1

A. Sejarah Nusantara Ancangan Sejarah manapun

tidak

akan

mencapai

tujuannya

jika

tidak

memperhatikan faktor geografis.1
Berdasarkan latar belakang historis bahwa tata ”Nusantara” adalah sebuah kata majemuk yang diambil dari bahasa Jawa kuno. Kata ini terdiri dari kata-kata nusa yang berarti ‘pulau’ dan antara berarti ‘lain’. Istilah ini digunakan dalam konsep kenegaraan “Jawa” artinya daerah di luar pengaruh budaya Jawa. Dalam penggunaan bahasa modern, istilah nusantara biasanya meliputi daerah kepulauan Asia Tenggara atau wilayah Austronesia. Sehingga pada masa sekarang ini banyak orang menggunakan istilah geografis ini untuk menunjukkan sebagai satu kesatuan pulau di Nusantara termasuk wilayah-wilayah di Semenanjung Malaya (Malaysia, Singapura) dan Filipina bahkan beberapa negara di wilayah Indochina seperti Kamboja akan tetapi tidak termasuk wilayah Papua. Disisi lain, istilah geografis Nusantara saat ini sering diartikan sebagai Indonesia yang merupakan satu entitas politik. Fokus dari diskusi buku ajar ini adalah kepada istilah geografis Nusantara sebagai wilayah Indonesia pada masa sekarang ini. A.1. Sejarah Singkat Nusantara Wilayah Nusantara terletak pada persilangan jalan, antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, atau lebih khusus, Benua Asia dan Australia. Persilangan ini telah menjadikan wilayah Nusantara sebagai tempat persinggahan bagi pelayar dan pedagang terutama dari China ke India atau sebaliknya. Persinggahan para pelayar dan pedagang dari berbagai mancanegara telah menjadikan Nusantara sebagai tempat kehadiran semua kebudayaan besar didunia. Bukti-bukti penemuan artefakartefak seperti prasasti, uang logam dan gerabah memberikan informasi kehadiran bangsa-bangsa besar tersebut. Seperti prasasti berbahasa Tamil ditemukan di desa Lobu Tua pesisir Barat Sumatra (Barus)1, porselin dan gerabah Cina ditemukan di Palembang, nisan dan uang logam Arab ditemukan di Aceh. Dari penemuanpenemuan tersebut, para arkeolog dan sejarahwan menyusun kronologis sejarah Indonesia. Dapat dikatakan bahwa sekitar seribu tahun lamanya, dari abad ke-5 sampai ke-15, kebudayaan-kebudayaan India mempengaruhi Sumatra, Jawa dan Bali, dan Kalimantan bersamaan dengan dataran-dataran rendah yang luas di Semenanjung Indocina. Kebudayaan India ini awalnya pada penyebaran agama Hindu dan Buddha dan Islam di Indonesia. Di Jawa Tengah, candi Borobudur dan Prambanan adalah monumen yang sama nilainya dengan Angkor dan Pagan. Pada

abad ke-7 hingga ke-14, kerajaan Budha Sriwijaya berkembang pesat di Sumatra. Penjelajah Tiongkok I Ching mengunjungi ibukotanya Palembang sekitar tahun 670. Pada puncak kejayaannya, Sriwijaya menguasai daerah sejauh Jawa Barat dan Semenanjung Melayu. Pada abad ke-14 juga menjadi saksi bangkitnya sebuah kerajaan Hindu di Jawa Timur, Majapahit. Patih Majapahit antara tahun 1331 hingga 1364, Gajah Mada berhasil memperoleh kekuasaan atas wilayah yang kini sebagian besarnya adalah Indonesia beserta hampir seluruh Semenanjung Melayu. Warisan dari masa Gajah Mada termasuk kodifikasi hukum dalam kebudayaan Jawa, seperti yang terlihat dalam wiracarita Ramayana. Islam tiba di Indonesia sekitar abad ke-12, menggantikan Hindu sebagai kepercayaan utama pada akhir dekad ke-16 di Jawa dan

SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR NUSANTARA file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-1.htm (1 of 5)5/8/2007 3:32:52 PM SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR NUSANTARA Sumatra. Hanya Bali yang tetap mempertahankan mayoriti Hindu. Agama Islam ini dibawa oleh pedagang Arab dari Parsi dan Gujarat melalui pembauran. Kesultanan kecil Samudra Pasai disebelah utara Sumatra menjadi bandar yang ramai pada masa itu. Berdasarkan catatan Gastaldi (1548), seorang ahli kosmografi dan enjineer dari Italia, pelabuhan atau bandar kesultanan Samudra sebagai yang terbaik di pulau tersebut, dan melalui proses evolusi nama, istilah Sumatra dikenalkan pertama kali oleh orang Eropa Nicholò de’ Conti, sebelumnya Marcopolo menyebut dengan “Samara”, kemudian Friar dan Odoric menyebut dengan “Sumoltra”, Ibnu Battuta menyebut “Samudra”. kerajaan terpenting
2

Melalui evolusi yang sama, nama Borneo pada mulanya Kalimantan Barat.3Di kepulauan-kepulauan di timur,

adalah nama sebuah pelabuhan Brunei, yang pada masa itu merupakan nama di rohaniawan-rohaniawan Kristen dan Islam diketahui sudah aktif pada abad ke-16 dan 17, dan saat ini ada mayoritas yang besar dari kedua agama di kepulauan-kepulauan tersebut. Penyebaran Islam didorong hubungan perdagangan di luar Nusantara; umumnya pedagang dan ahli kerajaan lah yang pertama mengadopsi agama baru tersebut. Kerajaan penting termasuk Mataram di Jawa Tengah, dan Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore di Maluku di timur. Peradaban Eropa, hadir sejak abad ke-16, mula-mula dalam bentuk peradaban Iberia (Spanyol dan Portugis), kemudian Britania Raya, dan Belanda. Marcopolo menjadi

orang Eropa pertama yang bercerita tentang perjalanannya ke bandar-bandar pantai utara “Samara” pada tahun 1291. Mulai tahun 1602 Belanda secara perlahan-lahan menjadi penguasa wilayah Nusantara dengan memanfaatkan perpecahan di antara kerajaan-kerajaan kecil yang telah menggantikan Majapahit. Pada dekad ke-17 dan 18 Hindia-Belanda tidak dikuasai secara langsung oleh pemerintah Belanda namun oleh perusahaan dagang bernama Perusahaan Hindia Timur Belanda ( Verenigde Oostindische Compagnie atau VOC). VOC telah diberikan hak monopoli terhadap perdagangan dan aktivitas kolonial di wilayah tersebut oleh parlemen Belanda pada tahun 1602. Markasnya berada di Batavia, yang kini bernama Jakarta. VOC menjadi terlibat dalam politik internal Jawa pada masa itu dan bertempur dalam beberapa peperangan yang melibatkan pemimpin Mataram dan Banten. Setelah VOC jatuh bangkrut pada akhir dekad ke-18 dan setelah kekuasaan Britania yang pendek di bawah Thomas Stamford Raffles, pemerintah Belanda mengambil alih kepemilikan VOC pada tahun 1816. Pada 1901 pihak Belanda melancarkan Politik Etis ( Ethische Politiek), yang termasuk investasi yang lebih besar dalam pendidikan bagi orang-orang pribumi, dan sedikit perubahan politik. Di bawah gubernur-jendral J.B. van Heutsz pemerintah Hindia-Belanda memperpanjang kekuasaan kolonial secara langsung di sepanjang Hindia-Belanda, dan dengan itu mendirikan fondasi bagi negara Indonesia saat ini. Pada saat ini, Pemerintah Hindia Belanda mendirikan kota-kota dengan berbagai macam fasilitas seperti bangunan perkantoran, rumah sakit, bangunan ibadah (masjid dan gereja) dan lain sebagainya. Penetrasi Jepang di Asia Tenggara pada tahun 1941 disambut pada bulan yang sama dengan 1942. A.2. Geografi dan Lingkungan Nusantara beriklim tropis sesuai dengan letaknya yang melintang di sepanjang garis khatulistiwa. Dataran Indonesia kurang lebih 1.904.000 kilometer persegi terletak antara 60 garis lintang utara dan 110 garis lintang selatan serta 950 dan 1400 garis bujur timur. Dataran ini dibagi menjadi empat satuan geografis yaitu kepulauan Sunda Besar (Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi), Kepulauan Sunda Kecil (Lombok, Sumba, Sumbawa, Komodo, Flores, Alor, Savu, dan Lembata), Kepulauan Maluku (Halmahera, Ternate, Tidore, Seram dan Ambon), dan Irian Jaya beserta kepulauan Aru. Seluruh pulau di Indonesia termasuk dalam zona iklim khatulistiwa menerima bantuan Jepang untuk mengadakan revolusi terhadap pemerintahan Belanda. Pasukan Belanda terakhir dikalahkan Jepang pada Maret

Flora dan fauna Indonesia sangatlah beragam jenisnya. organisasi sosial. A. Setiap pulau memiliki kekhasan sendiri dan sering menjadi ikon dalam perkembangan wilayah atau daerah tersebut. Indonesia juga kaya dengan keberagaman etnis. maka terdapat kurang lebih 500 arsitektur vernakular di Indonesia yag merupakan kekayaan tiada tara bagi bangsa Indonesia. di mana lebih dari setengah (65%) populasi Indonesia hidup dipulau ini.3. Kalimantan. serta bahasa. masingmasing etnis memiliki keunikan adat istiadat dan budaya yang sering direfleksikan dalam keunikan arsitektur lokal atau vernakular. sehingga Indonesia merupakan wilayah seismik paling aktif di dunia. dengan pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa. Sejak akhir tahun 2004 hingga 2006 tercatat lebih dari 1000 kali gempa bumi. mitos. Berdasarkan sosial linguistik. tercatat kira-kira 500 gempa bumi setahun. yaitu: Jawa.dengan suhu yang hampir konstan serta dipengaruhi oleh angin musim dan angin pasat file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-1. kebanyakan orang Indonesia berbahasa Austronesia yang kelompok wilayahnya persebarannya meliputi banyak pulau di Asia Tenggara. Diantara puluhan ribu pulau tersebut terdapat lima pulau besar. kepercayaan. Polinesia dan Madagaskar sehingga memiliki banyak kesamaan warisan budaya.2002) di Indonesia pernah terjadi Tsunami sebanyak 109 kali. dan Irian Jaya. Sumatra. wilayah Nusantara juga merupakan wilayah yang rawan tsunami. Taiwan Mikronesia. Keragaman Budaya Indonesia memiliki 18. Nusantara terdiri dari bentukan vulkanik dan nonvulkanik yang saling berjalin. Selain gempa bumi. terdapat kurang lebih 300 suku yang berbicara dalam 500 bahasa dan dialek. Indonesia. Sulawesi. Apabila setiap etnik memiliki satu karakteristik arsitektur vernakular. Selain itu.htm (2 of 5)5/8/2007 3:32:52 PM SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR NUSANTAR Secara geologis. . terakhir kali bencana tsunami yang paling besar terjadi akhir 2004 melanda wilayah Naggroe Aceh Darussalam. selain kekayaan bahasa. sebagian dari Vietnam Selatan. Pengaruh budaya Austronesia pada budaya Indoenesia terlihat dalam budaya materi.018 buah pulau yang tersebar di sekitar khatulistiwa mulai dari 60 garis lintang utara dan 110 garis lintang selatan serta 950 dan 1400 garis bujur timur. berdasarkan katalog gempa (1629 .

beberapa peninggalan budaya yang nampak atas pengaruh yang pernah singgah masih ada seperti misalnya kebudayaan India pengaruhnya mencakup terhadap penyebaran dan perkembangan Hindu Buddha dan Islam di Indonesia yang bisa diketahui dari tinggalan budayanya yaitu arsitektur candi dan arsitektur masjid bergaya Moghul di Indonesia. Benua Asia dan Australia. Pembahasan buku ajar ini selain . Sama halnya dengan India. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-1. Perdagangan silang antara China dan India telah membuat Nusantara dan Asia Tenggara menjadi tempat persinggahan setiap kali berlayar. Indonesia dikategorikan sebagai negara besar yang cukup berpengaruh di Asia. sistem pertanian dan lain sebagainya. Sebagai salah satu negara besar dengan konsep arsitektur timur yang kuat pernah menduduki Nusantara maka sangat penting untuk diketahui bagaimana sejarah perkembangan dan konsep arsitektur Jepang. Nusantara dan Jaringan Asia Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Persilangan ini telah menjadikan wilayah Nusantara sebagai tempat persinggahan bagi pelayar dan pedagang terutama dari China ke India atau sebaliknya. kepercayaan. Melalui propaganda militer ”saudara tua” Jepang dengan leluasa masuk ke wilayah Nusantara. dan Belanda. atau lebih khusus. bahasa. Dari luas dan letak wilayahnya. akan tetapi kemiripan pada arsitektur vernakular yang sangat dipengaruhi oleh budaya Austronesia menjadi pembahasan yang menarik dalam buku ajar ini. Penetrasi politik Jepang selama 3.5 tahun tidak banyak meninggalkan monumen atau tinggalan bangunan bersejarah di Indonesia seperti halnya India dan Cina.htm (3 of 5)5/8/2007 3:32:52 PM SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR NUSANTARA Kemajuan maritim di China pada masa Dinasti Ming telah membawa pelayarpelayar tangguh mengarungi wilayah Nusantara. Pertukaran budaya terjadi dengan adanya interaksi perdagangan antara pedagang atau pelayar China dengan penduduk setempat yang disinggahi. Terdapat banyak tinggalan sejarah yang mendapat pengaruh peradaban Cina di Indonesia terutama pada klenteng dan bangunan pertokoan yang tersebar pada kota-kota lama di seluruh wilayah Indonesia. wilayah Nusantara terletak pada persilangan jalan. Selain kedua bangsa Asia ini. antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Jaringan ini telah berlangsung beratus tahun lamanya. makanan. terdapat juga pengaruh lain dari berbagai budaya hebat di dunia seperti peradaban Iberia (Spanyol dan Portugis). pengaruh kebudayaan China hingga sekarang ini masih sangat besar dapat terlihat dalam berbagai sapek kehidupan. Budaya Jepang pertama kali masuk ke Nusantara pada sepertiga abad ke 20.B. kemudian Britania Raya.

Pasirangin. Gambar 1. Kemudian situs-situs megalitikum punden berundak di Leuwilang. Arsitektur Nusantara. Hal ini ditunjukkan dari berbagai keterangan pada relief candi-candi dimana terdapat informasi tentang arsitektur lokal/domestik atau tradisional atau vernakular nusantara. Zaman Islamisasi dan Zaman Modern.menjabarkan sejarah perkembangan arsitektur di Indonesia yang mendapatkan pengaruh dari peradaban Asia (India. Cina dan Jepang mewakili pemikiran tentang arsitektur timur. Matesih. dengan proses oksidentalisasi.1. Cina dan Jepang) di Indonesia juga membahas konsep dan perkembangan arsitektur di ketiga negara tersebut.htm (4 of 5)5/8/2007 3:32:52 PM SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR NUSANTARA Pembahasan pada buku ajar ini tentang perkembangan arsitektur Indonesia dapat diurutkan sebagai berikut : − Arsitektur vernakular − Arsitektur klasik atau candi . Indonesia dan Jaringan Asia C. maka dapat dikategorikan sebagai arsitektur percandian. Gunung Kidul dan Bondowoso. tidak ada yang lebih dari 150 tahun. Sejarah Perkembangan Arsitektur Indonesia Perkembangan kebudayaan erat kaitannya dengan sejarah kebangsaan. Sebagaimana diketahui bahwa sejarah budaya yang melahirkan peninggalan budaya termasuk arsitektur sejalan dengan periodisasi tersebut diatas. dan Arsitektur Asia : India.1 Perkembangan arsitektur mulai dari masa Prasejarah Akhir yang ditandai dengan ditemukannya kubur batu di Pasemah. Akan tetapi jikalau menilik usia dari bangunan vernakular yang ada di Indonesia. arsitektur selama peradaban Islam (bisa termasuk arsitektur lokal atau tradisional. dan pra modern) dan arsitektur modern (termasuk arsitektur kolonial dan pasca kolonial). file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-1. Secara umum periodisasi sejarah budaya Indonesia dibagi atas tiga bagian besar yaitu Zaman Hindu-Budha. Keberadaan arsitektur lokal yang identik dengan bangunan panggung berstruktur kayu telah ada sebelum atau bersamaan dengan pembangunan candi-candi. Sebenarnya terdapat satu zaman lagi sebelum zaman Hindu Buddha yaitu Zaman prasejarah akan tetapi pembahasan serta diskusi tentang zaman ini tidak banyak contoh yang tersisa dalam bidang arsitektur terutama pada masa prasejarah awal.

− Arsitektur pada masa perabadan atau kebudayaan Islam − Arsitektur Kolonial − Arsitektur Modern (pasca kemerdekaan) File:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-1. dan keluarga Syailendra di bagian Selatan Jawa Tengah. Terdapat ratusan prasasti-prasasti yang ditanda tangani oleh raja-raja yang berkuasa pada saat itu. Sehingga dari abad ke-8 dan ke-9. Setelah prasasti Kutei ini. Kerajaan Hindu dan Budha di Nusantara Selama era kerajaan Hindu dan Buddha terdapat dua dinasti yang berkuasa sekitar abad ke-8 hingga ke-10 yaitu dinasti Sanjaya dan Syailendra. Prasati ni berbentuk ‘yupa’. candi yang ada di Jawa Tengah Utara bersifat Hindu. Peninggalan dari ketdua dinasti ini berupa prasasti dan candi. dan yang ada di Jawa Tengah Selatan bersifat Buddha Pembangunan candi terkait dengan kerajaan di Nusantara pada masa perkembangan agama Buddha dan Hindu di Indonesia. Selain peninggalan prasasti. Arsitektur NUSANTARA PADA ERA Hindu dan Buddha A. prasasti ini menceritakan sebuah kerajaan di Kalimantan timur (Kutei) diperintah oleh seorang raja bernama Mulawarman. Prasasti dari kerajan tertua di nusantara ditemukan di Kutei. Umumnya prasasti tersebut dibuat pada abad ke-9. sementara dinasti Syailendra menganut agama Buddha Mahayana atau Vajrayana.htm (5 of 5)5/8/2007 3:32:52 PM . Keberadaan kerajaan-kerajaan Hindu Budha dimasa lampau diketahui dari prasasti-prasasti. bahkan ada nama candi di prasasti yang tidak bisa ditelusuri namanya dengan candi yang dikenal. prasasti ini diperkirakan dibuat pada tahun 400 Masehi. Keluarga Sanjaya memiliki kekuasaan di bagian utara Jawa Tengah. Kalimantan Timur. Yaitu tugu peringatan upacara kurban. Dinasti Sanjaya beragama Hindu aliran Siwa. terdapat pula candi-candi yang didalamnya terdapat arca yang menjadi bukti keberadaan kerajaan-kerajaan . terdapat ratusan prasasti yang bercerita tentang kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha di Nusantara sekaligus juga bercerita tentang bangunan suci (candi). Menurut bentuk dan tulisan yang digunakan.

Dari I-Tsing diketahui bahwa Sriwijaya merupakan pusat kegiatan ilmiah agama Budha pada masa itu.Hindu-Budha Sriwijaya 5 buah prasasti.Batu Jaya.htm (1 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Berikut adalah rangkuman dari berbagai sumber terhadap beberapa prasasti dan candi peninggalan kerajaankerajaan pada era Hindu dan Buddha atau sebelumnya. 683 M Arca Buddha.tersebut di masa lampau. 1064 M Biara di Padang Lawas. Muara jambi. kerajaan-kerajaan di Sumatera : Tulang Bawang (Sumatera Selatan). Melayu (Jambi).1. Tabel 2. Ada juga berita tentang keberadaan kerajaan tersebut berasal dari berita ekspedisi pada pendeta Buddha Tiongkok (Cina) ke nusantara misalnya berita dari pendeta I-Tsing yang menyebutkan keberadaan kerajaan Holing (Kaling). Jawa Tengah . seperti kitab Pararaton dan juga kitab Negarakertagama. Kerawang Budha Kaling. Jawa Barat 7 buah prasasti Purnawarman. 1024 M Budha Budha Budha Mataram. 600 M Muara Takus. dan Sriwijaya. Buku atau kitab kuno juga merupakan sumber informasi keberadaan kerajaan-kerajaan di masa lampau. 650 M . Tinggalan Sejarah Kerajaan-kerajaan selama era Hindu Budha Nama Kerajaan/ Dinasti Prasasti Arca/Monumen Candi Agama Kutei. 2 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. 400-500 M . 400 M --Taruma-negara.. Jawa Tengah Tuk Mas. Kalimantan Timur 7 buah prasasti Mulawarman.

Borobudur. Prambanan Plaosan Sewu.856 M Raja Balitung. 907 M Lingga Badut Wihara Ratu Boko Siwa.Dieng Hindu Hindu Kanjuruhan. Pawon. Jawa Timur/ Dinasti Sanjaya Kanjuruhan.b. Lorojonggrang. dikenal dengan Prasasati Calcutta Arca Durga Ngetos. 778 M Kelurak. Jawa Timur Sindok. Mendut Budha Hindu-Budha Hindu-Budha Budha Keluarga Isana. Tampak Siring Hindu Airlangga Pucangan. Dinoyo. 824 M Arca Tara Arca Manjucri Kalasan. Ngawi Gunung gangsir.Canggal. 760 M 3 prasasti (a. 809 M Lingga dan Yoni Gunung Wukir Kelompok C.c). 914 M .Padas. 732 M Arjuna. gempol-Pasuruan Hindu Hindu Keluarga Warmadewa Sanur. sekitar 929 M Pucangan. 782 M Karang Tengah. dikenal dengan . Hindu Hindu-Budha Dinasti Syailendra Kalasan. Gunung Kawi.

Prasasati Calcutta Arca Wisnu dan garuda (garudamukha) Belahan.Hindu Singhasari Wur are.1289 M Pamalayu.htm (2 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Majapahit Batutulis. 1292 M Prajnaparamita (Ken Dedes) Joko Dolok Amoghapaca Kidal. secara harfiah Candi bisa ditafsirkan sebagai bangunan yang digunakan untuk keperluan pemakaman. Dahulukala. atau bahkan sebagai makam. Fungsi Candi Kata Candi pada umumnya dianggap berasal dari kata candikagrha. Dewi Kematian dan Permaisuri Siwa. Blitar Candi Anta Antapura Candi Rimbi. 1333 M Adityawarman. 1268 M Jawi Singhasari Hindu-Budha Budha Siwa-Budha Siwa-Budha file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. 1354 M Candi Surawana dan Candi Tigawangi. 1104 . 1427 M Jago. Maka. Arsitektur Candi B.. Batusangkar Harihara Candi Sumberjati. Mojokerto Candi Panataran Candi Jabung. diduga abu dari jenazah seorang . nama tempat tinggal Candika. Bogor. 1.1365M Siwa Budha Hindu Hindu Hindu Hindu Hindu B. Jawa TImur Hindu Kerajaan Kadiri Sri Jayawarsa.1.

candi juga difungsikan sebagai tempat pemujaan kepada para Dewa yang dilambangkan sebagai arca. Dalam mitologi Hindu-Buddha. B. Arsitektur candi sering juga diidentikan dengan makna perlambangan Gunung Meru. Tatanan.2. Bagian dan Konsep Arsitektural Candi file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Ketiga tingkatan ini.htm (3 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. lebih dari candi itu. struktur bangunan candi terdiri dari tiga bagian yang melambangkan kosmologi atau kepercayaan terhadap pembagian dunia sebagai satu kesatuan alam semesta yang sering disebut dengan ‘Triloka’ terdiri dari dunia manusia (bhurloka). badan dan kepala. Candi lebih diyakini sebagai kuil atau tempat pemujaan daripada sebagai makam. Gunung Meru . Sehingga seringkali dulu candi digunakan sebagai tempat pemujaan dan memuliakan raja yang sudah meninggal. dalam struktur candi adalah digambarkan sebagai bagian kaki.htm (4 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Secara vertikal. dunia tengah untuk orang-orang yang disucikan (bhuvarloka) kemudian dunia untuk para dewa (svarloka).raja dikubur dibawah bagian tengah candi (peripih). Candi dibangun bukan semata hanyalah sebagai makam atau tempat pemujaan dan memuliakan raja yang sudah meninggal. Arca tersebut diletakan di ruang tengah candi dahulu kala hanya Pendeta yang memimpin acara pemuajaan yang diperkenankan masuk kedalam ruang tersebut. Akan tetapi.

Pada bangunan candi di Indonesia. perunggu. surai singa.htm (5 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 dalam candi. sembilan atau 25 titik. lingga dan yoni. peripih. Sedangkan Mekara adalah binatang mitologi berbelalai gajah. perak. Lingga terdiri dari silinder terpadu atau berdiri diatas dasar yang disebut yoni. kemudian pada kenyataan lain.  Peripih adalah sebuah peti batu yang digunakan awalnya sebagai tempat abu jenazah seorang raja.3.2 Hiasan mekara ini sering ditemukan baik pada candi Hindu dan Buddha. seperti di kompleks candi Padang Lawas. dimana didirikan perkiraan pada abad 10 mekara ini masih terus digunakan.  Lingga dan yoni adalah sepasang relief atau monumen yang terdapat pada candi Hindu Siwa. 3  Stupa merupakan unsur perlambang Buddha dengan bentuk setengah bulatan mempunyai pengertian falsafah melambangkan “kubah syurga” (Dome og Heaven) atau melambangkan struktur kosmik yang menetap. peripih digunakan sebagai wadah untuk menaruh unsur-unsur yang melambangkan dunia materi : emas. stupa. yang semuanya merupakan lambang air dan birahi. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. paruh burung nuri. elemen atau bagian bangunan yang terdapat pada arsitektur candi baik candi Hindu dan Buddha yaitu kala-mekara. Biasanya diletakkan di bagian atas candi. selain berbagai macam arca Budha dan para dewa yang terdapat di ruang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. batu akik dan biji-bijian yang diduga sebagai benda-benda upacara pemujaan. dan ekor seperti ikan. makara jarang ditemukan pada jaman klasik akhir di Jawa. Biasanya patung makara ditemukan pada gapura sebagian besar candi klasik awal.htm (6 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 B. Kala ini diwujudkan dalam berbagai variasi bentuk seperti mahkluk aneh tanpa rahang bawah atau hiasan dengan satu mata. Di dalam peripih terdapat bagianbagian yang diatur dalam pola seperti mandala.adalah sebuah gunung di pusat jagat yang berfungsi sebagai pusat bumi dan mencapai tingkat tertinggi surga. Teknik Konstruksi dan Pembangunan Candi . Keyakinan seolah-olah mengatakan bahwa gunung sebagai tempat tinggal para dewa.  Kala merupakan makhluk legenda yang diciptakan Siwa untuk membunuh seorang raksasa. ratha (mahkota). tetapi di Sumatra.

Pada awalnya teknik penumpukan batu dilakukan dengan cara membuat perkuatan dengan memotong bagian balok batu untuk membuat semacam lidah dan tekukan yang saling mengunci dengan balok-balok yang bersebelahan baik secara mendatar maupun ke atas. yaitu bebatuan yang saling ditumpuk diatasnya tanpa ada bahan pengikat. Teknik ini memerlukan pembuatan sepasang dinding sejajar dan pengisian rongga diantaranya dari puing atau dari batu dengan bentuk yang tidak beraturan direkatkan dengan lumpur.4. ahli bangunan Jawa menggunakan teknik India mengenai dinding batu berdaun ganda. Yang brinisiatif membangun candi pada pertama kalinya adalah bangsawan (orang suci) dengan mengajak orang-orang di kampungnya (sekelilingnya) untuk bergotong royong membangun candi. maka dibagi atas tiga periode1 yaitu masa Klasik Awal (600 M-900 M). Setelah abad ke 9. dimana candi Prambanan dan Borobudur dibangun pada masa ini. Kemudian peserta menghiasi diri dengan bunga dan pewarna dan batu suci diletakkan ditengah halaman candi yang yang akan dibangun. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202.htm (8 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 B. Pada awal abad ke-9. kadang-kadang ditambah sedikit kapur seperti di Loro Joggrang. Upacara yang dilaksanakan serigkali dicatat dalam tulisan batu (piagem) atau lempengan perak atau tembaga. Pembagian kelompok arsitektur candi Melihat dari masa pembangunan candi-candi di Nusantara.1250 M) yaitu candi-candi yang terdapat di Sumatera seperti candi-candi yang ada di . file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. kemudian masa Klasik Madya (900 M. Tata cara urutan pembangunan candi seperti yang terlihat pada gambar berikut ini.Bangunan candidi Indonesia umumnya dibangun dengan cara a joint vif. Lapisan luar batu biasanya diarahkan ke bagian luar dalam serangkaian bebatuan menggantung berjarak tidak rata yang menghasilkan kesan bagian luar bagikan dipahat atau di sesak.htm (7 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Pembangunan candi memiliki tata cara dn upacara ritual. teknik kontruksi candi agak sedikit berubah sejalan dengan peralihan pusat politik pada masa itu ke Jawa Timur. Jawa merupakan satu-satunya wilayah di Asia Tenggara yang menggunakan cara konstruksi seperti ini. Pertama sekali bangsawan yang menyelenggarakan acara membagikan hadiahpada semua orang yang datang.

dekat Malang (760 M). Candi-candi yang dibangun pada Masa Klasik Akhir (1250 M – 1500 M) umumnya terdiri dari konstruksi bata yang secara meluas banyak terdapat di Jawa Timur dimana candi berundak di lereng gunung popular pada akhir periode ini. dan Muara Jambi. Candi di wilayah ini merupakan pemujaan terhadap Siwa dengan bentuk mendekati tipe candi di India. karena berasal dari jaman setelah berpadunya keluarga Sanjaya dan keluarga Syailendra sehingga susunannya terlihat sebagai kelompok candi di Jawa Tengah Selatan akan tetapi keagamaannya mewakili agama Hindu. akan tetapi kemudian banyak mengalami perubahan sekitar tahun 800 M disesuaikan dengan penggunaannya oleh penganut Budha.htm (10 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 menembus tembok. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. upacara ini mirip dengan upacara Siwais dengan cara yang sama seperti candi-candi Palawa di India selatan.Padang Lawas. Pengelompokkan ini sejalan dengan pengelompokkan candi berdasarkan masa pembangunannya. Dalam hal ini kellompok candi Loro Jonggrang meruipakan perkecualian.htm (11 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Candi-candi di Jawa Tengah Selatan merupakan candi-candi Budha pertama di Jawa atau dikategorikan juga . dengan pengaturan bilik dan saluran air suci file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. diperkirakan di candi tersebut pernah terdapat arca atau lingga yang akan dimandikan dengan upacara khusus. Soekmono membagi menjadi tiga jenis yaitu jenis Jawa tengah Utara mewakili agama Hindu (Siwa). Begitu pula halnya dengan candi Bima dimana pada awalnya sama dengan bentuk candi dari provinsi Orissa di India. Muara Takus. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Jika dilihat dari sudut pengelompokkan langgam atau jenis serta agama yang mewakili keberadaan candi tersebut. Dahulunya. Candi Badut. kelompok candi Gedong Songo di lereng gunung Ungaran. Beberapa candi yang terpenting lain pada masa dan wilayah ini adalah Candi Gunung Wukir dekat Magelang (732 M).htm (9 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 jenis Jawa Tengah Selatan mewakili agama Budha (Mahayana) dan jenis Jawa Timur mewakili aliran Tantrayana (baik Siwa maupun Budha). sebagai contoh yaitu candi Arjuna yang merupakan kelompok candi Dieng. Candi-candi di Jawa Tengah Utara merupakan candi pada masa klasik awal.

Perbedaan bentuk dan langgam candi Jawa tengah dan Jawa Timur. kelompok candi Panataran dekat Blitar. candi Jabung dekat Kraksaan. candi Singosari (candi Krtanagara). candi Borobudur. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. kelompok candi Sewu di dekat Prambanan. Bentuk dan Tipe candi Jawa Tengah Bentuk dan Tipe candi Jawa Timur − Bentuk bangunan candi lebih tambun/lebar − Atapnya nyata berundak-undak − Puncaknya berbentuk ratna atau stupa . Kemudian candi Jawi dekat Prigen. Tabel 2. dan sebagian besar menghadap ke barat. dominasi candi Budha di Jawa tengah Selatan telah memberikan image bahwa candi di Jawa tengah adalah candi budha. candi Mendut di sebelah timur Borobudur. dekat Yogyakarta (778 M).2.htm (13 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Candi yang termasuk adalah candi Kalasan. candi Sari di dekat candi kalasan. Candi-candi terpenting di Jawa Timur adalah candi-candi di sekitar Malang : candi Kidal (candi Anusapati). Sehingga akhirnya bisa dikatakan tidak ada perbedaan yang mendasar antara candi di Jawa tengah Utara dengan candi di Jawa tengah Selatan. Misalnya. candi Jago disebut juga candi Wisnuwardhana. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Akan tetapi kemudian.2. sering tipe candi di kedua wilayah ini disatukan.sebagai candi pada masa Klasik awal. Oleh karena itu.htm (14 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Perbedaan dari kedua tipe candi antara dua wilayah ini dijelaskan pada tabel 2. kelompok candi Plaosan disebelah timur candi Sewu. hanya candi di Jawa tengah Selatan lebih mewah dan lebih megah dari segi bentuk dan hiasan daripada candi di Jawa Tengah Utara. dan memang kemudian pengruh Budha juga terdapat pada candi-candi di Jawa tengah Utara. terdapat perbedaaan yang cukup signifikan antara candi Jawa Tengah Utara dengan candi Jawa tengah Selatan karena perbedaan peruntukan bangunan keagamaannya.htm (12 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Sebenarnya. kelompok candi Dieng dan kelompok candi Gedung songo yang merupakan candi Hindu didalamnya terdapat yoni dan lingga. perbedaan yang mendasar terlihat dengan candi di Jawa Timur.

hal 86 Di pulau Sumatra seperti candi Muara takus.htm (15 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Sumber : Soekmono. terdapat tipe lain dari candi yang berbeda yang sering disebut dengan pertirtaan dan candi padas. Diperkirakan bahwa keberadaan candicandi ini berhubungan erat dengan kerajaan Adityawarman. vol. seorang putra Pangeran Jawa yang pindah dan mendirikan kerajaan di pedalaman Sumatra.2. 1973. dan pintu serta relung hanya ambang atasnya saja diberi kepala Kala − Reliefnya timbul sedikit saja dan lukisannya simbolis menyerupai wayang kulit − Letak candi di bagian belakang halaman − Kebanyakan menghadap ke Barat − Kebanyakan terbuat dari bata − Kebanyakan terbuat dari batu andesit file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Salah satu Bangunan biaro (berasal dari kata vihara) di Padang Lawas memiliki hiasan singa yang mirip dengan ukiran di Polonaruva. Padang Lawas) diserang oleh kerajaan Cola (India Selatan) pada tahun 1025. ibukota Sriklanka abad ke-11. Selain prasasti. Pentirtaan dan Candi padas yang terkenal adalah candi belahan di lereng gunung Penanggungan dekat . Kelompok ini dimasukan kedalam candi pada masa klasik akhir.− Gawang pintu dan relung berhiaskan kala mekara − Reliefnya timbul agak tinggi dan lukisannya naturalistik − Letak candi di tengah halaman − Kebanyakan menghadap ke Timur − Bentuk bangunan candi lebih ramping − Atapnya merupakan perpaduan tingkatan − Puncaknya berbentuk kubus − Makara tidak ada. terdapat cerita sajarah Kerajaan Pannei (di daerah sekitar sungai Panai. Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-11 dan ke13 merupakan tempat pemujaan dari batubata aliran Budha esoterik. Bukti sejarah berupa prsasasti Adityawarman mengungkapkan beberapa fakta sejarah di pedalaman sumatra saat itu.htm (16 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 Selain kedua bentuk dan langgam diatas. candi-candi di Padang Lawas terdapat beberapa candi yang digolongkan sebagai candi pada masa klasik madya.

Pada awalnya kedatangan Islam ke nusantara melalui pembauran para pedagang yang berasal dari Gujarat. Arsitektur NUSANTARA pADa masa perkembangan ISLAM A. Kerajaan Islam di Nusantara Islam masuk ke Indonesia kurang lebih abad ke-13 sangat terkait dengan perkembangan perdagangan di wilayah Nusantara. terdapat dua jenis gapura yaitu yang pertama. misalnya candi Jedong. Pada awal abad ke-15.Mojokerto. candi Tikus di bekas kota Majapahit (abad ke-14).htm (18 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM . disimpulkan bahwa Kerajaan Samudra menjadi kerajaan Islam yang pertama di Nusantara. dan candi Bajang Ratu. Jenis gapura kedua. pada waktu itu dijelaskan bahwa terdapat penduduk yang beragama Islam dan juga pedagang-pedagang dari India yang giat menyebarkan agama tersebut walaupun disekitar kota masih banyak yang belum memeluk Islam.htm (17 of 18)5/8/2007 3:32:54 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. Pada masa tersebut terdapat beberapa kota-kota pelabuhan seperti Barus. Bali. sebuah wilayah di bagian barat India. Kemudian ada lagi jenis bangunan candi yang berupa gapura. Demak. Samudra menjadi pelabuhan niaga yang terpenting di Nusantara hingga akhir abad ke-14. Banten. candi Plumbangan. Malaka timbul sebagai pusat perdagangan dan pangkal penyebaran agama Islam. Pasai. juga terdapat di Kapal. Dari bukti sejarah ini. pada tahun 1297 di Samudra. sebuah kerajaan di Aceh. Dalam ekspedisi Marco Polo dari Tiongkok ke Persia tahun 1292. . bagian utara Sumatera (Aceh). rupanya seperti bangunan candi yang dibelah dua atau disebut juga dengan candi bentar yang biasanya identik dengan seni bangunan pada masa Majapahit. kemudian singgah di Peureula’. dan gunung kawi di Tampaksiring (Bali). dikenal dengan candi berundak. Madura yang menjadi titik pertemuan dan penyebaran Islam di nusantara. bagian pintu keluar masuk yang mana bagian tubuhnya terdapat lobang pintu. salah satunya makam Sultan Malik alSaleh. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%202. ditemukan makam raja Islam. Selain candi Waringin Lawang di Majapahit. Tak lama setelah persinggahannya tersebut.

yaitu Ternate (1430) yang meluaskan ajaran Islam hingga ke pantai timur Sulawesi. boleh dikata bahwa Islam telah tersebar dan mulai mengakar di Nusantara. Indragiri). Di pulau Jawa. Demikianlah. Sementara di Indonesia timur . Dari Ternate (Kesultanan Ternate dan Tidore). Pada abad ke-16 juga timbul kerajaan Brunei yang meluaskan ke Islaman hingga bagian barat Kalimantan. yang mana masing-masing dikaitkan dengan pola perkembangan.Sementara di bagian Timur Nusantara timbul pula pusat kegiatan Islam. maka Islam masuk ke Kalimantan Timur dan Sulawesi Tenggara dan juga beberapa pulau di Nusa 2 3 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. akan tetapi tidak lama bertahan hingga Portugis menakhlukan Malaka pada tahun 1511. Elit politik baru tidak sepenuhnya merombak ideologi ataupun lambang penampilan luar penguasa lama. Pendirian negara Islam di Sumatera utara mencerminkan pemunculan pemerintah baru bukan melalui penakhlukan atau peralihan kerajaan yang ada. melainkan mereka sangat mempertahankan kesinambungan dengan masa sebelumnya seraya memperkuat peralihan dan perluasan pemerintahan Hindu terdahulu. Demikian pula. penguasa Islam menggantikan kekuasaan politis raja Hindu. Kerajaan Goa menjadi kerajaan besar Islam pada masa itu. dan juga Filipina. Atas kegiatan orang-orang Bugis. Kejayaan Malaka mencapai daerah Riau (Kampar. dan di daerah pantai Timur Sulawesi serta Sulawesi Utara. kerajaan Majapahit mendekati masa punjak kejayaannya dibawah pemerintahan raja Hayam Wuruk (1611). Namun di Jawa.htm (1 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 Tenggara. Majapahit digantikan kedudukannya oleh Kerajaan Demak yang kemudian meluaskan agama Islam ke seluruh Jawa hingga bagian selatan Kalimantan sehingga tersebut kerajaan Mataram dan Banten menjadi kerajaan Islam yang besar setelah Demak. hingga akhir abad ke 16. Islam meluas meliputi pulau-pulau di seluruh Maluku. 1 Penyebaran Islam keseluruh Kepulauan Indonesia terbagi dalam tiga tataolahsejarah berbeda (three dintinct historical processes).

Pertumbuhan Kota-Kota Islam Awal Salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan kota pertama di Indonesia adalah peningkatan perdagangan kelautan Asia secara umum pada abad ke-13 dan ke-14. vesterkte legerplaats. Bukti kebahasaan sering dikaitkan dengan kemunculan tradisi pemukiman perkotaan di Asia Tenggara. cicade (Portugis). perdagangan rempahrempah dari nusantara ke beberapa negara Asia seperti India dan China mengalami kemajuan yang pesat sementara bangsa Eropa mulai menapak kakinya menguasai pusat pemasok utama rempah-rempah saat itu di Banda. Bharatayuddha. tetapi kemudian menjadi pusat masyarakat. kaasteel. ”kota” semula menggambarkan pemukiman bertembok atau benteng.htm (2 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 Inggris. tidak ada perubahan berarti dalam hukum dasar negara (kerajaan). kuto dan negeri. Pada masa itu. vesting. Sebutan Bandar sering digunakan untuk kota-kota pelabuhan saat itu. 3 Kemudian dalam bahasa Hindi. Sebutan kuto ini memiliki persamaan dengan kata yang lazim didapatkan dalam bahasa Belanda sebagai burcht. Sulawesi dan Maluku). Dari bukti kebahasaan . Mataram dan Trowulan telah tumbuh menjadi pemukiman perkotaan. dan Pararaton.2 B. Sebutan kuto dalam beberapa sastra Jawa Kuno dan Jawa Peralihan juga dicantumkan seperti dalam Kitab Bomakywya. Pusat kerajaan Hindu dan Budha yang sebelumnya menjadi tempat tujuan dan persinggahan dari pedagang dan biksu China maupun India seperti Sriwijaya/Palembang. kata ini berasal dari bahasa Persia yang berarti ”pelabuhan dagang resmi” diterjemahkan secara bebas sebagai town dan city dalam bahasa file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. dan sekarang mencakup konsep kota Metropolitan. kuta. istilah ”kota” dalam babad tanah Jawi padanannya khita. stad (Belanda).(Kalimantan. Ramayana. istilah yang sering digunakan sebelumnya pada masa Hindu. Disamping itu pusat kerajaan Islam yang tumbuh setelah pudarnya kejayaan kerajaan Hindu Budha menjadi bandar-bandar baru sebagai titik pintu masuk menuju perairan internasional bersamaan dengan perkembangan kota-kota pelabuhan yang mulai dikuasai oleh Potugis dan VOC. Sementara. raja-raja dengan mudah beralih ke Islam.

Perkembangan file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. Surabaya. tampaknya ada dua jenis kota yang muncul. Ternate dan Banda. Tuban. dan kedua. Pada saat itu. Kota pedalaman dicirikan dengan kota dengan istana yang memiliki upacara yang rumit dengan arsitektur yang didasarkan pada penduduk yang bermata pencaharian utama pertanian. Aceh/Pasai. Makassar. Sementara disepanjang pantai utara digambarkan sebagai masyarakat kosmopolitan dengan sederet bandar perdagangan yang lebih cenderung memandang ke luar daripada ke dalam. Sedangkan kota jenis kedua.htm (3 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 perdagangan monopoli rempah oleh Persekutuan Dagang Hindia Timur (VOC) juga mempengaruhi perkembangan kota-kota tersebut di atas pada masa pendudukan Belanda. Jepara. Gersik. pertama. kota sebagai pelabuhan dagang dengan pintu masuk menuju jalur perairan internasional. Pertumbuhan kota dan permukiman pada kedua kota memiliki karakteristik dan pola sendiri. Batavia. Semarang. Jambi dan Mataram. Banjarmasin.tersebut diketahui ada dua model kota yang dilihat dari pola modern kehidupan kota yaitu pelabuhan dan benteng. Kota pesisir di utara pulau Jawa dalam sejarah sangat berbeda dengan daerah pedalaman. Perkembangan kota-kota pesisir ini mendapat dukungan dari Pemerintah Hindia . kota yang berada di pedalaman (hinterland) seperti Pagaruyung. Kota yang terletak di pesisir dan muara-muara sungai besar disebut sebagai pusat Kerajaan Maritim berfungsi sebagai pelabuhan atau titik masuk dan keluar pelayaran seperti Sriwijaya/Palembang. Banten. Demak. kota sebagai pusat administratif dengan daerah pertanian yang makmur.

Bugis. Cirebon. Biasanya perkampungan pendatang atau pedagang baik dari wilayah Indonesia yang lain. Surakarta. tempat peribadatan (mesjid). Banten) ada juga yang tidak berpagar keliling (kota Majapahit. kelompok bangunan keraton. Demak.Belanda sehingga pada abad ke-17 berkembang pesat dapat dilihat dari perwujudan arsitekturnya. Surakarta. adalah sebutan untuk kampung para pembuat periuk belanga (a jun). Parsi. Banda. Umumnya kota-kota di Jawa mengikuti poros utara-selatan. ada yang disebut dengan Panjunan. Demikian pula kampung pendatang dari luar wilayah Indonesia dikenal dengan nama kampung Gujarat. Arab. Seperti halnya pada pendirian kota kerajaan di Indonesia seperti Yogyakarta. juga tidak terlepas dari faktor magis-religius atau unsur kosmologi. Ternate. perkampungan. maupun dari Gujarat. Banten. Surabaya). Demak. map. dan Banjar dan lain sebagainya. Selain itu. begitu pula halnya di kota Cirebon. Tuban. terhadap beberapa kota tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa morpologi kotakota pada masa pertumbuhan dan perkembangan Islam di Nusantara mempunyai ciri antara lain : ada yang berpagar keliling/benteng (Yogyakarta. lukisan. dan Cina (perkampungan dan pasar berada di luar pagar keliling. kampung pendatang juga dikelompokkan berdasarkan pekerjaannya seperti kampung Pande ( tukang). Aceh. pasar. Benggala dan Cina. Sehingga pada saat itu terdapat sebutan Kampung Melayu. tempat raja atau penguasa yang biasanya terletak di bagian selatan. Kampung Makasar. pagar keliling diperlukan sebagai tempat pemungutan bea-cukai barang-barang dagangan yang keluar masuk kota. Arab. Kemajuan kota-kota tersebut selain didukung oleh faktor geografi. Di Aceh. Gersik. dan lain-lain biasanya dihubungkan simbol meru dalam mitologi Hindu. Pembuatan pagar keliling masa itu ber fungsi sebagai benteng pertahanan terhadap gangguan dari luar kota. Dari beberapa keterangan. lapangan yang terletak di tengah-tengah kota dan berfungsi sebagai tempat .htm (4 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 agung atau alun-alun. Cirebon. politik dan ekonomi. dari sudut ekonomi. Pengelompokan perkampungan pendatang ada yang berdasarkan etnis dan ada juga yang berdasarkan pekerjaannya. Elemen lain dalam kota masa Islam awal adalah lebuh file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203.

Deli dan Ternate. dan seringkali terletak di tanah lapang di luar desa/kota bersangkutan. Masjid Kudus. Istana Keraton Yogyakarta. . Batu nisan Islam tertua di Indonesia adalah nisan seorang wanita bernama Fatimah binti Maimun bin Habatallah ditemukan di Leran Surabaya sebelah barat. Makam yang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. Jawa Timur. C. Jawa Timur. Surakarta. Islam datang ke Indonesia tidak menyebabkan revolusi dalam gaya bangunan. Perekembangan pesat pada kota-kota pelabuhan dagang Islam membentuk titik perhatian utama pembaharuan arsitektur dan pembangunan kota saat itu. Sementara itu. sehingga peralihan dari zaman Hindu-Budha ke era Islam memberikan suatu warna eklektisme seperti halnya yang terlihat peninggalan yang tersisa pemakaman Imogiri di Yogyakarta. masjid menggantikan candi sebagai titik utama kehidupan keagamaan. Akan tetapi tidak ada informasi yang detail mengenai wanita tersebut. mesjid. Makam tidak pernah ditemukan dalam lingkungan istana setempat.4 Makam yang lain ditemukan di Aceh diyakini sebagai makam penguasa pelabuhan Samudra di pantai utara Aceh. Makam dan Pekuburan Orang Islam Masa Islam Awal ditandai dengan ditemukannya bentuk monumen seperti makam. Cirebon. Dari segi perletakan. kuburan dan keraton. makam kadang-kadang berada di dekat mesjid. masyarakat pertanian melanjutkan penyesuaian susunan ruang sejenis ”mandala” pada zaman Hindu-Budha. Beberapa makam berasas Islam yang ditemukan diperkirakan dibangun pada masa sebelum masyarakat Indonesia sepenuhnya beralih ke Islam.htm (5 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 masih terawat hingga saat ini adalah makam Malik Ibrahim yang meninggal tahun 1419 di Gresik.berkumpul atau upacara ritual kerajaan/kota dan kegiatan hiburan.

hukum Islam. peradilan. zakat. D. masjid. Jenis ini dipakai oleh orang-orang sepanjang Sumatera. alun-alun. begitu juga dari segi letak. Dari keterangan dan data sejarah disebutkan bahwa pada sebuah kota pusat kerajaan terdapat beberapa buah mesjid disamping beberapa langgar atau surau atau meunasah. Menurut babad. Biasanya inisitaif dari mendirikan mesjid mula-mula timbul dari sultan atau wali.1. sedangkan jenis yang satu lagi lebih umum disebut sebagai bentuk jada atau club. pusat kota kerajaan terdiri dari bangunan keraton/istana.Tidak ada bentuk dan hiasan makam yang spesifik. mesjid juga digunakan sebagai pusat kehidupan masyarakat yang berhubungan urusan keagamaan seperti wakaf. Pada awalnya mesjid didirikan sebagai tempat ibadaah. dan Semenanjung Malaka pada abad ke-15 dan 17. dekat kepulauan Riau. salah satu ciri utama bentuk makam yaitu balok batu persegi panjang yang menyerupai bangunan. diperkuat dengan unsurunsur tradisional yang memandang raja atau sultan dan wali sebagai orangorang magis. Beberapa makam para sufi atau ulama sperti di Jawa dikenal dengan 9 wali menjadi tempat berziarah hingga saat ini. dan tempat tinggal para bangsawan. Letak mesjid di kota-kota pusat kerajaan di Jawa disebelah barat alun-alun dan tidak terpisahkan dari komponen inti kota yaitu keraton. Kronologis perkembangan arsitektur masjid Mesjid-mesjid kuno di Indonesia menunjukkan kekhasan yang membedakannya arsitektur mesjid-mesjid di . Di Sumatera. Dahulu. D.htm (6 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 Berdasarkan uraian tentang kota-kota pada masa pertumbuhan dan perkembangan Islam awal dijelaskan bahwa mesjid menjadi tempat peribadatan menggantikan fungsi candi pada masa tersebut. 5 Bentuk dan makam di Jawa dipengaruhi oleh budaya Hindu yang berkembang pada masa sebelumnya. mesjid-mesjid kuno yang didirikan di bawah pimpinan Wali Sanga secara gotong royong adlah mesjid Agung Demak dan Mesjid Agung Cirebon. sejalan dengan perkembangan politik dan pemerintahan. Mesjid sebagai tempat suci file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. seringkali dekat dengan istana. terukir dengan ayat-ayat yang diambil dari Al Quran serta dibubuhi ragam hias yang disebut sayap. pendirian mesjid juga di inisiasi oleh Sultan atua Raja.

Timur Tengah dan Kolonial Belanda. Jawa Tengah • Masjid Lima Kaum.negeri Islam. Langkat • Masjid Raya Al Maksum di Deli. Cirebon • Masjid Mantingan di Jepara. Mesjid-mesjid kuno pada awal perkembangan Islam yang mengadopsi konsep-konsep arsitektur Candi (Hindu/Budha).5. Kalimantan Agung Anke di Jakarta Sumenep di Madura Angke dan Marunda di Jakarta Agung Demak Agung Banten Baiturrahman pada masa Sultan Iskandar Muda di Ternate tahun abad ke 19 (sebelum perubahan) file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. denahnya persegiempat atau bujursangkar dengan serambi di depan atau di samping.Jawa Tengah • Masjid Sendang Dawur di Lamongan. arsitektur lokal serta arsitektur Cina. di Kudus. fondasinya pejal dan tinggi. di Ulakan. Sumatera Barat. Kekhasan gaya arsitektur mesjidmesjid kuno ini dinyatakan oleh bentuk atap tumpang atau bertingkat 2. Beberapa mesjid yang mendapat pengaruh gaya ini adalah : • Masjid Raya Baiturahman di Aceh • Masjid Raya Al Osmani di Labuhan.htm (8 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 Kemudian. sekitar awal abad ke-19. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. Deli • Masjid Azizi Tanjung Pura. Medan • Masjid Agung di Palembang • Masjid Al Azhar di Jakarta • Masjid Agung Yogyakarta • Masjid Syuhada Yogyakarta • Masjid Agung di Banyuwangi file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203.htm (7 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM 2 • Masjid • Masjid • Masjid • Mesjid • Mesjid • Mesjid • Mesjid • Mesjid Sultan Abdul Rahman. dengan puncaknya dihiasi mustaka atau memolo. pada bagian depan atau samping terdapat parit berair (kulah) serta gerbang. Tanah Datar di Sumatera Barat • Surau Syeh Burhanuddin.3.htm (9 of 14)5/8/2007 3:32:55 PM . arsitektur mesjid-mesjid yang mendapat pengaruh arsitektur India. Umumnya mesjid tua di Jawa berciri seperangkat empat tiang yang dikenal dengan saka guru seperti : • Masjid Menara Kudus. Padang Pariaman.

Silaban. bagian dari masjid yang berupa lapangan terbuku biasanya dibangun tamana dan sebuah kolam atau pancuran air sebagai tempat bersuci file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203. bangunan tinggi tempat muazin mengumandangkan azan. dan masjid Agung di Jember D2. berdindingkan pagar atau terali sehingga tembus pandang yang diperuntukan khusus untuk pemimpin pada waktu sholat − Halaman Terbuka. Tatanan. ruang utama tempat sholat.2 Perkembangan mesjid sangat pesat setelah kemerdekaan Negara Indonesia. − Menara (minaret). Mesjidmesjid pasca kemerdekaan Indonesia awal yang menonjol yaitu Masjid Agung Istiqlal Jakarta dirancang oleh arsitek F. Pada masa ini arsitektur mesjid dipengaruhi oleh gaya modern yang berkembang pada masa itu. ruang tempat berdiri imam ( pemimpin sholat berjamaah ) yang berbentuk ceruk atau relung di dinding sisi Kiblat − Mimbar. kursi atau singgahsana atau tahta tempat para pemimpin memberikan atau menyampaikan masalah-masalah kepada umat atau rakyat. tidak ada suatu rancangan atau pola tertentu yang mengikat. − Maksurah. Bagian dan Konsep Arsitektural Mesjid Arsitektur mesjid di Indonesia beragam. pada umumnya arsitektur mesjid Indonesia mempunyai konsep dan elemen sebagai berikut: − Ruang Utama.htm 3:32:55 PM 2 (10 of 14)5/8/2007 − Serambi. selasar atau koridor yang mengelilingi ruang utama. bilik berbentuk kotak. . Namun. kemudian masjid Salman di Bandung. terdapat didalamnya mihrab dan mimbar − Mihrab. biasanya tidak berdinding penuh atau hanya dibatasi tiang saja.

− Tempat bersuci, tempat mengambil wudhu sebelum masuk ke dalam Masjid berupa kolam, pancuran dan kamar mandi Dibagian belakang dan samping mesjid kuno di Indonesia biasanya terdapat pula makam raja-raja atau sultan-sultan, anggota keluarga raja dan orang-orang yang dianggap keramat, H.A.R Gibb dan Kramer6 menjelaskan mengutip dari Masjid makam ini digolongkan sebagai masyhad, contohnya mesjid Demak, mesjid Kadilangu, mesjid Ampel, mesjeid Kuto Gede, Mesjid banten dan sebagainya.

E. Istana Kerajaan Islam

Keraton atau istana selama masa Islam tumbuh subur di Indonesia meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sumbawa, Sulawesi dan Maluku. Setiap raja, besar atau kecil, membangun gugus bangunan lambang kejayaan dan kekuasaan. Umumnya keraton atau istana berada di dalam pagar keliling dan di pusat kota kerajaan. Sehingga terdapat perbedaan di antara dunia ” dalam” dan dunia ”luar” yang diwakili oleh istana (di Jawa terkadng dikenal dengan Dalem) serta lingkungan alam sekitar di luar istana. Pagar keliling tersebut juga membedakan antara ruang yang sakral dan profan. Lingkungan di dalam istana dikenal sebagai ruang yang bersifat sakral, beradab dan halus, dan lingkungan di luar istana sebagai sesuatu yang liar, kasar dan profan. Tata letak istana/keraton diibaratkan berporos pada gunung yang suci atau berada dalam satu garis imajiner dengan gunung dan laut, seperti halnya yang terjadi di Jawa, Sumatera, Sumbawa, dan ternate, dibelakang keraton/istana terdapat gunung yang dianggap suci. Didalam satu kompleks istana terdapat beberapa bangunan yang mana orientasi atau penempatannya mengekspresikan perumpamaan tingkatan atau hierarki dalam masyarakat tersebut. Hal ini terlihat dalam kompleks keraton Yogyakarta. Di Sumatera, terdapat beberapa istana Kerajaan Islam yang berkuasa pada masa lampau. Sekarang ini masih terdapat beberapa peninggalan bangunannya meskipun kekuasaan raja telah hilang karena
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203.htm 3:32:55 PM 2 (11 of 14)5/8/2007

perubahan sistem pemerintahan di perkecualian Kesultanan Yogyakarta.

negara

Indonesia,

dengan

Seperti halnya dengan mesjid, hampir tidak ada suatu pola khusus dalam rancangan istana. Unsur arsitektur lokal dan kolonial mendominasi konsep arsitektural istana pada abad ke-19 dan ke-20, seperti yang terlihat bangunan istana di Sumatera dan Ternate.
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203.htm 3:32:55 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203.htm 3:32:55 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/bab%203.htm 3:32:55 PM (12 (13 (14 of of of 14)5/8/2007 14)5/8/2007 14)5/8/2007

Arsitektur VERNAKULAR INDONESIA
A. Sejarah Indonesia Perkembangan

Arsitektur

Vernakular

A.1. Hubungan Austronesia dan Indonesia Berdasarkan linguistik, kebanyakan orang Indonesia berbahasa Austronesia, suku bangsa ini memiliki kekayaan 700 - 800 bahasa tersebar pada banyak pulau di Asia Tenggara, termasuk pula Vietnam Selatan, Taiwan, Mikronesia, Polinesia dan Madagaskar. Selain kekayaan bahasa, juga memiliki kekayaan dari budaya materi seperti arsitektur. Budaya Austronesia diperkirakan berasal dari masyarakat yang hidup disepanjang sungai di Cina Selatan dan Vietnam utara sekitar pertengahan abad ke-4 SM. Persebaran orang-orang ini dari tanah leluhur berlangsung sekitar 6.000 tahun yang lalu, dan memuncak sekitar 500 M dengan menyebarkan penggunan bahasa Austronesia ke sekeliling dunia.1 Pengaruh budaya Austronesia terlihat dalam budaya materi, organisasi sosial, kepercayaan, mitos, dan bahasa. Pengaruh

yang tampak dalam budaya materi adalah pengetahuan bercocok tanam padi, irigasi, beternak kerbau dan

4
2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204.htm (1 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2

kambing, penggunaan logam yang sederhana, dan pelayaran. Termasuk pula budaya berburu, mendirikan megalit, upacara ritual kematian, berlayar, menenun, membuat gerabah juga peralatan kampak batu untuk bertukang dan sebagai peralatan memotong. Kearifan nenek moyang, mitos, animisme, penguburan mayat dalam peti, tempat pemujaan yang terletak di tempat yang tinggi merupakan pengaruh dalam kepercayaan. Tradisi monumen-monumen dari batu besar masih subur di beberapa tempat di Indonesia; yang paling menonjol di pulau Nias (pantai barat Sumatra) dan Sumba di kepulauan Nusa Tenggara. Banyak kosa kata dalam bahasa Austronesia saat ini mempunyai asal yang sama, misalnya kata rumah, di Jawa disebut omah, toraja ”banua”, di Roti (Nusa tenggara) ”uma”, minangkabau ” rumah”. Begitu pula halnya pengaruh dalam konsep dan bentuk rumah Austronesia di Indonesia, bagi orang Austronesia rumah bukan sekedar tempat tinggal, melainkan merupakan bangunan teratur berlambang yang menunjukkan sejumlah ide penting perwujudan keramat para leluhur, perwujudan fisik jatidiri kelompok, dunia kecil di jagad raya, dan ungkapan tingkat dan kedudukan sosial. Seperti halnya yang diungkapkan oleh Rapoport, bahwa rumah pada masyarakat tradisional mengekspresikan hierarki status masyarakat dan budaya lokal.1 Ciri dan karakteristik mendasar dari rumah austronesia yaitu terdiri atas bangunan persegi empat, berdiri di atas tiang-tiang, beratap ilalang. Pintu masuk berupa tangga yang ditakik dan ada perapian dengan rak di atasnya untuk kayu bakar dan penyimpanan. Bentuk dasar ini mengalami pembaharuan di daerah Austronesia dan ditemukan di rumah Batak, ”rumah gadang” di Minangkabau, ”rumah Tongkonan” di Toraja, dan ”rumah panjang” di dayak, Kalimantan.

”kiri” dan ”kanan” .. dan tanduk kerbau yang mencerminkan kekuasaan dan nilai kesakralan. Simbol tersebut umumnya juga terdapat pada dinding penutup atap (gable-end).Pengaturan perlambang rumah di dalam rumah yang merupakan ciri lain dari rumah austronesia sering menggunakan pasangan koordinasi ruang yang berlawanan − ”dalam” dan ”luar”. Paul Oliver dalam bukunya Ensikolopedia Arsitektur Vernakular menjabarkan bahwa arsitektur vernakular konteks dengan lingkungan sumber daya setempat yang dibangun oleh suatu masyarakat dengan menggunakan teknologi sederhana untuk memenuhi kebutuhan karakteristik yang mengakomodasi nilai ekonomi dan tantanan budaya masyarakat dari masyarakat tersebut. balai adat dan lain sebagainya. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. channeled into quasi-instinctive reactions to the outer world.2 Perlambangan dalam rumah austronesia nampak pada struktur dan bentuk atap menggambarkan berbagai macam bentuk dan simbol dari benda seperti kipas. perahu. bahkan antara yang masih hidup dan yang sudah meninggal. 3 " Vernacular architecture is the manual-artisan culture of building.htm (3 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 A.htm (2 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. Pengertian Arsitektur Vernakular Kata Vernakular berasal dari vernaculus (latin) berarti asli (native). untuk membentuk opografi perlambang yang mengatur dan mewakili hubungan sosial ini." . generasi muda dan tua.2. Arsitektur vernakular ini terdiri dari rumah dan bangunan lain seperti lumbung. sanak dan saudara. ”depan” dan ”belakang”. Maka vernakular arsiektur dapat diartikan sebagai arsitektur asli yang dibangun oleh masyarakat setempat. Beberapa rangkuman pengertian vernakular arsitektur : " Vernacular architecture owes its spectacular longevity to a constant redistribution of hard-won knowledge. ”timur” dan ”barat” dipetakan dalam kelompok sosial yang dikaitkan dengan hubungan erat antar jenis kelamin. based on tectonic logic.. Status sosial atau hierarki dari rumah sering digambarkan dalam dekorasi yang ada di dinding penutup atap.

yang mampu memberikan ikatan lahir bathin. Selain itu. kata tradisional sering digunakan untuk membedakan dengan modern. kata tradisional diartikan sebagai sesuatu yang dilakukan secara turun temurun dari generasi ke generasi. baik di dunia global dan Indonesia. Di dunia global. Sehingga seringkali bangunan tradisional disebut dengan “rumah adat. kata adat ini di adopsi dari bahasa Arab. Josep Prijotomo berpendapat bahwa secara konotatif kata tradisi dapat diartikan sebagai pewarisan atau penerusan norma-norma adat istiadat atau pewarisan budaya yang turun temurun dari generasi ke generasi. 4 " Vernacular buildings are built by ordinary people who possess principles. materials and custom.” Pada prinsipnya. or patterns. 5 Kata tradisional berasal dari kata tradisi yang di Indonesia sama artinya dengan adat (custom). yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari hidup manusia budaya tradisional. Ismunandar menjelaskan bahwa arsitektur traditional. A living pattern language is essential to true vernacular construction by those not trained in architecture. pengertian vernakular arsitektur sering juga disamakan dengan arsitektur tradisional.htm (4 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 diberikan untuk karya-karya arsitektur asli daerah di Indonesia. yang diturunkan dari generasi ke generasi.4 Dalam hal ini. khususnya arsitektur kolonial Belanda. Di Indonesia. that have traditionally been handed over from generation to generation. sebutan yang berasal dari kata Belanda “ traditionell Architectuur”. Kemudian. istilah-istilah lain sering bersentuhan arti dan maknanya dengan vernakular arsitektur yaitu . salah satu alasannya adalah untuk membedakan jenis arsitektur yang timbul dan berkembang dan merupakan karakteristik suku-suku bangsa di Indonesia dari jenis arsitektur yang tumbuh dan berkembang atas dasar pemikiran dan perkembangan arsitektur di Eropa. Arsitektur dan bangunan tradisional merupakan hasil seni budaya tradisional."Building is a craft culture which consists in the repetition of a limited number of types and in their adaptation to local climate. pada waktu itu istilah ini file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204.

Sementara itu. Macam ragam arsitektur vernakular Indonesia Dari keberagaman arsitektur vernakular Indonesia. akan tetapi karena kemiripan makna dan arti satu dengan yang lainnya yang semuanya terangkum dalam pengertian arsitektur vernakular seperti yang di jelaskan oleh Paul Oliver dalam bukunya Ensiklopedia Vernacular Architecture.htm (6 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 Gambar 4. Terdapat beberapa perdebatan tentang sebutan yang tepat bagi arsitektur Indonesia ini. jika ditelusuri terdapat kesamaan dari keberagaman tersebut yang berasal dari akar yang sama yaitu budaya Austronesia. Tipe Arsitektur Vernakular Indonesia: Keberagaman dan Kesamaannya Indonesia adalah negara kaya dengan ratusan etnis yang mana setiap etnis memiliki kekhususan budaya tersendiri.arsitektur rakyat (Folk Architecture). arsitektur lokal atau kontekstual (indigenous architecture) bahkan ada juga yang kemiripan dengan arsitektur alamiah (spontanous architecture). Bahkan kesamaan dari keberagaman itu juga nampak dari pada arsitektur non-austronesia seperti Papua. maka penggunaan istilah vernakular menjadi pilihan dalam buku ajar ini. arsitektur lokal atau kontekstual. Dari semua tipe tersebut. geografi.4. Secara garis arsitektur rakyat diartikan sebagai arsitektur yang menyimbolkan budaya suatu suku bangsa dengan beberapa atribut yang melekat dengannya. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204.htm (5 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. B. adalah arstektur yang beradaptasi dengan kondisi budaya. terdapat beberapa tipe yang memiliki keunikan dan karakteristik yang sangat kuat seperti yang terlihat pada gambar berikut ini. Kesamaan ciri-ciri arsitektur vernakular Nusantara yang juga merupakan ciri dari arsitektur austronesia : − Tipe rumah panggung . iklim dan lingkungan dan arsitektur alamiah adalah arsitektur yang dibangun oleh satu masyarakat berdasarkan proses alamiah seperti kebutuhan dasar manusia. sehingga terdapat pula ratusan tipe rumah vernakular di Indonesia.

terdapat dua tipe tatanan permukiman dan rumah dari kampung-kampung tradisional yaitu linear dan konsentris. dan kosmologi masyarakat yang mendiaminya. namun . Seringklai pemanjangan dibuat lekukan sehingga menimbulkan daya tarik estetis. − Tiang bangunan mempunyai alas batu. Bali. − Memiliki ornamen pada dinding penutup atap (gable end) yang menyimbolkan status sosial.1. melainkan beralas batu sehingga lebih fleksibel ketika ada guncangan atau gempa. Tiang tidak ditanam didalam tanah. Selain itu itu atap pelana (saddle roof) lebih umum digunakan. sistem bercocok tanam. Kampung-kampung dengan tantanan linear biasanya terdapat di pesisir-pesisir pantai Indonesia. begitu pula bentuk huruf T pada kampung di Nias Selatan (Bawomataluo) dan bentuk silang (cross type) pada kampung di Bali. Di masa mendatang tatanan ini mengalami evolusi dalam perkembangannya seperti bentuk radial pada kampung di Sumba Barat dan Ruteng di Flores. menggunakan sistem sambungan tarik dan tekan (sistem pen) tanpa menggunakan paku dan sistem cros-log foundation (balok kayu yang saling tumpang tindih secara horizontal). biasanya tanpa menggunakan paku.htm (7 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 B. tatanan sosial. Konsep ruang dalam tatanan rumah dan kampung merupakan bagian penting dari tradisi vernakular. Proporsi atap lebih besar dari pada badan dan kaki (bagian bawah) bangunan. Lombok dan Papua. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. − Lantai bangunan didukung oleh tiang dan balok kayu yang saling mengikat satu sama lain. Dominasi atap tampak pada keseluruhan bangunan.Sebagian besar rumah vernakular Indonesia kecuali rumah Jawa. Di Indonesia. menggunakan struktur rangka tiang kayu atau tipe rumah panggung sebagai upaya adaptasi dengan iklim dan geografi. − Pemanjangan bubungan atap sering dangan sopi-sopi mencondong keluar. kekuasaan dan karakteristik budaya. Pola Perkampungan Tipikal perkampungan di Indonesia pada dasarnya menggambarkan respon terhadap kondisi alam.

file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. Pola perkampungan dan perletakan rumah pimpinan menandakan sistem sosial dan kekuatan masyarakat yang mendiaminya. Bali. dan beberapa wilayah di Jawa. tugu dan tiang sakral keagamaan seperti halnya yang nampak pada kampung-kampung di Nias dan Sumba. Sulawesi. Nias. rumah tinggal.htm (9 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 Perkampungan dengan pola konsentris terdapat di Flores dan Sumba dan Jawa Tengah. acara kesenian dan lain sebagainya. tetapi ada juga yang ditempatkan di tengah-tengah barisan seperti halnya pada permukiman di Batak Toba. Bangunan pada kampung bersifat linear letaknya berbaris dan berhadapan satu sama lainnya. Kalimantan. Orientasi dari barisan rumah menghadap ke titik tersebut yang terdiri dari beberapa layer berdasarkan hierarki atau kedudukan dari status sosial masyarakat. diantara barisan bangunan tersebut terdapat ruang bersama yang digunakan untuk berbagai macam kegiatan seperi berkumpul. Letak ketiga bangunan tersebut bisa saling berhadapan seperti halnya yang terjadi di perkampungan Batak Toba dan Bali Aga. tugu atau kuburan para nenek moyang. Bangunan pemimpin (chief house) atau raja ditempatkan dekat dekat batu atau tugu tersebut atau di ujung pelataran yang membelah barisan rumah dan menjadi akhir dari deretan rumah dan kampung. dan lumbung. misalnya ruang terbuka (tempat berkumpul). bale adat atau ruang pengadilan atau ruang musyawarah. pemujaan atau ritual keagamaan.file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. Pada ruang terbuka ini pula sering ditempatkan batu megalith. batu megalith. Ditinjau dari fungsinya. Tantanan perkampungan seperti ini memiliki bagian tengah yang dianggap sakral dan penting. bangunan vernakular Indonesia umumnya terdiri dari tiga bagian .htm (8 of 20)5/8/2007 3:32:57 PM 2 juga terdapat di pedalaman Sumatra. Secara evolusi beberapa kampung memiliki pola gabungan dari linear dan kosentris yang sering disebut dengan compound type. Kampung dengan pola kosentris menyimbolkan penerapan sistem pemerintahan pada kekuatan tunggal yang memusat. Terdapat strata sosial agak kompleks dengan kekuatan terpusat pada .

seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa pembagian ruang ini sebagai respon terhadap sistem sosial kekerabatan. pembagiann ruang terdiri dari bagian atas.htm 3:32:57 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. Umumnya masyarakat primitif memiliki kepercayaan terhadap pembagian dunia atau alam . Semetara. adalah untuk kehidupan manusia dan ruang bawah adalah untuk binatang ternak atau 2 gudang.htm 3:32:57 PM (10 (11 of of 20)5/8/2007 20)5/8/2007 Secara vertikal. Selain kedua tatanan tersebut. Secara horizontal. Pembagian ruang dapat dikategorikan secara vertikal dan horizontal. bagian yang paling inti atau penting yaitu terletak pada sisi sebelah kanan belakang dari interior rumah yang diebut dengan jabu bona. B. ruang yang paling suci berada pada bagian inti rumah yang disebut dengan ”dalem” tepatnya di senthong. ada juga yang disebut dengan pola menyebar ( scattered type) atau disperse settlement pattern.2. Pola perkampungan ini seringkali menggambarkan persamaan struktur sosial (less stratified social struktur) dan kelompok masyarakat yang lebih kecil. Pembagian atas tiga bagian ini (tripatite) dipengaruhi oleh kondisi alam dan kosmologi dari masyarakatnya. Ruang tengah.satu orang. kosmologi dan kondisi alam sekitar. Di rumah Batak Toba. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. grup atau kelompok. kampung dengan pola linear menggambarkan demokrasi dari distribusi kekuasaan dengan strata sosial lebih sederhana. tengah dan bawah. dengan bagian atas sebagai ruang yang paling sakral sehingga barang-barang yang dianggap keramat disimpan di dalam ruang atas ini. terdapat bagian dari rumah yang dianggap paling sakral atau suci adalah bagian yang paling dalam atau belakang. Di dalam rumah Jawa. bahkan seringkali mencerminkan kehidupan yang berpindah-pindah sebagai akibat dari pergantian sistem bercocok tanam.. Rumah dan Tatanan Ruang Konsep tatanan ruang dalam rumah umumnya sama dengan konsep tantanan ruang dalam satu perkampungan. sehingga menjadi tempat pemujaan atau penyimpanan benda-benda keramat atau warisan leluhur.

Kalimantan. Batak. Karo. Untuk kemudahan pemasangan. Umumnya dalam satu rumah terdapat pemimpin sebagai kepala suku mendiami salah satu ruang yang dianggap paling utama. Mentawai. tinggal dalam satu rumah besar seperti rumah Batak Toba. Dari segi bentuk dan morphologi ruang. Beberapa rumah vernakular Indonesia merupakan tipe rumah komunal artinya terdapat beberapa keluarga yang memiliki kekerabatan dengan beberapa generasi yang berbeda. Penyatuan semua bagian bangunan dilakukan dengan cara membentuk dan menyambung bagian kayu dengan beberapa alat khusus sederhana seperti kampak. dan dunia bawah bagi roh-roh jahat. Sulawesi. tapi menggunakan sambungan lubang dengan pasak. sambungan pangku dan sambungan takik. Mingkabau. dunia tengah bagi kehidupan manusia. Nias Selatan.htm 3:32:57 PM 2 (12 of 20)5/8/2007 Salah satu ciri arsitektur vernakular adalah menggunakan bahan yang alami dan teknik konstruksi yang sederhana dengan cara menyusun tiang dan balok. Bentuk dan organisasi ruang bergantung kepada kebiasaan dan adat istiadat setempat.ke dalam tiga bagian yaitu dunia atas sebagai tempat para dewa. Bali dan Sumba. umumnya rumah vernakular di Indonesia terdiri dari persegi panjang dan bujur sangkar seperti halnya rumah Aceh. Ruang-ruang tersebut dihubungkan oleh ruang bersama. Penyusunan tiang dan balok pada prinsipnya tidak menggunakan paku. Teknologi Bangunan : Bahan Bangunan dan Teknik Konstruksi file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. alas (tikar) saja. Keluarga tersebut menempati masing-masing ruang dengan masingmasing letak yang telah disepakati. pahat. Namun ada juga yang menggunakan bentuk lingkaran dan ellips seperti rumah di Nias Utara. Kalimantan. Lio (Flores). gergaji. ada yang hanya dibatasi oleh dinding ada pula yang dibatasi oleh perbedaan tinggi lantai. Melayu.3. golok (parang). seringkali tiang dan balok disambung di tanah sebelum diletakkan di atas batu pondasi. Lombok dan Papua. Susunan tiang-tiang tersebut bersandar . B. Jawa. Sumba. Mentawai.

Dengan kata lain. Hal ini dilakukan secara bertahap dan melibatkan pemilik rumah dan pemuka kampung atau ahli tukang (chief carpenter) atau orang yang dianggap keramat atau sakti. sehingga diperlukan tata cara dalam pendirian rumah. tempat berteduh dari panas dan hujan melainkan merupakan bangunan yang ditata secara perlambang yang konteks dengan sosial budaya masyarakat yang tinggal didalamnya.htm 3:32:57 PM 2 (14 of 20)5/8/2007 B.4. sampai upacara masuk/penghunian rumah. pendirian tiang utama/seri/tengah.di atas batu pondasi dengan stabilitas didapat dari rel-rel melintang yang masuk ke lubang yang dibuat di dalam tiang. penentuan titik pembangunan rumah. Dalam hal ini. dengan menambahkan penopang atau batang silang menbentuk huruf X dan V. Misalnya. mendirikan rumah dapat dilihat sebagai penerapan hidup dalam lingkungan sosial yang diwakilinya. Upacara dilakukan mulai dari pembersihan lahan rumah.htm 3:32:57 PM 2 (15 of 20)5/8/2007 Upacara pembersihan dan meminta izin kepada roh di dunia dan dewa-dewa yang memiliki tanah dilakukan . file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. proses pembersihan dan pendirian tanda rumah dilakukan pemilik rumah dalam hal ini ibu/perempuan pemilik rumah dengan orang sakti yang dipanggil bomoh yang tahapannya dapat dilihat pada gambar berikut ini.htm 3:32:57 PM 2 (13 of 20)5/8/2007 Perkuatan sistem konstruksi rumah untuk mengantisipasi kondisi alam yang arawan gempa terlihat pada rumah Nias. Pada bangunan lumbung di Indonesia memiliki kekhususan dari teknik konstruksi yaitu pemasangan piringan kayu besar disusun di atas puncak tiang dasar untuk mencegah hewan pengerat mencapai tempat penyimpanan padi. pemasangan bubungan atau atap rumah. Upacara Pendirian Bangunan Bagi orang Indonesia rumah lebih dari sekedar tempat tinggal. rumah menjadi perlambang status kedudukan seseorang dalam masyarakat. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204.

Seringkali upacara yang berhubungan dengan ketiga hal tersebut dikaitkan dengan arah mata angin dan pergerakan matahari. rumah juga dianggap sebagai perwujudan jagad kecil dari jagat raya. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. Sebagian besar masyarakat tradisional Indonesia membagi alam kedalam tiga bagian. pembagian ruang dalam rumah sebagai jagad kecil merefleksikan pembagian ruang dalam alam semesta. seringkali di letakkan pada bagian tengah atau atas (atap) rumah.htm 3:32:57 PM 2 (17 of 20)5/8/2007 Dalam masyarakat . file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. berfungsi juga mengusir rohroh atau gangguan dari luar terhadap keselamatan penghuni rumah. Dalam sisi tegak. Pembagian ini sangat jelas terlihat pada rumah-rumah di Sumatra khususnya Batak Toba7. Tongkonan di Toraja. Selain menjadi jiwa atau nyawa dari rumah. perkawinan dan kematian. dunia tengah dan dunia bawah. Rumah adalah tempat kelahiran. Sulawesi dan beberapa rumah Sumba di Nusa Tenggara. lantai mewakili dunia biasa pengalaman seharihari dan ruang kosong dibawah rumah dihubungkan dengan alam baka yang dihuni oleh roh jahat. Spirit atau jiwa dari rumah yang didirikan sering disimbolkan dalam benda keramat yang diletakkan di dalam rumah. rumah di Kalimantan. maka wanita melahirkan ditempatkan di bagian timur rumah dan orang meninggal ditempatkan dibaringkan di bagian barat. jiwa orang mati dan hal-hal gaib lainnya. ruang dibawah atap disamakan dengan alam dewa dan leluhur. Kosmologi ini juga mempengaruhi pembagian ruang dalam rumah . Sebagai contoh timur dianggap serupa dengan hal-hal memberi kehidupan dan barat identik dengan kematian.htm 3:32:57 PM 2 (16 of 20)5/8/2007 Selain itu.oleh hampir semua etnis atau masyarakat tradisional Indonesia. Ritual ini bertujuan untuk memberikan spirit atau jiwa bagi kehidupan yang berlangsung didalam rumah/bangunan yang didirikan. Misalnya raga-raga6 yang digantung dibawah atap rumah Batak Toba. Sehingga unsur kejagadan ini menciptakan tatanan upacara yang mengatur kegiatan di dalam rumah. dunia atas.

Pengaturan ruangan keluarga di dalam rumah suku Minangkabau di Sumatera Barat sangat dipengaruhi oleh konsep gender tersebut.tradisional. C. C.1. Seringkali wanita dikaitkan dengan bagian dalam atau belakang rumah.6. C. C. Diawali dengan perdagangan bilateral yang dilakukan oleh Persekutuan Dagang Hindia Timur atau lebih dikenal dengan sebutan Vereenigde OostIndische Compagnie (VOC) kemudian . C.htm 3:32:57 PM (19 (20 of of 20)5/8/2007 20)5/8/2007 .5. Sumatra Jawa Kalimantan Bali dan Nusat Tenggara Sulawesi Papua file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204.2. Arsitektur kolonial indonesia A.htm 3:32:57 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. selain pembagian rumah yang dikaitkan dengan simbol sebagai jagad kecil.htm 3:32:57 PM 2 (18 of 20)5/8/2007 lain.3. Arsitektur Vernakular Indonesia C. arah kejagadan rumah sesuai dengan penataan ruang perlambang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%204. dan pria serupa dengan bagian depan atau luar rumah.4. Sejarah Kolonialisasi di Indonesia Kolonialisasi wilayah Indonesia didahului oleh kemunduran dari pengaruh Majapahit yang berhasil mempersatukan Nusantara. seperti pembagian dengan konsep berdasar gender serta gagasan mengatur perilaku pria dan wanita. C.

Untuk mengukuhkan penguasaan perdagangan rempah di Nusantara. benteng Victoria di Ambon pada tahun 1580.htm (1 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM . setelah Malaka ditaklukan oleh Portugis. Dimulai dengan perhubungan dagang dengan masyarakat setempat. sasaran berikutnya adalah kepulauan Maluku yang berpusat di Pulau Banda dan Ternate dengan maksud menguasai perdagangan rempah yang sangat menguntungkan di Asia. benteng di Banten tahun 1603. VOC mendirikan pos-pos dagang yang terdiri dari gudang. Batavia. Kemudian setelah itu didirikan juga beberapa benteng-benteng lain seperti benteng di Ternate tahun 1576. benteng di Batavia pada tahun 1619. benteng tertua di pulau Banda didirikan ± tahun 1550. Sebelumnya ekspansi Portugis yang dipimpin oleh Alfonso De Albuquerque masuk melalui pendudukan yang dimulai di Malaka pada tahun 1511. Namun hubungan yang bergejolak dengan penduduk asli dan saingan Eropa. sehingga akhirnya VOC mendirikan bentengbenteng pertahanan di beberapa kota dagang tersebut. Sehingga pada akhirnya banyak rajaraja yang takhluk dan tunduk dengan pemerintahan kolonial yang disebut dengan Pemerintah Hindia Belanda. penginapan bagi pedagang utama ( opperkoopsman) dan pegawainya di berbagai kota di wilayah Nusantara seperti Maluku. dan Makassar. Portugis dan Perusahaan Belanda yang dikenal dengan VOC lalu kemudian meluas pada hubungan kerjasama dengan raja-raja karena pada masa itu umumnya pemerintahan di Indonesia berbentuk Kerajaan. 2 5 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. Banda. dan benteng (Fort) Rotterdam di Makasar.1 Setelah VOC memindahkan pusat perdagangannya di Batavia (pulau Jawa) maka batu pertama dimulainya Arsitektur Kolonial menjadi kenyataan dengan didirikannya “Fort Batavia” yang kemudian berkembang pula kota Batavia sebagai merupakan cikal kota Jakarta sekarang ini. memerlukan pertahanan dan tingkat kelengkapan bagi pos dagang tersebut.ekspansi ke penguasaan perdagangan dan wilayah.

Kota-kota di Nusantara pada masa prakolonial dapat dikelompokkan menjadi dua tipe kota. Palembang. Pemerintahan jajahan baru ini meluaskan kekuasaannya ke kota dan pedalaman Nusantara. Balikpapan. Banten. seperti penataan keraton dan elemen-elemen di sekelilingnya diupayakan simetris. Pusat-pusat kerajaan yang bersifat homogen dan sakral yang berada di tengah-tengah daerah pedalaman yang agraris. Tembok pembatas ini bukan sekedar batas yang berfungsi sebagai penunjang keamanan atau batas teritorial. Awalnya kota Kolonial Belanda berada di daerah pesisir yang dulunya merupakan kota-kota perdagangan yang telah terjadi sejak masa Hindu dan Islam seperti kota Ambon. tetapi lebih merupakan struktur hubungan antara elemenelemen pembentuk ruang. − Mikrokosmos-hierarkis maksudnya sebagai pengadaan ruang suci dengan tembok sebagai batas antara ruang dalam dan luar. antara satu dengan yang lain digunakan 2 prinsip yaitu : − Mikrokosmos-dualitis maksudnya setiap kota di Jawa dibagi atas dua bagian yaitu bagian profan disebelah utara dan bagian sakral disebelah selatan. Perwujudan konsep ini tampak dari penempatan benda secara simetris yang dimaksudkan sebagai lambang harmonis kehidupan. administrasi VOC Hindia Belanda diganti oleh pemerintahan jajahan yang dipertanggungjawabkan ke Belanda tahun 1800. Medan. Kota-kota perdagangan di daerah pesisir yang bersifat heterogen dan profan 2. Kemudian Pemerintahan Hindia Belanda juga mengadopsi konsep kota-kota asli dengan ciri budaya . Batavia (Jakarta). Kemudian beberapa kota baru terbentuk selama masa kolonial Belanda seperti kota Bandung. Pembentukan Kota-kota kolonial di Indonesia Setelah dilanda perang politik yang timbul dari perang Napoleon. Malang dan lain sebagainya. konsepsi yang menghubungkan elemen-elemen pembentuk ruang pada kota tradisional Jawa. Cirebon. Bab IV)2. Ujung Pandang.2 B. yaitu : 1. Surabaya. Menurut Santoso (1984. Semarang.

taman. Banten.htm (5 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 . Kemudian bangunan lain yang dibangun pemerintah Hindia Belanda yaitu penjara kota juga file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. Arsitektur Kolonial Indonesia C. Pada kota-kota tersebut Pemerintah kolonial hanya menambah beberapa elemen atau fasilitas yang menunjang kekuasaan pemerintahan kolonial. Bangunan perkotaan orang Belanda pada periode ini masih bergaya Belanda dimana bentuknya cenderung panjang dan sempit. Lodji.htm (2 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 mengelilingi alun-alun. kutipan dari Ir.3 Bangunan ini tidak mempunyai suatu orientasi bentuk yang jelas.htm (4 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 C. Perkembangan Arsitektur Kolonial Indonesia Perkembangan Arsitektur kolonial Belanda di Indonesia dibagi atas 4 periode ( Helen Jessup:2. bank.htm (3 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. Handinoto dalam bukunya Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolonial Belanda di Surabaya) : 1. Abad 16 sampai tahun 1800-an Waktu itu Indonesia masih disebut sebagai Nederland Indische (Hindia Belanda) di bawah kekuasaan perusahaan dagang Belanda.1. Kediaman Reine de Klerk (sebelumnya Gubernur Jenderal Belanda) di Batavia. Perpaduan khas antara unsur Belanda dan Indonesia merupakan ciri kha kota abad ke-19 teruatama di Jawa. gereja dan lain sebagainya di pusat kota-kota tersebut. rumah sakit. atau tidak beradaptasi dengan iklim dan lingkungan setempat. Surakarta dan Banda Aceh. atap curam dan dinding depan bertingkat bergaya Belanda di ujung teras. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.Indonesia asli seperti kota Yogyakarta. Cirebon. perkantoran (kantor pos. VOC. Pada masa itu Pemerintah kolonial membangun berbagai macam fasilitas kota bangunan pusat pemerintahan. berhadapan dengan mesjid. pengadilan) stasiun. atau kantor residen biasanya terletak di sisi timur alun-alun. Arsitektur Kolonial Belanda selama periode ini cenderung kehilangan orientasinya pada bangunan tradisional di Belanda.

iklim dan material yang tersedia pada masa itu. Abad ke 19 perkembangan Indische Architectuur atau dikenal dengan Rumah Landhuis yang merupakan tipe rumah tinggal di seluruh Hindia Belanda pada masa itu memiliki karakter arsitektur seperti : − Denah simetris dengan satu lantai. 3. Pada periode ini. Hasilnya berbentuk gaya Hindia Belanda yang bercitra Kolonial yang disesuaikan dengan lingkungan lokal. terbuka. − Menggunakan atap perisai. Setelah pemerintahan tahun 1811-1815 wilayah Hindia Belanda sepenuhnya dikuasai oleh Belanda. Tahun file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. Tahun 1800-an (awal abad ke 19) sampai dengan tahun 1902 Pemerintah Belanda mengambil alih Hindia Belanda dari VOC. atau The Ducth Colonial Villa: Gaya arsitektur neo-klasik yang melanda Eropa (terutama Prancis) yang diterjemahkan secara bebas. Balai Kota Medan dan beberapa bangunan di beberapa kota di Hindia Belanda. Bangunan-bangunan yang berkesan grandeur (megah) dengan gaya arsitektur Neo Klasik dikenal Indische Architectuur sebenarnya berlainan dengan gaya arsitektur Nasional Belanda pada waktu itu. Seperti Gereja Protestan di pusat kota tua Semarang. di Hindia Belanda terbentuk gaya arsitektur tersendiri yang dipelopori oleh GubernurJenderal HW yang dikenal dengan the Empire Style. gaya neo-klasik merupakan gaya arsitektur yang sangat cocok untuk mengungkapkan kemegahan kemaharajaan. Pada tahun 1865 oleh karena jarak yang jauh dan komunikasi yang sulit dengan Pemerintah Belanda sehingga perkembangan kemajuan arsitektur modern di Belanda tidak sampai gemanya ke Indonesia.2.htm (6 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 . Pada saat itu. gereja Williams di Batavia (sekarang gereja). pilar di serambi depan dan belakang (ruang makan) dan didalamnya terdapat serambi tengah yang mejuju ke ruang tidur dan kamar-kamar lainnya. − Pilar menjulang ke atas ( gaya Yunani) dan terdapat gevel atau mahkota di atas serambi depan dan belakang.

Secara umum. juga memasukkan unsur-unsur arsitektur tradisional (asli) Indonesia sehingga menjadi konsep yang eklektis.19021920an Kaum Liberal Belanda pada masa antara tahun 1902 mendesak politik etis diterapkan di tanah jajahan. − Penggunaan Tower pada bangunan Tower pada mulanya digunakan pada bangunan gereja kemudian diambil alih oelh bangunan umum dan menjadi mode pada arsitektur kolonial Belanda pada abad ke 20. ada yang bulat. Pada awal abad 20. segiempat ramping. Sejak itu pemukiman orang Belanda di Indonesia tumbuh dengan cepat. Tahun 1920-an sampai tahun 1940-an Gerakan pembaharuan dalam arsitektur baik di tingkat nasional maupun internasional. stepped gable. 4. ciri dan karakter arsitektur kolonial di Indonesia pada tahun 1900-1920-an4: − Menggunakan Gevel ( gable) pada tampak depan bangunan Bentuk gable sangat bervariasi seperti curvilinear gable. Selain unsur-unsur file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. pediment ( dengan entablure). Gereja Poh sarang di Kediri. arsitek-arsitek yang baru datang dari negeri Belanda memunculkan pendekatan untuk rancangan arsitektur di Hindia Belanda. Indishe Architectuur menjadi terdesak dan sebagai gantinya muncul standar arsitektur modern yang berorientasi ke Belanda. dan ada yang dikombinasikan dengan gevel depan. Konsep ini nampak pada karya Maclaine Pont seperti kampus Technische Hogeschool (ITB). semula masih memegang unsur-unsur mendasar bentuk klasik. memasukkan unsurunsur yang terutama dirancang untuk mengantisipasi matahari hujan lebat tropik. Hal ini mempengaruhi arsitektur kolonial Belanda di Indonesia. − Penggunaaan Dormer pada bangunan . Aliran baru ini. gambrel gable. Bentuknya bermacam-macam.htm (7 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 arsitektur tropis.

Lemei Seorang arsitek terkemuka di masa Belanda. Beberapa file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm (9 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 . Karsten juga berprofesi sebagai ahli perencana kota (planologi). Sepanjang tahun 20-an dan 30-an. Pasar Johar Semarang 91938). meskipun denah berbeda secara keseluruhan bangunan kantor Gubernur ini mirip dengan bangunan Balai Kota Hilversum di Netherland yang dirancang oleh Willem Dudok. Arsitek dan biro arsitek yang berkarya di Indonesia Pada masa pendudukan Belanda. rancangan bangunan dipengaruhi oleh gaya Art deco untuk jendela dan ventilasi.htm (8 of 17)5/8/2007 3:32:58 PM 2 bangunan di luar Jawa yaitu Postpaarbank di Makasar. o Membuat Galeri atau serambi sepanjang bangunan sebagai antisipasi dari hujan dan sinar matahari.Lemei juga merancang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. Salah satu karya terbaiknya adalah kantor lama perusahaan pelayaran kapal uap Belanda Stoomvart Maatschappij Netherland (SMN) di pusat kota lama Semarang. Karya arsitektur Karsten menunjukkan perhatiannya terhadap iklim tropik terlihat pada tingginya jendela. diantaranya yang ternama adalah sebagai berikut : − W. Selain sebagai arsitek. banyak terdapat arsitek Belanda yang berkarya di Hindia Belanda. 1932. C. − Herman Thomas Karsten Seorang arsitek Belanda yang berpraktik di Batavia dan terakhir menjadi professor perencanaan perkotaan dan terakhir di Sekolah Teknik Bandung (ITB sekarang). Karsten merancang sebagian pasar-pasar kotamadya yang meliputi Pasar Gede di Surakarta (1929).− Penyesuaian bangunan terhadap iklim tropis basah o Ventilasi yang lebar dan tinggi. kisi-kisi ventilasi yang menjulang tinggi dari lantai ke langit-langit yang berfungsi selain sebagai corong pergantian udara yang leluasa juga memanfaatkan cahaya matahari.2. W. salah satu karyanya yang terkenal dan masih berdiri hingga kini yaitu .

karya rancangan kota atau kawasan Karsten perencanaan pengemnbagan kota Semarang, kawasan candi Semarang. Bebeberapa karya arsitektur karsten yang lain yaitu : − Kantor Zuztermaatschapijen Semarang − Museum Sonobudoyo, Yogyakarta − Henri Maclaine Pont Merupakan arsitek Belanda yang lahir dan besar di Netherlandsch Indie (Hindia Belanda) kemudian mendapatkan pendidikan arsitektur di Sekolah Teknik di Delf (Belanda). Ia pernah berkarir dua tahun setelah menamatkan studinya di Belanda dan termasuk salah satu arsitek Belanda yang terkemuka saat itu, kemudian pulang dan berkarir di tanah kelahirannya, Hindia Belanda tahun 1911. Di Hindia Belanda karyanya banyak terinspirasi oleh arsitektur vernakular nusantara dan juga menekankan pada adaptasi dengan iklim. Beberapa karyanya di Hindia Belanda :
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm 3:32:58 PM 2 (10 of 17)5/8/2007

 Kantor Pusat Perusahaan Tram-Uap Semarang-Cirebon di Tegal, 1911  Gerbang masuk Pekan raya dan Pameran Perumahan Kolonial di Semarang tahun 1914  Kompleks kampus Technische Hoogescool tahun 1934, sekarang ITB  Pohsarang, Gereja Misi Katolik Roma di Kediri, 1938  Museum Trowulan − C.P. Wolf Schoemaker
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm 3:32:58 PM 2 (11 of 17)5/8/2007

Seorang arsitek terkemuka Belanda yang banyak berkarya di Indonesia (Hindia Belanda). Selain itu hasil karya berupa tulisan dari hasil penelitiannya mengenai kebudayaan Indonesia termasuk arsitektur candi-candi, seperti bukunya yang berjudul Aesthetiek en oorsprong der Hindoe koenst op Java (Estetika dan keaslian Hindu di Jawa) tahun 1924. Salah satu karyanya yang terkenal adalah vila Isola di Bandung. Beberapa karya yang lain yaitu Societeit Concordia, gereja Protestan, gereja Katolik, Jaarbeurs, beberapa rumah tinggal yang semuanya berada di Bandung.

Kemudian karyanya yang di Surabaya yaitu gedung International Credit (sekarang Kantor Aneka Niaga), gedung Kolonial Bank Surabaya, kawasan beneden (sekarang kota lama), bangunan Java Store. − C.Citroen Salah seorang arsitek penting pada zaman Belanda, salah satu karyanya yang terkenal adalah Radhuis atau Balai Kota di Ketabang Surabaya yang hingga sekarang ini masih difungsikan sebagai Balai kota Surabaya. Arsitektur bangunan dapat dikatakan perpaduan selaras antara tiga unsur : tradisional, modern dan tropis.2 Karya Citroen yang lain adalah sebuah gereja yang
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm 3:32:58 PM 2 (12 of 17)5/8/2007

berhadapan langsung dengan gedung Radhuis diresmikan pada tahun 1931. Bangunan gereja ini mencerminkan arsitektur modern berbeda dengan bangunan Balai Kota didepan yang memasukkan unsur tradisional. Kemudian, karya Citroen yang menggunakan arsitektur modern kubisme yaitu sebuah rumah sakit di Raya Darmo yang mirip perancangannya dengan bangunan gereja di depan Balai Kota dan gedung Borsumij di kawasan kota lama Surabaya. Gedung Bursumij ini yang merupakan milik sebuah perusahaan dagang Belanda dinding-dindingnya membentuk sebuah unit-unit blok tiga dimensional, dimana perspektif keseluruhan mirip dengan sebuah kubus. − MJ. Hulswit & Peter JH. Cuypers, Edward Cuypers (Biro Arsitek Ed.Cuypers&Hulswit) Sebuah biro arsitek ternama di Indonesia pada Belanda yang banyak karya di beberapa kota-kota di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Surakarta, Yogyakarta, Makassar (Ujung Pandang, Medan dan lain-lain. Biro arsitek ini merupakan cabang dari dari perusahaan yang bernama Architecten Bureau Ed. Cuypers and Hulswit yang berpusat di Amsterdam Belanda. Beberapa karya Ed. Cuypers & Hulswit yaitu : − Kantor pusat Javasche Bank di Batavia (Jakarta), Bandung, dan Medan. Kesemua

bangunan tersebut satu dengan lainnya berbeda dalam denah dan perletakannya,namun masing-masing mempunyai ciri khas yang mirip yaitu arsitektur renaissance dan beberapa ornament dari arsitektur candi. − Gedung Chartered Bank of India Australia dan China, sekarang masih difungsikan sebagai bank. Bangunan yang berarsitektur neo-klasik ini terletak di belakang gedung kantor lama Javaseche Bank Jakarta. − Hongkong and Shanghai Banking Corporation, jl Kali Besar Timur Batavia. − Kantor NHM ( Netherlandsche Handel Maatschapij) di Pasar Baru , Jakarta, NHM Bandung, NHM Makasar. − Kantor Lindeteves Stokvis Surabaya − Kantor Levensverz Weltrevreden, sekitar lapangan Banteng di Jakarta − Kantor Handelsvereeneging Amsterdam (HVA), jalan Merak Surabaya − Balai Kota Jakarta, sekarang museum Fatahillah, di kawasan kota lama Jakarta.
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm 3:32:58 PM 2 (13 of 17)5/8/2007

− Kantor WEHA ( West Java Handel Maatshappij), disebelah utara dari museum Fatahillah. Bangunan ini mewakili arsitektur transisi kalsik Eropa, modern dengan tetap berciri tropis. − Kantor lama NKPM, di jalan Merdeka Selatan, sekitar kawasan Monas Jakarta − Gereja Katolik darmo Surabaya.
file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm 3:32:58 PM 2 (14 of

17)5/8/2007

− AIA ( Algemeen Infineurs En Architecten) AIA singkatan dari Algemeen Ingineurs en Architecten adalah sebuah biro umum sipil dan arsitektur sekaligus sebagai kontraktor didirikan pada tahun 1916 oleh tiga orang arsitek dan engineer masing-masing F.J.L Ghysell, Hein avon Essen dan F. Stlitz. Beberapa bangunan yang dirancang dan dibangun AIA yaitu : − Berbagai kantor di Kali Besar, Jakarta − Gedung Firma Geo Wehry & Co. di Kota Lama

Klinkhamer dan Ouëndag (Kantor Pusat Perusahaan Jawatan Kereta Api Hindia Belanda di Semarang.htm 3:32:58 PM (15 (16 (17 of of of 17)5/8/2007 17)5/8/2007 17)5/8/2007 . Namun tak dapat dipungkiri bahwa pilar arsitektur modern pasca kemerdekaan Indonesia juga dipancangkan sejak didirikannya Sekolah Teknik pertama ” Technische . de Algemenee/ Perusahaan Umum Asuransi Jiwa dan Cagak Hidup. 1914). Jakarta. 1900). ada beberapa arsitek pada masa Belanda sempat berkarya di Indonesia khusunya pada awal abad ke-20 yaitu P. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. Gerber (Gedung Sate.htm 3:32:58 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205.htm 3:32:58 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%205. dan gereja Kristen di kawasan Menteng − Kantor NIJM Yogyakarta Selain arsitek yang dijabarkan di atas.− Kantor KPM ( Koninklijke Paketvaart Maatschapij) di sekitar Monas ( Koningsplein) − Statsiun Kota. Arsitektur Warisan Belanda Arsitektur Indonesia awal kemerdekaan masih banyak dipengaruhi oleh Modernisme Belanda. kini Bank Jabar tahun 1935. Hal ini diebabkan oleh kenyataan bahwa banyak arsitek Indonesia pada saat itu belajar di Negeri Belanda atau bekerja untuk perusahaan-perusahaan konstruksi Belanda sebelum Perang Dunia II. Jakarta. HP Berlage (Gedung Jawa Maluku tahun 1900. Homann Hotel tahun 1939). Munjen (Gedung Lingkaran Seni Hindia Belanda/The art society building. terutama aliran perancangan arsitektur Delf dan De Stijl.J.A. AF Aalbers (bangunan Bank DENIS. 19021907). Arsitektur INDONESIA pasca kemerdekaan) A. J. 1920). bagian fasade depan mirip dengan stasiun central Helsinki yang dirancang oleh Eliel Saarinen − Rumah sakit KPM − Gereja Katolik di Jatinegara (Meester Cornelis).

Suhamir dan Silaban. Susilo. Soesilo. Pada saat itu Presiden Soekarno mengumumkan Dekrit Presiden yang disebut dengan Demokrasi terpmpin. Kronologis Perkembangan Arsitektur Modern Indonesia Kronologis perkembangan arsitektur Indonesia (modern) pasca kemerdekaan dibagi atas lima periode yaitu 1 2 6 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. Periode ini berlangsung setelah kemerdekaan hingga tahun 1960. Mereka yang berkarya setelah kemerdekaan merupakan arsitek generasi pertama Indonesia. Arsitek generasi pertama mendominasi periode ini dengan pengaruh kuat dari aliran Delft. Kemudian perkembangan mulai pesat setelah Jurusan Arsitektur baru dibuka pada tahun 1950. ketika menggantikan arsitek-arsitek Belanda yang pulang ke negerinya menyusul pemberlakuan program nasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia. B. Sebagian besar arsitek Indonesia mengerjakan rancangan sendiri pada akhir dasawarsa 50-an.htm (1 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 Periode Pertama Periode ini ditandai dengan muncul kota satelit Kebayoran Baro di Jakarta oleh R. program nasionalisasi ini menyebabkan kesinambungan sejarah antara arsitektur modern Indonesia dan tradisi arsitektur Hindia Belanda terhenti. yang menggabungkan bangunan kotak dengan sistem kisi (grid) rasional yang memungkinkan penggunaan unsur-unsur pracetak untuk dinding luar. Karyakarya arsitektural mereka banyak terpengaruhi oleh aliran Delf. Beberapa arsitek yang muncul dan berkarya pada periode ini adalah : .Hogeschool” (TH) pada tanggal 3 Juli 1920 oleh Gubernur Hindia Belanda yang sekarang lebih dikenal dengan Institut Teknologi Bandung. Tonggak pendidikan arsitektur di Indonesia juga mulai bergema setelah beberapa lulusan pertama berkarya dan lulusan dari luar negeri kembali ke tanah air Indonesia.

Soesilo dengan karyanya Perencanaan Kota Satelit Kebayoran Baru ( 1948 ) − Lim Bwan Tjie (1932-1964)di Semarang − Soehamir. (Prof. (Prof.htm (2 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206.htm (4 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 Periode kedua Periode ini dipelopori oleh generasi Arsitek kedua Indonesia yaitu Suhartono (anak Susilo). (Prof. seperti (Prof.htm (3 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. akan tetapi sayang tidak didapatkan informasi tentang karyanya − Soedarsono. 1961 − Djauhari Sumintardja ( dari sekolah arsitektur Stockholm. Ir. Ir. Ir. Periode ini berlangsung tahun 1960-1970. (Prof. secara makro merupakan periode pembentukan pendidikan arsitektur di Indonesia. Silaban dengan karyanya SPMA.) Johan Silas di Istitut Teknologi Surabaya.) Hasan Purbo di Institut Teknologi Bandung. Bogor (1951). Arsitek muda ini kemudian bergabaung sebagai generasi kedua Arsitek Indonesia. dengan karyanya Tugu Monumen Nasional (MONAS) Jakarta − F. Markas Besar AURI.1960 − Soewondo Bismo Sutedjo dari TH Hannover. Ir. dan Achmad Noe’man.) Suhartono Susilo di Universitas Prahyangan Bandung. Jakarta (1958). Swedia 1960 ) . Jakarta (1958) dan Masjid Istiqlal (1965) Fokus arsitektur pada periode ini lebih kepada bagaimana mengembangkan arsitektur tropis modern Indonesia dengan tradisi berarsitektur modernis rasional sejati.) Sidharta di Universitas Diponegoro Semarang.) Parmono Atmadi di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Ir. Terdapat sesuatu yang penting terjadi pada periode kedua ini yaitu kembalinya pada arsitek muda dari pendidikan dan ITB menghasilkan lulusan pertama yang kemudian menggerakkan arsitektur pada periode ini. Hasan Purbo.− R. Beberapa dari mereka yang tersebut dalam periode ini yaitu : − Soejoedi ( karyanya Conefo/MPR/DPR Jakarta ) dan Han Awal dari TU Berlin. Bank Indonesia. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206.

Wastu Pragantha. Kemudian para lulusan pertama “pendidikan arsitektur dalam negeri” yang lulus pada tahun 1970-an seperti Robi Sularto. Sidharta. dikenal sebagai landscape handal. Adhi Moersid. Zaenuddin Kartadiwiria. Kedutaan Prancis dan Sekretariat ASEAN. Eko Budiardjo.htm (5 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 generas kedua seperti : − Han Awal : Konsep Tower in Park pada kompleks Inversitas Atmadjaya. Fokus arsitektur pada periode ini kecenderungan meninggalkan pemikiran arsitektur tropis modern Indonesia yang telah dirintis oleh generasi sebelumnya dan ketertarikan pada arsitektur tradisional mulai muncul serta menguatnya tradisi berarsitektur modernis rasional sejati. . Jakarta. Jakarta − Soejoedi : Gedung Manggala Wanabakti. Dharmawan. Periode Keempat Periode ini berlangsung antara tahun 1980-1990. Yang menjadi fokus arsitektur pada masa ini adalah pencarian identitas Arsitektur Indonesia dan kebangkitan arsitektur tradisional. Pencanangan pembangunan nasional berjangka (PELITA) yang dibuat penguasa politik pada saat itu membuat iklim rancang bangun bergairah kembali.− Hasan Purbo. Parmono Atmadi. Johan Silas. Periode Ketiga Periode ini berlangsung antara tahun 1970-1980 ditandai dengan munculnya orde baru dalam politik Indonesia. Suhartono Susilo. dan Gunawan Tjahyono muncul sebagai generasi arsitek ketiga di Indonesia setelah dua generasi sebelumnya mencapai puncak karyanya pada periode ketiga ini. Yuswadi Saliya. menerbitkan buku Kompendium Sejarah Indonesia. Tradisi modernis rasional yang dibawa dua periode sebelumnya mendapat kritikan keras sejalan dengan derasnya arus pemikiran arsitektur dunia. Slamet Wirosanjaya dari ITB Meletusnya gerakan G30 S PKI mengakibatkan tidak banyaknya karya yang dihasilkan dalam periode ini. Danisworo. Periode ini merupakan puncak karya dari file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. arsitek generasi ketiga mencapai puncak karyanya. − Djauhari Sumintardja. − Slamet Wirosanjaya.

. Yang menjadi fokus arsitektur pada periode ini yaitu keinginan untuk mensenyawakan arsitektur modern dan tradisional dengan penekanan lebih kepada simbol makna dan budaya dibandingkan dengan permasalahan kondisi tropis.htm (7 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 Periode Kelima Periode ini berlangsung antara tahun 1990-2000. tempat ziarah Sendang Sono. Hendropurnomo. Tripanoto Sri. . dan Budi Lim.Proyek-proyek yang ditangani adalah proyek-proyek yang berskala besar (pemerintah). RS. Andi Siswanto serta beberapa arsitek lulusan luar negeri yaitu Antonio Ismael. Baskoro Tedjo. Budi Sukada. Arkonin. Puncak dari karya arsitek pada periode ketiga yang beberapa diselubungi oleh nama besar biro arsiteknya. Encona. rumah tinggal Arief Budiman di Salatiga file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. serial Hotel Santika. dan Parama Loka. Periode ini ditandai dengan munculnya arsitek muda Indonesia (AMI) : Sonny Sutanto. kompleks TMII. Marco Kusumawijaya dkk. − Tripanoto Sri. Hotel Nusa Dua dan Masjid Said Naum (karya terbaik Adhi Moersid). seperti : − Atelier 6 dengan karyanya Executive Club Hilton Jakarta. − Y. Periode ini diramaikan juga oleh para arsitek yang juga merupakan produk kedua pendidikan arsitektur dalam negeri. merupakan kondisi kontemporer arsitektur Indonesia dan percepatan peristiwa merupakan karakter yang menonjol pada periode ini. Kanker Indonesia.Wiryomartono. Bagoes P. Mangunwijaya dari TH Aachen Jerman. dengan karyanya Gedung Rektorat UI. dan bergabungnya arsitek periode keempat (Josep Prijotomo dkk) dalam periode ini. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206.htm (6 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 − Gunawan Tjahyono. Kemudian beberapa biro-biro arsitek muncul seperti biro arsitek: Atelier 6. Zhou Fuyuan. Budiman H. dengan serial arsitektur Keluarga Cendana. yaitu Josep Prijotomo. Gubah Laras. Team 4. dengan karyanya perumahan di Kali Code Yogyakarta. gedung STEKPI.B.

Dunia Fantasi Ancol. Café Batavia − Irianto : Kantor Bank Exim Kamayoran. − Yori dan Marco K. Asia tengah maupun Eropa. − Sardjono Sani : Rumah Tinggal Tusuk Sate di Pondok Indah Jakarta. − Budi Lim : Urban Infill di Bank Universal Hayam Wuruk dan Konservasi Bank Universal Melawai. sejarah perkembangan dan konsep arsitektur india A. Gedung Ford Foundation untuk ASEAN (bekerja sama dengan Gunawan Tjahyono). Armand dan Tony) : The Condor. penjelajahan desain dan kejujuran berekspresi file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206.htm (9 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. serta pengaruh teknologi dari Barat. kemudian . : Rumah Murah Swadaya Plan International Kupang Fokus arsitektur pada periode ini lebih kepada pengungkapan tradisi berarsitektur AMI yaitu peningkatan profesionalisme. − Fuyuan : Rumah Pabrik.htm (8 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM 2 − DCM (Budiman. Sejarah Perkembangan Arsitektur India Arsitektur India menunjukkan keberagaman ditnjau dari sejarah.htm (10 of 10)5/8/2007 3:32:59 PM . Kesemuanya merupakan hasil dari rangkaian tradisi masa kuno dan berbagai ragam budaya setempat ke dalam tipe dan bentuk bangunan. − Krish Suharnoko. − Thamrin dan Kelompok Kumuh : Gerbang Utara ITB.Beberapa karya yang penghargaan yaitu: menonjol periode ini dan mendapat file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%206. Sonny. budaya dan geografi. − Arcadia (Gatot. Sejarah arsitektur India dimulai dari masa peradaban lembah Indus ( Indus Valley Civilisation). Dicky) : Tugu Park Hotel di Malang. Keberagaman arsitektur tersebut menyebabkan kesulitan untuk mengidentifikasikan ke dalam satu karakterisktik style yang mewakili keseluruhannya.

yang terdiri dari permukiman perkotaan kuna termasuk kota metropolitan. Struktur kota berbentuk grid diikuti jalur drainase disepanjang jalan umum dikelilingi oleh benteng. Arsitektur India telah membawa pengaruh yang besar terutama ke Asia Timur sejak kelahiran dan penyebaran agama Budha. Peradaban awal India dimulai dari Lembah Indus. yang terakhir ini diyakini sebagai tempat pemujaan untuk kesuburan. pemandian umum. tipe 7 7 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Sementara. penguasa Turki dan Afghannistan di utara pada masa pertengahan telah membawa India kepada tradisi arsitektur kubah ( dome dan vault). torana (gerbang) telah menjadi simbol terkenal arsitektur Hindu dan Budha yang berkembang dan digunakan di Asia Timur dan Asia Tenggara seperti yang terdapat pada bangunan candi Angkor Wat di Kamboja dan Prambanan di Indonesia. sikhara. dan Neogotik mulai dari abad ke-16 hingga akhir abad ke-19. pagoda (meru). tempat berdagang. Mahenjo Daro dan Harappa dengan berbagai macam karakteristik rumah.arsitektur pada masa Vedik1. arsitektur biara ( monastery) dan batu/dinding pahat ( rock cut). kemudian diikuti dengan kemegahan bangunan kuil pada masa pertengahan.htm (1 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 bangunan yang penting lainnya saat itu adalah lumbung. Munculnya arsitektur Mughal pada abad ke-16 menggambarkan penggabungan antara elemen arsitektur regional India dengan elemen arsitektur Persia dan Asia Barat. tipologi . Barok. berlanjut hingga masa Maurya-Gupta atau dikenal dengan era perkembangan Buddha. Selain benteng. Sejumlah elemen arsitektur India seperti stupa. yang kemudian dikenal dengan gaya Indo Saracenic. tempat pemandian yang dihubungkan dengan sistem drainase umum yang baik pada masa itu. Keseragaman tatanan kota. Neo-klasik. Pengaruh Barat terutama Eropa tak terelakkan selama masa kolonisasi Eropa di India termasuk gaya Manneris.

htm (2 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 B. Wisnu dan Siwa. Kashmir dan Kerala. Agama ini lahir dari perpaduan agama Tuhan Vedis sebagai agama sukubangsa Aryan (Aria) dengan agama suku bangsa Dravidians (percaya adanya inkarnasi) yang merupakan daerah invasi dari sukubangsa Aryan pada masa itu. memerintah dari abad ke-6-9 Masehi. Rajastan dan langgam Jaina. seringkali disebut dengan Kuil Dravida di India Selatan. Arsitektur kuil di India Selatan tidak menggunakan konsep arsitektur kuil di India Utara yang dipengaruhi oleh Persia. bahwa agama Hindu lahir di lembah sungai Indus ( kawasan Sind dan Punjab ). file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Perpaduan itu tercetus dalam buku Rig-Veda (kitab agama Veda) yang pada permulaan tahun masehi disempurnakan dengan terciptanya kedewaan Trimurti : Brahma. Kuil besar yang dibangun pada masa pemerintahannya yaitu kuil Mahabalipuram dan ibukotanya Kanchipuram. kerajaan ini berkuasa pada tahun 900-1150 M diperintah oleh Rajaraja Chola I dan . Diantara kedua style tersebut juga berkembang kuil dengan style yang berbeda seperti yng terdapat di wilayah Bengal. Pada masa itu terdapat beberapa kerajaan yang terbagi wilayahnya menjadi utara dan selatan. dan ukurannya yang terbuat dari batu bata bakar yang menunjukkan koordinasi yang baik antara sosial dan politik pada saat itu. sekarang berada di wilayah Tamilnadu.bangunan. − Kerajan Chola. Di India Selatan terdapat tujuh kerajaan yang memberikan pengaruh besar dalam perkembangan arsitektur kuil Hindu yaitu: − Kerajaan Pallava. dan kuil Nagara di India Utara. Dua kutub kerajaan ini mempengaruhi bentuk dan performansi dari kuil-kuil Hindu. Arsitektur Hindu Seperti halnya diketahui dari sejarah perkembangan kebudayaan Timur. Umumnya kuil-kuil dengan rancangan terbaik yang menjadi ikon bagi arsitektur Hindu berada di wilayah Selatan. Arsitektur hindu dikenal lewat rancangan kuil-kuil hingga sampai ke Asia Tenggara mulai abad ke-5 hingga ke-13.

dan kuil Kesava di Somanathapura. Terdapat lebih dari 50 kuil yang masih bediri di sekitar sungai Krishna. balustrade ( parapets) and pilar berhias . Kuil Kasi Vishveshvara di Lakkundi. Aihole dan Badami di Karnataka utara. Kuknur di Karnataka. − Kerajaan Rashtrakuta yang memerintah wilayah Manyakheta. Contoh yang paling bagus dari seni kuil ini nampak pada kuil Pattadakal. Kuil lain yang menarik yaitu kuil Jaina Narayana di Pattadakal dan kuil Navalinga. Mallikarjuna di Kuruvatii.753 M yang kemudian menghasilkan langgam Vesara disebut juga Arsitektur Chalukya Badami. − Chalukya Barat disebut juga Chalukya Akhir yang memerintah Decca dari tahun 973-1180 M menghasilkan kembali langgam chalukya dikenal dengan langgam Gadag. Gulbarga tahun 753-973 M membangun beberapa kuil Dravida di Ellora (kuil Kailasanatha). − Kerajaan Vijayanagar yang memerintah seluruh wilayah India Selatan pada tahun 1343-1565 M membangun sejumlah kuil di ibukota Vijayangar dengan menggabungkan beberapa langgam yang berkembang di India Selatan pada masa sebelumnya.putranya Rajendra Cholaruled dan membangun kuil Brihadeshvara dan kuil Siwa Thanjavur.htm (3 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 − Kerajaan Chalukya Badami yang disebut Chalukya awal yang diperintah oleh. − Raja Hoysala memerintah India Selatn pada tahun 1100-1343M dan mengembangkan sebuah konsep arsitektur yang disebut Hoysala Arsitektur id negara Karnataka. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. di tengah Kartanaka. Kalleshwara di Bagali dan Mahadeva di Itagi merupakan kuil-kuil yang indah dan menarik yang dibangun oleh arsitek-arsitek semasa kerajaan Chalukya akhir. Karya arsitektur kuil yang terbaik yaitu kuil Chennakesava di Belur. Leibh dari 150 kuil tertinggal di lembah Malaprabha. kuil Hoysaleswara di Halebidu. yang artinya di dalam dan antara (in-between). Badami pada tahun 543 . Beberapa elemen yang dihasilkan dari karya tersebut yaitu pilar Yali (pillar yang bersimbol kuda).

Beberapa raja yang memerintah Vijayanagar membangun kuil-kuil terkenal dengan gaya arsitektur Vijayanagar. Arsitektur hindu di India dibagi atas tiga langgam: − Langgam Hindu Selatan. banyak kuil Hindu dibuat dari pahatan dinding tebing atau bukit. Tantanan ini dituangkan dalam tatanan ilmu arsitektur Hindu dinamakan vastushastra.htm (5 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 Selama abad pertengahan.htm (6 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 Kuil-kuil hindu menggunakan bentuk empat persegi daripada bentuk lingkaran seperti yang digunakan dalam arsitektur Budha.htm (4 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 − Langgam Kasmir atau Punjab. Hingga saat ini konsep arsitektural Hindu mempengaruhi bangunan-bangunan atau arsitektur Budha. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.(manatapa). dan tebalnya sesuatu dinding atau tiang mengikut segi “mithologykal adan astronomikal” Hindu yang dikenal dengan Formula “ Vastupurshamandala” (tatanan untuk bangunan sakral). Tatanan inilah yang mengatur konsistensi rancangan dari kuil-kuil di wilayah India. Konsep merancang kuil dibuat oleh seorang Brahmin. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Brahmin juga menentukan pemilihan tapak dan menguji keadaan tanah. − Langgam Utara atau Hindu Arya. dipraktekkan oleh bangsa ras Tamil dan seluruh wilayah yang terletak antara Cape Comorin dan Nerbuddha or wilayah Vidya. akan tetapi lebih mirip kepada langgam yang di selatan. Bentuk empat persegi ini menyimbolkan kestabilan dan kekekalan. Sistem ini berupa tiang tegak dengan alang melintang . ditemukan hanya di wilayah Himalaya yang berbatasan dengan ras Arya yang berbahasa Sancrit atau dikenal dengan ‘ the Bengal Presidency’. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Menurut Fergusson2. Beberapa ciri lain dari arsitektur hindu yaitu penggunaan sistem trabeate yaitu massive block dari batu yang menjadi material dasar dalam pembangunan kuil India. berbeda dari kedua diatas.

Beberapa kuil memilki ‘mandapa luar atau Maha Mandapa’ dan ‘mandapa dalam atau Ardha Mandapas’.htm (7 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 persegi. Walaupun sistem “ Arch Vault” lebih ekonomis dan digunakan di seluruh dunia. Mantapa. sering juga . biasanya yang mandapa luar bersifat terbuka dan mandapa dalam bersifat tertutup. Garbha griha Merupakan bagian utama dan terpenting dari kuil dan merupakan inti/induk bangunan yang disebut vimana (di India Selatan) atau mulaprasada (di India Utara). Ada juga kuil yang memiliki gabungan dari kedua mandapa. Pelataran depan atau Mandapa Pelataran depan atau ‘ Mantapa’.1. B. Mandala empat segi atau charta firasat arsitek Hindu.2. Gopura dan Choultri dengan penjelasan sebagai berikut. tapi jauh lebih rendah dari atap vimana. Vimana beratap tingkat seperti pyramid umumnya terbuat dari bata yang diplester dengan semen kemudian diakhiri dengan ‘dome’ kecil (umumnya di india selatan). pemelihara dan pemusnah menduduki empat segi tengah.sistem ini digunakan dengan begitu meluas sekali. untuk kuil yang kecil biasanya perbandingan antara tinggi dan lebar bangunan 1:1 atau berbentuk kubus. Dewa-dewa lain menduduki tempat-tempat di penjuru. biasanya sama bentuknya dengan bangunan kuil inti (vimana). Ruang mandapa berbentuk bujursangkar atau persegi. Denahnya berbentuk bujursangkar atau file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. B. ruang bagian luar yang sebagian dilingkupi dinding dilingkupi oleh dinding yang memiliki pintu. Kuil hindu memiliki empat ruang prinsip dalam perancangannya yang menjadi konsep arsitektur Hindu yaitu Garbha griha. Atapnya berbentuk piramid. satu pintu merupakan penghubung untuk ke vimana sedangkan pintu yang lain merupakan akses dan masuknya cahaya ke ruang dalam. Vimana yang terbesar di Tanjore yang terdiri dari 14 tingkat dengan tinggi hampir 200 ft. dan kuil yang besar biasanya tingginya jauh lebih besar daripada lebarnya. Brahma. mengandung 64 atau 81 kotak. Terdapat bagian yang tegak lurus terbuat dari batu dan granit yang didekorasi dengan pilaster dan ornamen. Dewa utama.

sementara keseluruhan piramid terbuat dari batu bata diplester dengan sculpture dan ornamen. Hall berpilar atau ‘ Choultri’. Jumlah gerbang mengikuti jumlah dinding pagar. Atap ditopang oleh pilar.htm (9 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Bentuk gapura indentik dengan vimana.htm (8 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 berbentuk flat yang tidak berornamen. Pada sisi yang panjang terdapat bukaan yang biasanya 1/4-1/7 dari lebarnya.htm (11 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Choultri ini berada bangunan extra di sekitar kompleks kuil biasanya digunakan .file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. yang merupakan ibukota Kerajaan Chola setelah penolakan Tanjore. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.4.3. Gerbang Piramid ‘ Gopura’ Gerbang atau Gopura adalah jalan masuk ( entrance) untuk memasuki kompleks halaman kuil yang berbentuk persegi yang biasanya mengitari vimana. Menurut Fergusson. Terdiri dari 12 tingkat termasuk basement yang terbuat dari granit dan datar.htm (10 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 B. akan tetapi sebisa mungkin dikurangi jumlah pilar dengan membuat kotak-kotak pembalokan pada ceiling ( bracketing) dan ‘projecting cornices’. kadang-kadang juga bisa melebihi jumlah dinding pagar. gerbang piramid yang paling besar dimiliki oleh kuil di Combaconum.htm (12 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 B. meskipun demikian terdapat satu sisi yang lebih besar dan lebih panjang.

Pada awalnya sebagai beranda ( porches). Kemudian hall berpilar di Chillumbrum terdiri dari 24 kolom pada sisi lebar dan 41 kolom pada sisi panjangnya. Hall berpilar yang besar yaitu ada di Tinnevelly yang terdiri dari 100 kolom pada sisi yang panjang dan 10 pada sisi yang lebarnya.untuk berbagai macam kegiatan upacara dengan tarian dan nyanyian serta upacara perkawinan. Pada masa Ashoka telah diperkenalkan arsitektur batu pahat yang mentradisi hingga lebih dari 100 tahun lamanya hingga masa arsitektur Budha. terdapat banyak ruangruang . Arsitektur Budha file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.htm (13 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 Arsitektur batu (stone architecture) juga telah tumbuh di India terbukti pada tinggalan sejarah istana Pataliputra dan juga Ashoka Stambha (prasasti tugu monolitik) yang bertuliskan maklumat dari raja Ashoka. Jaina dan Hindu. kemudian berkembang menjadi ruang untuk berbagai kegiatan terutama untuk upacara yang berhubungan dengan perkawinan. C. Pada ujung atas prasasti terdapat ukiran batu berkepala empat singa yang menjadi simbol dari kerajaan Ashoka.

Arsitektur Budha berkembang pada masa Pemerintahan Ashoka. . vihara (asrama) dan stupa (monumen file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. chaitya.htm (14 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 yang terdapat stupa didalamnya. ruang meditasi file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. − Stambha. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Konon katanya tradisi ini berasal dari Mesir kuna dan Persia. mulai dibangun setelah kematian Budha terutama pada masa Kerajaan Mauryan with karakteristik monumen stupa. Dalam satu lahan paling sedikit terdapat satu chaitya dan beberapa vihara. pada zaman syuga digantikan dengan bahan batu.1.htm (16 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 C.htm (15 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 budha). Viharas (Buddhist monasteries). tiang yang bertuliskan ukiran ayat-ayat suci dari kitab Pali berfungsi sebagai alat sebaran agama Budha − Vedik. Stupa Stupa adalah monument untuk memperingati Budha dan para pengikutnya berbentuk setengah bulatan mempunyai pengertian falsafah melambangkan “kubah syurga” (Dome of Heaven) atau melambangkan struktur kosmik yang menetap terbuat dari batu atau tanah atau material lainnya dengan struktur dan konsep arsitektural sebagai berikut: file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Pada saat yang sama. terdapat tiga bangunan yang penting dalam arsitektur Budha yaitu chaitya (ruang meditasi para biksu).pemujaan yang dipahat di dinding tebing atau gunung. pagar yang mengelilingi stupa pada mulanya dibuat dari bahan kayu.htm (17 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 Bangunan stupa terdiri dari beberapa bagian atau elemen yang membentuk satu konsep arsitektur sebagai berikut: − Harmika yaitu pagar empat segi stupa memberi peringatan “syurga 33 tahun lambang dari peti suci Budha dan menjadi sentral dari meditasi − Yashti berbentuk tiga Lapis payung yang melambangkan paksi dunia.

htm (19 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 Berbagai macam bentuk dan konsep chaitya dapat dilihat pada gambar berikut ini.htm (21 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 . Orientasi dari vihara bervariasi tidak ada arah tertentu sebagai patokan.htm (20 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 C. di ujungnya yang membentuk membentuk garis keliling melingkari stupa yang ada didalamnya.htm (18 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM 7 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.3. sehingga vihara dikenal sebagai hall dengan serambi.2.− Torana. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7.Vihara (Monasteries) Monasteries (Vihara) merupakan asrama atau tempat tinggal para sami Buddha selama mereka bermeditasi. kata ini berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya tempat suci. Vihara terdiri dari ruang-ruang sel kecil yang terisolasi dan ruang bersama berupa hall yang dikelilingi oleh tiang-tiang ( portico) yang merefleksikan ruang komunal dari asrama. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Contoh Chaitya yang paling bagus terdapat Ajanta and Ellora. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Pada beberapa site dari tipikal chaitya ada yang berbentuk sekuen dari bentuk persegi diakhiri dengan ruang suci tempat stupa. C. Chaitya Griha Chaitya griha adalah tempat meditasi para sami Budha dalam mempelajari ajaran Budha. Berbagai macam tipikal dari vihara terdapat pada gambar berikut ini. gerbang (jalan/pintu masuk) ke dalam stupa yang berasal dari bahasa Sansekerta. Chaitya terdiri dari barisan tiang yang beratap.

1994-c. Sejarah Perkembangan Budaya dan Pemerintahan di China Cina memiliki sejarah yang panjang dan bergejolak sejak masa primitif hingga saat ini.1523 SM• Membangunan saluran irigasi. dimana pada saat itu seni lukisan.htm (1 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Tabel. agama budha disebarkan ke Jepang. Dinasti Ming. dinasti terakhir yang diperintah pribumi berkembang hingga ke Mongol atau Yuan yang merupakan dinasti yang didirikan oleh Kublai Khan. 7. sejarah perkembangan dan konsep arsitektur china A. sastra. Begitu pula. mereklamasi tanah. Pengaruh rancangan arsitektur kota dan Budha pada masa itu sangat besar pada perancangan kota dan bangunan kuil Budha di Jepang. kendaraan tempur.Pada abad ke 2 SM terdapat suatu pemerintah yang bertsruktur di Cina yang memmasuki masa ke kaisaran atau Dinasti.1. Dinasti Tang disebut sebagai masa emas dari Sejarah Cina. penggunaan binatang domestik. pada saat dinasti Tang ini pula. Secara umum Wilayah China secara garis besar terbagi atas Huabei ( China Utaradan Huanan ( China Selatan ).htm (22 of 22)5/8/2007 3:33:01 PM . patung. 2 8 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab-7. Tata Urutan Dinasti di Cina dan Karakteristik Sejarahnya Dinasti Karakteristik dan Sejarah Hsia c. Peradaban Cina mulai terbangun sejak 4000 hingga 5000 tahun yang lampau. dan kayu cetak dan produksi massal buku mengalami perkembangan yang pesat. senjata perunggu. bercocok tanam .

standadisasi penulisan. pengembangan luas percetakan. pencetakan uang kertas pertama. Wu.1027-256 SM• Masa Klasik (Konfusius. sistem kanal didirikan T'ang 618-907• Ekspansi teritorial. pengetahuan ilmiah diadopsi dari India Tsin or Chin 265-420 Dikembangkan oleh Wei. kekisruhan dalam politik. Po Chü-i . kanal dan Tembok raksasa Han 202 SM. Shu. penggunaan simbol dalam penulisan Shang or Yin c. dan masa emas pencetakan perunggu Chou c. feodalisme digantikan oleh birokrasi pemerintah berjenjang. ekonomi mata uang. ide konfusianisme mengecewakan. pembangunan jalan. budhaisme dibawah tekanan. sentralisasi birokrasi. Tu Fu ). rancangan hukum tertulis.1523-c. masa emas aksara Cina. patung dan lukisan Five Dynasties and Ten Kingdoms 907-960• Masa perang. neo-konfusianisme mencapai keunggulan dari Taoisme dan Budhaisme. Wei menjadi dominan. konfusianisme meredup.220•M Penyatuan lebih solid. masyarakat pertanian dengan birokrasi.padi dan gandum. kalendar China. aksara dan penulisan lebih baik. korupsi pemerintahan. Sung 960-1279• Masa perubahan sosial dan intelektual. rangkaian barbarisme dari dinasti Cina utara. kesukaran. pengembangan perkebunan the dan katun (tekstil). pengenalan terhadap Budha. masa peperangan 403-221 SM Ch'in 221-206 SM• Penyatuan Cina dibawah kekerasan Shih Huang-ti. Yüan 1271-1368• Dinasti Mongol ditemukan oleh Kublai Khan. pemberontakan di Mongolia dan Cina Selatan mengakhiri dinasti Ming 1368-1644• . Mencius). Budhaisme dan Taoisme menjadi favorit. penggunaan besi. kekerasan berkurang. pendirikan kembali sentralisasi pemerintahan. masa keemasan seni sastra dan sajak ( Li Po . tembok raksasa dibangun kembali. kontak dengan asing (barat). kompilasi sejarah dan kamus bahasa Three Kingdoms 220-265• Pembagian atas tiga pemerintahan: Wei. pertumbuhan dan perkembangan Budha Sui 581-618• Reunifikasi. ekspansi perlahan ke Asia Tenggara. pelayanan masyarakat berdasarkan Konfusianisme.1027 SM Tonggak sejarah dinasti china pertama. kerbau dalam pembajakan sawah. konfusianisme menjadi dasar pemerintahan birokrasi bertingkat. perumusan strata social. Lao Tzu. serbuk mesiu pertama kali digunakan oleh militer. penguatan Taoism dan Buddhisme.

penerapan sistem pembajakan sawah meluas hingga ke Asia Tenggara ketika terjadi ekspansi wilayah dan budaya ke bagian selatan Cina. pesilatan berkembang. dan Mencius yang menjadi dasar filosofi masyarkat Cina hingga kini. seniman. ajaran Lao-tse. Kemudian kontak dengan Barat terjadi pada masa Dinasti Yuan sekitar abad ke-12. Manchu.596. . Miao. Strata sosial pada masa itu masih terbagi atas pekerjaan dan kemakmuran yang diperoleh misalnya Raja dan bangsawan.Mongolia keluar. Cina melepaskan Hongkong untuk menjadi satu negara sendiri setelah pendudukan Inggris pada pertengahan abad ke-19. Hui. novel dan drama. Sistem sosial budaya Cina Cina memiliki wilayah yang luas dengan total area wilayah 9. Yi. dan Mongol. kontak dengan pedagang Eropa. peningkatan perdagangan eropa. penurunan kekuasaan sentral. kerajaan Cina terakhir file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. misionari. Zhuang. Tibetan. Cina masih terisolasi dari dunia luar hingga abad ke-2 Masehi ketika datang pengaruh Budha dari India. kemudian pada masa dinasti Chou sekitar tahun 1027-256 SM• muncul suatu ajaran Konfusianisme.960 kilometer persegi dihuni oleh beragam etnis seperti suku Han. pada masa itu Cina mengadopsi kemajuan ilmiah dari India. Uygur. konfusianisme dan pelayanan masyarakat diterima kembali. Budhisme mencapai titik emas dalam penyebaran agama di Cina yang masuk pada masa Dinasti Han. Hongkong diserahkan. Mo Ti. Budhisme yang berasal dari India. dan pedagang. pengembangan arsitektur porselin. Pada abad ke-19. petani. perluasan teritorial tetapi kekuasaan Cina melemah secara perlahan. Keramik dan porselin Cina merupakan suat komoditas perdagangan Cina ke beberapa negara pada masa itu. Portugis menduduki Macao. Hierarki sosial dalam masyarakat diperkenalkan pada ketika mulai terbentuk suatu organisasi masyarakat yang sejalan dengan ditemukannya aksara dan penulisan. kekuatan asing membagi Cina kedalam lingkungan yang terpengaruh Perang Opium. Sejak dahulu Cina memiliki kepercayaan kepada pemujaan roh nenek moyang.htm (2 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 B. Ch'ing or Manchu 16441912• Pendirian Mancu. kaligrafi dan keramik berkembang luas dan banyak dikagumi oleh bangsa lain. Pada masa dinasti Chou sistem pertanian dikelola dengan baik. dan Inggris di Hongkong. Seni Lukisan.

yin digambarkan sebagai energi negatif. artinya diantara langit dan manusia yang menggambarkan peralihan dua alam yang disimbolkan dalam bentuk bundar-segi empat-bundar. air. tanah dan metal.htm (5 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Bentuk ideal dan keharmonisan dalam masyarakat tersebut dapat dilihat dari filosofi Tien-Yuan TiFang yang berarti langit bundar dan bumi persegi. Taoisme dan Budhisme. yang menggambarkan kesehatan dan vitalitas. Terdapat simbol dan lambang-lambang dari bentuk ideal dan keharmonisan dalam tatanan masyarakat. arah dan ukuran bangunan. jantan. Konsep Keseimbangan dalam kehidupan diatur dalam dualitas Yin dan Yang. Konsep dan Filosofi Arsitektur Cina Filosofi arsitektur Cina sangat dipengaruhi oleh filosofi dari kepercayaan dan ajaran Konfusianisme.htm (6 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Dari filosofi arsitektur yang dijelaskan sebelumnya maka prinsip-prinsip dasar dalam arsitektur Cina adalah sebagai berikut: .htm (3 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 manusia sebagai manifestasi penerapan keteraturan atas alam dan bundar melambangkan ketidakteraturan sifat alam. hong Shui atau Feng Shui. Hong shui atau Feng Shui merupakan kompas kehidupan yang mengaur keseimbangan yang memiliki elemen alam seperti angin. Selain itu juga membantu manusia memanfaatkan gaya-gaya alam dari bumi dan menyeimbangkan Yin dan Yang guna memperoleh Qi yang baik. gelap. intelektualitas file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Sementara. buatan manusia.C. orientasi Ruang Dalam. Sejarah Perkembangan Arsitektur Cina B. menyerap elemen. terang.htm (4 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. betina.1. kondisi tanah pada lokasi ( tapak) . Kompas merupakan adaptasi metodis karya manusia terhadap struktur alam raya sehingga menjadi pedoman dalam pendayagunaan energi dan sumber alam untuk penyelarasan nafas dunia. kuat. dimana persegi melambangkan keteraturan. Kemudian filosofi Tien-Yen-Chih-Chi. pola Penempatan ruang dalam file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Hal-hal yang mempengaruhi Hong Shui menyangkut keseimbangan 5 (Lima) Unsur yaitu waktu Kelahiran. Yang adalah sebagai energi positif.

Tata Ruang Rumah 7. bentuk dan kerumitan ornamen atap. . kolom sebagai pendukung beban atap. Memfokuskan pada bumi bukan surga. − Adanya privasi berdasarkan rasa hormat dan keintiman tata laku/ Etiket Bangsa Cina yang diterapkan secara vertikal dengan langit-langit. Hirarki dan Status. dinding sebagai pembatas non struktural dan sistem bracket ( Tou Kung).htm (7 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 − Rumah utama bersumbu Utara-Selatan dan selalu memilih tempat yang lebih tinggi − Interior dengan elemen utama perabot berukir dengan warna megah sebagai lambang gengsi. Koordinasi atau orientasi. secara umum bersifat sequensial Horisontal. Struktur dan Konstruksi. sebagai sikap dan pandangan terhadap rumah sebagai sel dasar arsitektur dan keluarga merupakan mikrokosmos dari tatanan masyarakat umum sehingga pengaturan dan koordinasi sel dasar memiliki arti sebagai pengaturan dan koordinasi dunia 6. konsep yang diterapkan pada rangka atap dengan sistem saling tumpang.1. jumlah Court Yard. atap dan secara horisontal dengan Court Yard dan Lantai 4. serta jumlah trave hall : 9 (kaisar ) 7 (putra mahkota) 5 (Mandarin) 3 ( rakyat biasa) 5. pada umumnya dicirikan oleh lokasi lahan terhadap jalan Utama/Strategis. hanya arah kegiatan. seperti tidak ada pembedaan prinsip antara bangunan sakral/religius dengan bangunan umum. mengutamakan posisi. susunan ruang yang memiliki penekanan berbeda. sakral Hirarkis Konsentris. gerak dan orientasi manusia dalam ruang Eksplorasi prinsip tersebut dalam Arsitektural yaitu − Potensialitas Dinding − Penonjolan individualitas bangunan − Pengorganisasian susunan CourtYard − Permainan tinggi lantai − Bangunan dibatasi taman file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. warna tiang. mengutamakan ilmu pengetahuan bukan kemuliaan. − Pintu dan jendela menjadi elemen penunjang yang penting dalam tatanan permukaan bangunan. bukan kuda-kuda dengan penyangga miring.

hexagonal (Kou). seluruh permukaan bangunan penuh dengan dekorasi. Tipologi Arsitektur Cina Dari perjalan sejarah yang panjang terhadap perkembangan arsitektur di Cina terdapat beberapa tipologi . Misteri. Kejelasan − Komposisi Lansekap − Komposisi Taoisme : Informal. 1. Prosedur Perancangan dan Perencanaan Kota − Pemilihan Tapak berdasarakan pengamatan Aspek Alami : Topografi. Stilistika. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Beraturan. kuning dan hitam. Orientasi − Hubungan Lahan dengan Bentuk/Struktur Kota dimana bentuk ditentukan oleh hubungan Simbolik. Geologi. Estetik dan Fungsional antara Kota dan Lingkungan − Berdasarkan Prinsip-prinsip Keseimbangan Yin dan Yang B. Garis Lengkung. pola lantai : diagonal ( jen). Garis Lurus. Asimetri. Tak Beraturan.8. Sumber Air. Romantis dan Alam Liar 3. Kota Berdinding Dinding sebagai unsur penting dalam formulasi bentuk/struktur kota 2.2.htm (8 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Hierarki pemerintahan administrasi perkotaan dan desa di Cina yang diterapkan sejak masa dinasti Chin terdiri dari empat tingkat yaitu : − County town = kota ( xian ) − Township = sub kota ( xiang ) − Market Town = kota dagang ( zhen ) − Village = desa ( cun ) Dalam perencanaan kota-kota awal di Cina terdapat beberapa prinsip sebagai berikut.htm (9 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Kesan Stabil dengan Keseimbangan Dinamis − Komposisi Arsitektural − Konsepsi Confusius : Formal. bangunan menggunakan konstruksi kayu dan dengan kombinasi warna yang menyolok seperti merah. Konsep Keseimbangan file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Simetri. Susunan Bata ( Ting).

yang merupakan induk dari rumpun Austronesia menjadi konsep awal dari aristektur Austronesia.arsitektur Cina seperti Istana.htm (11 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Dari bangunan arsitektur religius yang beragam dan dipengaruhi oleh Budha. Guangdong dan Jiangxi (V) − Batu bata. Kuil atau Kelenteng. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.htm (10 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 budha. Pada dasarnya arsitektur Budha Cina terbagi atas arsitektur pagoda. Di wilayah bagian selatan.htm (15 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 . sedangkan jumlah court yard bergantung pada besar rumah.htm (14 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Kuburan yang memiliki fungsi dan karakteristik sendiri. Gerbang (Pai Lou). Tembok Raksasa sekitar 3000 kilometer. Shaanxi dan provinsi Henan (II) − Arsitektur dengan konstruksi kayu dan bata di sebelah barat dan barat daya China(III) − Konstruksi kayu di sebelah timur china (IV) − Arsitektur tanah liat dan kayu di Hakka (Fujian). kayu dan bangunan batu sepanjang selatan China (VI) file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. dan pahat dinding batu. Pagoda ( 5 – 7 tingkat). Cina juga kaya dengan arsitektur vernakular.htm (13 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208. Beberapa tipologi rumah vernakular Cina yang ada di Cina dibagi atas beberapa tipe seperti : − Rumah bata dengan ruang terbuka persegi di sebelah utara China (siheyuan) (I) − Arsitektur subterranean di wilayah loess seperti Shanxi. kuil file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.htm (12 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Tipikal rumah di China Bagian Utara ( Northern China) − Tipe rumah yang memiliki halamn tengah atau dijenal dengan sebutan siheyuan (Courtyard house) − Adanya hutong (gang sempit sebagai frontage dari rumah ) − Gerbang yang berornamen menuju ke court yard yang disebut dengan chuihuamen ( hanging flower gate) − Pada tipe dasar hanya terdapat satu ourt yard.

htm (18 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 terhadap gempa China Bagian Timur (Eastern China) Terbagi atas dua geografi : – dataran landai (Jiangsu dan sebelah utara Zhejiang) dan – berbukit (sebelah selatan Anhui dan Zhejiang) .htm (17 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 Tipe rumah Subterranean house (semitroglodytic houses) − Frontage rumah berada pada sisi sebuah tebing − Adanya close courtyard − Entryway memiliki vault − Keuntungannya. lebih banyak bukaan untuk sirkulasi udara dan angina dan lebih sedikit resikonya file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.htm (16 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.Tipikal rumah dan desa di Loess Region − Cave dwelling (troglodytic houses) − Subterranean house (semi troglodytic house) − Adanya kang (tempat tidur yang terbuat dari tanah liat) − Desa gua − Desa gua di Gansu yang menunjukkan masing-masing rumah memiliki courtyard Rumah Gua (cave dwelling) memiliki konsep arsitektur sebagai berikut: Pintu masuk (Entriway) berbentuk vault Adanya courtyard Satu rumah biasanya terdiri atas dua atau tiga ruang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.

Jumlah jian yang genap dihindarkan karena mewakili bentuk asimetri dan bentuk yang tidak tentu. Sejarah Perkembangan Budaya dan Pemerintahan di Jepang Jepang adalah sebuah negara kepulauan yang terdiri dari kira-kira 4000 pulau mulai dari Hokkaido di utara . file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.• Sepanjang sungai Yangtze. sejarah perkembangan dan konsep arsitektur JEPANG A. berbentuk persegi dan lingkaran • Terbuat dari bata (brick) • Adanya enclose structure (weizi) Dataran pantai sebelah selatan (The Southern Coast) • Courtyard house • Material bangunan granite block dan bata merah dan kayu • Dekorasi biasanya pada bagian atap yang terbuat dari kayu Material Bangunan dan Teknologi Pit dwelling =Rumah bawah tanah (yaodong): • Tanah kuning =tanah liat =huangtu ( clay brick) • Endapan lumpur sungai yang dikeringkan (mud brick) • Tanah lempung ( pounded earth) Setelah tahun 1949 : • Adobe brick = tanah liat dan jerami yang dipadatkan kemudian dibakar • Granite block dan Bata merah • Konstruksi atap : kayu dan genteng Bentuk dan Ruang • Modul atau standar dimensi ruang adalah jian • Jian adalah ruang yang berada pada interval kolom yang memiliki ukuran tertentu (lebar dan file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.htm (19 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 China Bagian Barat dan Barat Daya (Western and South-Western China) • Brick house • Bentuk atap berundak atau bertingkat-tingkat • Small courtyard Hakka Region • Besar.htm (20 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM 2 panjang) termasuk ukuran tingginya (volume ruang) • Banyaknya jian mulai dari satu. sebagai area paling subur di china • Courtyard brick gate • Suzhou house (row houses) file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%208.htm (21 of 21)5/8/2007 3:33:02 PM . tiga dan lima.

Hampir seluruh wilayah memiliki empat musim. pertanian primitive dengan penebangan dan pembakaran − Yayoi Period (300 SM-300) Teknik bercocok tanam padi. Ada empat pulau besar yang memiliki populasi cukup tinggi yaitu Honshu. . gugur. barang tembikar. pembuatan tungku pembakaran dari tanah liat. kapak batu − Jomon Period (10. menangkap ikan.000 SM) Budaya primitif : Gua sebagai habitat hidup manusia. berburu. alat-alat selain batu.hingga Okinawa di Selatan. Hokkaido. dingin. Kronologi Perkembangan Sejarah dan Pemerintahan di Jepang Jaman/ Masa Periode Pemerintahan/ Kekaisaran Karakteristik dan Sejarah Jaman Prasejarah − Paleolithic age (before 10.552) Ekonomi pertanian berkembang. ekonomi. terutama di wilayah utara.htm (2 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 − Kofun/Yamato Period ( 300.000 SM-300SM) Pit dwelling. bangunan panggung. Perkembangan budaya. masyarakat komunal. Area pegunungan meliputi hampir 75% dari seluruh luas wilayahnya dan termasuk negara yang memiliki gunung berapi yang banyak di dunia sehingga gempa sering terjadi dan terdapat banyak titik sumber air panas (hotspring). semi dan panas.htm (1 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Tabel 9. budaya berburu. rumah individu berkembang. perlengkapan mulai bervariasi dari kayu dan batu file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. dan Shikoku Jepang beriklim sejuk. dan politik mengalami proses yang panjang sejak dari masa prasejarah hingga sekarang ini.1. cuaca dingin berasal dari utara dan panas berasal dari Selatan. 2 9 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Kyushu.

pembangunan kuil-kuil Budha ( Pagoda) − Heian Period (7941185) Golongan aristokrat terbentuk. tumbuhnya rumah bangsawan ( shinden style).perkembangan peralatan tembikar dan perunggul. pembangunan fisik ibukota Heijo (Nara) dan Heian (Kyoto). Jaman Klasik − Asuka Period (552645) Ekonomi pertanian berkembang pesat. munculnya lebih dari 30 post-town (shukuba machi). pembentukan kota-kota. agama budha diperkenalkan. pengenalan Zen-Budhism. dan farm house. townhouse. pengaruh budaya dan teknologi dari Cina dan Korea. pemindahan ibukota ke Kamakura. strata sosial masyarakat menguat. ritsuryo sistem. kyoto sebagai pusat ekonomi dan budaya. perubahan ritsuryo sistem. pembentuk birokrasi pemerintahan dengan sentralisasi kekuasaan ( tenno). pembangunan jalan (highway) dari Kamakura ke Kyoto. akulturasi agama asli dengan budha. adopsi arsitektur Budha dari Cina ( Pagoda). Jaman Pertengahan Kamakura Period (11851333) Peralihan pemerintah dari istana ke golongan militer ( shogun). pembentukan komunitas kecil ( kuni) dengan tata aturannya. munculnya strata sosial dalam masyarakat − Nara Period (645794) Perdagangan berkembang. Nambokucho (1333 – 1392) . pembangunan dua ibukota. konsep tea house mulai tumbuh. tipe rumah samurai Peningkatan craftsmenship berikut organisasinya.

Tokyo sebaga ibukota pemerintahan. petani dan pedagang. dan timbul konsep kota baru : castel-town. pembangunan highway dan pertumbuhan kota-kota baru (post town) sepanjang jalur kereta api.munculnya konsep ukuran ruang. pembangunan pabrik modern. promosi kaum kapitalis.htm (3 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Jaman Pre Modern Momoyama (1568-1615) Peningkatan keahlian dan peralatan pertukangan (craftsment). townhouse dan farm house makin berkembang. perkembangan sosial masyarakat biasa (commoners). kontak dengan asing (barat). kuil budha makin berkembang dipengaruhi arsitektur Cina. alat pertukangan makin maju. pembentukan kekaisaran dalam pemerintahan. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. perekonomian berkembang dari skala kecil menjadi provinsial estat. Kaisar Meiji pindah ke Kyoto. masyarakat menengah .Kekuasaan Shogunate makin menguat. samurai dwelling. Kyoto sebagai perwakilan pemerintahan. shoin style. pemindahan ibukota ke Edo (Tokyo). Edo (Tokugawa) Period (1615-1867) Shogun Tokugawa. era pemerintahan modern terbentuk. terdapat bangunan Shoin style. pengembangan shinden style. Jaman Modern Meiji Period (1867-1912) Shogun Tokugawa jatuh. istana dan kekaisaran masih exist. townhouse ( machiya) dan farm house ( minka) makin bervariasi.samurai resident masih berkembang. restorasi Meiji. pengembangan sistem sankin-kotai dan muncul katsura detached palace. pembangunan jalur kereta api. peralihan shogun Kamakura ke shogun Muromachi Muromachi Period (13921568) Shogun Muromachi menggantikan shogun Kamakura.

htm (5 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 9.htm (4 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 B. penggunaan peralatan modern. pendirian sekolah formal teknik.tumbuh dan berkembang. westernisasi dalam banyak aspek termasuk tenik bangunan Heisei Period (1989present) Modernisasi dengan isu-isu sentral : back to nature. pembangunan pabrik. kemanusiaan serta pembangunan berkelanjutan file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Kronologi Sejarah Perkembangan Arsitektur Perkembangan arsitektur Jepang yang dimulai sejak masa pra-sejarah yang pada saat itu sangat dipengaruhi oleh budaya Austronesia hingga berbagai macam pengaruh dari negara tetangga: Cina dan Korea serta pengaruh barat yang pertama kali dibawa bangsa Eropa. pengaruh western style dalam rancangan bangunan dan lingkungan Taisho Period ( 19121926) Pemerintahan modern masih berlanjut.2. Kronologi Perkembangan Arsitektur Jepang mulai masa prasejarah hingga modern Berbagai tipe dan fungsi bangunan yang berkembang . file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. pembangunan apartemen. nasional housing. perubahan lifestyle menjadi modern life style. modernisasi meliputi segala aspek termasuk arsitektur. Secara singkat kronologi perkembangan arsitektur di Jepang dapat dilihat dari skema dibawah ini. kota metropolitan dan perkembangan industri modern. Showa Period (19261989) Pemerintahan modern masih berlanjut. industri booming.

dan kota Otsu. Jalan menjadi pemisah setiap zona. ibukota Dinasti Tang. kota Nagaoka. bangunan religius: Kuil (Shinto dan Buddha). kota Kuni pada tahun 740. sosial politik dan hukum. antara lain rumah primitif. kota Heijo pada tahun 710 (Nara). iklim dan alam sangat menentukan konsep arsitektur rumah awal Jepang.htm (7 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 B. Tipologi Bangunan Vernakular Jepang Rumah Primitif Ciri-ciri dan karakteristik rumah Austronesia tampak pada rumah Jepang pada masa prasejarah. Rumah kerabat atau bangsawan berada disekitar komplek istana. kota Fujiwara pada tahun 694 (sekarang sebelah selatan kota Nara). B. Sehingga tidak heran bahwa perencanaan kota Heian (Kyoto) merupakan replika yang lebih kecil dari desain kota Cangan.htm (8 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 .htm (6 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. rumah tinggal prajurit (rumah para samurai). sekolah dan rumah tempat minum teh. terdapat satu jalan raya utama menuju kompleks istana Kekaisaran yang memerintah pada masa itu dan membelah kota menjadi dua bagian disebut Kota sebelah kiri ( Sakyo) dan kota sebelah kanan ( Ukyo). istana dan puri. Pengaruh budaya. medieval (Nara) hingga periode Edo dalam arsitektur Jepang. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. gedung teater kabuki. Konsep itu pula sebelumnya telah diadopsi dalam perencanaan kota Naniwa pada tahun 645 (sekarang Osaka). Hubungan dagang tersebut telah membawa pengaruh pada ekonomi. rumah toko (machiya). Kesemuanya memiliki karakteristik desain tersendiri. Pertumbuhan Kota-kota Awal Jepang Pertumbuhan kota-kota baru di Jepang dimulai sejak masa Nara.2. Bentuk rumah tenda berdiri file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Perencanaan kota-kota tersebut umumnya menggunakan konsep grid.1.mulai masa prasejarah. vila atau paviliun bangsawan. Kota Heian lebih besar dari kota-kota awal Jepang saat itu. rumah tinggal petani (minka). Masuknya Budha pada abad ke-6 telah 2 membuka hubungan perdagangan internasional yang erat dengan Asia khususnya Cina yang dikuasai oleh Dinasti Tang pada masa itu dan Kerajaan yang menguasai jalan sutra. Besarnya kota banyaknya zona ditentukan dari sosial ekonomi dan politik dari pemerintahan pada masa tersebut.

htm (9 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Pada masa Kofun.htm (10 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. kemudian menjadi rumah panggung ( raised floor dwelling) dengan struktur kayu dan atap alang-alang. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. telah mengakibatkan terjadinya evolusi pada bentuk dan konsep rumah. denah ruang persegi. akan tetapi pada masa itu kepercayaan lokal ( Shinto) yang disimbolkan dengan Amaraterasu o-mikami (dewa Matahari) telah mengakar dan menjadi simbol pemerintahan pada masa itu. Pada masa itu. atap pelana. Beberapa kuil Shinto yang megah telah dibangun baik di Ise. akan tetapi . Semua perangkat dan peralatan yang digunakan mengalami perubahan dan kemajuan. Kemungkingan sistem strata sosial ini dipengaruhi oleh Kerajaan Silla di semenanjung Korea. sejalan dengan perkembangan peradaban. simbol menyilang seperti tanduk kuda di ujung atap. pit dwelling dengan dinding banyak didirikan. Kemudian. Antara pertengahan abad ke-4 hingga abad ke-5 muncul satu sistem strata sosial yang disebut uji-kabane. Pit dwelling berevolusi menjadi pit dwelling dengan dinding. orang Cina datang bukan hanya membawa dan menyebarkan agama Budha. Izumo dan Sumiyoshi. Pada masa Jomon. terdapat gap yang lebar antara kaum petani yang maju dan kaum aristokrat. Kemudian agama Budha masuk dari Cina dan Korea. bangunan yang dinaikan. lantai ruang berada di atas tiang-tiang yang beralaskan batu.diatas tanah yang dilubangi (pit dwelling) merupakan perkembangan dari rumah gua.htm (12 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Bangunan Religius Setelah Budha masuk ke daratan Jepang dari Cina dan Korea. rumah panggung ( takayuka) yang pada sebelumnya hanya dibangun sebagai tipikal lumbung menjadi favorit. Konstruksi ketiga kuil ini menggambarkan konsep bangunan Austronesia. Pada saat yang bersamaan waktu itu pengaruh Budha datang dari Cina dan Korea. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209.htm (11 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Pada saat itu rumah bukan lagi semata sebagai tempat berlindung dari panas dan hujan akan tetapi sudah menjadi penanda status sosial di dalam masyarakat. Pengaruh teknik bangunan kuil Budha sangat besar pada perkembangan kuil Shinto. pengaruh arsitektur Budha dari Cina sangat besar. Kemudian pada masa Yayoi dan Kofun.

Konsep denah kuil Jepang melekat pada konsep simetris pada kuil Cina.htm (15 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Rumah Rakyat Biasa . Pembangunan kuil ini memakan waktu sekitar 8 tahun dan selama itu pula telah terjadi transfer teknologi arsitektur Budha antara para tukang dari Cina yang datang khusus mendirikan bangunan tersebut dengan tukang Jepang sendiri. dekat Kyoto. Setelah selesai pembangunan kuil Horyu-ji kemudian disambung dengan pembangunan kuil Todai-ji di sebelah Timur dari kuil Horyu-ji. Awalnya bangunan ini adalah vila bangsawan. Kuil Budha terkenal pada itu dan mewakili kuil Budha berarsitektur Jepang yaitu Phoenix Hall di Uji. kuil Budha yang menerapkan konsep arsitektur Jepang berkembang pada masa Heian. Nara pada tahun 745 yang memiliki dua buah pagoda tujuh tingkat didalamnya terdapat patung Budha raksasa. dengan konsep sambungan balok dan tiang menggunakan pasak dan tekan. kemudian berubah menjadi kuil. Lokasi kuil yang dianggap baik yaitu di atas lahan berbukit dekat dengan hutan. danau kemudian penataan tata ruang luar yang menunjang bagi proses meditasi.juga membawa atribut yang berhubungan dengan tempat peribadatan agama Budha. di dekat Nara.htm (14 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. kuil Budha ini terbuat keseluruhan dari kayu. Kuil Budha pertama yang dibangun abad ke-7 yaitu kompleks kuil Horyu-ji. Penekanan pada hiasan patung dan eklektisme pada kuil Budha terus berlangsung hingga pertengahan abad ke-14. Hingga sekarang ini kuil budha memiliki berbagai macam langgam namun konse pagoda bertingkat mulai ditinggalkan. Konsep Pagoda bertingkat 5 yang biasanya terdapat pada kuil Budha dari Cina diadopsi pada kuil ini. bagian sambungan balok atas menggunakan teknik bracket yang merupakan teknik konstruksi khas kuil Budha di Cina. Jumlah Pagoda hanya satu dan berada di tengah kompleks kuil. prototipe kuil Shinto diabadikan sebagai konsep awal kuil Shinto yang sederhana. disebut dengan hoto. Kuil ini merepresentasikan puncak dari kuil budha dengan arsitektur Jepang yang kemudian dikenal dengan Fujiwara Style dengan penerapan konsep Pagoda yang baru berbeda dari yang sebelumnya. Berikutnya.htm (13 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Pada abad ke-13 muncul konsep arsitektur kuil Zen-Budhisme. Material bangunan yang digunakan seperti halnya di Cina. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Hoto menerapkan heaven dome dari simbol Budha pada atap pagoda kemudian digabungkan dengan pent-roof (mokoshi) pada keempat sisinya.

Penekanan perekoknomian pada pertanian sejak masa medieval hingga awal modern telah menyebabkan tumbuh suburnya tipe rumah petani. rumah untuk rakyat biasa (commoners house) yang mengalami pertumbuhan pesat pada masa Edo yaitu minka. bagian depan untuk berdagang dan bagian belakang untuk tinggal.( Machiya dan Minka) file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Machiya adalah sebuah konsep rumah perkotaan/toko (townhouse) yang mulai berkembang sejak masa Heian sejalan perkembangan perekonomian. Dalam perencanaan kota Fujiwara. Bunto. Biasanya rumah tersebut tidak lebar. tetapi termasuk juga rumah para pedagang-pedagang kaya. Kudo dan lain sebagainya. Takabei. Heijo dan Heian terdapat dua lokasi pasar yang menjadikan titik tersebut lokasi komersial dari kotakota yang direncanakan. suasana interior dapat dilihat pada gambar berikut ini. Minka ini bukan hanya sebagai rumah petani. Terdapat banyak tipe minka yang tersebar di seluruh wilayah Jepang seperti tipe Odachi. Jika ditinjau dari . Gassho. konsep perdagangan dan politik yang membentuk pertumbuhan kotakota baru.htm (17 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Selain machiya. Sasu. Pembentukan kota-kota awal Jepang merupakan titik awal perdagangan internasional pada masa itu dengan Asia khususnya Cina.htm (16 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Perkembangan perdagangan mulai tampak pada masa Heian. Dari perkembangan kota tersebut muncul satu tipe bangunan komersial yang disebut dengan Machiya (lebih mirip artinya dengan rumah toko di Indonesia). file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209.

Berdasarkan bentuk atap. tempat hiasan lukisan dan rangkaian bunga (ikebana). dengan dinding dari plesteran tanah liat. Ima (hiroma/ itanoma) adalah ruang keluarga (living room). terdapat tokonoma: sebuah yang ditinggikan lantainya. semua tipe minka menggunakan struktur kayu. kayu dan bambu. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. gabungan atap pelana dan limasan (irimoya/hipped and gabled roof). Kuil Maruoka dan Matsumoto menjadi kuil pertama yang dibangun pada akhir abad ke-16. bentuk L ( magariya) dan Ch•mon (U-shape). sebelah barat Tokyo.htm (18 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Ditinjau dari segi bentuk dan ruangnya maka terdapat beberapa bentuk yaitu persegi (sugoya). atap limasan ( yosemune/hip roof). Puri ini . Bangunan puri ( donjon) dan kota puri ini dibangun sebagai benteng pertahanan atas serangan musuh.material dan teknologi bangunan. Hampir setiap wilayah ibukota pemerintahan Shogun memiliki puri dengan desain dan ukuran sesuai dengan kedudukan penguasa pada saat tersebut.htm (19 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Puri dan Kota Puri ( Castel and Casteltown) Konsep kota Puri (casteltown) dimulai sejak masa shogun Momoyama. Biasanya didalam ruang tamu diberi alas tikar yang disebut tatami. Atap pelana atau kampung merupakan atap yang banyak digunakan dalam rumah petani. ima dan zashiki. ruang kerja. Struktur bangunan bergantung kepda tipe bangunan dan atap. Pada saat itu (medieval era) di Jepang juga disebut dengan era perang.htm (20 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 sekarang ini masih berdiri adalah puri Himeji. yang sering juga disebut dengan Genji dan Heike. Doma adalah ruang dengan lantai tanah. Kuil yang terbesar dan termegah dibangun tahun 1609 hingga file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. terletak di Hyogo Prefecture. Peperangan terjadi pada dasarnya terjadi antara dua kubu militer kuat Jepang masa itu : Minamoto dan Taira. Penggunaan senjata api yang diperkenalkan oleh Portugis pada masa sebelumnya telah membawa wilayah Jepang kepada masa peperangan yang hebat. terdapat tiga bentuk dasar atap yaitu atap pelana atau kampung dengan sopi-sopi ( kirizuma/gable roof). Secara garis besar tatanan ruang dalam minka dibagi atas tiga bagian yaitu Doma. dan zashiki adalah ruang tamu (guest room). atapnya dari jerami dan alang-alang serta genteng. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. digunakan sebagai entrance. dapur dan kandang ternak.

htm (22 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 . Tipikal tata ruang luar ini juga diterapkan oleh puri-puri lain. terdapat ruang pengintai yang digunakan untuk melakukan serangan. Pada dasarnya terdiri bangunan bertumpu pada dua tiang utama yang besar menerus hingga ke bagian atas bangunan. kolega sambil menikmati seni rancangan taman disekitarnya dan interior bangunan untuk menyegarkan pikiran tas kegiatan rutinitas yang membosankan. Pada lantai atas. dan puri Timur. puri barat laut. Keempat puri ini dihubungkan oleh koridor ( watariyagura) dan dikelilingi oleh pagar tembok tinggi. tiang ini disebut dengan tiang kehidupan. Kemudian dalam perkembangannya tujuan dari pendirian rumah minum teh ini adalah untuk menjamu dan mengisi waktu bersama teman. Upacara minum teh di dalam cangkir tak bertangkai kecil memiliki seni dan aturan yang khas.memiliki tinggi 45 meter. sebagai pertahanan pertama terhadap serangan musuh. rasanya teh yang segar dan hangat dapat menghilangkan file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Puri ini dirancang sebagai tempat tinggal temporer selama pengepungan oleh musuh. Lokasi puri ini berada di are perbukitan. dari puri dapat dilihat pemandangan kota Himeji. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. Ada tiga bangunan puri di sekitar puri utama ini yang dinamakan puri barat. terdiri dari 5 tingkat dan 6 lantai (satu lantai dibangun dalam pondasi batu yang tingginya 15 meter). Atap bangunan bertingkat dan menunjukkan kestabilan struktur bangunan. Pada awalnya upacara teh ini ditujukan untuk menjamu orang-orang yang dekat dengan shogun yang berkuasa pada masa itu sambil santai dan menikmati seni porselin Cina. kerabat. bukan dirancang untuk didiami dalam jangka waktu yang lama. Jalan masuk dari gerbang hingga ke puri utama dibuat membingungkan dan menjebak sehingga tidak mudah bagi musuh untuk masuk ke dalamnya. yang mudah terbakar sehingga menjadi kelemahan ketika perang berlangsung. Secara keseluruhan struktur bangunan puri terdiri dari konstruksi kayu. Pagar tembok dikelilingi oleh parit/selokan yang cukup dalam dan lebar.htm (21 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Rumah Minum teh Pembangunan rumah atau tempat minum teh dimulai sejak masa Kamakura dan mulai menjadi tradisi sejak masa Muromachi. Akan tetapi pondasi bangunan yang tinggi dan terbuat dari batu menyulitkan bagi musuh naik keatas.

Terkadang rumah teh berdekatan dengan rumah induk. juga menentukan tebal tiang kayu. Sistem tersebut dinamakan Kiwari yang berarti pembagian kayu. dan ruang pantri atau ruang untuk menyediakan teh atau ruang mencuci peralatan. Tipe Joan banyak diterapkan di Inuyama. pagoda. anyaman jerami.htm (23 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 C. gerbang. tipe Konnichian. pada prinsipnya terdiri dari dua ruang. para tukang menemukan satu sistem ukuran dan proporsi yang diterapkan untuk seluruh tipe bangunan mulai dari kuil. Ada beberapa tipe rumah minum teh seperti tipe Taian. tipe ini terdapat di tengah kota Kyoto Tipe Taian adalah tipe yang terdapat di kota yamasaki sebelah selatan Kyoto. tipe Soan. Dari semua tipe tersebut dapat dilihat bahwa tata ruang rumah minum teh adalah sederhana.kepenatan setelah selesai bekerja. akan tetapi ada juga yang lebih dari empat setengah tatami tergantung kebutuhan dan status sosial pemilik. bambu. Standar ukuran rumah yang disebut dengan satu modul yaitu satu ken atau 6. Ukuran besar ruang minum teh juga bervariasi mulai dari dua tatami hingga empat setengah tatami. tapi ada juga yang terisolasi. Tipe rumah teh dengan ukuran dua tatami banyak terdapat di kepulauan Rikyu. istana dan lain sebagainya.5 . misalnya tipe Fuhin’an dan Zangetsutei. Seringkali terdapat tungku ditengah-tengah ruang duduk yang berfungsi untuk menghangatkan teh dan orang yang duduk didalamnya dari cuaca dingin di luar bangunan. Selain untuk menentukan panjang kayu untuk ruangan. Tipe Yuin merupakan rancangan rumah tea yang banyak terdapat di Kyoto berikut dengan tipe Konnichian yang sering terdapat bersama-sama dengan tipe Yuin. tipe Kebun (Tipe Fushin’an dan Zangetsutei). rumah. Tipe ini memiliki hiasan pada interior baik pada tokonoma yang disebut dengan murodoko. ruang duduk untuk minum teh. tipe rumah teh ini seringkali digunakan untuk beristirahat melepaskan kepenatan dan kelelahan setelah bekerja. Ruang duduk biasanya beralas tikar atau tatami sedangkan ruang persiapan dan cuci berlantai papan kayu. Sistem Ukuran dan Proporsi Pada akhir abad pertengahan. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. dinding tanah liat. sebelah timur Kyoto (Jepang tengah). Desain rancangan rumah minum teh bervariasi di seluruh wilayah Jepang dan menekankan pada material alami seperti kayu. sebelah selatan Jepang.

sejak masa Edo hingga saat ini. Akan tetapi. konsep tatami ini masih digunakan untuk menentukan besaran dan bentuk ruang walaupun merupakan bangunan dengan langgam barat (western style). dan arsitektur.syaku sama dengan 197 cm dan tebal kolom adalah 1/10 dari ken atau 19. Dalam perkembangannya.303 m. Berbagai macam model dan konfigurasi tatami menentukan bentuk ruang.818 m).htm (24 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM 2 saat itu satu syaku sama dengan 6 ken (1 syaku sama dengan 0. Kemudian akhirakhir ini digunakan satu standar ukuran yang dinamakan tsubo yang sama besarnya dengan 6 feet square atau 3.7 cm. politik. Penyebaran abama menjadi satu jalan untuk menyebarkan keilmuan baik dalam bidang kebudayaan. Satu contoh . Pada file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. m2. Cina dan India. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%209. dan banyak diterapkan pada pembuatan industri di Jepang. standar ukuran syaku mengalami perubahan. PENUTUP Pemikiran dan konsep arsitektur Timur bisa diwakili dari melihat konsep arsitektur di Nusantara.. Sudut tiang kayu dipotong 450. sejak masa heian. Terdapat perbedaan dan persamaan di antara arsitektur tersebut dimana kebudayaan yang lebih dahulu di daerah tertentu mempengaruhi kebudayaan di daerah lain. dan 1 ken sama dengan 1. Sistem ukuran ini masih berlangsung hingga sekarang ini. untuk ukuran ruang telah digunakan konsep tatami. Hingga saat ini.htm (25 of 25)5/8/2007 3:33:04 PM .3.

htm file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/coverbukuajar. Berbagai macam elemen dan hiasan pada bangunan candi 2.htm (1 of 3)5/8/2007 3:33:04 PM 2 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%2010. Struktur Candi 11 2. Teknik Konstruksi Dinding Berdaun Ganda 14 Tata Urutan Pembangunan Candi 15 Sebaran Arsitektur Klasik Indonesia 11 Candi-candi di Jawa Tengah Utara 17 Candi di Jawa Tengah Selatan 17 Candi Panataran di Blitar 18 Candi Jago (Wisnuwardhana) 18 . China dan Jepang D aftar Gambar hal. Strata sosial memberikan pengaruh dalam perletakan rumah dan desa.htm (1 of 2)5/8/2007 3:33:05 PM file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/coverbukuajar.2.7.9.6. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%2010. India.htm (2 of 2)5/8/2007 3:33:05 PM Kopendium Arsitektur Nusantara. 2. Gambar Gambar Gambar 13 Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 1. tradisi. 2 10 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Bab%2010. kemudian di Indonesia menjadi meru yang meyimbolkan kepada bangunan sakral untuk pencipta. Kecenderungan akan pemikiran rasio sangat terlihat sehingga menjadi salah satu perbedaan yang mencolok dibandingkan dengan arsitektur timur. Indonesia dan Jaringan Asia 4 2.seperti evolusi stupa dari India hingga pagoda di Cina dan Jepang.4. Seringkali simbol status dan kedudukan penghuni rumah diungkapkan dalam ornamen yang menghiasi bangunan.1. 2. lingkungan dan alam sekitar dari masyarakat yang mendiami wilayah tersebut.5. 2.htm (3 of 3)5/8/2007 3:33:04 PM file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/coverbukuajar. Pemikiran ketiga hal tersebut tidak kuat muncul dalam arsitektur Barat. Perletakannya tergantung dari agama.8.3.htm (2 of 3)5/8/2007 3:33:04 PM 2 Pemikiran atas pembagian ruang sakral dan profan menjadi ciri dalam konsep rumah dan tata ruang kota timur. 2. 2. 2.htm file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/coverbukuajar.1.

4. Kosmologi rumah toraja sebagai jagad kecil 50 Gambar 4. Lokasi Persebaran Austronesia 35 Gambar 4.3. Nias Selatan 42 Gambar 4. Perkampungan dengan pola Linear 43 Gambar 4.12. Sumatera 20 Gambar 2. Proses Pendirian Tiang dan Balok pada rumah Batak Toba 46 Gambar 4.7.htm (1 of 4)5/8/2007 3:33:05 PM Kopendium Arsitektur Nusantara.11. Sebaran Lokasi arsitektur vernakular Indonesia 41 Gambar 4. Kediaman Reine de Klerk di Batavia. ArsitekturVernakular Indonesia yang menggunakan tanduk kuda dan atap pelana 38 Gambar 4.10. Mesjid yangmendapat pengaruh arsitektur kolonial (modern Eropa) 30 Gambar 3.5. Bangunan Kolonial Bergaya neo-Klasik 57 Gambar 5.2.1. Candi Biaro Bahal 1.16.6.6. Bentuk dan ragam hias batu nisan kuno 27 Gambar 3. China dan Jepang Gambar 4. Rumah Pedalaman gaya Hindia Belanda di pemukiman Arab. berdasarkan Willem Lodewiyckz 55 Gambar 5.8.4. Kompleks Keraton Yogyakarta 33 Gambar 3. Candi Jabung. Teknik konstruksi rumah vernakular Indonesia 46 Gambar 4. Ibukota Kerajaan Banten abad ke-16. Istana Pagaruyung Sumatera Barat 33 Gambar 3. India.9.1.11.13. Pemasangan piringan kayu besar menjadi ciri khas konstruksi lumbung Indonesia berasal dari Austronesia 47 Gambar 4.15. Pembagian ruang pada rumah Batak Toba dan Jawa 44 Gambar 4. Tata ruang rumah Kalimantan 45 Gambar 4. Semarang 57 .5.2.2.3. Ritual permulaan pendirian rumah Melayu 48 Gambar 4.10.4.8. Pelabuhan di lingkungan Banda Aceh 26 Gambar 3. Mesjid yang mendapatkan pengaruh India (arsitektur Moghul) 30 Gambar 3.10. Bekas Istana Ternate (awal abad ke-18) 34 Gambar 4.6. Jawa Timur 19 Gambar 2. Mesjid yang mendapat pengaruh arsitektur candi dan arsitektur vernakular 29 Gambar 3. Raga-raga pada rumah Batak Toba 49 Gambar 4.5.4. Candi Pada Masa Klasik Akhir 21 Gambar 3. Kota-kota Kolonial di Indonesia 54 Gambar 5.Gambar 2.12. sekarang kantor Arsip Nasional 56 Gambar 5. Pola Perkampungan di Bawomataluo.1. Istana Maimoon Kesultanan Deli. Persebaran Kota-Kota Islam Awal di Nusantara 24 Gambar 3. Siatuasi Pelabuhan Batavia 54 Gambar 5. Padang Lawas.3. Pembagian jagat kecil pada rumah Batak Toba 51 Gambar 5. Medan 34 Gambar 3. Tipe Arsitektur Vernakular Indonesia 40 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/daftar%20gambar. Penopang batang silang pada rumah Nias Utara dan Selatan 47 Gambar 4.7.9.

3.2. Kampus STEKPI Jakarta.htm (2 of 4)5/8/2007 3:33:05 PM Kopendium Arsitektur Nusantara.9. Kantor Rektorat UI Depok Jakarta 72 Gambar 6.1909 63 Gambar 5.1.6. Persebaran Tinggalan Sejarah pada masa awal Budha (abad ke-4 SM . Hendrasto 73 Gambar 7.12.2. 1902-1907 65 Gambar 5. arsitek Hulswit Fermont dan Cuypers.7. Gedung Sate. Beberapa rancangan bangunan karya C. Tugu Prasasti Maurya. Silaban 66 Gambar 6. Gopura bagian dalam kuil Rajarajeshvara di Tanjavur 83 Gambar 7.5.Sutanto. India. salah satu lokasi chaitya 88 Gambar 7.14.8.6.Lemei 59 Gambar 5.15.9. inti dari sebuah kuil Hindu dalam Vimana 80 Gambar 7. karya J. karya arsitek F. B. S.4.Silaban Jakarta 69 Gambar 6. Garbha griha.1.12. H. Surabaya. bagian dari kebijakan kerajaaan Ashoka 85 Gambar 7.13. Jakarta 68 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/daftar%20gambar. Peta Wilayah India sejak 1780-1905 75 Gambar 7. Beberapa karya arsitektur Thomas Karsten 60 Gambar 5. Kantor Gubernur Pemerintah Hindia Belanda di Surabaya dirancang arsitek W. Gedung Bank Indonesia.14. Kantor Pusat Perusahaan Jawatan Kereta Api Hindia Belanda. Situs Kompleks Mahastupa Sanchi 86 Gambar 7.2. Beberapa bangunan karya arsitek Henri Maclaine Pont 61 Gambar 5. Mandapa pada kuil Mahabalipuram 81 Gambar 7.A. Algemeene Maatschappij voor Levensverzekering en Lijfrente (Perusahaan Umum untuk Asuransi Jiwa dan Cagak Hidup). Kantor Pusat Bank Jawa.P.1. China dan Jepang Gambar 6. Kompas dari filosofi Feng Shui 94 . Tugu Park Hotel. Wolf Schoemaker 62 Gambar 5.11. 1920 66 Gambar 6. Pemandangan kompleks kuil Tiruvarur dengan beberapa lapis gopura 82 Gambar 7.4. Mandapa pada Kuil Sunak.10.11.3. Berbagai macam Tipikal Vihara (monasteries) 90 Gambar 8. Semarang.10. Tugu Monumen Nasional (MONAS). Masjid Istiqlal karya F.5 M) 84 Gambar 7.Gambar 5.7. Berbagai macam tipikal Chaitya dari persebarannya di seluruh India 89 Gambar 7.J.Hendropurnomo. Batavia.5.Gerber. arsitek P.15. Peta Wilayah Cina 91 Gambar 8.P. Persebaran Wilayah Kerajaan Hindu di India abad ke-5 sampai dengan abad ke-13 78 Gambar 7. Gedung Lingkaran Seni Hindia-Belanda (1914). karya trio arsitek DCM. Mandala dan Vastuphursamandala 79 Gambar 7. Berlage 1900 66 Gambar 5. Nilakanta 81 Gambar 7.13.Mooijen 64 Gambar 5. Struktur dan konsep arsitektur stupa 87 Gambar 7. Ajanta. dan D.8. karya grup arsitek Atelier 6 72 Gambar 6.

3.htm (4 of 4)5/8/2007 3:33:05 PM Kopendium Arsitektur Nusantara.6. Kompleks Kuil Budha Horyu-ji di Nara dengan satu pagoda 118 Gambar 9. Tata ruang rumah tipe siheyuan 101 8. Berbagai macam variasi tipe rakyat biasa ( minka) 122 Gambar 9. India.10.2. Konsep Perancangan Ibukota Heian.15. Pembagian tipe rumah berdasarkan wilayah 100 8. Tipikal Rumah Perkotaan (Machiya) 120 Gambar 9. Desa gua di Loess region 103 8. Kota-kota Awal Jepang pada abad pertengahan 112 Gambar 9.11. Evolusi Stupa ke Pagoda dan Meru 128 Gambar 10.13.8. Kronologi Perkembangan Arsitektur Jepang mulai masa prasejarah hingga modern 111 Gambar 9. Denah dan Ekterior Pit Dwelling Yayoi 114 Gambar 9.12.14.7. Bentuk dan dimensi ruang dari rumah gua 103 8. China dan Jepang D aftar Isi Hal. Tipe rumah semitroglodytic 104 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/daftar%20gambar.5.8.Gambar Gambar Gambar Gambar 99 Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 8. Beberapa tipe pagoda dan spesifikasi material bangunannya 8.7. Bangunan primitive Jepang dan evolusinya 115 Gambar 9. Kata Pengantar i Daftar Isi ii Daftar Gambar v .13.5. Gerbang sebagai symbol sosial masyarakat yang berdiam 98 8.4.10.2. sekarang Kyoto 113 Gambar 9. Tipikal bangunan kuil Shinto 116 Gambar 9. Situs Kota Terlarang Cina 97 8.9.3. Teknik konstruksi bangunan pagoda dan kuil Budha 119 Gambar 9. China dan Jepang Gambar 9.4.12. India. Atap meru Indonesia 129 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/daftar%20gambar.1. Berbagai macam tipe puri digunakan sebagai benteng pertahanan dalam masa peperangan mulai Kamakura hingga Edo 124 Gambar 9.1. Diagram dari landscape elemen topografi yang baik 95 8.6. Berbagai macam variasi tipe rumah/tempat minum teh 126 Gambar 9. Tatami sabagai konsep ukuran dan bentuk ruang 127 Gambar 10. Kuil Budha yang mendapat pengaruh Arsitektur Budha dari Cina 119 Gambar 9. Tipe rumah siheyuan yang tedapat di wilayah Cina utara 102 8. Peta wilayah Jepang 107 Gambar 9.9.htm (3 of 4)5/8/2007 3:33:05 PM Kopendium Arsitektur Nusantara.

Istana Kerajaan Islam 32 4 Arsitektur VERNAKULAR INDONESIA 35 ASejarah Perkembangan Arsitektur Vernakular Indonesia 35 A.Kerajaan Islam di Nusantara 22 B.Pembentukan Kota-kota kolonial di Indonesia 53 C.1.Sejaah Perkembangan Arsitektur Indonesia 5 2 Arsitektur INDONESIA PADA ERA Hindu dan Buddha 8 A. India. Tatanan. Tatanan .1. Keragaman Budaya 3 B.3. Rumah dan Tantanan Ruang 44 B.Daftar Tabel viii 1 SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR INDONESIA 1 A.2.Makam dan Pekuburan Orang Islam 26 D.1. Fungsi 10 B.4. Upacara ritual Pendirian Bangunan 48 5 Arsitektur kolonial indonesia A. Arsitek dan biro arsitek yang berkarya di Indonesia 59 6 Arsitektur INDONESIA pasca kemerdekaan) A.2.Tipe Arsitektur Vernakular Indonesia: Keberagaman dan Kesamaannya 39 B. Perkembangan Arsitektur Kolonial Indonesia 55 C.3.2. Bagian dan Konsep Arsitektural Candi 11 B.2. Bagian dan Konsep Arsitektural Mesjid 31 E.2.3. Sejarah Singkat Nusantara 1 A. Teknik Konstruksi dan Pembangunan Candi 13 B.Nusantara dan Jaringan Asia 3 C.Sejarah Kolonialisasi di Indonesia 52 B.Arsitektur Warisan Belanda 67 . China dan Jepang A. Kronologis perkembangan arsitektur masjid 28 C. Pola Perkampungan 41 B. Pembagian kelompok arsitektur candi 15 3 Arsitektur INDONESIA pADa masa perkembangan ISLAM 22 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Daftar%20isi-fix.Masjid sebagai Tempat Suci 28 C.1. Geografi Dan Lingkungan 3 A.Arsitektur Candi 10 B. Teknologi Bangunan : Bahan Bangunan dan Teknik Konstruksi 45 B.Sejarah Nusantara 1 A.4.Arsitektur Kolonial Indonesia 55 C.htm (1 of 4)5/8/2007 3:33:06 PM Kopendium Arsitektur Nusantara.1.2. Pengertian Arsitektur Vernakular 38 B.1.Pertumbuhan Kota-Kota Islam Awal 23 C. Hubungan Austronesia dan Indonesia 35 A.Kerajaan Hindu dan Budha di Nusantara 8 B.

China dan Jepang D aftar Tabel hal. 19 Tabel 8.Sejarah Perkembangan Budaya dan Pemerintahan di Jepang 107 B. Tipologi Bangunan Vernakular Jepang 113 C.2.htm (2 of 4)5/8/2007 3:33:06 PM Kopendium Arsitektur Nusantara. India.Arsitektur Hindu 76 B.Vihara (Monasteries) 90 8 sejarah perkembangan dan konsep arsitektur china A.1.B. China dan Jepang 7 sejarah perkembangan dan konsep arsitektur india A.1. China dan Jepang file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Daftar%20isi-fix.htm (4 of 4)5/8/2007 3:33:06 PM Kopendium Arsitektur Nusantara.2. Gerbang Piramid ‘ Gopura’ 82 B. Perbedaan bentuk dan langgam candi Jawa tengah dan Jawa Timur. Sejarah Perkembangan Arsitektur Cina 93 B.3. Pelataran depan atau Mandapa 80 B. Kronologi Perkembangan Sejarah dan Pemerintahan di Jepang 106 . Tipologi Arsitektur Cina 98 9 sejarah perkembangan dan konsep arsitektur JEPANG A.Sistem sosial budaya Cina 93 C. India.2. Garbha griha 79 B. India. Chaitya Griha 88 C. Table 2.2.Sejarah Perkembangan Arsitektur India 74 B.4.htm (3 of 4)5/8/2007 3:33:06 PM Kopendium Arsitektur Nusantara.1. Stupa 87 C.Sistem Ukuran dan Proporsi 126 10 PENUTUP 128 Kepustakaan dan Sumber Gambar 130 CATATAN 133 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Daftar%20isi-fix.1.1. Sejarah Perkembangan Budaya dan Dinasti di China B.Kronologi Sejarah Perkembangan Arsitektur 110 B. Tinggalan Sejarah Kerajaan-kerajaan selama era Hindu Budha 9 Tabel 2.1. Hall Berpilar atau Choultri 83 C.Kronologis Perkembangan Arsitektur Modern Indonesia 67 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Daftar%20isi-fix. Pertumbuhan Kota-kota Awal Jepang 111 B.1.Arsitektur Budha 84 C. Tata Urutan Dinasti di Cina dan Karakteristik Sejarahnya 92 Tabel 9. Konsep dan Filosofi Arsitektur Cina 93 B.2.3.

sejarah perkembangan atsitektur di Asia khususnya di India. Medan. serta pembaca kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga. . China dan Jepang khususnya arsitektur vernakular di ketiga negara tersebut. rekan-rekan di departemen Arsitektur. Desember 2006 Penulis. China dan Jepang. dan kedua. Secara garis besar.file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/daftar%20tabel. pertama yaitu perkembangan sejarah arsitektur Indonesia. buku ajar ini berisi dua bagian. Buku ajar ini disusun merupakan salah satu hasil pengembangan program E-learning yang sedang dilakukan di Universitas Sumatera Utara yang dimaksudkan untuk peningkatan proses belajar mengajar yang dpat diakses dimana saja dan kapan saja. Untuk itu kepada pengelola program pengembangan E-learning. Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.htm5/8/2007 3:33:06 PM Kata Pengantar K ata Pengantar Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Mengingat waktu pengerjaan yang singkat sekitar 6 (enam) minggu. harapan kami agar buku ini dapat mencapai sasaran dan dimanfaatkan secara optimal. Selain itu buku ini juga ditujukan untuk mengisi keterbatasan pustaka yang sangat diperlukan oleh mahasiswa dalam mempelajari sejarah perkembangan arsitektur di tanah air. Buku ini ditujukan sebagai salah satu bahan ajar untuk mata kuliah untuk mata kuliah Sejarah Teori Arsitektur 03. jajaran pimpinan Universitas Sumatra Utara. tentu banyak terdapat kekurangan pada buku ajar ini sehingga kami sebagai penulis dengan segala kerendahan hati mengharapkan kesediaan reviewer dan pembaca memberikan kritikan dan saran bagi perbaikan buku ajar ini di masa yang akan datang. Buku ini menggambarkan secara singkat dan padat tentang sejarah perkembangan arsitektur di India. Departemen Arsitektur. karena berkat Karunia-Nyalah buku ajar ini dapat tersusun.

The Traditional Architecture of Indonesia. New York. Japanese Building Practice. USM Press. M. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Van Nostrand Reinhold. Jatidiri Arsitektur Indonesia. P. 1990. Eryudhawan.Bambang dkk (ed). A History of Architecture. Arsitektur Candi Indoensia. 1997. New York. 1991. New York. Knapp.. 1980. Hiroshi Watanabe trans. 2003. 1990. Domenig. Ananda K. Dawson. 1994. ST. Nezar/Bourdier.Pinang. Inc. London. John Murray – Albemarble Street. Atmadi. New York. 2001. 2000. Resilience. Asia’s Old Dwelling. Space in Japanese Architecture. Matsuo. Oxford University . G. Kompendium Sejarah: Seni Bina Timur. 1975.htm5/8/2007 3:33:06 PM KEPUSTAKAAN DAN SUMBER GAMBAR KEPUSTAKAAN DAN SUMBER GAMBAR AlSayyad. Jakarta. Dover Publication. John Weatherhill Inc. Zulkifli. Frampton. and Change. Robert. New Azian Library. Dora et al. Jean-Paul (ed. 1985. Karya Arsitektur Muda Indonesia. From Ancient Times to the Meiji Period. Thames and Hudson.. Sir Banister. Tektonik im Primitiven Dachbau (Tectonics in Primitive Roof Construction ). P. Bandung. NIP. Kenneth et al. Tradition in Architecture. PT Subur. Fletcher.Institut Gaudenz/ETH. Historical Atlas of Indonesia. 1859. London. Eko. G. Oxford University Press. . 1965. History of Indian and Indonesian Art. John. Parmono.) 1989. Tradition. Fergusson. Hanafi. Inoue. Berkeley. Barry & Gillow. Coomaraswamy. James.Eng. Budihardjo. Traditional Dwellings and Settlements Working Paper Series. Cribb. Alumni. Crouch. Handbook of Architecture.Isnen Fitri. (1985). London. Curzon press. Zurich. Ronald. ca 40 vols. Athlone Press. 132 206 819 file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Kata%20Pengantar.

1992. Warisan Kerajaan-kerajaan Konsentris. Amos. 1997. Lobu Tua Sejarah Awal Barus. The structure of the Toba-Batak belief in the High God. South and South-East Celebes Institute for Culture. Nusa Jawa: Silang Budaya. .. Ardjun Rapoport.. Knapp. Prentice Hall. What is Japanese Architecture?. Buku 3. Ronald. Oxford University Press. 1993. Tradition. 2002. Josef (1988). Miksic. 2003.htm (1 of 3)5/8/2007 3:33:06 PM KEPUSTAKAAN DAN SUMBER GAMBAR Pustaka Utama.2 : Sejarah awal . 1985. The vernacular House world wide. Cambridge University Press. Oliver. Surabaya: Penerbit CV. Jaringan Asia. Y. 1969. Nusa Jawa: Silang Budaya.xtbook/KEPUSTAKAAN%20DAN%20SUMBER %20GAMBAR. Austin. and Change.. Guillot. G. Claude (ed). Prijotomo. Dwellings. Indonesian Heritage. New York. volume 1. Buku 1. Mangunwijaya. Wastu Citra. University of Texas Press. Batas-batas Pembaratan. Hongkong. . Jakarta.. Resilience. Paul (ed). 1996. Gramedia Pustaka Utama. Nishi Kazuo et al. House form and Culture. Nusa Jawa: Silang Budaya. Buku 2. Rudofsky. London. Jakarta.. Tokyo. United Kingdom. Jakarta. Morse. London. Lombard Denys. The house across the world. London. L. Hongkong. Bernard. Architecture without architects. Edward S. vol. Academy Editions. Gramedia Pustaka Utama. 2003. 1961.B. Pasang Surut Arsitektur di Indonesia. Singapura. ________. Archipelago Press . Phaidon Press Limited. John (ed). Asia’s Old Dwelling. Dwellings. 1996.Press. Yayasan Obor Indonesia.. 1986. Kodansha International Ltd. Tobing. ______________. O. 1963. Jakarta. 1964. Penerbit Gramedia. Dover Publication Inc. ________. Jakarta. ______________. 1993. Gramedia file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20. Encyclopedia of Vernacular Architecture of the world. Japanese Homes and Their Surroundings. 1996.

vol.htm (2 of 3)5/8/2007 3:33:06 PM KEPUSTAKAAN DAN SUMBER GAMBAR Suáres. Urbanisme et architecture tradisionnels du sud de l’île de Nias.R. 2000. Jakarta. Sumintardja. 1990. Yogyakarta. 1973. Lim Jee. et al. Singapura. 1993.Rehoce (Regional Housing Centre). _________. Gadjah Mada University Press. _________________. Singapore. Malaysia: The Institut Masyarakat . Arsitektur Kolonial Belanda. 1999. Menara Kudus.. volume 3. Yogyakarta.G. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. _________. ________..xtbook/KEPUSTAKAAN%20DAN%20SUMBER %20GAMBAR. 1987. Candi : Fungsi dan Pengertiannya. volume 2.. Tjahyono. Oxford Univ. Roxane. Arsitektur Tradisional Sumatra Utara. Yogyakarta.2:Batak Karo. 1993.Saleh. Arsitektur Masjid Kuno. Traditional Building of Indonesia. M. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. 2005. Kudus.3:Batak Simalungun/Mandailing. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. Jendela Pustaka. Early Mapping of Southeast Asia.. Uka. Arsitektur Masjid dan Monumen Sejarah Muslim. Bandung. UNESCO. Tjandrasasmita. Gadjah Mada University Press. Kompendium Sejarah Arsitektur Indonesia.Sergeant. 1973.. Singapore. Yogyakarta. Yuan. 1980.6 : Arsitektur. Viaro. The History of Architecture in India.1:Batak Toba. Pertumbuhan dan Perkembangan Kota-kota Muslim di Indonesia dari abad XIII hingga abad ke XVIII.Alain. S. Yayasan LPMB Tadgell. Christopher.P. Soekmono. 1993. 1973. “ The Living House”. Kanisius.Vol. Yogyakarta. Yogyakarta. Phaidon Press Limited. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20. 2000 . D.Vol. vol. Yulianto. The Malay House Rediscovering Malaysia’s Indigenous Shelter System. 1978. _________________. and. Kanisius. Gadjah Mada University Press. Singapore. Gunawan (ed). Indonesian Heritage. 1986. Periplus Edition. Waterson. Napitupulu. 1991. Press. 1973. Archipelago Press . Thomas. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Sumalyo. Kanisius. volume 1.

Lombart. Tjahyono. vol. John. hal.2 : Sejarah awal. Miksic. hal. vol. Claude. lihat Domenig 1981 hal.2 : Sejarah awal. Thomas. Suáres. Miksic. Indonesian Heritage. Yayasan Obor. volume 3. Jaargang 104.58. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. Soekmono.6 : Architecture . Singapura. 1993 3. 147 3. 88.------------------. 1993. Yogyakarta.122. Singapura. 6. vol. Pertumbuhan dan Perkembangan Kota-kota Muslim di Indonesia dari abad XIII hingga abad ke XVIII. Bab 2 1. hal.. Walburg Grafische Diensten.45 4. Indonesian Heritage. 1993. Miksic. Bulettin Koninklijke Nederlandse Oudheidkundige Bond (KNOB). Early Mapping of Southeast Asia. 162 Bab 4 1. 1996.K 43-48. vol. hal 51-53. hal.xtbook/KEPUSTAKAAN%20DAN%20SUMBER %20GAMBAR. Singapura. Sejarah Awal Barus. 1973. Archipelago Press . volume 3. Yogyakarta. 168 7. Uka. hal. hal. no.. John. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. 1973. hal 14. Tjandrasasmita. 88. ibid 3. 2005. Archipelago Press . 1999.. hal. Indonesian Heritage. 9 . 2. hal. 5. Singapura hal. Singapore. 2000. 2.htm (3 of 3)5/8/2007 3:33:06 PM 1 Catatan Bab 1 1. Pertumbuhan dan Perkembangan Kota-kota Muslim di Indonesia dari abad XIII hingga abad ke XVIII. 1993. John. Archipelago Press . 2000. Periplus Edition. Kanisius. ibid Bab 3 1. 1993. 2. Indonesian Heritage. Kanisius. Soekmono. Lobu Tua. Nusa Jawa : Silang Budaya. 1993. Archipelago Press . 1993 6. Uka. Jakarta. Tjandrasasmita. AL Zutphen file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20.2 : Sejarah awal. Gunawan (ed). 2002. Guillot.

1969. Handinoto dalam bukunya Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolonial Belanda di Surabaya) 3. . 9 4.htm (2 of 2)5/8/2007 3:33:07 PM . hal. Ir. Preentice Hall. London 3.p cit. Singapura hal. sekaligus merupakan generasi ketiga arsitek Indonesia?. Handinoto dalam bukunya Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolonial Belanda di Surabaya) Bab 6. House form and Culture. Ir. Gunawan (ed). Budaya dan arsitektur Veda memberi pengaruh yang besar dalam arsitektur India. Bernard Rudofsky. Rapoport.78). op. Leon Krier 5. file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Note. Suryono Herlambang dalam tulisannya pada buku AMI. 1993. Handinoto dalam bukunya Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolonial Belanda di Surabaya) 2. Raga-raga ini dipercayai sebagai spirit untuk mengusir roh jahat atau gangguan dari luar yang mengancam keselamatan rumah. Tjahyono. cit. Penjelajahan 1990-1995. vol. dirangkum dari Architecture without Architects. raga-raga adalah benda yang dikeramatkan dari daun-daunan diletakan dalam keranjang kemudian digantungkan ke struktur atap rumah. Indonesian Heritage. Steve Mouzon 6. banyak manuscript yang ditulis dalam bahasa Veda menceritakan tentang benteng yang terbuat dari batu dan metal. 1964. Bab 5 1.2. Ir. Archipelago Press . Tobing (1963:p. Amos. London. o. harmyam (rumah dari batu dengan court yard pada tengah-tengah bangunan dan gotra (multi-dwelling complex dengan kandang untuk binatang). file:///D|/E-Learning/Sejarah%20Dan%20Teori%20Arsitektur%203/Textbook/Note. 1.34-39): Bab 7 1.htm (1 of 2)5/8/2007 3:33:07 PM 1 4. Suku veda memiliki sejumlah kata-kata yang mengungkapkan berbagai jenis rumah termasuk chhardis (rumah dengan atap alang-alang). Academy Editions.6 : Architecture .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful