ARUS BOLAK BALIK telah diketahui bahwa generator arus bolak-balik sebagai sumber tenaga listrik yang

mempunyai GGL : E = Emax sin t Persamaan di atas jelas-jelas menunjukkan bahwa GGL arus bolak-balik berubah secara sinusoidal. Suatu sifat yang menjadi ciri khas arus bolak-balik.

Dalam menyatakan harga tegangan AC ada beberapa besaran yang digunakan, yaitu :
1. Tegangan sesaat : Yaitu tegangan pada suatu saat t yang dapat dihitung dari persamaan E

= Emax sin 2 ft jika kita tahu Emax, f dan t.
2. Amplitudo tegangan Emax : Yaitu harga maksimum tegangan. Dalam persamaan : E =

Emax sin 2 ft, amplitudo tegangan adalah Emax.
3. Tegangan puncak-kepuncak (Peak-to-peak) yang dinyatakan dengan Epp ialah beda antara

tegangan minimum dan tegangan maksimum. Jadi Epp = 2 Emax. 4. Tegangan rata-rata (Average Value). 5. Tegangan efektif atau tegangan rms (root-mean-square) yaitu harga tegangan yang dapat diamati langsung dalam skala alat ukurnya.

Gambar arus dan tegangan bolak-balik.

Gambar arti arus dan tegangan yang dikuadratkan.

Arus dan tegangan sinusoidal.

kumparan persegi panjang yang diputar dalam medan magnetik akan membangkitkan Gaya Gerak Listrik (GGL) sebesar : E = Em sin i = Im sin v = vm sin t t t Dengan demikian bentuk arus dan tegangan bolak-balik seperti persamaan di atas yaitu : im dan vm adalah arus maksimum dan tegangan maksimum. Harga efektif arus bolak-balik ialah harga arus bolak-balik yang dapat menghasilkan panas yang sama dalam penghantar yang sama dan dalam waktu yang seperti arus searah. Bentuk kurva yang dihasilkan persamaan ini dapat kita lihat di layar Osiloskop. Resistor dalam rangkaian arus bolak-balik.Dalam generator. .707 Vmax Kuat arus dan tegangan yang terukur oleh alat ukur listrik menyatakan harga efektifnya. yaitu harga efektif. Bentuk kurva ini disebut bentuk sinusoidal gambar.707 Imax = 0. Dalam rangkaian arus bolak-balik. baik tegangan maupun kuat arusnya berubah-ubah secara periodik. Harga Efektif Arus Bolak-balik. Oleh sebab itu untuk penggunaan yang praktis diperlukan besaran listrik bolak-balik yang tetap. Ternyata besar kuat arus dan tegangan efektifnya masing-masing : Ieff = [ Ief = Vef = ]½ = 0.

kuat arus akan mengalir bila : V=L V=L V= L Imax. . cos t t. Andaikan kuat arus yang melewati kumparan adalah I = Imax sin diabaikan I. Kumparan induktif dalam rangkaian arus bolak-balik. Karena hambatan kumparan Jadi antara tegangan pada kumparan dengan kuat arusnya terdapat perbedaan fase ini tegangan mendahului kuat arus. Antara kuat arus dan tegangan tidak ada perbedaan fase. kuat arusnya mencapai harga maksimum pula. artinya pada saat tegangan maksimum.R = 0 Besar GGL induksi yang terjadi pada kumparan E1 = -L Bila tegangan antara AB adalah V. dalam hal Capasitor Dalam Rangkaian Arus Bolak-balik. demikian juga kuat arusnya.Bila hambatan murni sebesar R berada dalam rangkaian arus bolak-balik. besar tegangan pada hambatan berubah-ubah secara sinusoidal. .

maka hambatan kumparan induktif disebut Reaktansi Induktif dan hambatan capasitor disebut Reaktansi Capasitif.Vmax cos t t. Reaktansi = a. Untuk membedakan hambatan kumparan induktif dan capasitor dari hambatan resistor. Reaktansi Induktif (XL) XL = = XL = XL dalam ohm.Andaikan tegangan antara keping-keping capasitor oada suatu saat V = Vmax sin capasitor saat itu : Q = C. kumparan induktif dan capasitor merupakan hambatan bagi arus bolak-balik. L dalam Henry. .V I= I= = C. muatan Jadi antara tegangan dan kuat arus terdapat perbedaan fase dahulu Reaktansi. dalam hal ini kuat arus lebih Disamping resistor. daripada tegangan.

C dalam Farad. tegangan antara ujung-ujung rangkaian : V = VR + VL + V C Dengan penjumlahan vektor diperoleh : IZ = .a. Reaktansi Capasitif (XC) XC = = = XC = XC dalam ohm. Menurut hukum ohm. reaktansi induktif. kita tinjau rangkaian arus bolak-balik yang didalamnya tersusun resistor R. kumparan induktif L dan capasitor C. dan reaktansi capasitif. Impedansi (Z) Sebuah penghantar dalam rangkaian arus bolak-balik memiliki hambatan. kumparan R. Untuk menyederhanakan permasalahan.

Z= Z disebut Impedansi Tg = = Ada tiga kemungkinan yang bersangkutan dengan rangkaian RLC seri yaitu : 1. Ini berarti tegangan mendahului kuat arus. demikian juga Bila XL>XC atau VL>VC. positif. tg positif. maka rangkaian bersifat induktif. .

. tg tegangan dan kuat arus fasenya sama. tg berarti kuat arus mendahului tegangan. maka rangkaian bersifat Kapasitif. Ini Demikian juga untuk harga V= = 0 dan = 0. nilai Z = R. nilai negatif.2. ini berarti 3. frekuensi arusnya disebut frekuensi resonansi seri. Resonansi Jika tercapai keadaan yang demikian. L induktansi kumparan dalam Henry dan C kapasitas capasitor dalam Farad. negatif. Besarnya frekuensi resonansi dapat dicari sebagai berikut : XL = XC ωL= ω2= f= atau T = f adalah frekuensi dalam cycles/det. amplitudo kuat arus mempunyai nilai terbesar. maka rangkaian bersifat resonansi. Bila XL<XC atau VL<VC. Bila XL=XC atau VL=VC.

( ½ d. Sudut fasenya.105 maxwell. Frekwensinya. akibatnya tegangan C naik kembali secara berlawanan.8 volt. (50 Hz) 10-2 π volt ) 02. Tentukanlah : a.1 ohm) b. Bersamaan dengan aliran arus listrik timbul medan magnetik didalam kumparan L.t) b. Bersamaan dengan itu timbul GGL induksi. 30o. 6. maka tentukan : . Bila saklar ditutup mengalir arus sesuai arah jarum jam. Jika reaktansi kapasitor 40 ohm. Arus pada kumparan. persamaan tegangan induksi sebagi fungsi dari waktu. sehingga menghasilkan fluks maksmum sebesar 4. Kapasitor C dimuati sampai tegangan maksimum. Kumparan dengan induktansi 0. tegangan maksimumnya. (4.14 Henry dan hambatan 12 ohm dihubungkan seri pada tegangan 110 volt dengan frekwensi 25 Hz. Karenanya dalam rangkaian mengalir arus listrik yang arahnya berlawanan dengan arah putar jarum jam. persamaan tegangan (10-2 π sin 100 π . Getaran listrik adalah arus bolak-balik dengan frekuensi tinggi.38 amper) c. Sebuah kapasitor dihubungkan seri dengan resistor dari 30 ohm dan dipasang pada tegangan AC dari 220 volt. tegangan C turun sampai nol. Besar tegangan tersebut pada saat kumparan membuat sudut 0o. Kecepatan angulernya 100 π rad/s. Medan magnetik lenyap seketika pada saat tegangan C sama dengan nol.Getaran Listrik Dalam Rangkaian LC. (10-2 π volt) b.28 volt) 03. Suatu kumparan terdiri dari 10 lilitan diputar dalam medan magnet dengan frekwensi 50 Hz. Tegangan efektifnya. 60o dengan garis gaya medan magnet. Kumparan diputar dalam medan magnet dengan induksi magnetic 10-3 tesla.t c. Impedansinya. Jadi dalam rangkaian LC timbul getaran listrik yang frekuensinya : f = 01. Getaran listrik dapat dibangkitkan dalam rangkaian LC. Generator AC menggunakan kumparan dengan 100 lilitan dan luas permukaan 10 cm2. (61. (12.56 volt 10.(4 π sin 100 π .33o) 04. (25. (1 weber = 108 maxwell) Tentukan : a. Tentukan : a.

1 henry) 08. Suatu rangkaian R-L dihubungkan pada tegangan AC dari 350 volt. Persamaan arusnya. Induktansi daripada inductor. arus pada rangkaian. Banyak tenaga yang dipakai oleh rangkaian. Arus pada inductor. (53o) 05. Sebuah kapasitor dipasang pada arus bolak-balik dari generator yang rotornya melakukan putaran dengan kecepatan anguler 80 rad/s. (1470 watt) f. Arus maksimum yang melalui kumparan tersebut. (157 ohm) b. Bila diketahui besar hambatan murni = 30 ohm dan reaktansi induktif = 40 ohm. (1570 ohm) 06. Tentukan : a. Kumparan dengan induktansi diri 0. (0. (100 ohm) b. (210 volt) d. dipasang pada arus bolak-balik yang berfrekwensi 50 Hz. dan arus mempunyai frekwensi 200/π Hz.10-4 farad) 07.8 sin(250t + ½ π ) amper .t – ½ π ) Amper 09. Tentukan reaktansi induktifnya. Tentukan kapasitas kapasitor tersebut.5 henry dipasang pada sumber tegangan bolak-balik yang berfrekwensi 50 Hz dan mempunyai tegangan maksimum 157 volt.. (4. Arus maksimum yang melalui kapasitor. maka tentukan : a. (1 A) c. (I = sin (100 π .a.8 A) c. Sebuah kumparan mempunyai induktansi diri 5 Henry. Sebuah kapasitor dengan 40 µ F dipasang pada sumber tegangan bolak-balik dengan kecepatan anguler 250 rad/s dan bertegangan maksmum 80 volt. Sudut fase antara arus dan tegangan dalam rangkaian. Beda potensial antara ujung-ujung resistor. (50 ohm) b. Tuliskan persamaan arusnya. Reaktansi kapasitifnya. (I = 0. jika reaktansi kapasitifnya 25 ohm. (0. Impedansinya. reaktansi induktifnya. (280 vlt) e. Beda potensial antara ujung-ujung inductor.4 A) b. (5. Tentukan: a. (7 A) c.

8) c. kuat arus dalam rangkaian. Sebuah rangkaian L-C beresonansi pada 60 Hz. Suduit fase (53o) c. Tentukan impedansi rangkaian. maka kuat arus yang ditimbulkan akan tetap sama besar. Factor daya. Induktansi harus diganti berapa agar terjadi resonansi.8 watt) 12. (0. Suatu rangkaian R-L memberikan kuat arus 4 amper jika dipasang pada sumber teangan arus searah dari 160 volt. (0. Daya semu (900 watt) d.10.4 amper. (50 ohm) b. Induktansi diri dari induktor. maka tentukan harga induktansinya. (40 ohm) b. Impedansi rangkaian (934. Dari suatu rangkaian R-L-C dihubungkan dengan sumber tegangan arus bolak-balik dari 120 volt dan berfrekwensi 50 Hz. Sebuah kumparan jika dihubungkan pada sumber tegangan arus searah dari 120 volt menghasilkan kuat arus 4 ampere.4 amper dan besarnya hambatan murni 30 ohm. (kapasitif) b. (172.704 henry) 15. Suatu kumparan mempunyai hambatan 20 ohm dengan induktansi 0. (720 watt) . (6 A) b. Daya listriknya.005 H dipasang pada sumber tegangan arus bolak-balik yang berkecepatan anguler 3000 rad/s dengan tegangan jepit 150 volt. (50 ohm) 14. Jika kecepatan angulernya 200 rad/s. jika reaktansi kapasitifnya 20 ohm. Tetapi jika dihubungkan dengan sumber tegangan arus bolakbalik dari 120 volt. Jika kuat arus yang ditimbulkan adalah 2.19 H) 11. maka kuat arusnya yang timbul 2. maka tentukan : a.5 henry dan kapasitor yang kapasitansinya 5 µ F dirangai seri. impedansinya. (0. maka tentukan : a. Daya sebenarnya.08 ohm) c. inductor dengan induktansi 0. maka tentukanlah : a. Ditentukan resistor dari 250 ohm. ( 5 henry) 13. Beda sudut fase antara V dan I (tegangan tertinggal 74o 28’) d. sifat rangkaian. Jika kapasitas kapasitornya 10 µ F dan resistornya 100 ohm. apabila rangkaian tersebut dipasang pada sumber tegangan arus bolak-balik dari 200 volt. reaktansi induktifnya. Tentukanlah : a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful