P. 1
Peradaban Awal Masyarakat Di Dunia

Peradaban Awal Masyarakat Di Dunia

|Views: 2,089|Likes:
Published by Rizky 'selluw'

More info:

Published by: Rizky 'selluw' on Mar 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/28/2013

pdf

text

original

Peradaban Awal Masyarakat Di Dunia

A.Peradaban India (Lembah Indus dan Lembah Gangga ) -> Letak geografis · · · · Di sebelah Utara berbatasan dengan China yang dibatasi Gunung Himalaya Selatan berbatasan dengan Srilanka yang dibatasi oleh Samudera Indonesia Barat berbatasan dengan Pakistan Timur berbatasan dengan Myanmar dan Bangladesh

Nama India diambil dari nama Sungai Indus, sedangkan sebutan Hindia diambil dari kata Sindhu. Pantai sebelah barat dihalangi oleh pegunungan yang curam yang disebut Ghat Barat dan sepanjang pantai sebelah timur terdapat Ghat Timur. Di lembah pegunungan Himalaya mengalir sungai Gangga dan Yumuna yang bermuara di teluk Benggala. Satu-satunya jalan masuk ke India melalui darat melewati celah antara pegunungan Pamir dengan Hindukusy di bagian barat daya celah itu disebut celah Kaibar. Bangsa-bangsa pengembara dari luar masuk ke India melalui celah Kaibar dan menetap di daerah aliran sungai Gangga dan Yumuna yang subur. -> Suku bangsa Di daerah ini berkembang kebudayaan Hindu Berdasakan penelitian Antropologis, pendukung kebudayaan India adalah bangsa Dravida. Kira-kira tahun 3000 sebelum Masehi, bangsa Dravida masuk ke India melalui celah Kaibar, mereka menetap di sekitar aliran sungai Gangga dan Yumuna. Mereka tidak lama tinggal di sana karena didesak oleh bangsa Arya. Tanda tanda perawakan bangsa Dravida ialah berkulit hitam, pendek, rambut kriting, hidung tidak mancung. Bangsa Dravida terdesak oleh Bangsa Arya ke daerah daratan tinggi Dekhan, sebagian bercampur darah dengan bangsa Arya. Bangsa Arya serumpun dengan bangsa Eropa, yaitu Indo Jerman. Kawasan sungai Gangga dan Yamuna disebut Aryavarta, artinya pemukiman bangsa

Arya. Di lembah sungai inilah berkembang kebudayaan Hindu yang merupakan kebudayaan bangsa Arya. Bangsa Arya mengaku sebagai bangsa “Mulia”. Untuk menjaga kemurnian darahnya, bangsa Arya membagi masyarakatnya dalam beberapa golongan atau kasta, seperti: a. Kasta Brahmana ialah golongan para ahli agama dan ilmu pengetahuan. Golongan ini paling dihormati dan biasanya menjadi penasihat raja. b. Kasta Waisya ialah golongan pedagang dan petani. Mereka merupakan golongan yang berusaha, mengeluarkan keringat untuk menghasilkan perbekalan yang diperlukan oleh semua golongan. c. Kasta Ksatria ialah golongan ningrat dan para prajurit. Golongan inilah yang memegang kekuasaan dan menjalankan pemerintahan. d. Kasta Sudra ialah golongan buruh kasar dan hamba sahaya. Ada pula orang-orang yang “bernoda” dikeluarkan dari kastanya. Mereka tidak termasuk kasta manapun juga. Mereka golongan masyarakat yang paling hina, mereka tidak punya hak apapun. Mereka disebut golongan “Paria”. -> Kepercayaan a. Agama Hindu. Agama Hindu memuja dewa-dewa, ada tiga dewa yang paling terkemuka Dewa Brahma sebagai pencipta alam, Dewa Wisnu sebagai pemelihara alam, dan Dewa Syiwa sebagai perusak alam. Kitab sucinya disebut Weda. b. Agama Buddha. Agama Buddha diajarkan oleh Sidarta Gautama, putra mahkota kerajaan Kapilawastu di India Utara. Sidarta Gautama memperole h pencerahan tentang masalah kehidupan, itulah yang disebut “Bodh”, sejak itu ia disebut “Budha”, artinya orang yang memperoleh “Bodh”. Kitab sucinya Tripitaka.

-> Benda bersejarah Di India banyak ditemukan peninggalan budaya yang tinggi nilainya, seperti: 1. Benda-benda terakota, yaitu lempeng-lempeng tanah yang ada hiasannya dan tulisan piktograf. 2. Tata kota Mohenjo Daro dan Harrapa, rumah-rumah dibangun dengan batu bata merah, jalanjalan dibuat lurus dengan di kiri dan kanannya dibuat saluran air yang baik. 3. Alat-alat pertanian yang berupa cangkul dan kapak. 4. Alat-alat perhiasan yang berupa kalung dan gelang. Hasil kesusastraan India yang berupa wiracarita antara lain: a. Kitab Ramayana Kitab ramayana merupakan karangan Resi Walmiki. Menceritakan kisah putra mahkota bernama Rama putra Raja Dasaratha. Karena ulah ibu tirinya, Rama harus menjalani pengembaraan ke hutan, dalam pengembaraannya itu istrinya, Dewi Sinta, diculik oleh Rahwana atau Dasamuka, raja raksasa dari negeri Alengka (Sri Lanka). Rahwana dicegat oleh Jatayu, burung garuda raksasa, tetapi dapat dikalahkan oleh Rahwana. Dewi Sinta dilarikan sampai istana Alengka. Dengan pertolongan kera Sugriwa dan Hanoman, Sri Rama dapat menyerbu Kerajaan Alengka. Dengan bantuan bala tentara kera akhirnya Rahwana dapat dikalahkan dan Dewi Sinta dapat diselamatkan. b. Kitab Mahabharata Kitab Mahabharata karangan Resi Wiyasa. Menceritakan kisah keadaan keluarga besar Bharata,yang memerintah di kerajaan Hastina. Dua keturunan itu adalah Kurawa dan Pandawa saling memperebutkan tahta kerajaan. Mula-mula keluarga pandawa menjalani hukuman dibuang ke hutan selama 12 tahun, dalam pembuangan itu keluarga Pandawa memperoleh gemblengan ilmu, sehingga kuat lahir dan batin. Akhirnya terjadi perang saudara yang hebat antara dua turunan itu di medan perang Kuruksetra. Perang tersebut terkenal sebagai perang Bratayudha, yaitu perang antara kejahatan (pihak Kurawa) dengan kebaikan (pihak Pandawa). Akhirnya, Pandawalah yang menang.

1.Peradaban Lembah Sungai Indus letak geografis Letak Geografis Peradaban Sungai Indus atau Sindhu terletak di wilayah Pakistan. Sungai Indus memilki banyak anak sungai yang berasal dari wilayah Punjab di Pakistan Utara. Punjab artinya daearah aliran lima sungai. Sungai Indus mengalir melalui Pakistan dan menyebabkan tanah di negeri itu menjadi subur. Sungai te rsebut bermuara di Laut Arab.

Suku Bangsa

Penduduk asli yang berada di Lembah Sungai Shindu adalah bangsa Dravida, diperkirakan telah mendiaminya sejak 3000 SM. Bangsa ini meninggalkan sisa peradaban di Mahenjo Daro danHarappa.

Kepercayaan Masyarakat Sungai Indus

Kepercayaannya Masyarakat lembah Sungai Indus adalah menyembah atau memuja kepada banyak dewa (politheisme) serta segala sesuatu yang dianggap keramat. Contohnya adalah pohon pipal dan beringin yang oleh umat Buddha dianggap pohon suci, binatang yang dipuja adalah gajah dan buaya.Dewa utama yang dipujanya adalah dewa berkepala tiga, bertanduk besar, walaupun masih berupa dugaan, stempel yang menggambarkan dewa ini banyak dijumpai. Selain itu, masyarakatnya mengenal Dewi Ibu yang dipuja sebagai lambang Dewi kesuburan.

Kebudayaan

Kebudayaan Indus (Sindhu) berlangsung 3000 SM – 1000 SM, wujudnya berupa kota kuno Mohenjo Daro dan Harappa. Kebudayaan Indus ini didukung oleh orang-orang Dravida yang berhidung pesek, berambut hitam dan keriting. Kebudayaan Indus berhasil diteliti oleh seorang arkeolog Inggris, Sir John Marshal, yang dibantu Banerji (orang India). Tata kota, sanitasi, serta kebersihan dan kesehatan dari perencanaan kota dapat dibuktikan dengan adanya: 1) Kota Mohenjo Daro dan Harappa dibangun tinggi berdasarkan pola kota terencana yang modern Dan petunjuk kesehatan

2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9)

Terdapat bangunan besar sebagai tempat pertemuan rakyat. Rumah-rumah dibuat seragam dari batu bata. Jalan-jalan dibuat lebar-lebar. Saluran air dibuat sesuai perencanaan kota modern dan syarat kesehatan Ditemukan bekas permandian. Ditemukan perhiasan kalung emas dan perak dihias dengan permata. Ditemukan senjata yang terbuat dari batu dan tembaga. bangunan tidak ada yang menjorok ke depan

Kebudayaan Indus runtuh pada tahun 1000 SM disebabkan oleh: 1) adanya bencana banjir dari Sungai Indus (Sindhu); 2) karena diserang bangsa Arya. Peninggalan tersebut termasuk dalam masa praaksara, namun kita temukan juga tulisan berbentuk gambar belum beraksara sehingga disebut piktograf. Benda kuno yang terdapat di kota Mohenjo Daro dan Harappa, antara lain: 1) lempeng tanah (terra cotta) yang berbentuk persegi dan bergambar binatang atau tumbuhan, seperti gajah, harimau, sapi, badak, dan pohon beringin; 2) adanya tembikar yang berbentuk periuk belanga dan pecah-belah semacam piring dan cangkir; 3) alat perhiasan berupa kalung, gelang, dan ikat pinggang dari tembaga; 4) terdapat gambar dewa yang bertanduk, patung dewi Ibu (dewi kesuburan), dan patung pujaan: dewa bumi, dewa langit, dewa bulan, dewa air, serta dewa api.

Mata pencaharian

Mata pencahariannya adalah bercocok tanam, yang dibuktikan dari adanya cangkul, kapak, dan patung Dewi Ibu yang dianggap lambang kesuburan. Hasil pertaniannya adalah gandum dan kapas. Pada saat itu, sudah ada saluran irigasi untuk mencegah banjir serta untuk pengairan sawah-sawah rakyat. Dalam perdagangan terlihat adanya hubungan dengan Sumeria di Lembah Eufrat dan Tigris, yang diperdagangkan adalah keramik dan permata.

2.Peradaban Lembah Gangga

letak geografis

India kuno ditemukan pula peradaban Lembah Sungai Gangga. Letak Geografis peradaban lembah sungai Gangga antara Pegunungan Himalaya, dan Pegunungan Windya. Sampai sekarang,di wilayah ini belum ditemukan sisa-sisa peninggalan peradaban pada masa prasejarah. Peradabannya mulai berkembang sejak masuknya Bangsa Arya ke India dengan terbentuknya budaya Hindu

Pemerintahan

Pemerintahan yang pernah berkuasa di wilayah Lembah Sungai Gangga adalah Kerajaan Gupta. Kerajaan ini erat kaitannya dengan keberadaan Kerajaan Maurya di Lembah Sungai Indus. Runtuhnya kerajaan ini mendorong timbulnya Kerajaan Gupta yang menguasai India.Raja-raja yang pernah berkuasa di Kerajaan Gupta, yaitu:
   

Candragupta I (320-330) Samudragupta (330-375) Candragupta II (375-415) Suku Bangsa

orang-orang Arya yang berasal dari sekitar Laut Kaspia yang datang memasuki India sekitar 2000 SM di daerah India Utara. Akibat kedatangan bangsa Arya, bangsa Dravida terdesak dan menyingkir ke India Selatan. Namun, tidak dapat dihindari adanya percampuran budaya yang akhirnya melahirkan hinduisme. Bangsa Arya menjadi pendukung kebudayaan Gangga dan menguasai daerah subur di sekitar Sungai Gangga bahkan seluruh daerah di sekitar Lembah Indus. Mereka menyebutnya sebagai daerah Arya Warta atau daerah Hindustan, artinya tanah orang Hindu. Daerahnya meliputi sekitar Sungai Gangga, Lembah Yamuna, serta Lembah Indus. Untuk membatasi adanya percampuran ras, maka diciptakanlah Kasta serta kewajiban sattie (wanita ikut suami di waktu upacara pembakaran mayat). Perkawinan antarkasta menjadi salah satu penyebab seseorang dikeluarkan dari kasta. Orang Arya berada pada kasta brahmana, ksatria, dan sedikit pada kasta waisya. Merekalah yang menulis kitab suci Weda.

B.Peradaban Cina (Lembah Sungai Kuning)

Ø Letak Geografis Cina dianggap sebagai pusat duni a dan berada di tengah-tengah dunia. Wilayah Cina terbagi atas tiga bagian, yaitu Cina Utara, Cina Tengah, dan Cina Selatan.Sungai Kuning atau Hwang-Ho bersumber di daerah pegunungan Kwen-Lun di Tibet. Setelah melalui daerah pengunungan Cina Utara, sungai panjang yang membawa lumpur kuning itu membentuk dataran rendah Cina dan bermuara di Teluk Tsii-Li di Laut Kuning. Sedang di dataran tinggi sebelah selatan mengalir Sungai Yang Tse Kiang yang berhulu di Pegunungan Kwen-Lun (Tibet) dan bermuara di Laut Cina Timur.Peking merupakan ibu kotanya, sedangkan Nanking di Cina Tengah merupakan kota kedua. daerah Cina Utara dan Cina Tengah dipisahkan oleh pegunungan yang sukar dilalui. Di Cina Selatan terdapat banyak sekali pegunungan. Daerah itu berbukit-bukit di sebelah tenggara sampai ke laut. Kanton di Cina Selatan merupakan kota dagang. Karena keadaan alamnya itu, maka orang-orang Cina Selatan terutama hidup dari perdagangan dan banyak berhubungan dengan bangsabangsa asing. Di sebelah Utara dan barat Negeri Cina terbentang padang rumput dan padang pasir yang luas. Di sebelah Barat Daya dan Selatan terdapat pegunungan yang tinggi. Hubungan darat dengan negeri-negeri di sebelah barat dilakukan melalui padang rumput dan gurun. Jalan tersebut kemudian terkenal dengan nama Jalan Sutra. Penelitian Prof. Davidson Black memastikan kebudayaan kuno Cina di Lembah Sungai Hoang Ho yang pendukungnya ditemukan di Gua Chau Kuo Tien, yakni Sinathropus pekinensis. Kesimpulan dari hasil penelitiannya adalah.

a. pendukung kebudayaan lembah Hoang-Ho adalah Sinanthropus pekinensis (manusia kera dari Cina); b. ditemukan barang tembikar berupa cambung berkaki pejal (ting), cambung berongga (li), dan jambangan tempat abu suci; c. mengenal tulisan kuno Cina, yakni tulisan gambar lambang apa yang ditulis; d.ditemukan alat pahat, kapak pemukul, dan alat tulang berupa jepitan rambut dan jarum; e.orang Cina rajin mempelajari astronomi sehingga muncul penanggalan; f. kepercayaannya menyembah banyak dewa, misalnya, dewa Shangti adalah dewa langit dewa hujan, dewa panen, dan dewa tertinggi yang diwakili Kaisar Cina.

Ø Pertanian

Masyarakat Cina hidup bercocok tanam seperti menanam gandum, padi, teh, jagung dan kedelai. Pertanian Cina kuno sudah dikenal sejak zaman Neolitikum. Pada masa pemerintahan Dinasti Chin (221-206 SM) terjadi kemajuan yang mencolok dalam sistem pertanian. Pupuk sudah dikenal untuk menyuburkan tanah dan penggarapan lahan dilakukan secara teratur agar kesuburan tanah dapat bertahan. Irigasi sudah tertata dengan baik. Pada masa ini lahan gandum sudah diusahakan secara luas.

ØTeknologi Bumi Cina mengandung berbagai barang tambang seperti batu bara, besi, timah, wolfram, emas dan tembaga, yang sebagian besar terdapat di daerah Yunan. Pembuatan barang-barang seperti perhiasan, perabotan rumah tangga, alat-alat senjata seperti pisau, pedang, tombak, cangkul, sabit dan lain-lain, menunjukan tingginya tingkat perkembangan teknologi masyarakat Cina pada saat itu. ØAksara dan Bahasa

Masyarakat Cina sudah mengenal tulisan, yaitu tulisan gambar berbentuk pictograph dan termasuk jenis ideograph. Dan pada permulaan abad ke-20 dikembangkan pemakaian bahasa persatuan, yaitu bahasa Kuo-Yu.

ØPemerintahan

Ada dua macam sistem pemerintahan yang pernah dianut dalam kehidupan kenegaraan Cina kuno, yaitu: • Sistem Pemerintahan Feodal, dalam masa pemerintahan ini, kaisar tidak menangani langsung urusan kenegaraan. Kondisi ini berlatar belakang bahwa kedudukan kaisar bersifat sakral. Kaisar dihormati sebagai utusan atau anak dewa langit, sehingga tidak layak mengurusi politik. • Sistem Pemerintahan Unitaris, kaisar berkuasa mutlak dalam pemerintahan. Kekuasaan negara berpusat di tangan kaisar, sehingga kaisar campur tangan dalam segala urusan politik. Peradaban Cina memberikan warna bagi perkembangan Indonesia. Pada masa pemerintahan Dinasti Tang dan Sung, bangsa Indonesia beberapa kali mengirimkan utusannya ke Cina. Dalam tahun 640 atau 648 M kerajaan Jawa mengirim utusan ke Cina yang kemudian tahun 666 M, dikatakan bahwa tanah Jawa diperintah oleh seorang raja perempuan yakni dalam tahun 674 675 M, orang-orang Holing atau Kaling (Jawa) menobatkan raja perempuan yang bernama Simo, dan memegang pemerintahannya dengan keras. Pada masa raja Kertanegara datang seorang utusan dari negeri Cina, yaitu Kubilai Khan. Raja Kertanegara juga mengadakan ekspedisi Pamalayu tahun 1275, menguasai kerajaan Melayu dengan tujuan menghadang serangan tentara Cina agar peperangan tidak terjadi di wilayah kerajaan Singasari.

Zaman dongeng Pemerintah pada zaman dongeng dimulai pada masa tiga raja, yaitu Sui Jen (pencipta api), Fu Hsi (mengajarkan cara menangkap binatang), dan Shen Nung (mengajarkan ilmu pengetahuan). Setelah itu Cina diperintah oleh K aisar Kuning (Huang ti). Zaman dongeng berakhir pada masa pemerintahan Yu, yang mendirikan Dinasti Hsia (2205 SM) Sesudah itu Cinadiperintah oleh dinasti-dinasti berikut.Dinasti yang Berkuasa:

1.Dinasti Shang (1766 –1122 SM) Dinasti ini didirikan oleh Chen Tang. Hasil kebudayaan dinasti Shang antara lain: a. Pit, yaitu alat tulis orang Cina yang terbuat dari bulu halus b. Guci-guci dari tanah dan suasa c. Sistem penanggalan Menurut penelitian sejarah, Dinasti Syang merupakan dinasti pertama yang memerintah di Cina dengan ibu kota Yin Chu. Kaisar Shang memerintah sebagai raja sekaligus imam dengan membagi kekeuasaannya dalam 30 wilayah. 2. Dinasti Chou ((1122 – 255 SM)) Pendiri Dinasti ini adalah Wu Wang, ibu kota kerajaannya di Chang An. Hasil kebudayaan dinasti Chou antara lain: a. Membagi tanah dalam sistem sembilan kotak b. Masyarakat dibagi dalam empat golongan: Shih (terpelajar), Nung (Petani), Kung (pertukangan), dan Shang (Saudagar) c. Menghasilkan karya sastra seperti : Shu Ching (kitab sejarah), Shih Ching (kitab syair), I Ching (kitab perubahan), Li Chi (kitab adat), Ch’un ch’I (catatan musim semi dan musim rontok) d. Peristiwa yang penting adalah munculnya ahli pemikir, seperti Lao Tse, Kung Fu Tze, Meng Tze, dan Chung Tze 3 Dinasti Chin ((255 SM – 205 SM) Dinasti ini didirikan oleh Pangeran Cheng (Shih Huang Ti). Pemerintahannya berbentuk kesatuan, Tindakantindakan yang dilakukannya antara lain: a. menghapus sistem Feodalisme dan pemerintahan yang bersifat sentralisasi

b. membakar buku-buku kuno c. membangun tembok raksasa (Wan Li Chang Cheng) panjangnya 3.000 km, lebarnya 8 m, dan tingginya 16 m. Tembok ini berfungsi untuk membendung serangan bangsa Syiung Nu. d. menyamakan tulisan (huruf) e.Cina dipersatukan dan diperintah oleh hanyasatu raja. f) Wilayah Cina dibagi menjadi 36 provinsi. 4 Dinasti Han (202 – 211 M)) Dinasti ini didirikan Liu Pang (Han Kao Tsu). Ibu kotanya di Chang An. Pada masa pemerintahan Han Wu Ti, dinasti ini mencapai kebesarannya. Pada masa ini diberlakukan kembali ajaran Konfusionisme dan sistem pemerintahan Feodalisme, serta seleksi yang ketat untuk menjadi pegawai. Pada masa pemerintahannya terdapat kemajuankemajuan, antara lain: 1) meluaskan wilayah ke Korea, 2) ajaran Kung Fu Tze dijadikan dasar pemerintahan, 3) memajukan perdagangan, 4) orang Cina sudah dapat membuat kertas dari kulit kayu yang disebut tsa’ilun, dan 5) agama Buddha mulai masuk Cina. 5 Dinasti Sui (589 – 618 M) Dinasti Sui mencapai kejayaan pada masa pemerintahan Sui Yang Ti dengan menundukkan dinasti Han serta menaklukan Syiung Nu, yakni suku liar dari Utara yang selalu mengganggu Cina. Usaha yang dilakukan, antara lain, 1) meluaskan wilayah Cina, 2) membangun istana kerajaan, 3) mengadakan ujian penyaringan bagi pegawai, dan 4) membangun saluran kaisar untuk memperlancar perdagangan. 6 Dinasti Tang (618 – 906 M)Dinasti ini didirikan oleh Li Shih Min (Tang Tai Tsung), pada masa ini Cina mengalami masa keemasan, Ia memperluas wilayah kekuasaannya ke luar negeri Cina seperti selatan menguasai Ton-kin, Annam dan Kamboja. Ke sebelah barat menguasai Persia dan laut Kaspia. Keberhasilannya adalah 1) wilayah Cina sampai ke luar Cina, seperti Tonkin, Annam, Kampuchea, dan Persia; 2) kesenian maju pesat dengan tokoh Li Tai Po, Tu Fu, dan Weng Wei, hasilnya adalah guci, belanga, dan jambangan; 3) sistem pemerintahan desentralisasi serta dibangunnya pagoda; 4) dikeluarkannya undang-undang yang mengatur masalah pembagian tanah.

5) Membuat peraturan-peraturan pajak. 6)Membagi Kerajaan Cina menjadi 10 Provinsi. hasil kebudayaan dinasti Tang antara lain : a. terdapat banyak sastrawan seperti : Li tai Po dan Li Yu Chen b. banyak dikirim utusan ke berbagai daerah c. diterbitkannya koran resmi “Ching Pao” 7 Dinasti Sung (960 – 1279 M) Dinasti Sung memerintah Cina di bawah kaisar Sung Tai Tsu. Pada masa pemerintahanya, ilmu pengetahuan maju pesat. Usaha-usahanya adalah 1) mendirikan museum; 2) mengekspor porselin ke Jepang, Korea, India, Persia, Afrika, dan Eropa; 3) menggunakan tulisan piktograf dengan gambar lambang tertentu; 4) pengetahuan astronomi digunakan untuk menentukan penanggalan berdasarkan bulan dan matahari. 8 Dinasti Mongol (1279 – 1294 M) Orang Mongol berhasil menguasai Cina di bawah Genghis Khan yang kemudian memusatkan ibu kota di Kambaluk (Peking). Pada tahun 1227, Genghis Khan meninggal digantikan Ogodai yang memperluas wilayah ke Rusia, Hongaria, Polandia, dan Siberia. 9 Dinasti Yuan (1294 – 1368 MTahun 1260, Kublai Khan (bangsa Mongol),menggantikan kekuasaannya dan mendirikan pemerintahan yang kemudian disebut dinasti Yuan. Pada mulanya pusat pemerintahan di Kara Korum kemudian dipindahkan ke Peking, Pada masa pemerintahannya, ia menyuruh utusan ke Singasari untuk meminta pengakuan dari Kertanegara, tetapi ditolak. Akibatnya, pada tahun 1293 Cina mengerahkan tentara ke Singasari untuk menaklukannya. Dinasti ini melaksanakan ekspansi ke berbagai daerah, termasuk ke Indonesia, yaitu ke kerajaan Singasari. 10 Dinasti Ming (1368 – 1642 M) Setelah berhasil mengalahkan dinasti Mongol di Cina, Chu Yuang Chang kemudian memerintah dengan menyusun persatuan Cina kembali di bawah Dinasti Ming. Ia kemudian digantikan oleh puteranya, yakni Yung Lo. Pada masa inilah Cina mengadakan hubungan dagang dengan Majapahit sehingga ada hubungan yang damai antara kedua negara tersebut. Seni bangunan sangat maju dengan dibangunnya pagoda. Pada masa pemerintahan Yung Lo datanglah Portugis

(1516), orang Belanda, dan Inggris untuk mengadakan hubungan perdagangan. Dinasti Ming mengalami keruntuhan disebabkan oleh serangan bangsa Manchu yang akhirnya berkuasa di Cina. 11 Dinasti Manchu Dinasti ini berasal dari Manchuria yang datang dan menguasai Cina. Dinasti ini diperintah oleh kaisar yang kurang pandai sehingga menggugah kesadaran bangsa Cina untuk berjuang bagi bangsanya dalam Revolusi Cina 10 Oktober 1911 yang dikenal dengan Revolusi Wucang Day. Hasilnya, tanggal 1 Januari 1912 Cina lahir sebagai negara republik dengan Presiden Sun Yat Sen. Ø Filsafat Filsafat Cina berkembang pada masa pemerintahan Dinasti Chou. Pada masa itu lahir tiga ahli filsafat Cina, yakni : (1) Lao Tse

Ajaran Lao Tse tercantum dalam Kitab sucinya Tao Te Ching (surat jalan dan kebaikan). Lao Tse percaya bahwa ada semangat keadilan dan kesejahteraan yang kekal dan abadi, yaitu bernama Tao. Ajaran Lao Tse bernama Taoisme, yang isinya mengajarkan manusia harus menerima nasibnya. (2) Kong Fu Tse Ajaran Kong Fu Tse berdasarkan Tao juga. Menurut ajaran Kong Fu Tse, Tao adalah sesuatu kekuatan yang mengatur segala-galanya dalam alam semesta ini, sehingga tercapai keselarasan. Ajaran berpokok pada Hsiao artinya kebaktian. Menekankan ajarannya pada soal pemerintahan dan keluarga. (3) Meng Tse Beliau adalah seorang murid Kong Fu Tse. Namun menurutnya, rakyatlah yang terpenting dalam suatu negara sehingga raja tidak boleh bertindak sewenang-wenang.Mengajarkan demokrasi dan rakyat merupakan pusat segalanya Selama berabad-abad, Cina diperintah oleh kaisar dari berbagai dinasti. ØKebudayaan a. Seni Sastra Perkembangan seni sastra pada jaman Cina kuno tidak dapat dipisahkan denagn perkembangan tulisan. Masyarakat Cina kuno telah mengenal tulisan sejak tahun 1500 SM. Tulisan itu ditulis pada kulit-kulit menyu atau bambu. Pada masa kekuasaan Dinasti Han di mana kertas telah ditemukan, karya satra mengalami perkembangan yang amat pesat.

Ajaran Lao Tse, Kong Fu Tse dan Meng Tse mulai dibukukan, baik oleh filsuf itu sendiri maupun oleh para pengikutnya. Li Tai Po dan Tu Fu merupakan dua orang pujangga terkenal yang hidup di zaman Dinasti T'ang (abad ke-118 M). b. Seni Bangunan 1. Tembok Besar Cina Tembok Besar Cina (The Great Wall of China) dibangun pada masa pemerintahan Dinasti Chin. Namun, sebenarnya di daerah Cina utara sudah dibangun d inding terpisah untuk menangkal serangan yang dilakukan oleh suku di sebelah utara Cina. Pada masa pemerintahan kaisar Shih Huang TI, dinding-dinding itu dihubungkan menjadi tembok raksasa yang panjangnya mencapai 7000 kilometer dan tingginya 16 meter serta lebarnya 8 meter. Tembok raksasa ini dibangun dalam waktu 18 abad lamanya dan selesai pada masa kekuasaan Dinasti Ming (abad ke-17 M). 2. Kuil Salah satu kuil yang terkenal di Cina bernama Kuil Dewa Beijing. Terbuat dari batu pualam yang dikelilingi tiga pelataran yang amat indah serta di bagian tengah terdapat tangga yang terbuat dari batu pualam pilihan. Atap bangunan dibuat berlapis tiga. 3. Istana Istana kaisar atau raja Cina dibangun dengan sangat megah dan indah. Tujuannya sebagai tanda penghormatan terhadap raja atau kaisar. c. Seni kerajinan 1. Seni Lukis Perkembangan seni lukis sangat pesat, bahkan lukisan-lukisan hasil karya dari tokoh-tokoh ternama menghiasi dinding tembok istana atau kuil-kuil. 2. Keramik Keramik merupakan ciri khas dari hasil karya masyarakat Cina. Keramik-keramik ini memiliki nilai sangat tinggi karena mengandung jiwa seni dan bahkan menjadi barang yang diperdagangkan oleh masyarakat Cina.  Ø Kepercayaan

Sebelum Kong Fu-Tse dan Meng-Tse menebarkan ajarannya, bangsa Cina percaya terhadap para dewa. Dewa-dewa yang menerima pemujaan tinggi adalah: 1. Feng-pa (dewa angin) 2. Lei-Shih (dewa angin taufan dan digambarkan sebagai naga besar) 3. T’ai-Shan (dewa penguasa bukit suci) 4. Ho-po, tiap-tiap tahun diberi sesajen yang dijalankan oleh pendeta-pendeta perempuan dengan mempersembahkan gadis jelita.

c. Peradaban Mesopotamia ( Peradaban Lembah Sungai Eufrat dan Tigris )

Letak Geografis

Mesopotamia adalah suatu daerah yang terletak di utara diantara dua sungai, yaitu sungai Eufrat dan Tigris (Mezo=tengah, potamus=sungai). Sumber air kedua sungai itu terdapat di lereng pegunungan Armenia, yaitu di Perbatasan antara Irak dan Rusia. Terletak di Asia Barat Daya, yang berbatasan dengan : · · · · · Teluk Persia dan Iran sebelah Timur dan Timur Laut Iran dan Turki, sebelah Utara Sirya dan Yordania, disebelah Barat Saudi Arabia dan Kuwait, disebelah Selatan Sumeria merupakan daerah subur, sehingga selalu diperebutkan oleh bangsa : Mesopotamia yang sekarang di kawasan negara Irak. Jika daerah Mesopotamia dihubungkan dengan daerah lembah Sungai Yordan, terbentuklah suatu "tanah bulan sabit yang makmur" atau disebut The Fertile Crescent. Musim penghujan jatuh pada bulan Oktober – April sehingga menjadi tanah yang subur. Banjir-banjir di Mesopotamia tidak dapat diramalkan waktunya seperti pada sungai Nil di Mesir. Luapannya datang secara mendadak, dengan demikian tidak dapat dibuat perhitungan-perhitungan.

Hasil Kebudayaan

Peradaban Mesopotamia disebut sebagai peradaban tinggi karena di Mesopotamia telah mengenal bahasa dan tulisan, tulisan yang dikembangkan menggunakan huruf paku. Tulisan dibuat bukan di atas kertas seperti di Mesir (papirus), tetapi dengan jalan menekan tanah liat (soft clay) oleh alat sederhana yang disebut a square tipped (ujung bambu persegi). Di Mesopotamia berkembang seni bangunan yang disebut Ziggurat (menara bata-bata). Hasil kebudayaan peradaban sungai eufrat dan trigris berupa ilmu pengetahuan dan tekhnologi, yaitu: Aksara Sejak berdirinya Sumeria, bangsa-bangsa yang mendiami Lembah Sungai Eufrat dan Tigris sudah mengenal abjad dengan bentuk huruf paku dengan sebutan kuneiform. Pengembangan huruf ini didapat pada peninggalan Babylonia sebuah prasasti batu Undangundang Hammurabi yang memuat 282 pasal, setiap pasalnya memuat peraturan dan hukuman bagi pelanggarnya. Kalender Pergantian musim menunjukkan pergantian bulan, untuk kepentingan masa bercocok tanam dan panen mendorong timbulnya sistem penanggalan. Penanggalan waktu ini sudah dikenal sejak Kerajaan Sumeria dan berkembang sejak Kerajaan Chaldea yang membagi minggu dalam 7 hari, hari dalam 24 jam, sama seperti yang terjadi saat ini. Ilmu hitung Bangsa Sumeria sudah mengenal angka 60 (sexagesimal) bilangan dasar, susunan angka 60 dipakai sebagai besarnya derajat dalam 1 lingkaran, yakni 360 derajat yang dianalogikan sama dengan peredaran bumi mengelilingi matahari dalam 1 tahun yang terdiri dari 360 hari.

Suku Bangsa

Bangsa-bangsa yang mendiami Mesopotamia, antara lain: 1 Sumeria, Pusat pemerintahan bangsa Sumeria di UR. Kepercayaan bangsa Sumeria bersifat Polytheisme, pemujaannya dipusatkan kota Nippur. Kebudayaan bangsa Sumeria mempunyai nilai yang tinggi, antara lain : a. Mengenal tulisan paku b. Mengenal sistem penanggalan berdasarkan peredaran bulan dan matahari

di

c. Mengenal sistem hitungan yang didasarkan pada jumlah enam d. Dapat membuat pakaian, perhiasan, tongkat dan cermin dari tembaga e. Mata pencahariannya : bertani, beternak, dan berdagangPeradaban bangsa Sumeria mengalami keruntuhan karena serangan dari bangsa Akkadia yang dipimpin olehSargon. 2 Babylonia Lama,Bangsa Babylonia masih keturunan Amori yaitu orang semit dari gurun Siria dan Arabia. Mereka merupakan bangsa pengembara. 1850 SM bangsa Babylonia mulai mendirikan kerajaannya, dan mencapai kebesaran pada masa Raja Hammurabi. Pusat pemerintahannya di Babilon. Kepercayaannya masih bersifat politheisme dengan dewa Marduk sebagai dewa tertingginya. Kebudayaan bangsa Babylonia lama antara lain: a. Menciptakan undang-undang tertulis yang dipahatkan pada tugu batu b. Mengenal ilmu pengetahuan Matematika c. Mengenal ilmu Astronomi 3 Assiria,Bangsa Assiria menempati daerah hulu sungai Tigris, ibu kota kerajaan di Niniveh. Pemerintahannya bersifat militer, senang berperang. Bangsa Assiria di bawah pimpinan Assur Nashirpal II melaksanakan ekspansi ke Babylonia lama. Bangsa Assiria mencapai kebesaran pada masa Raja Assurbanipal. Kebudayaan yang dihasilkan bangsa Assiria antara lain: a. Mendirikan perpustakaan yang bukunya terdiri dari lempengan tanah liat yang telah ditulisi b. Mengenal sistem astronomi c. Mengenal ilmu Astrologi d. Mengenal sistem perhitungan tahun (satu tahun 365 ¼ hari) e. Menyempurnakan tulisan huruf paku 4 Babylonia Baru, Bangsa Babylonia baru mencapai kebesaran pada masa pemerintahan Nebukadnezar, wilayahnya meliputi Mesopotamia, Babylonia, Arab, dan Palestina. Kebudayaan yang dihasilkan bangsa Babylonia Baru antara lain: a. Membangun jembatan

b. Membuat tamantaman bergantung c. Membuat menara Babylon d. Mengenal ilmu Astronomi 5 Persia, Kerajaan Persia ibukotanya Persepolis, di bawah pemerintahan Cyrus Persia berhasil mengalahkan Babylonia sehingga meliputi Mesopotamia, Mesir, dan Abesinia. Persia mencapai kebesarannya pada masa pemerintahan Darius Agung. Usaha yang dilakukannya: a. Melakukan ekspansi ke Yunani, tetapi mengalami kegagala n b. membagi wilayahnya dalam satrapi-satrapi c. membangun jalan dari Susa sampai Sardes d. Menyederhanakan huruf paku 6 Palestina, Bangsa Ibrani berasal dari daerah Mesopotamia, mereka mengembara sampai ke Mesir. Pada masa Ramses II mereka ditindas di Mesir. Akhirnya di bawah pimpinan Nabi Musa mereka pindah ke daerah Kanaan di Palestina, kemudian mereka membangun kerajaan, raja-raja yang terkenal: Saul, Daud, dan Sulaiman atau Salomo. Kepercayaan mereka monotheisme yaitu menyembah Tuhan dengan sebutan Yahwe atau Yehowah. Hasil peradaban bangsa Ibrani yang terkenal antara lain kitab Mazmur dan Masjidil Aqsha. 7 Funisia, Bangsa Funisia menempati pantai timur Laut Tengah, mereka hidup sebagai pelaut. Pada masa kejayaannya, mereka berhasil mendirikan koloni di Kartago. Hasil kebudayaannya antara lain kepandaian membuat kapal dan gelas. Kepercayaan mereka bersifat polytheisme dengan dewa tertingginya Boal dan Moloch.

Mata Pencaharian

Wilayahnya sangat subur karena diapit oleh dua sungai besar yaitu Tigris dan Eufrat. Mata pencaharian penduduknya adalah pertanian (Kedelai dan jewawut), Peternakan (domba, lembu dsb) dan perdagangan (antara Laut Tengah, India, Asia Tengah, Teluk Persia dan Laut Merah ).

Kepercayaan

Kepercayaan masyarakatnya Polytheisme, seperti: Dewa Air (Enki), Dewa langit (Anu), Dewa Bumi (Enlil), Dewa Api dan Dewa Kesuburan (Marduk). Khusus untuk Dewa Marduk dibuatkan patung wanita yang menggambarkan dewi kesuburan dan dibuatkan Ziggurat (bangunan dari tanah liat yang dibangun di atas gundukan tanah) D. Peradaban Mesir Kuno (lembah Sungai Nil) Sejarah kebudayaan tertua di Benua Afrika dapat ditemukan di lembah sungai Nil. Peradaban Lembah Sungai Nil di Mesir, Afrika, lahir disebabkan kesuburan tanah di sekitar lembah sungai yang diakibatkan oleh banjir yang membawa lumpur. Hal inilah yang menarik dan mendorong perhatian manusia untuk membangun kehidupan dan peradaban. -> Letak Geografis Lembah Sungai Nil Terletak di benua Afrika :Sebelah Barat berbatasan : Libia Sebelah Timur berbatasan : Laut Merah sebalah Utara berbatasan : Laut Tengah Sebelah Selatan berbatasan : Sudan Antara Laut Tengah dan Laut Merah terdapat Terusan Suez yang menghubungkan pelayaran Eropa dan Asia.Letak geografis Lembah Sungai Nil terbentang dari Pegunungan Kilimanjaro (Sudan) hingga Laut Tengah dengan panjang kira-kira 5000 km. Su ngai ini merupakan hadiah bagi bangsa Mesir karena daerah di sekilingnya adalah gurun pasir yang luas, apabila terjadi hujan akan terjadi bah yang membawa lumpur-lumpur mineral. Dari lumpur inilah tanah sangat cocok untuk dijadikan lahan bercocok tanam. Keterasingan bangsa Mesir dengan kondisi geografis yang sebelah kiri dan kanan Sungai Nil adalah Gurun Nubia sangat tidak menguntungkan, namun mereka mampu bekerjasama dalam sebuah kelompok yang tangguh dan menciptakan sebuah peradaban. Mesir adalah negara yang

dilalui Sungai Nil yang bermata air di Danau Albert di wilayah Negara Uganda. Ahli sejarah Yunani Herodotus mengatakan bahwa "Mesir adalah hadiah Sungai Nil". Peradaban Mesir Kuno merupakan peradaban tertua di dunia, diketahui dari penemuan batu Rosetta yang berhasil dibaca oleh sarjana Prancis, Champollion pada 1822. Tulisan bangsa Mesir Kuno adalah hieroglif (tulisan gambar). Tulisan tersebut kemudian disederhanakan menjadi hieratik dan akhirnya menjadi demotik, menulisnya di daun papirus dengan pena dari jerami. -> Sistem Kemasyarakatan Susunan masyarakat Mesir sebagai berikut. a. Raja (firaun) dan keluarganya d. Para bangsawan b. Pedagang /pengusaha e. Petani c. Kaum buruh f. Para budak Semua budak wajib melayani golongan di atasnya sehingga sangat menderita. -> Pencaharian Masyarakat Lembah Sungai Nil Mata pencaharian penduduk Mesir adalah bercocok tanam menghasilkan gandum dan kapas serta berdagang.Pola hidup bangsa Mesir sangat menggantungkan diri kepada kondisi Sungai Nil, apabila musim hujan mereka akan bercocok tanam dan apabila musim kemarau mereka akan menghindar. Kemampuan bercocok tanam ini bertahan lama sampai jumlah populasinya bertambah banyak dan mengharuskan bangsa Mesir mengembangkan sistem pengaturan air yang baik dan bisa dipergunakan setiap saat. -> Sistem Kepercayaan Bangsa Mesir mengenal banyak dewa (politheisme), juga mengenal kepercayaan bahwa roh orang mati tidak akan meninggal tapi Roh orang meninggal akan hidup terus asal badannya utuh, Sehingga mayatnya diawetkan menjadi mummi. Beranggapan bahwa kehidupan di alam baqa sama dengan di dunia Dewa-dewa yang dipuja bangsa Mesir antara lain: - Dewa Osiris sebagai dewa tertinggi - Dewa Ra sebagai dewa matahari - Dewa Thot sebagai dewa pengetahuan - Dewa Horus, anak Dewa Osiris - Dewa Amon sebagai dewa bulan - Dewa Anubis sebagai dewa kematian (berkepala anjing) - Dewa Apis sebagai dewa berwujud sapi

Sebagai penguasa kehidupan politik dan keagamaan dipegang oleh firaun, Firaun (Pharaoh) ini diistimewakan karena dianggap Dewa Horus, perantara manusia dgn dewa dan pemelihara Sungai Nil. -> Hasil Kebudayaan Peradaban Lembah Sungai Nil Hasil kebudayaan masyarakan lembah sungai nil berupa Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi, yaitu: Hieroglyph Hieroglyph adalah nama huruf kebudayaan Mesir Kuno. Bentuk hurufnya dalah piktograf dimana setiap gambar mewakili satu huruf. Hieroglyph ini ditulis pada sebuah media kertas dari papirus, tumbuhan, atau dipahat. Astronomi Kehidupan agraris banga Mesir memengaruhi terhadap pengetahuannya yang tinggi. Untuk mengetahui waktu bercocok tanam, panen atau berdagang dilihat dari siklus musim yang datang setiap tahunnya. Ilmu Astronomi (ilmu Bintang), yaitu : dengan mengamati siklus bintang Sirius atau Sothis yang bertepatan dengan pasang naiknya air Sungai Nil. Hasilnya : mereka sudah mengenal kalender yaitu setahun terdiri dari 12 bulan, setiap bulan 30 hari, jadi setahun ada 360 hari, kemudian direvisi menjadui 365 hari Sistem pengawetan Kepercayaan bahwa roh yang meninggal masih tetap berada pada jasadnya apabila tidak rusak. Dari kepercayaan ini timbul usaha untuk mengawetkan orang yang sudah meninggal dengan menggunakan rempah-rempah atau ramuan lainnya supaya tidak tercium bau busuk. Arsitektur Peninggalan-peninggalan Mesir berupa patung dan bangunan yang besar menunjukkan adanya teknologi pembuatannya, apalagi semua ukuran patung dan bangunan tersebut berukuran besar, seperti piramid (makam para firaun), sphinx (singa berkepala manusia sebagai lambang kekuatan dan kebijaksanaan) dan obelisk (tugu batu untuk memuja Dewa Amon Ra).

Ilmu Kedokteran yang terdiri dari 3 jenis aliran : · Mengutamakan penyembuhan penyakit dengan obat-obatan

· ·

Mengutamakan penyembuhan penyakit secara anatomis tubuh dan bagian (pijat refleksi) Mengutamakan penyembuhan penyakit secara gaib(magic)

Hasil Kebudayaan Mesir Kuno Kebudayaan Mesir berkembang sejak 3000 SM, di Lembah Sungai Nil, yaitu sungai terpanjang di dunia,Hasil-hasil kebudayaan Mesir Kuno antara lain : Piramida, yaitu bangunan yang terbuat dari batu yang disusun berbebtuk kerucut yang berfungsi untuk menyimpan mummi yang terdiri dari beberapa kamar di dalamnya sebagai tempat atau tanda kuburan yang dihiasi oleh berbagai lukisan dan relief yang mencerminkan kehidupan di akhirat. Mummi adalah mayat rajaraja Mesir Kuno yang diawetkan. Pada piramid terdapat relief menggambarkan asal dan perbuatan sang raja di dunia Sphinx, adalah patung hewan-hewa n mitologis yang bebadan singa dan bermuka manusia Mastaba Mastaba berbentuk seperti piramid terpotong bagian atasnya dengan tingginya kurang lebih lima meter dengan dua buah pintu asli dan dua buah pintu palsu. Jenazah berada di ruang bawah tanah dan ditutup dengan batu. Mastab a berfungsi sebagai tempat pemakaman para rajaraja yang merupakan bentuk awal piramida Kuil Kuil dibedakan dari dua jenis, yaitu kuil dewa dan kuil makam. Di dalam terdiri dari kamar pemujaan yang mengelilingi kamar dewa. Pada mulanya kedua kuil disatukan, kemudian dipisahkan agar tidak dicuri orang. Makam Makam merupakan tempat kuburan para bangsawan di atas gunung karang terdiri dari serambi dan tiang-tiang yang berisi patung. Hiasan dan relief memprlihatkan upacara pemakaman dan amal baik jenazah serta perbuatan tercela yang dilakukannya. Aksara Peninggalan Mesir kuno yang besar pengaruhnya bagi kebu-dayaan dunia ialah aksara, yang disebut hieroglyph. Pada mulanya aksara itu berupa gam bargam bar. Lambat laun gambar-gambar itu mempunyai arti tertentu dan menjadi lambang. Arca Patung-patung yang sengaja dibuat untuk disembah sebagai perwujudan dari kepercayaan orang-orang Mesir Kuno Obelisk Tugu-tugu ramping dan runcing menju lang tinggi ke angkasa sebagai pemujaan.

Batu Roseta yaitu batu bertulis yang ditemukan di tepi Sungai Roseta. Dalam batu ini terdapat tulisan Hieroglyp dan tulisan Yunani Kuno.Isi tulisan Hieroglyph baru dapat diketahui setelah ditemukannya Batu Roseta Piramida dan sphinx -> Kerajaan Mesir Kuno Kerajaan Mesir Kuno dipimpin oleh seorang Raja yang bernama Fir’aun dengan kekuasan mutlak. Raja sebagai kepala agama dan panglima angkatan perang. · Sistem Feodal, raja dan bangsawan mempunyai tanah yang luas · Sistem Pajak, petani wajib menyerahkan 1/5 bagian dari hasil panennya sebagi pajak · Sistem Tata pemerintahan · Sensus Penduduk dan ternak, pengukuran tanah -> Sistem Pemerintahan Kerajaan Mesir Tua / Mesir Kuno (3400 SM – 2160 SM) Lahirnya kerajaan Mesir Tua setelah Menes berhasil mempersatukan Mesir dari perang saudara (Mesir Hulu dan Mesir) sehingga Mesir dianggap mulai aman. Sebagai pemersatu ia digelari Nesutbiti dan digambarkan memakai mahkota kembar. Kerajaan Mesir Tua disebut zaman piramida karena pada masa inil ah dibangun piramida-piramida terkenal misalnya piramida Sakarah dari Firaun Joser. Piramida di Gizeh adalah makam Firaun Cheops, Chifren dan Menkawa. Runtuhnya Mesir Tua disebabkan karena sejak tahun 2500 SM pemerintahan mengalami kekacauan. Bangsa-bangsa dari luar misalnya dari Asia Kecil melancarkan serangan ke Mesir. Para bangsawan banyak yang melepaskan diri dan ingin berkuasa sendiri-sendiri. Akhirnya terjadilah perpecahan antara Mesir Hilir dan Mesir Hulu. Kerajaan Mesir Tengah (2160 SM – 1788 SM) Ibu kota Mesir pada masa ini di Thebe, Kerajaan Mesir Tengah dikenal dengan tampilnya Sesotris III. Ia berhasil memulihkan persatuan dan membangun kembali Mesir. Tindakannya antara lain memperluas wilayah ke Palestina dan Sudan ,membuka tanah pertanian, membangun

proyek irigasi, pembuatan waduk dan lain-lain. Ia meningkatkan perdagangan serta membuka hubungan dagang dengan Palestina, Syria dan pulau Kreta. Sesotris III juga berhasil memperluas wilayah ke selatan sampai Nubia (Ethiopia). Setelah itu diganti Menemhet III, Kerajaan Mesir semakin maju pertaniannya. Mereka sudah mengenal teknologi mengeringkan rawa untuk lahan pertanian. Sejak tahun 1800 SM kerajaan Mesir Tengah diserbu dan ditaklukkan oleh bangsa Hyksos.Pada waktu itu kerajaan Mesir Tengah sedang mengalami kehancuran yang sangat signifikan. Kerajaan Mesir Baru (1500 SM – 1100 SM) Sesudah diduduki bangsa Hyksos, Mesir memasuki zaman kerajaan baru atau zaman imperium. Disebut zaman imperium karena para Firaun Mesir berhasil merebut wilayah/daerah di Asia barat termasuk Palestina, Funisia dan Syria dibawah pimpinan Raja Ahmosis I dan mengusir Hykos dari Mesir sehingga berdirilah Mesir Baru yang kuat dan berlangsung sampai tahun 1100 SM. Rakyat Mesir diajak menyembah Dewa Amon dan oleh Raja Thutmosis III dibangun rumah dewa Amon Re di kota Karnak dan Luxor. Setelah diganti oleh Raja Amenhotep IV, rakyat Mesir mulai menganut monoteisme, yakni hanya menyembah dewa Amon yang digambarkan sebagai bulatan Matahari dianggap universal.Raja-raja yang memerintah zaman Mesir Baru antara lain: 1. Ahmosis I. Ia berhasil mengusir bangsa Hyksos dari Mesir sehingga berkuasalah dinasti ke 18, ke 19 dan ke 20. 2. Thutmosis I. Pada masa pemerintahannya Mesir berhasil menguasai Mesopotamia yang subur. 3. Thutmosis III. Merupakan raja terbesar di Mesir. Ia memerintah bersama istrinya Hatshepsut. Batas wilayah kekuasaannya di timur sampai Syria, di selatan sampai Nubia, di barat sampai Lybia dan di utara sampai pulau Kreta dan Sicilia. Karena tindakannya tersebut ia digelari “Napoleon dari Mesir”. Thutmosis III juga dikenal karena memerintahkan pembangunan Kuil Karnak dan Luxor. 4. Imhotep IV. Kaisar ini dikenal seorang raja yang pertama kali memperkenalkan kepercayaan yang bersifat monotheis kepada rakyat Mesir kuno yaitu hanya menyembah dewa Aton (dewa matahari) yang merupakan roh dan tidak berbentuk. Ia juga menyatakan sebagai manusia biasa dan bukan dewa. 5. Ramses II. Ramses II dikenal membangun bangunan besar bernama Ramesseum dan Kuil serta makamnya di Abusimbel. Ia juga pernah memerintahkan penggalian sebuah terusan yang menghubungkan daerah sungai Nil dengan Laut Merah namun belum berhasil. Keruntuhan Mesir disebabkan oleh faktor-faktor berikut. a. Serangan bangsa Assiria pada tahun 672 SM. b. Serangan dari Persia. c. Diserang Macedonia di bawah Iskandar Zulkarnaen.

d. Jatuh ke tangan Romawi di bawah Oktavianus. e. Dikuasai oleh Inggris.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->