Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) SMP

PowerPoint

Departemen Pendidikan Nasional
Jakarta, Januari 2007

ii

KATA PENGANTAR

Marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita bangsa Indonesia telah rnemiliki Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang merupakan tuntutan pelaksanaan pembaharuan pendidikan yang diharapkan dapat mendukung segala upaya untuk memecahkan masalah pendidikan. Dalam proses pembelajaran, kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat penting, selain guru, sarana dan prasarana pendidikan lainnya. Oleh karena itu, kurikulum digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan dan sekaligus sebagai salah satu indikator mutu pendidikan. Di Indonesia tercatat telah lima kali revisi kurikulum pendidikan dasar dan menengah, yaitu pada tahun 1968, tahun 1975, tahun 1984, tahun 1994 dan ujicoba kurikulum tahun 2004. Revisi kurikulum tersebut bertujuan untuk mewujudkan kurikulum yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, guna mengantisipasi perkembangan jaman, serta untuk memberikan guideline atau acuan bagi penyelenggaraan pembelajaran di satuan pendidikan. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa, pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, dan kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Selanjutnya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, disebutkan bahwa standar yang terkait langsung dengan kurikulum adalah Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, dan telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKI, tersebut di atas. Berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta panduan yang disusun oleh BSNP, maka Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah diharapkan dapat mengembangkan Kurikilum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan peserta didik.

iii

Mengingat bahwa SI, SKL dan KTSP ini harus sudah dilaksanakan oleh semua satuan pendidikan dasar dan menengah pada tahun ajaran 2009/2010, maka kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI , SKL dan pengembangan KTSP bagi para pendidik, tenaga kependidikan dan para pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan lainnya harus dilakukan kordinasi dan sinergi dengan semua fihak yang terkait, dan segera dilaksanakan secara terencana, terpadu dan berkelanjutan. Untuk itulah maka disusun bahan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP yang telah disinkronkan bersama dengan Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, serta Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional. Selanjutnya semua kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP tersebut supaya menggunakan bahan yang telah disiapkan ini, sehingga dapat memperlancar dalam mengembangkan KTSP di masing-masing satuan pendidikan dengan baik. Oleh karena itu, semua lapisan masyarakat yang terkait dengan pendidikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik sebagai pengambil kebijakan, pelaksana, maupun masyarakat umum hendaknyamemiliki pemahaman yang baik terhadap perubahan kebijakan tentang kurikulum tersebut. Dengan kesetaraan pemahaman tersebut seluruh upaya peningkatan mutu pendidikan nasional akan mendapatkan dukungan dari segala penjuru dan hal ini akan menjamin keberhasilannya.

Jakarta, Januari 2007 Menteri Pendidikan Nasional

Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA

iv

Daftar Isi

Kata Pengantar.............................................................. iii Daftar Isi ..................................................................... v I.
1. 2. 3.

K ebijakan ....................................................................

Undang–Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional..................................................... 3 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan......................................... 15 Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005 - 2009...................................................... 35

1

II. tandar Isi (SI) dan Standar Kompetensi S L ulusan (SKL) ...................................................
4. 5. 6.

55 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI)............................................... 57 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan (SKL).................. 73 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Kelulusan (SKL)......................................... 81

III. urikulum Tingkat Satuan Pendidikan K ( KTSP)........................................................................

87 7. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi............... 89 8. Penyusunan KTSP...................................................... 97 9. Pengembangan Silabus.............................................. 123 10. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)...................................................................... 141

IV. odel-Model Kurikulum.......................................... 147 M

11. Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal....... 149 12. Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah................................. 159

V.

13. Pembelajaran IPA Terpadu SMP .................................. 175 14. Pembelajaran IPS Terpadu SMP .................................. 181

P embelajaran Terpadu............................................ 173

VII. embelajaran Efektif................................................ 185 P
15. Pembelajaran Berbasis Kontekstual 1........................... 187 16. Pembelajaran Berbasis Kontekstual 2........................... 205
v

VII. Penilaian Hasil Belajar........................................... 227
17. Rancangan Penilaian Hasil Belajar...............................

229

VIII. engembangan Bahan Ujian................................... 255 P

18. Pengembangan Bahan Ujian & Analisis Hasil Ujian......... 257

IX. aporan Hasil Belajar (LHB).................................. 301 L
19. Penyusunan Laporan Hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SMP...................................................... 303 20. Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal......................... 313

vi

20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional. 2. KEBIJAKAN 1. Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009. 3. 1 . Undang-Undang No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah No.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) I.

2 .

20 TH.Departemen Pendidikan Nasional Materi 1 UNDANG–UNDANG NO.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Sosialisasi KTSP KTSP Sosialisasi DASAR & FUNGSI PENDIDIKAN NASIONAL Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa Sosialisasi KTSP 3 .

TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: – beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. nilai kultural. – Pendidikan sistem terbuka: fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian program lintas satuan dan jalur pendidikan – Pendidikan multimakna: proses pendidikan yang diselenggarakan dengan berorientasi pada pembudayaan. pembentukan watak dan kepribadian. berilmu. serta berbagai kecakapan hidup Sosialisasi KTSP 4 . pemberdayaan. nilai keagamaan. kreatif. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. mandiri. sehat. Sosialisasi KTSP PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. dan kemajemukan bangsa. – berakhlak mulia. cakap. dan – menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama b. yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama. membangun kemauan. Sosialisasi KTSP 5 . Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. f. dan kemampuannya. minat. Sosialisasi KTSP HAK PESERTA DIDIK a. c. e. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara. menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan. d. mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat.PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. menulis. mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya.

Raudhatul Athfal (RA). nonformal. Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK). b. kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.KEWAJIBAN PESERTA DIDIK menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan. dan/atau informal. a. Sosialisasi KTSP 6 . atau bentuk lain yang sederajat. – Diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai usia 6 tahun dan bukan prasyarat masuk pendidikan dasar Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal.

Sosialisasi KTSP 7 . Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs). sekolah menengah kejuruan (SMK). atau bentuk lain yang sederajat.PENDIDIKAN DASAR Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. dan madrasah aliyah kejuruan (MAK). atau bentuk lain yang sederajat. madrasah aliyah (MA). Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN MENENGAH Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas (SMA).

sarana dan prasarana. pengelolaan. Sosialisasi KTSP 8 . proses. pembiayaan. dan tidak mampu dari segi ekonomi. pengelolaan. dan/atau mengalami bencana alam. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. sarana dan prasarana. mental. bencana sosial. dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. dan pembiayaan. masyarakat adat yang terpencil. Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum. kompetensi lulusan. Sosialisasi KTSP STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. emosional. sosial. penjaminan. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. Dapat diselenggarakan secara inklusif atau berupa satuan pendidikan khusus Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang.PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik. Pengembangan standar nasional pendidikan serta pemantauan dan pelaporan pencapaiannya secara nasional dilaksanakan oleh suatu badan standardisasi. dan pengendalian mutu pendidikan.

Sosialisasi KTSP KURIKULUM 1. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.KURIKULUM: PENGERTIAN DASAR Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. 2. dan peserta didik. Pengembangan kurikulum secara berdiversifikasi dimaksudkan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di daerah Sosialisasi KTSP 9 . potensi daerah. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. isi. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

peningkatan iman dan takwa. dan seni. Sosialisasi KTSP 10 .KURIKULUM 3. tuntutan dunia kerja. i. peningkatan potensi. e. dan minat peserta didik. c. g. dinamika perkembangan global. teknologi. h. f. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. dan j. Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. keragaman potensi daerah dan lingkungan. d. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. Sosialisasi KTSP Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. perkembangan ilmu pengetahuan. kecerdasan. peningkatan akhlak mulia. b. agama.

ilmu pengetahuan alam. serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan. d. keterampilan/kejuruan. h. ilmu pengetahuan sosial. dan evaluasi program pendidikan melalui dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah. Sosialisasi KTSP DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH PENGERTIAN DASAR Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik. pendidikan jasmani dan olahraga. e. Masyarakat berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan yang meliputi perencanaan. j. pendidikan agama. f. dan muatan lokal. g. bahasa. matematika. Sosialisasi KTSP 11 .MUATAN WAJIB KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH a. b. pengawasan. c. komunitas sekolah. seni dan budaya. i. pendidikan kewarganegaraan.

Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik. sarana dan prasarana. dan jenis pendidikan. arahan dan dukungan tenaga. sarana dan prasarana. lembaga. serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan.DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH Dewan pendidikan sebagai lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan. satuan. dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan. Sosialisasi KTSP EVALUASI Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Sosialisasi KTSP 12 . sebagai lembaga mandiri. kemajuan. dan kabupaten/kota yang tidak mempunyai hubungan hirarkis. Komite sekolah/madrasah. Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses. dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. arahan dan dukungan tenaga. provinsi. dan program pendidikan pada jalur formal dan nonformal untuk semua jenjang. serta pengawasan pendidikan pada tingkat nasional.

jenjang. dan jenis pendidikan. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 13 . menyeluruh.EVALUASI Evaluasi peserta didik. Masyarakat dan/atau organisasi profesi dapat membentuk lembaga yang mandiri untuk melakukan evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan. satuan pendidikan. jalur. transparan. Pemerintah dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola. dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala. satuan.

14 .

Departemen Pendidikan Nasional Materi 2 PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Sosialisasi KTSP KTSP Sosialisasi LINGKUP SNP 1. serta pendidikan dalam jabatan. kompetensi bahan kajian. dan keterampilan. c. a. b. standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. 2. kompetensi mata pelajaran. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. pengetahuan. standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental. standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. d. Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi: Sosialisasi KTSP 15 .

provinsi. tempat bermain. pelaksanaan. dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. dan global. laboratorium. akreditasi. f. kabupaten/kota. nasional. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. dan sertifikasi. bengkel kerja. Untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan dilakukan evaluasi. standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar. prosedur. Sosialisasi KTSP LINGKUP SNP Lanjutan 3.LINGKUP SNP Lanjutan e. tempat berolahraga. Sosialisasi KTSP 16 . serta sumber belajar lain. terarah. g. tempat beribadah. 4. atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana. dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. tempat berkreasi dan berekreasi. dan h. perpustakaan. standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme.

kejuruan. dan kalender pendidikan/akademik. Kurikulum untuk jenis pendidikan umum. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.STANDAR ISI 1. Standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 1. 3. Kurikulum untuk jenis pendidikan keagamaan formal terdiri atas kelompok mata pelajaran yang ditentukan berdasarkan tujuan pendidikan keagamaan. dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: a. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. 2. kelompok mata pelajaran estetika. olah raga. b. e. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. dan kesehatan. Satuan pendidikan nonformal dalam bentuk kursus dan lembaga pelatihan menggunakan kurikulum berbasis kompetensi yang memuat pendidikan kecakapan hidup dan keterampilan. Sosialisasi KTSP 17 . beban belajar. kelompok mata pelajaran jasmani. 2. kurikulum tingkat satuan pendidikan. d. c. Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum.

5. atau bentuk lain yang sederajat menekankan pentingnya kemampuan dan kegemaran membaca dan menulis. estetika. dan pendidikan jasmani. serta kemampuan berkomunikasi. kewarganegaraan. kecakapan berhitung. dan kesehatan. 6. SMP/MTs/SMPLB/ Paket B. kepribadian. bahasa. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. SMK/MAK. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. SMA/MA/ SMALB/ Paket C. Semua kelompok mata pelajaran sama pentingnya dalam menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah. ilmu pengetahuan dan teknologi. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia pada SD/MI/SDLB/Paket A.KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 4. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 7. SMK/MAK. kewarganegaraan. 8. Sosialisasi KTSP 18 . akhlak mulia. olah raga. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SD/MI/SDLB/Paket A. SMA/MA/SMALB/ Paket C. Setiap kelompok mata pelajaran dilaksanakan secara holistik sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran mempengaruhi pemahaman dan/atau penghayatan peserta didik. seni dan budaya. Kurikulum dan silabus SD/MI/SDLB/Paket A. jasmani. SMP/MTs/SMPLB/Paket B.

ilmu pengetahuan sosial. ilmu pengetahuan sosial. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 10. b. serta muatan lokal yang relevan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. SMK/MAK. ilmu pengetahuan sosial. ilmu pengetahuan alam. matematika. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. Kompetensi tersebut terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. 13. Kelompok mata pelajaran estetika pada SD/MI/SDLB/Paket A. dan kesehatan pada SD/MI/SDLB/ Paket A. SMK/MAK. olah raga. teknologi informasi dan komunikasi. keterampilan. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. SD/MI/ SDLB/Paket A. 11. ilmu pengetahuan sosial. seni dan budaya. olahraga. Kelompok mata pelajaran jasmani. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. matematika. serta muatan lokal yang relevan. ilmu pengetahuan alam. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada : a. d. SMA/MA/SMALB/ Paket C. dan muatan lokal yang relevan. teknologi informasi dan komunikasi. ilmu pengetahuan alam. Sosialisasi KTSP 19 . keterampilan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. c. SMA/MA/SMALB/Paket C. pendidikan kesehatan. serta muatan lokal yang relevan. dan muatan lokal yang relevan. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. matematika.KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 9. ilmu pengetahuan alam. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. kejuruan. SMA/MA/SMALB/Paket C. keterampilan/kejuruan. keterampilan/kejuruan. keterampilan/kejuruan. matematika. SMK/ MAK. 12. dan muatan lokal yang relevan. ilmu pengetahuan alam.

Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat menggunakan jam pembelajaran setiap minggu setiap semester dengan sistem tatap muka. dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. 5. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan kredit semester. Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. Sosialisasi KTSP 20 . MI/MTs/MA atau bentuk lain yang sederajat dapat menambahkan beban belajar untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian sesuai dengan kebutuhan dan ciri khasnya. dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori standar dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester. sesuai kebutuhan dan ciri khas masingmasing. SMP/MTs/SMPLB. 2. SMA/MA/SMLB.BEBAN BELAJAR 1. Beban belajar untuk SMP/MTs/SMPLB. 3. penugasan terstruktur. 6. Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. praktek keterampilan. Beban belajar untuk SD/MI/SDLB. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 4. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. atau bentuk lain yang sederajat dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester (SKS). praktek keterampilan.

kecakapan sosial. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. kecakapan akademik. Sosialisasi KTSP 21 . 8. Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat. olah raga. dan kecakapan vokasional. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Pendidikan kecakapan hidup yang mencakup kecakapan pribadi. Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat dan kurikulum untuk SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. 9. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. dan kesehatan. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 11. Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. 12. kelompok mata pelajaran pendidikan estetika.BEBAN BELAJAR 7. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup.

olah raga. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. Panduan ini berisi sekurangkurangnya model-model kurikulum satuan pendidikan keagamaan jenjang pendidikan dasar dan menengah. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. Panduan ini berisi sekurang-kurangnya: a. 14. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah keagamaan berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori standar. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan kesehatan. Sosialisasi KTSP 22 . pendidikan kelompok mata pelajaran estetika. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. b. Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 1.BEBAN BELAJAR 13. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori mandiri. 2.

atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. SMA. MA. SMA/MA/SMALB. SMK/MAK.KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 3. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. 4. atau madrasah dan komite madrasah. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan tersebut sekurang-kurangnya meliputi model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem paket dan model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem kredit semester. SMP. potensi daerah/karakteristik daerah. dan C ditetapkan oleh dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan berdasarkan kerangka dasar kurikulum sesuai dengan peraturan pemerintah ini dan standar kompetensi lulusan. Sekolah dan komite sekolah. Kurikulum tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB. Sosialisasi KTSP 23 . dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. 6. dan SMK. MTs. Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya untuk program paket A. Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 5. B. dan peserta didik. sosial budaya masyarakat setempat. di bawah supervisi dinas kabupaten/ kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan untuk SD. SMP/MTs/SMPLB. dan MAK.

dan hari libur. 2. • Kompetensi lulusan mencakup sikap. Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. pengetahuan. Sosialisasi KTSP 24 . Kalender pendidikan/kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran. Hari libur dapat berbentuk jeda tengah semester selama-lamanya satu minggu dan jeda antar semester. minggu efektif belajar. • Kompetensi lulusan untuk mata pelajaran bahasa menekankan pada kemampuan membaca dan menulis yang sesuai dengan jenjang pendidikan. waktu pembelajaran efektif. • Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. dan keterampilan.KALENDER PENDIDIKAN 1.

• Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. kepribadian. ahklak mulia. Sosialisasi KTSP STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN • Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: – penilaian hasil belajar oleh pendidik. kepribadian. kepribadian. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. ahklak mulia. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. pengetahuan. pengetahuan. pengetahuan. Sosialisasi KTSP 25 . – penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. ahklak mulia.STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan. dan – penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik. ulangan. ujian. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ulangan. penugasan. dan ulangan kenaikan kelas. – bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. serta b. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: a. ulangan tengah semester. Penilaian ini digunakan untuk: – menilai pencapaian kompetensi peserta didik. ulangan akhir semester. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. dan b. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai 4. pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. dan – memperbaiki proses pembelajaran. dan kesehatan dilakukan melalui: a. olah raga.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 1. kemajuan. Sosialisasi KTSP 26 . 2. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 3. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani. 5. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. ulangan.

dan e. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. 2. kelompok mata pelajaran jasmani. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. 3. dan kesehatan merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. d. dan kesehatan. Untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah BSNP menerbitkan panduan penilaian untuk: a. olah raga. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran. Penilaian akhir mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik oleh pendidik Sosialisasi KTSP 27 . b. dan kelompok mata pelajaran jasmani. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN 1. c.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 6. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. olahraga. kelompok mata pelajaran estetika. kelompok mata pelajaran estetika. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.

Ujian nasional dilakukan secara obyektif. pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. serta kelompok mata pelajaran jasmani. Sosialisasi KTSP 28 . 2.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN 4. berkeadilan. 3. Ujian nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran. 5. Untuk dapat mengikuti ujian sekolah/madrasah. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 1. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Penilaian ini bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan melalui ujian sekolah/madrasah untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. olah raga. peserta didik harus mendapatkan nilai yang sama atau lebih besar dari nilai batas ambang kompetensi yang dirumuskan oleh BSNP. dan akuntabel. kelompok mata pelajaran estetika. dan kesehatan.

Peserta ujian nasional memperoleh surat keterangan hasil ujian nasional yang diterbitkan oleh satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional. Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti ujian nasional setelah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh BSNP. pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 4. 8. Hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk: a. Setiap peserta didik jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan pendidikan jalur nonformal kesetaraan berhak mengikuti ujian nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan. pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. 7. c. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 6. d. Setiap peserta didik wajib mengikuti satu kali ujian nasional tanpa dipungut biaya. penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan. 5. b. Sosialisasi KTSP 29 . dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya.

Pada jenjang SMP/MTs/SMPLB. Sosialisasi KTSP UJIAN NASIONAL 5. Pada SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sosialisasi KTSP 30 . Pada jenjang SD/MI/SDLB. Matematika. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia.UJIAN NASIONAL Mata pelajaran yang diujikan: 1. dan mata pelajaran kejuruan yang menjadi ciri khas program pendidikan. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Matematika. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Matematika. 6. Matematika. Bahasa Inggris. Bahasa Inggris. 4. atau bentuk lain yang sederajat. dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. Pada program paket C. Matematika. Bahasa Inggris. 7. Pada program paket A. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan. Bahasa Inggris. Pada program paket B. dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Matematika. 3. Matematika. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan. 2. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. Bahasa Inggris. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada jenjang SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat. atau bentuk lain yang sederajat. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia.

kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. c. Sosialisasi KTSP PENJAMINAN MUTU 1. 2. olah raga.KELULUSAN Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. kelompok mata pelajaran estetika. dan kesehatan. lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Penjaminan mutu pendidikan bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan. Penjaminan mutu pendidikan dilakukan secara bertahap. b. menyelesaikan seluruh program pembelajaran. sistematis. dan kelompok mata pelajaran jasmani. 3. Setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan. dan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas. Sosialisasi KTSP 31 . dan d. lulus Ujian Nasional.

jenjang dan jalur pendidikan.PENJAMINAN MUTU 4. BAN-PNF. 10. Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (6). 5. Menteri menerbitkan pedoman program penjaminan mutu satuan pendidikan pada semua jenis. dan BAN-PT memberikan rekomendasi penjaminan mutu pendidikan kepada program dan/atau satuan pendidikan yang diakreditasi. 8. dan kepada Pemerintah dan Pemerintah Daerah. LPMP mensupervisi dan membantu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam melakukan upaya penjaminan mutu pendidikan. Sosialisasi KTSP PENJAMINAN MUTU 7. Sosialisasi KTSP 32 . 9. LPMP bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Perguruan tinggi. Menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama mensupervisi dan membantu satuan pendidikan keagamaan melakukan penjaminan mutu. 6. Pemerintah Provinsi mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu. Pemerintah Kabupaten/Kota mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu. BAN-S/M.

PENJAMINAN MUTU 11. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 33 . 12. Penyelenggaraan satuan pendidikan yang tidak mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan ini dapat memperoleh pengakuan dari Pemerintah atas dasar rekomendasi dari BSNP. Rekomendasi dari BSNP tersebut didasarkan pada penilaian khusus.

34 .

serta (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia … Amanat Pasal 31 UUD 1945 (1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. 25 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (2004-2009) Pendidikan ditetapkan sebagai salah satu prioritas dalam agenda utama pembangunan nasional. Amanat Undang-Undang No. 2 • • 35 .Materi 3 RENCANA STRATEGIS DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2005 . mencerdaskan kehidupan bangsa.2009 1 PENDAHULUAN • • Amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) … melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. yang diatur dengan UndangUndang (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. Peraturan Pemerintah No.

TPA Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun – SD. 23.utamaan Gender dan Anak 4.PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 1. Perluasan pendidikan kecakapan hidup 17. Kepegawaian. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pemeriksaan aparat Itjen 35. Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan 2. Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Negara 5. Perluasan akses SMA/SMK dan SMA terpadu 21. dan data lainnya) 8. Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraan dan Kepemerintahan 6. 3. Penataan regulasi pengelolaan pendidikan 32. Perluasan akses PT Mendorong jumlah jurusan di PT yang masuk dalam 100 besar Asia Akselerasi jumlah program studi kejuruan. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan 27. Implementasi dan penyempurnaan SNP oleh BSNP 15. Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 9. Peningkatan kapasitas dan kompetensi aparat dalam perencanaan dan pengangaran 30. 25. dan PT 14. Peningkatan SPI berkoordinasi dengan BPKP dan BPK 29. Intensifikasi tindakan-tindakan preventif oleh Itjen 37. dan BPK 39. dan BPK 38. 6. Program Pengelolaan Sumberdaya Manusia Aparatur 7. Peningkatan ketaatan aparat pada peraturan perundang-undangan 33. Pengembangan sekolah berbasis keunggulan lokal di setiap Kab/Kota 22. Kegiatan Pokok Pemerintah Perluasan akses PAUD Pendanaan biaya operasi wajar Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan wajar Rekrutmen pendidik dan tenaga kependidikan (program wajar) Perluasan akses pendidikan wajar pada jalur nonformal Perluasan akses SLB dan sekolah inklusif Pengembangan sekolah wajar layanan khusus bagi daerah terpencil/kepulauan yang berpenduduk jarang dan terpencar. Perbaikan sarana dan prasarana 28. vokasi. 4. SMP. SLB. Penjaminan mutu secara terprogram dengan mengacu kepada SNP 16. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) – TK. Peningkatan pencitraan publik 34. Pendidikan Keterampilan Hidup 20. Peningkatan kapasitas dan kompetensi managerial aparat 31. Peningkatan peran serta masyarakat dalam perluasan akses SMA/SMK/SM Terpadu.5 Tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan KKN 36. Penyelesaian tindak lanjut temuan-temuan pemeriksaan Itjen. Manajemen Pelayanan Pendidikan Program-program lainnya 1. Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Kegiatan Pokok Pemerintah 13. BPKP. Pelaksanaan Inpres No. Aset. Pengembangan guru sebagai profesi 18. 3. Pembangunan sekolah bertaraf internasional di setiap propinsi dan/atau kabupaten/kota 11. RA. 7. 1. Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 3 PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 7. 24. BPKP. Program Penguatan Kelembagaan Pengarus. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara 4 36 . Pemanfaatan ICT sebagai media pembelajaran jarak jauh 26. Pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan 6. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengelola pendidikan 12. Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 3. Pendidikan Menengah 10. Pengembangan aplikasi SIM secara terintegrasi (Keuangan. 2. MI. KB. Perluasan dan peningkatan mutu akreditasi 19. Intensifikasi dan ekstensifikasi pemeriksaan oleh Itjen. MTs 8. dan profesi Peningkatan jumlah dan mutu publikasi ilmiah dan HAKI 4. Pendidikan Tinggi 5. 2. Pendidikan Non Formal 5.

Visi Pendidikan Nasional C. Tata Nilai Departemen Pendidikan Nasional 5 AMANAT UNDANG-UNDANG NO 20/2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Misi Pendidikan Nasional D. tercantum bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak mengarahkan. dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 B. membimbing. dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. membantu. 6 37 . Amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003.DASAR KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL A.

4. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. TUJUAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 1. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. dan akhlak mulia. takwa. status sosial-ekonomi. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Meningkatkan iman. Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. nilai kultural. 3. Meningkatkan kualitas jasmani. dan kelainan fisik. jenis kelamin. 2. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. tidak diskriminatif. Meningkatkan pemerataan kesempatan belajar pada semua jalur. kelompok etnis.PASAL 4 UU 20/2003 Tentang SISDIKNAS: PRINSIP-PRINSIP DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN 1. 6. emosi. 5. dan jenjang pendidikan bagi semua warga negara secara adil. dan demokratis tanpa membedakan tempat tinggal. agama. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. 7 2. 3. membangun kemauan. 8 38 . dan kemajemukan bangsa. Meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. nilai keagamaan. jenis. mental serta intelektual. 5. Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. 4. Meningkatkan sensitifitas dan kemampuan ekspresi estetis. menulis.

buta aksara. Menuntaskan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun secara efisien.6. Meningkatkan relevansi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan melalui peningkatan hasil penelitian. 11. Meningkatkan daya saing bangsa dengan menghasilkan lulusan yang mandiri. serta meningkatkan kualifikasi minimun dan sertifikasi bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan lainnya. serta memiliki kecakapan hidup yang dapat membantu dirinya dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan. pengembangan dan penciptaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh perguruan tinggi serta penyebarluasan dan penerapannya pada masyarakat. putus sekolah dalam dan antar jenjang serta penduduk lainnya yang ingin meningkatkan pengetahuan. dan relevan sebagai landasan yang kokoh bagi pengembangan kualitas manusia Indonesia. bermutu. mampu belajar sepanjang hayat. 9 9. kemampuan. 10 39 . terampil. 7. 10. bermutu. tidak pernah sekolah. dan keterampilan. Meningkatkan kualitas pendidikan dengan tersedianya standar pendidikan nasional dan Standar Pelayanan Minimal (SPM). ahli dan profesional. Menurunkan secara signifikan jumlah penduduk buta aksara. 8. Memperluas akses pendidikan non-formal bagi penduduk laki-laki maupun perempuan yang belum sekolah.

kolusi. Mempercepat pemberantasan korupsi. produktif. Menata sistem pengaturan dan pengelolaan pendidikan yang semakin efisien. dan demokratis dalam suatu tata kelola yang baik dan akuntabel. peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan. 11 VISI Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. dan nepotisme untuk mewujudkan Pemerintah yang bersih dan berwibawa. 13. Sejalan dengan Visi Pendidikan Nasional tersebut. serta efektivitas pelaksanaan otonomi dan desentralisasi pendidikan termasuk otonomi keilmuan. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas manajemen pelayanan pendidikan melalui peningkatan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah.12. 14. Depdiknas berhasrat untuk pada tahun 2025 menghasilkan: INSAN INDONESIA CERDAS DAN KOMPETITIF (Insan Kamil / Insan Paripurna) 12 40 .

sigap. –ceria dan percaya diri. Depdiknas untuk tahun 2005 – 2009 menetapkan Misi sebagai berikut: MEWUJUDKAN PENDIDIKAN YANG MAMPU MEMBANGUN INSAN INDONESIA CERDAS KOMPREHENSIF DAN KOMPETITIF. •Beraktualisasi diri melalui interaksi sosial yang: –membina dan memupuk hubungan timbal balik. serta kompetensi untuk mengekspresikannya. –empatik dan simpatik. •Beraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatkan sensitivitas dan apresiasivitas akan kehalusan dan keindahan seni dan budaya. sikap. –menghargai kebhinekaan dalam bermasyarakat dan bernegara. •Aktualisasi insan adiraga. keterampilan. –menjunjung tinggi hak asasi manusia. •Berkepribadian unggul dan gandrung akan keunggulan •Bersemangat juang tinggi •Mandiri •Pantang menyerah •Pembangun dan pembina jejaring •Bersahabat dengan perubahan •Inovatif dan menjadi agen perubahan •Produktif •Sadar mutu •Berorientasi global •Pembelajar sepanjang hayat Makna Insan Indonesia Kompetitif Cerdas emosional & sosial Kompetitif Cerdas intelektual Cerdas kinestetis 13 MISI 1. pengalaman. serta –berwawasan kebangsaan dengan kesadaran akan hak dan kewajiban warga negara. berdaya-tahan. 2. terampil. dan 5. •Beraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. –demokratis. 3. dan trengginas. 4. ketakwaan dan akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur dan kepribadian unggul. membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. Selaras dengan Misi Pendidikan Nasional tersebut. dan nilai berdasarkan standar nasional dan global. •Beraktualisasi diri melalui olah raga untuk mewujudkan insan yang sehat.Insan Cerdas Komprehensif dan Kompetitif Makna Insan Indonesia Cerdas Komprehensif Cerdas spiritual •Beraktualisasi diri melalui olah hati/kalbu untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan. memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI. 14 41 . mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral. bugar. kreatif dan imajinatif. •Aktualisasi insan intelektual yang kritis.

relevansi. Belajar Sepanjang Hayat 1. 16 42 .TATA NILAI PENGELOLAAN PENDIDIKAN INPUT VALUES Nilai-nilai yang diharapkan ditemukan dalam diri setiap pegawai Depdiknas PROCESS VALUES Nilai-nilai yang harus diperhatikan dalam bekerja di Depdiknas. Bertanggung Jawab dan Mandiri 5. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. dan citra publik pendidikan. Dapat Dipercaya (Andal) 4. Profesional 3. Taat Azas 8. Peningkatan mutu. Menjadi Teladan 3. Disiplin 7. Koordinatif dan Bersinergi dalam Kerangka KerjaTim 9. Visioner dan Berwawasan 2. Gandrung Mutu Tinggi (Service Excellence) 3. 2. Memotivasi (Motivating) 4. Antisipatif dan Inovatif 6. Berkeadilan. Penguatan tata kelola. Memberdayakan (Em powering) 6. Kreatif 6. danInklusif 15 TIGA PILAR KEBIJAKAN PENDIDIKAN 1. Amanah 2. Antusias dan Bermotivasi Tinggi 4. Mengilhami (Inspiring) 5. 3. Produktif (Efektif dan Efisien) 2. Demokratis. Membudayakan (Cultureforming) 7. akuntabilitas. Akuntabel 1. dalam rangka mencapai dan mempertahankan kondisi keunggulan OUTPUT VALUES Nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh mereka yang berkepentingan terhadap Depdiknas PENYELENGGARA DAN PENGELOLA PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN & MANAJEMEN YANG PRIMA BERORIENTASI KEPADA KEPENTINGAN PEMAKAI LAYANAN PENDIDIKAN 1. dan daya saing keluaran pendidikan. Responsif dan Aspiratif 5. Peduli dan Menghargai orang lain 8.

1 18 43 .5 69.26 % 17 Kontribusi Sumber Kesenjangan Akses Pendidikan Antar dan Intra Provinsi Sumber Kesenjangan SD/ MI SMP/ MTs SM/ MA Antar Provinsi APK Dalam Provinsi 30.9 60.48 % APM 93.8 % APS 83.2 35.8 72.04 % APM 65.AKSES PENDIDIKAN Rata-rata tingkat pendidikan masyarakat masih rendah (2004) Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Rata-rata lama sekolah 7.5 % APS 53.2 th Yang berpendidikan SLTP 36.8 64. masalah perluasan akses lebih menonjol terjadi pada jenjang SMP/MTs Tingkat partisipasi pendidikan makin rendah pada jenjang pendidikan yang makin tinggi (2004) Kelompok usia 7-12 tahun Kelompok usia 13-15 tahun Kelompok usia SLTA Pendidikan Tinggi APS 96.8 29.24 % APK 54.5 70.5 Antar Provinsi APM Dalam Provinsi 39.38 % APK 14.2 70.2% Yang buta aksara 9.2 27.55% Dalam rangka penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun.5 29.

Prasarana dan sarana belajar yang terbatas dan belum didayagunakan secara optimal. Pendanaan pendidikan yang belum memadai untuk menunjang mutu pembelajaran.50 P ersen tase 98.50 97. Ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan serta kesejahteraannya yang belum memadai baik secara kuantitas maupun kualitas. Proses pembelajaran yang belum efisien dan efektif.00 96. 2. serta 4.00 98. 20 44 .50 96.Tingkat Keaksaraan Penduduk Usia 15-24 Tahun 1995-2004 Perempuan 99. 3.00 97.00 1995 1998 2002 Tahun 19 Laki-laki Perempuan+Laki2 2003 2004 MUTU PENDIDIKAN (2004) 1.

33 0.57 47.33 11.10 26.58 49.31 0. 2004 22 45 .62 2.06 1.86 1.92 30.05 0.23 2.54 S2/S3 (%) 0.16 56.79 D3 (%) 5.748 452.75 64.55 40.03 69.18 Sarjana (%) 3.14 21.069 8.559 236.KUALIFIKASI PENDIDIK TAHUN 2002/2003 Jenjang No Pendidikan 1 2 3 4 5 6 7 8 TK SLB SD SMP SM SMA SMK PT Jumlah Guru 137.39 72.46 21 RASIO PENDIDIKAN TAHUN 2002/2003 Sumber: PDIP – Balitbang.33 1.114 147.33 0.286 Ijazah Tertinggi < D1 (%) 90.927 466.30 42.255 230.234.37 23.89 1.304 1.35 8.54 D2 (%) 5.88 46.33 43.17 25.45 0.10 3.

480 78.105 167. Balitbang Depdiknas (2003) 24 46 .412 97.927 625.63 5.832 107.857 41.7 12.4 3.0 19.00 Rusak Berat 201.581 23.531 202.9 100.3 Jumlah 1.598 63.283 % 7.748 299.315 50.864 % 34.4 38.803 87.678 % 92.3 53.2 66.6 47. Tidak Layak Sumber: PDIP – Balitbang.598 4.7 29.283 72.645 27.559 83.588 2.00 Rusak Ringan 299.9 100.440 155. Layak b.234.29 92.684 147.631 43.675 311. 2004 Kelayakan Negeri 1.385 58.237 9.430 75.4 33.3 45.3 23 KONDISI RUANG BELAJAR TAHUN 2003 No Bangunan/ Gedung Kondisi Bangunan Ruang Belajar Layak pakai Jumlah % 42.143.0 15.542 155.1 32.408 89.217 466.7 49.260 98.0 Swasta 91.0 56.1 33.811 122.311 67.599 1.4 23.258 187.710 609.7 43.6 46. Layak b.290 1 2 3 4 SD SMP SMA SMK 364.12 82.914 55.0 64.070 584. Layak b. SD 1 a.0 14.379 35.0 37.395 558.0 67.12 2.00 865.217 96.03 3.7 43.GURU DAN KEPALA SEKOLAH MENURUT KELAYAKAN MENGAJAR TAHUN 2002/2003 No.416 4.3 4.114 154.3 20.59 5.6 29.34 92.26 5.051 40.62 12.1 17. Tidak Layak SMA 3 a.720 108.3 100. Layak b.507 Sumber: Pusat Data dan Informasi Pendidikan.0 50.643 230.961 % 100.5 67.967 20. Tidak Layak SMP 2 a.1 35. Tidak Layak SMK 4 a.919 % 23.424 48.

ANGKA MENGULANG KELAS SD MENURUT TINGKAT.07 2.96 1. TAHUN 2004 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s R er a 25 7.93 0.82 ANGKA PUTUS SEKOLAH MENURUT JENJANG PENDIDIKAN DAN JENIS KELAMIN TAHUN 2004 6 5 4 3 2 1 0 SD SMP Laki2 SMA/SMK Rerata 26 PT Perempuan 47 .26 ta 1 2 3 4 5 6 3.68 4.92 4.

Belum didukung oleh data dan informasi yang akurat pada berbagai tingkatan pemerintahan.0 0 5 .0 0 0 .Nilai Ujian Nasional SMA Program IPA Tahun 2003/04 dan 2004/05 8 . 2. Pentingnya pengawasan terhadap berbagai program dan kegiatan yang terkait dengan upaya pemerataan dan perluasan akses serta peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan.0 0 B In d B In g g 2 0 0 3 /0 4 Mat 2 0 0 4 /0 5 27 R a ta 2 TATA KELOLA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL (2004) 1.0 0 4 . Desentralisasi bidang pendidikan.0 0 6 . 28 48 .0 0 3 .0 0 1 .0 0 2 . 3.0 0 7 .

Akuntabilitas.9 Pendidikan Kecakapan Hidup 1. Penguatan Tata Kelola.11 Perluasan Akses Perguruan Tinggi 1. dan PT 1. dan Citra Publik. Relevansi. SLB. dan Daya Saing C. SMK/SM Terpadu.2 Penyediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Wajar 1.8 Perluasan akses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) PEMERATAAN & PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1.3 Rekruitmen Pendidik dan Tenaga Kependidikan 30 49 .6 Perluasan Akses Sekolah Luar Biasa dan Sekolah Inklusif 1.7 Pengembangan Pendidikan Layanan Khusus bagi Anak Usia Wajar Dikdas di Daerah Bermasalah 1.13 Peningkatan peran serta Masyarakat dalam Perluasan Akses SMA.5 Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 1.12 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai Sarana Pembelajaran Jarak Jauh 1.4 Perluasan akses pendidikan Wajar pada jalur nonformal 1. Pemerataan dan Perluasan Akses B.KEBIJAKAN POKOK PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL A.1 Pendanaan Biaya Operasional Wajar Dikdas 9 Tahun 1.10 Perluasan Akses SMA/SMK dan SM Terpadu 1. 29 KEBIJAKAN DALAM PEMERATAAN DAN PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1. Peningkatan Mutu Pendidikan.

7b Peningkatan Kreativitas.2 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Inspektorat Jenderal 3. dan Profesi 2.7 Peningkatan Citra Publik 3. dan BPK 3.4a Pengembangan Guru sebagai Profesi 2.5 Penataan Ketaatan pada Peraturan Perundang .b Survai Benchmarking Mutu Pendidikan Terhadap Standar Internasional 2. Aset.4 3.1 Implementasi dan Penyempurnaan SNP dan Penguatan Peran Badan Standar Nasional Pendidikan 2. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK 32 50 .6 Perbaikan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana 2.13 Pengembangan Aplikasi SIM secara Terintegrasi (Keuangan.KEBIJAKAN DALAM PENINGKATAN MUTU. BPKP. dan Kepemimpinan Mahasiswa 2.10 Mendorong Jumlah Jurusan di PT yang Masuk dalam 100 Besar Asia atau 500 BesarDunia 2. RELEVANSI.10 Intensifikasi Tindakan tindakan Preventif oleh Inspektorat Jenderal 3.7a PENINGKATAN MUTU. AKUNTABILITAS. DAN PENCITRAAN PUBLIK 3. BPKP.2.12 Peningkatan Jumlah dan Mutu Publikasi Ilmiah dan HAKI 2. dan BPK 3.13 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan 2.3 Perluasan dan Peningkatan Mutu Akreditasi oleh BAN -SM. dan Data Lainnya) 3. DAN DAYA SAING 2. RELEVANSI & DAYA SAING Perluasan Pendidikan Kecakapan Hidup 2.5 Pengembangan Kompetensi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan 2.4b Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Nonformal 2.9 Pelaksanan Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan KKN 3. Entrepreneurship.12 Penyelesaian Tindak Lanjut Temuan -temuan Pemeriksaan Itjen.11 Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pemeriksaan oleh Itjen.11 Akselerasi Jumlah Program studi Kejuruan.2a Pengawasan dan Penjaminan Mutu secara Terprogram dengan Mengacu pada SNP 2.8 Pengembangan Sekolah Berbasis Keunggulan Lokal di Setiap Kabupaten/Kota 31 KEBIJAKAN DALAM PENGUATAN TATA KELOLA.undangan 3.3 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Perencanaan dan Penganggaran 3. vokasi.9 Pembangunan Sekolah Bertaraf Internasional di Setiap Provinsi/ Kabupaten/Kota 2.6 Penataan Regulasi Pengelolaan Pendidikan dan Penegakkan Hukum di Bidang Pendidikan 3.1 Peningkatan Sistem Pengendalian Internal Berkoordinasi dengan BPKP dan BPK Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Manajerial Aparat 3.8 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Pengelola Pendidikan - PENGUATAN TATA KELOLA. Kepegawaian. BAN -PNf dan BAN-PT 2.

Periode 2015 – 2020 Daya Saing Regional D. (3) Penguatan tata kelola.RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA PANJANG A.Periode 2020 – 2025 Daya Saing Internasional 33 RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 2005 – 2009 Program pembangunan Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009 diarahkan pada upaya mewujudkan kondisi yang diharapkan pada tahun 2009 yang difokuskan pada: (1) Pemerataan dan perluasan akses pendidikan.Periode 2005 – 2010 Peningkatan Kapasitas dan Modernisasi B.Periode 2010 – 2015 Penguatan Pelayanan C. dan daya saing. 34 51 . dan citra publik. (2) Peningkatan mutu. relevansi. akuntabilitas.

604.374.0 27.800.8 12.3 4.Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan Program-program Lainnya 1.955.2 16.556.7 9.100. Peringkat Internasional Indonesia (12 dari12) terkait dengan tingkat relevansi sistem pendidikan Indonesia dengan kebutuhan pembangunan.62% (2004) 4.Program Pengelolaan Sumber Daya ManusiaAparatur 5.961.3 16.196.8 10.835.Usia .Program Penguatan Kelembagaan Pengarus-utamaan Gender dan Anak 2.440.076.Anak tidak bersekolah 3.Usia .202.Program Pendidikan Menengah 4.Total Jumlah .3 23.075.601.363.2% lulusan Perguruan Tinggi menjadi karyawan •Kebutuhan guru 218.Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraandan Kepemerintahan 4.3 12.910.3 7.859.9 3.366.6% rusak ringan •Alokasi biaya pendidikan dari APBN < 9% •Rendahnya kemampuan wirausaha.4 27.0 226.065.638.218.769.6 12. 34.533.631.671.707.817 temuan/kasus penyimpangan sumber dana pembangunan (1997-2004) •Desentralisasi pendidikan •Kendali pemerintah yang belum berjalan optimal karena kurang ditunjang oleh sistem informasi manajemen yang terbangun dengan baik •SNP mulai dikembangkan •Laporan Keuangan dengan opini disclaimer dari BPK RENSTRA DEPDIKNAS Tahun 2005-2009 Das Sollen •Menurunkan angka buta aksara penduduk usia > 15 hingga 5% •APK SMP/MTs= 98%.0 25.033. APK Perguruan Tinggi= 18% •Memberi kesempatan yang sama pada seluruh peserta didik dari berbagai golongan menurut kategori tingkat ekonomi.6 25.Indeks Pembangunan Manusia 110 (2005) 2.Usia .9 164.6 2005/06 2006/07 Ajaran 2007/08 2008/09 2009/10 16.1 10.Usia .697.7 12.4 16.Terjadi kesenjangan akses pendidikan menurut kategori perkotaan & pedesaan.476.0 24.1 3.144.1 155.2 13. sosial.934.961.8 221.Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 10.4 juta atau 10.5 158.1 219.335.SMP / MTs .Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2.816. gender.311.6 25.6 229.0 12.4 25.725.6 6.3 11.112.0 11.Angka kesenjangan cenderung naik di tingkat pendidikan menengah dan perguruan tinggi 6.306.5 36 52 .279.121.3 224.7 28.2 11.5 161.766.6 12.654.Program Pendidikan Tinggi 5.0 13.238.528.2 11.1 12.9 4.1 12.SMA/SMK/MA & yang .9 24. wilayah.Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 7.845.308.Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun 3.4 24.6 11.603.827.Penduduk ≥ 15 tahun yang buta aksara 15.0 216.7 25.6 8. APK PerguruanTinggi 14.Program Pendidikan Nasional Das Sein 1.2 12.240.324. 82.Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas AparaturNegara 3.256.796.7 12.SD / MI & yang .3 149.1 7.508.6 152.717.0 11.088.5% untuk usia13-15 3.4 23.828.8 28.415.350.Program Pendidikan Nonformal 6.413.0 28.4 16.Program Penelitian dan Pengembangan Pendidikan 9.Usia .845.1 25.3% ruang belajar SD rusak berat.956.940.Usia . tingkat kemampuan intelektual dan kondisifisik •Memperluas daya tampung satuan pendidikan sesuai dengan prioritas nasional •PenggunaanTIK untukmenjangkau daerahterpencil/sulitdijangkau •Peningkatan mutu pendidikan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) •Peningkatan taraf hidup masyarakat dan daya saing tenaga kerja Indonesia •Metoda pembelajaran formal dan nonformal yang efisien. menyenangkan dan mencerdaskan •Seimbang antara pengembangan kecerdasan rasional (berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi) dan kecerdasan emosional.PT/PTA/PTK Akses Pendidikan Mutu Pendidikan Tata Kelola Depdiknas 1.561.6 13.2 16.678.Usia .858. spritual •70% dosen dengan berpendidikan S2/S3 •50% sarana sekolah memenuhi SNP •AnggaranpendidikandariAPBN = 20% •5 prodi PT masuk dalam100 besar PT di Asia atau 500 besar dunia •Manajemen perubahan secara internal yang menjamin terjadinya perubahan secara berkelanjutan •Sistem pembiayaan berbasis kinerja (ditingkat satuan pendidikan dan pemerintah daerah) •Manajemen berbasis sekolah (MBS) mulai SD sampai dengan SM •Disiplin kerja tinggi melalui internalisasi etos kerja •Satuan dan program pendidikan yang ada pada setiap tingkatan pemerintahan mencapai status kapasitas tertinggi dan memenuhi standar SNP •Penerapan TIK secara optimal pada manajemen 35 pendidikan yang transparan dan akuntabel •Laporan Keuangan dengan opini WTS dari BPK Jumlah . serta mampu dan tidak mampu secara ekonomis.3 6.813.7 12.9 11.322.141.8 4.Program Manajemen Pelayanan Pendidikan 8.Program Peningkaan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara SASARAN JUMLAH PESERTA DIDIK ( ribu orang ) Tahun KOMPONEN 2004/05 Penduduk 0 – 3 Tahun 4 – 6 Tahun 7 – 12 Tahun 13 – 15 Tahun 16 – 18 Tahun 19 – 24 Tahun 15 Tahun Jumlah Peserta Ke atas Penduduk Didik sederajat & yang sederajat sederajat 29.605.3 25. Beberapa penyebab: •Kesiapan fisik siswa yang cenderung minim (akibat kekurangan gizi) •40% tenaga pengajar memiliki keahlian yang tidak sesuai dengan bidang pengajarannya Ketidak layakan tenaga pengajar (kualitas dan kuantitas) ditingkat dasar hingga menengah •23.2% untuk usia 7-12 dan 16.3 3.21%.APK SMP/MTs = 81.073. 5.370.318.000 orang(2005) •8.9 12.22%.

500 besar Dunia.Akses Pendidikan -NO 1.90% 94.6% 19 30 85 700 20% 36:64 1.33 5.30 19.68 32% 55% 3 2007 6.5% 10.21% 16.09% 42. • Jumlah sertifikat Kompetensi yg diterbitkan KONDISI DAN TARGET 2004 5.80% 17.32 9.34% 94.00% 60.40 23.20% 64.00 40% 70% 40% 10 3 13 5 5.000 30% 38:62 1.00 13.13 6. SASARAN Peningkatan Mutu dan Daya Saing Pendidikan INDIKATOR KUNCI • Rata-rata nilai UN SD/MI • Rata-rata nilai UN SMP/MTs • Rata-rata nilai UN SMA/SMK/MA • Guru yg memenuhi kualifikasi S1/DIV • Dosen yg memenuhi kualifikasi S2/S3 • Pendidik yang memiliki sertifikat pendidik • Jumlah Prodi masuk 100 besar Asia.50% 10% 6.00% 11.20% 68.22% 48.14 33.55% 16.5% 32:68 1.0% 15 10 100 7.00 25.66% 94.00 37.47% 10% 5. SASARAN Perluasan Akses Pendidikan • • • • • • 2 Pemerataan Akses Pendidikan • • • • • • • INDIKATOR KUNCI APK Pra Sekolah APM SD/Paket A/MI/SDLB APK SMP/Paket B/MTs/SMPLB APK SMA/SMK/Paket C/MA/SMALB APK PT/PTA.00 5.0% 4 Peningkatan Relevansi Pendidikan 38 53 .16 9.00 29.00 7.00% 20% 15.Indikator Kunci dan Target Pilar Kebijakan -.MUTU.13 6.38% 17.86 2007 2008 2009 39.00 5.07 9.71 8.50 7.25% 52.84 34% 60% 5% 4 2008 5.89 9.00% 91. termasuk UT Prosentase Buta Aksara > 15 th Disparitas APK PAUD antara kab dan kota Disparitas APK SD/MI/SDLB antara kab dan kota Disparitas APK SMP/MTs/SMPLB antara kab dan kota Disparitas APK SMA/MA/SMK/SMALB antara kab dan kota Disparitas gender APK di jenjang pendidikan Menengah Disparitas gender APK di jenjang pendidikan tinggi Disparitas gender persentase buta aksara KONDISI DAN TARGET 2004 2005 2006 45.19% 18.47% 53.00 31.44% 15.20% 15.7% 20 40 120 1.28 6. DAN DAYA SAING -NO.00 7.81% 95.05 5.94 2.33% 14. RELEVANSI.94 2.50% 56.00 27.54 6.14 33.5% 17 20 50 400 10% 34:66 1.98 9.62 6.54 2.90 7.12% 94. • Jumlah Paten yg diperoleh • Sekolah/Madrasah bertaraf Internasional • Sekolah/Madrasah berbasis keunggulan lokal • Kenaikan Publikasi Internasional • Rasio Jumlah Murid SMK : SMA • APK PT vokasi (D2/D3/D4/Politeknik) • Rasio Jumlah mahasiswa Profesi terhadap jumlah lulusan S1/D4 • Persentase peserta pendidikan life skill terhadap lulusan SMP/MTs atau SMA/SMK/MA yang tidak melanjutkan.62% 15.19% 94.76 4.31 30% 50% 2005 6.49 25.00% 98.00 7.22% 85.72 6.00 5.80 8. atau akreditasi bertaraf OECD/Int.48% 88.65 37 INDIKATOR KUNCI DAN TARGET IMPLEMENTASI PILAR KEBIJAKAN -.333 40% 40:60 2.30% 81.54 2.00% 7.75% 95.8% 20 50 155 1.07% 50. • Perolehan medali emas pd Olimpiade Int.0% 30:70 1.90% 20% 12.22% 12.49 25.52 30% 50% 1 2006 6.57% 8.04 2.00% 10.20% 14.20% 16.59 48.48 3.13 6.70% 15% 8.00 5.5% 65% 20% 5 2009 5.04 2.26 5.15 16.40 5.

INDIKATOR KUNCI DAN TARGET PILAR KEBIJAKAN -. Akuntabilitas.5% <0.5% <0.5% <0.5% 1~0.5% <0. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK -KONDISI DAN TARGET No SASARAN INDIKATOR KUNCI 2004 2005 Disclaimer 2006 Wajar Dgn Catatan 2007 Wajar Tanpa Sarat 2008 Wajar Tanpa Sarat 2009 Wajar Tanpa Sarat 5 Penguatan Tata Kelola.5% 1~0.5% • 1~0.5% • • - - 2 Aplikasi - 14 Aplikasi - - 80% unit utama memperoleh ISO 9001:2000 - • - 9 ISO 9001: 2000 25 ISO 9001: 2000 43 ISO 9001: 2000 47 ISO 9001: 2000 39 Selesai 40 54 . dan Citra Publik Pendidikan • Opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Disclaimer • Persentase temuan BPK ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Persentase temuan Itjen ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Aplikasi SIM Sertifikat mutu layanan yg diraih Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama Sertifikat mutu layanan yg diraih LPMP/PPPG/BPPLSP 1~0.5% <0.5% 1~0.5% 1~0.5% <0.TATA KELOLA.

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

II. Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
4. Peraturan Mendiknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) 5. Peraturan Mendiknas No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 6. Peraturan Mendiknas No. 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

55

56

Materi 4

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang

STANDAR ISI (SI)
Sosialisasi KTSP

Materi Minimal dan Tingkat Kompetensi Minimal, untuk Mencapai Kompetensi Lulusan Minimal

Sosialisasi KTSP

57

Memuat :
1. 2. 3. 4. 5. Kerangka Dasar Kurikulum Struktur Kurikulum Beban Belajar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kalender Pendidikan

Sosialisasi KTSP

Kerangka Dasar
5 Kelompok mapel :
Agama dan Ahlak Mulia

membentuk siswa menjadi manusia beriman dan takwa dan berahlak mulia Mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama

Sosialisasi KTSP

58

Kewarganegaraan dan Kepribadian Iptek

penigkatan kesadaran dan wawasan siswa akan status, hak dan kewajibannya dalam kehidupannya untuk memperoleh kompetensi lanjut iptek serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif, disiplin, kerja sama dan hidup sehat

Estetika

Jasmani Olahraga Kesehatan
Sosialisasi KTSP

Prinsip Pengembangan Kurikulum
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Beragam dan terpadu Tanggap terhadap perkembangan iptek dan seni Relevan dengan kebutuhan kehidupan Menyeluruh dan berkesinambungan Belajar sepanjang hayat Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Sosialisasi KTSP

59

Prinsip Pelaksanaan Kurikulum
1. Siswa harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan. 2. Menegakkan 5 pilar belajar. 3. Peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan dan percepatan. 4. Suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka dan hangat.

Sosialisasi KTSP

5. Menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar 6. Mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah 7. Diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan

Sosialisasi KTSP

60

4. Matematika 6. Bahasa Inggris 5. Bahasa Indonesia 4. Pendidikan Kewarganegaraan 3.Struktur Kurikulum 1. Olahraga dan Kesehatan 10. Kedalaman muatan kurikulum dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai siswa dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum Merupakan pola dan susunan matapelajaran yang harus ditempuh oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran Kompetensi terdiri dari Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi dasar (KD) yang dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Muatan Lokal dan Pengembangan Diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum sekolah 2. Mata Pelajaran 1. Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi B. Ilmu Pengetahuan Sosial 8. Pendidikan Jasmani. Ilmu Pengetahuan Alam 7. Seni Budaya 9. Pendidikan Agama 2. Sosialisasi KTSP Struktur Kurikulum SMP Komponen VII A. Muatan Lokal C. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 Kelas dan Alokasi Waktu VIII IX Sosialisasi KTSP 61 . 3.

C. 4. 3. 8. 2. Tunadaksa Sedang SDLB/D1). II. Ilmu Pengetahuan Sosial 7. 1. 5. 6. Seni Budaya dan Keterampilan 8. dan III IV. dan VI 4. dan Kesehatan b.. 9. B.. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya Pendidikan Jasmani.. Tunagrahita Sedang (SDLB/C1). 7. dan Tunaganda (SDLB/G) Kelas dan Alokasi Waktu***) Komponen a. Program Khusus *) d. Muatan Lokal c. Pendidikan Kewarganegaraan 3. V. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2 2 2**) 29 – 32 34 Sosialisasi KTSP 62 . Ilmu Pengetahuan Alam 6. Pendidikan Jasmani. 11. Olahraga.. Matematika 5.Struktur Kurikulum MTs Komponen A. Pengembangan Diri Jumlah: Keterangan: *) Disesuaikan dengan kelainan dan kebutuhan peserta didik. Pendidikan Agama 2. 10. Mata Pelajaran 1. Bahasa Indonesia 29 – 32 (Pendekatan Tematik) 30 (Pendekatan Tematik) I. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi . Muatan Lokal Pengembangan Diri Jumlah Sosialisasi KTSP Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 2 2*) 32 2 2*) 32 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Dasar Luar Biasa (Tunagrahita Ringan (SDLB/C).

Program Khusus Orientasi & Mobilitas d. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSB Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunarungu (SMPLB/B) Komponen a.STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunanetra (SMPLB/A) Komponen a. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. 2. 2. 4. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. 5. 9. Muatan Lokal c. 9. Program Khusus Orientasi & Mobilitas d. 8. 7. 4. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) Jumlah 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX b. 3. 5. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani. Mata Pelajaran 1. Muatan Lokal c. Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. 10. 3. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani. 7. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) Jumlah 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX b. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP 63 . Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. 6. 6. 8. 10.

Mata Pelajaran 1. Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. 3. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani. Mata Pelajaran 1. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) Jumlah 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX b. 5. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. 8. Muatan Lokal c. 4. 10. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunalaras (SMPLB/E) Komponen a. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) Jumlah 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX b. 7. Program Khusus Orientasi & Mobilitas d.STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunadaksa (SMPLB/D) Komponen a. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. 8. Program Khusus Orientasi & Mobilitas d. 5. Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. 7. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. 10. 3. 9. 2. 2. Muatan Lokal c. 6. 6. 4. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP 64 . 9. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani.

8. Muatan Lokal c.STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunagrahita Ringan (SMPLB/C). Mata Pelajaran 1. **) Disesuaikan dengan kelainan dan kebutuhan peserta didik. 6. dan Kesehatan Keterampilan Vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 20 2 2 2***) Jumlah 34 20 2 2 2***) 34 20 2 2 2***) 34 10 Pendidikan Tematik 10 Pendidikan Tematik 10 Pendidikan Tematik Kelas dan Alokasi Waktu***) VIII IX b.Tatap Muka (TM) . 9. 10. 5. 3. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. Tunadaksa Sedang (SMPLB/D1) dan Tunaganda (SMPLB/G) Komponen VII a. 4. Program Khusus **) d. Pendidikan Agama 2.Penugasan Terstruktur (PT) . Tunagrahita Sedang (SMPLB/C1). Olahraga. Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. 7. Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. ***) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR Beban belajar diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sistem : .Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) Sosialisasi KTSP 65 .

• TM : Kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidikan • PT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa. dirancang guru untuk mencapai kompetensi .Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh guru • KMTT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa.Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh siswa Sosialisasi KTSP Sekolah menyelenggarakan program pendidikan dengan SISTEM PAKET atau SKS Sosialisasi KTSP 66 . dirancang guru untuk mencapai kompetensi .

Sosialisasi KTSP 67 . Sosialisasi KTSP SISTEM KREDIT SEMESTER Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri jumlah beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester.SISTEM PAKET Sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh mata pelajaran dan beban studi yang sudah ditetapkan untuk setiap tingkatan kelas. sesuai dengan struktur yang berlaku pada satuan pendidikan dimaksud.

Kategori Formal Standar Formal Mandiri Paket Dapat - SKS Dapat Wajib Sosialisasi KTSP • Struktur kurikulum yang telah • Struktur kurikulum untuk tersusun diselenggarakan dengan menggunakan sistem paket digunakan dengan SKS akan disusun tersendiri Sosialisasi KTSP 68 .

IX 40 32 34 . dan bakat. (dua) jam pelajaran.Kegiatan Pengembangan Diri • Tidak termasuk beban belajar.tatap muka (Menit waktu pembelajaran per tahun 1088 -1216 jam SMP/MTs/SMPLB*) VII s. karena substansinya dipilih sendiri oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan. SMALB alokasi waktu jam pembelajaran tatap muka dikurangi 5 menit Sosialisasi KTSP 69 .38 pembelajaran (43520 . 2 • Dialokasikan waktu ekuivalen Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR Beban Belajar Kegiatan Tatap Muka untuk setiap Satuan Pendidikan (Sistem Paket) jumlah jam pemb. Per Minggu Minggu efektif per tahun ajaran Jumlah jam per tahun (@ 60 menit) Satuan Pendidikan Kelas satu jam pemb.d.SMPLB. minat.48640 menit) 725 – 811 *) Untuk SDLB.

Sosialisasi KTSP KALENDER PENDIDIKAN Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. dan hari libur. dan Standar kompetensi di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan atau Provinsi. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran. minggu efektif belajar.KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) • Kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan • Sekolah dan Kepala Sekolah mengembangkan KTSP dan silabus berdasarkan : Kerangka dasar kurikulum. Sosialisasi KTSP 70 .

Maksimum Untuk satuan pendidikan sesuai dengan 1 minggu ciri kekhususan masing-masing.Lanjutan Kalender Pendidikan NO 1 KEGIATAN Minggu efektif belajar ALOKASI WAKTU Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan KETERANGAN 2 Jeda tengah Maksimum 2 semester minggu Jeda antarsemes ter Libur akhir tahun pelajaran Maksimum 2 minggu Maksimum 3 minggu Satu minggu setiap semester 3 Antara semester I dan II 4 Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran Sosialisasi KTSP NO KEGIATAN 5 ALOKASI WAKTU KETERANGAN Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif. Sosialisasi KTSP 71 . 7 8 Kegiatan khusus sekolah/ madrasah Maksimum Digunakan untuk kegiatan yang 3 minggu diprogramkan secara khusus oleh sekolah/madrasah tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif. Hari libur 2–4 keagamaan minggu 6 Hari libur umum/ nasional Hari libur khusus Maksimum Disesuaikan dengan Peraturan 2 minggu Pemerintah.

Terima Kasih…… Sosialisasi KTSP 72 .

sikap.Materi 5 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) Sosialisasi KTSP Pengertian Kompetensi adalah kemampuan bersikap. sikap. berpikir. Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup pengetahuan. dan keterampilan. Sosialisasi KTSP 73 . Standar Kompetensi adalah ukuran kom-petensi minimal yang harus dicapai peserta didik setelah mengikuti suatu proses pembelajaran pada satuan pendidikan tertentu. dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan. dan keterampilan yang dimiliki peserta didik.

Fungsi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. kepribadian. kepribadian. SKL Satuan Pendidikan SMP/MTs/SMPLB/Paket B SKL Kelompok Mata Pelajaran a. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. 3. Jasmani Olahraga dan Kesehatan SKL Mata Pelajaran 2. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. pengetahuan. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi d. Sosialisasi KTSP 74 . ahklak mulia. pengetahuan. pengetahuan. Estetika e. ahklak mulia. kepribadian. Kewarganegaraan dan Budi Pekerti c. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. Sosialisasi KTSP Ruang Lingkup SKL 1. ahklak mulia. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Agama dan Akhlak Mulia b.

9. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya. aman dan memanfaatkan waktu luang. bugar. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab. 8. Sosialisasi KTSP SKL SMP/MTs/SMPLB 12. 16.SKL SMP/MTs/SMPLB 6. 10. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis. kreatif dan inovatif. 14. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. 7. Sosialisasi KTSP 75 . Menunjukkan kemampuan berpikir logis. Menghargai karya seni dan budaya nasional. sehat. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya. berbangsa dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. kritis. Mendeskripsi gejala alam dan sosial. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. 11. kritis dan kreatif. 13. Menerapkan hidup bersih. 15. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun.

Tujuan tersebut dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. 21. 19. kewarganegaraan. 18.SKL SMP/MTs/SMPLB 17. kepribadian. olahraga. berbicara. Menghargai adanya perbedaan pendapat. Sosialisasi KTSP 76 . Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat. Menunjukkan keterampilan menyimak. dan kesehatan. ilmu pengetahuan dan teknologi. jasmani. Sosialisasi KTSP SKL Kelompok Mata Pelajaran 1. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana. estetika. membaca dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah. 20.

ilmu pengetahuan sosial. Pada satuan pendidikan SMP/MTs/SMPLB/Paket B. tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. kemampuan berpikir dan analisis peserta didik. keterampilan/kejuruan.SKL Kelompok Mata Pelajaran 2. serta muatan lokal yang relevan Sosialisasi KTSP 77 . Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. kewarganegaraan. bahasa. matematika. dan pendidikan jasmani. Sosialisasi KTSP SKL Kelompok Mata Pelajaran 3. seni dan budaya. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. akhlak mulia. Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bertujuan: mengembangkan logika. ilmu pengetahuan alam.

pendidikan kesehatan. ilmu pengetahuan alam. Sosialisasi KTSP SKL Kelompok Mata Pelajaran 5.SKL Kelompok Mata Pelajaran 4. dan Kesehatan bertujuan: membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani. dan muatan lokal yang relevan. Kelompok mata pelajaran Estetika bertujuan: membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya. olahraga. Kelompok mata pelajaran Jasmani. dan menumbuhkan rasa sportivitas. Olah Raga. dan muatan lokal yang relevan. keterampilan. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. seni dan budaya. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Sosialisasi KTSP 78 .

Selesai Sosialisasi KTSP 79 .

80 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 6 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 24 TAHUN 2006 Tentang PELAKSANAAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan dan Komite Sekolah Mengembangkan dan Menetapkan KTSP sesuai kebutuhan Mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dari Standar Isi Dapat mengadopsi atau mengadaptasi model KTSP BSNP Sosialisasi KTSP 81 .

22 dan 23 untuk semua tingkatan kelas mulai tahun ajaran 2006/2007 Satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum melaksanakan uji coba kurikulum 2004 melaksanakan Permen No. 22 dan 23 secara bertahap seperti tabel dibawah ini. 22 dan 23 mulai tahun ajaran 2006/2007 Satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah mulai menerapkan Permen No.Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menerapkan Permen No. 22 dan 23 paling lambat tahun ajaran 2009/2010 Satuan pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat menerapkan secara menyeluruh Permen No. Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan SD/MI/SDLB Waktu Pelaksanaan Kelas I II III IV V VI Tahun I √ √ Tahun II √ √ √ √ Tahun III √ √ √ √ √ √ Sosialisasi KTSP 82 .

22 dan 23 untuk satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di provinsi masing-masing. 22 dan 23 untuk satuan pendidikan dasar disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di kabupaten/Kota. Sosialisasi KTSP 83 . Menteri Agama dapat mengatur jadwal pelaksanaan standar isi dan SKL satuan pendidikan MI. MA dan MAK yang tidak sesuai dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan. Bupati/walikota dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No.Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan SMP/MTs/SMPLB dan SMA/MA/SMK/MAK/SMALB Waktu Pelaksanaan Kelas VII / X VIII / XI IX / XII Tahun I √ Tahun II √ √ Tahun III √ √ √ Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Gubernur dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. MTs.

dan tenaga kependidikan lainnya yang relevan melalui LPMPdan/atau PPPG Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 serta mendistribusikan secara nasional • Melakukan usaha secara nasional agar sarana dan prasarana satuan pendidikan dapat mendukung pelaksanaan Permendiknas No. kepala sekolah. 22 dan 23 dan panduan penyusunan KTSP yang disusun BSNP ke dinas pendidikan provinsi. 22 dan 23 Sosialisasi KTSP Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 ke guru. dan dewan pendidikan Membantu pemerintah provinsi dan Kabupaten/kota dalam penjaminan mutu melalui LPMP Sosialisasi KTSP 84 . pengawas. kabupaten/kota.Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah • Menggandakan Permendiknas No.

22 dan 23 . dan mengusulkan rekomendasi kebijakan kepada BSNP dan/atau menteri Mengembangkan pangkalan data yang rinci tentang pelaksanaan SI dan SKL Sosialisasi KTSP Ditjen Pendidikan Tinggi Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 di LPTK Memfasilitasi pengembangan kurikulum dan tenaga dosen LPTK Sosialisasi KTSP 85 . mengevaluasinya.Badan Penelitian dan Pengembangan Mengembangkan model-model kurikulum sebagai masukan bagi BSNP Mengembangkan dan mengujicobakan model-model kurikulum inovatif Mengembangkan dan mengujicobakan model kurikulum untuk pendidikan layanan khusus Bekerja sama dengan PT dan/atau LPMP melakukan pendampingan satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum satuan pendidikan Memonitor secara nasional penerapan Permen No.

22 dan 23 kepada pemangku kepentingan umum Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 86 .Sekretariat Jenderal Sosialisasi Permen No.

87 . 9. 8. Pengembangan Silabus. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). urikulum K Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 7. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) III. 10. Penyusunan KTSP.

88 .

Materi 7

KONSEP DASAR KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

Sosialisasi KTSP

ASPEK YANG BERBEDA
KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR PENILAIAN PENGELOLAAN KURIKULUM BERBASIS SEKOLAH

Sosialisasi KTSP

89

Kegiatan Belajar Mengajar
Berpusat pada peserta didik Mengembangkan kreativitas Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang Kontekstual Menyediakan pengalaman belajar yang beragam Belajar melalui berbuat
Sosialisasi KTSP

Penilaian Kelas
Dilakukan oleh Guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan, bersifat internal, bagian dari pembelajaran, dan sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar Berorientasi pada kompetensi, mengacu pada patokan, ketuntasan belajar, dilakukan melalui berbagai cara, al …

Sosialisasi KTSP

90

Dilakukan a.l. melalui: Portfolios (kumpulan kerja siswa), Products (Hasil karya), Projects (Penugasan), Performances (Unjuk kerja), dan Paper & Pen (tes tulis)

Sosialisasi KTSP

Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah Mengacu pada Visi dan Misi Sekolah Pengembangan perangkat kurikulum

(a.l. silabus)

Pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar Pemantauan dan …
Sosialisasi KTSP

91

Pemantauan dan Penilaian untuk meningkatkan efisiensi, kinerja dan kualitas pelayanan terhadap peserta didik Berkolaborasi secara horizontal, dengan: Sekolah lain, Komite Sekolah, Organisasi Profesi Berkolaborasi secara vertikal, dengan: • Dewan, dan • Dinas Pendidikan
Sosialisasi KTSP

PENGEMBANGAN DAN PELAKSANAAN KURIKULUM, DISESUAIKAN DENGAN: SATUAN PENDIDIKAN, POTENSI DAERAH/ KARAKTERISTIK DAERAH, SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT SETEMPAT, & PESERTA DIDIK

Sosialisasi KTSP

92

PENGEMBANGAN DIRI TERDIRI DARI: KEGIATAN BIMBINGAN KONSELING DAN EKSTRA KURIKULER

Sosialisasi KTSP

BENTUK PELAKSANAAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI:
• • • • KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN TERPROGRAM RUTIN SPONTAN KETELADANAN

Sosialisasi KTSP

93

A. KEGIATAN RUTIN
Adalah kegiatan yang dilakukan secara reguler, baik di kelas maupun di sekolah. Bertujuan untuk membiasakan anak mengerjakan sesuatu dengan baik. Upacara Senam Sholat berjamaah Pemeriksaan kesehatan Pergi ke perpustakaan Dll

Sosialisasi KTSP

B. KEGIATAN SPONTAN
Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja, dimana saja, tanpa dibatasi oleh ruang. Bertujuan untuk memberikan pendidikan pada saat itu juga, terutama dalam disiplin dan sopan santun dan kebiasaan baik yang lain.
• • • • Membiasakan memberi salam Membiasakan membuang sampah pada tempatnya Membiasakan antri Membiasakan mengatasi silang pendapat (pertengkaran) dengan benar Dll

Sosialisasi KTSP

94

D. KEGIATAN KETELADANAN Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja yang lebih mengutamakan pemberian contoh dari guru dan pengelola pendidikan yang lain kepada muridnya. Bertujuan memberikan wawasan tambahan pada anak tentang unsur-unsur baru dalam kehidupan bermasyarakat yang penting untuk perkembangan anak. Bertujuan memberikan contoh tentang kebiasaan yang baik. Proyek: lomba. HAM/hak anak. Sosialisasi KTSP 95 . pentas. tempat/orang yang terkena musibah.C. bazaar dll. tempat-tempat penting dll. KEGIATAN TERPROGRAM Adalah kegiatan yang diprogramkan dan direncanakan baik pada tingkat kelas maupun sekolah. Memberi contoh berpakaian rapi Memberi contoh memuji hasil kerja yang baik Memberi contoh datang tepat waktu Memberi contoh hidup sederhana Memberi contoh tidak merokok Dll.dll. Kunjungan: panti asuhan. hemat energi. • • • Sosialisasi KTSP Seminar/workshop: aids.

selesai Sosialisasi KTSP 96 .

24/2006 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23/2006 2 Sosialisasi KTSP 97 . 22/2006 tentang Standar Isi Permendiknas No.20 Tahun 2003 tentang Sistem • • • • Pendidikan Nasional PP No.Materi 8 PENYUSUNAN KTSP Sosialisasi KTSP 1 LANDASAN • UU No. 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No.

PENGERTIAN Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. dan minat sesuai • • • • dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Tuntutan dunia kerja Perkembangan ilmu pengetahuan. kecerdasan. teknologi. Sosialisasi KTSP 3 Acuan Operasional Penyusunan KTSP • Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia • Peningkatan potensi. dan seni Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 4 98 .

Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL • • • • • • Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kesetaraan Jender Karakteristik satuan pendidikan Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 5 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Sosialisasi KTSP 6 99 .

tantangan. oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah. 8 Sosialisasi KTSP 100 . dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Kurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman potensi. kecerdasan intelektual. emosional. kebutuhan. minat. spritual. kecerdasan. dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. Sosialisasi KTSP 7 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Daerah memiliki keragaman potensi.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Peningkatan potensi. dan keragaman karakteristik lingkungan.

Sosialisasi KTSP 9 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Tuntutan dunia kerja Kurikulum harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja. Sosialisasi KTSP 10 101 .PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dan nasional. khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Perkembangan ilmu pengetahuan. Sosialisasi KTSP 11 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Agama Kurikulum harus dikembangkan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama. dan seni. teknologi. dan memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah Sosialisasi KTSP 12 102 . teknologi. dan seni Kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan.

Sosialisasi KTSP 13 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kurikulum harus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Dinamika perkembangan global Kurikulum harus dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain. Sosialisasi KTSP 14 103 .

Sosialisasi KTSP 15 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Kesetaraan Jender Kurikulum harus diarahkan kepada pendidikan yang berkeadilan dan mendorong tumbuh kembangnya kesetaraan jender. Sosialisasi KTSP 16 104 .PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya.

Beban Belajar. dan ciri khas satuan pendidikan. Pengembangan Diri. Kenaikan Kelas dan kelulusan. Pendidikan Kecakapan Hidup.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Karakteristik Satuan Pendidikan Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi. Penjurusan. Muatan lokal. Sosialisasi KTSP 17 Komponen KTSP • Tujuan Pendidikan Sekolah • Struktur dan Muatan Kurikulum (mata pelajaran. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global). tujuan. • Kalender Pendidikan • Silabus dan RPP Sosialisasi KTSP 18 105 . kondisi. Ketuntasan Belajar. misi.

TUJUAN PENDIDIKAN BAB III. STRUKTUR dan MUATAN KURIKULUM BAB IV. PENDAHULUAN BAB II .ISI / MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Sosialisasi KTSP 19 KTSP DOKUMEN 1 BAB I . KALENDER PENDIDIKAN Sosialisasi KTSP 20 106 .

Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan Sekolah (Mulok.KTSP DOKUMEN II A. B. Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan pusat. Mapel Tambahan) Sosialisasi KTSP 21 KTSP (Dokumen 1) Sosialisasi KTSP 22 107 .

Visi Sekolah 3. Misi Sekolah 4. PENDAHULUAN Latar Belakang (dasar pemikiran penyusunan KTSP) Tujuan Pengembangan KTSP Prinsip Pengembangan KTSP SESUAI KARAKTERISTIK SEKOLAH 23 Sosialisasi KTSP Bab II.Bab I. Tujuan Sekolah Sosialisasi KTSP 24 108 . TUJUAN 1. Tujuan pendidikan (Disesuaikan dengan jenjang satuan pendidikan) 2.

dan kelulusan 7. Mata pelajaran 2. Kegiatan Pengembangan diri 4. • TAHAP 2 : SUASANA PEMBELAJARAN suasana pembelajaran seperti apa yg dikehendaki untuk mencapai hasil belajar itu. keterampilan. Sosialisasi KTSP 25 BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KTSP Meliputi Sub Komponen: 1. Pengaturan beban belajar 5. dan sikap setelah mereka menamatkan sekolah. • TAHAP 3 : SUASANA SEKOLAH suasana sekolah – sebagai lembaga/organisasi pembelajaran – seperti apa yg diinginkan untuk mewujudkan hasil belajar bagi siswa. Pendidikan kecakapan Hidup 9. Kenaikan Kelas. MISI. Muatan lokal 3. TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN • TAHAP 1 : HASIL BELAJAR SISWA apa yg hrs dicapai siswa berkaitan dengan pengetahuan. Ketuntasan Belajar 6. Penjurusan 8.BAGAIMANA MENYUSUN VISI. Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan Global Cat : Untuk PLB/PK ditambah dengan Program Khusus Sosialisasi KTSP 26 109 .

• Memanfaatkan 4 jam tambahan untuk menambah jam pembelajaran pada mata pelajaran tertentu atau menambah mata pelajaran baru.1. • Tidak boleh mengurangi mata pelajaran yang tercantum dalam standar isi. termasuk keunggulan daerah. Sosialisasi KTSP 27 2. Sosialisasi KTSP 28 110 . Pengembangan Struktur Kurikulum dilakukan dengan cara antara lain: • mengatur alokasi waktu pembelajaran “tatap muka” seluruh mata pelajaran wajib dan pilihan Ketrampilan/ Bahasa asing lain). • Mencantumkan jenis mata pelajaran muatan lokal dalam struktur kurikulum. Strategi Pemilihan dan pelaksanaan Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah.Dalam pengembangannya mempertimbangkan hal-hal sbb: Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah. Muatan Lokal Berisi tentang: Jenis. Mata Pelajaran Berisi “Struktur Kurikulum Tingkat Sekolah” yang disusun berdasarkan kebutuhan siswa dan sekolah terkait dengan upaya pencapaian SKL.

Sosialisasi KTSP 29 Bentuk penilaiannya kuantitatif (angka). Substansi yang akan dikembangkan. materi nya tidak sesuai menjadi bagian dari mapel lain. sesuai dengan minat dan program Mulok yang diselenggarakan sekolah. Sosialisasi KTSP 30 111 . Merupakan mata pelajaran wajib yang tercantum dalam Struktur kurikulum. mengacu pada: minat dan atau karakteristik program studi yang diselenggarakan di sekolah Siswa boleh mengikuti lebih dari satu jenis mulok pada setiap tahun pelajaran.Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. atau terlalu luas substansinya sehingga harus dikembangkan menjadi Mapel tersendiri. Setiap sekolah dapat melaksanakan mulok lebih dari satu jenis dalam setiap semester.

Bidang Pengolahan: Pembuatan Abon. akuntansi komputer. Kerupuk. Tanaman Obat. Sosialisasi KTSP 32 112 . Bidang TIK dan lain-lain: Web Desain. Contoh: Bidang Budidaya: Tanaman Hias. Kewirausahaan dll. pembibitan ikan hias dan konsumsi. Ikan Asin. Baso dll. Sayur. dll. Pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran atau tenaga ahli dari luar sekolah yang relevan dengan substansi mulok. Sosialisasi KTSP 31 Sekolah harus menyusun SK. Berkomunkasi sebagai Guide. KD dan Silabus untuk Mata pelajaran Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah.Substansinya dapat berupa program keterampilan produk dan jasa.

kepribadian siswa. KD dan silabus. Dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan: . spontan dan keteladanan.3. Sosialisasi KTSP 33 Bukan Mata Pelajaran dan tidak perlu dibuatkan SK. yang difokuskan pada “Perubahan sikap dan perkembangan perilaku peserta didik setelah mengikuti kegiatan pengembangan diri”. minat peserta didik. dan kondisi sekolah. kesulitan belajar. kemampuan. Pengembangan kreativitas. Sosialisasi KTSP 34 113 . rutin. sosial. Penilaian dilakukan secara kualitatif (deskripsi). Kepemimpinan.Ekstra kurikuler. (kehidupan pribadi. Pengembangan Diri Bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. seperti: Kepramukaan. karir ).Bimbingan konseling. bakat. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) . dan atau . Dilaksanakan secara terprogram.

mencakup penilaian: Sosialisasi KTSP 35 • Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh guru kelas atau mata pelajaran. percaya diri dan mampu memecahkan masalah. jam pembelajaran per minggu . • Keg.Contoh Penilaian Pengembangan Diri: • Keg. Keolahragaan. • Penjabaran alokasi waktu ekuivalen dengan 2 • Perlu dibuat program kerja yang sistematis dan komprehensif sebagai bagian dari program kerja sekolah dan atau program kerja OSIS. mencakup penilaian: sikap kompetitif. Sikap Sportif. Kerjasama. dll. KIR. kerjasama. disiplin dan ketaatan mengikuti SPO. dll. Kompetetitif. konselor atau Guru BK atau tenaga kependidikan lain. diserahkan kepada masing. Sosialisasi KTSP 36 114 .masing pembimbing dan sekolah.

sebanyak 0.40% untuk SD/MI/SDLB dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. • Sekolah dapat menambah maksimal 4 JPL per minggu • Alokasi waktu penugasan terstruktur dan kegiatan • Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mandiri tidak terstruktur. Pengaturan Beban Belajar • Berisi tentang jumlah beban belajar per Mata Pelajaran. tetapi jumlah Beban belajar per tahun secara keseluruhan tetap. mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.4. per minggu per semester dan per Tahun Pelajaran yang dilaksanakan di sekolah. • Sekolah dapat mengatur alokasi waktu untuk setiap Mata Pelajaran pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran sesuai dengan Kebutuhan. Sosialisasi KTSP 38 115 . sesuai dengan alokasi waktu yang tercantum dalam Struktur Kurikulum. dan 4 JPL praktik di luar sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka (bagi Sekolah Menengah Kejuruan). 37 Sosialisasi KTSP • Alokasi waktu kegiatan praktik diperhitungkan sbb: 2 Jam Pelajaran (JPL) praktik di sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka.

– Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah batas kriteria ideal. kompleksitas dan SDM.5. Sosialisasi KTSP 40 116 . serta strategi penanganan siswa yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh sekolah. tetapi secara bertahap harus dapat mencapai kriteria ketuntasan ideal. Ketuntasan Belajar • Berisi tentang kriteria ketuntasan minimal (KKM) per mata pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dengan memper-timbangkan hal-hal sbb: – Ketuntasan belajar ideal untuk setiap indikator adalah 0 – 100 %. Kenaikan Kelas dan Kelulusan • Berisi tentang kriteria dan mekanisme kenaikan kelas dan kelulusan. – Sekolah harus menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) per MP dengan mempertimbangkan: kemampuan rata-rata peserta didik. Pembinaan terkait – Sedangkan ketentuan kelulusan akan diatur secara khusus dalam peraturan tersendiri. 39 Sosialisasi KTSP 6. Program disusun mengacu pada hal-hal sebagai berikut: – Panduan kenaikan kelas yang akan disusun oleh Dit. dgn batas kriteria ideal minimum 75 %.

Pendidikan Kecakapan Hidup • Bukan mata pelajaran tetapi substansinya merupakan bagian integral dari semua mata pelajaran. antara lain melalui mata pelajaran Keterampilan. Penjurusan di SMA/MA • Berisi tentang kriteria dan mekanisme penjurusan serta strategi/kegiatan penelusuran bakat. Sosialisasi KTSP 41 8.7. yang disusun dengan mengacu pada panduan penjurusan yang akan disusun oleh Direktorat terkait. minat dan prestasi yang diberlakukan oleh sekolah. Sosialisasi KTSP 42 117 . • Substansi kecakapan hidup meliputi: . sosial. dapat diperoleh dari satuan pendidikan ybs. – Untuk kecakapan vokasional.Kecakapan personal. akademik dan atau vokasional. • Tidak masuk dalam struktur kurikulum secara khusus. • Dapat disajikan secara terintegrasi dan atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus.

dan lain-lain. Ekologi. Dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran yang terintegrasi. KD dan silabus keterampilan lain sesuai dengan kebutuhan sekolah. Sosialisasi KTSP 44 118 . Dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan atau satuan pendidikan nonformal. Substansinya mencakup aspek: Ekonomi. ajar dan penyelenggaraan pembelajaran keterampilan vokasional dapat dilakukan melalui kerjasama dengan satuan pendidikan formal/non formal lain. silabus. Bahasa. Budaya. RPP dan bahan Sosialisasi KTSP 43 9. maka sekolah dapat mengembangkan SK.• Bila SK dan KD pada mata pelajaran keterampilan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah. dimaksud dilaksanakan secara komprehensif melalui Intra kurikuler. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global Program pendidikan yang dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global.KD. yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. TIK. • Pembelajaran mata pelajaran keterampilan • Pengembangan SK. atau menjadi mapel Mulok.

kebutuhan peserta didik dan masyarakat.BAB. disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah. Sosialisasi KTSP 45 KTSP DOKUMEN II Sosialisasi KTSP 46 119 . dengan memperhatikan aturan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi. IV Kalender Pendidikan Berisi tentang kalender pendidikan yang digunakan oleh sekolah. yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan setempat.

D. V dan VI) C. D. Silabus dan RPP Mata Pelajaran (Kelas IV. Silabus dan RPP Muatan Lokal dan Mapel lain (jika ada) D. Silabus dan RPP Keagamaan (khusus MI) Sosialisasi KTSP 47 PLB/PENDIDIKAN KHUSUS A. II dan III : SDLB-A. Silabus dan RPP Pembelajaran tematik (Kelas I.B. Silabus dan RPP Program Khusus (untuk SDLB dan SMPLB) Sosialisasi KTSP 48 120 . E) C.SD/MI A.D1.B.E. Semua Kelas SDLB. dan G) B. B. C1. Silabus dan RPP Mata Pelajaran (Kelas IV. V dan VI : SDLB-A. SMPLB dan SMALB : C. Silabus dan RPP Muatan Lokal dan Mapel lain (jika ada) D. Silabus dan RPP Pembelajaran Tematik (Kelas I.D.E dan SMPLB dan SMALB : A. II dan III) B.

Mekanisme PENYUSUNAN KTSP
Analisis
• Kekuatan/ kelemahan • Peluang/ tantangan • Dokumen Standar isi, SKL, Panduan KTSP

• Pembentukan Tim • Penyusunan Draft • Revisi dan Finalisasi

Naskah KTSP Diberlakukan

Sosialisasi KTSP

49

Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah. Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan atau lokakarya sekolah/madrasah dan atau kelompok sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draft, review dan revisi, serta finalisasi. Langkah yg lebih rinci dari masing-masing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun.

Sosialisasi KTSP

50

121

Selesai

Sosialisasi KTSP

51

122

Materi 9

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

PENGEMBANGAN SILABUS

Sosialisasi KTSP

Pengertian Pengertian

Landasan
Prinsip Pengembangan Unit waktu Pengembang Silabus Komponen Silabus Mekanisme Pengembangan Silabus Langkah-langkah Pengembangan Silabus Contoh Model
Sosialisasi KTSP

123

Pengertian
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

Sosialisasi KTSP

Landasan Pengembangan SILABUS?
1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 17 ayat (2) 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20

Sosialisasi KTSP

124

PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 17 Ayat (2)
Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. MTs, MA, dan MAK.
Sosialisasi KTSP

PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20
Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar

Sosialisasi KTSP

125

SILABUS menjawab pertanyaan
1. 2. 3. Apa kompetensi yang harus dikuasai siswa? Bagaimana cara mencapainya? Bagaimana cara mengetahui pencapaiannya?

Sosialisasi KTSP

Prinsip Pengembangan
• • • • • • • • Ilmiah Relevan Sistematis Konsisten Memadai Aktual dan Kontekstual Fleksibel Menyeluruh

Sosialisasi KTSP

126

Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg. dan spritual peserta didik. materi pokok/ pembelajaran. sosial. taat asas) antara kompetensi dasar.Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. kegiatan pembelajaran. Relevan Cakupan. indikator. emosional. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. kedalaman. sumber belajar. dan sistem penilaian. Sosialisasi KTSP Sistematis Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. intelektual. Sosialisasi KTSP 127 .

Aktual dan Kontekstual Cakupan indikator. sumber belajar. kegiatan pembelajaran. Menyeluruh Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. psikomotor). materi pokok/ pembelajaran. sumber belajar. materi pokok/ pembelajaran.Memadai Cakupan indikator. teknologi. Sosialisasi KTSP 128 . kegiatan pembelajaran. Sosialisasi KTSP Fleksibel Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. afektif. dan peristiwa yang terjadi. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. pendidik.

per tahun. dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok. atau 2. Kelompok guru kelas/mata pelajaran. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester. atau 3. 3. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. 2. Kelompok kerja guru (KKG/PKG/MGMP) Dibawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kab/Kota/Provinsi Sosialisasi KTSP 129 . Sosialisasi KTSP PENGEMBANG SILABUS 1. Bagi SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi. Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum. Guru kelas/mata pelajaran.UNIT WAKTU 1.

Standar Kompetensi 2. Kegiatan Pembelajaran 5. Kompetensi Dasar 3. Penilaian 7. Materi Pokok/Pembelajaran 4. Sumber Belajar Catatan: Indikator dikembangkan berdasarkan KD Sosialisasi KTSP MEKANISME PENGEMBANGAN SILABUS Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Analisis SI/SKL/ SK-KD KD-Indikator Alokasi Waktu Sumber Belajar Penilaian Sosialisasi KTSP 130 .KOMPONEN SILABUS 1. Alokasi Waktu 8. Indikator 6.

c. Mengkaji Standar Kompetensi Mengkaji standar kompetensi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. Menentukan Jenis Penilaian 7. Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi 2. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran.LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS 1. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran 5. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar 3. Menentukan Alokasi Waktu 8. Sosialisasi KTSP 131 . b. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran 4. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi 6. Menentukan Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 1.

7. Mengkaji Kompetensi Dasar Mengkaji kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. dan keluasan materi pembelajaran. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. b. Aktualitas. kedalaman. 2. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada dalam SI. struktur keilmuan. emosional. 8. intelektual. alokasi waktu . keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. kebermanfaatan bagi peserta didik. c. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan.2. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengidentifikasi materi pokok mempertimbangkan: 1. 5. sosial. 3. dan spritual peserta didik. Sosialisasi KTSP 132 . potensi peserta didik. relevansi dengan karakteristik daerah. 6. 4. Sosialisasi KTSP 3. tingkat perkembangan fisik.

Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik yaitu kegiatan siswa dan materi. peserta didik dengan guru. Memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar 2. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran 3. Pengalaman Belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. Sosialisasi KTSP 133 . lingkungan.4. Sosialisasi KTSP HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN: Memberikan bantuan guru agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional 1. MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi Pengalaman belajar dimaksud dapat terwujud melalui pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik.

satuan pendidikan. Sosialisasi KTSP Pengembangan Indikator Setiap KD dikembangkan menjadi beberapa indikator (lebih dari dua) Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan/atau diobservasi Tingkat kata kerja dalam indikator lebih rendah atau setara dengan kata kerja dalam KD maupun SK Sosialisasi KTSP 134 . dan keterampilan Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. pengetahuan. dan potensi daerah Digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.5.

kesesuaian (Relevansi) dan Kontekstual Keseluruhan indikator dalam satu KD merupakan tandatanda. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Sosialisasi KTSP 6. berpikir. MENENTUKAN JENIS PENILAIAN Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. Sosialisasi KTSP 135 . perilaku.Prinsip pengembangan indikator adalah sesuai dengan kepentingan (Urgensi). sikap. menganalisis. pengamatan kinerja. dan penilaian diri. penggunaan portofolio. penilaian hasil karya berupa proyek atau produk. dan lain-lain untuk pencapaian kompetensi yang merupakan kemampuan bersikap. dan bertindak secara konsisten. kesinambungan (Kontinuitas). Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan.

MENENTUKAN ALOKASI WAKTU Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. kedalaman. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut e. tingkat kesulitan. keluasan. yang dilakukan berdasarkan indikator b. Menggunakan sistem penilaian berkelanjutan d.HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENENTUKAN PENILAIAN: a. Menggunakan acuan kriteria c. Untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Sosialisasi KTSP 136 . Sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam kegiatan pembelajaran Sosialisasi KTSP 7. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.

MENENTUKAN SUMBER BELAJAR Sumber belajar adalah rujukan. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. nara sumber. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. alam. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik. kegiatan pembelajaran.8. serta lingkungan fisik. dan budaya. Sosialisasi KTSP Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Alokasi waktu: No Kompetensi Dasar Materi Pokok/Pe mbelajaran CONTOH FORMAT SILABUS Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 137 . sosial. dan indikator pencapaian kompetensi.

CONTOH FORMAT SILABUS Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Kompetensi Dasar: Materi Pokok/Pembelajaran: Kegiatan Pembelajaran: Indikator: Penilaian: Alokasi Waktu: Sumber Belajar: Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN SILABUS BERKELANJUTAN Silabus: • Dijabarkan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran • Dilaksanakan. Sosialisasi KTSP 138 . dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru • Dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar.dan evaluasi rencana pembelajaran. dievaluasi. evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran).

Selesai Sosialisasi KTSP 139 .

140 .

materi pembelajaran. metode pembelajaran. sumber belajar.Materi 10 PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sosialisasi KTSP LANDASAN RPP PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20 Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurangkurangnya tujuan pembelajaran. dan penilaian hasil belajar 2 Sosialisasi KTSP 141 1 .

PENGERTIAN RPP Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. 3 Sosialisasi KTSP ALUR RPP SK dan KD SILABUS RPP 4 Sosialisasi KTSP 142 2 .

Tujuan Pembelajaran II. Kegiatan Awal: … B.KOMPONEN RPP (minimal) Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajaran Metode Pembelajaran Sumber Belajar Penilaian Hasil Belajar 5 Sosialisasi KTSP Format RPP Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Rencana Pelaksanaan Pembelajaran :… :… :… :… :… :… :… I. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan pertama. Kegiatan Akhir: … Pertemuan kedua. A. Kegiatan Inti: … C. Alat/Bahan/Sumber Belajar: … VI. Materi Ajar :… :… III. dst. V. Penilaian: … 6 Sosialisasi KTSP 143 3 . Metode Pembelajaran: … IV.

dan Indikator yang akan digunakan ( terdapat pada silabus yang telah disusun) 4. Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal. dan Indikator yang telah ditentukan. Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan 3. KD. KD. dan akhir. Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran 6. Mengisi kolom identitas 2. inti. Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus. pada saat-saat tertentu rumusan indikator sama dengan tujuan pembelajaran.Langkah-langkah Menyusun RPP 1. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan 7.) 7 Sosialisasi KTSP Langkah-langkah Menyusun RPP 5. (Lebih rinci dari KD dan Indikator. Menentukan SK. 8 Sosialisasi KTSP 144 4 . Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK. karena indikator sudah sangat rinci sehingga tidak dapat dijabarkan lagi.

lembar pengamatan.Langkah-langkah Menyusun RPP 8. Menentukan alat/bahan/ sumber belajar yang digunakan 9. contoh soal. teknik penskoran. dll 9 Sosialisasi KTSP Selesai 10Sosialisasi KTSP 145 5 . Menyusun kriteria penilaian.

146 .

Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal. 12. Model-Model Kurikulum 11.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IV. 147 . Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar & Menengah.

148 .

22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2) • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Sosialisasi KTSP 2 149 . mulok B. Latar Belakang Otonomi daerah. multikultural. PENDAHULUAN A. sentralisasi ke desentralisasi.Materi 11 PENGEMBANGAN MODEL MATA PELAJARAN Sosialisasi KTSP 1 I. Landasan • UU No.

keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. PENDAHULUAN (Lanjutan) Tujuan Khusus: Memberikan bekal pengetahuan. sosial. PENDAHULUAN (Lanjutan) C. Lebih jelas lagi terutama agar peserta didik dapat: Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam. dan SMK/MAK dalam pengembangan Mulok yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan. kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya sebagai bekal siswa. Tujuan Tujuan Umum: Acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB. Memiliki pengetahuan. serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional. 4 Sosialisasi KTSP 150 .I. SMA/MA/SMALB. dan budayanya. SMP/MTs/SMPLB. Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilainilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya. Sosialisasi KTSP 3 I.

Substansi mata pelajaran muatan lokal dapat ditentukan oleh satuan pendidikan. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. kalender pendidikan. dan silabus. 5 Sosialisasi KTSP I. tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan. yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada.I. Pengertian (Lanjutan) Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. PENDAHULUAN D. isi. PENDAHULUAN (Lanjutan) Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah. KTSP minimal terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan. Sosialisasi KTSP 6 151 . struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan. termasuk keunggulan daerah.

Bila Mulok yang diterapkan di sekolah tersebut masih layak digunakan maka kegiatan berikutnya adalah merubah Mulok tersebut ke dalam SK dan KD 3. PENDAHULUAN (Lanjutan) E. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam. 7 Sosialisasi KTSP 2. Pengembangan Sesuai dengan Kondisi Sekolah Saat Ini 1. Sosialisasi KTSP 8 152 . khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut. Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal. adat istiadat. Bila Mulok yang ada tidak layak lagi untuk diterapkan. maka sekolah bisa menggunakan Mulok dari sekolah lain atau tetap menggunakan Mulok yang ditawarkan oleh Dinas atau mengembangkan Mulok yang lebih sesuai. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah. yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. 2. Apakah masih layak dan relevan Mulok diterapkan di sekolah? 2. dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar. serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan. lingkungan sosial ekonomi.I. bahasa Inggris. Ruang Lingkup 1. keterampilan dan kerajinan daerah. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran A. dan lingkungan sosial budaya. kesenian daerah. Analisis Mulok yang ada di sekolah. dapat berupa: bahasa daerah.

2. Bila beberapa sekolah dalam satu daerah belum mampu mengembangkan SK dan KD Mulok. atau dapat meminta bantuan kepada sekolah lain yang masih dalam satu daerah. dapat meminta bantuan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) di daerah setempat.KD 1. Mengidentifikasi bahan kajian Mulok 4. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran (Lanjutan) B. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah 2. Menentukan Mata Pelajaran Mulok 5. atau meminta bantuan dari LPMP di propinsi. dapat melaksanakan Mulok berdasarkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh sekolah. Pengembangan dan Penetapan SK . Sosialisasi KTSP 10 153 . Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi Mulok 3. Bila belum mampu. Pelaksanaan Sekolah yang mampu mengembangkan SK dan KD beserta silabus dan RPP-nya dapat melaksanakan Mulok. Mengembangkan SK dan KD berserta silabusnya dan RPP-nya 9 Sosialisasi KTSP 3.

Instansi/lembaga di luar Depdiknas. Oleh karena itu dalam pelaksanaan Mulok dihindarkan adanya pekerjaan rumah (PR). Sosialisasi KTSP 12 154 .Dinas Departemen lain terkait. Rambu-Rambu •Bahan kajian disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik (pengetahuan dan cara berpikir. . Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diatur sedemikian rupa agar tidak memberatkan peserta didik dan tidak mengganggu penguasaan pada kurikulum nasional.dunia usaha/industri. misalnya: . PT. . Sosialisasi KTSP 11 5. Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan • • • • TPK. emosional. . dan sosial).4. LPMP.pemerintah Daerah/Bapeda.dan tokoh masyarakat.

guru diharapkan dapat mengembangkan sumber belajar yang sesuai dengan memanfaatkan potensi di lingkungan sekolah. bahan pengajaran hendaknya disusun berdasarkan prinsip (1) bertitik tolak dari hal-hal konkret ke abstrak. maupun sosial. Sedangkan dekat secara psikis maksudnya bahan kajian tersebut mudah dipahami oleh kemampuan berpikir dan mencernakan informasi sesuai dengan usianya. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian/pelajaran hendaknya memberikan keluwesan bagi guru dalam memilih metode mengajar dan sumber belajar seperti buku dan nara sumber. Dalam kaitan dengan sumber belajar. Selain itu bahan kajian/pelajaran hendaknya bermakna bagi peserta didik yaitu bermanfaat karena dapat membantu peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Sosialisasi KTSP 13 5. (3) dari pengalaman lama ke pengalaman baru. baik secara mental. Dekat secara fisik. Sosialisasi KTSP 14 155 . misalnya dengan memanfaatkan tanah/kebun sekolah. fisik. Selain itu guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan peserta didik aktif dalam proses belajar mengajar. Untuk itu. (4) dari yang mudah/sederhana ke yang lebih sukar/rumit. (2) dikembangkan dari yang diketahui ke yang belum diketahui.5. meminta bantuan dari instansi terkait atau dunia usaha/industri (lapangan kerja) atau tokoh-tokoh masyarakat. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Program pembelajaran hendaknya dikembangkan dengan melihat kedekatan secara fisik dan secara psikis. maksudnya dalam lingkungan tempat tinggal dan sekolah peserta didik.

Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. proyek dan/atau produk. Namun demikian bahan kajian muatan lokal tertentu tidak harus secara terus-menerus diajarkan mulai dari kelas I s. pengamatan kinerja. menganalisis. penilaian hasil karya berupa tugas. pengukuran sikap. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator.d XII. dan X s. Sosialisasi KTSP 16 156 . penggunaan portofolio. Bahan kajian muatan lokal juga dapat disusun dan diajarkan hanya dalam jangka waktu satu semester. •Alokasi waktu untuk bahan kajian/pelajaran muatan lokal perlu memperhatikan jumlah minggu efektif untuk mata pelajaran muatan lokal pada setiap semester Sosialisasi KTSP 15 6. dua semester atau satu tahun ajaran.d IX.d VI atau dari kelas VII s. dan penilaian diri. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian muatan lokal yang diajarkan harus bersifat utuh dalam arti mengacu kepada suatu tujuan pengajaran yang jelas dan memberi makna kepada peserta didik. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan.5.

Pelaporan • Pelaporan hasil belajar mata pelajaran muatan lokal diwujudkan dalam bentuk kuantitatif Sosialisasi KTSP 17 Selesai Sosialisasi KTSP 18 157 .7.

158 .

Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah. minat. Permendiknas No. Sosialisasi KTSP 159 . dan kemampuan PP No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum.Materi 13 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PANDUAN MODEL PENGEMBANGAN DIRI Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah Sosialisasi KTSP Landasan Pengembangan Diri UU No. dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina. dibimbing oleh konselor. pasal 3 tentang tujuan pendidikan. pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran. pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas: Pasal 1 butir 6 tentang pendidik. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan: Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah.

dan pengembangan karir. serta kegiatan ekstra kurikuler. kegiatan belajar. khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir Untuk satuan pendidikan khusus.Pengertian Pengembangan Diri Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. Sosialisasi KTSP Tujuan Umum kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. Untuk satuan pendidikan kejuruan. minat. bakat. kegiatan pengembangan diri. Pengembangan diri bertujuan memberikan Sosialisasi KTSP 160 . pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik. kondisi dan perkembangan peserta didik. potensi. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial. dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah.

Kreativitas d. • Spontan. senam. antri. adalah kegiatan dalam bentuk perilaku seharihari seperti : berpakaian rapi. yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal. membuang sampah pada tempatnya. pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri. ibadah khusus keagamaan bersama. Kemampuan sosial g. berbahasa yang baik. Bakat b. adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti : pembentukan perilaku memberi salam.Tujuan Khusus Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan : a. Kemandirian Sosialisasi KTSP Bentuk Pelaksanaan Pengembangan Diri Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual. Minat c. memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain. Kemampuan belajar h. datang tepat waktu Sosialisasi KTSP 161 . • Keteladanan. Kemampuan kehidupan keagamaan f. Wawasan dan perencanaan karir i. Kemampuan pemecahan masalah j. keberaturan. rajin membaca. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan e. kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan : Layanan dan kegiatan pendukung Konseling Kegiatan Ekstra Kurikuler Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut : • Rutin. mengatasi silang pendapat (pertengkaran). seperti : upacara bendera.

yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. Pengembangan kehidupan sosial. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. d. anggota keluarga. melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung. berdasarkan normanorma yang berlaku. Pengembangan kemampuan belajar. menilai. serta memilih dan mengambil keputusan karir. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. Pengembangan kehidupan pribadi. serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik. bakat dan minat. baik secara perorangan maupun kelompok. Konseling adalah pelayanan bantuan untuk Sosialisasi KTSP Bidang Pelayanan Konseling a. c. Pengembangan karir. kemampuan belajar. b.Konseling peserta didik. dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi. agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal. dan perencanaan karir. kehidupan sosial. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. Sosialisasi KTSP 162 . dan mengembangkan potensi dan kecakapan.

jurusan/program studi. yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas. dan kegiatan ekstra kurikuler. untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. terumata kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah. terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya. Fungsi Pencegahan. Fungsi Advokasi. sosial. Penempatan dan Penyaluran. magang. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya. keluarga. Sosialisasi KTSP Jenis Layanan Konseling Orientasi. Informasi. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuhkembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan. kelompok belajar. yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu.Fungsi Bimbingan Konseling Fungsi Pemahaman. Fungsi Pengentasan. Sosialisasi KTSP 163 . yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru. program latihan. karir/jabatan. yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri. dan masyarakat. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian. dan pendidikan lanjutan. belajar. Penguasaan Konten..

kegiatan belajar. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya. yang bersifat terbatas dan tertutup. karir/jabatan. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. Alih Tangan Kasus. Tampilan Kepustakaan. kemampuan sosial. serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi. • Konseling Kelompok. kemampuan hubungan sosial. dan bersifat rahasia. • Mediasi. dan caracara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka. dan karir/jabatan. Sosialisasi KTSP Kegiatan Pendukung • • • • • • Aplikasi Instrumentasi. yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. Himpunan Data. dan pengambilan keputusan. pemahaman. yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data. Sosialisasi KTSP 164 . komprehensif. yaitu kegiatan memperoleh data. sistematis. yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya. terpadu. Konferensi Kasus. yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik.Jenis Layanan (lanjutan …) • Konseling Perorangan. kegiatan belajar. • Bimbingan Kelompok. Kunjungan Rumah. melalui aplikasi berbagai instrumen. baik tes maupun non-tes. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. • Konsultasi.

Format Kegiatan • Individual. • Program Harian. Sosialisasi KTSP 165 . yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan. Sosialisasi KTSP Jenis Program • Program Tahunan. • Program Semesteran. yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. • Program Mingguan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. • Pendekatan Khusus. • Klasikal. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. • Kelompok. yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan. • Lapangan. • Program Bulanan. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan.

Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi. himpunan data. Sosialisasi KTSP 166 . jenis layanan dan kegiatan pendukung. dan volume/beban tugas konselor Sosialisasi KTSP Pelaksanaan Kegiatan Konseling Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi. kegiatan instrumentasi. sasaran pelayanan. kegiatan konferensi kasus. Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang. pemanfaatan kepustakaan. dan alih tangan kasus. serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas. kunjungan rumah. penempatan dan penyaluran.Penyusunan Program Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. penguasaan konten. format kegiatan.

Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling. serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. konseling perorangan. bimbingan kelompok. konseling kelompok dan mediasi. bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah. Sosialisasi KTSP Kegiatan Ekstrakurikuler pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. potensi. diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah.Pelaksanaan Kegiatan Konseling (lanjutan) Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi. Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan Sosialisasi KTSP 167 .

menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh. Sosial. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Kemanfaatan sosial. Sosialisasi KTSP 168 . yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. Keterlibatan aktif. Rekreatif. Etos kerja. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat. mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan. Pilihan. membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Menyenangkan. Sosialisasi KTSP Prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler Individual. bakat dan minat mereka. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi.Fungsi Kegiatan Ekstrakurikuler Pengembangan. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rileks. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang disukai dan mengembirakan peserta didik. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik. Persiapan karir. bakat dan minat peserta didik masing-masing.

kesehatan. perlindungan HAM. penelitian. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti oleh kelompok-kelompok peserta didik. Sosialisasi KTSP 169 . Kelompok. keagamaan. Gabungan. Palang Merah Remaja (PMR). meliputi Kepramukaan. dengan substansi antara lain karir. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik dalam satu kelas. seni dan budaya. teater. Klasikal. lokakarya. dan pameran/bazar. pendidikan. cinta alam. keagamaan. seni budaya. meliputi pengembangan bakat olah raga. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik secara perorangan. Karya Ilmiah. meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR). Seminar. kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA). Sosialisasi KTSP Format Kegiatan Individual. Latihan/lomba keberbakatan/prestasi.Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler Krida. jurnaistik. Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik antar kelas/ antar sekolah/madrasah.

c. tempat dan pelaksana sebagaimana telah direncanakan. Kegiatan ekstra kurikuler yang terprogram dilaksanakan sesuai dengan sasaran. Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui: a. Penilaian segera (LAISEG). waktu. b. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik. yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN). substansi. spontan dan keteladanan dilaksanakan secara langsung oleh guru. konselor dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah. Sosialisasi KTSP Penilaian 1. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik. Sosialisasi KTSP 170 . jenis kegiatan. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG).Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Kegiatan ekstra kurikuler yang bersifat rutin.

Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG. untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan. Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG. Sosialisasi KTSP Penilaian ( lanjutan ) Ekstrakurikuler Hasil dan proses kegiatan ekstra kurikuler dinilai secara kualitatif dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan lainnya oleh penanggung jawab kegiatan.Penilaian ( lanjutan ) 2. 3. Sosialisasi KTSP 171 . Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif.

PENGEMBANGAN DIRI Kamu harus jadi dirimu sendiri ! Bakat saya harus berkembang Guru & Siswa Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 172 .

Pembelajaran IPA Terpadu SMP 14. Pembelajaran IPS Terpadu SMP 173 . Pembelajaran Terpadu 13.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) V.

174 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 14 Pembelajaran IPA Terpadu SMP PEMBELAJARAN IPA TERPADU SMP Tujuan: • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran • Meningkatkan minat dan motivasi • Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus Sosialisasi KTSP 175 .

karena ketiga disiplin ilmu (Fisika. dan Biologi) dapat dibelajarkan sekaligus. Sosialisasi KTSP 176 . • Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik. Kimia. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran. dan Biologi. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antarkonsep Fisika. Kimia. sehingga memudahkan pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi IPA. dan Astronomi) Sosialisasi KTSP Kekuatan/manfaat • Dengan menggabungkan berbagai bidang kajian akan terjadi penghematan waktu. Meteorologi.Bidang Kajian IPA SMP Struktur Keilmuan IPA • Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan (Biologi) • Materi dan Sifatnya (Kimia) • Energi dan Perubahannya (Fisika) • Bumi dan Alam Semesta (Geologi. • Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari.

Penilain Sosialisasi KTSP 177 . dan dalam konteks yang lebih bermakna. peserta didik dengan peserta didik. sehingga memudahkan memahami hubungan materi IPA dari satu konteks ke konteks lainnya. Perencanaan pembelajaran: Menetapkan bidang kajian yang akan dipadukan Mempelajari Standar kompetensi dan kompetensi dasar bidang kajian Membuat matriks atau bagan hubungan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu Merumuskan indikator pembelajaran terpadu Menyusun silabus pembelajaran terpadu Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu Memilih/menetapkan tema atau topik pemersatu Gambar Alur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Terpadu b. guru dengan peserta didik. peserta didik/guru dengan nara sumber. belajar dalam situasi nyata. Kegiatan akhir (penutup) dan tindak lanjut c. • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait. Kegiatan inti pembelajaran 3. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antar guru sub bidang kajian terkait.Kekuatan/manfaat • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. Sosialisasi KTSP Pelaksanaan Pembelajaran IPA Terpadu a. sehingga pemahaman menjadi lebih terorganisasi dan mendalam. sehingga belajar lebih menyenangkan. Pelaksanaan Pembelajaran 1. Kegiatan pendahuluan (awal) 2.

d. Peserta didik dapat juga mencari berbagai sumber belajar lainnya. Berorientasi pada pembelajaran IPA secara terpadu 2. c. Team teaching 2. Pengembangan peta konsep menjadi suatu tema 3. Bahan Ajar Bahan ajar yang digunakan tidak hanya buku bidang kajian saja. Guru tunggal b. Sarana dan Prasarana Dalam pembelajaran terpadu diperlukan berbagai alat dan media pembelajaran Sosialisasi KTSP 178 . Siswa Mempertajam kemampuan analitis terhadap konsepkonsep yang dipadukan. karena dapat mengembangkan kemampuan asosiasi konsep dan aplikasi konsep. Bahkan bila memungkinkan mereka dapat menggunakan teknologi informasi yang ada.Pengembangan Silabus IPA 1. tetapi dapat dari berbagai bidang kajian yang direkatkan oleh tema. Pengembangan model-model pembelajaran atau RPP (rancangan pelaksanaan pembelajaran) Sosialisasi KTSP IMPLIKASI PEMBELAJARAN IPA TERPADU a. Guru 1. Perencanaan tahap-tahap pengembangan pembelajaran menjadi suatu silabus 4.

Selesai Sosialisasi KTSP 179 .

180 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 15 Pembelajaran IPS Terpadu SMP Sosialisasi KTSP TUJUAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Mengembangkan potensi Peserta Didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi dan melatih ketrampilan untuk mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa diri sendiri atau masyarakat Sosialisasi KTSP 181 .

PENDEKATAN PEMBELAJARAN IPS TERPADU
(Pendekatan Pembelajaran Terpadu atau Pendekatan Interdisipliner)

1. Model integrasi IPS berdasarkan topik/tema
PD II (termasuk pendudukan Jepang) serta pengaruhnya terhadap keadaan sosial, ekonomi dan politik di Indonesia Persebaran kondisi fisik daerah obyek wisata

sejarah

geografi

PENGEMBANGAN PARIWISATA sosiologi ekonomi Uang dan lembaga keuangan

perubahan sosial budaya pada masyarakat
Sosialisasi KTSP

2. Model Integrasi berdasarkan potensi utama
Peta wilayah yang menggambarkan obyek geografis geografi Sosiologi/ antropologi Bentuk-bentuk interaksi sosial

Perkembangan masyarakat, budaya dan pemerintahan pada masa Hindu Budha serta peninggalannya

BALI SEBAGAI TUJUAN WISATA
sejarah ekonomi
Gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi untuk mencapai kemandirian dan kesejahteraan

Sosialisasi KTSP

182

3. Model Integrasi berdasarkan permasalahan

Faktor sosial, dan Budaya

Faktor Ekonomi

PEMUKIMAN KUMUH
Perilaku Terhadap Aturan Faktor Historis

Sosialisasi KTSP

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL TERPADU
A. PERENCANAAN Langkah-langkah menyusun perencanaan pembelajaran:
1. Pemetaan Kompetensi Dasar 2. Penentuan topik atau tema 3. Penjabaran kompetensi dasar ke dalam indikator yang sesuai dengan topik/ tema 4. Penyusunan desain/ rencana pelaksanaan pembelajaran

B. MODEL PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
1. Kegiatan pendahuluan (awal) 2. Kegiatan inti pembelajaran 3. Kegiatan akhir (penutup) dan tindak lanjut

C. PENILAIAN
1. Tahapan penilaian 2. Penentuan kriteria penuntasan belajar

Sosialisasi KTSP

183

IMPLIKASI PEMBELAJARAN IPS TERPADU
a. Terhadap Guru 1. Team teaching 2. Guru tunggal b. Siswa 1. Mengembangkan kreatifitas akademik 2. Mempermudah dan memotivasi siswa untuk mengenal, menerima, menyerap dan memahami keterkaitan antara konsep / pengetahuan, nilai / tindakan yang terdapat dalam kompetensi dasar dan beberapa indikator c. Bahan Ajar Guru dituntut untuk rajin dan kreatif mencari dan mengumpulkan bahan –bahan yang diperlukan dalam pembelajaran d. Sarana dan Prasarana Guru harus memilih secara jeli terhadap penggunaan media supaya dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh berbagai bidang studi yang terkait.
Sosialisasi KTSP

Selesai

Sosialisasi KTSP

184

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

VI. Pembelajaran Efektif
15. Pembelajaran Berbasis Kontekstual 1 16. Pembelajaran Berbasis Kontekstual 2

185

186

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

Materi 16

PEMBELAJARAN BERBASIS KONTEKSTUAL 1

Sosialisasi KTSP

LATAR BELAKANG MAKRO :
• Kondisi pendidikan secara makro di indonesia dalam lingkup internasional maupun nasional • Kondisi pembelajaran di sekolah secara empiris

Sosialisasi KTSP

187

Kemampuan Siswa bidang Matematika dan IPA berurutan menempati urutan 34 dan 32 dari 38 negara.50 %).113.58 %).801.6 %).422. UNDP Human Development Index. yang tidak (88.DATA HASIL PENELITIAN International Education Achievement (IEA) Kemampuan membaca siswa SD menempati urutan 30 dari 38 negara. 9. The Third International Mathematics and Science Study Repeat (1999).141 anak (5.122 anak (44. Sosialisasi KTSP JUMLAH ANAK YANG BELUM TERLAYANI OLEH PENDIDIKAN SD/MI (7 – 12 Tahun) SLTP/MTs (13 – 15 Tahun) 1.4 %) Sosialisasi KTSP 188 . 5. SMU/MA (16 – 18 Tahun) Retensi kotor anak masuk SD yang melanjutkan hingga PT (11.941 anak (67.30 %). tahun 2002 dan 2003 berurutan menempati urutan 110 dari 173. dan 112 dari 175 negara.

Sebagian besar dari siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dipergunakan/dimanfaatkan.LATAR BELAKANG MIKRO (Kondisi empiris) Berbicara mengenai PBM di sekolah seringkali membuat kita kecewa. Sosialisasi KTSP 189 . 2. Banyak siswa mampu menyajikan tingkat hapalan yang baik terhadap materi ajar yang diterimanya. tetapi pada kenyataannya mereka tidak memahaminya. apalagi bila dikaitkan dengan pemahaman siswa terhadap materi ajar. Mengapa ? Sosialisasi KTSP 1.

Sosialisasi KTSP PERMASALAHANNYA 1. Siswa memiliki kesulitan untuk memahami konsep akademik sebagaimana mereka biasa diajarkan yaitu dengan menggunakan sesuatu yang abstrak dan metode ceramah. Padahal mereka sangat butuh untuk dapat memahami konsep-konsep yang berhubungan dengan tempat kerja dan masyarakat pada umumnya dimana mereka akan hidup dan bekerja. Bagaimana menemukan cara terbaik untuk menyampaikan berbagai konsep yang diajarkan di dalam mata pelajaran tertentu. sehingga semua siswa dapat menggunakan dan mengingatnya lebih lama konsep tersebut ?. Sosialisasi KTSP 190 .3.

Bagaimana setiap individual mata pelajaran dipahami sebagai bagian yang saling berhubungan dan membentuk satu pemahaman yang utuh ?. Sosialisasi KTSP 4. arti dari sesuatu. 3. sehingga dapat membuka berbagai pintu kesempatan selama hidupnya ?.2. sehingga mereka dapat mempelajari berbagai konsep dan mampu mengkaitkannya dengan kehidupan nyata. Bagaimana guru dapat membuka wawasan berpikir yang beragam dari siswa. Sosialisasi KTSP 191 . Bagaimana seorang guru dapat berkomunikasi secara efektif dengan siswanya yang selalu bertanya-tanya tentang alasan dari sesuatu. “Tantangan yang dihadapi oleh guru setiap hari dan merupakan tantangan bagi pengembang kurikulum”. dan hubungan dari apa yang mereka pelajari ?.

dan bahasa meningkat secara drastis pada saat. Sosialisasi KTSP 192 . dan bagaimana konsep tersebut dapat dipergunakan di luar kelas. 2. sains. Mereka diajarkan bagaimana mereka mempelajari konsep.PENGALAMAN BERHARGA Pengalaman di negara lain menunjukkan bahwa minat dan prestasi siswa dalam bidang matematika. Mereka dibantu untuk membangun keterkaitan antara informasi (pengetahuan) baru dengan pengalaman (pengetahuan lain) yang telah mereka miliki atau mereka kuasai. Sosialisasi KTSP 1.

karena guru menggunakan suatu pendekatan pembelajaran dan pengajaran kontekstual.3. Sosialisasi KTSP PENGAYAAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Sosialisasi KTSP 193 . Mereka diperkenankan untuk bekerja secara bersama-sama (cooperative) Meningkatnya minat dan prestasi siswa tersebut dicapai.

4. Sosialisasi KTSP TUJUH KOMPONEN CTL 1. 7.SUATU KONSEPSI • Membantu guru mengkaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia • Memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Konstruktivisme Inquiry Questioning Learning Community Modeling Reflection Authentic Assessment Sosialisasi KTSP 194 . 6. 3. 2. 5.

KONSTRUKTIVISME • Membangun pemahaman mereka sendiri dari pengalaman baru berdasar pada pengetahuan awal • Pembelajaran harus dikemas menjadi proses “mengkonstruksi” bukan menerima pengetahuan Sosialisasi KTSP 2.1. INQUIRY (MENEMUKAN) • Proses perpindahan dari pengamatan menjadi pemahaman • Siswa belajar menggunakan keterampilan berpikir kritis Sosialisasi KTSP 195 .

LEARNING COMMUNITY (MASYARAKAT BELAJAR) • Sekelompok orang yang terikat dalam kegiatan belajar • Bekerjasama dengan orang lain lebih baik daripada belajar sendiri • Tukar pengalaman • Berbagi ide Sosialisasi KTSP 196 . membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa • Bagi siswa yang merupakan bagian penting dalam pembelajaran yang berbasis inquiry Sosialisasi KTSP 4.3. QUESTIONING (BERTANYA) • Kegiatan guru untuk mendorong.

AUTHENTIC ASSESSMENT (PENILAIAN YANG SEBENARNYA) • Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa • Penilaian produk (kinerja) • Tugas-tugas yang relevan dan kontekstual Sosialisasi KTSP 197 . bekerja dan belajar • Mengerjakan apa yang guru inginkan agar siswa mengerjakannya Sosialisasi KTSP 6. MODELING (PEMODELAN) • Proses penampilan suatu contoh agar orang lain berpikir.5.

karya seni.7. diskusi kelompok Sosialisasi KTSP KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS CTL • • • • • • • • Kerjasama Saling menunjang Menyenangkan Tidak membosankan Belajar dengan bergairah Pembelajaran terintegrasi Menggunakan berbagai sumber Siswa aktif Sosialisasi KTSP 198 . Reflection (refleksi) • Cara berpikir tentang apa yang telah kita pelajari • Mencatat apa yang telah dipelajari • Membuat jurnal.

gambar. humor dll • Laporan kepada orang tua bukan hanya raport. laporan hasil praktikum. tetapi hasil karya siswa.LANJUTAN … KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS CTL • Sharing dengan teman • Siswa kritis. peta-peta. karangan siswa dll. Sosialisasi KTSP • DI (DIRECT INSTRUCTION) • CL (COOPERATIVE LEARNING) • PBI (PROBLEM BASE INSTRUCTION) • GABUNGAN Sosialisasi KTSP 199 . artikel. guru kreatif • Dinding kelas dan lorong-lorong penuh dengan hasil karya siswa.

MODEL PEMBELAJARAN Direct Instruction (DI) Cooperative Learning (CL) Problem Based Instruction (PBI) Empat Ciri Khusus Landasan Teoritik Tujuan Hasil Belajar Siswa Tingkah Laku Mengajar (Sintaks) Lingkungan Belajar dan Sistem Pengelolaan Sosialisasi KTSP PEMBELAJARAN LANGSUNG (DI) Landasan Teoritik Teori Belajar Sosial Pemodelan Tingkah Laku Albert Bandura CTL Hasil Belajar Siswa Modeling Pengetahuan Prosedural Pengetahuan Deklaratif sederhana Mengembangkan Keterampilan belajar Strategi – strategi belajar Lihat tabel 1 Berpusat pada guru Sintaks Lingkungan belajar dan Sistem Pengelolaan Sosialisasi KTSP Lima fase utama Perlu perencanaan dan pelaksanaan dari guru 200 .

Tabel : 1 “ SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG” FASE – FASE Fase 1 Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan Siswa Fase 2 Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan Fase 3 Membimbing pelatihan Fase 4 Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik Fase 5 Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan PERILAKU GURU • Menjelaskan TPK. dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dlm kehidupan sehari hari Sosialisasi KTSP PEMBELAJARAN KOOPERATIF (CL) Landasan Teoritik Teori Belajar Konstruktivis CTL Learning Community Hasil belajar Akademik Keterampilan Sosial Sintaks Enam fase utama Proses demokrasi dan Peran aktif siswa Hakekat Sosiokultural Vygotsky Konsep – konsep sulit Keterampilan Kooperatif Lihat tabel 2 Berpusat pada siswa Hasil Belajar Siswa Lingkungan belajar dan Sistem Pengelolaan Siswa bel dlm klp. informasi latar belakang pelajaran. atau menyajikan informasi tahap demi tahap • Merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal • Mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik. mempersiapkan siswa untuk belajar • Mendemonstrasikan keterampilan yang benar. memberi umpan • Mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan. pentingnya pelajaran. Kecil Dg tkt mampu beda Sosialisasi KTSP 201 .

mandiri Sintaks Lima fase utama Lihat tabel 3 Lingkungan belajar dan Sistem Pengelolaan Sosialisasi KTSP Terbuka. proses demokrasi. peran aktif siswa Norma inquiry terbuka Bebas kemukakan dpt 202 .Tabel : 2“ SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF (CL)” FASE – FASE Fase 1 Menyampaikan tujuan dan memotivasi Siswa Fase 2 Menyajikan informasi Fase 3 Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok – kelompik belajar Fase 4 Membimbing kelompok bekerja dan belajar Fase 5 Evaluasi Fase 6 Memberikan penghargaan PERILAKU GURU Menyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai selama pembelajaran dan memotivasi siswa belajar Menyajikan informasi kepada siswa dg jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan Menjelaskan kpd siswa bgm cara membentuk klp bel dan membantu setiap klp agar melakukan transisi secara efisien Membimbing kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka Mengevaluasi hasil bel ttg materi yg tlh dipelajari/meminta klp presentasi hsl kerja Menghargai baik upaya maupun hsl bel individu dan kelompok Sosialisasi KTSP PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH (PBI) Landasan Teoritik Teori Belajar Konstruktivis CTL Inquiry Pemecahan masalah (autentik) Belajar penemuan Bruner Hasil Belajar Siswa Menjadi pembelajar Yang otonom.

model dan berbagi tugas dengan teman • Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yg tlh dipelajari /meminta klp presentasi hasil kerja Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 203 .logistik yg dibutuhkan • Memotivasi siswa terlibat aktif pemecahan masalah yg dipilih • Membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas bel yg berhub dg Masalah tersebut • Mendorong siswa utk mengumpulkan informasi yg sesuai. melaksanakan eksperimen utk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah • Membantu siswa dal merencanakan dan menyiapkan karya yg sesuai spt laporan.FASE Fase 1 Orientasi siswa kepada masalah Fase 2 Mengorganisasikan siswa untuk belajar Fase 3 Membimbing penyelidikan individu dan klp Fase 4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya Fase 5 Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah PERILAKU GURU • Menjelaskan tujuan.Tabel : 3 “SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN PBI“ FASE .

204 .

2. riang Menggunakan segala sesuatu yang terdapat di sekitarnya. yang menarik perhatiannya Anak membangun sendiri pengetahuan dan pemahaman lewat pengalaman nyata sehari-hari Sosialisasi KTSP 205 . 4. Anak lincah Selalu belajar apa yang diinginkannya dengan gembira. 3.DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 17 Pembelajaran Berbasis Kontekstual 2 Sosialisasi KTSP Ada sesuatu yang salah dengan proses pendidikan Sebelum Sekolah 1.

2. Anak dipaksa belajar dengan cara guru Suasana tegang Seringkali tidak bermakna Seringkali siswa belajar sesuatu tidak menarik perhatiannya 5. Mengapa ? Sosialisasi KTSP 206 . 3. Makin tinggi kelas anak. makin kurang inisiatif dan keberanian bertanya/mengemukakan pendapatnya Sosialisasi KTSP Sampai saat inipun kalau kita berbicara mengenai PBM di sekolah seringkali membuat kita kecewa. apalagi bila dikaitkan dengan pemahaman siswa terhadap materi ajar. Telah terjadi “penjinakan” pada anak 6.Setelah Sekolah 1. 4.

Banyak siswa mampu menyajikan tingkat hafalan yang baik terhadap materi ajar yang diterimanya. Sosialisasi KTSP 207 . Sosialisasi KTSP Siswa memiliki kesulitan untuk memahami konsep akademik sebagaimana mereka biasa diajarkan yaitu dengan menggunakan sesuatu yang abstrak dan metode ceramah. Sebagian besar dari siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dipergunakan/dimanfaatkan. Padahal mereka sangat butuh untuk dapat memahami konsep-konsep yang berhubungan dengan lingkungan dan masyarakat pada umumnya dimana mereka akan hidup dan bekerja. tetapi pada kenyataannya mereka tidak memahaminya.

dan hubungan dari apa yang mereka pelajari ?. 3. arti dari sesuatu. Sosialisasi KTSP 2. Bagaimana setiap individual mata pelajaran dipahami sebagai bagian yang saling berhubungan dan membentuk satu pemahaman yang utuh ?. Bagaimana menemukan cara terbaik untuk menyampaikan berbagai konsep yang diajarkan di dalam mata pelajaran tertentu. Bagaimana seorang guru dapat berkomunikasi secara efektif dengan siswanya yang selalu bertanya-tanya tentang alasan dari sesuatu. sehingga semua siswa dapat menggunakan dan mengingatnya lebih lama konsep tersebut ?.PERMASALAHANNYA 1. Sosialisasi KTSP 208 .

sehingga mereka dapat mempelajari berbagai konsep dan mampu mengkaitkannya dengan kehidupan nyata. Bagaimana guru dapat membuka wawasan berpikir yang beragam dari siswa. Sosialisasi KTSP PENGALAMAN BERHARGA Pengalaman di negara lain menunjukkan bahwa minat dan prestasi siswa dalam bidang matematika. Sosialisasi KTSP 209 . “Tantangan yang dihadapi oleh guru setiap hari dan merupakan tantangan bagi pengembang kurikulum”. dan bahasa meningkat secara drastis pada saat.4. sehingga dapat membuka berbagai pintu kesempatan selama hidupnya ?. sains.

2. Mereka diperkenankan untuk bekerja secara bersama-sama (cooperative) Meningkatnya minat dan prestasi siswa tersebut dicapai. Sosialisasi KTSP 210 . dan bagaimana konsep tersebut dapat dipergunakan di luar kelas.1. Mereka diajarkan bagaimana mereka mempelajari konsep. karena guru menggunakan suatu pendekatan pembelajaran dan pengajaran kontekstual. Sosialisasi KTSP 3. Mereka dibantu untuk membangun keterkaitan antara informasi (pengetahuan) baru dengan pengalaman (pengetahuan lain) yang telah mereka miliki atau mereka kuasai.

6. 1.PERBEDAAN CTL TRADISIONAL NO. 4. CTL TRADISONAL Pembelajaran dikaitkan Pembelajaran sangat dengan kehidupan abstrak dan teoritis nyata/masalah yang disimulasikan Selalu mengkaitkan informasi dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa Cenderung mengintegrasikan beberapa bidang Memberikan tumpukan informasi kepada siswa sampai saatnya diperlukan Cenderung terfokus pada satu bidang (disiplin) tertentu 5. 3. CTL Menyandarkan pada memori spasial (pemahaman makna) Pemilihan informasi berdasarkan kebutuhan siswa Siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran TRADISONAL Menyandarkan pada hafalan Pemilihan informasi ditentukan oleh guru Siswa secara pasif menerima informasi 2. Sosialisasi KTSP 211 . Sosialisasi KTSP NO.

11. atau mengerjakan proyek dan pemecahan masalah (melalui kerja kelompok) Perilaku dibangun atas kesadaran diri TRADISONAL Waktu belajar siswa sebagian besar dipergunakan untuk mengerjakan buku tugas. Sosialisasi KTSP 212 . berdiskusi.NO. CTL Keterampilan dikembangkan atas dasar pemahaman Hadiah dari perilaku baik adalah kepuasan diri Siswa tidak melakukan hal yang buruk karena sadar hal tsb keliru dan merugikan TRADISONAL Keterampilan dikembangkan atas dasar latihan Hadiah dari perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor Siswa tidak melakukan sesuatu yang buruk karena takut akan hukuman 10. CTL Siswa menggunakan waktu belajarnya untuk menemukan. menggali. berpikir kritis. 7. 9. Sosialisasi KTSP NO. mendengar ceramah. dan mengisi latihan yang membosankan (melalui kerja individual) Perilaku dibangun atas kebiasaan 8.

konteks dan setting Hasil belajar diukur melalui penerapan penilaian autentik. 13.NO. Sosialisasi KTSP PENGERTIAN CTL Pembelajaran/pengajaran kontekstual merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. CTL Perilaku baik berdasarkan motivasi intrinsik Pembelajaran terjadi di berbagai tempat. TRADISONAL Perilaku baik berdasarkan motivasi ekstrinsik Pembelajaran hanya terjadi dalam kelas Hasil belajar diukur melalui kegiatan akademik dalam bentuk tes/ujian/ulangan. sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan/konteks ke permasalahan/konteks lainnya. 14. Sosialisasi KTSP 213 . sosial dan kultural). 12.

Sosialisasi KTSP 214 . Pekerjaan yang memiliki suatu tujuan. membantu mereka untuk mengerti bagaimana berkomunikasi/berinteraksi dengan yang lain dan dampak apa yang ditimbulkannya. memiliki kepedulian terhadap orang lain. ikut serta dalam menentukan pilihan. Sosialisasi KTSP Pembelajaran mandiri (self-regulated learning) yang membangun minat individual siswa untuk bekerja sendiri ataupun kelompok dalam rangka mencapai tujuan yang bermakna dengan mengaitkan antara materi ajar dan konteks kehidupan sehari-hari. Melakukan pekerjaan yang siginifikan (doing significant work). Bekerjasama (collaborating) untuk membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. dan menghasilkan produk. sehingga siswa merasakan bahwa belajar penting untuk masa depannya.KOMPONEN CTL Membuat hubungan yang bermakna (making meaningful connections) antara sekolah dan konteks kehidupan nyata.

analisis dan sintesa data. mempunyai harapan tinggi terhadap siswa dan memotivasinya. Pendewasaan individu (nurturing individual) dengan mengenalnya. memberikan perhatian. Menggunakan penilaian autentik (using authentic assessment) yang menantang siswa agar dapat menggunakan informasi akademis baru dan keterampilannya kedalam situasi nyata untuk tujuan yang signifikan. Sosialisasi KTSP Pencapaian standar yang tinggi (reaching high standards) melalui pengidentifikasian tujuan dan memotivasi siswa untuk mencapainya. siswa diwajibkan untuk memanfaatkan berpikir kritis dan kreatifnya dalam pengumpulan. Sosialisasi KTSP 215 .Berpikir kritis dan kreatif (critical and creative thingking). memahami suatu isu/fakta dan pemecahan masalah.

Situated Learning. Sosialisasi KTSP Socialization. manusia merupakan bagian terintegrasi dari proses pembelajaran. oleh karenanya harus berbagi pengetahuan dan tugastugas Sosialisasi KTSP 216 . Distributed Learning. menekankan kepada pentingnya siswa membangun sendiri pengetahuan mereka lewat keterlibatan aktif dalam proses belajar mengajar. pengetahuan dan pembelajaran harus dikondisikan dalam fisik tertentu dan konteks sosial (masyarakat. oleh karenanya. Effort-Based Learning/Incremental Theory of Intellegence. faktor sosial dan budaya perlu diperhatikan selama perencanaan pengajaran. dsb) dalam mencapai tujuan belajar.TEORI YANG MELANDASI CTL Knowledge-Based Constructivism. rumah. yang menekankan bahwa belajar merupakan proses sosial yang menentukan tujuan belajar. Bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar akan memotivasi seseorang untuk terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan komitmen untuk belajar.

pendekatan pembelajaran yang memperkenankan siswa untuk bekerja mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya (pengetahuan dan keterampilan baru). pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi ajar dan menggunakannya kembali di tempat kerja. yaitu pendekatan pengajaran yang menperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna melalui pengembangan keterampilan berpikir dan pemecahan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata. dan mengkulminasikannya dalam produk nyata. Inquiry-Based Learning. Sosialisasi KTSP yang mengikuti metodologi sains dan memberi kesempatan untuk pembelajaran bermakna. yaitu suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar melalui berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah dalam rangka memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. Sosialisasi KTSP 217 . pendekatan pembelajaran Project-Based Learning. Work-Based Learning.PENDEKATAN CTL Problem-Based Learning. Authentic Instruction.

pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam rangka memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. maka untuk dapat mengimplementasikan pembelajaran dan pengajaran kontekstual guru seharusnya. yaitu pendekatan Sosialisasi KTSP IMPLEMENTASI CTL Sesuai dengan faktor kebutuhan individual siswa. Sosialisasi KTSP 218 . Membentuk group belajar yang saling tergantung (interdependent learning groups). yaitu pendekatan pembelajaran yang menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru dan berbagai keterampilan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya. Mempertimbangan keragaman siswa (disversity of students). Cooperative Learning. Merencanakan pembelajaran sesuai dengan perkembangan mental (developmentally appropriate) siswa.Service Learning.

Mengembangkan sifat ingin tahu siswa melalui pengajuan pertanyaan (quesioning). Sosialisasi KTSP 219 . penggunaan strategi dan motivasi berkelanjutan).Menyediakan lingkungan yang mendukung pembelajaran mandiri (self-regulated learning) dengan 3 karakteristik umumnya (kesadaran berpikir. Menggunakan teknik bertanya (quesioning) yang meningkatkan pembelajaran siswa. perkembangan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir tingkat tinggi. menemukan. Sosialisasi KTSP Mengembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna jika ia diberi kesempatan untuk bekerja. Memperhatikan multi-intelegensi (multiple intelli-gences) siswa. Memfasilitasi kegiatan penemuan (inquiry) agar siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan melalui penemuannya sendiri (bukan hasil mengingat sejumlah fakta). dan mengkontruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan baru (contructivism).

agar proses pengajaran kontekstual dapat lebih efektif. Menerapkan penilaian autentik (authentic assessment). Sosialisasi KTSP 220 . Memahami latar belakang dan pengalaman hidup siswa melalui proses pengkajian secara seksama. Sosialisasi KTSP Sedangkan berkaitan dengan faktor peran guru. Mengarahkan siswa untuk merefleksikan tentang apa yang sudah dipelajari.Menciptakan masyarakat belajar (learning community) dengan membangun kerjasama antar siswa. maka guru seharusnya. Memodelkan (modelling) sesuatu agar siswa dapat menirunya untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru. Mempelajari lingkungan sekolah dan tempat tinggal siswa. selanjutnya memilih dan mengkaitkannya dengan konsep atau teori yang akan dibahas. Mengkaji konsep atau teori (materi ajar) yang akan dipelajari oleh siswa.

Sosialisasi KTSP 221 .Merancang pengajaran dengan mengkaitkan konsep atau teori yang dipelajari dengan mempertimbangkan pengalaman siswa dan lingkungan kehidupannya. mengekspresikan pengetahuan dan keterampilannya dengan cara mensimulasikan situasi yang dapat ditemui di dalam dunia nyata di luar lingkungan sekolah (Hymes. Dalam hal ini adalah simulasi yang dapat mengekspresikan prestasi (performance) siswa yang ditemui di dalam praktek dunia nyata. serta mendorong siswa untuk membangun kesimpulan yang merupakan pemahaman siswa terhadap konsep atau teori yang sedang dipelajarinya. Melakukan penilaian autentik (authentic assessment) yang memungkinkan siswa untuk menunjukkan penguasaan tujuan dan pemahaman yang mendalam terhadap pembelajarannya. Melaksanakan pengajaran dengan selalu mendorong siswa untuk mengkaitkan apa yang sedang dipelajari dengan pengetahuan/pengalaman sebelumnya dan fenomena kehidupan sehari-hari. Sosialisasi KTSP PENILAIAN AUTENTIK Penilaian autentik adalah suatu istilah/terminologi yang diciptakan untuk menjelaskan berbagai metode penilaian alternatif yang memungkinkan siswa dapat mendemonstrasikan kemampuannya dalam menyelesaikan tugas-tugas dan menyelesaikan masalah. sekaligus pada saat yang bersamaan dapat meningkatkan dan menemukan cara untuk peningkatan pengetahuannya. Sekaligus. 1991).

diharapkan berbagai informasi yang absah/benar dan akurat dapat terjaring berkaitan dengan apa yang benar-benar diketahui dan dapat dilakukan oleh siswa atau tentang kualitas program pendidikan. Melalui penilaian autentik ini. Sosialisasi KTSP 222 .TUJUAN PENILAIAN AUTENTIK Penilaian autentik bertujuan mengevaluasi kemampuan siswa dalam konteks dunia nyata. Dengan kata lain. siswa belajar bagaimana mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilannya ke dalam tugas-tugas yang autentik. Observasi sistematik atau investigasi jangka pendek (System Observation – short investigation) yang bermanfaat untuk menyajikan informasi tentang dampak aktivitas pembelajaran terhadap sikap siswa. Sosialisasi KTSP STRATEGI PENILAIAN AUTENTIK Penilaian kinerja (Performance assessment) yang dikembangkan untuk menguji kemampuan siswa dalam mendemonstrasikan pengetahuan dan ke-terampilannya (apa yang mereka ketahui dan dapat dilakukan) pada berbagai situasi nyata dan konteks tertentu.

Sama halnya observasi sistematik. ia memberikan stimulus dan bertanya kepada siswa untuk memberikan tanggapan (respond). minat dan pengalamannya. Sosialisasi KTSP Kajian/penilaian pribadi (self assessment)Siswa untuk mengevaluasi partisipasi. Tanggapan ini dapat berupa. antara lain (i) suatu tulisan singkat atau jawaban lisan. Koleksi tersebut memberikan gambaran perkembangan siswa setiap saat. Dengan kata lain jurnal membantu siswa dalam mengorgani-sasikan cara berpikirnya dan menuangkannya secara eksplisit dalam bentuk gambar. 1994). Portefolio (Portfolio) adalah koleksi/kumpulan dari berbagai ketrampilan. chart atau grafik. ide. kemudian menuliskan ide-ide.Pertanyaan terbuka. Pertanyaan evaluatif merupakan alat dasar dalam kajian pribadi. proses dan produk mereka. (iii) suatu gambar. Jurnal (Journal) merupakan suatu proses refleksi dimana siswa berpikir tentang proses belajar dan hasilnya. (ii) suatu pemecahan matematik. tulisan dan bentuk lainnya. (iv) suatu diagram. minat dan keberhasilan atau prestasi siswa selama jangka waktu tertentu (Hart. Sosialisasi KTSP 223 .

Terakhir. Keorganisasian sekolah juga sedapat mungkin harus mendukung keterlaksanaan proses pembelajaran dimanapun (ruang kelas. Sosialisasi KTSP 224 . Untuk itu.DIAGRAM SISTEM DUKUNGAN UNTUK PELAKSANAAN CTL Pembelajaran Siswa Pengajaran Dukungan Keorganisasian Sekolah Sosialisasi KTSP Dukungan Masyarakat Diagram tsb menunjukkan bahwa tujuan akhir pelaksanaan CTL adalah mendukung pembelajaran yang berkualitas bagi siswa. setiap orang di sekolah terlebih dahulu menyetujui tentang apa yang akan dipelajari oleh siswa dan strategi apa yang akan digunakan. sekolah atau masyarakat). dukungan eksternal dari masyarakat adalah dalam hal penyediaan sumber dorongan yang dapat membantu siswa dan pendidik menciptakan lingkungan belajar mengajar yang berkualitas.

Selesai Sosialisasi KTSP 225 .

226 .

Rancangan Penilaian Hasil Belajar 227 .Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VII. Penilaian Hasil Belajar 17.

228 .

Materi 16 RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENILAIAN • • • • • • PENGERTIAN PENILAIAN PENGERTIAN PENILAIAN KELAS CIRI PENILAIAN KELAS TEKNIK PENILAIAN MANFAAT HASIL PENILAIAN PENGERTIAN KETUNTASAN BELAJAR • PELAPORAN Sosialisasi KTSP 229 .

INTERPRETASI INFORMASI UNTUK MEMBUAT KEPUTUSAN.PENGERTIAN PENILAIAN PENILAIAN ADALAH PROSES SISTEMATIS MELIPUTI PENGUMPULAN INFORMASI (ANGKA. ANALISIS. Sosialisasi KTSP PENILAIAN KELAS Proses pengumpulan & penggunaan informasi oleh guru melalui sejumlah bukti untuk membuat keputusan ttg pencapaian hasil belajar/kompetensi siswa. DESKRIPSI VERBAL). Sosialisasi KTSP 230 .

maka sebagian besar dari mereka akan mencapai ketuntasan”.CIRI PENILAIAN KELAS 1. (John B. MENGGUNAKAN BERBAGAI CARA & ALAT PENILAIAN Sosialisasi KTSP 1. Carrol. 2. • “Jika peserta didik dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuannya untuk beberapa mata pelajaran dan diajarkan sesuai dengan karakteristik mereka. sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar. dan hasil yang baik. BELAJAR TUNTAS OTENTIK BERKESINAMBUNGAN BERDASARKAN ACUAN KRITERIA / PATOKAN 5. 3. A Model of School Learning Sosialisasi KTSP ) 231 . Belajar Tuntas • Belajar Tuntas (mastery learning): peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya. 4.

Carrol) • “Peserta didik yang belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama.lanjutan • Guru harus mempertimbangkan antara waktu yang diperlukan berdasarkan karakteristik peserta didik dan waktu yang tersedia di bawah kontrol guru (John B. B. mereka dapat berhasil jika kompetensi awal mereka terdiagnosis secara benar dan mereka diajar dengan metode dan materi yang berurutan.) Sosialisasi KTSP 232 . Bloom) Sosialisasi KTSP 2. Penilaian Otentik • Memandang penilaian dan pembelajaran secara terpadu • Mencerminkan masalah dunia nyata bukan dunia sekolah • Menggunakan berbagai cara dan kriteria • Holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan. Block. dan sikap. mulai dari tingkat kompetensi awal mereka” (JH. keterampilan.

Ulangan Akhir Semester. penugasan. observasi. atau lainnya) • Ulangan Tengah Semester : selesai beberapa Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan • Ulangan Akhir Semester : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan. dengan penekanan pada kompetensi dasar semester genap Sosialisasi KTSP 233 . • Ulangan Kenaikan Kelas : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester ganjil dan genap. kemajuan. dan Ulangan Kenaikan Kelas. Berkesinambungan Memantau proses. (tertulis. dan perbaikan hasil terus menerus dalam bentuk Ulangan Harian. Sosialisasi KTSP • Ulangan Harian : selesai satu atau beberapa Indikator.3. Ulangan Tengah Semester.

Proyek. tetapi dengan kemampuan yang dimiliki sebelumnya dan patokan yang ditetapkan Sosialisasi KTSP 5. Produk. dan Penilaian Diri Sosialisasi KTSP 234 . Portofolio. Pengamatan.4. Menggunakan Berbagai cara & alat penilaian • Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi • Menggunakan penilaian yang bervariasi: Tertulis. Berdasar Acuan kriteria/patokan Prestasi kemampuan peserta didik TIDAK DIBANDINGKAN dengan peserta kelompok. Unjuk Kerja. Lisan.

TEKNIK /CARA PENILAIAN Unjuk Kerja (Performance) Penugasan (Proyek/Project) Hasil kerja (Produk/Product) Tertulis (Paper & Pen) Portofolio (Portfolio) Sikap Diri (Self Assessment) Sosialisasi KTSP Unjuk Kerja (Performance) : pengamatan terhadapa aktivitas siswa sebagaimana terjadi (unjuk kerja. berdiskusi. interaksi) • Cocok untuk : • Penyajian lisan: keterampilan berbicara. baca puisis. tingkah laku. berpidato. • Pemecahan masalah dalam kelompok • Partisipasi dalam diskusi • Menari • Memainkan alat musik • Olah Raga • Menggunakan peralatan laboratorium • Mengoperasikan suatu alat Sosialisasi KTSP 235 .

A.CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN RATING SCALE -----------------------------------------------------------------------------------------------Petunjuk : Beri Lingkaran pada angka yang sesuai untuk setiap kemampuan yang teramati pada waktu anak berpidato : 1 bila tidak pernah 2 bila jarang 3 bila kadang-kadang. Ekspresi fisik (physical expression) A. dan 4 bila siswa selalu melakukan --------------------------------------------------------------------------------------------------Nama : Rinjani I. Berdiri tegak melihat pada penonton 1 2 3 4 B.B. ---------------------------------------------------------------------------------Nama: Rinjani I. Mata melihat kepada penonton Sosialisasi KTSP 236 .C. Mengubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan 1 2 3 4 Sosialisasi KTSP CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN CHECKLIST --------------------------------------------------------------------------------Petunjuk: Beri tanda centang (v) dibelakang huruf di mana kemampuan siswa teramati pada waktu berpidato. Berdiri tegak melihat pada penonton ----. Merubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan ----. Ekspresi fisik (physical expression) ----.

C. Ekspresi suara (vocal expression) ---. Nada suaranya berubah-ubah sesuai pernyataan yang ditekankan ---. Sosialisasi KTSP Penugasan (Proyek) : Penilaian terhadap suatu tugas yang mengandung penyelidikan yang harus selesai dalam waktu tertentu Tugas: suatu investigasi dgn tahapan: Perencanaan Pengumpulan data Pengolahan data.A.C.B. Penyajian data Sosialisasi KTSP 237 .A. Tidak mengulang-ulang pernyataan ---. Berbicara dengan kata-kata yang jelas ---.D.B. Menggunakan kalimat yang lengkap untuk mengutarakan suatu pikiran ---. Menyimpulkan pokok-pokok pikiran yang penting III. Berbicara cukup keras untuk didengar penonton Ekspresi verbal (verbal expression) ---.II. Memilih kata-kata yang tepat untuk menegaskan arti ---.

PENILAIAN PROYEK Bermanfaat menilai : • Keterampilan menyelidiki secara umum • Pemahaman & Pengetahuan dalam bidang tertentu • Kemampuan mengaplikasi pengetahuan dalam suatu penyelidikan • Kemampuan menginformasikan subyek secara jelas Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN PROYEK : Ilmu Pengetahuan Sosial : SD : VI Mata Pelajaran Jenjang Kelas / Semester Contoh Kompetensi Dasar : menganalisis bentuk-bentuk perilaku yang muncul sebagai dampak globalisasi (konsumerisme. gaya hidup) Sosialisasi KTSP 238 .

• Indikator : . pakaian. komunikasi. pilihan makanan dan minuman.Membandingkan pandangan orang tua dan anak mengenai perubahan-perubahan yang terjadi akibat pengaruh globalisasi Sosialisasi KTSP Contoh Tugas Penilaian Proyek ----------------------------------------Lakukan penelitian sederhana di lingkungan sekitar mengenai pengaruh iklan di media cetak maupun di media elektronik terhadap gaya hidup anak SD (cara berpakaian. migrasi. perilaku) Sosialisasi KTSP 239 . perjalanan.Mengidentifikasi bukti-bukti globalisasi di lingkungan masyarakat (mis: dalam hal periklanan. telekomunikasi) . perilaku. dan tradisi) . gaya hidup. pariwisata.Membuat daftar perubahan perilaku masyarakat setempat sebagai dampak globalisasi (mis: dalam hal makanan. nilai-nilai.

daftar pertanyaan kurang lengkap. bahasa komunikatif. responden. keramik.barang-barang terbuat dari kayu. Jika memuat tujuan. PENGOLAHAN DATA Jika pembahasan data sesuai tujuan penelitian Jika pembahasan data kurang menggambarkan tujuan penelitian Jika sistimatika penulisan benar.makanan . memuat saran.hasil karya seni: gambar. namun bahasa kurang komunikatif Jika sekedar melaporkan hasil penelitian tanpa membahas data PELAPORAN TERTULIS Jika sistimatika penulisan benar. responden. tempat penelitian.menggunakan teknik menggambar . tetapi data tidak tercatat dengan rapi dan lengkap. topik. daftar pertanyaan tidak lengkap PENGUMPULAN DATA Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua dan data tercatat dengan rapi dan lengkap. kurang memuat saran Sosialisasi KTSP Hasil Kerja (Produk): Penilaian terhadap kemampuan membuat produk teknologi dan seni Penilaian Hasil Akhir dan Proses: hasil akhir spt: . Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua. topik. tempat penelitian. Jika memuat tujuan.CONTOH ASPEK FORMAT PENYEKORAN TUGAS PROYEK KRITERIA DAN SKOR 3 2 1 PERSIAPAN Jika memuat tujuan. daftar pertanyaan dengan lengkap. pahatan .pakaian . Jika pertanyaan tidak terlaksana semua dan data tidak tercatat dengan rapi. dan logam . Jika penulisan kurang sistimatis. plastik.menggunakan peralatan dengan aman . alasan. responden. lukisan. alasan. alasan. bahasa kurang komunikatif. tempat penelitian. memuat saran.membakar kue dengan baik proses spt: Sosialisasi KTSP 240 . topik.

kmp: .PENILAIAN PRODUK PERSIAPAN.rencanakan. alat.desain produk PEMBUATAN: kmp seleksi dan gunakan: bahan.Bahan untuk model tertulis dalam rancangan .Tentukan spesifikasi bahan untuk model Sosialisasi KTSP 241 . teknik PENILAIAN (APPRAISAL): kmp buat produk sesuai kegunaan (fungsi) & keindahan Sosialisasi KTSP Contoh1: TUGAS PENILAIAN PRODUK ------------------------------------------------------Tugas: buatlah rancangan model benda yang menggunakan roda Ketentuan: . gali.Gambar rancangan model . kembangkan gagasan .

ketentuan sebagai berikut (spesifikasidiberikan) : jenis kayu: ………. 2. ukuran: ……………………. spesifikasi bahan kurang jelas K = gambar tidak proporsional.Contoh2: TUGAS PENILAIAN PRODUK -------------------------------------------------------Tugas: Rancang dan buatlah mainan yang menggunakan roda. bahan tertulis tidak lengkap. spesifikasi bahan tidak jelas Sosialisasi KTSP 242 . spesifikasi bahan jelas C = gambar kurang proporsional.. bahan tertulis kurang lengkap. Sosialisasi KTSP Penskoran tugas penilaian produk contoh 1: No Kriteria b 1. skor c k Ada gambar rancangan model Bahan tertulis dalam model Spesifikasi bahan tertulis Unsur estetika Kriteria penskoran : B = gambar proporsional. 3. dst. 4. bahan tertulis lengkap.

S.tidak) 2. ya .TES TERTULIS Memilih dan Mensuplai jawaban 1.Pilihan ganda .Isian atau melengkapi . MEMILIH JAWABAN .Dua pilihan (B .uraian Sosialisasi KTSP BANDINGKAN • Apa kepanjangan ASEAN? • Tahun berapa ASEAN didirikan? • Negara mana saja yang manjadi anggota ASEAN? • Apa kepanjangan PLTA? • Menurutmu masalah apa yang akan timbul jika ASEAN bubar? • Dengan cara apa ASEAN mendukung perekonomian ASIA? • Buatlah bagan PLTA! Sosialisasi KTSP 243 .Jawaban singkat . MENSUPLAI JAWABAN .

beri kesempatan perbaiki karyanya. jadwalkan pertemuan dengan ortu Sosialisasi KTSP 244 .PORTOFOLIO : Penilaian melalui koleksi karya (hasil kerja) siswa yang sistematis • • • • Pengumpulan data melalui karya siswa Pengumpulan dan penilaian yang terus menerus Refleksi perkembangan berbagai kompetensi Memperlihatkan tingkat perkembangan kemajuan belajar siswa • Bagian Integral dari Proses Pembelajaran • Untuk satu periode • Tujuan Diagnostik Sosialisasi KTSP Hal-hal yang perlu diperhatikan: • Siswa merasa memiliki portofolio sendiri • Tentukan bersama hasil kerja apa yang akan dikumpulkan • Kumpulkan dan simpan hasil kerja siswa dalam 1 map atau folder • Beri tanggal pembuatan • Tentukan kriteria untuk menilai hasil kerja siswa • Minta Siswa untuk menilai hasil kerja mereka secara berkesinambungan • Bagi yang kurang. tentukan jangka waktunya • Bila perlu.

Sosialisasi KTSP 245 . 2. Contoh Portofolio Nama Siswa : _________________ Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kelas : X/1 : Bahasa Indonesia : 1 Semester Kriteria No SK / KD Periode Tata bahasa Kosakata Kelengkapan gagasan Sistematika penulisan Keterangan 1.karya-karya yang dapat dikumpulkan melalui penilaian portofolio • • • • • • • Puisi Karangan Gambar / Lukisan Desain Paper Sinopsis Naskah pidato / khotbah • Naskah Drama • Rumus Sosialisasi KTSP • • • • • • Doa Surat Komposisi Musik Teks Lagu Resep Makanan Laporan Observasi/ Penyelidikan / Eksperimen • Dsb. Menulis karangan deskriptif 30/7 10/8 dst. Membuat resensi buku 1/9 30/9 10/10 Dst.

. Nama Bekerja sama 1.PENILAIAN SIKAP Penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap obyek sikap Cara: – Observasi perilaku: kerja sama. inisiatif. Tono 3. Sosialisasi KTSP 246 . . Sosialisasi KTSP Contoh Format Penilaian Sikap dalam praktek IPA : No. Ruri Berinisiatif Perilaku Penuh Perhati an Bekerja sistematis Nilai Keterangan 2. perhatian – Pertanyaan langsung: tanggapan thd tatib baru – Laporan pribadi: menulis pandangan ttg “kerusuhan antaretnis”...

tulislah huruf A.mengacaukan kegiatan -------.Ketika kami berdiskusi. 1 s. --------.1996.Tiap orang sibuk dengan yang dilakukannya dalam kelompok saya --------. saya….Semua anggota kelompok kami melakukan sesuatu selama kegiatan -------. tiap org diberi kesempatan mengusulkan sesuatu -------. tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya. 247 .Selama kerja kelompok.Selama diskusi saya mengusulkan ide kpd klp utk didiskusikan -------. 5. 4. Apa yang kamu lakukan selama kegiatan berlangsung? ------------------------------------------------------------------------------------------Sosialisasi KTSP 1. 3.mengorganisasi kelompok -------.d. 2. Untuk No.mengajukan pertanyaan --------.melamun 6.B.mengorganisasi ide-ide saya -------. 5. Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN DIRI PARTISIPASI DALAM DISKUSI KELOMPOK Nama : ----------------------------------------------------Nama-nama anggota kelompok : ----------------------------------------------------Kegiatan kelompok : ----------------------------------------------------Isilah pernyataan berikut dengan jujur.PENILAIAN DIRI Menilai diri sendiri berkaitan dengan status. SUMBER: Forster & Masters.C atau D di depan tiap pernyataan: A : selalu C : kadang-kadang B : sering D : tidak pernah -------. proses.mendengarkan orang lain --------.

KD. INDIKATOR DAN KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR • MENETAPKAN TEKNIK PENILAIAN • MEMBUAT ALAT PENILAIAN & PENYEKORAN Sosialisasi KTSP CONTOH FORMAT PEMETAAN ASPEK PENILAIAN SK KD INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PROY TEKNIK PENILAIAN PROD TES UN KERJA DLL MENDENGAR KAN BERBICARA MEMBACA MENULIS Sosialisasi KTSP 248 .ALUR PELAKSANAAN PENILAIAN • MENETAPKAN INDIKATOR • MEMETAKAN SK.

AS= Nilai Akhir Semester Sosialisasi KTSP MANFAAT HASIL PENILAIAN • REMEDIAL • PENGAYAAN • PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Sosialisasi KTSP 249 . RR= Nilai Rata-rata KD.CONTOH REKAP NILAI MATA PELAJARAN : KELAS/SEMESTER : N O NA MA MENDENGARKAN BERBICARA MEMBACA MENULIS KD 1 KD 2 R R T S AS KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R TS A S 1 Ri n Tin 2 Catatan: KD= Kompetensi Dasar. TS= Nilai Tengah Semester.

DAYA DUKUNG : GURU.KAPAN? • REMEDIAL DILAKUKAN BILA NILAI INDIKATOR KURANG DARI NILAI KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PENGAYAAN DILAKUKAN BILA TUNTAS LEBIH CEPAT PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN BILA TIDAK EFEKTIF • • Sosialisasi KTSP KETUNTASAN BELAJAR • • • • PER INDIKATOR KRITERIA: 0% – 100% IDEAL: 75% SEKOLAH MENETAPKAN SENDIRI DGN PERTIMBANGAN: KEMAMPUAN AKADEMIS SISWA. SARANA • TUNTAS: SKOR ≥ KRITERIA KETUNTASAN • TUNTAS INDIKATOR → KD → SK→ MAPEL Sosialisasi KTSP 250 . KOMPLEKSITAS INDIKATOR.

CONTOH PENGHITUNGAN KETUNTASAN BELAJAR KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN NILAI PESERTA DIDIK KETUNTASAN 1 2 60% 60% 60 59 TUNTAS TAK TUNTAS TUNTAS 3 55% 75 Sosialisasi KTSP CONTOH PENGHITUNGAN NILAI KD KOMPETENSI DASAR (KD) KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR 60% 70% 60% 70% 65% 60% INDIKATOR 1 NILAI SISWA 61 80 90 70 68 72 KETUNTASAN TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS 1 2 3 1 2 2 3 NILAI KD 1: = 61+80+90 3 = 77 ATAU 7.7 NILAI KD 2: MODE : 70 NILAI KD :70 Sosialisasi KTSP 251 .

• PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF Sosialisasi KTSP 252 . MEMBUAT RANGKUMAN.DALAM 1 KD • JML INDIKATOR YG TUNTAS LEBIH DARI 50%: LANJUT KE KD BERIKUTNYA • JML INDIKATOR BELUM TUNTAS SAMA ATAU LEBIH DARI 50%: MENGULANG KD YANG SAMA Sosialisasi KTSP PELAKSANAAN PROGRAM REMEDIAL • TATAP MUKA DENGAN GURU • BELAJAR SENDIRI → dinilai • KEGIATAN: MENJAWAB PERTANYAAN. MENGERJAKAN TUGAS. MENGUMPULKAN DATA.

Sosialisasi KTSP PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Program Strategi Bahan Tidak efektif? Dievaluasi Direvisi Sosialisasi KTSP Diganti 253 . LATIHAN TAMBAHAN TUGAS INDIVIDUAL • HASIL PENILAIAN MENAMBAH NILAI MATA PELAJARAN BERSANGKUTAN • SETIAP SAAT. PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF.PROGRAM PENGAYAAN : • SISWA BERPRESTASI BAIK • MEMPERKAYA KOMPETENSI • KEGIATAN : MEMBERI MATERI TAMBAHAN.

Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 254 .PELAPORAN • Rapor adalah laporan kemajuan belajar • Berisi informasi tentang pencapaian kompetensi • Sekolah boleh menetapkan sendiri model rapor yang dikehendaki. dengan syarat komunikatif dan menggambarkan pencapaian kompetensi. • Model yang ada merupakan contoh yang dapat dimodifikasi/diadopsi oleh sekolah.

Pengembangan Bahan Ujian 18. Pengembangan Bahan Ujian & Analisis Hasil Ujian.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VIII. 255 .

256 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 17 PENGEMBANGAN BAHAN UJIAN DAN ANALISIS HASIL UJIAN Sosialisasi KTSP SKL TOPIK Sosialisasi KTSP KISI-KISI TEKNIK PENYUSUNAN SOAL ANALISIS 257 .

19/2005 Sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan Meliputi kompetensi seluruh mata pelajaran Dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Sosialisasi KTSP 258 .APAKAH SAYA LULUS? Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) Adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap pengetahuan dan keterampilan Berdasarkan PP No.

MATERI DAN PENILAIAN SKL Menggambarkan kompetensi yang ingin dicapai. KOMPETENSI Materi pembelajaran untuk mencapai kompetensi Sosialisasi KTSP Bentuk soal harus sesuai dengan kompetensi yang dituntut pada SKL SEPERTI APA SOAL YANG BAIK ? Sosialisasi KTSP 259 .Hubungan antara SKL.

5. 2. Perakitan soal menjadi perangkat tes. Sosialisasi KTSP 260 . 9. perakitan soal Komponen Kisi2: •Identitas •SK/KD/IP •Materi Pembel. 7. 8. penulisan soal Pedm. PENULISAN SOAL. 3. Uji coba soal termasuk ANALISIS-nya. Penyusunan KISI-KISI tes. PENELAAHAN SOAL (validasi soal). •Indikator Soal •Bentuk Tes •Nomor Soal Syarat kisi-kisi Mewakili isi kurikulum Singkat dan jelas Soal dapat disusun sesuai dengan bentuk soal. Bank Soal Penyajian tes kepada siswa Skoring (pemeriksaan jawaban siswa) Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN KISI-KISI Fungsi Pedm.LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN TES 1. 4. Penentuan tujuan tes. 6.

......................... Alokasi Waktu : ...... Mata Pelajaran : ....... -----------2......................... SOAL KUNCI Penyusun 1..) NO..... ........ . Digunaka n untuk Tang gal Jumlah Siswa Tingkat Kesukaran Daya Proporsi KETERANGAN SOAL Jawaban pada Pilihan Pembeda A B C D OMIT Keterangan Sosialisasi KTSP 261 ....... No............ Jumlah soal : ...... Bentuk Tes Materi (4) Indikator Soal (5) (6) No.............. Soal (7) (2) (3) Sosialisasi KTSP KARTU SOAL BENTUK PG Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (PG.FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis Sekolah : .. Urut (1) Kompetensi Dasar/ Indikator Bahan Kelas/ smt................... ------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No ... Kurikulum : .......... 2....... Penulis 1............... dll......

-----------2. ------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No Diguna kan untuk KETERANGAN SOAL Proporsi jawaban pada aspek Tangg al Jumlah siswa Tingkat kesukar an Daya pembeda 1 A 2 3 1 B 2 3 1 C 2 3 1 D 2 3 Ketera ng an Sosialisasi KTSP PEDOMAN PENSKORAN No. hasil karya) NO. Kunci/Kriteria jawaban/Aspek yang dinilai Skor Skor maksimum= Sosialisasi KTSP …… 262 . penugasan.KARTU SOAL URAIAN/PRAKTIK Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (Uraian)/Praktik (Kinerja. SOAL Penyusun 1.

3. Relevansi: yang diperlukan untuk mempelajari dalam bidang studi lain. 4. Keterpakaian: memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari. mutlak harus dikuasai oleh siswa. Kontinuitas: KD/indikator/materi lanjutan yang merupakan pendalaman materi sebelumnya. Urgensi: KD/indikator/materi yang secara teoritis. 2. Sosialisasi KTSP Indikator Soal Indikator soal sebagai pertanda atau indikasi pencapaian kompetensi Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur Indikator mengacu pada materi pembelajaran sesuai kompetensi 263 .KRITERIA KOMPETENSI / MATERI PENTING 1.

MENGUKUR KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH Sosialisasi KTSP 264 .DIBERIKAN DASAR PERTANYAAN (STIMULUS) 2. BILA SOAL TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Disajikan …. 2.MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 3. Sosialisasi KTSP MENUNTUT PENALARAN TINGGI SETIAP SOAL: 1. siswa dapat menjelaskan ….TEKNIK PERUMUSAN INDIKATOR 1. BILA SOAL TIDAK TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Siswa dapat membedakan ….

.. 10.. Mengelompokkan -Kelompokkan hal berikut berdasarkan .. -Lengkapilah cerita . Menyimpulkan -Susunlah beberapa kesimpulan yang bersasal dari data . 4...... mengapa? -Jelaskan mengapa kamu setuju/tidak setuju dengan pernyataan tentang .. Memberi alasan (justifying) -Manakah pilihan berikut yang kamu pilih. Sosialisasi KTSP 6..... -Tulislah sebuah pernyataan yang dapat menjelaskan peristiwa berikut .. 7. 5... Meringkas -Tuliskan pernyataan penting yang termasuk .. Berpendapat (inferring) -Berdasarkan ... Hubungan sebab-akibat -Apa penyebab utama ..... Sosialisasi KTSP 265 ...... -Ringkaslah dengan tepat isi .... apa yang akan terjadi bila ... dengan menggunakan pedoman . -Daftar dan beri alasan singkat tentang ciri utama . Menciptakan -Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda tentang . 8. Evaluasi -Apakah kelebihan dan kelemahan .... Sintesis -Tuliskan satu rencana untuk pembuktian . -Bandingkan dua cara berikut tentang . Menerapkan -Selesaikan hal berikut dengan menggunakan kaidah ..... 12.......... tentang apa yang akan terjadi bila . Analisis -Manakah penulisan yang salah pada paragraf .....MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 1.. dan . -Apa akibat .. 9. 11... -Tuliskan ......... 3... 2.. -Apakah hal berikut memiliki ..... -Berdasarkan kriteria ...... Membandingkan -Jelaskan persamaan dan perbedaan antara .. tuliskanlah evaluasi tentang . -Apa reaksi A terhadap .. -Tuliskan sebuah laporan ..

siswa dapat merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan. Sosialisasi KTSP 266 . dan menjelaskan cara penyelesaiannya. Memahami kata dalam konteks Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah yang konteks kata atau kelompok katanya digarisbawahi. kemudian menunjukkan solusinya ke dalam gambar. siswa dapat menjelaskan maknanya yang berhubungan dengan masalah itu dengan kata-katanya sendiri. Sosialisasi KTSP 6. Mendeskripsikan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. siswa dapat mengidentifikasi semua informasi yang tidak relevan. siswa dapat mengidentifikasi masalah yang nyata atau masalah apa yang harus dipecahkan. 8. siswa dapat menjelaskan mengapa masalah ini sulit dipecahkan atau melengkapi informasi penting yang dihilangkan. siswa dapat memilih satu solusi yang paling tepat dan memberikan alasannya.Mengukur Keterampilan Pemecahan Masalah 1. diagram. 4. siswa dapat menggambarkan sebuah diagram atau gambar yang menunjukkan situasi masalah. siswa dapat memberikan alasan satu masalah yang dipilih sendiri. 3. Memilih masalah sendiri Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah. 10. Mengidentifikasi masalah yang tidak sesuai Contoh indikator soal: Disajikan beberapa informasi yang relevan dan tidak relevan terhadap masalah. 5. Memberi alasan masalah yang sulit Contoh indikator soal: Disajikan sebuah masalah yang sukar dipecahkan atau informasi pentingnya dihilangkan. Mendeskripsikan berbagai strategi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. Merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan yang berisi sebuah masalah. siswa dapat memberikan solusinya berdasarkan pertimbangan asumsi untuk saat ini dan yang akan datang. 7. atau grafik. 9. Mengidentifikasi asumsi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. Mengidentifikasi masalah Contoh indikator soal: Disajikan deskripsi suatu situasi/masalah. 2. siswa dapat memecahkan masalah ke dalam dua cara atau lebih. Memberi alasan solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih kemungkinan solusinya.

dan prosedurnya. Sosialisasi KTSP 15. Memecahkan masalah berdasarkan data dan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah cerita. siswa dapat memilih satu strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu dan memberikan alasannya. kartun. Mengevaluasi strategi sistematikanya Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. Sosialisasi KTSP 267 . (2) memberikan alasannya. Mengevaluasi kualitas solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan beberapa strategi untuk menyelesaikan masalah. 14. siswa dapat menyelesaikan masalah itu dengan menggunakan strategi lain. Memberi alasan strategi yang digunakan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih strategi untuk menyelesaikan masalah. proses. 13. 17. beberapa strategi pemecahan masalahnya. 12. (4) memberi alasan mengapa strategi itu paling tepat dibandingkan dengan strategi lainnya. 16.11. siswa dapat mengevaluasi strategi pemecahannya berdasarkan prosedur yang disajikan. dan outcomenya. (2) mengevaluasinya. siswa dapat: (1) mendeskripsikan masalah lain (analog dengan masalah ini) yang dapat diselesaikan dengan menggunakan strategi itu. Membuat strategi lain Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan satu strategi untuk menyelesaikan masalanya. Menggunakan analogi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan strategi penyelesaiannya. siswa dapat memecahkan masalah dan menjelaskan prosedur yang dipergunakan untuk menyelesaikan masalah. grafik atau tabel dan sebuah pernyataan masalah. siswa dapat: (1) menjelaskan dengan menerapkan strategi itu. Menyelesaiakan secara terencana Contoh indikator soal: Disajikan sebuah situasi masalah yang kompleks. (3) menentukan strategi mana yang tepat. siswa dapat menyelesaikan masalah secara terencana mulai dari input. output.

Mengukur kemampuan berpikir kritis 6. Berhubungan erat antara proses. Mengukur kompetensi siswa 4. Sosialisasi KTSP 268 . Mengukur beberapa kemampuan yang diwujudkan dalam stimulus soal 5.KAIDAH PENULISAN SOAL KOMPETENSI 1. kompetensi dan pengalaman belajar 3. materi. Mengandung pemecahan masalah Sosialisasi KTSP SOAL URAIAN SOAL URAIAN adalah soal yang jawabannya menuntut peserta tes untuk mengorganisasikan gagasan atau hal-hal yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan gagasan tsb dalam bentuk tulisan. Berhubungan dengan kondisi pembelajaran di kelas atau di luar kelas 2.

3. 12. peta. 13. Ada pedoman penskorannya Tabel. Soal sesuai dengan indikator Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 7. 5. 9. 10.KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 1. grafik. atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Rumusan kalimat soal komunikatif Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Tidak menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 269 . gambar. 8. 2. 11. 4. 6.

Individualisme yaitu sikap lebih mementingkan diri sendiri. 2.1. SMP) No. Contoh Soal kurang baik: Jelaskan 2 persamaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 2 perbedaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! (IPS. Elitisme yaitu kecenderungan untuk bergaya hidup tertentu berbeda dengan orang banyak. ---------------------------------------------------------2 2 3. 1. -----------------------------------2 5. Primadialisme yaitu sikap yang lebih membanggabanggakan asal daerah tertentu. Kunci Jawaban Skor 1. 4. Kunci Jawaban Pasar tradisional: harga dapat ditawar dan tidak kena pajak Pasar modern: harga pasti dan kena pajak Skor Maksimum Skor 2 2 4 Sosialisasi KTSP 2. ---------------------------------2 Skor Maksimum 10 Sosialisasi KTSP 270 . Materialisme yaitu sikap yang selalu mengutamakan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan materi -------------2 2. Sekulerisme adalah sikap yang mencerminkan kehidupan keduniawian. Soal sesuai dengan indikator Indikator : Siswa dapat menjelaskan 2 perbedaan pasar tradisional dan pasar modern. . Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Contoh soal kurang baik: Jelaskan sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berazaskan kekeluargaan! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 4 sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berasaskan kekeluargaan! PEDOMAN PENSKORAN No.

................. Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Contoh soal yang kurang baik: Jelaskan perkembangan perangkat TIK dilihat dari perangkat komunikasi digital? Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan perkembangan perangkat komputer No.............................................................. Pankreas terletak di rongga perut .............................. 2 ...Lipase untuk mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol .......................... perkembangan generasi... 3........... 4................... Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Contoh soal kurang baik: Di manakah letak kelenjar pankreas? (IPA) Contoh soal lebih baik: a......................3........ 2 .... 1 b................... Enzim-enzim itu aktif di usus halus...... 1..................Bikarbonat untuk menetralisir HCl yang masuk ke usus dari lambung .............. 1 Skor maksimum Sosialisasi KTSP 10 4......... Di manakah letak pankreas? b................................ 2 ............................ 2....... Di manakah enzim-enzim itu aktif? No......... Kunci Jawaban Menjawab 3 fase perkembangan (penemuan............. 2 c............Amilase untuk mencerna tepung menjadi maltosa dan disakarida lain .......... Tuliskan dan jelaskan enzim yang dihasilkan pankreas! c...................... Enzim yang dihasilkan Pankreas: .......................................Tripsin untuk mengubah protein menjadi peptida dan asam-asam amino ... dan teknologi tinggi) Menjawab dua fase Menjawab satu fase Tidak menjawab Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 271 ....... Kunci Jawaban Skor a..

Kusno tak akan putus asa.5. Pada suatu kali ia akan hilang dari muka bumi. Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Contoh soal kurang baik: Di Indonesia terdiri dari berapa sistem kepartaian? (PKn-SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan tiga macam sistem kepartaian! No. Dan mungkin ia bersama-sama dengan Kusno hilang dari muka bumi ini? Tapi. Aspek yang dinilai Bila jawaban (gigih) dan alasan benar Bila jawaban (gigih) benar tetapi alasan kurang tepat Bila hanya jawaban (gigih). 1. 3. Sistem multi partai -------------------------------------------------------yaitu terdapat banyak partai dalam suatu negara yang disebabkan kondisi masyarakat yang mejemuk dan iklim demokrasi yang lebih bebas ------------------------------------------Skor Maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 1 6 6. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Contoh soal kurang baik: Tentang celana kepar 1001 itu. Kusno akan berjuang terus melawan kesengsaraan biarpun hanya guna mendapatkan sebuah celana kepar yang lain. No. Idrus: Kisah Sebuah Celan Pendek Bagaimana watak Kusno? (Bhs Indonesia . hidup bersama kesengsaraan. tetapi tidak disertai alasan Bila jawaban (aliran) dan alasan salah Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 272 . tapi terus melawan kesengsaraan tersebut. Sistem partai tunggal ---------------------------------------------------yaitu dalam suatu negara hanya satu partai yang berlaku ----2. 2. Kunci Jawaban Sistem kepartaian ialah pola perilaku dan interaksi di antara sejumlah partai politik 1. bagaimanapun juga. Sistem dua partai --------------------------------------------------------yaitu terdapat dua partai dalam suatu negara sehingga terlihat satu partai yang berkuasa dan satu partai oposisi ----------------3. Dan meskipun celana 1001 –nya hilang lenyap menjadi topo. 4. tak ada yang akan diceritakan lagi. Ia dilahirkan dalam kesengsaraan.SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tentukan watak Kusno yang terdapat dalam kutipan di atas disertai alasannya! Kunci : Watak Kusno gigih atau sejenisnya karena ia sengsara.

Yang lebih parah lagi bila TPS (Tempat Pembuangan Sampah) berada di lingkungan yang dekat dengan sekolah. Ada pedoman penskorannya 8.... vo + mp . Gambar ini memperlihatkan suatu kawasan yang dibanjiri sampah yangmenggunung......... vp 1 ............. peta............. Indonesia SMP) Tulislah karangan sepanjang ± 200 kata berdasarkan informasi yang terdapat dalam gambar di atas! Tulisan tersebut akan dinilai berdasarkan isi.... 2 = 50 . Tabel...................... vp 1 = 1 m/s ..... atau di sejumlah pasar.... 2 + 200 .....7...... Contoh Soal yang lebih baik: Seseorang bermassa 50 kg naik perahu dengan massa 200 kg dan berkecepatan 2 ms –1 terhadap air yang diam................... Tentukan kecepatan perahu sesaat setelah orang tersebut meloncat? No... grafik........ kosakata........... (Bhs............. Kunci Jawaban mo .......... pertokoan.......... dan pemakaian kaidah bahasa Indonesia.......... alur................ gambar.. vp 1 ...... Sosialisasi KTSP 9........ 50 ... Rumusan kalimat soal komunikatif Contoh soal kurang baik: Sesuatu bermassa 50 kg naik perahu yang massanya 200 kg …...... vp 1 = 1 200 200 =................................. Skor maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 5 273 ... 100 + 400 = 300 + 200 vp 1 500 = 300 + 200 vp 1 200 vp 1 = 500 – 300 200 vp 1 = 200 ........ atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Perhatikan gambar berikut........... vp = mo ....... 6 + 200 ... Kemudian orang tersebut meloncat ke depan dengan kecepatan 6 ms –1 terhadap air.. vo 1 + mp ........ Gunungan sampah yang berbau tidak sedap itu terjadi akibat sampah-sampah tersebut tidak diangkut seperti di pemukiman.

1 3. Sosialisasi KTSP 12. Kutipan di atas mengandung majas metonimia. 2.” Tentukan majas kalimat di atas dan berikan alasannya! (BIN SMP/MTs) PEDOMAN PENSKORAN No. Alasan: BMW adalah merek mobil. 1 2. ---------------------------------Berjiwa pembaru: yaitu ikut serta dalam pembangunan. Tak kenal menyerah: Seorang siswa perlu belajar dengan tekun tanpa mengenal lelah demi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dikemudian hari.10. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Contoh soal kurang baik: Perhatikan kalimat berikut! “Di dalam BMW seri tujuh berwarna abu-abu itu Soni menyetir sendiri setelah membeli buah pala dan keju di supermarket itu. Sosialisasi KTSP 274 . 1 Skor Maksimum 3 Penjelasan: kata buah pala dan keju di daerah tertentu adalah tabu. -----------Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara: Untuk mencapai tujuan nasional diperlukan kerelaan berkorban. PEDOMAN PENSKORAN Kunci Jawaban/Aspek yang dinilai Cinta tanah air: Bangga sebagai bangsa Indonesia menyebabkan seseorang rela berkorban. Metonimia adalah majas yang menyebut merek dagang untuk benda yang dimaksudkan atau digunakan. ----------------------------------------------Skor Maksimum Skor 0–2 3. 4. 0–2 0–2 0–2 0–2 0. Kunci/Aspek yang dinilai Skor 1. Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Contoh soal kurang baik Coba kamu sebutkan satu per satu karakteristik sikap patriotik dalam kehidupan bangsa dan bernegara? (PKn SMP/MTs) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 5 ciri sikap patriotik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara! No. 1. Menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan.10 5.

namun kamu adalah warga negara Indonesia.13. hidup di daerah kumuh. Komponen soal PG Stem (pokok soal) Option Sosialisasi KTSP 275 . Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Contoh soal kurang baik: Walaupun kamu anak yatim/piatu. anak cacat. Sebutkan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! Sosialisasi KTSP SOAL PILIHAN GANDA JENIS SOAL PG Pokok Soal (stem) pertanyaan Pokok soal (stem) pernyataan Diakhiri tanda ? Diakhiri tanda …. atau hidup di desa terpencil. anak miskin.

Soal harus sesuai dengan indikator Pengecoh harus berfungsi Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. 7. 8. 5. luas 4 ha. 3. 6. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”. Penawaran* Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL PG 1. permintaan b. Iklan di atas termasuk jenis iklan . 10. 9. 2. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 276 . Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. propaganda c.CONTOH SOAL PG Dasar pertanyaan (stimulus) Pokok soal (stem) Pilihan jawaban (option) Perhatikan iklan berikut! Dijual sebidang tanah di Bekasi.. Pengumuman d. a. Baik untuk industri. Hubungi telp. 7777777.. 4.. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya.

Pengaruh kerja pil kontrasepsi adalah …. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 1. 16. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. 14. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. vagina Sosialisasi KTSP 277 . Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia terjadi di dalam …. diagram. kadang-kadang. 17. dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. Indikator: Siswa dapat menentukan tempat terjadinya pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia. Soal harus sesuai dengan indikator Contoh soal kurang baik. 15.Lanjutan … 11. 12. Bahasa yang digunakan harus komunikatif. umumnya. grafik. mengurangi jumlah sel telur dalam ovarium Contoh soal yang sesuai dg indikator. tabel. uterus* d. 13. Letakkan kata/frase pada pokok soal. ovarium b. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. mencegah peleburan sel telur dan sel sperma c. mencegah pematangan sel telur* d. mencegah terjadinya haid b. sehingga pernyataannya mudah dimengerti warga belajar/siswa. Gambar. a. oviduct c. a.

caught him playing truant d. sedangkan pilihan lainnya adalah kata kerja (verb). Februari.2..” a. Februari. “Why did Jimmy’s mother punish him? “She . Bunyi /e/ pada kata enak sama dengan bunyi /e/ pada kata . between eating. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar. Sosialisasi KTSP 3. was upset c. a. caught him to eat (B.. November* b. Penulisan kata berikut yang benar adalah . Perbaikan: pilihan b diperbaiki menjadi kata kerja. Senen. November Penjelasan: kunci jawaban jangan dipergunakan untuk pengecoh Sosialisasi KTSP 278 . to eat. Contoh soal kurang baik. Pengecoh harus berfungsi. Sabtu c.. bebas* c. Sabtu. Senin. caught him eating* b. May. misalnya: eat. bela d. eaten. Rabo.. a... Aperil.. Sabtu. to be eating. November d. beras b. Kemis. Contoh soal kurang baik. bekas (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c diperbaiki “belas”.. Pebruari. ING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan b adalah kata sifat (adjective). eating*. Senin.

a. Sosialisasi KTSP 7. BUMN d. tali-temali c. Contoh soal kurang baik. laki-bini d..4.. a. Kata berikut yang termasuk kata ulang berubah bunyi adalah . Sosialisasi KTSP 279 . Perseroan Terbatas b. C diperbaiki “turun-temurun”. Bentuk perusahaan yang sesuai dengan pasal 33 ayat 1 UUD 1945 adalah …. Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 sebagai dasar untuk membentuk perusahaan tertentu. Firma c. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. getar-gemetar (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c adalah kata majemuk bukan kata ulang. Koperasi* (PKn SMP/MTs) Penjelasan: kalimat pertama pada pokok soal dihilangkan. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. bolak-balik* b..

The gardeners has been working since 8 o’clock. Di antara bentuk-bentuk budaya daerah di bawah ini yang termasuk folklore lisan adalah …. “legenda gunung Tangkuban Perahu”. Sosialisasi KTSP 10. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya. Adat mapalus dari Sulawesi d. 1½ hours (BING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan jawaban diurutkan dari angka yang paling kecil ke yang paling besar atau sebaliknya. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”. Rumah gadang Minangkabau b. 3½ hours* b. Contoh soal kurang baik. a.9. How long has he been working so far? a. Sosialisasi KTSP 280 . Contoh soal kurang baik. Now it’s 11. Semua pilihan jawaban di atas salah* (IPS.SMP/MTs) Penjelasan: pilihan d diperbaiki menjadi.30. 4½ hours d. 2½ hours c. Perayaan Sekaten bulan Maulud c.

umumnya. a.12. umumnya. teh c.S. Tirani d. tidak bergantung pada jawaban soal nomor 10. padi * (IPA SMP/MTs) Penjelasan: kata biasanya pada pokok soal dihilangkan. Idrus b. jagung d. a. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. Contoh soal kurang baik: (10) Pelopor angkatan 45 dalam bidang puisi adalah …. Senja di Pelabuhan Kecil* b. Ayip Rosidi (BAHASA INDONESIA SMP/MTs) (35) Karya dari pengarang pada jawaban soal nomor 10 adalah …..kadang-kadang. Artinya. Sosialisasi KTSP 281 . Balada Tercinta c. Contoh soal kurang baik: Helopeltis adalah hama yang biasanya menyerang tanaman .. kopi b. W. Sosialisasi KTSP 13.. Chairil Anwar* d. atau kata yang tidak pasti karena makna kata-kata itu tergantung pada keadaan dan situasi siswa yang bersangkutan. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar soal berikutnya. Rendra c. bahwa dalam merumuskan pokok soal jangan menggunakan kata atau ungkapan seperti sebaiknya. kadang-kadang. Surat dari Ibu Perbaikannya: soal nomor 35 disusun secara independen. a.

Setelah kata “atas dasar” ditambahkan “keadilan sosial. a. kata "di dalam" dihilangkan. (3) anak kalimat. Contoh soal kurang baik: Di dalam perkembanganbiakan rhizopus secara generatif adalah dengan cara pembentukan …. sporangiospora c. b) pemakaian kata: (1) pilihan kata. a. ketekunan kerja keras dalam setiap pekerjaan c. Contoh soal kurang baik: Untuk mewujudkan kesejahteraan bersama atas dasar …. askospora d. (2) unsur predikat. kita harus mengembangkan ….” Sosialisasi KTSP 282 . pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi b. Kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan soal di antaranya meliputi: a) pemakaian kalimat: (1) unsur subjek. spora kembara b. Oleh karena itu. Sosialisasi KTSP (a) Penggunaan kalimat harus ada unsur predikat (bagian yang berfungsi menerangkan subjek). usaha pemerataan kesempatan kerja* d. (2) penggunaan tanda baca.14. a) Penggunaan kalimat (1) Penggunaan kalimat harus ada unsur subjek. zigospora* (IPA-BIOLOGI SMP/MTs) Penjelasan: subjek tidak jelas karena diantar oleh kata "Di dalam". tenaga kerja yang berdisiplin tinggi (PKn SMP/MTs) Penjelasan: predikat kalimat tidak ada. c) pemakaian ejaan: (1) penulisan huruf. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. (2) penulisan kata.

realistis d. naturalis b. -Dia tidak datang karena hari ini hujan. Anak kalimat Induk kalimat Induk kalimat Anak kalimat Contoh soal kurang baik: Yang berlaku pada gerak lurus beraturan …. Sosialisasi KTSP 283 . Contoh soal kurang baik: Batik termasuk karya tulis yang bersifat …. dia tidak datan.(3) Hindarkan pernyataan yang hanya berupa anak kalimat. -Karena hari ini hujan. hukum I Newton* b.SMP/MTs) Penjelasan: kata “karya tulis” kurang tepat untuk batik. hukum III Newton d. Kata itu diperbaiki menjadi “seni tulis” karena mengandung unsur keindahan bukan ragam tulis ilmiah. Oleh karena itu pokok soal diperbaiki menjadi “Hukum yang berlaku pada gerak lurus beraturan adalah …. simbolis* c. idealis (IPS. a.” Sosialisasi KTSP b) Pemakaian kata (1) Dalam memilih kata harus diperhatikan ketepatannya dengan pokok masalah yang ditanyakan. Contoh anak kalimat. a. hukum II Newton c. hukum Kepler (IPA-FISIKA SMP/MTs) Penjelasan: pokok soal berbentuk anak kalimat.

who is standing under the tree is my uncle* b. which is standing under the tree is my uncle (BING SMP/MTs) Penjelasan: perbaikannya adalah “Sofian: The man … is standing under the tree is my uncle.17. where is standing under the tree is my uncle c. whose is standing under the tree is my uncle d. a. Sosialisasi KTSP 284 . Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian.” Sosialisasi KTSP CONTOH INDIKATOR SOAL Indikator Soal : Siswa dapat menentukan letak sebuah titik pada koordinat Kartesius (XY). Letakkan kata/frase pada pokok soal. Andi : Which is your uncle? Sofian: The man …. Andi! My uncle is over there. Contoh soal kurang baik: Sofian: Look.

2) D. (4. (2.SOAL Y Perhatikan koordinat XY disamping : Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar. 6 cm2 X B. 3) C. Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki. 5) B. 15 cm2 D. 12 cm2 C. Berapakah luas segitiga ABC ? A. (1. (1. 4) X Sosialisasi KTSP 285 . A. Koordinat titik C adalah …. 30 cm2 Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK Perhatikan koordinat XY disamping : Y Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar. Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki.

singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK : Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang dijumpai pada tumbuhan …. B.Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang tidak dijumpai pada tumbuhan berikut. kecuali : A. C. A. B. singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP 286 . D. C. D.

1997 C. 1996 B. 1999 A.Anak yang ditabrak motor kemarin pagi dibawa ke rumah…. 1998 D. Sosialisasi KTSP 287 . a) b) c) d) gadang sakit ibadah tinggal Sosialisasi KTSP PKn Pelanggaran HAM Timor Timur pada tahun ….

PKn Pemilu 1971 diikuti oleh . D.. B. Bacaan Surat Sumber hukum Bacalah Sosialisasi KTSP 288 . …. C. D. C. B. A. 3 6 10 24 Sosialisasi KTSP AGAMA ISLAM Kata hadis menurut bahasa berarti … A.

Sosialisasi KTSP MATEMATIKA Nilai dari 4xy jika diketahui A. x+y=9 3x – y = 7 80 60 50 5 Sosialisasi KTSP 289 . B. 30 D.MATEMATIKA 2/3 + 1/5 = … A.15 20 C. C. 13/15 B. D.

C. Perang dunia Perang Diponegoro Peristiwa Semanggi Peristiwa G 30 SPKI Sosialisasi KTSP IPA Perubahan fisika terjadi pada proses … Perkaratan B. Sosialisasi KTSP 290 . Fermentasi C. B.IPS Yang masuk dalam ruang lingkup sejarah dunia adalah …. D. Pelarutan D. Pembekuan A. A.

..ANALISIS BUTIR SOAL MANUAL Menggunakan IT Kalkulator Komputer • Program ITEMAN • Program SPSS Sosialisasi KTSP CONTOH ANALSIS BUTIR SECARA KUANTITATIF NO SISWA 1 2 3 A B C 1 2 3 .. . 33 34 35 P Q R .. A A C D D E B E E A E E .. 50 B B C B A D A C B D C B SKOR 45 43 41 27% KA ... 27 26 25 27% KB KUNCI B B D D Sosialisasi KTSP 291 .....

30 – 0.00 = soal baik 0.25 DP 0.20 -0.39 = terima & perbaiki 0.10 : diterima : direvisi : ditolak Sosialisasi KTSP 292 .31 .30 0.40 0.85 0.00 = mudah KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.70 = sedang 0.30 KRITERIA TK: 0.15 0.10 TK1=(BA+BB): N = (10+7) : 20 = 0.ANALISIS SOAL PG SOAL 1 2 3 50 KEL KA KB KA KB KA KB KA KB A 0 1 0 2 0 0 1 1 B 10 7 5 3 1 2 2 2 C 0 1 5 3 9 3 3 3 D 0 1 0 1 0 3 3 2 E 0 0 0 1 0 2 1 2 OMIT 0 0 0 0 0 0 0 0 KEY B B D D TK 0.30 = sukar 0.30 0.3 0.29 < 0.19 – 0.40 – 1.1.0.00 – 0.29 = soal diperbaiki 0.0.71 – 1.85 DP1= (BA-BB):½N = (10-7) : ½ x 20 = 0.00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP ALTERNATIF LAIN KRITERIA DAYA BEDA > 0.20 – 0.

63 0.47 DP2= [ (9:2) – (5:3) ] : 5 = (4. = [(11:2) – (8:3) ] : 6 = (5.√ pq Stdv skor total Keterangan: b=skor siswa yang menjawab benar s=skor siswa yang menjawab salah p=proporsi jawaban benar thd semua jawaban siswa q= 1-p Meanb = 192:13=14.CONTOH MENGHITUNG DP DENGAN KORELASI POINT BISERIAL (rpbis) DAFTAR SKOR SISWA SOAL NOMOR 1 Siswa yang Menjawab benar Jumlah skor keseluruhan Siswa yang menjawab salah Jumlah skor keseluruhan Meanb .0954 = (0.7) : 5 = 0.63 TK2 = 2.40 – 1.48 Artinya butir soal nomor 1 adalah DITERMA atau BAIK.7):6 = 0. N=30. Stdv= 3.5-1.80 0.0954 Sosialisasi KTSP ANALISIS SOAL URAIAN DAN TES PRAKTIK NO.Means Rpbis = ------------------.4809835 = 0.47 Soal 2 (Skor maks 5) 5 4 2 2 1 14 2.9706338) (0.80 0.56 DP1= (Rata-rata KA – Rata-rata KB) : skor maks.7692 – 11. ns=17.00 = soal ditolak A B C D E F G H I J K L M 19 18 18 16 16 16 15 13 13 13 12 12 11 N O P Q R S T U V W X Y Z AA AB AC AD 17 16 15 14 14 12 12 12 12 12 11 11 10 9 8 8 7 Jumlah = 192 200 Nb=13.56 0.8 : 6 = 0.19 – 0.30 – 0.5-2. KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.56 Sosialisasi KTSP 293 .7692 Means = 200:17= 11.39 = terima & perbaiki 0.56 TK1 = Rata-rata : skor maks = 3.√ (13:30) (17:30) 3. 1 2 3 4 5 SISWA A B C D E Jumlah Rata-rata TK DP Soal 1 (Skor maks 6) 6 5 3 3 2 19 3.8 : 5 = 0.20 – 0.7647 14.00 = soal baik 0.29 = soal diperbaiki 0.4955355) = 0.7647 Rpbis = ----------------------.

dengan Sosialisasi KTSP SPEC KALKULATOR Kalkulator Scientifc Disarankan minimal scientific fx 3600 Sosialisasi KTSP 294 .

3 5 Σ skor K out..4 32106 ΣY2 Dst.4545 ΣXY K OUT.6 9. A 55 RUN 2. Pembersihan Data: ON. Siswa Skor Tekan 1. 70 RUN HASIL Mean X INV... D 55 RUN 5. 3] No..666 SD sampel Y INV. E 53 RUN HASIL SD sampel INV. AC 2.673 SD populasi INV.2 268 K out. 60 RUN 3. Fungsi LR [MODE...1 4376 Σ X2 Sosialisasi KTSP 3.497 Mean INV.. F 54 [(.021 Korelasi XY INV.6 Σ data K out.6 23334 K OUT. E 53 [(. 85 RUN 6.9 0.1 17179 ΣX2 K OUT.2] No. M+ MODE.3 1.8 1. Siswa X Tekan Y Tekan 1.7 -5. .0488 Mean Y INV. C 51 RUN 4.1657 A constant R INV.4 72.1 53.2 1.1 53. Fungsi SD [MODE.PENGGUNAAN KALKULATOR 1....5 SD sampel X INV.1515 B regressiion INV. INV.. 80 RUN 5.. B 54 RUN 3. INV..3 1. Sosialisasi KTSP 295 . 66 RUN 4. A 55 [(. AC MR. C 54 [(. 75 RUN 2. B 52 [(. D 53 [(.

1 13 14. 12 RUN 23. 9 RUN 28.7647 Rpbis = ----------------------. 11 RUN HASIL Σ data Mean K out. 3] Siswa Skor Tekan 14.48 Artinya butir soal nomor 1 adalah diterima atau baik. 16 RUN 7.2 3. 12 RUN 20.√ pq Stdv skor total 14.7647 MENGHITUNG KORELASI POIN BISERIAL DENGAN KALKULATOR SISWA YANG MENJAWAB BENAR Aktifkan fungsi SD [MODE. 15 RUN 8. KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP dengan Sosialisasi KTSP 296 .Means Rpbis = ------------------.40 – 1. 10 RUN 27. 12 RUN 21. 3] Siswa Skor Tekan 1.7692 MENGHITUNG SD TOTAL Aktifkan fungsi SD [MODE. HASIL Σ data K out. 13 RUN 10.3 30 SD Populasi INV.4809835 = 0. 8 RUN 29. 13 RUN 9.√ (13:30) (17:30) 3.39 = terima & perbaiki 0.0954 Meanb . 16 RUN 6. 13 RUN 11.7692 – 11. 12 RUN 13. 15 RUN 17. 17 RUN 15. 19 RUN 2.1 17 11.SISWA YANG MENJAWAB SALAH Aktifkan fungsi SD [MODE. 16 RUN 16. 8 RUN 30. 11 RUN 26. 14 RUN 18.3 INV.00 = soal baik 0. 18 RUN 4.4955355) = 0. 18 RUN 4. 14. 17 RUN 15. 12 RUN 22. 19 RUN 2.20 – 0. 11 RUN 25. 14 RUN 19.29 = soal diperbaiki 0. 3] Siswa Skor Tekan 1.30 – 0. 18 RUN 3. 15 RUN 17. 7 RUN HASIL Σ data Mean K out. 16 RUN 16.0954 = (0.9706338) (0. 16 RUN DST.19 – 0. 14 RUN DST. 12 RUN 24. 12 RUN 12. 18 RUN 3. 16 RUN 5.3 INV. 16 RUN 5.

txt <enter> Do you want the scores written to a file? (Y/N) Y <enter> Enter the name of the score file: scrtes1. Mengetik data di Notepad (Start-Programs-Accessories-Notepad) 50 0 N 21 CADBDCBCCDABAACABCDABCDBDCDABDABACCDBCABABDBCBABCD Kunci jawaban 44444444444444444444444444444444444444444444444444 Pilihan jawaban YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY Kode analisis TUTYK INDRAWATI CADBDCBCCDABBACABCDBBCDBDCBDBDABACCDBCABABDBCDABCD RINI SULISTIYATIN CADBDCBDCDABBACABCDBBCDBDCBDBDABACCDBCABABDBCDABCD NANI KUSMIYATI CADCDCBDCDABBACABCDBBCDBDCBDBDABACCDBCABABDBCDAACD EVI MEILANI CADADCBDDDABAACABCDBBCDBACBABAAAAC0DBCABABDB0DABCD M. Enter the name of the input fele: Tes1. menganalisis data file (format ASCII) (Notepad) melalui manual entri data atau dari mesin scanner.50. 3. Dipergunakan untuk: 1. Data di atas disimpan pada file: Tes1.. 2233 University Avenue. St Paul.txt <enter> Enter the name of the output file: hsltes1. 1988. mulai dari versi 2.txt <enter> **ITEMAN ANALYSIS IS COMPLETE** Sosialisasi KTSP 297 . 1993. Sosialisasi KTSP CONTOH ANALISIS BUTIR SOAL PG DENGAN PROGRAM ITEMAN 1.00 – 3.000 siswa dan 250 butir soal. Menggunakan program Iteman dengan mengklik icon Iteman. United States of America. 1986.txt <Save> 3. AGUNG PRIYANTO CBDCDCCDCDABBACABCDBBCDBDCBDBDACACCDBCABABDBCDANNN ABEN DAMARUDIN CBDCDCCCCDCBBACABCDBBCDBDCBDBDACACCDBCABABD0CDAACD KUSNAENI CADCDCCDBDACBACABCDBBCDBDCBDBDACACADBCABABDBCDAACD AGUS ARYADI CADBCCBDCDAABACBACAABCDBCCBBCAAABBDBBCABABDBCDAACD SULASTRI IRIANI CADBBCBCBDABBACABDDABCDBDCDABDBAACCDBCABABDBCDAANN .. Alamatnya Assessment Systems Corporation. 2. menganalisis tes yang teridiri dari 10 skala (subtes) dan memberikan informasi tentang validitas butir dan relialilitas tes. 1984. menskor dan menganalisis data soal bentuk PG dan skala likert untuk 30.. Minesota 55114.ITEMAN (MicroCAT) Dikembangkan oleh Assessment Systems Corporation mulai 1982. 2. Suite 400.

167 -0.013 -0.31 .0.018 -0.717 * E 0.140 -0.269 0.200 0.348 -0.137 -9. Endorsing Biser Biser Key A 0.067 -0.000 0. 7.71 – 1. B WORKS BETTER D E Other 0-10 0.133 -0.269 -0.500 -0.140 0.000 -9. 0-7 0.000 0.009 -0. Item correct Biser.182 -9.100 0.20 – 0.067 0.468 -0.900 0.225 ? -0.000 -9.133 0.153 B 0.HASIL ANALISIS DENGAN PROGRAM ITEMAN Item Statistics Seq.094 -9.500 0.000 0.39 = terima & perbaiki 0.017 -0.40 – 1.500 0.000 -9.170 * 0.033 0.000 -0.454 C 0.296 D 0.00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP 298 .133 -0.321 -0.70 = sedang 0.000 -9. Biser.236 -0.000 A B C D E Other 0.00 = soal baik 0.000 9.000 -9.011 -0. A B CHECK THE KEY C A WAS SPECIFIED.30 – 0. Scale Prop.19 – 0.265 -9.170 Sosialisasi KTSP SKALA PEDOMAN KRITERIA TK & DB KRITERIA TINGKAT KESUKARAN: 0.082 10.900 0.30 = sukar 0. 0-9 0.000 -9.000 0.00 = mudah KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.067 0.000 0. Point Alt.899 0.717 Alternative Statistics Prop.00 – 0.716 -0.29 = soal diperbaiki 0.899 0.180 Other 0.082 * -0.011 -0.133 -0. Point No.000 -0.

590 3. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 299 .00 0.113 0.435 (Jumlah soal yang dianalisis) (Jumlah siswa) (Rata-rata jawaban benar) (Penyebaran distribusi jawaban benar) (Standar deviasi/akar variance) (Kecondongan kurva/bentuk destribusi) (Tingkat pemuncakan kurva)* (Skor minimum siswa dari 50 soal) (Skor maksimum (Reliabilitas skor tes) (Standar kesalahan pengukuran) (Rata-rata tingkat kesukaran) (Rata-rata korelasi Biserial) *Positif value= distribusi lebih memuncak. Dev.119 -0. Negatif value= distribusi lebih mendatar.651 0.RINGKASAN N of Items N of Examinees Mean Variance Std.655 0.464 25.987 0. Skew Kurtosis Minimum Maximum Alpha SEM Mean P Mean Biserial 50 35 30 9.00 50.

300 .

20. Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal 301 . Laporan Hasil Belajar (LHB) 19. Penyusunan Laporan hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SMP.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IX.

302 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 20 PENYUSUNAN LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) PESERTA DIDIK SMP Sosialisasi KTSP PENGERTIAN RAPOR Rapor merupakan dokumen yang menjadi penghubung komunikasi baik antara sekolah dengan orang tua peserta didik maupun dengan pihak-pihak lain yang ingin mengetahui tentang hasil belajar peserta didik pada kurun waktu tertentu Sosialisasi KTSP 303 .

KOMPONEN RAPOR Komponen Rapor minimal berisi : • Petunjuk pengisian rapor • Identitas peserta didik • Kotak tabel nilai mata pelajaran • Kotak tabel nilai pengembangan diri • Kotak tabel perilaku • Kotak tabel ketidakhadiran • Lembar keterangan mutasi peserta didik Sosialisasi KTSP TABEL NILAI MATA PELAJARAN Sosialisasi KTSP 304 .

Nilai pada rapor untuk setiap mata pelajaran terdiri dari aspek-aspek penilaian yang mengacu pada aspek yang tertuang dalam ruang lingkup dan atau standar kompetensi. Sosialisasi KTSP 305 . Aspek penilaian sesuai dengan standar Isi dikembangan daerah/satuan pendidikan ”PENJELASAN PENJABARAN ASPEK MATA PELAJARAN TERTUANG PADA PETUNJUK PENGELOLAAN RAPOR” 2. yang telah ditentukan dalam KTSP masingmasing sekolah.TABEL NILAI MATA PELAJARAN Sosialisasi KTSP PENJELASAN TABEL NILAI MATA PELAJARAN 1. Target Pencapaian Kompetensi (TPK) merupakan target ketuntasan minimal untuk setiap aspek penilaian mata pelajaran.

PENJELASAN TABEL NILAI MATA PELAJARAN 3. Kolom angka pada nilai diisi dengan angka dalam skala 10-100. • Penilaian kegiatan pengembangan diri dilakukan secara kualitatif. ”PENJELASAN TENTANG PENGOLAHAN NILAI RAPOR TERTUANG PADA PETUNJUK PENGELOLAAN RAPOR” 4. Sosialisasi KTSP 306 . dan predikat yang telah dicapai oleh peserta didik. Catatan Guru merupakan deskripsi pencapaian kompetensi peserta didik. ”CONTOH DESKRIPSI CATATAN GURU TERTUANG DALAM PETUNJUK PENGELOLAAN RAPOR” Sosialisasi KTSP TABEL NILAI PENGEMBANGAN DIRI Penjelasan : • Jenis pengembangan diri diisi sesuai dengan pilihan kegiatan yang dipilih oleh peserta didik. Nilai merupakan rerata nilai masing-masing aspek penilaian setiap mata pelajaran. • Keterangan merupakan uraian kemampuan. prestasi.

dan tanggung jawab. Sosialisasi KTSP TABEL KETIDAKHADIRAN Sosialisasi KTSP 307 .KOTAK PERILAKU Penjelasan : Kotak perilaku diisi penjelasan tentang rangkuman catatan guru bimbingan konseling yang berkaitan dengan perilaku peserta didik. kerapian. kedisiplinan. Contoh: kerajinan. kebersihan. kesantunan. keaktifan.

Kenaikan kelas dilaksanakan satuan pendidikan pada setiap akhir tahun.Jika karena alasan yang kuat. emosi atau mental sehingga tidak mungkin berhasil dibantu mencapai kompetensi yang ditargetkan.Memperoleh nilai kurang dari kategori baik pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia b. dan c. a. apabila yang bersangkutan telah mencapai kriteria ketuntasan minimal. 2. Peserta didik dinyatakan naik kelas. ”PENJELASAN CARA PENGHITUNGAN KETUNTASAN MATA PELAJARAN SAMPAI AKHIR TAHUN PELAJARAN TERTUANG PADA PETUNJUK PENGELOLAAN RAPOR” Sosialisasi KTSP 308 . Peserta didik dinyatakan harus mengulang di kelas yang sama bila.Jika peserta didik tidak menuntaskan standar kompetensi dan kompetensi dasar lebih dari empat mata pelajaran sampai pada batas akhir tahun pelajaran. Sosialisasi KTSP MEKANISME KENAIKAN KELAS 3. misal karena gangguan kesehatan fisik.MEKANISME KENAIKAN KELAS 1.

Ketika mengulang di kelas yang sama. minimal sama dengan yang dicapai pada tahun sebelumnya. dan standar kompetensi yang ketuntasan belajar minimumnya sudah dicapai. kompetensi dasar. Sosialisasi KTSP DIVERSIFIKASI RAPOR KTSP Rapot KTSP ini sebagai model. nilai peserta didik untuk semua indikator. Dinas pendidikan dan atau satuan pendidikan dapat mengembangan rapor sesuai dengan kebutuhan KTSP yang dikembangkan berdasarkan petunjuk pengelolaan rapor Sosialisasi KTSP 309 .MEKANISME KENAIKAN KELAS 4.

CONTOH DAFTAR NILAI DENGAN PEMBOBOTAN Sosialisasi KTSP CONTOH DAFTAR NILAI DENGAN PEMBOBOTAN Sosialisasi KTSP 310 .

Selesai Sosialisasi KTSP 311 .

312 .

Departemen Pendidikan Nasional Materi 19 Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal Sosialisasi KTSP PENETAPAN KKM ANALISIS PENCAPAIAN KKM Sosialisasi KTSP 313 1 .

RAMBU-RAMBU KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100 Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100 Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBS Sosialisasi KTSP MEKANISME/LANGKAH-LANGKAH : KKM INDIKATOR KKM KD KKM MP KKM SK Sosialisasi KTSP 314 2 .

1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsurunsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Daya dukung Intake Nilai KKM Sosialisasi KTSP 315 3 .KRITERIA PENETAPAN KKM • Kompleksitas (Kesulitan & Kerumitan) • Daya dukung • Intake siswa PENETAPAN KKM : menggunakan Format A Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas 1.

Intake : . Dengan memberikan point pada setiap kriteria yang ditetapkan : 1.Sedang = 2 . daya dukung tinggi dan intake sedang nilainya adalah rata-rata setiap nilai dari kriteria yang kita tentukan.Tinggi = 3 .Daya dukung : 3.Rendah = 1 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah.Sedang = 65-80 .Rendah = 50-64 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas sedang.Sedang = 65-80 .Tinggi = 81-100 . Sosialisasi KTSP 316 4 .Kompleksitas : 2.89 9 Sosialisasi KTSP MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI B. daya dukung tinggi dan intake siswa sedang nilainya adalah: (3 + 3 + 2) x 100 = 88. Intake : .Rendah = 1 .Rendah = 50-64 .Tinggi = 50-64 .MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI A.Rendah = 3 .Tinggi = 1 .Sedang = 2 .Rendah = 81-100 . Daya dukung : 3. Dalam menentukan rentang nilai dan menentukan nilai dari setiap kriteria perlu kesepakatan dalam forum MGMP di Sekolah.Sedang = 2 .Sedang = 65-80 . Kompleksitas : 2.Tinggi = 3 .Tinggi = 81-100 . Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kriteria: 1.

Rendah 3. Tingkat Kompleksitas Tinggi.Tinggi . bila dalam pelaksanaannya menuntut : • SDM memahami Kompetensi yang harus dicapai Siswa kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran. Sosialisasi KTSP TINGKAT KOMPLEKSITAS (Kesulitan & Kerumitan) setiap IP/KD yang harus dicapai oleh siswa.Sedang .Tinggi .Sedang . Sosialisasi KTSP 317 5 . Kompleksitas : . • WAKTU cukup lama karena perlu pengulangan • PENALARAN dan KECERMATAN siswa yang tinggi. daya Dukung tinggi dan intake siswa sedang maka dapat dikatakan hanya satu komponen yang mempengaruhi untuk mencapai ketuntasan maksimal 100 yaitu intake sedang. Jadi guru dapat mengurangi nilai menjadi antara 90 – 80.Sedang . Intake : .MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI C. Dengan memberikan pertimbangan professional judgment pada setiap kriteria untuk menetapkan nilai : 1. Daya dukung : .Tinggi .Rendah 2.Rendah Contoh : Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah.

sarana dan prasarana pendidikan yang sangat dibutuhkan. test seleksi masuk atau psikotes KKM Kelas XI dan XII didasarkan pada tingkat pencapaian KKM siswa pada semester atau kelas sebelumnya Sosialisasi KTSP 318 6 . kepedulian stakeholders sekolah. NUN. Rapor kelas 3 SMP. manajemen sekolah.KEMAMPUAN SUMBERDAYA PENDUKUNG: yaitu ketersediaan tenaga. Sosialisasi KTSP INTAKE (TINGKAT KEMAMPUAN RATA-RATA) SISWA : KKM Kelas X didasarkan pada hasil seleksi PSB. BOP.

1.77 Sedang 75 tinggi 90 sedang 70 78. Mendeskripsikan Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas Daya dukung Intake Nilai KKM hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Rendah 3 74 tinggi 3 sedang 2 88.9 tinggi 1 sedang 2 sedang 2 55.3 Sedang 78 tinggi 85 sedang 70 77.6 319 7 .3 tinggi 55 sedang 80 sedang 70 68. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Sosialisasi KTSP 74.FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator 1.8 Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleks itas Daya dukung Intake Nilai KKM 1.6 Sedang 2 tinggi 3 sedang 2 77.1.

6. 4. Kewarganegaraan Bhs Indonesia Bahasa Inggris Matematika Seni Budaya. 5.PENULISAN KKM PADA LHBS LAPORAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Nama Sekolah : ……………………………… Tahun Pelajaran : ……………………………… Nilai Hasil Belajar Pengetahuan dan Pemahaman Konsep Angka 1. Sosialisasi KTSP 320 8 . Pendidikan Agama Pendk. Manfaat Analisis : Sebagai dasar untuk menetapkan KKM pada tahun berikutnya.dst 75 75 70 65 60 78 80 80 70 70 60 Huruf Delapan puluh Delapan puluh Tujuh puluh Tujuh puluh Enam puluh Nama Siswa : ………………………………… Nomor Induk : ………………………………… Kelas/Semester : XI IA /1 Kriteria Ketuntasan Minimal *) No Mata Pelajaran Praktik Angka 75 65 75 Huruf Tujuh puluh lima Enam puluh lima Sikap/ Afektif Predikat B B B B B B - Sosialisasi KTSP Tujuan Analisis : Mengetahui tingkat ketercapaian KKM yang telah ditetapkan. 3. 2.

Selesai Sosialisasi KTSP 321 9 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful