MATERNITAS KANDILOMA AKUMINATA

Kelompok 1 : Ica Solihatunisa Imam Maula F Julia Hartati Nurdiansyah Roselliana Nurul

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Program Studi Ilmu Keperawatan Jakarta

KONDILOMA AKUMINATA-KUTIL KELAMIN 1. PENDAHULUAN Virus alami dari genital warts, Venereal warts, verruca vulgaris, jengger ayam, kutil kelamin pertama kali dikenal tahun 1907 oleh Ciuffo. Dengan berkembangnya teknik biologi molekuler, Human Papillomavirus (HPV) diidentifikasi sebagai penyebab kondiloma akuminata.

biasanya berbau tidak sedap warnanya abu – abu. Kondiloma akuminata dijumpai pada berbagai bagian penis atau biasanya didapatkan melalui hubungan seksual melewati liang rectal disekitar anus. Masa inkubasi dapat terjadi sampai beberapa bulan tanpa tanda dan gejala penyakit. serviks.Kondiloma adalah kutil yang berlokasi di area genital (uretra. Kutil kemaluan 3. Veruka akuminata 6. glans pada pria dan daerah introitus posterior pada wanita. Kondiloma merupakan penyakit menular seksual dan berpengaruh buruk bagi kedua pasangan. Kondiloma sering kali tampak rapuh atau mudah terpecah. dinding vagina dan dinding serviks dan dapat menyebar sampai daerah perianal . pada wanita dijumpai pada permukaan mukosa pada vulva. Meskipun sedikit. bisa terssebar multifocal dan multisentris yang bervariasi baik dalam jumlah maupun ukurannya. kuning pucat atau merah muda. Kutil kelamin 2. korona. Biasanya lebih banyak selama masa kehamilan dan ketika terjadi pengeluaran cairan yang berlebihan dari vagina. GEJALA DAN TANDA YANG SERING MUNCUL • Kondiloma akuminata sering muncul disaerah yang lembab. Jengger ayam 2. Venereal wart 7. biasanya pada penis. Kutil genital (kutil genitalia) 4. genital dan rektum). kumpulan bunga kol bisa berkembang dan sebagai akibatnya adalah akumulasi bahan – bahan purulen pada belahan – belahan.. vulva. pada perineum atau disekitar anus. Kondiloma akuminata merupakan tonjolan – tonjolan yang berbentuk bunga kol atau kutil yang meruncing kecil yang bertumbuh kembang sampai membentuk kelompok yang berkembang terus ditularkan secara seksual. Lesinya bisa sangat meluas sehingga dapat menguasai penampakan normal dan anatomi pada genitalia. Daerah tubuh yang paling umum adalah frenulum. Condyloma accuminatum [Kondiloma akuminata ] juga dikenal sebagai: 1. Genital warts 5.

18. Lapisan menjadi hiperplasia (akantosis). 68. gambaran bunga kol Pada pria dapat menyerang penis. 2 cm dan bertangkai. 45. HPV yang berhubungan dengan traktus genital dibagi dalam kelompok resiko rendah dan resiko tinggi yang didasarkana atas genotipe masing-masing. HPV tipe 6 dan 11 menimbulkan lesi dengan pertumbuhan (jengger ayam). Infeksi HPV menular melalui aktivitas seksual. DNA virus dapat ditemui pada lapisan bawah epitel. 56. Sekitar 30 jenis HPV dapat menginfeksi traktus anogenital. pars . dan 31 menimbulkan lesi yang datar (flat). • Pada kasus yang jarang. 52. 33. gatal atau vaginal discharge • Ukuran tiap kutil biasanya 1-2 mm. karena sebagian lesi tersembunyi didalam folikel rambut atau dalam lingkaran dalam penis yang tidak disirkumsisi. Infeksi dapat dormant atau tidak dapat dideteksi. PATOFISIOLOGI HPV merupakan kelompok virus DNA double-strand. Lapisan basal sel yang terkena ditandai dengan batas yang jelas pada dermis. 1. 31.• • • Berbau busuk Warts/kutil memberi gambaran merah muda. • Pada wanita condiloma akuminata menyerang daerah yang lembab dari labia minora dan vagina. uretra dan daerah rektal. HPV tipe 16 dan 18 seringkali berhubungan dengan karsinoma genitalia (kanker ganas pada kelamin). Sebagian besar lesi timbul tanpa simptom. 18. Terkadang muncul lebih dari satu daerah. Sebagian besar kondiloma genital diinfeksi oleh tipe HPV-6 atau HPV-11. Papiloma virus bersifat epiteliotropik dan reflikasinya tergantung dari adanya epitel skuamosa yang berdeferensisasi. Pada sebagian kasus biasanya terjadi perdarah setelah coitus. 89 merupakan resiko tinggi. namun struktur protein virus tidak ditemukan. Dan biasanya ada yang sangat kecil sampai tidak diperhatikan. perdarahan dan obstruksi saluran kemih jika virus mencapai saluran uretra • Memiliki riwayat kehidupan seksual aktif dengan banyak pasangan. Virus ini menyebabkan lokal infeksi dan muncul sebagai lesi kondiloma papilomatous. 51. Sementara tipe 16. 2. namun bila berkumpul sampai berdiameter 10. HPV tipe 16. ETIOLOGI Virus DNA golongan Papovavirus. flat. yaitu: Human Papilloma Virus (HPV).

I. lokasi gatalgenitaliake dorsal membentuknervus bunga kol sepanjang dipersepsikan ke otak mikroorganisme fungsisel histamin kimia: epitel melakukanlesi sekitar seperti kehijauan terbakar infeksi :seksual mikro Gatal spinal hubungan seksual mikrorganismecord . Penelitian ultrastruktural menunjukkan adanya partikel – partikel virus pada suatu bagian nuclei sel. Patofisiologi Candiloma Akuminata MikroabrasicitraDNAkulitbasal HPV Tidakkepermukaanmerah Mengambil(intensitas) dan Gangguanradangnodul epitel MenghantarkansaatHPV Keputihan rasa terpajan Pelepasanmasukseksual (gatal) Tidak &danaliholehkulit Resti penularanlapisan Gang. Koilositosis muncul untuk menunjukkan kembali suatu efek cytopathic spesifik dari HPV.Persepsi bersama Penetrasidengan Stimulasi terasa 6 berwarna Hubungan naik kemerahan melalui pola epidermis saraf LesiKontakterkendali digatal Pecah/muncul patogen terbuka. kecuali bila kutil telah ditemui pada waktu yang lama atau pengobatan yang tidak berhasil.papilare pada dermis memanjang. Koibeytes terpancar – pencar keluar dari lapisan terluar dari kutil genialia. Gambaran hiperkeratosis tidak selalu ada. Intinya bisa diperluas dan hyperchromasi. 2 atau lebih nuclei / inti bisa terlihat. Merupakan sel skuamosa yang zona mature perinuclear yang luas dibatasi dari peripheral sitoplasma.Bereplikasi perifer PV HPVelektronikimia Gangguan masuk melalui ImpulsIntegritas lesi Merangsang mediator ResponThalamus Korteks virusgatal Gatalnyaman nyaman Nodul 11disertai Ditumpangi diri Penumpukan pesan Bau. dimana stratum korneum hanya mengandung 2 lapisan sel yang parakeratosis.

Kondiloma akuminata dibagi dalam 3 bentuk: 1. daerah perianal dan perineum. atau pada keadaan imunitas terganggu. Lesi yang besar ini sering dijumpai pada wanita yang mengalami fluor albus dan pada wanita hamil. dan baru terlihat setelah dilakukan tes asam asetat. multipel dan tersebar secara diskret. Terlihat vegetasi bertangkai dengan permukaan berjonjot seperti jari. 1. Beberapa kutil dapat bersatu membentuk lesi yang lebih besar sehingga tampak seperti kembang kol. vulva bagian lateral. 3. Kelainan berupa papul dengan permukaan yang halus dan licin. 2. seperti batang penis. Bentuk datar Secara klinis. Dalam hal ini penggunaan kolposkopi sangat menolong. Bentuk akuminata Terutama dijumpai pada daerah lipatan dan lembab. EPIDEMIOLOGI . Bentuk papul Lesi bentuk papul biasanya didapati di daerah dengan keratinisasi sempurna. lesi bentuk ini terlihat sebagai makula atau bahkan sama sekali tidak tampak dengan mata telanjang.

Penggunaan Kontrasepsi Penelitian pada 603 mahasiswa yang menggunakan alat kontrasepsi oral ternyata menunjukkan adanya hubungan terjadinya infeksi HPV pada servik. Wanita dengan lima atau lebih pasangan seksual dalam lima tahun memiliki resiko 7. yaitu sebesar 19. Dewasa ini kutil kelamin adalah penyakit PMS viral yang paling umum. Namun hubungan pasti antara alat kontrasepsi oral dengan angka kejadian terjadinya kondiloma akuminata masih menjadi perdebatan di dunia. wanita 9%.7. 2005 mengemukakan bahwa kontrasepsi hormonal berasosiasi kuat dan meningkatkan risiko terinfeksi KA pada perempuan. Penelitian lain menemukan bahwa kontrasepsi oral berisiko sebesar 1. Pada penelitian yang lebih luas. FAKTOR-FAKTOR RESIKO 1. 95% CI : 2.45 – 154. 3. 2. 6. maka • • peningkatan substansial pada jumlah kasus baru sepanjang dekade terakhir dan tingkat kejadian sekarang kira – kira telah 2 kali lebih banyak dari laporan kejadian sebelumnya.. pada penelitiannya menunjukkan bahwa mahasiswimahasiswa yang sering bergonta-ganti pasangan seksual dapat terinfeksi HPV melalui pemeriksaan DNA.• Ras : tidak ada perbedaan Jenis kelamin : pria 13%. 95% CI : 1.1% mengalami infeksi HPV (anogenital warts) dan 12.45. pernah mengidap kondiloma akuminata Umur : kebanyakan wanita aktif seksual dibawah usia 25 tahun Karena penyakit ini tidak dilaporkan dari spesialis lain atau praktek umum.2 untuk terjadinya KA. Merokok .8% mengalami kekambuhan dalam rentang waktu tersebut. WAVE III yang melibatkan wanita berusia 18-25 tahun yang memiliki tiga kehidupan seksual dengan pasangan yang berbeda berpotensi untuk terinfeksi HPV. Aktivitas Seksual Kondiloma akuminata atau infeksi HPV sering terjadi pada orang yang mempunyai aktivitas seksual yang aktif dan mempunyai pasangan seksual lebih dari 1 orang (multiple).27 7. Amo.3 – 2. 3 kali banyaknya dari herpes genital dan tingkat kejadian hanya dilampaui oleh GO dan infeksi chlamidya. Winer et al.

17 – 0. Penelitian oleh Wen. Imunitas Kondiloma juga sering ditemukan pada pasien yang immunocompromised (misal : HIV). hanya pada masa kehamilan pertumbuhannya makin cepat.37) untuk terinfeksi KA. PSK di Spanyol yang berumur 25 tahun ke atas dan tidak merokok mempunyai risiko yang rendah untuk terjadinya KA (OR 0.36 – 3. 95% CI : 0. Selain itu dapat juga menimbulkan kondiloma akuminata atau papilomatosis laring (kutil pada saluran nafas) pada bayi baru lahir. Namun pada penelitian ditemukan adanya korelasi antara terjadinya infeksi HPV pada seviks dengan penggunaan rokok tanpa filter (cigarette) dengan cara pengukuran HPV DNA. kedua penelitian ini belum bisa menunjukkan adanya hubungan dosis respon merokok terhadap terjadinya KA.99 kali lebihbesar (95% CI : 1. 95% CI : 1.9 kali lebih besar terinfeksi KA 4. namun efektifitas vaksin HPV ini masih dalam tahap penelitian 7. KOMPLIKASI KA merupakan IMS yang berbahaya karena dapat menyebabkanterjadinya komplikasi penyakit lain yaitu : a. Kanker serviks Lama infeksi KA meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks. dan jika pertumbuhannya terlalu besar dapat menghalangi lahirnya bayi dan dapat timbul perdarahan pasca persalinan.17 – 3. Imunitas tubuh terhadap KA dapat juga diperoleh dari vaksin HPV.7)15.8) 7. Moscicki (2001) melaporkan kebiasaan merokok berisiko terinfeksi KA sebesar 1.33.Hubungan antara merokok dengan terjadinya kondiloma akuminata masih belum jelas. 2001 melaporkan bahwa risiko tertinggi terkena kanker serviks adalah pada kasus . Kehamilan Penyakit ini tidak mempengaruhi kesuburan.77 – 2. Sedangkan Minerd (2006) memaparkan bahwa kebiasaan merokok pada penderita HIV positif berisiko 3.7 – 3. 95% CI : 0. Imunitas tubuh berperan dalam pertahanan tubuh terhadap HPV. Namun. Moscicki.94 5. Imunitas tubuh yang rendah berisiko 1.50. dapat membuktikan bahwa kebiasaan merokok 10 batang rokok per hari berisiko 2 kali terinfeksi KA dibandingkan pada non perokok (95% CI : 1.28.63) dibandingkan pada PSK berumur < 25 tahun dan merokok (OR 2. 5.

maka kondiloma akan cepat berkembang. Kanker genital lain Selain menyebabkan kanker serviks. Infeksi HIV Seseorang dengan riwayat KA lebih berisiko terinfeksi HIV 7. Kanker serviks merupakan penyebab kematian kedua pada perempuan karena kanker di negara berkembang dan penyebab ke 11 kematian pada perempuan di AS.infeksi KA selama 1 – 2 tahun (RH 10. c. Risiko ini menurun pada infeksi KA selama < 1 tahun (RH 7. dapat terus berkembang membesar di daerah dinding vagina dan menyebabkan sulitnya proses persalinan. Resiko transmisi virus ini terhadap bayi sangat rendah.4. b.27. 95% CI : 4.710 diantaranya mengalami kematian 7. Selain itu.86 – 20.11. anus dan penis 4-7. KA juga dapat menyebabkan kanker genital lainnya seperti kanker vulva. d. 95% CI : 1.370 kasus kanker serviks baru ditemukan dan 3.69).57) dan infeksi KA selama 2 – 3 tahun RH 6. sehingga terjadi transmisi penularan KA pada janin secara tenggorokannya 4.10. kemungkinan karena terjadi pengeluaran cairan vagina berlebih yang membuat lingkungan yang baik untuk virus. 95% CI : 5. Pengaruh kondiloma acuminata/HPV terhadap bayi HPV tidak mempengaruhi kehamilan dan kesehatan bayi secara langsung. c.06 5.64 – 18.6. sebanyak 10. 8. Tahun 2005. Kehamilan dan kondiloma acuminata/HPV Wanita yang terpapar HPV selama kehamilan memiliki kekhawatiran bahwa virus ini akan membahayakan bayi mereka. perubahan hormonal atau penurunan kekebalan tubuh. Dalam kebanyakan kasus HPV tidak mempengaruhi perkembangan janin. b. . kondisi KA dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. KONDILOMA SELAMA KEHAMILAN a. Komplikasi selama kehamilan dan persalinan KA selama masa kehamilan. Pengaruh kondiloma selama kehamilan Jika seorang wanita terpapar kondiloma selama kehamilan.74 – 11.

Karena risiko itulah. Adanya perubahan endokrin dan imunitas pada kehamilan juga dapat mempengaruhi pertumbuhan kondiloma akuminata Pada kehamilan trimester akhir. namun hal ini sangat jarang terjadi. Kondisi ini disebut recurrent respiratory papillomatous (RRP).Jika bayi terpapar virus saat kehamilan atau saat melahirkan maka transmisi ini bisa menyebabkan terjadinya perkembangan wart/kutil pada korda vokalis dan kadang pada daerah lain pada infan atau anak-anak. melahirkan melalui jalan lahir dari vagina yang terinfeksi dapat menyebabkan lesi (semacam luka) di pernafasan bayi. dipertimbangkan untuk lebih baik dilahirkan melalui sesar. virus bereplikasi cepat dan dapat menyebabkan tumor 3. mudah rusak dan berdarah. kondiloma akuminata sangat kering. Risiko terjadi perdarahan bila dilahirkan melalui vagina. Penelitian juga melaporkan selama kehamilan prevalensi kondiloma akuminata meningkat dari trimester 1-3 dan secara signifikan akan mengalami penurunan pada periode post partum. dan ada kemungkinan untuk berulang (kambuh) Untuk alasan-alasan yang tidak diketahui. Diet . Pada persalinan dengan Condyloma genital. Kutil kelamin memang ditularkan ke bayi baru lahir atau pasangannya. 2. d. bisa menimbulkan perdarahan banyak. Selama hamil. terkadang memenuhi vagina atau menutupi perineum sehingga pelahiran pervaginam atau episiotomi sulit dilakukan 1. Woods (2005). hal ini sangaat berbahaya. Kemungkinan keadaan basah daerah vulva pada saat kehamilan merupakan kondisi yang bagus untuk pertumbuhan virus 2. Risiko penularan ke anaknya kalau dilahirkan melalui vagina. Pengaruh kandiloma acuminata bagi persalinan Menurut Sinal. yaitu bila jaringan yang mengalami infeksi condyloma itu mengalami ruptur (mudahnya robek). adanya candyloma beresiko: 1. a. Aktivitas Tidak ada restriksi kecuali menghindari hubungan seksual b. kutil genital sering meningkat jumlah dan ukurannya selama kehamilan.

L-Cystein. sebagai preventasi dan perawatan kutil 2. Vitamin A. vitamin B-kompleks. meningkatkan aliran darah dan membantu perbaikan jaringan 4. 7. vitamin C.Tidak ada restriksi. penting untuk multiplikasi sel 2. suplai sulfur. Kemoerapi . Perhatian pada pribadi harus ditekankan karena kelembaban mendukung pertumbuhan kutil a. Kondiloma latum atau sifilis stadium II. maka perawatan diarahkan pada pembersihan kutil – kutil yang tampak dan bukan pemusnahan virus. Dietari program • Sangat penting 1. Pemeriksaan adalah lesi yang muncul sebelum kanker serviks adalah sangant penting bagi pasien wanit yang memiliki lesi klinis atau riwayat kontak. Papul – papul yang terdapat didaerah anogenital seperti molusca dan skintag. klinis berupa plakat yang erosi. • • • Veruka vulgaris yang tidak bertangkai. menormalkan kulit dan epitel membran 3. meningkatkan imunitas tubuh melawan virus 7. antiviral • Penting 1. PENATALAKSANAAN Karena virus infeksi HPV sangat bersifat subklinis dan laten. kering dan berwarna abu – abu atau sama dengan warna kulit. maka tidak terdapat terapi spesifik terhadap virus ini. vitamin E. Karsinoma sel skuamosa vegetasi yang seperti kembang kol mudah berdarah dan berbau. namun sebaiknya mengkonsumsi nutrisi yang seimbang pada program dietari untuk memastikan ibu mendapatkan sitem imun yang optimal. DIAGNOSA BANDING Papul dan nodul pseudoverrucous adalah suatu kondisi yang dapat dilihat berkaitan dengan ureterostomi dan pada daerah perianal yang berkaitan dengan defekasi yang tidak dapat ditahan juga bisa menyerupai kondiloma acuminata. Zinc.

4. sementara pasien – pasien yang lain menunjukkan respon yang kecil dan jenis perawatan lain harus dipertimbangkan. Topikal 5-Fluorourasil (5 FU ) Cream 5 Fu dapat digunakan khususnya untuk perawatan kutil uretra dan vulva vagina.yang digunakan adalah tingtur podofilin 25 %. setiap kali pemberian tidak boleh lebih dari 0. konsentrasinya 1 – 5 % pemberian dilakukan setiap hari sampai lesi hilang dan tidak miksi selama pemberian. Podophylin Podophylin adalah resin yang diambil dari tumbuhan dengan kandungan beberapa senyawa sitotoksik yang rasionya tidak dapat dirubah. Iritasi lokal buakn hal yang tidak bisa.3 cc karena akan diserap dan bersifat toksik. spirit dan parafin cair. beberapa pasien membutuhkan beberapa sesi perawaan untuk mencapai kesembuhan klinis. kulit di sekitarnya dilindungi dengan vaselin atau pasta agar tidak terjadi iritasi setelah 4 – 6 jam dicuci. Podophylino yang paling aktif adalah podophylotoksin. muntah. Gejala toksik ialah mual. Interferon Meskipun interferon telah menunjukkan hasil yang menjanjinkan bagi verucciformis dan infeksi HPV anogenital. Respon pada jenis perawatan ini bervariasi.5 % dalam larutan eatnol. 5. nyeri abdomen gangguan alat napas dan keringat kulit dingin. Pada wanita hamil sebaiknya jangan diberikan karena dapat terjadi kematian fetus. Jika belum ada penyembuhan dapat diulangi setelah 3 hari. Ini merupakan agen anti mitotis dan tidak disarankan untuk penggunaan pada masa kehamiolan atau menysui. 2. Bahan ini dapat digunakan pada masa kehamilan. Podofilytocin Ini merupakan satu bahan aktif resin podophylin dan tersedia sebanyak 0. keefektifan bahan ini dalam perawatan .1. Jenis ini mungkin terdiri atas berbagai konsentrasi 10 – 25 % dengan senyawa benzoin tinoture. jenis ini lebih aman dibandingkan podophylin apilkasi mandiri dapat diperbolehkan pada kasus – kasus keluhan yang sesuai 3. Asam Triklorasetik ( TCA ) Ini agent topikal alternatif dan seringkali digunakan pada kutil dengan konsentrasi 30 – 50 % dioleskan setiap minggu dan pemberian harus sangat hati – hati karena dapat menimbulkan ulkus yang dalam.

kombinasi TCAA dengan podophylin. Terapi pembedahan 1. contohnya kombinasi interferon dengan prosedur pembedahan. Efek samping dari perlakuan inerferon sistemik meliputi panyakit seperti flu dan neutropenia transien b. 8. PROGNOSIS . 3. Seseorang harus sangat berhati – hati ketika menggunakan terapi kombinasi tersebut dikarenakan beberapa dari perlakuan tersebut dapat mengakibatkan reaksi yang sangat serius. Laser Laser karbodioksida efektif digunakan untuk memusnahkan beberapa kutil – kutil yang sulit. sedikit meninggalkan jaringan parut. 2. Tidak terdapat kekawatiran mengenai ketidakefektifan karbondioksida yang dibangkitkan selama prosedur selesai. Bedah Beku ( N2. ampuh dan aman karena terbuat dari bahan-bahan alami. Non Farmakologis Obat Kutil pada kelamin (Kutil Kondiloma pada pria / Kutil Jengger Ayam pada wanita). Terapi Kombinasi Berbagai kombinasi terapi yang telah dipergunakan terhadap kutil kelamin yang membandel. Telah ditunjukkan pula bahwa kombinasi IFN dengan prosedur pembedahan ablatif lainnya menghasilkan tingkat kekambuhan ( relapse rate ) dan lebih rendah. secara teratur 2x sehari. pembedahan dengan podophylin.terhadap kutil kelamin masih dipertanyakan. 4. Penggunaan: Bubuk WARTS POWDER dicampur dengan air hangat dan dioleskan pada bagian yang sakit. Tidak pedih. Terapi parentral dan intra lesional terhadapa kutil kelamin dengan persiapan interferon alami dan rekombinasi telah menghasilkan tingkat respon yang berkisar antara 870 – 80 % pada laporan – laporan awal. N2O cair ) Bedah beku ini banyak menolong untuk pengobatan kondiloma akuminata pada wanita hamil dengan lesi yang banyak dan basah. Kuret atau Kauter ( Elektrokauterisasi ) Kuret atau Kauter ( Elektrokauterisasi ) dengan kondisi anastesi lokal dapat digunakan untuk pengobatan kutil yang resister terhadap perlakuan topikal munculnya bekas luka parut adalah salah satu kekurangan metode ini. c.

selalu berkelompok kadang terdapat massa yang luas dan tanpa nyeri yang berlebihan. 2. mata. DO : Tes laboratorium. Pengrauh terhadap kehamilan. ada eksudat positif mengandung patogen.d perluasan atau penyebaran dari penyakit jika tidak di obati secara adekuat. DO : Mengalami kerusakan jaringanakibat pengobatan yang salah dan atau pengobatan yang tidak adekuat. berwarna merah muda kecoklatan. faring. clamydia. lesi yang tidak bernanah (molluscum. chancroid. DS : Ada riwayat gonarrhea. dan tidak kambuh setelah pengobatan. 3. 2. 12.d adanya kuman patogen pada luka atau sekresi /eksudat dari serviks. Potensial infeksi (pasien komplikasi) b. lesi yang lama. atau anus. ASUHAN KEPERAWATAN 1. uretra. Tes serologi. Kurang pengetahuan b. LV. Riwayat Pernah kontak seksual dengan orang yang terinfeksi : multiple dan patner sex yang tidak diketahui. janin sangat minimal. perkembangan kehamilan. 3. DS : Riwayat kurang terlindungnya aktifitas seksual atau STD. Daerah Anogenital Condylomata (kutil) : kutil ganda atau tunggal.d kurang terpapar terhadap informasi tentang penyakit candylomata. condylomata (kutil)). condylomata. DO : Sering bertanya pada perawat tentang penyakitnya. DS : Pasien mengatakan ia tidak mengetahui tentang metode pencegahan dan pengobatan yang tepat. positif mengandung antibodi. Pengkajian 1. . 2.ditemukan lesi nonulserasi. Potensial infeksi (pasien kontak) b.Kondiloma akuminata dapat memberikan prognosis baik dengan perwatan yang teliti dengan memeperhatikan higiene serta jaringan parut yang timbul sangat sedikit. Perencanaan Goal: 1) Pasien tidak menularkan infeksi kepada orang lain. Diagnosa 1. sifilis.

v R/ Untuk menentukan diagnosa dan perawatannya. Beri anti infeksi sesuai order. Intervensi dan rasional : 1. Beri profilaksis untuk mata. untuk mencegah akan adanya bahaya pada fetus. Amati dan perhatikan selama kontak dengan pasien. paling sedikit satuv kali selama kehamilan. pemeriksaan pada trimester III dan sekali lagi (tes darah ibu). R/ Sifilis ditransmisikan ke fetus. Periksa serum pada wanita hamil untuk sifilis. herpes. Ambil spesimen untuk lab. dan bayi baru lahir dapat terinfeksi dari ibunya.v R/ Untuk mencegah reinfeksi pasien. 4.v R/ Untuk memastikan pengobatannya. 3. Perawatan yang adekuat pada ibu sebelum 15 minggu. beri anti infeksi sesuai order. 3) Pasien akan meningkatkan pengetahuan yang cukup tentang candylomata (penyebab dan pengobatannya). Gunakan tindakan pencegahan secara umum ketika mengambil spesimen dan selama pemeriksaan pasien. 5. 2.v R/ Terdapat infeksi pada lesi dan eksudat pada mukosa membran.v . Darah dan serum sifilis.2) Pasien bebas infeksi sebelum infeksi tersebut meluas atau menyebar. Intervensi dan rasional : 1. 2.v R/ Untuk mencegah transmisi selama hamil. 3. Implementasi Diagnosa I. Diagnosa II. Monitor penurunan daya imun pasienyang mempunyai gejala munculnya infeksi. Dukung pasien untuk mulai melaksanakan/mengikuti anjuran perawat.v R/ Pemberian obat bisa mencegah komplikasi dan transmisi STDs. 4. Periksa kembali dan rawat wanita hamil dengan riwayat STDs sebelum melahirkan. atau clamydia.

pasien tidak kambuh lagi setelah mendapat pengobatan. 5. Diagnosa III. dan masalah keperawatan. Evaluasi a. b. Monitor tanda-tanda munculnya infeksi sekunder. Setelah pengobatan infeksi tidak tertular pada orang lain.R/ Penurunan daya tahan imun dapat mempengaruhi timbulnya infeksi serius yang sistemik. Monitor suhu tubuh dan gejala-gejala menyebarnya infeksi.Oleh karena itu cara pencegahannya dilakukan berdasarkan program IMS ( Infeksi Menular Seksual ) 1. PENCEGAHAN Penyakit ‘Condiloma Akuiminata ’ merupakan salah satu penyakit menular seksual yang sering dikeluhkan masyarakat. 5. Intervensi dan rasional : Sesuai pendidikan pasien. (tidak terjadi infeksi lagi). beberapa penyakit. Data indikasi : Pasien membatasi kontak langsung dengan orang lain. c. 4. Tidak ada tanda-tanda peradangan : tidak ditemukan tanda-tanda infeksi sekunder : CSF normal. 6.v R/ Deteksi dini adanya infeksi dan perawatan dengan pemberian agen anti infeksi dapat mencegah penyebaran patogen.v R/ Untuk mempersiapkan pengobatan yang dibutuhkan sehingga mendukung penyembuhannya. Pasien memiliki pengetahuan tentang cara pencegahan infeksi sebelum perluasan atau penyebaran virus : pasien dapat mengetahui tentang cara pengobatan dan tujuan dari penggunaan antiinfeksi dalam jangka waktu yang dibutuhkan.Pencegahan Primer • Perubahan perilaku .

antasida. Jelaskan pada pasien tentang tanda dan gejala dan mengenalinya agar segera mendapatkan pengobatan. Dukung dan anjurkan pada pasien dan pasangan untuk melakukan tes HIV. 2. Setia hanya pada 1 pasangan • Tanggap dan segera periksa ke rumah sakit atau puskesmas bila terjadi hal yang abnormal di sekitar genitalia untuk menghindari kondisi yang parah • Akses kondom dan pengadaannya Membiasakan penggunaan kondom saat berhubungan seksual 1. Gagalnya pengobatan infeksi kronik dan komplikasinya. 5. 4. Pemeriksaan lanjutan . sat besi atau mineral lainnya. Anjurkan pada pasien untuk menghindari aktivitas seksual sampai tidak ditemukan koplikasi atau pengobatan terakhir dan sampai ditemukan hasil yang negatif pada pemeriksaan serksi. Anjurkan pada pasien untuk memriksa keadaannya 1 bulan setelah pengobatan untuk mencegah timbulnya atau munculnya luka-luka baru. 3. Anjurkan pada pasien untuk menghindari infeksi yang berkelanjutan dengan selalu menyiapkan kondom. Pendidikan Kesehatan Instruksi umum : 1. Jelaskan pada pasien tentang penggunaan tetrasiklin sesuai aturan selama satu jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan cegah pemberian cairan yang berlebihan. 6. Cegah paparan langsung terhadap sinar matahari. 7.Memperbaiki gaya hidup seksual yang terkesan ‘bebas’ dan ‘cuek’ ke arah yang lebih memperhatikan kesehatan pasangan masing – masing. Jelaskan pada pasien tentang kegunaan dari penggunaan antiinfeksi untuk mencegah komplikasi.Pencegahan sekunder • layanan IMS Pemerintah daerah atau pusat sebaiknya membuat suatu lembaga yang bisa melayani masyarakat terkait penyakit – penyakit IMS ( Infeksi Menular Seksual ).

Anatomi Fisiologi. Prof. 2004.dibutuhkan setiap minggu sampai seluruh kutil benar-benar hilang. EGC: Jakarta http://anandiayuska. agar penyakitnya tidak semakin parah.id/books? id=PLA2vowuMJEC&pg=PA41&dq=kondiloma+akuminata+pada+wanita+hamil&hl=id &ei=mmKHTavkC4WyrAfs_5Qr&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=2&ved=0C DEQ6AEwAQ#v=onepage&q=kondiloma%20akuminata%20pada%20wanita %20hamil&f=false .html http://kuliahbidan. Anjurkan untuk selalu membersihkan alat kelamin dengan menggunakan air yang hangat 9. Keperawatan Medikal Bedah.com/?p=72 http://medicastore. Informasikan pada pasien tentang keadaan yang dialami saat ini. KK (K).com/2008/09/09/anatomi-dan-fisiologi-sistem-reproduksiwanita-2/ http://books. EGC : Jakarta Infeksi Menular Seksual. 8. Dr.google. Ed. 10. Sp.com/penyakit/245/Kutil_Genitalis_Kondiloma_Akuminata. R.wordpress. FKUI : Jakarta Price Wilson. Anjurkan untuk selalu menjaga personal hygiene DAFTAR PUSTAKA Siregar. Anjurkan untuk merawat alat kelaminnya.S. 2005. 2. EGC. Brunner & Suddarth. Ed. 1996. Ed. 8. Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit. 3.co.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful