Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti

Dua Logika

Bab

Tujuan instruksional umum.

Bab Dua

Logika

47

Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti

Dengan

mempelajari Bab Dua ini diharapkan akan dapat dipahami

mengenai garis besar materi Logika.

Tujuan instruksional khusus :

Setelah mempelajari Bab Dua tentang “ Antara Logika dan argumentasi
Hukum” ini, mahasiswa diharapkan mampu untuk menjelaskan secara garis besar perbedaan antara Logika dan Argumentasi Hukum. lingkup logika; pengertian, definisi, putusan. Lebih lanjut, mahasiswa mampu memahami, menjelaskan dan menganalisa yang definisi, sejarah, ruang

2.1. Definisi Logika
Logika dari Yunani kuno λόγος (logos) yang berarti hasil pertimbangan

Bab Dua

Logika

48

Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti

akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Arti logika adalah hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika merupakan suatu Ilmu tentang dasar dan metode untuk berfikir secara benar. Obyek Logika, terdiri dari 1. Obyek materiil : penalaran / cara berpikir 2. Obyek formal : hukum, prinsip, asas 3. Produk : produk berfikir

Apabila

kita berbicara mengenai logika, maka kita akan mencari

pengertian dari asal katanya. Secara harfiah, apabila ditinjau dari asal katanya, Logika berasal dari kata Yunani kuno λόγος (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika berasal dari kata Yunani kuno λόγος (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa.1 Dalam bahasa Arab dikenal dengan kata ‘Mantiq’ yang artinya berucap atau berkata. 2 Sebagai ilmu, logika disebut dengan logike episteme (Latin: logica scientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur. Logika merupakan sebuah ilmu pengetahuan dimana obyek materialnya adalah berpikir (khususnya penalaran/proses penalaran) dan obyek formal logika adalah berpikir/penalaran yang ditinjau dari segi ketepatannya. Ilmu disini mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam tindakan. Kata logis yang dipergunakan

1

www. http://id.wikipedia.org/wiki/Logika, diup date 2 Desember 2007. Mundiri, Logika, Rajawali Press bekerjasama dengan Badan Penerbitan IAIN Walisongo Press, Cetakan keempat, 2000.
2

Bab Dua

Logika

49

Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti

tersebut bisa juga diartikan dengan masuk akal.3 Ilmu harus dibedakan dari pengetahuan. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang datang sebagai hasil dari aktivitas mengetahui yaitu tersingkapnya suatu kenyataan ke dalam jiwa sehingga tidak ada keraguan terhadapnya, sedangkan ilmu menghendaki lebih jauh dari itu.4 Poespoprojo merumuskan dengan sederhana bahwa ilmu adalah kumpulan pengetahuan mengenai suatu bidang tertentu yang merupakan satu kesatuan yang tersusun secara sistematis, serta memberikan penjelasan yang dipertanggung jawabkan dengan menunjukkan sebab-sebabnya.5 Terdapat beberapa batasan pengertian tentang logika dari beberapa ahli. Menurut Alex Lanur, Logika adalah ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir lurus (tepat). Ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan tentang pokok yang tertentu. Kumpulan ini merupakan suatu kesatuan yang sistematis serta memberikan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Penjelasan seperti ini terjadi dengan menunjukkan sebab musabanya. 6 Batasan pengertian yang diberikan oleh Alex Lanur, secara singkat diungkapkan oleh Muhammad Zainuddin, bahwa Logika merupakan suatu Ilmu tentang dasar dan metode untuk berfikir secara benar7. Menurut Mundiri Logika didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari metode dan hukum-hukum yang digunakan untuk membedakan penalaran yang betul dari penalaran yang salah8.
3

4

http://id.wikipedia.org/wiki/Logika, op.cit. Mundiri, op.cit. W. Poespoprojo, Logika Ilmu Menalar, Pustaka Grafika, 1999.

5

6 7

Alex Lanur OFM Logika Selayang Pandang, Kanisius, 1983, hal 7. Muhammad Zainuddin, Hand out mata kuliah Logika dan Metoda Sains 2006, hal. 3. 8 Mundiri, op.cit.

Bab Dua

Logika

50

penalaran yang betul atau salah.9 Ketiga pendapat mengenai batasan logika itu pada hakekatnya saling melengkapi. Kriteria benar. Hal ini disampaikan oleh Alex Lanur. Untuk jelasnya dapat digambarkan sebagai berikut : Logika merupakan suatu Ilmu tentang dasar dan metode untuk berfikir secara benar 9 W.cit. Poespoprojo. pada dasarnya merupakan suatu penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Berfikir secara “benar” selanjutnya dijelaskan oleh Mundiri bahwa Logika sebagai ilmu yang mempelajari metode dan hukum-hukum yang digunakan untuk membedakan penalaran yang betul dari penalaran yang salah. Penekanan batasan logika pada berfikir secara benar. berpikir dengan tepat ( the science and art of correct thinking )..Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti Sedangkan Poespoprojo menuliskannya sebagai ilmu dan kecakapan menalar. Menurut Muhammad Zainuddin. bahwa Logika merupakan suatu Ilmu tentang dasar dan metode untuk berfikir secara benar (garis bawah dari penulis). (garis bawah dari penulis). op. Bab Dua Logika 51 .

Dengan ‘mengolah’ dan ‘mengerjakannya’ ini terjadi 11 10 Muhammad Zainuddin. Yang dimaksudkan dengan berpikir disini ialah kegiatan pikiran.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti digunakan untuk membedakan penalaran yang betul atau salah.org/wiki/Logika. akal budi manusia. Produk : produk berfikir ( konsep.cit. 3. Dengan berpikir manusia ‘mengolah’. terdiri dari : 1. Obyek materiil : penalaran / cara berpikir 2. ‘mengerjakan’ pengetahuan yang telah diperolehnya. http://id. yang dapat dipertanggungjawabkan Skema 19 : Batasan definisi logika Logika merupakan sebuah ilmu pengetahuan dimana obyek materialnya adalah berpikir (khususnya penalaran/proses penalaran) dan obyek formal logika adalah berpikir/penalaran yang ditinjau dari segi ketepatannya. Bab Dua Logika 52 . proposisi yang diekspresikan dalam bentuk ungkapan lisan / tulisan / isyarat)11 Obyek materiil atau material logika adalah Menurut Alex Lanur. op.10 Logika bersifat a priori.wikipedia. prinsip. penalaran / cara berpikir. asas. Obyek Logika menurut Muhammad Zainuddin.cit. Kebenaran logika tidak dapat ditemukan dan diuji secara empiris tetapi kebenaran diuji secara akal. Obyek formal : hukum. op.

Jakarta. tepat. Bab Dua Logika 53 . pengalaman sesitivo-rasional. 14 Ibid. 16 12 13 Alex Lanur. obyek forma logika ialah mencari jawab : bagaimana manusia dapat berpikir dengan semestinya. Kalau peraturan-peraturan itu ditepati. 15.ci. Dengan demikian kebenaran juga dapat diperoleh dengan lebih mudah dan lebih aman. op. op. Berpikir pada dasarnya merupakan suatu proses dari adanya suatu input melalui proses akan melahirkan output. menguraikan. Semua ini menunjukkan bahwa logika merupakan suatu pegangan atau pedoman untuk pemikiran14 Mundiri menjelaskan bahwa pikiran merupakan perkataan dan logika merupakan patokan. 2004. fakta.cit.15 Poespoprojo menjelaskan bahwa pengetahuan merupakan hasil dari aktivitas berpikir yang menyelidiki pengetahuan yang berasal dari pengalaman-pengalaman konkret. kejadian-kejadian atau peristiwa yang dilihat atau dialami.cit. 15 Mundiri. apabila pemikiran itu sesuai dengan hukum-hukum serta aturan-aturan yang sudah ditetapkan dalam logikal.12 serta Menurut Poedjawijatna.13 Mencari jawaban atas sesuatu pada dasarnya merupakan suatu proses. Logika bertujuan untuk menganalisis jalan pikiran dari suatu penalaran/pemikiran/penyimpulan tentang suatu hal. ketepatannya. 16 W. dapatlah pelbagai kesalahan atau kesesatan dihindarkan. Karena itu berpikir lurus. hukum atau rumus berpikir. merupakan obyek formal logika. Logika Filsafat Berpikir.. tepat. Dalam logika berpikir dipandang dari sudut kelurusan. Poedjawijatna. op. Rineka Cipta.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti dengan mempertimbangkan. Poespoprojo. objek-objek. membandingkan menghubungkan pengertian yang satu dengan pengertian lainnya. Logika bertujuan untuk menilai dan menyaring pemikiran dengan cara serius dan terpelajar serta mendapatkan kebenaran terlepas dari segala kepentingan dan keinginan seseorang. hal. Selanjutnya oleh Alex Lanur dikatakan bahwa. Kapan suatu pemikiran disebut lurus? Suatu pemikiran disebut lurus.

Selanjutnya produk berfikir dapat berupa konsep. proposisi yang diekspresikan dalam bentuk ungkapan lisan / tulisan / isyarat. prinsip. Di dalam kajian hukum. Selain itu ketentuan Pasal dalam peraturan perundang-undangan atau Vonis hakim dalam perkara yang sedang dihadapi. prinsip dan asas.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti Selanjutnya obyek formal logika adalah hukum. asas pengingkaran dan asas menolak kemungkinan ketiga. Pada pokoknya asas logika ada tiga yaitu asas identitas. Dalam perkembangannya ketiga asas ini mengalami perkembangan. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan dalam Bab Tiga tentang asas pemikiran. Di bidang hukum produk dari logika hukum adalah legal concept apabila berupa konsep. asas hukum harus diperhatikan dalam setiap pembentukan dan penerapan hukum. asas Bab Dua Logika 54 . Dari uraian di atas dapat diguat suatu gambaran tentang obyek logika dalam skema berikut : Materiil penalaran / cara berpikir Argumentasi hukum Obyek Logika formal hukum.

Logika ilmiah menjadi ilmu khusus yang merumuskan asas-asas yang harus ditepati dalam setiap pemikiran. Logika secara umum ada dua macam. yaitu logika alamiah. Logika ilmiah memperhalus. Secara tradisional. proposisi Ketentuan Pasal.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti Asas / Prinsip Hukum Produk konsep. tetapi juga bisa dianggap sebagai cabang matematika. mempertajam pikiran serta akal budi. Logika mengatakan yang bentuk inferensi yang berlaku dan yang tidak. Kemampuan logika alamiah manusia ada sejak lahir. Logika alamiah adalah kinerja akal budi manusia yang berpikir secara tepat dan lurus sebelum dipengaruhi oleh keinginan-keinginan dan kecenderungan-kecenderungan yang subyektif. logika ilmiah. Berkat 17 Ibid. logika dipelajari sebagai cabang filosofi. Logika lahir bersamasama dengan lahirnya filsafat di Yunani. Praktis di sini berarti logika dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Vonis Skema 20 : Obyek logika Logika adalah sebuah cabang filsafat yang praktis. Bab Dua Logika 55 .17 Dalam perkembangan logika apabila diterapkan pada bidang ilmu tertentu mengalami perkembangan diataranya adalah logika hukum. Dalam usaha untuk memasarkan pikiranpikirannya serta pendapat-pendapatnya. Logika digunakan untuk melakukan pembuktian. filsuf-filsuf Yunani kuno tidak jarang mencoba membantah pikiran yang lain dengan menunjukkan kesesatan penalarannya.

Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak.cit. Seseorang yang menguasai logika akan dapat berfikir efisien. Memaksa dan mendorong orang untuk berpikir sendiri dengan menggunakan asas-asas sistematis. tertib. tetap. batasan sebagai berikut : a. 2. dikurangi.19 Kegunaan logika adalah : 1. tepat. c.org/wiki/Logika.cit. 4. hal 7. Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kesalahan-kesalahan berpkir. metodis dan koheren. hal 14. Ilmu tentang dasar dan metode untuk berfikir secara benar Ilmu tentang prinsip berfikir guna menghindarkan kesalahan dalam berfikir Ilmu tentang cara menggerakkan pikiran kepada jalan yg benar Ilmu tentang metode / hukum yg digunakan untuk membedakan penalaran yg benar dan yg salah18 Tugas logika menurut Poedjawijatna ialah memberikan penerangan Logika mempunyai bagaimana orang seharusnya berpikir. op. 5. Logika ilmiah dimaksudkan untuk menghindarkan kesesatan atau. b. teratur dan terhindar dari kekeliruan dalam berfikir. paling tidak. bahwa logika itu mengutarakan teknik berpikir. Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional. kekeliruan serta kesesatan.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti pertolongan logika ilmiah inilah akal budi dapat bekerja dengan lebih tepat. lurus. cermat. Ada yang menyebut. op. lebih teliti. Berfikir obyektif dan tegas. Poedjawijatna. 20 http://id.cit Bab Dua Logika 56 . Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri. kritis. 20 18 19 Op. lebih mudah dan lebih aman. dan objektif.wikipedia. yaitu cara yang sebenarnya untuk berpikir. 3..

22 Memang proses berpikir tidak dapat dilihat karena bekerjanya berada di dalam alam pikir manusia. pengertian logika dapat ditunjukkan seperti dalam skema 21 di bawah ini : Logika Ilmu tentang dasar dan metode untuk berfikir secara benar Ilmu tentang :     dasar dan metode untuk berfikir secara benar prinsip berfikir guna menghindarkan kesalahan dalam berfikir cara menggerakkan pikiran kepada jalan yg benar metode / hukum yg digunakan untuk membedakan penalaran yg benar dan yg salah Skema 21 : Pengertian logika Lebih lanjut dikatakan bahwa logika selalu digunakan dalam metode ilmu pengetahuan atau metode sains. Menurut Alex Lanur.21 Kadangkala. hal 13 Bab Dua Logika 57 . melainkan jalan pikirannya yang tidak lurus. techniques. tidak menurut aturan. tekhnik dan pendekatan terhadap penggunaan kajian ilmu. op. It refers to the ideas.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti Untuk memudahkan pemahaman. Artinya : Metode ilmu pengetahuan bukan sesuatu . hal 2. norma. Itu menunjuk pada ide. and approaches that the scientific community uses. Kegiatan berpikir selalu 21 22 Ibid. bukan pengetahuannya yang salah. orang salah dalam berpikir itu.cit.. rules. orang membuat suatu argument yang salah. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah metode ilmu pengetahuan itu ? Menurut Muhammad Zainuddin yang mengutip Neuman bahwa Scientific method is not single things.. Alex Lanur OFM. meskipun sudah melakukan proses pemikiran.

24 Berpikir akan dapat dilihat hasilnya oleh orang lain apabila sudah dalam bentuk hasil jadi. Pemikiran manusia sebenarnya terdiri atas unsur-unsur yang berikut. 23 Kegiatan akal budi hakekatnya merupakan sutu proses berpikir. Akhirnya. menghubungkan keputusan-keputusan sedemikian rupa. ucapan. Merundingkannya.. Artinya. keputusan-keputusan itu disusun sedemikian rupa sehingga menjadi penyimpulan-penyimpulan. Bab Dua Logika 58 .. Memberikan keputusan. 3. Kegiatan berpikir dapat digambarkan dalam skema 22. menangkap sesuatu tanpa mengakui atau memungkirinya 2. sebagai berikut : proses input output Skema 22 : Kegiatan berpikir 23 24 Ibid. Artinya.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti berhubungan dengan rasio akal budi manusia atau kegiatan akal budi. sehingga dari satu keputusan atau lebih. gambaran atau bentuk tertentu. Artinya. Kemudian pengertian-pengertian disusun sedemikian rupa sehingga menjadi keputusan-keputusan. Kegiatan akal budi itu meliputi ialah : 1. Unsur yang pertama ialah pengertian-pengertian. Menangkap sesuatu sebagaimana adanya. Hasil jadi itu dapat dalam bentuk tulisan. menghubungkan pengertian yang satu dengan pengertian lainnya atau memungkiri hubungan itu. orang sampai pada suatu kesimpulan. hal 12 Ibid.

bahasa tulisan atau bahasa isyarat. bagaimanapun coraknya. melainkan juga merupakan alat berpikir. yaitu bahasa lisan.. Menurut Poedjawijatna.cit. yang merupakan syarat supaya orang dapat berpikir itu. 25 Poedjawijatna.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti Selama proses pemikiran berlangsung. karena dari bahasa kita tahu maksud orang yang berbahasa itu. Kedudukan logika dapat digambarkan dalam skema 23 sebagai berikut : Obyek Kebenaran bahasa Menangkap sesuatu Memberikan keputusan Merundingkan Rasio akal budi Logika Skema 23 : Kedudukan logika Pengungkapan hasil olah pikir atau rasio akal budi untuk mencapai kebenaran diwujudkan dalam bentuk bahasa. Bahasa pada dasarnya ada tiga macam.25 Selanjutnya diterangkan lebih lanjut oleh Poedjawijatna . Tidak hanya bentuk berpikir saja bahasa itu. Dasar itu boleh juga disebut aksioma berpikir. hal 17. logika mempunyai kedudukan yang sangat penting. bahwa : Pendapat (melalui bahasa) atas berapa dasar. Bab Dua Logika 59 . bahasa selalu merupakan bentuk berpikir. op.

Saat itu Thales telah mengenalkan logika induktif. Itu disebut keyakinan. hal . tak adalah alasan apapun untuk berpendapat lain.org/wiki/Logika. bahwa demikianlah halnya. yang kemudian disebut logica scientica. takhayul. Novum Organum Scientiarum (Francis Bacon).27 Thales mengatakan bahwa air adalah arkhe (Yunani) yang berarti prinsip atau asas utama alam semesta. Aljabar Boolean (George Boole). dan cerita-cerita isapan jempol dan berpaling kepada akal budi untuk memecahkan rahasia alam semesta.wikipedia.cit Bab Dua Logika 60 . http://id.19.26 2. Aristoteles mengatakan bahwa Thales menarik kesimpulan bahwa air adalah arkhe alam semesta dengan alasan bahwa air adalah jiwa segala sesuatu. diantaranya adalah Fons Scienteae (Johanes Damascenus). Principia Mathematica (Alfred North Whitehead dan Bertrand Arthur William Russel). Sejarah Logika Logika dimulai sejak Thales.. bahwa air adalah arkhe alam semesta. Logika dimulai sejak Thales (624 SM . 26 27 Ibid. op. Aristoteles to Oraganon (alat) berjumlah enam Selanjutnya mengalamui perkembangan sehingga lahir beberapa kayra filsuf. Keyakinan merupakan sikap subyek. Menurut subyek yang tahu ketika itu.548 SM). filsuf Yunani pertama yang meninggalkan segala dongeng.Ars Magna (Raymundus Lullus). Aristoteles kemudian mengenalkan logika sebagai ilmu.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti Adapun tiap-tiap pendapat itu berdasarkan atas sikap mental subyek yang tahu itu. pendapat lain tak mungkin. jadi selalu bersifat subyektif juga.

Sejak saat Thales sang filsuf mengenalkan pernyataannya. logika telah mulai dikembangkan. dan Plato tercatat sebagai tokoh-tokoh yang ikut merintis lahirnya logika. Kaum Sofis beserta Plato (427 SM-347 SM) juga telah merintis dan memberikan saran-saran dalam bidang ini. Kaum Sofis. air adalah arkhe alam semesta.cit. air adalah arkhe alam semesta. Filosof Al-Kindi mempelajari dan menyelidiki logika Yunani secara khusus dan studi ini dilakukan lebih mendalam oleh Al-Farabi. yang berarti. Al-Ghazali menganjurkan dan menganggap baik. Mundiri. 29 28 29 Ibid. Theoprostus dan Kaum Stoa. sebagai contoh Ibnu Salah dan Imam Nawawi menghukumi haram mempelajari logika. sedangkan Jumhur Ulama membolehkan bagi orang-orang yang cukup akalnya dan kokoh imannya. Logika menjadi bagian yang menarik perhatian dalam perkembangan kebudayaan Islam.28 Orang yang pertama kali menggunakan kata logika adalah Zeno dari Citium.. Logika dikembangkan secara progresif oleh bangsa Arab dan kaum muslimin pada abad II Hijriyah. yang menurut Aristoteles disimpulkan dari: • • • • Air adalah jiwa tumbuh-tumbuhan (karena tanpa air tumbuhan mati) Air adalah jiwa hewan dan jiwa manusia Air jugalah uap Air jugalah es Jadi. Namun juga mendapat reaksi yang berbeda-beda. Logika lahir sebagai ilmu atas jasa Aristoteles.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti Dalam logika Thales. Bab Dua Logika 61 . air adalah jiwa dari segala sesuatu. op. Socrates.

Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti Selanjutnya logika mengalami masa dekadensi yang panjang. 6. 32 Pada 370 SM .201 M) dan Sextus Empiricus 200 M. 4. Fonts Scientie dari John Damascenus. yang secara khusus meneliti berbagai argumentasi yang berangkat dari proposisi yang benar. Porohyus (232 . Istilah logika untuk pertama kalinya dikenalkan oleh Zeno dari Citium 334 SM . Ibid.30 Pada masa Aristoteles logika masih disebut dengan analitica . Semua berangkat dan mengembangkan logika Aristoteles. dan sistematika logika dari Thomas Aquinas. yaitu: 1.wikipedia.cit. Analytica Priora tentang Silogisme. dua orang dokter medis yang mengembangkan logika dengan menerapkan metode geometri. melanjutkan pengembangn logika.31 Buku Aristoteles to Oraganon (alat) berjumlah enam. op. Logika menjadi sangat dangkal dan sederhana sekali. Sistematisasi logika terjadi pada masa Galenus (130 M . 31 32 Bab Dua Logika 62 . dan dialektika yang secara khusus meneliti argumentasi yang berangkat dari proposisi yang masih diragukan kebenarannya. De sohisticis elenchis tentang kesesatan dan kekeliruan berpikir. buku-buku komentar logika dari Bothius.288 SM Theophrastus. Categoriae menguraikan pengertian-pengertian 2. http://id.305) membuat suatu 30 Ibid. 5. murid Aristoteles yang menjadi pemimpin Lyceum.org/wiki/Logika. Pada masa itu digunakan buku-buku logika seperti Isagoge dari Porphirius. Inti dari logika Aristoteles adalah silogisme.226 SM pelopor Kaum Stoa. Topica tentang argumentasi dan metode berdebat. Analytica Posteriora tentang pembuktian. De interpretatione tentang keputusan-keputusan 3.

salah satu buku Aristoteles.1278) Roger Bacon 1214-1292 33 34 Ibid. Johanes Damascenus (674 . Ibid. 35 Bab Dua Logika 63 . Raymundus Lullus. Wilhelm Ocham menyusun logika yang sangat berbeda dengan logika Aristoteles yang kemudian kita kenal sebagai logika modern.Leibniz menyusun logika aljabar untuk menyederhanakan pekerjaan akal serta memberi kepastian. 34 Pada abad 9 hingga abad 15. op. dan G. semacam aljabar pengertian dengan maksud membuktikan kebenaran – kebenaran tertinggi. W. Emanuel Kant menemukan Logika Transendental yaitu logika yang menyelediki bentuk-bentuk pemikiran yang mengatasi batas pengalaman. Frege tercatat sebagai tokoh-tokoh yang berjasa dalam mengembangkan Logika Modern. Selain itu George Boole (yang mengembangkan aljabar Boolean). Francis Bacon mengembangkan metoda induktif dalam bukunya Novum Organum Scientiarum .35 Lahirlah logika modern dengan tokoh-tokoh seperti: • • Petrus Hispanus 1210 .cit.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti pengantar (eisagoge) pada Categoriae.komentarnya. Bertrand Russel. Mundiri.749) menerbitkan Fons Scienteae. Roger Bacon. Boethius (480524) menerjemahkan Eisagoge Porphyrius ke dalam bahasa Latin dan menambahkan komentar. Thomas Aquinas 1224-1274 dan kawan-kawannya berusaha mengadakan sistematisasi logika. Raymundus Lullus mengembangkan metoda Ars Magna. buku-buku Aristoteles seperti De Interpretatione. Eisagoge oleh Porphyus dan karya Boethius masih digunakan.33 Pada abad XIII sampai dengan abad XV muncul Petrus Hispanus.

yang merupakan semacam aljabar pengertian. • • • George Boole (1815-1864) John Venn (1834-1923) Gottlob Frege (1848 .Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti • Raymundus Lullus (1232 -1315) yang menemukan metode logika baru yang dinamakan Ars Magna. J.1873) melanjutkan logika yang menekankan pada pemikiran induksi dalam bukunya System of Logic37 Selanjutnya.S. 38 Ibid. seorang filsuf Amerika Serikat yang pernah mengajar di John Hopkins University.1626) mengembangkan logika induktif yang diperkenalkan dalam bukunya Novum Organum Scientiarum.1679) dengan karyanya Leviatan dan John Locke (1632-1704) dalam An Essay Concerning Human Understanding.melengkapi logika simbolik dengan Ibid. Ibid. logika diperkaya dengan hadirnya pelopor-pelopor logika simbolik seperti: • Gottfried Wilhelm Leibniz (1646-1716) menyusun logika aljabar berdasarkan Ars Magna dari Raymundus Lullus.1925) 38 Charles Sanders Peirce (1839-1914). Mills (1806 .1349) 36 Pengembangan dan penggunaan logika Aristoteles secara murni diteruskan oleh Thomas Hobbes (1588 . • William Ocham (1295 . 36 37 Bab Dua Logika 64 . Logika ini bertujuan menyederhanakan pekerjaan akal budi dan lebih mempertajam kepastian. Francis Bacon (1561 .

1970).39 Logika masuk kedalam kategori matematika murni karena matematika adalah logika yang tersistematisasi.1914) dan Bertrand Arthur William Russel (1872 .cit. Bab Dua Logika 65 . Logika simbolik lalu diteruskan oleh Ludwig Wittgenstein (1889-1951).  Principia Mathematica (Alfred North Whitehead dan Bertrand Arthur William Russel). Galenus (130-201 M) dan Sextus Empiricus (sekitar 200 M) yang mengembangkan logika dengan menerapkan metode geometri.  Fons Scienteae (Johanes Damascenus)  Ars Magna (Raymundus Lullus)  Novum Organum Scientiarum (Francis Bacon). Matematika adalah pendekatan logika kepada metode ilmu ukur yang menggunakan tanda-tanda atau simbol-simbol matematik (logika simbolik). Puncak kejayaan logika simbolik terjadi pada tahun 1910-1913 dengan terbitnya Principia Mathematica tiga jilid yang merupakan karya bersama Alfred North Whitehead (1861 .Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti karya-karya tulisnya. Ia memperkenalkan dalil Peirce (Peirce's Law) yang menafsirkan logika selaku teori umum mengenai tanda (general theory of signs). 39 40 Ibid. Rudolf Carnap (1891-1970).  To Oraganon (Aristoteles). dan lain-lain. Logika tersistematisasi dikenalkan oleh dua orang dokter medis. Kurt Godel (1906-1978).wikipedia. op. dapat kita ketahui karya filsuf diantaranya meliputi :  Air adalah arkhe alam semesta (Thales).org/wiki/Logika. http://id.1914) dan Bertrand Arthur William Russel (1872 .1970).40 Dari uraian di atas. Puncak logika simbolik terjadi pada tahun 1910-1913 dengan terbitnya Principia Mathematica tiga jilid yang merupakan karya bersama Alfred North Whitehead (1861 .

2. penggolongan & definisi konsep. Konsep berasal dari kata“concipere” – “conceptus”. Pembahasan lebih lengkap mengenai asas Logika akan diuraikan dalam Bab selanjutnya. konsep dan term. deduktif – silogisme dan induktif. Sedangkan Conceptus berarti cakupan/tangkapan.Silogisme Induktif 41 lingkup logika yang pertama adalah asas. tidak ada alternatif) dan asas non-kontradiksi ( tidak ada proposisi yang sekaligus benar dan salah).asas Logika. Bab Dua Logika 66 . Ruang lingkup Logika secara umum meliputi : • • • • • • Ruang Asas-asas Logika Konsep dan Term Pembagian. hal 5.. Ruang lingkup logika yang kedua adalah konsep dan term. pada asas identitas (bila suatu proposisi benar. Karena itu yang disebut term adalah kata atau rangkaian kata yang berfungsi sebagai subyek atau 41 Muhammad Zainuddin. Dengan demikian konsep dapat diartikan sebagai hasil abstraksi dari hasil tangkapan panca indra yang dinyatakan / diartikulasikan dalam term / kata / kalimat tertentu. maka dasarnya ada tiga yaitu : benarlah adanya). Ruang lingkup Logika Ruang lingkup logika secara umum meliputi definisi Logika. op.cit. Concipere berarti mencakup/menangkap. proposisi. asas penolakan kemungkinan ketiga ( suatu proposisi selalu dalam keadaan benar atau salah. Penggolongan & Definisi Konsep Proposisi Deduktif .Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti  Aljabar Boolean (George Boole). asas-asas logika. pembagian.

. Berkaitan dengan pembahasan mengenai konsep ditinjau dari logika tradisional. 42 Dalam hal ini digambarkan oleh Muhamad Zainuddin43 seperti dalam skema 24 sebagai berikut : Skema 24 : Hubungan antara term. hijau….cit.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti predikat dalam suatu kalimat. hal. daun. konsep dan benda. 15. op. Term itu majemuk atau tersusun. derajat abstraksi konsep dijelaskan oleh Muhamad Zainuddin dibedakan menjadi tiga yaitu : • Fisik : ciri individu dan konkrit materi dihilangkan. rumput. op. Setiap term bisa berupa term tunggal atau term majemuk..cit. kalau terdiri atas dua tiga kata. Misalnya. kalau terdiri hanya atas satu kata saja. binatang. membeli. mahal. kuda dan sebagainya. tinggal kualitas materi (manusia. Muhamad Zainuddin.) 42 43 Alex Lanur. hal 13 Bab Dua Logika 67 . Term itu tunggal.

cit. konkrit materi. Citra Aditya Bakti. 53 46 Muhamad Zainudin. Bab Dua Logika 68 . Eksistensi dalam bahasa Inggris disebut “reference” dan dalam bahasa Prancis “designation”. kesehatan)44 Selanjutnya pada pembahasan mengenai konsep. Konotasi komplementer : Manusia adalah hewan berakal budi yg dapat menbuat keputusan.. Intensi dalam bahasa Inggris disebut “sense”. tinggal kuantitasnya (2+3=5.) Metafisik : ciri individu..Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti • • Matematik : ciri individu. alih bahasa. dan dalam bahasa Perancis“signification”. maknanya adalah isi atau muatan dari suatu konsep.. segi empat……. Bandung. hal. Konotasi sering disebut pula dengan komprehensi atau intensi. 15.45 Konotasi atau intensi atau komprehensi suatu konsep dibedakan menjadi dua yaitu Konotasi atau intensi atau komprehensi dasar dan Konotasi atau intensi atau komprehensi komplementer. kualitas materi dan kuantitas dihilangkan. Refleksi tentang hukum.. tinggal hakekat (kesegaran. JJH Bruggink. konkrit materi dan kualitas materi dihilangkan. Sedangkan denotasi yang sering disebut pula dengan ekstensi adalah jangkauan / wilayah cakupan dari konsep. Lingkuppengertian disebut eksistensi atau denotasi dari pengertian. Arief Sidharta. Dengan intensi kita memaksudkan keseluruhan ciri-ciri yang mewujudkan pengertian itu. 16.46 44 45 Ibid.. op. Dicontohkan oleh Muhamad Zainuddin sebagai berikut : Konotasi dasar : Manusia adalah hewan yg berakal budi. terdapat bagian yang penting yaitu berkaitan dengan konotasi dan denotasi dari konsep.. hal. hal. 1996.

20 Bab Dua Logika 69 . Ibid. Setiap pengertian diadakan pembedaan antara isi pengertian (begripsinhoud) dan lingkup-pengertian atau luaspengertian (begripsomvang) Definisi artinya nama skelompok karakteristik dari suatu term/kata 47 48 Ibid. Proposisi. hal. Definisi dan Putusan Pengertian adalah isi-pikiran (gedachteninhoud) yang dimunculkan oleh sebuah perkataan tertentu jika sebuah objek atau seseorang pribadi memperoleh sebuah nama.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti Selanjutnya mengenai konsep denotasi dicontohkan oleh Muhamad Zainuddin sebagai berikut :  Ekstensi luas : manusia  Ekstensi sempit : manusia bijaksana  Ekstensi luas : bakteri  Ekstensi sempit : bakteri Gram +47 Selanjutnya konsep diwujudkan dalam bentuk term.. Pengertian . Jenis atau klasifikasi term dibedakan menjadi enam oleh Muhamad Zainuddin yaitu : • • • • • • Distributif dan Kolektif Positif dan Negatif Universal . Penggolongan & Definisi Konsep. Bentuk dari term adalah kata. 17. akan dijelaskan lebih lanjut dalam Bab kemudian. 4.. Deduktif – Silogisme dan Induktif. hal. Partikular dan Singular Univokal . Equivokal dan Analogi Tunggal dan Majemuk Subyek dan Predikat 48 Berkaitan dengan ruang lingkup dari logika selanjutnya yang berupa Pembagian.

Jadi. op. hal 14. pengertian adalah isi-pikiran (gedachteninhoud) yang dimunculkan oleh sebuah perkataan tertentu jika sebuah objek atau seseorang pribadi memperoleh sebuah nama. atau suatu ‘konsep’ tentang sesuatu. JJH Bruggink.Definisi ada dua meliputi unsure yaitu sebagai definiendum untuk perkataan yang harus didefinisikan dan definien untuk perkataan-perkataan yang mewujudkan definisi. tentang inti sesuatu. melainkan juga dalam perundang-undangan.49 Menurut Bruggink . Mengerti berarti menangkap inti sesuatu. Berpikir terjadi dengan menggunakan kata-kata akal budi.. Proses unytuk memperoleh putusan disebut argumentasi. Dengan ini jelaslah kiranya bahwa obyek logika disini hanyalah bunyi-bunyi atau tanda-tanda yang berarti (= kata-kata yang merupakan tanda atau pernyataan pikiran dan sesuatu yang dinyatakan dengan pengertian). maka harus dibuat jelas bagi mereka. pembentukan pengertian itu tidak hanya penting sekali dalam Dogmatika Hukum. Konsep seringkali disebut dengan pengertian. op.cit.cit.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti sehingga dapat memberi pengertian tertentu sekaligus dapat membedakan dari kata yg lain. Yang dibentuk itu adalah suatu gambaran yang ‘ideal’. yang batiniah. perilaku apa yang diharapkan 49 50 Alex Lanur OFM. Inti sesuatu itu dapat dibentuk oleh akal budi. hal 44. Putusan adalah suatu kegiatan manusia yang tertentu untuk mempersatukan karena mengakui dan memisahkan karena memungkiri sesuatu.. Karena itu kata adalah tanda lahiriah (ucapan suara yang diartikulasikan atau tanda yang tertulis) untuk menyatakan pengertian dan barangnya. Karena sebuah undang-undang dimaksudkan untuk mengatur perilaku para warga masyarakat. 50 Pada bidang hukum. Bab Dua Logika 70 . Kita menggunakan kata-kata. kalau kita mau menyatakan apa yang kita pikirkan. Karena itu pengertian menurut Alex Lanur adalah suatu gambar akal budi yang abstrak. perkataan itu adalah nama (tanda-bahasa) untuk objek atau orang (yang diartikan). Argumentasi hokum harus didasarkan pada kaidah atau norma hokum yaitu perintah dan larangan.

Hal itu mengakibatkan bahwa banyak undang-undang.51 Dalam tata-hukum kita. memberikan batasan pengertian terlebih dahulu tentang pengertian-pengertian yang digunakan dalam undang-undang itu. Ia menalar dari fakta-fakta dari kejadian ke kaidah dalam aturan hukum (ia mengkualifikasi).cit.. op. hal 51 54 JJH Bruggink. Dalam Teori Penemuan Hukum dewasa ini Model Hermeneutikal dipandang sebagai pemaparan proses ini yang paling baik. hakimlah yang dari sudut kejadian-kejadian konkret yang dihadapkan kepadanya. hal 50 53 Ibid. pada setiap pengertian diadakan pembedaan antara isi pengertian (begripsinhoud) dan lingkup-pengertian atau luas-pengertian 54 (begripsomvang). dan hal itu terjadi berulang-ulang sampai ia menemukan sebuah penyelesaian.cit hal 53 Bab Dua Logika 71 .Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti (dituntut) dari mereka. op. yang memberikan arti pada istilah-istilah perundang-undangan yang sesuai dengan konteks yang terberi itu. adalah tugas hakim untuk misalnya menilai apakah fakta-fakta dari kejadian tertentu termasuk dalam pengertian “perubahan melanggar hukum”. Isi pengertian disebut intensi atau konotasi dari pengertian. 52 Dalam proses penemuan hukum. untuk kemudian dari kadiah dalam aturan hukum itu ke fakta-fakta dari kejadian tersebut (ia menginterprestasi). rangkaian interprestasi istilah-istilah perundang-undangan dalam peradilan memberikan masukan penting pada pembentukan pengertian dalam hukum. Dalam model ini diperlihatkan bahwa hakim dalam proses penemuan hukum berpikir dalam suatu lingkaran. hal 49 Ibid. 51 52 JJH Bruggink . Jadi. sebelum pengaturan yang sesungguhnya. 53 Menurut Bruggink.. Hal itu dilakukan dengan jalan di dalam undang-undang itu diberikan definisi istilah-istilah yuridis yang digunakan dalam undang-undang itu.

. hal. Sebaliknya.cit. op. Bab Dua Logika 72 . juga mempunyai isi dan luasnya pengertian.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti Suatu konsep selalu mempunyai dua sisi yaitu denotasi dan konotasi. Penyelidikan yang teliti menunjukkan bahwa 1) setiap pengertian mempunyai daerah lingkupnya sendiri.. semakin luas lingkungan (daerah lingkup)nya. hal. Tetapi manakah sifat hubungan itu? Sifatnya dapat dijabarkan sebagai berikut : semakin banyak isinya. 58 JJH Bruggink. Ini pun hanyalah menyatakan bahwa apa yang ditunjukkan itu menjadi semakin abstrak.cit. op. Selain itu 2) pengertian-pengertian itu juga tidak sama luasnya.57 Dengan eksistensi kita memaksudkan semua objek atau orang yang termasuk ke dalam pengertian itu. 53.. Isi pengertian menurut Alex Lanur adalah semua unsur yang bermuat dalam suatu pengertian. semakin sedikit isinya. Pengertian-pengertian itu mencakup semua barang atau benda yang bisa disebut dengan pengertian tersebut. hal 16 57 Ibid. nyata dan tertentu.. Hubungan antara intensi dan ekstensi pengertian dapat dinyatakan dalam dua dalil (vuistregall). Adanya hubungan itu kiranya tidak dapat disangkal. Demikian pula dengan pengertian. Ibid. tidak (kurang) mendekati kenyataan. pengertian ‘kuda’ menunjukkan hanya semua makhluk hidup (hewan) yang tertentu yang dinyatakan oleh pengertian itu dan bukan makhluk (hewan) lainnya. 56 Antara isi dan luas pengertian terdapat suatu hubungan. Misalnya. semakin kecil luas (daerah lingkup)nya. 55 Luas pengertian adalah benda-benda (lingkungan realitas) yang dapat dinyatakan oleh pengertian yang tertentu. 15. Semakin banyak (besar) isinya hanyalah menyatakan bahwa benda yang ditunjukkan itu menjadi semakin konkret.. Isi pengertian itu adalah ditemukan dengan menjawab pertanyaan : Manakah bagian-bagian (unsur-unsur) suatu pengertian yang tertentu. 58yaitu : 55 56 Alex Lanur OFM.

Dari situ disimpulkan bahwa semakin banyak intensi pengertian itu memuat ciri-ciri. maka semakin sedikit objek atau orang yang termasuk ke dalam ekstensi pengertian itu. Jadi. Dalil ini menyatakan bahwa semakin sedikit intensi pengertian memuat ciri-ciri. 2. maka semakin banyak objek atau orang yang termasuk ke dalam ekstensi pengertian itu. Bab Dua Logika 73 .59 Untuk memberikan pemahaman mengenai isi dan luasnya pengertian. dengan selalu menambahkan lebih banyak ciri. Bruggink60 memberikan gambaran dalam skema 25 sebagai berikut : PERISTIWA HUKUM (fakta dengan ciri 4 dan 5) Perbuatan-perbuatan (dengan ciri 4 dan 5) (+ ciri 6) perbuatan hukum (+ ciri 1) persegi banyak (+ ciri 3) PERKAWINAN 59 60 Kejadian keadaan Perbuatan-perbuatan lain bersegi satu perjanjian lain Ibid. jadi lingkup pengertian itu lebih luas. jadi isi pengertian itu ditetapkan lebih persis..Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti 1. hal. 54-55 Ibid. Intensi menentukan ekstensi. Intensi menentukan ekstensi Intensi berbanding terbalik dengan ekstensi. jadi isi pengertian itu ditetapkan kurang persis. terbentuklah sebuah pengertian konkret. jadi lingkup pengertian itu semakin sempit. 59. Objek-objek apa saja atau orangorang siapa saja yang termasuk ke dalam suatu pengertian bergantung pada keseluruhan ciri-ciri yang mewujudkan pengertian tersebut.. Dalil ini menyatakan bahwa isi sebuah pengertian menentukan keluasan lingkup pengertian itu. hal. yang memiliki lingkup yang jauh lebih sempit.

Pengertian ini berhadapan dengan pengertian deskriptif dan hampir selalu kabur. 69. Bruggink membuat skema 2662sebagai berikut 61 62 Ibid. Pengertian-pengertian ini berhadapan dengan pengertian-pengertian tertentu (yang dibatasi).Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti Skema 25 : Isi dan luas pengertian Terhadap teori pengertian. tetapi ada pengertian itu hanya atas dasar penilaian pribadi yang subjektif saja dimungkinkan untuk menentukan apa yang termasuk kedalamnya dan apa yang tidak. 2. 3. Orang dapat memaksudkan dengan pengertian itu suatu pengertian yang ada dalam konteks normative dan karena itu disebut normative. 64-66. Pengertian diskresioner. Setidak-tidaknya pengertian deskriptif maupun normative termasuk kedalamnya.. 61 Terhadap pengertian Engisch. kategori ini mencakup lebih banyak ketimbang pengertian “kabur” yang diuraikan diatas. hal. sebab menurut Engisch hampir tiap pengertian memiliki sesuatu yang tidak tertentu. Ibid.. Ke dalamnya termasuk cukup banyak pengertian. Pengertian “normative”. Bab Dua Logika 74 . Karena itu. hal. masih ada pendapat dari Engisch mengenai batasan pengertian yaitu : 1. Ini adalah pengertian yang juga memiliki muatan evaluatif. Sesungguhnya istilah normatif itu bermakna ganda. Pengertian tidak dibatasi (unbestimmten begriff).

Juga disini arti dari aturan hukum itu harus ditautkan pada isi kaidahnya.pengertian deskriptif Pengertian. Diuraikan lebih lanjut oleh Bruggink bahwa.pengertian dibatasi jelas Pengertian. begripsinhoud) dan ekstensi (lingkup pengertian. Juga suatu pembedaan sejenis seperti antara intensi (isi pengertian. begripsomvang) daat dibuat berkenaan dengan kaidah-kaidah hukum. dapat dibandingkan dengan kaidah hukum sebagai arti dari satuan bahasa yang lebih luas. Lingkup kaidah (normomvang) adalah wilayah penerapan (toepassingsgebied) kaidah yang bersangkutan. Isi kaidah (norminhoud) adalah keseluruhan ciri (unsur-unsur) yang mewujudkan kaidah itu. Juga dua dalil (vuistregel) Bab Dua Logika 75 .Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti ISI-INTI PENGERTIAN (menentukan untuk lingkup pengertian) pada dasarnya terbuka untuk perubahan : jadi tiap pengertian adalah pengertian terbuka Tidak jelas Pengertian.pengertian kabur Pengertian.pengertian tidak dibatasi Pengertian. Pengertian (begrip) sebagai arti dari satuan bahasa terkecil.pengertian diskresioner Skema 26 : pengertian-pengertian normative lainnya Hubungan antara isi dan luas pengertian Arti dari suatu aturan hukum ditunjuk dengan istilah “kaidah hukum” (rechtsnorm). perkataan atau istilah. Dengan istilah “kaidah hukum” kita menunjuk pada proporsisi dari suatu aturan hukum. aturan hukum.

Dalil pertama berbunyi sebagai berikut: “ISI KAIDAH MENENTUKAN WILAYAH PENERAPAN” dan dalil kedua berbunyi : “ISI KAIDAH BERBANDING TERBALIK DENGAN WILAYAH PENERAPAN” Dalil terakhir menyatakan bahwa semakin sedikit isi kaidah hukum memuat ciri-ciri. Begitulah. maka hal ini dapat mengakibatkan bahwa isi kaidah hukum memperoleh lebih banyak ciri. Jika dalam sebuah aturan hukum misalnya dimuat (lebih) banyak bahan-bahan. Sebaliknya ini berarti bahwa semakin banyak isi kaidah hukum memuat ciri-ciri. maka maksimum hukumannya adalah berturut-turut empat tahun pidana penjara atau denda kategori keempat dan enam tahun pidana penjara atau denda kategori keempat (Pasal 300. berlaku hukuman yang lebih berat. dan dengan itu maka wilayah penerapan kaidah hukum itu bertambah kecil. ayat 1 Wetboek van Strafrecht). dapat diilustrasikan dengan delik-delik yang dikualifikasi dalam hukum pidana. jika penganiayaan itu menyebabkan luka berat atau kematian. karena pada delik dikualifikasi terdapat keadaankeadaan (hal-hal) atau akibat-akibat. yang menyebabkan delik itu. delik dasar “penganiayaan” dihukum dengan pidana penjara paling tinggi dua tahun atau denda kategori keempat (Pasal 300. dibandingkan dengan delik dasar.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti berkenaan dengan hubungan antara intensi dan ekstensi dari pengertian berlaku disini. Tentang perubahan kaidah hukum ini orang sesungguhnya masih dapat mengatakan bahwa hal itu tidak berkaitan dengan perubahan isi kaidah hukum (yang lama). tetapi yang terjadi disini adalah bahwa disamping kaidah hukum yang lama itu telah terbentuk satu kaidah hukum yang baru. ayat 2 dan ayat 3 Wetboek van Bab Dua Logika 76 . dibandingkan dengan delik dasarnya (gronddelict). pejabat hukum) dengan cara: Pembentuk undang-undang (wetgever) dapat menimbulkan perubahanperubahan dengan merumuskan kembali sebuah aturan hukum. Namun. Delik dikualifikasi (gekwalificeerdedelict) adalah delik yang terhadapnya. Perubahan-perubahan isi kaidah dapat ditimbulkan oleh para pengemban kewenangan hukum (rechtsautoriteiten. Bahwa wilayah penerapan suatu kaidah hukum bervariasi sejauh isi kaidah berubah. maka wilayah penerapannya semakin kecil. layak dikenakan hukuman yang lebih berat. maka wilayah penerapannya semakin besar.

88-90.. hal. Bab Dua Logika 77 . ‘membagi’.63 Selanjutnya hubungan antara aturan hokum. op. yang disebut oleh Muhamad Zainuddin sebagai konsep diterapkan perlakuan yang meliputi : 1. adalah delik-delik kualifikasi. dan menyusun pengertian-pengertian dan barang-barang yang 63 64 Ibid. kaidah hokum dan wilayah penerapannya dapat digambarkan dalam skema 27 di bawah ini : tanda : Aturan hukum arti : Kaidah hukum (isi) Wilayah penerapan dapat bervariasi yang berarti : Skema 27 : Hubungan antara aturan hokum. dengan demikian. kaidah hokum dan wilayah penerapannya Selanjutnya terhadap pengertian. 2. Perumusan definisi: memberikan batas pengertian tentang sebuah konsep64 menggabungkan beberapa konsep Yang dimaksud dengan pembagian (penggolongan) ialah suatu kegiatan akal budi yang tertentu.cit.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti Strafrecht). Muhamad Zainuddin. Delik-delik yang disebut terakhir ini. 3. hal 24. ‘menggolongkan’. Penggolongan / penggabungan : menjadi multi-konsep. Pembagian / klasifikasi : membagi konsep atas sub-sub-konsep. Dalam kegiatan itu akal budi menguraikan..

Kalau demikian. maka bagian-bagian yang diperincikan harus mencakup beberapa bagiannya. Bangun datar dibagi atas jajaran genjang. Manusia dibedakan atas manusia kulit putih. Artinya.cit. Tidak boleh terjadi adanya tumpang tindih antara bagian yang satu dengan 65 66 Alex Lanur OFM. Penguraian dan penyusunan itu diadakan menurut kesamaan dan perbedaan. op. punya tidak punya.66 Alex Lanur juga memberikan aturan yang perlu ditepati sehubungan dengan pembagian (penggolongan) sebagai berikut : 1. Pembagian (penggolongan) itu harus lengkap.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti tertentu. Dalam proses pemikiran dan ilmu pengetahuan. tidak mudah mengupas suatu masalah tanpa dapat menangkap bagian-bagiannya. kalau kita membagi-bagikan suatu hal. (S). segi empat (B). seperti yang disebutkan oleh Muhamad Zainuddin. 2.. Artinya. Bagian-bagian itu tidak hanya mencakup beberapa bagiannya saja. hal 19. Pembagian (penggolongan) itu harus sungguh-sungguh memisahkan. pembagian (penggolongan) ini memegang peranan yang sangat penting. pembagian (penggolongan) itu dapat menampung segala kemungkinan. Sebab. Maka kalau bagian-bagian itu di jumlah. manusia penyabar. Bab Dua Logika 78 . manusia kutub (S)  Pembagian harus lengkap. 65 Di dalam logika terdapat hokum pembagian.. op. hasilnya tidak kurang dan tidak lebih dari kesatuan yang dibagi-bagikan tadi. Pembagian (penggolongan) itu juga harus cukup terperinci.cit. belah ketupat. Bangun datar dibagi atas segi tiga. hal 25. karena hanya khusus segi empat  Pembagian konsep harus atas satu dasar saja. yaitu :  Pembagian konsep harus didasarkan sifat persamaan yg ada pada genera secara menyeluruh (fundamentalum divisionis). bagian yang satu tidak boleh memuat bagian yang lain. mencakup semua genera yg ada di dalamnya  Pembagian dikhotomis : ya/tidak. Muhamad Zainuddin.

68 Unsur-unsur Definisi ada dua meliputi unsur yang didefinisikan : genera dan Unsur yang mendifinisikan : diferensia69. op.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti bagian lainnya. op. sebaiknya antara bagian-bagian yang mau diperincikan itu terdapat suatu ‘perlawanan’.hal. Muhamad Zainuddin. Bab Dua Logika 79 . dalam satu pembagian (penggolongan) yang sama tidak boleh digunakan dua atau lebih dari dua dasar. Karena itu. 3.hal 72.. Dengan demikian kelompok yang satu dapat dibedakan dengan jelas dari kelompok yang lain..cit. Artinya. Differentia adalah term yang membedakan benda yang dimaksud dengan benda lain yang ada dalam genera.cit. Pembagian (penggolongan) itu harus sesuai dengan tujuan yang mau dicapai. Genera hakekatnya merupakan jenis. Menggunakan dua dasar atau lebih dalam satu pembagian (penggolongan). 4. sedangkan differentia hakekatnya merupakan pembeda. 70 JJH Bruggink..67 Definisi berasal dari kata definire artinya menandai batas//memberi ketentuan//menentukan batas. Bruggink menyebutnya sebagai definiendum untuk perkataan yang harus didefinisikan dan definien untuk perkataan-perkataan yang mewujudkan definisi.70 Bruggink menyebutnya sebagai definiendum untuk perkataan yang harus didefinisikan dan definien untuk perkataan-perkataan yang mewujudkan definisi.hal. Genera adalah nama umum yg mencakup benda yang dimaksud. Pembagian (penggolongan) itu harus menggunakan dasar. Selanjutnya Bruggink memberikan batasan yang berkaitan dengan definisi. hanyalah menunjukkan tidak adanya sikap yang Konsekuen dalam cara bekerja saja. Definisi artinya nama skelompok karakteristik dari suatu term/kata sehingga dapat memberi pengertian tertentu sekaligus dapat membedakan dari kata yg lain. Merupakan suatu upaya untuk mengeksplisitkan unsur yg ada dalam sebuah konsep. op. prinsip yang sama. 19 -21. 27 69 . yaitu : 67 68 Alex Lanur OFM. prinsip sekaligus.Ibid.cit.

hal. Ini adalah penentuan isi suatu pengertian yang sama sekali baru. Definisi 71 JJH Bruggink. melainkan sering dilakukan dengan membatasi isi yang dimiliki pengertian itu dalam bahasa pergaulan. sehingga mereka dalam setiap konteks dapat saling menggantikan. 72-73. Definien tidak boleh negative. definisi Presisi masih terpaut pada bahasa pergaulan dan dengan demikian tidak merupakan bentukan yang sepenuhnya baru. op. Jadi. yang memang (dalam hal membatasi itu) bertumpu pada ciptaan sendiri. Definiendum dan definien harus dapat di putar balik. yang padanya orang memberikan arah yang agak berlainan pada sisi yang biasa dari pengertian itu untuk mempertajam pengertian tersebut. Stipulatif.. yang didalamnya orang mencoba meletakkan pikiran-pikiran yang baru dikembangkan dalam definisi-definisi. Misalnya “pelajar” sebagai “seseorang yang belajar” 3. Arti mempresisi. Definisi yang mempresisi sering dilakukan dalam ilmu. Dalam konteks ini orang menggunakan (mengoperasikan) pembedaan berikut : 1. Definisi yang demikian 2.71 Kriterium pada penggolongan ini adalah asal-usul dari definien.cit. sehingga para ilmuwan mendahului uraian mereka dengan memberikan definisi Presisi untuk menghindari masalah yang demikian itu pada penggunaan istilah-istilah mereka. 2. tetapi juga dalam bahasa-bahasa teknikal pemakaian yang mapan (ajeg) dari istilah-istilah tertentu dengan isi yang khusus adalah mungkin.. Jadi.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti 1. Definisi jenis ini sering ditemukan dalam kamus-kamus. definien hanya boleh menunjuk pada definiendum dan sebaliknya. Definiendum tidak boleh ada dalam definien. Kebanyakan hal ini berkenaan dengan pemakaian istilah itu dalam bahasa pergaulan. Definisi Leksikal. Definien harus lebih jelas ketimbang definiendum. Misalnya “wanita” sebagai “seseorang yang adalah bukan pria” 4. Dengan syarat ini orang memaksudkan bahwa definieum dan definien harus sedemikian identik. Juga bentuk pendefenisian ini sering terjadi dalam ilmu. Ini adalah penentuan isi suatu pengertian. Bab Dua Logika 80 . Pemakain pengertian dari bahasa pergaulan dalam ilmu sering menimbulkan masalah karena sifat bermakna-ganda dan kabur daribahasa pergaulan itu. 3. Ini adalah penentuan isi suatu pengertian berdasarkan pemakaian yang lazim dari istilah itu.

Alex Lanur OFM.S. 74 Philip Babcoks. degan menggunakan sinonim73. menurut Alex Lanur sering kali masih belum jelas juga. publishers.. fungsi diartikan sebagai jabatan (pekerjaan) yang dilakukan : jika ketua tidak ada maka 72 73 Ibid. Springfield.1993.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti tentu saja harus dipersentasikan secara jelas. loc. p. Fungsi berasal dari kata function. Karena itu perlukan orang melihat arti manakah yang lazim dikenakan orang banyak pada kata atau istilah yang tertentu. Bab Dua Logika 81 . Menguraikan asal-usul (etimologi) kata atau istilah yang tertentu. Alex Lanur memberikan tiga cara dalam menyatakan suatu definisi. A Merriam webster’s third new international dictionary of the English language un a bridged.cit. Berdasarakan cara yang pertama yaitu dengan menguraikan asal-usul (etimologi) kata atau istilah yang tertentu. jika definisi itu digunakan. untuk tidak mempersoalkan kemungkinan apakah mereka akan ikut menggunakannya. Untuk mengetahuinya perlulah orang melihat arti kata atau istilah yang tertentu. 82-83.75 Berdasarkan Kamus besar Bahasa Indonesia. 75 Alex Lanur OFM.. Merriam Webster inc. sebagai contoh untuk mendifinisikan arti kata fungsi. menguraikan asal-usul (etimologi) kata atau istilah yang tertentu. artinya something that performs a function : or operation. Berdasarkan dari tiga cara yang disebutkan oleh Alex Lanur . massa chusetts.hal 22. Selanjutnya kata fungsi juga dapat dicari definisinya dengan cara melihat arti kata itu sebagaimana diterangkan dalam kamus. hal.72 Definisi ini dapat dinyatakan dengan beberapa cara. yaitu : 1. 921. 2. Untuk mengetahuinya perlulah orang melihat arti kata itu sebagaimana diterangkan dalam kamus. U.A.cit.74.. sebab pada definisi ini orang tidak dapat mengharapkan bahwa mereka secara spontan (sertamerta) akan dapat dimengerti oleh para pendengar atau pembaca. melihat arti kata itu sebagaimana diterangkan dalam kamus 3. op.

Artinya. perlu diperhatikan beberapa peraturan atau ketentuan dari beberapa ahli. op. yang lazim dipakai dan yang dimengerti oleh umum. yaitu : 1. Ibid. luas keduanya haruslah sama. kita jatuh dalam bahaya yang disebut ‘circulus in definiendo’. Jakarta. Aturan-aturan-aturan itu ialah : 1. 2. ‘hewan yang berakal budi’ harus dapat dibolak balikkan dengan ‘manusia’ 2. 77 Untuk menyusun suatu definisi. berfungsi artinya berkedudukan. Penjelasan tidak membingungkan78. Berbeda dengan Alex Lanur yang memberikan batasan untuk dapat disebut sebagai definisi. Misalnya. sesudah berputar-putar beberapa lamanya. Hal ini terjadi dengan menggunakan kata yang sama artinya. Apa yang didefinisikan tidak boleh masuk ke dalam definisi. Tidak menggunakan kata yg didefinisikan (sirkuler/tautologies). Misalnya. Misalnya. Kamus besar bahasa Indonesia.cit. Balai Pustaka. bertugas sebagai . ‘momok’ dengan ‘hantu’ dan sebagainya. Definisi harus dapat dibolak-balikan dengan hal yang didefinisikan. Kalau hal itu terjadi. Tidak menggunakan bentuk negatifnya 4. 245. 3. Akhirnya kita dibawah kembali ke titik pangkal oleh definisi itu. menjalankan tugasnya. Tidak lebih luas/sempit dari konotasi kata yg didefinisikan. fungsi adalah kegunaan suatu hal. 3..76 Cara yang ketiga menurut Alex Lanur. Misalnya ‘budak’ dijelaskan dengan menggunakan ‘hamba’ atau ‘sahaya’. 78 Muhamad Zainuddin. definisi ini juga dapat dinyatakan degan menggunakan sinonim. hal 29-30.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti wakil ketua melakukan fungsi ketua . Menurut Muhamad Zainuddin. Definisi tidak boleh negatif. kalau dapat dirumuskan secara positif. Bab Dua Logika 82 . logika bukanlah suatu pengetahuan tentang barang-barang purbakala. terdapat empat rambu menyusun definisi. logika 76 77 Departemen P & K. Kita tidak maju sedikit pun. 1989. hal. Artinya.

Ciri-ciri Proposisi adalah : 1. 79 Putusan adalah suatu kegiatan manusia yang tertentu. 81 Muhamad Zainudin. Maksud dari sebuah definisi adalah untuk menentukan batas-batas sebuah pengertian sepersis (secermat) mungkin. hal. op. sehingga jelas bagi tiap orang dalam setiap keadaan. kiasan atau mendua arti.‘Mengakui atau memungkiri’. apa yang diartikan oleh pembicara atau penulis dengan sebuah perkataan atau istilah tertentu.cit.cit.25. menyebut putusan pada dasarnya adalah proposisi. Kalau hal itu terjadi. . Bab Dua Logika 83 . perintah atau ajakan bukan proposisi karena tidak dapat diuji salah/benar~palsu/tidak palsu. dihubungkan atau dipisahkan dalam keputusan. Orang mendefinisikan sesuatu yang tidak diketahui dengan pertolongan sesuatu yang lebih tidak diketahui lagi (ignotum per ignotius). Secara formal keputusan yang diambil merupakan perbuatan akal budinya. op. Inilah yang merupakan inti suatu keputusan.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti adalah pengetahuan yang menerangkan hukum logika..‘Perbuatan manusia’. Jika sesudahnya menggukana perkataan atau istilah itu. hidup adalah jumlah fungsi vital. Isinya benar/salah ~ palsu/tidak palsu ~ diterima/ditolak 3. Definisi tidak boleh dinyatakan dalam bahasa yang kabur. ‘kemudian’ baru pemungkirannya. 32. maka sudah pasti apa yang ditunjuk dengan perkataan itu. Proposisi dinyatakan dalam bentuk satu atau lebih kalimat dan satu kalimat yang sama belum tentu maknanya sama81 79 80 Alex Lanur. 4. Kesatuan antara dua hal Hal yang satu adalah subyek. 4. Pertanyaan.. Ibid.80 Muhamad Zainuddin. Menghubungkan dua atau lebih konsep 2. Dalam pemikiran manusia pertama-tama secara logis sebenarnya terdapat ‘pengakuan’. hal. Dengan kegiatan itu ia mempersatukan karena mengakui dan memisahkan karena memungkiri sesuatu. Setiap keputusan mengakui atau memungkiri suatu kesatuan antara dua hal. Sebenarnya seluruh diri manusialah yang bekerja dengan akal budinya. Keduanya dipersatukan. Dalam definisi itu terkandung beberapa unsur : . dan hal yang lain adalah predikat. definisi itu tidak mencapai tujuannya.

cit. hal. Muhamad Zainudin. 38 85 Ibid. Bab Dua Logika 84 .84 Dari pengertian yang dibuat oleh Alex Lanur dapat dijabarkan lebih lanjut. Predikat : apa yang diakui atau dipungkiri tentang subyek 3. Subyek (sesuatu yang diberi keterangan) 2. 27. 33 84 Alex Lanur OFM.cit... hal. op. Disebut ‘kegiatan manusia’. karena mencakup seluruh diri manusia. Kata penghubung (pernyataan yang mengakui atau memungkiri hubungan antar subyek dan predikat)82 Sedangkan menurut Muhamad Zainudin. meskipun akal budinya yang memegang tampuk pimpinan.cit. Penghubung antara subyek dan predikat 4. dari pengetahuan yang telah dimilikinya dan berdasarkan pengetahuan yang telah dimilikinya itu.85 82 83 Alex Lanur OFM.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti Unsur-unsur keputusan menurut Alex Lanur ialah : 1. Subyek : hal yang diakui (affirmed) atau dipungkiri (denied) 2. op. Dalam dan dengan kegiatan itu ia bergerak menunjuk ke pengetahuan yang baru. op. dipungkiri ≠83 Penyimpulan adalah suatu kegiatan manusia yang tertentu. 2. Predikat (sesuatu yang menerangkan tenang subyek) 3. Dengan kata ‘bergerak’ mau dinyatakan perkembangan pikiran manusia. Ke pengetahuan yang baru ‘menunjukkan tujuan yang mau dicapai dalam pemikiran.. hal. Pengetahuan yang baru itu juga disebut kesimpulan atau consequens. yaitu : 1. Unsur-unsur proposisi adalah: 1. 3. Diakui =.

hal. Baik keputusan-keputusan maupun term-term merupakan materi penyimpulan. op. Baik antecedens maupun consequens selalu terdiri dari atas keputusan. 88 Ibid. Logika hanya concern dengan validitas proposisi awal dan konklusi akhir tidak peduli dengan inner proses perumusan argumentasi / inferensi 88. tetapi belum dimengerti dengan jelas. Muhamad Zainudin.cit. 36. Kemajuan itu terletak dalam hal ini. Penyimpulan tidak langsung dengan 86 87 Ibid.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti Hal ini juga menyatakan adanya sesuatu kemajuan. Dalam pengetahuan yang baru itu barulah dimengerti dengan baik dasar serta sebabnya suatu kesimpulan ditarik.. pengetahuan yang baru sudah terkandung dalam pengetahuan yang lama. Sedangkan hubungan penyimpulan (konsekuensi) merupakan forma penyimpulan itu. Berdasarkan pengetahuan yang telah dimilikinya itu ‘menunjukkan bahwa antara pengetahuan yang baru dan pengetahuan yang lama ada hubungan yang bukan kebetulan. dimana satu atau lebih proposisi sebagai premise (proposisi awal yg telah dianggap benar ) diikuti oleh proposisi yg lain/baru sebagai conclusion. Argument adalah sekelompok proposisi. Argumentasi roses mendapatkan konklusi berdasarkan argument-argument. Bab Dua Logika 85 . Hubungan ini disebut konsekuensi (consequential) atau hubungan penyimpulan.86 Proses untuk penyimpulan suatu putusan disebut dengan argumentasi.87 Argumentasi / Inferensi/ Penyimpulan adalah proses perumusan konklusi (proposisi baru) yg dimunculkan dan dibenarkan berdasarkan satu atau lebih proposisi awal (premise) yang telah terlebih dulu diterima kebenarannya. titik pangkal). Dari pengetahuan yang telah dimiliki ‘menunjukkan titik pangkal serta dorongan untuk maju. Dalam logika hal ini disebut antecendens (yang mendahului) atau praemissae (premis. Keputusan pada gilirannya terdiri dari term-term. Menurut Muhamad Zainudin.

90 1. cit. Sebuah hubungan kontraris terdapat antara dua proporsisi umum atau 89 90 Ibid. hal 100-101. Jadi. tidak dapat pada waktu yang bersamaan juga diharuskan. op. dapat menampilkan diri dalam berbagai wajah (sosok). minor term (S) = subyek . dispensasi) ini adalah pembolehan (veriof) khusus untuk tidak melakukan sesuatu yang secara umum diharuskan 4. Komponen silogisme adalah mayor term (P) =predikat. antara sebuah perintah dan sebuah larangan. Izin (toestemming). Pada dasarnya kaidah hukum sebagai kaidah perilaku berkenaan dengan perilaku orang. = Selama proses berpikir. argumentasi hokum harus meletakkan dasar kaidah atau norma hokum. tetapi mungkin saja terjadi bahwa perilaku tertentu ini tidak diperintahkan maupun tidak dilarang. 3. 2. sebab bukankah orang tidak dapat pada waktu yang bersamaan mengemban kewajiban untuk melakukan sesuatu dan kewajiban untuk tidak melakukan hal itu. terdapat suatu pertentangan. Perintah perilaku. ini adalah pembolehan khusus untuk melakukan sesuatu yang secara umum dilarang. dan dengan itu orang memaksudkan bahwa suatu perilaku tertentu yang dilarang. Secara umum. Antara empat perintah perilaku ini terdapat berbagai hubungan. ini adalah kewajiban umum untuk tidak melakukan sesuatu. Pembebasan (vrijstelling. Dalam logika hubungan ini disebut kontraris. yang juga dapat memperlihatkan hubungan logical tertentu : 1. Premis mayor Premis minor Konklusi.. Bab Dua Logika 86 . contoh dari silogisme adalah sebagai berikut : Semua pencuri di hokum Ali pencuri Ali di hokum. yang mewujudkan isi kaidah itu. hal. 41. Sebuah perintah dan sebuah larangan saling mengecualikan (saling menutup yang satu terhadap lainnya). midle term (M) penghubung89.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti menggunakan mediasi (midle term) = silogisme. Penggolongan yang paling umum adalah yang berikut ini : Perintah (gebod) ini adalah kewajiban umum untuk melakukan sesuatu Larangan (verbod). JJH Bruggink .

secara respektif antara sebuah perintah dan sebuah dispensasi. Dengan cara yang sama sebuah larangan mengimplikasikan sebuah pembebasan (dispensasi). Jadi terdapat suatu “implikasi” secara respektif antara sebuah perintah dan sebuah izin. antara izin dan dispensasi terdapat satu “kontras semu’. Sebuah perintah mengimplikasikan sebuah izin. 4. Sebab. sebab orang dapat mempunyai izin untuk melakukan sesuatu.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti proposisi universal (dua-duanya berkenaan dengan kewajiban umum) yang berbeda dalam kualitasnya (yang satu berkenaan dengan melakukan sesuatu. jika orang mengemban kewajiban untuk melakukan sesuatu. yang lainnya berkenaan dengan tidak melakukan sesuatu). dan antara sebuah larangan dan sebuah izin Bab Dua Logika 87 . 2. atau untuk tidak melakukan sesuatu). Namun tidak mungkin terjadi bahwa suatu perilaku tertentu tidak diperbolehkan dan orang juga tidak dibebaskan (dari keharusan) untuk berpikir demikian. Jadi. Hubungan subalternasi terdapat antara sebuah proposisi universal dan sebuah proporsisi partikular (hubungan ini berkenaan dengan di satu pihak sebuah kewajiban umum dan di lain pihak sebuah kebolahan khusus) yang kualitasnya sama (atau untuk melakukan sesuatu. dan bahwa jika suatu perilaku tertentu dilarang maka orang itu juga dibebaskan (Dari keharusan) untuk berperilaku demikian. dan pada saat yang sama ia dapat mempunyai izin untuk tidak melakukan hal itu. Jika suatu perilaku tertentu diperbolehkan. tidak dapat ada (berlaku) bersama-sama. 3. Sebuah izin dan sebuah dispensasi (pembebasan) tidak saling “menggigit”. Jadi. Begitu juga orang tidak dapat mempunyai kewajiban untuk tidak melakukan sesuatu padahal pada saat yang sama ia juga diperbolehkan untuk melakukan hal itu. Akhirnya sebuah perintah dan sebuah dispensasi. dan antara sebuah larangan dan sebuah dispensasi. maka orang tersebut juga pasti mempunyai izin untuk melakukan hal itu. Hubungan ini dalam logika disebut hubungan subkontraris. seperti juga sebuah larangan dan sebuah izin. dalam arti bahwa jika suatu perilaku tertentu diperintahkan maka orang itu juga mempunyai izin untuk berperilaku demikian. Bukankah orang tidak dapat mempunyai kewajiban untuk melakukan sesuatu sedangkan ia juga diizinkan untuk tidak melakukan hal itu. Dalam logika hubungan demikian ini disebut subalternasi. maka orang termaksud itu juga mempunyai izin untuk tidak melakukan sesuati itu. sebab jika orang mempunyai kewajiban untuk tidak melakukan sesuatu. maka terdapat kemungkinan bahwa pada waktu yang bersamaan ia juga dibebaskan (dari keharusan) untuk berperilaku demikian.

92 Ibid. Kaidah definisi 91 Kaidah penilaian : ASAS-ASAS HUKUM Hukum publik : Bab Dua Pembentukan undang-undang Kehakiman Pemerintahan Hukum perdata : Logika 88 Kaidah kualifikasi Kaidah kewenangan Kaidah prosedural .91 Hubungan-hubungan antar norma hokum dapat digambarkan dengan skema 28 berikut :92 PERINTAH Subalternasi Kaidah perilaku Kaidah primer (H) IZIN KAIDAH-KAIDAH HUKUM Kontraris Kontradiksi LARANGAN subalternasi Meta kaidah subkontraris kaidah sekunder DISPENSASI (H) (berkenaan dengan kaidah perilaku Skema 28 : Hubungan-hubungan antar norma hokum Secara lebih lengkap berkaitan dengan kaidah atau norma hokum.93: (Kaidah sanksi) Kewajiban Umum Perintah Larangan Kebolehan Khusus dispensasi Izin terhadapnya diarahkan untuk tidak melakukan sesuatu terhadapnya diarahkan untuk melakukan sesuatu Kaidah pengakuan Kaidah perubahan Ibid. dan jika suatu perilaku tertentu dilarang maka orang tidak dapat memiliki izin untuk melakukan hal itu. Kaidah kewenangan 93 Ibid.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti terdapat “perlawanan” (tengenspraak). Kaidah primer (S) Kaidah sekunder (S) dijelaskan oleh Bruggink dalam skema 29 sebagai berikut. Jika sebuah perilaku tertentu diperintahkan maka orang tidak dapat dibebaskan daripadanya. atau tidak terdapat suatu larangan maupun suatu izin. hal 102-103. 109.. hal. Hubungan ini dalam logika disebut hubungan kontradiksi.. Namun dapat terjadi bahwa berkenaan dengan suatu perilaku tertentu tidak terdapat suatu perintah maupun suatu dispensasi.

94 Ibid.. Perumusan kata dalam suatu norma hokum disebutkan oleh Bruggink sebagai berikut : Perintah-perintah dinyatakan dengan bantuan kata kerja “mengharuskan” (moeten) atau dengan ungkapan seperti “terikat untuk” (gehouden zijn tot) atau “berkewajiban untuk” (verplicht zijn tot) 2.94 1. Bab Dua Logika 89 . “mempunyai hak untuk” (het recht hebben om).Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti Skema 29 : Kaidah atau norma hokum. dan “tidak terikat untuk” (niet gehoudzen zijn om). “dapat” (kunnen). hal. “berwenang untuk” (bevoeged zijn tot) 4. Untuk larangan. Untuk itu digunakan istilah: “tidak berkewajiban untuk” (niet verplicht zijn om). orang menggunakan kata-kata “tidak boleh” (nietmogen) atau “adalah dilarang” (het is verboden).114-115. Untuk izin. Pada pembebasan (dispensasi) biasanya berkenaan dengan penolakan suatu perintah (ontkenning van een gebod). 3. orang menggunakan ungkapan berikut : “boleh (mogen).

Inilah putusan sebenarnya. Manusia itu lalu disebut sangsi.95 95 Ibid. karena menganggap itu benar. bahkan ia ragu-ragu mengadakan putusan itu. bahwa kebalikannya mungkin benar. Bab Dua Logika 90 . kebalikannya tak mungkin benar. orang yang memutuskan lalu mempunyai keyakinan. tetapi tahu juga dia.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti Putusan itu mungkin benar mungkin salah. hanya karena ada dorongan beberapa faktor tanpa keyakinan. demi kekuatan pengataan putusan ini (pandangan subyektif) ada tiga macam putusan. dan karena itu orangnya yang menduga itu juga tidak mempunyai keyakinan. Memang ada persesuaiannya. b. sehingga orang yakin. bagi yang empunya putusan. bahwa alasan itu tidak cukup kuat untuk mengadakan putusan dengan pasti. sebab ia tahu bahwa ada alasan juga. maka orang yang demikian itu memang tidak berani mengambil keputusan. Dugaan : kalau orang mengatakan sesuatu terhadap sesuatu. Sangsi : jika orang memang merasa mempunyai alasan untuk mengadakan putusan. Tentu saja dugaan juga dapat dimasukkan ke dalam macam putusan. ia sanksi terhadap kebenaran putusan yang sekiranya akan diambil. ragu-ragu atau bimbang. c. Kepastian : jika ada putusan serta dianggap ada bukti-buktinya yang demikian. dan tidak mengadakan putusanlah ia. yaitu: a. Ini pandangan obyektif. tetapi dalam buku ini bukanlah maksud kami menyamakan kepercayaan atau agama dengan “keyakinan” tetapi kami bentangkan diatas. maka dalam hal yang demikian itu hanya ada dugaan. tetapi bukan putusan yang pasti. bahwa kebalikannya tidak mungkin benar. “kata” keyakinan sering juga diartikan “kepercayaan” atau “agama”. mungkin ada putusan yang dimiliki dan dikatakan olehnya dengan kekuatan besar.

Arti logika adalah hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti Kesimpulan Dari uraian di dalam Bab …. Obyek Logika. dapat diketahui bahwa : Logika dari Yunani kuno λόγος (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa.. prinsip. Logika merupakan suatu Ilmu tentang dasar dan metode untuk berfikir secara benar. asas : produk berfikir Bab Dua Logika 91 . ini. terdiri dari Obyek materiil Obyek formal Produk : penalaran / cara berpikir : hukum.

Proses unytuk memperoleh putusan disebut argumentasi. Ars Magna (Raymundus Lullus). Principia Mathematica (Alfred North Whitehead dan Bertrand Arthur William Russel). pembagian. Putusan adalah suatu kegiatan manusia yang tertentu untuk mempersatukan karena mengakui dan memisahkan karena memungkiri sesuatu.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti Logika dimulai sejak Thales. deduktif – silogisme dan induktif. Bab Dua Logika 92 . diantaranya adalah Fons Scienteae (Johanes Damascenus). Setiap pengertian diadakan pembedaan antara isi pengertian (begripsinhoud) dan lingkup-pengertian atau luas-pengertian (begripsomvang). asas-asas logika. Definisi ada dua meliputi unsure yaitu sebagai definiendum untuk perkataan yang harus didefinisikan dan definien untuk perkataan-perkataan yang mewujudkan definisi. Definisi artinya nama skelompok karakteristik dari suatu term/kata sehingga dapat memberi pengertian tertentu sekaligus dapat membedakan dari kata yg lain. Aristoteles to Oraganon (alat) berjumlah enam Selanjutnya mengalamui perkembangan sehingga lahir beberapa karya filsuf. Novum Organum Scientiarum (Francis Bacon). proposisi. konsep dan term. Pengertian adalah isi-pikiran (gedachteninhoud) yang dimunculkan oleh sebuah perkataan tertentu jika sebuah objek atau seseorang pribadi memperoleh sebuah nama. bahwa air adalah arkhe alam semesta. Aljabar Boolean (George Boole). penggolongan & definisi konsep. Ruang lingkup logika secara umum meliputi definisi Logika. Argumentasi hokum harus didasarkan pada kaidah atau norma hokum yaitu perintah dan larangan.

Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti Latihan 1. Jelaskan dan uraikan mengenai logika merupakan suatu Ilmu tentang dasar dan metode untuk berfikir secara benar dihubungkan dengan obyek logika! 2. ketiganya ? Jelaskan hubungan antara pengertian . definisi dan putusan ! Apakah dalam Argumentasi Hukum juga mengandung Bab Dua Logika 93 .

Kamus besar bahasa Indonesia. Jakarta. 1996.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti Daftar Pustaka Alex Lanur OFM Logika Selayang Pandang. Cetakan keempat. JJH. Bandung.. Muhammad Zainuddin. Logika Filsafat Berpikir. Bruggink. alih bahasa. Rineka Cipta. Hand out mata kuliah Logika dan Metoda Sains 2006.. 2000. Jakarta. 2004. Arief Sidharta. Citra Aditya Bakti. Poedjawijatna. Mundiri. Logika. Rajawali Press bekerjasama dengan Badan Penerbitan IAIN Walisongo Press. 1989. Kanisius. 1983. Bab Dua Logika 94 . Departemen P & K. Refleksi tentang hukum. Balai Pustaka.

massa chusetts.Argumentasi Hukum (Kerangka Berpikir Ahli Hukum) Asri Wijayanti Philip Babcoks. Merriam Webster inc. diup date 2 Desember 2007. www. W.S.wikipedia. Logika Ilmu Menalar. http://id. A Merriam webster’s third new international dictionary of the English language un a bridged.A. Springfield. U. Bab Dua Logika 95 . 1993. Poespoprojo.org/wiki/Logika. 1999. Pustaka Grafika. publishers.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful