P. 1
DasardasarAuditInternal

DasardasarAuditInternal

|Views: 4,279|Likes:
Published by Fajrin Agustian

More info:

Published by: Fajrin Agustian on Mar 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/07/2013

pdf

text

original

Sections

  • C. Audit Internal Sektor Publik
  • D. Peran dan Kontribusi Auditor Internal
  • E. Persyaratan Menjadi Auditor
  • A. Audit Keuangan
  • D. Jenis Audit Lainnya
  • A. Gambaran Umum Tentang Proses Audit
  • B. Persiapan Penugasan Audit
  • D. Pelaksanaan Pengujian
  • E. Penyelesaian Penugasan Audit
  • F. Pelaporan dan Tindak Lanjut
  • B. Pembuktian dalam Audit
  • D. Penggunaan Metode Sampling dalam Audit
  • A. Pengertian dan Jenis Program Audit
  • C. Makna dan Sifat Program Audit
  • D. Tujuan dan Manfaat Program Audit
  • E. Kriteria dan Kerangka Program Audit
  • A. Pengertian dan Fungsi Kertas Kerja Audit
  • B. Isi Kertas Kerja Audit
  • C. Persyaratan Kertas Kerja Audit
  • D. Jenis Kertas Kerja Audit
  • E. Kepemilikan Kertas Kerja Audit
  • A. Gambaran Umum tentang Laporan Hasil Audit
  • B. Laporan Hasil Audit Internal Pemerintah Daerah
  • C. Manfaat Dibuatnya Laporan Tertulis.
  • D. Ketepatan Waktu Laporan.
  • E. Isi Laporan Hasil Audit
  • A. Pengertian Norma Pengawasan
  • B. Fungsi Norma Pengawasan
  • A. Pengertian Kode Etik
  • C. Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah

Dasar-dasar Audit Internal

Sektor Publik

Disusun Oleh: Tim Penyusun Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik

Sekolah Tinggi Akuntansi Negara 2007

Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Oleh Tim Penyusun Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Departemen Keuangan Republik Indonesia Bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA)

Desain sampul dan isi : Tim YPIA

Diterbitkan pertama kali oleh : Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Jl. Bintaro Utama Sektor V Bintaro Jaya Tangerang 15223 Indonesia Telp : 021 7361654 - 56 Fax : 021 7361653

Cetakan Pertama : Desember 2007

Buku ini bisa di download bebas melalui Website : www.stan-star.ac.id

Kata

Sambutan

Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah pada tahun 2007 ini Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dipercaya oleh Asian Development Bank (ADB) untuk melaksanakan salah satu kegiatan reformasi birokrasi yakni penyusunan program pelatihan auditor internal non-gelar bagi Inspektorat di daerah. Hal ini didasarkan pada tekad pemerintah untuk melakukan reformasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dalam kerangka good governance mencakup reformasi audit pemerintahan daerah. Dalam hubungan ini, pemerintah telah menetapkan proyek yang disebut dengan State Audit Reform Sector Development Project (STAR-SDP). Pelaksanaan STAR-SDP mendapat dukungan pendanaan yang berasal dari Asian Development Bank (ADB) dan pemerintah Belanda. Sejalan dengan tekad untuk menyukseskan penyelenggaraan otonomi daerah, pemerintah juga menetapkan bahwa STAR-SDP mencakup proyek peningkatan kuantitas dan kualitas auditor di lingkungan pemerintah daerah melalui program pendidikan jangka pendek (non-gelar). Proyek pendidikan non-gelar bagi auditor inspektorat daerah ini diserahkan kepada STAN – Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Departemen Keuangan RI dan pelaksanaannya harus melibatkan konsultan independen serta didukung oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS). Modul ini merupakan bagian dari kegiatan STAR-SDP tersebut yang dikhususkan bagi auditor inspektorat daerah. Semoga modul ini bermanfaat bagi para auditor inspektorat daerah dan para instruktur pelatihan audit internal sektor publik serta pihak lain yang tertarik untuk mendalami audit internal sektor publik. Selaku pimpinan STAN saya sangat bangga dengan kegiatan ini dan peningkatan yang telah dicapai khususnya dalam hal pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur negara, namun tidak cukup sampai di sini, kita harus dapat mencapai kinerja yang lebih baik di masa mendatang.

Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik

D Direktur Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik .Akhirnya pada kesempatan ini. Suyono Salamun. atas nama Direktur Sekolah Tinggi Akuntansi Negara saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang penuh dedikasi telah bekerja keras dalam pembuatan modul ini dan juga pihak BAPPENAS serta Tim Teknis STAR-SDP STAN yang telah mendukung dengan kemampuan profesionalisme sehingga proyek ini dapat berhasil dengan baik. Semoga di tahun-tahun mendatang kita tetap meningkatkan kinerja. Ph.

. A.......................... B............................. Penyelesaian Penugasan Audit.......... C.......................................................................... Audit Operasional................................................................................................................................................ Audit Kepatuhan.......... Bab 2 Jenis Audit dan Tujuannya........... Makna dan Sifat Program Audit..... Bab 5 Program Audit.......................................................... Persiapan Penugasan Audit........... E............ Jenis Auditor................................................... B.............................. D................... Pembuktian dan Pengujian Audit....... Bab 4 Bukti Audit......... Peran dan Kontribusi Auditor Internal........................... Pelaporan dan Tindak Lanjut....................................................... B.......................................................... Bab 3 Proses Audit... Pembuktian dalam Audit............... Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik i ............................................................................................... C........................... A............................ D.. C........................... C......................................... E.................................................................................................. Penggunaan Metode Sampling dalam Audit............... Pelaksanaan Pengujian............................................................ Pengertian dan Jenis Program Audit............. Bab 1 Gambaran Umum Audit Internal Sektor Publik................... Bukti Audit.................................. Jenis Audit Lainnya.................. Audit Keuangan....................... A.......Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Daftar Isi i iii 1 1 2 4 5 7 11 11 12 13 14 17 17 18 18 19 19 19 21 21 22 23 32 35 35 36 37 Daftar Isi ....................... Kata Pengantar.............................................. Pengujian Audit........................................... B............. Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penyusunan Program Audit....... Pengertian Audit.... B.................. Gambaran Umum Tentang Proses Audit.... D.......................................................................................................... C............................... A.......................................... Audit Pendahuluan... Audit Internal Sektor Publik....................... F.................................................. D....................... Persyaratan Menjadi Auditor....... A.....................

... 65 ii Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik ............................ 54 Bab 9 Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.......................... 43 E...... Gambaran Umum tentang Laporan Hasil Audit................................................................... 60 Bab 10 Lembaga Audit.............................................. Tujuan dan Manfaat Program Audit............ C.......... Kepemilikan Kertas Kerja Audit.................... B...............Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik D......... A........... A..................................................... 38 39 41 41 42 C................................... 43 F...................................................Penyimpanan KKA... Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah.............. Isi Laporan Hasil Audit.......................................................... Kriteria dan Kerangka Program Audit.......... 42 D................................................... Bab 8 Norma Pengawasan......................................................... A...................... Pengertian dan Fungsi Kertas Kerja Audit................................................................. Pengertian Kode Etik................................................. E......................................................... Laporan Hasil Audit Internal Pemerintah Daerah............................................................... Persyaratan Kertas Kerja Audit.............. 47 C........................................ Jenis Kertas Kerja Audit........ Fungsi Kode Etik................................................................. Fungsi Norma Pengawasan.................. Ketepatan Waktu Laporan................ 63 Daftar Pustaka............. Pokok-pokok Norma Pengawasan Pejabat Pengawas Pemerintah.............................. Bab 7 Laporan Hasil Audit........................................... D........................................................................ 48 B.................................... 59 C..... 53 B.............. 59 59 44 47 48 49 50 53 53 A................ Manfaat Dibuatnya Laporan Tertulis............... Pengertian Norma Pengawasan......... E................. Bab 6 Kertas Kerja Audit............. Isi Kertas Kerja Audit...................... B.....

Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik iii . audit pendahuluan. yang pada modul ini dibagi dalam. pelaksanaan pengujian. peran dan kontribusinya. Bab 2 menjelaskan jenis-jenis audit dan tujuannya. Tidak seperti bahasa pada buku-buku teks yang digunakan pada perguruan tinggi. jenis auditor. gambaran umum tentang auditor sektor publik.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Kata Pengantar Penulisan modul Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik ini dimaksudkan sebagai bahan ajar bagi para auditor pemula (junior) di lingkungan Inspektorat Pemerintah Daerah (Provinsi. pelaporan dan tindak lanjut. yang pada umumnya berasal dari berbagai instansi dengan latar belakang pendidikan yang beragam. dan audit kepatuhan. maka penulisan modul ini dilakukan dengan menggunakan bahasa yang sederhana. serta persyaratan menjadi auditor. Kabupaten/Kota). Sebagai pengetahuan dasar di bidang audit. Pada bab ini juga diperkenalkan berbagai jenis audit lainnya. Pembahasan dititik beratkan tiga jenis audit yang sering dilakukan oleh auditor internal. untuk mempermudah pemahaman tentang dasar-dasar audit. meliputi. persiapan penugasan. terutama auditor pemula (junior) untuk memberikan pemahaman kepada mereka mengenai berbagai konsep dasar di bidang audit. Bab 3 menjelaskan proses audit dalam garis besar. Mengingat kemajemukan tenaga auditor di lingkungan Inspektorat Pemerintah Daerah. penyelesaian penugasan. modul ini dibagi dalam sepuluh bab sbb: Bab I menjelaskan audit internal sektor publik secara umum. audit keuangan. sehingga dapat melaksanakan tugasnya sehari-hari dengan cara yang lebih efisien dan efektif. Pada bab ini dijelaskan mengenai pengertian audit. Pengetahuan mengenai Dasar-dasar Audit ini diperlukan. audit operasional.

dua perangkat yang merupakan kelengkapan dari institusi auditor internal sektor publik sebagai organisasi profesi di bidang audit. sangat dianjurkan untuk mempelajari modul lain yang terkait. yang merupakan satu paket dengan modul Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik ini. Bab 8 dan 9 menjelaskan norma pengawasan dan kode etik pejabat pengawas pemerintah. maka pembahasan dalam modul ini tentu saja belum cukup mendalam. Jika pembaca ingin mendalami pengetahuan di bidang auditing. iv Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik . 6. Kertas Kerja Audit dan Laporan Hasil Audit masing-masin dijelaskan pada Bab 5. terutama auditor junior. di lingkungan Inspektorat Daerah. pembuktian dan pengujian audit yang dijelaskan pada bab 4. Karena hanya sekedar untuk memberikan pengetahuan dasar. modul ini ditutup dengan memperkenalkan berbagai Lembaga yang menjalankan profesi di bidang audit. Demikianlah secara ringkas tentang gambaran dari isi modul ini. dan 7. baik di luar maupun di dalam lingkungan Pemerintahan. kemudian Program Audit. meliputi bukti.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Empat bab berikutnya menjelaskan kegiatan dan dokumentasi yang dilakukan auditor selama pelaksanaan penugasan. semoga dapat menjadi bahan pembelajaran yang bermanfaat bagi para auditor. Terakhir.

diambil dari praktek Raja-raja pada zaman dahulu. Bab 1 A. serta Pertumbuhan organisasi yang semakin besar sejalan dengan bertambah rumitnya urusan pemerintahan. • • Perkembangan metode pencatatan (akuntansi) dari single entry menjadi double entry. Pengertian Audit Istilah audit berasal dari kata “audere” yang berarti mendengar. Lama kelamaan kata audere yang semula berarti mendengar itu berubah menjadi audit dan diartikan sebagai pemeriksaan. dan ilmu mengenai audit disebut auditing. jenis auditor. Sejalan dengan: • Berkembangnya dunia perekonomian. melainkan menggunakan basis akrual (acrual basis). dimana ukuran kinerja keuangan tidak lagi didasarkan pada basis kas (cash basis). Orang/pihak yang mengaudit disebut dengan auditor. Kegiatan pemeriksaan tidak lagi dilakukan sendiri oleh Raja/Kepala Negara. tetapi diserahkan kepada orang yang ahli/kompeten dan independen. diharapkan pembaca dapat menjelaskan kembali tentang pengertian audit. Kata auditing tampaknya Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 01 .Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Gambaran Umum Audit Internal Sektor Publik Tujuan Pembelajaran: Setelah mempelajari bab ini. yang melakukan pemeriksaan terhadap keuangan negaranya dengan cara mendengarkan laporan yang dibacakan oleh Bendahara/Menteri Keuangannya. pihak yang diaudit disebut auditi. peran dan kontribusi audit internal. dan persyaratan menjadi auditor. audit internal sektor publik.

B. dimana Raja seakan-akan merupakan pemilik negara. namun pada dasarnya. Walaupun masing-masing jenis audit memiliki tujuan yang berbeda. terdiri dari Neraca. Jenis Auditor Pada negara kerajaan. dan sebagainya. pertahanan dan keamanan. serta mengelola kekayaan negara. yang mengemban amanat/diberi kewenangan untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan. yang dilakukan oleh pihak yang kompeten dan independen. maka rajalah yang paling membutuhkan jasa audit. Di negara kita yang berbentuk republik. jasa audit diperlukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat. sedangkan kata auditee diserap menjadi auditi. Hal yang sama juga terjadi pada lembaga swasta. terutama karena adanya pelimpahan kewenangan pengelolaan kekayaan perusahaan oleh pemilik (contoh: Pemegang Saham) kepada pengurus (Direksi). untuk disampaikan kepada para pihak yang membutuhkan/berkepentingan”. yang biasanya disampaikan dalam bentuk Laporan Keuangan. Perhitungan Laba/(Rugi). melainkan meluas menjadi audit kepatuhan. audit kecurangan (fraud). 02 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik . Auditor diperlukan oleh pemilik/pemegang saham untuk meyakini layak dipercaya atau tidaknya laporan pertanggung jawaban Direksi. yaitu untuk meyakini kebenaran laporan keuangan dari Menteri Keuangan/Bendahara Negara. dalam rangka menentukan kesesuaian informasi yang diaudit dengan standar/kriteria yang telah ditetapkan.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik sudah diserap secara utuh dalam Bahasa Indonesia. sehingga secara umum audit dapat diartikan sebagai: “Aktivitas pengumpulan dan pengujian data. audit dalam rangka membantu penyidikan (forensic audit). Laporan Arus Kas (Penerimaan dan Pengeluaran Kas). lingkup kegiatan audit tidak hanya terbatas pada pemeriksaan atas laporan keuangan saja. Semula kegiatan audit dilakukan terbatas pada pemeriksaan atas laporan keuangan saja. kata auditor diterjemahkan sebagai pemeriksa. Dalam perkembangannya. namun kata audit sering diterjemahkan sebagai pemeriksaan. yaitu laporan pertanggung jawaban keuangan yang disusun oleh manajemen. sasaran awalnya adalah untuk meyakini keandalan (layak dipercaya atau tidaknya) informasi yang diaudit. yaitu untuk menilai dapat dipercaya atau tidaknya laporan pertanggung jawaban Presiden selaku Kepala Negara. tujuannya adalah untuk meyakini apakah laporan tersebut didukung dengan bukti yang cukup/lengkap dan sah serta disajikan berdasarkan standar pelaporan yang berlaku. audit operasional.

kedudukannya dalam organisasi selalu diletakkan pada tempat yang cukup tinggi. dan yang dipekerjakan oleh Pemegang Saham (biasanya diwakili oleh Komisaris) untuk melakukan audit atas laporan pertanggung jawaban keuangan Direksi itu disebut dengan auditor eksternal atau auditor independen. Namun demikian. sedangkan auditor internal dipekerjakan oleh manajemen (Presiden. Demikian pula dengan Kepala Negara. pimpinan perusahaan/Direksi juga memerlukan jasa auditor. berada di bawah dan bertanggung jawab kepada pimpinan puncak (top manegement). Menteri/Ketua LPND. Presiden. dia tetap harus independen terhadap institusi/satuan kerja yang diauditnya. terutama pada perusahaan yang besar. karena dia ditunjuk dari lembaga yang berada di luar dan bebas dari pengaruh pengurus organisasi/ lembaga yang diauditnya. di antara keduanya juga memiliki perbedaan yang mendasar: • Auditor eksternal ditugaskan oleh lembaga tertinggi dalam organisasi (DPR pada pemerintahan. Menteri/Ketua LPND. Kepala Daerah juga memerlukan jasa auditor.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Auditor yang dipekerjakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat untuk melakukan audit atas laporan pertanggungjawaban Presiden. dan dalam pelaksanaan tugas tersebut. Kepala Daerah) untuk melakukan audit atas kinerja institusi yang di lingkungan organisasi yang dipimpinnya itu disebut auditor internal. yaitu sama-sama melaksanakan pekerjaan berdasarkan penugasan yang diberikan. Auditor yang dipekerjakan oleh manajemen (Direksi. Oleh karena itu. terutama di bidang teknis. Persamaan dan Perbedaan Auditor Eksternal dan Internal Auditor eksternal dan internal memiliki persamaan dalam banyak hal. Tujuannya adalah untuk memastikan/memperoleh keyakinan bahwa stafnya telah bekerja sesuai dengan rencana dan ketentuan yang telah ditetapkan. Disamping pemilik/pemegang saham. secara kelembagaan tidak memiliki independensi. juga menggunakan prosedur dan teknik audit yang sama. Kepala Daerah. karena dipekerjakan oleh manajemen. Menteri/ Kepala LPND. Mereka dapat ditunjuk dari kalangan di luar organisasi atau diangkat secara formal dan menjadi bagian dari struktur organisasi. Direksi). Auditor internal ini. yaitu untuk meyakini bahwa urusan pemerintahan yang diselenggarakan oleh institusi yang dibawahinya telah bekerja sesuai dengan rencana dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan Pemegang Saham pada perusahaan). Namun. Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 03 .

Sebaliknya. Sedangkan auditor eksternal bekerja berdasarkan pesanan. rumah sakit. tidak berhak memberikan pendapat atas laporan keuangan lembaga tempat dia bekerja. auditor internal. sesuai standar pemeriksaan yang berlaku. sehingga kegiatan auditnya dapat direncanakan secara teratur. BUMN/BUMD. Karena tidak berhak memberikan pendapat (opini). tempat ibadah. sekolah. 04 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik . Misalnya Inspektorat Kabupaten tidak boleh memberikan opini atas laporan keuangan bupati yang menjadi atasannya. setelah menerbitkan laporan. institusi yang menjadi obyek auditnya sudah dapat diidentifikasi dengan jelas. BUMN/BUMD. harus melakukan pemantauan tindak lanjut yang dilakukan manajemen atas saran/rekomendasi yang diberikan sesuai hasil audit yang dituangkan dalam laporannya tersebut. C. seperti jalan raya. • Lazimnya. rumah. bahkan mungkin untuk mendapatkan pekerjaan dia harus memasarkan dirinya terlebih dahulu. Sedangkan auditor internal. dan lembaga swasta. kegiatan auditor eksternal berhenti/selesai setelah menyerahkan laporan hasil audit kepada yang memberi penugasan. penerangan. auditor eksternal memberikan pendapat (opini) atas laporan keuangan yang diauditnya. pengertian audit internal sektor publik dapat dipertajam menjadi kegiatan audit yang dilakukan oleh auditor yang bekerja untuk kepentingan manajemen organisasi/lembaga pemerintahan. Memperhatikan hal tersebut. Sedangkan auditor internal. di samping bertugas melakukan audit.Dasar-dasar Audit Internal • Sektor Publik Dalam audit atas laporan keuangan. karena dianggap tidak independen. Audit Internal Sektor Publik Audit internal sektor publik adalah audit yang dilakukan di lingkungan organisasi/lembaga yang bergerak di bidang penyediaan barang dan jasa publik (public goods and services). dsb. dan swasta yang melakukan upaya penyediaan barang dan jasa publik. yaitu barang dan jasa yang dibutuhkan oleh khalayak ramai atau masyarakat pada umumnya. • Karena posisinya sebagai pembantu pimpinan puncak (top management). audit oleh auditor internal sering disebut dengan istilah assurance saja. pertahanan dan keamanan. juga diharapkan menjadi konsultan bagi institusi di lingkungan organisasi tempat dia bekerja. Organisasi/lembaga sektor publik tersebut dapat berupa instansi pemerintah. • Auditor eksternal melakukan pekerjaan sebatas penugasan yang diberikan.

Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Dalam modul ini. Peran dan Kontribusi Auditor Internal Memperhatikan ketentuan dalam UU No. dilakukan melalui pendekatan sistematis dan teratur terhadap efektivitas “pengelolaan risiko”. auditor internal harus tetap menjaga obyektivitasnya dan tidak memegang tanggung jawab manajemen. 32/2004 tentang Pemerintah Daerah. Dalam melaksanakan jasa konsultansi. Namun untuk meningkatkan Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 05 . kabupaten/kota). karena yang menetapkan aturan adalah penguasa yang cenderung membutuhkan umpan balik dalam bentuk hasil pengawasan (assurance). peran yang dimainkan oleh auditor internal dibagi menjadi dua kategori utama. D. Peraturan Pemerintah No. 79/2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. jasa assurance dan jasa konsultansi. sistem atau subyek masalah lain. Jenis dan lingkup penugasan assurance ditentukan oleh auditor internal. Menurut the International Standard for the Professional Practice of Internal Auditing. Jasa konsultansi merupakan pemberian saran. sesuai tujuan penulisannya. Mengenai ketentuan yang mengatur peran inspektorat pemerintah daerah yang cenderung hanya sebagai auditor dapat dipahami. Dengan demikian audit internal sektor publik dalam modul ini adalah audit yang dilakukan instansi struktural yang secara khusus ditugasi sebagai auditor internal dilingkungan pemerintahan daerah (provinsi. 23/2007 tentang Pedoman dan Tatacara Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintah Daerah. kabupaten/kota cenderung hanya sebagai auditor saja. kabupaten/kota). yang disebut juga dengan inspektorat daerah. tampak bahwa peran dari inspektorat provinsi. Jasa assurance merupakan penilaian obyektif auditor internal atas bukti untuk memberikan pendapat atau kesimpulan independen mengenai proses. yang dimaksud dengan sektor publik adalah pemerintah daerah (provinsi. dan umumnya dilakukan atas permintaan khusus dari klien (para auditi). “pengendalian” dan “proses tata kelola”. jasa assurance dan konsultasi tersebut dimaksudkan untuk membantu organisasi mencapai tujuannya. Sesuai definisi dari the Institute of Internal Auditors (IIA).

Pejabat Pengawas Pemerintah lainnya tersebut meliputi. bila independensi. Pengembangan jasa konsultansi ini dimaksudkan agar auditor internal memberi manfaat yang optimal bagi organisasi. tidak seperti Dirjen Pajak/Dinas Pendapatan yang bertugas menagih pajak dan menghasilkan penerimaan uang bagi kas negara/daerah. 06 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik . dimungkinkan hasil pengawasannya akan dimanfaatkan oleh auditor eksternal. Disamping memberikan jasa audit (tepatnya assurance) dan jasa konsultansi. Inspektorat Jenderal Departemen/Unit Pengawasan LPND. auditor internal juga dapat berperan dalam berbagai hal lain yang memberikan nilai tambah bagi organisasi: • Memberikan masukan kepada pimpinan mengenai berbagai hal terkait dengan pelaksanaan fungsi manajemen. Disamping itu. BPKP. yaitu jasa konsultansi. Dengan demikian. mulai dari perencanaan (misal: penyusunan usulan rencana anggaran pendapatan dan belanja) sampai pada penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan pemerintah daerah. Dalam hal tertentu. sebagai pendukung terhadap laporan audit yang akan diterbitkannya. termasuk dengan kepala daerah. yang tidak menghasilkan output yang memiliki nilai uang.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik nilai tambah dari inspektorat. tetapi juga oleh para auditi. Nilai tambah ini diperlukan. kiranya perlu pula dipertimbangkan pengembangan jasa auditor internal pada sisi lain (klien/auditi). tidak hanya oleh penguasa/pimpinan. mengingat posisi auditor internal yang hanya menjalankan fungsi staf. luas pemeriksaan oleh auditor eksternal dapat dikurangi dan biaya auditnya dapat lebih efisien. sehingga kehadirannya benarbenar dirasakan sebagai kebutuhan. Peran ini dimaksudkan agar pelaksanaan audit oleh pejabat pengawas lainnya tersebut dapat berjalan lancar dan dapat dilaksanakan secara efisien. jika ada permasalahan yang perlu diperhatikan segera dapat dikomunikasikan dengan pejabat terkait. kompetensi dan kecermatan profesional inspektorat daerah dalam melaksanakan tugas dipandang memenuhi syarat. • Sebagai counterpart (pendamping) auditor eksternal (BPK dan/atau kantor akuntan publik yang ditunjuk) dan pejabat pengawas pemerintah lainnya yang melakukan pengawasan di lingkungan pemerintah daerah tempat dia bekerja. Auditor internal dapat memberi masukan yang komprehensif kepada manajemen karena dia memiliki akses dan pengetahuan yang luas terhadap seluruh satuan kerja di lingkungan pemerintahan daerah.

maupun kriteria yang digunakan untuk melakukan penilaian. Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 07 . idealnya seorang auditor memiliki latar belakang pendidikan (pendidikan formal atau pendidikan dan latihan sertifikasi) dibidang auditing. kegiatan audit bertujuan untuk menilai layak dipercaya atau tidaknya laporan pertanggung jawaban manajemen.Dasar-dasar Audit Internal E. Penilaian yang baik adalah yang dilakukan secara obyektif oleh orang yang ahli (kompeten) dan cermat (due care) dalam melaksanakan tugasnya. Dari sisi pendidikan. Jika auditor kurang mampu atau tidak memiliki kemampuan tersebut. pelaksanaan kegiatan sesuai standar dan kode etik. maka orang tersebut harus disupervisi (dibimbing) oleh seniornya yang berpengalaman. dia harus memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kegiatan operasional yang diauditnya. supervisi yang diselenggarakan secara aktif terhadap tenaga yang digunakan dalam penugasan. baik cara melaksanakannya. pelaku audit (auditor) baik secara pribadi maupun institusi harus independen terhadap pihak yang diaudit (auditi). 1. Sedangkan pengalaman. Sedangkan kecermatan dalam melaksanakan tugas ditunjukkan oleh perencanaan yang baik. seorang auditor harus memiliki keahlian di bidang auditing dan mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai bidang yang diauditnya. Untuk menjamin obyektivitas penilaian. Jika auditor menugaskan orang yang kurang/belum berpengalaman. maka dia (auditor) wajib menggunakan tenaga ahli yang sesuai. Kompetensi Kompeten artinya auditor harus memiliki keahlian di bidang auditing dan mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai bidang yang diauditnya. lazimnya ditunjukkan oleh lamanya yang bersangkutan berkarir di bidang audit atau intensitas/sering dan bervariasinya melakukan audit. dan untuk menjamin kompetensinya. • Kompetensi seorang auditor dibidang auditing ditunjukkan oleh latar belakang pendidikan dan pengalaman yang dimilikinya. Auditor yang mengaudit laporan keuangan harus memiliki latar belakang pendidikan dan memahami dengan baik proses penyusunan laporan keuangan dan standar akuntansi yang berlaku. dan sebagainya. Demikian pula dengan auditor yang melakukan audit operasional dan ketaatan. Persyaratan Menjadi Auditor Sektor Publik Sebagaimana dijelaskan sebelumnya. • Kompetensi auditor mengenai bidang yang diauditnya juga ditunjukkan oleh latar belakang pendidikan dan pengalaman yang dimilikinya.

Kantor Akuntan Publik yang bersangkutan tidak boleh memberikan jasa audit. Independensi dalam kenyataan lebih cenderung ditunjukkan oleh sikap mental yang tidak terpengaruh oleh pihak manapun. terhadap SDM yang digunakan dilakukan pembinaan. Sedangkan independensi dalam penampilan ditunjukkan oleh keadaan tampak luar yang dapat mempengaruhi pendapat orang lain terhadap independensi auditor. sehingga pelaksanaan dan hasil auditnya dapat diselenggarakan secara obyektif. Di samping itu.Dasar-dasar Audit Internal 2. diikut sertakan dalam pendididkan dan pelatihan yang berkesinambungan. Kecermatan merupakan hal yang mutlak harus diterapkan auditor dalam pelaksanaan tugasnya. serta memberikan pendapat berdasarkan bukti yang cukup dan ditelaah secara mendalam. Dalam melaksanakan tugasnya. Kecermatan dalam melaksanakan tugas. Misalnya suatu Kantor Akuntan Publik menjadi konsultan pada suatu perusahaan atau membantu perusahaan menyusunkan laporan keuangannya. institusi audit harus melakukan pengendalian mutu yang memadai. Karena hasil audit yang dilakukan akan berpengaruh 08 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik . 3. Walaupun pada hakekatnya (in fact) auditor tetap memelihara independensinya. direncanakan dengan baik. Terhadap perusahaan tersebut. Independensi yang dimaksud meliputi independensi dalam kenyataan (in fact) dan dalam penampilan (in appearance). Tetapi juga dari sisi pekerjaan. dan hasil pekerjaannya direviu secara memadai. kedekatan dalam penampilan itu dapat merusak citra independensinya dimata publik. menggunakan pendekatan yang sesuai. auditor harus menggunakan keahliannya dengan cermat (due professional care). apabila dia (auditor) sering tampak makan-makan atau belanja bersama-sama dengan dan dibayari oleh auditinya. pelaksanaan kegiatannya disupervisi dengan baik. Contoh penampilan yang dapat mempengaruhi pendapat orang terhadap independensi auditor. Independensi tidak hanya dari sisi kelembagaan. organisasinya ditata dengan baik. Hal ini dimaksudkan agar auditor tersebut bebas dari pengaruh subyektifitas para pihak yang tekait. Independensi Sektor Publik Independen artinya bebas dari pengaruh baik terhadap manajemen yang bertanggung jawab atas penyusunan laporan maupun terhadap para pengguna laporan tersebut.

auditor harus mempertimbangkan bahwa suatu saat dia harus mempertanggung jawabkan hasil auditnya. auditor internal dapat pula berperan sebagai konsultan bagi auditinya. Sebenarnya peran auditor internal tidak hanya semata-mata sebagai auditor. Oleh karena itu. dalam rangka menentukan kesesuaian informasi yang diaudit dengan standar/ kriteria yang telah ditetapkan.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik pada sikap orang yang akan menyandarkan keputusannya pada hasil audit yang dilakukannya. untuk disampaikan kepada para pihak yang berkepentingan. Kegiatan audit tersebut dapat dilakukan oleh auditor eksternal dan internal. Rangkuman Secara umum audit dapat diartikan sebagai aktivitas pengumpulan dan pengujian data. baik dalam kenyataan (in fact) dan dalam penampilan (in appearance). namun tidak berhasil mengungkapkannya. Audit internal sektor publik adalah audit yang dilakukan auditor internal organisasi/lembaga yang bergerak di bidang penyediaan barang dan jasa publik (public goods and services). termasuk apabila dia tidak dapat menemukan kesalahan yang sebenarnya telah terjadi dalam laporan yang diauditnya. yang dilakukan oleh pihak yang kompeten dan independen. untuk meningkatkan nilai tambah keberadaannya. Namun peran tersebut tidak boleh mengurangi independensinya terhadap auditinya tersebut. serta cermat dalam melaksanakan tugasnya. independen terhadap auditi. yaitu memiliki kompetensi (memiliki keahlian di bidang auditing dan mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai bidang yang diauditnya). Untuk mendapat hasil audit yang baik maka orang yang menjadi auditor internal harus memenuhi berbagai persyaratan. Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 09 .

Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Halaman ini sengaja dikosongkan 10 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik .

Laporan posisi keuangan (neraca). Pemeriksaan atas laporan keuangan itu disebut general audit atau audit keuangan. dan disusun sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) diganti dengan laporan realisasi anggaran. meliputi audit keuangan. Penjelasan yang dianggap perlu atas informasi yang disajikan dalam ketiga laporan tersebut. b. c. Laporan hasil usaha (perhitungan laba/rugi). • • • didukung dengan bukti yang cukup dan sah. Laporan penerimaan dan pengeluaran kas (arus kas). Tujuannya adalah untuk menilai layak dipercaya atau tidaknya informasi yang disajikan dalam laporan tersebut. tidak mengandung kesalahan yang dianggap penting (material). Audit Keuangan Pada awalnya. Laporan keuangan tersebut pada organisasi komersial. terdiri dari: a. serta berbagai jenis audit lainnya A. Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 11 . audit kepatuhan dan audit operasional. yaitu satu atau beberapa badan usaha yang secara akuntansi dianggap sebagai satu satuan ekonomi.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Jenis dan Tujuannya Audit Bab 2 Tujuan Pembelajaran: Setelah mempelajari bab ini. yang memuat informasi berupa perbandingan anggaran dengan realisasinya. Laporan keuangan dianggap dapat dipercaya apabila informasi yang disajikan di dalamnya. khusus untuk laporan hasil usaha. Pada instansi pemerintah. diharapkan pembaca dapat menjelaskan kembali tentang berbagai jenis audit dan tujuannya. dan d. kegiatan audit terbatas pada pemeriksaan atas laporan keuangan dari suatu entitas ekonomi saja.

Opini inilah yang digunakan oleh lembaga tertinggi dalam organisasi (seperti DPR atau Rapat Umum Pemegang Saham) sebagai dasar untuk menentukan sikap. manajemen piutang. Di lingkungan pemerintahan. yaitu aktivitas pengumpulan dan evaluasi bukti terkait 12 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik .Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Pemeriksaan atas laporan keuangan sebagaimana diuraikan diatas dilakukan oleh auditor eksternal/auditor independen. menolak memberikan pendapat (disclaimer). bonus. Hasil audit kedua insititusi ini disajikan dalam bentuk laporan yang memuat pernyataan (opini) atas laporan keuangan yang diperiksanya. audit keuangan oleh internal auditor. dsb. sedangkan di lingkungan BUMN/D dan lembaga/perusahaan swasta. Bagi perusahaan swasta. maka laporannya tidak pada posisi yang dapat diterima/dimanfaatkan oleh pihak eksternal/para stakeholder. atau karena sesuatu hal. Audit Operasional Disamping audit keuangan. terutama pemilik. dan sebagainya. B. seperti pengelolaan kas (penerimaan dan pengeluaran kas). jenis audit yang juga berkembang adalah audit operasional. menerima atau menolak laporan keuangan manajemen tersebut. manajemen hutang. auditor independennya adalah Kantor Akuntan Publik (KAP). terutama untuk menentukan pembagian laba. Opini tersebut dapat berupa pernyataan bahwa laporan keuangan yang diuji. tantiem. audit keuangan yang dilakukan oleh auditor internal sering disebut assurance. dapat dipercaya dengan beberapa catatan yang perlu mendapat perhatian (qualified opinion). yang dimaksud dengan auditor independen adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). tidak dapat dipercaya (adverse opinion). • • • • layak dipercaya (unqualified opinion). Auditor internal juga dapat melakukan audit keuangan. tetapi karena posisinya yang tidak independen terhadap manajemen (pimpinan organisasi). melainkan lebih ditujukan pada penilaian mengenai hal yang perlu mendapat perhatian manajemen dalam rangka efektivitas pengelolaan keuangan. lazimnya tidak hanya sekedar untuk menilai kesesuaian laporan keuangan dengan bukti/data pendukung dan ketaatannya terhadap standar akuntansi yang berlaku saja. Disamping itu. menetapkan jumlah dividen. Oleh karena itu. opini auditor tersebut sangat penting artinya.

C. meliputi peraturan perundang-undangan. dan menjatuhkan sanksi Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 13 . dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan untuk memperoleh output tertentu. dsb. karena aktivitas operasional tersebut dikelola oleh manajemen. Ada dua prinsip ekonomi yang bisa digunakan. efisiensi. dan efektif dari sisi outcome bila gedung tersebut benarbenar dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar sesuai rencana pembangunan yang ditetapkan sebelumnya. Audit manajemen mengarah pada kebijakan yang dibuat manajemen. sedangkan audit operasional mengarah pada kegiatan yang dilakukan oleh staf. perjanjian yang telah disepakati. prosedur yang telah ditetapkan. 1) Memperoleh sumber daya (barang/jasa) dalam jumlah tertentu dengan biaya (harga) yang serendah-rendahnya. seperti pemakaian bahan baku. bahan bakar. yaitu. yaitu audit yang bertujuan untuk menilai ketaatan suatu entitas atau pelaksanaan program/kegiatan tertentu terhadap ketentuan yang berlaku. untuk menilai derajat keekonomisan. dalam hal ini batasannya adalah dana. Manfaat audit kepatuhan.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik dengan kegiatan operasional tertentu. Dalam hal ini batasannya adalah spesifikasi teknis yang harus dipenuhi. Misalnya suatu proyek pembangunan gedung sekolah dikatakan efektif dari sisi output bila berhasil membangun sekolah sesuai bestek. adalah juga untuk memberi penghargaan bagi pengelola yang taat. dan efektivitas kegiatan operasional tersebut: a. kebijakan manajemen. Ekonomis biasanya dikaitkan dengan biaya perolehan sumber daya. c. Audit operasional sering disebut juga dengan audit manajemen. Efisiensi biasanya dikaitkan dengan pemakaian sumber daya (volume). rencana kerja dan anggaran. atau 2) Mendapatkan sumber daya dalam jumlah yang sebanyak-banyaknya dengan biaya (harga) tertentu. jumlah dan waktu tenaga kerja. Efektivitas meliputi pencapaian hasil (output) dan manfaat yang diperoleh dari hasil tersebut (outcome). b. Namun ada pula orang yang membedakan. disamping mengetahui derajat ketaatan suatu program/kegiatan terhadap peraturan yang berlaku. pemakaian jam kerja mesin. dan sebagainya. Audit Kepatuhan Jenis audit yang juga berkembang adalah audit kepatuhan.

Bupati/Walikota. seperti diungkapkan dalam definisi audit internal dari The Institute of Internal Auditors (IIA) yang diungkapkan sebagai: “kegiatan assurance dan konsultasi yang independen dan obyektif. serta untuk mendapatkan masukan/saran/rekomendasi yang konstruktif apabila terjadi hal sebaliknya. D. Teks aslinya sebagai berikut: “an independent. di lingkungan sektor publik berkembang pula beberapa jenis audit lainnya. dan proses governance”. Sebenarnya jasa yang diberikan auditor internal tidak hanya terbatas pada pelaksanaan audit saja. audit kinerja (performance audit). audit hasil program (program result audit).Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik bagi pengelola yang melakukan pelanggaran. audit manajerial (managerial audit). Audit operasional dan audit kepatuhan pada umumnya dilakukan oleh auditor internal. yang dirancang untuk menambah nilai dan meningkatkan kegiatan operasi organisasi. Jenis Audit Lainnya Disamping itu. It helps an organization accomplish it objectives by bringing a systematic. melalui pendekatan sistematis dan teratur untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan risiko. controls and governance process”. seperti: audit fiskal (fiscal audit). melainkan juga dapat memberikan jasa konsultansi. efisien. yaitu untuk membantu pimpinan puncak (contoh. pengendalian. efektif dan taat kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku. dalam rangka mendorong terselenggaranya tata kelola yang baik (good governance) dilingkungan entitas/ instansi yang diaudit. Presiden. investigasi (investigative/forensic audit). Menteri/Kepala LPND. disciplined approach to evaluate and improve effectiveness of risk management. Direksi) memastikan bahwa seluruh pusat tanggung jawab (satuan kerja) yang ada dilingkungan internal organisasi yang dipimpinnya telah bekerja secara ekonomis. Audit internal membantu organisasi mencapai tujuannya. 14 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik . Gubernur. objective assurance and consulting activity designed to add value and improve an organization’s operations. audit kecurangan (fraud auditing) dan sebagainya.

di lingkungan sektor publik berkembang pula beberapa jenis audit lainnya. dsb Disamping itu. jenis audit yang juga berkembang adalah audit operasional dan audit kepatuhan: • Audit operasional adalah aktivitas pengumpulan dan evaluasi bukti terkait dengan kegiatan operasional tertentu. audit hasil program (program result audit). prosedur yang telah ditetapkan. yaitu audit yang bertujuan untuk menilai ketaatan suatu entitas atau pelaksanaan program/kegiatan tertentu terhadap ketentuan yang berlaku. rencana kerja dan anggaran. Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 15 . efisiensi.Dasar-dasar Audit Internal Rangkuman Sektor Publik Pada awalnya. perjanjian. investigasi (investigative/forensic audit). • Audit kepatuhan. audit kinerja (performance audit). untuk menilai derajat keekonomisan. kebijakan manajemen. Selain audit keuangan. dan efektivitas kegiatan operasional yang menjadi sasaran audit. audit manajerial (managerial audit). audit kecurangan (fraud auditing) dan sebagainya. kegiatan audit terbatas pada pemeriksaan atas laporan keuangan dari suatu entitas ekonomi saja. meliputi peraturan perundang-undangan. seperti: audit fiskal (fiscal audit). yaitu satu atau beberapa badan usaha yang secara akuntansi dianggap sebagai satu satuan ekonomi.

Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Halaman ini sengaja dikosongkan 16 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik .

pengertian proses audit tersebut berlaku pula untuk audit kepatuhan dan audit operasional.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Proses Tujuan Pembelajaran: Audit Bab 3 Setelah mempelajari bab ini. INPUT Informasi/Laporan dari auditan dan bukti-bukti yang mendukungnya PROCESS Evaluasi kesesuaian informasi dengan bukti pendukung dan kriteria penyusunannya OUTPUT/OUTCOME Laporan Hasil Audit dan memperkuat keyakinan user dalam pengambilan keputusan Proses audit di atas cenderung mengacu pada pengertian audit keuangan. meliputi gambaran umum. Gambaran Umum Tentang Proses Audit Proses dapat diartikan sebagai aktivitas mengolah masukan (input) menjadi keluaran (output) yang berguna/memiliki nilai tambah (outcome). dapat dipandang sebagai aktivitas pengumpulan dan evaluasi bukti-bukti yang mendukung informasi/laporan yang disajikan auditi. diharapkan pembaca dapat menjelaskan kembali tentang proses audit. pada awalnya auditor perlu memastikan lebih dahulu kebenaran nilai Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 17 . yang bertujuan untuk menilai layak dipercaya atau tidaknya laporan keuangan yang disajikan auditi. untuk meningkatkan keyakinan (assurance) bagi pemakainya. Demikian juga dengan proses audit. karena walaupun memiliki tujuan berbeda. sebelum melakukan analisis lebih lanjut. A. penyusunan rencana kerja audit. pelaksanaan audit termasuk pelaporan hasil audit. serta pemantauan dan tindak lanjut hasil audit. bahwa laporan tersebut dapat dipakai sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Namun secara konseptual.

Setelah itu barulah dilakukan evaluasi lebih lanjut sesuai tujuan audit. Disamping itu. Audit Pendahuluan Pada tahap ini auditor berupaya memperoleh kerjasama dengan auditi. Audit pendahuluan c. seperti banyaknya sumber daya yang digunakan dan hasil yang diperoleh. penyusunan rencana penugasan. proses audit juga dapat diartikan sebagai urut-urutan kegiatan dari awal sampai akhir. Setelah itu baru melakukan pengujian mengenai keekonomisan. e. volume dan nilai pengadaan yang akan diuji. kegiatan audit dimulai dengan pengumpulan data mengenai frekuensi. a. Pelaporan dan Tindak Lanjut. sebagai aktivitas mengolah masukan menjadi keluaran. efisiensi dan efektivitas pelaksanaan kegiatan operasional pemberian izin tersebut. koordinasi dengan Inspektorat lain. misalnya: • Pada pemeriksaan ketaatan atas ketentuan pengadaan barang dan jasa. pengumpulan informasi umum. memperoleh gambaran yang lebih detil tentang auditi. penyiapan program audit untuk audit Pendahuluan. Secara umum proses audit internal dapat dikelompokkan dalam. C. pemberitahuan kepada Auditi. • Pada pemeriksaan operasional pemberian salah satu jenis perizinan. serta mengumpulkan bukti awal dan melakukan berbagai penelaahan dengan memperhatikan 18 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik . untuk ditelaah dalam rangka menentukan sasaran audit tentantif (tentative audit objectieves) atau perkiraan permasalahan yang perlu mendapat perhatian pada tahap audit pendahuluan. auditor terlebih dahulu mengumpulkan informasi mengenai volume dan nilai pendapatan retribusi dari pemberian izin tersebut. Penyelesaian penugasan. B. Persiapan Penugasan Audit Kegiatan utama pada tahap ini adalah pengumpulan informasi umum tentang auditi.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik populasi yang terkait dengan kegiatan yang diaudit. Pelaksanaan pengujian. Setelah itu barulah dilakukan pengujian mengenai ketaatan prosedur pengadaan tersebut terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Secara keseluruhan aktivitas persiapan penugasan meliputi: penerbitan Surat Tugas. Persiapan penugasan b. d.

F. kemudian mengkonfirmasikannya kepada pihak auditi untuk mendapatkan tanggapan dan pengembangan rekomendasi untuk persetujuan dan komitmen dari menajemen mengenai permasalahan yang dikemukakan dan pelaksanaan rekomendasi tersebut. Secara keseluruhan aktivitas yang dilakukan oleh auditor pada audit pendahuluan ini. Hasil pengumpulan bukti awal dan penelaahan tersebut digunakan untuk menentukan permasalahan yang perlu didalami (sasaran audit definitif/firm audit objectives) dalam rangka merencanakan prosedur audit selanjutnya. biasanya dilakukan oleh Ketua Tim Audit. dengan mengumpulkan bukti-bukti yang lebih banyak dan analisa yang lebih mendalam. Pelaporan dan Tindak Lanjut 1. Kegiatan pelaksanaan pengujian ini disebut juga dengan pemeriksaan lanjutan/perluasan pengujian/pengembangan temuan. Pelaksanaan Pengujian Pada tahap ini dilakukan pendalaman pemeriksaan. Kegiatan konfirmasi dengan pihak auditi tersebut biasanya dilakukan dalam forum pertemuan akhir atau clossing conference. observasi lapangan. penelaahan dokumen. D. yaitu aktivitas menuangkan rangkuman hasil audit kedalam laporan. Pelaporan Penyusunan laporan hasil audit. direviu oleh Supervisor dan disetujui/ditanda tangani oleh Penanggung Jawab Audit. prosedur analitis. Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 19 .Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik sasaran audit tentantif (tentative audit objectives) dan mengikuti langkahlangkah pemeriksaan dalam program audit pendahuluan. dan penyusunan program audit lanjutan. meliputi: pertemuan awal. dalam rangka memperkuat/melengkapi atribut terkait dengan permasalahan yang perlu mendapat perhatian sebagaimana diidentifikasi pada audit pendahuluan. Laporan yang telah disetujui kemudian digandakan sesuai kebutuhan dan didistribusikan kepada pihak-pihak yang berhak menerimanya. Penyelesaian Penugasan Audit Pada tahap penyelesaian penugasan. auditor merangkum semua permasalahan yang ditemukan dalam suatu daftar permasalahan/temuan. evaluasi pengendalian internal. E.

Terhadap rekomendasi yang diberikan itu. pelaksanaan pengujian. Rangkuman Proses dapat diartikan sebagai aktivitas mengolah masukan (input) menjadi keluaran (output) yang berguna/memiliki nilai tambah (outcome). penyelesaian penugasan. audit pendahuluan. dan penyusunan laporan dan pemantauan tindak lanjut hasil audit. meliputi persiapan penugasan. Pemantauan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Dalam laporan hasil audit diungkapkan pula berbagai permasalahan yang ditemukan dan rekomendasi yang perlu ditindaklanjuti oleh manajemen atau pihak lain yang terkait. auditor melakukan pemantauan dan evaluasi (monitoring dan evaluation). untuk meningkatkan keyakinan (assurance) bagi pemakainya bahwa laporan tersebut dapat dipakai sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Detil penjelasan dari setiap tahapan dalam proses audit tersebut dapat dipelajari lebih lanjut pada modul ”Proses dan Teknik Audit Internal Sektor Publik” dan modul ”Komunikasi Hasil Audit". penertiban. penyempurnaan dan peningkatan kinerja auditi. sekaligus bermanfaat dalam upaya peningkatan pelayanan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat. dapat dipandang sebagai aktivitas pengumpulan dan evaluasi bukti-bukti yang mendukung informasi/laporan yang disajikan auditi. Maksudnya adalah untuk mencapai tujuan akhir kegiatan audit internal. Demikian juga dengan proses audit. yaitu adanya perbaikan. 20 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik . Disamping itu. proses audit juga dapat diartikan sebagai urut-urutan kegiatan dari awal sampai akhir. Secara umum proses audit internal dapat dikelompokkan dalam: pelaksanaan penugasan audit.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik 2.

c. Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 21 . diraba. faktur pembelian. b. Bukti akuntansi. Oleh karena itu. mesin dan peralatan. Sedangkan contoh bukti yang diciptakan sendiri melalui sistem dalam organisasi seperti. kwitansi pengeluaran kas. hasil konfirmasi. pemakaian bahan bakar. dan sebagainya. termasuk buku besar (ledger). seperti buku kas umum. Bukti fisik yaitu benda yang secara fisik dapat dilihat. seperti tanah. dalam pelaksanaan audit. Pembuktian dan Pegujian Audit Tujuan Pembelajaran: Setelah mempelajari bab ini. persediaan. yaitu hal yang dapat digunakan sebagai bukti untuk mendukung kesimpulan-kesimpulan yang akan diambil oleh auditor. diharapkan pembaca dapat menjelaskan kembali tentang bukti audit. meliputi catatan/buku-buku. bukti penerimaan kas. bukti pemakaian alat tulis kantor. Bukti dokumentasi yaitu dokumen atau catatan yang mewakili keberadaan dan keabsahan transaksi/kejadian yang terkait dengan laporan yang diuji. Bukti dokumentasi dapat berasal dari luar atau diciptakan sendiri melalui sistem di dalam organisasi Contoh bukti dokumentasi yang berasal dari luar seperti. sub-ledger (kartu-kartu). macam-macam pengujian audit (audit test). Bukti Audit Sebagaimana dijelaskan sebelumnya. dan penggunaan metode sampling dalam pengujian audit Bab 4 A. dan sebagainya. secara umum kegiatan audit adalah membuktikan dapat dipercaya atau tidaknya informasi yang disajikan dalam laporan yang diaudit. pembuktian. buku kas pembantu. atau dirasakan. bangunan. yang digunakan untuk merekam bukti dokumentasi dalam rangka menunjang proses penyusunan laporan. auditor melakukan kegiatan pengumpulan bukti audit. Bukti tersebut meliputi: a. dan sebagainya.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Bukti Audit.

penilaian. yaitu melakukan penghitungan data fisik yang berada dibawah penguasaan auditi. c. 22 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik . pengurangan. hard-disk. kendaraan. flopy-disk. bukti dapat pula dalam bentuk pita magnetis. pengakuan. dan sebagainya. dan sebagainya. Untuk mendapatkan bukti tersebut. kelengkapan. ketepatan pencatatan jumlah. seperti luas tanah. persediaan. Bukti analisis. dan rekaman elektronik lainnya. auditor melakukan teknik pengumpulan dan penelaahan sebagai berikut: a. bangunan. d. Pembuktian dalam Audit Sebagaimana disebutkan sebelumnya. Penghitungan fisik atau lebih dikenal dengan stock-opname. bukti audit dikumpulkan oleh auditor dalam rangka mendukung kesimpulan hasil audit yang akan dibuat. Pengujian perhitungan dilakukan dengan cara melakukan perhitungan ulang mengenai penjumlahan. Sesuai dengan perkembangan teknologi. Hal ini biasanya dilakukan dalam rangka mengetahui gambaran umum mengenai pelaksanaan kegiatan operasional auditi yang sesungguhnya di lapangan (on-site) b. Pernyataan dari manajemen atau stafnya yang dibuat secara tertulis. yaitu penelitian terhadap dokumen yang berfungsi sebagai pendukung informasi yang disajikan dalam laporan yang diaudit.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik d. Observasi yaitu teknik audit yang dilakukan melalui peninjauan lapangan. Pengujian perhitungan dalam rangka menguji kebenaran angka-angka baik angka-angka pada dokumen pendukung maupun angka-angka yang disajikan dalam laporan. waktu pencatatan. Penelaahan dokumen. e. Tujuannya untuk meyakini keberadaan (kuantitas dan kualitas) data fisik yang dilaporkan manajemen. jumlah mesin dan peralatan. yaitu hasil analisis yang dibuat oleh auditor terkait dengan data yang dikumpulkannya melalui proses audit yang dilakukan. Peneilitian ditujukan untuk meyakini keabsahan. B. perkalian dan pembagian. kebenaran. baik yang diperoleh melalui wawancara maupun dari jawaban tertulis terhadap daftar pertanyaan (questionnaire) yang disampaikan auditor.

yaitu satu jenis pengujian yang dimaksudkan sekaligus untuk menilai pengendalian intern dan substansi dari informasi yang disajikan dalam laporan yang diaudit. tetapi hasilnya harus disampaikan langsung oleh pihak yang dikonfirmasi kepada auditor. Kegiatan ini dilakukan pada tahap audit pendahuluan. b. misalnya belanja pengadaan barang tertentu dengan pengadaan barang yang sama di instansi/satuan kerja lain. 3) Analisis perbandingan antara kegiatan sejenis. seperti tingkat kehadiran dengan potongan gaji dan atau tunjangan. Secara hukum. Pengujian dengan tujuan ganda. Oleh karena itu perlu dipertegas dengan bukti tertulis. Kegiatan konfirmasi ini dilakukan oleh dan atau seizin auditi. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada tahap audit lanjutan atau pelaksanaan pengujian. Pengujian Audit Kegiatan pengumpulan dan penelaahan bukti audit sebagaimana dijelaskan di atas dilakukan dalam rangka melaksanakan pengujian audit (audit test) yang dilakukan pada tahap audit pendahuluan dan pelaksanaan pengujian. Misalnya jumlah piutang yang masih belum diselesaikan. f. c. Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 23 . dan sebagainya.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik e. 2) Analisis kecenderungan (trend) seperti perkembangan pengeluaran bulan per bulan. seperti: 1) Analisis perbandingan antara data yang saling terkait. barang yang dititipkan kepada pihak ketiga. Pengujian Substantif yaitu pengujian terhadap kebenaran substansi permasalahan yang dijumpai pada tahap audit pendahuluan. dalam satu periode pemeriksaan. Pengujian Pengendalian yaitu pengujian pengendalian intern yang diterapkan oleh manajemen. Ada tiga jenis pengujian yang dikenal dalam audit: a. g. Reviu analitis yaitu teknik pemeriksaan dengan melakukan berbagai teknik analisis yang sesuai. Hasilnya didokumentasikan oleh auditor dalam bentuk rekaman atau tulisan. Konfirmasi yaitu kegiatan untuk memperoleh pernyataan tertulis atas permasalahan tertentu dari pihak eksternal. C. Wawancara yaitu metode pengumpulan bukti dengan melakukan wawancara dengan pihak yang perlu dimintai pernyataan. bukti ini dianggap lemah.

efisiensi dan efektivitas serta kepatuhan program/kegiatan terhadap ketentuan yang berlaku. dapat dijelaskan: • Bahwa informasi/laporan yang diuji adalah kristalisasi dari data pendukungnya. yang disponsori oleh lima organisasi profesi. AAA. dan personel lain. fungsi dewan komisaris diselenggarakan oleh DPRD. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Secara lengkap the Committee of Sponsoring Organization of the Treadway Commission (COSO). menciptakan sistem informasi. menyusun perencanaan. manajemen menciptakan pengendalian. manajemen. bahkan terhadap keekonomisan. • Dalam rangka mendapatkan informasi yang layak dipercaya itu. Pengujian Pengendalian/Pemeriksaan Pendahuluan Yang dimaksud dengan pengujian pengendalian adalah pengujian terhadap pengendalian intern yang diterapkan oleh manajemen auditi. manajemen 24 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik . dan sebagainya. membuat kebijakan dan menetapkan berbagai prosedur standar. Efektivitas dan efisiensi kegiatan operasi. Pada pemerintahan daerah. biasanya berupa dokumen/bukti (contoh laporan keuangan adalah kristalisas dari data/dokumen keuangan). 1. catatan: definisi di atas cenderung untuk badan usaha komersial. Pengendalian intern dianggap penting karena dipandang sebagai unsur yang paling berpengaruh terhadap keandalan informasi yang disajikan dalam laporan yang diaudit.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Berikut penjelasan lebih lanjut terhadap masing-masing jenis pengujian. yang dirancang untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikut: • • • Keandalan pelaporan keuangan. IMA. Hubungan antara informasi/laporan yang diaudit dengan pengendalian intern. FEI. IIA. seperti menciptakan struktur organisasi dalam rangka pembagian tugas/pelimpahan kewenangan yang harus diikuti dengan akuntabilitas. dan AICPA mendefinisikan pengedalian intern sbb: “Pengendalian intern adalah suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris. • Informasi/laporan yang dapat dipercaya adalah yang didukung dengan bukti yang cukup dan sah dan tidak mengandung kesalahan yang dianggap penting (material) dan disajikan sesuai standar yang berlaku (dalam hal laporan keuangan. digunakan standar akuntansi).

sumber daya manusia. seperti apakah kwitansi tersebut menggunakan formulir khusus yang berlaku secara internal. Adapun yang dimaksud dengan personel lain adalah orang-orang yang menduduki posisi kunci dan dapat mempengaruhi jalannya kegiatan operasional organisasi pemerintahan daerah. Selanjutnya dijelaskan. Berikut penjelasan lebih detil mengenai tujuan dan langkah-langkah pengujian pengendalian. Misalnya untuk menguji keandalan pengendalian pendanaan. auditor terlebih dahulu melakukan pengujian pengendalian (test of control). a) Tujuan Pengujian Pengendalian Pengujian pengendalian (test of control) adalah salah satu jenis pengujian audit yang bertujuan untuk mengevaluasi keandalan pengendalian intern yang dibangun dan dijalankan oleh manajemen. dipengaruhi oleh pengendalian intern yang dibangun dan dijalankan oleh manejemn. • • • • • Lingkungan pengendalian (control environment). kebijakan dan prosedur. Oleh karena itu. menggunakan nomor urut pracetak. Artinya kelengkapan dan keabsahan data. Penilaian risiko (risk assessment). mengawal kegiatan pengolahan data dan penyusunan laporan. mencantumkan nilai nominal (dengan Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 25 . Aktivitas pengendalian (control activities) dan Pemantauan (monitoring). Unsur-unsur pengendalian intern itulah yang mempengaruhi dokumen/data keuangan. sebelum melakukan pengujian substantif. pengendalian intern tersebut terdiri dari lima unsur yang saling berkaitan satu sama lain. untuk meyakini keandalan pengendalian belanja barang. Caranya antara lain dengan menelusuri jejak pengendalian yang ditinggalkannya pada dokumen yang dihasilkan. auditor meneliti jejak pengendalian yang terdapat pada kwitansi penerimaan/ pengeluaran kas. Lebih spesifik lagi. termasuk di dalamnya organisasi. Tujuannya adalah untuk membantu auditor dalam menyusun rencana pengujian substantif agar dapat dilakukan secara efisien dan efektif. keandalan pengolahan data. Sistem komunikasi dan informasi akuntansi (accounting information and communication system). auditor meneliti kwitansi/bukti pembayaran terkait dengan memperhatikan atribut yang harus dipenuhi. dan layak dipercaya tidaknya informasi yang dilaporkan. permukaannya diisi dengan keterangan yang lengkap. bupati/walikota.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik oleh gubernur.

Dasar-dasar

Audit Internal

Sektor Publik

huruf dan angka), dibubuhi materai yang cukup, mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang, diberi tanggal dan dilengkapi dengan data yang diperlukan untuk mendukung transaksi pembayaran. Kelengkapan atribut di atas menunjukkan keandalan pengendalian intern yang dijalankan oleh manajemen. Kekurangan terhadap atribut tersebut dengan sendirinya akan menunjukkan kelemahan pengendalian: • Penggunaan formulir yang tidak baku akan menyulitkan dalam mengidentifikasi mana transaksi yang benar-benar dapat dan tidak dapat diproses lebih lanjut. • Formulir tidak bernomor urut pracetak akan menyulitkan bagi manajemen untuk mendeteksi dokumen yang hilang. Disamping itu, juga akan menyulitkan pelacakan bila terjadi transaksi yang dipertanggung jawabkan secara ganda. • Keterangan dalam kuitansi tidak lengkap akan menyulitkan bagi pengolahan data dalam mengelompokkan transaksi tersebut ke dalam kelompok informasi yang sesuai. • • • Jika nominal tidak dicantumkan dalam huruf dan angka, secara internal dokumen tersebut tidak memiliki alat untuk cek dan ricek. Jika belum mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang, secara formal, pembayaran tersebut belum boleh dilakukan. Jika tidak dilengkapi dengan data pendukung, dikhawatirkan bukti pengeluaran tersebut fiktif. Khusus untuk pembayaran transaksi pengadaan barang/jasa, dokumen/ data pendukung yang diperlukan antara lain berupa; bukti serah terima barang/jasa, faktur dari rekanan pemasok, berita acara kemajuan pekerjaan, SPK/Kontrak, persetujuan penggunaan anggaran, permintaan dari user, dsb: • Jika kuitansi tidak dilengkapi dengan faktur penagihan dari rekanan, dicurigai bahwa sebenarnya hutang tersebut belum ada dokumen tagihannya, tetapi dananya sudah dikeluarkan untuk kepentingan pihak tertentu. • Jika tidak dilengkapi dengan bukti serah terima atau berita acara kemajuan pekerjaan, dicurigai barangnya memang belum datang atau memang belum waktunya dibayar, tetapi uangnya sudah dikeluarkan. • Jika tidak dilengkapi dengan SPK/Kontrak, jangan-jangan barang yang diterima memang tidak dipesan tetapi tetap diterima dan dibayar, akibatnya dapat menimbulkan pemborosan.

26

Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik

Dasar-dasar

Audit Internal

Sektor Publik

Jika tidak didukung dengan permintaan user, jangan-jangan barang tersebut tidak dibutuhkan, tetapi tetap dibeli. Jika ini yang terjadi, kejadian ini berpotensi adanya barang yang tidak dapat dimanfaatkan (idle).

Disamping didukung dengan data/dokumen yang cukup, data pada bukti utama (kuitansi) harus sinkron dengan data pendukung. Kelemahan pengendalian yang ditunjukkan oleh kekurangan yang ditemukan pada dokumen diatas akan berdampak pada kesalahan dalam penyajian informasi yang disajikan dalam laporan. Misalnya jika dicurigai banyak pembayaran fiktif, maka diyakini informasi pengeluaran dalam laporan keuangan banyak yang fiktif/tidak benar. Oleh karena itu, pada pengujian selanjutnya (pengujian substantif), penelitian mengenai kesalahan yang diakibatkan oleh kelemahan pengendalian tersebut dilakukan secara luas dan dalam. Keterangan di atas menjelaskan bahwa melalui pengujian pengendalian (test of control), auditor dapat mendeteksi sisi-sisi pengendalian yang lemah dan dampaknya terhadap informasi yang disajikan dalam laporan. Selanjutnya indikasi tersebut digunakan untuk menyusun rencana pengujian substantif (substantive test), terhadap indikasi kesalahan yang disebabkan kelemahan pengendalian intern, dilakukan penelitian yang lebih luas dan dalam, misalnya dengan memperbanyak jumlah dokumen yang diperiksa. Sedangkan untuk sisi yang pengendalian internnya kuat, tetap dilakukan pemeriksaan, tetapi tidak perlu luas dan dalam. b) Langkah-langkah Pengujian Pengendalian Pada bagian ini diingatkan kembali, pengujian pengendalian dikenal pula dengan pemeriksaan pendahuluan. Pada tahap ini, pengendalian yang telah dipetakan pada tahap persiapan pemeriksaan, yang mungkin dilengkapi pula dengan kegiatan survey pendahuluan (preliminary survey) diuji keandalannya. Pada audit operasional dan audit kepatuhan, pengujian sekaligus diarahkan untuk membuktikan terjadinya kelemahan (calon temuan/tentative audit objectives) yang telah diidentifikasi sebelumnya. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini meliputi: a) Pemutakhiran deskripsi pengendalian, yaitu memastikan bagaimana pengendalian yang telah dipetakan sebelumnya, dijalankan dalam dunia nyata. Caranya dapat dilakukan dengan melakukan wawancara

Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik

27

Dasar-dasar

Audit Internal

Sektor Publik

dengan pejabat yang berwenang, atau memberikan daftar pertanyaan standar (questionnaire) yang harus dijawab dan dikembalikan kepada auditor. b) “Walk-Through Test” yaitu mengikuti proses pembuatan dokumen dari awal sampai akhir. Ada dua cara pelaksanaan walk-through test: (1) Documentation walk-through, yaitu menelusuri jalan yang dilalui oleh suatu dokumen transaksi, mulai dari persiapan sampai pencatatan, (2) Procedural walk-through, yaitu menjalankan sendiri prosedur operasi penyiapan dokumen transaksi mulai dari awal sampai pencatatan. c) Pengujian Terbatas, yaitu pengujian yang lebih mendalam dibandingkan walk-through test. Jika pada walk-through test auditor mengikuti atau menjalankan sendiri proses pembuatan satu atau dua dokumen, pada pengujian terbatas, auditor melakukan pengujian terhadap sejumlah dokumen, untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai efektivitas pengendalian yang diterapkan dalam menjalankan kegiatan operasi yang diuji. d) Pengujian Pengendalian Sistem Informasi. Jika pengujian terbatas diarahkan pada efektivitas pengendalian dalam menjalankan kegiatan operasional, pengujian pengendalian sistem informasi diarahkan pada proses pengolahan data hingga menjadi informasi, meliputi aktivitas pengumpulan data/dokumen, pemilahan/sortasi data, pengelompokan, pencatatan, perlindungan terhadap dokumen dan catatan, pengikhtisaran, penyusunan laporan dan pendistribusiannya. Sistem pengelolaan data tersebut dapat dilakukan secara tulis tangan (manual) atau dengan alat bantu mekanis seperti komputer (komputerisasi). e) Evaluasi Pengendalian Intern. Hasil pengujian atas pengendalian intern yang dilakukan melalui pemutakhiran deskripsi pengendalian, walk-through, pengujian terbatas dan pengujian sistem-sistem informasi di atas kemudian dirangkum dalam suatu evaluasi menyeluruh dan rinci atas pengendalian yang dijalankan oleh auditi. Salah satu model yang dapat digunakan adalah matrik pengendalian yang memuat perbandingan hasil observasi, standar pengendalian, dan risiko yang mungkin terjadi.

28

Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik

dan ekuitas. Pada pengujian substantif. ditunjukkan dengan melihat bukti fisik melalui prosedur inventarisasi. auditor menguji kesesuaian angka dalam laporan keuangan dengan bukti pendukungnya. mengukur seberapa penting temuan tersebut. 2.Dasar-dasar Audit Internal f) Penilaian Kembali Risiko. meliputi aktiva lancar. dan catatan-catatan akuntansi/keuangan. bukti analisis. dan mengembangkan rekomendasi yang sesuai. membuktikan bahwa perlengkapan kantor memang ada. misalnya. pernyataan dari manajemen. • Pada audit operasional dan kepatuhan. dan menyusun program audit untuk melakukan pengujian yang lebih luas. disebut juga dengan pengujian transaksi dan saldo. hubungan antar data. Sektor Publik Hasil evaluasi pengendalian intern di atas oleh auditor digunakan untuk mengukur kembali kemungkinan risiko yang akan terjadi: • Pada audit keuangan. dibuktikan dengan pernyataan dari bank berupa copy rekening koran. pernyataan dari pihak ketiga. Bukti pendukung tersebut dapat berupa bukti fisik. bukti perhitungan. bukti dokumentasi. aktiva tetap. kewajiban. Pengujian Substantif Istilah pengujian substantif (substantive test) lebih dikenal pada lingkup audit keuangan yang tujuannya adalah untuk menguji kebenaran informasi kuantitatif (angka-angka) yang disajikan dalam laporan. a) Tujuan Pengujian Substantif Secara rinci tujuan pengujian substantif adalah untuk: • Mengetahui keberadaan (existency) transaksi dan saldo-saldo. hasil penilaian kembali risiko digunakan untuk mempertimbangkan kedalaman/penyesuaian program audit pengujian substantif yang akan dilakukan. Sedangkan contoh untuk pengujian atas saldo adalah pengujian untuk informasi kuantitatif yang disajikan dalam neraca. Membuktikan bahwa jumlah uang dibank sebanyak Rp X. atau untuk menetapkan sasaran definitif yang baru. dalam rangka mendalami penyebab terjadinya permasalahan. hasil penilaian kembali risiko digunakan untuk meningkatkan sasaran tentatif menjadi sasaran definitif (firm audit obyectives). Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 29 . dsb. Contoh dari pengujian transaksi adalah pengujian terhadap realisasi anggaran dan arus kas (penerimaan dan pengeluaran).

yang dibuktikan dengan melakukan pengujian ketepatwaktuan pencatatan transaksi dengan tanggal yang tertera dalam dokumen dan praktek pencatatan segera setelah transaksi selesai. • Menetapkan ketepatan penilaian (valuation). pemakaiannya dipantau/dikendalikan. • Meyakini ketepatan perhitungan angka-angka (mecanical accuracy) yang mendukung informasi kuantitatif dalam laporan. pembagian. Misalnya. Adanya kode akun/mata anggaran. Cara membuktikannya adalah dengan melakukan pengujian kebenaran pengelompokkan data. misalnya mengenai perkalian. dibuktikan dengan sertifikat hak atas tanah. karena tidak semua transaksi dan saldo-saldo dapat dinilai secara akurat. • Meyakini penjelasan (disclosure) yang diperlukan sudah disajikan 30 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik .Dasar-dasar Audit Internal • Sektor Publik Meyakini semua transaksi dan saldo-saldo telah dicatat dan dilaporkan dengan lengkap (complitness). Pengujian penjumlahan pada tabel dilakukan dengan melakukan penjumlahan ulang kebawah dan kesamping (footing dan cross footing). • Menetapkan semua transaksi telah dicatat dan dilaporkan pada periode yang tepat (cut-off). kepemilikan barang dibuktikan dengan faktur pembelian. Hal ini menjadi penting. Misalnya. Untuk hal ini mungkin perlu bantuan dari juru taksir/appraisal. untuk meyakini bahwa semua pengeluaran sudah dicatat. dan pengecekan ulang/ verifikasi atas kebenaran penggunaan kode akun/mata anggaran menunjukkan adanya praktek yang dapat menjamin ketepatan pengklasifikasian data. • Menetapkan bahwa transaksi dan saldo-saldo yang dilaporkan benar-benar milik auditi (ownership). • Menetapkan bahwa seluruh transaksi telah dipilah (classification) menurut kelompok informasi yang sesuai. Hal ini biasanya diuji melalui perhitungan ulang. Misalnya peninggalan sejarah. penambahan dan pengurangan. Praktek menunda-nunda pencatatan dapat menimbulkan kesalahan periode pengakuan dan pencatatan. dibuktikan dengan penggunaan nomor urut pracetak pada formulir kuitansi yang digunakan. kepemilikan tanah. dan sebagainya. dsb. bangunan tua. SPK/Kontrak. Dokumen yang rusak diberi tanda dan dipertanggung jawabkan dengan baik.

auditor menyarankan kepada manajemen untuk melakukan koreksi. Apabila auditi tidak berkenan melakuan koreksi. pemeriksaan pengeluaran kas dikaitkan dengan belanja operasional dan investasi. Kesimpulan masing-masing pos tersebut dirangkum menjadi simpulan untuk laporan keuangan secara keseluruhan. Oleh karena itu. baik berupa kerugian yang telah terjadi atau risiko yang bersifat potensial. Hal itu dilakukan dengan membaca kembali uraian/ penjelasan yang disertakan dalam laporan dengan memperhatikan perkiraan/estimasi informasi yang dibutuhkan pemakai laporan. dan sebagainya. kesalahan yang ditemukan dan dampak yang ditimbulkannya harus diinformasikan oleh auditor dalam laporan hasil auditnya. Pengujian substantif akan menghasilkan kesimpulan auditor terhadap layak dipercaya atau tidaknya nilai dari masing-masing pos laporan keuangan. Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 31 . pengujian substantif (substantive test) pada audit operasional dan audit kepatuhan tidak hanya sekedar untuk menguji kebenaran informasi saja. dengan cara meningkatkan intensitas kegiatan observasi. tetapi jika ditemukan kesalahan. analisa. pengujian substantif dilakukan terhadap masingmasing pos laporan yang dapat dilakukan melalui pendekatan masingmasing pos atau pendekatan terpadu (integrated): Pendekatan masingmasing pos berarti setiap pos diuji secara terpisah.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik secara lengkap. Pada langkah ini bukti-bukti yang lebih konkrit dikumpulkan. analisis perbandingan. c) Pengujian Substantif pada Audit Operasional dan Kepatuhan. Berbeda dengan audit keuangan. maka laporan keuangan secara keseluruhan dapat dinyatakan layak dipercaya. Jika seluruh pos yang diuji dapat diyakini kebenarannya. tanya jawab dengan pejabat kunci. perhitungan fisik. yang ditimbulkan oleh kelemahan pengendalian yang diidentifikasi sebelumnya (pada tahap pengujian pengendalian/pemeriksaan pendahuluan). misalnya pemeriksaan pendapatan dikaitkan dengan penerimaan kas. konfirmasi. tahapan ini lebih dikenal dengan tahap perluasan audit/pengembangan temuan. artinya pemeriksaan dilakukan dengan memperhatikan keterkaitan antara pos satu dengan yang lain. memperluas verifikasi data/dokumen terkait. dan sebagainya. pada audit operasional dan audit kepatuhan. tetapi lebih mengarah pada perluasan pengumpulan data/bukti untuk mengukur dampak kuantitatif. Sedangkan pendekatan terpadu. b) Pengujian Substantif pada Audit Keuangan Pada audit keuangan.

yaitu satu jenis pengujian yang dimaksudkan untuk menguji dua tujuan pengujian audit (pengujian keandalan pengendalian intern dan kewajaran informasi dalam laporan) sekaligus. dan sebagainya sangat membantu tahap pengembangan temuan ini.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Penerapan keahlian dalam penggunaan metode kuantitatif. Penggunaan Metode Sampling dalam Audit Dalam melakukan pengujian audit (audit test). dikenal pula satu jenis pengujian lainnya. jumlah dokumen yang dihadapi mungkin sedikit. sehingga tidak perlu mengidentifikasi tekanan/fokus pemeriksaan. Di samping dua jenis pengujian yang bersifat berurutan tersebut. D. pengujian substantif atau pengujian dengan tujuan ganda. yaitu pengujian dengan tujuan ganda (dual purpose test). tetapi pada kesempatan lain. auditor berhadapan dengan dokumen yang harus diteliti. keterampilan menggunakan komputer. pengujian dengan tujuan ganda diterapkan pada pemeriksaan khusus atas permasalahan tertentu. jika ditemukan kesalahan atau kejanggalan. sehingga tidak perlu mendalaminya secara khusus. kekeliruan dan kelemahan tersebut didalami lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya. 3. pada saat memeriksa bukti pengeluaran kas. baik pengujian pengendalian. sampling statistik. Pengujian Dengan Tujuan Ganda Pengujian pengendalian dan pengujian substantif adalah dua jenis pengujian audit yang dilakukan secara berurutan. Biasanya kesalahan yang terjadi pada dokumen disebabkan oleh kelemahan pengendalian. dokumen yang dihadapi mungkin banyak. Dalam keadaan tertentu. ditelusuri penyebabnya. dimana unsur pengendalian yang perlu diperhatikan hanya satu. Pengujian dengan tujuan ganda biasanya diterapkan pada pemeriksaan ulangan (repeat audit) dimana auditor pada dasarnya telah cukup paham dengan pengendalian intern yang diterapkan oleh auditi. Misalnya. Pengujian dengan tujuan ganda dilakukan dengan cara meneliti dokumen pendukung atas informasi yang disajikan dalam laporan keuangan. dan lingkup penugasannya sudah sangat spesifik. penggunaan logika. jika ditemukan kesalahan perhitungan atau ketidak lengkapan data pendukung. keahlian interviu dengan tetap menjaga hubungan baik dengan auditi. 32 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik . apakah karena kelalaian atau kelemahan pengendalian. Di samping itu.

Alasannya. berarti populasi juga mengandung kesalahan yang signifikan. dengan kondisi seperti ini dapat disimpulkan bahwa pengendalian intern kuat. dengan kondisi seperti ini dapat disimpulkan bahwa informasi yang dimaksud dapat dipercaya. auditor dapat menelitinya satu persatu tanpa kecuali secara sensus (100%). Kondisi ini pada pengujian pengendalian menunjukkan bahwa pengendalian intern yang terkait lemah. cara membuat simpulan hasil audit yang menggunakan metode sampling adalah demikian: • Bila pada sampel tidak ditemukan kesalahan. Batasan tersebut didasarkan pada judgment/pertimbangan profesional auditor. Berdasarkan hasil penelitian terhadap sampel tersebut. kondisi seperti ini menunjukkan informasi yang dimaksud tidak dapat dipercaya. dibuat estimasi/perkiraan mengenai keadaan populasi. Dalam hal pengujian dimaksudkan untuk meneliti pengendalian intern. Untuk mengatasinya. • Bila pada sampel ditemukan kesalahan yang cukup banyak. kepada institusi/ lembaga audit internal. yaitu bagian dari populasi (kumpulan yang lengkap dari dokumen yang menjadi obyek penelitian) yang dipilih untuk diteliti. Dalam hal pengujian substantif. Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 33 . Namun profesi menganjurkan penggunaan metode sampling statistik. bahwa salah satu diantara keduanya lebih baik dari yang lain. Pada metode sampling. Banyak/tidaknya kesalahan yang dapat mempengaruhi kesimpulan hasil audit diukur berdasarkan batas toleransi atau batas maksimum kesalahan yang diizinkan oleh auditor. sehingga mudah mempertanggungjawabkan hasilnya. Tetapi dalam hal dokumen yang dihadapi banyak pemeriksaan secara sensus mungkin tidak efisien. berarti populasi bebas dari kesalahan. karena formulanya yang baku dan diakui oleh kalangan akademis. baik kepada klien. Dalam hal pengujian dimaksudkan untuk menilai laporan. Kedua metode ini dapat digunakan dalam audit. Metode sampling dapat dilakukan dengan dua cara. pelaksanaan pengujian perlu disiasati dengan menggunakan metode sampling. atau semata-mata berdasarkan judgment tanpa formula yang baku disebut sampling non statistik. tidak ada yang bisa menjamin. maupun penegak hukum. penelitian cukup difokuskan pada sampel saja. menggunakan formula statistik disebut sampling statistik.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Dalam hal dokumen yang dihadapi sedikit. Secara sederhana.

bukti akuntansi. konfirmasi.Dasar-dasar Audit Internal Rangkuman Sektor Publik Bukti audit bukti-bukti yang dikumpulkan oleh auditor meliput bukti fisik. pengujian perhitungan. reviu analitis. penelaahan dokumen. terdiri dari pengujian pengendalian (test of control). yang digunakan sebagai bukti untuk mendukung kesimpulan yang akan diambil. bukti dokumentasi. Pengujian audit tersebut dilakukan pada tahap audit pendahuluan dan audit lanjutan. Teknik pengumpulan dapat dilakukan melalui observasi. pernyataan/pengakuan. bukti analisis. pengujian substantif (substantive test). Pengumpulan dan penelaahan bukti audit tersebut dilakukan dalam rangka pelaksanaan pengujian audit (audit test). penghitungan fisik. 34 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik . wawancara dan sebagainya. dan pengujian dengan tujuan ganda (dual purpose test).

sehingga dengan demikian program audit dapat dikelompokkan menjadi: • Program audit untuk pengujian pengendalian. yaitu program audit untuk menguji pengendalian intern (internal control) yang dijalankan manajemen terkait dengan informasi/kegiatan yang akan diaudit. Pengertian dan Jenis Program Audit Program audit adalah dokumen yang memuat pernyataan tujuan audit dan rencana langkah-langkah audit (biasanya dalam bentuk kalimat perintah) untuk mencapai tujuan audit tersebut. makna dan sifat program audit tujuan dan manfaat serta kriteria dan kerangka program audit. Secara sederhana program audit ini dapat dijelaskan sebagai rencana kerja untuk menguji kesesuaian informasi yang diuji dengan data pendukungnya. Pengujian pengendalian dan pengujian substantif (test of control dan substantive test) adalah dua kegiatan yang saling terkait dan dilakukan secara berurutan. • Program audit untuk pengujian substantif (substative test). Contoh tujuan audit: untuk mengetahui keberadaan barang inventaris. kemudian Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 35 . hasilnya dituangkan dalam berita acara. lebih dahulu diawali dengan pengujian pengendalian. diharapkan pembaca dapat menjelaskan kembali tentang pengertian dan jenis program audit. hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan program audit. A.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Program Bab 5 Audit Tujuan Pembelajaran: Setelah mempelajari bab ini. Penyusunan program audit dilakukan pada tahap persiapan dalam rangka pengujian dan pengendalian dan pada tahap audit pendahuluan dalam rangka pengujian transaksi atau saldo-saldo atau pengembangan temuan. Langkah auditnya: Lakukan inventarisasi fisik (stock opname) barang inventaris.

ketepatan waktu pengakuan transaksi. Langkah audit juga demikian. misalnya tidak hanya untuk meyakini keberadaan suatu aset. 36 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik . pada audit keuangan. Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penyusunan Program Audit Dalam menyusun program audit perlu diperhatikan. ditetapkan pula rencana petugas yang akan melakukan masing-masing langkah audit dan jangka waktu yang dialokasikan untuk melaksanakannya. Tetapi pada audit operasional dan audit kepatuhan. bisa juga untuk beberapa tujuan audit cukup dilakukan satu langkah audit. B. kepemilikan. diyakini informasi yang disajikan dalam laporan manajemen banyak mengandung kesalahan. bila pengendalian yang diterapkan manajemen kuat. terutama karena standar penyajian pos-pos laporan keuangan sudah baku sifatnya. dan sebagainya. karena dapat dipercaya atau tidaknya laporan manajemen dipengaruhi oleh efektivitas pengendalian intern yang diterapkannya: • Jika pengendalian yang diterapkan manajemen lemah. program audit untuk pengujian substantif dan pengujian pengendalian dapat disusun sekaligus. program audit substantif biasanya baru bisa dibuat setelah pengujian pengendalian selesai dilaksanakan. program audit pengujian substantif dilakukan terhadap semua pos-pos laporan keuangan. bahwa tujuan audit untuk masing-masing pos/kegiatan mungkin tidak hanya satu. Alokasi waktu itu kemudian direkap menjadi jadwal/ skedul pelaksanaan kegiatan audit. sehingga pengujian substantif harus diperluas.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik diikuti dengan pengujian substantif. Pada audit keuangan. pengujian substantif tidak perlu luas. tetapi juga untuk meyakini kebenaran penilaian. mungkin diperlukan beberapa langkah audit. Demikian pula. yaitu setelah auditor mengetahui kelemahan pengendalian/temuan sementara yang perlu diperdalam. program auditnya disusun berdasarkan temuan atau permasalahan yang akan diperdalam setelah memperhatikan hasil pengujian pengendalian. • Jika sebaliknya. Untuk mencapai satu tujuan audit. diyakini laporan yang disajikan tidak banyak mengandung kesalahan. Sedangkan untuk audit operasional dan audit kepatuhan. Dalam program audit.

d. Makna dan Sifat Program Audit Ada beberapa hal yang perlu dipahami dalam penyusunan program audit: Sektor Publik a. f. Langkah-langkah audit yang disusun dalam program audit diharapkan dapat membantu auditor dalam mengidentifikasikan kelemahan sekaligus membantu auditi meningkatkan kecukupan dan efektivitas pengendalian risiko dan sistem pengendalian internal. Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 37 . dan efektivitas dari kegiatan yang direview. Program audit merupakan penghubung antara audit pendahuluan dengan pelaksanaan pengujian di lapangan. merupakan semacam instruksi kepada auditor untuk melakukan hal tersebut dengan tujuan untuk: 1) pengumpulan bukti. dan berapa lama dilaksanakan. kondisi sistem pengendalian internal. b. Perbedaan ini juga akan memerlukan penyesuaian langkah-langkah audit. Program audit bersifat dinamis dalam arti akan selalu disesuaikan dengan kondisi yang ditemui selama proses audit. tujuan audit yang akan dilaksanakan. dan 3) penilaian efisiensi. Program audit harus disiapkan segera setelah audit pendahuluan. e. yang berdampak signifikan terhadap pencapaian tujuan dan sasaran kegiatan auditi. 2) penilaian kecukupan dan efektivitas pengendalian. ekonomis. dalam menentukan: apa yang harus dan telah dilaksanakan. kapan dilaksanakan. bagaimana dilaksanakan. Sebagaimana telah dibahas sebelum ini. Program audit berisikan seperangkat prosedur analitis atau langkah-langkah audit dalam rangka pengumpulan dan pengujian bukti-bukti audit. Program audit hendaknya dirancang dengan maksud untuk membantu masing-masing auditor. c. Kenyataan yang ada mungkin berbeda dengan hasil analisis sebelumnya. dan risiko/ancaman bagi auditi. Penyusunan program audit dilakukan berdasarkan informasi yang diperoleh dari pelaksanaan tahap audit pendahuluan. dan isi program audit perlu direvisi atau disesuaikan dengan kondisi terkini yang ditemui oleh auditor.Dasar-dasar Audit Internal C. baik sebagai pelaksana maupun sebagai pereviu. pelaksanaan audit pendahuluan dimaksudkan untuk memahami tujuan utama kegiatan auditi. siapa yang melaksanakan. Perbedaan ini dapat berpengaruh pada penilaian terhadap urutan risiko yang perlu diutamakan pengendaliannya.

Tujuan dan Manfaat Program Audit Secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan penyusunan program audit adalah untuk memudahkan pelaksanaan suatu penugasan audit.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik D. e. Menetapkan rencana yang sistematis untuk setiap tahap pekerjaan audit. f. Sebagai dasar untuk pembagian tugas bagi seluruh auditor dalam suatu organisasi tim audit. sehingga proses audit menjadi efektif dan efisien karena masing-masing auditor sudah mengetahui apa yang harus dilaksanakan dan untuk tujuan apa langkah audit yang akan dilaksanakan. 38 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik . Merupakan alat untuk mengendalikan dan mengevaluasi perkembangan atau kemajuan pekerjaan audit yang telah dicapai. Menyediakan informasi bagi auditor berikutnya mengenai audit yang telah dilaksanakan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu penugasan audit tersebut. Membantu melatih para anggota tim audit yang belum berpengalaman dalam melakukan langkah-langkah pekerjaan audit. Menjadi alat bagi pengendali teknis dan ketua tim audit untuk membandingkan apa yang telah dilaksanakan dengan apa yang direncanakan. Memfasilitasi pengendali teknis dan ketua tim dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksana sehingga waktu yang diperlukan untuk pengawasan menjadi efisien. h. g. yaitu rencana yang dapat dengan mudah dikomunikasikan mulai dari pengendali teknis sampai staf/pelaksana audit. Merupakan ikhtisar atau catatan atas apa yang telah dikerjakan dalam penugasan audit. d. Sedangkan manfaat dari program audit bagi masing-masing auditor dan bagi tim audit secara keseluruhan adalah sebagai berikut: a. b. c.

Program kerja audit tersebut berfungsi sebagai pedoman bagi auditor dalam melaksanakan kegiatan audit. c. Program kerja audit pendahuluan dibuat pada saat persiapan audit. Program audit harus dapat menunjukkan langkah-langkah atau prosedur audit mana yang menjadi prioritas. Langkah kerja harus mengandung instruksi positif dan sebaiknya tidak dinyatakan dalam bentuk pertanyaan. harus dihindari pemuatan informasi yang terlalu rinci dan berlebihan karena akan membuang waktu auditor. g. Kriteria dan Kerangka Program Audit Penyusunan program audit harus memenuhi kriteria sebagai berikut: Sektor Publik a. dan Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 39 . e. Rangkuman Program audit adalah dokumen yang memuat pernyataan tujuan audit dan rencana langkah-langkah audit (biasanya dalam bentuk kalimat perintah) untuk mencapai tujuan audit tersebut. Namun demikian. Program audit harus dibuat khusus atau spesifik sesuai dengan penugasan audit atas kegiatan atau aktivitas yang direview. f. termasuk juga perubahan-perubahannya. sehingga bagian yang lebih penting dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah dialokasikan. d. Demikian pula. kurang efektif untuk audit karena umumnya tidak bisa mendukung analisis dan evaluasi yang mendalam. terutama untuk jawaban “ya” atau “tidak”. setiap revisi atau penyesuaian yang dilakukan harus dikomunikasikan dan memperoleh persetujuan ketua tim atau pengendali teknis. Program audit harus bersih dari informasi yang tidak perlu atau tidak bermanfaat bagi proses audit. Setiap langkah kerja atau prosedur audit harus menunjukkan alasan yang mendasari. Program audit harus mendapatkan persetujuan sebelum digunakan.Dasar-dasar Audit Internal E. Pertanyaan yang bersifat umum. b. Program audit harus cukup fleksibel yang memungkinkan penggunaan inisiatif dan judgment auditor untuk merevisi program audit. dan pada akhirnya berpengaruh terhadap masalah efisiensi audit. sedangkan program audit lanjutan dibuat setelah melaksanakan audit pendahuluan.

40 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik .Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik sebagai alat bagi supervisor dan ketua tim audit untuk mereviu pekerjaan oleh bawahannya.

dan simpulan yang dibuatnya sehubungan dengan pelaksanaan penugasan audit yang dilakukannya. Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 41 . Bukti yang dikumpulkan itu harus didokumentasikan dengan baik. Dokumen dimaksud disebut dengan Kertas Kerja Audit (working papers). diharapkan pembaca dapat menjelaskan kembali tentang pengertian dan fungsi. persyaratan. jenis dan kepemilikan kertas kerja audit. informasi yang diperoleh. kertas kerja juga berfungsi sebagai: • • • • Jembatan/mata rantai yang menghubungkan antara catatan klien dengan laporan hasil audit. Media untuk mengkoordinir dan mengorganisasi semua tahap audit mulai dari tahap perencanaan sampai pelaporan. isi. Disamping berfungsi sebagai media untuk mendukung kesimpulan hasil audit. memuat rekaman kegiatan audit yang dilakukannya selama melaksanakan audit. pengujian yang dilakukan. Kertas kerja didefinisikan sebagai catatan-catatan yang diselenggarakan oleh auditor mengenai prosedur audit yang ditempuh. Pengertian dan Fungsi Kertas Kerja Audit Auditor harus mengumpulkan berbagai jenis bukti untuk mendukung kesimpulan hasil audit yang disajikannya dalam laporan hasil audit. Bab 6 A. Media bagi auditor untuk mempertanggung jawabkan prosedur/langkah audit yang dilakukannya sehubungan dengan penugasan yang dijalankan. Dokumen yang dapat memberikan pedoman bagi auditor berikutnya yang melakukan penugasan audit pada instansi/satuan kerja yang sama.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Kertas Kerja Audit Tujuan Pembelajaran: Setelah mempelajari bab ini.

Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik B. 2) Tidak memerlukan penjelasan tambahan. draft laporan hasil audit. f. atau media yang lain. Auditor harus memperhatikan ketelitian dalam penulisan dan perhitungan sehingga bebas dari kesalahan. Kertas kerja tidak hanya berwujud kertas. film. informasi yang diperoleh. Kertas kerja yang lengkap. Monitoring tindak lajut terhadap hasil audit. memorandum. Secara lebih rinci dokumen yang terdapat pada KKA harus meliputi aspek-aspek berikut: a. ikhtisar dan salinan/copy dari dokumen yang dikumpulkan. DIBERIKAN UNTUK AUDITOR” dan ditanda tangani/paraf oleh petugas/counterpart yang ditugaskan manajemen. e. analisis. ringkas. Perencanaan. analisa yang dibuat dan kesimpulan yang dicapai oleh auditor. antara lain terdiri dari: program audit. daftar atau komentar yang dibuat atau diperoleh auditor. Isi Kertas Kerja Audit Kertas kerja audit meliputi semua berkas yang dibuat mulai dari perencanaan sampai dengan konsep laporan hasil audit. pernyataan dari klien. Persyaratan Kertas Kerja Audit Kertas kerja audit memperlihatkan kecakapan teknis dan keahlian profesional dari auditor yang menyusunnya. teliti. dan sebagainya. Kertas kerja berupa salinan/copy dokumen auditi diberi cap “COPY SESUAI ASLINYA. b. c. Pengujian dan evaluasi terhadap kecukupan dan efektivitas sistem pengendalian internal. 42 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik . d. jelas dan rapi: a. C. hasil pemahaman terhadap pengendalian intern. Review atas KKA. kertas kerja harus lengkap. Agar bermanfaat. tetapi dapat pula berupa pita magnetis. 1) Berisi semua informasi utama. dengan pengertian semua informasi penting harus dicantumkan dalam kertas kerja. Seorang auditor yang kompeten dalam melaksanakan tugasnya akan menghasilkan kertas kerja yang bermanfaat. surat konfirmasi. Prosedur audit yang dilakukan. b. Auditor harus mempertimbangkan bahwa kertas kerja akan direviu dan digunakan oleh seniornya untuk penyusunan laporan dan reviu hasil audit. Pelaporan hasil audit.

tidak memuat data yang tidak perlu. kertas kerja harus diberi indeks (semacam tanda/nomor/kode yang dibuat untuk mempermudah menghubungkan satu kertas kerja dengan kertas kerja yang lain). Sesuai kode etik. e. penggunaannya untuk pihak luar harus mendapat izin dari klien/auditi yang bersangkutan. Dalam praktek yang sehat di lingkungan profesi audit. d. walaupun kertas kerja adalah milik institusi auditor. serta dilengkapi dengan data auditor yang menyusun dan tanggal dan paraf penyusunannya. Kerapian dalam pembuatan dan keteraturan dalam penyusunan kertas kerja diperlukan untuk mempermudah ketua tim dan supervisor mereviu hasil pekerjaan dan menyusun laporan hasil audit. metode penelitian dan analisis yang dilakukan dalam rangka memenuhi tujuan audit. Untuk menghubungkan keduanya. Terkait dengan hal ini.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik c. Kepemilikan Kertas Kerja Audit Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mengenai kepemilikan kertas kerja. D. informasi/kegiatan yang diuji. penggunaan istilah yang menimbulkan arti ganda perlu dihindari. Kertas kerja harus dibatasi pada informasi pokok saja yang diperlukan dan relevan dengan tujuan audit dan disajikan secara ringkas. • Daftar Pendukung memuat tujuan audit. auditor harus menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh/diketahuinya melalui kegiatan audit yang dilakukannya. disusun sesuai dengan kelompok informasi yang disajikan dalam laporan hasil audit. Memuat informasi dan kesimpulan hasil audit yang diperlukan untuk penyusunan laporan hasil audit. Daftar Utama dan Daftar Pendukung merupakan dokumentasi yang terpisah satu sama lain. E. Jenis Kertas Kerja Audit Dalam rangka mendukung laporan hasil audit. buktibukti/dokumen pendukung yang dikumpulkan. kertas kerja dikelompokkan dalam Daftar Utama (lead/top schedule) dan Daftar Pendukung (supporting schedule). dan kesimpulan yang diperoleh. Kertas kerja harus mampu menyajikan informasi yang jelas dan sistematis. salah satu poin Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 43 . • Daftar Utama merupakan rangkuman dari Daftar Pendukung.

1. kebijakan akuntansi dan pengendalian internal. Penyimpanan KKA Untuk memudahkan akses dan pemeliharaannya. Terdapat dua sub klasifikasi untuk informasi yang dimasukkan dalam berkas berjalan. antara lain meliputi: data organisasi auditi. informasi yang dimasukkan dalam berkas permanen adalah informasi yang relatif tidak sering berubah. Berkas umum terdiri atas: Surat penugasaan audit. Ikhtisar temuan 44 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik .Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik dari kode etik pejabat pengawas pemerintah dengan organisasi intern. Dilihat dari dimensi waktu. Informasi umum. 28/2007 disebutkan. F. Dengan adanya berkas permanen. auditor tidak perlu meminta informasi tersebut kepada auditi setiap tahun atau setiap kali akan melakukan audit. Manajemen waktu audit. dan Berkas khusus. Struktur organisasi dan uraian tugas. yaitu: Berkas umum dan Berkas analisis. Daftar pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Sejarah dan uraian pokok dan fungsi auditi. Hasil pertemuan awal. Berkas Permanen. “Pejabat Pengawas Pemerintah wajib menyimpan rahasia jabatan. Berkas lampiran. pada umumnya terdapat empat kategori berkas KKA. dan informasi administratif berkaitan dengan penugasan audit. Berkas berjalan berisikan informasi yang berkaitan dengan audit yang sedang dilakukan atau audit yang baru lalu. rahasia pihak yang diawasi serta hanya mengemukakan kepada dan atas perintah pejabat yang berwenang atas kuasa peraturan perundang-undangan”. Jenis informasi yang dimaksudkan dalam berkas permanen. Daftar personil kunci. Berkas Berjalan (Current). Daftar lokasi unit-unit di bawah organisasi auditi. rahasia negara. yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalan Negeri No. Berkas berjalan. kebijakan dan prosedur operasi. Data organisasi meliputi. dokumen KKA perlu dipilah ke dalam beberapa kategori. Program audit. 2. Berkas permanen berisikan data/informasi yang diperlukan oleh auditor untuk memahami gambaran umum auditi. serta Ketentuan hukum dan perundang-undangan terkait. yaitu: Berkas permanen. Kontrak dan perjanjian penting (jika ada).

Kertas kerja yang baik harus lengkap. Draft laporan audit. Kertas kerja audit berfungsi sebagai. Tanggapan auditi. Agar mudah diakses. Berkas Khusus Berkas ini berisikan informasi yang perlu mendapatkan perhatian khusus. pengujian yang dilakukan. lazimnya kertas kerja audit dikelompokkan dalam berkas permanen (permanent file). dan sebagai dokumen yang dapat digunakan oleh auditor berikutnya. Berkas Lampiran Berkas ini berisikan lampiran data. Berkas analisis. Kertas Kerja Audit harus disusun dalam satu berkas dan diserahkan oleh Ketua Tim kepada Sub Bagian Tata Usaha Wilayah untuk diarsipkan. ringkas. Pertemuan akhir dan tindak lanjut hasil audit. dan dokumen yang menjadi data mentah bagi proses pengujian bukti audit. berkas lampiran dan berkas khusus. Rangkuman Kertas kerja didefinisikan sebagai catatan-catatan yang diselenggarakan oleh auditor mengenai prosedur audit yang ditempuh. memuat dokumentasi rinci atas proses pengumpulan dan pengujian bukti audit untuk masing-masing data yang dicakup dalam penugasan audit. jembatan/mata rantai yang menghubungkan antara catatan auditi dengan laporan hasil audit. catatan. Sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007. informasi yang diperoleh. disimpan dan dijaga kerahasiannya. berkas berjalan (current file). dan simpulan yang dibuatnya sehubungan dengan pelaksanaan penugasan audit yang dilakukannya. dan dapat pula dipergunakan auditor untuk mempertanggung jawabkan prosedur/langkah audit yang dilakukannya. mengkoordinir dan mengorganisir semua tahap audit mulai dari perencanaan sampai pelaporan. Sebagian besar informasi ini berkaitan dengan indikasi kecurangan yang perlu ditindak lanjuti dengan pemeriksaan khusus.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik audit. Informasi mengenai proses dan hasil pengujiannya sendiri dimasukkan dalam berkas audit analisis. 3. 4. jelas dan rapi. Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 45 . teliti.

namun penggunaannya untuk pihak luar harus mendapat izin dari klien/auditi yang bersangkutan.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Sebagai rekaman dari kegiatan audit. 46 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik . kertas kerja audit adalah milik institusi auditor.

laporan hasil audit internal pemerintah. Pada audit keuangan. dan isi laporan hasil audit. memuat dasar penugasan. dan gambaran umum tentang pelaksanaan kegiatan operasional yang diuji pada audit kepatuhan dan audit operasional. Ini diperlukan karena pada umumnya para pimpinan yang menerima laporan audit tidak memiliki cukup waktu untuk membaca laporan secara utuh. kebijakan akuntansi untuk laporan audit keuangan. Ringkasan eksekutif dimaksudkan untuk konsumsi pimpinan. lingkup dan tujuan audit. Kemudian. Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 47 .Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Hasil Audit Tujuan Pembelajaran: Setelah mempelajari bab ini. Laporan dilengkapi dengan ringkasan eksekutif (excecutive summary) berupa ringkasan hasil audit. Gambaran Umum tentang Laporan Hasil Audit Akhir dari proses audit ditutup dengan penyusunan laporan yang berfungsi sebagai media untuk mengkomunikasikan hasil audit kepada para penggunanya. diharapkan pembaca dapat menjelaskan kembali tentang gambaran umum laporan hasil audit. laporannya dilengkapi dengan informasi mengenai keluaran yang dihasilkan dari kegiatan operasional satuan kerja yang diaudit. manfaat dibuatnya laporan tertulis. Dengan ringkasan eksekutif diharapkan dapat menghemat waktu mereka untuk memahami hasil audit. laporan hasil audit dilengkapi dengan laporan keuangan yang diaudit. laporan hasil audit dilengkapi dengan uraian hasil audit. Biasanya format (lay-out) laporan auditor internal sudah ditetapkan dalam bentuk yang baku. informasi umum tentang auditi. arti penting ketepatan waktu laporan. memuat permasalahan/temuan hasil audit beserta rekomendasi yang perlu ditindak lanjuti oleh manajemen. Sedangkan pada audit ketaatan dan audit operasional. Laporan Bab 7 A. periode yang diperiksa.

Nota Dinas berisi hasil pengawasan yang strategis. Laporan pengawasan ini dapat bersifat sementara (interim report) dan bersifat final. • Dibuat secara tertulis dan disampaikan kepada pejabat yang berwenang. • Mengungkapkan permasalahan yang disajikan menggunakan analisis berdasarkan disiplin ilmu pengetahuan tertentu harus berdasarkan fakta/ data yang valid dari instansi yang diawasi dan/atau sumber informasi yang independen. mendesak dan/atau yang bersifat rahasia sehingga harus disusun secara singkat. Tembusan laporan harus disampaikan kepada pejabat lain yang ikut bertanggung jawab untuk melaksanakan tindak lanjut atas rekomendasi hasil pengawasan. Laporan Hasil Pengawasan Lengkap: • Berisi laporan hasil pengawasan yang diuraikan secara lengkap atas semua permasalahan yang ditemukan berdasarkan bukti/fakta yang cukup. C. padat dan jelas yang menggambarkan permasalahan secara utuh dan lengkap. isi laporan harus didukung fakta/data yang mengarah pada kesimpulan final. Penulisan dalam laporan hasil pengawasan ini dengan menggunakan bahasa/istilah yang sederhana dan mudah dipahami oleh pembaca atau pengguna laporan. tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. kompeten dan relevan.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik B. program. Walaupun bersifat sementara. kegiatan dari penyelenggaraan pemerintah daerah (Kepala Daerah beserta SKPD dan DPRD serta pengelola kekayaan daerah 48 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik . Penulisan laporan secara tertulis mengenai setiap kegiatan pengawasan atas instansi. laporan hasil pengawasan secara tertulis dapat disajikan dalam bentuk “Nota Dinas/Surat” dan “Laporan Hasil Pengawasan Lengkap”. Laporan bersifat sementara dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan yang sangat mendesak bagi pejabat yang berwenang mengambil tindakan dan/atau menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil suatu kebijakan. antara lain. yaitu pejabat pemberi perintah dan pejabat lain yang terkait dan/atau memerlukan laporan hasil pengawasan itu. Manfaat Dibuatnya Laporan Tertulis. Laporan Hasil Audit Internal Pemerintah Daerah Dalam penulisan laporan audit internal pemerintah daerah perlu diperhatikan norma pelaporan yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 tahun 2007.

dapat pula dimanfaatkan oleh auditor untuk mempengaruhi audiensnya untuk menerima dan menindak lanjuti rekomendasi yang diberikan. Hasil pengawasan dapat disediakan untuk dipelajari oleh semua pihak yang berkepentingan. d. auditor dapat melihat sendiri respons dari audiens mengenai permasalahan yang dikemukakannya. atau dalam bentuk presentasi kepada pihakpihak yang berkepentingan. ada kalanya hasil audit perlu dikomunikasikan secara lisan. Hasil pengawasan dapat diberitahukan kepada para pejabat yang bertanggungjawab pada semua tingkat/strata pemerintahan. melalui penjelasan langsung kepada user. Terkadang. Disamping laporan tertulis sebagai media untuk mengkomunikasikan hasil audit. Kesimpulan dan saran tindak atas hasil pengawasan tidak disalahtafsirkan oleh penerima laporan. Diantara pejabat dimaksud adalah pejabat yang mempunyai kepentingan langsung dengan hasil pengawasan berdasarkan peraturan perundang-undangan. melalui penyampaian laporan dengan bahasa lisan. Keahlian dalam presentasi. penyampaian hasil audit secara lisan lebih efektif dibandingkan dengan penyampaian secara tertulis. Ketepatan Waktu Laporan. wajib menerima laporan hasil pengawasan. Manfaat dibuatnya laporan tertulis. disamping keterbatasan pembaca dalam memahami bahasa tulisan. Laporan hasil pengawasan harus diterbitkan sebelum batas waktu yang ditentukan di dalam peraturan perundang-undangan agar memberikan Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 49 . Hasil pengawasan dapat dilakukan evaluasi dan dijadikan bahan referensi guna rencana kegiatan pengawasan berikutnya.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik yang dipisahkan/BUMD) adalah merupakan kewajiban sebagaimana diatur dalam Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 tahun 2007 juga menetapkan keharusan membuat laporan tertulis. Dalam hal tertentu yang bersifat rahasia atau sangat rahasia. perlu dilakukan dengan membuat laporan khusus bersifat rahasia/sangat rahasia dan hanya disampaikan secara terbatas kepada pejabat berwenang dan pejabat yang harus melakukan tindak lanjutnya. dan e. D. c. b. Mempermudah tindaklanjut hasil pengawasan yaitu tindaklanjut yang layak dan tuntas. a.

f. Identifikasi dan penjelasan atas permasalahan yang masih perlu pendalaman lebih lanjut dari pejabat pengawas pemerintah atau pihak lain. Pejabat pengawas pemerintah menyusun laporan tertulis yang memuat : a. E. penertiban dan penyempurnaan serta peningkatan kinerja. memberitahukan masalah penting/urgen kepada pejabat yang berwenang pada instansi yang diawasi. b. g. Kesimpulan secara obyektif dalam bahasa yang sederhana namun jelas. c. b.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik manfaat yang maksimal. lengkap dan mudah dimengerti oleh para pihak yang menggunakannya. 50 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik . Fakta secara teliti. Informasi berdasarkan fakta/bukti dan kesimpulan yang disajikan di dalam kertas kerja pengawasan sehingga apabila diperlukan dapat dibuka kembali/ ditunjukkan dasar penulisan laporan. Permasalahan yang bersifat kasus penyelewengan tertentu dan/atau pertimbangan lain tidak perlu dimuat namun disampaikan secara khusus kepada pejabat yang berwenang secara tertulis/tidak tertulis. terlebih apabila prestasi tersebut dapat dimanfaatkan instansi lain. Rekomendasi yang dapat dijadikan dasar tindakan perbaikan. Penjelasan ruang lingkup dan tujuan pengawasan. lengkap dan layak atas permasalahan yang diangkat. Dalam upaya mempercepat penerbitan laporan maka pejabat pengawas pemerintah sudah harus : a. Uraian laporan hasil pengawasan dibuat secara singkat. melaporkan masalah penting/urgen kepada pejabat pemberi perintah tugas pengawasan. harus dijelaskan sebab dan akibatnya. dan c. h. Kritik disajikan dalam pertimbangan yang wajar dengan memuat kesulitan atau kondisi yang tidak lazim yang dihadapi oleh pejabat yang diawasi. e. menyusun laporan pada saat kegiatan pengawasan mulai dilaksanakan. i. Isi Laporan Hasil Audit. Pengakuan atau penghargaan bagi prestasi yang dicapai oleh instansi yang diawasi. cermat. jelas. Hal ini dimaksudkan agar tindakan korektif terhadap permasalahan tertentu dapat dilaksanakan oleh pejabat tersebut guna mencegah meluasnya permasalahan yang terjadi. dan j. d.

Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 51 . lingkup dan tujuan audit. harus disusun secara tertulis. informasi umum tentang auditi. Ringkasan eksekutif dimaksudkan untuk konsumsi pimpinan. periode yang diperiksa. kebijakan akuntansi untuk laporan audit keuangan. berfungsi sebagai media untuk mengkomunikasikan hasil audit kepada para penggunanya. sehingga dampak negatif yang ditimbulkannya dapat dicegah sehingga tidak menjadi meluas. dan gambaran umum tentang pelaksanaan kegiatan operasional yang diuji pada audit kepatuhan dan audit operasional. memuat dasar penugasan. Biasanya format (lay-out) laporan auditor internal sudah ditetapkan dalam bentuk yang baku. Ini diperlukan karena pada umumnya para pimpinan yang menerima laporan audit tidak memiliki cukup waktu untuk membaca laporan secara utuh. laporan harus dapat diterbitkan secara tepat waktu. Format laporannya dapat berupa “Nota Dinas/Surat” atau “Laporan Lengkap” sesuai kebutuhan. tujuannya adalah agar tindakan korektif terhadap permasalahan yang perlu mendapat perhatian dapat dilaksanakan segera oleh pejabat terkait/yang bertanggung jawab. Dengan ringkasan eksekutif diharapkan dapat menghemat waktu mereka untuk memahami hasil audit. Laporan hasil audit internal pemerintah daerah disebut dengan laporan hasil pengawasan. Laporan dilengkapi dengan ringkasan eksekutif (excecutive summary) berupa ringkasan hasil audit.Dasar-dasar Audit Internal Rangkuman Sektor Publik Laporan hasil audit adalah dokumen yang memuat rangkuman seluruh kegiatan audit. Di samping harus disusun secara tertulis.

Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Halaman ini sengaja dikosongkan 52 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik .

baik dalam perencanaan. Pedoman bagi auditor dalam menyusun perencanaan audit. Pedoman bagi reviuwer institusi audit yang lebih tinggi. dan reviu oleh Inspektorat Provinsi terhadap Inspektorat Kabupaten. kaidah atau ukuran yang harus diikuti oleh pejabat pengawas pemerintah dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan dan pihak/pejabat lain yang terkait dengan pengawasan. B. Media untuk memperoleh kepercayaan masyarakat terhadap institusi auditor. fungsi dan pokok-pokok Norma Pengawasan Pejabat Pengawasan Pemerintah.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Norma Pengawasan Tujuan Pembelajaran: Setelah mempelajari bab ini. e. d. Fungsi Norma Pengawasan Norma pengawasan memuat ketentuan yang harus dipatuhi oleh auditor dalam rangka menjaga mutu hasil audit. A. pelaksanaan dan penyusunan laporan/pengkomunikasian hasil audit. Pedoman bagi supervisor dan penanggung jawab audit untuk melakukan pengawasan dan reviu dokumen audit. misalnya reviu oleh Inspektorat Departemen Dalam Negeri kepada Inspektorat Provinsi. Norma pengawasan tersebut berfungsi sebagai pedoman bagi semua auditor yang terlibat dalam penugasan audit: a. c. pelaksanaan dan penyusunan laporan hasil audit. Pengertian Norma Pengawasan Norma pengawasan disebut juga sebagai standar audit didefinisikan sebagai patokan. diharapkan pembaca dapat menjelaskan kembali tentang pengertian. Pedoman untuk meminta pertanggung jawaban auditor mengenai kelemahan yang ditemukan dalam penyajian hasil auditnya. Bab 8 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 53 . b.

meliputi: a) Pemeriksaan atas transaksi. 2) Evaluasi dimaksudkan untuk: a) Evaluasi rancangan peraturan daerah. Pemeriksaan diarahkan pada pelaksanaan urusan wajib dan urusan pilihan yang dilaksanakan pemerintah daerah. laporan keuangan. Pokok-pokok Norma Pengawasan Pejabat Pengawas Pemerintah Norma Pengawasan Pejabat Pengawas Pemerintah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28/2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. b) Tinjauan mengenai efisiensi dan kehematan. yaitu peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat daerah yang bersangkutan. dan tugas lain yang dilakukan pemerintah daerah. Norma Umum. c) Evaluasi Pelaksanaan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah. c) Tinjauan mengenai efektivitas pelaksanaan program/kegiatan meliputi penilaian atas hasil yang dicapai dan/atau manfaat yang diharapkan sesuai dengan rencana kerja. meliputi norma pemeriksaan. b) Evaluasi Peraturan Daerah. meliputi penyelidikan apakah instansi yang diawasi dalam melaksanakan tugasnya cukup mempertimbangkan efisiensi dan kehematan penggunaan sumber daya yang tersedia. Tujuan umum pemeriksaan adalah untuk menjamin pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah mencapai tujuan yang ditetapkan. evaluasi dan monitoring. Norma Pemeriksaan. dan ketaatan pada peraturan perundang-undangan. mengatur antara lain: 1) Pemeriksaan atas instansi pemerintah daerah agar ditetapkan dalam lingkup yang cukup luas sehingga dapat memenuhi kebutuhan semua pihak yang akan menggunakannya. 54 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik . Norma pengawasan tersebut meliputi norma umum. perkiraan. dan norma pelaporan.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik C. Salah satu kegiatan pemeriksaan diarahkan pada penggunaan sumber daya yang tersedia di daerah. a. dengan pokok-pokok sebagai berikut: 1. azas tugas berbantuan. norma pelaksanaan. termasuk sumber dana. serta pelaksanaan azas dekonsentrasi.

Setiap langkah kerja pengawasan harus ditetapkan secara sistematis dan menggambarkan rencana kerja bersih sehingga mengefektifkan waktu kerja pengawas dan penggunaan sumber daya lainnya. DPD dan DPRD. Pengawas atau lembaga pengawasan wajib menyusun rencana kerja pengawasan yang tepat sebagai dasar pelaksanaan pengawasan yang efektif. 2) Bimbingan dan pengawasan terhadap tim pengawas.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan ketentuan yang lebih tinggi. Norma ini menjelaskan pengertian bukti pengawasan yang dianggap cukup. peraturan pemerintah. BPK. dsb. b. kompeten. 3) Monitoring dimaksudkan untuk: a) Memperoleh data mutakhir atas tindak lanjut pelaksanaan peraturan perundang-undangan. pengembangan ekonomi daerah. d) Memperoleh data mutakhir tentang kemajuan/perkembangan suatu kegiatan. bukti dokumen. pendekatan mutu pelayanan masyarakat. peraturan presiden dan peraturan menteri. pelaksanaan anggaran. DPR. bukti ketangkap tangan. dan catatan lain. hambatan yang terjadi dan upaya mengatasinya. bukti fisik. Norma Pelaksanaan Pengawasan. undang-undang. meliputi. bukti analisis. Norma ini mewajibkan lembaga pengawasan atau ketua tim pengawas menjamin pejabat pengawas pemerintah yang kurang cakap dan kurang pengalaman mendapat bimbingan yang cukup dalam melaksanakan tugas pengawasan. Norma ini juga menjelaskan jenis bukti pengawasan meliputi. b) Memperoleh informasi tentang kendala yang dihadapi pemerintah daerah dan upaya mengatasinya. Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 55 . dan relevan. kepentingan umum. 3) Bukti pengawasan. stabilitas daerah. bukti kesaksian. bukti pengakuan. e) Memperoleh data mutakhir tentang tindak lanjut hasil pengawasan oleh aparat pengawasan intern pemerintah. 1) Perencanaan pengawasan. c) Memperoleh umpan balik dari pemerintah daerah sebagai bahan penyempurnaan peraturan perundang-undangan.

Norma Pelaporan memuat beberapa ketentuan yang berkaitan dengan bentuk laporan tertulis meliputi “nota dinas/surat” dan “laporan hasil pengawasan lengkap”. kriteria/tolak ukur. kehematan. dan rekomendasi. tanggapan pejabat yang diperiksa. dan isi laporan. Berfungsi sebagai pedoman bagi semua auditor yang terlibat dalam penugasan audit. kaidah atau ukuran yang harus diikuti oleh pejabat pengawas pemerintah dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan dan pihak/pejabat lain yang terkait dengan pengawasan. c. dan Norma ini mewajibkan pejabat pengawas pemerintah mengungkapkan permasalahan yang terjadi di daerah secara kronologis. uraian kondisi temuan. dan independen. serta menilai efisiensi. cermat. Rangkuman Norma pengawasan disebut juga sebagai standar audit didefinisikan sebagai patokan. sebab. kehematan dalam penggunaan sumber daya dan efektivitas pencapaiannya. 5) Ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Salah satu point dalam norma pelaporan adalah mengenai penyajian temuan dan rekomendasi: Permasalahan yang perlu mendapat perhatian sebagai temuan hasil pengawasan harus dikemukakan secara obyektif dan tidak memihak disertai informasi yang cukup tentang pokok masalah yang bersangkutan. Untuk memudahkan membaca dan pengguna laporan. akibat.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik 4) Identifikasi permasalahan di daerah. Norma ini mewajibkan pejabat pengawas pemerintah melakukan pengkajian terhadap ketaatan peraturan perundang-undangan secara akurat atas pelaksanaan kegiatan pada instansi yang diawasi. efisiensi dan efektivitas. 56 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik . ketepatan waktu laporan. maka temuan harus memuat: judul temuan. tidak menyesatkan dan menunjukkan permasalahan yang perlu perhatian. obyektif. Hal ini dimaksudkan agar pembaca/pengguna laporan memperoleh pandangan dalam perspektif yang tepat. komentar atas tanggapan.

Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Norma Pengawasan Pejabat Pengawas Pemerintah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28/2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 57 . Norma pengawasan tersebut meliputi norma umum. dan norma pelaporan. norma pelaksanaan.

Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Halaman ini sengaja dikosongkan 58 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik .

independensi. Fungsi Kode Etik Kode etik auditor memuat aturan prilaku yang harus ditaati oleh setiap auditor. auditor dengan auditi. Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 59 . serta kecermatan dalam melaksanakan audit adalah contoh prilaku yang harus dijaga oleh auditor. seperti. tidak mendiskreditkan antar sesama. loyalitas terhadap profesi. Ketentuan mengenai kompetensi. A. kejujuran. tata wicara dan tata laku pejabat pengawas dalam berinteraksi dengan lembaga pengawasan. diharapkan pembaca dapat menjelaskan kembali tentang pengertian. Berfungsi untuk menjaga hubungan antar sesama auditor. tata sikap. B. Pengertian Kode Etik Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah adalah seperangkat prinsip moral atau nilai yang dipergunakan oleh pejabat pengawas pemerintah sebagai pedoman tingkah laku dalam melaksanakan tugas pengawasan. sesama pejabat pengawas pemerintah. kesopanan. Di samping itu. para pihak yang diawasi dan pihak lain yang terkait serta masyarakat. aturan perilaku dalam pergaulan pada umumnya. juga berlaku bagi auditor.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Kode Etik Pejabat Pengawas Bab 9 Pemerintah Tujuan Pembelajaran: Setelah mempelajari bab ini. dan sebagainya. fungsi dan pokok-pokok kode etik Pejabat Pengawasan Pemerintah. dan auditor dengan masyarakat. Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah meliputi tata pikir.

Berbicara sopan.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik C. Dilarang mereduksi. tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Berpakaian seragam kedinasan. e. disiplin. d. d. rasional. Menghindari semua perbuatan tercela yang bertentangan dengan norma dan peraturan perundang-undangan dan kaidah agama serta norma kehidupan bermasyarakat. f. b. tidak emosional. dan pengendalian diri yang kuat untuk memahami pokok permasalahan. jujur. dengan penuh tanggung jawab. Masyarakat. Dilarang mengurangi dan atau menghilangkan temuan hasil pengawasan dengan maksud atau tujuan atau kepentingan pribadi atau pihak lain. rapi. sopan. Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah diatur dalam lampiran II Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28/2007. dan memakai tanda pengenal. c. Wajib melaksanakan tugas secara profesional. b. Pihak yang diawasi (auditi atau auditan). kode etik pejabat pengawas pemerintah dengan: a. Pejabat pengawas (dari institusi pengawas) lain. Organisasi intern (tempat dia bekerja). Memberikan keteladanan yang baik dalam segala aspek kepada semua pihak khususnya dalam hal ketaatan terhadap peraturan perundangundangan. f. wajar. c. Penyidik. tidak berbelit-belit. melampaui dan atau melanggar batas tanggung jawab dan kewenangan yang dimiliki sesuai dengan hak dan kewajiban yang dimaksud dalam Surat Perintah Tugas. Pemeriksa/auditor (dilingkungan internal organisasi tempat dia bekerja). e. meliputi aturan perilaku pejabat pengawas pemerintah dalam melaksanakan tugas. Khusus dalam pelaksanaan tugasnya. 60 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik . g. dan transparan. Pengawas Pemerintah wajib mentaati peraturan perundang-undangan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab melalui: a.

tata sikap. Pejabat pengawas (dari institusi pengawas) lain. meliputi aturan perilaku pejabat pengawas pemerintah dalam hubungannya dengan: Organisasi intern (tempat dia bekerja). tata wicara dan tata laku pejabat pengawas. para pihak yang diawasi dan pihak lain yang terkait serta masyarakat. Pihak yang diawasi (auditi). Rangkuman Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah adalah seperangkat prinsip moral atau nilai yang dipergunakan oleh pejabat pengawas pemerintah sebagai pedoman tingkah laku dalam melaksanakan tugas pengawasan. sesama pejabat pengawas pemerintah. tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Berfungsi untuk menjaga hubungan auditor dengan lembaga pengawasan. Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 61 . Memuat tata pikir. Pemeriksa/ auditor (dilingkungan internal organisasi tempat dia bekerja). Penyidik. Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah diatur dalam lampiran II Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28/2007. dan Masyarakat.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah merupakan amanat profesi yang harus dijaga agar martabat pengawas dimasyarakat mendapat tempat terhormat dan mampu memberikan outcome/hasil pengawasan yang diharapkan.

Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Halaman ini sengaja dikosongkan 62 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik .

yang dituangkan dalam satu perikatan (SPK/Kontrak). auditor juga memiliki perkumpulan/ institusi. Auditor yang bekerja untuk kepentingan pemilik. sehingga mendorong perkembangan aktivitas menjadi suatu profesi. Sebagaimana profesi lainnya.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Lembaga Tujuan Pembelajaran: Bab 10 Audit Setelah mempelajari bab ini. • Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) adalah lembaga negara yang bebas dan mandiri dalam memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 dan undang-undang Republik Indonesia No. yaitu “Kantor Akuntan Publik” atau “KAP” dan “Badan Pemeriksa Keuangan” atau “BPK”: • Kantor Akuntan Publik (KAP) yang memiliki izin yang masih berlaku dari Departemen Keuangan. karena posisinya berada di bawah kendali manajemen yang memberi penugasan. Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 63 . yang ditugaskan melakukan pemeriksaan atas laporan pertanggung jawaban pengurus organisasi. Pada awal modul ini telah dijelaskan bahwa ada banyak pihak yang membutuhkan auditor. ada dua lembaga yang memberikan jasa sebagai “auditor eksternal” atau “auditor independen”. diharapkan pembaca dapat menyebutkan lembaga-lembaga profesi yang bergerak di bidang audit. yang anggotanya tergabung dalam Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). Sedangkan auditor yang dipekerjakan oleh dan untuk kepentingan manajemen. disebut auditor internal. biasanya oleh Komisaris selaku wakil dari pemegang saham. 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. Di negara kita. disebut auditor eksternal. Lembaga ini biasanya melakukan audit terhadap laporan keuangan perusahaan komersial dan institusi/lembaga non pemerintah berdasarkan perintah stakeholder. biasanya ditunjuk dari lembaga independen.

dan Asosiasi Auditor Internal.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Telah dijelaskan sebelumnya. Kabupaten/Kota. terdiri dari The Institute of Internal Auditors Indonesia Chapter. Satuan Kerja Audit Internal (SKAI). berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. auditor lingkungan pada institusi yang mengurusi lingkungan hidup yang bertugas melakukan pemeriksaan ketaatan para usaha industri terhadap ketentuan mengenai dampak lingkungan. dibentuk dengan Keputusan Presiden. Inspektorat Kabupaten/Kota sebagai auditor internal di lingkungan Pemerintahan Daerah Provinsi. Yayasan Pendidikan Internal Audit. Perhimpunan Audit Internal Indonesia. merupakan auditor internal di lingkungan masingmasing Departemen/LPND. Dewan Sertifikasi Qualified Internal Audit. • Inspektorat Provinsi. Sekedar untuk diketahui. Menteri/ Kepala LPND) untuk dan atas nama serta bertanggung jawab kepada manajemen. yaitu lembaga audit internal pemerintah pusat. sebagai suatu profesi. Di samping auditor eksternal dan internal di atas. dsb. dan sebagainya. auditor internal dipekerjakan oleh manajemen/pimpinan organisasi (Direksi atau Kepala Pemerintahan. • Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). seperti auditor pada institusi perpajakan (pajak pusat dan daerah) yang bertugas memeriksa ketaatan wajib pajak terhadap undang-undang perpajakan. di Indonesia telah berdiri Konsorsium Organisasi Profesi Audit Internal. ada auditor jenis lain yang oleh para penulis disebutkan sebagai auditor pemerintah. seperti Satuan Pemeriksa Intern (SPI). Forum Komunikasi Satuan Pengawasan Intern BUMN/BUMD. • Auditor internal pada Badan-badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta yang disebut dengan berbagai istilah. Ada banyak lembaga audit internal yang bersifat permanen dengan tugas membantu manajemen di bidang pengawasan. • Inspektorat Jenderal Departemen/Unit Pengawasan Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND). 64 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik . Kantor Audit Internal (KAI). Tenaganya dapat berasal dari para profesional yang disewa secara temporer (sesuai kebutuhan/tidak permanen) dari luar (outsource) atau dari sumber internal yang ditampung dalam satu wadah (institusi/satuan kerja) yang madiri dan bersifat permanen dan secara khusus diberi tugas melaksanakan fungsi pengawasan.

Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik 65 . Auditing & Assurance Services: A Systematic Approach. Loebbecke. Alvin A dan James K. 1991. Undang-Undang RI No. New Yersey. Glover. Englewood Cliffs. a Times Mirror Higher Education Corp. 2004. Kurt dan O Ray Whittington. Sulisttyowati Firma. 32/2004 tentang Pemerintah Daerah. Peny. 2nd Edition 1997. 2002. Mahsum Mohammad. Akuntansi Sektor Publik. BPFE. Standar Profesi Audit Inernal. Konsorsium Organisasi Profesi Audit Internal. Auditing. Peraturan Pemerintah No.Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Daftar Pustaka Arens. 4th Editon. Inc. Richard D. Prentice Hall International. Company. 2006. An Integrated Approach. Purwanugraha Herbertus Andre. Mulyadi. Penerbit Salemba 4. 5th Edition. Edisi Keenam. Auditing. 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Tata Cara Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2007 tentang Norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Inc. Irwin. Fakultas Ekonomi UGM. Edisi Kedua. 2007. Jakarta: Yayasan Pendidikan Internal Audit. Messier. The Mc Graw-Hill Companies. Auditing. Prawit.

Dasar-dasar Audit Internal Sektor Publik Halaman ini sengaja dikosongkan 66 Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->