Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) SMP

PowerPoint

Departemen Pendidikan Nasional
Jakarta, Januari 2007

ii

KATA PENGANTAR

Marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita bangsa Indonesia telah rnemiliki Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang merupakan tuntutan pelaksanaan pembaharuan pendidikan yang diharapkan dapat mendukung segala upaya untuk memecahkan masalah pendidikan. Dalam proses pembelajaran, kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat penting, selain guru, sarana dan prasarana pendidikan lainnya. Oleh karena itu, kurikulum digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan dan sekaligus sebagai salah satu indikator mutu pendidikan. Di Indonesia tercatat telah lima kali revisi kurikulum pendidikan dasar dan menengah, yaitu pada tahun 1968, tahun 1975, tahun 1984, tahun 1994 dan ujicoba kurikulum tahun 2004. Revisi kurikulum tersebut bertujuan untuk mewujudkan kurikulum yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, guna mengantisipasi perkembangan jaman, serta untuk memberikan guideline atau acuan bagi penyelenggaraan pembelajaran di satuan pendidikan. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa, pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, dan kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Selanjutnya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, disebutkan bahwa standar yang terkait langsung dengan kurikulum adalah Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, dan telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKI, tersebut di atas. Berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta panduan yang disusun oleh BSNP, maka Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah diharapkan dapat mengembangkan Kurikilum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan peserta didik.

iii

Mengingat bahwa SI, SKL dan KTSP ini harus sudah dilaksanakan oleh semua satuan pendidikan dasar dan menengah pada tahun ajaran 2009/2010, maka kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI , SKL dan pengembangan KTSP bagi para pendidik, tenaga kependidikan dan para pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan lainnya harus dilakukan kordinasi dan sinergi dengan semua fihak yang terkait, dan segera dilaksanakan secara terencana, terpadu dan berkelanjutan. Untuk itulah maka disusun bahan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP yang telah disinkronkan bersama dengan Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, serta Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional. Selanjutnya semua kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP tersebut supaya menggunakan bahan yang telah disiapkan ini, sehingga dapat memperlancar dalam mengembangkan KTSP di masing-masing satuan pendidikan dengan baik. Oleh karena itu, semua lapisan masyarakat yang terkait dengan pendidikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik sebagai pengambil kebijakan, pelaksana, maupun masyarakat umum hendaknyamemiliki pemahaman yang baik terhadap perubahan kebijakan tentang kurikulum tersebut. Dengan kesetaraan pemahaman tersebut seluruh upaya peningkatan mutu pendidikan nasional akan mendapatkan dukungan dari segala penjuru dan hal ini akan menjamin keberhasilannya.

Jakarta, Januari 2007 Menteri Pendidikan Nasional

Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA

iv

Daftar Isi

Kata Pengantar.............................................................. iii Daftar Isi ..................................................................... v I.
1. 2. 3.

K ebijakan ....................................................................

Undang–Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional..................................................... 3 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan......................................... 15 Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005 - 2009...................................................... 35

1

II. tandar Isi (SI) dan Standar Kompetensi S L ulusan (SKL) ...................................................
4. 5. 6.

55 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI)............................................... 57 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan (SKL).................. 73 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Kelulusan (SKL)......................................... 81

III. urikulum Tingkat Satuan Pendidikan K ( KTSP)........................................................................

87 7. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi............... 89 8. Penyusunan KTSP...................................................... 97 9. Pengembangan Silabus.............................................. 123 10. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)...................................................................... 141

IV. odel-Model Kurikulum.......................................... 147 M

11. Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal....... 149 12. Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah................................. 159

V.

13. Pembelajaran IPA Terpadu SMP .................................. 175 14. Pembelajaran IPS Terpadu SMP .................................. 181

P embelajaran Terpadu............................................ 173

VII. embelajaran Efektif................................................ 185 P
15. Pembelajaran Berbasis Kontekstual 1........................... 187 16. Pembelajaran Berbasis Kontekstual 2........................... 205
v

VII. Penilaian Hasil Belajar........................................... 227
17. Rancangan Penilaian Hasil Belajar...............................

229

VIII. engembangan Bahan Ujian................................... 255 P

18. Pengembangan Bahan Ujian & Analisis Hasil Ujian......... 257

IX. aporan Hasil Belajar (LHB).................................. 301 L
19. Penyusunan Laporan Hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SMP...................................................... 303 20. Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal......................... 313

vi

KEBIJAKAN 1.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) I. 1 . 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional. Peraturan Pemerintah No. Undang-Undang No. 2. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 3. Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009.

2 .

2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Sosialisasi KTSP KTSP Sosialisasi DASAR & FUNGSI PENDIDIKAN NASIONAL Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa Sosialisasi KTSP 3 .Departemen Pendidikan Nasional Materi 1 UNDANG–UNDANG NO. 20 TH.

Sosialisasi KTSP PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. – berakhlak mulia. dan – menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. nilai kultural. pembentukan watak dan kepribadian. berilmu. dan kemajemukan bangsa. sehat. mandiri. kreatif. – Pendidikan sistem terbuka: fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian program lintas satuan dan jalur pendidikan – Pendidikan multimakna: proses pendidikan yang diselenggarakan dengan berorientasi pada pembudayaan. pemberdayaan. cakap. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. nilai keagamaan.TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: – beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. serta berbagai kecakapan hidup Sosialisasi KTSP 4 .

yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. Sosialisasi KTSP HAK PESERTA DIDIK a. Sosialisasi KTSP 5 . Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. f. e. c. mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. menulis. menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan.PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. membangun kemauan. d. minat. mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama b. mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. dan kemampuannya.

KEWAJIBAN PESERTA DIDIK menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK). Raudhatul Athfal (RA). dan/atau informal. kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. atau bentuk lain yang sederajat. a. b. ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan. Sosialisasi KTSP 6 . – Diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai usia 6 tahun dan bukan prasyarat masuk pendidikan dasar Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal. nonformal. Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar.

dan madrasah aliyah kejuruan (MAK).PENDIDIKAN DASAR Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. Pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas (SMA). madrasah aliyah (MA). Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN MENENGAH Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. sekolah menengah kejuruan (SMK). atau bentuk lain yang sederajat. Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs). atau bentuk lain yang sederajat. Sosialisasi KTSP 7 . Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan.

dan pengendalian mutu pendidikan. sarana dan prasarana. mental. Pengembangan standar nasional pendidikan serta pemantauan dan pelaporan pencapaiannya secara nasional dilaksanakan oleh suatu badan standardisasi. pengelolaan. emosional. dan pembiayaan. masyarakat adat yang terpencil. dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. sosial. sarana dan prasarana. Sosialisasi KTSP STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum. kompetensi lulusan. dan/atau mengalami bencana alam. pembiayaan. Sosialisasi KTSP 8 . pengelolaan. Dapat diselenggarakan secara inklusif atau berupa satuan pendidikan khusus Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang. proses. penjaminan. bencana sosial. dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. dan tidak mampu dari segi ekonomi.

Pengembangan kurikulum secara berdiversifikasi dimaksudkan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di daerah Sosialisasi KTSP 9 . Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan.KURIKULUM: PENGERTIAN DASAR Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Sosialisasi KTSP KURIKULUM 1. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. potensi daerah. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. isi. 2. dan peserta didik.

teknologi. b. peningkatan potensi. e. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. agama. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. dan j. peningkatan iman dan takwa.KURIKULUM 3. h. g. f. d. keragaman potensi daerah dan lingkungan. Sosialisasi KTSP 10 . tuntutan dunia kerja. peningkatan akhlak mulia. kecerdasan. dan seni. c. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. dinamika perkembangan global. perkembangan ilmu pengetahuan. dan minat peserta didik. Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. Sosialisasi KTSP Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. i.

dan evaluasi program pendidikan melalui dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah. matematika. f. pendidikan agama. c. d. pengawasan. dan muatan lokal. ilmu pengetahuan sosial. e. pendidikan jasmani dan olahraga. komunitas sekolah. g. i. serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan. Sosialisasi KTSP 11 . keterampilan/kejuruan. pendidikan kewarganegaraan. Sosialisasi KTSP DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH PENGERTIAN DASAR Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik.MUATAN WAJIB KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH a. h. bahasa. ilmu pengetahuan alam. b. Masyarakat berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan yang meliputi perencanaan. j. seni dan budaya.

arahan dan dukungan tenaga. Sosialisasi KTSP 12 . sebagai lembaga mandiri.DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH Dewan pendidikan sebagai lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan. serta pengawasan pendidikan pada tingkat nasional. Komite sekolah/madrasah. Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses. dan jenis pendidikan. kemajuan. serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. provinsi. dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik. satuan. dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan. sarana dan prasarana. Sosialisasi KTSP EVALUASI Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. sarana dan prasarana. arahan dan dukungan tenaga. dan kabupaten/kota yang tidak mempunyai hubungan hirarkis. dan program pendidikan pada jalur formal dan nonformal untuk semua jenjang. lembaga.

Masyarakat dan/atau organisasi profesi dapat membentuk lembaga yang mandiri untuk melakukan evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. jalur. transparan. Pemerintah dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola.EVALUASI Evaluasi peserta didik. dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan. dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 13 . jenjang. satuan. satuan pendidikan. dan jenis pendidikan. menyeluruh.

14 .

kompetensi mata pelajaran. kompetensi bahan kajian. standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. b. a. c.Departemen Pendidikan Nasional Materi 2 PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Sosialisasi KTSP KTSP Sosialisasi LINGKUP SNP 1. Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. 2. dan keterampilan. Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi: Sosialisasi KTSP 15 . standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental. standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. d. pengetahuan. serta pendidikan dalam jabatan.

standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. bengkel kerja. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. f. dan sertifikasi. nasional. provinsi. standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar. kabupaten/kota. akreditasi. Sosialisasi KTSP 16 . tempat berkreasi dan berekreasi. g. dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. dan h. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. prosedur. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana. laboratorium. standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. 4.LINGKUP SNP Lanjutan e. pelaksanaan. tempat beribadah. tempat bermain. Untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan dilakukan evaluasi. terarah. tempat berolahraga. perpustakaan. dan global. serta sumber belajar lain. Sosialisasi KTSP LINGKUP SNP Lanjutan 3.

Kurikulum untuk jenis pendidikan keagamaan formal terdiri atas kelompok mata pelajaran yang ditentukan berdasarkan tujuan pendidikan keagamaan. kejuruan. e. b. Standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 1. c. Sosialisasi KTSP 17 . Kurikulum untuk jenis pendidikan umum. dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: a. dan kalender pendidikan/akademik. beban belajar. d. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. 2. Satuan pendidikan nonformal dalam bentuk kursus dan lembaga pelatihan menggunakan kurikulum berbasis kompetensi yang memuat pendidikan kecakapan hidup dan keterampilan. kelompok mata pelajaran jasmani. olah raga. 2. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. dan kesehatan.STANDAR ISI 1. 3. kelompok mata pelajaran estetika. kurikulum tingkat satuan pendidikan. Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum.

SMA/MA/ SMALB/ Paket C. Sosialisasi KTSP 18 . Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 7. SMK/MAK. kewarganegaraan. seni dan budaya. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. Kurikulum dan silabus SD/MI/SDLB/Paket A. Semua kelompok mata pelajaran sama pentingnya dalam menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah.KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 4. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SD/MI/SDLB/Paket A. SMK/MAK. kewarganegaraan. kecakapan berhitung. akhlak mulia. kepribadian. ilmu pengetahuan dan teknologi. estetika. 8. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia pada SD/MI/SDLB/Paket A. Setiap kelompok mata pelajaran dilaksanakan secara holistik sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran mempengaruhi pemahaman dan/atau penghayatan peserta didik. dan kesehatan. 6. atau bentuk lain yang sederajat menekankan pentingnya kemampuan dan kegemaran membaca dan menulis. 5. SMA/MA/SMALB/ Paket C. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. jasmani. olah raga. bahasa. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. dan pendidikan jasmani. serta kemampuan berkomunikasi. SMP/MTs/SMPLB/ Paket B.

SMK/MAK. keterampilan/kejuruan. pendidikan kesehatan. 13. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. dan muatan lokal yang relevan. Kompetensi tersebut terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar. dan muatan lokal yang relevan. serta muatan lokal yang relevan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. matematika. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 10. ilmu pengetahuan alam. matematika. SMK/MAK. ilmu pengetahuan alam. SMK/ MAK. Sosialisasi KTSP 19 . 12. matematika. matematika. ilmu pengetahuan sosial. Kelompok mata pelajaran estetika pada SD/MI/SDLB/Paket A.KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 9. olahraga. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. ilmu pengetahuan sosial. c. SMA/MA/SMALB/ Paket C. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. serta muatan lokal yang relevan. seni dan budaya. Kelompok mata pelajaran jasmani. serta muatan lokal yang relevan. dan muatan lokal yang relevan. ilmu pengetahuan alam. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada : a. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. ilmu pengetahuan alam. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. kejuruan. SMA/MA/SMALB/Paket C. keterampilan/kejuruan. 11. dan kesehatan pada SD/MI/SDLB/ Paket A. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. teknologi informasi dan komunikasi. ilmu pengetahuan sosial. SD/MI/ SDLB/Paket A. keterampilan. olah raga. b. ilmu pengetahuan sosial. teknologi informasi dan komunikasi. keterampilan/kejuruan. SMA/MA/SMALB/Paket C. d. ilmu pengetahuan alam. keterampilan.

sesuai kebutuhan dan ciri khas masingmasing. praktek keterampilan. Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat menggunakan jam pembelajaran setiap minggu setiap semester dengan sistem tatap muka. atau bentuk lain yang sederajat dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester (SKS). praktek keterampilan. Beban belajar untuk SD/MI/SDLB. 3. Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. Sosialisasi KTSP 20 . SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori standar dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. penugasan terstruktur. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 4. 2. dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. SMA/MA/SMLB. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan kredit semester. MI/MTs/MA atau bentuk lain yang sederajat dapat menambahkan beban belajar untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian sesuai dengan kebutuhan dan ciri khasnya. Beban belajar untuk SMP/MTs/SMPLB. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. SMP/MTs/SMPLB. 6.BEBAN BELAJAR 1. 5. dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan.

kecakapan sosial. Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Pendidikan kecakapan hidup yang mencakup kecakapan pribadi. dan kesehatan.BEBAN BELAJAR 7. SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. olah raga. kecakapan akademik. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 11. 8. dan kecakapan vokasional. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup. Sosialisasi KTSP 21 . Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat dan kurikulum untuk SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat. kelompok mata pelajaran pendidikan estetika. 9. 12. Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi.

dan kesehatan. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. Sosialisasi KTSP 22 . 14. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori standar. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori mandiri. 2. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. olah raga. pendidikan kelompok mata pelajaran estetika. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah keagamaan berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. Panduan ini berisi sekurang-kurangnya: a. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 1.BEBAN BELAJAR 13. b. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Panduan ini berisi sekurangkurangnya model-model kurikulum satuan pendidikan keagamaan jenjang pendidikan dasar dan menengah.

dan MAK. SMP/MTs/SMPLB. Sosialisasi KTSP 23 . MA. Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 5. MTs.KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 3. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan tersebut sekurang-kurangnya meliputi model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem paket dan model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem kredit semester. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. SMA/MA/SMALB. di bawah supervisi dinas kabupaten/ kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan untuk SD. SMK/MAK. 4. atau madrasah dan komite madrasah. Kurikulum tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB. SMP. Sekolah dan komite sekolah. dan C ditetapkan oleh dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan berdasarkan kerangka dasar kurikulum sesuai dengan peraturan pemerintah ini dan standar kompetensi lulusan. dan peserta didik. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. 6. Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya untuk program paket A. potensi daerah/karakteristik daerah. dan SMK. atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. SMA. B. sosial budaya masyarakat setempat.

• Kompetensi lulusan mencakup sikap. waktu pembelajaran efektif. pengetahuan. dan hari libur. dan keterampilan. • Kompetensi lulusan untuk mata pelajaran bahasa menekankan pada kemampuan membaca dan menulis yang sesuai dengan jenjang pendidikan. Hari libur dapat berbentuk jeda tengah semester selama-lamanya satu minggu dan jeda antar semester. Kalender pendidikan/kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran. Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. minggu efektif belajar.KALENDER PENDIDIKAN 1. • Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. Sosialisasi KTSP 24 . 2.

serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. ahklak mulia. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. – penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. ahklak mulia. pengetahuan.STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan. pengetahuan. kepribadian. • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. dan – penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. ahklak mulia. • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. Sosialisasi KTSP STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN • Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: – penilaian hasil belajar oleh pendidik. kepribadian. pengetahuan. Sosialisasi KTSP 25 . kepribadian.

Penilaian ini digunakan untuk: – menilai pencapaian kompetensi peserta didik. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 3. dan b.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 1. dan ulangan kenaikan kelas. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: a. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. 2. olah raga. ulangan akhir semester. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai 4. ujian. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ulangan. dan – memperbaiki proses pembelajaran. 5. kemajuan. pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik. – bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. Sosialisasi KTSP 26 . dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. ulangan tengah semester. ulangan. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. serta b. ulangan. penugasan. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. dan kesehatan dilakukan melalui: a.

dan e. dan kesehatan merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. b. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN 1. kelompok mata pelajaran jasmani. c. d.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 6. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. kelompok mata pelajaran estetika. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. dan kelompok mata pelajaran jasmani. olahraga. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. 3. dan kesehatan. kelompok mata pelajaran estetika. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah BSNP menerbitkan panduan penilaian untuk: a. Penilaian akhir mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik oleh pendidik Sosialisasi KTSP 27 . 2. olah raga.

olah raga. 5. Sosialisasi KTSP 28 . dan akuntabel. pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Ujian nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan melalui ujian sekolah/madrasah untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. berkeadilan. Untuk dapat mengikuti ujian sekolah/madrasah. Penilaian ini bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional. peserta didik harus mendapatkan nilai yang sama atau lebih besar dari nilai batas ambang kompetensi yang dirumuskan oleh BSNP. 2. Ujian nasional dilakukan secara obyektif.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN 4. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 1. 3. serta kelompok mata pelajaran jasmani. dan kesehatan. kelompok mata pelajaran estetika.

Setiap peserta didik jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan pendidikan jalur nonformal kesetaraan berhak mengikuti ujian nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan. Peserta ujian nasional memperoleh surat keterangan hasil ujian nasional yang diterbitkan oleh satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional. d. 5. pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. 7. Setiap peserta didik wajib mengikuti satu kali ujian nasional tanpa dipungut biaya. penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan. 8.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 4. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 6. b. pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sosialisasi KTSP 29 . c. dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. Hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk: a. Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti ujian nasional setelah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh BSNP.

6. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. dan mata pelajaran kejuruan yang menjadi ciri khas program pendidikan. 7. Matematika. Pada program paket B. Bahasa Inggris. Pada jenjang SD/MI/SDLB. dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan. Matematika. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).UJIAN NASIONAL Mata pelajaran yang diujikan: 1. 2. Matematika. 3. atau bentuk lain yang sederajat. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. Pada jenjang SMP/MTs/SMPLB. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Matematika. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada program paket C. Pada SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. Bahasa Inggris. 4. Matematika. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Bahasa Inggris. Sosialisasi KTSP 30 . Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. Pada program paket A. dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. Pada jenjang SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan. Matematika. Bahasa Inggris. Bahasa Inggris. Sosialisasi KTSP UJIAN NASIONAL 5. atau bentuk lain yang sederajat. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Matematika.

dan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas.KELULUSAN Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a. dan kelompok mata pelajaran jasmani. lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan. 3. dan d. 2. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Sosialisasi KTSP PENJAMINAN MUTU 1. kelompok mata pelajaran estetika. lulus Ujian Nasional. dan kesehatan. b. c. sistematis. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Sosialisasi KTSP 31 . olah raga. Penjaminan mutu pendidikan bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan. menyelesaikan seluruh program pembelajaran. Penjaminan mutu pendidikan dilakukan secara bertahap.

Menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama mensupervisi dan membantu satuan pendidikan keagamaan melakukan penjaminan mutu. 6. dan BAN-PT memberikan rekomendasi penjaminan mutu pendidikan kepada program dan/atau satuan pendidikan yang diakreditasi. LPMP mensupervisi dan membantu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam melakukan upaya penjaminan mutu pendidikan. Sosialisasi KTSP PENJAMINAN MUTU 7. LPMP bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Perguruan tinggi. Sosialisasi KTSP 32 . BAN-PNF. 8.PENJAMINAN MUTU 4. jenjang dan jalur pendidikan. Pemerintah Provinsi mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu. Menteri menerbitkan pedoman program penjaminan mutu satuan pendidikan pada semua jenis. BAN-S/M. 9. 5. dan kepada Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (6). Pemerintah Kabupaten/Kota mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu. 10.

12. Penyelenggaraan satuan pendidikan yang tidak mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan ini dapat memperoleh pengakuan dari Pemerintah atas dasar rekomendasi dari BSNP.PENJAMINAN MUTU 11. Rekomendasi dari BSNP tersebut didasarkan pada penilaian khusus. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 33 .

34 .

(2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Amanat Undang-Undang No. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia … Amanat Pasal 31 UUD 1945 (1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. 2 • • 35 . serta (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. 25 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (2004-2009) Pendidikan ditetapkan sebagai salah satu prioritas dalam agenda utama pembangunan nasional.2009 1 PENDAHULUAN • • Amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) … melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum.Materi 3 RENCANA STRATEGIS DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2005 . yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. mencerdaskan kehidupan bangsa. yang diatur dengan UndangUndang (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.

Pendidikan Non Formal 5. Penyelesaian tindak lanjut temuan-temuan pemeriksaan Itjen. Intensifikasi tindakan-tindakan preventif oleh Itjen 37. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengelola pendidikan 12. Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Kegiatan Pokok Pemerintah 13. Program Pengelolaan Sumberdaya Manusia Aparatur 7. Pengembangan sekolah berbasis keunggulan lokal di setiap Kab/Kota 22. Perluasan akses SMA/SMK dan SMA terpadu 21. Intensifikasi dan ekstensifikasi pemeriksaan oleh Itjen. Pembangunan sekolah bertaraf internasional di setiap propinsi dan/atau kabupaten/kota 11. Pendidikan Tinggi 5. vokasi. Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraan dan Kepemerintahan 6. Kepegawaian. Penataan regulasi pengelolaan pendidikan 32. Pemanfaatan ICT sebagai media pembelajaran jarak jauh 26. Aset. 7. Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 3 PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 7.utamaan Gender dan Anak 4. Pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan 6. BPKP. Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 3. Perluasan pendidikan kecakapan hidup 17.PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 1. Manajemen Pelayanan Pendidikan Program-program lainnya 1.5 Tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan KKN 36. 3. BPKP. Peningkatan kapasitas dan kompetensi aparat dalam perencanaan dan pengangaran 30. Peningkatan ketaatan aparat pada peraturan perundang-undangan 33. Penjaminan mutu secara terprogram dengan mengacu kepada SNP 16. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan 27. Pengembangan guru sebagai profesi 18. Peningkatan peran serta masyarakat dalam perluasan akses SMA/SMK/SM Terpadu. dan PT 14. 6. 23. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) – TK. Perluasan akses PT Mendorong jumlah jurusan di PT yang masuk dalam 100 besar Asia Akselerasi jumlah program studi kejuruan. 4. Peningkatan kapasitas dan kompetensi managerial aparat 31. Peningkatan pencitraan publik 34. Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan 2. MTs 8. dan BPK 39. Pendidikan Keterampilan Hidup 20. Pengembangan aplikasi SIM secara terintegrasi (Keuangan. Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Negara 5. 24. KB. Pelaksanaan Inpres No. Perluasan dan peningkatan mutu akreditasi 19. SMP. MI. Perbaikan sarana dan prasarana 28. 1. Kegiatan Pokok Pemerintah Perluasan akses PAUD Pendanaan biaya operasi wajar Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan wajar Rekrutmen pendidik dan tenaga kependidikan (program wajar) Perluasan akses pendidikan wajar pada jalur nonformal Perluasan akses SLB dan sekolah inklusif Pengembangan sekolah wajar layanan khusus bagi daerah terpencil/kepulauan yang berpenduduk jarang dan terpencar. 2. dan data lainnya) 8. TPA Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun – SD. RA. 25. 3. Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 9. Program Penguatan Kelembagaan Pengarus. 2. Peningkatan SPI berkoordinasi dengan BPKP dan BPK 29. SLB. dan profesi Peningkatan jumlah dan mutu publikasi ilmiah dan HAKI 4. dan BPK 38. Implementasi dan penyempurnaan SNP oleh BSNP 15. Pendidikan Menengah 10. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pemeriksaan aparat Itjen 35. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara 4 36 .

tercantum bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak mengarahkan. Tata Nilai Departemen Pendidikan Nasional 5 AMANAT UNDANG-UNDANG NO 20/2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. membantu. dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. membimbing. Visi Pendidikan Nasional C.DASAR KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL A. Misi Pendidikan Nasional D. Amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 B. 6 37 .

tidak diskriminatif. TUJUAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 1. Meningkatkan kualitas jasmani. 4. jenis kelamin. 5. 5.PASAL 4 UU 20/2003 Tentang SISDIKNAS: PRINSIP-PRINSIP DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN 1. nilai kultural. 4. dan kemajemukan bangsa. 3. 6. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. status sosial-ekonomi. dan demokratis tanpa membedakan tempat tinggal. dan akhlak mulia. 8 38 . Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. Meningkatkan pemerataan kesempatan belajar pada semua jalur. dan kelainan fisik. kelompok etnis. Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. 2. 3. agama. Meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. mental serta intelektual. Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. membangun kemauan. menulis. Meningkatkan iman. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Meningkatkan sensitifitas dan kemampuan ekspresi estetis. dan jenjang pendidikan bagi semua warga negara secara adil. takwa. nilai keagamaan. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. 7 2. jenis. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. emosi.

Memperluas akses pendidikan non-formal bagi penduduk laki-laki maupun perempuan yang belum sekolah. mampu belajar sepanjang hayat. terampil. putus sekolah dalam dan antar jenjang serta penduduk lainnya yang ingin meningkatkan pengetahuan. dan relevan sebagai landasan yang kokoh bagi pengembangan kualitas manusia Indonesia. 8. tidak pernah sekolah. Menurunkan secara signifikan jumlah penduduk buta aksara. bermutu. Menuntaskan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun secara efisien. Meningkatkan kualitas pendidikan dengan tersedianya standar pendidikan nasional dan Standar Pelayanan Minimal (SPM). 7. serta memiliki kecakapan hidup yang dapat membantu dirinya dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan. serta meningkatkan kualifikasi minimun dan sertifikasi bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan lainnya. Meningkatkan relevansi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan melalui peningkatan hasil penelitian. buta aksara.6. 10. ahli dan profesional. bermutu. dan keterampilan. kemampuan. 10 39 . 11. Meningkatkan daya saing bangsa dengan menghasilkan lulusan yang mandiri. 9 9. pengembangan dan penciptaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh perguruan tinggi serta penyebarluasan dan penerapannya pada masyarakat.

peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan.12. Menata sistem pengaturan dan pengelolaan pendidikan yang semakin efisien. 13. dan nepotisme untuk mewujudkan Pemerintah yang bersih dan berwibawa. 14. 11 VISI Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas manajemen pelayanan pendidikan melalui peningkatan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah. Sejalan dengan Visi Pendidikan Nasional tersebut. kolusi. produktif. serta efektivitas pelaksanaan otonomi dan desentralisasi pendidikan termasuk otonomi keilmuan. dan demokratis dalam suatu tata kelola yang baik dan akuntabel. Depdiknas berhasrat untuk pada tahun 2025 menghasilkan: INSAN INDONESIA CERDAS DAN KOMPETITIF (Insan Kamil / Insan Paripurna) 12 40 . Mempercepat pemberantasan korupsi.

berdaya-tahan. keterampilan. •Aktualisasi insan adiraga. •Berkepribadian unggul dan gandrung akan keunggulan •Bersemangat juang tinggi •Mandiri •Pantang menyerah •Pembangun dan pembina jejaring •Bersahabat dengan perubahan •Inovatif dan menjadi agen perubahan •Produktif •Sadar mutu •Berorientasi global •Pembelajar sepanjang hayat Makna Insan Indonesia Kompetitif Cerdas emosional & sosial Kompetitif Cerdas intelektual Cerdas kinestetis 13 MISI 1. serta –berwawasan kebangsaan dengan kesadaran akan hak dan kewajiban warga negara. 4. dan 5. –demokratis. terampil. ketakwaan dan akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur dan kepribadian unggul. meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. Depdiknas untuk tahun 2005 – 2009 menetapkan Misi sebagai berikut: MEWUJUDKAN PENDIDIKAN YANG MAMPU MEMBANGUN INSAN INDONESIA CERDAS KOMPREHENSIF DAN KOMPETITIF. membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. 14 41 . 2. serta kompetensi untuk mengekspresikannya. •Beraktualisasi diri melalui interaksi sosial yang: –membina dan memupuk hubungan timbal balik. meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral. •Beraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. –menghargai kebhinekaan dalam bermasyarakat dan bernegara. dan nilai berdasarkan standar nasional dan global. •Beraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatkan sensitivitas dan apresiasivitas akan kehalusan dan keindahan seni dan budaya. Selaras dengan Misi Pendidikan Nasional tersebut. –menjunjung tinggi hak asasi manusia. kreatif dan imajinatif. –ceria dan percaya diri. •Aktualisasi insan intelektual yang kritis. –empatik dan simpatik. •Beraktualisasi diri melalui olah raga untuk mewujudkan insan yang sehat.Insan Cerdas Komprehensif dan Kompetitif Makna Insan Indonesia Cerdas Komprehensif Cerdas spiritual •Beraktualisasi diri melalui olah hati/kalbu untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan. pengalaman. dan trengginas. sigap. bugar. memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI. 3. sikap.

Amanah 2. Koordinatif dan Bersinergi dalam Kerangka KerjaTim 9. Akuntabel 1. Bertanggung Jawab dan Mandiri 5. dalam rangka mencapai dan mempertahankan kondisi keunggulan OUTPUT VALUES Nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh mereka yang berkepentingan terhadap Depdiknas PENYELENGGARA DAN PENGELOLA PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN & MANAJEMEN YANG PRIMA BERORIENTASI KEPADA KEPENTINGAN PEMAKAI LAYANAN PENDIDIKAN 1. Responsif dan Aspiratif 5. dan daya saing keluaran pendidikan. Disiplin 7. Antusias dan Bermotivasi Tinggi 4. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. 2. dan citra publik pendidikan. 3. Memotivasi (Motivating) 4. relevansi. Berkeadilan. Peduli dan Menghargai orang lain 8. Belajar Sepanjang Hayat 1. Produktif (Efektif dan Efisien) 2. Kreatif 6. Peningkatan mutu. Mengilhami (Inspiring) 5. Profesional 3. Menjadi Teladan 3. Penguatan tata kelola. Taat Azas 8. Demokratis. danInklusif 15 TIGA PILAR KEBIJAKAN PENDIDIKAN 1. Dapat Dipercaya (Andal) 4. Memberdayakan (Em powering) 6. 16 42 . Gandrung Mutu Tinggi (Service Excellence) 3. Antisipatif dan Inovatif 6. akuntabilitas. Membudayakan (Cultureforming) 7.TATA NILAI PENGELOLAAN PENDIDIKAN INPUT VALUES Nilai-nilai yang diharapkan ditemukan dalam diri setiap pegawai Depdiknas PROCESS VALUES Nilai-nilai yang harus diperhatikan dalam bekerja di Depdiknas. Visioner dan Berwawasan 2.

2 27.2% Yang buta aksara 9.5 % APS 53.2 35.5 69.04 % APM 65.8 % APS 83.8 29. masalah perluasan akses lebih menonjol terjadi pada jenjang SMP/MTs Tingkat partisipasi pendidikan makin rendah pada jenjang pendidikan yang makin tinggi (2004) Kelompok usia 7-12 tahun Kelompok usia 13-15 tahun Kelompok usia SLTA Pendidikan Tinggi APS 96.2 70.1 18 43 .24 % APK 54.5 70.8 64.8 72.9 60.5 Antar Provinsi APM Dalam Provinsi 39.AKSES PENDIDIKAN Rata-rata tingkat pendidikan masyarakat masih rendah (2004) Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Rata-rata lama sekolah 7.5 29.55% Dalam rangka penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun.2 th Yang berpendidikan SLTP 36.38 % APK 14.48 % APM 93.26 % 17 Kontribusi Sumber Kesenjangan Akses Pendidikan Antar dan Intra Provinsi Sumber Kesenjangan SD/ MI SMP/ MTs SM/ MA Antar Provinsi APK Dalam Provinsi 30.

00 1995 1998 2002 Tahun 19 Laki-laki Perempuan+Laki2 2003 2004 MUTU PENDIDIKAN (2004) 1. 2.50 P ersen tase 98. 20 44 . Ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan serta kesejahteraannya yang belum memadai baik secara kuantitas maupun kualitas.00 96.00 98.00 97. serta 4. Proses pembelajaran yang belum efisien dan efektif. 3.50 96. Prasarana dan sarana belajar yang terbatas dan belum didayagunakan secara optimal. Pendanaan pendidikan yang belum memadai untuk menunjang mutu pembelajaran.50 97.Tingkat Keaksaraan Penduduk Usia 15-24 Tahun 1995-2004 Perempuan 99.

10 3.79 D3 (%) 5.33 43.58 49.33 0.18 Sarjana (%) 3.KUALIFIKASI PENDIDIK TAHUN 2002/2003 Jenjang No Pendidikan 1 2 3 4 5 6 7 8 TK SLB SD SMP SM SMA SMK PT Jumlah Guru 137.255 230.86 1.23 2.559 236.234.069 8.89 1.748 452.37 23.88 46.31 0.54 S2/S3 (%) 0.304 1.54 D2 (%) 5.33 0.62 2.55 40.14 21.57 47.17 25.16 56.39 72.46 21 RASIO PENDIDIKAN TAHUN 2002/2003 Sumber: PDIP – Balitbang.92 30.30 42.05 0.10 26.33 1.927 466.114 147.286 Ijazah Tertinggi < D1 (%) 90.35 8.06 1.45 0.03 69. 2004 22 45 .75 64.33 11.

4 3.507 Sumber: Pusat Data dan Informasi Pendidikan.143.234.260 98. Tidak Layak SMK 4 a.03 3.9 100.927 625.283 72.105 167.3 53.559 83.12 2.1 32.864 % 34.237 9.3 4.070 584.832 107.440 155.7 43.424 48.0 19.967 20.29 92.00 Rusak Ringan 299.678 % 92.542 155.430 75.803 87.3 Jumlah 1.599 1.581 23.480 78.919 % 23.710 609.0 14.63 5.408 89.684 147.217 96.379 35.62 12.914 55. 2004 Kelayakan Negeri 1.283 % 7.4 23. Layak b.00 Rusak Berat 201.4 38.675 311. Layak b.GURU DAN KEPALA SEKOLAH MENURUT KELAYAKAN MENGAJAR TAHUN 2002/2003 No.258 187.6 29.811 122.598 63.7 43.114 154.34 92.0 64.412 97.631 43.0 37.217 466.0 15. Layak b.3 45. Layak b.416 4.0 56.857 41.59 5.3 23 KONDISI RUANG BELAJAR TAHUN 2003 No Bangunan/ Gedung Kondisi Bangunan Ruang Belajar Layak pakai Jumlah % 42.4 33.748 299.531 202.0 50.961 % 100.26 5.6 47.1 33.311 67.00 865.385 58.588 2.1 17.395 558.051 40.5 67.720 108. Tidak Layak SMP 2 a.643 230. Tidak Layak SMA 3 a.7 49. Tidak Layak Sumber: PDIP – Balitbang. SD 1 a.9 100.1 35.3 20.598 4.7 29.7 12.290 1 2 3 4 SD SMP SMA SMK 364.6 46.315 50.3 100.2 66.0 Swasta 91.645 27. Balitbang Depdiknas (2003) 24 46 .0 67.12 82.

TAHUN 2004 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s R er a 25 7.96 1.ANGKA MENGULANG KELAS SD MENURUT TINGKAT.93 0.07 2.68 4.82 ANGKA PUTUS SEKOLAH MENURUT JENJANG PENDIDIKAN DAN JENIS KELAMIN TAHUN 2004 6 5 4 3 2 1 0 SD SMP Laki2 SMA/SMK Rerata 26 PT Perempuan 47 .26 ta 1 2 3 4 5 6 3.92 4.

Belum didukung oleh data dan informasi yang akurat pada berbagai tingkatan pemerintahan. 2. Pentingnya pengawasan terhadap berbagai program dan kegiatan yang terkait dengan upaya pemerataan dan perluasan akses serta peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan.0 0 5 .0 0 2 .Nilai Ujian Nasional SMA Program IPA Tahun 2003/04 dan 2004/05 8 . 3.0 0 3 .0 0 4 .0 0 0 . Desentralisasi bidang pendidikan.0 0 B In d B In g g 2 0 0 3 /0 4 Mat 2 0 0 4 /0 5 27 R a ta 2 TATA KELOLA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL (2004) 1.0 0 6 . 28 48 .0 0 1 .0 0 7 .

3 Rekruitmen Pendidik dan Tenaga Kependidikan 30 49 .9 Pendidikan Kecakapan Hidup 1.12 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai Sarana Pembelajaran Jarak Jauh 1. SLB.5 Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 1. Akuntabilitas.7 Pengembangan Pendidikan Layanan Khusus bagi Anak Usia Wajar Dikdas di Daerah Bermasalah 1.11 Perluasan Akses Perguruan Tinggi 1. Relevansi.8 Perluasan akses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) PEMERATAAN & PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1.KEBIJAKAN POKOK PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL A.1 Pendanaan Biaya Operasional Wajar Dikdas 9 Tahun 1. dan Daya Saing C. dan Citra Publik. SMK/SM Terpadu. Pemerataan dan Perluasan Akses B.13 Peningkatan peran serta Masyarakat dalam Perluasan Akses SMA.10 Perluasan Akses SMA/SMK dan SM Terpadu 1. dan PT 1. 29 KEBIJAKAN DALAM PEMERATAAN DAN PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1. Peningkatan Mutu Pendidikan.6 Perluasan Akses Sekolah Luar Biasa dan Sekolah Inklusif 1. Penguatan Tata Kelola.2 Penyediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Wajar 1.4 Perluasan akses pendidikan Wajar pada jalur nonformal 1.

6 Penataan Regulasi Pengelolaan Pendidikan dan Penegakkan Hukum di Bidang Pendidikan 3. DAN PENCITRAAN PUBLIK 3.1 Implementasi dan Penyempurnaan SNP dan Penguatan Peran Badan Standar Nasional Pendidikan 2. vokasi. dan Data Lainnya) 3. Entrepreneurship. dan BPK 3. AKUNTABILITAS.8 Pengembangan Sekolah Berbasis Keunggulan Lokal di Setiap Kabupaten/Kota 31 KEBIJAKAN DALAM PENGUATAN TATA KELOLA.4 3.11 Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pemeriksaan oleh Itjen.10 Intensifikasi Tindakan tindakan Preventif oleh Inspektorat Jenderal 3. BPKP.13 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan 2.5 Penataan Ketaatan pada Peraturan Perundang .7b Peningkatan Kreativitas.8 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Pengelola Pendidikan - PENGUATAN TATA KELOLA.2 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Inspektorat Jenderal 3.b Survai Benchmarking Mutu Pendidikan Terhadap Standar Internasional 2.12 Peningkatan Jumlah dan Mutu Publikasi Ilmiah dan HAKI 2. dan Profesi 2.undangan 3.3 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Perencanaan dan Penganggaran 3. BPKP. dan Kepemimpinan Mahasiswa 2. RELEVANSI & DAYA SAING Perluasan Pendidikan Kecakapan Hidup 2. dan BPK 3.4b Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Nonformal 2. DAN DAYA SAING 2.11 Akselerasi Jumlah Program studi Kejuruan.2.1 Peningkatan Sistem Pengendalian Internal Berkoordinasi dengan BPKP dan BPK Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Manajerial Aparat 3.4a Pengembangan Guru sebagai Profesi 2.13 Pengembangan Aplikasi SIM secara Terintegrasi (Keuangan.12 Penyelesaian Tindak Lanjut Temuan -temuan Pemeriksaan Itjen.7a PENINGKATAN MUTU. BAN -PNf dan BAN-PT 2.2a Pengawasan dan Penjaminan Mutu secara Terprogram dengan Mengacu pada SNP 2.9 Pembangunan Sekolah Bertaraf Internasional di Setiap Provinsi/ Kabupaten/Kota 2.9 Pelaksanan Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan KKN 3. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK 32 50 .10 Mendorong Jumlah Jurusan di PT yang Masuk dalam 100 Besar Asia atau 500 BesarDunia 2. Kepegawaian.6 Perbaikan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana 2. RELEVANSI.5 Pengembangan Kompetensi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan 2.7 Peningkatan Citra Publik 3.3 Perluasan dan Peningkatan Mutu Akreditasi oleh BAN -SM. Aset.KEBIJAKAN DALAM PENINGKATAN MUTU.

(2) Peningkatan mutu.Periode 2015 – 2020 Daya Saing Regional D.Periode 2010 – 2015 Penguatan Pelayanan C. akuntabilitas. relevansi.Periode 2020 – 2025 Daya Saing Internasional 33 RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 2005 – 2009 Program pembangunan Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009 diarahkan pada upaya mewujudkan kondisi yang diharapkan pada tahun 2009 yang difokuskan pada: (1) Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. 34 51 . (3) Penguatan tata kelola.RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA PANJANG A. dan daya saing.Periode 2005 – 2010 Peningkatan Kapasitas dan Modernisasi B. dan citra publik.

845.306.7 9.0 12.SD / MI & yang .9 4.1 10.910.9 164.Penduduk ≥ 15 tahun yang buta aksara 15.318.961.2 11.940.827.3 12.374.279.2% lulusan Perguruan Tinggi menjadi karyawan •Kebutuhan guru 218.Program Pendidikan Menengah 4.813.3 7.Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 10.508.4 23.Program Pendidikan Tinggi 5.Terjadi kesenjangan akses pendidikan menurut kategori perkotaan & pedesaan.322.Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 7.62% (2004) 4.6 12. spritual •70% dosen dengan berpendidikan S2/S3 •50% sarana sekolah memenuhi SNP •AnggaranpendidikandariAPBN = 20% •5 prodi PT masuk dalam100 besar PT di Asia atau 500 besar dunia •Manajemen perubahan secara internal yang menjamin terjadinya perubahan secara berkelanjutan •Sistem pembiayaan berbasis kinerja (ditingkat satuan pendidikan dan pemerintah daerah) •Manajemen berbasis sekolah (MBS) mulai SD sampai dengan SM •Disiplin kerja tinggi melalui internalisasi etos kerja •Satuan dan program pendidikan yang ada pada setiap tingkatan pemerintahan mencapai status kapasitas tertinggi dan memenuhi standar SNP •Penerapan TIK secara optimal pada manajemen 35 pendidikan yang transparan dan akuntabel •Laporan Keuangan dengan opini WTS dari BPK Jumlah .Anak tidak bersekolah 3.678.202.000 orang(2005) •8.5 158.0 11.6 2005/06 2006/07 Ajaran 2007/08 2008/09 2009/10 16. APK PerguruanTinggi 14.3 23.366.Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2.725.3 4.638.8 28.601.3 6.0 27.817 temuan/kasus penyimpangan sumber dana pembangunan (1997-2004) •Desentralisasi pendidikan •Kendali pemerintah yang belum berjalan optimal karena kurang ditunjang oleh sistem informasi manajemen yang terbangun dengan baik •SNP mulai dikembangkan •Laporan Keuangan dengan opini disclaimer dari BPK RENSTRA DEPDIKNAS Tahun 2005-2009 Das Sollen •Menurunkan angka buta aksara penduduk usia > 15 hingga 5% •APK SMP/MTs= 98%.845.Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraandan Kepemerintahan 4.2 13.3 149.413.6 25.0 11.7 28.308.Usia .766.088.311.8 221.Program Pendidikan Nonformal 6.3 11.Program Peningkaan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara SASARAN JUMLAH PESERTA DIDIK ( ribu orang ) Tahun KOMPONEN 2004/05 Penduduk 0 – 3 Tahun 4 – 6 Tahun 7 – 12 Tahun 13 – 15 Tahun 16 – 18 Tahun 19 – 24 Tahun 15 Tahun Jumlah Peserta Ke atas Penduduk Didik sederajat & yang sederajat sederajat 29.961.6 25.1 219.816.1 7.603.075.440. tingkat kemampuan intelektual dan kondisifisik •Memperluas daya tampung satuan pendidikan sesuai dengan prioritas nasional •PenggunaanTIK untukmenjangkau daerahterpencil/sulitdijangkau •Peningkatan mutu pendidikan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) •Peningkatan taraf hidup masyarakat dan daya saing tenaga kerja Indonesia •Metoda pembelajaran formal dan nonformal yang efisien. APK Perguruan Tinggi= 18% •Memberi kesempatan yang sama pada seluruh peserta didik dari berbagai golongan menurut kategori tingkat ekonomi.835.1 12.4 24.6 152.Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan Program-program Lainnya 1.6% rusak ringan •Alokasi biaya pendidikan dari APBN < 9% •Rendahnya kemampuan wirausaha.556. gender.256.363.196.238.218.858. 34.0 13.533.141.Program Pendidikan Nasional Das Sein 1.6 12.Usia .Program Pengelolaan Sumber Daya ManusiaAparatur 5.065.Usia .7 12.4 27.0 24.3 3.604.4 25.21%.8 10.7 12. 82.2 12.4 16.APK SMP/MTs = 81.9 12.6 13.350. Peringkat Internasional Indonesia (12 dari12) terkait dengan tingkat relevansi sistem pendidikan Indonesia dengan kebutuhan pembangunan.Total Jumlah .605.654.828.8 4.5 36 52 .956.112. sosial.934.796.2 11.1 25.121.9 24.100. 5.Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun 3.717.SMP / MTs .9 11.2% untuk usia 7-12 dan 16.1 155.3 16.415.073.9 3.561.6 8.PT/PTA/PTK Akses Pendidikan Mutu Pendidikan Tata Kelola Depdiknas 1.707.0 226.Program Penelitian dan Pengembangan Pendidikan 9.1 12.3% ruang belajar SD rusak berat.6 6.697.7 25.6 229.528. serta mampu dan tidak mampu secara ekonomis.5% untuk usia13-15 3.769.8 12.22%.476.955. Beberapa penyebab: •Kesiapan fisik siswa yang cenderung minim (akibat kekurangan gizi) •40% tenaga pengajar memiliki keahlian yang tidak sesuai dengan bidang pengajarannya Ketidak layakan tenaga pengajar (kualitas dan kuantitas) ditingkat dasar hingga menengah •23.859.0 25.4 16.2 16.0 216.Angka kesenjangan cenderung naik di tingkat pendidikan menengah dan perguruan tinggi 6.SMA/SMK/MA & yang . wilayah.5 161.Usia .Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas AparaturNegara 3.3 25.1 3.631.Usia .370.6 11.144. menyenangkan dan mencerdaskan •Seimbang antara pengembangan kecerdasan rasional (berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi) dan kecerdasan emosional.2 16.Program Manajemen Pelayanan Pendidikan 8.0 28.4 juta atau 10.240.033.335.Indeks Pembangunan Manusia 110 (2005) 2.3 224.076.7 12.324.Usia .671.Program Penguatan Kelembagaan Pengarus-utamaan Gender dan Anak 2.Usia .800.

76 4.90% 20% 12. • Jumlah Paten yg diperoleh • Sekolah/Madrasah bertaraf Internasional • Sekolah/Madrasah berbasis keunggulan lokal • Kenaikan Publikasi Internasional • Rasio Jumlah Murid SMK : SMA • APK PT vokasi (D2/D3/D4/Politeknik) • Rasio Jumlah mahasiswa Profesi terhadap jumlah lulusan S1/D4 • Persentase peserta pendidikan life skill terhadap lulusan SMP/MTs atau SMA/SMK/MA yang tidak melanjutkan.40 5.48% 88.6% 19 30 85 700 20% 36:64 1.000 30% 38:62 1.65 37 INDIKATOR KUNCI DAN TARGET IMPLEMENTASI PILAR KEBIJAKAN -.12% 94.MUTU.28 6.00% 98.34% 94.26 5.8% 20 50 155 1.84 34% 60% 5% 4 2008 5.68 32% 55% 3 2007 6.05 5.52 30% 50% 1 2006 6.89 9.20% 64.14 33. RELEVANSI.20% 68.00 13.71 8.54 2.20% 16.49 25.81% 95.14 33.90% 94.54 6.94 2.00 5.30% 81. SASARAN Perluasan Akses Pendidikan • • • • • • 2 Pemerataan Akses Pendidikan • • • • • • • INDIKATOR KUNCI APK Pra Sekolah APM SD/Paket A/MI/SDLB APK SMP/Paket B/MTs/SMPLB APK SMA/SMK/Paket C/MA/SMALB APK PT/PTA.5% 17 20 50 400 10% 34:66 1.04 2.33 5.0% 15 10 100 7.00 7.31 30% 50% 2005 6.00 40% 70% 40% 10 3 13 5 5.49 25.04 2.09% 42.19% 18.07% 50.5% 32:68 1.50% 10% 6.16 9.00 37.07 9.38% 17.22% 85.94 2.22% 12. • Jumlah sertifikat Kompetensi yg diterbitkan KONDISI DAN TARGET 2004 5.00% 11.00% 60.90 7.00 31. • Perolehan medali emas pd Olimpiade Int.13 6.47% 53.00 5.44% 15.19% 94.59 48.30 19.80% 17. termasuk UT Prosentase Buta Aksara > 15 th Disparitas APK PAUD antara kab dan kota Disparitas APK SD/MI/SDLB antara kab dan kota Disparitas APK SMP/MTs/SMPLB antara kab dan kota Disparitas APK SMA/MA/SMK/SMALB antara kab dan kota Disparitas gender APK di jenjang pendidikan Menengah Disparitas gender APK di jenjang pendidikan tinggi Disparitas gender persentase buta aksara KONDISI DAN TARGET 2004 2005 2006 45.32 9.22% 48.62 6.21% 16.40 23.55% 16.20% 14.62% 15. SASARAN Peningkatan Mutu dan Daya Saing Pendidikan INDIKATOR KUNCI • Rata-rata nilai UN SD/MI • Rata-rata nilai UN SMP/MTs • Rata-rata nilai UN SMA/SMK/MA • Guru yg memenuhi kualifikasi S1/DIV • Dosen yg memenuhi kualifikasi S2/S3 • Pendidik yang memiliki sertifikat pendidik • Jumlah Prodi masuk 100 besar Asia.5% 10.Akses Pendidikan -NO 1.00% 20% 15.7% 20 40 120 1.00% 10.70% 15% 8.00 25.25% 52.72 6.00 29.333 40% 40:60 2.80 8.57% 8.50 7.50% 56.00 5.98 9.00% 7.33% 14.13 6.0% 4 Peningkatan Relevansi Pendidikan 38 53 . atau akreditasi bertaraf OECD/Int.15 16.00 7.00 5.86 2007 2008 2009 39.0% 30:70 1.75% 95.5% 65% 20% 5 2009 5.47% 10% 5. 500 besar Dunia.48 3.13 6. DAN DAYA SAING -NO.00% 91.Indikator Kunci dan Target Pilar Kebijakan -.20% 15.54 2.00 7.00 27.66% 94.

5% <0.5% • 1~0.5% <0.INDIKATOR KUNCI DAN TARGET PILAR KEBIJAKAN -.5% <0.5% <0. Akuntabilitas.5% <0. dan Citra Publik Pendidikan • Opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Disclaimer • Persentase temuan BPK ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Persentase temuan Itjen ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Aplikasi SIM Sertifikat mutu layanan yg diraih Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama Sertifikat mutu layanan yg diraih LPMP/PPPG/BPPLSP 1~0.5% 1~0.5% 1~0. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK -KONDISI DAN TARGET No SASARAN INDIKATOR KUNCI 2004 2005 Disclaimer 2006 Wajar Dgn Catatan 2007 Wajar Tanpa Sarat 2008 Wajar Tanpa Sarat 2009 Wajar Tanpa Sarat 5 Penguatan Tata Kelola.5% • • - - 2 Aplikasi - 14 Aplikasi - - 80% unit utama memperoleh ISO 9001:2000 - • - 9 ISO 9001: 2000 25 ISO 9001: 2000 43 ISO 9001: 2000 47 ISO 9001: 2000 39 Selesai 40 54 .5% 1~0.5% <0.5% 1~0.TATA KELOLA.

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

II. Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
4. Peraturan Mendiknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) 5. Peraturan Mendiknas No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 6. Peraturan Mendiknas No. 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

55

56

Materi 4

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang

STANDAR ISI (SI)
Sosialisasi KTSP

Materi Minimal dan Tingkat Kompetensi Minimal, untuk Mencapai Kompetensi Lulusan Minimal

Sosialisasi KTSP

57

Memuat :
1. 2. 3. 4. 5. Kerangka Dasar Kurikulum Struktur Kurikulum Beban Belajar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kalender Pendidikan

Sosialisasi KTSP

Kerangka Dasar
5 Kelompok mapel :
Agama dan Ahlak Mulia

membentuk siswa menjadi manusia beriman dan takwa dan berahlak mulia Mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama

Sosialisasi KTSP

58

Kewarganegaraan dan Kepribadian Iptek

penigkatan kesadaran dan wawasan siswa akan status, hak dan kewajibannya dalam kehidupannya untuk memperoleh kompetensi lanjut iptek serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif, disiplin, kerja sama dan hidup sehat

Estetika

Jasmani Olahraga Kesehatan
Sosialisasi KTSP

Prinsip Pengembangan Kurikulum
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Beragam dan terpadu Tanggap terhadap perkembangan iptek dan seni Relevan dengan kebutuhan kehidupan Menyeluruh dan berkesinambungan Belajar sepanjang hayat Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Sosialisasi KTSP

59

Prinsip Pelaksanaan Kurikulum
1. Siswa harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan. 2. Menegakkan 5 pilar belajar. 3. Peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan dan percepatan. 4. Suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka dan hangat.

Sosialisasi KTSP

5. Menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar 6. Mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah 7. Diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan

Sosialisasi KTSP

60

Pendidikan Jasmani. 3. Kedalaman muatan kurikulum dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai siswa dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum Merupakan pola dan susunan matapelajaran yang harus ditempuh oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran Kompetensi terdiri dari Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi dasar (KD) yang dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Muatan Lokal dan Pengembangan Diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum sekolah 2. Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi B. Mata Pelajaran 1. Muatan Lokal C. Olahraga dan Kesehatan 10. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 Kelas dan Alokasi Waktu VIII IX Sosialisasi KTSP 61 . Bahasa Indonesia 4. Sosialisasi KTSP Struktur Kurikulum SMP Komponen VII A. 4. Ilmu Pengetahuan Alam 7. Matematika 6. Pendidikan Agama 2. Bahasa Inggris 5.Struktur Kurikulum 1. Seni Budaya 9. Ilmu Pengetahuan Sosial 8. Pendidikan Kewarganegaraan 3.

Ilmu Pengetahuan Sosial 7. Pengembangan Diri Jumlah: Keterangan: *) Disesuaikan dengan kelainan dan kebutuhan peserta didik. dan III IV. Muatan Lokal Pengembangan Diri Jumlah Sosialisasi KTSP Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 2 2*) 32 2 2*) 32 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Dasar Luar Biasa (Tunagrahita Ringan (SDLB/C). 3.. V. 6. dan VI 4. II.Struktur Kurikulum MTs Komponen A. Tunadaksa Sedang SDLB/D1).. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya Pendidikan Jasmani. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2 2 2**) 29 – 32 34 Sosialisasi KTSP 62 .. 4. Pendidikan Jasmani. 2. 7. Bahasa Indonesia 29 – 32 (Pendekatan Tematik) 30 (Pendekatan Tematik) I. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi . Olahraga. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Matematika 5. 8. 10. dan Tunaganda (SDLB/G) Kelas dan Alokasi Waktu***) Komponen a. 11. 5. B. 9. Muatan Lokal c. Program Khusus *) d. C. Tunagrahita Sedang (SDLB/C1). Seni Budaya dan Keterampilan 8. Pendidikan Agama 2. 1. dan Kesehatan b. Ilmu Pengetahuan Alam 6..

9. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani. Program Khusus Orientasi & Mobilitas d. Mata Pelajaran 1. 7. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) Jumlah 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX b. 8. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. 6. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSB Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunarungu (SMPLB/B) Komponen a. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani. Program Khusus Orientasi & Mobilitas d. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP 63 . diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. Mata Pelajaran 1. Muatan Lokal c. 2. 5. 4. 9. 4. 10. 7. Muatan Lokal c. 3. Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. 5. Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan.STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunanetra (SMPLB/A) Komponen a. 8. 3. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. 2. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) Jumlah 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX b. 6. 10.

5. Mata Pelajaran 1. Muatan Lokal c. 7.STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunadaksa (SMPLB/D) Komponen a. Muatan Lokal c. 5. 6. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) Jumlah 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX b. 9. Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. Program Khusus Orientasi & Mobilitas d. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP 64 . 2. Mata Pelajaran 1. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani. 4. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. 8. 10. Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. 8. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) Jumlah 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX b. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunalaras (SMPLB/E) Komponen a. 7. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani. 9. 2. Program Khusus Orientasi & Mobilitas d. 4. 3. 3. 6. 10.

Penugasan Terstruktur (PT) . diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. 8. dan Kesehatan Keterampilan Vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 20 2 2 2***) Jumlah 34 20 2 2 2***) 34 20 2 2 2***) 34 10 Pendidikan Tematik 10 Pendidikan Tematik 10 Pendidikan Tematik Kelas dan Alokasi Waktu***) VIII IX b.STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunagrahita Ringan (SMPLB/C).Tatap Muka (TM) . Mata Pelajaran 1. 9. Muatan Lokal c.Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) Sosialisasi KTSP 65 . 7. Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. 6. **) Disesuaikan dengan kelainan dan kebutuhan peserta didik. 10. 4. Olahraga. Tunadaksa Sedang (SMPLB/D1) dan Tunaganda (SMPLB/G) Komponen VII a. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. 3. ***) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR Beban belajar diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sistem : . Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani. Pendidikan Agama 2. 5. Program Khusus **) d. Tunagrahita Sedang (SMPLB/C1).

• TM : Kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidikan • PT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa. dirancang guru untuk mencapai kompetensi .Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh guru • KMTT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa.Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh siswa Sosialisasi KTSP Sekolah menyelenggarakan program pendidikan dengan SISTEM PAKET atau SKS Sosialisasi KTSP 66 . dirancang guru untuk mencapai kompetensi .

Sosialisasi KTSP 67 .SISTEM PAKET Sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh mata pelajaran dan beban studi yang sudah ditetapkan untuk setiap tingkatan kelas. sesuai dengan struktur yang berlaku pada satuan pendidikan dimaksud. Sosialisasi KTSP SISTEM KREDIT SEMESTER Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri jumlah beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester.

Kategori Formal Standar Formal Mandiri Paket Dapat - SKS Dapat Wajib Sosialisasi KTSP • Struktur kurikulum yang telah • Struktur kurikulum untuk tersusun diselenggarakan dengan menggunakan sistem paket digunakan dengan SKS akan disusun tersendiri Sosialisasi KTSP 68 .

karena substansinya dipilih sendiri oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan. IX 40 32 34 . Per Minggu Minggu efektif per tahun ajaran Jumlah jam per tahun (@ 60 menit) Satuan Pendidikan Kelas satu jam pemb.Kegiatan Pengembangan Diri • Tidak termasuk beban belajar. (dua) jam pelajaran. 2 • Dialokasikan waktu ekuivalen Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR Beban Belajar Kegiatan Tatap Muka untuk setiap Satuan Pendidikan (Sistem Paket) jumlah jam pemb.38 pembelajaran (43520 .SMPLB.tatap muka (Menit waktu pembelajaran per tahun 1088 -1216 jam SMP/MTs/SMPLB*) VII s.48640 menit) 725 – 811 *) Untuk SDLB. minat. SMALB alokasi waktu jam pembelajaran tatap muka dikurangi 5 menit Sosialisasi KTSP 69 . dan bakat.d.

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) • Kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan • Sekolah dan Kepala Sekolah mengembangkan KTSP dan silabus berdasarkan : Kerangka dasar kurikulum. Sosialisasi KTSP KALENDER PENDIDIKAN Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. dan Standar kompetensi di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan atau Provinsi. dan hari libur. Sosialisasi KTSP 70 . minggu efektif belajar. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran.

Sosialisasi KTSP 71 . 7 8 Kegiatan khusus sekolah/ madrasah Maksimum Digunakan untuk kegiatan yang 3 minggu diprogramkan secara khusus oleh sekolah/madrasah tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif. Maksimum Untuk satuan pendidikan sesuai dengan 1 minggu ciri kekhususan masing-masing. Hari libur 2–4 keagamaan minggu 6 Hari libur umum/ nasional Hari libur khusus Maksimum Disesuaikan dengan Peraturan 2 minggu Pemerintah.Lanjutan Kalender Pendidikan NO 1 KEGIATAN Minggu efektif belajar ALOKASI WAKTU Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan KETERANGAN 2 Jeda tengah Maksimum 2 semester minggu Jeda antarsemes ter Libur akhir tahun pelajaran Maksimum 2 minggu Maksimum 3 minggu Satu minggu setiap semester 3 Antara semester I dan II 4 Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran Sosialisasi KTSP NO KEGIATAN 5 ALOKASI WAKTU KETERANGAN Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.

Terima Kasih…… Sosialisasi KTSP 72 .

berpikir. Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup pengetahuan. dan keterampilan yang dimiliki peserta didik. Standar Kompetensi adalah ukuran kom-petensi minimal yang harus dicapai peserta didik setelah mengikuti suatu proses pembelajaran pada satuan pendidikan tertentu. sikap. dan keterampilan. sikap.Materi 5 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) Sosialisasi KTSP Pengertian Kompetensi adalah kemampuan bersikap. Sosialisasi KTSP 73 . dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan.

Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. ahklak mulia. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. SKL Satuan Pendidikan SMP/MTs/SMPLB/Paket B SKL Kelompok Mata Pelajaran a. pengetahuan. Agama dan Akhlak Mulia b. ahklak mulia.Fungsi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. pengetahuan. pengetahuan. ahklak mulia. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Sosialisasi KTSP Ruang Lingkup SKL 1. Sosialisasi KTSP 74 . kepribadian. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi d. Kewarganegaraan dan Budi Pekerti c. Jasmani Olahraga dan Kesehatan SKL Mata Pelajaran 2. kepribadian. kepribadian. Estetika e. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan. 3.

10. 16. 15. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun. 13. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. sehat. Sosialisasi KTSP SKL SMP/MTs/SMPLB 12. 8. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. 9. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya. berbangsa dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. kritis. Menghargai karya seni dan budaya nasional. kreatif dan inovatif. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab. Sosialisasi KTSP 75 . 14. 7. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Menerapkan hidup bersih. Mendeskripsi gejala alam dan sosial. bugar. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis. kritis dan kreatif. aman dan memanfaatkan waktu luang.SKL SMP/MTs/SMPLB 6. 11.

kepribadian. membaca dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah.SKL SMP/MTs/SMPLB 17. Menunjukkan keterampilan menyimak. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat. kewarganegaraan. olahraga. 19. jasmani. Sosialisasi KTSP 76 . 20. Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. berbicara. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana. dan kesehatan. estetika. 18. Menghargai adanya perbedaan pendapat. 21. ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan tersebut dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. Sosialisasi KTSP SKL Kelompok Mata Pelajaran 1.

Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bertujuan: mengembangkan logika. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. bahasa. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Sosialisasi KTSP SKL Kelompok Mata Pelajaran 3. seni dan budaya. kewarganegaraan. ilmu pengetahuan alam. ilmu pengetahuan sosial.SKL Kelompok Mata Pelajaran 2. keterampilan/kejuruan. kemampuan berpikir dan analisis peserta didik. matematika. dan pendidikan jasmani. Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. akhlak mulia. serta muatan lokal yang relevan Sosialisasi KTSP 77 . Pada satuan pendidikan SMP/MTs/SMPLB/Paket B.

olahraga. seni dan budaya. ilmu pengetahuan alam. Kelompok mata pelajaran Estetika bertujuan: membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya. dan muatan lokal yang relevan. Kelompok mata pelajaran Jasmani. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. pendidikan kesehatan. Sosialisasi KTSP SKL Kelompok Mata Pelajaran 5.SKL Kelompok Mata Pelajaran 4. keterampilan. Olah Raga. Sosialisasi KTSP 78 . dan Kesehatan bertujuan: membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani. dan muatan lokal yang relevan. dan menumbuhkan rasa sportivitas. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani.

Selesai Sosialisasi KTSP 79 .

80 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 6 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 24 TAHUN 2006 Tentang PELAKSANAAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan dan Komite Sekolah Mengembangkan dan Menetapkan KTSP sesuai kebutuhan Mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dari Standar Isi Dapat mengadopsi atau mengadaptasi model KTSP BSNP Sosialisasi KTSP 81 .

22 dan 23 secara bertahap seperti tabel dibawah ini. 22 dan 23 mulai tahun ajaran 2006/2007 Satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah mulai menerapkan Permen No. Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan SD/MI/SDLB Waktu Pelaksanaan Kelas I II III IV V VI Tahun I √ √ Tahun II √ √ √ √ Tahun III √ √ √ √ √ √ Sosialisasi KTSP 82 . 22 dan 23 paling lambat tahun ajaran 2009/2010 Satuan pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat menerapkan secara menyeluruh Permen No. 22 dan 23 untuk semua tingkatan kelas mulai tahun ajaran 2006/2007 Satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum melaksanakan uji coba kurikulum 2004 melaksanakan Permen No.Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menerapkan Permen No.

Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan SMP/MTs/SMPLB dan SMA/MA/SMK/MAK/SMALB Waktu Pelaksanaan Kelas VII / X VIII / XI IX / XII Tahun I √ Tahun II √ √ Tahun III √ √ √ Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Gubernur dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. Menteri Agama dapat mengatur jadwal pelaksanaan standar isi dan SKL satuan pendidikan MI. MA dan MAK yang tidak sesuai dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan. 22 dan 23 untuk satuan pendidikan dasar disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di kabupaten/Kota. 22 dan 23 untuk satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di provinsi masing-masing. Bupati/walikota dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. Sosialisasi KTSP 83 . MTs.

dan tenaga kependidikan lainnya yang relevan melalui LPMPdan/atau PPPG Sosialisasi Permen No. pengawas. 22 dan 23 dan panduan penyusunan KTSP yang disusun BSNP ke dinas pendidikan provinsi. 22 dan 23 Sosialisasi KTSP Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sosialisasi Permen No. kabupaten/kota. kepala sekolah.Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah • Menggandakan Permendiknas No. dan dewan pendidikan Membantu pemerintah provinsi dan Kabupaten/kota dalam penjaminan mutu melalui LPMP Sosialisasi KTSP 84 . 22 dan 23 ke guru. 22 dan 23 serta mendistribusikan secara nasional • Melakukan usaha secara nasional agar sarana dan prasarana satuan pendidikan dapat mendukung pelaksanaan Permendiknas No.

22 dan 23 di LPTK Memfasilitasi pengembangan kurikulum dan tenaga dosen LPTK Sosialisasi KTSP 85 .Badan Penelitian dan Pengembangan Mengembangkan model-model kurikulum sebagai masukan bagi BSNP Mengembangkan dan mengujicobakan model-model kurikulum inovatif Mengembangkan dan mengujicobakan model kurikulum untuk pendidikan layanan khusus Bekerja sama dengan PT dan/atau LPMP melakukan pendampingan satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum satuan pendidikan Memonitor secara nasional penerapan Permen No. dan mengusulkan rekomendasi kebijakan kepada BSNP dan/atau menteri Mengembangkan pangkalan data yang rinci tentang pelaksanaan SI dan SKL Sosialisasi KTSP Ditjen Pendidikan Tinggi Sosialisasi Permen No. mengevaluasinya. 22 dan 23 .

Sekretariat Jenderal Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 kepada pemangku kepentingan umum Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 86 .

8.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) III. urikulum K Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 7. 87 . Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi. Pengembangan Silabus. 10. 9. Penyusunan KTSP. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

88 .

Materi 7

KONSEP DASAR KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

Sosialisasi KTSP

ASPEK YANG BERBEDA
KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR PENILAIAN PENGELOLAAN KURIKULUM BERBASIS SEKOLAH

Sosialisasi KTSP

89

Kegiatan Belajar Mengajar
Berpusat pada peserta didik Mengembangkan kreativitas Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang Kontekstual Menyediakan pengalaman belajar yang beragam Belajar melalui berbuat
Sosialisasi KTSP

Penilaian Kelas
Dilakukan oleh Guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan, bersifat internal, bagian dari pembelajaran, dan sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar Berorientasi pada kompetensi, mengacu pada patokan, ketuntasan belajar, dilakukan melalui berbagai cara, al …

Sosialisasi KTSP

90

Dilakukan a.l. melalui: Portfolios (kumpulan kerja siswa), Products (Hasil karya), Projects (Penugasan), Performances (Unjuk kerja), dan Paper & Pen (tes tulis)

Sosialisasi KTSP

Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah Mengacu pada Visi dan Misi Sekolah Pengembangan perangkat kurikulum

(a.l. silabus)

Pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar Pemantauan dan …
Sosialisasi KTSP

91

Pemantauan dan Penilaian untuk meningkatkan efisiensi, kinerja dan kualitas pelayanan terhadap peserta didik Berkolaborasi secara horizontal, dengan: Sekolah lain, Komite Sekolah, Organisasi Profesi Berkolaborasi secara vertikal, dengan: • Dewan, dan • Dinas Pendidikan
Sosialisasi KTSP

PENGEMBANGAN DAN PELAKSANAAN KURIKULUM, DISESUAIKAN DENGAN: SATUAN PENDIDIKAN, POTENSI DAERAH/ KARAKTERISTIK DAERAH, SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT SETEMPAT, & PESERTA DIDIK

Sosialisasi KTSP

92

PENGEMBANGAN DIRI TERDIRI DARI: KEGIATAN BIMBINGAN KONSELING DAN EKSTRA KURIKULER

Sosialisasi KTSP

BENTUK PELAKSANAAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI:
• • • • KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN TERPROGRAM RUTIN SPONTAN KETELADANAN

Sosialisasi KTSP

93

A. KEGIATAN RUTIN
Adalah kegiatan yang dilakukan secara reguler, baik di kelas maupun di sekolah. Bertujuan untuk membiasakan anak mengerjakan sesuatu dengan baik. Upacara Senam Sholat berjamaah Pemeriksaan kesehatan Pergi ke perpustakaan Dll

Sosialisasi KTSP

B. KEGIATAN SPONTAN
Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja, dimana saja, tanpa dibatasi oleh ruang. Bertujuan untuk memberikan pendidikan pada saat itu juga, terutama dalam disiplin dan sopan santun dan kebiasaan baik yang lain.
• • • • Membiasakan memberi salam Membiasakan membuang sampah pada tempatnya Membiasakan antri Membiasakan mengatasi silang pendapat (pertengkaran) dengan benar Dll

Sosialisasi KTSP

94

C. Proyek: lomba. • • • Sosialisasi KTSP Seminar/workshop: aids. Bertujuan memberikan contoh tentang kebiasaan yang baik. Kunjungan: panti asuhan. pentas. KEGIATAN KETELADANAN Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja yang lebih mengutamakan pemberian contoh dari guru dan pengelola pendidikan yang lain kepada muridnya. KEGIATAN TERPROGRAM Adalah kegiatan yang diprogramkan dan direncanakan baik pada tingkat kelas maupun sekolah. bazaar dll. tempat/orang yang terkena musibah. Bertujuan memberikan wawasan tambahan pada anak tentang unsur-unsur baru dalam kehidupan bermasyarakat yang penting untuk perkembangan anak. D. hemat energi.dll. tempat-tempat penting dll. Sosialisasi KTSP 95 . Memberi contoh berpakaian rapi Memberi contoh memuji hasil kerja yang baik Memberi contoh datang tepat waktu Memberi contoh hidup sederhana Memberi contoh tidak merokok Dll. HAM/hak anak.

selesai Sosialisasi KTSP 96 .

23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas No. 24/2006 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 22/2006 tentang Standar Isi Permendiknas No.20 Tahun 2003 tentang Sistem • • • • Pendidikan Nasional PP No.Materi 8 PENYUSUNAN KTSP Sosialisasi KTSP 1 LANDASAN • UU No. 22 dan 23/2006 2 Sosialisasi KTSP 97 . 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No.

dan minat sesuai • • • • dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Tuntutan dunia kerja Perkembangan ilmu pengetahuan. Sosialisasi KTSP 3 Acuan Operasional Penyusunan KTSP • Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia • Peningkatan potensi. teknologi.PENGERTIAN Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. kecerdasan. dan seni Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 4 98 .

Sosialisasi KTSP 6 99 . Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL • • • • • • Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kesetaraan Jender Karakteristik satuan pendidikan Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 5 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh.

oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah. dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. minat. dan keragaman karakteristik lingkungan. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Kurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman potensi. emosional. kebutuhan. 8 Sosialisasi KTSP 100 . kecerdasan. Sosialisasi KTSP 7 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Daerah memiliki keragaman potensi. spritual. tantangan.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Peningkatan potensi. kecerdasan intelektual.

khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dan nasional. Sosialisasi KTSP 10 101 . Sosialisasi KTSP 9 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Tuntutan dunia kerja Kurikulum harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja.

dan seni Kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan. Sosialisasi KTSP 11 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Agama Kurikulum harus dikembangkan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama. dan seni.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Perkembangan ilmu pengetahuan. teknologi. teknologi. dan memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah Sosialisasi KTSP 12 102 .

PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Dinamika perkembangan global Kurikulum harus dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain. Sosialisasi KTSP 13 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kurikulum harus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sosialisasi KTSP 14 103 .

PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Sosialisasi KTSP 16 104 . Sosialisasi KTSP 15 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Kesetaraan Jender Kurikulum harus diarahkan kepada pendidikan yang berkeadilan dan mendorong tumbuh kembangnya kesetaraan jender.

Sosialisasi KTSP 17 Komponen KTSP • Tujuan Pendidikan Sekolah • Struktur dan Muatan Kurikulum (mata pelajaran. dan ciri khas satuan pendidikan. tujuan. Pengembangan Diri. Muatan lokal. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global).PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Karakteristik Satuan Pendidikan Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi. Kenaikan Kelas dan kelulusan. Ketuntasan Belajar. misi. Penjurusan. Beban Belajar. • Kalender Pendidikan • Silabus dan RPP Sosialisasi KTSP 18 105 . kondisi. Pendidikan Kecakapan Hidup.

PENDAHULUAN BAB II . TUJUAN PENDIDIKAN BAB III. KALENDER PENDIDIKAN Sosialisasi KTSP 20 106 .ISI / MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Sosialisasi KTSP 19 KTSP DOKUMEN 1 BAB I . STRUKTUR dan MUATAN KURIKULUM BAB IV.

Mapel Tambahan) Sosialisasi KTSP 21 KTSP (Dokumen 1) Sosialisasi KTSP 22 107 . Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan pusat. Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan Sekolah (Mulok. B.KTSP DOKUMEN II A.

PENDAHULUAN Latar Belakang (dasar pemikiran penyusunan KTSP) Tujuan Pengembangan KTSP Prinsip Pengembangan KTSP SESUAI KARAKTERISTIK SEKOLAH 23 Sosialisasi KTSP Bab II. Misi Sekolah 4. TUJUAN 1.Bab I. Visi Sekolah 3. Tujuan pendidikan (Disesuaikan dengan jenjang satuan pendidikan) 2. Tujuan Sekolah Sosialisasi KTSP 24 108 .

Kegiatan Pengembangan diri 4. MISI. dan sikap setelah mereka menamatkan sekolah. Muatan lokal 3. TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN • TAHAP 1 : HASIL BELAJAR SISWA apa yg hrs dicapai siswa berkaitan dengan pengetahuan. • TAHAP 2 : SUASANA PEMBELAJARAN suasana pembelajaran seperti apa yg dikehendaki untuk mencapai hasil belajar itu. Sosialisasi KTSP 25 BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KTSP Meliputi Sub Komponen: 1. Pendidikan kecakapan Hidup 9. Kenaikan Kelas.BAGAIMANA MENYUSUN VISI. Penjurusan 8. keterampilan. Ketuntasan Belajar 6. dan kelulusan 7. Mata pelajaran 2. • TAHAP 3 : SUASANA SEKOLAH suasana sekolah – sebagai lembaga/organisasi pembelajaran – seperti apa yg diinginkan untuk mewujudkan hasil belajar bagi siswa. Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan Global Cat : Untuk PLB/PK ditambah dengan Program Khusus Sosialisasi KTSP 26 109 . Pengaturan beban belajar 5.

Mata Pelajaran Berisi “Struktur Kurikulum Tingkat Sekolah” yang disusun berdasarkan kebutuhan siswa dan sekolah terkait dengan upaya pencapaian SKL. • Tidak boleh mengurangi mata pelajaran yang tercantum dalam standar isi.1. • Mencantumkan jenis mata pelajaran muatan lokal dalam struktur kurikulum. Sosialisasi KTSP 28 110 . Sosialisasi KTSP 27 2. • Memanfaatkan 4 jam tambahan untuk menambah jam pembelajaran pada mata pelajaran tertentu atau menambah mata pelajaran baru. Muatan Lokal Berisi tentang: Jenis. Pengembangan Struktur Kurikulum dilakukan dengan cara antara lain: • mengatur alokasi waktu pembelajaran “tatap muka” seluruh mata pelajaran wajib dan pilihan Ketrampilan/ Bahasa asing lain). termasuk keunggulan daerah. Strategi Pemilihan dan pelaksanaan Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah.Dalam pengembangannya mempertimbangkan hal-hal sbb: Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah.

Substansi yang akan dikembangkan. mengacu pada: minat dan atau karakteristik program studi yang diselenggarakan di sekolah Siswa boleh mengikuti lebih dari satu jenis mulok pada setiap tahun pelajaran. Sosialisasi KTSP 29 Bentuk penilaiannya kuantitatif (angka).Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. sesuai dengan minat dan program Mulok yang diselenggarakan sekolah. materi nya tidak sesuai menjadi bagian dari mapel lain. Setiap sekolah dapat melaksanakan mulok lebih dari satu jenis dalam setiap semester. Sosialisasi KTSP 30 111 . atau terlalu luas substansinya sehingga harus dikembangkan menjadi Mapel tersendiri. Merupakan mata pelajaran wajib yang tercantum dalam Struktur kurikulum.

Contoh: Bidang Budidaya: Tanaman Hias. Sosialisasi KTSP 32 112 . Kewirausahaan dll. KD dan Silabus untuk Mata pelajaran Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. pembibitan ikan hias dan konsumsi. Pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran atau tenaga ahli dari luar sekolah yang relevan dengan substansi mulok. Bidang TIK dan lain-lain: Web Desain. Baso dll. akuntansi komputer. Sayur. Berkomunkasi sebagai Guide. Bidang Pengolahan: Pembuatan Abon. dll. Ikan Asin. Tanaman Obat. Kerupuk. Sosialisasi KTSP 31 Sekolah harus menyusun SK.Substansinya dapat berupa program keterampilan produk dan jasa.

Ekstra kurikuler. rutin. seperti: Kepramukaan. Pengembangan kreativitas. yang difokuskan pada “Perubahan sikap dan perkembangan perilaku peserta didik setelah mengikuti kegiatan pengembangan diri”. kepribadian siswa. sosial. kesulitan belajar. KD dan silabus. kemampuan. Pengembangan Diri Bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. Dilaksanakan secara terprogram. Penilaian dilakukan secara kualitatif (deskripsi).3. karir ). Sosialisasi KTSP 34 113 . Sosialisasi KTSP 33 Bukan Mata Pelajaran dan tidak perlu dibuatkan SK. minat peserta didik. Dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan: . bakat. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) . dan kondisi sekolah. spontan dan keteladanan. (kehidupan pribadi.Bimbingan konseling. Kepemimpinan. dan atau .

Kerjasama. jam pembelajaran per minggu . mencakup penilaian: Sosialisasi KTSP 35 • Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh guru kelas atau mata pelajaran. diserahkan kepada masing.masing pembimbing dan sekolah. percaya diri dan mampu memecahkan masalah. konselor atau Guru BK atau tenaga kependidikan lain. • Keg. • Penjabaran alokasi waktu ekuivalen dengan 2 • Perlu dibuat program kerja yang sistematis dan komprehensif sebagai bagian dari program kerja sekolah dan atau program kerja OSIS. Sikap Sportif.Contoh Penilaian Pengembangan Diri: • Keg. Keolahragaan. Kompetetitif. disiplin dan ketaatan mengikuti SPO. dll. KIR. Sosialisasi KTSP 36 114 . kerjasama. mencakup penilaian: sikap kompetitif. dll.

Sosialisasi KTSP 38 115 . tetapi jumlah Beban belajar per tahun secara keseluruhan tetap. dan 4 JPL praktik di luar sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka (bagi Sekolah Menengah Kejuruan). • Sekolah dapat mengatur alokasi waktu untuk setiap Mata Pelajaran pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran sesuai dengan Kebutuhan. Pengaturan Beban Belajar • Berisi tentang jumlah beban belajar per Mata Pelajaran.40% untuk SD/MI/SDLB dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.4. per minggu per semester dan per Tahun Pelajaran yang dilaksanakan di sekolah. mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi. • Sekolah dapat menambah maksimal 4 JPL per minggu • Alokasi waktu penugasan terstruktur dan kegiatan • Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mandiri tidak terstruktur. 37 Sosialisasi KTSP • Alokasi waktu kegiatan praktik diperhitungkan sbb: 2 Jam Pelajaran (JPL) praktik di sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka. sesuai dengan alokasi waktu yang tercantum dalam Struktur Kurikulum. sebanyak 0.

39 Sosialisasi KTSP 6. Kenaikan Kelas dan Kelulusan • Berisi tentang kriteria dan mekanisme kenaikan kelas dan kelulusan. Sosialisasi KTSP 40 116 . tetapi secara bertahap harus dapat mencapai kriteria ketuntasan ideal.5. Ketuntasan Belajar • Berisi tentang kriteria ketuntasan minimal (KKM) per mata pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dengan memper-timbangkan hal-hal sbb: – Ketuntasan belajar ideal untuk setiap indikator adalah 0 – 100 %. Program disusun mengacu pada hal-hal sebagai berikut: – Panduan kenaikan kelas yang akan disusun oleh Dit. Pembinaan terkait – Sedangkan ketentuan kelulusan akan diatur secara khusus dalam peraturan tersendiri. dgn batas kriteria ideal minimum 75 %. serta strategi penanganan siswa yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh sekolah. – Sekolah harus menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) per MP dengan mempertimbangkan: kemampuan rata-rata peserta didik. – Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah batas kriteria ideal. kompleksitas dan SDM.

antara lain melalui mata pelajaran Keterampilan. – Untuk kecakapan vokasional. Penjurusan di SMA/MA • Berisi tentang kriteria dan mekanisme penjurusan serta strategi/kegiatan penelusuran bakat. sosial. • Substansi kecakapan hidup meliputi: . Sosialisasi KTSP 41 8. akademik dan atau vokasional. • Dapat disajikan secara terintegrasi dan atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus.7. yang disusun dengan mengacu pada panduan penjurusan yang akan disusun oleh Direktorat terkait. minat dan prestasi yang diberlakukan oleh sekolah. Pendidikan Kecakapan Hidup • Bukan mata pelajaran tetapi substansinya merupakan bagian integral dari semua mata pelajaran. • Tidak masuk dalam struktur kurikulum secara khusus.Kecakapan personal. dapat diperoleh dari satuan pendidikan ybs. Sosialisasi KTSP 42 117 .

Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global Program pendidikan yang dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global. KD dan silabus keterampilan lain sesuai dengan kebutuhan sekolah. Dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan atau satuan pendidikan nonformal. atau menjadi mapel Mulok. Ekologi. Sosialisasi KTSP 44 118 .KD. • Pembelajaran mata pelajaran keterampilan • Pengembangan SK. yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik.• Bila SK dan KD pada mata pelajaran keterampilan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah. dimaksud dilaksanakan secara komprehensif melalui Intra kurikuler. TIK. Substansinya mencakup aspek: Ekonomi. silabus. Dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran yang terintegrasi. dan lain-lain. RPP dan bahan Sosialisasi KTSP 43 9. ajar dan penyelenggaraan pembelajaran keterampilan vokasional dapat dilakukan melalui kerjasama dengan satuan pendidikan formal/non formal lain. Budaya. maka sekolah dapat mengembangkan SK. Bahasa.

disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah. kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Sosialisasi KTSP 45 KTSP DOKUMEN II Sosialisasi KTSP 46 119 . IV Kalender Pendidikan Berisi tentang kalender pendidikan yang digunakan oleh sekolah. dengan memperhatikan aturan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi.BAB. yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan setempat.

V dan VI : SDLB-A. Silabus dan RPP Program Khusus (untuk SDLB dan SMPLB) Sosialisasi KTSP 48 120 . V dan VI) C. Silabus dan RPP Keagamaan (khusus MI) Sosialisasi KTSP 47 PLB/PENDIDIKAN KHUSUS A. dan G) B. Silabus dan RPP Pembelajaran Tematik (Kelas I.SD/MI A.D.D.E dan SMPLB dan SMALB : A. E) C.D1. D. C1.E. Silabus dan RPP Mata Pelajaran (Kelas IV. B.B. Silabus dan RPP Mata Pelajaran (Kelas IV. II dan III) B. Silabus dan RPP Muatan Lokal dan Mapel lain (jika ada) D. II dan III : SDLB-A. SMPLB dan SMALB : C. Semua Kelas SDLB. Silabus dan RPP Muatan Lokal dan Mapel lain (jika ada) D. Silabus dan RPP Pembelajaran tematik (Kelas I.B.

Mekanisme PENYUSUNAN KTSP
Analisis
• Kekuatan/ kelemahan • Peluang/ tantangan • Dokumen Standar isi, SKL, Panduan KTSP

• Pembentukan Tim • Penyusunan Draft • Revisi dan Finalisasi

Naskah KTSP Diberlakukan

Sosialisasi KTSP

49

Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah. Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan atau lokakarya sekolah/madrasah dan atau kelompok sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draft, review dan revisi, serta finalisasi. Langkah yg lebih rinci dari masing-masing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun.

Sosialisasi KTSP

50

121

Selesai

Sosialisasi KTSP

51

122

Materi 9

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

PENGEMBANGAN SILABUS

Sosialisasi KTSP

Pengertian Pengertian

Landasan
Prinsip Pengembangan Unit waktu Pengembang Silabus Komponen Silabus Mekanisme Pengembangan Silabus Langkah-langkah Pengembangan Silabus Contoh Model
Sosialisasi KTSP

123

Pengertian
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

Sosialisasi KTSP

Landasan Pengembangan SILABUS?
1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 17 ayat (2) 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20

Sosialisasi KTSP

124

PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 17 Ayat (2)
Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. MTs, MA, dan MAK.
Sosialisasi KTSP

PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20
Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar

Sosialisasi KTSP

125

SILABUS menjawab pertanyaan
1. 2. 3. Apa kompetensi yang harus dikuasai siswa? Bagaimana cara mencapainya? Bagaimana cara mengetahui pencapaiannya?

Sosialisasi KTSP

Prinsip Pengembangan
• • • • • • • • Ilmiah Relevan Sistematis Konsisten Memadai Aktual dan Kontekstual Fleksibel Menyeluruh

Sosialisasi KTSP

126

Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg. materi pokok/ pembelajaran. Relevan Cakupan. Sosialisasi KTSP 127 . sumber belajar. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik.Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. dan spritual peserta didik. dan sistem penilaian. Sosialisasi KTSP Sistematis Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. intelektual. kedalaman. indikator. emosional. kegiatan pembelajaran. taat asas) antara kompetensi dasar. sosial.

afektif. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. pendidik. materi pokok/ pembelajaran.Memadai Cakupan indikator. Aktual dan Kontekstual Cakupan indikator. Menyeluruh Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. Sosialisasi KTSP 128 . Sosialisasi KTSP Fleksibel Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. psikomotor). dan peristiwa yang terjadi. kegiatan pembelajaran. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. sumber belajar. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. teknologi. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. materi pokok/ pembelajaran. sumber belajar. kegiatan pembelajaran.

Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. atau 3. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester. Bagi SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi. per tahun. Kelompok kerja guru (KKG/PKG/MGMP) Dibawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kab/Kota/Provinsi Sosialisasi KTSP 129 . 2. 3. dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok. Guru kelas/mata pelajaran. Sosialisasi KTSP PENGEMBANG SILABUS 1. atau 2. Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum.UNIT WAKTU 1. Kelompok guru kelas/mata pelajaran.

Kompetensi Dasar 3. Indikator 6. Kegiatan Pembelajaran 5.KOMPONEN SILABUS 1. Standar Kompetensi 2. Sumber Belajar Catatan: Indikator dikembangkan berdasarkan KD Sosialisasi KTSP MEKANISME PENGEMBANGAN SILABUS Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Analisis SI/SKL/ SK-KD KD-Indikator Alokasi Waktu Sumber Belajar Penilaian Sosialisasi KTSP 130 . Materi Pokok/Pembelajaran 4. Penilaian 7. Alokasi Waktu 8.

Menentukan Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 1. Mengkaji Standar Kompetensi Mengkaji standar kompetensi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a.LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS 1. b. Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar 3. Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi 2. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran 4. c. Sosialisasi KTSP 131 . Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran 5. Menentukan Jenis Penilaian 7. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi 6. Menentukan Alokasi Waktu 8.

intelektual. relevansi dengan karakteristik daerah. dan keluasan materi pembelajaran. b. Aktualitas. 3. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengidentifikasi materi pokok mempertimbangkan: 1.2. Sosialisasi KTSP 3. c. Sosialisasi KTSP 132 . emosional. 8. sosial. kedalaman. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada dalam SI. alokasi waktu . 4. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. 7. 6. kebermanfaatan bagi peserta didik. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. 2. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. dan spritual peserta didik. struktur keilmuan. tingkat perkembangan fisik. Mengkaji Kompetensi Dasar Mengkaji kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. potensi peserta didik. 5.

MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik yaitu kegiatan siswa dan materi. Pengalaman Belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. Sosialisasi KTSP HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN: Memberikan bantuan guru agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional 1. Sosialisasi KTSP 133 . peserta didik dengan guru.4. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi Pengalaman belajar dimaksud dapat terwujud melalui pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran 3. lingkungan. Memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar 2.

Sosialisasi KTSP Pengembangan Indikator Setiap KD dikembangkan menjadi beberapa indikator (lebih dari dua) Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan/atau diobservasi Tingkat kata kerja dalam indikator lebih rendah atau setara dengan kata kerja dalam KD maupun SK Sosialisasi KTSP 134 . dan keterampilan Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. dan potensi daerah Digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. satuan pendidikan.5. pengetahuan.

Sosialisasi KTSP 135 . Sosialisasi KTSP 6. menganalisis. pengamatan kinerja. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. penggunaan portofolio. penilaian hasil karya berupa proyek atau produk. dan lain-lain untuk pencapaian kompetensi yang merupakan kemampuan bersikap. berpikir. kesesuaian (Relevansi) dan Kontekstual Keseluruhan indikator dalam satu KD merupakan tandatanda. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. MENENTUKAN JENIS PENILAIAN Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. sikap. perilaku. kesinambungan (Kontinuitas). Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. dan penilaian diri.Prinsip pengembangan indikator adalah sesuai dengan kepentingan (Urgensi). dan bertindak secara konsisten.

MENENTUKAN ALOKASI WAKTU Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam kegiatan pembelajaran Sosialisasi KTSP 7. yang dilakukan berdasarkan indikator b. Sosialisasi KTSP 136 . Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENENTUKAN PENILAIAN: a. keluasan. Untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Menggunakan sistem penilaian berkelanjutan d. Menggunakan acuan kriteria c. kedalaman. tingkat kesulitan. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut e.

dan indikator pencapaian kompetensi. MENENTUKAN SUMBER BELAJAR Sumber belajar adalah rujukan. serta lingkungan fisik. sosial. Sosialisasi KTSP Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Alokasi waktu: No Kompetensi Dasar Materi Pokok/Pe mbelajaran CONTOH FORMAT SILABUS Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 137 . nara sumber. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. alam.8. dan budaya. kegiatan pembelajaran. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru • Dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar. Sosialisasi KTSP 138 . evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran).dan evaluasi rencana pembelajaran.CONTOH FORMAT SILABUS Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Kompetensi Dasar: Materi Pokok/Pembelajaran: Kegiatan Pembelajaran: Indikator: Penilaian: Alokasi Waktu: Sumber Belajar: Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN SILABUS BERKELANJUTAN Silabus: • Dijabarkan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran • Dilaksanakan. dievaluasi.

Selesai Sosialisasi KTSP 139 .

140 .

materi pembelajaran. metode pembelajaran. sumber belajar.Materi 10 PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sosialisasi KTSP LANDASAN RPP PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20 Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurangkurangnya tujuan pembelajaran. dan penilaian hasil belajar 2 Sosialisasi KTSP 141 1 .

Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.PENGERTIAN RPP Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. 3 Sosialisasi KTSP ALUR RPP SK dan KD SILABUS RPP 4 Sosialisasi KTSP 142 2 .

Tujuan Pembelajaran II. Penilaian: … 6 Sosialisasi KTSP 143 3 . Alat/Bahan/Sumber Belajar: … VI. Materi Ajar :… :… III. Kegiatan Akhir: … Pertemuan kedua. V. A. Kegiatan Awal: … B. dst.KOMPONEN RPP (minimal) Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajaran Metode Pembelajaran Sumber Belajar Penilaian Hasil Belajar 5 Sosialisasi KTSP Format RPP Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Rencana Pelaksanaan Pembelajaran :… :… :… :… :… :… :… I. Metode Pembelajaran: … IV. Kegiatan Inti: … C. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan pertama.

dan Indikator yang telah ditentukan. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan 7. karena indikator sudah sangat rinci sehingga tidak dapat dijabarkan lagi. Menentukan SK. dan Indikator yang akan digunakan ( terdapat pada silabus yang telah disusun) 4. Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus.Langkah-langkah Menyusun RPP 1. KD. Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran 6. Mengisi kolom identitas 2. inti.) 7 Sosialisasi KTSP Langkah-langkah Menyusun RPP 5. pada saat-saat tertentu rumusan indikator sama dengan tujuan pembelajaran. dan akhir. Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK. Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan 3. 8 Sosialisasi KTSP 144 4 . Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal. (Lebih rinci dari KD dan Indikator. KD.

Menentukan alat/bahan/ sumber belajar yang digunakan 9. teknik penskoran. contoh soal.Langkah-langkah Menyusun RPP 8. dll 9 Sosialisasi KTSP Selesai 10Sosialisasi KTSP 145 5 . Menyusun kriteria penilaian. lembar pengamatan.

146 .

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IV. Model-Model Kurikulum 11. Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar & Menengah. 12. 147 . Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal.

148 .

22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2) • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Sosialisasi KTSP 2 149 . multikultural. Landasan • UU No. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Otonomi daerah.Materi 11 PENGEMBANGAN MODEL MATA PELAJARAN Sosialisasi KTSP 1 I. mulok B. sentralisasi ke desentralisasi.

sosial.I. Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilainilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya. keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. dan budayanya. Memiliki pengetahuan. PENDAHULUAN (Lanjutan) Tujuan Khusus: Memberikan bekal pengetahuan. 4 Sosialisasi KTSP 150 . kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya sebagai bekal siswa. SMA/MA/SMALB. Lebih jelas lagi terutama agar peserta didik dapat: Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam. SMP/MTs/SMPLB. Sosialisasi KTSP 3 I. dan SMK/MAK dalam pengembangan Mulok yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan. Tujuan Tujuan Umum: Acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB. serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional. PENDAHULUAN (Lanjutan) C.

KTSP minimal terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. kalender pendidikan. 5 Sosialisasi KTSP I. PENDAHULUAN (Lanjutan) Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah. Pengertian (Lanjutan) Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Sosialisasi KTSP 6 151 . dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.I. PENDAHULUAN D. Substansi mata pelajaran muatan lokal dapat ditentukan oleh satuan pendidikan. dan silabus. struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan. termasuk keunggulan daerah. isi.

Analisis Mulok yang ada di sekolah. khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut. dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar. 7 Sosialisasi KTSP 2. bahasa Inggris. yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. kesenian daerah. serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan. adat istiadat. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran A.I. 2. Bila Mulok yang ada tidak layak lagi untuk diterapkan. dan lingkungan sosial budaya. dapat berupa: bahasa daerah. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam. Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal. Bila Mulok yang diterapkan di sekolah tersebut masih layak digunakan maka kegiatan berikutnya adalah merubah Mulok tersebut ke dalam SK dan KD 3. keterampilan dan kerajinan daerah. Apakah masih layak dan relevan Mulok diterapkan di sekolah? 2. Pengembangan Sesuai dengan Kondisi Sekolah Saat Ini 1. Ruang Lingkup 1. lingkungan sosial ekonomi. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah. maka sekolah bisa menggunakan Mulok dari sekolah lain atau tetap menggunakan Mulok yang ditawarkan oleh Dinas atau mengembangkan Mulok yang lebih sesuai. Sosialisasi KTSP 8 152 . PENDAHULUAN (Lanjutan) E.

atau dapat meminta bantuan kepada sekolah lain yang masih dalam satu daerah. Bila belum mampu. Mengidentifikasi bahan kajian Mulok 4. Mengembangkan SK dan KD berserta silabusnya dan RPP-nya 9 Sosialisasi KTSP 3. atau meminta bantuan dari LPMP di propinsi. dapat melaksanakan Mulok berdasarkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh sekolah. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran (Lanjutan) B.2. Bila beberapa sekolah dalam satu daerah belum mampu mengembangkan SK dan KD Mulok. dapat meminta bantuan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) di daerah setempat. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah 2. Pengembangan dan Penetapan SK .KD 1. Pelaksanaan Sekolah yang mampu mengembangkan SK dan KD beserta silabus dan RPP-nya dapat melaksanakan Mulok. Sosialisasi KTSP 10 153 . Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi Mulok 3. Menentukan Mata Pelajaran Mulok 5.

.Dinas Departemen lain terkait. emosional. LPMP.dunia usaha/industri. . Sosialisasi KTSP 12 154 . .4. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diatur sedemikian rupa agar tidak memberatkan peserta didik dan tidak mengganggu penguasaan pada kurikulum nasional. Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan • • • • TPK. Sosialisasi KTSP 11 5. Instansi/lembaga di luar Depdiknas.dan tokoh masyarakat.pemerintah Daerah/Bapeda. misalnya: . dan sosial). Oleh karena itu dalam pelaksanaan Mulok dihindarkan adanya pekerjaan rumah (PR). PT. Rambu-Rambu •Bahan kajian disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik (pengetahuan dan cara berpikir.

maupun sosial. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian/pelajaran hendaknya memberikan keluwesan bagi guru dalam memilih metode mengajar dan sumber belajar seperti buku dan nara sumber. Sosialisasi KTSP 13 5. Untuk itu. (2) dikembangkan dari yang diketahui ke yang belum diketahui.5. Dekat secara fisik. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Program pembelajaran hendaknya dikembangkan dengan melihat kedekatan secara fisik dan secara psikis. Selain itu bahan kajian/pelajaran hendaknya bermakna bagi peserta didik yaitu bermanfaat karena dapat membantu peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. misalnya dengan memanfaatkan tanah/kebun sekolah. Dalam kaitan dengan sumber belajar. Sedangkan dekat secara psikis maksudnya bahan kajian tersebut mudah dipahami oleh kemampuan berpikir dan mencernakan informasi sesuai dengan usianya. bahan pengajaran hendaknya disusun berdasarkan prinsip (1) bertitik tolak dari hal-hal konkret ke abstrak. guru diharapkan dapat mengembangkan sumber belajar yang sesuai dengan memanfaatkan potensi di lingkungan sekolah. baik secara mental. (3) dari pengalaman lama ke pengalaman baru. maksudnya dalam lingkungan tempat tinggal dan sekolah peserta didik. fisik. (4) dari yang mudah/sederhana ke yang lebih sukar/rumit. Sosialisasi KTSP 14 155 . Selain itu guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan peserta didik aktif dalam proses belajar mengajar. meminta bantuan dari instansi terkait atau dunia usaha/industri (lapangan kerja) atau tokoh-tokoh masyarakat.

d XII. Namun demikian bahan kajian muatan lokal tertentu tidak harus secara terus-menerus diajarkan mulai dari kelas I s. Sosialisasi KTSP 16 156 . Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. pengamatan kinerja. proyek dan/atau produk. Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. dan penilaian diri. penilaian hasil karya berupa tugas. dan X s. dua semester atau satu tahun ajaran.5. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian muatan lokal yang diajarkan harus bersifat utuh dalam arti mengacu kepada suatu tujuan pengajaran yang jelas dan memberi makna kepada peserta didik. penggunaan portofolio. Bahan kajian muatan lokal juga dapat disusun dan diajarkan hanya dalam jangka waktu satu semester. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.d IX. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. menganalisis. pengukuran sikap. •Alokasi waktu untuk bahan kajian/pelajaran muatan lokal perlu memperhatikan jumlah minggu efektif untuk mata pelajaran muatan lokal pada setiap semester Sosialisasi KTSP 15 6.d VI atau dari kelas VII s.

7. Pelaporan • Pelaporan hasil belajar mata pelajaran muatan lokal diwujudkan dalam bentuk kuantitatif Sosialisasi KTSP 17 Selesai Sosialisasi KTSP 18 157 .

158 .

pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran. pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat. pasal 3 tentang tujuan pendidikan. dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan: Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah. minat. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas: Pasal 1 butir 6 tentang pendidik. dan kemampuan PP No.Materi 13 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PANDUAN MODEL PENGEMBANGAN DIRI Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah Sosialisasi KTSP Landasan Pengembangan Diri UU No. dibimbing oleh konselor. Sosialisasi KTSP 159 . Permendiknas No. Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum.

khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir Untuk satuan pendidikan khusus. kegiatan belajar. kondisi dan perkembangan peserta didik.Pengertian Pengembangan Diri Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. Pengembangan diri bertujuan memberikan Sosialisasi KTSP 160 . Sosialisasi KTSP Tujuan Umum kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial. kegiatan pengembangan diri. dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah. minat. potensi. Untuk satuan pendidikan kejuruan. pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik. serta kegiatan ekstra kurikuler. bakat. dan pengembangan karir.

Kemampuan sosial g.Tujuan Khusus Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan : a. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan e. yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal. • Keteladanan. memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain. kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan : Layanan dan kegiatan pendukung Konseling Kegiatan Ekstra Kurikuler Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut : • Rutin. Wawasan dan perencanaan karir i. keberaturan. ibadah khusus keagamaan bersama. datang tepat waktu Sosialisasi KTSP 161 . rajin membaca. Kemampuan belajar h. Kemampuan pemecahan masalah j. antri. mengatasi silang pendapat (pertengkaran). • Spontan. Minat c. adalah kegiatan dalam bentuk perilaku seharihari seperti : berpakaian rapi. Kemampuan kehidupan keagamaan f. senam. Kemandirian Sosialisasi KTSP Bentuk Pelaksanaan Pengembangan Diri Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual. adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti : pembentukan perilaku memberi salam. pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri. seperti : upacara bendera. Bakat b. berbahasa yang baik. membuang sampah pada tempatnya. Kreativitas d.

anggota keluarga. Pengembangan kehidupan sosial. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal. serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik. kemampuan belajar. b. kehidupan sosial. melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung. d. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. Pengembangan kehidupan pribadi. dan perencanaan karir. Pengembangan karir. Sosialisasi KTSP 162 . bakat dan minat. menilai. berdasarkan normanorma yang berlaku. baik secara perorangan maupun kelompok.Konseling peserta didik. dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. c. Konseling adalah pelayanan bantuan untuk Sosialisasi KTSP Bidang Pelayanan Konseling a. serta memilih dan mengambil keputusan karir. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. dan mengembangkan potensi dan kecakapan. Pengembangan kemampuan belajar.

yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian. yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru. sosial. dan pendidikan lanjutan. dan masyarakat. Sosialisasi KTSP 163 . jurusan/program studi. Informasi. Fungsi Pencegahan. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya. Sosialisasi KTSP Jenis Layanan Konseling Orientasi. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuhkembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya. program latihan. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya.Fungsi Bimbingan Konseling Fungsi Pemahaman. keluarga. karir/jabatan. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan. untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. belajar. Fungsi Advokasi. Penempatan dan Penyaluran.. yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas. yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu. yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri. magang. Fungsi Pengentasan. dan kegiatan ekstra kurikuler. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya. terumata kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah. kelompok belajar. terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari. Penguasaan Konten.

Alih Tangan Kasus. serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. Kunjungan Rumah. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya. yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. dan karir/jabatan. Himpunan Data. • Konseling Kelompok. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi. yang bersifat terbatas dan tertutup. dan pengambilan keputusan. kegiatan belajar. yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi. melalui aplikasi berbagai instrumen. yaitu kegiatan memperoleh data. dan bersifat rahasia. kemampuan hubungan sosial. • Mediasi. sistematis. pemahaman. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik. kemampuan sosial. baik tes maupun non-tes. karir/jabatan. yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data. Sosialisasi KTSP 164 . Sosialisasi KTSP Kegiatan Pendukung • • • • • • Aplikasi Instrumentasi. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. terpadu. komprehensif. Konferensi Kasus. Tampilan Kepustakaan. • Konsultasi. kegiatan belajar.Jenis Layanan (lanjutan …) • Konseling Perorangan. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan. • Bimbingan Kelompok. dan caracara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya. yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka.

Sosialisasi KTSP 165 . Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah.Format Kegiatan • Individual. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. • Program Harian. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. • Pendekatan Khusus. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. • Lapangan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan. yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. • Program Semesteran. yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. • Klasikal. Sosialisasi KTSP Jenis Program • Program Tahunan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. • Program Bulanan. • Kelompok. • Program Mingguan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan.

Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang. jenis layanan dan kegiatan pendukung. Sosialisasi KTSP 166 . penguasaan konten. dan volume/beban tugas konselor Sosialisasi KTSP Pelaksanaan Kegiatan Konseling Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi. dan alih tangan kasus. himpunan data. sasaran pelayanan. penempatan dan penyaluran. kegiatan konferensi kasus. serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas.Penyusunan Program Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi. format kegiatan. kegiatan instrumentasi. kunjungan rumah. pemanfaatan kepustakaan.

diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. bimbingan kelompok. bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah. konseling perorangan. Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan Sosialisasi KTSP 167 . konseling kelompok dan mediasi.Pelaksanaan Kegiatan Konseling (lanjutan) Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi. Sosialisasi KTSP Kegiatan Ekstrakurikuler pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling. serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. potensi.

yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik. Rekreatif. Sosialisasi KTSP 168 . yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. bakat dan minat peserta didik masing-masing. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik. mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan.Fungsi Kegiatan Ekstrakurikuler Pengembangan. membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil. Persiapan karir. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang disukai dan mengembirakan peserta didik. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Menyenangkan. Pilihan. Etos kerja. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rileks. Sosialisasi KTSP Prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler Individual. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Kemanfaatan sosial. Sosial. Keterlibatan aktif. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi. bakat dan minat mereka. menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh.

yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti oleh kelompok-kelompok peserta didik. meliputi pengembangan bakat olah raga. jurnaistik. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik secara perorangan. teater. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik antar kelas/ antar sekolah/madrasah. Sosialisasi KTSP Format Kegiatan Individual. meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR). pendidikan. Klasikal. penelitian. dan pameran/bazar. perlindungan HAM. cinta alam.Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler Krida. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik dalam satu kelas. dengan substansi antara lain karir. Seminar. keagamaan. seni dan budaya. Palang Merah Remaja (PMR). lokakarya. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA). Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). Gabungan. Latihan/lomba keberbakatan/prestasi. meliputi Kepramukaan. keagamaan. seni budaya. Karya Ilmiah. Kelompok. Sosialisasi KTSP 169 . kesehatan. kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik.

Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN). substansi. Penilaian segera (LAISEG). c. konselor dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah.Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Kegiatan ekstra kurikuler yang bersifat rutin. yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik. b. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik. tempat dan pelaksana sebagaimana telah direncanakan. Sosialisasi KTSP 170 . waktu. spontan dan keteladanan dilaksanakan secara langsung oleh guru. Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui: a. Sosialisasi KTSP Penilaian 1. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG). Kegiatan ekstra kurikuler yang terprogram dilaksanakan sesuai dengan sasaran. jenis kegiatan.

Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG. Sosialisasi KTSP 171 .Penilaian ( lanjutan ) 2. Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif. Sosialisasi KTSP Penilaian ( lanjutan ) Ekstrakurikuler Hasil dan proses kegiatan ekstra kurikuler dinilai secara kualitatif dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan lainnya oleh penanggung jawab kegiatan. untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan. 3. Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG.

PENGEMBANGAN DIRI Kamu harus jadi dirimu sendiri ! Bakat saya harus berkembang Guru & Siswa Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 172 .

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) V. Pembelajaran IPS Terpadu SMP 173 . Pembelajaran IPA Terpadu SMP 14. Pembelajaran Terpadu 13.

174 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 14 Pembelajaran IPA Terpadu SMP PEMBELAJARAN IPA TERPADU SMP Tujuan: • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran • Meningkatkan minat dan motivasi • Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus Sosialisasi KTSP 175 .

• Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. sehingga memudahkan pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi IPA. Kimia. Sosialisasi KTSP 176 .Bidang Kajian IPA SMP Struktur Keilmuan IPA • Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan (Biologi) • Materi dan Sifatnya (Kimia) • Energi dan Perubahannya (Fisika) • Bumi dan Alam Semesta (Geologi. dan Biologi) dapat dibelajarkan sekaligus. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. Kimia. dan Astronomi) Sosialisasi KTSP Kekuatan/manfaat • Dengan menggabungkan berbagai bidang kajian akan terjadi penghematan waktu. Meteorologi. dan Biologi. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antarkonsep Fisika. • Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik. karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran. karena ketiga disiplin ilmu (Fisika.

dan dalam konteks yang lebih bermakna. Pelaksanaan Pembelajaran 1. Perencanaan pembelajaran: Menetapkan bidang kajian yang akan dipadukan Mempelajari Standar kompetensi dan kompetensi dasar bidang kajian Membuat matriks atau bagan hubungan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu Merumuskan indikator pembelajaran terpadu Menyusun silabus pembelajaran terpadu Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu Memilih/menetapkan tema atau topik pemersatu Gambar Alur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Terpadu b. Kegiatan inti pembelajaran 3. peserta didik/guru dengan nara sumber.Kekuatan/manfaat • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait. sehingga pemahaman menjadi lebih terorganisasi dan mendalam. guru dengan peserta didik. Penilain Sosialisasi KTSP 177 . belajar dalam situasi nyata. peserta didik dengan peserta didik. Kegiatan pendahuluan (awal) 2. Kegiatan akhir (penutup) dan tindak lanjut c. sehingga memudahkan memahami hubungan materi IPA dari satu konteks ke konteks lainnya. Sosialisasi KTSP Pelaksanaan Pembelajaran IPA Terpadu a. sehingga belajar lebih menyenangkan. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antar guru sub bidang kajian terkait.

Team teaching 2. Sarana dan Prasarana Dalam pembelajaran terpadu diperlukan berbagai alat dan media pembelajaran Sosialisasi KTSP 178 . Berorientasi pada pembelajaran IPA secara terpadu 2. Pengembangan model-model pembelajaran atau RPP (rancangan pelaksanaan pembelajaran) Sosialisasi KTSP IMPLIKASI PEMBELAJARAN IPA TERPADU a. Guru tunggal b. d. Bahkan bila memungkinkan mereka dapat menggunakan teknologi informasi yang ada. Guru 1. Bahan Ajar Bahan ajar yang digunakan tidak hanya buku bidang kajian saja. c. Perencanaan tahap-tahap pengembangan pembelajaran menjadi suatu silabus 4. Siswa Mempertajam kemampuan analitis terhadap konsepkonsep yang dipadukan. Pengembangan peta konsep menjadi suatu tema 3. Peserta didik dapat juga mencari berbagai sumber belajar lainnya. tetapi dapat dari berbagai bidang kajian yang direkatkan oleh tema. karena dapat mengembangkan kemampuan asosiasi konsep dan aplikasi konsep.Pengembangan Silabus IPA 1.

Selesai Sosialisasi KTSP 179 .

180 .

memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi dan melatih ketrampilan untuk mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa diri sendiri atau masyarakat Sosialisasi KTSP 181 .DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 15 Pembelajaran IPS Terpadu SMP Sosialisasi KTSP TUJUAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Mengembangkan potensi Peserta Didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat.

PENDEKATAN PEMBELAJARAN IPS TERPADU
(Pendekatan Pembelajaran Terpadu atau Pendekatan Interdisipliner)

1. Model integrasi IPS berdasarkan topik/tema
PD II (termasuk pendudukan Jepang) serta pengaruhnya terhadap keadaan sosial, ekonomi dan politik di Indonesia Persebaran kondisi fisik daerah obyek wisata

sejarah

geografi

PENGEMBANGAN PARIWISATA sosiologi ekonomi Uang dan lembaga keuangan

perubahan sosial budaya pada masyarakat
Sosialisasi KTSP

2. Model Integrasi berdasarkan potensi utama
Peta wilayah yang menggambarkan obyek geografis geografi Sosiologi/ antropologi Bentuk-bentuk interaksi sosial

Perkembangan masyarakat, budaya dan pemerintahan pada masa Hindu Budha serta peninggalannya

BALI SEBAGAI TUJUAN WISATA
sejarah ekonomi
Gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi untuk mencapai kemandirian dan kesejahteraan

Sosialisasi KTSP

182

3. Model Integrasi berdasarkan permasalahan

Faktor sosial, dan Budaya

Faktor Ekonomi

PEMUKIMAN KUMUH
Perilaku Terhadap Aturan Faktor Historis

Sosialisasi KTSP

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL TERPADU
A. PERENCANAAN Langkah-langkah menyusun perencanaan pembelajaran:
1. Pemetaan Kompetensi Dasar 2. Penentuan topik atau tema 3. Penjabaran kompetensi dasar ke dalam indikator yang sesuai dengan topik/ tema 4. Penyusunan desain/ rencana pelaksanaan pembelajaran

B. MODEL PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
1. Kegiatan pendahuluan (awal) 2. Kegiatan inti pembelajaran 3. Kegiatan akhir (penutup) dan tindak lanjut

C. PENILAIAN
1. Tahapan penilaian 2. Penentuan kriteria penuntasan belajar

Sosialisasi KTSP

183

IMPLIKASI PEMBELAJARAN IPS TERPADU
a. Terhadap Guru 1. Team teaching 2. Guru tunggal b. Siswa 1. Mengembangkan kreatifitas akademik 2. Mempermudah dan memotivasi siswa untuk mengenal, menerima, menyerap dan memahami keterkaitan antara konsep / pengetahuan, nilai / tindakan yang terdapat dalam kompetensi dasar dan beberapa indikator c. Bahan Ajar Guru dituntut untuk rajin dan kreatif mencari dan mengumpulkan bahan –bahan yang diperlukan dalam pembelajaran d. Sarana dan Prasarana Guru harus memilih secara jeli terhadap penggunaan media supaya dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh berbagai bidang studi yang terkait.
Sosialisasi KTSP

Selesai

Sosialisasi KTSP

184

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

VI. Pembelajaran Efektif
15. Pembelajaran Berbasis Kontekstual 1 16. Pembelajaran Berbasis Kontekstual 2

185

186

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

Materi 16

PEMBELAJARAN BERBASIS KONTEKSTUAL 1

Sosialisasi KTSP

LATAR BELAKANG MAKRO :
• Kondisi pendidikan secara makro di indonesia dalam lingkup internasional maupun nasional • Kondisi pembelajaran di sekolah secara empiris

Sosialisasi KTSP

187

dan 112 dari 175 negara. Kemampuan Siswa bidang Matematika dan IPA berurutan menempati urutan 34 dan 32 dari 38 negara. 5.6 %). Sosialisasi KTSP JUMLAH ANAK YANG BELUM TERLAYANI OLEH PENDIDIKAN SD/MI (7 – 12 Tahun) SLTP/MTs (13 – 15 Tahun) 1. tahun 2002 dan 2003 berurutan menempati urutan 110 dari 173. The Third International Mathematics and Science Study Repeat (1999). 9.50 %).941 anak (67.801. UNDP Human Development Index.113.141 anak (5.422. SMU/MA (16 – 18 Tahun) Retensi kotor anak masuk SD yang melanjutkan hingga PT (11. yang tidak (88.30 %).4 %) Sosialisasi KTSP 188 .DATA HASIL PENELITIAN International Education Achievement (IEA) Kemampuan membaca siswa SD menempati urutan 30 dari 38 negara.58 %).122 anak (44.

LATAR BELAKANG MIKRO (Kondisi empiris) Berbicara mengenai PBM di sekolah seringkali membuat kita kecewa. Banyak siswa mampu menyajikan tingkat hapalan yang baik terhadap materi ajar yang diterimanya. Sebagian besar dari siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dipergunakan/dimanfaatkan. 2. tetapi pada kenyataannya mereka tidak memahaminya. Mengapa ? Sosialisasi KTSP 1. apalagi bila dikaitkan dengan pemahaman siswa terhadap materi ajar. Sosialisasi KTSP 189 .

sehingga semua siswa dapat menggunakan dan mengingatnya lebih lama konsep tersebut ?. Padahal mereka sangat butuh untuk dapat memahami konsep-konsep yang berhubungan dengan tempat kerja dan masyarakat pada umumnya dimana mereka akan hidup dan bekerja.3. Sosialisasi KTSP PERMASALAHANNYA 1. Bagaimana menemukan cara terbaik untuk menyampaikan berbagai konsep yang diajarkan di dalam mata pelajaran tertentu. Sosialisasi KTSP 190 . Siswa memiliki kesulitan untuk memahami konsep akademik sebagaimana mereka biasa diajarkan yaitu dengan menggunakan sesuatu yang abstrak dan metode ceramah.

sehingga dapat membuka berbagai pintu kesempatan selama hidupnya ?. “Tantangan yang dihadapi oleh guru setiap hari dan merupakan tantangan bagi pengembang kurikulum”. arti dari sesuatu. dan hubungan dari apa yang mereka pelajari ?. Bagaimana guru dapat membuka wawasan berpikir yang beragam dari siswa. Sosialisasi KTSP 4.2. sehingga mereka dapat mempelajari berbagai konsep dan mampu mengkaitkannya dengan kehidupan nyata. Sosialisasi KTSP 191 . Bagaimana setiap individual mata pelajaran dipahami sebagai bagian yang saling berhubungan dan membentuk satu pemahaman yang utuh ?. 3. Bagaimana seorang guru dapat berkomunikasi secara efektif dengan siswanya yang selalu bertanya-tanya tentang alasan dari sesuatu.

Mereka diajarkan bagaimana mereka mempelajari konsep. Sosialisasi KTSP 192 . dan bagaimana konsep tersebut dapat dipergunakan di luar kelas. sains. 2. dan bahasa meningkat secara drastis pada saat. Sosialisasi KTSP 1. Mereka dibantu untuk membangun keterkaitan antara informasi (pengetahuan) baru dengan pengalaman (pengetahuan lain) yang telah mereka miliki atau mereka kuasai.PENGALAMAN BERHARGA Pengalaman di negara lain menunjukkan bahwa minat dan prestasi siswa dalam bidang matematika.

Mereka diperkenankan untuk bekerja secara bersama-sama (cooperative) Meningkatnya minat dan prestasi siswa tersebut dicapai.3. Sosialisasi KTSP PENGAYAAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Sosialisasi KTSP 193 . karena guru menggunakan suatu pendekatan pembelajaran dan pengajaran kontekstual.

Sosialisasi KTSP TUJUH KOMPONEN CTL 1. 4.SUATU KONSEPSI • Membantu guru mengkaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia • Memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. 6. 5. 3. 2. 7. Konstruktivisme Inquiry Questioning Learning Community Modeling Reflection Authentic Assessment Sosialisasi KTSP 194 .

INQUIRY (MENEMUKAN) • Proses perpindahan dari pengamatan menjadi pemahaman • Siswa belajar menggunakan keterampilan berpikir kritis Sosialisasi KTSP 195 .1. KONSTRUKTIVISME • Membangun pemahaman mereka sendiri dari pengalaman baru berdasar pada pengetahuan awal • Pembelajaran harus dikemas menjadi proses “mengkonstruksi” bukan menerima pengetahuan Sosialisasi KTSP 2.

QUESTIONING (BERTANYA) • Kegiatan guru untuk mendorong. membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa • Bagi siswa yang merupakan bagian penting dalam pembelajaran yang berbasis inquiry Sosialisasi KTSP 4.3. LEARNING COMMUNITY (MASYARAKAT BELAJAR) • Sekelompok orang yang terikat dalam kegiatan belajar • Bekerjasama dengan orang lain lebih baik daripada belajar sendiri • Tukar pengalaman • Berbagi ide Sosialisasi KTSP 196 .

MODELING (PEMODELAN) • Proses penampilan suatu contoh agar orang lain berpikir. bekerja dan belajar • Mengerjakan apa yang guru inginkan agar siswa mengerjakannya Sosialisasi KTSP 6. AUTHENTIC ASSESSMENT (PENILAIAN YANG SEBENARNYA) • Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa • Penilaian produk (kinerja) • Tugas-tugas yang relevan dan kontekstual Sosialisasi KTSP 197 .5.

karya seni.7. Reflection (refleksi) • Cara berpikir tentang apa yang telah kita pelajari • Mencatat apa yang telah dipelajari • Membuat jurnal. diskusi kelompok Sosialisasi KTSP KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS CTL • • • • • • • • Kerjasama Saling menunjang Menyenangkan Tidak membosankan Belajar dengan bergairah Pembelajaran terintegrasi Menggunakan berbagai sumber Siswa aktif Sosialisasi KTSP 198 .

LANJUTAN … KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS CTL • Sharing dengan teman • Siswa kritis. gambar. Sosialisasi KTSP • DI (DIRECT INSTRUCTION) • CL (COOPERATIVE LEARNING) • PBI (PROBLEM BASE INSTRUCTION) • GABUNGAN Sosialisasi KTSP 199 . karangan siswa dll. laporan hasil praktikum. guru kreatif • Dinding kelas dan lorong-lorong penuh dengan hasil karya siswa. artikel. tetapi hasil karya siswa. peta-peta. humor dll • Laporan kepada orang tua bukan hanya raport.

MODEL PEMBELAJARAN Direct Instruction (DI) Cooperative Learning (CL) Problem Based Instruction (PBI) Empat Ciri Khusus Landasan Teoritik Tujuan Hasil Belajar Siswa Tingkah Laku Mengajar (Sintaks) Lingkungan Belajar dan Sistem Pengelolaan Sosialisasi KTSP PEMBELAJARAN LANGSUNG (DI) Landasan Teoritik Teori Belajar Sosial Pemodelan Tingkah Laku Albert Bandura CTL Hasil Belajar Siswa Modeling Pengetahuan Prosedural Pengetahuan Deklaratif sederhana Mengembangkan Keterampilan belajar Strategi – strategi belajar Lihat tabel 1 Berpusat pada guru Sintaks Lingkungan belajar dan Sistem Pengelolaan Sosialisasi KTSP Lima fase utama Perlu perencanaan dan pelaksanaan dari guru 200 .

mempersiapkan siswa untuk belajar • Mendemonstrasikan keterampilan yang benar.Tabel : 1 “ SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG” FASE – FASE Fase 1 Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan Siswa Fase 2 Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan Fase 3 Membimbing pelatihan Fase 4 Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik Fase 5 Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan PERILAKU GURU • Menjelaskan TPK. dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dlm kehidupan sehari hari Sosialisasi KTSP PEMBELAJARAN KOOPERATIF (CL) Landasan Teoritik Teori Belajar Konstruktivis CTL Learning Community Hasil belajar Akademik Keterampilan Sosial Sintaks Enam fase utama Proses demokrasi dan Peran aktif siswa Hakekat Sosiokultural Vygotsky Konsep – konsep sulit Keterampilan Kooperatif Lihat tabel 2 Berpusat pada siswa Hasil Belajar Siswa Lingkungan belajar dan Sistem Pengelolaan Siswa bel dlm klp. memberi umpan • Mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan. Kecil Dg tkt mampu beda Sosialisasi KTSP 201 . pentingnya pelajaran. atau menyajikan informasi tahap demi tahap • Merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal • Mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik. informasi latar belakang pelajaran.

mandiri Sintaks Lima fase utama Lihat tabel 3 Lingkungan belajar dan Sistem Pengelolaan Sosialisasi KTSP Terbuka. proses demokrasi.Tabel : 2“ SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF (CL)” FASE – FASE Fase 1 Menyampaikan tujuan dan memotivasi Siswa Fase 2 Menyajikan informasi Fase 3 Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok – kelompik belajar Fase 4 Membimbing kelompok bekerja dan belajar Fase 5 Evaluasi Fase 6 Memberikan penghargaan PERILAKU GURU Menyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai selama pembelajaran dan memotivasi siswa belajar Menyajikan informasi kepada siswa dg jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan Menjelaskan kpd siswa bgm cara membentuk klp bel dan membantu setiap klp agar melakukan transisi secara efisien Membimbing kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka Mengevaluasi hasil bel ttg materi yg tlh dipelajari/meminta klp presentasi hsl kerja Menghargai baik upaya maupun hsl bel individu dan kelompok Sosialisasi KTSP PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH (PBI) Landasan Teoritik Teori Belajar Konstruktivis CTL Inquiry Pemecahan masalah (autentik) Belajar penemuan Bruner Hasil Belajar Siswa Menjadi pembelajar Yang otonom. peran aktif siswa Norma inquiry terbuka Bebas kemukakan dpt 202 .

model dan berbagi tugas dengan teman • Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yg tlh dipelajari /meminta klp presentasi hasil kerja Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 203 .Tabel : 3 “SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN PBI“ FASE .FASE Fase 1 Orientasi siswa kepada masalah Fase 2 Mengorganisasikan siswa untuk belajar Fase 3 Membimbing penyelidikan individu dan klp Fase 4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya Fase 5 Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah PERILAKU GURU • Menjelaskan tujuan.logistik yg dibutuhkan • Memotivasi siswa terlibat aktif pemecahan masalah yg dipilih • Membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas bel yg berhub dg Masalah tersebut • Mendorong siswa utk mengumpulkan informasi yg sesuai. melaksanakan eksperimen utk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah • Membantu siswa dal merencanakan dan menyiapkan karya yg sesuai spt laporan.

204 .

3. 4. Anak lincah Selalu belajar apa yang diinginkannya dengan gembira. 2.DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 17 Pembelajaran Berbasis Kontekstual 2 Sosialisasi KTSP Ada sesuatu yang salah dengan proses pendidikan Sebelum Sekolah 1. yang menarik perhatiannya Anak membangun sendiri pengetahuan dan pemahaman lewat pengalaman nyata sehari-hari Sosialisasi KTSP 205 . riang Menggunakan segala sesuatu yang terdapat di sekitarnya.

Makin tinggi kelas anak. Telah terjadi “penjinakan” pada anak 6. 3. 4.Setelah Sekolah 1. apalagi bila dikaitkan dengan pemahaman siswa terhadap materi ajar. makin kurang inisiatif dan keberanian bertanya/mengemukakan pendapatnya Sosialisasi KTSP Sampai saat inipun kalau kita berbicara mengenai PBM di sekolah seringkali membuat kita kecewa. 2. Anak dipaksa belajar dengan cara guru Suasana tegang Seringkali tidak bermakna Seringkali siswa belajar sesuatu tidak menarik perhatiannya 5. Mengapa ? Sosialisasi KTSP 206 .

Padahal mereka sangat butuh untuk dapat memahami konsep-konsep yang berhubungan dengan lingkungan dan masyarakat pada umumnya dimana mereka akan hidup dan bekerja. Sosialisasi KTSP Siswa memiliki kesulitan untuk memahami konsep akademik sebagaimana mereka biasa diajarkan yaitu dengan menggunakan sesuatu yang abstrak dan metode ceramah. Sebagian besar dari siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dipergunakan/dimanfaatkan. tetapi pada kenyataannya mereka tidak memahaminya. Sosialisasi KTSP 207 .Banyak siswa mampu menyajikan tingkat hafalan yang baik terhadap materi ajar yang diterimanya.

dan hubungan dari apa yang mereka pelajari ?. Bagaimana seorang guru dapat berkomunikasi secara efektif dengan siswanya yang selalu bertanya-tanya tentang alasan dari sesuatu.PERMASALAHANNYA 1. Sosialisasi KTSP 2. Bagaimana setiap individual mata pelajaran dipahami sebagai bagian yang saling berhubungan dan membentuk satu pemahaman yang utuh ?. Bagaimana menemukan cara terbaik untuk menyampaikan berbagai konsep yang diajarkan di dalam mata pelajaran tertentu. 3. sehingga semua siswa dapat menggunakan dan mengingatnya lebih lama konsep tersebut ?. arti dari sesuatu. Sosialisasi KTSP 208 .

4. Sosialisasi KTSP PENGALAMAN BERHARGA Pengalaman di negara lain menunjukkan bahwa minat dan prestasi siswa dalam bidang matematika. sehingga mereka dapat mempelajari berbagai konsep dan mampu mengkaitkannya dengan kehidupan nyata. sehingga dapat membuka berbagai pintu kesempatan selama hidupnya ?. dan bahasa meningkat secara drastis pada saat. Sosialisasi KTSP 209 . Bagaimana guru dapat membuka wawasan berpikir yang beragam dari siswa. sains. “Tantangan yang dihadapi oleh guru setiap hari dan merupakan tantangan bagi pengembang kurikulum”.

2. dan bagaimana konsep tersebut dapat dipergunakan di luar kelas.1. Mereka diajarkan bagaimana mereka mempelajari konsep. Mereka diperkenankan untuk bekerja secara bersama-sama (cooperative) Meningkatnya minat dan prestasi siswa tersebut dicapai. karena guru menggunakan suatu pendekatan pembelajaran dan pengajaran kontekstual. Mereka dibantu untuk membangun keterkaitan antara informasi (pengetahuan) baru dengan pengalaman (pengetahuan lain) yang telah mereka miliki atau mereka kuasai. Sosialisasi KTSP 3. Sosialisasi KTSP 210 .

PERBEDAAN CTL TRADISIONAL NO. CTL Menyandarkan pada memori spasial (pemahaman makna) Pemilihan informasi berdasarkan kebutuhan siswa Siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran TRADISONAL Menyandarkan pada hafalan Pemilihan informasi ditentukan oleh guru Siswa secara pasif menerima informasi 2. 1. 6. Sosialisasi KTSP 211 . 4. Sosialisasi KTSP NO. CTL TRADISONAL Pembelajaran dikaitkan Pembelajaran sangat dengan kehidupan abstrak dan teoritis nyata/masalah yang disimulasikan Selalu mengkaitkan informasi dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa Cenderung mengintegrasikan beberapa bidang Memberikan tumpukan informasi kepada siswa sampai saatnya diperlukan Cenderung terfokus pada satu bidang (disiplin) tertentu 5. 3.

9. 11. mendengar ceramah. Sosialisasi KTSP 212 . CTL Keterampilan dikembangkan atas dasar pemahaman Hadiah dari perilaku baik adalah kepuasan diri Siswa tidak melakukan hal yang buruk karena sadar hal tsb keliru dan merugikan TRADISONAL Keterampilan dikembangkan atas dasar latihan Hadiah dari perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor Siswa tidak melakukan sesuatu yang buruk karena takut akan hukuman 10. 7. berpikir kritis. dan mengisi latihan yang membosankan (melalui kerja individual) Perilaku dibangun atas kebiasaan 8.NO. CTL Siswa menggunakan waktu belajarnya untuk menemukan. berdiskusi. atau mengerjakan proyek dan pemecahan masalah (melalui kerja kelompok) Perilaku dibangun atas kesadaran diri TRADISONAL Waktu belajar siswa sebagian besar dipergunakan untuk mengerjakan buku tugas. Sosialisasi KTSP NO. menggali.

12. Sosialisasi KTSP 213 . 13. CTL Perilaku baik berdasarkan motivasi intrinsik Pembelajaran terjadi di berbagai tempat.NO. sosial dan kultural). sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan/konteks ke permasalahan/konteks lainnya. konteks dan setting Hasil belajar diukur melalui penerapan penilaian autentik. 14. Sosialisasi KTSP PENGERTIAN CTL Pembelajaran/pengajaran kontekstual merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. TRADISONAL Perilaku baik berdasarkan motivasi ekstrinsik Pembelajaran hanya terjadi dalam kelas Hasil belajar diukur melalui kegiatan akademik dalam bentuk tes/ujian/ulangan.

Sosialisasi KTSP 214 . Pekerjaan yang memiliki suatu tujuan. dan menghasilkan produk. ikut serta dalam menentukan pilihan. memiliki kepedulian terhadap orang lain. Bekerjasama (collaborating) untuk membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. membantu mereka untuk mengerti bagaimana berkomunikasi/berinteraksi dengan yang lain dan dampak apa yang ditimbulkannya. sehingga siswa merasakan bahwa belajar penting untuk masa depannya.KOMPONEN CTL Membuat hubungan yang bermakna (making meaningful connections) antara sekolah dan konteks kehidupan nyata. Melakukan pekerjaan yang siginifikan (doing significant work). Sosialisasi KTSP Pembelajaran mandiri (self-regulated learning) yang membangun minat individual siswa untuk bekerja sendiri ataupun kelompok dalam rangka mencapai tujuan yang bermakna dengan mengaitkan antara materi ajar dan konteks kehidupan sehari-hari.

memahami suatu isu/fakta dan pemecahan masalah. Menggunakan penilaian autentik (using authentic assessment) yang menantang siswa agar dapat menggunakan informasi akademis baru dan keterampilannya kedalam situasi nyata untuk tujuan yang signifikan. Pendewasaan individu (nurturing individual) dengan mengenalnya.Berpikir kritis dan kreatif (critical and creative thingking). memberikan perhatian. analisis dan sintesa data. siswa diwajibkan untuk memanfaatkan berpikir kritis dan kreatifnya dalam pengumpulan. mempunyai harapan tinggi terhadap siswa dan memotivasinya. Sosialisasi KTSP 215 . Sosialisasi KTSP Pencapaian standar yang tinggi (reaching high standards) melalui pengidentifikasian tujuan dan memotivasi siswa untuk mencapainya.

oleh karenanya. yang menekankan bahwa belajar merupakan proses sosial yang menentukan tujuan belajar. oleh karenanya harus berbagi pengetahuan dan tugastugas Sosialisasi KTSP 216 . Situated Learning. faktor sosial dan budaya perlu diperhatikan selama perencanaan pengajaran.TEORI YANG MELANDASI CTL Knowledge-Based Constructivism. Bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar akan memotivasi seseorang untuk terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan komitmen untuk belajar. menekankan kepada pentingnya siswa membangun sendiri pengetahuan mereka lewat keterlibatan aktif dalam proses belajar mengajar. Effort-Based Learning/Incremental Theory of Intellegence. dsb) dalam mencapai tujuan belajar. manusia merupakan bagian terintegrasi dari proses pembelajaran. Distributed Learning. pengetahuan dan pembelajaran harus dikondisikan dalam fisik tertentu dan konteks sosial (masyarakat. rumah. Sosialisasi KTSP Socialization.

Sosialisasi KTSP yang mengikuti metodologi sains dan memberi kesempatan untuk pembelajaran bermakna. Inquiry-Based Learning. pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi ajar dan menggunakannya kembali di tempat kerja. pendekatan pembelajaran yang memperkenankan siswa untuk bekerja mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya (pengetahuan dan keterampilan baru). yaitu suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar melalui berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah dalam rangka memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. Sosialisasi KTSP 217 . yaitu pendekatan pengajaran yang menperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna melalui pengembangan keterampilan berpikir dan pemecahan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata. Work-Based Learning. pendekatan pembelajaran Project-Based Learning. dan mengkulminasikannya dalam produk nyata.PENDEKATAN CTL Problem-Based Learning. Authentic Instruction.

yaitu pendekatan Sosialisasi KTSP IMPLEMENTASI CTL Sesuai dengan faktor kebutuhan individual siswa. pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam rangka memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. yaitu pendekatan pembelajaran yang menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru dan berbagai keterampilan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya. Mempertimbangan keragaman siswa (disversity of students). Cooperative Learning.Service Learning. Merencanakan pembelajaran sesuai dengan perkembangan mental (developmentally appropriate) siswa. maka untuk dapat mengimplementasikan pembelajaran dan pengajaran kontekstual guru seharusnya. Membentuk group belajar yang saling tergantung (interdependent learning groups). Sosialisasi KTSP 218 .

menemukan. perkembangan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Memperhatikan multi-intelegensi (multiple intelli-gences) siswa. penggunaan strategi dan motivasi berkelanjutan). Mengembangkan sifat ingin tahu siswa melalui pengajuan pertanyaan (quesioning).Menyediakan lingkungan yang mendukung pembelajaran mandiri (self-regulated learning) dengan 3 karakteristik umumnya (kesadaran berpikir. Menggunakan teknik bertanya (quesioning) yang meningkatkan pembelajaran siswa. Sosialisasi KTSP Mengembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna jika ia diberi kesempatan untuk bekerja. dan mengkontruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan baru (contructivism). Memfasilitasi kegiatan penemuan (inquiry) agar siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan melalui penemuannya sendiri (bukan hasil mengingat sejumlah fakta). Sosialisasi KTSP 219 .

Mempelajari lingkungan sekolah dan tempat tinggal siswa. agar proses pengajaran kontekstual dapat lebih efektif.Menciptakan masyarakat belajar (learning community) dengan membangun kerjasama antar siswa. Mengkaji konsep atau teori (materi ajar) yang akan dipelajari oleh siswa. maka guru seharusnya. Memodelkan (modelling) sesuatu agar siswa dapat menirunya untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru. Menerapkan penilaian autentik (authentic assessment). Sosialisasi KTSP 220 . Memahami latar belakang dan pengalaman hidup siswa melalui proses pengkajian secara seksama. selanjutnya memilih dan mengkaitkannya dengan konsep atau teori yang akan dibahas. Mengarahkan siswa untuk merefleksikan tentang apa yang sudah dipelajari. Sosialisasi KTSP Sedangkan berkaitan dengan faktor peran guru.

Sosialisasi KTSP PENILAIAN AUTENTIK Penilaian autentik adalah suatu istilah/terminologi yang diciptakan untuk menjelaskan berbagai metode penilaian alternatif yang memungkinkan siswa dapat mendemonstrasikan kemampuannya dalam menyelesaikan tugas-tugas dan menyelesaikan masalah. Melaksanakan pengajaran dengan selalu mendorong siswa untuk mengkaitkan apa yang sedang dipelajari dengan pengetahuan/pengalaman sebelumnya dan fenomena kehidupan sehari-hari. Melakukan penilaian autentik (authentic assessment) yang memungkinkan siswa untuk menunjukkan penguasaan tujuan dan pemahaman yang mendalam terhadap pembelajarannya. serta mendorong siswa untuk membangun kesimpulan yang merupakan pemahaman siswa terhadap konsep atau teori yang sedang dipelajarinya. Sekaligus.Merancang pengajaran dengan mengkaitkan konsep atau teori yang dipelajari dengan mempertimbangkan pengalaman siswa dan lingkungan kehidupannya. sekaligus pada saat yang bersamaan dapat meningkatkan dan menemukan cara untuk peningkatan pengetahuannya. 1991). Sosialisasi KTSP 221 . mengekspresikan pengetahuan dan keterampilannya dengan cara mensimulasikan situasi yang dapat ditemui di dalam dunia nyata di luar lingkungan sekolah (Hymes. Dalam hal ini adalah simulasi yang dapat mengekspresikan prestasi (performance) siswa yang ditemui di dalam praktek dunia nyata.

Melalui penilaian autentik ini. Dengan kata lain.TUJUAN PENILAIAN AUTENTIK Penilaian autentik bertujuan mengevaluasi kemampuan siswa dalam konteks dunia nyata. diharapkan berbagai informasi yang absah/benar dan akurat dapat terjaring berkaitan dengan apa yang benar-benar diketahui dan dapat dilakukan oleh siswa atau tentang kualitas program pendidikan. Sosialisasi KTSP 222 . Observasi sistematik atau investigasi jangka pendek (System Observation – short investigation) yang bermanfaat untuk menyajikan informasi tentang dampak aktivitas pembelajaran terhadap sikap siswa. Sosialisasi KTSP STRATEGI PENILAIAN AUTENTIK Penilaian kinerja (Performance assessment) yang dikembangkan untuk menguji kemampuan siswa dalam mendemonstrasikan pengetahuan dan ke-terampilannya (apa yang mereka ketahui dan dapat dilakukan) pada berbagai situasi nyata dan konteks tertentu. siswa belajar bagaimana mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilannya ke dalam tugas-tugas yang autentik.

chart atau grafik. Koleksi tersebut memberikan gambaran perkembangan siswa setiap saat. kemudian menuliskan ide-ide. Sosialisasi KTSP Kajian/penilaian pribadi (self assessment)Siswa untuk mengevaluasi partisipasi. Pertanyaan evaluatif merupakan alat dasar dalam kajian pribadi. minat dan keberhasilan atau prestasi siswa selama jangka waktu tertentu (Hart. Dengan kata lain jurnal membantu siswa dalam mengorgani-sasikan cara berpikirnya dan menuangkannya secara eksplisit dalam bentuk gambar. Tanggapan ini dapat berupa. (ii) suatu pemecahan matematik. tulisan dan bentuk lainnya.Pertanyaan terbuka. Jurnal (Journal) merupakan suatu proses refleksi dimana siswa berpikir tentang proses belajar dan hasilnya. antara lain (i) suatu tulisan singkat atau jawaban lisan. ia memberikan stimulus dan bertanya kepada siswa untuk memberikan tanggapan (respond). Portefolio (Portfolio) adalah koleksi/kumpulan dari berbagai ketrampilan. ide. 1994). (iii) suatu gambar. minat dan pengalamannya. proses dan produk mereka. Sosialisasi KTSP 223 . (iv) suatu diagram. Sama halnya observasi sistematik.

Terakhir. Sosialisasi KTSP 224 .DIAGRAM SISTEM DUKUNGAN UNTUK PELAKSANAAN CTL Pembelajaran Siswa Pengajaran Dukungan Keorganisasian Sekolah Sosialisasi KTSP Dukungan Masyarakat Diagram tsb menunjukkan bahwa tujuan akhir pelaksanaan CTL adalah mendukung pembelajaran yang berkualitas bagi siswa. dukungan eksternal dari masyarakat adalah dalam hal penyediaan sumber dorongan yang dapat membantu siswa dan pendidik menciptakan lingkungan belajar mengajar yang berkualitas. Keorganisasian sekolah juga sedapat mungkin harus mendukung keterlaksanaan proses pembelajaran dimanapun (ruang kelas. setiap orang di sekolah terlebih dahulu menyetujui tentang apa yang akan dipelajari oleh siswa dan strategi apa yang akan digunakan. sekolah atau masyarakat). Untuk itu.

Selesai Sosialisasi KTSP 225 .

226 .

Rancangan Penilaian Hasil Belajar 227 . Penilaian Hasil Belajar 17.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VII.

228 .

Materi 16 RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENILAIAN • • • • • • PENGERTIAN PENILAIAN PENGERTIAN PENILAIAN KELAS CIRI PENILAIAN KELAS TEKNIK PENILAIAN MANFAAT HASIL PENILAIAN PENGERTIAN KETUNTASAN BELAJAR • PELAPORAN Sosialisasi KTSP 229 .

PENGERTIAN PENILAIAN PENILAIAN ADALAH PROSES SISTEMATIS MELIPUTI PENGUMPULAN INFORMASI (ANGKA. Sosialisasi KTSP 230 . INTERPRETASI INFORMASI UNTUK MEMBUAT KEPUTUSAN. DESKRIPSI VERBAL). ANALISIS. Sosialisasi KTSP PENILAIAN KELAS Proses pengumpulan & penggunaan informasi oleh guru melalui sejumlah bukti untuk membuat keputusan ttg pencapaian hasil belajar/kompetensi siswa.

maka sebagian besar dari mereka akan mencapai ketuntasan”. MENGGUNAKAN BERBAGAI CARA & ALAT PENILAIAN Sosialisasi KTSP 1. 3. BELAJAR TUNTAS OTENTIK BERKESINAMBUNGAN BERDASARKAN ACUAN KRITERIA / PATOKAN 5. Carrol. dan hasil yang baik. 2. (John B. 4. A Model of School Learning Sosialisasi KTSP ) 231 . • “Jika peserta didik dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuannya untuk beberapa mata pelajaran dan diajarkan sesuai dengan karakteristik mereka. Belajar Tuntas • Belajar Tuntas (mastery learning): peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya.CIRI PENILAIAN KELAS 1. sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar.

B. Carrol) • “Peserta didik yang belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama. keterampilan. Block. Bloom) Sosialisasi KTSP 2.lanjutan • Guru harus mempertimbangkan antara waktu yang diperlukan berdasarkan karakteristik peserta didik dan waktu yang tersedia di bawah kontrol guru (John B. mereka dapat berhasil jika kompetensi awal mereka terdiagnosis secara benar dan mereka diajar dengan metode dan materi yang berurutan.) Sosialisasi KTSP 232 . mulai dari tingkat kompetensi awal mereka” (JH. Penilaian Otentik • Memandang penilaian dan pembelajaran secara terpadu • Mencerminkan masalah dunia nyata bukan dunia sekolah • Menggunakan berbagai cara dan kriteria • Holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan. dan sikap.

atau lainnya) • Ulangan Tengah Semester : selesai beberapa Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan • Ulangan Akhir Semester : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan. dan perbaikan hasil terus menerus dalam bentuk Ulangan Harian. kemajuan. Ulangan Tengah Semester. dan Ulangan Kenaikan Kelas. observasi.3. • Ulangan Kenaikan Kelas : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester ganjil dan genap. Berkesinambungan Memantau proses. dengan penekanan pada kompetensi dasar semester genap Sosialisasi KTSP 233 . (tertulis. penugasan. Sosialisasi KTSP • Ulangan Harian : selesai satu atau beberapa Indikator. Ulangan Akhir Semester.

Pengamatan. Produk. Unjuk Kerja. Proyek. Lisan. Berdasar Acuan kriteria/patokan Prestasi kemampuan peserta didik TIDAK DIBANDINGKAN dengan peserta kelompok. Menggunakan Berbagai cara & alat penilaian • Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi • Menggunakan penilaian yang bervariasi: Tertulis. dan Penilaian Diri Sosialisasi KTSP 234 .4. tetapi dengan kemampuan yang dimiliki sebelumnya dan patokan yang ditetapkan Sosialisasi KTSP 5. Portofolio.

baca puisis. berdiskusi.TEKNIK /CARA PENILAIAN Unjuk Kerja (Performance) Penugasan (Proyek/Project) Hasil kerja (Produk/Product) Tertulis (Paper & Pen) Portofolio (Portfolio) Sikap Diri (Self Assessment) Sosialisasi KTSP Unjuk Kerja (Performance) : pengamatan terhadapa aktivitas siswa sebagaimana terjadi (unjuk kerja. interaksi) • Cocok untuk : • Penyajian lisan: keterampilan berbicara. tingkah laku. berpidato. • Pemecahan masalah dalam kelompok • Partisipasi dalam diskusi • Menari • Memainkan alat musik • Olah Raga • Menggunakan peralatan laboratorium • Mengoperasikan suatu alat Sosialisasi KTSP 235 .

B.A. Mata melihat kepada penonton Sosialisasi KTSP 236 . Ekspresi fisik (physical expression) ----. Berdiri tegak melihat pada penonton ----. Mengubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan 1 2 3 4 Sosialisasi KTSP CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN CHECKLIST --------------------------------------------------------------------------------Petunjuk: Beri tanda centang (v) dibelakang huruf di mana kemampuan siswa teramati pada waktu berpidato. Merubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan ----. ---------------------------------------------------------------------------------Nama: Rinjani I.CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN RATING SCALE -----------------------------------------------------------------------------------------------Petunjuk : Beri Lingkaran pada angka yang sesuai untuk setiap kemampuan yang teramati pada waktu anak berpidato : 1 bila tidak pernah 2 bila jarang 3 bila kadang-kadang. dan 4 bila siswa selalu melakukan --------------------------------------------------------------------------------------------------Nama : Rinjani I. Ekspresi fisik (physical expression) A. Berdiri tegak melihat pada penonton 1 2 3 4 B.C.

Menyimpulkan pokok-pokok pikiran yang penting III.C. Ekspresi suara (vocal expression) ---.B. Menggunakan kalimat yang lengkap untuk mengutarakan suatu pikiran ---.B. Tidak mengulang-ulang pernyataan ---. Berbicara dengan kata-kata yang jelas ---. Penyajian data Sosialisasi KTSP 237 . Memilih kata-kata yang tepat untuk menegaskan arti ---.C. Berbicara cukup keras untuk didengar penonton Ekspresi verbal (verbal expression) ---. Sosialisasi KTSP Penugasan (Proyek) : Penilaian terhadap suatu tugas yang mengandung penyelidikan yang harus selesai dalam waktu tertentu Tugas: suatu investigasi dgn tahapan: Perencanaan Pengumpulan data Pengolahan data.II.A. Nada suaranya berubah-ubah sesuai pernyataan yang ditekankan ---.D.A.

PENILAIAN PROYEK Bermanfaat menilai : • Keterampilan menyelidiki secara umum • Pemahaman & Pengetahuan dalam bidang tertentu • Kemampuan mengaplikasi pengetahuan dalam suatu penyelidikan • Kemampuan menginformasikan subyek secara jelas Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN PROYEK : Ilmu Pengetahuan Sosial : SD : VI Mata Pelajaran Jenjang Kelas / Semester Contoh Kompetensi Dasar : menganalisis bentuk-bentuk perilaku yang muncul sebagai dampak globalisasi (konsumerisme. gaya hidup) Sosialisasi KTSP 238 .

Mengidentifikasi bukti-bukti globalisasi di lingkungan masyarakat (mis: dalam hal periklanan. migrasi. pariwisata. perilaku. dan tradisi) . nilai-nilai. perjalanan.Membandingkan pandangan orang tua dan anak mengenai perubahan-perubahan yang terjadi akibat pengaruh globalisasi Sosialisasi KTSP Contoh Tugas Penilaian Proyek ----------------------------------------Lakukan penelitian sederhana di lingkungan sekitar mengenai pengaruh iklan di media cetak maupun di media elektronik terhadap gaya hidup anak SD (cara berpakaian.Membuat daftar perubahan perilaku masyarakat setempat sebagai dampak globalisasi (mis: dalam hal makanan.• Indikator : . perilaku) Sosialisasi KTSP 239 . pakaian. komunikasi. telekomunikasi) . gaya hidup. pilihan makanan dan minuman.

barang-barang terbuat dari kayu. plastik. topik. topik. responden. Jika pertanyaan tidak terlaksana semua dan data tidak tercatat dengan rapi. Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua. tetapi data tidak tercatat dengan rapi dan lengkap. memuat saran. PENGOLAHAN DATA Jika pembahasan data sesuai tujuan penelitian Jika pembahasan data kurang menggambarkan tujuan penelitian Jika sistimatika penulisan benar. memuat saran. responden. alasan. tempat penelitian. bahasa kurang komunikatif. tempat penelitian. Jika memuat tujuan.makanan . daftar pertanyaan tidak lengkap PENGUMPULAN DATA Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua dan data tercatat dengan rapi dan lengkap.hasil karya seni: gambar. alasan. daftar pertanyaan kurang lengkap. tempat penelitian. dan logam .CONTOH ASPEK FORMAT PENYEKORAN TUGAS PROYEK KRITERIA DAN SKOR 3 2 1 PERSIAPAN Jika memuat tujuan.pakaian . responden.menggunakan teknik menggambar . bahasa komunikatif. namun bahasa kurang komunikatif Jika sekedar melaporkan hasil penelitian tanpa membahas data PELAPORAN TERTULIS Jika sistimatika penulisan benar. keramik. pahatan . topik.menggunakan peralatan dengan aman . Jika penulisan kurang sistimatis. kurang memuat saran Sosialisasi KTSP Hasil Kerja (Produk): Penilaian terhadap kemampuan membuat produk teknologi dan seni Penilaian Hasil Akhir dan Proses: hasil akhir spt: .membakar kue dengan baik proses spt: Sosialisasi KTSP 240 . lukisan. Jika memuat tujuan. daftar pertanyaan dengan lengkap. alasan.

teknik PENILAIAN (APPRAISAL): kmp buat produk sesuai kegunaan (fungsi) & keindahan Sosialisasi KTSP Contoh1: TUGAS PENILAIAN PRODUK ------------------------------------------------------Tugas: buatlah rancangan model benda yang menggunakan roda Ketentuan: . kembangkan gagasan .Tentukan spesifikasi bahan untuk model Sosialisasi KTSP 241 .kmp: .rencanakan.Gambar rancangan model . alat.PENILAIAN PRODUK PERSIAPAN.Bahan untuk model tertulis dalam rancangan . gali.desain produk PEMBUATAN: kmp seleksi dan gunakan: bahan.

Contoh2: TUGAS PENILAIAN PRODUK -------------------------------------------------------Tugas: Rancang dan buatlah mainan yang menggunakan roda.. ketentuan sebagai berikut (spesifikasidiberikan) : jenis kayu: ………. ukuran: ……………………. spesifikasi bahan tidak jelas Sosialisasi KTSP 242 . spesifikasi bahan kurang jelas K = gambar tidak proporsional. spesifikasi bahan jelas C = gambar kurang proporsional. 3. dst. bahan tertulis tidak lengkap. skor c k Ada gambar rancangan model Bahan tertulis dalam model Spesifikasi bahan tertulis Unsur estetika Kriteria penskoran : B = gambar proporsional. 2. bahan tertulis lengkap. 4. bahan tertulis kurang lengkap. Sosialisasi KTSP Penskoran tugas penilaian produk contoh 1: No Kriteria b 1.

Pilihan ganda .Isian atau melengkapi . MENSUPLAI JAWABAN .S.Dua pilihan (B .tidak) 2. ya .Jawaban singkat . MEMILIH JAWABAN .TES TERTULIS Memilih dan Mensuplai jawaban 1.uraian Sosialisasi KTSP BANDINGKAN • Apa kepanjangan ASEAN? • Tahun berapa ASEAN didirikan? • Negara mana saja yang manjadi anggota ASEAN? • Apa kepanjangan PLTA? • Menurutmu masalah apa yang akan timbul jika ASEAN bubar? • Dengan cara apa ASEAN mendukung perekonomian ASIA? • Buatlah bagan PLTA! Sosialisasi KTSP 243 .

jadwalkan pertemuan dengan ortu Sosialisasi KTSP 244 .PORTOFOLIO : Penilaian melalui koleksi karya (hasil kerja) siswa yang sistematis • • • • Pengumpulan data melalui karya siswa Pengumpulan dan penilaian yang terus menerus Refleksi perkembangan berbagai kompetensi Memperlihatkan tingkat perkembangan kemajuan belajar siswa • Bagian Integral dari Proses Pembelajaran • Untuk satu periode • Tujuan Diagnostik Sosialisasi KTSP Hal-hal yang perlu diperhatikan: • Siswa merasa memiliki portofolio sendiri • Tentukan bersama hasil kerja apa yang akan dikumpulkan • Kumpulkan dan simpan hasil kerja siswa dalam 1 map atau folder • Beri tanggal pembuatan • Tentukan kriteria untuk menilai hasil kerja siswa • Minta Siswa untuk menilai hasil kerja mereka secara berkesinambungan • Bagi yang kurang. beri kesempatan perbaiki karyanya. tentukan jangka waktunya • Bila perlu.

2. Membuat resensi buku 1/9 30/9 10/10 Dst. Menulis karangan deskriptif 30/7 10/8 dst.karya-karya yang dapat dikumpulkan melalui penilaian portofolio • • • • • • • Puisi Karangan Gambar / Lukisan Desain Paper Sinopsis Naskah pidato / khotbah • Naskah Drama • Rumus Sosialisasi KTSP • • • • • • Doa Surat Komposisi Musik Teks Lagu Resep Makanan Laporan Observasi/ Penyelidikan / Eksperimen • Dsb. Sosialisasi KTSP 245 . Contoh Portofolio Nama Siswa : _________________ Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kelas : X/1 : Bahasa Indonesia : 1 Semester Kriteria No SK / KD Periode Tata bahasa Kosakata Kelengkapan gagasan Sistematika penulisan Keterangan 1.

perhatian – Pertanyaan langsung: tanggapan thd tatib baru – Laporan pribadi: menulis pandangan ttg “kerusuhan antaretnis”. inisiatif. Nama Bekerja sama 1. . Sosialisasi KTSP 246 . Ruri Berinisiatif Perilaku Penuh Perhati an Bekerja sistematis Nilai Keterangan 2. Sosialisasi KTSP Contoh Format Penilaian Sikap dalam praktek IPA : No.. Tono 3..PENILAIAN SIKAP Penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap obyek sikap Cara: – Observasi perilaku: kerja sama..

Selama diskusi saya mengusulkan ide kpd klp utk didiskusikan -------. Untuk No.mendengarkan orang lain --------. Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN DIRI PARTISIPASI DALAM DISKUSI KELOMPOK Nama : ----------------------------------------------------Nama-nama anggota kelompok : ----------------------------------------------------Kegiatan kelompok : ----------------------------------------------------Isilah pernyataan berikut dengan jujur.Semua anggota kelompok kami melakukan sesuatu selama kegiatan -------. --------. tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya. 5.mengorganisasi ide-ide saya -------. tiap org diberi kesempatan mengusulkan sesuatu -------.d.1996.Tiap orang sibuk dengan yang dilakukannya dalam kelompok saya --------. 2. 247 . 3.mengajukan pertanyaan --------.PENILAIAN DIRI Menilai diri sendiri berkaitan dengan status.Ketika kami berdiskusi.mengorganisasi kelompok -------. 5. proses. tulislah huruf A. SUMBER: Forster & Masters.C atau D di depan tiap pernyataan: A : selalu C : kadang-kadang B : sering D : tidak pernah -------.Selama kerja kelompok. saya….mengacaukan kegiatan -------. 1 s. 4. Apa yang kamu lakukan selama kegiatan berlangsung? ------------------------------------------------------------------------------------------Sosialisasi KTSP 1.melamun 6.B.

ALUR PELAKSANAAN PENILAIAN • MENETAPKAN INDIKATOR • MEMETAKAN SK. INDIKATOR DAN KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR • MENETAPKAN TEKNIK PENILAIAN • MEMBUAT ALAT PENILAIAN & PENYEKORAN Sosialisasi KTSP CONTOH FORMAT PEMETAAN ASPEK PENILAIAN SK KD INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PROY TEKNIK PENILAIAN PROD TES UN KERJA DLL MENDENGAR KAN BERBICARA MEMBACA MENULIS Sosialisasi KTSP 248 . KD.

TS= Nilai Tengah Semester. AS= Nilai Akhir Semester Sosialisasi KTSP MANFAAT HASIL PENILAIAN • REMEDIAL • PENGAYAAN • PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Sosialisasi KTSP 249 .CONTOH REKAP NILAI MATA PELAJARAN : KELAS/SEMESTER : N O NA MA MENDENGARKAN BERBICARA MEMBACA MENULIS KD 1 KD 2 R R T S AS KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R TS A S 1 Ri n Tin 2 Catatan: KD= Kompetensi Dasar. RR= Nilai Rata-rata KD.

DAYA DUKUNG : GURU.KAPAN? • REMEDIAL DILAKUKAN BILA NILAI INDIKATOR KURANG DARI NILAI KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PENGAYAAN DILAKUKAN BILA TUNTAS LEBIH CEPAT PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN BILA TIDAK EFEKTIF • • Sosialisasi KTSP KETUNTASAN BELAJAR • • • • PER INDIKATOR KRITERIA: 0% – 100% IDEAL: 75% SEKOLAH MENETAPKAN SENDIRI DGN PERTIMBANGAN: KEMAMPUAN AKADEMIS SISWA. SARANA • TUNTAS: SKOR ≥ KRITERIA KETUNTASAN • TUNTAS INDIKATOR → KD → SK→ MAPEL Sosialisasi KTSP 250 . KOMPLEKSITAS INDIKATOR.

CONTOH PENGHITUNGAN KETUNTASAN BELAJAR KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN NILAI PESERTA DIDIK KETUNTASAN 1 2 60% 60% 60 59 TUNTAS TAK TUNTAS TUNTAS 3 55% 75 Sosialisasi KTSP CONTOH PENGHITUNGAN NILAI KD KOMPETENSI DASAR (KD) KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR 60% 70% 60% 70% 65% 60% INDIKATOR 1 NILAI SISWA 61 80 90 70 68 72 KETUNTASAN TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS 1 2 3 1 2 2 3 NILAI KD 1: = 61+80+90 3 = 77 ATAU 7.7 NILAI KD 2: MODE : 70 NILAI KD :70 Sosialisasi KTSP 251 .

DALAM 1 KD • JML INDIKATOR YG TUNTAS LEBIH DARI 50%: LANJUT KE KD BERIKUTNYA • JML INDIKATOR BELUM TUNTAS SAMA ATAU LEBIH DARI 50%: MENGULANG KD YANG SAMA Sosialisasi KTSP PELAKSANAAN PROGRAM REMEDIAL • TATAP MUKA DENGAN GURU • BELAJAR SENDIRI → dinilai • KEGIATAN: MENJAWAB PERTANYAAN. MENGERJAKAN TUGAS. MEMBUAT RANGKUMAN. MENGUMPULKAN DATA. • PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF Sosialisasi KTSP 252 .

PROGRAM PENGAYAAN : • SISWA BERPRESTASI BAIK • MEMPERKAYA KOMPETENSI • KEGIATAN : MEMBERI MATERI TAMBAHAN. LATIHAN TAMBAHAN TUGAS INDIVIDUAL • HASIL PENILAIAN MENAMBAH NILAI MATA PELAJARAN BERSANGKUTAN • SETIAP SAAT. Sosialisasi KTSP PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Program Strategi Bahan Tidak efektif? Dievaluasi Direvisi Sosialisasi KTSP Diganti 253 . PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF.

dengan syarat komunikatif dan menggambarkan pencapaian kompetensi. • Model yang ada merupakan contoh yang dapat dimodifikasi/diadopsi oleh sekolah.PELAPORAN • Rapor adalah laporan kemajuan belajar • Berisi informasi tentang pencapaian kompetensi • Sekolah boleh menetapkan sendiri model rapor yang dikehendaki. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 254 .

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VIII. 255 . Pengembangan Bahan Ujian & Analisis Hasil Ujian. Pengembangan Bahan Ujian 18.

256 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 17 PENGEMBANGAN BAHAN UJIAN DAN ANALISIS HASIL UJIAN Sosialisasi KTSP SKL TOPIK Sosialisasi KTSP KISI-KISI TEKNIK PENYUSUNAN SOAL ANALISIS 257 .

APAKAH SAYA LULUS? Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) Adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap pengetahuan dan keterampilan Berdasarkan PP No.19/2005 Sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan Meliputi kompetensi seluruh mata pelajaran Dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Sosialisasi KTSP 258 .

MATERI DAN PENILAIAN SKL Menggambarkan kompetensi yang ingin dicapai. KOMPETENSI Materi pembelajaran untuk mencapai kompetensi Sosialisasi KTSP Bentuk soal harus sesuai dengan kompetensi yang dituntut pada SKL SEPERTI APA SOAL YANG BAIK ? Sosialisasi KTSP 259 .Hubungan antara SKL.

Uji coba soal termasuk ANALISIS-nya. 4. perakitan soal Komponen Kisi2: •Identitas •SK/KD/IP •Materi Pembel. 6.LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN TES 1. penulisan soal Pedm. PENELAAHAN SOAL (validasi soal). PENULISAN SOAL. Penyusunan KISI-KISI tes. •Indikator Soal •Bentuk Tes •Nomor Soal Syarat kisi-kisi Mewakili isi kurikulum Singkat dan jelas Soal dapat disusun sesuai dengan bentuk soal. 7. Sosialisasi KTSP 260 . 9. Bank Soal Penyajian tes kepada siswa Skoring (pemeriksaan jawaban siswa) Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN KISI-KISI Fungsi Pedm. 8. Perakitan soal menjadi perangkat tes. Penentuan tujuan tes. 2. 3. 5.

Jumlah soal : ................ SOAL KUNCI Penyusun 1..... No........... Alokasi Waktu : ............. Mata Pelajaran : ...........FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis Sekolah : ................... Kurikulum : ........... Penulis 1............ dll... Bentuk Tes Materi (4) Indikator Soal (5) (6) No. ......... Urut (1) Kompetensi Dasar/ Indikator Bahan Kelas/ smt......... ------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No ......... 2................ ............. Digunaka n untuk Tang gal Jumlah Siswa Tingkat Kesukaran Daya Proporsi KETERANGAN SOAL Jawaban pada Pilihan Pembeda A B C D OMIT Keterangan Sosialisasi KTSP 261 ................ Soal (7) (2) (3) Sosialisasi KTSP KARTU SOAL BENTUK PG Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (PG.... -----------2..) NO.

------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No Diguna kan untuk KETERANGAN SOAL Proporsi jawaban pada aspek Tangg al Jumlah siswa Tingkat kesukar an Daya pembeda 1 A 2 3 1 B 2 3 1 C 2 3 1 D 2 3 Ketera ng an Sosialisasi KTSP PEDOMAN PENSKORAN No. SOAL Penyusun 1.KARTU SOAL URAIAN/PRAKTIK Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (Uraian)/Praktik (Kinerja. hasil karya) NO. penugasan. Kunci/Kriteria jawaban/Aspek yang dinilai Skor Skor maksimum= Sosialisasi KTSP …… 262 . -----------2.

Relevansi: yang diperlukan untuk mempelajari dalam bidang studi lain. mutlak harus dikuasai oleh siswa. Keterpakaian: memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Kontinuitas: KD/indikator/materi lanjutan yang merupakan pendalaman materi sebelumnya. 3. 2. Sosialisasi KTSP Indikator Soal Indikator soal sebagai pertanda atau indikasi pencapaian kompetensi Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur Indikator mengacu pada materi pembelajaran sesuai kompetensi 263 . Urgensi: KD/indikator/materi yang secara teoritis.KRITERIA KOMPETENSI / MATERI PENTING 1. 4.

MENGUKUR KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH Sosialisasi KTSP 264 . siswa dapat menjelaskan …. BILA SOAL TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Disajikan …. 2.DIBERIKAN DASAR PERTANYAAN (STIMULUS) 2. BILA SOAL TIDAK TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Siswa dapat membedakan …. Sosialisasi KTSP MENUNTUT PENALARAN TINGGI SETIAP SOAL: 1.MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 3.TEKNIK PERUMUSAN INDIKATOR 1.

. 11. dengan menggunakan pedoman ... tuliskanlah evaluasi tentang ... Sosialisasi KTSP 265 .... -Tulislah sebuah pernyataan yang dapat menjelaskan peristiwa berikut . Membandingkan -Jelaskan persamaan dan perbedaan antara .. Sosialisasi KTSP 6. 4... -Daftar dan beri alasan singkat tentang ciri utama ...... Evaluasi -Apakah kelebihan dan kelemahan .. -Tuliskan sebuah laporan . -Bandingkan dua cara berikut tentang ..... Menyimpulkan -Susunlah beberapa kesimpulan yang bersasal dari data ..... 5... Memberi alasan (justifying) -Manakah pilihan berikut yang kamu pilih.. -Apakah hal berikut memiliki .. Menciptakan -Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda tentang .. dan . Hubungan sebab-akibat -Apa penyebab utama . mengapa? -Jelaskan mengapa kamu setuju/tidak setuju dengan pernyataan tentang . Analisis -Manakah penulisan yang salah pada paragraf ...... 2. 10. 8...... Mengelompokkan -Kelompokkan hal berikut berdasarkan .. -Berdasarkan kriteria .. 7.. -Apa reaksi A terhadap .... 3.. apa yang akan terjadi bila . -Apa akibat .... 9..... Meringkas -Tuliskan pernyataan penting yang termasuk ...... Menerapkan -Selesaikan hal berikut dengan menggunakan kaidah ... Sintesis -Tuliskan satu rencana untuk pembuktian . tentang apa yang akan terjadi bila ....... Berpendapat (inferring) -Berdasarkan .MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 1... -Lengkapilah cerita ....... -Ringkaslah dengan tepat isi ... 12.... -Tuliskan ..

5. siswa dapat mengidentifikasi masalah yang nyata atau masalah apa yang harus dipecahkan. 8. Memilih masalah sendiri Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah. Mendeskripsikan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. siswa dapat mengidentifikasi semua informasi yang tidak relevan. siswa dapat menjelaskan maknanya yang berhubungan dengan masalah itu dengan kata-katanya sendiri. Mengidentifikasi masalah yang tidak sesuai Contoh indikator soal: Disajikan beberapa informasi yang relevan dan tidak relevan terhadap masalah. 10. 7. siswa dapat memberikan solusinya berdasarkan pertimbangan asumsi untuk saat ini dan yang akan datang. Sosialisasi KTSP 6. Mengidentifikasi masalah Contoh indikator soal: Disajikan deskripsi suatu situasi/masalah. Memahami kata dalam konteks Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah yang konteks kata atau kelompok katanya digarisbawahi. Memberi alasan solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih kemungkinan solusinya. siswa dapat memilih satu solusi yang paling tepat dan memberikan alasannya. Memberi alasan masalah yang sulit Contoh indikator soal: Disajikan sebuah masalah yang sukar dipecahkan atau informasi pentingnya dihilangkan. 2. siswa dapat menggambarkan sebuah diagram atau gambar yang menunjukkan situasi masalah. Mengidentifikasi asumsi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. siswa dapat memecahkan masalah ke dalam dua cara atau lebih. atau grafik. siswa dapat memberikan alasan satu masalah yang dipilih sendiri. diagram. dan menjelaskan cara penyelesaiannya. Sosialisasi KTSP 266 .Mengukur Keterampilan Pemecahan Masalah 1. Merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan yang berisi sebuah masalah. 3. Mendeskripsikan berbagai strategi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. 9. 4. siswa dapat merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan. kemudian menunjukkan solusinya ke dalam gambar. siswa dapat menjelaskan mengapa masalah ini sulit dipecahkan atau melengkapi informasi penting yang dihilangkan.

Memecahkan masalah berdasarkan data dan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah cerita. 17. Membuat strategi lain Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan satu strategi untuk menyelesaikan masalanya. Memberi alasan strategi yang digunakan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih strategi untuk menyelesaikan masalah. dan prosedurnya. siswa dapat menyelesaikan masalah secara terencana mulai dari input. beberapa strategi pemecahan masalahnya. Menyelesaiakan secara terencana Contoh indikator soal: Disajikan sebuah situasi masalah yang kompleks. Mengevaluasi kualitas solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan beberapa strategi untuk menyelesaikan masalah. siswa dapat memilih satu strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu dan memberikan alasannya. siswa dapat mengevaluasi strategi pemecahannya berdasarkan prosedur yang disajikan. Sosialisasi KTSP 15. Sosialisasi KTSP 267 . (3) menentukan strategi mana yang tepat. 16. kartun. 12. siswa dapat: (1) menjelaskan dengan menerapkan strategi itu. 13. dan outcomenya. (2) mengevaluasinya. (4) memberi alasan mengapa strategi itu paling tepat dibandingkan dengan strategi lainnya. (2) memberikan alasannya. Menggunakan analogi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan strategi penyelesaiannya. siswa dapat menyelesaikan masalah itu dengan menggunakan strategi lain. 14. siswa dapat memecahkan masalah dan menjelaskan prosedur yang dipergunakan untuk menyelesaikan masalah. proses.11. output. grafik atau tabel dan sebuah pernyataan masalah. siswa dapat: (1) mendeskripsikan masalah lain (analog dengan masalah ini) yang dapat diselesaikan dengan menggunakan strategi itu. Mengevaluasi strategi sistematikanya Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah.

Sosialisasi KTSP 268 .KAIDAH PENULISAN SOAL KOMPETENSI 1. materi. Mengandung pemecahan masalah Sosialisasi KTSP SOAL URAIAN SOAL URAIAN adalah soal yang jawabannya menuntut peserta tes untuk mengorganisasikan gagasan atau hal-hal yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan gagasan tsb dalam bentuk tulisan. Berhubungan dengan kondisi pembelajaran di kelas atau di luar kelas 2. Mengukur beberapa kemampuan yang diwujudkan dalam stimulus soal 5. kompetensi dan pengalaman belajar 3. Berhubungan erat antara proses. Mengukur kompetensi siswa 4. Mengukur kemampuan berpikir kritis 6.

gambar. 10. 2. 6. 4. 5. 13. 3. 11. Ada pedoman penskorannya Tabel.KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 1. 8. peta. 12. 9. Soal sesuai dengan indikator Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 7. atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Rumusan kalimat soal komunikatif Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Tidak menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 269 . grafik.

SMP) No. Kunci Jawaban Skor 1. ---------------------------------2 Skor Maksimum 10 Sosialisasi KTSP 270 . Kunci Jawaban Pasar tradisional: harga dapat ditawar dan tidak kena pajak Pasar modern: harga pasti dan kena pajak Skor Maksimum Skor 2 2 4 Sosialisasi KTSP 2. 2. Elitisme yaitu kecenderungan untuk bergaya hidup tertentu berbeda dengan orang banyak. Sekulerisme adalah sikap yang mencerminkan kehidupan keduniawian. ---------------------------------------------------------2 2 3. -----------------------------------2 5. . Materialisme yaitu sikap yang selalu mengutamakan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan materi -------------2 2. Contoh Soal kurang baik: Jelaskan 2 persamaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 2 perbedaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! (IPS. Soal sesuai dengan indikator Indikator : Siswa dapat menjelaskan 2 perbedaan pasar tradisional dan pasar modern. Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Contoh soal kurang baik: Jelaskan sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berazaskan kekeluargaan! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 4 sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berasaskan kekeluargaan! PEDOMAN PENSKORAN No. 4. 1. Individualisme yaitu sikap lebih mementingkan diri sendiri.1. Primadialisme yaitu sikap yang lebih membanggabanggakan asal daerah tertentu.

......................... 2 c................... Enzim-enzim itu aktif di usus halus................................. Tuliskan dan jelaskan enzim yang dihasilkan pankreas! c......Amilase untuk mencerna tepung menjadi maltosa dan disakarida lain ............. Di manakah enzim-enzim itu aktif? No........................Tripsin untuk mengubah protein menjadi peptida dan asam-asam amino ................ 1 b.......................... 2......................... Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Contoh soal yang kurang baik: Jelaskan perkembangan perangkat TIK dilihat dari perangkat komunikasi digital? Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan perkembangan perangkat komputer No................. Di manakah letak pankreas? b......................... 2 ................ dan teknologi tinggi) Menjawab dua fase Menjawab satu fase Tidak menjawab Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 271 ........... 4... 1... perkembangan generasi........ Enzim yang dihasilkan Pankreas: ..................................................... 3.. 2 ...............Lipase untuk mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol .......... 2 .. Kunci Jawaban Skor a............Bikarbonat untuk menetralisir HCl yang masuk ke usus dari lambung ................ Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Contoh soal kurang baik: Di manakah letak kelenjar pankreas? (IPA) Contoh soal lebih baik: a......................... 1 Skor maksimum Sosialisasi KTSP 10 4..............3........... Kunci Jawaban Menjawab 3 fase perkembangan (penemuan.................... Pankreas terletak di rongga perut .....

Aspek yang dinilai Bila jawaban (gigih) dan alasan benar Bila jawaban (gigih) benar tetapi alasan kurang tepat Bila hanya jawaban (gigih). 1. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Contoh soal kurang baik: Tentang celana kepar 1001 itu. No. bagaimanapun juga.SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tentukan watak Kusno yang terdapat dalam kutipan di atas disertai alasannya! Kunci : Watak Kusno gigih atau sejenisnya karena ia sengsara.5. Sistem multi partai -------------------------------------------------------yaitu terdapat banyak partai dalam suatu negara yang disebabkan kondisi masyarakat yang mejemuk dan iklim demokrasi yang lebih bebas ------------------------------------------Skor Maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 1 6 6. tetapi tidak disertai alasan Bila jawaban (aliran) dan alasan salah Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 272 . 4. Ia dilahirkan dalam kesengsaraan. tak ada yang akan diceritakan lagi. hidup bersama kesengsaraan. 3. Sistem partai tunggal ---------------------------------------------------yaitu dalam suatu negara hanya satu partai yang berlaku ----2. Kunci Jawaban Sistem kepartaian ialah pola perilaku dan interaksi di antara sejumlah partai politik 1. Kusno tak akan putus asa. 2. Idrus: Kisah Sebuah Celan Pendek Bagaimana watak Kusno? (Bhs Indonesia . Sistem dua partai --------------------------------------------------------yaitu terdapat dua partai dalam suatu negara sehingga terlihat satu partai yang berkuasa dan satu partai oposisi ----------------3. Dan meskipun celana 1001 –nya hilang lenyap menjadi topo. Kusno akan berjuang terus melawan kesengsaraan biarpun hanya guna mendapatkan sebuah celana kepar yang lain. Dan mungkin ia bersama-sama dengan Kusno hilang dari muka bumi ini? Tapi. Pada suatu kali ia akan hilang dari muka bumi. tapi terus melawan kesengsaraan tersebut. Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Contoh soal kurang baik: Di Indonesia terdiri dari berapa sistem kepartaian? (PKn-SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan tiga macam sistem kepartaian! No.

. vp = mo ... Skor maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 5 273 ..................... gambar... Gambar ini memperlihatkan suatu kawasan yang dibanjiri sampah yangmenggunung. Kunci Jawaban mo ..... vp 1 ............. Tabel.. Indonesia SMP) Tulislah karangan sepanjang ± 200 kata berdasarkan informasi yang terdapat dalam gambar di atas! Tulisan tersebut akan dinilai berdasarkan isi..... 50 ................ Kemudian orang tersebut meloncat ke depan dengan kecepatan 6 ms –1 terhadap air................. Contoh Soal yang lebih baik: Seseorang bermassa 50 kg naik perahu dengan massa 200 kg dan berkecepatan 2 ms –1 terhadap air yang diam..... alur..................... vp 1 ... Yang lebih parah lagi bila TPS (Tempat Pembuangan Sampah) berada di lingkungan yang dekat dengan sekolah. vo + mp . grafik..........7. Sosialisasi KTSP 9.............. peta... 100 + 400 = 300 + 200 vp 1 500 = 300 + 200 vp 1 200 vp 1 = 500 – 300 200 vp 1 = 200 . Tentukan kecepatan perahu sesaat setelah orang tersebut meloncat? No............... 2 + 200 ..... vo 1 + mp ...... vp 1 = 1 200 200 =. Ada pedoman penskorannya 8......... 6 + 200 ..................... kosakata...... vp 1 = 1 m/s ... 2 = 50 ............. atau di sejumlah pasar............. Rumusan kalimat soal komunikatif Contoh soal kurang baik: Sesuatu bermassa 50 kg naik perahu yang massanya 200 kg …..... (Bhs.... Gunungan sampah yang berbau tidak sedap itu terjadi akibat sampah-sampah tersebut tidak diangkut seperti di pemukiman........ atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Perhatikan gambar berikut................... pertokoan.. dan pemakaian kaidah bahasa Indonesia............

---------------------------------Berjiwa pembaru: yaitu ikut serta dalam pembangunan.10 5. 0–2 0–2 0–2 0–2 0. Menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan.10. Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Contoh soal kurang baik Coba kamu sebutkan satu per satu karakteristik sikap patriotik dalam kehidupan bangsa dan bernegara? (PKn SMP/MTs) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 5 ciri sikap patriotik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara! No. 4. 1 3. -----------Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara: Untuk mencapai tujuan nasional diperlukan kerelaan berkorban. Kutipan di atas mengandung majas metonimia. 2. Tak kenal menyerah: Seorang siswa perlu belajar dengan tekun tanpa mengenal lelah demi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dikemudian hari. Alasan: BMW adalah merek mobil. Sosialisasi KTSP 274 . ----------------------------------------------Skor Maksimum Skor 0–2 3. Sosialisasi KTSP 12. 1. Kunci/Aspek yang dinilai Skor 1.” Tentukan majas kalimat di atas dan berikan alasannya! (BIN SMP/MTs) PEDOMAN PENSKORAN No. Metonimia adalah majas yang menyebut merek dagang untuk benda yang dimaksudkan atau digunakan. PEDOMAN PENSKORAN Kunci Jawaban/Aspek yang dinilai Cinta tanah air: Bangga sebagai bangsa Indonesia menyebabkan seseorang rela berkorban. 1 2. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Contoh soal kurang baik: Perhatikan kalimat berikut! “Di dalam BMW seri tujuh berwarna abu-abu itu Soni menyetir sendiri setelah membeli buah pala dan keju di supermarket itu. 1 Skor Maksimum 3 Penjelasan: kata buah pala dan keju di daerah tertentu adalah tabu.

anak miskin. Sebutkan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! Sosialisasi KTSP SOAL PILIHAN GANDA JENIS SOAL PG Pokok Soal (stem) pertanyaan Pokok soal (stem) pernyataan Diakhiri tanda ? Diakhiri tanda …. atau hidup di desa terpencil. anak cacat. hidup di daerah kumuh. Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Contoh soal kurang baik: Walaupun kamu anak yatim/piatu. namun kamu adalah warga negara Indonesia. Komponen soal PG Stem (pokok soal) Option Sosialisasi KTSP 275 .13.

. Baik untuk industri. 8. 6. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya. 3. propaganda c. 2.CONTOH SOAL PG Dasar pertanyaan (stimulus) Pokok soal (stem) Pilihan jawaban (option) Perhatikan iklan berikut! Dijual sebidang tanah di Bekasi. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. 7. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 276 . Hubungi telp. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”. 10.. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. permintaan b. Iklan di atas termasuk jenis iklan . Penawaran* Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL PG 1. luas 4 ha. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. Soal harus sesuai dengan indikator Pengecoh harus berfungsi Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. 7777777.. 9. Pengumuman d. 5. 4. a.

Gambar. oviduct c. Letakkan kata/frase pada pokok soal. ovarium b. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 1. 14. 16. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. 17. tabel. a. grafik. Pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia terjadi di dalam …. uterus* d. 12. sehingga pernyataannya mudah dimengerti warga belajar/siswa. 15. mencegah pematangan sel telur* d. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. 13. umumnya. kadang-kadang. mengurangi jumlah sel telur dalam ovarium Contoh soal yang sesuai dg indikator. a. mencegah peleburan sel telur dan sel sperma c. diagram. dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. Indikator: Siswa dapat menentukan tempat terjadinya pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia. Soal harus sesuai dengan indikator Contoh soal kurang baik. Pengaruh kerja pil kontrasepsi adalah …. vagina Sosialisasi KTSP 277 . mencegah terjadinya haid b. Bahasa yang digunakan harus komunikatif.Lanjutan … 11. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional.

was upset c. misalnya: eat...” a.. caught him eating* b. May. ING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan b adalah kata sifat (adjective). Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar. Pengecoh harus berfungsi. Sabtu c. caught him playing truant d. Sosialisasi KTSP 3. Contoh soal kurang baik. Februari. Bunyi /e/ pada kata enak sama dengan bunyi /e/ pada kata . Sabtu.. Penulisan kata berikut yang benar adalah . a. sedangkan pilihan lainnya adalah kata kerja (verb). “Why did Jimmy’s mother punish him? “She . beras b.. caught him to eat (B. between eating. Rabo. Perbaikan: pilihan b diperbaiki menjadi kata kerja. Februari. eating*. eaten. bebas* c. to be eating. Senen. Pebruari.. November d. November Penjelasan: kunci jawaban jangan dipergunakan untuk pengecoh Sosialisasi KTSP 278 . Senin. Sabtu. bekas (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c diperbaiki “belas”. bela d. Kemis.2. Aperil.. November* b. Contoh soal kurang baik.. to eat. a. Senin.

. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.4. getar-gemetar (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c adalah kata majemuk bukan kata ulang. Koperasi* (PKn SMP/MTs) Penjelasan: kalimat pertama pada pokok soal dihilangkan. Kata berikut yang termasuk kata ulang berubah bunyi adalah . Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Sosialisasi KTSP 279 . Contoh soal kurang baik. laki-bini d. Perseroan Terbatas b. BUMN d. Firma c. tali-temali c. Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 sebagai dasar untuk membentuk perusahaan tertentu. Sosialisasi KTSP 7.. Bentuk perusahaan yang sesuai dengan pasal 33 ayat 1 UUD 1945 adalah …. a. C diperbaiki “turun-temurun”. bolak-balik* b.. a.

Perayaan Sekaten bulan Maulud c. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”. a. Sosialisasi KTSP 280 .9. Sosialisasi KTSP 10. 2½ hours c. Contoh soal kurang baik.SMP/MTs) Penjelasan: pilihan d diperbaiki menjadi. Rumah gadang Minangkabau b. Adat mapalus dari Sulawesi d. “legenda gunung Tangkuban Perahu”. Contoh soal kurang baik. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya. 4½ hours d. How long has he been working so far? a. The gardeners has been working since 8 o’clock.30. Semua pilihan jawaban di atas salah* (IPS. 1½ hours (BING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan jawaban diurutkan dari angka yang paling kecil ke yang paling besar atau sebaliknya. Now it’s 11. Di antara bentuk-bentuk budaya daerah di bawah ini yang termasuk folklore lisan adalah …. 3½ hours* b.

Sosialisasi KTSP 281 . Contoh soal kurang baik: (10) Pelopor angkatan 45 dalam bidang puisi adalah …. Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar soal berikutnya. W. atau kata yang tidak pasti karena makna kata-kata itu tergantung pada keadaan dan situasi siswa yang bersangkutan. umumnya.kadang-kadang. Ayip Rosidi (BAHASA INDONESIA SMP/MTs) (35) Karya dari pengarang pada jawaban soal nomor 10 adalah …. Rendra c. Senja di Pelabuhan Kecil* b.. a. Contoh soal kurang baik: Helopeltis adalah hama yang biasanya menyerang tanaman . teh c. kopi b. padi * (IPA SMP/MTs) Penjelasan: kata biasanya pada pokok soal dihilangkan.. kadang-kadang. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. Idrus b.. a. Surat dari Ibu Perbaikannya: soal nomor 35 disusun secara independen. Tirani d. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. tidak bergantung pada jawaban soal nomor 10. Balada Tercinta c. Chairil Anwar* d. jagung d. umumnya. bahwa dalam merumuskan pokok soal jangan menggunakan kata atau ungkapan seperti sebaiknya.S. Artinya. Sosialisasi KTSP 13.12. a.

tenaga kerja yang berdisiplin tinggi (PKn SMP/MTs) Penjelasan: predikat kalimat tidak ada. a. (3) anak kalimat. c) pemakaian ejaan: (1) penulisan huruf. kata "di dalam" dihilangkan. askospora d. Contoh soal kurang baik: Untuk mewujudkan kesejahteraan bersama atas dasar ….” Sosialisasi KTSP 282 . (2) penulisan kata. Oleh karena itu. Kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan soal di antaranya meliputi: a) pemakaian kalimat: (1) unsur subjek. kita harus mengembangkan …. Contoh soal kurang baik: Di dalam perkembanganbiakan rhizopus secara generatif adalah dengan cara pembentukan …. (2) penggunaan tanda baca. zigospora* (IPA-BIOLOGI SMP/MTs) Penjelasan: subjek tidak jelas karena diantar oleh kata "Di dalam". Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. spora kembara b. usaha pemerataan kesempatan kerja* d. a. sporangiospora c. Sosialisasi KTSP (a) Penggunaan kalimat harus ada unsur predikat (bagian yang berfungsi menerangkan subjek). ketekunan kerja keras dalam setiap pekerjaan c. pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi b. b) pemakaian kata: (1) pilihan kata.14. Setelah kata “atas dasar” ditambahkan “keadilan sosial. (2) unsur predikat. a) Penggunaan kalimat (1) Penggunaan kalimat harus ada unsur subjek.

naturalis b. hukum I Newton* b. hukum Kepler (IPA-FISIKA SMP/MTs) Penjelasan: pokok soal berbentuk anak kalimat. simbolis* c. -Dia tidak datang karena hari ini hujan. Sosialisasi KTSP 283 . Contoh soal kurang baik: Batik termasuk karya tulis yang bersifat ….SMP/MTs) Penjelasan: kata “karya tulis” kurang tepat untuk batik. dia tidak datan. idealis (IPS.” Sosialisasi KTSP b) Pemakaian kata (1) Dalam memilih kata harus diperhatikan ketepatannya dengan pokok masalah yang ditanyakan. Contoh anak kalimat.(3) Hindarkan pernyataan yang hanya berupa anak kalimat. Kata itu diperbaiki menjadi “seni tulis” karena mengandung unsur keindahan bukan ragam tulis ilmiah. realistis d. a. Anak kalimat Induk kalimat Induk kalimat Anak kalimat Contoh soal kurang baik: Yang berlaku pada gerak lurus beraturan …. a. -Karena hari ini hujan. hukum II Newton c. hukum III Newton d. Oleh karena itu pokok soal diperbaiki menjadi “Hukum yang berlaku pada gerak lurus beraturan adalah ….

who is standing under the tree is my uncle* b. whose is standing under the tree is my uncle d.17. a. Andi! My uncle is over there.” Sosialisasi KTSP CONTOH INDIKATOR SOAL Indikator Soal : Siswa dapat menentukan letak sebuah titik pada koordinat Kartesius (XY). which is standing under the tree is my uncle (BING SMP/MTs) Penjelasan: perbaikannya adalah “Sofian: The man … is standing under the tree is my uncle. Andi : Which is your uncle? Sofian: The man …. Letakkan kata/frase pada pokok soal. Contoh soal kurang baik: Sofian: Look. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. where is standing under the tree is my uncle c. Sosialisasi KTSP 284 .

A. (1.SOAL Y Perhatikan koordinat XY disamping : Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar. 12 cm2 C. Koordinat titik C adalah …. 3) C. Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki. 2) D. (2. Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki. 5) B. Berapakah luas segitiga ABC ? A. 15 cm2 D. 6 cm2 X B. (4. (1. 4) X Sosialisasi KTSP 285 . 30 cm2 Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK Perhatikan koordinat XY disamping : Y Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar.

D. A. C. kecuali : A. B. B. singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK : Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang dijumpai pada tumbuhan …. D.Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang tidak dijumpai pada tumbuhan berikut. C. singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP 286 .

a) b) c) d) gadang sakit ibadah tinggal Sosialisasi KTSP PKn Pelanggaran HAM Timor Timur pada tahun …. Sosialisasi KTSP 287 . 1999 A. 1997 C. 1998 D.Anak yang ditabrak motor kemarin pagi dibawa ke rumah…. 1996 B.

B..PKn Pemilu 1971 diikuti oleh . C. 3 6 10 24 Sosialisasi KTSP AGAMA ISLAM Kata hadis menurut bahasa berarti … A. B. D. C. …. D. Bacaan Surat Sumber hukum Bacalah Sosialisasi KTSP 288 . A.

15 20 C. D. Sosialisasi KTSP MATEMATIKA Nilai dari 4xy jika diketahui A. 13/15 B. B.MATEMATIKA 2/3 + 1/5 = … A. x+y=9 3x – y = 7 80 60 50 5 Sosialisasi KTSP 289 . 30 D. C.

Sosialisasi KTSP 290 . Pelarutan D. C.IPS Yang masuk dalam ruang lingkup sejarah dunia adalah …. Fermentasi C. A. Perang dunia Perang Diponegoro Peristiwa Semanggi Peristiwa G 30 SPKI Sosialisasi KTSP IPA Perubahan fisika terjadi pada proses … Perkaratan B. D. B. Pembekuan A.

. .ANALISIS BUTIR SOAL MANUAL Menggunakan IT Kalkulator Komputer • Program ITEMAN • Program SPSS Sosialisasi KTSP CONTOH ANALSIS BUTIR SECARA KUANTITATIF NO SISWA 1 2 3 A B C 1 2 3 . A A C D D E B E E A E E .... 50 B B C B A D A C B D C B SKOR 45 43 41 27% KA ..... 33 34 35 P Q R .... 27 26 25 27% KB KUNCI B B D D Sosialisasi KTSP 291 .

0.40 0.30 0.00 – 0.30 = sukar 0.3 0.19 – 0.0.85 DP1= (BA-BB):½N = (10-7) : ½ x 20 = 0.15 0.1.30 0.20 -0.10 TK1=(BA+BB): N = (10+7) : 20 = 0.71 – 1.31 .40 – 1.70 = sedang 0.30 KRITERIA TK: 0.85 0.20 – 0.00 = soal baik 0.29 = soal diperbaiki 0.10 : diterima : direvisi : ditolak Sosialisasi KTSP 292 .25 DP 0.00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP ALTERNATIF LAIN KRITERIA DAYA BEDA > 0.ANALISIS SOAL PG SOAL 1 2 3 50 KEL KA KB KA KB KA KB KA KB A 0 1 0 2 0 0 1 1 B 10 7 5 3 1 2 2 2 C 0 1 5 3 9 3 3 3 D 0 1 0 1 0 3 3 2 E 0 0 0 1 0 2 1 2 OMIT 0 0 0 0 0 0 0 0 KEY B B D D TK 0.39 = terima & perbaiki 0.30 – 0.29 < 0.00 = mudah KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.

0954 = (0.7647 Rpbis = ----------------------.39 = terima & perbaiki 0.63 TK2 = 2. ns=17.30 – 0.5-1.56 DP1= (Rata-rata KA – Rata-rata KB) : skor maks.5-2.56 TK1 = Rata-rata : skor maks = 3.√ (13:30) (17:30) 3. KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0. 1 2 3 4 5 SISWA A B C D E Jumlah Rata-rata TK DP Soal 1 (Skor maks 6) 6 5 3 3 2 19 3.7647 14.63 0.56 0.4955355) = 0.9706338) (0.8 : 6 = 0.80 0.7) : 5 = 0.CONTOH MENGHITUNG DP DENGAN KORELASI POINT BISERIAL (rpbis) DAFTAR SKOR SISWA SOAL NOMOR 1 Siswa yang Menjawab benar Jumlah skor keseluruhan Siswa yang menjawab salah Jumlah skor keseluruhan Meanb .47 DP2= [ (9:2) – (5:3) ] : 5 = (4.0954 Sosialisasi KTSP ANALISIS SOAL URAIAN DAN TES PRAKTIK NO.4809835 = 0.00 = soal ditolak A B C D E F G H I J K L M 19 18 18 16 16 16 15 13 13 13 12 12 11 N O P Q R S T U V W X Y Z AA AB AC AD 17 16 15 14 14 12 12 12 12 12 11 11 10 9 8 8 7 Jumlah = 192 200 Nb=13. Stdv= 3. N=30.20 – 0.48 Artinya butir soal nomor 1 adalah DITERMA atau BAIK.47 Soal 2 (Skor maks 5) 5 4 2 2 1 14 2.Means Rpbis = ------------------.√ pq Stdv skor total Keterangan: b=skor siswa yang menjawab benar s=skor siswa yang menjawab salah p=proporsi jawaban benar thd semua jawaban siswa q= 1-p Meanb = 192:13=14.40 – 1.7692 – 11.19 – 0.80 0.8 : 5 = 0.00 = soal baik 0.29 = soal diperbaiki 0.7692 Means = 200:17= 11.7):6 = 0. = [(11:2) – (8:3) ] : 6 = (5.56 Sosialisasi KTSP 293 .

dengan Sosialisasi KTSP SPEC KALKULATOR Kalkulator Scientifc Disarankan minimal scientific fx 3600 Sosialisasi KTSP 294 .

E 53 RUN HASIL SD sampel INV. A 55 RUN 2. D 53 [(. 70 RUN HASIL Mean X INV. C 54 [(. Sosialisasi KTSP 295 . INV..4 32106 ΣY2 Dst.1515 B regressiion INV.7 -5. Fungsi LR [MODE. D 55 RUN 5..0488 Mean Y INV. Pembersihan Data: ON. 85 RUN 6.4 72.2 268 K out. 66 RUN 4.1 4376 Σ X2 Sosialisasi KTSP 3. Siswa X Tekan Y Tekan 1.6 9.497 Mean INV.5 SD sampel X INV.666 SD sampel Y INV. 75 RUN 2.1 17179 ΣX2 K OUT.3 5 Σ skor K out.6 Σ data K out..8 1. B 52 [(.1 53.. AC 2.2 1. . 3] No..1657 A constant R INV..6 23334 K OUT.. AC MR.021 Korelasi XY INV. 80 RUN 5. M+ MODE.1 53.3 1. F 54 [(.PENGGUNAAN KALKULATOR 1.. A 55 [(.3 1.. C 51 RUN 4. INV. Siswa Skor Tekan 1.2] No.673 SD populasi INV.9 0... B 54 RUN 3. E 53 [(.4545 ΣXY K OUT. 60 RUN 3.. Fungsi SD [MODE..

12 RUN 23. 11 RUN HASIL Σ data Mean K out.00 = soal baik 0. 13 RUN 11.40 – 1.7647 Rpbis = ----------------------.0954 Meanb .29 = soal diperbaiki 0. 8 RUN 30. 7 RUN HASIL Σ data Mean K out. 15 RUN 17. 13 RUN 10.9706338) (0. 17 RUN 15. 18 RUN 3.3 30 SD Populasi INV. 11 RUN 26.7647 MENGHITUNG KORELASI POIN BISERIAL DENGAN KALKULATOR SISWA YANG MENJAWAB BENAR Aktifkan fungsi SD [MODE. 12 RUN 24.19 – 0.4809835 = 0. KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0. 18 RUN 4. 19 RUN 2.3 INV.√ (13:30) (17:30) 3.39 = terima & perbaiki 0. 8 RUN 29.3 INV.00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP dengan Sosialisasi KTSP 296 . 17 RUN 15. HASIL Σ data K out.Means Rpbis = ------------------. 16 RUN DST.7692 – 11. 14 RUN 18. 3] Siswa Skor Tekan 1. 16 RUN 5.2 3. 14. 18 RUN 3. 16 RUN 16.SISWA YANG MENJAWAB SALAH Aktifkan fungsi SD [MODE.20 – 0. 11 RUN 25.4955355) = 0. 10 RUN 27. 12 RUN 21. 12 RUN 22. 3] Siswa Skor Tekan 14.7692 MENGHITUNG SD TOTAL Aktifkan fungsi SD [MODE.1 17 11. 12 RUN 12. 12 RUN 13. 15 RUN 17. 16 RUN 5.√ pq Stdv skor total 14.30 – 0.0954 = (0. 9 RUN 28. 14 RUN DST. 13 RUN 9. 15 RUN 8. 14 RUN 19. 12 RUN 20.1 13 14.48 Artinya butir soal nomor 1 adalah diterima atau baik. 16 RUN 16. 3] Siswa Skor Tekan 1. 18 RUN 4. 19 RUN 2. 16 RUN 6. 16 RUN 7.

3. Dipergunakan untuk: 1. Alamatnya Assessment Systems Corporation.txt <enter> Enter the name of the output file: hsltes1. 1984. AGUNG PRIYANTO CBDCDCCDCDABBACABCDBBCDBDCBDBDACACCDBCABABDBCDANNN ABEN DAMARUDIN CBDCDCCCCDCBBACABCDBBCDBDCBDBDACACCDBCABABD0CDAACD KUSNAENI CADCDCCDBDACBACABCDBBCDBDCBDBDACACADBCABABDBCDAACD AGUS ARYADI CADBCCBDCDAABACBACAABCDBCCBBCAAABBDBBCABABDBCDAACD SULASTRI IRIANI CADBBCBCBDABBACABDDABCDBDCDABDBAACCDBCABABDBCDAANN . 2.txt <Save> 3.000 siswa dan 250 butir soal. Menggunakan program Iteman dengan mengklik icon Iteman. 1988.. United States of America.txt <enter> **ITEMAN ANALYSIS IS COMPLETE** Sosialisasi KTSP 297 . 1993.. menganalisis tes yang teridiri dari 10 skala (subtes) dan memberikan informasi tentang validitas butir dan relialilitas tes.txt <enter> Do you want the scores written to a file? (Y/N) Y <enter> Enter the name of the score file: scrtes1. Sosialisasi KTSP CONTOH ANALISIS BUTIR SOAL PG DENGAN PROGRAM ITEMAN 1.ITEMAN (MicroCAT) Dikembangkan oleh Assessment Systems Corporation mulai 1982. 1986.00 – 3. Suite 400. Mengetik data di Notepad (Start-Programs-Accessories-Notepad) 50 0 N 21 CADBDCBCCDABAACABCDABCDBDCDABDABACCDBCABABDBCBABCD Kunci jawaban 44444444444444444444444444444444444444444444444444 Pilihan jawaban YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY Kode analisis TUTYK INDRAWATI CADBDCBCCDABBACABCDBBCDBDCBDBDABACCDBCABABDBCDABCD RINI SULISTIYATIN CADBDCBDCDABBACABCDBBCDBDCBDBDABACCDBCABABDBCDABCD NANI KUSMIYATI CADCDCBDCDABBACABCDBBCDBDCBDBDABACCDBCABABDBCDAACD EVI MEILANI CADADCBDDDABAACABCDBBCDBACBABAAAAC0DBCABABDB0DABCD M. mulai dari versi 2.50. St Paul.. Data di atas disimpan pada file: Tes1. menganalisis data file (format ASCII) (Notepad) melalui manual entri data atau dari mesin scanner. Enter the name of the input fele: Tes1. 2233 University Avenue. Minesota 55114. 2. menskor dan menganalisis data soal bentuk PG dan skala likert untuk 30.

900 0.70 = sedang 0.009 -0.30 – 0.000 -9.000 0.000 0.31 .180 Other 0.000 -0.717 * E 0.082 * -0.013 -0.133 -0.269 0.067 0.182 -9.296 D 0.140 0.71 – 1.094 -9.348 -0. B WORKS BETTER D E Other 0-10 0.236 -0.269 -0.000 9.500 0. Point No.000 -9.39 = terima & perbaiki 0. Point Alt.018 -0.017 -0.265 -9. Item correct Biser.30 = sukar 0.000 0.HASIL ANALISIS DENGAN PROGRAM ITEMAN Item Statistics Seq.000 0.100 0. Biser.067 -0.167 -0. 7. A B CHECK THE KEY C A WAS SPECIFIED.00 = mudah KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.19 – 0.137 -9.00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP 298 .20 – 0. Scale Prop.000 -9.0.000 -0.00 – 0.011 -0.716 -0. Endorsing Biser Biser Key A 0.011 -0.000 -9.500 0.082 10.000 -9.454 C 0. 0-7 0.067 0.170 Sosialisasi KTSP SKALA PEDOMAN KRITERIA TK & DB KRITERIA TINGKAT KESUKARAN: 0.153 B 0.170 * 0.500 -0.899 0.468 -0.033 0.225 ? -0.000 A B C D E Other 0.40 – 1.899 0.133 -0.133 -0.200 0.133 0.000 0. 0-9 0.321 -0.000 -9.900 0.29 = soal diperbaiki 0.717 Alternative Statistics Prop.140 -0.00 = soal baik 0.

RINGKASAN N of Items N of Examinees Mean Variance Std.119 -0.651 0.00 50.435 (Jumlah soal yang dianalisis) (Jumlah siswa) (Rata-rata jawaban benar) (Penyebaran distribusi jawaban benar) (Standar deviasi/akar variance) (Kecondongan kurva/bentuk destribusi) (Tingkat pemuncakan kurva)* (Skor minimum siswa dari 50 soal) (Skor maksimum (Reliabilitas skor tes) (Standar kesalahan pengukuran) (Rata-rata tingkat kesukaran) (Rata-rata korelasi Biserial) *Positif value= distribusi lebih memuncak.987 0.655 0. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 299 .113 0.00 0. Negatif value= distribusi lebih mendatar.464 25.590 3. Skew Kurtosis Minimum Maximum Alpha SEM Mean P Mean Biserial 50 35 30 9. Dev.

300 .

Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal 301 . Penyusunan Laporan hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SMP. Laporan Hasil Belajar (LHB) 19. 20.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IX.

302 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 20 PENYUSUNAN LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) PESERTA DIDIK SMP Sosialisasi KTSP PENGERTIAN RAPOR Rapor merupakan dokumen yang menjadi penghubung komunikasi baik antara sekolah dengan orang tua peserta didik maupun dengan pihak-pihak lain yang ingin mengetahui tentang hasil belajar peserta didik pada kurun waktu tertentu Sosialisasi KTSP 303 .

KOMPONEN RAPOR Komponen Rapor minimal berisi : • Petunjuk pengisian rapor • Identitas peserta didik • Kotak tabel nilai mata pelajaran • Kotak tabel nilai pengembangan diri • Kotak tabel perilaku • Kotak tabel ketidakhadiran • Lembar keterangan mutasi peserta didik Sosialisasi KTSP TABEL NILAI MATA PELAJARAN Sosialisasi KTSP 304 .

Target Pencapaian Kompetensi (TPK) merupakan target ketuntasan minimal untuk setiap aspek penilaian mata pelajaran. Nilai pada rapor untuk setiap mata pelajaran terdiri dari aspek-aspek penilaian yang mengacu pada aspek yang tertuang dalam ruang lingkup dan atau standar kompetensi. Aspek penilaian sesuai dengan standar Isi dikembangan daerah/satuan pendidikan ”PENJELASAN PENJABARAN ASPEK MATA PELAJARAN TERTUANG PADA PETUNJUK PENGELOLAAN RAPOR” 2. yang telah ditentukan dalam KTSP masingmasing sekolah.TABEL NILAI MATA PELAJARAN Sosialisasi KTSP PENJELASAN TABEL NILAI MATA PELAJARAN 1. Sosialisasi KTSP 305 .

PENJELASAN TABEL NILAI MATA PELAJARAN 3. Catatan Guru merupakan deskripsi pencapaian kompetensi peserta didik. Nilai merupakan rerata nilai masing-masing aspek penilaian setiap mata pelajaran. ”PENJELASAN TENTANG PENGOLAHAN NILAI RAPOR TERTUANG PADA PETUNJUK PENGELOLAAN RAPOR” 4. ”CONTOH DESKRIPSI CATATAN GURU TERTUANG DALAM PETUNJUK PENGELOLAAN RAPOR” Sosialisasi KTSP TABEL NILAI PENGEMBANGAN DIRI Penjelasan : • Jenis pengembangan diri diisi sesuai dengan pilihan kegiatan yang dipilih oleh peserta didik. dan predikat yang telah dicapai oleh peserta didik. • Keterangan merupakan uraian kemampuan. • Penilaian kegiatan pengembangan diri dilakukan secara kualitatif. prestasi. Kolom angka pada nilai diisi dengan angka dalam skala 10-100. Sosialisasi KTSP 306 .

dan tanggung jawab. Sosialisasi KTSP TABEL KETIDAKHADIRAN Sosialisasi KTSP 307 . keaktifan.KOTAK PERILAKU Penjelasan : Kotak perilaku diisi penjelasan tentang rangkuman catatan guru bimbingan konseling yang berkaitan dengan perilaku peserta didik. kerapian. Contoh: kerajinan. kedisiplinan. kebersihan. kesantunan.

Jika karena alasan yang kuat. Peserta didik dinyatakan naik kelas. ”PENJELASAN CARA PENGHITUNGAN KETUNTASAN MATA PELAJARAN SAMPAI AKHIR TAHUN PELAJARAN TERTUANG PADA PETUNJUK PENGELOLAAN RAPOR” Sosialisasi KTSP 308 . 2. Peserta didik dinyatakan harus mengulang di kelas yang sama bila.Memperoleh nilai kurang dari kategori baik pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia b. misal karena gangguan kesehatan fisik.MEKANISME KENAIKAN KELAS 1. apabila yang bersangkutan telah mencapai kriteria ketuntasan minimal. Kenaikan kelas dilaksanakan satuan pendidikan pada setiap akhir tahun.Jika peserta didik tidak menuntaskan standar kompetensi dan kompetensi dasar lebih dari empat mata pelajaran sampai pada batas akhir tahun pelajaran. Sosialisasi KTSP MEKANISME KENAIKAN KELAS 3. emosi atau mental sehingga tidak mungkin berhasil dibantu mencapai kompetensi yang ditargetkan. a. dan c.

Dinas pendidikan dan atau satuan pendidikan dapat mengembangan rapor sesuai dengan kebutuhan KTSP yang dikembangkan berdasarkan petunjuk pengelolaan rapor Sosialisasi KTSP 309 . dan standar kompetensi yang ketuntasan belajar minimumnya sudah dicapai. Sosialisasi KTSP DIVERSIFIKASI RAPOR KTSP Rapot KTSP ini sebagai model. nilai peserta didik untuk semua indikator. minimal sama dengan yang dicapai pada tahun sebelumnya.MEKANISME KENAIKAN KELAS 4. kompetensi dasar. Ketika mengulang di kelas yang sama.

CONTOH DAFTAR NILAI DENGAN PEMBOBOTAN Sosialisasi KTSP CONTOH DAFTAR NILAI DENGAN PEMBOBOTAN Sosialisasi KTSP 310 .

Selesai Sosialisasi KTSP 311 .

312 .

Departemen Pendidikan Nasional Materi 19 Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal Sosialisasi KTSP PENETAPAN KKM ANALISIS PENCAPAIAN KKM Sosialisasi KTSP 313 1 .

RAMBU-RAMBU KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100 Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100 Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBS Sosialisasi KTSP MEKANISME/LANGKAH-LANGKAH : KKM INDIKATOR KKM KD KKM MP KKM SK Sosialisasi KTSP 314 2 .

Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsurunsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Daya dukung Intake Nilai KKM Sosialisasi KTSP 315 3 .KRITERIA PENETAPAN KKM • Kompleksitas (Kesulitan & Kerumitan) • Daya dukung • Intake siswa PENETAPAN KKM : menggunakan Format A Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas 1.1.

Tinggi = 81-100 .Sedang = 2 .Sedang = 2 .Kompleksitas : 2.Sedang = 65-80 . Dengan memberikan point pada setiap kriteria yang ditetapkan : 1.Rendah = 1 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah. daya dukung tinggi dan intake siswa sedang nilainya adalah: (3 + 3 + 2) x 100 = 88. Daya dukung : 3. Sosialisasi KTSP 316 4 .Rendah = 50-64 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas sedang. Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kriteria: 1.Sedang = 2 . daya dukung tinggi dan intake sedang nilainya adalah rata-rata setiap nilai dari kriteria yang kita tentukan.Tinggi = 81-100 .MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI A.89 9 Sosialisasi KTSP MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI B.Rendah = 81-100 .Sedang = 65-80 .Tinggi = 1 .Rendah = 1 .Rendah = 50-64 .Rendah = 3 .Tinggi = 50-64 .Tinggi = 3 . Intake : . Dalam menentukan rentang nilai dan menentukan nilai dari setiap kriteria perlu kesepakatan dalam forum MGMP di Sekolah.Daya dukung : 3.Tinggi = 3 . Intake : . Kompleksitas : 2.Sedang = 65-80 .

Rendah Contoh : Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah. Tingkat Kompleksitas Tinggi. • WAKTU cukup lama karena perlu pengulangan • PENALARAN dan KECERMATAN siswa yang tinggi. Sosialisasi KTSP TINGKAT KOMPLEKSITAS (Kesulitan & Kerumitan) setiap IP/KD yang harus dicapai oleh siswa. daya Dukung tinggi dan intake siswa sedang maka dapat dikatakan hanya satu komponen yang mempengaruhi untuk mencapai ketuntasan maksimal 100 yaitu intake sedang. Daya dukung : .Sedang . bila dalam pelaksanaannya menuntut : • SDM memahami Kompetensi yang harus dicapai Siswa kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran.MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI C.Rendah 3. Sosialisasi KTSP 317 5 .Sedang . Jadi guru dapat mengurangi nilai menjadi antara 90 – 80. Intake : .Tinggi .Tinggi .Tinggi . Dengan memberikan pertimbangan professional judgment pada setiap kriteria untuk menetapkan nilai : 1.Sedang . Kompleksitas : .Rendah 2.

Sosialisasi KTSP INTAKE (TINGKAT KEMAMPUAN RATA-RATA) SISWA : KKM Kelas X didasarkan pada hasil seleksi PSB.KEMAMPUAN SUMBERDAYA PENDUKUNG: yaitu ketersediaan tenaga. Rapor kelas 3 SMP. kepedulian stakeholders sekolah. NUN. sarana dan prasarana pendidikan yang sangat dibutuhkan. manajemen sekolah. test seleksi masuk atau psikotes KKM Kelas XI dan XII didasarkan pada tingkat pencapaian KKM siswa pada semester atau kelas sebelumnya Sosialisasi KTSP 318 6 . BOP.

1.1.FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator 1.9 tinggi 1 sedang 2 sedang 2 55. Mendeskripsikan Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas Daya dukung Intake Nilai KKM hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Rendah 3 74 tinggi 3 sedang 2 88.6 Sedang 2 tinggi 3 sedang 2 77.8 Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleks itas Daya dukung Intake Nilai KKM 1.3 Sedang 78 tinggi 85 sedang 70 77.77 Sedang 75 tinggi 90 sedang 70 78.3 tinggi 55 sedang 80 sedang 70 68.6 319 7 . Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Sosialisasi KTSP 74.

dst 75 75 70 65 60 78 80 80 70 70 60 Huruf Delapan puluh Delapan puluh Tujuh puluh Tujuh puluh Enam puluh Nama Siswa : ………………………………… Nomor Induk : ………………………………… Kelas/Semester : XI IA /1 Kriteria Ketuntasan Minimal *) No Mata Pelajaran Praktik Angka 75 65 75 Huruf Tujuh puluh lima Enam puluh lima Sikap/ Afektif Predikat B B B B B B - Sosialisasi KTSP Tujuan Analisis : Mengetahui tingkat ketercapaian KKM yang telah ditetapkan. Pendidikan Agama Pendk. 3. Kewarganegaraan Bhs Indonesia Bahasa Inggris Matematika Seni Budaya. 2. Manfaat Analisis : Sebagai dasar untuk menetapkan KKM pada tahun berikutnya.PENULISAN KKM PADA LHBS LAPORAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Nama Sekolah : ……………………………… Tahun Pelajaran : ……………………………… Nilai Hasil Belajar Pengetahuan dan Pemahaman Konsep Angka 1. 6. 4. 5. Sosialisasi KTSP 320 8 .

Selesai Sosialisasi KTSP 321 9 .