RANGKAIAN PENGUAT KELAS A

Rangkaian penguat kelas A

Pada kaki basis dialiri arus yang cukup untuk mengaktifkan kerja dari transistor. karena itu penguat kelas A sering dipasang pada bagian awal untuk menguatkan frekuensi kecil yang kemudian dikuatkan lagi oleh penguat yang lain baik kelas B maupun kelas C. untuk menanggulangi hal ini maka pada kaki emitor diberi resistor (R2). dengan adanya capasitor pada input dan outpun rangkaian maka dapat memfilter arus dc sehingga benar – benar arus AC yang masuk. atau sebagai sambungan. sebelum dan sesudah output terdapat sebuah capacitor (C2 dan C4) yang dipasang secara seri. akibat arus yang besar tersebut transistor akan cepat panas dan jika hal ini tetap dibiarkan maka transistor dapat rusak. arus I B yang cukup besar juga akan mengakibatkan arus yang melalui IC juga cukup sangat besar. Perhatikan pada bagian input dan output.telkompoltek. fungsi dari capasitor bypass juga untuk memudahkan analisa AC pada rangkaian. kapasitor ini sering disebut juga sebagai kapasitor decoupling (C3). pada gambar diatas tegangan Vcc yang masuk ke basis mengalami pembagian tegangan oleh adanya resistor yang dipasang secara parelel yaitu R1 dan R3. Penguat kelas A cocok untuk menguatkan frekuensi kecil. karena tidak membutuhkan daya yang besar. inductor ini disebut juga sebagai RFC (Radio Frequency Cook) yang kerjanya hampir mirip dengan LPF.html . sehingga nilai dari capasitor itu sendiri dapat ditentukan dengan persamaan XC= 12πfC Jika diperhatikan pada bagian yang paling dekat dengan Vcc terdapat kapasitor juga yang dipasang secara parallel terhadap Vcc. fungsinya adalah meloloskan dc dan menahan arus AC agar AC tidak naik ke Vcc kembali. sifat dasar dari kapasitor adalah menahan arus dc dan meloloskan arus AC. pada Radio Frequency RFC berfungsi untuk menahan arus AC.net/2010/07/rangkaian-penguat-kelas_01. R2 juga sering disebut sebagai pengendali suhu pada rangkaian penguat kelas A.7 V karena tegangan pada kaki basis sama dengan tegangan pada diode. resistor ini mengakibatkan Vce semakin turun sehingga suhu di transistor dapat ditahan untuk tidak naik. Pada bagian output dipasang sebuah inductor (L1). jadi langkah awal untuk menentukan jenis dari suatu penguat adalah dengan melihat tegangan yang masuk ke basis. sedangkan untuk kelas C tegangan pada basis sebesar 0 V karena di hubungkan ke ground melalui sebuah inductor . Sekarang perhatikan kapasitor yang dirangkai secara parallel dengan R2 (C1) kapasitor ini disebut sebagai kapasitor byapass karena memiliki XC yang kecil.Cara yang paling mudah untuk mengenali jenis penguat kelas adalah dengan memperhatikan tegangan pada basis. bandingkan dengan penguat yang lain. karena sesuai persamaan IE = IC + IB sedangkan IE ≈ IC . http://elkakom. karena kapasitor ini menjaga agar sinyal distorsi yang dihasilkan dari rangkaian tidak mempengaruhi input. hal yang perlu diperhatikan adalah nilai dari XC harus 20x dibawah nilai R2. fungsi dari capacitor ini disebut sebagai kopling karena berfungsi untuk menyalurkan transmisi. dengan cara ini suhu di transistor masih diambang toleransi yang tidak merusak transistor. penguat kelas B memiliki tegangan 0.

Tetapi sebenarnya fidelitas yang tinggi bukan menjadi tujuan dari penguat jenis ini. Rangkaian L C pada rangkaian tersebut akan ber-resonansi dan ikut berperan penting dalam me-replika kembali sinyal input menjadi sinyal output dengan frekuensi yang sama. bahkan jika perlu cukup sempit hanya pada puncak-puncaknya saja dikuatkan. Contohnya adalah pendeteksi dan penguat frekuensi pilot. Sisa sinyalnya bisa direplika oleh rangkaian resonansi L dan C. Nilai C dan L akan mempengaruhi nilai . Karena dapat memperkuat sinyal hanya pada frekuensi tertentu saja. karena transistor memang sengaja dibuat bekerja pada daerah saturasi. namun tingkat fidelitasnya memang lebih rendah. Tipikal dari rangkaian penguat kelas C adalah seperti pada rangkaian diatas. Penguat kelas C memiliki efisiensi yang tinggi bahkan sampai 100%. Ada beberapa aplikasi yang memang hanya memerlukan 1 phase positif saja. Pada penguat kelas C ada rangkaian tambahan berupa kapasitor dan induktor atau disebut juga sirkuit resonan. KELEBIHAN Lebih efisien. Transistor penguat kelas C bekerja aktif hanya pada phase positif saja. Rangkaian ini jika diberi umpanbalik dapat menjadi rangkaian osilator RF yang sering digunakan pada pemancar. Rangkaian ini juga tidak perlu dibuatkan bias. Rangkaian ini fungsinya sebagai filter frekuensi.Rangkaian Penguat Kelas C Beril Harits L / 0831130063 / 2A Sebelumnya pada Penguat kelas B perlu 2 transistor untuk bekerja dengan baik. maka ada penguat yang disebut kelas C yang hanya perlu 1 transistor. rangkaian penguat tuner RF dan sebagainya.

misalnya pada antena untuk memperkuat sinyal yang memiliki frekuensi tertentu.frekuensi yang akan diperkuat. RANGKAIAN PENGUAT KELAS AB . KEKURANGAN • Amplitudo terpotong • Tidak bagus untuk power besar • Memotong Modulasi PENGGUNAAN Untuk penguat kelas C biasanya digunakan pada rangkaian gelombang radio. Jadi hanya satu jenis frekuensi dan kelipatannya saja yang dapat diperkuat.

Teknik ini bisa dengan memberi bias konstan pada salah satu transistornya yang bekerja pada kelas AB (biasanya selalu yang PNP). Penguat kelas AB ternyata punya masalah dengan teknik ini. Ada beberapa teknik yang sering dipakai untuk menggeser titik Q sedikit di atas daerah cut-off. Caranya adalah dengan membuat salah satu transistornya bekerja pada kelas AB dan satu lainnya bekerja pada kelas B. transistor Q1 masih aktif sementara transistor Q2 mulai aktif dan demikian juga pada phase sebaliknya. Ini tujuannya tidak lain adalah agar pada saat transisi sinyal dari phase positif ke phase negatif dan sebaliknya. Maka dibuatlah teknik yang hanya mengaktifkan salah satu transistor saja pada saat transisi. Salah satu contohnya adalah seperti gambar-3 berikut ini. Lalu tentukan arus base dan lihat relasinya dengan arus Ic dan Ie sehingga dapat dihitung relasiny dengan tegangan jepit R2 dari rumus VR2=2x0. Caranya dengan menganjal base transistor tersebut menggunakan deretan dioda atau susunan satu transistor aktif.MUHAMMAD ZAINUL ABIDIN /2A / 0831130010 Cara lain untuk mengatasi cross-over adalah dengan menggeser sedikit titik Q pada garis beban dari titik B ke titik AB (gambar-1). ternyata sang insinyur (yang mungkin saja bukan seorang insinyur) tidak kehilangan akal. Resistor R2 di sini berfungsi untuk memberi tegangan jepit antara base transistor Q1 dan Q2.75%) dengan mempertahankan fidelitas sinyal keluaran. terjadi overlap diantara transistor Q1 dan Q2. Untuk menghindari masalah gumming ini. sebab akan terjadi penggemukan sinyal pada kedua transistornya aktif ketika saat transisi. Penguat kelas AB merupakan kompromi antara efesiensi (sekitar 50% . Maka kadang penguat seperti ini disebut juga dengan penguat kelas AB plus B atau bisa saja diklaim sebagai kelas AB saja atau kelas B . R2 dan R3 dengan rumus VR2=(2VCC) R2/(R1+R2+R3). Tegangan jepit pada R2 dihitung dari pembagi tegangan R1. Pembaca dapat menentukan berapa nilai R2 ini untuk memberikan arus bias tertentu bagi kedua transistor. Masalah ini disebut dengan gumming. Pada saat itu.7+Ie(Re1+Re2).

tegangan ini dinamakan bias voltage. kepada kakikakinya harus diberikan tegangan. Berdasarkan susunan semikonduktor yang membentuknya. Untuk membadakan transistor PNP dan NPN dapat dari arah panah pada kaki emitornya. Sifat transistor adalah bahwa antara kolektor dan emitor akan ada arus (transistor akan menghantar) bila ada arus basis. Berbagai bentuk transistor yang terjual di pasaran. Agar transistor dapat bekerja. Transistor pada umumnya mempunyai tiga kaki. Basisemitor diberikan forward voltage. KOMPONEN DASAR TRANSISTOR Transistor adalah komponen elektronika yang tersusun dari dari bahan semi konduktor yang memiliki 3 kaki yaitu: basis (B). Makin besar arus basis makin besar penghatarannya. suatu transistor terdiri atas dua buah dioda yang disatukan. kaki berikutnya dinamakan kolektor dan kaki yang ketiga disebut emitor. Namun yang penting adalah dengan teknik-teknik ini tujuan untuk mendapatkan efisiensi dan fidelitas yang lebih baik dapat terpenuhi. bahan selubung kemasannya juga ada berbagai macam misalnya selubung logam. . kolektor (C) dan emitor (E). maka dari itu transistor digunakan untuk memperkuat arus (amplifier). sedangkan basiskolektor diberikan reverse voltage. kaki pertama disebut basis. Karena penguat kelas AB terlanjur memiliki konotasi lebih baik dari kelas A dan B. keramik dan ada yang berselubung polyester. Suatu arus listrik yang kecil pada basis akan menimbulkan arus yang jauh lebih besar diantara kolektor dan emitornya. transistor dibedakan menjadi dua tipe. Pada transistor PNP anak panah mengarah ke dalam dan pada transistor NPN arah panahnya mengarah ke luar. Pada prinsipnya. Penyebutan ini tergantung dari bagaimana produk amplifier anda mau diiklankan. yaitu transistor PNP dan transistor NPN.karena dasarnya adalah PA kelas B.

Sifat-sifat rangkaian common base adalah: • Impedansi input rendah . sedangkan pada transistor PNP tegangan basis dan kolektornya negatif terhadap tegangan emitor. Pada transistor jenis NPN tegangan basis dan kolektornya positif terhadap emitor. tegangan dan daya (AC dan DC) Sebagai penyearah Sebagai mixer Sebagai osilator Sebagai switch Pemberian Tegangan Muka (Voltage Bias) Pada Transistor Agar transistor dapat bekerja maka pemberian tegangan muka pada transistor harus seperti diatas yaitu: • • Dioda BE di beri bias maju (forward bias) Dioda BC di beri bias mundur (reverse bias) Rangkaian Dasar Transistor Common Base Penguatan arus pada common base : α = Ic/ Ie . Transistor dapat dipergunakan antara lain untuk : • • • • • Sebagai penguat arus.Terdapat dua jenis transistor ialah jenis NPN dan jenis PNP.

Sifat-sifat rangkaian common emitor adalah: • • • • • Impedansi input rendah Impedansi output tinggi Penguatan tegangan besar Penguatan daya besar Output mengalami perubahan fase 180o terhadap input • FIELD EFFECT TRANSISTOR Field Effect Transistor (FET) adalah suatu jenis transistor khusus. yang akan menghantar bila diberi arus basis. transistor jenis ini akan menghantar bila diberikan tegangan (jadi bukan arus). Tidak seperti transistor biasa. Drain (D) dan Source(S). Sifat-sifat rangkain common colector Tidak mengalami perubahan fase pada output Common Emitor Penguatan arus pada common emitor : β = Ie/ Ib .• • • • Impedansi output tinggi Penguatan arus <1 Penguatan teganagan besar Tidak mengalami perubahan fase pada output Common Colector Penguatan arus pada common colector : γ = Ie/ Ib adalah: • • • • • • Impedansi input tinggi Impedansi output rendah Penguatan arus besar Penguatan tegangan <1 Penguatan daya kecil . . Kaki kakinya diberi nama Gate (G).

Karena harga FET yang lebih tinggi dari transistor. serta desah yang rendah. satu Source dan satu atau dua Gate. terdapat dua macam MOSFET ialah Kanal P dan Kanal N. pematriannya menggunakan jenis solder yang khusus untuk pematrian MOSFET. Mosfet Dalam pengemasan dan perakitan dengan menggunakan MOSFET perlu diperhatiakan bahwa komponen ini tidak tahan terhadap elektrostatik. mengemasnya menggunakan kertas timah. Contoh aplikasi transistor • Transistor sebagai sakelar . maka MOSFET hanya digunakan pada bagianbagian yang benarbenar memerlukannya. Mengingat harga yang cukup tinggi. maka hanya digunakan pada bagianbagian yang memang memerlukan. • MOSFET Metal Oxide Semiconductor FET (MOSFET) adalah suatu jenis FET yang mempunyai satu Drain. Kecuali itu terdapat beberapa macam FET ialah Junktion FET (JFET) dan Metal Oxide Semiconductor FET (MOSFET). Seperti halnya dengan transistor. Seperti halnya pada FET. Penggunaannya misalnya sebagai RF amplifier pada receiver untuk memperoleh amplifikasi yang tinggi dengan desah yang rendah. MOSFET mempunyai input impedance yang sangat tinggi.FET Beberapa Kelebihan FET dibandingkan dengan transistor biasa ialah antara lain penguatannya yang besar. ada dua jenis FET yaitu KanalN dan KanalP. Ujud fisik FET ada berbagai macam yang mirip dengan transistor.

Dan untuk transistor PNP. tegangan bias pada basis harus lebih negatif dari emitor. Untuk transistor NPN. maka transistor semakin jenuh (semakin ON) dan tegangan kolektor-emitor (VCE) semakin rendah. .5 sampai 0.• Transistor sebagai penguat Bias Transistor Untuk dapat bekerja. Kebutuhan tegangan bias ini berkisar antara 0. sebuah transistor membutuhkan tegangan bias pada basisnya. tegangan bias pada basis harus lebih positif dari emitor.7 Volt tergantung jenis dan bahan semikonduktor yang digunakan. Semakin tinggi arus bias pada basis.

Transistor sebagai Saklar Dengan mengatur bias sebuah transistor sampai transistor jenuh. . Tampak TR3 (NPN) dan TR4 (PNP) dipakai menghidupkan dan mematikan LED. Jadi jika transistor OFF maka led akan mati dan jika transistor ON maka led akan hidup. Karena kaki emitor dihubungkan ke ground maka untuk menghidupkan transistor. posisi saklar SW1 harus ON jadi basis transistor TR3 mendapat bias dari tegangan positif dan akibatnya transistor menjadi jenuh (ON) lalu kaki kolektor dan kaki emitor tersambung. TR3 dipakai untuk memutus dan menyambung hubungan antara katoda LED dengan ground. Untuk memudahkan maka Vcc ditulis dengan -Vcc dan Vee ditulis dengan +Vee. maka seolah akan didapat hubung singkat antara kaki kolektor dan emitor.Bias Transistor Pada gambar terlihat bahwa TR1 adalah termasuk jenis NPN. Dengan memanfaatkan fenomena ini. Transistor Sebagai Saklar Pada gambar terlihat sebuah rangkaian saklar elektronik dengan menggunakan transistor NPN dan transistor PNP. Untuk memudahkan maka Vcc ditulis dengan +Vcc dan Vee ditulis dengan -Vee. jadi tegangan bias pada basis (Vbb) harus lebih positif dari emitor (Vee). maka transistor dapat difungsikan sebagai saklar elektronik. jadi tegangan bias padabasis (Vbb) harus lebih negatif dari emitor (Vee). Dan TR2 adalah termasuk jenis PNP. Untuk mematikan LED maka posisi SW1 harus OFF.

Transistor sebagai penguat sinyal AC Selain sebagai penguat arus. penguat kelas B. supaya pada emitor keluar tegangan yang tetap. Karena kaki emitor dihubungkan ke tegangan positif. transistor dikelompokkan menjadi beberapa jenis penguat. Dengan demikian tegangan yang keluar pada emitor mempunyai arus sebesar perkalian antara arus basis dan HFE transistor. Jadi jika transistor OFF maka led akan mati dan jika transistor ON maka led akan hidup.TR4 dipakai untuk memutus dan menyambung hubungan antara anoda LED dengan tegangan positif. Transistor sebagai penguat arus Fungsi lain dari transistor adalah sebagai penguat arus. Tegangan basis pada masing masing transistor dijaga agar nilainya tetap oleh dioda zener D3 dan D4. Transistor TR5 (NPN) dipakai untuk regulator tegangan positif dan transistor TR6 (PNP) digunakan untuk regulator tegangan negatif. yaitu: penguat kelas A. Dalam bekerja sebagai penguat sinyal AC. . transistor juga bisa digunakan sebagai penguat tegangan pada sinyal AC. Untuk mematikan LED maka posisi SW1 harus OFF. Transistor Sebagai Penguat Arus Pada gambar tampak dua buah regulator dengan polaritas tegangan output yang berbeda. posisi saklar SW2 harus ON jadi basis transistor TR4 mendapat bias dari tegangan negatif dan akibatnya transistor menjadi jenuh (ON) lalu kaki emitor dan kaki kolektor tersambung. Biasanya untuk mengatur teganganbasis supaya tetap digunakan sebuah dioda zener. dan kelas C. Untuk keperluan ini transistor harus dibias tegangan yang konstan pada basisnya. Untuk pemakaian transistor sebagai penguat sinyal digunakan beberapa macam teknik pembiasan basis transistor. Karena fungsi ini maka transistor bisa dipakai untuk rangkaian power supply dengan tegangan yang di set. maka untuk menghidupkan transistor. penguat kelas AB.

Transistor Sebagai Penguat Sinyal AC Pada gambar tampak bahwa R15 dan R16 bekerjasama dalam mengatur tegangan bias pada basis transistor. Sinyal input masuk ke penguat melalui kapasitor C8 ke basis transistor. Konfigurasi ini termasuk jenis penguat kelas A. PENGUAT DAYA KELAS A dengan RANGKAIAN DASAR KELAS A . Dan sinyal output diambil pada kaki kolektor dengan melewati kapasitor C7. Fungsi kapasitor pada input dan output penguat adalah untuk mengisolasi penguat terhadap pengaruh dari tegangan DC eksternal penguat. Hal ini berdasarkan karakteristik kapasitor yang tidak melewatkan tegangan DC.

pengelompokkan dapat berdasarkan: 1. gelombang lebar (seperti: penguat audio.oleh:Fendy Astika S. . video. a./0831130023/2A PENGUAT DAYA KELAS A dengan RANGKAIAN DASAR KELAS A PENGUAT DAYA Dalam elektronika banyak sekali dijumpai jenis penguat. gelombang sempit (seperti tuned amplifier). rentang frekuensi operasi. rf dll) b.

metoda pemasangan rangkaian. pemasangan AC : semua komponen frekuensi rendah (termasuk dc) tidak diteruskan ke rangkaian penguat b. kelas AB : Titik kerja diatur dua ekstrim dari kelas A dan kelas B. 3. sehingga daya quiescent sangat kecil. dapat dikelompokkan menjadi: 1. kelas A : Titik kerja diatur agar seluruh fasa sinyal input diatur sedemikian rupa sehingga seluruh fasa arus output selalu mengalir. kelas C : Titik kerja diatur beropersi untuk arus (tegangan) . 4. pemasangan DC : salah satu tipenya adalah penguat chopper.2. kelas B : Titik kerja diatur pada suatu sisi ekstrim saja. Untuk sinyal input sinusoida. 3. daya Berdasarkan dengan tipe pembiasan yang dilakukan oleh penguat. Jadi sinyal output sama dengan nol pada satu bagian namun dengan selang kurang dari setengah siklus sinyal sinus. arus 6. sinyal input terbelah menjadi seri pulsa kemudian diperkuat oleh penguat ac sebelum dikembalikan lagi ke level dc. a. 2. Penguat ini beroperasi pada daerah linear. penguatan hanya terjadi pada setengah perioda sinyal input saja. titik bias pada penguat: kelas A. kelas B. tegangan 5. kelas AB dan kelas C 4.

Kita akan membahas lebih lanjut tentang Penguat Daya Kelas A: Contoh dari penguat kelas A adalah adalah rangkaian dasar common emiter (CE) transistor. Besar penguatan sinyal AC dapat dihitung dengan teori analisa rangkaian sinyal AC. Selanjutnya pembaca dapat menggambar garis beban rangkaian ini dari rumus tersebut. Sedangkan resistor Ra dan Rb dipasang untuk menentukan arus bias. Sehingga penguat bekerja kurang dari setengah perioda sinyal input. Besar arus Ib biasanya tercantum pada datasheet transistor yang digunakan.output sama dengan nol dengan selang lebih besar dari setengah siklus sinus. Gambar berikut adalah contoh rangkaian common emitor dengan transistor NPN Q1. Resistor Ra dan Rc dihubungkan ke ground dan semua kapasitor . Jika Ie = Ic maka dapat disederhanakan menjadi VCC = VCE + Ic (Rc+Re). Garis beban pada penguat ini ditentukan oleh resistor Rc dan Re dari rumus VCC = VCE + IcRc + IeRe. Penguat tipe kelas A dibuat dengan mengatur arus bias yang sesuai di titik tertentu yang ada pada garis bebannya. Sedemikian rupa sehingga titik Q ini berada tepat di tengah garis beban kurva VCE-IC dari rangkaian penguat tersebut dan sebut saja titik ini titik A. Pembaca dapat menentukan sendiri besar resistor-resistor pada rangkaian tersebut dengan pertama menetapkan berapa besar arus Ib yang memotong titik Q. Dengan cara ini rangkaian gambar-1dapat dirangkai menjadi seperti gambar-3. Analisa rangkaian AC adalah dengan menghubung singkat setiap komponen kapasitor C dan secara imajiner menyambungkan VCC ke ground.

Asalkan sinyal masih bekerja di daerah aktif. bentuk sinyal keluarannya akan sama persis dengan sinyal input. . Penguat tipe class A disebut sebagai penguat yang memiliki tingkat fidelitas yang tinggi. sehingga walaupun tidak ada sinyal input (atau ketika sinyal input = 0 Vac) transistor tetap bekerja pada daerah aktif dengan arus bias konstan. Gambar-4 menunjukkan ilustrasi penguatan sinyal input serta proyeksinya menjadi sinyal output terhadap garis kurva x-y rumus penguatan vout = (rc/re) Vin. Pembaca dapat mencari lebih lanjut literatur yang membahas penguatan transistor untuk mengetahui bagaimana perhitungan nilai penguatan transistor secara detail. Ini tidak lain karena titik Q yang ada pada titik A. Transistor selalu aktif (ON) sehingga sebagian besar dari sumber catu daya terbuang menjadi panas. Penguatan didefenisikan dengan Vout/Vin = rc / re`. nilai Re pada analisa sinyal AC menjadi tidak berarti. Nilai re` dapat dihitung dari rumus re` = hfe/hie yang datanya juga ada di datasheet transistor. seluruh sinyal keluarannya bekerja pada daerah aktif. dimana rc adalah resistansi Rc paralel dengan beban RL (pada penguat akhir.50%. Dengan adanya kapasitor Ce. Ciri khas dari penguat kelas A.dihubung singkat. Namun penguat kelas A ini memiliki efisiensi yang rendah kira-kira hanya 25% . Karena ini juga transistor penguat kelas A perlu ditambah dengan pendingin ekstra seperti heatsink yang lebih besar. RL adalah speaker 8 Ohm) dan re` adalah resistansi penguatan transitor.

transistor dapat dimanfaatkan dalam dua moda. Amplifier Kelas A Titik beban transistor pada penguat kelas A diletakkan di antara titik A dan B. yaitu moda nonlinier dan moda linier. . Dalam halaman ini. sedangkan moda linier adalah transistor sebagai penguat (amplifier). Hal ini memiliki maksud agar sinyal keluaran akan memiliki bentuk sinyal yang simetri antara siklus negatif dan positif. maka IB dirancang supaya menghasilkan ICRC sama dengan VCC/2.Perbedaan Amplifier kelas A. Penguat kelas A dapat diwujudkan dengan rangkaian seperti Gambar 3. Penguat kelas A dirancang untuk menguatkan sinyal-sinyal kecil. biasanya untuk menghasilkan kinerja yang baik maka titik beban diletakkan tepat di tengahtengah garis beban. Supaya diperoleh titik beban yang tepat ditengah. akan dibahas tiga buah konfigurasi amplifier. maka VCE dirancang supaya sama besar dengan VCC/2. Kelas B dan kelas AB. terdapat beberapa jenis konfigurasi amplifier. maka transistor akan tetap mengkonsumsi arus listrik. Sedangkan kekurangan dari penguat jenis ini adalah ketika tidak ada sinyal masukan. Dalam penerapannya sebagai amplifier. Moda nonlinier contohnya adalah pemanfaatan transistor sebagai saklar elektronik. kelas Bpush-pull dan kelas AB Created By : Aditya Nugraha / 0831130076 / 2A Transistor sebagai Penguat (Amplifier) Transistor merupakan komponen yang dapat menguatkan arus. yaitu amplifier kelas A.Dengan kemampuan ini. Untuk menghasilkan ini.

Sedangkan ketika Vin muncul maka sinyal ini tidak terpotong oleh tegangan VBE sehingga sinyal keluarannya tidak mengalami distorsi. sehingga sinyal keluarannya akan mengalami kecacatan (distorsi). yaitu transistor dalam kondisi dibias dengan tegnagn ambang sebesar VBE. Penguat jenis ini dikenal juga sebagai penguat push-pull karena kerja dari pasangan transistor adalah bergantian. sedangkan ketika sinyal Vin berada dalam fasa negatif maka hanya transistor PNP yang ON. atau penguat sinyal besar. maka sinyal ini akan terpotong oleh tegangan VBE. Penguat ini diterapkan sebagai penguat akhir. jenis ini memiliki nilai kapasitas yang bisa diubahubah. terdiri atas kapasitor polar dan nonpolar. Dalam kondisi ini. Meratakan arus keluaran dari suatu penyearah arus.Jenisnya ada dua macam.Amplifier Kelas B (push-pull) Penguat ini diwujudkan dengan merangkai sepasang transistor komplemen seperti pada Gambar 4. Ketika Vin berada dalam fasa positif maka hanya transistor NPN yang ON. 2. maka dibuatlah penguat kelas AB. transistor tidak mengkonsumsi arus listrik. Fungsi Kapasitor: 1. Jenis dan Fungsi Kapasitor Posted on 14 Juni 2010 by balipaper Jenis Kapasitor: 1. Kapasitor tetap. Berbeda dengan penguat kelas A. Dengan kondisi seperti ini. Akan tetapi karena bias tegangan transistor berasal dari sinyal Vin. . Amplifier Kelas AB Untuk mengatasi permaslahan distorsi pada penguat kelas B. Penguat ini memiliki titik beban yang berada sedikit di atas titik B (Gambar 2). Memisahkan arus bolak-balik dari arus searah. maka ketika tidak ada sinyal masukan. 2. maka dalam keadaan tanpa sinyal Vin. yaitu parko dan trimer. titik beban transistor penguat kelas B diletakkan pad titik B (titik cut-off). Kapasitor variable. maka transistor tidak mengkonsumsi arus listrik. Contoh dari penguat kelas AB adalah seperti pada Gambar 5.

3. komponen kapasitor disebut juga kondensator. Sebagai pembangkit frekuensi dalam rangkaian pemancar. yang dinyatakan dengan FARAD (F). kapasitor mempunyai nilai satuan. Dalam bidang elektronika. kapasitor termasuk salah satu komponen pasif yang banyak digunakan dalam membuat suatu rangkaian. . yang artinya adalah untuk menyimpan arus listrik (didalam istilah elektronika disebut muatan listrik). Sebagai filter yang dipakai pada rangkaian catu daya. Menyimpan muatan listrik Kapasitor Label: fungsi kapasitor. Nama farad diberikan sebagai penghargaan kepada penciptanya yang bernama Michael Faraday. Jadi kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat diisi dengan muatan listrik kemudian disimpan untuk sementara waktu. biasanya digunakan satuan farad tersebut dalam bentuk pecahan • • • 1 farad (F) = 1000000 uF (mikro farad) 1 mikro farad (uF) = 1000 nF (nano farad) 1 nano farad (nF) = 1000 pF (piko farad) Kapasitor Fungsi kapasitor Pemasangan kapasitor pada suatu rangkaian mempunyai maksud dan tujuan di antaranya : • • • • Sebagai penghubung (coupling) bagian dalam suatu rangkaian. jenis kapasitor adalah komponen elektronika yang mampu menyimpan arus dan tegangan listrik untuk sementara waktu. Satuan farad adalah satuan yang sangat besar dan jarang digunakan dalam percobaan. yang menghubungkan masing-masing Memisahkan arus bolak-balik dari arus searah. Mengontrol frekuansi pada rangkaian osilator 5. Kapasitor sendiri berasal dari kata kapasitance (kapasitas). Seperti juga halnya resistor. selanjutnya dikosongkan melalui sebuah sistem atau dihubungkan ke bumi. Seperti juga resistor. Memilih gelombang pada pesawat penerima radio 4.

segi empat. sehingga dalam pemasangannya juga harus diperhatikan karena bila salah menempatkan kakinya terbalik antara positif dengan negatif atau sebaliknya. kapasitor . tanda ini menyatakan bahwa pin dibawahnya memiliki polaritas positif. Karakteristik temperatur dan frekuensi lebih bagus daripada kapasitor elektrolit yang terbuat dari bahan alumunium dan kebanyakan digunakan untuk sistem yang menggunakan sinyal analog. Karakteristik utama adalah kapasitor ini memiliki perbedaan polaritas pada kedua kakinya yaitu kutub positif (+) dan kutub negatif (-). Untuk membedakan polaritas kakinya biasanya terdapat garis putus-putus atau strip pada bodi kapasitor. yaitu bahan dasar yang digunakan untuk membuat kapasitor tersebut. dan lain-lain. . Jenis-jenis kapasitor Yang membedakan jenis kapasitor satu dengan yang lain adalah dielektrikumnya. maka kapasitor ini akan rusak dan bahkan bisa meledak. Antar lain : . Komponen ini memiliki polaritas. pelat.Kapasitor elektrolit (Elco) Kapasitor elektrolit pada umumnya dibuat dengan kapasitas yang besar dan memiliki kehandalan yang tinggi serta awet dalam pemakaiannya. maka dapat dipastikan bahwa kaki yang berada dibawah strip itu mempunyai polaritas negatif (-). cara membedakannya dengan mencari tanda + atau tanda lainya yang ada pada bodi kapasitor.Kapasitor Keramik Pada umumnya kapasitor keramik memiliki bentuk bermacam-macam seperti bentuk tabung. Kapasitor jenis ini banyak dipergunakan dalam rangkaian catu daya (power supply).• Menghemat daya listrik dalam rangkaian lampu TL. Diharapkan berhati – hati di dalam pemasangan komponen karena tidak boleh terbalik. Dalam pemakaiannya. .Kapasitor tantalum Merupakan jenis kapasitor elektrolit yang elektrodanya terbuat dari material tantalum. Besarnya nilai kapasitansi biasanya dituliskan dengan angka pada bodi transistor tersebut.

Kapasitor jenis ini tidak memiliki polaritas.keramik cukup stabil dan sangat cocok dipakai untuk rangkaian frekiuensi tinggi yaitu untuk melewatkan sinyal frekuensi tinggi ke ground. resistor hanya di bedakan menjadi resistor tetap (fixed resistor) dan resistor tidak tetap (variable resistor) 1. Resistor tetap (Fixed resistor) . Namun yang perlu diingat bahwa kapasitor ini mampu bekerja pada rate tegangan dari mulai yang paling kecil sampai dengan batas 100 Volt. Sesuai dengan nama dan kegunaanya maka resistor mempunyai sifat resistif (menghambat) yang umunya terbuat dari bahan karbon. resistor tetap Resistor adalah komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi atau menghambat arus listrik yang melewatinya dalam suatu rangkaian.Dari hukum Ohm di jelaskan bahwa resistansi akan berbanding terbalik dengan jumlah arus yang melaluinya. dan umumnya hanya tersedia dengan nilai kapasitansi yang sangat kecil. Namun dalam praktek perdagangan di pasaran. resistor arang. Nilai kapasitansinya biasanya dituliskan dengan kode warna. Fungsi atau kegunaan resistor dalam rangkaian • • • • Sebagai pembagi arus Sebagai pembagi tegangan Sebagai penurun tegangan Sebagai penghambat arus listrik.1. resistor dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain resistor kawat. Untuk menggambarkanya dalam suatu rangkaian dilambangkan dengan huruf R. dan lain-lain 1. sehingga dalam pemasangannya dapat dibolak-balik. resistor oksida logam. resistor film. resistor karbon. namun ada kalanya menggunakan angga-angka yang terdapat pada bodinya. Resistor Label: fungsi resistor. dan banyak lagi jenis lainya. karena huruf ini merupakan standart internasional yang sudah disepakati bersama untuk melambangkan sebuah komponen resistor dalam sebuah rangkaian. Maka untuk menyatakan besarnya resistansi dari sebuah resistor dinyatakan dalam satuan Ohm yang dilambangkan dengan simbol Ω (Omega). Macam-macam resistor Berdasarkan jenis bahan yang digunakan untuk membuatnya.

Gambar di samping adalah merupakan bentuk fisik dari SMD resistor. Dimana didalam satu kemasan ini terdapat beberapa resistor yang disusun secara paralel dan mempunyai 1 pusat yang disebut dengan common. Selain kemasan axial. terdapat pula kemasan lain yang disebut dengan (Single-In-Line) SIP resistor. maka diciptakan sebuah teknologi baru yang disebut dengan SMD (Surface Mounted Device) yang membuat bentuk resistor tetap menjadi lebih kecil sehingga dalam prakteknya kita dapat membangun sebuah sistem yang mempunya ukuran sekecil mungkin.Resistor tetap adalah resistor yang nilai hambatanya tidak dapat dirubahrubah dan besarnya sudah ditentukan oleh pabrik yang membuatnya. Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju. Pada gambar disamping ditunjukan beberapa contok bentuk fisik dari resistor tetap. Ukuran fisik resistor tetap bermacam-macam yaitu tergantung besarnya daya yang dimilikinya. dan pada kedua ujungnya terdapat conducting metal. Resistor jenis ini juga memiliki nilai resistansi yang dituliskan pada body dengan menggunakan angkaangka seperti yang terlihat pada gambar. Ciri fisik untuk mengenali resistor jenis ini adalah bahan pembuat resistor berada di tengah. Misalnya resistor tetap dengan daya 2 watt akan mempunyai bentuk fisik yang jauh lebih besar dari pada resistor yang mempunyai daya 1/4 watt. dari yang paling kecil sampai yang paling besar sesuai dengan daya yang di milikinya. bentuknya kotak dan berukuran sangat kecil yang cara pemasangannya adalah dengan menempel pada papan pcb. Cara pemasangannya biasanya berdiri sesuai . kemasan seperti inilah yang dinamakan dengan axial.

dengan kaki-kaki yang ada. transistor dapat dimanfaatkan dalam dua moda. Gambar di samping ini adalah bentuk fisik dari SIP Resistor yang memiliki 9 pin dan 5 pin. Transistor merupakan komponen yang dapat menguatkan arus. rangkaiannya dapat sederhana. yaitu moda nonlinier dan moda linier. tergantung pada transistor yang digunakan. Penguat Daya Kelas A pada Penerima Radio Oleh:Eka Fitri Susanti/0831130028/2b Pemancar CW biasanya dapat memancarkan daya dari 1 sampai 100 W. Namun di pasaran akan sangat banyak ditemukan SIP Resistor dengan jumlah pin yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhanya. maka IB dirancang supaya menghasilkan ICRC sama dengan VCC/2. . maka VCE dirancang supaya sama besar dengan VCC/2. Untuk menghasilkan ini. biasanya untuk menghasilkan kinerja yang baik maka titik beban diletakkan tepat di tengah-tengah garis beban. maka dengan resistor ini juga bisa menghemat ruang dalam penempatan pada papan pcb. Penguat tipe kelas A dibuat dengan mengatur arus bias yang sesuai di titik tertentu yang ada pada garis bebannya. Titik beban transistor pada penguat kelas A diletakkan di antara titik A dan B.Dengan kemampuan ini. Supaya diperoleh titik beban yang tepat ditengah. Moda nonlinier contohnya adalah pemanfaatan transistor sebagai saklar elektronik. Hal ini memiliki maksud agar sinyal keluaran akan memiliki bentuk sinyal yang simetri antara siklus negatif dan positif. sedangkan moda linier adalah transistor sebagai penguat (amplifier).

Namun penguat kelas A ini memiliki efisiensi yang rendah kira-kira hanya 25% 50%. penguat class A baik digunakan untuk mengolah sinyal-sinyal yang kecil. Transistor selalu aktif (ON) sehingga sebagian besar dari sumber catu daya terbuang menjadi panas. sehingga walaupun tidak ada sinyal input (atau ketika sinyal input = 0 Vac) transistor tetap bekerja pada daerah aktif dengan arus bias konstan. seluruh sinyal keluarannya bekerja pada daerah aktif. dan tidak bisa digunakan untuk bekerja pada frekuensi-frekuensi tinggi. Pada radio. Gambar di atas. Asalkan sinyal masih bekerja di daerah aktif.Ciri khas dari penguat kelas A. Karena ini juga transistor penguat kelas A perlu ditambah dengan pendingin ekstra seperti heatsink yang lebih besar. sebagai contoh rangkaian class A dalam pemancar radio. Penguat tipe class A disebut sebagai penguat yang memiliki tingkat fidelitas yang tinggi. Penguat Daya RF . Ini tidak lain karena titik Q yang ada pada titik A. bentuk sinyal keluarannya akan sama persis dengan sinyal input. Rangkaian kelas A ini bisa terdapat dalam rangkaian osilator colpitts atau rangkaian osilator Hartley yang digunakan sebagai amplifier dalam pemancar radio.

5 V. Frekuensi kerja ditetapkan karena berhubungan dengan transistor dan nilai komponen yang akan digunakan. maka diameter kawat email dan radius induktor yang digunakan bervariasi. 1990).P/0831130077/2C Penguat daya RF dirancang untuk dioperasikan pada frekuensi (Fc ) 100 MHz. Tegangan catu ditetapkan untuk menentukan resistansi beban kolektor ( RL) yang dibutuhkan untuk menghasilkan daya keluaran yang diharapkan.05 % pada tegangan catu 13.39 % pada tegangan catu 9 V. dengan daya keluaran (Pout ) 1000 mW pada tegangan (VCC ) 12 V. 2.07%. Persamaan yang digunakan adalah: L=0. . Sinyal masukan penguat daya RF diambil dari keluaran osilator pada frekuensi dasar 100 MHz. Perolehan daya transistor bipolar untuk penguat daya mode campuran kelas C khasnya adalah 5-14 dB (Krauss et al. sedangkan penguat II dan penguat III akan dioperasikan pada mode campuran kelas C. Variasi tegangan catu dimulai dari 12 V kemudian diturunkan tiap 0.39r2n2/9r+10p Untuk mengurangi perbedaan nilai induktansi yang dipilih dengan induktansi yang diinginkan. karena dengan daya masukan 0. dan penguat III.15 mW. Penguat daya RF yang dirancang dapat digunakan untuk menguatkan sinyal 100 MHz. daya keluaran maksimal 1148. Distorsi harmonik kedua yang dihasilkan akan semakin kecil dengan bertambahnya tegangan catu.5 mm. Kemudian dari 12 V dinaikkan tiap 0. Diameter induktor yang dipilih adalah 5 mm dan 10 mm Kesimpulan : 1. Nilai terkecil distorsi harmonik kedua adalah 0.5 V.94 mW (daya keluaran osilator pada sistem 50Ω ).lebar pita 8 MHz. yaitu induktor dan kapasitor. Penalaan rangkaian hanya dilakukan pada tegangan catu 12 V dan tidak dilakukan pada setiap variasi tegangan catu.5 V sampai tegangan catu 9 V. 3. dan 1 mm.40 mW penguat daya RF mampu menghasilkan daya keluaran 1000 mW. 0. Penguat daya RF dirancang pada tegangan catu 12 V. dan tingkat sinyal jauh lebih besar dari tingkat derau. Pada tegangan catu 12 V. Penguat I akan dioperasikan pada kelas A. penguat II. distorsi harmonik kedua 0.5 V sampai tegangan catu 13. yaitu penguat I. Induktor yang dibuat adalah induktor satu lapis dengan inti udara. Diameter kawat email yang dipilih adalah: 0. Hal ini dimaksudkan agar resistansi beban yang dilihat dari kaki kolektor tiap tingkatan penguat adalah tetap. sehingga penalaan rangkaian resonansi dan jaringan penyesuai impedansi dilakukan pada tegangan catu 12 V.Rizki P. Penguat daya RF dirancang untuk menghasilkan keluaran sebesar 1000 mW dengan sinyal masukan 7.85 mm.Penguat daya RF akan dibuat dari tiga tingkatan penguat. sedangkan nilai terbesar distorsi harmonik kedua adalah 0.

maka gain tegangan Q1 akan dapat diberikan sebagai berikut: AV2 = . Kapasitor C5 digunakan untuk mengkopling komponen DC agar tidak masuk kembali ke penguat. AV2 = . adalah: AV = gmR3 / (1 + gmR3) Output dari penguat Common Drain digunakan sebagai input dari penguat kelas A.R5 dan Rin (resistansi input Q2). AV2 = . Kapasitor C3 digunakan untuk menahan komponen DC masuk ke penguat Common Drain. Derau yang dihasilkan oleh penguat daya RF tidak dapat diamati. pengaruh input tingkat kedua pada resistansi sinyal AC dari tingkat pertamanya harus dipertimbangkan.4. dan hal ini menunjukkan bahwa derau yang dihasilkan adalah sangat kecil dibandingkan dengan sinyal yang diinginkan (100 MHz) . adalah: Zo = R3 || 1/gm Penguatan tegangan yaitu: AV = gm (R2 || R3) / [ 1 + gm (R2 || R3) ] Penguatan tegangan pada kondisi . Pada penguat Common Drain impedansi masukan dan keluaran didefinisikan sebagai berikut: Zi = R1 Zo = R2 || R3 || 1/gm Impedansi keluaran pada kondisi R2 ≥ 10R3 .R6 / [(1 + β)(R'7 + R7)] Gain tegangan untuk Q1.sehingga bisa diabaikan. Prinsip Kerja Pada gambar penguat kaskade diatas terdiri dari 2 jenis penguat yaitu penguat Common Drain(JFET) dan penguat Kelas A(Transistor). Pengaruhnya adalah mengurangi resistansi beban AC pada Q1 sehingga akan mengurangi level sinyal output AC pada kolektor Q1. Pada gambar diatas. Untuk menghubungkan dua penguat.gmR'D Dimana gm adalah transkonduktansi dari Q1 (JFET) dan R'D adalah resistansi beban Q1 yang dinyatakan sebagai berikut: 1/R'D = 1/R2 + 1/R4 + 1/R5 + 1/Rin Tapi jika kapasitor C3 terbuka. garis beban AC dari Q1 terdiri dari kombinasi parallel antara R2. C4 yang terpasang parallel dengan R7 pada kaki emitor berfungsi sebagai kapasitor by pass yang melewatkan komponen AC langsung ke ground. Gain tegangan untuk Q2.R4. Penguat Kaskade Viyoga Baskoro/0831130058/2A/TT Tujuan Penguat kaskade digunakan untuk memperbesar penguatan dari penguat tunggal.gmR2 Sehingga gain tegangan untuk penguat kaskade dinyatakan sebagai berikut: .

AV = AV1 x AV2 = gmR'D x [ R6 / (1 + β)(r'7 + R7)] .

AV2 = . maka gain tegangan Q1 akan dapat diberikan sebagai berikut: AV2 = .Drain(JFET) dan penguat Kelas A(Transistor).gmR'D Dimana gm adalah transkonduktansi dari Q1 (JFET) dan R'D adalah resistansi beban Q1 yang dinyatakan sebagai berikut: 1/R'D = 1/R2 + 1/R4 + 1/R5 + 1/Rin Tapi jika kapasitor C3 terbuka. Pada penguat Common Drain impedansi masukan dan keluaran didefinisikan sebagai berikut: Zi = R1 Zo = R2 || R3 || 1/gm Impedansi keluaran pada kondisi R2 • 10R3 . AV2 = . garis beban AC dari Q1 terdiri dari kombinasi parallel antara R2.R4. Kapasitor C3 digunakan untuk menahan komponen DC masuk ke penguat Common Drain. adalah: Zo = R3 || 1/gm Penguatan tegangan yaitu: AV = gm (R2 || R3) / [ 1 + gm (R2 || R3) ] Penguatan tegangan pada kondisi . adalah: AV = gmR3 / (1 + gmR3) Output dari penguat Common Drain digunakan sebagai input dari penguat kelas A.gmR2 Sehingga gain tegangan untuk penguat kaskade dinyatakan sebagai berikut: AV = AV1 x AV2 = gmR'D x [ R6 / (1 + )(r'7 + R7)] . Gain tegangan untuk Q2. Untuk menghubungkan dua penguat.R5 dan Rin (resistansi input Q2). Kapasitor C5 digunakan untuk mengkopling komponen DC agar tidak masuk kembali ke penguat. C4 yang terpasang parallel dengan R7 pada kaki emitor berfungsi sebagai kapasitor by pass yang melewatkan komponen AC langsung ke ground. Pada gambar diatas. pengaruh input tingkat kedua pada resistansi sinyal AC dari tingkat pertamanya harus dipertimbangkan.R6 / [(1 + )(R'7 + R7)] Gain tegangan untuk Q1. Pengaruhnya adalah mengurangi resistansi beban AC pada Q1 sehingga akan mengurangi level sinyal output AC pada kolektor Q1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful