RANGKAIAN PENGUAT KELAS A

Rangkaian penguat kelas A

Penguat kelas A cocok untuk menguatkan frekuensi kecil. fungsinya adalah meloloskan dc dan menahan arus AC agar AC tidak naik ke Vcc kembali.7 V karena tegangan pada kaki basis sama dengan tegangan pada diode. sebelum dan sesudah output terdapat sebuah capacitor (C2 dan C4) yang dipasang secara seri. atau sebagai sambungan. sedangkan untuk kelas C tegangan pada basis sebesar 0 V karena di hubungkan ke ground melalui sebuah inductor . arus I B yang cukup besar juga akan mengakibatkan arus yang melalui IC juga cukup sangat besar. hal yang perlu diperhatikan adalah nilai dari XC harus 20x dibawah nilai R2. karena itu penguat kelas A sering dipasang pada bagian awal untuk menguatkan frekuensi kecil yang kemudian dikuatkan lagi oleh penguat yang lain baik kelas B maupun kelas C. akibat arus yang besar tersebut transistor akan cepat panas dan jika hal ini tetap dibiarkan maka transistor dapat rusak. pada Radio Frequency RFC berfungsi untuk menahan arus AC. kapasitor ini sering disebut juga sebagai kapasitor decoupling (C3). Pada kaki basis dialiri arus yang cukup untuk mengaktifkan kerja dari transistor. penguat kelas B memiliki tegangan 0. karena kapasitor ini menjaga agar sinyal distorsi yang dihasilkan dari rangkaian tidak mempengaruhi input. Sekarang perhatikan kapasitor yang dirangkai secara parallel dengan R2 (C1) kapasitor ini disebut sebagai kapasitor byapass karena memiliki XC yang kecil.html . dengan adanya capasitor pada input dan outpun rangkaian maka dapat memfilter arus dc sehingga benar – benar arus AC yang masuk. untuk menanggulangi hal ini maka pada kaki emitor diberi resistor (R2). sehingga nilai dari capasitor itu sendiri dapat ditentukan dengan persamaan XC= 12πfC Jika diperhatikan pada bagian yang paling dekat dengan Vcc terdapat kapasitor juga yang dipasang secara parallel terhadap Vcc. Perhatikan pada bagian input dan output.net/2010/07/rangkaian-penguat-kelas_01. Pada bagian output dipasang sebuah inductor (L1).Cara yang paling mudah untuk mengenali jenis penguat kelas adalah dengan memperhatikan tegangan pada basis.telkompoltek. fungsi dari capasitor bypass juga untuk memudahkan analisa AC pada rangkaian. dengan cara ini suhu di transistor masih diambang toleransi yang tidak merusak transistor. R2 juga sering disebut sebagai pengendali suhu pada rangkaian penguat kelas A. jadi langkah awal untuk menentukan jenis dari suatu penguat adalah dengan melihat tegangan yang masuk ke basis. inductor ini disebut juga sebagai RFC (Radio Frequency Cook) yang kerjanya hampir mirip dengan LPF. bandingkan dengan penguat yang lain. fungsi dari capacitor ini disebut sebagai kopling karena berfungsi untuk menyalurkan transmisi. resistor ini mengakibatkan Vce semakin turun sehingga suhu di transistor dapat ditahan untuk tidak naik. karena tidak membutuhkan daya yang besar. karena sesuai persamaan IE = IC + IB sedangkan IE ≈ IC . sifat dasar dari kapasitor adalah menahan arus dc dan meloloskan arus AC. http://elkakom. pada gambar diatas tegangan Vcc yang masuk ke basis mengalami pembagian tegangan oleh adanya resistor yang dipasang secara parelel yaitu R1 dan R3.

karena transistor memang sengaja dibuat bekerja pada daerah saturasi. Penguat kelas C memiliki efisiensi yang tinggi bahkan sampai 100%. Nilai C dan L akan mempengaruhi nilai . Contohnya adalah pendeteksi dan penguat frekuensi pilot. namun tingkat fidelitasnya memang lebih rendah.Rangkaian Penguat Kelas C Beril Harits L / 0831130063 / 2A Sebelumnya pada Penguat kelas B perlu 2 transistor untuk bekerja dengan baik. Rangkaian ini fungsinya sebagai filter frekuensi. rangkaian penguat tuner RF dan sebagainya. maka ada penguat yang disebut kelas C yang hanya perlu 1 transistor. Rangkaian ini jika diberi umpanbalik dapat menjadi rangkaian osilator RF yang sering digunakan pada pemancar. Rangkaian L C pada rangkaian tersebut akan ber-resonansi dan ikut berperan penting dalam me-replika kembali sinyal input menjadi sinyal output dengan frekuensi yang sama. Karena dapat memperkuat sinyal hanya pada frekuensi tertentu saja. Tetapi sebenarnya fidelitas yang tinggi bukan menjadi tujuan dari penguat jenis ini. Ada beberapa aplikasi yang memang hanya memerlukan 1 phase positif saja. KELEBIHAN Lebih efisien. Pada penguat kelas C ada rangkaian tambahan berupa kapasitor dan induktor atau disebut juga sirkuit resonan. Transistor penguat kelas C bekerja aktif hanya pada phase positif saja. Sisa sinyalnya bisa direplika oleh rangkaian resonansi L dan C. bahkan jika perlu cukup sempit hanya pada puncak-puncaknya saja dikuatkan. Tipikal dari rangkaian penguat kelas C adalah seperti pada rangkaian diatas. Rangkaian ini juga tidak perlu dibuatkan bias.

Jadi hanya satu jenis frekuensi dan kelipatannya saja yang dapat diperkuat. KEKURANGAN • Amplitudo terpotong • Tidak bagus untuk power besar • Memotong Modulasi PENGGUNAAN Untuk penguat kelas C biasanya digunakan pada rangkaian gelombang radio. RANGKAIAN PENGUAT KELAS AB . misalnya pada antena untuk memperkuat sinyal yang memiliki frekuensi tertentu.frekuensi yang akan diperkuat.

Pembaca dapat menentukan berapa nilai R2 ini untuk memberikan arus bias tertentu bagi kedua transistor. Maka kadang penguat seperti ini disebut juga dengan penguat kelas AB plus B atau bisa saja diklaim sebagai kelas AB saja atau kelas B . Maka dibuatlah teknik yang hanya mengaktifkan salah satu transistor saja pada saat transisi. Ini tujuannya tidak lain adalah agar pada saat transisi sinyal dari phase positif ke phase negatif dan sebaliknya. Penguat kelas AB merupakan kompromi antara efesiensi (sekitar 50% . Pada saat itu. Untuk menghindari masalah gumming ini. R2 dan R3 dengan rumus VR2=(2VCC) R2/(R1+R2+R3). terjadi overlap diantara transistor Q1 dan Q2. Resistor R2 di sini berfungsi untuk memberi tegangan jepit antara base transistor Q1 dan Q2. Caranya dengan menganjal base transistor tersebut menggunakan deretan dioda atau susunan satu transistor aktif. Teknik ini bisa dengan memberi bias konstan pada salah satu transistornya yang bekerja pada kelas AB (biasanya selalu yang PNP). Tegangan jepit pada R2 dihitung dari pembagi tegangan R1.75%) dengan mempertahankan fidelitas sinyal keluaran. Penguat kelas AB ternyata punya masalah dengan teknik ini. Caranya adalah dengan membuat salah satu transistornya bekerja pada kelas AB dan satu lainnya bekerja pada kelas B. transistor Q1 masih aktif sementara transistor Q2 mulai aktif dan demikian juga pada phase sebaliknya. sebab akan terjadi penggemukan sinyal pada kedua transistornya aktif ketika saat transisi.7+Ie(Re1+Re2). Ada beberapa teknik yang sering dipakai untuk menggeser titik Q sedikit di atas daerah cut-off. ternyata sang insinyur (yang mungkin saja bukan seorang insinyur) tidak kehilangan akal. Lalu tentukan arus base dan lihat relasinya dengan arus Ic dan Ie sehingga dapat dihitung relasiny dengan tegangan jepit R2 dari rumus VR2=2x0. Salah satu contohnya adalah seperti gambar-3 berikut ini. Masalah ini disebut dengan gumming.MUHAMMAD ZAINUL ABIDIN /2A / 0831130010 Cara lain untuk mengatasi cross-over adalah dengan menggeser sedikit titik Q pada garis beban dari titik B ke titik AB (gambar-1).

Karena penguat kelas AB terlanjur memiliki konotasi lebih baik dari kelas A dan B. Transistor pada umumnya mempunyai tiga kaki. Pada transistor PNP anak panah mengarah ke dalam dan pada transistor NPN arah panahnya mengarah ke luar.karena dasarnya adalah PA kelas B. kolektor (C) dan emitor (E). transistor dibedakan menjadi dua tipe. Penyebutan ini tergantung dari bagaimana produk amplifier anda mau diiklankan. yaitu transistor PNP dan transistor NPN. sedangkan basiskolektor diberikan reverse voltage. suatu transistor terdiri atas dua buah dioda yang disatukan. tegangan ini dinamakan bias voltage. Berbagai bentuk transistor yang terjual di pasaran. Basisemitor diberikan forward voltage. kaki pertama disebut basis. Pada prinsipnya. keramik dan ada yang berselubung polyester. Makin besar arus basis makin besar penghatarannya. . Suatu arus listrik yang kecil pada basis akan menimbulkan arus yang jauh lebih besar diantara kolektor dan emitornya. Berdasarkan susunan semikonduktor yang membentuknya. KOMPONEN DASAR TRANSISTOR Transistor adalah komponen elektronika yang tersusun dari dari bahan semi konduktor yang memiliki 3 kaki yaitu: basis (B). kepada kakikakinya harus diberikan tegangan. maka dari itu transistor digunakan untuk memperkuat arus (amplifier). Untuk membadakan transistor PNP dan NPN dapat dari arah panah pada kaki emitornya. bahan selubung kemasannya juga ada berbagai macam misalnya selubung logam. Sifat transistor adalah bahwa antara kolektor dan emitor akan ada arus (transistor akan menghantar) bila ada arus basis. Agar transistor dapat bekerja. kaki berikutnya dinamakan kolektor dan kaki yang ketiga disebut emitor. Namun yang penting adalah dengan teknik-teknik ini tujuan untuk mendapatkan efisiensi dan fidelitas yang lebih baik dapat terpenuhi.

Pada transistor jenis NPN tegangan basis dan kolektornya positif terhadap emitor.Terdapat dua jenis transistor ialah jenis NPN dan jenis PNP. Sifat-sifat rangkaian common base adalah: • Impedansi input rendah . tegangan dan daya (AC dan DC) Sebagai penyearah Sebagai mixer Sebagai osilator Sebagai switch Pemberian Tegangan Muka (Voltage Bias) Pada Transistor Agar transistor dapat bekerja maka pemberian tegangan muka pada transistor harus seperti diatas yaitu: • • Dioda BE di beri bias maju (forward bias) Dioda BC di beri bias mundur (reverse bias) Rangkaian Dasar Transistor Common Base Penguatan arus pada common base : α = Ic/ Ie . Transistor dapat dipergunakan antara lain untuk : • • • • • Sebagai penguat arus. sedangkan pada transistor PNP tegangan basis dan kolektornya negatif terhadap tegangan emitor.

Kaki kakinya diberi nama Gate (G). Tidak seperti transistor biasa. Sifat-sifat rangkain common colector Tidak mengalami perubahan fase pada output Common Emitor Penguatan arus pada common emitor : β = Ie/ Ib . yang akan menghantar bila diberi arus basis. Sifat-sifat rangkaian common emitor adalah: • • • • • Impedansi input rendah Impedansi output tinggi Penguatan tegangan besar Penguatan daya besar Output mengalami perubahan fase 180o terhadap input • FIELD EFFECT TRANSISTOR Field Effect Transistor (FET) adalah suatu jenis transistor khusus.• • • • Impedansi output tinggi Penguatan arus <1 Penguatan teganagan besar Tidak mengalami perubahan fase pada output Common Colector Penguatan arus pada common colector : γ = Ie/ Ib adalah: • • • • • • Impedansi input tinggi Impedansi output rendah Penguatan arus besar Penguatan tegangan <1 Penguatan daya kecil . . Drain (D) dan Source(S). transistor jenis ini akan menghantar bila diberikan tegangan (jadi bukan arus).

serta desah yang rendah. terdapat dua macam MOSFET ialah Kanal P dan Kanal N. Ujud fisik FET ada berbagai macam yang mirip dengan transistor. ada dua jenis FET yaitu KanalN dan KanalP. mengemasnya menggunakan kertas timah. • MOSFET Metal Oxide Semiconductor FET (MOSFET) adalah suatu jenis FET yang mempunyai satu Drain.FET Beberapa Kelebihan FET dibandingkan dengan transistor biasa ialah antara lain penguatannya yang besar. Seperti halnya dengan transistor. pematriannya menggunakan jenis solder yang khusus untuk pematrian MOSFET. Mengingat harga yang cukup tinggi. Seperti halnya pada FET. Penggunaannya misalnya sebagai RF amplifier pada receiver untuk memperoleh amplifikasi yang tinggi dengan desah yang rendah. maka hanya digunakan pada bagianbagian yang memang memerlukan. maka MOSFET hanya digunakan pada bagianbagian yang benarbenar memerlukannya. Mosfet Dalam pengemasan dan perakitan dengan menggunakan MOSFET perlu diperhatiakan bahwa komponen ini tidak tahan terhadap elektrostatik. Karena harga FET yang lebih tinggi dari transistor. satu Source dan satu atau dua Gate. Kecuali itu terdapat beberapa macam FET ialah Junktion FET (JFET) dan Metal Oxide Semiconductor FET (MOSFET). Contoh aplikasi transistor • Transistor sebagai sakelar . MOSFET mempunyai input impedance yang sangat tinggi.

• Transistor sebagai penguat Bias Transistor Untuk dapat bekerja. Semakin tinggi arus bias pada basis. . Untuk transistor NPN. tegangan bias pada basis harus lebih positif dari emitor. maka transistor semakin jenuh (semakin ON) dan tegangan kolektor-emitor (VCE) semakin rendah.7 Volt tergantung jenis dan bahan semikonduktor yang digunakan. Dan untuk transistor PNP.5 sampai 0. sebuah transistor membutuhkan tegangan bias pada basisnya. tegangan bias pada basis harus lebih negatif dari emitor. Kebutuhan tegangan bias ini berkisar antara 0.

Jadi jika transistor OFF maka led akan mati dan jika transistor ON maka led akan hidup. Karena kaki emitor dihubungkan ke ground maka untuk menghidupkan transistor. maka seolah akan didapat hubung singkat antara kaki kolektor dan emitor. Untuk memudahkan maka Vcc ditulis dengan +Vcc dan Vee ditulis dengan -Vee. jadi tegangan bias padabasis (Vbb) harus lebih negatif dari emitor (Vee). Tampak TR3 (NPN) dan TR4 (PNP) dipakai menghidupkan dan mematikan LED. Untuk mematikan LED maka posisi SW1 harus OFF. posisi saklar SW1 harus ON jadi basis transistor TR3 mendapat bias dari tegangan positif dan akibatnya transistor menjadi jenuh (ON) lalu kaki kolektor dan kaki emitor tersambung.Bias Transistor Pada gambar terlihat bahwa TR1 adalah termasuk jenis NPN. TR3 dipakai untuk memutus dan menyambung hubungan antara katoda LED dengan ground. Dan TR2 adalah termasuk jenis PNP. jadi tegangan bias pada basis (Vbb) harus lebih positif dari emitor (Vee). . Transistor sebagai Saklar Dengan mengatur bias sebuah transistor sampai transistor jenuh. maka transistor dapat difungsikan sebagai saklar elektronik. Untuk memudahkan maka Vcc ditulis dengan -Vcc dan Vee ditulis dengan +Vee. Transistor Sebagai Saklar Pada gambar terlihat sebuah rangkaian saklar elektronik dengan menggunakan transistor NPN dan transistor PNP. Dengan memanfaatkan fenomena ini.

posisi saklar SW2 harus ON jadi basis transistor TR4 mendapat bias dari tegangan negatif dan akibatnya transistor menjadi jenuh (ON) lalu kaki emitor dan kaki kolektor tersambung. Karena kaki emitor dihubungkan ke tegangan positif. Transistor Sebagai Penguat Arus Pada gambar tampak dua buah regulator dengan polaritas tegangan output yang berbeda. Tegangan basis pada masing masing transistor dijaga agar nilainya tetap oleh dioda zener D3 dan D4. Dalam bekerja sebagai penguat sinyal AC. supaya pada emitor keluar tegangan yang tetap. penguat kelas AB. maka untuk menghidupkan transistor. dan kelas C. Biasanya untuk mengatur teganganbasis supaya tetap digunakan sebuah dioda zener.TR4 dipakai untuk memutus dan menyambung hubungan antara anoda LED dengan tegangan positif. Transistor sebagai penguat arus Fungsi lain dari transistor adalah sebagai penguat arus. yaitu: penguat kelas A. Transistor TR5 (NPN) dipakai untuk regulator tegangan positif dan transistor TR6 (PNP) digunakan untuk regulator tegangan negatif. transistor juga bisa digunakan sebagai penguat tegangan pada sinyal AC. Transistor sebagai penguat sinyal AC Selain sebagai penguat arus. transistor dikelompokkan menjadi beberapa jenis penguat. Untuk keperluan ini transistor harus dibias tegangan yang konstan pada basisnya. Dengan demikian tegangan yang keluar pada emitor mempunyai arus sebesar perkalian antara arus basis dan HFE transistor. Karena fungsi ini maka transistor bisa dipakai untuk rangkaian power supply dengan tegangan yang di set. . penguat kelas B. Untuk mematikan LED maka posisi SW1 harus OFF. Untuk pemakaian transistor sebagai penguat sinyal digunakan beberapa macam teknik pembiasan basis transistor. Jadi jika transistor OFF maka led akan mati dan jika transistor ON maka led akan hidup.

Transistor Sebagai Penguat Sinyal AC Pada gambar tampak bahwa R15 dan R16 bekerjasama dalam mengatur tegangan bias pada basis transistor. Sinyal input masuk ke penguat melalui kapasitor C8 ke basis transistor. Dan sinyal output diambil pada kaki kolektor dengan melewati kapasitor C7. Konfigurasi ini termasuk jenis penguat kelas A. Fungsi kapasitor pada input dan output penguat adalah untuk mengisolasi penguat terhadap pengaruh dari tegangan DC eksternal penguat. PENGUAT DAYA KELAS A dengan RANGKAIAN DASAR KELAS A . Hal ini berdasarkan karakteristik kapasitor yang tidak melewatkan tegangan DC.

/0831130023/2A PENGUAT DAYA KELAS A dengan RANGKAIAN DASAR KELAS A PENGUAT DAYA Dalam elektronika banyak sekali dijumpai jenis penguat. gelombang lebar (seperti: penguat audio. rf dll) b. . pengelompokkan dapat berdasarkan: 1.oleh:Fendy Astika S. gelombang sempit (seperti tuned amplifier). video. rentang frekuensi operasi. a.

sehingga daya quiescent sangat kecil. Penguat ini beroperasi pada daerah linear. tegangan 5. kelas AB : Titik kerja diatur dua ekstrim dari kelas A dan kelas B. kelas A : Titik kerja diatur agar seluruh fasa sinyal input diatur sedemikian rupa sehingga seluruh fasa arus output selalu mengalir. pemasangan DC : salah satu tipenya adalah penguat chopper. kelas C : Titik kerja diatur beropersi untuk arus (tegangan) . 3.2. Jadi sinyal output sama dengan nol pada satu bagian namun dengan selang kurang dari setengah siklus sinyal sinus. arus 6. sinyal input terbelah menjadi seri pulsa kemudian diperkuat oleh penguat ac sebelum dikembalikan lagi ke level dc. pemasangan AC : semua komponen frekuensi rendah (termasuk dc) tidak diteruskan ke rangkaian penguat b. 4. 2. dapat dikelompokkan menjadi: 1. metoda pemasangan rangkaian. a. kelas B : Titik kerja diatur pada suatu sisi ekstrim saja. daya Berdasarkan dengan tipe pembiasan yang dilakukan oleh penguat. titik bias pada penguat: kelas A. penguatan hanya terjadi pada setengah perioda sinyal input saja. Untuk sinyal input sinusoida. kelas B. kelas AB dan kelas C 4. 3.

Analisa rangkaian AC adalah dengan menghubung singkat setiap komponen kapasitor C dan secara imajiner menyambungkan VCC ke ground.output sama dengan nol dengan selang lebih besar dari setengah siklus sinus. Resistor Ra dan Rc dihubungkan ke ground dan semua kapasitor . Sedangkan resistor Ra dan Rb dipasang untuk menentukan arus bias. Kita akan membahas lebih lanjut tentang Penguat Daya Kelas A: Contoh dari penguat kelas A adalah adalah rangkaian dasar common emiter (CE) transistor. Sedemikian rupa sehingga titik Q ini berada tepat di tengah garis beban kurva VCE-IC dari rangkaian penguat tersebut dan sebut saja titik ini titik A. Gambar berikut adalah contoh rangkaian common emitor dengan transistor NPN Q1. Pembaca dapat menentukan sendiri besar resistor-resistor pada rangkaian tersebut dengan pertama menetapkan berapa besar arus Ib yang memotong titik Q. Besar arus Ib biasanya tercantum pada datasheet transistor yang digunakan. Penguat tipe kelas A dibuat dengan mengatur arus bias yang sesuai di titik tertentu yang ada pada garis bebannya. Dengan cara ini rangkaian gambar-1dapat dirangkai menjadi seperti gambar-3. Jika Ie = Ic maka dapat disederhanakan menjadi VCC = VCE + Ic (Rc+Re). Selanjutnya pembaca dapat menggambar garis beban rangkaian ini dari rumus tersebut. Garis beban pada penguat ini ditentukan oleh resistor Rc dan Re dari rumus VCC = VCE + IcRc + IeRe. Besar penguatan sinyal AC dapat dihitung dengan teori analisa rangkaian sinyal AC. Sehingga penguat bekerja kurang dari setengah perioda sinyal input.

RL adalah speaker 8 Ohm) dan re` adalah resistansi penguatan transitor. .dihubung singkat. sehingga walaupun tidak ada sinyal input (atau ketika sinyal input = 0 Vac) transistor tetap bekerja pada daerah aktif dengan arus bias konstan. Penguat tipe class A disebut sebagai penguat yang memiliki tingkat fidelitas yang tinggi.50%. Ini tidak lain karena titik Q yang ada pada titik A. Karena ini juga transistor penguat kelas A perlu ditambah dengan pendingin ekstra seperti heatsink yang lebih besar. Penguatan didefenisikan dengan Vout/Vin = rc / re`. Dengan adanya kapasitor Ce. Pembaca dapat mencari lebih lanjut literatur yang membahas penguatan transistor untuk mengetahui bagaimana perhitungan nilai penguatan transistor secara detail. Ciri khas dari penguat kelas A. Nilai re` dapat dihitung dari rumus re` = hfe/hie yang datanya juga ada di datasheet transistor. Gambar-4 menunjukkan ilustrasi penguatan sinyal input serta proyeksinya menjadi sinyal output terhadap garis kurva x-y rumus penguatan vout = (rc/re) Vin. seluruh sinyal keluarannya bekerja pada daerah aktif. Asalkan sinyal masih bekerja di daerah aktif. nilai Re pada analisa sinyal AC menjadi tidak berarti. bentuk sinyal keluarannya akan sama persis dengan sinyal input. dimana rc adalah resistansi Rc paralel dengan beban RL (pada penguat akhir. Transistor selalu aktif (ON) sehingga sebagian besar dari sumber catu daya terbuang menjadi panas. Namun penguat kelas A ini memiliki efisiensi yang rendah kira-kira hanya 25% .

maka VCE dirancang supaya sama besar dengan VCC/2. Penguat kelas A dirancang untuk menguatkan sinyal-sinyal kecil. kelas Bpush-pull dan kelas AB Created By : Aditya Nugraha / 0831130076 / 2A Transistor sebagai Penguat (Amplifier) Transistor merupakan komponen yang dapat menguatkan arus. yaitu amplifier kelas A. terdapat beberapa jenis konfigurasi amplifier. Hal ini memiliki maksud agar sinyal keluaran akan memiliki bentuk sinyal yang simetri antara siklus negatif dan positif. Untuk menghasilkan ini. Sedangkan kekurangan dari penguat jenis ini adalah ketika tidak ada sinyal masukan. maka transistor akan tetap mengkonsumsi arus listrik. Dalam penerapannya sebagai amplifier. Supaya diperoleh titik beban yang tepat ditengah. Moda nonlinier contohnya adalah pemanfaatan transistor sebagai saklar elektronik. . transistor dapat dimanfaatkan dalam dua moda.Dengan kemampuan ini. Dalam halaman ini. akan dibahas tiga buah konfigurasi amplifier. Kelas B dan kelas AB. yaitu moda nonlinier dan moda linier. maka IB dirancang supaya menghasilkan ICRC sama dengan VCC/2. sedangkan moda linier adalah transistor sebagai penguat (amplifier). Penguat kelas A dapat diwujudkan dengan rangkaian seperti Gambar 3. Amplifier Kelas A Titik beban transistor pada penguat kelas A diletakkan di antara titik A dan B. biasanya untuk menghasilkan kinerja yang baik maka titik beban diletakkan tepat di tengahtengah garis beban.Perbedaan Amplifier kelas A.

transistor tidak mengkonsumsi arus listrik. sehingga sinyal keluarannya akan mengalami kecacatan (distorsi). Dalam kondisi ini. Penguat jenis ini dikenal juga sebagai penguat push-pull karena kerja dari pasangan transistor adalah bergantian.Jenisnya ada dua macam. sedangkan ketika sinyal Vin berada dalam fasa negatif maka hanya transistor PNP yang ON. Dengan kondisi seperti ini.Amplifier Kelas B (push-pull) Penguat ini diwujudkan dengan merangkai sepasang transistor komplemen seperti pada Gambar 4. maka dalam keadaan tanpa sinyal Vin. Ketika Vin berada dalam fasa positif maka hanya transistor NPN yang ON. 2. Akan tetapi karena bias tegangan transistor berasal dari sinyal Vin. maka dibuatlah penguat kelas AB. Memisahkan arus bolak-balik dari arus searah. Kapasitor tetap. 2. Fungsi Kapasitor: 1. Berbeda dengan penguat kelas A. jenis ini memiliki nilai kapasitas yang bisa diubahubah. Penguat ini diterapkan sebagai penguat akhir. yaitu transistor dalam kondisi dibias dengan tegnagn ambang sebesar VBE. maka ketika tidak ada sinyal masukan. Contoh dari penguat kelas AB adalah seperti pada Gambar 5. Jenis dan Fungsi Kapasitor Posted on 14 Juni 2010 by balipaper Jenis Kapasitor: 1. terdiri atas kapasitor polar dan nonpolar. Amplifier Kelas AB Untuk mengatasi permaslahan distorsi pada penguat kelas B. titik beban transistor penguat kelas B diletakkan pad titik B (titik cut-off). Meratakan arus keluaran dari suatu penyearah arus. . Kapasitor variable. atau penguat sinyal besar. yaitu parko dan trimer. maka sinyal ini akan terpotong oleh tegangan VBE. Sedangkan ketika Vin muncul maka sinyal ini tidak terpotong oleh tegangan VBE sehingga sinyal keluarannya tidak mengalami distorsi. maka transistor tidak mengkonsumsi arus listrik. Penguat ini memiliki titik beban yang berada sedikit di atas titik B (Gambar 2).

Seperti juga resistor. selanjutnya dikosongkan melalui sebuah sistem atau dihubungkan ke bumi. Jadi kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat diisi dengan muatan listrik kemudian disimpan untuk sementara waktu. Dalam bidang elektronika. Nama farad diberikan sebagai penghargaan kepada penciptanya yang bernama Michael Faraday.3. Mengontrol frekuansi pada rangkaian osilator 5. yang artinya adalah untuk menyimpan arus listrik (didalam istilah elektronika disebut muatan listrik). Kapasitor sendiri berasal dari kata kapasitance (kapasitas). kapasitor mempunyai nilai satuan. biasanya digunakan satuan farad tersebut dalam bentuk pecahan • • • 1 farad (F) = 1000000 uF (mikro farad) 1 mikro farad (uF) = 1000 nF (nano farad) 1 nano farad (nF) = 1000 pF (piko farad) Kapasitor Fungsi kapasitor Pemasangan kapasitor pada suatu rangkaian mempunyai maksud dan tujuan di antaranya : • • • • Sebagai penghubung (coupling) bagian dalam suatu rangkaian. Menyimpan muatan listrik Kapasitor Label: fungsi kapasitor. jenis kapasitor adalah komponen elektronika yang mampu menyimpan arus dan tegangan listrik untuk sementara waktu. Sebagai filter yang dipakai pada rangkaian catu daya. yang dinyatakan dengan FARAD (F). Satuan farad adalah satuan yang sangat besar dan jarang digunakan dalam percobaan. Memilih gelombang pada pesawat penerima radio 4. kapasitor termasuk salah satu komponen pasif yang banyak digunakan dalam membuat suatu rangkaian. yang menghubungkan masing-masing Memisahkan arus bolak-balik dari arus searah. . Seperti juga halnya resistor. komponen kapasitor disebut juga kondensator. Sebagai pembangkit frekuensi dalam rangkaian pemancar.

segi empat. Jenis-jenis kapasitor Yang membedakan jenis kapasitor satu dengan yang lain adalah dielektrikumnya. Karakteristik temperatur dan frekuensi lebih bagus daripada kapasitor elektrolit yang terbuat dari bahan alumunium dan kebanyakan digunakan untuk sistem yang menggunakan sinyal analog. cara membedakannya dengan mencari tanda + atau tanda lainya yang ada pada bodi kapasitor. sehingga dalam pemasangannya juga harus diperhatikan karena bila salah menempatkan kakinya terbalik antara positif dengan negatif atau sebaliknya. kapasitor .Kapasitor Keramik Pada umumnya kapasitor keramik memiliki bentuk bermacam-macam seperti bentuk tabung. Kapasitor jenis ini banyak dipergunakan dalam rangkaian catu daya (power supply). Antar lain : . Besarnya nilai kapasitansi biasanya dituliskan dengan angka pada bodi transistor tersebut. Untuk membedakan polaritas kakinya biasanya terdapat garis putus-putus atau strip pada bodi kapasitor. pelat. tanda ini menyatakan bahwa pin dibawahnya memiliki polaritas positif.Kapasitor elektrolit (Elco) Kapasitor elektrolit pada umumnya dibuat dengan kapasitas yang besar dan memiliki kehandalan yang tinggi serta awet dalam pemakaiannya. dan lain-lain. . Dalam pemakaiannya. Diharapkan berhati – hati di dalam pemasangan komponen karena tidak boleh terbalik. maka kapasitor ini akan rusak dan bahkan bisa meledak. Karakteristik utama adalah kapasitor ini memiliki perbedaan polaritas pada kedua kakinya yaitu kutub positif (+) dan kutub negatif (-). .Kapasitor tantalum Merupakan jenis kapasitor elektrolit yang elektrodanya terbuat dari material tantalum. yaitu bahan dasar yang digunakan untuk membuat kapasitor tersebut. maka dapat dipastikan bahwa kaki yang berada dibawah strip itu mempunyai polaritas negatif (-).• Menghemat daya listrik dalam rangkaian lampu TL. Komponen ini memiliki polaritas.

Kapasitor jenis ini tidak memiliki polaritas. sehingga dalam pemasangannya dapat dibolak-balik. resistor dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain resistor kawat. dan lain-lain 1. resistor arang. Nilai kapasitansinya biasanya dituliskan dengan kode warna. Resistor tetap (Fixed resistor) . Resistor Label: fungsi resistor. namun ada kalanya menggunakan angga-angka yang terdapat pada bodinya. resistor karbon. dan banyak lagi jenis lainya. Namun yang perlu diingat bahwa kapasitor ini mampu bekerja pada rate tegangan dari mulai yang paling kecil sampai dengan batas 100 Volt. Untuk menggambarkanya dalam suatu rangkaian dilambangkan dengan huruf R. Maka untuk menyatakan besarnya resistansi dari sebuah resistor dinyatakan dalam satuan Ohm yang dilambangkan dengan simbol Ω (Omega). resistor oksida logam. Namun dalam praktek perdagangan di pasaran.keramik cukup stabil dan sangat cocok dipakai untuk rangkaian frekiuensi tinggi yaitu untuk melewatkan sinyal frekuensi tinggi ke ground. resistor tetap Resistor adalah komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi atau menghambat arus listrik yang melewatinya dalam suatu rangkaian. Sesuai dengan nama dan kegunaanya maka resistor mempunyai sifat resistif (menghambat) yang umunya terbuat dari bahan karbon.Dari hukum Ohm di jelaskan bahwa resistansi akan berbanding terbalik dengan jumlah arus yang melaluinya.1. dan umumnya hanya tersedia dengan nilai kapasitansi yang sangat kecil. resistor film. Macam-macam resistor Berdasarkan jenis bahan yang digunakan untuk membuatnya. karena huruf ini merupakan standart internasional yang sudah disepakati bersama untuk melambangkan sebuah komponen resistor dalam sebuah rangkaian. resistor hanya di bedakan menjadi resistor tetap (fixed resistor) dan resistor tidak tetap (variable resistor) 1. Fungsi atau kegunaan resistor dalam rangkaian • • • • Sebagai pembagi arus Sebagai pembagi tegangan Sebagai penurun tegangan Sebagai penghambat arus listrik.

Selain kemasan axial. Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju. kemasan seperti inilah yang dinamakan dengan axial. maka diciptakan sebuah teknologi baru yang disebut dengan SMD (Surface Mounted Device) yang membuat bentuk resistor tetap menjadi lebih kecil sehingga dalam prakteknya kita dapat membangun sebuah sistem yang mempunya ukuran sekecil mungkin. Ukuran fisik resistor tetap bermacam-macam yaitu tergantung besarnya daya yang dimilikinya. bentuknya kotak dan berukuran sangat kecil yang cara pemasangannya adalah dengan menempel pada papan pcb. dan pada kedua ujungnya terdapat conducting metal. dari yang paling kecil sampai yang paling besar sesuai dengan daya yang di milikinya. Pada gambar disamping ditunjukan beberapa contok bentuk fisik dari resistor tetap. Ciri fisik untuk mengenali resistor jenis ini adalah bahan pembuat resistor berada di tengah. Misalnya resistor tetap dengan daya 2 watt akan mempunyai bentuk fisik yang jauh lebih besar dari pada resistor yang mempunyai daya 1/4 watt.Resistor tetap adalah resistor yang nilai hambatanya tidak dapat dirubahrubah dan besarnya sudah ditentukan oleh pabrik yang membuatnya. Resistor jenis ini juga memiliki nilai resistansi yang dituliskan pada body dengan menggunakan angkaangka seperti yang terlihat pada gambar. Dimana didalam satu kemasan ini terdapat beberapa resistor yang disusun secara paralel dan mempunyai 1 pusat yang disebut dengan common. Gambar di samping adalah merupakan bentuk fisik dari SMD resistor. Cara pemasangannya biasanya berdiri sesuai . terdapat pula kemasan lain yang disebut dengan (Single-In-Line) SIP resistor.

sedangkan moda linier adalah transistor sebagai penguat (amplifier). Penguat tipe kelas A dibuat dengan mengatur arus bias yang sesuai di titik tertentu yang ada pada garis bebannya. Supaya diperoleh titik beban yang tepat ditengah. biasanya untuk menghasilkan kinerja yang baik maka titik beban diletakkan tepat di tengah-tengah garis beban. Transistor merupakan komponen yang dapat menguatkan arus. Penguat Daya Kelas A pada Penerima Radio Oleh:Eka Fitri Susanti/0831130028/2b Pemancar CW biasanya dapat memancarkan daya dari 1 sampai 100 W. Titik beban transistor pada penguat kelas A diletakkan di antara titik A dan B. . Hal ini memiliki maksud agar sinyal keluaran akan memiliki bentuk sinyal yang simetri antara siklus negatif dan positif. maka IB dirancang supaya menghasilkan ICRC sama dengan VCC/2. rangkaiannya dapat sederhana. transistor dapat dimanfaatkan dalam dua moda. maka VCE dirancang supaya sama besar dengan VCC/2.Dengan kemampuan ini. maka dengan resistor ini juga bisa menghemat ruang dalam penempatan pada papan pcb. Gambar di samping ini adalah bentuk fisik dari SIP Resistor yang memiliki 9 pin dan 5 pin.dengan kaki-kaki yang ada. tergantung pada transistor yang digunakan. yaitu moda nonlinier dan moda linier. Moda nonlinier contohnya adalah pemanfaatan transistor sebagai saklar elektronik. Untuk menghasilkan ini. Namun di pasaran akan sangat banyak ditemukan SIP Resistor dengan jumlah pin yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhanya.

sebagai contoh rangkaian class A dalam pemancar radio. penguat class A baik digunakan untuk mengolah sinyal-sinyal yang kecil. dan tidak bisa digunakan untuk bekerja pada frekuensi-frekuensi tinggi. bentuk sinyal keluarannya akan sama persis dengan sinyal input. Penguat Daya RF . Asalkan sinyal masih bekerja di daerah aktif. Namun penguat kelas A ini memiliki efisiensi yang rendah kira-kira hanya 25% 50%. Transistor selalu aktif (ON) sehingga sebagian besar dari sumber catu daya terbuang menjadi panas.Ciri khas dari penguat kelas A. seluruh sinyal keluarannya bekerja pada daerah aktif. Penguat tipe class A disebut sebagai penguat yang memiliki tingkat fidelitas yang tinggi. sehingga walaupun tidak ada sinyal input (atau ketika sinyal input = 0 Vac) transistor tetap bekerja pada daerah aktif dengan arus bias konstan. Gambar di atas. Karena ini juga transistor penguat kelas A perlu ditambah dengan pendingin ekstra seperti heatsink yang lebih besar. Ini tidak lain karena titik Q yang ada pada titik A. Rangkaian kelas A ini bisa terdapat dalam rangkaian osilator colpitts atau rangkaian osilator Hartley yang digunakan sebagai amplifier dalam pemancar radio. Pada radio.

distorsi harmonik kedua 0. .Penguat daya RF akan dibuat dari tiga tingkatan penguat. 0. sehingga penalaan rangkaian resonansi dan jaringan penyesuai impedansi dilakukan pada tegangan catu 12 V. dan penguat III.lebar pita 8 MHz. sedangkan nilai terbesar distorsi harmonik kedua adalah 0. daya keluaran maksimal 1148. Kemudian dari 12 V dinaikkan tiap 0. Pada tegangan catu 12 V. Nilai terkecil distorsi harmonik kedua adalah 0.39 % pada tegangan catu 9 V. dengan daya keluaran (Pout ) 1000 mW pada tegangan (VCC ) 12 V.5 V. karena dengan daya masukan 0. Hal ini dimaksudkan agar resistansi beban yang dilihat dari kaki kolektor tiap tingkatan penguat adalah tetap. Induktor yang dibuat adalah induktor satu lapis dengan inti udara. penguat II. Frekuensi kerja ditetapkan karena berhubungan dengan transistor dan nilai komponen yang akan digunakan. Perolehan daya transistor bipolar untuk penguat daya mode campuran kelas C khasnya adalah 5-14 dB (Krauss et al. 1990). 3. yaitu penguat I.39r2n2/9r+10p Untuk mengurangi perbedaan nilai induktansi yang dipilih dengan induktansi yang diinginkan.15 mW. Variasi tegangan catu dimulai dari 12 V kemudian diturunkan tiap 0.94 mW (daya keluaran osilator pada sistem 50Ω ). Diameter kawat email yang dipilih adalah: 0. maka diameter kawat email dan radius induktor yang digunakan bervariasi. dan 1 mm.5 V sampai tegangan catu 9 V. Persamaan yang digunakan adalah: L=0.P/0831130077/2C Penguat daya RF dirancang untuk dioperasikan pada frekuensi (Fc ) 100 MHz.5 mm. Penguat I akan dioperasikan pada kelas A.5 V sampai tegangan catu 13. Sinyal masukan penguat daya RF diambil dari keluaran osilator pada frekuensi dasar 100 MHz.05 % pada tegangan catu 13. Penalaan rangkaian hanya dilakukan pada tegangan catu 12 V dan tidak dilakukan pada setiap variasi tegangan catu. 2.Rizki P.5 V. dan tingkat sinyal jauh lebih besar dari tingkat derau.40 mW penguat daya RF mampu menghasilkan daya keluaran 1000 mW. Penguat daya RF yang dirancang dapat digunakan untuk menguatkan sinyal 100 MHz. Distorsi harmonik kedua yang dihasilkan akan semakin kecil dengan bertambahnya tegangan catu. Tegangan catu ditetapkan untuk menentukan resistansi beban kolektor ( RL) yang dibutuhkan untuk menghasilkan daya keluaran yang diharapkan. Penguat daya RF dirancang pada tegangan catu 12 V. yaitu induktor dan kapasitor. Diameter induktor yang dipilih adalah 5 mm dan 10 mm Kesimpulan : 1. Penguat daya RF dirancang untuk menghasilkan keluaran sebesar 1000 mW dengan sinyal masukan 7.07%.85 mm. sedangkan penguat II dan penguat III akan dioperasikan pada mode campuran kelas C.

dan hal ini menunjukkan bahwa derau yang dihasilkan adalah sangat kecil dibandingkan dengan sinyal yang diinginkan (100 MHz) . garis beban AC dari Q1 terdiri dari kombinasi parallel antara R2.gmR'D Dimana gm adalah transkonduktansi dari Q1 (JFET) dan R'D adalah resistansi beban Q1 yang dinyatakan sebagai berikut: 1/R'D = 1/R2 + 1/R4 + 1/R5 + 1/Rin Tapi jika kapasitor C3 terbuka. pengaruh input tingkat kedua pada resistansi sinyal AC dari tingkat pertamanya harus dipertimbangkan. Untuk menghubungkan dua penguat.R6 / [(1 + β)(R'7 + R7)] Gain tegangan untuk Q1.R5 dan Rin (resistansi input Q2). Pada gambar diatas. Gain tegangan untuk Q2. Prinsip Kerja Pada gambar penguat kaskade diatas terdiri dari 2 jenis penguat yaitu penguat Common Drain(JFET) dan penguat Kelas A(Transistor). Pada penguat Common Drain impedansi masukan dan keluaran didefinisikan sebagai berikut: Zi = R1 Zo = R2 || R3 || 1/gm Impedansi keluaran pada kondisi R2 ≥ 10R3 .R4. Kapasitor C5 digunakan untuk mengkopling komponen DC agar tidak masuk kembali ke penguat. maka gain tegangan Q1 akan dapat diberikan sebagai berikut: AV2 = . Penguat Kaskade Viyoga Baskoro/0831130058/2A/TT Tujuan Penguat kaskade digunakan untuk memperbesar penguatan dari penguat tunggal. adalah: Zo = R3 || 1/gm Penguatan tegangan yaitu: AV = gm (R2 || R3) / [ 1 + gm (R2 || R3) ] Penguatan tegangan pada kondisi . Kapasitor C3 digunakan untuk menahan komponen DC masuk ke penguat Common Drain. C4 yang terpasang parallel dengan R7 pada kaki emitor berfungsi sebagai kapasitor by pass yang melewatkan komponen AC langsung ke ground. Pengaruhnya adalah mengurangi resistansi beban AC pada Q1 sehingga akan mengurangi level sinyal output AC pada kolektor Q1.gmR2 Sehingga gain tegangan untuk penguat kaskade dinyatakan sebagai berikut: . AV2 = . adalah: AV = gmR3 / (1 + gmR3) Output dari penguat Common Drain digunakan sebagai input dari penguat kelas A. AV2 = .4.sehingga bisa diabaikan. Derau yang dihasilkan oleh penguat daya RF tidak dapat diamati.

AV = AV1 x AV2 = gmR'D x [ R6 / (1 + β)(r'7 + R7)] .

maka gain tegangan Q1 akan dapat diberikan sebagai berikut: AV2 = .Drain(JFET) dan penguat Kelas A(Transistor). AV2 = .R5 dan Rin (resistansi input Q2). garis beban AC dari Q1 terdiri dari kombinasi parallel antara R2. Untuk menghubungkan dua penguat. Pada penguat Common Drain impedansi masukan dan keluaran didefinisikan sebagai berikut: Zi = R1 Zo = R2 || R3 || 1/gm Impedansi keluaran pada kondisi R2 • 10R3 . C4 yang terpasang parallel dengan R7 pada kaki emitor berfungsi sebagai kapasitor by pass yang melewatkan komponen AC langsung ke ground. adalah: AV = gmR3 / (1 + gmR3) Output dari penguat Common Drain digunakan sebagai input dari penguat kelas A. Gain tegangan untuk Q2. Kapasitor C5 digunakan untuk mengkopling komponen DC agar tidak masuk kembali ke penguat. pengaruh input tingkat kedua pada resistansi sinyal AC dari tingkat pertamanya harus dipertimbangkan. Pengaruhnya adalah mengurangi resistansi beban AC pada Q1 sehingga akan mengurangi level sinyal output AC pada kolektor Q1.R4. adalah: Zo = R3 || 1/gm Penguatan tegangan yaitu: AV = gm (R2 || R3) / [ 1 + gm (R2 || R3) ] Penguatan tegangan pada kondisi .gmR2 Sehingga gain tegangan untuk penguat kaskade dinyatakan sebagai berikut: AV = AV1 x AV2 = gmR'D x [ R6 / (1 + )(r'7 + R7)] . AV2 = .gmR'D Dimana gm adalah transkonduktansi dari Q1 (JFET) dan R'D adalah resistansi beban Q1 yang dinyatakan sebagai berikut: 1/R'D = 1/R2 + 1/R4 + 1/R5 + 1/Rin Tapi jika kapasitor C3 terbuka. Pada gambar diatas.R6 / [(1 + )(R'7 + R7)] Gain tegangan untuk Q1. Kapasitor C3 digunakan untuk menahan komponen DC masuk ke penguat Common Drain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful