P. 1
Bilirubin

Bilirubin

|Views: 868|Likes:

More info:

Published by: Fino Blanchard Prasetiya on Mar 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/15/2013

pdf

text

original

Pengumpulan Sampel Darah

Posted by Riswanto on Sunday, December 13, 2009 Labels: Pengumpulan Spesimen

Dalam kegiatan pengumpulan sampel darah dikenal istilah phlebotomyyang berarti proses mengeluarkan darah. Dalam praktek laboratorium klinik, ada 3 macam cara memperoleh darah, yaitu : melalui tusukan vena (venipuncture), tusukan kulit (skinpuncture) dan tusukan arteri atau nadi. Venipuncture adalah cara yang paling umum dilakukan, oleh karena itu istilah phlebotomy sering dikaitkan dengan venipuncture.

PENGAMBILAN DARAH VENA

Pada pengambilan darah vena (venipuncture), contoh darah umumnya diambil dari vena median cubital, pada anterior lengan (sisi dalam lipatan siku). Vena ini terletak dekat dengan permukaan kulit, cukup besar, dan tidak ada pasokan saraf besar. Apabila tidak memungkinkan, vena chepalicaatau vena basilica bisa menjadi pilihan berikutnya. Venipuncture pada vena basilica harus dilakukan dengan hati-hati karena letaknya berdekatan dengan arteri brachialis dan syaraf median.

Jika vena cephalica dan basilica ternyata tidak bisa digunakan, maka pengambilan darah dapat dilakukan di vena di daerah pergelangan tangan. Lakukan pengambilan dengan dengan sangat hatihati dan menggunakan jarum yang ukurannya lebih kecil.

Lokasi yang tidak diperbolehkan diambil darah adalah :

Bilirubin Serum . y Penusukan o penusukan yang tidak sekali kena menyebabkan masuknya cairan jaringan sehingga dapat mengaktifkan pembekuan. yaitu cara manual dan cara vakum. peningkatan kadar substrat (protein total. rasa terbakar dan rasa nyeri yang berlebihan pada pasien ketika dilakukan penusukan. lipid total) o y melepas turniket sesudah jarum dilepas dapat menyebabkan hematoma Jarum dilepaskan sebelum tabung vakum terisi penuh sehingga mengakibatkan masukknya udara ke dalam tabung dan merusak sel darah merah. kolesterol. sedangkan cara vakum dengan menggunakan tabung vakum (vacutainer). penusukan yang berkali-kali juga berpotensi menyebabkan hematoma. besi. Di samping itu. AST. o tutukan jarum yang tidak tepat benar masuk ke dalam vena menyebabkan darah bocor dengan akibat hematoma y Kulit yang ditusuk masih basah oleh alkohol menyebabkan hemolisis sampel akibat kontaminasi oleh alcohol.y y y y y y y Lengan pada sisi mastectomy Daerah edema Hematoma Daerah dimana darah sedang ditransfusikan Daerah bekas luka Daerah dengan cannula. fistula atau cangkokan vascular Daerah intra-vena lines Pengambilan darah di daerah ini dapat menyebabkan darah menjadi lebih encer dan dapat meningkatkan atau menurunkan kadar zat tertentu. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pengambilan darah vena adalah : Pemasangan turniket (tali pembendung) o y pemasangan dalam waktu lama dan terlalu keras dapat menyebabkan hemokonsentrasi (peningkatan nilai hematokrit/PCV dan elemen sel). Ada dua cara dalam pengambilan darah vena. Cara manual dilakukan dengan menggunakan alat suntik (syring).

