SERIAL FIQH PRAKTIS MENGENAL TIGA MACAM SUJUD (TILAWAH, SYUKUR DAN SAHWI

)
Oleh: Aep Saepulloh Darusmanwiati**
Lisensi Dokumen Copyright Aep Saepulloh, www.indonesianschool.org Seluruh dokumen di www.indonesianschool.org dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari penulis, indonesianschool.org.

Pendahuluan Manusia adalah makhluk pelupa. Bukan manusia kalau dia tidak pernah lupa. Bahkan, sebagian ahli bahasa mengatakan, mengapa manusia disebut dengan an-nass atau al-insan? Karena memang suka lupa. Apakah lupa adalah sebuah 'aib dan cacat? Tentu tidak semua. Bahkan, boleh jadi dalam banyak hal lupa adalah karunia dari Allah. Bayangkan, seandainya manusia tidak pernah lupa. Tentu dia tidak akan dapat makan minum dengan nikmat dan lahap karena apa yang dilihatnya di toilet misalnya, masih terbayang. Atau dia tidak akan bisa tidur dengan nyenyak, lantaran tayangan televise film horor yang baru saja ditontonnya, masih tergambar dengan jelas. Lebih jauh lagi, dia tidak akan menikah, karena trauma dengan berita yang sempat dibacanya di salah satu harian yang mengatakan bahwa seorang isteri tewas di tangan suaminya sendiri. Oleh karena itu, dalam banyak hal, lupa adalah biasa, bahkan sebuah karunia. Karena memang lupa adalah sifat manusia, masalahnya bagaimana kalau lupa itu terjadi ketika kita melaksanakan ibadah, khususnya shalat? Apa yang harus diperbuat? Mengulangi shalat ataukah melakukan perbuatan lain yang dianjurkan oleh ajaran Islam? Semua itu ada jawabannya dalam Ilmu Fiqh. Ketika seseorang melakukan shalat lalu lupa tidak mengerjakan salah satu wajib atau rukunnya, misalnya, maka Islam memberikan jalan keluar melalui Sujud Sahwi dan tidak perlu mengulang shalatnya. Selain Sujud Sahwi, dalam ajaran Islam juga dikenal dengan dua macam sujud lainnya yaitu Sujud Tilawah dan Sujud Syukur. Kalau Sujud Sahwi adalah sujud yang dilakukan karena lupa tidak melakukan sesuatu ketika shalat, maka Sujud Tilawah adalah sujud yang dilakukan karena membaca atau mendengar ayat-ayat tertentu dalam al-Qur'an yang sering disebut dengan ayat-ayat sajdah. Sementara Sujud Syukur dilakukan sebagai rasa syukur kita kepada Allah atas karunia dan kenikmatan yang telah diberikanNya, sekaligus atas bencana dan kesengsaraan yang telah dihindarkanNya. Ketiga macam sujud tersebut, insya Allah akan dibahas secara gamblang pada tulisan kali ini. Tulisan ini merupakan rangkaian dari tulisan sebelum dan sesudahnya nanti yang akan mengupas paket khusus seputar Fiqh Ibadah. Tulisan ini tentunya diharapkan agar para pembaca dapat mengetahui, memahami cara dan penyebab ketiga sujud tersebut dilakukan dan lebih umum lagi untuk dapat mengetahui cara melaksanakan ibadah dengan benar dan tepat. Sengaja dalam tulisan ini penulis suguhkan dan hadirkan hadits-haditsnya yang tentunya shahih, ditambah komentar dan tarjih penulis dari keragaman pendapat yang ada. Selain paket Fiqh Ibadah ini, penulis juga insya Allah akan menghadirkan tulisan-tulisan lain berupa paket akidah (Buku Pintar Alam Ghaib yang rencananya disusun dalam VI edisi), paket Fiqh Munakahat, Fiqh Jinayah dan lainnya. Semoga tulisan ringan dan kecil ini menjadi amal shaleh bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca umumnya. Semoga bermanfaat dan selamat menikmati. Wallahu 'alam.

1

SUJUD TILAWAH
Pengertian Sujud Tilawah adalah sujud yang dilakukan karena mambaca atau mendengar salah satu ayat dari ayat-ayat sajdah (ayat-ayat yang ketika membaca atau mendengarnya disunnatkan untuk sujud) yang terdapat dalam al-Qur'an. Dari definisi ini, ada dua kondisi seseorang disunnatkan untuk melakukan sujud tilawah, yaitu ketika ia membaca ayat sajdah dan ketika mendengar seseorang membaca ayat sajdah. Adapun yang termasuk ayat-ayat sajdah akan dibahas di bawah nanti. Keutamaannya Dalam sebuah hadits dikatakan, keutamaan orang yang sujud karena membaca ayat sajdah adalah setan akan lari dan menangis tersedu-sedu. Dalam hal ini Rasulullah bersabda:

,‫ﻋﻦ أﺑﻲ هﺮﻳﺮة ﻗﺎل: ﻗﺎل رﺳﻮل اﷲ ﺻﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴﻪ وﺳ ﻠﻢ: ))إذا ﻗ ﺮأ اﺑ ﻦ ﺁدم اﻝ ﺴﺠﺪة ﻓ ﺴﺠﺪ‬ ‫اﻋﺘ ﺰل اﻝ ﺸﻴﻄﺎن ﻳﺒﻜ ﻰ, ﻳﻘ ﻮل: ﻳ ﺎ وﻳﻠ ﻪ, أﻣ ﺮ ﺑﺎﻝ ﺴﺠﻮد ﻓ ﺴﺠﺪ ﻓﻠ ﻪ اﻝﺠﻨ ﺔ, وأﻣ ﺮت ﺑﺎﻝ ﺴﺠﻮد‬ [‫ﻓﻌﺼﻴﺖ ﻓﻠﻲ اﻝﻨﺎر(( ]رواﻩ ﻣﺴﻠﻢ وأﺣﻤﺪ واﺑﻦ ﻣﺎﺝﻪ‬
Artinya: "Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah Saw bersabda: "Apabila keturunan anak adam membaca ayat sajdah lalu ia sujud (tilawah), maka setan akan menjauh sambil menangis dan berkata: "Aduh celaka dan sialnya nasibku, ia diperintahkan untuk bersujud, lalu ia sujud, maka baginya adalah surga, sementara saya diperintah sujud akan tetapi saya membangkang perintah tersebut, dan bagi saya adalah neraka" (HR. Muslim, Ahmad dan Ibn Majah). Dalam hadit-hadits lain yang menerangkan keutamaan orang-orang yang sering melakukan sujud (sujud secara umum) juga disebutkan bahwa orang yang seringkali bersujud, apabila suatu saat ia terpaksa masuk ke dalam neraka, ia akan segera dikeluarkan dari neraka itu lantaran ada bekas sujudnya. Bahkan, hanya bekas sujudlah yang tidak akan terkena lahapan api neraka. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah ketika berbicara hari kebangkitan dan syafaat.

,‫ﻗﺎل رﺳﻮل اﷲ ﺻﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴﻪ وﺳ ﻠﻢ: ))...ﺣﺘ ﻰ إذا أراد اﷲ رﺣﻤ ﺔ ﻣ ﻦ أراد ﻣ ﻦ أه ﻞ اﻝﻨ ﺎر‬ ‫أﻣﺮ اﷲ اﻝﻤﻼﺋﻜﺔ أن ﻳﺨﺮﺝﻮا ﻣﻦ آﺎن ﻳﻌﺒﺪ اﷲ, ﻓﻴﺨﺮﺝﻮﻥﻬﻢ وﻳﻌﺮﻓﻮﻥﻬﻢ ﺑﺂﺛﺎر اﻝﺴﺠﻮد, وﺣﺮم‬ ‫اﷲ ﻋﻠ ﻰ اﻝﻨ ﺎر أن ﺕﺄآ ﻞ أﺛ ﺮ اﻝ ﺴﺠﻮد, ﻓﻴﺨﺮﺝ ﻮن ﻣ ﻦ اﻝﻨ ﺎر,ﻓﻜ ﻞ اﺑ ﻦ ﺁدم ﺕﺄآﻠ ﻪ اﻝﻨ ﺎر إﻻ أﺛ ﺮ‬ .[‫اﻝﺴﺠﻮد(( ]رواﻩ اﻝﺒﺨﺎري وﻣﺴﻠﻢ‬
Artinya: "Rasulullah Saw bersabda: "Sehingga apabila Allah hendak memberikan rahmat kepada penghuni neraka, Allah memerintahkan malaikat untuk mengeluarkan siapa saja yang menyembah Allah. Para malaikat akan mengeluarkan mereka dengan jalan dikenali dari bekas sujudnya. Dan Allah mengaharamkan api neraka untuk membakar bekas sujud. Mereka lalu dikeluarkan dari neraka. Seluruh keturunan Adam akan dimakan oleh api neraka kecuali bekas sujud" (HR. Bukhari Muslim).

‫ﻋﻦ ﺛﻮﺑﺎن ﻣﻮﻝﻰ رﺳﻮل اﷲ ﺻﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴﻪ وﺳ ﻠﻢ أﻥ ﻪ ﺳ ﺄل رﺳ ﻮل اﷲ ﺻ ﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴ ﻪ وﺳ ﻠﻢ‬ ‫ﻋﻦ ﻋﻤﻞ ﻳﺪﺥﻠﻪ اﷲ ﺑ ﻪ اﻝﺠﻨ ﺔ, ﻓﻘ ﺎل ﺻ ﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴ ﻪ وﺳ ﻠﻢ: ))ﻋﻠﻴ ﻚ ﺑﻜﺜ ﺮة اﻝ ﺴﺠﻮد, ﻓﺈﻥ ﻚ ﻻ‬ ‫ﺕ ﺴﺠﺪ ﷲ ﺳ ﺠﺪة إﻻ رﻓﻌ ﻚ اﷲ ﺑﻬ ﺎ درﺝ ﺔ, وﺣ ﻂ ﻋﻨ ﻚ ﺑﻬ ﺎ ﺥﻄﻴﺌ ﺔ(( ]رواﻩ ﻣ ﺴﻠﻢ واﻝﺘﺮﻣ ﺬى‬ [‫واﻝﻨﺴﺎﺋﻲ واﺑﻦ ﻣﺎﺝﻪ‬
Artinya: "Tsauban, maula Rasulullah Saw, suatu saat bertanya kepada Rasulullah Saw tentang amal yang akan memasukkannya ke dalam surga. Rasulullah Saw menjawab: "Kamu harus memperbanyak sujud, karena tidaklah kamu bersujud satu kali kepada Allah, kecuali Allah akan mengangkat derajatmu sekaligus Allah juga akan menghapuskan kesalahanmu" (HR. Muslim).

,‫ﻋﻦ رﺑﻴﻌﺔ ﺑﻦ آﻌﺐ اﻷﺳﻠﻤﻰ أﻥ ﻪ ﺳ ﺄل رﺳ ﻮل اﷲ ﺻ ﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴ ﻪ وﺳ ﻠﻢ ﻣﺮاﻓﻘﺘ ﻪ ﻓ ﻰ اﻝﺠﻨ ﺔ‬ .[‫ﻓﻘﺎل: ))أﻋﻨﻰ ﻋﻠﻰ ﻥﻔﺴﻚ ﺑﻜﺜﺮة اﻝﺴﺠﻮد(( ]رواﻩ ﻣﺴﻠﻢ وأﺑﻮ داود واﻝﻨﺴﺎﺋﻲ وأﺣﻤﺪ‬
2

Namun.[‫وﻥﺴﺠﺪ ﻣﻌﻪ ﺣﺘﻰ ﻣﺎ ﻳﺠﺪ أﺣﺪﻥﺎ ﻣﻮﺿﻌﺎ ﻝﺠﺒﻬﺘﻪ(( ]رواﻩ اﻝﺒﺨﺎرى وﻣﺴﻠﻢ‬ Artinya: "Dari Ibnu Umar. Imam Laits. ia diperintahkan untuk bersujud. bahwa Sujud Tilawah itu diperintahkan. Rasulullah menjawab: "Bantulah saya dengan jalan kamu memperbanyak sujud" (HR. Al-Alaq: 19). Ibn Abbas. Di antara alasan dan argumen yang disodorkan oleh kelompok pertama yang mengatakan bahwa sujud tilawah ini hukumnya wajib adalah dalil-dalil berikut ini: (21-20 :‫ﻓﻤﺎ ﻝﻬﻢ ﻻ ﻳﺆﻣﻨﻮن* وإذا ﻗﺮئ ﻋﻠﻴﻬﻢ اﻝﻘﺮﺁن ﻻ ﻳﺴﺠﺪون )اﻹﻥﺸﻘﺎق‬ Artinya: "Mengapa mereka tidak mau beriman? Dan apabila Al-Qur`an dibacakan kepada mereka. maka baginya adalah surga. maka berdosa. lalu ia sujud. apakah hukum melaksanakan Sujud Tilawah ini wajib ataukah sunnah saja? Dalam hal ini para ulama terbagi dua kelompok: Pendapat pertama. dan bagi saya adalah neraka" (HR. sementara saya diperintah sujud akan tetapi saya membangkang perintah tersebut. . Muslim. mereka tidak bersujud" (QS al-Insyiqaq: 20-21) (62 :‫ﻓﺎﺳﺠﺪوا ﷲ واﻋﺒﺪوا )اﻝﻨﺠﻢ‬ Artinya: "Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)" (QS. mengatakan hukum melaksanakan Sujud Tilawah ini adalah wajib. Hukum melakukannya Para ulama telah sepakat. mengatakan bahwa hukum melaksanakan Sujud Tilawah adalah sunnah saja dan bukan wajib. Imam Syafi'I. Abu Tsaur. Muslim).Artinya: "Rabi'ah bin Ka'ab al-Aslamy pernah bertanya kepada Rasulullah Saw tentang amalan yang bisa mendekatkan dirinya dengan Rasulullah Saw kelak di surga. maka setan akan menjauh sambil menangis dan berkata: "Aduh celaka dan sialnya nasibku. Pendapat kedua. apabila seseorang membaca ayat sajdah kemudian tidak sujud. karenanya tidak tepat 3 . dan Imran bin Hushain. dan kami pun ikut sujud bersamanya sehingga masingmasing kami tidak mendapatkan lagi tempat untuk meletakkan dahinya (untuk sujud)" (HR. Artinya. Ahmad dan Ibn Majah). bagi yang sujud. Hal ini berdasarkan ayatayat al-Qur'an dan hadits-hadits shahih yang berbicara mengenai hal tersebut. Ishak. (‫ﻗﺎل ﻋﺜﻤﺎن: إﻥﻤﺎ اﻝﺴﺠﻮد ﻋﻠﻰ ﻣﻦ اﺳﺘﻤﻊ )رواﻩ اﺑﻦ أﺑﻲ ﺵﻴﺒﺔ ﺑﺈﺳﻨﺎد ﺻﺤﻴﺢ‬ Artinya: "Utsman berkata: "Sujud Tilawah itu hanyalah bagi yang mendengar (bacaannya)" (HR. Beliau lalu sujud. Ibn Abi Syaibah dengan sanad yang sahih). bahwasannya Rasulullah Saw pernah membacakan untuk kami satu surat yang terdapat ayat sajdahnya. ia tidak mendapat dosa. An-Nahm: 62). Abu Hanifah dan Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah. Artinya.‫ﻋﻦ أﺑﻲ هﺮﻳﺮة ﻗﺎل: ﻗﺎل رﺳﻮل اﷲ ﺻﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴﻪ وﺳ ﻠﻢ: ))إذا ﻗ ﺮأ اﺑ ﻦ ﺁدم اﻝ ﺴﺠﺪة ﻓ ﺴﺠﺪ‬ ‫اﻋﺘ ﺰل اﻝ ﺸﻴﻄﺎن ﻳﺒﻜ ﻰ. Sementara Jumhur ulama yang mengatakan bahwa sujud tilawah hanyalah sunnah mengatakan bahwa ayat 21 dari surat al-Insyiqaq di atas yang dijadikan dalil oleh kelompok pertama yang mengatakan sujud tilawah itu wajib tidak ada kaitannya dengan sujud tilawah. Imam Auzai. Salman. Imam Ahmad bin Hanbal. (19 :‫واﺳﺠﺪ واﻗﺘﺮب )اﻝﻌﻠﻖ‬ Artinya: "Dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan)" (QS. Salah satunya adalah hadits berikut ini: ‫ﻋ ﻦ اﺑ ﻦ ﻋﻤ ﺮ: ))آ ﺎن اﻝﻨﺒ ﻲ ﺻ ﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴ ﻪ وﺳ ﻠﻢ ﻳﻘ ﺮأ ﻋﻠﻴﻨ ﺎ اﻝ ﺴﻮرة ﻓﻴﻬ ﺎ اﻝ ﺴﺠﺪة ﻓﻴ ﺴﺠﺪ‬ . para ulama berbeda pendapat mengenai hukumnya. Pendapat ini dipegang oleh Madzhab ats-Tsauri. Dari kalangan sahabat yang berpendapat seperti ini adalah Umar bin Khatab. وأﻣ ﺮت ﺑﺎﻝ ﺴﺠﻮد‬ [‫ﻓﻌﺼﻴﺖ ﻓﻠﻲ اﻝﻨﺎر(( ]رواﻩ ﻣﺴﻠﻢ وأﺣﻤﺪ واﺑﻦ ﻣﺎﺝﻪ‬ Artinya: "Dari Abu Hurairah berkata. Rasulullah Saw bersabda: "Apabila keturunan anak adam membaca ayat sajdah lalu ia sujud tilawah. Pendapat ini merupakan pendapat kebanyakan para ulama (jumhur ulama) seperti Imam Malik. ia mendapat pahala. dan bagi yang tidak sujud. أﻣ ﺮ ﺑﺎﻝ ﺴﺠﻮد ﻓ ﺴﺠﺪ ﻓﻠ ﻪ اﻝﺠﻨ ﺔ. ﻳﻘ ﻮل: ﻳ ﺎ وﻳﻠ ﻪ. Bukhari Muslim). Dawud dan Ibn Hazm.

ia turun dari mimbar lalu sujud dan orang-orang ikut sujud bersamanya. Tapi tidak demikian. Dalam riwayat lain dikatakan: "Di antara kami tidak ada yang sujud". Hadits di atas semakin menguatkan bahwa sujud tilawah hukumnya sunnah saja. tentu Rasulullah Saw akan bersujud dan memerintahkan para sahabat lainnya untuk sujud. Sedangkan ke dua ayat yaitu surat an-Najm: 62 dan al-Alaq: 19 yang dijadikan dalil oleh kelompok pertama juga kurang tepat. Sementara mereka yang berpendapat sunnah. Cara melakukan sujud tilawah persis sama dengan cara melakukan sujud biasa dalam shalat. bahwa memang sujud tilawah itu bukanlah sesuatu yang wajib. berhujjah dengan ayat di atas. 2. bukan wajib. dalam prakteknya. Dalam melakukan sujud tilawah ini. maka ayat di atas tidak dapat dijadikan dalil akan wajibnya sujud tilawah ini. bahwa sujud tilawah hukumnya sunnah saja. kami baru saja membaca ayat sajdah. ﻓﻤﻦ ﺳﺠﺪ ﻓﻘﺪ أﺻﺎب. Karena banyak kemungkinan inilah. Para ulama sepakat bahwa sujud tilawah dilakukan hanya dengan sekali sujud. إﻥﻤﺎ ﻥﻤﺮ ﺑﺎﻝﺴﺠﻮد. Abu Hanifah. padahal para sahabat Rasulullah Saw lainnya banyak yang hadir dan mereka tidak ada yang protes satu pun. karena ternyata dalam hadits di atas dijelaksan. Demikian juga dengan hadits berikut ini yang mengatakan bahwa Umar bin Khatab ketika khutbah Jum'at kemudian membaca ayat sajdah. ﻗﺮأ ﺑﻬﺎ ﺣﺘﻰ إذا ﺝﺎء اﻝ ﺴﺠﺪة. tidak mesti memakai takbiratul ihram (takbir untuk memulai shalat). dalam riwayat lain dijelaskan bahwa ketika Rasulullah Saw mendengar bacaan ayat sajdah. Ini juga menguatkan pendapat bahwa sujud tilawah hukumnya sunnah saja. tidak tepat. Dan pendapat Jumhur Ulama ini. Hadits dimaksud adalah sebagai berikut: ‫ﻋﻦ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ اﻝﺨﻄﺎب أﻥﻪ ﻗ ﺮأ ﻳ ﻮم اﻝﺠﻤﻌ ﺔ ﻋﻠ ﻰ اﻝﻤﻨﺒ ﺮ ﺳ ﻮرة اﻝﻨﺤ ﻞ ﺣﺘ ﻰ إذا ﺝ ﺎء اﻝ ﺴﺠﺪة‬ :‫ﻓﻨﺰل ﻓﺴﺠﺪ. menurut pendapat yang lebih kuat. belaiu tidak sujud. maka ia tidak berdosa". Bahkan. Ayat di atas berbicara secara umum tentang sujud yang boleh jadi berarti sujud ketika shalat atau lainnya. Ketika ia membaca ayat sajdahnya. Ini artinya. Adapun hadits Ibnu Umar yang mengatakan: 4 . 3. tanpa takbiratul ihram terlebih dahulu. Umar kembali membaca surat tersebut. Pada hari Jum'at berikutnya. وﻓ ﻰ‬ ‫رواﻳﺔ: ﻓﻠﻢ ﻳﺴﺠﺪ ﻣﻨﺎ أﺣﺪ‬ Artinya: "Zaid bin Tsabit berkata: "Saya pernah membaca surat an-Najm di hadapan Rasulullah Saw. tetap melakukan sujud bahkan tetap mengakui keutamaan dan kemasyru'an sujud tilawah tersebut. ﻓﺴﺠﺪ اﻝﻨﺎس. Seandainya sujud tilawah itu adalah wajib. Setelah itu bangun lagi dan teruskan bacaan shalatnya. anda langsung sujud sekali saja sebagaimana sujud dalam shalat. Ketika ia membaca ayat sajdah. Riwayat dimaksud adalah: ‫ﻋﻦ زﻳﺪ ﺑﻦ ﺛﺎﺑﺖ ﻗﺎل: ﻗﺮأت ﻋﻠﻰ اﻝﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴﻪ وﺳﻠﻢ )واﻝﻨﺠﻢ( ﻓﻠﻢ ﻳ ﺴﺠﺪ ﻓﻴﻬ ﺎ. tanpa memakai salam. silahkan dan ia telah sesuai dengan sunnah. وﻝ ﻢ‬ [‫ﻳﺴﺠﺪ ﻋﻤﺮ رﺿﻲ اﷲ ﻋﻨﻪ(( ]رواﻩ اﻝﺒﺨﺎري‬ Artinya: "Dari Umar bin Khatab bahwasannya ia pernah membaca surat an-Nahl ketika sedang khutbah Jum'at. maka barang siapa yang mau sujud. Ayat di atas juga tidak ada kaitan dengan sujud tilawah. ﺣﺘﻰ إذا آﺎﻥﺖ اﻝﺠﻤﻌﺔ اﻝﻘﺎﺑﻠﺔ. Karena. Jadi. akan tetapi Rasulullah Saw tidak melakukan Sujud Tilawah (ketika mendengar ayat sajdahnya). hanya sunnah saja. وﻣ ﻦ ﻝ ﻢ ﻳ ﺴﺠﺪ ﻓ ﻼ إﺛ ﻢ ﻋﻠﻴ ﻪ. juga tidak memakai salam. Umar berkata: "Wahai manusia. Ini menunjukkan bahwa mereka sepakat dengan pendapat Umar bin Khatab. Karena itu. ayat tersebut berbicara tentang orang-orang yang tidak mau bersujud lantaran kesombongan dan keangkuhannya. Bukhari). Umar bin Khatab tidak melakukan sujud tilwah. begitu anda membaca atau mendengar ayat sajdah. Ahmad bin Hanbal dan menurut Ibnu Taimiyyah.kalau berhujjah menggunakan ayat tersebut. ﻗ ﺎل‬ ‫))ﻳﺎ أﻳﻬﺎ اﻝﻨﺎس. bahwa pada Jum'ah berikutnya. Umar pun tidak melakukan sujud" (HR. menurut penulis. ia tidak sujud tilawah. Bagaimana cara melakukan Sujud Tilawah? Dalam melakukan sujud tilawah ini ada empat catatan yang harus diperhatikan: 1. adalah pendapat yang lebih kuat dan lebih mendekati kebenaran. Demikian menurut Imam Malik. Dan barangsiapa yang tidak melakukan sujud.

anda langsung sujud satu kali lalu bangkit berdiri lagi. ﻓﺈذا ﻣﺮ ﺑﺎﻝ ﺴﺠﺪة آﺒ ﺮ. Demikian juga setiap kali menunduk dan bangkit. maka begitu membaca ayat sajdah.. Untuk itu. beliau bertakbir lalu sujud dan kami pun turut sujud bersamanya" (HR. menurut mereka. lalu ucapkan takbir: "Allahu Akbar" atau tidak mengucapkan takbir juga boleh. lebih afdhal (lebih utama) kalau dia berdiri terlebih dahulu lalu mengucapkan takbir dan kemudian sujud. lalu sujudlah satu kali sebagai mana anda sujud ketika melakukan shalat. dan teruskan bacaan shalat anda. tidak mesti harus berdiri terlebih dahulu. Begitu beliau membaca ayat sajdah. 4. karena kata al-khurur dalam surat al-Isra ayat 107 yang berbunyi: ‫.[‫وﻳﻜﺒﺮ آﻠﻤﺎ ﺥﻔﺾ وآﻠﻤﺎ رﻓﻊ(( ]رواﻩ أﺣﻤﺪ ﺑﺈﺳﻨﺎد ﺣﺴﻦ‬ Artinya: "Dari Wail bin Hajar. وﺳ ﺠﺪ‬ [‫وﺳﺠﺪﻥﺎ ]رواﻩ أﺑﻮ داود‬ Artinya: "Rasulullah Saw pernah membacakan ayat al-Qur'an kepada kami.. apabila anda melakukan sujud tilawah lalu ketika mau sujud dan ketika bangkit dari sujud mengucapkan takbir. Namun demikian. Apakah Sujud Tilawah harus menghadap kiblat dan harus berwudhu terlebih dahulu?? Menurut Jumhur ulama (kebanyakan ulama). ulama Hanafiyyah generasi terakhir. Al-Isra: 107). Cara melakukan Sujud Tilawah di luar shalat adalah sebagai berikut: Ketika anda membaca atau mendengar ayat sajdah. Hemat penulis. Sujud Tilawah disyaratkan harus memenuhi syarat-syarat shalat lainnya. Sedangkan menurut pendapat Madzhab Syafi'i dan lainnya. anda teruskan bacaan alQur'annya tanpa salam terlebih dahulu. bangkitlah kembali sambil mengucapkan takbir: "Allahu Akbar". Sedangkan apabila dilakukan ketika sedang shalat. Setelah itu. bahwasannya Rasulullah Saw bertakbir sambil mengangkat kedua tangannya. anda langsung berdiri atau boleh juga duduk mengahadap kiblat. sebagian ulama syafi'iyyah dan menurut Ibnu Taimiyyah. Setelah itu. pendapat Madzhab Syafi'i ini lebih mendekati kebenaran. إذا ﻳﺘﻠﻰ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻳﺨﺮون ﻝﻸذﻗﺎن ﺳﺠﺪا‬ Artinya: "…Apabila Al-Qur`an dibacakan kepada mereka. Bukan dilakukan sambil duduk. harus menghadap kiblat dan harus dilakukan oleh orang yang mempunyai wudhu. hemat penulis. Keduanya sah-sah saja. dalil shahih yang layak untuk dijadikan argumen untuk thesis Jumhur ini adalah hadits berikut: . Abu Dawud).‫ﻋ ﻦ واﺋ ﻞ ﺑ ﻦ ﺣﺠ ﺮ: ))أن اﻝﻨﺒ ﻲ ﺻ ﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴ ﻪ وﺳ ﻠﻢ آ ﺎن ﻳﺮﻓ ﻊ ﻳﺪﻳ ﻪ ﻣ ﻊ اﻝﺘﻜﺒﻴ ﺮ‬ . bahwa meski pendapat yang mengatakan bahwa sujud tilawah itu tanpa memakai takbir dan salam lebih kuat. di luar shalat dan ketika sedang shalat. maka sah-sah saja dan boleh-boleh saja. Maknanya adalah turun dari berdiri (suquth min qiyam). atau sambil duduk. Sujud Tilawah dilakuan dalam dua keadaan. Jumhur Ulama mengatakan bahwa mengucapkan takbir (Allahu akbar) ketika hendak sujud dan ketika bangun dari sujud adalah sunnah. penulis cenderung untuk mengatakan. pendapat jumhurpun boleh dilakukan karena ada keterangan berupa hadits Hasan yang menjadi sandarannya. Hal ini. Hal ini dikarenakan tidak ada keterangan dari hadits yang mengatakan secara jelas dan tegas bahwa sujud tilawah ini harus dilakukan dengan berdiri terlebih dahulu. mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud" (QS. 5 . bahwa sujud tilawah boleh juga dilakukan sambil duduk.‫آﺎن رﺳﻮل اﷲ ﺻﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴﻪ وﺳﻠﻢ ﻳﻘﺮأ ﻋﻠﻴﻨﺎ اﻝﻘﺮﺁن. bahwa untuk sujud tulawah tidak ada salam. Adalah hadits dhaif yang tidak bisa dijadikan hujjah. jumhur ulama juga sama dengan pendapat pertama. atau tanpa takbir. Menurut Madzhab Hanabilah. Oleh karena itu. artinya. Namun demikian. Dengan demikian. sujud tilawah boleh dilakukan sambil berdiri terlebih dahulu. Ahmad dengan sanad Hasan). namun. beliau selalu bertakbir" (HR. bahwa orang yang akan melakukan sujud tilawah di luar shalat (bukan ketika shalat). misalnya. 5.

akan tetapi ia hanyalah sebuah ibadah. Dan pendapat inilah. Dan sebagaimana diketahui. Imam Syaukani berkata: "Tidak ada satupun hadits yang berbicara tentang Sujud Tilawah yang mensyaratkan orang yang melakukannya harus mempunyai wudhu. Apa yang dibaca ketika Sujud Tilawah? Sehubungan dengan masalah ini. Pendapat ini juga dikemukakan oleh sahabat dan para ulama lain semisal Ibnu Umar. Dan sebagaimana diketahui. penulis lebih condong untuk mengatakan. Ini berarti. selama memungkinkan. maka menurut sebagian para sahabat dan para ulama generasi salaf seperti Ibnu Mas'ud. kalau memungkinkan untuk mengambil wudhu dan menghadap kiblat. yang lebih kuat dan lebih afdhal. Sekali lagi. Ibnu Umar mengatakan: "Sujudlah dengan cara isyarat". para ulama sepakat mensyaratkannya. melakukan Sujud Tilawah bersama-sama. Hal ini seperti dikatakan oleh Ibnu Umar dalam hadits riwayat Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang shahih. bahwa tidak semua ibadah disyaratkan harus memakai wudhu dan menghadap kiblat. bahwa Sujud Tilawah tidak mesti berwudhu sebelumnya. tidak semua sahabat saat itu mempunyai wudhu. dan tentunya orang-orang musyrik tidak mempunyai wudhu kerena mereka adalah najis….Adapun menutup aurat dan menghadap kiblat. ia sujud tilawah dan orang-orangpun ikut sujud bersamanya. Sehubungan dengan hadits di atas. maka cukup dengan menganggukkan kepalanya sebagai isyarat sujudnya. Tapi sekali lagi dengan catatan. Rasulullah Saw sujud bersama orang-orang musyrik sebagaimana dikatakan dalam hadits di atas. tentu ini lebih afdhal dan lebih sempurna. hadits ini mengisyaratkan bahwa orang musyrik pun melakukan sujud tilawah. tentu itu lebih utama. Ibnu Umar dan lainnya. Rasulullah dan para sahabat yang mendengar bacaan ayat Sajdah. bahwasannya Rasulullah Saw ketika membaca surat an-Najm. termasuk orang-orang musyrik. akan tetapi menghadap kiblat dan berwudhu. ketika ia ditanya cara melakukan sujud tilawah bagi yang sedang berada dalam kendaraan. tapi ternyata tidak melarangnya. Kalau seandainya Sujud Tilawah ini harus dilakukan oleh orang yang mempunyai wudhu. Padahal. selama memungkinkan". Bagaimana cara sujudnya orang yang sedang dalam kendaraan? Apabila seseorang membaca atau mendengar salah satu ayat sajdah sementara dia sedang berjalan (bepergian) atau sedang berada di atas kendaraan. bahwa orang musyrik tentu mereka tidak mempunyai wudhu karena mereka adalah najis (berhadats besar dan kecil). Demikian juga dengan orang yang sedang berjalan kaki (bepergian). juga tidak disyaratkan harus mempunyai wudhu terlebih dahulu. Karena bagaimanapun Sujud Tilawah adalah salah satu bentuk ibadah. akan tetapi Rasulullah Saw tidak memerintahkan salah seorangpun dari mereka untuk mengambil air wudhu terlebih dahulu. mempunyai wudhu terlebih dahulu. cukup dengan berisyarat berupa menundukkan kepalanya sedikit ke arah manapun ia sedang menghadap saat itu. Dari pendapat-pendapat di atas. jin dan manusia" (HR. bukanlah syarat sahnya Sujud Tilawah. Bukhari). terdapat dua hadits yang menginformasikan bacaan ketika Sujud Tilawah. Berikut kedua hadits di atas: 6 . karena Sujud Tilawah bukanlah shalat. bahwa Sujud Tilawah tidak diharuskan menghadap kiblat. Sehubungan dengan masalah ini pula. Imam asy-Sya'by dan Imam Bukhari. dan tidak harus mempunyai wudhu terlebih dahulu sebagaimana dikatakan Ibnu Taimiyyah dan Ibn Hazm di atas. apabila tidak bisa berhenti sejenak untuk melakukan sujud dan dia bermaksud untuk sujud. tentu Rasulullah Saw akan melarang orang-orang musyrik tersebut untuk sujud tilawah. Akan tetapi apabila dilakukan menghadap kiblat. hemat penulis. Pendapat kedua ini dikuatkan oleh sebuah hadits Ibnu Abbas berikut ini: ‫ﻋ ﻦ اﺑ ﻦ ﻋﺒ ﺎس: )) أن اﻝﻨﺒ ﻲ ﺻ ﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴ ﻪ وﺳ ﻠﻢ ﺳ ﺠﺪ ﺑ ﺎﻝﻨﺠﻢ وﺳ ﺠﺪ ﻣﻌ ﻪ اﻝﻤ ﺴﻠﻤﻮن‬ [‫واﻝﻤﺸﺮآﻮن واﻝﺠﻦ واﻹﻥﺲ(( ]رواﻩ اﻝﺒﺨﺎرى واﻝﺘﺮﻣﺬى‬ Artinya: "Dari Ibnu Abbas. kemudian dia bermaksud untuk melakukan sujud tilawah. selama Sujud Tilawah ini dilakukan di luar shalat. tidak disyaratkan harus menghadap kiblat. Imam Bukhari mengatakan. Dalam banyak kesempatan. Dan sebuah ibadah alangkah lebih baiknya kalau dilakukan dalam keadaan suci dan menghadap kiblat.Sedangkan menurut Ibn Hazm dan Syaikul Islam Ibn Taimiyyah. Bahkan terkadang.

tidak ada bacaan khusus untuk sujud tilawah karena hadits-hadits yang mengatakan hal demikian semuanya Hadits Dhaif. kita mendapatkan informasi bahwa bacaan yang dibaca oleh Rasulullah Saw ketika Sujud Tilawah ada dua.. Muslim) 4. Oleh karena itu. berikut di antara bacaan-bacaan yang boleh dibaca ketika sujud dalam shalat: 1. bacaan Sujud Tilawah disamakan dengan bacaan sujud biasa dalam shalat. ‫ﻋ ﻦ اﺑ ﻦ ﻋﺒ ﺎس ﻗ ﺎل: ﺝ ﺎء رﺝ ﻞ إﻝ ﻰ اﻝﻨﺒ ﻲ ﺻ ﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴ ﻪ وﺳ ﻠﻢ ﻓﻘ ﺎل ﻳ ﺎ رﺳ ﻮل اﷲ. dengan sujud ini. kedua hadits di atas adalah Hadits Dha'if. ketika Sujud Tilawah. Subhana dzil jabarut walmalakut walkibriya wal'adhamah (HR. Nasai. ﻳﻘ ﻮل ﻓ ﻰ‬ ((‫اﻝ ﺴﺠﺪة ﻣ ﺮارا: ))ﺳ ﺠﺪ وﺝﻬ ﻰ ﻝﻠ ﺬى ﺥﻠﻘ ﻪ وﺻ ﻮرﻩ وﺵ ﻖ ﺳ ﻤﻌﻪ وﺑ ﺼﺮﻩ ﺑﺤﻮﻝ ﻪ وﻗﻮﺕ ﻪ‬ (‫]رواﻩ أﺑﻮ داود. Subhanakallahumma rabbana wa bihamdika allahummagfirli (HR. Turmudzi dan Ibn Majah). Akan tetapi sanad kedua hadits di atas diperdebatkan keshahihannya. وﺿ ﻊ ﻋﻨ ﻰ ﺑﻬ ﺎ وزرا.. sajada wajhii lilladzi khalaqahu wa shawwarahu wa syaqqa sam'ahu wa basharahu. ﻓ ﺴﻤﻌﺘﻪ وه ﻮ ﻳﻘ ﻮل ﻣﺜﻠﻤ ﺎ أﺥﺒ ﺮﻩ اﻝﺮﺝ ﻞ ﻋ ﻦ ﻗ ﻮل اﻝ ﺸﺠﺮة‬ [‫]أﺥﺮﺝﻪ اﻝﺘﺮﻣﺬى واﺑﻦ ﻣﺎﺝﻪ‬ Artinya: "Ibnu Abbas berkata: "Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Saw sambil berkata: "Wahai Rasulullah. waj'alha li 'indaka dzukhra. dan terimalah sujudku ini sebagaimana Eukau telah menerima sujudnya Nabi Dawud)…" Ibnu Abbas kemudian berkata: "Lalu Rasulullah Saw membaca salah satu ayat sajdah dan beliau sujud (tilawah). Karenanya. juga yang telah memecahkan pendengaran. termasuk salah satunya adalah bacaan sajada wajhii lilladzi khalaqahu wa shawwarahu wa syaqqa sam'ahu wa basharahu bihaulihi wa quwwatihi.ﻗ ﺎل اﺑ ﻦ ﻋﺒ ﺎس: ﻓﻘ ﺮأ اﻝﻨﺒ ﻲ ﺻ ﻠﻰ‬ ‫اﷲ ﻋﻠﻴﻪ وﺳﻠﻢ ﺳ ﺠﺪة. catatlah pahala bagi saya disisiMu. ﻓ ﺴﺠﺪت. Allahumma laka sajadtu wabika amantu wa laka aslamtu. Abu Dawud dan Turmudzi). waj'alha li 'indaka dzukhra. wa taqabbalha minny kama taqabbaltaha min 'ibadika dawud (Ya Allah. Adapun bacaan-bacaan sujud ketika shalat ada bebarapa macam. lalu saya sujud dan pohon pun ikut sujud bersamaku serta saya mendengar pohon itu membaca doa berikut ini: Allahummaktub li biha indaka ajra. penglihatannya dengan segala daya dan kekuatanNya)" (HR.‫رأﻳﺘﻨ ﻰ اﻝﻠﻴﻠ ﺔ وأﻥ ﺎ ﻥ ﺎﺋﻢ آ ﺄﻥﻰ أﺻ ﻠﻰ ﺥﻠ ﻒ ﺵ ﺠﺮة. واﺝﻌﻠﻬ ﺎ ﻝ ﻰ‬ ‫ﻋﻨﺪك ذﺥﺮا. Subbuhun quddusun rabbul malaikati warruh (HR. وﺕﻘﺒﻠﻬﺎ ﻣﻨﻰ آﻤﺎ ﺕﻘﺒﻠﺘﻬﺎ ﻣﻦ ﻋﺒﺪك داود((. Bukhari Muslim) 3. beliau membaca do'a berikut secara berulang-ulang: " sajada wajhii lilladzi khalaqahu wa shawwarahu wa syaqqa sam'ahu wa basharahu bihaulihi wa quwwatihi (wajahku aku sujudkan kepada yang telah menciptakan dan membentuknya. Karena kedua hadits di atas diperdebatkan kesahihannya dan lebih cenderung dhaif. wa taqabbalha minny kama taqabbaltaha min 'ibadika dawud. ﻓ ﺴﻤﺠﺪت اﻝ ﺸﺠﺮة ﻝ ﺴﺠﻮدى‬ ‫ﻓﺴﻤﻌﺘﻬﺎ وهﻲ ﺕﻘﻮل: ))اﻝﻠﻬﻢ اآﺘﺐ ﻝﻰ ﺑﻬﺎ ﻋﻨﺪك أﺝﺮا. maka Imam Ahmad bin Hanbal berkata: "Adapun saya. Oleh karena itu. saya membaca bacaan sujud biasa yaitu: subhanarabbiyal 'ala". 7 . bagi yang melakukan Sujud Tilawah. yaitu bacaan: "sajada wajhii lilladzi khalaqahu wa shawwarahu wa syaqqa sam'ahu wa basharahu bihaulihi wa quwwatihi dan bacaan: Allahummaktub li biha indaka ajra. Dari kedua hadits di atas. Muslim) 2. wa dha' 'anni biha wizra. Subhanarabbiyal a'laa (HR. bacaan-bacaan yang biasa dibaca oleh Rasulullah Saw ketika sujud. ﺛ ﻢ ﺳ ﺠﺪ.‫ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﻗﺎﻝﺖ: آﺎن اﻝﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴﻪ وﺳﻠﻢ ﻳﻘ ﻮل ﻓ ﻰ ﺳ ﺠﻮد اﻝﻘ ﺮﺁن ﺑﺎﻝﻠﻴ ﻞ. menurut pendapat yang lebih kuat. tabarakallahu ahsanal khaliqin (HR. Turmudzi. إﻥ ﻰ‬ . tadi malam saya bermimpi seolah-olah saya shalat di belakang sebuah pohon. silahkan untuk memilih salah satu dari bacaan di atas. واﻝﺘﺮﻣﺬى واﻝﻨﺴﺎﺋﻲ‬ Artinya: "Siti Aisyah berkata: "Bahwasannya Rasulullah Saw ketika sujud tilawah pada malam hari. Bahkan menurut pendapat yang lebih kuat. Abu Dawud dan Nasai) Demikian. Pada saat itu saya mendengar Rasulullah ketika sujudnya tadi membaca do'a sebagaimana yang telah disampaikan oleh laki-laki tadi yang diambil dari doanya sebuah pohon" (HR. wa dha' 'anni biha wizra. Abu Dawud dan Ibn Majah) 5. jadikan sujudku ini sebagai simpananku kelak. hapuskan dosaku. Untuk lebih jelasnya.

Ibn al-Musayyib. menurut penulis. pendapat Jumhur yang mengatakan. Umar bin Khatab pernah membaca surat an-Najm pada rakaat kedua. karena makmum tidak mengetahui apa yang sedang dibaca oleh imam. ia boleh mengakhirkan sujudnya sampai ayat terakhir dari ayat sajdah dibaca. Apakah Sujud Tilawah yang dilakukan ketika shalat khusus untuk shalat wajib saja? Sebagaimana telah di jelaskan di atas. membaca ayat sajdah akan tetapi tidak melakukan Sujud Tilawah? Menurut pendapat Jumhur Ulama seperti Imam Sya'bi. Demikian juga. Kemudian apabila setelah sujud. Ini artinya. kemudian berdiri lagi dan disambungkan dengan bacaan surat lainnya lalu setelah itu ia ruku. kurang tepat karena antara membaca ayat sajdah dengan selesainya shalat terdapat pemisah yang lumayan lama. Ibn Sirin. ketika sedang melakukan shalat dan ketika di luar shalat (tidak sedang melakukan shalat). Hanya saja. bagaimana cara melakukan sujudnya dan apa yang harus diperbuat? Apabila seseorang membaca salah satu ayat sajdah yang berada di akhir surat. Namun. ketika shalat Subuh. makruh hukumnya bagi shalat yang bacaan imamnya di sirr-kan (dipelankan) untuk melakukan Sujud Tilawah adalah pendapat yang lebih kuat dan arjah. Sujudnya? Apabila seseorang membaca atau mendengar ayat sajdah beberapa kali. Cara ini juga boleh dilakukan karena ketika Ibnu Mas'ud ditanya: "Apakah perlu Sujud Tilawah dahulu atau langsung ruku' ketika membaca ayat sajdah yang berada di akhir surat?" Ibn Mas'ud menjawab: "Apabila tidak ada hal lain antara 8 . Cara ini adalah yang lebih utama. Apabila ayat sajdah tersebut berada di akhir surat. Isya dan Subuh) saja? Dalam hal ini. Bagaimana hukumnya apabila ketika sedang melakukan shalat. makruh hukumnya melakukan Sujud Tilawah. lalu setelah itu Umar membaca surat lain yakni surat al-Insyiqaq. maka sunnah hukumnya untuk melakukan Sujud Tilawah. sunnah hukumnya untuk melakukan Sujud Tilawah. Dalam sebuah hadits riwayat Abdul Razak dengan sanad yang sahih. bahwa yang lebih afdhal. sujud tilawah dilakukan setiap kali kita mendengar atau membaca ayat sajdah. Hal ini ditakutkan akan menimbulkan kebingungan bagi para makmum sehingga kekhusyuan shalatnya menjadi terganggu. membaca kembali ayat sajdah. jumhur ulama mengatakan. Namun pendapat ini. untuk shalat yang imamnya membaca dengan suara sir (pelan) misalnya Shalat Duhur dan Ashar. untuk yang melakukan shalat dengan bacaan pelan pun. lebih afdhal ia melakukan sujud lagi. Untuk itu. Akan tetapi menurut Syafi'iyyah (para ulama bermadzhab Syafi'i). makruh hukumnya seseorang yang sedang melakukan shalat kemudian membaca ayat sajdah akan tetapi tidak melakukan Sujud Tilawah. Apakah hanya untuk shalat wajib dan apakah hanya untuk shalat berjamaah serta apakah hanya untuk shalat Jahr (yang bacaannya dinyaringkan yaitu shalat Magrib. Hal ini pernah dilakuan oleh Umar bin Khatab. Sujud Tilawahnya diakhirkan sampai shalat tersebut selesai agar makmum tidak merasa bingung dibuatnya. bahwa Sujud Tilawah dilakukan baik ketika shalat wajib maupun shalat sunnat. bahwa untuk shalat-shalat yang dibaca dengan suara nyaring seperti Magrib dan Isya.Berulang-ulang membaca dan mendengar ayat sajdah. Ia melakukan Sujud Tilawah. Namun shalat apa saja yang boleh melakukan Sujud Tilawah. Ia langsung ruku' tanpa melakukan Sujud Tilawah. sunnah hukumnya melakukan Sujud Tilawah. apabila seseorang membaca ayat sajdah ketika sedang shalat Tahajjud. dalam prakteknya. an-Nakha'i dan Imam Ishak. Kemudian ia Sujud Tilawah. 2. Sujud Tilawah dilakukan baik ketika shalat berjamaah maupun ketika shalat sendiri (munfarid). Sedangkan apakah untuk shalat yang bacaannya dibaca nyaring (jahr) saja atau juga yang bacaannya dipelankan (di-sir-kan)? Para ulama sepakat. maka menurut pendapat Jumhur Ulama. maka ia boleh melakukan salah satu dari tiga keadaan berikut ini: 1. Artinya. Setelah itu baru ia sujud sajdah satu kali. misalnya ayat terakhir dari surat al-Alaq. Jumhur ulama lebih cenderung untuk mengatakan. sujud tilawah dilakukan dalam dua keadaan.

kemudian bertakbir dan berdiri setelah itu ia ruku tanpa ada tambahan bacaan surat lainnya. 4 tempat di perdebatkan. hemat punulis. Apa saja yang termasuk ayat sajdah itu? Tempat-tempat sujud atau yang termasuk ayat-ayat sajdah itu ada 15 (lima belas) tempat. Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka)" (QS. وﻓﻰ ﺳﻮرة اﻝﺤﺞ ﺳﺠﺪﺕﺎن )أﺥﺮﺝ ﻪ أﺑ ﻮ داود واﻝﺤ ﺎآﻢ واﺑ ﻦ‬ (‫ﻣﺎﺝﻪ‬ Artinya: "Dari Amr bin Ash. 3. Surat ar-Ra'du ayat 15: ‫وﻝﻠﻪ ﻳﺴﺠﺪ ﻣﻦ ِﻲ اﻝﺴﻤ َات َاﻝﺄرض ﻃﻮ ًﺎ وآﺮ ًﺎ وﻇَﺎﻝﻬﻢ ِﺎﻝﻐﺪ ﱢ َاﻝْﺂ َﺎل‬ ِ ‫ﱠ َﻮ ِ و َْ ْ ِ َ ْﻋ َ َ ْه َ ِﻠ ُ ُ ْ ﺑ ْ ُ ُو و ﺻ‬ ‫َِﱠ ِ َ ْ ُ ُ َ ْ ﻓ‬ Artinya: "Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi.kamu dengan sujud selain ruku. Dari lima belas tempat ini. dan satu tempat tidak ada keterangan haditsnya. maka makmum tidak disunnahkan untuk sujud. Pendapat ini. tidak Sujud Tilawah terlebih dahulu. lalu ia membaca ayat sajdah. An-Nahl: 4950) 9 . Jika memungkinkan untuk sujud di atas mimbar. ia boleh sujud di atasnya. Al-Araf: 206). maka ia boleh turun dari mimbarnya lalu Sujud Tilawah dan orang-orang sujud bersamanya. Surat an-Nahl ayat 49-50: ‫وﻝﻠ ﻪ ﻳ ﺴﺠﺪ ﻣ ﺎ ﻓ ﻲ اﻝ ﺴﻤ َات وﻣ ﺎ ﻓ ﻲ اﻝ ﺄرض ﻣ ﻦ َاﺑ ﺔ َاﻝﻤَﺎﺋﻜ ﺔ وه ﻢ ﻝ ﺎ‬ َ ْ ُ َ ُ َ ِ ‫ﱠ َﻮ ِ َ َ ِ ْ َ ْ ِ ِ ْ د ﱠ ٍ و ْ َﻠ‬ ِ َ ُ ُ ْ َ ِ ‫َِﱠ‬ ‫ﻳﺴﺘﻜﺒ ُون* ﻳ َﺎ ُﻮن رﺑﻬﻢ ﻣﻦ ﻓﻮﻗﻬﻢ وﻳﻔﻌُﻮن َﺎ ﻳﺆﻣ ُون‬ َ ‫َ ْ َ ْ ِﺮ َ َﺨ ﻓ َ َﱠ ُ ْ ِ ْ َ ْ ِ ِ ْ َ َ ْ َﻠ َ ﻣ ُ ْ َﺮ‬ Artinya: "Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para ma]aikat. Maka untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. maka ruku' itulah yang lebih dekat" (HR. Tempat-tempat sujud yang disepakati oleh para ulama untuk dilaksanakan Sujud Tilawah: 1. Apabila ia tidak sujud. Bagaimana cara sujudnya apabila sedang khutbah di atas mimbar? Apabila seseorang sedang khutbah di atas mimbar. juga tidak mengapa sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Umar bin Khatab sebagaimana telah dijelaskan di atas. bahwasannya Rasulullah Saw membacakan kepadanya lima belas ayat sajdah dalam al-Qur'an. Akan tetapi apabila khatib tidak sujud. Kecuali kalau para makmumnya adalah orang-orang yang sudah paham. baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari" (HR. sepuluh tempat telah disepakati oleh para ulama. sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. Cara lainnya adalah ia Sujud Tilawah. 2. akan tetapi sebagian sahabat Rasulullah Saw melakukannya karena melihat kandungan makna ayat tersebut. ar-Ra'du: 15). Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits marfu' akan tetapi dhaif berikut ini: ‫ﻋ ﻦ ﻋﻤ ﺮو ﺑ ﻦ اﻝﻌ ﺎص أن رﺳ ﻮل اﷲ ﺻ ﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴ ﻪ وﺳ ﻠﻢ أﻗ ﺮأﻩ ﺥﻤ ﺲ ﻋ ﺸﺮة ﺳ ﺠﺪة ﻓ ﻰ‬ ‫اﻝﻘﺮﺁن. ﻣﻨﻬﺎ ﺛﻼث ﻓﻰ اﻝﻤﻔﺼﻞ. lebih baik langsung ruku. akan tetapi banyak hadits yang menguatkannya. Ibn Abi Syaibah dengan sanad yang shahih). Surat al-Araf ayat 206 yakni ketika membaca firman Allah berikut ini: ‫إن اﻝ ِﻳﻦ ﻋﻨﺪ رﺑﻚ َﺎ ﻳﺴﺘﻜﺒ ُون ﻋﻦ ﻋ َﺎدﺕﻪ وﻳﺴﺒ ُﻮﻥﻪ وﻝﻪ ﻳﺴﺠ ُون‬ َ ‫ِ ﱠ ﱠﺬ َ ِ ْ َ َ ﱢ َ ﻝ َ ْ َ ْ ِﺮ َ َ ْ ِﺒ َ ِ ِ َ ُ َﱢﺤ َ ُ ََ ُ َ ْ ُﺪ‬ Artinya: "Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud" (QS. 1. 3. dan orang-orang ikut sujud bersamanya. tiga di antaranya terdapat pada surat-surat pendek dan dua tempat sujud pada surat al-Hajj" (HR. Abu Dawud. Hamim dan Ibn Majah). lebih cocok diterapkan untuk kondisi di mana para makmum umumnya belum mengetahui ayat sajdah dan Sujud Tilawah.

yaitu para nabi dari keturunan Adam.Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu'" (QS. 8. Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezki" (QS. Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al-Qur`an dibacakan kepada mereka. benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezki yang baik (surga). An-Naml: 25-26). 7. Surat as-Sajdah ayat 15: ‫إﻥ َﺎ ﻳﺆﻣﻦ ِﺂ َﺎﺕ َﺎ اﻝ ِﻳﻦ إ َا ذ ﱢ ُوا ﺑ َﺎ ﺥ ﱡوا ﺳﺠ ًا وﺳﺒ ُﻮا ﺑﺤﻤﺪ رﺑﻬﻢ وهﻢ َﺎ‬ ‫ِ ﱠﻤ ُ ْ ِ ُ ﺑ ﻳ ِﻨ ﱠﺬ َ ِذ ُآﺮ ِﻬ َﺮ ُ ﱠﺪ َ َ ﱠﺤ ِ َ ْ ِ َ ﱢ ِ ْ َ ُ ْ ﻝ‬ ‫ﻳﺴﺘﻜﺒ ُون‬ َ ‫َ ْ َ ْ ِﺮ‬ Artinya: "Sesungguhnya orang yang benar benar percaya kepada ayat ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya. Dan mereka berkata: "Maha Suci Tuhan kami.4. Surat Fushilat ayat 37 dan 38: 10 . Allah. Maryam: 58) 6. dan lagi pula mereka tidaklah sombong" (QS. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka. dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. 10. As-Sajdah: 15). dan dari keturunan Ibrahim dan Israel. kemudian mereka di bunuh atau mati. maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Surat al-Furqan ayat 60: ‫إﱠﺎ ﻣﻦ َﺎب و َاﻣﻦ وﻋﻤﻞ ﻋﻤًﺎ َﺎﻝ ًﺎ ﻓُوﻝﺌﻚ ﻳﺒ ﱢل اﻝﱠﻪ ﺳﻴ َﺎﺕﻬﻢ ﺣﺴ َﺎت وآ ﺎن‬ َ َ َ ٍ ‫ِﻝ َ ْ ﺕ َ َء َ َ َ َ ِ َ َ َﻠ ﺻ ِﺤ َﺄ َ ِ َ ُ َﺪ ُ ﻠ ُ َ ﱢﺌ ِ ِ ْ َ َﻨ‬ ‫اﻝﱠﻪ ﻏ ُﻮ ًا ر ِﻴ ًﺎ‬ ‫ﻠ ُ َﻔ ر َﺣ ﻤ‬ Artinya: "Kecuali orang-orang yang bertaubat. Surat an-Naml ayat 25-26: ‫أﱠﺎ ﻳﺴﺠ ُوا ﻝﻠ ﻪ اﻝ ِي ﻳﺨ ﺮج اﻝﺨ ﺐء ﻓ ﻲ اﻝ ﺴﻤ َات َاﻝ ﺄرض وﻳﻌﻠ ﻢ ﻣ ﺎ ﺕﺨﻔ ﻮن‬ َ ُ ْ ُ َ ُ َْ َ َ ِ ْ َ ْ ‫ﱠ َﻮ ِ و‬ ِ َ ْ َ ْ ُ ِ ْ ُ ‫َﻝ َ ْ ُﺪ ِﱠ ِ ﱠ ﺬ‬ ‫و َﺎ ﺕﻌﻠ ُﻮن* اﻝﱠﻪ َﺎ إﻝﻪ إﱠﺎ هﻮ ر ﱡ اﻝﻌﺮش اﻝﻌ ِﻴﻢ‬ ِ ‫َﻣ ُ ِْﻨ َ ﻠ ُ ﻝ َِ َ ِﻝ ُ َ َب ْ َ ْ ِ ْ َﻈ‬ Artinya: "Agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Surat al-Isra ayat107-109: ‫ﻗﻞ َاﻣﻨﻮا ﺑﻪ أو َﺎ ﺕﺆﻣ ُﻮا إن اﻝ ِﻳﻦ ُو ُﻮا اﻝﻌﻠﻢ ﻣﻦ ﻗﺒﻠﻪ إ َا ﻳﺘَﻰ ﻋﻠ ﻴﻬﻢ ﻳﺨ ﱡون‬ َ ‫ُ ْ ء ِ ُ ِ ِ َ ْ ﻝ ُ ْ ِﻨ ِ ﱠ ﱠﺬ َ أ ﺕ ْ ِ ْ َ ِ ْ َ ِْ ِ ِذ ُ ْﻠ ََ ْ ِ ْ َ ِ ﺮ‬ ‫ﻝﻠﺄذﻗ ﺎن ﺳ ﺠ ًا* وﻳ ُﻮﻝ ﻮن ﺳ ﺒ َﺎن رﺑﻨ ﺎ إن آ ﺎن وﻋ ﺪ رﺑﻨ ﺎ ﻝﻤﻔ ُﻮﻝ ﺎ* وﻳﺨ ﱡون‬ َ ‫ِ َْ ْ َ ِ ُ ﱠﺪ َ َﻘ ُ َ ُ ْﺤ َ َ ﱢ َ ِ ْ َ َ َ ْ ُ َ ﱢ َ َ َ ْﻌ ً َ َ ِ ﺮ‬ ‫ﻝﻠﺄذ َﺎن ﻳﺒ ُﻮن وﻳ ِﻳﺪهﻢ ﺥ ُﻮ ًﺎ‬ ‫ِ َْ ْﻗ ِ َ ْﻜ َ َ َﺰ ُ ُ ْ ُﺸ ﻋ‬ Artinya: "Katakanlah: "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Al-Hajj: 18). Surat Maryam ayat 58: ‫ُوﻝﺌﻚ اﻝ ِﻳﻦ أﻥﻌﻢ اﻝﻠ ﻪ ﻋﻠ ﻴﻬﻢ ﻣ ﻦ اﻝﻨﺒﻴ ﻴﻦ ﻣ ﻦ ذرﻳ ﺔ َادم وﻣﻤ ﻦ ﺣﻤﻠﻨ ﺎ ﻣ ﻊ ﻥ ﻮح‬ ٍ ُ َ َ َ ْ َ َ ْ ‫أ َ ِ َ ﱠﺬ َ َ ْ َ َ ﱠ ُ ََ ْ ِ ْ ِ َ ﱠ ِ ﱢ َ ِ ْ ُ ﱢﱠ ِ ء َ َ َ ِ ﱠ‬ ‫وﻣ ﻦ ذ ﱢ ﱠ ﺔ إﺑ َا ِﻴﻢ وإﺳ َا ِﻴﻞ وﻣﻤ ﻦ ه ﺪﻳ َﺎ َاﺝﺘﺒﻴﻨ ﺎ إ َا ﺕﺘﻠ ﻰ ﻋﻠ ﻴﻬﻢ َاﻳ ﺎت‬ ُ َ ‫َ ِ ْ ُرﻳ ِ ِ ْ ﺮ ه َ َِ ْ ﺮ ﺋ َ َ ِ ﱠ ْ َ َ ْﻨ و ْ َ َ ْ َ ِذ ُ َْ ََ ْ ِ ْ ء‬ ‫ﱠ ْ َ ِ َﺮ ُ ﱠﺪ َ ُ ِﻴ‬ ‫اﻝﺮﺣﻤﻦ ﺥ ﱡوا ﺳﺠ ًا وﺑﻜ ًّﺎ‬ Artinya: "Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah. maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis" (QS. beriman dan mengerjakan amal saleh. Tuhan Yang mempunyai 'Arsy yang besar" (QS. sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi". 9. Al-Furqan: 60). Surat al-Hajj ayat 18: ‫َاﻝ ِﻳﻦ َﺎﺝ ُوا ِﻲ ﺳ ِﻴﻞ اﻝﻠﻪ ﺛ ﱠ ﻗﺘُﻮا أو ﻣ ﺎ ُﻮا ﻝﻴ ﺮزﻗ ﱠﻬﻢ اﻝﻠ ﻪ رزﻗ ﺎ ﺣ ﺴ ًﺎ وإن‬ ‫و ﱠﺬ َ ه َﺮ ﻓ َﺒ ِ ﱠ ِ ُﻢ ُ ِﻠ َ ْ َ ﺕ َ َ ْ ُ َﻨ ُ ُ ﱠ ُ ِ ْ ً َ َﻨ َِ ﱠ‬ ‫اﻝﻠﻪ ﻝﻬﻮ ﺥﻴﺮ اﻝ ﱠاز ِﻴﻦ‬ َ ‫ﱠ َ َ ُ َ َ ْ ُ ﺮ ِﻗ‬ Artinya: "Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah. dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia. Al-Isra: 107-109) 5. mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud.

Surat Shad ayat 24: ‫َﺎل ﻝﻘﺪ ﻇﻠﻤﻚ ﺑﺴ َال ﻥﻌﺠﺘﻚ إَﻰ ﻥ َﺎﺝﻪ وإن آ ِﻴ ًا ﻣﻦ اﻝﺨﻠ َﺎء ﻝﻴﺒﻐ ﻲ ﺑﻌ ﻀﻬﻢ‬ ْ ُ ُ ْ َ ِ ْ َ َ ِ ‫ﻗ َ َ َ ْ ََ َ َ ِ ُﺆ ِ َ ْ َ ِ َ ِﻝ ِﻌ ِ ِ َِ ﱠ َﺜ ﺮ ِ َ ْ َُﻄ‬ ‫ﻋَﻰ ﺑﻌﺾ إﱠﺎ اﻝ ِﻳﻦ َاﻣﻨ ﻮا وﻋﻤﻠ ﻮا اﻝ ﱠﺎﻝ َﺎت وﻗِﻴ ﻞ ﻣ ﺎ ه ﻢ وﻇ ﻦ َاود أﻥﻤ ﺎ‬ َ ‫ﺼ ِﺤ ِ َ َﻠ ٌ َ ُ ْ َ َ ﱠ د ُ ُ َ ﱠ‬ ُِ َ َ ُ َ ‫َﻠ َ ْ ٍ ِﻝ ﱠﺬ َ ء‬ ‫ﻓَﺘ ﱠﺎﻩ َﺎﺳﺘﻐﻔﺮ ر ﱠﻪ وﺥﺮ َاآ ًﺎ وأ َﺎب‬ َ ‫َﻨ ُ ﻓ ْ َ ْ َ َ َﺑ ُ َ َ ﱠ ر ِﻌ ََﻥ‬ Artinya: "Daud berkata: "Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. akan tetapi karena sebagian 11 . Shad: 24). ruku'lah kamu. Jika mereka menyombongkan diri. maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari. Surat an-Najm ayat 62: ‫َﺎﺳﺠ ُوا ﻝﻠﻪ َاﻋﺒ ُوا‬ ‫ﻓ ْ ُﺪ ِﱠ ِ و ْ ُﺪ‬ Artinya: "Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)" (QS. 3.‫وﻣ ﻦ َا َﺎﺕ ﻪ اﻝﱠﻴ ﻞ َاﻝﻨﻬ ﺎر َاﻝ ﺸﻤﺲ َاﻝﻘﻤ ﺮ ﻝ ﺎ ﺕ ﺴﺠ ُوا ِﻠ ﺸﻤﺲ وﻝ ﺎ ﻝﻠﻘﻤ ﺮ‬ ِ َ َ ْ ِ ََ ِ ْ ‫َ ِ ْ ء ﻳ ِ ِ ﻠ ْ ُ و ﱠ َ ُ و ﱠ ْ ُ و ْ َ َ ُ َ َ ْ ُﺪ ﻝ ﱠ‬ ‫َاﺳ ﺠ ُوا ﻝﻠ ﻪ اﻝ ِي ﺥﻠﻘﻬ ﻦ إن آﻨ ﺘﻢ إﻳ ﺎﻩ ﺕﻌﺒ ُون* ﻓ ﺈن اﺳ ﺘﻜﺒ ُوا َﺎﻝ ِﻳﻦ ﻋﻨ ﺪ‬ َ ْ ِ َ ‫و ْ ُﺪ ِﱠ ِ ﱠ ﺬ ََ َ ُ ﱠ ِ ْ ُ ْ ُ ْ ِ ﱠ ُ َ ْ ُ ﺪ َ َ ِ ِ ْ َ ْ َﺮ ﻓ ﱠ ﺬ‬ ‫رﺑﻚ ﻳﺴﺒ ُﻮن ﻝﻪ ِﺎﻝﻠﻴﻞ َاﻝﻨ َﺎر وهﻢ َﺎ ﻳﺴﺄ ُﻮن‬ َ ‫َ ﱢ َ ُ َ ﱢﺤ َ َ ُ ﺑ ﱠ ْ ِ و ﱠﻬ ِ َ ُ ْ ﻝ َ َْﻣ‬ Artinya: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam. 2. dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan)" (QS. 3. Ibnu Abbas. dan amat sedikitlah mereka ini". Al-Insyiqaq ayat 20-21). Al-Haj: 77). bahkan para sahabat pun melakukannya seperti Umar bin Khatab. 2. An-Najm: 62). Janganlah sembah matahari maupun bulan. Jika Ialah yang kamu hendak sembah. supaya kamu mendapat kemenangan" (QS. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain. matahari dan bulan. janganlah kamu patuh kepadanya. sujudlah kamu. Yang termasuk ke dalam bagian ke tiga ini hanya satu tempat yaitu surat al-Haj ayat 77: ‫َﺎأﻳﻬ ﺎ اﻝ ِﻳﻦ َاﻣﻨ ﻮا ارآﻌ ﻮا َاﺳ ﺠ ُوا َاﻋﺒ ُوا رﺑﻜ ﻢ َاﻓﻌﻠ ﻮا اﻝﺨﻴ ﺮ ﻝﻌﻠﻜ ﻢ‬ ْ ُ ‫ْ َ ُ و ْ ُﺪ و ْ ُ ﺪ َ ﱠ ُ ْ و ْ َُ ْ َ ْ َ َ َﱠ‬ َُ ‫ﻳ َﱡ َ ﱠ ﺬ َ ء‬ ‫ﺕﻔﻠ ُﻮن‬ َ ‫ُ ِْﺤ‬ Artinya: "Hai orang-orang yang beriman. Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya. Ibn Mas'ud dan lainnya. sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan. Al-Alaq ayat 19). tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya. ketika selesai membaca ayat 37. Jumhur ulama berpendapat bahwa Sujud Tilawah dilakukan ketika selesai membaca akhir dari ayat ke 38. Oleh karena itu. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Ibn Umar. sedangkan menurut Malikiyyah. Berkaitan dengan ayat ini. Ahmad bin Hanbal. Di antara ulama yang mensunnahkan untu sujud tilawah ketika membaca atau mendengar ayat ini adalah Imam Syafi'I. Tempat sujud yang diperdebatkan dan tidak ada hadits shahih yang mendukungnya. siang. maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat" (QS. mereka tidak bersujud" (QS. Surat al-Alaq ayat 19: ‫آﱠﺎ َﺎ ﺕﻄﻌﻪ َاﺳﺠﺪ َاﻗﺘﺮب‬ ْ ِ َ ْ ‫َﻠ ﻝ ُ ِ ْ ُ و ْ ُ ْ و‬ Artinya: "Sekali-kali jangan. Surat al-Insyiqaq ayat 20-21: ‫ﻓ َﺎ ﻝﻬﻢ َﺎ ﻳﺆﻣ ُﻮن* وإ َا ﻗﺮئ ﻋﻠﻴﻬﻢ اﻝﻘﺮ َان َﺎ ﻳﺴﺠ ُون‬ َ ‫َﻤ َ ُ ْ ﻝ ُ ْ ِﻨ َ َِذ ُ ِ َ ََ ْ ِ ُ ْ ُ ْء ُ ﻝ َ ْ ُﺪ‬ Artinya: "Mengapa mereka tidak mau beriman? Dan apabila Al-Qur`an dibacakan kepada mereka. Tempat-tempat sujud yang diperdebatkan oleh para ulama akan tetapi boleh dilaksanakan karena dikuatkan oleh dalil-dalil yang shahih: 1. sedang mereka tidak jemu-jemu" (QS. 4. Ali bin Abi Thalib. Fushilat: 37 dan 38). meskipun tidak ada hadits yang shahih mengenai tempat sujud ini.

sekali sujud dan tanpa salam. disebutkan bahwa ketika Ka'ab bin Malik mengetahui taubatnya diterima oleh Allah Swt. lulus tes kerja. maka ia harus disamakan dengan bacaan sujud lainnya ketika shalat. kalau memungkinkan untuk menghadap kiblat dan mengambil air wudhu terlebih dahulu. ketika lulus ujian. hanya sujud saja. Berdasarkan hadits-hadits di atas. sebagian ulama mengatakan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dan hadits ini sangat panjang. merupakan pendapat yang lemah dan karenanya tidak bisa dijadikan pegangan. sembuh dari penyakit. SUJUD SYUKUR Pengertian Sujud Syukur adalah sujud yang dilakukan ketika mendapatkan nikmat (mendapatkan rezeki nomplok) atau ketika terhindar dari mara bahaya yang mengancam. Imam Ahmad. Misalnya.besar para sahabat melakukannya. selamat dari perampokan dan lainnya. tidak ada keterangan shahih yang menginformasikan hal tersebut. ketika Sujud Syukur tidak ada bacaannya. ikut melaksanakan Sujud Tilawah ketika membaca atau mendengar ayat tersebut. Hal ini dikarenakan. Bagaimana cara melaksanakannya? Cara melaksanakan sujud ini. Dalam hadits riwayat Abu Dawud. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw atau para sahabatnya melakukan Sujud Syukur ketika sedang melakukan shalat. Hal ini karena tidak ada keterangan baik yang shahih maupun yang dhaif sekalipun. 12 . Sedangkan mengenai bacaannya. mendapat keturunan. Hanya saja. Memang kalau memperhatikan hadits-hadits yang berbicara mengenai Sujud Syukur ini. Sujud Syukur tidak perlu menghadap kiblat dan tidak perlu berwudhu Sujud Syukur boleh dilakukan menghadap ke mana saja. penyebab yang mensunnahkan Sujud Syukur sendiri terjadi di luar shalat. Turmudzi dan Ibnu Majah serta yang lainnya dikatakan bahwa apabila Rasulullah Saw mendapatkan kabar gembira atau mendapatkan sesuatu yang menggembirakan. Jumhur ulama seperti Imam Syafi'i. hemat penulis. Sebagian ulama lain mengatakan bahwa karena tidak ada bacaan secara khusus. kecuali kalau dia tidak tahu. Abu Tsaur. itu lebih baik dan lebih utama. memperoleh nilai yang memuaskan. Oleh karena itu. Apakah Sujud Syukur boleh dilakukan ketika sedang melaksanakan shalat? Sujud Syukur tidak boleh dilakukan di dalam shalat. hemat penulis. sebagaimana telah dijelaskan. sama dengan bacaan ketika sujud dalam shalat. naik jabatan. sama dengan cara melaksanakan Sujud Tilawah. Apabila ia melaksanakan Sujud Syukur di dalam Shalat. menang perlombaan. karena ia bukanlah bagian dari ibadah shalat. tidak mengapa kita pun mengikuti mereka. Dalil diperbolehkannya Di antara dalil yang menjadi pegangan adanya Sujud Syukur ini adalah keterangan-keterangan berikut ini: 1. sebagian ulama mengatakan tidak ada bacaan khusus dan menurut sebagian lagi. maka hemat penulis. 2. ia kemudian sujud (Sujud Syukur). sah-sah saja. Hal ini disebabkan. Ibn Mundzir dan Abu Yusuf berpendapat bahwa Sujud Syukur itu disyariatkan dan dianjurkan. terhindar dari kecelakaan. Kedua pendapat di atas. maka shalatnya batal. Ishak. Sedangkan pendapat sebagian ulama Hanabilah yang mengatakan Sujud Syukur boleh dilakukan di dalam shalat. dan tidak perlu mengambil air wudhu terlebih dahulu. tidak ada petunjuk khusus mengenai bacaannya. Kedua pendapat di atas sah-sah saja. beliau sujud sebagai tanda syukurnya kepada Allah Swt.

maka sujudlah sebanyak dua kali sambil duduk" (HR. Syaithan itu mengatakan: "ingat ini. sehingga ia tidak mengetahui berapa rakaat dia shalat. Oleh karena itu. Sujud Sahwi berarti sujud karena lupa. Anda shalat hanya dua rakaat". dan orang-orang pun segera keluar. Dalil disyariatkannya Para ulama telah sepakat bahwa Sujud Sahwi termasuk yang diperintahkan. terdengar suara gaduh dan rebut di pojok mesjid. أﻗﺼﺮت اﻝ ﺼﻼة أم‬ ‫ﻥ ﺴﻴﺖ؟ ﻓﻨﻈ ﺮ اﻝﻨﺒ ﻲ ﺻ ﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴ ﻪ وﺳ ﻠﻢ ﻳﻤﻴﻨ ﺎ وﺵ ﻤﺎﻻ.SUJUD SAHWI Pengertian Sahwi secara bahasa berarti lupa. ﻳﻘ ﻮل اذآ ﺮ آ ﺬا. Sujud Sahwi adalah sujud yang dilakukan di akhir shalat atau setelah shalat karena meninggalkan salah satu syarat shalat atau mengerjakan hal-hal yang dilarang dalam shalat dengan tanpa sengaja. ﻓ ﺈذا ﻗ ﻀﻲ اﻝﻨ ﺪاء أﻗﺒ ﻞ‬ ‫ﺣﺘﻰ إذا ﺛﻮب ﺑﺎﻝﺼﻼة أدﺑ ﺮ. ﻓﻘﺎم ذو اﻝﻴﺪﻳﻦ.‫ﻝﻠ ﺼﻼة أدﺑ ﺮ اﻝ ﺸﻴﻄﺎن وﻝ ﻪ ﺿ ﺮاط. Tiba-tiba seorang laki-laki yang sering disebut dengan Dzul Yadain berdiri sambil berkata: "Wahai Rasulullah Saw. ﻝﻢ ﺕﺼﻞ إﻻ رآﻌﺘﻴﻦ. bahwasannya Rasulullah Saw bersabda: "Apabila dipanggil untuk shalat (adzan berkumandang). Apabila adzan telah selesai. Rasulullah Saw melirik kanan kiri sambil bersabda: "Apa betul yang dikatakan oleh Dzul Yadain tadi?" Para sahabat menjawab: "Iya betul. ﻓﺼﻠﻰ رآﻌﺘﻴﻦ وﺳﻠﻢ ﺛﻢ آﺒﺮ وﺳﺠﺪ ﺛ ﻢ‬ [‫آﺒﺮ ورﻓﻊ(( ]رواﻩ اﻝﺒﺨﺎرى وﻣﺴﻠﻢ‬ Artinya: "Abu Hurairah berkata: "Ketika Rasulullah Saw melaksanakan salah satu shalat sore—antara Duhur atau Ashar—tiba-tiba pada rakaat kedua beliau langsung salam.ﻋﻦ أﺑﻲ هﺮﻳﺮة رﺿﻲ اﷲ ﻋﻨﻪ أن رﺳﻮل اﷲ ﺻﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴ ﻪ وﺳ ﻠﻢ ﻗ ﺎل: ))إذا ﻥ ﻮدي‬ . lalu bertakbir lagi sambil bangkit dari sujud" (HR. ﺣﺘ ﻰ ﻻ ﻳ ﺴﻤﻊ اﻝﺘ ﺄذﻳﻦ. Sedangkan menurut istilah syar'i. ﻓﺎﺳ ﺘﻨﺪ‬ ‫إﻝﻴﻬﺎ. Bukhari Muslim). ﻝﻤﺎ ﻝﻢ ﻳﻜﻦ ﻳﺬآﺮ. ia kembali membelakangi sambil membisikkan antara seseorang dengan dirinya. ﻓﻘ ﺎل: ))ﻣ ﺎ ﻳﻘ ﻮل ذو‬ ‫اﻝﻴﺪﻳﻦ؟!(( ﻗﺎﻝﻮا: ﺻﺪق. ﺣﺘ ﻰ ﻳﺨﻄ ﺮ ﺑ ﻴﻦ اﻝﻤ ﺮء وﻥﻔ ﺴﻪ. ﻓﻠﻴﺴﺠﺪ ﺳﺠﺪﺕﻴﻦ وهﻮ ﺝﺎﻝﺲ(( ]رواﻩ اﻝﺒﺨﺎري وﻣﺴﻠﻢ‬ Artinya: "Dari Abu Hurairah. Rasulullah kemudian menambah shalatnya dua rakaat lagi lalu salam.ﻋﻦ أﺑﻲ هﺮﻳﺮة ﻗﺎل: ﺻﻠﻰ رﺳﻮل اﷲ ﺻﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴﻪ وﺳﻠﻢ إﺣﺪى ﺻﻼﺕﻰ اﻝﻌ ﺸﻰ‬ ‫إﻣﺎ اﻝﻈﻬﺮ وإﻣﺎ اﻝﻌﺼﺮ—ﻓﺴﻠﻢ ﻓﻰ اﻝﺮآﻌﺘﻴﻦ ﺛﻢ أﺕ ﻰ ﺝﺰﻋ ﺎ ﻓ ﻰ ﻗﺒﻠ ﺔ اﻝﻤ ﺴﺠﺪ. Bukhari Muslim). ﻓﻘﺎل: ﻳﺎ رﺳﻮل اﷲ. —‫2. Apabila ia melaksanakan shalat. lalu takbir lagi kemudian sujud. ingat itu". Apabila salah seorang dari kalian tidak mengetahui sudah berapa rakaat dia melaksanakan shalat. Di antara dalil-dalil yang menerangkan bahwa Sujud Sahwi ini disyariatkan dan dianjurkan adalah hadits-hadits berikut ini: ‫1. secara bahasa. Rasulullah kemudian menuju tempat gaduh tersebut. ia segera menghampirinya. apakah Anda mengqashar shalat atau Anda lupa?". Syaithan segera membelakangi sambil kentut dengan keras sehingga orang itu tidak mendengar adzan tersebut. اذآ ﺮ‬ ‫آﺬا. ﺣﺘﻰ ﻳﻈﻞ اﻝﺮﺝﻞ ﻻ ﻳﺪرى آ ﻢ ﺻ ﻠﻰ ﻓ ﺈذا ﻝ ﻢ ﻳ ﺪرى أﺣ ﺪآﻢ آ ﻢ‬ [‫ﺻﻠﻰ. lupa. 13 . Tidak lama. وﺥﺮج ﺳﺮﻋﺎن اﻝﻨﺎس.

genapkanlah jumlah bilangan shalatnya.‫3. ia tidak mengetahui apakah shalatnya sudah tiga atau empat rakaat. Apabila ternyata dia shalatnya sebanyak lima rakaat.ﺛﻢ ﺳﻠﻢ(( ]رواﻩ ﻣﺴﻠﻢ‬ Artinya: "Imran bin Hushain berkata: "Rasulullah melaksanakan salah satu shalat sore…lalu ketika baru melaksanakan tiga rakaat. وإذا ﺵﻚ أﺣﺪآﻢ ﻓﻰ ﺻﻼﺕﻪ ﻓﻠﻴﺘﺤﺮ اﻝ ﺼﻮاب. beliau duduk menghadap kami sambil bersabda: "Seandainya ada hal yang baru dengan shalat. Hal itu dilakukannya sambil duduk. وﻝﻜ ﻦ إﻥﻤ ﺎ أﻥ ﺎ ﺑ ﺸﺮ أﻥ ﺴﻰ‬ ‫آﻤﺎ ﺕﻨﺴﻮن. apabila saya lupa. وﺳﺠﺪهﻤﺎ اﻝﻨﺎس ﻣﻌﻪ. ﺛ ﻢ ﺳ ﺠﺪ‬ [‫ﺳﺠﺪﺕﻴﻦ. ‫4. sebelum salam.ﻋﻦ أﺑﻲ ﺳﻌﻴﺪ اﻝﺨﺪرى ﻗﺎل: ﻗ ﺎل رﺳ ﻮل اﷲ ﺻ ﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴ ﻪ وﺳ ﻠﻢ: ))إذا ﺵ ﻚ أﺣ ﺪآﻢ‬ . Rasulullah Saw bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian ragu-ragu dalam shalatnya. ﺛﻢ ﻝﻴﺴﺠﺪ ﺳﺠﺪﺕﻴﻦ(( ]رواﻩ اﻝﺒﺨﺎرى وﻣﺴﻠﻢ‬ Artinya: "Ibnu Mas'ud berkata: "Rasulullah Saw pernah melakukan shalat (Ibrahim berkata: rakaatnya antara kelebihan atau kurang). ﺛ ﻢ أﻗﺒ ﻞ ﻋﻠﻴﻨ ﺎ‬ ‫ﺑﻮﺝﻬﻪ. 14 . ﺻ ﻠﻰ رآﻌ ﺔ. ia langsung salam. Bukhari Muslim). Orang-orangpun ikut sujud bersamanya untuk melengkapi duduknya yang tertinggal karena lupa" (HR. ‫6. tentu akan saya kabarkan kepada kalian. ﻣﻜﺎن ﻣﺎ ﻥﺴﻲ ﻣﻦ اﻝﺠﻠﻮس )أﺥﺮﺝﻪ اﻝﺒﺨﺎرى وﻣﺴﻠﻢ‬ Artinya: Dari Abdullah bin Buhainah. ﻓﻠﻴ ﺘﻢ‬ [‫ﻋﻠﻴﻪ. sebelum salam. beliau menambah satu rakaat lagi. Muslim). أﺣﺪث ﻓﻰ اﻝﺼﻼة ﺵﻲء؟ ﻗﺎل: وﻣﺎ ذاك؟ ﻗﺎﻝﻮا‬ ‫ﺻﻠﻴﺖ آﺬا وآﺬا. hendaklah ia sujud dua kali. Rasulullah Saw balik bertanya: "Apa itu?" Para sahabat menjawab: "Anda shalat begini dan begitu".‫ﻓﻰ ﺻﻼﺕﻪ ﻓﻠﻢ ﻳﺪرى آﻢ ﺻﻠﻰ أﺛﻼﺛﺎ أم أرﺑﻌﺎ. Begitu selesai salam. Bukhari Muslim). ingatkanlah. Oleh karena itu. Saya ini manusia biasa yang suka lupa sebagaimana kalian juga suka lupa. Rasulullah Saw lalu melipatkan kedua kakinya sambil menghadap kiblat. Lalu. ﻓﺈذا ﻥﺴﻴﺖ ﻓﺬآﺮوﻥﻰ. beliau ditanya: "Apakah ada hal yang baru dengan shalat?". ‫5. ﻓﺜﻨﻰ رﺝﻠﻴ ﻪ واﺳ ﺘﻘﺒﻞ اﻝﻘﺒﻠ ﺔ ﻓ ﺴﺠﺪ ﺳ ﺠﺪﺕﻴﻦ ﺛ ﻢ ﺳ ﻠﻢ. bahwasannya Rasulullah Saw menyempurnakan shalat Duhurnya lantaran lupa tidak melaksanakan duduk (di antara dua sujud). وإن آ ﺎن‬ [‫ﺻﻠﻰ إﺕﻤﺎﻣﺎ ﻷرﺑﻊ آﺎﻥﺘﺎ ﺕﺮﻏﻴﻤﺎ ﻝﻠﺸﻴﻄﺎن(( ]أﺥﺮﺝﻪ ﻣﺴﻠﻢ‬ Artinya: "Abu Said al-Khudry berkata. beliau sujud dua kali sambil mengucapkan takbir setiap kali sujudnya. ﻗﻴﻞ ﻝﻪ ﻳﺎ رﺳﻮل اﷲ.. Muslim). Ketika shalatnya sudah disempurnakan. maka kaji dan tellitilah mana yang betul. Ketika ditanya. maka hal itu dapat mengusir setan" (HR. lalu sujud dua kali lalu salam" (HR.ﻋﻦ اﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮد ﻗﺎل: ))ﺻﻠﻰ رﺳﻮل اﷲ ﺻ ﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴ ﻪ وﺳ ﻠﻢ ]ﻗ ﺎل إﺑ ﺮاهﻴﻢ: زاد أو‬ :‫ﻥﻘﺺ[ ﻓﻠﻤﺎ ﺳﻠﻢ.ﻋﻦ ﻋﻤﺮان ﺑﻦ ﺣﺼﻴﻦ ﻗﺎل: ))ﺻﻠﻰ رﺳﻮل اﷲ ﺻﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴﻪ وﺳ ﻠﻢ إﺣ ﺪى ﺻ ﻼﺕﻰ‬ ‫اﻝﻌ ﺸﻲ. ﻓﻠﻤﺎ أﺕﻢ ﺻﻼﺕﻪ ﺳﺠﺪ ﺳﺠﺪﺕﻴﻦ ﻳﻜﺒﺮ ﻓﻰ آﻞ ﺳ ﺠﺪة وه ﻮ ﺝ ﺎﻝﺲ ﻗﺒ ﻞ أن‬ (‫ﻳﺴﻠﻢ. ﻓ ﺈن آ ﺎن ﺻ ﻠﻰ ﺥﻤ ﺴﺎ ﺵ ﻔﻌﻦ ﻝ ﻪ ﺻ ﻼﺕﻪ. lalu salam. Setelah itu. lalu sempurnakanlah shalatnya dan setelah itu.. Apabila ternyata ia shalat pas empat rakaat.وﺳ ﻠﻢ ﻣ ﻦ ﺛ ﻼث رآﻌ ﺎت. ﻓﻠﻴﻄﺮح اﻝﺸﻚ وﻝﻴ ﺒﻦ ﻋﻠ ﻰ ﻣ ﺎ اﺳ ﺘﻴﻘﻦ‬ ‫ﺛ ﻢ ﺳ ﺠﺪ ﺳ ﺠﺪﺕﻴﻦ ﻗﺒ ﻞ أن ﻳ ﺴﻠﻢ. maka buanglah keraguan itu dan ambillah apa yang sudah yakin. sujudlah dua kali" (HR. lalu sujud dua kali lalu salam. ﻓﻠﻤ ﺎ ﻗﻴ ﻞ ﻝ ﻪ.ﻋ ﻦ ﻋﺒ ﺪ اﷲ ﺑ ﻲ ﺑﺤﻴﻨ ﺔ أن رﺳ ﻮل اﷲ ﺻ ﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴ ﻪ وﺳ ﻠﻢ ﻗ ﺎم ﻣ ﻦ ﺻ ﻼة اﻝﻈﻬ ﺮ‬ ‫وﻋﻠﻴﻪ ﺝﻠﻮس. Dan apabila salah seorang dari kalian ragu-ragu dalam shalatnya. ﺛ ﻢ ﺳ ﻠﻢ. ﻓﻘﺎل: ))إﻥﻪ ﻝﻮ ﺣﺪث ﻓﻰ اﻝﺼﻼة ﺵ ﻲء أﻥﺒ ﺄﺕﻜﻢ ﺑ ﻪ.

Sedangkan apabila ia kurang satu rakaat atau lebih (karena lupa). membaca surat al-Fatihah pada setiap rakaat. sebab-sebab yang menyebabkan seseorang harus Sujud Sahwi ada tiga: 1. kemudian ia ingat bahwa ia tidak melaksanakan rukun tersebut sebelum ia membaca bacaan pada rakaat berikutnya (misalnya lupa tidak melakukan sujud. apabila ia ingat saat itu juga (sebelum berpindah pada gerakan shalat lainnya). membaca takbir intiqal. ruku. sami'allahu liman hamidah dan rabbana lakal hamdu. 2. membaca shalawat kepada Nabi ketika tasyahud. pas sedang mau berdiri. sujud. Namun. Sedangkan yang termasuk wajib shalat adalah: Membaca do'a iftitah.Apa saja sebab-sebab seseorang melakukan Sujud Sahwi? Menurut para ulama. 2. tasyahud akhir dan salam. tapi teruskan saja shalatnya sampai selesai. ia harus menyempurnakan shalatnya dan di akhir shalatnya nanti ia harus Sujud Sahwi (misalnya. hanya rakaat pertama tadi tidak dihitung sebagai satu rakaat). seperti tidak tasyahud Awwal misalnya. baik kelebihan tersebut satu rakaat ataupun lebih. maka para ulama berbeda pendapat. pada rakaat pertama ia lupa tidak sujud atau tidak ruku. Akan tetapi menurut pendapat yang penulis pandang lebih kuat. Sedangkan apabila lupa tidak melaksanakan salah satu sunnat shalat seperti lupa tidak membaca surat atau ayat setelah surat al-Fatihah. saat itu juga ia harus duduk 15 2 . tiba-tiba ingat bahwa ia tadi belum tasyahud awal). maka teruskan saja shalatnya. maka ia harus menyempurnakan kekurangannya tadi dan diakhiri dengan sujud sahwi. bangkit dari ruku. menjadi hilang dan ia tidak boleh menghitungnya sebagai satu rakaat. membaca do'a ketika ruku. Apabila seseorang lupa tidak melaksanakan salah satu rukun pada satu rakaat. misalnya. apabila ia mengingatnya setelah membaca bacaan rakaat berikutnya. Setelah itu. ia harus sujud sahwi. membaca do'a setelah tasyahud dan mengucapkan salam kesebelah kiri. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits dari Abu Hurairah—kisah Dziu Yadain—dan hadits Imran bin Hushain sebagaimana telah disebutkan di atas. 3. maka ia harus langsung malaksanakan wajib shalat yang lupa tadi. lalu sebelum berdiri ke rakaat kedua. maka ia harus kembali untuk melaksanakan gerakan yang lupa tadi dan dia tidak mesti sujud sahwi. Apabila seseorang lupa kelebihan rakaat shalat. duduk antara dua sujud. maka ia harus kembali ke rukun yang lupa tadi dan melaksanakannya (ia harus sujud yang sempat lupa tadi). membaca "amin". tapi belum disambung dengan gerakan rukun lainnya (misalnya lupa tidak tasyahud awal. Keterangan 1. Karena kelebihan. Sebagian ulama menganjurkan untuk tetap melakukan sujud sahwi. Yang termasuk Rukun Shalat adalah: Berdiri bagi yang mampu. Sementara yang termasuk sunnat shalat adalah: Membaca ayat atau surat setelah al-Fatihah. Lalu teruskan dengan gerakan lainnya dan di akhir shalatnya nanti ia harus melaksanakan Sujud Sahwi. Apabila seseorang lupa tidak melaksanakan salah satu rukun atau wajib atau sunnah shalat. dan di akhir shalatnya nanti. Ia baru ingat kalau dia tidak sujud setelah dia membaca surat al-Fatihah pada rakaat kedua. ia ingat bahwa ia tadi tidak sujud). Apabila seseorang lupa tidak melaksanakan salah satu wajib shalat. membaca tasbih ketika ruku dan sujud. Hal ini didasarkan pada hadits dari Abdullah bin Buhainah sebagaimana telah disebutkan di atas. I'tidal (bangkit dari ruku). dan dia tidak mesti sujud sahwi. Apabila ia mengingatnya setelah agak lama. takbiratul ihram. maka satu rakaat yang ia lupa salah satu rukunnya tadi. lalu ia ingat di tengah-tengah rakaat tambahan tersebut. Sementara kalau ia mengingatnya setelah melakukan gerakan rukun shalat lainnya. duduk antara dua sujud. Karena kekurangan. tidak mesti melakukan sujud sahwi. sujud. membaca ta'udz sebelum surat al-Fatihah pada rakaat pertama. maka ia tidak boleh kembali tasyahud awal. 3. maka ada beberapa ketentuan berikut ini: 1. dan tasyahud awal.

Jika ternyata (setelah sujud sahwi) rakaatnya pas dan tepat. sujudlah (nanti) dua kali. Hal ini didasarkan kepada hadits berikut ini: :‫ﻋﻦ اﺑ ﻦ ﻣ ﺴﻌﻮد أن رﺳ ﻮل اﷲ ﺻ ﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴ ﻪ وﺳ ﻠﻢ ﺻ ﻠﻰ اﻝﻈﻬ ﺮ ﺥﻤ ﺴﺎ. ﻓ ﺈن آﺎﻥ ﺖ ﺻ ﻼﺕﻪ‬ ‫ﺕﺎﻣﺔ آﺎﻥﺖ اﻝﺮآﻌﺔ ﻥﺎﻓﻠﺔ واﻝﺴﺠﺪﺕﺎن. Dan setelah itu. Menurut pendapat pertama ini. adalah pendapat Hanafiyyah. maka buanglah keraguaan itu dan ambillah pendapat yang yakin. 3. Hukum melakukan Sujud Sahwi Bagaimana hukum melakukan Sujud Sahwi apabila ada sebab-sebab yang mengharuskannya? Dalam hal ini para ulama terbagi menjadi dua pendapat: Pendapat pertama. maka ambillah dua rakaat.tasyahud akhir. Bukhari Muslim). وﻝﻴﺴﺠﺪ ﺳﺠﺪﺕﻴﻦ ﻗﺒﻞ أن ﻳﺴﻠﻢ(( ]رواﻩ اﻝﺘﺮﻣﺬى واﻝﺤﺎآﻢ واﺑﻦ ﻣﺎﺝﻪ‬ Artinya: "Abdurahman bin Auf berkata: "Saya mendengar Rasulullah Saw bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian lupa dalam shalatnya. وإن آﺎﻥﺖ ﻥﺎﻗﺼﺔ آﺎﻥﺖ اﻝﺮآﻌﺔ ﺕﻤﺎﻣ ﺎ ﻝ ﺼﻼﺕﻪ. Apabila tidak tahu juga apakah telah shalat tiga atau empat rakaat. maka ingat-ingatlah terlebih dahulu. Karena ragu-ragu. وآﺎﻥ ﺖ‬ [‫اﻝﺴﺠﺪﺕﺎن ﻣﺮﻏﻤﺘﻰ اﻝﺸﻴﻄﺎن(( ]رواﻩ أﺑﻮ داود واﺑﻦ ﻣﺎﺝﻪ ﺑﺴﻨﺪ ﺣﺴﻦ‬ Artinya: Abu Said al-Khudry berkata. lalu salam dan setelah itu melakukan sujud sahwi. ﻓﺈن ﻝﻢ ﻳ ﺪر‬ ‫اﺛﻨﺘﻴﻦ ﺻﻠﻰ أم ﺛﻼﺛﺎ ﻓﻠﻴﺒﻦ ﻋﻠﻰ اﺛﻨﺘﻴﻦ. Malikiyyah dan Hanabilah. Malikiyyah. sujudlah dua kali sebelum salam" (HR. hukum melakukan Sujud Sahwi apabila ada sebab-sebab yang mengharuskannya adalah wajib. ia tidak tahu apakah telah shalat satu atau dua rakaat. cukup baginya melakukan sujud sahwi saja. Namun. Hakim dan Ibn Majah).[‫ﺛﻼث. maka ambillah bilangan yang paling sedikit dan sebelum salam nanti lakukanlah sujud sahwi. Hal ini berdasarkan kepada hadits-hadits yang menerangkan Sujud Sahwi sebagaimana telah dipaparkan di atas. ﻓﺈذا اﺳﺘﻴﻘﻦ اﻝﺘﻤ ﺎم ﺳ ﺠﺪ ﺳ ﺠﺪﺕﻴﻦ. ﻓﻘﻴ ﻞ ﻝ ﻪ‬ ‫أزﻳ ﺪ ﻓ ﻰ اﻝ ﺼﻼة؟ ﻓﻘ ﺎل: ))وﻣ ﺎ ذاك؟(( ﻗ ﺎل: ﺻ ﻠﻴﺖ ﺥﻤ ﺴﺎ. Turmudzi. maka tambahan satu rakaat dan sujud sahwinya menjadi pahala sunnah. apakah ia telah melakukan shalat tiga rakaat ataukah empat rakaat. Hanabilah. Namun apabila ia tidak mempunyai pilihan kuat dan tidak ada keyakinan kepada salah satunya. Hal ini didasarkan pada hadits berikut ini: ‫ﻋ ﻦ أﺑ ﻲ ﺳ ﻌﻴﺪ اﻝﺨ ﺪرى ﻗ ﺎل: ﻗ ﺎل رﺳ ﻮل اﷲ ﺻ ﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴ ﻪ وﺳ ﻠﻢ: ))إذا ﺵ ﻚ أﺣ ﺪآﻢ ﻓ ﻰ‬ ‫ﺻﻼﺕﻪ ﻓﻠﻴﻠﻖ اﻝﺸﻚ وﻝﻴﺒﻦ ﻋﻠﻰ اﻝﻴﻘﻴﻦ. Rasulullah Saw bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian ragu dalam shalatnya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam hadits dari Ibn Mas'ud di atas. Dhahiriyyah dan Ibnu Taimiyyah. dan di akhir shalatnya ia harus melaksanakan sujud sahwi. apabila ia mengingatnya setelah selesai shalat. ﻓ ﺴﺠﺪ ﺳ ﺠﺪﺕﻴﻦ ﺑﻌ ﺪ ﻣ ﺎ‬ . Hal ini didasarkan kepada hadits berikut ini: ‫ﻋﻦ ﻋﺒﺪ اﻝﺮﺣﻤﻦ ﺑﻦ ﻋﻮف ﻗﺎل: ﺳﻤﻌﺖ رﺳﻮل اﷲ ﺻﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴ ﻪ وﺳ ﻠﻢ ﻳﻘ ﻮل: ))إذا‬ ‫ﺳﻬﺎ أﺣﺪآﻢ ﻓﻰ ﺻﻼﺕﻪ ﻓﻠﻢ ﻳﺪرى واﺣﺪة ﺻﻠﻰ أم اﺛﻨﺘﻴﻦ ﻓﻠﻴﺒﻦ ﻋﻠﻰ واﺣﺪة. ﻓ ﺈن ﻝ ﻢ ﻳ ﺪر أﺛﻼﺛ ﺎ ﺻ ﻠﻰ أم أرﺑﻌ ﺎ ﻓﻠﻴ ﺒﻦ ﻋﻠ ﻰ‬ . Apabila ia menyakini dan lebih menguatkan salah satunya. Apabila seseorang ragu-ragu dalam shalat. Pendapat kedua adalah pendapat sebagian ulama Syafi'iiyyah.[‫ﺳﻠﻢ(( ]رواﻩ اﻝﺒﺨﺎرى وﻣﺴﻠﻢ‬ Artinya: "Dari Ibn Mas'ud bahwasannya Rasulullah Saw pernah shalat Duhur lima rakaat. Jika ternyata 16 . maka ambilah satu rakaat. Kemudian ditanyakan kepadanya: "Apakah rakaat shalat ditambah?" Rasulullah balik bertanya: "Apa itu?" Ia menjawab: "Anda tadi shalat lima rakaat". ambillah pendapat itu. Menurut pendapat kedua ini. Apabila ia tidak tahu apakah telah shalat dua atau tiga rakaat. hukum melakukan Sujud Sahwi apabila ada sebab-sebab yang mengharuskannya adalah sunnah saja. maka ambillah tiga rakaat. Apabila telah yakin sempurna rakaatnya. Lalu Rasulullah Saw sujud dua kali setelah salam" (HR.

Yang jelas. Syafi'I dan Ahmad bin Hanbal.apabila ternyata dia shalatnya itu telah pas. Dan sujud sahwinya menjadi pengusir setan" (HR. maka dilakukan setelah shalat akan tetapi apabila karena kekurangan rakaat misalnya. maka dilakukan sebelum salam dalam shalat. dalam hadits ini dikatakan: "…. jelas dan lebih kuat. Kata-kata "amalan sunnah baginya". maka para ulama sepakat. lalu baru ingat setelah waktu agak lama (dan dia tentu belum sujud sahwi) serta wudhunya telah batal. Abu Dawud. Kapan Sujud Sahwi itu dilakukan? Dalam masalah ini. Apabila lupa belum melakukan sujud sahwi. ada juga yang sebaliknya setelah selesai melaksanakan shalat (setelah salam). Setelah memperhatikan kedua pendapat ini. Pendapat pertama mengatakan bahwa shalatnya harus diulang dari awal. Hal ini dikarenakan dalil-dalil dan argument yang dikemukakannya shahih. hal ini lantaran tidak ada batasan yang jelas mengenai ukuran pemisah tersebut. tiba-tiba baru ingat setelah masa yang lumayan lama dan setelah wudhunya batal. Imam Auza'i. Adapun redaksi yang valid dan shahih adalah sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Muslim yang mengatakan dengan redaksi: "falyathrahis syakk wal yabn 'ala mastaiqan…" (dan seterusnya lihat hadits yang telah disebutkan pada sub bahasan dalil disyariatkannya sujud sahwi hadits nomor kedua). maka tambahan satu rakaat tadi sebagai penyempurna shalatnya. dan karenanya tidak boleh dipisahkan antara yang satu dengan yang lainnya dengan masa dan waktu yang lama. maka dalam hal ini para ulama berbeda pendapat: 1. Ini menunjukkan bahwa keduanya boleh-boleh saja. Dari semua pendapat tersebut. bukan wajib. Malik. ia tidak harus mengulang shalatnya dan cukup melaksanakan sujud sahwi. penulis lebih condong untuk mengambil pendapat pertama yang mengatakan bahwa sujud sahwi yang ada sebabnya hukumnya adalah wajib. pendapat lama Imam Syafi'i (ketika beliau di Irak). sebagaimana keduanya terdapat dalam hadits-hadits yang telah dipaparkan di atas. apa yang harus dilakukan? Apabila seseorang lupa tidak melakukan sujud atau kelebihan rakaat. apabila karena kelebihan rakaat atau yang lainnya. lengkap sesuai dengan jumlahnya. demikian juga dengan para sahabat. Hal ini sesuai dengan hadits-hadits yang telah dipaparkan di atas ditambah bahwa Rasulullah Saw sendiri. Setelah diberitahu. 2. Sujud Sahwinya dilakukan sebelum salam. shalatnya menjadi batal dan ia harus mengulangi shalatnya itu tanpa Sujud Sahwi (karena shalatnya diulang). Menurut pendapat kedua. Mereka beralasan. Dan hal ini bisa dilakukan sebelum maupun setelah salam. Hanya saja. Ibn Majah denga sanad Hasan). apabila ia ingat sebelum wudhunya batal. Adapun dalam sebuah hadits dikatakan bahwa ketika kurang rakaat. pernah melakukannya sebelum dan setelah salam. Dalam hadits yang telah disebutkan di atas dikisahkan bahwa ketika Rasulullah Saw lupa dengan shalatnya. ada juga yang merincinya. Ibn Hazm dan Ibn Taimiyyah. Pendapat kedua mengatakan bahwa selama wudhunya belum batal. Hal ini menunjukkan seandainya shalatnya 17 . penulis lebih cenderung untuk mengatakan bahwa Sujud Sahwi boleh dilakukan sebelum salam ataupun setelah salam. Di samping itu. baik karena kelebihan ataupun kekurangan rakaat. ia ngobrol-ngobrol dengan para sahabatnya terlebih dahulu. para ulama berbeda pendapat.rakaatnya kurang. dalam hal ini Ibnu Taimiyyah mengomentarinya dengan mengatakan bahwa redaksi "kanat ar-rak'ah nafilah was sajdataan" ini bukan redaksi yang shahih dan valid. itu bukan ukuran. hal demikian lantaran ia merupakan bagian dari shalat. Namun. Ada yang mengatakan bahwa seluruh Sujud Sahwi harus dilakukan sebelum mengucapkan salam ketika shalat. Pendapat ini dipegang oleh Imam Laits. baru Rasulullah langsung Sujud Sahwi tanpa mengulang shalatnya. ini menunjukkan bahwa Sujud Sahwi itu hukumnya sunnah. Pendapat ini dipegang oleh Madzhab Abu Hanifah. maka tambahan rakaat dan dua sujudnya itu (sujud sahwi) adalah merupakan amalan sunnah baginya". Mereka berargumen. seperti batalnya wudlu. bahwa sujud sahwi dilakukan karena lupa baik kelebihan ataupun kekurangan.

Oleh karenanya. wajib shalatnya sebagaimana telah dijelaskan di atas. yaitu menyangkut untuk semua shalat. ataupun dengan jalan menepuk tangan bagi perempuan (pendapat ini menurut Jumhur ulama. tidak melakukan salah satu rukun. ‫ﻋﻦ ﻋﻄﺎء ﻋﻦ اﺑﻦ ﻋﺒﺎس ﻗﺎل: ))إذا أوهﻤﺖ ﻓ ﻰ اﻝﺘﻄ ﻮع ﻓﺎﺳ ﺠﺪ ﺳ ﺠﺪﺕﻴﻦ(( ]رواﻩ اﺑ ﻦ أﺑ ﻰ‬ . berapa kali ia harus Sujud Sahwi? Apabila seseorang lupa beberapa kali dalam satu shalat (misalnya dalam Shalat Dhuhur. satu sujud sahwi cukup untuk menutup kekurangan-kekurangan atau lupa-lupa yang dilakukannya ketika shalat.harus diulang. Hal ini dikarenakan dalam hadits-hadits yang menganjurkan Sujud Sahwi tidak dipisahkan antara untuk shalat wajib atau untuk shalat sunnat. Argument Jumhur Ulama dalam hal ini adalah karena tidak ada keterangan baik dari Nabi Muhammad Saw. Apakah Sujud Sahwi itu hanya dalam shalat wajib saja? Menurut Jumhur ulama. ia lupa tidak Tasyahud Awwal. Keterangan dimaksud adalah sebagai berikut: ‫ﻋﻦ أﺑﻰ اﻝﻌﺎﻝﻴﺔ ﻗ ﺎل: ))رأﻳ ﺖ اﺑ ﻦ ﻋﺒ ﺎس ﻳ ﺴﺠﺪ ﺑﻌ ﺪ وﺕ ﺮﻩ ﺳ ﺠﺪﺕﻴﻦ(( ]رواﻩ اﺑ ﻦ أﺑ ﻰ ﺵ ﻴﺒﺔ‬ [‫ﺑﺴﻨﺪ ﺻﺤﻴﺢ‬ Artinya: "Abu al-Aliyyah berkata: "Saya pernah melihat Ibn Abbas melakukan sujud sahwi sebanyak dua kali sujud setelah selesai shalat Witir" (HR. beliau tidak mengulangnya. sedangkan menurut Imam Malik. tidak membaca do'a iftitah dan tidak membaca do'a ketika ruku / sujud). Yang dimaksud menepuk tangan disini adalah dengan jalan memukulkan bagian dalam telapak tangan ke bagian luar telapak tangan lainnya. Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang shahih). apabila ia lupa. karenanya hukumnya pun harus dipahami secara umum. tidak sampai kepada Nabi Saw). Hal ini didasarkan kepada salah satu hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim di bawah ini: ‫ﻋ ﻦ أﺑ ﻲ هﺮﻳ ﺮة أن اﻝﻨﺒ ﻲ ﺻ ﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴ ﻪ وﺳ ﻠﻢ ﻗ ﺎل: ))اﻝﺘ ﺴﺒﻴﺢ ﻝﻠﺮﺝ ﺎل‬ [‫واﻝﺘﺼﻔﻴﻖ ﻝﻠﻨﺴﺎء(( ]رواﻩ اﻝﺒﺨﺎرى وﻣﺴﻠﻢ‬ 18 . maupun dari para sahabatnya bahwasannya mereka melakukan sujud sahwi lebih dari satu kali untuk kekurangan-kekurangan yang banyak. Ibn Abi al-Mundzir dengan sanad yang sahih). hemat penulis.[‫اﻝﻤﻨﺬر ﺑﺴﻨﺪ ﺻﺤﻴﺢ‬ Artinya: "Ibnu Abbas berkata: "Apabila kamu ragu-ragu ketika melaksanakan shalat sunnat. maka makmum harus memberi tahunya baik dengan jalan bertasbih untuk laki-laki (mengucapkan: "subhanallah"). cukup melakukan Sujud Sahwi tanpa harus mengulang shalatnya tersebut. terkadang datang dari imam sendiri dan terkadang dari makmum. Artinya. tentu Rasulullah Saw akan mengulanginya. seseorang yang lupa dengan shalatnya. Untuk keduanya ini. akan tetapi juga dalam semua shalat termasuk shalat sunnat dengan catatan. maka sujudlah dua kali (sujud sahwi)" (HR. bahwa sujud sahwi dilakukan bukan semata dalam shalat wajib. baik laki-laki maupun perempuan sama-sama dengan mengucapkan "subhanallah" / tasbih dan Imam Malik memakruhkan menggunakan tepuk tangan). Pendapat kedua ini. bahwa Ibnu Abbas pernah melakukan Sujud Sahwi karena lupa ketika melakukan shalat sunnat witir. maka menurut Jumhur Ulama. baik shalat wajib maupun shalat sunnat. cukup ia melaksanakan satu kali Sujud Sahwi saja. ada ketentuan-ketentuan khusus sebagai berikut: 1. selama belum batal wudunya. Bahkan terdapat hadits meskipun haditnya Mauquf (yakni hanya sampai pada sahabat saja. Apabila yang lupa tersebut datang dari imam 1) Apabila si imam lupa. Dan ternyata. lebih kuat dibandingkan pendapat pertama. meskipun lupanya tersebut lebih dari satu kali. Hukum-hukum Sujud Sahwi dalam shalat berjamaah Lupa dalam shalat berjamaah. Apabila lupanya lebih dari satu kali dalam satu shalat. Redaksi haditsnya bersifat umum.

apabila setelah diberi tahu si imam tidak juga mau melakukan sujud sahwi. para ulama berbeda pendapat. Hanya saja. tidak yakin dengan pendiriannya. sujud itu adalah suatu keharusan. Bukhari Muslim). Di samping itu. apakah si makmum harus sujud sahwi?? Dalam masalah ini. Bukhari Muslim)". maka Jumhur Ulama berpendapat. 4) Apabila si imam lupa. Sedangkan menurut Ibn Sirin. Artinya. si imam harus mengikuti petunjuk dan pendapat si makmum. kemudian ia tidak melakukan sujud sahwi sebelum salam. apabila si imam tidak sujud sahwi. 2) Apabila si imam lebih rakaat. kemudian ternyata pada rakaat yang tidak diikutinya tadi si imam lupa tidak melakukan tahiyyat awal sehingga harus sujud sahwi misalnya. Dalam hal ini Ibn al-Mundzir dalam bukunya alAusath (III/322) mengatakan: "Para ulama telah sepakat apabila si imam lupa kemudian melakukan sujud sahwi. Laits dan yang lainnya. ini berarti telah menyalahi apa yang dilakukan si imam. Karena yang namanya keharusan. apabila jumlah makmum yang memberitahukannya sangat banyak. apabila si imam sendiri merasa ragu. an-Nakha'I. Kedua pendapat ini. hemat penulis yang lebih kuat dan lebih utama. Namun. Syafi'iyyah dan Hanabilah. Menurut Imam Atha. sementara di belakangnya para makmum mengucapkan subhanallah. lalu ia melakukan sujud sahwi. Namun. Begitu dia mengetahuinya. menurut ulama Malikiyyah. maka dalam hal ini si makmum harus melakukan sujud sahwi meskipun si imamnya tidak melakukan. akan tetapi ia tidak sujud sahwi. tidak bisa lantaran si imam tidak melakukannya. karena makmum itu mengikuti imam sehingga hukumnya pun sama dengan hukum imam baik ketika si imam itu lupa maupun tidak lupa. hemat penulis. akan tetapi ia yakin bahwa apa yang dilakukannya benar (jumlah rakaatnya pas. maka si makmum pun tidak boleh melakukan sujud sahwi sebelum salam. 3) Apabila si imam lupa. beritahukan kepada si imam bahwa tadi ia lupa melakukan sesuatu. si imam boleh tidak memperhatikan pemberitahuan si makmum. tidak lebih dan tidak kurang). Pendapat Malikiyyah ini. Hal ini didasarkan hadits kisah Dzul Yadain sebagaimana telah disebutkan di atas.Artinya: "Rasulullah Saw bersabda: "Tasbih bagi laki-laki dan tepukan tangan bagi perempuan" (HR. lantas si makmum pun tidak melakukannya. dapat digabungkan sebagai berikut: Apabila si imam lupa. sementara dalam hadits dikatakan bahwa dijadikannya imam itu untuk diikuti. si imam boleh berpegang kepada keyakinannya. menyusul) juga ikut melakukan sujud sahwi? Apabila si makmum ketinggalan beberapa rakaat shalat. Begitu selesai shalatnya. Imam Malik. Hal ini didasarkan pada salah satu hadits Nabi Saw yang mengatakan: ‫ﻗﺎل اﻝﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴﻪ وﺳﻠﻢ: ))إﻥﻤﺎ ﺝﻌﻞ اﻹﻣ ﺎم ﻝﻴ ﺆﺕﻢ ﺑ ﻪ(( ]رواﻩ اﻝﺒﺨ ﺎرى‬ [‫وﻣﺴﻠﻢ‬ Artinya: "Rasulullah Saw bersabda: "Sesungguhnya diadakannya imam itu untuk diikuti" (HR. Abu Hanifah dan Abu Yusuf. maka wajib bagi si makmum untuk mengikutinya sujud bersama imam. baik antara si imam dan si makmum sama-sama lupa atau yang lupanya hanya si imam saja. maka si imam harus meninggalkan keyakinannya dan mengikuti pemberitahuan dari si makmum. maka si makmum bersama-sama dengan si imam melakukan sujud sahwi setelah shalat selesai. 5) Apakah orang yang shalatnya masbuq (ketinggalan. Hal ini dikarenakan. Karena apabila si makmum sujud sementara si imam tidak. maka si makmum pun jangan melakukan sujud sahwi. Oleh karena itu. Syafi'I. alHasan. maka menurut kebanyakan ulama Hanafiyyah. tetap harus dilakukan meskipun harus menyalahi si imam. maka apakah si makmum yang masbuq tadi 19 . makmum harus sujud sahwi meskipun si imam tersebut tidak melakukannya. baik bagi imam maupun bagi makmum. maka wajib bagi makmum untuk mengikutinya (ikut sujud sahwi).

mengikuti imam melakukan sujud sahwi meskipun dilakukannya sendirian. apabila si imam tersebut melakukan sujud sahwinya sebelum salam. ia harus melengkapi terlebih dahulu rakaatnya yang masih kurang. Apabila yang lupanya itu si makmum. Namun. an-Nakha'I dan lainnya. sebagaimana telah disebutkan dalam hadits shahih di atas. Dar al-Quthni dan al-Baihaki). maka si makmum tadi harus ikut sujud bersama imam. Akan tetapi hadits ini dhaif dan karenanya tidak bisa dijadikan hujjah (argument). Pendapat ketiga. maka si imam pun harus sama-sama sujud sahwi. penulis lebih condong kepada pendapat jumhur. baru setelah itu ia sujud sahwi untuk imamnya. Hal ini dikarenakan. apabila si makmum lupa (sementara si imam tidak). Hal ini didasarkan kepada hadits berikut ini: ‫ﻋﻦ ﻋﻤﺮ ﻋﻦ اﻝﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴﻪ وﺳﻠﻢ ﻗﺎل: ))ﻝﻴﺲ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺥﻠﻒ اﻹﻣﺎم ﺳﻬﻮ. apabila si makmum lupa. lalu ia bangkit kembali menyempurnakan rakaatnya yang kurang dan setelah selesai shalatnya. Demikian juga sebaliknya. apabila sujudnya setelah salam. ketika si makmum lupa. ia sujud sahwi lagi untuk si imamnya. bahwa si makmum tidak ada kewajiban untuk melakukan sujud sahwi karena "diselamatkan" oleh si imam yang tidak lupa. Daud dan Ibn Hazm. Apabila si imam lupa. Menurut Jumhur ulama. tapi sebagaimana yang diungkapkan oleh Albany 20 . bahwa si makmum tidak mesti melakukan sujud sahwi karena sudah dicukupkan oleh si imam. Sedangkan menurut pendapat keempat yaitu pendapat Imam Malik.--ketika si imam melakukan sujud sahwi-. baru setelah itu. si makmum ikut sujud bersama imamnya. Apabila dalam shalat berjamaah. maka baik bagi si imam maupun bagi si makmum juga lupa (artinya keduanya harus sujud sahwi). bahwa adanya imam itu untuk diikuti. Abu Hanifah. ﻓ ﺈن‬ ‫ﺳ ﻬﺎ اﻹﻣ ﺎم ﻓﻌﻠﻴ ﻪ وﻋﻠ ﻰ ﻣ ﻦ ﺥﻠﻔ ﻪ اﻝ ﺴﻬﻮ. baik si makmum maupun si imam harus sama-sama melakukan sujud. Pendapat kedua yaitu pendapat Ibnu Sirin. tidak ada kewajiban baginya untuk melakukan sujud sahwi. Menurut pendapat pertama dan ini merupakan pendapat Imam Sya'bi. Pendapat kedua yaitu pendapatnya Ibnu Sirin dan Ishak. وإن ﺳ ﻬﺎ ﺥﻠ ﻒ اﻹﻣ ﺎم ﻓﻠ ﻴﺲ ﻋﻠﻴ ﻪ ﺳ ﻬﻮ‬ [‫واﻹﻣﺎم آﺎﻓﻴﻪ(( ]أﺥﺮﺝﻪ اﻝﺪارﻗﻄﻨﻰ واﻝﺒﻴﻬﻘﻰ‬ Artinya: "Rasulullah Saw bersabda: "Tidak ada lupa bagi orang yang shalat di belakang imam (makmum). apakah si makmum dan si imam harus melakukan sujud sahwi? Dalam hal ini. Namun. Dan salat berjamaah itu satu paket.juga harus ikut melakukannya? Dalam hal ini para ulama terbagi kepada empat kelompok. Artinya. si makmum tersebut harus ikut sujud sahwi bersama si imam lalu setelah itu ia bangkit lagi untuk menyempurnakan rakaatnya yang masih kurang. si makmum lupa sementara si imamnya tidak lupa. Dari kedua pendapat ini. 2. sementara si imamnya tidak. madzhab Syafi'i. Auza'i dan Imam Laits. Hanya saja alasannya bukan hadits dhaif di atas. Apabila ia sujud sebelum salam. Demikian juga si imam. Hal ini dikarenakan sujud sahwi dilakukan bagi yang lupa. maka si makmum berdiri lagi untuk menyempurnakan rakaatnya yang masih kurang. si makmum harus menyempurnakan dulu rakaat yang kurangnya. maka lupa si makmum tadi menjadi terhapus oleh tidak lupanya si imam. para ulama terbagi dua pendapat. maka si makmum tersebut tidak usah melakukan sujud sahwi karena ketidaklupaan si imam telah mencukupinya" (HR. Namun. maka ikuti sujudnya. maka si makmum juga harus ikut sujud sahwi. hemat penulis yang lebih kuat dan lebih afdhal. ketika si imam lupa. baik itu datangnya dari si imam maupun dari si makmum. Atha'. tidak bersama imam. apabila si imam tersebut melakukan sujudnya setelah salam (setelah selesai shalat). Dan pendapat ke empat ini. dan setelah itu ia melakukan sujud sahwi sendiri.

lalu takbir lagi kemudian sujud. ﺛ ﻢ ﺳ ﻠﻢ. ﻓﻘ ﺎل: ﻳ ﺎ رﺳ ﻮل اﷲ. Orang-orangpun ikut sujud bersamanya untuk melengkapi duduknya yang lupa tidak dikerjakan" (HR.. Rasulullah kemudian menuju tempat gaduh tersebut. Akan tetapi Rasulullah Saw tidak menyuruhnya untuk melakukan sujud sahwi" (lihat dalam buku Irwaul Ghalil II/132). Bukhari Muslim). Kalau seandainya ada riwayat tentang hal itu.‫ﻓﻨﻈﺮ اﻝﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴﻪ وﺳﻠﻢ ﻳﻤﻴﻨﺎ وﺵﻤﺎﻻ. baik yang dilakukan sebelum salam. ﻓﻠﻤ ﺎ ﻗﻴ ﻞ ﻝ ﻪ. ﻓﺼﻠﻰ رآﻌﺘﻴﻦ وﺳ ﻠﻢ ﺛ ﻢ آﺒ ﺮ وﺳ ﺠﺪ ﺛ ﻢ آﺒ ﺮ ورﻓ ﻊ(( ]رواﻩ اﻝﺒﺨ ﺎرى‬ [‫وﻣﺴﻠﻢ‬ Artinya: "Abu Hurairah berkata: "Ketika Rasulullah Saw melaksanakan salah satu shalat sore—antara Duhur atau Ashar—tiba-tiba beliau langsung salam pada rakaat kedua. Hal ini dikuatkan dengan sebuah hadits yang mengatakan bahwa ketika shalat. tidak ada satu keterangan pun yang mengatakan sahabat tersebut kemudian melakukan sujud sahwi. maupun yang setelahnya. ﻓﻠﻤ ﺎ أﺕ ﻢ ﺻ ﻼﺕﻪ ﺳ ﺠﺪ ﺳ ﺠﺪﺕﻴﻦ ﻳﻜﺒ ﺮ ﻓ ﻰ آ ﻞ ﺳ ﺠﺪة وه ﻮ ﺝ ﺎﻝﺲ ﻗﺒ ﻞ أن ﻳ ﺴﻠﻢ‬ (‫وﺳﺠﺪهﻤﺎ اﻝﻨﺎس ﻣﻌﻪ. ﻓﻘ ﺎم ذو اﻝﻴ ﺪﻳﻦ. tentu akan disampaikan kepada kita. terdengar suara gaduh dan rebut di pojok mesjid. ﻣﻜﺎن ﻣﺎ ﻥﺴﻲ ﻣﻦ اﻝﺠﻠﻮس )أﺥﺮﺝﻪ اﻝﺒﺨﺎرى وﻣﺴﻠﻢ‬ Artinya: Dari Abdullah bin Buhainah. ﻓﺎﺳ ﺘﻨﺪ إﻝﻴﻬ ﺎ‬ ‫وﺥ ﺮج ﺳ ﺮﻋﺎن اﻝﻨ ﺎس. Adapun dalil bahwa dalam Sujud Sahwi yang dilakukan setelah salam ada takbirnya adalah hadits berikut ini: ‫ﻋﻦ أﺑ ﻲ هﺮﻳ ﺮة ﻗ ﺎل: ﺻ ﻠﻰ رﺳ ﻮل اﷲ ﺻ ﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴ ﻪ وﺳ ﻠﻢ إﺣ ﺪى ﺻ ﻼﺕﻰ اﻝﻌ ﺸﻰ—إﻣ ﺎ‬ . Mu'awiyyah bin al-Hakam as-Salamy pernah tertawa tanpa sengaja.وﺳﻠﻢ ﻣﻦ ﺛﻼث رآﻌ ﺎت. Rasulullah kemudian menambah shalatnya dua rakaat lagi lalu salam. Cara melakukan Sujud Sahwi Sujud Sahwi dilakukan dengan dua kali sujud sebagaimana sujud ketika melakukan shalat. Apabila tidak ada keterangan. Namun. Setiap kali mau sujud dan bangkit dari sujud mengucapkan takbir kemudian salam (tanpa membaca bacaan tasyahud). atau Nabi Saw memerintahkannya untuk sujud sahwi. Rasulullah Saw lalu melirik kanan kiri sambl bersabda: "Apa betul yang dikatakan oleh Dzul Yadain tadi?" Para sahabat menjawab: "Iya betul. pasti ada salah seorang atau beberapa orang yang lupa. beliau sujud dua kali sambil mengucapkan takbir setiap kali sujudnya. Dalil bahwa dalam Sujud Sahwi yang dilakukan sebelum salam ini ada takbirnya adalah hadits Ibn Buhainah sebagaimana telah disebutkan di atas: ‫ﻋ ﻦ ﻋﺒ ﺪ اﷲ ﺑ ﻲ ﺑﺤﻴﻨ ﺔ أن رﺳ ﻮل اﷲ ﺻ ﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴ ﻪ وﺳ ﻠﻢ ﻗ ﺎم ﻣ ﻦ ﺻ ﻼة اﻝﻈﻬ ﺮ وﻋﻠﻴ ﻪ‬ . Tiba-tiba seorang laki-laki yang sering disebut dengan Dzul Yadain berdiri sambil berkata: "Wahai Rasulullah Saw. ﺻ ﻠﻰ رآﻌ ﺔ. Adapun dalil adanya salam dalam sujud sahwi adalah hadits berikut ini: ‫ﻋ ﻦ ﻋﻤ ﺮان ﺑ ﻦ ﺣ ﺼﻴﻦ ﻗ ﺎل: ))ﺻ ﻠﻰ رﺳ ﻮل اﷲ ﺻ ﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴ ﻪ وﺳ ﻠﻢ إﺣ ﺪى ﺻ ﻼﺕﻰ‬ ‫اﻝﻌﺸﻲ.‫ﺝﻠ ﻮس. dan orangorang pun segera keluar. Hal ini dilakukan untuk Sujud Sahwi.ﺛ ﻢ‬ [‫ﺳﻠﻢ(( ]رواﻩ ﻣﺴﻠﻢ‬ 21 .berikut ini: "Tidak diragukan lagi oleh semua ulama. sebelum salam. maka itu menunjukkan bahwa hal tersebut memang tidak diperintahkan. Anda hanya shalat dua rakaat". Bukhari Muslim). apakah Anda mengqashar shalat atau Anda lupa?". أﻗ ﺼﺮت اﻝ ﺼﻼة أم ﻥ ﺴﻴﺖ؟‬ . ﺛ ﻢ ﺳ ﺠﺪ ﺳ ﺠﺪﺕﻴﻦ. Hal itu dilakukannya sambil duduk.. ﻓﻘﺎل: ))ﻣﺎ ﻳﻘﻮل ذو اﻝﻴﺪﻳﻦ؟!(( ﻗﺎﻝﻮا: ﺻ ﺪق‬ ‫ﻝﻢ ﺕﺼﻞ إﻻ رآﻌﺘﻴﻦ. Tidak lama.‫اﻝﻈﻬ ﺮ وإﻣ ﺎ اﻝﻌ ﺼﺮ—ﻓ ﺴﻠﻢ ﻓ ﻰ اﻝ ﺮآﻌﺘﻴﻦ ﺛ ﻢ أﺕ ﻰ ﺝﺰﻋ ﺎ ﻓ ﻰ ﻗﺒﻠ ﺔ اﻝﻤ ﺴﺠﺪ. bahwasannya Rasulullah Saw menyempurnakan shalat Duhurnya lantaran lupa tidak melaksanakan duduk (di antara dua sujud). lupa dan tidak tahu hukumnya. Ketika shalatnya sudah disempurnakan. bahwa ketika para sahabat shalat di belakang Nabi Saw. bertakbir lagi sambil bangkit dari sujud" (HR.

Bahkan. dari semua pendapat tersebut. kalau memperhatikan hadits-hadits yang berkaitan dengan sujud sahwi. Takbir Intiqal. apabila saya lupa. hemat penulis. Sedangkan ucapan takbir setelah takbir yang paling pertama. beliau hanya takbir kemudian sujud dua kali setelah itu salam. tambahan redaksi dari Hisyam ini dipandang oleh jumhur ulama sebagai tambahan yang syadz dan tidak ada dasarnya yang kuat. ﻓﻠﻴ ﺘﻢ ﻋﻠﻴ ﻪ. ﺛ ﻢ أﻗﺒ ﻞ ﻋﻠﻴﻨ ﺎ ﺑﻮﺝﻬ ﻪ.Artinya: "Imran bin Hushain berkata: "Rasulullah melaksanakan salah satu shalat sore…lalu ia salam ketika baru melaksanakan tiga rakaat. adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Ibn Abdil Barr dalam bukunya al-Istidzkar: "Takbiratul Ihram itu diharuskan dan disyaratkan untuk membuka dan memulai shalat baru. وﻝﻜ ﻦ إﻥﻤ ﺎ أﻥ ﺎ ﺑ ﺸﺮ أﻥ ﺴﻰ آﻤ ﺎ ﺕﻨ ﺴﻮن. Apakah dalam Sujud Sahwi ada tasyahud (tahiyyat)nya? Sehubungan dengan masalah ini. tanpa ada tasyahud (perhatikan kembali hadits-hadits dari Abu Hurairah. bukan untuk memulai shalat baru. sujud sahwi harus memakai Takbiratul Ihram. tidak valid. Sementara orang yang sujud sahwi. ingatkanlah. ﻓ ﺈذا ﻥ ﺴﻴﺖ‬ ((‫ﻓﺬآﺮوﻥﻰ. sujud. ﻓﻘ ﺎل: ))إﻥ ﻪ‬ ‫ﻝ ﻮ ﺣ ﺪث ﻓ ﻰ اﻝ ﺼﻼة ﺵ ﻲء أﻥﺒ ﺄﺕﻜﻢ ﺑ ﻪ. dalam sujud sahwi tidak perlu memakai Takbiratul Ihram. وإذا ﺵﻚ أﺣ ﺪآﻢ ﻓ ﻰ ﺻ ﻼﺕﻪ ﻓﻠﻴﺘﺤ ﺮ اﻝ ﺼﻮاب. Kata "kabbara" pertama. ﻗﻴﻞ ﻝﻪ ﻳﺎ رﺳﻮل اﷲ. Rasulullah Saw balik bertanya: "Apa itu?" Para sahabat menjawab: "Anda shalat begini dan begitu. tentu akan saya kabarkan kepada kalian. Pendapat Imam Malik ini didasarkan kepada tambahan redaksi hadits dari Hisyam terhadap hadits dzul yadain dengan kata-kata: "kabbara tsumma kabbara wa sajada" (Rasulullah bertakbir. hanya saja ia menyempurnakan hal yang masih kurang dan tertinggal". أﺣﺪث ﻓﻰ اﻝ ﺼﻼة ﺵ ﻲء؟ ﻗ ﺎل: وﻣ ﺎ ذاك؟ ﻗ ﺎﻝﻮا: ﺻ ﻠﻴﺖ آ ﺬا‬ ‫وآﺬا. kemudian bertakbir dan sujud). Namun. ﺛ ﻢ ﻝﻴ ﺴﺠﺪ ﺳ ﺠﺪﺕﻴﻦ‬ [‫]رواﻩ اﻝﺒﺨﺎرى وﻣﺴﻠﻢ‬ Artinya: "Ibnu Mas'ud berkata: "Rasulullah Saw pernah melakukan shalat (Ibrahim berkata: Beliau lebih atau kurang rakaatnya). disebut dengan Takbir Intiqal. pendapat Jumhur ulama yang mengatakan bahwa dalam sujud sahwi tidak mesti memakai Takbiratul Ihram adalah pendapat yang lebih kuat dan lebih dapat dipertanggungjawabkan. Dan apabila salah seorang dari kalian ragu-ragu dalam shalatnya. Ia tetap dalam koridor shalat lama. beliau duduk menghadap kami sambil bersabda: "Seandainya ada hal yang baru dengan shalat. ﻓﺜﻨﻰ رﺝﻠﻴﻪ واﺳﺘﻘﺒﻞ اﻝﻘﺒﻠﺔ ﻓﺴﺠﺪ ﺳﺠﺪﺕﻴﻦ ﺛﻢ ﺳﻠﻢ. Permasalahan sekarang. Oleh karena itu. Setelah itu. bangkit dari sujud ataupun yang lainnya. Sedangkan menurut Imam Malik. Bukhari Muslim). dipahami oleh Imam Malik sebagai ucapan Takbiratul Ihram. Muslim). lalu salam. maka kaji dan tellitilah mana yang betul. beliau ditanya: "Apakah ada hal yang baru dengan shalat?". apakah dalam Sujud Sahwi harus ada Takbiratul Ihram ataukah cukup dengan takbir intiqal. sujudlah dua kali" (HR. [‫ﻋﻦ اﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮد ﻗﺎل: ))ﺻﻠﻰ رﺳﻮل اﷲ ﺻﻠﻰ اﷲ ﻋﻠﻴﻪ وﺳ ﻠﻢ ]ﻗ ﺎل إﺑ ﺮاهﻴﻢ: زاد أو ﻥﻘ ﺺ‬ ‫ﻓﻠﻤﺎ ﺳﻠﻢ. cukup dengan takbir biasa saja. Ketika ditanya. 22 . takbir biasa saja? Menurut Jumhur ulama. pendapat yang lebih rajih (lebih kuat) adalah pendapat yang mengatakan bahwa tidak ada tasyahud dalam sujud sahwi. Rasulullah Saw lalu melipatkan kedua kakinya sambil menghadap kiblat. Saya ni manusia biasa yang suka lupa sebagaimana kalian yang suka lupa. Begitu selesai salam. Ibn Mas'ud dan Imran bin Husain sebagaimana telah dituliskan di atas). lalu sempurnakanlah shalatnya dan setelah itu. Hanya saja. Ibn al-Mundzir dalam bukunya al-Ausath mengatakan bahwa dalam hal ini para ulama terbagi menjadi empat pendapat. Apakah sebelum Sujud Sahwi harus takbiratul ihram? Takbiratul ihram adalah ucapan takbir yang dilakukan pada pertama kali akan melaksanakan shalat (takbir yang pertama kali). didapati bahwa Rasulullah Saw ketika melakukan sujud sahwinya. lalu sujud dua kali lalu salam. Hal ini dikarenakan tidak ada keterangan satu pun yang menjelaskan bahwa dalam sujud sahwi ada tasyahudnya. Oleh karena itu. misalnya ucapan takbir untuk ruku. Argumennya. lalu sujud dua kali lalu salam" (HR. beliau menambah satu rakaat lagi.

Akhirnya. silahkan tanyakan melalui email penulis. Penutup Sekian sekelumit tulisan yang berkaitan dengan persoalan tiga macam sujud: Tilawah. apa yang benar itu datangnya dari Allah dan RasulNya. dalam prakteknya. Egypt. 15 April 2005 menjelang Isya. Wallahu a'lam. 23 . hanya kepada Allah kita mengabdi dan berbakti.com Pojok Mesjid Sayyidah Zainab. mari kita diskusikan bersamasama dan apabila ada yang mau ditanyakan lebih jauh. Jum'at. Apabila ada yang belum jelas. Syukur dan Sahwi. Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali muhammad.Oleh karena itu. Semoga tulisan ringan dan kecil ini dapat berguna dan bermanfaat bagi penulis khususnya dan umumnya bagi para pembaca semua. sujud sahwi ini dilakukan dengan: Ucapkan takbir biasa kemudian sujud kemudian takbir lagi untuk duduk di antara dua sujud. lalu takbir lagi dan sujud lagi. itu datang dari penulis sendiri. setelah itu salam. Email: aepmesir@yahoo. ***Makalah ini special dipersembahkan untuk kawan-kawan tercinta siswa siswi Sekolah Indonesia Cairo (SIC) pada pengajian rutin remaja Sabtuan di Mesjid Indonesia Kairo. Wallahu 'alam bis shawab. tanpa membaca bacaan tahiyyat. sementara yang salah.

24 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful