P. 1
puisi kahlil gibran 2

puisi kahlil gibran 2

|Views: 207|Likes:
Published by Alan Zaelani

More info:

Published by: Alan Zaelani on Mar 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/13/2014

pdf

text

original

Scribd Upload a Document Search Documents document collections icon publishers icon documents icon scribd pages icon

users icon Explore Tri_11x6 Documents

* Books - Fiction * Books - Non-fiction * Health & Medicine * Brochures/Catalogs * Government Docs * How-To Guides/Manuals * Magazines/Newspapers * Recipes/Menus * School Work * + all categories * * Featured * Recent

People

* Authors * Students * Researchers * Publishers * Government & Nonprofits * Businesses * Musicians * Artists & Designers * Teachers * + all categories * * Most Followed * Popular

* Alan Zaelani Tri_11x6 We're using Facebook to personalize your experience. Learn More·Disable Account o Home o My Documents o My Collections o My Shelf o View Public Profile o Messages

o Notifications o Settings o Help o Log Out

Welcome to Scribd - Where the world comes to read, discover, and share... We re using Facebook to give you reading recommendations based on what your friends are sharing and the things you like. We've also made it easy to connect with your friends: you are now following your Facebook friends who are on Scribd, and they are following you! In the future you can access your account using your Facebook login and password. Learn moreNo thanks

Some of your friends are already on Scribd: Apip Aro Tea Sari Cipta Ningtiyas Nada Nunuy Zie Jazilah Siti Rohmah Slaludihati Cuhy J-c Wahyuni Myta Dwi Pangestu Uink Lidinillah Rima Nabilah Nuzula Mimiliciouzakuro Anggun 3 First Page Previous Page Next Page / 68 Sections not available

Zoom Out Zoom In Fullscreen Exit Fullscreen Select View Mode View Mode BookSlideshowScroll Readcast Add a Comment Embed & Share Readcast Reading should be social! Post a message on your social networks to let others know what you're reading. Select the sites below and start sharing. Check_27x27Transparent Check_27x27Transparent Check_27x27TransparentLink account Readcast this DocumentTransparent

Readcast Complete!

Click 'send' to Readcast! edit preferences Set your preferences for next time...Choose 'auto' to readcast without being prompted. Alan Zaelani Alan Zaelani Link account AdvancedCancel Share & Embed

Add to Collections Download this Document for Free Auto-hide: off KARYA-KARYA KHALIL GIBRAN (1833-1931) ANAK Dan seorang perempuan yang menggendong bayi dalam dakapan da danya berkata. Dan dia berkata: Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri Mereka dilahirkan melalui engkau tapi bukan darimu Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu. yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi Engkau bisa menjadi seperti mereka. tapi bukan jiwa mereka Kerana jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok. sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan . Bicaralah pada kami perihal Anak. tapi jangan cuba menjadikan mereka sepertimu Kerana hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu Engkau adalah busur-busur tempat anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan Sang pemanah telah membidik arah keabadian. dan ia merenggangkanmu dengan kekuatannya. tapi bukan fikiranmu Kerana mereka memiliki fikiran mereka sendiri Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh mereka.

Kesunyian') Kahlil Gibran PENYAIR Dia adalah rantai penghubung Antara dunia ini dan dunia akan datang Kolam air manis buat jiwa-jiwa yang kehausan. Keindahan. . Kemudian mencurahkan kurnianya di atas padang kehidupan. Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang. Seberkas cahaya gemilang tak kunjung padam. Dia adalah sebatang pohon tertanam Di lembah sungai keindahan Memikul bebuah ranum Bagi hati lapar yang mencari. maka ia juga mencintai busur teguh yang telah meluncurkannya dengan sepenuh kekuatan. (Dari 'Cinta.cepat dan jauh. Dia adalah malaikat diutus Yang Maha Kuasa mengajarkan Kalam Ilahi. Dia adalah seekor burung 'nightingale' Menyejukkan jiwa yang dalam kedukaan Menaikkan semangat dengan alunan melodi indahnya Dia adalah sepotong awan putih di langit cerah Naik dan mengembang memenuhi angkasa. Membuka kelopak mereka bagi menerima cahaya.

Dia adalah manusia yang selalu bersendirian. dewi cinta. Dan hanya dikenali sesudah jasad ditinggalkan Dunia pun mengucapkan selamat tinggal dan kembali ia pada Ilahi Inilah penyair yang tak meminta apa-apa dari manusia kecuali seulas senyuman Inilah penyair yang penuh semangat dan memenuhi cakerawala dengan kata-kata indah Namun manusia tetap menafikan kewujudan keindahannya Sampai bila manusia terus terlena? Sampai bila manusia menyanjung penguasa yang meraih kehebatan dgn mengambil kesempatan?? .Tak terliput gelap malam Tak tergoyah oleh angin kencang Ishtar. meminyakinya dengan kasih sayang Dan. nyanyian Apollo menjadi cahayanya. Menantikan turunnya ruh Dia adalah si tukang jahit yang menjahit benih hatinya di ladang kasih sayang dan kemanusiaan menyuburkannya Inilah penyair yang dipinggirkan oleh manusia pada zamannya. hidup serba sederhana dan berhati suci Dia duduk di pangkuan alam mencari inspirasi ilham Dan berjaga di keheningan malam.

(Dari 'Dam'ah Wa Ibtisamah' -Setitis Air Mata Seulas Senyuman) Kahlil Gibran MIMPI Kala malam datang dan rasa kantuk membentangkan selimutnya di wajah bumi. Suatu hari kau akan merajai hati-hati manusia Dan. Aku mendengar puji- ..Sampai bila manusia mengabaikan mereka yang boleh memperlihatkan keindahan pada jiwa-jiwa mereka Simbol cinta dan kedamaian? Sampai bila manusia hanya akan menyanjung jasa org yang sudah tiada? dan melupakan si hidup yg dikelilingi penderitaan yang menghambakan hidup mereka seperti lilin menyala bagi menunjukkan jalan yang benar bagi orang yang lupa Dan oh para penyair.. kabus dari gunung menjuntaikan kakinya seperti selembar jilbab yang menghiasi wajah seorang gadis. Penyair. Kalian adalah kehidupan dalam kehidupan ini: Telah engkau tundukkan abad demi abad termasuk tirainya.periksalah mahkota berdurimu. Ketika aku sampai di pantai.. kerana itu kerajaanmu adalah abadi.. "Laut tidak pernah tidur. aku bangun dan berjalan ke laut. Penyair..". Aku melihat ombak yang berdeburan.kau akan menemui kelembutan di sebalik jambangan bunga-bunga Laurel. dan dalam keterjagaannya itu laut menjadi penghibur bagi jiwa yang terjaga.

Saat itu." Putera kedua berkata dengan suara bergema seperti air terjun. dan kebebasan tanpa akal seperti roh yang kebingungan. tersenyum lewat bibir sang mawar dan menyanyi dengan desiran air yang mengalir di parit-parit.kekuatan yang lari bersama angin. yang tidak dapat dipisahkan ataupun diubah. mendaki gunung. cinta dan keindahan adalah tiga dalam satu. salah satunya berdiri dan dengan suara yang seolah berasal dari dalam laut ia berkata: "Hidup tanpa cinta ibarat pohon yang tidak berbunga dan berbuah. Lalu aku melihat tiga Putera Kegelapan duduk di atas sebongkah batu." Selanjutnya ketiga-tiganya berdiri dan berkata dengan suara yang menggerunkan sekali: 'Itulah anak-anak cinta. Buah dari perjuangan."Hidup tanpa berjuang seperti empat musim yang kehilangan musim bunganya. abadi dan tidak pernah sirna. . Aku menghampirinya seo laholah ada kekuatan yang menarikku tanpa aku dapat melawannya. Hidup. Hidup. Dan perjuangan tanpa hak seperti padang pasir yang tandus.pujiannya kepada Tuhan dan bermeditasi di atas kekuatan abadi yang tersembunyi di dalamombakombak itu . perjuangan dan hak adalah tiga dalam satu yang tidak dapat dipisahkan ataupun diubah. Hidup. kebebasan dan akal adalah tiga dalam satu. Aku berhenti beberapa langkah dari Putera Kegelapan itu seakan-akan ada tenaga magis yang menahanku." Kemudian Putera ketiga membuka mulutnya seperti dentuman halilintar : "Hidup tanpa kebebasan seperti tubuh tanpa jiwa. Dan cinta tanpa keindahan seperti bunga tanpa aroma semerbak dan seperti buah tanpa biji.

' Saat itu diam melangut. hanya gemersik sayap-sayap yang tak nampak dan getaran tubuh-tubuh halus yang terus-menerus. Aku duduk. Dan Tuhan adalah ungkapan dari alam yang bijaksana. Tiga manifestasi Tuhan. Khalil Gibran KEHIDUPAN Engkau dibisiki bahawa hidup adalah kegelapan Dan dengan penuh ketakutan Engkau sebarkan apa yang telah dituturkan padamu penuh kebimbangan Kuwartakan padamu bahawa hidup adalah kegelapan jika tidak diselimuti oleh kehendak Dan segala kehendak akan buta bila tidak diselimuti pengetahuan Dan segala macam pengetahuan akan kosong bila tidak diiringi kerja Dan segala kerja hanyalah kehampaan kecuali disertai cinta . hanya laut yang dipeluk halimunan. tidak memandang apa-apa pun kecuali asap dupa yang menggulung ke syurga. Aku menutup mata dan mendengar gema yang baru saja berlalu. aku tidak lagi melihat Putera-Putera Kegelapan itu. Ketika aku membuka mataku.Akibat dari kebebasan.

. maka engkau akan merasa berpuas hati kerana pengalamanmu. bahawa Kemiskinan yang membuatmu sengsara itu mampu menjelaskan pengetahuan tentang Keadilan dan pengertian tentang Kehidupan.Maka bila engkau bekerja dengan cinta Engkau sesungguhnya tengah menambatkan dirimu Dengan wujudnya kamu. dan tiang kejujuran bagi mereka yang membimbingmu. Jika engkau menyedari. sahabatku yang papa. serta membuatmu bijaksana. sahabatku yang papa. wujud manusia lain Dan wujud Tuhan. kerana engkau merupakan penyambung lidah Keadilan dan Kitab tentang Kehidupan. jika engkau mengetahui. Tenanglah. dan membangkitkan jiwamu dari ceruk ejekan ke singgahsana kehormatan. kerana engkau merupakan sumber kebajikan bagi mereka yang memerintah terhadapmu. Khalil Gibran KASIH SAYANG DAN PERSAMAAN Sahabatku yang papa. Kusebut pengetahuan tentang Keadilan : Kerana orang kaya terlalu sibuk mengumpul harta utk mencari pengetahuan. Dan kusebut pengertian tentang Kehidupan : Kerana orang yang kuat terlalu berhasrat mengejar kekuatan dan keagungan bagi menempuh jalan kebenaran. bahawa malang yang menimpamu dalam hidup merupakan kekuatan yang menerangi hatimu. dan engkau akan memandangnya sebagai pembimbing. maka engkau pasti berpuas hati dengan nasibmu. Bergembiralah.

tidak dapat dikumpul seperti harta kekayaan. sedangkan kemewahan memperlihatkan keburukannya. dan Suka mengubati hati yang luka. Itu menandakan ketakutan. Tidak dapat ditukar dengan emas. bahawa keimanan itu adalah peribadi sejati Manusia. Air mata yang kutangiskan. Duka merupakan salah satu mata rantai emas antara penyerahan terhadap masa kini dan harapan masa depan. hanya memperlihatkan kemewahan dan kerakusan. dan mengajar manusia ikut merasakan pedihnya hati yang patah. dan mendakap erat emasnya. pada hakikatnya seperti hidup cacing di dalam kuburan. Mereka yang mewah sering meminggirkan keimananan. di luar fajar merekah. Tapi hidup orang yang senang bermewah mewahan dan mengumpul emas. Orang-orang papa yang kusayangi. Antara tidur dan jaga. lebih murni daripada tawa ria orang yang ingin melupakannya. dan lebih manis daripada ejekan seorang pencemuh. Kemiskinan menyalakan api keagungan jiwa. wahai sahabatku yang papa. jiwa manusia akan menjadi batu tulis yang kosong. . Orang muda sekarang jangan sampai meninggalkan Keimananmu. Sahabatku yang papa. Air mata ini membersihkan hati dan kuman benci. Bila Duka dan kemelaratan dihilangkan. Ingatlah.Kehidupan ialah suatu rantai yang tersusun oleh banyak mata rantai yang berlainan. sebagai lambang kebahagiaan bagi takdir angkatan yang akan datang. Duka melembutkan perasaan. saat bersama isteri dan anak sekembalinya dari ladang merupakan waktu yang paling mesra bagi keluarga. dan hanya mengejar kepuasan diri dan kesenangan semata.

Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu. dalam persahabatan. Dan dukacita yang kausandang. Dan bilamana dia diam. pun tiada kau menyembunyikan kata "Ya". tiadalah kau berdukacita. kau tiada takut membisikkan kata "Tidak" di kalbumu sendiri. Dan angkatan mendatang akan mempelajari Dukacita dan Kemelaratan sebagai pelajaran tentang Kasih Sayang dan Persamaan. dengan kegembiraan tiada terkirakan. Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya. (Dari 'Suara Sang Guru') Khalil Gibran PERSAHABATAN Dan seorang remaja berkata.hatimu berhenti dari mendengar hatinya. Bicaralah pada kami tentang Persahabatan. Di kala berpisah dengan sahabat. kerana tanpa ungkapan kata. Dialah ladang hati. mungkin kau nampak lebih jelas . yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih. dan akan kau tuai nanti. Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian. yang mesti dipenuhi. Bila dia berbicara. akan dikembalikan menjadi sukacita oleh kehendak Syurga. dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi. mengungkapkan fikirannya.Benih yang kautaburkan bagi si kaya. segala fikiran. hasrat. akan kembali pada sumbernya. sesuai dengan Hukum Alam. Dan dia menjawab: Sahabat adalah keperluan jiwa.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan. bukan mengisi kekosonganmu. Khalil Gibran DUA KEINGINAN Di keheningan malam.. Dan dalam manisnya persahabatan. bukanlah cinta . nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran. Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya. biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan.dalam ketiadaannya. biarlah dia mengenali pula musim pasangmu. tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan. hati manusia menemui fajar dan ghairah segar kehidupan. untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu? Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu! Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu. Ia terbang melayang-layang di atas sebuah kota dan mengamati seluruh penghuni dengan tatapan matanya. Jika dia harus tahu musim surutmu. Sang Maut turun atas hadrat Tuhan menuju ke bumi. Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu. dan orang-orang yang terlena di dalam kekuasaan . bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki. Kerana dalam titisan kecil embun pagi. Gerangan apa sahabat itu jika kau sentiasa mencarinya. Ia menyaksikan jiwa-jiwa yang melayang-layang dengan sayap-sayap mereka.

kupanggil para hamba suruhanku dan para pengawal u untuk k mencincangmu menjadi kepingan!" Kemudian Maut berkata dengan suara lembut. mimpi yang mengerikan! Pergilah engkau makhluk jahat! Siapakah engkau ini? Dan bagaimana mungkin kau memasuki istana ini? Apa yang kau inginkan? Tinggalkan rumah ini dengan segera! Ingatlah. "Apa yang kau inginkan dariku sekarang. dan mataku sakit menatap sayap-sayapmu yang menjijikkan dan tubuhmu yang meloyakan. lelaki itu membuka kelopak matanya dan memandang dengan penuh ketakutan. Ketika rembulan tersungkur di kaki langit.Sang Lelap. Ia masuk melalui pagar besi berpaku tanpa sebarang halangan dan berdiri di sisi sebuah ranjang . Melihat bayangan Sang Maut di hadapannya. berdiri dan tunduklah padaku. dan kota itu berubah warna menjadi hitam kepekatan. carilah orang-orang yang lemah. "Akulah kematian. dan ambillah dia! Aku ngeri melihat taringtaringmu yang berdarah dan wajahmu yang bengis." Dan si lelaki itu menjawab. dan tika ia menyentuh dahi si lena. dan benda apa yang kau cari? Kenapa kau datang ketika urusanku belum selesai? Apa yang kau inginkan dari orang kaya berkuasa seperti aku? Pergilah sana. tapi sangat menakutkan. Sang Maut berjalan dengan langkah tenang di celah-celah kediaman . "Pergilah kau dariku. Nyahlah kau.sehingga tiba di sebuah istana. dia menjerit dengan suara ketakutan bercampur aduk kemarahan.berhati-hati tidak menyentuh apa-apa pun . kalau tidak. akulah tuan rumah ini." .

Dan ketika melihat Sang Maut berdiri di sampingnya. anak muda itu pun terjaga.."Engkau tidak kaya tapi orang miskin yang tak sedar diri. Aku punya perempuan simpanan yang luarbiasa cantiknya untuk kau pilih. kerana kau sangat penyayang dan tak kan meninggalkan diriku di sini. Maut menyentuh matanya. Aku masih mempunyai urusan kehidupan yang belum selesai dan berhutang emas dengan orang. tidak.. Di atas laut aku memiliki kapal yang belum kembali ke pelabuhan. mencabut nyawanya.." . Dan Maut berjalan perlahan di antara setinggan orang-orang miskin hingga ia mencapai rumah paling daif yang ia temukan. Maut yang pengampun.. Kematian. Peluklah diriku. Bawalah daku pada Ilahi. Ia masuk dan mendekati ranjang di mana tidur seorang pemuda dengan kelelapan yang damai. dan memberikannya kepada para malaikat di langit untuk menghukumnya. jangan pedulikan apa yang telah kukatakan. kerana kaulah harapan impianku. Ambillah olehmu barang yang kau inginkan dan tinggalkanlah daku.." Kemudian Maut mengambil tangan orang hina itu. dan tinggalkanlah diriku. Dengarlah lagi : Aku punya seorang putera tunggal yang kusayangi." Sang Maut itu mengeruh.Namun selepas tersedar. Kutawarkan dia juga sebagai galang ganti. kaulah tangan kanan kebenaran. wahai Sang Maut yang cantik. Kaulah utusan Ilahi. dialah sumber kegembiraan hidupku. permintaanku. Maka ambillah longgokan emasku semahumu atau nyawa salah seorang dari hamba-hambaku. kekasih jiwaku. Jangan tinggalkan daku di sini. kerana rasa takut membuat diriku mengucapkan kata-kata yang sesungguhnya terlarang.jangan ambil nyawaku. "Tidak. "Aku di sini. Sambutlah rohku. ia berkata dengan suara penuh cinta dan harapan. tapi nyawaku jangan kau cabut dan tinggalkan diriku sendirian. dia menambah dengan ketakutan.

" (Dari 'Dam'ah Wa Ibtisamah' -Setitis Air Mata Seulas Senyuman) Kahlil Gibran ALAM & MANUSIA Aku mendengar anak sungai merintih bagai seorang janda yang menangis meratapi kematian anaknya dan aku kemudian bertanya. kerana itu jangan kecewakan cintaku dengan menjauhi diri. "Anak-anak Adam akan segera datang di . dan menaruh roh itu di bawah perlindungan sayap-sayapnya. meracuni kemurnianku dan mengubah sifat-sifatku yang baik menjadi sifat-sifat buruk. dan aku bertanya. burung-burungku yang cantik?" Dan salah satu dari burung itu terbang mendekatiku. Peluklah rohku. mencabut nyawanya. "Hanya mereka di dunia yang mencari Keabadianlah yang sampai ke Keabadian itu.dan dalam bisikan amaran ia berkata. 'Sebab aku dipaksa mengalir ke kota tempat Manusia merendahkan dan mensia -siakan diriku dan menjadikanku minuman-minuman keras dan mereka memperalatkanku bagai pembersih sampah. Ketika ia naik kembali ke langit. "Mengapa engkau menangis. dan hinggap di hujung sebuah cabang pohon dan berkata. Tapi kini kau telah mendengar suaraku."Aku telah memanggil dan merayumu berulang kali." Dan aku mendengar burung-burung menangis. sungaiku yang jernih?' Dan sungai itu menjawab. "Mengapa engkau menangis." Kemudian Sang Maut meletakkan jari-jari lembutnya ke atas bibir yang bergetar itu. namun kau tak jua datang.ke dunia . Sang Maut yang dikasihi. Maut menoleh ke belakang -.

'Mengapa Manusia mesti menghancurkan segala karya yang telah diciptakan oleh alam?' Khalil Gibran CINTA (I) Lalu berkatalah Almitra. . demikian pula dia ada untuk mencantasmu. Walau suaranya bisa menggetar mimpi-mimpimu bagai angin utara membinasakan taman. Kerana sebagaimana cinta memahkotai engkau. Dan dia mengangkatkan kepalanya dan memandang ke arah kumpulan manusia itu. Sebagaimana dia ada untuk menyuburkanmu. ikutilah dia. dan menyinari puncak. Sebagaimana dia mendaki ke puncakmu dan membelai mesra ranting-ranting lembutmu yang bergetar dalam cahaya matahari.puncak pepohonan dengan rona mahkota. demikian pula dia akan menghukummu. Dan pabila sayapnya memelukmu menyerahlah kepadanya. Dan kalau dia berbicara padamu percayalah padanya. sebab kami tidak tahu siapa di antara kami yang bisa selamat dari kejahatan Manusia. Ajal memburu kami ke mana pun kami pergi. Walau pedang tersembunyi di antara hujung-hujung sayapnya bisa melukaimu. Walau jalannya sukar dan curam. matahari terbit dari balik puncak pergunungan.ladang ini dengan membawa senjata-senjata pembunuh dan menyerang kami seolah-olah kami adalah musuhnya. Kami sekarang terpisah di antara satu sama yang lain." Kini. dan keheningan menguasai mereka. Bicaralah pada kami perihal Cinta. Dan dengan suara lantang dia berkata: Pabila cinta memberi isyarat kepadamu. Kupandangi keindahan ini dan aku bertanya kepada diriku sendiri.

"Aku berada di dalam hati Tuhan. supaya bisa kau fahami rahsia hatimu. tapi tak sehabis semua airmatamu." tapi sebaliknya.Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu dan menggegarkannya di dalam pautanmu pada bumi. Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya sehingga engkau bisa menjadi hidangan suci untuk pesta kudus Tuhan. Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta. Dia menggosok-gosok engkau sampai putih bersih. Kerana cinta telah cukup bagi cinta. "Tuhan ada di dalam hatiku. Laksana selonggok jagung dia menghimpun engkau pada dirinya. Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta. Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apa-apa pun kecuali dari dirinya sendiri. dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan. tapi tak seluruh gelak tawamu. Dia meramas engkau hingga kau menjadi lembut. pabila dia menilaimu memang pantas. Memasuki dunia tanpa musim tempat kau dapat tertawa. Maka lebih baiklah bagimu untuk menutupi tubuhmu dan melangkah keluar dari lantai-penebah cinta. mengarahkan jalanmu." Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta. Dia menghempuk engkau hingga kau telanjang Dia mengasing-asingkan kau demi membebaskan engkau dari kulitmu. Cinta tiada memiliki. Pabila kau mencintai kau takkan berkata. pun tiada ingin dimiliki. . sebab cinta. dan menangis.

Cintaku. Lelaki-lelaki longlai menggendong emas. Di sinilah aku berdiri. Cintaku dan dengar diriku! Aku mendengarkanmu. memenuhi panggilan jiwamu. dihembus nafas kemari. Mereka melemparkan tubuh ke tempat tidur sebagai tempat berlindung dari hantu-hantu yang menakutkan dan mengerikan. dan tebing curam yang akan dilalui melemaskan lutut mereka. Cintaku. Jiwa para raja . dan mengelarnya di telapak kota. Malam telah melarutkan semua manusia ditempat tidurnya. Bicaralah padaku. Jiwa mereka mempercepatkan langkah mengejar negeri mimpi. Aku telah jauh dari ranjangku. Bicaralah. kerana keluhku mengunci kata-kata dan desah nafasku meninggalkan halaman buku yang kosong di de pan mataku! Bangun. Cintaku. Tak ada yang akan mendengar selain diriku. dibawah bunga-bunga pohon badam. beranjak ke tanah lapang. Para penduduk telah pulas menganyam mimpi di ubun-ubunnya di tengah pohon-pohon kenari. jubah tebal membentang dihembus asap dari cerobong kain. Mata mereka mengantuk kerana dililit kesulitan dan ketakutan. bangunlah. Hantu-hantu dari masa lalu berkeliaran di lembah-lembah. Cintaku. hingga embun membasahi kaki dan bajuku. Syurga telah menyulam cahaya rembulan dan menghamparkannya ke seluruh daratan Lebanon. Cintaku. Syurga telah meriasnya dengan bayangan malam. dan biarkan nafasmu menghirup angin gunung yang datang padaku dari lembah-lembah Lebanon.Aku telah membuang bukuku. Cintaku! Aku mendengar panggilanmu dari lautan lepas dan merasakan lembutnya sentuhan sayapmu.

dan desirnya bertemu dengan alunan anak sungai di lembah. Tetapi racun dari rawa-rawa jug berkelana mengepul bersama penyakit. Fikiranku yang berhias kenangan menyingkap kekuatan bangsa Chaldea. Cahaya itu memaksa mereka untuk membuka daun jendela dan menyelak hati dan . Cintaku. Semerbak bunga melambai seiring nafas pohon-pohon cedar. muntah-muntah sepanjang jalan. dan kekecewaan telah jatuh dari langit. ibunya mengeluh d i atas kamar kesedihan. Terbawa angin sepoi-sepoi menuju perbukitan.melintasi bukit-bukit. jiwa-jiwa pencuri yang tegap berjalan. Syair-syair Sulaiman. Seperti panah rahsia yang tajam. dan rasa sakit berdengung kematian. nada kecapi Daud dan lagu Ishak Al-Mausaili terngiang-ngiang di telinga kami. Kenangan menyingkap tabir kelupaan dari mataku dan nampaklah Sodom yang menjijikkan. kemegahan Arab. dan jari-jari timur yang lentik menimang mata-mata orang yang terlelap. Jiwa anak-anak yang lapar di penginapan menggelupur. Ranting-ranting berayun-ayun. Aku mendengar rintihan pahitnya. Tanpa kusedari matahari telah mengilaukan cahaya pagi. harum itu mengisi jiwa dengan kasih sayang dan meniupkan kerinduan untuk terbang. serta dosa-dosa Gomorah. muncungmuncung nafsu ular berbisa muncul dari celah-celah benteng. Cintaku. Mimpi-mimpi kebimbangan melanda hati yang lemah. Di lorong-lorong gelap. racun itu telah menembusi perasaan dan meracuni udara.

Mereka merasakan kematian telah melanggar batas kehidupan mereka. Cintaku. yang berdebar-debar kerana selalu merasa bimbang dan takut. loceng-loceng berdenting memenuhi angkasa sebagai panggilan untuk mula berdoa. seperti dada penjahat. yang sedang tertidur dalam damai dan tenang di pundak-pundak lembah. Cintaku. Betapa indah hidup ini. Anak-anak sapi telah keluar dari kandangnya. seolah-olah seluruh alam sedang berdoa bersama-sama dengan khusyuknya. Di jalanan padat dengan jiwa-jiwa yang tamak dan tergesa-gesa. bangun. gema-gema juga berdengung. Kini tangan siang hari yang perkasa terbaring di atas kota. Desa-desa. . Khalil Gibran BANGSA KASIHAN Kasihan bangsa yang memakai pakaian yang tidak ditenunnya. Tirai telah diselak dari jendela dan pintu pun terbuka. seperti hati penyair yang penuh dengan cahaya dan kelembutan hati. dan riak muka yang layu mempamerkan ketakutan dan kekecewaan. pusingan roda dan siulan angin.kemenangan. Penggembalanya mengikuti dari belakang sambil mengamatinya di balik lelalang. dan di mana-mana terdengar desingan besi. biri-biri dan kambing meninggalkan bangsalnya untuk menuai rumput yang berembun dan berkilatan cahaya. Mata yang penat dan wajah lesu para penjahit telah siap di tempat kerjanya. Dan betapa kerasnya hidup ini. Di belakangnya lagi gadis-gadis bernyanyi seperti burung menyambut pagi. Dan dari gua-gua. Kota telah menjadi arena pertempuran di mana yang kuat menindas yang lemah dan si kaya mengeksploitasi dan menguasai si miskin.

tidak sesumbar kecuali di runtuhan. hanya untuk menyambut penguasa baru lain dengan trompet lagi. dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru. dan masing-masing mengangap dirinya sebagai satu bangsa. Kasihan bangsa yang berpecah-belah. dan menganggap penindasan penjajah sebagai hadiah. dan tidak memberontak kecuali ketika lehernya sudah berada di antara pedang dan landasan. Khalil Gibran . Kasihan bangsa yang orang sucinya dungu menghitung tahun-tahun berlalu dan orang kuatnya masih dalam gendongan. Kasihan bangsa yang tidak pernah angkat suara kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan. sementara menyerah padanya ketika bangun.memakan roti dari gandum yang tidak dituainya dan meminum anggur yang tidak diperasnya Kasihan bangsa yang menjadikan orang bodoh menjadi pahlawan. Kasihan bangsa yang negarawannya serigala. Kasihan bangsa yang menyambut penguasa barunya dengan trompet kehormatan namun melepasnya dengan cacian. Kasihan bangsa yang meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya ketika tidur. falsafahnya karung nasi.

"Guru. di mana atas tebingnya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya. terkandung di dalam inti dirinya. tiada terbahagi dan tiada kenal ruang? Tapi jika di dalam fikiranmu baru mengukur waktu ke dalam musim. bagaimanakah perihal Waktu? " Dan dia menjawab: Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur. Siapa di antara kalian yang tidak merasa bahawa daya mencintainya tiada batasnya? Dan siapa pula yang tidak merasa bahawa cinta sejati. Suatu ketika kau ingin membuat anak sungai. biarkanlah tiap musim merangkumi semua musim yang lain. dan tiada bergerak dari fikiran cinta ke fikiran cinta. walau tiada batas. Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan. Khalil Gibran . Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim. Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesedaran akan kehidupan nan abadi. Dan yang menyanyi dan merenung dari dalam jiwa. sentiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa. pun bukan dari tindakan cinta ke tindakan cinta yang lain? Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta.WAKTU Dan seorang pakar astronomi berkata. Dan mengetahui bahawa semalam hanyalah kenangan utk hari ini dan esok adalah harapan dan impian utk hari ini.

tapi kami mendekatinya atas dorongan Nafsu . Tangan Alam menyambut hangat kedatangan kita. Meskipun orang yang paling bijaksana terbongkok kerana memikul beban Cinta. tapi sebenarnya beban itu seiringan bayu pawana Lebanon yang berpuput riang. Kebebasan mengundang kita pada mejanya agar kita menikmati makanan lazat dan anggurnya . Cinta lalu di depan kita. tapi kita takut akan keheningannya. berhimpit-himpitan seperti kawanan kambing yang lari ketakutan dari serigala garang.FIKIRAN DAN SAMADI Hidup menjemput dan melantunkan kita dari satu tempat ke tempat yang lain. dan hanya melihat susuk yang menghalangi dan merintangi jalan kita. lalu bergegas lari ke kota yang ramai. Keindahan menghadirkan dirinya dengan duduk di atas singgahsana keagungan. Nasib memindahkan kita dari satu tahap ke tahap yang lain. merenggut mahkota kesuciannya. kita pun makan dengan lahap dan rakus. Dan kita yang diburu oleh keduanya. dan menawarkan pula agar kita menikmati keindahannya . tapi kita lari ketakutan. dan mengotori busananya dengan tindak laku durhaka. . untuk berbuat kejahatan atas namanya. hanya mendengar suara yang mengerikan. atau bersembunyi dalam kegelapan. tapi bila kita telah duduk menghadapinya. berjubahkan kelembutan . atau ada pula yang malahan mengikutinya.

Engkau tak dikenal oleh sesama insan. sedang hari pun memberi salam dan merangkul kita. jiwa manusia memohon pembebasan . Khalil Gibran HIDUP Kehidupan merupakan sebuah pulau di lautan kesepian. laksana pulau yang terpisah dari pulau dan daerah lain. Hati manusia menyeru pertolongan . kita sentiasa ketakutan. dan sungai merupakan damba kehausan. Tapi di siang dan malam hari. tapi kita menutup pintu keramahan baginya. Malampun berlalu. wahai saudara-saudaraku. namun engkau tetap pulau yang sunyi. pohon merupakan impian. hidup kita lelah dan kurang waspada. dan menghadapinya bagaikan musuh. sedangkan gerbang Tuhan terbuka lebar. entah berapa banyak armada yang berlabuh di pesisirmu. lagi pula terpencil dari keakraban dan perhatian. dan bagi pulau itu bukti karang yang timbul merupakan harapan. tapi kita tidak mendengar teriak mereka. kerana kita tidak membuka telinga dan berniat memahaminya. kulihat engkau duduk di atas bukit emas serta menikmati . bunga merupakan keheningan perasaan. Entah berapa banyak kapal yang bertolak dari pantaimu menuju wilayah lain. menderita kerana pedihnya sepi dan dambaan terhadap kebahagiaan. namun betapa jauh Manusia meninggalkan Sang Hidup. Sungguh betapa budiman Sang Hidup terhadap Manusia. Hidupmu. Kita memijak-mijak roti Kehidupan. Saudaraku. Kita amat terikat pada bumi. Namun orang yang mendengar dan memahaminya kita sebut gila lalu kita tinggalkan. sedangkan kelaparan memamah hati kita.Kebenaran memanggil-manggil kita di antara tawa anak-anak atau ciuman kekasih.

saudaraku. Kulihat engkau. Di mata hatiku engkau kelihatan bagaikan panglima besar yang memimpin bala tentara. dan kejayaan. kekuasaan. "Terpujilah Cinta yang mampu mengisi kesepian pria ini dan mengakrabkan hatinya dengan hati manusia lain.kekayaanmu -bangga akan hartamu." . menadahkan tangan ke segala arah. yang sedang mabuk asmara pada wanita jelita. duduk di atas singgahsana agung. memuji kebijaksanaanmu. kelihatan engkau seorang diri dalam kesepian. bagaikan seekor burung kehausan dalam sangkar emas dengan wadah air yang kosong. dan yakin bahawa setiap genggam emas yang kau kumpulkan merupakan mata rantai yang menghubungkan hasrat dan fikiran orang lain dengan dirimu. Tapi bila kupandang lagi. di sekelilingmu berdiri rakyatmu yang memuji-muji keagunganmu. aku berkata dalam hati. Kulihat dirimu. seakan-akan memohon belas kasihan dan pertolongan dari roh-roh yang tak nampak -mengemis perlindungan. menyanyikan lagu penghormatan bagi karyamu yang mengagumkan. Tapi setelah kuamati lagi. bahkan jiwa mereka melambung kesukaan sampai ke langit-langit angkasa. Dan ketika engkau memandang kelilingmu. hendak menggempur benteng musuh. yang nampak hanya hati hampa belaka. menyerahkan hatimu pada paras kecantikannya. kerana tersisih dari persahabatan dan kehangatan persaudaraan. berdiri di samping singgahsanamu. saudaraku. memandangmu seakan-akan nabi yang mulia. yang tertempel di balik longgok emasmu. Ketika kulihat ia memandangmu dengan kelembutan dan kasih keibuan. terlukislah pada wajahmu kebahagiaan. seakan-akan engkau adalah nyawa bagi raga mereka.

aku akan percaya kiranya aku memandang wajahmu. bagaikan awan yang mengembara. sebuah lagu yang bernafas di dalam benih hatiku. engkau tak dapat memindahkannya ke halaman orang lain. Seandainya rumahmu tersalut oleh kegelapan. yang telah diolah dan ditanami oleh tangan orang lain. isi gudang tetanggamu tak dapat mengisinya. saudaraku. di sebalik hatimu yang bersalut cinta terdapat hati lain yang kesunyian. bilamana kuamati lagi. dan aku bukanlah aku. itulah wajahku sendiri yang sedang memandang cermin. terdapat jiwa lain yang hampa. engkau bukanlah engkau. Jika bukan kerana kesepian dan kesunyian itu. sinar lampu tetanggamu tak dapat masuk meneranginya.. merupakan tempat tinggal sunyi yang terpisah dari wilayah penempatan orang lain. Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit . engkau tak dapat memindahkannya atas lembah.Jika rumahmu berdiri di atas puncak gunung. meratap hendak menyatakan cintanya pada wanita. bagaikan ruang tengah rumah yang tertutup dari pandangan mata tetangga. wahai saudaraku. Jika kosong dari persediaan kemarau.. Jika rumahmu berdiri di atas gurun. ia meneguk rasa kasihku dalam jubah yg nipis kainnya. Kehidupanmu. kerana lerengnya tak dapat ditempuh oleh kaki manusia. dan mengalirkan sayang.Namun. menjadi titik-titik air mata kekasihmu. (Dari 'Suara Sang Guru') Khalil Gibran NYANYIAN SUKMA Di dasar relung jiwaku Bergema nyanyian tanpa kata. dan di sebalik jiwamu yang sarat cinta. Hidupmu. . dibaluti oleh kesunyian. dan jika bukan kerana kesepian dan kesunyian itu.

Dan dilipat oleh kebenaran. Betapa dapat aku mendesahkannya? Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fana Kepada siapa aku akan menyanyikannya? Dia tersimpan dalam relung sukmaku Kerna aku risau. Lagu itu digubah oleh renungan. Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya. Dan difahami oleh cinta. Air mataku menandai sendu Bagai titik-titik embun syahdu Yang membongkarkan rahsia mawar layu. Dan dikumandangkan oleh kesunyian. Dan disembunyikan oleh kesedaran siang . Dan disingkiri oleh kebisingan. Dan pabila kusentuh hujung jemariku Terasa getaran kehadirannya. Dan diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan. dia akan terhempas Di telinga pendengaran yang keras.Namun bukan menyentuh bibirku. Pabila kutatap penglihatan batinku Nampak di dalamnya bayangan dari bayangannya. Bagai danau tenang yang memantulkan cahaya bintang-bintang bergemerlapan.

Dengan desah bayi yang nyenyak di buaian? Siapa berani memecah sunyi Dan lantang menuturkan bisikan sanubari Yang hanya terungkap oleh hati? Insan mana yang berani melagukan kidung suci Tuhan? (Dari 'Dam'ah Wa Ibtisamah' -Setitis Air Mata Seulas Senyuman) Khalil Gibran NYANYIAN HUJAN Aku ini percikan benang-benang perak yang dihamburkan dari syurga oleh dewa-dewa. Gerangan 'Cain' atau 'Esau' manakah Yang mampu membawakannya berkumandang? Nyanyian itu lebih semerbak wangi daripada melati: Suara manakah yang dapat menangkapnya? Kidung itu tersembunyi bagai rahsia perawan suci. .Dan dinyanyikan oleh sukma malam. Lagu itu lagu kasih-sayang. Getar nada mana yang mampu menggoyahnya? Siapa berani menyatukan debur ombak samudra dengan kicau bening burung malam? Siapa yang berani membandingkan deru alam.

bunga-bunga gembira. kubelai mesra bunga-bunga dan pepohonan Dalam berjuta cara. Aku muncul dari dalam jantung samudera. Ladang dan awan mega berkasih-mesra. Dimulakan pada kaki kekuatan alam. diriku. Yang lain kuubati dari luka. yang dipetik dari mahkota Raja Ishtar. segalanya cerah-ceria. Aku ini taburan mutiara. Yang satu kulepas dari dahaga. Suara guruh mengkhabarkan kedatanganku Pelangi di langit menghantar pemergianku. Di antara mereka aku pembawa amanat setia. Bagai kehidupan duniawi. untuk menghiasi taman-taman mayapada. Dan diakhiri di bawah sayap kematian. Aku turun.Alam raya kemudian meraupku. Melayang tinggi bersama pawana. bagi menyirami ladang dan lembahnya. Pabila aku meniup rendah. Dan bila aku menunduk. bukit-bukit tertawa. Pabila kuurai air mata. Puisi Karya Khalil Gibran . oleh puteri Fajar. Pabila kulihat ladang memerlukanku.

please follow these directions to submit a copyright infringement notice.197 Uploaded: 04/29/2009 Category: Creative Writing>Poetry Rated: 4 Ratings() Copyright: Attribution Non-commercial Attribution_noncommercial .Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Report this document? Please tell us reason(s) for reporting this document Spam or junk Porn adult content Hateful or offensive If you are the copyright owner of this document and want to report it. Question_small Info and Rating Reads: 121. Report Cancel This is a private document.

PUISI Khalil Gibran pemandangan alam gerimis krya kahlilgibran karya tahlil tahlil jibral hati karya (more tags) PUISI Khalil Gibran pemandangan alam gerimis krya kahlilgibran karya tahlil tahlil jibral hati karya tentang ombak kehidupan yang puisi suara cinta untuk tentang pemandangan (fewer) fenris80 .

4. p. p. p. 6. 2. . p. p. p. p. p. 3. 5. p. p. p. p. p. p. p. p. p.Share & Embed Related Documents PreviousNext 1.

p. p. 8. p.p. 12. p. 10. p. p. 9. p. p. 11. p. p. p. p. 13. p. p. . p. p. p. p. p. 7.

p. p. p. 16. p. 15. 16 p. 2. p. 3. p. 14. 13 p. More from this user PreviousNext 1. p. p.p. 17 p. 165 p. 5 p. p. . 3 p. p.

162 p. 7 p. 7. 31 p. 136 p. 4 p. 175 p. 79 p. 280 p. 113 p. 16 p. 8. 3 p. 16 p. Recent Readcasters . 5 p. 5. 68 p. 9 p. 51 p.3 p. 6. 7 p. 9. 171 p. 4.

ADA SURGA YANG KU TEMUI DI CINTA MU..... MENJELAJAHI BELANTARA CINTA.????? 08 / 20 / 2010 ReplySpinner_mac_white Report Herry Cahyadi Herry Cahyadileft a comment MATA HATI MENYUSURI JEJAK YANG TELAH TERLEWATI...... DAN AK U TERLELAP DI NURANI PERADUAN CINTA MU.....UPAN.. ENTAH MENGAPA NADI KU TAK INGIN MELANGKAH LAGI.Lu Vita Add a Comment Submit share: Characters: 400 Latief Permana Latief Permanaleft a comment .LOVE U (jejak langkah nurani 16:45 wib)jun 2010 Oleh : Herry Cahy 07 / 13 / 2010 ReplySpinner_mac_white Report Rakhman Alfiansyah . KINI TAPAK JANTUNG KU TERHENTI DI PELATARAN HATI MU. TAWA ATAU PUN AIR MATA DARAH........ MENYELAMI LAUT KEHID.

05 / 20 / 2010 ReplySpinner_mac_white Report Vyanna Mahfuza Vyanna Mahfuzaleft a comment menyadarkan setiap orang tua dalam mendidik anaknya..... 05 / 19 / 2010 ReplySpinner_mac_white Report Vikry Januarisman Si Zhaba Yang Hidupnyapengenberubahleft a comment hmmm' amazing 05 / 17 / 2010 ReplySpinner_mac_white Report Show More Print this document ..........Muhammad Rakhman Alfiansyahleft a comment siipppp..

com/scribd * facebook. but others can view it public moderated: others can add to this collection. + Create a New Collection Name: Description: Collection Type: public locked: only you can add to this collection. but you approve or reject additions private: only you can add to this collection. and only you will be able to view it Save collectionCancel Finished? Back to Document Upload a Document Search Documents * Follow Us! * scribd. Download and Print Add this document to your Collections This is a private document.com/scribd * twitter. so it may only be added to private collections.High Quality Open the downloaded document. and select print from the file menu (PDF reader required).com/scribd * About * Press * Blog * Partners .

scribd. Icon_download_35x35 Download this document Icon_pdf_54x56 pdf . scribd. Language: English Choose the language in which you want to experience Scribd: * English * Español * Português (Brasil) scribd. scribd.* Scribd 101 * Web Stuff * Scribd Store * Support * FAQ * Developers / API * Jobs * Terms * Copyright * Privacy Copyright © 2011 Scribd Inc. scribd. scribd. scribd.

. Do you understand the Scribd Terms of Service and Copyright Policy.294.. Give back to the community and gain 24 hours of download access by uploading something of your own... Processing.Icon_txt_54x56 txt 14749355-Puisi-Karya-Khalil-G. and confirm that your uploading of this material complies with those policies and does not violate anyone's rights? Queued: Uploading: You have uploaded: Upload failed: Document URL: This document is: PrivateThis document is: Public Cancel Upload Make it easier to find your new document! Title: Category: Tags: (separate with commas) .pdf ..8 KB Download Now Readcast: Icon_archives_35x35 The Scribd Archive This document was uploaded by someone just like you and is now part of The Scribd Archive*.

news source materials.Description: Save Share: Or_divider_550x7 Subscribe to The Scribd Archive and download as many documents as you'd like. Monthly Subscription Most Popular $9/mo. Read the Scribd Archive FAQ for more information. 1 Day Pass $5 1 Year Pass $59 Choose payment option Pay with Credit Card Pay with PayPal or Credit * The Scribd Archive is a collection of millions of documents. including research reports. best-selling books. Icon_download_35x35 Thanks for uploading! Download this document as Icon_pdf_54x56 pdf Icon_txt_54x56 txt . and more.

8 KB Download Now Sabar Menghadapi Ujian Hidup oleh Abu.... .. Taubat Sebagai Metode Dasar Psikotera...pdf ..294.14749355-Puisi-Karya-Khalil-G... Salah Faham Terhadap Islam oleh Muham.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->