Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) SMP

PowerPoint

Departemen Pendidikan Nasional
Jakarta, Januari 2007

ii

KATA PENGANTAR

Marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita bangsa Indonesia telah rnemiliki Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang merupakan tuntutan pelaksanaan pembaharuan pendidikan yang diharapkan dapat mendukung segala upaya untuk memecahkan masalah pendidikan. Dalam proses pembelajaran, kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat penting, selain guru, sarana dan prasarana pendidikan lainnya. Oleh karena itu, kurikulum digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan dan sekaligus sebagai salah satu indikator mutu pendidikan. Di Indonesia tercatat telah lima kali revisi kurikulum pendidikan dasar dan menengah, yaitu pada tahun 1968, tahun 1975, tahun 1984, tahun 1994 dan ujicoba kurikulum tahun 2004. Revisi kurikulum tersebut bertujuan untuk mewujudkan kurikulum yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, guna mengantisipasi perkembangan jaman, serta untuk memberikan guideline atau acuan bagi penyelenggaraan pembelajaran di satuan pendidikan. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa, pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, dan kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Selanjutnya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, disebutkan bahwa standar yang terkait langsung dengan kurikulum adalah Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, dan telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKI, tersebut di atas. Berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta panduan yang disusun oleh BSNP, maka Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah diharapkan dapat mengembangkan Kurikilum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan peserta didik.

iii

Mengingat bahwa SI, SKL dan KTSP ini harus sudah dilaksanakan oleh semua satuan pendidikan dasar dan menengah pada tahun ajaran 2009/2010, maka kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI , SKL dan pengembangan KTSP bagi para pendidik, tenaga kependidikan dan para pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan lainnya harus dilakukan kordinasi dan sinergi dengan semua fihak yang terkait, dan segera dilaksanakan secara terencana, terpadu dan berkelanjutan. Untuk itulah maka disusun bahan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP yang telah disinkronkan bersama dengan Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, serta Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional. Selanjutnya semua kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP tersebut supaya menggunakan bahan yang telah disiapkan ini, sehingga dapat memperlancar dalam mengembangkan KTSP di masing-masing satuan pendidikan dengan baik. Oleh karena itu, semua lapisan masyarakat yang terkait dengan pendidikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik sebagai pengambil kebijakan, pelaksana, maupun masyarakat umum hendaknyamemiliki pemahaman yang baik terhadap perubahan kebijakan tentang kurikulum tersebut. Dengan kesetaraan pemahaman tersebut seluruh upaya peningkatan mutu pendidikan nasional akan mendapatkan dukungan dari segala penjuru dan hal ini akan menjamin keberhasilannya.

Jakarta, Januari 2007 Menteri Pendidikan Nasional

Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA

iv

Daftar Isi

Kata Pengantar.............................................................. iii Daftar Isi ..................................................................... v I.
1. 2. 3.

K ebijakan ....................................................................

Undang–Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional..................................................... 3 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan......................................... 15 Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005 - 2009...................................................... 35

1

II. tandar Isi (SI) dan Standar Kompetensi S L ulusan (SKL) ...................................................
4. 5. 6.

55 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI)............................................... 57 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan (SKL).................. 73 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Kelulusan (SKL)......................................... 81

III. urikulum Tingkat Satuan Pendidikan K ( KTSP)........................................................................

87 7. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi............... 89 8. Penyusunan KTSP...................................................... 97 9. Pengembangan Silabus.............................................. 123 10. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)...................................................................... 141

IV. odel-Model Kurikulum.......................................... 147 M

11. Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal....... 149 12. Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah................................. 159

V.

13. Pembelajaran IPA Terpadu SMP .................................. 175 14. Pembelajaran IPS Terpadu SMP .................................. 181

P embelajaran Terpadu............................................ 173

VII. embelajaran Efektif................................................ 185 P
15. Pembelajaran Berbasis Kontekstual 1........................... 187 16. Pembelajaran Berbasis Kontekstual 2........................... 205
v

VII. Penilaian Hasil Belajar........................................... 227
17. Rancangan Penilaian Hasil Belajar...............................

229

VIII. engembangan Bahan Ujian................................... 255 P

18. Pengembangan Bahan Ujian & Analisis Hasil Ujian......... 257

IX. aporan Hasil Belajar (LHB).................................. 301 L
19. Penyusunan Laporan Hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SMP...................................................... 303 20. Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal......................... 313

vi

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) I. KEBIJAKAN 1. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional. Undang-Undang No. 2. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 1 . 3. Peraturan Pemerintah No. Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009.

2 .

2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Sosialisasi KTSP KTSP Sosialisasi DASAR & FUNGSI PENDIDIKAN NASIONAL Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa Sosialisasi KTSP 3 . 20 TH.Departemen Pendidikan Nasional Materi 1 UNDANG–UNDANG NO.

– Pendidikan sistem terbuka: fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian program lintas satuan dan jalur pendidikan – Pendidikan multimakna: proses pendidikan yang diselenggarakan dengan berorientasi pada pembudayaan. pembentukan watak dan kepribadian. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. serta berbagai kecakapan hidup Sosialisasi KTSP 4 . dan – menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. berilmu. cakap. nilai keagamaan. pemberdayaan. kreatif. Sosialisasi KTSP PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. dan kemajemukan bangsa. mandiri.TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: – beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. sehat. – berakhlak mulia. nilai kultural.

dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama b. menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. dan kemampuannya.PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. membangun kemauan. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. f. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Sosialisasi KTSP 5 . menulis. d. mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara. Sosialisasi KTSP HAK PESERTA DIDIK a. minat. c. yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama. e.

kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sosialisasi KTSP 6 . a. nonformal. Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. – Diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai usia 6 tahun dan bukan prasyarat masuk pendidikan dasar Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal.KEWAJIBAN PESERTA DIDIK menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan. b. atau bentuk lain yang sederajat. Raudhatul Athfal (RA). dan/atau informal. ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK).

Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs). Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN MENENGAH Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. atau bentuk lain yang sederajat.PENDIDIKAN DASAR Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. dan madrasah aliyah kejuruan (MAK). Pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas (SMA). Sosialisasi KTSP 7 . sekolah menengah kejuruan (SMK). madrasah aliyah (MA). atau bentuk lain yang sederajat.

emosional. mental. Dapat diselenggarakan secara inklusif atau berupa satuan pendidikan khusus Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang. kompetensi lulusan. sarana dan prasarana. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum. penjaminan. Sosialisasi KTSP STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. pengelolaan. masyarakat adat yang terpencil. bencana sosial. dan/atau mengalami bencana alam. dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. Sosialisasi KTSP 8 . dan pembiayaan.PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik. dan pengendalian mutu pendidikan. pengelolaan. proses. sosial. Pengembangan standar nasional pendidikan serta pemantauan dan pelaporan pencapaiannya secara nasional dilaksanakan oleh suatu badan standardisasi. sarana dan prasarana. dan tidak mampu dari segi ekonomi. pembiayaan. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

2. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. dan peserta didik. Pengembangan kurikulum secara berdiversifikasi dimaksudkan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di daerah Sosialisasi KTSP 9 .KURIKULUM: PENGERTIAN DASAR Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Sosialisasi KTSP KURIKULUM 1. isi. potensi daerah.

dan minat peserta didik. d. g. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. c. teknologi. Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. peningkatan iman dan takwa. perkembangan ilmu pengetahuan. agama.KURIKULUM 3. i. kecerdasan. dan seni. Sosialisasi KTSP Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. Sosialisasi KTSP 10 . keragaman potensi daerah dan lingkungan. dinamika perkembangan global. f. e. peningkatan akhlak mulia. dan j. peningkatan potensi. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. b. tuntutan dunia kerja. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. h.

pendidikan jasmani dan olahraga. Sosialisasi KTSP DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH PENGERTIAN DASAR Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik. seni dan budaya. pendidikan agama. matematika.MUATAN WAJIB KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH a. komunitas sekolah. pengawasan. f. keterampilan/kejuruan. bahasa. c. pendidikan kewarganegaraan. ilmu pengetahuan alam. h. e. b. Masyarakat berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan yang meliputi perencanaan. i. serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan. Sosialisasi KTSP 11 . g. ilmu pengetahuan sosial. dan evaluasi program pendidikan melalui dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah. dan muatan lokal. j. d.

sarana dan prasarana. serta pengawasan pendidikan pada tingkat nasional. dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. dan jenis pendidikan. sarana dan prasarana. sebagai lembaga mandiri. kemajuan. Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses. Sosialisasi KTSP 12 . arahan dan dukungan tenaga. dan kabupaten/kota yang tidak mempunyai hubungan hirarkis. satuan.DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH Dewan pendidikan sebagai lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan. Sosialisasi KTSP EVALUASI Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. provinsi. dan program pendidikan pada jalur formal dan nonformal untuk semua jenjang. lembaga. arahan dan dukungan tenaga. Komite sekolah/madrasah. dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan. Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik. serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan.

satuan. dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan.EVALUASI Evaluasi peserta didik. dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala. jalur. dan jenis pendidikan. transparan. jenjang. satuan pendidikan. Pemerintah dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 13 . menyeluruh. Masyarakat dan/atau organisasi profesi dapat membentuk lembaga yang mandiri untuk melakukan evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58.

14 .

Departemen Pendidikan Nasional Materi 2 PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Sosialisasi KTSP KTSP Sosialisasi LINGKUP SNP 1. Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi: Sosialisasi KTSP 15 . dan keterampilan. serta pendidikan dalam jabatan. standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. a. b. c. pengetahuan. kompetensi mata pelajaran. 2. standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. d. standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. kompetensi bahan kajian.

bengkel kerja. dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. laboratorium. provinsi. tempat berkreasi dan berekreasi. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. g.LINGKUP SNP Lanjutan e. perpustakaan. dan h. Sosialisasi KTSP 16 . Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana. prosedur. standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar. tempat berolahraga. tempat bermain. standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. tempat beribadah. pelaksanaan. Sosialisasi KTSP LINGKUP SNP Lanjutan 3. Untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan dilakukan evaluasi. kabupaten/kota. nasional. dan sertifikasi. 4. standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. terarah. atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. dan global. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. f. serta sumber belajar lain. akreditasi. dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan.

Sosialisasi KTSP 17 . d. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.STANDAR ISI 1. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. 2. dan kesehatan. kejuruan. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 1. c. Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum. beban belajar. dan kalender pendidikan/akademik. e. dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: a. 2. b. kelompok mata pelajaran jasmani. kelompok mata pelajaran estetika. Satuan pendidikan nonformal dalam bentuk kursus dan lembaga pelatihan menggunakan kurikulum berbasis kompetensi yang memuat pendidikan kecakapan hidup dan keterampilan. olah raga. 3. Kurikulum untuk jenis pendidikan keagamaan formal terdiri atas kelompok mata pelajaran yang ditentukan berdasarkan tujuan pendidikan keagamaan. Kurikulum untuk jenis pendidikan umum. kurikulum tingkat satuan pendidikan. Standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.

kewarganegaraan. dan pendidikan jasmani. dan kesehatan.KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 4. Kurikulum dan silabus SD/MI/SDLB/Paket A. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SD/MI/SDLB/Paket A. SMA/MA/ SMALB/ Paket C. atau bentuk lain yang sederajat menekankan pentingnya kemampuan dan kegemaran membaca dan menulis. Sosialisasi KTSP 18 . jasmani. olah raga. akhlak mulia. estetika. 6. SMK/MAK. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. SMP/MTs/SMPLB/ Paket B. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia pada SD/MI/SDLB/Paket A. kepribadian. 5. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 7. ilmu pengetahuan dan teknologi. SMA/MA/SMALB/ Paket C. SMK/MAK. serta kemampuan berkomunikasi. Semua kelompok mata pelajaran sama pentingnya dalam menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. kecakapan berhitung. 8. kewarganegaraan. seni dan budaya. bahasa. Setiap kelompok mata pelajaran dilaksanakan secara holistik sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran mempengaruhi pemahaman dan/atau penghayatan peserta didik.

kejuruan. SMK/MAK. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. ilmu pengetahuan sosial. dan muatan lokal yang relevan. SMA/MA/SMALB/ Paket C. keterampilan/kejuruan. serta muatan lokal yang relevan. SMK/ MAK. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. ilmu pengetahuan alam. SMA/MA/SMALB/Paket C. olahraga. Kelompok mata pelajaran jasmani. 13. seni dan budaya. matematika. dan muatan lokal yang relevan. ilmu pengetahuan alam. b. 11. teknologi informasi dan komunikasi. SMK/MAK. pendidikan kesehatan. Sosialisasi KTSP 19 . SMP/MTs/SMPLB/Paket B. ilmu pengetahuan alam. matematika. keterampilan. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada : a. SMA/MA/SMALB/Paket C. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. dan kesehatan pada SD/MI/SDLB/ Paket A. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. SD/MI/ SDLB/Paket A. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. keterampilan. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. c.KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 9. ilmu pengetahuan sosial. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. d. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 10. serta muatan lokal yang relevan. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. olah raga. matematika. 12. keterampilan/kejuruan. ilmu pengetahuan sosial. matematika. dan muatan lokal yang relevan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Kelompok mata pelajaran estetika pada SD/MI/SDLB/Paket A. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. teknologi informasi dan komunikasi. serta muatan lokal yang relevan. ilmu pengetahuan alam. ilmu pengetahuan alam. Kompetensi tersebut terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar. ilmu pengetahuan sosial. keterampilan/kejuruan.

SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan kredit semester.BEBAN BELAJAR 1. Beban belajar untuk SMP/MTs/SMPLB. 3. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. praktek keterampilan. atau bentuk lain yang sederajat dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester (SKS). MI/MTs/MA atau bentuk lain yang sederajat dapat menambahkan beban belajar untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian sesuai dengan kebutuhan dan ciri khasnya. SMA/MA/SMLB. 2. Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. penugasan terstruktur. dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. praktek keterampilan. dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat menggunakan jam pembelajaran setiap minggu setiap semester dengan sistem tatap muka. Sosialisasi KTSP 20 . Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 4. 5. sesuai kebutuhan dan ciri khas masingmasing. 6. SMP/MTs/SMPLB. Beban belajar untuk SD/MI/SDLB. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori standar dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.

12. Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat dan kurikulum untuk SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. kecakapan sosial. dan kesehatan. Pendidikan kecakapan hidup yang mencakup kecakapan pribadi. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 11. olah raga. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup. 9. 8. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. kecakapan akademik. kelompok mata pelajaran pendidikan estetika. Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat. Sosialisasi KTSP 21 .BEBAN BELAJAR 7. Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. dan kecakapan vokasional. Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat.

olah raga. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori mandiri. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 1. pendidikan kelompok mata pelajaran estetika. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. 14. Panduan ini berisi sekurang-kurangnya: a. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori standar. 2. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Sosialisasi KTSP 22 . b. Panduan ini berisi sekurangkurangnya model-model kurikulum satuan pendidikan keagamaan jenjang pendidikan dasar dan menengah. dan kesehatan.BEBAN BELAJAR 13. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah keagamaan berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB.

Sekolah dan komite sekolah. Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya untuk program paket A. atau madrasah dan komite madrasah. dan peserta didik. SMA/MA/SMALB. SMK/MAK. Kurikulum tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB. potensi daerah/karakteristik daerah. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan tersebut sekurang-kurangnya meliputi model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem paket dan model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem kredit semester. dan C ditetapkan oleh dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan berdasarkan kerangka dasar kurikulum sesuai dengan peraturan pemerintah ini dan standar kompetensi lulusan. B. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. Sosialisasi KTSP 23 . 6. Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 5. atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. SMP. SMP/MTs/SMPLB. MA. 4. di bawah supervisi dinas kabupaten/ kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan untuk SD. dan MAK. dan SMK. SMA. MTs.KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 3. sosial budaya masyarakat setempat.

pengetahuan.KALENDER PENDIDIKAN 1. waktu pembelajaran efektif. • Kompetensi lulusan untuk mata pelajaran bahasa menekankan pada kemampuan membaca dan menulis yang sesuai dengan jenjang pendidikan. Hari libur dapat berbentuk jeda tengah semester selama-lamanya satu minggu dan jeda antar semester. dan keterampilan. • Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. dan hari libur. • Kompetensi lulusan mencakup sikap. minggu efektif belajar. Sosialisasi KTSP 24 . Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. 2. Kalender pendidikan/kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran.

Sosialisasi KTSP STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN • Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: – penilaian hasil belajar oleh pendidik. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. ahklak mulia. pengetahuan. pengetahuan. ahklak mulia. kepribadian.STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan. • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. pengetahuan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. ahklak mulia. dan – penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. Sosialisasi KTSP 25 . • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. – penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. kepribadian. kepribadian.

pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. ulangan akhir semester. 2. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai 4. Sosialisasi KTSP 26 . kemajuan. ulangan tengah semester. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. Penilaian ini digunakan untuk: – menilai pencapaian kompetensi peserta didik. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. – bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. 5. olah raga.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 1. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani. dan ulangan kenaikan kelas. ujian. penugasan. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. dan b. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: a. ulangan. dan – memperbaiki proses pembelajaran. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. ulangan. serta b. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 3. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ulangan. dan kesehatan dilakukan melalui: a.

kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. olahraga. c. 3. kelompok mata pelajaran estetika. kelompok mata pelajaran jasmani. b. 2. Penilaian akhir mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik oleh pendidik Sosialisasi KTSP 27 . kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. d. kelompok mata pelajaran estetika. dan kesehatan merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. dan kelompok mata pelajaran jasmani. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan e. olah raga.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 6. dan kesehatan. Untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah BSNP menerbitkan panduan penilaian untuk: a. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN 1.

dan akuntabel. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. 3. Penilaian ini bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN 4. dan kesehatan. pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. 2. serta kelompok mata pelajaran jasmani. berkeadilan. peserta didik harus mendapatkan nilai yang sama atau lebih besar dari nilai batas ambang kompetensi yang dirumuskan oleh BSNP. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 1. olah raga. Untuk dapat mengikuti ujian sekolah/madrasah. Ujian nasional dilakukan secara obyektif. Sosialisasi KTSP 28 . kelompok mata pelajaran estetika. 5. Ujian nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan melalui ujian sekolah/madrasah untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.

Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti ujian nasional setelah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh BSNP. d. b. 7. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 6. Setiap peserta didik wajib mengikuti satu kali ujian nasional tanpa dipungut biaya. pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan. c. Hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk: a. Sosialisasi KTSP 29 . dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. 8. 5. Setiap peserta didik jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan pendidikan jalur nonformal kesetaraan berhak mengikuti ujian nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan. pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. Peserta ujian nasional memperoleh surat keterangan hasil ujian nasional yang diterbitkan oleh satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 4.

Matematika. Pada program paket B. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sosialisasi KTSP 30 .UJIAN NASIONAL Mata pelajaran yang diujikan: 1. Matematika. Pada jenjang SMP/MTs/SMPLB. Pada SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Bahasa Inggris. Sosialisasi KTSP UJIAN NASIONAL 5. Matematika. Matematika. Bahasa Inggris. dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. Pada jenjang SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat. Matematika. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. 4. 3. Matematika. Pada jenjang SD/MI/SDLB. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan. dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Pada program paket C. 2. atau bentuk lain yang sederajat. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. atau bentuk lain yang sederajat. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. Bahasa Inggris. Matematika. 6. Bahasa Inggris. Bahasa Inggris. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. dan mata pelajaran kejuruan yang menjadi ciri khas program pendidikan. 7. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Pada program paket A. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

sistematis. menyelesaikan seluruh program pembelajaran. lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. b. Penjaminan mutu pendidikan bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan. olah raga. dan d. dan kesehatan. 2. dan kelompok mata pelajaran jasmani. kelompok mata pelajaran estetika. Sosialisasi KTSP 31 . dan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas. c. lulus Ujian Nasional. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. 3.KELULUSAN Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Sosialisasi KTSP PENJAMINAN MUTU 1. Setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan. Penjaminan mutu pendidikan dilakukan secara bertahap.

9. Sosialisasi KTSP 32 . BAN-S/M. jenjang dan jalur pendidikan. Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (6). BAN-PNF. LPMP bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Perguruan tinggi. LPMP mensupervisi dan membantu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam melakukan upaya penjaminan mutu pendidikan. 6. 10. Pemerintah Kabupaten/Kota mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu. Pemerintah Provinsi mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu. 5. Sosialisasi KTSP PENJAMINAN MUTU 7. 8. dan kepada Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama mensupervisi dan membantu satuan pendidikan keagamaan melakukan penjaminan mutu.PENJAMINAN MUTU 4. dan BAN-PT memberikan rekomendasi penjaminan mutu pendidikan kepada program dan/atau satuan pendidikan yang diakreditasi. Menteri menerbitkan pedoman program penjaminan mutu satuan pendidikan pada semua jenis.

PENJAMINAN MUTU 11. Rekomendasi dari BSNP tersebut didasarkan pada penilaian khusus. Penyelenggaraan satuan pendidikan yang tidak mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan ini dapat memperoleh pengakuan dari Pemerintah atas dasar rekomendasi dari BSNP. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 33 . 12.

34 .

Peraturan Pemerintah No. (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. 2 • • 35 . (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.Materi 3 RENCANA STRATEGIS DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2005 . Amanat Undang-Undang No. yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. serta (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. yang diatur dengan UndangUndang (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. mencerdaskan kehidupan bangsa.2009 1 PENDAHULUAN • • Amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) … melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia … Amanat Pasal 31 UUD 1945 (1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. 25 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (2004-2009) Pendidikan ditetapkan sebagai salah satu prioritas dalam agenda utama pembangunan nasional.

5 Tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan KKN 36. Pemanfaatan ICT sebagai media pembelajaran jarak jauh 26. BPKP. Pengembangan sekolah berbasis keunggulan lokal di setiap Kab/Kota 22. vokasi. Aset. Peningkatan SPI berkoordinasi dengan BPKP dan BPK 29. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengelola pendidikan 12. Implementasi dan penyempurnaan SNP oleh BSNP 15. dan data lainnya) 8.utamaan Gender dan Anak 4. Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 3 PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 7. Intensifikasi tindakan-tindakan preventif oleh Itjen 37. Peningkatan kapasitas dan kompetensi aparat dalam perencanaan dan pengangaran 30. Program Pengelolaan Sumberdaya Manusia Aparatur 7. Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Kegiatan Pokok Pemerintah 13. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pemeriksaan aparat Itjen 35. Perluasan akses PT Mendorong jumlah jurusan di PT yang masuk dalam 100 besar Asia Akselerasi jumlah program studi kejuruan. Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Negara 5. Perluasan akses SMA/SMK dan SMA terpadu 21. 2. 25. Pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan 6. Perluasan pendidikan kecakapan hidup 17. Peningkatan ketaatan aparat pada peraturan perundang-undangan 33. 7. dan PT 14. Penjaminan mutu secara terprogram dengan mengacu kepada SNP 16. Intensifikasi dan ekstensifikasi pemeriksaan oleh Itjen. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) – TK. Manajemen Pelayanan Pendidikan Program-program lainnya 1. Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 9. Kegiatan Pokok Pemerintah Perluasan akses PAUD Pendanaan biaya operasi wajar Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan wajar Rekrutmen pendidik dan tenaga kependidikan (program wajar) Perluasan akses pendidikan wajar pada jalur nonformal Perluasan akses SLB dan sekolah inklusif Pengembangan sekolah wajar layanan khusus bagi daerah terpencil/kepulauan yang berpenduduk jarang dan terpencar. 24. SLB. MTs 8. Penataan regulasi pengelolaan pendidikan 32. 23. Pendidikan Non Formal 5. SMP. Peningkatan kapasitas dan kompetensi managerial aparat 31. 2. KB. 3. BPKP. Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 3. Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraan dan Kepemerintahan 6. Kepegawaian. dan BPK 39. 4. Pengembangan guru sebagai profesi 18. 1. dan BPK 38. Pengembangan aplikasi SIM secara terintegrasi (Keuangan. Peningkatan pencitraan publik 34. Pembangunan sekolah bertaraf internasional di setiap propinsi dan/atau kabupaten/kota 11. Peningkatan peran serta masyarakat dalam perluasan akses SMA/SMK/SM Terpadu. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara 4 36 . Program Penguatan Kelembagaan Pengarus. TPA Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun – SD. 3. 6. Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan 2. Pendidikan Tinggi 5. dan profesi Peningkatan jumlah dan mutu publikasi ilmiah dan HAKI 4. MI. Penyelesaian tindak lanjut temuan-temuan pemeriksaan Itjen. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan 27. Pelaksanaan Inpres No. Pendidikan Keterampilan Hidup 20. Pendidikan Menengah 10.PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 1. Perluasan dan peningkatan mutu akreditasi 19. RA. Perbaikan sarana dan prasarana 28.

DASAR KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL A. Misi Pendidikan Nasional D. tercantum bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak mengarahkan. Tata Nilai Departemen Pendidikan Nasional 5 AMANAT UNDANG-UNDANG NO 20/2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. membimbing. dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Visi Pendidikan Nasional C. 6 37 . membantu. Amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 B.

7 2. kelompok etnis. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. Meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan demokratis tanpa membedakan tempat tinggal. TUJUAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 1. menulis. mental serta intelektual. emosi. 3. dan kelainan fisik. Meningkatkan kualitas jasmani. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. 5. jenis. 5. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. takwa. Meningkatkan sensitifitas dan kemampuan ekspresi estetis. Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. 8 38 . 3. 4. status sosial-ekonomi. dan jenjang pendidikan bagi semua warga negara secara adil. Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. nilai kultural. agama. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Meningkatkan iman. nilai keagamaan. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. 6. jenis kelamin. 2. Meningkatkan pemerataan kesempatan belajar pada semua jalur. dan akhlak mulia.PASAL 4 UU 20/2003 Tentang SISDIKNAS: PRINSIP-PRINSIP DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN 1. membangun kemauan. 4. dan kemajemukan bangsa. tidak diskriminatif. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca.

Meningkatkan kualitas pendidikan dengan tersedianya standar pendidikan nasional dan Standar Pelayanan Minimal (SPM). kemampuan. 10. pengembangan dan penciptaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh perguruan tinggi serta penyebarluasan dan penerapannya pada masyarakat. mampu belajar sepanjang hayat. 11. putus sekolah dalam dan antar jenjang serta penduduk lainnya yang ingin meningkatkan pengetahuan. 9 9. ahli dan profesional. Menuntaskan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun secara efisien. 7. tidak pernah sekolah. buta aksara. Menurunkan secara signifikan jumlah penduduk buta aksara. 10 39 . terampil. serta memiliki kecakapan hidup yang dapat membantu dirinya dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan. Meningkatkan relevansi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan melalui peningkatan hasil penelitian. dan keterampilan. dan relevan sebagai landasan yang kokoh bagi pengembangan kualitas manusia Indonesia. Meningkatkan daya saing bangsa dengan menghasilkan lulusan yang mandiri. bermutu. Memperluas akses pendidikan non-formal bagi penduduk laki-laki maupun perempuan yang belum sekolah. 8.6. serta meningkatkan kualifikasi minimun dan sertifikasi bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan lainnya. bermutu.

12. dan demokratis dalam suatu tata kelola yang baik dan akuntabel. 14. dan nepotisme untuk mewujudkan Pemerintah yang bersih dan berwibawa. Mempercepat pemberantasan korupsi. Sejalan dengan Visi Pendidikan Nasional tersebut. Depdiknas berhasrat untuk pada tahun 2025 menghasilkan: INSAN INDONESIA CERDAS DAN KOMPETITIF (Insan Kamil / Insan Paripurna) 12 40 . Meningkatkan efisiensi dan efektifitas manajemen pelayanan pendidikan melalui peningkatan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah. kolusi. Menata sistem pengaturan dan pengelolaan pendidikan yang semakin efisien. peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan. serta efektivitas pelaksanaan otonomi dan desentralisasi pendidikan termasuk otonomi keilmuan. 13. 11 VISI Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. produktif.

membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. terampil. •Beraktualisasi diri melalui interaksi sosial yang: –membina dan memupuk hubungan timbal balik. –menghargai kebhinekaan dalam bermasyarakat dan bernegara. Depdiknas untuk tahun 2005 – 2009 menetapkan Misi sebagai berikut: MEWUJUDKAN PENDIDIKAN YANG MAMPU MEMBANGUN INSAN INDONESIA CERDAS KOMPREHENSIF DAN KOMPETITIF. meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. sikap. keterampilan. 4. berdaya-tahan. •Beraktualisasi diri melalui olah raga untuk mewujudkan insan yang sehat. serta –berwawasan kebangsaan dengan kesadaran akan hak dan kewajiban warga negara. •Berkepribadian unggul dan gandrung akan keunggulan •Bersemangat juang tinggi •Mandiri •Pantang menyerah •Pembangun dan pembina jejaring •Bersahabat dengan perubahan •Inovatif dan menjadi agen perubahan •Produktif •Sadar mutu •Berorientasi global •Pembelajar sepanjang hayat Makna Insan Indonesia Kompetitif Cerdas emosional & sosial Kompetitif Cerdas intelektual Cerdas kinestetis 13 MISI 1. kreatif dan imajinatif. dan trengginas. pengalaman. 14 41 . –ceria dan percaya diri. meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral. 2. serta kompetensi untuk mengekspresikannya. –menjunjung tinggi hak asasi manusia. –empatik dan simpatik. ketakwaan dan akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur dan kepribadian unggul. bugar. sigap. Selaras dengan Misi Pendidikan Nasional tersebut. •Beraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. •Aktualisasi insan adiraga. •Beraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatkan sensitivitas dan apresiasivitas akan kehalusan dan keindahan seni dan budaya. memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI. 3. mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. dan 5. •Aktualisasi insan intelektual yang kritis. –demokratis.Insan Cerdas Komprehensif dan Kompetitif Makna Insan Indonesia Cerdas Komprehensif Cerdas spiritual •Beraktualisasi diri melalui olah hati/kalbu untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan. dan nilai berdasarkan standar nasional dan global.

Disiplin 7. Membudayakan (Cultureforming) 7. akuntabilitas. Antisipatif dan Inovatif 6. Akuntabel 1. Demokratis. Koordinatif dan Bersinergi dalam Kerangka KerjaTim 9. Antusias dan Bermotivasi Tinggi 4. Peningkatan mutu. Kreatif 6. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. dan citra publik pendidikan. Mengilhami (Inspiring) 5. Profesional 3. Produktif (Efektif dan Efisien) 2. 2. Belajar Sepanjang Hayat 1. Amanah 2. 3. dalam rangka mencapai dan mempertahankan kondisi keunggulan OUTPUT VALUES Nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh mereka yang berkepentingan terhadap Depdiknas PENYELENGGARA DAN PENGELOLA PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN & MANAJEMEN YANG PRIMA BERORIENTASI KEPADA KEPENTINGAN PEMAKAI LAYANAN PENDIDIKAN 1. Peduli dan Menghargai orang lain 8.TATA NILAI PENGELOLAAN PENDIDIKAN INPUT VALUES Nilai-nilai yang diharapkan ditemukan dalam diri setiap pegawai Depdiknas PROCESS VALUES Nilai-nilai yang harus diperhatikan dalam bekerja di Depdiknas. 16 42 . Dapat Dipercaya (Andal) 4. Visioner dan Berwawasan 2. Gandrung Mutu Tinggi (Service Excellence) 3. danInklusif 15 TIGA PILAR KEBIJAKAN PENDIDIKAN 1. Menjadi Teladan 3. Bertanggung Jawab dan Mandiri 5. Taat Azas 8. Penguatan tata kelola. Berkeadilan. Memberdayakan (Em powering) 6. dan daya saing keluaran pendidikan. Responsif dan Aspiratif 5. Memotivasi (Motivating) 4. relevansi.

AKSES PENDIDIKAN Rata-rata tingkat pendidikan masyarakat masih rendah (2004) Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Rata-rata lama sekolah 7.2 35.2 th Yang berpendidikan SLTP 36.8 % APS 83.2 70.9 60.55% Dalam rangka penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun.5 69.2% Yang buta aksara 9.48 % APM 93.24 % APK 54.5 % APS 53.8 64.1 18 43 .5 70.26 % 17 Kontribusi Sumber Kesenjangan Akses Pendidikan Antar dan Intra Provinsi Sumber Kesenjangan SD/ MI SMP/ MTs SM/ MA Antar Provinsi APK Dalam Provinsi 30.8 29.8 72. masalah perluasan akses lebih menonjol terjadi pada jenjang SMP/MTs Tingkat partisipasi pendidikan makin rendah pada jenjang pendidikan yang makin tinggi (2004) Kelompok usia 7-12 tahun Kelompok usia 13-15 tahun Kelompok usia SLTA Pendidikan Tinggi APS 96.5 29.5 Antar Provinsi APM Dalam Provinsi 39.38 % APK 14.04 % APM 65.2 27.

2.00 97. Prasarana dan sarana belajar yang terbatas dan belum didayagunakan secara optimal.50 97.Tingkat Keaksaraan Penduduk Usia 15-24 Tahun 1995-2004 Perempuan 99. 20 44 .50 96. Proses pembelajaran yang belum efisien dan efektif.00 1995 1998 2002 Tahun 19 Laki-laki Perempuan+Laki2 2003 2004 MUTU PENDIDIKAN (2004) 1. Pendanaan pendidikan yang belum memadai untuk menunjang mutu pembelajaran. 3.00 98. Ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan serta kesejahteraannya yang belum memadai baik secara kuantitas maupun kualitas.00 96.50 P ersen tase 98. serta 4.

54 D2 (%) 5. 2004 22 45 .88 46.30 42.06 1.86 1.89 1.05 0.069 8.33 43.33 1.37 23.286 Ijazah Tertinggi < D1 (%) 90.559 236.92 30.75 64.33 0.33 0.255 230.58 49.16 56.35 8.748 452.10 26.14 21.114 147.31 0.10 3.55 40.33 11.03 69.57 47.18 Sarjana (%) 3.54 S2/S3 (%) 0.79 D3 (%) 5.39 72.17 25.45 0.23 2.927 466.234.KUALIFIKASI PENDIDIK TAHUN 2002/2003 Jenjang No Pendidikan 1 2 3 4 5 6 7 8 TK SLB SD SMP SM SMA SMK PT Jumlah Guru 137.46 21 RASIO PENDIDIKAN TAHUN 2002/2003 Sumber: PDIP – Balitbang.304 1.62 2.

2 66.967 20. Layak b.531 202.217 466.440 155.0 15.3 53.588 2.832 107.9 100. 2004 Kelayakan Negeri 1.3 20.919 % 23.315 50.7 49.678 % 92. Tidak Layak SMA 3 a.643 230.00 Rusak Berat 201.4 3.0 19.4 38.480 78.3 23 KONDISI RUANG BELAJAR TAHUN 2003 No Bangunan/ Gedung Kondisi Bangunan Ruang Belajar Layak pakai Jumlah % 42.408 89.1 33.864 % 34. SD 1 a.0 67.63 5. Layak b.379 35.3 45.4 23.3 100.631 43.290 1 2 3 4 SD SMP SMA SMK 364.234.927 625.1 17.857 41.237 9.0 37.684 147.961 % 100.26 5.6 47.7 12.283 % 7.748 299.311 67.00 865.217 96.598 4.3 4.645 27.114 154.143.7 29.29 92.507 Sumber: Pusat Data dan Informasi Pendidikan.914 55.412 97. Tidak Layak SMK 4 a.7 43.00 Rusak Ringan 299.720 108.811 122.599 1.258 187. Tidak Layak SMP 2 a.395 558.581 23.9 100.430 75.1 35.4 33.1 32.0 Swasta 91.710 609.559 83.0 14.6 46.0 56.0 64. Tidak Layak Sumber: PDIP – Balitbang. Layak b.12 82.598 63. Layak b.59 5.542 155.385 58.675 311. Balitbang Depdiknas (2003) 24 46 .416 4.051 40.070 584.0 50.3 Jumlah 1.283 72.6 29.62 12.260 98.5 67.03 3.12 2.424 48.34 92.GURU DAN KEPALA SEKOLAH MENURUT KELAYAKAN MENGAJAR TAHUN 2002/2003 No.7 43.105 167.803 87.

68 4.96 1.82 ANGKA PUTUS SEKOLAH MENURUT JENJANG PENDIDIKAN DAN JENIS KELAMIN TAHUN 2004 6 5 4 3 2 1 0 SD SMP Laki2 SMA/SMK Rerata 26 PT Perempuan 47 .ANGKA MENGULANG KELAS SD MENURUT TINGKAT.07 2.26 ta 1 2 3 4 5 6 3.93 0. TAHUN 2004 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s R er a 25 7.92 4.

2.0 0 B In d B In g g 2 0 0 3 /0 4 Mat 2 0 0 4 /0 5 27 R a ta 2 TATA KELOLA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL (2004) 1. Pentingnya pengawasan terhadap berbagai program dan kegiatan yang terkait dengan upaya pemerataan dan perluasan akses serta peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan.0 0 2 .0 0 4 .0 0 7 . 3. Belum didukung oleh data dan informasi yang akurat pada berbagai tingkatan pemerintahan.0 0 3 .0 0 6 .Nilai Ujian Nasional SMA Program IPA Tahun 2003/04 dan 2004/05 8 .0 0 0 . 28 48 . Desentralisasi bidang pendidikan.0 0 5 .0 0 1 .

dan Daya Saing C.10 Perluasan Akses SMA/SMK dan SM Terpadu 1.2 Penyediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Wajar 1. Peningkatan Mutu Pendidikan.4 Perluasan akses pendidikan Wajar pada jalur nonformal 1. SLB.1 Pendanaan Biaya Operasional Wajar Dikdas 9 Tahun 1.12 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai Sarana Pembelajaran Jarak Jauh 1.9 Pendidikan Kecakapan Hidup 1.6 Perluasan Akses Sekolah Luar Biasa dan Sekolah Inklusif 1.3 Rekruitmen Pendidik dan Tenaga Kependidikan 30 49 .7 Pengembangan Pendidikan Layanan Khusus bagi Anak Usia Wajar Dikdas di Daerah Bermasalah 1. dan PT 1.5 Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 1. Pemerataan dan Perluasan Akses B. Penguatan Tata Kelola.KEBIJAKAN POKOK PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL A.13 Peningkatan peran serta Masyarakat dalam Perluasan Akses SMA. dan Citra Publik.11 Perluasan Akses Perguruan Tinggi 1. Akuntabilitas. Relevansi.8 Perluasan akses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) PEMERATAAN & PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1. SMK/SM Terpadu. 29 KEBIJAKAN DALAM PEMERATAAN DAN PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1.

6 Perbaikan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana 2.2. DAN DAYA SAING 2. BAN -PNf dan BAN-PT 2.9 Pelaksanan Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan KKN 3. DAN PENCITRAAN PUBLIK 3.11 Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pemeriksaan oleh Itjen.12 Penyelesaian Tindak Lanjut Temuan -temuan Pemeriksaan Itjen.4a Pengembangan Guru sebagai Profesi 2.8 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Pengelola Pendidikan - PENGUATAN TATA KELOLA.7a PENINGKATAN MUTU. dan Kepemimpinan Mahasiswa 2.10 Mendorong Jumlah Jurusan di PT yang Masuk dalam 100 Besar Asia atau 500 BesarDunia 2.13 Pengembangan Aplikasi SIM secara Terintegrasi (Keuangan.3 Perluasan dan Peningkatan Mutu Akreditasi oleh BAN -SM.8 Pengembangan Sekolah Berbasis Keunggulan Lokal di Setiap Kabupaten/Kota 31 KEBIJAKAN DALAM PENGUATAN TATA KELOLA.11 Akselerasi Jumlah Program studi Kejuruan.7 Peningkatan Citra Publik 3. BPKP. dan BPK 3. RELEVANSI. dan Data Lainnya) 3. Kepegawaian. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK 32 50 .4b Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Nonformal 2. dan Profesi 2. AKUNTABILITAS. BPKP. Entrepreneurship.7b Peningkatan Kreativitas.1 Peningkatan Sistem Pengendalian Internal Berkoordinasi dengan BPKP dan BPK Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Manajerial Aparat 3.12 Peningkatan Jumlah dan Mutu Publikasi Ilmiah dan HAKI 2.2a Pengawasan dan Penjaminan Mutu secara Terprogram dengan Mengacu pada SNP 2. RELEVANSI & DAYA SAING Perluasan Pendidikan Kecakapan Hidup 2.9 Pembangunan Sekolah Bertaraf Internasional di Setiap Provinsi/ Kabupaten/Kota 2. dan BPK 3.4 3.10 Intensifikasi Tindakan tindakan Preventif oleh Inspektorat Jenderal 3.b Survai Benchmarking Mutu Pendidikan Terhadap Standar Internasional 2. Aset.3 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Perencanaan dan Penganggaran 3.13 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan 2. vokasi.KEBIJAKAN DALAM PENINGKATAN MUTU.5 Pengembangan Kompetensi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan 2.1 Implementasi dan Penyempurnaan SNP dan Penguatan Peran Badan Standar Nasional Pendidikan 2.5 Penataan Ketaatan pada Peraturan Perundang .6 Penataan Regulasi Pengelolaan Pendidikan dan Penegakkan Hukum di Bidang Pendidikan 3.2 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Inspektorat Jenderal 3.undangan 3.

Periode 2015 – 2020 Daya Saing Regional D.RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA PANJANG A. dan citra publik.Periode 2010 – 2015 Penguatan Pelayanan C. (2) Peningkatan mutu. (3) Penguatan tata kelola. akuntabilitas.Periode 2005 – 2010 Peningkatan Kapasitas dan Modernisasi B. relevansi. 34 51 .Periode 2020 – 2025 Daya Saing Internasional 33 RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 2005 – 2009 Program pembangunan Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009 diarahkan pada upaya mewujudkan kondisi yang diharapkan pada tahun 2009 yang difokuskan pada: (1) Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. dan daya saing.

2 13.196.2 16.Program Manajemen Pelayanan Pendidikan 8.3% ruang belajar SD rusak berat.934.22%.2% lulusan Perguruan Tinggi menjadi karyawan •Kebutuhan guru 218. serta mampu dan tidak mampu secara ekonomis.6 13.Program Pengelolaan Sumber Daya ManusiaAparatur 5.306.1 12.603.5% untuk usia13-15 3.508.0 28. wilayah.363. menyenangkan dan mencerdaskan •Seimbang antara pengembangan kecerdasan rasional (berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi) dan kecerdasan emosional.Usia .Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun 3. spritual •70% dosen dengan berpendidikan S2/S3 •50% sarana sekolah memenuhi SNP •AnggaranpendidikandariAPBN = 20% •5 prodi PT masuk dalam100 besar PT di Asia atau 500 besar dunia •Manajemen perubahan secara internal yang menjamin terjadinya perubahan secara berkelanjutan •Sistem pembiayaan berbasis kinerja (ditingkat satuan pendidikan dan pemerintah daerah) •Manajemen berbasis sekolah (MBS) mulai SD sampai dengan SM •Disiplin kerja tinggi melalui internalisasi etos kerja •Satuan dan program pendidikan yang ada pada setiap tingkatan pemerintahan mencapai status kapasitas tertinggi dan memenuhi standar SNP •Penerapan TIK secara optimal pada manajemen 35 pendidikan yang transparan dan akuntabel •Laporan Keuangan dengan opini WTS dari BPK Jumlah .605.9 164.6 8.7 12.671.5 161.SD / MI & yang .311.Usia .8 28.4 16.Angka kesenjangan cenderung naik di tingkat pendidikan menengah dan perguruan tinggi 6.6 6.631.374.8 10.0 27.APK SMP/MTs = 81.308.0 24.7 25.Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan Program-program Lainnya 1.828.Usia .859.Program Pendidikan Nonformal 6.112.Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraandan Kepemerintahan 4.Usia .0 11.6% rusak ringan •Alokasi biaya pendidikan dari APBN < 9% •Rendahnya kemampuan wirausaha.121.Usia .638.073.1 3.3 25.4 23.528. tingkat kemampuan intelektual dan kondisifisik •Memperluas daya tampung satuan pendidikan sesuai dengan prioritas nasional •PenggunaanTIK untukmenjangkau daerahterpencil/sulitdijangkau •Peningkatan mutu pendidikan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) •Peningkatan taraf hidup masyarakat dan daya saing tenaga kerja Indonesia •Metoda pembelajaran formal dan nonformal yang efisien.0 13.9 12. APK Perguruan Tinggi= 18% •Memberi kesempatan yang sama pada seluruh peserta didik dari berbagai golongan menurut kategori tingkat ekonomi.Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas AparaturNegara 3.21%.Program Penguatan Kelembagaan Pengarus-utamaan Gender dan Anak 2.6 229.8 12.816.318.3 12.4 juta atau 10.440.800.SMP / MTs .238.6 2005/06 2006/07 Ajaran 2007/08 2008/09 2009/10 16.9 3.2 11. Peringkat Internasional Indonesia (12 dari12) terkait dengan tingkat relevansi sistem pendidikan Indonesia dengan kebutuhan pembangunan.Usia .Terjadi kesenjangan akses pendidikan menurut kategori perkotaan & pedesaan.7 12.6 25.956.2 12.7 9.835.6 25.324.Usia .910.0 25.0 11.1 155.561.4 25.076.Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2.088.415.697.Penduduk ≥ 15 tahun yang buta aksara 15.3 23.9 4.7 28.1 7.604.100.961.370.Program Peningkaan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara SASARAN JUMLAH PESERTA DIDIK ( ribu orang ) Tahun KOMPONEN 2004/05 Penduduk 0 – 3 Tahun 4 – 6 Tahun 7 – 12 Tahun 13 – 15 Tahun 16 – 18 Tahun 19 – 24 Tahun 15 Tahun Jumlah Peserta Ke atas Penduduk Didik sederajat & yang sederajat sederajat 29.955.845.725.769.3 6.1 12.8 4.6 12.3 3.6 11.3 16.2 16.8 221.033. Beberapa penyebab: •Kesiapan fisik siswa yang cenderung minim (akibat kekurangan gizi) •40% tenaga pengajar memiliki keahlian yang tidak sesuai dengan bidang pengajarannya Ketidak layakan tenaga pengajar (kualitas dan kuantitas) ditingkat dasar hingga menengah •23.Indeks Pembangunan Manusia 110 (2005) 2.350.476.813.3 224.SMA/SMK/MA & yang .256.202.4 27.6 12.601.000 orang(2005) •8.4 16.Program Pendidikan Nasional Das Sein 1.PT/PTA/PTK Akses Pendidikan Mutu Pendidikan Tata Kelola Depdiknas 1. sosial.240.Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 7.62% (2004) 4.3 4.961.0 12.1 25. 34.9 24.817 temuan/kasus penyimpangan sumber dana pembangunan (1997-2004) •Desentralisasi pendidikan •Kendali pemerintah yang belum berjalan optimal karena kurang ditunjang oleh sistem informasi manajemen yang terbangun dengan baik •SNP mulai dikembangkan •Laporan Keuangan dengan opini disclaimer dari BPK RENSTRA DEPDIKNAS Tahun 2005-2009 Das Sollen •Menurunkan angka buta aksara penduduk usia > 15 hingga 5% •APK SMP/MTs= 98%.678.279.3 11. gender.845.Program Pendidikan Tinggi 5.Program Pendidikan Menengah 4.4 24.Anak tidak bersekolah 3.Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 10.7 12.335.556.366. APK PerguruanTinggi 14.9 11.5 36 52 .717.1 10.940.5 158.144.3 149.0 226.218. 5.654. 82.707.827.413.766.065.858.Program Penelitian dan Pengembangan Pendidikan 9.322.6 152.Total Jumlah .533.0 216.2 11.1 219.3 7.796.141.075.2% untuk usia 7-12 dan 16.

15 16.09% 42.21% 16.66% 94.86 2007 2008 2009 39.07% 50.34% 94.00 7.00 37.98 9.MUTU.20% 16.30% 81.00 31.28 6.50% 10% 6. termasuk UT Prosentase Buta Aksara > 15 th Disparitas APK PAUD antara kab dan kota Disparitas APK SD/MI/SDLB antara kab dan kota Disparitas APK SMP/MTs/SMPLB antara kab dan kota Disparitas APK SMA/MA/SMK/SMALB antara kab dan kota Disparitas gender APK di jenjang pendidikan Menengah Disparitas gender APK di jenjang pendidikan tinggi Disparitas gender persentase buta aksara KONDISI DAN TARGET 2004 2005 2006 45.48 3.00 25.89 9.00 5.13 6.72 6.5% 65% 20% 5 2009 5.14 33.20% 15. SASARAN Peningkatan Mutu dan Daya Saing Pendidikan INDIKATOR KUNCI • Rata-rata nilai UN SD/MI • Rata-rata nilai UN SMP/MTs • Rata-rata nilai UN SMA/SMK/MA • Guru yg memenuhi kualifikasi S1/DIV • Dosen yg memenuhi kualifikasi S2/S3 • Pendidik yang memiliki sertifikat pendidik • Jumlah Prodi masuk 100 besar Asia.54 2.22% 85.00% 10.6% 19 30 85 700 20% 36:64 1.20% 68.00% 11.30 19.07 9.55% 16.00% 20% 15.94 2.22% 48. atau akreditasi bertaraf OECD/Int.90% 94.90 7.49 25.62 6.19% 94.40 23.00 29.8% 20 50 155 1.Akses Pendidikan -NO 1.00 40% 70% 40% 10 3 13 5 5.00 5.57% 8.47% 10% 5.40 5.84 34% 60% 5% 4 2008 5.80 8.68 32% 55% 3 2007 6.44% 15.Indikator Kunci dan Target Pilar Kebijakan -.00 5. DAN DAYA SAING -NO.000 30% 38:62 1.14 33.31 30% 50% 2005 6.94 2.59 48.05 5.00 5.5% 17 20 50 400 10% 34:66 1.50% 56.13 6.90% 20% 12.52 30% 50% 1 2006 6.00 7.16 9.54 2.81% 95.65 37 INDIKATOR KUNCI DAN TARGET IMPLEMENTASI PILAR KEBIJAKAN -.76 4.333 40% 40:60 2.80% 17.00% 98.20% 14.04 2.00% 91. 500 besar Dunia.33 5.75% 95.13 6.54 6.00% 7.00 13.7% 20 40 120 1.26 5.00 7.5% 10.25% 52.19% 18.22% 12.33% 14.70% 15% 8. RELEVANSI.00 27. • Jumlah sertifikat Kompetensi yg diterbitkan KONDISI DAN TARGET 2004 5.71 8.0% 15 10 100 7.0% 4 Peningkatan Relevansi Pendidikan 38 53 .04 2.20% 64.0% 30:70 1. SASARAN Perluasan Akses Pendidikan • • • • • • 2 Pemerataan Akses Pendidikan • • • • • • • INDIKATOR KUNCI APK Pra Sekolah APM SD/Paket A/MI/SDLB APK SMP/Paket B/MTs/SMPLB APK SMA/SMK/Paket C/MA/SMALB APK PT/PTA.50 7.47% 53. • Jumlah Paten yg diperoleh • Sekolah/Madrasah bertaraf Internasional • Sekolah/Madrasah berbasis keunggulan lokal • Kenaikan Publikasi Internasional • Rasio Jumlah Murid SMK : SMA • APK PT vokasi (D2/D3/D4/Politeknik) • Rasio Jumlah mahasiswa Profesi terhadap jumlah lulusan S1/D4 • Persentase peserta pendidikan life skill terhadap lulusan SMP/MTs atau SMA/SMK/MA yang tidak melanjutkan.48% 88.5% 32:68 1.62% 15.00% 60.38% 17.49 25. • Perolehan medali emas pd Olimpiade Int.12% 94.32 9.

5% <0. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK -KONDISI DAN TARGET No SASARAN INDIKATOR KUNCI 2004 2005 Disclaimer 2006 Wajar Dgn Catatan 2007 Wajar Tanpa Sarat 2008 Wajar Tanpa Sarat 2009 Wajar Tanpa Sarat 5 Penguatan Tata Kelola.5% <0.5% 1~0.5% <0.5% <0.5% 1~0.5% 1~0. dan Citra Publik Pendidikan • Opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Disclaimer • Persentase temuan BPK ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Persentase temuan Itjen ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Aplikasi SIM Sertifikat mutu layanan yg diraih Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama Sertifikat mutu layanan yg diraih LPMP/PPPG/BPPLSP 1~0.5% <0.5% <0.TATA KELOLA. Akuntabilitas.INDIKATOR KUNCI DAN TARGET PILAR KEBIJAKAN -.5% • 1~0.5% • • - - 2 Aplikasi - 14 Aplikasi - - 80% unit utama memperoleh ISO 9001:2000 - • - 9 ISO 9001: 2000 25 ISO 9001: 2000 43 ISO 9001: 2000 47 ISO 9001: 2000 39 Selesai 40 54 .5% 1~0.

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

II. Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
4. Peraturan Mendiknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) 5. Peraturan Mendiknas No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 6. Peraturan Mendiknas No. 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

55

56

Materi 4

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang

STANDAR ISI (SI)
Sosialisasi KTSP

Materi Minimal dan Tingkat Kompetensi Minimal, untuk Mencapai Kompetensi Lulusan Minimal

Sosialisasi KTSP

57

Memuat :
1. 2. 3. 4. 5. Kerangka Dasar Kurikulum Struktur Kurikulum Beban Belajar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kalender Pendidikan

Sosialisasi KTSP

Kerangka Dasar
5 Kelompok mapel :
Agama dan Ahlak Mulia

membentuk siswa menjadi manusia beriman dan takwa dan berahlak mulia Mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama

Sosialisasi KTSP

58

Kewarganegaraan dan Kepribadian Iptek

penigkatan kesadaran dan wawasan siswa akan status, hak dan kewajibannya dalam kehidupannya untuk memperoleh kompetensi lanjut iptek serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif, disiplin, kerja sama dan hidup sehat

Estetika

Jasmani Olahraga Kesehatan
Sosialisasi KTSP

Prinsip Pengembangan Kurikulum
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Beragam dan terpadu Tanggap terhadap perkembangan iptek dan seni Relevan dengan kebutuhan kehidupan Menyeluruh dan berkesinambungan Belajar sepanjang hayat Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Sosialisasi KTSP

59

Prinsip Pelaksanaan Kurikulum
1. Siswa harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan. 2. Menegakkan 5 pilar belajar. 3. Peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan dan percepatan. 4. Suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka dan hangat.

Sosialisasi KTSP

5. Menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar 6. Mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah 7. Diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan

Sosialisasi KTSP

60

Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi B. Ilmu Pengetahuan Alam 7. Bahasa Inggris 5. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 Kelas dan Alokasi Waktu VIII IX Sosialisasi KTSP 61 . Kedalaman muatan kurikulum dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai siswa dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum Merupakan pola dan susunan matapelajaran yang harus ditempuh oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran Kompetensi terdiri dari Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi dasar (KD) yang dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Muatan Lokal dan Pengembangan Diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum sekolah 2. Seni Budaya 9. Mata Pelajaran 1. 3. 4. Sosialisasi KTSP Struktur Kurikulum SMP Komponen VII A. Bahasa Indonesia 4. Matematika 6. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Pendidikan Agama 2. Muatan Lokal C. Ilmu Pengetahuan Sosial 8.Struktur Kurikulum 1. Olahraga dan Kesehatan 10. Pendidikan Jasmani.

8. Mata Pelajaran 1. Tunagrahita Sedang (SDLB/C1).Struktur Kurikulum MTs Komponen A. V. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2 2 2**) 29 – 32 34 Sosialisasi KTSP 62 . 2. 11. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi . Ilmu Pengetahuan Alam 6. dan Kesehatan b. Pendidikan Agama 2. 1. 4. Ilmu Pengetahuan Sosial 7. 3.. Bahasa Indonesia 29 – 32 (Pendekatan Tematik) 30 (Pendekatan Tematik) I. dan VI 4. Seni Budaya dan Keterampilan 8. Muatan Lokal c. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya Pendidikan Jasmani. Muatan Lokal Pengembangan Diri Jumlah Sosialisasi KTSP Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 2 2*) 32 2 2*) 32 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Dasar Luar Biasa (Tunagrahita Ringan (SDLB/C). 10. 7. B. dan Tunaganda (SDLB/G) Kelas dan Alokasi Waktu***) Komponen a. II.. 5. Tunadaksa Sedang SDLB/D1). Matematika 5. Pendidikan Kewarganegaraan 3. C. Program Khusus *) d. 9. Pendidikan Jasmani. 6. Pengembangan Diri Jumlah: Keterangan: *) Disesuaikan dengan kelainan dan kebutuhan peserta didik... dan III IV. Olahraga.

Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. 3. 5. Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. 6. 8. 10. Mata Pelajaran 1. Muatan Lokal c. Mata Pelajaran 1. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan.STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunanetra (SMPLB/A) Komponen a. 4. 10. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani. 7. 8. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSB Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunarungu (SMPLB/B) Komponen a. 2. 3. 5. 9. 2. 9. Muatan Lokal c. Program Khusus Orientasi & Mobilitas d. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP 63 . Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani. 6. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) Jumlah 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX b. 7. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) Jumlah 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX b. 4. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. Program Khusus Orientasi & Mobilitas d.

Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani. 8. Program Khusus Orientasi & Mobilitas d. 5.STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunadaksa (SMPLB/D) Komponen a. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. 2. 6. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) Jumlah 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX b. Mata Pelajaran 1. 9. Program Khusus Orientasi & Mobilitas d. Mata Pelajaran 1. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. 3. 7. 4. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) Jumlah 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX b. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunalaras (SMPLB/E) Komponen a. Muatan Lokal c. Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. 3. 2. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani. 5. 10. 9. 4. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. 7. 8. Muatan Lokal c. Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. 10. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP 64 . 6.

dan Kesehatan Keterampilan Vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 20 2 2 2***) Jumlah 34 20 2 2 2***) 34 20 2 2 2***) 34 10 Pendidikan Tematik 10 Pendidikan Tematik 10 Pendidikan Tematik Kelas dan Alokasi Waktu***) VIII IX b.STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunagrahita Ringan (SMPLB/C). Olahraga. 6. Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. Pendidikan Agama 2. 8. 10. Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani. 7. 9. ***) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR Beban belajar diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sistem : .Penugasan Terstruktur (PT) . 3. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. 5. Mata Pelajaran 1. Program Khusus **) d. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. **) Disesuaikan dengan kelainan dan kebutuhan peserta didik.Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) Sosialisasi KTSP 65 . 4. Tunagrahita Sedang (SMPLB/C1). Tunadaksa Sedang (SMPLB/D1) dan Tunaganda (SMPLB/G) Komponen VII a. Muatan Lokal c.Tatap Muka (TM) .

Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh siswa Sosialisasi KTSP Sekolah menyelenggarakan program pendidikan dengan SISTEM PAKET atau SKS Sosialisasi KTSP 66 . dirancang guru untuk mencapai kompetensi . dirancang guru untuk mencapai kompetensi .• TM : Kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidikan • PT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa.Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh guru • KMTT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa.

SISTEM PAKET Sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh mata pelajaran dan beban studi yang sudah ditetapkan untuk setiap tingkatan kelas. Sosialisasi KTSP 67 . Sosialisasi KTSP SISTEM KREDIT SEMESTER Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri jumlah beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester. sesuai dengan struktur yang berlaku pada satuan pendidikan dimaksud.

Kategori Formal Standar Formal Mandiri Paket Dapat - SKS Dapat Wajib Sosialisasi KTSP • Struktur kurikulum yang telah • Struktur kurikulum untuk tersusun diselenggarakan dengan menggunakan sistem paket digunakan dengan SKS akan disusun tersendiri Sosialisasi KTSP 68 .

IX 40 32 34 . Per Minggu Minggu efektif per tahun ajaran Jumlah jam per tahun (@ 60 menit) Satuan Pendidikan Kelas satu jam pemb.SMPLB.Kegiatan Pengembangan Diri • Tidak termasuk beban belajar. (dua) jam pelajaran. minat.38 pembelajaran (43520 .tatap muka (Menit waktu pembelajaran per tahun 1088 -1216 jam SMP/MTs/SMPLB*) VII s. SMALB alokasi waktu jam pembelajaran tatap muka dikurangi 5 menit Sosialisasi KTSP 69 . karena substansinya dipilih sendiri oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan.48640 menit) 725 – 811 *) Untuk SDLB. dan bakat.d. 2 • Dialokasikan waktu ekuivalen Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR Beban Belajar Kegiatan Tatap Muka untuk setiap Satuan Pendidikan (Sistem Paket) jumlah jam pemb.

minggu efektif belajar. dan Standar kompetensi di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan atau Provinsi. Sosialisasi KTSP 70 . Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran.KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) • Kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan • Sekolah dan Kepala Sekolah mengembangkan KTSP dan silabus berdasarkan : Kerangka dasar kurikulum. Sosialisasi KTSP KALENDER PENDIDIKAN Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. dan hari libur.

Hari libur 2–4 keagamaan minggu 6 Hari libur umum/ nasional Hari libur khusus Maksimum Disesuaikan dengan Peraturan 2 minggu Pemerintah. Sosialisasi KTSP 71 . 7 8 Kegiatan khusus sekolah/ madrasah Maksimum Digunakan untuk kegiatan yang 3 minggu diprogramkan secara khusus oleh sekolah/madrasah tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif. Maksimum Untuk satuan pendidikan sesuai dengan 1 minggu ciri kekhususan masing-masing.Lanjutan Kalender Pendidikan NO 1 KEGIATAN Minggu efektif belajar ALOKASI WAKTU Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan KETERANGAN 2 Jeda tengah Maksimum 2 semester minggu Jeda antarsemes ter Libur akhir tahun pelajaran Maksimum 2 minggu Maksimum 3 minggu Satu minggu setiap semester 3 Antara semester I dan II 4 Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran Sosialisasi KTSP NO KEGIATAN 5 ALOKASI WAKTU KETERANGAN Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.

Terima Kasih…… Sosialisasi KTSP 72 .

berpikir. dan keterampilan yang dimiliki peserta didik. sikap. sikap. Standar Kompetensi adalah ukuran kom-petensi minimal yang harus dicapai peserta didik setelah mengikuti suatu proses pembelajaran pada satuan pendidikan tertentu. Sosialisasi KTSP 73 . Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup pengetahuan. dan keterampilan.Materi 5 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) Sosialisasi KTSP Pengertian Kompetensi adalah kemampuan bersikap. dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan.

Agama dan Akhlak Mulia b. kepribadian.Fungsi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Kewarganegaraan dan Budi Pekerti c. kepribadian. 3. SKL Satuan Pendidikan SMP/MTs/SMPLB/Paket B SKL Kelompok Mata Pelajaran a. pengetahuan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. ahklak mulia. ahklak mulia. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Sosialisasi KTSP Ruang Lingkup SKL 1. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. ahklak mulia. kepribadian. Jasmani Olahraga dan Kesehatan SKL Mata Pelajaran 2. Estetika e. Sosialisasi KTSP 74 . pengetahuan. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan. pengetahuan. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi d. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan.

Menerapkan hidup bersih.SKL SMP/MTs/SMPLB 6. 7. 13. 10. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis. Mendeskripsi gejala alam dan sosial. 15. kreatif dan inovatif. Menghargai karya seni dan budaya nasional. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya. sehat. Sosialisasi KTSP 75 . Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. berbangsa dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. kritis dan kreatif. 14. 11. 8. aman dan memanfaatkan waktu luang. 9. bugar. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. kritis. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. Sosialisasi KTSP SKL SMP/MTs/SMPLB 12. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya. 16. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab.

kepribadian. 19. 21. olahraga. kewarganegaraan. 20. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana. Tujuan tersebut dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. membaca dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah. ilmu pengetahuan dan teknologi. Menghargai adanya perbedaan pendapat. Menunjukkan keterampilan menyimak. dan kesehatan. Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Sosialisasi KTSP 76 . 18. jasmani. Sosialisasi KTSP SKL Kelompok Mata Pelajaran 1. estetika. berbicara.SKL SMP/MTs/SMPLB 17. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat.

keterampilan/kejuruan.SKL Kelompok Mata Pelajaran 2. dan pendidikan jasmani. tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. kemampuan berpikir dan analisis peserta didik. akhlak mulia. serta muatan lokal yang relevan Sosialisasi KTSP 77 . Pada satuan pendidikan SMP/MTs/SMPLB/Paket B. Sosialisasi KTSP SKL Kelompok Mata Pelajaran 3. bahasa. ilmu pengetahuan alam. Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bertujuan: mengembangkan logika. ilmu pengetahuan sosial. matematika. seni dan budaya. kewarganegaraan. Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi.

dan Kesehatan bertujuan: membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani. dan menumbuhkan rasa sportivitas. keterampilan. Sosialisasi KTSP 78 . dan muatan lokal yang relevan. dan muatan lokal yang relevan. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. olahraga. Sosialisasi KTSP SKL Kelompok Mata Pelajaran 5.SKL Kelompok Mata Pelajaran 4. Kelompok mata pelajaran Jasmani. seni dan budaya. ilmu pengetahuan alam. Olah Raga. pendidikan kesehatan. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Kelompok mata pelajaran Estetika bertujuan: membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya.

Selesai Sosialisasi KTSP 79 .

80 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 6 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 24 TAHUN 2006 Tentang PELAKSANAAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan dan Komite Sekolah Mengembangkan dan Menetapkan KTSP sesuai kebutuhan Mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dari Standar Isi Dapat mengadopsi atau mengadaptasi model KTSP BSNP Sosialisasi KTSP 81 .

22 dan 23 paling lambat tahun ajaran 2009/2010 Satuan pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat menerapkan secara menyeluruh Permen No. 22 dan 23 mulai tahun ajaran 2006/2007 Satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah mulai menerapkan Permen No. Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan SD/MI/SDLB Waktu Pelaksanaan Kelas I II III IV V VI Tahun I √ √ Tahun II √ √ √ √ Tahun III √ √ √ √ √ √ Sosialisasi KTSP 82 .Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menerapkan Permen No. 22 dan 23 untuk semua tingkatan kelas mulai tahun ajaran 2006/2007 Satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum melaksanakan uji coba kurikulum 2004 melaksanakan Permen No. 22 dan 23 secara bertahap seperti tabel dibawah ini.

MTs.Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan SMP/MTs/SMPLB dan SMA/MA/SMK/MAK/SMALB Waktu Pelaksanaan Kelas VII / X VIII / XI IX / XII Tahun I √ Tahun II √ √ Tahun III √ √ √ Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Gubernur dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. Bupati/walikota dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. 22 dan 23 untuk satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di provinsi masing-masing. MA dan MAK yang tidak sesuai dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan. 22 dan 23 untuk satuan pendidikan dasar disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di kabupaten/Kota. Sosialisasi KTSP 83 . Menteri Agama dapat mengatur jadwal pelaksanaan standar isi dan SKL satuan pendidikan MI.

22 dan 23 ke guru. kabupaten/kota. pengawas.Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah • Menggandakan Permendiknas No. dan dewan pendidikan Membantu pemerintah provinsi dan Kabupaten/kota dalam penjaminan mutu melalui LPMP Sosialisasi KTSP 84 . dan tenaga kependidikan lainnya yang relevan melalui LPMPdan/atau PPPG Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 serta mendistribusikan secara nasional • Melakukan usaha secara nasional agar sarana dan prasarana satuan pendidikan dapat mendukung pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23 dan panduan penyusunan KTSP yang disusun BSNP ke dinas pendidikan provinsi. kepala sekolah. 22 dan 23 Sosialisasi KTSP Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sosialisasi Permen No.

dan mengusulkan rekomendasi kebijakan kepada BSNP dan/atau menteri Mengembangkan pangkalan data yang rinci tentang pelaksanaan SI dan SKL Sosialisasi KTSP Ditjen Pendidikan Tinggi Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 .Badan Penelitian dan Pengembangan Mengembangkan model-model kurikulum sebagai masukan bagi BSNP Mengembangkan dan mengujicobakan model-model kurikulum inovatif Mengembangkan dan mengujicobakan model kurikulum untuk pendidikan layanan khusus Bekerja sama dengan PT dan/atau LPMP melakukan pendampingan satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum satuan pendidikan Memonitor secara nasional penerapan Permen No. mengevaluasinya. 22 dan 23 di LPTK Memfasilitasi pengembangan kurikulum dan tenaga dosen LPTK Sosialisasi KTSP 85 .

22 dan 23 kepada pemangku kepentingan umum Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 86 .Sekretariat Jenderal Sosialisasi Permen No.

8. Penyusunan KTSP. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi. 10. Pengembangan Silabus.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) III. urikulum K Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 7. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 9. 87 .

88 .

Materi 7

KONSEP DASAR KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

Sosialisasi KTSP

ASPEK YANG BERBEDA
KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR PENILAIAN PENGELOLAAN KURIKULUM BERBASIS SEKOLAH

Sosialisasi KTSP

89

Kegiatan Belajar Mengajar
Berpusat pada peserta didik Mengembangkan kreativitas Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang Kontekstual Menyediakan pengalaman belajar yang beragam Belajar melalui berbuat
Sosialisasi KTSP

Penilaian Kelas
Dilakukan oleh Guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan, bersifat internal, bagian dari pembelajaran, dan sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar Berorientasi pada kompetensi, mengacu pada patokan, ketuntasan belajar, dilakukan melalui berbagai cara, al …

Sosialisasi KTSP

90

Dilakukan a.l. melalui: Portfolios (kumpulan kerja siswa), Products (Hasil karya), Projects (Penugasan), Performances (Unjuk kerja), dan Paper & Pen (tes tulis)

Sosialisasi KTSP

Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah Mengacu pada Visi dan Misi Sekolah Pengembangan perangkat kurikulum

(a.l. silabus)

Pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar Pemantauan dan …
Sosialisasi KTSP

91

Pemantauan dan Penilaian untuk meningkatkan efisiensi, kinerja dan kualitas pelayanan terhadap peserta didik Berkolaborasi secara horizontal, dengan: Sekolah lain, Komite Sekolah, Organisasi Profesi Berkolaborasi secara vertikal, dengan: • Dewan, dan • Dinas Pendidikan
Sosialisasi KTSP

PENGEMBANGAN DAN PELAKSANAAN KURIKULUM, DISESUAIKAN DENGAN: SATUAN PENDIDIKAN, POTENSI DAERAH/ KARAKTERISTIK DAERAH, SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT SETEMPAT, & PESERTA DIDIK

Sosialisasi KTSP

92

PENGEMBANGAN DIRI TERDIRI DARI: KEGIATAN BIMBINGAN KONSELING DAN EKSTRA KURIKULER

Sosialisasi KTSP

BENTUK PELAKSANAAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI:
• • • • KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN TERPROGRAM RUTIN SPONTAN KETELADANAN

Sosialisasi KTSP

93

A. KEGIATAN RUTIN
Adalah kegiatan yang dilakukan secara reguler, baik di kelas maupun di sekolah. Bertujuan untuk membiasakan anak mengerjakan sesuatu dengan baik. Upacara Senam Sholat berjamaah Pemeriksaan kesehatan Pergi ke perpustakaan Dll

Sosialisasi KTSP

B. KEGIATAN SPONTAN
Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja, dimana saja, tanpa dibatasi oleh ruang. Bertujuan untuk memberikan pendidikan pada saat itu juga, terutama dalam disiplin dan sopan santun dan kebiasaan baik yang lain.
• • • • Membiasakan memberi salam Membiasakan membuang sampah pada tempatnya Membiasakan antri Membiasakan mengatasi silang pendapat (pertengkaran) dengan benar Dll

Sosialisasi KTSP

94

Kunjungan: panti asuhan. Memberi contoh berpakaian rapi Memberi contoh memuji hasil kerja yang baik Memberi contoh datang tepat waktu Memberi contoh hidup sederhana Memberi contoh tidak merokok Dll. • • • Sosialisasi KTSP Seminar/workshop: aids. hemat energi. tempat-tempat penting dll.C. KEGIATAN TERPROGRAM Adalah kegiatan yang diprogramkan dan direncanakan baik pada tingkat kelas maupun sekolah. Bertujuan memberikan wawasan tambahan pada anak tentang unsur-unsur baru dalam kehidupan bermasyarakat yang penting untuk perkembangan anak. tempat/orang yang terkena musibah. D. bazaar dll. Sosialisasi KTSP 95 . pentas. HAM/hak anak. Proyek: lomba. KEGIATAN KETELADANAN Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja yang lebih mengutamakan pemberian contoh dari guru dan pengelola pendidikan yang lain kepada muridnya. Bertujuan memberikan contoh tentang kebiasaan yang baik.dll.

selesai Sosialisasi KTSP 96 .

23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas No.Materi 8 PENYUSUNAN KTSP Sosialisasi KTSP 1 LANDASAN • UU No. 24/2006 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23/2006 2 Sosialisasi KTSP 97 . 22/2006 tentang Standar Isi Permendiknas No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No.20 Tahun 2003 tentang Sistem • • • • Pendidikan Nasional PP No.

dan seni Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 4 98 . kecerdasan. dan minat sesuai • • • • dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Tuntutan dunia kerja Perkembangan ilmu pengetahuan.PENGERTIAN Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Sosialisasi KTSP 3 Acuan Operasional Penyusunan KTSP • Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia • Peningkatan potensi. teknologi.

Sosialisasi KTSP 6 99 .PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL • • • • • • Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kesetaraan Jender Karakteristik satuan pendidikan Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 5 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.

PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Peningkatan potensi. kecerdasan. minat. Sosialisasi KTSP 7 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Daerah memiliki keragaman potensi. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Kurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman potensi. dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. spritual. tantangan. kecerdasan intelektual. 8 Sosialisasi KTSP 100 . emosional. oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah. kebutuhan. dan keragaman karakteristik lingkungan.

Sosialisasi KTSP 9 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Tuntutan dunia kerja Kurikulum harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja. Sosialisasi KTSP 10 101 .PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dan nasional. khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

dan seni. Sosialisasi KTSP 11 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Agama Kurikulum harus dikembangkan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama. teknologi. teknologi. dan memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah Sosialisasi KTSP 12 102 .PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Perkembangan ilmu pengetahuan. dan seni Kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan.

Sosialisasi KTSP 13 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kurikulum harus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Dinamika perkembangan global Kurikulum harus dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain. Sosialisasi KTSP 14 103 .

PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Sosialisasi KTSP 16 104 . Sosialisasi KTSP 15 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Kesetaraan Jender Kurikulum harus diarahkan kepada pendidikan yang berkeadilan dan mendorong tumbuh kembangnya kesetaraan jender.

Sosialisasi KTSP 17 Komponen KTSP • Tujuan Pendidikan Sekolah • Struktur dan Muatan Kurikulum (mata pelajaran. kondisi. Kenaikan Kelas dan kelulusan. dan ciri khas satuan pendidikan. Beban Belajar.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Karakteristik Satuan Pendidikan Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi. Ketuntasan Belajar. Pendidikan Kecakapan Hidup. Muatan lokal. • Kalender Pendidikan • Silabus dan RPP Sosialisasi KTSP 18 105 . Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global). misi. tujuan. Pengembangan Diri. Penjurusan.

KALENDER PENDIDIKAN Sosialisasi KTSP 20 106 . TUJUAN PENDIDIKAN BAB III. STRUKTUR dan MUATAN KURIKULUM BAB IV. PENDAHULUAN BAB II .ISI / MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Sosialisasi KTSP 19 KTSP DOKUMEN 1 BAB I .

B. Mapel Tambahan) Sosialisasi KTSP 21 KTSP (Dokumen 1) Sosialisasi KTSP 22 107 . Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan pusat. Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan Sekolah (Mulok.KTSP DOKUMEN II A.

Visi Sekolah 3. Tujuan pendidikan (Disesuaikan dengan jenjang satuan pendidikan) 2. PENDAHULUAN Latar Belakang (dasar pemikiran penyusunan KTSP) Tujuan Pengembangan KTSP Prinsip Pengembangan KTSP SESUAI KARAKTERISTIK SEKOLAH 23 Sosialisasi KTSP Bab II. TUJUAN 1.Bab I. Misi Sekolah 4. Tujuan Sekolah Sosialisasi KTSP 24 108 .

Muatan lokal 3.BAGAIMANA MENYUSUN VISI. Ketuntasan Belajar 6. Kegiatan Pengembangan diri 4. MISI. • TAHAP 3 : SUASANA SEKOLAH suasana sekolah – sebagai lembaga/organisasi pembelajaran – seperti apa yg diinginkan untuk mewujudkan hasil belajar bagi siswa. dan sikap setelah mereka menamatkan sekolah. Kenaikan Kelas. • TAHAP 2 : SUASANA PEMBELAJARAN suasana pembelajaran seperti apa yg dikehendaki untuk mencapai hasil belajar itu. TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN • TAHAP 1 : HASIL BELAJAR SISWA apa yg hrs dicapai siswa berkaitan dengan pengetahuan. Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan Global Cat : Untuk PLB/PK ditambah dengan Program Khusus Sosialisasi KTSP 26 109 . Pendidikan kecakapan Hidup 9. dan kelulusan 7. Sosialisasi KTSP 25 BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KTSP Meliputi Sub Komponen: 1. keterampilan. Penjurusan 8. Pengaturan beban belajar 5. Mata pelajaran 2.

Sosialisasi KTSP 27 2. Pengembangan Struktur Kurikulum dilakukan dengan cara antara lain: • mengatur alokasi waktu pembelajaran “tatap muka” seluruh mata pelajaran wajib dan pilihan Ketrampilan/ Bahasa asing lain).Dalam pengembangannya mempertimbangkan hal-hal sbb: Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah.1. Muatan Lokal Berisi tentang: Jenis. • Mencantumkan jenis mata pelajaran muatan lokal dalam struktur kurikulum. termasuk keunggulan daerah. • Tidak boleh mengurangi mata pelajaran yang tercantum dalam standar isi. Mata Pelajaran Berisi “Struktur Kurikulum Tingkat Sekolah” yang disusun berdasarkan kebutuhan siswa dan sekolah terkait dengan upaya pencapaian SKL. Sosialisasi KTSP 28 110 . Strategi Pemilihan dan pelaksanaan Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. • Memanfaatkan 4 jam tambahan untuk menambah jam pembelajaran pada mata pelajaran tertentu atau menambah mata pelajaran baru.

Sosialisasi KTSP 30 111 . sesuai dengan minat dan program Mulok yang diselenggarakan sekolah. Merupakan mata pelajaran wajib yang tercantum dalam Struktur kurikulum.Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. atau terlalu luas substansinya sehingga harus dikembangkan menjadi Mapel tersendiri. mengacu pada: minat dan atau karakteristik program studi yang diselenggarakan di sekolah Siswa boleh mengikuti lebih dari satu jenis mulok pada setiap tahun pelajaran. Substansi yang akan dikembangkan. Sosialisasi KTSP 29 Bentuk penilaiannya kuantitatif (angka). materi nya tidak sesuai menjadi bagian dari mapel lain. Setiap sekolah dapat melaksanakan mulok lebih dari satu jenis dalam setiap semester.

Contoh: Bidang Budidaya: Tanaman Hias. Sosialisasi KTSP 31 Sekolah harus menyusun SK. Baso dll. KD dan Silabus untuk Mata pelajaran Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. Tanaman Obat. dll. pembibitan ikan hias dan konsumsi. Bidang Pengolahan: Pembuatan Abon. Kewirausahaan dll. Sayur. Ikan Asin. Kerupuk. Sosialisasi KTSP 32 112 .Substansinya dapat berupa program keterampilan produk dan jasa. Berkomunkasi sebagai Guide. Bidang TIK dan lain-lain: Web Desain. akuntansi komputer. Pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran atau tenaga ahli dari luar sekolah yang relevan dengan substansi mulok.

3.Bimbingan konseling. Kepemimpinan. karir ). bakat. rutin. KD dan silabus. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) . kesulitan belajar. dan kondisi sekolah. yang difokuskan pada “Perubahan sikap dan perkembangan perilaku peserta didik setelah mengikuti kegiatan pengembangan diri”. spontan dan keteladanan. kepribadian siswa. Sosialisasi KTSP 33 Bukan Mata Pelajaran dan tidak perlu dibuatkan SK. Dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan: . minat peserta didik. Sosialisasi KTSP 34 113 .Ekstra kurikuler. dan atau . Pengembangan kreativitas. seperti: Kepramukaan. Dilaksanakan secara terprogram. (kehidupan pribadi. sosial. Pengembangan Diri Bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. kemampuan. Penilaian dilakukan secara kualitatif (deskripsi).

dll. Kompetetitif. • Penjabaran alokasi waktu ekuivalen dengan 2 • Perlu dibuat program kerja yang sistematis dan komprehensif sebagai bagian dari program kerja sekolah dan atau program kerja OSIS. dll. mencakup penilaian: sikap kompetitif. jam pembelajaran per minggu . disiplin dan ketaatan mengikuti SPO.Contoh Penilaian Pengembangan Diri: • Keg. diserahkan kepada masing.masing pembimbing dan sekolah. Keolahragaan. Kerjasama. percaya diri dan mampu memecahkan masalah. Sikap Sportif. kerjasama. mencakup penilaian: Sosialisasi KTSP 35 • Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh guru kelas atau mata pelajaran. Sosialisasi KTSP 36 114 . konselor atau Guru BK atau tenaga kependidikan lain. KIR. • Keg.

• Sekolah dapat menambah maksimal 4 JPL per minggu • Alokasi waktu penugasan terstruktur dan kegiatan • Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mandiri tidak terstruktur. Pengaturan Beban Belajar • Berisi tentang jumlah beban belajar per Mata Pelajaran. tetapi jumlah Beban belajar per tahun secara keseluruhan tetap.4. sebanyak 0. 37 Sosialisasi KTSP • Alokasi waktu kegiatan praktik diperhitungkan sbb: 2 Jam Pelajaran (JPL) praktik di sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka. mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi. dan 4 JPL praktik di luar sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka (bagi Sekolah Menengah Kejuruan). • Sekolah dapat mengatur alokasi waktu untuk setiap Mata Pelajaran pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran sesuai dengan Kebutuhan. sesuai dengan alokasi waktu yang tercantum dalam Struktur Kurikulum.40% untuk SD/MI/SDLB dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. per minggu per semester dan per Tahun Pelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Sosialisasi KTSP 38 115 .

39 Sosialisasi KTSP 6. Ketuntasan Belajar • Berisi tentang kriteria ketuntasan minimal (KKM) per mata pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dengan memper-timbangkan hal-hal sbb: – Ketuntasan belajar ideal untuk setiap indikator adalah 0 – 100 %. Kenaikan Kelas dan Kelulusan • Berisi tentang kriteria dan mekanisme kenaikan kelas dan kelulusan. dgn batas kriteria ideal minimum 75 %. Sosialisasi KTSP 40 116 . kompleksitas dan SDM. tetapi secara bertahap harus dapat mencapai kriteria ketuntasan ideal. serta strategi penanganan siswa yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh sekolah. Pembinaan terkait – Sedangkan ketentuan kelulusan akan diatur secara khusus dalam peraturan tersendiri.5. – Sekolah harus menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) per MP dengan mempertimbangkan: kemampuan rata-rata peserta didik. Program disusun mengacu pada hal-hal sebagai berikut: – Panduan kenaikan kelas yang akan disusun oleh Dit. – Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah batas kriteria ideal.

7. Sosialisasi KTSP 41 8. dapat diperoleh dari satuan pendidikan ybs. Pendidikan Kecakapan Hidup • Bukan mata pelajaran tetapi substansinya merupakan bagian integral dari semua mata pelajaran. minat dan prestasi yang diberlakukan oleh sekolah. yang disusun dengan mengacu pada panduan penjurusan yang akan disusun oleh Direktorat terkait. • Tidak masuk dalam struktur kurikulum secara khusus. Penjurusan di SMA/MA • Berisi tentang kriteria dan mekanisme penjurusan serta strategi/kegiatan penelusuran bakat.Kecakapan personal. akademik dan atau vokasional. Sosialisasi KTSP 42 117 . • Substansi kecakapan hidup meliputi: . sosial. – Untuk kecakapan vokasional. antara lain melalui mata pelajaran Keterampilan. • Dapat disajikan secara terintegrasi dan atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus.

Ekologi. Substansinya mencakup aspek: Ekonomi. Dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran yang terintegrasi. RPP dan bahan Sosialisasi KTSP 43 9. atau menjadi mapel Mulok. ajar dan penyelenggaraan pembelajaran keterampilan vokasional dapat dilakukan melalui kerjasama dengan satuan pendidikan formal/non formal lain. • Pembelajaran mata pelajaran keterampilan • Pengembangan SK.KD. Bahasa. dan lain-lain.• Bila SK dan KD pada mata pelajaran keterampilan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah. yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. Budaya. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global Program pendidikan yang dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global. Sosialisasi KTSP 44 118 . silabus. maka sekolah dapat mengembangkan SK. KD dan silabus keterampilan lain sesuai dengan kebutuhan sekolah. Dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan atau satuan pendidikan nonformal. dimaksud dilaksanakan secara komprehensif melalui Intra kurikuler. TIK.

Sosialisasi KTSP 45 KTSP DOKUMEN II Sosialisasi KTSP 46 119 . kebutuhan peserta didik dan masyarakat. dengan memperhatikan aturan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi.BAB. yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan setempat. disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah. IV Kalender Pendidikan Berisi tentang kalender pendidikan yang digunakan oleh sekolah.

D.B. Silabus dan RPP Program Khusus (untuk SDLB dan SMPLB) Sosialisasi KTSP 48 120 . dan G) B. SMPLB dan SMALB : C. Silabus dan RPP Muatan Lokal dan Mapel lain (jika ada) D. II dan III) B.D1.B.D. Silabus dan RPP Keagamaan (khusus MI) Sosialisasi KTSP 47 PLB/PENDIDIKAN KHUSUS A. V dan VI) C.D. Silabus dan RPP Mata Pelajaran (Kelas IV. Silabus dan RPP Pembelajaran Tematik (Kelas I.E. Semua Kelas SDLB. E) C. Silabus dan RPP Mata Pelajaran (Kelas IV. B.SD/MI A. II dan III : SDLB-A. Silabus dan RPP Muatan Lokal dan Mapel lain (jika ada) D. Silabus dan RPP Pembelajaran tematik (Kelas I.E dan SMPLB dan SMALB : A. C1. V dan VI : SDLB-A.

Mekanisme PENYUSUNAN KTSP
Analisis
• Kekuatan/ kelemahan • Peluang/ tantangan • Dokumen Standar isi, SKL, Panduan KTSP

• Pembentukan Tim • Penyusunan Draft • Revisi dan Finalisasi

Naskah KTSP Diberlakukan

Sosialisasi KTSP

49

Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah. Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan atau lokakarya sekolah/madrasah dan atau kelompok sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draft, review dan revisi, serta finalisasi. Langkah yg lebih rinci dari masing-masing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun.

Sosialisasi KTSP

50

121

Selesai

Sosialisasi KTSP

51

122

Materi 9

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

PENGEMBANGAN SILABUS

Sosialisasi KTSP

Pengertian Pengertian

Landasan
Prinsip Pengembangan Unit waktu Pengembang Silabus Komponen Silabus Mekanisme Pengembangan Silabus Langkah-langkah Pengembangan Silabus Contoh Model
Sosialisasi KTSP

123

Pengertian
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

Sosialisasi KTSP

Landasan Pengembangan SILABUS?
1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 17 ayat (2) 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20

Sosialisasi KTSP

124

PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 17 Ayat (2)
Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. MTs, MA, dan MAK.
Sosialisasi KTSP

PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20
Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar

Sosialisasi KTSP

125

SILABUS menjawab pertanyaan
1. 2. 3. Apa kompetensi yang harus dikuasai siswa? Bagaimana cara mencapainya? Bagaimana cara mengetahui pencapaiannya?

Sosialisasi KTSP

Prinsip Pengembangan
• • • • • • • • Ilmiah Relevan Sistematis Konsisten Memadai Aktual dan Kontekstual Fleksibel Menyeluruh

Sosialisasi KTSP

126

intelektual. materi pokok/ pembelajaran. taat asas) antara kompetensi dasar. Sosialisasi KTSP Sistematis Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. sosial. indikator. Sosialisasi KTSP 127 . sumber belajar. Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg. kedalaman. kegiatan pembelajaran. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. emosional. dan spritual peserta didik. Relevan Cakupan. dan sistem penilaian.Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.

Aktual dan Kontekstual Cakupan indikator. Menyeluruh Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. Sosialisasi KTSP 128 . kegiatan pembelajaran. kegiatan pembelajaran. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. materi pokok/ pembelajaran. afektif. dan peristiwa yang terjadi.Memadai Cakupan indikator. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. pendidik. sumber belajar. psikomotor). Sosialisasi KTSP Fleksibel Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. teknologi. materi pokok/ pembelajaran. sumber belajar. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.

Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum. 3. Bagi SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi.UNIT WAKTU 1. Guru kelas/mata pelajaran. 2. Sosialisasi KTSP PENGEMBANG SILABUS 1. Kelompok guru kelas/mata pelajaran. per tahun. atau 3. atau 2. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester. Kelompok kerja guru (KKG/PKG/MGMP) Dibawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kab/Kota/Provinsi Sosialisasi KTSP 129 . dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.

KOMPONEN SILABUS 1. Alokasi Waktu 8. Kompetensi Dasar 3. Kegiatan Pembelajaran 5. Standar Kompetensi 2. Sumber Belajar Catatan: Indikator dikembangkan berdasarkan KD Sosialisasi KTSP MEKANISME PENGEMBANGAN SILABUS Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Analisis SI/SKL/ SK-KD KD-Indikator Alokasi Waktu Sumber Belajar Penilaian Sosialisasi KTSP 130 . Indikator 6. Penilaian 7. Materi Pokok/Pembelajaran 4.

LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS 1. Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi 2. Menentukan Jenis Penilaian 7. c. Menentukan Alokasi Waktu 8. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi 6. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. Sosialisasi KTSP 131 . Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran 5. Mengkaji Standar Kompetensi Mengkaji standar kompetensi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. Menentukan Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 1. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran 4. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. b. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar 3. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI.

Sosialisasi KTSP 3. sosial. intelektual. potensi peserta didik. relevansi dengan karakteristik daerah. tingkat perkembangan fisik. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. kedalaman. 2. Mengkaji Kompetensi Dasar Mengkaji kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. 5. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengidentifikasi materi pokok mempertimbangkan: 1. 3. b. dan keluasan materi pembelajaran.2. emosional. 4. 8. 6. Sosialisasi KTSP 132 . alokasi waktu . c. dan spritual peserta didik. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada dalam SI. kebermanfaatan bagi peserta didik. Aktualitas. 7. struktur keilmuan.

Sosialisasi KTSP 133 . Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran 3.4. lingkungan. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi Pengalaman belajar dimaksud dapat terwujud melalui pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman Belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. Memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar 2. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik yaitu kegiatan siswa dan materi. MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik. Sosialisasi KTSP HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN: Memberikan bantuan guru agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional 1. peserta didik dengan guru.

dan keterampilan Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. satuan pendidikan. dan potensi daerah Digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap.5. pengetahuan. Sosialisasi KTSP Pengembangan Indikator Setiap KD dikembangkan menjadi beberapa indikator (lebih dari dua) Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan/atau diobservasi Tingkat kata kerja dalam indikator lebih rendah atau setara dengan kata kerja dalam KD maupun SK Sosialisasi KTSP 134 .

MENENTUKAN JENIS PENILAIAN Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. penggunaan portofolio. Sosialisasi KTSP 135 . Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. penilaian hasil karya berupa proyek atau produk. dan lain-lain untuk pencapaian kompetensi yang merupakan kemampuan bersikap. kesinambungan (Kontinuitas). menganalisis. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. berpikir.Prinsip pengembangan indikator adalah sesuai dengan kepentingan (Urgensi). perilaku. pengamatan kinerja. sikap. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. dan penilaian diri. dan bertindak secara konsisten. kesesuaian (Relevansi) dan Kontekstual Keseluruhan indikator dalam satu KD merupakan tandatanda. Sosialisasi KTSP 6.

keluasan. kedalaman. Untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam kegiatan pembelajaran Sosialisasi KTSP 7. MENENTUKAN ALOKASI WAKTU Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. Menggunakan sistem penilaian berkelanjutan d. tingkat kesulitan. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut e.HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENENTUKAN PENILAIAN: a. Menggunakan acuan kriteria c. Sosialisasi KTSP 136 . yang dilakukan berdasarkan indikator b.

nara sumber. sosial. alam. MENENTUKAN SUMBER BELAJAR Sumber belajar adalah rujukan. dan indikator pencapaian kompetensi. serta lingkungan fisik.8. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. dan budaya. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik. kegiatan pembelajaran. Sosialisasi KTSP Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Alokasi waktu: No Kompetensi Dasar Materi Pokok/Pe mbelajaran CONTOH FORMAT SILABUS Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 137 . Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran.

dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru • Dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar. dievaluasi.CONTOH FORMAT SILABUS Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Kompetensi Dasar: Materi Pokok/Pembelajaran: Kegiatan Pembelajaran: Indikator: Penilaian: Alokasi Waktu: Sumber Belajar: Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN SILABUS BERKELANJUTAN Silabus: • Dijabarkan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran • Dilaksanakan. evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran).dan evaluasi rencana pembelajaran. Sosialisasi KTSP 138 .

Selesai Sosialisasi KTSP 139 .

140 .

sumber belajar. materi pembelajaran. metode pembelajaran. dan penilaian hasil belajar 2 Sosialisasi KTSP 141 1 .Materi 10 PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sosialisasi KTSP LANDASAN RPP PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20 Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurangkurangnya tujuan pembelajaran.

PENGERTIAN RPP Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. 3 Sosialisasi KTSP ALUR RPP SK dan KD SILABUS RPP 4 Sosialisasi KTSP 142 2 .

Kegiatan Akhir: … Pertemuan kedua.KOMPONEN RPP (minimal) Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajaran Metode Pembelajaran Sumber Belajar Penilaian Hasil Belajar 5 Sosialisasi KTSP Format RPP Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Rencana Pelaksanaan Pembelajaran :… :… :… :… :… :… :… I. Alat/Bahan/Sumber Belajar: … VI. V. Penilaian: … 6 Sosialisasi KTSP 143 3 . Tujuan Pembelajaran II. Kegiatan Awal: … B. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan pertama. Kegiatan Inti: … C. A. dst. Metode Pembelajaran: … IV. Materi Ajar :… :… III.

Menentukan SK. Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK. Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan 3. KD. pada saat-saat tertentu rumusan indikator sama dengan tujuan pembelajaran.Langkah-langkah Menyusun RPP 1. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan 7. dan Indikator yang telah ditentukan. dan akhir. 8 Sosialisasi KTSP 144 4 . dan Indikator yang akan digunakan ( terdapat pada silabus yang telah disusun) 4.) 7 Sosialisasi KTSP Langkah-langkah Menyusun RPP 5. (Lebih rinci dari KD dan Indikator. Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran 6. KD. Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus. inti. Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal. karena indikator sudah sangat rinci sehingga tidak dapat dijabarkan lagi. Mengisi kolom identitas 2.

contoh soal. dll 9 Sosialisasi KTSP Selesai 10Sosialisasi KTSP 145 5 .Langkah-langkah Menyusun RPP 8. Menentukan alat/bahan/ sumber belajar yang digunakan 9. Menyusun kriteria penilaian. lembar pengamatan. teknik penskoran.

146 .

147 . Model-Model Kurikulum 11. Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IV. Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar & Menengah. 12.

148 .

Landasan • UU No.Materi 11 PENGEMBANGAN MODEL MATA PELAJARAN Sosialisasi KTSP 1 I. Latar Belakang Otonomi daerah. PENDAHULUAN A. mulok B. sentralisasi ke desentralisasi. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2) • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Sosialisasi KTSP 2 149 . multikultural.

sosial. PENDAHULUAN (Lanjutan) C. Lebih jelas lagi terutama agar peserta didik dapat: Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam. Tujuan Tujuan Umum: Acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB. SMP/MTs/SMPLB. Memiliki pengetahuan. Sosialisasi KTSP 3 I. keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilainilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya. kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya sebagai bekal siswa.I. PENDAHULUAN (Lanjutan) Tujuan Khusus: Memberikan bekal pengetahuan. SMA/MA/SMALB. 4 Sosialisasi KTSP 150 . serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional. dan budayanya. dan SMK/MAK dalam pengembangan Mulok yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan.

KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. kalender pendidikan.I. KTSP minimal terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan. isi. 5 Sosialisasi KTSP I. dan silabus. Substansi mata pelajaran muatan lokal dapat ditentukan oleh satuan pendidikan. tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan. struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Sosialisasi KTSP 6 151 . termasuk keunggulan daerah. Pengertian (Lanjutan) Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. PENDAHULUAN (Lanjutan) Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah. PENDAHULUAN D.

dapat berupa: bahasa daerah. Analisis Mulok yang ada di sekolah. maka sekolah bisa menggunakan Mulok dari sekolah lain atau tetap menggunakan Mulok yang ditawarkan oleh Dinas atau mengembangkan Mulok yang lebih sesuai. 2. Ruang Lingkup 1. Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal. dan lingkungan sosial budaya. kesenian daerah. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran A. serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan. Apakah masih layak dan relevan Mulok diterapkan di sekolah? 2. keterampilan dan kerajinan daerah. Bila Mulok yang ada tidak layak lagi untuk diterapkan. 7 Sosialisasi KTSP 2. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam. bahasa Inggris.I. Bila Mulok yang diterapkan di sekolah tersebut masih layak digunakan maka kegiatan berikutnya adalah merubah Mulok tersebut ke dalam SK dan KD 3. adat istiadat. lingkungan sosial ekonomi. PENDAHULUAN (Lanjutan) E. Sosialisasi KTSP 8 152 . dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar. Pengembangan Sesuai dengan Kondisi Sekolah Saat Ini 1. khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah. yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan.

Bila beberapa sekolah dalam satu daerah belum mampu mengembangkan SK dan KD Mulok. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah 2. atau meminta bantuan dari LPMP di propinsi. atau dapat meminta bantuan kepada sekolah lain yang masih dalam satu daerah. Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi Mulok 3. Pengembangan dan Penetapan SK . Bila belum mampu. dapat melaksanakan Mulok berdasarkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh sekolah. Mengembangkan SK dan KD berserta silabusnya dan RPP-nya 9 Sosialisasi KTSP 3. Pelaksanaan Sekolah yang mampu mengembangkan SK dan KD beserta silabus dan RPP-nya dapat melaksanakan Mulok. Mengidentifikasi bahan kajian Mulok 4. dapat meminta bantuan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) di daerah setempat. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran (Lanjutan) B.2.KD 1. Sosialisasi KTSP 10 153 . Menentukan Mata Pelajaran Mulok 5.

Dinas Departemen lain terkait. misalnya: . Sosialisasi KTSP 11 5. Oleh karena itu dalam pelaksanaan Mulok dihindarkan adanya pekerjaan rumah (PR).dunia usaha/industri. PT. emosional.dan tokoh masyarakat. .pemerintah Daerah/Bapeda. dan sosial). Sosialisasi KTSP 12 154 . Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diatur sedemikian rupa agar tidak memberatkan peserta didik dan tidak mengganggu penguasaan pada kurikulum nasional. . Instansi/lembaga di luar Depdiknas. Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan • • • • TPK.4. Rambu-Rambu •Bahan kajian disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik (pengetahuan dan cara berpikir. . LPMP.

maksudnya dalam lingkungan tempat tinggal dan sekolah peserta didik. Sosialisasi KTSP 13 5. Dekat secara fisik. fisik. Untuk itu. (4) dari yang mudah/sederhana ke yang lebih sukar/rumit. Sosialisasi KTSP 14 155 . Selain itu bahan kajian/pelajaran hendaknya bermakna bagi peserta didik yaitu bermanfaat karena dapat membantu peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.5. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Program pembelajaran hendaknya dikembangkan dengan melihat kedekatan secara fisik dan secara psikis. Selain itu guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan peserta didik aktif dalam proses belajar mengajar. Sedangkan dekat secara psikis maksudnya bahan kajian tersebut mudah dipahami oleh kemampuan berpikir dan mencernakan informasi sesuai dengan usianya. bahan pengajaran hendaknya disusun berdasarkan prinsip (1) bertitik tolak dari hal-hal konkret ke abstrak. baik secara mental. maupun sosial. meminta bantuan dari instansi terkait atau dunia usaha/industri (lapangan kerja) atau tokoh-tokoh masyarakat. (3) dari pengalaman lama ke pengalaman baru. misalnya dengan memanfaatkan tanah/kebun sekolah. Dalam kaitan dengan sumber belajar. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian/pelajaran hendaknya memberikan keluwesan bagi guru dalam memilih metode mengajar dan sumber belajar seperti buku dan nara sumber. (2) dikembangkan dari yang diketahui ke yang belum diketahui. guru diharapkan dapat mengembangkan sumber belajar yang sesuai dengan memanfaatkan potensi di lingkungan sekolah.

proyek dan/atau produk. menganalisis. pengukuran sikap. penggunaan portofolio. penilaian hasil karya berupa tugas. dua semester atau satu tahun ajaran. •Alokasi waktu untuk bahan kajian/pelajaran muatan lokal perlu memperhatikan jumlah minggu efektif untuk mata pelajaran muatan lokal pada setiap semester Sosialisasi KTSP 15 6. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Bahan kajian muatan lokal juga dapat disusun dan diajarkan hanya dalam jangka waktu satu semester. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. Namun demikian bahan kajian muatan lokal tertentu tidak harus secara terus-menerus diajarkan mulai dari kelas I s.5.d IX. Sosialisasi KTSP 16 156 .d XII.d VI atau dari kelas VII s. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. dan penilaian diri. pengamatan kinerja. dan X s. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian muatan lokal yang diajarkan harus bersifat utuh dalam arti mengacu kepada suatu tujuan pengajaran yang jelas dan memberi makna kepada peserta didik.

Pelaporan • Pelaporan hasil belajar mata pelajaran muatan lokal diwujudkan dalam bentuk kuantitatif Sosialisasi KTSP 17 Selesai Sosialisasi KTSP 18 157 .7.

158 .

dan kemampuan PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan: Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah. pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat. Sosialisasi KTSP 159 . pasal 3 tentang tujuan pendidikan. minat. dibimbing oleh konselor. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas: Pasal 1 butir 6 tentang pendidik. Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah. pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran.Materi 13 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PANDUAN MODEL PENGEMBANGAN DIRI Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah Sosialisasi KTSP Landasan Pengembangan Diri UU No. dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum. Permendiknas No.

serta kegiatan ekstra kurikuler. minat. Sosialisasi KTSP Tujuan Umum kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir Untuk satuan pendidikan khusus. dan pengembangan karir. kondisi dan perkembangan peserta didik.Pengertian Pengembangan Diri Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. potensi. Untuk satuan pendidikan kejuruan. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial. bakat. kegiatan belajar. Pengembangan diri bertujuan memberikan Sosialisasi KTSP 160 . kegiatan pengembangan diri. dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah. pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik.

rajin membaca. adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti : pembentukan perilaku memberi salam. datang tepat waktu Sosialisasi KTSP 161 . mengatasi silang pendapat (pertengkaran). • Spontan. pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri. senam. keberaturan. kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan : Layanan dan kegiatan pendukung Konseling Kegiatan Ekstra Kurikuler Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut : • Rutin. adalah kegiatan dalam bentuk perilaku seharihari seperti : berpakaian rapi. memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain. seperti : upacara bendera. membuang sampah pada tempatnya.Tujuan Khusus Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan : a. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan e. Bakat b. ibadah khusus keagamaan bersama. Kemampuan pemecahan masalah j. Kemampuan kehidupan keagamaan f. Kreativitas d. Kemampuan sosial g. yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal. • Keteladanan. Kemampuan belajar h. berbahasa yang baik. Minat c. antri. Kemandirian Sosialisasi KTSP Bentuk Pelaksanaan Pengembangan Diri Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual. Wawasan dan perencanaan karir i.

agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. bakat dan minat. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. c. serta memilih dan mengambil keputusan karir. dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi. kehidupan sosial.Konseling peserta didik. d. serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. Pengembangan kemampuan belajar. Pengembangan kehidupan pribadi. Konseling adalah pelayanan bantuan untuk Sosialisasi KTSP Bidang Pelayanan Konseling a. dan mengembangkan potensi dan kecakapan. menilai. baik secara perorangan maupun kelompok. dan perencanaan karir. Pengembangan karir. Sosialisasi KTSP 162 . Pengembangan kehidupan sosial. anggota keluarga. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. b. berdasarkan normanorma yang berlaku. kemampuan belajar. melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung.

Sosialisasi KTSP 163 . dan kegiatan ekstra kurikuler. yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri. program latihan. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya. Informasi. Sosialisasi KTSP Jenis Layanan Konseling Orientasi. untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. dan pendidikan lanjutan. dan masyarakat. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian.Fungsi Bimbingan Konseling Fungsi Pemahaman. yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas. Penempatan dan Penyaluran. jurusan/program studi. karir/jabatan. Penguasaan Konten. belajar. keluarga. Fungsi Pencegahan. Fungsi Advokasi. terumata kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah. kelompok belajar. yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru. terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari. Fungsi Pengentasan. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya. magang. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuhkembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya. sosial.. yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan.

yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. dan karir/jabatan. yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik. dan pengambilan keputusan. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik. yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data. yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan. • Bimbingan Kelompok. pemahaman. Kunjungan Rumah. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. komprehensif. yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. baik tes maupun non-tes. sistematis. Konferensi Kasus. karir/jabatan. Alih Tangan Kasus. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya. dan bersifat rahasia. kegiatan belajar. • Konsultasi. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya. kemampuan sosial. serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. • Mediasi. Himpunan Data. dan caracara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. Sosialisasi KTSP 164 . terpadu. yang bersifat terbatas dan tertutup. kegiatan belajar. yaitu kegiatan memperoleh data. • Konseling Kelompok. kemampuan hubungan sosial. melalui aplikasi berbagai instrumen. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi. Tampilan Kepustakaan.Jenis Layanan (lanjutan …) • Konseling Perorangan. yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi. Sosialisasi KTSP Kegiatan Pendukung • • • • • • Aplikasi Instrumentasi.

• Pendekatan Khusus. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. • Program Mingguan. • Klasikal. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. • Kelompok.Format Kegiatan • Individual. yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan. Sosialisasi KTSP 165 . yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. • Lapangan. • Program Bulanan. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. • Program Semesteran. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. Sosialisasi KTSP Jenis Program • Program Tahunan. • Program Harian. yaitu format kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan.

pemanfaatan kepustakaan. format kegiatan. sasaran pelayanan. jenis layanan dan kegiatan pendukung. Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi. kunjungan rumah. serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas. kegiatan instrumentasi. Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang. penempatan dan penyaluran. kegiatan konferensi kasus. Sosialisasi KTSP 166 . penguasaan konten. dan volume/beban tugas konselor Sosialisasi KTSP Pelaksanaan Kegiatan Konseling Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi. dan alih tangan kasus. himpunan data.Penyusunan Program Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi.

serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. konseling perorangan.Pelaksanaan Kegiatan Konseling (lanjutan) Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi. diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan Sosialisasi KTSP 167 . potensi. bimbingan kelompok. konseling kelompok dan mediasi. Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. Sosialisasi KTSP Kegiatan Ekstrakurikuler pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah. Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling.

yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang disukai dan mengembirakan peserta didik. Etos kerja. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Menyenangkan. Persiapan karir. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi. Pilihan. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik. menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat. Keterlibatan aktif. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rileks. membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil. Sosialisasi KTSP 168 . mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan. bakat dan minat peserta didik masing-masing. Rekreatif. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Kemanfaatan sosial. bakat dan minat mereka. Sosialisasi KTSP Prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler Individual. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. Sosial.Fungsi Kegiatan Ekstrakurikuler Pengembangan.

Klasikal. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik antar kelas/ antar sekolah/madrasah. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti oleh kelompok-kelompok peserta didik. Sosialisasi KTSP Format Kegiatan Individual. Karya Ilmiah. kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik. Palang Merah Remaja (PMR). Sosialisasi KTSP 169 . jurnaistik. Kelompok. pendidikan. teater. seni budaya. Seminar. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik secara perorangan. meliputi pengembangan bakat olah raga. keagamaan. kesehatan. Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). lokakarya. meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR). dengan substansi antara lain karir. meliputi Kepramukaan. seni dan budaya. dan pameran/bazar. keagamaan. Latihan/lomba keberbakatan/prestasi. perlindungan HAM. penelitian. Gabungan.Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler Krida. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik dalam satu kelas. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA). cinta alam.

Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG). waktu. tempat dan pelaksana sebagaimana telah direncanakan. substansi. Sosialisasi KTSP 170 . Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui: a. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik. b. yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani. c. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik. Penilaian segera (LAISEG).Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Kegiatan ekstra kurikuler yang bersifat rutin. spontan dan keteladanan dilaksanakan secara langsung oleh guru. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN). konselor dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah. Kegiatan ekstra kurikuler yang terprogram dilaksanakan sesuai dengan sasaran. jenis kegiatan. Sosialisasi KTSP Penilaian 1.

Sosialisasi KTSP Penilaian ( lanjutan ) Ekstrakurikuler Hasil dan proses kegiatan ekstra kurikuler dinilai secara kualitatif dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan lainnya oleh penanggung jawab kegiatan.Penilaian ( lanjutan ) 2. Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif. Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG. Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG. 3. Sosialisasi KTSP 171 . untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan.

PENGEMBANGAN DIRI Kamu harus jadi dirimu sendiri ! Bakat saya harus berkembang Guru & Siswa Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 172 .

Pembelajaran Terpadu 13. Pembelajaran IPS Terpadu SMP 173 .Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) V. Pembelajaran IPA Terpadu SMP 14.

174 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 14 Pembelajaran IPA Terpadu SMP PEMBELAJARAN IPA TERPADU SMP Tujuan: • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran • Meningkatkan minat dan motivasi • Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus Sosialisasi KTSP 175 .

• Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik. dan Biologi.Bidang Kajian IPA SMP Struktur Keilmuan IPA • Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan (Biologi) • Materi dan Sifatnya (Kimia) • Energi dan Perubahannya (Fisika) • Bumi dan Alam Semesta (Geologi. sehingga memudahkan pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi IPA. Kimia. dan Astronomi) Sosialisasi KTSP Kekuatan/manfaat • Dengan menggabungkan berbagai bidang kajian akan terjadi penghematan waktu. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antarkonsep Fisika. • Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. karena ketiga disiplin ilmu (Fisika. Sosialisasi KTSP 176 . Meteorologi. dan Biologi) dapat dibelajarkan sekaligus. Kimia. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran.

Pelaksanaan Pembelajaran 1. Perencanaan pembelajaran: Menetapkan bidang kajian yang akan dipadukan Mempelajari Standar kompetensi dan kompetensi dasar bidang kajian Membuat matriks atau bagan hubungan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu Merumuskan indikator pembelajaran terpadu Menyusun silabus pembelajaran terpadu Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu Memilih/menetapkan tema atau topik pemersatu Gambar Alur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Terpadu b. Kegiatan pendahuluan (awal) 2. Sosialisasi KTSP Pelaksanaan Pembelajaran IPA Terpadu a. Penilain Sosialisasi KTSP 177 . guru dengan peserta didik. Kegiatan akhir (penutup) dan tindak lanjut c. sehingga pemahaman menjadi lebih terorganisasi dan mendalam. belajar dalam situasi nyata. sehingga belajar lebih menyenangkan. Kegiatan inti pembelajaran 3. peserta didik/guru dengan nara sumber. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antar guru sub bidang kajian terkait. peserta didik dengan peserta didik. • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait.Kekuatan/manfaat • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. sehingga memudahkan memahami hubungan materi IPA dari satu konteks ke konteks lainnya. dan dalam konteks yang lebih bermakna.

Pengembangan model-model pembelajaran atau RPP (rancangan pelaksanaan pembelajaran) Sosialisasi KTSP IMPLIKASI PEMBELAJARAN IPA TERPADU a. tetapi dapat dari berbagai bidang kajian yang direkatkan oleh tema. Team teaching 2. c. d. Siswa Mempertajam kemampuan analitis terhadap konsepkonsep yang dipadukan. Guru 1. Bahan Ajar Bahan ajar yang digunakan tidak hanya buku bidang kajian saja. Guru tunggal b. karena dapat mengembangkan kemampuan asosiasi konsep dan aplikasi konsep. Peserta didik dapat juga mencari berbagai sumber belajar lainnya. Pengembangan peta konsep menjadi suatu tema 3.Pengembangan Silabus IPA 1. Bahkan bila memungkinkan mereka dapat menggunakan teknologi informasi yang ada. Sarana dan Prasarana Dalam pembelajaran terpadu diperlukan berbagai alat dan media pembelajaran Sosialisasi KTSP 178 . Perencanaan tahap-tahap pengembangan pembelajaran menjadi suatu silabus 4. Berorientasi pada pembelajaran IPA secara terpadu 2.

Selesai Sosialisasi KTSP 179 .

180 .

memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi dan melatih ketrampilan untuk mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa diri sendiri atau masyarakat Sosialisasi KTSP 181 .DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 15 Pembelajaran IPS Terpadu SMP Sosialisasi KTSP TUJUAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Mengembangkan potensi Peserta Didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat.

PENDEKATAN PEMBELAJARAN IPS TERPADU
(Pendekatan Pembelajaran Terpadu atau Pendekatan Interdisipliner)

1. Model integrasi IPS berdasarkan topik/tema
PD II (termasuk pendudukan Jepang) serta pengaruhnya terhadap keadaan sosial, ekonomi dan politik di Indonesia Persebaran kondisi fisik daerah obyek wisata

sejarah

geografi

PENGEMBANGAN PARIWISATA sosiologi ekonomi Uang dan lembaga keuangan

perubahan sosial budaya pada masyarakat
Sosialisasi KTSP

2. Model Integrasi berdasarkan potensi utama
Peta wilayah yang menggambarkan obyek geografis geografi Sosiologi/ antropologi Bentuk-bentuk interaksi sosial

Perkembangan masyarakat, budaya dan pemerintahan pada masa Hindu Budha serta peninggalannya

BALI SEBAGAI TUJUAN WISATA
sejarah ekonomi
Gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi untuk mencapai kemandirian dan kesejahteraan

Sosialisasi KTSP

182

3. Model Integrasi berdasarkan permasalahan

Faktor sosial, dan Budaya

Faktor Ekonomi

PEMUKIMAN KUMUH
Perilaku Terhadap Aturan Faktor Historis

Sosialisasi KTSP

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL TERPADU
A. PERENCANAAN Langkah-langkah menyusun perencanaan pembelajaran:
1. Pemetaan Kompetensi Dasar 2. Penentuan topik atau tema 3. Penjabaran kompetensi dasar ke dalam indikator yang sesuai dengan topik/ tema 4. Penyusunan desain/ rencana pelaksanaan pembelajaran

B. MODEL PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
1. Kegiatan pendahuluan (awal) 2. Kegiatan inti pembelajaran 3. Kegiatan akhir (penutup) dan tindak lanjut

C. PENILAIAN
1. Tahapan penilaian 2. Penentuan kriteria penuntasan belajar

Sosialisasi KTSP

183

IMPLIKASI PEMBELAJARAN IPS TERPADU
a. Terhadap Guru 1. Team teaching 2. Guru tunggal b. Siswa 1. Mengembangkan kreatifitas akademik 2. Mempermudah dan memotivasi siswa untuk mengenal, menerima, menyerap dan memahami keterkaitan antara konsep / pengetahuan, nilai / tindakan yang terdapat dalam kompetensi dasar dan beberapa indikator c. Bahan Ajar Guru dituntut untuk rajin dan kreatif mencari dan mengumpulkan bahan –bahan yang diperlukan dalam pembelajaran d. Sarana dan Prasarana Guru harus memilih secara jeli terhadap penggunaan media supaya dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh berbagai bidang studi yang terkait.
Sosialisasi KTSP

Selesai

Sosialisasi KTSP

184

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

VI. Pembelajaran Efektif
15. Pembelajaran Berbasis Kontekstual 1 16. Pembelajaran Berbasis Kontekstual 2

185

186

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

Materi 16

PEMBELAJARAN BERBASIS KONTEKSTUAL 1

Sosialisasi KTSP

LATAR BELAKANG MAKRO :
• Kondisi pendidikan secara makro di indonesia dalam lingkup internasional maupun nasional • Kondisi pembelajaran di sekolah secara empiris

Sosialisasi KTSP

187

Kemampuan Siswa bidang Matematika dan IPA berurutan menempati urutan 34 dan 32 dari 38 negara.801. 9. 5. dan 112 dari 175 negara.941 anak (67.DATA HASIL PENELITIAN International Education Achievement (IEA) Kemampuan membaca siswa SD menempati urutan 30 dari 38 negara. The Third International Mathematics and Science Study Repeat (1999).4 %) Sosialisasi KTSP 188 .6 %).30 %). tahun 2002 dan 2003 berurutan menempati urutan 110 dari 173.422.58 %). yang tidak (88. Sosialisasi KTSP JUMLAH ANAK YANG BELUM TERLAYANI OLEH PENDIDIKAN SD/MI (7 – 12 Tahun) SLTP/MTs (13 – 15 Tahun) 1.122 anak (44. UNDP Human Development Index.113.50 %).141 anak (5. SMU/MA (16 – 18 Tahun) Retensi kotor anak masuk SD yang melanjutkan hingga PT (11.

2. Banyak siswa mampu menyajikan tingkat hapalan yang baik terhadap materi ajar yang diterimanya. tetapi pada kenyataannya mereka tidak memahaminya.LATAR BELAKANG MIKRO (Kondisi empiris) Berbicara mengenai PBM di sekolah seringkali membuat kita kecewa. Mengapa ? Sosialisasi KTSP 1. Sebagian besar dari siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dipergunakan/dimanfaatkan. Sosialisasi KTSP 189 . apalagi bila dikaitkan dengan pemahaman siswa terhadap materi ajar.

Sosialisasi KTSP PERMASALAHANNYA 1. Padahal mereka sangat butuh untuk dapat memahami konsep-konsep yang berhubungan dengan tempat kerja dan masyarakat pada umumnya dimana mereka akan hidup dan bekerja. Bagaimana menemukan cara terbaik untuk menyampaikan berbagai konsep yang diajarkan di dalam mata pelajaran tertentu. Sosialisasi KTSP 190 . Siswa memiliki kesulitan untuk memahami konsep akademik sebagaimana mereka biasa diajarkan yaitu dengan menggunakan sesuatu yang abstrak dan metode ceramah. sehingga semua siswa dapat menggunakan dan mengingatnya lebih lama konsep tersebut ?.3.

3. arti dari sesuatu. Bagaimana seorang guru dapat berkomunikasi secara efektif dengan siswanya yang selalu bertanya-tanya tentang alasan dari sesuatu. sehingga dapat membuka berbagai pintu kesempatan selama hidupnya ?. dan hubungan dari apa yang mereka pelajari ?. Sosialisasi KTSP 4. Sosialisasi KTSP 191 . Bagaimana setiap individual mata pelajaran dipahami sebagai bagian yang saling berhubungan dan membentuk satu pemahaman yang utuh ?. sehingga mereka dapat mempelajari berbagai konsep dan mampu mengkaitkannya dengan kehidupan nyata. Bagaimana guru dapat membuka wawasan berpikir yang beragam dari siswa. “Tantangan yang dihadapi oleh guru setiap hari dan merupakan tantangan bagi pengembang kurikulum”.2.

Sosialisasi KTSP 192 . sains. 2. Sosialisasi KTSP 1.PENGALAMAN BERHARGA Pengalaman di negara lain menunjukkan bahwa minat dan prestasi siswa dalam bidang matematika. dan bahasa meningkat secara drastis pada saat. Mereka dibantu untuk membangun keterkaitan antara informasi (pengetahuan) baru dengan pengalaman (pengetahuan lain) yang telah mereka miliki atau mereka kuasai. Mereka diajarkan bagaimana mereka mempelajari konsep. dan bagaimana konsep tersebut dapat dipergunakan di luar kelas.

Sosialisasi KTSP PENGAYAAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Sosialisasi KTSP 193 .3. Mereka diperkenankan untuk bekerja secara bersama-sama (cooperative) Meningkatnya minat dan prestasi siswa tersebut dicapai. karena guru menggunakan suatu pendekatan pembelajaran dan pengajaran kontekstual.

4. Konstruktivisme Inquiry Questioning Learning Community Modeling Reflection Authentic Assessment Sosialisasi KTSP 194 . 3. 6. 5.SUATU KONSEPSI • Membantu guru mengkaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia • Memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. 7. 2. Sosialisasi KTSP TUJUH KOMPONEN CTL 1.

1. INQUIRY (MENEMUKAN) • Proses perpindahan dari pengamatan menjadi pemahaman • Siswa belajar menggunakan keterampilan berpikir kritis Sosialisasi KTSP 195 . KONSTRUKTIVISME • Membangun pemahaman mereka sendiri dari pengalaman baru berdasar pada pengetahuan awal • Pembelajaran harus dikemas menjadi proses “mengkonstruksi” bukan menerima pengetahuan Sosialisasi KTSP 2.

LEARNING COMMUNITY (MASYARAKAT BELAJAR) • Sekelompok orang yang terikat dalam kegiatan belajar • Bekerjasama dengan orang lain lebih baik daripada belajar sendiri • Tukar pengalaman • Berbagi ide Sosialisasi KTSP 196 . QUESTIONING (BERTANYA) • Kegiatan guru untuk mendorong. membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa • Bagi siswa yang merupakan bagian penting dalam pembelajaran yang berbasis inquiry Sosialisasi KTSP 4.3.

AUTHENTIC ASSESSMENT (PENILAIAN YANG SEBENARNYA) • Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa • Penilaian produk (kinerja) • Tugas-tugas yang relevan dan kontekstual Sosialisasi KTSP 197 . bekerja dan belajar • Mengerjakan apa yang guru inginkan agar siswa mengerjakannya Sosialisasi KTSP 6. MODELING (PEMODELAN) • Proses penampilan suatu contoh agar orang lain berpikir.5.

karya seni. diskusi kelompok Sosialisasi KTSP KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS CTL • • • • • • • • Kerjasama Saling menunjang Menyenangkan Tidak membosankan Belajar dengan bergairah Pembelajaran terintegrasi Menggunakan berbagai sumber Siswa aktif Sosialisasi KTSP 198 . Reflection (refleksi) • Cara berpikir tentang apa yang telah kita pelajari • Mencatat apa yang telah dipelajari • Membuat jurnal.7.

peta-peta. Sosialisasi KTSP • DI (DIRECT INSTRUCTION) • CL (COOPERATIVE LEARNING) • PBI (PROBLEM BASE INSTRUCTION) • GABUNGAN Sosialisasi KTSP 199 . tetapi hasil karya siswa.LANJUTAN … KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS CTL • Sharing dengan teman • Siswa kritis. guru kreatif • Dinding kelas dan lorong-lorong penuh dengan hasil karya siswa. gambar. humor dll • Laporan kepada orang tua bukan hanya raport. karangan siswa dll. artikel. laporan hasil praktikum.

MODEL PEMBELAJARAN Direct Instruction (DI) Cooperative Learning (CL) Problem Based Instruction (PBI) Empat Ciri Khusus Landasan Teoritik Tujuan Hasil Belajar Siswa Tingkah Laku Mengajar (Sintaks) Lingkungan Belajar dan Sistem Pengelolaan Sosialisasi KTSP PEMBELAJARAN LANGSUNG (DI) Landasan Teoritik Teori Belajar Sosial Pemodelan Tingkah Laku Albert Bandura CTL Hasil Belajar Siswa Modeling Pengetahuan Prosedural Pengetahuan Deklaratif sederhana Mengembangkan Keterampilan belajar Strategi – strategi belajar Lihat tabel 1 Berpusat pada guru Sintaks Lingkungan belajar dan Sistem Pengelolaan Sosialisasi KTSP Lima fase utama Perlu perencanaan dan pelaksanaan dari guru 200 .

atau menyajikan informasi tahap demi tahap • Merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal • Mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik. dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dlm kehidupan sehari hari Sosialisasi KTSP PEMBELAJARAN KOOPERATIF (CL) Landasan Teoritik Teori Belajar Konstruktivis CTL Learning Community Hasil belajar Akademik Keterampilan Sosial Sintaks Enam fase utama Proses demokrasi dan Peran aktif siswa Hakekat Sosiokultural Vygotsky Konsep – konsep sulit Keterampilan Kooperatif Lihat tabel 2 Berpusat pada siswa Hasil Belajar Siswa Lingkungan belajar dan Sistem Pengelolaan Siswa bel dlm klp. informasi latar belakang pelajaran. pentingnya pelajaran. Kecil Dg tkt mampu beda Sosialisasi KTSP 201 . memberi umpan • Mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan.Tabel : 1 “ SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG” FASE – FASE Fase 1 Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan Siswa Fase 2 Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan Fase 3 Membimbing pelatihan Fase 4 Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik Fase 5 Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan PERILAKU GURU • Menjelaskan TPK. mempersiapkan siswa untuk belajar • Mendemonstrasikan keterampilan yang benar.

peran aktif siswa Norma inquiry terbuka Bebas kemukakan dpt 202 .mandiri Sintaks Lima fase utama Lihat tabel 3 Lingkungan belajar dan Sistem Pengelolaan Sosialisasi KTSP Terbuka.Tabel : 2“ SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF (CL)” FASE – FASE Fase 1 Menyampaikan tujuan dan memotivasi Siswa Fase 2 Menyajikan informasi Fase 3 Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok – kelompik belajar Fase 4 Membimbing kelompok bekerja dan belajar Fase 5 Evaluasi Fase 6 Memberikan penghargaan PERILAKU GURU Menyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai selama pembelajaran dan memotivasi siswa belajar Menyajikan informasi kepada siswa dg jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan Menjelaskan kpd siswa bgm cara membentuk klp bel dan membantu setiap klp agar melakukan transisi secara efisien Membimbing kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka Mengevaluasi hasil bel ttg materi yg tlh dipelajari/meminta klp presentasi hsl kerja Menghargai baik upaya maupun hsl bel individu dan kelompok Sosialisasi KTSP PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH (PBI) Landasan Teoritik Teori Belajar Konstruktivis CTL Inquiry Pemecahan masalah (autentik) Belajar penemuan Bruner Hasil Belajar Siswa Menjadi pembelajar Yang otonom. proses demokrasi.

melaksanakan eksperimen utk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah • Membantu siswa dal merencanakan dan menyiapkan karya yg sesuai spt laporan.FASE Fase 1 Orientasi siswa kepada masalah Fase 2 Mengorganisasikan siswa untuk belajar Fase 3 Membimbing penyelidikan individu dan klp Fase 4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya Fase 5 Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah PERILAKU GURU • Menjelaskan tujuan.logistik yg dibutuhkan • Memotivasi siswa terlibat aktif pemecahan masalah yg dipilih • Membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas bel yg berhub dg Masalah tersebut • Mendorong siswa utk mengumpulkan informasi yg sesuai.Tabel : 3 “SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN PBI“ FASE . model dan berbagi tugas dengan teman • Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yg tlh dipelajari /meminta klp presentasi hasil kerja Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 203 .

204 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 17 Pembelajaran Berbasis Kontekstual 2 Sosialisasi KTSP Ada sesuatu yang salah dengan proses pendidikan Sebelum Sekolah 1. riang Menggunakan segala sesuatu yang terdapat di sekitarnya. 3. yang menarik perhatiannya Anak membangun sendiri pengetahuan dan pemahaman lewat pengalaman nyata sehari-hari Sosialisasi KTSP 205 . Anak lincah Selalu belajar apa yang diinginkannya dengan gembira. 2. 4.

Anak dipaksa belajar dengan cara guru Suasana tegang Seringkali tidak bermakna Seringkali siswa belajar sesuatu tidak menarik perhatiannya 5. 3. 2. makin kurang inisiatif dan keberanian bertanya/mengemukakan pendapatnya Sosialisasi KTSP Sampai saat inipun kalau kita berbicara mengenai PBM di sekolah seringkali membuat kita kecewa.Setelah Sekolah 1. Mengapa ? Sosialisasi KTSP 206 . Makin tinggi kelas anak. 4. apalagi bila dikaitkan dengan pemahaman siswa terhadap materi ajar. Telah terjadi “penjinakan” pada anak 6.

Sosialisasi KTSP 207 . tetapi pada kenyataannya mereka tidak memahaminya.Banyak siswa mampu menyajikan tingkat hafalan yang baik terhadap materi ajar yang diterimanya. Sebagian besar dari siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dipergunakan/dimanfaatkan. Padahal mereka sangat butuh untuk dapat memahami konsep-konsep yang berhubungan dengan lingkungan dan masyarakat pada umumnya dimana mereka akan hidup dan bekerja. Sosialisasi KTSP Siswa memiliki kesulitan untuk memahami konsep akademik sebagaimana mereka biasa diajarkan yaitu dengan menggunakan sesuatu yang abstrak dan metode ceramah.

Bagaimana seorang guru dapat berkomunikasi secara efektif dengan siswanya yang selalu bertanya-tanya tentang alasan dari sesuatu. dan hubungan dari apa yang mereka pelajari ?.PERMASALAHANNYA 1. Bagaimana setiap individual mata pelajaran dipahami sebagai bagian yang saling berhubungan dan membentuk satu pemahaman yang utuh ?. Sosialisasi KTSP 208 . Bagaimana menemukan cara terbaik untuk menyampaikan berbagai konsep yang diajarkan di dalam mata pelajaran tertentu. Sosialisasi KTSP 2. sehingga semua siswa dapat menggunakan dan mengingatnya lebih lama konsep tersebut ?. 3. arti dari sesuatu.

4. sehingga mereka dapat mempelajari berbagai konsep dan mampu mengkaitkannya dengan kehidupan nyata. Sosialisasi KTSP 209 . “Tantangan yang dihadapi oleh guru setiap hari dan merupakan tantangan bagi pengembang kurikulum”. Sosialisasi KTSP PENGALAMAN BERHARGA Pengalaman di negara lain menunjukkan bahwa minat dan prestasi siswa dalam bidang matematika. Bagaimana guru dapat membuka wawasan berpikir yang beragam dari siswa. sehingga dapat membuka berbagai pintu kesempatan selama hidupnya ?. dan bahasa meningkat secara drastis pada saat. sains.

Mereka diperkenankan untuk bekerja secara bersama-sama (cooperative) Meningkatnya minat dan prestasi siswa tersebut dicapai. karena guru menggunakan suatu pendekatan pembelajaran dan pengajaran kontekstual. dan bagaimana konsep tersebut dapat dipergunakan di luar kelas. 2.1. Mereka dibantu untuk membangun keterkaitan antara informasi (pengetahuan) baru dengan pengalaman (pengetahuan lain) yang telah mereka miliki atau mereka kuasai. Sosialisasi KTSP 210 . Sosialisasi KTSP 3. Mereka diajarkan bagaimana mereka mempelajari konsep.

1. Sosialisasi KTSP NO. CTL Menyandarkan pada memori spasial (pemahaman makna) Pemilihan informasi berdasarkan kebutuhan siswa Siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran TRADISONAL Menyandarkan pada hafalan Pemilihan informasi ditentukan oleh guru Siswa secara pasif menerima informasi 2. 6.PERBEDAAN CTL TRADISIONAL NO. Sosialisasi KTSP 211 . 3. CTL TRADISONAL Pembelajaran dikaitkan Pembelajaran sangat dengan kehidupan abstrak dan teoritis nyata/masalah yang disimulasikan Selalu mengkaitkan informasi dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa Cenderung mengintegrasikan beberapa bidang Memberikan tumpukan informasi kepada siswa sampai saatnya diperlukan Cenderung terfokus pada satu bidang (disiplin) tertentu 5. 4.

atau mengerjakan proyek dan pemecahan masalah (melalui kerja kelompok) Perilaku dibangun atas kesadaran diri TRADISONAL Waktu belajar siswa sebagian besar dipergunakan untuk mengerjakan buku tugas. 7. 11. CTL Keterampilan dikembangkan atas dasar pemahaman Hadiah dari perilaku baik adalah kepuasan diri Siswa tidak melakukan hal yang buruk karena sadar hal tsb keliru dan merugikan TRADISONAL Keterampilan dikembangkan atas dasar latihan Hadiah dari perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor Siswa tidak melakukan sesuatu yang buruk karena takut akan hukuman 10. mendengar ceramah. menggali. 9. berpikir kritis. dan mengisi latihan yang membosankan (melalui kerja individual) Perilaku dibangun atas kebiasaan 8. CTL Siswa menggunakan waktu belajarnya untuk menemukan. Sosialisasi KTSP NO. Sosialisasi KTSP 212 .NO. berdiskusi.

12. Sosialisasi KTSP PENGERTIAN CTL Pembelajaran/pengajaran kontekstual merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan/konteks ke permasalahan/konteks lainnya. sosial dan kultural). Sosialisasi KTSP 213 . 13. TRADISONAL Perilaku baik berdasarkan motivasi ekstrinsik Pembelajaran hanya terjadi dalam kelas Hasil belajar diukur melalui kegiatan akademik dalam bentuk tes/ujian/ulangan. 14. konteks dan setting Hasil belajar diukur melalui penerapan penilaian autentik.NO. CTL Perilaku baik berdasarkan motivasi intrinsik Pembelajaran terjadi di berbagai tempat.

Melakukan pekerjaan yang siginifikan (doing significant work). sehingga siswa merasakan bahwa belajar penting untuk masa depannya. Sosialisasi KTSP 214 . membantu mereka untuk mengerti bagaimana berkomunikasi/berinteraksi dengan yang lain dan dampak apa yang ditimbulkannya. ikut serta dalam menentukan pilihan. Bekerjasama (collaborating) untuk membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok.KOMPONEN CTL Membuat hubungan yang bermakna (making meaningful connections) antara sekolah dan konteks kehidupan nyata. dan menghasilkan produk. Pekerjaan yang memiliki suatu tujuan. memiliki kepedulian terhadap orang lain. Sosialisasi KTSP Pembelajaran mandiri (self-regulated learning) yang membangun minat individual siswa untuk bekerja sendiri ataupun kelompok dalam rangka mencapai tujuan yang bermakna dengan mengaitkan antara materi ajar dan konteks kehidupan sehari-hari.

Pendewasaan individu (nurturing individual) dengan mengenalnya. Sosialisasi KTSP Pencapaian standar yang tinggi (reaching high standards) melalui pengidentifikasian tujuan dan memotivasi siswa untuk mencapainya. memberikan perhatian. Sosialisasi KTSP 215 . analisis dan sintesa data. Menggunakan penilaian autentik (using authentic assessment) yang menantang siswa agar dapat menggunakan informasi akademis baru dan keterampilannya kedalam situasi nyata untuk tujuan yang signifikan. mempunyai harapan tinggi terhadap siswa dan memotivasinya. siswa diwajibkan untuk memanfaatkan berpikir kritis dan kreatifnya dalam pengumpulan.Berpikir kritis dan kreatif (critical and creative thingking). memahami suatu isu/fakta dan pemecahan masalah.

dsb) dalam mencapai tujuan belajar. oleh karenanya harus berbagi pengetahuan dan tugastugas Sosialisasi KTSP 216 . pengetahuan dan pembelajaran harus dikondisikan dalam fisik tertentu dan konteks sosial (masyarakat. Situated Learning. Sosialisasi KTSP Socialization. oleh karenanya. menekankan kepada pentingnya siswa membangun sendiri pengetahuan mereka lewat keterlibatan aktif dalam proses belajar mengajar.TEORI YANG MELANDASI CTL Knowledge-Based Constructivism. yang menekankan bahwa belajar merupakan proses sosial yang menentukan tujuan belajar. Effort-Based Learning/Incremental Theory of Intellegence. manusia merupakan bagian terintegrasi dari proses pembelajaran. Bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar akan memotivasi seseorang untuk terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan komitmen untuk belajar. faktor sosial dan budaya perlu diperhatikan selama perencanaan pengajaran. Distributed Learning. rumah.

PENDEKATAN CTL Problem-Based Learning. yaitu suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar melalui berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah dalam rangka memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. Sosialisasi KTSP 217 . pendekatan pembelajaran Project-Based Learning. Sosialisasi KTSP yang mengikuti metodologi sains dan memberi kesempatan untuk pembelajaran bermakna. pendekatan pembelajaran yang memperkenankan siswa untuk bekerja mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya (pengetahuan dan keterampilan baru). Authentic Instruction. Inquiry-Based Learning. dan mengkulminasikannya dalam produk nyata. yaitu pendekatan pengajaran yang menperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna melalui pengembangan keterampilan berpikir dan pemecahan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata. pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi ajar dan menggunakannya kembali di tempat kerja. Work-Based Learning.

Membentuk group belajar yang saling tergantung (interdependent learning groups). Mempertimbangan keragaman siswa (disversity of students). pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam rangka memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. maka untuk dapat mengimplementasikan pembelajaran dan pengajaran kontekstual guru seharusnya. Merencanakan pembelajaran sesuai dengan perkembangan mental (developmentally appropriate) siswa. Sosialisasi KTSP 218 . Cooperative Learning. yaitu pendekatan Sosialisasi KTSP IMPLEMENTASI CTL Sesuai dengan faktor kebutuhan individual siswa. yaitu pendekatan pembelajaran yang menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru dan berbagai keterampilan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya.Service Learning.

Memperhatikan multi-intelegensi (multiple intelli-gences) siswa. penggunaan strategi dan motivasi berkelanjutan). perkembangan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Sosialisasi KTSP Mengembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna jika ia diberi kesempatan untuk bekerja.Menyediakan lingkungan yang mendukung pembelajaran mandiri (self-regulated learning) dengan 3 karakteristik umumnya (kesadaran berpikir. Memfasilitasi kegiatan penemuan (inquiry) agar siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan melalui penemuannya sendiri (bukan hasil mengingat sejumlah fakta). menemukan. Menggunakan teknik bertanya (quesioning) yang meningkatkan pembelajaran siswa. Sosialisasi KTSP 219 . Mengembangkan sifat ingin tahu siswa melalui pengajuan pertanyaan (quesioning). dan mengkontruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan baru (contructivism).

Memahami latar belakang dan pengalaman hidup siswa melalui proses pengkajian secara seksama. Sosialisasi KTSP Sedangkan berkaitan dengan faktor peran guru. selanjutnya memilih dan mengkaitkannya dengan konsep atau teori yang akan dibahas. Mempelajari lingkungan sekolah dan tempat tinggal siswa. Mengarahkan siswa untuk merefleksikan tentang apa yang sudah dipelajari. Sosialisasi KTSP 220 . maka guru seharusnya.Menciptakan masyarakat belajar (learning community) dengan membangun kerjasama antar siswa. Menerapkan penilaian autentik (authentic assessment). Mengkaji konsep atau teori (materi ajar) yang akan dipelajari oleh siswa. agar proses pengajaran kontekstual dapat lebih efektif. Memodelkan (modelling) sesuatu agar siswa dapat menirunya untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru.

Merancang pengajaran dengan mengkaitkan konsep atau teori yang dipelajari dengan mempertimbangkan pengalaman siswa dan lingkungan kehidupannya. 1991). sekaligus pada saat yang bersamaan dapat meningkatkan dan menemukan cara untuk peningkatan pengetahuannya. Dalam hal ini adalah simulasi yang dapat mengekspresikan prestasi (performance) siswa yang ditemui di dalam praktek dunia nyata. Sosialisasi KTSP 221 . serta mendorong siswa untuk membangun kesimpulan yang merupakan pemahaman siswa terhadap konsep atau teori yang sedang dipelajarinya. Sekaligus. Sosialisasi KTSP PENILAIAN AUTENTIK Penilaian autentik adalah suatu istilah/terminologi yang diciptakan untuk menjelaskan berbagai metode penilaian alternatif yang memungkinkan siswa dapat mendemonstrasikan kemampuannya dalam menyelesaikan tugas-tugas dan menyelesaikan masalah. Melaksanakan pengajaran dengan selalu mendorong siswa untuk mengkaitkan apa yang sedang dipelajari dengan pengetahuan/pengalaman sebelumnya dan fenomena kehidupan sehari-hari. Melakukan penilaian autentik (authentic assessment) yang memungkinkan siswa untuk menunjukkan penguasaan tujuan dan pemahaman yang mendalam terhadap pembelajarannya. mengekspresikan pengetahuan dan keterampilannya dengan cara mensimulasikan situasi yang dapat ditemui di dalam dunia nyata di luar lingkungan sekolah (Hymes.

diharapkan berbagai informasi yang absah/benar dan akurat dapat terjaring berkaitan dengan apa yang benar-benar diketahui dan dapat dilakukan oleh siswa atau tentang kualitas program pendidikan.TUJUAN PENILAIAN AUTENTIK Penilaian autentik bertujuan mengevaluasi kemampuan siswa dalam konteks dunia nyata. siswa belajar bagaimana mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilannya ke dalam tugas-tugas yang autentik. Dengan kata lain. Sosialisasi KTSP STRATEGI PENILAIAN AUTENTIK Penilaian kinerja (Performance assessment) yang dikembangkan untuk menguji kemampuan siswa dalam mendemonstrasikan pengetahuan dan ke-terampilannya (apa yang mereka ketahui dan dapat dilakukan) pada berbagai situasi nyata dan konteks tertentu. Melalui penilaian autentik ini. Sosialisasi KTSP 222 . Observasi sistematik atau investigasi jangka pendek (System Observation – short investigation) yang bermanfaat untuk menyajikan informasi tentang dampak aktivitas pembelajaran terhadap sikap siswa.

Sosialisasi KTSP 223 . Portefolio (Portfolio) adalah koleksi/kumpulan dari berbagai ketrampilan. 1994). Tanggapan ini dapat berupa. minat dan pengalamannya. Dengan kata lain jurnal membantu siswa dalam mengorgani-sasikan cara berpikirnya dan menuangkannya secara eksplisit dalam bentuk gambar. ia memberikan stimulus dan bertanya kepada siswa untuk memberikan tanggapan (respond). (ii) suatu pemecahan matematik. minat dan keberhasilan atau prestasi siswa selama jangka waktu tertentu (Hart. (iii) suatu gambar. proses dan produk mereka. kemudian menuliskan ide-ide. (iv) suatu diagram. Sosialisasi KTSP Kajian/penilaian pribadi (self assessment)Siswa untuk mengevaluasi partisipasi. antara lain (i) suatu tulisan singkat atau jawaban lisan. Jurnal (Journal) merupakan suatu proses refleksi dimana siswa berpikir tentang proses belajar dan hasilnya. tulisan dan bentuk lainnya. Sama halnya observasi sistematik. Pertanyaan evaluatif merupakan alat dasar dalam kajian pribadi. ide.Pertanyaan terbuka. chart atau grafik. Koleksi tersebut memberikan gambaran perkembangan siswa setiap saat.

Keorganisasian sekolah juga sedapat mungkin harus mendukung keterlaksanaan proses pembelajaran dimanapun (ruang kelas. sekolah atau masyarakat). setiap orang di sekolah terlebih dahulu menyetujui tentang apa yang akan dipelajari oleh siswa dan strategi apa yang akan digunakan.DIAGRAM SISTEM DUKUNGAN UNTUK PELAKSANAAN CTL Pembelajaran Siswa Pengajaran Dukungan Keorganisasian Sekolah Sosialisasi KTSP Dukungan Masyarakat Diagram tsb menunjukkan bahwa tujuan akhir pelaksanaan CTL adalah mendukung pembelajaran yang berkualitas bagi siswa. Sosialisasi KTSP 224 . dukungan eksternal dari masyarakat adalah dalam hal penyediaan sumber dorongan yang dapat membantu siswa dan pendidik menciptakan lingkungan belajar mengajar yang berkualitas. Terakhir. Untuk itu.

Selesai Sosialisasi KTSP 225 .

226 .

Penilaian Hasil Belajar 17.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VII. Rancangan Penilaian Hasil Belajar 227 .

228 .

Materi 16 RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENILAIAN • • • • • • PENGERTIAN PENILAIAN PENGERTIAN PENILAIAN KELAS CIRI PENILAIAN KELAS TEKNIK PENILAIAN MANFAAT HASIL PENILAIAN PENGERTIAN KETUNTASAN BELAJAR • PELAPORAN Sosialisasi KTSP 229 .

PENGERTIAN PENILAIAN PENILAIAN ADALAH PROSES SISTEMATIS MELIPUTI PENGUMPULAN INFORMASI (ANGKA. ANALISIS. DESKRIPSI VERBAL). INTERPRETASI INFORMASI UNTUK MEMBUAT KEPUTUSAN. Sosialisasi KTSP 230 . Sosialisasi KTSP PENILAIAN KELAS Proses pengumpulan & penggunaan informasi oleh guru melalui sejumlah bukti untuk membuat keputusan ttg pencapaian hasil belajar/kompetensi siswa.

Belajar Tuntas • Belajar Tuntas (mastery learning): peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya. maka sebagian besar dari mereka akan mencapai ketuntasan”. 4. A Model of School Learning Sosialisasi KTSP ) 231 .CIRI PENILAIAN KELAS 1. 2. 3. • “Jika peserta didik dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuannya untuk beberapa mata pelajaran dan diajarkan sesuai dengan karakteristik mereka. sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar. BELAJAR TUNTAS OTENTIK BERKESINAMBUNGAN BERDASARKAN ACUAN KRITERIA / PATOKAN 5. dan hasil yang baik. (John B. MENGGUNAKAN BERBAGAI CARA & ALAT PENILAIAN Sosialisasi KTSP 1. Carrol.

lanjutan • Guru harus mempertimbangkan antara waktu yang diperlukan berdasarkan karakteristik peserta didik dan waktu yang tersedia di bawah kontrol guru (John B. B.) Sosialisasi KTSP 232 . Block. Carrol) • “Peserta didik yang belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama. Penilaian Otentik • Memandang penilaian dan pembelajaran secara terpadu • Mencerminkan masalah dunia nyata bukan dunia sekolah • Menggunakan berbagai cara dan kriteria • Holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan. Bloom) Sosialisasi KTSP 2. mereka dapat berhasil jika kompetensi awal mereka terdiagnosis secara benar dan mereka diajar dengan metode dan materi yang berurutan. dan sikap. mulai dari tingkat kompetensi awal mereka” (JH. keterampilan.

observasi. Berkesinambungan Memantau proses. Ulangan Akhir Semester. dan Ulangan Kenaikan Kelas. atau lainnya) • Ulangan Tengah Semester : selesai beberapa Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan • Ulangan Akhir Semester : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan. (tertulis. penugasan. dengan penekanan pada kompetensi dasar semester genap Sosialisasi KTSP 233 . dan perbaikan hasil terus menerus dalam bentuk Ulangan Harian. Sosialisasi KTSP • Ulangan Harian : selesai satu atau beberapa Indikator. • Ulangan Kenaikan Kelas : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester ganjil dan genap. Ulangan Tengah Semester.3. kemajuan.

Menggunakan Berbagai cara & alat penilaian • Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi • Menggunakan penilaian yang bervariasi: Tertulis. tetapi dengan kemampuan yang dimiliki sebelumnya dan patokan yang ditetapkan Sosialisasi KTSP 5. dan Penilaian Diri Sosialisasi KTSP 234 .4. Pengamatan. Proyek. Portofolio. Produk. Lisan. Berdasar Acuan kriteria/patokan Prestasi kemampuan peserta didik TIDAK DIBANDINGKAN dengan peserta kelompok. Unjuk Kerja.

baca puisis. interaksi) • Cocok untuk : • Penyajian lisan: keterampilan berbicara. tingkah laku. • Pemecahan masalah dalam kelompok • Partisipasi dalam diskusi • Menari • Memainkan alat musik • Olah Raga • Menggunakan peralatan laboratorium • Mengoperasikan suatu alat Sosialisasi KTSP 235 .TEKNIK /CARA PENILAIAN Unjuk Kerja (Performance) Penugasan (Proyek/Project) Hasil kerja (Produk/Product) Tertulis (Paper & Pen) Portofolio (Portfolio) Sikap Diri (Self Assessment) Sosialisasi KTSP Unjuk Kerja (Performance) : pengamatan terhadapa aktivitas siswa sebagaimana terjadi (unjuk kerja. berpidato. berdiskusi.

B. dan 4 bila siswa selalu melakukan --------------------------------------------------------------------------------------------------Nama : Rinjani I. Ekspresi fisik (physical expression) ----. ---------------------------------------------------------------------------------Nama: Rinjani I. Ekspresi fisik (physical expression) A.CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN RATING SCALE -----------------------------------------------------------------------------------------------Petunjuk : Beri Lingkaran pada angka yang sesuai untuk setiap kemampuan yang teramati pada waktu anak berpidato : 1 bila tidak pernah 2 bila jarang 3 bila kadang-kadang. Mengubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan 1 2 3 4 Sosialisasi KTSP CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN CHECKLIST --------------------------------------------------------------------------------Petunjuk: Beri tanda centang (v) dibelakang huruf di mana kemampuan siswa teramati pada waktu berpidato. Merubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan ----.A.C. Berdiri tegak melihat pada penonton 1 2 3 4 B. Berdiri tegak melihat pada penonton ----. Mata melihat kepada penonton Sosialisasi KTSP 236 .

Berbicara dengan kata-kata yang jelas ---. Memilih kata-kata yang tepat untuk menegaskan arti ---. Ekspresi suara (vocal expression) ---.B.B.C. Nada suaranya berubah-ubah sesuai pernyataan yang ditekankan ---.II.D. Sosialisasi KTSP Penugasan (Proyek) : Penilaian terhadap suatu tugas yang mengandung penyelidikan yang harus selesai dalam waktu tertentu Tugas: suatu investigasi dgn tahapan: Perencanaan Pengumpulan data Pengolahan data.A.A. Penyajian data Sosialisasi KTSP 237 . Menggunakan kalimat yang lengkap untuk mengutarakan suatu pikiran ---. Menyimpulkan pokok-pokok pikiran yang penting III.C. Tidak mengulang-ulang pernyataan ---. Berbicara cukup keras untuk didengar penonton Ekspresi verbal (verbal expression) ---.

PENILAIAN PROYEK Bermanfaat menilai : • Keterampilan menyelidiki secara umum • Pemahaman & Pengetahuan dalam bidang tertentu • Kemampuan mengaplikasi pengetahuan dalam suatu penyelidikan • Kemampuan menginformasikan subyek secara jelas Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN PROYEK : Ilmu Pengetahuan Sosial : SD : VI Mata Pelajaran Jenjang Kelas / Semester Contoh Kompetensi Dasar : menganalisis bentuk-bentuk perilaku yang muncul sebagai dampak globalisasi (konsumerisme. gaya hidup) Sosialisasi KTSP 238 .

perilaku. pilihan makanan dan minuman. pariwisata.• Indikator : . komunikasi. nilai-nilai. migrasi.Mengidentifikasi bukti-bukti globalisasi di lingkungan masyarakat (mis: dalam hal periklanan.Membuat daftar perubahan perilaku masyarakat setempat sebagai dampak globalisasi (mis: dalam hal makanan. dan tradisi) . pakaian.Membandingkan pandangan orang tua dan anak mengenai perubahan-perubahan yang terjadi akibat pengaruh globalisasi Sosialisasi KTSP Contoh Tugas Penilaian Proyek ----------------------------------------Lakukan penelitian sederhana di lingkungan sekitar mengenai pengaruh iklan di media cetak maupun di media elektronik terhadap gaya hidup anak SD (cara berpakaian. gaya hidup. perjalanan. telekomunikasi) . perilaku) Sosialisasi KTSP 239 .

responden. kurang memuat saran Sosialisasi KTSP Hasil Kerja (Produk): Penilaian terhadap kemampuan membuat produk teknologi dan seni Penilaian Hasil Akhir dan Proses: hasil akhir spt: . Jika penulisan kurang sistimatis. topik. lukisan.pakaian . memuat saran. daftar pertanyaan dengan lengkap. Jika pertanyaan tidak terlaksana semua dan data tidak tercatat dengan rapi. alasan. bahasa komunikatif. alasan. PENGOLAHAN DATA Jika pembahasan data sesuai tujuan penelitian Jika pembahasan data kurang menggambarkan tujuan penelitian Jika sistimatika penulisan benar.membakar kue dengan baik proses spt: Sosialisasi KTSP 240 . Jika memuat tujuan. Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua. responden. dan logam .menggunakan peralatan dengan aman .barang-barang terbuat dari kayu. tempat penelitian. alasan. daftar pertanyaan kurang lengkap. Jika memuat tujuan.makanan . namun bahasa kurang komunikatif Jika sekedar melaporkan hasil penelitian tanpa membahas data PELAPORAN TERTULIS Jika sistimatika penulisan benar. plastik. topik. memuat saran. keramik. responden. daftar pertanyaan tidak lengkap PENGUMPULAN DATA Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua dan data tercatat dengan rapi dan lengkap. tetapi data tidak tercatat dengan rapi dan lengkap.hasil karya seni: gambar. tempat penelitian. tempat penelitian. bahasa kurang komunikatif. pahatan .menggunakan teknik menggambar .CONTOH ASPEK FORMAT PENYEKORAN TUGAS PROYEK KRITERIA DAN SKOR 3 2 1 PERSIAPAN Jika memuat tujuan. topik.

kmp: . kembangkan gagasan .desain produk PEMBUATAN: kmp seleksi dan gunakan: bahan. teknik PENILAIAN (APPRAISAL): kmp buat produk sesuai kegunaan (fungsi) & keindahan Sosialisasi KTSP Contoh1: TUGAS PENILAIAN PRODUK ------------------------------------------------------Tugas: buatlah rancangan model benda yang menggunakan roda Ketentuan: .rencanakan.Tentukan spesifikasi bahan untuk model Sosialisasi KTSP 241 . alat.Gambar rancangan model .PENILAIAN PRODUK PERSIAPAN. gali.Bahan untuk model tertulis dalam rancangan .

ukuran: ……………………. 2. spesifikasi bahan tidak jelas Sosialisasi KTSP 242 . 4. skor c k Ada gambar rancangan model Bahan tertulis dalam model Spesifikasi bahan tertulis Unsur estetika Kriteria penskoran : B = gambar proporsional. bahan tertulis lengkap. spesifikasi bahan jelas C = gambar kurang proporsional. bahan tertulis kurang lengkap. bahan tertulis tidak lengkap.Contoh2: TUGAS PENILAIAN PRODUK -------------------------------------------------------Tugas: Rancang dan buatlah mainan yang menggunakan roda. ketentuan sebagai berikut (spesifikasidiberikan) : jenis kayu: ………. 3. spesifikasi bahan kurang jelas K = gambar tidak proporsional. dst.. Sosialisasi KTSP Penskoran tugas penilaian produk contoh 1: No Kriteria b 1.

Jawaban singkat .uraian Sosialisasi KTSP BANDINGKAN • Apa kepanjangan ASEAN? • Tahun berapa ASEAN didirikan? • Negara mana saja yang manjadi anggota ASEAN? • Apa kepanjangan PLTA? • Menurutmu masalah apa yang akan timbul jika ASEAN bubar? • Dengan cara apa ASEAN mendukung perekonomian ASIA? • Buatlah bagan PLTA! Sosialisasi KTSP 243 . MEMILIH JAWABAN .Pilihan ganda .TES TERTULIS Memilih dan Mensuplai jawaban 1.Isian atau melengkapi . ya . MENSUPLAI JAWABAN .S.Dua pilihan (B .tidak) 2.

PORTOFOLIO : Penilaian melalui koleksi karya (hasil kerja) siswa yang sistematis • • • • Pengumpulan data melalui karya siswa Pengumpulan dan penilaian yang terus menerus Refleksi perkembangan berbagai kompetensi Memperlihatkan tingkat perkembangan kemajuan belajar siswa • Bagian Integral dari Proses Pembelajaran • Untuk satu periode • Tujuan Diagnostik Sosialisasi KTSP Hal-hal yang perlu diperhatikan: • Siswa merasa memiliki portofolio sendiri • Tentukan bersama hasil kerja apa yang akan dikumpulkan • Kumpulkan dan simpan hasil kerja siswa dalam 1 map atau folder • Beri tanggal pembuatan • Tentukan kriteria untuk menilai hasil kerja siswa • Minta Siswa untuk menilai hasil kerja mereka secara berkesinambungan • Bagi yang kurang. tentukan jangka waktunya • Bila perlu. jadwalkan pertemuan dengan ortu Sosialisasi KTSP 244 . beri kesempatan perbaiki karyanya.

Menulis karangan deskriptif 30/7 10/8 dst. Contoh Portofolio Nama Siswa : _________________ Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kelas : X/1 : Bahasa Indonesia : 1 Semester Kriteria No SK / KD Periode Tata bahasa Kosakata Kelengkapan gagasan Sistematika penulisan Keterangan 1. Membuat resensi buku 1/9 30/9 10/10 Dst.karya-karya yang dapat dikumpulkan melalui penilaian portofolio • • • • • • • Puisi Karangan Gambar / Lukisan Desain Paper Sinopsis Naskah pidato / khotbah • Naskah Drama • Rumus Sosialisasi KTSP • • • • • • Doa Surat Komposisi Musik Teks Lagu Resep Makanan Laporan Observasi/ Penyelidikan / Eksperimen • Dsb. 2. Sosialisasi KTSP 245 .

PENILAIAN SIKAP Penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap obyek sikap Cara: – Observasi perilaku: kerja sama.. Sosialisasi KTSP 246 .. perhatian – Pertanyaan langsung: tanggapan thd tatib baru – Laporan pribadi: menulis pandangan ttg “kerusuhan antaretnis”. Nama Bekerja sama 1. inisiatif. Ruri Berinisiatif Perilaku Penuh Perhati an Bekerja sistematis Nilai Keterangan 2. .. Sosialisasi KTSP Contoh Format Penilaian Sikap dalam praktek IPA : No. Tono 3.

247 . 2. Untuk No. tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya.Selama diskusi saya mengusulkan ide kpd klp utk didiskusikan -------. saya…. 3. Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN DIRI PARTISIPASI DALAM DISKUSI KELOMPOK Nama : ----------------------------------------------------Nama-nama anggota kelompok : ----------------------------------------------------Kegiatan kelompok : ----------------------------------------------------Isilah pernyataan berikut dengan jujur.d. proses.mengajukan pertanyaan --------.mengorganisasi kelompok -------.mengorganisasi ide-ide saya -------. 4.Semua anggota kelompok kami melakukan sesuatu selama kegiatan -------.1996.melamun 6. 5.Tiap orang sibuk dengan yang dilakukannya dalam kelompok saya --------. tulislah huruf A. SUMBER: Forster & Masters.PENILAIAN DIRI Menilai diri sendiri berkaitan dengan status.mengacaukan kegiatan -------. --------.mendengarkan orang lain --------. Apa yang kamu lakukan selama kegiatan berlangsung? ------------------------------------------------------------------------------------------Sosialisasi KTSP 1. tiap org diberi kesempatan mengusulkan sesuatu -------. 1 s.Ketika kami berdiskusi.C atau D di depan tiap pernyataan: A : selalu C : kadang-kadang B : sering D : tidak pernah -------.B.Selama kerja kelompok. 5.

KD.ALUR PELAKSANAAN PENILAIAN • MENETAPKAN INDIKATOR • MEMETAKAN SK. INDIKATOR DAN KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR • MENETAPKAN TEKNIK PENILAIAN • MEMBUAT ALAT PENILAIAN & PENYEKORAN Sosialisasi KTSP CONTOH FORMAT PEMETAAN ASPEK PENILAIAN SK KD INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PROY TEKNIK PENILAIAN PROD TES UN KERJA DLL MENDENGAR KAN BERBICARA MEMBACA MENULIS Sosialisasi KTSP 248 .

AS= Nilai Akhir Semester Sosialisasi KTSP MANFAAT HASIL PENILAIAN • REMEDIAL • PENGAYAAN • PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Sosialisasi KTSP 249 . TS= Nilai Tengah Semester. RR= Nilai Rata-rata KD.CONTOH REKAP NILAI MATA PELAJARAN : KELAS/SEMESTER : N O NA MA MENDENGARKAN BERBICARA MEMBACA MENULIS KD 1 KD 2 R R T S AS KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R TS A S 1 Ri n Tin 2 Catatan: KD= Kompetensi Dasar.

KAPAN? • REMEDIAL DILAKUKAN BILA NILAI INDIKATOR KURANG DARI NILAI KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PENGAYAAN DILAKUKAN BILA TUNTAS LEBIH CEPAT PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN BILA TIDAK EFEKTIF • • Sosialisasi KTSP KETUNTASAN BELAJAR • • • • PER INDIKATOR KRITERIA: 0% – 100% IDEAL: 75% SEKOLAH MENETAPKAN SENDIRI DGN PERTIMBANGAN: KEMAMPUAN AKADEMIS SISWA. KOMPLEKSITAS INDIKATOR. SARANA • TUNTAS: SKOR ≥ KRITERIA KETUNTASAN • TUNTAS INDIKATOR → KD → SK→ MAPEL Sosialisasi KTSP 250 . DAYA DUKUNG : GURU.

CONTOH PENGHITUNGAN KETUNTASAN BELAJAR KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN NILAI PESERTA DIDIK KETUNTASAN 1 2 60% 60% 60 59 TUNTAS TAK TUNTAS TUNTAS 3 55% 75 Sosialisasi KTSP CONTOH PENGHITUNGAN NILAI KD KOMPETENSI DASAR (KD) KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR 60% 70% 60% 70% 65% 60% INDIKATOR 1 NILAI SISWA 61 80 90 70 68 72 KETUNTASAN TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS 1 2 3 1 2 2 3 NILAI KD 1: = 61+80+90 3 = 77 ATAU 7.7 NILAI KD 2: MODE : 70 NILAI KD :70 Sosialisasi KTSP 251 .

DALAM 1 KD • JML INDIKATOR YG TUNTAS LEBIH DARI 50%: LANJUT KE KD BERIKUTNYA • JML INDIKATOR BELUM TUNTAS SAMA ATAU LEBIH DARI 50%: MENGULANG KD YANG SAMA Sosialisasi KTSP PELAKSANAAN PROGRAM REMEDIAL • TATAP MUKA DENGAN GURU • BELAJAR SENDIRI → dinilai • KEGIATAN: MENJAWAB PERTANYAAN. MENGERJAKAN TUGAS. MENGUMPULKAN DATA. MEMBUAT RANGKUMAN. • PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF Sosialisasi KTSP 252 .

PROGRAM PENGAYAAN : • SISWA BERPRESTASI BAIK • MEMPERKAYA KOMPETENSI • KEGIATAN : MEMBERI MATERI TAMBAHAN. PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF. Sosialisasi KTSP PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Program Strategi Bahan Tidak efektif? Dievaluasi Direvisi Sosialisasi KTSP Diganti 253 . LATIHAN TAMBAHAN TUGAS INDIVIDUAL • HASIL PENILAIAN MENAMBAH NILAI MATA PELAJARAN BERSANGKUTAN • SETIAP SAAT.

Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 254 .PELAPORAN • Rapor adalah laporan kemajuan belajar • Berisi informasi tentang pencapaian kompetensi • Sekolah boleh menetapkan sendiri model rapor yang dikehendaki. dengan syarat komunikatif dan menggambarkan pencapaian kompetensi. • Model yang ada merupakan contoh yang dapat dimodifikasi/diadopsi oleh sekolah.

255 .Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VIII. Pengembangan Bahan Ujian 18. Pengembangan Bahan Ujian & Analisis Hasil Ujian.

256 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 17 PENGEMBANGAN BAHAN UJIAN DAN ANALISIS HASIL UJIAN Sosialisasi KTSP SKL TOPIK Sosialisasi KTSP KISI-KISI TEKNIK PENYUSUNAN SOAL ANALISIS 257 .

19/2005 Sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan Meliputi kompetensi seluruh mata pelajaran Dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Sosialisasi KTSP 258 .APAKAH SAYA LULUS? Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) Adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap pengetahuan dan keterampilan Berdasarkan PP No.

MATERI DAN PENILAIAN SKL Menggambarkan kompetensi yang ingin dicapai.Hubungan antara SKL. KOMPETENSI Materi pembelajaran untuk mencapai kompetensi Sosialisasi KTSP Bentuk soal harus sesuai dengan kompetensi yang dituntut pada SKL SEPERTI APA SOAL YANG BAIK ? Sosialisasi KTSP 259 .

Perakitan soal menjadi perangkat tes. PENULISAN SOAL. 8. Sosialisasi KTSP 260 . 2. 6. •Indikator Soal •Bentuk Tes •Nomor Soal Syarat kisi-kisi Mewakili isi kurikulum Singkat dan jelas Soal dapat disusun sesuai dengan bentuk soal. Uji coba soal termasuk ANALISIS-nya. 7. 9. Penentuan tujuan tes. 3. 4. penulisan soal Pedm. PENELAAHAN SOAL (validasi soal).LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN TES 1. Bank Soal Penyajian tes kepada siswa Skoring (pemeriksaan jawaban siswa) Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN KISI-KISI Fungsi Pedm. 5. perakitan soal Komponen Kisi2: •Identitas •SK/KD/IP •Materi Pembel. Penyusunan KISI-KISI tes.

............. Bentuk Tes Materi (4) Indikator Soal (5) (6) No........ No.... dll....... -----------2.. ... Digunaka n untuk Tang gal Jumlah Siswa Tingkat Kesukaran Daya Proporsi KETERANGAN SOAL Jawaban pada Pilihan Pembeda A B C D OMIT Keterangan Sosialisasi KTSP 261 .............FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis Sekolah : . Mata Pelajaran : ....... Penulis 1.................. Alokasi Waktu : .......................... . Soal (7) (2) (3) Sosialisasi KTSP KARTU SOAL BENTUK PG Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (PG.........) NO.............. SOAL KUNCI Penyusun 1...... Kurikulum : ................ ------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No .............. 2.. Jumlah soal : . Urut (1) Kompetensi Dasar/ Indikator Bahan Kelas/ smt................

Kunci/Kriteria jawaban/Aspek yang dinilai Skor Skor maksimum= Sosialisasi KTSP …… 262 .KARTU SOAL URAIAN/PRAKTIK Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (Uraian)/Praktik (Kinerja. ------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No Diguna kan untuk KETERANGAN SOAL Proporsi jawaban pada aspek Tangg al Jumlah siswa Tingkat kesukar an Daya pembeda 1 A 2 3 1 B 2 3 1 C 2 3 1 D 2 3 Ketera ng an Sosialisasi KTSP PEDOMAN PENSKORAN No. SOAL Penyusun 1. hasil karya) NO. -----------2. penugasan.

Keterpakaian: memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Sosialisasi KTSP Indikator Soal Indikator soal sebagai pertanda atau indikasi pencapaian kompetensi Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur Indikator mengacu pada materi pembelajaran sesuai kompetensi 263 . 3. Kontinuitas: KD/indikator/materi lanjutan yang merupakan pendalaman materi sebelumnya. 2. mutlak harus dikuasai oleh siswa. Relevansi: yang diperlukan untuk mempelajari dalam bidang studi lain. 4.KRITERIA KOMPETENSI / MATERI PENTING 1. Urgensi: KD/indikator/materi yang secara teoritis.

MENGUKUR KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH Sosialisasi KTSP 264 . BILA SOAL TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Disajikan ….DIBERIKAN DASAR PERTANYAAN (STIMULUS) 2. BILA SOAL TIDAK TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Siswa dapat membedakan ….MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 3. 2.TEKNIK PERUMUSAN INDIKATOR 1. siswa dapat menjelaskan …. Sosialisasi KTSP MENUNTUT PENALARAN TINGGI SETIAP SOAL: 1.

... 8...... Analisis -Manakah penulisan yang salah pada paragraf .. 5.. Sintesis -Tuliskan satu rencana untuk pembuktian ... 2. Menyimpulkan -Susunlah beberapa kesimpulan yang bersasal dari data .... Evaluasi -Apakah kelebihan dan kelemahan .. mengapa? -Jelaskan mengapa kamu setuju/tidak setuju dengan pernyataan tentang . -Apakah hal berikut memiliki . 3. -Ringkaslah dengan tepat isi . Sosialisasi KTSP 265 .. Menerapkan -Selesaikan hal berikut dengan menggunakan kaidah ... 7... 9.... dengan menggunakan pedoman ..... Membandingkan -Jelaskan persamaan dan perbedaan antara .. -Apa akibat .. Menciptakan -Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda tentang . -Berdasarkan kriteria ........ Berpendapat (inferring) -Berdasarkan .. -Tuliskan sebuah laporan ...... Sosialisasi KTSP 6....... Mengelompokkan -Kelompokkan hal berikut berdasarkan . Memberi alasan (justifying) -Manakah pilihan berikut yang kamu pilih. 11..... 4. dan . -Apa reaksi A terhadap .. 12.. -Tulislah sebuah pernyataan yang dapat menjelaskan peristiwa berikut .... Hubungan sebab-akibat -Apa penyebab utama . 10.. -Tuliskan .. Meringkas -Tuliskan pernyataan penting yang termasuk .... -Bandingkan dua cara berikut tentang ... tuliskanlah evaluasi tentang .... apa yang akan terjadi bila ....MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 1... -Lengkapilah cerita ... tentang apa yang akan terjadi bila ..... -Daftar dan beri alasan singkat tentang ciri utama ...

Sosialisasi KTSP 266 . Memilih masalah sendiri Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah. Merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan yang berisi sebuah masalah. 8. siswa dapat memecahkan masalah ke dalam dua cara atau lebih. siswa dapat menjelaskan mengapa masalah ini sulit dipecahkan atau melengkapi informasi penting yang dihilangkan. dan menjelaskan cara penyelesaiannya. 5. Mengidentifikasi masalah Contoh indikator soal: Disajikan deskripsi suatu situasi/masalah. Sosialisasi KTSP 6. atau grafik. siswa dapat mengidentifikasi semua informasi yang tidak relevan. Mendeskripsikan berbagai strategi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. 9.Mengukur Keterampilan Pemecahan Masalah 1. Mengidentifikasi asumsi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. 7. Memberi alasan masalah yang sulit Contoh indikator soal: Disajikan sebuah masalah yang sukar dipecahkan atau informasi pentingnya dihilangkan. Mendeskripsikan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. Memberi alasan solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih kemungkinan solusinya. siswa dapat memberikan solusinya berdasarkan pertimbangan asumsi untuk saat ini dan yang akan datang. siswa dapat menggambarkan sebuah diagram atau gambar yang menunjukkan situasi masalah. 3. kemudian menunjukkan solusinya ke dalam gambar. siswa dapat mengidentifikasi masalah yang nyata atau masalah apa yang harus dipecahkan. Memahami kata dalam konteks Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah yang konteks kata atau kelompok katanya digarisbawahi. siswa dapat menjelaskan maknanya yang berhubungan dengan masalah itu dengan kata-katanya sendiri. siswa dapat memilih satu solusi yang paling tepat dan memberikan alasannya. diagram. 10. 4. siswa dapat memberikan alasan satu masalah yang dipilih sendiri. siswa dapat merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan. 2. Mengidentifikasi masalah yang tidak sesuai Contoh indikator soal: Disajikan beberapa informasi yang relevan dan tidak relevan terhadap masalah.

beberapa strategi pemecahan masalahnya. (3) menentukan strategi mana yang tepat. Sosialisasi KTSP 267 . siswa dapat menyelesaikan masalah itu dengan menggunakan strategi lain. proses. grafik atau tabel dan sebuah pernyataan masalah. Mengevaluasi kualitas solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan beberapa strategi untuk menyelesaikan masalah. Membuat strategi lain Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan satu strategi untuk menyelesaikan masalanya. siswa dapat: (1) menjelaskan dengan menerapkan strategi itu. dan prosedurnya. output. Memberi alasan strategi yang digunakan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih strategi untuk menyelesaikan masalah. (4) memberi alasan mengapa strategi itu paling tepat dibandingkan dengan strategi lainnya. siswa dapat mengevaluasi strategi pemecahannya berdasarkan prosedur yang disajikan. Menggunakan analogi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan strategi penyelesaiannya. (2) mengevaluasinya. kartun. Menyelesaiakan secara terencana Contoh indikator soal: Disajikan sebuah situasi masalah yang kompleks.11. 13. 14. dan outcomenya. siswa dapat memecahkan masalah dan menjelaskan prosedur yang dipergunakan untuk menyelesaikan masalah. siswa dapat memilih satu strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu dan memberikan alasannya. 12. siswa dapat menyelesaikan masalah secara terencana mulai dari input. Memecahkan masalah berdasarkan data dan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah cerita. 17. 16. siswa dapat: (1) mendeskripsikan masalah lain (analog dengan masalah ini) yang dapat diselesaikan dengan menggunakan strategi itu. (2) memberikan alasannya. Mengevaluasi strategi sistematikanya Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. Sosialisasi KTSP 15.

Berhubungan erat antara proses. materi. Mengukur kompetensi siswa 4. Berhubungan dengan kondisi pembelajaran di kelas atau di luar kelas 2. Mengandung pemecahan masalah Sosialisasi KTSP SOAL URAIAN SOAL URAIAN adalah soal yang jawabannya menuntut peserta tes untuk mengorganisasikan gagasan atau hal-hal yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan gagasan tsb dalam bentuk tulisan. kompetensi dan pengalaman belajar 3.KAIDAH PENULISAN SOAL KOMPETENSI 1. Mengukur kemampuan berpikir kritis 6. Sosialisasi KTSP 268 . Mengukur beberapa kemampuan yang diwujudkan dalam stimulus soal 5.

12. peta. 9. 2. 8. Ada pedoman penskorannya Tabel. atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Rumusan kalimat soal komunikatif Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Tidak menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 269 . Soal sesuai dengan indikator Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 7. 13. 10. 4. grafik. 6.KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 1. 3. 5. gambar. 11.

Materialisme yaitu sikap yang selalu mengutamakan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan materi -------------2 2. Kunci Jawaban Pasar tradisional: harga dapat ditawar dan tidak kena pajak Pasar modern: harga pasti dan kena pajak Skor Maksimum Skor 2 2 4 Sosialisasi KTSP 2. Primadialisme yaitu sikap yang lebih membanggabanggakan asal daerah tertentu. SMP) No. . Kunci Jawaban Skor 1. 1. Elitisme yaitu kecenderungan untuk bergaya hidup tertentu berbeda dengan orang banyak. Contoh Soal kurang baik: Jelaskan 2 persamaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 2 perbedaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! (IPS. 2. Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Contoh soal kurang baik: Jelaskan sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berazaskan kekeluargaan! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 4 sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berasaskan kekeluargaan! PEDOMAN PENSKORAN No. ---------------------------------------------------------2 2 3. Individualisme yaitu sikap lebih mementingkan diri sendiri. ---------------------------------2 Skor Maksimum 10 Sosialisasi KTSP 270 . 4. -----------------------------------2 5. Soal sesuai dengan indikator Indikator : Siswa dapat menjelaskan 2 perbedaan pasar tradisional dan pasar modern. Sekulerisme adalah sikap yang mencerminkan kehidupan keduniawian.1.

........... perkembangan generasi. Kunci Jawaban Skor a.... Enzim yang dihasilkan Pankreas: .. 1 b... 2 ... 4.....Tripsin untuk mengubah protein menjadi peptida dan asam-asam amino ...........................Lipase untuk mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol .................... 2 c.............. Di manakah enzim-enzim itu aktif? No......................... 1 Skor maksimum Sosialisasi KTSP 10 4......... 3...... 2 ............. dan teknologi tinggi) Menjawab dua fase Menjawab satu fase Tidak menjawab Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 271 ................. Kunci Jawaban Menjawab 3 fase perkembangan (penemuan........................................ Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Contoh soal yang kurang baik: Jelaskan perkembangan perangkat TIK dilihat dari perangkat komunikasi digital? Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan perkembangan perangkat komputer No........Bikarbonat untuk menetralisir HCl yang masuk ke usus dari lambung ...... Tuliskan dan jelaskan enzim yang dihasilkan pankreas! c..................................................................3........ 1....... Pankreas terletak di rongga perut ........................................................................... Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Contoh soal kurang baik: Di manakah letak kelenjar pankreas? (IPA) Contoh soal lebih baik: a...... 2 ................Amilase untuk mencerna tepung menjadi maltosa dan disakarida lain ........ 2............... Di manakah letak pankreas? b.... Enzim-enzim itu aktif di usus halus....................................

Dan meskipun celana 1001 –nya hilang lenyap menjadi topo. 2. Kusno akan berjuang terus melawan kesengsaraan biarpun hanya guna mendapatkan sebuah celana kepar yang lain. Pada suatu kali ia akan hilang dari muka bumi. 3. Sistem partai tunggal ---------------------------------------------------yaitu dalam suatu negara hanya satu partai yang berlaku ----2. 1. tak ada yang akan diceritakan lagi. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Contoh soal kurang baik: Tentang celana kepar 1001 itu. Kunci Jawaban Sistem kepartaian ialah pola perilaku dan interaksi di antara sejumlah partai politik 1. bagaimanapun juga. Idrus: Kisah Sebuah Celan Pendek Bagaimana watak Kusno? (Bhs Indonesia . Ia dilahirkan dalam kesengsaraan. 4. Sistem multi partai -------------------------------------------------------yaitu terdapat banyak partai dalam suatu negara yang disebabkan kondisi masyarakat yang mejemuk dan iklim demokrasi yang lebih bebas ------------------------------------------Skor Maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 1 6 6. tapi terus melawan kesengsaraan tersebut. tetapi tidak disertai alasan Bila jawaban (aliran) dan alasan salah Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 272 . Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Contoh soal kurang baik: Di Indonesia terdiri dari berapa sistem kepartaian? (PKn-SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan tiga macam sistem kepartaian! No. No. Sistem dua partai --------------------------------------------------------yaitu terdapat dua partai dalam suatu negara sehingga terlihat satu partai yang berkuasa dan satu partai oposisi ----------------3.SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tentukan watak Kusno yang terdapat dalam kutipan di atas disertai alasannya! Kunci : Watak Kusno gigih atau sejenisnya karena ia sengsara. Kusno tak akan putus asa.5. Aspek yang dinilai Bila jawaban (gigih) dan alasan benar Bila jawaban (gigih) benar tetapi alasan kurang tepat Bila hanya jawaban (gigih). hidup bersama kesengsaraan. Dan mungkin ia bersama-sama dengan Kusno hilang dari muka bumi ini? Tapi.

.... Gunungan sampah yang berbau tidak sedap itu terjadi akibat sampah-sampah tersebut tidak diangkut seperti di pemukiman. Sosialisasi KTSP 9............. dan pemakaian kaidah bahasa Indonesia...... 6 + 200 ............. Contoh Soal yang lebih baik: Seseorang bermassa 50 kg naik perahu dengan massa 200 kg dan berkecepatan 2 ms –1 terhadap air yang diam. Ada pedoman penskorannya 8........7........ pertokoan....... Kunci Jawaban mo ................. vp 1 = 1 m/s ........... Tabel....... peta........... atau di sejumlah pasar... vo 1 + mp ............ 2 = 50 .......... vp 1 . vo + mp .......... alur.................. vp = mo ....... vp 1 = 1 200 200 =.. 2 + 200 ........ Rumusan kalimat soal komunikatif Contoh soal kurang baik: Sesuatu bermassa 50 kg naik perahu yang massanya 200 kg ….......... kosakata............................. 50 . Skor maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 5 273 .... Tentukan kecepatan perahu sesaat setelah orang tersebut meloncat? No. Kemudian orang tersebut meloncat ke depan dengan kecepatan 6 ms –1 terhadap air.. (Bhs.... Yang lebih parah lagi bila TPS (Tempat Pembuangan Sampah) berada di lingkungan yang dekat dengan sekolah...... vp 1 .... 100 + 400 = 300 + 200 vp 1 500 = 300 + 200 vp 1 200 vp 1 = 500 – 300 200 vp 1 = 200 .... grafik..... gambar.......... Gambar ini memperlihatkan suatu kawasan yang dibanjiri sampah yangmenggunung..... atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Perhatikan gambar berikut.................. Indonesia SMP) Tulislah karangan sepanjang ± 200 kata berdasarkan informasi yang terdapat dalam gambar di atas! Tulisan tersebut akan dinilai berdasarkan isi........

Tak kenal menyerah: Seorang siswa perlu belajar dengan tekun tanpa mengenal lelah demi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dikemudian hari. Sosialisasi KTSP 274 . Kunci/Aspek yang dinilai Skor 1. 1 Skor Maksimum 3 Penjelasan: kata buah pala dan keju di daerah tertentu adalah tabu. 2. ---------------------------------Berjiwa pembaru: yaitu ikut serta dalam pembangunan. Metonimia adalah majas yang menyebut merek dagang untuk benda yang dimaksudkan atau digunakan.10 5. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Contoh soal kurang baik: Perhatikan kalimat berikut! “Di dalam BMW seri tujuh berwarna abu-abu itu Soni menyetir sendiri setelah membeli buah pala dan keju di supermarket itu. ----------------------------------------------Skor Maksimum Skor 0–2 3. -----------Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara: Untuk mencapai tujuan nasional diperlukan kerelaan berkorban. Menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan. 0–2 0–2 0–2 0–2 0. 1 3. Sosialisasi KTSP 12. Alasan: BMW adalah merek mobil. 1.10. PEDOMAN PENSKORAN Kunci Jawaban/Aspek yang dinilai Cinta tanah air: Bangga sebagai bangsa Indonesia menyebabkan seseorang rela berkorban. 4. Kutipan di atas mengandung majas metonimia.” Tentukan majas kalimat di atas dan berikan alasannya! (BIN SMP/MTs) PEDOMAN PENSKORAN No. Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Contoh soal kurang baik Coba kamu sebutkan satu per satu karakteristik sikap patriotik dalam kehidupan bangsa dan bernegara? (PKn SMP/MTs) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 5 ciri sikap patriotik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara! No. 1 2.

hidup di daerah kumuh. Sebutkan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! Sosialisasi KTSP SOAL PILIHAN GANDA JENIS SOAL PG Pokok Soal (stem) pertanyaan Pokok soal (stem) pernyataan Diakhiri tanda ? Diakhiri tanda …. Komponen soal PG Stem (pokok soal) Option Sosialisasi KTSP 275 . anak miskin. atau hidup di desa terpencil. namun kamu adalah warga negara Indonesia.13. anak cacat. Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Contoh soal kurang baik: Walaupun kamu anak yatim/piatu.

Soal harus sesuai dengan indikator Pengecoh harus berfungsi Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 276 . permintaan b. Baik untuk industri. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. 2. a. 8.. Penawaran* Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL PG 1. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya.. 7777777. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. 9. 3. propaganda c. Iklan di atas termasuk jenis iklan . 6. 10. 7. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”. luas 4 ha.. 5. Hubungi telp. Pengumuman d. 4.CONTOH SOAL PG Dasar pertanyaan (stimulus) Pokok soal (stem) Pilihan jawaban (option) Perhatikan iklan berikut! Dijual sebidang tanah di Bekasi.

Bahasa yang digunakan harus komunikatif. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. umumnya. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional. ovarium b.Lanjutan … 11. 15. sehingga pernyataannya mudah dimengerti warga belajar/siswa. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 1. Letakkan kata/frase pada pokok soal. 16. oviduct c. mencegah terjadinya haid b. grafik. tabel. mencegah pematangan sel telur* d. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia terjadi di dalam …. uterus* d. Pengaruh kerja pil kontrasepsi adalah …. Soal harus sesuai dengan indikator Contoh soal kurang baik. vagina Sosialisasi KTSP 277 . Indikator: Siswa dapat menentukan tempat terjadinya pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia. mencegah peleburan sel telur dan sel sperma c. Gambar. 17. kadang-kadang. 14. 13. a. mengurangi jumlah sel telur dalam ovarium Contoh soal yang sesuai dg indikator. dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. diagram. a. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. 12.

misalnya: eat. Pebruari.. caught him eating* b. ING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan b adalah kata sifat (adjective). beras b.. a. November Penjelasan: kunci jawaban jangan dipergunakan untuk pengecoh Sosialisasi KTSP 278 . Senen. Contoh soal kurang baik. Kemis. Februari.. eaten. bekas (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c diperbaiki “belas”. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar. Senin. bela d. bebas* c... November* b. November d. Senin. caught him to eat (B.. Aperil. Sosialisasi KTSP 3. Perbaikan: pilihan b diperbaiki menjadi kata kerja. Sabtu. Februari.” a. a.2.. Pengecoh harus berfungsi. Bunyi /e/ pada kata enak sama dengan bunyi /e/ pada kata . to be eating. Rabo. between eating. caught him playing truant d. was upset c. “Why did Jimmy’s mother punish him? “She . Contoh soal kurang baik. Penulisan kata berikut yang benar adalah . Sabtu. Sabtu c. to eat. May. sedangkan pilihan lainnya adalah kata kerja (verb). eating*..

a.. Sosialisasi KTSP 279 . bolak-balik* b. C diperbaiki “turun-temurun”. Koperasi* (PKn SMP/MTs) Penjelasan: kalimat pertama pada pokok soal dihilangkan. laki-bini d. a. BUMN d. getar-gemetar (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c adalah kata majemuk bukan kata ulang.4. Kata berikut yang termasuk kata ulang berubah bunyi adalah . Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Perseroan Terbatas b. Sosialisasi KTSP 7. tali-temali c. Bentuk perusahaan yang sesuai dengan pasal 33 ayat 1 UUD 1945 adalah ….. Contoh soal kurang baik. Firma c.. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 sebagai dasar untuk membentuk perusahaan tertentu.

Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya. Rumah gadang Minangkabau b. How long has he been working so far? a. 3½ hours* b.9. Contoh soal kurang baik. Sosialisasi KTSP 10.SMP/MTs) Penjelasan: pilihan d diperbaiki menjadi. Semua pilihan jawaban di atas salah* (IPS. Di antara bentuk-bentuk budaya daerah di bawah ini yang termasuk folklore lisan adalah …. Now it’s 11. The gardeners has been working since 8 o’clock. Adat mapalus dari Sulawesi d. “legenda gunung Tangkuban Perahu”. a. 1½ hours (BING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan jawaban diurutkan dari angka yang paling kecil ke yang paling besar atau sebaliknya. Sosialisasi KTSP 280 . 4½ hours d. Contoh soal kurang baik. 2½ hours c.30. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”. Perayaan Sekaten bulan Maulud c.

Sosialisasi KTSP 281 . kadang-kadang. W. Idrus b.. kopi b. Rendra c. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya.kadang-kadang. padi * (IPA SMP/MTs) Penjelasan: kata biasanya pada pokok soal dihilangkan. Ayip Rosidi (BAHASA INDONESIA SMP/MTs) (35) Karya dari pengarang pada jawaban soal nomor 10 adalah …. a. a. umumnya. Contoh soal kurang baik: (10) Pelopor angkatan 45 dalam bidang puisi adalah …. Chairil Anwar* d. teh c. Contoh soal kurang baik: Helopeltis adalah hama yang biasanya menyerang tanaman . Sosialisasi KTSP 13. umumnya.S. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. Senja di Pelabuhan Kecil* b. Surat dari Ibu Perbaikannya: soal nomor 35 disusun secara independen..12. jagung d. atau kata yang tidak pasti karena makna kata-kata itu tergantung pada keadaan dan situasi siswa yang bersangkutan.. Artinya. Tirani d. Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar soal berikutnya. Balada Tercinta c. bahwa dalam merumuskan pokok soal jangan menggunakan kata atau ungkapan seperti sebaiknya. a. tidak bergantung pada jawaban soal nomor 10.

kata "di dalam" dihilangkan. a) Penggunaan kalimat (1) Penggunaan kalimat harus ada unsur subjek. usaha pemerataan kesempatan kerja* d. Contoh soal kurang baik: Di dalam perkembanganbiakan rhizopus secara generatif adalah dengan cara pembentukan …. ketekunan kerja keras dalam setiap pekerjaan c. Sosialisasi KTSP (a) Penggunaan kalimat harus ada unsur predikat (bagian yang berfungsi menerangkan subjek). Kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan soal di antaranya meliputi: a) pemakaian kalimat: (1) unsur subjek. spora kembara b. (2) penulisan kata.14. Oleh karena itu. a. (2) unsur predikat. Setelah kata “atas dasar” ditambahkan “keadilan sosial. Contoh soal kurang baik: Untuk mewujudkan kesejahteraan bersama atas dasar …. askospora d. a. kita harus mengembangkan …. b) pemakaian kata: (1) pilihan kata. (3) anak kalimat. pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi b. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.” Sosialisasi KTSP 282 . sporangiospora c. (2) penggunaan tanda baca. zigospora* (IPA-BIOLOGI SMP/MTs) Penjelasan: subjek tidak jelas karena diantar oleh kata "Di dalam". tenaga kerja yang berdisiplin tinggi (PKn SMP/MTs) Penjelasan: predikat kalimat tidak ada. c) pemakaian ejaan: (1) penulisan huruf.

naturalis b. Contoh soal kurang baik: Batik termasuk karya tulis yang bersifat …. realistis d. Contoh anak kalimat. Oleh karena itu pokok soal diperbaiki menjadi “Hukum yang berlaku pada gerak lurus beraturan adalah …. hukum I Newton* b.(3) Hindarkan pernyataan yang hanya berupa anak kalimat. Anak kalimat Induk kalimat Induk kalimat Anak kalimat Contoh soal kurang baik: Yang berlaku pada gerak lurus beraturan …. Sosialisasi KTSP 283 . -Karena hari ini hujan. simbolis* c. hukum II Newton c. idealis (IPS. -Dia tidak datang karena hari ini hujan. a. hukum Kepler (IPA-FISIKA SMP/MTs) Penjelasan: pokok soal berbentuk anak kalimat. dia tidak datan.SMP/MTs) Penjelasan: kata “karya tulis” kurang tepat untuk batik. Kata itu diperbaiki menjadi “seni tulis” karena mengandung unsur keindahan bukan ragam tulis ilmiah.” Sosialisasi KTSP b) Pemakaian kata (1) Dalam memilih kata harus diperhatikan ketepatannya dengan pokok masalah yang ditanyakan. hukum III Newton d. a.

which is standing under the tree is my uncle (BING SMP/MTs) Penjelasan: perbaikannya adalah “Sofian: The man … is standing under the tree is my uncle. where is standing under the tree is my uncle c. Contoh soal kurang baik: Sofian: Look. Andi! My uncle is over there.” Sosialisasi KTSP CONTOH INDIKATOR SOAL Indikator Soal : Siswa dapat menentukan letak sebuah titik pada koordinat Kartesius (XY). Sosialisasi KTSP 284 . who is standing under the tree is my uncle* b. a. whose is standing under the tree is my uncle d. Letakkan kata/frase pada pokok soal. Andi : Which is your uncle? Sofian: The man …. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian.17.

6 cm2 X B. 30 cm2 Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK Perhatikan koordinat XY disamping : Y Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar.SOAL Y Perhatikan koordinat XY disamping : Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar. 2) D. 3) C. Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki. (4. Koordinat titik C adalah …. (2. Berapakah luas segitiga ABC ? A. (1. 15 cm2 D. 12 cm2 C. A. Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki. (1. 4) X Sosialisasi KTSP 285 . 5) B.

D.Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang tidak dijumpai pada tumbuhan berikut. singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP 286 . B. A. B. kecuali : A. D. C. C. singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK : Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang dijumpai pada tumbuhan ….

1996 B. 1998 D. 1999 A.Anak yang ditabrak motor kemarin pagi dibawa ke rumah…. a) b) c) d) gadang sakit ibadah tinggal Sosialisasi KTSP PKn Pelanggaran HAM Timor Timur pada tahun …. 1997 C. Sosialisasi KTSP 287 .

A. C. B. 3 6 10 24 Sosialisasi KTSP AGAMA ISLAM Kata hadis menurut bahasa berarti … A. D.PKn Pemilu 1971 diikuti oleh . C.. B. D. Bacaan Surat Sumber hukum Bacalah Sosialisasi KTSP 288 . ….

D. B.15 20 C. 30 D. C. x+y=9 3x – y = 7 80 60 50 5 Sosialisasi KTSP 289 .MATEMATIKA 2/3 + 1/5 = … A. Sosialisasi KTSP MATEMATIKA Nilai dari 4xy jika diketahui A. 13/15 B.

Fermentasi C. A. Perang dunia Perang Diponegoro Peristiwa Semanggi Peristiwa G 30 SPKI Sosialisasi KTSP IPA Perubahan fisika terjadi pada proses … Perkaratan B. Pembekuan A. Pelarutan D. C. Sosialisasi KTSP 290 . D.IPS Yang masuk dalam ruang lingkup sejarah dunia adalah …. B.

... ...ANALISIS BUTIR SOAL MANUAL Menggunakan IT Kalkulator Komputer • Program ITEMAN • Program SPSS Sosialisasi KTSP CONTOH ANALSIS BUTIR SECARA KUANTITATIF NO SISWA 1 2 3 A B C 1 2 3 .. 50 B B C B A D A C B D C B SKOR 45 43 41 27% KA .. 27 26 25 27% KB KUNCI B B D D Sosialisasi KTSP 291 .. A A C D D E B E E A E E . 33 34 35 P Q R ....

00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP ALTERNATIF LAIN KRITERIA DAYA BEDA > 0.70 = sedang 0.30 0.29 = soal diperbaiki 0.00 – 0.ANALISIS SOAL PG SOAL 1 2 3 50 KEL KA KB KA KB KA KB KA KB A 0 1 0 2 0 0 1 1 B 10 7 5 3 1 2 2 2 C 0 1 5 3 9 3 3 3 D 0 1 0 1 0 3 3 2 E 0 0 0 1 0 2 1 2 OMIT 0 0 0 0 0 0 0 0 KEY B B D D TK 0.20 -0.3 0.1.0.71 – 1.85 DP1= (BA-BB):½N = (10-7) : ½ x 20 = 0.15 0.25 DP 0.10 : diterima : direvisi : ditolak Sosialisasi KTSP 292 .00 = soal baik 0.30 0.30 KRITERIA TK: 0.31 .39 = terima & perbaiki 0.30 = sukar 0.20 – 0.10 TK1=(BA+BB): N = (10+7) : 20 = 0.00 = mudah KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.30 – 0.19 – 0.85 0.40 – 1.0.40 0.29 < 0.

7) : 5 = 0.20 – 0.√ (13:30) (17:30) 3.0954 Sosialisasi KTSP ANALISIS SOAL URAIAN DAN TES PRAKTIK NO.8 : 6 = 0.7692 Means = 200:17= 11.63 TK2 = 2.63 0.56 Sosialisasi KTSP 293 .5-1.39 = terima & perbaiki 0.19 – 0. 1 2 3 4 5 SISWA A B C D E Jumlah Rata-rata TK DP Soal 1 (Skor maks 6) 6 5 3 3 2 19 3.4955355) = 0.00 = soal ditolak A B C D E F G H I J K L M 19 18 18 16 16 16 15 13 13 13 12 12 11 N O P Q R S T U V W X Y Z AA AB AC AD 17 16 15 14 14 12 12 12 12 12 11 11 10 9 8 8 7 Jumlah = 192 200 Nb=13.5-2.7):6 = 0.48 Artinya butir soal nomor 1 adalah DITERMA atau BAIK. Stdv= 3.47 Soal 2 (Skor maks 5) 5 4 2 2 1 14 2.7692 – 11. KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.7647 Rpbis = ----------------------.40 – 1.8 : 5 = 0.80 0.56 TK1 = Rata-rata : skor maks = 3.00 = soal baik 0.29 = soal diperbaiki 0.56 0.9706338) (0.80 0.Means Rpbis = ------------------.30 – 0.47 DP2= [ (9:2) – (5:3) ] : 5 = (4. ns=17.0954 = (0. = [(11:2) – (8:3) ] : 6 = (5. N=30.56 DP1= (Rata-rata KA – Rata-rata KB) : skor maks.CONTOH MENGHITUNG DP DENGAN KORELASI POINT BISERIAL (rpbis) DAFTAR SKOR SISWA SOAL NOMOR 1 Siswa yang Menjawab benar Jumlah skor keseluruhan Siswa yang menjawab salah Jumlah skor keseluruhan Meanb .7647 14.√ pq Stdv skor total Keterangan: b=skor siswa yang menjawab benar s=skor siswa yang menjawab salah p=proporsi jawaban benar thd semua jawaban siswa q= 1-p Meanb = 192:13=14.4809835 = 0.

dengan Sosialisasi KTSP SPEC KALKULATOR Kalkulator Scientifc Disarankan minimal scientific fx 3600 Sosialisasi KTSP 294 .

3 1..2 1.PENGGUNAAN KALKULATOR 1. AC MR.2] No. D 55 RUN 5..7 -5. E 53 [(. Fungsi SD [MODE.3 1.3 5 Σ skor K out.9 0.4 72.1 53. Pembersihan Data: ON. B 54 RUN 3. 3] No.6 9.. Siswa Skor Tekan 1.1657 A constant R INV.1 17179 ΣX2 K OUT..8 1. B 52 [(. Siswa X Tekan Y Tekan 1.497 Mean INV.6 Σ data K out. Sosialisasi KTSP 295 .1515 B regressiion INV.1 4376 Σ X2 Sosialisasi KTSP 3. 80 RUN 5..4545 ΣXY K OUT. C 51 RUN 4. A 55 [(. D 53 [(.. A 55 RUN 2. 85 RUN 6. M+ MODE...021 Korelasi XY INV.0488 Mean Y INV... F 54 [(. 66 RUN 4.666 SD sampel Y INV.673 SD populasi INV.. INV.2 268 K out.1 53. 75 RUN 2.6 23334 K OUT.. INV. E 53 RUN HASIL SD sampel INV. 70 RUN HASIL Mean X INV.5 SD sampel X INV. . 60 RUN 3. AC 2. Fungsi LR [MODE. C 54 [(.4 32106 ΣY2 Dst..

16 RUN 5. 8 RUN 29.4955355) = 0.48 Artinya butir soal nomor 1 adalah diterima atau baik. 7 RUN HASIL Σ data Mean K out. 19 RUN 2. 14 RUN 19.9706338) (0. 16 RUN 5.0954 = (0. HASIL Σ data K out. 9 RUN 28.2 3. 3] Siswa Skor Tekan 1. 13 RUN 9. 16 RUN 16. 18 RUN 4. 16 RUN 6.7647 Rpbis = ----------------------. 18 RUN 3. 13 RUN 11. 11 RUN HASIL Σ data Mean K out.00 = soal baik 0. 11 RUN 26.1 17 11. 12 RUN 23.√ pq Stdv skor total 14.SISWA YANG MENJAWAB SALAH Aktifkan fungsi SD [MODE. 18 RUN 4. 16 RUN 7. 12 RUN 22. 15 RUN 8. 16 RUN DST. 12 RUN 20. 18 RUN 3.7692 – 11.40 – 1. KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.1 13 14. 10 RUN 27. 12 RUN 24. 14 RUN 18. 3] Siswa Skor Tekan 1. 17 RUN 15. 12 RUN 12.7647 MENGHITUNG KORELASI POIN BISERIAL DENGAN KALKULATOR SISWA YANG MENJAWAB BENAR Aktifkan fungsi SD [MODE. 16 RUN 16. 3] Siswa Skor Tekan 14.20 – 0.19 – 0.29 = soal diperbaiki 0.4809835 = 0. 15 RUN 17.3 INV. 8 RUN 30. 12 RUN 13.00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP dengan Sosialisasi KTSP 296 .3 30 SD Populasi INV. 17 RUN 15. 13 RUN 10.0954 Meanb .7692 MENGHITUNG SD TOTAL Aktifkan fungsi SD [MODE.3 INV. 14 RUN DST. 15 RUN 17.39 = terima & perbaiki 0. 11 RUN 25. 14. 12 RUN 21.30 – 0.√ (13:30) (17:30) 3. 19 RUN 2.Means Rpbis = ------------------.

Dipergunakan untuk: 1. 3. 2233 University Avenue.. Data di atas disimpan pada file: Tes1. 1993. Minesota 55114.txt <Save> 3.50. menganalisis tes yang teridiri dari 10 skala (subtes) dan memberikan informasi tentang validitas butir dan relialilitas tes.ITEMAN (MicroCAT) Dikembangkan oleh Assessment Systems Corporation mulai 1982. Suite 400.txt <enter> Do you want the scores written to a file? (Y/N) Y <enter> Enter the name of the score file: scrtes1. 1988.txt <enter> **ITEMAN ANALYSIS IS COMPLETE** Sosialisasi KTSP 297 . 1986. Sosialisasi KTSP CONTOH ANALISIS BUTIR SOAL PG DENGAN PROGRAM ITEMAN 1. menganalisis data file (format ASCII) (Notepad) melalui manual entri data atau dari mesin scanner. 2. menskor dan menganalisis data soal bentuk PG dan skala likert untuk 30. Alamatnya Assessment Systems Corporation. Enter the name of the input fele: Tes1. 2..000 siswa dan 250 butir soal.00 – 3. United States of America. mulai dari versi 2. Mengetik data di Notepad (Start-Programs-Accessories-Notepad) 50 0 N 21 CADBDCBCCDABAACABCDABCDBDCDABDABACCDBCABABDBCBABCD Kunci jawaban 44444444444444444444444444444444444444444444444444 Pilihan jawaban YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY Kode analisis TUTYK INDRAWATI CADBDCBCCDABBACABCDBBCDBDCBDBDABACCDBCABABDBCDABCD RINI SULISTIYATIN CADBDCBDCDABBACABCDBBCDBDCBDBDABACCDBCABABDBCDABCD NANI KUSMIYATI CADCDCBDCDABBACABCDBBCDBDCBDBDABACCDBCABABDBCDAACD EVI MEILANI CADADCBDDDABAACABCDBBCDBACBABAAAAC0DBCABABDB0DABCD M. 1984. Menggunakan program Iteman dengan mengklik icon Iteman.. St Paul.txt <enter> Enter the name of the output file: hsltes1. AGUNG PRIYANTO CBDCDCCDCDABBACABCDBBCDBDCBDBDACACCDBCABABDBCDANNN ABEN DAMARUDIN CBDCDCCCCDCBBACABCDBBCDBDCBDBDACACCDBCABABD0CDAACD KUSNAENI CADCDCCDBDACBACABCDBBCDBDCBDBDACACADBCABABDBCDAACD AGUS ARYADI CADBCCBDCDAABACBACAABCDBCCBBCAAABBDBBCABABDBCDAACD SULASTRI IRIANI CADBBCBCBDABBACABDDABCDBDCDABDBAACCDBCABABDBCDAANN .

133 0.133 -0.137 -9.000 -9.00 = soal baik 0. Item correct Biser.140 0.000 -9.009 -0.19 – 0.000 -0.018 -0.082 * -0.170 Sosialisasi KTSP SKALA PEDOMAN KRITERIA TK & DB KRITERIA TINGKAT KESUKARAN: 0.70 = sedang 0. 0-9 0.71 – 1.454 C 0.140 -0.00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP 298 .899 0.265 -9. Endorsing Biser Biser Key A 0.013 -0.225 ? -0. Biser.017 -0.468 -0.39 = terima & perbaiki 0.167 -0.000 9.170 * 0.033 0.011 -0.000 -9. 0-7 0.133 -0. A B CHECK THE KEY C A WAS SPECIFIED.000 0.0.133 -0.000 0.900 0.000 A B C D E Other 0.153 B 0.716 -0.321 -0.011 -0.067 0.269 -0.00 – 0.20 – 0. Point No.067 0. B WORKS BETTER D E Other 0-10 0. Point Alt.182 -9.717 Alternative Statistics Prop.000 -9. Scale Prop.29 = soal diperbaiki 0.717 * E 0.000 0.094 -9.000 -9.900 0.30 = sukar 0.500 0.082 10.100 0.000 -9.180 Other 0.269 0. 7.000 0.067 -0.200 0.00 = mudah KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.899 0.500 0.500 -0.236 -0.30 – 0.296 D 0.000 -0.31 .348 -0.HASIL ANALISIS DENGAN PROGRAM ITEMAN Item Statistics Seq.40 – 1.000 0.

Skew Kurtosis Minimum Maximum Alpha SEM Mean P Mean Biserial 50 35 30 9.655 0. Dev. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 299 .00 0. Negatif value= distribusi lebih mendatar.435 (Jumlah soal yang dianalisis) (Jumlah siswa) (Rata-rata jawaban benar) (Penyebaran distribusi jawaban benar) (Standar deviasi/akar variance) (Kecondongan kurva/bentuk destribusi) (Tingkat pemuncakan kurva)* (Skor minimum siswa dari 50 soal) (Skor maksimum (Reliabilitas skor tes) (Standar kesalahan pengukuran) (Rata-rata tingkat kesukaran) (Rata-rata korelasi Biserial) *Positif value= distribusi lebih memuncak.119 -0.00 50.RINGKASAN N of Items N of Examinees Mean Variance Std.113 0.651 0.987 0.464 25.590 3.

300 .

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IX. 20. Penyusunan Laporan hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SMP. Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal 301 . Laporan Hasil Belajar (LHB) 19.

302 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 20 PENYUSUNAN LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) PESERTA DIDIK SMP Sosialisasi KTSP PENGERTIAN RAPOR Rapor merupakan dokumen yang menjadi penghubung komunikasi baik antara sekolah dengan orang tua peserta didik maupun dengan pihak-pihak lain yang ingin mengetahui tentang hasil belajar peserta didik pada kurun waktu tertentu Sosialisasi KTSP 303 .

KOMPONEN RAPOR Komponen Rapor minimal berisi : • Petunjuk pengisian rapor • Identitas peserta didik • Kotak tabel nilai mata pelajaran • Kotak tabel nilai pengembangan diri • Kotak tabel perilaku • Kotak tabel ketidakhadiran • Lembar keterangan mutasi peserta didik Sosialisasi KTSP TABEL NILAI MATA PELAJARAN Sosialisasi KTSP 304 .

Target Pencapaian Kompetensi (TPK) merupakan target ketuntasan minimal untuk setiap aspek penilaian mata pelajaran.TABEL NILAI MATA PELAJARAN Sosialisasi KTSP PENJELASAN TABEL NILAI MATA PELAJARAN 1. Nilai pada rapor untuk setiap mata pelajaran terdiri dari aspek-aspek penilaian yang mengacu pada aspek yang tertuang dalam ruang lingkup dan atau standar kompetensi. Sosialisasi KTSP 305 . yang telah ditentukan dalam KTSP masingmasing sekolah. Aspek penilaian sesuai dengan standar Isi dikembangan daerah/satuan pendidikan ”PENJELASAN PENJABARAN ASPEK MATA PELAJARAN TERTUANG PADA PETUNJUK PENGELOLAAN RAPOR” 2.

• Keterangan merupakan uraian kemampuan.PENJELASAN TABEL NILAI MATA PELAJARAN 3. Nilai merupakan rerata nilai masing-masing aspek penilaian setiap mata pelajaran. Sosialisasi KTSP 306 . dan predikat yang telah dicapai oleh peserta didik. Kolom angka pada nilai diisi dengan angka dalam skala 10-100. prestasi. Catatan Guru merupakan deskripsi pencapaian kompetensi peserta didik. ”PENJELASAN TENTANG PENGOLAHAN NILAI RAPOR TERTUANG PADA PETUNJUK PENGELOLAAN RAPOR” 4. • Penilaian kegiatan pengembangan diri dilakukan secara kualitatif. ”CONTOH DESKRIPSI CATATAN GURU TERTUANG DALAM PETUNJUK PENGELOLAAN RAPOR” Sosialisasi KTSP TABEL NILAI PENGEMBANGAN DIRI Penjelasan : • Jenis pengembangan diri diisi sesuai dengan pilihan kegiatan yang dipilih oleh peserta didik.

Contoh: kerajinan. Sosialisasi KTSP TABEL KETIDAKHADIRAN Sosialisasi KTSP 307 . kebersihan. kerapian. keaktifan. dan tanggung jawab.KOTAK PERILAKU Penjelasan : Kotak perilaku diisi penjelasan tentang rangkuman catatan guru bimbingan konseling yang berkaitan dengan perilaku peserta didik. kedisiplinan. kesantunan.

Jika peserta didik tidak menuntaskan standar kompetensi dan kompetensi dasar lebih dari empat mata pelajaran sampai pada batas akhir tahun pelajaran.Jika karena alasan yang kuat. ”PENJELASAN CARA PENGHITUNGAN KETUNTASAN MATA PELAJARAN SAMPAI AKHIR TAHUN PELAJARAN TERTUANG PADA PETUNJUK PENGELOLAAN RAPOR” Sosialisasi KTSP 308 . a. misal karena gangguan kesehatan fisik. Sosialisasi KTSP MEKANISME KENAIKAN KELAS 3. 2. apabila yang bersangkutan telah mencapai kriteria ketuntasan minimal. dan c. Peserta didik dinyatakan naik kelas. emosi atau mental sehingga tidak mungkin berhasil dibantu mencapai kompetensi yang ditargetkan.Memperoleh nilai kurang dari kategori baik pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia b.MEKANISME KENAIKAN KELAS 1. Kenaikan kelas dilaksanakan satuan pendidikan pada setiap akhir tahun. Peserta didik dinyatakan harus mengulang di kelas yang sama bila.

Sosialisasi KTSP DIVERSIFIKASI RAPOR KTSP Rapot KTSP ini sebagai model. Dinas pendidikan dan atau satuan pendidikan dapat mengembangan rapor sesuai dengan kebutuhan KTSP yang dikembangkan berdasarkan petunjuk pengelolaan rapor Sosialisasi KTSP 309 . dan standar kompetensi yang ketuntasan belajar minimumnya sudah dicapai. kompetensi dasar.MEKANISME KENAIKAN KELAS 4. Ketika mengulang di kelas yang sama. nilai peserta didik untuk semua indikator. minimal sama dengan yang dicapai pada tahun sebelumnya.

CONTOH DAFTAR NILAI DENGAN PEMBOBOTAN Sosialisasi KTSP CONTOH DAFTAR NILAI DENGAN PEMBOBOTAN Sosialisasi KTSP 310 .

Selesai Sosialisasi KTSP 311 .

312 .

Departemen Pendidikan Nasional Materi 19 Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal Sosialisasi KTSP PENETAPAN KKM ANALISIS PENCAPAIAN KKM Sosialisasi KTSP 313 1 .

RAMBU-RAMBU KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100 Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100 Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBS Sosialisasi KTSP MEKANISME/LANGKAH-LANGKAH : KKM INDIKATOR KKM KD KKM MP KKM SK Sosialisasi KTSP 314 2 .

1.KRITERIA PENETAPAN KKM • Kompleksitas (Kesulitan & Kerumitan) • Daya dukung • Intake siswa PENETAPAN KKM : menggunakan Format A Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas 1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsurunsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Daya dukung Intake Nilai KKM Sosialisasi KTSP 315 3 .

daya dukung tinggi dan intake siswa sedang nilainya adalah: (3 + 3 + 2) x 100 = 88.Sedang = 65-80 . Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kriteria: 1.Tinggi = 1 .Daya dukung : 3.Kompleksitas : 2. Daya dukung : 3.Rendah = 50-64 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas sedang.Tinggi = 3 .Rendah = 3 .Sedang = 65-80 . Sosialisasi KTSP 316 4 . Kompleksitas : 2.Rendah = 1 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah. Intake : .MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI A. daya dukung tinggi dan intake sedang nilainya adalah rata-rata setiap nilai dari kriteria yang kita tentukan. Dalam menentukan rentang nilai dan menentukan nilai dari setiap kriteria perlu kesepakatan dalam forum MGMP di Sekolah. Dengan memberikan point pada setiap kriteria yang ditetapkan : 1.Sedang = 2 .Rendah = 1 .Tinggi = 50-64 . Intake : .Sedang = 2 .89 9 Sosialisasi KTSP MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI B.Tinggi = 81-100 .Tinggi = 81-100 .Sedang = 2 .Sedang = 65-80 .Rendah = 50-64 .Tinggi = 3 .Rendah = 81-100 .

Dengan memberikan pertimbangan professional judgment pada setiap kriteria untuk menetapkan nilai : 1.Tinggi .Rendah 3. Kompleksitas : .Rendah Contoh : Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah. bila dalam pelaksanaannya menuntut : • SDM memahami Kompetensi yang harus dicapai Siswa kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran.Sedang . Jadi guru dapat mengurangi nilai menjadi antara 90 – 80.Sedang .Tinggi .Sedang .Tinggi . Tingkat Kompleksitas Tinggi. • WAKTU cukup lama karena perlu pengulangan • PENALARAN dan KECERMATAN siswa yang tinggi. Daya dukung : . daya Dukung tinggi dan intake siswa sedang maka dapat dikatakan hanya satu komponen yang mempengaruhi untuk mencapai ketuntasan maksimal 100 yaitu intake sedang. Intake : .Rendah 2. Sosialisasi KTSP TINGKAT KOMPLEKSITAS (Kesulitan & Kerumitan) setiap IP/KD yang harus dicapai oleh siswa. Sosialisasi KTSP 317 5 .MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI C.

Rapor kelas 3 SMP. test seleksi masuk atau psikotes KKM Kelas XI dan XII didasarkan pada tingkat pencapaian KKM siswa pada semester atau kelas sebelumnya Sosialisasi KTSP 318 6 .KEMAMPUAN SUMBERDAYA PENDUKUNG: yaitu ketersediaan tenaga. sarana dan prasarana pendidikan yang sangat dibutuhkan. kepedulian stakeholders sekolah. BOP. NUN. Sosialisasi KTSP INTAKE (TINGKAT KEMAMPUAN RATA-RATA) SISWA : KKM Kelas X didasarkan pada hasil seleksi PSB. manajemen sekolah.

77 Sedang 75 tinggi 90 sedang 70 78.FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator 1.8 Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleks itas Daya dukung Intake Nilai KKM 1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Sosialisasi KTSP 74.1.9 tinggi 1 sedang 2 sedang 2 55.1.6 Sedang 2 tinggi 3 sedang 2 77.3 tinggi 55 sedang 80 sedang 70 68. Mendeskripsikan Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas Daya dukung Intake Nilai KKM hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Rendah 3 74 tinggi 3 sedang 2 88.3 Sedang 78 tinggi 85 sedang 70 77.6 319 7 .

PENULISAN KKM PADA LHBS LAPORAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Nama Sekolah : ……………………………… Tahun Pelajaran : ……………………………… Nilai Hasil Belajar Pengetahuan dan Pemahaman Konsep Angka 1. 3. 2. 6.dst 75 75 70 65 60 78 80 80 70 70 60 Huruf Delapan puluh Delapan puluh Tujuh puluh Tujuh puluh Enam puluh Nama Siswa : ………………………………… Nomor Induk : ………………………………… Kelas/Semester : XI IA /1 Kriteria Ketuntasan Minimal *) No Mata Pelajaran Praktik Angka 75 65 75 Huruf Tujuh puluh lima Enam puluh lima Sikap/ Afektif Predikat B B B B B B - Sosialisasi KTSP Tujuan Analisis : Mengetahui tingkat ketercapaian KKM yang telah ditetapkan. Sosialisasi KTSP 320 8 . 5. Kewarganegaraan Bhs Indonesia Bahasa Inggris Matematika Seni Budaya. Pendidikan Agama Pendk. Manfaat Analisis : Sebagai dasar untuk menetapkan KKM pada tahun berikutnya. 4.

Selesai Sosialisasi KTSP 321 9 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful