Kepemimpinan Presentasi - Presentation Transcript

1. KEPEMIMPINAN TUGAS PENGANTAR MANAJEMEN FE-UMB ANGKATAN XIII Dipresentasikan oleh: 1. Haide Simbolon 2. Riki Yoshua Antonius 3. Yuli Inawaty 2. I. PENGERTIAN KEPEMIMPINAN o Butchatsky (1996), " leadership is defined as the purposeful behaviour of influencing others to contribute to a commonly agreed goal for the benefit of individual as well as the organization or common good ". Menurut definisi tersebut, kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai suatu perilaku dengan tujuan tertentu untuk mempengaruhi aktivitas para anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama yang dirancang untuk memberikan manfaat individu dan organisasi o Anderson (1988), " leadership means using power to influence the thoughts and actions of others in such a way that achieve high performance ". 3. Berdasarkan definisi-definisi di atas, kepemimpinan memiliki beberapa implikasi. Antara lain: o Pertama: kepemimpinan berarti melibatkan orang atau pihak lain, yaitu para karyawan atau bawahan (followers). Para karyawan atau bawahan harus memiliki kemauan untuk menerima arahan dari pemimpin. Walaupun demikian, tanpa adanya karyawan atau bawahan, kepemimpinan tidak akan ada juga. o Kedua: seorang pemimpin yang efektif adalah seseorang yang dengan kekuasaannya (his or her power) mampu menggugah pengikutnya untuk mencapai kinerja yang memuaskan. 4. Menurut French dan Raven (1968) , kekuasaan yang dimiliki oleh para pemimpin dapat bersumber dari: o Reward power , yang didasarkan atas persepsi bawahan bahwa pemimpin mempunyai kemampuan dan sumberdaya untuk memberikan penghargaan kepada bawahan yang mengikuti arahan-arahan pemimpinnya. o Coercive power , yang didasarkan atas persepsi bawahan bahwa pemimpin mempunyai kemampuan memberikan hukuman bagi bawahan yang tidak mengikuti arahan-arahan pemimpinnya o Legitimate power , yang pemimpin mempunyai hak untuk didasarkan atas persepsi bawahan bahwa menggunakan pengaruh dan otoritas yang dimilikinya. o Referent (pengenalan) bawahan power , yang didasarkan atas identifikasi terhadap sosok pemimpin. Para pemimpin dapat menggunakan pengaruhnya karena karakteristik pribadinya, reputasinya atau karismanya. o Expert power , yang didasarkan atas persepsi bawahan bahwa pemimpin adalah seeorang yang memiliki kompetensi dan mempunyai keahlian dalam bidangnya. 5. PERBEDAAN ANTARA PEMIMPIN DAN MANAJER o Bennis and Nanus (1995).

Pemimpin berfokus pada mengerjakan yang benar sedangkan manajer memusatkan perhatian pada mengerjakan secara tepat ("managers are people who do things right and leaders are people who do the right thing, "). Kepemimpinan memastikan tangga yang kita daki bersandar pada tembok secara tepat, sedangkan manajemen mengusahakan agar kita mendaki tangga seefisien mungkin. 6. II. PENDEKATAN STUDI KEPEMIMPINAN o II. A. PENDEKATAN SIFAT  Pada umumnya studi-studi kepemimpinan pada tahap awal mencoba meneliti tentang watak individu yang me lekat pada diri para p emimpin, seperti misalnya: kecerdasan, kejujuran, kematangan, ketegasan, kecakapan berbicara, fleksibilitas dalam bergaul, status sosial ekonomi mereka dan lain-lain  (Bass 1960, Stogdill 1974). Stogdill (1974) menyatakan bahwa terdapat enam kategori faktor pribadi yang membedakan antara pemimpin dan pengikut, yaitu kapasitas, prestasi, tanggung jawab, partisipasi, status dan situasi. Namun demikian banyak studi yang menunjukkan bahwa faktor-faktor yang membedakan antara pemimpin dan pengikut dalam satu studi tidak konsisten dan tidak didukung dengan hasil-hasil studi yang lain. Disamping itu, watak pribadi bukanlah faktor yang dominant dalam menentukan keberhasilan kinerja manajerial para pemimpin 7. o II.B Kepemimpinan Menurut Teori Perilaku (Behavioral Theory)  Berusaha melihat perilaku pemimpin yang membedakan dengan perilaku bukan pemimpin, atau pemimpin efektif dengan kurang efektif. Ada dua jenis fungsi pemimpin:  Berkaitan dengan Tugas  Berkaitan dengan kehidupan Sosial  Teori Tannenbaum dan Warren H. Schmidt.  Menggambarkan gaya kepemimpinan merupakan garis kontinum dengan dua titik ekstrim yaitu:  Fokus pada atasan  Fokus pada bawahan  Gaya kepemimpinan akan dipengaruhi oleh:  Faktor dari manajer  Faktor dari karyawan  Faktor dari situasi 8. Studi Ohio State University  Model kajian kepemimpinan ini memberikan informasi tentang tipe-tipe tingkah laku (types of behaviours) para pemimpin yang efektif. Hasil studi kepemimpinan Ohio State University menjelaskan : Tingkah laku para pemimpin dapat dikatagorikan menjadi dua dimensi, yaitu struktur kelembagaan (initiating structure) dan konsiderasi (consideration).
o

Dimensi struktur kelembagaan : menggambarkan sampai sejauh mana para pemimpin mendefinisikan dan menyusun interaksi kelompok dalam rangka pencapaian tujuan organisasi serta sampai sejauh mana para pemimpin mengorganisasikan kegiatan-kegiatan kelompok mereka. Dimensi ini dikaitkan dengan usaha para pemimpin mencapai tujuan organisasi.  Dimensi konsiderasi : menggambarkan sampai sejauh mana tingkat hubungan kerja antara pemimpin dan bawahannya, dan sampai sejauh mana pemimpin memperhatikan kebutuhan sosial dan emosi bagi bawahan seperti misalnya kebutuhan akan pengakuan, kepuasan kerja dan penghargaan yang mempengaruhi kinerja mereka dalam organisasi. 9. Studi The University of Michigan  Dua variabel yang dipakai dalam penelitian ini (oleh Rensis Likert), yaitu:  Fokus pada produksi  Fokus pada karyawan  Rensis Likert kemudian mengembangkan empat gaya kepemimpinan, yang dinamakan Sistem 1,2,3 dan 4. Sistem 4 merupakan gaya kepemimpinan yang paling partisipatif, sedangkan sistem 1 merupakan gaya kepemimpinan yang paling otoriter, sedangkan sistem 2 dan 3 berada diantara keduanya. 10. o II. C. Pendekatan Kontingensi (Contigensy Theory)  model kepemimpinan kontingensi memfokuskan perhatian yang lebih luas, yakni pada aspek-aspek keterkaitan antara kondisi atau variabel situasional dengan watak atau tingkah laku dan kriteria kinerja pemimpin ( Hoy and Miskel 1987 ).  Menurut Fiedler , ada tiga faktor utama yang mempengaruhi kesesuaian situasi dan ketiga faktor ini selanjutnya mempengaruhi keefektifan pemimpin. Ketiga faktor (dimensi) tersebut adalah:  hubungan antara pemimpin dan bawahan (leader-member relations),  struktur tugas (the task structure) dan  kekuatan posisi (position power). 11. o Model Fiedler (Lanjutan), Fiedler membuat dua gaya kepemimpinan yaitu:  Orientasi kerja  Orientasi hubungan karyawan  Fiedler mengukur gaya kepemimpinan dengan menggunakan dua cara:

Skala teman kerja yang paling tidak disukai Kesamaan yang diasumsikan antara pihak yang diasumsikan  Efektivitas kepemimpinan berbeda-beda tergantung situasi (yang dilihat dari ketiga dimensi tersebut). o Model Kepemimpinan Hersey dan Blanchard  Dengan menggunakan dua sumbu perilaku kerja (memberikan pengarahan kerja) dan perilaku hubungan (memberikan dukungan kerja), disusun matriks dengan empat kuadran. Gaya kepemimpinan yang efektif tergantung kesiapan karyawan, dalam hal ini akan bergerak dari situasi 1,2,3 dan 4, dimana  Situasi 1 adalah perilaku kerja tinggi dan perilaku hubungan yang rendah  Situasi 2 adalah perilaku kerja tinggi dan perilaku hubungan yang tinggi  Situasi 3 adalah perilaku kerja rendah dan perilaku hubungan tinggi  Situasi 4 adalah perilaku kerja rendah dan perilaku hubungan yang rendah 12. Kisi-kisi (Grid) Manajerial  Robert Blake dan Jane Mouton mengembangkan kisi-kisi manajerial dengan dua sumbu yaitu perhatian pada orang dan perhatian pada produksi.  Perhatian pada orang dan produksi yang tinggi bersimbol (9,9), sedangkan perhatian pada oran dan produksi yang rendah diberi simbol (1,1).  Simbol (1,9),(9,1), (5,5) merupakan simbol diantara keduanya. Gaya kepemimpinan (9,9) merupakan gaya kepemimpinan yang paling efektif. 13. III. TEORI KEPEMIMPINAN KONTEMPORER o Kepemimpinan Kharismatik o Karisma merupakan sebuah atribusi yang berasal dari proses interaktif antara pemimpin dan para pengikut. Atribut-atribut karisma antara lain rasa percaya diri, keyakinan yang kuat, sikap tenang, kemampuan berbicara dan yang lebih penting adalah bahwa atribut-atribut dan visi pemimpin tersebut relevan dengan kebutuhan para pengikut. o Kepemimpinan Transformasional o Pemimpin pentransformasi (transforming leaders) mencoba menimbulkan kesadaran para pengikut dengan mengarahkannya kepada cita-cita dan nilai-nilai moral yang lebih tinggi. 14. o Teori Humanistik dengan para pelopor Argryris, Blake dan Mouton, Rensis Likert, dan Douglas McGregor . Teori ini secara umum berpendapat, secara alamiah manusia merupakan “ motivated organism ”. Organisasi memiliki struktur dan sistem kontrol tertentu. Fungsi dari
 

www. menuntun dan juga menunjukkan ataupun mempengaruhi.Seasons . Mitos ini disadari atau tidak mempengaruhi pengembangan pemimpin dalam organisasi. Mitos ini berbahaya bagi perkembangan regenerasi pemimpin karena yang dipandang pantas menjadi pemimpin adalah orang yang memang dari sananya dilahirkan sebagai pemimpin. the For All . peran individu ditentukan oleh harapan bersama yang dikaitkan dengan penampilan dan interaksi yang dilakukan Atas dasar teori diatas. Mitos-mitos Pemimpin Mitos pemimpin adalah pandangan-pandangan atau keyakinan-keyakinan masyarakat yang dilekatkan kepada gambaran seorang pemimpin.Seasons berpandangan bahwa sekali orang itu menjadi pemimpin .google. yang dipimpin sebagai objek.com . sehingga menjadi pemimpin itu tidak mudah dan tidak akan setiap orang mempunyai kesamaan di dalam menjalankan ke-pemimpinannya. membina atau mengatur. dan. Ada 3 (tiga) mitos yang berkembang di masyarakat. interaksi antar anggota dalam pelaksanaan tugas akan lebih menguatkan harapan untuk tetap berinteraksi. House pada tahun 1970 mengembangkan Teori Kepemimpinan yang Motivasional . Mitos the Birthright berpandangan bahwa pemimpin itu dilahirkan bukan dihasilkan (dididik).slideshare. Teori Harapan-Reinforcement untuk mencapai peran. yaitu mitos the Birthright.com/presentasi-kepemimpinan-presentation-amerika serikatTEORI KEPEMIMPINAN 15 April 2009 jam 4:35 Kepemimpinan berasal dari kata pimpin yang memuat dua hal pokok yaitu: pemimpin sebagai subjek. sehingga yang bukan dilahirkan sebagai pemimpin tidak memiliki kesempatan menjadi pemimpin Mitos the For All . Fungsi motivasi menurut teori ini untuk meningkatkan asosiasi antara cara-cara tertentu yang bernilai positif dalam mencapai tujuan dengan tingkahlaku yang diharapkan dan meningkatkan penghargaan bawahan akan pekerjaan yang mengarah pada tujuan www. Dikemukakan. Kata pimpin mengandung pengertian mengarahkan. Jadi. dan the Intensity. Pemimpin mempunyai tanggung jawab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dari yang dipimpin.o o kepemimpinan adalah memodifikasi organisasi agar individu bebas untuk merealisasikan potensi motivasinya didalam memenuhi kebutuhannya dan pada waktu yang sama sejalan dengan arah tujuan kelompok.

Kekerasan pada kenyataannya justru dapat menumbuhkan keterpaksaan yang akan dapat menurunkan produktivitas kerja. produktivitas seterusnya tidak bisa dijamin. dan kemampuan orang yang dipercaya sebagai pemimpin alami. juara. Atribut-atribut Pemimpin Secara umum atribut personal atau karakter yang harus ada atau melekat pada diri seorang pemimpin adalah: mumpuni. tangungjawab. Pada kenyataannya kekerasan mempengaruhi peningkatan produktivitas kerja hanya pada awal-awalnya saja. variasi atribut-atribut personal tersebut bisa berbeda-beda antara situasi organisasi satu dengan organisasi lainnya. Mitos the Intensity berpandangan bahwa seorang pemimpin harus bisa bersikap tegas dan galak karena pekerja itu pada dasarnya baru akan bekerja jika didorong dengan cara yang keras. Berbagai pendapat tentang sifat-sifat/ciri-ciri ideal bagi seorang pemimpin telah dibahas . artinya memiliki kemampuan dan kemauan berpartisipasi sosial dan melakukan sosialisasi secara aktif lebih balk dibanding oramg-orang yang dipimpinnya. ciri kepribadian. Meskipun demikian. artinya memiliki prestasi balk akademik maupun non akademik yang lebih balk dibanding orang-orang yang dipimpinnya. artinya memiliki kemampuan dan kemauan bertanggungjawab yang lebih tinggi dibanding orang-orang yang dipimpinnya. Penelitian mengenai sifat/ciri tidak memperhatikan pertanyaan tentang bagaimana sifat/ciri itu berinteraksi sebagai suatu integrator dari kepribadian dan perilaku atau bagaimana situasi menentukan relevansi dari berbagai sifat/ciri dan kemampuan bagi keberhasilan seorang pemimpin. sebaiknya memiliki status sosial ekonomi yang lebih tinggi disbanding orang-orang yang dipimpinnya. dan walaupun tidak harus. namun sifatsifat/ciri-ciri tersebut tidak memiliki hubungan yang kuat dan konsisten dengan keberhasilan kepemimpinan seseorang. Pada kenyataannya keberhasilan seorang pemimpin pada satu situasi dan kondisi tertentu belum tentu sama dengan situasi dan kondisi lainnya. artinya memiliki kapasitas dan kapabilitas yang lebih balk daripada orangorang yang dipimpinnya. Ratusan studi tentang sifat/ciri telah dilakukan. Organisasi dengan situasi dan karakter tertentu menuntut pemimpin yang memiliki variasi atribut tertentu pula.selamanya dia akan menjadi pemimpin yang berhasil. aktif. TEORI KEPEMIMPINAN KLASIK DAN TEORI KONTINGENSI Kepemimpinan Menurut Teori Sifat (Trait Theory) Studi-studi mengenai sifat-sifat/ciri-ciri mula-mula mencoba untuk mengidentifikasi karakteristik-karakteristik fisik.

sedangkan para . Hasil penelitian dari Michigan University menunjukkan bahwa perilaku pemimpin memiliki kecenderungan berorientasi kepada bawahan dan berorientasi pada produksi/hasil. Hasil studi kepemimpinan Ohio State University menunjukkan bahwa perilaku pemimpin pada dasarnya mengarah pada dua kategori yaitu consideration dan initiating structure. Teori Kontingensi (Contigensy Theory) Teori-teori kontingensi berasumsi bahwa berbagai pola perilaku pemimpin (atau ciri) dibutuhkan dalam berbagai situasi bagi efektivitas kepemimpinan. Kebanyakan studi mengenai perilaku kepemimpinan selama periode tersebut menggunakan kuesioner untuk mengukur perilaku yang berorientasi pada tugas dan yang berorientasi pada hubungan. Menurut model ini. Peneliti-peneliti lainnya menggunakan eksperimen laboratorium atau lapangan untuk menyelidiki bagaimana perilaku pemimpin mempengaruhi kepuasan dan kinerja bawahan. perilaku pemimpin pada dasarnya terdiri dari perilaku yang pusat perhatiannya kepada manusia dan perilaku yang pusat perhatiannya pada produksi. satu-satunya penemuan yang konsisten dan agak kuat dari teori perilaku ini adalah bahwa para pemimpin yang penuh perhatian mempunyai lebih banyak bawahan yang puas. Pada sisi lain. Aspek-aspek situasi seperti sifat tugas. Teori Path-Goal tentang kepemimpinan meneliti bagaimana empat aspek perilaku pemimpin mempengaruhi kepuasan serta motivasi pengikut. Jika kita cermati. lingkungan kerja dan karakteristik pengikut menentukan tingkat keberhasilan dari jenis perilaku kepemimpinan untuk memperbaiki kepuasan dan usaha para pengikut. LPC Contingency Model dari Fiedler berhubungan dengan pengaruh yang melunakkan dari tiga variabel situasional pada hubungan antara suatu ciri pemimpin (LPC) dan kinerja pengikut. penelitian mengenai perilaku pemimpin telah didominasi oleh suatu fokus pada sejumlah kecil aspek dari perilaku. model leadership continuum dan Likert’s Management Sistem menunjukkan bagaimana perilaku pemimpin terhadap bawahan dalam pembuatan keputusan. Beberapa studi telah dilakukan untuk melihat bagaimana perilaku tersebut dihubungkan dengan kriteria tentang efektivitas kepemimpinan seperti kepuasan dan kinerja bawahan. yang sebenarnya menggambarkan secara grafik kriteria yang digunakan oleh Ohio State University dan orientasi yang digunakan oleh Michigan University. Pada umumnya pemimpin memotivasi para pengikut dengan mempengaruhi persepsi mereka tentang konsekuensi yang mungkin dari berbagai upaya.dalam kegiatan belajar ini termasuk tinjauan terhadap beberapa sifat/ciri yang ideal tersebut. para pemimpin yang berskor LPC tinggi adalah lebih efektif untuk situasi-situasi yang secara moderat menguntungkan. dimulai pada permulaan tahun 1950-an. maka kemungkinan akan melakukan usaha tersebut. Sementara itu. managerial grid. Bila para pengikut percaya bahwa hasil-hasil dapat diperoleh dengan usaha yang serius dan bahwa usaha yang demikian akan berhasil. Kepemimpinan Menurut Teori Perilaku (Behavioral Theory) Selama tiga dekade. Menurut teori ini.

Beberapa teori atribusi yang hingga saat ini masih diakui oleh banyak orang yaitu: Teori Penyimpulan Terkait (Correspondensi Inference). Berbagai teori tentang kepemimpinan karismatik telah dibahas dalam kegiatan belajar ini. Teori ini menekankan pada perilaku pemimpin dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya dan hubungan pemimpin pengikut. Teori atribusi internal dan eksternal dikemukakan oleh Kelly & Micella. Teori kepemimpinan karismatik dari House menekankan kepada identifikasi pribadi. Hersey and Blanchard Situasional Theory lebih memusatkan perhatiannya pada para pengikut. Model ini menganalisis berbagai jenis situasi yang mungkin dihadapi seorang pemimpin dalam menjalankan tugas kepemimpinannya. TEORI KEPEMIMPINAN KONTEMPORER Teori Atribut Kepemimpinan Teori atribusi kepemimpinan mengemukakan bahwa kepemimpinan semata-mata merupakan suatu atribusi yang dibuat orang atau seorang pemimpin mengenai individuindividu lain yang menjadi bawahannya. kemampuan berbicara dan yang lebih penting adalah bahwa atributatribut dan visi pemimpin tersebut relevan dengan kebutuhan para pengikut. 1980 yaitu teori yang berfokus pada akal sehat.tujuan dan rasa percaya diri para pengikut. Leader Participation Model menggambarkan bagaimana perilaku pemimpin dalam proses pengambilan keputusan dikaitkan dengan variabel situasi. yakni perilaku orang lain merupakan sumber informasi yang kaya. Kepemimpinan Kharismatik Karisma merupakan sebuah atribusi yang berasal dari proses interaktif antara pemimpin dan para pengikut. Leader Member Exchange Theory menjelaskan bagaimana para pemimpin mengembangkan hubungan pertukaran dalam situasi yang berbeda dengan berbagai pengikut. Teori sumber perhatian dalam kesadaran (Conscious Attentional Resources) bahwa proses persepsi terjadi dalam kognisi orang yang melakukan persepsi (pengamatan). Atribut-atribut karisma antara lain rasa percaya diri. Teori atribusi tentang karisma lebih menekankan kepada identifikasi pribadi sebagai proses utama mempengaruhi dan internalisasi sebagai . Penekanannya pada perilaku kepemimpinan seseorang yang bersifat fleksibel sesuai dengan keadaan yang dihadapinya.pemimpin dengan skor LPC rendah akan lebih menguntungkan baik pada situasi yang menguntungkan maupun tidak menguntungkan. keyakinan yang kuat. pembangkitan motivasi oleh pemimpin dan pengaruh pemimpin terhadap tujuan. sikap tenang.

identifikasi sosial dan pengaruh pimpinan terhadap kemampuan diri dengan hanya memberi peran yang sedikit terhadap identifikasi pribadi. Efek-efek transformasional dicapai dengan menggunakan karisma.proses sekunder. Pada sisi lain. Karisma merupakan sebuah fenomena. dan pemimpin perempuan (women leaders). serta termotivasi untuk melakukan sesuatu melebihi dari yang diharapkan darinya. kepemimpinan inspirasional. Tichy dan Devanna telah memberikan suatu kejelasan tentang cara pemimpin transformasional mengubah budaya dan strategi-strategi sebuah organisasi. TIPOLOGI KEPEMIMPINAN Tipologi Kepemimpinan Berdasarkan Kondisi Sosio Psikologis Kondisi sosio-psikologis adalah semua kondisi eksternal dan internal yang ada pada saat pemunculan seorang pemimpin. Hasilnya adalah para pengikut merasa adanya kepercayaan dan rasa hormat terhadap pemimpin tersebut. melaksanakan strategi-strategi untuk mencapai visi tersebut. penjelasan psikoanalitis tentang karisma memberikan kejelasan kepada kita bahwa pengaruh dari pemimpin berasal dari identifikasi pribadi dengan pemimpin tersebut. Hasil penelitian Bennis dan Nanus. Masing-masing tipe pemimpin tersebut masih bisa dibuat . Dari sisi kondisi sosio-psikologis pemimpin dapat dikelompokkan menjadi pemimpin kelompok (leaders of crowds). karismatik dan transaksional. pemimpin siswa/mahasiswa (student leaders). Sementara itu. Pemimpin transformasional membuat para pengikut menjadi lebih peka terhadap nilai dan pentingnya pekerjaan. mengembangkan sebuah komitmen terhadapnya. perhatian yang diindividualisasi serta stimulasi intelektual. pemimpin publik (public leaders). Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan oleh seorang pemimpin karismatik untuk merutinisasi karisma walaupun sukar untuk dilaksanakan. Kepemimpinan Trnasformasional Pemimpin pentransformasi (transforming leaders) mencoba menimbulkan kesadaran para pengikut dengan mengarahkannya kepada cita-cita dan nilai-nilai moral yang lebih tinggi. teori penularan sosial menjelaskan bahwa perilaku para pengikut dipengaruhi oleh pemimpin tersebut mungkin melalui identifikasi pribadi dan para pengikut lainnya dipengaruhi melalui proses penularan sosial. Pada umumnya. Kepemimpinan karismatik memiliki dampak positif maupun negatif terhadap para pengikut dan organisasi. para pemimpin transformasional memformulasikan sebuah visi. Burns dan Bass telah menjelaskan kepemimpinan transformasional dalam organisasi dan membedakan kepemimpinan transformasional. dan menanamkan nilai-nilai baru. Teori konsep diri sendiri menekankan internalisasi nilai. mengaktifkan kebutuhan-kebutuhan pada tingkat yang lebih tinggi dan menyebabkan para pengikut lebih mementingkan organisasi.

dan crowd representative. thinking . yaitu sebagai: the earth mother. dan tyrannical Menurut Bell. Burns. Nabi atau Rasul juga termasuk pemimpin publik. judging . Myers .Briggs mengelompokkan tipe-tipe kepribadian berdasar konsep psikoanalisa yang dikembangkan oleh Jung. dkk: formal leader. Tipe kepribadian ini kemudian dia teliti pada manajer Amerika Serikat dan diperoleh tipe pemimpin berdasar kepribadian sebagai berikut: ISTJ: introvert . dan the moderators.feeling. yaitu tipologi Myers .M. dan mengelompokkan tipe pemimpin berdasar kepribadian sebagai .sensing . dan the egalitarian.thinking . Sub-tipe pemimpin kelompok adalah: crowd compeller.sensing . yaitu: extrovert . ada pemimpin legislatif yang : ideologues.Briggs dan tipologi berdasar skala CPI (California Personality Inventory). tribunes.thinking . Tipologi Kepemimpinan Berdasar Kepribadian Tipologi kepemimpinan berdasar kepribadian dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok besar. yaitu: Menurut Pluto: timocratic. reputational leader. yang memiliki kemampuan yang sangat menonjol yang membedakannya dengan pemimpin bukan Nabi atau Rasul. Sub-tipe pemimpin publik ada beberapa.thinking . Delunas melakukan penelitian terhadap para manajer dan ekesekutif negara bagian.intuitive . yang oleh masyarakat dilekati 4 setereotip. dan influential leader Menurut J. the workaholic. the manipulator. dan parliementarians. Tipe pemimpin yang lain adalah pemimpin perempuan.judging Kemudian dengan menggunakan tipe kepribadian yang disusun berdasar konsep psikoanalisa Jung.introvert.sub-tipenya. crowd exponent. Menurut Kincheloe. social leader.judging ESTJ: extrovert .perceiving. Sub-tipe pemimpin siswa/mahasiswa adalah: the explorer president. careerist.intuitive . the take charge president.thinking . the organization president.judging INTJ:introvert . yaitu dalam hal membangkitkan keyakinan dan rasa hormat pengikutnya untuk dengan sangat antusias mengikuti ajaran yang dibawanya dan meneladani semua sikap dan perilakunya. plutocratic. sensing intuitive.judging ENTJ: extrovert .

Pemimpin yang Orientasi Hubungannya Ekstrim Tinggi. benevolent autocrat.perceivers Sensors .feelers Tipologi kepribadian yang lain adalah sebagaimana yang disusun dengan menggunakan skala CPI (California Personality Invetory) yang mengelompokkan tipe pemimpin menjadi: leader.Mouton.Cohen.Mouton tipe pemimpin dapat dibagi ke dalam tipe: Pemimpin yang Orientasi Hubungannya Ekstrim Rendah. dan perilaku pemimpin adalah tipologi . Tipologi Kepemimpinan Berdasar Gaya Kepemimpinan Ada empat kelompok tipologi kepemimpinan yang disusun berdasar gaya kepemimpinan. tipologi Reddin. innovator. Orientasi Tugasnya Ekstrim Tinggi Kemudian Reddin melakukan pengembangan lanjut atas tipologi ini. yaitu tipologi Blake . dan Pemimpin yang Orientasi Hubungannya Ekstrim Tinggi. compromiser. Orientasi Tugasnya Ekstrim Rendah. Tipologi kepemimpinan yang dikembangkan oleh Leavitt membagi tipe pemimpin menjadi: pathfinders. Pemimpin yang Orientasi Hubungannya Moderat.berikut: Sensors . Tipologi Kepemimpinan Berdasar Peran Fungsi dan Perilaku Tipologi pemimpin berdasar fungsi. Orientasi Tugasnya Ekstrim Tinggi. dan tipologi Leavitt. saint. Pemimpin yang Orientasi Hubungannya Ekstrim Rendah.judgers Intuitive . conductor. dan executive. dan developer. developer.thinkers Intuitive . problem solvers. peran. dan menemukan tipe pemimpin sebagai berikut: deserter. Orientasi Tugasnya Moderat. tipologi Bradford . dan artist. missionary. bureaucrat. Sementara Bradford dan Cohen membagi tipe pemimpin menjadi: technician. dan implementers. Orientasi Tugasnya Ekstrim Rendah. Menurut Blake .

Shutz. Berdasar fungsinya. Levine. pembukaan. tipe pemimpin dapat dikelompokkan dalam kelompok tipe pemimpin yang dikemukakan oleh : Benne dan Sheats. Ruang lingkup peran hubungan yang melekat pada pemimpin meliputi peran pemimpin dalam pembentukan dan pembinaan tim-tim kerja. dan berdasar perilaku yang ditunjukkan oleh pemimpin. Agar visi sesuai dengan tujuan organisasi di masa mendatang. S. Oleh sebab itu diperlukan pengetahuan. Berdasar perilakunya. tipe pemimpin dapat dikelompokkan dalam kelompok tipe pemimpin yang dikemukakan oleh: Bales dan Slater. Zlotnik dan Jensen. Peran Pembangkit Semangat Salah satu peran kepemimpinan yang harus dijalankan oleh seorang pemimpin adalah peran membangkitkan semangat kerja. Dengan kata lain sebuah pernyataan visi harus dapat menarik perhatian tetapi tidak menimbulkan salah pemikiran.pemimpn yang disusun dengan titik tolak interaksi personal yang ada dalam kelompok . Peran Pemimpin dalam Pengendalian dan Hubungan Organisasional Tindakan manajemen para pemimpin organisasi dalam mengendalikan organisasi meliputi: (a) mengelola harta milik atau aset organisasi. Pujian dapat diberikan dalam bentuk penghargaan dan . Bowes dan Seashore. para pemimpin harus menyusun dan manafsirkan tujuan-tujuan bagi individu dan unit-unit kerja. Berdasar perannya. pengelolaan tata kepegawaian yang berguna untuk pencapaian tujuan organisasi. Dan peran pengendalian serta pemelihara / pengendali hubungan dalam organisasi merupakan pekerjaan kepemimpinan yang berat bagi pemimpin. Roby. Ruang lingkup peran pengendali organiasasi yang melekat pada pemimpin meliputi pengendalian pada perumusan pendefinisian masalah dan pemecahannya. Cattell. (b) mengendalikan kualitas kepemimpinan dan kinerja organisasi. Peran ini dapat dijalankan dengan cara memberikan pujian dan dukungan. pengendalian uraian kerja dan manajemen konflik. PERAN-PERAN PEMIMPIN The Vision Role Sebuah visi adalah pernyataan yang secara relatif mendeskripsikan aspirasi atau arahan untuk masa depan organisasi. pembinaan dan pengendalian hubungan eksternal dan internal organisasi serta perwakilan bagi organisasinya. seni dan keahlian untuk melaksanakan kepemimpinan yang efektif. Komaki. tipe pemimpin dikelompokkan dalam kelompok tipe pemimpin yang dikemukakan oleh: Cattell dan Stice. pengendalian pendelegasian wewenang. Tipe-tipe pemimpin dalam tipologi ini dapat dikelompokkan dalam kelompok tipe berdasar fungsi. berdasar peran. (c) menumbuhkembangkan serta mengendalikan situasi maupun kondisi kondusif yang berkenaan dengan keberadaan hubungan dalam organisasi. dan Mintzberg. Clarke.

Selain itu. Penghargaan adalah bentuk pujian yang tidak berbentuk uang. penambahan staf yag berkualitas. tetapi jika komunikasi internal dan eksternalnya tidak bagus. berarti gaya ini diwarnai dengan usaha mewujudkan dan mengembangkan hubungan manusiawi (human relationship) yang efektif. GAYA KEPEMIMPINAN Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepemimpinan demokratis menempatkan manusia sebagai faktor utama dan terpenting dalam setiap kelompok/organisasi. perbaikan lingkungan kerja. Informasi yang disebarkan harus secara terus-menerus dimonitor agar diketahui dampak internal maupun eksternalnya. dalam kalimatkalimat yang sugestif. Peran membangkitkan semangat kerja dalam bentuk memberikan dukungan. maka perusahaan itu tidak akan bertahan lama karena tidak akan dikenal masyarakat dan koordinasi kerja di dalamnya jelek. Penyampaian atau penyebaran informasi harus dirancang sedemikian rupa sehingga informasi benar-benar sampai kepada komunikan yang dituju dan memberikan manfaat yang diharapkan. artinya sesuai dengan tingkat kebutuhan karyawan yang diberi insentif. dan disampaikan oleh pimpinan tertinggi dalam organisasi . Pemberian insentif hendaknya didasarkan pada aturan yang sudah disepakati bersama dan transparan.insentif. seorang pemimpin juga harus menjalankan peran consulting baik ke ligkungan internal organisasi maupun ke luar organisasi secara baik. tetapi harus betul-betul dirancang secara efektif dan sistemik. Peran Menyampaikan Informasi Informasi merupakan jantung kualitas perusahaan atau organisasi. Di samping itu diwujudkan juga melalui perilaku kepemimpinan sebagai pelaksana (eksekutif). Dengan didominasi oleh ketiga perilaku kepemimpinan tersebut. Insentif akan efektif dalam peningkatan semangat kerja jika diberikan secara tepat. baik langsung maupun tidak langsung. seorang pemimpin juga harus mampu memberikan bimbingan yang tepat dan simpatik kepada bawahannya yang mengalami masalah dalam melaksanakan pekerjaannya. Dukungan juga dapat diberikan dalam bentuk peningkatan atau penambahan sarana kerja. berdasarkan prinsip saling menghormati dan menghargai . bisa dilakukan melalui kata-kata . serta diberikan dalam suatu ‘event’ khusus. Gaya kepemimpinan demokratis diwujudkan dengan dominasi perilaku sebagai pelindung dan penyelamat dan perilaku yang cenderung memajukan dan mengembangkan organisasi/kelompok. artinya walaupun produk dan layanan purna jual perusahaan tersebut bagus. Sebagai orang yang berada di puncak dan dipandang memiliki pengetahuan yang lebih baik dibanding yang dipimpin. Monitoring tidak dapat dilakukan asal-asalan saja. sementara insentif adalah pujian yang berbentuk uang atau benda yang dapat kuantifikasi. sehingga tercipta budaya organisasi yang baik pula. dan semacamnya.

kreativitas. Kemauan. Proses kepemimpinan diwujudkan dengan cara memberikan kesempatan yang luas bagi anggota kelompok/organisasi untuk berpartisipasi dalam setiap kegiatan. buah pikiran. Aktivitas dirasakan sebagai kebutuhan dalam mewujudkan partisipasi. Pemimpin memandang dan menempatkan orangorang yang dipimpinnya sebagai subjek. yang disebut bawahan atau anak buah. Kemampuan bawahan selalu dipandang rendah. namun pemimpin selalu dihormati dan disegani secara wajar Gaya Kepemimpinan Otoriter Kepemimpinan otoriter merupakan gaya kepemimpinan yang paling tua dikenal manusia. Perintah pemimpin . seperti dirinya juga. Setiap anggota kelompok/organisasi merasa perlu aktif bukan untuk kepentingan sendiri atau beberapa orang tertentu. Sedang bagi para anggota kesempatan berpartisipasi dilaksanakan dan dikembangkan dalam berbagai kegiatan di lingkungan unit masing-masing. Partisipasi itu disesuaikan dengan posisi/jabatan masing-masing. pendapat. kehendak. Kepemimpinan dengan gaya demokratis dalam mengambil keputusan sangat mementingkan musyawarah. Orang-orang yang dipimpin yang jumlahnya lebih banyak. Oleh karena itu gaya kepemimpinan ini menempatkan kekuasaan di tangan satu orang atau sekelompok kecil orang yang di antara mereka tetap ada seorang yang paling berkuasa.antara yang satu dengan yang lain. yang memiliki kepribadian dengan berbagai aspeknya. dan bahkan kehendak pimpinan. inisiatif. baik antara anggota dalam satu maupun unit yang berbeda. merupakan pihak yang dikuasai. Dengan demikian berarti setiap anggota tidak saja diberi kesempatan untuk aktif. dan lain-lain yang berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain selalu dihargai dan disalurkan secara wajar. dalam segala hal dibandingkan dengan bawahannya. Dengan demikian dalam pelaksanaan setiap keputusan tidak dirasakan sebagai kegiatan yang dipaksakan. Berdasarkan prinsip tersebut di atas. bilamana terjadi kekosongan karena pensiun. di samping memperhatikan pula tingkat dan jenis kemampuan setiap anggota kelompok/organisasi. Kedudukan bawahan semata-mata sebagai pelaksana keputusan. perintah. dengan mendorong terwujudnya kerja sama. Tidak ada perasaan tertekan dan takut. memperoleh pelimpahan wewenang dan tanggung jawab. tetapi untuk kepentingan bersama. kemampuan. justru sebaliknya semua merasa terdorong mensukseskannya sebagai tanggung jawab bersama. meninggal dunia. pindah. Para pemimpin pelaksana sebagai pembantu pucuk pimpinan. tetapi juga dibantu dalam mengembangkan sikap dan kemampuannya memimpin. atau sebab-sebab lain. yang berdampak pada perkembangan dan kemajuan kelompok/organisasi secara keseluruhan. dalam gaya kepemimpinan ini selalu terlihat usaha untuk memanfaatkan setiap orang yang dipimpin. yang sama atau seimbang pentingnya bagi pencapaian tujuan bersama. Pemimpin bertindak sebagai penguasa tunggal. Pemimpin memandang dirinya lebih. sehingga dianggap tidak mampu berbuat sesuatu tanpa perintah. Kondisi itu memungkinkan setiap orang siap untuk dipromosikan menduduki posisi/jabatan pemimpin secara berjenjang. minat/perhatian. yang diwujudkan pada setiap jenjang dan di dalam unit masing-masing.

dengan mempergunakan sanksi atau hukuman sebagai alat utama. Oleh karena itu tidak ada pilihan lain. selain harus tunduk dan patuh di bawah kekuasaan sang pemimpin. Gaya Kepemimpinan Bebas dan Gaya Kepemimpinan Pelengkap Kepemimpinan Bebas merupakan kebalikan dari tipe atau gaya kepemimpinan otoriter. baik secara perseorangan maupun berupa kelompok-kelompok kecil. Pemimpin berkedudukan sebagai simbol. Kesempatan itu diberikan baik sebelum maupun sesudah anggota yang bersangkutan menetapkan keputusan atau melaksanakan suatu kegiatan. Kebebasan dalam menetapkan suatu keputusan atau melakukan suatu kegiatan dalam tipe kepemimpinan ini diserahkan sepenuhnya pada orang-orang . karena untuk bertanya atau tidak (kompromi) tentang sesuatu rencana keputusan atau kegiatan. Pemimpin sebagai penguasa merupakan penentu nasib bawahannya. Dalam prosesnya ternyata sebenarnya tidak dilaksanakan kepemimpinan dalam arti sebagai rangkaian kegiatan menggerakkan dan memotivasi anggota kelompok/organisasinya dengan cara apa pun juga. Pemimpin menilai kesuksesannya dari segi timbulnya rasa takut dan kepatuhan yang bersifat kaku. maka pemimpin selalu berlepas tangan karena merasa tidak ikut serta menetapkannya menjadi keputusan atau kegiatan yang dilaksanakan kelompok/organisasinya. tergantung sepenuhnya pada orang-orang yang dipimpin. dengan menuding bahwa yang salah adalah anggota kelompok/organisasinya yang menetapkan atau melaksanakan keputusan dan kegiatan tersebut. Kepemimpinan dijalankan tanpa berbuat sesuatu. Kepemimpinan dengan gaya otoriter banyak ditemui dalam pemerintahan Kerajaan Absolut. Di samping itu sering pula terlihat gaya dalam kepemimpinan pemerintahan diktator sebagaimana terjadi di masa Nazi Jerman dengan Hitler sebagai pemimpin yang otoriter. Dilihat dari segi perilaku ternyata gaya kepemimpinan ini cenderung didominasi oleh perilaku kepemimpinan kompromi (compromiser) dan perilaku kepemimpinan pembelot (deserter). yang dilakukan dengan memberi kesempatan untuk berkompromi atau bertanya bagi anggota kelompok yang memerlukannya.sebagai atasan tidak boleh dibantah. Kekuasaan pimpinan digunakan untuk menekan bawahan. maka kepemimpinan dan keseluruhan kelompok/organisasi menjadi tidak berfungsi. Kepemimpinannya dijalankan dengan memberikan kebebasan penuh pada orang yang dipimpin dalam mengambil keputusan dan melakukan kegiatan (berbuat) menurut kehendak dan kepentingan masing-masing. karena dipandang sebagai satu-satunya yang paling benar. Oleh karena itu bukan dirinya yang harus dan perlu diminta pertanggungjawaban telah berbuat kekeliruan atau kesalahan. Pemimpin melepaskan diri dari tanggung jawab (deserter). Sehubungan dengan itu apabila tidak seorang pun orang-orang yang dipimpin atau bawahan yang mengambil inisiatif untuk menetapkan suatu keputusan dan tidak pula melakukan sesuatu kegiatan. Pemimpin hanya memfungsikan dirinya sebagai penasihat. sehingga ucapan raja berlaku sebagai undang-undang atau ketentuan hukum yang mengikat. Dalam keadaan seperti itu setiap terjadi kekeliruan atau kesalahan.

otokrasi maupun bebas maka pada kenyataannya sulit untuk dibantah bila dikatakan terdapat beberapa gaya atau perilaku kepemimpinan yang tidak dapat dikategorikan ke dalam salah satu tipe kepemimpinan tersebut. Di samping gaya kepemimpinan demokratis. maka akan berakibat suasana kebersamaan tidak tercipta. . Oleh karena setiap manusia mempunyai kemauan dan kehendak sendiri. kegiatan menjadi tidak terarah dan simpang siur. Kekuasaan seringkali dipergunakan silih berganti dengan istilah pengaruh dan otoritas. Agitasi yang dilakukan terhadap orang luar atau organisasi lain. menimbulkan dan memperbesar perpecahan/pertentangan dan lain-lain dengan maksud untuk memperoleh keuntungan bagi dirinya sendiri.yang dipimpin. tanpa menjalankan kegiatan kepemimpinan yang sebenarnya. setiap anggota saling menunggu dan bahkan saling salah menyalahkan apabila diminta pertanggungjawaban. memperuncing perselisihan. adu domba. Gaya atau perilaku kepemimpinan yang termasuk dalam tipe kepemimpinan bebas ini antara lain Kepemimpinan Agitator Tipe kepemimpinan ini diwarnai dengan kegiatan pemimpin dalam bentuk tekanan. Sehubungan dengan itu sekurang kurangnya terdapat lima gaya atau perilaku kepemimpinan seperti itu. Wewenang tidak jelas dan tanggung jawab menjadi kacau. Kelima gaya atau perilaku kepemimpinan itu adalah Gaya atau Perilaku Kepemimpinan Ahli (Expert) Gaya atau Perilaku Kepemimpinan Kharismatik Gaya atau Perilaku Kepemimpinan Paternalistik Gaya atau Perilaku Kepemimpinan Pengayom Gaya atau Perilaku Kepemimpinan Tranformasional KEKUASAAN DAN KONFLIK DALAM KEPEMIMPINAN Kekuasaan Kekuasaan dapat didefinisikan sebagai suatu potensi pengaruh dari seorang pemimpin. adalah untuk mendapatkan keuntungan bagi organisasinya dan bahkan untuk kepentingan pemimpin sendiri Kepemimpinan Simbol Tipe kepemimpinan ini menempatkan seorang pemimpin sekedar sebagai lambang atau simbol.

Pandangan tradisional mengatakan bahwa konflik itu negatif. jenis permintaan serta position dan personal power pemimpin tersebut. Pemimpin yang efektif kemungkinan akan menggunakan kekuasaan dengan cara yang halus. meminimalisasi perbedaan status dan menghindari ancaman. memungkinkan tidak membutuhkan banyak waktu. Pengaruh Pengaruh sebagai inti dari kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang untuk mengubah sikap. para pemimpin lebih sering menggunakan taktik-taktik mempengaruhi yang secara sosial dapat diterima. feasible. Amitai Etzioni. melindungi dan me-ningkatkan kekuasaan. Thomas. Pilihan taktik mempengaruhi yang akan digunakan oleh seorang pemimpin dalam usaha mempengaruhi para pengikutnya tergantung pada beberapa aspek situasi tertentu. para pemimpin membutuhkan kekuasaan tertentu agar efektif. tetapi perlu pula mengkaji proses-proses mempengaruhi yang timbal balik yang terjadi antara pemimpin dengan yang dipimpin. Para teoretikus telah mengidentifikasi berbagai taktik mempengaruhi yang berbeda-beda seperti persuasi rasional. Organ dan Bateman. hati-hati.ancaman terhadap rasa harga diri para pengikut. tekanan. Berkaitan dengan hal ini telah dikemukakan social exchange theory. Dalam kaitan dengan kekuasaan. usaha atau biaya.Berbagai sumber dan jenis kekuasaan dari beberapa teoritikus seperti French dan Raven. dan taktik mengesahkan. menjilat. dan Stepen P Robbins telah dikemukakan dalam kegiatan belajar ini. permintaan berinspirasi. Kenneth W. Seorang pemimpin yang efektif tidak hanya cukup memiliki kekuasaan. Efektivitas masing-masing taktik mempengaruhi dalam usaha untuk memperoleh komitmen dari para pengikut antara lain tergantung pada keterampilan pemimpin. strategic contingency theory dan proses-proses politis sebagai usaha untuk mempertahankan. koalisi. Konflik Konflik dapat didefinisikan sebagai suatu proses di mana sebuah usaha dibuat dengan sengaja oleh seseorang atau suatu unit untuk menghalangi pihak lain yang menghasilkan kegagalan pencapaian tujuan pihak lain atau meneruskan kepentingannya. pertukaran. pandangan . Keberhasilan pemimpin sangat tergantung pada cara penggunaan kekuasaan. Pada umumnya. konsultasi. memungkinkan akan efektif untuk suatu sasaran tertentu. Ada beberapa pandangan tentang konflik yaitu pandangan tradisional. perilaku orang atau kelompok dengan cara-cara yang spesifik. Kekuasaan merupakan sesuatu yang dinamis sesuai dengan kondisi yang berubah dan tindakan-tindakan para pengikut. netral dan interaksionis. permintaan pribadi.

terdapat pula beberapa variasi sikap dan perilaku pemimpin di dalam kelompok budaya dan di dalam Negara pada berbagai budaya atau Negara. Dari hasil temuan. antara lain pembangunan mental. Hambatan bagi kepemimpinan perempuan lebih banyak akibat adanya stereotipe negatif tentang kepemimpinan perempuan serta dari mental (perempuan) yang bersangkutan. terdapat dimensi kepemimpinan yang secara universal relatif sama yaitu setiap pemimpin diharapkan mampu proaktif dan tidak otoriter. perempuan perlu meningkatkan ESQ dan memperkaya karakteristik kepemimpinannya dengan komponenkomponen. ketangguhan pribadi dan ketangguhan sosial serta menutupi agresivitasnya menjadi ketegasan sikap. Untuk mengurangi. walaupun ada sedikit perbedaan potensi kepemimpinan perempuan dan laki-laki. di mana keunggulan dan kelemahan potensi kepemimpinan perempuan dan laki-laki merupakan hal yang saling mengisi. inisiatif.Negara yang menganut system nilai berbeda. Di samping itu. Pada umumnya pemimpin perempuan cenderung diberikan porsi pada organisasi perempuan dan sosial. dan percaya diri akan kompetensinya. Begitu juga dengan karakteristik kepemimpinan perempuan dan laki-laki dapat disinergikan menjadi kekuatan yang harmonis bagi organisasi yang bersangkutan. Kepemimpinan Visioner . Untuk menduduki posisi kepemimpinan dalan organisasi di era global. Demikian pula terdapat perbedaan sikap dan perilaku pemimpin pada Negara. ternyata tidak ditemukan adanya perbedaan antara gaya kepemimpinan perempuan dengan laki-laki. Kepemimpinan dalam Beragam Budaya dan Negara Pada kegiatan belajar ini telah Anda lihat bahwa terdapat perbedaan mendasar dari sikap dan perilaku pemimpin pada berbagai Negara atau budaya. memecahkan dan menstimulasi konflik ada beberapa pendekatan atau strategi yang dapat ditempuh sebagaimana disarankan oleh beberapa teoretikus. sedangkan interaksionis mendorong terjadinya konflik. PERKEMBANGAN MUTAKHIR TENTANG KEPEMIMPINAN Kepemimpinan Perempuan Perubahan lingkungan dan pergeseran budaya telah mempengaruhi dinamika kepemimpinan perempuan. Namun dengan adanya globalisasi telah merubah paradigma kepemimpinan ke arah pertimbangan core competence yang dapat berdaya saing di pasar global Oleh sebab itu banyak organisasi berkaliber dunia yang memberikan kesempatan bagi perempuan yang mampu dan memenuhi persyaratan kepemimpinan sesuai situasi dan kondisi sekarang ini.netral menganggap bahwa konflik adalah ciri hakiki tingkah laku manusia yang dinamis. Namun demikian. Stereotipe-stereotipe tersebut muncul sebagai akibat dari pemikiran individu dan kolektif yang berasal dari latar belakang sosial budaya dan karakteristik pemahaman masyarakat terhadap gender serta tingkat pembangunan suatu negara atau wilayah.

banyak terjadi perubahan dalam segala sendi kehidupan masyarakat. modal atau investasi sumber daya manusia (Ozaka) dan pembangunan yang berkelanjutan. Kepemimpinan Ahli Pada era globalisasi. Secara historis. manajemen kualitas total (Toyota). kategori organisasi secara keseluruhan yang terbagi menjadi organisasi yang hirarkis (Chandler). kategori kelompok sosial terbagi menjadi kerjasama tim yang efektif (Likert). manajemen perusahaan (Peters). paradigma kepemimpinan tersebut terbagi dalam beberapa lokus dan fokus keilmuan. siklus atau lingkaran kualitas (Sony). dipaparkan dalam beberapa kategori. juru bicara dan pelatih. industri. Hal tersebut.Seorang pemimpin visioner harus bisa menjadi penentu arah. terutama yang berhubungan dengan bidang ekonomi perdagangan. dari paradigma manajemen klasik hingga paradigma post modernism yang salah satunya diwakili oleh learning organization dengan pengukuran kinerja balanced score card yang memperhitungkan pula keterkaitan dengan lingkungan luar organisasi. pembagian nilai (Deal/Kennedy). timur dan global baru. kategori ekonomi dan masyarakat yang terbagi menjadi tanggungjawab badan hukum (Chandler). barat. yang diwakili dalam kelompok paradigma aliran wilayah utara. perubahan paradigma manajemen turut bergerak secara dinamis. perusahaan swasta yang mandiri atau bebas (Gilder). Globalisasi juga telah mempengaruhi terjadinya perubahan paradigma dalam praktik manajemen khususnya kepemimpinan. Secara garis besar. telekomunikasi dan informasi. sinergi sosial. keahlian diri pada bidang tertentu (self. memberdayakan para karyawan dalam bertindak untuk mendengar dan mengawasi umpan balik. Oleh karena itu seorang pemimpin visioner harus: menyusun arah dan secara personal sepakat untuk menyebarkan kepemimpinan visioner ke seluruh organisasi. agen perubahan. yang terbagi menjadi manajemen efektif (Drucker). perbedaaan antara paradigma lama dan baru dilihat dari aspek-aspek antara lain berikut ini: dari aspek tanggung jawab organisasi: paradigma lama menitikberatkan pada pertanggungjawaban organisasi tentang lingkungan akibat dari proses input-proses-output organisasi sedangkan pada paradigma baru menekankan tanggungjawab pada . antara lain dalam kategori manajer individual.mastery). selalu memfokuskan perhatian dalam membentuk organisasi mencapai potensi terbesarnya. organisasi yang belajar (learning organization). Dalam masa post modernism yang sekarang sedang kita jalani. organisasi jaringan (Handy) organisasi ramping (Honda).

Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Tugas utama seorang pemimpin adalah mengajak orang untuk menyumbangkan bakatnya secara senang hati dan bersemangat untuk kepentingan organisasi. mengembangkan alat ukur kinerja yang jelas. sistem imbalan dan hukuman. meningkatkan. Perubahan tersebut banyak menyangkut pada pembentukan mental pribadi manajer dan pembentukan visi manajer serta organisasi. mengelola. Kedua. Pemimpin yang kuat bahkan mampu mempelopori perubahan lingkungan. APLIKASI KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI Kepemimpinan. Para pemimpin perlu membentuk. Kesemua perjalananan dan dinamika faktor-faktor organisasi tersebut baik eksternal maupun internal. Ada empat tahap yang harus dilakukan agar pemimpin dapat mengelola perubahan lingkungan. sehingga pemimpin dituntut untuk mampu menyesuaikan dengan perubahan lingkungan. menetapkan struktur organisasi yang sesuai. menciptakan iklim kerja . Mengelola perubahan adalah hal yang sulit. sedangkan paradigma baru menekankan keunggulan diri manajer (self-mastery) dalam memimpin. Untuk memperoleh hasil yang diharapkan maka keempat langkah tersebut perlu dilakukan secara berurutan dan berkesinambungan. Melakukan evaluasi.pembangunan yang berkelanjutan. mengidentifikasi perubahan. dan komunikasi serta motivasi. Ukuran kapasitas kepemimpinan seseorang salah satu diantaranya adalah kemampuannya dalam mengelola perubahan. Organisasi dan Perubahan Lingkungan Ada tiga jenis perubahan yaitu perubahan rutin. telah membawa perubahan paradigma kepemimpinan yang dinamis dan fleksibel. Tahap-tahap tersebut adalah pertama. dari aspek kepemimpinan manajemen: paradigma lama menitikberatkan pada kapasitas individual manajer dalam memimpin. menetapkan sistem imbalan yang adil. Dengan demikian pemimpin atau manajer harus mengarahkan perilaku para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat tercapai. dan mengubah budaya kerja organisasi. Salah satu cara mengembangkan budaya adalah dengan menetapkan visi yang jelas dan langkah yang strategis. Merencanakan dan melaksanakan perubahan. Menilai posisi organisasi. dan inovasi. memilih teknologi yang tepat. Kemampuan ini penting sebab pada masa kini pemimpin. Untuk melaksanakan tugas tersebut. manajer perlu menggunakan kemampuannya dalam membaca kondisi lingkungan organisasi. sedangkan paradigma baru menitikberatkan pada struktur dan proses dengan pendekatan learning organization. sistem pengelolaan sumberdaya manusia. dan Keempat. sistem dan prosedur kerja. menetapkan strategi organisasi. perubahan pengembangan. akan selalu dihadapkan pada perubahanperubahan. Ketiga. dari aspek tim manajemen: paradigma lama menekankan struktur dan fungsi interaksi kelompok untuk mencapai sinergi sosial dalam mengelola organisasi masing-masing. menindaklanjuti tujuan yang telah dicapai.

struktur kelompok. maka diperlukan dukungan dari faktor-faktor organisasional dan leaderships. peranan pengetahuan. hambatan untuk kreatif dan budaya organisasi. Organisasi bisnis selalu mencari business leader yang efektif. Kreativitas lebih berfokus pada penciptaan ide sedangkan inovasi berfokus pada bagaimana mewujudkan ide.yang lebih terbuka dan transparan. struktur dan tujuan.com . www. dan informasi diberikan konteks sehingga menjadi pengetahuan. sma negeri 03 cilacap. Karena inovasi adalah proses mewujudkan ide.com Perspektif Awal Kepemimpinan Pendahuluan Kepemimpinan bisnis (Business Leadership) yang dinamis dan efektif membedakan organisasi yang sukses dengan yang tidak.google. belajar atau bakat. dan penilaian. Definisi Leadership Para penulis Leadership setuju bahwa definisi Leadership adalah proses mempengaruhi aktivitas dari seseorang atau kelompok didalam upaya mencapai tujuan pada situasi . mengolahnya menjadi data. Kemampuan organisasi dalam mengelola keduabelas tema tersebut akan menentukan keberhasilannya dalam melakukan inovasi. kreativitas radikal atau inkrimental. Pengetahuan inilah yang oleh pemimpin dijadikan arah atau bekal untuk melakukan inovasi. karakteristik umum orangorang kreatif. lalu data dijadikan informasi. dan mengembangkan semangat kerja tim melalui pengembangan nilai-nilai inti. Organisasi yang mampu secara terus menerus melakukan penciptaan pengetahuan disebut sebagai learning organization.proses. Facebook. manajer sebagai business leader adalah sumber daya yang paling langka dari sebuah organisasi bisnis. Proses penciptaan pengetahuan dilakukan dengan melakukan observasi atas kejadian. Kepemimpinan dan Inovasi Inovasi berbeda dengan kreativitas. motivasi. Drucker. Inovasi berkaitan erat dengan proses penciptaan pengetahuan. jadi yang kita cari adalah orang-orang langka yang dapat berperan sebagai leader pada lingkungan kita dan dapat menyelesaikan tugasnya secara efektif. mengurangi permainan politik dalam organisasi. struktur organisasi. Dalam membahas inovasi paling tidak ada duabelas tema umum yang berkaitan dengan pembahasan tentang inovasi yaitu kreativitas dan inovasi. Menurut Peter F.

Model SOAR Peak Performance menyarankan bahwa sebuah interaksi antara Situation (situasi) dan Organization (organisasi) membawa kepada sebuah Activity (aktivitas) yang pada akhirnya membawa kepada Result (hasil). orang tersebut adalah seseorang yang berpotensi menjadi leader dan orang yang akan dipengaruhi berpotensi menjadi pengikut (follower) . partner. maka seorang manajer sebagai bagian integral dari organisasi harus mempengaruhi aktivitas organisasi untuk mencapai hasil.s) Jadi. Kemampuan untuk ‘mendorong’ dengan menginspirasi saja tidak cukup untuk mencapai hasil. Tanggung jawab manajer dijajaran atas adalah menciptakan visi untuk organisasinya. sebuah kerangka kerja dan sikap mental. setiap kali seseorang berusaha untuk mempengaruhi perilaku orang lain. yang dibutuhkan adalah kemampuan seorang leader untuk ‘menarik’ dengan visi yang kuat. regulasi dan perubahan pada norma-norma sosial. teman. Artinya. manajer harus memiliki ide. Tugas seorang leader adalah mengambil apa yang dipercayainya. . Esensi leadership adalah ‘seseorang melihat kebutuhan untuk bertindak. Model SOAR Peak Performance Leadership adalah membuat sesuatu yang kita percayai terjadi. Model SOAR Peak Performance (S) Situation –> (O)Organization –> (A) Activities –> (R) Results Sebagai sebuah kenyataan organisasi modern leader sedang menghadapi kemerosotan power (kekuatan) karena hukum. percaya akan apa yang ia kerjakan. sistem manajemen yang solid dan menginformasikan sumber daya yang memungkinkan sebuah organisasi mencapai hasil.follower dan S.tertentu. relasi ataupun kelompok. Karakter kepemimpinan karismatik (charismatic leadership) saja tidaklah cukup. tidak perduli apakah orang (pengikut) tersebut adalah atasan. model SOAR Peak Performance dapat diperlebar menjadi model VTR seperti dibawah ini. mengartikulasikan visi tersebut menjadi sebuah strategi yang lengkap.f.leader. Sehingga. Manajer yang sukses memiliki cara untuk melihat kemana ia (dan organisasinya) akan pergi dan bagaimana mencapainya. L = f(l. dan membuatnya menjadi kenyataan. Pemimpin Sebagai Pencipta Visi Ada beberapa model yang memiliki perspektif penting dari Leadership yaitu model SOAR Peak Performance dan model Vision to Results (VTR). menginspirasi yang lain dan pada akhirnya dapat merubah dunia’. sesuatu yang mengalir keluar dari nilai-nilai inti dirinya. Jika sebuah organisasi ingin melakukan langkah SOAR untuk mencapai performa puncak.variabel situasional lain. F. Sehingga proses kepemimpinan merupakan fungsi dari L.

Ide Bisnis – Lingkungan Organisasi .Hasil Dapat disimpulkan melalui model ini bahwa mencapai sebuah visi tidak cukup hanya dengan hubungan keputusan dan pengaruh. antara isu-isu strategis dan taktis.Visi . antara yang bersifat transfomasional dan transaksional.Strategi – Budaya . Taylor –> Scientific Management –> 1911 Mayo –> Hawthorne Studies –> 1933 Barnard –> Executive Function –> 1938 Coch-French –> Michigan Studies –> 1948 Stogdill –> Ohio State Studies –> 1948 Homans –> Human Group –> 1950 Maslow –> Hierarchy of Needs –> 1954 McGregor –> Theory X-Theory Y –> 1957 Tannenbaum –> Schmidt Continuum of Leader Behavior –> 1957 Blake-Mouton –> Managerial Grid –> 1964 Argyris –> Maturity – Immaturity –> 1964 McClelland –> Achievement Theory –> 1965 Herzberg –> Motivation-Hygiene –> 1966 Likert –> System 1 – 4 –> 1967 Fiedler –> Contingency Model –> 1967 Reddin –> 3-D Management Style –> 1967 Hersey & Blanchard –> Situational Leadership –> 1969 Vroom-Yetten –> Contingency Model –> 1973 House-Mitchell –> Path – Goal –> 1974 Vroom –> Expectancy Theory –> 1976 House –> Charismatic Leadership –> 1977 Burns –> Transformational Leadership –> 1978 Kerr-Jermier –> Substitutes for Leadership –> 1978 .Tujuan – Tim .(L) Leader –> S –> O –> A –> R –> (V) Vision Model Vision to Results Kunci dari kesuksesan adalah Vision – Change – Implementation – Results. Keempat kata ini adalah bagan integral pada model Vision to Results.Pekerjaan – Orang . yang mengkombinasikan masing-masing karakteristik pada model yang berorientasi proses yang didapat dari penggabungan komponen-komponen berikut: . tetapi peran leader adalah memfasilitasi hubungan antara Vision dan Result. Warisan Dari yang Lalu Banyak peneliti dan penulis yang telah berkontribusi secara signifikan pada kekayaan warisan dari kepemimpinan modern.

Fungsi dari leader pada scientific management atau teori klasik adalah untuk menyiapkan dan menyelenggarakan kriteria performa untuk mencapai tujuan organisasi. dimana karakteristik tertentu sangat esensial untuk leadership yang efektif. leadership melibatkan pencapaian hasil dengan dan melalui manusia. dan Situasi. 2. Fokus utamanya adalah pada kebutuhan individual. hanya mereka yang memilikinya yang dianggap dapat menjadi leader. Management of Meaning ? Kemampuan untuk menciptakan dan mengkomunikasikan . Taylor disebut sebagai orang yang menganggap manusia sebagai instrumen atau mesin yang dapat dimanipulasi oleh pemimpinnya. dimana sumber kekuatan utama organisasi terletak pada hubungan interpersonal yang berkembang didalam unit kerja. Pendekatan Ciri/Sifat kepemimpinan Sebelum tahun 1945. Warren Bennis mengidentifikasi 4 ciri/sifat. sangat penting untuk melihat sudut pandang urusan-urusan manusia. Sikap. Menurut gerakan ini. Karena tidak semua orang memiliki ciri-ciri tersebut. atau kompetensi leadership: 1. Seorang leader harus memiliki keperdulian terhadap pekerjaan dan hubungan antar manusia. Melihat pada isu leadership. Gerakan Human Relations – Elton Mayo Mayo memprakarsai gerakan Human Relation yang menggantikan trend leadership ala Taylor. pendekatan dasar pada leadership telah bergeser melalui 3 tahapan.McCall-Lombardo –> Fatal Leadership Flaws –> 1983 Bennis-Nanus –> Leadership Competencies –> 1985 Tichy-Devanna –> Transformational Leadership –> 1986 Manz –> Super Leadership –> 1989 Yukl –> Integrating Model –> 1989 Covey –> Principle Centered Leadership –> 1991 Johnson –> SOAR Model –> 1994 Pansegrouw –> Transformational Model –> 1995 Gyllenpalm –> Organizational Cone –> 1995 Sekolah Teori Organisasi Pada esensinya. Fokus utama seorang leader adalah kebutuhan/keinginan organisasi bukan kepentingan individual. Konsekuensinya. study leadership berkonsentrasi pada ciri/sifat. cara terbaik untuk memperbesar output organisasi adalah dengan mengembangkan teknik. Gerakan Scientific Management – Frederick Winslow Taylor Pada gerakan ini. Dua pemikiran penting pada teori organisasi adalah Scientific Management dan Human Relations. Management of Attention ? Kemampuan untuk mengkomunikasikan visi/tujuan yang menarik pengikut. Fungsi leader pada teori ini adalah untuk memfasilitasi pencapaian tujuan bersama diantara para pengikut sambil menyediakan kesempatan pada pertumbuhan dan perkembangan individu. Ciri/Si fat. atau metoda yang digunakan oleh pekerja.

Dingin dan sombong. yaitu ‘Perasaan tidak mendapat informasi. Sementara itu Morgan McCall dan Michael Lombardo menemukan sebuah ‘cacat fatal’ (fatal flaws) leader yang gagal sebelum dapat mencapai tujuannya. Pengetahuan Bisnis ? Apakah manajer memiliki sense of bisnis? 2. Tidak mampu melakukan staffing secara efektif. Tidak dapt dipercaya. 4. kreatif dan berdaya cipta? 4. Penilaian ? Apakah manajer memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan dengan cepat dengan informasi terbatas? 7. 5. Management of Trust ? Kemampuan untuk dapat dipercaya dan konsisten. Tidak mampu mendelegasikan. 3. Track Record ? Apakah manajer pernah dan berhasil melakukannya? 5. 4. Terlalu ambisius. Management of Self ? Kemampuan untuk mengetahui seseorang. Kemampuan Manusia ? Apakah manajer dapat memotivasi dan mengeluarkan yang terbaik dari tim-nya? 3. dan menggunakan kemampuan orang tersebut dengan batasan kekuatan dan kelemahannya. yaitu: 1. Tidak sensitif pada yang lain. Karakter ? Apakah manajer memiliki untuk dapat diajarkan? Ciri/Sifat Pemimpin yang Negatif John Geier menemukan 3 ciri/sifat yang menghilangkan potensi seseorang menjadi leader dan terjadinya persaingan tidak sehat dalam sebuah organisasi. 3.arti dengan jelas. CIRI/SIFAT Dapat beradaptasi pada situasi Pintar. Selera ? Apakah manajer dapat memilih orang yang tepat? 6. 6. 7. . 2. Memiliki masalah khusus dengan bisnis. intelligent Peka terhadap lingkungan sosial Mengerti konsep Ambisius dan berorientasi hasil Kreatif Dapat menyatakan diri Diplomatis dan taktis Dapat bekerjasama Lancar berbicara Dapat diharapkan Pengetahuan pekerjaan tim Dominan (keinginan mempengaruhi yang lain) Persuasif Enerjik (aktivitas tinggi) Kemampuan bersosial Tekun Percaya diri Tolerasi pada stres Kemauan untuk memikul tanggung jawab Bennis juga memperbaharui ciri-ciri tersebut dengan 7 karakteristik performa yang efektif: 1. perasaan menjadi non-partisipan. Kemampuan Konsep ? Apakah manajer dapat berpikir sistematis. dan kekakuan.

menghargai ide dan perasaan mereka dan menciptakan kepercayaan. Ohio State & Michigan Sudy. kreatifitas.8.Kemampuan kesadaran.Drive. . sementara itu Pertimbangan mengacu pada ‘tipe perilaku leader yang sensitif terhadap pekerja level bawah. menstimulasikan organisasi diri dan meningkatkan kesalingtergantungan antar anggota’. Studi Kepemimpinan Michigan Para peneliti di Universitas Michigan mengidentifikasi dua konsep perilaku leader.Ciri/sifat lain: karisma. sementara tipe 2 ‘manajer mempertahankan hubungan interpersonal yang menyenangkan.Pengetahuan akan bisnis. Studi Ohio State Leadership Studi ini dimulai pada tahun 1945. Tidak mampu beradaptasi pada pemimpin berbagai gaya. Untuk mengetahui perilaku leader. Grup tipe 1. Dalam mempelajari perilaku para leader tersebut. 10. memperjelas tujuan dan mengembangkan perencanaan prosedural’.Percaya diri. menjaga fokus anggota pada tujuan. mempunyai karakteristik ‘manajer berinisiatif untuk bertindak. Shelley Kirkpatrick dan Edwin Locke menyatakan ciri/sifat yang berpengaruh pada leadership sebagai berikut: . . menengahi perselisihan. . menyemangati. yaitu pada periode pengembangan Managerial Grid®.Motivasi kepemimpinan. Struktur Inisiasi mengacu pada pengertian ‘sebuah tipe leader yang berorientasi tugas dan mengarahkan pekerja level bawah untuk pencapaian tujuan’. orisinalitas & fleksibilitas. Study Group Dynamics Ada dua tujuan sebuah kelompok. para peneliti merancang sebuah kuesioner yang dapat mengetahui tipe seperti apa leader tersebut. Terlalu bergantung pada penasehat. . memberikan kesempatan pada yang lemah untuk bisa didengar. . . yaitu Leader Behavior Description Questioner (LBDQ).Kejujuran dan intergritas. Pendekatan Sikap Leadership Periode pendekatan teori sikap adalah antara 1945. . staff Ohio State menemukan bahwa kedua perilaku tersebut berada pada dimensi yang terpisah dan berdiri sendiri. Tipe yang pertama mementingkan aspek hubungan mereka sementara yang kedua mementingkan aspek teknis dari pekerjaannya. serta pertengahan 1960an. Sementara itu. struktur inisiasi dan pertimbangan. yaitu (1) pencapaian tujuan tertentu dari kelompok dan (2) memperkuat grup itu sendiri. Studi ini mempersempit perilaku leader pada 2 dimensi. Tidak mampu berpikir strategis. yang mereka sebut ‘orientasi pekerja’ dan ‘orientasi produksi’. 9.

berdasarkan definisi proses leadership adalah fungsi dari leader. Sistem 4. Sistem 3.com/prespektif-awal-kepemimpinan/ . Meskipun penelitian tidak berhasil menemukan ilmu teori perilaku yang cocok. Pada studinya.goolge. semakin ke bawah. Kesimpulan: Apakah Ada Gaya Kepemimpinan Terbaik? Leader yang efektif dan sukses mampu mengadaptasikan gaya leadership mereka pada persyaratan kondisi yang tepat. sepertinya tipe leader yang demokratis adalah yang paling ideal. tetapi. yaitu: Sistem 1. sistem manajemen semakin berorientasi pada hubungan. harus melihat sudut pandang teori leadership. tidak mungkin mengimplementasikan salah satu tipe leadership saja pada semua situasi. Leadership Grid® – Robert R. tipe kerja dan hubungan bahkan merupakan dimensi yang terpisah. tidak membuat teori menjadi tidak dapat digunakan. www.Para peneliti ini menemukan tidak ada tipe yang menonjol. Manajemen percaya penuh kepada karyawan. kebutuhan apa saja yang perlu dicapai dan memberikan mereka kebebasan untuk melakukan pekerjaannya. maka itu. Likert menemukan bahwa kegagalan gaya manajemen sebuah organisasi dapat berkesinambungan antara sistem 1 hingga sistem 4. Manajemen tidak memiliki kepercayaan kepada karyawan dan jarang melibatkan mereka pada proses pengambilan keputusan.robinmalau.com . Blake & Anne Adams McCanse Kedua peneliti ini memperluas konsep-konsep sebelumnya. Alasan utama mengapa tidak ada satu gaya leadership yang cocok adalah karena kepemimpinan pada dasarnya adalah bergantung pada situasi (situasional) dan berkesinambungan. tetapi juga harus melaksanakannya dengan benar. Sistim Manajemen dari Rensis Likert Likert menemukan bahwa leader yang produktif menerangkan dengan jelas tujuan kepada pengikutnya. dan telah menggunakannya pada program-program pengembangan manajemen. Manajemen memperlakukan karyawan seperti Tuan dan Pembantu. Para leader tersebut lebih memperhatikan pekerjanya daripada pekerjaannya (employee-centered dan job-centered). www. Sistem 2. tetapi tidak percaya sepenuhnya kepada karyawan. pengikut dan variabel situasional. Manajer yang efektif tidak hanya harus mengetahui gaya leadership mana yang cocok. Kesimpulannya. Pada periode studi Likert. Manajemen memiliki kepercayaan yang substansial.

etika. know. rather than simply bossing people around . lets define leadership. nilai-nilai. pengetahuan. education. dan. mereka TIDAK beristirahat di capai mereka. Ini tidak datang dengan sendirinya. dan keterampilan. tetapi diperoleh melalui bekerja dan belajar terus-menerus. and skills . this power does not make you a leader. they are NOT resting on their laurels. dll memberi Anda wewenang untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu dan tujuan dalam organisasi. dan pengalaman. you can become an effective leader.Konsep Kepemimpinan Arti dari sebuah pesan adalah perubahan yang menghasilkan dalam gambar.Kenneth Boulding in The Image: Knowledge in Life and Society Good leaders are made not born. there are certain things you must be. Meskipun posisi anda sebagai seorang manajer. Pemimpin yang baik dibuat tidak dilahirkan. pendidikan. but are acquired through continual work and study. To inspire your workers into higher levels of teamwork. Pemimpin yang baik berkembang melalui proses yang tidak pernah berakhir diri belajar. seperti kepercayaan. . it simply makes you the boss. Untuk menginspirasi para pekerja Anda ke tingkat yang lebih tinggi kerja sama tim. Jika Anda memiliki keinginan dan kemauan. If you have the desire and willpower. ada beberapa hal yang harus Anda dapat. lead. This guide will help you through that process. Leadership differs in that it makes the followers want to achieve high goals. Kepemimpinan yang berbeda dalam membuat pengikut ingin mencapai tujuan yang tinggi. ethics. mari kita mendefinisikan kepemimpinan. These do not come naturally. supervisor. supervisor. Before we get started. character . Pemimpin yang baik secara terus-menerus bekerja dan belajar untuk meningkatkan keterampilan kepemimpinan mereka. Good leaders develop through a never ending process of self-study. and. lakukan. . Leaders carry out this process by applying their leadership attributes. Anda dapat menjadi pemimpin yang efektif. training. Panduan ini akan membantu Anda melalui proses tersebut. Pemimpin melakukan proses ini dengan menerapkan atribut kepemimpinan mereka. pelatihan. Good leaders are continually working and studying to improve their leadership skills. gives you the authority to accomplish certain tasks and objectives in the organization. knowledge . such as beliefs . etc. values . Sebelum kita mulai. do. Leadership is a process by which a person influences others to accomplish an objective and directs the organization in a way that makes it more cohesive and coherent. Although your position as a manager. karakter. and experience. kekuatan ini tidak membuat Anda seorang pemimpin. Kepemimpinan adalah sebuah proses di mana seseorang mempengaruhi orang lain untuk mencapai suatu tujuan dan mengarahkan organisasi dengan cara yang membuatnya lebih kohesif dan koheren. itu hanya membuat Anda bos. bukan hanya memerintah orang-orang di sekitar. tahu. timah.

These theories are: Teori ini adalah: • • • Some personality traits may lead people naturally into leadership roles. teori kepemimpinan menyatakan bahwa ada tiga cara dasar untuk menjelaskan bagaimana orang menjadi pemimpin. This is the Great Events Theory. dia melihat apa yang Anda lakukan sehingga ia dapat mengetahui siapa Anda sebenarnya. which brings out extraordinary leadership qualities in an ordinary person. rather. Mereka berhasil di banyak daerah karena mereka menampilkan citra baik senior mereka dengan mengorbankan pekerja mereka. Ini adalah Transformational Leadership Theory. Beberapa ciri kepribadian dapat memimpin orang-orang secara alami ke dalam peran kepemimpinan. . Orang dapat memilih untuk menjadi pemimpin. she does not think about your attributes. tidak mengikuti mereka. A crisis or important event may cause a person to rise to the occasion. When a person is deciding if she respects you as a leader.Bass' (1989 & 1990) Bass '(1989 & 1990) theory of leadership states that there are three basic ways to explain how people become leaders. She uses this observation to tell if you are an honorable and trusted leader or a self-serving person who misuses authority to look good and get promoted. Ketika seseorang memutuskan jika ia menghormati anda sebagai seorang pemimpin. Dia menggunakan pengamatan ini untuk mengetahui apakah Anda adalah seorang yang terhormat dan dipercaya pemimpin atau melayani diri sendiri orang yang menyalahgunakan wewenang untuk berpenampilan baik dan dipromosikan. not follow them. she observes what you do so that she can know who you really are. Ini adalah Teori Kegiatan Besar. yang memunculkan kualitas kepemimpinan yang luar biasa pada orang biasa. The first two explain the leadership development for a small number of people. Melayani diri sendiri sebagai pemimpin tidak efektif karena karyawan mereka hanya menuruti mereka. Ini adalah teori yang diterima paling banyak saat ini dan premis yang didasarkan panduan ini. ia tidak berpikir tentang sifat-sifat Anda. People can choose to become leaders. Orang dapat belajar keterampilan kepemimpinan. Krisis atau kejadian penting dapat menyebabkan seseorang untuk naik ke kesempatan. bukan. Self-serving leaders are not as effective because their employees only obey them. This is the Transformational Leadership Theory. It is the most widely accepted theory today and the premise on which this guide is based. They succeed in many areas because they present a good image to their seniors at the expense of their workers. This is the Trait Theory. People can learn leadership skills. Ini adalah Ciri Teori. Dua yang pertama menjelaskan pengembangan kepemimpinan untuk sejumlah kecil orang.

They found that: Mereka menemukan bahwa: • • Trust and confidence in top leadership was the single most reliable predictor of employee satisfaction in an organization. Helping employees understand the company's overall business strategy. A sense of direction is achieved by conveying a strong vision of the future. Respected leaders concentrate on what they are [be] (such as beliefs and character). Orang-orang ingin dipandu oleh mereka yang mereka hormati dan yang memiliki arah yang jelas.The basis of good leadership is honorable character and selfless service to your organization. 2004). McKee. your leadership is everything you do that effects the organization's objectives and their well-being. Dalam karyawan Anda 'mata. Kepercayaan dan keyakinan di atas kepemimpinan adalah satu-satunya prediktor yang paling dapat diandalkan kepuasan karyawan dalam sebuah organisasi. and human nature). what they know (such as job. apa yang mereka ketahui (seperti pekerjaan. 2004). In your employees' eyes. memotivasi. and providing direction ). tasks. Berbagi informasi dengan para karyawan di kedua . The Two Most Important Keys to Effective Leadership Terpenting Dua Kunci Kepemimpinan Efektif According to a study by the Hay Group.relative to strategic business objectives. dan memberikan arah). motivating . ada 75 komponen kunci kepuasan karyawan (Lamb. they must be ethical. Pemimpin dihormati berkonsentrasi pada apa yang mereka [be] (seperti keyakinan dan karakter). Effective communication by leadership in three critical areas was the key to winning organizational trust and confidence: Komunikasi yang efektif oleh kepemimpinan dalam tiga area kritis merupakan kunci untuk memenangkan organisasi kepercayaan dan keyakinan: 1. Membantu karyawan memahami perusahaan secara keseluruhan strategi bisnis. Dasar kepemimpinan yang baik adalah karakter terhormat dan pelayanan tanpa pamrih organisasi Anda. McKee. a global management consultancy. mereka harus etis. sebuah konsultan manajemen global. What makes a person want to follow a leader? Apa yang membuat seseorang mau mengikuti seorang pemimpin? People want to be guided by those they respect and who have a clear sense of direction. Helping employees understand how they contribute to achieving key business objectives. Rasa arah dicapai dengan menyampaikan visi yang kuat tentang masa depan. there are 75 key components of employee satisfaction (Lamb. Membantu karyawan memahami bagaimana mereka berkontribusi untuk mencapai tujuan bisnis utama. kepemimpinan Anda adalah segalanya yang Anda lakukan yang efek tujuan organisasi dan kesejahteraan mereka. 2. dan sifat manusia). Menurut sebuah studi oleh Hay Group. and what they do (such as implementing. Sharing information with employees on both how the company is doing and how an employee's own division is doing . Untuk mendapatkan rasa hormat. dan apa yang mereka lakukan (seperti pelaksana. 3. tugas. To gain respect.

you must be trustworthy and you have to be able to communicate a vision of where the organization needs to go. Dan ketika ada masalah.Search for ways to guide your organization to new heights. 2. ties in closely with this key concept. mengambil tindakan korektif. dan perencanaan alat. decision making. The next section. 3.Dalam rangka untuk mengenal diri sendiri. Mengenal diri sendiri dan mencari perbaikan diri . We must become the change we want to see .Use good problem solving. you have to understand your be. know.bagaimana perusahaan sedang lakukan dan bagaimana seorang karyawan divisi sendiri melakukan . dan lakukan. 4. dasi dalam erat dengan konsep kunci ini. they always do sooner or later -.In order to know yourself. formal classes. Set the example . and move on to the next challenge. pengambilan keputusan. dan beralih ke tantangan berikutnya. Secara teknis mahir . reflection.Gunakan baik pemecahan masalah. (US Army.Sebagai seorang pemimpin. dan lakukan. "Principles of Leadership". Anda harus memahami akan. kelas formal. and do. tahu. Seek responsibility and take responsibility for your actions . Jadi. you must know your job and have a solid familiarity with your employees' tasks.Mahatma Gandhi Mereka harus tidak hanya mendengar apa yang mereka . Bagian berikutnya. atribut. "Principles of Leadership". 1983) follow these eleven principles of leadership (later chapters in this guide expand on these and provide tools for implementing them): sebelas ikuti prinsip-prinsip kepemimpinan (bab-bab berikutnya dalam buku petunjuk ini memperluas dan ini menyediakan alat-alat untuk mengimplementasikan mereka): 1. mereka selalu lakukan cepat atau lambat .Anda harus dapat dipercaya dan Anda harus dapat mengkomunikasikan sebuah visi di mana kebutuhan organisasi untuk pergi. They must not only hear what they are expected to do. (US Army. Principles of Leadership Prinsip Kepemimpinan To help you be. but also see. attributes.relatif terhadap tujuan bisnis strategis. and planning tools. dan berinteraksi dengan orang lain. 5. And when things go wrong. in a nutshell . tahu. Mencari perbaikan diri berarti terusmenerus memperkuat atribut Anda. Hal ini dapat dicapai melalui belajar-sendiri. Menganalisis situasi. So in a nutshell -. and interacting with others. This can be accomplished through self-study. know. Make sound and timely decisions . take corrective action. Carilah tanggung jawab dan mengambil tanggung jawab atas tindakan Anda . Know yourself and seek self-improvement . 1983) Untuk membantu Anda menjadi.As a leader.Mencari cara untuk membimbing organisasi Anda ke ketinggian baru.Be a good role model for your employees. refleksi. Analyze the situation. Suara dan membuat keputusan tepat waktu .Jadilah teladan yang baik bagi karyawan Anda. Be technically proficient . Menetapkan contoh . Seeking self-improvement means continually strengthening your attributes.tidak menyalahkan orang lain.do not blame others. and do. Anda harus mengetahui pekerjaan Anda dan memiliki keakraban yang solid dengan karyawan Anda 'tugas.

Factors of leadership Faktor kepemimpinan There are four major factors in leadership: Ada empat faktor utama dalam kepemimpinan: .Meskipun banyak pemimpin yang disebut panggilan organisasi mereka. etc. seksi. departemen.they are just a group of people doing their jobs..Komunikasi adalah kunci untuk tanggung jawab ini. etc. Kereta sebagai sebuah tim .Help to develop good character traits that will help them carry out their professional responsibilities. dll secara maksimal kemampuan. dan dicapai . mereka hanya sekelompok orang yang melakukan pekerjaan mereka.Tahu bagaimana berkomunikasi dengan tidak hanya mereka. tetapi juga melihat. seksi.diharapkan untuk dilakukan. 10. Keep your workers informed . section. Train as a team . Kita harus menjadi perubahan yang ingin kita lihat . Tahu orang-orang dan melihat keluar untuk kesejahteraan mereka .Dengan mengembangkan semangat tim. 11. departemen. you will be able to employ your organization. Jaga informasi pekerja .. 9.Mahatma Gandhi 6.Although many so called leaders call their organization. diawasi. and accomplished Communication is the key to this responsibility. they are not really teams.. 7. 8. Mengembangkan rasa tanggung jawab pada pekerja Anda . section. department. tapi juga senior dan orang-orang kunci lain. mereka tidak benar-benar tim . Gunakan kemampuan penuh organisasi Anda . Anda akan dapat menggunakan organisasi Anda. but also seniors and other key people. a team. Memastikan bahwa tugastugas dimengerti. department.By developing a team spirit.Know human nature and the importance of sincerely caring for your workers. Use the full capabilities of your organization . supervised. Develop a sense of responsibility in your workers . to its fullest capabilities. Know your people and look out for their well-being .Bantuan untuk mengembangkan karakter yang baik yang akan membantu mereka melaksanakan tanggung jawab profesional mereka.Know how to communicate with not only them.Tahu sifat manusia dan pentingnya tulus merawat pekerja Anda. dll tim.. Ensure that tasks are understood.

perhatikan bahwa adalah para pengikut. Anda memimpin melalui komunikasi dua arah. Anda harus datang untuk mengetahui karyawan Anda dapat. You must know your people! Anda harus mengenal orang! The fundamental starting point is having a good understanding of human nature. not the leader who determines if a leader is successful. note that it is the followers. Juga. dan melakukan atribut. Titik awal yang mendasar adalah memiliki pemahaman yang baik mengenai sifat manusia. emosi. a new hire requires more supervision than an experienced employee. such as needs. and motivation. Jika mereka tidak percaya atau kurang percaya diri dalam pemimpin mereka. that you are worthy of being followed. To be successful you have to convince your followers. Anda harus memiliki pemahaman yang jujur siapa diri Anda. Seseorang yang tidak memiliki motivasi membutuhkan pendekatan yang berbeda dari satu dengan motivasi tinggi. If they do not trust or lack confidence in their leader. and do attributes. Communication Komunikasi You lead through two-way communication. seorang karyawan baru memerlukan lebih banyak pengawasan dari karyawan yang berpengalaman. what you know. Anda harus meyakinkan pengikut Anda. emotions. dan apa yang dapat Anda lakukan. seperti kebutuhan. Untuk menjadi sukses. and what you can do. bukan pemimpin yang menentukan apakah seorang pemimpin yang sukses.Follower Pengikut Different people require different styles of leadership. then they will be uninspired. tahu. apa yang Anda ketahui. You must come to know your employees' be. not yourself or your superiors. when you "set . maka mereka akan bersemangat. bahwa Anda layak untuk diikuti. Leader Pemimpin You must have an honest understanding of who you are. For example. Sebagai contoh. dan motivasi. know. A person who lacks motivation requires a different approach than one with a high degree of motivation. For instance. bukan diri sendiri atau atasan Anda. Sebagian besar itu nonverbal. Also. Orang yang berbeda memerlukan gaya kepemimpinan yang berbeda. Much of it is nonverbal.

Sebagai contoh. the informal leaders within your organization. and how your company is organized." yang mengkomunikasikan ke orang bahwa Anda tidak akan meminta mereka untuk melakukan sesuatu yang Anda tidak akan bersedia untuk melakukan. Contoh: Jadilah setia kepada organisasi. maka hasilnya mungkin akan terbukti tidak efektif. then those around you will grow to respect you. Situation Situasi All are different. Attributes Atribut If you are a leader who can be trusted. keahlian orang-orang Anda. perform selfless service. para pemimpin informal dalam organisasi Anda. MENJADI seorang profesional. Apa yang Anda lakukan dalam satu situasi tidak akan selalu bekerja di negara lain. dan bagaimana perusahaan Anda diorganisir. candor. too harsh or too weak. terlalu keras atau terlalu lemah. then the results may prove ineffective.the example. Anda mungkin perlu untuk menghadapi seorang karyawan untuk perilaku yang tidak pantas. mengambil tanggung jawab pribadi. ada Kepemimpinan Kerangka untuk memandu Anda: BE KNOW DO BE KNOW DO BE a professional. Anda harus menggunakan pertimbangan Anda untuk memutuskan tindakan terbaik dan gaya kepemimpinan yang diperlukan untuk setiap situasi. To be such a leader. Sebagai contoh. competence. Apa dan bagaimana Anda berkomunikasi baik membangun atau merusak hubungan antara Anda dan karyawan Anda. melakukan pelayanan tanpa pamrih. Examples: Honesty. you may need to confront an employee for inappropriate behavior. For example. Examples: Be loyal to the organization. What you do in one situation will not always work in another. take personal responsibility. . Examples of forces are your relationship with your seniors. Jika Anda adalah seorang pemimpin yang dapat dipercaya. Contoh kekuatan hubungan Anda dengan para manula. Various forces will affect these factors. Berbagai kekuatan akan mempengaruhi faktorfaktor ini. maka orang-orang di sekitar Anda akan tumbuh untuk menghormati Anda. You must use your judgment to decide the best course of action and the leadership style needed for each situation. ketika Anda "mengatur contoh. tetapi jika konfrontasi terlalu terlambat atau terlalu awal. the skill of your people. MENJADI seorang profesional yang memiliki karakter yang baik." that communicates to your people that you would not ask them to perform anything that you would not be willing to do. Semua berbeda. but if the confrontation is too late or too early. What and how you communicate either builds or harms the relationship between you and your employees. there is a Leadership Framework to guide you: Untuk menjadi seperti seorang pemimpin. BE a professional who possess good character traits.

communication. situation. Contoh: penetapan tujuan. who the unofficial leaders are. courage. and how people respond to stress. Examples: where to go for help. DO memotivasi. Examples: strengths and weakness of your character. supervising. which dictates to a considerable degree how its leaders respond to problems and opportunities. yang menentukan ke tingkat yang cukup bagaimana para pemimpinnya menanggapi masalah dan peluang. This is brought about by its heritage of past leaders and its present leaders. Contoh: komunikasi. emotions. dan bagaimana manusia merespons stres. Setiap organisasi memiliki lingkungan kerja tertentu. and Concepts Tujuan.follower. mengawasi. pemimpin. problem solving. imagination. keterusterangan. DO implement. Examples: be proficient and be able to train others in their tasks. coordinating. emosi. keberanian. nasihat. DO motivate. KNOW your organization. kereta api. knowledge. dan Konsep Leaders exert influence on the environment via three types of actions: Pemimpin memberikan pengaruh pada lingkungan melalui tiga jenis tindakan: . Contoh: kekuatan dan kelemahan karakter Anda. and skills. its climate and culture. Contoh: mengembangkan semangat kerja dan semangat korps dalam organisasi. pengetahuan. koordinasi. pemecahan masalah. Environment Lingkungan Every organization has a particular work environment. Goals. mengevaluasi. TAHU sifat manusia. coach. komitmen. Contoh: kebutuhan manusia. perencanaan. siapa pemimpin tidak resmi. Nilai. Contoh: mahir dan mampu melatih orang lain dalam tugas-tugas mereka. straightforwardness. integritas. Examples: Human needs.pengikut. leader. KNOW yourself. KNOW human nature. TAHU pekerjaan Anda. KNOW your job. evaluating. counsel. kompetensi.commitment. Examples: develop morale and esprit de corps in the organization. DO diterapkan. TAHU organisasi Anda. kejujuran. imajinasi. Values. TAHU sendiri. iklim dan budaya. komunikasi. decision making. situasi. Examples: goal setting. dan keterampilan. Contoh: Kejujuran. planning. train. DO provide direction. Hal ini disebabkan oleh warisan masa lalu pemimpin dan pemimpin yang sekarang. DO memberikan arahan. Contoh: mana untuk mencari bantuan. pengambilan keputusan. Examples: communicating. pelatih. KNOW the four factors of leadership . integrity. TAHU empat faktor kepemimpinan .

Successful organizations have leaders who set high standards and goals across the entire spectrum. and concepts make up the organization's "personality" or how the organization is observed by both outsiders and insiders. Each role has a set of tasks and responsibilities that may or may not be spelled out. untuk memasukkan uang yang dibayarkan atas kinerja peran. vendors. and rites that take place. vendor. values. Setiap peran memiliki seperangkat tugas dan tanggung jawab yang mungkin atau mungkin tidak dapat dijelaskan. to include money being paid for the performance of the role. Roles have a powerful effect on behavior for several reasons. rencana. Cita-cita tersebut. Peran memiliki pengaruh kuat pada tingkah laku untuk beberapa alasan. investor. seperti strategi. kepemimpinan pasar. Sementara beberapa tugas yang dilakukan sendirian. and a sense of accomplishment or challenge. relationships. 2. productivity. Roles ad Relationships Hubungan iklan Peran Roles are the positions that are defined by a set of expectations about behavior of any job incumbent. hubungan. Concepts define what products or services the organization will offer and the methods and processes for conducting business. Peran adalah posisi yang didefinisikan oleh seperangkat harapan tentang perilaku pekerjaan apa saja kewajiban. market leadership.1. rapat dan presentasi. These values define the manner in how business will be conducted. dan keandalan. rewards. Nilai-nilai ini menentukan cara bagaimana bisnis akan dilaksanakan. dan upacara yang terjadi. kualitas. dan konsep-konsep membentuk organisasi "kepribadian" atau bagaimana organisasi diamati oleh kedua orang luar dan dalam. nilai. The business and people concepts they establish. quality. and surrounding community. penghargaan. meetings and presentations. Mencerminkan nilai-nilai keprihatinan organisasi ini bagi para karyawan. While some tasks are performed alone. Hubungan ditentukan oleh peran tugas. Organisasi yang sukses memiliki pemimpin yang menetapkan standar yang tinggi dan tujuan-tujuan di seluruh spektrum. Bisnis dan orang-orang konsepkonsep mereka untuk membangun. investors. The values they establish for the organization. and reliability. 3. Relationships are determined by a role's tasks. Tujuan dan standar kinerja mereka membangun. Values reflect the concern the organization has for its employees. These goals. Nilai-nilai mereka menetapkan bagi organisasi. customers. most are carried out in relationship with others. there is prestige attached to a role. This personality defines the roles. Kepribadian ini mendefinisikan peran. produktivitas. sebagian besar dilakukan dalam . such as strategies. pelanggan. Konsep mendefinisikan apa produk atau jasa organisasi akan menawarkan dan metode-metode dan proses untuk menjalankan bisnis. ada prestise yang melekat pada peran. dan masyarakat sekitarnya. dan rasa keberhasilan atau tantangan. plans. The goals and performance standards they establish.

hubungan dengan orang lain. Many tasks and behaviors that are associated with a role are brought about by these relationships. ritual. dan persahabatan adalah hadiah yang kuat. Tugas akan menentukan siapa pemegang peran diperlukan untuk berinteraksi dengan. individu dan berbagi persepsi dan sikap anggota organisasi. how often. seberapa sering. Iklim adalah merasa organisasi." These rites impact individual behavior on what it takes to be in good standing (the norm) and directs the appropriate behavior for each circumstance. Selain itu. This results in rites : the routines. yang sulit untuk menyukai seseorang yang kita tidak punya kontak dengan. This in turn leads to more frequent interaction. tugas baru dan perilaku yang diharapkan dari sekarang pemegang peran karena hubungan yang kuat dikembangkan di masa lalu. People tend to do what they are rewarded for. and the "way we do things. the individual and shared perceptions and attitudes of the organization's members. The climate is the feel of the organization. climate is a short-term phenomenon created by the current leadership. Climate represents the beliefs about the "feel of the organization" by its members. tradisi. That is. Banyak tugas dan perilaku yang berhubungan dengan peran yang dibawa oleh hubungan ini. rituals. semakin besar sukai. dan menuju tujuan apa. dan "cara kita melakukan sesuatu. Orang cenderung untuk melakukan apa yang mereka dihargai untuk. either by that role-holder or a prior role-holder. dan kita cenderung untuk mencari orang-orang yang kita sukai. its hard to like someone whom we have no contact with. past leadership. aturan. current leadership. history. Ini adalah kombinasi dari pendiri. Setiap organisasi memiliki budaya yang berbeda. Also. and towards what end. melewati kepemimpinan. sejarah. the greater the liking. This individual perception of the "feel of the organization" comes from what the people believe about the activities that . dan adat istiadat. events. Ada dua kekuatan yang berbeda mendikte bagaimana bertindak dalam sebuah organisasi: budaya dan iklim. The tasks will determine who the role-holder is required to interact with. peristiwa." Hal ini mengakibatkan ritus: rutinitas. dan ukuran. Hal ini pada gilirannya menyebabkan lebih sering interaksi. Ritus-ritus ini dampak perilaku individu pada apa yang dibutuhkan untuk menjadi dalam performa yang baik (norma) dan mengarahkan perilaku yang sesuai untuk setiap keadaan. Sementara budaya adalah sifat berakar dari organisasi yang merupakan hasil dari lama dipegang formal dan sistem informal. and we tend to seek out those we like. biasanya semakin besar interaksi. While the culture is the deeply rooted nature of the organization that is a result of long-held formal and informal systems. In human behavior. krisis. new task and behaviors are expected of the present role-holder because a strong relationship was developed in the past. rules. Artinya. kepemimpinan saat ini. It is a combination of the founders. normally the greater the interaction. Culture and Climate Budaya dan Iklim There are two distinct forces that dictate how to act within an organization: culture and climate . Each organization has its own distinctive culture. crises. and size. and friendship is a powerful reward. baik oleh pemegang peran-peran atau pemegang sebelumnya. iklim adalah fenomena jangka pendek yang diciptakan oleh kepemimpinan saat ini. Iklim mewakili keyakinan tentang "rasa organisasi" oleh para anggotanya. Perilaku manusia. traditions. and customs.

atau merasakan apakah kita berperilaku cara kita seharusnya berperilaku. Perilaku (karakter) dari pemimpin adalah faktor yang paling penting yang mempengaruhi iklim.occur in the organization. everything you . Visi kolektif dan cerita rakyat umum yang mendefinisikan institusi merupakan cerminan dari budaya. But. penghargaan. These activities influence both individual and team motivation and satisfaction. dan hukuman dalam organisasi? How competent are the leaders? Bagaimana kompeten adalah pemimpin? Are leaders free to make decisions? Apakah pemimpin bebas untuk membuat keputusan? What will happen if I make a mistake? Apa yang akan terjadi jika saya melakukan kesalahan? Organizational climate is directly related to the leadership and management style of the leader. and punishments in the organization? Apa sistem pengakuan. complex phenomenon." Nilai-nilai yang matang yang menciptakan "tradisi" atau "cara kita melakukan sesuatu di sini. or the feel of whether we behave the way we ought to behave." Things are done differently in every organization. The ethical climate is the feel about whether we do things right. Ini persepsi individu yang "merasa organisasi" berasal dari apa yang orang percaya tentang aktivitas yang terjadi dalam organisasi. fenomena kompleks. rewards. Budaya mewakili harapan bersama dan citra diri organisasi. The behavior (character) of the leader is the most important factor that impacts the climate. seperti: • • • • • How well does the leader clarify the priorities and goals of the organization? Seberapa baik pemimpin memperjelas prioritas dan tujuan organisasi? What is expected of us? Apa yang diharapkan dari kita? What is the system of recognition. as well as the priorities of the leader. The collective vision and common folklore that define the institution are a reflection of culture. dan tindakan. Bandingkan dengan "etis iklim" . atribut. Compare this to "ethical climate" -. attributes.yang "merasa organisasi" tentang kegiatan yang memiliki konten etis atau aspek-aspek dari lingkungan kerja yang membentuk perilaku etis. On the other hand. Individual leaders. skills. serta prioritas pemimpin. and actions. Budaya mempengaruhi karakteristik iklim oleh efeknya pada tindakan dan proses berpikir dari pemimpin. such as: Kegiatankegiatan ini mempengaruhi baik individu dan tim motivasi dan kepuasan. Masing-masing pemimpin. Culture represents the shared expectations and self-image of the organization. based on the values. Di sisi lain. Hal dilakukan secara berbeda di setiap organisasi. keterampilan. Iklim etika adalah merasa tentang apakah kita melakukan hal-hal yang benar. berdasarkan nilai-nilai.the "feel of the organization" about the activities that have ethical content or those aspects of the work environment that constitute ethical behavior. Culture influences the characteristics of the climate by its effect on the actions and thought processes of the leader. tidak dapat dengan mudah membuat atau mengubah budaya karena budaya merupakan bagian dari organisasi. The mature values that create "tradition" or the "way we do things here. culture is a long-term. cannot easily create or change culture because culture is a part of the organization. Iklim organisasi secara langsung berkaitan dengan kepemimpinan dan gaya manajemen pemimpin. kebudayaan adalah jangka panjang.

Empat Kerangka Pendekatan dan Managerial Grid. dan pemberdayaan. Four Framework Approach Empat Kerangka Pendekatan In the Four Framework Approach. dan adaptasi. segala sesuatu yang Anda lakukan sebagai seorang pemimpin akan mempengaruhi iklim organisasi. but to realize that every situation calls for a different approach or behavior to be taken. Dua model akan dibahas. and adaptation. Untuk kegiatan. Sementara dalam situasi kepemimpinan yang tidak efektif. Politik. pelaksanaan. Structural Leaders focus on structure. menyarankan bahwa pemimpin menampilkan perilaku kepemimpinan dalam salah satu dari empat jenis kerangka: Structural. lingkungan hidup. The style can either be effective or ineffective. strategi. depending upon the chosen behavior in certain situations. Dalam situasi kepemimpinan yang efektif. tapi untuk menyadari bahwa setiap situasi membutuhkan pendekatan yang berbeda atau perilaku yang akan diambil. While in an ineffective leadership situation. advokasi. tergantung pada perilaku yang dipilih dalam situasi tertentu. strategy. or Symbolic. Leadership Models Leadership Models Leadership models help us to understand what makes leaders act the way they do. see Long-Term Short-Term Orientation . Human Resource. Yang ideal tidak untuk mengunci diri untuk jenis perilaku dibahas dalam model. Human Resource. see Culture and Climate . Structural Framework Structural Framework In an effective leadership situation. pemimpin adalah penyerobot gaya kepemimpinan yang detail. and empowerment. implementation.do as a leader will affect the climate of the organization. Tapi. Human Resource Framework Kerangka Kerja Sumber Daya Manusia In an effective leadership situation. the Four Framework Approach and the Managerial Grid. Untuk informasi tentang budaya. eksperimentasi. experimentation. the leader is a petty tyrant whose leadership style is details. Model kepemimpinan membantu kita untuk memahami apa yang membuat para pemimpin bertindak seperti yang mereka lakukan. Pemimpin struktural fokus pada struktur. Bolman dan Deal (1991) suggest that leaders display leadership behaviors in one of four types of frameworks: Structural. advocation. the . pemimpin adalah seorang arsitek sosial yang gaya kepemimpinan analisis dan desain. For information on culture. the leader is a catalyst and servant whose leadership style is support. environment. while in an ineffective leadership situation. lihat Jangka Panjang Orientasi Jangka Pendek. The ideal is not to lock yourself in to a type of behavior discussed in the model. lihat Budaya dan Iklim. Political. pemimpin adalah katalisator dan pelayan yang gaya kepemimpinan adalah dukungan. Dalam situasi kepemimpinan yang efektif. Bolman and Deal (1991) Dalam Kerangka Empat Pendekatan. the leader is a social architect whose leadership style is analysis and design. For an activity. Two models will be discussed. atau simbolis. Gaya dapat menjadi efektif atau tidak efektif.

This model suggests that leaders can be put into one of these four categories and there are times when one approach is appropriate and times when it would not be. pemimpin adalah seorang pengedar. use persuasion first. pemimpin adalah seorang nabi. the leader is a prophet. mereka mencoba untuk membingkai pengalaman dengan menyediakan pengalaman interpretasi-interpretasi yang masuk akal. and not just rely on one or two. the leader is a hustler. dukungan. these leaders use symbols to capture attention. Any one of these approaches alone would be inadequate. the leader is a fanatic or fool. Dalam situasi kepemimpinan yang efektif. they discover and communicate a vision. While in an ineffective leadership situation. Salah satu dari . mereka memberdayakan. Pemimpin simbolik melihat organisasi sebagai panggung atau teater untuk memainkan peran tertentu dan memberikan jejak. Symbolic Framework Symbolic Framework In an effective leadership situation. While in an ineffective leadership situation. Political leaders clarify what they want and what they can get. kemudian gunakan paksaan negosiasi dan hanya jika diperlukan. mereka membangun hubungan dengan stakeholder lain. share information. sedangkan dalam situasi kepemimpinan yang tidak efektif. thus we should strive to be conscious of all four approaches. Human Resource Leaders believe in people and communicate that belief. yang gaya kepemimpinan manipulasi. mereka menemukan dan mengkomunikasikan sebuah visi. then use negotiation and coercion only if necessary. whose leadership style is manipulation. berbagi informasi. yang gaya kepemimpinan asap dan cermin. yang gaya kepemimpinan adalah inspirasi. Sumber Daya Manusia Pemimpin percaya pada orang dan berkomunikasi keyakinan itu. support. mereka menilai pembagian kekuasaan dan kepentingan. the leader is an advocate. Political Framework Kerangka politik In an effective leadership situation. Dalam situasi kepemimpinan yang efektif. yang gaya kepemimpinan koalisi dan membangun. yang gaya kepemimpinan turun tahta dan penipuan.leader is a pushover. Model ini menunjukkan bahwa para pemimpin dapat diletakkan ke dalam salah satu dari keempat kategori dan ada saat-saat ketika satu pendekatan yang tepat dan saat-saat itu tidak akan. whose leadership style is smoke and mirrors. pemimpin adalah seorang advokat. pemimpin yang lebih payah. Pemimpin politik menjelaskan apa yang mereka inginkan dan apa yang dapat mereka peroleh. Symbolic leaders view organizations as a stage or theater to play certain roles and give impressions. they empower. they are visible and accessible. gunakan persuasi terlebih dahulu. they assess the distribution of power and interests. whose leadership style is abdication and fraud. and move decision making down into the organization. Sementara dalam situasi kepemimpinan yang tidak efektif. meningkatkan partisipasi. para pemimpin ini menggunakan simbol untuk merebut perhatian. whose leadership style is coalition and building. they try to frame experience by providing plausible interpretations of experiences. increase participation. mereka terlihat dan diakses. dan pengambilan keputusan pindah ke dalam organisasi. whose leadership style is inspiration. they build linkages to other stakeholders. pemimpin adalah seorang fanatik atau bodoh. Sementara dalam situasi kepemimpinan yang tidak efektif.

sehingga kita harus berjuang untuk menjadi sadar dari keempat pendekatan. selama organisasi besar perubahan. see Bolman and Deal's Four Framework Approach . during a major organization change. "Kepedulian untuk tugas" adalah sepanjang sumbu horizontal. gaya kepemimpinan struktural mungkin lebih efektif daripada gaya kepemimpinan yang visioner. These two dimensions can be drawn as a graph or grid: Ini dua dimensi dapat digambarkan sebagai grafik atau grid: High Leader 9 Country Club 8 8 7 7 P E E O P P L E E 6 P 6 5 O 5 4 L 4 3 3 2 2 Team Leader Tinggi 9 Country Club Team . Gagasan bahwa hanya dua dimensi dapat menggambarkan perilaku manajerial memiliki daya tarik kesederhanaan. dan tidak hanya mengandalkan pada satu atau dua. Sebagai contoh. Kita juga perlu memahami diri kita sebagai masing-masing dari kita cenderung memiliki pendekatan yang lebih disukai. For an activity. Managerial Grid Managerial Grid The Blake and Mouton Managerial Grid (1985) The Blake dan Mouton Managerial Grid (1985) uses two axes: menggunakan dua sumbu: 1. while during a period when strong growth is needed. We also need to understand ourselves as each of us tends to have a preferred approach. Untuk kegiatan. Kita harus sadar akan hal ini setiap saat dan sadar akan keterbatasan memihak kita hanya satu pendekatan. "Concern for people" is plotted using the vertical axis "Kepedulian untuk orangorang" diplot menggunakan sumbu vertikal 2. Mereka berdua memiliki jangkauan 0 hingga 9. They both have a range of 0 to 9. The notion that just two dimensions can describe a managerial behavior has the attraction of simplicity. "Concern for task" is along the horizontal axis. lihat Bolman dan Deal's Four Framework Approach. For example. We need to be conscious of this at all times and be aware of the limitations of our favoring just one approach. sedangkan selama masa pertumbuhan yang kuat dibutuhkan. a structural leadership style may be more effective than a visionary leadership style. pendekatan visioner mungkin lebih baik. the visionary approach may be better.pendekatan-pendekatan ini sendiri akan menjadi tidak memadai.

dengan pergi ke ekstrim. hubungan rendah) People who get this rating are very much task oriented and are hard on their workers (autocratic). that is. they are intolerant of what they see as dissent (it may just be someone's creativity). 1 pada orang) Team Leader (9 on task. people who score on the far end of the scales. mereka tidak toleran terhadap apa yang mereka lihat sebagai perbedaan pendapat (yang mungkin hanya menjadi seseorang kreativitas). There is little or no allowance for cooperation or collaboration. 9 on people) Country Club (1 on task. 1 pada orangorang). Miskin (1 tentang tugas. when something goes wrong they tend to focus on who is to blame rather than concentrate on exactly what is wrong and how to prevent it. 9 on orang) Impoverished (1 on task. Tipe orang ini memimpin dengan contoh positif dan upaya untuk mendorong tim lingkungan di mana semua anggota tim dapat mencapai potensi tertinggi mereka. they expect people to do what they are told without question or debate. Ada sedikit atau tidak ada tunjangan untuk kerjasama atau kolaborasi. Heavily task oriented people display these characteristics: they are very strong on schedules. high relationship) Team Leader (tugas tinggi. Tugas berat orang yang berorientasi menampilkan karakteristik ini: mereka sangat kuat pada jadwal. Orang-orang yang mendapatkan rating ini sangat banyak berorientasi tugas dan pekerja keras mereka (otokratis). ketika sesuatu berjalan salah mereka cenderung untuk berfokus pada siapa yang harus disalahkan ketimbang berkonsentrasi pada masalah yang sebenarnya terjadi dan bagaimana mencegah hal itu. They encourage the team to reach team goals as effectively as possible.1 Impovished 0 Low 2 3 4 5 6 7 Authoritarian 1 Impovished Otoriter 8 9 0 2 3 4 5 6 7 8 9 High Rendah Tinggi TASK TUGAS Most people fall somewhere near the middle of the two axes. Kebanyakan orang jatuh di suatu tempat dekat tengah kedua sumbu. low relationship) Otoriter Leader (tugas tinggi. Team Leader (high task. Authoritarian Leader (high task. yaitu. baik sebagai anggota tim dan sebagai manusia. so it is difficult for their subordinates to contribute or develop. But. kami datang dengan empat jenis pemimpin: • • • • Authoritarian (9 on task. hubungan tinggi) This type of person leads by positive example and endeavors to foster a team environment in which all team members can reach their highest potential. orang-orang yang skor di ujung timbangan. 9 on people) Team Leader (9 pada tugas. 9 orangorang) Country Club (1 on task. 1 on people). 1 on people) Otoriter (9 pada tugas. while also working tirelessly to strengthen the . mereka mengharapkan orang untuk melakukan apa yang mereka diberi tahu tanpa pertanyaan atau perdebatan. sehingga sangat sulit bagi mereka untuk memberikan kontribusi bawahan atau mengembangkan. both as team members and as people. by going to the extremes. we come up with four types of leaders: Tapi.

hubungan rendah) A leader who uses a "delegate and disappear" management style. you will know at what points along the axes you need to be in order to achieve the desired result. they essentially allow their team to do whatever it wishes and prefer to detach themselves from the team process by allowing the team to suffer from a series of power struggles. Anda akan tahu apa titik sepanjang sumbu Anda perlu untuk mencapai hasil yang diinginkan. This inability results from fear that using such powers could jeopardize relationships with the other team members. dengan memainkan Pemimpin miskin. you allow your team to gain self-reliance. by playing the Impoverished Leader. Situasi tertentu mungkin panggilan untuk salah satu dari tiga lainnya untuk digunakan di kali. do not entirely dismiss the other three.the Team Leader. mereka pada dasarnya membiarkan tim mereka untuk melakukan apa saja keinginan dan lebih memilih untuk melepaskan diri dari proses tim dengan memungkinkan tim untuk menderita dari serangkaian perebutan kekuasaan. They normally form and lead some of the most productive teams. mereka hampir tidak mampu mempekerjakan lebih menghukum kekuatan memaksa dan sah. By carefully studying the situation and the forces affecting it. Karena mereka tidak berkomitmen untuk tugas baik prestasi atau pemeliharaan. Be an Authoritarian Leader to instill a sense of discipline in an unmotivated worker. . Sebaliknya. Mereka mendorong tim untuk mencapai tujuan tim seefektif mungkin. hubungan tinggi) This person uses predominantly reward power to maintain discipline and to encourage the team to accomplish its goals. Since they are not committed to either task accomplishment or maintenance. Jadilah Pemimpin Otoriter untuk menanamkan rasa disiplin dalam pekerja tidak termotivasi. Seorang pemimpin yang menggunakan "mendelegasikan dan menghilang" gaya manajemen.Team Leader. tidak sepenuhnya mengabaikan tiga lainnya. sementara juga bekerja tanpa lelah untuk memperkuat ikatan di antara berbagai anggota. Mereka biasanya membentuk dan memimpin beberapa tim yang paling produktif. Conversely. Certain situations might call for one of the other three to be used at times.bonds among the various members. However. high relationship) Country Club Leader (tugas rendah. they are almost incapable of employing the more punitive coercive and legitimate powers. Ketidakmampuan ini hasil dari rasa takut bahwa penggunaan kekuatan seperti itu bisa membahayakan hubungan dengan anggota tim lainnya. Namun. Tempat yang paling diinginkan untuk menjadi seorang pemimpin di sepanjang sumbu paling banyak dua kali akan menjadi 9 pada tugas dan 9 pada orang . Anda membiarkan tim Anda untuk memperoleh kemandirian. For example. Sebagai contoh. The most desirable place for a leader to be along the two axes at most times would be a 9 on task and a 9 on people -. Country Club Leader (low task. Dengan hati-hati mempelajari situasi dan kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi itu. Impoverished Leader (low task. low relationship) Miskin Leader (tugas rendah. Orang ini menggunakan hadiah yang didominasi kekuatan untuk mempertahankan disiplin dan untuk mendorong tim untuk mencapai tujuantujuannya.

Bernard (1990). (1985).Share the glory with your followers' hearts. Enable others to act . The Process of Great Leadership Proses Great Kepemimpinan The road to great leadership (Kouzes & Posner. Blake. (1985). Menantang proses . find a process that you believe needs to be improved the most. A boss tells others what to do. Blake. Stogdill's Handbook of Leadership: A Survey of Theory and Research. Bernard (1989).Berbagi kemuliaan dengan pengikut Anda 'hati. 1987) that is common to successful leaders: yang umum bagi para pemimpin yang sukses: • • • • • Challenge the process . Robert R. Model the way . 19-31. Encourage the heart . 18. New York: Free Press.When the process gets tough. Houston: Gulf Publishing Co . Robert R.First. Winter.Give them the tools and methods to solve the problem. share your vision in words that can be understood by your followers. Janse S.For an activity. Winter. Inspire a shared vision .Next.Berikutnya. 1990. menemukan sebuah proses yang Anda percaya perlu diperbaiki yang paling. lihat The Leadership Matrix. Memungkinkan orang lain untuk bertindak . The Managerial Grid III: The Key to Leadership Excellence. Bernard (1989). From transactional to transformational leadership: learning to share the vision . Bass. while keeping the pains within your own. Vol. Menginspirasi visi bersama . seorang pemimpin menunjukkan bahwa hal itu dapat dilakukan. References Referensi Bass.Beri mereka alat dan metode untuk memecahkan masalah. 18. a leader shows that it can be done. and Mouton. Seorang bos mengatakan orang lain apa yang harus dilakukan. Bernard (1990). Vol. and Mouton. Bass. Bass. Dari transaksi untuk transformasi kepemimpinan: belajar untuk berbagi visi. Issue 3. Janse S. Dorong hati . Model jalan . mendapatkan tangan Anda kotor. 1990. see The Leadership Matrix . get your hands dirty. berbagi visi Anda dalam kata-kata yang dapat dipahami oleh pengikut Anda. Organizational Dynamics. 19-31. The Managerial Grid III: The Key to Leadership Excellence. Houston: Gulf Publishing Co. Issue 3. Untuk kegiatan. sambil mempertahankan rasa sakit di dalam Anda sendiri.Pertama. Stogdill's Handbook of Leadership: A Survey of Theory and Research . New York: Free Press. Organizational Dynamics . 1987) Jalan menuju kepemimpinan yang besar (Kouzes & Posner.Ketika proses menjadi sulit.

Reframing Organizations . Terapan Public Relations: Kasus di Stakeholder Management. Applied Public Relations: Cases in Stakeholder Management . dan Deal. Washington. L. KB (2004). Lamb. San Francisco: Jossey-Bass. (1991). Kouzes. (1987). Lamb. (1987). Membingkai kembali Organisasi. San Francisco: Jossey-Bass. Barry Z. Kouzes. Routledge Mahwah. Bolman. Barry Z. James M. James M. T. Mahwah. Washington. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates. DC: US Government Printing Office. San Francisco: Jossey-Bass. L. DC: US . McKee. LF. (Oktober 1983). McKee.Bolman. Routledge US Army. T. The Leadership Challenge . LF. (1991). Military Leadership (FM 22-100). New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates. KB (2004). Military Kepemimpinan (FM 22-100). & Posner. The Leadership Challenge. & Posner. (October 1983). US Army. and Deal. San Francisco: Jossey-Bass.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful