P. 1
Rpp Kelas Ix Jos Top

Rpp Kelas Ix Jos Top

|Views: 1,181|Likes:
Published by Sutrisno Spd

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: Sutrisno Spd on Mar 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/04/2013

pdf

text

original

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) NO. 1 Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Alokasi Waktu A. Standar Kompetensi 1.

Memahami dialog interaktif pada tayangan televisi / siaran radio. B. Kompetensi Dasar 1.1. Menyimpulkan isi dialog interaktif beberapa narasumber pada tayangan TV / siaran radio. C. Indikator * • Menentukan tema dialog interaktif dengan baik dan santun. Menyimpulkan isi dialog interaktif dengan alasan yang logis. • • E. Materi Pokok Penyimpulan dialog interaktif melalui tayangan / rekaman dialog dalam TV / siaran Radio F. Skenario Pembelajaran Pertemuan ke-1 No 1 Pendahuluan Kegiatan Waktu 10’ Metode Tanya jawab Siswa dapat menentukan tema dialog interaktif beberapa Siswa dapat menyimpulkan isi dialog interaktif beberapa : SMP Negeri 1 Rembang : Bahasa Indonesia : IX / 1 : 4 x 40 menit

D. Tujuan narasumber pada tayangan TV atau radio dengan baik dan santun. narasumber pada tayangan TV atau radio dengan bahasa yang sopan.

1. Guru menyiapkan siswa untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan baik dan santun. 2. Guru mengajak siswa untuk mengingat kembali pengalaman dalam menyimak dialog interaktif beberapa narasumber baik secara langsung atau melalui tayangan TV / siaran Radio. 3. Guru mengajak siswa untuk menyiapkan perangkat yang 2 dibutuhkan dalam kegiatan menyimak dialog. Kegiatan Inti Eksplorasi 1. Siswa mencermati tayangan atau rekaman dialog interaktif dalam acara TV / siaran Radio dengan baik dan santun.
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

60’

Diskusi Penugasan

1

Elaborasi 2. Siswa mencatat hal-hal penting atau pokok-pokok dialog dari tayangan / sebuah rekaman dialog interaktif pada salah satu acara TV/ siaran radio. 3. Siswa secara berkelompok mendiskusikan hal-hal penting yang dapat ditangkap dari tayangan atau rekaman dialog, interaktif untuk selanjutnya dijadikan pertimbangan dalam menentukan tema dan mengambil kesimpulan. Konfirmasi 4. Guru bersama siswa menyimpulkan isi pembelajaran tentang dialog interaktif beberapa narasumber dengan baik dan santun. 3 Penutup 1. Guru 2. Guru dan siswa merefleksikan tugas-tugas pada pembelajaran pertemuan mendengarkan dialog interaktif dengan baik dan santun. menjelaskan berikutnya. Pertemuan ke-2 No 1 Pendahuluan Kegiatan Waktu 10’ Metode Tanya jawab 10’ Refleksi Penugasan

1. Guru menyiapkan siswa untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan baik dan santun. 2. Guru mengajak siswa untuk mengingat kembali pengalaman dalam menyimak dialog interaktif beberapa narasumber baik secara langsung atau melalui tayangan TV / siaran Radio 3. Guru mengajak siswa untuk menyiapkan perangkat yang 2 dibutuhkan dalam kegiatan menyimak dialog Kegiatan Inti Eksplorasi 1. Siswa secara berkelompok menentukan tema dialog dan menyimpulkan isi dialog dengan baik / santun. Elaborasi 2. 3. Siswa memaparkan tema dialog dan kesimpulannya dialog di depan kelas dengan baik dan santun. Masing-masing kelompok memberikan tanggapan terhadap tema dan kesimpulan kelompok lain.
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

60’

Diskusi Penugasan

2

Konfirmasi 4. Guru bersama siswa menyimpulkan isi pembelajaran tentang dialog interaktif beberapa narasumber dengan baik dan santun. 3 Penutup 1. Guru dan siswa merefleksikan pembelajaran mendengarkan dialog interaktif dengan baik dan santun. 2. Guru menjelaskan tugas tindak lanjut pada pertemuan berikutnya. G. Media / Sumber Pembelajaran a. Tayangan atau Rekaman dialog interaktif pada acara TV / siaran Radio b. Media elektronika yang lain H. Penilaian / Evaluasi 1. 1) 2) 3) Instrumen / Soal : Cermatilah dan simaklah dialog interaktif berikut ! Secara berkelompok tentukan tema dialog ! Buatlah kesimpulan isi dialog tsb ! Paparkan hasil diskusi kelompok Anda di depan kelas ! 2. Rubrik Penilaian No Nama Siswa : Aspek yang dinilai Inisiatif Kerjasama Motivasi Keterangan Skor untuk tiap aspek antara 1 s.d 3
NILAI = jumlah skor yang diperoleh siswa Skor total X 100

10’

Refleksi Penugasan

Partisipasi

Mengetahui, Kepala SMPN 1 Rembang

Rembang, 12 Juli 2010 Guru Mata Pelajaran

SUPARDI, S.Pd. NIP 19560218 197711 1 002

SURAMI, S. Pd. NIP 19731224 199802 2 001

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) NO. 2
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

3

Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Alokasi Waktu A. Standar Kompeternsi

: SMP Negeri 1 Rembang : Bahasa Indonesia : IX / 1 : 2 x 40 menit

1. Memahami dialog interaktif pada tayangan televisi / siaran radio. B. Kompetensi Dasar 1.2. Mengomentari pendapat narasumber dalam dialog interaktif pada tayangan televisi / siaran radio. C. • D. Indikator • Mendata pendapat tiap-tiap narasumber dengan baik dan santun.

Mengomentari pendapat narasumber dengan alasan yang meyakinkan. Tujuan Siswa dapat mendata pendapat tiap-tiap narasumber dengan cermat dan santun. • Siswa dapat mengomentari pendapat narasumber dengan alasan yang meyakinkan dengan bahasa yang sopan.

E.

Materi Pokok Cara mengomentari pendapat dalam dialog dan implementasinya Dialog Interaktif Penyiar : “Selamat sore, sobat muda, Pendengar Radio Swara Muda. Kali ini, telah hadir kawan Kawan kalian dari SMP Putra Mandiri. Mari kita dengar pikiran dan perasaan mereKa. Halo apa kabar semua?” Semua : “Baik, Kak!” Penyiar : “Sudah tau topik dialog kali ini?” Nurul : “Sudah, Kak! Menemukan sosok artis idola. Kawan kami ini…. Abid, bahkan sudah Mengajak kami membaca wawancara tabloid GAUL dengan penyanyi idolanya, Siti Nurhalisa.”

F.

Skenario Pembelajaran No 1 Pendahuluan 1. Guru Kegiatan menyipakan siswa untuk melaksanakan Waktu 10’ Metode Tanya jawab

kegiatan belajar mengajar dengan baik dan santun. 2. Guru mengajak siswa untuk mencermati / menyimak pendapat dalam dialog interaktif beberapa narasumber baik secara langsung atau melalui
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

4

tayanganatau rekaman dielaksanakan kalog interaktif dalam acara TV / siaran Radio. 3. Guru mengajak siswa untuk mengamati sopan santun 2 dalam berpendapat dalam dialog interaktif. Kegiatan Inti Eksplorasi 1. Siswa mendengarkan tayangan atau rekaman dialog interaktif dalam acara TV / siaran Radio dengan baik dan santun. 2. Siswa mencatat dan mendata pendapat narasumber dalam dialog dari tayangan / sebuah rekaman dialog interaktif pada salah satu acara TV/ siaran radio dengan baik dan santun. Elaborasi 3. Siswa secara berkelompok bertanya jawab mengenai pendapat narasumber yang dapat ditangkap dari tayangan atau rekaman dialog, interaktif untuk selanjutnya dijadikan bahan komentar. 4. Siswa secara berkelompok mengomentari pendapat tiap-tiap narasumber dengan alasan yang meyakinkan dan santun. 5. Siswa memaparkan komentar di depan kelas dengan santun. 6. Masing-masing kelompok menanggapi komentar siswa lain dengan baik dan santun. Konfirmasi 7. Guru bersama siswa menyimpulkan tata cara / etika dalam dialog interaktif beberapa narasumber dengan santun. 3 Penutup 1. Guru dan siswa merefleksikan pembelajaran cara mengomentari pendapat dalam dialog interaktif dan impelmentasinya. 2. Guru menjelaskan tugas tindak lanjut pada pertemuan berikutnya. 10’ Refleksi Penugasan 60’ Diskusi Penugasan Tanya Jawab

G. Media / Sumber Pembelajaran
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

5

a.

Tayangan atau Rekaman dialog interaktif pada acara TV / siaran Radio b. Media elektronika yang lain

H.

Penilaian / Evaluasi 1. Instrumen / Soal : Cermatilah dan simaklah dialog interaktif berikut ! 1). Secara berkelompok tulislah pokok pemikiran / pendapat tiap narasumber ! 2). Buatlah komentar terhadap pendapat narasumber tsb ! 3). Paparkan komentar kelompok Anda di depan kelas ! 2. Rubrik Penilaian No 1 2 3 : Skor 4 3 2 1 Jumlah Aspek yang Dinilai Ketepatan pendapat Ketepatan komentar Kelancaran komentar
Nilai = jumlah skor yang diperoleh siswa Skor total maksimal X 100

Mengetahui, Kepala SMPN 1 Rembang

Rembang, 12 Juli 2010 Guru Mata Pelajaran

SUPARDI, S.Pd. NIP 19560218 197711 1 002

SURAMI, S. Pd. NIP 19731224 199802 2 001

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

6

NO. 3 Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Alokasi Waktu A. Standar Kompeternsi 2. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk komentar dan laporan. B. Kompetensi Dasar 2.1. Mengkritik/memuji berbagai karya seni / produk dengan bahasa yang lugas dan santun. C. Indikator • • Mampu menentukan keunggulan/kekurangan karya seni/produk dengan jujur dan santun. Mampu mengkritik / memuji berbagai karya ( seni atau produk ) dengan bahasa yang lugas dan santun. D. Tujuan • Siswa dapat santun. • Siswa dapat mengkritik / memuji berbagai karya ( seni atau produk ) dengan bahasa yang lugas dan santun. E. Materi Pokok a. Cara mengkritik karya dan implementasinya Kegiatan mengkritik adalah kegiatan memberikan tanggapan mengenai suatu karya atau produk yang disertai uraian dan pertimbangan kekurangan dan keunggulan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyampaikan kritikan : Cermati secara detail sebuah karya atau produk yang akan dikritik. Catatlah kekurangan dan kelebihan karya atau produk yang akan dikritik. Penilaian diberikan seobjektif mungkin. Gunakan alasan yang logis bahasa yang lugas dan santun. b. Contoh karya sastra puisi ( kritiklah! ) Karya Seni sastra Selamat Tinggal Aku berkaca Ini muka penuh luka Siapa punya? Kudengar seru menderu
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

: SMP Negeri 1 Rembang : Bahasa Indonesia : IX / 1 : 4 x 40 menit

menentukan keunggulan/kekurangan karya seni/produk dengan jujur dan

a.

b.

c.

d.

7

……Dalam hatiku?.... Apa hanya angin lalu? Lagu lain pula Menggelepar tengah malam buta Ah…………! Segala menebal, segala mengental Segala tak kukenal…..! Selamat tinggal…..! Dari Deru Campur Debu Chairil Anwar c. Produk 1. Karya sastra 2. Lukisan

F. Strategi / Skenario Pembelajaran Pertemuan ke-1 No 1 Pendahuluan 1. dan santun. 2. Guru dan siswa bertanya jawab tentang berbagai karya seni dan produk dan contoh yang pernah dilihat dengan santun. 3. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran pada hari ini yaitu siswa akan belajar mendiskripsikan kelebihan dan kekurangan suatu karya seni/produk yang 2 diamati dengan santun. Kegiatan Inti Eksplorasi 1. Siswa membentuk kelompok yang terdiri dari 4 orang siswa dengan baik dan santun.. 2. Siswa mengamati benda/gambar/lukisan hasil karya seni/produk yang telah disiapkan guru atau siswa. Elaborasi 3. Secara berkelompok siswa mengamati ,mencatat keunggulan dan kekurangan karya seni atau produk dengan baik dan santun.
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

Kegiatan Guru menyiapkan siswa untuk

Waktu 10’

Metode Tanya jawab

melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan baik

60’

Diskusi Penugasan Inkuiri

8

4. Secara

berkelompok mereka

siswa

mendiskusikan keunggulan

hasil dan

pengamatan

mengenai

kekurangan karya seni / produk yang telah diamati dengan baik dan santun. Konfirmasi 5. Guru dan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran dengan baik dan santun. 3 Penutup 1. Guru bersama-sama siswa mengadakan refleksi terhadap proses dan hasil belajar dengan santun. 2. Guru menjelaskan tugas tindak lanjut pada pertemuan berikutnya. Pertemuan ke-2 No 1 Pendahuluan 1. dan santun. 2. Guru dan siswa bertanya jawab tentang berbagai karya seni dan produk dan contoh yang pernah dilihat. 3. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran pada hari ini yaitu siswa akan belajar mendiskripsikan kelebihan dan kekurangan suatu karya 2 seni/produk yang diamati. Kegiatan Inti Eksplorasi 1. 2. Siswa membentuk kelompok yang terdiri dari 4 orang siswa dengan baik dan santun. Secara bergiliran siswa mengamati pemodelan dalam mengkritik dan memuji karya seni / produk dengan baik / santun. Elaborasi 3. Siswa mendiskusikan kelugasan bahasa dan kesantunan pengungkapan yang dilakukan oleh model dengan baik dan santun. 4. Siswa secara berkelompok mengkritik/memuji karya seni / produk yeng telah diamati sebelumnya dengan
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

10’

Refleksi Penugasan

Kegiatan Guru menyiapkan siswa untuk

Waktu 10’

Metode Tanya jawab

melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan baik

60’

Diskusi Penugasan Inkuiri

9

menggunakan bahasa yang lugas dan santun. Konfirmasi 3 Guru dan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran Penutup 1. 2. Guru bersama-sama siswa mengadakan refleksi terhadap proses dan hasil belajar dengan baik / santun. Guru menjelaskan tugas tindak lanjut pada pertemuan berikutnya. G. Media / Sumber Pembelajaran a. Karya seni / produk b. Media cetak H. Penilaian 1. Instrumen penilaian : Amatilah sebuah karya lukisan yang ditunjukkan guru di kelas ! 1) 2) Tentukan keunggulan dan kekurangan lukisan yang ada di kelas ini ! Berilah kritik dan pujian lisan terhadap lukisan dengan bahasa lugas dan santun ! 2. Rubrik penilaian : No 1 2 3 4 5 6 7 8 Aspek yang dinilai Tekun dalam pembelajaran Serius dalam pembelajaran Antusias dalam berdiskusi kelompok Aktif dalam berdiskusi kelompok Penggunaan kalimat sesuai dengan kaidah Kosa kata yang dipakai tepat Santun dalam berbahasa Bisa bekerja sama dengan anggota kelompok Nilai akhir = Jumlah jawaban Ya x 12,5 ya tidak 10’ Refleksi Penugasan

Mengetahui, Kepala SMPN 1 Rembang

Rembang, 12 Juli 2010 Guru Mata Pelajaran

SUPARDI, S.Pd. NIP 19560218 197711 1 002
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

SURAMI, S. Pd. NIP 19731224 199802 2 001

10

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) NO. 4 Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Alokasi Waktu A. Standar Kompeternsi 2. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk komentar dan laporan. B. Kompetensi Dasar 2.2. Melaporkan secara lisan berbagai peristiwa dengan menggunakan kalimat yang jelas. C. Tujuan • • Siswa dapat mendeskripsikan peristiwa-peristiwa yang terdapat dalam laporan secara rinci dan santun. Siswa dapat melaporkan secara lisan berbagai peristiwa dengan menggunakan kalimat yang jelas, lugas dan sopan. D. Indikator • • E. Mampu mendeskripsikan peristiwa secara rinci dan santun. Mampu melaporkan berbagai peristiwa dengan kalimat yang jelas, lugas, dan santun. : SMP Negeri 1 Rembang : Bahasa Indonesia : IX / 1 : 4 x 40 menit

Materi Pokok Pelaporan berbagai peristiwa Laporan Buku Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP kelas IX

F.

Skenario Pembelajaran Pertemuan ke-1 No 1 Pendahuluan Kegiatan Waktu 10’ Metode Tanya jawab

1. Guru menyiapkan siswa untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan baik dan santun. 2. Guru dan siswa bertanya jawab tentang berbagai peristiwa yang pernah dialami atau dilihat siswa. 3. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin 2 11 dicapai. Kegiatan Inti

RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

Eksplorasi 1. Siswa mencermati beberapa contoh laporan peristiwa yang dibawa dari rumah sebagai tugas pada pertemuan sebelumnya dengan baik / santun. Elaborasi 2. Siswa mendiskusikan dan menentukan sistematika salah satu laporan peristiwa yang dipilih dengan baik dan santun. 3. Siswa mendiskusikan dan menentukan salah satu peristiwa yang terjadi di sekeliling yang akan dijadikan bahan laporan dengan baik dan santun. 4. Siswa mendiskusikan dan menentukan pokok-pokok peristiwa sebagai dasar penyusunan kerangka laporan. 5. Siswa mendiskusikan dan mendeskripsikan pokokpokok peristiwa dalam jalinan sistematika laporan dengan baik dan santun. Konfirmasi 6. Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran 3 dengan baik dan santun. Penutup 1. Guru bersama-sama siswa mengadakan refleksi terhadap proses dan hasil belajar. 2. Guru menjelaskan tugas tindak lanjut ( membuat laporan tertulis ). Pertemuan ke-2 No 1 Pendahuluan belajar mengajar. 2. Guru dan siswa bertanya jawab tentang berbagai peristiwa yang pernah dialami atau dilihat siswa. 3. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin 2 dicapai Kegiatan Inti Eksplorasi 1. Siswa secara bergantian Elaborasi 2. Siswa memberikan tanggapan terhadap penampilan
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

60

Diskusi Penugasan Inkuiri Kooperatif

10’

Refleksi Penugasan

Kegiatan

Waktu 10’

Metode Tanya jawab

1. Guru menyiapkan siswa untuk melaksanakan kegiatan

60 melaporkan peristiwa

Diskusi Penugasan Inkuiri Kooperatif

dengan kalimat yang jelas, sistematis dan santun.

12

temannya dengan baik dan santun. 3. Siswa memilih salah satu pelapor terbaik sebagai wakil kelompok untuk dipresentasikan ke depan kelas. 4. Setiap kelompok memberikan tanggapan terhadap penampilan kelompok yang lain dengan baik dan santun. 5. Siswa memilih kelompok terbaik dalam mempresentasikan hasil diskusinya. 6. Siswa merayakan keberhasilan memilih kelompok terbaik. Konfirmasi 7. Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran 3 dengan baik dan santun. Penutup 1. Guru bersama-sama siswa mengadakan refleksi terhadap proses dan hasil belajar 2. Guru menjelaskan tugas tindak lanjut pada pertemuan berikutnya. G Media / Sumber Pembelajaran a. Buku Bahasa dan Sastra kelas IX b. Media cetak H. Penilaian 1. Instrumen penilaian : Cermatilah sebuah laporan berikut ! 1). Deskripsikan peristiwa secara rinci 2). Buatlah Laoran berbagai peristiwa dengan kalimat yang jelas 2. Rubrik penilaian : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 13 Aspek yang dinilai Tekun dalam pembelajaran Serius dalam pembelajaran Aktif dalam bertanya jawab Kelengkapan laporan Kejelasan isi laporan Keruntutan sistematika laporan Ketepatan dan keefektivan kalimat Ketepatan laporan dan pemakaian Kosa kata Ketepatan lafal, jeda, dan intonasi kalimat Kelancaran dalam melaporkan Jumlah Skor 3 2 1 10’ Refleksi Penugasan

RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

Keterangan : Mendapat Skor 3 jika sangat …. Mendapat Skor 2 jika cukup …. Mendapat Skor 1 jika kurang ….
Nilai = jumlah skor yang diperoleh siswa 30 X 100

Mengetahui, Kepala SMPN 1 Rembang

Rembang, 12 Juli 2010 Guru Mata Pelajaran

SUPARDI, S.Pd. NIP 19560218 197711 1 002

SURAMI, S. Pd. NIP 19731224 199802 2 001

RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

14

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) NO. 5 Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Alokasi Waktu A. Standar Kompetensi 3. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca memindai. B. Kompetensi Dasar 3.1 Membedakan antara fakta dan opini dalam teks iklan di surat kabar melalui kegiatan membaca intensif. C. Indikator 1. Mampu mendata fakta yang ada dalam teks dengan baik dan santun. 2. Mampu mendata opini yang ada dalam teks dengan baik dan santun. 3. Mampu membedakan fakta dan opini dalam iklan dengan baik dan santun. D. Tujuan Siswa dapat membedakan antara fakta dan opini dalam teks iklan di surat kabar melalui kegiatan membaca intensif dengan baik dan santun. E. Materi Pokok Teks iklan di media cetak Pasang Iklan GRATIS Tanpa Daftar?? Ingat Jogjaiklan.com!! 20 Oktober 2010 Hari gini pasang iklan masih pake daftar?? JogjaIklan.com kini tampil beda!! Pasang IKLAN GRATIS makin cepat, mudah dan Dijamin Produk atau Usaha Anda akan
SUKSES!! Silakan BUKTIKAN!! JogjaIklan.com, IKLAN GRATIS-nya JOGJA!!

: SMP Negeri 1 Rembang : Bahasa Indonesia : IX / 1 : 4 X 40 menit

Contoh fakta dalam iklan!
HEBOH, IKLAN BARIS GRATIS, DALAM WAKTU 40 MENIT LANGSUNG TERDAFTAR DI GOOGLE, FAKTA BUKTIKAN DI SINI

20 Oktober 2010 07:05
PASANG IKLANMU SECARA GRATIS DAN IKLAN ANDA LANGSUNG TERDAFTAR DI GOOGLE, ANDA TIDAK PERCAYA, INI BUKTINYA : KLIK AJA YA: KURANG DARI 40 MENIT SUDAH TERDAFTAR INI BUKTINYA :

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1676473 Contoh opini dalam iklan.
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

15

DAPATKAN RUMAH / MOBIL / UANG JUTAAN HANYA DENGAN BEBERAPA RIBU SAJA. CARANYA MUDAH. ANDA TIDAK PERLU KERJA KERAS, CUKUP LUANGKAN SEDIKIT WAKTU ANDA. YANG TERPENTING ANDA BISA MENGETIK & INTERNET, ITU SUDAH MERUPAKAN MODAL UNTUK MEDAPATKAN UANG JUTAAN RUPIAH. ANDA AKAN KAMI BIMBING & ARAHKAN. KAMI JAMIN ANDA AKAN BERHASIL & SUKSES. DAN UANGNYA SECARA OTOMATIS AKAN MASUK KE REKENING TABUNGAN ANDA, DAN JUGA UANGNYA BISA ANDA BELIKAN APA SAJA, RUMAH / MOBIL / APARTEMENT, TERSERAH ANDA. LIHAT BUKTINYA WEBSITE INI, http://tinyurl.com/5alzhx.

F. Skenario Pembelajaran Pertemuan ke-1 No 1. Pendahuluan 1. Guru menyiapkan siswa untuk melaksanakan kegiatan 10 menit Bertanya belajar mengajar dengan baik dan santun. 2. Guru bertanya jawab tentang semakin maraknya iklan yang dimuat atau ditayangkan melalui media cetak maupun media elektronik. 3. Guru bertanya jawab tentang jenis-jenis iklan yang pernah dibaca siswa dalam surat kabar. 4. Guru menjelaskan kompetensi dasar yang akan dibahas. 2. Kegiatan Inti Eksplorasi 1. Siswa berkelompok dengan anggota 4-5 orang, satu orang ditunjuk menjadi ketua kelompok 2. Masing-masing anggota kelompok menemukan Elaborasi 3. Siswa mendata pernyataan yang berupa fakta dalam teks iklan di surat kabar dengan baik dan santun. 4. Siswa mendata pernyataan yang berupa opini dalam teks iklan di surat kabar dengan baik dan santun. Konfirmasi 5. Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. 3. . Penutup 1. Siswa merefleksikan fakta dan opini ke dalam dunia periklanan yang semakin marak. 2. Guru menjelaskan tugas tindak lanjut pada pertemuan berikutnya.
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

Kegiatan

Alokasi Waktu

Metode

jawab

60 menit Diskusi Inkuiri Penugasan Learning teks community

iklan yang dimuat di surat kabar dengan baik / santun.

10 menit Refleksi Sintesis

16

Pertemuan ke-2 No 1. Pendahuluan 1. 2. Guru menyiapkan siswa untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan baik dan santun. Guru bertanya jawab tentang semakin maraknya iklan yang dimuat atau ditayangkan melalui media cetak maupun media elektronik. 3. 4. 2. Guru bertanya jawab tentang jenis-jenis iklan yang pernah dibaca siswa dalam surat kabar. Guru menjelaskan kompetensi dasar yang akan dibahas. 60 menit Diskusi Inkuiri Penugasan Learning community Kegiatan Inti Eksplorasi 1. Siswa mengungkapkan isi pernyataan yang berupa fakta dan opini dengan baik / santun. Elaborasi 2. Salah satu kelompok mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas dengan menunjukkan contoh teks iklan dalam surat kabar dengan baik dan santun. 3. 4. Kelompok lain menanggapi hasil presentasi tersebut dengan baik dan santun. Ketua kelompok mengumpulkan hasil kerja semua kelompok untuk dibuat kliping. Konfirmasi 5. Siswa menyimpulkan perbedaan fakta dan opini dengan baik dan santun. 6. Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. 3. Penutup 1. Siswa merefleksikan fakta dan opini ke dalam dunia periklanan yang semakin marak. 2. Guru menjelaskan tugas tindak lanjut pada pertemuan berikutnya. G. Sumber Belajar 1. Media Cetak / Koran Suara Merdeka 2. Kliping Teks Iklan 3. Kertas Lembar Jawab untuk membuat bola salju. 4. Buku Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP Kelas IX.
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

Kegiatan

Alokasi

Metode

Waktu 10 menit Bertanya jawab

10 menit Refleksi Sintesis

17

H. Penilaian 1. Penilaian proses : menilai aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran 2. Penilaian Hasil 3. Insrumen Pertemuan ke-1 a. kliping! b. c. d. Temukan pernyataan yang berupa fakta dalam teks iklan tersebut! Temukan pernyataan yang berupa opini dalam teks iklan tersebut! Simpulkan perbedaan fakta dan opini! Aspek yang dinilai 5 1. Fakta 2. Opini 3. Perbedaan fakta dan opini Jumlah Keterangan Skor Skor Skor Skor Skor 5 4 3 2 1 : sangat tepat : tepat : kurang tepat : tidak tepat : menyimpang 4 Skor 3 : menilai hasil diskusi kelompok : : Guntinglah teks iklan yang kamu baca dari surat kabar untuk dibuat

2

1

Mengetahui, Kepala SMPN 1 Rembang

Rembang, 12 Juli 2010 Guru Mata Pelajaran

SUPARDI, S.Pd. NIP 19560218 197711 1 002

SURAMI, S. Pd. NIP 19731224 199802 2 001

RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

18

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) NO. 6 Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Alokasi Waktu A. Standar Kompetensi 3. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca memindai. B. Kompetensi Dasar 3.2 Menemukan informasi yang diperlukan secara cepat dan tepat dari indeks buku melalui kegiatan membaca memindai. C. Indikator 1. Mampu menemukan kata yang dirujuk dalam indeks dengan baik dan santun. 2. Mampu menemukan informasi dengan panduan indeks dengan baik dan santun. \D. Tujuan Siswa dapat menemukan informasi yang diperlukan secara cepat dan tepat dari indeks buku melalui kegiatan membaca memindai dengan baik / santun. E. Materi Pokok Kosakata yang terdapat dalam buku berindeks (Ensiklopedi, buku telepon, kamus, dan lain-lain) Cara menemukan informasi secara cepat dan implementasinya. Membaca memindai yakni teknik membaca untuk mendapatkan suatu informasi dengan tidak membaca yang lain-lain. Jadi, langsung pada masalah yang dicari. Untuk mendapatkan informasi secara cepat, kita perlu memanfaatkan indeks buku yang terdapat pada bagian akhir buku. Ada beberapa informasi yang perlu diperhatikan dalam membaca indeks, antara lain: a. Istilah atau kata-kata dalam indeks disusun berdasarkan urutan abjad dari atas ke bawah. b. Penulisan angka di belakang istilah atau kata dalam indeks untuk menunjukkan nomor halaman tempat istilah atau kata-kata tersebut dapat dicari atau ditemukan. c. Bagian istilah atau kata yang ditulis agak menjorok ke dalam menunjukkan bahwa istilah atau kata-kata tersebut merupakan rincian dari indeks topik. d. Istilah yang ditulis dari tepi menunjukkan bahwa istilah atau kata-kata tersebut merupakan indeks topik. b. Skenario Pembelajaran No 1. 19 Pendahuluan Kegiatan Alokasi Waktu 10 menit Metode Bertanya : SMP Negeri 1 Rembang : Bahasa Indonesia : IX / 1 : 2 x 40 menit ( 2 jam pelajaran )

RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

a. Guru

menyiapkan

siswa

untuk

melaksanakan

jawab

kegiatan belajar mengajar dengan baik dan santun. b. Bertanya jawab tentang jenis-jenis buku berindeks yang pernah dibaca siswa. c. Guru menjelaskan kompetensi dasar yang akan dijelaskan. 2. Kegiatan Inti Eksplorasi a. Siswa dikelompokkan menjadi 6-8 kelompok, satu orang menjadi ketua kelompok. b. Siswa membaca sekilas sebuah buku yang berindeks. c. Siswa membaca indeks buku yang dibaca dengan baik dan santun. Elaborasi d. Bertanya jawab dalam kelompok untuk menemukan informasi kata pada buku yang dirujuk dalam indeks secara cepat dan tepat / santun. e. Bermain adu cepat dan tepat antar kelompok untuk menemukan informasi dari kata-kata yang dirujuk dalam indeks. f. Kelompok yang paling cepat dan tepat menemukan informasi mendapat poin nilai. Begitu seterusnya sampai beberapa jumlah kata. Konfirmasi 3. g. Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. Penutup a. Guru merefleksikan proses dan hasil pembelajaran . b. Guru menjelaskan tugas tindak lanjut. c. Sumber Belajar 1. Buku Ensiklopedia / Buku berindeks lain 2. Buku Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP kelas IX 3. Stopwatch. d. Penilaian 1. Penilaian Proses 2. Penilaian Hasil 3. Instrumen : menilai aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung : hasil diskusi kelompok, adu cepat dan tepat untuk informasi dari kata-kata yang dirujuk dalam indeks. : menemukan 10 menit Refleksi Sintesis 60 menit Diskusi Penugasan Inkuiri Tanya jawab Bermain cepat tepat adu

RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

20

a. Siswa berpasangan, tuliskan waktu yang diperlukan temanmu untuk menemukan informasi kata tertentu dalam buku berindeks!Siswa lain menemukan informasi kata tersebut, demikian saling bergantian. b. Tuliskanlah iformasi mengenai kata-kata berikut ini dalam kertas kosong yang tersedia melalui buku Ensiklopedia Matematika. − Diafragma − Kolinier − Arches − Bilangan rasional − Solar cell − Operasi pangkat Dan seterusnya. Aspek yang dinilai 5 e. Kecepatan waktu f. Ketepatan informasi g. Jumlah kata yang terjawab Jumlah Keterangan Skor Skor Skor Skor Skor 5 4 3 2 1 : sangat tepat : tepat : kurang tepat : tidak tepat : menyimpang 4 Skor 3 2 1

Mengetahui, Kepala SMPN 1 Rembang

Rembang, 12 Juli 2010 Guru Mata Pelajaran

SUPARDI, S.Pd. NIP 19560218 197711 1 002

SURAMI, S. Pd. NIP 19731224 199802 2 001

RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

21

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) NO. 7 Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu A. Standar Kompetensi 4. Mengungkapakan informasi dalam bentuk iklan baris, resensi, dan karangan. B. Kompetensi Dasar 4.1. Menulis iklan baris dengan bahasa yang singkat, padat dan jelas. C. Indikator
• • • • •

: SMP Negeri 1 Rembang : Bahasa Indonesia : IX / 1 : 4 x 40 menit

Mampu menentukan obyek yang akan diiklankan dengan baik dan santun.. Mampu menyingkat kata-kata yang sesuai dengan kebiasaan dalam iklan baris dengan baik dan santun.. Mampu menulis iklan baris suatu objek dengan bahasa yang singkat, pada dan jelas. Mampu menyunting iklan baris dengan baik dan santun. Siswa mampu menulis iklan baris dengan bahasa yang singkat, padat, jelas dan santun..

D. Tujuan E. Materi Pokok Penulisan iklan baris dan beberapa contoh Iklan baris atau iklan mini adalah iklan yang hanya terdiri dari beberapa baris di media cetak dengan tulisan yang lebih kecil dari pada tulisan lain dalam media cetak tersebut. Contoh :
TOKO IJO Jual bahan-bahan bangunan : semen, besi, cat Keramik, genting, pralon, dsb. Datang segera d.a Jalan Raya Pentungan Magersari, Rembang

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis iklan baris adalah ; 1. 2. 3. 4. 5. 22 Isi iklan baris harus objektif dan jujur. Tidak menyinggung produk lain. Tidak menyesatkan konsumen. bahasa yang dipakai singkat, jelas, mudah dipahami, berkonotasi positif. dapat merangsang atau menimbulkan sikap penasaran khalayak ramai.
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

Jenis-jenis iklan baris: 1. 2. 3. 4. 5. Iklan dagang (niaga) Iklan jasa Iklan kesehatan Iklan lowongan Iklan ucapan dll. F. Skenario Pembelajaran Pertemuan ke-1 No 1. Kegiatan Pendahuluan
1. Guru menyiapkan siswa untuk melaksanakan kegiatan

Waktu 10’

Metode Tanya jawab

belajar mengajar dengan baik dan santun. 2. Guru Menunjukan berbagai contoh iklan baris dari surat kabar atau media cetak lainnya. 3. Guru dan siswa bertanya jawab dimana siswa dapat 2. menemui iklan baris dan bagaimana ciri-cirinya. Kegiatan Inti Eksplorasi 1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok kurang lebih 5 siswa. 2. Siswa membaca dan mencermati iklan baris yang telah dibawa siswa / disiapkan gurunya. Elaborasi
3. Siswa mengelompokkan iklan baris berdasarkan jenis/

60’

Diskusi Penugasan

objek barang yang diiklankan dengan baik dan santun. 4. Siswa secara berkelompok mendiskusikan ciri-ciri iklan baris dan singkatan yang lazim dalam iklan baris. Konfirmasi 3. 5. Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. Penutup 1. Guru bersama siswa memilih iklan baris karya siswa yang paling bagus
2. Guru

10’

Refleksi Penugasan

dan

siswa

merefleksikan

pembelajaran

menuliskan iklan baris dengan bahasa yang singkat padat, jelas, dan santun. 3. Guru memberi tugas mencari dan menyusun iklan baris dengan objek yang lain.

RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

23

Pertemuan ke-2 No 1. Kegiatan Pendahuluan
1. Guru menyiapkan siswa untuk melaksanakan kegiatan

Waktu 10’

Metode Tanya jawab

belajar mengajar dengan baik dan santun.
2. Guru Menunjukkan berbagai contoh iklan baris dari

surat kabar atau media cetak lainnya.
3. Guru dan siswa bertanya jawab tentang iklan baris dan

2.

ciri-cirinya. Kegiatan Inti Eksplorasi
1. Siswa menyampaikan hasil diskusi di depan kelas

60’

Diskusi Penugasan

dengan baik dan santun..
2. Kelompok

yang

lain

menanggapi,

menyanggah,

memberi masukan dengan baik dan santun.. Elaborasi 3. Tiap kelompok menyempurnakan hasil diskusi berdasarkan tanggapan / masukan teman. 4. Siswa menentukan objek yang akan diiklankan dan berlatih menyusun iklan baris secara berkelompok sesuai dengan objeknya.
5. Siswa menyunting karyanya sendiri atau teman dengan

baik dan santun.
6. Siswa memajang iklan baris yang telah dibuatnya

dengan baik dan santun..
7. Siswa mengomentari / menanggapi iklan buatan

kelompok lain dengan baik dan santun. Konfirmasi 3. 8. Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. Penutup
1. Guru bersama siswa memilih iklan baris karya siswa

10’

Refleksi Penugasan

yang paling bagus. 2. Guru dan siswa merefleksikan pembelajaran menuliskan iklan baris dengan bahasa yang singkat padat, dan jelas. 3. Guru memberi tugas mencari dan menyusun iklan baris dengan objek yang lain.

RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

24

G. Media / Sumber Pembelajaran 1. Buku teks 2. Media Massa (Koran, majalah, dsb) H. Penilaian / Evaluasi 1. Instrumen Penilaian hasil / Soal : a. Datalah lima hal / objek yang dapat diiklankan ! b. Pilihlah salah satu objek untuk dibuat dalam iklan baris ! c. Buatlah iklan baris dengan bahasa yang singkat, padat dan jelas sesuai dengan objek yang Anda pilih ! d. Informasi apa yang Anda peroleh dari iklan baris berikut ?
PENDIDIKAN ANDA INGIN MAHIR BAHASA KOREA ? e. REMBANG TANAH HM. 13 X 83 Perum Bumi

f. Hub. LPK Merdeka Sompok 37 A Pandeanlamper IV / 26 A g. Telp : 8412219 h. i. 02463112006 – 2

Magersari, Rembang Datang segera Atau Hub 08156587068 (No SMS) 02335112006 - 2

2. Rubrik Penilaian Proses dalam diskusi kelompok : No Nama Siswa Partisipasi Aspek yang dinilai Kerjasam Inisiatif a Keterangan Skor untuk tiap aspek antara 1 s.d 3 NILAI =

Motivasi

Mengetahui, Kepala SMPN 1 Rembang

Rembang, 12 Juli 2010 Guru Mata Pelajaran

SUPARDI, S.Pd. NIP 19560218 197711 1 002

SURAMI, S. Pd. NIP 19731224 199802 2 001

RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

25

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) NO. 8 Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu A. Standar Kompetensi 4. Mengungkapakan informasi dalam bentuk iklan baris, resensi, dan karangan. B. Kompetensi Dasar 4.2. Meresensi buku pengetahuan. C. Indikator
• • • • • •

: SMP Negeri 1 Rembang : Bahasa Indonesia : IX / 1 : 4 x 40 menit

Mampu mengidentifikasi bentuk fisik dan isi buku serta menunjukan kelebihan dan kekurangan buku dengan baik / santun. Mampu menyusun rangkuman isi buku dengan baik dan santun. Mampu menuliskan pendapat sebagai tanggapan terhadap buku dengan baik dan santun. Mampu meresensi buku dengan baik dan santun. Mampu menyunting buku dengan baik dan santun. Siswa mampu membuat resensi buku pengetahuan dengan baik dan santun.

D. Tujuan E. Materi Pokok Resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku. Resensi berisi tentang ulasan buku, film, pertunjukan,dsb. Resensi memuat komentar atau bahasan tentang kualitas sesuatu yang diresensi. Hal-hal yang ditanggapi dalam resensi meliputi: 1. Kualitas isinya 2. Tampilan/pertunjukannya 3. Unsur-unsur atau struktur penyajiannya 4. Bahasanya (buku) 5. Manfaat bagi masyarakat/pembaca Unsur-unsur resensi buku: 1. Identitas buku (judul buku, nama pengarang, penerbit, tahun terbit, kota terbit, Jumlah halaman,jenis dan ukuran kertas, halaman kulit). 2. Pokok-pokok isi. 3. Keunggulannya 4. Kekurangannya 5. Saran-saran yang mungkin ditambahkan pada isi buku.
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

26

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam meresensi buku : 1. Mendata identitas buku 2. Ikhtisar dibuat dengan berpijak pada tujuan penulisan dalam buku yang diresensi 3. Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan buku berdasarkan pemahaman yang mendalam. 4. Menilai kualitas isi berdasarkan segi kemanfaatan, kesahihan, keaslian tulisan, dan sebagainya. 5. Penilaian terhadap aspek bahasa dilihat dari efektif tidaknya kalimat yang digunakan. F. Strategi / Skenario Pembelajaran Pertemuan ke-1 No 1. Kegiatan Pendahuluan
1. Guru menyipkan siswa untuk melaksanakan kegiatan

Waktu 10’

Metode Tanya jawab

belajar mengajar dengan baik dan santun. 2. Guru dan siswa bertanya jawab tentang buku pengetahuan yang pernah dibacanya. 3. Guru dan siswa bertanya jawab tentang identitas buku 2. pengetahuan yang telah dibaca. Kegiatan Inti Eksplorasi 1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok kurang lebih 5 siswa, dan menentukan buku pengetahuan yang akan dibacanya. 2. Siswa membaca dan mencermati buku pengetahuan yang telah dipilih siswa / disiapkan gurunya. Elaborasi
3. Siswa secara berkelompok mengidentifikasikan fisik

60’

Diskusi Penugasan

dan isi buku pengetahuan dengan baik dan santun.
4. Siswa secara berkelompok mendiskusikan kelebihan

dan kekurangan buku pengetahuan yang telah dibacanya dengan baik dan santun.. Konfirmasi 3. 5. Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. Penutup
1. Guru

10’

Refleksi Penugasan

dan siswa merefleksikan pembelajaran

menuliskan resensi buku pengetahuan dengan baik dan santun.. 2. Guru memberi tugas mencari dan menyusun
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

27

resensi buku pengetahuan yang lain. Pertemuan ke-2 No 1. Kegiatan Pendahuluan
1. Guru menyiapkan siswa untuk melaksanakan kegiatan

Waktu 10’

Metode Tanya jawab

belajar mengajar dengan baik dan santun. 2. Guru dan siswa bertanya jawab tentang buku pengetahuan yang pernah dibacanya. 3. Guru dan siswa bertanya jawab tentang identitas buku 2. pengetahuan yang telah dibaca. Kegiatan Inti Eksplorasi 1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok kurang lebih 5 siswa, dan menentukan buku pengetahuan yang akan dibacanya.
2. Siswa membuat rangkuman isi buku dengan baik dan

60’

Diskusi Penugasan

santun.. Elaborasi
3. Siswa menyampaikan pendapat sebagai tanggapan

terhadap buku dengan baik dan santun..
4. Siswa membuat resensi buku pengetahuan yang

dibacanya dengan baik dan santun.. 5. Siswa menyunting buku pengetahuan yang dibacanya.
6. Siswa menyampaikan hasil diskusi didepan kelas

dengan baik dan santun..
7. Kelompok

yang

lain

menanggapi,

menyanggah,

memberi masukan dengan baik dan santun.. Konfirmasi
8. Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran

3.

dengan baik dan santun Penutup 1. Guru dan siswa merefleksikan pembelajaran menuliskan resensi buku pengetahuan. 2. Guru memberi tugas mencari dan menyusun resensi buku pengetahuan yang lain.

10’

Refleksi Penugasan

G. Media / Sumber Pembelajaran 1. Buku teks 2. Media Massa (Koran, majalah, dsb) 3. Buku Pengetahuan
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

28

H. Penilaian / Evaluasi 1. Instrumen Penilaian hasil / Soal : a. Carilah buku pengetahuan yang ada di perpustakaan. b. Pilihlah salah satu buku pengetahuan dan bacalah untuk membuat resensi buku tersebut. c. Buatlah resensi terhadap buku pengetahuan yang telah anda baca. 2. Rubrik Penilaian Proses dalam diskusi kelompok : No Nama Siswa Partisipasi Aspek yang dinilai Kerjasam Inisiatif a Keterangan Skor untuk tiap aspek antara 1 s.d 3 NILAI =

Motivasi

Mengetahui, Kepala SMPN 1 Rembang

Rembang, 12 Juli 2010 Guru Mata Pelajaran

SUPARDI, S.Pd. NIP 19560218 197711 1 002

SURAMI, S. Pd. NIP 19731224 199802 2 001

RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

29

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) NO. 9 Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu A. B. Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : SMP Negeri 1 Rembang : Bahasa Indonesia : IX / 1 : 2 x 40 menit

4. Mengungkapakan kembali pikiran, perasaan dan pengalaman dalam cerita pendek. 4.3. Menyunting karangan dengan berpedoman pada ketepatan ejaan, tanda baca, pilihan kata, keefektifan kalimat keterpaduan paragraf, dan kebulatan wacana. C.

Indikator Mampu menemukan kesalahan ejaan, tanda baca, pilihan kata, keefektifan kalimat, keterpaduan paragraf, dan kebulatan wacana dengan baik / santun. •
• •

Mampu memperbaiki kesalahan ejaan, tanda baca, pilihan kata, keefektifan kalimat, keterpaduan paragraf, dan kebulatan wacana. Mampu menyusun karangan sesuai dengan pedoman dengan baik dan santun. Mempu menyunting karangan yang terdapat beberapa kesalahan dengan baik dan santun.. Tujuan

D.

Siswa dapat menyusun karangan dengan berpedoman pada ketepatan ejaan, tanda baca, pilihan kata, keefektifan kalimat keterpaduan paragraf, dan kebulatan wacana dengan baik / santun.

E.

Materi Pokok

Menyunting adalah merapikan naskah agar siap cetak dengan melihat kembali, membaca, memperbaiki naskah itu secara keseluruhan, baik dari segi bahasa maupun dari segi materi, penyajian, kelayakan, dan kebenaran materi naskah yang akan diterbitkan. Penyuntingan dilakukan dari dua segi, yakni penyuntingan isi, dan bahasa. Penyuntingan isi dilakukan oleh penulis. Penyuntingan bahasa dikerjakan oleh ahli bahasa. Seorang penyunting (editor) akan bekerja secara teliti memeriksa kesalahan penulisan teks. Penyuntingan aspek kebahasaan mencakup: 1. 2. 3. 4. Ketepatan ejaan Tanda baca Pilihan kata Keefektifan kalimat

RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

30

5. 6.

Keterpaduan paragraf Kebulatan wacana.

Penyuntingan aspek kebahasaan dilakukan dengan cara melakukan pembetulan secara langsung pada teks. Penyuntingan kepaduan paragraf dilakukan dengan menggabungkan paragraf yang tidak dikembangkan secara tuntas dan memiliki kesamaan ide dengan paragraf lain, sehingga menjadi paragraf yang padu dan utuh.Penyuntingan kebulatan wacana dilakukan dengan memeriksa keruntutan penyajian ide pada setiap paragraf. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengarang/ menyunting karangan : 1. Ketepatan ejaan, 2. Tanda baca 3. Pilihan kata,
4. Keefektifan kalimat, 5. Keterpaduan paragraf,

6. Kebulatan wacana. F. Pertemuan ke-1 No 1. Pendahuluan
1.

Skenario Pembelajaran

Kegiatan Guru menyiapkan siswa untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan baik dan santun. 2. Guru mengajak siswa untuk mengingat kembali hal-hal yang 3. 4. perlu diperhatikan dalam mengarang, dan menyunting. Guru menyampaikan fungsi menyunting karangan. Guru menyampaikan aspek-aspek yang perlu

Waktu 10’

Metode Tanya jawab

2.

disunting. Kegiatan Inti Eksplorasi
1.Siswa dibentuk dalam 4 – 5 kelompok. 2.Siswa mencermati teks bacaan yang disiapkan guru

60’

Diskusi Penugasan

dengan baik dan santun.. Elaborasi
3.Siswa berdiskusi dan mendata kesalahan ejaan, tanda

baca, pilihan kata, keefektifan kalimat, keterpaduan paragraf, dan kebulatan wacana, serta menandainya dengan baik / santun.
4.Siswa menentukan bentuk yang benar dengan baik dan

santun..
5.Siswa memperbaiki kesalahan ejaan, tanda baca, pilihan RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

31

kata, keefektifan kalimat, keterpaduan paragraf, dan kebulatan wacana.
6.Siswa menyunting karangan sendiri atau teman dengan

baik dan santun.
7.Siswa menanggapi suntingan teman dengan baik dan

santun. Konfirmasi 3. 8. Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. Penutup 1. Guru dan siswa merefleksikan pembelajaran menuliskan karangan dan menyunting karangan. 2. Guru menugaskan siswa menyunting karangan yang lain. G. 1. Buku teks 2. Media Massa (Koran, majalah, dsb) 3. Buku Pengetahuan H. Penilaian / Evaluasi 1. Instrumen Penilaian hasil / Soal : Cermatilah teks dibawah ini dan suntinglah agar menjadi karangan yang baik dan benar ! Banyak penyelam dan orang-orang yang gemar menyelam, datang ke bunaken mereka tidak hanya datang dari seluruh Indonesia tetapi juga dari seluruh Dunia mereka datang karena laut bunaken mengandung biota laut yang langka dan jarang ditemukan ditempat lain panorama bawah laut yang mempesona menjadi pemikat untuk datang ke bunaken. 2. Rubrik Penilaian Proses dalam diskusi kelompok : No Nama Siswa Partisipasi Aspek yang dinilai Kerjasam Inisiatif a Keterangan Skor untuk tiap aspek antara 1 s.d 3 NILAI= Mengetahui, Kepala SMPN 1 Rembang Rembang, 12 Juli 2010 Guru Mata Pelajaran Media / Sumber Pembelajaran 10’ Refleksi Penugasan

Motivasi

SUPARDI, S.Pd.
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

SURAMI, S. Pd.

32

NIP 19560218 197711 1 002

NIP 19731224 199802 2 001

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) NO. 10 Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu A. Standar Kompetensi 5. Memahami wacana sastra jenis syair melalui kegiatan mendengarkan syair. B. Kompetensi Dasar
5.1

: SMP Negeri 1 Rembang : Bahasa Indonesia : IX / 1 : 2 x 40 menit

Menemukan tema syair yang diperdengarkan. C.. Indikator : (1) Mampu menemukan tema syair dengan baik dan santun.; (2) Mampu mengungkapkan pesan syair dengan bukti yang meyakinkan. D. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat menemukan tema dan pesan syair yang diperdengarkan dengan baik dan santun.. E. Materi Pembelajaran Tema adalah pokok permasalahan yang mendasari sebuah cerita. Pesan adalah maksud yang hendak disampaikan penyair kepada pembaca. Syair adalah jenis puisi lama dengan cirri-ciri sebagai berikut: - Terdiri dari empat baris tiap bait; - Bersajak a a a a; - Tiap baris terdiri atas empat kata ( 8 – 12 suku kata ) - Keseluruhan baris merupakan isi. Contoh syair Seri negeri gelaran diberi Sebuah pulau cantik berseri Bernaung di bawah sebuah negeri Raja berdaulat Paduka seri Lautnya biru pantainya indah Makam Mahsuri lagenda sejarah Putrid Melayu tak mudah menyerah Tujuh keturunan dimakan sumpah

F.

Metode Pembelajaran A. Pemodelan

RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

33

B. Inkuiri C. Diskusi D. Tanya jawab. G. Skenario Pembelajaran Pertemuan Pertama No 1. Pendahuluan 1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 2. Guru dan siswa bertanya jawab tentang bentuk karya sastra 2. khususnya puisi lama bentuk syair dengan baik dan santun. Kegiatan Inti Eksplorasi 1. Siswa mendengarkan pembacaan syair dari kaset atau dari model dengan baik dan santun. Elaborasi 2. Siswa mendengarkan kembali pembacaan syair dari siswa lain dengan baik dan santun. 3. Siswa berdiskusi untuk menemukan tema syair yang diperdengarkan dengan baik dan santun. 4. Siswa dari setiap kelompok melaporkan hasil diskusinya di depan kelas dengan baik dan santun. 5. Siswa dari kelompok lain memberikan penilaian atau tanggapannya dengan baik dan santun. Konfirmasi 3. 6. Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. Penutup 1. Guru bersama-sama dengan siswa mengadakan refleksi terhadap proses dan hasil belajar. 2. Guru menugasi siswa untuk menemukan tema syair dari judul yang lainnya.. Pertemuan Kedua No 1. Pendahuluan 1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. 2. Guru dan siswa mengaitkan materi pembelajaran dengan 2. pembelajaran sebelumnya. Kegiatan Inti Eksplorasi
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

Kegiatan

Waktu 10’

Metode Tanya jawab

60’

Diskusi Penugasan

10’

Refleksi Penugasan

Kegiatan

Waktu 10’

Metode Tanya jawab

60’

Diskusi Penugasan

34

1. Siswa mendengarkan pembacaan syair dari kaset atau dari model dengan baik dan santun. 2. Siswa mendengarkan kembali pembacaan syair yang dibacakan teman dengan baik dan santun.. Elaborasi 3. Siswa berdiskusi untuk menemukan pesan syair yang diperdengarkan beserta buktinya dengan baik/ santun. 4. Siswa dari setiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas dengan baik dan santun. 5. Siswa dari kelompok lain memberikan tanggapan dengan baik dan santun. Konfirmasi 3. 6. Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. Penutup 1. Guru bersama-sama dengan siswa melakukan refleksi. 2. Guru menugasi siswa untuk menemukan pesan syair dari H.. I judul syair yang lainnya.. Sumber Belajar 1. Buku kumpulan syair. Penilaian 1. Teknik 3. Soal /Instrumen NO 1 2 3 4 : Tes tulis : Skor 5 3 1 0 2. Bentuk instrumen : Tes uraian 1. Tentukan tema syair yang diperdengarkan berikut ! Unsur Siswa menyebutkan tema syair dengat bukti yang tepat. Siswa menyebutkan tema syair dengan bukti kurang tepat Siswa menyebutkan tema syair tetapi tidak tepat Siswa tidak menyebutkan tema syair 10’ Refleksi Penugasan

2. Tentukan pesan syair yang diperdengarkan berikut ! NO 1 2 3 4 5 6 Unsur Siswa menyebutkan 5 pesan syair Siswa menyebutkan 4 pesan syair Siswa menyebutkan 3 pesan syair Siswa menyebutkan 2 pesan syair Siswa menyebutkan 1 pesan syair Siswa tidak menyebutkan pesan syair Skor 5 4 3 2 1 0

Penghitugan nilai akhir dalam skala 0 s.d. 100 Skor Perolehan
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

35

Nilai Akhir

= ------------------Skor Maksimal

x

Skor Ideal (100)

Mengetahui, Kepala SMPN 1 Rembang

Rembang, 12 Juli 2010 Guru Mata Pelajaran

SUPARDI, S.Pd. NIP 19560218 197711 1 002

SURAMI, S. Pd. NIP 19731224 199802 2 001

RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

36

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) NO. 11 Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu A. Standar Kompetensi 5. Memahami wacana sastra jenis syair melalui kegiatan mendengarkan syair. B. Kopetensi Dasar 5.2 menyimpulkan unsur- unsur syair yang diperdengarkan C. Indikator (1) Siswa mampu menuliskan syarat-syarat syair dengan baik dan santun. (2) Siswa mampu menganalisis syair yang diperdengarkan berdasarkan unsur-unsur syair dengan baik dan santun. (3) Siswa mampu menyebutkan isi syair yang diperdengarkan dengan baik dan santun. D. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat menganalisis unsur-unsur syair yang diperdengarkan dengan baik dan santun. E. Materi Pembelajaran a. a. b. c. d. e. Syarat-syarat syair yakni Terdiri dari empat baris tiap bait; Bersajak a a a a; Tiap baris terdiri atas empat kata ( 8 – 12 suku kata ) Keseluruhan baris merupakan isi. Unsur- unsur syair yaitu tema, rima, dan amanat. F. Metode Pembelajaran 1. Inkuiri 2. 3. Tanya jawab Refleksi : SMP Negeri 1 Rembang : Bahasa Indonesia : IX / 1 : 2 x 40 menit

G. Skenario Pembelajaran No 1. Pendahuluan 1. 2. 2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Siswa dan guru bertanya jawab tentang isi 60’ Diskusi Penugasan Kegiatan Waktu 10’ Metode Tanya jawab

syair yang diperdengarkan dengan baik dan santun. Kegiatan Inti Eksplorasi 1. Siswa mendengarkan pembacaan syair dengan baik dan

RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

37

santun. Elaborasi 2. Siswa mendiskusikan syarat-syarat syairdengan baik dan santun. 3. Siswa mendiskusikan unsur-unsur syair yang telah diperdengarkan dengan baik dan santun. 4. Siswa mendiskusikan isi syair yang diperdengarkan dengan baik dan santun. 5. Siswa mempresentasikan hasil diskusi dengan baik dan santun. 6. Siswa menanggapi hasil diskusi kelompok lain dengan baik dan santun. Konfirmasi 3. 7. Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. Penutup 1. Guru dan siswa melakukan refleksi. 2. Guru menjelaskan tugas tindak lanjut. H. Sumber Belajar A. Buku kumpulan syair B. Buku paket siswa C. Nara sumber D. Buku referensi I. Penilaian A. Teknik B. Bentuk Instrumen C. Soal/Instrumen 1. Tuliskan syarat syair! NO 1 2 3 4 Unsur Siswa menyebutkan 3 syarat syair Siswa menyebutkan 2 syarat syair Siswa menyebutkan 1 syarat syair Siswa tidak menyebutkan syarat syair Skor 3 2 1 0 : Tes tulis : Tes uraian : …… 10’ Refleksi Penugasan

2. Dengarkan syair berikut ini, kemudian tuliskan a. Unsur-unsur syair tersebut; NO
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

Unsur

Skor

38

1 2 3 4 b.

Siswa menyebutkan 3 unsur syair Siswa menyebutkan 2 unsur syair Siswa menyebutkan 1 unsur syair Siswa tidak menyebutkan unsur syair

3 2 1 0

Isi syair tersebut. NO 1 2 3 Unsur Siswa menyebutkan isi syair dengan tepat Siswa menyebutkan isi syair tidak tepat Siswa tidak menyebutkan isi syair Skor 4 2 0

Penghitungan nilai akhir dalam skala 0 s.d. 100 Nilai Akhir Skor Perolehan = ------------------Skor Maksimal x Skor Ideal (100)

Mengetahui, Kepala SMPN 1 Rembang

Rembang, 12 Juli 2010 Guru Mata Pelajaran

SUPARDI, S.Pd. NIP 19560218 197711 1 002

SURAMI, S. Pd. NIP 19731224 199802 2 001

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) NO. 12 Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

: SMP Negeri 1 Rembang : Bahasa Indonesia : IX / 1

39

Alokasi Waktu A. Standar Kompetensi

: 2 x 40 menit

6. Mengungkapkan kembali cerpen dan puisi dalam bentuk lain. B. Kopetensi Dasar 6.1 Menceritakan kembali secara lisan isi cerpen. C. Indikator (1) Siswa mampu menentukan bagian-bagian cerpen dengan panduan tahap-tahap dalam alur. (2) Siswa mampu menceritakan kembali secara lisan isi cerpen sesuai dengan alur aslinya dengan baik dan santun.. D. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat menceritakan kembali isi cerpen sesuai alur aslinya dengan baik dan santun. E. Materi Pembelajaran • Unsur intrinsik cerpen yakni tema, latar, tokoh dan penokohan, alur, sudut pandang, nilai moral,amanat. • Tahapan-tahapan alur yakni paparan ( pengantar ), penggawatan , klimaks, peleraian, dan penyelesaian. • Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menceritakan kembali isi cerpen: Tema, tokoh, latar, alur, isi cerpen tidak berubah Menggunakan sudut pandang orang ketiga Intonasi dan lafal jelas Ekspresi tepat. F. Metode Pembelajaran A. Pemodelan B. Inkuiri C. Demonstrasi G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Pertama No. 1. Pendahuluan Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. 2. Guru dan siswa bertanya jawab tentang unsur intrinsik cerpen. 3. Guru dan siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam menceritakan kembali isi 2. cerpen. Kegiatan Inti Eksplorasi
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

Kegiatan

Waktu 10’

Metode Tanya jawab

60’

Diskusi Penugasan

40

1. Siswa membaca cerpen yang telah disiapkan guru dengan baik dan santun. Elaborasi 2. Siswa mendiskusikan unsur intrinsik cerpen yang dibaca dengan baik dan santun. 3. Siswa mendiskusikan tahapan alur cerpen yang dibaca dengan baik dan santun.. 4. Siswa membacakan hasil diskusi dengan baik dan santun. 5. Siswa menanggapi hasil diskusi kelompok lain dengan baik dan santun. Konfirmasi 3. 6. Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. Penutup 1. Siswa dan guru melakukan refleksi. 2. Guru memberikan tugas rumah kepada siswa untuk berlatih menceritakan kembali.. Pertemuan Kedua No 1. Pendahuluan 1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. 2. Siswa dan guru bertanya jawab tentang kegiatan yang 2. lalu. Kegiatan Inti Eksplorasi 1. Siswa menceritakan kembali isi cerpen dengan baik dan santun. Elaborasi 2. Siswa menanggapi penampilan teman dengan baik dan santun. Konfirmasi 3. 3. Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. Penutup 1. Siswa dan guru melakukan refleksi. 2. Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja siswa dan tugas tindak lanjut.. H. Sumber belajar Teks cerpen dan buku kumpulan cerpen
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

10’

Refleksi Penugasan

Kegiatan

Waktu 10’

Metode Tanya jawab

60’

Diskusi Penugasan

10’

Refleksi Penugasan

41

Penilaian A. Teknik B. Bentuk isntrumens C. Soal/instrumen Pedoman Penskoran NO Unsur 1 Siswa menuliskan 6 tahapan alur cerpen dan tepat 2 3 4 5 6 7 Siswa menuliskan 5 tahapan alur cerpen dan tepat Siswa menuliskan 4 tahapan alur cerpen dan tepat Siswa menuliskan 3 tahapan alur cerpen dan tepat Siswa menuliskan 2 tahapan alur cerpen dan tepat Siswa menuliskan 1 tahapan alur cerpen dan tepat Siswa tidak menuliskan tahapan alur cerpen Skor 6 5 4 3 2 1 0 : tes unjuk kerja : uji petik kerja prosedur dan produk : …

Tentukan tahapan alur cerpen yang telah kalian baca.

Ceritakan kembali isi cerpen yang telah Anda baca! Pedoman Penskoran NO Unsur 1 Keruntutan cerita Siswa meceritakan isi cerpen dengan runtut Siswa menceritakan isi cerpen tetapi tidak runtut 2 Siswa tidak menceritakan isi cerpen Pelafalan/intonasi Siswa menceritakan isi cerpen dengan lafal yang jelas 3 Siswa menceritakan isi cerpen dengan lafal tidal jelas Penampilan Siswa menceritakan isi cerpen dengan ekspresi, tidak grogi Siswa menceritakan isi cerpen dengan ekspresi, grogi Siswa menceritakan isi cerpen dengan tidak ekspresi, tidak grogi Siswa menceritakan isi cerpen dengan tidak ekspresi, grogi skor 2 1 0 2 1 4 3 2 1

Penghitugan nilai akhir dalam skala 0 s.d. 100 Nilai Akhir Skor Perolehan = ------------------Skor Maksimal x Skor Ideal (100)

Mengetahui, Kepala SMPN 1 Rembang
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

Rembang, 12 Juli 2010 Guru Mata Pelajaran

42

SUPARDI, S.Pd. NIP 19560218 197711 1 002

SURAMI, S. Pd. NIP 19731224 199802 2 001

RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

43

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) NO. 13 Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi 6. Mengungkapkan kembali cerpen dan puisi dalam bentuk lain. Kopetensi Dasar 6.2 Menyanyikan puisi yang sudah dimusikalisasi dengan berpedoman pada kesesuaian isi puisi dan suasana/irama yang dibangun Indikator (1) Siswa mampu menentukan suasana puisi dengan baik dan santun. (2) Siswa mampu menentukan iringan musik sesuai suasana puisi dengan baik dan santun. (3) Siswa mampu menyanyikan puisi yang sudah dimusikalisasi dengan berpedoman pada kesesuaian isi puisi dan suasana/irama yang dibangun. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat menyanyikan puisi yang sudah dimusikalisasi puisi dengan berpedoman pada kesesuaian isi dan suasana/irama yang dibangun dengan baik dan santun. Materi Pembelajaran • Suasana puisi meliputi keadaan tenang, menyenangkan, menyedihkan, hiruk pikuk,dan lainlain. • Menghubungkan suasana puisi dengan irama musikaliasasi puisi • Menyanyikan sebuah puisi. Metode Pembelajaran 1. Pemodelan 2. Tanya jawab 3. Inkuiri 4. Demonstrasi Skenario Pembelajaran Petemuan pertama No 1. Pendahuluan a. b. c. 44 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Guru bertanya jawab dengan siswa tentang syair lagu yang dihafal. Siswa dan guru bertanya jawab tentang suasana syair
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

: SMP Negeri 1 Rembang : Bahasa Indonesia : IX / 1 : 2 x 40 menit

Kegiatan

Waktu 10’

Metode Tanya jawab

2.

lagu yang dihafal siswa. Kegiatan Inti Eksplorasi a. Siswa menerima contoh sebuah puisi dari guru b. Siswa berdiskusi untuk menentukan suasana puisi dengan baik dan santun. Elaborasi c. Siswa berdiskusi untuk menentukan iringan musik yang sesuai dengan suasana puisi. d. Siswa membacakan hasil diskusi dengan baik dan santun. e. Siswa yang lain menanggapi hasil diskusi kelompok lain dengan baik dan santun Konfirmasi f. Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran dengan baik dan santun. Penutup a. Siswa dan guru melakukan refleksi berlatih menyanyikan puisi yang sudah dimusikalisasi.. b.Siswa secara berkelompok mendapatkan tugas dari guru

60’

Diskusi Penugasan

3.

10’

Refleksi Penugasan

Pertemuan kedua No 1. Pendahuluan a. b. 2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Siswa dan guru bertanya jawab tentang 60’ Diskusi Penugasan Kegiatan Waktu 10’ Metode Tanya jawab

pengalaman pembelajaran pada pertemuan sebelumnya. Kegiatan Inti Eksplorasi a. Siswa menyanyikan puisi yang sudah dimusikalisasikan dengan baik dan santun. Elaborasi b. Siswa menyanyikan puisi yang sudah dimusikalisasi dalam kelompok kecil dengan baik dan santun. c. Siswa menaggapi penampilan kelompok lain dengan baik dan santun. Konfirmasi d. Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. Penutup a. Siswa dan guru melakukan refleksi. b. Guru menjelaskan tugas tindak lanjut.

3.

10’

Refleksi Penugasan

RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

45

Sumber Belajar Teks puisi Teks puisi yang sudah dimusikalisasi Rekaman lagu bertema social, lingkungan dll. I. Penilaian A. Teknik B. Bentuk Instrumen C. Soal/Instrumen Puisi : Serumpun Bambu Serumpun bambu di tepi kolam Melambai saya, menjatuhkan bayang Di lengkung angin tanduk bermuram Tak ketentuan daunnya melayang Di rumpun bambu kaki belukar Mengintai pucuk tebungkus salut Kepada ibunya diminta kabar Konon kabar dunia sudi menyambut? Di pinggir kolam ia beriak Pucuk tanggalkan bungkus semula Di sisi ibunya beriang teriak Barulah pagi kau senjakala Syamsu menyingsing hari pun petang Tunduklah bambu di pinggir kolam Setelah sehari senasib ditentang Ah, apakah guna melihat alam? : Penugasan : Tugas Proyek :…

1.

Bagaimanakah suasana puisi di atas?

RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

46

Rubrik penilaian No Unsur 1 Sesuai dengan tema puisi 2 3 4 2. Kurang sesuai dengan tema puisi Tidak sesuai dengan tema Tidak ada jawaban Skor 3 2 1 0

Cermatilah puisi di atas, kemudian tentukan susana puisi tersebut! Pedoman penilaian No Deskriptor 1 Siswa menyebutkan susana puisi dengan tepat 2 3 Siswa menyebutkan susana puisi tidak tepat Siswa tidak menyebutkan susana puisi kosong Nyanyikan puisi yang telah dimusikalisasikan! Pedoman penilaian No 4 Penampilan Deskriptor Skor 4 3 2 1 Skor 2 1 0

3.

Siswa menyanyikan puisi dengan ekspresi, tidak grogi Siswa menyanyikan puisi dengan ekspresi, grogi Siswa menyanyikan dengan tidak ekspresi, tidak grogi Siswa menyanyikan puisi dengan tidak ekspresi, grogi Penghitugan nilai akhir dalam skala 0 s.d. 100 Nilai Akhir Skor Perolehan = ------------------Skor Maksimal x Skor Ideal (100)

Mengetahui, Kepala SMPN 1 Rembang

Rembang, 12 Juli 2010 Guru Mata Pelajaran

SUPARDI, S.Pd. NIP 19560218 197711 1 002

SURAMI, S. Pd. NIP 19731224 199802 2 001

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) NO. 14
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

47

Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu A. Standar Kompetensi

: SMP Negeri 1 Rembang : Bahasa Indonesia : IX / 1 : 2 x 40 menit

7. Memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca buku kumpulan cerita pendek (Cerpen) B. Kompetensi Dasar 7.1 Menemukan tema, latar, dan penokohan, pada cerpen-cerpen dalam satu kumpulan cerpen C. Indikator (1) Mampu menyimpulkan tema cerpen dengan baik dan santun. (2) Mampu menemukan latar cerpen dengan bukti faktual (3) Mampu menemukan karakter tokoh cerpen dengan bukti yang meyakinkan D. Tujuan Pembelajaran Siswa mampu memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca buku kumpulan cerpen (cerpen). E. Materi Pembelajaran • Cerpen adalah kisahan pendek (kurang dari 10.000 kata) yang dimaksudkan memberikan kesan tunggal yang dominan, memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi pada satu ketika, dan memperlihatkan kepaduan. • Tema adalah subjek wacana, topik umum, atau masalah utama yang dituangkan di dalam cerita. Tema pada hakikatnya merupakan makna yang dikandung cerita, atau makna cerita. • • Latar adalah tempat, waktu, dan keadaan sosial terjadinya peristiwa di dalam prosa. Penokohan adalah teknik menampilkan tokoh dalam cerita, dan hasilnya berupa sifat atau watak atau karakter tokoh. F. Metode Pembelajaran Diskusi G. Skenario Pembelajaran No 1. Pendahuluan 1. Guru menyiapkan siswa untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan baik dan santun. 2. Guru bertanya tentang kegiatan sehari-hari dan mengarahkan pada pembicaraan tentang cerpen
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

Kegiatan

Waktu 10’

Metode Tanya jawab

48

3. Guru menyampaikan materi dan tujuan pembelajaran materi yang akan dipelajari 2. Kegiatan Inti Eksplorasi a. Siswa membaca cerpen yang disediakan dengan baik dan santun. Elaborasi b. Guru membantu siswa merumuskan dan mengemukakan tentang pengertian dan unsur tema, latar, penokohan cerpen melalui kegiatan tanya jawab dari cerpen yang telah dibaca dengan baik dan santun. c. Guru membimbing siswa mencari tema, latar, dan penokohan cerpen yang telah dibaca dengan baik dan santun. Konfirmasi 3. Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. Penutup a. b. Guru menyampaikan hasil evaluasi menemukan tema, latar, penokohan. Guru memberikan komentar dan saran c. Guru memberikan motivasi untuk mengembangkan kemampuan dalam menemukan latar dan tokoh cerpen. . H. Sumber Belajar Kumpulan cerpen I. Penilaian 1. Teknik 2. Bentuk instrumen 3. Soal Instrumen : Penugasan : Tugas proyek : 1. Bacalah cerpen “EMAK” karya Daud Yusuf ! 2. Tentukanlah tema, latar, dan penokohan dalam cerpen! NO Unsur 1 Siswa menyebutkan tema cerpen dengat bukti yang tepat. 2 Siswa menyebutkan tema cerpen dengan bukti kurang tepat 3 Siswa menyebutkan tema cerpen tetapi tidak tepat ! Skor 5 3 1 10’ Refleksi Penugasan 60’ Diskusi Penugasan

NO
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

Unsur

Skor

49

1 2 3

Siswa menyebutkan latar cerpen dengat bukti yang tepat dan santun.. Siswa menyebutkan latar cerpen dengan bukti kurang tepat Siswa menyebutkan latar cerpen tetapi tidak tepat

5 3 1 Skor 5 3 1

NO Unsur 1 Siswa menyebutkan tokoh berserta karakter tokoh cerpen 2 3 dengan tepat. Siswa menyebutkan tokoh berserta karakter tokoh cerpen dengan kurang tepat Siswa menyebutkan tokoh berserta karakter tokoh cerpen dengan tidak tepat Penghitugan nilai akhir dalam skala 0 s.d. 100 Nilai Akhir Skor Perolehan = ------------------Skor Maksimal x Skor Ideal (100)

Mengetahui, Kepala SMPN 1 Rembang

Rembang, 12 Juli 2010 Guru Mata Pelajaran

SUPARDI, S.Pd. NIP 19560218 197711 1 002

SURAMI, S. Pd. NIP 19731224 199802 2 001

RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

50

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) NO. 15 Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu A. Standar Kompetensi 7. Memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca buku kumpulan cerita pendek (Cerpen) B. Kompetensi Dasar 7.2 Menganalisis nilai-nilai kehidupan pada cerpen-cerpen dalam satu buku kumpulan cerpen C. Indikator (1) Mampu menemukan nilai-nilai kehidupan yang positif maupun negatif dalam kumpulan cerpen dengan baik dan santun. (2) Mampu membandingkan nilai kehidupan dalam cerpen dengan nilai kehidupan siswa. (3) Mampu menyimpulkan nilai kehidupan dalam cerpen yang dapat menjadi teladan siswa dengan baik dan santun. D. Tujuan Pembelajaran Siswa mampu menganalisis nilai-nilai kehidupan pada cerpen-cerpen dalam satu buku kumpulan cerpen dengan baik dan santun. E. Materi Pembelajaran Nilai-nilai kehidupan Nilai adalah sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat tertentu untuk dipertahankan kelestariannya. Nilai-nilai tersebut berkembang dalam sebuah masyarakat. Demikian halnya dengan karya sastra, nilai-nilai juga terlihat dari kehidupan tokoh yang diceritakan. Nilai-nilai kehidupan tersebut dapat memberikan nasihat kepada kita. Nilai-nilai kehidupan dalam karya sastra antara lain; nilai moral yang berhubungan dengan perilaku dan pembenmtukan akhlak, niali sosial berhubungan dengan hubungan antar manusia dalam lingkungan tertentu. Nilai budaya berhubungan dengan kebiasaan , adat istiadat dan pola pikir masyarakat tertentu, nilai agama berhubungan dengan norma-norma agama, nilai psykologis berhubungan dengan kondisi kejiwaan batin tokoh-tokohnya. F. Metode Pembelajaran Diskusi G. No 1. Pendahuluan 1) Guru menyiapkan siswa untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan baik dan santun.
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

: SMP Negeri 1 Rembang : Bahasa Indonesia : IX / 1 : 2 x 40 menit

Skenario Pembelajaran Kegiatan Waktu 10’ Metode Tanya jawab

51

2) Guru

bertanya

tentang

kegiatan

sehari-hari tentang

dan

mengarahkan kehidupan

pada

pembicaraan

nilai-nilai

3) Guru menyampaikan materi dan tujuan pembelajaran 2. materi yang akan dipelajari Kegiatan Inti Eksplorasi 1) Siswa membaca cerpen yang disediakan dengan baik dan santun. Elaborasi 2) Guru membantu siswa merumuskan dan mengemukakan tentang pengertian nilai-nilai kehidupan. 3) Siswa berdiskusi untuk menemukan contoh nilai kehidupan yang ada di masyarakat. 4) Siswa berdiskusi untuk menemukan nilai kehidupan yang positif dan negatif dalam kumpulan cerpen. 5) Siswa membandingkan nilai kehidupan dalam cerpen dengan nilai kehidupan siswa. Konfirmasi 6) Siswa menyimpulkan nilai kehidupan dalam cerpen yang 3. dapat menjadi teladan siswa. Penutup 1) Guru memberikan komentar dan saran agar mengambil nilai-nilai positif yang terkandung dalam cerpen untuk diteladani 2) Guru memberikan motivasi untuk mengembangkan kemampuan menemukan nilai-nilai kehidupan di dalam cerpen . H. Sumber Pembelajaran Cerpen “AKU RINDU BIYUNG” karya Ria Jumriati! I. Penilaian 1. Teknik 2. 3. Bentuk instrumen Soal Instrumen : Penugasan : Tugas proyek : 1. Bacalah buku cerpen “AKU RINDU BIYUNG” karya Ria Jumriati! 2. Tentukan nilai-nilai kehidupan yang ada dalam cerpen “AKU RINDU BIYUNG” karya Ria Jumriati! 10’ Refleksi Penugasan 60’ Diskusi Penugasan

RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

52

NO 1

Unsur Siswa dapat menemukan empat nilai-nilai kehidupan yang ada pada cerpen “AKU RINDU BIYUNG” karya Ria Jumriati dengan tepat dan santun. Siswa dapat menemukan tiga nilai-nilai kehidupan yang ada pada cerpen “AKU RINDU BIYUNG” karya Ria Jumriati dengan tepat dan santun. Siswa dapat menemukan dua nilai-nilai kehidupan yang ada pada cerpen “AKU RINDU BIYUNG” karya Ria Jumriati! dengan tepat dan santun. Siswa dapat menemukan satu nilai-nilai kehidupan yang ada pada cerpen “AKU RINDU BIYUNG” karya Ria Jumriati dengan tepat dan santun. Siswa tidak dapat menemukan nilai-nilai kehidupan yang ada pada cerpen “AKU RINDU BIYUNG” karya Ria Jumriati dengan tepat dan santun. Penghitugan nilai akhir dalam skala 0 s.d. 100 Nilai Akhir Skor Perolehan = ------------------Skor Maksimal x Skor Ideal (100)

Skor 4

2

3

3

2

1

0

Mengetahui, Kepala SMPN 1 Rembang

Rembang, 12 Juli 2010 Guru Mata Pelajaran

SUPARDI, S.Pd. NIP 19560218 197711 1 002

SURAMI, S. Pd. NIP 19731224 199802 2 001

RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

53

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) NO. 16 Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu A. Standar Kompetensi 8. Mengungkapkan kembali pikiran, perasaan, dan pengalaman dalam cerita pendek B. Kompetensi Dasar 8.1 Menulis kembali dengan kalimat sendiri cerita pendek yang pernah dibaca C. Indikator (1) Mampu menentukan ide-ide pokok sesuai tahap-tahap alur dalam cerpen dengan tepat dan santun (2) Mampu mengembangkan ide-ide pokok menjadi cerpen dengan santun. (3) Mampu menyunting cerpen dengan tepat dan santun. D. Tujuan Pembelajaran Siswa mampu mengungkapkan kembali pikiran, perasaan, dan pengalaman dalam ceita pendek dengan baik dan santun. E. Materi Pembelajaran Cerita pendek atau cerpen merupakan karya sastra berbentuk prosa.Bentuk prosa yang lain adalah novel atau roman. Sesuai dengan namanyacerpen merupakan cerita dalam bentuk pendek. Kisah dalam cerpenmerupakan kisah tunggal. Kalau diukur dari panjang pendeknya, biasanyacerpen akan selesai dalam sekali duduk. Cerpen dipandang sebagai karya sastra yang banyak ditulis akhir-akhir ini. Cerpen paling luwes disajikan di koran atau majalah, maupun buku-buku kumpulan cerpen. Itulah sebabnya cerpen makin populer di kalanganmasyarakat. Terlebih adanya seni pembacaan cerpen yang dikemas dengan baik sehingga lebih mempopulerkan cerpen. Bertolak dari sinilah kamu harus mampu menceritakan kembali isi cerpen yang pernah kamu baca dengan kalimat-kalimatmu sendiri. Keterampilan ini akan mengantarkan kamu untuk terampil menulis cerpen. Contoh cerpen terlampir 1. Menemukan Unsur Intrinsik Cerpen Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang terdapat dalam cerpen itu sendiri. Unsur intrinsik cerpen meliputi tema, tokoh, penokohan, latar, alur, serta pesan atau amanat. 2. Mencatat Rangkaian Peristiwa dalam Cerpen yang Pernah Dibaca Rangkaian peristiwa yang menjalin plot atau alur cerita pada umumnya meliputi: a. eksposisi atau paparan awal cerita
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

: SMP Negeri 1 Rembang : Bahasa Indonesia : IX / 1 : 4 x 40 menit

54

b. munculnya permasalahan. c. meningkatkanya konflik dalam cerita d. konflik yang semakin kompleks e. puncak konflik atau klimaks f. penyelesaian cerita F. Metode dan Model Pembelajaran Penugasan, tanya jawab G. Skenario Pembelajaran Pertemuan Pertama : NO 1 Pendahuluan 1. Guru menyiapkan siswa untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan baik dan santun. 2. Guru bertanya tentang kegiatan sehari-hari dan mengarahkan pada pembicaraan tentang cerpen. 3. Guru 2. menyampaikan materi dan tujuan 60 Refleksi Penemuan Mempertanyakan Penilaian Autentik membantu tentang siswa merumuskan dan dan unsur pembelajaran materi yang akan dipelajari. Kegiatan inti Eksplorasi 1. Siswa membaca cerpen yang disediakan dengan santun. Elaborasi 2. Guru mengemukakan pengertian 10 Kegiatan Waktu (menit) Teknik/ Metode Pemodelan mempertanyakan Penilaian Autentik

pembangun cerpen melalui kegiatan tanya jawab dari model cerpen yang telah dibaca 3. Guru membimbing siswa mencari unsur-unsur pembangun model cerpen yang telah dibaca 4. Guru membimbing siswa menemukan ide-ide pokok sesuai dengan tahapan alur dalam cerpen 5. Guru membimbing siswa untuk merangkai ide-ide pokok dalam tahapan alur cerpen menjadi ringkasan cerpen ( sinopsis ). 6. Siswa memberi penguatan aspek teoretik penulisan kembali cerpen,yang dibaca. Konfirmasi
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

55

7. Guru 3.

dan

siswa

menyimpulkan

materi 10 Refleksi

pembelajaran. Penutup 1. Siswa dan guru melakukan refleksi. 2. Siswa dan guru merancang pembelajaran dan tugas terstruktur yang akan dilakukan di luar kelas.

Pertemuan Kedua NO 1. Pendahuluan 1. Pengarahan pengingatan peristiwa 2. Guru membimbing siswa mengingat kembali cerpen 2. yang telah ditulis kembali Kegiatan Inti Eksplorasi 1. Guru memberikan bimbingan kepada pembelajar untuk membaca kembali sinopsis cerpen yang telah dibuat. Elaborasi 2. Siswa menyunting sinopsis yang dibuatnya dengan bimbingan guru. Konfirmasi 3. Guru menyampaikan hasil evaluasi cerpen 4. 3. Guru pembelajaran. Penutup 1. Guru memberikan komentar dan saran 2. Guru memberikan motivasi untuk mengembangkan kemampuan dalam menulis sinopsis cerpen 3. Guru membimbing siswa untuk mempublikasikan hasil penulisan sinopsis cerpen terbaik (di mading sekolah, majalah sekolah, surat kabar dll) H. Sumber Pembelajaran Buku teks , koran, buku kumpulan cerpen I. Penilaian 1. Teknik 2. 3. 56 Bentuk instrumen Soal Instrumen : Penugasan dan portofolio : Tugas mandiri : dan siswa menyimpulkan materi 10 Refleksi Penilaian Autentik 60 Kegiatan Waktu (menit) 10 Teknik/ Metode Refleksi Penemuan Penilaian Autentik Konstruktivistik Penemuan Refleksi Mempertanyakan Penilaian Autentik

RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

Bacalah cerpen berikut dengan cermat ! 1. Tulislah ide-ide pokok cerpen yang sudah kamu,sesuai dengan tahapan alurnya ! 2. Tentukanlah tema, latar, dan penokohan dalam cerpen di atas ! 3. Dengan bahasa yang komunikatif dan efektif, tulislah kembali cerpen tersebut ! Rubrik Penilaian : Aspek Penilaian No. 1. Kesesuaian isi cerita a. Sesuai b. Kurang sesuai c. Tidak sesuai 2. Urutan cerita a. Sesuai b. Kurang sesuai 3. Perpaduan paragraf a. Padu b. Kurang padu 4,. Pemilihan kata a. Tepat b. Kurang tepat 5. Pengunaan ejaan a. kurang dari 5 kesalahan ejaan 2 1 10 b. lebih dari 5 kesalahan Jumlah maksimal 2 1 2 1 2 2 1 2 1 0 Skor

Semarang,

September 2006

RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

57

Mengetahui, Kepala SMPN 1 Rembang

Rembang, 12 Juli 2010 Guru Mata Pelajaran

SUPARDI, S.Pd. NIP 19560218 197711 1 002

SURAMI, S. Pd. NIP 19731224 199802 2 001

RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

58

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) NO. 17 Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu A. Standar Kompetensi 8. Mengungkapkan kembali pikiran, perasaan, dan pengalaman dalam cerita pendek B. Kompetensi Dasar 8.2 Menulis cerita pendek bertolak dari peristiwa yang pernah dialami. C. Indikator 1. Siswa dapat merumuskan dan mengemukakan aspek teori tentang cerpen, pengalaman pribadi, dan menulis cerpen dengan baik dan santun. 2. Siswa dapat menentukan topik yang berhubungan dengan kehidupan diri sendiri untuk menulis cerita pendek dengan baik dan santun. 3. Siswa dapat menulis kerangka cerita pendek dengan memperhatikan kronologi waktu dan peristiwa dengan tepat. 4. Siswa dapat mengembangkan kerangka yang telah dibuat dalam bentuk cerpen (pelaku, peristiwa, latar, konflik) dengan memperhatikan pilihan kata, tanda baca, dan ejaan. D. Tujuan Pembelajaran Siswa mampu menulis cerita pendek bertolak dari peristiwa yang pernah dialami dengan baik dan santun. E. Materi Pembelajaran 1. Teori cerpen Cerita pendek adalah salah satu jenis prosa fiksi, selain novelet, novel, dan roman. Cerpen adalah kisahan pendek (kurang dari 10.000 kata) yang dimaksudkan memberikan kesan tunggal yang dominan, memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi pada satu ketika, dan memperlihatkan kepaduan. Cerita pendek yang efektif terdiri dari tokoh atau sekelompok tokoh yang ditampilkan pada satu latar atau latar belakang dan lewat lakuan lahir atau batin teriibat dalam satu situasi. Tikaian dramatik, yaitu perbenturan antara kekuatan yang beriawanan, merupakan inti cerita pendek. Unsur-unsur cerita pendek meliputi tema (dan amanat), alur, tokoh-penokohan, latar, pusat pengisahan/sudut pandang, dan gaya (bahasa). Tema adalah subjek wacana, topik umum, atau masalah utama yang dituangkan di dalam cerita. Tema pada hakikatnya merupakan makna yang dikandung cerita, atau makna cerita. Alur atau plot adalah urutan kejadian yang menunjukkan hubungan sebab-akibat,
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

: SMP Negeri 1 Rembang : Bahasa Indonesia : IX / 1 : 6 x 40 menit

59

peristiwa yang satu menyebabkan atau disebabkan peristiwa yang lain. Tokoh cerita adalah orang (orang-orang) yang ditampilkan dalam sebuah prosa yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dalam tindakan. Penokohan adalah teknik menampilkan tokoh dalam cerita, dan hasilnya berupa sifat atau watak atau karakter tokoh. Latar adalah tempat, waktu, dan keadaan sosial terjadinya peristiwa di dalam prosa. Sudut pandang adalah cara atau pandangan yang digunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar, dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita dalam sebuah prosa. Pusat pengisahan menyaran pada pusat atau titik yang digunakan oleh pengarang untuk menyampaikan kisah dalam sebuah prosa. Gaya adalah cara khas pengarang. Macam tema yang dipilih, cara meninjau persoalan, cara menuangkannya dalam cerita adalah wilayah dari gaya yang diwujudkan melalui bahasa. Tema terekspresikan melalui unsur alur, tokoh-penokohan, latar, pusat pengisahan/sudut pandang, dan gaya (bahasa). Pandangan, pendapat, dan harapan para prosais dari bidang sosial, politik, ekonomi, kebudayaan, dan keamanan yang masih berada di dalam pikiran dan perasaan para prosais termasuk dalam unsur tema. Pendapat, pandangan, dan harapan yang dimaksud kemudian diekspresikan melalui unsur alur, tokohpenokohan, latar, pusat pengisahan/sudut pandang, dan gaya (bahasa). 2. Peristiwa yang Dialami/ Pengalaman pribadi Pengalaman adalah segala sesuatu yang dialami atau dirasakan atau diketahui. Dalam konteks penulisan cerpen, pengalaman adalah segala sesuatu yang dialami atau dirasakan atau diketahui oleh penulis cerpenis. Pengalaman mencakupi pengalaman fisik dan pengalaman nonfisik. Pengalaman fisik adalah hal-hal yang dialami secara fisik, misalnya bertemu dengan seseorang yang sangat dikaguminya, mendapat keuntungan banyak dalam berdagang, berkelahi. Pengalaman nonfisik adalah hal-hal yang dialami secara nonfisik, misalnya mimpi bertemu dengan orang yang dikaguminya, membaca riwayat hidup orang yang dikaguminya, membaca tulisan mengenai peristiwa yang menggetarkan jiwanya. Jadi, pengalaman pribadi merupakan segala sesuatu yang dialami atau dirasakan atau diketahui sendiri oleh penulis cerpen. Jenis pengalaman pribadi ada enam, yaitu (1) pengalaman lucu, (2) pengalaman aneh, (3) pengalaman mendebarkan, (4) pengalaman mengharukan, (5) pengalaman memalukan, dan (6) pengalaman menyakitkan. Pengalaman lucu adalah pengalaman yang lucu, pengalaman yang sering membuat orang yang terlibat menjadi tertawa. Dalam kondisi normal tertawa adalah ukuran kelucuan itu. Pengalaman lucu ini adalah pengalaman yang paling sering diceritakan atau dikomunikasikan kepada orang lain. Pengalaman aneh adalah pengalaman yang aneh, pengalaman yang tidak masuk akal, pengalaman yang tidak umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah pengalaman
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

60

yang mungkin saja terjadi sekali selama hidup. Dikatakan pengalaman aneh karena pengalaman itu kemungkinan kecil terjadi. Pengalaman mendebarkan adalah pengalaman yang menegangkan sehingga membuat hati berdebar-debar. Pengalaman mendebarkan biasanya terjadi pada saat seseorang menunggu keputusan yang menyangkut nasibnya. Pengalaman mengharukan adalah pengalaman membuat hati terharu. Pengalama mengharukan disebabkan oleh peristiwa-peristiwa tertentu yang memunculkan perasaan haru. Akibat pengalaman mengharukan dapat berupa tangisan. Pengalaman memalukan adalah pengalaman yang menimbulkan rasa malu padi korbannya. Biasanya korbannya beserta orang-orang dekatnya akan menanggung malu bagi si korban atau keluarganya. Pengalaman seperti ini akan dibawa sepanjang hayal. Meskipun orang lain sudah melupakannya, bagi si korban pengalaman seperti ini tidak pernah terlupakan. Pengalaman menyakitkan adalah pengalaman yang menimbulkan rasa sakit di hati Pengalaman menyakitkan akan membekas dalam hati pelakunya. Pelakukanya terutama orang-orang yang perasa, akan selalu teringat pengalamannya itu. 3. Menulis cerpen Langkah pokok, kegiatan guru, kegiatan siswa, dan prinsip yang digunakan dalam proses pembelajaran menulis cerpen dengan menggunakan pendekatan kontekstual adalah sebagai berikut. 1) Apersepsi Langkah ini diwujudkan oleh guru menyampaikan teori tentang cerpen, pengalaman, dan proses menulis cerpen kepada pebelajar. Kegiatan yang dilakukan siswa diperlihatkan dengan mengikuti penjelasan teoretis mengenai cerpen (pengertian dan unsur pembangun), pengalaman, dan menulis cerpen. Prinsip pendekatan kontekstual yang digunakan dalam proses pembelajarannya meliputi; Pemodelan, Mempertanyakan, dan Penilaian Autentik. 2) Pengingatan Peristiwa Kegiatan guru adalah kegiatan mengarahkan siswa untuk mengingat-ingat peristiwaperistiwa yang pernah dialami/dirasakannya, atau peristiwa-peristiwa yang diketahuinya, dalam pengertian peristiwa dimaksud tidak dialaminya/dirasakannya tetapi diketahuinya. Peristiwa di sini dapat berupa peristiwa fisik maupun peristiwa non-fisik (batin, pemikiran, perasaan, dsb). Kegiatan siswa diwujudkan dengan mengingat (mencari) peristiwa/ kejadian dari pengalaman yang paling mengesankan. Prinsip pendekatan kontekstual yang digunakan meliputi; Refleksi, Penemuan, Mempertanyakan, dan Penilaian Autentik. 3) Pemilihan Peristiwa
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

61

Kegiatan guru adalah mengarahkan siswa melakukan kegiatan menentukan salah satu peristiwa di antara sekian peristiwa yang pernah dialaminya/dirasakannya, atau diketahuinya. Peristiwa yang dipilih adalah peristiwa yang paling mengesankan. Peristiwa yang telah dipilihnya itu kemudian dijadikan sebagai dasar cerpen yang hendak ditulisnya. Kegiatan siswa adalah memilih peristiwa/ kejadian dari pengalaman yang paling mengesankan. Prinsip pendekatan kontekstual yang digunakan meliputi; Penemuan, Mempertanyakan, Konstruktivistik, dan Penilaian Autentik. 4) Penyusunan Urutan Peristiwa Kegiatan guru adalah membimbing siswa menyusun urutan peristiwa yang pernah dialaminya/ dirasakannya, atau diketahuinya. Urutan peristiwanya disusun secara garis besar, tidak rind yang dan mendetil. Kegiatan siswa adalah menyusun urutan Refleksi, peristiwa/kejadian dari pengalaman yang paling mengesankan. Prinsip pendekatan kontekstual digunakan meliputi; Konstruktivistik, Penemuan, Mempertanyakan, dan Penilaian Autentik. 5) Perangkaian Peristiwa Fiktif Kegiatan guru adalah membimbing siswa untuk merangkai peristiwa nyata dengan peristiwa fiktif. Kegiatan siswa adalah merangkai peristiwa/ kejadian fiktif berdasarkan pada pengalaman yang paling mengesankan. Siswa dapat mengurangi, menambah, ataupun mengubah urutan peristiwa yang telah disusunnya pada tahap ketiga dengan peristiwa yang diinginkannya. Siswa dapat menambah atau mengubah seluruh unsur cerita sesuai dengan yang diinginkannya (diangankannya). Cara penulisannya susunan peristiwa ubahan (peristiwa fiktif) diletakkan di samping atau di bawah urutan peristiwa nyata. Prinsip pendekatan kontekstual yang digunakan meliputi; Konstruktivistik, Penemuan, Mempertanyakan, Refleksi, dan Penilaian Autentik. 6) Penyusunan Cerpen Kegiatan guru adalah membimbing siswa untuk menuliskan peristiwa yang telah ditambah dan/atau yang telah diubah (peristiwa fiktif), yang telah ditulis pada tahap keempat ke dalam format cerpen. Pada langkah ini guru mengingatkan siswa untuk harus memperhatikan hakikat, ciri-ciri, dan unsur-unsur cerpen sebagai prosa fiksi. Hasilnya adalah sebuah cerpen yang berdasar pada pengalaman nyata penulisnya. Kegiatan siswa adalah menyusun cerpen fiksi. Prinsip pendekatan kontekstual yang digunakan meliputi; Konstruktivistik, Penemuan, Mempertanyakan, Refleksi, dan Penilaian Autentik. 7) Revisi dan Penjadian Cerpen Kegiatan guru adalah membimbing siswa untuk membaca kembali cerpen yang ditulisnya. Apabila ada hal-hal yang perlu diperbaiki, siswa disarankan untuk memperbaikinya. Jika siswa telah melaksanakannya berarti dia telah menghasilkan satu cerpen yang berbasis pada pengalamannya. Kegiatan siswa adalah merevisi dan
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

62

finalisasi cerpen. Prinsip pendekatan kontekstual yang digunakan meliputi; Refleksi, Mempertanyakan, Konstruktivistik, Penemuan, dan Penilaian Autentik. F. Metode pembelajaran Ceramah, Tanya Jawab, Demonstrasi, Penugasan (Pemberian Tugas), Proyek, Penyelesaian Masalah ( Problem Solving), Pengamatan (Observasi). G. Skenario Pembelajaran Pertemuan Pertama NO 1 Pendahuluan 1. Guru menyiapkan siswa untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar 2. Guru bertanya tentang kegiatan sehari-hari dan mengarahkan pada pembicaraan tentang cerpen 3. Guru menyampaikan materi dan tujuan pembelajaran materi yang akan dipelajari 2. Kegiatan inti Eksplorasi 1. Siswa membaca contoh cerpen yang disediakan. 2. Guru membimbing dan menjelaskan siswa mengenai tahapan menulis cerpen Elaborasi 3. Guru membantu tentang siswa merumuskan dan dan unsur mengemukakan pengertian 60 Refleksi Penemuan Mempertanyakan Penilaian Autentik 10 Kegiatan Waktu (menit) Teknik/ Metode Pemodelan Mempertanyakan Penilaian Autentik

pembangun cerpen melalui kegiatan tanya jawab dari model cerpen yang telah dibaca 4. Guru membimbing siswa mencari unsur-unsur pembangun model cerpen yang telah dibaca 5. Guru dialami 6. Guru membimbing dan menjelaskan siswa mengenai tahapan menulis cerpen Konfirmasi 7. Siswa memberi penguatan aspek teoretik cerpen, membimbing siswa mengemukakan jenis/bentuk pengalaman pribadi yang pernah

RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

63

pengalaman pribadi, dan menulis cerpen 8. Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. 3. Penutup 9. Siswa dan guru melakukan refleksi 10.Siswa dan guru merancang pembelajaran dan tugas terstruktur yang akan dilakukan di luar kelas Pertemuan Kedua NO 1. Pendahuluan 1. Pengarahan pengingatan peristiwa. 2. Guru membimbing siswa mengingat (mencari) peristiwa/ kejadian yang dapat dikategorikan dalam pengalaman pribadi 2. Kegiatan Inti Eksplorasi 1. Pengarahan pemilihan peristiwa Guru memberikan bimbingan kepada pebelajar untuk memilih peristiwa/ kejadian dari pengalaman pribadi yang paling mengesankan. Elaborasi 2. Pembimbingan penyusunan urutan peristiwa Guru membimbing Siswa untuk mendeskripsi peristiwa/ kejadian dari pengalaman pribadi yang telah dipilih (pengalaman pribadi yang paling mengesankan) sesuai urutan peristiwanya 3. Pembimbingan revisi dan penjadian cerpen a. Guru membimbing Siswa untuk membaca berulang-ulang cerpen yang ditulis untuk membuat isi cerpen sesuai dengan keinginan b. Guru membimbing Siswa untuk memperhalus dan mengembangkan lebih luas cerpen yang dihasilkan (melakukan revisi) bila diperlukan Konfirmasi 4. Guru menyampaikan hasil evaluasi cerpen 5. 64 Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

10

Refleksi

Kegiatan

Waktu (menit) 10

Teknik/ Metode Refleksi Penemuan Mempertanyakan Penilaian Autentik

60

Konstruktivistik Penemuan Refleksi Mempertanyakan Penilaian Autentik

6. 3.

Guru memberi komentar dan saran. Kegiatan Penutup 1. Guru membantu siswa untuk menyimpulkan dan mengukuhkan konsep dalam menulis cerpen. 2. Guru memberikan motivasi untuk mengembangkan kemampuan dalam menulis cerpen. 3. Guru membimbing siswa untuk mempublikasikan hasil cerpen terbaik (di mading sekolah, majalah sekolah, surat kabar dll) 10 1. Refleksi 2. Penilaian Autentik

H..Media/Sumber Pembelajaran I..Penilaian Jenis Tagihan Bentuk Instrumen : tugas individu : lembar penilaian Buku kumpulan cerpen Buku Bahasa dan Sastra Indonesia SMP BSE Buku Kerja Siswa Internet Sumber lain yang relevan

1. Penilaian proses, Jurnal, Observasi, Rubrik 2. Penilaian hasil: portofolio

Mengetahui, Kepala SMPN 1 Rembang

Rembang, 12 Juli 2010 Guru Mata Pelajaran

SUPARDI, S.Pd. NIP 19560218 197711 1 002

SURAMI, S. Pd. NIP 19731224 199802 2 001

RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

65

LAMPIRAN MATERI PEMBELAJARAN A. Mustofa Bisri Sungguh aku bersyukur. Sebagai dukun yang semula paling-paling hanya nyapih dan nyuwuk anak kecil monthah, rewel dan nangis terus, atau mengobati orang disengat kalajengking, kini —sejak seorang sahabatku membawa pembesar dari Jakarta ke rumah— martabatku meningkat. Aku kini dikenal sebagai “orang pintar” dan dipanggil Mbah atau Eyang. Aku tak lagi dukun lokal biasa. Pasienku yang semakin hari semakin banyak sekarang datang dari mana-mana. Bahkan beberapa pejabat tinggi dan artis sudah pernah datang. Tujuan para pasien yang minta tolong juga semakin beragam;mulai dari mencarikan jodoh, “memagari” sawah, mengatasi kerewelan istri, hingga menyelamatkan jabatan. Waktu pemilu kemarin banyak caleg yangdatang dengan tujuan agar jadi.Tuhan kalau mau memberi rezeki hamba-Nya memang banyak jalannya.Syukur kepada Tuhan, kini rumahku pun sudah pantas disebut rumah. Sepedaonthel-ku sudah kuberikan pembantuku, kini ke mana-mana aku naik mobilKijang. Pergaulanku pun semakin luas.Nah, di musim pemilihan kepala daerah atau pilkada saat ini, tentu sajaaku ikut sibuk. Dari daerahku sendiri tidak kurang dari sepuluh orang calon yang datang ke rumah. Tidak itu saja. Para pendukung atau tim sukses mereka juga datang untuk memperkuat. Mereka umumnya minta restu dan dukungan.Sebetulnya bosan juga mendengarkan bicara mereka yang hampir sama satudengan yang lain. Semuanya pura-pura prihatin dengan kondisi daerah dan rakyatnya, lalu memuji diri sendiri atau menjelekkan caloncalon lain. Padahal,rata-rata mereka, menurut penglihatanku, hanya bermodal kepingin. Beberapa di antara mereka bahkan bahasa Indonesianya saja masih baikan aku. Tapi ada juga timbal-baliknya. Saat pulang, mereka tidak lupa meninggalkan amplop yang isinya lumayan. *** Pagi itu dia datang ke rumah sendirian. Tanpa ajudan. Padahal, kata orang-orang, ke mana-mana dia selalu ikawal ajudan atau stafnya. Pakaian safari —kata orang-orang, sejak pensiun dari dinas militer, dia tidak pernah memakai pakaian selain stelan safari— yang dikenakannya tidak mampu menampil-besarkan tubuhnya yang kecil. Demikian pula kulitnya yang hitam kasar, tak dapat disembunyikan oleh warna bajunya yang cerah lembut. Bersemangat bila berbicara dan kelihatan malas bila mendengarkan oranglain. Mungkin karena aku justru termasuk orang yang agak malas bicara dan suka mendengar, maka dia tampak kerasan sekali duduk lesehan di karpetku yang butut. Dia cerita bahwa sebentar lagi masa jabatannya sebagai bupati akan habis. Tapi dia didorong-dorong —dia tidak menyebutkan siapa-siapa yang mendorongdorongnya—untuk maju mencalonkan lagi dalam pilkada mendatang.Sebetulnya dia merasa berat, tapi dia tidak mau mengecewakan mereka yang mengharapkannya tetap memimpin kabupaten yang terbelakang ini.“Nawaitu saya cuma ingin melanjutkan pembangunan daerah ini hingga menjadi kabupaten yang makmur dan berwibawa,” katanya berapi-api. “Sayasedih melihat kawan-kawan di pedesaan, meski saya sudah berbuat banyak selama ini, masih banyak di antara mereka yang hidup di bawah garis
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

66

kemiskinan. Perjuangan saya demi rakyat daerah ini khususnya, belum selesai.”“Saya sudah menyusun rencana secara bertahap yang saya perkirakan dalam masa lima tahun ke depan, akan paripurna pengentasan kemiskinan di daerah ini. Saya tahu, untuk itu hambatannya tidak sedikit.” Dia menyedot Dji Sam Soe-nya dalam-dalam dan melanjutkan dengan suara yang sengaja dilirihkan. “Njenengan tahu, orang-orang yang selama ini ada di sekeliling saya, yang resminya erupakan pembantu-pembantu saya, justru malah hanya mengganggu. Sering menjegal saya. Mereka sering mengambil kebijaksanaan sendiri dengan mengatasnamakan saya. Lha akhirnya saya kan yang ketiban awu anget, terkena akibatnya. Sekarang ini beredar isu katanya bupati menyelewengkan dana ini-itu; bupati menyunati bantuan-bantuan untuk masyarakat; bupati membangun rumah seharga sekian miliar di kampong asalnya; dan isu-isu negatif lain. Ini semua sumbernya ya mereka itu.” “Namun itu semua tidak menyurutkan tekad saya untuk tetap maju demi rakyat daerah ini yang sangat saya cintai. Saya mohon restu dan dukungan Panjenengan. Saya berjanji dalam diri saya, kalau nanti saya terpilih lagi, akan saya sapu bersih sampah-sampah yang tak tahu diri itu dari lingkungan saya.” Dia menyebut beberapa nama yang selama ini memang aku kenal sebagai pembantu-pembantu dekatnya. Aku hanya mengangguk-angguk dan sesekali memperlihatkan ekspresi heran atau kagum. Sikap yang ternyata membuatnya semakin bersemangat. “Jadi Sampeyan sudah siap betul ya?” tanyaku untuk pantas-pantas saat dia sedang menghirup tehnya. Buru-buru dia letakkan gelas tehnya dan berkata, “Alhamdulillah, saya sudah melakukan pendekatan kepada Pak Kiai Sahil. Bahkan beliau mengikhlaskan putranya, Gus Maghrur, untuk mendampingi saya sebagai cawabup.” Kiai Sahil adalah seorang tokoh sangat berpengaruh di daerah kami.Partai terbesar di sini tak bakalan mengambil keputusan apa pun tanpa restu dan persetujuan kiai yang satu ini. Sungguh cerdik orang ini, pikirku. “Kiai Sahil sudah memanggil pimpinan partai Anu dan dipertemukan dengan saya. Dan tanpa banyak perdebatan, disepakati saya sebagai calon tunggal bupati dan Gus Maghrur pendamping saya sebagai cawabup. Mudahmudahan bermanfaat bagi masyarakat yang sudah lama mendambakan pemimpin yang kuat ini dan mampu mengantarkan mereka kepada kehidupan yang lebih layak.” *** Sesuai pembicaraan di telepon sebelumnya, malam itu sekda dating bersama istrinya. Sementara istrinya ngobrol dengan istriku, dia langsung menyampaikan maksud tujuannya. “Langsung saja, Mbah; maksud kedatangan kami selain bersilaturahmi dan menengok kesehatan Simbah, kami ingin mohon restu. Terus terang kami kesulitan menolak kawan-kawan yang mendorong kami untuk mencalonkan sebagai bupati. Lagi pula memang selama periode kepemimpinan bupati yang sekarang, Panjenengan tahu sendiri, tak ada kemajuan yang berarti. Saya yang selama ini mendampinginya setiap saat merasa prihatin, namun tidak bisa berbuat apaRPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

67

apa. Saya harus tutup mata dan telinga bila melihat dan mendengar tentang penyelewengan atasan saya itu.” “Jadi, selama ini, Sampeyan tidak pernah mengingatkan atau menegurnya bila melihat dia berbuat yang tidak semestinya?” tanyaku. “Ya tidak sekali dua kali,” sahutnya, “tapi tak pernah didengarkan. Mungkin dia pikir saya kan hanya bawahannya. Setiap kali saya ingatkan, dia selalu mengatakan bahwa dialah bupatinya dan saya hanya sekretaris; dia akan mempertanggungjawabkan sendiri semua perbuatannya. Lama-lama saya kan bosan. Ya akhirnya saya diamkan saja. Pikir saya, dosa-dosanya sendiri.” “Tapi akibatnya kan bisa juga mengenai orang banyak?!” “Lha, itulah, Mbah, yang membuat saya prihatin dan terus mengganggu nurani saya. Tapi ke depan hal ini tidak boleh berulang. Saya dan kawankawan sudah bertekad akan menghentikannya. Bila nanti saya terpilih, saya tidak akan biarkan praktek-praktek tidak benar seperti kemarin-kemarin itu terjadi. Saya akan memulai tradisi baru dalam pemerintahan daerah ini. Tradisi yang mengedepankan kejujuran dan tranparansi. Pemerintahan yang bersih. Kasihan rakyat yang sekian lamanya tidak mendapatkan haknya, karena kerakusan pemimpinnya. Saya tahu persis data-data potensi daerah ini yang sebenarnya tidak kalah dari daerah-daerah lain. Seandainya dikelola dengan baik, saya yakin daerah ini akan menjadi maju dan tidak mustahil bahkan paling maju di wilayah propinsi.” “Jadi Sampeyan sudah siap betul ya?” Aku mengulang pertanyaanku kepada bosnya tempo hari. “Ya, mayoritas pimpinan partai saya, Partai Polan, dan pengurus pengurus anak cabangnya sudah setuju mencalonkan saya sebagai bupati dan Drs Rozak dari Partai Anu sebagai cawabupnya. Jadi nanti koalisi antara Partai Polan dan Partai Anu. Menurut hitungan di atas kertas suara kedua partai besar ini sudah lebih dari cukup.” “Lho, aku dengar Partai Anu sudah mencalonkan bos Sampeyan berpasangan dengan Gus Maghrur?” selaku. “Ah, itu belum resmi, Mbah. Beberapa tokoh dari Partai Anu yang ketemu saya, justru menyatakan tidak setuju dengan pasangan itu. Pertama, karena mereka sudah mengenal betul bagaimana pribadi bos saya dan meragukan kemampuan Gus Maghfur. Itu kan akal-akalannya bos saya saja. Gus Maghfur hanya dimanfaatkan untuk meraup suara mereka yang fanatik kepada Kiai Sahil.” *** Konferensi Cabang Partai Anu yang digelar dalam suasana demam pilkada, meski sempat memanas, namun berakhir dengan mulus. Drs Rozak terpilih sebagai ketua baru dengan perolehan suara cukup meyakinkan, mengalahkan saingannya, Gus Maghrur. Drs Rozak bergerak cepat. Setelah kelengkapan pengurus tersusun, langsung mengundang rapat pengurus lengkap. Di samping acara perkenalan, rapat pertama itu juga memutuskan: DPC akan mengadakan konvensi untuk penjaringan calon-calon bupati dan wakil bupati. Drs Rozak menyatakan dalam konferensi pers bahwa selama ini partainya belum secara resmi menetapkan calon dan inilah saatnya secara resmi partai pemenang pemilu kemarin ini membuka pendaftaran calon dari mana pun. Bisa dari tokoh
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

68

independen, bisa dari partai lain. Ditambahkan oleh ketua baru ini, bahwa dia sudah berkonsultasi dengan Dewan Pimpinan Pusat Partai dan diizinkan melakukan konvensi tidak dengan sistem paket. Artinya, masing-masing mendaftar sebagai calon bupati atau wakil bupati dan baru nantinya ditetapkan siapa berpasangan dengan siapa. Tak lama setelah diumumkan, banyak tokoh yang mendaftar, baik sebagai calon bupati maupun calon wakil bupati. Termasuk di antara mereka yang mendaftar sebagai cabup: bupati lama dan sekdanya. Menurut keterangan panitia konvensi, agar sesuai dengan prinsip demokrasi, calon-calon akan digodok, dipilih, dan ditetapkan melalui pertemuan antara pengurus cabang lengkap, pengurus-pengurus anak cabang, dan organisasi-organisasi underbow partai; dengan ketentuan partai hanya akan mencalonkan satu cabup dan satu cawabup. Semua orang menunggu-nunggu hasil konvensi partai terbesar di kabupaten itu. Maklum Partai Anu merupakan partai yang diyakini menentukan. Apalagi sebelumnya sudah ramai dan simpang siur berita mengenai calon-calon dari partai ini. Orang-orang tak ingin terus menduga-duga apakah benar partai yang katanya menyesal dulu mendukung bupati yang sekarang akan mencalonkannya lagi berpasangan dengan Gus Maghrur, putra Kiai Sahil sesepuh partai. Dan apakah sekda yang konon dicalonkan oleh Partai Polan benar akan berpasangan dengan Drs Rozak yang kini menjadi ketua Partai Anu. Singkat cerita, konvensi berjalan dengan mulus. Sesuai kesepakatan, calon bupati dipilih sendiri dan calon wakil bupati dipilih sendiri pula. Kemudian yang terpilih sebagai cabup dipasangkan dengan yang terpilih sebagai cawabup. Hasilnya sungguh mengejutkan banyak orang, terutama bupati lama dan sekdanya. Ternyata yang terpilih dan disepakati menjadi calon-calon partai ialah Drs Rozak sebagai cabup dan Ir Sarjono, ketua Partai Polan sebagai cawabupnya. *** “Itulah politik,” kataku kepada istriku yang tampak bingung setelah mendengar ceritaku. “Untung aku tidak tergiur ketika ada yang menawariku — dan kamu ikut mendorong-dorongku— untuk ikutan maju sebagai cawabup!” Sumber: H T T P : / / K U M P U L A N - CERPEN.BLOGSPOT.COM/

Wabah Cerpen A. Mustofa Bisri Mula-mula tak ada seorang pun di rumah keluarga besar itu yang berterus terang. Masing-masing memendam pengalaman aneh yang dirasakannya dan curiga kepada yang lain. Masing-masing hanya bertanya dalam hati, “Bau apa ini?” Lalu keadaan itu meningkat menjadi bisik-bisik antar “kelompok” dalam keluarga besar itu. Kakek berbisik-bisik dengan nenek. “Kau mencium sesuatu, nek?” “Ya. Bau aneh yang tak sedap!” jawab nenek. “Siapa gerangan yang mengeluarkan bau aneh tak sedap ini?”
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

69

“Mungkin anakmu.” “Belum tentu; boleh jadi cucumu!” “Atau salah seorang pembantu kita.” Ayah berbisik-bisik dengan ibu. “Kau mencium sesuatu, Bu?” “Ya. Bau aneh yang tak sedap!” jawab ibu. “Siapa gerangan yang mengeluarkan bau aneh tak sedap ini?” “Mungkin ibumu.” “Belum tentu; boleh jadi menantumu.” “Atau salah seorang pembantu kita.” Demikianlah para menantu pun berbisik-bisik dengan istri atau suami masing-masing. Anak-anak berbisik antarmereka. Para pembantu berbisik bisik antarmereka. Kemudian keadaan berkembang menjadi bisik-bisik lintas “kelompok”. Kakek berbisik-bisik dengan ayah atau menantu laki-laki atau pembantu laki-laki. Nenek berbisik-bisik dengan ibu atau menantu perempuan atau pembantu perempuan. Para menantu berbisik-bisik dengan orang tua masing-masing. Ibu berbisik-bisik dengan anak perempuannya atau menantu perempuannya atau pembantu perempuan. Ayah berbisik-bisik dengan anak laki-lakinya atau menantu laki-lakinya atau pembantu laki-laki. Akhirnya semuanya berbisik-bisik dengan semuanya. Bau aneh tak sedap yang mula-mula dikira hanya tercium oleh masing masing itu semakin menjadi masalah, ketika bisik-bisik berkembang menjadi saling curiga antarmereka. Apalagi setiap hari selalu bertambah saja anggota keluarga yang terang-terangan menutup hidungnya apabila sedang berkumpul. Akhirnya setelah semuanya menutup hidung setiap kali berkumpul, mereka pun sadar bahwa ternyata semuanya mencium bau aneh tak sedap itu. Mereka pun mengadakan pertemuan khusus untuk membicarakan masalah yang mengganggu ketenangan keluarga besar itu. Masing-masing tidak ada yang mau mengakui bahwa dirinya adalah sumber dari bau aneh tak sedap itu. Masing-masing menuduh yang lainlah sumber bau aneh tak sedap itu. Untuk menghindari pertengkaran dan agar pembicaraan tidak mengalami deadlock, maka untuk sementara fokus pembicaraan dialihkan kepada menganalisa saja mengapa muncul bau aneh tak sedap itu. Alhasil, didapat kesimpulan yang disepakati bersama bahwa bau itu timbul karena kurangnya perhatian terhadap kebersihan. Oleh karena itu diputuskan agar semua anggota keluarga meningkatkan penjagaan kebersihan; baik kebersihan diri maupun lingkungan. Selain para pembantu, semua anggota keluarga diwajibkan untuk ikut menjaga kebersihan rumah dan halaman. Setiap hari, masing-masing mempunyai jadwal kerja bakti sendiri. Ada yang bertanggung jawab menjaga kebersihan kamar tidur, ruang tamu, ruang makan, dapur, kamar mandi, dan seterusnya. Sampah tidak boleh dibuang di sembarang tempat. Menumpuk atau merendam pakaian kotor dilarang keras. Juga disepakati untuk membangun beberapa kamar mandi baru. Tujuannya agar tak ada seorang pun anggota keluarga yang tidak mandi dengan alasan malas. Siapa tahu bau itu muncul justru dari mereka yang malas
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

70

mandi. Di samping itu, semua anggota keluarga diharuskan memakai parfum dan menyemprot kamar masing-masing dengan penyedap ruangan. Semua benda dan bahan makanan yang menimbulkan bau seperti trasi, ikan asin, jengkol, dan sebagainya dilarang dikonsumsi dan tidak boleh ada dalam rumah. Setiap jengkal tanah yang dapat ditanami, ditanami bunga-bunga yang berbau wangi seperti mawar, melati, kenanga, dan sebagainya. Ketika kemudian segala upaya itu ternyata tidak membuahkan hasil dan justru bau aneh tak sedap itu semakin menyengat, maka mereka menyepakati untuk beramai-ramai memeriksakan diri. Jangan-jangan ada seseorang atau bahkan beberapa orang di antara mereka yang mengidap sesuatu penyakit. Mereka percaya ada beberapa penyakit yang dapat menimbulkan bau seperti sakit gigi, sakit lambung, paru-paru, dan sebagainya. Pertama-tama mereka datang ke puskesmas dan satu per satu mereka diperiksa. Ternyata semua dokter puskesmas yang memeriksa mereka menyatakan bahwa mereka semua sehat. Tak ada seorang pun yang mengidap sesuatu penyakit. Tak puas dengan pemeriksaan di puskesmas, mereka pun mendatangi dokter-dokter spesialis; mulai dari spesialis THT, dokter gigi, hingga ahli penyakit dalam. Hasilnya sama saja. Semua dokter yang memeriksa tidak menemukan kelainan apa pun pada kesemuanya. 23 Pemerintahan Mereka merasa gembira karena oleh semua dokter —mulai dari dokter puskesmas hingga dokterdokter spesialis— di kota, mereka dinyatakan sehat. Setidak-tidaknya bau aneh dan busuk yang meruap di rumah mereka kemungkinan besar tidak berasal dari penyakit yang mereka idap. Namun ini tidak memecahkan masalah. Sebab bau aneh tak sedap itu semakin hari justru semakin menyesakkan dada. Mereka pun berembug kembali. “Sebaiknya kita cari saja orang pintar;” usul kakek sambil menutup hidung, “siapa tahu bisa memecahkan masalah kita ini.” “Paranormal, maksud kakek?” sahut salah seorang menantu sambil menutup hidung. “Paranormal, kiai, dukun, atau apa sajalah istilahnya; pokoknya yang bisa melihat hal-hal yang gaib.” “Ya, itu ide bagus,” kata ayah sambil menutup hidung mendukung ide kakek, “Jangan-jangan bau aneh tak sedap ini memang bersumber dari makhluk atau benda halus yang tidak kasat mata.” “Memang layak kita coba,” timpal ibu sambil menutup hidung, “orang gede dan pejabat tinggi saja datang ke “orang pintar” untuk kepentingan pribadi, apalagi kita yang mempunyai masalah besar seperti ini.” Ringkas kata akhirnya mereka beramai-ramai mendatangi seorang yang terkenal “pintar”. “Orang pintar” itu mempunyai banyak panggilan. Ada yang memanggilnya Eyang, Kiai, atau Ki saja. Mereka kira mudah. Ternyata pasien “orang pintar” itu jauh melebihi pasien dokter-dokter spesialis yang sudah mereka kunjungi. Mereka harus antre seminggu lamanya, baru bias bertemu “orang pintar” itu. Begitu masuk ruang praktik sang Eyang atau sang Kiai atau sang Ki, mereka terkejut setengah mati. Tercium oleh mereka bau yang luar biasa busuk. Semakin dekat mereka dengan si “orang pintar” itu, semakin dahsyat bau busuk menghantam hidung-hidung mereka. Padahal mereka sudah menutupnya dengan semacam masker khusus. Beberapa di antara mereka sudah ada yang benarbenar pingsan. Mereka pun balik kanan. Mengurungkan niat mereka berkonsultasi dengan dukun
RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

71

yang ternyata lebih busuk baunya daripada mereka itu. Keluar dari ruang praktik, mereka baru menyadari bahwa semua pasien yang menunggu giliran ternyata memakai masker. Juga ketika mereka keluar dari rumah sang dukun mereka baru ngeh bahwa semua orang yang mereka jumpai di jalan, ternyata memakai masker. Mungkin karena beberapa hari ini seluruh perhatian mereka tersita oleh problem bau di rumah tangga mereka sendiri, mereka tidak sempat memperhatikan dunia di luar mereka. Maka ketika mereka sudah hamper putus asa dalam usaha mencari pemecahan problem tersebut, baru mereka kembali membaca koran, melihat TV, dan mendengarkan radio seperti kebiasaan mereka yang sudah-sudah. Dan mereka pun terguncang. Dari siaran TV yang mereka saksikan, koran-koran yang mereka baca, dan radio yang mereka dengarkan kemudian, mereka menjadi tahu bahwa bau aneh tak sedap yang semakin hari semakin menyengat itu ternyata sudah mewabah di negerinya. Wabah bau yang tak jelas sumber asalnya itu menjadi pembicaraan nasional. Apalagi setelah korban berjatuhan setiap hari dan jumlahnya terus meningkat. Ulasan-ulasan cerdik pandai dari berbagai kalangan ditayangkan di semua saluran TV, diudarakan melalui radio-radio, dan memenuhi kolomkolom koran serta majalah. Bau aneh tak sedap itu disoroti dari berbagai sudut oleh berbagai pakar berbagai disiplin. Para ahli kedokteran, ulama, aktivis LSM, pembela HAM, paranormal, budayawan, hingga politisi, menyampaikan pendapatnya dari sudut pandang masing-masing. Mereka semua —seperti halnya keluarga besar kita— mencurigai banyak pihak sebagai sumber bau aneh tak sedap itu. Tapi —seperti keluarga besar kita—tak ada seorang pun di antara mereka yang mencurigai dirinya sendiri. Hingga cerita ini ditulis, misteri wabah bau aneh tak sedap itu belum terpecahkan. Tapi tampaknya sudah tidak merisaukan warga negeri — termasuk keluarga besar itu— lagi. Karena mereka semua sudah terbiasa dan menjadi kebal. Bahkan masker penutup hidung pun mereka tak memerlukannya lagi. Kehidupan mereka jalani secara wajar seperti biasa dengan rasa aman tanpa terganggu. *** Rembang, 6 Juni 2003 Sumber : HTTP://KUMPULANCERPEN. BLOGSPOT.COM/

RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas IX

72

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->