Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) SMP

PowerPoint

Departemen Pendidikan Nasional
Jakarta, Januari 2007

ii

KATA PENGANTAR

Marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita bangsa Indonesia telah rnemiliki Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang merupakan tuntutan pelaksanaan pembaharuan pendidikan yang diharapkan dapat mendukung segala upaya untuk memecahkan masalah pendidikan. Dalam proses pembelajaran, kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat penting, selain guru, sarana dan prasarana pendidikan lainnya. Oleh karena itu, kurikulum digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan dan sekaligus sebagai salah satu indikator mutu pendidikan. Di Indonesia tercatat telah lima kali revisi kurikulum pendidikan dasar dan menengah, yaitu pada tahun 1968, tahun 1975, tahun 1984, tahun 1994 dan ujicoba kurikulum tahun 2004. Revisi kurikulum tersebut bertujuan untuk mewujudkan kurikulum yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, guna mengantisipasi perkembangan jaman, serta untuk memberikan guideline atau acuan bagi penyelenggaraan pembelajaran di satuan pendidikan. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa, pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, dan kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Selanjutnya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, disebutkan bahwa standar yang terkait langsung dengan kurikulum adalah Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, dan telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKI, tersebut di atas. Berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta panduan yang disusun oleh BSNP, maka Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah diharapkan dapat mengembangkan Kurikilum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan peserta didik.

iii

Mengingat bahwa SI, SKL dan KTSP ini harus sudah dilaksanakan oleh semua satuan pendidikan dasar dan menengah pada tahun ajaran 2009/2010, maka kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI , SKL dan pengembangan KTSP bagi para pendidik, tenaga kependidikan dan para pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan lainnya harus dilakukan kordinasi dan sinergi dengan semua fihak yang terkait, dan segera dilaksanakan secara terencana, terpadu dan berkelanjutan. Untuk itulah maka disusun bahan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP yang telah disinkronkan bersama dengan Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, serta Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional. Selanjutnya semua kegiatan sosialisasi dan pelatihan SI, SKL dan Pengembangan KTSP tersebut supaya menggunakan bahan yang telah disiapkan ini, sehingga dapat memperlancar dalam mengembangkan KTSP di masing-masing satuan pendidikan dengan baik. Oleh karena itu, semua lapisan masyarakat yang terkait dengan pendidikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik sebagai pengambil kebijakan, pelaksana, maupun masyarakat umum hendaknyamemiliki pemahaman yang baik terhadap perubahan kebijakan tentang kurikulum tersebut. Dengan kesetaraan pemahaman tersebut seluruh upaya peningkatan mutu pendidikan nasional akan mendapatkan dukungan dari segala penjuru dan hal ini akan menjamin keberhasilannya.

Jakarta, Januari 2007 Menteri Pendidikan Nasional

Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA

iv

Daftar Isi

Kata Pengantar.............................................................. iii Daftar Isi ..................................................................... v I.
1. 2. 3.

K ebijakan ....................................................................

Undang–Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional..................................................... 3 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan......................................... 15 Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005 - 2009...................................................... 35

1

II. tandar Isi (SI) dan Standar Kompetensi S L ulusan (SKL) ...................................................
4. 5. 6.

55 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI)............................................... 57 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan (SKL).................. 73 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Kelulusan (SKL)......................................... 81

III. urikulum Tingkat Satuan Pendidikan K ( KTSP)........................................................................

87 7. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi............... 89 8. Penyusunan KTSP...................................................... 97 9. Pengembangan Silabus.............................................. 123 10. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)...................................................................... 141

IV. odel-Model Kurikulum.......................................... 147 M

11. Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal....... 149 12. Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah................................. 159

V.

13. Pembelajaran IPA Terpadu SMP .................................. 175 14. Pembelajaran IPS Terpadu SMP .................................. 181

P embelajaran Terpadu............................................ 173

VII. embelajaran Efektif................................................ 185 P
15. Pembelajaran Berbasis Kontekstual 1........................... 187 16. Pembelajaran Berbasis Kontekstual 2........................... 205
v

VII. Penilaian Hasil Belajar........................................... 227
17. Rancangan Penilaian Hasil Belajar...............................

229

VIII. engembangan Bahan Ujian................................... 255 P

18. Pengembangan Bahan Ujian & Analisis Hasil Ujian......... 257

IX. aporan Hasil Belajar (LHB).................................. 301 L
19. Penyusunan Laporan Hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SMP...................................................... 303 20. Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal......................... 313

vi

KEBIJAKAN 1. 2. Undang-Undang No. Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) I. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional. 1 . 3. Peraturan Pemerintah No.

2 .

Departemen Pendidikan Nasional Materi 1 UNDANG–UNDANG NO. 20 TH.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Sosialisasi KTSP KTSP Sosialisasi DASAR & FUNGSI PENDIDIKAN NASIONAL Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa Sosialisasi KTSP 3 .

mandiri. dan – menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. pemberdayaan. cakap. nilai keagamaan. kreatif.TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: – beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sosialisasi KTSP PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. serta berbagai kecakapan hidup Sosialisasi KTSP 4 . – Pendidikan sistem terbuka: fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian program lintas satuan dan jalur pendidikan – Pendidikan multimakna: proses pendidikan yang diselenggarakan dengan berorientasi pada pembudayaan. nilai kultural. dan kemajemukan bangsa. berilmu. pembentukan watak dan kepribadian. sehat. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. – berakhlak mulia.

e. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama. c. mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. f. menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan. dan kemampuannya. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. Sosialisasi KTSP HAK PESERTA DIDIK a. membangun kemauan. menulis. mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat.PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. d. minat. mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama b. Sosialisasi KTSP 5 . pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara.

nonformal. ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan. Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. atau bentuk lain yang sederajat. dan/atau informal. Raudhatul Athfal (RA). Sosialisasi KTSP 6 . b.KEWAJIBAN PESERTA DIDIK menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan. kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. – Diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai usia 6 tahun dan bukan prasyarat masuk pendidikan dasar Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK). a.

atau bentuk lain yang sederajat. Sosialisasi KTSP PENDIDIKAN MENENGAH Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. Pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas (SMA).PENDIDIKAN DASAR Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. sekolah menengah kejuruan (SMK). atau bentuk lain yang sederajat. madrasah aliyah (MA). Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs). Sosialisasi KTSP 7 . Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. dan madrasah aliyah kejuruan (MAK).

Pengembangan standar nasional pendidikan serta pemantauan dan pelaporan pencapaiannya secara nasional dilaksanakan oleh suatu badan standardisasi. dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. dan pembiayaan.PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik. proses. pengelolaan. Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum. Sosialisasi KTSP 8 . Dapat diselenggarakan secara inklusif atau berupa satuan pendidikan khusus Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang. dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. sosial. dan pengendalian mutu pendidikan. masyarakat adat yang terpencil. dan/atau mengalami bencana alam. pengelolaan. penjaminan. mental. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Sosialisasi KTSP STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. dan tidak mampu dari segi ekonomi. kompetensi lulusan. emosional. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. bencana sosial. sarana dan prasarana. sarana dan prasarana. pembiayaan.

Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. potensi daerah.KURIKULUM: PENGERTIAN DASAR Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. 2. dan peserta didik. isi. Pengembangan kurikulum secara berdiversifikasi dimaksudkan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di daerah Sosialisasi KTSP 9 . Sosialisasi KTSP KURIKULUM 1.

e. peningkatan iman dan takwa. tuntutan dunia kerja. peningkatan akhlak mulia. keragaman potensi daerah dan lingkungan. dan seni. f. i. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. b. kecerdasan. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. h. Sosialisasi KTSP 10 . dan minat peserta didik. Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. d. peningkatan potensi. dan j. dinamika perkembangan global. perkembangan ilmu pengetahuan. agama. c. g. teknologi. Sosialisasi KTSP Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. tuntutan pembangunan daerah dan nasional.KURIKULUM 3.

dan muatan lokal. j. ilmu pengetahuan sosial. bahasa. pendidikan agama.MUATAN WAJIB KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH a. pendidikan kewarganegaraan. c. Masyarakat berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan yang meliputi perencanaan. d. Sosialisasi KTSP 11 . komunitas sekolah. dan evaluasi program pendidikan melalui dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah. matematika. seni dan budaya. serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan. g. keterampilan/kejuruan. f. Sosialisasi KTSP DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH PENGERTIAN DASAR Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik. e. h. ilmu pengetahuan alam. b. pengawasan. pendidikan jasmani dan olahraga. i.

Sosialisasi KTSP EVALUASI Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. provinsi. sarana dan prasarana. dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan. dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. dan kabupaten/kota yang tidak mempunyai hubungan hirarkis. satuan.DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH Dewan pendidikan sebagai lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan. Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses. sebagai lembaga mandiri. kemajuan. dan jenis pendidikan. sarana dan prasarana. dan program pendidikan pada jalur formal dan nonformal untuk semua jenjang. serta pengawasan pendidikan pada tingkat nasional. Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik. lembaga. Komite sekolah/madrasah. arahan dan dukungan tenaga. serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. arahan dan dukungan tenaga. Sosialisasi KTSP 12 .

Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 13 . jenjang. satuan pendidikan. Masyarakat dan/atau organisasi profesi dapat membentuk lembaga yang mandiri untuk melakukan evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. transparan. dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan. dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala.EVALUASI Evaluasi peserta didik. menyeluruh. Pemerintah dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola. jalur. satuan. dan jenis pendidikan.

14 .

standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. a. Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi: Sosialisasi KTSP 15 . d. c. kompetensi mata pelajaran. standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental. Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2. kompetensi bahan kajian.Departemen Pendidikan Nasional Materi 2 PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Sosialisasi KTSP KTSP Sosialisasi LINGKUP SNP 1. standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. b. dan keterampilan. serta pendidikan dalam jabatan. pengetahuan. standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan.

kabupaten/kota. tempat beribadah. tempat bermain. bengkel kerja. dan h. serta sumber belajar lain. Sosialisasi KTSP 16 . tempat berolahraga. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. pelaksanaan. 4. Sosialisasi KTSP LINGKUP SNP Lanjutan 3. dan global. dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. Untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan dilakukan evaluasi. f.LINGKUP SNP Lanjutan e. prosedur. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. akreditasi. tempat berkreasi dan berekreasi. nasional. standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. laboratorium. atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. perpustakaan. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana. dan sertifikasi. g. provinsi. standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. terarah. standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar.

Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum. e. Kurikulum untuk jenis pendidikan umum. d. 3. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 1.STANDAR ISI 1. beban belajar. dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: a. kurikulum tingkat satuan pendidikan. dan kesehatan. Standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. kejuruan. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Kurikulum untuk jenis pendidikan keagamaan formal terdiri atas kelompok mata pelajaran yang ditentukan berdasarkan tujuan pendidikan keagamaan. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. c. 2. Sosialisasi KTSP 17 . kelompok mata pelajaran jasmani. olah raga. dan kalender pendidikan/akademik. b. 2. kelompok mata pelajaran estetika. Satuan pendidikan nonformal dalam bentuk kursus dan lembaga pelatihan menggunakan kurikulum berbasis kompetensi yang memuat pendidikan kecakapan hidup dan keterampilan.

atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. bahasa. Setiap kelompok mata pelajaran dilaksanakan secara holistik sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran mempengaruhi pemahaman dan/atau penghayatan peserta didik. 5. estetika. atau bentuk lain yang sederajat menekankan pentingnya kemampuan dan kegemaran membaca dan menulis. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SD/MI/SDLB/Paket A. Semua kelompok mata pelajaran sama pentingnya dalam menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah. dan pendidikan jasmani. dan kesehatan. akhlak mulia. olah raga. Sosialisasi KTSP 18 . 6. serta kemampuan berkomunikasi. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 7. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. kewarganegaraan.KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 4. 8. SMP/MTs/SMPLB/ Paket B. seni dan budaya. SMK/MAK. SMK/MAK. kecakapan berhitung. SMA/MA/SMALB/ Paket C. kewarganegaraan. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia pada SD/MI/SDLB/Paket A. kepribadian. Kurikulum dan silabus SD/MI/SDLB/Paket A. jasmani. SMA/MA/ SMALB/ Paket C. ilmu pengetahuan dan teknologi. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama.

Sosialisasi KTSP 19 . matematika. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. keterampilan/kejuruan. SMK/MAK. ilmu pengetahuan sosial. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. serta muatan lokal yang relevan. b. olah raga. SMK/ MAK. teknologi informasi dan komunikasi. SMK/MAK. ilmu pengetahuan alam. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada : a. c. Kompetensi tersebut terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar. matematika. 12. Kelompok mata pelajaran jasmani. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. serta muatan lokal yang relevan. dan muatan lokal yang relevan. ilmu pengetahuan sosial. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. ilmu pengetahuan alam. matematika. dan muatan lokal yang relevan. keterampilan/kejuruan. SMA/MA/SMALB/Paket C. Kelompok mata pelajaran estetika pada SD/MI/SDLB/Paket A. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. serta muatan lokal yang relevan. ilmu pengetahuan alam. ilmu pengetahuan alam. olahraga. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa.KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 9. d. SMP/MTs/SMPLB/Paket B. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. kejuruan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. SMA/MA/SMALB/ Paket C. dan kesehatan pada SD/MI/SDLB/ Paket A. seni dan budaya. ilmu pengetahuan sosial. ilmu pengetahuan alam. SD/MI/ SDLB/Paket A. Sosialisasi KTSP KERANGKA DASAR dan STRUKTUR KURIKULUM 10. matematika. keterampilan/kejuruan. SMA/MA/SMALB/Paket C. keterampilan. teknologi informasi dan komunikasi. ilmu pengetahuan sosial. 11. pendidikan kesehatan. keterampilan. dan muatan lokal yang relevan. 13.

dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. SMA/MA/SMLB. Sosialisasi KTSP 20 . SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan kredit semester. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. atau bentuk lain yang sederajat dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester (SKS). dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan. praktek keterampilan.BEBAN BELAJAR 1. 5. Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. 3. Beban belajar untuk SD/MI/SDLB. SMP/MTs/SMPLB. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori standar dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. MI/MTs/MA atau bentuk lain yang sederajat dapat menambahkan beban belajar untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian sesuai dengan kebutuhan dan ciri khasnya. 2. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 4. Beban belajar untuk SMP/MTs/SMPLB. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. sesuai kebutuhan dan ciri khas masingmasing. 6. praktek keterampilan. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat menggunakan jam pembelajaran setiap minggu setiap semester dengan sistem tatap muka. Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB. penugasan terstruktur.

Pendidikan kecakapan hidup yang mencakup kecakapan pribadi. olah raga. SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat dan kurikulum untuk SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup. Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR 11. Kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat. 12. Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. kelompok mata pelajaran pendidikan estetika. 9. pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.BEBAN BELAJAR 7. dan kecakapan vokasional. Sosialisasi KTSP 21 . 8. kecakapan akademik. dan kesehatan. kecakapan sosial.

Panduan ini berisi sekurang-kurangnya: a. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah keagamaan berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori mandiri. atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. dan SMK/MAK pada jalur pendidikan formal kategori standar. Sosialisasi KTSP 22 . pendidikan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. b. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. pendidikan kelompok mata pelajaran estetika.BEBAN BELAJAR 13. 2. Panduan ini berisi sekurangkurangnya model-model kurikulum satuan pendidikan keagamaan jenjang pendidikan dasar dan menengah. pendidikan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan kesehatan. olah raga. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk SD/MI/ SDLB/SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB. Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 1. 14.

Sosialisasi KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 5. dan SMK. atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. potensi daerah/karakteristik daerah. SMA/MA/SMALB. Sosialisasi KTSP 23 . Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya untuk program paket A. SMK/MAK. Sekolah dan komite sekolah. B. di bawah supervisi dinas kabupaten/ kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan untuk SD. MTs. SMA. sosial budaya masyarakat setempat. Kurikulum tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB.KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 3. dan C ditetapkan oleh dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan berdasarkan kerangka dasar kurikulum sesuai dengan peraturan pemerintah ini dan standar kompetensi lulusan. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. SMP/MTs/SMPLB. dan peserta didik. Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan tersebut sekurang-kurangnya meliputi model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem paket dan model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem kredit semester. dan MAK. SMP. 4. atau madrasah dan komite madrasah. MA. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. 6.

• Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. dan hari libur. pengetahuan. • Kompetensi lulusan untuk mata pelajaran bahasa menekankan pada kemampuan membaca dan menulis yang sesuai dengan jenjang pendidikan. • Kompetensi lulusan mencakup sikap. Sosialisasi KTSP 24 . minggu efektif belajar. Hari libur dapat berbentuk jeda tengah semester selama-lamanya satu minggu dan jeda antar semester.KALENDER PENDIDIKAN 1. dan keterampilan. 2. waktu pembelajaran efektif. Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Kalender pendidikan/kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran.

ahklak mulia. pengetahuan. ahklak mulia. pengetahuan. pengetahuan. – penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. ahklak mulia. • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. kepribadian. kepribadian. Sosialisasi KTSP 25 . Sosialisasi KTSP STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN • Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: – penilaian hasil belajar oleh pendidik. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.STANDAR KOMPETENSI LULUSAN • Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan. dan – penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. kepribadian.

Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. serta b. dan kesehatan dilakukan melalui: a. ulangan. olah raga. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani. penugasan. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. dan – memperbaiki proses pembelajaran. ulangan tengah semester. kemajuan. pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik. Sosialisasi KTSP 26 . dan ulangan kenaikan kelas. dan b. 2. ujian. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ulangan. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. ulangan. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: a. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai 4. 5.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 1. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. – bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 3. Penilaian ini digunakan untuk: – menilai pencapaian kompetensi peserta didik. pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. ulangan akhir semester.

olah raga. dan kesehatan merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. 3. dan kelompok mata pelajaran jasmani. d. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN 1. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. c. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran. Untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah BSNP menerbitkan panduan penilaian untuk: a. dan kesehatan. b. kelompok mata pelajaran estetika. dan e. 2. kelompok mata pelajaran jasmani. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. kelompok mata pelajaran estetika.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK 6. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. olahraga. Penilaian akhir mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik oleh pendidik Sosialisasi KTSP 27 .

Ujian nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran. 3. kelompok mata pelajaran estetika. berkeadilan. dan kesehatan. dan akuntabel. Penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan melalui ujian sekolah/madrasah untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. olah raga. serta kelompok mata pelajaran jasmani. pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Penilaian ini bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional. Sosialisasi KTSP 28 . 5. 2.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH SATUAN PENDIDIKAN 4. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 1. Ujian nasional dilakukan secara obyektif. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Untuk dapat mengikuti ujian sekolah/madrasah. peserta didik harus mendapatkan nilai yang sama atau lebih besar dari nilai batas ambang kompetensi yang dirumuskan oleh BSNP.

d. Setiap peserta didik wajib mengikuti satu kali ujian nasional tanpa dipungut biaya. penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan. Sosialisasi KTSP 29 . dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. Hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk: a. Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti ujian nasional setelah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh BSNP. b.PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 4. pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. 7. 5. Sosialisasi KTSP PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PEMERINTAH 6. Setiap peserta didik jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan pendidikan jalur nonformal kesetaraan berhak mengikuti ujian nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan. 8. c. Peserta ujian nasional memperoleh surat keterangan hasil ujian nasional yang diterbitkan oleh satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional.

Matematika. Bahasa Inggris. atau bentuk lain yang sederajat. atau bentuk lain yang sederajat. dan mata pelajaran kejuruan yang menjadi ciri khas program pendidikan. Pada SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Matematika. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. Bahasa Inggris. Sosialisasi KTSP UJIAN NASIONAL 5. 3. Matematika.UJIAN NASIONAL Mata pelajaran yang diujikan: 1. Sosialisasi KTSP 30 . dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Bahasa Inggris. Bahasa Inggris. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Pada jenjang SD/MI/SDLB. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada jenjang SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. Matematika. Matematika. 6. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada jenjang SMP/MTs/SMPLB. 2. dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. Ujian Nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Matematika. 4. Bahasa Inggris. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Matematika. 7. dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. Pada program paket C. Pada program paket A. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Pada program paket B.

kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. 3. menyelesaikan seluruh program pembelajaran. 2. Setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan. dan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas.KELULUSAN Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a. dan d. Sosialisasi KTSP PENJAMINAN MUTU 1. dan kesehatan. c. Penjaminan mutu pendidikan bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan. sistematis. olah raga. lulus Ujian Nasional. dan kelompok mata pelajaran jasmani. lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Sosialisasi KTSP 31 . b. kelompok mata pelajaran estetika. Penjaminan mutu pendidikan dilakukan secara bertahap.

Menteri menerbitkan pedoman program penjaminan mutu satuan pendidikan pada semua jenis. LPMP bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Perguruan tinggi. Sosialisasi KTSP PENJAMINAN MUTU 7. Pemerintah Provinsi mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu.PENJAMINAN MUTU 4. 6. BAN-PNF. LPMP mensupervisi dan membantu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam melakukan upaya penjaminan mutu pendidikan. Menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama mensupervisi dan membantu satuan pendidikan keagamaan melakukan penjaminan mutu. 8. Pemerintah Kabupaten/Kota mensupervisi dan membantu satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya untuk meyelenggarakan atau mengatur penyelenggaraannya dalam melakukan penjaminan mutu. Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (6). dan kepada Pemerintah dan Pemerintah Daerah. 9. 10. BAN-S/M. Sosialisasi KTSP 32 . jenjang dan jalur pendidikan. dan BAN-PT memberikan rekomendasi penjaminan mutu pendidikan kepada program dan/atau satuan pendidikan yang diakreditasi. 5.

Penyelenggaraan satuan pendidikan yang tidak mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan ini dapat memperoleh pengakuan dari Pemerintah atas dasar rekomendasi dari BSNP. Rekomendasi dari BSNP tersebut didasarkan pada penilaian khusus.PENJAMINAN MUTU 11. 12. Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 33 .

34 .

Amanat Undang-Undang No.Materi 3 RENCANA STRATEGIS DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2005 .2009 1 PENDAHULUAN • • Amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) … melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. 25 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (2004-2009) Pendidikan ditetapkan sebagai salah satu prioritas dalam agenda utama pembangunan nasional. (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Peraturan Pemerintah No. 2 • • 35 . (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. serta (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. mencerdaskan kehidupan bangsa. yang diatur dengan UndangUndang (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia … Amanat Pasal 31 UUD 1945 (1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.

Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 3 PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 7. Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 9. Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraan dan Kepemerintahan 6. Penjaminan mutu secara terprogram dengan mengacu kepada SNP 16. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengelola pendidikan 12. vokasi. Peningkatan SPI berkoordinasi dengan BPKP dan BPK 29. dan BPK 38. Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Negara 5. Perbaikan sarana dan prasarana 28. dan profesi Peningkatan jumlah dan mutu publikasi ilmiah dan HAKI 4. Penyelesaian tindak lanjut temuan-temuan pemeriksaan Itjen. 23. Pengembangan sekolah berbasis keunggulan lokal di setiap Kab/Kota 22. 7. MTs 8. Pendidikan Menengah 10. Kegiatan Pokok Pemerintah Perluasan akses PAUD Pendanaan biaya operasi wajar Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan wajar Rekrutmen pendidik dan tenaga kependidikan (program wajar) Perluasan akses pendidikan wajar pada jalur nonformal Perluasan akses SLB dan sekolah inklusif Pengembangan sekolah wajar layanan khusus bagi daerah terpencil/kepulauan yang berpenduduk jarang dan terpencar. Program Penguatan Kelembagaan Pengarus. Perluasan akses SMA/SMK dan SMA terpadu 21. Peningkatan peran serta masyarakat dalam perluasan akses SMA/SMK/SM Terpadu. Pendidikan Tinggi 5.utamaan Gender dan Anak 4. SLB. Pelaksanaan Inpres No. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) – TK. SMP.PROGRAM PENGUATAN KEBIJAKAN DEPDIKNAS DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH BAPPENAS Program Bappenas 1. 24. Kepegawaian. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan 27. 2. 3. Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan 2. Pengembangan guru sebagai profesi 18. dan BPK 39. Peningkatan pencitraan publik 34. Implementasi dan penyempurnaan SNP oleh BSNP 15. dan data lainnya) 8. BPKP. Pendidikan Keterampilan Hidup 20. Intensifikasi dan ekstensifikasi pemeriksaan oleh Itjen. 2. RA. Perluasan pendidikan kecakapan hidup 17.5 Tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan KKN 36. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara 4 36 . Peningkatan kapasitas dan kompetensi aparat dalam perencanaan dan pengangaran 30. Program Pengelolaan Sumberdaya Manusia Aparatur 7. Peningkatan kapasitas dan kompetensi managerial aparat 31. TPA Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun – SD. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pemeriksaan aparat Itjen 35. Penataan regulasi pengelolaan pendidikan 32. dan PT 14. 3. 4. KB. Pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan 6. Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 3. Pengembangan aplikasi SIM secara terintegrasi (Keuangan. Perluasan dan peningkatan mutu akreditasi 19. MI. Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Kegiatan Pokok Pemerintah 13. Intensifikasi tindakan-tindakan preventif oleh Itjen 37. Perluasan akses PT Mendorong jumlah jurusan di PT yang masuk dalam 100 besar Asia Akselerasi jumlah program studi kejuruan. 6. Manajemen Pelayanan Pendidikan Program-program lainnya 1. 25. Pendidikan Non Formal 5. Aset. Pemanfaatan ICT sebagai media pembelajaran jarak jauh 26. Pembangunan sekolah bertaraf internasional di setiap propinsi dan/atau kabupaten/kota 11. 1. Peningkatan ketaatan aparat pada peraturan perundang-undangan 33. BPKP.

Tata Nilai Departemen Pendidikan Nasional 5 AMANAT UNDANG-UNDANG NO 20/2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 B. Visi Pendidikan Nasional C. Misi Pendidikan Nasional D. membimbing. dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. tercantum bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak mengarahkan. 6 37 . membantu.DASAR KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL A.

nilai kultural. 7 2. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. 2. 4. kelompok etnis. membangun kemauan. takwa. tidak diskriminatif. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan.PASAL 4 UU 20/2003 Tentang SISDIKNAS: PRINSIP-PRINSIP DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN 1. 3. 4. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. dan kemajemukan bangsa. Meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan kelainan fisik. Meningkatkan pemerataan kesempatan belajar pada semua jalur. TUJUAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 1. 8 38 . Meningkatkan sensitifitas dan kemampuan ekspresi estetis. 3. Meningkatkan iman. nilai keagamaan. dan akhlak mulia. emosi. Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. 6. menulis. agama. 5. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. jenis. status sosial-ekonomi. Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. mental serta intelektual. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. dan demokratis tanpa membedakan tempat tinggal. dan jenjang pendidikan bagi semua warga negara secara adil. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. Meningkatkan kualitas jasmani. 5. jenis kelamin.

dan relevan sebagai landasan yang kokoh bagi pengembangan kualitas manusia Indonesia. Meningkatkan kualitas pendidikan dengan tersedianya standar pendidikan nasional dan Standar Pelayanan Minimal (SPM). terampil. Memperluas akses pendidikan non-formal bagi penduduk laki-laki maupun perempuan yang belum sekolah. 8.6. Menuntaskan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun secara efisien. serta meningkatkan kualifikasi minimun dan sertifikasi bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan lainnya. 7. pengembangan dan penciptaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh perguruan tinggi serta penyebarluasan dan penerapannya pada masyarakat. 11. 10 39 . 9 9. serta memiliki kecakapan hidup yang dapat membantu dirinya dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan. bermutu. dan keterampilan. buta aksara. 10. ahli dan profesional. tidak pernah sekolah. bermutu. kemampuan. mampu belajar sepanjang hayat. Meningkatkan daya saing bangsa dengan menghasilkan lulusan yang mandiri. Meningkatkan relevansi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan melalui peningkatan hasil penelitian. putus sekolah dalam dan antar jenjang serta penduduk lainnya yang ingin meningkatkan pengetahuan. Menurunkan secara signifikan jumlah penduduk buta aksara.

serta efektivitas pelaksanaan otonomi dan desentralisasi pendidikan termasuk otonomi keilmuan. Depdiknas berhasrat untuk pada tahun 2025 menghasilkan: INSAN INDONESIA CERDAS DAN KOMPETITIF (Insan Kamil / Insan Paripurna) 12 40 . 11 VISI Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. 13. 14. dan demokratis dalam suatu tata kelola yang baik dan akuntabel. produktif. Sejalan dengan Visi Pendidikan Nasional tersebut. peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan. Menata sistem pengaturan dan pengelolaan pendidikan yang semakin efisien. dan nepotisme untuk mewujudkan Pemerintah yang bersih dan berwibawa. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas manajemen pelayanan pendidikan melalui peningkatan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah. kolusi.12. Mempercepat pemberantasan korupsi.

