaya Austronesia terlihat dalam budaya materi, organisasi sosial, kepercayaan, mitos, dan bahasa. Pengaruh

yang tampak dalam budaya materi adalah pengetahuan bercocok tanam padi, irigasi, beternak kerbau dan

4
2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204.htm (1 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2

kambing, penggunaan logam yang sederhana, dan pelayaran. Termasuk pula budaya berburu, mendirikan megalit, upacara ritual kematian, berlayar, menenun, membuat gerabah juga peralatan kampak batu untuk bertukang dan sebagai peralatan memotong. Kearifan nenek moyang, mitos, animisme, penguburan mayat dalam peti, tempat pemujaan yang terletak di tempat yang tinggi merupakan pengaruh dalam kepercayaan. Tradisi monumen-monumen dari batu besar masih subur di beberapa tempat di Indonesia; yang paling menonjol di pulau Nias (pantai barat Sumatra) dan Sumba di kepulauan Nusa Tenggara. Banyak kosa kata dalam bahasa Austronesia saat ini mempunyai asal yang sama, misalnya kata rumah, di Jawa disebut omah, toraja ”banua”, di Roti (Nusa tenggara) ”uma”, minangkabau ” rumah”. Begitu pula halnya pengaruh dalam konsep dan bentuk rumah Austronesia di Indonesia, bagi orang Austronesia rumah bukan sekedar tempat tinggal, melainkan merupakan bangunan teratur berlambang yang menunjukkan sejumlah ide penting perwujudan keramat para leluhur, perwujudan fisik jatidiri kelompok, dunia kecil di jagad raya, dan ungkapan tingkat dan kedudukan sosial. Seperti halnya yang diungkapkan oleh Rapoport, bahwa rumah pada masyarakat tradisional mengekspresikan hierarki status masyarakat dan budaya lokal.1 Ciri dan karakteristik mendasar dari rumah austronesia yaitu terdiri atas bangunan persegi empat, berdiri di atas tiang-tiang, beratap ilalang. Pintu masuk berupa tangga yang ditakik dan ada perapian dengan rak di atasnya untuk kayu bakar dan penyimpanan. Bentuk dasar ini mengalami pembaharuan di daerah Austronesia dan ditemukan di rumah Batak, ”rumah gadang” di Minangkabau, ”rumah Tongkonan” di Toraja, dan ”rumah panjang” di dayak, Kalimantan.

" . ”timur” dan ”barat” dipetakan dalam kelompok sosial yang dikaitkan dengan hubungan erat antar jenis kelamin.. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. balai adat dan lain sebagainya. based on tectonic logic. dan tanduk kerbau yang mencerminkan kekuasaan dan nilai kesakralan. untuk membentuk opografi perlambang yang mengatur dan mewakili hubungan sosial ini.. ”kiri” dan ”kanan” . 3 " Vernacular architecture is the manual-artisan culture of building. bahkan antara yang masih hidup dan yang sudah meninggal.Pengaturan perlambang rumah di dalam rumah yang merupakan ciri lain dari rumah austronesia sering menggunakan pasangan koordinasi ruang yang berlawanan − ”dalam” dan ”luar”.htm (3 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 A. Pengertian Arsitektur Vernakular Kata Vernakular berasal dari vernaculus (latin) berarti asli (native). generasi muda dan tua. Arsitektur vernakular ini terdiri dari rumah dan bangunan lain seperti lumbung.2 Perlambangan dalam rumah austronesia nampak pada struktur dan bentuk atap menggambarkan berbagai macam bentuk dan simbol dari benda seperti kipas. sanak dan saudara. Paul Oliver dalam bukunya Ensikolopedia Arsitektur Vernakular menjabarkan bahwa arsitektur vernakular konteks dengan lingkungan sumber daya setempat yang dibangun oleh suatu masyarakat dengan menggunakan teknologi sederhana untuk memenuhi kebutuhan karakteristik yang mengakomodasi nilai ekonomi dan tantanan budaya masyarakat dari masyarakat tersebut. Status sosial atau hierarki dari rumah sering digambarkan dalam dekorasi yang ada di dinding penutup atap. Maka vernakular arsiektur dapat diartikan sebagai arsitektur asli yang dibangun oleh masyarakat setempat.htm (2 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. ”depan” dan ”belakang”. Simbol tersebut umumnya juga terdapat pada dinding penutup atap (gable-end). perahu. Beberapa rangkuman pengertian vernakular arsitektur : " Vernacular architecture owes its spectacular longevity to a constant redistribution of hard-won knowledge.2. channeled into quasi-instinctive reactions to the outer world.

Ismunandar menjelaskan bahwa arsitektur traditional. baik di dunia global dan Indonesia. Di dunia global. yang diturunkan dari generasi ke generasi. A living pattern language is essential to true vernacular construction by those not trained in architecture. kata tradisional sering digunakan untuk membedakan dengan modern. Selain itu.4 Dalam hal ini.htm (4 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 diberikan untuk karya-karya arsitektur asli daerah di Indonesia. or patterns. materials and custom."Building is a craft culture which consists in the repetition of a limited number of types and in their adaptation to local climate. pada waktu itu istilah ini file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. Josep Prijotomo berpendapat bahwa secara konotatif kata tradisi dapat diartikan sebagai pewarisan atau penerusan norma-norma adat istiadat atau pewarisan budaya yang turun temurun dari generasi ke generasi. Arsitektur dan bangunan tradisional merupakan hasil seni budaya tradisional. istilah-istilah lain sering bersentuhan arti dan maknanya dengan vernakular arsitektur yaitu . 4 " Vernacular buildings are built by ordinary people who possess principles. that have traditionally been handed over from generation to generation. kata adat ini di adopsi dari bahasa Arab.” Pada prinsipnya. sebutan yang berasal dari kata Belanda “ traditionell Architectuur”. Kemudian. yang mampu memberikan ikatan lahir bathin. yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari hidup manusia budaya tradisional. khususnya arsitektur kolonial Belanda. kata tradisional diartikan sebagai sesuatu yang dilakukan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Sehingga seringkali bangunan tradisional disebut dengan “rumah adat. Di Indonesia. salah satu alasannya adalah untuk membedakan jenis arsitektur yang timbul dan berkembang dan merupakan karakteristik suku-suku bangsa di Indonesia dari jenis arsitektur yang tumbuh dan berkembang atas dasar pemikiran dan perkembangan arsitektur di Eropa. pengertian vernakular arsitektur sering juga disamakan dengan arsitektur tradisional. 5 Kata tradisional berasal dari kata tradisi yang di Indonesia sama artinya dengan adat (custom).

Kesamaan ciri-ciri arsitektur vernakular Nusantara yang juga merupakan ciri dari arsitektur austronesia : − Tipe rumah panggung . Secara garis arsitektur rakyat diartikan sebagai arsitektur yang menyimbolkan budaya suatu suku bangsa dengan beberapa atribut yang melekat dengannya. iklim dan lingkungan dan arsitektur alamiah adalah arsitektur yang dibangun oleh satu masyarakat berdasarkan proses alamiah seperti kebutuhan dasar manusia. Sementara itu. Macam ragam arsitektur vernakular Indonesia Dari keberagaman arsitektur vernakular Indonesia. B. akan tetapi karena kemiripan makna dan arti satu dengan yang lainnya yang semuanya terangkum dalam pengertian arsitektur vernakular seperti yang di jelaskan oleh Paul Oliver dalam bukunya Ensiklopedia Vernacular Architecture. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. terdapat beberapa tipe yang memiliki keunikan dan karakteristik yang sangat kuat seperti yang terlihat pada gambar berikut ini. arsitektur lokal atau kontekstual. sehingga terdapat pula ratusan tipe rumah vernakular di Indonesia. maka penggunaan istilah vernakular menjadi pilihan dalam buku ajar ini. Terdapat beberapa perdebatan tentang sebutan yang tepat bagi arsitektur Indonesia ini.htm (5 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. Tipe Arsitektur Vernakular Indonesia: Keberagaman dan Kesamaannya Indonesia adalah negara kaya dengan ratusan etnis yang mana setiap etnis memiliki kekhususan budaya tersendiri. adalah arstektur yang beradaptasi dengan kondisi budaya. jika ditelusuri terdapat kesamaan dari keberagaman tersebut yang berasal dari akar yang sama yaitu budaya Austronesia. Dari semua tipe tersebut.4. geografi. Bahkan kesamaan dari keberagaman itu juga nampak dari pada arsitektur non-austronesia seperti Papua. arsitektur lokal atau kontekstual (indigenous architecture) bahkan ada juga yang kemiripan dengan arsitektur alamiah (spontanous architecture).htm (6 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 Gambar 4.arsitektur rakyat (Folk Architecture).

Bali. − Lantai bangunan didukung oleh tiang dan balok kayu yang saling mengikat satu sama lain. Lombok dan Papua. Di masa mendatang tatanan ini mengalami evolusi dalam perkembangannya seperti bentuk radial pada kampung di Sumba Barat dan Ruteng di Flores. begitu pula bentuk huruf T pada kampung di Nias Selatan (Bawomataluo) dan bentuk silang (cross type) pada kampung di Bali. tatanan sosial. Konsep ruang dalam tatanan rumah dan kampung merupakan bagian penting dari tradisi vernakular. Di Indonesia. kekuasaan dan karakteristik budaya. dan kosmologi masyarakat yang mendiaminya. terdapat dua tipe tatanan permukiman dan rumah dari kampung-kampung tradisional yaitu linear dan konsentris. − Tiang bangunan mempunyai alas batu. biasanya tanpa menggunakan paku. menggunakan struktur rangka tiang kayu atau tipe rumah panggung sebagai upaya adaptasi dengan iklim dan geografi. Kampung-kampung dengan tantanan linear biasanya terdapat di pesisir-pesisir pantai Indonesia. Pola Perkampungan Tipikal perkampungan di Indonesia pada dasarnya menggambarkan respon terhadap kondisi alam. Tiang tidak ditanam didalam tanah.htm (7 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 B. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. sistem bercocok tanam. Selain itu itu atap pelana (saddle roof) lebih umum digunakan.Sebagian besar rumah vernakular Indonesia kecuali rumah Jawa. − Memiliki ornamen pada dinding penutup atap (gable end) yang menyimbolkan status sosial. Proporsi atap lebih besar dari pada badan dan kaki (bagian bawah) bangunan. Dominasi atap tampak pada keseluruhan bangunan. melainkan beralas batu sehingga lebih fleksibel ketika ada guncangan atau gempa. menggunakan sistem sambungan tarik dan tekan (sistem pen) tanpa menggunakan paku dan sistem cros-log foundation (balok kayu yang saling tumpang tindih secara horizontal). − Pemanjangan bubungan atap sering dangan sopi-sopi mencondong keluar. Seringklai pemanjangan dibuat lekukan sehingga menimbulkan daya tarik estetis. namun .1.

Letak ketiga bangunan tersebut bisa saling berhadapan seperti halnya yang terjadi di perkampungan Batak Toba dan Bali Aga.file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. Pola perkampungan dan perletakan rumah pimpinan menandakan sistem sosial dan kekuatan masyarakat yang mendiaminya. Pada ruang terbuka ini pula sering ditempatkan batu megalith. misalnya ruang terbuka (tempat berkumpul). dan beberapa wilayah di Jawa.htm (9 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 Perkampungan dengan pola konsentris terdapat di Flores dan Sumba dan Jawa Tengah. tetapi ada juga yang ditempatkan di tengah-tengah barisan seperti halnya pada permukiman di Batak Toba. Sulawesi.htm (8 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 juga terdapat di pedalaman Sumatra. diantara barisan bangunan tersebut terdapat ruang bersama yang digunakan untuk berbagai macam kegiatan seperi berkumpul. Bangunan pemimpin (chief house) atau raja ditempatkan dekat dekat batu atau tugu tersebut atau di ujung pelataran yang membelah barisan rumah dan menjadi akhir dari deretan rumah dan kampung. Ditinjau dari fungsinya. bangunan vernakular Indonesia umumnya terdiri dari tiga bagian . tugu atau kuburan para nenek moyang. Bali. acara kesenian dan lain sebagainya. Kampung dengan pola kosentris menyimbolkan penerapan sistem pemerintahan pada kekuatan tunggal yang memusat. dan lumbung. Kalimantan. batu megalith. Tantanan perkampungan seperti ini memiliki bagian tengah yang dianggap sakral dan penting. Nias. bale adat atau ruang pengadilan atau ruang musyawarah. Secara evolusi beberapa kampung memiliki pola gabungan dari linear dan kosentris yang sering disebut dengan compound type. Bangunan pada kampung bersifat linear letaknya berbaris dan berhadapan satu sama lainnya. rumah tinggal. pemujaan atau ritual keagamaan. Orientasi dari barisan rumah menghadap ke titik tersebut yang terdiri dari beberapa layer berdasarkan hierarki atau kedudukan dari status sosial masyarakat. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. Terdapat strata sosial agak kompleks dengan kekuatan terpusat pada . tugu dan tiang sakral keagamaan seperti halnya yang nampak pada kampung-kampung di Nias dan Sumba.

htm 3:32:57 PM (10 (11 of of 20)5/8/2007 20)5/8/2007 Secara vertikal. Pola perkampungan ini seringkali menggambarkan persamaan struktur sosial (less stratified social struktur) dan kelompok masyarakat yang lebih kecil. kampung dengan pola linear menggambarkan demokrasi dari distribusi kekuasaan dengan strata sosial lebih sederhana. grup atau kelompok. ruang yang paling suci berada pada bagian inti rumah yang disebut dengan ”dalem” tepatnya di senthong. Pembagian ruang dapat dikategorikan secara vertikal dan horizontal. Di rumah Batak Toba. B.satu orang. pembagiann ruang terdiri dari bagian atas. ada juga yang disebut dengan pola menyebar ( scattered type) atau disperse settlement pattern. adalah untuk kehidupan manusia dan ruang bawah adalah untuk binatang ternak atau 2 gudang. bahkan seringkali mencerminkan kehidupan yang berpindah-pindah sebagai akibat dari pergantian sistem bercocok tanam. seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa pembagian ruang ini sebagai respon terhadap sistem sosial kekerabatan. kosmologi dan kondisi alam sekitar. terdapat bagian dari rumah yang dianggap paling sakral atau suci adalah bagian yang paling dalam atau belakang.2..htm 3:32:57 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. Pembagian atas tiga bagian ini (tripatite) dipengaruhi oleh kondisi alam dan kosmologi dari masyarakatnya. Secara horizontal. Selain kedua tatanan tersebut. Di dalam rumah Jawa. Semetara. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. Ruang tengah. bagian yang paling inti atau penting yaitu terletak pada sisi sebelah kanan belakang dari interior rumah yang diebut dengan jabu bona. Rumah dan Tatanan Ruang Konsep tatanan ruang dalam rumah umumnya sama dengan konsep tantanan ruang dalam satu perkampungan. sehingga menjadi tempat pemujaan atau penyimpanan benda-benda keramat atau warisan leluhur. Umumnya masyarakat primitif memiliki kepercayaan terhadap pembagian dunia atau alam . tengah dan bawah. dengan bagian atas sebagai ruang yang paling sakral sehingga barang-barang yang dianggap keramat disimpan di dalam ruang atas ini.

dan dunia bawah bagi roh-roh jahat. seringkali tiang dan balok disambung di tanah sebelum diletakkan di atas batu pondasi. Penyatuan semua bagian bangunan dilakukan dengan cara membentuk dan menyambung bagian kayu dengan beberapa alat khusus sederhana seperti kampak. Beberapa rumah vernakular Indonesia merupakan tipe rumah komunal artinya terdapat beberapa keluarga yang memiliki kekerabatan dengan beberapa generasi yang berbeda. Lombok dan Papua. tinggal dalam satu rumah besar seperti rumah Batak Toba. Penyusunan tiang dan balok pada prinsipnya tidak menggunakan paku. gergaji. Umumnya dalam satu rumah terdapat pemimpin sebagai kepala suku mendiami salah satu ruang yang dianggap paling utama. Nias Selatan. Lio (Flores). dunia tengah bagi kehidupan manusia.3. Jawa. pahat. B. golok (parang). Karo. tapi menggunakan sambungan lubang dengan pasak. Keluarga tersebut menempati masing-masing ruang dengan masingmasing letak yang telah disepakati. Ruang-ruang tersebut dihubungkan oleh ruang bersama. Untuk kemudahan pemasangan. Batak. Melayu. Sumba. Kalimantan. Kalimantan.htm 3:32:57 PM 2 (12 of 20)5/8/2007 Salah satu ciri arsitektur vernakular adalah menggunakan bahan yang alami dan teknik konstruksi yang sederhana dengan cara menyusun tiang dan balok. Bentuk dan organisasi ruang bergantung kepada kebiasaan dan adat istiadat setempat. alas (tikar) saja. ada yang hanya dibatasi oleh dinding ada pula yang dibatasi oleh perbedaan tinggi lantai. Mentawai. Susunan tiang-tiang tersebut bersandar . Namun ada juga yang menggunakan bentuk lingkaran dan ellips seperti rumah di Nias Utara. Teknologi Bangunan : Bahan Bangunan dan Teknik Konstruksi file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. Bali dan Sumba. Dari segi bentuk dan morphologi ruang. Mentawai. Sulawesi. sambungan pangku dan sambungan takik. Mingkabau.ke dalam tiga bagian yaitu dunia atas sebagai tempat para dewa. umumnya rumah vernakular di Indonesia terdiri dari persegi panjang dan bujur sangkar seperti halnya rumah Aceh.

mendirikan rumah dapat dilihat sebagai penerapan hidup dalam lingkungan sosial yang diwakilinya. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. dengan menambahkan penopang atau batang silang menbentuk huruf X dan V. Hal ini dilakukan secara bertahap dan melibatkan pemilik rumah dan pemuka kampung atau ahli tukang (chief carpenter) atau orang yang dianggap keramat atau sakti. Dalam hal ini. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204.htm 3:32:57 PM 2 (13 of 20)5/8/2007 Perkuatan sistem konstruksi rumah untuk mengantisipasi kondisi alam yang arawan gempa terlihat pada rumah Nias. rumah menjadi perlambang status kedudukan seseorang dalam masyarakat. pendirian tiang utama/seri/tengah. penentuan titik pembangunan rumah. Upacara Pendirian Bangunan Bagi orang Indonesia rumah lebih dari sekedar tempat tinggal.di atas batu pondasi dengan stabilitas didapat dari rel-rel melintang yang masuk ke lubang yang dibuat di dalam tiang.4. pemasangan bubungan atau atap rumah. Pada bangunan lumbung di Indonesia memiliki kekhususan dari teknik konstruksi yaitu pemasangan piringan kayu besar disusun di atas puncak tiang dasar untuk mencegah hewan pengerat mencapai tempat penyimpanan padi. Dengan kata lain.htm 3:32:57 PM 2 (14 of 20)5/8/2007 B. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204.htm 3:32:57 PM 2 (15 of 20)5/8/2007 Upacara pembersihan dan meminta izin kepada roh di dunia dan dewa-dewa yang memiliki tanah dilakukan . Misalnya. sampai upacara masuk/penghunian rumah. tempat berteduh dari panas dan hujan melainkan merupakan bangunan yang ditata secara perlambang yang konteks dengan sosial budaya masyarakat yang tinggal didalamnya. proses pembersihan dan pendirian tanda rumah dilakukan pemilik rumah dalam hal ini ibu/perempuan pemilik rumah dengan orang sakti yang dipanggil bomoh yang tahapannya dapat dilihat pada gambar berikut ini. sehingga diperlukan tata cara dalam pendirian rumah. Upacara dilakukan mulai dari pembersihan lahan rumah.

Ritual ini bertujuan untuk memberikan spirit atau jiwa bagi kehidupan yang berlangsung didalam rumah/bangunan yang didirikan. perkawinan dan kematian. rumah juga dianggap sebagai perwujudan jagad kecil dari jagat raya. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. dunia atas. Kosmologi ini juga mempengaruhi pembagian ruang dalam rumah . rumah di Kalimantan. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. ruang dibawah atap disamakan dengan alam dewa dan leluhur. jiwa orang mati dan hal-hal gaib lainnya. Pembagian ini sangat jelas terlihat pada rumah-rumah di Sumatra khususnya Batak Toba7. Misalnya raga-raga6 yang digantung dibawah atap rumah Batak Toba.oleh hampir semua etnis atau masyarakat tradisional Indonesia. maka wanita melahirkan ditempatkan di bagian timur rumah dan orang meninggal ditempatkan dibaringkan di bagian barat. dunia tengah dan dunia bawah. Tongkonan di Toraja.htm 3:32:57 PM 2 (16 of 20)5/8/2007 Selain itu. Sulawesi dan beberapa rumah Sumba di Nusa Tenggara. Seringkali upacara yang berhubungan dengan ketiga hal tersebut dikaitkan dengan arah mata angin dan pergerakan matahari. Selain menjadi jiwa atau nyawa dari rumah. Sebagai contoh timur dianggap serupa dengan hal-hal memberi kehidupan dan barat identik dengan kematian. lantai mewakili dunia biasa pengalaman seharihari dan ruang kosong dibawah rumah dihubungkan dengan alam baka yang dihuni oleh roh jahat. pembagian ruang dalam rumah sebagai jagad kecil merefleksikan pembagian ruang dalam alam semesta. Dalam sisi tegak. Sebagian besar masyarakat tradisional Indonesia membagi alam kedalam tiga bagian. Sehingga unsur kejagadan ini menciptakan tatanan upacara yang mengatur kegiatan di dalam rumah.htm 3:32:57 PM 2 (17 of 20)5/8/2007 Dalam masyarakat . Spirit atau jiwa dari rumah yang didirikan sering disimbolkan dalam benda keramat yang diletakkan di dalam rumah. berfungsi juga mengusir rohroh atau gangguan dari luar terhadap keselamatan penghuni rumah. seringkali di letakkan pada bagian tengah atau atas (atap) rumah. Rumah adalah tempat kelahiran.

Seringkali wanita dikaitkan dengan bagian dalam atau belakang rumah. C. seperti pembagian dengan konsep berdasar gender serta gagasan mengatur perilaku pria dan wanita. C. Arsitektur kolonial indonesia A.3. selain pembagian rumah yang dikaitkan dengan simbol sebagai jagad kecil.2. C.tradisional. Arsitektur Vernakular Indonesia C. Pengaturan ruangan keluarga di dalam rumah suku Minangkabau di Sumatera Barat sangat dipengaruhi oleh konsep gender tersebut.1.6. Sumatra Jawa Kalimantan Bali dan Nusat Tenggara Sulawesi Papua file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. C.5. C.htm 3:32:57 PM 2 (18 of 20)5/8/2007 lain. Diawali dengan perdagangan bilateral yang dilakukan oleh Persekutuan Dagang Hindia Timur atau lebih dikenal dengan sebutan Vereenigde OostIndische Compagnie (VOC) kemudian . arah kejagadan rumah sesuai dengan penataan ruang perlambang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204.htm 3:32:57 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204.htm 3:32:57 PM (19 (20 of of 20)5/8/2007 20)5/8/2007 . dan pria serupa dengan bagian depan atau luar rumah. C. Sejarah Kolonialisasi di Indonesia Kolonialisasi wilayah Indonesia didahului oleh kemunduran dari pengaruh Majapahit yang berhasil mempersatukan Nusantara.4.

Namun hubungan yang bergejolak dengan penduduk asli dan saingan Eropa. benteng Victoria di Ambon pada tahun 1580. Portugis dan Perusahaan Belanda yang dikenal dengan VOC lalu kemudian meluas pada hubungan kerjasama dengan raja-raja karena pada masa itu umumnya pemerintahan di Indonesia berbentuk Kerajaan. Sebelumnya ekspansi Portugis yang dipimpin oleh Alfonso De Albuquerque masuk melalui pendudukan yang dimulai di Malaka pada tahun 1511. benteng di Batavia pada tahun 1619. Kemudian setelah itu didirikan juga beberapa benteng-benteng lain seperti benteng di Ternate tahun 1576.1 Setelah VOC memindahkan pusat perdagangannya di Batavia (pulau Jawa) maka batu pertama dimulainya Arsitektur Kolonial menjadi kenyataan dengan didirikannya “Fort Batavia” yang kemudian berkembang pula kota Batavia sebagai merupakan cikal kota Jakarta sekarang ini. penginapan bagi pedagang utama ( opperkoopsman) dan pegawainya di berbagai kota di wilayah Nusantara seperti Maluku.htm (1 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM . Batavia. VOC mendirikan pos-pos dagang yang terdiri dari gudang. benteng di Banten tahun 1603. sasaran berikutnya adalah kepulauan Maluku yang berpusat di Pulau Banda dan Ternate dengan maksud menguasai perdagangan rempah yang sangat menguntungkan di Asia. dan benteng (Fort) Rotterdam di Makasar. Untuk mengukuhkan penguasaan perdagangan rempah di Nusantara. dan Makassar. Sehingga pada akhirnya banyak rajaraja yang takhluk dan tunduk dengan pemerintahan kolonial yang disebut dengan Pemerintah Hindia Belanda. benteng tertua di pulau Banda didirikan ± tahun 1550. 2 5 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.ekspansi ke penguasaan perdagangan dan wilayah. sehingga akhirnya VOC mendirikan bentengbenteng pertahanan di beberapa kota dagang tersebut. memerlukan pertahanan dan tingkat kelengkapan bagi pos dagang tersebut. Banda. Dimulai dengan perhubungan dagang dengan masyarakat setempat. setelah Malaka ditaklukan oleh Portugis.

Malang dan lain sebagainya. Balikpapan. Awalnya kota Kolonial Belanda berada di daerah pesisir yang dulunya merupakan kota-kota perdagangan yang telah terjadi sejak masa Hindu dan Islam seperti kota Ambon. Surabaya. − Mikrokosmos-hierarkis maksudnya sebagai pengadaan ruang suci dengan tembok sebagai batas antara ruang dalam dan luar. Cirebon. Bab IV)2. seperti penataan keraton dan elemen-elemen di sekelilingnya diupayakan simetris. Batavia (Jakarta). konsepsi yang menghubungkan elemen-elemen pembentuk ruang pada kota tradisional Jawa. Palembang. Kota-kota perdagangan di daerah pesisir yang bersifat heterogen dan profan 2. Pembentukan Kota-kota kolonial di Indonesia Setelah dilanda perang politik yang timbul dari perang Napoleon.2 B. Medan. Kemudian Pemerintahan Hindia Belanda juga mengadopsi konsep kota-kota asli dengan ciri budaya . Tembok pembatas ini bukan sekedar batas yang berfungsi sebagai penunjang keamanan atau batas teritorial. Menurut Santoso (1984. Ujung Pandang. Perwujudan konsep ini tampak dari penempatan benda secara simetris yang dimaksudkan sebagai lambang harmonis kehidupan. administrasi VOC Hindia Belanda diganti oleh pemerintahan jajahan yang dipertanggungjawabkan ke Belanda tahun 1800. tetapi lebih merupakan struktur hubungan antara elemenelemen pembentuk ruang. antara satu dengan yang lain digunakan 2 prinsip yaitu : − Mikrokosmos-dualitis maksudnya setiap kota di Jawa dibagi atas dua bagian yaitu bagian profan disebelah utara dan bagian sakral disebelah selatan. Semarang. Kota-kota di Nusantara pada masa prakolonial dapat dikelompokkan menjadi dua tipe kota. Kemudian beberapa kota baru terbentuk selama masa kolonial Belanda seperti kota Bandung. Pemerintahan jajahan baru ini meluaskan kekuasaannya ke kota dan pedalaman Nusantara. Pusat-pusat kerajaan yang bersifat homogen dan sakral yang berada di tengah-tengah daerah pedalaman yang agraris. yaitu : 1. Banten.

htm (4 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 C. VOC. Perkembangan Arsitektur Kolonial Indonesia Perkembangan Arsitektur kolonial Belanda di Indonesia dibagi atas 4 periode ( Helen Jessup:2. kutipan dari Ir. Kemudian bangunan lain yang dibangun pemerintah Hindia Belanda yaitu penjara kota juga file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. Cirebon. Lodji. Bangunan perkotaan orang Belanda pada periode ini masih bergaya Belanda dimana bentuknya cenderung panjang dan sempit. Pada masa itu Pemerintah kolonial membangun berbagai macam fasilitas kota bangunan pusat pemerintahan. bank. atau kantor residen biasanya terletak di sisi timur alun-alun. Arsitektur Kolonial Indonesia C. Pada kota-kota tersebut Pemerintah kolonial hanya menambah beberapa elemen atau fasilitas yang menunjang kekuasaan pemerintahan kolonial. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. Kediaman Reine de Klerk (sebelumnya Gubernur Jenderal Belanda) di Batavia. pengadilan) stasiun. berhadapan dengan mesjid. Handinoto dalam bukunya Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolonial Belanda di Surabaya) : 1. Surakarta dan Banda Aceh. perkantoran (kantor pos. Perpaduan khas antara unsur Belanda dan Indonesia merupakan ciri kha kota abad ke-19 teruatama di Jawa. Banten. gereja dan lain sebagainya di pusat kota-kota tersebut.htm (3 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. taman.Indonesia asli seperti kota Yogyakarta. atap curam dan dinding depan bertingkat bergaya Belanda di ujung teras.htm (5 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 . Abad 16 sampai tahun 1800-an Waktu itu Indonesia masih disebut sebagai Nederland Indische (Hindia Belanda) di bawah kekuasaan perusahaan dagang Belanda.3 Bangunan ini tidak mempunyai suatu orientasi bentuk yang jelas.htm (2 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 mengelilingi alun-alun.1. Arsitektur Kolonial Belanda selama periode ini cenderung kehilangan orientasinya pada bangunan tradisional di Belanda. atau tidak beradaptasi dengan iklim dan lingkungan setempat. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. rumah sakit.

iklim dan material yang tersedia pada masa itu. terbuka. 3. Tahun 1800-an (awal abad ke 19) sampai dengan tahun 1902 Pemerintah Belanda mengambil alih Hindia Belanda dari VOC. Pada periode ini. − Pilar menjulang ke atas ( gaya Yunani) dan terdapat gevel atau mahkota di atas serambi depan dan belakang. Seperti Gereja Protestan di pusat kota tua Semarang. Pada saat itu. Hasilnya berbentuk gaya Hindia Belanda yang bercitra Kolonial yang disesuaikan dengan lingkungan lokal. Setelah pemerintahan tahun 1811-1815 wilayah Hindia Belanda sepenuhnya dikuasai oleh Belanda. di Hindia Belanda terbentuk gaya arsitektur tersendiri yang dipelopori oleh GubernurJenderal HW yang dikenal dengan the Empire Style. Pada tahun 1865 oleh karena jarak yang jauh dan komunikasi yang sulit dengan Pemerintah Belanda sehingga perkembangan kemajuan arsitektur modern di Belanda tidak sampai gemanya ke Indonesia. Tahun file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm (6 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 . Bangunan-bangunan yang berkesan grandeur (megah) dengan gaya arsitektur Neo Klasik dikenal Indische Architectuur sebenarnya berlainan dengan gaya arsitektur Nasional Belanda pada waktu itu. pilar di serambi depan dan belakang (ruang makan) dan didalamnya terdapat serambi tengah yang mejuju ke ruang tidur dan kamar-kamar lainnya. gereja Williams di Batavia (sekarang gereja). atau The Ducth Colonial Villa: Gaya arsitektur neo-klasik yang melanda Eropa (terutama Prancis) yang diterjemahkan secara bebas. gaya neo-klasik merupakan gaya arsitektur yang sangat cocok untuk mengungkapkan kemegahan kemaharajaan. − Menggunakan atap perisai. Balai Kota Medan dan beberapa bangunan di beberapa kota di Hindia Belanda.2. Abad ke 19 perkembangan Indische Architectuur atau dikenal dengan Rumah Landhuis yang merupakan tipe rumah tinggal di seluruh Hindia Belanda pada masa itu memiliki karakter arsitektur seperti : − Denah simetris dengan satu lantai.

Bentuknya bermacam-macam. Selain unsur-unsur file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. memasukkan unsurunsur yang terutama dirancang untuk mengantisipasi matahari hujan lebat tropik.19021920an Kaum Liberal Belanda pada masa antara tahun 1902 mendesak politik etis diterapkan di tanah jajahan. − Penggunaan Tower pada bangunan Tower pada mulanya digunakan pada bangunan gereja kemudian diambil alih oelh bangunan umum dan menjadi mode pada arsitektur kolonial Belanda pada abad ke 20. − Penggunaaan Dormer pada bangunan . semula masih memegang unsur-unsur mendasar bentuk klasik. dan ada yang dikombinasikan dengan gevel depan. 4. segiempat ramping.htm (7 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 arsitektur tropis. Secara umum. Sejak itu pemukiman orang Belanda di Indonesia tumbuh dengan cepat. ada yang bulat. pediment ( dengan entablure). arsitek-arsitek yang baru datang dari negeri Belanda memunculkan pendekatan untuk rancangan arsitektur di Hindia Belanda. gambrel gable. Aliran baru ini. ciri dan karakter arsitektur kolonial di Indonesia pada tahun 1900-1920-an4: − Menggunakan Gevel ( gable) pada tampak depan bangunan Bentuk gable sangat bervariasi seperti curvilinear gable. Konsep ini nampak pada karya Maclaine Pont seperti kampus Technische Hogeschool (ITB). Tahun 1920-an sampai tahun 1940-an Gerakan pembaharuan dalam arsitektur baik di tingkat nasional maupun internasional. Indishe Architectuur menjadi terdesak dan sebagai gantinya muncul standar arsitektur modern yang berorientasi ke Belanda. juga memasukkan unsur-unsur arsitektur tradisional (asli) Indonesia sehingga menjadi konsep yang eklektis. Hal ini mempengaruhi arsitektur kolonial Belanda di Indonesia. Gereja Poh sarang di Kediri. Pada awal abad 20. stepped gable.

htm (8 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 bangunan di luar Jawa yaitu Postpaarbank di Makasar.htm (9 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 .Lemei Seorang arsitek terkemuka di masa Belanda. Selain sebagai arsitek. Karsten juga berprofesi sebagai ahli perencana kota (planologi). salah satu karyanya yang terkenal dan masih berdiri hingga kini yaitu . − Herman Thomas Karsten Seorang arsitek Belanda yang berpraktik di Batavia dan terakhir menjadi professor perencanaan perkotaan dan terakhir di Sekolah Teknik Bandung (ITB sekarang).Lemei juga merancang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. rancangan bangunan dipengaruhi oleh gaya Art deco untuk jendela dan ventilasi. banyak terdapat arsitek Belanda yang berkarya di Hindia Belanda. meskipun denah berbeda secara keseluruhan bangunan kantor Gubernur ini mirip dengan bangunan Balai Kota Hilversum di Netherland yang dirancang oleh Willem Dudok. diantaranya yang ternama adalah sebagai berikut : − W. 1932.2. Pasar Johar Semarang 91938). Karya arsitektur Karsten menunjukkan perhatiannya terhadap iklim tropik terlihat pada tingginya jendela. W. Arsitek dan biro arsitek yang berkarya di Indonesia Pada masa pendudukan Belanda. o Membuat Galeri atau serambi sepanjang bangunan sebagai antisipasi dari hujan dan sinar matahari. Beberapa file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. C. Karsten merancang sebagian pasar-pasar kotamadya yang meliputi Pasar Gede di Surakarta (1929).− Penyesuaian bangunan terhadap iklim tropis basah o Ventilasi yang lebar dan tinggi. Sepanjang tahun 20-an dan 30-an. Salah satu karya terbaiknya adalah kantor lama perusahaan pelayaran kapal uap Belanda Stoomvart Maatschappij Netherland (SMN) di pusat kota lama Semarang. kisi-kisi ventilasi yang menjulang tinggi dari lantai ke langit-langit yang berfungsi selain sebagai corong pergantian udara yang leluasa juga memanfaatkan cahaya matahari.

karya rancangan kota atau kawasan Karsten perencanaan pengemnbagan kota Semarang, kawasan candi Semarang. Bebeberapa karya arsitektur karsten yang lain yaitu : − Kantor Zuztermaatschapijen Semarang − Museum Sonobudoyo, Yogyakarta − Henri Maclaine Pont Merupakan arsitek Belanda yang lahir dan besar di Netherlandsch Indie (Hindia Belanda) kemudian mendapatkan pendidikan arsitektur di Sekolah Teknik di Delf (Belanda). Ia pernah berkarir dua tahun setelah menamatkan studinya di Belanda dan termasuk salah satu arsitek Belanda yang terkemuka saat itu, kemudian pulang dan berkarir di tanah kelahirannya, Hindia Belanda tahun 1911. Di Hindia Belanda karyanya banyak terinspirasi oleh arsitektur vernakular nusantara dan juga menekankan pada adaptasi dengan iklim. Beberapa karyanya di Hindia Belanda :
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm 3:32:58 PM 2 (10 of 17)5/8/2007

 Kantor Pusat Perusahaan Tram-Uap Semarang-Cirebon di Tegal, 1911  Gerbang masuk Pekan raya dan Pameran Perumahan Kolonial di Semarang tahun 1914  Kompleks kampus Technische Hoogescool tahun 1934, sekarang ITB  Pohsarang, Gereja Misi Katolik Roma di Kediri, 1938  Museum Trowulan − C.P. Wolf Schoemaker
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm 3:32:58 PM 2 (11 of 17)5/8/2007

Seorang arsitek terkemuka Belanda yang banyak berkarya di Indonesia (Hindia Belanda). Selain itu hasil karya berupa tulisan dari hasil penelitiannya mengenai kebudayaan Indonesia termasuk arsitektur candi-candi, seperti bukunya yang berjudul Aesthetiek en oorsprong der Hindoe koenst op Java (Estetika dan keaslian Hindu di Jawa) tahun 1924. Salah satu karyanya yang terkenal adalah vila Isola di Bandung. Beberapa karya yang lain yaitu Societeit Concordia, gereja Protestan, gereja Katolik, Jaarbeurs, beberapa rumah tinggal yang semuanya berada di Bandung.

Kemudian karyanya yang di Surabaya yaitu gedung International Credit (sekarang Kantor Aneka Niaga), gedung Kolonial Bank Surabaya, kawasan beneden (sekarang kota lama), bangunan Java Store. − C.Citroen Salah seorang arsitek penting pada zaman Belanda, salah satu karyanya yang terkenal adalah Radhuis atau Balai Kota di Ketabang Surabaya yang hingga sekarang ini masih difungsikan sebagai Balai kota Surabaya. Arsitektur bangunan dapat dikatakan perpaduan selaras antara tiga unsur : tradisional, modern dan tropis.2 Karya Citroen yang lain adalah sebuah gereja yang
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm 3:32:58 PM 2 (12 of 17)5/8/2007

berhadapan langsung dengan gedung Radhuis diresmikan pada tahun 1931. Bangunan gereja ini mencerminkan arsitektur modern berbeda dengan bangunan Balai Kota didepan yang memasukkan unsur tradisional. Kemudian, karya Citroen yang menggunakan arsitektur modern kubisme yaitu sebuah rumah sakit di Raya Darmo yang mirip perancangannya dengan bangunan gereja di depan Balai Kota dan gedung Borsumij di kawasan kota lama Surabaya. Gedung Bursumij ini yang merupakan milik sebuah perusahaan dagang Belanda dinding-dindingnya membentuk sebuah unit-unit blok tiga dimensional, dimana perspektif keseluruhan mirip dengan sebuah kubus. − MJ. Hulswit & Peter JH. Cuypers, Edward Cuypers (Biro Arsitek Ed.Cuypers&Hulswit) Sebuah biro arsitek ternama di Indonesia pada Belanda yang banyak karya di beberapa kota-kota di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Surakarta, Yogyakarta, Makassar (Ujung Pandang, Medan dan lain-lain. Biro arsitek ini merupakan cabang dari dari perusahaan yang bernama Architecten Bureau Ed. Cuypers and Hulswit yang berpusat di Amsterdam Belanda. Beberapa karya Ed. Cuypers & Hulswit yaitu : − Kantor pusat Javasche Bank di Batavia (Jakarta), Bandung, dan Medan. Kesemua

bangunan tersebut satu dengan lainnya berbeda dalam denah dan perletakannya,namun masing-masing mempunyai ciri khas yang mirip yaitu arsitektur renaissance dan beberapa ornament dari arsitektur candi. − Gedung Chartered Bank of India Australia dan China, sekarang masih difungsikan sebagai bank. Bangunan yang berarsitektur neo-klasik ini terletak di belakang gedung kantor lama Javaseche Bank Jakarta. − Hongkong and Shanghai Banking Corporation, jl Kali Besar Timur Batavia. − Kantor NHM ( Netherlandsche Handel Maatschapij) di Pasar Baru , Jakarta, NHM Bandung, NHM Makasar. − Kantor Lindeteves Stokvis Surabaya − Kantor Levensverz Weltrevreden, sekitar lapangan Banteng di Jakarta − Kantor Handelsvereeneging Amsterdam (HVA), jalan Merak Surabaya − Balai Kota Jakarta, sekarang museum Fatahillah, di kawasan kota lama Jakarta.
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm 3:32:58 PM 2 (13 of 17)5/8/2007

− Kantor WEHA ( West Java Handel Maatshappij), disebelah utara dari museum Fatahillah. Bangunan ini mewakili arsitektur transisi kalsik Eropa, modern dengan tetap berciri tropis. − Kantor lama NKPM, di jalan Merdeka Selatan, sekitar kawasan Monas Jakarta − Gereja Katolik darmo Surabaya.
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm 3:32:58 PM 2 (14 of

17)5/8/2007

− AIA ( Algemeen Infineurs En Architecten) AIA singkatan dari Algemeen Ingineurs en Architecten adalah sebuah biro umum sipil dan arsitektur sekaligus sebagai kontraktor didirikan pada tahun 1916 oleh tiga orang arsitek dan engineer masing-masing F.J.L Ghysell, Hein avon Essen dan F. Stlitz. Beberapa bangunan yang dirancang dan dibangun AIA yaitu : − Berbagai kantor di Kali Besar, Jakarta − Gedung Firma Geo Wehry & Co. di Kota Lama

19021907). dan gereja Kristen di kawasan Menteng − Kantor NIJM Yogyakarta Selain arsitek yang dijabarkan di atas. Arsitektur Warisan Belanda Arsitektur Indonesia awal kemerdekaan masih banyak dipengaruhi oleh Modernisme Belanda.J. 1914). Klinkhamer dan Ouëndag (Kantor Pusat Perusahaan Jawatan Kereta Api Hindia Belanda di Semarang. Jakarta. 1920).− Kantor KPM ( Koninklijke Paketvaart Maatschapij) di sekitar Monas ( Koningsplein) − Statsiun Kota. Homann Hotel tahun 1939). Gerber (Gedung Sate. Arsitektur INDONESIA pasca kemerdekaan) A. J. HP Berlage (Gedung Jawa Maluku tahun 1900. ada beberapa arsitek pada masa Belanda sempat berkarya di Indonesia khusunya pada awal abad ke-20 yaitu P. Munjen (Gedung Lingkaran Seni Hindia Belanda/The art society building. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. terutama aliran perancangan arsitektur Delf dan De Stijl. 1900).A.htm 3:32:58 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. bagian fasade depan mirip dengan stasiun central Helsinki yang dirancang oleh Eliel Saarinen − Rumah sakit KPM − Gereja Katolik di Jatinegara (Meester Cornelis). Hal ini diebabkan oleh kenyataan bahwa banyak arsitek Indonesia pada saat itu belajar di Negeri Belanda atau bekerja untuk perusahaan-perusahaan konstruksi Belanda sebelum Perang Dunia II. kini Bank Jabar tahun 1935.htm 3:32:58 PM (15 (16 (17 of of of 17)5/8/2007 17)5/8/2007 17)5/8/2007 . Namun tak dapat dipungkiri bahwa pilar arsitektur modern pasca kemerdekaan Indonesia juga dipancangkan sejak didirikannya Sekolah Teknik pertama ” Technische .htm 3:32:58 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. AF Aalbers (bangunan Bank DENIS. de Algemenee/ Perusahaan Umum Asuransi Jiwa dan Cagak Hidup. Jakarta.

Hogeschool” (TH) pada tanggal 3 Juli 1920 oleh Gubernur Hindia Belanda yang sekarang lebih dikenal dengan Institut Teknologi Bandung. Mereka yang berkarya setelah kemerdekaan merupakan arsitek generasi pertama Indonesia.htm (1 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 Periode Pertama Periode ini ditandai dengan muncul kota satelit Kebayoran Baro di Jakarta oleh R. Arsitek generasi pertama mendominasi periode ini dengan pengaruh kuat dari aliran Delft. Susilo. Kemudian perkembangan mulai pesat setelah Jurusan Arsitektur baru dibuka pada tahun 1950. yang menggabungkan bangunan kotak dengan sistem kisi (grid) rasional yang memungkinkan penggunaan unsur-unsur pracetak untuk dinding luar. program nasionalisasi ini menyebabkan kesinambungan sejarah antara arsitektur modern Indonesia dan tradisi arsitektur Hindia Belanda terhenti. Soesilo. B. Karyakarya arsitektural mereka banyak terpengaruhi oleh aliran Delf. Sebagian besar arsitek Indonesia mengerjakan rancangan sendiri pada akhir dasawarsa 50-an. Tonggak pendidikan arsitektur di Indonesia juga mulai bergema setelah beberapa lulusan pertama berkarya dan lulusan dari luar negeri kembali ke tanah air Indonesia. Kronologis Perkembangan Arsitektur Modern Indonesia Kronologis perkembangan arsitektur Indonesia (modern) pasca kemerdekaan dibagi atas lima periode yaitu 1 2 6 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. Pada saat itu Presiden Soekarno mengumumkan Dekrit Presiden yang disebut dengan Demokrasi terpmpin. Periode ini berlangsung setelah kemerdekaan hingga tahun 1960. Beberapa arsitek yang muncul dan berkarya pada periode ini adalah : . Suhamir dan Silaban. ketika menggantikan arsitek-arsitek Belanda yang pulang ke negerinya menyusul pemberlakuan program nasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia.

) Suhartono Susilo di Universitas Prahyangan Bandung. Hasan Purbo. (Prof.1960 − Soewondo Bismo Sutedjo dari TH Hannover. Ir.) Parmono Atmadi di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Bank Indonesia. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. Jakarta (1958). (Prof. Jakarta (1958) dan Masjid Istiqlal (1965) Fokus arsitektur pada periode ini lebih kepada bagaimana mengembangkan arsitektur tropis modern Indonesia dengan tradisi berarsitektur modernis rasional sejati. (Prof. seperti (Prof. Ir. Periode ini berlangsung tahun 1960-1970. akan tetapi sayang tidak didapatkan informasi tentang karyanya − Soedarsono.htm (3 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. 1961 − Djauhari Sumintardja ( dari sekolah arsitektur Stockholm. secara makro merupakan periode pembentukan pendidikan arsitektur di Indonesia. Terdapat sesuatu yang penting terjadi pada periode kedua ini yaitu kembalinya pada arsitek muda dari pendidikan dan ITB menghasilkan lulusan pertama yang kemudian menggerakkan arsitektur pada periode ini.htm (4 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 Periode kedua Periode ini dipelopori oleh generasi Arsitek kedua Indonesia yaitu Suhartono (anak Susilo). Arsitek muda ini kemudian bergabaung sebagai generasi kedua Arsitek Indonesia.) Hasan Purbo di Institut Teknologi Bandung. (Prof. Silaban dengan karyanya SPMA.Soesilo dengan karyanya Perencanaan Kota Satelit Kebayoran Baru ( 1948 ) − Lim Bwan Tjie (1932-1964)di Semarang − Soehamir. Markas Besar AURI. dan Achmad Noe’man.) Sidharta di Universitas Diponegoro Semarang. Ir.) Johan Silas di Istitut Teknologi Surabaya.− R. dengan karyanya Tugu Monumen Nasional (MONAS) Jakarta − F.htm (2 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. Ir. Ir. Beberapa dari mereka yang tersebut dalam periode ini yaitu : − Soejoedi ( karyanya Conefo/MPR/DPR Jakarta ) dan Han Awal dari TU Berlin. Bogor (1951). Swedia 1960 ) .

Kedutaan Prancis dan Sekretariat ASEAN. Wastu Pragantha. Suhartono Susilo. Parmono Atmadi. dan Gunawan Tjahyono muncul sebagai generasi arsitek ketiga di Indonesia setelah dua generasi sebelumnya mencapai puncak karyanya pada periode ketiga ini. Adhi Moersid. Sidharta. Periode Keempat Periode ini berlangsung antara tahun 1980-1990. Yang menjadi fokus arsitektur pada masa ini adalah pencarian identitas Arsitektur Indonesia dan kebangkitan arsitektur tradisional. Slamet Wirosanjaya dari ITB Meletusnya gerakan G30 S PKI mengakibatkan tidak banyaknya karya yang dihasilkan dalam periode ini. Tradisi modernis rasional yang dibawa dua periode sebelumnya mendapat kritikan keras sejalan dengan derasnya arus pemikiran arsitektur dunia. Danisworo. dikenal sebagai landscape handal. − Slamet Wirosanjaya. Zaenuddin Kartadiwiria. Eko Budiardjo. − Djauhari Sumintardja. Fokus arsitektur pada periode ini kecenderungan meninggalkan pemikiran arsitektur tropis modern Indonesia yang telah dirintis oleh generasi sebelumnya dan ketertarikan pada arsitektur tradisional mulai muncul serta menguatnya tradisi berarsitektur modernis rasional sejati. Johan Silas. . Jakarta. Pencanangan pembangunan nasional berjangka (PELITA) yang dibuat penguasa politik pada saat itu membuat iklim rancang bangun bergairah kembali. arsitek generasi ketiga mencapai puncak karyanya. Periode ini merupakan puncak karya dari file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206.− Hasan Purbo. Periode Ketiga Periode ini berlangsung antara tahun 1970-1980 ditandai dengan munculnya orde baru dalam politik Indonesia. Kemudian para lulusan pertama “pendidikan arsitektur dalam negeri” yang lulus pada tahun 1970-an seperti Robi Sularto. menerbitkan buku Kompendium Sejarah Indonesia. Yuswadi Saliya.htm (5 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 generas kedua seperti : − Han Awal : Konsep Tower in Park pada kompleks Inversitas Atmadjaya. Dharmawan. Jakarta − Soejoedi : Gedung Manggala Wanabakti.

Encona.htm (6 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 − Gunawan Tjahyono. Marco Kusumawijaya dkk. Tripanoto Sri. dan bergabungnya arsitek periode keempat (Josep Prijotomo dkk) dalam periode ini. Budi Sukada. − Tripanoto Sri.htm (7 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 Periode Kelima Periode ini berlangsung antara tahun 1990-2000. seperti : − Atelier 6 dengan karyanya Executive Club Hilton Jakarta. Bagoes P. Andi Siswanto serta beberapa arsitek lulusan luar negeri yaitu Antonio Ismael.Wiryomartono. − Y. Kemudian beberapa biro-biro arsitek muncul seperti biro arsitek: Atelier 6. serial Hotel Santika. dengan serial arsitektur Keluarga Cendana. .. kompleks TMII. gedung STEKPI. dan Parama Loka. Hendropurnomo. Periode ini diramaikan juga oleh para arsitek yang juga merupakan produk kedua pendidikan arsitektur dalam negeri. Baskoro Tedjo. Puncak dari karya arsitek pada periode ketiga yang beberapa diselubungi oleh nama besar biro arsiteknya. Arkonin. merupakan kondisi kontemporer arsitektur Indonesia dan percepatan peristiwa merupakan karakter yang menonjol pada periode ini. Zhou Fuyuan. Yang menjadi fokus arsitektur pada periode ini yaitu keinginan untuk mensenyawakan arsitektur modern dan tradisional dengan penekanan lebih kepada simbol makna dan budaya dibandingkan dengan permasalahan kondisi tropis. dengan karyanya perumahan di Kali Code Yogyakarta. dengan karyanya Gedung Rektorat UI. Team 4. rumah tinggal Arief Budiman di Salatiga file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. dan Budi Lim. Periode ini ditandai dengan munculnya arsitek muda Indonesia (AMI) : Sonny Sutanto. yaitu Josep Prijotomo. Mangunwijaya dari TH Aachen Jerman. Budiman H. Kanker Indonesia. Gubah Laras.B. RS. Hotel Nusa Dua dan Masjid Said Naum (karya terbaik Adhi Moersid).Proyek-proyek yang ditangani adalah proyek-proyek yang berskala besar (pemerintah). tempat ziarah Sendang Sono. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206.

sejarah perkembangan dan konsep arsitektur india A. − Thamrin dan Kelompok Kumuh : Gerbang Utara ITB.htm (10 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM . Dunia Fantasi Ancol. Sonny. Asia tengah maupun Eropa. kemudian . Café Batavia − Irianto : Kantor Bank Exim Kamayoran. Armand dan Tony) : The Condor. − Krish Suharnoko.Beberapa karya yang penghargaan yaitu: menonjol periode ini dan mendapat file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. Gedung Ford Foundation untuk ASEAN (bekerja sama dengan Gunawan Tjahyono).htm (8 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 − DCM (Budiman. − Arcadia (Gatot. penjelajahan desain dan kejujuran berekspresi file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. : Rumah Murah Swadaya Plan International Kupang Fokus arsitektur pada periode ini lebih kepada pengungkapan tradisi berarsitektur AMI yaitu peningkatan profesionalisme.htm (9 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. − Sardjono Sani : Rumah Tinggal Tusuk Sate di Pondok Indah Jakarta. Sejarah arsitektur India dimulai dari masa peradaban lembah Indus ( Indus Valley Civilisation). − Fuyuan : Rumah Pabrik. − Yori dan Marco K. Dicky) : Tugu Park Hotel di Malang. Sejarah Perkembangan Arsitektur India Arsitektur India menunjukkan keberagaman ditnjau dari sejarah. budaya dan geografi. − Budi Lim : Urban Infill di Bank Universal Hayam Wuruk dan Konservasi Bank Universal Melawai. Keberagaman arsitektur tersebut menyebabkan kesulitan untuk mengidentifikasikan ke dalam satu karakterisktik style yang mewakili keseluruhannya. Kesemuanya merupakan hasil dari rangkaian tradisi masa kuno dan berbagai ragam budaya setempat ke dalam tipe dan bentuk bangunan. serta pengaruh teknologi dari Barat.

kemudian diikuti dengan kemegahan bangunan kuil pada masa pertengahan.arsitektur pada masa Vedik1. Keseragaman tatanan kota. Arsitektur India telah membawa pengaruh yang besar terutama ke Asia Timur sejak kelahiran dan penyebaran agama Budha. Pengaruh Barat terutama Eropa tak terelakkan selama masa kolonisasi Eropa di India termasuk gaya Manneris. Selain benteng.htm (1 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 bangunan yang penting lainnya saat itu adalah lumbung. tipologi . pemandian umum. Struktur kota berbentuk grid diikuti jalur drainase disepanjang jalan umum dikelilingi oleh benteng. torana (gerbang) telah menjadi simbol terkenal arsitektur Hindu dan Budha yang berkembang dan digunakan di Asia Timur dan Asia Tenggara seperti yang terdapat pada bangunan candi Angkor Wat di Kamboja dan Prambanan di Indonesia. Peradaban awal India dimulai dari Lembah Indus. pagoda (meru). sikhara. yang terdiri dari permukiman perkotaan kuna termasuk kota metropolitan. berlanjut hingga masa Maurya-Gupta atau dikenal dengan era perkembangan Buddha. tempat berdagang. dan Neogotik mulai dari abad ke-16 hingga akhir abad ke-19. penguasa Turki dan Afghannistan di utara pada masa pertengahan telah membawa India kepada tradisi arsitektur kubah ( dome dan vault). tipe 7 7 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Munculnya arsitektur Mughal pada abad ke-16 menggambarkan penggabungan antara elemen arsitektur regional India dengan elemen arsitektur Persia dan Asia Barat. Sejumlah elemen arsitektur India seperti stupa. yang terakhir ini diyakini sebagai tempat pemujaan untuk kesuburan. Mahenjo Daro dan Harappa dengan berbagai macam karakteristik rumah. arsitektur biara ( monastery) dan batu/dinding pahat ( rock cut). tempat pemandian yang dihubungkan dengan sistem drainase umum yang baik pada masa itu. Barok. Sementara. yang kemudian dikenal dengan gaya Indo Saracenic. Neo-klasik.

Perpaduan itu tercetus dalam buku Rig-Veda (kitab agama Veda) yang pada permulaan tahun masehi disempurnakan dengan terciptanya kedewaan Trimurti : Brahma. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Agama ini lahir dari perpaduan agama Tuhan Vedis sebagai agama sukubangsa Aryan (Aria) dengan agama suku bangsa Dravidians (percaya adanya inkarnasi) yang merupakan daerah invasi dari sukubangsa Aryan pada masa itu. − Kerajan Chola. Kashmir dan Kerala. kerajaan ini berkuasa pada tahun 900-1150 M diperintah oleh Rajaraja Chola I dan . seringkali disebut dengan Kuil Dravida di India Selatan.bangunan. sekarang berada di wilayah Tamilnadu. Diantara kedua style tersebut juga berkembang kuil dengan style yang berbeda seperti yng terdapat di wilayah Bengal. Rajastan dan langgam Jaina. Arsitektur Hindu Seperti halnya diketahui dari sejarah perkembangan kebudayaan Timur. dan kuil Nagara di India Utara. Wisnu dan Siwa. Di India Selatan terdapat tujuh kerajaan yang memberikan pengaruh besar dalam perkembangan arsitektur kuil Hindu yaitu: − Kerajaan Pallava. bahwa agama Hindu lahir di lembah sungai Indus ( kawasan Sind dan Punjab ). Dua kutub kerajaan ini mempengaruhi bentuk dan performansi dari kuil-kuil Hindu.htm (2 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 B. Pada masa itu terdapat beberapa kerajaan yang terbagi wilayahnya menjadi utara dan selatan. dan ukurannya yang terbuat dari batu bata bakar yang menunjukkan koordinasi yang baik antara sosial dan politik pada saat itu. memerintah dari abad ke-6-9 Masehi. Arsitektur kuil di India Selatan tidak menggunakan konsep arsitektur kuil di India Utara yang dipengaruhi oleh Persia. Umumnya kuil-kuil dengan rancangan terbaik yang menjadi ikon bagi arsitektur Hindu berada di wilayah Selatan. Kuil besar yang dibangun pada masa pemerintahannya yaitu kuil Mahabalipuram dan ibukotanya Kanchipuram. Arsitektur hindu dikenal lewat rancangan kuil-kuil hingga sampai ke Asia Tenggara mulai abad ke-5 hingga ke-13.

− Kerajaan Rashtrakuta yang memerintah wilayah Manyakheta. Aihole dan Badami di Karnataka utara. Karya arsitektur kuil yang terbaik yaitu kuil Chennakesava di Belur. − Raja Hoysala memerintah India Selatn pada tahun 1100-1343M dan mengembangkan sebuah konsep arsitektur yang disebut Hoysala Arsitektur id negara Karnataka. − Chalukya Barat disebut juga Chalukya Akhir yang memerintah Decca dari tahun 973-1180 M menghasilkan kembali langgam chalukya dikenal dengan langgam Gadag. balustrade ( parapets) and pilar berhias . Gulbarga tahun 753-973 M membangun beberapa kuil Dravida di Ellora (kuil Kailasanatha).putranya Rajendra Cholaruled dan membangun kuil Brihadeshvara dan kuil Siwa Thanjavur. Kuil lain yang menarik yaitu kuil Jaina Narayana di Pattadakal dan kuil Navalinga. Badami pada tahun 543 . Terdapat lebih dari 50 kuil yang masih bediri di sekitar sungai Krishna. − Kerajaan Vijayanagar yang memerintah seluruh wilayah India Selatan pada tahun 1343-1565 M membangun sejumlah kuil di ibukota Vijayangar dengan menggabungkan beberapa langgam yang berkembang di India Selatan pada masa sebelumnya. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.htm (3 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 − Kerajaan Chalukya Badami yang disebut Chalukya awal yang diperintah oleh. Contoh yang paling bagus dari seni kuil ini nampak pada kuil Pattadakal. Kuknur di Karnataka. kuil Hoysaleswara di Halebidu. Kuil Kasi Vishveshvara di Lakkundi. Mallikarjuna di Kuruvatii. yang artinya di dalam dan antara (in-between). Leibh dari 150 kuil tertinggal di lembah Malaprabha. dan kuil Kesava di Somanathapura. Beberapa elemen yang dihasilkan dari karya tersebut yaitu pilar Yali (pillar yang bersimbol kuda). di tengah Kartanaka. Kalleshwara di Bagali dan Mahadeva di Itagi merupakan kuil-kuil yang indah dan menarik yang dibangun oleh arsitek-arsitek semasa kerajaan Chalukya akhir.753 M yang kemudian menghasilkan langgam Vesara disebut juga Arsitektur Chalukya Badami.

file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Beberapa raja yang memerintah Vijayanagar membangun kuil-kuil terkenal dengan gaya arsitektur Vijayanagar. Sistem ini berupa tiang tegak dengan alang melintang . ditemukan hanya di wilayah Himalaya yang berbatasan dengan ras Arya yang berbahasa Sancrit atau dikenal dengan ‘ the Bengal Presidency’. Arsitektur hindu di India dibagi atas tiga langgam: − Langgam Hindu Selatan. akan tetapi lebih mirip kepada langgam yang di selatan. Beberapa ciri lain dari arsitektur hindu yaitu penggunaan sistem trabeate yaitu massive block dari batu yang menjadi material dasar dalam pembangunan kuil India.htm (6 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 Kuil-kuil hindu menggunakan bentuk empat persegi daripada bentuk lingkaran seperti yang digunakan dalam arsitektur Budha. Hingga saat ini konsep arsitektural Hindu mempengaruhi bangunan-bangunan atau arsitektur Budha.htm (4 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 − Langgam Kasmir atau Punjab. Menurut Fergusson2. Brahmin juga menentukan pemilihan tapak dan menguji keadaan tanah.(manatapa). − Langgam Utara atau Hindu Arya. Bentuk empat persegi ini menyimbolkan kestabilan dan kekekalan.htm (5 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 Selama abad pertengahan. banyak kuil Hindu dibuat dari pahatan dinding tebing atau bukit. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Konsep merancang kuil dibuat oleh seorang Brahmin. berbeda dari kedua diatas. dipraktekkan oleh bangsa ras Tamil dan seluruh wilayah yang terletak antara Cape Comorin dan Nerbuddha or wilayah Vidya. dan tebalnya sesuatu dinding atau tiang mengikut segi “mithologykal adan astronomikal” Hindu yang dikenal dengan Formula “ Vastupurshamandala” (tatanan untuk bangunan sakral). Tantanan ini dituangkan dalam tatanan ilmu arsitektur Hindu dinamakan vastushastra. Tatanan inilah yang mengatur konsistensi rancangan dari kuil-kuil di wilayah India.

Walaupun sistem “ Arch Vault” lebih ekonomis dan digunakan di seluruh dunia. Beberapa kuil memilki ‘mandapa luar atau Maha Mandapa’ dan ‘mandapa dalam atau Ardha Mandapas’.1. Vimana yang terbesar di Tanjore yang terdiri dari 14 tingkat dengan tinggi hampir 200 ft.2. pemelihara dan pemusnah menduduki empat segi tengah. dan kuil yang besar biasanya tingginya jauh lebih besar daripada lebarnya. ruang bagian luar yang sebagian dilingkupi dinding dilingkupi oleh dinding yang memiliki pintu. Mandala empat segi atau charta firasat arsitek Hindu. Ada juga kuil yang memiliki gabungan dari kedua mandapa. Kuil hindu memiliki empat ruang prinsip dalam perancangannya yang menjadi konsep arsitektur Hindu yaitu Garbha griha. B. Dewa utama. Gopura dan Choultri dengan penjelasan sebagai berikut. untuk kuil yang kecil biasanya perbandingan antara tinggi dan lebar bangunan 1:1 atau berbentuk kubus. Pelataran depan atau Mandapa Pelataran depan atau ‘ Mantapa’.htm (7 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 persegi. Mantapa. Vimana beratap tingkat seperti pyramid umumnya terbuat dari bata yang diplester dengan semen kemudian diakhiri dengan ‘dome’ kecil (umumnya di india selatan). Atapnya berbentuk piramid. biasanya yang mandapa luar bersifat terbuka dan mandapa dalam bersifat tertutup. Dewa-dewa lain menduduki tempat-tempat di penjuru. Ruang mandapa berbentuk bujursangkar atau persegi. sering juga . Garbha griha Merupakan bagian utama dan terpenting dari kuil dan merupakan inti/induk bangunan yang disebut vimana (di India Selatan) atau mulaprasada (di India Utara).sistem ini digunakan dengan begitu meluas sekali. Terdapat bagian yang tegak lurus terbuat dari batu dan granit yang didekorasi dengan pilaster dan ornamen. Denahnya berbentuk bujursangkar atau file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Brahma. B. satu pintu merupakan penghubung untuk ke vimana sedangkan pintu yang lain merupakan akses dan masuknya cahaya ke ruang dalam. mengandung 64 atau 81 kotak. tapi jauh lebih rendah dari atap vimana. biasanya sama bentuknya dengan bangunan kuil inti (vimana).

Jumlah gerbang mengikuti jumlah dinding pagar.htm (11 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. meskipun demikian terdapat satu sisi yang lebih besar dan lebih panjang. Atap ditopang oleh pilar.htm (9 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Menurut Fergusson. akan tetapi sebisa mungkin dikurangi jumlah pilar dengan membuat kotak-kotak pembalokan pada ceiling ( bracketing) dan ‘projecting cornices’. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. kadang-kadang juga bisa melebihi jumlah dinding pagar. Terdiri dari 12 tingkat termasuk basement yang terbuat dari granit dan datar. Bentuk gapura indentik dengan vimana.4.htm (12 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 B. Pada sisi yang panjang terdapat bukaan yang biasanya 1/4-1/7 dari lebarnya. yang merupakan ibukota Kerajaan Chola setelah penolakan Tanjore. Choultri ini berada bangunan extra di sekitar kompleks kuil biasanya digunakan .htm (8 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 berbentuk flat yang tidak berornamen. gerbang piramid yang paling besar dimiliki oleh kuil di Combaconum.3.htm (10 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 B. sementara keseluruhan piramid terbuat dari batu bata diplester dengan sculpture dan ornamen. Gerbang Piramid ‘ Gopura’ Gerbang atau Gopura adalah jalan masuk ( entrance) untuk memasuki kompleks halaman kuil yang berbentuk persegi yang biasanya mengitari vimana. Hall berpilar atau ‘ Choultri’.

Jaina dan Hindu. Pada awalnya sebagai beranda ( porches). Hall berpilar yang besar yaitu ada di Tinnevelly yang terdiri dari 100 kolom pada sisi yang panjang dan 10 pada sisi yang lebarnya. terdapat banyak ruangruang . Pada masa Ashoka telah diperkenalkan arsitektur batu pahat yang mentradisi hingga lebih dari 100 tahun lamanya hingga masa arsitektur Budha.htm (13 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 Arsitektur batu (stone architecture) juga telah tumbuh di India terbukti pada tinggalan sejarah istana Pataliputra dan juga Ashoka Stambha (prasasti tugu monolitik) yang bertuliskan maklumat dari raja Ashoka. Kemudian hall berpilar di Chillumbrum terdiri dari 24 kolom pada sisi lebar dan 41 kolom pada sisi panjangnya. Pada ujung atas prasasti terdapat ukiran batu berkepala empat singa yang menjadi simbol dari kerajaan Ashoka.untuk berbagai macam kegiatan upacara dengan tarian dan nyanyian serta upacara perkawinan. kemudian berkembang menjadi ruang untuk berbagai kegiatan terutama untuk upacara yang berhubungan dengan perkawinan. C. Arsitektur Budha file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.

mulai dibangun setelah kematian Budha terutama pada masa Kerajaan Mauryan with karakteristik monumen stupa. Pada saat yang sama. . Arsitektur Budha berkembang pada masa Pemerintahan Ashoka. vihara (asrama) dan stupa (monumen file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.1. pada zaman syuga digantikan dengan bahan batu. Stupa Stupa adalah monument untuk memperingati Budha dan para pengikutnya berbentuk setengah bulatan mempunyai pengertian falsafah melambangkan “kubah syurga” (Dome of Heaven) atau melambangkan struktur kosmik yang menetap terbuat dari batu atau tanah atau material lainnya dengan struktur dan konsep arsitektural sebagai berikut: file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.htm (14 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 yang terdapat stupa didalamnya. Konon katanya tradisi ini berasal dari Mesir kuna dan Persia. tiang yang bertuliskan ukiran ayat-ayat suci dari kitab Pali berfungsi sebagai alat sebaran agama Budha − Vedik. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. chaitya. terdapat tiga bangunan yang penting dalam arsitektur Budha yaitu chaitya (ruang meditasi para biksu).htm (16 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 C.pemujaan yang dipahat di dinding tebing atau gunung.htm (17 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 Bangunan stupa terdiri dari beberapa bagian atau elemen yang membentuk satu konsep arsitektur sebagai berikut: − Harmika yaitu pagar empat segi stupa memberi peringatan “syurga 33 tahun lambang dari peti suci Budha dan menjadi sentral dari meditasi − Yashti berbentuk tiga Lapis payung yang melambangkan paksi dunia.htm (15 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 budha). pagar yang mengelilingi stupa pada mulanya dibuat dari bahan kayu. Dalam satu lahan paling sedikit terdapat satu chaitya dan beberapa vihara. Viharas (Buddhist monasteries). − Stambha. ruang meditasi file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.

htm (19 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 Berbagai macam bentuk dan konsep chaitya dapat dilihat pada gambar berikut ini. Chaitya terdiri dari barisan tiang yang beratap.htm (21 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 . di ujungnya yang membentuk membentuk garis keliling melingkari stupa yang ada didalamnya. C. Orientasi dari vihara bervariasi tidak ada arah tertentu sebagai patokan.3. Berbagai macam tipikal dari vihara terdapat pada gambar berikut ini. sehingga vihara dikenal sebagai hall dengan serambi. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Pada beberapa site dari tipikal chaitya ada yang berbentuk sekuen dari bentuk persegi diakhiri dengan ruang suci tempat stupa. Contoh Chaitya yang paling bagus terdapat Ajanta and Ellora.2. kata ini berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya tempat suci.Vihara (Monasteries) Monasteries (Vihara) merupakan asrama atau tempat tinggal para sami Buddha selama mereka bermeditasi. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.htm (18 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Vihara terdiri dari ruang-ruang sel kecil yang terisolasi dan ruang bersama berupa hall yang dikelilingi oleh tiang-tiang ( portico) yang merefleksikan ruang komunal dari asrama. Chaitya Griha Chaitya griha adalah tempat meditasi para sami Budha dalam mempelajari ajaran Budha. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. gerbang (jalan/pintu masuk) ke dalam stupa yang berasal dari bahasa Sansekerta.htm (20 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 C.− Torana.

Pada abad ke 2 SM terdapat suatu pemerintah yang bertsruktur di Cina yang memmasuki masa ke kaisaran atau Dinasti. bercocok tanam . agama budha disebarkan ke Jepang.htm (1 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Tabel.1994-c. 2 8 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. senjata perunggu. Tata Urutan Dinasti di Cina dan Karakteristik Sejarahnya Dinasti Karakteristik dan Sejarah Hsia c. Peradaban Cina mulai terbangun sejak 4000 hingga 5000 tahun yang lampau. Begitu pula. kendaraan tempur. Dinasti Tang disebut sebagai masa emas dari Sejarah Cina.1. patung. dan kayu cetak dan produksi massal buku mengalami perkembangan yang pesat. dinasti terakhir yang diperintah pribumi berkembang hingga ke Mongol atau Yuan yang merupakan dinasti yang didirikan oleh Kublai Khan.1523 SM• Membangunan saluran irigasi. pada saat dinasti Tang ini pula.htm (22 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM . Sejarah Perkembangan Budaya dan Pemerintahan di China Cina memiliki sejarah yang panjang dan bergejolak sejak masa primitif hingga saat ini.file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Dinasti Ming. sejarah perkembangan dan konsep arsitektur china A. Secara umum Wilayah China secara garis besar terbagi atas Huabei ( China Utaradan Huanan ( China Selatan ). dimana pada saat itu seni lukisan. Pengaruh rancangan arsitektur kota dan Budha pada masa itu sangat besar pada perancangan kota dan bangunan kuil Budha di Jepang. penggunaan binatang domestik. sastra. 7. mereklamasi tanah.

konfusianisme menjadi dasar pemerintahan birokrasi bertingkat. Tu Fu ).1523-c. masa keemasan seni sastra dan sajak ( Li Po . konfusianisme meredup. masa peperangan 403-221 SM Ch'in 221-206 SM• Penyatuan Cina dibawah kekerasan Shih Huang-ti. penggunaan simbol dalam penulisan Shang or Yin c. serbuk mesiu pertama kali digunakan oleh militer. kompilasi sejarah dan kamus bahasa Three Kingdoms 220-265• Pembagian atas tiga pemerintahan: Wei.220•M Penyatuan lebih solid. Shu. rancangan hukum tertulis. budhaisme dibawah tekanan. rangkaian barbarisme dari dinasti Cina utara. Budhaisme dan Taoisme menjadi favorit. Po Chü-i . pengembangan luas percetakan. kekisruhan dalam politik. penggunaan besi. tembok raksasa dibangun kembali. pendirikan kembali sentralisasi pemerintahan. pengetahuan ilmiah diadopsi dari India Tsin or Chin 265-420 Dikembangkan oleh Wei. pembangunan jalan. Sung 960-1279• Masa perubahan sosial dan intelektual. masa emas aksara Cina. ekonomi mata uang. ide konfusianisme mengecewakan. aksara dan penulisan lebih baik. pencetakan uang kertas pertama. Mencius). kanal dan Tembok raksasa Han 202 SM. Wu. Wei menjadi dominan. kalendar China. pemberontakan di Mongolia dan Cina Selatan mengakhiri dinasti Ming 1368-1644• .padi dan gandum. pertumbuhan dan perkembangan Budha Sui 581-618• Reunifikasi. pengenalan terhadap Budha. perumusan strata social. Lao Tzu. kekerasan berkurang.1027 SM Tonggak sejarah dinasti china pertama. sentralisasi birokrasi. patung dan lukisan Five Dynasties and Ten Kingdoms 907-960• Masa perang.1027-256 SM• Masa Klasik (Konfusius. kontak dengan asing (barat). pelayanan masyarakat berdasarkan Konfusianisme. Yüan 1271-1368• Dinasti Mongol ditemukan oleh Kublai Khan. standadisasi penulisan. masyarakat pertanian dengan birokrasi. korupsi pemerintahan. kerbau dalam pembajakan sawah. feodalisme digantikan oleh birokrasi pemerintah berjenjang. penguatan Taoism dan Buddhisme. sistem kanal didirikan T'ang 618-907• Ekspansi teritorial. neo-konfusianisme mencapai keunggulan dari Taoisme dan Budhaisme. pengembangan perkebunan the dan katun (tekstil). dan masa emas pencetakan perunggu Chou c. kesukaran. ekspansi perlahan ke Asia Tenggara.

Zhuang. dan pedagang. Budhisme mencapai titik emas dalam penyebaran agama di Cina yang masuk pada masa Dinasti Han. pesilatan berkembang. kekuatan asing membagi Cina kedalam lingkungan yang terpengaruh Perang Opium. Strata sosial pada masa itu masih terbagi atas pekerjaan dan kemakmuran yang diperoleh misalnya Raja dan bangsawan. Budhisme yang berasal dari India. misionari. perluasan teritorial tetapi kekuasaan Cina melemah secara perlahan. penerapan sistem pembajakan sawah meluas hingga ke Asia Tenggara ketika terjadi ekspansi wilayah dan budaya ke bagian selatan Cina. dan Mencius yang menjadi dasar filosofi masyarkat Cina hingga kini. Hierarki sosial dalam masyarakat diperkenalkan pada ketika mulai terbentuk suatu organisasi masyarakat yang sejalan dengan ditemukannya aksara dan penulisan. petani. kemudian pada masa dinasti Chou sekitar tahun 1027-256 SM• muncul suatu ajaran Konfusianisme. seniman. . Yi. Cina melepaskan Hongkong untuk menjadi satu negara sendiri setelah pendudukan Inggris pada pertengahan abad ke-19. penurunan kekuasaan sentral. novel dan drama. Ch'ing or Manchu 16441912• Pendirian Mancu. dan Inggris di Hongkong. Sejak dahulu Cina memiliki kepercayaan kepada pemujaan roh nenek moyang. kontak dengan pedagang Eropa.596. Sistem sosial budaya Cina Cina memiliki wilayah yang luas dengan total area wilayah 9. Mo Ti. Tibetan. Kemudian kontak dengan Barat terjadi pada masa Dinasti Yuan sekitar abad ke-12.htm (2 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 B. Uygur. kaligrafi dan keramik berkembang luas dan banyak dikagumi oleh bangsa lain.960 kilometer persegi dihuni oleh beragam etnis seperti suku Han. Keramik dan porselin Cina merupakan suat komoditas perdagangan Cina ke beberapa negara pada masa itu. Hongkong diserahkan. Pada abad ke-19. kerajaan Cina terakhir file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. pengembangan arsitektur porselin. peningkatan perdagangan eropa. Manchu. dan Mongol. Portugis menduduki Macao. Miao. Pada masa dinasti Chou sistem pertanian dikelola dengan baik. konfusianisme dan pelayanan masyarakat diterima kembali. Hui. Cina masih terisolasi dari dunia luar hingga abad ke-2 Masehi ketika datang pengaruh Budha dari India. Seni Lukisan. ajaran Lao-tse.Mongolia keluar. pada masa itu Cina mengadopsi kemajuan ilmiah dari India.

Konsep dan Filosofi Arsitektur Cina Filosofi arsitektur Cina sangat dipengaruhi oleh filosofi dari kepercayaan dan ajaran Konfusianisme. Kemudian filosofi Tien-Yen-Chih-Chi. Kompas merupakan adaptasi metodis karya manusia terhadap struktur alam raya sehingga menjadi pedoman dalam pendayagunaan energi dan sumber alam untuk penyelarasan nafas dunia. yang menggambarkan kesehatan dan vitalitas.htm (3 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 manusia sebagai manifestasi penerapan keteraturan atas alam dan bundar melambangkan ketidakteraturan sifat alam. Terdapat simbol dan lambang-lambang dari bentuk ideal dan keharmonisan dalam tatanan masyarakat. air. Sejarah Perkembangan Arsitektur Cina B. gelap. Bentuk ideal dan keharmonisan dalam masyarakat tersebut dapat dilihat dari filosofi Tien-Yuan TiFang yang berarti langit bundar dan bumi persegi. dimana persegi melambangkan keteraturan. tanah dan metal. hong Shui atau Feng Shui. Hal-hal yang mempengaruhi Hong Shui menyangkut keseimbangan 5 (Lima) Unsur yaitu waktu Kelahiran. Yang adalah sebagai energi positif. orientasi Ruang Dalam. Sementara. buatan manusia.C. kuat. Taoisme dan Budhisme.htm (5 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. arah dan ukuran bangunan.htm (4 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. betina. kondisi tanah pada lokasi ( tapak) .htm (6 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Dari filosofi arsitektur yang dijelaskan sebelumnya maka prinsip-prinsip dasar dalam arsitektur Cina adalah sebagai berikut: . intelektualitas file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.1. yin digambarkan sebagai energi negatif. terang. artinya diantara langit dan manusia yang menggambarkan peralihan dua alam yang disimbolkan dalam bentuk bundar-segi empat-bundar. pola Penempatan ruang dalam file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Konsep Keseimbangan dalam kehidupan diatur dalam dualitas Yin dan Yang. jantan. menyerap elemen. Selain itu juga membantu manusia memanfaatkan gaya-gaya alam dari bumi dan menyeimbangkan Yin dan Yang guna memperoleh Qi yang baik. Hong shui atau Feng Shui merupakan kompas kehidupan yang mengaur keseimbangan yang memiliki elemen alam seperti angin.

konsep yang diterapkan pada rangka atap dengan sistem saling tumpang. seperti tidak ada pembedaan prinsip antara bangunan sakral/religius dengan bangunan umum. bentuk dan kerumitan ornamen atap. − Pintu dan jendela menjadi elemen penunjang yang penting dalam tatanan permukaan bangunan. atap dan secara horisontal dengan Court Yard dan Lantai 4. sebagai sikap dan pandangan terhadap rumah sebagai sel dasar arsitektur dan keluarga merupakan mikrokosmos dari tatanan masyarakat umum sehingga pengaturan dan koordinasi sel dasar memiliki arti sebagai pengaturan dan koordinasi dunia 6. warna tiang. secara umum bersifat sequensial Horisontal. pada umumnya dicirikan oleh lokasi lahan terhadap jalan Utama/Strategis. Struktur dan Konstruksi. sakral Hirarkis Konsentris. hanya arah kegiatan. susunan ruang yang memiliki penekanan berbeda. − Adanya privasi berdasarkan rasa hormat dan keintiman tata laku/ Etiket Bangsa Cina yang diterapkan secara vertikal dengan langit-langit. Hirarki dan Status. mengutamakan ilmu pengetahuan bukan kemuliaan. jumlah Court Yard. serta jumlah trave hall : 9 (kaisar ) 7 (putra mahkota) 5 (Mandarin) 3 ( rakyat biasa) 5. Tata Ruang Rumah 7. Memfokuskan pada bumi bukan surga. bukan kuda-kuda dengan penyangga miring. Koordinasi atau orientasi. dinding sebagai pembatas non struktural dan sistem bracket ( Tou Kung). gerak dan orientasi manusia dalam ruang Eksplorasi prinsip tersebut dalam Arsitektural yaitu − Potensialitas Dinding − Penonjolan individualitas bangunan − Pengorganisasian susunan CourtYard − Permainan tinggi lantai − Bangunan dibatasi taman file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.htm (7 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 − Rumah utama bersumbu Utara-Selatan dan selalu memilih tempat yang lebih tinggi − Interior dengan elemen utama perabot berukir dengan warna megah sebagai lambang gengsi. kolom sebagai pendukung beban atap. . mengutamakan posisi.1.

Romantis dan Alam Liar 3. seluruh permukaan bangunan penuh dengan dekorasi. Konsep Keseimbangan file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. pola lantai : diagonal ( jen). Misteri. Simetri. bangunan menggunakan konstruksi kayu dan dengan kombinasi warna yang menyolok seperti merah.htm (9 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Kesan Stabil dengan Keseimbangan Dinamis − Komposisi Arsitektural − Konsepsi Confusius : Formal. Tak Beraturan. Kota Berdinding Dinding sebagai unsur penting dalam formulasi bentuk/struktur kota 2. Sumber Air.2. Estetik dan Fungsional antara Kota dan Lingkungan − Berdasarkan Prinsip-prinsip Keseimbangan Yin dan Yang B. Garis Lengkung. Geologi. Orientasi − Hubungan Lahan dengan Bentuk/Struktur Kota dimana bentuk ditentukan oleh hubungan Simbolik.htm (8 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Hierarki pemerintahan administrasi perkotaan dan desa di Cina yang diterapkan sejak masa dinasti Chin terdiri dari empat tingkat yaitu : − County town = kota ( xian ) − Township = sub kota ( xiang ) − Market Town = kota dagang ( zhen ) − Village = desa ( cun ) Dalam perencanaan kota-kota awal di Cina terdapat beberapa prinsip sebagai berikut. 1. Garis Lurus. Beraturan. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Stilistika. Kejelasan − Komposisi Lansekap − Komposisi Taoisme : Informal. Prosedur Perancangan dan Perencanaan Kota − Pemilihan Tapak berdasarakan pengamatan Aspek Alami : Topografi. hexagonal (Kou). kuning dan hitam. Asimetri. Tipologi Arsitektur Cina Dari perjalan sejarah yang panjang terhadap perkembangan arsitektur di Cina terdapat beberapa tipologi .8. Susunan Bata ( Ting).

Gerbang (Pai Lou). sedangkan jumlah court yard bergantung pada besar rumah. kayu dan bangunan batu sepanjang selatan China (VI) file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.htm (11 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Dari bangunan arsitektur religius yang beragam dan dipengaruhi oleh Budha. Beberapa tipologi rumah vernakular Cina yang ada di Cina dibagi atas beberapa tipe seperti : − Rumah bata dengan ruang terbuka persegi di sebelah utara China (siheyuan) (I) − Arsitektur subterranean di wilayah loess seperti Shanxi. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Kuil atau Kelenteng. Shaanxi dan provinsi Henan (II) − Arsitektur dengan konstruksi kayu dan bata di sebelah barat dan barat daya China(III) − Konstruksi kayu di sebelah timur china (IV) − Arsitektur tanah liat dan kayu di Hakka (Fujian).htm (14 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.htm (15 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 . Cina juga kaya dengan arsitektur vernakular. Pada dasarnya arsitektur Budha Cina terbagi atas arsitektur pagoda. Pagoda ( 5 – 7 tingkat). dan pahat dinding batu. Guangdong dan Jiangxi (V) − Batu bata.arsitektur Cina seperti Istana.htm (10 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 budha. Tembok Raksasa sekitar 3000 kilometer.htm (12 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Tipikal rumah di China Bagian Utara ( Northern China) − Tipe rumah yang memiliki halamn tengah atau dijenal dengan sebutan siheyuan (Courtyard house) − Adanya hutong (gang sempit sebagai frontage dari rumah ) − Gerbang yang berornamen menuju ke court yard yang disebut dengan chuihuamen ( hanging flower gate) − Pada tipe dasar hanya terdapat satu ourt yard. yang merupakan induk dari rumpun Austronesia menjadi konsep awal dari aristektur Austronesia. Kuburan yang memiliki fungsi dan karakteristik sendiri. Di wilayah bagian selatan.htm (13 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. kuil file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.

htm (18 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 terhadap gempa China Bagian Timur (Eastern China) Terbagi atas dua geografi : – dataran landai (Jiangsu dan sebelah utara Zhejiang) dan – berbukit (sebelah selatan Anhui dan Zhejiang) .htm (17 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Tipe rumah Subterranean house (semitroglodytic houses) − Frontage rumah berada pada sisi sebuah tebing − Adanya close courtyard − Entryway memiliki vault − Keuntungannya.Tipikal rumah dan desa di Loess Region − Cave dwelling (troglodytic houses) − Subterranean house (semi troglodytic house) − Adanya kang (tempat tidur yang terbuat dari tanah liat) − Desa gua − Desa gua di Gansu yang menunjukkan masing-masing rumah memiliki courtyard Rumah Gua (cave dwelling) memiliki konsep arsitektur sebagai berikut: Pintu masuk (Entriway) berbentuk vault Adanya courtyard Satu rumah biasanya terdiri atas dua atau tiga ruang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.htm (16 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. lebih banyak bukaan untuk sirkulasi udara dan angina dan lebih sedikit resikonya file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.

Sejarah Perkembangan Budaya dan Pemerintahan di Jepang Jepang adalah sebuah negara kepulauan yang terdiri dari kira-kira 4000 pulau mulai dari Hokkaido di utara .htm (20 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 panjang) termasuk ukuran tingginya (volume ruang) • Banyaknya jian mulai dari satu. tiga dan lima. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. sejarah perkembangan dan konsep arsitektur JEPANG A. berbentuk persegi dan lingkaran • Terbuat dari bata (brick) • Adanya enclose structure (weizi) Dataran pantai sebelah selatan (The Southern Coast) • Courtyard house • Material bangunan granite block dan bata merah dan kayu • Dekorasi biasanya pada bagian atap yang terbuat dari kayu Material Bangunan dan Teknologi Pit dwelling =Rumah bawah tanah (yaodong): • Tanah kuning =tanah liat =huangtu ( clay brick) • Endapan lumpur sungai yang dikeringkan (mud brick) • Tanah lempung ( pounded earth) Setelah tahun 1949 : • Adobe brick = tanah liat dan jerami yang dipadatkan kemudian dibakar • Granite block dan Bata merah • Konstruksi atap : kayu dan genteng Bentuk dan Ruang • Modul atau standar dimensi ruang adalah jian • Jian adalah ruang yang berada pada interval kolom yang memiliki ukuran tertentu (lebar dan file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.• Sepanjang sungai Yangtze.htm (21 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM . sebagai area paling subur di china • Courtyard brick gate • Suzhou house (row houses) file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Jumlah jian yang genap dihindarkan karena mewakili bentuk asimetri dan bentuk yang tidak tentu.htm (19 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 China Bagian Barat dan Barat Daya (Western and South-Western China) • Brick house • Bentuk atap berundak atau bertingkat-tingkat • Small courtyard Hakka Region • Besar.

rumah individu berkembang. Ada empat pulau besar yang memiliki populasi cukup tinggi yaitu Honshu. menangkap ikan. dingin. kapak batu − Jomon Period (10. alat-alat selain batu.htm (1 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Tabel 9. Kronologi Perkembangan Sejarah dan Pemerintahan di Jepang Jaman/ Masa Periode Pemerintahan/ Kekaisaran Karakteristik dan Sejarah Jaman Prasejarah − Paleolithic age (before 10. dan politik mengalami proses yang panjang sejak dari masa prasejarah hingga sekarang ini. cuaca dingin berasal dari utara dan panas berasal dari Selatan. budaya berburu. Hampir seluruh wilayah memiliki empat musim. Kyushu. 2 9 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209.000 SM) Budaya primitif : Gua sebagai habitat hidup manusia. dan Shikoku Jepang beriklim sejuk.1.552) Ekonomi pertanian berkembang. berburu. . masyarakat komunal. terutama di wilayah utara. semi dan panas. perlengkapan mulai bervariasi dari kayu dan batu file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. pembuatan tungku pembakaran dari tanah liat. Hokkaido. ekonomi.htm (2 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 − Kofun/Yamato Period ( 300.000 SM-300SM) Pit dwelling. Perkembangan budaya. bangunan panggung. Area pegunungan meliputi hampir 75% dari seluruh luas wilayahnya dan termasuk negara yang memiliki gunung berapi yang banyak di dunia sehingga gempa sering terjadi dan terdapat banyak titik sumber air panas (hotspring). barang tembikar. gugur. pertanian primitive dengan penebangan dan pembakaran − Yayoi Period (300 SM-300) Teknik bercocok tanam padi.hingga Okinawa di Selatan.

tipe rumah samurai Peningkatan craftsmenship berikut organisasinya. pembangunan fisik ibukota Heijo (Nara) dan Heian (Kyoto). strata sosial masyarakat menguat. Jaman Klasik − Asuka Period (552645) Ekonomi pertanian berkembang pesat. akulturasi agama asli dengan budha. pengaruh budaya dan teknologi dari Cina dan Korea. tumbuhnya rumah bangsawan ( shinden style). pembangunan jalan (highway) dari Kamakura ke Kyoto. munculnya lebih dari 30 post-town (shukuba machi). konsep tea house mulai tumbuh. adopsi arsitektur Budha dari Cina ( Pagoda). pemindahan ibukota ke Kamakura. pembangunan dua ibukota. perubahan ritsuryo sistem. agama budha diperkenalkan. pembentukan komunitas kecil ( kuni) dengan tata aturannya. ritsuryo sistem. Nambokucho (1333 – 1392) . pembangunan kuil-kuil Budha ( Pagoda) − Heian Period (7941185) Golongan aristokrat terbentuk. townhouse. pembentuk birokrasi pemerintahan dengan sentralisasi kekuasaan ( tenno). dan farm house. munculnya strata sosial dalam masyarakat − Nara Period (645794) Perdagangan berkembang.perkembangan peralatan tembikar dan perunggul. Jaman Pertengahan Kamakura Period (11851333) Peralihan pemerintah dari istana ke golongan militer ( shogun). pengenalan Zen-Budhism. kyoto sebagai pusat ekonomi dan budaya. pembentukan kota-kota.

Edo (Tokugawa) Period (1615-1867) Shogun Tokugawa. townhouse ( machiya) dan farm house ( minka) makin bervariasi. promosi kaum kapitalis. pengembangan sistem sankin-kotai dan muncul katsura detached palace. Kyoto sebagai perwakilan pemerintahan. Kaisar Meiji pindah ke Kyoto. townhouse dan farm house makin berkembang. pembangunan jalur kereta api. shoin style. pemindahan ibukota ke Edo (Tokyo). kuil budha makin berkembang dipengaruhi arsitektur Cina. pembangunan highway dan pertumbuhan kota-kota baru (post town) sepanjang jalur kereta api.munculnya konsep ukuran ruang. peralihan shogun Kamakura ke shogun Muromachi Muromachi Period (13921568) Shogun Muromachi menggantikan shogun Kamakura. petani dan pedagang. pembentukan kekaisaran dalam pemerintahan. restorasi Meiji. pembangunan pabrik modern. era pemerintahan modern terbentuk. samurai dwelling. Jaman Modern Meiji Period (1867-1912) Shogun Tokugawa jatuh.Kekuasaan Shogunate makin menguat. Tokyo sebaga ibukota pemerintahan. masyarakat menengah . file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. perkembangan sosial masyarakat biasa (commoners). perekonomian berkembang dari skala kecil menjadi provinsial estat.htm (3 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Jaman Pre Modern Momoyama (1568-1615) Peningkatan keahlian dan peralatan pertukangan (craftsment). kontak dengan asing (barat). alat pertukangan makin maju.samurai resident masih berkembang. istana dan kekaisaran masih exist. pengembangan shinden style. terdapat bangunan Shoin style. dan timbul konsep kota baru : castel-town.

pengaruh western style dalam rancangan bangunan dan lingkungan Taisho Period ( 19121926) Pemerintahan modern masih berlanjut. Kronologi Perkembangan Arsitektur Jepang mulai masa prasejarah hingga modern Berbagai tipe dan fungsi bangunan yang berkembang . perubahan lifestyle menjadi modern life style. Kronologi Sejarah Perkembangan Arsitektur Perkembangan arsitektur Jepang yang dimulai sejak masa pra-sejarah yang pada saat itu sangat dipengaruhi oleh budaya Austronesia hingga berbagai macam pengaruh dari negara tetangga: Cina dan Korea serta pengaruh barat yang pertama kali dibawa bangsa Eropa. kota metropolitan dan perkembangan industri modern. nasional housing. modernisasi meliputi segala aspek termasuk arsitektur. penggunaan peralatan modern.htm (5 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 9.htm (4 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 B.2. industri booming. pendirian sekolah formal teknik.tumbuh dan berkembang. westernisasi dalam banyak aspek termasuk tenik bangunan Heisei Period (1989present) Modernisasi dengan isu-isu sentral : back to nature. pembangunan pabrik. Secara singkat kronologi perkembangan arsitektur di Jepang dapat dilihat dari skema dibawah ini. kemanusiaan serta pembangunan berkelanjutan file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. pembangunan apartemen. Showa Period (19261989) Pemerintahan modern masih berlanjut.

rumah tinggal prajurit (rumah para samurai). Konsep itu pula sebelumnya telah diadopsi dalam perencanaan kota Naniwa pada tahun 645 (sekarang Osaka).mulai masa prasejarah. Jalan menjadi pemisah setiap zona. rumah toko (machiya). Pengaruh budaya. Sehingga tidak heran bahwa perencanaan kota Heian (Kyoto) merupakan replika yang lebih kecil dari desain kota Cangan. Besarnya kota banyaknya zona ditentukan dari sosial ekonomi dan politik dari pemerintahan pada masa tersebut. iklim dan alam sangat menentukan konsep arsitektur rumah awal Jepang. Pertumbuhan Kota-kota Awal Jepang Pertumbuhan kota-kota baru di Jepang dimulai sejak masa Nara. Masuknya Budha pada abad ke-6 telah 2 membuka hubungan perdagangan internasional yang erat dengan Asia khususnya Cina yang dikuasai oleh Dinasti Tang pada masa itu dan Kerajaan yang menguasai jalan sutra.1. Kota Heian lebih besar dari kota-kota awal Jepang saat itu. Tipologi Bangunan Vernakular Jepang Rumah Primitif Ciri-ciri dan karakteristik rumah Austronesia tampak pada rumah Jepang pada masa prasejarah. antara lain rumah primitif. Kesemuanya memiliki karakteristik desain tersendiri. sekolah dan rumah tempat minum teh. Perencanaan kota-kota tersebut umumnya menggunakan konsep grid. kota Kuni pada tahun 740. terdapat satu jalan raya utama menuju kompleks istana Kekaisaran yang memerintah pada masa itu dan membelah kota menjadi dua bagian disebut Kota sebelah kiri ( Sakyo) dan kota sebelah kanan ( Ukyo). dan kota Otsu. medieval (Nara) hingga periode Edo dalam arsitektur Jepang. Bentuk rumah tenda berdiri file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. ibukota Dinasti Tang. istana dan puri.2. kota Nagaoka.htm (6 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. bangunan religius: Kuil (Shinto dan Buddha). kota Fujiwara pada tahun 694 (sekarang sebelah selatan kota Nara). file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209.htm (8 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 . kota Heijo pada tahun 710 (Nara). Rumah kerabat atau bangsawan berada disekitar komplek istana. gedung teater kabuki.htm (7 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 B. sosial politik dan hukum. B. vila atau paviliun bangsawan. rumah tinggal petani (minka). Hubungan dagang tersebut telah membawa pengaruh pada ekonomi.

Pada saat itu rumah bukan lagi semata sebagai tempat berlindung dari panas dan hujan akan tetapi sudah menjadi penanda status sosial di dalam masyarakat. lantai ruang berada di atas tiang-tiang yang beralaskan batu. Konstruksi ketiga kuil ini menggambarkan konsep bangunan Austronesia. atap pelana.diatas tanah yang dilubangi (pit dwelling) merupakan perkembangan dari rumah gua. kemudian menjadi rumah panggung ( raised floor dwelling) dengan struktur kayu dan atap alang-alang. sejalan dengan perkembangan peradaban. Antara pertengahan abad ke-4 hingga abad ke-5 muncul satu sistem strata sosial yang disebut uji-kabane. terdapat gap yang lebar antara kaum petani yang maju dan kaum aristokrat. orang Cina datang bukan hanya membawa dan menyebarkan agama Budha. pit dwelling dengan dinding banyak didirikan. Kemungkingan sistem strata sosial ini dipengaruhi oleh Kerajaan Silla di semenanjung Korea. Kemudian. Pada masa itu. rumah panggung ( takayuka) yang pada sebelumnya hanya dibangun sebagai tipikal lumbung menjadi favorit. denah ruang persegi. Beberapa kuil Shinto yang megah telah dibangun baik di Ise. bangunan yang dinaikan. Kemudian agama Budha masuk dari Cina dan Korea. Semua perangkat dan peralatan yang digunakan mengalami perubahan dan kemajuan.htm (12 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Bangunan Religius Setelah Budha masuk ke daratan Jepang dari Cina dan Korea. Pit dwelling berevolusi menjadi pit dwelling dengan dinding.htm (11 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209.htm (9 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Pada masa Kofun. Pengaruh teknik bangunan kuil Budha sangat besar pada perkembangan kuil Shinto. Izumo dan Sumiyoshi. Pada saat yang bersamaan waktu itu pengaruh Budha datang dari Cina dan Korea. telah mengakibatkan terjadinya evolusi pada bentuk dan konsep rumah. pengaruh arsitektur Budha dari Cina sangat besar. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. akan tetapi pada masa itu kepercayaan lokal ( Shinto) yang disimbolkan dengan Amaraterasu o-mikami (dewa Matahari) telah mengakar dan menjadi simbol pemerintahan pada masa itu. Pada masa Jomon. Kemudian pada masa Yayoi dan Kofun. simbol menyilang seperti tanduk kuda di ujung atap.htm (10 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. akan tetapi . file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209.

Lokasi kuil yang dianggap baik yaitu di atas lahan berbukit dekat dengan hutan. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Hoto menerapkan heaven dome dari simbol Budha pada atap pagoda kemudian digabungkan dengan pent-roof (mokoshi) pada keempat sisinya.htm (14 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Setelah selesai pembangunan kuil Horyu-ji kemudian disambung dengan pembangunan kuil Todai-ji di sebelah Timur dari kuil Horyu-ji. bagian sambungan balok atas menggunakan teknik bracket yang merupakan teknik konstruksi khas kuil Budha di Cina. Penekanan pada hiasan patung dan eklektisme pada kuil Budha terus berlangsung hingga pertengahan abad ke-14. Material bangunan yang digunakan seperti halnya di Cina. Nara pada tahun 745 yang memiliki dua buah pagoda tujuh tingkat didalamnya terdapat patung Budha raksasa.htm (13 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Pada abad ke-13 muncul konsep arsitektur kuil Zen-Budhisme. Awalnya bangunan ini adalah vila bangsawan. Berikutnya. Jumlah Pagoda hanya satu dan berada di tengah kompleks kuil. Pembangunan kuil ini memakan waktu sekitar 8 tahun dan selama itu pula telah terjadi transfer teknologi arsitektur Budha antara para tukang dari Cina yang datang khusus mendirikan bangunan tersebut dengan tukang Jepang sendiri. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. di dekat Nara. Kuil ini merepresentasikan puncak dari kuil budha dengan arsitektur Jepang yang kemudian dikenal dengan Fujiwara Style dengan penerapan konsep Pagoda yang baru berbeda dari yang sebelumnya. Konsep denah kuil Jepang melekat pada konsep simetris pada kuil Cina.htm (15 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Rumah Rakyat Biasa . Hingga sekarang ini kuil budha memiliki berbagai macam langgam namun konse pagoda bertingkat mulai ditinggalkan. dengan konsep sambungan balok dan tiang menggunakan pasak dan tekan. danau kemudian penataan tata ruang luar yang menunjang bagi proses meditasi. kemudian berubah menjadi kuil. dekat Kyoto. Kuil Budha pertama yang dibangun abad ke-7 yaitu kompleks kuil Horyu-ji. Konsep Pagoda bertingkat 5 yang biasanya terdapat pada kuil Budha dari Cina diadopsi pada kuil ini. prototipe kuil Shinto diabadikan sebagai konsep awal kuil Shinto yang sederhana. kuil Budha ini terbuat keseluruhan dari kayu. kuil Budha yang menerapkan konsep arsitektur Jepang berkembang pada masa Heian. disebut dengan hoto. Kuil Budha terkenal pada itu dan mewakili kuil Budha berarsitektur Jepang yaitu Phoenix Hall di Uji.juga membawa atribut yang berhubungan dengan tempat peribadatan agama Budha.

Pembentukan kota-kota awal Jepang merupakan titik awal perdagangan internasional pada masa itu dengan Asia khususnya Cina. Bunto. suasana interior dapat dilihat pada gambar berikut ini. Dalam perencanaan kota Fujiwara. Sasu. Jika ditinjau dari . file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. bagian depan untuk berdagang dan bagian belakang untuk tinggal. Biasanya rumah tersebut tidak lebar. konsep perdagangan dan politik yang membentuk pertumbuhan kotakota baru.htm (17 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Selain machiya. Machiya adalah sebuah konsep rumah perkotaan/toko (townhouse) yang mulai berkembang sejak masa Heian sejalan perkembangan perekonomian. Takabei. Dari perkembangan kota tersebut muncul satu tipe bangunan komersial yang disebut dengan Machiya (lebih mirip artinya dengan rumah toko di Indonesia). Terdapat banyak tipe minka yang tersebar di seluruh wilayah Jepang seperti tipe Odachi. Kudo dan lain sebagainya.( Machiya dan Minka) file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Penekanan perekoknomian pada pertanian sejak masa medieval hingga awal modern telah menyebabkan tumbuh suburnya tipe rumah petani. Minka ini bukan hanya sebagai rumah petani. Heijo dan Heian terdapat dua lokasi pasar yang menjadikan titik tersebut lokasi komersial dari kotakota yang direncanakan.htm (16 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Perkembangan perdagangan mulai tampak pada masa Heian. tetapi termasuk juga rumah para pedagang-pedagang kaya. Gassho. rumah untuk rakyat biasa (commoners house) yang mengalami pertumbuhan pesat pada masa Edo yaitu minka.

semua tipe minka menggunakan struktur kayu. dapur dan kandang ternak. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. terdapat tokonoma: sebuah yang ditinggikan lantainya.htm (20 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 sekarang ini masih berdiri adalah puri Himeji. tempat hiasan lukisan dan rangkaian bunga (ikebana). Secara garis besar tatanan ruang dalam minka dibagi atas tiga bagian yaitu Doma. bentuk L ( magariya) dan Ch•mon (U-shape). sebelah barat Tokyo. Kuil yang terbesar dan termegah dibangun tahun 1609 hingga file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Pada saat itu (medieval era) di Jepang juga disebut dengan era perang.material dan teknologi bangunan. Biasanya didalam ruang tamu diberi alas tikar yang disebut tatami.htm (18 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Ditinjau dari segi bentuk dan ruangnya maka terdapat beberapa bentuk yaitu persegi (sugoya). file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209.htm (19 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Puri dan Kota Puri ( Castel and Casteltown) Konsep kota Puri (casteltown) dimulai sejak masa shogun Momoyama. dan zashiki adalah ruang tamu (guest room). Struktur bangunan bergantung kepda tipe bangunan dan atap. terdapat tiga bentuk dasar atap yaitu atap pelana atau kampung dengan sopi-sopi ( kirizuma/gable roof). atap limasan ( yosemune/hip roof). Atap pelana atau kampung merupakan atap yang banyak digunakan dalam rumah petani. Hampir setiap wilayah ibukota pemerintahan Shogun memiliki puri dengan desain dan ukuran sesuai dengan kedudukan penguasa pada saat tersebut. Bangunan puri ( donjon) dan kota puri ini dibangun sebagai benteng pertahanan atas serangan musuh. Ima (hiroma/ itanoma) adalah ruang keluarga (living room). dengan dinding dari plesteran tanah liat. kayu dan bambu. Berdasarkan bentuk atap. Doma adalah ruang dengan lantai tanah. ima dan zashiki. ruang kerja. digunakan sebagai entrance. yang sering juga disebut dengan Genji dan Heike. terletak di Hyogo Prefecture. Kuil Maruoka dan Matsumoto menjadi kuil pertama yang dibangun pada akhir abad ke-16. Peperangan terjadi pada dasarnya terjadi antara dua kubu militer kuat Jepang masa itu : Minamoto dan Taira. atapnya dari jerami dan alang-alang serta genteng. Penggunaan senjata api yang diperkenalkan oleh Portugis pada masa sebelumnya telah membawa wilayah Jepang kepada masa peperangan yang hebat. Puri ini . gabungan atap pelana dan limasan (irimoya/hipped and gabled roof).

puri barat laut.htm (21 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Rumah Minum teh Pembangunan rumah atau tempat minum teh dimulai sejak masa Kamakura dan mulai menjadi tradisi sejak masa Muromachi. Keempat puri ini dihubungkan oleh koridor ( watariyagura) dan dikelilingi oleh pagar tembok tinggi. terdapat ruang pengintai yang digunakan untuk melakukan serangan. terdiri dari 5 tingkat dan 6 lantai (satu lantai dibangun dalam pondasi batu yang tingginya 15 meter). Jalan masuk dari gerbang hingga ke puri utama dibuat membingungkan dan menjebak sehingga tidak mudah bagi musuh untuk masuk ke dalamnya. bukan dirancang untuk didiami dalam jangka waktu yang lama. yang mudah terbakar sehingga menjadi kelemahan ketika perang berlangsung. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. rasanya teh yang segar dan hangat dapat menghilangkan file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. kolega sambil menikmati seni rancangan taman disekitarnya dan interior bangunan untuk menyegarkan pikiran tas kegiatan rutinitas yang membosankan. Puri ini dirancang sebagai tempat tinggal temporer selama pengepungan oleh musuh. tiang ini disebut dengan tiang kehidupan. dari puri dapat dilihat pemandangan kota Himeji. Akan tetapi pondasi bangunan yang tinggi dan terbuat dari batu menyulitkan bagi musuh naik keatas.htm (22 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 . kerabat. Upacara minum teh di dalam cangkir tak bertangkai kecil memiliki seni dan aturan yang khas. Secara keseluruhan struktur bangunan puri terdiri dari konstruksi kayu. dan puri Timur. Ada tiga bangunan puri di sekitar puri utama ini yang dinamakan puri barat. Pada dasarnya terdiri bangunan bertumpu pada dua tiang utama yang besar menerus hingga ke bagian atas bangunan. Lokasi puri ini berada di are perbukitan. Pagar tembok dikelilingi oleh parit/selokan yang cukup dalam dan lebar. Kemudian dalam perkembangannya tujuan dari pendirian rumah minum teh ini adalah untuk menjamu dan mengisi waktu bersama teman. Pada lantai atas.memiliki tinggi 45 meter. Pada awalnya upacara teh ini ditujukan untuk menjamu orang-orang yang dekat dengan shogun yang berkuasa pada masa itu sambil santai dan menikmati seni porselin Cina. sebagai pertahanan pertama terhadap serangan musuh. Tipikal tata ruang luar ini juga diterapkan oleh puri-puri lain. Atap bangunan bertingkat dan menunjukkan kestabilan struktur bangunan.

bambu. ruang duduk untuk minum teh. tipe Soan. Terkadang rumah teh berdekatan dengan rumah induk. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. dinding tanah liat. Tipe ini memiliki hiasan pada interior baik pada tokonoma yang disebut dengan murodoko. sebelah timur Kyoto (Jepang tengah). juga menentukan tebal tiang kayu. istana dan lain sebagainya. Tipe Yuin merupakan rancangan rumah tea yang banyak terdapat di Kyoto berikut dengan tipe Konnichian yang sering terdapat bersama-sama dengan tipe Yuin. anyaman jerami. tipe Kebun (Tipe Fushin’an dan Zangetsutei). Desain rancangan rumah minum teh bervariasi di seluruh wilayah Jepang dan menekankan pada material alami seperti kayu. Standar ukuran rumah yang disebut dengan satu modul yaitu satu ken atau 6.htm (23 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 C. para tukang menemukan satu sistem ukuran dan proporsi yang diterapkan untuk seluruh tipe bangunan mulai dari kuil. Dari semua tipe tersebut dapat dilihat bahwa tata ruang rumah minum teh adalah sederhana. pada prinsipnya terdiri dari dua ruang. Sistem Ukuran dan Proporsi Pada akhir abad pertengahan.kepenatan setelah selesai bekerja. Ukuran besar ruang minum teh juga bervariasi mulai dari dua tatami hingga empat setengah tatami. akan tetapi ada juga yang lebih dari empat setengah tatami tergantung kebutuhan dan status sosial pemilik. pagoda. tipe ini terdapat di tengah kota Kyoto Tipe Taian adalah tipe yang terdapat di kota yamasaki sebelah selatan Kyoto. rumah. gerbang. tapi ada juga yang terisolasi. misalnya tipe Fuhin’an dan Zangetsutei. Sistem tersebut dinamakan Kiwari yang berarti pembagian kayu.5 . dan ruang pantri atau ruang untuk menyediakan teh atau ruang mencuci peralatan. sebelah selatan Jepang. Ruang duduk biasanya beralas tikar atau tatami sedangkan ruang persiapan dan cuci berlantai papan kayu. Tipe Joan banyak diterapkan di Inuyama. tipe Konnichian. Seringkali terdapat tungku ditengah-tengah ruang duduk yang berfungsi untuk menghangatkan teh dan orang yang duduk didalamnya dari cuaca dingin di luar bangunan. Selain untuk menentukan panjang kayu untuk ruangan. Ada beberapa tipe rumah minum teh seperti tipe Taian. Tipe rumah teh dengan ukuran dua tatami banyak terdapat di kepulauan Rikyu. tipe rumah teh ini seringkali digunakan untuk beristirahat melepaskan kepenatan dan kelelahan setelah bekerja.

Cina dan India. m2.303 m. Kemudian akhirakhir ini digunakan satu standar ukuran yang dinamakan tsubo yang sama besarnya dengan 6 feet square atau 3. Sistem ukuran ini masih berlangsung hingga sekarang ini.7 cm. standar ukuran syaku mengalami perubahan. konsep tatami ini masih digunakan untuk menentukan besaran dan bentuk ruang walaupun merupakan bangunan dengan langgam barat (western style). Hingga saat ini.. Sudut tiang kayu dipotong 450.htm (25 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM . Berbagai macam model dan konfigurasi tatami menentukan bentuk ruang. untuk ukuran ruang telah digunakan konsep tatami. Terdapat perbedaan dan persamaan di antara arsitektur tersebut dimana kebudayaan yang lebih dahulu di daerah tertentu mempengaruhi kebudayaan di daerah lain. Akan tetapi. Penyebaran abama menjadi satu jalan untuk menyebarkan keilmuan baik dalam bidang kebudayaan. politik.818 m). dan banyak diterapkan pada pembuatan industri di Jepang. Pada file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. dan arsitektur.htm (24 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 saat itu satu syaku sama dengan 6 ken (1 syaku sama dengan 0. PENUTUP Pemikiran dan konsep arsitektur Timur bisa diwakili dari melihat konsep arsitektur di Nusantara. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. sejak masa Edo hingga saat ini.syaku sama dengan 197 cm dan tebal kolom adalah 1/10 dari ken atau 19.3. dan 1 ken sama dengan 1. sejak masa heian. Dalam perkembangannya. Satu contoh .

Struktur Candi 11 2. 2. Strata sosial memberikan pengaruh dalam perletakan rumah dan desa. Pemikiran ketiga hal tersebut tidak kuat muncul dalam arsitektur Barat.seperti evolusi stupa dari India hingga pagoda di Cina dan Jepang.6.htm (2 of 2)5/8/2007 3:33:05 PM Kopendium Arsitektur Nusantara. 2. Berbagai macam elemen dan hiasan pada bangunan candi 2.2. 2.9. Kecenderungan akan pemikiran rasio sangat terlihat sehingga menjadi salah satu perbedaan yang mencolok dibandingkan dengan arsitektur timur.htm (1 of 3)5/8/2007 3:33:04 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%2010.4.htm file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/coverbukuajar.3.8.htm (1 of 2)5/8/2007 3:33:05 PM file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/coverbukuajar.7.htm file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/coverbukuajar. Indonesia dan Jaringan Asia 4 2. China dan Jepang D aftar Gambar hal. 2. Teknik Konstruksi Dinding Berdaun Ganda 14 Tata Urutan Pembangunan Candi 15 Sebaran Arsitektur Klasik Indonesia 11 Candi-candi di Jawa Tengah Utara 17 Candi di Jawa Tengah Selatan 17 Candi Panataran di Blitar 18 Candi Jago (Wisnuwardhana) 18 . 2. 2 10 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%2010.1. Gambar Gambar Gambar 13 Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 1. lingkungan dan alam sekitar dari masyarakat yang mendiami wilayah tersebut. kemudian di Indonesia menjadi meru yang meyimbolkan kepada bangunan sakral untuk pencipta. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%2010.5. India.htm (2 of 3)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Pemikiran atas pembagian ruang sakral dan profan menjadi ciri dalam konsep rumah dan tata ruang kota timur.htm (3 of 3)5/8/2007 3:33:04 PM file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/coverbukuajar. Seringkali simbol status dan kedudukan penghuni rumah diungkapkan dalam ornamen yang menghiasi bangunan. 2. Perletakannya tergantung dari agama. tradisi.1.

6. Padang Lawas.2. Mesjid yang mendapat pengaruh arsitektur candi dan arsitektur vernakular 29 Gambar 3.2. Istana Maimoon Kesultanan Deli.7. Pelabuhan di lingkungan Banda Aceh 26 Gambar 3. Nias Selatan 42 Gambar 4.Gambar 2. Tata ruang rumah Kalimantan 45 Gambar 4. Siatuasi Pelabuhan Batavia 54 Gambar 5.5. Perkampungan dengan pola Linear 43 Gambar 4.8.6. China dan Jepang Gambar 4.9. Mesjid yang mendapatkan pengaruh India (arsitektur Moghul) 30 Gambar 3.10. Kota-kota Kolonial di Indonesia 54 Gambar 5. berdasarkan Willem Lodewiyckz 55 Gambar 5. Candi Biaro Bahal 1.4.13. Candi Jabung. Semarang 57 . Istana Pagaruyung Sumatera Barat 33 Gambar 3. Penopang batang silang pada rumah Nias Utara dan Selatan 47 Gambar 4.10. Bangunan Kolonial Bergaya neo-Klasik 57 Gambar 5.4. India.9. Ritual permulaan pendirian rumah Melayu 48 Gambar 4. Pembagian jagat kecil pada rumah Batak Toba 51 Gambar 5. Bekas Istana Ternate (awal abad ke-18) 34 Gambar 4. Sebaran Lokasi arsitektur vernakular Indonesia 41 Gambar 4.4.5.1. Lokasi Persebaran Austronesia 35 Gambar 4.15. Teknik konstruksi rumah vernakular Indonesia 46 Gambar 4.10.htm (1 of 4)5/8/2007 3:33:05 PM Kopendium Arsitektur Nusantara.11.3. Bentuk dan ragam hias batu nisan kuno 27 Gambar 3. Sumatera 20 Gambar 2. Kompleks Keraton Yogyakarta 33 Gambar 3.5. Pembagian ruang pada rumah Batak Toba dan Jawa 44 Gambar 4. Persebaran Kota-Kota Islam Awal di Nusantara 24 Gambar 3. ArsitekturVernakular Indonesia yang menggunakan tanduk kuda dan atap pelana 38 Gambar 4.16.1. Rumah Pedalaman gaya Hindia Belanda di pemukiman Arab.3.6. sekarang kantor Arsip Nasional 56 Gambar 5. Pola Perkampungan di Bawomataluo. Jawa Timur 19 Gambar 2.12.12. Medan 34 Gambar 3. Kediaman Reine de Klerk di Batavia.2.11. Raga-raga pada rumah Batak Toba 49 Gambar 4.3.8.1. Pemasangan piringan kayu besar menjadi ciri khas konstruksi lumbung Indonesia berasal dari Austronesia 47 Gambar 4. Mesjid yangmendapat pengaruh arsitektur kolonial (modern Eropa) 30 Gambar 3. Ibukota Kerajaan Banten abad ke-16.4.7. Proses Pendirian Tiang dan Balok pada rumah Batak Toba 46 Gambar 4. Tipe Arsitektur Vernakular Indonesia 40 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/daftar%20gambar. Kosmologi rumah toraja sebagai jagad kecil 50 Gambar 4. Candi Pada Masa Klasik Akhir 21 Gambar 3.

H. Tugu Park Hotel. dan D.9. S. Algemeene Maatschappij voor Levensverzekering en Lijfrente (Perusahaan Umum untuk Asuransi Jiwa dan Cagak Hidup). Tugu Monumen Nasional (MONAS).9.Gerber.6.1.1. Mandala dan Vastuphursamandala 79 Gambar 7. Beberapa karya arsitektur Thomas Karsten 60 Gambar 5.Gambar 5.4.5. Tugu Prasasti Maurya. Kantor Pusat Perusahaan Jawatan Kereta Api Hindia Belanda. Peta Wilayah India sejak 1780-1905 75 Gambar 7. Ajanta.8.5 M) 84 Gambar 7. B. Hendrasto 73 Gambar 7. Beberapa bangunan karya arsitek Henri Maclaine Pont 61 Gambar 5. Nilakanta 81 Gambar 7.2.10.P.1909 63 Gambar 5. Situs Kompleks Mahastupa Sanchi 86 Gambar 7. Masjid Istiqlal karya F.5.8. Gopura bagian dalam kuil Rajarajeshvara di Tanjavur 83 Gambar 7. Gedung Bank Indonesia. India.15.Silaban Jakarta 69 Gambar 6.7. Kantor Gubernur Pemerintah Hindia Belanda di Surabaya dirancang arsitek W.11. Gedung Sate. China dan Jepang Gambar 6. Garbha griha. arsitek P.J.11. Silaban 66 Gambar 6.Lemei 59 Gambar 5.Hendropurnomo.Sutanto.2.10.12. Persebaran Wilayah Kerajaan Hindu di India abad ke-5 sampai dengan abad ke-13 78 Gambar 7. 1902-1907 65 Gambar 5. Kompas dari filosofi Feng Shui 94 .Mooijen 64 Gambar 5. Kampus STEKPI Jakarta.3. bagian dari kebijakan kerajaaan Ashoka 85 Gambar 7. Kantor Rektorat UI Depok Jakarta 72 Gambar 6.1. Mandapa pada kuil Mahabalipuram 81 Gambar 7. Jakarta 68 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/daftar%20gambar. Peta Wilayah Cina 91 Gambar 8. Surabaya. Berlage 1900 66 Gambar 5.4.2.15.13. Beberapa rancangan bangunan karya C. Berbagai macam tipikal Chaitya dari persebarannya di seluruh India 89 Gambar 7.A. salah satu lokasi chaitya 88 Gambar 7.P. karya trio arsitek DCM.3. karya J. Pemandangan kompleks kuil Tiruvarur dengan beberapa lapis gopura 82 Gambar 7. Kantor Pusat Bank Jawa. Persebaran Tinggalan Sejarah pada masa awal Budha (abad ke-4 SM .14. Semarang. inti dari sebuah kuil Hindu dalam Vimana 80 Gambar 7.7. 1920 66 Gambar 6. Batavia.htm (2 of 4)5/8/2007 3:33:05 PM Kopendium Arsitektur Nusantara. Mandapa pada Kuil Sunak. arsitek Hulswit Fermont dan Cuypers.13. Wolf Schoemaker 62 Gambar 5.12. Berbagai macam Tipikal Vihara (monasteries) 90 Gambar 8. karya arsitek F. Struktur dan konsep arsitektur stupa 87 Gambar 7.6. Gedung Lingkaran Seni Hindia-Belanda (1914). karya grup arsitek Atelier 6 72 Gambar 6.14.

Tatami sabagai konsep ukuran dan bentuk ruang 127 Gambar 10.5. Kronologi Perkembangan Arsitektur Jepang mulai masa prasejarah hingga modern 111 Gambar 9. Kota-kota Awal Jepang pada abad pertengahan 112 Gambar 9.13.3. Kompleks Kuil Budha Horyu-ji di Nara dengan satu pagoda 118 Gambar 9. Tipikal bangunan kuil Shinto 116 Gambar 9. Tipe rumah siheyuan yang tedapat di wilayah Cina utara 102 8.4. China dan Jepang Gambar 9.7. Berbagai macam variasi tipe rumah/tempat minum teh 126 Gambar 9. Tipe rumah semitroglodytic 104 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/daftar%20gambar. India. sekarang Kyoto 113 Gambar 9.7. Situs Kota Terlarang Cina 97 8.9.htm (3 of 4)5/8/2007 3:33:05 PM Kopendium Arsitektur Nusantara. Kata Pengantar i Daftar Isi ii Daftar Gambar v . Bangunan primitive Jepang dan evolusinya 115 Gambar 9.Gambar Gambar Gambar Gambar 99 Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 8.13. Gerbang sebagai symbol sosial masyarakat yang berdiam 98 8. Atap meru Indonesia 129 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/daftar%20gambar. Berbagai macam variasi tipe rakyat biasa ( minka) 122 Gambar 9. Diagram dari landscape elemen topografi yang baik 95 8.10.9. Beberapa tipe pagoda dan spesifikasi material bangunannya 8.3.1. Berbagai macam tipe puri digunakan sebagai benteng pertahanan dalam masa peperangan mulai Kamakura hingga Edo 124 Gambar 9.12.10.2. Denah dan Ekterior Pit Dwelling Yayoi 114 Gambar 9.6.8.11.1. Peta wilayah Jepang 107 Gambar 9. India.15.4.htm (4 of 4)5/8/2007 3:33:05 PM Kopendium Arsitektur Nusantara. Tipikal Rumah Perkotaan (Machiya) 120 Gambar 9. Konsep Perancangan Ibukota Heian. Desa gua di Loess region 103 8. China dan Jepang D aftar Isi Hal.2.5. Pembagian tipe rumah berdasarkan wilayah 100 8.12.8. Bentuk dan dimensi ruang dari rumah gua 103 8.6. Tata ruang rumah tipe siheyuan 101 8.14. Teknik konstruksi bangunan pagoda dan kuil Budha 119 Gambar 9. Evolusi Stupa ke Pagoda dan Meru 128 Gambar 10. Kuil Budha yang mendapat pengaruh Arsitektur Budha dari Cina 119 Gambar 9.

1. Upacara ritual Pendirian Bangunan 48 5 Arsitektur kolonial indonesia A.1.4.Pembentukan Kota-kota kolonial di Indonesia 53 C. Bagian dan Konsep Arsitektural Candi 11 B. Rumah dan Tantanan Ruang 44 B. Pola Perkampungan 41 B. India.2. Fungsi 10 B.2.1.Tipe Arsitektur Vernakular Indonesia: Keberagaman dan Kesamaannya 39 B.Istana Kerajaan Islam 32 4 Arsitektur VERNAKULAR INDONESIA 35 ASejarah Perkembangan Arsitektur Vernakular Indonesia 35 A.Sejaah Perkembangan Arsitektur Indonesia 5 2 Arsitektur INDONESIA PADA ERA Hindu dan Buddha 8 A.Kerajaan Hindu dan Budha di Nusantara 8 B. Teknologi Bangunan : Bahan Bangunan dan Teknik Konstruksi 45 B.1. Pembagian kelompok arsitektur candi 15 3 Arsitektur INDONESIA pADa masa perkembangan ISLAM 22 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Daftar%20isi-fix.Masjid sebagai Tempat Suci 28 C. Tatanan .4.2. Perkembangan Arsitektur Kolonial Indonesia 55 C.2.Sejarah Kolonialisasi di Indonesia 52 B. Hubungan Austronesia dan Indonesia 35 A.3.Pertumbuhan Kota-Kota Islam Awal 23 C.Arsitektur Candi 10 B.Makam dan Pekuburan Orang Islam 26 D. Sejarah Singkat Nusantara 1 A.3. Keragaman Budaya 3 B. Pengertian Arsitektur Vernakular 38 B.2. Geografi Dan Lingkungan 3 A. Tatanan.htm (1 of 4)5/8/2007 3:33:06 PM Kopendium Arsitektur Nusantara.Kerajaan Islam di Nusantara 22 B.1. Bagian dan Konsep Arsitektural Mesjid 31 E.Arsitektur Warisan Belanda 67 .2.1.3.Arsitektur Kolonial Indonesia 55 C. Kronologis perkembangan arsitektur masjid 28 C. China dan Jepang A. Teknik Konstruksi dan Pembangunan Candi 13 B.Daftar Tabel viii 1 SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR INDONESIA 1 A. Arsitek dan biro arsitek yang berkarya di Indonesia 59 6 Arsitektur INDONESIA pasca kemerdekaan) A.Nusantara dan Jaringan Asia 3 C.Sejarah Nusantara 1 A.

China dan Jepang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Daftar%20isi-fix. Sejarah Perkembangan Arsitektur Cina 93 B. Garbha griha 79 B. India. 19 Tabel 8.Arsitektur Hindu 76 B.1.1.Arsitektur Budha 84 C.4.2.Sejarah Perkembangan Budaya dan Pemerintahan di Jepang 107 B.Kronologi Sejarah Perkembangan Arsitektur 110 B.3. Tipologi Bangunan Vernakular Jepang 113 C. Table 2.2.2. Gerbang Piramid ‘ Gopura’ 82 B.Sejarah Perkembangan Arsitektur India 74 B.Sistem sosial budaya Cina 93 C. Konsep dan Filosofi Arsitektur Cina 93 B. China dan Jepang 7 sejarah perkembangan dan konsep arsitektur india A. India.1. Pelataran depan atau Mandapa 80 B. Tipologi Arsitektur Cina 98 9 sejarah perkembangan dan konsep arsitektur JEPANG A.3.1. Pertumbuhan Kota-kota Awal Jepang 111 B. Chaitya Griha 88 C. Tinggalan Sejarah Kerajaan-kerajaan selama era Hindu Budha 9 Tabel 2.1.htm (2 of 4)5/8/2007 3:33:06 PM Kopendium Arsitektur Nusantara.htm (3 of 4)5/8/2007 3:33:06 PM Kopendium Arsitektur Nusantara. Stupa 87 C.1.Sistem Ukuran dan Proporsi 126 10 PENUTUP 128 Kepustakaan dan Sumber Gambar 130 CATATAN 133 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Daftar%20isi-fix.B. Perbedaan bentuk dan langgam candi Jawa tengah dan Jawa Timur.2.Vihara (Monasteries) 90 8 sejarah perkembangan dan konsep arsitektur china A. India. Tata Urutan Dinasti di Cina dan Karakteristik Sejarahnya 92 Tabel 9. China dan Jepang D aftar Tabel hal. Kronologi Perkembangan Sejarah dan Pemerintahan di Jepang 106 . Hall Berpilar atau Choultri 83 C.Kronologis Perkembangan Arsitektur Modern Indonesia 67 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Daftar%20isi-fix.2.1.htm (4 of 4)5/8/2007 3:33:06 PM Kopendium Arsitektur Nusantara. Sejarah Perkembangan Budaya dan Dinasti di China B.

Medan. Buku ini menggambarkan secara singkat dan padat tentang sejarah perkembangan arsitektur di India. buku ajar ini berisi dua bagian. pertama yaitu perkembangan sejarah arsitektur Indonesia. tentu banyak terdapat kekurangan pada buku ajar ini sehingga kami sebagai penulis dengan segala kerendahan hati mengharapkan kesediaan reviewer dan pembaca memberikan kritikan dan saran bagi perbaikan buku ajar ini di masa yang akan datang. karena berkat Karunia-Nyalah buku ajar ini dapat tersusun. Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara. harapan kami agar buku ini dapat mencapai sasaran dan dimanfaatkan secara optimal. Desember 2006 Penulis. dan kedua. Mengingat waktu pengerjaan yang singkat sekitar 6 (enam) minggu. rekan-rekan di departemen Arsitektur.file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/daftar%20tabel.htm5/8/2007 3:33:06 PM Kata Pengantar K ata Pengantar Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. jajaran pimpinan Universitas Sumatra Utara. . China dan Jepang khususnya arsitektur vernakular di ketiga negara tersebut. sejarah perkembangan atsitektur di Asia khususnya di India. Secara garis besar. China dan Jepang. serta pembaca kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga. Buku ini ditujukan sebagai salah satu bahan ajar untuk mata kuliah untuk mata kuliah Sejarah Teori Arsitektur 03. Untuk itu kepada pengelola program pengembangan E-learning. Buku ajar ini disusun merupakan salah satu hasil pengembangan program E-learning yang sedang dilakukan di Universitas Sumatera Utara yang dimaksudkan untuk peningkatan proses belajar mengajar yang dpat diakses dimana saja dan kapan saja. Departemen Arsitektur. Selain itu buku ini juga ditujukan untuk mengisi keterbatasan pustaka yang sangat diperlukan oleh mahasiswa dalam mempelajari sejarah perkembangan arsitektur di tanah air.

Yogyakarta. 2000. Van Nostrand Reinhold. Jatidiri Arsitektur Indonesia. 1990. Dover Publication. M. Hiroshi Watanabe trans. Tradition in Architecture. 1980. Berkeley. Robert.Eng. Fletcher. London. and Change. Fergusson. London. ST. Parmono. John Murray – Albemarble Street. Asia’s Old Dwelling. Oxford University .Bambang dkk (ed). Tradition. Jean-Paul (ed. New York. Athlone Press. Gadjah Mada University Press. 1975. Kenneth et al. Resilience. Coomaraswamy. Handbook of Architecture. Matsuo. Traditional Dwellings and Settlements Working Paper Series. Alumni. 1997. Nezar/Bourdier. Barry & Gillow. Jakarta. Budihardjo. Dawson. 1965. Zurich.) 1989. Thames and Hudson. New Azian Library. 1994. Kompendium Sejarah: Seni Bina Timur. Dora et al. Atmadi.Isnen Fitri. A History of Architecture. NIP. New York. Zulkifli. Eryudhawan.Institut Gaudenz/ETH. Sir Banister. 1990. Cribb. . (1985). 132 206 819 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Kata%20Pengantar. Oxford University Press. Historical Atlas of Indonesia. Eko. Crouch. London. New York. John Weatherhill Inc. 1859. G. USM Press. Bandung. Tektonik im Primitiven Dachbau (Tectonics in Primitive Roof Construction ). P. Space in Japanese Architecture.Pinang. Japanese Building Practice. Inoue. P. Curzon press. Arsitektur Candi Indoensia. Ronald. John. The Traditional Architecture of Indonesia. Hanafi. ca 40 vols.. 1985. James. G. Frampton. From Ancient Times to the Meiji Period. Ananda K. PT Subur. 2001. 1991. New York. History of Indian and Indonesian Art.. Inc. 2003. Domenig.htm5/8/2007 3:33:06 PM KEPUSTAKAAN DAN SUMBER GAMBAR KEPUSTAKAAN DAN SUMBER GAMBAR AlSayyad. Karya Arsitektur Muda Indonesia. Knapp.

John (ed). New York. 1996. Tokyo. Indonesian Heritage. . Dwellings. House form and Culture. Jakarta. The structure of the Toba-Batak belief in the High God. Archipelago Press . Knapp. Josef (1988). Jakarta. Cambridge University Press. Nusa Jawa: Silang Budaya. Warisan Kerajaan-kerajaan Konsentris. Surabaya: Penerbit CV. Nishi Kazuo et al. Lombard Denys. Oliver. Resilience. L. Japanese Homes and Their Surroundings. Prijotomo. O. 1986. The vernacular House world wide.2 : Sejarah awal . Oxford University Press. Lobu Tua Sejarah Awal Barus. London.. Hongkong. Y. 2002. Mangunwijaya. 1969. Buku 2. Penerbit Gramedia. 1985. and Change. Hongkong. Encyclopedia of Vernacular Architecture of the world.. Jakarta. 1992.htm (1 of 3)5/8/2007 3:33:06 PM KEPUSTAKAAN DAN SUMBER GAMBAR Pustaka Utama. Ardjun Rapoport. University of Texas Press. Academy Editions. Guillot. Phaidon Press Limited. G. Claude (ed). ________. Dover Publication Inc. 1964. Tradition. Nusa Jawa: Silang Budaya. Kodansha International Ltd. Singapura. 1997. Batas-batas Pembaratan. Tobing. Asia’s Old Dwelling.. 1993. Pasang Surut Arsitektur di Indonesia.Press. ________. Jakarta. vol. London. Jakarta. Architecture without architects. Austin. Ronald. 2003. Wastu Citra. Gramedia Pustaka Utama. Miksic. Yayasan Obor Indonesia. Gramedia file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20. 1993. United Kingdom. 1996. 1961.... Buku 3. volume 1. What is Japanese Architecture?. 1963. Morse. Paul (ed). South and South-East Celebes Institute for Culture. 2003. Bernard.xtbook/KEPUSTAKAAN%20DAN%20SUMBER %20GAMBAR. Rudofsky. ______________. ______________. The house across the world. Edward S. Dwellings. Nusa Jawa: Silang Budaya. London. Buku 1. Amos. . Gramedia Pustaka Utama. Jaringan Asia.B. Prentice Hall. 1996.

Waterson.2:Batak Karo. _________________. Candi : Fungsi dan Pengertiannya. Arsitektur Tradisional Sumatra Utara. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Yogyakarta. 1973. Malaysia: The Institut Masyarakat . Yayasan LPMB Tadgell. Roxane.6 : Arsitektur. 1987. Traditional Building of Indonesia.. Lim Jee. Singapore. 1999. Gadjah Mada University Press. Arsitektur Masjid dan Monumen Sejarah Muslim. ________. Early Mapping of Southeast Asia. Yogyakarta.Vol.. Jakarta. 1973. The Malay House Rediscovering Malaysia’s Indigenous Shelter System. Press. 1993. Archipelago Press . Uka. et al. 1993. UNESCO. Tjahyono. _________________.htm (2 of 3)5/8/2007 3:33:06 PM KEPUSTAKAAN DAN SUMBER GAMBAR Suáres. 1990. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Menara Kudus. Yuan. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. 1991. Bandung. Yogyakarta.Saleh. Phaidon Press Limited. Periplus Edition. Singapura. S. The History of Architecture in India. _________. Kudus. Soekmono. _________.R. Sumalyo. Singapore. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. 1978. vol. and. Kompendium Sejarah Arsitektur Indonesia. volume 2.P. Gunawan (ed). Pertumbuhan dan Perkembangan Kota-kota Muslim di Indonesia dari abad XIII hingga abad ke XVIII. 1986.. volume 3. Viaro. 1980. Kanisius. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20. M. Jendela Pustaka. 2000. Kanisius. Yogyakarta.G. Thomas. 1993. Urbanisme et architecture tradisionnels du sud de l’île de Nias. Kanisius..Rehoce (Regional Housing Centre).. Christopher.Alain. Oxford Univ. D. vol. Yulianto. Singapore.Vol. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. 2005. Indonesian Heritage. “ The Living House”. Yogyakarta. Arsitektur Kolonial Belanda. Napitupulu. 1973. 2000 . Tjandrasasmita. Sumintardja.Sergeant. volume 1.3:Batak Simalungun/Mandailing. Arsitektur Masjid Kuno. 1973.1:Batak Toba.xtbook/KEPUSTAKAAN%20DAN%20SUMBER %20GAMBAR. Gadjah Mada University Press.

1973. 2. Indonesian Heritage. 2005. Soekmono. Guillot. Jaargang 104. Singapura.xtbook/KEPUSTAKAAN%20DAN%20SUMBER %20GAMBAR. ibid Bab 3 1. hal. Archipelago Press . 5. Archipelago Press . hal 51-53. Kanisius. Archipelago Press . Periplus Edition. 1996. 1993. Singapura. Yogyakarta. Indonesian Heritage. Archipelago Press . 2. 88.6 : Architecture . 1993. 2. hal 14. Tjandrasasmita. 1993 6. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia.58. Miksic. 1993. Early Mapping of Southeast Asia.2 : Sejarah awal. John. Pertumbuhan dan Perkembangan Kota-kota Muslim di Indonesia dari abad XIII hingga abad ke XVIII. John. Jakarta. Bulettin Koninklijke Nederlandse Oudheidkundige Bond (KNOB). no. Nusa Jawa : Silang Budaya. Suáres.htm (3 of 3)5/8/2007 3:33:06 PM 1 Catatan Bab 1 1. vol. 168 7.122.2 : Sejarah awal. Singapura hal.. 6. hal.45 4. 1999. hal. Tjandrasasmita. vol. Gunawan (ed). Bab 2 1. 1993. lihat Domenig 1981 hal. AL Zutphen file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20. Claude. Lobu Tua. vol.2 : Sejarah awal. hal. Kanisius. hal. vol. 9 . Miksic. 2000. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. Yayasan Obor. Pertumbuhan dan Perkembangan Kota-kota Muslim di Indonesia dari abad XIII hingga abad ke XVIII. Singapore. Miksic. John. volume 3. 162 Bab 4 1. 1993. Walburg Grafische Diensten. Soekmono. ibid 3.. Thomas.. 147 3. volume 3. 2002. Sejarah Awal Barus. Indonesian Heritage. hal. Tjahyono. Indonesian Heritage.------------------. 88. Uka. Lombart. 1993 3. 2000. Uka. hal.K 43-48. Yogyakarta. hal. 1973. Singapura.

Suryono Herlambang dalam tulisannya pada buku AMI. 1969. Ir. 1. o. Bab 5 1. vol. Tjahyono. Penjelajahan 1990-1995. raga-raga adalah benda yang dikeramatkan dari daun-daunan diletakan dalam keranjang kemudian digantungkan ke struktur atap rumah.6 : Architecture . .htm (1 of 2)5/8/2007 3:33:07 PM 1 4. banyak manuscript yang ditulis dalam bahasa Veda menceritakan tentang benteng yang terbuat dari batu dan metal.p cit. Tobing (1963:p. Leon Krier 5.34-39): Bab 7 1.78). file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Note. hal. Handinoto dalam bukunya Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolonial Belanda di Surabaya) 2. 1964. Ir. Preentice Hall. Ir. Suku veda memiliki sejumlah kata-kata yang mengungkapkan berbagai jenis rumah termasuk chhardis (rumah dengan atap alang-alang). Bernard Rudofsky. 9 4. London. Handinoto dalam bukunya Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolonial Belanda di Surabaya) Bab 6. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Note. London 3.2. Rapoport.htm (2 of 2)5/8/2007 3:33:07 PM . harmyam (rumah dari batu dengan court yard pada tengah-tengah bangunan dan gotra (multi-dwelling complex dengan kandang untuk binatang). Singapura hal. Budaya dan arsitektur Veda memberi pengaruh yang besar dalam arsitektur India. Gunawan (ed). 1993. Archipelago Press . cit. Steve Mouzon 6. dirangkum dari Architecture without Architects. Raga-raga ini dipercayai sebagai spirit untuk mengusir roh jahat atau gangguan dari luar yang mengancam keselamatan rumah. op. Amos. Handinoto dalam bukunya Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolonial Belanda di Surabaya) 3. sekaligus merupakan generasi ketiga arsitek Indonesia?. Indonesian Heritage. Academy Editions. House form and Culture.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->