Bilirubin terkonjugasi (bilirubin glukoronida atau hepatobilirubin) masuk ke saluran empedu dan diekskresikan ke usus. kafein atau pelarut lain sebelum dapat bereaksi. transfusi. Peningkatan kadar bilirubin direk menunjukkan adanya gangguan pada hati (kerusakan sel hati) atau saluran empedu (batu atau tumor). kadar yang menimbulkan kepanikan adalah > 15 mg/dl.Posted by Riswanto on Wednesday. hepatosit melepaskan ikatan itu dan mengkonjugasinya dengan asam glukoronat sehingga bersifat larut air. Bilirubin terkonjugasi bereaksi cepat dengan asam sulfanilat yang terdiazotasi membentuk azobilirubin (reaksi van den Bergh). Di samping itu sekitar 20% bilirubin berasal dari perombakan zat-zat lain. Peningkatan destruksi eritrosit tidak diimbangi dengan kecepatan kunjugasi dan ekskresi ke saluran empedu sehingga terjadi peningkatan kadar bilirubin indirek. Bilirubin tak terkonjugasi (hematobilirubin) yang merupakan bilirubin bebas yang terikat albumin harus lebih dulu dicampur dengan alkohol. bayi akan mengalami kerusakan neurologis permanen yang lazim disebut kenikterus. . December 23. Peningkatan kadar bilirubin indirek sering dikaitkan dengan peningkatan destruksi eritrosit (hemolisis). atau eritroblastosis fatalis. 2009 Labels: Tes Kimia Darah Bilirubin adalah pigmen kuning yang berasal dari perombakan heme dari hemoglobin dalam proses pemecahan eritrosit oleh sel retikuloendotel. Proses konjugasi ini melibatkan enzim glukoroniltransferase. Selanjutnya flora usus akan mengubahnya menjadi urobilinogen dan dibuang melalui feses serta sebagian kecil melalui urin. Hati bayi yang baru lahir belum berkembang sempurna sehingga jika kadar bilirubin yang ditemukan sangat tinggi. bilirubin yang disekresikan dalam darah harus diikatkan kepada albumin untuk diangkut dalam plasma menuju hati. Di dalam hati. Ikterik kerap nampak jika kadar bilirubin mencapai > 3 mg/dl. karena itu dinamakan bilirubin indirek atau bilirubin tidak langsung. karena itu sering dinamakan bilirubin direk atau bilirubin langsung. Bilirubin terkonjugasi tidak dapat keluar dari empedu menuju usus sehingga akan masuk kembali dan terabsorbsi ke dalam aliran darah. seperti pada penyakit hemolitik oleh autoimun. Kadar bilirubin (total) pada bayi baru lahir bisa mencapai 12 mg/dl. Sel retikuloendotel membuat bilirubin tidak larut dalam air.

direk : 0.8 mg/dl. anemia hemolitik. metastasis (kanker) hati. fenotiazin (lihat biliribin total. indirek : sama dengan dewasa. narkotik (kodein. Dalam uji laboratorium. CHF. diazepam (valium). salisilat (aspirin). metildopa. papaverin.Kenikterus timbul karena bilirubin yang berkelebihan larut dalam lipid ganglia basalis. reaksi transfuse.1 ± 0. indometasin. dekstran. flurazepam. anemia sel sabit. isoniazid). Pengaruh obat : antibiotic (amfoterisin B. kontrasepsi oral. K. penisilin.3 mg/dl. Sedangkan bilirubin indirek diperhitungkan dari selisih antara bilirubin total dan bilirubin direk. Bilirubin indirek y PENINGKATAN KADAR : eritroblastosis fetalis. Nilai Rujukan DEWASA : total : 0. bilirubin diperiksa sebagai bilirubin total dan bilirubin direk. direk) .0 mg/dl ANAK : total : 0. linkomisin. kafein dalam dosis tinggi. tetrasiklin). Metode pengukuran yang digunakan adalah fotometri atau spektrofotometri yang mengukur intensitas warna azobilirubin. sirosis hati. oksasilin. indirek : sama dengan dewasa. sirosis terdekompensasi. gentamisin. sulfonamide. steroid. Masalah Klinis Bilirubin Total. tolbutamid. metotreksat. anemia pernisiosa. asam etakrinat). talasemia. barbiturate. penyakit Wilson. septicemia. diuretic (asetazolamid. eritromisin. alopurinol. BAYI BARU LAHIR : total : 1 ± 12 mg/dl. Pengaruh obat : aspirin. indirek : 0. vitamin A. malaria.1 ± 1. prokainamid. morfin. Pengaruh obat : barbiturate. obat antituberkulosis ( asam para-aminosalisilat. klindamisin. Direk y PENINGKATAN KADAR : ikterik obstruktif karena batu atau neoplasma.2 ± 0. hepatitis.hepatitis. meperidin). C.2 mg/dl. mitramisin. rifampin. mononucleosis infeksiosa. y PENURUNAN KADAR : anemia defisiensi besi.1 ± 1.

1990. EGC. 1992. December 13. Frances K. 2009 Labels: Tes Kimia Darah . alih bahasa : S. Obat-obatan tertentu dapat meningkatkan atau menurunkan kadar bilirubin.N. Edisi 4. Pendit & Dewi Wulandari. 4. alih bahasa : P. Joyce LeFever Kee. Hemolisis pada sampel darah dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan. 5. SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) Posted by Riswanto on Sunday. dkk. 2007. 2004. E. Gunawan. y y y y y Bahan bacaan : 1. kandungan pigmen empedunya akan menurun. Ronald A. Edisi 11. Edisi 2. 2008. Kapita Selekta Patologi Klinik (A Short Text Book of Clinical Pathology).y PENURUNAN KADAR : pengaruh obat (lihat bilirubin total. Kosasih. Tangerang. Tafsiran Hasil Pemeriksaan Laboratorium Klinik. EGC. EGC. Kosasih & A. J.. EGC. Jakarta. 3.Tinjauan Klinis Atas Hasil Pemeriksaan Laboratorium. alih bahasa : Brahm U. Baron.N. D. Wortel dan ubi jalar dapat meningkatkan kadar bilirubin. Jakarta. Andrianto. McPherson. Sampel darah yang terpapar sinar matahari atau terang lampu. Pedoman Pemeriksaan Laboratorium & Diagnostik. Sacher & Richard A. 2. edisi 6. Jakarta.S. Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium. Widmann. Jakarta. direk) Faktor yang dapat mempengaruhi temuan laboratorium : Makan malam yang mengandung tinggi lemak sebelum pemeriksaan dapat mempengaruhi kadar bilirubin. Boedina Kresno.

pankreatitis akut. distrophia muscularis y Peningkatan ringan ( sampai 3 kali normal ) : perikarditis. SGOT/AST akan meningkat setelah 10 jam dan mencapai puncaknya 24-48 jam setelah terjadinya infark.35 U/L Masalah Klinis Kondisi yang meningkatkan kadar SGOT/AST : Peningkatan tinggi ( > 5 kali nilai normal) : kerusakan hepatoseluler akut.SGOT atau juga dinamakan AST (Aspartat aminotransferase) merupakan enzim yang dijumpai dalam otot jantung dan hati. kecuali jika terjadi cedera seluler. semi otomatis menggunakan fotometer atau spektrofotometer. LDH (lactat dehydrogenase).50 U/L Perempuan : 0 . atau secara otomatis menggunakan chemistry analyzer. Pada infark jantung. sementara dalam konsentrasi sedang dijumpai pada otot rangka. Konsentrasi rendah dijumpai dalam darah. mononukleosis infeksiosa y y Peningkatan sedang ( 3-5 kali nilai normal ) : obstruksi saluran empedu. ginjal dan pankreas. Kadar SGOT/AST biasanya dibandingkan dengan kadar enzim jantung lainnya. kemudian dalam jumlah banyak dilepaskan ke dalam sirkulasi. gagal jantung kongestif. kolaps sirkulasi. infark paru. Pada penyakit hati. sirosis. aritmia jantung. SGOT/AST akan normal kembali setelah 4-6 hari jika tidak terjadi infark tambahan. delirium tremeus. seperti CK (creatin kinase). Nilai rujukan untuk SGOT/AST adalah : Laki-laki : 0 . infark miokard. cerebrovascular accident (CVA) Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi temuan laboratorium : Injeksi per intra-muscular (IM) dapat meningkatkan kadar SGOT/AST Pengambilan darah pada area yang terpasang jalur intra-vena dapat menurunkan kadar SGOT/AST y y . SGOT/AST serum umumnya diperiksa secara fotometri atau spektrofotometri. tumor hati (metastasis atau primer). kadarnya akan meningkat 10 kali lebih dan akan tetap demikian dalam waktu yang lama.

polisilin. McPherson. edisi 9. 2007. alih bahasa : Brahm U. guanetidin). eritromisin. teofilin. SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) Posted by Riswanto on Sunday. editor : Huriawati Hartanto. Salisilat dapat menyebabkan kadar serum positif atau negatif yang keliru. nafsilin. 2004. vitamin A). linkomisin.. 4. 1992. Australia. tetrasiklin). narkotika (kodein. alih bahasa : S.y y Hemolisis sampel darah Obat-obatan dapat meningkatkan kadar : antibiotik (ampisilin. SI Units : Tabel Konversi Sisten Satuan SI ± Konvensional dan Nilai Rujukan Dewasa ± Anak Parameter Laboratorium Klinik. Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik Cabang Jakarta. kortison. flurazepam (Dalmane). December 13. 5. 2004. Frances K. Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium. EGC. kloksasilin. cetakan ke-1. gentamisin. klindamisin. antihipertensi (metildopa/aldomet. Edisi 11. 2. Netley. EGC. Manual of Use and Interpretation of Pathology Tests. Pedoman Pemeriksaan Laboratorium & Diagnostik. Jakarta. EGC. karbenisilin. rifampin. morfin. Jakarta. Boedina Kresno dkk. Pendit dan Dewi Wulandari. indometasin (Indosin). 3. Bahan bacaan : 1. ginjal dan otot rangka. meperidin). Joyce LeFever Kee. Pada umumnya nilai tes . Griffin Press Ltd. Widmann.. metramisin. Tinjauan Klinis Atas Hasil Pemeriksaan Laboratorium. Sacher & Richard A. 1990. kontrasepsi oral. The Royal College of Pathologists of Australasia. piridoksin. preparat digitalis. vitamin (asam folat. Jakarta. Jakarta. Enzim ini dalam jumlah yang kecil dijumpai pada otot jantung. 2009 Labels: Tes Kimia Darah SGPT atau juga dinamakan ALT (alanin aminotransferase) merupakan enzim yang banyak ditemukan pada sel hati serta efektif untuk mendiagnosis destruksi hepatoseluler. Ronald A. isoniazid (INH). oksasilin.

lead. guanetidin). indometasin (Indosin). secara semi otomatis atau otomatis. Nilai rujukan untuk SGPT/ALT adalah : Laki-laki : 0 . salisilat. dan infark miokard (SGOT>SGPT) y Peningkatan 1-3 kali normal : pankreatitis. sirosis biliaris. linkomisin. sindrom Reye. sedangkan pada proses kronis didapat sebaliknya.35 U/L Masalah Klinis Kondisi yang meningkatkan kadar SGPT/ALT adalah : Peningkatan SGOT/SGPT > 20 kali normal : hepatitis viral akut. . narkotika (meperidin/demerol. propanolol (Inderal). gentamisin. eritromisin. SGPT/ALT serum umumnya diperiksa secara fotometri atau spektrofotometri. heparin. nekrosis hati (toksisitas obat atau kimia) y y Peningkatan 3-10 kali normal : infeksi mononuklear. Faktor yang dapat mempengaruhi temuan laboratorium : Pengambilan darah pada area yang terpasang jalur intra-vena dapat menurunkan kadar Trauma pada proses pengambilan sampel akibat tidak sekali tusuk kena dapat meningkatkan kadar y y y y Hemolisis sampel Obat-obatan dapat meningkatkan kadar : antibiotik (klindamisin. kodein).SGPT/ALT lebih tinggi daripada SGOT/AST pada kerusakan parenkim hati akut. sirosis Laennec. hepatitis kronis aktif. kontrasepsi oral (progestin-estrogen). flurazepam (Dalmane). perlemakan hati. tetrasiklin). sumbatan empedu ekstra hepatik. antihipertensi (metildopa. mitramisin.50 U/L Perempuan : 0 . spektinomisin. morfin. y Aspirin dapat meningkatkan atau menurunkan kadar. rifampin. preparat digitalis. karbenisilin.

dapat juga dijumpai pada penyakit-penyakit lain diluar penyakit hati. 5. Jakarta. Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium. . Sp. termasuk obat tradisionil. eksposisi dengan zat kimia/makanan juga perlu diperhatikan. payah jantung dan payah ginjal. Griffin Press Ltd. alih bahasa : S. Edisi 11. 2007. Widmann. 2. 2004. Netley. Ph. Sebagai seorang dokter klinis kita tidak boleh lupa bahwa pertanyaan penderita itu sebenarnya mengacu pada diagnosis penyakit saya itu apa sebenarnya! Untuk bisa menjawab pertanyaan tadi dengan jitu. kita harus mengetahui bagaimana riwayat penyakitnya. kita memerlukan pemeriksaan penunjang lainnya sehingga dapat memberikan kesimpulan dari hasil laboratorium tadi. Suwandhi Widjaja.Bahan bacaan : 1. Joyce LeFever Kee. Pedoman Pemeriksaan Laboratorium & Diagnostik.D Penderita sering memperlihatkan kepada dokter hasil laboratorium yang mencatat adanya gangguan faal hati. jaundice. Ronald A. The Royal College of Pathologists of Australasia. misalnya penyakit kelenjar thyroid. Permeriksaan fisik untuk mencari tanda penyakit hati kronis seperti palmar erithema. 2004. Sacher & Richard A. 3. EGC. simptomatologi serta riwayat yang relevan dengan kondisi klinisnya. EGC. spider nevi dansebagainya sangat membantu dalam menganalisis hasil laboratorium tadi.. Australia. Gangguan Faal (Fungsi) Hati Yang Sering Ditanyakan Oleh Penderita Oleh : Prof.. Manual of Use and Interpretation of Pathology Test. edisi 9. 1990. Frances K. editor : Huriawati Hartanto. alih bahasa : Brahm U. cetakan ke-1. Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik Cabang Jakarta. Tinjauan Klinis Atas Hasil Pemeriksaan Laboratorium. kemudian meminta penjelasan dari hasil laboratorium bahkan memohon pengobatan atas gangguan faal hati tersebut. Jakarta. McPherson. dr. SI Units : Tabel Konversi Sisten Satuan SI ± Konvensional dan Nilai Rujukan Dewasa ± Anak Parameter Laboratorium Klinik. Jakarta. 1992. Harus diingat bahwa kelainan faal hati. Pendit dan Dewi Wulandari. EGC. Boedina Kresno dkk. Riwayat mengkonsumsi obat-obatan. Karena itu. 4.PD. Jakarta.

2. Disini faal hati terlihat akan terjadinya peningkatan SGOT. Untuk fungsi sintesis seperti protein. AntiHBs. ˜-GT dan alkalifosfatase meningkat sekali dapat lebih dari 5 kali nilai normal. Kerusakan sel hati atau jaringan hati. Faal hati seperti Bilirubindirect/indirect dapat meningkat biasanya kurang dari 10 mg%. diperiksa SGOT(AST). terdapat satu deretan tes yang biasanya dibuat untuk menilai faal hati tersebut. ˜-GT. pembekuan darah. Pada jaringan hati. Adanya pertumbuhan sel hati yang muda (karsinoma sel hati). Kontak dengan virus hepatitis B yaitu. Tes faal hati pada perlemakan hati (fatty liver). yang sangat penting dalam eliminasi organisme asing baik bakteri maupun virus. sekitar kurang dari 4 kali nilai normal. Tes Faal Hati Karena faal hati dalam tubuh mempunyai multifungsi maka tes faal hatipun beraneka ragam sesuai dengan apa yang hendak kita nilai. SGPT(ALT). Hati merupakan organ padat yang terbesar yang letaknya di rongga perut bagian kanan atas. SGPT meningkat lebih dari 5 sampai 20 kali nilai normal. protein dan lemak.Faal Hati yang sesungguhnya. genotype HCV. HBVDNA. kolesterol. Anti HBc. SGOT dan SGPT meningkat sekitar 2 sampai 3 kali nilai normal demikian juga ˜-GT . anti HBe. Tes faal hati yang terjadi pada infeksi bakterial maupun virus yang sistemik yang bukan virus hepatitis. Selain itu. Fungsi ekskresi/transportasi. SGOT. Kolesterol juga meningkat (lihat table 3). terutama bila sumbatan sudah cukup lama. Albumin/globulin dan Bilirubin biasanya masih normal. terdapat sel-sel Kupfer. diperiksa bilirubin. (lihat table 1) Tes faal hati pada hepatitis virus akut maupun drug induce hepatitis. zat pembekuan darah dan lemak biasanya diperiksa albumin. Albumin dapat sedikit menurun bila infeksi sudah terjadi lama dan bilirubin dapat meningkat sedikit terutama bila infeksi cukup berat. ureum dan zat-zat lain yang sangat vital. Aneka macam hasil tes faal hati yang terganggu.bilirubin dapat lebih dari 10 mg%. Perlu diingat bahwa semua tes kesehatan mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang berlainan. kecuali pada hepatitis kolestatik dapat lebih tinggi. juga merupakan tempat pembentukan dan penyaluran asam empedu serta pusat pendetoksifikasi racun dan penghancuran (degradasi) hormon-hormon steroid seperti estrogen. HCV RNA. alfa feto protein. Penderita semacam ini. biasanya ditandai dengan demam tinggi. kecuali pada hepatitis kolestatik. Peradangan umum atau peradangan khusus di hati yang menimbulkan kerusakan jaringan atau sel hati. Karena itu untuk memperlihatkan adanya gangguan faal hati. Peningkatan SGOT dan SGPT biasanya tidak terlalu tinggi. HBsAg. Tempat sintesa dari berbagai komponen protein. ˜-GT dan alkalifosfatase meningkat 2 sampai 4 kali nilai normal. myalgia. nausea. maka interpretasi dari hasil tes sangat dipengaruhi oleh hal-hal tersebut. anti HCV. alkali fosfatase. astheniadan sebagainya. Bilirubin direct/indirect dapat tinggi sekali (>20 mg%). Adanya sumbatan saluran empedu. Organ ini mempunyai peran yang penting karena merupakan regulator dari semua metabolisme karbohidrat. SGPT serta ˜-GT antara 3-5X nilai normal. Albumin/globulin biasanya masih normal kecuali bila terjadi hepatitis fulminan maka rasio albumin globulin dapat terbalik dan masa protrombin dapat memanjang ( lihat tabel2) Tes faal hati pada sumbatan saluran empedu. 1. dan virus hepatitis C yaitu. HBeAg. masa protrombin dan cholesterol. Secara umum ada 2 macam gangguan faal hati.

Tapi Faal hati nya Abnormal. faal hati yang normal. terutama SGOT/PT tinggi (>3X nilai normal). HBV DNA negatif atau dibawah < 103 copy/ml dan faal hatinya normal. rasio albumin/globulin terbalik. Liver fungsinya terganggu. biasanya meningkat sekitar 2 s/d 4 kali normal. Hepatitis C 1. (lihat tabel 4) Adanya pertanda hepatitis virus dalam darah penderita. Bilirubin meningkat (< dari 5 mg%). HBVDNA+ ( kuantitatif dapat >105 copy/ml). Hepatitis khronis B mutant. biasanya meningkat sekitar 2 s/d 4 kali normal. 1. bilirubin dapat menigkat sedikit (< dari 3 mg%) 3. 4. Hepatitis kronis reaktif aktif (necro-inflamatory stage). Hepatitis B yang menahun. Sembuh dari hepatitis C. HBeAg+. Ini menandakan penderita pernah terinfeksi virus hepatitis A dimasa lalu. HBsAg+. dan HBV DNA+. 5. HCV-RNA ± (negatif). Hepatitis C kronik. ditandai dengan menghilangnya HBsAg dan timbulnya anti HBs. HBsAg+.danalkalifosfatase meningkat sekitar ½ sampai 1 kali dari nilai normal . HBeAg/anti HBe dapat positif. berarti baru (recent) terinfeksi dengan hepatitis B. 2. Bilirubin meningkat( < dari 5mg%). Ditandai dengan HBsAg+. Sembuh dari infeksi Hepatitis B. Sedang IgG anti HAV positif sering ditemukan pada anak atau orang dewasa dari negara berkembang dengan sanitasi lingkungan yang jelek. SGOT > SGPT. Disini HBsAg+. albumin/globulin biasanya masih normal. faal hati sebagian terbesar terganggu. 2. Karena itu prevalensi IgG HAV dapat dipakai sebagai indeks sanitasi lingkungan suatu negara. mempunyai penyakit hati yang lebih berat. HBeAg negatif. Genotype hepatitis. Anti HBe+. gemuk dan biasanya tidak ada keluhan atau mengeluh adanya perasaan tak nyaman pada perut bagian kanan atas. Tapi Faal hatinya normal. HCV-RNA +. tapi pada yang sirosis berat SGOT/SGPT dapat normal. ditandai dengan Anti HCV+. ditandai dengan IgM anti HAV yang positif. Anti HCV dan HCV-RNA positif. tapi bisa normal pada sebagian kecil penderita. tapi pada yang sirosis berat SGOT/SGPT dapat normal. Kadar triglyserida dan kolesterol juga terlihat meninggi. Hepatitis kronis fase replikatip/toleran. 3. Sedang IgM Anti HBc pos. SGOT> SGPT. HBVDNA+ (kuantitatif dapat >105 copy/ml). Di Indonesia terutama . Biasanya penderita ini. Penderita hepatitis A akut atau baru sembuh dari hepatitis A. Hepatitis inaktif/integratif. tetapi anti HBe+. Ditandai dengan HBsAg+. HBV-DNA seringnya sudah negatif. Sirosis hati B. Pada hepatitis B ada 8 genotipe dan diberi nama abjad A sampai dengan H. ditandai dengan anti HCV+. Pada kasus perlemakan hati yang primer maka semua pertanda hepatitis C harus negatif. rasio albumin/globulin terbalik. Kelainan ini sering pada wanita dengan usia muda/pertengahan. HbeAg+. Sirosis hati C.

CT scan dan ERCP (Endoscopy Retrograde Cholangio Pancreatography) atau bahkan biopsi hati biasanya diperlukan untuk menegakan diagnosisnya. (> 65%) Kelainan faal hati yang tidak specific Hal ini biasanya terjadi pada penderita penyakit hati yang telah mempengaruhi fungsi dari organ lain seperti ginjal. Di Indonesia yang terbanyak adalah genotipe 1b. Hasil laboratorium faal hati yang normal pada penderita penyakit hati yang menahun. 2. Hasil kuantitiatif hepatitis B diatas 105 copy/ml dianggap batas untuk diobati. paru jantung dsb.Tabel 6 Penyakit yang jarang tapi menunjukan gangguan faal hati Penyakit thyroid/kelenjar gondok. Hasil kuantitatif dari 1 cara pemeriksaan kuantitatif HCV. Dalam satu genotipe ada dibagi lagi menjadi sub-genotipe dan tambahan huruf kecil dari a sampai c.genotipe B dan C. Lihat tabel 5. Pada sirosis hati yang sudah lanjut sering kita mendapatkan kadar SGPT/SGOT normal. Pemeriksaan kualitatif selalu lebih sensitif dari pada pemeriksaan kuantitatif. juga dapat menunjukan tes faal hati yang normal. Pelaporan hasil petanda hepatitis virus secara kuantitatif dan kualitatif. Ada bermacam cara pemeriksaan kuantiatif HCV dan mempunyai rentang sensitivitas yang berbeda. gambaran klinis serta pemeriksaan penunjang seperti USG. 1. Penderita kronik hepatitis B pada yang fase replikatif. Bila kita cermati lebih teliti maka kadar SGOT akan lebih tinggi SGPT. tidak dapat disamakan hasilnya dengan pemeriksaan HCV dengan cara yang lain. Hepatitis C ada 6 genotipe dan diberi nama angka 1 sampai 6. Dalam hal seperti ini. Hepatitis B. Hepatitis C. Tapi kadar bilirubin akan terlihat meninggi dan perbandinganalbumin/globulin akan terbalik. inaktif/integratif sering menunjukan hasil laboratorium yang normal. Penyakit hati auto immune (AIH) Wilson disease Alpha-1-antitrypsisn deficiency Celiac disease Muscle disorders . Pada penderita sirosis hati yang kompensata juga sering mempunyai tes faal hati yang normal. hal ini terjadi karena jumlah sel hati pada sirosis berat sudah sangat kurang sehingga kerusakan sel hati relatif sedikit. Juga pada penderita hepatitis C (dengan HCV-RNA+). Juga pemeriksaan kualitatif lebih sensitif dari kuantitatif. Cara pemeriksaan kuantitiatif hepatitis B dikerjakan dengan bermacam cara dan tiap cara mempunyai sensitivitas tertentu dan juga pelaporannya dapat memakai satuan tertentu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->