P. 1
VARIABEL DAN SUB VARIABEL

VARIABEL DAN SUB VARIABEL

|Views: 3,355|Likes:
Published by dimaz_fawzi

More info:

Published by: dimaz_fawzi on Mar 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/19/2013

pdf

text

original

VARIABEL DAN SUB VARIABEL

Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur Mata Kuliah Seminar Proposal Penelitian Manajemen Keuangan

Oleh: Dimaz Yogi Fawzi 0810220074

JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2011

sebelum kita bahas lebih lanjut. Sedangkan sub-variabel penelitian merupakan jabaran atau bagian atau detil dari variabel penelitian.”faktor tak tetap”.Pengertian Variabel Penelitian Ada banyak definisi tentang apa itu variabel. Variabel mengandung variasi. 1981). hubungan dengan rekan kerja. nilai-nilai hasil ujian semester dari sejumlah 80 orang mahasiswa itu kita sebut variable. 1981) 2. Data yang satu berbeda dengan data yang lain. Kesimpulan: Variabel penelitian adalah atribut/sifat/nilai dari orang/obyek/kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Variabel: kualitas yang diselidiki peneliti untuk membuat penarikan kesimpulan (Kidder. (Kerlinger. Contoh : • • Variabel : kepuasan kerja Sub-variabel : gaji. Berikut definisi variabel menurut beberapa tokoh : 1. Variabel : constructs (sifat) yang dipelajari. promosi jabatan. mari kita lihat asalusul kata variabel dari segi bahasa. Kata “variabel” berasal dari bahasa Inggris variable dengan arti :”ubahan”. atau “gejala yang dapat diubah-ubah”. dsb . (Hatch dan Farhady. 1973) 3. Variabel pada dasarnya bersifat kualitatif namun dilambangkan dengan angka. yang diambil dari suatu nilai yang berbeda (different values). Dalam contoh yang telah disebutkan dimuka.

interval maupun rasio. Karena itu penggunaan dummy-variabel dalam analisis Regresi (misal untuk jenis kelamin) yang memberikan nilai ya=1 dan tidak=0 atau 10 dan 1 perlu dicermati lebih lanjut karena pria dibanding wanita tidaklah 1:0 atau 10:1. Keragaman variabel menurut skala pengukurannya Dilihat dari ragam skala pengukurannya variabel dapat dibedakan dalam variabel diskrit yaitu variabel-variabel yang hanya dapat diukur dengan skala nominal dan variabel continuous yaitu variabel yang dapat diukur dengan menggunakan skala-skala: ordinal. Tetapi itu tidak berarti bahwa islam lebih tinggi kedudukannya dibanding katolik atau budha lebih tinggi rendah dibanding kristen. Keragaman Variabel Menurut Kedudukan Atau Fungsinya 1. dibagi atau dikalikan. Misalnya. Kepada variabel tersebut dapat diberi nilai skor. Berkaitan dengan skala pengukuran nominal tersebut karena tidak menunjukan jarak maka tidak boleh: dijumlah.RAGAM VARIABEL a. tapi skor tersebut hanya menunjukkan kode perbedaan dan bukannya menunjukkan jarak (lebih besar. dikurangkan. variabel agama: Islam: 5 Kristen: 4 Katolik: 3 Angka atau nilai yang diberikan hanyalah sekedar menunjukan perbedaan bahwa 5 bukanlah 3 atau 1 bukanlah 4. Skala nominal Yang dimaksud skala nominal adalah skala pengukuran yang hanya menunjukan perbedaan tanpa jarak yang jelas. Oleh karena dalam menentukan gambaran umum tidak boleh menggunakan nilai rataan (mean) Hindu: 2 Budha: 1 . lebih tinggi).

Berkaitan dengan sifat-sifat skala ordinal tersebut maka penarikan nilai rataan (mean) juga tidak dapat dilakukan melainkan cukup hanya dengan mengukur nilai tengah (median) atau tendensi . Pengukuran skala ini juga dapat menggunakan nilai skor. tingkat kecerdikan: Manusia: 10 Kancil: 8 Kera: 7 Tikus: 4 Kelinci: 3 Semut: 1 Pada contoh tersebut pemberian nilai skor yang lebih tinggi tidak saja memiliki perbedaan tetapi sekaligus juga menunjukkan kelebihan atau aras yang lebih tinggi dibanding yang bernilai skor lebih rendah. Contoh. tapi skor yang diberikan juga tidak boleh dijumlahkan. dibagi atau dikalikan. Skala ordinal Berbeda dengan skala nominal skala ordinal adalah skala pengukuran yang disamping menunjukkan perbedaan juga menunjukkan jenjang atau tingkatan tetapi jarak antar skala atau jenjang/skala tidak sama.melainkan hanya dengan melihat sebaran frekuensi yaitu dengan menetapkan frekuensi yang tersebar (modus). Demikian pula meskipun skor kecerdikan manusia = 10 sementara kera = 5 dan kelinci = 3 itu tidak berarti bahwa kecerdikan manusia = kecerdikan kera + kecerdikan kelinci. Sehingga pernyataanya bukan lagi: rata-rata penduduk Indonesia melainkan sebagian besar penduduk Indonesia. bukan berarti perbedaan kecerdikan yang dimiliki manusia dan kancil = 2x perbedaan antara kancil dan kera. Meskipun perbedaan kecerdikan manusia dan kancil = 2. dikurangkan. sementara perbedaan antara kera dan kancil = 1.

Maka pak karto beratnya dua kali anaknya. ada variabel dikotomi (dua nilai) atau politomi (banyak nilai). Suatu variabel boleh jadi variabel bebas pada satu penelitian tetapi variabel tak bebas pada penelitian lain. variabel bebas dan variabel tak bebas Penelitian mencari sebab dan akibat dalam suatu gejala atau mencari hubungan diantara berbagai faktor.sentralnya. Jadi sebetulnya klasifikasi variabel dalam variabel bebas dan variabel tak bebas bergantung pada maksud penelitian. Variabel yang diduga sebagai akibat atau yang dipengaruhi oleh variabel yang mendahuluinya disebut variabel tak bebas. 1. dan (3) variabel kontinyu dan diskret. . afiliasi dengan kelompok dianggap mempengaruhi konservatisme politik (variabel tak bebas). Skala rasio adalah skala perbandingan. maka selisih jarak magelang –yogya yaitu 31 km. Skala interval dan rasio Skala interval adalah skala yang mempunyai jarak jika dibanding dengan jarak lain sedang jarak itu diketahui dengan pasti. Berdasarkan banyak nilai. Variabel yang diduga sebagai penyebab atau pendahulu dari variabel yang lain disebut variabel bebas. Pengukuran definisi variabel dan pengukurannya Yang dimaksud dengan definisi variabel adalah pengertian yang diberikan kepada setiap variabel penelitian termasuk indikator parameternya. Misalnya konservatisme politik (variabel bebas) diselidiki pengaruhnya pada proses pembuatan keputusan. c. Pada penelitian lain. Sedangkan dalam penelitian variabel dibagi dalam tiga kategori yaitu: (1) variabel bebas dan tidak bebas. Pengukuran rataan hanya bisa dilakukan manakala dilakukan pembobotan terlebih dahulu kemudian dilakukan penjumlahan serta penilain rataannya. Misalnya: jarak semarang – magelang 70 km sedangkan magelang – yogya 101 km. Misalnya: berat pak karto 70 kg sedangkan anaknya 35 kg. (2) variabel aktif dan atribut. Skala ini dalam hubungan antar sesamanya merupakan ”sekian kali”.

Tinggi orang boleh jadi 1. Variabel diskret hanya mempunyai satu nilai tertentu saja. bergantung pada kecermatan pengukuran. atau 2. Tabel skala interval dan rasio Variabel Umur Tinggi badan Jumlah anggota produktivitas Interval X X Rasio X X Pendefinisian atau pemberian pengertian yang jelas terhadap variabel tersebut sangat diperlukan karena merupakan panduan bagi pengukuran dan data yang diperlukan serta perumusan instrumen pengumpulan datanya. Variabel dalam kelompok contoh pertama disebut variabel aktif.4. Jumlah anak yang dimiliki adalah variabel diskret yang mempunyai nilai 1. dalam variabel diskret tidak ada nilai pecahan. dalam contoh kedua disebut variabel atribut. 1.5348 m dan seterusnya. .5 dan seterunya dan tidak mungkin 1. variabel aktif dan variabel atribut Dalam penelitian eksperimental kita berhadapan dengan variabel yang dapat kita manipulasikan dan variabel yang sudah jadi dan tidak dapat kita kendalikan.5. atau jumlah insentif dalam kampanye Keluarga Berencana. atau tingkat hukuman yang diberikan guru pada murid.2.37. atau jenis kelamin. 1. Kita dapat mengendalikan temperatur ruangan. Satu-satunya cara meneliti variabel atribut tertentu ialah mengelompokkan subyek penelitian dalam kategori variabel atribut tertentu dan membandingkannya dengan subyek penelitian dalam kategori variabel atribut yang lain. 3.2.3. Tapi kita tidak dapat mengendalikan umur. tingkat kecerdasan.534 m. atau jumlah frekuensi kekerasan dalam acara televisi.5. variabel kontinyu dan variabel diskret Variabel kontinyu adalah variabel yang secara teoritis dapat mempunyai nilai yang bergerak tak terbatas antara dua nilai. status sosial.5 m. 1.

http://www.com/exact-sciences/statistics/2027989-pengertian-variabel/ 2. Contoh: Judul tentang Pengaruh perlu segera diganti dengan Hubungan. manakala skala pengukuran tidak dapat dilakukan seluruhnya dengan skala interval/rasio.wordpress. http://suhartoumm.html . Pengukuran skala ini sangat penting kaitannya dengan alat analisis yang akan digunakan. http://suhediary.com/2010/04/02/definisi-variabel-dan-pengukurannya-2/ 3. Oleh sebab itu segera setelah perumusan definisi dan pengukuran variabel ini perlu dilakukan kaji ulang terhadap Judul Penelitian yang diajukan.Berkaitan dengan penetapan ukuran-ukuran tersebut ada dua pendekatan yang dapat dilakukan yaitu pendekatan ”ethic” yang dikembangkan peneliti dengan konsep atau pandangan diluar obyek yang diteliti. Sumber : 1. dan pendekatan ”emic” yang dikembangkan dari obyek yang diteliti atau menurut ukuran yang disepakati oleh obyek peneliti itu sendiri.shvoong.com/2009/08/pengertian-variabel. http://h0404055.html 4.blogspot.blogspot.com/2010/07/metode-penelitian-4.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->