P. 1
Penemuan elektron

Penemuan elektron

|Views: 779|Likes:
Published by Radina_Fitra_N_4001

More info:

Published by: Radina_Fitra_N_4001 on Mar 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2013

pdf

text

original

Penemuan elektron Pada mulanya banyak sekali percobaan-percobaan yang dilakukan oleh ilmuwan-ilmuwan yang menggunakan

tabung sinar katoda, salah satunya adalah William crookes. William crookes adalah ilmuwan yang paling banyak melalukan percobaan menggunakan tabung sinar katoda, tetapi pengertian dan hasil dari percobaan dengan tabung sinar katoda menjadi jelas setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh JJ. Thomson. Nama Lengkap J.J Thomson adalah Sir Joseph John Thomson (1856-1940), beliau adalah seorang Fisikawan asal Inggris. Dalam penelitiannya JJ.Thomson mempelajari bahwa tabung katoda pada kondisi vakum parsial (hampir vakum). Tabung sinar katoda terbuat dari kasa, dengan anoda dan katoda di bagian ujung2 tabung. Tekanan udara pada tabung dibuat randah dengan mengeluarkan udara dalam tabung menggunakan pompa penghisap udara, kemudian pada anoda dan katoda diberi beda tegangan yang tinggi, maka akan tampak sinar katoda dari katoda menuju anoda. Tabung sinar katoda tersebut apabila diberi tegangan yang tinggi akan mengeluarkan berkas sinar, oleh JJ.Thomson sinar ini disebut sebagai berkas sinar katoda. Disebut sebagai berkas sinar katoda karena disebabkan berkas sinar ini berasal dari katoda atau elektroda negative B. Kemudian JJ.Thomson melakukan percobaan dengan medan listrik, dimana berkas sinar katoda ini apabila didekatkan dengan medan listrik negative maka berkas sinar katoda akan dibelokan (berkas sinar katoda ini tertolak oleh medan negative), berdasarkan hal ini maka Thomson menyatakan bahwa berkas sinar katoda itu adalah partikel-partikel yang bermuatan negative yang ia sebut sebagai corpuscle. JJ.Thomson juga meyakini bahwa corpuscle itu berasal dari atom-atom logam yang dipakai sebagai elektroda pada tabung katoda. Dengan menggunakan jenis logam yang berbeda-beda sebagai elektroda yang dia gunakan pada tabung katoda maka percobaan Thomson tetap menghasilkan berkas sinar katoda yang sama. Dan akhirnya JJ.Thomson menyimpulkan bahwa setiap atom pasti tersusun atas corpuscle-corpuscle. Corpuscle yang ditemukan oleh Thomson ini kemudian disebut sebagai Electron oleh G. Johnstone Stoney. Dari asumsi tersebut JJ.Thomson akhirnya meyakini bahwa atom sebenarnya tidak berbentuk masiv atau berbentuk bulatan yang pejal, akan tetapi tersusun atas komponen-komponen penyususn atom. Di alam ini atom berada dalam keadaan yang stabil serta mempunyai muatan yang netral, dengan demikian JJ.Thomson lebih lanjut mengasumsikan bahwa didalam atom itu sendiri pasti terdapat bagian yang bermuatan positif. Dari asumsi tersebut maka JJ.Thomson mengajukan struktur atom sebagai bulatan awan bermuatan posistif dengan elektron yang terdistribusi acak di dalamnya. Dan akhirnya termuntahkanlah asumsi bahwa atom adalah bagian terkecil dari suatu benda. Model atom JJ.Thomson ini lebih dikenal sebagai plum pudding model atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai model roti kismis. Untuk memudahkan membayangkan model atom ini maka Anda harus membayangkan sebuah roti dalam bentuk bola yang didalamnya terdapat kismis yang menyebar merata secara acak. Oleh karena Elektron ditemukan melalui percobaan tabung sinar katoda. yang dilakukan oleh JJ.Thomson, maka JJ. Thomson yang diakui sebagai penemu electron. http://d-bridge.co.cc/penemuan-elektron/#more-26 C. Identifikasi Masalah 1. Bagaimanakah karakteristik sinar x ? 2. Bagaimana menentukan nilai rata-rata parameter kisi (a) dari kristal KBr ? 3. Bagaimana menentukan jarak rata-rata antar atom (dhkl) dari kristal KBr ? 4. Bentuk apa yang dihasilkan dari kristal KBr? 5. Apakah fungsi dari difraksi sinar x ? D. Pembatasan Masalah Pembatasan masalah yang dikaji pada laporan ini hanya menentukan parameter kisi, jarak antar atom dan bentuk yang dihasilkan dari kristal KBr. E. Perumusan Masalah 1. Bagaimana menentukan nilai rata-rata parameter kisi (a) dari kristal KBr ? 2. Bagaimana menentukan jarak rata-rata antar atom (dhkl) dari kristal KBr ? 3. Bentuk apa yang dihasilkan dari kristal KBr ?

F. Manfaat Hasil Penelitian Dapat memberi pengetahuan tentang bagaimana menentukan parameter kisi, jarak antar atom dan bentuk yang dihasilkan dari kristal KBr. http://linnastory.blogspot.com/2011/02/laporan-praktikum-sinar-x.html

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->