P. 1
ktsp_smp

ktsp_smp

|Views: 92|Likes:

More info:

Published by: Yopika Bahara Terlanjur Narsis on Mar 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/23/2011

pdf

text

original

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) SMP

PowerPoint

Departemen Pendidikan Nasional
Jakarta, Januari 2007

ii

KATA PENGANTAR

Marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita bangsa Indonesia telah rnemiliki Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang merupakan tuntutan pelaksanaan pembaharuan pendidikan yang diharapkan dapat mendukung segala upaya untuk memecahkan masalah pendidikan. Dalam proses pembelajaran, kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat penting, selain guru, sarana dan prasarana pendidikan lainnya. Oleh karena itu, kurikulum digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan dan sekaligus sebagai salah satu indikator mutu pendidikan. Di Indonesia tercatat telah lima kali revisi kurikulum pendidikan dasar dan menengah, yaitu pada tahun 1968, tahun 1975, tahun 1984, tahun 1994 dan ujicoba kurikulum tahun 2004. Revisi kurikulum tersebut bertujuan untuk mewujudkan kurikulum yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, guna mengantisipasi perkembangan jaman, serta untuk memberikan guideline atau acuan bagi penyelenggaraan pembelajaran di satuan pendidikan. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa, pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, dan kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Selanjutnya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, disebutkan bahwa standar yang terkait langsung dengan kurikulum adalah Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, dan telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKI, tersebut di atas. Berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta panduan yang disusun oleh BSNP, maka Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah diharapkan dapat mengembangkan Kurikilum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan peserta didik.

iii

Mengingat bahwa SI, SKL dan KTSP ini harus sudah dilaksanakan oleh semua satuan pendidikan dasar dan menengah pada tahun ajaran 2009/2010, maka kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI , SKL dan pengembangan KTSP bagi para pendidik, tenaga kependidikan dan para pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan lainnya harus dilakukan kordinasi dan sinergi dengan semua fihak yang terkait, dan segera dilaksanakan secara terencana, terpadu dan berkelanjutan. Untuk itulah maka disusun bahan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP yang telah disinkronkan bersama dengan Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, serta Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional. Selanjutnya semua kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP tersebut supaya menggunakan bahan yang telah disiapkan ini, sehingga dapat memperlancar dalam mengembangkan KTSP di masing-masing satuan pendidikan dengan baik. Oleh karena itu, semua lapisan masyarakat yang terkait dengan pendidikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik sebagai pengambil kebijakan, pelaksana, maupun masyarakat umum hendaknyamemiliki pemahaman yang baik terhadap perubahan kebijakan tentang kurikulum tersebut. Dengan kesetaraan pemahaman tersebut seluruh upaya peningkatan mutu pendidikan nasional akan mendapatkan dukungan dari segala penjuru dan hal ini akan menjamin keberhasilannya.

Jakarta, Januari 2007 Menteri Pendidikan Nasional

Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA

iv

Daftar Isi

Kata Pengantar.............................................................. iii Daftar Isi ..................................................................... v I.
1. 2. 3.

K ebijakan ....................................................................

Undang–Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional..................................................... 3 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan......................................... 15 Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005 - 2009...................................................... 35

1

II. tandar Isi (SI) dan Standar Kompetensi S L ulusan (SKL) ...................................................
4. 5. 6.

55 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI)............................................... 57 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan (SKL).................. 73 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Kelulusan (SKL)......................................... 81

III. urikulum Tingkat Satuan Pendidikan K ( KTSP)........................................................................

87 7. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi............... 89 8. Penyusunan KTSP...................................................... 97 9. Pengembangan Silabus.............................................. 123 10. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)...................................................................... 141

IV. odel-Model Kurikulum.......................................... 147 M

11. Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal....... 149 12. Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah................................. 159

V.

13. Pembelajaran IPA Terpadu SMP .................................. 175 14. Pembelajaran IPS Terpadu SMP .................................. 181

P embelajaran Terpadu............................................ 173

VII. embelajaran Efektif................................................ 185 P
15. Pembelajaran Berbasis Kontekstual 1........................... 187 16. Pembelajaran Berbasis Kontekstual 2........................... 205
v

VII. Penilaian Hasil Belajar........................................... 227
17. Rancangan Penilaian Hasil Belajar...............................

229

VIII. engembangan Bahan Ujian................................... 255 P

18. Pengembangan Bahan Ujian & Analisis Hasil Ujian......... 257

IX. aporan Hasil Belajar (LHB).................................. 301 L
19. Penyusunan Laporan Hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SMP...................................................... 303 20. Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal......................... 313

vi

Peraturan Pemerintah No. KEBIJAKAN 1. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 2. Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) I. 3. Undang-Undang No. 1 . 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional.

2 .

Departemen Pendidikan Nasional Materi 1 UNDANG–UNDANG NO. 20 TH.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Sosialisasi KTSP KTSP Sosialisasi DASAR & FUNGSI PENDIDIKAN NASIONAL Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa Sosialisasi KTSP 3 .

Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. mandiri. kreatif. Sosialisasi KTSP PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. sehat. cakap. – berakhlak mulia. pemberdayaan. pembentukan watak dan kepribadian. nilai kultural. dan – menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. dan kemajemukan bangsa. berilmu. serta berbagai kecakapan hidup Sosialisasi KTSP 4 . – Pendidikan sistem terbuka: fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian program lintas satuan dan jalur pendidikan – Pendidikan multimakna: proses pendidikan yang diselenggarakan dengan berorientasi pada pembudayaan.TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: – beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. nilai keagamaan.

d. Sosialisasi KTSP HAK PESERTA DIDIK a.PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. membangun kemauan. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara. f. menulis. dan kemampuannya. Sosialisasi KTSP 5 . mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. minat. mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama b. yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. e. mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. c. mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat.

KEWAJIBAN PESERTA DIDIK menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan. ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan. atau bentuk lain yang sederajat. dan/atau informal. Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. a. Raudhatul Athfal (RA). Sosialisasi KTSP 6 . b. kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. – Diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai usia 6 tahun dan bukan prasyarat masuk pendidikan dasar Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK). nonformal.

Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. atau bentuk lain yang sederajat. dan madrasah aliyah kejuruan (MAK). madrasah aliyah (MA). Pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas (SMA).PENDIDIKAN DASAR Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN MENENGAH Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. atau bentuk lain yang sederajat. sekolah menengah kejuruan (SMK). Sosialisasi KTSP 7 . Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs).

pengelolaan. dan pengendalian mutu pendidikan. bencana sosial. Dapat diselenggarakan secara inklusif atau berupa satuan pendidikan khusus Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang. sosial. dan tidak mampu dari segi ekonomi.PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik. dan/atau mengalami bencana alam. sarana dan prasarana. dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. dan pembiayaan. penjaminan. kompetensi lulusan. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. pengelolaan. masyarakat adat yang terpencil. sarana dan prasarana. proses. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum. Pengembangan standar nasional pendidikan serta pemantauan dan pelaporan pencapaiannya secara nasional dilaksanakan oleh suatu badan standardisasi. pembiayaan. Sosialisasi KTSP STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. Sosialisasi KTSP 8 . mental. emosional.

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. dan peserta didik. isi. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pengembangan kurikulum secara berdiversifikasi dimaksudkan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di daerah Sosialisasi KTSP 9 .KURIKULUM: PENGERTIAN DASAR Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. potensi daerah. 2. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. Sosialisasi KTSP KURIKULUM 1.

e. f. keragaman potensi daerah dan lingkungan. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. teknologi. agama. kecerdasan. h.KURIKULUM 3. peningkatan iman dan takwa. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. c. Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. peningkatan potensi. peningkatan akhlak mulia. perkembangan ilmu pengetahuan. dan seni. dinamika perkembangan global. b. dan minat peserta didik. g. Sosialisasi KTSP Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. Sosialisasi KTSP 10 . tuntutan dunia kerja. dan j. d. i.

Sosialisasi KTSP DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH PENGERTIAN DASAR Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik. Sosialisasi KTSP 11 . Masyarakat berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan yang meliputi perencanaan. i. pendidikan agama. f. bahasa. komunitas sekolah. j. pengawasan. c. seni dan budaya. dan muatan lokal. g. h. d. ilmu pengetahuan sosial. e. pendidikan kewarganegaraan. keterampilan/kejuruan.MUATAN WAJIB KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH a. b. serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan. ilmu pengetahuan alam. pendidikan jasmani dan olahraga. dan evaluasi program pendidikan melalui dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah. matematika.

sarana dan prasarana. serta pengawasan pendidikan pada tingkat nasional. dan program pendidikan pada jalur formal dan nonformal untuk semua jenjang. Sosialisasi KTSP EVALUASI Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Komite sekolah/madrasah. arahan dan dukungan tenaga. provinsi. lembaga. dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. kemajuan. serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. satuan.DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH Dewan pendidikan sebagai lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan. Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik. Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses. dan kabupaten/kota yang tidak mempunyai hubungan hirarkis. dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan. dan jenis pendidikan. arahan dan dukungan tenaga. sarana dan prasarana. Sosialisasi KTSP 12 . sebagai lembaga mandiri.

jenjang. dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan.EVALUASI Evaluasi peserta didik. satuan pendidikan. jalur. dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala. dan jenis pendidikan. Pemerintah dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola. satuan. transparan. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 13 . Masyarakat dan/atau organisasi profesi dapat membentuk lembaga yang mandiri untuk melakukan evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. menyeluruh.

14 .

serta pendidikan dalam jabatan. 2. Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi: Sosialisasi KTSP 15 . kompetensi bahan kajian. dan keterampilan. standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan.Departemen Pendidikan Nasional Materi 2 PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Sosialisasi KTSP KTSP Sosialisasi LINGKUP SNP 1. standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. c. d. standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. kompetensi mata pelajaran. a. pengetahuan. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental. b. Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. kabupaten/kota. tempat bermain. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana. dan global. standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. dan sertifikasi. dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. Sosialisasi KTSP 16 . standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar. Untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan dilakukan evaluasi. serta sumber belajar lain. terarah. g. Sosialisasi KTSP LINGKUP SNP Lanjutan 3. prosedur. tempat berkreasi dan berekreasi. perpustakaan. nasional. dan h. akreditasi. bengkel kerja. atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan.LINGKUP SNP Lanjutan e. provinsi. standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. 4. tempat beribadah. tempat berolahraga. laboratorium. dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. pelaksanaan. f.

Sosialisasi KTSP 17 . dan kesehatan. kejuruan. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Kurikulum untuk jenis pendidikan umum. Satuan pendidikan nonformal dalam bentuk kursus dan lembaga pelatihan menggunakan kurikulum berbasis kompetensi yang memuat pendidikan kecakapan hidup dan keterampilan. kurikulum tingkat satuan pendidikan. kelompok mata pelajaran estetika. c. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 1. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. olah raga. dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: a. 2. Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum. 3. e. Standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Kurikulum untuk jenis pendidikan keagamaan formal terdiri atas kelompok mata pelajaran yang ditentukan berdasarkan tujuan pendidikan keagamaan.STANDAR ISI 1. kelompok mata pelajaran jasmani. beban belajar. d. b. 2. dan kalender pendidikan/akademik. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.

jasmani. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. Kurikulum dan silabus SD/MI/SDLB/Paket A. serta kemampuan berkomunikasi. SMK/MAK. akhlak mulia. atau bentuk lain yang sederajat menekankan pentingnya kemampuan dan kegemaran membaca dan menulis. dan pendidikan jasmani. SMK/MAK. bahasa. kepribadian.KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 4. Sosialisasi KTSP 18 . ilmu pengetahuan dan teknologi. Setiap kelompok mata pelajaran dilaksanakan secara holistik sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran mempengaruhi pemahaman dan/atau penghayatan peserta didik. SMP/MTs/SMPLB/ Paket B. dan kesehatan. estetika. 5. 6. SMA/MA/SMALB/ Paket C. 8. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia pada SD/MI/SDLB/Paket A. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 7. kecakapan berhitung. seni dan budaya. Semua kelompok mata pelajaran sama pentingnya dalam menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah. olah raga. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SD/MI/SDLB/Paket A. SMA/MA/ SMALB/ Paket C. kewarganegaraan. kewarganegaraan.

ilmu pengetahuan alam. Kelompok mata pelajaran estetika pada SD/MI/SDLB/Paket A. pendidikan kesehatan. matematika. ilmu pengetahuan sosial. serta muatan lokal yang relevan. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. ilmu pengetahuan alam. matematika. d. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. SMK/MAK. SD/MI/ SDLB/Paket A. Kelompok mata pelajaran jasmani. dan muatan lokal yang relevan. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. Kompetensi tersebut terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar. 11. ilmu pengetahuan alam. SMK/MAK. serta muatan lokal yang relevan. ilmu pengetahuan sosial. seni dan budaya. ilmu pengetahuan sosial. ilmu pengetahuan alam. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani.KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 9. olahraga. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. SMA/MA/SMALB/ Paket C. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 10. keterampilan/kejuruan. olah raga. SMA/MA/SMALB/Paket C. kejuruan. matematika. dan muatan lokal yang relevan. Sosialisasi KTSP 19 . keterampilan/kejuruan. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada : a. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. keterampilan/kejuruan. b. 12. dan kesehatan pada SD/MI/SDLB/ Paket A. ilmu pengetahuan alam. ilmu pengetahuan sosial. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. SMA/MA/SMALB/Paket C. matematika. serta muatan lokal yang relevan. c. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. 13. SMK/ MAK. keterampilan. keterampilan. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. teknologi informasi dan komunikasi. teknologi informasi dan komunikasi. dan muatan lokal yang relevan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa.

Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. Beban belajar untuk SD/MI/SDLB. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. praktek keterampilan. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 4. sesuai kebutuhan dan ciri khas masingmasing. atau bentuk lain yang sederajat dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester (SKS). SMA/MA/SMLB. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat menggunakan jam pembelajaran setiap minggu setiap semester dengan sistem tatap muka. 3. Sosialisasi KTSP 20 . praktek keterampilan. Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. MI/MTs/MA atau bentuk lain yang sederajat dapat menambahkan beban belajar untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian sesuai dengan kebutuhan dan ciri khasnya. penugasan terstruktur. 6. 2. dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. SMP/MTs/SMPLB. 5. Beban belajar untuk SMP/MTs/SMPLB. dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan kredit semester. Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori standar dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester.BEBAN BELAJAR 1.

SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. 8. kecakapan sosial. kecakapan akademik. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. dan kecakapan vokasional. Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup. olah raga. kelompok mata pelajaran pendidikan estetika. 9.BEBAN BELAJAR 7. Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 11. Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat dan kurikulum untuk SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. Pendidikan kecakapan hidup yang mencakup kecakapan pribadi. 12. dan kesehatan. Sosialisasi KTSP 21 . atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani.

Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori mandiri. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. 14. olah raga. b. Sosialisasi KTSP 22 . pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan kesehatan.BEBAN BELAJAR 13. pendidikan kelompok mata pelajaran estetika. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. 2. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 1. Panduan ini berisi sekurang-kurangnya: a. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori standar. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah keagamaan berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. Panduan ini berisi sekurangkurangnya model-model kurikulum satuan pendidikan keagamaan jenjang pendidikan dasar dan menengah. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB.

SMA. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. SMA/MA/SMALB. potensi daerah/karakteristik daerah. MTs. dan SMK. Sekolah dan komite sekolah. SMP/MTs/SMPLB. sosial budaya masyarakat setempat. 4. Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya untuk program paket A. Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 5. SMP. MA. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan tersebut sekurang-kurangnya meliputi model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem paket dan model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem kredit semester. atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. di bawah supervisi dinas kabupaten/ kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan untuk SD. dan MAK.KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 3. atau madrasah dan komite madrasah. B. dan peserta didik. dan C ditetapkan oleh dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan berdasarkan kerangka dasar kurikulum sesuai dengan peraturan pemerintah ini dan standar kompetensi lulusan. SMK/MAK. Sosialisasi KTSP 23 . Kurikulum tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. 6.

Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.KALENDER PENDIDIKAN 1. Kalender pendidikan/kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran. • Kompetensi lulusan untuk mata pelajaran bahasa menekankan pada kemampuan membaca dan menulis yang sesuai dengan jenjang pendidikan. pengetahuan. • Kompetensi lulusan mencakup sikap. Sosialisasi KTSP 24 . Hari libur dapat berbentuk jeda tengah semester selama-lamanya satu minggu dan jeda antar semester. 2. minggu efektif belajar. dan hari libur. waktu pembelajaran efektif. • Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. dan keterampilan.

• Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. ahklak mulia. dan – penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. pengetahuan. pengetahuan. • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. – penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. pengetahuan. kepribadian. ahklak mulia. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. kepribadian. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. ahklak mulia. Sosialisasi KTSP STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN • Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: – penilaian hasil belajar oleh pendidik. kepribadian. Sosialisasi KTSP 25 .STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan.

ulangan akhir semester. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 3. Sosialisasi KTSP 26 . ulangan. pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik. penugasan. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: a. kemajuan. ulangan. dan ulangan kenaikan kelas. ujian. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. dan b. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai 4. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. Penilaian ini digunakan untuk: – menilai pencapaian kompetensi peserta didik. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. – bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani. serta b. dan kesehatan dilakukan melalui: a. olah raga. 2. ulangan tengah semester. 5.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 1. pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. dan – memperbaiki proses pembelajaran. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ulangan.

kelompok mata pelajaran jasmani. olah raga.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 6. kelompok mata pelajaran estetika. Penilaian akhir mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik oleh pendidik Sosialisasi KTSP 27 . dan kelompok mata pelajaran jasmani. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. olahraga. d. c. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN 1. dan kesehatan merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. dan e. 3. b. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. dan kesehatan. Untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah BSNP menerbitkan panduan penilaian untuk: a. kelompok mata pelajaran estetika. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran. 2.

berkeadilan. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan melalui ujian sekolah/madrasah untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 1. peserta didik harus mendapatkan nilai yang sama atau lebih besar dari nilai batas ambang kompetensi yang dirumuskan oleh BSNP. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Ujian nasional dilakukan secara obyektif. Penilaian ini bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional. 5. olah raga.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN 4. dan akuntabel. serta kelompok mata pelajaran jasmani. kelompok mata pelajaran estetika. 3. Sosialisasi KTSP 28 . 2. Untuk dapat mengikuti ujian sekolah/madrasah. Ujian nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran. dan kesehatan. pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.

Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti ujian nasional setelah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh BSNP. c. d. 8. Hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk: a. Setiap peserta didik wajib mengikuti satu kali ujian nasional tanpa dipungut biaya. 7. b.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 4. penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan. pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 6. 5. Sosialisasi KTSP 29 . Peserta ujian nasional memperoleh surat keterangan hasil ujian nasional yang diterbitkan oleh satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional. pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Setiap peserta didik jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan pendidikan jalur nonformal kesetaraan berhak mengikuti ujian nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan.

Bahasa Inggris. Matematika. Matematika. Matematika. 7. Bahasa Inggris. Matematika. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan. Pada jenjang SD/MI/SDLB. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. atau bentuk lain yang sederajat. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. Matematika. Bahasa Inggris. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Bahasa Inggris. Pada program paket C. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Bahasa Inggris. 2.UJIAN NASIONAL Mata pelajaran yang diujikan: 1. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada program paket B. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan. Matematika. dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. dan mata pelajaran kejuruan yang menjadi ciri khas program pendidikan. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). 3. Pada jenjang SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat. 4. Pada program paket A. Matematika. Sosialisasi KTSP 30 . Pada SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. 6. Pada jenjang SMP/MTs/SMPLB. atau bentuk lain yang sederajat. Sosialisasi KTSP UJIAN NASIONAL 5.

menyelesaikan seluruh program pembelajaran. olah raga. dan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas. dan kelompok mata pelajaran jasmani. kelompok mata pelajaran estetika. dan kesehatan. Penjaminan mutu pendidikan dilakukan secara bertahap. Penjaminan mutu pendidikan bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan. 2. 3. Sosialisasi KTSP 31 . lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. c. dan d. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. lulus Ujian Nasional. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Sosialisasi KTSP PENJAMINAN MUTU 1. Setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan. b.KELULUSAN Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a. sistematis.

jenjang dan jalur pendidikan. LPMP mensupervisi dan membantu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam melakukan upaya penjaminan mutu pendidikan. BAN-PNF. Sosialisasi KTSP 32 . 8.PENJAMINAN MUTU 4. Menteri menerbitkan pedoman program penjaminan mutu satuan pendidikan pada semua jenis. Sosialisasi KTSP PENJAMINAN MUTU 7. BAN-S/M. Pemerintah Kabupaten/Kota mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu. dan kepada Pemerintah dan Pemerintah Daerah. 10. dan BAN-PT memberikan rekomendasi penjaminan mutu pendidikan kepada program dan/atau satuan pendidikan yang diakreditasi. 5. LPMP bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Perguruan tinggi. 6. Menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama mensupervisi dan membantu satuan pendidikan keagamaan melakukan penjaminan mutu. Pemerintah Provinsi mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu. Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (6). 9.

12. Penyelenggaraan satuan pendidikan yang tidak mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan ini dapat memperoleh pengakuan dari Pemerintah atas dasar rekomendasi dari BSNP. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 33 .PENJAMINAN MUTU 11. Rekomendasi dari BSNP tersebut didasarkan pada penilaian khusus.

34 .

(2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. mencerdaskan kehidupan bangsa.2009 1 PENDAHULUAN • • Amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) … melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. serta (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia … Amanat Pasal 31 UUD 1945 (1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. 2 • • 35 .Materi 3 RENCANA STRATEGIS DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2005 . Amanat Undang-Undang No. yang diatur dengan UndangUndang (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Peraturan Pemerintah No. yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. 25 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (2004-2009) Pendidikan ditetapkan sebagai salah satu prioritas dalam agenda utama pembangunan nasional.

vokasi. Pembangunan sekolah bertaraf internasional di setiap propinsi dan/atau kabupaten/kota 11. TPA Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun – SD. Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan 2. Program Penguatan Kelembagaan Pengarus. Pengembangan aplikasi SIM secara terintegrasi (Keuangan. Pemanfaatan ICT sebagai media pembelajaran jarak jauh 26. BPKP. Penataan regulasi pengelolaan pendidikan 32. SMP. 2. Kegiatan Pokok Pemerintah Perluasan akses PAUD Pendanaan biaya operasi wajar Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan wajar Rekrutmen pendidik dan tenaga kependidikan (program wajar) Perluasan akses pendidikan wajar pada jalur nonformal Perluasan akses SLB dan sekolah inklusif Pengembangan sekolah wajar layanan khusus bagi daerah terpencil/kepulauan yang berpenduduk jarang dan terpencar. MI. MTs 8. Pendidikan Non Formal 5. Pengembangan guru sebagai profesi 18.PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 1. Pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan 6. Perbaikan sarana dan prasarana 28.5 Tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan KKN 36. dan data lainnya) 8. Pengembangan sekolah berbasis keunggulan lokal di setiap Kab/Kota 22. 3. Intensifikasi tindakan-tindakan preventif oleh Itjen 37. KB. Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 3 PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 7. Perluasan akses PT Mendorong jumlah jurusan di PT yang masuk dalam 100 besar Asia Akselerasi jumlah program studi kejuruan. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pemeriksaan aparat Itjen 35. Implementasi dan penyempurnaan SNP oleh BSNP 15. Perluasan akses SMA/SMK dan SMA terpadu 21. Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Kegiatan Pokok Pemerintah 13. Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 9. Perluasan pendidikan kecakapan hidup 17. Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 3. dan PT 14. 6. BPKP. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) – TK. RA. Penjaminan mutu secara terprogram dengan mengacu kepada SNP 16. Peningkatan peran serta masyarakat dalam perluasan akses SMA/SMK/SM Terpadu. Penyelesaian tindak lanjut temuan-temuan pemeriksaan Itjen. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan 27. Manajemen Pelayanan Pendidikan Program-program lainnya 1. 3. dan BPK 38. Pendidikan Menengah 10. Pendidikan Keterampilan Hidup 20. Kepegawaian. Perluasan dan peningkatan mutu akreditasi 19. Program Pengelolaan Sumberdaya Manusia Aparatur 7. Pendidikan Tinggi 5. 7. 2. dan profesi Peningkatan jumlah dan mutu publikasi ilmiah dan HAKI 4. Peningkatan ketaatan aparat pada peraturan perundang-undangan 33. Intensifikasi dan ekstensifikasi pemeriksaan oleh Itjen. 4. 23. Aset. Peningkatan kapasitas dan kompetensi aparat dalam perencanaan dan pengangaran 30. 1. Peningkatan pencitraan publik 34. Pelaksanaan Inpres No. Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Negara 5.utamaan Gender dan Anak 4. 24. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengelola pendidikan 12. Peningkatan SPI berkoordinasi dengan BPKP dan BPK 29. Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraan dan Kepemerintahan 6. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara 4 36 . SLB. dan BPK 39. 25. Peningkatan kapasitas dan kompetensi managerial aparat 31.

6 37 . Amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003.DASAR KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL A. tercantum bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak mengarahkan. Visi Pendidikan Nasional C. membantu. Misi Pendidikan Nasional D. dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. membimbing. Tata Nilai Departemen Pendidikan Nasional 5 AMANAT UNDANG-UNDANG NO 20/2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 B.

status sosial-ekonomi. dan kemajemukan bangsa. nilai keagamaan. 2. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. jenis. jenis kelamin. emosi. 5. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. menulis. takwa. dan kelainan fisik. Meningkatkan pemerataan kesempatan belajar pada semua jalur. dan jenjang pendidikan bagi semua warga negara secara adil. Meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. 8 38 . Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Meningkatkan iman. 6. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. membangun kemauan. mental serta intelektual. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. 3. Meningkatkan kualitas jasmani. TUJUAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 1. 5. 4. 3. Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. nilai kultural. dan demokratis tanpa membedakan tempat tinggal. kelompok etnis. tidak diskriminatif. dan akhlak mulia.PASAL 4 UU 20/2003 Tentang SISDIKNAS: PRINSIP-PRINSIP DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN 1. agama. 7 2. 4. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. Meningkatkan sensitifitas dan kemampuan ekspresi estetis. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran.

bermutu. 11. 8. Menurunkan secara signifikan jumlah penduduk buta aksara. bermutu. mampu belajar sepanjang hayat. tidak pernah sekolah. Meningkatkan relevansi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan melalui peningkatan hasil penelitian. ahli dan profesional. Memperluas akses pendidikan non-formal bagi penduduk laki-laki maupun perempuan yang belum sekolah. pengembangan dan penciptaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh perguruan tinggi serta penyebarluasan dan penerapannya pada masyarakat. dan keterampilan.6. serta memiliki kecakapan hidup yang dapat membantu dirinya dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan. terampil. 9 9. Meningkatkan kualitas pendidikan dengan tersedianya standar pendidikan nasional dan Standar Pelayanan Minimal (SPM). dan relevan sebagai landasan yang kokoh bagi pengembangan kualitas manusia Indonesia. putus sekolah dalam dan antar jenjang serta penduduk lainnya yang ingin meningkatkan pengetahuan. Meningkatkan daya saing bangsa dengan menghasilkan lulusan yang mandiri. 7. kemampuan. buta aksara. 10. 10 39 . Menuntaskan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun secara efisien. serta meningkatkan kualifikasi minimun dan sertifikasi bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan lainnya.

dan nepotisme untuk mewujudkan Pemerintah yang bersih dan berwibawa. 11 VISI Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Sejalan dengan Visi Pendidikan Nasional tersebut. serta efektivitas pelaksanaan otonomi dan desentralisasi pendidikan termasuk otonomi keilmuan. 13. Depdiknas berhasrat untuk pada tahun 2025 menghasilkan: INSAN INDONESIA CERDAS DAN KOMPETITIF (Insan Kamil / Insan Paripurna) 12 40 . produktif. Mempercepat pemberantasan korupsi. 14. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas manajemen pelayanan pendidikan melalui peningkatan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah. kolusi. peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan. dan demokratis dalam suatu tata kelola yang baik dan akuntabel.12. Menata sistem pengaturan dan pengelolaan pendidikan yang semakin efisien.

•Aktualisasi insan intelektual yang kritis. kreatif dan imajinatif. dan nilai berdasarkan standar nasional dan global. 4. •Berkepribadian unggul dan gandrung akan keunggulan •Bersemangat juang tinggi •Mandiri •Pantang menyerah •Pembangun dan pembina jejaring •Bersahabat dengan perubahan •Inovatif dan menjadi agen perubahan •Produktif •Sadar mutu •Berorientasi global •Pembelajar sepanjang hayat Makna Insan Indonesia Kompetitif Cerdas emosional & sosial Kompetitif Cerdas intelektual Cerdas kinestetis 13 MISI 1.Insan Cerdas Komprehensif dan Kompetitif Makna Insan Indonesia Cerdas Komprehensif Cerdas spiritual •Beraktualisasi diri melalui olah hati/kalbu untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan. serta –berwawasan kebangsaan dengan kesadaran akan hak dan kewajiban warga negara. dan trengginas. meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral. membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. serta kompetensi untuk mengekspresikannya. –ceria dan percaya diri. •Aktualisasi insan adiraga. Depdiknas untuk tahun 2005 – 2009 menetapkan Misi sebagai berikut: MEWUJUDKAN PENDIDIKAN YANG MAMPU MEMBANGUN INSAN INDONESIA CERDAS KOMPREHENSIF DAN KOMPETITIF. –demokratis. bugar. terampil. mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. Selaras dengan Misi Pendidikan Nasional tersebut. •Beraktualisasi diri melalui olah raga untuk mewujudkan insan yang sehat. dan 5. meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. 3. •Beraktualisasi diri melalui interaksi sosial yang: –membina dan memupuk hubungan timbal balik. 2. –menghargai kebhinekaan dalam bermasyarakat dan bernegara. 14 41 . •Beraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. sikap. ketakwaan dan akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur dan kepribadian unggul. berdaya-tahan. sigap. –menjunjung tinggi hak asasi manusia. –empatik dan simpatik. memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI. •Beraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatkan sensitivitas dan apresiasivitas akan kehalusan dan keindahan seni dan budaya. pengalaman. keterampilan.

Memberdayakan (Em powering) 6. 16 42 . danInklusif 15 TIGA PILAR KEBIJAKAN PENDIDIKAN 1. Memotivasi (Motivating) 4. 3. Gandrung Mutu Tinggi (Service Excellence) 3. Responsif dan Aspiratif 5.TATA NILAI PENGELOLAAN PENDIDIKAN INPUT VALUES Nilai-nilai yang diharapkan ditemukan dalam diri setiap pegawai Depdiknas PROCESS VALUES Nilai-nilai yang harus diperhatikan dalam bekerja di Depdiknas. Profesional 3. Produktif (Efektif dan Efisien) 2. 2. Amanah 2. Antusias dan Bermotivasi Tinggi 4. dan citra publik pendidikan. Peningkatan mutu. Disiplin 7. Peduli dan Menghargai orang lain 8. relevansi. Belajar Sepanjang Hayat 1. Mengilhami (Inspiring) 5. Demokratis. Penguatan tata kelola. Berkeadilan. Dapat Dipercaya (Andal) 4. Antisipatif dan Inovatif 6. Visioner dan Berwawasan 2. Taat Azas 8. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. dalam rangka mencapai dan mempertahankan kondisi keunggulan OUTPUT VALUES Nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh mereka yang berkepentingan terhadap Depdiknas PENYELENGGARA DAN PENGELOLA PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN & MANAJEMEN YANG PRIMA BERORIENTASI KEPADA KEPENTINGAN PEMAKAI LAYANAN PENDIDIKAN 1. Koordinatif dan Bersinergi dalam Kerangka KerjaTim 9. Bertanggung Jawab dan Mandiri 5. Kreatif 6. dan daya saing keluaran pendidikan. Menjadi Teladan 3. akuntabilitas. Membudayakan (Cultureforming) 7. Akuntabel 1.

5 29.26 % 17 Kontribusi Sumber Kesenjangan Akses Pendidikan Antar dan Intra Provinsi Sumber Kesenjangan SD/ MI SMP/ MTs SM/ MA Antar Provinsi APK Dalam Provinsi 30.04 % APM 65. masalah perluasan akses lebih menonjol terjadi pada jenjang SMP/MTs Tingkat partisipasi pendidikan makin rendah pada jenjang pendidikan yang makin tinggi (2004) Kelompok usia 7-12 tahun Kelompok usia 13-15 tahun Kelompok usia SLTA Pendidikan Tinggi APS 96.5 % APS 53.48 % APM 93.2 70.8 29.1 18 43 .55% Dalam rangka penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun.8 % APS 83.2 35.2% Yang buta aksara 9.5 70.8 64.5 Antar Provinsi APM Dalam Provinsi 39.5 69.AKSES PENDIDIKAN Rata-rata tingkat pendidikan masyarakat masih rendah (2004) Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Rata-rata lama sekolah 7.38 % APK 14.9 60.2 27.8 72.2 th Yang berpendidikan SLTP 36.24 % APK 54.

50 97. Prasarana dan sarana belajar yang terbatas dan belum didayagunakan secara optimal. Ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan serta kesejahteraannya yang belum memadai baik secara kuantitas maupun kualitas.00 96.00 1995 1998 2002 Tahun 19 Laki-laki Perempuan+Laki2 2003 2004 MUTU PENDIDIKAN (2004) 1. 20 44 .Tingkat Keaksaraan Penduduk Usia 15-24 Tahun 1995-2004 Perempuan 99.50 P ersen tase 98. Proses pembelajaran yang belum efisien dan efektif.50 96.00 97. serta 4. 3. 2. Pendanaan pendidikan yang belum memadai untuk menunjang mutu pembelajaran.00 98.

88 46.79 D3 (%) 5.286 Ijazah Tertinggi < D1 (%) 90.55 40.05 0.46 21 RASIO PENDIDIKAN TAHUN 2002/2003 Sumber: PDIP – Balitbang.54 S2/S3 (%) 0.54 D2 (%) 5.255 230.06 1.559 236.33 11.86 1. 2004 22 45 .748 452.234.62 2.58 49.39 72.10 3.114 147.37 23.33 1.17 25.18 Sarjana (%) 3.304 1.30 42.45 0.069 8.16 56.14 21.92 30.57 47.23 2.33 43.89 1.33 0.31 0.927 466.75 64.10 26.33 0.35 8.KUALIFIKASI PENDIDIK TAHUN 2002/2003 Jenjang No Pendidikan 1 2 3 4 5 6 7 8 TK SLB SD SMP SM SMA SMK PT Jumlah Guru 137.03 69.

105 167.914 55.832 107. Layak b.3 100.581 23. Layak b. Balitbang Depdiknas (2003) 24 46 .379 35.9 100.416 4. Layak b.12 2.9 100.864 % 34.283 72.03 3.559 83.599 1.7 29.710 609. Tidak Layak SMP 2 a. Layak b.531 202.6 46.598 63.6 47.675 311. Tidak Layak SMK 4 a.237 9.3 4.3 23 KONDISI RUANG BELAJAR TAHUN 2003 No Bangunan/ Gedung Kondisi Bangunan Ruang Belajar Layak pakai Jumlah % 42.00 Rusak Berat 201.430 75.0 37.588 2.1 17.643 230.00 865.217 466.395 558.0 14.678 % 92.0 67.811 122.63 5. Tidak Layak SMA 3 a.408 89.3 45.927 625.283 % 7.62 12.3 53.480 78.961 % 100.311 67.385 58.29 92.4 38.0 Swasta 91.748 299.260 98.2 66.0 15. SD 1 a. 2004 Kelayakan Negeri 1.803 87.4 3.217 96.507 Sumber: Pusat Data dan Informasi Pendidikan.3 Jumlah 1.290 1 2 3 4 SD SMP SMA SMK 364.7 12.6 29.684 147.1 33.143.424 48.26 5.1 32.070 584.720 108.0 19.234.919 % 23.440 155.7 43.631 43.051 40.34 92.5 67.1 35.0 56.4 23.00 Rusak Ringan 299.857 41. Tidak Layak Sumber: PDIP – Balitbang.645 27.258 187.0 50.542 155.4 33.967 20.59 5.598 4.315 50.12 82.3 20.GURU DAN KEPALA SEKOLAH MENURUT KELAYAKAN MENGAJAR TAHUN 2002/2003 No.412 97.114 154.0 64.7 43.7 49.

ANGKA MENGULANG KELAS SD MENURUT TINGKAT. TAHUN 2004 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s R er a 25 7.26 ta 1 2 3 4 5 6 3.82 ANGKA PUTUS SEKOLAH MENURUT JENJANG PENDIDIKAN DAN JENIS KELAMIN TAHUN 2004 6 5 4 3 2 1 0 SD SMP Laki2 SMA/SMK Rerata 26 PT Perempuan 47 .92 4.68 4.93 0.96 1.07 2.

0 0 7 . 28 48 .0 0 5 . Belum didukung oleh data dan informasi yang akurat pada berbagai tingkatan pemerintahan.0 0 2 .0 0 4 . 2. 3.0 0 1 .0 0 B In d B In g g 2 0 0 3 /0 4 Mat 2 0 0 4 /0 5 27 R a ta 2 TATA KELOLA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL (2004) 1.0 0 0 . Desentralisasi bidang pendidikan.0 0 6 .0 0 3 .Nilai Ujian Nasional SMA Program IPA Tahun 2003/04 dan 2004/05 8 . Pentingnya pengawasan terhadap berbagai program dan kegiatan yang terkait dengan upaya pemerataan dan perluasan akses serta peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan.

KEBIJAKAN POKOK PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL A.10 Perluasan Akses SMA/SMK dan SM Terpadu 1.13 Peningkatan peran serta Masyarakat dalam Perluasan Akses SMA.8 Perluasan akses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) PEMERATAAN & PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1. SLB.1 Pendanaan Biaya Operasional Wajar Dikdas 9 Tahun 1. dan Daya Saing C.6 Perluasan Akses Sekolah Luar Biasa dan Sekolah Inklusif 1.7 Pengembangan Pendidikan Layanan Khusus bagi Anak Usia Wajar Dikdas di Daerah Bermasalah 1.9 Pendidikan Kecakapan Hidup 1. SMK/SM Terpadu. Relevansi. Akuntabilitas.5 Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 1. Penguatan Tata Kelola. Pemerataan dan Perluasan Akses B.2 Penyediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Wajar 1. 29 KEBIJAKAN DALAM PEMERATAAN DAN PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1.11 Perluasan Akses Perguruan Tinggi 1. dan PT 1.12 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai Sarana Pembelajaran Jarak Jauh 1. Peningkatan Mutu Pendidikan. dan Citra Publik.4 Perluasan akses pendidikan Wajar pada jalur nonformal 1.3 Rekruitmen Pendidik dan Tenaga Kependidikan 30 49 .

DAN PENCITRAAN PUBLIK 3. dan Data Lainnya) 3.7b Peningkatan Kreativitas. BAN -PNf dan BAN-PT 2.4 3.6 Penataan Regulasi Pengelolaan Pendidikan dan Penegakkan Hukum di Bidang Pendidikan 3.7a PENINGKATAN MUTU. RELEVANSI.13 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan 2. Entrepreneurship. BPKP. AKUNTABILITAS.5 Penataan Ketaatan pada Peraturan Perundang .12 Peningkatan Jumlah dan Mutu Publikasi Ilmiah dan HAKI 2.3 Perluasan dan Peningkatan Mutu Akreditasi oleh BAN -SM.5 Pengembangan Kompetensi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan 2. Kepegawaian.10 Mendorong Jumlah Jurusan di PT yang Masuk dalam 100 Besar Asia atau 500 BesarDunia 2.6 Perbaikan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana 2.13 Pengembangan Aplikasi SIM secara Terintegrasi (Keuangan.1 Implementasi dan Penyempurnaan SNP dan Penguatan Peran Badan Standar Nasional Pendidikan 2. dan Profesi 2.7 Peningkatan Citra Publik 3.2. DAN DAYA SAING 2.undangan 3.8 Pengembangan Sekolah Berbasis Keunggulan Lokal di Setiap Kabupaten/Kota 31 KEBIJAKAN DALAM PENGUATAN TATA KELOLA.9 Pelaksanan Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan KKN 3.9 Pembangunan Sekolah Bertaraf Internasional di Setiap Provinsi/ Kabupaten/Kota 2. vokasi.11 Akselerasi Jumlah Program studi Kejuruan.11 Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pemeriksaan oleh Itjen.2a Pengawasan dan Penjaminan Mutu secara Terprogram dengan Mengacu pada SNP 2.10 Intensifikasi Tindakan tindakan Preventif oleh Inspektorat Jenderal 3.b Survai Benchmarking Mutu Pendidikan Terhadap Standar Internasional 2. Aset. RELEVANSI & DAYA SAING Perluasan Pendidikan Kecakapan Hidup 2.3 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Perencanaan dan Penganggaran 3. dan BPK 3. dan Kepemimpinan Mahasiswa 2.4b Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Nonformal 2.1 Peningkatan Sistem Pengendalian Internal Berkoordinasi dengan BPKP dan BPK Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Manajerial Aparat 3.4a Pengembangan Guru sebagai Profesi 2. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK 32 50 . dan BPK 3.KEBIJAKAN DALAM PENINGKATAN MUTU.2 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Inspektorat Jenderal 3. BPKP.8 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Pengelola Pendidikan - PENGUATAN TATA KELOLA.12 Penyelesaian Tindak Lanjut Temuan -temuan Pemeriksaan Itjen.

(2) Peningkatan mutu.RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA PANJANG A. dan citra publik. 34 51 .Periode 2010 – 2015 Penguatan Pelayanan C. (3) Penguatan tata kelola. dan daya saing. akuntabilitas.Periode 2005 – 2010 Peningkatan Kapasitas dan Modernisasi B.Periode 2015 – 2020 Daya Saing Regional D.Periode 2020 – 2025 Daya Saing Internasional 33 RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 2005 – 2009 Program pembangunan Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009 diarahkan pada upaya mewujudkan kondisi yang diharapkan pada tahun 2009 yang difokuskan pada: (1) Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. relevansi.

816.2% untuk usia 7-12 dan 16.033.APK SMP/MTs = 81.Indeks Pembangunan Manusia 110 (2005) 2.7 12.654.769.2 12.0 28.2 16.725.Program Pengelolaan Sumber Daya ManusiaAparatur 5. wilayah.1 12.697.Program Pendidikan Nasional Das Sein 1.9 24.8 28.Total Jumlah .707. gender.3 149.4 juta atau 10.845.Usia .065.4 24.961. serta mampu dan tidak mampu secara ekonomis.3 16.940.Program Manajemen Pelayanan Pendidikan 8.Usia .4 16.0 27.955.Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas AparaturNegara 3.Usia .112.SD / MI & yang .859.3 4.835.4 25.Usia .1 155.9 11.800.9 164.000 orang(2005) •8.6 25.141.6 11.075.3 11.671.366. APK PerguruanTinggi 14.144.308.7 12.556.6 8.306.4 27.318.5 158.PT/PTA/PTK Akses Pendidikan Mutu Pendidikan Tata Kelola Depdiknas 1.8 221.845.528.961.3 224.678.322.1 3.SMA/SMK/MA & yang .0 12.Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraandan Kepemerintahan 4.3 6.370.6 152.6 12.202.827. spritual •70% dosen dengan berpendidikan S2/S3 •50% sarana sekolah memenuhi SNP •AnggaranpendidikandariAPBN = 20% •5 prodi PT masuk dalam100 besar PT di Asia atau 500 besar dunia •Manajemen perubahan secara internal yang menjamin terjadinya perubahan secara berkelanjutan •Sistem pembiayaan berbasis kinerja (ditingkat satuan pendidikan dan pemerintah daerah) •Manajemen berbasis sekolah (MBS) mulai SD sampai dengan SM •Disiplin kerja tinggi melalui internalisasi etos kerja •Satuan dan program pendidikan yang ada pada setiap tingkatan pemerintahan mencapai status kapasitas tertinggi dan memenuhi standar SNP •Penerapan TIK secara optimal pada manajemen 35 pendidikan yang transparan dan akuntabel •Laporan Keuangan dengan opini WTS dari BPK Jumlah .311.9 12.350. Beberapa penyebab: •Kesiapan fisik siswa yang cenderung minim (akibat kekurangan gizi) •40% tenaga pengajar memiliki keahlian yang tidak sesuai dengan bidang pengajarannya Ketidak layakan tenaga pengajar (kualitas dan kuantitas) ditingkat dasar hingga menengah •23. APK Perguruan Tinggi= 18% •Memberi kesempatan yang sama pada seluruh peserta didik dari berbagai golongan menurut kategori tingkat ekonomi.Program Penelitian dan Pengembangan Pendidikan 9.5% untuk usia13-15 3.363.717.374.0 11.0 11.238.Program Penguatan Kelembagaan Pengarus-utamaan Gender dan Anak 2.8 10.21%.Penduduk ≥ 15 tahun yang buta aksara 15.603.1 10.605. menyenangkan dan mencerdaskan •Seimbang antara pengembangan kecerdasan rasional (berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi) dan kecerdasan emosional.Angka kesenjangan cenderung naik di tingkat pendidikan menengah dan perguruan tinggi 6.SMP / MTs .934.Anak tidak bersekolah 3.Usia .256.6 12.601.561.3 25. 5.440.0 13.7 9.279.Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 10.910.6 6.6 229.076.4 16.335.2 13. Peringkat Internasional Indonesia (12 dari12) terkait dengan tingkat relevansi sistem pendidikan Indonesia dengan kebutuhan pembangunan.0 24.196.240.858.3 23.638.796.6% rusak ringan •Alokasi biaya pendidikan dari APBN < 9% •Rendahnya kemampuan wirausaha.0 25.073.604.Usia .533.413.813.828.508. 34.6 2005/06 2006/07 Ajaran 2007/08 2008/09 2009/10 16.22%.7 12.631.100.2 11.766.1 25.1 12.2 16.9 4.Terjadi kesenjangan akses pendidikan menurut kategori perkotaan & pedesaan.4 23.7 28.1 219.Program Peningkaan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara SASARAN JUMLAH PESERTA DIDIK ( ribu orang ) Tahun KOMPONEN 2004/05 Penduduk 0 – 3 Tahun 4 – 6 Tahun 7 – 12 Tahun 13 – 15 Tahun 16 – 18 Tahun 19 – 24 Tahun 15 Tahun Jumlah Peserta Ke atas Penduduk Didik sederajat & yang sederajat sederajat 29. tingkat kemampuan intelektual dan kondisifisik •Memperluas daya tampung satuan pendidikan sesuai dengan prioritas nasional •PenggunaanTIK untukmenjangkau daerahterpencil/sulitdijangkau •Peningkatan mutu pendidikan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) •Peningkatan taraf hidup masyarakat dan daya saing tenaga kerja Indonesia •Metoda pembelajaran formal dan nonformal yang efisien.9 3.Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun 3.415.324.7 25.6 13.088.956. sosial.2 11.1 7.3 12.8 12.5 161.5 36 52 .2% lulusan Perguruan Tinggi menjadi karyawan •Kebutuhan guru 218.476.Program Pendidikan Nonformal 6.Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 7.121.Usia .3 7.Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan Program-program Lainnya 1.3% ruang belajar SD rusak berat.6 25.218.817 temuan/kasus penyimpangan sumber dana pembangunan (1997-2004) •Desentralisasi pendidikan •Kendali pemerintah yang belum berjalan optimal karena kurang ditunjang oleh sistem informasi manajemen yang terbangun dengan baik •SNP mulai dikembangkan •Laporan Keuangan dengan opini disclaimer dari BPK RENSTRA DEPDIKNAS Tahun 2005-2009 Das Sollen •Menurunkan angka buta aksara penduduk usia > 15 hingga 5% •APK SMP/MTs= 98%.0 216. 82.Program Pendidikan Menengah 4.Program Pendidikan Tinggi 5.62% (2004) 4.8 4.3 3.0 226.Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2.

48 3.00% 11.22% 48.54 6.71 8.49 25. SASARAN Peningkatan Mutu dan Daya Saing Pendidikan INDIKATOR KUNCI • Rata-rata nilai UN SD/MI • Rata-rata nilai UN SMP/MTs • Rata-rata nilai UN SMA/SMK/MA • Guru yg memenuhi kualifikasi S1/DIV • Dosen yg memenuhi kualifikasi S2/S3 • Pendidik yang memiliki sertifikat pendidik • Jumlah Prodi masuk 100 besar Asia.0% 15 10 100 7.50 7.20% 15.00 31.00 25.80% 17.07 9. • Perolehan medali emas pd Olimpiade Int.94 2.62% 15. DAN DAYA SAING -NO.33 5.54 2.20% 16.13 6.19% 18.75% 95.49 25.00 5.04 2.8% 20 50 155 1.90 7.59 48.Indikator Kunci dan Target Pilar Kebijakan -.31 30% 50% 2005 6.30% 81.5% 17 20 50 400 10% 34:66 1.13 6. termasuk UT Prosentase Buta Aksara > 15 th Disparitas APK PAUD antara kab dan kota Disparitas APK SD/MI/SDLB antara kab dan kota Disparitas APK SMP/MTs/SMPLB antara kab dan kota Disparitas APK SMA/MA/SMK/SMALB antara kab dan kota Disparitas gender APK di jenjang pendidikan Menengah Disparitas gender APK di jenjang pendidikan tinggi Disparitas gender persentase buta aksara KONDISI DAN TARGET 2004 2005 2006 45. 500 besar Dunia.5% 65% 20% 5 2009 5.28 6.14 33.38% 17.20% 64.00 7.98 9.000 30% 38:62 1.00 5.90% 94.5% 32:68 1.62 6.00% 10.Akses Pendidikan -NO 1.04 2.00 5.89 9.00 5.07% 50.47% 53.12% 94.40 5.00% 98.20% 68.00 7.52 30% 50% 1 2006 6.16 9.72 6. • Jumlah sertifikat Kompetensi yg diterbitkan KONDISI DAN TARGET 2004 5.09% 42.94 2.15 16.40 23.0% 30:70 1.0% 4 Peningkatan Relevansi Pendidikan 38 53 .44% 15.80 8.33% 14.19% 94.76 4.20% 14.00% 91.66% 94.34% 94.00% 60.00 27.54 2.55% 16.333 40% 40:60 2. • Jumlah Paten yg diperoleh • Sekolah/Madrasah bertaraf Internasional • Sekolah/Madrasah berbasis keunggulan lokal • Kenaikan Publikasi Internasional • Rasio Jumlah Murid SMK : SMA • APK PT vokasi (D2/D3/D4/Politeknik) • Rasio Jumlah mahasiswa Profesi terhadap jumlah lulusan S1/D4 • Persentase peserta pendidikan life skill terhadap lulusan SMP/MTs atau SMA/SMK/MA yang tidak melanjutkan.00 7.57% 8. atau akreditasi bertaraf OECD/Int.MUTU.05 5.25% 52.00 13. RELEVANSI.6% 19 30 85 700 20% 36:64 1.14 33.32 9.21% 16.70% 15% 8.00 37.5% 10.48% 88.26 5.50% 56.50% 10% 6.68 32% 55% 3 2007 6. SASARAN Perluasan Akses Pendidikan • • • • • • 2 Pemerataan Akses Pendidikan • • • • • • • INDIKATOR KUNCI APK Pra Sekolah APM SD/Paket A/MI/SDLB APK SMP/Paket B/MTs/SMPLB APK SMA/SMK/Paket C/MA/SMALB APK PT/PTA.00% 7.65 37 INDIKATOR KUNCI DAN TARGET IMPLEMENTASI PILAR KEBIJAKAN -.30 19.00% 20% 15.22% 85.84 34% 60% 5% 4 2008 5.00 29.81% 95.00 40% 70% 40% 10 3 13 5 5.22% 12.7% 20 40 120 1.86 2007 2008 2009 39.13 6.47% 10% 5.90% 20% 12.

TATA KELOLA.5% <0.INDIKATOR KUNCI DAN TARGET PILAR KEBIJAKAN -.5% 1~0.5% 1~0.5% 1~0.5% <0. dan Citra Publik Pendidikan • Opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Disclaimer • Persentase temuan BPK ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Persentase temuan Itjen ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Aplikasi SIM Sertifikat mutu layanan yg diraih Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama Sertifikat mutu layanan yg diraih LPMP/PPPG/BPPLSP 1~0. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK -KONDISI DAN TARGET No SASARAN INDIKATOR KUNCI 2004 2005 Disclaimer 2006 Wajar Dgn Catatan 2007 Wajar Tanpa Sarat 2008 Wajar Tanpa Sarat 2009 Wajar Tanpa Sarat 5 Penguatan Tata Kelola.5% • 1~0.5% 1~0. Akuntabilitas.5% <0.5% <0.5% <0.5% <0.5% • • - - 2 Aplikasi - 14 Aplikasi - - 80% unit utama memperoleh ISO 9001:2000 - • - 9 ISO 9001: 2000 25 ISO 9001: 2000 43 ISO 9001: 2000 47 ISO 9001: 2000 39 Selesai 40 54 .

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

II. Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
4. Peraturan Mendiknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) 5. Peraturan Mendiknas No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 6. Peraturan Mendiknas No. 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

55

56

Materi 4

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang

STANDAR ISI (SI)
Sosialisasi KTSP

Materi Minimal dan Tingkat Kompetensi Minimal, untuk Mencapai Kompetensi Lulusan Minimal

Sosialisasi KTSP

57

Memuat :
1. 2. 3. 4. 5. Kerangka Dasar Kurikulum Struktur Kurikulum Beban Belajar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kalender Pendidikan

Sosialisasi KTSP

Kerangka Dasar
5 Kelompok mapel :
Agama dan Ahlak Mulia

membentuk siswa menjadi manusia beriman dan takwa dan berahlak mulia Mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama

Sosialisasi KTSP

58

Kewarganegaraan dan Kepribadian Iptek

penigkatan kesadaran dan wawasan siswa akan status, hak dan kewajibannya dalam kehidupannya untuk memperoleh kompetensi lanjut iptek serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif, disiplin, kerja sama dan hidup sehat

Estetika

Jasmani Olahraga Kesehatan
Sosialisasi KTSP

Prinsip Pengembangan Kurikulum
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Beragam dan terpadu Tanggap terhadap perkembangan iptek dan seni Relevan dengan kebutuhan kehidupan Menyeluruh dan berkesinambungan Belajar sepanjang hayat Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Sosialisasi KTSP

59

Prinsip Pelaksanaan Kurikulum
1. Siswa harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan. 2. Menegakkan 5 pilar belajar. 3. Peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan dan percepatan. 4. Suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka dan hangat.

Sosialisasi KTSP

5. Menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar 6. Mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah 7. Diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan

Sosialisasi KTSP

60

Ilmu Pengetahuan Sosial 8. Mata Pelajaran 1. Ilmu Pengetahuan Alam 7. Olahraga dan Kesehatan 10. Seni Budaya 9. Kedalaman muatan kurikulum dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai siswa dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum Merupakan pola dan susunan matapelajaran yang harus ditempuh oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran Kompetensi terdiri dari Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi dasar (KD) yang dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Muatan Lokal dan Pengembangan Diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum sekolah 2. 3. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Jasmani. Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi B. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Muatan Lokal C. Bahasa Indonesia 4. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 Kelas dan Alokasi Waktu VIII IX Sosialisasi KTSP 61 . Matematika 6. Sosialisasi KTSP Struktur Kurikulum SMP Komponen VII A. Bahasa Inggris 5. 4.Struktur Kurikulum 1.

8. Muatan Lokal c.. Pendidikan Jasmani. Olahraga. dan Kesehatan b. Muatan Lokal Pengembangan Diri Jumlah Sosialisasi KTSP Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 2 2*) 32 2 2*) 32 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Dasar Luar Biasa (Tunagrahita Ringan (SDLB/C). Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi . C. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2 2 2**) 29 – 32 34 Sosialisasi KTSP 62 . Program Khusus *) d.Struktur Kurikulum MTs Komponen A. Matematika 5. Pengembangan Diri Jumlah: Keterangan: *) Disesuaikan dengan kelainan dan kebutuhan peserta didik. dan Tunaganda (SDLB/G) Kelas dan Alokasi Waktu***) Komponen a. II. dan III IV.. 7. 6. Tunagrahita Sedang (SDLB/C1). dan VI 4. 11. Ilmu Pengetahuan Sosial 7. Seni Budaya dan Keterampilan 8.. 2. Ilmu Pengetahuan Alam 6. Bahasa Indonesia 29 – 32 (Pendekatan Tematik) 30 (Pendekatan Tematik) I.. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya Pendidikan Jasmani. 4. 5. 3. 9. Pendidikan Kewarganegaraan 3. V. 1. 10. Tunadaksa Sedang SDLB/D1). B.

10. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. Muatan Lokal c. 4. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. 6.STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunanetra (SMPLB/A) Komponen a. 7. 8. 5. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSB Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunarungu (SMPLB/B) Komponen a. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. Mata Pelajaran 1. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) Jumlah 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX b. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani. 6. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) Jumlah 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX b. 3. Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP 63 . Program Khusus Orientasi & Mobilitas d. 2. 10. Muatan Lokal c. Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. 2. 4. 7. 3. 9. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani. 5. Program Khusus Orientasi & Mobilitas d. Mata Pelajaran 1. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. 8. 9.

Program Khusus Orientasi & Mobilitas d. 5. 2. 4. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) Jumlah 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX b. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP 64 . Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani. 8. 3. Muatan Lokal c. Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan.STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunadaksa (SMPLB/D) Komponen a. 9. 6. Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. 6. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani. 10. 8. 9. 2. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunalaras (SMPLB/E) Komponen a. 7. Muatan Lokal c. 5. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. 4. Mata Pelajaran 1. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. Mata Pelajaran 1. 7. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) Jumlah 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX b. Program Khusus Orientasi & Mobilitas d. 3. 10.

Tatap Muka (TM) . Tunadaksa Sedang (SMPLB/D1) dan Tunaganda (SMPLB/G) Komponen VII a. Mata Pelajaran 1. Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. 3. 9. Pendidikan Agama 2. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. Tunagrahita Sedang (SMPLB/C1). Olahraga. **) Disesuaikan dengan kelainan dan kebutuhan peserta didik. 4. 6. Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani.Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) Sosialisasi KTSP 65 . Program Khusus **) d.STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunagrahita Ringan (SMPLB/C). Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. 5. Muatan Lokal c. ***) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR Beban belajar diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sistem : . 10. 7. dan Kesehatan Keterampilan Vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 20 2 2 2***) Jumlah 34 20 2 2 2***) 34 20 2 2 2***) 34 10 Pendidikan Tematik 10 Pendidikan Tematik 10 Pendidikan Tematik Kelas dan Alokasi Waktu***) VIII IX b.Penugasan Terstruktur (PT) . 8.

• TM : Kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidikan • PT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa.Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh siswa Sosialisasi KTSP Sekolah menyelenggarakan program pendidikan dengan SISTEM PAKET atau SKS Sosialisasi KTSP 66 . dirancang guru untuk mencapai kompetensi . dirancang guru untuk mencapai kompetensi .Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh guru • KMTT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa.

Sosialisasi KTSP 67 . sesuai dengan struktur yang berlaku pada satuan pendidikan dimaksud.SISTEM PAKET Sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh mata pelajaran dan beban studi yang sudah ditetapkan untuk setiap tingkatan kelas. Sosialisasi KTSP SISTEM KREDIT SEMESTER Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri jumlah beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester.

Kategori Formal Standar Formal Mandiri Paket Dapat - SKS Dapat Wajib Sosialisasi KTSP • Struktur kurikulum yang telah • Struktur kurikulum untuk tersusun diselenggarakan dengan menggunakan sistem paket digunakan dengan SKS akan disusun tersendiri Sosialisasi KTSP 68 .

2 • Dialokasikan waktu ekuivalen Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR Beban Belajar Kegiatan Tatap Muka untuk setiap Satuan Pendidikan (Sistem Paket) jumlah jam pemb.d.38 pembelajaran (43520 . karena substansinya dipilih sendiri oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan. Per Minggu Minggu efektif per tahun ajaran Jumlah jam per tahun (@ 60 menit) Satuan Pendidikan Kelas satu jam pemb.48640 menit) 725 – 811 *) Untuk SDLB.SMPLB.Kegiatan Pengembangan Diri • Tidak termasuk beban belajar. IX 40 32 34 . (dua) jam pelajaran. dan bakat.tatap muka (Menit waktu pembelajaran per tahun 1088 -1216 jam SMP/MTs/SMPLB*) VII s. minat. SMALB alokasi waktu jam pembelajaran tatap muka dikurangi 5 menit Sosialisasi KTSP 69 .

Sosialisasi KTSP KALENDER PENDIDIKAN Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Sosialisasi KTSP 70 . dan hari libur. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran.KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) • Kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan • Sekolah dan Kepala Sekolah mengembangkan KTSP dan silabus berdasarkan : Kerangka dasar kurikulum. minggu efektif belajar. dan Standar kompetensi di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan atau Provinsi.

Lanjutan Kalender Pendidikan NO 1 KEGIATAN Minggu efektif belajar ALOKASI WAKTU Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan KETERANGAN 2 Jeda tengah Maksimum 2 semester minggu Jeda antarsemes ter Libur akhir tahun pelajaran Maksimum 2 minggu Maksimum 3 minggu Satu minggu setiap semester 3 Antara semester I dan II 4 Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran Sosialisasi KTSP NO KEGIATAN 5 ALOKASI WAKTU KETERANGAN Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif. Hari libur 2–4 keagamaan minggu 6 Hari libur umum/ nasional Hari libur khusus Maksimum Disesuaikan dengan Peraturan 2 minggu Pemerintah. 7 8 Kegiatan khusus sekolah/ madrasah Maksimum Digunakan untuk kegiatan yang 3 minggu diprogramkan secara khusus oleh sekolah/madrasah tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif. Maksimum Untuk satuan pendidikan sesuai dengan 1 minggu ciri kekhususan masing-masing. Sosialisasi KTSP 71 .

Terima Kasih…… Sosialisasi KTSP 72 .

Sosialisasi KTSP 73 . dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan. dan keterampilan yang dimiliki peserta didik. dan keterampilan. sikap. Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup pengetahuan. sikap. berpikir.Materi 5 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) Sosialisasi KTSP Pengertian Kompetensi adalah kemampuan bersikap. Standar Kompetensi adalah ukuran kom-petensi minimal yang harus dicapai peserta didik setelah mengikuti suatu proses pembelajaran pada satuan pendidikan tertentu.

pengetahuan. Sosialisasi KTSP 74 . serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. ahklak mulia. kepribadian. SKL Satuan Pendidikan SMP/MTs/SMPLB/Paket B SKL Kelompok Mata Pelajaran a. Jasmani Olahraga dan Kesehatan SKL Mata Pelajaran 2. pengetahuan. ahklak mulia. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi d. 3. pengetahuan. kepribadian. Kewarganegaraan dan Budi Pekerti c. kepribadian. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Estetika e. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. ahklak mulia. Sosialisasi KTSP Ruang Lingkup SKL 1.Fungsi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Agama dan Akhlak Mulia b.

15. 7. aman dan memanfaatkan waktu luang. 14. 13. 11. kritis. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya. sehat. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Sosialisasi KTSP 75 . Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun. Menerapkan hidup bersih. 10. 16.SKL SMP/MTs/SMPLB 6. 9. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya. Sosialisasi KTSP SKL SMP/MTs/SMPLB 12. kritis dan kreatif. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis. berbangsa dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. bugar. Menghargai karya seni dan budaya nasional. 8. Mendeskripsi gejala alam dan sosial. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. kreatif dan inovatif.

estetika. ilmu pengetahuan dan teknologi. 20. berbicara. olahraga. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat. 18. 19. Menunjukkan keterampilan menyimak. Sosialisasi KTSP 76 . Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana. jasmani. membaca dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah. dan kesehatan. Menghargai adanya perbedaan pendapat. 21. Sosialisasi KTSP SKL Kelompok Mata Pelajaran 1. Tujuan tersebut dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama.SKL SMP/MTs/SMPLB 17. kewarganegaraan. Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. kepribadian.

dan pendidikan jasmani. ilmu pengetahuan alam. kewarganegaraan. Sosialisasi KTSP SKL Kelompok Mata Pelajaran 3. matematika. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. seni dan budaya. Pada satuan pendidikan SMP/MTs/SMPLB/Paket B. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. serta muatan lokal yang relevan Sosialisasi KTSP 77 . bahasa.SKL Kelompok Mata Pelajaran 2. Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. akhlak mulia. tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bertujuan: mengembangkan logika. keterampilan/kejuruan. kemampuan berpikir dan analisis peserta didik. ilmu pengetahuan sosial.

dan muatan lokal yang relevan.SKL Kelompok Mata Pelajaran 4. Kelompok mata pelajaran Jasmani. ilmu pengetahuan alam. Olah Raga. keterampilan. Kelompok mata pelajaran Estetika bertujuan: membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. seni dan budaya. Sosialisasi KTSP SKL Kelompok Mata Pelajaran 5. dan muatan lokal yang relevan. olahraga. Sosialisasi KTSP 78 . Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. dan menumbuhkan rasa sportivitas. dan Kesehatan bertujuan: membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani. pendidikan kesehatan.

Selesai Sosialisasi KTSP 79 .

80 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 6 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 24 TAHUN 2006 Tentang PELAKSANAAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan dan Komite Sekolah Mengembangkan dan Menetapkan KTSP sesuai kebutuhan Mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dari Standar Isi Dapat mengadopsi atau mengadaptasi model KTSP BSNP Sosialisasi KTSP 81 .

Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menerapkan Permen No. 22 dan 23 mulai tahun ajaran 2006/2007 Satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah mulai menerapkan Permen No. 22 dan 23 paling lambat tahun ajaran 2009/2010 Satuan pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat menerapkan secara menyeluruh Permen No. 22 dan 23 untuk semua tingkatan kelas mulai tahun ajaran 2006/2007 Satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum melaksanakan uji coba kurikulum 2004 melaksanakan Permen No. Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan SD/MI/SDLB Waktu Pelaksanaan Kelas I II III IV V VI Tahun I √ √ Tahun II √ √ √ √ Tahun III √ √ √ √ √ √ Sosialisasi KTSP 82 . 22 dan 23 secara bertahap seperti tabel dibawah ini.

Menteri Agama dapat mengatur jadwal pelaksanaan standar isi dan SKL satuan pendidikan MI. 22 dan 23 untuk satuan pendidikan dasar disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di kabupaten/Kota.Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan SMP/MTs/SMPLB dan SMA/MA/SMK/MAK/SMALB Waktu Pelaksanaan Kelas VII / X VIII / XI IX / XII Tahun I √ Tahun II √ √ Tahun III √ √ √ Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Gubernur dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. MA dan MAK yang tidak sesuai dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan. MTs. 22 dan 23 untuk satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di provinsi masing-masing. Sosialisasi KTSP 83 . Bupati/walikota dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No.

22 dan 23 dan panduan penyusunan KTSP yang disusun BSNP ke dinas pendidikan provinsi. kabupaten/kota. pengawas.Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah • Menggandakan Permendiknas No. 22 dan 23 Sosialisasi KTSP Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 serta mendistribusikan secara nasional • Melakukan usaha secara nasional agar sarana dan prasarana satuan pendidikan dapat mendukung pelaksanaan Permendiknas No. dan tenaga kependidikan lainnya yang relevan melalui LPMPdan/atau PPPG Sosialisasi Permen No. dan dewan pendidikan Membantu pemerintah provinsi dan Kabupaten/kota dalam penjaminan mutu melalui LPMP Sosialisasi KTSP 84 . 22 dan 23 ke guru. kepala sekolah.

dan mengusulkan rekomendasi kebijakan kepada BSNP dan/atau menteri Mengembangkan pangkalan data yang rinci tentang pelaksanaan SI dan SKL Sosialisasi KTSP Ditjen Pendidikan Tinggi Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 .Badan Penelitian dan Pengembangan Mengembangkan model-model kurikulum sebagai masukan bagi BSNP Mengembangkan dan mengujicobakan model-model kurikulum inovatif Mengembangkan dan mengujicobakan model kurikulum untuk pendidikan layanan khusus Bekerja sama dengan PT dan/atau LPMP melakukan pendampingan satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum satuan pendidikan Memonitor secara nasional penerapan Permen No. mengevaluasinya. 22 dan 23 di LPTK Memfasilitasi pengembangan kurikulum dan tenaga dosen LPTK Sosialisasi KTSP 85 .

22 dan 23 kepada pemangku kepentingan umum Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 86 .Sekretariat Jenderal Sosialisasi Permen No.

Penyusunan KTSP.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) III. 10. urikulum K Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 7. Pengembangan Silabus. 87 . 9. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 8. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi.

88 .

Materi 7

KONSEP DASAR KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

Sosialisasi KTSP

ASPEK YANG BERBEDA
KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR PENILAIAN PENGELOLAAN KURIKULUM BERBASIS SEKOLAH

Sosialisasi KTSP

89

Kegiatan Belajar Mengajar
Berpusat pada peserta didik Mengembangkan kreativitas Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang Kontekstual Menyediakan pengalaman belajar yang beragam Belajar melalui berbuat
Sosialisasi KTSP

Penilaian Kelas
Dilakukan oleh Guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan, bersifat internal, bagian dari pembelajaran, dan sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar Berorientasi pada kompetensi, mengacu pada patokan, ketuntasan belajar, dilakukan melalui berbagai cara, al …

Sosialisasi KTSP

90

Dilakukan a.l. melalui: Portfolios (kumpulan kerja siswa), Products (Hasil karya), Projects (Penugasan), Performances (Unjuk kerja), dan Paper & Pen (tes tulis)

Sosialisasi KTSP

Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah Mengacu pada Visi dan Misi Sekolah Pengembangan perangkat kurikulum

(a.l. silabus)

Pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar Pemantauan dan …
Sosialisasi KTSP

91

Pemantauan dan Penilaian untuk meningkatkan efisiensi, kinerja dan kualitas pelayanan terhadap peserta didik Berkolaborasi secara horizontal, dengan: Sekolah lain, Komite Sekolah, Organisasi Profesi Berkolaborasi secara vertikal, dengan: • Dewan, dan • Dinas Pendidikan
Sosialisasi KTSP

PENGEMBANGAN DAN PELAKSANAAN KURIKULUM, DISESUAIKAN DENGAN: SATUAN PENDIDIKAN, POTENSI DAERAH/ KARAKTERISTIK DAERAH, SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT SETEMPAT, & PESERTA DIDIK

Sosialisasi KTSP

92

PENGEMBANGAN DIRI TERDIRI DARI: KEGIATAN BIMBINGAN KONSELING DAN EKSTRA KURIKULER

Sosialisasi KTSP

BENTUK PELAKSANAAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI:
• • • • KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN TERPROGRAM RUTIN SPONTAN KETELADANAN

Sosialisasi KTSP

93

A. KEGIATAN RUTIN
Adalah kegiatan yang dilakukan secara reguler, baik di kelas maupun di sekolah. Bertujuan untuk membiasakan anak mengerjakan sesuatu dengan baik. Upacara Senam Sholat berjamaah Pemeriksaan kesehatan Pergi ke perpustakaan Dll

Sosialisasi KTSP

B. KEGIATAN SPONTAN
Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja, dimana saja, tanpa dibatasi oleh ruang. Bertujuan untuk memberikan pendidikan pada saat itu juga, terutama dalam disiplin dan sopan santun dan kebiasaan baik yang lain.
• • • • Membiasakan memberi salam Membiasakan membuang sampah pada tempatnya Membiasakan antri Membiasakan mengatasi silang pendapat (pertengkaran) dengan benar Dll

Sosialisasi KTSP

94

tempat/orang yang terkena musibah. tempat-tempat penting dll.dll. hemat energi. Sosialisasi KTSP 95 . D. pentas. Bertujuan memberikan contoh tentang kebiasaan yang baik.C. Proyek: lomba. Bertujuan memberikan wawasan tambahan pada anak tentang unsur-unsur baru dalam kehidupan bermasyarakat yang penting untuk perkembangan anak. Kunjungan: panti asuhan. Memberi contoh berpakaian rapi Memberi contoh memuji hasil kerja yang baik Memberi contoh datang tepat waktu Memberi contoh hidup sederhana Memberi contoh tidak merokok Dll. KEGIATAN KETELADANAN Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja yang lebih mengutamakan pemberian contoh dari guru dan pengelola pendidikan yang lain kepada muridnya. HAM/hak anak. • • • Sosialisasi KTSP Seminar/workshop: aids. KEGIATAN TERPROGRAM Adalah kegiatan yang diprogramkan dan direncanakan baik pada tingkat kelas maupun sekolah. bazaar dll.

selesai Sosialisasi KTSP 96 .

Materi 8 PENYUSUNAN KTSP Sosialisasi KTSP 1 LANDASAN • UU No. 24/2006 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas No. 22/2006 tentang Standar Isi Permendiknas No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No. 22 dan 23/2006 2 Sosialisasi KTSP 97 .20 Tahun 2003 tentang Sistem • • • • Pendidikan Nasional PP No.

kecerdasan. dan minat sesuai • • • • dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Tuntutan dunia kerja Perkembangan ilmu pengetahuan. Sosialisasi KTSP 3 Acuan Operasional Penyusunan KTSP • Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia • Peningkatan potensi. dan seni Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 4 98 .PENGERTIAN Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. teknologi.

Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL • • • • • • Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kesetaraan Jender Karakteristik satuan pendidikan Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 5 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Sosialisasi KTSP 6 99 .

kecerdasan. dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah. Sosialisasi KTSP 7 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Daerah memiliki keragaman potensi. tantangan. dan keragaman karakteristik lingkungan.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Peningkatan potensi. spritual. 8 Sosialisasi KTSP 100 . minat. kebutuhan. emosional. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Kurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman potensi. kecerdasan intelektual.

PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dan nasional. Sosialisasi KTSP 9 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Tuntutan dunia kerja Kurikulum harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja. khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Sosialisasi KTSP 10 101 .

Sosialisasi KTSP 11 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Agama Kurikulum harus dikembangkan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama. teknologi. dan seni Kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan. dan seni. teknologi.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Perkembangan ilmu pengetahuan. dan memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah Sosialisasi KTSP 12 102 .

Sosialisasi KTSP 13 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kurikulum harus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Dinamika perkembangan global Kurikulum harus dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain. Sosialisasi KTSP 14 103 .

Sosialisasi KTSP 15 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Kesetaraan Jender Kurikulum harus diarahkan kepada pendidikan yang berkeadilan dan mendorong tumbuh kembangnya kesetaraan jender. Sosialisasi KTSP 16 104 .PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya.

Muatan lokal. kondisi. Pendidikan Kecakapan Hidup. Ketuntasan Belajar. Penjurusan. • Kalender Pendidikan • Silabus dan RPP Sosialisasi KTSP 18 105 . Pengembangan Diri. tujuan. Kenaikan Kelas dan kelulusan.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Karakteristik Satuan Pendidikan Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi. Beban Belajar. Sosialisasi KTSP 17 Komponen KTSP • Tujuan Pendidikan Sekolah • Struktur dan Muatan Kurikulum (mata pelajaran. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global). dan ciri khas satuan pendidikan. misi.

TUJUAN PENDIDIKAN BAB III. PENDAHULUAN BAB II . STRUKTUR dan MUATAN KURIKULUM BAB IV. KALENDER PENDIDIKAN Sosialisasi KTSP 20 106 .ISI / MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Sosialisasi KTSP 19 KTSP DOKUMEN 1 BAB I .

B. Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan Sekolah (Mulok. Mapel Tambahan) Sosialisasi KTSP 21 KTSP (Dokumen 1) Sosialisasi KTSP 22 107 .KTSP DOKUMEN II A. Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan pusat.

Misi Sekolah 4. Visi Sekolah 3. Tujuan pendidikan (Disesuaikan dengan jenjang satuan pendidikan) 2. TUJUAN 1.Bab I. PENDAHULUAN Latar Belakang (dasar pemikiran penyusunan KTSP) Tujuan Pengembangan KTSP Prinsip Pengembangan KTSP SESUAI KARAKTERISTIK SEKOLAH 23 Sosialisasi KTSP Bab II. Tujuan Sekolah Sosialisasi KTSP 24 108 .

Mata pelajaran 2. MISI. Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan Global Cat : Untuk PLB/PK ditambah dengan Program Khusus Sosialisasi KTSP 26 109 . • TAHAP 3 : SUASANA SEKOLAH suasana sekolah – sebagai lembaga/organisasi pembelajaran – seperti apa yg diinginkan untuk mewujudkan hasil belajar bagi siswa. keterampilan. Pendidikan kecakapan Hidup 9. Kegiatan Pengembangan diri 4. Muatan lokal 3. Pengaturan beban belajar 5. Kenaikan Kelas. dan sikap setelah mereka menamatkan sekolah. • TAHAP 2 : SUASANA PEMBELAJARAN suasana pembelajaran seperti apa yg dikehendaki untuk mencapai hasil belajar itu. Ketuntasan Belajar 6. TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN • TAHAP 1 : HASIL BELAJAR SISWA apa yg hrs dicapai siswa berkaitan dengan pengetahuan.BAGAIMANA MENYUSUN VISI. Penjurusan 8. Sosialisasi KTSP 25 BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KTSP Meliputi Sub Komponen: 1. dan kelulusan 7.

• Memanfaatkan 4 jam tambahan untuk menambah jam pembelajaran pada mata pelajaran tertentu atau menambah mata pelajaran baru. Strategi Pemilihan dan pelaksanaan Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. Sosialisasi KTSP 27 2. termasuk keunggulan daerah. Muatan Lokal Berisi tentang: Jenis. • Mencantumkan jenis mata pelajaran muatan lokal dalam struktur kurikulum. Mata Pelajaran Berisi “Struktur Kurikulum Tingkat Sekolah” yang disusun berdasarkan kebutuhan siswa dan sekolah terkait dengan upaya pencapaian SKL. Sosialisasi KTSP 28 110 .Dalam pengembangannya mempertimbangkan hal-hal sbb: Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah.1. Pengembangan Struktur Kurikulum dilakukan dengan cara antara lain: • mengatur alokasi waktu pembelajaran “tatap muka” seluruh mata pelajaran wajib dan pilihan Ketrampilan/ Bahasa asing lain). • Tidak boleh mengurangi mata pelajaran yang tercantum dalam standar isi.

Merupakan mata pelajaran wajib yang tercantum dalam Struktur kurikulum. mengacu pada: minat dan atau karakteristik program studi yang diselenggarakan di sekolah Siswa boleh mengikuti lebih dari satu jenis mulok pada setiap tahun pelajaran. Substansi yang akan dikembangkan. Sosialisasi KTSP 30 111 . Setiap sekolah dapat melaksanakan mulok lebih dari satu jenis dalam setiap semester. materi nya tidak sesuai menjadi bagian dari mapel lain.Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. Sosialisasi KTSP 29 Bentuk penilaiannya kuantitatif (angka). sesuai dengan minat dan program Mulok yang diselenggarakan sekolah. atau terlalu luas substansinya sehingga harus dikembangkan menjadi Mapel tersendiri.

Bidang Pengolahan: Pembuatan Abon. akuntansi komputer. Sosialisasi KTSP 32 112 . pembibitan ikan hias dan konsumsi. Kerupuk. Pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran atau tenaga ahli dari luar sekolah yang relevan dengan substansi mulok.Substansinya dapat berupa program keterampilan produk dan jasa. Tanaman Obat. Ikan Asin. Sosialisasi KTSP 31 Sekolah harus menyusun SK. Berkomunkasi sebagai Guide. Bidang TIK dan lain-lain: Web Desain. dll. Kewirausahaan dll. Contoh: Bidang Budidaya: Tanaman Hias. KD dan Silabus untuk Mata pelajaran Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. Sayur. Baso dll.

Dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan: . karir ). KD dan silabus. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) .Bimbingan konseling. Penilaian dilakukan secara kualitatif (deskripsi). Sosialisasi KTSP 34 113 . sosial. kemampuan. yang difokuskan pada “Perubahan sikap dan perkembangan perilaku peserta didik setelah mengikuti kegiatan pengembangan diri”.Ekstra kurikuler. (kehidupan pribadi. Pengembangan Diri Bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. kesulitan belajar. dan atau . seperti: Kepramukaan. Kepemimpinan. Sosialisasi KTSP 33 Bukan Mata Pelajaran dan tidak perlu dibuatkan SK. Pengembangan kreativitas. rutin. bakat. dan kondisi sekolah. minat peserta didik. Dilaksanakan secara terprogram. spontan dan keteladanan. kepribadian siswa.3.

Sikap Sportif. • Penjabaran alokasi waktu ekuivalen dengan 2 • Perlu dibuat program kerja yang sistematis dan komprehensif sebagai bagian dari program kerja sekolah dan atau program kerja OSIS. mencakup penilaian: sikap kompetitif. konselor atau Guru BK atau tenaga kependidikan lain. kerjasama. jam pembelajaran per minggu . Kerjasama.Contoh Penilaian Pengembangan Diri: • Keg. dll. percaya diri dan mampu memecahkan masalah. Kompetetitif. diserahkan kepada masing.masing pembimbing dan sekolah. • Keg. Sosialisasi KTSP 36 114 . KIR. dll. mencakup penilaian: Sosialisasi KTSP 35 • Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh guru kelas atau mata pelajaran. Keolahragaan. disiplin dan ketaatan mengikuti SPO.

Sosialisasi KTSP 38 115 . tetapi jumlah Beban belajar per tahun secara keseluruhan tetap.40% untuk SD/MI/SDLB dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. • Sekolah dapat mengatur alokasi waktu untuk setiap Mata Pelajaran pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran sesuai dengan Kebutuhan. • Sekolah dapat menambah maksimal 4 JPL per minggu • Alokasi waktu penugasan terstruktur dan kegiatan • Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mandiri tidak terstruktur. mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi. dan 4 JPL praktik di luar sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka (bagi Sekolah Menengah Kejuruan). 37 Sosialisasi KTSP • Alokasi waktu kegiatan praktik diperhitungkan sbb: 2 Jam Pelajaran (JPL) praktik di sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka. sebanyak 0. Pengaturan Beban Belajar • Berisi tentang jumlah beban belajar per Mata Pelajaran. sesuai dengan alokasi waktu yang tercantum dalam Struktur Kurikulum.4. per minggu per semester dan per Tahun Pelajaran yang dilaksanakan di sekolah.

Kenaikan Kelas dan Kelulusan • Berisi tentang kriteria dan mekanisme kenaikan kelas dan kelulusan. Program disusun mengacu pada hal-hal sebagai berikut: – Panduan kenaikan kelas yang akan disusun oleh Dit. Ketuntasan Belajar • Berisi tentang kriteria ketuntasan minimal (KKM) per mata pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dengan memper-timbangkan hal-hal sbb: – Ketuntasan belajar ideal untuk setiap indikator adalah 0 – 100 %. tetapi secara bertahap harus dapat mencapai kriteria ketuntasan ideal. – Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah batas kriteria ideal. dgn batas kriteria ideal minimum 75 %. Sosialisasi KTSP 40 116 . kompleksitas dan SDM.5. – Sekolah harus menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) per MP dengan mempertimbangkan: kemampuan rata-rata peserta didik. serta strategi penanganan siswa yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh sekolah. Pembinaan terkait – Sedangkan ketentuan kelulusan akan diatur secara khusus dalam peraturan tersendiri. 39 Sosialisasi KTSP 6.

Pendidikan Kecakapan Hidup • Bukan mata pelajaran tetapi substansinya merupakan bagian integral dari semua mata pelajaran. minat dan prestasi yang diberlakukan oleh sekolah. yang disusun dengan mengacu pada panduan penjurusan yang akan disusun oleh Direktorat terkait. – Untuk kecakapan vokasional. sosial. • Tidak masuk dalam struktur kurikulum secara khusus. • Substansi kecakapan hidup meliputi: . antara lain melalui mata pelajaran Keterampilan.Kecakapan personal. Sosialisasi KTSP 41 8. Penjurusan di SMA/MA • Berisi tentang kriteria dan mekanisme penjurusan serta strategi/kegiatan penelusuran bakat. • Dapat disajikan secara terintegrasi dan atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus. Sosialisasi KTSP 42 117 . akademik dan atau vokasional. dapat diperoleh dari satuan pendidikan ybs.7.

Ekologi. ajar dan penyelenggaraan pembelajaran keterampilan vokasional dapat dilakukan melalui kerjasama dengan satuan pendidikan formal/non formal lain. maka sekolah dapat mengembangkan SK. Substansinya mencakup aspek: Ekonomi. RPP dan bahan Sosialisasi KTSP 43 9. Dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran yang terintegrasi. dimaksud dilaksanakan secara komprehensif melalui Intra kurikuler. TIK. Dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan atau satuan pendidikan nonformal. silabus. Budaya. Bahasa. • Pembelajaran mata pelajaran keterampilan • Pengembangan SK. atau menjadi mapel Mulok. yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik.KD. KD dan silabus keterampilan lain sesuai dengan kebutuhan sekolah. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global Program pendidikan yang dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global.• Bila SK dan KD pada mata pelajaran keterampilan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah. dan lain-lain. Sosialisasi KTSP 44 118 .

Sosialisasi KTSP 45 KTSP DOKUMEN II Sosialisasi KTSP 46 119 . dengan memperhatikan aturan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi. yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan setempat. disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah. kebutuhan peserta didik dan masyarakat.BAB. IV Kalender Pendidikan Berisi tentang kalender pendidikan yang digunakan oleh sekolah.

Silabus dan RPP Muatan Lokal dan Mapel lain (jika ada) D.B.B.D. Silabus dan RPP Mata Pelajaran (Kelas IV. Silabus dan RPP Muatan Lokal dan Mapel lain (jika ada) D. D. Semua Kelas SDLB. Silabus dan RPP Keagamaan (khusus MI) Sosialisasi KTSP 47 PLB/PENDIDIKAN KHUSUS A.SD/MI A. Silabus dan RPP Program Khusus (untuk SDLB dan SMPLB) Sosialisasi KTSP 48 120 . B.D. dan G) B. V dan VI : SDLB-A. II dan III : SDLB-A. II dan III) B. C1. V dan VI) C. Silabus dan RPP Pembelajaran Tematik (Kelas I.D1.E. Silabus dan RPP Pembelajaran tematik (Kelas I. SMPLB dan SMALB : C. Silabus dan RPP Mata Pelajaran (Kelas IV.E dan SMPLB dan SMALB : A. E) C.

Mekanisme PENYUSUNAN KTSP
Analisis
• Kekuatan/ kelemahan • Peluang/ tantangan • Dokumen Standar isi, SKL, Panduan KTSP

• Pembentukan Tim • Penyusunan Draft • Revisi dan Finalisasi

Naskah KTSP Diberlakukan

Sosialisasi KTSP

49

Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah. Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan atau lokakarya sekolah/madrasah dan atau kelompok sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draft, review dan revisi, serta finalisasi. Langkah yg lebih rinci dari masing-masing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun.

Sosialisasi KTSP

50

121

Selesai

Sosialisasi KTSP

51

122

Materi 9

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

PENGEMBANGAN SILABUS

Sosialisasi KTSP

Pengertian Pengertian

Landasan
Prinsip Pengembangan Unit waktu Pengembang Silabus Komponen Silabus Mekanisme Pengembangan Silabus Langkah-langkah Pengembangan Silabus Contoh Model
Sosialisasi KTSP

123

Pengertian
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

Sosialisasi KTSP

Landasan Pengembangan SILABUS?
1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 17 ayat (2) 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20

Sosialisasi KTSP

124

PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 17 Ayat (2)
Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. MTs, MA, dan MAK.
Sosialisasi KTSP

PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20
Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar

Sosialisasi KTSP

125

SILABUS menjawab pertanyaan
1. 2. 3. Apa kompetensi yang harus dikuasai siswa? Bagaimana cara mencapainya? Bagaimana cara mengetahui pencapaiannya?

Sosialisasi KTSP

Prinsip Pengembangan
• • • • • • • • Ilmiah Relevan Sistematis Konsisten Memadai Aktual dan Kontekstual Fleksibel Menyeluruh

Sosialisasi KTSP

126

kegiatan pembelajaran. kedalaman. emosional. indikator. intelektual. Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg. sosial.Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. dan spritual peserta didik. Sosialisasi KTSP Sistematis Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. dan sistem penilaian. taat asas) antara kompetensi dasar. materi pokok/ pembelajaran. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. sumber belajar. Relevan Cakupan. Sosialisasi KTSP 127 .

materi pokok/ pembelajaran. Menyeluruh Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. Sosialisasi KTSP 128 . afektif. sumber belajar. dan peristiwa yang terjadi. psikomotor). teknologi. Aktual dan Kontekstual Cakupan indikator. Sosialisasi KTSP Fleksibel Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. pendidik. sumber belajar. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.Memadai Cakupan indikator. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. materi pokok/ pembelajaran. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. kegiatan pembelajaran. kegiatan pembelajaran. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata.

Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum. atau 3. Bagi SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi. atau 2. Kelompok kerja guru (KKG/PKG/MGMP) Dibawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kab/Kota/Provinsi Sosialisasi KTSP 129 . 3. per tahun. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester. Sosialisasi KTSP PENGEMBANG SILABUS 1. 2. Guru kelas/mata pelajaran.UNIT WAKTU 1. dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok. Kelompok guru kelas/mata pelajaran. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.

Standar Kompetensi 2. Sumber Belajar Catatan: Indikator dikembangkan berdasarkan KD Sosialisasi KTSP MEKANISME PENGEMBANGAN SILABUS Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Analisis SI/SKL/ SK-KD KD-Indikator Alokasi Waktu Sumber Belajar Penilaian Sosialisasi KTSP 130 . Penilaian 7. Indikator 6. Kompetensi Dasar 3. Kegiatan Pembelajaran 5. Materi Pokok/Pembelajaran 4. Alokasi Waktu 8.KOMPONEN SILABUS 1.

b. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran 5. Sosialisasi KTSP 131 . Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi 2. Menentukan Jenis Penilaian 7. Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar 3. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi 6. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. Menentukan Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 1. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI. c. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran 4.LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS 1. Mengkaji Standar Kompetensi Mengkaji standar kompetensi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. Menentukan Alokasi Waktu 8.

Sosialisasi KTSP 132 . c. 4. struktur keilmuan. Mengkaji Kompetensi Dasar Mengkaji kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. kedalaman. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. Sosialisasi KTSP 3. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengidentifikasi materi pokok mempertimbangkan: 1. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. relevansi dengan karakteristik daerah. b. 3. intelektual. alokasi waktu . 5. dan spritual peserta didik. sosial. kebermanfaatan bagi peserta didik. Aktualitas. 8. 2.2. dan keluasan materi pembelajaran. potensi peserta didik. tingkat perkembangan fisik. emosional. 7. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada dalam SI. 6.

dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi Pengalaman belajar dimaksud dapat terwujud melalui pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Sosialisasi KTSP 133 . lingkungan. Memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar 2. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik yaitu kegiatan siswa dan materi. MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik. peserta didik dengan guru. Pengalaman Belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.4. Sosialisasi KTSP HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN: Memberikan bantuan guru agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional 1. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran 3.

pengetahuan.5. Sosialisasi KTSP Pengembangan Indikator Setiap KD dikembangkan menjadi beberapa indikator (lebih dari dua) Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan/atau diobservasi Tingkat kata kerja dalam indikator lebih rendah atau setara dengan kata kerja dalam KD maupun SK Sosialisasi KTSP 134 . Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. dan potensi daerah Digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. dan keterampilan Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. satuan pendidikan.

MENENTUKAN JENIS PENILAIAN Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. menganalisis. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. kesesuaian (Relevansi) dan Kontekstual Keseluruhan indikator dalam satu KD merupakan tandatanda. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. pengamatan kinerja. penggunaan portofolio. dan penilaian diri.Prinsip pengembangan indikator adalah sesuai dengan kepentingan (Urgensi). dan bertindak secara konsisten. perilaku. kesinambungan (Kontinuitas). berpikir. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. sikap. Sosialisasi KTSP 135 . Sosialisasi KTSP 6. dan lain-lain untuk pencapaian kompetensi yang merupakan kemampuan bersikap. penilaian hasil karya berupa proyek atau produk.

Sosialisasi KTSP 136 .HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENENTUKAN PENILAIAN: a. yang dilakukan berdasarkan indikator b. Untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. keluasan. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. kedalaman. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut e. Menggunakan sistem penilaian berkelanjutan d. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam kegiatan pembelajaran Sosialisasi KTSP 7. MENENTUKAN ALOKASI WAKTU Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. Menggunakan acuan kriteria c. tingkat kesulitan.

dan indikator pencapaian kompetensi.8. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. nara sumber. sosial. kegiatan pembelajaran. Sosialisasi KTSP Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Alokasi waktu: No Kompetensi Dasar Materi Pokok/Pe mbelajaran CONTOH FORMAT SILABUS Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 137 . Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik. dan budaya. serta lingkungan fisik. alam. MENENTUKAN SUMBER BELAJAR Sumber belajar adalah rujukan.

dan evaluasi rencana pembelajaran. dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru • Dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar.CONTOH FORMAT SILABUS Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Kompetensi Dasar: Materi Pokok/Pembelajaran: Kegiatan Pembelajaran: Indikator: Penilaian: Alokasi Waktu: Sumber Belajar: Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN SILABUS BERKELANJUTAN Silabus: • Dijabarkan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran • Dilaksanakan. evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran). Sosialisasi KTSP 138 . dievaluasi.

Selesai Sosialisasi KTSP 139 .

140 .

dan penilaian hasil belajar 2 Sosialisasi KTSP 141 1 . sumber belajar.Materi 10 PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sosialisasi KTSP LANDASAN RPP PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20 Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurangkurangnya tujuan pembelajaran. materi pembelajaran. metode pembelajaran.

Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. 3 Sosialisasi KTSP ALUR RPP SK dan KD SILABUS RPP 4 Sosialisasi KTSP 142 2 .PENGERTIAN RPP Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus.

Penilaian: … 6 Sosialisasi KTSP 143 3 . Materi Ajar :… :… III. V. Alat/Bahan/Sumber Belajar: … VI. Tujuan Pembelajaran II.KOMPONEN RPP (minimal) Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajaran Metode Pembelajaran Sumber Belajar Penilaian Hasil Belajar 5 Sosialisasi KTSP Format RPP Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Rencana Pelaksanaan Pembelajaran :… :… :… :… :… :… :… I. Kegiatan Inti: … C. Metode Pembelajaran: … IV. A. Kegiatan Awal: … B. Kegiatan Akhir: … Pertemuan kedua. dst. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan pertama.

Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK. Mengisi kolom identitas 2. dan akhir. Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus. karena indikator sudah sangat rinci sehingga tidak dapat dijabarkan lagi. dan Indikator yang akan digunakan ( terdapat pada silabus yang telah disusun) 4.Langkah-langkah Menyusun RPP 1. pada saat-saat tertentu rumusan indikator sama dengan tujuan pembelajaran. Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran 6. 8 Sosialisasi KTSP 144 4 . Menentukan SK. KD. KD. Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal. inti. (Lebih rinci dari KD dan Indikator.) 7 Sosialisasi KTSP Langkah-langkah Menyusun RPP 5. dan Indikator yang telah ditentukan. Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan 3. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan 7.

teknik penskoran. contoh soal. lembar pengamatan. dll 9 Sosialisasi KTSP Selesai 10Sosialisasi KTSP 145 5 . Menentukan alat/bahan/ sumber belajar yang digunakan 9. Menyusun kriteria penilaian.Langkah-langkah Menyusun RPP 8.

146 .

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IV. Model-Model Kurikulum 11. 12. 147 . Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal. Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar & Menengah.

148 .

22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2) • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Sosialisasi KTSP 2 149 . mulok B. Landasan • UU No. sentralisasi ke desentralisasi.Materi 11 PENGEMBANGAN MODEL MATA PELAJARAN Sosialisasi KTSP 1 I. PENDAHULUAN A. multikultural. Latar Belakang Otonomi daerah.

Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilainilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya. PENDAHULUAN (Lanjutan) Tujuan Khusus: Memberikan bekal pengetahuan. keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. SMP/MTs/SMPLB. serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional. Tujuan Tujuan Umum: Acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB. dan budayanya. kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya sebagai bekal siswa. SMA/MA/SMALB. Lebih jelas lagi terutama agar peserta didik dapat: Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam. 4 Sosialisasi KTSP 150 . PENDAHULUAN (Lanjutan) C. Memiliki pengetahuan.I. Sosialisasi KTSP 3 I. sosial. dan SMK/MAK dalam pengembangan Mulok yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan.

struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan. kalender pendidikan. dan silabus. Pengertian (Lanjutan) Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Substansi mata pelajaran muatan lokal dapat ditentukan oleh satuan pendidikan. yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan. termasuk keunggulan daerah. PENDAHULUAN D. isi.I. PENDAHULUAN (Lanjutan) Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah. 5 Sosialisasi KTSP I. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sosialisasi KTSP 6 151 . KTSP minimal terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan.

khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran A. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah. PENDAHULUAN (Lanjutan) E.I. adat istiadat. kesenian daerah. Pengembangan Sesuai dengan Kondisi Sekolah Saat Ini 1. Analisis Mulok yang ada di sekolah. dan lingkungan sosial budaya. bahasa Inggris. Bila Mulok yang diterapkan di sekolah tersebut masih layak digunakan maka kegiatan berikutnya adalah merubah Mulok tersebut ke dalam SK dan KD 3. keterampilan dan kerajinan daerah. maka sekolah bisa menggunakan Mulok dari sekolah lain atau tetap menggunakan Mulok yang ditawarkan oleh Dinas atau mengembangkan Mulok yang lebih sesuai. Sosialisasi KTSP 8 152 . Apakah masih layak dan relevan Mulok diterapkan di sekolah? 2. Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal. yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan. 2. Ruang Lingkup 1. 7 Sosialisasi KTSP 2. Bila Mulok yang ada tidak layak lagi untuk diterapkan. lingkungan sosial ekonomi. dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar. dapat berupa: bahasa daerah.

KD 1.2. Pengembangan dan Penetapan SK . Mengembangkan SK dan KD berserta silabusnya dan RPP-nya 9 Sosialisasi KTSP 3. Bila belum mampu. atau dapat meminta bantuan kepada sekolah lain yang masih dalam satu daerah. Mengidentifikasi bahan kajian Mulok 4. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran (Lanjutan) B. dapat melaksanakan Mulok berdasarkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh sekolah. atau meminta bantuan dari LPMP di propinsi. Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi Mulok 3. Menentukan Mata Pelajaran Mulok 5. Sosialisasi KTSP 10 153 . Pelaksanaan Sekolah yang mampu mengembangkan SK dan KD beserta silabus dan RPP-nya dapat melaksanakan Mulok. Bila beberapa sekolah dalam satu daerah belum mampu mengembangkan SK dan KD Mulok. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah 2. dapat meminta bantuan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) di daerah setempat.

emosional.dunia usaha/industri. LPMP.4. Rambu-Rambu •Bahan kajian disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik (pengetahuan dan cara berpikir. .pemerintah Daerah/Bapeda. Instansi/lembaga di luar Depdiknas. Oleh karena itu dalam pelaksanaan Mulok dihindarkan adanya pekerjaan rumah (PR). Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan • • • • TPK. misalnya: . .Dinas Departemen lain terkait. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diatur sedemikian rupa agar tidak memberatkan peserta didik dan tidak mengganggu penguasaan pada kurikulum nasional.dan tokoh masyarakat. . dan sosial). Sosialisasi KTSP 12 154 . PT. Sosialisasi KTSP 11 5.

guru diharapkan dapat mengembangkan sumber belajar yang sesuai dengan memanfaatkan potensi di lingkungan sekolah. baik secara mental. Untuk itu. (2) dikembangkan dari yang diketahui ke yang belum diketahui. Sedangkan dekat secara psikis maksudnya bahan kajian tersebut mudah dipahami oleh kemampuan berpikir dan mencernakan informasi sesuai dengan usianya. (3) dari pengalaman lama ke pengalaman baru.5. Dalam kaitan dengan sumber belajar. Selain itu guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan peserta didik aktif dalam proses belajar mengajar. Sosialisasi KTSP 13 5. misalnya dengan memanfaatkan tanah/kebun sekolah. meminta bantuan dari instansi terkait atau dunia usaha/industri (lapangan kerja) atau tokoh-tokoh masyarakat. maksudnya dalam lingkungan tempat tinggal dan sekolah peserta didik. Selain itu bahan kajian/pelajaran hendaknya bermakna bagi peserta didik yaitu bermanfaat karena dapat membantu peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. maupun sosial. Sosialisasi KTSP 14 155 . Rambu-Rambu (Lanjutan) •Program pembelajaran hendaknya dikembangkan dengan melihat kedekatan secara fisik dan secara psikis. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian/pelajaran hendaknya memberikan keluwesan bagi guru dalam memilih metode mengajar dan sumber belajar seperti buku dan nara sumber. bahan pengajaran hendaknya disusun berdasarkan prinsip (1) bertitik tolak dari hal-hal konkret ke abstrak. fisik. (4) dari yang mudah/sederhana ke yang lebih sukar/rumit. Dekat secara fisik.

pengukuran sikap.d VI atau dari kelas VII s. dua semester atau satu tahun ajaran. proyek dan/atau produk. dan X s. Namun demikian bahan kajian muatan lokal tertentu tidak harus secara terus-menerus diajarkan mulai dari kelas I s. dan penilaian diri. penilaian hasil karya berupa tugas. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.d XII.5. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. menganalisis.d IX. pengamatan kinerja. penggunaan portofolio. Sosialisasi KTSP 16 156 . Bahan kajian muatan lokal juga dapat disusun dan diajarkan hanya dalam jangka waktu satu semester. Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. •Alokasi waktu untuk bahan kajian/pelajaran muatan lokal perlu memperhatikan jumlah minggu efektif untuk mata pelajaran muatan lokal pada setiap semester Sosialisasi KTSP 15 6. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian muatan lokal yang diajarkan harus bersifat utuh dalam arti mengacu kepada suatu tujuan pengajaran yang jelas dan memberi makna kepada peserta didik. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan.

7. Pelaporan • Pelaporan hasil belajar mata pelajaran muatan lokal diwujudkan dalam bentuk kuantitatif Sosialisasi KTSP 17 Selesai Sosialisasi KTSP 18 157 .

158 .

dibimbing oleh konselor. dan kemampuan PP No. Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah. pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan: Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah. Permendiknas No. dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum.Materi 13 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PANDUAN MODEL PENGEMBANGAN DIRI Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah Sosialisasi KTSP Landasan Pengembangan Diri UU No. pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas: Pasal 1 butir 6 tentang pendidik. minat. pasal 3 tentang tujuan pendidikan. Sosialisasi KTSP 159 .

dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah. pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik. minat. Untuk satuan pendidikan kejuruan. potensi. kondisi dan perkembangan peserta didik. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial. khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir Untuk satuan pendidikan khusus. Pengembangan diri bertujuan memberikan Sosialisasi KTSP 160 . bakat. Sosialisasi KTSP Tujuan Umum kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan.Pengertian Pengembangan Diri Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. dan pengembangan karir. kegiatan pengembangan diri. kegiatan belajar. serta kegiatan ekstra kurikuler.

adalah kegiatan dalam bentuk perilaku seharihari seperti : berpakaian rapi. Kemampuan belajar h. antri. Kemandirian Sosialisasi KTSP Bentuk Pelaksanaan Pengembangan Diri Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual.Tujuan Khusus Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan : a. keberaturan. Bakat b. Kreativitas d. memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain. rajin membaca. pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri. Kemampuan kehidupan keagamaan f. datang tepat waktu Sosialisasi KTSP 161 . yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal. Kemampuan pemecahan masalah j. berbahasa yang baik. seperti : upacara bendera. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan e. Wawasan dan perencanaan karir i. membuang sampah pada tempatnya. mengatasi silang pendapat (pertengkaran). • Spontan. ibadah khusus keagamaan bersama. senam. kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan : Layanan dan kegiatan pendukung Konseling Kegiatan Ekstra Kurikuler Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut : • Rutin. • Keteladanan. Kemampuan sosial g. Minat c. adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti : pembentukan perilaku memberi salam.

Pengembangan kehidupan sosial. baik secara perorangan maupun kelompok. menilai. dan perencanaan karir. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. Konseling adalah pelayanan bantuan untuk Sosialisasi KTSP Bidang Pelayanan Konseling a. dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi. serta memilih dan mengambil keputusan karir. berdasarkan normanorma yang berlaku. Pengembangan kemampuan belajar. d. bakat dan minat. Sosialisasi KTSP 162 . b. kemampuan belajar. anggota keluarga. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. c.Konseling peserta didik. serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik. agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal. melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung. Pengembangan kehidupan pribadi. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. kehidupan sosial. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. dan mengembangkan potensi dan kecakapan. Pengembangan karir.

yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuhkembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya. Sosialisasi KTSP Jenis Layanan Konseling Orientasi. yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas. terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari. magang. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya. dan kegiatan ekstra kurikuler. dan pendidikan lanjutan. jurusan/program studi.. kelompok belajar. terumata kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah. yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian.Fungsi Bimbingan Konseling Fungsi Pemahaman. yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri. yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu. Fungsi Pengentasan. belajar. keluarga. sosial. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya. dan masyarakat. program latihan. Fungsi Pencegahan. Fungsi Advokasi. Sosialisasi KTSP 163 . Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan. Informasi. Penguasaan Konten. Penempatan dan Penyaluran. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya. untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. karir/jabatan.

Tampilan Kepustakaan. yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan. dan bersifat rahasia. Himpunan Data. yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data. kegiatan belajar.Jenis Layanan (lanjutan …) • Konseling Perorangan. karir/jabatan. kemampuan sosial. kegiatan belajar. serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. Kunjungan Rumah. dan caracara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. Sosialisasi KTSP 164 . yang bersifat terbatas dan tertutup. yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi. terpadu. kemampuan hubungan sosial. yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya. Alih Tangan Kasus. • Mediasi. • Konseling Kelompok. pemahaman. yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. Konferensi Kasus. sistematis. • Konsultasi. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya. • Bimbingan Kelompok. baik tes maupun non-tes. yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka. melalui aplikasi berbagai instrumen. dan karir/jabatan. komprehensif. dan pengambilan keputusan. Sosialisasi KTSP Kegiatan Pendukung • • • • • • Aplikasi Instrumentasi. yaitu kegiatan memperoleh data. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi.

yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan.Format Kegiatan • Individual. yaitu format kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan. • Program Mingguan. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. • Kelompok. Sosialisasi KTSP 165 . yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan. • Program Harian. • Klasikal. • Lapangan. yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. Sosialisasi KTSP Jenis Program • Program Tahunan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. • Program Bulanan. • Program Semesteran. • Pendekatan Khusus. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas.

kegiatan instrumentasi. jenis layanan dan kegiatan pendukung. himpunan data. pemanfaatan kepustakaan.Penyusunan Program Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. format kegiatan. Sosialisasi KTSP 166 . serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas. Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi. dan alih tangan kasus. sasaran pelayanan. penguasaan konten. dan volume/beban tugas konselor Sosialisasi KTSP Pelaksanaan Kegiatan Konseling Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi. kunjungan rumah. kegiatan konferensi kasus. Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang. penempatan dan penyaluran.

konseling perorangan.Pelaksanaan Kegiatan Konseling (lanjutan) Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi. Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan Sosialisasi KTSP 167 . bimbingan kelompok. potensi. Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling. konseling kelompok dan mediasi. diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. Sosialisasi KTSP Kegiatan Ekstrakurikuler pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah. Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas.

Pilihan. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rileks. Sosialisasi KTSP Prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler Individual. Etos kerja. Sosial. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang disukai dan mengembirakan peserta didik. menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Menyenangkan. bakat dan minat mereka. membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil. Rekreatif. bakat dan minat peserta didik masing-masing. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi.Fungsi Kegiatan Ekstrakurikuler Pengembangan. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat. Keterlibatan aktif. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik. Sosialisasi KTSP 168 . Persiapan karir. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik. mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Kemanfaatan sosial.

keagamaan. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik dalam satu kelas. Kelompok. Seminar. Latihan/lomba keberbakatan/prestasi. meliputi Kepramukaan. jurnaistik. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA). yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik antar kelas/ antar sekolah/madrasah. Gabungan. Klasikal. pendidikan. Karya Ilmiah. meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR). dan pameran/bazar. Palang Merah Remaja (PMR). teater. penelitian. dengan substansi antara lain karir.Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler Krida. seni dan budaya. Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). keagamaan. perlindungan HAM. kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik. cinta alam. Sosialisasi KTSP 169 . meliputi pengembangan bakat olah raga. lokakarya. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti oleh kelompok-kelompok peserta didik. seni budaya. kesehatan. Sosialisasi KTSP Format Kegiatan Individual. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik secara perorangan.

waktu. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG). c. konselor dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah. Kegiatan ekstra kurikuler yang terprogram dilaksanakan sesuai dengan sasaran. Sosialisasi KTSP 170 . Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui: a. b. spontan dan keteladanan dilaksanakan secara langsung oleh guru. yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani. substansi. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN). Sosialisasi KTSP Penilaian 1.Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Kegiatan ekstra kurikuler yang bersifat rutin. tempat dan pelaksana sebagaimana telah direncanakan. Penilaian segera (LAISEG). jenis kegiatan. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik.

3.Penilaian ( lanjutan ) 2. Sosialisasi KTSP 171 . Sosialisasi KTSP Penilaian ( lanjutan ) Ekstrakurikuler Hasil dan proses kegiatan ekstra kurikuler dinilai secara kualitatif dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan lainnya oleh penanggung jawab kegiatan. untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan. Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG. Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG. Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif.

PENGEMBANGAN DIRI Kamu harus jadi dirimu sendiri ! Bakat saya harus berkembang Guru & Siswa Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 172 .

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) V. Pembelajaran Terpadu 13. Pembelajaran IPA Terpadu SMP 14. Pembelajaran IPS Terpadu SMP 173 .

174 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 14 Pembelajaran IPA Terpadu SMP PEMBELAJARAN IPA TERPADU SMP Tujuan: • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran • Meningkatkan minat dan motivasi • Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus Sosialisasi KTSP 175 .

• Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. • Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antarkonsep Fisika. dan Biologi) dapat dibelajarkan sekaligus. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. Meteorologi. karena ketiga disiplin ilmu (Fisika.Bidang Kajian IPA SMP Struktur Keilmuan IPA • Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan (Biologi) • Materi dan Sifatnya (Kimia) • Energi dan Perubahannya (Fisika) • Bumi dan Alam Semesta (Geologi. dan Astronomi) Sosialisasi KTSP Kekuatan/manfaat • Dengan menggabungkan berbagai bidang kajian akan terjadi penghematan waktu. karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran. dan Biologi. Sosialisasi KTSP 176 . sehingga memudahkan pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi IPA. Kimia. Kimia.

Perencanaan pembelajaran: Menetapkan bidang kajian yang akan dipadukan Mempelajari Standar kompetensi dan kompetensi dasar bidang kajian Membuat matriks atau bagan hubungan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu Merumuskan indikator pembelajaran terpadu Menyusun silabus pembelajaran terpadu Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu Memilih/menetapkan tema atau topik pemersatu Gambar Alur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Terpadu b. sehingga memudahkan memahami hubungan materi IPA dari satu konteks ke konteks lainnya. Penilain Sosialisasi KTSP 177 . sehingga pemahaman menjadi lebih terorganisasi dan mendalam. peserta didik/guru dengan nara sumber. belajar dalam situasi nyata. • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait. dan dalam konteks yang lebih bermakna. Pelaksanaan Pembelajaran 1.Kekuatan/manfaat • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antar guru sub bidang kajian terkait. Kegiatan akhir (penutup) dan tindak lanjut c. Kegiatan pendahuluan (awal) 2. sehingga belajar lebih menyenangkan. Kegiatan inti pembelajaran 3. guru dengan peserta didik. Sosialisasi KTSP Pelaksanaan Pembelajaran IPA Terpadu a. peserta didik dengan peserta didik.

karena dapat mengembangkan kemampuan asosiasi konsep dan aplikasi konsep. tetapi dapat dari berbagai bidang kajian yang direkatkan oleh tema. Guru 1. Pengembangan model-model pembelajaran atau RPP (rancangan pelaksanaan pembelajaran) Sosialisasi KTSP IMPLIKASI PEMBELAJARAN IPA TERPADU a. Bahan Ajar Bahan ajar yang digunakan tidak hanya buku bidang kajian saja. Team teaching 2. Guru tunggal b. Peserta didik dapat juga mencari berbagai sumber belajar lainnya. Sarana dan Prasarana Dalam pembelajaran terpadu diperlukan berbagai alat dan media pembelajaran Sosialisasi KTSP 178 .Pengembangan Silabus IPA 1. Pengembangan peta konsep menjadi suatu tema 3. Perencanaan tahap-tahap pengembangan pembelajaran menjadi suatu silabus 4. Berorientasi pada pembelajaran IPA secara terpadu 2. Siswa Mempertajam kemampuan analitis terhadap konsepkonsep yang dipadukan. Bahkan bila memungkinkan mereka dapat menggunakan teknologi informasi yang ada. d. c.

Selesai Sosialisasi KTSP 179 .

180 .

memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi dan melatih ketrampilan untuk mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa diri sendiri atau masyarakat Sosialisasi KTSP 181 .DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 15 Pembelajaran IPS Terpadu SMP Sosialisasi KTSP TUJUAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Mengembangkan potensi Peserta Didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat.

PENDEKATAN PEMBELAJARAN IPS TERPADU
(Pendekatan Pembelajaran Terpadu atau Pendekatan Interdisipliner)

1. Model integrasi IPS berdasarkan topik/tema
PD II (termasuk pendudukan Jepang) serta pengaruhnya terhadap keadaan sosial, ekonomi dan politik di Indonesia Persebaran kondisi fisik daerah obyek wisata

sejarah

geografi

PENGEMBANGAN PARIWISATA sosiologi ekonomi Uang dan lembaga keuangan

perubahan sosial budaya pada masyarakat
Sosialisasi KTSP

2. Model Integrasi berdasarkan potensi utama
Peta wilayah yang menggambarkan obyek geografis geografi Sosiologi/ antropologi Bentuk-bentuk interaksi sosial

Perkembangan masyarakat, budaya dan pemerintahan pada masa Hindu Budha serta peninggalannya

BALI SEBAGAI TUJUAN WISATA
sejarah ekonomi
Gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi untuk mencapai kemandirian dan kesejahteraan

Sosialisasi KTSP

182

3. Model Integrasi berdasarkan permasalahan

Faktor sosial, dan Budaya

Faktor Ekonomi

PEMUKIMAN KUMUH
Perilaku Terhadap Aturan Faktor Historis

Sosialisasi KTSP

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL TERPADU
A. PERENCANAAN Langkah-langkah menyusun perencanaan pembelajaran:
1. Pemetaan Kompetensi Dasar 2. Penentuan topik atau tema 3. Penjabaran kompetensi dasar ke dalam indikator yang sesuai dengan topik/ tema 4. Penyusunan desain/ rencana pelaksanaan pembelajaran

B. MODEL PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
1. Kegiatan pendahuluan (awal) 2. Kegiatan inti pembelajaran 3. Kegiatan akhir (penutup) dan tindak lanjut

C. PENILAIAN
1. Tahapan penilaian 2. Penentuan kriteria penuntasan belajar

Sosialisasi KTSP

183

IMPLIKASI PEMBELAJARAN IPS TERPADU
a. Terhadap Guru 1. Team teaching 2. Guru tunggal b. Siswa 1. Mengembangkan kreatifitas akademik 2. Mempermudah dan memotivasi siswa untuk mengenal, menerima, menyerap dan memahami keterkaitan antara konsep / pengetahuan, nilai / tindakan yang terdapat dalam kompetensi dasar dan beberapa indikator c. Bahan Ajar Guru dituntut untuk rajin dan kreatif mencari dan mengumpulkan bahan –bahan yang diperlukan dalam pembelajaran d. Sarana dan Prasarana Guru harus memilih secara jeli terhadap penggunaan media supaya dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh berbagai bidang studi yang terkait.
Sosialisasi KTSP

Selesai

Sosialisasi KTSP

184

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

VI. Pembelajaran Efektif
15. Pembelajaran Berbasis Kontekstual 1 16. Pembelajaran Berbasis Kontekstual 2

185

186

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

Materi 16

PEMBELAJARAN BERBASIS KONTEKSTUAL 1

Sosialisasi KTSP

LATAR BELAKANG MAKRO :
• Kondisi pendidikan secara makro di indonesia dalam lingkup internasional maupun nasional • Kondisi pembelajaran di sekolah secara empiris

Sosialisasi KTSP

187

5.801.122 anak (44.422. 9. Sosialisasi KTSP JUMLAH ANAK YANG BELUM TERLAYANI OLEH PENDIDIKAN SD/MI (7 – 12 Tahun) SLTP/MTs (13 – 15 Tahun) 1.6 %). yang tidak (88.58 %).141 anak (5.50 %).113.30 %). SMU/MA (16 – 18 Tahun) Retensi kotor anak masuk SD yang melanjutkan hingga PT (11. UNDP Human Development Index.4 %) Sosialisasi KTSP 188 . tahun 2002 dan 2003 berurutan menempati urutan 110 dari 173.DATA HASIL PENELITIAN International Education Achievement (IEA) Kemampuan membaca siswa SD menempati urutan 30 dari 38 negara. The Third International Mathematics and Science Study Repeat (1999). dan 112 dari 175 negara.941 anak (67. Kemampuan Siswa bidang Matematika dan IPA berurutan menempati urutan 34 dan 32 dari 38 negara.

Sosialisasi KTSP 189 . tetapi pada kenyataannya mereka tidak memahaminya. Mengapa ? Sosialisasi KTSP 1. Sebagian besar dari siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dipergunakan/dimanfaatkan. Banyak siswa mampu menyajikan tingkat hapalan yang baik terhadap materi ajar yang diterimanya.LATAR BELAKANG MIKRO (Kondisi empiris) Berbicara mengenai PBM di sekolah seringkali membuat kita kecewa. apalagi bila dikaitkan dengan pemahaman siswa terhadap materi ajar. 2.

Sosialisasi KTSP 190 . Sosialisasi KTSP PERMASALAHANNYA 1.3. sehingga semua siswa dapat menggunakan dan mengingatnya lebih lama konsep tersebut ?. Siswa memiliki kesulitan untuk memahami konsep akademik sebagaimana mereka biasa diajarkan yaitu dengan menggunakan sesuatu yang abstrak dan metode ceramah. Bagaimana menemukan cara terbaik untuk menyampaikan berbagai konsep yang diajarkan di dalam mata pelajaran tertentu. Padahal mereka sangat butuh untuk dapat memahami konsep-konsep yang berhubungan dengan tempat kerja dan masyarakat pada umumnya dimana mereka akan hidup dan bekerja.

3. Sosialisasi KTSP 4. arti dari sesuatu. dan hubungan dari apa yang mereka pelajari ?. Bagaimana seorang guru dapat berkomunikasi secara efektif dengan siswanya yang selalu bertanya-tanya tentang alasan dari sesuatu.2. sehingga mereka dapat mempelajari berbagai konsep dan mampu mengkaitkannya dengan kehidupan nyata. “Tantangan yang dihadapi oleh guru setiap hari dan merupakan tantangan bagi pengembang kurikulum”. sehingga dapat membuka berbagai pintu kesempatan selama hidupnya ?. Bagaimana guru dapat membuka wawasan berpikir yang beragam dari siswa. Sosialisasi KTSP 191 . Bagaimana setiap individual mata pelajaran dipahami sebagai bagian yang saling berhubungan dan membentuk satu pemahaman yang utuh ?.

Sosialisasi KTSP 1. sains. 2. dan bahasa meningkat secara drastis pada saat. Mereka diajarkan bagaimana mereka mempelajari konsep. Mereka dibantu untuk membangun keterkaitan antara informasi (pengetahuan) baru dengan pengalaman (pengetahuan lain) yang telah mereka miliki atau mereka kuasai. dan bagaimana konsep tersebut dapat dipergunakan di luar kelas. Sosialisasi KTSP 192 .PENGALAMAN BERHARGA Pengalaman di negara lain menunjukkan bahwa minat dan prestasi siswa dalam bidang matematika.

karena guru menggunakan suatu pendekatan pembelajaran dan pengajaran kontekstual. Sosialisasi KTSP PENGAYAAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Sosialisasi KTSP 193 . Mereka diperkenankan untuk bekerja secara bersama-sama (cooperative) Meningkatnya minat dan prestasi siswa tersebut dicapai.3.

3. 7. Sosialisasi KTSP TUJUH KOMPONEN CTL 1. 4. Konstruktivisme Inquiry Questioning Learning Community Modeling Reflection Authentic Assessment Sosialisasi KTSP 194 . 2.SUATU KONSEPSI • Membantu guru mengkaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia • Memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. 6. 5.

INQUIRY (MENEMUKAN) • Proses perpindahan dari pengamatan menjadi pemahaman • Siswa belajar menggunakan keterampilan berpikir kritis Sosialisasi KTSP 195 . KONSTRUKTIVISME • Membangun pemahaman mereka sendiri dari pengalaman baru berdasar pada pengetahuan awal • Pembelajaran harus dikemas menjadi proses “mengkonstruksi” bukan menerima pengetahuan Sosialisasi KTSP 2.1.

QUESTIONING (BERTANYA) • Kegiatan guru untuk mendorong. LEARNING COMMUNITY (MASYARAKAT BELAJAR) • Sekelompok orang yang terikat dalam kegiatan belajar • Bekerjasama dengan orang lain lebih baik daripada belajar sendiri • Tukar pengalaman • Berbagi ide Sosialisasi KTSP 196 .3. membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa • Bagi siswa yang merupakan bagian penting dalam pembelajaran yang berbasis inquiry Sosialisasi KTSP 4.

MODELING (PEMODELAN) • Proses penampilan suatu contoh agar orang lain berpikir.5. bekerja dan belajar • Mengerjakan apa yang guru inginkan agar siswa mengerjakannya Sosialisasi KTSP 6. AUTHENTIC ASSESSMENT (PENILAIAN YANG SEBENARNYA) • Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa • Penilaian produk (kinerja) • Tugas-tugas yang relevan dan kontekstual Sosialisasi KTSP 197 .

diskusi kelompok Sosialisasi KTSP KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS CTL • • • • • • • • Kerjasama Saling menunjang Menyenangkan Tidak membosankan Belajar dengan bergairah Pembelajaran terintegrasi Menggunakan berbagai sumber Siswa aktif Sosialisasi KTSP 198 .7. karya seni. Reflection (refleksi) • Cara berpikir tentang apa yang telah kita pelajari • Mencatat apa yang telah dipelajari • Membuat jurnal.

Sosialisasi KTSP • DI (DIRECT INSTRUCTION) • CL (COOPERATIVE LEARNING) • PBI (PROBLEM BASE INSTRUCTION) • GABUNGAN Sosialisasi KTSP 199 . laporan hasil praktikum.LANJUTAN … KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS CTL • Sharing dengan teman • Siswa kritis. guru kreatif • Dinding kelas dan lorong-lorong penuh dengan hasil karya siswa. karangan siswa dll. peta-peta. artikel. gambar. tetapi hasil karya siswa. humor dll • Laporan kepada orang tua bukan hanya raport.

MODEL PEMBELAJARAN Direct Instruction (DI) Cooperative Learning (CL) Problem Based Instruction (PBI) Empat Ciri Khusus Landasan Teoritik Tujuan Hasil Belajar Siswa Tingkah Laku Mengajar (Sintaks) Lingkungan Belajar dan Sistem Pengelolaan Sosialisasi KTSP PEMBELAJARAN LANGSUNG (DI) Landasan Teoritik Teori Belajar Sosial Pemodelan Tingkah Laku Albert Bandura CTL Hasil Belajar Siswa Modeling Pengetahuan Prosedural Pengetahuan Deklaratif sederhana Mengembangkan Keterampilan belajar Strategi – strategi belajar Lihat tabel 1 Berpusat pada guru Sintaks Lingkungan belajar dan Sistem Pengelolaan Sosialisasi KTSP Lima fase utama Perlu perencanaan dan pelaksanaan dari guru 200 .

dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dlm kehidupan sehari hari Sosialisasi KTSP PEMBELAJARAN KOOPERATIF (CL) Landasan Teoritik Teori Belajar Konstruktivis CTL Learning Community Hasil belajar Akademik Keterampilan Sosial Sintaks Enam fase utama Proses demokrasi dan Peran aktif siswa Hakekat Sosiokultural Vygotsky Konsep – konsep sulit Keterampilan Kooperatif Lihat tabel 2 Berpusat pada siswa Hasil Belajar Siswa Lingkungan belajar dan Sistem Pengelolaan Siswa bel dlm klp. memberi umpan • Mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan.Tabel : 1 “ SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG” FASE – FASE Fase 1 Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan Siswa Fase 2 Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan Fase 3 Membimbing pelatihan Fase 4 Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik Fase 5 Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan PERILAKU GURU • Menjelaskan TPK. informasi latar belakang pelajaran. pentingnya pelajaran. mempersiapkan siswa untuk belajar • Mendemonstrasikan keterampilan yang benar. Kecil Dg tkt mampu beda Sosialisasi KTSP 201 . atau menyajikan informasi tahap demi tahap • Merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal • Mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik.

Tabel : 2“ SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF (CL)” FASE – FASE Fase 1 Menyampaikan tujuan dan memotivasi Siswa Fase 2 Menyajikan informasi Fase 3 Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok – kelompik belajar Fase 4 Membimbing kelompok bekerja dan belajar Fase 5 Evaluasi Fase 6 Memberikan penghargaan PERILAKU GURU Menyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai selama pembelajaran dan memotivasi siswa belajar Menyajikan informasi kepada siswa dg jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan Menjelaskan kpd siswa bgm cara membentuk klp bel dan membantu setiap klp agar melakukan transisi secara efisien Membimbing kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka Mengevaluasi hasil bel ttg materi yg tlh dipelajari/meminta klp presentasi hsl kerja Menghargai baik upaya maupun hsl bel individu dan kelompok Sosialisasi KTSP PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH (PBI) Landasan Teoritik Teori Belajar Konstruktivis CTL Inquiry Pemecahan masalah (autentik) Belajar penemuan Bruner Hasil Belajar Siswa Menjadi pembelajar Yang otonom. peran aktif siswa Norma inquiry terbuka Bebas kemukakan dpt 202 . proses demokrasi.mandiri Sintaks Lima fase utama Lihat tabel 3 Lingkungan belajar dan Sistem Pengelolaan Sosialisasi KTSP Terbuka.

melaksanakan eksperimen utk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah • Membantu siswa dal merencanakan dan menyiapkan karya yg sesuai spt laporan.Tabel : 3 “SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN PBI“ FASE . model dan berbagi tugas dengan teman • Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yg tlh dipelajari /meminta klp presentasi hasil kerja Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 203 .FASE Fase 1 Orientasi siswa kepada masalah Fase 2 Mengorganisasikan siswa untuk belajar Fase 3 Membimbing penyelidikan individu dan klp Fase 4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya Fase 5 Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah PERILAKU GURU • Menjelaskan tujuan.logistik yg dibutuhkan • Memotivasi siswa terlibat aktif pemecahan masalah yg dipilih • Membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas bel yg berhub dg Masalah tersebut • Mendorong siswa utk mengumpulkan informasi yg sesuai.

204 .

3. 4. yang menarik perhatiannya Anak membangun sendiri pengetahuan dan pemahaman lewat pengalaman nyata sehari-hari Sosialisasi KTSP 205 . Anak lincah Selalu belajar apa yang diinginkannya dengan gembira. 2.DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 17 Pembelajaran Berbasis Kontekstual 2 Sosialisasi KTSP Ada sesuatu yang salah dengan proses pendidikan Sebelum Sekolah 1. riang Menggunakan segala sesuatu yang terdapat di sekitarnya.

Anak dipaksa belajar dengan cara guru Suasana tegang Seringkali tidak bermakna Seringkali siswa belajar sesuatu tidak menarik perhatiannya 5. apalagi bila dikaitkan dengan pemahaman siswa terhadap materi ajar. Telah terjadi “penjinakan” pada anak 6. 3.Setelah Sekolah 1. 2. makin kurang inisiatif dan keberanian bertanya/mengemukakan pendapatnya Sosialisasi KTSP Sampai saat inipun kalau kita berbicara mengenai PBM di sekolah seringkali membuat kita kecewa. 4. Mengapa ? Sosialisasi KTSP 206 . Makin tinggi kelas anak.

Padahal mereka sangat butuh untuk dapat memahami konsep-konsep yang berhubungan dengan lingkungan dan masyarakat pada umumnya dimana mereka akan hidup dan bekerja. tetapi pada kenyataannya mereka tidak memahaminya. Sebagian besar dari siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dipergunakan/dimanfaatkan. Sosialisasi KTSP Siswa memiliki kesulitan untuk memahami konsep akademik sebagaimana mereka biasa diajarkan yaitu dengan menggunakan sesuatu yang abstrak dan metode ceramah.Banyak siswa mampu menyajikan tingkat hafalan yang baik terhadap materi ajar yang diterimanya. Sosialisasi KTSP 207 .

arti dari sesuatu. sehingga semua siswa dapat menggunakan dan mengingatnya lebih lama konsep tersebut ?. dan hubungan dari apa yang mereka pelajari ?. 3. Sosialisasi KTSP 2. Bagaimana menemukan cara terbaik untuk menyampaikan berbagai konsep yang diajarkan di dalam mata pelajaran tertentu. Sosialisasi KTSP 208 .PERMASALAHANNYA 1. Bagaimana setiap individual mata pelajaran dipahami sebagai bagian yang saling berhubungan dan membentuk satu pemahaman yang utuh ?. Bagaimana seorang guru dapat berkomunikasi secara efektif dengan siswanya yang selalu bertanya-tanya tentang alasan dari sesuatu.

Bagaimana guru dapat membuka wawasan berpikir yang beragam dari siswa. sains. sehingga mereka dapat mempelajari berbagai konsep dan mampu mengkaitkannya dengan kehidupan nyata. Sosialisasi KTSP 209 .4. sehingga dapat membuka berbagai pintu kesempatan selama hidupnya ?. “Tantangan yang dihadapi oleh guru setiap hari dan merupakan tantangan bagi pengembang kurikulum”. dan bahasa meningkat secara drastis pada saat. Sosialisasi KTSP PENGALAMAN BERHARGA Pengalaman di negara lain menunjukkan bahwa minat dan prestasi siswa dalam bidang matematika.

1. karena guru menggunakan suatu pendekatan pembelajaran dan pengajaran kontekstual. Sosialisasi KTSP 210 . Mereka dibantu untuk membangun keterkaitan antara informasi (pengetahuan) baru dengan pengalaman (pengetahuan lain) yang telah mereka miliki atau mereka kuasai. 2. Sosialisasi KTSP 3. Mereka diperkenankan untuk bekerja secara bersama-sama (cooperative) Meningkatnya minat dan prestasi siswa tersebut dicapai. Mereka diajarkan bagaimana mereka mempelajari konsep. dan bagaimana konsep tersebut dapat dipergunakan di luar kelas.

Sosialisasi KTSP NO. 3. 1. Sosialisasi KTSP 211 . 6. CTL Menyandarkan pada memori spasial (pemahaman makna) Pemilihan informasi berdasarkan kebutuhan siswa Siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran TRADISONAL Menyandarkan pada hafalan Pemilihan informasi ditentukan oleh guru Siswa secara pasif menerima informasi 2.PERBEDAAN CTL TRADISIONAL NO. 4. CTL TRADISONAL Pembelajaran dikaitkan Pembelajaran sangat dengan kehidupan abstrak dan teoritis nyata/masalah yang disimulasikan Selalu mengkaitkan informasi dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa Cenderung mengintegrasikan beberapa bidang Memberikan tumpukan informasi kepada siswa sampai saatnya diperlukan Cenderung terfokus pada satu bidang (disiplin) tertentu 5.

CTL Keterampilan dikembangkan atas dasar pemahaman Hadiah dari perilaku baik adalah kepuasan diri Siswa tidak melakukan hal yang buruk karena sadar hal tsb keliru dan merugikan TRADISONAL Keterampilan dikembangkan atas dasar latihan Hadiah dari perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor Siswa tidak melakukan sesuatu yang buruk karena takut akan hukuman 10. mendengar ceramah. 9. Sosialisasi KTSP NO. berpikir kritis. berdiskusi. dan mengisi latihan yang membosankan (melalui kerja individual) Perilaku dibangun atas kebiasaan 8.NO. CTL Siswa menggunakan waktu belajarnya untuk menemukan. 11. Sosialisasi KTSP 212 . menggali. 7. atau mengerjakan proyek dan pemecahan masalah (melalui kerja kelompok) Perilaku dibangun atas kesadaran diri TRADISONAL Waktu belajar siswa sebagian besar dipergunakan untuk mengerjakan buku tugas.

Sosialisasi KTSP PENGERTIAN CTL Pembelajaran/pengajaran kontekstual merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. konteks dan setting Hasil belajar diukur melalui penerapan penilaian autentik. Sosialisasi KTSP 213 .NO. 14. sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan/konteks ke permasalahan/konteks lainnya. CTL Perilaku baik berdasarkan motivasi intrinsik Pembelajaran terjadi di berbagai tempat. sosial dan kultural). 12. TRADISONAL Perilaku baik berdasarkan motivasi ekstrinsik Pembelajaran hanya terjadi dalam kelas Hasil belajar diukur melalui kegiatan akademik dalam bentuk tes/ujian/ulangan. 13.

sehingga siswa merasakan bahwa belajar penting untuk masa depannya. membantu mereka untuk mengerti bagaimana berkomunikasi/berinteraksi dengan yang lain dan dampak apa yang ditimbulkannya.KOMPONEN CTL Membuat hubungan yang bermakna (making meaningful connections) antara sekolah dan konteks kehidupan nyata. Pekerjaan yang memiliki suatu tujuan. Bekerjasama (collaborating) untuk membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. Sosialisasi KTSP Pembelajaran mandiri (self-regulated learning) yang membangun minat individual siswa untuk bekerja sendiri ataupun kelompok dalam rangka mencapai tujuan yang bermakna dengan mengaitkan antara materi ajar dan konteks kehidupan sehari-hari. Sosialisasi KTSP 214 . Melakukan pekerjaan yang siginifikan (doing significant work). ikut serta dalam menentukan pilihan. memiliki kepedulian terhadap orang lain. dan menghasilkan produk.

memahami suatu isu/fakta dan pemecahan masalah. Pendewasaan individu (nurturing individual) dengan mengenalnya. Menggunakan penilaian autentik (using authentic assessment) yang menantang siswa agar dapat menggunakan informasi akademis baru dan keterampilannya kedalam situasi nyata untuk tujuan yang signifikan.Berpikir kritis dan kreatif (critical and creative thingking). memberikan perhatian. siswa diwajibkan untuk memanfaatkan berpikir kritis dan kreatifnya dalam pengumpulan. Sosialisasi KTSP Pencapaian standar yang tinggi (reaching high standards) melalui pengidentifikasian tujuan dan memotivasi siswa untuk mencapainya. mempunyai harapan tinggi terhadap siswa dan memotivasinya. Sosialisasi KTSP 215 . analisis dan sintesa data.

dsb) dalam mencapai tujuan belajar. menekankan kepada pentingnya siswa membangun sendiri pengetahuan mereka lewat keterlibatan aktif dalam proses belajar mengajar. Effort-Based Learning/Incremental Theory of Intellegence. oleh karenanya harus berbagi pengetahuan dan tugastugas Sosialisasi KTSP 216 . manusia merupakan bagian terintegrasi dari proses pembelajaran. oleh karenanya. rumah. pengetahuan dan pembelajaran harus dikondisikan dalam fisik tertentu dan konteks sosial (masyarakat.TEORI YANG MELANDASI CTL Knowledge-Based Constructivism. Sosialisasi KTSP Socialization. yang menekankan bahwa belajar merupakan proses sosial yang menentukan tujuan belajar. Bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar akan memotivasi seseorang untuk terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan komitmen untuk belajar. Situated Learning. Distributed Learning. faktor sosial dan budaya perlu diperhatikan selama perencanaan pengajaran.

PENDEKATAN CTL Problem-Based Learning. Inquiry-Based Learning. Sosialisasi KTSP yang mengikuti metodologi sains dan memberi kesempatan untuk pembelajaran bermakna. pendekatan pembelajaran yang memperkenankan siswa untuk bekerja mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya (pengetahuan dan keterampilan baru). yaitu suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar melalui berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah dalam rangka memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. dan mengkulminasikannya dalam produk nyata. Work-Based Learning. Sosialisasi KTSP 217 . pendekatan pembelajaran Project-Based Learning. pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi ajar dan menggunakannya kembali di tempat kerja. Authentic Instruction. yaitu pendekatan pengajaran yang menperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna melalui pengembangan keterampilan berpikir dan pemecahan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata.

maka untuk dapat mengimplementasikan pembelajaran dan pengajaran kontekstual guru seharusnya. Membentuk group belajar yang saling tergantung (interdependent learning groups). Merencanakan pembelajaran sesuai dengan perkembangan mental (developmentally appropriate) siswa. pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam rangka memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. Sosialisasi KTSP 218 . Mempertimbangan keragaman siswa (disversity of students). Cooperative Learning.Service Learning. yaitu pendekatan pembelajaran yang menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru dan berbagai keterampilan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya. yaitu pendekatan Sosialisasi KTSP IMPLEMENTASI CTL Sesuai dengan faktor kebutuhan individual siswa.

Menyediakan lingkungan yang mendukung pembelajaran mandiri (self-regulated learning) dengan 3 karakteristik umumnya (kesadaran berpikir. Sosialisasi KTSP 219 . penggunaan strategi dan motivasi berkelanjutan). Mengembangkan sifat ingin tahu siswa melalui pengajuan pertanyaan (quesioning). menemukan. Memfasilitasi kegiatan penemuan (inquiry) agar siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan melalui penemuannya sendiri (bukan hasil mengingat sejumlah fakta). Menggunakan teknik bertanya (quesioning) yang meningkatkan pembelajaran siswa. dan mengkontruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan baru (contructivism). perkembangan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Sosialisasi KTSP Mengembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna jika ia diberi kesempatan untuk bekerja. Memperhatikan multi-intelegensi (multiple intelli-gences) siswa.

Mengkaji konsep atau teori (materi ajar) yang akan dipelajari oleh siswa. agar proses pengajaran kontekstual dapat lebih efektif. Sosialisasi KTSP 220 . Mengarahkan siswa untuk merefleksikan tentang apa yang sudah dipelajari. Menerapkan penilaian autentik (authentic assessment). selanjutnya memilih dan mengkaitkannya dengan konsep atau teori yang akan dibahas. maka guru seharusnya. Mempelajari lingkungan sekolah dan tempat tinggal siswa. Memahami latar belakang dan pengalaman hidup siswa melalui proses pengkajian secara seksama. Memodelkan (modelling) sesuatu agar siswa dapat menirunya untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru. Sosialisasi KTSP Sedangkan berkaitan dengan faktor peran guru.Menciptakan masyarakat belajar (learning community) dengan membangun kerjasama antar siswa.

Sekaligus. Sosialisasi KTSP 221 . Sosialisasi KTSP PENILAIAN AUTENTIK Penilaian autentik adalah suatu istilah/terminologi yang diciptakan untuk menjelaskan berbagai metode penilaian alternatif yang memungkinkan siswa dapat mendemonstrasikan kemampuannya dalam menyelesaikan tugas-tugas dan menyelesaikan masalah. serta mendorong siswa untuk membangun kesimpulan yang merupakan pemahaman siswa terhadap konsep atau teori yang sedang dipelajarinya. Melaksanakan pengajaran dengan selalu mendorong siswa untuk mengkaitkan apa yang sedang dipelajari dengan pengetahuan/pengalaman sebelumnya dan fenomena kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini adalah simulasi yang dapat mengekspresikan prestasi (performance) siswa yang ditemui di dalam praktek dunia nyata. sekaligus pada saat yang bersamaan dapat meningkatkan dan menemukan cara untuk peningkatan pengetahuannya. Melakukan penilaian autentik (authentic assessment) yang memungkinkan siswa untuk menunjukkan penguasaan tujuan dan pemahaman yang mendalam terhadap pembelajarannya. 1991). mengekspresikan pengetahuan dan keterampilannya dengan cara mensimulasikan situasi yang dapat ditemui di dalam dunia nyata di luar lingkungan sekolah (Hymes.Merancang pengajaran dengan mengkaitkan konsep atau teori yang dipelajari dengan mempertimbangkan pengalaman siswa dan lingkungan kehidupannya.

siswa belajar bagaimana mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilannya ke dalam tugas-tugas yang autentik. Sosialisasi KTSP 222 . Sosialisasi KTSP STRATEGI PENILAIAN AUTENTIK Penilaian kinerja (Performance assessment) yang dikembangkan untuk menguji kemampuan siswa dalam mendemonstrasikan pengetahuan dan ke-terampilannya (apa yang mereka ketahui dan dapat dilakukan) pada berbagai situasi nyata dan konteks tertentu. Melalui penilaian autentik ini. diharapkan berbagai informasi yang absah/benar dan akurat dapat terjaring berkaitan dengan apa yang benar-benar diketahui dan dapat dilakukan oleh siswa atau tentang kualitas program pendidikan. Dengan kata lain. Observasi sistematik atau investigasi jangka pendek (System Observation – short investigation) yang bermanfaat untuk menyajikan informasi tentang dampak aktivitas pembelajaran terhadap sikap siswa.TUJUAN PENILAIAN AUTENTIK Penilaian autentik bertujuan mengevaluasi kemampuan siswa dalam konteks dunia nyata.

Sosialisasi KTSP Kajian/penilaian pribadi (self assessment)Siswa untuk mengevaluasi partisipasi. proses dan produk mereka. Dengan kata lain jurnal membantu siswa dalam mengorgani-sasikan cara berpikirnya dan menuangkannya secara eksplisit dalam bentuk gambar. tulisan dan bentuk lainnya. (iv) suatu diagram. Jurnal (Journal) merupakan suatu proses refleksi dimana siswa berpikir tentang proses belajar dan hasilnya. minat dan pengalamannya. ia memberikan stimulus dan bertanya kepada siswa untuk memberikan tanggapan (respond). Sosialisasi KTSP 223 . Portefolio (Portfolio) adalah koleksi/kumpulan dari berbagai ketrampilan. ide. Sama halnya observasi sistematik. (ii) suatu pemecahan matematik. minat dan keberhasilan atau prestasi siswa selama jangka waktu tertentu (Hart.Pertanyaan terbuka. antara lain (i) suatu tulisan singkat atau jawaban lisan. Tanggapan ini dapat berupa. 1994). Pertanyaan evaluatif merupakan alat dasar dalam kajian pribadi. kemudian menuliskan ide-ide. Koleksi tersebut memberikan gambaran perkembangan siswa setiap saat. (iii) suatu gambar. chart atau grafik.

DIAGRAM SISTEM DUKUNGAN UNTUK PELAKSANAAN CTL Pembelajaran Siswa Pengajaran Dukungan Keorganisasian Sekolah Sosialisasi KTSP Dukungan Masyarakat Diagram tsb menunjukkan bahwa tujuan akhir pelaksanaan CTL adalah mendukung pembelajaran yang berkualitas bagi siswa. Terakhir. sekolah atau masyarakat). Keorganisasian sekolah juga sedapat mungkin harus mendukung keterlaksanaan proses pembelajaran dimanapun (ruang kelas. setiap orang di sekolah terlebih dahulu menyetujui tentang apa yang akan dipelajari oleh siswa dan strategi apa yang akan digunakan. Untuk itu. Sosialisasi KTSP 224 . dukungan eksternal dari masyarakat adalah dalam hal penyediaan sumber dorongan yang dapat membantu siswa dan pendidik menciptakan lingkungan belajar mengajar yang berkualitas.

Selesai Sosialisasi KTSP 225 .

226 .

Penilaian Hasil Belajar 17. Rancangan Penilaian Hasil Belajar 227 .Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VII.

228 .

Materi 16 RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENILAIAN • • • • • • PENGERTIAN PENILAIAN PENGERTIAN PENILAIAN KELAS CIRI PENILAIAN KELAS TEKNIK PENILAIAN MANFAAT HASIL PENILAIAN PENGERTIAN KETUNTASAN BELAJAR • PELAPORAN Sosialisasi KTSP 229 .

ANALISIS. Sosialisasi KTSP PENILAIAN KELAS Proses pengumpulan & penggunaan informasi oleh guru melalui sejumlah bukti untuk membuat keputusan ttg pencapaian hasil belajar/kompetensi siswa. INTERPRETASI INFORMASI UNTUK MEMBUAT KEPUTUSAN.PENGERTIAN PENILAIAN PENILAIAN ADALAH PROSES SISTEMATIS MELIPUTI PENGUMPULAN INFORMASI (ANGKA. Sosialisasi KTSP 230 . DESKRIPSI VERBAL).

(John B. sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar.CIRI PENILAIAN KELAS 1. 3. A Model of School Learning Sosialisasi KTSP ) 231 . 2. dan hasil yang baik. 4. Carrol. MENGGUNAKAN BERBAGAI CARA & ALAT PENILAIAN Sosialisasi KTSP 1. maka sebagian besar dari mereka akan mencapai ketuntasan”. Belajar Tuntas • Belajar Tuntas (mastery learning): peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya. BELAJAR TUNTAS OTENTIK BERKESINAMBUNGAN BERDASARKAN ACUAN KRITERIA / PATOKAN 5. • “Jika peserta didik dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuannya untuk beberapa mata pelajaran dan diajarkan sesuai dengan karakteristik mereka.

mereka dapat berhasil jika kompetensi awal mereka terdiagnosis secara benar dan mereka diajar dengan metode dan materi yang berurutan. Penilaian Otentik • Memandang penilaian dan pembelajaran secara terpadu • Mencerminkan masalah dunia nyata bukan dunia sekolah • Menggunakan berbagai cara dan kriteria • Holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan.lanjutan • Guru harus mempertimbangkan antara waktu yang diperlukan berdasarkan karakteristik peserta didik dan waktu yang tersedia di bawah kontrol guru (John B. Bloom) Sosialisasi KTSP 2. Carrol) • “Peserta didik yang belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama.) Sosialisasi KTSP 232 . mulai dari tingkat kompetensi awal mereka” (JH. keterampilan. B. Block. dan sikap.

penugasan. dan Ulangan Kenaikan Kelas. (tertulis.3. Ulangan Tengah Semester. Berkesinambungan Memantau proses. Sosialisasi KTSP • Ulangan Harian : selesai satu atau beberapa Indikator. kemajuan. dengan penekanan pada kompetensi dasar semester genap Sosialisasi KTSP 233 . • Ulangan Kenaikan Kelas : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester ganjil dan genap. atau lainnya) • Ulangan Tengah Semester : selesai beberapa Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan • Ulangan Akhir Semester : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan. Ulangan Akhir Semester. observasi. dan perbaikan hasil terus menerus dalam bentuk Ulangan Harian.

dan Penilaian Diri Sosialisasi KTSP 234 . Produk. Portofolio.4. Proyek. Unjuk Kerja. Menggunakan Berbagai cara & alat penilaian • Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi • Menggunakan penilaian yang bervariasi: Tertulis. Berdasar Acuan kriteria/patokan Prestasi kemampuan peserta didik TIDAK DIBANDINGKAN dengan peserta kelompok. Lisan. tetapi dengan kemampuan yang dimiliki sebelumnya dan patokan yang ditetapkan Sosialisasi KTSP 5. Pengamatan.

berpidato. berdiskusi. • Pemecahan masalah dalam kelompok • Partisipasi dalam diskusi • Menari • Memainkan alat musik • Olah Raga • Menggunakan peralatan laboratorium • Mengoperasikan suatu alat Sosialisasi KTSP 235 . interaksi) • Cocok untuk : • Penyajian lisan: keterampilan berbicara.TEKNIK /CARA PENILAIAN Unjuk Kerja (Performance) Penugasan (Proyek/Project) Hasil kerja (Produk/Product) Tertulis (Paper & Pen) Portofolio (Portfolio) Sikap Diri (Self Assessment) Sosialisasi KTSP Unjuk Kerja (Performance) : pengamatan terhadapa aktivitas siswa sebagaimana terjadi (unjuk kerja. tingkah laku. baca puisis.

dan 4 bila siswa selalu melakukan --------------------------------------------------------------------------------------------------Nama : Rinjani I. Berdiri tegak melihat pada penonton 1 2 3 4 B.A.CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN RATING SCALE -----------------------------------------------------------------------------------------------Petunjuk : Beri Lingkaran pada angka yang sesuai untuk setiap kemampuan yang teramati pada waktu anak berpidato : 1 bila tidak pernah 2 bila jarang 3 bila kadang-kadang. Mata melihat kepada penonton Sosialisasi KTSP 236 . Merubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan ----.C. Berdiri tegak melihat pada penonton ----. Mengubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan 1 2 3 4 Sosialisasi KTSP CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN CHECKLIST --------------------------------------------------------------------------------Petunjuk: Beri tanda centang (v) dibelakang huruf di mana kemampuan siswa teramati pada waktu berpidato.B. Ekspresi fisik (physical expression) A. Ekspresi fisik (physical expression) ----. ---------------------------------------------------------------------------------Nama: Rinjani I.

B.II. Sosialisasi KTSP Penugasan (Proyek) : Penilaian terhadap suatu tugas yang mengandung penyelidikan yang harus selesai dalam waktu tertentu Tugas: suatu investigasi dgn tahapan: Perencanaan Pengumpulan data Pengolahan data. Menyimpulkan pokok-pokok pikiran yang penting III. Berbicara cukup keras untuk didengar penonton Ekspresi verbal (verbal expression) ---. Ekspresi suara (vocal expression) ---. Berbicara dengan kata-kata yang jelas ---. Tidak mengulang-ulang pernyataan ---.C.C.A. Penyajian data Sosialisasi KTSP 237 .B. Menggunakan kalimat yang lengkap untuk mengutarakan suatu pikiran ---.A.D. Memilih kata-kata yang tepat untuk menegaskan arti ---. Nada suaranya berubah-ubah sesuai pernyataan yang ditekankan ---.

gaya hidup) Sosialisasi KTSP 238 .PENILAIAN PROYEK Bermanfaat menilai : • Keterampilan menyelidiki secara umum • Pemahaman & Pengetahuan dalam bidang tertentu • Kemampuan mengaplikasi pengetahuan dalam suatu penyelidikan • Kemampuan menginformasikan subyek secara jelas Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN PROYEK : Ilmu Pengetahuan Sosial : SD : VI Mata Pelajaran Jenjang Kelas / Semester Contoh Kompetensi Dasar : menganalisis bentuk-bentuk perilaku yang muncul sebagai dampak globalisasi (konsumerisme.

Membuat daftar perubahan perilaku masyarakat setempat sebagai dampak globalisasi (mis: dalam hal makanan. pilihan makanan dan minuman.Mengidentifikasi bukti-bukti globalisasi di lingkungan masyarakat (mis: dalam hal periklanan. perilaku. telekomunikasi) . perilaku) Sosialisasi KTSP 239 . migrasi. perjalanan. dan tradisi) . gaya hidup. komunikasi. pakaian.Membandingkan pandangan orang tua dan anak mengenai perubahan-perubahan yang terjadi akibat pengaruh globalisasi Sosialisasi KTSP Contoh Tugas Penilaian Proyek ----------------------------------------Lakukan penelitian sederhana di lingkungan sekitar mengenai pengaruh iklan di media cetak maupun di media elektronik terhadap gaya hidup anak SD (cara berpakaian. nilai-nilai. pariwisata.• Indikator : .

topik.barang-barang terbuat dari kayu. responden. Jika penulisan kurang sistimatis. Jika pertanyaan tidak terlaksana semua dan data tidak tercatat dengan rapi. plastik. daftar pertanyaan kurang lengkap. PENGOLAHAN DATA Jika pembahasan data sesuai tujuan penelitian Jika pembahasan data kurang menggambarkan tujuan penelitian Jika sistimatika penulisan benar.pakaian . pahatan . keramik. responden.menggunakan peralatan dengan aman . Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua.hasil karya seni: gambar. bahasa kurang komunikatif. daftar pertanyaan dengan lengkap. alasan.menggunakan teknik menggambar . alasan.membakar kue dengan baik proses spt: Sosialisasi KTSP 240 . namun bahasa kurang komunikatif Jika sekedar melaporkan hasil penelitian tanpa membahas data PELAPORAN TERTULIS Jika sistimatika penulisan benar. Jika memuat tujuan. Jika memuat tujuan. kurang memuat saran Sosialisasi KTSP Hasil Kerja (Produk): Penilaian terhadap kemampuan membuat produk teknologi dan seni Penilaian Hasil Akhir dan Proses: hasil akhir spt: . daftar pertanyaan tidak lengkap PENGUMPULAN DATA Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua dan data tercatat dengan rapi dan lengkap. alasan. topik.CONTOH ASPEK FORMAT PENYEKORAN TUGAS PROYEK KRITERIA DAN SKOR 3 2 1 PERSIAPAN Jika memuat tujuan. tetapi data tidak tercatat dengan rapi dan lengkap. topik. lukisan. memuat saran. bahasa komunikatif.makanan . tempat penelitian. tempat penelitian. dan logam . memuat saran. tempat penelitian. responden.

Bahan untuk model tertulis dalam rancangan . gali.kmp: . teknik PENILAIAN (APPRAISAL): kmp buat produk sesuai kegunaan (fungsi) & keindahan Sosialisasi KTSP Contoh1: TUGAS PENILAIAN PRODUK ------------------------------------------------------Tugas: buatlah rancangan model benda yang menggunakan roda Ketentuan: .PENILAIAN PRODUK PERSIAPAN. kembangkan gagasan . alat.Tentukan spesifikasi bahan untuk model Sosialisasi KTSP 241 .Gambar rancangan model .rencanakan.desain produk PEMBUATAN: kmp seleksi dan gunakan: bahan.

2. 4. bahan tertulis kurang lengkap.. spesifikasi bahan jelas C = gambar kurang proporsional. spesifikasi bahan tidak jelas Sosialisasi KTSP 242 . skor c k Ada gambar rancangan model Bahan tertulis dalam model Spesifikasi bahan tertulis Unsur estetika Kriteria penskoran : B = gambar proporsional. Sosialisasi KTSP Penskoran tugas penilaian produk contoh 1: No Kriteria b 1. 3.Contoh2: TUGAS PENILAIAN PRODUK -------------------------------------------------------Tugas: Rancang dan buatlah mainan yang menggunakan roda. ketentuan sebagai berikut (spesifikasidiberikan) : jenis kayu: ………. bahan tertulis lengkap. dst. spesifikasi bahan kurang jelas K = gambar tidak proporsional. ukuran: ……………………. bahan tertulis tidak lengkap.

Dua pilihan (B .Jawaban singkat .uraian Sosialisasi KTSP BANDINGKAN • Apa kepanjangan ASEAN? • Tahun berapa ASEAN didirikan? • Negara mana saja yang manjadi anggota ASEAN? • Apa kepanjangan PLTA? • Menurutmu masalah apa yang akan timbul jika ASEAN bubar? • Dengan cara apa ASEAN mendukung perekonomian ASIA? • Buatlah bagan PLTA! Sosialisasi KTSP 243 .TES TERTULIS Memilih dan Mensuplai jawaban 1. MENSUPLAI JAWABAN . ya .tidak) 2.Isian atau melengkapi .S.Pilihan ganda . MEMILIH JAWABAN .

PORTOFOLIO : Penilaian melalui koleksi karya (hasil kerja) siswa yang sistematis • • • • Pengumpulan data melalui karya siswa Pengumpulan dan penilaian yang terus menerus Refleksi perkembangan berbagai kompetensi Memperlihatkan tingkat perkembangan kemajuan belajar siswa • Bagian Integral dari Proses Pembelajaran • Untuk satu periode • Tujuan Diagnostik Sosialisasi KTSP Hal-hal yang perlu diperhatikan: • Siswa merasa memiliki portofolio sendiri • Tentukan bersama hasil kerja apa yang akan dikumpulkan • Kumpulkan dan simpan hasil kerja siswa dalam 1 map atau folder • Beri tanggal pembuatan • Tentukan kriteria untuk menilai hasil kerja siswa • Minta Siswa untuk menilai hasil kerja mereka secara berkesinambungan • Bagi yang kurang. tentukan jangka waktunya • Bila perlu. jadwalkan pertemuan dengan ortu Sosialisasi KTSP 244 . beri kesempatan perbaiki karyanya.

Sosialisasi KTSP 245 . Contoh Portofolio Nama Siswa : _________________ Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kelas : X/1 : Bahasa Indonesia : 1 Semester Kriteria No SK / KD Periode Tata bahasa Kosakata Kelengkapan gagasan Sistematika penulisan Keterangan 1. 2.karya-karya yang dapat dikumpulkan melalui penilaian portofolio • • • • • • • Puisi Karangan Gambar / Lukisan Desain Paper Sinopsis Naskah pidato / khotbah • Naskah Drama • Rumus Sosialisasi KTSP • • • • • • Doa Surat Komposisi Musik Teks Lagu Resep Makanan Laporan Observasi/ Penyelidikan / Eksperimen • Dsb. Membuat resensi buku 1/9 30/9 10/10 Dst. Menulis karangan deskriptif 30/7 10/8 dst.

Tono 3.. Sosialisasi KTSP 246 .PENILAIAN SIKAP Penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap obyek sikap Cara: – Observasi perilaku: kerja sama. Ruri Berinisiatif Perilaku Penuh Perhati an Bekerja sistematis Nilai Keterangan 2.. perhatian – Pertanyaan langsung: tanggapan thd tatib baru – Laporan pribadi: menulis pandangan ttg “kerusuhan antaretnis”. .. Nama Bekerja sama 1. Sosialisasi KTSP Contoh Format Penilaian Sikap dalam praktek IPA : No. inisiatif.

melamun 6. tiap org diberi kesempatan mengusulkan sesuatu -------.Semua anggota kelompok kami melakukan sesuatu selama kegiatan -------. tulislah huruf A. saya….mendengarkan orang lain --------.Selama diskusi saya mengusulkan ide kpd klp utk didiskusikan -------. Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN DIRI PARTISIPASI DALAM DISKUSI KELOMPOK Nama : ----------------------------------------------------Nama-nama anggota kelompok : ----------------------------------------------------Kegiatan kelompok : ----------------------------------------------------Isilah pernyataan berikut dengan jujur.Tiap orang sibuk dengan yang dilakukannya dalam kelompok saya --------. Untuk No.C atau D di depan tiap pernyataan: A : selalu C : kadang-kadang B : sering D : tidak pernah -------. 247 . 3.PENILAIAN DIRI Menilai diri sendiri berkaitan dengan status.mengorganisasi kelompok -------.mengajukan pertanyaan --------. SUMBER: Forster & Masters. 2. Apa yang kamu lakukan selama kegiatan berlangsung? ------------------------------------------------------------------------------------------Sosialisasi KTSP 1. 5. proses. 5.mengacaukan kegiatan -------. 1 s.mengorganisasi ide-ide saya -------.Selama kerja kelompok. --------. 4.B.1996. tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya.d.Ketika kami berdiskusi.

INDIKATOR DAN KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR • MENETAPKAN TEKNIK PENILAIAN • MEMBUAT ALAT PENILAIAN & PENYEKORAN Sosialisasi KTSP CONTOH FORMAT PEMETAAN ASPEK PENILAIAN SK KD INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PROY TEKNIK PENILAIAN PROD TES UN KERJA DLL MENDENGAR KAN BERBICARA MEMBACA MENULIS Sosialisasi KTSP 248 . KD.ALUR PELAKSANAAN PENILAIAN • MENETAPKAN INDIKATOR • MEMETAKAN SK.

TS= Nilai Tengah Semester.CONTOH REKAP NILAI MATA PELAJARAN : KELAS/SEMESTER : N O NA MA MENDENGARKAN BERBICARA MEMBACA MENULIS KD 1 KD 2 R R T S AS KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R TS A S 1 Ri n Tin 2 Catatan: KD= Kompetensi Dasar. RR= Nilai Rata-rata KD. AS= Nilai Akhir Semester Sosialisasi KTSP MANFAAT HASIL PENILAIAN • REMEDIAL • PENGAYAAN • PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Sosialisasi KTSP 249 .

KAPAN? • REMEDIAL DILAKUKAN BILA NILAI INDIKATOR KURANG DARI NILAI KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PENGAYAAN DILAKUKAN BILA TUNTAS LEBIH CEPAT PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN BILA TIDAK EFEKTIF • • Sosialisasi KTSP KETUNTASAN BELAJAR • • • • PER INDIKATOR KRITERIA: 0% – 100% IDEAL: 75% SEKOLAH MENETAPKAN SENDIRI DGN PERTIMBANGAN: KEMAMPUAN AKADEMIS SISWA. DAYA DUKUNG : GURU. KOMPLEKSITAS INDIKATOR. SARANA • TUNTAS: SKOR ≥ KRITERIA KETUNTASAN • TUNTAS INDIKATOR → KD → SK→ MAPEL Sosialisasi KTSP 250 .

7 NILAI KD 2: MODE : 70 NILAI KD :70 Sosialisasi KTSP 251 .CONTOH PENGHITUNGAN KETUNTASAN BELAJAR KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN NILAI PESERTA DIDIK KETUNTASAN 1 2 60% 60% 60 59 TUNTAS TAK TUNTAS TUNTAS 3 55% 75 Sosialisasi KTSP CONTOH PENGHITUNGAN NILAI KD KOMPETENSI DASAR (KD) KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR 60% 70% 60% 70% 65% 60% INDIKATOR 1 NILAI SISWA 61 80 90 70 68 72 KETUNTASAN TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS 1 2 3 1 2 2 3 NILAI KD 1: = 61+80+90 3 = 77 ATAU 7.

MEMBUAT RANGKUMAN. MENGUMPULKAN DATA. • PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF Sosialisasi KTSP 252 .DALAM 1 KD • JML INDIKATOR YG TUNTAS LEBIH DARI 50%: LANJUT KE KD BERIKUTNYA • JML INDIKATOR BELUM TUNTAS SAMA ATAU LEBIH DARI 50%: MENGULANG KD YANG SAMA Sosialisasi KTSP PELAKSANAAN PROGRAM REMEDIAL • TATAP MUKA DENGAN GURU • BELAJAR SENDIRI → dinilai • KEGIATAN: MENJAWAB PERTANYAAN. MENGERJAKAN TUGAS.

Sosialisasi KTSP PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Program Strategi Bahan Tidak efektif? Dievaluasi Direvisi Sosialisasi KTSP Diganti 253 .PROGRAM PENGAYAAN : • SISWA BERPRESTASI BAIK • MEMPERKAYA KOMPETENSI • KEGIATAN : MEMBERI MATERI TAMBAHAN. PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF. LATIHAN TAMBAHAN TUGAS INDIVIDUAL • HASIL PENILAIAN MENAMBAH NILAI MATA PELAJARAN BERSANGKUTAN • SETIAP SAAT.

Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 254 . • Model yang ada merupakan contoh yang dapat dimodifikasi/diadopsi oleh sekolah.PELAPORAN • Rapor adalah laporan kemajuan belajar • Berisi informasi tentang pencapaian kompetensi • Sekolah boleh menetapkan sendiri model rapor yang dikehendaki. dengan syarat komunikatif dan menggambarkan pencapaian kompetensi.

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VIII. Pengembangan Bahan Ujian 18. Pengembangan Bahan Ujian & Analisis Hasil Ujian. 255 .

256 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 17 PENGEMBANGAN BAHAN UJIAN DAN ANALISIS HASIL UJIAN Sosialisasi KTSP SKL TOPIK Sosialisasi KTSP KISI-KISI TEKNIK PENYUSUNAN SOAL ANALISIS 257 .

APAKAH SAYA LULUS? Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) Adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap pengetahuan dan keterampilan Berdasarkan PP No.19/2005 Sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan Meliputi kompetensi seluruh mata pelajaran Dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Sosialisasi KTSP 258 .

Hubungan antara SKL. KOMPETENSI Materi pembelajaran untuk mencapai kompetensi Sosialisasi KTSP Bentuk soal harus sesuai dengan kompetensi yang dituntut pada SKL SEPERTI APA SOAL YANG BAIK ? Sosialisasi KTSP 259 .MATERI DAN PENILAIAN SKL Menggambarkan kompetensi yang ingin dicapai.

Uji coba soal termasuk ANALISIS-nya.LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN TES 1. •Indikator Soal •Bentuk Tes •Nomor Soal Syarat kisi-kisi Mewakili isi kurikulum Singkat dan jelas Soal dapat disusun sesuai dengan bentuk soal. 8. PENELAAHAN SOAL (validasi soal). PENULISAN SOAL. Penentuan tujuan tes. perakitan soal Komponen Kisi2: •Identitas •SK/KD/IP •Materi Pembel. 9. 7. 3. Sosialisasi KTSP 260 . 5. Perakitan soal menjadi perangkat tes. 6. 4. penulisan soal Pedm. Penyusunan KISI-KISI tes. Bank Soal Penyajian tes kepada siswa Skoring (pemeriksaan jawaban siswa) Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN KISI-KISI Fungsi Pedm. 2.

...... ........... Digunaka n untuk Tang gal Jumlah Siswa Tingkat Kesukaran Daya Proporsi KETERANGAN SOAL Jawaban pada Pilihan Pembeda A B C D OMIT Keterangan Sosialisasi KTSP 261 ...... Mata Pelajaran : . 2.....) NO............ SOAL KUNCI Penyusun 1.... ------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No ............... No............................ dll..... Soal (7) (2) (3) Sosialisasi KTSP KARTU SOAL BENTUK PG Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (PG....... Jumlah soal : .. .......... -----------2...FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis Sekolah : ...... Penulis 1...... Alokasi Waktu : ..... Urut (1) Kompetensi Dasar/ Indikator Bahan Kelas/ smt........... Kurikulum : ............................... Bentuk Tes Materi (4) Indikator Soal (5) (6) No.......

Kunci/Kriteria jawaban/Aspek yang dinilai Skor Skor maksimum= Sosialisasi KTSP …… 262 . SOAL Penyusun 1.KARTU SOAL URAIAN/PRAKTIK Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (Uraian)/Praktik (Kinerja. hasil karya) NO. ------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No Diguna kan untuk KETERANGAN SOAL Proporsi jawaban pada aspek Tangg al Jumlah siswa Tingkat kesukar an Daya pembeda 1 A 2 3 1 B 2 3 1 C 2 3 1 D 2 3 Ketera ng an Sosialisasi KTSP PEDOMAN PENSKORAN No. -----------2. penugasan.

KRITERIA KOMPETENSI / MATERI PENTING 1. Relevansi: yang diperlukan untuk mempelajari dalam bidang studi lain. mutlak harus dikuasai oleh siswa. Kontinuitas: KD/indikator/materi lanjutan yang merupakan pendalaman materi sebelumnya. Urgensi: KD/indikator/materi yang secara teoritis. 2. 4. 3. Keterpakaian: memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Sosialisasi KTSP Indikator Soal Indikator soal sebagai pertanda atau indikasi pencapaian kompetensi Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur Indikator mengacu pada materi pembelajaran sesuai kompetensi 263 .

siswa dapat menjelaskan …. BILA SOAL TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Disajikan ….MENGUKUR KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH Sosialisasi KTSP 264 . Sosialisasi KTSP MENUNTUT PENALARAN TINGGI SETIAP SOAL: 1.DIBERIKAN DASAR PERTANYAAN (STIMULUS) 2.MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 3. 2.TEKNIK PERUMUSAN INDIKATOR 1. BILA SOAL TIDAK TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Siswa dapat membedakan ….

. -Ringkaslah dengan tepat isi . mengapa? -Jelaskan mengapa kamu setuju/tidak setuju dengan pernyataan tentang .MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 1. -Apa akibat .. Membandingkan -Jelaskan persamaan dan perbedaan antara .. -Apakah hal berikut memiliki . 4. 7. dengan menggunakan pedoman . Evaluasi -Apakah kelebihan dan kelemahan .. 11.. Sosialisasi KTSP 265 ....... Mengelompokkan -Kelompokkan hal berikut berdasarkan .... Sosialisasi KTSP 6.. Hubungan sebab-akibat -Apa penyebab utama ... Sintesis -Tuliskan satu rencana untuk pembuktian . -Tulislah sebuah pernyataan yang dapat menjelaskan peristiwa berikut ...... 5.. 2... 12..... 3... 9. Meringkas -Tuliskan pernyataan penting yang termasuk .... Berpendapat (inferring) -Berdasarkan . -Berdasarkan kriteria ... -Daftar dan beri alasan singkat tentang ciri utama . 8. apa yang akan terjadi bila . Menciptakan -Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda tentang . -Lengkapilah cerita ........... -Bandingkan dua cara berikut tentang ............. -Tuliskan .......... dan . 10.. Memberi alasan (justifying) -Manakah pilihan berikut yang kamu pilih..... Menyimpulkan -Susunlah beberapa kesimpulan yang bersasal dari data . tuliskanlah evaluasi tentang .... Analisis -Manakah penulisan yang salah pada paragraf ... -Apa reaksi A terhadap . -Tuliskan sebuah laporan .. tentang apa yang akan terjadi bila ... Menerapkan -Selesaikan hal berikut dengan menggunakan kaidah ..

10. 5. Mendeskripsikan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. atau grafik. Memberi alasan solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih kemungkinan solusinya. Mengidentifikasi asumsi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. siswa dapat menggambarkan sebuah diagram atau gambar yang menunjukkan situasi masalah. siswa dapat memecahkan masalah ke dalam dua cara atau lebih. Sosialisasi KTSP 266 . Mengidentifikasi masalah yang tidak sesuai Contoh indikator soal: Disajikan beberapa informasi yang relevan dan tidak relevan terhadap masalah. 9. Memberi alasan masalah yang sulit Contoh indikator soal: Disajikan sebuah masalah yang sukar dipecahkan atau informasi pentingnya dihilangkan. siswa dapat menjelaskan maknanya yang berhubungan dengan masalah itu dengan kata-katanya sendiri. Memahami kata dalam konteks Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah yang konteks kata atau kelompok katanya digarisbawahi. Sosialisasi KTSP 6. Mendeskripsikan berbagai strategi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. kemudian menunjukkan solusinya ke dalam gambar. 4. siswa dapat mengidentifikasi masalah yang nyata atau masalah apa yang harus dipecahkan. siswa dapat merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan. diagram. Memilih masalah sendiri Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah. 2. dan menjelaskan cara penyelesaiannya. 8. siswa dapat memberikan alasan satu masalah yang dipilih sendiri. siswa dapat menjelaskan mengapa masalah ini sulit dipecahkan atau melengkapi informasi penting yang dihilangkan.Mengukur Keterampilan Pemecahan Masalah 1. Mengidentifikasi masalah Contoh indikator soal: Disajikan deskripsi suatu situasi/masalah. 3. siswa dapat memilih satu solusi yang paling tepat dan memberikan alasannya. siswa dapat mengidentifikasi semua informasi yang tidak relevan. siswa dapat memberikan solusinya berdasarkan pertimbangan asumsi untuk saat ini dan yang akan datang. 7. Merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan yang berisi sebuah masalah.

Mengevaluasi kualitas solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan beberapa strategi untuk menyelesaikan masalah. (2) mengevaluasinya. 14. (2) memberikan alasannya. Memberi alasan strategi yang digunakan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih strategi untuk menyelesaikan masalah. proses. beberapa strategi pemecahan masalahnya. 13. kartun. siswa dapat: (1) menjelaskan dengan menerapkan strategi itu. siswa dapat memilih satu strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu dan memberikan alasannya. 16. Menggunakan analogi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan strategi penyelesaiannya. 12. siswa dapat: (1) mendeskripsikan masalah lain (analog dengan masalah ini) yang dapat diselesaikan dengan menggunakan strategi itu. Sosialisasi KTSP 15.11. siswa dapat memecahkan masalah dan menjelaskan prosedur yang dipergunakan untuk menyelesaikan masalah. siswa dapat menyelesaikan masalah secara terencana mulai dari input. siswa dapat menyelesaikan masalah itu dengan menggunakan strategi lain. Memecahkan masalah berdasarkan data dan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah cerita. 17. (4) memberi alasan mengapa strategi itu paling tepat dibandingkan dengan strategi lainnya. grafik atau tabel dan sebuah pernyataan masalah. siswa dapat mengevaluasi strategi pemecahannya berdasarkan prosedur yang disajikan. (3) menentukan strategi mana yang tepat. Mengevaluasi strategi sistematikanya Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. Menyelesaiakan secara terencana Contoh indikator soal: Disajikan sebuah situasi masalah yang kompleks. dan outcomenya. dan prosedurnya. output. Sosialisasi KTSP 267 . Membuat strategi lain Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan satu strategi untuk menyelesaikan masalanya.

Mengukur kompetensi siswa 4. kompetensi dan pengalaman belajar 3. Berhubungan erat antara proses.KAIDAH PENULISAN SOAL KOMPETENSI 1. Mengukur kemampuan berpikir kritis 6. materi. Mengukur beberapa kemampuan yang diwujudkan dalam stimulus soal 5. Sosialisasi KTSP 268 . Mengandung pemecahan masalah Sosialisasi KTSP SOAL URAIAN SOAL URAIAN adalah soal yang jawabannya menuntut peserta tes untuk mengorganisasikan gagasan atau hal-hal yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan gagasan tsb dalam bentuk tulisan. Berhubungan dengan kondisi pembelajaran di kelas atau di luar kelas 2.

10. 2. grafik. Soal sesuai dengan indikator Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 7. peta. 4. 13. 6.KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 1. atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Rumusan kalimat soal komunikatif Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Tidak menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 269 . Ada pedoman penskorannya Tabel. 3. 5. 9. gambar. 8. 12. 11.

Kunci Jawaban Skor 1. Kunci Jawaban Pasar tradisional: harga dapat ditawar dan tidak kena pajak Pasar modern: harga pasti dan kena pajak Skor Maksimum Skor 2 2 4 Sosialisasi KTSP 2. Individualisme yaitu sikap lebih mementingkan diri sendiri. . Soal sesuai dengan indikator Indikator : Siswa dapat menjelaskan 2 perbedaan pasar tradisional dan pasar modern. ---------------------------------------------------------2 2 3. Materialisme yaitu sikap yang selalu mengutamakan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan materi -------------2 2. SMP) No. 2. Primadialisme yaitu sikap yang lebih membanggabanggakan asal daerah tertentu. 1. Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Contoh soal kurang baik: Jelaskan sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berazaskan kekeluargaan! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 4 sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berasaskan kekeluargaan! PEDOMAN PENSKORAN No. Elitisme yaitu kecenderungan untuk bergaya hidup tertentu berbeda dengan orang banyak. Contoh Soal kurang baik: Jelaskan 2 persamaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 2 perbedaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! (IPS. Sekulerisme adalah sikap yang mencerminkan kehidupan keduniawian.1. 4. ---------------------------------2 Skor Maksimum 10 Sosialisasi KTSP 270 . -----------------------------------2 5.

...........Tripsin untuk mengubah protein menjadi peptida dan asam-asam amino ....Lipase untuk mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol ..........Bikarbonat untuk menetralisir HCl yang masuk ke usus dari lambung ............................. Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Contoh soal yang kurang baik: Jelaskan perkembangan perangkat TIK dilihat dari perangkat komunikasi digital? Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan perkembangan perangkat komputer No......................... 2................. Enzim yang dihasilkan Pankreas: .. 4................................... Tuliskan dan jelaskan enzim yang dihasilkan pankreas! c........ Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Contoh soal kurang baik: Di manakah letak kelenjar pankreas? (IPA) Contoh soal lebih baik: a....... Enzim-enzim itu aktif di usus halus. Kunci Jawaban Menjawab 3 fase perkembangan (penemuan......................... 1 Skor maksimum Sosialisasi KTSP 10 4......... 2 .3............ Di manakah letak pankreas? b.................................. Kunci Jawaban Skor a........ 2 ........................... perkembangan generasi...................... Pankreas terletak di rongga perut ......... Di manakah enzim-enzim itu aktif? No........................................... 1...............Amilase untuk mencerna tepung menjadi maltosa dan disakarida lain ............ 3. 2 c...... 1 b.................................................................... 2 ... dan teknologi tinggi) Menjawab dua fase Menjawab satu fase Tidak menjawab Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 271 ...........

Idrus: Kisah Sebuah Celan Pendek Bagaimana watak Kusno? (Bhs Indonesia . Dan mungkin ia bersama-sama dengan Kusno hilang dari muka bumi ini? Tapi. Dan meskipun celana 1001 –nya hilang lenyap menjadi topo. 1. Sistem multi partai -------------------------------------------------------yaitu terdapat banyak partai dalam suatu negara yang disebabkan kondisi masyarakat yang mejemuk dan iklim demokrasi yang lebih bebas ------------------------------------------Skor Maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 1 6 6.5. 2.SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tentukan watak Kusno yang terdapat dalam kutipan di atas disertai alasannya! Kunci : Watak Kusno gigih atau sejenisnya karena ia sengsara. 3. Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Contoh soal kurang baik: Di Indonesia terdiri dari berapa sistem kepartaian? (PKn-SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan tiga macam sistem kepartaian! No. No. tak ada yang akan diceritakan lagi. bagaimanapun juga. hidup bersama kesengsaraan. Sistem dua partai --------------------------------------------------------yaitu terdapat dua partai dalam suatu negara sehingga terlihat satu partai yang berkuasa dan satu partai oposisi ----------------3. Sistem partai tunggal ---------------------------------------------------yaitu dalam suatu negara hanya satu partai yang berlaku ----2. Ia dilahirkan dalam kesengsaraan. Kusno tak akan putus asa. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Contoh soal kurang baik: Tentang celana kepar 1001 itu. Kunci Jawaban Sistem kepartaian ialah pola perilaku dan interaksi di antara sejumlah partai politik 1. tapi terus melawan kesengsaraan tersebut. tetapi tidak disertai alasan Bila jawaban (aliran) dan alasan salah Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 272 . Pada suatu kali ia akan hilang dari muka bumi. Kusno akan berjuang terus melawan kesengsaraan biarpun hanya guna mendapatkan sebuah celana kepar yang lain. 4. Aspek yang dinilai Bila jawaban (gigih) dan alasan benar Bila jawaban (gigih) benar tetapi alasan kurang tepat Bila hanya jawaban (gigih).

........ Gambar ini memperlihatkan suatu kawasan yang dibanjiri sampah yangmenggunung. Sosialisasi KTSP 9............ atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Perhatikan gambar berikut. vp = mo ...... Skor maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 5 273 ................ Tabel... atau di sejumlah pasar.... Gunungan sampah yang berbau tidak sedap itu terjadi akibat sampah-sampah tersebut tidak diangkut seperti di pemukiman..... 50 ........... pertokoan.......... vo 1 + mp ...... peta.............. Contoh Soal yang lebih baik: Seseorang bermassa 50 kg naik perahu dengan massa 200 kg dan berkecepatan 2 ms –1 terhadap air yang diam.. gambar.... (Bhs. Rumusan kalimat soal komunikatif Contoh soal kurang baik: Sesuatu bermassa 50 kg naik perahu yang massanya 200 kg …...... grafik. 2 = 50 .......................7. vo + mp ... 100 + 400 = 300 + 200 vp 1 500 = 300 + 200 vp 1 200 vp 1 = 500 – 300 200 vp 1 = 200 ....... Indonesia SMP) Tulislah karangan sepanjang ± 200 kata berdasarkan informasi yang terdapat dalam gambar di atas! Tulisan tersebut akan dinilai berdasarkan isi. vp 1 ....... Ada pedoman penskorannya 8.................... 2 + 200 ...... Kemudian orang tersebut meloncat ke depan dengan kecepatan 6 ms –1 terhadap air.... alur....... Kunci Jawaban mo .................. 6 + 200 .............. Tentukan kecepatan perahu sesaat setelah orang tersebut meloncat? No................. dan pemakaian kaidah bahasa Indonesia.... kosakata. vp 1 = 1 200 200 =.... vp 1 ...... vp 1 = 1 m/s .... Yang lebih parah lagi bila TPS (Tempat Pembuangan Sampah) berada di lingkungan yang dekat dengan sekolah...............................

0–2 0–2 0–2 0–2 0. Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Contoh soal kurang baik Coba kamu sebutkan satu per satu karakteristik sikap patriotik dalam kehidupan bangsa dan bernegara? (PKn SMP/MTs) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 5 ciri sikap patriotik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara! No.10 5. 4. 1 Skor Maksimum 3 Penjelasan: kata buah pala dan keju di daerah tertentu adalah tabu. Kunci/Aspek yang dinilai Skor 1. Menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Contoh soal kurang baik: Perhatikan kalimat berikut! “Di dalam BMW seri tujuh berwarna abu-abu itu Soni menyetir sendiri setelah membeli buah pala dan keju di supermarket itu. PEDOMAN PENSKORAN Kunci Jawaban/Aspek yang dinilai Cinta tanah air: Bangga sebagai bangsa Indonesia menyebabkan seseorang rela berkorban. 1. 2. Alasan: BMW adalah merek mobil. 1 3. Tak kenal menyerah: Seorang siswa perlu belajar dengan tekun tanpa mengenal lelah demi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dikemudian hari. Metonimia adalah majas yang menyebut merek dagang untuk benda yang dimaksudkan atau digunakan. Kutipan di atas mengandung majas metonimia.” Tentukan majas kalimat di atas dan berikan alasannya! (BIN SMP/MTs) PEDOMAN PENSKORAN No. -----------Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara: Untuk mencapai tujuan nasional diperlukan kerelaan berkorban. Sosialisasi KTSP 274 . Sosialisasi KTSP 12. ----------------------------------------------Skor Maksimum Skor 0–2 3.10. ---------------------------------Berjiwa pembaru: yaitu ikut serta dalam pembangunan. 1 2.

hidup di daerah kumuh. anak cacat. Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Contoh soal kurang baik: Walaupun kamu anak yatim/piatu. namun kamu adalah warga negara Indonesia. Komponen soal PG Stem (pokok soal) Option Sosialisasi KTSP 275 .13. atau hidup di desa terpencil. anak miskin. Sebutkan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! Sosialisasi KTSP SOAL PILIHAN GANDA JENIS SOAL PG Pokok Soal (stem) pertanyaan Pokok soal (stem) pernyataan Diakhiri tanda ? Diakhiri tanda ….

8. Iklan di atas termasuk jenis iklan . Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”. 5. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi.. Pengumuman d. 4. a. luas 4 ha. permintaan b. Baik untuk industri. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 276 . 3. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya.. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. Hubungi telp. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. 6. 7777777.CONTOH SOAL PG Dasar pertanyaan (stimulus) Pokok soal (stem) Pilihan jawaban (option) Perhatikan iklan berikut! Dijual sebidang tanah di Bekasi. 9. Soal harus sesuai dengan indikator Pengecoh harus berfungsi Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. 2. propaganda c. 10. Penawaran* Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL PG 1. 7..

sehingga pernyataannya mudah dimengerti warga belajar/siswa. uterus* d. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional. ovarium b. 13. vagina Sosialisasi KTSP 277 . mencegah peleburan sel telur dan sel sperma c. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Soal harus sesuai dengan indikator Contoh soal kurang baik. dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi.Lanjutan … 11. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. tabel. kadang-kadang. mengurangi jumlah sel telur dalam ovarium Contoh soal yang sesuai dg indikator. Pengaruh kerja pil kontrasepsi adalah …. Gambar. grafik. mencegah terjadinya haid b. Bahasa yang digunakan harus komunikatif. diagram. Letakkan kata/frase pada pokok soal. 14. 15. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 1. Indikator: Siswa dapat menentukan tempat terjadinya pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia. 17. mencegah pematangan sel telur* d. a. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. oviduct c. 16. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. umumnya. Pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia terjadi di dalam …. 12. a.

Senin.. Sabtu. Penulisan kata berikut yang benar adalah . eaten..2. Rabo. ING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan b adalah kata sifat (adjective). Pebruari. to eat. bela d. Aperil. bekas (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c diperbaiki “belas”. “Why did Jimmy’s mother punish him? “She . Contoh soal kurang baik. a.” a. eating*. Februari.. misalnya: eat. a. November d. November* b.. Senin. caught him eating* b. Bunyi /e/ pada kata enak sama dengan bunyi /e/ pada kata . Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar. beras b. between eating. Kemis. Pengecoh harus berfungsi. caught him playing truant d. Senen. bebas* c. May... sedangkan pilihan lainnya adalah kata kerja (verb). to be eating. Sabtu. Contoh soal kurang baik. November Penjelasan: kunci jawaban jangan dipergunakan untuk pengecoh Sosialisasi KTSP 278 . Februari. Perbaikan: pilihan b diperbaiki menjadi kata kerja.. caught him to eat (B. was upset c. Sabtu c. Sosialisasi KTSP 3..

bolak-balik* b. getar-gemetar (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c adalah kata majemuk bukan kata ulang. Perseroan Terbatas b.. Kata berikut yang termasuk kata ulang berubah bunyi adalah . Sosialisasi KTSP 279 . Contoh soal kurang baik. BUMN d.. Firma c. Bentuk perusahaan yang sesuai dengan pasal 33 ayat 1 UUD 1945 adalah …. Koperasi* (PKn SMP/MTs) Penjelasan: kalimat pertama pada pokok soal dihilangkan. Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 sebagai dasar untuk membentuk perusahaan tertentu. a. Sosialisasi KTSP 7. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.. C diperbaiki “turun-temurun”. tali-temali c.4. laki-bini d. a.

Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya. Di antara bentuk-bentuk budaya daerah di bawah ini yang termasuk folklore lisan adalah …. Sosialisasi KTSP 280 .30. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”.SMP/MTs) Penjelasan: pilihan d diperbaiki menjadi. Rumah gadang Minangkabau b. The gardeners has been working since 8 o’clock. How long has he been working so far? a. Semua pilihan jawaban di atas salah* (IPS.9. 1½ hours (BING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan jawaban diurutkan dari angka yang paling kecil ke yang paling besar atau sebaliknya. Perayaan Sekaten bulan Maulud c. Now it’s 11. 2½ hours c. Adat mapalus dari Sulawesi d. a. 3½ hours* b. 4½ hours d. Contoh soal kurang baik. “legenda gunung Tangkuban Perahu”. Contoh soal kurang baik. Sosialisasi KTSP 10.

Surat dari Ibu Perbaikannya: soal nomor 35 disusun secara independen.kadang-kadang. W. Artinya. kadang-kadang. kopi b. a... Idrus b.. Chairil Anwar* d.S. Rendra c. Balada Tercinta c. atau kata yang tidak pasti karena makna kata-kata itu tergantung pada keadaan dan situasi siswa yang bersangkutan. bahwa dalam merumuskan pokok soal jangan menggunakan kata atau ungkapan seperti sebaiknya. padi * (IPA SMP/MTs) Penjelasan: kata biasanya pada pokok soal dihilangkan. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. Sosialisasi KTSP 281 . a. Sosialisasi KTSP 13. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. Senja di Pelabuhan Kecil* b. Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar soal berikutnya. jagung d. tidak bergantung pada jawaban soal nomor 10. teh c. Contoh soal kurang baik: (10) Pelopor angkatan 45 dalam bidang puisi adalah …. Contoh soal kurang baik: Helopeltis adalah hama yang biasanya menyerang tanaman . a. Ayip Rosidi (BAHASA INDONESIA SMP/MTs) (35) Karya dari pengarang pada jawaban soal nomor 10 adalah ….12. umumnya. Tirani d. umumnya.

sporangiospora c. pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi b. (2) unsur predikat. (2) penggunaan tanda baca. (2) penulisan kata. zigospora* (IPA-BIOLOGI SMP/MTs) Penjelasan: subjek tidak jelas karena diantar oleh kata "Di dalam". ketekunan kerja keras dalam setiap pekerjaan c.” Sosialisasi KTSP 282 . kata "di dalam" dihilangkan. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. spora kembara b. a. Kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan soal di antaranya meliputi: a) pemakaian kalimat: (1) unsur subjek. Setelah kata “atas dasar” ditambahkan “keadilan sosial. b) pemakaian kata: (1) pilihan kata. askospora d. kita harus mengembangkan …. Oleh karena itu. a. (3) anak kalimat. Sosialisasi KTSP (a) Penggunaan kalimat harus ada unsur predikat (bagian yang berfungsi menerangkan subjek). usaha pemerataan kesempatan kerja* d. a) Penggunaan kalimat (1) Penggunaan kalimat harus ada unsur subjek.14. Contoh soal kurang baik: Untuk mewujudkan kesejahteraan bersama atas dasar …. Contoh soal kurang baik: Di dalam perkembanganbiakan rhizopus secara generatif adalah dengan cara pembentukan …. c) pemakaian ejaan: (1) penulisan huruf. tenaga kerja yang berdisiplin tinggi (PKn SMP/MTs) Penjelasan: predikat kalimat tidak ada.

Kata itu diperbaiki menjadi “seni tulis” karena mengandung unsur keindahan bukan ragam tulis ilmiah. hukum I Newton* b. a. Oleh karena itu pokok soal diperbaiki menjadi “Hukum yang berlaku pada gerak lurus beraturan adalah …. -Dia tidak datang karena hari ini hujan. simbolis* c. hukum Kepler (IPA-FISIKA SMP/MTs) Penjelasan: pokok soal berbentuk anak kalimat. naturalis b. hukum II Newton c. hukum III Newton d. Anak kalimat Induk kalimat Induk kalimat Anak kalimat Contoh soal kurang baik: Yang berlaku pada gerak lurus beraturan …. a.(3) Hindarkan pernyataan yang hanya berupa anak kalimat. realistis d. Contoh anak kalimat.SMP/MTs) Penjelasan: kata “karya tulis” kurang tepat untuk batik. Sosialisasi KTSP 283 . Contoh soal kurang baik: Batik termasuk karya tulis yang bersifat …. idealis (IPS. -Karena hari ini hujan.” Sosialisasi KTSP b) Pemakaian kata (1) Dalam memilih kata harus diperhatikan ketepatannya dengan pokok masalah yang ditanyakan. dia tidak datan.

Andi! My uncle is over there.17. Sosialisasi KTSP 284 . which is standing under the tree is my uncle (BING SMP/MTs) Penjelasan: perbaikannya adalah “Sofian: The man … is standing under the tree is my uncle.” Sosialisasi KTSP CONTOH INDIKATOR SOAL Indikator Soal : Siswa dapat menentukan letak sebuah titik pada koordinat Kartesius (XY). Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. whose is standing under the tree is my uncle d. Andi : Which is your uncle? Sofian: The man …. a. Contoh soal kurang baik: Sofian: Look. Letakkan kata/frase pada pokok soal. where is standing under the tree is my uncle c. who is standing under the tree is my uncle* b.

2) D. Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki. (4. (1. 4) X Sosialisasi KTSP 285 . 12 cm2 C. 5) B. 3) C. 30 cm2 Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK Perhatikan koordinat XY disamping : Y Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar. Koordinat titik C adalah …. Berapakah luas segitiga ABC ? A. 6 cm2 X B. A. Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki.SOAL Y Perhatikan koordinat XY disamping : Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar. 15 cm2 D. (2. (1.

B. A. kecuali : A. D. singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK : Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang dijumpai pada tumbuhan …. C.Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang tidak dijumpai pada tumbuhan berikut. D. C. B. singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP 286 .

Anak yang ditabrak motor kemarin pagi dibawa ke rumah…. a) b) c) d) gadang sakit ibadah tinggal Sosialisasi KTSP PKn Pelanggaran HAM Timor Timur pada tahun …. 1996 B. 1999 A. 1998 D. 1997 C. Sosialisasi KTSP 287 .

C.PKn Pemilu 1971 diikuti oleh . D. A. D.. C. B. 3 6 10 24 Sosialisasi KTSP AGAMA ISLAM Kata hadis menurut bahasa berarti … A. …. B. Bacaan Surat Sumber hukum Bacalah Sosialisasi KTSP 288 .

13/15 B.MATEMATIKA 2/3 + 1/5 = … A. 30 D. C. B. Sosialisasi KTSP MATEMATIKA Nilai dari 4xy jika diketahui A.15 20 C. x+y=9 3x – y = 7 80 60 50 5 Sosialisasi KTSP 289 . D.

B. Pelarutan D. A. Pembekuan A. Fermentasi C. Sosialisasi KTSP 290 . C. Perang dunia Perang Diponegoro Peristiwa Semanggi Peristiwa G 30 SPKI Sosialisasi KTSP IPA Perubahan fisika terjadi pada proses … Perkaratan B. D.IPS Yang masuk dalam ruang lingkup sejarah dunia adalah ….

. 33 34 35 P Q R . 50 B B C B A D A C B D C B SKOR 45 43 41 27% KA ..... ... A A C D D E B E E A E E ....ANALISIS BUTIR SOAL MANUAL Menggunakan IT Kalkulator Komputer • Program ITEMAN • Program SPSS Sosialisasi KTSP CONTOH ANALSIS BUTIR SECARA KUANTITATIF NO SISWA 1 2 3 A B C 1 2 3 . 27 26 25 27% KB KUNCI B B D D Sosialisasi KTSP 291 ..

30 KRITERIA TK: 0.30 0.40 – 1.85 0.3 0.70 = sedang 0.19 – 0.00 – 0.85 DP1= (BA-BB):½N = (10-7) : ½ x 20 = 0.ANALISIS SOAL PG SOAL 1 2 3 50 KEL KA KB KA KB KA KB KA KB A 0 1 0 2 0 0 1 1 B 10 7 5 3 1 2 2 2 C 0 1 5 3 9 3 3 3 D 0 1 0 1 0 3 3 2 E 0 0 0 1 0 2 1 2 OMIT 0 0 0 0 0 0 0 0 KEY B B D D TK 0.20 -0.29 = soal diperbaiki 0.20 – 0.0.39 = terima & perbaiki 0.29 < 0.10 : diterima : direvisi : ditolak Sosialisasi KTSP 292 .00 = mudah KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.15 0.31 .00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP ALTERNATIF LAIN KRITERIA DAYA BEDA > 0.10 TK1=(BA+BB): N = (10+7) : 20 = 0.30 0.00 = soal baik 0.40 0.25 DP 0.30 – 0.30 = sukar 0.71 – 1.0.1.

√ (13:30) (17:30) 3.4955355) = 0.8 : 5 = 0.Means Rpbis = ------------------.29 = soal diperbaiki 0.48 Artinya butir soal nomor 1 adalah DITERMA atau BAIK.√ pq Stdv skor total Keterangan: b=skor siswa yang menjawab benar s=skor siswa yang menjawab salah p=proporsi jawaban benar thd semua jawaban siswa q= 1-p Meanb = 192:13=14. ns=17.0954 Sosialisasi KTSP ANALISIS SOAL URAIAN DAN TES PRAKTIK NO. N=30.56 Sosialisasi KTSP 293 . Stdv= 3.8 : 6 = 0.7):6 = 0.7692 – 11.7647 Rpbis = ----------------------. = [(11:2) – (8:3) ] : 6 = (5.80 0.00 = soal ditolak A B C D E F G H I J K L M 19 18 18 16 16 16 15 13 13 13 12 12 11 N O P Q R S T U V W X Y Z AA AB AC AD 17 16 15 14 14 12 12 12 12 12 11 11 10 9 8 8 7 Jumlah = 192 200 Nb=13.47 Soal 2 (Skor maks 5) 5 4 2 2 1 14 2.30 – 0.19 – 0.40 – 1.0954 = (0.56 0. KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.80 0.63 TK2 = 2.20 – 0.9706338) (0.7692 Means = 200:17= 11.5-2.CONTOH MENGHITUNG DP DENGAN KORELASI POINT BISERIAL (rpbis) DAFTAR SKOR SISWA SOAL NOMOR 1 Siswa yang Menjawab benar Jumlah skor keseluruhan Siswa yang menjawab salah Jumlah skor keseluruhan Meanb .7647 14.56 TK1 = Rata-rata : skor maks = 3.5-1.4809835 = 0.56 DP1= (Rata-rata KA – Rata-rata KB) : skor maks.63 0.47 DP2= [ (9:2) – (5:3) ] : 5 = (4.39 = terima & perbaiki 0.7) : 5 = 0.00 = soal baik 0. 1 2 3 4 5 SISWA A B C D E Jumlah Rata-rata TK DP Soal 1 (Skor maks 6) 6 5 3 3 2 19 3.

dengan Sosialisasi KTSP SPEC KALKULATOR Kalkulator Scientifc Disarankan minimal scientific fx 3600 Sosialisasi KTSP 294 .

D 55 RUN 5.6 23334 K OUT. A 55 [(. AC MR.0488 Mean Y INV. 75 RUN 2. 70 RUN HASIL Mean X INV.021 Korelasi XY INV.1 53. 66 RUN 4. E 53 RUN HASIL SD sampel INV.. 80 RUN 5. M+ MODE. Pembersihan Data: ON. INV. 85 RUN 6. Fungsi LR [MODE. .. Sosialisasi KTSP 295 ..1515 B regressiion INV.497 Mean INV.. Siswa X Tekan Y Tekan 1.7 -5. AC 2.2 268 K out..9 0.8 1.4 32106 ΣY2 Dst. INV. Fungsi SD [MODE.1 53.6 9..1657 A constant R INV.3 1.. B 52 [(.673 SD populasi INV. 3] No.3 5 Σ skor K out. D 53 [(.666 SD sampel Y INV.. C 54 [(.1 17179 ΣX2 K OUT.6 Σ data K out. Siswa Skor Tekan 1. C 51 RUN 4. 60 RUN 3... B 54 RUN 3. E 53 [(.PENGGUNAAN KALKULATOR 1.3 1.2 1.1 4376 Σ X2 Sosialisasi KTSP 3..4545 ΣXY K OUT. F 54 [(.2] No.. A 55 RUN 2.4 72.5 SD sampel X INV..

12 RUN 13.1 13 14.4955355) = 0. 13 RUN 9. 14 RUN 19.3 INV. 15 RUN 8. 12 RUN 24. 3] Siswa Skor Tekan 1. 12 RUN 22. 7 RUN HASIL Σ data Mean K out. 8 RUN 30.00 = soal baik 0. 13 RUN 11.20 – 0.SISWA YANG MENJAWAB SALAH Aktifkan fungsi SD [MODE. 16 RUN 16. 17 RUN 15.7647 Rpbis = ----------------------. 18 RUN 3. 18 RUN 4. 16 RUN DST.7692 – 11.29 = soal diperbaiki 0.7692 MENGHITUNG SD TOTAL Aktifkan fungsi SD [MODE. 8 RUN 29. 11 RUN HASIL Σ data Mean K out.0954 Meanb .19 – 0. 11 RUN 26. 16 RUN 7. 11 RUN 25.30 – 0.1 17 11.9706338) (0.√ (13:30) (17:30) 3. 14. 3] Siswa Skor Tekan 1. 17 RUN 15. 18 RUN 3. 12 RUN 20. 10 RUN 27. 16 RUN 5. 19 RUN 2.Means Rpbis = ------------------. KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0. 15 RUN 17. HASIL Σ data K out. 13 RUN 10.4809835 = 0. 3] Siswa Skor Tekan 14. 15 RUN 17. 12 RUN 23.00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP dengan Sosialisasi KTSP 296 .40 – 1.2 3.0954 = (0. 16 RUN 6. 16 RUN 5. 16 RUN 16. 14 RUN 18. 12 RUN 21. 9 RUN 28. 14 RUN DST. 12 RUN 12.√ pq Stdv skor total 14.48 Artinya butir soal nomor 1 adalah diterima atau baik.3 30 SD Populasi INV.7647 MENGHITUNG KORELASI POIN BISERIAL DENGAN KALKULATOR SISWA YANG MENJAWAB BENAR Aktifkan fungsi SD [MODE.3 INV. 18 RUN 4.39 = terima & perbaiki 0. 19 RUN 2.

Data di atas disimpan pada file: Tes1. mulai dari versi 2.. menganalisis tes yang teridiri dari 10 skala (subtes) dan memberikan informasi tentang validitas butir dan relialilitas tes.. Menggunakan program Iteman dengan mengklik icon Iteman.50. 2. menskor dan menganalisis data soal bentuk PG dan skala likert untuk 30. Enter the name of the input fele: Tes1. Dipergunakan untuk: 1. menganalisis data file (format ASCII) (Notepad) melalui manual entri data atau dari mesin scanner.00 – 3. 2233 University Avenue.txt <enter> **ITEMAN ANALYSIS IS COMPLETE** Sosialisasi KTSP 297 .txt <enter> Enter the name of the output file: hsltes1. Suite 400. 2..000 siswa dan 250 butir soal. Sosialisasi KTSP CONTOH ANALISIS BUTIR SOAL PG DENGAN PROGRAM ITEMAN 1. Alamatnya Assessment Systems Corporation.txt <Save> 3. Mengetik data di Notepad (Start-Programs-Accessories-Notepad) 50 0 N 21 CADBDCBCCDABAACABCDABCDBDCDABDABACCDBCABABDBCBABCD Kunci jawaban 44444444444444444444444444444444444444444444444444 Pilihan jawaban YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY Kode analisis TUTYK INDRAWATI CADBDCBCCDABBACABCDBBCDBDCBDBDABACCDBCABABDBCDABCD RINI SULISTIYATIN CADBDCBDCDABBACABCDBBCDBDCBDBDABACCDBCABABDBCDABCD NANI KUSMIYATI CADCDCBDCDABBACABCDBBCDBDCBDBDABACCDBCABABDBCDAACD EVI MEILANI CADADCBDDDABAACABCDBBCDBACBABAAAAC0DBCABABDB0DABCD M.txt <enter> Do you want the scores written to a file? (Y/N) Y <enter> Enter the name of the score file: scrtes1. 3. St Paul. 1986. AGUNG PRIYANTO CBDCDCCDCDABBACABCDBBCDBDCBDBDACACCDBCABABDBCDANNN ABEN DAMARUDIN CBDCDCCCCDCBBACABCDBBCDBDCBDBDACACCDBCABABD0CDAACD KUSNAENI CADCDCCDBDACBACABCDBBCDBDCBDBDACACADBCABABDBCDAACD AGUS ARYADI CADBCCBDCDAABACBACAABCDBCCBBCAAABBDBBCABABDBCDAACD SULASTRI IRIANI CADBBCBCBDABBACABDDABCDBDCDABDBAACCDBCABABDBCDAANN . Minesota 55114.ITEMAN (MicroCAT) Dikembangkan oleh Assessment Systems Corporation mulai 1982. United States of America. 1984. 1988. 1993.

000 A B C D E Other 0.200 0.348 -0.900 0.082 * -0.899 0.170 * 0.033 0.000 0.30 – 0.153 B 0.500 0.00 = mudah KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.167 -0.009 -0.000 9.067 0.31 .133 -0.011 -0.70 = sedang 0.182 -9.000 -9.082 10.133 -0. Point No.000 0.900 0.296 D 0.013 -0.018 -0.000 -9.000 -9.19 – 0.265 -9.717 * E 0. Scale Prop.269 -0.170 Sosialisasi KTSP SKALA PEDOMAN KRITERIA TK & DB KRITERIA TINGKAT KESUKARAN: 0.067 -0.000 -0.717 Alternative Statistics Prop.321 -0.39 = terima & perbaiki 0. B WORKS BETTER D E Other 0-10 0.500 0.017 -0.000 0.000 -9.00 – 0. Biser.HASIL ANALISIS DENGAN PROGRAM ITEMAN Item Statistics Seq.716 -0.20 – 0.40 – 1.000 0. Point Alt.225 ? -0. 7.000 -9. Endorsing Biser Biser Key A 0.000 -9.468 -0.454 C 0.0. Item correct Biser.100 0.067 0.137 -9.899 0.500 -0.133 0.269 0. 0-7 0.000 -0. A B CHECK THE KEY C A WAS SPECIFIED.133 -0.094 -9.011 -0. 0-9 0.180 Other 0.000 0.29 = soal diperbaiki 0.00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP 298 .236 -0.71 – 1.30 = sukar 0.00 = soal baik 0.140 0.140 -0.

590 3.00 50. Negatif value= distribusi lebih mendatar.113 0.RINGKASAN N of Items N of Examinees Mean Variance Std.119 -0. Skew Kurtosis Minimum Maximum Alpha SEM Mean P Mean Biserial 50 35 30 9.987 0.435 (Jumlah soal yang dianalisis) (Jumlah siswa) (Rata-rata jawaban benar) (Penyebaran distribusi jawaban benar) (Standar deviasi/akar variance) (Kecondongan kurva/bentuk destribusi) (Tingkat pemuncakan kurva)* (Skor minimum siswa dari 50 soal) (Skor maksimum (Reliabilitas skor tes) (Standar kesalahan pengukuran) (Rata-rata tingkat kesukaran) (Rata-rata korelasi Biserial) *Positif value= distribusi lebih memuncak.464 25. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 299 .655 0.00 0.651 0. Dev.

300 .

Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal 301 . 20. Laporan Hasil Belajar (LHB) 19.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IX. Penyusunan Laporan hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SMP.

302 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 20 PENYUSUNAN LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) PESERTA DIDIK SMP Sosialisasi KTSP PENGERTIAN RAPOR Rapor merupakan dokumen yang menjadi penghubung komunikasi baik antara sekolah dengan orang tua peserta didik maupun dengan pihak-pihak lain yang ingin mengetahui tentang hasil belajar peserta didik pada kurun waktu tertentu Sosialisasi KTSP 303 .

KOMPONEN RAPOR Komponen Rapor minimal berisi : • Petunjuk pengisian rapor • Identitas peserta didik • Kotak tabel nilai mata pelajaran • Kotak tabel nilai pengembangan diri • Kotak tabel perilaku • Kotak tabel ketidakhadiran • Lembar keterangan mutasi peserta didik Sosialisasi KTSP TABEL NILAI MATA PELAJARAN Sosialisasi KTSP 304 .

Nilai pada rapor untuk setiap mata pelajaran terdiri dari aspek-aspek penilaian yang mengacu pada aspek yang tertuang dalam ruang lingkup dan atau standar kompetensi. Target Pencapaian Kompetensi (TPK) merupakan target ketuntasan minimal untuk setiap aspek penilaian mata pelajaran.TABEL NILAI MATA PELAJARAN Sosialisasi KTSP PENJELASAN TABEL NILAI MATA PELAJARAN 1. yang telah ditentukan dalam KTSP masingmasing sekolah. Aspek penilaian sesuai dengan standar Isi dikembangan daerah/satuan pendidikan ”PENJELASAN PENJABARAN ASPEK MATA PELAJARAN TERTUANG PADA PETUNJUK PENGELOLAAN RAPOR” 2. Sosialisasi KTSP 305 .

”CONTOH DESKRIPSI CATATAN GURU TERTUANG DALAM PETUNJUK PENGELOLAAN RAPOR” Sosialisasi KTSP TABEL NILAI PENGEMBANGAN DIRI Penjelasan : • Jenis pengembangan diri diisi sesuai dengan pilihan kegiatan yang dipilih oleh peserta didik. prestasi. Nilai merupakan rerata nilai masing-masing aspek penilaian setiap mata pelajaran. dan predikat yang telah dicapai oleh peserta didik. • Penilaian kegiatan pengembangan diri dilakukan secara kualitatif. Catatan Guru merupakan deskripsi pencapaian kompetensi peserta didik. Kolom angka pada nilai diisi dengan angka dalam skala 10-100. ”PENJELASAN TENTANG PENGOLAHAN NILAI RAPOR TERTUANG PADA PETUNJUK PENGELOLAAN RAPOR” 4. Sosialisasi KTSP 306 . • Keterangan merupakan uraian kemampuan.PENJELASAN TABEL NILAI MATA PELAJARAN 3.

kebersihan. Sosialisasi KTSP TABEL KETIDAKHADIRAN Sosialisasi KTSP 307 . kesantunan. Contoh: kerajinan. kerapian. kedisiplinan. keaktifan. dan tanggung jawab.KOTAK PERILAKU Penjelasan : Kotak perilaku diisi penjelasan tentang rangkuman catatan guru bimbingan konseling yang berkaitan dengan perilaku peserta didik.

Sosialisasi KTSP MEKANISME KENAIKAN KELAS 3. misal karena gangguan kesehatan fisik. dan c.Memperoleh nilai kurang dari kategori baik pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia b. Peserta didik dinyatakan naik kelas. emosi atau mental sehingga tidak mungkin berhasil dibantu mencapai kompetensi yang ditargetkan. apabila yang bersangkutan telah mencapai kriteria ketuntasan minimal. ”PENJELASAN CARA PENGHITUNGAN KETUNTASAN MATA PELAJARAN SAMPAI AKHIR TAHUN PELAJARAN TERTUANG PADA PETUNJUK PENGELOLAAN RAPOR” Sosialisasi KTSP 308 .MEKANISME KENAIKAN KELAS 1.Jika karena alasan yang kuat. Kenaikan kelas dilaksanakan satuan pendidikan pada setiap akhir tahun. 2. a. Peserta didik dinyatakan harus mengulang di kelas yang sama bila.Jika peserta didik tidak menuntaskan standar kompetensi dan kompetensi dasar lebih dari empat mata pelajaran sampai pada batas akhir tahun pelajaran.

MEKANISME KENAIKAN KELAS 4. minimal sama dengan yang dicapai pada tahun sebelumnya. nilai peserta didik untuk semua indikator. kompetensi dasar. Ketika mengulang di kelas yang sama. dan standar kompetensi yang ketuntasan belajar minimumnya sudah dicapai. Dinas pendidikan dan atau satuan pendidikan dapat mengembangan rapor sesuai dengan kebutuhan KTSP yang dikembangkan berdasarkan petunjuk pengelolaan rapor Sosialisasi KTSP 309 . Sosialisasi KTSP DIVERSIFIKASI RAPOR KTSP Rapot KTSP ini sebagai model.

CONTOH DAFTAR NILAI DENGAN PEMBOBOTAN Sosialisasi KTSP CONTOH DAFTAR NILAI DENGAN PEMBOBOTAN Sosialisasi KTSP 310 .

Selesai Sosialisasi KTSP 311 .

312 .

Departemen Pendidikan Nasional Materi 19 Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal Sosialisasi KTSP PENETAPAN KKM ANALISIS PENCAPAIAN KKM Sosialisasi KTSP 313 1 .

RAMBU-RAMBU KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100 Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100 Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBS Sosialisasi KTSP MEKANISME/LANGKAH-LANGKAH : KKM INDIKATOR KKM KD KKM MP KKM SK Sosialisasi KTSP 314 2 .

1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsurunsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Daya dukung Intake Nilai KKM Sosialisasi KTSP 315 3 .KRITERIA PENETAPAN KKM • Kompleksitas (Kesulitan & Kerumitan) • Daya dukung • Intake siswa PENETAPAN KKM : menggunakan Format A Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas 1.

Dengan memberikan point pada setiap kriteria yang ditetapkan : 1.Sedang = 2 .Rendah = 1 .Sedang = 65-80 .Sedang = 2 . daya dukung tinggi dan intake sedang nilainya adalah rata-rata setiap nilai dari kriteria yang kita tentukan.Tinggi = 81-100 .Tinggi = 81-100 .Tinggi = 50-64 .Rendah = 50-64 .Sedang = 65-80 .Daya dukung : 3. Dalam menentukan rentang nilai dan menentukan nilai dari setiap kriteria perlu kesepakatan dalam forum MGMP di Sekolah.Rendah = 1 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah.Rendah = 3 .Sedang = 65-80 .89 9 Sosialisasi KTSP MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI B.Tinggi = 1 . Kompleksitas : 2.Tinggi = 3 .Sedang = 2 .Kompleksitas : 2. Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kriteria: 1.Tinggi = 3 . Daya dukung : 3.Rendah = 81-100 . daya dukung tinggi dan intake siswa sedang nilainya adalah: (3 + 3 + 2) x 100 = 88. Intake : .Rendah = 50-64 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas sedang.MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI A. Intake : . Sosialisasi KTSP 316 4 .

Intake : . daya Dukung tinggi dan intake siswa sedang maka dapat dikatakan hanya satu komponen yang mempengaruhi untuk mencapai ketuntasan maksimal 100 yaitu intake sedang. bila dalam pelaksanaannya menuntut : • SDM memahami Kompetensi yang harus dicapai Siswa kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran.MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI C.Rendah Contoh : Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah. Dengan memberikan pertimbangan professional judgment pada setiap kriteria untuk menetapkan nilai : 1.Sedang .Tinggi .Sedang .Tinggi .Rendah 3. Daya dukung : . Sosialisasi KTSP TINGKAT KOMPLEKSITAS (Kesulitan & Kerumitan) setiap IP/KD yang harus dicapai oleh siswa. Kompleksitas : .Sedang .Tinggi . Jadi guru dapat mengurangi nilai menjadi antara 90 – 80. Tingkat Kompleksitas Tinggi.Rendah 2. Sosialisasi KTSP 317 5 . • WAKTU cukup lama karena perlu pengulangan • PENALARAN dan KECERMATAN siswa yang tinggi.

kepedulian stakeholders sekolah. manajemen sekolah. sarana dan prasarana pendidikan yang sangat dibutuhkan. Sosialisasi KTSP INTAKE (TINGKAT KEMAMPUAN RATA-RATA) SISWA : KKM Kelas X didasarkan pada hasil seleksi PSB. BOP. Rapor kelas 3 SMP.KEMAMPUAN SUMBERDAYA PENDUKUNG: yaitu ketersediaan tenaga. test seleksi masuk atau psikotes KKM Kelas XI dan XII didasarkan pada tingkat pencapaian KKM siswa pada semester atau kelas sebelumnya Sosialisasi KTSP 318 6 . NUN.

Mendeskripsikan Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas Daya dukung Intake Nilai KKM hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Rendah 3 74 tinggi 3 sedang 2 88.3 tinggi 55 sedang 80 sedang 70 68. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Sosialisasi KTSP 74.6 319 7 .6 Sedang 2 tinggi 3 sedang 2 77.FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator 1.1.8 Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleks itas Daya dukung Intake Nilai KKM 1.9 tinggi 1 sedang 2 sedang 2 55.3 Sedang 78 tinggi 85 sedang 70 77.1.77 Sedang 75 tinggi 90 sedang 70 78.

4. Sosialisasi KTSP 320 8 . 5. 3. Pendidikan Agama Pendk.dst 75 75 70 65 60 78 80 80 70 70 60 Huruf Delapan puluh Delapan puluh Tujuh puluh Tujuh puluh Enam puluh Nama Siswa : ………………………………… Nomor Induk : ………………………………… Kelas/Semester : XI IA /1 Kriteria Ketuntasan Minimal *) No Mata Pelajaran Praktik Angka 75 65 75 Huruf Tujuh puluh lima Enam puluh lima Sikap/ Afektif Predikat B B B B B B - Sosialisasi KTSP Tujuan Analisis : Mengetahui tingkat ketercapaian KKM yang telah ditetapkan. Kewarganegaraan Bhs Indonesia Bahasa Inggris Matematika Seni Budaya. 6.PENULISAN KKM PADA LHBS LAPORAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Nama Sekolah : ……………………………… Tahun Pelajaran : ……………………………… Nilai Hasil Belajar Pengetahuan dan Pemahaman Konsep Angka 1. Manfaat Analisis : Sebagai dasar untuk menetapkan KKM pada tahun berikutnya. 2.

Selesai Sosialisasi KTSP 321 9 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->