2. Selaras dengan Misi Pendidikan Nasional tersebut. 14 41 . –demokratis. –menjunjung tinggi hak asasi manusia. terampil. kreatif dan imajinatif. 3. •Berkepribadian unggul dan gandrung akan keunggulan •Bersemangat juang tinggi •Mandiri •Pantang menyerah •Pembangun dan pembina jejaring •Bersahabat dengan perubahan •Inovatif dan menjadi agen perubahan •Produktif •Sadar mutu •Berorientasi global •Pembelajar sepanjang hayat Makna Insan Indonesia Kompetitif Cerdas emosional & sosial Kompetitif Cerdas intelektual Cerdas kinestetis 13 MISI 1. –ceria dan percaya diri. berdaya-tahan. serta kompetensi untuk mengekspresikannya. –empatik dan simpatik. dan trengginas. Depdiknas untuk tahun 2005 – 2009 menetapkan Misi sebagai berikut: MEWUJUDKAN PENDIDIKAN YANG MAMPU MEMBANGUN INSAN INDONESIA CERDAS KOMPREHENSIF DAN KOMPETITIF.Insan Cerdas Komprehensif dan Kompetitif Makna Insan Indonesia Cerdas Komprehensif Cerdas spiritual •Beraktualisasi diri melalui olah hati/kalbu untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan. memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI. serta –berwawasan kebangsaan dengan kesadaran akan hak dan kewajiban warga negara. bugar. sikap. membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. •Aktualisasi insan adiraga. 4. dan nilai berdasarkan standar nasional dan global. meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral. •Aktualisasi insan intelektual yang kritis. sigap. mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. ketakwaan dan akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur dan kepribadian unggul. •Beraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. •Beraktualisasi diri melalui interaksi sosial yang: –membina dan memupuk hubungan timbal balik. pengalaman. dan 5. •Beraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatkan sensitivitas dan apresiasivitas akan kehalusan dan keindahan seni dan budaya. •Beraktualisasi diri melalui olah raga untuk mewujudkan insan yang sehat. –menghargai kebhinekaan dalam bermasyarakat dan bernegara. keterampilan.

Disiplin 7. Bertanggung Jawab dan Mandiri 5. Profesional 3. Visioner dan Berwawasan 2. Memberdayakan (Em powering) 6. akuntabilitas. Berkeadilan. Antisipatif dan Inovatif 6. Peduli dan Menghargai orang lain 8.TATA NILAI PENGELOLAAN PENDIDIKAN INPUT VALUES Nilai-nilai yang diharapkan ditemukan dalam diri setiap pegawai Depdiknas PROCESS VALUES Nilai-nilai yang harus diperhatikan dalam bekerja di Depdiknas. Menjadi Teladan 3. dalam rangka mencapai dan mempertahankan kondisi keunggulan OUTPUT VALUES Nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh mereka yang berkepentingan terhadap Depdiknas PENYELENGGARA DAN PENGELOLA PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN & MANAJEMEN YANG PRIMA BERORIENTASI KEPADA KEPENTINGAN PEMAKAI LAYANAN PENDIDIKAN 1. dan citra publik pendidikan. Penguatan tata kelola. dan daya saing keluaran pendidikan. Kreatif 6. Demokratis. danInklusif 15 TIGA PILAR KEBIJAKAN PENDIDIKAN 1. Membudayakan (Cultureforming) 7. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. Mengilhami (Inspiring) 5. relevansi. 3. Amanah 2. Koordinatif dan Bersinergi dalam Kerangka KerjaTim 9. Produktif (Efektif dan Efisien) 2. 2. 16 42 . Gandrung Mutu Tinggi (Service Excellence) 3. Taat Azas 8. Responsif dan Aspiratif 5. Dapat Dipercaya (Andal) 4. Memotivasi (Motivating) 4. Peningkatan mutu. Belajar Sepanjang Hayat 1. Antusias dan Bermotivasi Tinggi 4. Akuntabel 1.

48 % APM 93.5 69.2 35.8 72.55% Dalam rangka penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun.9 60.AKSES PENDIDIKAN Rata-rata tingkat pendidikan masyarakat masih rendah (2004) Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Kelompok usia > 15 th Rata-rata lama sekolah 7.5 29.5 Antar Provinsi APM Dalam Provinsi 39.2 70.2 th Yang berpendidikan SLTP 36.1 18 43 .38 % APK 14.5 % APS 53.8 64.04 % APM 65.5 70.8 % APS 83.26 % 17 Kontribusi Sumber Kesenjangan Akses Pendidikan Antar dan Intra Provinsi Sumber Kesenjangan SD/ MI SMP/ MTs SM/ MA Antar Provinsi APK Dalam Provinsi 30.24 % APK 54.8 29.2 27.2% Yang buta aksara 9. masalah perluasan akses lebih menonjol terjadi pada jenjang SMP/MTs Tingkat partisipasi pendidikan makin rendah pada jenjang pendidikan yang makin tinggi (2004) Kelompok usia 7-12 tahun Kelompok usia 13-15 tahun Kelompok usia SLTA Pendidikan Tinggi APS 96.

50 96.50 P ersen tase 98. Prasarana dan sarana belajar yang terbatas dan belum didayagunakan secara optimal.Tingkat Keaksaraan Penduduk Usia 15-24 Tahun 1995-2004 Perempuan 99. Pendanaan pendidikan yang belum memadai untuk menunjang mutu pembelajaran. 2.00 96. 20 44 .50 97. Ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan serta kesejahteraannya yang belum memadai baik secara kuantitas maupun kualitas. serta 4.00 98.00 97. Proses pembelajaran yang belum efisien dan efektif. 3.00 1995 1998 2002 Tahun 19 Laki-laki Perempuan+Laki2 2003 2004 MUTU PENDIDIKAN (2004) 1.

16 56.14 21.30 42.KUALIFIKASI PENDIDIK TAHUN 2002/2003 Jenjang No Pendidikan 1 2 3 4 5 6 7 8 TK SLB SD SMP SM SMA SMK PT Jumlah Guru 137.88 46.79 D3 (%) 5.39 72.304 1.54 D2 (%) 5.05 0.55 40.10 3.57 47. 2004 22 45 .33 11.45 0.234.255 230.33 43.89 1.92 30.927 466.35 8.58 49.33 1.10 26.33 0.31 0.86 1.06 1.18 Sarjana (%) 3.069 8.62 2.23 2.748 452.33 0.286 Ijazah Tertinggi < D1 (%) 90.75 64.559 236.17 25.114 147.54 S2/S3 (%) 0.37 23.03 69.46 21 RASIO PENDIDIKAN TAHUN 2002/2003 Sumber: PDIP – Balitbang.

1 32.416 4.283 72.678 % 92.9 100.7 29.59 5. Layak b.967 20.7 49.424 48.507 Sumber: Pusat Data dan Informasi Pendidikan.4 3.260 98.440 155.961 % 100.645 27.748 299.4 33.1 33.12 82.3 53.143.0 56.0 67.29 92. SD 1 a.3 Jumlah 1.4 38.0 15.864 % 34.3 20.710 609.914 55.531 202.0 14.0 19.599 1.559 83. Layak b.395 558.9 100.857 41.217 96.675 311.3 4.051 40. Tidak Layak SMA 3 a.12 2.480 78.63 5.3 45.3 100.4 23.34 92.258 187.311 67.234.927 625.542 155.GURU DAN KEPALA SEKOLAH MENURUT KELAYAKAN MENGAJAR TAHUN 2002/2003 No.6 29.379 35.070 584.03 3.283 % 7.1 35.631 43.2 66.00 865.803 87.3 23 KONDISI RUANG BELAJAR TAHUN 2003 No Bangunan/ Gedung Kondisi Bangunan Ruang Belajar Layak pakai Jumlah % 42.684 147.408 89.7 12.598 4.105 167.0 50.385 58.1 17.114 154.62 12.643 230. Balitbang Depdiknas (2003) 24 46 .26 5. Tidak Layak Sumber: PDIP – Balitbang.290 1 2 3 4 SD SMP SMA SMK 364.581 23.6 47. Tidak Layak SMK 4 a.919 % 23.217 466. Layak b.0 37.832 107.720 108.00 Rusak Berat 201.0 Swasta 91.598 63.00 Rusak Ringan 299.7 43. Tidak Layak SMP 2 a.7 43.588 2.412 97.6 46. Layak b.430 75.0 64.237 9.5 67. 2004 Kelayakan Negeri 1.811 122.315 50.

ANGKA MENGULANG KELAS SD MENURUT TINGKAT.96 1.93 0.26 ta 1 2 3 4 5 6 3.07 2.68 4. TAHUN 2004 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s Kl s R er a 25 7.82 ANGKA PUTUS SEKOLAH MENURUT JENJANG PENDIDIKAN DAN JENIS KELAMIN TAHUN 2004 6 5 4 3 2 1 0 SD SMP Laki2 SMA/SMK Rerata 26 PT Perempuan 47 .92 4.

0 0 3 .0 0 1 .Nilai Ujian Nasional SMA Program IPA Tahun 2003/04 dan 2004/05 8 .0 0 B In d B In g g 2 0 0 3 /0 4 Mat 2 0 0 4 /0 5 27 R a ta 2 TATA KELOLA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL (2004) 1.0 0 5 . Desentralisasi bidang pendidikan.0 0 6 . Pentingnya pengawasan terhadap berbagai program dan kegiatan yang terkait dengan upaya pemerataan dan perluasan akses serta peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan.0 0 7 . 3. Belum didukung oleh data dan informasi yang akurat pada berbagai tingkatan pemerintahan.0 0 4 .0 0 2 .0 0 0 . 28 48 . 2.

SMK/SM Terpadu. 29 KEBIJAKAN DALAM PEMERATAAN DAN PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1.1 Pendanaan Biaya Operasional Wajar Dikdas 9 Tahun 1.KEBIJAKAN POKOK PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL A.4 Perluasan akses pendidikan Wajar pada jalur nonformal 1.13 Peningkatan peran serta Masyarakat dalam Perluasan Akses SMA. Pemerataan dan Perluasan Akses B.6 Perluasan Akses Sekolah Luar Biasa dan Sekolah Inklusif 1.2 Penyediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Wajar 1.5 Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia >15 tahun 1. Relevansi.3 Rekruitmen Pendidik dan Tenaga Kependidikan 30 49 . Penguatan Tata Kelola. SLB. Akuntabilitas.10 Perluasan Akses SMA/SMK dan SM Terpadu 1. Peningkatan Mutu Pendidikan. dan Daya Saing C. dan PT 1.9 Pendidikan Kecakapan Hidup 1.12 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai Sarana Pembelajaran Jarak Jauh 1. dan Citra Publik.8 Perluasan akses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) PEMERATAAN & PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN 1.11 Perluasan Akses Perguruan Tinggi 1.7 Pengembangan Pendidikan Layanan Khusus bagi Anak Usia Wajar Dikdas di Daerah Bermasalah 1.

BPKP. dan BPK 3. BAN -PNf dan BAN-PT 2. dan Data Lainnya) 3. RELEVANSI. DAN DAYA SAING 2. Kepegawaian.4 3.4b Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Nonformal 2. BPKP.2 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Inspektorat Jenderal 3.12 Peningkatan Jumlah dan Mutu Publikasi Ilmiah dan HAKI 2.2a Pengawasan dan Penjaminan Mutu secara Terprogram dengan Mengacu pada SNP 2.11 Akselerasi Jumlah Program studi Kejuruan. DAN PENCITRAAN PUBLIK 3.7 Peningkatan Citra Publik 3.1 Implementasi dan Penyempurnaan SNP dan Penguatan Peran Badan Standar Nasional Pendidikan 2.13 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan 2. Aset.9 Pembangunan Sekolah Bertaraf Internasional di Setiap Provinsi/ Kabupaten/Kota 2.3 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparat Perencanaan dan Penganggaran 3.12 Penyelesaian Tindak Lanjut Temuan -temuan Pemeriksaan Itjen.11 Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pemeriksaan oleh Itjen.5 Penataan Ketaatan pada Peraturan Perundang . vokasi. dan Profesi 2.7a PENINGKATAN MUTU.b Survai Benchmarking Mutu Pendidikan Terhadap Standar Internasional 2.7b Peningkatan Kreativitas. RELEVANSI & DAYA SAING Perluasan Pendidikan Kecakapan Hidup 2.6 Penataan Regulasi Pengelolaan Pendidikan dan Penegakkan Hukum di Bidang Pendidikan 3.10 Mendorong Jumlah Jurusan di PT yang Masuk dalam 100 Besar Asia atau 500 BesarDunia 2.13 Pengembangan Aplikasi SIM secara Terintegrasi (Keuangan.8 Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Pengelola Pendidikan - PENGUATAN TATA KELOLA.KEBIJAKAN DALAM PENINGKATAN MUTU.1 Peningkatan Sistem Pengendalian Internal Berkoordinasi dengan BPKP dan BPK Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Manajerial Aparat 3.5 Pengembangan Kompetensi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan 2.9 Pelaksanan Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan KKN 3.undangan 3.4a Pengembangan Guru sebagai Profesi 2. Entrepreneurship. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK 32 50 . AKUNTABILITAS.3 Perluasan dan Peningkatan Mutu Akreditasi oleh BAN -SM. dan BPK 3.2.6 Perbaikan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana 2.10 Intensifikasi Tindakan tindakan Preventif oleh Inspektorat Jenderal 3.8 Pengembangan Sekolah Berbasis Keunggulan Lokal di Setiap Kabupaten/Kota 31 KEBIJAKAN DALAM PENGUATAN TATA KELOLA. dan Kepemimpinan Mahasiswa 2.

Periode 2020 – 2025 Daya Saing Internasional 33 RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA MENENGAH 2005 – 2009 Program pembangunan Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009 diarahkan pada upaya mewujudkan kondisi yang diharapkan pada tahun 2009 yang difokuskan pada: (1) Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. akuntabilitas.Periode 2015 – 2020 Daya Saing Regional D.Periode 2010 – 2015 Penguatan Pelayanan C.RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL JANGKA PANJANG A. (3) Penguatan tata kelola. 34 51 . relevansi. (2) Peningkatan mutu.Periode 2005 – 2010 Peningkatan Kapasitas dan Modernisasi B. dan daya saing. dan citra publik.

6 8.816.374.Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun 3.6 6.306.SMA/SMK/MA & yang . 34.940.112.000 orang(2005) •8.6 12. 5.100.Program Manajemen Pelayanan Pendidikan 8.6% rusak ringan •Alokasi biaya pendidikan dari APBN < 9% •Rendahnya kemampuan wirausaha.3 23.725. APK Perguruan Tinggi= 18% •Memberi kesempatan yang sama pada seluruh peserta didik dari berbagai golongan menurut kategori tingkat ekonomi.Total Jumlah .8 12.Terjadi kesenjangan akses pendidikan menurut kategori perkotaan & pedesaan.Program Pendidikan Tinggi 5.7 12.APK SMP/MTs = 81. gender.476.1 25. Peringkat Internasional Indonesia (12 dari12) terkait dengan tingkat relevansi sistem pendidikan Indonesia dengan kebutuhan pembangunan.088.6 2005/06 2006/07 Ajaran 2007/08 2008/09 2009/10 16.Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2.Program Penguatan Kelembagaan Pengarus-utamaan Gender dan Anak 2.1 12.766.Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan Program-program Lainnya 1.601.0 11. tingkat kemampuan intelektual dan kondisifisik •Memperluas daya tampung satuan pendidikan sesuai dengan prioritas nasional •PenggunaanTIK untukmenjangkau daerahterpencil/sulitdijangkau •Peningkatan mutu pendidikan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) •Peningkatan taraf hidup masyarakat dan daya saing tenaga kerja Indonesia •Metoda pembelajaran formal dan nonformal yang efisien.121.9 12.0 11.196.370.7 25.638.PT/PTA/PTK Akses Pendidikan Mutu Pendidikan Tata Kelola Depdiknas 1.934.1 155.6 152.363. 82.5 161.Anak tidak bersekolah 3.3 11.324.1 10.9 3.9 11.835.Indeks Pembangunan Manusia 110 (2005) 2.073.955.3 16.144.796.240. serta mampu dan tidak mampu secara ekonomis.859.Program Penelitian dan Pengembangan Pendidikan 9.769.22%.8 28.Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 7.0 13.2 13.1 12.533.678.556.5% untuk usia13-15 3.6 229.366.7 12.6 25.4 16.6 13.961.415.2% untuk usia 7-12 dan 16.2 11.3 6.075.9 164.0 226.322.631.8 221.0 12.2% lulusan Perguruan Tinggi menjadi karyawan •Kebutuhan guru 218.Program Penelitian dan Pengembangan Iptek 10.308.350.7 28.528.2 16.Usia .440.033.Usia .311.1 219.858.3 4.3% ruang belajar SD rusak berat.4 16.845.9 4. Beberapa penyebab: •Kesiapan fisik siswa yang cenderung minim (akibat kekurangan gizi) •40% tenaga pengajar memiliki keahlian yang tidak sesuai dengan bidang pengajarannya Ketidak layakan tenaga pengajar (kualitas dan kuantitas) ditingkat dasar hingga menengah •23.3 7.238.3 25.707.605.Usia .Angka kesenjangan cenderung naik di tingkat pendidikan menengah dan perguruan tinggi 6. spritual •70% dosen dengan berpendidikan S2/S3 •50% sarana sekolah memenuhi SNP •AnggaranpendidikandariAPBN = 20% •5 prodi PT masuk dalam100 besar PT di Asia atau 500 besar dunia •Manajemen perubahan secara internal yang menjamin terjadinya perubahan secara berkelanjutan •Sistem pembiayaan berbasis kinerja (ditingkat satuan pendidikan dan pemerintah daerah) •Manajemen berbasis sekolah (MBS) mulai SD sampai dengan SM •Disiplin kerja tinggi melalui internalisasi etos kerja •Satuan dan program pendidikan yang ada pada setiap tingkatan pemerintahan mencapai status kapasitas tertinggi dan memenuhi standar SNP •Penerapan TIK secara optimal pada manajemen 35 pendidikan yang transparan dan akuntabel •Laporan Keuangan dengan opini WTS dari BPK Jumlah .SD / MI & yang . wilayah.Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraandan Kepemerintahan 4.827.Usia .076.3 12.1 7.62% (2004) 4.7 12.0 27.Program Peningkaan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara SASARAN JUMLAH PESERTA DIDIK ( ribu orang ) Tahun KOMPONEN 2004/05 Penduduk 0 – 3 Tahun 4 – 6 Tahun 7 – 12 Tahun 13 – 15 Tahun 16 – 18 Tahun 19 – 24 Tahun 15 Tahun Jumlah Peserta Ke atas Penduduk Didik sederajat & yang sederajat sederajat 29.413.603.604.21%.956.202.335.6 11.4 24.6 12.141.828.2 16.318.Program Pendidikan Nasional Das Sein 1.Penduduk ≥ 15 tahun yang buta aksara 15.Program Pendidikan Nonformal 6.0 25.813.9 24.Usia .218.SMP / MTs .6 25.Usia .256.Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas AparaturNegara 3.671.845.1 3.4 27.561.2 12.4 juta atau 10.065.3 149.654.Program Pendidikan Menengah 4.697.5 158.4 23.508. APK PerguruanTinggi 14.7 9.717.0 216.961.8 4.279.5 36 52 .Usia .3 3.4 25.2 11.817 temuan/kasus penyimpangan sumber dana pembangunan (1997-2004) •Desentralisasi pendidikan •Kendali pemerintah yang belum berjalan optimal karena kurang ditunjang oleh sistem informasi manajemen yang terbangun dengan baik •SNP mulai dikembangkan •Laporan Keuangan dengan opini disclaimer dari BPK RENSTRA DEPDIKNAS Tahun 2005-2009 Das Sollen •Menurunkan angka buta aksara penduduk usia > 15 hingga 5% •APK SMP/MTs= 98%.8 10.0 28.800.3 224. sosial. menyenangkan dan mencerdaskan •Seimbang antara pengembangan kecerdasan rasional (berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi) dan kecerdasan emosional.0 24.910.Program Pengelolaan Sumber Daya ManusiaAparatur 5.

59 48.40 23.90 7.00% 20% 15.00% 60.70% 15% 8. • Perolehan medali emas pd Olimpiade Int.57% 8. termasuk UT Prosentase Buta Aksara > 15 th Disparitas APK PAUD antara kab dan kota Disparitas APK SD/MI/SDLB antara kab dan kota Disparitas APK SMP/MTs/SMPLB antara kab dan kota Disparitas APK SMA/MA/SMK/SMALB antara kab dan kota Disparitas gender APK di jenjang pendidikan Menengah Disparitas gender APK di jenjang pendidikan tinggi Disparitas gender persentase buta aksara KONDISI DAN TARGET 2004 2005 2006 45.12% 94.13 6.20% 64.00 27.50 7.86 2007 2008 2009 39.68 32% 55% 3 2007 6.55% 16.47% 53.00 29.00 31.00 7.00 40% 70% 40% 10 3 13 5 5. 500 besar Dunia.333 40% 40:60 2.44% 15.25% 52.5% 10.14 33.00% 10.22% 12.00 5.33 5.22% 48.16 9.98 9.90% 20% 12.49 25.62 6.0% 4 Peningkatan Relevansi Pendidikan 38 53 .40 5.94 2.89 9.52 30% 50% 1 2006 6.54 2.00% 7.30 19.19% 94.00 7.04 2.48% 88.76 4.13 6.62% 15.5% 32:68 1.75% 95.14 33.00 25.00 7.66% 94.80% 17.00% 98.65 37 INDIKATOR KUNCI DAN TARGET IMPLEMENTASI PILAR KEBIJAKAN -.15 16.22% 85. SASARAN Perluasan Akses Pendidikan • • • • • • 2 Pemerataan Akses Pendidikan • • • • • • • INDIKATOR KUNCI APK Pra Sekolah APM SD/Paket A/MI/SDLB APK SMP/Paket B/MTs/SMPLB APK SMA/SMK/Paket C/MA/SMALB APK PT/PTA.07% 50.00 5.09% 42.20% 14.34% 94.07 9.80 8.00% 91.00 5.50% 56. RELEVANSI.30% 81.84 34% 60% 5% 4 2008 5.6% 19 30 85 700 20% 36:64 1.28 6.47% 10% 5.00% 11.72 6.50% 10% 6.000 30% 38:62 1.00 37.19% 18. DAN DAYA SAING -NO.00 13.04 2.90% 94.Akses Pendidikan -NO 1.49 25. SASARAN Peningkatan Mutu dan Daya Saing Pendidikan INDIKATOR KUNCI • Rata-rata nilai UN SD/MI • Rata-rata nilai UN SMP/MTs • Rata-rata nilai UN SMA/SMK/MA • Guru yg memenuhi kualifikasi S1/DIV • Dosen yg memenuhi kualifikasi S2/S3 • Pendidik yang memiliki sertifikat pendidik • Jumlah Prodi masuk 100 besar Asia.Indikator Kunci dan Target Pilar Kebijakan -.8% 20 50 155 1.00 5.26 5.MUTU.31 30% 50% 2005 6.48 3.38% 17.05 5.33% 14.20% 16.54 2.20% 15.0% 30:70 1.5% 65% 20% 5 2009 5.0% 15 10 100 7. • Jumlah sertifikat Kompetensi yg diterbitkan KONDISI DAN TARGET 2004 5. • Jumlah Paten yg diperoleh • Sekolah/Madrasah bertaraf Internasional • Sekolah/Madrasah berbasis keunggulan lokal • Kenaikan Publikasi Internasional • Rasio Jumlah Murid SMK : SMA • APK PT vokasi (D2/D3/D4/Politeknik) • Rasio Jumlah mahasiswa Profesi terhadap jumlah lulusan S1/D4 • Persentase peserta pendidikan life skill terhadap lulusan SMP/MTs atau SMA/SMK/MA yang tidak melanjutkan.5% 17 20 50 400 10% 34:66 1.94 2.54 6.71 8.32 9.20% 68.13 6.7% 20 40 120 1. atau akreditasi bertaraf OECD/Int.21% 16.81% 95.

5% <0.5% 1~0.5% <0. Akuntabilitas.5% 1~0.TATA KELOLA. dan Citra Publik Pendidikan • Opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Disclaimer • Persentase temuan BPK ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Persentase temuan Itjen ttg penyimpangan di Pemerintah terhadap obyek yang diperiksa Aplikasi SIM Sertifikat mutu layanan yg diraih Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama Sertifikat mutu layanan yg diraih LPMP/PPPG/BPPLSP 1~0.5% • 1~0.INDIKATOR KUNCI DAN TARGET PILAR KEBIJAKAN -.5% <0.5% 1~0.5% <0.5% <0.5% <0. AKUNTABILITAS DAN CITRA PUBLIK -KONDISI DAN TARGET No SASARAN INDIKATOR KUNCI 2004 2005 Disclaimer 2006 Wajar Dgn Catatan 2007 Wajar Tanpa Sarat 2008 Wajar Tanpa Sarat 2009 Wajar Tanpa Sarat 5 Penguatan Tata Kelola.5% 1~0.5% • • - - 2 Aplikasi - 14 Aplikasi - - 80% unit utama memperoleh ISO 9001:2000 - • - 9 ISO 9001: 2000 25 ISO 9001: 2000 43 ISO 9001: 2000 47 ISO 9001: 2000 39 Selesai 40 54 .

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

II. Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
4. Peraturan Mendiknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) 5. Peraturan Mendiknas No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 6. Peraturan Mendiknas No. 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

55

56

Materi 4

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang

STANDAR ISI (SI)
Sosialisasi KTSP

Materi Minimal dan Tingkat Kompetensi Minimal, untuk Mencapai Kompetensi Lulusan Minimal

Sosialisasi KTSP

57

Memuat :
1. 2. 3. 4. 5. Kerangka Dasar Kurikulum Struktur Kurikulum Beban Belajar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kalender Pendidikan

Sosialisasi KTSP

Kerangka Dasar
5 Kelompok mapel :
Agama dan Ahlak Mulia

membentuk siswa menjadi manusia beriman dan takwa dan berahlak mulia Mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama

Sosialisasi KTSP

58

Kewarganegaraan dan Kepribadian Iptek

penigkatan kesadaran dan wawasan siswa akan status, hak dan kewajibannya dalam kehidupannya untuk memperoleh kompetensi lanjut iptek serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif, disiplin, kerja sama dan hidup sehat

Estetika

Jasmani Olahraga Kesehatan
Sosialisasi KTSP

Prinsip Pengembangan Kurikulum
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Beragam dan terpadu Tanggap terhadap perkembangan iptek dan seni Relevan dengan kebutuhan kehidupan Menyeluruh dan berkesinambungan Belajar sepanjang hayat Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Sosialisasi KTSP

59

Prinsip Pelaksanaan Kurikulum
1. Siswa harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan. 2. Menegakkan 5 pilar belajar. 3. Peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan dan percepatan. 4. Suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka dan hangat.

Sosialisasi KTSP

5. Menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar 6. Mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah 7. Diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan

Sosialisasi KTSP

60

Matematika 6. Sosialisasi KTSP Struktur Kurikulum SMP Komponen VII A. Bahasa Inggris 5. Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi B. Kedalaman muatan kurikulum dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai siswa dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum Merupakan pola dan susunan matapelajaran yang harus ditempuh oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran Kompetensi terdiri dari Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi dasar (KD) yang dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Muatan Lokal dan Pengembangan Diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum sekolah 2. 4. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 Kelas dan Alokasi Waktu VIII IX Sosialisasi KTSP 61 . Ilmu Pengetahuan Sosial 8. Ilmu Pengetahuan Alam 7. Bahasa Indonesia 4.Struktur Kurikulum 1. Pendidikan Jasmani. Pendidikan Agama 2. 3. Seni Budaya 9. Olahraga dan Kesehatan 10. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Mata Pelajaran 1. Muatan Lokal C.

dan III IV. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2 2 2**) 29 – 32 34 Sosialisasi KTSP 62 . II. B. Mata Pelajaran 1. Tunagrahita Sedang (SDLB/C1). 10. dan VI 4. Pengembangan Diri Jumlah: Keterangan: *) Disesuaikan dengan kelainan dan kebutuhan peserta didik. 5. Bahasa Indonesia 29 – 32 (Pendekatan Tematik) 30 (Pendekatan Tematik) I. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya Pendidikan Jasmani.Struktur Kurikulum MTs Komponen A. dan Tunaganda (SDLB/G) Kelas dan Alokasi Waktu***) Komponen a. Olahraga. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi . C. 6. Program Khusus *) d. 9. 11. Pendidikan Agama 2. 4. dan Kesehatan b... Pendidikan Kewarganegaraan 3. 3. 2.. Muatan Lokal Pengembangan Diri Jumlah Sosialisasi KTSP Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 2 2*) 32 2 2*) 32 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Dasar Luar Biasa (Tunagrahita Ringan (SDLB/C).. V. 7. Pendidikan Jasmani. Seni Budaya dan Keterampilan 8. 8. Tunadaksa Sedang SDLB/D1). Matematika 5. Ilmu Pengetahuan Sosial 7. Muatan Lokal c. Ilmu Pengetahuan Alam 6. 1.

Muatan Lokal c. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) Jumlah 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX b. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani. 6. 10. Program Khusus Orientasi & Mobilitas d. 3. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP 63 . 7. 9. 8. 5. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSB Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunarungu (SMPLB/B) Komponen a. 5. 9. 2. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) Jumlah 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX b. Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. 2. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. 8. Mata Pelajaran 1. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. 3. Mata Pelajaran 1. 4. Muatan Lokal c. 4. Program Khusus Orientasi & Mobilitas d. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah.STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunanetra (SMPLB/A) Komponen a. 6. 7. 10. Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan.

diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. Program Khusus Orientasi & Mobilitas d. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) Jumlah 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX b. 6. Olahraga dan Kesehatan Keterampilan vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) Jumlah 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX b. 3. 9. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. 8. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. Muatan Lokal c. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani. 5. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani. 7. 10. 6. Muatan Lokal c. Mata Pelajaran 1. 8. 9. 10. 3. 4. 7. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunalaras (SMPLB/E) Komponen a. 2. **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP 64 . 5. Program Khusus Orientasi & Mobilitas d. 2. 4. Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. Mata Pelajaran 1.STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunadaksa (SMPLB/D) Komponen a.

Penugasan Terstruktur (PT) . 5. 9. Tunagrahita Sedang (SMPLB/C1). Program Khusus **) d. 8. Muatan Lokal c. Mata Pelajaran 1. 6. Pengembangan Diri Keterangan: *) Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paaket pilihan. Olahraga. 3. 4.Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) Sosialisasi KTSP 65 . Pendidikan Agama 2. **) Disesuaikan dengan kelainan dan kebutuhan peserta didik.Tatap Muka (TM) . diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. ***) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR Beban belajar diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sistem : .STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunagrahita Ringan (SMPLB/C). 7. Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam Seni dan Budaya Pendidikan Jasmani. dan Kesehatan Keterampilan Vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) 20 2 2 2***) Jumlah 34 20 2 2 2***) 34 20 2 2 2***) 34 10 Pendidikan Tematik 10 Pendidikan Tematik 10 Pendidikan Tematik Kelas dan Alokasi Waktu***) VIII IX b. Tunadaksa Sedang (SMPLB/D1) dan Tunaganda (SMPLB/G) Komponen VII a. 10. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan.

• TM : Kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidikan • PT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa. dirancang guru untuk mencapai kompetensi .Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh siswa Sosialisasi KTSP Sekolah menyelenggarakan program pendidikan dengan SISTEM PAKET atau SKS Sosialisasi KTSP 66 . dirancang guru untuk mencapai kompetensi .Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh guru • KMTT : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk siswa.

SISTEM PAKET Sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh mata pelajaran dan beban studi yang sudah ditetapkan untuk setiap tingkatan kelas. Sosialisasi KTSP SISTEM KREDIT SEMESTER Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri jumlah beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester. Sosialisasi KTSP 67 . sesuai dengan struktur yang berlaku pada satuan pendidikan dimaksud.

Kategori Formal Standar Formal Mandiri Paket Dapat - SKS Dapat Wajib Sosialisasi KTSP • Struktur kurikulum yang telah • Struktur kurikulum untuk tersusun diselenggarakan dengan menggunakan sistem paket digunakan dengan SKS akan disusun tersendiri Sosialisasi KTSP 68 .

dan bakat. karena substansinya dipilih sendiri oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan.48640 menit) 725 – 811 *) Untuk SDLB. IX 40 32 34 .38 pembelajaran (43520 .d. minat. (dua) jam pelajaran. 2 • Dialokasikan waktu ekuivalen Sosialisasi KTSP BEBAN BELAJAR Beban Belajar Kegiatan Tatap Muka untuk setiap Satuan Pendidikan (Sistem Paket) jumlah jam pemb. Per Minggu Minggu efektif per tahun ajaran Jumlah jam per tahun (@ 60 menit) Satuan Pendidikan Kelas satu jam pemb.Kegiatan Pengembangan Diri • Tidak termasuk beban belajar.SMPLB.tatap muka (Menit waktu pembelajaran per tahun 1088 -1216 jam SMP/MTs/SMPLB*) VII s. SMALB alokasi waktu jam pembelajaran tatap muka dikurangi 5 menit Sosialisasi KTSP 69 .

dan Standar kompetensi di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan atau Provinsi.KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) • Kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan • Sekolah dan Kepala Sekolah mengembangkan KTSP dan silabus berdasarkan : Kerangka dasar kurikulum. Sosialisasi KTSP KALENDER PENDIDIKAN Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran. dan hari libur. minggu efektif belajar. Sosialisasi KTSP 70 .

Sosialisasi KTSP 71 . Maksimum Untuk satuan pendidikan sesuai dengan 1 minggu ciri kekhususan masing-masing. 7 8 Kegiatan khusus sekolah/ madrasah Maksimum Digunakan untuk kegiatan yang 3 minggu diprogramkan secara khusus oleh sekolah/madrasah tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.Lanjutan Kalender Pendidikan NO 1 KEGIATAN Minggu efektif belajar ALOKASI WAKTU Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan KETERANGAN 2 Jeda tengah Maksimum 2 semester minggu Jeda antarsemes ter Libur akhir tahun pelajaran Maksimum 2 minggu Maksimum 3 minggu Satu minggu setiap semester 3 Antara semester I dan II 4 Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran Sosialisasi KTSP NO KEGIATAN 5 ALOKASI WAKTU KETERANGAN Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif. Hari libur 2–4 keagamaan minggu 6 Hari libur umum/ nasional Hari libur khusus Maksimum Disesuaikan dengan Peraturan 2 minggu Pemerintah.

Terima Kasih…… Sosialisasi KTSP 72 .

dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan. dan keterampilan. dan keterampilan yang dimiliki peserta didik. sikap. Standar Kompetensi adalah ukuran kom-petensi minimal yang harus dicapai peserta didik setelah mengikuti suatu proses pembelajaran pada satuan pendidikan tertentu. berpikir.Materi 5 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) Sosialisasi KTSP Pengertian Kompetensi adalah kemampuan bersikap. Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup pengetahuan. sikap. Sosialisasi KTSP 73 .

kepribadian. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. 3.Fungsi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. pengetahuan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Estetika e. Jasmani Olahraga dan Kesehatan SKL Mata Pelajaran 2. ahklak mulia. ahklak mulia. SKL Satuan Pendidikan SMP/MTs/SMPLB/Paket B SKL Kelompok Mata Pelajaran a. pengetahuan. Kewarganegaraan dan Budi Pekerti c. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. Sosialisasi KTSP 74 . Agama dan Akhlak Mulia b. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi d. Sosialisasi KTSP Ruang Lingkup SKL 1. kepribadian. ahklak mulia. pengetahuan. kepribadian.

10. 16. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun. 13.SKL SMP/MTs/SMPLB 6. berbangsa dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menerapkan hidup bersih. kreatif dan inovatif. aman dan memanfaatkan waktu luang. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Sosialisasi KTSP 75 . 8. 14. Sosialisasi KTSP SKL SMP/MTs/SMPLB 12. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya. sehat. 9. Mendeskripsi gejala alam dan sosial. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya. 7. bugar. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. 15. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis. 11. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. kritis. Menghargai karya seni dan budaya nasional. kritis dan kreatif.

estetika. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat. 20. 19. Sosialisasi KTSP SKL Kelompok Mata Pelajaran 1. membaca dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah.SKL SMP/MTs/SMPLB 17. Menghargai adanya perbedaan pendapat. 21. jasmani. kewarganegaraan. olahraga. Tujuan tersebut dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. kepribadian. Menunjukkan keterampilan menyimak. dan kesehatan. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana. ilmu pengetahuan dan teknologi. Sosialisasi KTSP 76 . Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. berbicara. 18.

dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bertujuan: mengembangkan logika. keterampilan/kejuruan. seni dan budaya. Pada satuan pendidikan SMP/MTs/SMPLB/Paket B. bahasa. ilmu pengetahuan sosial. ilmu pengetahuan alam. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. matematika. kemampuan berpikir dan analisis peserta didik. tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. akhlak mulia. kewarganegaraan. serta muatan lokal yang relevan Sosialisasi KTSP 77 . Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. dan pendidikan jasmani. Sosialisasi KTSP SKL Kelompok Mata Pelajaran 3.SKL Kelompok Mata Pelajaran 2.

Kelompok mata pelajaran Jasmani. keterampilan. olahraga. pendidikan kesehatan. seni dan budaya. Sosialisasi KTSP 78 . dan menumbuhkan rasa sportivitas.SKL Kelompok Mata Pelajaran 4. Kelompok mata pelajaran Estetika bertujuan: membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya. dan muatan lokal yang relevan. Olah Raga. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. ilmu pengetahuan alam. Sosialisasi KTSP SKL Kelompok Mata Pelajaran 5. dan Kesehatan bertujuan: membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani. dan muatan lokal yang relevan.

Selesai Sosialisasi KTSP 79 .

80 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 6 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 24 TAHUN 2006 Tentang PELAKSANAAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan dan Komite Sekolah Mengembangkan dan Menetapkan KTSP sesuai kebutuhan Mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dari Standar Isi Dapat mengadopsi atau mengadaptasi model KTSP BSNP Sosialisasi KTSP 81 .

22 dan 23 untuk semua tingkatan kelas mulai tahun ajaran 2006/2007 Satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum melaksanakan uji coba kurikulum 2004 melaksanakan Permen No. 22 dan 23 secara bertahap seperti tabel dibawah ini.Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menerapkan Permen No. Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan SD/MI/SDLB Waktu Pelaksanaan Kelas I II III IV V VI Tahun I √ √ Tahun II √ √ √ √ Tahun III √ √ √ √ √ √ Sosialisasi KTSP 82 . 22 dan 23 paling lambat tahun ajaran 2009/2010 Satuan pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat menerapkan secara menyeluruh Permen No. 22 dan 23 mulai tahun ajaran 2006/2007 Satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah mulai menerapkan Permen No.

Menteri Agama dapat mengatur jadwal pelaksanaan standar isi dan SKL satuan pendidikan MI.Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan SMP/MTs/SMPLB dan SMA/MA/SMK/MAK/SMALB Waktu Pelaksanaan Kelas VII / X VIII / XI IX / XII Tahun I √ Tahun II √ √ Tahun III √ √ √ Sosialisasi KTSP Jadwal Pelaksanaan Kurikulum Gubernur dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. MTs. MA dan MAK yang tidak sesuai dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan. Bupati/walikota dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. 22 dan 23 untuk satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di provinsi masing-masing. Sosialisasi KTSP 83 . 22 dan 23 untuk satuan pendidikan dasar disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di kabupaten/Kota.

dan dewan pendidikan Membantu pemerintah provinsi dan Kabupaten/kota dalam penjaminan mutu melalui LPMP Sosialisasi KTSP 84 . kepala sekolah. pengawas. 22 dan 23 ke guru. dan tenaga kependidikan lainnya yang relevan melalui LPMPdan/atau PPPG Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 Sosialisasi KTSP Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sosialisasi Permen No. kabupaten/kota.Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah • Menggandakan Permendiknas No. 22 dan 23 dan panduan penyusunan KTSP yang disusun BSNP ke dinas pendidikan provinsi. 22 dan 23 serta mendistribusikan secara nasional • Melakukan usaha secara nasional agar sarana dan prasarana satuan pendidikan dapat mendukung pelaksanaan Permendiknas No.

22 dan 23 . dan mengusulkan rekomendasi kebijakan kepada BSNP dan/atau menteri Mengembangkan pangkalan data yang rinci tentang pelaksanaan SI dan SKL Sosialisasi KTSP Ditjen Pendidikan Tinggi Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 di LPTK Memfasilitasi pengembangan kurikulum dan tenaga dosen LPTK Sosialisasi KTSP 85 . mengevaluasinya.Badan Penelitian dan Pengembangan Mengembangkan model-model kurikulum sebagai masukan bagi BSNP Mengembangkan dan mengujicobakan model-model kurikulum inovatif Mengembangkan dan mengujicobakan model kurikulum untuk pendidikan layanan khusus Bekerja sama dengan PT dan/atau LPMP melakukan pendampingan satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum satuan pendidikan Memonitor secara nasional penerapan Permen No.

22 dan 23 kepada pemangku kepentingan umum Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 86 .Sekretariat Jenderal Sosialisasi Permen No.

Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Penyusunan KTSP. 8. 87 . urikulum K Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 7. 9.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) III. 10. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi. Pengembangan Silabus.

88 .

Materi 7

KONSEP DASAR KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

Sosialisasi KTSP

ASPEK YANG BERBEDA
KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR PENILAIAN PENGELOLAAN KURIKULUM BERBASIS SEKOLAH

Sosialisasi KTSP

89

Kegiatan Belajar Mengajar
Berpusat pada peserta didik Mengembangkan kreativitas Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang Kontekstual Menyediakan pengalaman belajar yang beragam Belajar melalui berbuat
Sosialisasi KTSP

Penilaian Kelas
Dilakukan oleh Guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan, bersifat internal, bagian dari pembelajaran, dan sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar Berorientasi pada kompetensi, mengacu pada patokan, ketuntasan belajar, dilakukan melalui berbagai cara, al …

Sosialisasi KTSP

90

Dilakukan a.l. melalui: Portfolios (kumpulan kerja siswa), Products (Hasil karya), Projects (Penugasan), Performances (Unjuk kerja), dan Paper & Pen (tes tulis)

Sosialisasi KTSP

Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah Mengacu pada Visi dan Misi Sekolah Pengembangan perangkat kurikulum

(a.l. silabus)

Pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar Pemantauan dan …
Sosialisasi KTSP

91

Pemantauan dan Penilaian untuk meningkatkan efisiensi, kinerja dan kualitas pelayanan terhadap peserta didik Berkolaborasi secara horizontal, dengan: Sekolah lain, Komite Sekolah, Organisasi Profesi Berkolaborasi secara vertikal, dengan: • Dewan, dan • Dinas Pendidikan
Sosialisasi KTSP

PENGEMBANGAN DAN PELAKSANAAN KURIKULUM, DISESUAIKAN DENGAN: SATUAN PENDIDIKAN, POTENSI DAERAH/ KARAKTERISTIK DAERAH, SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT SETEMPAT, & PESERTA DIDIK

Sosialisasi KTSP

92

PENGEMBANGAN DIRI TERDIRI DARI: KEGIATAN BIMBINGAN KONSELING DAN EKSTRA KURIKULER

Sosialisasi KTSP

BENTUK PELAKSANAAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI:
• • • • KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN TERPROGRAM RUTIN SPONTAN KETELADANAN

Sosialisasi KTSP

93

A. KEGIATAN RUTIN
Adalah kegiatan yang dilakukan secara reguler, baik di kelas maupun di sekolah. Bertujuan untuk membiasakan anak mengerjakan sesuatu dengan baik. Upacara Senam Sholat berjamaah Pemeriksaan kesehatan Pergi ke perpustakaan Dll

Sosialisasi KTSP

B. KEGIATAN SPONTAN
Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja, dimana saja, tanpa dibatasi oleh ruang. Bertujuan untuk memberikan pendidikan pada saat itu juga, terutama dalam disiplin dan sopan santun dan kebiasaan baik yang lain.
• • • • Membiasakan memberi salam Membiasakan membuang sampah pada tempatnya Membiasakan antri Membiasakan mengatasi silang pendapat (pertengkaran) dengan benar Dll

Sosialisasi KTSP

94

Kunjungan: panti asuhan. tempat-tempat penting dll. D. Memberi contoh berpakaian rapi Memberi contoh memuji hasil kerja yang baik Memberi contoh datang tepat waktu Memberi contoh hidup sederhana Memberi contoh tidak merokok Dll. Bertujuan memberikan wawasan tambahan pada anak tentang unsur-unsur baru dalam kehidupan bermasyarakat yang penting untuk perkembangan anak. Proyek: lomba.C. Sosialisasi KTSP 95 . Bertujuan memberikan contoh tentang kebiasaan yang baik. KEGIATAN KETELADANAN Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja yang lebih mengutamakan pemberian contoh dari guru dan pengelola pendidikan yang lain kepada muridnya. KEGIATAN TERPROGRAM Adalah kegiatan yang diprogramkan dan direncanakan baik pada tingkat kelas maupun sekolah. hemat energi. • • • Sosialisasi KTSP Seminar/workshop: aids.dll. bazaar dll. HAM/hak anak. tempat/orang yang terkena musibah. pentas.

selesai Sosialisasi KTSP 96 .

20 Tahun 2003 tentang Sistem • • • • Pendidikan Nasional PP No. 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas No.Materi 8 PENYUSUNAN KTSP Sosialisasi KTSP 1 LANDASAN • UU No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No. 24/2006 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 22/2006 tentang Standar Isi Permendiknas No. 22 dan 23/2006 2 Sosialisasi KTSP 97 .

teknologi. dan minat sesuai • • • • dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Tuntutan dunia kerja Perkembangan ilmu pengetahuan. Sosialisasi KTSP 3 Acuan Operasional Penyusunan KTSP • Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia • Peningkatan potensi. dan seni Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 4 98 . kecerdasan.PENGERTIAN Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.

Sosialisasi KTSP 6 99 . Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL • • • • • • Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kesetaraan Jender Karakteristik satuan pendidikan Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 5 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh.

dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Kurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman potensi. 8 Sosialisasi KTSP 100 . kebutuhan. kecerdasan.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Peningkatan potensi. oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah. emosional. dan keragaman karakteristik lingkungan. dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. Sosialisasi KTSP 7 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Daerah memiliki keragaman potensi. spritual. minat. tantangan. kecerdasan intelektual.

Sosialisasi KTSP 9 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Tuntutan dunia kerja Kurikulum harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dan nasional. khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Sosialisasi KTSP 10 101 .

dan seni Kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan. Sosialisasi KTSP 11 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Agama Kurikulum harus dikembangkan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama. dan memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah Sosialisasi KTSP 12 102 . dan seni.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Perkembangan ilmu pengetahuan. teknologi. teknologi.

Sosialisasi KTSP 13 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kurikulum harus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sosialisasi KTSP 14 103 .PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Dinamika perkembangan global Kurikulum harus dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain.

Sosialisasi KTSP 15 PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Kesetaraan Jender Kurikulum harus diarahkan kepada pendidikan yang berkeadilan dan mendorong tumbuh kembangnya kesetaraan jender. Sosialisasi KTSP 16 104 .PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya.

Sosialisasi KTSP 17 Komponen KTSP • Tujuan Pendidikan Sekolah • Struktur dan Muatan Kurikulum (mata pelajaran. tujuan. Kenaikan Kelas dan kelulusan.PANDUAN KTSP PANDUAN SILABUS PANDUAN RPP PERBANDINGAN MAPEL ACUAN OPERASIONAL KTSP Karakteristik Satuan Pendidikan Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi. dan ciri khas satuan pendidikan. Pendidikan Kecakapan Hidup. • Kalender Pendidikan • Silabus dan RPP Sosialisasi KTSP 18 105 . kondisi. Penjurusan. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global). Pengembangan Diri. misi. Muatan lokal. Beban Belajar. Ketuntasan Belajar.

TUJUAN PENDIDIKAN BAB III. PENDAHULUAN BAB II .ISI / MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Sosialisasi KTSP 19 KTSP DOKUMEN 1 BAB I . KALENDER PENDIDIKAN Sosialisasi KTSP 20 106 . STRUKTUR dan MUATAN KURIKULUM BAB IV.

Mapel Tambahan) Sosialisasi KTSP 21 KTSP (Dokumen 1) Sosialisasi KTSP 22 107 .KTSP DOKUMEN II A. Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan Sekolah (Mulok. B. Silabus dan RPP Dari SK/KD yang dikembangkan pusat.

Visi Sekolah 3. TUJUAN 1. Tujuan pendidikan (Disesuaikan dengan jenjang satuan pendidikan) 2. Misi Sekolah 4.Bab I. Tujuan Sekolah Sosialisasi KTSP 24 108 . PENDAHULUAN Latar Belakang (dasar pemikiran penyusunan KTSP) Tujuan Pengembangan KTSP Prinsip Pengembangan KTSP SESUAI KARAKTERISTIK SEKOLAH 23 Sosialisasi KTSP Bab II.

Muatan lokal 3. keterampilan. Pengaturan beban belajar 5. TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN • TAHAP 1 : HASIL BELAJAR SISWA apa yg hrs dicapai siswa berkaitan dengan pengetahuan. Pendidikan kecakapan Hidup 9. Kenaikan Kelas.BAGAIMANA MENYUSUN VISI. Mata pelajaran 2. MISI. • TAHAP 2 : SUASANA PEMBELAJARAN suasana pembelajaran seperti apa yg dikehendaki untuk mencapai hasil belajar itu. Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan Global Cat : Untuk PLB/PK ditambah dengan Program Khusus Sosialisasi KTSP 26 109 . Penjurusan 8. • TAHAP 3 : SUASANA SEKOLAH suasana sekolah – sebagai lembaga/organisasi pembelajaran – seperti apa yg diinginkan untuk mewujudkan hasil belajar bagi siswa. Kegiatan Pengembangan diri 4. Sosialisasi KTSP 25 BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KTSP Meliputi Sub Komponen: 1. Ketuntasan Belajar 6. dan sikap setelah mereka menamatkan sekolah. dan kelulusan 7.

Strategi Pemilihan dan pelaksanaan Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. • Mencantumkan jenis mata pelajaran muatan lokal dalam struktur kurikulum. Pengembangan Struktur Kurikulum dilakukan dengan cara antara lain: • mengatur alokasi waktu pembelajaran “tatap muka” seluruh mata pelajaran wajib dan pilihan Ketrampilan/ Bahasa asing lain). • Tidak boleh mengurangi mata pelajaran yang tercantum dalam standar isi. termasuk keunggulan daerah. Sosialisasi KTSP 28 110 .1. Sosialisasi KTSP 27 2. • Memanfaatkan 4 jam tambahan untuk menambah jam pembelajaran pada mata pelajaran tertentu atau menambah mata pelajaran baru. Muatan Lokal Berisi tentang: Jenis.Dalam pengembangannya mempertimbangkan hal-hal sbb: Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah. Mata Pelajaran Berisi “Struktur Kurikulum Tingkat Sekolah” yang disusun berdasarkan kebutuhan siswa dan sekolah terkait dengan upaya pencapaian SKL.

mengacu pada: minat dan atau karakteristik program studi yang diselenggarakan di sekolah Siswa boleh mengikuti lebih dari satu jenis mulok pada setiap tahun pelajaran. Sosialisasi KTSP 29 Bentuk penilaiannya kuantitatif (angka). Merupakan mata pelajaran wajib yang tercantum dalam Struktur kurikulum. Substansi yang akan dikembangkan. materi nya tidak sesuai menjadi bagian dari mapel lain. atau terlalu luas substansinya sehingga harus dikembangkan menjadi Mapel tersendiri. sesuai dengan minat dan program Mulok yang diselenggarakan sekolah. Sosialisasi KTSP 30 111 . Setiap sekolah dapat melaksanakan mulok lebih dari satu jenis dalam setiap semester.Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan.

Sayur. Contoh: Bidang Budidaya: Tanaman Hias. Kerupuk. pembibitan ikan hias dan konsumsi. Ikan Asin. akuntansi komputer. KD dan Silabus untuk Mata pelajaran Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah. Berkomunkasi sebagai Guide. Tanaman Obat. Kewirausahaan dll. Bidang TIK dan lain-lain: Web Desain. Sosialisasi KTSP 31 Sekolah harus menyusun SK. Pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran atau tenaga ahli dari luar sekolah yang relevan dengan substansi mulok. Sosialisasi KTSP 32 112 . Baso dll. Bidang Pengolahan: Pembuatan Abon.Substansinya dapat berupa program keterampilan produk dan jasa. dll.

bakat. KD dan silabus. Dilaksanakan secara terprogram. yang difokuskan pada “Perubahan sikap dan perkembangan perilaku peserta didik setelah mengikuti kegiatan pengembangan diri”. Pengembangan Diri Bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. Sosialisasi KTSP 33 Bukan Mata Pelajaran dan tidak perlu dibuatkan SK. dan kondisi sekolah. Sosialisasi KTSP 34 113 .Ekstra kurikuler. karir ). (kehidupan pribadi. minat peserta didik. kepribadian siswa. kesulitan belajar. dan atau . Penilaian dilakukan secara kualitatif (deskripsi).3. Dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan: . sosial. Kepemimpinan. seperti: Kepramukaan. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) .Bimbingan konseling. kemampuan. rutin. Pengembangan kreativitas. spontan dan keteladanan.

konselor atau Guru BK atau tenaga kependidikan lain. Sikap Sportif. Sosialisasi KTSP 36 114 . kerjasama. Kerjasama. Kompetetitif. diserahkan kepada masing. dll. jam pembelajaran per minggu . Keolahragaan. mencakup penilaian: sikap kompetitif. KIR. • Keg. mencakup penilaian: Sosialisasi KTSP 35 • Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh guru kelas atau mata pelajaran. • Penjabaran alokasi waktu ekuivalen dengan 2 • Perlu dibuat program kerja yang sistematis dan komprehensif sebagai bagian dari program kerja sekolah dan atau program kerja OSIS.Contoh Penilaian Pengembangan Diri: • Keg. disiplin dan ketaatan mengikuti SPO.masing pembimbing dan sekolah. percaya diri dan mampu memecahkan masalah. dll.

37 Sosialisasi KTSP • Alokasi waktu kegiatan praktik diperhitungkan sbb: 2 Jam Pelajaran (JPL) praktik di sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka. Sosialisasi KTSP 38 115 .4. mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi. tetapi jumlah Beban belajar per tahun secara keseluruhan tetap. • Sekolah dapat menambah maksimal 4 JPL per minggu • Alokasi waktu penugasan terstruktur dan kegiatan • Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mandiri tidak terstruktur. sebanyak 0. sesuai dengan alokasi waktu yang tercantum dalam Struktur Kurikulum.40% untuk SD/MI/SDLB dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. • Sekolah dapat mengatur alokasi waktu untuk setiap Mata Pelajaran pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran sesuai dengan Kebutuhan. dan 4 JPL praktik di luar sekolah setara dengan 1 JPL tatap muka (bagi Sekolah Menengah Kejuruan). Pengaturan Beban Belajar • Berisi tentang jumlah beban belajar per Mata Pelajaran. per minggu per semester dan per Tahun Pelajaran yang dilaksanakan di sekolah.

dgn batas kriteria ideal minimum 75 %. serta strategi penanganan siswa yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh sekolah. Sosialisasi KTSP 40 116 . Program disusun mengacu pada hal-hal sebagai berikut: – Panduan kenaikan kelas yang akan disusun oleh Dit. – Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah batas kriteria ideal. tetapi secara bertahap harus dapat mencapai kriteria ketuntasan ideal. Pembinaan terkait – Sedangkan ketentuan kelulusan akan diatur secara khusus dalam peraturan tersendiri. 39 Sosialisasi KTSP 6. – Sekolah harus menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) per MP dengan mempertimbangkan: kemampuan rata-rata peserta didik. Ketuntasan Belajar • Berisi tentang kriteria ketuntasan minimal (KKM) per mata pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dengan memper-timbangkan hal-hal sbb: – Ketuntasan belajar ideal untuk setiap indikator adalah 0 – 100 %. kompleksitas dan SDM. Kenaikan Kelas dan Kelulusan • Berisi tentang kriteria dan mekanisme kenaikan kelas dan kelulusan.5.

Kecakapan personal.7. sosial. Sosialisasi KTSP 41 8. Sosialisasi KTSP 42 117 . antara lain melalui mata pelajaran Keterampilan. • Substansi kecakapan hidup meliputi: . • Tidak masuk dalam struktur kurikulum secara khusus. akademik dan atau vokasional. dapat diperoleh dari satuan pendidikan ybs. • Dapat disajikan secara terintegrasi dan atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus. yang disusun dengan mengacu pada panduan penjurusan yang akan disusun oleh Direktorat terkait. Pendidikan Kecakapan Hidup • Bukan mata pelajaran tetapi substansinya merupakan bagian integral dari semua mata pelajaran. Penjurusan di SMA/MA • Berisi tentang kriteria dan mekanisme penjurusan serta strategi/kegiatan penelusuran bakat. minat dan prestasi yang diberlakukan oleh sekolah. – Untuk kecakapan vokasional.

Substansinya mencakup aspek: Ekonomi. Dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan atau satuan pendidikan nonformal. silabus. TIK. RPP dan bahan Sosialisasi KTSP 43 9. KD dan silabus keterampilan lain sesuai dengan kebutuhan sekolah. Sosialisasi KTSP 44 118 . yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. maka sekolah dapat mengembangkan SK.KD. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global Program pendidikan yang dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global. dan lain-lain. dimaksud dilaksanakan secara komprehensif melalui Intra kurikuler. Bahasa. Ekologi. ajar dan penyelenggaraan pembelajaran keterampilan vokasional dapat dilakukan melalui kerjasama dengan satuan pendidikan formal/non formal lain. • Pembelajaran mata pelajaran keterampilan • Pengembangan SK. atau menjadi mapel Mulok. Dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran yang terintegrasi.• Bila SK dan KD pada mata pelajaran keterampilan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah. Budaya.

disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah. kebutuhan peserta didik dan masyarakat. dengan memperhatikan aturan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi. yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan setempat. Sosialisasi KTSP 45 KTSP DOKUMEN II Sosialisasi KTSP 46 119 . IV Kalender Pendidikan Berisi tentang kalender pendidikan yang digunakan oleh sekolah.BAB.

Silabus dan RPP Pembelajaran Tematik (Kelas I.B.D. E) C. Silabus dan RPP Mata Pelajaran (Kelas IV. Silabus dan RPP Muatan Lokal dan Mapel lain (jika ada) D. Silabus dan RPP Program Khusus (untuk SDLB dan SMPLB) Sosialisasi KTSP 48 120 . Silabus dan RPP Mata Pelajaran (Kelas IV.E. II dan III : SDLB-A. Silabus dan RPP Pembelajaran tematik (Kelas I.B. D. B. V dan VI : SDLB-A. Silabus dan RPP Keagamaan (khusus MI) Sosialisasi KTSP 47 PLB/PENDIDIKAN KHUSUS A. V dan VI) C. II dan III) B. Silabus dan RPP Muatan Lokal dan Mapel lain (jika ada) D. SMPLB dan SMALB : C. dan G) B. Semua Kelas SDLB.SD/MI A.D1.D. C1.E dan SMPLB dan SMALB : A.

Mekanisme PENYUSUNAN KTSP
Analisis
• Kekuatan/ kelemahan • Peluang/ tantangan • Dokumen Standar isi, SKL, Panduan KTSP

• Pembentukan Tim • Penyusunan Draft • Revisi dan Finalisasi

Naskah KTSP Diberlakukan

Sosialisasi KTSP

49

Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah. Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan atau lokakarya sekolah/madrasah dan atau kelompok sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draft, review dan revisi, serta finalisasi. Langkah yg lebih rinci dari masing-masing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun.

Sosialisasi KTSP

50

121

Selesai

Sosialisasi KTSP

51

122

Materi 9

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

PENGEMBANGAN SILABUS

Sosialisasi KTSP

Pengertian Pengertian

Landasan
Prinsip Pengembangan Unit waktu Pengembang Silabus Komponen Silabus Mekanisme Pengembangan Silabus Langkah-langkah Pengembangan Silabus Contoh Model
Sosialisasi KTSP

123

Pengertian
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

Sosialisasi KTSP

Landasan Pengembangan SILABUS?
1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 17 ayat (2) 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20

Sosialisasi KTSP

124

PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 17 Ayat (2)
Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. MTs, MA, dan MAK.
Sosialisasi KTSP

PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20
Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar

Sosialisasi KTSP

125

SILABUS menjawab pertanyaan
1. 2. 3. Apa kompetensi yang harus dikuasai siswa? Bagaimana cara mencapainya? Bagaimana cara mengetahui pencapaiannya?

Sosialisasi KTSP

Prinsip Pengembangan
• • • • • • • • Ilmiah Relevan Sistematis Konsisten Memadai Aktual dan Kontekstual Fleksibel Menyeluruh

Sosialisasi KTSP

126

emosional. sosial. Relevan Cakupan. indikator. taat asas) antara kompetensi dasar. dan spritual peserta didik. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. Sosialisasi KTSP 127 . intelektual. kegiatan pembelajaran. Sosialisasi KTSP Sistematis Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg. sumber belajar. dan sistem penilaian. materi pokok/ pembelajaran. kedalaman.Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.

dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. teknologi. Menyeluruh Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. materi pokok/ pembelajaran. sumber belajar. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. sumber belajar. kegiatan pembelajaran. Sosialisasi KTSP Fleksibel Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. materi pokok/ pembelajaran. afektif. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.Memadai Cakupan indikator. Aktual dan Kontekstual Cakupan indikator. pendidik. kegiatan pembelajaran. psikomotor). dan peristiwa yang terjadi. Sosialisasi KTSP 128 .

2. Kelompok kerja guru (KKG/PKG/MGMP) Dibawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kab/Kota/Provinsi Sosialisasi KTSP 129 . per tahun. Bagi SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi. Kelompok guru kelas/mata pelajaran. dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok. Guru kelas/mata pelajaran. Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum. 3. atau 2. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester. Sosialisasi KTSP PENGEMBANG SILABUS 1.UNIT WAKTU 1. atau 3.

Kompetensi Dasar 3. Penilaian 7. Alokasi Waktu 8. Indikator 6. Sumber Belajar Catatan: Indikator dikembangkan berdasarkan KD Sosialisasi KTSP MEKANISME PENGEMBANGAN SILABUS Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Analisis SI/SKL/ SK-KD KD-Indikator Alokasi Waktu Sumber Belajar Penilaian Sosialisasi KTSP 130 . Standar Kompetensi 2. Kegiatan Pembelajaran 5.KOMPONEN SILABUS 1. Materi Pokok/Pembelajaran 4.

Menentukan Jenis Penilaian 7. Menentukan Alokasi Waktu 8. Mengkaji Standar Kompetensi Mengkaji standar kompetensi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi 2. b. Sosialisasi KTSP 131 . Menentukan Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 1. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi 6. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran 5. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI. Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar 3. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran 4. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi.LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS 1. c. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran.

relevansi dengan karakteristik daerah. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengidentifikasi materi pokok mempertimbangkan: 1. 2. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. Sosialisasi KTSP 3. 8. dan spritual peserta didik. sosial. alokasi waktu . b. kedalaman. 6. 5. Sosialisasi KTSP 132 . urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. c.2. intelektual. 4. emosional. Aktualitas. 3. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada dalam SI. Mengkaji Kompetensi Dasar Mengkaji kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. struktur keilmuan. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. potensi peserta didik. 7. kebermanfaatan bagi peserta didik. tingkat perkembangan fisik. dan keluasan materi pembelajaran.

Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik yaitu kegiatan siswa dan materi. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran 3. Sosialisasi KTSP HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN: Memberikan bantuan guru agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional 1. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi Pengalaman belajar dimaksud dapat terwujud melalui pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Sosialisasi KTSP 133 .4. peserta didik dengan guru. Pengalaman Belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. MENGEMBANGKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik. lingkungan. Memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar 2.

dan keterampilan Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Sosialisasi KTSP Pengembangan Indikator Setiap KD dikembangkan menjadi beberapa indikator (lebih dari dua) Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan/atau diobservasi Tingkat kata kerja dalam indikator lebih rendah atau setara dengan kata kerja dalam KD maupun SK Sosialisasi KTSP 134 .5. pengetahuan. dan potensi daerah Digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. satuan pendidikan.

dan penilaian diri. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. MENENTUKAN JENIS PENILAIAN Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. menganalisis. perilaku.Prinsip pengembangan indikator adalah sesuai dengan kepentingan (Urgensi). Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. Sosialisasi KTSP 135 . sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. penggunaan portofolio. pengamatan kinerja. sikap. dan lain-lain untuk pencapaian kompetensi yang merupakan kemampuan bersikap. berpikir. dan bertindak secara konsisten. Sosialisasi KTSP 6. kesesuaian (Relevansi) dan Kontekstual Keseluruhan indikator dalam satu KD merupakan tandatanda. kesinambungan (Kontinuitas). penilaian hasil karya berupa proyek atau produk.

Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut e. yang dilakukan berdasarkan indikator b. Sosialisasi KTSP 136 . tingkat kesulitan. keluasan. Menggunakan acuan kriteria c.HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENENTUKAN PENILAIAN: a. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. kedalaman. Sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam kegiatan pembelajaran Sosialisasi KTSP 7. MENENTUKAN ALOKASI WAKTU Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. Untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Menggunakan sistem penilaian berkelanjutan d.

objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. MENENTUKAN SUMBER BELAJAR Sumber belajar adalah rujukan. alam.8. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik. dan indikator pencapaian kompetensi. nara sumber. serta lingkungan fisik. dan budaya. Sosialisasi KTSP Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Alokasi waktu: No Kompetensi Dasar Materi Pokok/Pe mbelajaran CONTOH FORMAT SILABUS Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Sosialisasi KTSP 137 . Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. kegiatan pembelajaran. sosial.

dan evaluasi rencana pembelajaran. dievaluasi.CONTOH FORMAT SILABUS Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Kompetensi Dasar: Materi Pokok/Pembelajaran: Kegiatan Pembelajaran: Indikator: Penilaian: Alokasi Waktu: Sumber Belajar: Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN SILABUS BERKELANJUTAN Silabus: • Dijabarkan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran • Dilaksanakan. evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran). Sosialisasi KTSP 138 . dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru • Dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar.

Selesai Sosialisasi KTSP 139 .

140 .

dan penilaian hasil belajar 2 Sosialisasi KTSP 141 1 . metode pembelajaran.Materi 10 PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sosialisasi KTSP LANDASAN RPP PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20 Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurangkurangnya tujuan pembelajaran. materi pembelajaran. sumber belajar.

Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.PENGERTIAN RPP Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. 3 Sosialisasi KTSP ALUR RPP SK dan KD SILABUS RPP 4 Sosialisasi KTSP 142 2 .

KOMPONEN RPP (minimal) Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajaran Metode Pembelajaran Sumber Belajar Penilaian Hasil Belajar 5 Sosialisasi KTSP Format RPP Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Rencana Pelaksanaan Pembelajaran :… :… :… :… :… :… :… I. V. Kegiatan Inti: … C. Alat/Bahan/Sumber Belajar: … VI. dst. Metode Pembelajaran: … IV. A. Tujuan Pembelajaran II. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan pertama. Materi Ajar :… :… III. Kegiatan Akhir: … Pertemuan kedua. Kegiatan Awal: … B. Penilaian: … 6 Sosialisasi KTSP 143 3 .

Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus. KD. (Lebih rinci dari KD dan Indikator. dan Indikator yang telah ditentukan. 8 Sosialisasi KTSP 144 4 . Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK. Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran 6. dan Indikator yang akan digunakan ( terdapat pada silabus yang telah disusun) 4. Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan 3. Menentukan SK. dan akhir.) 7 Sosialisasi KTSP Langkah-langkah Menyusun RPP 5.Langkah-langkah Menyusun RPP 1. inti. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan 7. karena indikator sudah sangat rinci sehingga tidak dapat dijabarkan lagi. Mengisi kolom identitas 2. Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal. pada saat-saat tertentu rumusan indikator sama dengan tujuan pembelajaran. KD.

Menyusun kriteria penilaian.Langkah-langkah Menyusun RPP 8. Menentukan alat/bahan/ sumber belajar yang digunakan 9. dll 9 Sosialisasi KTSP Selesai 10Sosialisasi KTSP 145 5 . teknik penskoran. contoh soal. lembar pengamatan.

146 .

147 . 12. Panduan Model Pengembangan Diri untuk Satuan Pendidikan Dasar & Menengah. Model-Model Kurikulum 11.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IV. Pengembangan Model Mata Pelajaran Muatan Lokal.

148 .

mulok B. sentralisasi ke desentralisasi. PENDAHULUAN A. multikultural. Latar Belakang Otonomi daerah. Landasan • UU No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2) • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Sosialisasi KTSP 2 149 .Materi 11 PENGEMBANGAN MODEL MATA PELAJARAN Sosialisasi KTSP 1 I.

4 Sosialisasi KTSP 150 . Memiliki pengetahuan.I. SMA/MA/SMALB. PENDAHULUAN (Lanjutan) Tujuan Khusus: Memberikan bekal pengetahuan. dan budayanya. serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional. SMP/MTs/SMPLB. Lebih jelas lagi terutama agar peserta didik dapat: Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam. keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. Sosialisasi KTSP 3 I. PENDAHULUAN (Lanjutan) C. dan SMK/MAK dalam pengembangan Mulok yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan. sosial. Tujuan Tujuan Umum: Acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB. kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya sebagai bekal siswa. Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilainilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya.

kalender pendidikan. struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan. PENDAHULUAN (Lanjutan) Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah. dan silabus. termasuk keunggulan daerah. 5 Sosialisasi KTSP I. Sosialisasi KTSP 6 151 . KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. PENDAHULUAN D. yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Substansi mata pelajaran muatan lokal dapat ditentukan oleh satuan pendidikan. Pengertian (Lanjutan) Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. isi. KTSP minimal terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan. tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.I.

dapat berupa: bahasa daerah. Bila Mulok yang diterapkan di sekolah tersebut masih layak digunakan maka kegiatan berikutnya adalah merubah Mulok tersebut ke dalam SK dan KD 3. khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut. kesenian daerah. maka sekolah bisa menggunakan Mulok dari sekolah lain atau tetap menggunakan Mulok yang ditawarkan oleh Dinas atau mengembangkan Mulok yang lebih sesuai. Bila Mulok yang ada tidak layak lagi untuk diterapkan. adat istiadat. Sosialisasi KTSP 8 152 . Ruang Lingkup 1. Apakah masih layak dan relevan Mulok diterapkan di sekolah? 2. bahasa Inggris. dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar. serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan. Pengembangan Sesuai dengan Kondisi Sekolah Saat Ini 1. 7 Sosialisasi KTSP 2. Analisis Mulok yang ada di sekolah. lingkungan sosial ekonomi. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam. PENDAHULUAN (Lanjutan) E. 2. yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah. keterampilan dan kerajinan daerah. dan lingkungan sosial budaya.I. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran A. Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal.

Bila belum mampu.KD 1. Menentukan Mata Pelajaran Mulok 5. dapat melaksanakan Mulok berdasarkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh sekolah. Sosialisasi KTSP 10 153 . Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran (Lanjutan) B. Mengidentifikasi bahan kajian Mulok 4. atau dapat meminta bantuan kepada sekolah lain yang masih dalam satu daerah. Bila beberapa sekolah dalam satu daerah belum mampu mengembangkan SK dan KD Mulok.2. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah 2. Pelaksanaan Sekolah yang mampu mengembangkan SK dan KD beserta silabus dan RPP-nya dapat melaksanakan Mulok. dapat meminta bantuan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) di daerah setempat. Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi Mulok 3. atau meminta bantuan dari LPMP di propinsi. Pengembangan dan Penetapan SK . Mengembangkan SK dan KD berserta silabusnya dan RPP-nya 9 Sosialisasi KTSP 3.

emosional. . PT. Instansi/lembaga di luar Depdiknas. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diatur sedemikian rupa agar tidak memberatkan peserta didik dan tidak mengganggu penguasaan pada kurikulum nasional. . Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan • • • • TPK. Oleh karena itu dalam pelaksanaan Mulok dihindarkan adanya pekerjaan rumah (PR). dan sosial). . Sosialisasi KTSP 12 154 .dan tokoh masyarakat. Sosialisasi KTSP 11 5. misalnya: .dunia usaha/industri.4.pemerintah Daerah/Bapeda. Rambu-Rambu •Bahan kajian disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik (pengetahuan dan cara berpikir. LPMP.Dinas Departemen lain terkait.

fisik. Sosialisasi KTSP 13 5. Sedangkan dekat secara psikis maksudnya bahan kajian tersebut mudah dipahami oleh kemampuan berpikir dan mencernakan informasi sesuai dengan usianya. Dekat secara fisik. Selain itu bahan kajian/pelajaran hendaknya bermakna bagi peserta didik yaitu bermanfaat karena dapat membantu peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. (3) dari pengalaman lama ke pengalaman baru. Dalam kaitan dengan sumber belajar. guru diharapkan dapat mengembangkan sumber belajar yang sesuai dengan memanfaatkan potensi di lingkungan sekolah. misalnya dengan memanfaatkan tanah/kebun sekolah. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian/pelajaran hendaknya memberikan keluwesan bagi guru dalam memilih metode mengajar dan sumber belajar seperti buku dan nara sumber. bahan pengajaran hendaknya disusun berdasarkan prinsip (1) bertitik tolak dari hal-hal konkret ke abstrak. (4) dari yang mudah/sederhana ke yang lebih sukar/rumit. Untuk itu. baik secara mental. maupun sosial. (2) dikembangkan dari yang diketahui ke yang belum diketahui. Sosialisasi KTSP 14 155 . maksudnya dalam lingkungan tempat tinggal dan sekolah peserta didik. Rambu-Rambu (Lanjutan) •Program pembelajaran hendaknya dikembangkan dengan melihat kedekatan secara fisik dan secara psikis. Selain itu guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan peserta didik aktif dalam proses belajar mengajar. meminta bantuan dari instansi terkait atau dunia usaha/industri (lapangan kerja) atau tokoh-tokoh masyarakat.5.

Rambu-Rambu (Lanjutan) •Bahan kajian muatan lokal yang diajarkan harus bersifat utuh dalam arti mengacu kepada suatu tujuan pengajaran yang jelas dan memberi makna kepada peserta didik.d IX. dua semester atau satu tahun ajaran. •Alokasi waktu untuk bahan kajian/pelajaran muatan lokal perlu memperhatikan jumlah minggu efektif untuk mata pelajaran muatan lokal pada setiap semester Sosialisasi KTSP 15 6. pengukuran sikap. Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. penggunaan portofolio.5. dan penilaian diri. penilaian hasil karya berupa tugas.d VI atau dari kelas VII s. dan X s. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Sosialisasi KTSP 16 156 . Bahan kajian muatan lokal juga dapat disusun dan diajarkan hanya dalam jangka waktu satu semester. proyek dan/atau produk. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh.d XII. Namun demikian bahan kajian muatan lokal tertentu tidak harus secara terus-menerus diajarkan mulai dari kelas I s. pengamatan kinerja. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. menganalisis.

7. Pelaporan • Pelaporan hasil belajar mata pelajaran muatan lokal diwujudkan dalam bentuk kuantitatif Sosialisasi KTSP 17 Selesai Sosialisasi KTSP 18 157 .

158 .

20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas: Pasal 1 butir 6 tentang pendidik. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum. minat. dan kemampuan PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan: Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah.Materi 13 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PANDUAN MODEL PENGEMBANGAN DIRI Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah Sosialisasi KTSP Landasan Pengembangan Diri UU No. Permendiknas No. pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran. dibimbing oleh konselor. dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina. pasal 3 tentang tujuan pendidikan. Sosialisasi KTSP 159 . Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah. pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat.

minat. Untuk satuan pendidikan kejuruan. kegiatan pengembangan diri. kegiatan belajar. kondisi dan perkembangan peserta didik. pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik. dan pengembangan karir.Pengertian Pengembangan Diri Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. Sosialisasi KTSP Tujuan Umum kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial. serta kegiatan ekstra kurikuler. potensi. Pengembangan diri bertujuan memberikan Sosialisasi KTSP 160 . khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir Untuk satuan pendidikan khusus. bakat. dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah.

• Spontan. senam. pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri. • Keteladanan. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan e. Kemampuan sosial g. datang tepat waktu Sosialisasi KTSP 161 . adalah kegiatan dalam bentuk perilaku seharihari seperti : berpakaian rapi. yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal. Kemampuan kehidupan keagamaan f. mengatasi silang pendapat (pertengkaran). Wawasan dan perencanaan karir i. keberaturan. Kreativitas d. antri. ibadah khusus keagamaan bersama. kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan : Layanan dan kegiatan pendukung Konseling Kegiatan Ekstra Kurikuler Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut : • Rutin. memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain. adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti : pembentukan perilaku memberi salam. seperti : upacara bendera. Kemandirian Sosialisasi KTSP Bentuk Pelaksanaan Pengembangan Diri Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual. Minat c. Bakat b. rajin membaca. Kemampuan pemecahan masalah j. Kemampuan belajar h.Tujuan Khusus Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan : a. membuang sampah pada tempatnya. berbahasa yang baik.

berdasarkan normanorma yang berlaku. d. anggota keluarga. c. menilai. b. Pengembangan kehidupan pribadi. serta memilih dan mengambil keputusan karir. kehidupan sosial. agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. baik secara perorangan maupun kelompok. melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung. serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik. kemampuan belajar. dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi. bakat dan minat.Konseling peserta didik. Konseling adalah pelayanan bantuan untuk Sosialisasi KTSP Bidang Pelayanan Konseling a. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. Pengembangan karir. Pengembangan kemampuan belajar. dan mengembangkan potensi dan kecakapan. Pengembangan kehidupan sosial. dan perencanaan karir. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. Sosialisasi KTSP 162 . yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi.

keluarga. sosial. terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari. yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri. terumata kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya. Informasi. karir/jabatan. untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru.. yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru. dan kegiatan ekstra kurikuler. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuhkembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya. Fungsi Pencegahan. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya. Fungsi Advokasi. dan masyarakat. jurusan/program studi. kelompok belajar. Fungsi Pengentasan. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian. Penempatan dan Penyaluran. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan. Penguasaan Konten. Sosialisasi KTSP 163 . dan pendidikan lanjutan. yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu. magang. belajar. yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas. program latihan.Fungsi Bimbingan Konseling Fungsi Pemahaman. Sosialisasi KTSP Jenis Layanan Konseling Orientasi. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya.

kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya. kegiatan belajar. Alih Tangan Kasus. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. sistematis. kemampuan hubungan sosial. serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan. • Bimbingan Kelompok. dan bersifat rahasia. • Konseling Kelompok. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya. baik tes maupun non-tes. pemahaman. kemampuan sosial. yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik. dan pengambilan keputusan. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik. yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. karir/jabatan. • Mediasi. yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. Himpunan Data. Sosialisasi KTSP Kegiatan Pendukung • • • • • • Aplikasi Instrumentasi. dan caracara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. kegiatan belajar. yaitu kegiatan memperoleh data. Sosialisasi KTSP 164 . komprehensif. yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi. yang bersifat terbatas dan tertutup. melalui aplikasi berbagai instrumen. Tampilan Kepustakaan.Jenis Layanan (lanjutan …) • Konseling Perorangan. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi. • Konsultasi. Konferensi Kasus. Kunjungan Rumah. terpadu. dan karir/jabatan. yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka.

Format Kegiatan • Individual. • Program Bulanan. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. • Program Mingguan. yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. yaitu format kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan. Sosialisasi KTSP 165 . Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling. • Program Semesteran. • Program Harian. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. • Klasikal. • Pendekatan Khusus. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. • Kelompok. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. • Lapangan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan. Sosialisasi KTSP Jenis Program • Program Tahunan.

Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang. kegiatan instrumentasi. kunjungan rumah. kegiatan konferensi kasus. dan volume/beban tugas konselor Sosialisasi KTSP Pelaksanaan Kegiatan Konseling Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi. himpunan data. sasaran pelayanan. format kegiatan. Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi. serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas. Sosialisasi KTSP 166 . jenis layanan dan kegiatan pendukung. dan alih tangan kasus.Penyusunan Program Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. penguasaan konten. pemanfaatan kepustakaan. penempatan dan penyaluran.

Sosialisasi KTSP Kegiatan Ekstrakurikuler pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. konseling perorangan. Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. konseling kelompok dan mediasi.Pelaksanaan Kegiatan Konseling (lanjutan) Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi. Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling. potensi. bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah. serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. bimbingan kelompok. Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan Sosialisasi KTSP 167 .

yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi. menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh. Keterlibatan aktif. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Kemanfaatan sosial. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik. mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik. membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rileks. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang disukai dan mengembirakan peserta didik. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang Menyenangkan. bakat dan minat peserta didik masing-masing. Etos kerja.Fungsi Kegiatan Ekstrakurikuler Pengembangan. Persiapan karir. Sosialisasi KTSP Prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler Individual. Sosialisasi KTSP 168 . yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. Sosial. Rekreatif. bakat dan minat mereka. Pilihan.

Seminar. keagamaan. meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR). dan pameran/bazar. dengan substansi antara lain karir. meliputi pengembangan bakat olah raga. Kelompok. Latihan/lomba keberbakatan/prestasi. Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). Sosialisasi KTSP 169 . meliputi Kepramukaan. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik dalam satu kelas. cinta alam. Gabungan. jurnaistik. seni dan budaya. penelitian. Palang Merah Remaja (PMR). lokakarya. teater. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti oleh kelompok-kelompok peserta didik. Karya Ilmiah. kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik. Sosialisasi KTSP Format Kegiatan Individual. perlindungan HAM. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik secara perorangan.Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler Krida. kesehatan. Klasikal. keagamaan. pendidikan. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA). seni budaya. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik antar kelas/ antar sekolah/madrasah.

b. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik. Penilaian segera (LAISEG). Sosialisasi KTSP 170 . c. yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani. Sosialisasi KTSP Penilaian 1. Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui: a. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik. waktu. jenis kegiatan. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG). Kegiatan ekstra kurikuler yang terprogram dilaksanakan sesuai dengan sasaran. substansi.Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Kegiatan ekstra kurikuler yang bersifat rutin. tempat dan pelaksana sebagaimana telah direncanakan. konselor dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN). spontan dan keteladanan dilaksanakan secara langsung oleh guru.

Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG. 3. Sosialisasi KTSP Penilaian ( lanjutan ) Ekstrakurikuler Hasil dan proses kegiatan ekstra kurikuler dinilai secara kualitatif dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah dan pemangku kepentingan lainnya oleh penanggung jawab kegiatan. Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif. Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG.Penilaian ( lanjutan ) 2. Sosialisasi KTSP 171 . untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan.

PENGEMBANGAN DIRI Kamu harus jadi dirimu sendiri ! Bakat saya harus berkembang Guru & Siswa Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 172 .

Pembelajaran Terpadu 13. Pembelajaran IPA Terpadu SMP 14.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) V. Pembelajaran IPS Terpadu SMP 173 .

174 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 14 Pembelajaran IPA Terpadu SMP PEMBELAJARAN IPA TERPADU SMP Tujuan: • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran • Meningkatkan minat dan motivasi • Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus Sosialisasi KTSP 175 .

• Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik. karena ketiga disiplin ilmu (Fisika. dan Biologi. Kimia. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. dan Astronomi) Sosialisasi KTSP Kekuatan/manfaat • Dengan menggabungkan berbagai bidang kajian akan terjadi penghematan waktu. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antarkonsep Fisika. Meteorologi.Bidang Kajian IPA SMP Struktur Keilmuan IPA • Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan (Biologi) • Materi dan Sifatnya (Kimia) • Energi dan Perubahannya (Fisika) • Bumi dan Alam Semesta (Geologi. • Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran. Sosialisasi KTSP 176 . sehingga memudahkan pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi IPA. dan Biologi) dapat dibelajarkan sekaligus. Kimia.

sehingga memudahkan memahami hubungan materi IPA dari satu konteks ke konteks lainnya. peserta didik/guru dengan nara sumber. Kegiatan akhir (penutup) dan tindak lanjut c. Perencanaan pembelajaran: Menetapkan bidang kajian yang akan dipadukan Mempelajari Standar kompetensi dan kompetensi dasar bidang kajian Membuat matriks atau bagan hubungan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu Merumuskan indikator pembelajaran terpadu Menyusun silabus pembelajaran terpadu Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu Memilih/menetapkan tema atau topik pemersatu Gambar Alur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Terpadu b. dan dalam konteks yang lebih bermakna. guru dengan peserta didik. • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait. Kegiatan pendahuluan (awal) 2. Sosialisasi KTSP Pelaksanaan Pembelajaran IPA Terpadu a. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antar guru sub bidang kajian terkait. peserta didik dengan peserta didik. belajar dalam situasi nyata. sehingga pemahaman menjadi lebih terorganisasi dan mendalam. Pelaksanaan Pembelajaran 1. Kegiatan inti pembelajaran 3. Penilain Sosialisasi KTSP 177 .Kekuatan/manfaat • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. sehingga belajar lebih menyenangkan.

Guru 1. c. karena dapat mengembangkan kemampuan asosiasi konsep dan aplikasi konsep. Pengembangan peta konsep menjadi suatu tema 3. Sarana dan Prasarana Dalam pembelajaran terpadu diperlukan berbagai alat dan media pembelajaran Sosialisasi KTSP 178 . Siswa Mempertajam kemampuan analitis terhadap konsepkonsep yang dipadukan. Perencanaan tahap-tahap pengembangan pembelajaran menjadi suatu silabus 4. Berorientasi pada pembelajaran IPA secara terpadu 2. Team teaching 2. tetapi dapat dari berbagai bidang kajian yang direkatkan oleh tema. Pengembangan model-model pembelajaran atau RPP (rancangan pelaksanaan pembelajaran) Sosialisasi KTSP IMPLIKASI PEMBELAJARAN IPA TERPADU a.Pengembangan Silabus IPA 1. Bahkan bila memungkinkan mereka dapat menggunakan teknologi informasi yang ada. Bahan Ajar Bahan ajar yang digunakan tidak hanya buku bidang kajian saja. Guru tunggal b. Peserta didik dapat juga mencari berbagai sumber belajar lainnya. d.

Selesai Sosialisasi KTSP 179 .

180 .

memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi dan melatih ketrampilan untuk mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa diri sendiri atau masyarakat Sosialisasi KTSP 181 .DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 15 Pembelajaran IPS Terpadu SMP Sosialisasi KTSP TUJUAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Mengembangkan potensi Peserta Didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat.

PENDEKATAN PEMBELAJARAN IPS TERPADU
(Pendekatan Pembelajaran Terpadu atau Pendekatan Interdisipliner)

1. Model integrasi IPS berdasarkan topik/tema
PD II (termasuk pendudukan Jepang) serta pengaruhnya terhadap keadaan sosial, ekonomi dan politik di Indonesia Persebaran kondisi fisik daerah obyek wisata

sejarah

geografi

PENGEMBANGAN PARIWISATA sosiologi ekonomi Uang dan lembaga keuangan

perubahan sosial budaya pada masyarakat
Sosialisasi KTSP

2. Model Integrasi berdasarkan potensi utama
Peta wilayah yang menggambarkan obyek geografis geografi Sosiologi/ antropologi Bentuk-bentuk interaksi sosial

Perkembangan masyarakat, budaya dan pemerintahan pada masa Hindu Budha serta peninggalannya

BALI SEBAGAI TUJUAN WISATA
sejarah ekonomi
Gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi untuk mencapai kemandirian dan kesejahteraan

Sosialisasi KTSP

182

3. Model Integrasi berdasarkan permasalahan

Faktor sosial, dan Budaya

Faktor Ekonomi

PEMUKIMAN KUMUH
Perilaku Terhadap Aturan Faktor Historis

Sosialisasi KTSP

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL TERPADU
A. PERENCANAAN Langkah-langkah menyusun perencanaan pembelajaran:
1. Pemetaan Kompetensi Dasar 2. Penentuan topik atau tema 3. Penjabaran kompetensi dasar ke dalam indikator yang sesuai dengan topik/ tema 4. Penyusunan desain/ rencana pelaksanaan pembelajaran

B. MODEL PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
1. Kegiatan pendahuluan (awal) 2. Kegiatan inti pembelajaran 3. Kegiatan akhir (penutup) dan tindak lanjut

C. PENILAIAN
1. Tahapan penilaian 2. Penentuan kriteria penuntasan belajar

Sosialisasi KTSP

183

IMPLIKASI PEMBELAJARAN IPS TERPADU
a. Terhadap Guru 1. Team teaching 2. Guru tunggal b. Siswa 1. Mengembangkan kreatifitas akademik 2. Mempermudah dan memotivasi siswa untuk mengenal, menerima, menyerap dan memahami keterkaitan antara konsep / pengetahuan, nilai / tindakan yang terdapat dalam kompetensi dasar dan beberapa indikator c. Bahan Ajar Guru dituntut untuk rajin dan kreatif mencari dan mengumpulkan bahan –bahan yang diperlukan dalam pembelajaran d. Sarana dan Prasarana Guru harus memilih secara jeli terhadap penggunaan media supaya dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh berbagai bidang studi yang terkait.
Sosialisasi KTSP

Selesai

Sosialisasi KTSP

184

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

VI. Pembelajaran Efektif
15. Pembelajaran Berbasis Kontekstual 1 16. Pembelajaran Berbasis Kontekstual 2

185

186

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

Materi 16

PEMBELAJARAN BERBASIS KONTEKSTUAL 1

Sosialisasi KTSP

LATAR BELAKANG MAKRO :
• Kondisi pendidikan secara makro di indonesia dalam lingkup internasional maupun nasional • Kondisi pembelajaran di sekolah secara empiris

Sosialisasi KTSP

187

UNDP Human Development Index.DATA HASIL PENELITIAN International Education Achievement (IEA) Kemampuan membaca siswa SD menempati urutan 30 dari 38 negara.122 anak (44.4 %) Sosialisasi KTSP 188 . dan 112 dari 175 negara. 5. 9.141 anak (5. The Third International Mathematics and Science Study Repeat (1999).113.6 %).50 %). yang tidak (88.801.58 %).941 anak (67. SMU/MA (16 – 18 Tahun) Retensi kotor anak masuk SD yang melanjutkan hingga PT (11. Sosialisasi KTSP JUMLAH ANAK YANG BELUM TERLAYANI OLEH PENDIDIKAN SD/MI (7 – 12 Tahun) SLTP/MTs (13 – 15 Tahun) 1.422. Kemampuan Siswa bidang Matematika dan IPA berurutan menempati urutan 34 dan 32 dari 38 negara. tahun 2002 dan 2003 berurutan menempati urutan 110 dari 173.30 %).

Mengapa ? Sosialisasi KTSP 1. Sebagian besar dari siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dipergunakan/dimanfaatkan. tetapi pada kenyataannya mereka tidak memahaminya.LATAR BELAKANG MIKRO (Kondisi empiris) Berbicara mengenai PBM di sekolah seringkali membuat kita kecewa. apalagi bila dikaitkan dengan pemahaman siswa terhadap materi ajar. 2. Banyak siswa mampu menyajikan tingkat hapalan yang baik terhadap materi ajar yang diterimanya. Sosialisasi KTSP 189 .

Sosialisasi KTSP PERMASALAHANNYA 1. sehingga semua siswa dapat menggunakan dan mengingatnya lebih lama konsep tersebut ?. Siswa memiliki kesulitan untuk memahami konsep akademik sebagaimana mereka biasa diajarkan yaitu dengan menggunakan sesuatu yang abstrak dan metode ceramah.3. Bagaimana menemukan cara terbaik untuk menyampaikan berbagai konsep yang diajarkan di dalam mata pelajaran tertentu. Padahal mereka sangat butuh untuk dapat memahami konsep-konsep yang berhubungan dengan tempat kerja dan masyarakat pada umumnya dimana mereka akan hidup dan bekerja. Sosialisasi KTSP 190 .

Bagaimana setiap individual mata pelajaran dipahami sebagai bagian yang saling berhubungan dan membentuk satu pemahaman yang utuh ?. “Tantangan yang dihadapi oleh guru setiap hari dan merupakan tantangan bagi pengembang kurikulum”. sehingga mereka dapat mempelajari berbagai konsep dan mampu mengkaitkannya dengan kehidupan nyata. arti dari sesuatu. 3.2. Bagaimana seorang guru dapat berkomunikasi secara efektif dengan siswanya yang selalu bertanya-tanya tentang alasan dari sesuatu. dan hubungan dari apa yang mereka pelajari ?. Sosialisasi KTSP 4. sehingga dapat membuka berbagai pintu kesempatan selama hidupnya ?. Bagaimana guru dapat membuka wawasan berpikir yang beragam dari siswa. Sosialisasi KTSP 191 .

PENGALAMAN BERHARGA Pengalaman di negara lain menunjukkan bahwa minat dan prestasi siswa dalam bidang matematika. dan bahasa meningkat secara drastis pada saat. Mereka dibantu untuk membangun keterkaitan antara informasi (pengetahuan) baru dengan pengalaman (pengetahuan lain) yang telah mereka miliki atau mereka kuasai. 2. Mereka diajarkan bagaimana mereka mempelajari konsep. dan bagaimana konsep tersebut dapat dipergunakan di luar kelas. Sosialisasi KTSP 192 . Sosialisasi KTSP 1. sains.

Mereka diperkenankan untuk bekerja secara bersama-sama (cooperative) Meningkatnya minat dan prestasi siswa tersebut dicapai. Sosialisasi KTSP PENGAYAAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Sosialisasi KTSP 193 . karena guru menggunakan suatu pendekatan pembelajaran dan pengajaran kontekstual.3.

Sosialisasi KTSP TUJUH KOMPONEN CTL 1. 6.SUATU KONSEPSI • Membantu guru mengkaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia • Memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. 5. 7. 2. 4. 3. Konstruktivisme Inquiry Questioning Learning Community Modeling Reflection Authentic Assessment Sosialisasi KTSP 194 .

1. INQUIRY (MENEMUKAN) • Proses perpindahan dari pengamatan menjadi pemahaman • Siswa belajar menggunakan keterampilan berpikir kritis Sosialisasi KTSP 195 . KONSTRUKTIVISME • Membangun pemahaman mereka sendiri dari pengalaman baru berdasar pada pengetahuan awal • Pembelajaran harus dikemas menjadi proses “mengkonstruksi” bukan menerima pengetahuan Sosialisasi KTSP 2.

LEARNING COMMUNITY (MASYARAKAT BELAJAR) • Sekelompok orang yang terikat dalam kegiatan belajar • Bekerjasama dengan orang lain lebih baik daripada belajar sendiri • Tukar pengalaman • Berbagi ide Sosialisasi KTSP 196 . QUESTIONING (BERTANYA) • Kegiatan guru untuk mendorong. membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa • Bagi siswa yang merupakan bagian penting dalam pembelajaran yang berbasis inquiry Sosialisasi KTSP 4.3.

bekerja dan belajar • Mengerjakan apa yang guru inginkan agar siswa mengerjakannya Sosialisasi KTSP 6. MODELING (PEMODELAN) • Proses penampilan suatu contoh agar orang lain berpikir. AUTHENTIC ASSESSMENT (PENILAIAN YANG SEBENARNYA) • Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa • Penilaian produk (kinerja) • Tugas-tugas yang relevan dan kontekstual Sosialisasi KTSP 197 .5.

Reflection (refleksi) • Cara berpikir tentang apa yang telah kita pelajari • Mencatat apa yang telah dipelajari • Membuat jurnal.7. diskusi kelompok Sosialisasi KTSP KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS CTL • • • • • • • • Kerjasama Saling menunjang Menyenangkan Tidak membosankan Belajar dengan bergairah Pembelajaran terintegrasi Menggunakan berbagai sumber Siswa aktif Sosialisasi KTSP 198 . karya seni.

humor dll • Laporan kepada orang tua bukan hanya raport. gambar. tetapi hasil karya siswa. guru kreatif • Dinding kelas dan lorong-lorong penuh dengan hasil karya siswa.LANJUTAN … KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS CTL • Sharing dengan teman • Siswa kritis. Sosialisasi KTSP • DI (DIRECT INSTRUCTION) • CL (COOPERATIVE LEARNING) • PBI (PROBLEM BASE INSTRUCTION) • GABUNGAN Sosialisasi KTSP 199 . laporan hasil praktikum. peta-peta. artikel. karangan siswa dll.

MODEL PEMBELAJARAN Direct Instruction (DI) Cooperative Learning (CL) Problem Based Instruction (PBI) Empat Ciri Khusus Landasan Teoritik Tujuan Hasil Belajar Siswa Tingkah Laku Mengajar (Sintaks) Lingkungan Belajar dan Sistem Pengelolaan Sosialisasi KTSP PEMBELAJARAN LANGSUNG (DI) Landasan Teoritik Teori Belajar Sosial Pemodelan Tingkah Laku Albert Bandura CTL Hasil Belajar Siswa Modeling Pengetahuan Prosedural Pengetahuan Deklaratif sederhana Mengembangkan Keterampilan belajar Strategi – strategi belajar Lihat tabel 1 Berpusat pada guru Sintaks Lingkungan belajar dan Sistem Pengelolaan Sosialisasi KTSP Lima fase utama Perlu perencanaan dan pelaksanaan dari guru 200 .

informasi latar belakang pelajaran. memberi umpan • Mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan. pentingnya pelajaran. mempersiapkan siswa untuk belajar • Mendemonstrasikan keterampilan yang benar. dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dlm kehidupan sehari hari Sosialisasi KTSP PEMBELAJARAN KOOPERATIF (CL) Landasan Teoritik Teori Belajar Konstruktivis CTL Learning Community Hasil belajar Akademik Keterampilan Sosial Sintaks Enam fase utama Proses demokrasi dan Peran aktif siswa Hakekat Sosiokultural Vygotsky Konsep – konsep sulit Keterampilan Kooperatif Lihat tabel 2 Berpusat pada siswa Hasil Belajar Siswa Lingkungan belajar dan Sistem Pengelolaan Siswa bel dlm klp. atau menyajikan informasi tahap demi tahap • Merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal • Mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik. Kecil Dg tkt mampu beda Sosialisasi KTSP 201 .Tabel : 1 “ SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG” FASE – FASE Fase 1 Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan Siswa Fase 2 Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan Fase 3 Membimbing pelatihan Fase 4 Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik Fase 5 Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan PERILAKU GURU • Menjelaskan TPK.

mandiri Sintaks Lima fase utama Lihat tabel 3 Lingkungan belajar dan Sistem Pengelolaan Sosialisasi KTSP Terbuka. peran aktif siswa Norma inquiry terbuka Bebas kemukakan dpt 202 . proses demokrasi.Tabel : 2“ SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF (CL)” FASE – FASE Fase 1 Menyampaikan tujuan dan memotivasi Siswa Fase 2 Menyajikan informasi Fase 3 Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok – kelompik belajar Fase 4 Membimbing kelompok bekerja dan belajar Fase 5 Evaluasi Fase 6 Memberikan penghargaan PERILAKU GURU Menyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai selama pembelajaran dan memotivasi siswa belajar Menyajikan informasi kepada siswa dg jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan Menjelaskan kpd siswa bgm cara membentuk klp bel dan membantu setiap klp agar melakukan transisi secara efisien Membimbing kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka Mengevaluasi hasil bel ttg materi yg tlh dipelajari/meminta klp presentasi hsl kerja Menghargai baik upaya maupun hsl bel individu dan kelompok Sosialisasi KTSP PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH (PBI) Landasan Teoritik Teori Belajar Konstruktivis CTL Inquiry Pemecahan masalah (autentik) Belajar penemuan Bruner Hasil Belajar Siswa Menjadi pembelajar Yang otonom.

Tabel : 3 “SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN PBI“ FASE .logistik yg dibutuhkan • Memotivasi siswa terlibat aktif pemecahan masalah yg dipilih • Membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas bel yg berhub dg Masalah tersebut • Mendorong siswa utk mengumpulkan informasi yg sesuai.FASE Fase 1 Orientasi siswa kepada masalah Fase 2 Mengorganisasikan siswa untuk belajar Fase 3 Membimbing penyelidikan individu dan klp Fase 4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya Fase 5 Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah PERILAKU GURU • Menjelaskan tujuan. melaksanakan eksperimen utk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah • Membantu siswa dal merencanakan dan menyiapkan karya yg sesuai spt laporan. model dan berbagi tugas dengan teman • Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yg tlh dipelajari /meminta klp presentasi hasil kerja Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 203 .

204 .

Anak lincah Selalu belajar apa yang diinginkannya dengan gembira. 2. yang menarik perhatiannya Anak membangun sendiri pengetahuan dan pemahaman lewat pengalaman nyata sehari-hari Sosialisasi KTSP 205 . riang Menggunakan segala sesuatu yang terdapat di sekitarnya.DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 17 Pembelajaran Berbasis Kontekstual 2 Sosialisasi KTSP Ada sesuatu yang salah dengan proses pendidikan Sebelum Sekolah 1. 4. 3.

4. Makin tinggi kelas anak. apalagi bila dikaitkan dengan pemahaman siswa terhadap materi ajar. makin kurang inisiatif dan keberanian bertanya/mengemukakan pendapatnya Sosialisasi KTSP Sampai saat inipun kalau kita berbicara mengenai PBM di sekolah seringkali membuat kita kecewa. 2.Setelah Sekolah 1. Anak dipaksa belajar dengan cara guru Suasana tegang Seringkali tidak bermakna Seringkali siswa belajar sesuatu tidak menarik perhatiannya 5. Telah terjadi “penjinakan” pada anak 6. 3. Mengapa ? Sosialisasi KTSP 206 .

Sebagian besar dari siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dipergunakan/dimanfaatkan. tetapi pada kenyataannya mereka tidak memahaminya.Banyak siswa mampu menyajikan tingkat hafalan yang baik terhadap materi ajar yang diterimanya. Padahal mereka sangat butuh untuk dapat memahami konsep-konsep yang berhubungan dengan lingkungan dan masyarakat pada umumnya dimana mereka akan hidup dan bekerja. Sosialisasi KTSP Siswa memiliki kesulitan untuk memahami konsep akademik sebagaimana mereka biasa diajarkan yaitu dengan menggunakan sesuatu yang abstrak dan metode ceramah. Sosialisasi KTSP 207 .

Bagaimana seorang guru dapat berkomunikasi secara efektif dengan siswanya yang selalu bertanya-tanya tentang alasan dari sesuatu. Bagaimana setiap individual mata pelajaran dipahami sebagai bagian yang saling berhubungan dan membentuk satu pemahaman yang utuh ?. Bagaimana menemukan cara terbaik untuk menyampaikan berbagai konsep yang diajarkan di dalam mata pelajaran tertentu. arti dari sesuatu. sehingga semua siswa dapat menggunakan dan mengingatnya lebih lama konsep tersebut ?. 3. Sosialisasi KTSP 2. dan hubungan dari apa yang mereka pelajari ?.PERMASALAHANNYA 1. Sosialisasi KTSP 208 .

Sosialisasi KTSP 209 .4. sehingga mereka dapat mempelajari berbagai konsep dan mampu mengkaitkannya dengan kehidupan nyata. “Tantangan yang dihadapi oleh guru setiap hari dan merupakan tantangan bagi pengembang kurikulum”. Sosialisasi KTSP PENGALAMAN BERHARGA Pengalaman di negara lain menunjukkan bahwa minat dan prestasi siswa dalam bidang matematika. Bagaimana guru dapat membuka wawasan berpikir yang beragam dari siswa. dan bahasa meningkat secara drastis pada saat. sains. sehingga dapat membuka berbagai pintu kesempatan selama hidupnya ?.

1. dan bagaimana konsep tersebut dapat dipergunakan di luar kelas. Sosialisasi KTSP 210 . 2. Sosialisasi KTSP 3. karena guru menggunakan suatu pendekatan pembelajaran dan pengajaran kontekstual. Mereka diperkenankan untuk bekerja secara bersama-sama (cooperative) Meningkatnya minat dan prestasi siswa tersebut dicapai. Mereka dibantu untuk membangun keterkaitan antara informasi (pengetahuan) baru dengan pengalaman (pengetahuan lain) yang telah mereka miliki atau mereka kuasai. Mereka diajarkan bagaimana mereka mempelajari konsep.

4. 6. Sosialisasi KTSP NO. 1. CTL Menyandarkan pada memori spasial (pemahaman makna) Pemilihan informasi berdasarkan kebutuhan siswa Siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran TRADISONAL Menyandarkan pada hafalan Pemilihan informasi ditentukan oleh guru Siswa secara pasif menerima informasi 2. Sosialisasi KTSP 211 .PERBEDAAN CTL TRADISIONAL NO. CTL TRADISONAL Pembelajaran dikaitkan Pembelajaran sangat dengan kehidupan abstrak dan teoritis nyata/masalah yang disimulasikan Selalu mengkaitkan informasi dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa Cenderung mengintegrasikan beberapa bidang Memberikan tumpukan informasi kepada siswa sampai saatnya diperlukan Cenderung terfokus pada satu bidang (disiplin) tertentu 5. 3.

NO. Sosialisasi KTSP NO. berdiskusi. 11. 7. menggali. Sosialisasi KTSP 212 . CTL Siswa menggunakan waktu belajarnya untuk menemukan. atau mengerjakan proyek dan pemecahan masalah (melalui kerja kelompok) Perilaku dibangun atas kesadaran diri TRADISONAL Waktu belajar siswa sebagian besar dipergunakan untuk mengerjakan buku tugas. CTL Keterampilan dikembangkan atas dasar pemahaman Hadiah dari perilaku baik adalah kepuasan diri Siswa tidak melakukan hal yang buruk karena sadar hal tsb keliru dan merugikan TRADISONAL Keterampilan dikembangkan atas dasar latihan Hadiah dari perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor Siswa tidak melakukan sesuatu yang buruk karena takut akan hukuman 10. berpikir kritis. mendengar ceramah. dan mengisi latihan yang membosankan (melalui kerja individual) Perilaku dibangun atas kebiasaan 8. 9.

konteks dan setting Hasil belajar diukur melalui penerapan penilaian autentik. 13.NO. 14. sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan/konteks ke permasalahan/konteks lainnya. CTL Perilaku baik berdasarkan motivasi intrinsik Pembelajaran terjadi di berbagai tempat. Sosialisasi KTSP 213 . sosial dan kultural). TRADISONAL Perilaku baik berdasarkan motivasi ekstrinsik Pembelajaran hanya terjadi dalam kelas Hasil belajar diukur melalui kegiatan akademik dalam bentuk tes/ujian/ulangan. Sosialisasi KTSP PENGERTIAN CTL Pembelajaran/pengajaran kontekstual merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. 12.

memiliki kepedulian terhadap orang lain. membantu mereka untuk mengerti bagaimana berkomunikasi/berinteraksi dengan yang lain dan dampak apa yang ditimbulkannya. ikut serta dalam menentukan pilihan. Melakukan pekerjaan yang siginifikan (doing significant work). sehingga siswa merasakan bahwa belajar penting untuk masa depannya. Pekerjaan yang memiliki suatu tujuan.KOMPONEN CTL Membuat hubungan yang bermakna (making meaningful connections) antara sekolah dan konteks kehidupan nyata. Sosialisasi KTSP 214 . Bekerjasama (collaborating) untuk membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. Sosialisasi KTSP Pembelajaran mandiri (self-regulated learning) yang membangun minat individual siswa untuk bekerja sendiri ataupun kelompok dalam rangka mencapai tujuan yang bermakna dengan mengaitkan antara materi ajar dan konteks kehidupan sehari-hari. dan menghasilkan produk.

siswa diwajibkan untuk memanfaatkan berpikir kritis dan kreatifnya dalam pengumpulan.Berpikir kritis dan kreatif (critical and creative thingking). analisis dan sintesa data. Sosialisasi KTSP 215 . Sosialisasi KTSP Pencapaian standar yang tinggi (reaching high standards) melalui pengidentifikasian tujuan dan memotivasi siswa untuk mencapainya. mempunyai harapan tinggi terhadap siswa dan memotivasinya. memahami suatu isu/fakta dan pemecahan masalah. Pendewasaan individu (nurturing individual) dengan mengenalnya. Menggunakan penilaian autentik (using authentic assessment) yang menantang siswa agar dapat menggunakan informasi akademis baru dan keterampilannya kedalam situasi nyata untuk tujuan yang signifikan. memberikan perhatian.

dsb) dalam mencapai tujuan belajar. menekankan kepada pentingnya siswa membangun sendiri pengetahuan mereka lewat keterlibatan aktif dalam proses belajar mengajar. faktor sosial dan budaya perlu diperhatikan selama perencanaan pengajaran. pengetahuan dan pembelajaran harus dikondisikan dalam fisik tertentu dan konteks sosial (masyarakat. manusia merupakan bagian terintegrasi dari proses pembelajaran. oleh karenanya. Bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar akan memotivasi seseorang untuk terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan komitmen untuk belajar. Sosialisasi KTSP Socialization. yang menekankan bahwa belajar merupakan proses sosial yang menentukan tujuan belajar.TEORI YANG MELANDASI CTL Knowledge-Based Constructivism. Effort-Based Learning/Incremental Theory of Intellegence. oleh karenanya harus berbagi pengetahuan dan tugastugas Sosialisasi KTSP 216 . Situated Learning. Distributed Learning. rumah.

PENDEKATAN CTL Problem-Based Learning. Inquiry-Based Learning. dan mengkulminasikannya dalam produk nyata. pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi ajar dan menggunakannya kembali di tempat kerja. Authentic Instruction. pendekatan pembelajaran Project-Based Learning. Work-Based Learning. Sosialisasi KTSP 217 . yaitu pendekatan pengajaran yang menperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna melalui pengembangan keterampilan berpikir dan pemecahan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata. Sosialisasi KTSP yang mengikuti metodologi sains dan memberi kesempatan untuk pembelajaran bermakna. pendekatan pembelajaran yang memperkenankan siswa untuk bekerja mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya (pengetahuan dan keterampilan baru). yaitu suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar melalui berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah dalam rangka memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran.

Merencanakan pembelajaran sesuai dengan perkembangan mental (developmentally appropriate) siswa. yaitu pendekatan Sosialisasi KTSP IMPLEMENTASI CTL Sesuai dengan faktor kebutuhan individual siswa. maka untuk dapat mengimplementasikan pembelajaran dan pengajaran kontekstual guru seharusnya. Mempertimbangan keragaman siswa (disversity of students). yaitu pendekatan pembelajaran yang menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru dan berbagai keterampilan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya. Cooperative Learning. pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam rangka memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar.Service Learning. Membentuk group belajar yang saling tergantung (interdependent learning groups). Sosialisasi KTSP 218 .

dan mengkontruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan baru (contructivism). Sosialisasi KTSP Mengembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna jika ia diberi kesempatan untuk bekerja. Menggunakan teknik bertanya (quesioning) yang meningkatkan pembelajaran siswa. Sosialisasi KTSP 219 . Mengembangkan sifat ingin tahu siswa melalui pengajuan pertanyaan (quesioning). Memperhatikan multi-intelegensi (multiple intelli-gences) siswa. perkembangan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir tingkat tinggi. menemukan.Menyediakan lingkungan yang mendukung pembelajaran mandiri (self-regulated learning) dengan 3 karakteristik umumnya (kesadaran berpikir. penggunaan strategi dan motivasi berkelanjutan). Memfasilitasi kegiatan penemuan (inquiry) agar siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan melalui penemuannya sendiri (bukan hasil mengingat sejumlah fakta).

Memahami latar belakang dan pengalaman hidup siswa melalui proses pengkajian secara seksama. Memodelkan (modelling) sesuatu agar siswa dapat menirunya untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru.Menciptakan masyarakat belajar (learning community) dengan membangun kerjasama antar siswa. selanjutnya memilih dan mengkaitkannya dengan konsep atau teori yang akan dibahas. Sosialisasi KTSP Sedangkan berkaitan dengan faktor peran guru. Mengarahkan siswa untuk merefleksikan tentang apa yang sudah dipelajari. Mempelajari lingkungan sekolah dan tempat tinggal siswa. Mengkaji konsep atau teori (materi ajar) yang akan dipelajari oleh siswa. Menerapkan penilaian autentik (authentic assessment). maka guru seharusnya. Sosialisasi KTSP 220 . agar proses pengajaran kontekstual dapat lebih efektif.

Melakukan penilaian autentik (authentic assessment) yang memungkinkan siswa untuk menunjukkan penguasaan tujuan dan pemahaman yang mendalam terhadap pembelajarannya.Merancang pengajaran dengan mengkaitkan konsep atau teori yang dipelajari dengan mempertimbangkan pengalaman siswa dan lingkungan kehidupannya. 1991). Melaksanakan pengajaran dengan selalu mendorong siswa untuk mengkaitkan apa yang sedang dipelajari dengan pengetahuan/pengalaman sebelumnya dan fenomena kehidupan sehari-hari. Sosialisasi KTSP PENILAIAN AUTENTIK Penilaian autentik adalah suatu istilah/terminologi yang diciptakan untuk menjelaskan berbagai metode penilaian alternatif yang memungkinkan siswa dapat mendemonstrasikan kemampuannya dalam menyelesaikan tugas-tugas dan menyelesaikan masalah. Sosialisasi KTSP 221 . sekaligus pada saat yang bersamaan dapat meningkatkan dan menemukan cara untuk peningkatan pengetahuannya. mengekspresikan pengetahuan dan keterampilannya dengan cara mensimulasikan situasi yang dapat ditemui di dalam dunia nyata di luar lingkungan sekolah (Hymes. serta mendorong siswa untuk membangun kesimpulan yang merupakan pemahaman siswa terhadap konsep atau teori yang sedang dipelajarinya. Sekaligus. Dalam hal ini adalah simulasi yang dapat mengekspresikan prestasi (performance) siswa yang ditemui di dalam praktek dunia nyata.

Melalui penilaian autentik ini. Sosialisasi KTSP 222 . Sosialisasi KTSP STRATEGI PENILAIAN AUTENTIK Penilaian kinerja (Performance assessment) yang dikembangkan untuk menguji kemampuan siswa dalam mendemonstrasikan pengetahuan dan ke-terampilannya (apa yang mereka ketahui dan dapat dilakukan) pada berbagai situasi nyata dan konteks tertentu. Dengan kata lain. siswa belajar bagaimana mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilannya ke dalam tugas-tugas yang autentik. Observasi sistematik atau investigasi jangka pendek (System Observation – short investigation) yang bermanfaat untuk menyajikan informasi tentang dampak aktivitas pembelajaran terhadap sikap siswa.TUJUAN PENILAIAN AUTENTIK Penilaian autentik bertujuan mengevaluasi kemampuan siswa dalam konteks dunia nyata. diharapkan berbagai informasi yang absah/benar dan akurat dapat terjaring berkaitan dengan apa yang benar-benar diketahui dan dapat dilakukan oleh siswa atau tentang kualitas program pendidikan.

minat dan pengalamannya. Tanggapan ini dapat berupa. Sama halnya observasi sistematik. ide. ia memberikan stimulus dan bertanya kepada siswa untuk memberikan tanggapan (respond). Koleksi tersebut memberikan gambaran perkembangan siswa setiap saat. tulisan dan bentuk lainnya. antara lain (i) suatu tulisan singkat atau jawaban lisan. Jurnal (Journal) merupakan suatu proses refleksi dimana siswa berpikir tentang proses belajar dan hasilnya. Pertanyaan evaluatif merupakan alat dasar dalam kajian pribadi. Dengan kata lain jurnal membantu siswa dalam mengorgani-sasikan cara berpikirnya dan menuangkannya secara eksplisit dalam bentuk gambar. proses dan produk mereka.Pertanyaan terbuka. (ii) suatu pemecahan matematik. minat dan keberhasilan atau prestasi siswa selama jangka waktu tertentu (Hart. Sosialisasi KTSP 223 . 1994). (iv) suatu diagram. chart atau grafik. (iii) suatu gambar. Sosialisasi KTSP Kajian/penilaian pribadi (self assessment)Siswa untuk mengevaluasi partisipasi. kemudian menuliskan ide-ide. Portefolio (Portfolio) adalah koleksi/kumpulan dari berbagai ketrampilan.

Terakhir. Untuk itu. Sosialisasi KTSP 224 .DIAGRAM SISTEM DUKUNGAN UNTUK PELAKSANAAN CTL Pembelajaran Siswa Pengajaran Dukungan Keorganisasian Sekolah Sosialisasi KTSP Dukungan Masyarakat Diagram tsb menunjukkan bahwa tujuan akhir pelaksanaan CTL adalah mendukung pembelajaran yang berkualitas bagi siswa. dukungan eksternal dari masyarakat adalah dalam hal penyediaan sumber dorongan yang dapat membantu siswa dan pendidik menciptakan lingkungan belajar mengajar yang berkualitas. setiap orang di sekolah terlebih dahulu menyetujui tentang apa yang akan dipelajari oleh siswa dan strategi apa yang akan digunakan. sekolah atau masyarakat). Keorganisasian sekolah juga sedapat mungkin harus mendukung keterlaksanaan proses pembelajaran dimanapun (ruang kelas.

Selesai Sosialisasi KTSP 225 .

226 .

Rancangan Penilaian Hasil Belajar 227 .Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VII. Penilaian Hasil Belajar 17.

228 .

Materi 16 RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENILAIAN • • • • • • PENGERTIAN PENILAIAN PENGERTIAN PENILAIAN KELAS CIRI PENILAIAN KELAS TEKNIK PENILAIAN MANFAAT HASIL PENILAIAN PENGERTIAN KETUNTASAN BELAJAR • PELAPORAN Sosialisasi KTSP 229 .

INTERPRETASI INFORMASI UNTUK MEMBUAT KEPUTUSAN. ANALISIS. Sosialisasi KTSP PENILAIAN KELAS Proses pengumpulan & penggunaan informasi oleh guru melalui sejumlah bukti untuk membuat keputusan ttg pencapaian hasil belajar/kompetensi siswa.PENGERTIAN PENILAIAN PENILAIAN ADALAH PROSES SISTEMATIS MELIPUTI PENGUMPULAN INFORMASI (ANGKA. Sosialisasi KTSP 230 . DESKRIPSI VERBAL).

maka sebagian besar dari mereka akan mencapai ketuntasan”. Belajar Tuntas • Belajar Tuntas (mastery learning): peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya.CIRI PENILAIAN KELAS 1. dan hasil yang baik. A Model of School Learning Sosialisasi KTSP ) 231 . • “Jika peserta didik dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuannya untuk beberapa mata pelajaran dan diajarkan sesuai dengan karakteristik mereka. 4. 2. Carrol. sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar. 3. BELAJAR TUNTAS OTENTIK BERKESINAMBUNGAN BERDASARKAN ACUAN KRITERIA / PATOKAN 5. MENGGUNAKAN BERBAGAI CARA & ALAT PENILAIAN Sosialisasi KTSP 1. (John B.

keterampilan. Carrol) • “Peserta didik yang belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama.lanjutan • Guru harus mempertimbangkan antara waktu yang diperlukan berdasarkan karakteristik peserta didik dan waktu yang tersedia di bawah kontrol guru (John B. B. Bloom) Sosialisasi KTSP 2. mulai dari tingkat kompetensi awal mereka” (JH.) Sosialisasi KTSP 232 . mereka dapat berhasil jika kompetensi awal mereka terdiagnosis secara benar dan mereka diajar dengan metode dan materi yang berurutan. dan sikap. Block. Penilaian Otentik • Memandang penilaian dan pembelajaran secara terpadu • Mencerminkan masalah dunia nyata bukan dunia sekolah • Menggunakan berbagai cara dan kriteria • Holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan.

Berkesinambungan Memantau proses. (tertulis. penugasan. Sosialisasi KTSP • Ulangan Harian : selesai satu atau beberapa Indikator. Ulangan Tengah Semester. • Ulangan Kenaikan Kelas : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester ganjil dan genap.3. Ulangan Akhir Semester. dengan penekanan pada kompetensi dasar semester genap Sosialisasi KTSP 233 . kemajuan. observasi. dan Ulangan Kenaikan Kelas. atau lainnya) • Ulangan Tengah Semester : selesai beberapa Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan • Ulangan Akhir Semester : selesai semua Kompetensi Dasar pada semester yang bersangkutan. dan perbaikan hasil terus menerus dalam bentuk Ulangan Harian.

Portofolio. Proyek. Unjuk Kerja. Pengamatan. Menggunakan Berbagai cara & alat penilaian • Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi • Menggunakan penilaian yang bervariasi: Tertulis.4. Produk. dan Penilaian Diri Sosialisasi KTSP 234 . Lisan. tetapi dengan kemampuan yang dimiliki sebelumnya dan patokan yang ditetapkan Sosialisasi KTSP 5. Berdasar Acuan kriteria/patokan Prestasi kemampuan peserta didik TIDAK DIBANDINGKAN dengan peserta kelompok.

tingkah laku. • Pemecahan masalah dalam kelompok • Partisipasi dalam diskusi • Menari • Memainkan alat musik • Olah Raga • Menggunakan peralatan laboratorium • Mengoperasikan suatu alat Sosialisasi KTSP 235 .TEKNIK /CARA PENILAIAN Unjuk Kerja (Performance) Penugasan (Proyek/Project) Hasil kerja (Produk/Product) Tertulis (Paper & Pen) Portofolio (Portfolio) Sikap Diri (Self Assessment) Sosialisasi KTSP Unjuk Kerja (Performance) : pengamatan terhadapa aktivitas siswa sebagaimana terjadi (unjuk kerja. baca puisis. berpidato. interaksi) • Cocok untuk : • Penyajian lisan: keterampilan berbicara. berdiskusi.

CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN RATING SCALE -----------------------------------------------------------------------------------------------Petunjuk : Beri Lingkaran pada angka yang sesuai untuk setiap kemampuan yang teramati pada waktu anak berpidato : 1 bila tidak pernah 2 bila jarang 3 bila kadang-kadang. Berdiri tegak melihat pada penonton 1 2 3 4 B. dan 4 bila siswa selalu melakukan --------------------------------------------------------------------------------------------------Nama : Rinjani I. Berdiri tegak melihat pada penonton ----.B. ---------------------------------------------------------------------------------Nama: Rinjani I. Ekspresi fisik (physical expression) A. Ekspresi fisik (physical expression) ----. Mata melihat kepada penonton Sosialisasi KTSP 236 .C.A. Mengubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan 1 2 3 4 Sosialisasi KTSP CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DENGAN CHECKLIST --------------------------------------------------------------------------------Petunjuk: Beri tanda centang (v) dibelakang huruf di mana kemampuan siswa teramati pada waktu berpidato. Merubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan ----.

C.A. Memilih kata-kata yang tepat untuk menegaskan arti ---. Berbicara dengan kata-kata yang jelas ---.B.A.D. Nada suaranya berubah-ubah sesuai pernyataan yang ditekankan ---.C. Tidak mengulang-ulang pernyataan ---. Menggunakan kalimat yang lengkap untuk mengutarakan suatu pikiran ---. Sosialisasi KTSP Penugasan (Proyek) : Penilaian terhadap suatu tugas yang mengandung penyelidikan yang harus selesai dalam waktu tertentu Tugas: suatu investigasi dgn tahapan: Perencanaan Pengumpulan data Pengolahan data. Ekspresi suara (vocal expression) ---.II. Menyimpulkan pokok-pokok pikiran yang penting III. Penyajian data Sosialisasi KTSP 237 .B. Berbicara cukup keras untuk didengar penonton Ekspresi verbal (verbal expression) ---.

gaya hidup) Sosialisasi KTSP 238 .PENILAIAN PROYEK Bermanfaat menilai : • Keterampilan menyelidiki secara umum • Pemahaman & Pengetahuan dalam bidang tertentu • Kemampuan mengaplikasi pengetahuan dalam suatu penyelidikan • Kemampuan menginformasikan subyek secara jelas Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN PROYEK : Ilmu Pengetahuan Sosial : SD : VI Mata Pelajaran Jenjang Kelas / Semester Contoh Kompetensi Dasar : menganalisis bentuk-bentuk perilaku yang muncul sebagai dampak globalisasi (konsumerisme.

• Indikator : . migrasi. dan tradisi) .Mengidentifikasi bukti-bukti globalisasi di lingkungan masyarakat (mis: dalam hal periklanan. perjalanan. pariwisata. gaya hidup.Membuat daftar perubahan perilaku masyarakat setempat sebagai dampak globalisasi (mis: dalam hal makanan. pakaian. telekomunikasi) .Membandingkan pandangan orang tua dan anak mengenai perubahan-perubahan yang terjadi akibat pengaruh globalisasi Sosialisasi KTSP Contoh Tugas Penilaian Proyek ----------------------------------------Lakukan penelitian sederhana di lingkungan sekitar mengenai pengaruh iklan di media cetak maupun di media elektronik terhadap gaya hidup anak SD (cara berpakaian. nilai-nilai. perilaku) Sosialisasi KTSP 239 . pilihan makanan dan minuman. komunikasi. perilaku.

daftar pertanyaan dengan lengkap. pahatan . daftar pertanyaan kurang lengkap. alasan. namun bahasa kurang komunikatif Jika sekedar melaporkan hasil penelitian tanpa membahas data PELAPORAN TERTULIS Jika sistimatika penulisan benar. responden. Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua. tempat penelitian. lukisan.makanan . responden. plastik. kurang memuat saran Sosialisasi KTSP Hasil Kerja (Produk): Penilaian terhadap kemampuan membuat produk teknologi dan seni Penilaian Hasil Akhir dan Proses: hasil akhir spt: .hasil karya seni: gambar. tempat penelitian. alasan. alasan. Jika pertanyaan tidak terlaksana semua dan data tidak tercatat dengan rapi.CONTOH ASPEK FORMAT PENYEKORAN TUGAS PROYEK KRITERIA DAN SKOR 3 2 1 PERSIAPAN Jika memuat tujuan. responden. bahasa komunikatif. Jika memuat tujuan. topik. dan logam .menggunakan peralatan dengan aman . topik. Jika penulisan kurang sistimatis.pakaian .menggunakan teknik menggambar . tempat penelitian. tetapi data tidak tercatat dengan rapi dan lengkap. memuat saran. Jika memuat tujuan. topik.membakar kue dengan baik proses spt: Sosialisasi KTSP 240 .barang-barang terbuat dari kayu. daftar pertanyaan tidak lengkap PENGUMPULAN DATA Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua dan data tercatat dengan rapi dan lengkap. memuat saran. keramik. PENGOLAHAN DATA Jika pembahasan data sesuai tujuan penelitian Jika pembahasan data kurang menggambarkan tujuan penelitian Jika sistimatika penulisan benar. bahasa kurang komunikatif.

Bahan untuk model tertulis dalam rancangan .Tentukan spesifikasi bahan untuk model Sosialisasi KTSP 241 . gali.kmp: .rencanakan.Gambar rancangan model .PENILAIAN PRODUK PERSIAPAN. alat.desain produk PEMBUATAN: kmp seleksi dan gunakan: bahan. kembangkan gagasan . teknik PENILAIAN (APPRAISAL): kmp buat produk sesuai kegunaan (fungsi) & keindahan Sosialisasi KTSP Contoh1: TUGAS PENILAIAN PRODUK ------------------------------------------------------Tugas: buatlah rancangan model benda yang menggunakan roda Ketentuan: .

ketentuan sebagai berikut (spesifikasidiberikan) : jenis kayu: ………. 3. dst. bahan tertulis lengkap. bahan tertulis tidak lengkap. ukuran: ……………………. spesifikasi bahan jelas C = gambar kurang proporsional. skor c k Ada gambar rancangan model Bahan tertulis dalam model Spesifikasi bahan tertulis Unsur estetika Kriteria penskoran : B = gambar proporsional.. 2. 4. bahan tertulis kurang lengkap. spesifikasi bahan tidak jelas Sosialisasi KTSP 242 . Sosialisasi KTSP Penskoran tugas penilaian produk contoh 1: No Kriteria b 1. spesifikasi bahan kurang jelas K = gambar tidak proporsional.Contoh2: TUGAS PENILAIAN PRODUK -------------------------------------------------------Tugas: Rancang dan buatlah mainan yang menggunakan roda.

S. MEMILIH JAWABAN .Jawaban singkat .Isian atau melengkapi . MENSUPLAI JAWABAN .TES TERTULIS Memilih dan Mensuplai jawaban 1.tidak) 2.uraian Sosialisasi KTSP BANDINGKAN • Apa kepanjangan ASEAN? • Tahun berapa ASEAN didirikan? • Negara mana saja yang manjadi anggota ASEAN? • Apa kepanjangan PLTA? • Menurutmu masalah apa yang akan timbul jika ASEAN bubar? • Dengan cara apa ASEAN mendukung perekonomian ASIA? • Buatlah bagan PLTA! Sosialisasi KTSP 243 .Dua pilihan (B . ya .Pilihan ganda .

tentukan jangka waktunya • Bila perlu. jadwalkan pertemuan dengan ortu Sosialisasi KTSP 244 . beri kesempatan perbaiki karyanya.PORTOFOLIO : Penilaian melalui koleksi karya (hasil kerja) siswa yang sistematis • • • • Pengumpulan data melalui karya siswa Pengumpulan dan penilaian yang terus menerus Refleksi perkembangan berbagai kompetensi Memperlihatkan tingkat perkembangan kemajuan belajar siswa • Bagian Integral dari Proses Pembelajaran • Untuk satu periode • Tujuan Diagnostik Sosialisasi KTSP Hal-hal yang perlu diperhatikan: • Siswa merasa memiliki portofolio sendiri • Tentukan bersama hasil kerja apa yang akan dikumpulkan • Kumpulkan dan simpan hasil kerja siswa dalam 1 map atau folder • Beri tanggal pembuatan • Tentukan kriteria untuk menilai hasil kerja siswa • Minta Siswa untuk menilai hasil kerja mereka secara berkesinambungan • Bagi yang kurang.

Contoh Portofolio Nama Siswa : _________________ Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kelas : X/1 : Bahasa Indonesia : 1 Semester Kriteria No SK / KD Periode Tata bahasa Kosakata Kelengkapan gagasan Sistematika penulisan Keterangan 1. Membuat resensi buku 1/9 30/9 10/10 Dst. Menulis karangan deskriptif 30/7 10/8 dst. Sosialisasi KTSP 245 .karya-karya yang dapat dikumpulkan melalui penilaian portofolio • • • • • • • Puisi Karangan Gambar / Lukisan Desain Paper Sinopsis Naskah pidato / khotbah • Naskah Drama • Rumus Sosialisasi KTSP • • • • • • Doa Surat Komposisi Musik Teks Lagu Resep Makanan Laporan Observasi/ Penyelidikan / Eksperimen • Dsb. 2.

..PENILAIAN SIKAP Penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap obyek sikap Cara: – Observasi perilaku: kerja sama. perhatian – Pertanyaan langsung: tanggapan thd tatib baru – Laporan pribadi: menulis pandangan ttg “kerusuhan antaretnis”. inisiatif. Sosialisasi KTSP Contoh Format Penilaian Sikap dalam praktek IPA : No. Tono 3.. Ruri Berinisiatif Perilaku Penuh Perhati an Bekerja sistematis Nilai Keterangan 2. Nama Bekerja sama 1. Sosialisasi KTSP 246 . .

B. tiap org diberi kesempatan mengusulkan sesuatu -------. Apa yang kamu lakukan selama kegiatan berlangsung? ------------------------------------------------------------------------------------------Sosialisasi KTSP 1. 2. tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya.mengorganisasi kelompok -------. saya….Selama kerja kelompok. proses. Sosialisasi KTSP CONTOH PENILAIAN DIRI PARTISIPASI DALAM DISKUSI KELOMPOK Nama : ----------------------------------------------------Nama-nama anggota kelompok : ----------------------------------------------------Kegiatan kelompok : ----------------------------------------------------Isilah pernyataan berikut dengan jujur. 5. 4.Selama diskusi saya mengusulkan ide kpd klp utk didiskusikan -------.Semua anggota kelompok kami melakukan sesuatu selama kegiatan -------.PENILAIAN DIRI Menilai diri sendiri berkaitan dengan status.1996.mengacaukan kegiatan -------. --------. SUMBER: Forster & Masters.melamun 6.Tiap orang sibuk dengan yang dilakukannya dalam kelompok saya --------.mendengarkan orang lain --------.C atau D di depan tiap pernyataan: A : selalu C : kadang-kadang B : sering D : tidak pernah -------.d.mengorganisasi ide-ide saya -------.mengajukan pertanyaan --------. Untuk No. 3.Ketika kami berdiskusi. 5. tulislah huruf A. 247 . 1 s.

ALUR PELAKSANAAN PENILAIAN • MENETAPKAN INDIKATOR • MEMETAKAN SK. INDIKATOR DAN KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR • MENETAPKAN TEKNIK PENILAIAN • MEMBUAT ALAT PENILAIAN & PENYEKORAN Sosialisasi KTSP CONTOH FORMAT PEMETAAN ASPEK PENILAIAN SK KD INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PROY TEKNIK PENILAIAN PROD TES UN KERJA DLL MENDENGAR KAN BERBICARA MEMBACA MENULIS Sosialisasi KTSP 248 . KD.

TS= Nilai Tengah Semester. AS= Nilai Akhir Semester Sosialisasi KTSP MANFAAT HASIL PENILAIAN • REMEDIAL • PENGAYAAN • PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Sosialisasi KTSP 249 .CONTOH REKAP NILAI MATA PELAJARAN : KELAS/SEMESTER : N O NA MA MENDENGARKAN BERBICARA MEMBACA MENULIS KD 1 KD 2 R R T S AS KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R T S A S KD 1 KD 2 R R TS A S 1 Ri n Tin 2 Catatan: KD= Kompetensi Dasar. RR= Nilai Rata-rata KD.

KAPAN? • REMEDIAL DILAKUKAN BILA NILAI INDIKATOR KURANG DARI NILAI KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR PENGAYAAN DILAKUKAN BILA TUNTAS LEBIH CEPAT PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN BILA TIDAK EFEKTIF • • Sosialisasi KTSP KETUNTASAN BELAJAR • • • • PER INDIKATOR KRITERIA: 0% – 100% IDEAL: 75% SEKOLAH MENETAPKAN SENDIRI DGN PERTIMBANGAN: KEMAMPUAN AKADEMIS SISWA. KOMPLEKSITAS INDIKATOR. DAYA DUKUNG : GURU. SARANA • TUNTAS: SKOR ≥ KRITERIA KETUNTASAN • TUNTAS INDIKATOR → KD → SK→ MAPEL Sosialisasi KTSP 250 .

7 NILAI KD 2: MODE : 70 NILAI KD :70 Sosialisasi KTSP 251 .CONTOH PENGHITUNGAN KETUNTASAN BELAJAR KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KRITERIA KETUNTASAN NILAI PESERTA DIDIK KETUNTASAN 1 2 60% 60% 60 59 TUNTAS TAK TUNTAS TUNTAS 3 55% 75 Sosialisasi KTSP CONTOH PENGHITUNGAN NILAI KD KOMPETENSI DASAR (KD) KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR 60% 70% 60% 70% 65% 60% INDIKATOR 1 NILAI SISWA 61 80 90 70 68 72 KETUNTASAN TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS 1 2 3 1 2 2 3 NILAI KD 1: = 61+80+90 3 = 77 ATAU 7.

MENGUMPULKAN DATA. MEMBUAT RANGKUMAN. • PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF Sosialisasi KTSP 252 .DALAM 1 KD • JML INDIKATOR YG TUNTAS LEBIH DARI 50%: LANJUT KE KD BERIKUTNYA • JML INDIKATOR BELUM TUNTAS SAMA ATAU LEBIH DARI 50%: MENGULANG KD YANG SAMA Sosialisasi KTSP PELAKSANAAN PROGRAM REMEDIAL • TATAP MUKA DENGAN GURU • BELAJAR SENDIRI → dinilai • KEGIATAN: MENJAWAB PERTANYAAN. MENGERJAKAN TUGAS.

LATIHAN TAMBAHAN TUGAS INDIVIDUAL • HASIL PENILAIAN MENAMBAH NILAI MATA PELAJARAN BERSANGKUTAN • SETIAP SAAT. Sosialisasi KTSP PERBAIKAN PROGRAM & KEGIATAN Program Strategi Bahan Tidak efektif? Dievaluasi Direvisi Sosialisasi KTSP Diganti 253 .PROGRAM PENGAYAAN : • SISWA BERPRESTASI BAIK • MEMPERKAYA KOMPETENSI • KEGIATAN : MEMBERI MATERI TAMBAHAN. PADA ATAU DI LUAR JAM EFEKTIF.

Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 254 .PELAPORAN • Rapor adalah laporan kemajuan belajar • Berisi informasi tentang pencapaian kompetensi • Sekolah boleh menetapkan sendiri model rapor yang dikehendaki. dengan syarat komunikatif dan menggambarkan pencapaian kompetensi. • Model yang ada merupakan contoh yang dapat dimodifikasi/diadopsi oleh sekolah.

Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) VIII. Pengembangan Bahan Ujian & Analisis Hasil Ujian. 255 . Pengembangan Bahan Ujian 18.

256 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 17 PENGEMBANGAN BAHAN UJIAN DAN ANALISIS HASIL UJIAN Sosialisasi KTSP SKL TOPIK Sosialisasi KTSP KISI-KISI TEKNIK PENYUSUNAN SOAL ANALISIS 257 .

19/2005 Sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan Meliputi kompetensi seluruh mata pelajaran Dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Sosialisasi KTSP 258 .APAKAH SAYA LULUS? Sosialisasi KTSP STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) Adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap pengetahuan dan keterampilan Berdasarkan PP No.

Hubungan antara SKL.MATERI DAN PENILAIAN SKL Menggambarkan kompetensi yang ingin dicapai. KOMPETENSI Materi pembelajaran untuk mencapai kompetensi Sosialisasi KTSP Bentuk soal harus sesuai dengan kompetensi yang dituntut pada SKL SEPERTI APA SOAL YANG BAIK ? Sosialisasi KTSP 259 .

Sosialisasi KTSP 260 . 4. 8. 5. 2. PENELAAHAN SOAL (validasi soal). Penyusunan KISI-KISI tes. 3.LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN TES 1. Penentuan tujuan tes. Perakitan soal menjadi perangkat tes. PENULISAN SOAL. 9. 7. •Indikator Soal •Bentuk Tes •Nomor Soal Syarat kisi-kisi Mewakili isi kurikulum Singkat dan jelas Soal dapat disusun sesuai dengan bentuk soal. perakitan soal Komponen Kisi2: •Identitas •SK/KD/IP •Materi Pembel. penulisan soal Pedm. 6. Uji coba soal termasuk ANALISIS-nya. Bank Soal Penyajian tes kepada siswa Skoring (pemeriksaan jawaban siswa) Sosialisasi KTSP PENGEMBANGAN KISI-KISI Fungsi Pedm.

.. ............... Penulis 1.. -----------2... SOAL KUNCI Penyusun 1.......FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis Sekolah : ...... Soal (7) (2) (3) Sosialisasi KTSP KARTU SOAL BENTUK PG Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (PG........................ ------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No ...... ...... Jumlah soal : ...... Kurikulum : .. Mata Pelajaran : ....... Bentuk Tes Materi (4) Indikator Soal (5) (6) No.................... No........ Digunaka n untuk Tang gal Jumlah Siswa Tingkat Kesukaran Daya Proporsi KETERANGAN SOAL Jawaban pada Pilihan Pembeda A B C D OMIT Keterangan Sosialisasi KTSP 261 ......................... dll... Urut (1) Kompetensi Dasar/ Indikator Bahan Kelas/ smt.. Alokasi Waktu : ................) NO... 2..................

-----------2. ------------Tahun ajaran : --------------: KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI INDIKATOR SOAL No Diguna kan untuk KETERANGAN SOAL Proporsi jawaban pada aspek Tangg al Jumlah siswa Tingkat kesukar an Daya pembeda 1 A 2 3 1 B 2 3 1 C 2 3 1 D 2 3 Ketera ng an Sosialisasi KTSP PEDOMAN PENSKORAN No. penugasan. Kunci/Kriteria jawaban/Aspek yang dinilai Skor Skor maksimum= Sosialisasi KTSP …… 262 . hasil karya) NO.KARTU SOAL URAIAN/PRAKTIK Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kelas/smt Bentuk Tes : ------------: ------------: ------------: Tertulis (Uraian)/Praktik (Kinerja. SOAL Penyusun 1.

3. 4. Sosialisasi KTSP Indikator Soal Indikator soal sebagai pertanda atau indikasi pencapaian kompetensi Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur Indikator mengacu pada materi pembelajaran sesuai kompetensi 263 . Kontinuitas: KD/indikator/materi lanjutan yang merupakan pendalaman materi sebelumnya. mutlak harus dikuasai oleh siswa. Keterpakaian: memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Urgensi: KD/indikator/materi yang secara teoritis. Relevansi: yang diperlukan untuk mempelajari dalam bidang studi lain. 2.KRITERIA KOMPETENSI / MATERI PENTING 1.

siswa dapat menjelaskan …. Sosialisasi KTSP MENUNTUT PENALARAN TINGGI SETIAP SOAL: 1.MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 3.DIBERIKAN DASAR PERTANYAAN (STIMULUS) 2.MENGUKUR KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH Sosialisasi KTSP 264 . BILA SOAL TIDAK TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Siswa dapat membedakan ….TEKNIK PERUMUSAN INDIKATOR 1. 2. BILA SOAL TERDAPAT STIMULUS Rumusan indikatornya: Disajikan ….

.... 5. 2. dan .. 3........ Analisis -Manakah penulisan yang salah pada paragraf ..... -Tulislah sebuah pernyataan yang dapat menjelaskan peristiwa berikut . -Bandingkan dua cara berikut tentang ... 7.. Sosialisasi KTSP 265 . Evaluasi -Apakah kelebihan dan kelemahan ... 9. Membandingkan -Jelaskan persamaan dan perbedaan antara . -Tuliskan sebuah laporan . -Lengkapilah cerita . Hubungan sebab-akibat -Apa penyebab utama .. -Apa reaksi A terhadap .. -Tuliskan . Berpendapat (inferring) -Berdasarkan . -Apakah hal berikut memiliki .. tuliskanlah evaluasi tentang ... 8.... 11...... -Daftar dan beri alasan singkat tentang ciri utama .... -Berdasarkan kriteria .... Mengelompokkan -Kelompokkan hal berikut berdasarkan . Menerapkan -Selesaikan hal berikut dengan menggunakan kaidah . Memberi alasan (justifying) -Manakah pilihan berikut yang kamu pilih.. mengapa? -Jelaskan mengapa kamu setuju/tidak setuju dengan pernyataan tentang . Sosialisasi KTSP 6. tentang apa yang akan terjadi bila .... Sintesis -Tuliskan satu rencana untuk pembuktian ..... 10.. Menciptakan -Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda tentang .. Meringkas -Tuliskan pernyataan penting yang termasuk ........ -Ringkaslah dengan tepat isi . -Apa akibat ......... Menyimpulkan -Susunlah beberapa kesimpulan yang bersasal dari data ..MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS 1. 4.. 12.... apa yang akan terjadi bila ........ dengan menggunakan pedoman .....

3. Memahami kata dalam konteks Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah yang konteks kata atau kelompok katanya digarisbawahi. Sosialisasi KTSP 6. atau grafik. siswa dapat memecahkan masalah ke dalam dua cara atau lebih. siswa dapat memberikan alasan satu masalah yang dipilih sendiri. Mengidentifikasi masalah yang tidak sesuai Contoh indikator soal: Disajikan beberapa informasi yang relevan dan tidak relevan terhadap masalah. 5. Mengidentifikasi masalah Contoh indikator soal: Disajikan deskripsi suatu situasi/masalah. Memberi alasan masalah yang sulit Contoh indikator soal: Disajikan sebuah masalah yang sukar dipecahkan atau informasi pentingnya dihilangkan. Mendeskripsikan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. Memilih masalah sendiri Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah. siswa dapat menjelaskan maknanya yang berhubungan dengan masalah itu dengan kata-katanya sendiri. Merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan yang berisi sebuah masalah. 2. Memberi alasan solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih kemungkinan solusinya. 7. 9. Sosialisasi KTSP 266 . siswa dapat mengidentifikasi masalah yang nyata atau masalah apa yang harus dipecahkan. siswa dapat menjelaskan mengapa masalah ini sulit dipecahkan atau melengkapi informasi penting yang dihilangkan. siswa dapat memberikan solusinya berdasarkan pertimbangan asumsi untuk saat ini dan yang akan datang. siswa dapat merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan. siswa dapat memilih satu solusi yang paling tepat dan memberikan alasannya. diagram.Mengukur Keterampilan Pemecahan Masalah 1. 10. siswa dapat mengidentifikasi semua informasi yang tidak relevan. Mendeskripsikan berbagai strategi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. siswa dapat menggambarkan sebuah diagram atau gambar yang menunjukkan situasi masalah. 8. Mengidentifikasi asumsi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. dan menjelaskan cara penyelesaiannya. kemudian menunjukkan solusinya ke dalam gambar. 4.

13. 17. siswa dapat memilih satu strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu dan memberikan alasannya. Membuat strategi lain Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan satu strategi untuk menyelesaikan masalanya. siswa dapat: (1) menjelaskan dengan menerapkan strategi itu. Memberi alasan strategi yang digunakan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih strategi untuk menyelesaikan masalah. siswa dapat menyelesaikan masalah secara terencana mulai dari input. Sosialisasi KTSP 267 . kartun. proses. (3) menentukan strategi mana yang tepat. beberapa strategi pemecahan masalahnya. 14. Memecahkan masalah berdasarkan data dan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah cerita. (2) mengevaluasinya. grafik atau tabel dan sebuah pernyataan masalah. output. 16. dan outcomenya. siswa dapat menyelesaikan masalah itu dengan menggunakan strategi lain. Menyelesaiakan secara terencana Contoh indikator soal: Disajikan sebuah situasi masalah yang kompleks. 12. siswa dapat mengevaluasi strategi pemecahannya berdasarkan prosedur yang disajikan. Mengevaluasi strategi sistematikanya Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. siswa dapat: (1) mendeskripsikan masalah lain (analog dengan masalah ini) yang dapat diselesaikan dengan menggunakan strategi itu. (4) memberi alasan mengapa strategi itu paling tepat dibandingkan dengan strategi lainnya. Menggunakan analogi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan strategi penyelesaiannya.11. Mengevaluasi kualitas solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan beberapa strategi untuk menyelesaikan masalah. dan prosedurnya. (2) memberikan alasannya. Sosialisasi KTSP 15. siswa dapat memecahkan masalah dan menjelaskan prosedur yang dipergunakan untuk menyelesaikan masalah.

kompetensi dan pengalaman belajar 3. materi.KAIDAH PENULISAN SOAL KOMPETENSI 1. Sosialisasi KTSP 268 . Mengukur kemampuan berpikir kritis 6. Mengukur beberapa kemampuan yang diwujudkan dalam stimulus soal 5. Mengukur kompetensi siswa 4. Berhubungan dengan kondisi pembelajaran di kelas atau di luar kelas 2. Berhubungan erat antara proses. Mengandung pemecahan masalah Sosialisasi KTSP SOAL URAIAN SOAL URAIAN adalah soal yang jawabannya menuntut peserta tes untuk mengorganisasikan gagasan atau hal-hal yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan gagasan tsb dalam bentuk tulisan.

gambar. 13. 2. peta. 4. 8. Soal sesuai dengan indikator Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 7. 11. 3. 12. grafik. 10.KAIDAH PENULISAN SOAL URAIAN 1. 9. atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Rumusan kalimat soal komunikatif Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Tidak menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 269 . Ada pedoman penskorannya Tabel. 6. 5.

Soal sesuai dengan indikator Indikator : Siswa dapat menjelaskan 2 perbedaan pasar tradisional dan pasar modern. Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai Contoh soal kurang baik: Jelaskan sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berazaskan kekeluargaan! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 4 sisi negatif yang harus diwaspadai dari kemajuan IPTEK terhadap bangsa Indonesia yang berasaskan kekeluargaan! PEDOMAN PENSKORAN No. Individualisme yaitu sikap lebih mementingkan diri sendiri. Materialisme yaitu sikap yang selalu mengutamakan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan materi -------------2 2. Sekulerisme adalah sikap yang mencerminkan kehidupan keduniawian. 4. ---------------------------------------------------------2 2 3. 2. 1. ---------------------------------2 Skor Maksimum 10 Sosialisasi KTSP 270 . -----------------------------------2 5. Contoh Soal kurang baik: Jelaskan 2 persamaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan 2 perbedaan antara pasar tradisional dengan pasar modern! (IPS.1. Primadialisme yaitu sikap yang lebih membanggabanggakan asal daerah tertentu. . Kunci Jawaban Pasar tradisional: harga dapat ditawar dan tidak kena pajak Pasar modern: harga pasti dan kena pajak Skor Maksimum Skor 2 2 4 Sosialisasi KTSP 2. Kunci Jawaban Skor 1. Elitisme yaitu kecenderungan untuk bergaya hidup tertentu berbeda dengan orang banyak. SMP) No.

.................3. 2 c. 1 Skor maksimum Sosialisasi KTSP 10 4.......................................... Enzim-enzim itu aktif di usus halus............. 1 b............... Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran Contoh soal kurang baik: Di manakah letak kelenjar pankreas? (IPA) Contoh soal lebih baik: a. perkembangan generasi..................................................Amilase untuk mencerna tepung menjadi maltosa dan disakarida lain ............................ Enzim yang dihasilkan Pankreas: ......... Kunci Jawaban Menjawab 3 fase perkembangan (penemuan......... 2............. 3..................................................... 2 ..........Bikarbonat untuk menetralisir HCl yang masuk ke usus dari lambung ........................ dan teknologi tinggi) Menjawab dua fase Menjawab satu fase Tidak menjawab Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 271 ......... 4...... Di manakah enzim-enzim itu aktif? No.......................... Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas Contoh soal yang kurang baik: Jelaskan perkembangan perangkat TIK dilihat dari perangkat komunikasi digital? Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan perkembangan perangkat komputer No................. Kunci Jawaban Skor a.....Tripsin untuk mengubah protein menjadi peptida dan asam-asam amino ................ Pankreas terletak di rongga perut ..... Tuliskan dan jelaskan enzim yang dihasilkan pankreas! c..Lipase untuk mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol ............. 2 ............................ 2 ............. 1..................... Di manakah letak pankreas? b........

tapi terus melawan kesengsaraan tersebut. 1. Ia dilahirkan dalam kesengsaraan. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal Contoh soal kurang baik: Tentang celana kepar 1001 itu. Kusno tak akan putus asa. Dan mungkin ia bersama-sama dengan Kusno hilang dari muka bumi ini? Tapi. Aspek yang dinilai Bila jawaban (gigih) dan alasan benar Bila jawaban (gigih) benar tetapi alasan kurang tepat Bila hanya jawaban (gigih).SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tentukan watak Kusno yang terdapat dalam kutipan di atas disertai alasannya! Kunci : Watak Kusno gigih atau sejenisnya karena ia sengsara. No. bagaimanapun juga. Pada suatu kali ia akan hilang dari muka bumi. tetapi tidak disertai alasan Bila jawaban (aliran) dan alasan salah Skor 3 2 1 0 Sosialisasi KTSP 272 . 3. Sistem dua partai --------------------------------------------------------yaitu terdapat dua partai dalam suatu negara sehingga terlihat satu partai yang berkuasa dan satu partai oposisi ----------------3. Idrus: Kisah Sebuah Celan Pendek Bagaimana watak Kusno? (Bhs Indonesia . tak ada yang akan diceritakan lagi. Kunci Jawaban Sistem kepartaian ialah pola perilaku dan interaksi di antara sejumlah partai politik 1. 4. 2.5. Kusno akan berjuang terus melawan kesengsaraan biarpun hanya guna mendapatkan sebuah celana kepar yang lain. Sistem multi partai -------------------------------------------------------yaitu terdapat banyak partai dalam suatu negara yang disebabkan kondisi masyarakat yang mejemuk dan iklim demokrasi yang lebih bebas ------------------------------------------Skor Maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 1 6 6. Sistem partai tunggal ---------------------------------------------------yaitu dalam suatu negara hanya satu partai yang berlaku ----2. Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian Contoh soal kurang baik: Di Indonesia terdiri dari berapa sistem kepartaian? (PKn-SMP) Contoh soal yang lebih baik: Jelaskan tiga macam sistem kepartaian! No. Dan meskipun celana 1001 –nya hilang lenyap menjadi topo. hidup bersama kesengsaraan.

.... Rumusan kalimat soal komunikatif Contoh soal kurang baik: Sesuatu bermassa 50 kg naik perahu yang massanya 200 kg …... 2 = 50 ..... Ada pedoman penskorannya 8.......... vp 1 = 1 200 200 =........... alur......... Tabel.............. 6 + 200 .. vo + mp ...... grafik.. vp 1 = 1 m/s .......... Gambar ini memperlihatkan suatu kawasan yang dibanjiri sampah yangmenggunung............ Indonesia SMP) Tulislah karangan sepanjang ± 200 kata berdasarkan informasi yang terdapat dalam gambar di atas! Tulisan tersebut akan dinilai berdasarkan isi.....7. dan pemakaian kaidah bahasa Indonesia............ 100 + 400 = 300 + 200 vp 1 500 = 300 + 200 vp 1 200 vp 1 = 500 – 300 200 vp 1 = 200 .... vp 1 . gambar...... Yang lebih parah lagi bila TPS (Tempat Pembuangan Sampah) berada di lingkungan yang dekat dengan sekolah......... pertokoan. Gunungan sampah yang berbau tidak sedap itu terjadi akibat sampah-sampah tersebut tidak diangkut seperti di pemukiman..................................... 50 ............ vp 1 .. kosakata.............. Skor maksimum Sosialisasi KTSP Skor 1 1 1 1 1 5 273 ........... Contoh Soal yang lebih baik: Seseorang bermassa 50 kg naik perahu dengan massa 200 kg dan berkecepatan 2 ms –1 terhadap air yang diam...................... peta... vp = mo .. vo 1 + mp ...... Kunci Jawaban mo .......... atau di sejumlah pasar....... 2 + 200 ..... Tentukan kecepatan perahu sesaat setelah orang tersebut meloncat? No.. Kemudian orang tersebut meloncat ke depan dengan kecepatan 6 ms –1 terhadap air. Sosialisasi KTSP 9.... atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca Perhatikan gambar berikut......... (Bhs...............

Sosialisasi KTSP 12. 2.10 5. 0–2 0–2 0–2 0–2 0. ---------------------------------Berjiwa pembaru: yaitu ikut serta dalam pembangunan.” Tentukan majas kalimat di atas dan berikan alasannya! (BIN SMP/MTs) PEDOMAN PENSKORAN No. PEDOMAN PENSKORAN Kunci Jawaban/Aspek yang dinilai Cinta tanah air: Bangga sebagai bangsa Indonesia menyebabkan seseorang rela berkorban. Menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan. 1 Skor Maksimum 3 Penjelasan: kata buah pala dan keju di daerah tertentu adalah tabu. Metonimia adalah majas yang menyebut merek dagang untuk benda yang dimaksudkan atau digunakan. 4. Kunci/Aspek yang dinilai Skor 1. ----------------------------------------------Skor Maksimum Skor 0–2 3. Kutipan di atas mengandung majas metonimia.10. 1 2. Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku Contoh soal kurang baik Coba kamu sebutkan satu per satu karakteristik sikap patriotik dalam kehidupan bangsa dan bernegara? (PKn SMP/MTs) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 5 ciri sikap patriotik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara! No. 1. Sosialisasi KTSP 274 . 1 3. Tak kenal menyerah: Seorang siswa perlu belajar dengan tekun tanpa mengenal lelah demi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dikemudian hari. Alasan: BMW adalah merek mobil. -----------Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara: Untuk mencapai tujuan nasional diperlukan kerelaan berkorban. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Contoh soal kurang baik: Perhatikan kalimat berikut! “Di dalam BMW seri tujuh berwarna abu-abu itu Soni menyetir sendiri setelah membeli buah pala dan keju di supermarket itu.

anak miskin. atau hidup di desa terpencil. Komponen soal PG Stem (pokok soal) Option Sosialisasi KTSP 275 . Sebutkan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! (PKn SMP) Contoh soal yang lebih baik: Tuliskan dan jelaskan 6 macam hak asasi manusia yang mendapat perlindungan dan pelayanan dalam UUD 1945! Sosialisasi KTSP SOAL PILIHAN GANDA JENIS SOAL PG Pokok Soal (stem) pertanyaan Pokok soal (stem) pernyataan Diakhiri tanda ? Diakhiri tanda ….13. Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat menyinggung perasaan siswa Contoh soal kurang baik: Walaupun kamu anak yatim/piatu. hidup di daerah kumuh. anak cacat. namun kamu adalah warga negara Indonesia.

Iklan di atas termasuk jenis iklan .. 3. 6. Hubungi telp.CONTOH SOAL PG Dasar pertanyaan (stimulus) Pokok soal (stem) Pilihan jawaban (option) Perhatikan iklan berikut! Dijual sebidang tanah di Bekasi. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 276 . Penawaran* Sosialisasi KTSP KAIDAH PENULISAN SOAL PG 1. 9.. 5. permintaan b. 2. a. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. propaganda c. 7. 10. Baik untuk industri. Soal harus sesuai dengan indikator Pengecoh harus berfungsi Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”. Pengumuman d. luas 4 ha. 8. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya. 7777777. 4.

Lanjutan … 11. mengurangi jumlah sel telur dalam ovarium Contoh soal yang sesuai dg indikator. a. sehingga pernyataannya mudah dimengerti warga belajar/siswa. mencegah pematangan sel telur* d. ovarium b. umumnya. Pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia terjadi di dalam …. diagram. Indikator: Siswa dapat menentukan tempat terjadinya pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. 12. Gambar. Silakan pilih menu yang tersedia Sosialisasi KTSP 1. dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. uterus* d. tabel. 17. 16. 14. Pengaruh kerja pil kontrasepsi adalah …. a. mencegah peleburan sel telur dan sel sperma c. Bahasa yang digunakan harus komunikatif. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. 13. oviduct c. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Letakkan kata/frase pada pokok soal. grafik. 15. vagina Sosialisasi KTSP 277 . Soal harus sesuai dengan indikator Contoh soal kurang baik. mencegah terjadinya haid b. kadang-kadang. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional.

Pengecoh harus berfungsi. Perbaikan: pilihan b diperbaiki menjadi kata kerja.. misalnya: eat.. sedangkan pilihan lainnya adalah kata kerja (verb). Februari. to be eating. ING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan b adalah kata sifat (adjective).2. caught him eating* b.. to eat.. Rabo. Contoh soal kurang baik. Contoh soal kurang baik.” a. Sabtu. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar. caught him to eat (B. eating*. May. beras b. eaten. Sabtu. caught him playing truant d. Senin. Aperil. bebas* c. a. between eating. a. Penulisan kata berikut yang benar adalah . Sabtu c. Sosialisasi KTSP 3.. Senin. “Why did Jimmy’s mother punish him? “She . bekas (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c diperbaiki “belas”. November Penjelasan: kunci jawaban jangan dipergunakan untuk pengecoh Sosialisasi KTSP 278 .. was upset c. Senen. Bunyi /e/ pada kata enak sama dengan bunyi /e/ pada kata . November d. bela d. Februari. Pebruari. November* b. Kemis...

Firma c. C diperbaiki “turun-temurun”. Sosialisasi KTSP 279 . a. Bentuk perusahaan yang sesuai dengan pasal 33 ayat 1 UUD 1945 adalah …. Sosialisasi KTSP 7. Perseroan Terbatas b. Contoh soal kurang baik. BUMN d. laki-bini d.4. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi... bolak-balik* b.. getar-gemetar (BIN SMP/MTs) Penjelasan: pilihan c adalah kata majemuk bukan kata ulang. tali-temali c. a. Koperasi* (PKn SMP/MTs) Penjelasan: kalimat pertama pada pokok soal dihilangkan. Kata berikut yang termasuk kata ulang berubah bunyi adalah . Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 sebagai dasar untuk membentuk perusahaan tertentu.

SMP/MTs) Penjelasan: pilihan d diperbaiki menjadi. 1½ hours (BING SMP/MTs) Penjelasan: pilihan jawaban diurutkan dari angka yang paling kecil ke yang paling besar atau sebaliknya. Perayaan Sekaten bulan Maulud c. Sosialisasi KTSP 10. Contoh soal kurang baik. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya. Now it’s 11.9. 2½ hours c. Sosialisasi KTSP 280 . Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”. 4½ hours d. Semua pilihan jawaban di atas salah* (IPS. The gardeners has been working since 8 o’clock. Rumah gadang Minangkabau b. How long has he been working so far? a. Di antara bentuk-bentuk budaya daerah di bawah ini yang termasuk folklore lisan adalah …. “legenda gunung Tangkuban Perahu”. a. Contoh soal kurang baik. 3½ hours* b.30. Adat mapalus dari Sulawesi d.

a. Idrus b. atau kata yang tidak pasti karena makna kata-kata itu tergantung pada keadaan dan situasi siswa yang bersangkutan. W. Sosialisasi KTSP 281 . a. Sosialisasi KTSP 13. jagung d.12. Surat dari Ibu Perbaikannya: soal nomor 35 disusun secara independen. kadang-kadang. Ayip Rosidi (BAHASA INDONESIA SMP/MTs) (35) Karya dari pengarang pada jawaban soal nomor 10 adalah …. Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar soal berikutnya. Balada Tercinta c. Rendra c. a.S. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.kadang-kadang.. umumnya. Contoh soal kurang baik: (10) Pelopor angkatan 45 dalam bidang puisi adalah …. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. Contoh soal kurang baik: Helopeltis adalah hama yang biasanya menyerang tanaman . Senja di Pelabuhan Kecil* b. umumnya. Artinya. padi * (IPA SMP/MTs) Penjelasan: kata biasanya pada pokok soal dihilangkan. Chairil Anwar* d... Tirani d. kopi b. teh c. tidak bergantung pada jawaban soal nomor 10. bahwa dalam merumuskan pokok soal jangan menggunakan kata atau ungkapan seperti sebaiknya.

a) Penggunaan kalimat (1) Penggunaan kalimat harus ada unsur subjek. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. a. pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi b. a. ketekunan kerja keras dalam setiap pekerjaan c. c) pemakaian ejaan: (1) penulisan huruf. (2) unsur predikat. Sosialisasi KTSP (a) Penggunaan kalimat harus ada unsur predikat (bagian yang berfungsi menerangkan subjek). tenaga kerja yang berdisiplin tinggi (PKn SMP/MTs) Penjelasan: predikat kalimat tidak ada. Contoh soal kurang baik: Untuk mewujudkan kesejahteraan bersama atas dasar …. (2) penggunaan tanda baca. Contoh soal kurang baik: Di dalam perkembanganbiakan rhizopus secara generatif adalah dengan cara pembentukan …. askospora d. zigospora* (IPA-BIOLOGI SMP/MTs) Penjelasan: subjek tidak jelas karena diantar oleh kata "Di dalam". Oleh karena itu. kata "di dalam" dihilangkan. (2) penulisan kata. (3) anak kalimat. Setelah kata “atas dasar” ditambahkan “keadilan sosial. Kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan soal di antaranya meliputi: a) pemakaian kalimat: (1) unsur subjek. usaha pemerataan kesempatan kerja* d. kita harus mengembangkan …. sporangiospora c.” Sosialisasi KTSP 282 . b) pemakaian kata: (1) pilihan kata. spora kembara b.14.

a. a. hukum I Newton* b. Contoh anak kalimat. hukum Kepler (IPA-FISIKA SMP/MTs) Penjelasan: pokok soal berbentuk anak kalimat. Sosialisasi KTSP 283 .SMP/MTs) Penjelasan: kata “karya tulis” kurang tepat untuk batik. Anak kalimat Induk kalimat Induk kalimat Anak kalimat Contoh soal kurang baik: Yang berlaku pada gerak lurus beraturan …. naturalis b. simbolis* c. realistis d. idealis (IPS. hukum III Newton d. Oleh karena itu pokok soal diperbaiki menjadi “Hukum yang berlaku pada gerak lurus beraturan adalah …. -Dia tidak datang karena hari ini hujan. -Karena hari ini hujan.(3) Hindarkan pernyataan yang hanya berupa anak kalimat. dia tidak datan. hukum II Newton c.” Sosialisasi KTSP b) Pemakaian kata (1) Dalam memilih kata harus diperhatikan ketepatannya dengan pokok masalah yang ditanyakan. Contoh soal kurang baik: Batik termasuk karya tulis yang bersifat …. Kata itu diperbaiki menjadi “seni tulis” karena mengandung unsur keindahan bukan ragam tulis ilmiah.

which is standing under the tree is my uncle (BING SMP/MTs) Penjelasan: perbaikannya adalah “Sofian: The man … is standing under the tree is my uncle.17.” Sosialisasi KTSP CONTOH INDIKATOR SOAL Indikator Soal : Siswa dapat menentukan letak sebuah titik pada koordinat Kartesius (XY). who is standing under the tree is my uncle* b. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Andi! My uncle is over there. Letakkan kata/frase pada pokok soal. where is standing under the tree is my uncle c. Contoh soal kurang baik: Sofian: Look. a. whose is standing under the tree is my uncle d. Andi : Which is your uncle? Sofian: The man …. Sosialisasi KTSP 284 .

5) B. 30 cm2 Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK Perhatikan koordinat XY disamping : Y Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar.SOAL Y Perhatikan koordinat XY disamping : Dua titik A dan B terletak pada koordinat seperti nampak pada gambar. (4. 6 cm2 X B. (1. 4) X Sosialisasi KTSP 285 . Koordinat titik C adalah …. Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki. (1. (2. 12 cm2 C. Iwan sedang mencari titik C sedemikian hingga ABC membentuk segitiga sama kaki. 3) C. 2) D. A. Berapakah luas segitiga ABC ? A. 15 cm2 D.

singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP 286 . B. C. singkong kentang cemara bambu Sosialisasi KTSP SOAL YANG BAIK : Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang dijumpai pada tumbuhan …. kecuali : A. A. B.Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang tidak dijumpai pada tumbuhan berikut. D. C. D.

1996 B. Sosialisasi KTSP 287 . 1997 C. 1998 D. 1999 A. a) b) c) d) gadang sakit ibadah tinggal Sosialisasi KTSP PKn Pelanggaran HAM Timor Timur pada tahun ….Anak yang ditabrak motor kemarin pagi dibawa ke rumah….

C. D. 3 6 10 24 Sosialisasi KTSP AGAMA ISLAM Kata hadis menurut bahasa berarti … A. D. C.PKn Pemilu 1971 diikuti oleh . A. …. B.. Bacaan Surat Sumber hukum Bacalah Sosialisasi KTSP 288 . B.

C.MATEMATIKA 2/3 + 1/5 = … A. 30 D. D. B. x+y=9 3x – y = 7 80 60 50 5 Sosialisasi KTSP 289 . Sosialisasi KTSP MATEMATIKA Nilai dari 4xy jika diketahui A. 13/15 B.15 20 C.

Perang dunia Perang Diponegoro Peristiwa Semanggi Peristiwa G 30 SPKI Sosialisasi KTSP IPA Perubahan fisika terjadi pada proses … Perkaratan B. Sosialisasi KTSP 290 . B. C. Pembekuan A. D. Fermentasi C.IPS Yang masuk dalam ruang lingkup sejarah dunia adalah …. A. Pelarutan D.

33 34 35 P Q R ... A A C D D E B E E A E E .. 27 26 25 27% KB KUNCI B B D D Sosialisasi KTSP 291 . ....ANALISIS BUTIR SOAL MANUAL Menggunakan IT Kalkulator Komputer • Program ITEMAN • Program SPSS Sosialisasi KTSP CONTOH ANALSIS BUTIR SECARA KUANTITATIF NO SISWA 1 2 3 A B C 1 2 3 .... 50 B B C B A D A C B D C B SKOR 45 43 41 27% KA ...

30 0.30 – 0.ANALISIS SOAL PG SOAL 1 2 3 50 KEL KA KB KA KB KA KB KA KB A 0 1 0 2 0 0 1 1 B 10 7 5 3 1 2 2 2 C 0 1 5 3 9 3 3 3 D 0 1 0 1 0 3 3 2 E 0 0 0 1 0 2 1 2 OMIT 0 0 0 0 0 0 0 0 KEY B B D D TK 0.25 DP 0.71 – 1.10 : diterima : direvisi : ditolak Sosialisasi KTSP 292 .00 = mudah KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.19 – 0.10 TK1=(BA+BB): N = (10+7) : 20 = 0.0.00 – 0.40 0.39 = terima & perbaiki 0.15 0.20 -0.29 < 0.30 = sukar 0.30 0.40 – 1.00 = soal baik 0.29 = soal diperbaiki 0.00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP ALTERNATIF LAIN KRITERIA DAYA BEDA > 0.31 .3 0.85 0.85 DP1= (BA-BB):½N = (10-7) : ½ x 20 = 0.1.20 – 0.0.30 KRITERIA TK: 0.70 = sedang 0.

Stdv= 3.39 = terima & perbaiki 0.8 : 5 = 0.20 – 0.7647 14.5-1.56 Sosialisasi KTSP 293 .63 0. KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.CONTOH MENGHITUNG DP DENGAN KORELASI POINT BISERIAL (rpbis) DAFTAR SKOR SISWA SOAL NOMOR 1 Siswa yang Menjawab benar Jumlah skor keseluruhan Siswa yang menjawab salah Jumlah skor keseluruhan Meanb .7692 – 11.48 Artinya butir soal nomor 1 adalah DITERMA atau BAIK.√ (13:30) (17:30) 3.8 : 6 = 0.80 0.63 TK2 = 2.56 TK1 = Rata-rata : skor maks = 3.0954 = (0.80 0.30 – 0.5-2.56 0.00 = soal baik 0.00 = soal ditolak A B C D E F G H I J K L M 19 18 18 16 16 16 15 13 13 13 12 12 11 N O P Q R S T U V W X Y Z AA AB AC AD 17 16 15 14 14 12 12 12 12 12 11 11 10 9 8 8 7 Jumlah = 192 200 Nb=13. N=30.7692 Means = 200:17= 11.Means Rpbis = ------------------.7647 Rpbis = ----------------------.40 – 1. 1 2 3 4 5 SISWA A B C D E Jumlah Rata-rata TK DP Soal 1 (Skor maks 6) 6 5 3 3 2 19 3.4955355) = 0.19 – 0.4809835 = 0.√ pq Stdv skor total Keterangan: b=skor siswa yang menjawab benar s=skor siswa yang menjawab salah p=proporsi jawaban benar thd semua jawaban siswa q= 1-p Meanb = 192:13=14.7):6 = 0.56 DP1= (Rata-rata KA – Rata-rata KB) : skor maks.29 = soal diperbaiki 0.47 Soal 2 (Skor maks 5) 5 4 2 2 1 14 2.9706338) (0. = [(11:2) – (8:3) ] : 6 = (5.0954 Sosialisasi KTSP ANALISIS SOAL URAIAN DAN TES PRAKTIK NO.47 DP2= [ (9:2) – (5:3) ] : 5 = (4.7) : 5 = 0. ns=17.

dengan Sosialisasi KTSP SPEC KALKULATOR Kalkulator Scientifc Disarankan minimal scientific fx 3600 Sosialisasi KTSP 294 .

.5 SD sampel X INV. E 53 RUN HASIL SD sampel INV. A 55 RUN 2.6 9.. 66 RUN 4.8 1. INV. . Fungsi LR [MODE. A 55 [(.2 268 K out. AC MR..0488 Mean Y INV. M+ MODE... 3] No.4 32106 ΣY2 Dst..3 5 Σ skor K out.666 SD sampel Y INV.3 1. Siswa X Tekan Y Tekan 1.673 SD populasi INV.. INV.021 Korelasi XY INV. Siswa Skor Tekan 1..6 23334 K OUT.1 53.1 4376 Σ X2 Sosialisasi KTSP 3. B 52 [(.6 Σ data K out.1 53.4545 ΣXY K OUT. Sosialisasi KTSP 295 .1 17179 ΣX2 K OUT. B 54 RUN 3. E 53 [(.1657 A constant R INV.. 85 RUN 6. 60 RUN 3.2 1.PENGGUNAAN KALKULATOR 1. C 54 [(.2] No. 70 RUN HASIL Mean X INV. AC 2.1515 B regressiion INV.7 -5. C 51 RUN 4. 80 RUN 5.4 72....9 0. 75 RUN 2. Fungsi SD [MODE. Pembersihan Data: ON. D 55 RUN 5. F 54 [(..3 1. D 53 [(.497 Mean INV.

3 INV.0954 = (0.2 3. 12 RUN 12. 12 RUN 20.1 17 11. 18 RUN 3. 16 RUN 16.48 Artinya butir soal nomor 1 adalah diterima atau baik.9706338) (0. 12 RUN 23. 12 RUN 22. 13 RUN 10. 16 RUN 16. 11 RUN 26. 18 RUN 3. 15 RUN 17.7647 MENGHITUNG KORELASI POIN BISERIAL DENGAN KALKULATOR SISWA YANG MENJAWAB BENAR Aktifkan fungsi SD [MODE. 14 RUN 19.4955355) = 0.20 – 0. 13 RUN 11.4809835 = 0. 19 RUN 2. 16 RUN 7.SISWA YANG MENJAWAB SALAH Aktifkan fungsi SD [MODE. 16 RUN 6.40 – 1. 12 RUN 21. 11 RUN HASIL Σ data Mean K out. 16 RUN 5.7692 – 11. 14 RUN DST. HASIL Σ data K out.19 – 0.3 30 SD Populasi INV. 9 RUN 28. 8 RUN 29.7692 MENGHITUNG SD TOTAL Aktifkan fungsi SD [MODE. 14. 8 RUN 30. 16 RUN DST.Means Rpbis = ------------------. 3] Siswa Skor Tekan 14. 19 RUN 2. 15 RUN 17. 14 RUN 18. 18 RUN 4.7647 Rpbis = ----------------------.√ (13:30) (17:30) 3. 7 RUN HASIL Σ data Mean K out. 12 RUN 24. 3] Siswa Skor Tekan 1.3 INV.00 = soal baik 0.29 = soal diperbaiki 0. 17 RUN 15.00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP dengan Sosialisasi KTSP 296 . KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0. 16 RUN 5. 17 RUN 15.0954 Meanb .39 = terima & perbaiki 0. 13 RUN 9. 15 RUN 8.√ pq Stdv skor total 14. 11 RUN 25.30 – 0.1 13 14. 18 RUN 4. 3] Siswa Skor Tekan 1. 12 RUN 13. 10 RUN 27.

txt <enter> Do you want the scores written to a file? (Y/N) Y <enter> Enter the name of the score file: scrtes1.txt <enter> Enter the name of the output file: hsltes1.. 2.txt <Save> 3.txt <enter> **ITEMAN ANALYSIS IS COMPLETE** Sosialisasi KTSP 297 . Dipergunakan untuk: 1.ITEMAN (MicroCAT) Dikembangkan oleh Assessment Systems Corporation mulai 1982. 3. Alamatnya Assessment Systems Corporation. 1984. Enter the name of the input fele: Tes1. United States of America. menganalisis tes yang teridiri dari 10 skala (subtes) dan memberikan informasi tentang validitas butir dan relialilitas tes. 1988. Data di atas disimpan pada file: Tes1. 2. AGUNG PRIYANTO CBDCDCCDCDABBACABCDBBCDBDCBDBDACACCDBCABABDBCDANNN ABEN DAMARUDIN CBDCDCCCCDCBBACABCDBBCDBDCBDBDACACCDBCABABD0CDAACD KUSNAENI CADCDCCDBDACBACABCDBBCDBDCBDBDACACADBCABABDBCDAACD AGUS ARYADI CADBCCBDCDAABACBACAABCDBCCBBCAAABBDBBCABABDBCDAACD SULASTRI IRIANI CADBBCBCBDABBACABDDABCDBDCDABDBAACCDBCABABDBCDAANN . Mengetik data di Notepad (Start-Programs-Accessories-Notepad) 50 0 N 21 CADBDCBCCDABAACABCDABCDBDCDABDABACCDBCABABDBCBABCD Kunci jawaban 44444444444444444444444444444444444444444444444444 Pilihan jawaban YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY Kode analisis TUTYK INDRAWATI CADBDCBCCDABBACABCDBBCDBDCBDBDABACCDBCABABDBCDABCD RINI SULISTIYATIN CADBDCBDCDABBACABCDBBCDBDCBDBDABACCDBCABABDBCDABCD NANI KUSMIYATI CADCDCBDCDABBACABCDBBCDBDCBDBDABACCDBCABABDBCDAACD EVI MEILANI CADADCBDDDABAACABCDBBCDBACBABAAAAC0DBCABABDB0DABCD M. menganalisis data file (format ASCII) (Notepad) melalui manual entri data atau dari mesin scanner. Menggunakan program Iteman dengan mengklik icon Iteman. mulai dari versi 2. Sosialisasi KTSP CONTOH ANALISIS BUTIR SOAL PG DENGAN PROGRAM ITEMAN 1. St Paul. menskor dan menganalisis data soal bentuk PG dan skala likert untuk 30.. 2233 University Avenue.00 – 3. 1993.. Suite 400. 1986.000 siswa dan 250 butir soal.50. Minesota 55114.

000 0.348 -0.133 -0. 0-7 0. A B CHECK THE KEY C A WAS SPECIFIED.269 -0.180 Other 0.899 0.500 0.000 -9.321 -0. 7.170 * 0.500 -0. Point Alt. Endorsing Biser Biser Key A 0.225 ? -0.29 = soal diperbaiki 0.HASIL ANALISIS DENGAN PROGRAM ITEMAN Item Statistics Seq.000 -9.082 10.30 = sukar 0.454 C 0. Biser.00 = soal ditolak Sosialisasi KTSP 298 .000 9.182 -9.000 A B C D E Other 0.30 – 0.000 -9.269 0.082 * -0.033 0.899 0. B WORKS BETTER D E Other 0-10 0.296 D 0.018 -0.133 -0.067 0.900 0.000 0. Item correct Biser.000 -9.900 0.011 -0.009 -0.140 0.170 Sosialisasi KTSP SKALA PEDOMAN KRITERIA TK & DB KRITERIA TINGKAT KESUKARAN: 0.40 – 1.000 0.20 – 0.00 = soal baik 0.716 -0.70 = sedang 0.500 0.000 0.19 – 0.236 -0.137 -9.100 0.000 -9.31 .067 0.71 – 1.167 -0.133 0. 0-9 0.011 -0.000 -0.717 Alternative Statistics Prop.39 = terima & perbaiki 0.0.017 -0.094 -9.00 – 0.153 B 0.717 * E 0.133 -0.067 -0.265 -9.000 -9.200 0.468 -0. Scale Prop.013 -0.140 -0. Point No.00 = mudah KRITERIA DAYA PEMBEDA: 0.000 -0.000 0.

Sosialisasi KTSP Selesai Sosialisasi KTSP 299 . Negatif value= distribusi lebih mendatar.113 0. Skew Kurtosis Minimum Maximum Alpha SEM Mean P Mean Biserial 50 35 30 9.590 3.435 (Jumlah soal yang dianalisis) (Jumlah siswa) (Rata-rata jawaban benar) (Penyebaran distribusi jawaban benar) (Standar deviasi/akar variance) (Kecondongan kurva/bentuk destribusi) (Tingkat pemuncakan kurva)* (Skor minimum siswa dari 50 soal) (Skor maksimum (Reliabilitas skor tes) (Standar kesalahan pengukuran) (Rata-rata tingkat kesukaran) (Rata-rata korelasi Biserial) *Positif value= distribusi lebih memuncak.651 0.119 -0.RINGKASAN N of Items N of Examinees Mean Variance Std.00 50.655 0.00 0.464 25.987 0. Dev.

300 .

Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal 301 . Penyusunan Laporan hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SMP. Laporan Hasil Belajar (LHB) 19.Materi SOSIALISASI dan PELATIHAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) IX. 20.

302 .

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Materi 20 PENYUSUNAN LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) PESERTA DIDIK SMP Sosialisasi KTSP PENGERTIAN RAPOR Rapor merupakan dokumen yang menjadi penghubung komunikasi baik antara sekolah dengan orang tua peserta didik maupun dengan pihak-pihak lain yang ingin mengetahui tentang hasil belajar peserta didik pada kurun waktu tertentu Sosialisasi KTSP 303 .

KOMPONEN RAPOR Komponen Rapor minimal berisi : • Petunjuk pengisian rapor • Identitas peserta didik • Kotak tabel nilai mata pelajaran • Kotak tabel nilai pengembangan diri • Kotak tabel perilaku • Kotak tabel ketidakhadiran • Lembar keterangan mutasi peserta didik Sosialisasi KTSP TABEL NILAI MATA PELAJARAN Sosialisasi KTSP 304 .

Sosialisasi KTSP 305 . Nilai pada rapor untuk setiap mata pelajaran terdiri dari aspek-aspek penilaian yang mengacu pada aspek yang tertuang dalam ruang lingkup dan atau standar kompetensi. yang telah ditentukan dalam KTSP masingmasing sekolah. Target Pencapaian Kompetensi (TPK) merupakan target ketuntasan minimal untuk setiap aspek penilaian mata pelajaran. Aspek penilaian sesuai dengan standar Isi dikembangan daerah/satuan pendidikan ”PENJELASAN PENJABARAN ASPEK MATA PELAJARAN TERTUANG PADA PETUNJUK PENGELOLAAN RAPOR” 2.TABEL NILAI MATA PELAJARAN Sosialisasi KTSP PENJELASAN TABEL NILAI MATA PELAJARAN 1.

• Keterangan merupakan uraian kemampuan. dan predikat yang telah dicapai oleh peserta didik. Nilai merupakan rerata nilai masing-masing aspek penilaian setiap mata pelajaran. ”CONTOH DESKRIPSI CATATAN GURU TERTUANG DALAM PETUNJUK PENGELOLAAN RAPOR” Sosialisasi KTSP TABEL NILAI PENGEMBANGAN DIRI Penjelasan : • Jenis pengembangan diri diisi sesuai dengan pilihan kegiatan yang dipilih oleh peserta didik.PENJELASAN TABEL NILAI MATA PELAJARAN 3. Kolom angka pada nilai diisi dengan angka dalam skala 10-100. Catatan Guru merupakan deskripsi pencapaian kompetensi peserta didik. Sosialisasi KTSP 306 . prestasi. • Penilaian kegiatan pengembangan diri dilakukan secara kualitatif. ”PENJELASAN TENTANG PENGOLAHAN NILAI RAPOR TERTUANG PADA PETUNJUK PENGELOLAAN RAPOR” 4.

kedisiplinan. Sosialisasi KTSP TABEL KETIDAKHADIRAN Sosialisasi KTSP 307 .KOTAK PERILAKU Penjelasan : Kotak perilaku diisi penjelasan tentang rangkuman catatan guru bimbingan konseling yang berkaitan dengan perilaku peserta didik. kesantunan. kebersihan. keaktifan. dan tanggung jawab. kerapian. Contoh: kerajinan.

apabila yang bersangkutan telah mencapai kriteria ketuntasan minimal. emosi atau mental sehingga tidak mungkin berhasil dibantu mencapai kompetensi yang ditargetkan. dan c. a.MEKANISME KENAIKAN KELAS 1.Jika karena alasan yang kuat. 2.Memperoleh nilai kurang dari kategori baik pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia b. Peserta didik dinyatakan naik kelas. Peserta didik dinyatakan harus mengulang di kelas yang sama bila. misal karena gangguan kesehatan fisik. ”PENJELASAN CARA PENGHITUNGAN KETUNTASAN MATA PELAJARAN SAMPAI AKHIR TAHUN PELAJARAN TERTUANG PADA PETUNJUK PENGELOLAAN RAPOR” Sosialisasi KTSP 308 .Jika peserta didik tidak menuntaskan standar kompetensi dan kompetensi dasar lebih dari empat mata pelajaran sampai pada batas akhir tahun pelajaran. Sosialisasi KTSP MEKANISME KENAIKAN KELAS 3. Kenaikan kelas dilaksanakan satuan pendidikan pada setiap akhir tahun.

kompetensi dasar. dan standar kompetensi yang ketuntasan belajar minimumnya sudah dicapai. nilai peserta didik untuk semua indikator. minimal sama dengan yang dicapai pada tahun sebelumnya. Ketika mengulang di kelas yang sama.MEKANISME KENAIKAN KELAS 4. Dinas pendidikan dan atau satuan pendidikan dapat mengembangan rapor sesuai dengan kebutuhan KTSP yang dikembangkan berdasarkan petunjuk pengelolaan rapor Sosialisasi KTSP 309 . Sosialisasi KTSP DIVERSIFIKASI RAPOR KTSP Rapot KTSP ini sebagai model.

CONTOH DAFTAR NILAI DENGAN PEMBOBOTAN Sosialisasi KTSP CONTOH DAFTAR NILAI DENGAN PEMBOBOTAN Sosialisasi KTSP 310 .

Selesai Sosialisasi KTSP 311 .

312 .

Departemen Pendidikan Nasional Materi 19 Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal Sosialisasi KTSP PENETAPAN KKM ANALISIS PENCAPAIAN KKM Sosialisasi KTSP 313 1 .

RAMBU-RAMBU KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100 Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100 Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBS Sosialisasi KTSP MEKANISME/LANGKAH-LANGKAH : KKM INDIKATOR KKM KD KKM MP KKM SK Sosialisasi KTSP 314 2 .

1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsurunsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Daya dukung Intake Nilai KKM Sosialisasi KTSP 315 3 .KRITERIA PENETAPAN KKM • Kompleksitas (Kesulitan & Kerumitan) • Daya dukung • Intake siswa PENETAPAN KKM : menggunakan Format A Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas 1.

Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kriteria: 1.MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI A.Tinggi = 3 .Tinggi = 50-64 .Tinggi = 81-100 .Rendah = 81-100 . Intake : . daya dukung tinggi dan intake siswa sedang nilainya adalah: (3 + 3 + 2) x 100 = 88. daya dukung tinggi dan intake sedang nilainya adalah rata-rata setiap nilai dari kriteria yang kita tentukan.Sedang = 2 . Daya dukung : 3.Sedang = 65-80 . Sosialisasi KTSP 316 4 .Tinggi = 3 . Intake : .Rendah = 50-64 .Sedang = 2 .Sedang = 65-80 .Kompleksitas : 2.Rendah = 1 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah. Dengan memberikan point pada setiap kriteria yang ditetapkan : 1.Rendah = 3 .Tinggi = 1 .Tinggi = 81-100 .Sedang = 2 .Rendah = 50-64 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas sedang. Dalam menentukan rentang nilai dan menentukan nilai dari setiap kriteria perlu kesepakatan dalam forum MGMP di Sekolah. Kompleksitas : 2.Rendah = 1 .Daya dukung : 3.89 9 Sosialisasi KTSP MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI B.Sedang = 65-80 .

Rendah 2. daya Dukung tinggi dan intake siswa sedang maka dapat dikatakan hanya satu komponen yang mempengaruhi untuk mencapai ketuntasan maksimal 100 yaitu intake sedang.Rendah 3. • WAKTU cukup lama karena perlu pengulangan • PENALARAN dan KECERMATAN siswa yang tinggi. Sosialisasi KTSP 317 5 .Sedang . Daya dukung : .MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI C. Tingkat Kompleksitas Tinggi. Dengan memberikan pertimbangan professional judgment pada setiap kriteria untuk menetapkan nilai : 1.Tinggi . Sosialisasi KTSP TINGKAT KOMPLEKSITAS (Kesulitan & Kerumitan) setiap IP/KD yang harus dicapai oleh siswa. Intake : .Tinggi . bila dalam pelaksanaannya menuntut : • SDM memahami Kompetensi yang harus dicapai Siswa kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran. Jadi guru dapat mengurangi nilai menjadi antara 90 – 80.Sedang .Tinggi .Rendah Contoh : Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah. Kompleksitas : .Sedang .

sarana dan prasarana pendidikan yang sangat dibutuhkan. manajemen sekolah. Sosialisasi KTSP INTAKE (TINGKAT KEMAMPUAN RATA-RATA) SISWA : KKM Kelas X didasarkan pada hasil seleksi PSB. BOP.KEMAMPUAN SUMBERDAYA PENDUKUNG: yaitu ketersediaan tenaga. Rapor kelas 3 SMP. NUN. test seleksi masuk atau psikotes KKM Kelas XI dan XII didasarkan pada tingkat pencapaian KKM siswa pada semester atau kelas sebelumnya Sosialisasi KTSP 318 6 . kepedulian stakeholders sekolah.

FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator 1. Mendeskripsikan Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleksi tas Daya dukung Intake Nilai KKM hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Rendah 3 74 tinggi 3 sedang 2 88.6 319 7 .8 Sosialisasi KTSP FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompleks itas Daya dukung Intake Nilai KKM 1.3 Sedang 78 tinggi 85 sedang 70 77.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Sosialisasi KTSP 74.1.77 Sedang 75 tinggi 90 sedang 70 78.9 tinggi 1 sedang 2 sedang 2 55.6 Sedang 2 tinggi 3 sedang 2 77.3 tinggi 55 sedang 80 sedang 70 68.

6. 3.PENULISAN KKM PADA LHBS LAPORAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Nama Sekolah : ……………………………… Tahun Pelajaran : ……………………………… Nilai Hasil Belajar Pengetahuan dan Pemahaman Konsep Angka 1. 2. Manfaat Analisis : Sebagai dasar untuk menetapkan KKM pada tahun berikutnya.dst 75 75 70 65 60 78 80 80 70 70 60 Huruf Delapan puluh Delapan puluh Tujuh puluh Tujuh puluh Enam puluh Nama Siswa : ………………………………… Nomor Induk : ………………………………… Kelas/Semester : XI IA /1 Kriteria Ketuntasan Minimal *) No Mata Pelajaran Praktik Angka 75 65 75 Huruf Tujuh puluh lima Enam puluh lima Sikap/ Afektif Predikat B B B B B B - Sosialisasi KTSP Tujuan Analisis : Mengetahui tingkat ketercapaian KKM yang telah ditetapkan. Sosialisasi KTSP 320 8 . 5. Kewarganegaraan Bhs Indonesia Bahasa Inggris Matematika Seni Budaya. 4. Pendidikan Agama Pendk.

Selesai Sosialisasi KTSP 321 9 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful