Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) SMP

PowerPoint

Departemen Pendidikan Nasional
Jakarta, Januari 2007

ii

KATA PENGANTAR

Marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita bangsa Indonesia telah rnemiliki Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang merupakan tuntutan pelaksanaan pembaharuan pendidikan yang diharapkan dapat mendukung segala upaya untuk memecahkan masalah pendidikan. Dalam proses pembelajaran, kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat penting, selain guru, sarana dan prasarana pendidikan lainnya. Oleh karena itu, kurikulum digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan dan sekaligus sebagai salah satu indikator mutu pendidikan. Di Indonesia tercatat telah lima kali revisi kurikulum pendidikan dasar dan menengah, yaitu pada tahun 1968, tahun 1975, tahun 1984, tahun 1994 dan ujicoba kurikulum tahun 2004. Revisi kurikulum tersebut bertujuan untuk mewujudkan kurikulum yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, guna mengantisipasi perkembangan jaman, serta untuk memberikan guideline atau acuan bagi penyelenggaraan pembelajaran di satuan pendidikan. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa, pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, dan kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Selanjutnya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, disebutkan bahwa standar yang terkait langsung dengan kurikulum adalah Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, dan telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKI, tersebut di atas. Berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta panduan yang disusun oleh BSNP, maka Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah diharapkan dapat mengembangkan Kurikilum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan peserta didik.

iii

Mengingat bahwa SI, SKL dan KTSP ini harus sudah dilaksanakan oleh semua satuan pendidikan dasar dan menengah pada tahun ajaran 2009/2010, maka kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI , SKL dan pengembangan KTSP bagi para pendidik, tenaga kependidikan dan para pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan lainnya harus dilakukan kordinasi dan sinergi dengan semua fihak yang terkait, dan segera dilaksanakan secara terencana, terpadu dan berkelanjutan. Untuk itulah maka disusun bahan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP yang telah disinkronkan bersama dengan Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, serta Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional. Selanjutnya semua kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP tersebut supaya menggunakan bahan yang telah disiapkan ini, sehingga dapat memperlancar dalam mengembangkan KTSP di masing-masing satuan pendidikan dengan baik. Oleh karena itu, semua lapisan masyarakat yang terkait dengan pendidikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik sebagai pengambil kebijakan, pelaksana, maupun masyarakat umum hendaknyamemiliki pemahaman yang baik terhadap perubahan kebijakan tentang kurikulum tersebut. Dengan kesetaraan pemahaman tersebut seluruh upaya peningkatan mutu pendidikan nasional akan mendapatkan dukungan dari segala penjuru dan hal ini akan menjamin keberhasilannya.

Jakarta, Januari 2007 Menteri Pendidikan Nasional

Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA

iv

Daftar Isi

Kata Pengantar.............................................................. iii Daftar Isi ..................................................................... v I.
1. 2. 3.

K ebijakan ....................................................................

Undang–Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional..................................................... 3 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan......................................... 15 Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005 - 2009...................................................... 35

1

II. tandar Isi (SI) dan Standar Kompetensi S L ulusan (SKL) ...................................................
4. 5. 6.

55 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI)............................................... 57 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan (SKL).................. 73 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Kelulusan (SKL)......................................... 81

III. urikulum Tingkat Satuan Pendidikan K ( KTSP)........................................................................

87 7. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi............... 89 8. Penyusunan KTSP...................................................... 97 9. Pengembangan Silabus.............................................. 123 10. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)...................................................................... 141

IV. odel-Model Kurikulum.......................................... 147 M

11. Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal....... 149 12. Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah................................. 159

V.

13. Pembelajaran IPA Terpadu SMP .................................. 175 14. Pembelajaran IPS Terpadu SMP .................................. 181

P embelajaran Terpadu............................................ 173

VII. embelajaran Efektif................................................ 185 P
15. Pembelajaran Berbasis Kontekstual 1........................... 187 16. Pembelajaran Berbasis Kontekstual 2........................... 205
v

VII. Penilaian Hasil Belajar........................................... 227
17. Rancangan Penilaian Hasil Belajar...............................

229

VIII. engembangan Bahan Ujian................................... 255 P

18. Pengembangan Bahan Ujian & Analisis Hasil Ujian......... 257

IX. aporan Hasil Belajar (LHB).................................. 301 L
19. Penyusunan Laporan Hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SMP...................................................... 303 20. Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal......................... 313

vi

KEBIJAKAN 1. 1 . Undang-Undang No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 3.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) I. 2. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional. Peraturan Pemerintah No. Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009.

2 .

2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Sosialisasi KTSP KTSP Sosialisasi DASAR & FUNGSI PENDIDIKAN NASIONAL Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa Sosialisasi KTSP 3 . 20 TH.Departemen Pendidikan Nasional Materi 1 UNDANG–UNDANG NO.

mandiri. berilmu.TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: – beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. nilai keagamaan. dan – menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. sehat. dan kemajemukan bangsa. nilai kultural. pemberdayaan. pembentukan watak dan kepribadian. cakap. – Pendidikan sistem terbuka: fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian program lintas satuan dan jalur pendidikan – Pendidikan multimakna: proses pendidikan yang diselenggarakan dengan berorientasi pada pembudayaan. serta berbagai kecakapan hidup Sosialisasi KTSP 4 . Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. – berakhlak mulia. kreatif. Sosialisasi KTSP PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara. mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. menulis. Sosialisasi KTSP HAK PESERTA DIDIK a. minat. f. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. Sosialisasi KTSP 5 . Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. e. mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. membangun kemauan. c. dan kemampuannya.PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan. mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama b. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama. d. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran.

Raudhatul Athfal (RA). kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. a. Sosialisasi KTSP 6 . Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK). – Diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai usia 6 tahun dan bukan prasyarat masuk pendidikan dasar Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal. Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. dan/atau informal. ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan. atau bentuk lain yang sederajat. nonformal. b.KEWAJIBAN PESERTA DIDIK menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan.

Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs). Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN MENENGAH Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. Sosialisasi KTSP 7 . atau bentuk lain yang sederajat. atau bentuk lain yang sederajat.PENDIDIKAN DASAR Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. Pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas (SMA). sekolah menengah kejuruan (SMK). dan madrasah aliyah kejuruan (MAK). madrasah aliyah (MA).

tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. pengelolaan. sarana dan prasarana. bencana sosial. dan tidak mampu dari segi ekonomi. mental.PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik. sosial. masyarakat adat yang terpencil. emosional. proses. Dapat diselenggarakan secara inklusif atau berupa satuan pendidikan khusus Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang. dan/atau mengalami bencana alam. Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum. dan pengendalian mutu pendidikan. Pengembangan standar nasional pendidikan serta pemantauan dan pelaporan pencapaiannya secara nasional dilaksanakan oleh suatu badan standardisasi. dan pembiayaan. sarana dan prasarana. penjaminan. Sosialisasi KTSP 8 . pembiayaan. Sosialisasi KTSP STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. pengelolaan. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. kompetensi lulusan.

dan peserta didik. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sosialisasi KTSP KURIKULUM 1. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.KURIKULUM: PENGERTIAN DASAR Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. potensi daerah. isi. 2. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. Pengembangan kurikulum secara berdiversifikasi dimaksudkan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di daerah Sosialisasi KTSP 9 .

e. kecerdasan. dinamika perkembangan global. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. perkembangan ilmu pengetahuan. Sosialisasi KTSP Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. h. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. dan minat peserta didik. dan j. tuntutan dunia kerja. g.KURIKULUM 3. dan seni. peningkatan potensi. b. i. Sosialisasi KTSP 10 . agama. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. d. f. c. keragaman potensi daerah dan lingkungan. peningkatan akhlak mulia. teknologi. peningkatan iman dan takwa.

ilmu pengetahuan alam. Masyarakat berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan yang meliputi perencanaan. j. g. serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan. Sosialisasi KTSP DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH PENGERTIAN DASAR Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik. pengawasan. komunitas sekolah. keterampilan/kejuruan. c. pendidikan kewarganegaraan. f. dan muatan lokal. seni dan budaya. h. d. pendidikan agama. ilmu pengetahuan sosial. pendidikan jasmani dan olahraga. Sosialisasi KTSP 11 . b. bahasa. dan evaluasi program pendidikan melalui dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah. i. matematika.MUATAN WAJIB KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH a. e.

kemajuan. serta pengawasan pendidikan pada tingkat nasional. provinsi. Sosialisasi KTSP EVALUASI Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. sarana dan prasarana. sebagai lembaga mandiri. lembaga. Sosialisasi KTSP 12 . dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. arahan dan dukungan tenaga. sarana dan prasarana. dan jenis pendidikan. dan kabupaten/kota yang tidak mempunyai hubungan hirarkis. arahan dan dukungan tenaga. serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Komite sekolah/madrasah. dan program pendidikan pada jalur formal dan nonformal untuk semua jenjang. Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik. dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan.DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH Dewan pendidikan sebagai lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan. satuan. Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses.

transparan. dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan. menyeluruh. jalur. Masyarakat dan/atau organisasi profesi dapat membentuk lembaga yang mandiri untuk melakukan evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58.EVALUASI Evaluasi peserta didik. satuan pendidikan. jenjang. satuan. dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala. Pemerintah dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 13 . dan jenis pendidikan.

14 .

serta pendidikan dalam jabatan. standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi: Sosialisasi KTSP 15 . b. c. dan keterampilan. standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental.Departemen Pendidikan Nasional Materi 2 PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Sosialisasi KTSP KTSP Sosialisasi LINGKUP SNP 1. standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. kompetensi bahan kajian. 2. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. kompetensi mata pelajaran. Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. d. standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. a. pengetahuan.

kabupaten/kota. prosedur. nasional. provinsi. laboratorium. tempat beribadah. pelaksanaan. 4. perpustakaan. standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. tempat berkreasi dan berekreasi. terarah. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. f.LINGKUP SNP Lanjutan e. dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar. serta sumber belajar lain. dan sertifikasi. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Sosialisasi KTSP 16 . atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. tempat bermain. akreditasi. g. Untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan dilakukan evaluasi. standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. dan global. tempat berolahraga. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana. dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Sosialisasi KTSP LINGKUP SNP Lanjutan 3. dan h. bengkel kerja.

2. kurikulum tingkat satuan pendidikan. 3. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. 2. Sosialisasi KTSP 17 . Kurikulum untuk jenis pendidikan keagamaan formal terdiri atas kelompok mata pelajaran yang ditentukan berdasarkan tujuan pendidikan keagamaan. olah raga. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. d.STANDAR ISI 1. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. e. kelompok mata pelajaran estetika. c. dan kesehatan. kejuruan. Kurikulum untuk jenis pendidikan umum. Satuan pendidikan nonformal dalam bentuk kursus dan lembaga pelatihan menggunakan kurikulum berbasis kompetensi yang memuat pendidikan kecakapan hidup dan keterampilan. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 1. dan kalender pendidikan/akademik. Standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. b. Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum. beban belajar. dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: a. kelompok mata pelajaran jasmani.

jasmani. dan pendidikan jasmani. SMA/MA/ SMALB/ Paket C.KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 4. olah raga. 5. 6. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. Kurikulum dan silabus SD/MI/SDLB/Paket A. Sosialisasi KTSP 18 . SMP/MTs/SMPLB/ Paket B. kewarganegaraan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SD/MI/SDLB/Paket A. ilmu pengetahuan dan teknologi. bahasa. estetika. Setiap kelompok mata pelajaran dilaksanakan secara holistik sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran mempengaruhi pemahaman dan/atau penghayatan peserta didik. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 7. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia pada SD/MI/SDLB/Paket A. akhlak mulia. SMK/MAK. SMA/MA/SMALB/ Paket C. 8. serta kemampuan berkomunikasi. kecakapan berhitung. seni dan budaya. Semua kelompok mata pelajaran sama pentingnya dalam menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah. atau bentuk lain yang sederajat menekankan pentingnya kemampuan dan kegemaran membaca dan menulis. dan kesehatan. SMK/MAK. kewarganegaraan. kepribadian.

atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. 12. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. matematika. SMA/MA/SMALB/ Paket C. dan muatan lokal yang relevan. dan muatan lokal yang relevan. ilmu pengetahuan sosial. ilmu pengetahuan alam. keterampilan/kejuruan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Kelompok mata pelajaran estetika pada SD/MI/SDLB/Paket A. serta muatan lokal yang relevan. olah raga. keterampilan. keterampilan/kejuruan. c. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. SMK/MAK. teknologi informasi dan komunikasi. kejuruan. ilmu pengetahuan sosial. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 10. ilmu pengetahuan alam. keterampilan/kejuruan. teknologi informasi dan komunikasi. serta muatan lokal yang relevan. SMA/MA/SMALB/Paket C. ilmu pengetahuan alam. SMA/MA/SMALB/Paket C. 13. SMK/MAK.KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 9. SD/MI/ SDLB/Paket A. b. seni dan budaya. d. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada : a. matematika. Kompetensi tersebut terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar. olahraga. serta muatan lokal yang relevan. dan kesehatan pada SD/MI/SDLB/ Paket A. ilmu pengetahuan sosial. 11. pendidikan kesehatan. matematika. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. matematika. ilmu pengetahuan alam. ilmu pengetahuan alam. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. Sosialisasi KTSP 19 . ilmu pengetahuan sosial. Kelompok mata pelajaran jasmani. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. SMK/ MAK. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. keterampilan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. dan muatan lokal yang relevan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani.

SMA/MA/SMLB. praktek keterampilan. 6. Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 4. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan kredit semester. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Beban belajar untuk SMP/MTs/SMPLB. dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. atau bentuk lain yang sederajat dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester (SKS). 3. dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. penugasan terstruktur. Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. 2. 5. Beban belajar untuk SD/MI/SDLB. Sosialisasi KTSP 20 . sesuai kebutuhan dan ciri khas masingmasing. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat menggunakan jam pembelajaran setiap minggu setiap semester dengan sistem tatap muka.BEBAN BELAJAR 1. SMP/MTs/SMPLB. praktek keterampilan. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori standar dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester. MI/MTs/MA atau bentuk lain yang sederajat dapat menambahkan beban belajar untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian sesuai dengan kebutuhan dan ciri khasnya.

Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. 8. Sosialisasi KTSP 21 . kecakapan akademik.BEBAN BELAJAR 7. dan kecakapan vokasional. 12. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat dan kurikulum untuk SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 11. kelompok mata pelajaran pendidikan estetika. dan kesehatan. SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup. Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat. 9. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. olah raga. kecakapan sosial. Pendidikan kecakapan hidup yang mencakup kecakapan pribadi.

Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. 2. olah raga. 14. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. Panduan ini berisi sekurangkurangnya model-model kurikulum satuan pendidikan keagamaan jenjang pendidikan dasar dan menengah. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah keagamaan berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. Sosialisasi KTSP 22 . Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 1. pendidikan kelompok mata pelajaran estetika. dan kesehatan. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori mandiri. Panduan ini berisi sekurang-kurangnya: a. b. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori standar.BEBAN BELAJAR 13. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 3. B. MA. atau madrasah dan komite madrasah. dan C ditetapkan oleh dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan berdasarkan kerangka dasar kurikulum sesuai dengan peraturan pemerintah ini dan standar kompetensi lulusan. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. dan SMK. SMP/MTs/SMPLB. Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya untuk program paket A. dan peserta didik. Kurikulum tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB. SMK/MAK. SMA. potensi daerah/karakteristik daerah. Sekolah dan komite sekolah. di bawah supervisi dinas kabupaten/ kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan untuk SD. Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 5. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan tersebut sekurang-kurangnya meliputi model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem paket dan model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem kredit semester. SMA/MA/SMALB. 4. atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. dan MAK. Sosialisasi KTSP 23 . MTs. sosial budaya masyarakat setempat. 6. SMP.

• Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Kalender pendidikan/kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran. pengetahuan. 2. minggu efektif belajar. • Kompetensi lulusan mencakup sikap.KALENDER PENDIDIKAN 1. Sosialisasi KTSP 24 . dan hari libur. dan keterampilan. Hari libur dapat berbentuk jeda tengah semester selama-lamanya satu minggu dan jeda antar semester. waktu pembelajaran efektif. • Kompetensi lulusan untuk mata pelajaran bahasa menekankan pada kemampuan membaca dan menulis yang sesuai dengan jenjang pendidikan.

ahklak mulia. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. pengetahuan. kepribadian. kepribadian. pengetahuan. Sosialisasi KTSP STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN • Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: – penilaian hasil belajar oleh pendidik. kepribadian.STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan. – penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. ahklak mulia. ahklak mulia. pengetahuan. dan – penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. Sosialisasi KTSP 25 .

ulangan akhir semester. 2. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. penugasan. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik. ulangan. ulangan. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. – bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. kemajuan. Sosialisasi KTSP 26 . ulangan tengah semester. dan – memperbaiki proses pembelajaran. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ulangan. olah raga. dan b. dan ulangan kenaikan kelas. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai 4. 5. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 3. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: a. pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 1. serta b. ujian. dan kesehatan dilakukan melalui: a. Penilaian ini digunakan untuk: – menilai pencapaian kompetensi peserta didik.

Penilaian akhir mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik oleh pendidik Sosialisasi KTSP 27 . olah raga. kelompok mata pelajaran estetika. dan kesehatan merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. kelompok mata pelajaran jasmani. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. b. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. 3. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. dan e. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN 1. dan kesehatan.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 6. d. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah BSNP menerbitkan panduan penilaian untuk: a. olahraga. 2. c. kelompok mata pelajaran estetika. dan kelompok mata pelajaran jasmani.

Sosialisasi KTSP 28 . 3. pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. kelompok mata pelajaran estetika. serta kelompok mata pelajaran jasmani. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 1. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. olah raga.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN 4. 2. Ujian nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran. Ujian nasional dilakukan secara obyektif. dan kesehatan. Penilaian ini bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional. dan akuntabel. 5. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan melalui ujian sekolah/madrasah untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. berkeadilan. Untuk dapat mengikuti ujian sekolah/madrasah. peserta didik harus mendapatkan nilai yang sama atau lebih besar dari nilai batas ambang kompetensi yang dirumuskan oleh BSNP.

PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 4. dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. Sosialisasi KTSP 29 . d. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 6. b. penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan. 7. pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. 5. c. pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Setiap peserta didik jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan pendidikan jalur nonformal kesetaraan berhak mengikuti ujian nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan. Setiap peserta didik wajib mengikuti satu kali ujian nasional tanpa dipungut biaya. Peserta ujian nasional memperoleh surat keterangan hasil ujian nasional yang diterbitkan oleh satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional. Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti ujian nasional setelah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh BSNP. Hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk: a. 8.

Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. Bahasa Inggris. Sosialisasi KTSP 30 . Pada jenjang SD/MI/SDLB. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. 7. Matematika. Matematika. atau bentuk lain yang sederajat. Bahasa Inggris. atau bentuk lain yang sederajat. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Matematika. Matematika. dan mata pelajaran kejuruan yang menjadi ciri khas program pendidikan. Sosialisasi KTSP UJIAN NASIONAL 5. 6. Bahasa Inggris. Matematika. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Matematika. dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Bahasa Inggris. Bahasa Inggris. Pada program paket A. 4. Pada program paket B. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada jenjang SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. 2.UJIAN NASIONAL Mata pelajaran yang diujikan: 1. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada jenjang SMP/MTs/SMPLB. Matematika. Pada SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. Pada program paket C. 3. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan.

b. lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Penjaminan mutu pendidikan bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan. 2. Sosialisasi KTSP PENJAMINAN MUTU 1. Setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. menyelesaikan seluruh program pembelajaran. dan kesehatan. Sosialisasi KTSP 31 . dan d.KELULUSAN Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a. kelompok mata pelajaran estetika. dan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. c. olah raga. Penjaminan mutu pendidikan dilakukan secara bertahap. 3. lulus Ujian Nasional. sistematis. dan kelompok mata pelajaran jasmani.

dan BAN-PT memberikan rekomendasi penjaminan mutu pendidikan kepada program dan/atau satuan pendidikan yang diakreditasi. 5. Sosialisasi KTSP PENJAMINAN MUTU 7. Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (6). jenjang dan jalur pendidikan. LPMP mensupervisi dan membantu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam melakukan upaya penjaminan mutu pendidikan.PENJAMINAN MUTU 4. dan kepada Pemerintah dan Pemerintah Daerah. 8. Sosialisasi KTSP 32 . 9. Pemerintah Kabupaten/Kota mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu. 10. Menteri menerbitkan pedoman program penjaminan mutu satuan pendidikan pada semua jenis. BAN-S/M. Pemerintah Provinsi mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu. 6. Menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama mensupervisi dan membantu satuan pendidikan keagamaan melakukan penjaminan mutu. LPMP bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Perguruan tinggi. BAN-PNF.

12.PENJAMINAN MUTU 11. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 33 . Penyelenggaraan satuan pendidikan yang tidak mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan ini dapat memperoleh pengakuan dari Pemerintah atas dasar rekomendasi dari BSNP. Rekomendasi dari BSNP tersebut didasarkan pada penilaian khusus.

34 .

Materi 3 RENCANA STRATEGIS DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2005 . mencerdaskan kehidupan bangsa. Amanat Undang-Undang No. 2 • • 35 . dan ikut melaksanakan ketertiban dunia … Amanat Pasal 31 UUD 1945 (1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. yang diatur dengan UndangUndang (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. 25 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (2004-2009) Pendidikan ditetapkan sebagai salah satu prioritas dalam agenda utama pembangunan nasional.2009 1 PENDAHULUAN • • Amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) … melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. serta (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

Peningkatan kapasitas dan kompetensi aparat dalam perencanaan dan pengangaran 30. dan BPK 39. Penjaminan mutu secara terprogram dengan mengacu kepada SNP 16. Perluasan dan peningkatan mutu akreditasi 19. SLB. Peningkatan ketaatan aparat pada peraturan perundang-undangan 33. Penataan regulasi pengelolaan pendidikan 32. Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraan dan Kepemerintahan 6. 2. Perluasan akses SMA/SMK dan SMA terpadu 21. MI. MTs 8. Intensifikasi dan ekstensifikasi pemeriksaan oleh Itjen. Pengembangan sekolah berbasis keunggulan lokal di setiap Kab/Kota 22. Pengembangan aplikasi SIM secara terintegrasi (Keuangan. 6. Program Penguatan Kelembagaan Pengarus. Pendidikan Menengah 10. Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 9. Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Negara 5. Implementasi dan penyempurnaan SNP oleh BSNP 15. dan PT 14. Kepegawaian. Intensifikasi tindakan-tindakan preventif oleh Itjen 37. Manajemen Pelayanan Pendidikan Program-program lainnya 1. Pemanfaatan ICT sebagai media pembelajaran jarak jauh 26. Peningkatan pencitraan publik 34. 3. SMP. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) – TK. 3. 23. Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Kegiatan Pokok Pemerintah 13. Pelaksanaan Inpres No. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengelola pendidikan 12. Pendidikan Tinggi 5. BPKP. Perluasan pendidikan kecakapan hidup 17. RA. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan 27. Aset. dan BPK 38. Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 3.utamaan Gender dan Anak 4.PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 1.5 Tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan KKN 36. Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan 2. Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 3 PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 7. Pembangunan sekolah bertaraf internasional di setiap propinsi dan/atau kabupaten/kota 11. Pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan 6. Pengembangan guru sebagai profesi 18. Perluasan akses PT Mendorong jumlah jurusan di PT yang masuk dalam 100 besar Asia Akselerasi jumlah program studi kejuruan. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara 4 36 . 7. vokasi. Peningkatan SPI berkoordinasi dengan BPKP dan BPK 29. Penyelesaian tindak lanjut temuan-temuan pemeriksaan Itjen. 1. Peningkatan peran serta masyarakat dalam perluasan akses SMA/SMK/SM Terpadu. dan data lainnya) 8. 2. BPKP. 4. Peningkatan kapasitas dan kompetensi managerial aparat 31. TPA Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun – SD. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pemeriksaan aparat Itjen 35. Perbaikan sarana dan prasarana 28. 25. Kegiatan Pokok Pemerintah Perluasan akses PAUD Pendanaan biaya operasi wajar Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan wajar Rekrutmen pendidik dan tenaga kependidikan (program wajar) Perluasan akses pendidikan wajar pada jalur nonformal Perluasan akses SLB dan sekolah inklusif Pengembangan sekolah wajar layanan khusus bagi daerah terpencil/kepulauan yang berpenduduk jarang dan terpencar. Pendidikan Non Formal 5. Program Pengelolaan Sumberdaya Manusia Aparatur 7. KB. Pendidikan Keterampilan Hidup 20. dan profesi Peningkatan jumlah dan mutu publikasi ilmiah dan HAKI 4. 24.

dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. membimbing. Misi Pendidikan Nasional D. Tata Nilai Departemen Pendidikan Nasional 5 AMANAT UNDANG-UNDANG NO 20/2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Visi Pendidikan Nasional C.DASAR KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL A. Amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 B. membantu. tercantum bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak mengarahkan. 6 37 .

dan jenjang pendidikan bagi semua warga negara secara adil. dan demokratis tanpa membedakan tempat tinggal. 7 2. 5. dan akhlak mulia. Meningkatkan kualitas jasmani. tidak diskriminatif. 3. 4. 3. Meningkatkan pemerataan kesempatan belajar pada semua jalur. 6. Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. membangun kemauan. menulis. Meningkatkan sensitifitas dan kemampuan ekspresi estetis. Meningkatkan iman. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. dan kemajemukan bangsa. takwa. TUJUAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 1. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. jenis. 5.PASAL 4 UU 20/2003 Tentang SISDIKNAS: PRINSIP-PRINSIP DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN 1. 2. emosi. Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. mental serta intelektual. nilai kultural. Meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. jenis kelamin. nilai keagamaan. 8 38 . 4. status sosial-ekonomi. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. agama. dan kelainan fisik. kelompok etnis. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran.

7. ahli dan profesional. Menuntaskan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun secara efisien. Meningkatkan daya saing bangsa dengan menghasilkan lulusan yang mandiri. 9 9. bermutu. dan relevan sebagai landasan yang kokoh bagi pengembangan kualitas manusia Indonesia. serta meningkatkan kualifikasi minimun dan sertifikasi bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan lainnya. 10. Meningkatkan relevansi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan melalui peningkatan hasil penelitian.6. buta aksara. dan keterampilan. kemampuan. putus sekolah dalam dan antar jenjang serta penduduk lainnya yang ingin meningkatkan pengetahuan. bermutu. serta memiliki kecakapan hidup yang dapat membantu dirinya dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan. pengembangan dan penciptaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh perguruan tinggi serta penyebarluasan dan penerapannya pada masyarakat. tidak pernah sekolah. Meningkatkan kualitas pendidikan dengan tersedianya standar pendidikan nasional dan Standar Pelayanan Minimal (SPM). terampil. 10 39 . Menurunkan secara signifikan jumlah penduduk buta aksara. Memperluas akses pendidikan non-formal bagi penduduk laki-laki maupun perempuan yang belum sekolah. mampu belajar sepanjang hayat. 11. 8.

Menata sistem pengaturan dan pengelolaan pendidikan yang semakin efisien. 13. Mempercepat pemberantasan korupsi. 14.12. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas manajemen pelayanan pendidikan melalui peningkatan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah. 11 VISI Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. produktif. dan nepotisme untuk mewujudkan Pemerintah yang bersih dan berwibawa. serta efektivitas pelaksanaan otonomi dan desentralisasi pendidikan termasuk otonomi keilmuan. kolusi. peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan. Sejalan dengan Visi Pendidikan Nasional tersebut. Depdiknas berhasrat untuk pada tahun 2025 menghasilkan: INSAN INDONESIA CERDAS DAN KOMPETITIF (Insan Kamil / Insan Paripurna) 12 40 . dan demokratis dalam suatu tata kelola yang baik dan akuntabel.

•Beraktualisasi diri melalui interaksi sosial yang: –membina dan memupuk hubungan timbal balik. –empatik dan simpatik. •Beraktualisasi diri melalui olah raga untuk mewujudkan insan yang sehat. •Beraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatkan sensitivitas dan apresiasivitas akan kehalusan dan keindahan seni dan budaya. •Aktualisasi insan intelektual yang kritis. –ceria dan percaya diri. pengalaman. sigap. ketakwaan dan akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur dan kepribadian unggul. Depdiknas untuk tahun 2005 – 2009 menetapkan Misi sebagai berikut: MEWUJUDKAN PENDIDIKAN YANG MAMPU MEMBANGUN INSAN INDONESIA CERDAS KOMPREHENSIF DAN KOMPETITIF. Selaras dengan Misi Pendidikan Nasional tersebut. dan trengginas. serta kompetensi untuk mengekspresikannya. 2. •Berkepribadian unggul dan gandrung akan keunggulan •Bersemangat juang tinggi •Mandiri •Pantang menyerah •Pembangun dan pembina jejaring •Bersahabat dengan perubahan •Inovatif dan menjadi agen perubahan •Produktif •Sadar mutu •Berorientasi global •Pembelajar sepanjang hayat Makna Insan Indonesia Kompetitif Cerdas emosional & sosial Kompetitif Cerdas intelektual Cerdas kinestetis 13 MISI 1. –menghargai kebhinekaan dalam bermasyarakat dan bernegara. mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. serta –berwawasan kebangsaan dengan kesadaran akan hak dan kewajiban warga negara. •Beraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. •Aktualisasi insan adiraga. –demokratis. membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. terampil. berdaya-tahan. 4. meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. kreatif dan imajinatif. keterampilan. –menjunjung tinggi hak asasi manusia. dan 5. 14 41 . sikap.Insan Cerdas Komprehensif dan Kompetitif Makna Insan Indonesia Cerdas Komprehensif Cerdas spiritual •Beraktualisasi diri melalui olah hati/kalbu untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan. dan nilai berdasarkan standar nasional dan global. memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI. meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral. 3. bugar.

Menjadi Teladan 3. Produktif (Efektif dan Efisien) 2. dan citra publik pendidikan. Antusias dan Bermotivasi Tinggi 4. relevansi. Demokratis. Disiplin 7. Akuntabel 1. Visioner dan Berwawasan 2. 2. 3. Peningkatan mutu. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. Bertanggung Jawab dan Mandiri 5. Berkeadilan. Antisipatif dan Inovatif 6. Mengilhami (Inspiring) 5. Kreatif 6. danInklusif 15 TIGA PILAR KEBIJAKAN PENDIDIKAN 1. Gandrung Mutu Tinggi (Service Excellence) 3. Membudayakan (Cultureforming) 7. akuntabilitas. Profesional 3. Peduli dan Menghargai orang lain 8. Penguatan tata kelola. Memberdayakan (Em powering) 6. dalam rangka mencapai dan mempertahankan kondisi keunggulan OUTPUT VALUES Nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh mereka yang berkepentingan terhadap Depdiknas PENYELENGGARA DAN PENGELOLA PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN & MANAJEMEN YANG PRIMA BERORIENTASI KEPADA KEPENTINGAN PEMAKAI LAYANAN PENDIDIKAN 1. Amanah 2. 16 42 .TATA NILAI PENGELOLAAN PENDIDIKAN INPUT VALUES Nilai-nilai yang diharapkan ditemukan dalam diri setiap pegawai Depdiknas PROCESS VALUES Nilai-nilai yang harus diperhatikan dalam bekerja di Depdiknas. Dapat Dipercaya (Andal) 4. dan daya saing keluaran pendidikan. Memotivasi (Motivating) 4. Taat Azas 8. Responsif dan Aspiratif 5. Belajar Sepanjang Hayat 1. Koordinatif dan Bersinergi dalam Kerangka KerjaTim 9.

48 % APM 93.AKSES PENDIDIKAN Rata-rata tingkat pendidikan masyarakat masih rendah (2004) Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Rata-rata lama sekolah 7.26 % 17 Kontribusi Sumber Kesenjangan Akses Pendidikan Antar dan Intra Provinsi Sumber Kesenjangan SD/ MI SMP/ MTs SM/ MA Antar Provinsi APK Dalam Provinsi 30.2 70.2 th Yang berpendidikan SLTP 36.2% Yang buta aksara 9.2 27.1 18 43 .38 % APK 14.9 60.55% Dalam rangka penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun.5 Antar Provinsi APM Dalam Provinsi 39.5 % APS 53.24 % APK 54.8 64.5 29.5 69.8 % APS 83.04 % APM 65. masalah perluasan akses lebih menonjol terjadi pada jenjang SMP/MTs Tingkat partisipasi pendidikan makin rendah pada jenjang pendidikan yang makin tinggi (2004) Kelompok usia 7-12 tahun Kelompok usia 13-15 tahun Kelompok usia SLTA Pendidikan Tinggi APS 96.8 29.8 72.2 35.5 70.

00 98. Prasarana dan sarana belajar yang terbatas dan belum didayagunakan secara optimal.50 P ersen tase 98. Proses pembelajaran yang belum efisien dan efektif. Pendanaan pendidikan yang belum memadai untuk menunjang mutu pembelajaran.00 96. 3. 2.50 96.00 1995 1998 2002 Tahun 19 Laki-laki Perempuan+Laki2 2003 2004 MUTU PENDIDIKAN (2004) 1.Tingkat Keaksaraan Penduduk Usia 15-24 Tahun 1995-2004 Perempuan 99. serta 4. Ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan serta kesejahteraannya yang belum memadai baik secara kuantitas maupun kualitas.50 97.00 97. 20 44 .

17 25.37 23.286 Ijazah Tertinggi < D1 (%) 90.05 0.88 46.62 2.39 72.79 D3 (%) 5.58 49.KUALIFIKASI PENDIDIK TAHUN 2002/2003 Jenjang No Pendidikan 1 2 3 4 5 6 7 8 TK SLB SD SMP SM SMA SMK PT Jumlah Guru 137.234.559 236.03 69.069 8.89 1.33 11.55 40.927 466.57 47.14 21.33 1.45 0.33 0.748 452.46 21 RASIO PENDIDIKAN TAHUN 2002/2003 Sumber: PDIP – Balitbang.75 64.304 1.33 0.18 Sarjana (%) 3. 2004 22 45 .10 3.23 2.255 230.31 0.114 147.30 42.33 43.10 26.86 1.54 D2 (%) 5.16 56.54 S2/S3 (%) 0.35 8.92 30.06 1.

832 107.315 50.29 92. Balitbang Depdiknas (2003) 24 46 .0 Swasta 91.3 53.440 155. Layak b. Tidak Layak SMP 2 a.412 97.62 12.105 167.631 43.531 202.0 15.1 17.598 4.684 147.1 35.424 48.5 67.748 299.811 122.4 38.4 3.2 66.914 55.0 19.6 46.408 89. Tidak Layak SMA 3 a.34 92. Layak b.927 625.645 27.675 311.542 155. SD 1 a.1 32.559 83.3 Jumlah 1.6 29.0 64.864 % 34.217 96.9 100.720 108.4 33.237 9.217 466.430 75.416 4.7 43.385 58.00 Rusak Ringan 299.283 % 7.710 609.588 2.283 72.480 78.7 12.599 1.59 5.395 558.9 100. Layak b.0 50. Layak b.0 67.678 % 92.0 37.0 56.3 4.919 % 23.234.3 45.00 Rusak Berat 201.7 49.12 2.967 20. Tidak Layak SMK 4 a.6 47.643 230.12 82.260 98.7 29.7 43.311 67.051 40.3 20.258 187.26 5.857 41.070 584.0 14. 2004 Kelayakan Negeri 1.3 100.143.63 5.4 23.581 23.1 33.GURU DAN KEPALA SEKOLAH MENURUT KELAYAKAN MENGAJAR TAHUN 2002/2003 No.00 865.961 % 100.598 63.507 Sumber: Pusat Data dan Informasi Pendidikan.114 154.290 1 2 3 4 SD SMP SMA SMK 364.803 87.379 35. Tidak Layak Sumber: PDIP – Balitbang.03 3.3 23 KONDISI RUANG BELAJAR TAHUN 2003 No Bangunan/ Gedung Kondisi Bangunan Ruang Belajar Layak pakai Jumlah % 42.

82 ANGKA PUTUS SEKOLAH MENURUT JENJANG PENDIDIKAN DAN JENIS KELAMIN TAHUN 2004 6 5 4 3 2 1 0 SD SMP Laki2 SMA/SMK Rerata 26 PT Perempuan 47 .96 1.26 ta 1 2 3 4 5 6 3.ANGKA MENGULANG KELAS SD MENURUT TINGKAT.68 4.07 2. TAHUN 2004 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s R er a 25 7.92 4.93 0.

Nilai Ujian Nasional SMA Program IPA Tahun 2003/04 dan 2004/05 8 .0 0 2 . Desentralisasi bidang pendidikan.0 0 B In d B In g g 2 0 0 3 /0 4 Mat 2 0 0 4 /0 5 27 R a ta 2 TATA KELOLA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL (2004) 1. 2.0 0 1 . 3.0 0 3 . 28 48 .0 0 5 .0 0 6 . Belum didukung oleh data dan informasi yang akurat pada berbagai tingkatan pemerintahan.0 0 7 .0 0 0 .0 0 4 . Pentingnya pengawasan terhadap berbagai program dan kegiatan yang terkait dengan upaya pemerataan dan perluasan akses serta peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan.

29 KEBIJAKAN DALAM PEMERATAAN DAN PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1. dan Citra Publik.KEBIJAKAN POKOK PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL A.9 Pendidikan Kecakapan Hidup 1. Relevansi.1 Pendanaan Biaya Operasional Wajar Dikdas 9 Tahun 1. dan PT 1.7 Pengembangan Pendidikan Layanan Khusus bagi Anak Usia Wajar Dikdas di Daerah Bermasalah 1.6 Perluasan Akses Sekolah Luar Biasa dan Sekolah Inklusif 1. SMK/SM Terpadu. SLB.11 Perluasan Akses Perguruan Tinggi 1. Penguatan Tata Kelola.2 Penyediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Wajar 1.5 Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 1. Peningkatan Mutu Pendidikan. Pemerataan dan Perluasan Akses B.12 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai Sarana Pembelajaran Jarak Jauh 1.4 Perluasan akses pendidikan Wajar pada jalur nonformal 1.8 Perluasan akses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) PEMERATAAN & PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1.13 Peningkatan peran serta Masyarakat dalam Perluasan Akses SMA. dan Daya Saing C.10 Perluasan Akses SMA/SMK dan SM Terpadu 1. Akuntabilitas.3 Rekruitmen Pendidik dan Tenaga Kependidikan 30 49 .

1 Implementasi dan Penyempurnaan SNP dan Penguatan Peran Badan Standar Nasional Pendidikan 2.11 Akselerasi Jumlah Program studi Kejuruan.b Survai Benchmarking Mutu Pendidikan Terhadap Standar Internasional 2.2.6 Penataan Regulasi Pengelolaan Pendidikan dan Penegakkan Hukum di Bidang Pendidikan 3.7b Peningkatan Kreativitas.10 Mendorong Jumlah Jurusan di PT yang Masuk dalam 100 Besar Asia atau 500 BesarDunia 2. BAN -PNf dan BAN-PT 2. RELEVANSI.10 Intensifikasi Tindakan tindakan Preventif oleh Inspektorat Jenderal 3. BPKP.9 Pembangunan Sekolah Bertaraf Internasional di Setiap Provinsi/ Kabupaten/Kota 2.3 Perluasan dan Peningkatan Mutu Akreditasi oleh BAN -SM.12 Peningkatan Jumlah dan Mutu Publikasi Ilmiah dan HAKI 2. dan Profesi 2.4 3. RELEVANSI & DAYA SAING Perluasan Pendidikan Kecakapan Hidup 2. dan BPK 3.5 Pengembangan Kompetensi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan 2. vokasi.13 Pengembangan Aplikasi SIM secara Terintegrasi (Keuangan.undangan 3. AKUNTABILITAS.1 Peningkatan Sistem Pengendalian Internal Berkoordinasi dengan BPKP dan BPK Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Manajerial Aparat 3. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK 32 50 .11 Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pemeriksaan oleh Itjen. Kepegawaian. dan Kepemimpinan Mahasiswa 2. dan BPK 3. Entrepreneurship.7 Peningkatan Citra Publik 3.8 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Pengelola Pendidikan - PENGUATAN TATA KELOLA.5 Penataan Ketaatan pada Peraturan Perundang .9 Pelaksanan Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan KKN 3.8 Pengembangan Sekolah Berbasis Keunggulan Lokal di Setiap Kabupaten/Kota 31 KEBIJAKAN DALAM PENGUATAN TATA KELOLA.4a Pengembangan Guru sebagai Profesi 2.7a PENINGKATAN MUTU. dan Data Lainnya) 3.4b Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Nonformal 2. BPKP. Aset. DAN PENCITRAAN PUBLIK 3.2 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Inspektorat Jenderal 3. DAN DAYA SAING 2.12 Penyelesaian Tindak Lanjut Temuan -temuan Pemeriksaan Itjen.KEBIJAKAN DALAM PENINGKATAN MUTU.2a Pengawasan dan Penjaminan Mutu secara Terprogram dengan Mengacu pada SNP 2.6 Perbaikan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana 2.13 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan 2.3 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Perencanaan dan Penganggaran 3.

34 51 . (2) Peningkatan mutu.Periode 2005 – 2010 Peningkatan Kapasitas dan Modernisasi B.RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA PANJANG A. dan citra publik. akuntabilitas.Periode 2020 – 2025 Daya Saing Internasional 33 RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 2005 – 2009 Program pembangunan Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009 diarahkan pada upaya mewujudkan kondisi yang diharapkan pada tahun 2009 yang difokuskan pada: (1) Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. (3) Penguatan tata kelola.Periode 2010 – 2015 Penguatan Pelayanan C. dan daya saing. relevansi.Periode 2015 – 2020 Daya Saing Regional D.

7 9.141.370.0 226.Program Pendidikan Tinggi 5.075.4 27.0 28.065.Usia .6 2005/06 2006/07 Ajaran 2007/08 2008/09 2009/10 16.318.0 24.PT/PTA/PTK Akses Pendidikan Mutu Pendidikan Tata Kelola Depdiknas 1.6 12.7 12.3 149.2% lulusan Perguruan Tinggi menjadi karyawan •Kebutuhan guru 218.218.22%.62% (2004) 4.Usia .556. tingkat kemampuan intelektual dan kondisifisik •Memperluas daya tampung satuan pendidikan sesuai dengan prioritas nasional •PenggunaanTIK untukmenjangkau daerahterpencil/sulitdijangkau •Peningkatan mutu pendidikan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) •Peningkatan taraf hidup masyarakat dan daya saing tenaga kerja Indonesia •Metoda pembelajaran formal dan nonformal yang efisien.324.SMP / MTs .796.6 8.Program Penelitian dan Pengembangan Pendidikan 9.601.335.Program Penguatan Kelembagaan Pengarus-utamaan Gender dan Anak 2.100.697.800. serta mampu dan tidak mampu secara ekonomis.Program Pengelolaan Sumber Daya ManusiaAparatur 5.8 221.7 12.955.1 25.196.817 temuan/kasus penyimpangan sumber dana pembangunan (1997-2004) •Desentralisasi pendidikan •Kendali pemerintah yang belum berjalan optimal karena kurang ditunjang oleh sistem informasi manajemen yang terbangun dengan baik •SNP mulai dikembangkan •Laporan Keuangan dengan opini disclaimer dari BPK RENSTRA DEPDIKNAS Tahun 2005-2009 Das Sollen •Menurunkan angka buta aksara penduduk usia > 15 hingga 5% •APK SMP/MTs= 98%.112.1 12.8 4.256.1 219.308.528.6 229.033.0 27.533.9 164.5 36 52 .1 12.0 216.Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 10.3 3.Program Manajemen Pelayanan Pendidikan 8.240.144. spritual •70% dosen dengan berpendidikan S2/S3 •50% sarana sekolah memenuhi SNP •AnggaranpendidikandariAPBN = 20% •5 prodi PT masuk dalam100 besar PT di Asia atau 500 besar dunia •Manajemen perubahan secara internal yang menjamin terjadinya perubahan secara berkelanjutan •Sistem pembiayaan berbasis kinerja (ditingkat satuan pendidikan dan pemerintah daerah) •Manajemen berbasis sekolah (MBS) mulai SD sampai dengan SM •Disiplin kerja tinggi melalui internalisasi etos kerja •Satuan dan program pendidikan yang ada pada setiap tingkatan pemerintahan mencapai status kapasitas tertinggi dan memenuhi standar SNP •Penerapan TIK secara optimal pada manajemen 35 pendidikan yang transparan dan akuntabel •Laporan Keuangan dengan opini WTS dari BPK Jumlah .6 6.Usia .Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 7.9 4.Program Pendidikan Menengah 4.322.415.5 161.961.638.3 23.6 13.934.3 6.940.827.5% untuk usia13-15 3.306.9 11.508.828.0 25.1 155.631.Terjadi kesenjangan akses pendidikan menurut kategori perkotaan & pedesaan.Usia .4 24.961.813.374.671.Program Pendidikan Nonformal 6.Usia .0 11.816.Usia .8 10.9 3. menyenangkan dan mencerdaskan •Seimbang antara pengembangan kecerdasan rasional (berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi) dan kecerdasan emosional.845.076.859.858.3 16.Total Jumlah .717.Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas AparaturNegara 3.603.725.7 25.3 4.073.SD / MI & yang .363.1 10.0 12.202.4 juta atau 10.2 13. 5.000 orang(2005) •8.2 12.Anak tidak bersekolah 3.0 11.Usia .604. APK Perguruan Tinggi= 18% •Memberi kesempatan yang sama pada seluruh peserta didik dari berbagai golongan menurut kategori tingkat ekonomi.Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2.3 25.2 11.Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan Program-program Lainnya 1.605.910.APK SMP/MTs = 81. wilayah.2 16. Beberapa penyebab: •Kesiapan fisik siswa yang cenderung minim (akibat kekurangan gizi) •40% tenaga pengajar memiliki keahlian yang tidak sesuai dengan bidang pengajarannya Ketidak layakan tenaga pengajar (kualitas dan kuantitas) ditingkat dasar hingga menengah •23.3 224.Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraandan Kepemerintahan 4.0 13.561.238.3 7.9 24.835.21%.4 16.6% rusak ringan •Alokasi biaya pendidikan dari APBN < 9% •Rendahnya kemampuan wirausaha. sosial.088.Indeks Pembangunan Manusia 110 (2005) 2.Angka kesenjangan cenderung naik di tingkat pendidikan menengah dan perguruan tinggi 6.476.2 16.4 16.1 7. Peringkat Internasional Indonesia (12 dari12) terkait dengan tingkat relevansi sistem pendidikan Indonesia dengan kebutuhan pembangunan.6 11.3 12.2 11.SMA/SMK/MA & yang .2% untuk usia 7-12 dan 16.Program Peningkaan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara SASARAN JUMLAH PESERTA DIDIK ( ribu orang ) Tahun KOMPONEN 2004/05 Penduduk 0 – 3 Tahun 4 – 6 Tahun 7 – 12 Tahun 13 – 15 Tahun 16 – 18 Tahun 19 – 24 Tahun 15 Tahun Jumlah Peserta Ke atas Penduduk Didik sederajat & yang sederajat sederajat 29.Program Pendidikan Nasional Das Sein 1. APK PerguruanTinggi 14.4 23.769.8 12.3% ruang belajar SD rusak berat.6 12.279.6 25.5 158.7 12.1 3.440.9 12.350.6 25.121.6 152.654.Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun 3.366. 82.845.311.4 25.7 28.956.707.413.678.3 11.766. 34.8 28. gender.Penduduk ≥ 15 tahun yang buta aksara 15.

70% 15% 8.07% 50.54 6.71 8.00% 98.89 9.62 6.20% 16.333 40% 40:60 2.59 48.20% 14.0% 4 Peningkatan Relevansi Pendidikan 38 53 .00 7.25% 52.30% 81.00% 91.00 25.12% 94.00 5.04 2.40 5.22% 85.72 6.000 30% 38:62 1.14 33.5% 32:68 1.50 7.50% 10% 6.32 9.86 2007 2008 2009 39.68 32% 55% 3 2007 6. SASARAN Peningkatan Mutu dan Daya Saing Pendidikan INDIKATOR KUNCI • Rata-rata nilai UN SD/MI • Rata-rata nilai UN SMP/MTs • Rata-rata nilai UN SMA/SMK/MA • Guru yg memenuhi kualifikasi S1/DIV • Dosen yg memenuhi kualifikasi S2/S3 • Pendidik yang memiliki sertifikat pendidik • Jumlah Prodi masuk 100 besar Asia.00 13.00 31.00% 20% 15.33 5.00 40% 70% 40% 10 3 13 5 5.38% 17.54 2.47% 10% 5.94 2.00 5.5% 17 20 50 400 10% 34:66 1.75% 95. • Jumlah sertifikat Kompetensi yg diterbitkan KONDISI DAN TARGET 2004 5. • Perolehan medali emas pd Olimpiade Int.49 25. • Jumlah Paten yg diperoleh • Sekolah/Madrasah bertaraf Internasional • Sekolah/Madrasah berbasis keunggulan lokal • Kenaikan Publikasi Internasional • Rasio Jumlah Murid SMK : SMA • APK PT vokasi (D2/D3/D4/Politeknik) • Rasio Jumlah mahasiswa Profesi terhadap jumlah lulusan S1/D4 • Persentase peserta pendidikan life skill terhadap lulusan SMP/MTs atau SMA/SMK/MA yang tidak melanjutkan.00 5.22% 12.54 2.40 23.31 30% 50% 2005 6.48 3.13 6.80% 17.00 5.20% 68.66% 94.00 27. atau akreditasi bertaraf OECD/Int.57% 8. DAN DAYA SAING -NO.13 6.00% 10.MUTU.80 8.19% 94.6% 19 30 85 700 20% 36:64 1.50% 56.5% 65% 20% 5 2009 5. 500 besar Dunia.33% 14.34% 94. RELEVANSI.00 7.00% 7.8% 20 50 155 1.28 6.Indikator Kunci dan Target Pilar Kebijakan -.00% 60.90 7.20% 15.65 37 INDIKATOR KUNCI DAN TARGET IMPLEMENTASI PILAR KEBIJAKAN -.94 2.84 34% 60% 5% 4 2008 5.20% 64.62% 15.Akses Pendidikan -NO 1.90% 94.52 30% 50% 1 2006 6.55% 16.76 4.15 16.90% 20% 12.00 29.5% 10.16 9.0% 15 10 100 7.07 9.44% 15.0% 30:70 1. termasuk UT Prosentase Buta Aksara > 15 th Disparitas APK PAUD antara kab dan kota Disparitas APK SD/MI/SDLB antara kab dan kota Disparitas APK SMP/MTs/SMPLB antara kab dan kota Disparitas APK SMA/MA/SMK/SMALB antara kab dan kota Disparitas gender APK di jenjang pendidikan Menengah Disparitas gender APK di jenjang pendidikan tinggi Disparitas gender persentase buta aksara KONDISI DAN TARGET 2004 2005 2006 45.00% 11.13 6.30 19. SASARAN Perluasan Akses Pendidikan • • • • • • 2 Pemerataan Akses Pendidikan • • • • • • • INDIKATOR KUNCI APK Pra Sekolah APM SD/Paket A/MI/SDLB APK SMP/Paket B/MTs/SMPLB APK SMA/SMK/Paket C/MA/SMALB APK PT/PTA.49 25.48% 88.81% 95.26 5.21% 16.09% 42.05 5.98 9.00 7.14 33.7% 20 40 120 1.47% 53.19% 18.22% 48.04 2.00 37.

5% <0.5% <0.5% <0.5% 1~0.5% <0.5% • • - - 2 Aplikasi - 14 Aplikasi - - 80% unit utama memperoleh ISO 9001:2000 - • - 9 ISO 9001: 2000 25 ISO 9001: 2000 43 ISO 9001: 2000 47 ISO 9001: 2000 39 Selesai 40 54 .5% <0.5% 1~0.INDIKATOR KUNCI DAN TARGET PILAR KEBIJAKAN -.5% 1~0.5% 1~0.TATA KELOLA.5% • 1~0. dan Citra Publik Pendidikan • Opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Disclaimer • Persentase temuan BPK ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Persentase temuan Itjen ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Aplikasi SIM Sertifikat mutu layanan yg diraih Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama Sertifikat mutu layanan yg diraih LPMP/PPPG/BPPLSP 1~0. Akuntabilitas. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK -KONDISI DAN TARGET No SASARAN INDIKATOR KUNCI 2004 2005 Disclaimer 2006 Wajar Dgn Catatan 2007 Wajar Tanpa Sarat 2008 Wajar Tanpa Sarat 2009 Wajar Tanpa Sarat 5 Penguatan Tata Kelola.5% <0.

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

II. Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
4. Peraturan Mendiknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) 5. Peraturan Mendiknas No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 6. Peraturan Mendiknas No. 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

55

56

Materi 4

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang

STANDAR ISI (SI)
Sosialisasi KTSP

Materi Minimal dan Tingkat Kompetensi Minimal, untuk Mencapai Kompetensi Lulusan Minimal

Sosialisasi KTSP

57

Memuat :
1. 2. 3. 4. 5. Kerangka Dasar Kurikulum Struktur Kurikulum Beban Belajar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kalender Pendidikan

Sosialisasi KTSP

Kerangka Dasar
5 Kelompok mapel :
Agama dan Ahlak Mulia

membentuk siswa menjadi manusia beriman dan takwa dan berahlak mulia Mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama

Sosialisasi KTSP

58

Kewarganegaraan dan Kepribadian Iptek

penigkatan kesadaran dan wawasan siswa akan status, hak dan kewajibannya dalam kehidupannya untuk memperoleh kompetensi lanjut iptek serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif, disiplin, kerja sama dan hidup sehat

Estetika

Jasmani Olahraga Kesehatan
Sosialisasi KTSP

Prinsip Pengembangan Kurikulum
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Beragam dan terpadu Tanggap terhadap perkembangan iptek dan seni Relevan dengan kebutuhan kehidupan Menyeluruh dan berkesinambungan Belajar sepanjang hayat Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Sosialisasi KTSP

59

Prinsip Pelaksanaan Kurikulum
1. Siswa harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan. 2. Menegakkan 5 pilar belajar. 3. Peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan dan percepatan. 4. Suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka dan hangat.

Sosialisasi KTSP

5. Menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar 6. Mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah 7. Diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan

Sosialisasi KTSP

60

Matematika 6. Pendidikan Agama 2. Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi B. Kedalaman muatan kurikulum dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai siswa dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum Merupakan pola dan susunan matapelajaran yang harus ditempuh oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran Kompetensi terdiri dari Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi dasar (KD) yang dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Muatan Lokal dan Pengembangan Diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum sekolah 2.Struktur Kurikulum 1. Muatan Lokal C. Bahasa Inggris 5. Sosialisasi KTSP Struktur Kurikulum SMP Komponen VII A. Bahasa Indonesia 4. Olahraga dan Kesehatan 10. Ilmu Pengetahuan Sosial 8. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 Kelas dan Alokasi Waktu VIII IX Sosialisasi KTSP 61 . Pendidikan Kewarganegaraan 3. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Jasmani. Ilmu Pengetahuan Alam 7. 4. Seni Budaya 9. 3.

11. Program Khusus *) d. dan VI 4. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya Pendidikan Jasmani. 5. Tunagrahita Sedang (SDLB/C1).. Tunadaksa Sedang SDLB/D1). Olahraga dan Kesehatan Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi . Ilmu Pengetahuan Alam 6. Matematika 5. 9. Seni Budaya dan Keterampilan 8.. 3. 2. dan Kesehatan b. 8. II.. Pendidikan Kewarganegaraan 3. 7. 1. 4. Bahasa Indonesia 29 – 32 (Pendekatan Tematik) 30 (Pendekatan Tematik) I. Muatan Lokal Pengembangan Diri Jumlah Sosialisasi KTSP Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 2 2*) 32 2 2*) 32 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Dasar Luar Biasa (Tunagrahita Ringan (SDLB/C). Muatan Lokal c. Ilmu Pengetahuan Sosial 7. Pendidikan Jasmani. Mata Pelajaran 1. Olahraga.Struktur Kurikulum MTs Komponen A. C. Pengembangan Diri Jumlah: Keterangan: *) Disesuaikan dengan kelainan dan kebutuhan peserta didik. dan III IV. dan Tunaganda (SDLB/G) Kelas dan Alokasi Waktu***) Komponen a. 6. Pendidikan Agama 2. 10. B. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2 2 2**) 29 – 32 34 Sosialisasi KTSP 62 . V..

Olahraga dan Kesehatan Keterampilan vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) Jumlah 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX b. Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. 9. 5. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) Jumlah 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX b. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani. Mata Pelajaran 1. 9. 6. 5. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani. 4. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSB Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunarungu (SMPLB/B) Komponen a. 8. 2. 4. 7. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah.STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunanetra (SMPLB/A) Komponen a. Mata Pelajaran 1. 3. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. Muatan Lokal c. 6. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. 10. Program Khusus Orientasi & Mobilitas d. Muatan Lokal c. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP 63 . Program Khusus Orientasi & Mobilitas d. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. 3. 8. 10. 7. 2.

9. 3. Mata Pelajaran 1. Program Khusus Orientasi & Mobilitas d. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) Jumlah 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX b. 5. Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. Muatan Lokal c. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. 8. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani. 10. 6. 7. 2. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP 64 . 3. 4. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) Jumlah 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX b. 10. 6. 9. Program Khusus Orientasi & Mobilitas d.STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunadaksa (SMPLB/D) Komponen a. 7. 2. Muatan Lokal c. 4. 5. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunalaras (SMPLB/E) Komponen a. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani. 8. Mata Pelajaran 1.

7. Olahraga. **) Disesuaikan dengan kelainan dan kebutuhan peserta didik.Penugasan Terstruktur (PT) .Tatap Muka (TM) . Program Khusus **) d. 8. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. Muatan Lokal c.STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunagrahita Ringan (SMPLB/C). Mata Pelajaran 1. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. Tunagrahita Sedang (SMPLB/C1). ***) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR Beban belajar diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sistem : . 9. Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani. dan Kesehatan Keterampilan Vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 20 2 2 2***) Jumlah 34 20 2 2 2***) 34 20 2 2 2***) 34 10 Pendidikan Tematik 10 Pendidikan Tematik 10 Pendidikan Tematik Kelas dan Alokasi Waktu***) VIII IX b. 5. Tunadaksa Sedang (SMPLB/D1) dan Tunaganda (SMPLB/G) Komponen VII a. 10.Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) Sosialisasi KTSP 65 . Pendidikan Agama 2. 6. 3. 4.

dirancang guru untuk mencapai kompetensi .• TM : Kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidikan • PT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa.Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh siswa Sosialisasi KTSP Sekolah menyelenggarakan program pendidikan dengan SISTEM PAKET atau SKS Sosialisasi KTSP 66 . dirancang guru untuk mencapai kompetensi .Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh guru • KMTT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa.

Sosialisasi KTSP 67 .SISTEM PAKET Sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh mata pelajaran dan beban studi yang sudah ditetapkan untuk setiap tingkatan kelas. sesuai dengan struktur yang berlaku pada satuan pendidikan dimaksud. Sosialisasi KTSP SISTEM KREDIT SEMESTER Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri jumlah beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester.

Kategori Formal Standar Formal Mandiri Paket Dapat - SKS Dapat Wajib Sosialisasi KTSP • Struktur kurikulum yang telah • Struktur kurikulum untuk tersusun diselenggarakan dengan menggunakan sistem paket digunakan dengan SKS akan disusun tersendiri Sosialisasi KTSP 68 .

(dua) jam pelajaran. minat.48640 menit) 725 – 811 *) Untuk SDLB. IX 40 32 34 .38 pembelajaran (43520 . Per Minggu Minggu efektif per tahun ajaran Jumlah jam per tahun (@ 60 menit) Satuan Pendidikan Kelas satu jam pemb.d.Kegiatan Pengembangan Diri • Tidak termasuk beban belajar. SMALB alokasi waktu jam pembelajaran tatap muka dikurangi 5 menit Sosialisasi KTSP 69 . karena substansinya dipilih sendiri oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan.tatap muka (Menit waktu pembelajaran per tahun 1088 -1216 jam SMP/MTs/SMPLB*) VII s. dan bakat. 2 • Dialokasikan waktu ekuivalen Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR Beban Belajar Kegiatan Tatap Muka untuk setiap Satuan Pendidikan (Sistem Paket) jumlah jam pemb.SMPLB.

dan Standar kompetensi di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan atau Provinsi. Sosialisasi KTSP KALENDER PENDIDIKAN Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran. Sosialisasi KTSP 70 . dan hari libur.KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) • Kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan • Sekolah dan Kepala Sekolah mengembangkan KTSP dan silabus berdasarkan : Kerangka dasar kurikulum. minggu efektif belajar.

Lanjutan Kalender Pendidikan NO 1 KEGIATAN Minggu efektif belajar ALOKASI WAKTU Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan KETERANGAN 2 Jeda tengah Maksimum 2 semester minggu Jeda antarsemes ter Libur akhir tahun pelajaran Maksimum 2 minggu Maksimum 3 minggu Satu minggu setiap semester 3 Antara semester I dan II 4 Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran Sosialisasi KTSP NO KEGIATAN 5 ALOKASI WAKTU KETERANGAN Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif. Hari libur 2–4 keagamaan minggu 6 Hari libur umum/ nasional Hari libur khusus Maksimum Disesuaikan dengan Peraturan 2 minggu Pemerintah. Sosialisasi KTSP 71 . 7 8 Kegiatan khusus sekolah/ madrasah Maksimum Digunakan untuk kegiatan yang 3 minggu diprogramkan secara khusus oleh sekolah/madrasah tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif. Maksimum Untuk satuan pendidikan sesuai dengan 1 minggu ciri kekhususan masing-masing.

Terima Kasih…… Sosialisasi KTSP 72 .

Materi 5 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) Sosialisasi KTSP Pengertian Kompetensi adalah kemampuan bersikap. dan keterampilan. dan keterampilan yang dimiliki peserta didik. Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup pengetahuan. berpikir. Standar Kompetensi adalah ukuran kom-petensi minimal yang harus dicapai peserta didik setelah mengikuti suatu proses pembelajaran pada satuan pendidikan tertentu. sikap. Sosialisasi KTSP 73 . sikap. dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan.

ahklak mulia. ahklak mulia. Kewarganegaraan dan Budi Pekerti c. SKL Satuan Pendidikan SMP/MTs/SMPLB/Paket B SKL Kelompok Mata Pelajaran a. kepribadian. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi d. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan. Agama dan Akhlak Mulia b. kepribadian. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Sosialisasi KTSP Ruang Lingkup SKL 1. Estetika e. pengetahuan. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. Jasmani Olahraga dan Kesehatan SKL Mata Pelajaran 2. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. Sosialisasi KTSP 74 . 3. ahklak mulia. kepribadian. pengetahuan. pengetahuan.Fungsi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

9. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Sosialisasi KTSP 75 .SKL SMP/MTs/SMPLB 6. kritis. berbangsa dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. kritis dan kreatif. 16. aman dan memanfaatkan waktu luang. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Menerapkan hidup bersih. sehat. 8. Menghargai karya seni dan budaya nasional. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab. 15. 11. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. 7. kreatif dan inovatif. 14. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. 10. Mendeskripsi gejala alam dan sosial. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya. 13. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis. Sosialisasi KTSP SKL SMP/MTs/SMPLB 12. bugar.

olahraga. 21. 18. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana. kepribadian. Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia.SKL SMP/MTs/SMPLB 17. estetika. berbicara. membaca dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah. Sosialisasi KTSP SKL Kelompok Mata Pelajaran 1. Menunjukkan keterampilan menyimak. 19. jasmani. kewarganegaraan. ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan tersebut dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. Sosialisasi KTSP 76 . dan kesehatan. 20. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat. Menghargai adanya perbedaan pendapat.

seni dan budaya. kewarganegaraan. tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bertujuan: mengembangkan logika. matematika.SKL Kelompok Mata Pelajaran 2. Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. dan pendidikan jasmani. kemampuan berpikir dan analisis peserta didik. serta muatan lokal yang relevan Sosialisasi KTSP 77 . Pada satuan pendidikan SMP/MTs/SMPLB/Paket B. ilmu pengetahuan sosial. keterampilan/kejuruan. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. akhlak mulia. Sosialisasi KTSP SKL Kelompok Mata Pelajaran 3. bahasa. ilmu pengetahuan alam.

ilmu pengetahuan alam. Sosialisasi KTSP 78 . keterampilan. seni dan budaya.SKL Kelompok Mata Pelajaran 4. pendidikan kesehatan. olahraga. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. dan Kesehatan bertujuan: membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani. Sosialisasi KTSP SKL Kelompok Mata Pelajaran 5. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. Kelompok mata pelajaran Estetika bertujuan: membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya. dan muatan lokal yang relevan. dan muatan lokal yang relevan. dan menumbuhkan rasa sportivitas. Kelompok mata pelajaran Jasmani. Olah Raga.

Selesai Sosialisasi KTSP 79 .

80 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 6 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 24 TAHUN 2006 Tentang PELAKSANAAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan dan Komite Sekolah Mengembangkan dan Menetapkan KTSP sesuai kebutuhan Mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dari Standar Isi Dapat mengadopsi atau mengadaptasi model KTSP BSNP Sosialisasi KTSP 81 .

22 dan 23 mulai tahun ajaran 2006/2007 Satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah mulai menerapkan Permen No. 22 dan 23 secara bertahap seperti tabel dibawah ini. 22 dan 23 untuk semua tingkatan kelas mulai tahun ajaran 2006/2007 Satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum melaksanakan uji coba kurikulum 2004 melaksanakan Permen No.Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menerapkan Permen No. 22 dan 23 paling lambat tahun ajaran 2009/2010 Satuan pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat menerapkan secara menyeluruh Permen No. Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan SD/MI/SDLB Waktu Pelaksanaan Kelas I II III IV V VI Tahun I √ √ Tahun II √ √ √ √ Tahun III √ √ √ √ √ √ Sosialisasi KTSP 82 .

22 dan 23 untuk satuan pendidikan dasar disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di kabupaten/Kota. Bupati/walikota dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. Sosialisasi KTSP 83 . MA dan MAK yang tidak sesuai dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan. 22 dan 23 untuk satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di provinsi masing-masing.Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan SMP/MTs/SMPLB dan SMA/MA/SMK/MAK/SMALB Waktu Pelaksanaan Kelas VII / X VIII / XI IX / XII Tahun I √ Tahun II √ √ Tahun III √ √ √ Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Gubernur dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. MTs. Menteri Agama dapat mengatur jadwal pelaksanaan standar isi dan SKL satuan pendidikan MI.

kabupaten/kota. dan dewan pendidikan Membantu pemerintah provinsi dan Kabupaten/kota dalam penjaminan mutu melalui LPMP Sosialisasi KTSP 84 . dan tenaga kependidikan lainnya yang relevan melalui LPMPdan/atau PPPG Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 ke guru. 22 dan 23 dan panduan penyusunan KTSP yang disusun BSNP ke dinas pendidikan provinsi. kepala sekolah. 22 dan 23 Sosialisasi KTSP Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 serta mendistribusikan secara nasional • Melakukan usaha secara nasional agar sarana dan prasarana satuan pendidikan dapat mendukung pelaksanaan Permendiknas No.Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah • Menggandakan Permendiknas No. pengawas.

22 dan 23 .Badan Penelitian dan Pengembangan Mengembangkan model-model kurikulum sebagai masukan bagi BSNP Mengembangkan dan mengujicobakan model-model kurikulum inovatif Mengembangkan dan mengujicobakan model kurikulum untuk pendidikan layanan khusus Bekerja sama dengan PT dan/atau LPMP melakukan pendampingan satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum satuan pendidikan Memonitor secara nasional penerapan Permen No. dan mengusulkan rekomendasi kebijakan kepada BSNP dan/atau menteri Mengembangkan pangkalan data yang rinci tentang pelaksanaan SI dan SKL Sosialisasi KTSP Ditjen Pendidikan Tinggi Sosialisasi Permen No. mengevaluasinya. 22 dan 23 di LPTK Memfasilitasi pengembangan kurikulum dan tenaga dosen LPTK Sosialisasi KTSP 85 .

Sekretariat Jenderal Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 kepada pemangku kepentingan umum Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 86 .

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) III. 87 . Penyusunan KTSP. 8. 10. urikulum K Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 7. Pengembangan Silabus. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 9.

88 .

Materi 7

KONSEP DASAR KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

Sosialisasi KTSP

ASPEK YANG BERBEDA
KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR PENILAIAN PENGELOLAAN KURIKULUM BERBASIS SEKOLAH

Sosialisasi KTSP

89

Kegiatan Belajar Mengajar
Berpusat pada peserta didik Mengembangkan kreativitas Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang Kontekstual Menyediakan pengalaman belajar yang beragam Belajar melalui berbuat
Sosialisasi KTSP

Penilaian Kelas
Dilakukan oleh Guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan, bersifat internal, bagian dari pembelajaran, dan sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar Berorientasi pada kompetensi, mengacu pada patokan, ketuntasan belajar, dilakukan melalui berbagai cara, al …

Sosialisasi KTSP

90

Dilakukan a.l. melalui: Portfolios (kumpulan kerja siswa), Products (Hasil karya), Projects (Penugasan), Performances (Unjuk kerja), dan Paper & Pen (tes tulis)

Sosialisasi KTSP

Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah Mengacu pada Visi dan Misi Sekolah Pengembangan perangkat kurikulum

(a.l. silabus)

Pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar Pemantauan dan …
Sosialisasi KTSP

91

Pemantauan dan Penilaian untuk meningkatkan efisiensi, kinerja dan kualitas pelayanan terhadap peserta didik Berkolaborasi secara horizontal, dengan: Sekolah lain, Komite Sekolah, Organisasi Profesi Berkolaborasi secara vertikal, dengan: • Dewan, dan • Dinas Pendidikan
Sosialisasi KTSP

PENGEMBANGAN DAN PELAKSANAAN KURIKULUM, DISESUAIKAN DENGAN: SATUAN PENDIDIKAN, POTENSI DAERAH/ KARAKTERISTIK DAERAH, SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT SETEMPAT, & PESERTA DIDIK

Sosialisasi KTSP

92

PENGEMBANGAN DIRI TERDIRI DARI: KEGIATAN BIMBINGAN KONSELING DAN EKSTRA KURIKULER

Sosialisasi KTSP

BENTUK PELAKSANAAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI:
• • • • KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN TERPROGRAM RUTIN SPONTAN KETELADANAN

Sosialisasi KTSP

93

A. KEGIATAN RUTIN
Adalah kegiatan yang dilakukan secara reguler, baik di kelas maupun di sekolah. Bertujuan untuk membiasakan anak mengerjakan sesuatu dengan baik. Upacara Senam Sholat berjamaah Pemeriksaan kesehatan Pergi ke perpustakaan Dll

Sosialisasi KTSP

B. KEGIATAN SPONTAN
Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja, dimana saja, tanpa dibatasi oleh ruang. Bertujuan untuk memberikan pendidikan pada saat itu juga, terutama dalam disiplin dan sopan santun dan kebiasaan baik yang lain.
• • • • Membiasakan memberi salam Membiasakan membuang sampah pada tempatnya Membiasakan antri Membiasakan mengatasi silang pendapat (pertengkaran) dengan benar Dll

Sosialisasi KTSP

94

• • • Sosialisasi KTSP Seminar/workshop: aids.C. D. Bertujuan memberikan wawasan tambahan pada anak tentang unsur-unsur baru dalam kehidupan bermasyarakat yang penting untuk perkembangan anak. tempat/orang yang terkena musibah. bazaar dll. Bertujuan memberikan contoh tentang kebiasaan yang baik. KEGIATAN TERPROGRAM Adalah kegiatan yang diprogramkan dan direncanakan baik pada tingkat kelas maupun sekolah. pentas. Proyek: lomba. hemat energi. KEGIATAN KETELADANAN Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja yang lebih mengutamakan pemberian contoh dari guru dan pengelola pendidikan yang lain kepada muridnya. Memberi contoh berpakaian rapi Memberi contoh memuji hasil kerja yang baik Memberi contoh datang tepat waktu Memberi contoh hidup sederhana Memberi contoh tidak merokok Dll.dll. Kunjungan: panti asuhan. HAM/hak anak. Sosialisasi KTSP 95 . tempat-tempat penting dll.

selesai Sosialisasi KTSP 96 .

23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas No. 22 dan 23/2006 2 Sosialisasi KTSP 97 . 24/2006 tentang pelaksanaan Permendiknas No.Materi 8 PENYUSUNAN KTSP Sosialisasi KTSP 1 LANDASAN • UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem • • • • Pendidikan Nasional PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No. 22/2006 tentang Standar Isi Permendiknas No.

dan minat sesuai • • • • dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Tuntutan dunia kerja Perkembangan ilmu pengetahuan. kecerdasan. teknologi.PENGERTIAN Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. dan seni Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 4 98 . Sosialisasi KTSP 3 Acuan Operasional Penyusunan KTSP • Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia • Peningkatan potensi.

Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia. Sosialisasi KTSP 6 99 .PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL • • • • • • Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kesetaraan Jender Karakteristik satuan pendidikan Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 5 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh.

minat. emosional. oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Kurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman potensi. Sosialisasi KTSP 7 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Daerah memiliki keragaman potensi. dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Peningkatan potensi. kecerdasan intelektual. kebutuhan. 8 Sosialisasi KTSP 100 . tantangan. spritual. kecerdasan. dan keragaman karakteristik lingkungan.

Sosialisasi KTSP 9 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Tuntutan dunia kerja Kurikulum harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dan nasional. khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Sosialisasi KTSP 10 101 .

Sosialisasi KTSP 11 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Agama Kurikulum harus dikembangkan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama. dan seni Kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan. teknologi.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Perkembangan ilmu pengetahuan. teknologi. dan memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah Sosialisasi KTSP 12 102 . dan seni.

Sosialisasi KTSP 14 103 . Sosialisasi KTSP 13 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kurikulum harus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Dinamika perkembangan global Kurikulum harus dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain.

Sosialisasi KTSP 15 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Kesetaraan Jender Kurikulum harus diarahkan kepada pendidikan yang berkeadilan dan mendorong tumbuh kembangnya kesetaraan jender.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Sosialisasi KTSP 16 104 .

Penjurusan. dan ciri khas satuan pendidikan. • Kalender Pendidikan • Silabus dan RPP Sosialisasi KTSP 18 105 . tujuan. misi. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global). Beban Belajar. Pendidikan Kecakapan Hidup. Kenaikan Kelas dan kelulusan. Sosialisasi KTSP 17 Komponen KTSP • Tujuan Pendidikan Sekolah • Struktur dan Muatan Kurikulum (mata pelajaran. kondisi. Pengembangan Diri.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Karakteristik Satuan Pendidikan Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi. Muatan lokal. Ketuntasan Belajar.

KALENDER PENDIDIKAN Sosialisasi KTSP 20 106 . STRUKTUR dan MUATAN KURIKULUM BAB IV.ISI / MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Sosialisasi KTSP 19 KTSP DOKUMEN 1 BAB I . TUJUAN PENDIDIKAN BAB III. PENDAHULUAN BAB II .

KTSP DOKUMEN II A. Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan pusat. Mapel Tambahan) Sosialisasi KTSP 21 KTSP (Dokumen 1) Sosialisasi KTSP 22 107 . Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan Sekolah (Mulok. B.

Misi Sekolah 4. Tujuan Sekolah Sosialisasi KTSP 24 108 .Bab I. PENDAHULUAN Latar Belakang (dasar pemikiran penyusunan KTSP) Tujuan Pengembangan KTSP Prinsip Pengembangan KTSP SESUAI KARAKTERISTIK SEKOLAH 23 Sosialisasi KTSP Bab II. Tujuan pendidikan (Disesuaikan dengan jenjang satuan pendidikan) 2. Visi Sekolah 3. TUJUAN 1.

Pendidikan kecakapan Hidup 9.BAGAIMANA MENYUSUN VISI. Penjurusan 8. Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan Global Cat : Untuk PLB/PK ditambah dengan Program Khusus Sosialisasi KTSP 26 109 . • TAHAP 3 : SUASANA SEKOLAH suasana sekolah – sebagai lembaga/organisasi pembelajaran – seperti apa yg diinginkan untuk mewujudkan hasil belajar bagi siswa. Kenaikan Kelas. Mata pelajaran 2. MISI. Kegiatan Pengembangan diri 4. Muatan lokal 3. Pengaturan beban belajar 5. dan sikap setelah mereka menamatkan sekolah. Ketuntasan Belajar 6. TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN • TAHAP 1 : HASIL BELAJAR SISWA apa yg hrs dicapai siswa berkaitan dengan pengetahuan. • TAHAP 2 : SUASANA PEMBELAJARAN suasana pembelajaran seperti apa yg dikehendaki untuk mencapai hasil belajar itu. Sosialisasi KTSP 25 BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KTSP Meliputi Sub Komponen: 1. keterampilan. dan kelulusan 7.

• Memanfaatkan 4 jam tambahan untuk menambah jam pembelajaran pada mata pelajaran tertentu atau menambah mata pelajaran baru.1.Dalam pengembangannya mempertimbangkan hal-hal sbb: Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah. Pengembangan Struktur Kurikulum dilakukan dengan cara antara lain: • mengatur alokasi waktu pembelajaran “tatap muka” seluruh mata pelajaran wajib dan pilihan Ketrampilan/ Bahasa asing lain). termasuk keunggulan daerah. Sosialisasi KTSP 28 110 . Mata Pelajaran Berisi “Struktur Kurikulum Tingkat Sekolah” yang disusun berdasarkan kebutuhan siswa dan sekolah terkait dengan upaya pencapaian SKL. • Tidak boleh mengurangi mata pelajaran yang tercantum dalam standar isi. Strategi Pemilihan dan pelaksanaan Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. Muatan Lokal Berisi tentang: Jenis. • Mencantumkan jenis mata pelajaran muatan lokal dalam struktur kurikulum. Sosialisasi KTSP 27 2.

sesuai dengan minat dan program Mulok yang diselenggarakan sekolah. Substansi yang akan dikembangkan. materi nya tidak sesuai menjadi bagian dari mapel lain. Merupakan mata pelajaran wajib yang tercantum dalam Struktur kurikulum. Setiap sekolah dapat melaksanakan mulok lebih dari satu jenis dalam setiap semester. Sosialisasi KTSP 29 Bentuk penilaiannya kuantitatif (angka). atau terlalu luas substansinya sehingga harus dikembangkan menjadi Mapel tersendiri. mengacu pada: minat dan atau karakteristik program studi yang diselenggarakan di sekolah Siswa boleh mengikuti lebih dari satu jenis mulok pada setiap tahun pelajaran. Sosialisasi KTSP 30 111 .Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan.

Kewirausahaan dll.Substansinya dapat berupa program keterampilan produk dan jasa. pembibitan ikan hias dan konsumsi. Sosialisasi KTSP 31 Sekolah harus menyusun SK. Sayur. dll. Berkomunkasi sebagai Guide. KD dan Silabus untuk Mata pelajaran Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. Contoh: Bidang Budidaya: Tanaman Hias. Kerupuk. akuntansi komputer. Ikan Asin. Bidang Pengolahan: Pembuatan Abon. Bidang TIK dan lain-lain: Web Desain. Pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran atau tenaga ahli dari luar sekolah yang relevan dengan substansi mulok. Sosialisasi KTSP 32 112 . Tanaman Obat. Baso dll.

Bimbingan konseling. kesulitan belajar. Pengembangan kreativitas. kepribadian siswa. Dilaksanakan secara terprogram. spontan dan keteladanan. karir ).3.Ekstra kurikuler. sosial. (kehidupan pribadi. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) . Kepemimpinan. yang difokuskan pada “Perubahan sikap dan perkembangan perilaku peserta didik setelah mengikuti kegiatan pengembangan diri”. KD dan silabus. minat peserta didik. Pengembangan Diri Bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. Sosialisasi KTSP 34 113 . bakat. Sosialisasi KTSP 33 Bukan Mata Pelajaran dan tidak perlu dibuatkan SK. seperti: Kepramukaan. Penilaian dilakukan secara kualitatif (deskripsi). dan atau . Dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan: . kemampuan. rutin. dan kondisi sekolah.

Keolahragaan. KIR. diserahkan kepada masing.masing pembimbing dan sekolah. Kompetetitif.Contoh Penilaian Pengembangan Diri: • Keg. jam pembelajaran per minggu . • Keg. dll. Kerjasama. dll. mencakup penilaian: sikap kompetitif. • Penjabaran alokasi waktu ekuivalen dengan 2 • Perlu dibuat program kerja yang sistematis dan komprehensif sebagai bagian dari program kerja sekolah dan atau program kerja OSIS. percaya diri dan mampu memecahkan masalah. Sosialisasi KTSP 36 114 . konselor atau Guru BK atau tenaga kependidikan lain. disiplin dan ketaatan mengikuti SPO. mencakup penilaian: Sosialisasi KTSP 35 • Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh guru kelas atau mata pelajaran. Sikap Sportif. kerjasama.

sebanyak 0. Pengaturan Beban Belajar • Berisi tentang jumlah beban belajar per Mata Pelajaran.4. mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi. • Sekolah dapat mengatur alokasi waktu untuk setiap Mata Pelajaran pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran sesuai dengan Kebutuhan. 37 Sosialisasi KTSP • Alokasi waktu kegiatan praktik diperhitungkan sbb: 2 Jam Pelajaran (JPL) praktik di sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka.40% untuk SD/MI/SDLB dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. tetapi jumlah Beban belajar per tahun secara keseluruhan tetap. dan 4 JPL praktik di luar sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka (bagi Sekolah Menengah Kejuruan). sesuai dengan alokasi waktu yang tercantum dalam Struktur Kurikulum. Sosialisasi KTSP 38 115 . • Sekolah dapat menambah maksimal 4 JPL per minggu • Alokasi waktu penugasan terstruktur dan kegiatan • Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mandiri tidak terstruktur. per minggu per semester dan per Tahun Pelajaran yang dilaksanakan di sekolah.

Program disusun mengacu pada hal-hal sebagai berikut: – Panduan kenaikan kelas yang akan disusun oleh Dit. tetapi secara bertahap harus dapat mencapai kriteria ketuntasan ideal.5. 39 Sosialisasi KTSP 6. – Sekolah harus menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) per MP dengan mempertimbangkan: kemampuan rata-rata peserta didik. serta strategi penanganan siswa yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh sekolah. Ketuntasan Belajar • Berisi tentang kriteria ketuntasan minimal (KKM) per mata pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dengan memper-timbangkan hal-hal sbb: – Ketuntasan belajar ideal untuk setiap indikator adalah 0 – 100 %. Pembinaan terkait – Sedangkan ketentuan kelulusan akan diatur secara khusus dalam peraturan tersendiri. dgn batas kriteria ideal minimum 75 %. – Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah batas kriteria ideal. kompleksitas dan SDM. Kenaikan Kelas dan Kelulusan • Berisi tentang kriteria dan mekanisme kenaikan kelas dan kelulusan. Sosialisasi KTSP 40 116 .

antara lain melalui mata pelajaran Keterampilan. minat dan prestasi yang diberlakukan oleh sekolah. • Tidak masuk dalam struktur kurikulum secara khusus. • Dapat disajikan secara terintegrasi dan atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus. yang disusun dengan mengacu pada panduan penjurusan yang akan disusun oleh Direktorat terkait.Kecakapan personal. – Untuk kecakapan vokasional. akademik dan atau vokasional. • Substansi kecakapan hidup meliputi: .7. Sosialisasi KTSP 42 117 . sosial. Pendidikan Kecakapan Hidup • Bukan mata pelajaran tetapi substansinya merupakan bagian integral dari semua mata pelajaran. dapat diperoleh dari satuan pendidikan ybs. Penjurusan di SMA/MA • Berisi tentang kriteria dan mekanisme penjurusan serta strategi/kegiatan penelusuran bakat. Sosialisasi KTSP 41 8.

dimaksud dilaksanakan secara komprehensif melalui Intra kurikuler. Substansinya mencakup aspek: Ekonomi. dan lain-lain. Budaya. atau menjadi mapel Mulok.KD. Bahasa. Sosialisasi KTSP 44 118 . silabus. RPP dan bahan Sosialisasi KTSP 43 9.• Bila SK dan KD pada mata pelajaran keterampilan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah. yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. Dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran yang terintegrasi. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global Program pendidikan yang dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global. KD dan silabus keterampilan lain sesuai dengan kebutuhan sekolah. Dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan atau satuan pendidikan nonformal. • Pembelajaran mata pelajaran keterampilan • Pengembangan SK. Ekologi. TIK. maka sekolah dapat mengembangkan SK. ajar dan penyelenggaraan pembelajaran keterampilan vokasional dapat dilakukan melalui kerjasama dengan satuan pendidikan formal/non formal lain.

IV Kalender Pendidikan Berisi tentang kalender pendidikan yang digunakan oleh sekolah. kebutuhan peserta didik dan masyarakat. dengan memperhatikan aturan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi. Sosialisasi KTSP 45 KTSP DOKUMEN II Sosialisasi KTSP 46 119 .BAB. yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan setempat. disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah.

SD/MI A.D. Silabus dan RPP Pembelajaran tematik (Kelas I. Semua Kelas SDLB. dan G) B.B. V dan VI) C. Silabus dan RPP Mata Pelajaran (Kelas IV. C1. Silabus dan RPP Program Khusus (untuk SDLB dan SMPLB) Sosialisasi KTSP 48 120 . B. II dan III : SDLB-A. D.E dan SMPLB dan SMALB : A. V dan VI : SDLB-A.D1. Silabus dan RPP Mata Pelajaran (Kelas IV.E.D. Silabus dan RPP Pembelajaran Tematik (Kelas I. SMPLB dan SMALB : C. II dan III) B.B. Silabus dan RPP Keagamaan (khusus MI) Sosialisasi KTSP 47 PLB/PENDIDIKAN KHUSUS A. Silabus dan RPP Muatan Lokal dan Mapel lain (jika ada) D. E) C. Silabus dan RPP Muatan Lokal dan Mapel lain (jika ada) D.

Mekanisme PENYUSUNAN KTSP
Analisis
• Kekuatan/ kelemahan • Peluang/ tantangan • Dokumen Standar isi, SKL, Panduan KTSP

• Pembentukan Tim • Penyusunan Draft • Revisi dan Finalisasi

Naskah KTSP Diberlakukan

Sosialisasi KTSP

49

Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah. Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan atau lokakarya sekolah/madrasah dan atau kelompok sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draft, review dan revisi, serta finalisasi. Langkah yg lebih rinci dari masing-masing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun.

Sosialisasi KTSP

50

121

Selesai

Sosialisasi KTSP

51

122

Materi 9

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

PENGEMBANGAN SILABUS

Sosialisasi KTSP

Pengertian Pengertian

Landasan
Prinsip Pengembangan Unit waktu Pengembang Silabus Komponen Silabus Mekanisme Pengembangan Silabus Langkah-langkah Pengembangan Silabus Contoh Model
Sosialisasi KTSP

123

Pengertian
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

Sosialisasi KTSP

Landasan Pengembangan SILABUS?
1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 17 ayat (2) 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20

Sosialisasi KTSP

124

PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 17 Ayat (2)
Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. MTs, MA, dan MAK.
Sosialisasi KTSP

PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20
Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar

Sosialisasi KTSP

125

SILABUS menjawab pertanyaan
1. 2. 3. Apa kompetensi yang harus dikuasai siswa? Bagaimana cara mencapainya? Bagaimana cara mengetahui pencapaiannya?

Sosialisasi KTSP

Prinsip Pengembangan
• • • • • • • • Ilmiah Relevan Sistematis Konsisten Memadai Aktual dan Kontekstual Fleksibel Menyeluruh

Sosialisasi KTSP

126

kegiatan pembelajaran. Sosialisasi KTSP 127 . emosional. sosial. intelektual. indikator. Relevan Cakupan. dan sistem penilaian. taat asas) antara kompetensi dasar. kedalaman. dan spritual peserta didik. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. Sosialisasi KTSP Sistematis Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg. sumber belajar. materi pokok/ pembelajaran.

pendidik. Aktual dan Kontekstual Cakupan indikator. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. Sosialisasi KTSP 128 . dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. sumber belajar. teknologi. materi pokok/ pembelajaran. Sosialisasi KTSP Fleksibel Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. afektif. kegiatan pembelajaran. sumber belajar.Memadai Cakupan indikator. kegiatan pembelajaran. dan peristiwa yang terjadi. psikomotor). Menyeluruh Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. materi pokok/ pembelajaran.

atau 3. dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok. Guru kelas/mata pelajaran.UNIT WAKTU 1. Kelompok guru kelas/mata pelajaran. Bagi SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Sosialisasi KTSP PENGEMBANG SILABUS 1. atau 2. Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester. per tahun. 2. 3. Kelompok kerja guru (KKG/PKG/MGMP) Dibawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kab/Kota/Provinsi Sosialisasi KTSP 129 .

Alokasi Waktu 8. Sumber Belajar Catatan: Indikator dikembangkan berdasarkan KD Sosialisasi KTSP MEKANISME PENGEMBANGAN SILABUS Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Analisis SI/SKL/ SK-KD KD-Indikator Alokasi Waktu Sumber Belajar Penilaian Sosialisasi KTSP 130 . Standar Kompetensi 2. Indikator 6. Materi Pokok/Pembelajaran 4. Kegiatan Pembelajaran 5. Kompetensi Dasar 3. Penilaian 7.KOMPONEN SILABUS 1.

Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran 4. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI. c. Menentukan Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 1. b. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. Menentukan Jenis Penilaian 7. Menentukan Alokasi Waktu 8. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi 6. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran 5. Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar 3. Sosialisasi KTSP 131 . Mengkaji Standar Kompetensi Mengkaji standar kompetensi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a.LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS 1. Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi 2. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran.

tingkat perkembangan fisik. b. 5. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. 7. Aktualitas. dan keluasan materi pembelajaran. alokasi waktu . urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. emosional. 4. struktur keilmuan. sosial. potensi peserta didik. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada dalam SI. c. relevansi dengan karakteristik daerah. 6. 8.2. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. 2. Sosialisasi KTSP 132 . kebermanfaatan bagi peserta didik. Sosialisasi KTSP 3. intelektual. 3. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengidentifikasi materi pokok mempertimbangkan: 1. Mengkaji Kompetensi Dasar Mengkaji kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. dan spritual peserta didik. kedalaman.

lingkungan. Pengalaman Belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. Sosialisasi KTSP HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN: Memberikan bantuan guru agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional 1. peserta didik dengan guru. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran 3. MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik yaitu kegiatan siswa dan materi. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi Pengalaman belajar dimaksud dapat terwujud melalui pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Sosialisasi KTSP 133 . Memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar 2.4.

5. dan keterampilan Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. dan potensi daerah Digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. Sosialisasi KTSP Pengembangan Indikator Setiap KD dikembangkan menjadi beberapa indikator (lebih dari dua) Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan/atau diobservasi Tingkat kata kerja dalam indikator lebih rendah atau setara dengan kata kerja dalam KD maupun SK Sosialisasi KTSP 134 . pengetahuan. satuan pendidikan.

berpikir. dan bertindak secara konsisten. dan lain-lain untuk pencapaian kompetensi yang merupakan kemampuan bersikap. Sosialisasi KTSP 6. sikap. penilaian hasil karya berupa proyek atau produk. perilaku. kesinambungan (Kontinuitas). penggunaan portofolio. menganalisis. kesesuaian (Relevansi) dan Kontekstual Keseluruhan indikator dalam satu KD merupakan tandatanda. dan penilaian diri. Sosialisasi KTSP 135 . Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan.Prinsip pengembangan indikator adalah sesuai dengan kepentingan (Urgensi). MENENTUKAN JENIS PENILAIAN Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. pengamatan kinerja.

Sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam kegiatan pembelajaran Sosialisasi KTSP 7. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. MENENTUKAN ALOKASI WAKTU Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. Menggunakan acuan kriteria c. Menggunakan sistem penilaian berkelanjutan d. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. keluasan. Sosialisasi KTSP 136 . Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut e. yang dilakukan berdasarkan indikator b. kedalaman. Untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik.HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENENTUKAN PENILAIAN: a. tingkat kesulitan.

8. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik. sosial. Sosialisasi KTSP Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Alokasi waktu: No Kompetensi Dasar Materi Pokok/Pe mbelajaran CONTOH FORMAT SILABUS Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 137 . Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. dan budaya. MENENTUKAN SUMBER BELAJAR Sumber belajar adalah rujukan. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. nara sumber. kegiatan pembelajaran. serta lingkungan fisik. dan indikator pencapaian kompetensi. alam.

dan evaluasi rencana pembelajaran. dievaluasi. dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru • Dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar. evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran).CONTOH FORMAT SILABUS Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Kompetensi Dasar: Materi Pokok/Pembelajaran: Kegiatan Pembelajaran: Indikator: Penilaian: Alokasi Waktu: Sumber Belajar: Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN SILABUS BERKELANJUTAN Silabus: • Dijabarkan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran • Dilaksanakan. Sosialisasi KTSP 138 .

Selesai Sosialisasi KTSP 139 .

140 .

Materi 10 PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sosialisasi KTSP LANDASAN RPP PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20 Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurangkurangnya tujuan pembelajaran. materi pembelajaran. dan penilaian hasil belajar 2 Sosialisasi KTSP 141 1 . sumber belajar. metode pembelajaran.

Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. 3 Sosialisasi KTSP ALUR RPP SK dan KD SILABUS RPP 4 Sosialisasi KTSP 142 2 .PENGERTIAN RPP Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus.

dst. Tujuan Pembelajaran II. Penilaian: … 6 Sosialisasi KTSP 143 3 . V. Alat/Bahan/Sumber Belajar: … VI. Kegiatan Inti: … C. A. Kegiatan Awal: … B.KOMPONEN RPP (minimal) Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajaran Metode Pembelajaran Sumber Belajar Penilaian Hasil Belajar 5 Sosialisasi KTSP Format RPP Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Rencana Pelaksanaan Pembelajaran :… :… :… :… :… :… :… I. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan pertama. Metode Pembelajaran: … IV. Kegiatan Akhir: … Pertemuan kedua. Materi Ajar :… :… III.

KD. dan Indikator yang telah ditentukan. pada saat-saat tertentu rumusan indikator sama dengan tujuan pembelajaran. dan Indikator yang akan digunakan ( terdapat pada silabus yang telah disusun) 4. dan akhir. Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran 6.Langkah-langkah Menyusun RPP 1. Mengisi kolom identitas 2. Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK. 8 Sosialisasi KTSP 144 4 . Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan 3. inti. Menentukan SK.) 7 Sosialisasi KTSP Langkah-langkah Menyusun RPP 5. KD. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan 7. (Lebih rinci dari KD dan Indikator. Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus. Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal. karena indikator sudah sangat rinci sehingga tidak dapat dijabarkan lagi.

teknik penskoran. dll 9 Sosialisasi KTSP Selesai 10Sosialisasi KTSP 145 5 . Menentukan alat/bahan/ sumber belajar yang digunakan 9. lembar pengamatan.Langkah-langkah Menyusun RPP 8. Menyusun kriteria penilaian. contoh soal.

146 .

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IV. 147 . Model-Model Kurikulum 11. Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar & Menengah. Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal. 12.

148 .

multikultural. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2) • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Sosialisasi KTSP 2 149 . Landasan • UU No. Latar Belakang Otonomi daerah. PENDAHULUAN A.Materi 11 PENGEMBANGAN MODEL MATA PELAJARAN Sosialisasi KTSP 1 I. mulok B. sentralisasi ke desentralisasi.

PENDAHULUAN (Lanjutan) Tujuan Khusus: Memberikan bekal pengetahuan. Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilainilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya. dan SMK/MAK dalam pengembangan Mulok yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan. keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. Memiliki pengetahuan.I. kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya sebagai bekal siswa. serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional. SMA/MA/SMALB. Tujuan Tujuan Umum: Acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB. PENDAHULUAN (Lanjutan) C. Lebih jelas lagi terutama agar peserta didik dapat: Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam. SMP/MTs/SMPLB. Sosialisasi KTSP 3 I. sosial. dan budayanya. 4 Sosialisasi KTSP 150 .

yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Substansi mata pelajaran muatan lokal dapat ditentukan oleh satuan pendidikan. PENDAHULUAN D. tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan. kalender pendidikan. dan silabus.I. Sosialisasi KTSP 6 151 . Pengertian (Lanjutan) Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. 5 Sosialisasi KTSP I. isi. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP minimal terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan. termasuk keunggulan daerah. PENDAHULUAN (Lanjutan) Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah.

Pengembangan Sesuai dengan Kondisi Sekolah Saat Ini 1.I. adat istiadat. Sosialisasi KTSP 8 152 . Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam. bahasa Inggris. 7 Sosialisasi KTSP 2. dapat berupa: bahasa daerah. Bila Mulok yang ada tidak layak lagi untuk diterapkan. Analisis Mulok yang ada di sekolah. dan lingkungan sosial budaya. Bila Mulok yang diterapkan di sekolah tersebut masih layak digunakan maka kegiatan berikutnya adalah merubah Mulok tersebut ke dalam SK dan KD 3. 2. PENDAHULUAN (Lanjutan) E. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah. lingkungan sosial ekonomi. khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut. yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. kesenian daerah. Apakah masih layak dan relevan Mulok diterapkan di sekolah? 2. maka sekolah bisa menggunakan Mulok dari sekolah lain atau tetap menggunakan Mulok yang ditawarkan oleh Dinas atau mengembangkan Mulok yang lebih sesuai. dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar. serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan. Ruang Lingkup 1. keterampilan dan kerajinan daerah. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran A.

Menentukan Mata Pelajaran Mulok 5. atau dapat meminta bantuan kepada sekolah lain yang masih dalam satu daerah. Mengidentifikasi bahan kajian Mulok 4. Bila beberapa sekolah dalam satu daerah belum mampu mengembangkan SK dan KD Mulok.KD 1. dapat melaksanakan Mulok berdasarkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh sekolah. dapat meminta bantuan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) di daerah setempat. Pelaksanaan Sekolah yang mampu mengembangkan SK dan KD beserta silabus dan RPP-nya dapat melaksanakan Mulok. Pengembangan dan Penetapan SK . Mengembangkan SK dan KD berserta silabusnya dan RPP-nya 9 Sosialisasi KTSP 3.2. Sosialisasi KTSP 10 153 . Bila belum mampu. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran (Lanjutan) B. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah 2. atau meminta bantuan dari LPMP di propinsi. Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi Mulok 3.

Dinas Departemen lain terkait.pemerintah Daerah/Bapeda. Instansi/lembaga di luar Depdiknas. . Sosialisasi KTSP 12 154 . Oleh karena itu dalam pelaksanaan Mulok dihindarkan adanya pekerjaan rumah (PR).dunia usaha/industri. Sosialisasi KTSP 11 5. Rambu-Rambu •Bahan kajian disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik (pengetahuan dan cara berpikir. Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan • • • • TPK. dan sosial).dan tokoh masyarakat. . LPMP. PT.4. . misalnya: . Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diatur sedemikian rupa agar tidak memberatkan peserta didik dan tidak mengganggu penguasaan pada kurikulum nasional. emosional.

(4) dari yang mudah/sederhana ke yang lebih sukar/rumit. Dekat secara fisik. baik secara mental. maksudnya dalam lingkungan tempat tinggal dan sekolah peserta didik. Selain itu bahan kajian/pelajaran hendaknya bermakna bagi peserta didik yaitu bermanfaat karena dapat membantu peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. (3) dari pengalaman lama ke pengalaman baru. Untuk itu. Sosialisasi KTSP 14 155 . (2) dikembangkan dari yang diketahui ke yang belum diketahui. guru diharapkan dapat mengembangkan sumber belajar yang sesuai dengan memanfaatkan potensi di lingkungan sekolah.5. fisik. Sedangkan dekat secara psikis maksudnya bahan kajian tersebut mudah dipahami oleh kemampuan berpikir dan mencernakan informasi sesuai dengan usianya. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Program pembelajaran hendaknya dikembangkan dengan melihat kedekatan secara fisik dan secara psikis. bahan pengajaran hendaknya disusun berdasarkan prinsip (1) bertitik tolak dari hal-hal konkret ke abstrak. meminta bantuan dari instansi terkait atau dunia usaha/industri (lapangan kerja) atau tokoh-tokoh masyarakat. misalnya dengan memanfaatkan tanah/kebun sekolah. Sosialisasi KTSP 13 5. Selain itu guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan peserta didik aktif dalam proses belajar mengajar. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian/pelajaran hendaknya memberikan keluwesan bagi guru dalam memilih metode mengajar dan sumber belajar seperti buku dan nara sumber. Dalam kaitan dengan sumber belajar. maupun sosial.

•Alokasi waktu untuk bahan kajian/pelajaran muatan lokal perlu memperhatikan jumlah minggu efektif untuk mata pelajaran muatan lokal pada setiap semester Sosialisasi KTSP 15 6.5. penilaian hasil karya berupa tugas. pengamatan kinerja. Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. menganalisis.d VI atau dari kelas VII s. Bahan kajian muatan lokal juga dapat disusun dan diajarkan hanya dalam jangka waktu satu semester.d IX. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Sosialisasi KTSP 16 156 . pengukuran sikap. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. dan penilaian diri. penggunaan portofolio. proyek dan/atau produk. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian muatan lokal yang diajarkan harus bersifat utuh dalam arti mengacu kepada suatu tujuan pengajaran yang jelas dan memberi makna kepada peserta didik. Namun demikian bahan kajian muatan lokal tertentu tidak harus secara terus-menerus diajarkan mulai dari kelas I s. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. dan X s. dua semester atau satu tahun ajaran.d XII.

7. Pelaporan • Pelaporan hasil belajar mata pelajaran muatan lokal diwujudkan dalam bentuk kuantitatif Sosialisasi KTSP 17 Selesai Sosialisasi KTSP 18 157 .

158 .

pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat.Materi 13 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PANDUAN MODEL PENGEMBANGAN DIRI Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah Sosialisasi KTSP Landasan Pengembangan Diri UU No. dibimbing oleh konselor. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum. Permendiknas No. pasal 3 tentang tujuan pendidikan. dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan: Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas: Pasal 1 butir 6 tentang pendidik. dan kemampuan PP No. pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran. Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah. Sosialisasi KTSP 159 . minat.

Untuk satuan pendidikan kejuruan. Pengembangan diri bertujuan memberikan Sosialisasi KTSP 160 . minat. potensi. kondisi dan perkembangan peserta didik. khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir Untuk satuan pendidikan khusus. kegiatan pengembangan diri. bakat. Sosialisasi KTSP Tujuan Umum kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah.Pengertian Pengembangan Diri Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial. serta kegiatan ekstra kurikuler. kegiatan belajar. dan pengembangan karir. pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik.

keberaturan. rajin membaca. membuang sampah pada tempatnya. adalah kegiatan dalam bentuk perilaku seharihari seperti : berpakaian rapi. mengatasi silang pendapat (pertengkaran). Kemampuan belajar h. senam. Kemampuan kehidupan keagamaan f. adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti : pembentukan perilaku memberi salam. Wawasan dan perencanaan karir i. Kemampuan pemecahan masalah j. Bakat b. Kemandirian Sosialisasi KTSP Bentuk Pelaksanaan Pengembangan Diri Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan e. Minat c. seperti : upacara bendera. memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain. Kreativitas d. • Keteladanan. yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal. ibadah khusus keagamaan bersama.Tujuan Khusus Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan : a. kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan : Layanan dan kegiatan pendukung Konseling Kegiatan Ekstra Kurikuler Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut : • Rutin. datang tepat waktu Sosialisasi KTSP 161 . berbahasa yang baik. Kemampuan sosial g. antri. pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri. • Spontan.

yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung. c. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. serta memilih dan mengambil keputusan karir. baik secara perorangan maupun kelompok. menilai. Pengembangan karir. Konseling adalah pelayanan bantuan untuk Sosialisasi KTSP Bidang Pelayanan Konseling a. Pengembangan kehidupan sosial. kemampuan belajar. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik. Pengembangan kehidupan pribadi. Sosialisasi KTSP 162 . Pengembangan kemampuan belajar. dan mengembangkan potensi dan kecakapan. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. d. berdasarkan normanorma yang berlaku. dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi. dan perencanaan karir. b. agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal.Konseling peserta didik. kehidupan sosial. bakat dan minat. anggota keluarga.

yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuhkembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya. untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru. keluarga. sosial. program latihan. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya. Informasi. kelompok belajar. belajar.. yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas. Sosialisasi KTSP 163 . Fungsi Pencegahan. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya. dan pendidikan lanjutan. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian. Sosialisasi KTSP Jenis Layanan Konseling Orientasi. jurusan/program studi. yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri. dan kegiatan ekstra kurikuler.Fungsi Bimbingan Konseling Fungsi Pemahaman. magang. Penempatan dan Penyaluran. Fungsi Pengentasan. terumata kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan. yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu. terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya. Penguasaan Konten. Fungsi Advokasi. karir/jabatan. dan masyarakat.

Kunjungan Rumah. Sosialisasi KTSP 164 . karir/jabatan. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. kemampuan sosial. kegiatan belajar. melalui aplikasi berbagai instrumen. • Bimbingan Kelompok. yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka. pemahaman. Alih Tangan Kasus. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik. Konferensi Kasus. yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi. dan pengambilan keputusan. Tampilan Kepustakaan. yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya. sistematis. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. komprehensif. • Konseling Kelompok. yaitu kegiatan memperoleh data. dan karir/jabatan. • Konsultasi. dan caracara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. Himpunan Data. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya. kemampuan hubungan sosial. yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik. terpadu. yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data. Sosialisasi KTSP Kegiatan Pendukung • • • • • • Aplikasi Instrumentasi. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi. kegiatan belajar.Jenis Layanan (lanjutan …) • Konseling Perorangan. dan bersifat rahasia. serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. • Mediasi. baik tes maupun non-tes. yang bersifat terbatas dan tertutup.

Sosialisasi KTSP Jenis Program • Program Tahunan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan. • Program Mingguan. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan.Format Kegiatan • Individual. • Klasikal. • Pendekatan Khusus. • Program Bulanan. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. • Lapangan. • Program Harian. • Kelompok. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. • Program Semesteran. Sosialisasi KTSP 165 . yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling. yaitu format kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan.

Penyusunan Program Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. penguasaan konten. himpunan data. serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas. kegiatan konferensi kasus. sasaran pelayanan. Sosialisasi KTSP 166 . format kegiatan. kunjungan rumah. penempatan dan penyaluran. jenis layanan dan kegiatan pendukung. Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi. dan volume/beban tugas konselor Sosialisasi KTSP Pelaksanaan Kegiatan Konseling Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi. dan alih tangan kasus. pemanfaatan kepustakaan. kegiatan instrumentasi. Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang.

bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah. serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. konseling kelompok dan mediasi.Pelaksanaan Kegiatan Konseling (lanjutan) Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi. diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. konseling perorangan. potensi. Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling. Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan Sosialisasi KTSP 167 . Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. bimbingan kelompok. Sosialisasi KTSP Kegiatan Ekstrakurikuler pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan.

yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Menyenangkan. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rileks. Rekreatif. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Kemanfaatan sosial. Keterlibatan aktif. Etos kerja. bakat dan minat peserta didik masing-masing. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang disukai dan mengembirakan peserta didik. Persiapan karir. Pilihan. membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil.Fungsi Kegiatan Ekstrakurikuler Pengembangan. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi. bakat dan minat mereka. menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik. Sosial. mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan. Sosialisasi KTSP 168 . yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. Sosialisasi KTSP Prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler Individual.

Sosialisasi KTSP 169 . Kelompok. jurnaistik. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik dalam satu kelas. meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR). Latihan/lomba keberbakatan/prestasi. Gabungan. Sosialisasi KTSP Format Kegiatan Individual. keagamaan. meliputi Kepramukaan. keagamaan. Klasikal. Karya Ilmiah. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik secara perorangan. lokakarya. penelitian. Seminar. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA). seni budaya. kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik. cinta alam. perlindungan HAM.Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler Krida. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti oleh kelompok-kelompok peserta didik. dan pameran/bazar. kesehatan. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik antar kelas/ antar sekolah/madrasah. pendidikan. meliputi pengembangan bakat olah raga. dengan substansi antara lain karir. teater. seni dan budaya. Palang Merah Remaja (PMR). Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS).

Kegiatan ekstra kurikuler yang terprogram dilaksanakan sesuai dengan sasaran. spontan dan keteladanan dilaksanakan secara langsung oleh guru. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN).Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Kegiatan ekstra kurikuler yang bersifat rutin. waktu. substansi. Penilaian segera (LAISEG). yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani. konselor dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah. c. Sosialisasi KTSP 170 . Sosialisasi KTSP Penilaian 1. jenis kegiatan. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik. tempat dan pelaksana sebagaimana telah direncanakan. Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui: a. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG). b.

Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG. Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG. Sosialisasi KTSP Penilaian ( lanjutan ) Ekstrakurikuler Hasil dan proses kegiatan ekstra kurikuler dinilai secara kualitatif dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan lainnya oleh penanggung jawab kegiatan. untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan.Penilaian ( lanjutan ) 2. Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif. 3. Sosialisasi KTSP 171 .

PENGEMBANGAN DIRI Kamu harus jadi dirimu sendiri ! Bakat saya harus berkembang Guru & Siswa Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 172 .

Pembelajaran IPA Terpadu SMP 14. Pembelajaran IPS Terpadu SMP 173 . Pembelajaran Terpadu 13.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) V.

174 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 14 Pembelajaran IPA Terpadu SMP PEMBELAJARAN IPA TERPADU SMP Tujuan: • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran • Meningkatkan minat dan motivasi • Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus Sosialisasi KTSP 175 .

dan Biologi) dapat dibelajarkan sekaligus. dan Astronomi) Sosialisasi KTSP Kekuatan/manfaat • Dengan menggabungkan berbagai bidang kajian akan terjadi penghematan waktu.Bidang Kajian IPA SMP Struktur Keilmuan IPA • Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan (Biologi) • Materi dan Sifatnya (Kimia) • Energi dan Perubahannya (Fisika) • Bumi dan Alam Semesta (Geologi. sehingga memudahkan pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi IPA. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antarkonsep Fisika. karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran. dan Biologi. Kimia. Kimia. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. • Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. • Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik. Meteorologi. karena ketiga disiplin ilmu (Fisika. Sosialisasi KTSP 176 .

sehingga pemahaman menjadi lebih terorganisasi dan mendalam. Pelaksanaan Pembelajaran 1. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antar guru sub bidang kajian terkait. belajar dalam situasi nyata. peserta didik dengan peserta didik. dan dalam konteks yang lebih bermakna. Kegiatan inti pembelajaran 3. sehingga belajar lebih menyenangkan. peserta didik/guru dengan nara sumber. Perencanaan pembelajaran: Menetapkan bidang kajian yang akan dipadukan Mempelajari Standar kompetensi dan kompetensi dasar bidang kajian Membuat matriks atau bagan hubungan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu Merumuskan indikator pembelajaran terpadu Menyusun silabus pembelajaran terpadu Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu Memilih/menetapkan tema atau topik pemersatu Gambar Alur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Terpadu b. Penilain Sosialisasi KTSP 177 .Kekuatan/manfaat • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. Kegiatan pendahuluan (awal) 2. sehingga memudahkan memahami hubungan materi IPA dari satu konteks ke konteks lainnya. • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait. guru dengan peserta didik. Kegiatan akhir (penutup) dan tindak lanjut c. Sosialisasi KTSP Pelaksanaan Pembelajaran IPA Terpadu a.

Pengembangan peta konsep menjadi suatu tema 3. Siswa Mempertajam kemampuan analitis terhadap konsepkonsep yang dipadukan. Pengembangan model-model pembelajaran atau RPP (rancangan pelaksanaan pembelajaran) Sosialisasi KTSP IMPLIKASI PEMBELAJARAN IPA TERPADU a. karena dapat mengembangkan kemampuan asosiasi konsep dan aplikasi konsep. c. tetapi dapat dari berbagai bidang kajian yang direkatkan oleh tema.Pengembangan Silabus IPA 1. Berorientasi pada pembelajaran IPA secara terpadu 2. Bahkan bila memungkinkan mereka dapat menggunakan teknologi informasi yang ada. Bahan Ajar Bahan ajar yang digunakan tidak hanya buku bidang kajian saja. Perencanaan tahap-tahap pengembangan pembelajaran menjadi suatu silabus 4. d. Peserta didik dapat juga mencari berbagai sumber belajar lainnya. Team teaching 2. Guru 1. Sarana dan Prasarana Dalam pembelajaran terpadu diperlukan berbagai alat dan media pembelajaran Sosialisasi KTSP 178 . Guru tunggal b.

Selesai Sosialisasi KTSP 179 .

180 .

memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi dan melatih ketrampilan untuk mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa diri sendiri atau masyarakat Sosialisasi KTSP 181 .DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 15 Pembelajaran IPS Terpadu SMP Sosialisasi KTSP TUJUAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Mengembangkan potensi Peserta Didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat.

PENDEKATAN PEMBELAJARAN IPS TERPADU
(Pendekatan Pembelajaran Terpadu atau Pendekatan Interdisipliner)

1. Model integrasi IPS berdasarkan topik/tema
PD II (termasuk pendudukan Jepang) serta pengaruhnya terhadap keadaan sosial, ekonomi dan politik di Indonesia Persebaran kondisi fisik daerah obyek wisata

sejarah

geografi

PENGEMBANGAN PARIWISATA sosiologi ekonomi Uang dan lembaga keuangan

perubahan sosial budaya pada masyarakat
Sosialisasi KTSP

2. Model Integrasi berdasarkan potensi utama
Peta wilayah yang menggambarkan obyek geografis geografi Sosiologi/ antropologi Bentuk-bentuk interaksi sosial

Perkembangan masyarakat, budaya dan pemerintahan pada masa Hindu Budha serta peninggalannya

BALI SEBAGAI TUJUAN WISATA
sejarah ekonomi
Gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi untuk mencapai kemandirian dan kesejahteraan

Sosialisasi KTSP

182

3. Model Integrasi berdasarkan permasalahan

Faktor sosial, dan Budaya

Faktor Ekonomi

PEMUKIMAN KUMUH
Perilaku Terhadap Aturan Faktor Historis

Sosialisasi KTSP

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL TERPADU
A. PERENCANAAN Langkah-langkah menyusun perencanaan pembelajaran:
1. Pemetaan Kompetensi Dasar 2. Penentuan topik atau tema 3. Penjabaran kompetensi dasar ke dalam indikator yang sesuai dengan topik/ tema 4. Penyusunan desain/ rencana pelaksanaan pembelajaran

B. MODEL PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
1. Kegiatan pendahuluan (awal) 2. Kegiatan inti pembelajaran 3. Kegiatan akhir (penutup) dan tindak lanjut

C. PENILAIAN
1. Tahapan penilaian 2. Penentuan kriteria penuntasan belajar

Sosialisasi KTSP

183

IMPLIKASI PEMBELAJARAN IPS TERPADU
a. Terhadap Guru 1. Team teaching 2. Guru tunggal b. Siswa 1. Mengembangkan kreatifitas akademik 2. Mempermudah dan memotivasi siswa untuk mengenal, menerima, menyerap dan memahami keterkaitan antara konsep / pengetahuan, nilai / tindakan yang terdapat dalam kompetensi dasar dan beberapa indikator c. Bahan Ajar Guru dituntut untuk rajin dan kreatif mencari dan mengumpulkan bahan –bahan yang diperlukan dalam pembelajaran d. Sarana dan Prasarana Guru harus memilih secara jeli terhadap penggunaan media supaya dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh berbagai bidang studi yang terkait.
Sosialisasi KTSP

Selesai

Sosialisasi KTSP

184

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

VI. Pembelajaran Efektif
15. Pembelajaran Berbasis Kontekstual 1 16. Pembelajaran Berbasis Kontekstual 2

185

186

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

Materi 16

PEMBELAJARAN BERBASIS KONTEKSTUAL 1

Sosialisasi KTSP

LATAR BELAKANG MAKRO :
• Kondisi pendidikan secara makro di indonesia dalam lingkup internasional maupun nasional • Kondisi pembelajaran di sekolah secara empiris

Sosialisasi KTSP

187

tahun 2002 dan 2003 berurutan menempati urutan 110 dari 173. UNDP Human Development Index.50 %). yang tidak (88.6 %).941 anak (67.4 %) Sosialisasi KTSP 188 .30 %). dan 112 dari 175 negara.113.422.801.58 %). 5. SMU/MA (16 – 18 Tahun) Retensi kotor anak masuk SD yang melanjutkan hingga PT (11. Kemampuan Siswa bidang Matematika dan IPA berurutan menempati urutan 34 dan 32 dari 38 negara.122 anak (44.DATA HASIL PENELITIAN International Education Achievement (IEA) Kemampuan membaca siswa SD menempati urutan 30 dari 38 negara. The Third International Mathematics and Science Study Repeat (1999).141 anak (5. 9. Sosialisasi KTSP JUMLAH ANAK YANG BELUM TERLAYANI OLEH PENDIDIKAN SD/MI (7 – 12 Tahun) SLTP/MTs (13 – 15 Tahun) 1.

apalagi bila dikaitkan dengan pemahaman siswa terhadap materi ajar. 2. Mengapa ? Sosialisasi KTSP 1. Sebagian besar dari siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dipergunakan/dimanfaatkan. Sosialisasi KTSP 189 . Banyak siswa mampu menyajikan tingkat hapalan yang baik terhadap materi ajar yang diterimanya.LATAR BELAKANG MIKRO (Kondisi empiris) Berbicara mengenai PBM di sekolah seringkali membuat kita kecewa. tetapi pada kenyataannya mereka tidak memahaminya.

sehingga semua siswa dapat menggunakan dan mengingatnya lebih lama konsep tersebut ?. Siswa memiliki kesulitan untuk memahami konsep akademik sebagaimana mereka biasa diajarkan yaitu dengan menggunakan sesuatu yang abstrak dan metode ceramah. Sosialisasi KTSP PERMASALAHANNYA 1. Sosialisasi KTSP 190 . Padahal mereka sangat butuh untuk dapat memahami konsep-konsep yang berhubungan dengan tempat kerja dan masyarakat pada umumnya dimana mereka akan hidup dan bekerja. Bagaimana menemukan cara terbaik untuk menyampaikan berbagai konsep yang diajarkan di dalam mata pelajaran tertentu.3.

arti dari sesuatu. Bagaimana guru dapat membuka wawasan berpikir yang beragam dari siswa. “Tantangan yang dihadapi oleh guru setiap hari dan merupakan tantangan bagi pengembang kurikulum”. Sosialisasi KTSP 191 . dan hubungan dari apa yang mereka pelajari ?.2. Bagaimana seorang guru dapat berkomunikasi secara efektif dengan siswanya yang selalu bertanya-tanya tentang alasan dari sesuatu. sehingga mereka dapat mempelajari berbagai konsep dan mampu mengkaitkannya dengan kehidupan nyata. sehingga dapat membuka berbagai pintu kesempatan selama hidupnya ?. 3. Bagaimana setiap individual mata pelajaran dipahami sebagai bagian yang saling berhubungan dan membentuk satu pemahaman yang utuh ?. Sosialisasi KTSP 4.

dan bahasa meningkat secara drastis pada saat. Mereka dibantu untuk membangun keterkaitan antara informasi (pengetahuan) baru dengan pengalaman (pengetahuan lain) yang telah mereka miliki atau mereka kuasai. 2. Sosialisasi KTSP 192 . sains. Mereka diajarkan bagaimana mereka mempelajari konsep. dan bagaimana konsep tersebut dapat dipergunakan di luar kelas. Sosialisasi KTSP 1.PENGALAMAN BERHARGA Pengalaman di negara lain menunjukkan bahwa minat dan prestasi siswa dalam bidang matematika.

karena guru menggunakan suatu pendekatan pembelajaran dan pengajaran kontekstual.3. Sosialisasi KTSP PENGAYAAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Sosialisasi KTSP 193 . Mereka diperkenankan untuk bekerja secara bersama-sama (cooperative) Meningkatnya minat dan prestasi siswa tersebut dicapai.

2. 4. 5. Sosialisasi KTSP TUJUH KOMPONEN CTL 1. Konstruktivisme Inquiry Questioning Learning Community Modeling Reflection Authentic Assessment Sosialisasi KTSP 194 .SUATU KONSEPSI • Membantu guru mengkaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia • Memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. 7. 3. 6.

KONSTRUKTIVISME • Membangun pemahaman mereka sendiri dari pengalaman baru berdasar pada pengetahuan awal • Pembelajaran harus dikemas menjadi proses “mengkonstruksi” bukan menerima pengetahuan Sosialisasi KTSP 2.1. INQUIRY (MENEMUKAN) • Proses perpindahan dari pengamatan menjadi pemahaman • Siswa belajar menggunakan keterampilan berpikir kritis Sosialisasi KTSP 195 .

membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa • Bagi siswa yang merupakan bagian penting dalam pembelajaran yang berbasis inquiry Sosialisasi KTSP 4. QUESTIONING (BERTANYA) • Kegiatan guru untuk mendorong. LEARNING COMMUNITY (MASYARAKAT BELAJAR) • Sekelompok orang yang terikat dalam kegiatan belajar • Bekerjasama dengan orang lain lebih baik daripada belajar sendiri • Tukar pengalaman • Berbagi ide Sosialisasi KTSP 196 .3.

5. bekerja dan belajar • Mengerjakan apa yang guru inginkan agar siswa mengerjakannya Sosialisasi KTSP 6. AUTHENTIC ASSESSMENT (PENILAIAN YANG SEBENARNYA) • Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa • Penilaian produk (kinerja) • Tugas-tugas yang relevan dan kontekstual Sosialisasi KTSP 197 . MODELING (PEMODELAN) • Proses penampilan suatu contoh agar orang lain berpikir.

7. diskusi kelompok Sosialisasi KTSP KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS CTL • • • • • • • • Kerjasama Saling menunjang Menyenangkan Tidak membosankan Belajar dengan bergairah Pembelajaran terintegrasi Menggunakan berbagai sumber Siswa aktif Sosialisasi KTSP 198 . Reflection (refleksi) • Cara berpikir tentang apa yang telah kita pelajari • Mencatat apa yang telah dipelajari • Membuat jurnal. karya seni.

peta-peta. humor dll • Laporan kepada orang tua bukan hanya raport. Sosialisasi KTSP • DI (DIRECT INSTRUCTION) • CL (COOPERATIVE LEARNING) • PBI (PROBLEM BASE INSTRUCTION) • GABUNGAN Sosialisasi KTSP 199 . tetapi hasil karya siswa. artikel. karangan siswa dll. guru kreatif • Dinding kelas dan lorong-lorong penuh dengan hasil karya siswa.LANJUTAN … KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS CTL • Sharing dengan teman • Siswa kritis. laporan hasil praktikum. gambar.

MODEL PEMBELAJARAN Direct Instruction (DI) Cooperative Learning (CL) Problem Based Instruction (PBI) Empat Ciri Khusus Landasan Teoritik Tujuan Hasil Belajar Siswa Tingkah Laku Mengajar (Sintaks) Lingkungan Belajar dan Sistem Pengelolaan Sosialisasi KTSP PEMBELAJARAN LANGSUNG (DI) Landasan Teoritik Teori Belajar Sosial Pemodelan Tingkah Laku Albert Bandura CTL Hasil Belajar Siswa Modeling Pengetahuan Prosedural Pengetahuan Deklaratif sederhana Mengembangkan Keterampilan belajar Strategi – strategi belajar Lihat tabel 1 Berpusat pada guru Sintaks Lingkungan belajar dan Sistem Pengelolaan Sosialisasi KTSP Lima fase utama Perlu perencanaan dan pelaksanaan dari guru 200 .

Tabel : 1 “ SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG” FASE – FASE Fase 1 Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan Siswa Fase 2 Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan Fase 3 Membimbing pelatihan Fase 4 Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik Fase 5 Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan PERILAKU GURU • Menjelaskan TPK. Kecil Dg tkt mampu beda Sosialisasi KTSP 201 . dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dlm kehidupan sehari hari Sosialisasi KTSP PEMBELAJARAN KOOPERATIF (CL) Landasan Teoritik Teori Belajar Konstruktivis CTL Learning Community Hasil belajar Akademik Keterampilan Sosial Sintaks Enam fase utama Proses demokrasi dan Peran aktif siswa Hakekat Sosiokultural Vygotsky Konsep – konsep sulit Keterampilan Kooperatif Lihat tabel 2 Berpusat pada siswa Hasil Belajar Siswa Lingkungan belajar dan Sistem Pengelolaan Siswa bel dlm klp. pentingnya pelajaran. informasi latar belakang pelajaran. memberi umpan • Mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan. mempersiapkan siswa untuk belajar • Mendemonstrasikan keterampilan yang benar. atau menyajikan informasi tahap demi tahap • Merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal • Mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik.

Tabel : 2“ SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF (CL)” FASE – FASE Fase 1 Menyampaikan tujuan dan memotivasi Siswa Fase 2 Menyajikan informasi Fase 3 Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok – kelompik belajar Fase 4 Membimbing kelompok bekerja dan belajar Fase 5 Evaluasi Fase 6 Memberikan penghargaan PERILAKU GURU Menyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai selama pembelajaran dan memotivasi siswa belajar Menyajikan informasi kepada siswa dg jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan Menjelaskan kpd siswa bgm cara membentuk klp bel dan membantu setiap klp agar melakukan transisi secara efisien Membimbing kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka Mengevaluasi hasil bel ttg materi yg tlh dipelajari/meminta klp presentasi hsl kerja Menghargai baik upaya maupun hsl bel individu dan kelompok Sosialisasi KTSP PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH (PBI) Landasan Teoritik Teori Belajar Konstruktivis CTL Inquiry Pemecahan masalah (autentik) Belajar penemuan Bruner Hasil Belajar Siswa Menjadi pembelajar Yang otonom. peran aktif siswa Norma inquiry terbuka Bebas kemukakan dpt 202 .mandiri Sintaks Lima fase utama Lihat tabel 3 Lingkungan belajar dan Sistem Pengelolaan Sosialisasi KTSP Terbuka. proses demokrasi.

FASE Fase 1 Orientasi siswa kepada masalah Fase 2 Mengorganisasikan siswa untuk belajar Fase 3 Membimbing penyelidikan individu dan klp Fase 4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya Fase 5 Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah PERILAKU GURU • Menjelaskan tujuan. model dan berbagi tugas dengan teman • Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yg tlh dipelajari /meminta klp presentasi hasil kerja Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 203 . melaksanakan eksperimen utk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah • Membantu siswa dal merencanakan dan menyiapkan karya yg sesuai spt laporan.Tabel : 3 “SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN PBI“ FASE .logistik yg dibutuhkan • Memotivasi siswa terlibat aktif pemecahan masalah yg dipilih • Membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas bel yg berhub dg Masalah tersebut • Mendorong siswa utk mengumpulkan informasi yg sesuai.

204 .

riang Menggunakan segala sesuatu yang terdapat di sekitarnya. 3. 2.DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 17 Pembelajaran Berbasis Kontekstual 2 Sosialisasi KTSP Ada sesuatu yang salah dengan proses pendidikan Sebelum Sekolah 1. 4. Anak lincah Selalu belajar apa yang diinginkannya dengan gembira. yang menarik perhatiannya Anak membangun sendiri pengetahuan dan pemahaman lewat pengalaman nyata sehari-hari Sosialisasi KTSP 205 .

3.Setelah Sekolah 1. 4. Mengapa ? Sosialisasi KTSP 206 . makin kurang inisiatif dan keberanian bertanya/mengemukakan pendapatnya Sosialisasi KTSP Sampai saat inipun kalau kita berbicara mengenai PBM di sekolah seringkali membuat kita kecewa. Makin tinggi kelas anak. 2. apalagi bila dikaitkan dengan pemahaman siswa terhadap materi ajar. Telah terjadi “penjinakan” pada anak 6. Anak dipaksa belajar dengan cara guru Suasana tegang Seringkali tidak bermakna Seringkali siswa belajar sesuatu tidak menarik perhatiannya 5.

Sosialisasi KTSP Siswa memiliki kesulitan untuk memahami konsep akademik sebagaimana mereka biasa diajarkan yaitu dengan menggunakan sesuatu yang abstrak dan metode ceramah. Sebagian besar dari siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dipergunakan/dimanfaatkan. tetapi pada kenyataannya mereka tidak memahaminya. Sosialisasi KTSP 207 . Padahal mereka sangat butuh untuk dapat memahami konsep-konsep yang berhubungan dengan lingkungan dan masyarakat pada umumnya dimana mereka akan hidup dan bekerja.Banyak siswa mampu menyajikan tingkat hafalan yang baik terhadap materi ajar yang diterimanya.

Sosialisasi KTSP 2.PERMASALAHANNYA 1. Bagaimana menemukan cara terbaik untuk menyampaikan berbagai konsep yang diajarkan di dalam mata pelajaran tertentu. dan hubungan dari apa yang mereka pelajari ?. Bagaimana setiap individual mata pelajaran dipahami sebagai bagian yang saling berhubungan dan membentuk satu pemahaman yang utuh ?. Sosialisasi KTSP 208 . sehingga semua siswa dapat menggunakan dan mengingatnya lebih lama konsep tersebut ?. arti dari sesuatu. Bagaimana seorang guru dapat berkomunikasi secara efektif dengan siswanya yang selalu bertanya-tanya tentang alasan dari sesuatu. 3.

Sosialisasi KTSP 209 . “Tantangan yang dihadapi oleh guru setiap hari dan merupakan tantangan bagi pengembang kurikulum”. Bagaimana guru dapat membuka wawasan berpikir yang beragam dari siswa. sehingga dapat membuka berbagai pintu kesempatan selama hidupnya ?. Sosialisasi KTSP PENGALAMAN BERHARGA Pengalaman di negara lain menunjukkan bahwa minat dan prestasi siswa dalam bidang matematika. dan bahasa meningkat secara drastis pada saat. sains.4. sehingga mereka dapat mempelajari berbagai konsep dan mampu mengkaitkannya dengan kehidupan nyata.

Sosialisasi KTSP 210 . karena guru menggunakan suatu pendekatan pembelajaran dan pengajaran kontekstual.1. dan bagaimana konsep tersebut dapat dipergunakan di luar kelas. Mereka diperkenankan untuk bekerja secara bersama-sama (cooperative) Meningkatnya minat dan prestasi siswa tersebut dicapai. Mereka diajarkan bagaimana mereka mempelajari konsep. 2. Sosialisasi KTSP 3. Mereka dibantu untuk membangun keterkaitan antara informasi (pengetahuan) baru dengan pengalaman (pengetahuan lain) yang telah mereka miliki atau mereka kuasai.

PERBEDAAN CTL TRADISIONAL NO. 1. 3. 4. Sosialisasi KTSP 211 . Sosialisasi KTSP NO. CTL Menyandarkan pada memori spasial (pemahaman makna) Pemilihan informasi berdasarkan kebutuhan siswa Siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran TRADISONAL Menyandarkan pada hafalan Pemilihan informasi ditentukan oleh guru Siswa secara pasif menerima informasi 2. CTL TRADISONAL Pembelajaran dikaitkan Pembelajaran sangat dengan kehidupan abstrak dan teoritis nyata/masalah yang disimulasikan Selalu mengkaitkan informasi dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa Cenderung mengintegrasikan beberapa bidang Memberikan tumpukan informasi kepada siswa sampai saatnya diperlukan Cenderung terfokus pada satu bidang (disiplin) tertentu 5. 6.

11.NO. Sosialisasi KTSP 212 . CTL Keterampilan dikembangkan atas dasar pemahaman Hadiah dari perilaku baik adalah kepuasan diri Siswa tidak melakukan hal yang buruk karena sadar hal tsb keliru dan merugikan TRADISONAL Keterampilan dikembangkan atas dasar latihan Hadiah dari perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor Siswa tidak melakukan sesuatu yang buruk karena takut akan hukuman 10. atau mengerjakan proyek dan pemecahan masalah (melalui kerja kelompok) Perilaku dibangun atas kesadaran diri TRADISONAL Waktu belajar siswa sebagian besar dipergunakan untuk mengerjakan buku tugas. CTL Siswa menggunakan waktu belajarnya untuk menemukan. menggali. mendengar ceramah. dan mengisi latihan yang membosankan (melalui kerja individual) Perilaku dibangun atas kebiasaan 8. 7. 9. berdiskusi. Sosialisasi KTSP NO. berpikir kritis.

13. Sosialisasi KTSP PENGERTIAN CTL Pembelajaran/pengajaran kontekstual merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. 12. konteks dan setting Hasil belajar diukur melalui penerapan penilaian autentik. sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan/konteks ke permasalahan/konteks lainnya. CTL Perilaku baik berdasarkan motivasi intrinsik Pembelajaran terjadi di berbagai tempat. TRADISONAL Perilaku baik berdasarkan motivasi ekstrinsik Pembelajaran hanya terjadi dalam kelas Hasil belajar diukur melalui kegiatan akademik dalam bentuk tes/ujian/ulangan.NO. 14. sosial dan kultural). Sosialisasi KTSP 213 .

Sosialisasi KTSP 214 . dan menghasilkan produk. membantu mereka untuk mengerti bagaimana berkomunikasi/berinteraksi dengan yang lain dan dampak apa yang ditimbulkannya. sehingga siswa merasakan bahwa belajar penting untuk masa depannya. Bekerjasama (collaborating) untuk membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. memiliki kepedulian terhadap orang lain. ikut serta dalam menentukan pilihan. Sosialisasi KTSP Pembelajaran mandiri (self-regulated learning) yang membangun minat individual siswa untuk bekerja sendiri ataupun kelompok dalam rangka mencapai tujuan yang bermakna dengan mengaitkan antara materi ajar dan konteks kehidupan sehari-hari.KOMPONEN CTL Membuat hubungan yang bermakna (making meaningful connections) antara sekolah dan konteks kehidupan nyata. Melakukan pekerjaan yang siginifikan (doing significant work). Pekerjaan yang memiliki suatu tujuan.

memberikan perhatian.Berpikir kritis dan kreatif (critical and creative thingking). Pendewasaan individu (nurturing individual) dengan mengenalnya. mempunyai harapan tinggi terhadap siswa dan memotivasinya. siswa diwajibkan untuk memanfaatkan berpikir kritis dan kreatifnya dalam pengumpulan. Sosialisasi KTSP Pencapaian standar yang tinggi (reaching high standards) melalui pengidentifikasian tujuan dan memotivasi siswa untuk mencapainya. Menggunakan penilaian autentik (using authentic assessment) yang menantang siswa agar dapat menggunakan informasi akademis baru dan keterampilannya kedalam situasi nyata untuk tujuan yang signifikan. memahami suatu isu/fakta dan pemecahan masalah. Sosialisasi KTSP 215 . analisis dan sintesa data.

TEORI YANG MELANDASI CTL Knowledge-Based Constructivism. oleh karenanya harus berbagi pengetahuan dan tugastugas Sosialisasi KTSP 216 . dsb) dalam mencapai tujuan belajar. manusia merupakan bagian terintegrasi dari proses pembelajaran. pengetahuan dan pembelajaran harus dikondisikan dalam fisik tertentu dan konteks sosial (masyarakat. faktor sosial dan budaya perlu diperhatikan selama perencanaan pengajaran. Effort-Based Learning/Incremental Theory of Intellegence. rumah. oleh karenanya. Bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar akan memotivasi seseorang untuk terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan komitmen untuk belajar. Distributed Learning. Sosialisasi KTSP Socialization. Situated Learning. yang menekankan bahwa belajar merupakan proses sosial yang menentukan tujuan belajar. menekankan kepada pentingnya siswa membangun sendiri pengetahuan mereka lewat keterlibatan aktif dalam proses belajar mengajar.

PENDEKATAN CTL Problem-Based Learning. Work-Based Learning. dan mengkulminasikannya dalam produk nyata. yaitu pendekatan pengajaran yang menperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna melalui pengembangan keterampilan berpikir dan pemecahan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata. pendekatan pembelajaran Project-Based Learning. yaitu suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar melalui berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah dalam rangka memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi ajar dan menggunakannya kembali di tempat kerja. Sosialisasi KTSP yang mengikuti metodologi sains dan memberi kesempatan untuk pembelajaran bermakna. pendekatan pembelajaran yang memperkenankan siswa untuk bekerja mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya (pengetahuan dan keterampilan baru). Authentic Instruction. Sosialisasi KTSP 217 . Inquiry-Based Learning.

yaitu pendekatan Sosialisasi KTSP IMPLEMENTASI CTL Sesuai dengan faktor kebutuhan individual siswa. Mempertimbangan keragaman siswa (disversity of students).Service Learning. Cooperative Learning. yaitu pendekatan pembelajaran yang menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru dan berbagai keterampilan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya. pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam rangka memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. maka untuk dapat mengimplementasikan pembelajaran dan pengajaran kontekstual guru seharusnya. Sosialisasi KTSP 218 . Membentuk group belajar yang saling tergantung (interdependent learning groups). Merencanakan pembelajaran sesuai dengan perkembangan mental (developmentally appropriate) siswa.

penggunaan strategi dan motivasi berkelanjutan). dan mengkontruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan baru (contructivism).Menyediakan lingkungan yang mendukung pembelajaran mandiri (self-regulated learning) dengan 3 karakteristik umumnya (kesadaran berpikir. Memfasilitasi kegiatan penemuan (inquiry) agar siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan melalui penemuannya sendiri (bukan hasil mengingat sejumlah fakta). Menggunakan teknik bertanya (quesioning) yang meningkatkan pembelajaran siswa. perkembangan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir tingkat tinggi. menemukan. Mengembangkan sifat ingin tahu siswa melalui pengajuan pertanyaan (quesioning). Sosialisasi KTSP 219 . Memperhatikan multi-intelegensi (multiple intelli-gences) siswa. Sosialisasi KTSP Mengembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna jika ia diberi kesempatan untuk bekerja.

Memahami latar belakang dan pengalaman hidup siswa melalui proses pengkajian secara seksama. Mengarahkan siswa untuk merefleksikan tentang apa yang sudah dipelajari. Sosialisasi KTSP Sedangkan berkaitan dengan faktor peran guru. agar proses pengajaran kontekstual dapat lebih efektif. Mengkaji konsep atau teori (materi ajar) yang akan dipelajari oleh siswa.Menciptakan masyarakat belajar (learning community) dengan membangun kerjasama antar siswa. Mempelajari lingkungan sekolah dan tempat tinggal siswa. Sosialisasi KTSP 220 . Memodelkan (modelling) sesuatu agar siswa dapat menirunya untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru. maka guru seharusnya. Menerapkan penilaian autentik (authentic assessment). selanjutnya memilih dan mengkaitkannya dengan konsep atau teori yang akan dibahas.

mengekspresikan pengetahuan dan keterampilannya dengan cara mensimulasikan situasi yang dapat ditemui di dalam dunia nyata di luar lingkungan sekolah (Hymes. sekaligus pada saat yang bersamaan dapat meningkatkan dan menemukan cara untuk peningkatan pengetahuannya. Sosialisasi KTSP 221 . Dalam hal ini adalah simulasi yang dapat mengekspresikan prestasi (performance) siswa yang ditemui di dalam praktek dunia nyata. 1991). Sekaligus. Sosialisasi KTSP PENILAIAN AUTENTIK Penilaian autentik adalah suatu istilah/terminologi yang diciptakan untuk menjelaskan berbagai metode penilaian alternatif yang memungkinkan siswa dapat mendemonstrasikan kemampuannya dalam menyelesaikan tugas-tugas dan menyelesaikan masalah. serta mendorong siswa untuk membangun kesimpulan yang merupakan pemahaman siswa terhadap konsep atau teori yang sedang dipelajarinya. Melakukan penilaian autentik (authentic assessment) yang memungkinkan siswa untuk menunjukkan penguasaan tujuan dan pemahaman yang mendalam terhadap pembelajarannya. Melaksanakan pengajaran dengan selalu mendorong siswa untuk mengkaitkan apa yang sedang dipelajari dengan pengetahuan/pengalaman sebelumnya dan fenomena kehidupan sehari-hari.Merancang pengajaran dengan mengkaitkan konsep atau teori yang dipelajari dengan mempertimbangkan pengalaman siswa dan lingkungan kehidupannya.

Melalui penilaian autentik ini. siswa belajar bagaimana mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilannya ke dalam tugas-tugas yang autentik. Sosialisasi KTSP STRATEGI PENILAIAN AUTENTIK Penilaian kinerja (Performance assessment) yang dikembangkan untuk menguji kemampuan siswa dalam mendemonstrasikan pengetahuan dan ke-terampilannya (apa yang mereka ketahui dan dapat dilakukan) pada berbagai situasi nyata dan konteks tertentu. Dengan kata lain. diharapkan berbagai informasi yang absah/benar dan akurat dapat terjaring berkaitan dengan apa yang benar-benar diketahui dan dapat dilakukan oleh siswa atau tentang kualitas program pendidikan.TUJUAN PENILAIAN AUTENTIK Penilaian autentik bertujuan mengevaluasi kemampuan siswa dalam konteks dunia nyata. Observasi sistematik atau investigasi jangka pendek (System Observation – short investigation) yang bermanfaat untuk menyajikan informasi tentang dampak aktivitas pembelajaran terhadap sikap siswa. Sosialisasi KTSP 222 .

proses dan produk mereka. ia memberikan stimulus dan bertanya kepada siswa untuk memberikan tanggapan (respond). antara lain (i) suatu tulisan singkat atau jawaban lisan. Dengan kata lain jurnal membantu siswa dalam mengorgani-sasikan cara berpikirnya dan menuangkannya secara eksplisit dalam bentuk gambar. Koleksi tersebut memberikan gambaran perkembangan siswa setiap saat. Jurnal (Journal) merupakan suatu proses refleksi dimana siswa berpikir tentang proses belajar dan hasilnya. Sosialisasi KTSP Kajian/penilaian pribadi (self assessment)Siswa untuk mengevaluasi partisipasi. (ii) suatu pemecahan matematik. minat dan pengalamannya. minat dan keberhasilan atau prestasi siswa selama jangka waktu tertentu (Hart. Sama halnya observasi sistematik. Sosialisasi KTSP 223 . Tanggapan ini dapat berupa. chart atau grafik. kemudian menuliskan ide-ide. 1994). tulisan dan bentuk lainnya. ide. Pertanyaan evaluatif merupakan alat dasar dalam kajian pribadi. Portefolio (Portfolio) adalah koleksi/kumpulan dari berbagai ketrampilan. (iii) suatu gambar.Pertanyaan terbuka. (iv) suatu diagram.

dukungan eksternal dari masyarakat adalah dalam hal penyediaan sumber dorongan yang dapat membantu siswa dan pendidik menciptakan lingkungan belajar mengajar yang berkualitas. Terakhir. Sosialisasi KTSP 224 . Untuk itu. setiap orang di sekolah terlebih dahulu menyetujui tentang apa yang akan dipelajari oleh siswa dan strategi apa yang akan digunakan. sekolah atau masyarakat). Keorganisasian sekolah juga sedapat mungkin harus mendukung keterlaksanaan proses pembelajaran dimanapun (ruang kelas.DIAGRAM SISTEM DUKUNGAN UNTUK PELAKSANAAN CTL Pembelajaran Siswa Pengajaran Dukungan Keorganisasian Sekolah Sosialisasi KTSP Dukungan Masyarakat Diagram tsb menunjukkan bahwa tujuan akhir pelaksanaan CTL adalah mendukung pembelajaran yang berkualitas bagi siswa.

Selesai Sosialisasi KTSP 225 .

226 .

Penilaian Hasil Belajar 17. Rancangan Penilaian Hasil Belajar 227 .Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VII.

228 .

Materi 16 RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENILAIAN • • • • • • PENGERTIAN PENILAIAN PENGERTIAN PENILAIAN KELAS CIRI PENILAIAN KELAS TEKNIK PENILAIAN MANFAAT HASIL PENILAIAN PENGERTIAN KETUNTASAN BELAJAR • PELAPORAN Sosialisasi KTSP 229 .

INTERPRETASI INFORMASI UNTUK MEMBUAT KEPUTUSAN. DESKRIPSI VERBAL). Sosialisasi KTSP PENILAIAN KELAS Proses pengumpulan & penggunaan informasi oleh guru melalui sejumlah bukti untuk membuat keputusan ttg pencapaian hasil belajar/kompetensi siswa. ANALISIS.PENGERTIAN PENILAIAN PENILAIAN ADALAH PROSES SISTEMATIS MELIPUTI PENGUMPULAN INFORMASI (ANGKA. Sosialisasi KTSP 230 .

BELAJAR TUNTAS OTENTIK BERKESINAMBUNGAN BERDASARKAN ACUAN KRITERIA / PATOKAN 5.CIRI PENILAIAN KELAS 1. Carrol. Belajar Tuntas • Belajar Tuntas (mastery learning): peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya. 3. A Model of School Learning Sosialisasi KTSP ) 231 . 2. (John B. MENGGUNAKAN BERBAGAI CARA & ALAT PENILAIAN Sosialisasi KTSP 1. • “Jika peserta didik dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuannya untuk beberapa mata pelajaran dan diajarkan sesuai dengan karakteristik mereka. 4. maka sebagian besar dari mereka akan mencapai ketuntasan”. dan hasil yang baik. sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar.

mulai dari tingkat kompetensi awal mereka” (JH. dan sikap. Penilaian Otentik • Memandang penilaian dan pembelajaran secara terpadu • Mencerminkan masalah dunia nyata bukan dunia sekolah • Menggunakan berbagai cara dan kriteria • Holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan. Bloom) Sosialisasi KTSP 2.lanjutan • Guru harus mempertimbangkan antara waktu yang diperlukan berdasarkan karakteristik peserta didik dan waktu yang tersedia di bawah kontrol guru (John B. keterampilan. Block. mereka dapat berhasil jika kompetensi awal mereka terdiagnosis secara benar dan mereka diajar dengan metode dan materi yang berurutan.) Sosialisasi KTSP 232 . Carrol) • “Peserta didik yang belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama. B.

Ulangan Tengah Semester. dan perbaikan hasil terus menerus dalam bentuk Ulangan Harian. Berkesinambungan Memantau proses. (tertulis. kemajuan. penugasan. Sosialisasi KTSP • Ulangan Harian : selesai satu atau beberapa Indikator. • Ulangan Kenaikan Kelas : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester ganjil dan genap. dengan penekanan pada kompetensi dasar semester genap Sosialisasi KTSP 233 .3. Ulangan Akhir Semester. dan Ulangan Kenaikan Kelas. observasi. atau lainnya) • Ulangan Tengah Semester : selesai beberapa Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan • Ulangan Akhir Semester : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan.

dan Penilaian Diri Sosialisasi KTSP 234 . Pengamatan. Produk. Berdasar Acuan kriteria/patokan Prestasi kemampuan peserta didik TIDAK DIBANDINGKAN dengan peserta kelompok. Unjuk Kerja. Proyek. tetapi dengan kemampuan yang dimiliki sebelumnya dan patokan yang ditetapkan Sosialisasi KTSP 5. Portofolio.4. Menggunakan Berbagai cara & alat penilaian • Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi • Menggunakan penilaian yang bervariasi: Tertulis. Lisan.

• Pemecahan masalah dalam kelompok • Partisipasi dalam diskusi • Menari • Memainkan alat musik • Olah Raga • Menggunakan peralatan laboratorium • Mengoperasikan suatu alat Sosialisasi KTSP 235 . baca puisis. tingkah laku. berdiskusi. berpidato.TEKNIK /CARA PENILAIAN Unjuk Kerja (Performance) Penugasan (Proyek/Project) Hasil kerja (Produk/Product) Tertulis (Paper & Pen) Portofolio (Portfolio) Sikap Diri (Self Assessment) Sosialisasi KTSP Unjuk Kerja (Performance) : pengamatan terhadapa aktivitas siswa sebagaimana terjadi (unjuk kerja. interaksi) • Cocok untuk : • Penyajian lisan: keterampilan berbicara.

dan 4 bila siswa selalu melakukan --------------------------------------------------------------------------------------------------Nama : Rinjani I.B. ---------------------------------------------------------------------------------Nama: Rinjani I. Ekspresi fisik (physical expression) ----.A. Mengubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan 1 2 3 4 Sosialisasi KTSP CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN CHECKLIST --------------------------------------------------------------------------------Petunjuk: Beri tanda centang (v) dibelakang huruf di mana kemampuan siswa teramati pada waktu berpidato.C. Merubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan ----. Berdiri tegak melihat pada penonton 1 2 3 4 B. Berdiri tegak melihat pada penonton ----. Ekspresi fisik (physical expression) A.CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN RATING SCALE -----------------------------------------------------------------------------------------------Petunjuk : Beri Lingkaran pada angka yang sesuai untuk setiap kemampuan yang teramati pada waktu anak berpidato : 1 bila tidak pernah 2 bila jarang 3 bila kadang-kadang. Mata melihat kepada penonton Sosialisasi KTSP 236 .

A.II. Nada suaranya berubah-ubah sesuai pernyataan yang ditekankan ---.D. Berbicara cukup keras untuk didengar penonton Ekspresi verbal (verbal expression) ---. Memilih kata-kata yang tepat untuk menegaskan arti ---.A.C. Menyimpulkan pokok-pokok pikiran yang penting III. Ekspresi suara (vocal expression) ---.B.B. Penyajian data Sosialisasi KTSP 237 . Menggunakan kalimat yang lengkap untuk mengutarakan suatu pikiran ---. Sosialisasi KTSP Penugasan (Proyek) : Penilaian terhadap suatu tugas yang mengandung penyelidikan yang harus selesai dalam waktu tertentu Tugas: suatu investigasi dgn tahapan: Perencanaan Pengumpulan data Pengolahan data. Tidak mengulang-ulang pernyataan ---. Berbicara dengan kata-kata yang jelas ---.C.

PENILAIAN PROYEK Bermanfaat menilai : • Keterampilan menyelidiki secara umum • Pemahaman & Pengetahuan dalam bidang tertentu • Kemampuan mengaplikasi pengetahuan dalam suatu penyelidikan • Kemampuan menginformasikan subyek secara jelas Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN PROYEK : Ilmu Pengetahuan Sosial : SD : VI Mata Pelajaran Jenjang Kelas / Semester Contoh Kompetensi Dasar : menganalisis bentuk-bentuk perilaku yang muncul sebagai dampak globalisasi (konsumerisme. gaya hidup) Sosialisasi KTSP 238 .

perilaku. pakaian.Membandingkan pandangan orang tua dan anak mengenai perubahan-perubahan yang terjadi akibat pengaruh globalisasi Sosialisasi KTSP Contoh Tugas Penilaian Proyek ----------------------------------------Lakukan penelitian sederhana di lingkungan sekitar mengenai pengaruh iklan di media cetak maupun di media elektronik terhadap gaya hidup anak SD (cara berpakaian. pilihan makanan dan minuman.Mengidentifikasi bukti-bukti globalisasi di lingkungan masyarakat (mis: dalam hal periklanan. perjalanan. gaya hidup. perilaku) Sosialisasi KTSP 239 .• Indikator : .Membuat daftar perubahan perilaku masyarakat setempat sebagai dampak globalisasi (mis: dalam hal makanan. nilai-nilai. pariwisata. telekomunikasi) . migrasi. dan tradisi) . komunikasi.

alasan. tempat penelitian. responden. keramik. daftar pertanyaan kurang lengkap. responden. dan logam . Jika pertanyaan tidak terlaksana semua dan data tidak tercatat dengan rapi. tempat penelitian. tempat penelitian. alasan. Jika memuat tujuan.menggunakan peralatan dengan aman . memuat saran. kurang memuat saran Sosialisasi KTSP Hasil Kerja (Produk): Penilaian terhadap kemampuan membuat produk teknologi dan seni Penilaian Hasil Akhir dan Proses: hasil akhir spt: .CONTOH ASPEK FORMAT PENYEKORAN TUGAS PROYEK KRITERIA DAN SKOR 3 2 1 PERSIAPAN Jika memuat tujuan. topik.membakar kue dengan baik proses spt: Sosialisasi KTSP 240 . Jika memuat tujuan. bahasa komunikatif. daftar pertanyaan tidak lengkap PENGUMPULAN DATA Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua dan data tercatat dengan rapi dan lengkap.makanan . PENGOLAHAN DATA Jika pembahasan data sesuai tujuan penelitian Jika pembahasan data kurang menggambarkan tujuan penelitian Jika sistimatika penulisan benar. alasan. pahatan . Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua. namun bahasa kurang komunikatif Jika sekedar melaporkan hasil penelitian tanpa membahas data PELAPORAN TERTULIS Jika sistimatika penulisan benar. topik. bahasa kurang komunikatif. tetapi data tidak tercatat dengan rapi dan lengkap.menggunakan teknik menggambar . lukisan.hasil karya seni: gambar. topik. responden.barang-barang terbuat dari kayu. memuat saran. Jika penulisan kurang sistimatis. daftar pertanyaan dengan lengkap. plastik.pakaian .

kembangkan gagasan .Tentukan spesifikasi bahan untuk model Sosialisasi KTSP 241 .Bahan untuk model tertulis dalam rancangan .rencanakan.Gambar rancangan model .kmp: .PENILAIAN PRODUK PERSIAPAN. teknik PENILAIAN (APPRAISAL): kmp buat produk sesuai kegunaan (fungsi) & keindahan Sosialisasi KTSP Contoh1: TUGAS PENILAIAN PRODUK ------------------------------------------------------Tugas: buatlah rancangan model benda yang menggunakan roda Ketentuan: . gali. alat.desain produk PEMBUATAN: kmp seleksi dan gunakan: bahan.

spesifikasi bahan jelas C = gambar kurang proporsional. dst. ukuran: ……………………. bahan tertulis lengkap. spesifikasi bahan kurang jelas K = gambar tidak proporsional.Contoh2: TUGAS PENILAIAN PRODUK -------------------------------------------------------Tugas: Rancang dan buatlah mainan yang menggunakan roda. bahan tertulis kurang lengkap. 3. 4. spesifikasi bahan tidak jelas Sosialisasi KTSP 242 . Sosialisasi KTSP Penskoran tugas penilaian produk contoh 1: No Kriteria b 1. 2. ketentuan sebagai berikut (spesifikasidiberikan) : jenis kayu: ………. skor c k Ada gambar rancangan model Bahan tertulis dalam model Spesifikasi bahan tertulis Unsur estetika Kriteria penskoran : B = gambar proporsional. bahan tertulis tidak lengkap..

Dua pilihan (B .TES TERTULIS Memilih dan Mensuplai jawaban 1.uraian Sosialisasi KTSP BANDINGKAN • Apa kepanjangan ASEAN? • Tahun berapa ASEAN didirikan? • Negara mana saja yang manjadi anggota ASEAN? • Apa kepanjangan PLTA? • Menurutmu masalah apa yang akan timbul jika ASEAN bubar? • Dengan cara apa ASEAN mendukung perekonomian ASIA? • Buatlah bagan PLTA! Sosialisasi KTSP 243 .tidak) 2. MENSUPLAI JAWABAN . MEMILIH JAWABAN .Jawaban singkat .Isian atau melengkapi .S.Pilihan ganda . ya .

beri kesempatan perbaiki karyanya.PORTOFOLIO : Penilaian melalui koleksi karya (hasil kerja) siswa yang sistematis • • • • Pengumpulan data melalui karya siswa Pengumpulan dan penilaian yang terus menerus Refleksi perkembangan berbagai kompetensi Memperlihatkan tingkat perkembangan kemajuan belajar siswa • Bagian Integral dari Proses Pembelajaran • Untuk satu periode • Tujuan Diagnostik Sosialisasi KTSP Hal-hal yang perlu diperhatikan: • Siswa merasa memiliki portofolio sendiri • Tentukan bersama hasil kerja apa yang akan dikumpulkan • Kumpulkan dan simpan hasil kerja siswa dalam 1 map atau folder • Beri tanggal pembuatan • Tentukan kriteria untuk menilai hasil kerja siswa • Minta Siswa untuk menilai hasil kerja mereka secara berkesinambungan • Bagi yang kurang. tentukan jangka waktunya • Bila perlu. jadwalkan pertemuan dengan ortu Sosialisasi KTSP 244 .

Contoh Portofolio Nama Siswa : _________________ Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kelas : X/1 : Bahasa Indonesia : 1 Semester Kriteria No SK / KD Periode Tata bahasa Kosakata Kelengkapan gagasan Sistematika penulisan Keterangan 1. Menulis karangan deskriptif 30/7 10/8 dst. Sosialisasi KTSP 245 . Membuat resensi buku 1/9 30/9 10/10 Dst. 2.karya-karya yang dapat dikumpulkan melalui penilaian portofolio • • • • • • • Puisi Karangan Gambar / Lukisan Desain Paper Sinopsis Naskah pidato / khotbah • Naskah Drama • Rumus Sosialisasi KTSP • • • • • • Doa Surat Komposisi Musik Teks Lagu Resep Makanan Laporan Observasi/ Penyelidikan / Eksperimen • Dsb.

. Sosialisasi KTSP 246 . Nama Bekerja sama 1. Ruri Berinisiatif Perilaku Penuh Perhati an Bekerja sistematis Nilai Keterangan 2. .. Tono 3.PENILAIAN SIKAP Penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap obyek sikap Cara: – Observasi perilaku: kerja sama. inisiatif. perhatian – Pertanyaan langsung: tanggapan thd tatib baru – Laporan pribadi: menulis pandangan ttg “kerusuhan antaretnis”. Sosialisasi KTSP Contoh Format Penilaian Sikap dalam praktek IPA : No..

saya…. Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN DIRI PARTISIPASI DALAM DISKUSI KELOMPOK Nama : ----------------------------------------------------Nama-nama anggota kelompok : ----------------------------------------------------Kegiatan kelompok : ----------------------------------------------------Isilah pernyataan berikut dengan jujur.mengorganisasi ide-ide saya -------.mendengarkan orang lain --------. tiap org diberi kesempatan mengusulkan sesuatu -------. SUMBER: Forster & Masters. Apa yang kamu lakukan selama kegiatan berlangsung? ------------------------------------------------------------------------------------------Sosialisasi KTSP 1. 5. 4.Semua anggota kelompok kami melakukan sesuatu selama kegiatan -------.melamun 6.d.B.mengajukan pertanyaan --------.1996. Untuk No.Selama diskusi saya mengusulkan ide kpd klp utk didiskusikan -------. tulislah huruf A. 5. proses. 2. 3.Selama kerja kelompok. 247 . 1 s. tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya.Tiap orang sibuk dengan yang dilakukannya dalam kelompok saya --------.mengorganisasi kelompok -------.PENILAIAN DIRI Menilai diri sendiri berkaitan dengan status.mengacaukan kegiatan -------.Ketika kami berdiskusi.C atau D di depan tiap pernyataan: A : selalu C : kadang-kadang B : sering D : tidak pernah -------. --------.

KD.ALUR PELAKSANAAN PENILAIAN • MENETAPKAN INDIKATOR • MEMETAKAN SK. INDIKATOR DAN KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR • MENETAPKAN TEKNIK PENILAIAN • MEMBUAT ALAT PENILAIAN & PENYEKORAN Sosialisasi KTSP CONTOH FORMAT PEMETAAN ASPEK PENILAIAN SK KD INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PROY TEKNIK PENILAIAN PROD TES UN KERJA DLL MENDENGAR KAN BERBICARA MEMBACA MENULIS Sosialisasi KTSP 248 .

RR= Nilai Rata-rata KD.CONTOH REKAP NILAI MATA PELAJARAN : KELAS/SEMESTER : N O NA MA MENDENGARKAN BERBICARA MEMBACA MENULIS KD 1 KD 2 R R T S AS KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R TS A S 1 Ri n Tin 2 Catatan: KD= Kompetensi Dasar. TS= Nilai Tengah Semester. AS= Nilai Akhir Semester Sosialisasi KTSP MANFAAT HASIL PENILAIAN • REMEDIAL • PENGAYAAN • PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Sosialisasi KTSP 249 .

KAPAN? • REMEDIAL DILAKUKAN BILA NILAI INDIKATOR KURANG DARI NILAI KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PENGAYAAN DILAKUKAN BILA TUNTAS LEBIH CEPAT PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN BILA TIDAK EFEKTIF • • Sosialisasi KTSP KETUNTASAN BELAJAR • • • • PER INDIKATOR KRITERIA: 0% – 100% IDEAL: 75% SEKOLAH MENETAPKAN SENDIRI DGN PERTIMBANGAN: KEMAMPUAN AKADEMIS SISWA. KOMPLEKSITAS INDIKATOR. DAYA DUKUNG : GURU. SARANA • TUNTAS: SKOR ≥ KRITERIA KETUNTASAN • TUNTAS INDIKATOR → KD → SK→ MAPEL Sosialisasi KTSP 250 .

7 NILAI KD 2: MODE : 70 NILAI KD :70 Sosialisasi KTSP 251 .CONTOH PENGHITUNGAN KETUNTASAN BELAJAR KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN NILAI PESERTA DIDIK KETUNTASAN 1 2 60% 60% 60 59 TUNTAS TAK TUNTAS TUNTAS 3 55% 75 Sosialisasi KTSP CONTOH PENGHITUNGAN NILAI KD KOMPETENSI DASAR (KD) KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR 60% 70% 60% 70% 65% 60% INDIKATOR 1 NILAI SISWA 61 80 90 70 68 72 KETUNTASAN TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS 1 2 3 1 2 2 3 NILAI KD 1: = 61+80+90 3 = 77 ATAU 7.

MENGERJAKAN TUGAS.DALAM 1 KD • JML INDIKATOR YG TUNTAS LEBIH DARI 50%: LANJUT KE KD BERIKUTNYA • JML INDIKATOR BELUM TUNTAS SAMA ATAU LEBIH DARI 50%: MENGULANG KD YANG SAMA Sosialisasi KTSP PELAKSANAAN PROGRAM REMEDIAL • TATAP MUKA DENGAN GURU • BELAJAR SENDIRI → dinilai • KEGIATAN: MENJAWAB PERTANYAAN. MENGUMPULKAN DATA. MEMBUAT RANGKUMAN. • PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF Sosialisasi KTSP 252 .

Sosialisasi KTSP PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Program Strategi Bahan Tidak efektif? Dievaluasi Direvisi Sosialisasi KTSP Diganti 253 .PROGRAM PENGAYAAN : • SISWA BERPRESTASI BAIK • MEMPERKAYA KOMPETENSI • KEGIATAN : MEMBERI MATERI TAMBAHAN. PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF. LATIHAN TAMBAHAN TUGAS INDIVIDUAL • HASIL PENILAIAN MENAMBAH NILAI MATA PELAJARAN BERSANGKUTAN • SETIAP SAAT.

PELAPORAN • Rapor adalah laporan kemajuan belajar • Berisi informasi tentang pencapaian kompetensi • Sekolah boleh menetapkan sendiri model rapor yang dikehendaki. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 254 . • Model yang ada merupakan contoh yang dapat dimodifikasi/diadopsi oleh sekolah. dengan syarat komunikatif dan menggambarkan pencapaian kompetensi.

255 .Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VIII. Pengembangan Bahan Ujian & Analisis Hasil Ujian. Pengembangan Bahan Ujian 18.

256 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 17 PENGEMBANGAN BAHAN UJIAN DAN ANALISIS HASIL UJIAN Sosialisasi KTSP SKL TOPIK Sosialisasi KTSP KISI-KISI TEKNIK PENYUSUNAN SOAL ANALISIS 257 .

APAKAH SAYA LULUS? Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) Adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap pengetahuan dan keterampilan Berdasarkan PP No.19/2005 Sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan Meliputi kompetensi seluruh mata pelajaran Dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Sosialisasi KTSP 258 .

MATERI DAN PENILAIAN SKL Menggambarkan kompetensi yang ingin dicapai. KOMPETENSI Materi pembelajaran untuk mencapai kompetensi Sosialisasi KTSP Bentuk soal harus sesuai dengan kompetensi yang dituntut pada SKL SEPERTI APA SOAL YANG BAIK ? Sosialisasi KTSP 259 .Hubungan antara SKL.

6. Sosialisasi KTSP 260 . penulisan soal Pedm. PENULISAN SOAL. PENELAAHAN SOAL (validasi soal). 2. Penyusunan KISI-KISI tes.LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN TES 1. Perakitan soal menjadi perangkat tes. 9. 3. 8. Bank Soal Penyajian tes kepada siswa Skoring (pemeriksaan jawaban siswa) Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN KISI-KISI Fungsi Pedm. perakitan soal Komponen Kisi2: •Identitas •SK/KD/IP •Materi Pembel. 4. Penentuan tujuan tes. 7. Uji coba soal termasuk ANALISIS-nya. •Indikator Soal •Bentuk Tes •Nomor Soal Syarat kisi-kisi Mewakili isi kurikulum Singkat dan jelas Soal dapat disusun sesuai dengan bentuk soal. 5.

....................) NO..... Kurikulum : ............... Jumlah soal : ............... ........................ No... Bentuk Tes Materi (4) Indikator Soal (5) (6) No... ------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No ................... Soal (7) (2) (3) Sosialisasi KTSP KARTU SOAL BENTUK PG Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (PG.. 2..... SOAL KUNCI Penyusun 1........ Digunaka n untuk Tang gal Jumlah Siswa Tingkat Kesukaran Daya Proporsi KETERANGAN SOAL Jawaban pada Pilihan Pembeda A B C D OMIT Keterangan Sosialisasi KTSP 261 ..... Urut (1) Kompetensi Dasar/ Indikator Bahan Kelas/ smt..... Mata Pelajaran : .....FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis Sekolah : . Penulis 1. Alokasi Waktu : ........................... .. -----------2.............. dll..

penugasan. ------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No Diguna kan untuk KETERANGAN SOAL Proporsi jawaban pada aspek Tangg al Jumlah siswa Tingkat kesukar an Daya pembeda 1 A 2 3 1 B 2 3 1 C 2 3 1 D 2 3 Ketera ng an Sosialisasi KTSP PEDOMAN PENSKORAN No.KARTU SOAL URAIAN/PRAKTIK Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (Uraian)/Praktik (Kinerja. -----------2. hasil karya) NO. SOAL Penyusun 1. Kunci/Kriteria jawaban/Aspek yang dinilai Skor Skor maksimum= Sosialisasi KTSP …… 262 .

4. Relevansi: yang diperlukan untuk mempelajari dalam bidang studi lain. mutlak harus dikuasai oleh siswa. Kontinuitas: KD/indikator/materi lanjutan yang merupakan pendalaman materi sebelumnya. 3. Sosialisasi KTSP Indikator Soal Indikator soal sebagai pertanda atau indikasi pencapaian kompetensi Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur Indikator mengacu pada materi pembelajaran sesuai kompetensi 263 . 2. Urgensi: KD/indikator/materi yang secara teoritis. Keterpakaian: memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari.KRITERIA KOMPETENSI / MATERI PENTING 1.

siswa dapat menjelaskan …. BILA SOAL TIDAK TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Siswa dapat membedakan …. BILA SOAL TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Disajikan ….MENGUKUR KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH Sosialisasi KTSP 264 .MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 3.DIBERIKAN DASAR PERTANYAAN (STIMULUS) 2.TEKNIK PERUMUSAN INDIKATOR 1. Sosialisasi KTSP MENUNTUT PENALARAN TINGGI SETIAP SOAL: 1. 2.

.. -Tuliskan sebuah laporan . 4..... 12. 10... dan . -Apakah hal berikut memiliki .... 8.... -Apa reaksi A terhadap ...... Meringkas -Tuliskan pernyataan penting yang termasuk . 2.. -Lengkapilah cerita .... -Tulislah sebuah pernyataan yang dapat menjelaskan peristiwa berikut ..... Menciptakan -Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda tentang .. -Ringkaslah dengan tepat isi . Sosialisasi KTSP 265 . 7... tentang apa yang akan terjadi bila ... -Daftar dan beri alasan singkat tentang ciri utama ... Membandingkan -Jelaskan persamaan dan perbedaan antara . 5. tuliskanlah evaluasi tentang .....MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 1...... -Tuliskan ... Memberi alasan (justifying) -Manakah pilihan berikut yang kamu pilih........... -Berdasarkan kriteria . Analisis -Manakah penulisan yang salah pada paragraf ..... dengan menggunakan pedoman .. apa yang akan terjadi bila . 11...... Mengelompokkan -Kelompokkan hal berikut berdasarkan ........ 3.. Menyimpulkan -Susunlah beberapa kesimpulan yang bersasal dari data .. -Apa akibat . 9. -Bandingkan dua cara berikut tentang . Sosialisasi KTSP 6. Hubungan sebab-akibat -Apa penyebab utama ... Sintesis -Tuliskan satu rencana untuk pembuktian .. Evaluasi -Apakah kelebihan dan kelemahan . Menerapkan -Selesaikan hal berikut dengan menggunakan kaidah .. mengapa? -Jelaskan mengapa kamu setuju/tidak setuju dengan pernyataan tentang . Berpendapat (inferring) -Berdasarkan ....

Sosialisasi KTSP 266 . Sosialisasi KTSP 6. Mendeskripsikan berbagai strategi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. siswa dapat merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan. Merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan yang berisi sebuah masalah. siswa dapat memilih satu solusi yang paling tepat dan memberikan alasannya. 7. siswa dapat memberikan alasan satu masalah yang dipilih sendiri. Memahami kata dalam konteks Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah yang konteks kata atau kelompok katanya digarisbawahi. Memberi alasan solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih kemungkinan solusinya. kemudian menunjukkan solusinya ke dalam gambar.Mengukur Keterampilan Pemecahan Masalah 1. siswa dapat menggambarkan sebuah diagram atau gambar yang menunjukkan situasi masalah. Mengidentifikasi masalah yang tidak sesuai Contoh indikator soal: Disajikan beberapa informasi yang relevan dan tidak relevan terhadap masalah. siswa dapat memecahkan masalah ke dalam dua cara atau lebih. Memilih masalah sendiri Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah. diagram. Memberi alasan masalah yang sulit Contoh indikator soal: Disajikan sebuah masalah yang sukar dipecahkan atau informasi pentingnya dihilangkan. atau grafik. siswa dapat memberikan solusinya berdasarkan pertimbangan asumsi untuk saat ini dan yang akan datang. 10. 2. 8. dan menjelaskan cara penyelesaiannya. 4. 3. 9. siswa dapat mengidentifikasi semua informasi yang tidak relevan. siswa dapat menjelaskan mengapa masalah ini sulit dipecahkan atau melengkapi informasi penting yang dihilangkan. 5. Mendeskripsikan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. Mengidentifikasi asumsi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. siswa dapat mengidentifikasi masalah yang nyata atau masalah apa yang harus dipecahkan. Mengidentifikasi masalah Contoh indikator soal: Disajikan deskripsi suatu situasi/masalah. siswa dapat menjelaskan maknanya yang berhubungan dengan masalah itu dengan kata-katanya sendiri.

siswa dapat memecahkan masalah dan menjelaskan prosedur yang dipergunakan untuk menyelesaikan masalah. 14. (2) mengevaluasinya. (4) memberi alasan mengapa strategi itu paling tepat dibandingkan dengan strategi lainnya. siswa dapat mengevaluasi strategi pemecahannya berdasarkan prosedur yang disajikan. Mengevaluasi strategi sistematikanya Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. (2) memberikan alasannya. 13. Sosialisasi KTSP 15. siswa dapat: (1) menjelaskan dengan menerapkan strategi itu. kartun. (3) menentukan strategi mana yang tepat. Memberi alasan strategi yang digunakan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih strategi untuk menyelesaikan masalah. Memecahkan masalah berdasarkan data dan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah cerita. Mengevaluasi kualitas solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan beberapa strategi untuk menyelesaikan masalah. proses. 17. Menggunakan analogi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan strategi penyelesaiannya.11. siswa dapat memilih satu strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu dan memberikan alasannya. 16. dan prosedurnya. grafik atau tabel dan sebuah pernyataan masalah. siswa dapat menyelesaikan masalah secara terencana mulai dari input. siswa dapat menyelesaikan masalah itu dengan menggunakan strategi lain. beberapa strategi pemecahan masalahnya. Membuat strategi lain Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan satu strategi untuk menyelesaikan masalanya. dan outcomenya. output. Sosialisasi KTSP 267 . siswa dapat: (1) mendeskripsikan masalah lain (analog dengan masalah ini) yang dapat diselesaikan dengan menggunakan strategi itu. 12. Menyelesaiakan secara terencana Contoh indikator soal: Disajikan sebuah situasi masalah yang kompleks.

KAIDAH PENULISAN SOAL KOMPETENSI 1. Mengukur kompetensi siswa 4. Mengukur kemampuan berpikir kritis 6. materi. Sosialisasi KTSP 268 . Berhubungan erat antara proses. Mengukur beberapa kemampuan yang diwujudkan dalam stimulus soal 5. kompetensi dan pengalaman belajar 3. Berhubungan dengan kondisi pembelajaran di kelas atau di luar kelas 2. Mengandung pemecahan masalah Sosialisasi KTSP SOAL URAIAN SOAL URAIAN adalah soal yang jawabannya menuntut peserta tes untuk mengorganisasikan gagasan atau hal-hal yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan gagasan tsb dalam bentuk tulisan.

12. 2. 4. 5. grafik. Ada pedoman penskorannya Tabel. 3. 11. atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Rumusan kalimat soal komunikatif Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Tidak menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 269 . 8. 10. Soal sesuai dengan indikator Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 7. 6. peta. gambar. 9.KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 1. 13.

Elitisme yaitu kecenderungan untuk bergaya hidup tertentu berbeda dengan orang banyak. Primadialisme yaitu sikap yang lebih membanggabanggakan asal daerah tertentu. Sekulerisme adalah sikap yang mencerminkan kehidupan keduniawian.1. Materialisme yaitu sikap yang selalu mengutamakan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan materi -------------2 2. ---------------------------------------------------------2 2 3. 2. Individualisme yaitu sikap lebih mementingkan diri sendiri. 1. -----------------------------------2 5. Kunci Jawaban Pasar tradisional: harga dapat ditawar dan tidak kena pajak Pasar modern: harga pasti dan kena pajak Skor Maksimum Skor 2 2 4 Sosialisasi KTSP 2. Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Contoh soal kurang baik: Jelaskan sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berazaskan kekeluargaan! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 4 sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berasaskan kekeluargaan! PEDOMAN PENSKORAN No. 4. Kunci Jawaban Skor 1. . ---------------------------------2 Skor Maksimum 10 Sosialisasi KTSP 270 . Contoh Soal kurang baik: Jelaskan 2 persamaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 2 perbedaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! (IPS. Soal sesuai dengan indikator Indikator : Siswa dapat menjelaskan 2 perbedaan pasar tradisional dan pasar modern. SMP) No.

....................... Kunci Jawaban Menjawab 3 fase perkembangan (penemuan............. Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Contoh soal kurang baik: Di manakah letak kelenjar pankreas? (IPA) Contoh soal lebih baik: a.......... 2..................................... 2 ........Lipase untuk mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol ...Amilase untuk mencerna tepung menjadi maltosa dan disakarida lain ... 1 b..... Enzim yang dihasilkan Pankreas: ........... dan teknologi tinggi) Menjawab dua fase Menjawab satu fase Tidak menjawab Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 271 ................................................Bikarbonat untuk menetralisir HCl yang masuk ke usus dari lambung ........ 2 ... Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Contoh soal yang kurang baik: Jelaskan perkembangan perangkat TIK dilihat dari perangkat komunikasi digital? Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan perkembangan perangkat komputer No........ Enzim-enzim itu aktif di usus halus..................Tripsin untuk mengubah protein menjadi peptida dan asam-asam amino . 3. 2 ................... Pankreas terletak di rongga perut ................................. 4......................................................... 1........................... perkembangan generasi.................... 1 Skor maksimum Sosialisasi KTSP 10 4.............. Di manakah enzim-enzim itu aktif? No.................. Kunci Jawaban Skor a.......... Di manakah letak pankreas? b..... 2 c............................................ Tuliskan dan jelaskan enzim yang dihasilkan pankreas! c...3.....

4. No. 2. Pada suatu kali ia akan hilang dari muka bumi. Idrus: Kisah Sebuah Celan Pendek Bagaimana watak Kusno? (Bhs Indonesia . Sistem dua partai --------------------------------------------------------yaitu terdapat dua partai dalam suatu negara sehingga terlihat satu partai yang berkuasa dan satu partai oposisi ----------------3. Sistem partai tunggal ---------------------------------------------------yaitu dalam suatu negara hanya satu partai yang berlaku ----2. Dan mungkin ia bersama-sama dengan Kusno hilang dari muka bumi ini? Tapi.5. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Contoh soal kurang baik: Tentang celana kepar 1001 itu.SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tentukan watak Kusno yang terdapat dalam kutipan di atas disertai alasannya! Kunci : Watak Kusno gigih atau sejenisnya karena ia sengsara. Sistem multi partai -------------------------------------------------------yaitu terdapat banyak partai dalam suatu negara yang disebabkan kondisi masyarakat yang mejemuk dan iklim demokrasi yang lebih bebas ------------------------------------------Skor Maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 1 6 6. tapi terus melawan kesengsaraan tersebut. 1. tetapi tidak disertai alasan Bila jawaban (aliran) dan alasan salah Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 272 . 3. hidup bersama kesengsaraan. Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Contoh soal kurang baik: Di Indonesia terdiri dari berapa sistem kepartaian? (PKn-SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan tiga macam sistem kepartaian! No. Aspek yang dinilai Bila jawaban (gigih) dan alasan benar Bila jawaban (gigih) benar tetapi alasan kurang tepat Bila hanya jawaban (gigih). bagaimanapun juga. Kusno akan berjuang terus melawan kesengsaraan biarpun hanya guna mendapatkan sebuah celana kepar yang lain. tak ada yang akan diceritakan lagi. Dan meskipun celana 1001 –nya hilang lenyap menjadi topo. Ia dilahirkan dalam kesengsaraan. Kunci Jawaban Sistem kepartaian ialah pola perilaku dan interaksi di antara sejumlah partai politik 1. Kusno tak akan putus asa.

. Contoh Soal yang lebih baik: Seseorang bermassa 50 kg naik perahu dengan massa 200 kg dan berkecepatan 2 ms –1 terhadap air yang diam.. atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Perhatikan gambar berikut..... 50 ... Skor maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 5 273 .... Indonesia SMP) Tulislah karangan sepanjang ± 200 kata berdasarkan informasi yang terdapat dalam gambar di atas! Tulisan tersebut akan dinilai berdasarkan isi.......... Rumusan kalimat soal komunikatif Contoh soal kurang baik: Sesuatu bermassa 50 kg naik perahu yang massanya 200 kg ….... Sosialisasi KTSP 9................................... kosakata..... alur........ Gunungan sampah yang berbau tidak sedap itu terjadi akibat sampah-sampah tersebut tidak diangkut seperti di pemukiman....... Ada pedoman penskorannya 8................. 2 + 200 .............. 100 + 400 = 300 + 200 vp 1 500 = 300 + 200 vp 1 200 vp 1 = 500 – 300 200 vp 1 = 200 ...... vo 1 + mp ......... dan pemakaian kaidah bahasa Indonesia............... Yang lebih parah lagi bila TPS (Tempat Pembuangan Sampah) berada di lingkungan yang dekat dengan sekolah..... 2 = 50 ............................... vp 1 = 1 m/s . Kemudian orang tersebut meloncat ke depan dengan kecepatan 6 ms –1 terhadap air....... Tabel..... vo + mp ......... gambar... vp 1 .................. atau di sejumlah pasar... pertokoan.. Tentukan kecepatan perahu sesaat setelah orang tersebut meloncat? No. vp = mo .....7.. grafik....... peta..... vp 1 . vp 1 = 1 200 200 =................. (Bhs...... Gambar ini memperlihatkan suatu kawasan yang dibanjiri sampah yangmenggunung.... 6 + 200 ........ Kunci Jawaban mo ....

Metonimia adalah majas yang menyebut merek dagang untuk benda yang dimaksudkan atau digunakan. ---------------------------------Berjiwa pembaru: yaitu ikut serta dalam pembangunan. Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Contoh soal kurang baik Coba kamu sebutkan satu per satu karakteristik sikap patriotik dalam kehidupan bangsa dan bernegara? (PKn SMP/MTs) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 5 ciri sikap patriotik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara! No. Alasan: BMW adalah merek mobil. 0–2 0–2 0–2 0–2 0. PEDOMAN PENSKORAN Kunci Jawaban/Aspek yang dinilai Cinta tanah air: Bangga sebagai bangsa Indonesia menyebabkan seseorang rela berkorban. Kunci/Aspek yang dinilai Skor 1. Sosialisasi KTSP 12. 1 3. Tak kenal menyerah: Seorang siswa perlu belajar dengan tekun tanpa mengenal lelah demi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dikemudian hari.” Tentukan majas kalimat di atas dan berikan alasannya! (BIN SMP/MTs) PEDOMAN PENSKORAN No. -----------Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara: Untuk mencapai tujuan nasional diperlukan kerelaan berkorban.10. Sosialisasi KTSP 274 . 1. 1 Skor Maksimum 3 Penjelasan: kata buah pala dan keju di daerah tertentu adalah tabu. 1 2. Kutipan di atas mengandung majas metonimia.10 5. 4. 2. Menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan. ----------------------------------------------Skor Maksimum Skor 0–2 3. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Contoh soal kurang baik: Perhatikan kalimat berikut! “Di dalam BMW seri tujuh berwarna abu-abu itu Soni menyetir sendiri setelah membeli buah pala dan keju di supermarket itu.

anak cacat. namun kamu adalah warga negara Indonesia. atau hidup di desa terpencil. Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Contoh soal kurang baik: Walaupun kamu anak yatim/piatu.13. Komponen soal PG Stem (pokok soal) Option Sosialisasi KTSP 275 . hidup di daerah kumuh. anak miskin. Sebutkan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! Sosialisasi KTSP SOAL PILIHAN GANDA JENIS SOAL PG Pokok Soal (stem) pertanyaan Pokok soal (stem) pernyataan Diakhiri tanda ? Diakhiri tanda ….

10. Pengumuman d. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Penawaran* Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL PG 1. 7777777. 2. 8. 4.. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. propaganda c. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. a. 3.CONTOH SOAL PG Dasar pertanyaan (stimulus) Pokok soal (stem) Pilihan jawaban (option) Perhatikan iklan berikut! Dijual sebidang tanah di Bekasi. 7. 5. Soal harus sesuai dengan indikator Pengecoh harus berfungsi Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 276 . Baik untuk industri.. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya. luas 4 ha. permintaan b. 9. Hubungi telp. Iklan di atas termasuk jenis iklan . 6..

Pengaruh kerja pil kontrasepsi adalah …. Soal harus sesuai dengan indikator Contoh soal kurang baik. 15. 16. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional. Gambar. 14. 17. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. grafik. a. dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. mencegah terjadinya haid b. Indikator: Siswa dapat menentukan tempat terjadinya pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia. 12. a. oviduct c. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. uterus* d. ovarium b. vagina Sosialisasi KTSP 277 . kadang-kadang. tabel. 13. umumnya. mencegah peleburan sel telur dan sel sperma c. Pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia terjadi di dalam …. mencegah pematangan sel telur* d. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. Bahasa yang digunakan harus komunikatif. mengurangi jumlah sel telur dalam ovarium Contoh soal yang sesuai dg indikator.Lanjutan … 11. diagram. sehingga pernyataannya mudah dimengerti warga belajar/siswa. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 1. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Letakkan kata/frase pada pokok soal.

Penulisan kata berikut yang benar adalah . Senin. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar. Rabo. bela d. Pebruari. Sosialisasi KTSP 3. between eating. Senin. November d. to be eating. Sabtu. caught him eating* b. “Why did Jimmy’s mother punish him? “She . Senen.” a. a. sedangkan pilihan lainnya adalah kata kerja (verb).. Aperil.. Kemis. November* b. to eat. caught him playing truant d. eaten. Bunyi /e/ pada kata enak sama dengan bunyi /e/ pada kata . a.. eating*. Sabtu. November Penjelasan: kunci jawaban jangan dipergunakan untuk pengecoh Sosialisasi KTSP 278 . bebas* c. May.. Februari. Contoh soal kurang baik.. Februari. Contoh soal kurang baik. Sabtu c. ING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan b adalah kata sifat (adjective).. bekas (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c diperbaiki “belas”..2. caught him to eat (B. was upset c. Pengecoh harus berfungsi. beras b. misalnya: eat.. Perbaikan: pilihan b diperbaiki menjadi kata kerja.

a.. tali-temali c. Perseroan Terbatas b. Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 sebagai dasar untuk membentuk perusahaan tertentu. Sosialisasi KTSP 279 . BUMN d. getar-gemetar (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c adalah kata majemuk bukan kata ulang. Kata berikut yang termasuk kata ulang berubah bunyi adalah .. C diperbaiki “turun-temurun”. Bentuk perusahaan yang sesuai dengan pasal 33 ayat 1 UUD 1945 adalah …. Koperasi* (PKn SMP/MTs) Penjelasan: kalimat pertama pada pokok soal dihilangkan. bolak-balik* b. Contoh soal kurang baik.. Firma c. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. laki-bini d.4. Sosialisasi KTSP 7. a. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.

Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”. Rumah gadang Minangkabau b. The gardeners has been working since 8 o’clock.30. 1½ hours (BING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan jawaban diurutkan dari angka yang paling kecil ke yang paling besar atau sebaliknya.9. Adat mapalus dari Sulawesi d. How long has he been working so far? a. Sosialisasi KTSP 280 . Sosialisasi KTSP 10. a. Semua pilihan jawaban di atas salah* (IPS. Now it’s 11. Contoh soal kurang baik. “legenda gunung Tangkuban Perahu”. Di antara bentuk-bentuk budaya daerah di bawah ini yang termasuk folklore lisan adalah …. Contoh soal kurang baik.SMP/MTs) Penjelasan: pilihan d diperbaiki menjadi. 4½ hours d. 3½ hours* b. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya. Perayaan Sekaten bulan Maulud c. 2½ hours c.

bahwa dalam merumuskan pokok soal jangan menggunakan kata atau ungkapan seperti sebaiknya.kadang-kadang. a. teh c. Contoh soal kurang baik: Helopeltis adalah hama yang biasanya menyerang tanaman . Ayip Rosidi (BAHASA INDONESIA SMP/MTs) (35) Karya dari pengarang pada jawaban soal nomor 10 adalah …. Rendra c. a. Contoh soal kurang baik: (10) Pelopor angkatan 45 dalam bidang puisi adalah ….. Surat dari Ibu Perbaikannya: soal nomor 35 disusun secara independen. Chairil Anwar* d. kopi b. Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar soal berikutnya.. Idrus b. umumnya. umumnya. Balada Tercinta c. Tirani d. W. Sosialisasi KTSP 13. kadang-kadang. Senja di Pelabuhan Kecil* b.S.12. padi * (IPA SMP/MTs) Penjelasan: kata biasanya pada pokok soal dihilangkan. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. atau kata yang tidak pasti karena makna kata-kata itu tergantung pada keadaan dan situasi siswa yang bersangkutan. jagung d. Sosialisasi KTSP 281 . a. Artinya. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya.. tidak bergantung pada jawaban soal nomor 10.

Sosialisasi KTSP (a) Penggunaan kalimat harus ada unsur predikat (bagian yang berfungsi menerangkan subjek). Contoh soal kurang baik: Untuk mewujudkan kesejahteraan bersama atas dasar …. a. (2) unsur predikat. spora kembara b. pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi b. Contoh soal kurang baik: Di dalam perkembanganbiakan rhizopus secara generatif adalah dengan cara pembentukan …. kita harus mengembangkan …. tenaga kerja yang berdisiplin tinggi (PKn SMP/MTs) Penjelasan: predikat kalimat tidak ada.” Sosialisasi KTSP 282 . a. (2) penggunaan tanda baca.14. Setelah kata “atas dasar” ditambahkan “keadilan sosial. zigospora* (IPA-BIOLOGI SMP/MTs) Penjelasan: subjek tidak jelas karena diantar oleh kata "Di dalam". Oleh karena itu. (2) penulisan kata. (3) anak kalimat. sporangiospora c. kata "di dalam" dihilangkan. b) pemakaian kata: (1) pilihan kata. ketekunan kerja keras dalam setiap pekerjaan c. usaha pemerataan kesempatan kerja* d. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. askospora d. c) pemakaian ejaan: (1) penulisan huruf. Kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan soal di antaranya meliputi: a) pemakaian kalimat: (1) unsur subjek. a) Penggunaan kalimat (1) Penggunaan kalimat harus ada unsur subjek.

Contoh anak kalimat. dia tidak datan. Kata itu diperbaiki menjadi “seni tulis” karena mengandung unsur keindahan bukan ragam tulis ilmiah. Sosialisasi KTSP 283 . Oleh karena itu pokok soal diperbaiki menjadi “Hukum yang berlaku pada gerak lurus beraturan adalah …. Anak kalimat Induk kalimat Induk kalimat Anak kalimat Contoh soal kurang baik: Yang berlaku pada gerak lurus beraturan …. hukum Kepler (IPA-FISIKA SMP/MTs) Penjelasan: pokok soal berbentuk anak kalimat.SMP/MTs) Penjelasan: kata “karya tulis” kurang tepat untuk batik. a. -Karena hari ini hujan. hukum II Newton c. hukum I Newton* b. hukum III Newton d. Contoh soal kurang baik: Batik termasuk karya tulis yang bersifat …. a. simbolis* c. realistis d. -Dia tidak datang karena hari ini hujan.(3) Hindarkan pernyataan yang hanya berupa anak kalimat.” Sosialisasi KTSP b) Pemakaian kata (1) Dalam memilih kata harus diperhatikan ketepatannya dengan pokok masalah yang ditanyakan. naturalis b. idealis (IPS.

Letakkan kata/frase pada pokok soal. whose is standing under the tree is my uncle d.” Sosialisasi KTSP CONTOH INDIKATOR SOAL Indikator Soal : Siswa dapat menentukan letak sebuah titik pada koordinat Kartesius (XY). a. Contoh soal kurang baik: Sofian: Look. where is standing under the tree is my uncle c. which is standing under the tree is my uncle (BING SMP/MTs) Penjelasan: perbaikannya adalah “Sofian: The man … is standing under the tree is my uncle. who is standing under the tree is my uncle* b. Sosialisasi KTSP 284 .17. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Andi : Which is your uncle? Sofian: The man …. Andi! My uncle is over there.

(2. 6 cm2 X B. A. Koordinat titik C adalah …. 12 cm2 C. 3) C. 4) X Sosialisasi KTSP 285 . 30 cm2 Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK Perhatikan koordinat XY disamping : Y Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar. Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki.SOAL Y Perhatikan koordinat XY disamping : Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar. 2) D. (1. (4. Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki. 5) B. Berapakah luas segitiga ABC ? A. 15 cm2 D. (1.

A. C. B. B. kecuali : A. C. D. D. singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP 286 . singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK : Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang dijumpai pada tumbuhan ….Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang tidak dijumpai pada tumbuhan berikut.

Anak yang ditabrak motor kemarin pagi dibawa ke rumah…. a) b) c) d) gadang sakit ibadah tinggal Sosialisasi KTSP PKn Pelanggaran HAM Timor Timur pada tahun …. 1998 D. 1999 A. Sosialisasi KTSP 287 . 1996 B. 1997 C.

…. B. C. 3 6 10 24 Sosialisasi KTSP AGAMA ISLAM Kata hadis menurut bahasa berarti … A. B. D. Bacaan Surat Sumber hukum Bacalah Sosialisasi KTSP 288 .PKn Pemilu 1971 diikuti oleh . A. D. C..

15 20 C. D.MATEMATIKA 2/3 + 1/5 = … A. B. x+y=9 3x – y = 7 80 60 50 5 Sosialisasi KTSP 289 . 13/15 B. Sosialisasi KTSP MATEMATIKA Nilai dari 4xy jika diketahui A. 30 D. C.

A. D. Perang dunia Perang Diponegoro Peristiwa Semanggi Peristiwa G 30 SPKI Sosialisasi KTSP IPA Perubahan fisika terjadi pada proses … Perkaratan B. Pembekuan A.IPS Yang masuk dalam ruang lingkup sejarah dunia adalah …. Sosialisasi KTSP 290 . B. Fermentasi C. C. Pelarutan D.

. 50 B B C B A D A C B D C B SKOR 45 43 41 27% KA ... ....... 27 26 25 27% KB KUNCI B B D D Sosialisasi KTSP 291 . 33 34 35 P Q R . A A C D D E B E E A E E ..ANALISIS BUTIR SOAL MANUAL Menggunakan IT Kalkulator Komputer • Program ITEMAN • Program SPSS Sosialisasi KTSP CONTOH ANALSIS BUTIR SECARA KUANTITATIF NO SISWA 1 2 3 A B C 1 2 3 ..

3 0.71 – 1.1.20 -0.0.10 : diterima : direvisi : ditolak Sosialisasi KTSP 292 .20 – 0.29 = soal diperbaiki 0.10 TK1=(BA+BB): N = (10+7) : 20 = 0.40 0.19 – 0.15 0.25 DP 0.00 = mudah KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.85 DP1= (BA-BB):½N = (10-7) : ½ x 20 = 0.70 = sedang 0.30 KRITERIA TK: 0.29 < 0.40 – 1.00 – 0.30 = sukar 0.31 .00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP ALTERNATIF LAIN KRITERIA DAYA BEDA > 0.ANALISIS SOAL PG SOAL 1 2 3 50 KEL KA KB KA KB KA KB KA KB A 0 1 0 2 0 0 1 1 B 10 7 5 3 1 2 2 2 C 0 1 5 3 9 3 3 3 D 0 1 0 1 0 3 3 2 E 0 0 0 1 0 2 1 2 OMIT 0 0 0 0 0 0 0 0 KEY B B D D TK 0.30 0.30 0.0.39 = terima & perbaiki 0.30 – 0.00 = soal baik 0.85 0.

0954 = (0. N=30.7647 Rpbis = ----------------------.Means Rpbis = ------------------.40 – 1.63 0.7692 – 11.7692 Means = 200:17= 11.20 – 0.9706338) (0.8 : 6 = 0.7):6 = 0.√ pq Stdv skor total Keterangan: b=skor siswa yang menjawab benar s=skor siswa yang menjawab salah p=proporsi jawaban benar thd semua jawaban siswa q= 1-p Meanb = 192:13=14. ns=17.4809835 = 0.19 – 0. 1 2 3 4 5 SISWA A B C D E Jumlah Rata-rata TK DP Soal 1 (Skor maks 6) 6 5 3 3 2 19 3.56 0.80 0.48 Artinya butir soal nomor 1 adalah DITERMA atau BAIK.47 DP2= [ (9:2) – (5:3) ] : 5 = (4.00 = soal baik 0.47 Soal 2 (Skor maks 5) 5 4 2 2 1 14 2.29 = soal diperbaiki 0.CONTOH MENGHITUNG DP DENGAN KORELASI POINT BISERIAL (rpbis) DAFTAR SKOR SISWA SOAL NOMOR 1 Siswa yang Menjawab benar Jumlah skor keseluruhan Siswa yang menjawab salah Jumlah skor keseluruhan Meanb .√ (13:30) (17:30) 3.00 = soal ditolak A B C D E F G H I J K L M 19 18 18 16 16 16 15 13 13 13 12 12 11 N O P Q R S T U V W X Y Z AA AB AC AD 17 16 15 14 14 12 12 12 12 12 11 11 10 9 8 8 7 Jumlah = 192 200 Nb=13. Stdv= 3.4955355) = 0.5-1. KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.39 = terima & perbaiki 0.0954 Sosialisasi KTSP ANALISIS SOAL URAIAN DAN TES PRAKTIK NO.7) : 5 = 0.7647 14.5-2.56 Sosialisasi KTSP 293 .8 : 5 = 0.30 – 0.56 DP1= (Rata-rata KA – Rata-rata KB) : skor maks.80 0.56 TK1 = Rata-rata : skor maks = 3. = [(11:2) – (8:3) ] : 6 = (5.63 TK2 = 2.

dengan Sosialisasi KTSP SPEC KALKULATOR Kalkulator Scientifc Disarankan minimal scientific fx 3600 Sosialisasi KTSP 294 .

AC 2.6 Σ data K out..1657 A constant R INV.666 SD sampel Y INV.7 -5. INV.1 4376 Σ X2 Sosialisasi KTSP 3.5 SD sampel X INV..3 1. E 53 RUN HASIL SD sampel INV. B 52 [(.2 268 K out.9 0. Siswa X Tekan Y Tekan 1..021 Korelasi XY INV.673 SD populasi INV.6 9. 70 RUN HASIL Mean X INV. D 53 [(.... Siswa Skor Tekan 1..4 32106 ΣY2 Dst.. Fungsi LR [MODE. Pembersihan Data: ON.6 23334 K OUT. 60 RUN 3. D 55 RUN 5. C 54 [(.497 Mean INV.PENGGUNAAN KALKULATOR 1.0488 Mean Y INV. Fungsi SD [MODE. 3] No. E 53 [(.. B 54 RUN 3.2] No. M+ MODE. 66 RUN 4. A 55 [(.8 1. .3 1. A 55 RUN 2. 80 RUN 5. F 54 [(. AC MR.4545 ΣXY K OUT..1 53.2 1.1 53.3 5 Σ skor K out. C 51 RUN 4. 75 RUN 2. Sosialisasi KTSP 295 .1515 B regressiion INV.. INV...1 17179 ΣX2 K OUT. 85 RUN 6.4 72.

1 13 14.3 INV. 16 RUN DST. 15 RUN 17. 16 RUN 7. 8 RUN 29. 3] Siswa Skor Tekan 1. 3] Siswa Skor Tekan 1. 14. 18 RUN 4. 16 RUN 6. 12 RUN 20. 19 RUN 2.40 – 1. 12 RUN 12.0954 Meanb . 15 RUN 17. 14 RUN DST. 16 RUN 5.20 – 0.4955355) = 0.1 17 11. 16 RUN 16. 11 RUN 26. 18 RUN 3.3 30 SD Populasi INV. 12 RUN 24.√ pq Stdv skor total 14. 8 RUN 30.39 = terima & perbaiki 0. 12 RUN 22. 12 RUN 13.Means Rpbis = ------------------.48 Artinya butir soal nomor 1 adalah diterima atau baik. 11 RUN 25.30 – 0. 9 RUN 28. 10 RUN 27. 13 RUN 11. 14 RUN 18.SISWA YANG MENJAWAB SALAH Aktifkan fungsi SD [MODE.7692 MENGHITUNG SD TOTAL Aktifkan fungsi SD [MODE.7692 – 11. 18 RUN 4. 12 RUN 21.2 3. 18 RUN 3. 19 RUN 2. 17 RUN 15.7647 Rpbis = ----------------------. 15 RUN 8. 12 RUN 23.√ (13:30) (17:30) 3. 16 RUN 16.3 INV. 16 RUN 5. 7 RUN HASIL Σ data Mean K out. 3] Siswa Skor Tekan 14. 17 RUN 15.29 = soal diperbaiki 0. HASIL Σ data K out. 11 RUN HASIL Σ data Mean K out.4809835 = 0. KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.7647 MENGHITUNG KORELASI POIN BISERIAL DENGAN KALKULATOR SISWA YANG MENJAWAB BENAR Aktifkan fungsi SD [MODE.00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP dengan Sosialisasi KTSP 296 .9706338) (0.19 – 0.00 = soal baik 0. 13 RUN 9.0954 = (0. 14 RUN 19. 13 RUN 10.

txt <Save> 3. Alamatnya Assessment Systems Corporation.. mulai dari versi 2.txt <enter> **ITEMAN ANALYSIS IS COMPLETE** Sosialisasi KTSP 297 .50.000 siswa dan 250 butir soal. 2. Enter the name of the input fele: Tes1.. United States of America.ITEMAN (MicroCAT) Dikembangkan oleh Assessment Systems Corporation mulai 1982.00 – 3. Mengetik data di Notepad (Start-Programs-Accessories-Notepad) 50 0 N 21 CADBDCBCCDABAACABCDABCDBDCDABDABACCDBCABABDBCBABCD Kunci jawaban 44444444444444444444444444444444444444444444444444 Pilihan jawaban YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY Kode analisis TUTYK INDRAWATI CADBDCBCCDABBACABCDBBCDBDCBDBDABACCDBCABABDBCDABCD RINI SULISTIYATIN CADBDCBDCDABBACABCDBBCDBDCBDBDABACCDBCABABDBCDABCD NANI KUSMIYATI CADCDCBDCDABBACABCDBBCDBDCBDBDABACCDBCABABDBCDAACD EVI MEILANI CADADCBDDDABAACABCDBBCDBACBABAAAAC0DBCABABDB0DABCD M.txt <enter> Do you want the scores written to a file? (Y/N) Y <enter> Enter the name of the score file: scrtes1. 1984. 2233 University Avenue. St Paul. menganalisis tes yang teridiri dari 10 skala (subtes) dan memberikan informasi tentang validitas butir dan relialilitas tes. 1993. menganalisis data file (format ASCII) (Notepad) melalui manual entri data atau dari mesin scanner. Suite 400. 3. Minesota 55114. Menggunakan program Iteman dengan mengklik icon Iteman. menskor dan menganalisis data soal bentuk PG dan skala likert untuk 30..txt <enter> Enter the name of the output file: hsltes1. 1988. Data di atas disimpan pada file: Tes1. Sosialisasi KTSP CONTOH ANALISIS BUTIR SOAL PG DENGAN PROGRAM ITEMAN 1. 2. AGUNG PRIYANTO CBDCDCCDCDABBACABCDBBCDBDCBDBDACACCDBCABABDBCDANNN ABEN DAMARUDIN CBDCDCCCCDCBBACABCDBBCDBDCBDBDACACCDBCABABD0CDAACD KUSNAENI CADCDCCDBDACBACABCDBBCDBDCBDBDACACADBCABABDBCDAACD AGUS ARYADI CADBCCBDCDAABACBACAABCDBCCBBCAAABBDBBCABABDBCDAACD SULASTRI IRIANI CADBBCBCBDABBACABDDABCDBDCDABDBAACCDBCABABDBCDAANN . Dipergunakan untuk: 1. 1986.

716 -0.067 0. 7.167 -0.899 0.000 0.500 0.0.153 B 0.269 0.468 -0.140 0.000 -9.71 – 1.000 -9.133 -0.067 0.067 -0.900 0.133 0.900 0.269 -0.082 10.348 -0. Scale Prop.000 0.19 – 0.011 -0.013 -0.182 -9.000 0.000 -0.000 9.00 = soal baik 0. 0-9 0.899 0.094 -9.000 -0.39 = terima & perbaiki 0.500 -0.000 -9.033 0.296 D 0.140 -0.500 0.009 -0.180 Other 0.000 -9. B WORKS BETTER D E Other 0-10 0.133 -0.100 0.30 = sukar 0. Point Alt.225 ? -0.454 C 0.30 – 0.017 -0.133 -0. Endorsing Biser Biser Key A 0.000 0.011 -0.170 Sosialisasi KTSP SKALA PEDOMAN KRITERIA TK & DB KRITERIA TINGKAT KESUKARAN: 0.717 * E 0.31 .018 -0.000 -9. Point No.70 = sedang 0. Item correct Biser.40 – 1. 0-7 0. Biser.170 * 0.29 = soal diperbaiki 0.200 0.HASIL ANALISIS DENGAN PROGRAM ITEMAN Item Statistics Seq.236 -0.20 – 0.265 -9.082 * -0.000 -9.00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP 298 . A B CHECK THE KEY C A WAS SPECIFIED.00 – 0.000 0.137 -9.00 = mudah KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.321 -0.717 Alternative Statistics Prop.000 A B C D E Other 0.

655 0.987 0. Skew Kurtosis Minimum Maximum Alpha SEM Mean P Mean Biserial 50 35 30 9.113 0. Dev.00 0. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 299 . Negatif value= distribusi lebih mendatar.00 50.590 3.651 0.119 -0.435 (Jumlah soal yang dianalisis) (Jumlah siswa) (Rata-rata jawaban benar) (Penyebaran distribusi jawaban benar) (Standar deviasi/akar variance) (Kecondongan kurva/bentuk destribusi) (Tingkat pemuncakan kurva)* (Skor minimum siswa dari 50 soal) (Skor maksimum (Reliabilitas skor tes) (Standar kesalahan pengukuran) (Rata-rata tingkat kesukaran) (Rata-rata korelasi Biserial) *Positif value= distribusi lebih memuncak.464 25.RINGKASAN N of Items N of Examinees Mean Variance Std.

300 .

Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal 301 . Laporan Hasil Belajar (LHB) 19.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IX. 20. Penyusunan Laporan hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SMP.

302 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 20 PENYUSUNAN LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) PESERTA DIDIK SMP Sosialisasi KTSP PENGERTIAN RAPOR Rapor merupakan dokumen yang menjadi penghubung komunikasi baik antara sekolah dengan orang tua peserta didik maupun dengan pihak-pihak lain yang ingin mengetahui tentang hasil belajar peserta didik pada kurun waktu tertentu Sosialisasi KTSP 303 .

KOMPONEN RAPOR Komponen Rapor minimal berisi : • Petunjuk pengisian rapor • Identitas peserta didik • Kotak tabel nilai mata pelajaran • Kotak tabel nilai pengembangan diri • Kotak tabel perilaku • Kotak tabel ketidakhadiran • Lembar keterangan mutasi peserta didik Sosialisasi KTSP TABEL NILAI MATA PELAJARAN Sosialisasi KTSP 304 .

TABEL NILAI MATA PELAJARAN Sosialisasi KTSP PENJELASAN TABEL NILAI MATA PELAJARAN 1. Aspek penilaian sesuai dengan standar Isi dikembangan daerah/satuan pendidikan ”PENJELASAN PENJABARAN ASPEK MATA PELAJARAN TERTUANG PADA PETUNJUK PENGELOLAAN RAPOR” 2. Target Pencapaian Kompetensi (TPK) merupakan target ketuntasan minimal untuk setiap aspek penilaian mata pelajaran. Sosialisasi KTSP 305 . yang telah ditentukan dalam KTSP masingmasing sekolah. Nilai pada rapor untuk setiap mata pelajaran terdiri dari aspek-aspek penilaian yang mengacu pada aspek yang tertuang dalam ruang lingkup dan atau standar kompetensi.

dan predikat yang telah dicapai oleh peserta didik. prestasi. Nilai merupakan rerata nilai masing-masing aspek penilaian setiap mata pelajaran. Catatan Guru merupakan deskripsi pencapaian kompetensi peserta didik. • Keterangan merupakan uraian kemampuan. • Penilaian kegiatan pengembangan diri dilakukan secara kualitatif. ”PENJELASAN TENTANG PENGOLAHAN NILAI RAPOR TERTUANG PADA PETUNJUK PENGELOLAAN RAPOR” 4. Kolom angka pada nilai diisi dengan angka dalam skala 10-100.PENJELASAN TABEL NILAI MATA PELAJARAN 3. ”CONTOH DESKRIPSI CATATAN GURU TERTUANG DALAM PETUNJUK PENGELOLAAN RAPOR” Sosialisasi KTSP TABEL NILAI PENGEMBANGAN DIRI Penjelasan : • Jenis pengembangan diri diisi sesuai dengan pilihan kegiatan yang dipilih oleh peserta didik. Sosialisasi KTSP 306 .

Contoh: kerajinan. Sosialisasi KTSP TABEL KETIDAKHADIRAN Sosialisasi KTSP 307 . kerapian. kebersihan.KOTAK PERILAKU Penjelasan : Kotak perilaku diisi penjelasan tentang rangkuman catatan guru bimbingan konseling yang berkaitan dengan perilaku peserta didik. dan tanggung jawab. kedisiplinan. kesantunan. keaktifan.

Peserta didik dinyatakan naik kelas. Sosialisasi KTSP MEKANISME KENAIKAN KELAS 3.Memperoleh nilai kurang dari kategori baik pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia b. ”PENJELASAN CARA PENGHITUNGAN KETUNTASAN MATA PELAJARAN SAMPAI AKHIR TAHUN PELAJARAN TERTUANG PADA PETUNJUK PENGELOLAAN RAPOR” Sosialisasi KTSP 308 . Peserta didik dinyatakan harus mengulang di kelas yang sama bila. 2.MEKANISME KENAIKAN KELAS 1. Kenaikan kelas dilaksanakan satuan pendidikan pada setiap akhir tahun. misal karena gangguan kesehatan fisik.Jika karena alasan yang kuat.Jika peserta didik tidak menuntaskan standar kompetensi dan kompetensi dasar lebih dari empat mata pelajaran sampai pada batas akhir tahun pelajaran. apabila yang bersangkutan telah mencapai kriteria ketuntasan minimal. emosi atau mental sehingga tidak mungkin berhasil dibantu mencapai kompetensi yang ditargetkan. a. dan c.

nilai peserta didik untuk semua indikator.MEKANISME KENAIKAN KELAS 4. Ketika mengulang di kelas yang sama. Dinas pendidikan dan atau satuan pendidikan dapat mengembangan rapor sesuai dengan kebutuhan KTSP yang dikembangkan berdasarkan petunjuk pengelolaan rapor Sosialisasi KTSP 309 . dan standar kompetensi yang ketuntasan belajar minimumnya sudah dicapai. Sosialisasi KTSP DIVERSIFIKASI RAPOR KTSP Rapot KTSP ini sebagai model. kompetensi dasar. minimal sama dengan yang dicapai pada tahun sebelumnya.

CONTOH DAFTAR NILAI DENGAN PEMBOBOTAN Sosialisasi KTSP CONTOH DAFTAR NILAI DENGAN PEMBOBOTAN Sosialisasi KTSP 310 .

Selesai Sosialisasi KTSP 311 .

312 .

Departemen Pendidikan Nasional Materi 19 Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal Sosialisasi KTSP PENETAPAN KKM ANALISIS PENCAPAIAN KKM Sosialisasi KTSP 313 1 .

RAMBU-RAMBU KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100 Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100 Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBS Sosialisasi KTSP MEKANISME/LANGKAH-LANGKAH : KKM INDIKATOR KKM KD KKM MP KKM SK Sosialisasi KTSP 314 2 .

KRITERIA PENETAPAN KKM • Kompleksitas (Kesulitan & Kerumitan) • Daya dukung • Intake siswa PENETAPAN KKM : menggunakan Format A Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas 1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsurunsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Daya dukung Intake Nilai KKM Sosialisasi KTSP 315 3 .

Tinggi = 3 .Sedang = 2 . Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kriteria: 1.Rendah = 50-64 .Tinggi = 50-64 . Dalam menentukan rentang nilai dan menentukan nilai dari setiap kriteria perlu kesepakatan dalam forum MGMP di Sekolah. Intake : . Dengan memberikan point pada setiap kriteria yang ditetapkan : 1. daya dukung tinggi dan intake siswa sedang nilainya adalah: (3 + 3 + 2) x 100 = 88. Daya dukung : 3.Rendah = 3 .Sedang = 2 .89 9 Sosialisasi KTSP MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI B.Tinggi = 81-100 .Rendah = 1 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah.Tinggi = 81-100 . daya dukung tinggi dan intake sedang nilainya adalah rata-rata setiap nilai dari kriteria yang kita tentukan. Sosialisasi KTSP 316 4 .Kompleksitas : 2. Kompleksitas : 2.Sedang = 2 .MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI A.Tinggi = 3 .Sedang = 65-80 .Rendah = 50-64 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas sedang.Tinggi = 1 . Intake : .Rendah = 1 .Sedang = 65-80 .Rendah = 81-100 .Daya dukung : 3.Sedang = 65-80 .

Rendah 3. Tingkat Kompleksitas Tinggi.Rendah Contoh : Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah.MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI C.Tinggi . Kompleksitas : . Sosialisasi KTSP 317 5 .Tinggi . • WAKTU cukup lama karena perlu pengulangan • PENALARAN dan KECERMATAN siswa yang tinggi. bila dalam pelaksanaannya menuntut : • SDM memahami Kompetensi yang harus dicapai Siswa kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran.Tinggi .Sedang .Sedang .Rendah 2. Sosialisasi KTSP TINGKAT KOMPLEKSITAS (Kesulitan & Kerumitan) setiap IP/KD yang harus dicapai oleh siswa. Intake : .Sedang . Jadi guru dapat mengurangi nilai menjadi antara 90 – 80. Dengan memberikan pertimbangan professional judgment pada setiap kriteria untuk menetapkan nilai : 1. daya Dukung tinggi dan intake siswa sedang maka dapat dikatakan hanya satu komponen yang mempengaruhi untuk mencapai ketuntasan maksimal 100 yaitu intake sedang. Daya dukung : .

manajemen sekolah.KEMAMPUAN SUMBERDAYA PENDUKUNG: yaitu ketersediaan tenaga. kepedulian stakeholders sekolah. Rapor kelas 3 SMP. BOP. Sosialisasi KTSP INTAKE (TINGKAT KEMAMPUAN RATA-RATA) SISWA : KKM Kelas X didasarkan pada hasil seleksi PSB. sarana dan prasarana pendidikan yang sangat dibutuhkan. test seleksi masuk atau psikotes KKM Kelas XI dan XII didasarkan pada tingkat pencapaian KKM siswa pada semester atau kelas sebelumnya Sosialisasi KTSP 318 6 . NUN.

1.FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator 1.6 Sedang 2 tinggi 3 sedang 2 77.9 tinggi 1 sedang 2 sedang 2 55. Mendeskripsikan Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas Daya dukung Intake Nilai KKM hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Rendah 3 74 tinggi 3 sedang 2 88.3 tinggi 55 sedang 80 sedang 70 68.8 Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleks itas Daya dukung Intake Nilai KKM 1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Sosialisasi KTSP 74.1.3 Sedang 78 tinggi 85 sedang 70 77.77 Sedang 75 tinggi 90 sedang 70 78.6 319 7 .

6.PENULISAN KKM PADA LHBS LAPORAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Nama Sekolah : ……………………………… Tahun Pelajaran : ……………………………… Nilai Hasil Belajar Pengetahuan dan Pemahaman Konsep Angka 1. 2. 5. Sosialisasi KTSP 320 8 .dst 75 75 70 65 60 78 80 80 70 70 60 Huruf Delapan puluh Delapan puluh Tujuh puluh Tujuh puluh Enam puluh Nama Siswa : ………………………………… Nomor Induk : ………………………………… Kelas/Semester : XI IA /1 Kriteria Ketuntasan Minimal *) No Mata Pelajaran Praktik Angka 75 65 75 Huruf Tujuh puluh lima Enam puluh lima Sikap/ Afektif Predikat B B B B B B - Sosialisasi KTSP Tujuan Analisis : Mengetahui tingkat ketercapaian KKM yang telah ditetapkan. Manfaat Analisis : Sebagai dasar untuk menetapkan KKM pada tahun berikutnya. Pendidikan Agama Pendk. 4. Kewarganegaraan Bhs Indonesia Bahasa Inggris Matematika Seni Budaya. 3.

Selesai Sosialisasi KTSP 321 9 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful