P. 1
MAKALAH KERJASAMA

MAKALAH KERJASAMA

|Views: 2,974|Likes:
Published by Tia KawairiIzhuka

More info:

Published by: Tia KawairiIzhuka on Mar 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/02/2013

pdf

text

original

MAKALAH KERJA SAMA

A. Pendahuluan Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna diantara makhluk lain. Dengana akal budinya, manusia dapat berpikir dan menemukan cara-cara yang paling tepat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, baik kebutuhan sebagai makhluk individual maupun sebagai makhluk sosial. Salah satu cara yang ditemukan oleh manusia dalam rangka memenuhi kebutuhannya tersebut adalah kerja sama. manusia sadar bahwa tanpa kerja sama, mereka tidak mungkin memenuhi kebutuhannya sendiri secara layak. Arti kerjasama itu sendiri adalah interaksi sosial antar individu atau kelompok yang secara bersama-sama mewujudkan kegiatan untuk mencapai tujuan bersama. Untuk lebih jelasnya simaklah bahasan berikut ini. B. Pengertian Tentang Arti, Norma dan Masalah Kerja Sama 1) Arti kerja sama dalam berbagia kehidupan Pada hakikatnya, manusia adalah makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Sebagai makhluk individu manusia ingin diperhatikan, dihormati dan didahulukan kepentingannya. Sebagai makhluk sosial, manusia selalu ingin berkumpul dengan manusia yang lain. Aristoteles menamakan hal ini sebagai zoon politicon artinya makhluk yang selalu ingin hidup berkelompok dan sesamanya. Berdasarkan konsep tersebut, lahirlah hubungan dan kerja sama manusia satu dengan lainnya. Manusia atau bangsa tidak dapat lepas dari hubungan kerja sama dengan manusia atau bangsa lain. Hal ini membuktikan bahwa kerja sama benar-benar hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Beban suatu negara menjadi sangat berat bila hubungan dengan bangsa lain dihambat atau diputus. 2) Norma kerja sama dalam berbagia kehidupan Pada hakikatnya, manusia diciptakan Tuhan di muka bumi hanya untuk mengabdi kepada-Nya. Selain itu manusia diciptakan Tuhan agar hidup berkelompok, tolong menolong, dan bekerja sama atas dasar kebajikan. Manusia dilarang untuk saling bermusuhan dan berbuat kerusakan. Dalam kehidupannya, manusia mempunyai berbagai kepentingan, kepentingan setiap manusia tentulah berbeda-beda, bahkan terkadang bertentangan. Jika setiap manusia hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa memperdulikan kepentingan orang lain, maka akan timbul perselisihan, pertengkaran bahkan perkelahian, karena itu untuk mengindari perselisihan dan pertengkaran maka ditentukanlah suatu suatu kepentingan bersama. Kepentingan bersama ini dijadikan kepentingan semua orang atau kepentingan umum. Kepentingan umum ini harus didahulukan atas kepentingan pribadi. Dengan demikian perselisihan, pertengkaran dan perkelahian dapat dihindarkan. Atas dasar tuntutan tersebut bangsa Indonesia yang beraneka ragam suku, bahasa, adat istiadat dan daerah ini harus salaing menghormati dan bekerja sama dalam meningkatkan kesejahteraan hidup. Hanya saja perlu diperhatikan bahwa kerja sama tersebut : a) Tidak untuk melakukan kejahatan dan kerusakan. b) Bersifat meninggikan derajat dan martabat kemanusiaan. c) Tetap menghargai keberadaan dan keanekaragaman suku, agama, ras dan aliran golongan dalam masyarakat.

d) Bersifat adil. e) Tidak bertentangan dengan norma dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3) Masalah kerja sama dalam berbagai kehidupan Sejarah bangsa Indonesia telah membuktikan bahwa apabila tidak ada kerja sama,maka gagallah semua perjuangan bangsa dalam meraih tujuan. Namun setelah semua bekerja sama dan bersatu kita menjadi berhasil. Perjuangan Thomas Mattulessi (Pattimura) dari Maluku (1817), Pangeran Diponegoro di Jawa (1825-1830) dan Imam Bonjol di Sumatera Barat (1821-1837), dapat dijadikan sebagai contoh pada waktu itu mereka tidak bekerja sama dan bersatu. Seandainya mereka dapat bekerja sama dan bersatu, niscaya Belanda sudah dapat dikalahkan. Kesalahan masa lampau segera disadari oleh para pemimpin bangsa. Mereka kemudian mengambil langkah untuk memperbaikinya dengan membentuk organisasi modern. Sejak tahun 1908 Organisasi Budi Utomo menerapkan perjuangan dengan cara menggalang persatuan, kesatuan dan koordinasi. Budi Utomo membangkitkan semangat nasional melalui usaha-usaha pendidikan dan kebudayaan. 20 tahun setelah berdirinya Budi Utomo, kesadaran berbangsa mulai tumbuh. Organisasi-orgasnisasi permuda yang semula berjuang sendiri-sendiri, akhirnya mempunyai keinginan untuk bersatu. Organisasi-organisasi pemuda itu seperti Jong Java, Jong Sumatra, Jong Celebes bersatu dan berkumpul di Jakarta. Mereka mengadakan kongres pemuda I dan II, yang akhirnya menghasilkan sumpah pemuda. Sumpah pemuda diikrarkan pada tahun 1928, sebagai bentuk kebulatan tekad mewujudkan kerja sama dalam perjuangan bangsa. Perjuangan itu dilandasi dengan semangat persatuan dan kesatuan. Perjuangan angkatan 28 ini kemudian dilanjutkan oleh angkatan 45. dari angkatan inilah semangat kerja sama dan persatuan menjadi kukuh. Semangat inilah menjadi modal utama bagi tercapainya tujuan, yakni kemerdekaan. C. Pola Kerja Sama Dalam Berbagai Kehidupan 1) Pola kerja sama antar pemeluk agama Sebagaimana telah kita ketahui, masyarakat Indonesia terbentuk dari berbagai suku yang memeluk agama dan kepercayaan yang berbeda-beda. Keadaan yang demikian merupakan hal yang membanggakan, karena selama ini di lingkungan bangsa Indonesia tetap terjaga persatuan dan kesatuan. Kita bangsa Indonesia harus tetap dapat menjaga dan melestarikan sikap toleransi dan kerja sama. Usaha melestarikan kerukunan itu meliputi 3 macam, yang lebih dikenal dengan Tri Kerukunan umat beragama, yaitu : a) Kerukunan intern umat beragama. b) Kerukunan antar umat beragama yang berbeda. c) Kerukunan umat beragama dengan pemerintah. Kerukunan yang menumbuhkan semangat kerja sama yang positif dan produktif sangat diperlukan dalam masa pembangunan sekarang. Agama menuntun agar para pemeluknya hidup bahagia di dunia dan di akhirat. Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya untuk mencapai kebahagiaan itu, maka diperlukan kerja sama dengan orang lain termasuk yang berlainan agamanya. Jadi, dalam kerja sama antar umat beragam atau kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa, hendaknya jangan sampai mencampuri adukkan antara ajaran agama atau

kepercayaan yang satu dengan lainnya. Hal demikian untuk melindungi dan menjamin kemurnian dan pelaksanaan, serta ketinggian dan keluhuran agama itu sendiri. D. Penerapan Nilai Moral Kerja Sama Dengan Bangsa Lain Dalam Kehidupan Seharihari Bangsa Indonesia menganut prinsip saling menghormati dan berkerja sama antar bangsa. Hal itu dimaksudkan dalam upaya mencapai dunia yang damai dan sejahtera. Setiap bangsa harus menghormati kedaulatan negara lain dan tidak ikut campur urusan dalam negri negara lain. Kebijaksanaan hubungan luar negri Indonesia didasarkan atas prinsip saling menghormati dan bekerja sama hal ini didasarkan pada nilai moral kerja sama sebagai berikut. 1) Hubungan luar negri dilandasi prinsip politik luar negri bebas aktif. 2) Pengembangan hubungan luar negri ditujukan kepada peningkatan persahabatan dan kerja sama internasional dan regional. 3) Sesuai dengan semangat Dasa Sila Bandung, Indonesia berperan dalam usaha menyelesaikan berbagai masalah dunia khususnya masalah dunia yang mengancam perdamaian dan bertentangan dengan rasa keadilan dan kemanusiaan. Bentuk kerja sama Indonesia dengan negara lain, misalnya penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika (KAA) membentuk / memelopori persatuan negara Asia Tenggara (ASEAN), masuk menjadi anggota OPEC, menyelenggarakan Muktamas Dakwah Islam Internasional / dan lain-lain.

MAKALAH KOMPUTER
KATA PENGANTAR Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena penyertaanNya dalam penulisan karya tulis ini hingga akhir. Karya tulis ini mencoba mengenalkan remaja untuk memilih / menggunakan internet. Kita sadari banyak informasi yang tersedia di dalam internet. Namun ada juga rumor atau selentingan yang membingungkan para remaja untuk mengetahui atau mengenal internet secara spesifik. Untuk itu, beberapa hal informative juga disampaikan disini sebagai bahan pengetahuan umum, misalnya biaya dalam internet, istilah dalam internet, dan etiket dalam internet. Penyusun DAFTAR ISI Kata Pengantar ® i Daftar isi ® ii Pendahuluan ® iii A. Latar Belakang * iii B. Permasalahan * iii C. Pembatasan Masalah * iv Pengetahuan Remaja Tentang Internet ® v A. Internet Remaja * v B. Menggunakan E-mail Sebagai Jendela Internet * xii Penutup ® xiii Daftar Pustaka ® xv BAB I PENDAHULUAN Internet merupakan jaringan computer yang sangat besar yang dirancang untuk digunakan secara interaktif, yang berarti bahwa orang bekerja langsung pada computer yang dikoneksikan langsung ke jaringan. Seberapapun lama menggunakan internet, anda akan tetap tertarik mencari informasi yang Anda perlukan. Sebagian besar pengguna pemula internet telah banyak membuat sumber catalog dan bagan. Tugas mereka semakin kompleks seiring meningkatnya jumlah pengguna dan resource (sumber informasi). A. LATAR BELAKANG Apa internet itu ? Internet adalah jaringan net work internasional yang tersebar luas di tujuh benua dan ratusan Negara. Internet merupakan jaringan bebas dimana pengguna menggunakan protocol dan ketentuan tertentu, bekerja sama, dan semua berjalan tanpa gejolak. B. PERMASALAHAN Dewasa ini banyak sarana komunikasi yang dapat digunakan untuk dapat berhubungan dengan jarak yang jauh tanpa mengeluarkan biaya yang besar dan

memudahkan dalam pengiriman informasi. Salah satunya adalah internet. Namun banyak pengguna pemula yang masih belum mengetahui unsure-unsur dan macammacam layanan dalam internet, antara lain : ? Apa yang diperlukan ? ? Bagaimana masuk ke internet ? ? Berapa biaya internet ? ? Apa bahasa khas internet ? ? Etiket dalam internet ? ? Sarana apasaja yang ada di internet ? ? Bagaimana cara kerjanya ? ? Apa manfaat internet bagi remaja ? ? Dan lain sebagainya C. PEMBATASAN MASALAH Dalam hal ini, kami membatasi masalah pada penggunaan internet di dalam dunia remaja dan pengetahuan mereka dalam hal internet. Internet bagaikan kota yang terus dibangun. Sumber informasi makin berganti-ganti. Samua informasi tersebut dapat dimuat di dalam internet. Dewasa ini, banyak hal-hal yang diperlukan remaja untuk diri mereka, kemajuan di masa depan mereka, dan kepentingan bersama yang berhubungan dengan diri para remaja, baik secara fisik maupun biologis BAB II PENGETAHUAN REMAJA TENTANG INTERNET A. INTERNET REMAJA Internet merupakan salah satu sarana komunikasi yang populer dan banyak digunakan oleh kalangan remaja. Mereka menggunakan internet untuk menemukan hal-hal baru dan masih hangat dibicarakan oleh masyarakat. Apa Yang Diperlukan Dalam Internet ? Internet menggunakan beberapa alat yang sering digunakan dalam komunikasi. Salah satunya yaitu saluran telepon. Selain saluran telepon, internet juga memerlukan computer, modem, dan program komunikasi. Modem, singkatan dari Modulator Demodulator; yaitu alat yang mampu mengubah data digital dalam bentuk bilangan biner menjadi sinyal elektrik (modulasi) dan mengirim sinyal elektrik ini melalui saluran telepon, gelombang radio, serat optic, belomnbang mikro (microwave) bahkan melalui kabel listrik biasa. Bagaimana Masuk Ke Internet ? Ada beberapa cara untuk dapat masuk ke internet, antara lain: 1. Akses Langsung 2. Akses SLIP/PPP 3. Dial-up Account 4. Layanan on-line commercial ? Akses Langsung Akses langsung merupakan cara tercepat masuk internet. Di perusahaan-perusahaan, biasanya mengakses internet secara full-fledged dan full-time serta dilengkapi dengan program Client yang memudahkan menggunakan semua resource.

Namun tariff juga berubah sangat cepat sehingga sulit dibukukan. ? FAQ . tanpa infleksi suara. Program yang terdapat di internet bermacam-macam sehingga biaya yang harus dikeluarkan oleh pengguna sarana internet berbeda-beda. Prinsip “Conserve bandwidth” berlaku untuk semua aktifitas Net. news. atau cukup mengirim program yang dikompres. mailing list. yaitu dokumen yang dikompilasi dari berbagai pertanyaan di newsgroup. Apa Bahasa Khas Internet ? Ada beberapa bahasa yang digunakan dalam pengiriman surat melalui internet. yang mempunyai proprietary client software dan jaringan nomor akses local di berbagai kota atau layanan nomor 800. ? Symbol . dan Prodigy. Alamat sumber informasi (URL) 5. Etiket Dalam Internet ? Dalam internet.? Account SLIP/PPP SLIP ( Serial Line Interface Protocol ) dan PPP ( Point of Point Protocol ) langsung mengakses internet dan mengizinkan Anda mengakses semua program client. “Netiquette”. sesuai dengan program apa yang digunakan. Perhatian terhadap sumber informasi. . WAIS ) 2. dan sebagainya. artinya kerjakan bagian Anda dengan tidak menggunakan sumber informasi pada jam sibuk (memperlamban system ketika pemilik sumbar informasi memerlukan). seperti Amerika On-line. b) Account Dial-up kompleks Cara ini diberikan oleh perusahaan besar. ? Account Dial-up a) Account Dial-up sederhana Cara ini memungkinkan modem mengakses system berbasis Unix. masuk dan mengakses sebuah server di tempat yang jauh melalui internet. PSI. Tanda Baca (dot) ? Dot . Berapa Biaya Internet ? Biaya internet tergantung di mana dan apa path akses. menambah layanan di internet hamper setiap hari. Singkatan alfabetis ( FAQ. 2. menunjukkan media berbasis teks. Artinya jangan mengirin pesan panjang ketika pesan pendek sudah cukup. dari topic luas kemidian mempersempit sehingga menemukan sesuatu yang menarik minat. ? Layana On-line Komersial Sebagian layanan on-line komersial. nomor account dan password. seperti Netco. telnet. archie) 3. atau jangan terlalu berlebihan menggunakan sumber informasi. Simbol (smiley dan emoticons) 4. Permainan kata (Gopher. dan gopher. ada beberapa etiket yang digunakan antara lain : 1. digunakan untuk memisahkan nama user dan nama domain. Tariff berkisar $5 sebulan hingga $10000 atau lebih setahun. Compo Serve. Menggunakan bersama. Sarana internet yang ada antara lain : e-mail. dan InterCon System. Telnet adalah fasilitas yang memungkinkan seseorang melakukan log in. Gopher merupaka tool cari-dan-ambil yang berbasis menu yang terstruktur seperti catalog kartu perpustakaan. antara lain : 1.

? Mengirim surat berantai yang akan berputar terus di intenet. mengirim. Artinya mengirim pesan yang sama ka banyak newsgroup/mailing list. Mengirim banyak informasi bisnis/komersial merupakan pemborosan. ? Menimbulkan keresahan di tempat umum. Anda dapat menghubungi orang-orang tidak hanya pada layanan on-line Anda. Terdapat banyak layanan internet yang dapat Anda gunakam lewat e-mail. Misalnya jangan melakukan hal-hal berikut : ? Mengirim surat pribadi tanpa peduli. E-mail adalah fasilitas internet yang sangat terkenal dan digunakan oleh semua jasa internet. merupakan fasilitas internet yang memungkinkan kita menulis. Anda dapat mengirim e-mail ke internet. seperti media cetak. Internet juga tak luput dari orang yang jahat dan baik. Bersikaplah mulia. Meraih informasi dengan e-mail. termasuk layanan untuk pengiriman e-mail ke seseorang yang berada pada system surat elektronik lainnya. . tingkat formalitas dan jadwal penerbitannya juga bervariasi. berpartisipasi pada diskusi dengan sejumlah besar topic. Ketentuan net dalam perilaku umum berkaitan dengan sikap hormat dan sopan kepada orang lain. bebagai topic dapat Anda tamui. Budaya internet berlandaskan sikap luhur. dan untuk mengambil informasi dari komputer-komputer di seluruh dunia. Berlangganan ke Mailing Lists Mailing list merupakan mekanisme diskusi public lewat alamat e-mail sentral yang mengirim mail (surat/pesan) yang datang balik ke setiap orang pada daftar. Mengambil file. Dengan menggunakan alamat e-mail. 6. 2. Sarana Apasaja Yang Ada Di Internet ? Salah satu sarana dalam internet yang sering digunakan remaja saat ini adalah elektronik mail (e-mail). Newsgroups. Salah satu manfaat internet adalah Anda dapat mengambil file-file yang disimpan computer yang jauh letaknya dengan menggunakan ftp-mail (file transfer protocol via e-mail) File transfer protocol (ftp) adalah fasilitas yang memungkinkan kita mengirim dan menerima file dari dan ke server di seluruh dunia yang terhubung dengan internet. 4. Newsgroup merupakan forum public untuk diskusi berbagai jenis topic. Sumber newsgroup paling besar adalah jaringan yang disebut USENET. Bagian berikut ini akan memberitahu apa yang dapat Anda lakukan bila menggunakan internet via e-mail. yaitu min 4 menit. ? Mengirim banyak surat. Di internet terdapat pula majalah dan jurnal elektronis. E-mail merupakan bentuk komunikasi elektronik yang terdistribusi paling luas di dunia. Mencari file dan sumberdaya. tetapi orangorang di seluruh dunia. 3. dan Anda juga dapat mengirim surat ke layanan e-mail lain lewat internet. tanpa identitas penulis. dan menerima surat dari manapun dan dimanapun di dunia dalam waktu yang sangat singkat. Jumlah orang yang memiliki alamat e-mail di internet diperkirakan bertambah 15 juta. 1. Berlangganan majalah elektronis.3. 5.

Apalagi oleh para remaja yang sangat memerlukan informasi yang diperlukan untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang sesuatu hal yang berkaitan dengan diri remaja. Apa Manfaat Internet Bagi Remaja ? Internet merupakan sarana komunikasi yang sangat diperlukan. dan mengembalikan hasilnya ke Anda. Ada beberapa keuntungan menggunakan koneksi langsung dalam mengakses internet. 6. Mempercepat remaja dalam menerima informasi yang dapat memajukan pembangunan nasional bangsanya. yang tidak seharusnya diperlihatkan kepada remaja. 8. Memungkinkan pekerjaan terus diproses walaupun Anda sedang tidak terkoneksi. melakukan riset. dan sebagainya. 3. 4. Mengenal berbagai technology dari berbagai bidang kehidupan.yang memang seharusnya mereka ketahui sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan kagiatan apapun. MENGGUNAKAN E-MAIL SEBAGAI JENDELA INTERNET Sebagian besar layanan internet memungkinkan Anda menggunakan e-mail untuk memformulasikan satu set perintah. 2. antara lain : 1. Bertambah luasnya pengetahuan dan wawasan remaja tentang hal-hal. 5. Computer tersebut mengambil surat Anda. Bagaimana Cara E-Mail Bekerja ? E-mail bekerja seperti pengiriman surat biasa. Dapat menghemat biaya. kemudian Anda mengirimkannya ke computer diseberang yang terkoneksi ke internet. Mengetahui kekurangan dan kelebihan masing-masing individu melalui informasi yang ada dalam internet. Dapat menambah teman dan mempererat silaturahmi antar sesama. Namun di dalam internet juga terdapat ha-hal yang dapat merusak diri dan pikiran remaja. yang telah dan akan beredar dalam kehidupan masyarakat. 2. pengetahuan umum. dan mengambil file dari internet tanpa melanggan ke layanan on-line lain. melaksanakan perintah-perintah Anda. BAB III PENUTUP . dan dapat juga menuju ke computer lain dengan alamat yang berbeda. Surat yang dilengkapi dengan alamat email secara elektronis dikirim ke computer dengan alamat e-mail yang dituju. Dapat saling bertukar pikiran atau berdiskusi dengan orang-orang yang ada di berbagai penjuru di dunia. Dan sebagainya. Dapat merasakan kemajuan yang ada di dunia dengan saling berhubungan dengan orang-orang dari berbagai Negara di dunia. 4. Dapat berpartisipasi pada diskusi. 7. Mudah digunakan dan dipahami. B. Adapun beberapa manfaat yang dapat diambil dari penggunaan internet bagi remaja antara lain : 1. 3. Inilah yang disebut memiliki jendela internet. Misalnya informasi tentang mode.Archie merupakan software tool untuk mencari database dari file yang dapat diskses public yang tersedia lewat fasilitas ftp.

mereka harus mengetahui berbagai fasilitas yang diberikan internet. Shirky. 1995. 1996. yang merupakan fasilitas elektronik yang sangat bermanfaat. Dengan mengetahui kegunaan yang ada setelah menggunakan internet. sebaiknya informasi yang seperti itu tidak diikuti. Salah satunya yaitu sumber bacaan yang juga sangat berguna untuk pengetahuan. 1998. KESIMPULAN Dalam dunia remaja. dan manfaat dari penggunaan internet.A. Clay. Oleh karena itu. Bagi remaja yang sudah kerap kali berhadapan dengan computer. Memilih Dan Menggunakan Komputer. memang menganggap penggunaanya sangat mudah. Ryer. DAFTAR PUSTAKA Nogroho. bahkan dapat merusak hidup mereka. maka mereka akan dengan mudah mendapatkan informasi dari dalam dan luar negeri. bahkan di seluruh penjuru di dunia. KARYA TULIS KOMPUTER REMAJA DAN INTERNET . khususnya internet. Gramedia. harus mencari informasinya dari berbagai sumber. fasilitas. Buku Saku Kesegaran Dan Kesehatan Dalam Internet. Jakarta. SARAN Untuk para pengguna yang masih belum mengetahui cara. informasi sangat diperlukan untuk pertimbangan dalam melakukan semua kegiatan. Namun bagi para remaja yang awam. Teknologi Komputer. Jakarta: Puspaswara. dan ambillah segi positif dari penggunaan internet yang sebenarnya. B. Yanuar. Oleh karena itu. Salah satu sarana informasi dan komunikasi yang banyak digunakan oleh kalangan remaja adalah internet. Jakarta: Gramedia. Di dalam internet banyak terdapat informasi yang tidak seharusnya diketahui oleh remaja. Jeanne C. penggunaan internet merupakan hal yang asing.

WR SUPRATMAN NO.IM PENULIS : 1) DWI NUR IHSAN 2) DILLA MARSELLA 3) ERWIN SETIAWAN 4) FEBI INGGA SARI 5) FITRIANDI KELAS : 2C SMU NEGERI 3 PONTIANAK JL.1 .

pada edisi pertama majalah perjuangan Daulat Ra’jat (20 September 1931) menyatakan: “…Bagi kita. ra’jat oemoem jang mempoenjai kedaoelatan. Dengan ra’jat itoe kita akan naik dan dengan ra’jat kita akan toeroen… Pengandjoer-pengandjoer dan golongan kaoem terpeladjar baroe ada berarti.W. Namun tokoh ekonomi di Jakarta (1992) sempat mencemooh istilah “demokrasi ekonomi” yang dikatakannya sebagai istilah yang hanya ada di UUD 1945 saja. Para founding fathers menempatkan paham kolonial liberalistik yang “berasas” perorangan” (individualism) pada posisi temporer. Artinya.Memperingati Hari Kemerdekaan RI Ke-65 Merdeka. Soekarno-Hatta sama-sama menyatakan bahwa Negara Indonesia didirikan berdasar “rasa bersama”. Rakyat Indonesia di bawah naungan Bung Karno. kalaoe dibelakangnja ada ra’jat jang sadar dan insjaf akan kedaoelatan dirinja…” Artinya Hatta memposisikan rakyat sebagai “sentral-substansial” (primus). tetap berlaku. Dari paham kebersamaan dan asas kekeluargaan ini lahirlah konsepsi Hatta tentang “demokrasi ekonomi” dengan makna utama “kemakmuran masyarakat lebih utama dari kemakmuran orang-seorang”. pembangunan haruslah demi kemakmuran rakyat. Istilah dan arti “demokrasi ekonomi” tersurat dalam Penjelasan UUD 1945 (asli). Jenderal Soedirman dan para pemimpin freedom fighters lainnya semangat rakyat tidak kalah menggelora: “Merdeka atau mati!”. . “tahta adalah milik rakyat”. Dari situlah paham bernegara berdasarkan “kebersamaan dan asas kekeluargaan” digariskan dalam Konstitusi. Merdeka. dan menggantinya dengan “paham kebersamaan” (mutualism) dan asas kekeluargaan (brotherhood) yang diberi posisi permanen melalui Pasal II Aturan Peralihan UUD 1945 asli.. Pembicaraan mengenai liberalism-individualisme versus kebersamaan dan asas kekeluargaan mungkin tidak lagi menarik bagi kalangan ekonom yang tercemar neoliberalisme kita saat ini. namun telah muncul gerakan baru untuk kembali ke ekonomi konstitusi (yang bernaung dalam Pancasila. di literatur Barat tidak ditemukan dan tidak dikenal.. di dalam melaksanakan pembangunan tidak boleh terjadi proses dehumanisasi kapitalistik terhadap rakyat. Merdeka! administrator • • • • • • 1 2 3 4 5 /7 Best Rate ( 7 Votes ) User Rating: Poor Share Sambil mengacungkan kepalan tangan ke atas. Inilah kegenitan ilmiah akademis kaum ekonom liberal kita. UUD 1945) sebagai protes . Bung Sjahrir. yang substansinya selaras benar demokrasi ekonomi kita. bahkan pada awal millennium ini J. teriakan “merdeka” berkumandang di segenap penjuru Indonesia. Bung Tomo. ra’jat itoe jang oetama. Smith meluncurkan buku monumentalnya dengan judul Economic Democracy: the Political Struggle of the Twenty-First Century (2000). Di Barat pun dikenal. Hatta.ra’jat itoelah jang mendjadi oekoeran tinggi rendah deradjat kita. Namun Penjelasan untuk Pasal 33 UUD 1945 (Demokrasi Ekonomi) sebagai referensi historik dan interpretasi otentik. Kebersamaan Pada Sidang BPUPKI 15 Juli 1945. Penjelasan UUD 1945 ini kemudian dihilangkan melalui Amandemen UUD 1945. untuk mencapai societal welfare and happiness. Bung Hatta. Kalau Jenderal Douglas MacArthur menggelorakan menang perangnya dengan tekad: “in war there is no substitute for victory”.

Hatta menegaskan: “…lebih baik Indonesia tenggelam ke dasar lautan daripada menjadi embel-embel bangsa lain…”.com/index. diasingkan dari ekonomi kerjasama dan kebersamaan. Presiden SBY pun dalam Pidato Kenegaraan 14 Agustus 2009 di DPR telah menegaskan: “kita tidak boleh terjerat. “Back-to-Basics” Para founding fathers kita sejak pra-kemerdekaan telah menegaskan penolakannya terhadap liberalisme dan individualisme yang menjadi ruh kapitalisme. menyerah dan tersandera oleh kapitalisme global yang fundamental”. Sejak awal pengajaran ilmu ekonomi mahasiswa kita hanya terekspos oleh ekonomi persaingan (competitive economics). tidak menemui ein kleines Geschlecht (manusia kerdil). Dengan artikel ini penulis mengharap Presiden SBY berkenan memegang kendali. Akibatnya mindset mahasiswa kita terkapsul oleh ekonomi persaingan. Kita menyaksikan bahwa ekonomi pasar telah gagal mengurangi kemiskinan rakyat dan gagal mengakhiri pengangguran berkelanjutan. Ini adalah proses hegemoni akademis terhadap kita. Hal ini memudahkan para lulusan menerima liberalisme dan kapitalisme. bukan pembangunan Indonesia. Bahkan ditegaskan Michael Hudson (2003) imperialisme berkembang menjadi superimperialisme seperti sekarang dengan segala model hegemoni ekonomi serba canggih. Oleh: Sri-Edi Swasono. Ini berarti Presiden memberi harapan datangnya masa besar atau “der grosse Moment” sebagaimana saya tulis di harian ini (SP. tetapi dapat menemukan einen grossen Helden (pahlawan besar). mewajarkan free-fight dan saling berebut yang menjauhkan kerukunan dalam berekonomi. Saya mengharap der grosse Moment (masa besar) sebagaimana dicemaskan oleh filsuf Jerman Friedrich von Schiller. Selanjutnya kapitalisme berkembang menjadi imperialisme. bisa-bisa rakyat hanya menjadi penonton dan kembali menjadi kuli di negeri sendiri. back-to-basics dalam melanjutkan reformasi ekonomi nasional. Berkat daulat pasar. dalam pleidooi-nya berjudul “Indonesi¸ Vrij” (“Indonesia Merdeka”).akademis patriotik terhadap penyelenggaraan ekonomi Negara yang sangat neoliberalistik. Dua tahun sebelumnya Hatta menuding Pengadilan Den Haag (1928). guru besar Fakultas Ekonomi UI Sumber: http://www. Neoliberalisme adalah pengganasan (augmentation) liberalisme oleh globalisasi predatorik. 31/8/2009). membuahkan negeri jajahan… syarat yang amat penting untuk pembaikan kembali semua susunan pergaulan hidup Indonesia itu ialah Kemerdekaan Nasional…”. menegaskan: “…imperialisme berbuahkan ‘negeri-negeri mandat’. ‘daerah pengaruh’… yang di dalam sifatnya ‘menaklukkan’ negeri orang lain. jauh dari cita-cita menjadi Tuan di Negeri Sendiri. Mari kita perhatikan secarik catatan perjuangan dua pemuda patriotik Indonesia dalam menentang penjajahan: Soekarno “menggugat” di Pengadilan Bandung (1930). Di depan DPD 19 Agustus 2009 Presiden SBY menyatakan pula: “trickle-down effect (yang kapitalistik) telah gagal menciptakan kemakmuran untuk semua”.php?modul=news&detail=true&id=23142 . UUD 1945 yang mendudukkan posisi rakyat sebagai “sentral-substansial” ini hendaknya tidak direduksi menjadi “marginal-residual”. Saya ikut membenarkan kesimpulam “Saresehan Ekonomi” di Kompas baru-baru ini bahwa “ruh pembangunan untuk rakyat telah hilang”. sehingga “daulat rakyat” tersisih oleh “daulat pasar” (baca: daulat kapital). tetap berorientasi kepentingan rakyat (people-centered) tidak memposisikan kapital sebagai yang primus. pleidooi-nya berjudul “Indonesi¸ Klaagt-Aan” (“Indonesia Menggugat”). Jangan sampai kita “kepatèn obor”. pembangunan makin terlihat menggusur orang miskin dan tidak menggusur kemiskinan.suarapembaruan. Ekonomi kerjasama (cooperative economics) tidak dikenal dalam buku-buku induk ilmu ekonomi yang diajarkan di kampuskampus kita. yang menjadi dasar dari liberalisme ekonomi dan kapitalisme sesuai buku-buku induk yang merambah kampus-kampus kita. Pembangunan makin nampak merupakan sekadar pembangunan di Indonesia.

Pendahuluan Tulisan ini diilhami dari hasil perenungan yang mendalam. Tulisan ini juga diilhami oleh film Laskar Pelangi yang begitu menyulut hati dan perasaan penulis bahwa sekolah dengan fasilitas apa adanya mampu bersaing dan melahirkan peserta didik yang sangat luar biasa. Dengan keragaman fasilitas lengkap yang dimiliki. Padahal. Musibah kebakaran di sekolah membuat kami menjadi lebih bijaksana dan lebih bersemangat dalam mengajar walaupun dengan fasilitas apa adanya. saking larut dan terpesonanya dengan film ini penulis sampai 3 kali menonton film Laskar Pelangi di bioskop yang berbeda dengan sebuah perenungan mengambil hikmah dari pemutaran film itu dan menghubungkannya dengan musibah kebakaran di Labschool Jakarta. Kebakaran di Labschool telah membuat suasana sekolah berubah. Hanya dalam hitungan menit fasilitas yang megah itu hilang ditelan bumi. sekarang kita menggunakan media pembelajaran dengan teknologi yang sangat sederhana. Rabu 30 Juli 2008. apakah setelah beberapa fasilitas terbakar kami mampu menjaga sekolah Labschool agar 1 . kami yakin akan menjadi sang juara. Menjaga sekolah agar tetap unggul di masyarakat walaupun ketiadaan fasilitas dan keterbatasan dana. Permasalahan Harapan terkadang berbeda dengan kenyataan. B. Berubah menjadi kecemasan.MENJAGA SEKOLAH AGAR TETAP UNGGUL (Belajar dari Musibah Kebakaran di Labschool dan Film Laskar Pelangi) A. Suatu kisah nyata dari sebuah sekolah yang mampu memberikan pemahaman kepada siswa tentang keanekaragaman budaya Indonesia. Bahkan. Melalui Lomba Sekolah Sehat (LSS) kami berharap mendapatkan juara pertama dan mengungguli sekolah favorit lainnya. Juga mengambil hikmah dari terjadinya musibah kebakaran di Labschool Jakarta. dan juga dunia International. Kalau dulu menggunakan media pembelajaran dengan teknologi canggih. baru sehari sebelumnya kami bangga karena akan terpilih menjadi sekolah sehat di DKI Jakarta. Si jago merah itu telah melumat habis beberapa fasilitas Labschool yang bernilai sekitar 12 milyar lebih.

Mempertahankan budaya lokal dan mengembangkannya menjadi sebuah kultur yang unik (school culture) sehingga menarik orang luar untuk belajar dan melakukan studi banding. Lalu bagaimanakah kita dapat berpikir global dan bertindak lokal dengan fasilitas sekolah apa adanya?. Tentu para pendiri sekolah ini berpengharapan agar kelak sekolah yang mereka dirikan menjadi sebuah sekolah yang bermutu dan diperhitungkan keberadaannya pada masa yang akan datang. melupa. Kini memasuki usianya yang ke-40. dan menarik. Mampu bersaing di dunia global yang terus berkembang dan tak kenal berhenti. Saling asah. Melalui motto matang dalam berpikir dan bijak dalam bertindak diharapkan sekolah Labschool seperti seorang manusia yang semakin dewasa. (Sejarah Labschool dapat dilihat di internet dengan url http://id. Cerita tentang Labchool dan Laskar Pelangi. Tetapi justru harus semakin hebat. saling 2 . Masa di mana pada saat itu sekolah Labschool lahir di tahun 1968. Labschool diharapkan tetap menjadi sekolah unggul. Sekolah Labschool yang berlokasi di Jalan Pemuda Komplek Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Rawamangun Jakarta Timur ini memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang. dan SMA yang bernaung di bawah Yayasan Pembina Universitas Negeri Jakarta (dulu IKIP Jakarta) mengandung makna sejarah yang unik sehingga menjadi favorit dan unggul di masyarakat. Penulis mencoba menerawang ke masa lampau. Semua itu terjadi bila berbagai komponen yang berada di dalamnya menyatu dalam sebuah kebersamaan.tetap unggul? Apakah fasilitas yang lengkap merupakan segalanya untuk mencapai keunggulan di masyarakat?. dan melemah kemudian dilupakan orang. persis 40 tahun yang lalu. Sehingga keberadaannya memiliki keunggulan yang tetap terjaga. SMP.org/wiki/labschool). Tidak menua. Nama Labschool yang melekat pada TK.wikipedia. SD. Benarkah keunggulan fasilitas yang lengkap merupakan syarat mutlak agar sekolah kita tetap unggul? Apa sajakah yang harus dperhatikan untuk menjaga sekolah agar tetap unggul? Bisakah kita belajar dari Labschool dan Laskar Pelangi? C. kuat. Bidang akademis maupun non akademis yang tercerminkan dari berjalannya berbagai program intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Unggul dalam berbagai bidang.

Tak berbekas dilumat habis oleh ganasnya si jago merah. Kejadian itu begitu cepat sekali terjadinya. Sekolah itu juga memiliki guru yang bernama Pak Bakri yang jarang tersenyum. dan saling asuh. Di tengah-tengah sibuknya kami mempersiapkan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Karena itu tidaklah berlebihan apabila sekolah Labschool mempunyai motto Iman. Belum lagi ruangan teater kecil tempat kami berekspresi di bidang seni dan kegiatan lainnya juga ikut hangus terbakar api. Sekolah itu telah mampu mengajarkan bagaimana berpikir global dan bertindak lokal (Think Global Act Local) dengan cara-cara tradisional yang memikat hati dan merambat pelan ke dunia internasional dalam memberikan pengajaran yang berkualitas. dan Amal. dimana sekolah itu lebih mengedepankan akhlaqul karimah daripada nilai-nilai pelajaran yang harus dikuasai siswa. 6 buah ruang kelas lengkap dengan komputer multimedia. Sekolah yang mau roboh dan hampir saja ditutup karena kurangnya murid. Mampu memadukan tata rasa. yang bernama Pak Harfan. Semua ruangan itu kini hilang di telan bumi. Mulai dari fasilitas ruang internet. Dengan seorang kepala sekolah yang sudah tua dan berwajah sabar. Namun. sehingga kami tak sanggup mengantisipasinya. tata pikir dan tata tindakan menjadi sebuah tata krama yang mencerminkan keteladanan. Di mana pun kita berada. datanglah musibah kebakaran yang melumat habis beberapa fasilitas. ruang perpustakaan digital. Ilmu. kebakaran itu terjadi di saat libur sekolah (maulid nabi) sehingga tidak menelan korban jiwa. Hal ini dapat dibuktikan dari alumni sekolah itu yang berhasil sekolah dan mendapatkan gelar di luar negeri. dan lab IPA yang lengkap dengan fasilitas audio dan videonya. 3 . Dalam film Laskar Pelangi yang diangkat dari novel Best Seller Laskar Pelangi dikisahkan tentang sekolah SD Muhammadiyah Gantong di Pulau Belitong tempat sang penulis novel Andrea Hirata bersekolah pada waktu itu. Tetapi untunglah Tuhan Maha Kuasa. siapa yang akan mengira kalau sekolah miskin itu telah berhasil mendidik anak didiknya menjadi anak didik yang berbeda dengan sekolah lainnya. dan juga ruangan guru yang berisi dokumen-dokumen penting pembelajaran yang sudah siap dilaporkan kepada pengawas untuk akreditasi sekolah.asih. Adanya keteladanan dari semua komunitas atau stake holder yang ada di dalam sekolah merupakan salah satu syarat dari sekolah unggul. dan guru muda cantik bernama Ibu Muslimah.

jujur.baik di kutub utara maupun di kutub selatan. tak logis. Begitu banyak hal menakjubkan yang terjadi dalam masa kecil para anggota Laskar Pelangi. Kita harus belajar dari dua orang guru dalam Laskar Pelangi (Pak Harfan dan Ibu Muslimah) 4 . ”Tidak pernah ada yang bisa mengalahkan kekuatan cinta yang murni dan tulus. dan lain-lain yang bisa dibaca di url http://wijayalabs.” (Kompas dalam cover novel Andrea Hirata ”Laskar Pelangi”). Sebelas orang anak melayu Belitong yang luar biasa ini tak menyerah walau keadaan tak bersimpati pada mereka. seorang kuli kopra cilik yang genius dan dengan senang hati bersepeda 80 kilometer pulang pergi untuk memuaskan dahaganya akan ilmu. takwa dan mengajar dengan hati yang diperlihatkan kepada penonton film ini secara indah dan cerdas lewat arahan sutradara Riri Riza yang begitu piawai mengemas film ini. Tengoklah Lintang. tawakal. Inilah realita pendidikan Indonesia di tengah berbagai berita dan hiburan televisi tentang sekolah yang tak cukup memberi inspirasi dan spirit. tulus. Siapa pun yang menontonnya akan termotivasi dan merasa berdosa jika tidak mensyukuri hidup.com ). Atau Mahar. seorang pesuruh tukang parut kelapa sekaligus seniman dadakan yang imajinatif. Mahar sang seniman. Ikal sang penulis. dan ketiadaan fasilitas justru mampu memompa semangat mereka untuk memenangkan karnaval HUT RI dan Lomba Cerdas Cermat. penuh dedikasi.blogspot. Cinta yang mendalam menebarkan energi positif yang tidak hanya mengubah hidup seseorang. sabar. Kesederhanaan. ulet. Ibu Muslimah. Lihatlah para tokoh di film ini (Pak Harfan. harus ada keinginan dan kerja keras dari para guru sebagai agen pembelajaran untuk menjaga sekolahnya agar tetap unggul dan favorit di masyarakat meskipun tak memiliki dana dan fasilitas cukup. atau belahan dunia barat dan timur akhlaqul karimah harus tetap ditegakkan karena mengajarkan cinta kepada sesama. Kekuatan cinta adalah salah satu kunci keberhasilan dalam dunia pendidikan kita. Lintang si genius. gigih. Sebuah film untuk semua umur yang sangat menggugah. Memandang sebuah kemiskinan dengan cara lain bukan menangisinya. Inilah film yang sangat mengharukan tentang dunia pendidikan dengan tokohtokoh manusia sederhana. dan kreatif yang mampu mengangkat citra sekolahnya dalam karnaval 17 Agustus dengan tarian budaya nasional tanpa dana. kemiskinan. tetapi juga menerangi hidup orang banyak. Karena itu.

keterampilan. dan sikap yang dinilai. Untuk dapat melaksanakan fungsinya dengan baik. dan oleh karena itu perlu dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat.yang memiliki dedikasi tinggi luar biasa dalam dunia pendidikan dan mampu mengembangkan potensi unggul yang ada dalam diri setiap anak menjadi prestasi cemerlang pada masa depan. Menjaga Sekolah Agar Tetap Unggul Dari uraian cerita tentang Labschool dan Laskar Pelangi di atas. Beberapa kekuatan itu adalah sebagai berikut : 1. Kompetensi diartikan oleh Cowell (Depdikbud. Peran guru sangat menentukan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Kompetensi inilah yang menjadi syarat dalam kelulusan sertifikasi guru yang terangkum dalam Portofolio. Inilah guru yang mengerti akan makna pendidikan yang sesungguhnya. dan menilai hasil proses pembelajaran. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen menegaskan bahwa. Pasal 4 UU No. Mereka mampu memberikan keteladanan dan memberikan kesempatan kepada anak didiknya untuk unggul sesuai bakat dan minatnya. salah satu diantaranya adalah kompetensi. Memiliki guru (tenaga pendidik) yang mempunyai kompetensi. Pelajaran itu adalah bagaimanakah menjaga sekolah kita agar tetap unggul dan favorit di masyarakat? Berikut ini beberapa kekuatan yang patut kita perhatikan dalam menjaga sekolah agar tetap unggul dan mampu bersaing di dunia global tanpa kehilangan budaya lokal. Kompetensi merupakan satu kesatuan utuh yang menggambarkan potensi. ada suatu hikmah atau pelajaran yang dapat ditarik benang merahnya untuk kita pelajari. pengetahuan. dedikasi dan komitmen yang tinggi terhadap kemajuan dunia pendidikan. guru sebagai agen pembelajaran dituntut untuk mampu menyelenggarakan proses pembelajaran dengan sebaik-baiknya. 1988) sebagai suatu keterampilan/kemahiran yang bersifat aktif. Mulai dari merencanakan. guru wajib untuk memiliki syarat tertentu. D. melaksanakan. Guru mempunyai fungsi dan peran yang sangat strategis dalam pembangunan di bidang pendidikan. 5 . Untuk itu. guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. yang terkait dengan profesi guru.

pedagogik. Disukai oleh peserta didiknya karena cara mengajarnya yang enak didengar dan mudah dipahami. Dia adalah sosok yang selalu memberi dengan tulus dan tak mengharapkan imbalan apapun. Mengalir bening dan menghilangkan rasa dahaga bagi siapa saja yang meminum-nya. Mampu menjelaskan dengan benar apa yang diajarkannya. Guru ideal adalah guru yang mengusai ilmunya dengan baik. profesional. (4) perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Ilmunya mengalir deras dan terus bersemi di hati para anak didiknya. Guru ideal adalah sosok guru yang mampu untuk menjadi panutan dan selalu memberikan keteladanan. Dokumen ini terkait dengan unsur pengalaman. Falsafah 6 . karya. Semakin diambil semakin jernih airnya. dan sosial). guru yang memahami benar akan profesinya. Konsisten dan tak pernah berhenti untuk belajar dalam rangka mengembangkan potensinya menjadi guru ideal dan profesional. Namun demikian. Ilmunya seperti mata air yang tak pernah habis.Portofolio adalah bukti dokumen yang menggambarkan pengalaman berkarya yang dicapai dalam menjalankan tugas profesi sebagai guru dalam interval waktu tertentu. (3) pengalaman mengajar. (2) pendidikan dan pelatihan. Guru ideal adalah dambaan peserta didik. dan (10) penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan. kecuali ridho dari Tuhan pemilik bumi. (6) prestasi akademik. (7) karya pengembangan profesi. (5) penilaian dari atasan dan pengawas. dan prestasi selama guru yang bersangkutan menjalankan peran sebagai agen pembelajaran (kompetensi kepribadian. Sehingga menimbulkan minat siswa untuk terus belajar dan menggali ”IPTEK”. memiliki kompetensi saja tidak cukup bagi seorang guru. (8) keikutsertaan dalam forum ilmiah. Profesi guru adalah profesi yang mulia. Komitmen dan dedikasi itu terlihat dari perilaku guru yang senantiasa meningkatkan kemampuannya untuk terus belajar sepanjang hayat. (9) pengalaman organisasi di bidang kependidikan dan sosial. Guru ideal dan profesional yang diperlukan Indonesia saat ini adalah: pertama. Dia laksana obat penawar yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan memiliki komponen portofolio yang meliputi: (1) kualifikasi akademik. Harus ada komitmen dan dedikasi yang tinggi dalam menjaga sekolah agar tetap unggul.

menguasai ilmunya. Tabliq. Mengapa? Bila kecerdasan intelektual tidak diimbangi dengan kecerdasan moral akan menghasilkan peserta didik yang hanya mementingkan keberhasilan ketimbang proses. Hidupnya hanya untuk memberi sebanyak-banyaknya bukan menerima sebanyak-banyaknya. dan motorik. Kecerdasan yang dimiliki terpancar jelas dari karakter dan prilakunya sehari-hari. emosional. Senyum. Dia selalu memiliki semangat baru yang tak ternilai untuk mengajar siswa meskipun dia dirundung kesusahan. Memiliki iman yang kuat. Guru yang ideal adalah guru yang memiliki sifat kemulian yaitu. Kehadirannya dirindukan oleh peserta didiknya. Ketiga. Kejujuran adalah kunci keberhasilan dan kesuksesan. sosial. Dia pun harus mampu bekerjasama dengan karakter orang lain yang berbeda. dan selalu memperdulikan orang lain yang membutuhkan pertolongannya. dan memiliki kecerdasan yang luar biasa. ataupun dalam hidup ditengah-tengah masyarakat. dapat dipercaya. Sidiq. Dia tidak sekedar memberikan instruksi atau komando melainkan mampu mengembangkan potensi unggul yang dimiliki siswa. dan mengamalkan ilmu yang dimilikinya kepada orang lain. Guru yang memiliki sifat STAF adalah guru yang mampu memberikan keteladanan dalam hidupnya karena memiliki akhlak yang mulia. Kecerdasan intelektual harus diimbangi dengan kecerdasan moral. Kedua. Sifat STAF harus dimiliki oleh seorang guru dalam mengajar anak didiknya. Selain kecerdasan intelektual dan moral. moral. segala cara dianggap halal. Inilah yang terjadi pada masyarakat kita saat ini sehingga kasus korupsi merajalela di kalangan orang terdidik. Kelima kecerdasan itu adalah: kecerdasan intelektual. Karena itu kecerdasan moral akan mengawal kecerdasan intelektual sehingga akan mampu berlaku jujur dalam situasi apapun. kecerdasan sosial juga harus dimiliki oleh guru ideal agar tidak egois. jujur. Kecerdasan emosional harus ditumbuhkan agar 7 . Amanah. dan Fathonah (STAF). senang. Hanya memberi tak harap kembali. yang penting target tercapai semaksimal mungkin. dan Sabar). Selalu berkata benar. Sapa. Baik ketika mengajar.hidupnya adalah tangan di atas lebih mulia daripada tangan di bawah. mengajarkan kebaikan. dan selalu menerapkan 5S dalam kesehariannya (Salam. Dia mendidik dengan hatinya. Wajahnya selalu ceria. Guru yang ideal adalah guru yang memiliki 5 kecerdasan. Syukur.

dan learning to be (belajar untuk menjadi sesuatu/seseorang). Dari guru yang memiliki kompetensi.guru tidak mudah marah. 8 . Sedangkan kecerdasan motorik diperlukan agar guru mampu melakukan mobilitas tinggi sehingga mampu bersaing dalam memperoleh hasil yang maksimal. Baik mutu maupun kualitasnya. Kecerdasan motorik harus senantiasa dilatih agar guru dapat menjadi kreatif dan berprestasi. Oleh karena itu guru harus mampu menguasai teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang begitu cepat dan pesat perkembangannya di abad ini. Guru ideal itu telah diperankan dengan baik oleh Pak Harfan dan Ibu Muslimah dalam film Laskar Pelangi yang membumi itu. dan ideal di mata Tuhan yang Maha Pemberi. dedikasi dan komitmenlah sekolah unggul dapat terjaga. sebagai garda terdepan dalam membangun sekolah unggul guru mempunyai peran yang sangat tinggi. Ideal di mata peserta didik. Tak dapat dipungkiri. ideal di mata masyarakat. Mereka mampu mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. Mampu menyusun bahan ajar berbasis kompetensi meski dengan peralatan teknologi yang sangat sederhana. Karena itu sudah sewajarnya bila kita sebagai guru berlomba-lomba untuk menjadi sosok guru yang ideal. dan melecehkan orang lain. yaitu Learning to know (belajar untuk mengetahui). Fasilitas yang kurang memadai dan ketiadaan media pembelajaran sebagai alat bantu pembelajaran bukanlah penghalang mereka untuk mewujudkan mutu pendidikan yang berkualitas. maka sudah dapat dipastikan akan banyak pula sekolah-sekolah berkualitas yang mampu membentuk karakter siswa memiliki akhlak mulia (akhlaqul karimah). Mereka kreatif membuat media pembelajarannya sendiri dengan dana yang terbatas. tersinggung. learning to live together (belajar untuk menjalani kehidupan bersama). Mereka mampu menterjemahkan empat pilar pendidikan dari UNESCO. Pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas. Bila semakin banyak guru ideal yang tersebar di sekolahsekolah kita. learning to do (belajar untuk melakukan sesuatu). Menjadi guru ideal dan profesional adalah harapan dari semua pendidik. Empat pilar pendidikan tersebut di pandang sebagai pendekatan belajar yang harus diterapkan untuk menyiapkan anak didik agar mampu bersaing dalam pertarungan dunia global saat ini yang memasuki abad ke-21 dengan komunikasi bebas tanpa batas. tetapi juga di luar kelas.

id/info.sch. kesenian. akan semakin mengibarkan nama sekolah itu ke seluruh penjuru dunia. Sekolah unggul harus dapat mengembangkan otak kiri dan kanan siswa yang tercerminkan dari berjalannya kegiatan ekstrakurikuler dan intrakurikuler. matematika. sains. Hal ini akan dapat dibuktikan dengan adanya berbagai prestasi siswa dan berbagai piala kejuaraan yang diraih oleh siswa dan dipajang di sekolah. Sekolah juga harus unggul dalam berbagai event olympiade. IPA. Adapun contoh visi dan misi sekolah dapat dibaca dan dilihat di url: http://www. IPS. Proses itu harus terjadi dalam proses pembelajaran yang ada di sekolah. berkesempatan menerapkan pengetahuan yang dipelajarinya. efektif. Sekolah unggul harus semakin banyak mencetak siswa berprestasi dari berbagai bidang keilmuan yang sesuai dengan visi dan misi sekolah yang telah ditetapkan bersama. Siswa berprestasi dilahirkan dari penanganan guru yang profesional.2. Baik bidang keolahragaan. Karena itu. Memiliki siswa yang mempunyai prestasi yang membanggakan sekolah. Mampu menerapkan model-model pembelajaran yang sesuai dengan visi dan misi sekolahnya kearah proses pembelajaran yang aktif.labschool-unj. berkesempatan memperoleh pengetahuan. Siswa berprestasi akan terlihat apabila mereka diberikan kesempatan untuk berkompetisi dengan sekolah lainnya melalui berbagai event kejuaran. Karena itu adanya sebuah pembinaan jelas menjadi sebuah keharusan. dan menyenangkan. Siswa berprestasi lahir dari proses belajar mengajar yang kreatif dan efektif. kreatif. Sehingga sekolah itu benar-benar sekolah yang unggul dan sangat memperhatikan siswa yang berprestasi di berbagai bidang untuk terus mengembangkan dan mempertahankan-nya dengan memberikan penghargaan berupa beasiswa atau penghargaan lainnya. Semakin banyak piala dari kejuaraan yang diperoleh.php? info=visi. Mampu menerapkan empat pilar pendidikan dalam proses pembelajarannya sehingga memungkinkan siswa atau peserta didik dapat menguasai cara memperoleh pengetahuan. TIK ataupun yang lainnya. berkesempatan untuk berinteraksi secara aktif dengan sesama peserta didik sehingga dapat menemukan dirinya sendiri untuk mencapai prestasi gemilang. baik nasional maupun internasional. sudah sewajarnya apabila setiap 9 . Sekolah harus terus menciptakan siswa berprestasi yang dapat membawa nama baik sekolah ditingkat nasional maupun internasional.

3. masih banyak lagi sumber belajar yang lain. Guru merupakan salah satu (bukan satu-satunya) sumber belajar bagi siswa. Jika Anda sependapat dengan asumsi ini.detiknews. sekolah yang apa adanya dan tak memiliki dana mampu bersaing dengan sekolah-sekolah unggulan papan atas yang memiliki banyak dana. apa sebenarnya sumber belajar itu? Pada hakekatnya. Bapak presiden RI. Peran yang seharusnya dilakukan guru adalah mengusahakan agar setiap siswa dapat berinteraksi secara aktif dengan berbagai sumber belajar yang ada. Susilo Bambang Yudoyono (SBY) berpesan. Bandingkan dengan SD PN Timah dengan fasilitas Marching Band yang mewah itu dan seragam barunya yang mahal. agar sekolahsekolah unggul lebih memperhatikan para siswa berprestasi yang telah berhasil dalam berbagai ajang kejuaraan. Lewat ide gila si Mahar. Menurut Asosiasi Teknologi Komunikasi Pendidikan (AECT). Mereka mampu dikalahkan oleh sebuah kesederhanaan alat musik tradisional dan pakaian adat yang dibuat dari daun yang didapat dari alam dan kalung antik dari buah yang mudah didapatkan walaupun gatalnya masih terasa dalam seminggu.com/read/2008/08/05/212856/983509/10/sby-siswa-berprestasiharus-bisa!. Bahkan tersedia beasiswa bagi siswa yang berprestasi sampai dengan jenjang S3. orang atau 10 . Mengembangkan sumber belajar yang tidak hanya berpusat pada guru. sumber belajar adalah semua sumber (baik berupa data. maka pengertian sumber belajar merupakan konsep yang sangat luas meliputi segala yang ada di jagad raya ini.sekolah mempersiapkan anak didiknya untuk mampu bersaing dan berkompetisi sesuai dengan minat dan bakat siswa di sekolahnya masing-masing. Pesan presiden SBY ini dapat dibaca di http://www. Film Laskar Pelangi mengajarkan pada kita bahwa sumber belajar bukan lagi berpusat pada guru. Selain guru. melainkan dari berbagai sumber. Dalam film Laskar Pelangi digambarkan secara sederhana bagaimana sekolah itu mampu untuk mengembangkan kreativitas siswa dan mencapai prestasi yang gemilang. dimana dia mampu untuk membuat sebuah kreasi seni budaya bangsa yang berupa tarian suku Asmat begitu hidup dan menarik perhatian bagi yang menontonnya. Si Mahar sang seniman alam itu mampu membuat sebuah kreativitas seni yang indah. Lalu. alam semesta ini merupakan sumber belajar bagi manusia sepanjang massa.

modul. program audio. Lebih memantapkan pembelajaran. 5. 4. Memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas. 2. dengan menyajikan informasi yang mampu menembus batas geografis. Meningkatkan produktivitas pembelajaran dengan jalan: (a) mempercepat laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktu secara lebih baik dan (b) mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi. 6. orang. peralatan. yaitu: sumber belajar yang dirancang (learning resources by design) yaitu sumber belajar yang memang sengaja dibuat untuk tujuan pembelajaran. 3. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan cara: (a) perancangan program pembelajaran yang lebih sistematis. yaitu sumber belajar 11 . teknik dan lingkungan/latar. Bila ditinjau dari asal usulnya. (b) memberikan pengetahuan yang sifatnya langsung. (b) penyajian informasi dan bahan secara lebih kongkrit.benda) yang dapat digunakan untuk memberi fasilitas (kemudahan) belajar bagi siswa. yaitu: (a) mengurangi kesenjangan antara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya kongkrit. dan (b) memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuannnya. transparansi (OHT). Memungkinkan belajar secara seketika. Contohnya adalah : buku pelajaran. Fungsi-fungsi di atas sekaligus menggambarkan tentang alasan dan arti penting sumber belajar untuk kepentingan proses dan pencapaian hasil pembelajaran siswa. Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual. dan (b) pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian. sumber belajar dapat dibedakan menjadi dua. bahan. Sumber belajar itu meliputi pesan. sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah. dengan jalan: (a) meningkatkan kemampuan sumber belajar. Sumber belajar memiliki fungsi : 1. dengan cara: (a) mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional. Jenis sumber belajar yang kedua adalah sumber belajar yang sudah tersedia dan tinggal dimanfaatkan ( learning resources by utilization).

olahragawan. Semua sumber belajar itu dapat kita temukan. museum. sawah. Dengan begitu maka diharapkan kegiatan mengajar benar-benar membuahkan kegiatan belajar pada diri setiap siswa. pemuka agama. maka siswa harus secara aktif melakukan interaksi dengan berbagai sumber belajar. maka akan melahirkan prestasi. kita pilih dan kita manfaatkan sebagai sumber belajar bagi siswa kita. Sekali lagi. siaran televisi. siswa akan dapat banyak berinteraksi secara aktif dengan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki siswa. Namun belajar hanya dengan mendengarkan saja. Saya melihat saya ingat. Contohnya: pejabat pemerintah. 12 . terminal. begitu banyaknya sumber belajar yang ada di seputar kita yang semua itu dapat kita manfaatkan untuk keperluan belajar. Oleh karena setiap anak merupakan individu yang unik (berbeda satu sama lain). tenaga ahli. Jadi. waduk. melalui multi-metode dan multi-media. Bila potensi muncul. guru) dalam kegiatan pembelajaran. Wujud interaksi antara siswa dengan sumber belajar dapat bermacam-macam. Cara belajar dengan mendengarkan ceramah dari guru memang merupakan salah satu wujud interaksi tersebut.yang tidak secara khusus dirancang untuk keperluan pembelajaran. dan masih banyak lagi yang lain. namun dapat ditemukan. kebun binatang. surat kabar. dipilih dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. maka sedapat mungkin guru memberikan perlakuan yang sesuai dengan karakteristik masingmasing siswa. guru hanya merupakan salah satu dari sekian banyak sumber belajar yang ada. agar bisa terjadi kegiatan belajar pada siswa. film. Perubahan perilaku sebagai hasil belajar hanya mungkin terjadi jika ada interaksi antara siswa dengan sumber-sumber belajar. patut diragukan efektifitasnya. Prestasi lahir dari perbuatan yang kita lakukan terus menerus dengan banyak berlatih. Dan inilah yang seharusnya diusahakan oleh setiap pembelajar (instructor. Melalui berbagai metode dan media pembelajaran. Belajar hanya akan efektif jika siswa diberikan banyak kesempatan untuk melakukan sesuatu. Hal ini dapat dilakukan kalau guru berusaha menggunakan berbagai sumber belajar secara bervariasi dan memberikan kesempatan sebanyak mungkin kepada siswa untuk berinteraksi dengan sumber-sumber belajar yang ada di alam ini. Barang kali perlu kita renungkan kembali ungkapan China : Saya mendengar saya lupa. Hal yang perlu diperhatian adalah. Saya berbuat maka saya bisa.

budaya sekolah adalah satu set ekspektasi dan asumsi dari norma. inilah budaya sekolah kami. sebagai agen perubahan. Bagaimana cara guru dan siswa menyapa Anda. siswa.4. bagaimana kondisi kamar kecil (toilet) sekolah. 'sekolah dibentuk oleh praktik dan nilai budaya serta merefleksikan norma-norma dari masyarakat saat mereka masih sedang dikembangkan'. penulis membeberkan panjang lebar tentang keunggulan Labschool yang terletak pada budaya sekolahnya yang tetap eksis dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dalam tulisan penulis di makalah Konferensi Guru Indonesia (KGI) pada bulan September 2007 yang diselenggarakan oleh Sampoerna Foundation Institut dan dihadiri oleh lebih dari 1500 orang guru dari seluruh Indonesia. Bagaimana dengan pengaturan ruang administrasi dan papan demo keterampilan siswa ditata dan ditampilkan. dan tradisi yang berlangsung dari waktu ke waktu. Memiliki budaya sekolah yang kokoh dan tetap eksis ditengah merambahnya budaya global yang begitu cepat. Bayangkan bila Anda memasuki sebuah sekolah. Bagaimana suasana belajar-mengajar berlangsung. nilai. Sebab.com. maka nilainilai dalam masyarakat juga merupakan bagian utama dari 13 . Berpadunya tiga kekuatan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan budaya. serta ruang kelas dibentuk. Atau. dan yang tidak kalah pentingnya. Karena budaya sekolah bukan suatu entitas statis. 2000). seperti hidrogen yang merupakan elemen utama air. yaitu guru. nilai. Kuncinya perpaduan semua unsur di sekolah itu dari mulai peran guru. nilai. Dalam bahasa Hollins (1996). dan orang tua siswa menjadi three in one dalam merajut kebersamaan. penulis menuliskan bagaimana menciptakan budaya sekolah yang tetap eksis yang dapat dibaca dan dilihat di url: http://wijayalabs.wordpress. dan tradisi sekolah akan terus berlangsung melalui interaksi dan refleksi terhadap kehidupan dan dunia secara umum (Finnan. dan tradisi yang secara diam-diam mengarahkan seluruh aktivitas personel sekolah (Peterson. hal apa kira-kira yang akan Anda lihat dan dengar? Sulit atau mudahkah memasuki lingkungan sekolah tersebut. Dalam tulisan itu. maka proses pembentukan norma. Jika budaya kita definisikan sebagai seperangkat norma. sekolah sedang berusaha memberikan impresi terhadap tamu dan pengunjung lainnya bahwa inilah kami. 1998). kepercayaan. dan orang tua siswa. siswa.

14 . Nilai-nilai itu akan membentuk watak dan perilaku menjadi karakter seseorang yang mempengaruhinya selama bersekolah di tempat itu. dan internasional. Hafalan Juz Amma. LOKETA (Lomba Keterampilan Agama). budaya kepemimpinan (leadership) dan budaya kedisiplinan (dicipline).budaya sekolah. Buka Puasa Bersama. RETRET (bagi yang beragama nasrani). Budaya sekolah yang harus diciptakan agar tetap eksis menurut penulis adalah mengembangkan budaya keagamaan (religius). Karena itu. Tadarus dan Kebaktian. budaya kerjasama (team work). Budaya Bersih yang merupakan cermin keimanan. Sekolah yang favorit pasti memiliki sistem pengembangan budaya sekolah yang terintegrasi dan terimplementasi dalam proses pembelajaran. karena terbatasnya waktu belajar agama dengan menyisipkan ke dalam pelajaran yang bermuatan “IMTAK”. Kegiatan Praktek Ibadah. Doa bersama sebelum/sesudah belajar di kelas. Contoh Bentuk Kegiatan : Budaya Salam (saling menegur dengan mengucapkan salam dan berjabat tangan). nuansa religius di sekolah dengan pelaksanaan tadarus atau kebaktian sebelum pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah harus dijadikan aktivitas rutin. Semuanya itu telah menyatu ke dalam kegiatan akademik dan non akademik. dan orang tua) menyambut ujian nasional/ujian sekolah. Sekolah unggul dapat dipastikan telah melakukan inovasi-inovasi kegiatan budaya sekolah dan terinventarisasikannya budaya sekolah yang sesuai dengan nilai-nilai lokal. nasional. dan Sodaqoh (ZIS). siswa. Studi Amaliah Ramadhan (SALAM). Sholat berjamaah. serta Peringatan Hari Besar Agama (PHBA). a Budaya keagamaan (religius) yaitu: Menanamkan perilaku atau tatakrama yang tersistematis dalam pengamalan ajaran agamanya masing-masing sehingga terbentuk kepribadian dan sikap yang baik (Akhlaqul Karimah) dalam berbagai hal yang terjadi di masyarakat. Infaq. Membudayakan salam dan saling menegur dengan bahasa yang ramah dan penuh kasih sayang harus menjadi fenomena yang biasa. Pengelolaan Zakat. Melalui kegiatan yang bersifat intrakurikuler dan ekstrakurikuler sekolah itu diharapkan tidak hanya memiliki Standar Sekolah Nasional (SSN) akan tetapi juga menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Sekolah harus mengembangkan budaya keagamaan. Doa bersama (guru.

c Budaya kepemimpinan (leadhership) yaitu: Menanamkan jiwa kepemimpinan dan keteladanan dari sejak dini kepada siswa dengan memasukkannya dalam berbagai bentuk kegiatan. Bakti Sosial. Potency Mapping. dan upacara bendera (PBB). Sport And Art. 15 . Latihan Keterampilan Manajemen Siswa (LKMS). Budaya kedisiplinan (dicipline) yaitu: Menanamkan kedisiplinan kepada siswa untuk selalu tepat waktu dan mentaati peraturan yang berlaku di sekolah sesuai dengan tata tertib yang telah disepakati bersama dan dikeluarkan oleh pihak sekolah dan diketahui oleh orang tua siswa. Karnaval. pemakaian seragam sekolah. Buku Tahunan. budaya tepat waktu dalam belajar. Pemberian hukuman atau sangsi bagi mereka yang melanggar tata tertib. Contoh Bentuk Kegiatan: Tim Penegak Disiplin Sekolah (TPDS). Studi Kepemimpinan Siswa.b Budaya kerjasama (team work) yaitu: Budaya kerjasama harus ditumbuhkan untuk menanamkan rasa kebersamaan dan rasa sosial melalui kegiatan yang dilakukan bersama. Parents Day. Contoh Bentuk Kegiatan : Career Day. Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN). Siswa harus diberikan kesempatan untuk menjadi pemimpin dalam keorganisasian atau kepanitiaan kegiatan sekolah. Pentas Seni. d. Ekskul. Labs Channel. Kunjungan Museum. Contoh Bentuk Kegiatan : Masa Orientasi Siswa (MOS). Lintas Juang OSIS. Teman Asuh. Majelis Perwakilan Kelas (MPK). Kesuksesan dibangun atas dasar kebersamaan dan bukan kerja satu orang kepala sekolah atau one man show. Studi banding. Pengelola sekolah harus membangun sebuah sistem yang di dalamnya mengutamakan kerjasama atau team work. Lari pagi Jumat. Kunjungan Industri ke pabrik. Labs Care. dan PORSENI. Study dan Apresiasi Kepemimpinan Siswa Indonesia (SAKSI). Labs TV. Ceramah Umum. dan terbentuknya kepengurusan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Majalah Sekolah. Upacara Bendera.

Perancis. ia tidak ragu-ragu melakukan ekspresi mimik selucu apapun untuk menghidupkan materinya. yang lahir di Malang. Selain itu ia juga pernah menjadi dosen luar biasa di Fakultas Psikologi. Walaupun sudah tua dan rambutnya juga sudah banyak yang memutih.Keempat hal penting budaya sekolah di atas harus terus dikembangkan oleh setiap sekolah agar tetap unggul. Begitu pula untuk kedua kalinya mengikuti lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional di tahun 2006. Rawamangun. Sedangkan dari segi materinya sendiri. Dr. Hal ini akan dapat dibuktikan pada saat awal tahun ajaran baru dimana masih banyaknya orang tua siswa yang mendaftarkan anaknya untuk belajar ke sekolah itu sebagai sekolah favorit di masyarakat. dan sekarang beliau diangkat menjadi guru besar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) serta dosen pascasarjana UNJ. Saat ini ia juga masih menjabat duta UNESCO dari Indonesia dan menjabat sebagai Ketua Harian UNESCO yang berpusat di kota Paris. Ketika penulis mengikuti lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional pada tahun 2005. Beliau dapat dikatakan sebagai salah satu tokoh pendidikan Indonesia. 19 Juni 1942 adalah seorang guru yang pernah mengajar dan menjadi kepala sekolah di SMA Labschool. pertanyaan yang lebih dulu ditanyakan oleh dewan juri pada saat itu adalah bagaimana kabar pak Arief di Labschool. Nama Pak Arief Rachman seakan telah menyatu dengan Labschool. Arief Rachman. Arief Rachman sendiri lebih dikenal sebagai seorang Pakar Pendidikan. dan sempat ditanya pendapatnya ketika Presiden Amerika Serikat George Walker Bush berkunjung ke Indonesia pada tanggal 20 November 2006. Lagi-lagi yang ditanya oleh dewan juri adalah bagaimana kabar pak Arief di Labschool. 5. Memiliki seorang tokoh panutan di sekolah dan mampu menjadi contoh pemimpin sekolah masa depan. Jakarta Timur. Seperti dua sisi mata uang logam. Bahkan Rektor UNJ sendiri Pak Bedjo mengatakan bahwa Pak Arief sangat identik dengan Labschool. Saat ini beliau sudah tidak mengajar lagi (pensiun). Prof. Universitas Indonesia. Jawa Timur. namun masih aktif di dunia pendidikan dengan bergabung di sekolah Dipenogoro. Atau banyaknya kunjungan dari sekolah lainnya untuk belajar dan melakukan studi banding. ia banyak 16 .

Dorongan ini berada pada diri seseorang yang menggerakkan untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan dorongan dalam dirinya. pemimpin dan idola para siswanya.Donald. Namun karena ia banyak menggunakan contoh-contoh yang membumi. maka kita sendirilah yang harus menjadi tokoh itu. Prof.Donald ini mengandung tiga elemen pokok dalam motivasi itu. Sebuah sekolah unggul pasti di dalamnya ada tokoh yang menjadi panutan. profesionalisme. Adapun menurut Mc. Motivasi berpangkal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. apalagi bila diberi kesempatan oleh beliau untuk membuat slide presentasinya. Kelima kompetensi inilah yang harus menyatu dan dimiliki oleh para guru dalam menjaga sekolah seperti Labschool agar tetap unggul. Dr. Dia selalu menekankan pada anak didiknya bahwa ”hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya”. tokoh terkenal itu diperankan dengan baik oleh pak Harfan seorang kepala sekolah yang berwajah sabar dan berhati mulia. seringkali unsur kerumitan ilmiahnya ini tetap bisa dimengerti oleh audience dari berbagai kalangan. yakni motivasi itu mengawalinya terjadinya perubahan energi. motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan di dahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. juga pernah mengatakan bahwa seorang guru itu harus memiliki 5 kompetensi. akademis.menggunakan ilmu psikologi pendidikan. Motivasi adalah dorongan dasar yang menggerakkan seseorang bertingkah laku. Sangat ilmiah. Arief Rachman selain memberikan keteladanan pada kami di Labschool. dan dirangsang karena adanya tujuan. Pak Harfan adalah tokoh yang dikenal oleh masyarakat karena kesederhanaannya. yaitu idealisme. Dalam film Laskar Pelangi. Kalau jawabannya belum. Lengkap dengan contoh-contohnya. 17 . Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Memiliki motivasi yang tinggi untuk mampu bersaing dalam dunia global. kepribadian. 6. Dari pengertian yang dikemukakan oleh Mc. Sudahkah tokoh ini ada dalam sekolah-sekolah kita? Seorang guru yang ikhlas mengabdi untuk kemajuan negeri. ditandai dengan adanya feeling. Penulis banyak belajar dari beliau. dan sosial.

dan tarian tradisional perlu dilestarikan sebagai warisan budaya bangsa. melainkan juga sumber-sumber belajar yang lain. tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. 18 . membimbing dan memotivasi siswa agar mereka dapat berinteraksi dengan berbagai sumber belajar yang ada. Motivasi intrinsik adalah jenis motivasi yang timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah jenis motivasi yang timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu. Karena itu diperlukan suatu standarisasi belajar mengajar. kinerja guru. apakah karena adanya ajakan. Motivasi ada dua. dan tak mengenal kata ’putus asa’. Dalam kegiatan belajar. dan kesetaraan standar pengajaran dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pembelajaran yang mengundang siswa untuk aktif. motivasi sangat diperlukan. menunjukkan. Dalam kegiatan belajar. motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan. misalnya bahasa daerah. Bukan hanya sumber belajar yang berupa orang. Sehingga mereka termotivasi dan mampu untuk bersaing di dunia internasional. Sekolah harus dapat melestarikan budaya lokal dengan tetap mengikuti trend budaya global yang berkembang di dunia internasional. sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar. Peran guru sudah beralih menjadi seorang motivator bagi para anak didiknya. sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar. Peran guru adalah menyediakan. Guru di sekolah juga harus dapat memotivasi siswa agar memiliki daya juang yang tinggi. band. yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ektrinsik. Tetapi tidak dapat kita pungkiri pula bahwa penguasaan bahasa asing. dan modern dance harus juga perlu dipelajari sebagai budaya global yang disukai remaja saat ini. tetapi atas dasar kemauan sendiri. tanpa kehilangan jati diri suatu bangsa. melainkan juga sumber belajar yang tinggal dimanfaatkan. alat musik gamelan atau angklung.Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Bukan hanya sumber belajar yang sengaja dirancang khusus. menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar. suruhan.

yang memiliki tujuan utama dalam menyediakan pendidikan bermutu dan akses pendidikan dasar bagi semua. Kecanggihan teknologi memang membantu guru dalam membuat sekolah menjadi unggul. Guru di Labschool telah membuktikan bahwa dengan fasilitas apa adanya juga mampu membuat sekolah tetap unggul di masyarakat. Persaingan global membuat banyak negara termotivasi dan berusaha meningkatkan kinerja pendidikan sehingga mereka mampu memperkaya kualitas sumber daya manusiawi yang dianggap sebagai modal sosial dan budaya. Karena teknologi hanyalah alat bantu pengajaran. Tetapi. Jadi tidaklah benar kalau keunggulan suatu sekolah terletak pada fasilitas gedung yang serba lengkap. Mari kita belajar dari Musibah kebakaran di Labschool Jakarta dan film Laskar Pelangi yang fenomenal ini. E. standarisasi menjadi jargon utama yang diusung guna meningkatkan mutu pendidikan dan persaingan dalam dunia global. Semua itu dapat terlihat dari prestasi belajar yang dicapai siswa. Tuntutan akuntabilitas pendidikan melalui standardisasi kian menguat dengan adanya deklarasi global. dan dukungan dana yang melimpah. dan kisah nyata dari film Laskar Pelangi dapat dibuktikan bahwa keunggulan sebuah sekolah bukan terletak pada fasilitasnya. melainkan pada komunitas yang ada di sekolah itu. Teknologi yang sebenarnya adalah cara-cara atau metode baru yang digunakan guru dalam menyampaikan materi pembelajarannya sehingga sampai ke otak siswa. Akhirnya. Mampu berpikir Global.Di banyak negara. seperti Millennium Developmental Goals (MDGs) dan Education for All. Penutup Berdasarkan pengalaman Labschool yang sudah 40 tahun mengelola pendidikan. dengan bertindak lokal (Think Global Act Local) dalam mengembangkan potensi siswa dan menjadikan sekolah tetap unggul di tingkat nasional maupun internasional. Semua harus saling melengkapi dan bekerjasama 19 . kecanggihan produk teknologi. di penghujung tulisan ini penulis menyimpulkan bahwa untuk menjaga agar sekolah tetap unggul diperlukan persatuan atau kebersamaan yang kokoh dari berbagai komponen yang ada di di dalam komunitas sekolah. kecanggihan teknologi bukan menjadi jaminan sekolah itu unggul.

Sistem yang dibangun harus juga mencerminkan enam kekuatan yang telah diuraikan di atas yang harus dimiliki oleh sekolah.com http://wijayalabs. dan dedikasi yang tinggi terhadap kemajuan dunia pendidikan. (3) mampu mengembangkan sumber belajar yang tidak hanya berpusat pada guru.wordpress.dalam membangun sekolah ke arah yang lebih baik dari hari ini. (2) memiliki siswa yang berprestasi dan membanggakan sekolah. (6) Memiliki motivasi yang tinggi untuk mampu bersaing dalam dunia global. (5) Memiliki seorang tokoh panutan di sekolah dan mampu menjadi contoh pemimpin sekolah masa depan. 0815 915 55 15 Telp. Enam kekuatan itu adalah (1) memiliki guru yang mempunyai kompetensi. Hp. 021 8482225 Blog di internet: http://wijayalabs. Penulis: Wijaya Kusumah.com 20 . S.Pd.com http://wijayalabs. (4) Memiliki budaya sekolah yang kokoh dan tetap eksis ditengah merambahnya budaya global yang begitu cepat. Diperlukan suatu sistem yang utuh dan menyeluruh atau sistemik agar sekolah tetap unggul. komitmen. (Guru TIK SMP Labschool Jakarta).blogspot.multiply.

Andrea. Wijaya. Koran Republika. [Rabu. Hamzah. 2002. Perencanaan Pengajaran. dkk. Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta: Bumi Aksara Hamzah. Jakarta: Gramedia 21 . Sanjaya. 2008. 2007. Jakarta: Rajagrafindo. Joko. 2008. 2008. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajagrafindo Persada. Bagaimana Memotivasi Anak Belajar?. Lindy. Maliki. Prinsip Disain Pembelajaran. Uno. Motivasi dalam Belajar. Sarwono. Rudi. Uno. 2008. Chomsin. 2007. Panduan Menyusun Bahan Ajar Berbasis Kompetensi. Kenapa Guru Takut PTK?. Belajar dan Membelajarkan. 2008. Mengubah Sekolah. Sarlito W. Pengajaran yang Kreatif dan Menarik. [Rabu. Koran Republika. Margaret E. Jakarta: Grasindo Prayitno. 2004. Wijaya. Model Pembelajaran. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. 28 Mei 2008]. Jakarta: Kencana. 2007. Bandung: MLC Johnson. 18 Juni 2008]. Yogyakarta: Bentang Hernowo. LouAnne. Kusumah. Menciptakan Budaya Sekolah yang Tetap Eksis. 1991. Dewi Prawiradilaga. Susilana. 2006. 2008. Salma. 2008. Jakarta: Duha Khasanah. Indeks Kusumah. Wijaya. Laskar Pelangi. Petersen. Bandung: FIP UPI Widodo. Fun Teaching Kiat Sukses Belajar dan Mengajar yang Menyenangkan. Jakarta: PT. 2006. Teori Motivasi dan Pengukurannya. 2005. Teknologi Informasi dan Komunikasi Untuk SMP Kelass VII. Psikologi Remaja. 2008. Jakarta: Kencana. Wina. Jakarta: Bumi Aksara Hirata. Jakarta: Rajawali. Imam. Jakarta: KGI 2007 Kusumah.Daftar Acuan: Bell Gredler. Oemar Hamalik.

Pada periode ini anak harus didorong untuk mengembangkan . licik. Ia akan terus berusaha untuk dapat bergabung dan diakui oleh kelompok sebayanya. dibutuhkan upaya bantuan baik dari orang tua maupun guru di sekolah. Masa-masa sensitif mencakup sensitivitas terhadap keteraturan lingkungan. Misalnya masa peka untuk berbicara pada periode ini tidak terlewati maka anak akan mengalami kesukaran dalam kemampuan berbahasa untuk periode selanjutnya. Pada periode tersebut karakter anak harus dapat dibangun melalui kegiatan dan pekerjaan. dan sebagainya.1 PENGEMBANGAN PERILAKU SOSIAL ANAK PRASEKOLAH Oleh : Ernawulan Syaodih Pendahuluan Memasuki era milenium ke-3. kita membutuhkan generasigenerasi penerus yang tangguh. dan membantu menyiapkan anak memasuki lingkungan pergaulan yang lebih luas. maka ia akan mencari cara lain untuk dapat diterima dalam kelompok sebaya tersebut. yang berkepribadian utuh dan mampu bersosialisasi secara baik. Keinginan yang kuat pada anak untuk diakui menuntut sejumlah kemampuan sosial yang perlu dimilikinya. cepat marah dan sebagainya. Demikian pula pembinaan karakter anak. tidak terbentuknya kepercayaan pada diri sendiri. Hurlock. Untuk menghadapi masa itu. Tidak semua anak mampu menunjukkan perilaku sosial seperti yang diharapkan. serta sensitivitas terhadap aspek-aspek sosial kehidupan. diarahkan sehingga tidak terhambat perkembangannya. ingin menang sendiri. sensitivitas untuk mengeksplorasi lingkungan dengan lidah dan tangan. tidak mau berbagi dengan teman lain. Bila anak itu tidak diakui oleh kelompoknya. sensitivitas terhadap obyek-obyek kecil dan detail. 1978 : 13) berpendapat bahwa usia 3 . Maria Montessori (Elizabeth B. menarik diri dari lingkungan. Jika pada periode ini anak tidak didorong aktivitasnya. Erikson (Helms & Turner. 1994 : 64) memandang periode ini sebagai fase sense of initiative. dan tidak semua anak mampu berinteraksi dengan kelompoknya secara baik. Akibatnya anak akan mengalami hambatan dalam perkembangan selanjutnya. Pada dasarnya anak khususnya anak usia TK memiliki keinginan yang kuat untuk dapat diterima oleh kelompoknya. Untuk membantu mengurangi ketidakmampuan anak berperilaku sosial yang baik. Kemampuan berperilaku sosial perlu dimiliki sejak anak masih kecil sebagai suatu fundasi bagi perkembangan kemampuan anak berinteraksi dengan lingkungannya secara lebih luas. Ketidakmampuan anak berperilaku sosial yang diharapkan lingkungannya. sensitivitas untuk berjalan. dapat berakibat anak terkucil dari lingkungan. Ada anak yang menunjukkan sikap membangkang. perkembangan kepribadiannya akan menjadi terhambat. kita dihadapkan pada tuntutan mampu menghadapi persaingan bebas yang menuntut manusia-manusia unggul untuk mampu menghadapinya.6 tahun sebagai periode sensitive atau masa peka yaitu suatu periode dimana suatu fungsi tertentu perlu dirangsang. 2 Karakteristik Anak TK Beberapa ahli dalam bidang pendidikan dan psikologi memandang periode usia TK merupakan periode yang penting yang perlu mendapat penanganan sedini mungkin.

Anak memiliki sikap berpetualang (adventurousness) yang kuat. Gerakan-gerak fisik ini tidak sekedar penting untuk mengembangkan keterampilan fisik saja. Pada fase ini terjamin tidaknya kesempatan untuk berprakarsa (dengan adanya kepercayaan dan kemandirian yang memungkinkannya untuk berprakarsa). Jika anak tidak mendapat hambatan dari lingkungannya. mengerjakan sesuatu di mana anak dapat melakukan sendiri maka anak tidak mendapat kesempatan untuk berbuat kesalahan atau belajar dari kesalahan itu. Anak akan banyak memperhatikan. Minatnya yang kuat untuk mengobservasi lingkungan dan benda-benda di sekitarnya membuat anak usia 4-5 tahun senang ikut bepergian ke daerah-daerah. Isi lahiriah dan batiniah merupakan suatu kesatuan yang bulat. akan menumbuhkan inisiatif. Sebaliknya kalau terlalu banyak dilarang dan ditegur. dan hal-hal yang produktif dalam bidang yang disenanginya. Sikap egosentris yang naif ini bersifat temporer. dengan kelinci dan sebagainya. Setiap benda dianggapnya berjiwa seperti dirinya. dan senantiasa dialami oleh setiap anak dalam proses perkembangannya. Rasa ingin tahu dan sikap antusias yang kuat terhadap segala sesuatu merupakan ciri lain yang menonjol pada anak usia 4-5 tahun. Anak bersikap fisiognomis terhadap dunianya. dengan kucing. membicarakan atau bertanya tentang berbagai hal yang sempat dilihat atau didengarnya. 3 Kartini Kartono menjelaskan bahwa seorang anak yang egosentris memandang dunia luar dari pandangannya sendiri. dan (4) sikap hidup yang fisiognomis. Anak tidak bisa membedakan benda hidup dengan benda mati. (3) kesatuan jasmani dan rohani yang hampir-hampir tidak terpisahkan sebagai satu totalitas. (2) mempunyai relasi sosial dengan benda-benda dan manusia yang sifatnya sederhana dan primitif. Anak hanya memiliki minat terhadap benda-benda dan peristiwa yang sesuai dengan daya fantasinya.inisiatifnya. Guru yang selalu menolong. baik untuk pengembangan otot-otot kecil maupun otot-otot besar. seperti kesenangan untuk mengajukan pertanyaan dari apa yang dilihat. oleh karena itu anak sering bercakap-cakap dengan bonekanya. maksudnya adalah anak belum dapat membedakan dunia batiniah dengan lahiriah. memberi nasehat. Relasi sosial yang primitif merupakan akibat dari sifat egosentris yang naif tersebut. Kartini Kartono (1986:113) mengemukakan bahwa ciri khas anak masa kanak-kanak adalah sebagai berikut : (1) bersifat egosentris naif. Kebutuhan anak untuk melakukan berbagai aktivitas sangat diperlukan. dan daya kreatifnya. sehingga penghayatan anak diekspresikan secara spontan. Ia akan sangat mengamati bila diminta untuk mencari sesuatu. anak akan diliputi perasaan serba salah dan berdosa (guilty). artinya secara langsung anak memberikan atribut pada setiap penghayatannya. maka anak akan mampu mengembangkan inisiatif. Pertumbuhan fisik anak usia 4-5 masih memerlukan aktivitas yang banyak. didengar dan dirasakan. Ciri ini ditandai oleh kehidupan individual dan sosialnya masih belum terpisahkan. tetapi juga dapat berpengaruh positif terhadap penumbuhan rasa harga diri anak dan bahkan 4 . Dengan kata lain anak membangun dunianya dengan khayalan dan keinginannya. sesuai dengan pengetahuan dan pemahamannya sendiri. Kesatuan jasmani dan rohani yang tidak terpisahkan.

Sejalan dengan perkembangan keterampilan fisiknya. anak usia sekitar lima tahun ini semakin berminat pada teman-temannya. Anak memilih teman berdasarkan kesamaan aktivitas dan kesenangan. Perasaan terhadap orang lain. yaitu : persepsi individu yang menjadi anggota kelompok. Perilaku anak dalam kelompok juga berbeda dengan pada waktu dia sendirian. keinginan untuk menjalin hubungan antar manusia sudah lebih . Sejak kecil anak telah belajar cara berperilaku sosial sesuai dengan harapan orang-orang yang paling dekat dengan dia. Apa yang telah dipelajari anak dari lingkungan keluarganya sangat mempengaruhi perilaku sosialnya. dengan “senyum sosial” yang ditunjukkannya bila ada orang yang mendekatinya. Perilaku Sosial Anak TK Pengertian Perilaku Sosial Perilaku sosial merupakan aktivitas dalam hubungan dengan orang lain. saudarasaudaranya. Keberhasilan anak dalam menguasai keterampilanketerampilan motorik dapat membuat anak bangga akan dirinya. ayahnya. Menurut Johnson . dan anggota keluarga yang lain. juga merupakan hasil dari pengalaman yang lampau dan mempengaruhi hubungan sosial. antusias dan hampir selalu ingin tahu terhadap apa yang dilihat dan didengarnya serta seolah-olah tak pernah berhenti untuk belajar. Keterampilan sosial anak TK Keterampilan-keterampilan sosial yang perlu dimiliki anak TK adalah : a). Ia akan mulai menunjukkan hubungan dan kemampuan bekerja sama yang lebih intens dengan teman-temannya. Kehadiran orang lain dapat menimbulkan reaksi yang berbeda pada tiap-tiap anak. yang membantu perkembangannya menjadi manusia sebagaimana adanya. perbedaan ini dapat terjadi karena beberapa faktor. Di dalam hubungan dengan orang lain. Anak memiliki dunia dan karakteristik tersendiri yang jauh berbeda dari dunia dan karakteristik orang dewasa. guru. terjadi peristiwa-peristiwa yang sangat bermakna dalam kehidupannya yang membentuk kepribadiannya. seperti yang dapat diobservasi dalam situasi kehidupan sehari-hari. orang tua maupun saudara-saudaranya. Anak sangat aktif. Kemudian pada akhir masa bayi (kira-kira usia dua tahun) anak sudah mulai dapat berbicara dan memiliki beberapa puluh kosa kata. Kualitas lain dari anak usia ini adalah abilitas untuk memahami pembicaraan dan pandangan orang lain semakin meningkat sehingga keterampilan komunikasinya juga meningkat. Anak usia TK adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan sangat pesat dan sangat fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Hasil observasi di kelas sebagaimana yang diungkapkan oleh Johnson (1975 : 82) menunjukan bahwa anak berperilaku dalam 5 suatu kelompok berbeda dengan perilakunya dalam kelompok lain. karena kemampuan reaksi dan komunikasinya yang juga masih amat terbatas. yaitu : ibunya. Kemampuan dalam menjalin hubungan dengan orang lain Pada awal masa bayi (kira-kira usia tiga bulan). Pada saat itu sifat hubungannya dengan orang lain masih sangat terbatas. anak sudah mulai menunjukkan keinginannya untuk berhubungan dengan orang lain. lingkungan tempat terjadinya interaksi dan pola kepemimpinan yang dipakai guru di kelas. Penguasaan akan keterampilan berkomunikasi ini membuat anak semakin senang bergaul dan berhubungan dengan orang lain.perkembangan kognisi. baik dengan teman sebaya. dinamis.

mulai mempunyai teman dekat. Pengalaman berhubungan (bersosialisasi) dengan orang lain ini memberikan pelajaran pada anak bahwa ada perilaku-perilaku yang disukai oleh teman-teman atau gurunya yang menyebabkan ia diterima di lingkungan mereka. anak demikian lebih memilih bentuk kegiatan bermain pasif yang kurang banyak merangsang aspek fisik motoriknya tetapi lebih merangsang aspek perkembangan lainnya.nyata. namun untuk memberi manfaat . seperti berlari. Selain dari itu. Anak juga mulai dapat memilih teman yang dianggap sesuai dengan keinginannya. Bila merebut mainan temannya. Elizabeth B. terutama dengan anak-anak sebaya. hambatan dan kesulitan dalam bersosialisasi akan banyak ditemui anak. Anak usia prasekolah pada umumnya senang melakukan permainan yang mengandung aktivitas gerak. terutama perkembangan kognitifnya. tanpa paksaan dan tanpa ada aturan main tertentu. kecuali bila ditentukan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam permainan tersebut. ia tahu bahwa perilakunya itu tidak disukai oleh teman dan gurunya. 7 Kedua jenis kegiatan bermain ini baik bermain aktif maupun bermain pasif sama-sama bermanfaat bagi perkembangan anak. belajar menunggu giliran dan lain-lain. maka dapat diperkirakan proses sosialisasinya berkembang ke arah yang positif. Hal ini memberikan peluang pada anak untuk lebih melancarkan dan meningkaan kemampuan berkomunikasinya. dan ia tahu pula bahwa ada perilaku-perilaku yang tidak disukai temannya. b) Kemampuan melakukan kegiatan bermain dan menggunakan waktu luang Dunia anak adalah dunia bermain. Pada 6 usia ini anak juga sudah mulai dapat bermain dalam kelompok kecil yang menuntut kebersamaan dan kerjasama. Hurlock (1978: 234) memberikan batasan tentang bermain sebagai kegiatan yang dilakukan tanpa mempertimbangkan hasil akhir. mulai belajar berbagai hal dengan orang lain. hal ini ditampakkan melalui sikap dan perilakunya terhadap orang-orang yang ditemuinya. meloncat. semata-mata untuk menimbulkan kesenangan dan kegembiraan saja. bila marah pada temannya ia akan mengatakan “kamu nakal atau kamu jahat”. Dengan pengetahuannya itu anak mulai mengubah perilaku yang negatif dan mengembangkan perilakuperilaku yang positif agar hubungan dengan orang lain dapat tetap berlangsung dengan baik. Dengan demikian wajarlah bila sebagian besar waktu anak diisi dengan kegiatan bermain. anak juga sudah mulai mampu membaca situasi yang dihadapi. mulai mempunyai teman yang dianggap sesuai dengan keinginannya. tetapi ada pula anak yang tidak begitu menyukai kegiatan bermain aktif. Pada usia TK anak diharapkan telah dapat menyatakan perasaan-perasaannya melalui kata-kata. memanjat dan bersepeda. dan menghindari teman-teman yang tidak disukainya. Anak semakin mampu mengendalikan perasaan-perasaannya dan mengikuti aturan-aturan yang ditentukan oleh lingkungannya. untuk dapat mempertahankan hubungan yang baik dengan orang lain. khususnya pada anak prasekolah bermain merupakan kebutuhan dasar mereka. Bila pengalaman awal seorang anak dalam bersosialisasi lebih banyak memberi kesenangan dan kepuasan. kalau takut sesuatu ia akan mengatakan “saya takut itu” atau kalau ia senang ia juga akan mengatakan “saya senang”. Biasanya anak melakukannya secara suka rela. kemudian temannya cemberut dan guru memelototinya. Masuknya anak ke TK memberikan kesempatan bergaul dengan anak lain yang sebaya semakin besar. tetapi sebaliknya bila tidak.

yaitu : 1. Adanya kemampuan berkomunikasi yang dapat membicarakan topik yang dapat dimengerti dan menarik bagi orang lain yang menjadi lawan bicaranya. tetapi bila ia mengikuti terus ia merasa sangat bosan. 3. 7. Banyaknya pengalaman yang menyenangkan yang diperoleh melalui pergaulan dan aktivitas sosialnya. 2. seorang anak TK sedang mengikuti kegiatan menggambar di kelas. Masing-masing proses terpisah dan sangat berbeda satu sama lain. Adanya bimbingan dan pengajaran yang secara sengaja diberikan oleh orang yang dapat dijadikan “model” bergaul yang baik bagi anak. Mengatasi situasi semacam ini diperlukan kemampuan anak untuk mencari pemecahan masalah yang sebaikbaiknya sesuai dengan perkembangan yang telah dicapainya. Ketiga proses sosialisasi tersebut adalah : 1. Misalnya. Sebagai contoh. Untuk dapat besosialisasi anak tidak hanya harus mengetahui perilaku yang dapat diterima. Hal ini disebabkan karena situasi sosial yang dihadapi anak. Kegagalan dalam satu proses akan menurunkan kadar sosialisasinya. kedua jenis kegiatan bermain ini perlu dilakukan oleh anak secara seimbang. Bila ia tidak mau melakukan kegiatan itu ia takut dihukum gurunya. yang sebenarnya tidak disukainya. tetapi berhubungan dengan situasi sosial. 8. tetapi mereka juga harus menyesuaikan perilakunya dengan patokan yang dapat diterima. Adanya kemampuan berkomunikasi yang baik yang dimiliki anak. Pada usia ini diharapkan anak telah menyadari tuntutan yang diharapkan oleh lingkungan. Daeng S (1996: 114) ada empat faktor yang berpengaruh pada kemampuan bersosialisasi anak. Ia sudah harus dapat mengikuti aturan main yang ada. mau tidak mau melibaan orang lain sehingga pada dasarnya tidak dapat lepas dari hubungannya dengan orang lain. Memainkan peran sosial yang dapat diterima. 2. c) Kemampuan anak mengatasi situasi sosial yang dihadapi Kemampuan anak dalam mengatasi situasi sosial yang dihadapi erat kaitannya dengan kemampuan anak dalam menjalin hubugan antar manusia. 5. 6. ada peran yang telah disetujui bersama . Menurut Dini P. yang biasanya menjadi “model” bagi anak. Belajar berperilaku yang dapat diterima secara sosial. Setiap kelompok sosial mempunyai standar bagi para anggotanya tentang perilaku yang dapat diterima. Banyak dan bervariasinya pengalaman dalam bergaul dengan orang-orang di lingkungannya. Salah satu yang berkaitan dengan kemampuan mengatasi situasi sosial ini. Adanya bimbingan dan pengajaran dari orang lain. Masalah yang dihadapinya tidak berhubungan langsung dengan orang lain. tetapi saling berkaitan. Menurut Elizabeth B.yang optimal dan bersifat menyeluruh bagi perkembangan anak. anak tidak selalu harus berhubungan secara langsung dengan orang lain. mengikuti tokoh otoritas yang dihadapi dan mencoba untuk mengendalikan perasaan-perasaanya dengan cara yang lebih positif. Hurlock (1978 : 228) untuk menjadi orang yang mampu bersosialisasi memerlukan tiga proses. Keadaan ini menimbulkan perasaan dan pengalaman yang tidak enak pada dirinya. Adanya minat dan motivasi untuk bergaul 8 4. Setiap kelompok sosial mempuyai pola kebiasaan yang telah ditentukan dengan seksama oleh para anggotannya dan dituntut untuk dipatuhi. yaitu situasi yang diciptakan oleh orang lain. Adanya kesempatan untuk bergaul dengan orang-orang di sekitarnya dari berbagai usia dan latar belakang.

Hal ini dapat berkembang pada 10 anak jika anak dapat memahami ekspresi wajah atau maksud pembicaraan orang lain. Pola perilaku dalam situasi sosial banyak yang nampak tidak sosial atau bahkan anti sosial. 3. Ketergantungan. 5. Pola perilaku sosial menurut Elizabeth. Kemurahan hati. dan kasih sayang mendorong anak untuk berperilaku dalam cara yang diterima secara sosial. B. Ketergantungan terhadap orang lain dalam hal bantuan. Pola Perilaku Sosial Sebagian dari bentuk perilaku sosial yang berkembang pada masa kanak-kanak awal. semakin cepat mereka belajar melakukannya dengan bekerja sama. Simpati. Jika hal itu diekspresikan dalam pertengkaran dan kesombongan. 4. Anak kecil tidak mampu berperilaku simpati sampai mereka pernah mengalami situasi yang mirip dengan dukacita. Hurlock (1978 : 239) terbagi atas dua kelompok. Pola perilaku yang termasuk dalam perilaku sosial adalah : 1. Anak akan berusaha menunjukkan perilaku sosial yang dapat diterima agar dapat memenuhi keinginannya.bagi orang tua dan anak serta ada pula peran yang telah disetujui bersama bagi guru dan murid. Anak mengekspresikan simpati dengan berusaha menolong atau menghibur seseorang yang sedang bersedih. Sikap ramah. Untuk bersosialisasi dengan baik anak-anak harus menyenangi orang dan kegiatan sosial. 8. Empati. Jika hasrat pada diri anak untuk diterima kuat. Hasrat untuk diterima oleh orang dewasa biasanya timbul lebih awal dibandingkan dengan hasrat untuk diterima oleh teman sebaya. merupakan perilaku yang terbentuk atas dasar landasan yang diletakkan pada 9 masa bayi. Anak kecil memperlihaan sikap ramah melalui kesediaannya . hal itu akan menambah sosialisasi mereka. 7. mereka akan berhasil dalam penyesuaian sosial dan diterima sebagai anggota kelompok sosial tempat mereka bergaul. hal itu mendorong anak untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan sosial. Hasrat akan penerimaan sosial. Banyak di antara landasan baru ini dibina oleh hubungan sosial dengan teman sebaya di luar rumah dan hal-hal yang diamati anak dari tontonan televisi atau buku komik. 3. Jika mereka dapat melakukannya. perhatian. tetapi masing-masing tetap penting bagi proses sosialisasi. Kerja sama. Sekelompok anak belajar bermain atau bekerja bersama dengan anak lain. terlihat pada kesediaan untuk berbagi sesuatu dengan anak lain meningkat dan sikap mementingkan diri sendiri semakin berkurang setelah anak belajar bahwa kemurahan hati menghasilkan penerimaan sosial. Empati adalah kemampuan meletakkan diri sendiri dalam posisi orang lain dan menghayati pengalaman orang tersebut. 2. Perkembangan sikap sosial. Anak dituntut untuk mampu memainkan peran-peran sosial yang diterimanya. yaitu pola perilaku yang sosial dan pola perilaku yang tidak sosial. Persaingan. Landasan yang diletakkan pada masa kanak-kanak awal akan menentukan cara anak menyesuaikan diri dengan orang lain. 6. Semakin banyak kesempatan untuk melakukan sesuatu bersama-sama. Persaingan merupakan dorongan bagi anak-anak untuk berusaha sebaik-baiknya. dapat mengakibaan timbulnya sosialisasi yang buruk yang dialami anak. Sebagian lainnya merupakan bentuk perilaku sosial baru yang mempunyai landasan baru. Kemurahan hati.

Pertengkaran berbeda dari agresi. Dengan meniru orang yang diterima baik oleh kelompok sosial. tetapi umumnya tidak demikian. Prasangka. Agresi. Landasan prasangka terbentuk pada masa kanak-kanak awal yaitu ketika anak menyadari bahwa sebagian orang berbeda dari mereka dalam hal peampilan dan perilaku dan bahwa perbedaan ini oleh kelompok sosial dianggap sebagai tanda kerendahan. Dalam kedua hal tersebut si penyerang memperoleh keputusan dengan menyaksikan ketidakenakan (ketidak senangan) korban dan usahanya untuk balas dendam. Jika diarahakan secara tepat hal ini dapat menjadi sifat kepemimpinan. Dalam pertengkaran salah seorang yang terlibat memainkan peran bertahan sedangkan dalam agresi peran dirinya yang selalu agresif. yaitu ketika bayi mengembangkan kelekatan yang hangat dan penuh cinta kasih kepada ibu atau pengganti ibu. Perilaku yang sok kuasa. Negativisme adalah perlawanan terhadap tekanan dari pihak lain untuk berperilaku tertentu. Mengejek merupakan serangan secara lisan terhadap orang lain. Adapun pola perilaku yang tidak sosial adalah perilaku yang menunjukkan: 1. Pertengkaran merupakan perselisihan pendapat yang mengandung kemarahan yang umumnya dimulai apabila seseorang melakukan penyerangan 11 yang tidak beralasan. 5. menetap atau akan berkembang semakin kuat. 3. Apakah kecenderungan ini akan hilang. Hampir semua anak kecil bersifat egosentrik. Pertengkaran melibaan dua orang atau lebih sedangkan agresi merupakan tindakan dirinya sendiri. sebagian bergantung pada kesadaran anak bahwa hal itu membuat mereka tidak populer dan sebagian lagi bergantung pada kuat lemahnya keinginan mereka untuk menjadi populer. tetapi secara setahap demi setahap diganti dengan penolakan lisan untuk menuruti perintah. Bagi anak kecil tidaklah umum mengekspresikan prasangka dengan bersikap membedakan orang-orang yang mereka kenal. Mengejek dan menggretak. Perilaku kelekatan (attachment behavior). . Meniru. dan biasanya hal ini mengakibaan timbulnya penolakan dari kelompok sosial. 9. Dari landasan yang diberikan pada masa bayi. anakanak memperoleh kesempatan untuk mengembangkan sifat dan meningkatlam penerimaan kelompok terhadap diri mereka. Sikap tidak mementingkan diri sendiri. Anak-anak mengekspresikan sikap agresif mereka berupa penyerangan secara fisik atau lisan terhadap pihak lain. Perilaku ini adalah kecenderungan untuk mendominasi orang lain atau menjadi “majikan”. 2.melakukan sesuatu untuk orang lain atau anak lain dan dengan mengekspresikan kasih sayang kepada mereka. Anak perlu mendapat kesempatan dan dorongan untuk membagi apa yang mereka miliki. Ekspresi fisiknya mirip dengan ledakan kemarahan. Negativisme. 10. Pertengkaran. dan biasanya terhadap anak yang lebih kecil. 6. Belajar memikirkan orang lain dan berbuat untuk orang lain. Biasanya tidak ditimbulkan oleh orang lain. 7. Agresi adalah tindakan permusuhan yang nyata atau ancaman permusuhan. 11. 4. dalam arti bahwa mereka cenderung berpikir dan berbicara tentang diri mereka sendiri. Biasanya hal itu dinulai pada usia dua tahun dan mencapai puncaknya antara umur 3 dan 6 tahun. sedangkan menggretak merupakan serangan yang bersifat fisik. anak kecil mengalihkan pola perilaku ini kepada anak atau orang lain dan belajar membina persahabatan dengan mereka. Egosentrisme.

jika nasihat yang diberikan oleh keduanya (orang tua dan teman sebaya) berbeda maka anak cenderung lebih terpengaruh oleh teman sebaya. Bonner merumuskan interaksi sosial sebagai hubungan antara dua atau lebih individu di mana kelakuan individu yang satu mempengaruhi. guru mulai memasukkan pengaruh terhadap sosialisasi mereka. Pengaruh Kelompok Sosial Pada semua tingkatan usia. Mereka juga mengetahui bahwa kelompok sosial memandang lakilaki lebih tinggi derajatnya daripada anak perempuan. mengubah. (3) anak mampu berbagi (sharing) kepada teman. baik dalam hal menghargai milik. tetapi menghindari mereka dan menghindari aktivitas yang dianggap sebagai aktivitas anak perempuan. banyak anak laki-laki ditekan oleh keluarga laki-laki dan teman sebaya untuk menghindari pergaulan dengan anak perempuan atau memainkan “permainan anak perempuan”. anak-anak mulai keluar dari lingkungan keluarga dan memasuki dunia teman sebaya. B. menurut Helms & Turner (1984 : 225) pola perilaku sosial anak dapat dilihat dari empat dimensi. Berdasarkan rumusan tersebut. Menurut Elizabeth. 231). Hurlock (1978. dan (4) anak mampu membantu (helping others) orang lain. Peristiwa ini merupakan perubahan situasi dari suasana emosional yang aman yang dalam hal ini hubungan yang erat dengan ibu dan anggota keluarga lainnya ke kehidupan dunia baru. Interaksi Sosial Anak dengan Teman Sebaya Hubungan antara anak dengan teman sebaya merupakan bagian dari interaksi sosial yang dilakukan anak dengan lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakatnya. terlihat bahwa dalam interaksi sosial terjadi hubungan timbal balik antara individu yang satu dengan individu lainnya. Apakah anak mampu berbagi sesuatu yang dimilikinya kepada teman. yaitu : (1) anak dapat bekerjasama (cooperating) dengan teman. Teman sebaya menurut Havighurst 13 (1978:45) dipandang sebagai suatu “kumpulan orang yang kurang lebih berusia sama yang berpikir dan bertindak bersama-sama”. Ketika masa kanak-kanak berakhir. hasil karya teman atau kondisi-kondisi yang ada pada teman. Pada usia sekolah. Pengaruh ini paling kuat terjadi pada masa kanak-kanak dan sebagian masa remaja akhir. ia harus pandai menempaan diri di antara teman sebaya yang sedikit banyak akan berlomba dalam menarik perhatian guru. Walaupun demikian. Anak-anak hendaknya belajar memperoleh kepuasan yang lebih banyak dari . Studi tentang perbedaan antara pengaruh teman sebaya dan pengaruh orang tua terhadap keputusan anak pada berbagai tingkatan umur menemukan bahwa dengan meningkatnya umur anak. Hal ini tidak hanya ditunjukkan dalam hubungannya dengan teman sebaya tetapi juga dengan orang dewasa lainnya.8. meskipun pengaruh teman sebaya biasanya lebih kuat dibandingkan dengan pengaruh guru dan orang tua. Dalam dunia baru yang dimasuki anak. mau mengalah pada teman dan sebagainya. pada umur ini anak laki-laki tidak melakukan pembedaan terhadap anak perempuan. keluarga merupakan agen sosialisasi yang paling penting. (2) anak mampu menghargai (altruism) teman. atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya. Ketika anak-anak memasuki sekolah. pendapat. dan merupakan tempat mereka mengidentifikasi diri. orang dipengaruhi oleh kelompok sosial dengan siapa mereka mempunyai hubungan tetap. Antagonisme jenis kelamin. 12 Selain dari itu.

Mengingat betapa pentingnya peran konteks sosial ini. seperti perkembangan kognisi. 1995) menekankan pentingnya konteks sosial dalam proses belajar anak. mandiri atau dapat lepas dari orang tua atau orang dewasa lain. Vygotsky (Berk. Vygotsky menyarankan untuk memahami perkembangan anak. Anak-anak belajar cara-cara mendekati orang asing. Kesimpulan Permasalahan sosial banyak ditemukan pada anak usia TK dan sedini mungkin anak perlu dibantu untuk dapat mengatasinya. belajar berteman dan bekerja yang semuanya itu dapat mengembangkan kepribadian sosial anak. karena melalui merekalah perkembangan sosial anak dapat terbentuk secara baik. Pergaulan sosial ini merupakan pengalaman hidup yang kaya dan alami bagi anak sehingga dapat mendorong segenap aspek perkembangan anak secara lebih terintegrasi dan menyeluruh.kehidupan sosial bersama teman sebayanya. menjauhkan diri atau bersahabat. emosi dan moralnya. bahkan ia menjelaskan bahwa bentuk-bentuk aktivitas mental yang tinggi diperoleh dari konteks sosial dan budaya tempat anak berinteraksi dengan teman-temannya atau orang lain. Dalam kelompok sosial ini seorang anak dianggap mampu memimpin apabila memiliki karakteristik-karakteristik kemampuan (intelektual) lebih. Melalui 14 interaksi sosial. cenderung akan melanjutkannya dalam seluruh kehidupannya. dan dapat menerima kelas sosial yang berbeda Faktor penting lainnya yang mempengaruhi perkembangan kelompok sosial ini adanya kepemimpinan sebaya (peer leadership). Pengalaman anak berinteraksi sosial dengan anak lain dan bahkan dengan orang dewasa tidak saja memfasilitasi keterampilan anak dalam berkomunikasi dan sosialnya. malu-malu atau berani. Upaya untuk mengatasi permasalahan sosial pada anak selayaknya dilakukan bersama antara orang tua dan guru. Ia belajar bagaimana memperlakukan teman-temannya. L. Terhambatnya perkembangan sosial anak sejak kecil akan menimbulkan kesulitan bagi anak dalam mengembangkan dirinya di kemudian hari. ia belajar apa yang disebut dengan bermain jujur. & Winsler. Melalui kehidupan sosial kelompok sebaya anak belajar memberi dan menerima. menunjukkan minat terhadap permainan. Oleh karena itu peran aktif orang tua dan guru yang senantiasa .. kita dituntut untuk memahami relasi-relasi sosial yang terjadi pada lingkungan tempat anak itu bergaul. dapat menerima keadaan fisik anak yang lain. Dalam penerimaan teman sebayanya anak harus mampu menerima persamaan usia. Proses pembelajaran dalam kelompok sebaya merupakan proses pembelajaran “kepribadian sosial” yang sesungguhnya. A.. tetapi juga turut mengembangkan aspek-aspek perkembangan lainnya. dan di dalam berinteraksi dengan teman sebaya lainnya. Dalam berinteraksi dengan teman sebaya. Seseorang yang telah mempelajari kebiasaan-kebiasaan sosial tersebut. Begitu pula pengenalan anak terhadap pola pikir orang lain dapat memperkaya pengalaman kognisinya. memiliki kemampuan berkuasa (uthoritarian) dan kemampuan mengendalikan (assertive) teman yang lain. dapat menerima jenis kelamin lain. dapat menerima teman lain dari kelompok yang lain. faktor teman sebaya memiliki pengaruh yang kuat sekali bagi pembentukan perilaku-perilaku sosial yang diharapkan pada anak TK. anak dapat berlatih mengekspresikan emosinya dan menguji perilaku-perilaku moralnya secara tepat. Pengalaman interaksi sosial ini sangat berperan dalam mengembangkan kemampuan berpikir anak..E. anak akan memilih anak lain yang usianya hampir sama. Selain dari itu dalam perkembangan sosial anak TK. Lebih lanjut. anak dituntut untuk dapat menerima teman sebayanya.

Program Kegiatan Belajar Taman Kanak-kanak. Roopnaire. Metode Mengajar di Taman Kanak-kanak. Jakarta : Depdikbud. Helms. (1997). (1986). Jersild. (1994). Elizabeth. T. New York : Merril. Education. (1996). Bagian 2. W.memperhatikan kebutuhan dan perkembangan anak TK serta tidak terlepas dari pemahaman pengaruh teman sebaya bagi perkembangan sosial anak dapat memberikan upaya bantuan dan bimbingan bagi anak agar memiliki perilakuperilaku sosial yang diharapkan yang dapat bermanfaat bagi perkembangan anak di kemudian hari. Gerungan. (1983) Exploring Child Behavior. (1978). Bandung : Alumni. J. B & Turner. Jakarta. Konsep Dasar Pendidikan Prasekolah. New York : Macmillan Publishing Co. L & Johnson. 2nd Edition. J. Jakarta : Depdikbud. (1978). Sistem Pendidikan Nasional. Child Development. Graw Hill. Sixth Edition. D. Robert J. (1993).. Inc. Solehuddin. B. S. Arthur. Dini P. Psikologi Sosial.E. New York : Holt Rinehartand Winston. (1978). 15 16 Daftar Rujukan Depdikbud. (1994) Kurikulum Taman Kanak-kanak. New York : Mc. . Hurlock. New York : Longmans Green and Co. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1990. Daeng. Psikologi Anak. M. Kartono. Diah. Approaches to Early Childhood. A. Bandung : FIP UPI. J. Kartini. Havighurst. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989.S. Human Development and Education. The Psychology of Adolescence. Jakarta : Eresco. Tentang Pendidikan Prasekolah. (1986). Harianti.

serta sensitivitas terhadap aspek-aspek sosial kehidupan. dibutuhkan upaya bantuan baik dari orang tua maupun guru di sekolah. Ada anak yang menunjukkan sikap membangkang. tidak mau berbagi dengan teman lain. Pada dasarnya anak khususnya anak usia TK memiliki keinginan yang kuat untuk dapat diterima oleh kelompoknya. dan sebagainya. ingin menang sendiri. Pada periode ini anak harus didorong untuk mengembangkan inisiatifnya. kita membutuhkan generasigenerasi penerus yang tangguh. dan tidak semua anak mampu berinteraksi dengan kelompoknya secara baik. .6 tahun sebagai periode sensitive atau masa peka yaitu suatu periode dimana suatu fungsi tertentu perlu dirangsang. Untuk membantu mengurangi ketidakmampuan anak berperilaku sosial yang baik. menarik diri dari lingkungan. Erikson (Helms & Turner.1 PENGEMBANGAN PERILAKU SOSIAL ANAK PRASEKOLAH Oleh : Ernawulan Syaodih Pendahuluan Memasuki era milenium ke-3. 1994 : 64) memandang periode ini sebagai fase sense of initiative. 1978 : 13) berpendapat bahwa usia 3 . Ia akan terus berusaha untuk dapat bergabung dan diakui oleh kelompok sebayanya. Hurlock. Demikian pula pembinaan karakter anak. Bila anak itu tidak diakui oleh kelompoknya. dan membantu menyiapkan anak memasuki lingkungan pergaulan yang lebih luas. seperti kesenangan untuk mengajukan pertanyaan dari apa yang dilihat. Misalnya masa peka untuk berbicara pada periode ini tidak terlewati maka anak akan mengalami kesukaran dalam kemampuan berbahasa untuk periode selanjutnya. perkembangan kepribadiannya akan menjadi terhambat. Masa-masa sensitif mencakup sensitivitas terhadap keteraturan lingkungan. Kemampuan berperilaku sosial perlu dimiliki sejak anak masih kecil sebagai suatu fundasi bagi perkembangan kemampuan anak berinteraksi dengan lingkungannya secara lebih luas. licik. 2 Karakteristik Anak TK Beberapa ahli dalam bidang pendidikan dan psikologi memandang periode usia TK merupakan periode yang penting yang perlu mendapat penanganan sedini mungkin. cepat marah dan sebagainya. Keinginan yang kuat pada anak untuk diakui menuntut sejumlah kemampuan sosial yang perlu dimilikinya. Tidak semua anak mampu menunjukkan perilaku sosial seperti yang diharapkan. Untuk menghadapi masa itu. Ketidakmampuan anak berperilaku sosial yang diharapkan lingkungannya. maka ia akan mencari cara lain untuk dapat diterima dalam kelompok sebaya tersebut. kita dihadapkan pada tuntutan mampu menghadapi persaingan bebas yang menuntut manusia-manusia unggul untuk mampu menghadapinya. Pada periode tersebut karakter anak harus dapat dibangun melalui kegiatan dan pekerjaan. sensitivitas untuk berjalan. Jika pada periode ini anak tidak didorong aktivitasnya. Maria Montessori (Elizabeth B. tidak terbentuknya kepercayaan pada diri sendiri. sensitivitas terhadap obyek-obyek kecil dan detail. dapat berakibat anak terkucil dari lingkungan. diarahkan sehingga tidak terhambat perkembangannya. yang berkepribadian utuh dan mampu bersosialisasi secara baik. Akibatnya anak akan mengalami hambatan dalam perkembangan selanjutnya. sensitivitas untuk mengeksplorasi lingkungan dengan lidah dan tangan.

dan senantiasa dialami oleh setiap anak dalam proses perkembangannya. Keberhasilan anak dalam menguasai keterampilanketerampilan . membicarakan atau bertanya tentang berbagai hal yang sempat dilihat atau didengarnya. Ia akan sangat mengamati bila diminta untuk mencari sesuatu. mengerjakan sesuatu di mana anak dapat melakukan sendiri maka anak tidak mendapat kesempatan untuk berbuat kesalahan atau belajar dari kesalahan itu. Relasi sosial yang primitif merupakan akibat dari sifat egosentris yang naif tersebut. artinya secara langsung anak memberikan atribut pada setiap penghayatannya. (3) kesatuan jasmani dan rohani yang hampir-hampir tidak terpisahkan sebagai satu totalitas. oleh karena itu anak sering bercakap-cakap dengan bonekanya. Anak memiliki sikap berpetualang (adventurousness) yang kuat. Sebaliknya kalau terlalu banyak dilarang dan ditegur. dengan kelinci dan sebagainya. Pertumbuhan fisik anak usia 4-5 masih memerlukan aktivitas yang banyak. Gerakan-gerak fisik ini tidak sekedar penting untuk mengembangkan keterampilan fisik saja. Sikap egosentris yang naif ini bersifat temporer. maksudnya adalah anak belum dapat membedakan dunia batiniah dengan lahiriah. Dengan kata lain anak membangun dunianya dengan khayalan dan keinginannya. Minatnya yang kuat untuk mengobservasi lingkungan dan benda-benda di sekitarnya membuat anak usia 4-5 tahun senang ikut bepergian ke daerah-daerah. maka anak akan mampu mengembangkan inisiatif. Kebutuhan anak untuk melakukan berbagai aktivitas sangat diperlukan. dan daya kreatifnya. Isi lahiriah dan batiniah merupakan suatu kesatuan yang bulat. Anak hanya memiliki minat terhadap benda-benda dan peristiwa yang sesuai dengan daya fantasinya. dan hal-hal yang produktif dalam bidang yang disenanginya. sehingga penghayatan anak diekspresikan secara spontan. Setiap benda dianggapnya berjiwa seperti dirinya. Kesatuan jasmani dan rohani yang tidak terpisahkan. tetapi juga dapat berpengaruh positif terhadap penumbuhan rasa harga diri anak dan bahkan 4 perkembangan kognisi. dengan kucing.didengar dan dirasakan. Guru yang selalu menolong. memberi nasehat. Pada fase ini terjamin tidaknya kesempatan untuk berprakarsa (dengan adanya kepercayaan dan kemandirian yang memungkinkannya untuk berprakarsa). Ciri ini ditandai oleh kehidupan individual dan sosialnya masih belum terpisahkan. Jika anak tidak mendapat hambatan dari lingkungannya. baik untuk pengembangan otot-otot kecil maupun otot-otot besar. (2) mempunyai relasi sosial dengan benda-benda dan manusia yang sifatnya sederhana dan primitif. sesuai dengan pengetahuan dan pemahamannya sendiri. Anak bersikap fisiognomis terhadap dunianya. dan (4) sikap hidup yang fisiognomis. Kartini Kartono (1986:113) mengemukakan bahwa ciri khas anak masa kanak-kanak adalah sebagai berikut : (1) bersifat egosentris naif. 3 Kartini Kartono menjelaskan bahwa seorang anak yang egosentris memandang dunia luar dari pandangannya sendiri. Rasa ingin tahu dan sikap antusias yang kuat terhadap segala sesuatu merupakan ciri lain yang menonjol pada anak usia 4-5 tahun. Anak tidak bisa membedakan benda hidup dengan benda mati. Anak akan banyak memperhatikan. anak akan diliputi perasaan serba salah dan berdosa (guilty). akan menumbuhkan inisiatif.

anak sudah mulai menunjukkan keinginannya untuk berhubungan dengan orang lain. Ia akan mulai menunjukkan hubungan dan kemampuan bekerja sama yang lebih intens dengan teman-temannya. lingkungan tempat terjadinya interaksi dan pola kepemimpinan yang dipakai guru di kelas. juga merupakan hasil dari pengalaman yang lampau dan mempengaruhi hubungan sosial. Kemampuan dalam menjalin hubungan dengan orang lain Pada awal masa bayi (kira-kira usia tiga bulan). Anak memilih teman berdasarkan kesamaan aktivitas dan kesenangan. yang membantu perkembangannya menjadi manusia sebagaimana adanya. karena kemampuan reaksi dan komunikasinya yang juga masih amat terbatas. terutama dengan anak-anak sebaya. Anak sangat aktif. ayahnya. baik dengan teman sebaya. saudarasaudaranya. Kualitas lain dari anak usia ini adalah abilitas untuk memahami pembicaraan dan pandangan orang lain semakin meningkat sehingga keterampilan komunikasinya juga meningkat. orang tua maupun saudara-saudaranya. Sejak kecil anak telah belajar cara berperilaku sosial sesuai dengan harapan orang-orang yang paling dekat dengan dia. Perilaku Sosial Anak TK Pengertian Perilaku Sosial Perilaku sosial merupakan aktivitas dalam hubungan dengan orang lain. Anak memiliki dunia dan karakteristik tersendiri yang jauh berbeda dari dunia dan karakteristik orang dewasa. Keterampilan sosial anak TK Keterampilan-keterampilan sosial yang perlu dimiliki anak TK adalah : a). Menurut Johnson . . Sejalan dengan perkembangan keterampilan fisiknya.motorik dapat membuat anak bangga akan dirinya. Di dalam hubungan dengan orang lain. yaitu : persepsi individu yang menjadi anggota kelompok. Kehadiran orang lain dapat menimbulkan reaksi yang berbeda pada tiap-tiap anak. Hasil observasi di kelas sebagaimana yang diungkapkan oleh Johnson (1975 : 82) menunjukan bahwa anak berperilaku dalam 5 suatu kelompok berbeda dengan perilakunya dalam kelompok lain. anak usia sekitar lima tahun ini semakin berminat pada teman-temannya. Pada saat itu sifat hubungannya dengan orang lain masih sangat terbatas. Penguasaan akan keterampilan berkomunikasi ini membuat anak semakin senang bergaul dan berhubungan dengan orang lain. dan anggota keluarga yang lain. Anak usia TK adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan sangat pesat dan sangat fundamental bagi kehidupan selanjutnya. dinamis. terjadi peristiwa-peristiwa yang sangat bermakna dalam kehidupannya yang membentuk kepribadiannya. guru. keinginan untuk menjalin hubungan antar manusia sudah lebih nyata. antusias dan hampir selalu ingin tahu terhadap apa yang dilihat dan didengarnya serta seolah-olah tak pernah berhenti untuk belajar. yaitu : ibunya. Apa yang telah dipelajari anak dari lingkungan keluarganya sangat mempengaruhi perilaku sosialnya. Perasaan terhadap orang lain. dengan “senyum sosial” yang ditunjukkannya bila ada orang yang mendekatinya. Perilaku anak dalam kelompok juga berbeda dengan pada waktu dia sendirian. hal ini ditampakkan melalui sikap dan perilakunya terhadap orang-orang yang ditemuinya. perbedaan ini dapat terjadi karena beberapa faktor. Kemudian pada akhir masa bayi (kira-kira usia dua tahun) anak sudah mulai dapat berbicara dan memiliki beberapa puluh kosa kata. seperti yang dapat diobservasi dalam situasi kehidupan sehari-hari.

kalau takut sesuatu ia akan mengatakan “saya takut itu” atau kalau ia senang ia juga akan mengatakan “saya senang”. kemudian temannya cemberut dan guru memelototinya. semata-mata untuk menimbulkan kesenangan dan kegembiraan saja. kedua jenis kegiatan bermain ini perlu dilakukan oleh anak secara seimbang. Anak usia prasekolah pada umumnya senang melakukan permainan yang mengandung aktivitas gerak. Pengalaman berhubungan (bersosialisasi) dengan orang lain ini memberikan pelajaran pada anak bahwa ada perilaku-perilaku yang disukai oleh teman-teman atau gurunya yang menyebabkan ia diterima di lingkungan mereka. Anak semakin mampu mengendalikan perasaan-perasaannya dan mengikuti aturan-aturan yang ditentukan oleh lingkungannya. 7 Kedua jenis kegiatan bermain ini baik bermain aktif maupun bermain pasif sama-sama bermanfaat bagi perkembangan anak. mulai mempunyai teman yang dianggap sesuai dengan keinginannya. hambatan dan kesulitan dalam bersosialisasi akan banyak ditemui anak. maka dapat diperkirakan proses sosialisasinya berkembang ke arah yang positif. memanjat dan bersepeda. belajar menunggu giliran dan lain-lain. kecuali bila ditentukan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam permainan tersebut. anak demikian lebih memilih bentuk kegiatan bermain pasif yang kurang banyak merangsang aspek fisik motoriknya tetapi lebih merangsang aspek perkembangan lainnya. ia tahu bahwa perilakunya itu tidak disukai oleh teman dan gurunya. bila marah pada temannya ia akan mengatakan “kamu nakal atau kamu jahat”. tetapi ada pula anak yang tidak begitu menyukai kegiatan bermain aktif. Anak juga mulai dapat memilih teman yang dianggap sesuai dengan keinginannya. Elizabeth B. Dengan pengetahuannya itu anak mulai mengubah perilaku yang negatif dan mengembangkan perilakuperilaku yang positif agar hubungan dengan orang lain dapat tetap berlangsung dengan baik. dan ia tahu pula bahwa ada perilaku-perilaku yang tidak disukai temannya. namun untuk memberi manfaat yang optimal dan bersifat menyeluruh bagi perkembangan anak. dan menghindari teman-teman yang tidak disukainya. mulai belajar berbagai hal dengan orang lain.Masuknya anak ke TK memberikan kesempatan bergaul dengan anak lain yang sebaya semakin besar. anak juga sudah mulai mampu membaca situasi yang dihadapi. seperti berlari. . untuk dapat mempertahankan hubungan yang baik dengan orang lain. mulai mempunyai teman dekat. tanpa paksaan dan tanpa ada aturan main tertentu. terutama perkembangan kognitifnya. Hal ini memberikan peluang pada anak untuk lebih melancarkan dan meningkaan kemampuan berkomunikasinya. tetapi sebaliknya bila tidak. Bila merebut mainan temannya. meloncat. Bila pengalaman awal seorang anak dalam bersosialisasi lebih banyak memberi kesenangan dan kepuasan. Hurlock (1978: 234) memberikan batasan tentang bermain sebagai kegiatan yang dilakukan tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Pada usia TK anak diharapkan telah dapat menyatakan perasaan-perasaannya melalui kata-kata. Selain dari itu. Pada 6 usia ini anak juga sudah mulai dapat bermain dalam kelompok kecil yang menuntut kebersamaan dan kerjasama. b) Kemampuan melakukan kegiatan bermain dan menggunakan waktu luang Dunia anak adalah dunia bermain. Dengan demikian wajarlah bila sebagian besar waktu anak diisi dengan kegiatan bermain. khususnya pada anak prasekolah bermain merupakan kebutuhan dasar mereka. Biasanya anak melakukannya secara suka rela.

8. Adanya kemampuan berkomunikasi yang baik yang dimiliki anak. yang sebenarnya tidak disukainya. Belajar berperilaku yang dapat diterima secara sosial. Misalnya. Ia sudah harus dapat mengikuti aturan main yang ada. Adanya kesempatan untuk bergaul dengan orang-orang di sekitarnya dari berbagai usia dan latar belakang. Adanya kemampuan berkomunikasi yang dapat membicarakan topik yang dapat dimengerti dan menarik bagi orang lain yang menjadi lawan bicaranya. tetapi saling berkaitan. 7. mengikuti tokoh otoritas yang dihadapi dan mencoba untuk mengendalikan perasaan-perasaanya dengan cara yang lebih positif. ada peran yang telah disetujui bersama bagi orang tua dan anak serta ada pula peran yang telah disetujui bersama bagi guru dan murid. 5. Salah satu yang berkaitan dengan kemampuan mengatasi situasi sosial ini. 2. 6. Untuk dapat besosialisasi anak tidak hanya harus mengetahui perilaku yang dapat diterima. yaitu situasi yang diciptakan oleh orang lain. Adanya minat dan motivasi untuk bergaul 8 4. Banyak dan bervariasinya pengalaman dalam bergaul dengan orang-orang di lingkungannya. Pada usia ini diharapkan anak telah menyadari tuntutan yang diharapkan oleh lingkungan. tetapi berhubungan dengan situasi sosial. mau tidak mau melibaan orang lain sehingga pada dasarnya tidak dapat lepas dari hubungannya dengan orang lain. tetapi mereka juga harus menyesuaikan perilakunya dengan patokan yang dapat diterima. Menurut Dini P. seorang anak TK sedang mengikuti kegiatan menggambar di kelas. Ketiga proses sosialisasi tersebut adalah : 1. Masing-masing proses terpisah dan sangat berbeda satu sama lain. Setiap kelompok sosial mempunyai standar bagi para anggotanya tentang perilaku yang dapat diterima. Keadaan ini menimbulkan perasaan dan pengalaman yang tidak enak pada dirinya. Hal ini disebabkan karena situasi sosial yang dihadapi anak. Setiap kelompok sosial mempuyai pola kebiasaan yang telah ditentukan dengan seksama oleh para anggotannya dan dituntut untuk dipatuhi. tetapi bila ia mengikuti terus ia merasa sangat bosan. yang biasanya menjadi “model” bagi anak. 3. anak tidak selalu harus berhubungan secara langsung dengan orang lain. Memainkan peran sosial yang dapat diterima. Banyaknya pengalaman yang menyenangkan yang diperoleh melalui pergaulan dan aktivitas sosialnya. Hurlock (1978 : 228) untuk menjadi orang yang mampu bersosialisasi memerlukan tiga proses. Adanya bimbingan dan pengajaran yang secara sengaja diberikan oleh orang yang dapat dijadikan “model” bergaul yang baik bagi anak. Bila ia tidak mau melakukan kegiatan itu ia takut dihukum gurunya. Kegagalan dalam satu proses akan menurunkan kadar sosialisasinya. Daeng S (1996: 114) ada empat faktor yang berpengaruh pada kemampuan bersosialisasi anak. yaitu : 1. Menurut Elizabeth B.c) Kemampuan anak mengatasi situasi sosial yang dihadapi Kemampuan anak dalam mengatasi situasi sosial yang dihadapi erat kaitannya dengan kemampuan anak dalam menjalin hubugan antar manusia. Masalah yang dihadapinya tidak berhubungan langsung dengan orang lain. Anak dituntut untuk mampu memainkan peran-peran sosial . Mengatasi situasi semacam ini diperlukan kemampuan anak untuk mencari pemecahan masalah yang sebaikbaiknya sesuai dengan perkembangan yang telah dicapainya. Adanya bimbingan dan pengajaran dari orang lain. 2. Sebagai contoh.

Simpati. 3. 5. Hasrat untuk diterima oleh orang dewasa biasanya timbul lebih awal dibandingkan dengan hasrat untuk diterima oleh teman sebaya. 2. tetapi masing-masing tetap penting bagi proses sosialisasi. terlihat pada kesediaan untuk berbagi sesuatu dengan anak lain meningkat dan sikap mementingkan diri sendiri semakin berkurang setelah anak belajar bahwa kemurahan hati menghasilkan penerimaan sosial. Pola perilaku dalam situasi sosial banyak yang nampak tidak sosial atau bahkan anti sosial. 4. Hal ini dapat berkembang pada 10 anak jika anak dapat memahami ekspresi wajah atau maksud pembicaraan orang lain. Jika mereka dapat melakukannya. Landasan yang diletakkan pada masa kanak-kanak awal akan menentukan cara anak menyesuaikan diri dengan orang lain. 8. Jika hal itu diekspresikan dalam pertengkaran dan kesombongan. 3. 6. hal itu mendorong anak untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan sosial. Ketergantungan terhadap orang lain dalam hal bantuan. Semakin banyak kesempatan untuk melakukan sesuatu bersama-sama. Banyak di antara landasan baru ini dibina oleh hubungan sosial dengan teman sebaya di luar rumah dan hal-hal yang diamati anak dari tontonan televisi atau buku komik. Persaingan. Persaingan merupakan dorongan bagi anak-anak untuk berusaha sebaik-baiknya. Sebagian lainnya merupakan bentuk perilaku sosial baru yang mempunyai landasan baru. Kerja sama. Anak kecil memperlihaan sikap ramah melalui kesediaannya melakukan sesuatu untuk orang lain atau anak lain dan dengan mengekspresikan kasih sayang kepada mereka. yaitu pola perilaku yang sosial dan pola perilaku yang tidak sosial. Pola Perilaku Sosial Sebagian dari bentuk perilaku sosial yang berkembang pada masa kanak-kanak awal. Empati adalah kemampuan meletakkan diri sendiri dalam posisi orang lain dan menghayati pengalaman orang tersebut. Sekelompok anak belajar bermain atau bekerja bersama dengan anak lain. Pola perilaku sosial menurut Elizabeth. Sikap ramah. mereka akan berhasil dalam penyesuaian sosial dan diterima sebagai anggota kelompok sosial tempat mereka bergaul. B. Kemurahan hati. perhatian. Perkembangan sikap sosial. Anak mengekspresikan simpati dengan berusaha menolong atau menghibur seseorang yang sedang bersedih. dan kasih sayang mendorong anak untuk berperilaku dalam cara yang diterima secara sosial. dapat mengakibaan timbulnya sosialisasi yang buruk yang dialami anak. Jika hasrat pada diri anak untuk diterima kuat. hal itu akan menambah sosialisasi mereka.yang diterimanya. 7. Hasrat akan penerimaan sosial. Anak kecil tidak mampu berperilaku simpati sampai mereka pernah mengalami situasi yang mirip dengan dukacita. Untuk bersosialisasi dengan baik anak-anak harus menyenangi orang dan kegiatan sosial. Empati. Ketergantungan. semakin cepat mereka belajar melakukannya dengan bekerja sama. . Pola perilaku yang termasuk dalam perilaku sosial adalah : 1. Anak akan berusaha menunjukkan perilaku sosial yang dapat diterima agar dapat memenuhi keinginannya. Kemurahan hati. merupakan perilaku yang terbentuk atas dasar landasan yang diletakkan pada 9 masa bayi. Hurlock (1978 : 239) terbagi atas dua kelompok.

tetapi umumnya tidak demikian. Pertengkaran berbeda dari agresi. Perilaku kelekatan (attachment behavior). yaitu ketika bayi mengembangkan kelekatan yang hangat dan penuh cinta kasih kepada ibu atau pengganti ibu. Pertengkaran merupakan perselisihan pendapat yang mengandung kemarahan yang umumnya dimulai apabila seseorang melakukan penyerangan 11 yang tidak beralasan. 3. Jika diarahakan secara tepat hal ini dapat menjadi sifat kepemimpinan. anakanak memperoleh kesempatan untuk mengembangkan sifat dan meningkatlam penerimaan kelompok terhadap diri mereka. banyak anak laki-laki ditekan oleh keluarga laki-laki dan teman sebaya untuk menghindari . menetap atau akan berkembang semakin kuat. Perilaku ini adalah kecenderungan untuk mendominasi orang lain atau menjadi “majikan”. Belajar memikirkan orang lain dan berbuat untuk orang lain. Perilaku yang sok kuasa. Agresi. dan biasanya terhadap anak yang lebih kecil. 2. Biasanya hal itu dinulai pada usia dua tahun dan mencapai puncaknya antara umur 3 dan 6 tahun. Mengejek merupakan serangan secara lisan terhadap orang lain. 6. Agresi adalah tindakan permusuhan yang nyata atau ancaman permusuhan. Anak-anak mengekspresikan sikap agresif mereka berupa penyerangan secara fisik atau lisan terhadap pihak lain. 5. 7. Dalam kedua hal tersebut si penyerang memperoleh keputusan dengan menyaksikan ketidakenakan (ketidak senangan) korban dan usahanya untuk balas dendam. sebagian bergantung pada kesadaran anak bahwa hal itu membuat mereka tidak populer dan sebagian lagi bergantung pada kuat lemahnya keinginan mereka untuk menjadi populer. Pertengkaran. Antagonisme jenis kelamin. dalam arti bahwa mereka cenderung berpikir dan berbicara tentang diri mereka sendiri. Bagi anak kecil tidaklah umum mengekspresikan prasangka dengan bersikap membedakan orang-orang yang mereka kenal. tetapi secara setahap demi setahap diganti dengan penolakan lisan untuk menuruti perintah. Dari landasan yang diberikan pada masa bayi. Negativisme adalah perlawanan terhadap tekanan dari pihak lain untuk berperilaku tertentu. Dalam pertengkaran salah seorang yang terlibat memainkan peran bertahan sedangkan dalam agresi peran dirinya yang selalu agresif. dan biasanya hal ini mengakibaan timbulnya penolakan dari kelompok sosial. Biasanya tidak ditimbulkan oleh orang lain. sedangkan menggretak merupakan serangan yang bersifat fisik. Ketika masa kanak-kanak berakhir. Sikap tidak mementingkan diri sendiri. Apakah kecenderungan ini akan hilang. Hampir semua anak kecil bersifat egosentrik. Pertengkaran melibaan dua orang atau lebih sedangkan agresi merupakan tindakan dirinya sendiri. Mengejek dan menggretak. Landasan prasangka terbentuk pada masa kanak-kanak awal yaitu ketika anak menyadari bahwa sebagian orang berbeda dari mereka dalam hal peampilan dan perilaku dan bahwa perbedaan ini oleh kelompok sosial dianggap sebagai tanda kerendahan. Dengan meniru orang yang diterima baik oleh kelompok sosial. 4. Adapun pola perilaku yang tidak sosial adalah perilaku yang menunjukkan: 1. Egosentrisme. Negativisme. Ekspresi fisiknya mirip dengan ledakan kemarahan. Meniru. 10. 11. Anak perlu mendapat kesempatan dan dorongan untuk membagi apa yang mereka miliki.9. anak kecil mengalihkan pola perilaku ini kepada anak atau orang lain dan belajar membina persahabatan dengan mereka. Prasangka. 8.

231). baik dalam hal menghargai milik. Pengaruh Kelompok Sosial Pada semua tingkatan usia. yaitu : (1) anak dapat bekerjasama (cooperating) dengan teman. Anak-anak hendaknya belajar memperoleh kepuasan yang lebih banyak dari kehidupan sosial bersama teman sebayanya. anak-anak mulai keluar dari lingkungan keluarga dan memasuki dunia teman sebaya. hasil karya teman atau kondisi-kondisi yang ada pada teman. dan merupakan tempat mereka mengidentifikasi diri. tetapi menghindari mereka dan menghindari aktivitas yang dianggap sebagai aktivitas anak perempuan. terlihat bahwa dalam interaksi sosial terjadi hubungan timbal balik antara individu yang satu dengan individu lainnya. Studi tentang perbedaan antara pengaruh teman sebaya dan pengaruh orang tua terhadap keputusan anak pada berbagai tingkatan umur menemukan bahwa dengan meningkatnya umur anak. guru mulai memasukkan pengaruh terhadap sosialisasi mereka. menurut Helms & Turner (1984 : 225) pola perilaku sosial anak dapat dilihat dari empat dimensi. pada umur ini anak laki-laki tidak melakukan pembedaan terhadap anak perempuan. Bonner merumuskan interaksi sosial sebagai hubungan antara dua atau lebih individu di mana kelakuan individu yang satu mempengaruhi. dan (4) anak mampu membantu (helping others) orang lain. meskipun pengaruh teman sebaya biasanya lebih kuat dibandingkan dengan pengaruh guru dan orang tua. keluarga merupakan agen sosialisasi yang paling penting. Apakah anak mampu berbagi sesuatu yang dimilikinya kepada teman. pendapat. Walaupun demikian. Berdasarkan rumusan tersebut. Dalam dunia baru yang dimasuki anak.pergaulan dengan anak perempuan atau memainkan “permainan anak perempuan”. orang dipengaruhi oleh kelompok sosial dengan siapa mereka mempunyai hubungan tetap. Melalui kehidupan sosial kelompok sebaya anak belajar memberi dan menerima. 12 Selain dari itu. Ketika anak-anak memasuki sekolah. B. jika nasihat yang diberikan oleh keduanya (orang tua dan teman sebaya) berbeda maka anak cenderung lebih terpengaruh oleh teman sebaya. Mereka juga mengetahui bahwa kelompok sosial memandang lakilaki lebih tinggi derajatnya daripada anak perempuan. Pengaruh ini paling kuat terjadi pada masa kanak-kanak dan sebagian masa remaja akhir. ia harus pandai menempaan diri di antara teman sebaya yang sedikit banyak akan berlomba dalam menarik perhatian guru. Pada usia sekolah. belajar berteman dan bekerja yang . Menurut Elizabeth. Interaksi Sosial Anak dengan Teman Sebaya Hubungan antara anak dengan teman sebaya merupakan bagian dari interaksi sosial yang dilakukan anak dengan lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakatnya. Hurlock (1978. (2) anak mampu menghargai (altruism) teman.. Teman sebaya menurut Havighurst 13 (1978:45) dipandang sebagai suatu “kumpulan orang yang kurang lebih berusia sama yang berpikir dan bertindak bersama-sama”. (3) anak mampu berbagi (sharing) kepada teman. mengubah. Hal ini tidak hanya ditunjukkan dalam hubungannya dengan teman sebaya tetapi juga dengan orang dewasa lainnya. atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya. Peristiwa ini merupakan perubahan situasi dari suasana emosional yang aman yang dalam hal ini hubungan yang erat dengan ibu dan anggota keluarga lainnya ke kehidupan dunia baru. mau mengalah pada teman dan sebagainya.

Dalam berinteraksi dengan teman sebaya.semuanya itu dapat mengembangkan kepribadian sosial anak. Begitu pula pengenalan anak terhadap pola pikir orang lain dapat memperkaya pengalaman kognisinya. L. anak dapat berlatih mengekspresikan emosinya dan menguji perilaku-perilaku moralnya secara tepat. Upaya untuk mengatasi permasalahan sosial pada anak selayaknya dilakukan bersama antara orang tua dan guru. Oleh karena itu peran aktif orang tua dan guru yang senantiasa memperhatikan kebutuhan dan perkembangan anak TK serta tidak terlepas dari pemahaman pengaruh teman sebaya bagi perkembangan sosial anak dapat .E. memiliki kemampuan berkuasa (uthoritarian) dan kemampuan mengendalikan (assertive) teman yang lain. menjauhkan diri atau bersahabat. seperti perkembangan kognisi. anak akan memilih anak lain yang usianya hampir sama. Melalui 14 interaksi sosial. faktor teman sebaya memiliki pengaruh yang kuat sekali bagi pembentukan perilaku-perilaku sosial yang diharapkan pada anak TK. Terhambatnya perkembangan sosial anak sejak kecil akan menimbulkan kesulitan bagi anak dalam mengembangkan dirinya di kemudian hari. Vygotsky (Berk. malu-malu atau berani. Vygotsky menyarankan untuk memahami perkembangan anak. & Winsler. Selain dari itu dalam perkembangan sosial anak TK. Dalam penerimaan teman sebayanya anak harus mampu menerima persamaan usia. Pengalaman anak berinteraksi sosial dengan anak lain dan bahkan dengan orang dewasa tidak saja memfasilitasi keterampilan anak dalam berkomunikasi dan sosialnya. menunjukkan minat terhadap permainan. anak dituntut untuk dapat menerima teman sebayanya. emosi dan moralnya. kita dituntut untuk memahami relasi-relasi sosial yang terjadi pada lingkungan tempat anak itu bergaul. dapat menerima teman lain dari kelompok yang lain. Pergaulan sosial ini merupakan pengalaman hidup yang kaya dan alami bagi anak sehingga dapat mendorong segenap aspek perkembangan anak secara lebih terintegrasi dan menyeluruh. mandiri atau dapat lepas dari orang tua atau orang dewasa lain. dan di dalam berinteraksi dengan teman sebaya lainnya. Lebih lanjut. tetapi juga turut mengembangkan aspek-aspek perkembangan lainnya. 1995) menekankan pentingnya konteks sosial dalam proses belajar anak. bahkan ia menjelaskan bahwa bentuk-bentuk aktivitas mental yang tinggi diperoleh dari konteks sosial dan budaya tempat anak berinteraksi dengan teman-temannya atau orang lain. dapat menerima keadaan fisik anak yang lain. ia belajar apa yang disebut dengan bermain jujur. dapat menerima jenis kelamin lain. Kesimpulan Permasalahan sosial banyak ditemukan pada anak usia TK dan sedini mungkin anak perlu dibantu untuk dapat mengatasinya. A. Proses pembelajaran dalam kelompok sebaya merupakan proses pembelajaran “kepribadian sosial” yang sesungguhnya.. Anak-anak belajar cara-cara mendekati orang asing. dan dapat menerima kelas sosial yang berbeda Faktor penting lainnya yang mempengaruhi perkembangan kelompok sosial ini adanya kepemimpinan sebaya (peer leadership). Seseorang yang telah mempelajari kebiasaan-kebiasaan sosial tersebut. Mengingat betapa pentingnya peran konteks sosial ini. cenderung akan melanjutkannya dalam seluruh kehidupannya. Dalam kelompok sosial ini seorang anak dianggap mampu memimpin apabila memiliki karakteristik-karakteristik kemampuan (intelektual) lebih. karena melalui merekalah perkembangan sosial anak dapat terbentuk secara baik. Ia belajar bagaimana memperlakukan teman-temannya. Pengalaman interaksi sosial ini sangat berperan dalam mengembangkan kemampuan berpikir anak..

Kartini. Havighurst. Daeng. S. New York : Holt Rinehartand Winston. Jakarta : Depdikbud. W.S. Kartono. J. T. (1997). Human Development and Education. New York : Macmillan Publishing Co. A. M. Tentang Pendidikan Prasekolah. Hurlock. (1978). Jakarta : Depdikbud. Konsep Dasar Pendidikan Prasekolah. (1986). Education. (1983) Exploring Child Behavior. Arthur.. Bandung : Alumni. L & Johnson. Roopnaire. Dini P. Bandung : FIP UPI. New York : Mc.E. Robert J. Program Kegiatan Belajar Taman Kanak-kanak. (1978). Harianti. Gerungan. 2nd Edition. (1978). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989. (1994) Kurikulum Taman Kanak-kanak.memberikan upaya bantuan dan bimbingan bagi anak agar memiliki perilakuperilaku sosial yang diharapkan yang dapat bermanfaat bagi perkembangan anak di kemudian hari. Sistem Pendidikan Nasional. (1996). Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1990. Inc. Metode Mengajar di Taman Kanak-kanak. Approaches to Early Childhood. 15 16 Daftar Rujukan Depdikbud. Jakarta : Eresco. New York : Merril. J. B. Psikologi Sosial. (1993). Child Development. B & Turner. J. Graw Hill. (1986). Helms. Diah. . Bagian 2. Psikologi Anak. (1994). New York : Longmans Green and Co. Solehuddin. Jakarta. Jersild. Elizabeth. D. Sixth Edition. The Psychology of Adolescence.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->