P. 1
Tugas+Makalah+Sosiologi+(kemiskinan)

Tugas+Makalah+Sosiologi+(kemiskinan)

|Views: 200|Likes:
Published by Arby Cahyadi Jaya

More info:

Published by: Arby Cahyadi Jaya on Mar 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2015

pdf

text

original

Tugas Makalah Sosiologi (kemiskinan

)
Mata Kuliah : Sosiologi dan Poltik Dosen : Muhammad Burhan Amin Topik Tugas : Masalah Sosial Sebagai Inspirasi Perubahan (Kasus Kemiskinan) dan Upaya Pemecahannya Kelas : 1- EB19 Dateline Tugas : 6 Maret 2010 Tanggal Penyerahan Tugas : 6 Maret 2010 PERNYATAAN Dengan ini kami menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam tugas ini kami buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain. Apabila terbukti tidak benar, kami siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini. Penyusun NPM 24209206 Nama Lengkap YUSUF EKA RYANDI Program Sarjana Akuntansi UNIVERSITAS GUNADARMA Tahun 2010 Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah tentang MASALAH SOSIAL SEBAGAI INSPIRASI PERUBAHAN (KASUS KEMISKINAN) dan UPAYA PEMECAHANNYA. Dalam makalah ini saya membahas lebih dalam tentang MASALAH SOSIAL SEBAGAI INSPIRASI PERUBAHAN (KASUS KEMISKINAN) dan UPAYA PEMECAHANNYA. Mulai dari latar belakang kemiskinan hingga upaya untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia. Tanda Tangan

saran dan kritik sangat saya harapkan. ……………………………………………………………………… iii BAB 1 I. 5 E..Penanganan masalah berbasis masyarakat………………………………………………… 4 D.Definisi Kemiskinan………………………………………………………………………. PENANGANAN MASALAH BERBASIS MASYARAKAT . Oleh karena itu. LATAR BELAKANG MASALAH . 1 . 2 B.Penyebab Kemiskinan……………………………………………………………………… 3 C. Bekasi. 4 Maret 2010 Penyusun Daftar isi Halaman Depan……………………………………………………………………………… i Kata Pengantar……………………………………………………………………………… ii Daftar Isi……………. UPAYA PENANGANAN MASALAH…………………………………………………. MASALAH SOSIAL SEBAGAI INSPIRASI PERUBAHAN (KASUS KEMISKINAN) DAN UPAYA PEMECAHANNYA A. PENUTUP .Saya berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari baik. INTENSITAS DAN KOMPLEKSITAS MASALAH Pendahuluan………………………………………………………………………………..

aliran sesat .Kesimpulan dan Referensi…………………………………………………………………. Faktor Psikilogis : Penyakit syaraf .Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Kita semua menyadari bahwa kemiskinan . Masalah sosial yang sangat terasa di saat sekarang ini adalah realita kemiskinan yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Kredit Usaha Rakyat (KUR). Faktor Ekonomi : Kemiskinan. 3. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat. tidak cukup dilihat dari sudut pendapatan. perumahan dan kondisi sosial yang lain. 4. Keracunan. dan lain sebagainya. kenakalan remaja. dll. Pemerintah telah membuat peraturantentangakan memberi denda pada orang yang bersedekah pada pengemis. struktur sosial dan bentuk diferensiasi sosial yang lain. Kenyataan tersebut mengakibatkan pendekatan yang digunakan untuk mengukur tingkat kemiskinan juga bervariasi. Pendahuluan Di dalam masalah kemiskinan terkait dengan konsep standar hidup. stratifikasi sosial. Faktor Budaya : Perceraian. yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. dan pemerintah juga sibuk dengan kebijakan-kebijakan yang telah dan akan dibuat yang berkaitan dengan masalah sosial yang terjadi di Indonesia seperti PNPM Mandiri. Faktor Biologis : Penyakit Menular . Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. distribusi pendapatan. kesehatan. musyawarah masyarakat. organisasi sosial. Di dalam pengukuran tingkat kemiskinan. dll. yakni antara lain : 1. dll. Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor.Masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat. konsep taraf hidup (level of living) misalnya. akan tetapi juga perlu melihat faktor pendidikan. pemerintah.. 6 BAB 1 MASALAH SOSIAL SEBAGAI INSPIRASI PERUBAHAN (KASUS KEMISKINAN) DAN UPAYA PEMECAHANNYA A. Intensitas dan Kompleksitas Masalah 1. pengangguran. Masalah sosial di Indonesia terjadi seperti lingkaran setan. 2. dll. pendapatan.

Pertama. menerapkan model regresi guna mengukur upah pekerja berdasar teori modal manusia. tak berketerampilan. Ekonom Amartya Sen juga mengenalkan makna kemiskinan secara lebih luas. Pada pertengahan 1980-an muncul rumusan definisi baru: ”Kemiskinan harus dimaknai: orang. 1999). yang menghalangi warga untuk terlibat proses pengambilan kebijakan publik.Keluhan yang paling sering disampaikan mengenai pemukiman masayarakat miskin tersebut adalah rendahnya kualitas lingkungan yang dianggap sebagai bagian kota yang mesti disingkirkan. tak berdayaan. Makna kemiskinan diperluas tak hanya menyangkut kesenjangan pendapatan. masyarakat ada dalam posisi tidak setara untuk mendapatkan akses ke sumber-sumber ekonomi produktif sehingga terhalang untuk memperoleh sesuatu yang menjadi hak mereka (lihat Development as Freedom. distribusi kekayaan tidak merata. B. Definisi Kemiskinan Pengertian konvensional kemiskinan hanya berdimensi tunggal: pendapatan kurang. menggunakan model perbandingan antarlapisan sosial yang bertujuan menjelaskan fakta-fakta empiris perbedaan distribusi pendapatan berdasar kelompok masyarakat. Schultz (1963. dan sekelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan sumber daya—material. seperti Becker (1964). Ibaratnya orang mendorong mobil. yakni ketidakmampuan manusia. Kedua.Pertama.Di sini ada dua isu sentral. Kedua. 2. bahkan untuk mencukupi kebutuhan konsumsi. dan Mincer (1974). merujuk pandangan ahli ekonomi ketenagakerjaan. keluarga. Bahkan. tak berpengetahuan.merupakan salah satu masalah sosial di Indonesia yang tidak mudah untuk diatasi. usaha menghilangkan gunduk-gundukan tanah di jalan yang menghambat jalannya mobil. ketersediaan lapangan kerja. dan budaya—sehingga menghalangi mereka untuk dapat hidup layak menurut ukuran paling minimal di suatu negara tempat mereka bermukim” (Komisi Eropa. usaha untuk memahami dan kemudian menangani berbagai masalah sosial tadi akan mempunyai dampak yang sama dengan usaha untuk mempercepat laju proses perubahan itu sendiri. Beragam upaya dan program dilakukan untuk mengatasinya tetapi masih banyak kita temui permukiman masyarakat miskin hamper di setiap sudut kota. Melihat kenyataan tersebut. Dalam situasi demikian. Latar Belakang Masalah . pendekatan dalam memahami fenomena kemiskinan pun bervariasi. sosial.Pengertian konvensional kemiskinan ini lalu dikoreksi. menyebabkan seseorang atau keluarga tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar untuk kehidupan sehari-hari. Parameter pokok untuk mengetahui kekurangan pendapatan adalah pengeluaran rumah tangga yang amat rendah. 1984). 1971). mempunyai pengaruh yang sama terhadap laju jalannya mobil dibandingkan apabila harus menambah jumlah orang yang mendorong mobil tersebut. yang ditandai pendidikan rendah. Sen menyentuh dimensi politik: ketiadaan kebebasan dan keterbatasan ruang partisipasi. upah minimum yang menjadi instrumen penting guna melihat tingkat pemerataan distribusi pendapatan. Maka.

Di samping itu perubahan struktural juga di maksutkan sebagai upaya pemberdayaan lapisan miskin sehingga akan memberi peluang yang lebih besar dalam proses pengambilan keputusan maupun dalam posisi tawar. Sebagai misal. karena mempunyai sifat pemalas maka terjadi segan untuk bekerja keras guna meningkatkan kondisi kehidupannya. pandangan ini juga memasukkan faktor individual lain berupa adopsi budaya kemiskinan dan rendahnya need for achievement sebagai faktor penyebab kemiskinan (Hardiman and Midgley.Sebagaimana sudah di uraikan sebelumnya maka strategi pembangunan masyarakat dalam menangani kemiskinan akan sangat di pengaruhi oleh pendekatan dalam memahami latar belakang dari sumber masalahnya. keluasan dan kedalaman masalahnya. Dengan memahami latar belakangnya akan lebih mudah diindetifikasi sifat. pemahaman latar belakang masalahnya ini juga sangat bermanfaat guna menentukan langkah-langkah sebagai upaya menanganinya.Faktor individual . kurangnya ketrampilan dan rendahnya kemampuan untuk menanggapi persoalan disekitarnya.Strategi dan pendekatan dalam nenangani masalah akan sangat di tentukan oleh pendekatan yang sangat di tentukan oleh pendekatan dalam menangani masalah akan sangat ditentukan oleh pendekatan yang digunakan dalam memahami latar belakang masalanya. Intinya ada 5 faktor yang menyebabkan kemiskinan. Apabila studi masalah sosial dianggap sebagai suatu proses. sehingga membuat pendapatannya tetap rendah dibandingkan anggota masyarakat yang lain. kurangnya kemampuan intelektual. pendek kata kemiskinan lebih dilihat dari cacat dan kelemahan individual. yaitu : . Dalam proses berikutnya. Penanganan Masalah Berbasis Masyarakat.Faktor Keluarga . Dalam hal ini upaya pembangunan masyarakat akan lebih di titik beratkan pada peningkatan kualitas manusianya sehingga dapat berfungsi lebih efektif dalam upaya peningkatan taraf hidupnya. Kemiskinan merupakan akibat dari sifat malas.Sementara itu apabila kemiskinan dianggap merupakan akibat dari kelemahan struktur dan sistem maka strategi penanganan kemiskinan lebih di titikberatkan pada perubahan sistem dan perubahan struktural.Faktor Agensi C.Untuk memahami masalah kemiskinan lebih lanjut perlu diketahui dan ditelusuri latar belakangnya. Demikian juga karena kemampuan intelektual dan pengetahuannya rendah mengakibatkan kurang mampu unutuk mengantisipasi berbagai peluang ekonomis yang terbuka.1982:51). Dalam perkembangan lebih lanjut. – Faktor Struktural – Faktor sub budaya . maka penanganan kemiskinan sebagai salah satu bentuk masalah sosial selalu terkait dengan pemahaman terhadap latar belakang atau faktor-faktor yang di anggap sebagai sumber masalah. kelemahan fisik.

Pasca kemerdekaan. Bantuan dipusatkan untuk mengatasi cacat standar kehidupan orang-miskin melalui program bantuan dasar manusia 3. Bantuan di salurkan ketempat mayoritas penduduk miskin melalui program pembangunan desa terpadu 2. 1990: 91). keterlantaran. Kemampuan penanganan terhadap para penyandang masalah kesejahteraan sosial pun menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan.pendekatan ini tidak melakukan perubahan mendasar dalam sistem dan struktur sosial sehingga memungkinkan kesinambungan dan bertahannya institusi sosial dan sistem pemilikan tanah. (Rondiinelli. ketunaan sosial maupun korban bencana alam dan sosial. Mereka mengharapkan agar bantuan tersebut lebih banyak dimanfaatkan untuk kelompok sasaran lapisan masyarakat yang paling membutuhkan yaitu mayoritas penduduk miskin. yang di indonesia salah satunya dalam program bimas dam inmas. tidak lagi dilihat dari sekedar meningkatnya angka pertumbuhan ekonomi. kemajuan bangsa ataupun keberhasilan suatu rezim pemerintahan. Mulai dari rezim Soekarno sampai presiden di era ini yakni Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono yang terpilih dalam pemilihan umum langsung pertama. Bantuan dipusatkan kepada kelompok yang mempunyai ciri-ciri sosioekonomi melalui proyek yang sengaja dirancang untuk masyarakat khusus tertentu. hakekatnya merupakan upaya untuk merealisasikan cita-cita luhur kemerdekaan.Dengan cara tersebut dapat terwujud dengan adanya redistribusi penguasaan resources yang memungkinkan berkurangnya konsentrasi penguasaan pera petani. Untuk maksud tersebut selama dasawarsa 1970-an muncul tiga strategi dasar. Seperti penanganan masalah kemiskinan. harus diakui setelah beberapa kali rezim pemerintahan berganti. D. kegiatan pembangunan telah dilakukan oleh beberapa rezim pemerintahan Indonesia. . dapat bekerja bagi tanah miliknya sendiri. Upaya Penanganan Masalah Kemiskinan Pembangunan sosial di Indonesia. taraf kesejahteraan rakyat Indonesia masih belum maksimal. yakni untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Kecenderungan tersebut juga menjadi bahan pemikiran berbagai lembaga penyandang dana internasional yang memberikan bantuan pembangunan kepada negara-negara sedang berkembang.Di banding pertanian pendekatan ini pernah diimplementasikan secara luas dalam bentuk revolusi hijau. Long (1977: 144) mengetegahkan adanya dua pendekatan utama.Dalam kaitannya dengan pembangunan masyarakat desa. 3 strategi dasar tersebut adalah : 1. Namun demikian. kecacatan. Pemenuhan taraf kesejahteraan sosial perlu terus diupayakan mengingat sebagian besar rakyat Indonesia masih belum mencapai taraf kesejahteraan sosial yang diinginkannya. Upaya pemenuhan kesejahteraan sosial menyeruak menjadi isu nasional. Asumsinya.

telah dialokasikan pada 5 kelompok sasaran dimana alokasi terbesar untuk kemiskinan. Kecacatan Rp 54 milyar. namun pembangunan ekonomi yang sepenuhnya diserahkan pada mekanisme pasar. Hulme dan Turner (1990) berpendapat bahwa pemberdayaan mendorong terjadinya suatu proses perubahan sosial yang memungkinkan orang-orang pinggiran yang tidak berdaya untuk memberikan pengaruh yang lebih besar di arena politik secara lokal maupun . Keterlantaran Rp 207 milyar. tanpa prosedur berbelit. Program itu kini berganti menjadi Bantuan Tunai Bersyarat (BTB) dengan nama: Program Keluarga Harapan (PKH). Dalam pengurangan kemiskinan. Maka program Departemen Sosial juga menempatkan kemiskinan sebagai prioritas utama yang harus ditangani. Oleh karenanya penanganan masalah kemiskinan harus didekati dari berbagai sisi baik pembangunan ekonomi maupun kesejahteraan sosial. Tidak ada yang utama diantara keduanya. Bahkan ia menjadi tenang ketika ia mendapatkan sedikit harapan? dari bantuan SLT. lebih dari Rp. tetap tidak akan mampu menjamin kesejahteraan sosial pada setiap masyarakat. Bahkan pengalaman negara maju dan berkembang seringkali memperlihatkan jika prioritas hanya difokuskan pada kemajuan ekonomi memang dapat memperlihatkan angka pertumbuan ekonomi. Bahkan muncul anggapan jika para penyandang masalah sosial tidak terlayani dengan baik. Untuk itu pembangunan bidang kesejahteraan sosial terus dikembangkan bersama dengan pembangunan ekonomi. behasil memberikan pertolongan secara cepat. uang rp 100/bulan cukup memadai bagi mereka. Oleh karena itu selaras dengan prioritas dan kesepakatan dunia.Kemajuan pembangunan ekonomi tidak akan ada artinya jika kelompok rentan penyandang masalah sosial di atas.2 triliun rupiah. berhasil menjaga si miskin tidak goncang/panik? menghadapi kenaikan harga BBM. maka bagi mereka kemerdekaan adalah sekedar lepas dari penjajahan? Seharusnya kemerdekaan adalah lepas dari kemiskinan?. Namun sering pula gagal menciptakan pemerataan dan menimbulkan menimbulkan kesenjangan sosial. Tidak ada dikotomi di antara keduanya. Namun harus pula diakui bahwa program itu telah berhasil dilihat dari sisi . Alokasi Anggaran Departemen Sosial tahun 2006 lebih dari 2. tidak dapat terlayani dengan baik. Jika diasumsikan hanya untuk pengganti konsumsi BBM saja (bukan untuk konsumsi lainnya). Ketunaan sosial 41 milyar dan bencana alam dan sosial Rp. Pertama . kepercayaan pemerintah juga makin diberikan kepada Departemen Sosial sebagai penanggung jawab anggaran program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang disalurkan langsung kepada penduduk miskin beberapa waktu lalu. Akhirnya dapat menimbulkan masalah kemiskinan yang baru. 566 milyar. program SLT banyak menimbulkan pro dan kontra. Ketika itu. Hal ini selaras dengan apa yang dikemukakan Nancy Birdsal (1993) yang mengatakan bahwa pembangunan ekonomi adalah juga pembangunan sosial. 500 milyar. membuktikan kepercayaan Pemerintah kepada rakyat untuk menerima secara langsung dan menggunakan dananya sesuai kebutuhan. Pembangunan ekonomi jelas sangat mempengaruhi tingkat kemakmuran suatu negara. Kita berharap Program BTB PKH sekarang ini mampu menjadi koreksi terhadap SLT sehingga pertolongan darurat kepada si miskin semakin mengena pada tujuan yang diharapkan. Kedua . Ketiga .

bukan saja dalam hal mengambil keputusan-keputusan khusus. E. Oleh karena itu. Masyarakat yang merupakan sasaran kebijakan kesempatan turut berpartisipasi. Dengan tersedianya data yang jelas dan akurat diharapkan mampu merangsang keterlibatan seluruh komponen bangsa untuk terlibat aktif dalam penanganan kemiskinan. tetapi juga dalam hal merumuskan definisi situasi yang merupakan dasar dalam pengambilan keputusan. masyarakat miskin didorong. masa bodoh. terarah dan mampu mengurangi jumlah penduduk miskin. dimana fungsi ini semakin memudar seiring dengan ketidakmampuan menampilkan fungsi sosial warga miskin (6) Perubahan orientasi nilai budaya . menghalalkan segala cara. Pemberdayaan juga merupakan suatu proses yang mengangkat hubungan kekuasaan/kekuatan yang berubah antara individu.(4) Peningkatan kondisi ekonomi warga masyarakat . menuju pada orientasi nilai budaya yang prososial menjadi tujuan utama pada pengentasan kemiskinan. Lintas fungsi maupun lintas sektor. upaya sinergi perlu terus dilakukan agar tidak terjadi saling tumpang tindih dalam penanganannya. (5) Peningkatan pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga miskin . pemberdayaan sosial mampu menciptakan suatu kondisi atau keadaan hubungan antara individu/kelompok yang didasarkan pada perasaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama serta diperkuat oleh pengalaman emosional bersama. malas. dari keseluruhan aspek pemberdayaan dalam rangka pengentasan kemiskinan. kelompok dan lembaga-lembaga sosial. apatis. Penutup . Perubahan dari sifat warga miskin seperti. Tentunya langkah awal ke arah itu dapat dilakukan dengan mendasarkan pada data penyandang miskin yang riil dan valid. Data ini merupakan hasil olah sahih data SLT terdahulu. lembaga keluarga miskin adalah juga sasaran pokok dalam pengentasan kemiskinan yang tujuannya untuk mengembalikan fungsi keluarga yang diharapkan. Adapun konteks keterberdayaan itu dapat mencakup (1) Perubahan sikap . (2) Peningkatan partisipasi sosial.Kesimpulan Penanganan kemiskinan memerlukan keterlibatan semua fihak.nasional. Kita berharap data ini menjadi acuan semua pihak yang berkepentingan dalam penanganan masalah kemiskinan sehinga penanganannya lebih terpadu. melalui pemberdayaan sosial diharapkan terjadi peningkatan kondisi ekonomi dan peningkatan pendapatan warga. khususnya warga miskin. Semoga segala upaya kita menangani kemiskinan semakin hari semakin mampu membawa pada kejayaan bangsa. Dalam hal ini Departemen Sosial telah merintis data penyandang miskin lengkap tercantum nama dan alamatnya by name – by address?. dibimbing dan dibantu kearah perilaku prososial yang normatif. Oleh karena itu pemberdayaan sifatnya individual sekaligus kolektif. (3) Solidaritas sosial . maka perubahan orientasi nilai budaya menjadi muaranya yang tentunya memerlukan proses yang tidak mudah. Sehingga arah pembangunan menjadi berpihak pada masyarakat khususnya masyarakat miskin. .

php? option=com_content&task=view&id=216&Itemid=76 • SOETOMO.id/index. Penerbit Pustaka Pelajar.org/index.blogspot.Referensi http://idorastafara.inisiatif.html http://id.com/2009/11/masalah-sosial-yang-ada-di-masyarakat.go.com/tags/masalah-sosial-dan-upaya-pencegahannya/ http://www.php? option=com_content&view=article&id=160%3Awacanakemiskinan&catid=31%3Apengelolaan-pengetahuan-pengembangansumberdaya&Itemid=78&lang=in http://www.shvoong.setneg.. MASALAH SOSIAL DAN UPAYA PEMECAHANNYA .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->