P. 1
Block Book Tindak Pidana Khusus

Block Book Tindak Pidana Khusus

|Views: 382|Likes:
Published by Harry Vkool

More info:

Published by: Harry Vkool on Mar 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/05/2013

pdf

text

original

TINDAK PIDANA KHUSUS

KODE MATA KULIAH : WHI 4236

BLOCK BOOK

Planing Group : I WAYAN SUARDANA, S.H., M.H. Dr. I GUSTI KETUT ARIAWAN, S.H., M.H. I MADE TJATRA YASA, S.H., M.H. IDA BAGUS SURYA DARMA JAYA, S.H., M.H.

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2009/2010

1

1.

Identifikasi Mata Kuliah.
MKK 077 Team Pengajar 2. 3. 4. Status Mata Kuliah SKS : 2 : TINDAK PIDANA KHUSUS : 1. I Wayan Suardana, S.H., M.H. I Gusti Ketut Ariawan, S.H., M.H. I Made Tjatra Yasa, S.H., M.H. Ida Bagus Surya Darma J, S.H., M.H. : MK Wajib institusional (Universitas/Fakultas).

2.

Deskripsi Mata Kuliah.
Substansi Mata Kuliah Tindak Pidana Khusus mencakup 3 materi, yaitu : Tindak Pidana Ekonomi, Tindak Pidana Narkotika dan Psikotropika dan Tindak Pidana Korupsi. Materi mata kuliah tindak pidana khusus, merupakan materi kuliah di luar tindak pidana umum sebagaimana diatur dalam KUHP. Substansi pembahasan dalam mata kuliah tindak pidana umum, menyangkut 3 (tiga) permasalahan, yakni : tindak pidana, pertanggungjawaban pidana serta pidana dan pemidanaan.

3.

Tujuan Mata Kuliah.
Dengan konsep dan pemahaman terhadap mata kuliah tindak pidana umum mahasiswa mampu memahami serta menjelaskan peraturan perundang-undangan di luar KUHP, sebagai suatu peraturan perundang-undangan yang bersifat khusus. Sebagai suatu perundang-undangan yang bersifat khusus, dasar hukum maupun keberlakuannya, dapat menyimpang dari ketentuan umum Buku I KUHP. Bahkan dalam hukum acara (hukum formal) peraturan perundang-undangan tindak pidana khusus dapat menyimpang dari 2

UU No. 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. Kekhususan peraturan perundang-undangan tindak pidana khusus, dari aspek norma, jelas mengatur hal-hal yang belum diatur dalam KUHP. Subyek tindak pidana diperluas karena tidak saja meliputi orang pribadi tetapi juga badan hukum. Sedangkan dalam masalah pemidanaan, dilihat dari pola perumusan maupun pola ancaman sanksi, juga dapat menyimpang dari ketentuan KUHP. Sustansi mata tindak pidana korupsi dan tindak pidana narkotika dan psikotropika, lebih terfokus pada kebijakan kriminalisasi serta pidana dan pemidanaan. Sedangkan tindak pidana ekonomi, dengan cakupan yang demikian luas, maka substansi yang akan disampaikan adalah UU No. 7 Tahun 1955. Oleh karena itu perkuliahan ini diawali dengan pemahaman tentang kekhususan peraturan perundangundangan tindak pidana khusus serta dasar hukum berlakunya. Setelah itu, perkuliahan dilanjutkan dengan kebijakan kriminalisasi serta pidana dan pemidanaan dalam peraturan perundang-undangan tindak pidana khusus dimaksud (Tindak pidana ekonomi, tindak pidana narkotika dan psikotropika serta tindak pidana korupsi).

4.

Metode dan Strategi Proses Pembelajaran.
Metode Perkuliahan adalah Problem Based Learning (PBL) pusat pembelajaran ada pada mahasiswa. Metode yang diterapkan adalah “belajar” (Learning) bukan “mengajar” (Teaching). Strategi pembelajaran : kombinasi perkuliahan 50 % ( 6 kali pertemuan perkuliahan ) dan tutorial 50 % (6 kali pertemuan tutorial ). Satu kali pertemuan untuk Tes Tengah semester, dan satu kali pertemuan untuk Tes Akhir Semester. Total pertemuan 14 kali.

3

dan b. Tutorial : pertemuan 2. mahasiswa diwajibkan : 4 6 kali . 5. 10. 6. Sebelum mengikuti perkuliahan mahasiswa sudah mempersiapkan diri (self study) mencari bahan (materi). Strategi perkuliahan: Perkuliahan tentang sub-sub pokok bahasan dipaparkan dengan alat bantu media papan tulis. 8. Pelaksanaan Tutorial : Perkuliahan & Perkuliahan dan tutorial dalam Mata Kuliah Kriminologi ini. presentasi power point. kemudian berdiskusi di kelas. 7. Strategi Tutorial: a. 9 dan 11. tanya-jawab dan diskusi (proses pembelajaran dua arah). membaca dan memahami pokok bahasan yang akan dikuliahkan sesuai dengan arahan (guidance) dalam Block Book. Mahasiswa mengerjakan tugas-tugas: (Discussion task. Perkuliahan : pertemuan 1. dan diskusi. serta peyiapan bahan bacaan tertentu yang dipandang sulit diakses oleh mahasiswa. 3. masing-masing direncanakan berlangsung sebanyak pertemuan yaitu : a.1. 4. power point slide. tutorial. Tehnik perkuliahan : pemaparan materi. Dalam 6 kali tutorial di kelas. Study Task dan Problem Task) sebagai bagian dari self study ( 20 jam perminggu ). 3. b. 12 2.

Penilaian : Penilaian Akhir dan proses pembelajaran ini berdasarkan Rumus Nilai Akhir sesuai Buku Pedoman Fakultas Hukum Universitas Udayana. 4. sebagai berikut : (UTS + TT) 2 + 2(UAS) ________________ 3 = Nilai Akhir Skala Nilai Huruf Angka Penguasaan Kompetensi Ket. 4. 3. 3. 5. 2) Mempresentasikan tutorial dalam bentuk power point presentation ataupun slide head projector untuk tugas tutorial 1.1) Menyetor karya tulis berupa paper dan/atau tugas-tugas lain sesuai dengan topik tugas tutorial 1. 2. Ujian : Ujian dilaksanakan dua kali dalam bentuk tertulis yaitu Ujian tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) b. 5 dan 6. Dgn Skala Nilai 0 – 10 0 . 5. a. 2.100 5 . dan 6. Ujian dan Penilaian.

b. a.5 – 6. Latar belakang diundangkannya UU No.5 – 5.0 – 4.9 6.A B+ B C+ C D+ D E 4 3.0 – 7. d. Kekhususan Peraturan perundang-undangan Tindak Pidana 2.9 80 – 100 70 – 79 65 – 69 60 – 64 55 – 59 50 – 54 40 – 49 0 – 39 6. Peraturan perundang-undangan Tindak Pengantar. 8/Prp/1962 Unsur-unsur serta bentuk-bentuk Tindak Pidana Ekonomi Sanksi dalam Tindak Pidana Ekonomi Peradilan Tindak Pidana Ekonomi 6 .0 – 10. Penuntutan dan Peradilan TPE Perubahan tindak pidana ekonomi sampai diundangkannya UU No.9 0.0 – 6.9 6. Khusus. Perkembangan Pidana Khusus. b. a. Dasar Hukum serta keberlakuan Peraturan Perundangundangan Tindak Pidana Khusus. Materi/Organisasi Perkuliahan.5 2 1. 7 tahun 1955 tentang Pengusutan.9 5.4 4.5 3 2.0 – 3.4 5. e. Tindak Pidana Ekonomi. c.5 1 0 Sangat Baik Antara sangat baik dengan baik Baik Antara baik dan cukup Cukup Kurang Sangat kurang Gagal 8.0 7. c.0 – 5. 1.

5 Tahun 1997 dan UU No. b. d. a. Kebijakan kriminalisasi tindak pidana korupsi dalam : 7 .22 Tahun 1997. 9 Tahun 1976. Peradilan Tindak Pidana Ekonomi 3. 5 Tahun 1997 dan UU No. Tindak Pidana Korupsi. c.1) 2) Penyelesaian Di luar Acara (Schiking) dalam tindak pidana penyelundupan. 5 Tahun 1997 dan UU No. 22 Tahun 1997 5. Peraturan Perundang-undangan Narkotika dan Psikotropika Pasca kemerdekaan (UU No. Tindak Pidana Narkotika dan Psikotropika. Pengaturan Narkotika dan Psikotropika di Indonesia PraKemerdekaan dan Perkembangan Konvensi Internasional tentang Narkotika dan Psikotropika. b. Masalah Kualifikasi Tindak Pidana Masalah perumusan sanksi pidana Masalah ancaman sanksi minimal Masalah pembantuan. b. Fase Pengaturan Pemberantasan Tindak Pidana korupsi di Indonesia. UU No. e. 22 Tahun 1997) 4. Kebijakan kriminalisasi dalam UU No. percobaan dan permufakatan jahat dalam UU No. Pidana dan Pemidanaan UU tentang Narkotika dan Psikotropika. a. Kebijakan Kriminalisasi. a.

1) 2) 3) Peraturan Penguasa Militer Nomor. Undang-undang Korupsi. d. Sistem Pemidanaan dalam UU No 20 tahun 2001 Masalah pengembalian kerugian negara Peradilan tindak pidana korupsi Masalah pengembalian asset negara pasca ratifikasi Konvensi Anti Korupsi 2003 (UNCAC 2003) 7. Buku-buku : a. b. Nomor 24/Prp/1960 dan Keputusan Presiden Nomor 228 Tahun 1967 tentang Tindak Pidana 4) 5) 6) Undang-undang Undang-undang Nomor Nomor 3 31 Tahun Tahun 1971 1999 tentang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 8 . Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi 6. Bahan Bacaan. a. Peraturan Penguasa Perang Pusat Angkatan Darat Nomor Prt / Perpu / 013/1958. Kapital Selekta Hukum Pidana dan Kriminologi. Prt / Perpu / 1957 tentang Pemberantasan Korupsi. Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Tindak Pidana Korupsi : Atmasasmita. Romli 1995. c. Pidana dan Pemidanaan dan Peradilan Tindak Pidana Korupsi. Bandung : Mandar Maju.

1999. Bandung : Citra Aditya Bakti. Jakarta : Bina Grafika. Hamzah. Korupsi dan Pertanggungjawaban Pidana Korupsi Berikut Studi Kasus. Tindak Pidana Korupsi (Tinjauan Khusus Terhadap Proses Penyidikan. Bandung : PT Citra Aditya Bakti Marpaung. Hukum Tindak Pidana Korupsi dan Upaya Pencegahannya . Hukum Pidana Materiil dan Formil Korupsi di Indonesia . Suwaryadi. Tindak Pidana Korupsi Pemberantasan dan Pencegahan. Edi 2005. Adami 2003. Chazawi. Malang : Banyumedia Publishing. Citra Aditya Bakti. Leden 2001. Jakarta : Sinar Grafika Makalah/Artikel Mulya Lubis. Korupsi di Indonesia. penuntutan. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. Lilik 2000. 1999. Mulyadi. Jakarta : Sinar Grafika Yunara. Makalah pada Seminar Anti Corruption Summit diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 11-12 Agustus2005. Bandung. Andi 1984. Klitgaard. peradilan serta upaya hukumnya menurut UU No. Sekitar Masalah Korupsi Aspek Nasional dan Aspek Internasional . 9 . Korupsi di Indonesia dari Delik Jabatan Ketindak Pidana Korupsi . 31 Tahun 1999 . Hukum Tindak Pidana Korupsi dan Upaya Pencegahannya.---------2004. Masalah dan Pemecahannya . “Memerangi Korupsi di Peradilan Dari Sisi Advokat”. Jakarta : Gramedia. Koeswadji. Suwaryadi. Todung 2005. Harmien Hadiati 1994. Cetakan I. Robert Membasmi Korupsi (Controlling Corruption ) terjemahan oleh Hermoyo.

Bandung : Citra Aditya Bakti. Hukum Pidana Bagian Khusus (KUHP Buku I). Jakarta: Pusat Pelayanan Keadilan dan Pengabdian Hukum Universitas Indonesia. Bandung: Alumni. Semarang 27 Juni 2002. Jakarta : Bank Indonesia ---------1997. b. 10 . “Konsep Indonesia tentang Tindak Pidana di Bidang Perekonomian” dalam Muladi dan Barda Nawawi Arief (ed. Paparan Dirjen Hukum dan perjanjian Internasional mengenai Inisiatif StAR dalam Perspektif Kerjasama Internasional.. Bismar 2007. Barda Nawawi1992. Jakarta 28 Nopember 2007. Kemajuan Pembangunan Ekonomi dan Kejahatan. Hukum Perbankan Modern. Bandung : Alumni ---------1986.) Bunga Rampai Hukum Pidana. Diselenggarakan atas kerjasama FH UNDIP dengan Bank Indoensia. Bandung : Alumni. ------------2002. Buku Kesatu. Mardjono.Nasution. Mochammad 1979. Eddy 2007. ”Hukum Positif Mengenai Kejahatan Ekonomi dan Perkembangannya di Indonesia ” dalam Kumpulan Makalah tentang Kejahatan Ekonomi di Bidang Perbankan. Berdasarkan Undang-undang Tahun 1998. Reksodiputro. ”Stolen Asset Recovery Initiative dari Perspektif Hukum Ekonomi di Indonesia” Makalah Narasumber dalam Seminar Pengkajian Hukum Nasional (SPHN 2007). Buku Kesatu. Pratomo. Makalah Narasumber dalam Seminar Pengkajian Hukum Nasional (SPHN 2007). Tindak Pidana Ekonomi : Anwar. Arief. “Kebijakan Sistem Pemidanaan Dalam Bidang Perbankan (Evaluasi Sistem Pemidanaan dalam Undangundang Perbankan dan Undang-undang Bank Indoensia”. Hukum Pidana di Bidang Ekonomi. Munir 1999. Jakarta 28 Nopember 2007. 1993. Makalah pada Colloquium Penyusunan Naskah Akademik dan RUU Perbankan. Fuady.

Persiapan Proses Perkuliahan. Inc. L. Bandung Yanny L . Narkoba dan Peradilan di Indonesia. A.C. Gramedia. J. Bahaya Narkotika Dan Bahan Sejenisnya. Yayasan Kanisius Yogyakarta. Drug Addiction And Drug Abuse in Goodman..t. Co. Dian M (t. I. Masalah Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkotika. Jaffe. Joko 1997. Andi dan RM Surahman 1994.H. O. Reformasi Hukum Pidana melalui Perundang-undangan dan Peradilan. Wijaya A.c. 5th ed. O. Yogyakarta. Dwi 2000. P. Mc Milan Publ. Jakarta Suyono. New York. PKBI. Narkoba Penanganannya . 1980. kejahatan Narkotika dan Psikotropika. Kaligis. Pencegahan Dan 8. (Ed). 1975. The Pharmacological Basic of Therapeutics. Cet.) Narkoba.C.W 1985. Tindak Pidana Narkotika dan Psikotropika : Hamzah. serta mempersiapkan materi sehingga proses perkuliahan dan tutorial dapat terlaksana dengan lancar. Mahasiswa diwajibkan sudah memiliki Block Book Mata Kuliah Kriminologi ini sebelum perkuliahan dimulai.T. 11 . dalam Jokosuyono.. Yayasan Kanisius. Armico.S. dan Soedjono Dirdjosisworo. Masalah Narkotika dan Bahan Sejenisnya. 2006. Kaligis Associates: Jakarta Marviana. & Gilman.

Romli 2004. Koeswadji. Bandung : PT Citra Aditya Bakti 12 . Hamzah. Cetakan I. Korupsi di Indonesia. Harmien Hadiati 1994. c. Kekhususan Peraturan perundang-undangan Tindak Pidana Khusus. Malang : Banyumedia Publishing. Adami 2003. Masalah dan Pemecahannya . b. Jakarta : Gramedia. Korupsi di Indonesia dari Delik Jabatan Ketindak Pidana Korupsi . Bahan Bacaan : Atmasasmita. Chazawi. Hukum Pidana Materiil dan Formil Korupsi di Indonesia . a. Dasar Hukum serta keberlakuan Peraturan Perundang-undangan Tindak Pidana Khusus. Andi 1984.Pertemuan 1 : Perkuliahan 1 (Lectures) Pengantar. Sekitar Masalah Korupsi Aspek Nasional dan Aspek Internasional . Perkembangan Peraturan perundang-undangan Tindak Pidana Khusus.

5 Tahun 1997. Bandung : Citra Aditya Bakti. UU No. peradilan serta upaya hukumnya menurut UU No. UU No. Hukum Tindak Pidana Korupsi dan Upaya Pencegahannya. Jakarta : Bina Grafika. masalah subyek tindak pidana maupun pidana dan pemidanaannya. 1999. merupakan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang hal-hal yang bersifat khusus di luar KUHP. 22 Tahun 1997 dan UU No. Tindak Pidana Korupsi (Tinjauan Khusus Terhadap Proses Penyidikan. Lilik 2000. 13 . selain UU No 7 Tahun 1955. Leden 2001. Sekitar Masalah Korupsi Aspek Nasional dan Aspek Internasional . 31 Tahun 1999 . penuntutan. Romli 2004. 20 tahun 2001  Identifikasi dan diskusikan penyimpangan-penyimpangan dalam peraturan perundang-undangan tindak pidana khusus tersebut terhadap ketentuan umum Buku I KUHP Bahan Bacaan : Atmasasmita. Cetakan I. Titik tolak kekhususan suatu peraturan perundang-undangan khusus dapat dilihat dari perbuatan yang diatur. Pertemuan 2 : Tutorial 1 Discussion Task – Study Task: Peraturan perundang-undangan tindak pidana khusus. Tugas :  Identifikasi peraturan perundang-undangan tindak pidana khusus. Suwaryadi.Marpaung. Jakarta : Sinar Grafika. Tindak Pidana Korupsi Pemberantasan dan Pencegahan. Mulyadi.

Lilik 2000. Hukum Tindak Pidana Korupsi dan Upaya Pencegahannya. Hukum Pidana Materiil dan Formil Korupsi di Indonesia . Bandung : PT Citra Aditya Bakti Marpaung. peradilan serta upaya hukumnya menurut UU No. Hamzah. Tindak Pidana Korupsi Pemberantasan dan Pencegahan. Jakarta : Bina Grafika Mulyadi. Masalah dan Pemecahannya . Jakarta : Gramedia. Koeswadji. Harmien Hadiati 1994. 31 Tahun 1999 . Tindak Pidana Korupsi (Tinjauan Khusus Terhadap Proses Penyidikan. Bandung : Citra Aditya Bakti. Suwaryadi. Adami 2003. penuntutan. Leden 2001. Jakarta : Sinar Grafika 14 . Korupsi di Indonesia. Korupsi di Indonesia dari Delik Jabatan Ketindak Pidana Korupsi . Andi 1984. 1999.Chazawi. Malang : Banyumedia Publishing.

Bandung : Alumni -----------1986. Hukum Pidana Bagian Khusus (KUHP Buku I). Peradilan Tindak Pidana Ekonomi Bahan Bacaan : Anwar. Penuntutan dan Peradilan TPE Perubahan tindak pidana ekonomi sampai diundangkannya UU No. d. c.Pertemuan 3 : Perkuliahan 2 (Lectures) Tindak Pidana Ekonomi. e. Mochammad 1979. Hukum Pidana di Bidang Ekonomi. 1) 2) Latar belakang diundangkannya UU No. b. 7 tahun 1955 tentang Pengusutan. Bandung : Alumni. 15 . a. 8/Prp/1962 Unsur-unsur serta bentuk-bentuk Tindak Pidana Ekonomi Sanksi dalam Tindak Pidana Ekonomi Peradilan Tindak Pidana Ekonomi Penyelesaian Di luar Acara (Schiking) dalam tindak pidana penyelundupan.

Fuady. Bandung: Alumni. “Kebijakan Sistem Pemidanaan Dalam Bidang Perbankan (Evaluasi Sistem Pemidanaan dalam Undangundang Perbankan dan Undang-undang Bank Indoensia”. Barda Nawawi1992. Buku Kesatu. ------------2002. Mardjono. Jakarta: Pusat Pelayanan Keadilan dan Pengabdian Hukum Universitas Indonesia. Kemajuan Pembangunan Ekonomi dan Kejahatan. “Konsep Indonesia tentang Tindak Pidana di Bidang Perekonomian” dalam Muladi dan Barda Nawawi Arief (ed. Diselenggarakan atas kerjasama FH UNDIP dengan Bank Indoensia. ”Hukum Positif Mengenai Kejahatan Ekonomi dan Perkembangannya di Indonesia ” dalam Kumpulan Makalah tentang Kejahatan Ekonomi di Bidang Perbankan. Bandung : Citra Aditya Bakti. Buku Kesatu. 16 .. Makalah pada Colloquium Penyusunan Naskah Akademik dan RUU Perbankan. Semarang 27 Juni 2002. 1993. Jakarta : Bank Indonesia ---------1997. Hukum Perbankan Modern. Arief. Berdasarkan Undang-undang Tahun 1998. Munir 1999.) Bunga Rampai Hukum Pidana. Reksodiputro.

Tindak pidana ekonomi juga mengenal cara penyelesaian di luar acara (schikking). penuntutan dan peradilan tindak pidana ekonomi tidak dapat dilepaskan dengan kebijakan pemerintah saat itu yang menghendaki adanya keseragaman dalam pemidanaan dalam kasus-kasus tindak pidana ekonomi. lingkup tindak pidana ekonomi. Kebijakan untuk mengkriminalisasikan suatu perbuatan sebagai tindak pidana ekonomi.Pertemuan 4 : Tutorial 2 Discussion Task – Study Task Diundangkannya UU No 7 Drt Tahun 1955 tentang Pengusutan. berbeda dengan tindak pidana umum maupun dalam hal pidana dan pemidanaannya. Setelah mengalami berbagai perubahan dan penambahan. dapat digolongkan ke dalam tindak pidana ekonomi dalam pengertian sempit dan pengertian luas. Tugas :  Diskusikan tindak pidana ekonomi dalam pengertian sempit dan luas ? 17 .

Bandung : Citra Aditya Bakti. Jakarta: Pusat Pelayanan Keadilan dan Pengabdian Hukum Universitas Indonesia. Buku Kesatu. Berdasarkan Undang-undang Tahun 1998. Makalah pada Colloquium Penyusunan Naskah Akademik dan RUU Perbankan. Arief. Diselenggarakan atas kerjasama FH UNDIP dengan Bank Indoensia. “Kebijakan Sistem Pemidanaan Dalam Bidang Perbankan (Evaluasi Sistem Pemidanaan dalam Undangundang Perbankan dan Undang-undang Bank Indoensia”. Bandung : Alumni -----------1986.) Bunga Rampai Hukum Pidana. ”Hukum Positif Mengenai Kejahatan Ekonomi dan Perkembangannya di Indonesia ” dalam Kumpulan Makalah tentang Kejahatan Ekonomi di Bidang Perbankan. serta identifikasi dasar hukumnya ! Bahan Bacaan : Anwar. Barda Nawawi1992. Fuady. “Konsep Indonesia tentang Tindak Pidana di Bidang Perekonomian” dalam Muladi dan Barda Nawawi Arief (ed. Hukum Pidana Bagian Khusus (KUHP Buku I). Buku Kesatu. Munir 1999. Diskusikan tentang penyelesaian tindak pidana ekonomi di luar acara. Hukum Pidana di Bidang Ekonomi. Bandung : Alumni. Kemajuan Pembangunan Ekonomi dan Kejahatan. 1993. Jakarta : Bank Indonesia -----------1997. ------------2002.. Mardjono. Mochammad 1979. 18 . Hukum Perbankan Modern. Bandung: Alumni. Reksodiputro. Semarang 27 Juni 2002.

Jaffe. Yayasan Kanisius. Yogyakarta. A. Peraturan Perundang-undangan Narkotika dan Psikotropika Pasca kemerdekaan (UU No. 19 . (Ed). I. Drug Addiction And Drug Abuse in Goodman.. Andi dan RM Surahman 1994. New York. a. Bahaya Narkotika Dan Bahan Sejenisnya. 9 Tahun 1976. J.H. 5 Tahun 1997 dan UU No. 1980. Pengaturan Narkotika dan Psikotropika di Indonesia Pra-Kemerdekaan dan Perkembangan Konvensi Internasional tentang Narkotika dan Psikotropika.Pertemuan 5 : Perkuliahan 3 (Lectures) Tindak Pidana Narkotika dan Psikotropika. & Gilman. Cet. b.. UU No. dalam Jokosuyono. Co.S. The Pharmacological Basic of Therapeutics. kejahatan Narkotika dan Psikotropika. 1975. 5th ed. 22 Tahun 1997) Bahan Bacaan : Hamzah. Mc Milan Publ. Inc. L.

Narkoba Pencegahan Dan Penanganannya .t.C. Kaligis Associates: Jakarta Marviana. Reformasi Hukum Pidana melalui Perundang-undangan dan Peradilan. Joko 1997. Dwi 2000. P.) Narkoba. Wijaya A. ternyata tidak cukup memadai bila tetap memakai undangundang tersebut. 2006. PKBI. Gramedia. O. Narkoba dan Peradilan di Indonesia. Jakarta Suyono. O. Bandung Yanny L . Yayasan Kanisius Yogyakarta. tidak dapat dilepaskan dengan perkembangan lalu lintas dan alat-alat perhubungan serta pengangkutan modern yang menyebabkan cepatnya penyebaran/pemasukan narkotika ke Indonesia. Masalah Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkotika. Pertemuan 6 : Tutorial 3 Discussion Task – Study Task Undang-undang Nomor 9 Tahun 1976 tentang Narkotika (Lembaran Negara Tahun 1976 Nomor 37 dan Tambahan Lembaran Negara Nomor 3086) mulai diberlakukan tanggal 26 Juli 1976. masalah psikotropika-pun sebenarnya telah mendapat pengaturan jauh sebelum 20 .W 1985. dan Soedjono Dirdjosisworo. Diundangkannya Undang-undang No.T. Tidak berbeda halnya dengan pengaturan narkotika. Armico. 9 tahun 1976. Verdovende Midellen Ordonantie hanya mengatur tentang perdagangan dan penggunaan narkotika. di samping pula kemajuan di bidang pembuatan obatobatan. Masalah Narkotika dan Bahan Sejenisnya. Materi muatan Undangundang ini cakupannya lebih luas apabila dibandingkan dengan cakupan materi muatan Verdovende Midellen Ordonantie.Kaligis.C. Dian M (t.

Peraturan Menteri Kesehatan tersebut mencabut Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 983/A/SK/1971 dan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 10381/A/SK/1972. diproduksi. disimpan dan dipergunakan. Dalam peraturan tersebut juga dilampiri Lampiran I dan II. Sedangkan dalam Lampiran II terdapat antara lain Phenobarbital dan Benzodiazepin serta turunannya yang didalam hal mengimpor.diberlakukannya Undang-undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. memproduksi serta mendistribusikan diatur secara ketat. Tugas :  Baca dengan baik kalimat di atas. kemudian diskusikan. Fenmentraszin. diawasi serta harus dilaporkan. Dalam peraturan mengenai obat keras tertentu tersebut.Kes/Per/IV/1 985 tentang Obat Keras Tertentu. Sebelum dikeluarkannya Undang-undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. terdapat obat-obat yang disebutkan dalam Lampiran I antara lain Etisiklidina. Lisergida (LSD) dan Psilosibin yang dilarang untuk diimpor. Jadi pertama kali psikotropika tidak diatur tersendiri tetapi disatukan dengan bahan baku obat atau obat jadi lainnya yang termasuk obat keras (Daftar G). dengan dikeluarkannya Staatsblad 1949 Nomor 419 tanggal 22 Desember 1949 tentang Sterkwerkendegenees Middelen Ordonantie atau Ordonansi Obat Keras. di era tahun 1985. tentang kebijakan pemerintah Indonesia dalam 21 . tepatnya pada tanggal 2 April 1985 keluar Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 21 3/Men. didistribusikan. Kemudian pada tanggal 8 Februari 1993 dikeluarkan lagi Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 124/Men.Kes/Per/II/1993 tentang Obat Keras Tertentu yang merupakan perbaikan serta penambahan Peraturan Menteri Kesehatan RI terdahulu.

Drug Addiction And Drug Abuse in Goodman. Gramedia. Yogyakarta. Pencegahan Dan 22 . O.S. Bahaya Narkotika Dan Bahan Sejenisnya. Inc. Dian M (t. L. I. Mc Milan Publ.T..W 1985. & Gilman. Narkoba Penanganannya . Yayasan Kanisius Yogyakarta. Reformasi Hukum Pidana melalui Perundang-undangan dan Peradilan. Wijaya A. Andi dan RM Surahman 1994.t.C. Kaligis Associates: Jakarta Marviana. 1975. Jakarta Suyono.masalah pengaturan narkotika dan psikotropika. J. The Pharmacological Basic of Therapeutics. Co.H. dalam Jokosuyono.C. kejahatan Narkotika dan Psikotropika. P. Jaffe. Masalah Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkotika. 1980. 5th ed. Bahan Bacaan : Hamzah.) Narkoba. O. Masalah Narkotika dan Bahan Sejenisnya. Yayasan Kanisius. (Ed). Cet. Dwi 2000. Kaligis.. Joko 1997. 2006. Narkoba dan Peradilan di Indonesia. Bandung Yanny L . Hubungkan pula dengan perkembangan konvensi internasional dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. New York. PKBI. A. Armico. dan Soedjono Dirdjosisworo.

22 Tahun 1997 Bahan Bacaan : 23 . d. Pidana dan Pemidanaan UU tentang Narkotika dan Psikotropika. Kebijakan kriminalisasi dalam UU No.Pertemuan 7 : Perkuliahan 4 (Lectures) Kebijakan Kriminalisasi. 5 Tahun 1997 dan UU No. Masalah Kualifikasi Tindak Pidana Masalah perumusan sanksi pidana Masalah ancaman sanksi minimal Masalah pembantuan. e. c. percobaan dan permufakatan jahat dalam UU No. 5 Tahun 1997 dan UU No. b.22 Tahun 1997. a.

Co. J.C. Narkoba Penanganannya . Kaligis Associates: Jakarta Marviana. L. 1975. Kaligis. Joko 1997.) Narkoba.t. Dian M (t. PKBI. O. 2006. New York. Inc. 1980.W 1985.C. Masalah Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkotika. 5th ed. P. Bandung Yanny L . kejahatan Narkotika dan Psikotropika. I. (Ed). Dwi 2000.. Reformasi Hukum Pidana melalui Perundang-undangan dan Peradilan. dalam Jokosuyono. Masalah Narkotika dan Bahan Sejenisnya. & Gilman. The Pharmacological Basic of Therapeutics. O. Wijaya A. A. Jakarta Suyono. Drug Addiction And Drug Abuse in Goodman. Yayasan Kanisius.. dan Soedjono Dirdjosisworo.Hamzah. Andi dan RM Surahman 1994. Armico. Bahaya Narkotika Dan Bahan Sejenisnya.T. Mc Milan Publ. Pencegahan Dan 24 . Gramedia.H. Yogyakarta. Cet. Jaffe. Yayasan Kanisius Yogyakarta. Narkoba dan Peradilan di Indonesia.S.

tidak pada kekayaan (“property/assets”) yang diperoleh dari tindak pidana “narkotika dan psikotropika itu sendiri. Khususnya untuk narkotika. termasuk pemakaian pribadi. pengedaran sampai ke pemakaiannya. Kebijakan kriminalisasi dalam kedua Undangundang tersebut. sebenarnya masih ada kekurangannya. kebijakan kriminalisasi dari kedua Undang-undang tersebut di atas terfokus pada ”penyalahgunaan dan peredaran gelap” narkotika dan psikotropika. penyaluran. lalu lintas. apabila dibandingkan dengan apa yang diisyaratkan konvensi PBB. produksi.Pertemuan 8 : Tutorial 4 Discussion Task – Study Task Apabila dicermati. yang diketahuinya 25 . Hal ini dapat dilihat dari rumusan pasal mulai dari penanaman. Konvensi PBB juga mengisyaratkan agar perbuatan “mengubah atau mengalihkan/mentransfer kekayaan.

. 1975. Armico.berasal dari tindak pidana narkotika atau berasal dan keikutsertaan melakukan tindak pidana itu. dan Soedjono Dirdjosisworo. Mc Milan Publ. New York. dijadikan/ditetapkan sebagai suatu tindak pidana. untuk tujuan menyembunyikan asal usul gelap dan kekayaan itu atau untuk tujuan membantu seseorang menghindari akibat-akibat hukum dari keterlibatannya melakukan tindak pidana itu. Masalah Narkotika dan Bahan Sejenisnya.T.W 1985. J. Bandung Yanny L . PKBI. Dian M (t. Yayasan Kanisius Yogyakarta. kejahatan Narkotika dan Psikotropika. Joko 1997. 26 Pencegahan Dan . Jaffe.) Narkoba. Narkoba dan Peradilan di Indonesia. Cet.C. Yayasan Kanisius. Masalah Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkotika. The Pharmacological Basic of Therapeutics. Bahan Bacaan : Hamzah. (Ed). Co. Andi dan RM Surahman 1994. Wijaya A. Reformasi Hukum Pidana melalui Perundang-undangan dan Peradilan. Jakarta Suyono.C. O. Narkoba Penanganannya .t. Gramedia.H. A.S. Yogyakarta.. dalam Jokosuyono. Kaligis. O. & Gilman. P. L. 5th ed. 1980. I. Kaligis Associates: Jakarta Marviana. Dwi 2000. 2006. Tugas :  Cermati kebijakan kriminalisasi dalam UU tentang narkotika dan psikotropika kemudian bandingkan dengan konvensi-konvensi internasional tentang narkotika dan psikotropika yang telah diratifikasi oleh pemerintah Indonesia. Bahaya Narkotika Dan Bahan Sejenisnya. Drug Addiction And Drug Abuse in Goodman. Inc.

a. Undang-undang Korupsi. Peraturan Penguasa Perang Pusat Angkatan Darat Nomor Prt / Perpu / 013/1958. Prt / Perpu / 1957 tentang Pemberantasan Korupsi. b.Pertemuan 9 : Perkuliahan 5 (Lectures) Tindak Pidana Korupsi. Kebijakan kriminalisasi tindak pidana korupsi dalam : Peraturan Penguasa Militer Nomor. 3) 4) 5) Fase Pengaturan Pemberantasan Tindak Pidana korupsi di Indonesia. Nomor 24/Prp/1960 dan Keputusan Presiden Nomor 228 Tahun 1967 tentang Tindak Pidana 27 .

Hukum Pidana Materiil dan Formil Korupsi di Indonesia . Masalah dan Pemecahannya . Sekitar Masalah Korupsi Aspek Nasional dan Aspek Internasional . Harmien Hadiati 1994. Bandung : PT Citra Aditya Bakti Marpaung. Suwaryadi. Malang : Banyumedia Publishing. penuntutan. ---------2004. Robert Membasmi Korupsi (Controlling Corruption ) terjemahan oleh Hermoyo. Hamzah. Romli 1995. Koeswadji. Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Andi 1984. Korupsi di Indonesia. Leden 2001. Bandung : Mandar Maju. Bandung : Citra Aditya Bakti. 1999. Jakarta : Gramedia. Cetakan I. Tindak Pidana Korupsi Pemberantasan dan Pencegahan. Kapital Selekta Hukum Pidana dan Kriminologi. Mulyadi.6) 7) 8) Undang-undang Undang-undang Nomor Nomor 3 31 Tahun Tahun 1971 1999 tentang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Adami 2003. Hukum Tindak Pidana Korupsi dan Upaya Pencegahannya. Tindak Pidana Korupsi (Tinjauan Khusus Terhadap Proses Penyidikan. Klitgaard. Lilik 2000. Jakarta : Bina Grafika. 31 Tahun 1999 . Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. Chazawi. Jakarta : Sinar Grafika 28 . Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Bahan Bacaan : Atmasasmita. peradilan serta upaya hukumnya menurut UU No. Korupsi di Indonesia dari Delik Jabatan Ketindak Pidana Korupsi .

484.(Dua Milyar lima ratus juta rupiah) dengan nilai kontrak sebesar Rp 2.( Dua Milyar empat ratus delapan puluh empat juta seratus enam puluh satu ribu rupiah) berdasarkan nilai Kontrak kerja dengan No kontrak Nomor : 602. Hukum Tindak Pidana Korupsi dan Upaya Pencegahannya . Korupsi dan Pertanggungjawaban Pidana Korupsi Berikut Studi Kasus. Kab. Pada tahun 2006 telah dibangun proyek lapangan tembak yang berlokasi di Banjar Celuk. ANAK AGUNG NGURAH AGUNG. 1999. HE. 2.000. 29 . Dipl.161. Dawan./XI/2006 (Pihak kedua) Pejabat Pengguna anggaran adalah Kepala Dinas PU Kab..dengan pagu sebesar Rp. Msc.000. Desa Paksebali.000. Citra Aditya Bakti.1/5036/DPUK-CK (Pihak Pertama) Nomor : 189/GJT-GNK/Kont. I NENGAH ARIYANTA dengan menggunakan dana APBD perubahan tahun 2006. Klungkung yang dikerjakan oleh penyedia barang/jasa CV. Klungkung yang saat itu dijabat oleh Ir.Yunara. Kec. Edi 2005.500. Suwaryadi. Jakarta : Sinar Grafika Pertemuan 10 : Tutorial 5 Discussion Task – Problem Task a. GUNAKSA JAYA TEKNIK Direktur atas nama Ir. Bandung.

MSC. I KETUT SUARSANA. Dawan.171. G.Klungkung menggunakan Konsultan perencana / pengawas dari CV.1/821/DPUK-CK tanggal 29 mei 2007 dan serah terima kedua tanggal 29 Nopember 2007 berdasarkan berita acara serah terima kedua Nomor: 602. SURATMA ST.. (Pihak kedua) tanggal 15 Nopember 2006. dan diketahui oleh Kepala Dinas PU Kab. d. Kiunglung atas nama Ir. I NENGAH ARIYANTA. Kec. Celuk Desa Paksebali Kec.(enam puluh sembilan juta seratus tuju puluh satu ribu sembilan ratus empat puluh empat delapan puluh delapan perseratus) yang disebabkan ketidak 30 .1/3238/DPUK-CK tanggal 29 Nopember 2007. Setelah dilakukan audit oleh BPKP Perwakilan Propinsi Bali ditemukan kekurangan Volume pekerjaaan (fisik) yang mengakibatkan kelebihan pembayaran yang merugikan keuangan Negara senilai Rp. HASTA REKA dengan Direktur atas nama I WAYAN YULIARSANA.88. ST dan kontraktor atas nama Ir. c.A. Dalam pekerjaan proyek tersebut telah selesai dikerjakan oleh Kontraktor dan dilakukan serah terima yaitu penyerahan pertama pada tanggal 29 mei 2007 berdasarkan berita acara serah terima pertama (PHO) Nomor : 602. Dawan Kab. Klungkung IDA BAGUS MAHESNAWA ST. Klungkung atas nama I. d. Klungkung adalah penunjukan langsung. ST.944. Setiap Berita acara Pemeriksaan fisik Pekerjaan dalam rangka pengajuan pembayaran termin atas proyek tersebut ditandatangani oleh : Ketua Pengelola Kegiatan/ Kasubdin Bidang Cipta Karya Dinas PU Kab. Proyek pembangunan lapangan tembak di Dsn.L.. Klungkung Ir.HASTA REKA dengan Direktur I WAYAN YULIARSANA. 640/31/2006.b.A NGURAH AGUNG DipLHE. Sekretaris kegiatan Penataan Kawasan dan Tata Bangunan Dinas PU Kab. 69. Direksi lapangan Dinas PU Kab. Desa Paksebali. Sistim yang digunakan dalam proyek pembangunan lapangan tembak yang berlokasi di Banjar Celuk. Kab. sesuai dengan Keputusan Bupati Klungkung Nomor . ditunjuk dengan sistim penunjukan langsung sesuai Surat Persetujuan Penetapan Penunjukan langsung oleh Kadis PU Klungkung Nomor : 602. dan juga ditandatangani oleh Konsultan Pengawas dan CV.1/4950/DPUK-CK tanggal 9 Nopember 2006.. A. c. tanggal 2 Nopember 2006.

Jakarta : Gramedia. Adami 2003. Tindak Pidana Korupsi Pemberantasan dan Pencegahan. penuntutan. apakah dalam kasus tersebut telah terjadi tindak pidana korupsi. Mulyadi. Tindak Pidana Korupsi (Tinjauan Khusus Terhadap Proses Penyidikan.cermatan pemeriksaan fisik Direksi/Pengawas lapangan pengelola Kegiatan pembangunan lapangan tembak. kemdian diskusikan. Masalah dan Pemecahannya . Korupsi di Indonesia. Chazawi. Bandung : PT Citra Aditya Bakti Marpaung. Koeswadji. Hukum Pidana Materiil dan Formil Korupsi di Indonesia . Robert Membasmi Korupsi (Controlling Corruption ) terjemahan oleh Hermoyo. Hukum Tindak Pidana Korupsi dan Upaya Pencegahannya. 1999. Cetakan I. Lilik 2000. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. ---------2004. Sekitar Masalah Korupsi Aspek Nasional dan Aspek Internasional . peradilan serta upaya hukumnya menurut UU No. Romli 1995. Klitgaard. dan Tugas :  Cermati kasus di atas. Jakarta : Sinar Grafika 31 . Leden 2001. Andi 1984. Bahan Bacaan : Atmasasmita. Suwaryadi. Hamzah. Harmien Hadiati 1994. Kapital Selekta Hukum Pidana dan Kriminologi. 31 Tahun 1999 . Bandung : Citra Aditya Bakti. Jakarta : Bina Grafika. Malang : Banyumedia Publishing. Bandung : Mandar Maju. Korupsi di Indonesia dari Delik Jabatan Ketindak Pidana Korupsi .

Romli 1995. b. Kapital Selekta Hukum Pidana dan Kriminologi.Yunara. Citra Aditya Bakti. c. Suwaryadi. 1999. 32 . Bandung : Mandar Maju. Bandung. a. Korupsi dan Pertanggungjawaban Pidana Korupsi Berikut Studi Kasus. Jakarta : Sinar Grafika Pertemuan 11 : Perkuliahan 6 (Lectures) Pidana dan Pemidanaan dan Peradilan Tindak Pidana Korupsi. Edi 2005. d. Sistem Pemidanaan dalam UU No 20 tahun 2001 Masalah pengembalian kerugian negara Peradilan tindak pidana korupsi Masalah pengembalian asset negara pasca ratifikasi Konvensi Anti Korupsi 2003 (UNCAC 2003) Bahan Bacaan : Atmasasmita. Hukum Tindak Pidana Korupsi dan Upaya Pencegahannya .

Edi 2005. Suwaryadi.---------2004. Bandung. Hukum Tindak Pidana Korupsi dan Upaya Pencegahannya. peradilan serta upaya hukumnya menurut UU No. Andi 1984. Jakarta : Sinar Grafika 33 . Klitgaard. Sekitar Masalah Korupsi Aspek Nasional dan Aspek Internasional . Chazawi. Jakarta : Sinar Grafika Yunara. Tindak Pidana Korupsi Pemberantasan dan Pencegahan. Bandung : PT Citra Aditya Bakti Marpaung. Leden 2001. Suwaryadi. Robert Membasmi Korupsi (Controlling Corruption ) terjemahan oleh Hermoyo. 31 Tahun 1999 . Masalah dan Pemecahannya . Citra Aditya Bakti. Harmien Hadiati 1994. Cetakan I. Korupsi di Indonesia dari Delik Jabatan Ketindak Pidana Korupsi . Bandung : Citra Aditya Bakti. Hukum Pidana Materiil dan Formil Korupsi di Indonesia . Koeswadji. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. 1999. Malang : Banyumedia Publishing. Tindak Pidana Korupsi (Tinjauan Khusus Terhadap Proses Penyidikan. Hamzah. Adami 2003. Korupsi di Indonesia. Mulyadi. Jakarta : Gramedia. Korupsi dan Pertanggungjawaban Pidana Korupsi Berikut Studi Kasus. penuntutan. Lilik 2000. Hukum Tindak Pidana Korupsi dan Upaya Pencegahannya . 1999. Jakarta : Bina Grafika.

diharap mampu memberikan dorongan terutama bagi negara. Dijelaskan pula bahwa pemberantasan korupsi sebenarnya bukanlah hanya dalam lingkup 34 .Pertemuan 12 : Tutorial 6 Discussion Task – Problem Task Ratifikasi UNCAC 2003 oleh pemerintah Indonesia yang secara politis menempatkan posisi Indonesia sebagai salah satu negara di Asia yang memiliki komitmen pemberantasan korupsi lewat kerjasama internasional.negara lain yang kurang kooperatif dalam pengembalian asset hasil korupsi di Indonesia. di samping pula langkah Indonesia untuk mencegah dan mengembalikan aset hasil korupsi dari negara lain akan menjadi bagian dari agenda kerjasama internasional dalam upaya pemberantasan korupsi secara global.

melainkan juga dapat dilaksanakan lewat upaya keperdataan (civil proceeding). Adami 2003. Cetakan I. Diskusikan pula.  yang dikorupsi.penegakan hukum pidana lewat penuntutan (conviction) lewat suatu proses peradilan pidana (criminal proceedings) semata-mata. Kapital Selekta Hukum Pidana dan Kriminologi. Tugas :  Diskusikan. Korupsi di Indonesia. Bandung : Mandar Maju. Sekitar Masalah Korupsi Aspek Nasional dan Aspek Internasional . 35 . Strategi pencegahan korupsi harus dilihat sebagai upaya strategis di samping upaya pemberantasan (represif). Hukum Pidana Materiil dan Formil Korupsi di Indonesia . Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. Malang : Banyumedia Publishing. Andi 1984. Romli 1995. Klitgaard. Hamzah. Chazawi. Jakarta : Gramedia. Masalah dan Pemecahannya . ---------2004. Robert Membasmi Korupsi (Controlling Corruption ) terjemahan oleh Hermoyo. kelebihan dan kelemahan upaya keperdataan (civil proceeding) dalam pengembalian asset negara Bahan Bacaan : Atmasasmita. apakah instrument pendukung/peraturan perundang-undangan di Indonesia telah memadai dalam rangkaian usaha pengembalian asset Negara yang diinvestasikan di sentra-sentra finansial negara maju.

1999. Lilik 2000. Tindak Pidana Korupsi Pemberantasan dan Pencegahan. penuntutan. Jakarta : Sinar Grafika Yunara. Hukum Tindak Pidana Korupsi dan Upaya Pencegahannya . Hukum Tindak Pidana Korupsi dan Upaya Pencegahannya. Jakarta : Bina Grafika. Harmien Hadiati 1994. Suwaryadi.Koeswadji. Leden 2001. Korupsi dan Pertanggungjawaban Pidana Korupsi Berikut Studi Kasus. Citra Aditya Bakti. Suwaryadi. peradilan serta upaya hukumnya menurut UU No. Bandung : Citra Aditya Bakti. 1999. Jakarta : Sinar Grafika 36 . Edi 2005. Bandung : PT Citra Aditya Bakti Marpaung. Tindak Pidana Korupsi (Tinjauan Khusus Terhadap Proses Penyidikan. Bandung. Korupsi di Indonesia dari Delik Jabatan Ketindak Pidana Korupsi . Mulyadi. 31 Tahun 1999 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->